June 2008


Oleh: Ali Sina

Kepribadian Muhamad merupakan teka-teki. Bahkan mereka yang tidak percaya dia utusan Tuhan dan dapat membuktikan bahwa pribadi dan perbuatannya bukan perbuatan khas nabi, mengakui bahwa Muhammad punya kepribadian yang sangat mempesona dan karismatik. Ia mampu mempengaruhi, mempesona bahkan menyihir orang2 di sekelilingnya
sampai mereka bersedia untuk membunuh baginya.

Apa beda Muhamad dengan orang lain? Dia jenius atau monster?
Dia orang suci atau setan? Baik mereka yang pro maupun kontra Muhamad setuju bahwa ia bukanlah orang rata2. Apa yang membuatnya berbeda? Bagaimana sampai dia dapat membuat orang bertekad bulat baginya, bercita-cita sedemikian besar, berpikir sedemikian muluk dan menjadi begitu kuat dalam waktu yang sangat singkat?

Apa kekuatan di belakangnya?

Tiap hari dimanapun, ada saja orang yang mengaku utusan Tuhan dan ada saja orang yang percaya. Orang2 seperti ini mau saja disuruh membunuh orang2 tak berdosa seperti kasus di Jepang dengan sekte Kebenaran Mutlak (Supreme Truth) atau mau melakukan bunuh diri massal di kasus sekte Amerika yang bernama Gerbang Surga (Heaven’s Gate). Apa yang membuat orang mengaku jadi utusan Tuhan ? Uang? Tentu saja tidak!

Apa yang diinginkan pemimpin2 palsu ini adalah rasa hormat, kekaguman dan kekuasaan. Orang2 ini SAKIT JIWA. Mereka adalah narsisis (orang yang amat mencintai diri sendiri sampai taraf tak wajar). Seorang narsisis sangat membutuhkan pengakuan. Narsisis biasanya keras kepala, manipulatif dan haus kekuasaan. Tapi mereka juga cerdas, licik dan punya banyak akal. Narsisis yang paling terkenal adalah Jenghis Khan, Napoleon, Hitler, Stalin, Mussolini, Polpot, Mao, Saddam Hussein dan Idi Amin. Narsisis adalah orang yang cerdas tapi terganggu kejiwaannya. Mereka hanya melihat pengesahan kekuasaannya dan untuk mencapainya ini, mereka akan melakukan apapun. Mereka bohong dengan cara yang sangat meyakinkan. Mereka membangkitkan rasa percaya diri dan tampak amat sangat percaya diri. Tapi ini semua merupakan tudung untuk menyembunyikan perasaan tak tenteram dan ketakutan dalam diri sendiri.

Kelainan emosional ini terbentuk di masa kanak2. Hal serupa yang dialami para diktator diatas adalah masa kecil yang sukar dan tanpa kasih sayang. Muhamad adalah yatim piatu. Di jaman itu, anak yatim piatu tidak punya banyak martabat. Kesadaran akan keadaan dirinya ini semestinya mengakibatkan dia merasa tidak tenteram dan tidak berarti. Ketika Muhamad lahir, dia diserahkan kepada wali ibunya yang bernama Thueiba (dari suku Bedouin) yang mengurusnya selama beberapa bulan. (Katib al Waquidi hal. 20).

Ibu kandung Muhamad, Amina, seorang janda dan tidak punya anak lain. Tidak diketahui alasan Amina menyerahkan anak satu2nya kepada Thueiba dan tidak mau mengurus bayinya sendiri. Tidak masuk akal bagi seorang ibu yang membujang untuk menyerahkan anaknya yang tunggal dan memilih hidup sebatang kara. Tradisi tidak pernah lebih kuat daripada naluri keibuan. Jika Amina punya banyak anak, ini baru masuk akal. Tapi Muhamad adalah anak satu2nya. Sukar dimengerti mengapa dia tidak mau mengurus bayinya sendiri dan malah menyerahkannya ke seorang wanita Bedouin untuk membesarkannya. Apakah Amina benar2 mencintai Muhamad? Apakah dia percaya punya bayi mengurangi kesempatannya untuk kawin lagi? Terlalu sedikit informasi yang kita dapat tentang Amina untuk benar2 mengerti dia. Tapi satu hal sudah jelas adalah Muhamad merasa sangat sakit hati pada ibunya. Ini bisa kita lihat nanti.

Muhamad yang masih bayi diurus oleh Thueiba. Tidak diketahui tepatnya berapa lama tapi mestinya beberapa bulan karena Muhamad selalu
mengirim hadiah2 padanya saat sudah menjadi kaya. Tapi entah kenapa Muhamad diambil dari Thueiba dan diserahkan kepada Halima. Di bulan2 pertama dalam hidupnya, seorang bayi tidak dapat membedakan identitas diri sendiri dengan identitas ibunya. Tentunya Muhamad tadinya mengira bahwa Thueiba adalah ibu kandungnya. Perubahan “ibu” dari Thueiba kepada Halima mestinya sangat mengagetkannya. Psykologi modern mengerti akibat sebuah perubahan begitu besar pada kesehatan emosi anak kecil, tapi orang2 Arab yang kurang berpengetahuan ini tidak tahu apa2 tentang hal ini.

Lima tahun berlalu, Muhamad tumbuh dengan keluarga lain di tengah padang pasir dan mengunjungi ibu kandungnya dua tahun sekali. Dia sadar bahwa dia bukan anak kandung dalam keluarga tempat dia tinggal tapi dia tidak mengerti kebiasaan orang2 dewasa dan heran mengapa ibunya menolaknya. Anak ini tumbuh tanpa rasa kasih sayang dan menunjukkan tingkah laku aneh sampai2 pengasuhnya dan ibu kandungnya mengira dia kerasukan setan.

W.M. Watt menerjemahkan biografi Muhamad yang ditulis oleh Ibn Ishaq (hal. 36). Dia mengutip kisah aneh yang diceritakan Muhamad yang membuat orang bertanya2 tetnang kewarasannya.

“…dua orang berbaju putih datang padaku membawa baskom emas penuh salju. Mereka membawaku dan membelah tubuhku, lalu mereka mengambil jantungku dan membelahnya dan mengeluarkan gumpalan darah hitam yang kemudian mereka buang. Lalu mereka mencuci jantungku dan tubuhku dengan salju sampai bersih.”

Keadaan mental sang Nabi sudah jadi masalah sejak dia kecil, dan ini sangat menggelisahkan pengasuhnya yang mengembalikannya kepada ibu kandungnya. Ini adalah kisah yang diceritakan oleh Halima, yang berhubungan dengan terjemahan Guillaume atas tulisan Ibn Ishaq, hal. 72:

“Ayah teman Muhamad berkata padaku, “Aku khawatir anak ini menderita serangan jantung, maka kembalikan dia pada keluarganya sebelum terjadi apa2. … Ibu Muhamad bertanya padaku apa yang terjadi dan terus tanya sampai aku menjawab. Waktu dia bertanya apakah aku khawatir dia (Muhamad) kerasukan setan, maka kujawab iya.”

Wajar kalau anak2 berkhayal melihat monster di bawah tempat tidur mereka, dan berkhayal punya teman gaib, tapi kasus Muhamad tampaknya sangat mengkhawatirkan dan sangat aneh sehingga menakutkan ibunya sampai2 dia menyangka anaknya kemasukan setan.
Kenyataan bahwa pengasuhnya juga mengira hal yang sama merupakan bukti bahwa dia tidak stabil kondisi jiwanya sejak masih anak2.

Bagi masyarakat primitif, orang2 yang sakit jiwa dikatakan “kerasukan setan”. Di jaman sekarang kebanyakan kasus “kerasukan setan” dirawat dan disembuhkan dengan obat2an. Bukannya tidak mungkin jika Prozac (obat anti depresi) ditemukan 1.400 tahun yang lalu, mungkin dunia tidak harus berurusan dengan Islam dan jutaan nyawa tidak perlu dikorbankan di mezbah Allah.

Sekali lagi Muhamad dipisahkan dari satu2nya keluarga yang dia kenal dan di usia lima tahun dia dikembalikan ke ibu kandungnya. Pada saat dia mulai terbiasa dengan ibunya, ibunya kemudian meninggal dunia. Muhamad tidak pernah memaafkan ibunya yang menyerahkannya pada saat dia masih bayi dan meninggalkannya seorang diri pada saat dia masih sangat membutuhkan kasih sayang ibu. Mungkin juga rasa pahit dalam hatinya akan ibunya adalah karena dia tidak merasa dicintai olehnya.

Dalam perjalanannya dari Medina ke Hodeibia, setelah dia menaklukkan Mekah, dia mengunjungi kuburan ibunya, dan menangis di situ. Pengikut2nya juga ikut menangis. Mereka bertanya padanya dan dia menjawab, … “Ini kuburan ibuku: Tuhan mengijinkanku berziarah ke sini. Dan aku minta ijin untuk berdoa baginya, tapi permintaanku ditolak. Maka aku memanggil ibuku untuk mengingatnya, dan teringat kenangan lembut akan dia, dan aku menangis.” [Katib Al Waquidi, hal. 21].

Mengapa Tuhan tidak mengijinkan Muhamad berdoa bagi ibunya? Jelas tampak bahwa orang ini tidak dapat memaafkan ibunya, bahkan setelah setengah abad ibunya meninggal. Dia punya luka sakit hati yang dalam yang tidak pernah sembuh.

Setelah Amina meninggal dunia, Muhamad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muttalib, yang mencurahkan segala kasih sayangnya karena Muhamad adalah satu2nya yang sisa dari anaknya yang sudah meninggal, Abdullah. Tapi dua tahun kemudian, sang kakek, Abdul Muttalib juga meninggal dunia.

Anak yatim piatu ini merasa sangat getir dengan kepergian kakeknya yang tercinta; sewaktu dia mengikuti rombongan jenazah di perkuburan Hajun, dia tampak menangis, dan ketika dia tumbuh besar, dia menyimpan kenangan kematian kakeknya.

Muhamad lalu diurus oleh pamannya, Abu Talib yang tidak begitu kaya. Abu Talib dengan setia melaksanakan tugasnya. “Kasih sayangnya pada anak muda ini sama besarnya dengan kasih sayang Abdul Muttalib”, tulis Muir.

“Dia mempersilakan Muhamad tidur di ranjangnya, makan di sisinya, dan pergi bersamanya kapanpun dia pergi ke luar kota. Dan perlakuan lembut ini terus dilakukannya sampai Muhamad muncul dari ketidakberdayaan di masa kecil.”

Kedekatan Muhamad pada pamannya ini menunjukkan bagaimana Muhamad selalu takut kehilangan orang2 yang dikasihinya. Anak laki ini menderita beberapa pukulan berat dalam masa kecilnya. Emosinya luka parah. Ini tampak di kejadian kala dia berusia 12 tahun.

Pada saat itu Abu Talib hendak pergi ke Syria untuk keperluan bisnis. Dia tidak berencana untuk membawa Muhamad serta. “Tapi ketika kafilah siap berangkat, dan Abu Talib sudah mau naik untanya, keponakannya (Muhamad) takut ditinggal sendiri lagi, dan dia merangkul pamannya erat2. Abu Talib terharu dan dia membawa anak itu pergi dengannya.” (Muir p. 33)

Muhamad dengan lembut mengingat kesepiannya dan hari2nya sewaktu jadi anak yatim. Di Surah 93:6 ditulis “Tidakkah Dia menemukan seorang anak yatim dan memberinya persinggahan (dan pemeliharaan)?”

Keadaan psikologis Muhamad ini sangat menarik dan saya akan menjabarkannya dalam buku saya yang akan terbit. Tapi sering terbukti bahwa narsisis adalah orang2 yang sangat sukses. Mereka punya dorongan yang luar biasa untuk memperoleh kekuasaan guna mengkompensasi rasa kesepian dan kurang sayang itu.

Dr. Sam Vaknin adalah seorang psikolog dan ahli dalam bidang narsisisme. Dia menulis:
Seorang yang narsisis sangatlah ahli dalam berpura-pura. Dia seorang yang mempesona, aktor berbakat, tukang sulap, dan sutradara bagi dirinya sendiri dan orang2 di sekitarnya. Sangatlah sukar untuk melihat keaslian dia pada waktu pertama kali berjumpa.

Tapi ada beberapa tanda yang bisa dikenal:
1. menunjukkan sikap sombong
2. punya kecenderungan untuk mengejek, mengritik dan merendahkan
orang lain
3. punya kecenderungan untuk mem-besar2kan kebohongan yang kecil
dan tidak perlu
4. punya kecenderungan berkhayal untuk mencapai sukses yang tak
terbatas
5. membual tanpa akhir, tidak peduli dan tidak mau mendengar orang
lain
6. mengidealkan seseorang secara berlebihan
7. membuat janji2 yang tidak sepadan dengan keadaan atau tidak ada
kemampuan untuk memenuhinya.
8. tampil dengan gerak-gerik tubuh yang angkuh.

Di buku saya nanti, saya akan membahas secara detail semua perilaku ini dalam diri Muhamad berdasarkan Hadis dan Sirat Rasul. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa sang Nabi adalah seorang narsisis. Misalnya, pengabdiannya kepada wanita yang lebih tua darinya, Khadijah, yang kemudian menjadi istri pertama dan ketidakmampuannya mengasihi wanita lain dengan taraf yang sama. Juga kenyataan bahwa dalam usia lanjut dia berusaha mengisi kekosongan hatinya dengan melakukan hubungan seks dengan begitu banyak wanita muda, dan tidak bisa setia pada seorang pun dari mereka. Sikap ini menunjukkan rasa tak aman dan takut di dalam hatinya.

Tentu saja terlalu gampang untuk percaya bahwa setiap orang yang muncul dan mengaku sebagai nabi berbuat demikian untuk duit. Bukan begitu pada kasus orang2 yang menderita narsisme. Uang hanyalah alat pembantu. Mereka melakukan itu untuk dapat kekuasaan, pengakuan, hormat, dominasi. Orang2 ini sakit dan butuh hormat dan perhatian. Hanya dengan cara menampilkan dirinya sendiri sebagai utusan2 dari sesuatu yang maha penting, barulah mereka dapat memenuhi kebutuhan narsistik melalui orang2 yang percaya pada mereka.

Maksud tujuan kemunculan mereka tidaklah penting. Maksud tujuan ini hanya dijadikan alasan, hanya jadi alat untuk mendominasi. Bagi Stalin, alasan yang dipakai adalah komunisme, bagi Mussolini adalah fasisme, bagi Hitler adalah Nasionalisme Sosial (Nazi), dan bagi Muhamad alasannya adalah agama dan monotheisme. Semakin hebat mereka menampakkan dewa2 (komunisme, fasisme, nazi, agama, dll) mereka ini, semakin banyak kekuasaan yang mereka dapat bagi diri mereka sendiri, karena mereka adalah satu2nya wakil2 dari dewa2 tersebut diantara seluruh umat manusia.

Sekali lagi seperti yang dikatakan Vaknin: “Narsisis menggunakan apapun yang bisa disentuh tangan2 mereka guna memuaskan kebutuhan narsistik mereka. Jika Tuhan, syahadat, gereja, iman, institusi agama dapat memenuhi kebutuhan narsistik, maka mereka akan jadi soleh. Mereka akan meninggalkan agama itu jika tidak mendapatkan kepuasan narsistik mereka.”

Contoh yang tepat bisa dilihat pada televangelis (evangelis yang suka muncul di layar TV) Jimmy Swagart yang dengan kepribadian yang penuh kharisma dan teatrikal mampu menggerakkan hati ratusan ribu penonton dan membuat mereka menangis terharu dengan bicara mengenai Tuhan dan moralitas. Nyatanya dia punya khayalan seksual yang kotor dengan para pelacur.

Allah hanyalah suatu maksud bagi Muhamad untuk mempengaruhi orang2 dan mendapatkan kepuasan dari kebutuhan narsistiknya. Allah adalah dirinya yang kedua (ini sama seperti Clark Kent dan Superman). Dia dapat memegang kontrol hidup dan mati orang dengan memberitahu mereka bahwa dialah satu2nya perantara Tuhan dan umat manusia. Dia dapat memaksakan tingkahnya pada mereka dengan memakai firman Tuhan.

Orang2 narsisis tidak mempromosikan dirinya secara langsung. Mereka tahu kalau secara langsung, orang2 di sekitar tidak akan menerima mereka. Mereka pintar dan manipulatif. Bukannya mempromosikan diri sendiri secara langsung, tapi mereka berdiri di belakang dewa2, ideologi2, maksud2 atau agama2 khayalan mereka dan secara bersamaan memunculkan diri mereka sendiri sebagai wakil2 dari dewa2 ini, sebagai satu2nya otoritas yang bisa membawa umat manusia ke tanah perjanjian, satu2nya orang yang dapat mewujudkan impian manusia.

Dr. Vaknin menjelaskan:
“Setiap orang adalah narsisis dengan ukuran yang berbeda. Narsisme adalah kecenderungan yang sehat, yang menolong orang untuk bisa bertahan hidup. Perbedaan antara narsisme yang sehat dan sakit adalah pada ukurannya. Narsisme yang sakit dan dalam bentuk ekstrim disebut NPD (Narcissistic Pathological Disorder) dan ini ditunjukkan dengan tidak adanya emphaty atau rasa pengertian, kasih sayang, simpati bagi orang lain.

Penderita NPD menganggap dan memperlakukan orang2 lain sebagai benda2 untuk dimanfaatkan. Dia menggunakan mereka untuk mencapai kepuasan akan kebutuhan narsistiknya. Dia percaya bahwa dia berhak akan perlakuan khusus karena dia punya khayalan amat megah tentang dirinya sendiri. Orang narsisis TIDAK sadar akan keadaan dirinya sendiri. Pengertian dan emosinya terganggu.”

Penjelasan di atas cocok sekali untuk menggambarkan Muhamad. Muhamad adalah orang yang sangat kejam tanpa perasaan manusiawi. Pertama-tama, dia membentuk agamanya untuk mengambil hati orang2 Yahudi dan menarik mereka jadi pengikutnya. Tapi ketika dia menyadari bahwa mereka tidak akan mau menerima dia (sebagai Nabi) dan tidak mau dijadikan alat perwujudan impiannya untuk mendominasi, maka dia membasmi mereka semua. Dia membantai semua pria dari Bani Quraiza dan dari Kheibar dan mengusir semua orang Yahudi dan Kristen lainnya dari Arabia. Kalau Tuhan memang mau menghabisi orang2 ini, Dia tidak perlu bantuan dari utusanNya.

Sebenarnya saya, A SINA, tidak punya alasan untuk marah pada orang yang sakit jiwa, apalagi yang sudah mati sejak lama sekali. Muhamad adalah korban masyarakat yang berkebudayaan rendah. Dia adalah korban ketidakpedulian ibunya. Muhamad adalah orang yang menderita luka batin yang dalam.

Dr. Vaknin berkata bahwa seorang narsisis “berbohong pada dirinya sendiri dan pada orang lain, menampakkan diri sebagai seorang yang tidak tersentuh, tidak terpengaruh secara emosional dan tidak terkalahkan … Bagi seorang narsisis ‘semuanya serba berlebihan. Jika dia sopan, maka dia pun agresif pula. Janji2nya tidak masuk akal, kritiknya kasar dan mengancam, kedermawaannya tidak berarti.”

Bukankah ini gambaran yang ditampilkan Muhamad akan dirinya sendiri?

Narsisis menderita kelainan jiwa tapi tidak gila. Mereka sadar sekali rasa sakit yang mereka sebabkan pada orang lain dan mereka menikmati nikmatnya punya kekuasaan. Oleh karena itu, mereka harus bertanggungjawab atas perbuatan mereka. Jadi jika neraka yang dikatakan Muhamad itu benar2 ada, maka sekarang mestinya dia berada di dasar neraka yang paling dalam dan tidak seperti yang kau percayai, dia tidak sedang tertawa terbahak-bahak saat ini.

Setelah amnesia allah untuk menyebutkan secara eksplisit nama anak yang bakal dikorbankan, Ismail, HARUS DiBANTU oleh tanda kurung hasil interpretasi manusia,

37:102 And [one day,] when [the child] had become old enough to share in his [father’s] endeavours, [39] the latter said: “O my dear son! I have seen in a dream that I should sacrifice thee: consider, then, what would be thy view!” [Ishmael] answered:”O my father! Do as thou art bidden: thou wilt find me, if God so wills, among those who are patient in adversity!”

Penyakit amnesia allah atau jibril inipun terdeteksi lagi. Jibril lupa mengatakan bahwa garis keturunan ismail kelak akan mewarisi kenabian. Eeee bukan ismail, malah keturunan ishak yang malah mendapat hak kenabian! hihihi…muhammad nyontek nggak mikir dua kali!

Coba lihat Bab Laba-laba alias spider-man dari quran bisikan jibril berikut ini:

Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan padanya balasan di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (QS. 29:27)

29:27 And [as for Abraham,] We bestowed upon him Isaac and [Isaac’s son] Jacob, and caused prophethood and revelation to continue among his offspring. And We vouchsafed him his reward in this world; [23] and, verily, in the life to come [too] he shall find himself among the righteous.

Jika tak ada jaminan dari allah bahwa keturunan ismail yang akan mewarisi kenabian, trus untuk apa ngotak-ngatik garis keturunan muhammad dicocok-cocokin ke ismail DENGAN BANTUAN KITAB yang dituduh awloh dipalsukan? hihihi…

sudah check dalam bahasa Arabnya QS 37:102:

Falamma balagha ma’ahu alssa’aya qala ya bunayya innee ara fee almanami annee athbahuka faonthur matha tara qala ya abati if’al ma tumaru satajidunee in shaa Allahu mina alssabireena.

disana memang tiada tertulis kata “Ishmael” dalam text arabnya dan apabila ditambah (seperti tarjamah indo/malay) maka akan masuk daftar sisipan palsu dalam quran

Kok bisa yah awloh itu lupa mengatakan akan ada nabi lahir dari keturunan ismail!….hihihi…SEMENTARA allah yang disembah nabi pemangsa anak 6thn dan penikmat sex semalaman plus ORGY dengan 9 isteri itu MALAH TAK TAHU diri copy-paste dari KITAB ‘PALSU’ untuk menyatakan bahwa HAK KENABIAN itu dari ISHAK! hihihi…

Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan padanya balasan di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (QS. 29:27)

Bisa kusimpulkan lagi beberapa keidiotan allahnya muhammad:
1. LUPA mencantumkan silsilah si nabi pemangsa anak 6thn (katenye keturunan ismail hihihi…itupun perlu bantuan kitab ‘palsu’)!
2. LUPA mengkonfirmasi bahwa AKAN ADA KELAK NABI (yang siap selalu ORGY dgn 9 istri semalam suntuk) dari keturunan ismail!
DALAM ADAT ISTIADAT YAHUDI, ANAK LAKI-LAKI YANG BERASAL DARI GUNDIK / SELIR TIDAK PERNAH DIANGGAP SEBAGAI KETURUNAN YANG BISA DIMASUKKAN DALAM DAFTAR SILSILAH KELUARGA, JADI DALAM PEMBICARAAN MENGENAI ABRAHAM ISHAK DAN ISMAIL, MAKA ISMAIL TIDAK DAPAT DIANGGAP SEBAGAI ANAK LAKI-LAKI YANG SAH KARENA DIA MERUPAKAN ANAK ABRAHAM DAN GUNDIKNYA HAGAR SI ORANG MESIR ITU, DENGAN DEMIKIAN NAMANYA TIDAK AKAN PERNAH DIMASUKKAN DLM DAFTAR SILSILAH KELUARGA
si budak hagar (ibu ismail) itu TAK PERNAH ADA DISEBUTIN DALAM QURAN!…yah lagi-lagi awloh dan si nabi cabul perlu bantuan ‘kitab palsu’ untuk menerangkan siapa hagar tersebut!…gue heran nih, ustadz dan prof islam itu pasti bloon dan **** banget yah kl nggak pernah belajar genealogy of jews dari ‘kitab palsu’ hehehe…kl cuma mengandalkan kitab berantakan quran, mana tahu mereka si hagar itu siapa!…hihihi

http://www.indonesi a.faithfreedom. org/forum/ viewtopic. php?t=1740

Para penderita codependent (Khadijah) tidak mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan dari teman-teman yg sehat secara emosional. Itulah mengapa Khadijah menolak lamaran lelaki2 yg sukses dan matang. Orang yg cocok bagi seorang codependent adalah seorang narsisis (seseorang yg cinta diri sendiri) yg sendirinya juga memiliki kebutuhan yg tidak terpenuhi.

Seorang codependent sering membingungkan rasa cinta dengan rasa kasihan, mereka bertendensi utk “mencintai” orang yg bisa mereka kasihani dan bisa mereka selamatkan.

Nama lain bagi codependency adalah “self effacing” atau “inverted narcissist/narsisis terbalik”. Inilah yg dikatakan Dr. Sam Vaknin, penulis Malignant Self Love (Cinta Diri yg Menghancurkan) ttg hubungan antara codependent dan narsisis:

“Sang inverted narcissist hanya mampu MERASA sesuatu saat ia berada dlm hubungan dgn narsisis lain. Sang inverted narcissist diprogram dari permulaan utk menjadi pasangan sempurna sang narcissist – guna saling mengipas Ego mereka, yg satu menjadi ekstensi kepribadian yg lain, hanya utk mendapatkan pujaan dan pengelu-eluan.”

[1]

Secara sosial dan dlm hal bisnis, sang inverted narcissist sering orang sukses tetapi hubungan mereka sering tidak sehat. Khadijah sudah menikah dua kali dan memiliki 3 anak. Tidak ada sesuatupun yg tercatat ttg para mantan suaminya. Ia hanya digambarkan sbg janda. Apakah kedua atau salah satu suaminya mati atau apakah kedua perkawinannya gagal ? Memang ini tidak lagi penting. Yg penting sekarang adalah hubungannya dgn Muhamad dan peran pentingnya dlm menjadikan Islam sbg agama.

(Dlm buku saya, saya memberikan lebih banyak bukti ttg keadaan mental codependency Khadijah.)

Memang pasangan Muhamad-Khadijah cocok sekali ! Muhamad seorang narsisis yg haus akan pujaan dan perhatian. Ia miskin, yatim piatu dan memiliki kebutuhan emosional tinggi. Ia memerlukan seseorang utk mengemong dan memenuhi kebutuhannya, seseorang yg bisa dimanfaatkan dan dikasarinya spt caranya anak2 memanfaatkan dan meneror orang tua. Kematangan emosional sang narsisis dibekukan saat masa kecilnya. Kebutuhan kanak2nya tidak pernah dipenuhi. Ia terus mencoba memuaskan kepentingan ke-kanak2annya. Semua bayi memang narsisis dan ini memang tahap penting dalam pertumbuhan mereka. Tetapi jika narsisisme ini tidak dipuaskan semasa kanak2, kematangan emosional mereka akan dibekukan pada tahap itu. Mereka mencari perhatian yg tidak mereka dapatkan pada masa kecil mereka dlm hubungan mereka saat dewasa nanti.

Ibn Sa’d mengutip Muhamad sbg mengatakan bahwa semua keluarga suku Quraish memiliki hubungan darah dgnnya dan oleh karena itu Allah dlm Quran 42:23 memerintahkan mereka utk mencintainya, walaupun mereka tidak suka pesan yg ia bawa. [Tabaqat Vol.1 hal.3] Tidak sulit utk mendengar jeritan histeris, akan cinta kasih dan perhatian, seorang lelaki yg disepelekan semasa kecilnya.

Muhamad adalah orang yg sangat memiliki kebutuhan emosional. Khadijah, dilain pihak, merupakan seorang inverted narcissist yg memerlukan obyek perhatian selain memenuhi fantasinya di ranjang. Seorang codependent tidak peduli jika ia dimanfaatkan orang lain, karena ia memang menginginkannya (Contoh bagus: lihatlah hubungan antara Pangeran Charles and Camilla Parker-Bowles).

Vaknin menjelaskan: “Sang inverted narcissist menggantungkan diri pada sang narcissist utama dan ini memang merupakan suplai narcissistik- nya. Jadi kedua tipe ini menjadi dua orang yg saling mendukung dan membentuk sebuah sistim simbiosis. Kenyataannya namun demikian adalah, baik sang narsisist maupun sang inverted narcissist sadar akan dinamika hubungan mereka dan apa yg menjadikan hubungan mereka sukses dan awet.” [2]

Bridget Murray dlm “Mixing oil and Water/Mencampur minyak dan air” mengatakan “Psikolog sering melihat pola khas dlm pasangan macam ini: keduanya memiliki ketidakberesan kepribadian (personality disorder). ‘Mereka nampak memiliki “fatal attraction” dimana pola kepribadian mereka saling bertentangan tapi saling mengisi— dan jika mereka cerai, mereka akan tertarik pada pasangan yg mirip mantan pasangan mereka,’ kata Kaslow.”[3]

AKAR PARANOIA/PHOBIA MUSLIM
http://www.indonesi a.faithfreedom. org/forum/ viewtopic. php?p=197997# 197 997

Lihat bgm pengikut Muhamad mewarisi paranoia-nya :

http://www.worldnet daily.com/ news/article. asp?ARTICLE_ ID=56503

Rusty Humphries mewawancarai Abu Saif, anggota HizbutTahrir, saat berdemo melawan Salman Rushdie mendapat gelar ‘Sir’ dari ratu Inggris

Abu Saif mengakui bahwa Yahudi dan Kristen akan SELALU BENCI (Muslim), karena Allah menyatakan demikian !

“Tidak ada sesuatupun yg bisa kami lakukan utk menjadi teman ?” tanya Humphries.

Abu Saif menjawab: “Ya ada ! Kita baru bisa berteman kalau kau jadi Muslim.”
____________ _____
Saya bersumpah akan kembali ke Islam jika ada Muslim di situs ini yg merelakan puteri mereka yg berumur 9 thn utk berbagi ranjang dgn saya (SESUAI DGN CONTOH MUHAMMAD, si insan al kamil itu tuh … !)

From Belief to Enlightenment by Ali Sina
http://www.indonesi a.faithfreedom. org/oldforum/ viewtopic. php?t=6478

Cuplikan dari artikel Ali Sina diatas.

Seorang narsisis adalah orang yg tidak menerima cukup cinta kasih pada masa kecilnya, yg tidak mampu mencintai namun sebaliknya sangat haus akan perhatian, respek dan pengakuan. Harga dirinya diukur dari cara orang lain memandangnya. Tanpa pengakuan ini, ia kehilangan semuanya. Ia menjadi manipulatif dan seorang pembohong memalukan.

Narsisis adalah pemimpi grandios. Mereka ingin menjajah dunia dan mendominasi siappaun. Megalomania- nya menjadi sumber narsisisme-nya. (…)Tujuan mereka selalu berhubungan dgn dominasi, kekuasaan dan respek. Narsisis sering mencari alibi utk menguasai korban2nya yg naif & tidak menduga apa2. Bagi Hitler sumbernya adalah partai dan ras, bagi Mussolini, rasisme atau kesatuan bangsa melawan orang lain. Bagi Muhamad adalah agamanya. Sebab2 ini hanyalah alat mencapai kekuasaan. Ketimbang mempromosi diri sendiri, para narsisis mempromosikan sebuah sebab, ideologi, atau agama sambil tentunya menawarkan diri mereka sendiri sbg satu2nya otoritas dan wakil dari ideologi tsb. (…) Muhamad tidak dapat meminta siapapun utk menurutinya. Tapi ia dgn mudah menuntut pengikutnya agar mematuhi Allah dan rasulNya. Tentu Allah hanyalah alter ego-nya Muhamad, karena pada akhrinya semua kepatuhan berujung pada keuntungan dirinya sendiri. (…)

Dr. Sam Vaknin, penulis “Malignant Self Love – Narcissism Revisited” explains: ‘’Setiap orang adalah seorang narsisis, dgn derajad yg berbeda2. Narsisisme adalah fenomena sehat yg bisa membantu ’survival’ (keselamatan diri).’ Bedanya antara narsisme sehat dan narsisisme tidak sehat (pathologis) adalah pada kadarnya.

Pathological narcissism dlm bentuk ekstrimnya adalah NPD (Narcissistic Pathological Disorder), yg ciri khasnya adalah tidak mampunya penderita merasakan apa yg dirasakan pihak lain (kurangnya ‘empathy’). Sang narsisis menganggap dan memperlakukan orang lain sbg obyek utk di-eksploitasi. Ia menggunakan mereka utk mendapatkan ’suplai narsistik.’

Ia percaya bahwa ia memang berhak mendapatkan perlakukan khusus karena ia memiliki mimpi2 grandios ini ttg dirinya sendiri.

Sang narsisis TIDAK sadar diri. Emosi dan daya terimanya mengalami distorsi.’

Jelas itu tadi diagnose bagi Muhamad. Ia orang biadab tanpa perasaan manusiawi. Ketika ia memutskan bahwa kaum yahudi tidak lagi berguna baginya dan ia memerlukan harta mereka utk mendukung rencananya, ia tidak lagi berbasa basi pada mereka dan menghabiskan mereka semuanya. Ia membunuhi setiap Yahudi dan Kristen di Arabia . (…)

Muhamad adalah lelaki yg sakit secara emosional yg tidak mampu menguasai diri sendiri. Ia anak yatim yg sebelum usia delapan dioper 8 kali dari satu keluarga ke keluarga lain. Begitu ia mulai dekat dgn seorang keluarganya, mereka mati dan ia segera di-oper ke rumah tangga lain. Ini pasti menyengsarakan dirinya dan sangat merusak kesehatan emosionalnya. Sbg anak kecil, ia kekurangan kasih dan perasaan memiliki (’sense of belonging’), ia tumbuh dgn perasaan takut dan kurang PD. Ia meng-kompensasinya dgn menjadi seorang narsisis. (…)

Muhamad adalah lelaki yg memiliki luka2 emosional yg sangat dalam. Dr. Vaknin menulis bahwa seorang narsisis ‘’berbohong pada dirinya sendiri dan orang lain, menunjukkan ‘’untouchability’’, imunitas emosional dan
invincibility (tidak kelihatan). Bagi seorang narsisis ‘’semua adalah lebih besar dari hidup itu sendiri. Utk bertingkah sopanpun, ia harus berlebihan. Janji2nya sangat luar biasa dan kritik2nya dilontarkan dgn keras dan bertubi2, kemurahan hatinya sangat berlebihan.’’

Bukankah ini persis kelakuan sang nabi ? (…)

———— ——— ——— -

Artikel ini merujuk ke situs2 berikut ini :

Dr. Sam Valkin: Malignant Self Love –Narcissism revisited:
Koenraad Elst: -Wahi: the Supernatural Basis of Islam.

By Abdel Maseeh Ibn Youhana

Hadis Sahih Bukhari Volume 4, Book 53, Number 351:
Dikisahkan oleh Jabir bin Abdullah: Rasul Allah berkata,”Barang jarahan adalah halal bagiku.”

Tapi jangan lupa ya bagi2 harta garongan 20% ke Awloh:

Q 8:041
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah

Awlloh kq doyan uang hasil rampasan perang ????

al-Anfal 8:69
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

add saya: Masya Allah, naudzubillah mindzaliq harta fai dihalalkan oleh Awlloh

al-Fath 48:20
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan- Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan) mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mu’min dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

al-Hashr 59:6
Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sahih Muslim 4:1058
Jabir b. ‘Abdullah al-Ansari melaporkan:
Sang Nabi (SAW) berkata: Aku telah dianugerahi lima hal yang tidak diberikan pada siapapun sebelumnya (yakni): Setiap nabi dikirim khusus bagi masyarakatnya, sedangkan aku dikirim bagi semua yang merah dan yang hitam jarahan perang telah dibuat sah bagiku dan ini belum pernah disahkan sebelumnya bagi siapapun sebelum aku, dan bumi telah dijadikan suci dan murni dan mesjid bagiku, jadi kapanpun waktu sembahyang tiba bagi siapapun dari antaramu maka dia harus sembahyang di mana pun dia berada, dan aku telah dibantu oleh khidmat (yang membuat para musuh kewalahan) dari jarak (yang dibutuhkan seorang) sebulan untuk ditempuh dan aku telah dikaruniai perantaraan.

Tujuan orang2 ikut ajaran muhammad, semata2 karena fa’i:

Sahih Bukhari
Volume 5, Book 59, Number 360:
Narrated Ibn Shihab:

These were the battles of Allah’s Apostle (which he fought), and while mentioning (the Badr battle) he said, “While the corpses of the pagans were being thrown into the well, Allah’s Apostle said (to them), ‘Have you found what your Lord promised true?” ‘Abdullah said, “Some of the Prophet’s companions said, “O Allah’s Apostle! You are addressing dead people.’ Allah’s Apostle replied, ‘You do not hear what I am saying, better than they.’ The total number of Muslim fighters from Quraish who fought in the battle of Badr and were given their share of the booty, were 81 men.” Az-Zubair said, “When their shares were distributed, their number was 101 men. But Allah knows it better.”

Inilah perang-perang Rasul Allah(yang dia ikut tarungi), dan ketika menyebut (perang badr) dia berkata: Ketika mayat-mayat penyembah berhala dibuang ke dalam sumur, Rasul Allah berkata (kepada mereka), “Sudahkah kamu dapatkan apa yang dijanjikan Allah?” Abudullah berkata, “Beberapa sahaba Nabi berkata, “Oh Rasul Allah. Kamu berbicara pada orang mati.” Rasul Allah membalas, “Kamu tidak dengar apa yagn aku katakan, lebih baik dari mereka.” Jumlah total prajurit Mulsim dari Quraish yang berperang dalam perang Badr dan telah diberi bagian harta rampokan perang adalah 81 orang. Az Zubair berkata, “Ketika jatah (fa’i) mereka dibagikan, jumlh mereka ada 101 orang. Tetapi Allah lebih tahu.”

Bersedudukan dengan Al Quranul Kareem, bahwa Allah SWT memelihara Al Quran, bersandarkan pada ayat Quran dibawah ini:

QS 15:9

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

tetapi nyatanya Allah SWT impotent dan juga tak kunjung memelihara salinan Quran dan bahkan dimakan KAMBING (Goat) seperti kutipan dibawah ini:

Aisha melaporkan bahwa bahwa ada satu lembaran yang berisi 2 ayat, termasuk ayat-ayat rajam, ditulis dalam lembaran yang disimpan dibawah tempat tidurnya. Sayang pada waktu pemakaman nabi SAW, seekor binatang memakannya hingga musnah.

Disebutkan dalam bahasa Arab “dajin”, yang dapat berarti hewan seperti kambing , atau domba.

Sumber :
• Ibrahim b. Ishaq al Harbis, Gharib al hadith menyebutkan “shal” yang berarti domba
• Zamakshari, al Kashaf, vol 3 p 518, footnote
• Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108
• Al Fadl b. Shadahn, al Idah, p 211
• Abd al Jalil al Qazwini, p 133

Conclusinya, mana kehebatan Allah SWT dalam memelihara kitabnya kalau dalam simple case macam ini dia impotent????

By Ahmed Simon

Mengapa Allah menyampaikan pesannya kepada malaikat Jibril dan lalu malaikat ini harus membawa pesan Allah ini kepada Muhamad secara tidak langsung?

Mengapa Allah tidak melakukan dialog langsung dengan nabi Islam, seperti juga ketika Allah berbicara dengan nabi-nabi dalam Injil ?

Mengapa Muhamad tidak dianggap pantas diajak bicara langsung?

Mengapa Allah mengatakan agar Muhamad bertanya kepada Kristen dan Yahudi kalau ia ragu-ragu? (10:94 – jadi Allah menegaskan adanya keraguan dan ketidaksempurnaan dalam Quran) ?

Mengapa tidak ada saksi saat terjadi monolog antara Malaikat Jibril dan Muhamad, seperti pada nabi-nabi Injil yang saksinya cukup banyak?

Mengapa Quran hanya dalam bahasa Arab? Bukannya Quran untuk non-Arab juga?

Mengapa Allah menamakan Surat-Surat dalam Quran dgn judul Ternak, Jin, Kerbau, Gajah, Tawon, Semut, Laba-Laba, Besi dsb, yang sungguh tidak pantas bagi sebuah kitab suci?

Mengapa Allah mengatakan bahwa ia menghilangkan ayat-ayat Setan dalam Quran?

Mengapa Setan dibiarkan menaruh ayat-ayatnya dalam Quran dan mengapa mereka (Allah dan Setan) bisa menyusun Quran bersama-sama?

Mengapa Allah mengatakan bahwa semua mahluk hidup diciptakan beserta dengan pasangannya, bahwa semua mahluk ada pasangan jantan dan betinanya (13:3), padahal ada juga mahluk-mahluk yang bisexual, tidak memiliki alat kelamin dan bahkan memiliki alat kelamain jantan maupun betina (Bagaimana Allah bisa salah besar begitu )?

Mengapa Allah mengubah/menggantik an/abrogasi ayat-ayat permulaan di Quran dengan ayat-ayat ‘yang lebih baik’?

Mengapa ayat-ayat permulaan Allah tidak sempurna sehingga Allah harus membetulkan ayat-ayatnya sendiri ? Mengapa Allah mengatakan hanya sekitar 700 dari total 6,241 ayat, (11%) bisa dimengerti manusia ; bukannya Quran dimaksudkan bagi semua Muslim untuk dibaca dan dimengerti?

Mengapa Hadis mengatakan bahwa Yesus Kristus akan datang lagi pada Hari Kiamat, padahal Muhamad nabi terakhir; mengapa Allah tidak mengirimkan Muhamad saja?

Mengapa Allah mengatakan dalam 86:5-7 bahwa manusia diciptakan dari cairan yang mengucur, dari antara selangkangan dan tulang rusuk; padahal semua orang tahu bahwa sperma datang dari penis (kok Allah bisa salah besar begini)?

Mengapa Muhamad pergi ke Yerusalem lewat surga, naik kuda terbang? Bukannya ia seharusnya ke Mekah – kota Islam yang tersuci, atau Medinah – kota Islam no 2 tersuci? Dan mengapa tidak ada saksi?

Mengapa Allah memerintahkan Muslim untuk sholat 5 waktu tertentu selama 365 hari; dan dimanakah Allah pada saat-saat lainnya? Padahal agama lain boleh berdoa dimanapun, kapanpun dan dengan cara apapun, bebas menghadap arah manapun !

Mengapa harus bersholat subuh pada waktu hantu masih gentayangan ? (pk 5.20 a.m.)

Mengapa memerintahkan untuk mencuci penis, anus, lobang hidung, ketiak, kuping, dsb, sebelum sholat 5 kali itu; apakah Muslim begitu kotor, Allah?

Mengapa Allah merubah arah kiblat dari Mekah ke Yerusalem dan kembali ke Mekah lagi?
Mengapa Muslim (Saudi, Palestinia, Jordania, Syria, dsb.) selama ratusan tahun mengarahkan pantat mereka ke Ka’bah di Mekah saat kiblat menghadap ke Yerusalem?

Mengapa menggunakan ritual Hindu (bukan budaya Arab) bagi hijrah (naik haji) ke Ka’abah?

Mengapa Allah merasa bahwa menutupi Muslimah dari kepala sampai ujung kaki tidak akan merangsang lelaki Muslim?

Mengapa memberikan lelaki 2 kali jumlah warisan wanita?

Mengapa satu saksi lelaki sama dengan 2 saksi wanita?

Mengapa Muhamad mengijinkan 4 istri bagi lelaki dan melanggar prinsip Allah yang menciptakan satu wanita bagi satu pria?

Mengapa wanita Muslim harus tunduk pada lelaki Muslim (dlm Hadis : wanita adalah mainan lelaki) ? Allah, mengapa Kau menganggap peraturan macam ini sbg ‘persamaan hak’ antara lelaki dan wanita?

Mengapa Allah meminta para suami Muslim untuk memecut dan tidak mengacuhkan istri-istri yang tidak patuh?

Mengapa Allah meminta Muslim agar mengucapkan “Bismillah” setiap kali melakukan sesuatu, sementara agama lain menggunakan otak (yang diberikan Tuhan mereka) setiap kali melakukan sesuatu?

Mengapa Allah meminta Muslim untuk membunuh Muslim yang meninggalkan Islam?

Mengapa Allah melarang pemungutan bunga?

Mengapa Allah mengharamkan minuman alkohol di bumi tetapi mengijinkannya di surga?

Mengapa Allah memerintahkah pembunuhan manusia lain karena pelanggaran, penyelewengan, sex diluar perkawinan dsb; Allah pencipta atau perusak kehidupan?

Mengapa Allah mengijinkan amputasi seluruh tangan dan kaki karena mencuri?

Mengapa Allah mengatakan dalam Quran bahwa manusia diciptakan dari gumpalan darah, lalu mengatakan dari nol, lalu dari tanah liat, lalu dari cairan yang mengental dan lalu dari lumpur, lalu dari cairan yang mengucur, lalu dari air; mengapa Allah bingung? Mungkin Allah tidak tahu?

Mengapa Allah mengatakan setan/kebiadaban datang dari Allah sendiri ; ini berarti bahwa Allah sendiri setan, bukan?

Mengapa Allah mengatakan bahwa bumi datar? Allah tidak tahu bahwa bumi bulat?

Mengapa Allah mengatakan ia menempatkan gunung untuk menstabilisasi bumi agar tidak guncang kanan kiri; bagaimana Allah bisa begitu tolol?

Mengapa Allah mengatakan bahwa matahari terbenam dalam sebuah kolam kering di bumi – bagaimana Allah bisa salah total?

Mengapa Allah menyetujui perbudakan?

Mengapa Allah meminta Muslim untuk “menunggu dalam persembunyian untuk membunuh kafir” (bahkan anak-anak)?

Mengapa Allah memilih nabi yang tidak terpelajar dan buta huruf?

Mengapa Muhammad membunuh, bahkan sesama Muslim dan mencuri harta benda mereka – persis seperti parasit?

Mengapa Muhamad melakukan hubungan sexual dengan budak-budaknya diluar perkawinan?

Mengapa Muhamad menyuruh dicongkelnya kedua biji mata seorang maling (hadis Bukhari !)?

Mengapa Muhamad memperkosa budak istri-istrinya (Sufia)?

Mengapa Muhamad menikahi menantunya sendiri (isteri anak angkatnya yang masih muda itu) ?

Mengapa Muhamad memiliki begitu banyak isteri, isteri sementara, gundik dan budak?

Mengapa Muhamad mati karena makanannya diracuni (hadis Bukhari !)?

Mengapa menyebut Muhammad nabi, padahal Quran hanya menyebutnya sebagai seorang pembawa pesan dan rasul?

Mengapa Allah menghadiahkan martir lelaki 72 perawan cantik dsb – dan bukan kepada martir wanita?

Mengapa Allah memuat kenikmatan sexual sebagai hadiah bagi mereka yang mati sebagai martyr? (Bukankah ini menunjukkan bahwa para Suicide Bomber Muslim hanyalah sex maniak picisan?)

Mengapa begitu banyak ayat Quran begitu terobsesi dengan ‘perawan’?

Mengapa Muslim girang dengan malapetaka orang lain; apakah ini bukan karena suruhanmu, Allah?

Mengapa Allah, kau salah copy bagian-bagian Injil ? Karena Injil berakhir dengan kutukan bagi mereka yang mencontek dari Injil-kah?

Mengapa Quran tidak ditulis secara kronologis, tidak memiliki mukjizat, tidak menunjukkan tempat, tidak ada persamaan derajad antara lelaki-wanita, tidak ada keindahan, tidak ada ramalan, tidak ada cinta, tidak ada sejarah, tidak ada titik waktu, tidak meyebut tentang
kerajaan-kerajaan, tidak ada referensi arsitektural, tidak ada cerita,tidak ada pepatah, seperti Injil; Quran hanya berbicara tentang Jin, Setan, kemarahan Allah, hukuman, dendam, teror, setan-setan, kebiadaban, pemotongan bagian-bagian tubuh, pembunuhan, penyelewengan, benci perempuan, kekejaman, dsb.

Praktek penerapan Islam
Mengapa ada ratusan sekte Muslim dalam Islam?
Mengapa mereka saling jotos-jotosan dan saling menggorok leher sesama, bahkan antara sesame anggota sekte ?
Mengapa Muslim berjuang keras untuk lari ke negara-negara non-Muslim?
Mengapa lelaki dan wanita Muslim tidak dapat berdoa bersama, seperti agama lain yang bisa berdoa secara sekeluarga?
Mengapa perkawinan Muslim hanyalah sebuah kontrak dan bukan hubungan suci, seperti dalam agama-agama lain?
Mengapa Muslim tidak dapat menikah di mesjid seperti dalam agama-agama lain?
Mengapa lelaki Muslim bisa menceraikan isteri-isterinya dengan hanya mengatakan talak 3 kali? Bahkan lewat SMS ??!
Mengapa Muslim tidak boleh menyentuh anjing dan babi?
Mengapa negara-negara Muslim lebih terbelakang dari negara-negara Kristen, Buddhis, Yahudi, Tao-is, Hindu, Bahai, dsb?
Mengapa Muslim dimana-mana merebut kekuasaan wilayah dan setelah berhasil meraihnya (seperti Iran), mengekangnya (17 juta orang Iran lari )?
Mengapa hukum-hukum Islam tidak dapat direvisi, ketimbang memberlakukan sistim usang dari 1400 tahun yang lalu, dan disesuaikan dengan keperluan jaman ini?
Mengapa begitu banyak perkosaan, pelecehan seksual, incest dan tindak-indak pidana seksual lainnya, pengangguran dan kehancuran di negara-negara Muslim?
Mengapa anggota keluarga Muslim membunuhi ibu-ibu mereka sendiri, dan isteri, saudara dan anak perempuan mereka sendiri ? (Honor Killing !)
Mengapa ada begitu banyak kebencian dalam hati Muslim, Allah?
Mengapa menggunakan Loud Speaker kencang untuk solat ; siapa yang tuli, Allah?
Mengapa badan-badan zakat Muslim digunakan bagi terorisme?
Mengapa Islam nampak sekali dari agama-agama lain dan Muslim secara terang-terangan membohong tentang Islam dan menyembunyikan Islam sebenarnya?

Mengapa Allah, Oh Mengapa ? Mana mungkin kau Tuhan ? Bukankah kau sebenarnya Setan, Allah?

CATATAN: – pertanyaan-pertanya an ini menghantui para pakar islam sendiri. Bagi sunah-sunah spesifik diatas, lihatlah artikel-artikel dalam situs ini. http://www.islamrev iew.com/

Mentolerir Islam sama saja dgn mentolerir Setan, ini fakta yang tidak dapat diingkari. Islam adalah kanker, sekali tumbuh bisa menghancurkan dirimu. Injil berakhir dengan kutukan kepada siapapun yang menconteknya. Jadi, Islam sendirilah yang mengakibatkan dirinya terkutuk.

Bersandarkan kepada Al Quran, saya kutipan ayat tersebut seperti dibawah ini:

Kesalahan 1. QS 19:23

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

Benarkah Al Maseeh lahir dibawah pohon kurma sesuai keterangan Quran diatas, apa tak silap Allah SWT bacakap seperti itu????

Kesalahan 2. QS 7:157

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka…

Benarkah zaman musa ada Injil????

Kesalahan 3.QS 27:18-19

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba- Mu yang saleh”.

Bisakah semut bicara???

Kesalahan 4. QS 2:62

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Tapi di ayat lainnya, Muhammad menyangkal apa yang telah dikatakannya.

QS 5:72

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.

QS 3:85

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Jadi dalam hal ini masuk syurgakah kaum kaum seperti dalam QS 2:62????

Kesalahan 5. QS 7: 123 – 124

Fir`aun berkata: “Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?, sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini); demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya.”

Benarkah zaman firaun ada penyaliban?? ??

Kesalahan 6. QS 4:157

QS 4:157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

tetapi Quran menyangkal Al Maseeh wafat dikayu salib, sila lihat ayat Quran dibawah ini:

QS 19:31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

QS 19 : 33. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

QS 5 : 116 – 117. Hai putra Maryam adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah? Isa menjawab: Maha suci Engkau….. Aku tidak pernah mengatakan kepada MEREKA kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku…. .maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi MEREKA”.

QS 3:54 – 55. “And they (the Jews) plotted, and Allah plotted too. And Allah is the Best of the plotters. Allah said: “O ‘Iesa! I will amortize you and raise you to myself and clear you of those who disbelieve”

Yang menjadi pertanyaan saya kepada Islamic Scholar:

Jika Sayidina Al Maseeh tiada wafat di Kayu salib (sila lihat rujukan QS 4:157), berarti beliau sekarang lagi membayar zakat dan shalat (sila lihat rujukan QS 19:31), kepada siapa Sayidina Al Maseeh membayar zakat dan dimana Sayidina Al Maseeh Shalat sekarang??!!

Jika Sayidina Al Maseeh tiada wafat di Kayu salib (sila lihat rujukan QS 4:157), berarti untuk apa Al Maseeh berbicara tentang kelahiran, kematian, dan kebangkitan beliau (sila lihat rujukan QS 19:33)??!!

Jika Sayidina Al Maseeh tiada wafat di Kayu salib (sila lihat rujukan QS 4:157), berarti untuk apa Sayidina Al Maseeh berbicara tentang kematian beliau dan tentang pengawasan Allah untuk pengikut Al Maseeh (sila lihat rujukan QS 5:116 – 117)??!!

Jika Sayidina Al Maseeh tiada wafat di Kayu salib (sila lihat rujukan QS 4:157), berarti untuk apa Allah berkata untuk mewafatkan Al Maseeh dan mengangkat Al Maseeh disisi-Nya di Sorga serta mengangkat pengikut Al Maseeh diatas orang kafir, hingga akhir zaman (sila lihat rujukan QS 3:54 – 55)??!!

By Abdel Maseeh Ibn Youhana

Bersedudukan kepada Quran yang konon tiada hal yang membengkokan didalamnya marilah saya uji kredibilitas Quran sebagai kalam allah wts tentang soalan saya “berapa lamakah allah menghancurkan kaum Aad”??

Menurut Quran saya kutipkan ayatnya dibawah ini:

[QS 54:19]

Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus

[QS 41:16]

Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.

[QS 69:6-7]

Adapun kaum `Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum `Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

Konklusinya:

QS 54:19, menyatakan perlu 1 hari allah untuk menghancurkan kaum Aad

QS 41:16, menyatakan perlu beberapa hari allah untuk menghancurkan kaum Aad

QS 69:6-7, menyatakan perlu 7 malam delapan hari allah untuk menghancurkan kaum Aad??

Mana yang benar QS 54: 19 atau QS 41:16 atakah QS 69:6-7???

Bersedudukan dengan Kitab ALLAH SWT (Quranul Kareem) pada QS 2:197, saya berikan kutipannya seperti dibawah ini:

QS 2:197 (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

Sunan Abe Dawud menegaskan dalam Sunannya bahwa dalam melaksanakan ibadah haji tiada boleh menikahkan seseorang pada saat memakai ihram (suci), saya berikan kutipannya seperti dibawah ini:

Sunaan Abu Dawud: vol.ii, Book 10, Number 1837

Nubaih b. Wahb, kakak laki Banu ‘Abd al-Dar berkata:
‘Umar b. ‘Ubaid Allah mengirim seseorang kepada Aban b. ‘Uthman b. ‘Affan, menanyakan padanya (untuk berpartisipasi dalam upacara pernikahan). Aban di hari2 itu adalah ketua jemaah haji, dan keduanya sedang dalam keadaan suci (mengenakan ihram). Aku ingin menikahkan anak perempuan Shaibah b. Jubair bagi Talhah b. ‘Umar. Aku harap engkau mau datang. Aban menolak dan berkata: Aku dengan ayahku ‘Uthman b. ‘Affan mengisahkan tradisi dari Rasul Allah yang berkata: Seorang yang naik haji tidak boleh menikah atau menikahkan seseorang ketika sedang dalam keadaan suci (sedang pakai ihram).

tetapi nyatanya Muhammad memang seorang nabi munafik yang tiada bisa mengontrol nafsu sexuilnya serta tiada mengindahkan Qur’an atau bahkan kata2nya sendiri kalau tentang dirinya sendiri menikahi wanita2 atau berhubungan seks dengan mereka. Maka, ketika dia berangkat ke Mekah untuk naik haji, sebuah tawaran kawin diajukan padanya, dia dengan cepat menerima tawaran itu dan menikahi sang wanita bahkan ketika dia sedang dalam keadaan suci mengenakan ihram. Hal ini tercata dalam SUNAN ABE DAWOOD, saya berikan kutipannya seperti dibawah ini:

Sunaan Abu Dawud: vol.ii, Book 10, Number 1840:

Ibn ‘Abbas berkata:
Sang Nabi menikahi Maimunah ketika dia sedang dalam keadaan suci (mengenakan ihram).

Kesimpulan:
Aku yakin apologis Islam akan menggunakan berbagai akal muslihat, menjungkirbalikan logika dan alasan yang tak masuk akal untuk membantah semua catatan2 sejarah yang kusebutkan di atas. Kenyataannya adalah, apapun yang mereka katakan, kebenaran tetap tampak – pembaca yang cerdas tidak akan kesulitan membedakan jagung dengan dedak jagung. Muhammad
telah melanggar Qur’an di banyak kejadian.

Ayat ayat Quran pilihan untuk Muhammad

QS 2:231 Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan

Next Page »