POLITICALLY INCORRECT GUIDE OF ISLAM

Penerjemah: pod-rock, Download bukunya di Scribd.com

Pengenalan Islam dan Perang Salib

Perang salib mungkin menyebabkan lebih banyak kerusakan disaat ini dibandingkan dg kerusakan yg terjadi dijaman perang salib itu sendiri ketika banyak pertempuran pada tiga abad tsb. Bukan dalam hal nyawa dan harta yg hilang – saat ini kerusakannya lebih halus. Perang salib telah menjadi dosa yg mendasar bukan hanya bagi Gereja katolik tapi juga bagi dunia barat pada umumnya. Perang2 itu merupakan perwujudan utama bagi kasus2 perselisihan antara dunia muslim dan barat, peradaban kristen akhirnya menjadi tanggung jawab Barat, yg memancing, mengeksploitasi dan membuat brutal para muslim sejak pejuang Frankish pertama memasuki Yerusalem dan – Well, baca apa yg Bill Clinton katakan:

Memang, dalam perang salib pertama, ketika tentara kristen merebut Yerusalem, mereka pertama2 membakar sebuah sinagog berikut 300 yahudi didalamnya, dan terus membunuh tiap wanita dan anak2 muslim di Temple Mound. Penjelasan saat itu akan kejadian ini menjelaskan tentara2 berjalan di Temple Mound, sebuah tempat suci bagi orang kristen, dg darah mengucur dilutut mereka. Saya bisa berkata bahwa kisah ini sampai sekarang juga masih diceritakan ditimur tengah dan kita masih harus membayar karenanya.’

Dalam analisa ini Clinton herannya mengulang apa yg dikatakan Osama bin Laden sendiri, yg dalam komunikenya sendiri berkata bahwa organisasinya bukanlah “al Qaeda” tapi sebuah “Pejuang dunia Islam utk Jihad melawan Yahudi dan pejuang perang salib,” dan mengeluarkan fatwa utk “jihad melawan Yahudi dan pejuang perang salib.” [2]

Penggunaan hal ini cukup menyebar. Tak berapa lama sebelum awal perang Irak yg menjatuhkan Saddam Hussein, 8 Nov 2002, Sheikh Bakr Abed Al-Razzaq Al-Samaraai berkhotbah di mesjid Mother of All Battles, Bagdad, tentang “waktu2 sulit yg negara islam alami, sebuah waktu utk menghadapi tantangan kekuatan dari kafir, yahudi, pejuang perang salib, Amerika dan Inggris.” [3]

Sama halnya, ketika pejihad islam membom konsulat Amerika di Jeddah, Saudi Arabia, December 2004, mereka menjelaskan bahwa serangan tsb merupakan bagian dari rencana besar utk memukul balik “para pejuang perang salib:” “Operasi ini jadi bagian dari beberapa operasi yg diorganisir dan direncanakan oleh al Qaeda sebagai bagian dari perang melawan para pejuang perang salib dan orang2 Yahudi, dan juga menjadi bagian dari rencana utk memaksa kafir keluar dari jazirah Arab.” Mereka mengatakan bahwa para pejuang jihad “berhasil memasuki satu kastil besar `pejuang perang salib’ di jazirah arab dan berhasil memasuki konsulat amerika di Jeddah, dimana mereka mengatur dan menjalankan negara ini.” [4]

“Satu kastil besar `pejuang perang salib’ di jazirah arab?” Kenapa teroris jihad islam bisa punya perasaan yg begitu mendalam terhadap kastil berumur ribuan tahun? Mungkinkah Clinton benar bahwa mereka melihat Perang Salib sebagai awal dari kesulitan2 mereka dg barat, dan saat ini konflik di Irak dan Afghanistan merupakan kebangkitan dari etos Perang salib tsb?

Pengertiannya, ya. Semakin seseorang mengerti Perang Salib – kenapa terjadi dan dari kekuatan mana didalam kristen dan islam hal itu terjadi – semakin orang itu akan mengerti konflik saat ini. Perang Salib, dalam pengertian samar yg dimengerti oleh Bill Clinton dan oleh mereka yg membom konsulat di Jeddah, memegang kunci pengertian akan situasi dunia sekarang ini dalam banyak cara.

Buku ini menjelaskan kenapa, setengah buku ini didedikasikan bagi islam dan setengahnya lagi bagi Perang Salib. Dalam prosesnya akan menjelaskan sebagian kabut misinformasi yg mengelilingi islam dan Perang salib saat ini. Kabut itu jauh lebih tebal. Salah seorang yg paling bertanggung jawab utk itu, adalah seorang pembela Islam dari Barat, Karen Armstrong, ia bahkan menyalahkan orang barat karena salah mengerti tentang islam dalam perang salib:

Sejak Perang salib, orang dari kekristenan barat mengembangkan pandangan menyimpang dan stereotype tentang Islam, yg mereka anggap sebagai musuh dari peradaban yg baik… Adalah, contohnya, selama Perang salib, ketika itu kristenlah yg menghasut serangkaian perang suci yg brutal terhadap dunia muslim, bahwa islam dijelaskan oleh rahib terpelajar Eropa sebagai sebuah kepercayaan tidak toleran dan bersifat kekerasan, yg hanya bisa berdiri lewat pedang. Mitos akan ketidak toleransian fanatik dari islam menjadi salah satu ide yg diterima Barat. [5]

Armstrong benar dalam pengertian (tidak ada manusia, sepertinya, bisa salah setiap waktu): jika membicarakan Islam, anda tidak dapat percaya apapun yg anda dengar – khususnya setelah serangan 11 September 2001. Misinformasi dan setengah-kebenaran tentang apa yg Islam ajarkan dan apa yg dipercaya para Muslim di Amerika telah memenuhi udara dan mempengaruhi kebijakan publik.

Kebanyakan dari salah pengertian ini berasal dari analisa “akar penyebab” terorisme Jihad yg mengambil begitu banyak nyawa pada 11 September dan terus mengancam kedamaian dan stabilitas non muslim diseluruh dunia. Hal ini menjadi gaya diantara orang2 media dan akademisi tertentu utk menempatkan banyak2, atau mungkin semua, kesalahan dari apa yg terjadi pada 11 Sept 2001, bukan pada Islam dan Muslim, tapi kepada Amerika dan negara2 Barat lainnya. Sebuah pola penganiayaan kepada dunia islam oleh Barat, kata seorang professor terpelajar dan komentator penting, hal itu masih terus berlanjut. Dimulai berabad2 lalu, kata mereka – diwaktu perang salib.

Tapi kenyataannya, benih2 konflik saat ini telah ditanam jauh lebih awal sebelum Perang salib pertama. Untuk mengerti Perang salib dg benar, dan gema istimewa yg dihasilkannya dalam konflik global saat ini dg teroris jihad islam, kita harus mulai dg sebuah survey akan seorang nabi dari Arab dan agama yg dia temukan. Untuk Perang Salib, seperti yg akan kita lihat, pada dasarnya hanya berupa reaksi akan kejadian2 yg digerakan lebih dari 450 tahun sebelum perang itu dimulai.

Saya maksudkan buku ini bukan utk jadi perkenalan umum agama islam, bukan juga jadi sebuah survey luas tentang sejarah Perang Salib. Tapi, ini adalah sebuah penelitian akan pernyataan yg sangat tendensius islam dan Perang salib yg menjadi wacana populer. Buku ini berusaha utk menggerakan wacana publik mengenai kedua subjek tsb agar bergerak kearah kebenaran.

About these ads