Dalam VCD KKR GKJW 2007

Satu perkara yang mungkin menjadikan satu pertanda tanya besar dalam kehidupan kita, mengapa kita memilih Kristen menjadi agama kita. Mengapa kita memilih Kristen menjadi agama kita? Ada banyak alasan yang sering dibuat oleh manusia, namun yang menjadi catatan yang perlu kita garis bawahi, bahwa agama Kristen sangat identik dengan pengikut Kristus, dan semua manusia tahu, bukan saja orang Kristen, khususnya saudara-saudara kita di bani Kedar, mereka tahu bahwa Yesus memiliki jalan yang lurus. Yesus memiliki jalan yang lurus. Sehingga kekristenan kita ketika kita keluar dari rumah kita sudah di pantau oleh mereka ucapan kita tutur bahasa kita dan langkah kita, pola pemikiran kita, semua apa yang kita kerjakan selalu dipantau oleh keberadaan kita, apalagi di depan orang-orang Islam.

Lantas bagaimana peran kita sendiri di tengah-tengah masyarakat? Setelah saya lihat saat ini adalah kebalikannya gereja sudah menjadi diskotik itu sudah banyak. Sehingga sesuatu yang sangat memprihatinkan, ketika saat ibadah sekalipun gereja sudah menjadi diskotik. Ini sangat membahayakan sekali kalau gereja sudah menjadi diskotik. Namun saat ini, ada pertanda tanyaan dalam hati kita bersama. Kalau gereja sudah dijadikan diskotik, lantas apa yang bisa kita perbuat? Sebagai laskar-laskar kristus, sudahkah kita memiliki kekristenan yang benar?

Kalau boleh saya tanya pada pagi hari ini, siapa dihari bapak, ibu, sodara sekalian yang boleh duduk di ruangan tempat ini, yang pagi ini dibekarti tuhan? Acung tangan! Jangan diturunkan dulu! Karena saya tahu bahwa malaikat disurga akan mencatat, jangan diturunkan dulu! Dan saya mau tanya! Siapa yang pagi hari ini siap mati untuk tuhan? Jangan diturunkan dulu! Semua akan butuh tuhan, bahwa semua akan siap mati untuk tuhan, puji tuhan! Turunkan!

Setiap orang yang ingin diberkati oleh tuhan berarti dia siap mati untuk tuhan. Banyak sekali orang yang menyatakan kekristenan di akhir zaman, siapa yang ingin diberkati oleh tuhan? Mereka semua acung tangan! Tapi siapa yang ingin mati untuk tuhan? Semua turun tangan. Saya belum siap mati pak untuk tuhan, utangku sik okeh pak (utang saya masih banyak, pak!), saya masih ini dan itu pak, sehingga satu masalah yang paling terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa menyikapi kekristenan kita di tengah-tengah masyarakat.

Bapak ibu saudara sekalian agama ini merupakan suatu propaganda besar bertabrakan di muka bumi. Khususnya Islam dan Kristen, ini khususnya,mengapa harus ada Islam dan Kristen? Mengapa tidak ada budha hindu dan lainnya? Karena konteks alkitab antara Islam dan Kristen akan terus mengadakan persaingan!

Tapi satu masalah terpenting bahwa yesus datang ke muka bumi ini bukan membawa agama. Kalau sodara kita di Islam menganggap bahwa dengan keIslamannya itu akan bisa penyelamatkan manusia masuk ke surga. Dengan kata-kata “innadiina ‘inda Allahi al Islam”, bahwa tidak satupun agama yang diridloi Allah kecuali agama Islam. Apakah benar tidak satupun agama yang diridloi Allah kecuali Islam? Benar! Jadi saya katakan benar, memang tidak ada satupun agama yang diridloi oleh Alllah kecuali Islam. Namun dalam tanda kutip Allah siapakah yang meridloi Islam itu sendiri. Allah yang kita sembah dengan Allah yang disembah sodara kita di Bani Kedar, ini jelas beda! Jadi kalau ada kata “innadiina ‘inda Allahi al Islam” itu benar! Memang Allah yang ada di bumi Arab meridloi Islam sebagai agama baru.

Perlu saya memberi tahu bahwa Islam dengan muslim itu berbeda tapi kerena sudah menjadi budaya, orang-orang Islam ini di sebut orang-orang muslim. Sebab Islam ini identik dengan sebuah agama, tapi muslim ini bukan agama. Muslim ini adalah pribadi sifat ketarekatan hati manusia, ketasawufan hati manusia.

Sebab di Al-Qur’an di katakan disana “Yaa Ayyuhal-ladzina amanu ittaqullaha haqqa tuqaatih wa laa tamuu tuna illa wa antum muslimuun.” Kata-kata “innadiina ‘inda Allahi al Islam” dengan “wa laa tamuu tuna illa wa antum muslimuun” itu sudah berbeda, kalau Islam ini agama kalau muslim ini bukan agama. Mulai dari zaman Adam sampai turunnya Isa, ini semua muslim, orang-orang yang selalu tunduk taat pada perintah tuhan ini semua muslim siapapun bisa menjadi muslim. Muslim itu bukan agama, Cuma karena sudah menjadi budaya bahasa, akhirnya muslim di sabotase masuk didalam agama Islam.

Padahal bahasa Muslim ini jelas, Al-Qur`an memberikan satu pemaparan dengan kata-kata “wala tamutunna illa waantum muslimun,” berbeda dengan kata-kata “innaddinna indallohil islam.” Ini perbedaannya.

Ada satu hal lagi. Kalau kita sering kali membuat satu tatanan bahasa mengapa saudara-saudara kita menyebut nama Isa?

Kalau Isa jadi Yesus, ini sangat-sangat bertentangan. Kalau Abraham jadi Ibrahim, mungkin tidak menjadi masalah. Tapi kalau Isa jadi Yesus, ini sangat bermasalah. Tapi ketika kita memahami, masuk di dalam pembelajaran toreqot ke dalamnya, di sini kita akan memahami apa yang disebut Isa. Isa ini bukan nama. Isa ini adalah gelar. Sehingga Isa itu disebut dengan At-Tauhid, satu-satunya. Sehingga nama yang terus dihadapkan dan ditulis oleh Al-Qur`an disebut Almasih Isa Allahisalam. Almasih tidak boleh ditaruh di belakangnya Isa, pasti ditaruh di depannya Isa.

Almasih ini adalah orang yang diurapi Tuhan. Isa ini adalah At-Tauhid satu-satunya. Allahisalam artinya satu-satunya penjamin keselamatan, sehingga Isa itu dijuluki Nabi Pembawa Syafaat. Jadi kalau diringkes jadi satu, dia orang yang diurapi Tuhan dan satu-satunya penjamin keselamatan. Bukan salah satu, satu-satunya penjamin keselamatan.

Di Indonesia ini dipercaya oleh saudara-saudara kita di bani Kedar. Itu ada 25 para nabi dan rasul. Dan hanya ada dua gelar nabi yaitu Isa dengan Muhammad. Isa punya gelar AS, Muhammad punya gelar SAW. Tapi sayang di Indonesia, dari mulai jamannya Adam sampai turunnya Isa itu semua di belakangnya diberi gelar AS. Saya nggak ngerti bagaimana pola pemikiran di Indonesia. Saya nggak ngerti dia memakai paham yang bagaimana. Yang jelas gelar ini, pengakuan seluruh umat Islam di dunia, dua gelar ini hanya dimiliki oleh dua orang nabi.

AS ini artinya allahisalam, pemberi penjamin keselamatan, sehingga Yesus diberi gelar asy-syukruf, perhiasan syafaat pemberi jaminan keselamatan itu sendiri. Muhammad itu diberikan gelar SAW, sollallohu allaihi wasallam, artinya adalah peminta jaminan keselamatan. Ini perbedaannya. Sehingga Muhammad diberi gelar Nabi Pembawa Solawat.

Yang satu Nabi Pembawa Syafaat, yang satu Nabi Pembawa Solawat. Syafaat ini bergerak untuk memberikan doa kepada seluruh umat manusia. Solawat ini meminta doa bagi seluruh umat manusia.

Setiap habis orang sholat, wajib hukumnya baca solawat. Setiap orang habis ngaji, wajib hukumnya baca solawat. Allohumma solli ala sayyidina muhammadin wa ala sayyidina muhammad ku anfusakum wa ahlikum naron. Ya Alloh, selamatkanlah junjunganku Muhammad wa ala alihi dan selamatkanlah juga sanak kadang keluarganya. Wa sohbihi, selamatkan juga keluarganya. Ku anfusakum wa ahlikum naron, dari ancaman Alloh yang berupa neraka.

Jadi kita tinggal memilih, mau memilih nabi yang membawa syafaat, atau memilih nabi yang membawa solawat. Tinggal kita memilih. Dan kita menawarkan kepada umat manusia. Bukan menawarkan agama. Agama tidak bisa menyelamatkan manusia. Tapi kita tawarkan, mau meneruskan, mau mengikuti teladan junjungan yang akan memberikan jaminan keselamatan itu sendiri, atau meminta jaminan keselamatan itu sendiri. Kita sendiri belum tentu selamat. Bagaimana kita bisa mendoakan bagi pemimpin?

Jadi hadirnya solawat itu ada riwayatnya sendiri. Ketika Muhammad pada usia 61 tahun, Muhammad tidak bisa mendeteksi racun yang masuk ke dalam tubuhnya. Karena Muhammad diracun oleh istrinya sendiri. Jadi yang meracuni Muhammad waktu itu adalah istrinya sendiri, istri yang ketujuh belas. Jadi istrinya Muhammad itu total dua puluh dua. Istri yang ketujuh belas ini meracuni dia. Dua tahun.

Kata orang Jawa, iki digawe kembang amben, mati gak mati urip gak urip. Mudune surat Yasin. Ya, mudune surat Yasin. (ini dibikin hiasan tempat tidur, mati tidak, hidup pun tidak. Turunnya surat Yasin, ya turunnya surat Yasin) Kita lihat sekarang, saudara-saurada kita ketika melihat orang sakit, orang lagi nazak, orang yang lagi sekarat, pasti diturunkan surat Yasin. Jadi surat Yasin dibaca, membuat satu pernyataan, lek mati ndang matio, lek urip ndang uripo (kalau mau mati cepatlah mati, kalau mau hidup cepatlah hidup).

Waktu itu juga begitu. Karena waktu dibacakan surat Yasin tidak tidak sembuh malah nazak tidak karu-karuan, akhirnya Muhammad mengumpulkan seluruh keluarga dan para sahabatnya untuk memberikan doa keselamatan supaya segera hari itu juga nyawanya dicabut.

Nah, setelah diturunkan bahasa solawat ini, dengan kata-kata “allohuma solli ala sayyidina muhammadin wa ala ali sayyidina muhammad, ” baru Muhammad meninggal.

Ini satu hal yang terpenting yang perlu kita garis bawahi, supaya kita bisa memahami kekristenan yang kita bawa, agama yang kita bawa. Sebab kalau kita mempropagandakan bahwa agama kita itu paling benar, kita harus mempertanggungjawab kan kekristenan kita di tengah-tengah umat Islam.

Kalau kita melihat di dalam Galatia 4, di sana jelas dikatakan ada dua perempuan, yang satu Hagar, yang satu Sarai. Harusnya ada tiga kan? Harusnya ada tiga, ada Hagar, ada Sarai, ada Ketura. Harusnya ada tiga, tapi di situ hanya ditulis dua. Dan Tuhan katakan, dua perempuan ini adalah perempuan ketentuan Allah. Dua perempuan ini adalah perempuan yang ditentukan, yang satu dari perempuan merdeka, yang satu dari perempuan hamba. Kita ini adalah lahir dari perempuan-perempuan yang merdeka, bukan perempuan-perempuan hamba. Kita ini adalah anak-anak raja. Tapi sanggupkah derajat anak raja itu kita pegang?

Kita mengatakan bahwa kekristenan ini lebih baik daripada agama orang lain. Kita akan uji. Kita akan uji dari mulai bangun pagi. Ketika azan subuh dikumandangkan oleh mereka, yang menjadi pertanyaan kita, di manakah orang Kristen waktu azan subuh? Tidur, kemulan selimut, ngorok. Bagaimana mungkin kita mengatakan bahwa agama Kristen ini adalah agama yang lebih benar daripada agama Islam? Padahal ketika saudara kita Bani Kedar mengumandangkan azan subuh, orang-orang Kristen lagi tidur. Tapi ngomong jarene agomone luwih apik (tapi berkata bahwa agamanya lebih baik).

Ketika saya tanya-jawab dengan orang Kristen, jawabannya ringan. Betul, ini jawabannya pelesetan, cuma konyol. Dia bilang, saya ibaratkan pak, wong Kristen niki majikan. Anake rojo niku lak majikan. Tiang Islam niku lak anake hamba, pembantu. Sak niki lek enjing-enjing niku sing tangi dhisik niku majikane nopo pembantune? Ini plesetan cuma konyol. Kan pasti pembantune, pak. Nggih masak rumiyen, resik-resik rumiyin. Majikane niku kajenge tangi enjing, tangi awan, tangi sore, kan mboten masalah. Nopo gunane pak, mbayar pembantu? Kan pembantu niku kudu tangi rumiyin? (Orang kristen itu majikan, anaknya raja itu khan majikan. Orang Islam itu anaknya budak, pembantu. Sekarang kalau pagi-pagi itu yang bangun lebih dulu itu majikannya atau pembantunya? Ini plesetan tapi konyol. Khan pasti pembantunya, Pak. Ya, masak dulu, bersih-bersih dulu. Majikan itu mau bangun pagi, bangun siang, bangun sore, khan tidak masalah. Apa gunanya Pak, bayar pembantu? Khan pembantu itu harus bangun lebih awal?)

Saya jawab, baik, kalau gitu ingatlah, bahwa kata-katamu akan ditulis di dalam Alkitab. Mangke teng nggone neroko niku bek anake rojo. (Nanti di tempat neraka itu dipenuhi anaknya raja) Sebab Tuhan mengatakan, yang terdahulu menjadi yang terkemudian, yang terkemudian menjadi yang terdahulu. Yang bukan umatku akan aku sebut umatku. Akan banyak orang-orang Bani Kedar satu persatu diambil oleh Tuhan. Diambil untuk dipersiapkan menjadi laskar Kristus. Tapi banyak orang-orang Kristen mengetuk pintu, Tuhan, bukakan pintu sorga. Apa kata Matius 7 ayat 21-22? Aku tidak kenal kamu. Aku tidak kenal kamu, enyah kamu iblis pembuat kejahatan! Padahal dia katakan, Tuhan, bukankah aku selama hidup di dunia ini berseru atas namamu, bernubuat demi namamu. Aku tidak kenal kamu! Karena kenapa?

Ya ini akibat. Nek terose tiyang jawi niku nopo sih? Le, le, nduk, nek tangi ojok kedhisikan pitik kluruk yo! Engkuk rejekimu dicucuk pitik. Ojok pitik kluruk, mbuh onok adan subuh wong Kristen tambah kupinge ditutupi. Gak uwong-uwong iku lapo kok berok-berok ae sih? Uwenak-enake wong turu onok wong berok-berok. (Kalau peribahasanya orang Jawa itu apa sih? Nak, nak, kalau bangun jangan kedahuluan ayam berkokok, ya! Nanti rejekimu dipatuk ayam. Jangankan ayam berkokok, entah ada suara Adzan subuh orang Kristen malah menutupi telinganya. Orang-orang itu ngapain sih kok teriak-teriak saja sih? Lagi enak-enaknya orang tidur kok malah ada orang teriak-teriak. )

Padahal subuh ini melambangkan bagaimana Yesus bangkit dari alam kubur. Di pagi-pagi buta Yesus sudah bangkit dari alam kubur.

Sampeyan tangglet teng umat Islam, nopoko kok sholat subuh? Tiang Islam solat subuh niku wonten rong perkoro dasare. (Anda tanyakan kepada orang Islam, kenapa kok sholat Subuh? Mereka solat subuh itu karena ada 2 alasan) Kaping pisan, (Yang pertama) dasar yang diletakkan oleh orang Islam karena kaena dia mengingat bagaimana Yesus, Isa itu bangkit dari alam kubur, tepatnya itu pas subuh. Itu menurut iman keyakinan mereka. Kaping kale, tiang Islam niku nopoko kok solat subuh? (Yang kedua, kenapa kok orang Islam itu solat subuh?) Karena mereka yakin bahwa Yesus itu nanti akan datang ke muka bumi ini pada hari kiamat itu nanti, tepat pada subuh. Dua masalah inilah yang membuat orang-orang Islam bangun pada subuh, dan sujud menyembah di dalam solat subuh.

Lek tiang Islam niku saget menghargai kebangkitane Tuhan Yesus, saget keweden kerono seng jenenge Isa Alaihisalam niki mangke ndugi teng dinten Kiamat pas subuh, (Kalau orang Islam itu bisa menghargai kebangkitannya Tuhan Yesus, bisa merasa takut karena yang namanya Isa itu nanti bakal datang pada hari Kiamat waktu subuh,) kenapa kita sebagai anak-anak-Nya jauh daripada semuanya itu?

Bapak, Ibu, Saudara yang terkasih,
Ada masalah yang terpenting. Ketika saya ada di Madinah sana, ada satu hal yang terpenting. Bahwa orang-orang yang berangkat naik haji, itu kalau pulang, itu yang selalu dibawa adalah air Zamzam. Itu sudah pasti. Pasti air Zamzam itu yang pertama dibawa. Nek njenengan ziarah teng nggone tanggi sing wangsul ndugi moleh kaji, niku sing dipadosi pertama kali banyu Zamzam. (Kalau anda bertamu ke rumah orang Muslim yang baru pulang dari berhaji, oleh-oleh pertama yg dipamerkan pasti air zamzam.) Namun yang menjadi permasalahan saat ini, adakah kebenaran di balik air Zamzam ini? Mereka memburu air Zamzam. Teng Mesjid Sunan Ampel niku air Zamzam satu botol Aqua itu dijual 12.500. Itupun dioplos dengan air sumur Sunan Ampel. Begitu mahalnya mereka mengeluarkan uang puluhan uang, masuk ke Medinah untuk membeli air Zamzam. Tapi betulkah air Zamzam ini ada? Ini yang menjadi permasalahannya. Betulkah bahwa air Zamzam ini ada?

Ketika kita melihat sumur di sana, sumur itu ditulis dengan tatanan bahasa alif lam mim. Alif itu Alloh, lam itu air, mim itu kehidupan. Dipercayai bahwa sumur ini mengeluarkan sumber air kehidupan. Menungso niku sing dienteni niku banyu. Banyu niku wonten lambange teng nggone Gusti Yesus. (Manusia itu yang dinantikan adalah air. Air itu adalah simbol dari Tuhan Yesus).

Orang Budha itu yang dinantikan juga Yesus. Tanya ke orang Budha, di dalam kitab Wedha 268, di sana dikatakan bahwa seluruh umat Budha, menantikan Budha terakhir.

Saudara kita Bani Kedar, juga menantikan Yesus.
Di dalam surat as-sukruf 61 jelas di sana dikatakan, wa innahu la ilmulisyaa’atii falaa tamtaruna wattabik unii haadaaa sirotol mustaqim. Sesungguhnya Isa itu Hakiman adila. Dia akan menjadi hakim yang adil. Itu ada dalam surat as-sukruf 61. Menjadi hakim yang adil. Falaa tamtaruna wattabik unii haadaaa sirotol mustaqiim. Apa kata Isa di sana, ikutilah aku. Aku ini jalan yang lurus. Jadi Al-Qur`an sudah memberi gambaran bahwa Al-Qur`an memerintahkan kepada seluruh umat manusia, untuk ikut Isa. Belum satupun ada ayat yang mengatakan bahwa Muhammad ngomong, ikutilah aku, aku ini jalan yang lurus. Ini belum ada. Tapi hanya ada satu kata, “ikut aku, ” kata Isa, “sebab aku ini jalan yang lurus.”

Sering kali saudara kita dalam solat wajib, sering kali dia membacakan surat alfatehah. Dalam ayat yang keenam sering kali dibaca dengan kata-kata “ihdinas sirootol muustaqiim.” Ya, Alloh, tunjukkan aku jalan yang lurus.

Bagaimana cara kita bisa menginjili? Kita bawa Alkitab, kita baca Yohanes bahwa Tuhan Yesus ngomong, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Ndak masuk, dia akan berkata, “propaganda. “

Al-Qur`an bertanyak, Al-Qur`an juga harus memberikan jawaban. Karena kenapa? Tujuh puluh lima persen Al-Qur`an, seluruh yang ada dalam Al-Qur`an, tujuh puluh lima persen sumbernya diambil dari Alkitab. Seluruh yang ditulis di dalam Al-Qur`an tentang Yesus, tidak ada satupun kesalahan. Tidak ada satupun. Jadi jangan kira Al-Qur`an itu tidak benar. Hanya terjadi kesalahpahaman. Contoh kecil, kalau kita melihat acara Idul Adha, menurut Islam yang disembelih itu adalah Ismael, tapi menurut orang Kristen yang disembelih adalah Ishak.

Kalau saya sudah lagi bicara, bau masakan gini, perut saya keroncongan, malihan.

Ya. Tapi benarkah ini? Coba tanyakan ke saudara-saudara kita di Bani Kedar. Ya, saudara kita di Bani Kedar itu kalau lagi bicara, itu pasti yang ditanya hanya satu, endi dalile? (mana dalilnya?) Nah, bapak-bapak, ibu juga tanya begitu. Endi dalile nang Al-Qur`an nek sing dibeleh iku Ismael? Dudokno dalile, dudokno ayate, dudokno kitabe! (Mana dalilnya di dalam Alquran kalau yang disembelih itu Ismael? Tunjukkan dalilnya, tunjukkan ayatnya, tunjukkan kitabnya!)

Tidak satupun ayat yang menyampaikan bahwa yang disembelih itu adalah Ismael. Nggak ada satupun ayat. Yah, justru yang disembelih oleh Ibrahim menurut Al-Qur’an adalah Ishak. Walaupun nanti pada akhirnya diganti domba.

Jadi Al-Qur’an tidak pernah ngomong Ismael. Di dalam kitab suci Al-Qur’an yang diomongkan yang disembelih itu adalah Ishak, bukan Ismael.”

Ada banyak. Contoh kecil umat Islam tidak percaya kepada penyaliban. Bagaimana mungkin, tidak ada satupun ayat Al-Qur`an yang tidak mengakui bahwa Yesus itu tidak disalib. Al-Qur`an mengakui mulai dari kelahiran, keselamatannya, dari penyaliban, sampai dibangkitkan hidup kembali. Robbana atina fid dunya hasana wa fil ahiroti hasana tawwakhina adabanar. Kalau kita melihat di dalam surat Maryam 33, kalau saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia jelas di sana dikatakan, “Selamatlah aku ketika aku dilahirkah, ” kata Isa. “Selamatlah aku ketika mati, selamat pula ketika aku dibangkitkan hidup kembali.”

Dan pada ayat 34 jelas di sana dikatakan, “Isa fainnahu roholulloh khalimatuh.” Isa selalu mengatakan perkataan yang benar, yang mereka selalu berbantahkan kebenaran itu. Dan dia adalah rohnya Alloh itu sendiri. Dan dia adalah khaaliamaatuhu nur jannah. Dia adalah Firman yang Hidup dan Cahaya Surgawi. Itu Isa. Jadi orang Islam ini mengapa kok benci sama orang Kristen?

Kita mulai kembali kepada Alkitab dulu. Diawali dari Kitab Kejadian 16. Tuhan sudah memberikan satu penulisannya. Bagaimanapun juga, nanti hadirnya dari Bani Hasyim menurunkan Bani Kedar, yang diturunkan dari Ismael, disikapi dengan satu bahasa, dia seperti keledai liar.

Sekarang kita balik, sanggupkah orang Kristen ini jadi pawang-pawangnya keledai liar? Bukannya keledainya malah lari, malah takut. Banyak orang Kristen lihat keledai liar malah takut. Ndak usah takut. Bagaimanapun kita harus mempunyai kemampuan dan dibimbing oleh Roh Kudus untuk menjadi pawangnya keledai liar. Supaya kita bisa menjinakkan keledai itu. Yah, ini yang harus kita garis bawahi. Setelah saya banyak hal, tiga tahun ketika saya di Afghanistan, ada banyak pembicaraan dari tokoh-tokoh Islam di sana. Kenapa orang Islam itu bisa benci sama orang Kristen?

Satu, timbulnya roh iri hati. Tidak satupun ayat Al-Qur`an yang membicarakan bahwa umat Islam ini dijamin keselamatannya. Tidak ada satupun. Dan tidak ada satupun mengatakan bahwa bangsa Arab ini adalah umat pilihan yang diberkati oleh Tuhan. Ini nggak ada. Mereka iri, mereka bertanya, untuk apa aku percaya kepada Al-Qur`an, kalau Al-Qur`an ternyata membicarakan agama orang lain? Membicarakan umatnya orang lain? Membicarakan junjungan orang lain?

Hal sesuatu yang nggak masuk akal. Muhammad ditulis di Al-Qur`an itu cuma dua persen, Yesus ditulis di Al-Qur`an tujuh puluh lima persen. Sesuatu yang aneh. Harusnya itu Yesus ditulis dua persen, Muhammad ditulis tujuh puluh lima persen. Ini keterbalikannya. Sehingga banyak orang Islam mulai berpikir, kenapa kok bisa begini? Dia terus cari, dia kepingin tahu, diberkatilah Allah Abraham, Allah Yakub, Allah Iskak, dan harus ditambah Allah Ismael.

Al-Qur`an tidak pernah menemukan dan menulis satu ayat pun tentang diberkatilah Allah Ismael. Selalu dikatakan diberkatilah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Di manakah Ismael? Mereka protes. Mereka protes kenapa Tuhan ini nggak adil? Sangat-sangat tidak adil, di mana letak Ismael? Kalau kita mau kembalikan kepada Alkitab, Al-Qur`an ini merespon dengan kejujurannya. Kenapa? Karena Ismael menurut Alkitab memang tidak pernah ada berkat. Yah, berkat yang dicurahkan Tuhan kepada Ismael dikarenakan satu hal, yaitu permintaan dari bapaknya. Kalau bapaknya ndak minta berkat kepada Tuhan untuk dicurahkan kepada Ismael, maka Tuhan nggak akan memberkati Ismael. Jadi Tuhan memberkati menganugerahkan kepada Ismael karena permohonan Ibrahim. Sehingga Al-Qur`an tidak pernah menulis. Mereka mulai bingung, kenapa? Dari kecemburuan inilah akhirnya mereka membuat satu hal yang sangat paten. Al-Qur`an tidak boleh dibahasakan, Al-Qur`an harus dibahasakan sesuai dengan bahasa aslinya. Apa yang terjadi di Indonesia? Terjadilah sebuah tatanan bahasa “iqrok, ” tata cara membaca Al-Qur`an. Mbaca thok, itu sudah ibadah, mbaca thok itu sudah dapat pahala.

Di akhir zaman, wong Kristen melok-melokan iqrok. Alkitab cumak diwoco thok, ora dilakoni. (Di akhir zaman, orang Kristen ikut-ikutan iqrok. Alkitab cuma dibaca saja, tidak dilaksanakan. ) Kalau menurut orang Islam, membaca Al-Qur`an ini dapat pahala dan ibadah. Menurut keyakinan orang Kristen, orang baca Alkitab ini bukan ibadah, ini bukanlah pahala. Sebab apa, moco gak dilakoni yo percuma. (Sebab apa, membaca saja tapi tidak dilaksanakan ya sia-sia).

Yah, banyak kan, salah tafsir jemaat kepada pendeta. Pagi kita baca satu pasal, yah sudah dibaca satu pasal, ditutup sudah selesai. Nggak ubahnya kan, seperti mereka, iqrok?

Dan ketika sumur yang ada di sana itu disebut sumur alif lam mim, coba periksa nanti di Al-Qur`an, tidak ada satupun ahli penerjemah yang berani menerjemahkan ini. Nggak ada. Nggak ada.

Dan sumur yang besar ini masuk ke masjidil harom, itu tempat untuk tempat orang-orang ambil air wuduk. Itu dipagar betis. Jadi sumur itu tidak boleh dilihat oleh satupun juga. Jadi orang-orang yang berangkat naik haji itu hanya lihat dari pagar betis, sebagai mitos dia percaya bahwa sumur itu mengeluarkan sumber air kehidupan yang disebut air Zamzam. Yang boleh masuk ke sumur itu, melihat, yang boleh masuk ke dalam Kakbah, itu hanya ada dua turunan, Habaib dengan Syeh. Ulama besar pun tidak akan boleh masuk kalau tidak mempunyai gelar Habaib.

Yah, Habaib ini merupakan silsilah turunan. Orang yang disebut Habaib itu bukan sekedar orang Arab. Tidak semua orang Arab bisa disebut Habaib. Jadi Habaib ini memang ada silsilah. Orang kalau berani memberikan nama Habaib, berarti orang itu pasti mempunyai faktor keturunan dari Muhammad itu sendiri, disebut Habaib. Kebetulan kami sendiri dari keluarga Habaib. Jadi kami mendapat izin respon positif untuk melihat sumur itu selama saya ada empat tahun di sana. Apa yang terjadi? Jadi di sumur yang besar itu, di dalam sumur itu nggak ada airnya. Kosong, kering!

Yang menjadi pertanyaan kita saat ini, lantas yang dibawa oleh orang-orang yang pulang naik haji ini apa? Padahalan dia yakin diambil dari sumur ini. Padahal sumur ini kosong. Ternyata dari dam yang besar ini, ini disuling oleh orang-orang Arab. Yah, disuling untuk dijadikan air Zamzam. Jadi sebenarnya, yang dibawa oleh orang-orang pulang dari Mekkah masuk ke Indonesia ini bukan air Zamzam yang ada di dalam sumur ini. Tapi yang benar adalah air Zamzam made in PDAM Arabia. Jadi memang itu air PDAM, bukan air Zamzam yang ada dalam sumur ini. Sesuatu hal yang sangat mengerikan.

Tapi mereka begitu percayanya, yakin. Karena kenapa? Manusia ini sangat membutuhkan sumber air kehidupan. Berapapun nilai harganya dia beli. Kita harus berbangga jadi orang Kristen. Karena kita mempunyai Allah sumber kehidupan, gratis. Tapi banyak orang Kristen nggak mau dikasih gratis. Banyak ndak mau. Yah, banyak sekali ndak mau.

Saya pernah diundang di sebuah gereja. Saya ketika menyoroti, saya hanya memberikan satu perumpamaan, tapi ada beberapa jemaat itu tersinggung. Saya sampaikan ketika persembahan diginikan (digelar, ed), saya bilang, setiap persembahan di depan saudara, tangan saya tidak memasukkan. Berarti anda sudah menolak sumber air kehidupan itu sendiri, padahalan gratis.

Saudara kita di Islam, berapa puluh juta untuk naik ke Mekkah, yang dibutuhkan cuma satu, air Zamzam.

Orang-orang yang berangkat ke Mekkah, itu sebenarnya tidak lebih dari sekedar ziarah dan tour saja. Setelah itu dia puter Kakbah, tujuh kali keliling Kakbah. Dia puter. Kalau bapak-bapak lagi ke sana, kalau melihat orang-orang di sana, kalau duduk termenung. Saya pernah sama temen-temen saya, beberapa santri di sana, duduk termenung sambil berpikir. Ketika orang-orang itu muteri Kakbah, melempar batu zumroh, itu mulai saya berpikir. Pikiran saya hanya satu, kenapa permainan anak kecil ini dibawa kesini? Coba, anak kecil itu kan seneng muter-muter. Habis muter keliling Kakbah, tek tujuh kali keliling, setiap orang mencium Hajar Aswad rebutan. Ngambung Hajar Aswad iku lho rebutan. (Mencium hajar aswad itu lho kok berebut) Hajar Aswad itu dihuni oleh 8.888 jin, yang dikapalai satu jin yang namanya Huda Al-Fitiri. Ngambung jin rebutan, bojone gak tau diambung, jin diambungi nang kono. Lak wis gak lumayan tah wong-wong iki. (Mencium jin berebut, istrinya/suaminya tidak pernah dicium, malah jin diciumi di sana. Apa masih waras orang-orang ini.)

Ngambung jin iku lho rebutan. (Mencium jin itu lho berebutan) Nah, ini kan mulai pikiran manusia ini perlu diperiksakan ke psikiater. Jin diambung (dicium) rebutan. Lho betul, orang mencium Hajar Aswad, itu tidak semua orang naik haji bisa. Rebutan itu mencium Hajar Aswad.

Habis mencium Hajar Aswad, berangkat beberapa kilo, ambil batu. Ini kan dulinane arek cilik eneh. Ambil batu, disitu ada batu besar, di sini ada tembok pemisah, disini ada batu kerikil zumroh. Batu kecil diantemno nang watu guwedhe. (Batu kecil dilemparkan ke batu besar.) Jadi dia melempari terus. Dia melempar, disebut melempari batu zumroh. Mulai hati saya bertanya, ketika orang-orang itu percaya bahwa setiap pagi batu zumroh kerikil itu ada di situ lagi. Dan nanyalah orang itu kepada juru kunci. Apa jawab orang-orang disana? Batu zumroh niki mudik teng suwargo, plegg!! (Batu zumroh itu jatuh dari surga, plegg!) Saya mulai berpikir, mosok Gusti Alloh niku ngurusi kerikil tutuk suwargo. (masa Tuhan Allah itu mengurusi kerikil dari surga) Coba kita berpikir, suwargo iki lho, opo nggone kerikil? Mosok Gusti Alloh iki gak duwe kerikil nang bumi, cek adohe ngedokno kerikil tutuk suwargo. ( surga itu lho, apakah tempatnya kerikil? Masa Tuhan Allah itu tidak punya kerikil di bumi, kok jauh sekali pakai menurunkan kerikil dari surga) Ini hal yang nggak lazim.

Padahal kenapa setiap hari itu dibuat melempar habis. Habis. Tapi setiap malam batu yang dilemparkan dalam sana, dibawa oleh juru kunci lagi dimasukkan sini lagi. Yah, perputaran.

Dan orang-orang yang naik haji ke sana itu, saya mulai berpikir, kenapa ya mereka kok begitu, ya? Sampai-sampai di sana itu banyak orang yang menghadap kepada makamnya Nabi Muhammad itu banyak. Ada yang minta pesugihan, ada yang minta supaya tokonya laris, ada yang minta proyeknya berhasil, ada yang minta nomer togel, buanyak hal di sana. Banyak hal, sebab masalahnya di sana banyak tengkulak-tengkulak , pedagang-pedagang yang gaya menipu. Orang Indonesia ini kan, mudah dibodohi.

Kejelekannya orang Indonesia ini percaya pada mitos yang over, berlebihan. Tasbih, orang Arab itu nggak kenal sama tasbih. Di Masjidil Haram itu nggak ada orang shalat pakai tasbih, itu ndak ada. Adanya di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Jadi tasbih itu diambil dari Indonesia, dibeli oleh orang-orang Arab, dari Arab dibeli lagi oleh orang-orang Indonesia. Kan bingung a wong-wong iku bingung. Tasbih iki digawe puter-puteran. Tapi dia yakin, dia nggak peduli tasbih ini dari mana saja, asal tersentuh dengan tanah suci Mekkah, dia yakin ada kekuatan di sana. Nah, inilah.

Satu hal mulai saya bertanya dalam hidup saya, sumur ini saja sudah membohongi umat manusia. Tapi satu hal, ada rasa iba dan prihatin. Mengapa saudara-saudara kita ini, yang saat ini membutuhkan air kehidupan, kita yang memegang air kehidupan, kenapa kita tidak memberikannya? Mereka saat ini haus. Apa yang ditulis, yang diramal oleh kitab Nabi Amos, Tuhan katakan jelas di sana, “Pada akhir zaman nanti itu Tuhan akan menurunkan kelaparan dan kehausan, tapi bukan kelaparan dan kehausan akan makanan dan minuman, tapi kelaparan dan kehausan akan Firman Tuhan.

Saat ini saudara kita di Bani Kedar itu lapar dan haus. Kitalah sebagai pemegang kunci. Jangan takut! Jangan takut, orang Bani Kedar itu nggak perlu ditakuti. Nggak usah takut, waktunya mati ya sudah mati, nggak masalah. Ndak usah takut kita jadi orang Kristen. Kita mati hari ini pun tidak masalah, Tuhan sudah sediakan rumah di surga. Asal ojok ningggali utang dhisik nang dhonya, ninggali utang payah, tagih nang akhirat nanti. (Asal jangan meninggalkan hutang dulu di dunia, meninggalkan hutang payah, ditagih di akhirat nanti)

Bapak ibu saudara yang terkasih,
Satu hal yang ada di Mekkah sana tidak pernah merubah hidup saya untuk menjadi orang Kristen, tidak. Saya memang mulai ada rasa ke syak-an, tapi bukan berarti saya mulai melirik agama Kristen untuk menjadi agama pilihan agama saya, tidak juga. Sebab di mata hati saya tetap menganggap bahwa Kristen itu adalah agama kafir, mentuhankan manusia, mentuhankan seorang nabi, Tuhan kok punya anak, berbagai banyak hal. Sehingga saya mulai menyelidiki.

Untuk melihat Yesus sebagai Tuhan, tidak bisa melalui sekolah teologi. Saya nggak percaya, sangat-sangat nggak percaya kalau sekolah teologi itu bisa membuktikan bahwa Yesus itu Tuhan. Saya pun tidak percaya kalau sekolah teologi bisa membedah Allah trinitas. Mulai zaman kecil saya sampai sekarang perdebatan tentang Allah trinitas terus terjadi. Karena kenapa? Terlalu banyak teori.

Kekristenan kita ini hanya ada satu, memiliki roh kristus! Kita punya talenta, punya kornea, apa saya, kalau hati kita nggak ada roh Kristus itu namanya pembohong. Apapun yang kita perbuat, Roh Kudus akan bekerja.

Ketika saya diundang oleh KH Mansuri di Pondok Pesantren Al-Fatah di Pasuruan, pada tangga 11 November waktu itu. Pertemuan membahas Allah trinitas. Banyak orang teologi itu membahas trinitas itu kayak matahari, kayak rokok, kayak apa lagi buanyak perumpamaan ala trinitas, semua difatalkan. Saya hanya katakan Subhanalloh! Allah trinitas ialah Allah trinitas, tidak bisa disamakan dengan satupun. Allah yang saya sembah adalah Allah yang Esa. Allah yang saya sembah Allah yang tidak bisa dilihat.

Sampai sekarang, anak saya Nursaidah itu, anak saya yang pertama, dia anak pertama yang baru masuk di sekolah SMA Negeri 5 Surabaya. Itu barusan masuk Kristen tapi dia sudah memenangkan banyak jiwa teman-temannya dia sudah dibentuk menjadi laskar yang begitu kokoh. Ketika anak saya didatangi oleh teman-temanya Islam di SMA. Ia tanya, kebetulan di ruang tamu ada poster gambarnya Tuhan Yesus, anak-anak saya ditanya oleh teman-temannya, “Itu gambar siapa?” Ini adalah jebakan, maka berhati-hatilah.

Kalau kita sampai orang Islam bertanya pada kita, itu gambarnya siapa? Kita akan jawab itu gambarnya Tuhan Yesus. Jangan salahkan kalau orang Islam ngomong bahwa kita ini orang kafir. Yah, berhati-hatilah. Itu gambare Tuhan Yesus, lha wong Tuhan kok isok digambar? (Itu gambarnya Tuhan Yesus, lho kok Tuhan bisa digambar?) Kan logis ya, sangat logika, masak Tuhan bisa digambar? Jadi harus kita melihat ruang lingkup di mana kita berbicara. Kalau kepada sodara kita di Bani Kedar, jangan sekali-kali bilang itu adalah gambar Tuhan Yesus. Tapi sampaikan berdasarkan surat Al-Anas ayat 2 dan 3, dia adalah maalikinas, Yesus iku rojone menungso, dia adalah illahinas, ilahi menungso menungso ilahi. Yesus adalah ilahi manusia dia adalah manusia ilahi. Yang digambar, yang dilukis ini adalah manusia adanya tapi dia adalah Ilahi itu sendiri disebut illaahinas. Illahi manusia, manusia ilahi, orang Islam nggak akan bisa jawab.

Tapi kalau kita tetep ngotot iki gambare Tuhan, dia akan memprotes kita, “Wong Tuhan kok iso digambar. Lha lek Tuhan iku digambar, wong Kristen iku kafir!” Masak bisa Tuhan digambar, Tuhan itu sesuatu sinar, cahaya yang nggak mampu ditelaah oleh mata manusia, bagaimana mungkin bisa digambar? Jadi yang digambar ini adalah iiliahinas. Dia adalah Isa fainnahu, dia adalah roholuloh itu sendiri dan dia adalah khaaliimaatuhhu, dia adalah firman yang hidup.

Ini satu hal yang menjadikan satu pertentangan hidup saya ketika saya habis dari Madinah di Afghanistan. Saya keluar, saya dipersiapkan untuk menjadi Laskar Jihad. Yah. Sebelum saya menjadi Laskar Jihad, saya benar-benar dibentuk waktu itu ada di Ambon. Saya bersama Ustadz Ja’far waktu itu. Karena Laskar-laskar Jihad ini merupakan satu sebuah laskar yang memang dipersiapkan betul untuk menghadapi kelompok-kelompok orang-orang Kristen.

Terus lahirlah FPI itu sendiri. Pada saat itu Jawa Timur masih kosong. Kosong masih belum ada gerakan orang FPI sama sekali. Belum ada gerakan orang FPI sama sekali, sehingga Habib Riski waktu itu memanggil saya. Saya disampaikan bahwa seluruh dewan pengurus yang ada di FPI meminta saya untuk memimpin, menjabat FPI di Jawa Timur. Karena tugas FPI harus diserahkan kepada orang yang punya gelar habaib. Kalau nggak ada embel-embelnya habaib, ndak boleh. Akhirnya saya pimpin. Karena pemimpin FPI harus memiliki banyak kriteria, salah satunya tidak pernah kenal kompromi. Tidak pernah kenal kompromi sama sekali, bengis, licik, picik. Itu sudah saya program.

Pada tanggal 10 Januari pada tahun 2004 ketika saya diangkat menjadi ketua FPI di Jawa Timur, saya sudah persiapkan begitu detailnya. Tugas saya hanya satu, hancurkan kelompok kristenisasi di Indonesia. Dan saya akan hadapi setiap kelompok gerakan orang-orang Kristen di Indonesia. Siapapun juga dia saya akan hadapi! Dan rencana jahat saya ini sudah mulai saya timbulkan program untuk membuat suatu kekacauan, untuk membuat suatu pengeboman, untuk membuat ini dan itu. Saya meminta data kasus pada tahun 1996 di Surabaya, saya sudah diberikan data lengkap dan saya sudah punya nama, daftar nama-nama gereja yang sudah saya persiapkan untuk saya sikat habis. Saya sudah siapkan, rapatkan barisan, saya siap kontak. Saya siap kontak di Sukun. Kebetulan markas saya ada di Malang, di Sukun 500 meter dari sekolah Alkitab Nusantara. Itu markas besar saya, sampai sekarang masih tetap berdiri teguh. Mereka setiap hari Kamis kumpul, selalu pakai jubah, pakai celana tiga perempat. Banyak! Itu dalam kepemimpinan saya, sekarang dipimpin oleh ustadz Kusnul. Satu kepemimpinan saya persiapkan

Tapi apa yang terjadi? 2004 adalah tahun persiapan saya untuk menghancurkan orang-orang Kristen. Saya nggak mengerti kenapa saya benci kepada orang Kristen. Saya ndak mengerti, hanya saja ditanamkan oleh guru saya bahwa orang Kristen itu kafir. Walan tardo ankal yahudu wala nasorro haataa tatabia milatahum. Wong Yahudi iku nggak obahe koyok babi, wong Kristen iku nggak ubah seperti anjing, dia adalah haram. (Orang Yahudi itu tidak ubahnya seperti babi, orang Kristen itu tidak ubahnya seperti anjing, dia haram) Penanaman itu tertanam dalam hati saya, sehingga saya katakan orang Kristen ini memang orang pembuat kerusuhan. Kebencian saya semakin mendalam. Saya persiapkan betul.

Ketulan saya sendiri terlibat dalam pengurus penasihat paguyuban paranormal. Waktu itu Ki Joko Bodo sempat ngebel saya, “Habib, boleh nggak saya minta sesuatu untuk mendampingi saya untuk melacak golekan kencono bersama beberapa teman paranormal?” Akhirnya saya iyakan.

Memang saya secara pribadi mengenal dunia ghoib itu bukan belajar. Dari turunan, jadi saya usia 4 tahun itu saya sudah bisa melihat, di situ ada ini dan itu. Sehingga ketika LATIVI membuka suatu peran Tim Pemburu Hantu, kami terlibat di dalamnya untuk menjadi Tim Pemburu Hantu di sana. Mungkin yang sering kali lihat LATIVI tidak akan asing, karena rambut saya waktu itu masih panjang. Tapi sekarang seringkali di siaran tayang di siaran tunda ulang itu terus terjadi di LATIVI, saya nggak tahu apa motivasinya. Tapi saya biarkan aja, saya merasa juga nggak dirugikan dalam hal itu.

Satu masalah yang terpenting waktu itu, tepat pada tanggal 29 Maret saya bersama rekan-rekan untuk mengambil golekan kencono itu. Apa yang terjadi? Rata-rata orang yang bisa mengambil itu kan ada satu kekuatan yang disebut ilmu rogosukmo. Jadi melepaskan rogo dari sukmanya ini. Keluar, masuk ke alam lain. Pada tanggal 29 Maret itulah pertemuan saya pertama kalinya dengan Yesus. Saya ambil, terus saya lacak. Saya baca segala bentuk cara, saya nggak menemukan apa-apa. Di belakang saya ini ada yang pegang pundak saya, “Assalamu ‘alaikum makhrus.” Suara itu sangat menggema dan saya yakin suara itu tidak pernah saya rasakan selama saya mengenal dunia jin. Ketika tangan itu menyentuh pundak saya, ada sebuah power yang masuk.

Saya ini sering kali mengislamkan jin, karena selama hidup saya punya 182 jin yang saya islamkan yang menjadi santri saya. Jadi ngajinya sama saya.

Jadi saya itu seneng mengislamkan jin. Lebih-lebih kalau pikiran saya sumpek di dunia saya masuk ke dalam alam jin. Karena alam jin, jin itu cantik-cantik beda dengan gondoruwo. Kalau gondoruwo nggak ada yang cantik, semua jelek-jelek. Kalau jin itu orangnya di sana memang cantik-cantik, sehingga orang-orang dari paranomal kalau sudah masuk alam jin. Banyak, kan? Para normal itu banyak yang menikah dengan bangsa halus itu banyak, menikah dengan jin. Paranormal yang pikirannya, IQ-nya sudah jongkok sampai menikah dengan gondorowo pun juga sering terjadi. Padahalan bersentuhan saja saya rasanya juga bagaimana kan? Sebab gondoruwo itu jarak radiasi jauh gitu baunya sudah tercium. Jadi gondoruwo itu baunya arus, amis. Maka di desa-desa kadang kala ada suami meninggalkan istrinya terus ada yang datang persis suaminya. Nah, gondoruwo itu pinter mendo-mendo jadi orang lain tapi dia nggak bisa merubah kakinya. Jadi mulai wajah sampai kaki ini bisa, jadi lutut ke bawah tetap gondoruwo jadi lutut ke atas dia bisa merubah. Ini sering kali kejadian. Yah, sering kali kejadian, ada banyak memang ya.

Saya sering kali ditanyakan oleh orang Kristen, Pak apakah betul Nyi Roro Kidul itu ada? Saya jawab, “Betul! Satu bulan saya dua kali (ketemu) karena saya ada ikatan perjanjian darah dengan Nyi Roro Kidul. Jadi Nyi Roro Kidul itu bukan mitos, bukan cerita dongeng rakyat, bukan! Nyi Roro Kidul itu memang betul-betul ada. Saya yang jadi saksinya, saya melihatnya sendiri, saya melihat kerajaannya sendiri, semuanya itu ada. Karena itulah kekuatan iblis, setan itu semuanya bisa berubah-berubah dalam segala hal.

Semua segala bentuk kekuatan apapun itu ada. Sampai orang-orang paranormal ada yang menjual selendangnya gondoruwo, banyak. Itu asli dari sana memangnya. Sampai jual tuyul, jaman saya dahulu tuyul itu di jual lima juta, sekarang tuyul itu sepuluh sampai dua puluh juta tergantung kesaktiannya. Kalau yang betul-betul ekspor impor, tuyul itu sampai tiga puluh juta perbiji. Ya, betul ini, tuyul itu mahal. Betul, tuyul itu mahal, perekor itu bisa sampai 30 juta kalau kesaktiannya itu bisa menembus dari tiga dimensi, itu sampai 30 juta.

Jadi tuyul itu juga punya ilmu, kalau yang paling murah itu 10 juta, paling murah. Ya, paling murah. Biasanya kalau yang paling murah itu yang jadi korban istrinya. Istrinya itu tubuhnya ndak pernah bisa gemuk, kurus saja. Karena kenapa, tuyul ini sering ngempeng. Kata orang Jawa itu ngempeng, ngempeng ke istrinya, berhati hatilah. Jadi kalau ada orang kurus, perempuan berhati hatilah jangan sampai ngingu tuyul. Jangan sampai! Ini bahaya! Ya, ini sesuatu yang bahaya.

Bapak-bapak ibu saudara sekalian,
Satu hal yang sangat perlu kita garis bawahi, setelah Tuhan memberikan suatu hal pada saya, saya toleh ke belakang, dia menyodorkan tangannya, “Inikah yang kamu cari?”

Sebelum saya masuk ke alam ghoib itu yang namanya golekan kencono, itu sudah diseket gambarnya seperti demikian. Tapi di tangan orang itu saya tidak melihat gambar seperti golekan kencono, persis seperti roti. Saya mulai berpikir, bukan itu yang saya cari. Dia tetep ngomong, “Ambil ini!” Dia tetep ngotot, saya hanya melihat tangan waktu itu, tangan dan suara, tangannya ini penuh sinar yang saya tak bisa lukiskan. Saya tidak bisa menerima itu. Karena saya nggak bisa terima, waktu habis. Orang ngerogo sukmo ini ada sebuah waktu, kalau waktunya habis dia tidak kembali ke tubuh jasadnya, ini tubuhnya akan hancur. Jadi saya kembali lagi, omong punya omong.

Nah, waktu itu Ki Joko Bodo tanya pada saya, “Habib, kira-kira sudah bisa deteksi belum?” “Sudah!” Saya cerita kepada Ki Joko Bodo. Apa yang terjadi, para normal itu berbeda dengan ustadz. Kalau paranormal itu bukan orang Islam. Kayak Ki Joko Bodo itu bukan orang Islam. Jadi sholat juga enggak. Megang Al-Qur`an juga enggak. Karena kenapa? Rata-rata kalau asli para normal itu tidak percaya pada surga dan neraka. Termasuk Ki Joko Bodo, Ki Gendheng Pamungkas, itu tidak percaya kepada surga dan neraka.

Tapi aneh! Ketika saya sampaikan kepada Ki Joko Bodo, Ki Joko Bodo menyampaikan pada saya, “Habib, apa yang Habib lihat itu tadi, itu adalah lambang suwargo.” Ini saya terjemahkan karena kalau beliau ngomong sama saya itu pakai bahasa Jawa. “Habib sing njenengan tingali niku mau sakjane wujude suwargo.”

Saya mulai berpikir, orang yang tidak percaya kepada surga dan neraka, dia bisa membuat pernyataan bahwa itu adalah wujud, wihdatul wujud dari nur jannah itu sendiri. Terus saya bilang, “Tolong deteksi! Deteksi tangan siapa yang menyentuh saya!”

Bukan apa-apa, sekedar bahasa orang yang lagi putus asa, saya mau balik lagi ke jasad saya. Akhirnya dalam hati saya waktu itu mula baca subhanalloh, terus saya baca. Walhamdulilllah, saya terus membacakannya. Subhanalloh, Maha Suci Engkau Ya Allah. Aneh, tak wocono Surat Jin mendatangkan kekuatan iku gak teko-teko, tapi ketika saya baca subhanalloh Maha Suci Engkau Ya Allah, dia datang.

Ini mulai jadi perhitungan saya. Dipocokno surat jin gak teko, dipocokno Maha Suci, datang! (Dibacakan surat jin tidak datang, dibacakan Maha Suci, datang!)

Ketika datang saya dalam kondisi tertunduk. Saya merasakan datang itu. Biasanya memang orang-orang ahli ghoib merasakan ada kekuatan seperti angin besar, itu dia rasakan datang. Nah ketika datang, dia langsung katakan satu hal kepada saya. Tanpa tedeng aling-aling dia katakan satu kata kepada saya, “Ya ayyuhaladina amanu tubbuu ilaihi tobbatanassuha. “

Hai Makrus, bertobatlah kamu, sesungguh-sungguhny a engkau bertobat kepadaku!” Saya tanya, “Siapa kamu?” Saya dalam keadaan kontak batin. Dia ngak mau memberi tahu saya. Dia sodorkan tangannya persis seperti pertemuan pertama di belakang saya. Dia sodorkan tangannya, “Ambil ini!”

Saya mulai bingung, kenapa saya harus disuruh mengambil ini? Saya tetep ngotot, “Siapa kamu?” Saya hanya menyampaikan kalau saya mau ambil jimat itu kalau engkau mau sebut nama kamu. Tetap tidak mau menyebutkan namanya. Akhirnya saya terpaksa harus mengambil benda dari tangan orang itu. Yang di atas tangan adalah roti. Ketika saya ambil, apa yang terjadi? Roti itu hilang dari tangan, masuk dalam seluruh organ tubuh saya.

Ada hal yang sangat aneh. Saya merasa 43 tahun saya pikul beban berat, ketika saya ambil roti dari tangan itu, beban berat ini hilang. Empat puluh tiga tahun saya pikul beban itu, hari itu juga lepas begitu saja. Saya mulai merasakan begitu indahnya. Kalau saya boleh pinjem bahasa orang Jawa, setelah saya ambil jimat itu ada kekuatan yang luar biasa. Pikulan ini hilang, beban ini hilang. Saya merasakan ada sebuah kedamaian yang tidak pernah saya miliki selama hidup. Sebuah kedamaian dan kedamaian selama 43 tahun, itu adalah kedamaian yang hampa. Semu, palsu. Tapi setelah saya menerima jimat itu, saya merasa ada satu kekuatan yang masya Allah luar biasa.

Akhirnya saya tanya, “Siapa kamu?” Baru dia katakan pada saya, dia katakan begitu indahnya dengan tegas seperti yang saya katakan tadi, “Issaa fainnahu. Aku yang selalu mengatakan perkataan yang benar kepada kamu. Roholulloh, aku adalah roh Allah itu sendiri. Waa khaalimatuhu, aku adalah firman yang hidup. Saya tersujud tersungkur kepadanya. Dia dekati saya, saya masih ingat waktu itu. Dia dekati saya, dia katakan pada saya, “Aku akan utus kamu seperti domba di tengah-tengah serigala.”

Ada satu hal yang membuat saya marah. Saya mempunyai sifat, satu sifat pribadi yang jelek kalau saya lagi marah sama orang, saya langsung tatap wajah orang itu, tidak peduli siapapun juga dia. Dan ketika orang itu ngomong pada saya “Aku akan utus kamu seperti domba ditanah-tengah serigala,” saya marah. Marah saya itu begini, orang itu seperti balas dendam kepada saya, mungkin selama hidup saya jahat kepada umatnya. Dia balas dendam, buktinya apa? Buktinya dia pura-pura datang kepada saya, saya diutus seperti anak domba di tengah-tengah serigala.

Coba njenengan saget pikiraken lek ono anake wedhus didekek nang nggone tengah-tengahe serigala, niku pasti mati. (Coba Saudara bisa pikir pakai logika, kalau ada anaknya kambing diletakkan di kandang serigala, pastilah mati.) Pikiran saya waktu itu juga gitu, ini berarti balas dendam. Orang ini mau membunuh saya. Maksud saya itu jangan dijadikan saya sebagai anak domba. Jadikan saya sebagai harimau atau serigala ataupun apapun yang saya siap hadapi serigala. Maksud saya itu begitu. Tapi tetep dia katakan, “Aku mengutus kamu seperti anak domba di tengah-tengah serigala.” Saya katakan, “Tuhan, hati saya ini keras Tuhan.” Tapi Tuhan katakan dalam Yehezkiel 36 ayat 26 jelas di sana dikatakan, “Aku akan memberikan roh yang baru kepadamu. Aku akan memberikan hati yang baru kepadamu. Hati yang taat dan menjauhkan kamu dari hati yang keras.”

Saya mulai adem-ayem, marem hati saya. Saya mulai berpikir, terima kasih Tuhan. Saya mulai berpikir lagi, apa yang harus saya lakukan untuk menjalani sebuah kehidupan ini? Saya mulai berpikir, kita memang harus seperti anak domba. Anak domba di tengah-tengah serigala. Kita persiapkan hidup kita untuk menjadi laskar-laskar Kristus. Sehingga apa yang menjadi kejahatan saya, yang sudah saya program pada tahun 2004, Tuhan fatalkan.

Akhirnya saya mau mengambil keputusan ikut Yesus! Apa ang terjadi? Saya tidak bisa diterima oleh istri dan 5 anak saya, saya mulai door to door, dari gereja ke gereja meminta pandangan pendapat dari pendeta-pendeta. Setiap gereja yang saya masuki isinya hanya satu, syuudon. Tidak ada satupun gereja yang nggak syuudon kepada saya. Nggak ada gereja yang husnudon sama saya. Semuanya syuudon. Satu pencurigaan yang berlebihan, nggak mungkin orang FPI bertobat, ini pura-pura, mau menghancurkan orang Kristen dengan cara begini.

Hati kecil saya mulai berbicara, lek akan menghancurkan orang Kristen saya nggak perlu berpura-pura. Langsung saya datangi walaupun di siang bolong, itu sifat saya. Saya bukan seseorang yang mendatang orang di malam hari. Siang bolong pun, tidak perlu anda datang ditempat saya, saya akan datang ke tempat anda. Jadi hati saya waktu itu menangis, berangkat ke mana-mana ditolak, pulang di rumah istri saya cemberut saja. Coba bisa kita bayangkan, suami teko pegel-pegel, bojo cemberut, isine mangkel. (suami datang capek-capek, istri cemberut, isinya jengkel.) Saya doa sama Tuhan, “Tuhan Yesus, kalau Engkau memanggil hamba-Mu menjadi hamba yang benar, nyatakan kuasamu Tuhan. Aku tidak perlu mendoakan oknum-oknum pendeta yang menolak aku. Biarlah, itu adalah hak-Mu Tuhan. Tapi aku berdoa untuk istri sama lima anakku. Nyatakan, kalau engkau memanggil aku, nyatakan kuasa-Mu dan Engkau akan memanggil istri sama lima anakku.”

Tuhan bisa buktikan. Walaupun saya terus datang pada istri sama anak saya, akhirnya istri dan lima anak-anak saya bisa terima Yesus. Walaupun melalui proses yang begitu panjang. Akhirnya saya tawari dibaptis. Baptis saya, istri sama dua anak saya, berangkat semuanya di baptis.

Ketika saya pulang dari baptisan apa yang terjadi? Pikiran istri saya, orang habis dibaptis itu ada damai, ada berkat ada begini, namanya orang masih awam. Apa yang terjadi? Rumah sudah hancur, dihancurkan oleh orang-orang FPI. Tiga anak saya yang masih kecil-kecil itu sampai ndepis di lemari. Pihak RT sama RW tidak bisa berbuat apa-apa karena pasukan FPI hampir dua truk turun di lapangan. Rumah saya diobrak-abrik. Saya hanya berlutut di hadapan Tuhan. Hampir tiga bulan saya mengalami peperangan.

Setiap pagi saya harus kerja bakti, sebab di depan rumah itu dibuang kotoran manusia. Setiap pagi saya bersama istri dan anak-anak saya kerja bakti. Terima kasih Tuhan.

Akhirnya keluarga besar saya dari Bangil memberikan satu deadline, “Hari ini engkau keluar dari rumah itu tanpa membawa apapun atau kamu kembali kepada habitatmu! Kalau tidak, out! Keluar!” Tepat jam sebelas malam tidak ada negoisasi lagi, saya bersama istri sama lima anak saya keluar dari rumah Tanah Merah dengan sebuah tangisan. “Tuhan, inikah jawaban-Mu?” Saya nangis.

Akhirnya saya dihadang oleh beberapa hamba Tuhan, malam itu juga saya ditaruh di sebuah rumah. Banyak hamba-hamba Tuhan menawarkan saya, “Bapak berangkat keluar pulau saja supaya lebih aman Pak.” Ada yang bilang, “Sembunyi dulu Pak, supaya lebih aman.” Saya berdoa pada Tuhan, “Tuhan kemanakah engkau taruh aku Tuhan?” Apa kata Tuhan? “Kamu jangan ke mana-mana Makrus! Tetap di Surabaya, sebab Aku Tuhanmu, Akulah Tuhanmu. Tidak satu helai rambut pun akan jatuh dari tubuhmu kalau tidak Aku kehendaki. Saya buktikan itu. Setelah saya pindah dari Tanah Merah ke Sidoyoso, saya jalani hidup bersama istri sama anak saya, walaupun terus intimidasi, teror, terus terjadi.

Tapi apa yang saya lakukan? Saya mulai berkembang merapatkan barisan dengan salah satu organisasi, bukan organisasi gereja, sebuah paguyuban. Saya buka sebuah pemuridan islamologi di sana dan jaring jiwa mulai dari Rungkut Mapan Tengah. Saya buka di Wiyung, saya buka lagi di Margomulyo. Yang terakhir ini saya buka di Margomulyo, sungguh luar biasa, karena dari lima puluh tujuh karyawan yang ada di situ tidak ada satupun orang Jawa, semua orang Madura. Tiga orang bertaubat, yang lainnya masih mau mendengar. Ini sudah saya rasa cukup. Saya lebarkan sayap sampai ke Jombang, dan tugas saya sekarang melayani dia, walaupun sekarang saya menghadapi intimidasi, dan tekanan apapun.

Lantas bagaimana peran kita melihat kenyataan yang terjadi saat ini? Jangan takut, awal pertama Perjanjian Baru dibuka dengan kata-kata “jangan takut!” Apapun yang dibuat oleh Amrozi dan Imam Samudra, dibenarkan menurut hukum Alkitab. Karena apapun yang dilakukan Amrozi, Imam Samudra, Abu Bakar Ba’syir dan semua orang-orangnya, ini sudah diramal.

Kalau kita kembali pada Yohanes 16 ayat 2, jelas di sana dikatakan, “Kamu akan dikucilkan, dan setiap orang yang membunuh kamu menganggap dirinya berbakti pada Allahnya.” Ngerampok, membunuh, mengebom ini dianggap berbakti pada Allahnya. Membunuh teriak Allohu Akbar, ngebom tetep berteriak Allohu Akbar, ini sudah ditulis dalam Yohanes 16 ayat 2.

Tapi ada satu masalah yang Tuhan Yesus pesankan, “Ada domba dari kandang lain yang harus aku tuntun juga.” Ini permasalahannya. Haruskah kita membenci dia? Tidak! Apapun yang mereka perbuat, tidak ada kebentian dalam hati kita. Ada domba dari kandang lain yang harus aku tuntun juga. Bahasa “ada domba dari kandang lain yang harus aku tuntun juga” ini sekarang diamanatkan kepada kita sebagai anak-anak-Nya. Untuk meneruskan kata-kata harus aku tuntun juga domba dari kandang lain, berarti di luar orang-orang Kristen. Itu bisa Budha, Hindu, Konghucu, bisa juga orang-orang Islam itu sendiri. Ini adalah tugas kita mengemban tugas Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus.

Yang jelas kita sekarang bagaimana bisa mengantisipasi situasi orang-orang FPI. Peran apa yang harus dia lakukan? Peran FPI hanya satu, mendirikan dan menegakkan syariat Islam di Indonesia ini. Sebab dianggapnya orang-orang NU sudah tidak mempunyai kemampuan. Di Indonesia ini mayoritas orang NU, cuma orang NU itu tidak sempurna dalam Islam. Itu memang benar. Kenapa tidak sempurna? Karena orang NU ini menggabungkan Islam dan Jawa. Ya, Islam dan Jawa, tidak murni Al-Qur`an semuanya.

Tapi kelompok Habib Riski, Abu Bakar Ba’asyir, semua orang-orang memang memakai satu faham Al-Qur`an murni. Jadi, menegakkan Negara Syariat Islam dengan adanya Laskar Jihad, dengan hadirnya MMI yang dipimpin oleh Abu Bakar Ba’asyir, dengan hadirnya FPI yang dipimpin oleh Habib Riski. Itu belum organisasi-organisa si lain yang terhitung pada tanggal dua puluh tiga Desember tahun 2006 kemarin ada sekitar delapan organisasi Islam di Indonesia merapatkan barisan, menyatukan misi dan visi mereka. Dan di antara organisasi ini tidak ada NU dan Muhammadiyah. Organisasi ini sudah merapatkan barisan.

Sekarang tinggal kita. Kita sudah paham bagaimana peran mereka. Kita pun harus merapatkan barisan. Rapatkan barisan! Gempur dengan doa dan puasa! Siapkan laskar-laskar Kristus! Asal jangan takut, ya.

Dua hari ini saya kucing-kucingan. Keluar rumah kayak ada perasaan takut gini. Kucing-kucingan, sampai istri dan anak-anak saya menghadapi satu tekanan. Setiap saya keluar dari rumah saya katakan, “Iklaskan saya kalau nyawa saya harus jadi taruhannya. Tidak peduli! Mati pun hari ini, asal jangan jadi penjahat. Mati karena pikul salib. Martir untuk Tuhan itu tidak menjadi masalah. Ada saatnya itu semua terjadi.”

Bapak, Ibu, Saudara sekalian,
Dari sinilah bagaimana kita bisa mengantisipasi situasi dan kondisi negara kita yang sudah terpuruk ini. Saat ini adalah tugas-tugas kita.

Saya sangat prihatin akan gerakan gereja-gereja di Indonesia ini yang secara jujur saya katakan perkembangannya sangat minus. Sehingga SK dua menteri diturunkan itu alhamdulillah, karena hadirnya dua SK Menteri ini dapat membuat instrospeksi oknum-oknum pendeta yang harus mereka tingkatkan dalam pola berpikir.

Jangan bangun gereja kalau gak punya jemaat! Mbangun grejo gak onok jemaat tiwas terjadi fitnah. Fitnahnya apa? Antar pendeta menjelekkan. Di Surabaya itu banyak gereja-gereja dibangun. Setiap pendeta berbicara, “Ayo kita berdoa bersama-sama! Imani supaya malaikat Tuhan, kursi-kursi ini kita imani, supaya minggu depan kursi yang kosong bisa diisi.” Bagaimana bisa diisi, kalau dia nggak mau menginjili? Gak bisa diisi! Jemaatnya orang lain masuk. Putar aja kayak sirkulasi. Lho, katanya gereja Tuhan sudah mulai bangkit, banyak pendeta dari luar negeri menubuatkan, “Ooh, gerakan Kristus sudah mulai hadir di Indonesia.” Bisa hadir kalau kita siap menerima, mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus.

Mbangun gereja itu kayak perputaran. Maaf kata, memang tidak ada. Makanya dari tadi saya katakan gereja itu kayak diskotek sekarang. Saya rindu gereja itu dijadikan laboratorium, menggodok manusia-manusia yang hidup dalam dosa. Tapi nggak, gereja-gereja sekarang di Surabaya itu sudah jadi diskotek semuanya, hampir. Kenapa saya katakan jadi diskotek? Coba lihat, sodara kita Bani Kedar lihat, katakanlah ada seorang wanita Muslimah lihat, “Deloken iki lho wong wedok Kristen, iku ape nang grejo opo nang diskotek?” Pakai rok sekian (separoh paha maksudnya, pent.). Kadang udelnya sampai ketok koyok wong penyanyi India. (Kadang pusarnya sampai kelihatan seperti orang penyanyi India)

Ini satu pengalaman bagi saya. Ketika saya baru bertobat, saya duduk di sebelah seorang wanita, di sebelahnya ada hamba-hamba Tuhan. Kebetulan waktu hening, firman Tuhan dibacakan. Nah kebetulan yang duduk ini banyak perempuan-perempuan nya. Tanpa saya sadari saya toleh sebelah saya. Wong saya punya mata, ya saya noleh ke sebelah. Masya Alloh! Jadi ketika dia duduk, itu roknya sampai sekian (sambil mengisyaratkan betapa minimnya rok perempuan tersebut, pent.).

Jadi dalam keadaan hening, saya keluar kata-kata subhanalloh! Semua jemaat yang mendengar mengarahkan pandangan kepada saya. Yang namanya Pak Nahason di sebelah saya nanya, “Pak, ada apa Pak?” Saya jawab, “Ah, ndak ada apa-apa Pak.” Ndak ada apa-apa tapi mata saya masih ngelirik lagi. Nah, inilah. Saya katakan, “Banyak kaum Hawa sudah menjadikan gereja jadi diskotek.”

Tuhan ndak membutuhkan baju mahal. Harga sepuluh ribu pun ndak masalah, yang penting sopan. Ngadep Pengeran, ngadep Gusti Alloh, kudu sopan, tertib, dan ada aturan.

Enggak, sekarang ini, waduh, pakai you can see, rambute disemir. Wis elek, disemir, tambah elek pisan. Lho ini kan disorot sama orang-orang Islam. Ini disorot. Karuane wong luar negeri penyanyi rock ngguantheng- nggantheng, lha wong Indonesia uakeh elek disemir wis malah gak karu-karuan. (Sudah jelek, disemir, tambah jelek lagi. Lho ini khan dilihat oleh orang-orang Islam. Ini disorot. Kalau orang luar negeri penyanyi rock ganteng-ganteng, lha orang Indonesia sudah jelek disemir malah jadi tidak karu-karuan. )

Kita ini cobalah, tampil beda itu boleh. Tapi setidak-tidaknyalah bercermin. Oh, kulitku iki koyok ngene, yo gak usah disemirlah. (Oh, kulitku seperti ini, ya jangan disemirlah)

Kadang kala ada yang anting-antingan, tindakan, gelangan. Lho ini gereja, ini bukan diskotek. Saya pernah khotbah gitu, habis itu seorang gembala ini menyampaikan kepada diaken-diakennya supaya tidak mengundang saya lagi. Karena kenapa?

Lek Makrus ini diundang bolak-balik jemaatku entek buyar. Mangan opo aku? (Apabila Makrus diundang berkali-kali nanti jemaat saya habis ludes. Nanti makan apa saya?) Gak apa-apa. Saya katakan, “Hamba Tuhan harus seperti Gideon.” Gak usah akeh-akeh jemaat. Coba Gideon, telung atus ae cukup. Siap bertempur. Banyak-banyak juga ndak ada hasilnya. Halal perpuluhan iku, tapi gak barokah jarene wong Islam. (tapi tidak barokah katanya orang Islam.) Gak barokah. Barang halal belum tentu barokah lho. Banyak itu yang menerima perpuluhan itu. Karena kenapa? Jemaatnya banyak. Gak barokah. Tiwas gegeran ae rumah tanggane. Soale opo, mangan barang sing gak barokah. Thithik cumak barokah, ini yang Tuhan minta dalam kehidupan kita. (Nanti akan selalu bertengkar saja dalam rumah tangganya. Soalnya kenapa? memakan barang yang tidak barokah. Sedikit tapi barokah, ini yang Tuhan minta dalam kehidupan kita.)

Ini saya mohon maaf kepada Bapak Pendeta, kepada Bapak Gembala. Ini saya ndak nyinggung ndak ini. Ini kejadian di Surabaya memang begitu. Jadi saya cerita apa adanya. Saya ndak njelekkan pendeta ndak. Saya kepingin menyampaikan, kalau kita jadi pendeta, jadilah pendeta-pendeta Daud. Saya itu kepingin begitu. Kalau Pendeta Daud itu enak. Sadar, kita ini manusia nggak luput dari kesalahan dan kekurangan. Tapi kita ini konsekuen. Kalau salah, cepat ambil keputusan, cepat bertobat, begitu. Tapi nggak, akhir zaman ini banyak pendeta kayak Saul. Wis salah, ngeyel, ya kan.

Itu lambangnya, karena kenapa? Kakean pendeto, pendeto gak ditahbisno gak diurapi Tuhan, atas kemauan manusia. Makanya saya bilang, kalau mau ngangkat pendeta, tolong dipikir dulu. Jangan sering sekali mengangkat. Kan sekarang ini banyak orang sukia angkat-angkat pendeta. Jangan! Ngangkat pendeta itu harus melalui satu kriteria yang betul-betul disaring murni. Akhirnya kenapa, ditahbiskan berdasarkan kemauan manusia. Hasilnya jadi Pendeta Saul. Sekarang banyak. Pokoknya, satu Pendeta Daud, sepuluh Pendeta Saul di gereja itu. Ini terjadi. Akhirnya apa? Jemaatnya mulai imannya ragu. Karena kenapa? Ucapan pendetanya ini hanya untuk akal-akalannya pendeta.

Ya, ucapan kita ini jadi sabdo pandito ratu. Apapun yang keluar dari kehidupan kita, akan menjadi kenyataan. Karena kenapa? Yang kita tunggu itu nanti berdasarkan ilmunya orang Jawa, “Engkok deloken, mudhun nang nggone zaman akhir iku Ratu Adil sing jenenge Heru Cokro. Heru Cokro ini maksudnya sing nggowo banyu kauripan. (Nanti lihat saja, turun pada akhir zaman itu Ratu Adil yang namanya Heru Cokro. Heru Corko ini maksudnya orang yang membawa air kehidupan.)

Siapakah dia? Dia adalah Yesus itu sendiri. Kita harus ambil keputusan. Apapun yang terjadi, kita ambil satu keputusan. Merubah semua paradigma pola pikiran kita untuk menjadi orang Kristen yang benar.

Ya, orang Islam melihat Yesus ini jalan yang lurus. Berarti pengikutnya harus jalannya yang lurus. Lek onok wong Kristen mlakune bengkok-bengkok, (kalau ada orang Kristen jalannya bengkok-bengkok, ) berarti itu bukan pengikut Kristus. Iki lho KTP-ku agomo Kristen. Berarti aku pengikute Kristus. Oh, Kristus iku dalane lurus, dadi mlakuku lurus. Lek onok wong mlakune bengkok-bengkok, tolong KTP-ne nanti siang diterawang lagi. (Oh, Kristus itu jalannya lurus, jadi jalanku harus lurus. Kalau ada orang jalannya tidak lurus, tolong KTP-nya nanti siang diterawang lagi.) Kalau perlu tanyakan ke pak camat, “Betulkah agama saya Kristen, Pak?” oh iya, bener. Kalau gitu saya ini pengikut Kristus. Apapun yang aku lakukan, hatiku, pikiranku, perasaanku, harus juga terdapat di dalam Kristus Yesus.

Satu pesan saya, jangan takut mati! Karena semua yang hadir di sini sudah acung tangan. Wis dicatet karo malaikat nang kono. Wis kuabeh acung tangan berarti siap mati, jangan sesalkan! (Sudah dicatat oleh malaikat di atas. Sudah semua acung tangan berarti siap mati, jangan disesalkan!)

Coba lihat yang ada di Adam Air, nggak onok sing ngacung tangan, mati ndisiki. (tidak ada yang acung tangan, mati duluan) Mayatnya tidak ditemukan, bahkan banyak pendeta, banyak anak-anak Tuhan, iku durung ngacung tangan wis mati disik. (belum acung tangan sudah mati duluan)

Wallohu a’lam kenapa begitu? Hanya Tuhan yang tahu…

Catatan:

Sebutan Bani Kedar biasa dipakai oleh umat Kristen untuk menjuluki umat Islam dan bangsa Arab, karena menurut Alkitab Kedar adalah anak kedua Nabi Ismael dari 12 bersaudara (Kejadian 25:13-16, I Tawarikh 1:29-31). Menurut Yesaya 60:7, Tuhan berkenan menerima korban persembahan kambing domba Kedar. Ed.).

FPI surabaya yang bertobat dan menerima YESUS sebagai Tuhan dan Juruslamatnya di youtube atau click http://youtube. com/watch? v=Yp1K7IBdNdk. Ada 8 seri