September 2008


ABOLISHING ISLAM?


MENGHAPUSKAN ISLAM?
Oleh: Swadhin – on Friday, June 01, 2007


Setelah membaca semua gagasan-gagasan, ilham-ilham, berkutat hanya disekeliling sumber masalahnya dan dialog-dialog terjadi diseluruh dunia, berapa jeleknya sih pendekatan secara langsung – utk menghapuskan Islam? Kedengarannya sesuatu yang mengerikan/gawat, tapi sebenarnya ini adalah cara yang jauh lebih sederhana dan efektif dibanding cara lainnya yang ada, yang pasti lebih jujur dan terus terang.

Negara-negara seperti Jerman dan Austria, yang terkena kerusakan paling parah akibat Nazisme telah melarang mengemukakan ide-ide yang pro-Nazi, termasuk publikasi buku-buku, aktivitas terorganisasi dan kampanye-kampanye, dari neo nazisme yang terpinggirkan dan hampir padam. Meski Amandemen Pertama melindungi kebebasan berpendapat utk neo-Nazis, sistem pemikiran dan organisasinya sangat terisolasi dalam masyarakat. Bahkan masyarakat-masyarakat yang sangat kaku melindungi hak-hak rakyat sipil siap utk mensensor peredaran buku dan media yang mereka anggap tidak layak utk khalayak tertentu. Semua sekolah mengajarkan kejahatan dari Nazisme, Rasisme, dll, sebagai sebuah fakta yang sudah jelas, meski semua itu 60 tahun lalu kelihatannya tidak sebegitu jelas.

Islam, juga sama tidak begitu jelas kejahatannya bagi kebanyakan orang, tapi kenyataan bahwa Islam sudah ditakdirkan utk bernasib sama seperti Nazisme. Jadi untuk apa bersopan-sopan dalam perkataan atau menunggu Perang Dunia III? Mulai saja kampanye ketidak patuhan rakyat sipil tanpa kekerasan, ajukan tuntutan hukum class action utk menghapuskan Islam dari statusnya sebagai sebuah agama. Aturan2 Resmi yang bisa menolong adalah:

1. Larang publikasi, distribusi dan penjualan dari seluruh media, buku-buku, literatur dan material-material terbitan yang pro Islam.

2. Nyatakan organisasi-organisasi pro Islam dan organisasi-organisasi religius, sosial dan politik yang bernafaskan islam sebagai terlarang. Dan deportasi “para pemimpin religius” islam dan dukun-dukun klenik islam lainnya. Larang praktek-praktek islam seperti burqa (jilbab) dan topi khas arab/islam dan asesoris-asesoris yang berbau islam lainnya

3. Tutup semua madrasah dan sekolah-sekolah muslim dan satukan dengan sekolah-sekolah biasa, pelajar-pelajar umum dan dengan memakai kurikulum modern dan sains.

4. Tutup semua mesjid dan ubah menjadi bangunan-bangunan yang berguna dan lebih produktif seperti rumah sakit atau sekolah.

5. Dorong (bukannya dihukum) para pengritik islam disemua jenis media dan strata masyarakat. Dorong debat publik dan dorong masyarakan utk menghadapi isu ini.

6. Batasi dengan keras imigrasi orang muslim – lakukan test bagi mereka yang mau berimigrasi, test penyatuan sosio-kultural dan pembuatan surat penolakan mereka terhadap islam secara resmi. Deportasi mereka yang tetap setia pada aliran setan kebencian ini.

7. Dorong agen-agen pemerintah, LSM-LSM, polisi dan kelompok hak asasi utk memeriksa dan membongkar masyarakat muslim yang masih ada dan obati luka mereka yang menjadi korban seperti para wanita, pernikahan mut’ah, poligami dan korban-korban praktek shariah.

8. Lepaskan islam dari status hukumnya, dari survey pemerintah, sumber-sumber informasi resmi dan sensus-sensus. Hilangkan identitas muslim; keluarkan identitas muslim dari sumber etnis dan bangsa. Disebut sebagai agnostik, atheis atau non-religi sudah pasti jauh lebih baik daripada disebut sebagai muslim.

9. Dorong, berikan kesempatan kepada mantan muslim utk maju, mendapat pendidikan lebih baik lagi, menjadi bagian masyarakat sehat yang normal, bukanya menjadi pembawa penyakit, mulut berbusa, jadi anjing penyebar rabies yang hidup dari belas kasihan orang liwat. Selamatkan mereka dari kesesatan dan selamatkan orang yang lewat dari gigitan dan infeksi mereka.

10. Tunjukkan hal-hal yang sudah jelas – Surat-surat jahat dari Quran yang menyarankan kebencian dan kekerasan, keterbelakangan, hukum tidak manusiawi dan menindas dari Shariah, sejarah berdarah dari islam (yang sampai sekarang masih berlanjut).

Ini bisa dicapai di negara-negara Eropa dan Amerika Utara, di Negara Amerika selatan dan yang belum jadi islam seperti India, China, Russia dan Asia Tenggara. Penuh damai tapi agitasi yang gigih dan pengorbanan dari orang-orang yang normal bisa menenggelamkan teriakan “rasisme” dari mulut berbusa muslim. Keberanian, keterbukaan dan kegigihan akan memaksa para muslim gemetar dan menghormati keuletan dari para kafir, para “orang najis”.


Sumber, follow this link

PSIKOLOGI ISLAMIK

MEMBEDAH KARAKTER

DAN MENTALITAS MUSLIM


Segala macam bentuk penyakit mental biasanya ikut berperan dlm benak individu yg ‘menggila’ dan membunuh secara acak. Tapi penyakit jiwa demikian tidaklah menggambarkan karakter islami seluruhnya. Muslim hanya mencakup 1/5 penduduk dunia, jadi sukar melihat apakah ratusan juta orang yg suka jihad memang adalah penyandang penyakit jiwa.

Dilain pihak, ciri-ciri pencucian otak yg terjadi dlm pengikut cult, sekte, agama, kaum nasionalis dan gang-gang kriminal, nampak ada pada Islam.

Bukan kebetulan bahwa ritual-ritual dalam islam dipusatkan pada aktivitas kekerasan atau peperangan. Idul Adha adalah ritual tahunan yang paling penting dimana setiap anggota keluarga berpartisipasi dalam usaha menyembelih binatang.

Sementara non muslim mencoba menghindarkan anak-anak mereka agar tidak melihat tindakan barbar demikian, orang tua muslim malah melibatkan anak-anak mereka agar melihat praktek-praktek berdarah demikian.


Tindakan demikian mengurangi rasa sensitifitas si anak akan rasa sakit, darah dan kematian orang lain, dan secara tidak langsung menyiapkan para muslim muda utk melakukan tindakan Jihad yang sangat keji terhadap sesama umat manusia.

Sebuah festival 10 hari yang disebut Ashura, juga didesain utk menyiapkan kaum Shi’ah utk jadi martir. Para pengikut festival, segala umur, mencambuk diri mereka dengan rantai dan cambuk dijalanan hingga berdarah-darah.


Penjelasan faktor-faktor lain yang mendorong muslim saleh utk membunuh demi Jihad akan dibahas dalam bab ini.

FAKTOR DEHUMANISASI KORBAN
Prinsip-prinsip hubungan antar muslim dgn non-Muslim bagi militan islam adalah vital karena dalam semua aktivitas genosida hingga saat ini, para pembunuh pertama-tama mencoba melakukan dehumanisasi (menghilangkan kesan manusiawi) korban dalam benak mereka, ini adalah hal yang perlu dan penting.

Indoktrinasi yang terdapat dalam ayat-ayat suci atau berbagai publikasi resmi dan media-media menciptakan keyakinan bahwa orang Amerika, Yahudi, Hindu dan non-muslim lain bukanlah ‘manusia’ yang sama seperti ‘manusia’ muslim, boleh dan harus dibantai tanpa kecuali.

Islam tidak menerima hukum persamaan derajad. Dalam semua bentuk pemikiran dan praktek islam, non muslim tidak bisa disamakan dengan muslim. Sebuah prinsip dasar islamisme yang menganggap bahwa umat manusia terbagi atas hirarki yang ketat.

Pada puncak hirarki ini adalah para pria muslim non budak/bebas, puncak ‘kehebatan’ manusia. Dibawahnya, dengan urutan kemanusiaan yang lebih rendah, adalah: para budak yg muslim, lalu perempuan muslim non budak, perempuan budak yg muslim, kaum pria dari ‘ahlul kitab’ (Yahudi dan Kristen), dan kaum perempuan ‘ahlul kitab’.

Terakhir, sisa lainnya dari kategori-kategori umat manusia tersebut. Yang terakhir ini harus mati, tanpa ampun, karena mereka tidak punya jiwa dan dianggap orang paling hina yg tidak ada harganya. Kelompok yang sial ini termasuk: penganut Buddha, Hindu, Atheis, Agnostik, dll.

Tapi orang Yahudi dan Kristen jangan buru-buru gembira dan merayakan hirarki mereka yang ‘lumayan’, mereka malah harus menelaah posisi mereka lebih dalam lagi.

Saya kutip dari Quran mengenai pendapat auwloh akan kaum mereka: “Makhluk paling hina, jahat dan temannya iblis”. Petunjuk yang jelas dari Muhammad kelihatannya adalah bahwa muslim tidak diijinkan berteman atau mengambil perlindungan dari orang-orang Yahudi dan Kristen, kecuali harta/pengabdian/pajak diambil dari mereka lewat penundukan, kekerasan atau ancaman.

Kristen dan Yahudi dulu dan sekarang punya tempat spesial dalam teologi islam, dan disajikan dengan sikap kebencian yang sangat dalam Quran dan juga teologi islam sekarang. Terakhirnya mereka dipandang dengan jijik oleh Muhammad, perkataan terakhir dia ketika ajal adalah sebuah kutukan bagi kelompok ini “Semoga Auwloh mengutuk orang Yahudi dan kristen…”

[98.6] Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

[5.51] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi teman-teman (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi teman, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Auwloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Banyak dari mereka yang dikenal sebagai pengikut setia dari Auwloh merasa ada jarak antara mereka dan kenalan mereka. Filosofi anti sosial ini malah bisa kita telaah lebih jauh lagi dengan membaca berbagai pengalaman banyak perempuan yang menikahi pria muslim, yang pada akhirnya dijadikan budak atau setidaknya diperlakukan kasar.

Pada sekolah-sekolah yang disponsori oleh Wahhabi di Saudi Arabia (yg katanya sekutu Amerika dalam perang melawan Teror), ada buku pelajaran kelas lima yang menyatakan demikian:

“Dilarang bagi seorang muslim utk berteman dengan orang yang tidak percaya pada Auwloh dan UtusanNya atau yang memerangi agama islam. Tuhan telah memutuskan hubungan pertemanan antara muslim dan kafir. Muslim, meski dia tinggal ditempat jauh, adalah saudara seiman, sementara kafir, meski dia itu saudara dekatmu sendiri, adalah musuh agama.”

Quran sendirilah yang membimbing muslim utk memutuskan pertemanan dan relasi serta persekutuan lainnya. Quran bahkan bertindak lebih jauh lagi.

[58.22] Kamu (O Muhammad) tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Auwloh dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Auwloh dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Auwloh telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Auwloh rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Auwloh. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Auwloh itulah golongan yang beruntung.

Ini menunjukkan bahwa bahkan saudara sekandung pun diputuskan ikatan darahnya karena Islam, kadang hal ini menyebabkan muslims ortodoks bertempur dan membunuh kerabat mereka sendiri jika mereka menolak Muhammad.

Ikatan keluarga, pengabdian dan kesanggupan utk empati membentuk tulang punggung peradaban Barat, dari mana kita mendapat kekuatan dan mengajarkan moralitas. Dalam Islam, bahkan ikatan keluarga yang alami dan normal pun harus tunduk dan patuh pada semua perintah Muhamad.

Ini menjelaskan kenapa, dalam banyak masyarakat dan keluarga muslim, anggota keluarga diharapkan mengawasi satu sama lain, mengawasi tindakan, pemikiran dan ungkapan dari anggota keluarga lain. Dalam skala yang lebih besar, masyarakat diharapkan mengawasi kelakuan keluarga-keluarga dilingkungannya.

Jadi dalam sebuah negara islam, struktur kontrol ditempatkan mulai dari tingkat paling tinggi yaitu pemerintahan hingga ke yang paling rendah, yaitu anggota keluarga. Hukuman diterapkan bagi yang gagal mendukung keseluruhan dari masing-masing hirarki, kebijakan hukuman utk keluarga, tetangga, suku, dan nasional semuanya mendukung kegiatan jihad yang berbeda-beda tergantung dari daerah dan kesukuannya, tapi kebijakan hukuman yang diterapkan sama-sama brutal.

Dibawah ini adalah pendapat muslim yang didukung oleh ayat-ayat Quran mereka:

[9.23] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu teman-temanmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman-temanmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

5.51] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi teman-teman(mu); sebahagian mereka adalah teman bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi teman, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Auwloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.

Kalau ada Muslim yg menganggap serius semua yang diminta Muhammad pada pengikutnya, petunjuk agar tidak berteman dengan non muslim akan sangat masuk akal. Semua adalah bagian dari psikologi kekerasan.

Empati dan perasaan manusia yang sudah ada dari sananya serta semua dorongan hati nurani, pertama-tama harus dienyahkan lebih dahulu sebelum seseorang bisa melakukan kekerasan atau kekejian terhadap sesamanya.

Perasaan normal seperti sayang, hormat dan percaya kepada teman akan menghalangi tindakan jihad yang mungkin diperlukan utk membunuh si teman itu. Ketika Muhammad secara khusus mengatakan pada para pengikutnya agar jangan membentuk hubungan pribadi kepada umat lain, ini berfungsi sebagai dehumanisasi semua non muslim.

Filosofi dan psikologi ini, ketika disatukan kedalam jiwa orang, menjadikannya agar berkembang menjadi seorang pejihad muslim taat yang efektif, tanpa pikiran dan tanpa perasaan (alias mesin pembunuh). Jauh lebih mudah membunuh target yang kita benci dibandingkan target yang kita sukai, hormati atau sayangi.

Hal ini sebenarnya tidaklah sejalan dengan pengakuan berulang-ulang bahwa “Auwloh maha pengampun, maha penyayang, dll’. Tapi kontradiksi ini sepertinya tidak mereka (para muslim) sadari. Tentunya dillema pribadi yang menghasilkan kontradiksi demikian akan dengan mudah dihilangkan jika telah sepenuhnya dijiwai oleh mental militan islam.

Kelihatannya istilah “maha pengampun” itu dalam benak mereka hanya berlaku bagi sesama muslim saja dan tidak ditawarkan bagi kaum kafir, kecuali mungkin mereka yang bersedia membayar ‘pajak tundukan (jizyah)’. Dari perspektif ini, para muslim mewujudkan sifat Auwloh yang sebenarnya, kejam, tanpa ampun, tiada sayang dan tanpa perasaan.

Dehumanisasi islamik thd non muslim ini menghasilkan orang-orang yang merasa tak bersalah’ membawa tabung bom di London, dlm kereta di Madrid, pesawat di Washington, bus di Yerusalem, teater di Moskow atau sekolah di Beslan.

Dan ketika video pemancungan orang sipil Amerika atau mencincang mayat mereka menimbulkan sorak sorai, kenikmatan dan perayaan didunia Arab, dimana mereka lalu mengulang-ngulang gambar-gambar tsb atas tuntutan para penontonnya.

Video keji penyembelihan Nick Berg, sambil meneriakkan ‘Auwlohu Akbar’ membuat kita jijik dan malu sebagai manusia, betapa muslim bisa tidak punya empati dan emosi normal.
<!–[endif]–>

link foto


PENGGAL KEPALA SAMBIL TERIAK AUWLOHU AKBAR, ISLAMIKAH?


Bodoh sekali jika mengharapkan reformasi dari para individu atau budaya yang bergembira dan bersorak sorai melihat gambar-gambar keji demikian.

Orang bisa mempelajari budaya dan agama utk mengerti secara abstrak tingkat kecerdasan dan psikis islam, tapi tetap saja tidak bisa sepenuhnya ‘mengerti’ kedalaman tingkat kebinatangan yang mencengkeram hati dan pikiran ‘orang barbar baru’ ini tanpa mencoba menempatkan diri kita dalam posisi mereka dan mencoba berpikir dan merasa seperti mereka, tapi upaya-upaya demikian hanya akan berakibat kehilangan kemanusiaan kita, jika tidak kehilangan kewarasan kita.

FAKTOR PENDIDIKAN DAN PENCUCIAN OTAK
Langkah pertama dalam proses apa saja dimana seorang individu menyerahkan diri sepenuhnya utk apa saja kepada sebuah doktrin dan filosofi yang menuntut pengabdian dan pemisahan dari kenyataan ada pada keefektifan sekolah islam (madrasah, pesantren dll) diseluruh dunia.

Ini adalah rahasia sukses dari berbagai kelompok garis keras islam, dimana jutaan anak-anak kecil yang miskin dan mudah terkagum-kagum dibuat sepenuhnya tidak tahu akan dunia sebenarnya dan secara umum tidak mengerti apapun kecuali tafsir islam saja. Sekolah-sekolah ini sering membuat anak-anak muda yang sempurna utk menjadi mesin Jihad.

Dengan dukungan dari pemerintah, keluarga dan tradisi budaya, sekolah demikian terus menerus melayani metoda indoktrinasi utama islam. Quran dilantunkan berulang-ulang, dihafalkan lalu dilantunkan lagi. Setelah dianggap cukup menghafal materi-materi kebencian terhadap kafir (yahudi, kristen dan penyembah berhala lain) yang dibutuhkan, mudah saja bagi mereka yg telah dicuci otaknya utk melangkah keluar sekolah, mengambil senjata dan mulai membunuhi para kafir.
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>

link foto


Kita semua tahu (karena ini kenyataan dan telah berulang kali terjadi) bahwa “pengulangan adalah guru yang terbaik”. Pengulangan dan konsistensi, benar-benar adalah guru yang paling efektif dan terbaik, dimana para santri menerima dosis berat mereka bersamaan dengan sholat wajib lima waktu.

Bagi muslim, sholat adalah hubungan pribadi dimana pertanyaan-pertanyaan diajukan dan jawaban mereka harapkan. Tuhannya islam tidaklah bisa dijangkau dan tidak dikenal, dan pastinya diatas segala hal yang berhubungan dengan berbagai kebutuhan manusia. Semua instruksi dan jawaban sudah ada dalam Quran, perkataan dan perbuatan Muhammad, dan menjadi kewajiban para muslim utk menerima penjelasan dari ulamanya mengenai bagaimana wahyu tsb diterapkan dalam hidup keseharian mereka.

Seperti sholat lima waktu yang lebih menggambarkan sikap tunduk/pasrah bukannya permohonan pertolongan dalam level pribadi. Sikap pengabdian total, sholat yg diulang-ulang, lebih terlihat sebagai penghipnotisan utk mendorong komitmen kepada semua tujuan dan Prinsip-prinsip islam.

Lalu ada kekuatan sosio-emosional dari ‘kelompok pemikir’. Dalam semua pertemuan muslim (khotbah Jum’at, pengajian, penguburan, aksi protes atau demonstrasi, dll), sorak sorai dari massa yang mengangkat tinggi tangan yang dikepalkan sambil berteriak “Auwlohu Akbar” punya efek sosio-emosional yang sama seperti awal tahun 1900-an ketika orang-orang Jerman mengangkat tangan dan berteriak “Heil Hitler!

Individu-individu yang lemah dan tak berdaya serasa mendapat hentakan tenaga, merasa diterima dalam sebuah golongan dan dihormati dalam sebuah kelompok, semua itu mereka terima dengan cara mengabdikan diri pada kelompok, dg demikian mereka memakai jubah kelompok utk menutupi kelemahan dan ketidak berdayaan mereka, jubah tsb membuat pemakainya merasakan kekuatan yang datang berikut rasa ‘mabuk’ kehebatan dan ‘mabuk’ mandat ilahi utk berperang.

FAKTOR MENGATASI EMPATI
Manusia lahir dengan mekanisme internal yang berfungsi baik utk masing-masing individu maupun utk spesiesnya. Beberapa mekanisme itu ada yang berupa emosional, termasuk kecenderungan alami utk berempati kepada sesamanya. Empati adalah kemampuan utk melihat dan merasakan hal-hal dari sudut pandang orang lain. Empati memainkan peran penting dalam membujuk individu utk melakukan aktivitas mereka agar tidak melukai atau mencederai orang lain.

Seseorang yang belum kehilangan kemampuan utk berempati dan belas-kasih ‘merasa’ ada sebagian kemarahan dan luka yang dialami sang korban didalam dirinya. Seseorang akan begitu merasakan respon yang dirasakan orang lain dengan membantu orang tersebut bebas dari rasa menyakitkan tsb, dan dengan melakukan hal demikian, otomatis dia juga membebaskan dirinya dari empati rasa sakit yang sama.

Perasaan Empati sangat alami pada anak-anak, dengan berkembangnya kemampuan pengenalan diri dan lingkungan dan dipertajam lagi ketika anak-anak lahir dan insting orang tua menjadi makin aktif. Seseorang yang kehilangan rasa empati tidak merasakan apapun ketika melihat atau mendengar sesamanya dalam kesakitan, dan mereka yang malah merasa nikmat ketika melihat atau/dan mendengar penderitaan orang lain, empatinya telah rusak lebih parah lagi, dan bisa dibilang mempunyai penyakit emosi/mental.

Narsisisme adalah salah satu penyakit mental dimana dicirikan oleh kurangnya rasa empati dan penipuan diri, ini adalah penyakit yang kebanyakan diderita oleh para orang lalim dalam sejarah dunia.

FAKTOR MENUTUP HATI NURANI
Perasaan internal alami lain juga diprogram kedalam jiwa manusia, termasuk keinginan utk kebebasan dan nurani. Nurani didefinisikan sebagai perasaan moral internal yang membuat kita mampu membedakan benar dan salah, dan yang menunjukkan jalan utk tingkah laku moral kita. Ini adalah ‘gut-feeling’ akan benar dan salah, yang ditunjukkan hati kita ketika kita bertindak sehari-hari oleh impulse yang mengendalikan kita.

Empati secara normal juga menjadi bagian dari kompas jiwa kita ini, tapi nurani secara pengertian dan spiritual lebih penting dari sekedar empati biasa. Semua kode-kode ini tertanam dalam pikiran dan hati kita dan membimbing kita sbg individual dan sbg spesies, karena tanpa menempatkan tingkah laku kedalam standar umum baik dan benar, evolusi sosial tidaklah akan mungkin terjadi.

Ini alasan kenapa masyarakat primitif pun selalu mempunyai perkataan (kosa-kata) yang membedakan mana yang baik dan mana yang jelek. Meski tidak setiap komunitas masyarakat mempraktekan standar universal yang sama, tapi telah dikenal dengan baik bahwa hampir semua komunitas selalu punya kode-kode moral & etika utk mengenal mana hal baik dan mana hal jahat.

Kode-kode itu, contohnya, menghormati orang lain dan harta miliknya, kesetiaan atau ketaatan satu sama lain, berbicara jujur, memegang janji, menghormati hubungan kekerabatan, menolong yang miskin, lemah dan cacat. Kode-Kode ini muncul sebagai jawaban akan hati nurani kita dan secara umum dianggap sebagai tanda dari moral yang baik.

Karena masing-masing kita mengharapkan keamanan diri dan harta, bebas beribadah, pengadilan yang adil, sistem hukum yg fair & tdk diskriminatif, kebebasan berpendapat dan bicara, kebebasan berekspresi, dll, semua fakta-fakta ini, seiring waktu, muncul menjadi apa yang disebut Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka yang melanggar HAM ini oleh negara-negara berkembang/maju dianggap sebagai musuh umat manusia.

FAKTOR SUPERIORITAS ISLAMIK
Bagi seseorang yang membuang atau mengabaikan standar-standar alami diri mereka, yang membimbing tingkah laku mereka terhadap sesama, sebuah kekuatan atau faktor tertentu pastilah telah tertanam dalam benak mereka hingga menghancurkan perasaan yang secara alami telah ada dalam diri manusia.

Terdapat banyak cara utk mencapai itu, baik secara individu maupun masyarakat, dan berbagai metodologi terus dikembangkan dan diterapkan dengan hasil-hasil yang terukur dan bisa diperkirakan sebelumnya, seperti yang telah terjadi dalam kasus-kasus pada setiap aliran politik, maupun sekte agama, yang bertingkah laku buruk sekali terhadap mereka yang tidak menjadi anggota mereka, atau terhadap mereka yang dianggap hina oleh mereka.

Islam Fundamental mengajarkan superioritas muslim atas non muslim, segregasi sosial, kebencian terhadap kafir, dan pemusnahan mereka yang menentang lewat penundukan dan dominasi, kematian dan penghancuran. Kita lagi-lagi harus berpaling melihat Quran utk melihat pembenaran yang dilakukan muslim atas tindakan-tindakannya:

- Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memasuki mesjid-mesjid Auwloh, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. (9.17)
- Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini (9.2#)
- Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu (9.123)
- Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Auwloh dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Auwloh dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Auwloh), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (9.29)
- Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (2.90)
- Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia (3.110)

Muslim yang secara alami percaya pada semua ayat-ayat Quran, ditanamkan dalam benak dan jiwanya sejak kecil, yang lalu melesat keluar dalam penampilan dan tingkah laku sosialnya, dan mengubah dia menjadi seorang sektarian berpikiran sempit.

Pendekatan psikologi ini adalah sumber dari semua fundamentalisme. Cuma mitos saja jika ada yang mengatakan bahwa Islam mnyarankan hubungan baik dengan “People of the Book” (Ahli Kitab, atau Yahudi & kristen).

Jika ini saja belum cukup, kita bisa mengacu pada hal-hal yang dikatakan sang nabi. Hadis Sahih Muslim, bab 71, jelas menyatakan bahwa Islam adalah agama utk semua manusia dan menggantikan semua agama-agama lain. Artinya bahwa Muslim lebih hebat dari non muslim dan punya hak sejak awal utk mendominasi mereka. Ini sebabnya kenapa Islam menyebut dirinya Din-e-Ghalib, agama dominan.

Jelas, orang-orang yg percaya pada agama –yg diklaim sbg– yg terbaik itu lebih superior dari orang lain, dan muslim fundamentalis harus sepenuhnya mengasimilasi perasaan superioritas ini sebelum mereka bisa bertingkah laku tanpa nurani terhadap makhluk-makhluk non-muslim yang lebih rendah dari mereka.

Seperti telah disebutkan, langkah pertama bagi pembunuh sesama pertama-tama adalah dehumanisasi para korbannya dalam benak mereka. Maka langkah kedua adalah mempunyai rasa superioritas islamik, ini menjadi fondasi dari moral islam, seiring waktu menggantikan semua insting bawaan atau alami yang lebih superior.

FAKTOR BIRAHI
Sepanjang sejarah manusia, perampok, bandit dan para tentara menarik anak-anak muda kedalam kelompok mereka secara mutlak atau secara tegas mengiklankan kesempatan utk memperkosa dan menjarah, tapi islam menambahkan sebuah daya tarik baru.

Berhasil dalam jihad bukan hanya mendapatkan kehormatan, jarahan dan keistimewaan dalam hidup ini, tapi juga dalam kehidupan berikutnya. Utk mengerti kekuatan hebat yang mendorong anak-anak muda berjihad, kita harus bertanya, apa yang diharapkan mereka disurga nanti?

Para ulama biasanya malu-malu ditanya hal ini dan bahkan ada yang berpura-pura dengan mengatakan bahwa semua itu bukanlah berbentuk fisik tapi sebuah kondisi pikiran saja. Tapi dalam kenyataannya “Surga islami” adalah godaan terbesar utk ikut serta aktif dalam Jihad, khususnya para pria muda.

Alasan yang dijelaskan Quran begitu baiknya dan mendetil hingga bisa dianggap sangat efektif dipakai utk alat rekrutmen. “Wahyu atau Ayat.” Perkataan Tuhan itu ‘turun’ pada awal perjalanan kenabian Muhammad, ketika dia baru mulai mengumpulkan atau merekrut anak-anak muda ke dalam pasukannya.

Penjelasan surga diterangkan dengan lingkungan penuh kemewahan, diramaikan oleh Houri dan juga Ghilman. Houri adalah perawan-abadi yang sangat cantik dengan mata jeli dan dada montok. Ghilman adalah anak-anak lelaki yang cantik dan awet muda, seperti mutiara, berpakaian sutra dan brokade dilapisi perak (kelihatannya dimaksudkan utk memuaskan gaya hidup jaman dulu). Auwloh menjamin untuk setiap lelaki muslim dan jihadis, mendapatkan tidak kurang dari tujuh puluh dua Houris (bidadari perawan) dan banyak lagi Ghilman.

Utk memastikan orang yang beruntung ini mampu melayani perempuan sebanyak itu, Auwloh sudah memikirkan semuanya, Dia menambah kekuatan seks tiap orang itu menjadi seratus kali lipat! Hasrat birahi dan seks untuk penghuni tempat demikian menjadi dorongan yang hebat demi pembenaran moralitas islam, dan kenapa para muslim (biasanya yang depresi dan putus asa) siap mempraktekan moralitas menyimpang tersebut lewat jalan kekerasan.

Mereka yang menyerahkan psikis mereka kedalam bujukan kekerasan jihad sepenuhnya mengharapkan bisa memakan makanan surga, minum arak surga dan menikmati birahi surga tanpa batas.

Kepercayaan mereka yang kuat akan kuasa intersesi dari Muhammad (kuasanya utk memberi tempat bagi para pengikutnya di surga apapun tindakan mereka), mengilhami mereka utk mengikuti teladannya hingga menjadi pejuang jihad.

Ini merupakan tawaran yang ‘ga ada ruginya’, jika berhasil dan masih hidup bisa menikmati kesenangan birahi dengan memperkosa, kesenangan fisik dengan menjarah harta, jika gagal dan/atau mati tetap bisa menikmati kesenangan tersebut didunia berikutnya.

Jadi hasilnya apapun tetap enak pahalanya, terjamin. Auwloh menjanjikan segala macam pahala, kerakusan dan seks tak terbatas bagi pria muslim yang membunuh kafir dalam namanya. Dia janjikan jika berperang atas namaNya baik dia terbunuh atau membunuh tetap terjamin masuk ke taman surga, dimana Auwloh akan “menikahkan kita dengan Houris yang cantik dan murni”, dan menyatukan kita dengan ‘bidadari bermata jeli’ yang berjajar bertelekan dipan-dipan, siap utk diterkam.

Ditempat ‘penuh seks’ itu para pejihad dijanjikan makanan dan minuman yang enak-enak, yang dilarang didunia boleh mereka makan saat itu, dan mendapat seks juga dengan “anak-anak lelaki cantik seperti mutiara” dan “awet muda dalam umur seperti mutiara yang berserakan”. (Lihat Quran 9:111, 56:54, 56:20, 56:19, 56:24, 76:19, dan The Tidings: 30).

Lebih lengkap tentang gambaran surga versi islam yg penuh percabulan ini, klik: YUK…NGINTIP SURGA ISLAMI.


Satu-satunya kegagalan utk mendapatkan semua ‘hal’ menggairahkan tersebut (dan berakhir dineraka), adalah gagal melakukan peperangan terhadap kafir. Auwloh memperingatkan hal demikian:

“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Auwloh menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun. Auwloh Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q 9.39)

Dengan ini, lewat ketakutan, kepalsuan, kerakusan dan birahi, Islam masuk dan mengilhami hati nurani para pribadi, mewujudkannya dalam bentuk kejahatan yang mengerikan terhadap umat manusia didunia. Setelah rakyat Taif –Kota besar Arab terakhir yang menentang Islam– menyerah dibulan Feb 631M, utk menghindarkan penduduknya dari bencana yang lebih mengerikan, Muhammad dihadapkan pada tiga orang perempuan cantik; dia berikan satu kepada Ali, yang satu lagi pada Usman dan yang ketiga pada Umar. Agar menyadari arti pentingnya episode ini, kita harus ingat bahwa baik Ali maupun Usman adalah menantunya dan Umar adalah mertua anak gadis muhammad, atau besan-nya sendiri.

{Coba bayangkan; seorang bapak menghadiahi menantu laki-lakinya dan besan-nya dengan perempuan utk disetubuhi. Wahai para gadis & perempuan, coba –sekali lagi— bayangkan, bapakmu sendiri menyodorkan perempuan utk ngesex kepada suamimu dan bapak mertuamu. Hebat nggak bapakmu? Hehehee…

Emangnya Tuhan sdh gak punya stok orang baik-baik di dunia ini, sehingga bajingan seperti muhammad dijadikan sebagai nabiNya? Please pakai akal sehat dan hati nuranimu… keduanya itu karunia Tuhan yg harus dipakai, jng disimpan di bawah kolong tempat tidurmu! Ayo bangkit, sadarlah!!!… –adm}.

Muhammad secara terus menerus menjanjikan pada para pengikutnya yang mau berperang baginya bahwa jika mereka mati akan diberi pahala masuk ke dalam sebuah taman surga yang penuh dengan “perawan-perawan abadi,” masing-masing lelaki dpt jatah 72 perawan. (Surat 44.51-56; 52.17-29; 55.46-78). Mohon maaf, bagi para jihadis perempuan, anda akan tinggal gigit jari saja karena tak ada jatah ngesex bagi kalian. Maaf, anda kurang beruntung! (Sdh takdir muslimah; nggak di dunia – nggak di akhirat, teuteup merana… :D )



Semakin banyak pejuang yang kalah dalam peperangan semakin mendetil cerita surga yang dia katakan. Tipuan surga hebatnya berhasil, dan lebih hebat lagi sampai sekarang juga masih sukses menipu orang, meski ketidak-mungkinan menikmati seks fisik tanpa tubuh fisik.

Tapi mungkinkah Tuhan Pencipta Alam Semesta tega melakukan itu, mau menghadiahi kenikmatan surgawi bagi orang yang membunuh sesamanya, atau mereka (jihadis) itu hanya akan ditertawakan saja ketika rohnya sampai di surga sana? Anda pikir saja sendiri.

FAKTOR MEMBENCI DIRI SENDIRI
Dengan rasa superioritas yang dipupuk dengan seksama, rasa rendah diri mereka ternyata tetap tidak hilang. Seperti yang diterangkan dalam politik dan Ekonomi Islami, mustahil negara-negara islam mampu berkompetisi dengan kebebasan politik dan ekonomi dunia lain.

Semua usaha utk ‘mengejar’ ketertinggalan, dengan masih tetap berada didalam konteks islamik akan terus gagal. Tapi dengan segala kebencian membabi-buta mereka terhadap Barat, kebanyakan muslim sebenarnya telah ‘di-Barat-kan’ sampai tahap tertentu, ini berujung pada kebencian akan diri mereka sendiri sampai tahap tertentu pula.

Pakaian & style Barat lebih suka mereka pakai, bahkan ketika mereka berkonvoi, berpawai, berdemo sambil meneriakkan “Death to America”, dan orang-orang yang sama pula bisa kita temukan sedang berbaris di berbagai kedutaan negara-negara Barat, mencari kehidupan yang lebih baik didunia Barat. Bahkan pakaian Osama juga setengah Barat dan persenjataan serta perlengkapan dia malah sepenuhnya ciptaan Barat.

Orang-orang islam sebenarnya secara total bergantung pada Barat dan demokrasi itu sendiri diartikan sebagai mengorganisir, berkomunikasi dan menyerang negara atau masyarakat dan kultur Barat itu sendiri. Jadi tiap hari ada pelecehan individu disini, tanpa jalan keluar yang praktis, dimana menimbulkan kemarahan dan kecemburuan yang diperparah dengan bualan teori-teori konspirasi yang mereka percayai.

Didalam pola pikir dan konstruksi mentalitas demikian, sebuah elemen kebencian diri tumbuh dan berkembang dalam benak para muslim. Jika digabung dengan pikiran bahwa korban-korbannya selalu pasti bersalah karena tidak percaya atau/dan menentang Muhammad, karena jika tidak maka para muslim yang rasional juga akan mengubah diri mereka menjadi para jihadis dan siap membunuh mereka yang tidak percaya itu.

FAKTOR KEPATUHAN MEMBUTA pd MUHAMMAD
Seperti yang diketahui oleh setiap orang yang mempelajari psikologi, tujuan fundamentalisme apapun adalah untuk memastikan para pengikutnya setia secara membuta. Ini dimungkinkan ketika seseorang dikondisikan utk objek tertentu atau tujuan tertentu yang diartikan sebagai awal dari tujuan utama hidup mereka. Hasilnya, tujuan itu mulai mengabaikan tujuan-tujuan sampingan lain hidup mereka; apapun yang memelihara tujuan utama itu dianggap baik dan apapun yang menghalangi tujuan utama itu dianggap buruk.

Jelasnya, orang harus berhenti berpikir utk diri mereka sendiri, khususnya dalam terma moralitas. Seperti orang-orang Marxis yang dicuci otak atas nama proletarianisme dan segala hal yang mendukungnya, para muslim juga dikondisikan terhadap Satu pribadi saja yaitu Muhammad, yang diproyeksikan sebagai penyelamat mereka, punya kuasa penuh utk menempatkan mereka dalam surga (seks dan kenikmatan).

Utk kepatuhan total, mereka bebas utk melakukan moralitas yang paling mereka sukai seperti berbohong, memperkosa, membunuh, mencuri dan menipu tanpa kehilangan hak utk masuk surga, karena telah mutlak dijamin dengan iman mereka terhadap si nabi.

Bagi mereka yang telah berada dalam kondisi demikian, pemakaian kekerasan utk memastikan majunya agenda politik dan teritorial atas non muslim lalu menjadi standar utama moralitas islam yang mana tindakan demikian sebenarnya bisa dinilai jelek. Ini juga menjelaskan sistem penjara Palestina yang disebut ‘revolving door’ sebuah konsep bagi sesama muslim yang tertangkap melakukan kejahatan terhadap orang-orang Israel.

Islam menyatakan bahwa Muhammad adalah nabi terbesar dan terakhir, dan perbuatan & metoda dia menjadi sebuah keimanan yang harus ditiru. Seorang muslim yang tidak mau memaksakan islam kepada orang lain dianggap muslim yang kurang beriman.

Hasilnya, setiap muslim mencari kesempatan utk mendemonstrasikan besarnya iman mereka dengan mengganggu non muslim, dan bahkan menyerang saudara mereka sendiri yang kelihatan menyimpang dari islam (lihat pertarungan berdarah antar sunni vs.shiah yg tiada akhir). Ayat-ayat Quran banyak yang menjelaskan bahwa Jihad adalah pertukaran proposisi yang pasti bagi para muslim (yakni surga karena membunuh kafir atau terbunuh ketika melakukan jihad itu dan tetap masuk surga).

Sesungguhnya Auwloh telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Auwloh; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (9.111)

“Ketahuilah bahwa surga ada dibawah bayang-bayang pedang.” (Sahih Bukhari 22:73)

Organisasi teroris islam adalah yang paling merusak dan paling keji karena mereka mengirim anak-anak muda mereka utk terbunuh atas nama jihad sambil sekalian merenggut nyawa orang-orang tak bersalah. Para pemimpin dan imam-imam mempromosikan kebrutalan demikian dengan sadar sebagai alat taktikal, tapi psikologis kejam yang mendasari kelakuan itu datang langsung dari doktrin Islam.

FAKTOR PEMIKIRAN KELOMPOK
Karena tidak ada hal baik bisa muncul dari pihak islam dan para pengikutnya, tanpa islam seorang muslim berada dalam bahaya kehilangan rasa kepemilikan. Dengan segala hal diluar islam dikeluarkan karena dianggap najis, para muslim akan sepenuhnya merasa ‘hilang’ jika dicerabut dari identitas dan hubungan keislaman mereka, dan jangan punya pikiran sedikitpun utk mengabaikan ‘iman’ mereka.

Bersamaan dengan ancaman api neraka, hukuman mati yang pasti juga menunggu para muslim yg berani menentang metoda dan tujuan-tujuan islam, itu sebabnya kenapa memikirkan hal demikian pun dianggap penghujatan dan menimbulkan perasaan panik bagi kebanyakan muslim. Menjadi anggota dari umat islam memberinya kekuatan, keyakinan dan rasa memiliki serta superioritas yang mana tidak akan dia dapatkan jika keluar islam. Sensasi superioritas palsu ini lalu menjadi sebuah perangkap psikologis dan emosional.

Mereka yang terperangkap didudukkan pada gambaran diri yang didukung hanya oleh perkataan dan keberanian tanpa berdasarkan kenyataan. Ketika dihadapkan pada rasa takut dan tidak aman, gambaran diri ini mengubah manusia normal menjadi manusia yang berpikiran salah dan membuat dia buruk dalam menilai sesuatu, termasuk melakukan atau mendukung kefanatikan dan bahkan sampai pembunuhan juga.

Sejarah mengajarkan kita bahwa sekelompok orang, atau kadang bahkan seluruh bangsa, bisa menderita akan delusi berbahaya ini. Orang hanya perlu berkaca kebelakang, ke abad terakhir ketika jutaan orang Jerman percaya mereka adalah ‘ras terbaik’ dan orang Jepang percaya kaisar mereka adalah ‘Tuhan’ dan Asia ditakdirkan utk jadi milik mereka.

Selama beberapa dekade, kebanyakan orang Rusia dicuci otak utk percaya bahwa komunisme adalah sistem sosial dan ekonomis yang ideal, mereka lupa akan jutaan orang yang meninggal di gulag-gulag Soviet dan kebangkrutan spiritual mereka sendiri. Sekarang, meski ada sejarah panjang kekalahan dan kelaliman, para muslim fundamentalis diseluruh dunia mengalami delusi massa yang persis sama, percaya bahwa islam ditakdirkan utk mendominasi dan memerintah seluruh dunia.

FAKTOR “SIA-SIA SAJA MELAWAN”
Ini berupa faktor sosial dan psikologis. Sebuah sistem saling ketergantungan yang menjamin kelanggengan pemerintahan islam. Faktor ini harus ada beriringan dengan struktur politis dan ekonomis yang sefaham.

Saling ketergantungan ini bertindak sebagai paksaan atas partisipasi individu dalam sebuah masyarakat yang organisasinya telah dikondisikan sedemikian. Keseluruhan struktur sosial, politis, psikologis, ekonomis dan religiusnya serta juga praktek-prakteknya mendorong upaya-upaya yang berarti utk pemaksaan keterlibatan para anggotanya, dan agar melanggengkan keberadaannya. Ini sebenarnya adalah perangkap; dilihat dari sudut manapun, kemungkinan lolos dari ketergantungannya nyaris tidak mungkin.

Bagi muslims miskin yang tidak tahu jalan lain, kelihatannya satu-satunya jalan keluarnya adalah lewat pedang. Pikirkan saja hal-hal berikut ini:

- Kebencian diajarkan dari lahir, dan muslim diwajibkan menyebarkan islam.
- Anda hidup dalam ketakutan karena kemungkinan ada orang yang berkomplot menuduhmu sebagai ‘muslim yang palsu’
- Anda harus mendukung dan mendanai para ulama dan tujuan-tujuannya, karena tidak melakukan itu berarti keluarga anda akan dikucilkan, jika tidak dibunuh.
- Anda tidak bisa keluar dari organisasi dan gabung dengan organisasi agama lain; pengkhianatan demikian harus dihukum mati.
- Segala tindakan atau ucapan yang menentang dicap sebagai penghinaan bagi muslim, atau penghujatan dengan hukuman yang mengerikan
- Rasa takut merusak iman, tanpa iman tidak ada hal permanen yang bisa dimulai atau dibangun dan tiap orang dijamin hidup sengsara dalam kondisi takut dan miskin.
- Tidak bisa mengritik “agama terbaik”, oleh karena itu kondisi sengsara anda harus mencari kambing hitam, kambing hitamnya adalah orang kafir.
- Satu-satunya jalan utk aman adalah mengambil keuntungan dinegara-negara islam, mendukung dan berpartisipasi dalam proses-proses islam yang metode-metodenya sering keji.
- Membunuh kafir (atau muslim jelek) atau terbunuh dalam proses tsb menjadi tawaran satu-satunya yang menjamin surga dan jalan keluar dari kesengsaraan anda.

Kesimpulannya, para muslim menderita rasa superioritas buta, meski mereka rendah kapasitas secara teknis dan intelektualitas. Ini berujung pada kebencian diri & frustrasi setelah mengetahui kondisi mereka sebenarnya. Tidak ada jalan untuk keluar dari rasa malu yang tak berkesudahan, digabung dengan janji-janji kekayaan, seksual dan kehormatan, baik dihidup yang sekarang maupun nanti setelah mati.

Jadi dengan menyerah pada tujuan-tujuan islam, para muslim menempatkan diri mereka terhimpit diantara batu dan dinding keras. Dalam kenyataannya mereka sebenarnya bisa keluar dari keputusasaan tsb, hanya mereka belum tahu. Mereka dicengkeram oleh opsi terbatas dari kombinasi ketakutan dan kebodohan.

Apakah benar Tuhan Yang Maha Esa, pencipta Jagat raya ini menciptakan sebuah tatanan sosial yang menghilangkan pilihan-pilihan pribadi dan memupuk hasrat membunuh sesama manusia? Mengabadikan kesengsaraan dan keputusasaan? Apakah agama yang mengklaim dirinya sendiri sbg agama Terakhir, Terbaik dan Terbesar ini benar? Jika bukan Tuhan, lalu siapa yang menciptakan masyarakat sosial yang demikian ‘sempurna’ dalam hal merusak ini? Masyarakat dimana anda harus membunuh atau terbunuh utk bisa selamat Dunia Akhirat?

Sadarlah saudaraku muslim. Jangan benamkan kepalamu di dalam pasir dan memperkosa hati nuranimu sendiri. Tak usah takut dng ancaman neraka palsu yg dikatakan si manusia cabul muhammad. God is love, Hate is evil. Tinggalkan kepalsuan islam sekarang juga!!!

PERTENTANGAN ANTARA
ABAD PERTENGAHAN
DENGAN ABAD KE 21


A Clash Between
the Middle Ages
and the 21st Century


Psikolog Arab – AS, Wafa Sultan, memang benar-benar perempuan pemberani. Sambil dgn gigih menentang sang imam berjenggot dlm siaran TV Al-Jazeera (Tuesday, February 28, 2006), Wafa menjejalinya dengan fakta-fakta yang tak terbantahkan.

Wafa Sultan:
Bentrokan yg kita saksikan diseluruh dunia ini bukan bentrokan antar agama atau budaya. Melainkan bentrokan antara dua kubu bertentangan, antara dua era. Ini sebuah bentrokan antara mentalitas milik abad pertengahan dan satu lagi, mentalitas abad ke 21. Ini sebuah bentrokan antara peradaban dan keterbelakangan, antara yang beradab dan yang primitif, antara kebiadaban dan rasionalitas. Ini bentrokan antara kebebasan dan opresi, antara demokrasi dan diktator. Ini bentrokan antara HAM dan pelanggaran HAM. Ini bentrokan antara mereka yg memperlakukan perempuan spt hewan dan mereka yg memperlakukan perempuan sbg manusia. Jadi yg kita saksikan sekarang bukanlah bentrokan peradaban. Peradaban bukannya saling bentrok, tetapi saling bersaing.

PERTANYAAN:
Jadi maksud anda apa yg terjadi sekarang ini adalah bentrokan budaya antara Barat dan keterbelakangan dan kepicikan Muslim?

Wafa Sultan: Ya, itu maksud saya.

PERTANYAAN: Siapa yg memulai dgn konsep bentrokan peradaban? Samuel Huntington? Jelas bukan Bin Laden. Boleh kami bahas ini?

Wafa Sultan:
Pihak Muslim-lah yg pertama-tama menggunakan ekspresi ini. Muslim-lah yg mulai dgn bentrokan peradaban ini. Nabi Islam mengatakan: “Saya diperintahkan utk memerangi mereka sampai mereka percaya Allah dan rasulNya.” Ketika Muslim membagi dunia antara Muslim dan non-Muslim, dan menyatakan perang kpd non-Muslim sampai mereka tunduk pada Allah, merekalah yg memulai bentrokan ini, mereka yg memulai perang ini. Utk memulai perang ini, mereka mendapatkan dasar hukumnya dari kitab Islam yg penuh dgn seruan kebencian bagi kafir dan penaklukan kafir.

Lawan bicara saya ini mengatakan ia tidak pernah menghina kepercayaan orang lain. Peradaban mana di dunia ini yg memanggil non-muslim dgn kata-kata yang mereka sendiri tidak suka kalau diarahkan pada mereka? Sekali, ia memanggil non-muslim Ahl Al-Dhimma, tapi kemudian ia memanggil mereka “Ahlul Kitab,” dan lalu ia membandingkan mereka dgn monyet dan babi, atau ia memanggil Kristen “mereka yg tidak diperkenankan Allah (Lihat Surat Al Fatiha).”

Siapa bilang mereka “Ahlul Kitab”? Mereka bukan Ahlul Kitab, mereka orang BANYAK KITAB. Semua buku-buku sains berguna sekarang ini adalah milik mereka, buah hasil pemikiran bebas dan kreatif mereka.


Hak apa anda menyebut mereka sebagai “yg tidak diperkenankan Allah,” ataupun “mereka yg keluar jalur,” dan lalu datang kesini dan mengatakan bahwa agamamu melarangmu menghina kepercayaan orang lain?

Saya bukan Kristen, bukan Muslim, bukan Yahudi. Saya manusia sekuler. Tetapi saya menghormati hak orang utk mempercayainya.

Dr. Ibrahim Al-Khouli: Anda penghina agama (heretic)?

Wafa Sultan: Anda boleh bilang apa saja terserah. Saya katakan saya manusia sekuler yg tidak percayai hal-hal supernatural…

Dr. Ibrahim Al-Khouli: Kalau anda penghina agama, tidak ada gunanya menantang anda karena anda telah menghina Islam, Rasul dan Quran…

Wafa Sultan: Apa yg saya percaya bukan urusan anda.

Wafa Sultan: Saudara, silahkan anda percaya pada batu, selama anda tidak melemparkan batu itu pada saya. Anda bebas percaya apa saja, asal anda tidak mengurusi kepercayaan orang lain. Urusan apa anda kalau orang mau percaya bahwa sang Messiah adalah Tuhan, putera Mariam, atau bahwa Setan adalah Tuhan, putera Mariam… Biarlah orang percaya apa yg mereka mau percaya. Mengapa anda harus sewot?

Wafa Sultan: Bangsa Yahudi mengalami tragedi Holocaust dan dunia menghormati mereka lewat sumbangan pengetahuan mereka, bukan lewat teror; lewat kerja keras mereka, bukan karena mereka menjerit-jerit dan berteriak-teriak (sebagaimana para muslim). Dunia patut berterima kasih pada Yahudi atas penemuan dan kemajuan sains yg mereka capai pada abad ke 19 dan 20 ini.

15 juta orang, tersebar diseluruh dunia, bersatu dan memenangkan hak mereka lewat banting tulang dan memeras otak mereka. KITA BELUM PERNAH MELIHAT SATU ORANG YAHUDI PUN MELEDAKKAN DIRI DI SEBUAH RESTORAN JERMAN (NAZI). KITA BELUM PERNAH MELIHAT SATU ORANG YAHUDI PUN MEMBAKARI GEREJA. BELUM PERNAH ADA SATUPUN YAHUDI YG MEMPROTES DGN CARA MEMBUNUHI ORANG LAIN YANG TIDAK BERSALAH.

Nah, setelah Muslim menghancur-leburkan 3 patung besar Buddha (di Afghanistan, -adm), BELUM PERNAH KITA MELIHAT SATU ORANG BUDHISPUN MENGHANCURKAN MESJID, MEMBUNUHI MUSLIM ATAU MEMBAKARI KEDUTAAN NEGARA MUSLIM. Hanya Muslim yg membela agama mereka dgn cara bakar gereja, bakar kedubes, suicide bombers, bunuh orang lain.

Ini tidak akan membuahkan hasil. Muslim harus bertanya pada diri mereka sendiri APA SUMBANGAN MEREKA BAGI KEHIDUPAN UMAT MANUSIA, sebelum mereka berani menuntut dunia agar menghormati mereka.

Quote hari ini:
SILAHKAN ANDA PERCAYA PADA BATU,
ASAL BATU ITU TIDAK
DILEMPARKAN PADA SAYA !!!

Sumber:
http://www.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=17817&start=0

Aisha melaporkan bahwa bahwa ada satu lembaran yang berisi dua ayat, termasuk ayat-ayat rajam, ditulis dalam lembaran yang disimpan dibawah tempat tidurnya. Namun pada waktu pemakaman muhammad, seekor binatang memakannya hingga musnah.

Binatang itu disebutkan dalam bahasa Arab “dajin”, yg menurut Ibrahim bin Ishaq al Harbis menyebutkan “shal” yang berarti –sejenis— kambing atau domba (ada pakar lain yg menyebut dajin sbg semacam unggas).


Tapi, apapun jenis binatang yg memakan (menghilangkan) lembaran mushaf ayat quran tersebut, pokok persoalannya adalah bahwa ayat-ayat quran yang berada di tangan kita hari ini ternyata tidaklah seutuh atau selengkap yang selama ini diyakini oleh kalangan muslims awam yang kebanyakan tak tahu detail sejarah kanonisasi quran mereka sendiri.


Sumber :

Ibrahim b. Ishaq al Harbis, Gharib al hadith menyebutkan “shal” yang berarti domba.

Zamakshari, al Kashaf, vol.3 p.518, footnote.

Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p.108.

Al Fadl b. Shadahn, al Idah, p.211.

Abd al Jalil al Qazwini, p.133.


Peristiwa hilangnya ayat-ayat Al-Qur’an akibat dimakan binatang sungguh menggelikan, menyedihkan dan membuktikan bahwa Allah-nya islam adalah pembohong kelas kakap karena tidak bisa memenuhi apa yang dia janjikan sendiri dalam ayat berikut:


QS 15:9, Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. [793].

Peristiwa Terjadi Saat Rumah Sedang Sibuk

Dengan Pemakaman Nabi SAW.

Sumber:

Ahmad b. Hanbal, vol.4 p.269.

Ibn Maja, Sunan, vol.1 p.626.

Ibn Qutayba, Tawil, p.310.

Shafi’i, Kitab al Umm, vol.5 p.23, vol.7 p.208.


Menurut laporan dari Ibn Maja menceritakan bahwa Aisyah berkata: ayat al-Radha’ah sebanyak 10 kali telah diturunkan oleh Allah SWT dan ditulis dalam MUSHAF di bawah katilku, tetapi manakala wafat Rasulullah dan kami sibuk dengan pemakamannya maka ayat-ayat tersebut HILANG.

Satu contoh adalah laporan dari Suyuthi dalam Al-Itqan sbb:
Aisyah menyatakan Surah al-Ahzab 33:56 pada masa Nabi adalah LEBIH PANJANG yaitu dibaca “Wa’ala al-Ladhina Yusaluna al-Sufuf al-Uwal” selepas “Innalla ha wa Mala’ikatahu Yusalluna ‘Ala al-Nabi..” Aisyah berkata,”Yaitu sebelum USMAN MENGUBAH mushaf-mushaf. ”

Aisha dilaporkan menyatakan bahwa saat nabi SAW hidup, sura 33 (al-Ahzab) adalah 3 kali lebih panjang daripada yang ada dalam mushaf Usman.

Sumber:

Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol.4 p.434.

Suyuti, al Durre Manthur, vol.5 p.180.

Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol.1 p.226.


Kutipan dari Suyuthi:
Aisyah berkata, “Surah al-Ahzab dibaca pada zaman Rasulullah SAW SEBANYAK 200 AYAT, tetapi pada masa Usman menulis mushaf surah tersebut TINGGAL 173 AYAT SAJA.”


Lalu kemanakah 27 ayat dari surah al-Ahzab yg raib itu? Mengapa Usman hanya memuat 173 ayat dari 200 ayat yang seharusnya tercantum di dlm surah al-Ahzab? Apakah Usman sengaja ataukah tak sengaja tidak memuat keseluruhan 200 ayat tersebut? Mengapa auwloh tidak melindungi ayat-ayatnya sebagaimana yg ia janjikan di dlm QS 15:9…?!


Lagi-lagi esensi persoalannya adalah, bahwa quran yg ada di tangan kita hari ini telah jauh berubah dari aslinya. Campur tangan kepentingan manusia terbukti dominan dalam proses perjalanan sejarah quran.


So…., apakah kamu masih percaya kalo quran itu steril dari campur tangan manusia?


Bahkan –konyolnya- bukan cuma manusia, tapi kambing pun terbukti bisa merusak konfigurasi quran! Astagfirullah..


Aku tahu kau bakal jawab seperti apa..

(1) Aku mengambil hadis palsu,

(2) Aku mengambil hadis lemah,

(3) Bila bukan keduanya, maka pasti aku salah tafsir, atau menafsirkan di luar konteks,

(4) Bila bukan ketiganya, maka pasti aku sedang menebar fitnah…


Please deh…

Seperti pepatah mengatakan

Coca-cola jatuh dari langit;

The Gods Must Be Crazy.

Quran turun dari langit;

Your God must Be Crazy!”

ISLAM THIS

and

ISLAM THAT

By Raja Petra Kamarudin
(Muslim Malaysia)


Siapa Raja Petra Kamarudin?

Klik disini.

06 Mar 2007. Wah, di Malaysia ada yg ngamuk lagi nih! “Malaysia ingin agar Islam tidak di-stereotip-kan dgn terorisme,” jerit surat kabar Bernama hari ini.

Malaysia menuntut agar negara dan media Barat berhenti mengasosiasikan Islam dgn terorisme! Sekarang juga, detik ini juga! Ini penting demi menghentikan persepsi jelek dunia terhdp mayoritas Muslim yg tidak pernah mendukung terorisme, begitu teriak Menlu Malaysia, Datuk Seri Syed Hamid Albar. Katanya, istilah-istilah spt ‘Terorisme Islam‘ atau ‘Islam Ekstrimis‘ dan ‘mendirikan kalifat Islam’ SUNGGUH MELUKAI HATI MUSLIM yg cinta damai.

(aduuuuhhh kacian yah, Muslim… Hitler aja bisa NANGIS mendengar ini!!)

“Istilah ‘Jihadi Islam’ yg dlm Islam sebenarnya mengandung arti yg luar biasa dan amat sangat positif, DISALAHGUNAKAN dan DISALAHTAFSIRKAaaaaaaN,” tegas Syed Hamid berkali-kali pada konferensi pers hari pertama Konferensi Ministerial Sub-Regional ttg Upaya Melawan Terorisme di Jakarta kemarin.

“Men-stereotip-kan Muslim, khususnya Muslim Timur Tengah, membuat mereka merasa dihukum secara kolektif, padahal mereka cuma mempraktekkan ajaran Islam TULEN yg tidak pernah sekalipun mendorong terorisme,” demikian Syed Hamid.

(Iya deh percaya! Apalagi menyebarkan kebencian terhdp YAHUDI, Kristen… Ooohhhh tidak pernaaahhh!!!)

Dilaporkan juga bahwa sebuah Pengadilan Islam Internasional yg memfokus pada ‘Islamic Human rights’ alias Hak Azasi Manusia (HAM) Islam sebentar lagi menjadi sebuah realitas.

Kata kepala kehakiman IRAN, Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroud, sebuah sekretariat utk mempelajari realisasi Pengadilan Islam tsb sudah dibentuk di Iran dan bahkan sudah diadakan diskusi dgn SAUDI ttg proposal tsb, lapor sebuah urat kabar.

“Saya yakin bahwa OKI juga akan setuju dgn ide tsb,” kata sang Ayatollah setelah delegasi 50 orangnya itu bertemu dgn Hakim Agung Malaysia, Tun Ahmad Fairuz Sheikh Abdul Halim di Istana Kehakiman di Putrajaya kemarin. Ayatollah Mahmoud menambahkan bahwa pengadilan macam itu bisa juga digunakan utk mengatasi perselisihan antara dunia Islam dan dunia Barat.

BETOEL toean! Men-stereotipkan orang memang tidak baik. SEMUA bentuk pen-stereotip-an adalah tidak baik. Bukan hanya Muslim, tapi men-stereotipkan orang Cina sbg penghindar pajak atau pedagang licik atau sbg anggota mafia triad juga tidak baik. Menstereotipkan orang India sbg doyan nyanyi begitu melihat pohon juga tidak baik.

[ali5196: Menstereotipkan YAHUDI dan KRISTEN sbg BABI... JUGA TIDAK BAIK. Menstereotipkan YAHUDI sbg bangsa yg patut dimusnahkan apalagi! Lihat kegiatan favorit seorang pemuka Iran dibawah ini:]


TAPI, salah siapa sih kalau non-Muslim atau Barat atau siapa kek mengasosiasikan Islam dgn terorisme? Memang Hitler bukan Muslim. Mussolini bukan Muslim. Stalin bukan Muslim. Mao bukan Muslim. Castro bukan Muslim. Marcos bukan Muslim. Dan banyak lagi tokoh-tokoh pembunuh masal sampai ratusan juta orang bukan Muslim.

TAPI,,, tidak seorangpun dari mereka membunuh atas nama tuhan mereka, nabi mereka atau agama mereka!

Hitler tidak pernah mengaku sedang berjihad dlm nama Yesus, melakukan kewajiban yg diperintahkan Tuhannya ataupun Injilnya ataupun membela agama Kristen, atau memusnahkan musuh-musuh agama Kristen. Ia hanya membunuh dan membantai tanpa sekalipun berteriak-teriak nama tuhannya atau Yesus, atau ibunya atau pamannya Yesus. Jadi jelas, yg salah adalah Hitler dan bukan Kristen atau Injil atau Yesus.

NAH, lain lagi dgn Islam. Setiap kali Muslim membunuh, mereka mengutip Quran sambil mengatakan bahwa mereka berjuang di jalan auwloh demi memushankan musuh-musuh Islam dan mereka – sumpah mati – hanya melakukan apa yg diperintahkan tuhan mereka. Jadi jangan heran kalau orang kemudian mengasosiasikan atau men-stereotipkan Islam dgn TERORISME.


JANGAN STEREOPTIKAN ISLAM DGN TERORISME !


JANGAN STEREOPTIKAN ISLAM DGN TERORISME !

JANGAN STEREOPTIKAN ISLAM DGN TERORISME !

JANGAN STEREOPTIKAN ISLAM DGN TERORISME !

JANGAN STEREOPTIKAN ISLAM DGN TERORISME !


JADI, siapa yg perlu kita salahkan? Mereka yg menstereotipkan Islam sbg agama teroris atau mereka yg menggunakan nama Islam utk menghalalkan kejahatan mereka?

Kalau saya memperkosa seorang perempuan, maka saya memang perlu disalahkan. Ini tidak ada hubungannya dgn Islam. TAPI jika saya perkosa seorang perempuan karena ia non-Muslim ‘najis’ dan adalah kewajiban saya sbg Muslim utk ‘membersihkannya’ dgn cara menyodoknya dgn sperma saya shg ia hamil dan melahirkan bayi dari sperma Muslim, maka ISLAMLAH yg perlu disalahkan.

Problemanya adalah kita sering mencantolkan CAP (stigma) pada setiap tindakan kita. Jika segala tindakan kita diberi CAP Islam, maka jika tindakan kita itu jelek, maka dng sendirinya Islam ternoda.

Muslim memang hobi men-CAP kata ‘Islam’ pada segala hal: perbankan Islam, perusahaan finansial islam, asuransi Islam, saham Islam, rumah sakit Islam, universitas Islam, hukum Islam, politik Islam, pemerintahan Islami, sekolah Islam, Coca Cola Islam, Kentucky Fried Chicken Islam, makanan islam, baju islam, make up Islam, parfum Islam, WC Islam, kuburan islam, sinetron islam dsb dsb. Dan juga PERANG Islam, JIHAD Islam dsb.

WC Islam

Mobil muslimah

Condom islam

Rokok islam


JADI, siapa sih yg men-stereotipkan setiap kelakuan Muslim? Yah jelas Muslim sendiri!! Non-Muslim cuma menurut saja apa yg keluar dari moncong-moncong Muslim.

Memangnya para bankir Yahudi spt Rothschild atau Rockefeller mencap bank-bank mereka sbg bank YAHUDI, bank Zionis? Memangnya Chartered Bank, Hongkong Bank, Citibank, Deutsche Bank atau siapapun yg termasuk ke 20 bank top internasional menyebut diri sbg bank KRISTEN atawa bank Yesus?!?

Partai-partai politik Kristen juga banyak jumlahnya. Tetapi apakah partai-partai itu mendukung kelompok teroris IRA? Atau menyebut IRA sbg kelompok teroris KRISTEN?? Apakah IRA bertujuan utk mendirikan kalifah Kristen dgn Paus sbg kalif dan Injil sbg dasar Konstitusinya serta Hukum-hukum Injil sbg hukum (konstitusi) negara?

Malaysia juga punya partai Islam. Dan partai Islam Malaysia ini JELAS bertujuan utk mendirikan Negara Islam dgn Quran sbg Konstitusi dan Quran sbg hukum negara. Malah ada yg menuntut agar dikembalikannya sistim Kalifah dan mereka ini dgn terbuka mendukung kelompok-kelompok Islam teroris. Mereka bahkan mengenakan T-shirt Bin Laden dlm pesta-pesta dan pertemuan-pertemuan partai. Jadi partai-partai Kristen mendapatkan dukungan luas dari seluruh segmen populasi, bahkan dari Muslim maupun kaum sekularis, sementara partai Islam ditakuti bahkan oleh Muslim sendiri!

Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroud ingin mendirikan Pengadilan Islam Internasional yg memfokuskan pada Hak Azasi Islam. Loh… Apa sih arti Hak Azasi Islam? Bukannya Hak Azasi Manusia adalah universal, bukan Islami? Tgl 10 December 1948, Majelis Umum PBB melahirkan Deklarasi HAM Universal.

Preamble-nya menyebutkan:

1) Whereas recognition of the inherent dignity and of the equal and inalienable rights of all members of the human family is the foundation of freedom, justice and peace in the world,

2) Whereas disregard and contempt for human rights have resulted in barbarous acts which have outraged the conscience of mankind, and the advent of a world in which human beings shall enjoy freedom of speech and belief and freedom from fear and want has been proclaimed as the highest aspiration of the common people,

3) Whereas it is essential, if man is not to be compelled to have recourse, as a last resort, to rebellion against tyranny and oppression, that human rights should be protected by the rule of law,

4) Whereas it is essential to promote the development of friendly relations between nations,

5) Whereas the peoples of the United Nations have in the Charter reaffirmed their faith in fundamental human rights, in the dignity and worth of the human person and in the equal rights of men and women and have determined to promote social progress and better standards of life in larger freedom,

6) Whereas Member States have pledged themselves to achieve, in co-operation with the United Nations, the promotion of universal respect for and observance of human rights and fundamental freedoms,

7) Whereas a common understanding of these rights and freedoms is of the greatest importance for the full realization of this pledge …

Nah, bukannya persyaratan-persyaratan diatas itu sudah cukup Islami? Memberi harga diri, hak dan kesempatan yg sama bagi siapapun terlepas dari SARA? [JAWAB: TIDAK BUNG!! Islam tidak akan pernah mengakui kesamaan derajad antara Muslim dan non-Muslim!! Jng pura-pura lupa dng konsep Dhimmi..!]

Masihkah kita perlu sebuah Deklarasi HAM ISLAMI???

Berapa negara Islam yg sebenarnya menandatangani Deklarasi Universal PBB itu? Dan berapa dari mereka yg menandatangani, benar-benar mematuhinya? Bukannya justru para PEMBANGKANG HAK AZASI MANUSIA YG PALING NYATA ADALAH NEGARA-NEGARA ISLAM? Apakah Malaysia menandatangani Deklarasi ini? Ternyata nggak tuh! Padahal Malaysia menganggap diri sebuah negara ISLAM yg katanya, menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia.

Lucu juga bahwa Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroud dlm pengumumannya di Istana Kehakiman di Purtrajaya ingin agar Iran dan Saudi memimpin pendirian Dewan Hak Azasi Islam ini. PADAHAL Iran dan Saudi adalah PELANGGAR HAK AZASI MANUSIA TERBESAR DIDUNIA!!! Ini sama saja dgn mengundang Madonna, popstar yg rada porno dan hamil diluar nikah itu, memimpin sebuah organisasi yg melarang sex luar nikah.

Lucu juga bahwa kebanyakan negara Muslim, termasuk Malaysia, melanggar hampir semua pasal Deklarasi HAM PBB. Kami menolak menandatangani ataupun menerapkan prinsip-prinsip HAM… TAPI…. mereka kini NGOTOT ingin menyusun sebuah Deklarasi Hak Azasi Manusia Islam!

Apa sih beda Deklarasi HAM PBB yg kafir itu dgn Deklarasi HAMI? Dan apa ada yg salah dlm Deklarasi HAM sampai kita menolak menandatanganinya? Dan kalaupun kita menandatanganinya, mengapa kita melanggarnya? Benarkah Deklarasi HAM PBB kurang Islami, shg kita memerlukan sebuah deklarasi yg lebih baik dan lebih Islami?

Muslim sebaiknya berhenti men-stereotipkan diri sendiri sebelum menuntut Barat atau non-Muslim agar menghentikan pen-stereotip-an Muslim. Selama Muslim menancapkan kata Islam pada segala-galanya, termasuk Deklarasi Hak Azasi Manusia, maka selama itu juga Islam akan di-stereotipkan.

Problemanya bukan Barat atau non-Muslim. Problemanya adalah Muslim itu sendiri. Silahkan teriak-teriak menuduh kanan kiri, tapi problema pen-stereotipan Muslim sampai kiamat tidak akan hilang!

TUHAN MANA

YANG HARUS DI IKUTI?

Logika Adalah Kuncinya

Oleh Ali Sina

D

apatkah sebuah kebudayaan dibangun diatas fondasi yang lemah? Dapatkah kita mendirikan kemakmuran manusia diatas kebohongan?
Dari hari ke hari, penderitaan dunia kian bertambah. Sumber derita ini adalah perpecahan, ketidakpedulian dan ketiadaan toleransi. Kedamaian tidak akan pernah terwujud sebelum kita meninggalkan ajaran yang menganjurkan kebencian. Bagaimana kita dapat menganjurkan toleransi, apalagi persatuan, jika yang kita ikuti adalah ajaran yang menuntut untuk membenci orang lain?

Islam Tidak Mengajarkan Kasih, Islam Mengajarkan Perang Islam mengajak pengikutnya untuk berperang melawan orang yang tidak memilih Islam, membunuh dan menundukkan mereka sampai Islam menjadi satu-satunya agama di dunia. Islam bukanlah agama yang mengijinkan perbedaan pendapat, apalagi perbedaan kepercayaan. Islam menuntut kesamaan/keseragaman/uniformitas. Islam menuntut kontrol ketat atas pemikiran pengikutnya. Perbedaan apapun akan dihukum berat.

Semua bentuk kediktatoran berbahaya, tapi kediktatoran agama itulah yang paling berbahaya. Semua doktrin politik, baik paham kiri atau kanan, begitu terbukti salah, mudah ditinggalkan, tapi agama yang sesat akan bertahan terus, karena penganutnya percaya itu dari Tuhan dan karenanya: tidak mungkin salah.

Orang-orang rasional bersedia menerima agama yang tidak rasional itu dan para filosof berusaha keras untuk membuatnya jadi masuk akal dan mensahkannya sbg santapan pemikiran kaum intelektual. Tapi kebohongan tetaplah kebohongan. Kenyataan bahwa kebohongan itu diterima orang banyak tidak mengubahnya menjadi suatu kebenaran. Kalaupun seluruh dunia menolak kebenaran, dunia tetap tidak akan dapat menutupi sinarnya.

Ada agama yg yakin bahwa ular dan sapi adalah makhluk suci, ada juga yg percaya akan roh-roh halus. Semua ini tampaknya tidak masuk akal.


MUSLIM MENUDUH KRISTEN PERCAYA TRINITAS YANG MENURUT MUSLIM SANGAT MENGGELIKAN. TAPI ANEHNYA, MUSLIM TIDAK PUNYA MASALAH MEMPERCAYAI KISAH-KISAH KONYOL DLM QUR’AN TENTANG JIN, PERJALANAN MUHAMMAD KE LANGIT KE-7, ATAUPUN KISAH PEMBELAHAN BULAN. TIDAK JELAS MENGAPA SEMUA KEPERCAYAAN LAIN YANG TAK MASUK AKAL DIANGGAP SALAH, TAPI KEPERCAYAANNYA SENDIRI YANG LEBIH KONYOL DAN TIDAK MASUK AKAL DIANGGAP BETOEL!

Jika kita tidak menggunakan akal untuk membedakan mana agama yang betul, bagaimana kita bisa menentukan pilihan agama yang tepat?

Banyak sekali agama yang tak masuk akal tapi semuanya mengatakan bahwa agamanya-lah yg paling benar. Bahkan orang-orang cerdaspun bersedia menerima irasionalitas agamanya. Mereka lebih berpihak pada agamanya saat terjadi bentrok antara iman dan logika. Mereka bersikeras bahwa agama itu satu-satunya sumber Kebenaran. Inilah dasar pemikiran semua orang beragama.

Andaikata memang benar begitu, agama mana yang benar-benar betul? Mengapa semuanya berbeda satu sama lain? Bagaimana seseorang dapat yakin kalau agamanya sendiri yang benar dan agama lain salah?

Mudah saja. Melalui LOGIKA manusia bisa mencari jalan yang benar. Dan jika kita uji dengan logika, maka kita dapatkan banyak ajaran-ajaran agama yang tidak masuk akal.

Logika juga bukanlah satu-satunya jalan. INTUISI dan INSPIRASI dapat membantu kita belajar, kala logika tidak bisa lagi. Beberapa orang mengaku bahwa melalui gagasan yang muncul tiba-tiba, tahu-tahu pintu pengetahuan terbuka di depan mereka dan mereka bisa mengintip kedlm dunia mistik yg mengajarkan mereka hal-hal yang tadinya tidak pernah terpikirkan. Tapi ini sangat berbeda dengan pernyataan-pernyataan para nabi yang mengaku menerima wahyu dari Tuhan dan menuntut agar orang percaya khayalan mereka yang irasional sebagai kebenaran mutlak dan tak dapat dibantah.

Banyak ilmuwan dan penemu terkenal mengaku mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mereka secara intuitif. Meskipun begitu, LOGIKA-lah yang tetap menentukan apakah kita benar-benar mendapatkan inspirasi atau hanya angan-angan kosong belaka. Orang beragama menyingkirkan logika mereka jika logika berlawanan dengan apa yang mereka percayai sebagai firman Tuhan. Mereka berkata, “Mengapa tergantung pada logika manusia yang telah terbukti sering salah jika kita dapat percaya pada firman Tuhan yang tak pernah salah?”

Masalahnya adalah bagaimana kita tahu pesan-pesan yang kita percayai itu benar-benar dari Tuhan dan bagaimana kita bisa pasti bahwa Tuhan yang kita percayai itu adalah Tuhan yang sebenarnya? Bagaimana kita menemukan jalan yang benar? Bagaimana kita bisa yakin bahwa keyakinan kita, dan bukan ratusan keyakinan lainnya, adalah satu-satunya yang benar? Yang mana yang kita pilih?

Untuk bisa memilih dengan tepat, kita tetap harus menggunakan logika. Tapi karena kita sadar bahwa logika manusia seringkali tidak dapat diandalkan, bagaimana kita yakin bahwa kita tidak mengikuti jalan yang salah?

Manusia selalu ingin mencari kebenaran. Tidak ada seorangpun yang sengaja memilih untuk dikelabui. Tidaklah tepat untuk menduga bahwa orang secara naluriah tahu akan kebenaran tapi lebih memilih untuk berontak karena gengsi untuk menerima kebenaran itu. Meskipun sukar dipercaya, tapi begitulah pendapat orang-orang Muslim terhadap orang lain yang tidak percaya Islam. Muslim yakin bahwa orang tidak mau memeluk Islam hanya karena gengsi. Pendapat yang konyol!

Saya benar-benar tidak dapat mengerti mengapa Muslim bersikeras utk bersikap irasional, menghipnotis diri dan memelihara iman mereka yang tak masuk akal. Pada kenyataannya, manusia dimanapun telah memilih jalan yang salah dan akhirnya mereka berperang satu dengan yang lain. Mereka rela mengorbankan dirinya untuk kepercayaannya (kecuali Muslim yang memilih untuk mengorbankan nyawa orang lain dulu) karena mereka percaya telah menemukan Kebenaran.

Orang sering bertanya: “Jika mereka benar, mengapa semua orang tidak mengikuti agama yang sama?” Jawabnya adalah karena pengertian setiap manusia berbeda-beda. Setiap manusia menggunakan logika masing-masing. Karena logika manusia tidak sempurna, maka mereka sering memilih jalan yang salah, mengikuti nabi yang salah, menyembah tuhan yang salah. Jika orang lain dapat melakukan kesalahan ini, bukankah saya dan kamu bisa pula mengalami hal yang sama?

Kalau begitu, mengapa tidak kuserahkan saja kpd Tuhan dan mengikuti agamaNya? Jawabnya adalah karena dalam prakteknya, pilihan mana agama yang benar itu tidak jelas. Jika benar-benar jelas, mengapa ada begitu banyak sekte, aliran, dan agama?

PERTANYAANNYA MASIH TETAP SAMA: TUHAN MANA YANG HARUS DIIKUTI?


Saya tidak percaya nasib manusia ditentukan dari intensitas iman mereka. Setiap orang beriman pada agamanya, tapi tidak semuanya benar. Jadi apa yang harus saya lakukan? Mudah saja. Dlm upaya mencari Tuhan yang benar, sayapun tetap harus menggunakan logika. Saya harus mempertanyakan segalanya dan berhati-hati agar tidak dibimbing ke jalan yang salah. Bukankah ini keputusan penting? Jika saya ingin menyerahkan seluruh jiwa raga saya pada Tuhan, bukankah saya harus yakin dulu bahwa Dialah Tuhan yang benar? Bagaimana saya dapat melakukan hal itu jika saya tidak berani mempertanyakan dan menggunakan LOGIKA SAYA SENDIRI? Saya katakan logika SAYA karena SAYA bertanggung jawab atas hidup SAYA dan tidak dapat ikut-ikutan orang lain secara buta karena dia pun dapat saja mengikuti orang lain secara buta pula. Tetapi kala menggunakan logika untuk mengevaluasi sekte-sekte dan agama-agama untuk menemukan Tuhan yang benar, saya juga sadar bahwa tidak satupun agama masuk akal.

Mereka yang mengaku nabi berkata manusia tidak berhak menguji Tuhan. Adalah hak Tuhan untuk menguji manusia. Tapi jika kita tidak mempertanyakan pernyataan mereka ini, bagaimana kita tahu bahwa mereka bukan nabi palsu? Bagaimana kita tahu apakah mereka yang menyatakan diri nabi bukan penipu dan pembual?

Memang mengerikan kalau manusia dibiarkan untuk mengatur hidup dan menentukan pilihan sendiri. Bgmn kalau kita salah pilih? Tentu saja bisa. Tapi manusia memiliki kemampuan utk memperbaiki kesalahannya. Di lain pihak, bayangkan betapa celakanya kalau orang mengikuti secara buta aliran sesat seperti Sun M. Moon, Children of God, Temple of Sun, dll.

Jadi bagaimana? Memilih Tuhan persis seperti main Roulet Rusia. Dan karena ada ribuan kepercayaan yang masing-masing menjual jalan keselamatan, kemungkinan untuk menemukan satu yang sejati adalah kecil.

Kau lihat sekarang mengapa logika adalah kuncinya? Kau harus menguji Tuhanmu dulu dengan logika sebelum kau menyerahkan dirimu padaNya. Dan karena tiada agama atau doktrin yang menawarkan Tuhan yang dapat diuji secara logika, maka saya, ALI SINA, menolak semua agama yg Tuhannya tak dapat diuji karena bila tak dapat diuji maka itu semua hanyalah imajinasi manusia belaka dan hasil pikiran manusia.

Manusia berkembang melalui adaptasi dan ujian dan cobaan alami. Gen manusia terus berubah dan setiap perubahan melahirkan satu mutasi baru. Kebanyakan mutasi ini gugur, tapi yang berhasil hidup merupakan keunggulan alami. Hal yang sama terjadi dalam masyarakat kita. Kita membuat hukum berdasarkan kebutuhan-kebutuhan tertentu dan mengubahnya jika tidak dibutuhkan lagi. Hukum tertentu bernilai baik, yang lain dapat pula jelek. Tapi hukum-hukum itu dibuat oleh kita dan bagi kita. Hukum agama dibuat oleh orang yang hidup di jaman lampau. Mereka tidak tahu apa yang kita butuhkan di jaman kita ini. Ajaran-ajaran sosial mereka tampak sangat menekan bagi kita dan pesan-pesan mereka tidak masuk akal.

Manakah yang lebih baik? Manakah yang harus dituruti? Kecuali kau bisa membuktikan secara logis bahwa Tuhanmu adalah Tuhan yang sejati, kamu pun sebenarnya sedang mengikuti suatu aliran sesat.

Kebenaran hanya ada satu meskipun yang satu ini punya banyak sisi. Karena kapasitas mental setiap orang berbeda, latar belakang sosial dan budaya berbeda, maka kebenaran bagi satu orang tidak sesuai dgn definisi kebenaran bagi orang lain. Variasinya bukan pada Kebenaran itu sendiri, tapi pada wadah-wadahnya.

Ambil contoh cahaya matahari. Tampaknya benar-benar putih. Tapi ketika menimpa bumi, cahaya itu menjelma jadi jutaan warna-warni. Yang membedakan adalah kapasitas benda-benda yang memantulkan cahaya matahari tersebut. Jika kau mencampurkan semua warna-warni itu, maka kau akan mendapatkan warna putih lagi.

Begitu pula dengan Kebenaran yang dipercaya seluruh umat manusia di dunia dalam berbagai warna-warni. Jika kita bersatu, dan tidak memeluk satu warna saja, tidak memeluk satu bentuk agama, tapi mempertahankan warna-warni setiap kelompok masyarakat, maka cahaya Kebenaran akan bersinar dengan terang Tuhan.

Pendahuluan
Al-Qur’an menganggap Hazrat Isa sebagai tokoh yang sangat penting. Al-Qur’an mengurniainya dengan banyak gelaran-gelaran kehormatan sekali berbanding dengan mana-mana tokoh yang lalu. Hazrat Isa telah dipanggil satu ‘tanda bagi manusia’ (QS Maryam 19:21), ‘rahmat dari (Allah)’ (QS Maryam 19:21), ’saksi’ (QS An-Nisaa’ 4:159), ’salih’ (QS Ali-’Imran 3:46) dan ‘didekatkan (kepada Allah)’ (QS. Ali-’Imran 3:45). Al-Qur’an memberinya gelaran ‘Al-Masih (sebanyak 11 kali)’, ‘Ibn Maryam’, ‘Utusan Allah’, ‘Nabi’, ‘Kalimat Allah’ dan ‘Roh dari Allah’ (QS An-Nisaa’ 4:171). Dialah hanya satu-satunya nabi yang telah dilahirkan kepada seorang gadis dara dan telah mengerjakan antara mukjizat-mukjizat yang terunggul di kalangan nabi-nabi. Lebih kurang sembilan puluh ayat daripada 15 buah surah di dalam Al-Qur’an mempunyai rujukan kepada Hazrat Isa walaupun kebanyakannya adalah ringkas and hanya pada namanya sahaja dalam satu senarai nabi-nabi. Sungguhpun kehormatan-kehormatan ini dikurnia ke atasnya, Al-Qur’an menolak peranan Kristus sebagai Penyelamat dan Rabb seluruh umat manusia.

Keadaan ini adalah kerana Al-Qur’an mempunyai satu definisi kenabian yang amat seluruh yang dikenakan terhadap Hazrat Isa dan sebilangan besar tokoh-tokoh penting dalam Perjanjian Lama. Tanggapan kenabian inilah pada sebahagian besarnya sesuai sekali dengan Muhammad, dan telah dibacakan kembali ke atas peranan semua nabi-nabi penting yang lalu.

Kenabian di dalam Al-Qur’an
Nabi-nabi di dalam Al-Qur’an boleh dikelaskan sebagai Nabi dan Rasul. Seorang nabi ialah sesiapa yang diilhamkan secara terus oleh Allah. Seorang rasul ialah orang yang telah diamanahkan Allah dengan misi yang khas. Biasanya rasul juga memainkan peranan seorang nabi dan membawa bersamanya kitab wahyu Allah. Perkhabaran asas yang dikhutbahkan para rasul dan para nabi adalah sama: memberi amaran kepada manusia supaya bertaubat daripada dosa (terutamanya kemusyrikan) dan memenuhi kewajipan mereka kepada Allah. Perkhabaran ini bersesuaian dengan ajaran asas Islam mengenai penyelamatan bahawa apa yang perlu dilakukan sahaja ialah bertaubat dari dosa, beriman kepada Allah, dan mengerjakan perkara-perkara baik. Nabi/rasul memperingatkan manusia mengenai buruknya padah yang bakal menimpa sekiranya kita meninggalkan tanggungjawab kita kepada Allah. Andainya manusia bertaubat, nabi/rasul menjanjikan keberkatan dari Allah. Peranan ini amat mudah difahami dan Al-Qur’an menyarankan di dalam QS Yuunus 10:47 bahawa tiap-tiap umat telah didatangi rasul pada satu masa ketika. Orang Islam percaya bahawa semua nabi-nabi Perjanjian Lama mempunyai peranan yang sebegini. Namun tidak ada di dalam konsep kenabian ini sebarang rujukan kepada nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Al-Masih yang akan tiba. Tiada seruan juga kepada Bani Israel supaya kembali kepada perjanjian mereka bersama Allah yang berpusatkan sistem pengorbanan di dalam Bait Allah, dan tiada sebarang pelanjutan dalam wahyu mengenai rancangan Allah untuk manusia mahu pun dalam bentuk perjanjian-perjanjian lain seperti perjanjian Daud mahu pun perjanjian Baru. Tanggapan kenabian Islam pada tegasnya adalah secara linear tanpa perkembangan, yang menyeru kepada manusia supaya kembali kepada pangkal jalan agama asas yang sama.

Beberapa orang rasul dikatakan telah menerima kitab daripada Allah. Gambaran di sini ialah mereka telah menerima kitab-kitab itu dalam cara yang sama dengan cara bagaimana Muhammad dikatakan telah menerima Al-Qur’an — iaitu secara imlak daripada yang asal di syurga. Menurut Al-Qur’an, Nabi Musa (as) telah menerima kitab Taurat, Nabi Daud (as) menerima kitab Zabur dan Hazrat Isa pula menerima kitab Injil. Orang Islam diajar supaya beriman kepada semua nabi-nabi dan kitab-kitab mereka. Walau bagaimanapun, adalah menjadi kepercayaan orang Islam bahawa Al-Qur’an hanyalah satu-satunya kitab yang tidak diubahsuai dan boleh dipercayai, yang telah diturunkan untuk membetulkan kesalahan-kesalahan dan mengekalkan mana-mana ajaran-ajaran betul yang terkandung di dalam kitab-kitab sebelumnya. Hasilnya, seorang yang beragama Islam hanya mempercayai Al-Qur’an walaupun dia berkata bahawa dia mempercayai semua kitab-kitab.

Hazrat Isa
Nama Hazrat Isa di dalam Al-Qur’an ialah Isa. Asal bagaimana dia diberi nama ini masih belum selesai dan pelbagai teori telah dikemukakan. Tiga teori penting ialah ianya mungkin korupsi perkataan Syria iaitu “Yeshu”, atau satu korupsi perkataan “Esau” yang dijadikan nama perli orang Yahudi terhadap Hazrat Isa, atau ia telah digunakan untuk berirama dengan nama Nabi Musa (as) di dalam beberapa ayat-ayat Al-Qur’an. Walau bagaimanapun, untuk tujuan kita, adalah memadai bagi kita menyebut nama Yesus kepada sahabat Islam kita yang akan terus tahu siapakah yang dimaksudkan kita. Dia akan faham dan tidak tersinggung kerana dia telah akan menjangkakan perkara ini memandangkan kita beragama Kristian.

Harus kita sarankan mengenai satu perkara yang menarik di dalam Al-Qur’an mengenai Hazrat Isa. Hazrat Isa dikatakan telah menyatakan apakah peranan pelayanannya semasa di bumi dan siapakah dia di dalam Al-Qur’an. Oleh yang demikian, satu kajian ke atas peristiwa-peristiwa di mana dia telah melakukan ini akan memberikan kepada kita satu gambaran jelas mengenai Hazrat Isa yang di dalam Al-Qur’an.

Perbicaraan Hazrat Isa semasa dalam buaian
Hazrat Isa berbicara buat pertama kalinya di dalam Al-Qur’an semasa dia masih bayi lagi. Di dalam Surah Maryam 19, selepas konsepsi dan kelahirannya, Maryam telah membawanya kepada kaumnya. Akan tetapi Maryam dituduh pula sebagai melakukan sesuatu yang amat mungkar dan pada saat itulah Hazrat Isa telah mempertahankannya dengan berbicara dari buaian:

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”". (QS. Maryam 19:30-33)
Terdapat banyak istilah-istilah dan tanggapan-tanggapan penting di sini. Pertama-tama sekali, Hazrat Isa menyatakan dirinya sebagai hamba Allah. Istilah bahasa Arab yang digunakan di sini ialah ‘abd’, yang bererti dia hanyalah seorang manusia biasa dalam hubungannya dengan Allah. Penggunaan kata ini adalah penyangkalan terbuka kepasa sifat Hazrat Isa yang ilahi. Kedua, perhatikan ayat yang menyatakan bahawa dia telah menerima sebuah kitab dan dijadikan seorang nabi. Perkara ini adalah mengikut tanggapan Al-Qur’an mengenai wahyu dan kenabian seperti yang telah diperkatakan awal tadi. Kata Hazrat Isa bahawa dia telah menerima kitab, dipercayai orang Islam sebagai dalam gaya yang sama seperti Nabi Musa (as), Nabi Daud (as) dan Muhammad. Rujukan kepada solat dan zakat dianggap orang Islam sebagai merujuk kepada dua daripada lima rukun Islam penting, iaitu ibadat solat dan zakat. Dalam kata lain, Hazrat Isa telah dipanggil untuk menjadi seorang Muslim yang baik. Pernyataan terakhir yang merujuk kepada kematian dan kebangkitannya telah diambil orang Islam bukan menurut turutan, tetapi di dalam susunan terbalik. Orang Islam percaya Hazrat Isa telah diangkat ke syurga dahulu dan akan datang semula ke bumi ini untuk menyambung kehidupannya sebagai manusia biasa. Walaupun ini bukan susunannya di dalam Al-Qur’an tetapi inilah kepercayaan kaum Muslim.

Mukjizat-mukjizat Hazrat Isa
Surah Al-Maaidah menyenaraikan mukjizat-mukjizat yang dikatakan telah dilakukan Hazrat Isa di dalam Al-Qur’an:

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan:”Hai ‘Isa putera Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) diwaktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) diwaktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata:”Ini tidak lain sihir yang nyata”. (QS. Al-Maaidah 5:110)
Perhatikan bahagian yang selalu diulangi iaitu “seizin-Ku”. Kaum Muslim menyarankan bahawa kerana ungkapan ini, semua mukjizat-mukjizat yang diperlakukan Hazrat Isa adalah hanya melalui kuasa Allah dan bukan kuasanya kerana dia tidak mempunyai sebarang kuasa sebagai manusia.

Terdapat juga dua mukjizat-mukjizat yang tidak disenaraikan di sini tetapi boleh ditemui di dalam Al-Qur’an. Mukjizat-mukjizat ini ialah hal menurunkan suatu hidangan dari langit untuk pengikut-pengikutnya (QS. Al-Maaidah 5:112-115), dan kebolehan mengetahui apa yang disimpan di dalam rumah orang (QS. Ali-’Imran 3:49)

Kita harus berkata di sini bahawa perbicaraannya dalam buaian dan penghasilan seekor burung dari tanah merupakan cerita-cerita yang boleh dijumpai dalam buku-buku apocryphal Kristian yang ditulis sebelum tibanya masa Muhammad.

(Arabic Infancy Gospel)
Kita temui apa yang mengikut di dalam kitab Yusuf, imam besar, yang hidup semasa zaman Kristus. Ada yang mengatakan bahawa dialah Kayafas. Dia telah berkata bahawa Yesus telah berbicara dan memang, ketika dia berada di dalam buaian dia telah berkata kepada Maryam ibunya:…

(Bahasa asal: We find what follows in the book of Joseph the high priest, who lived in the time of Christ. Some say that he is Caiaphas. He has said that Jesus spoke, and, indeed, when He was lying in His cradle said to Mary His mother:…)
(The Infancy Gospel of Thomas)
Dan setelah dia telah membuat tanah lembut, dia membentukkan dua belas ekor burung pipit dari tanah tersebut. Dan adalah Hari Sabat ketika dia melakukan semua ini (atau menciptakan semua ini).

(Bahasa asal: Chapter II verse 2 And having made soft clay, he fashioned thereof twelve sparrows. And it was the Sabbath when he did these things (or made them).
Kedua-dua cerita-cerita ini hanyalah di antara cerita-cerita Al-Qur’an lain yang dipinjam daripada agama-agama lain.

Konsep Triniti di dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an menolak sebarang tanggapan yang membayangkan sifat Allah sebagai satu Triniti. Konsep Triniti yang dibidas di dalam Al-Qur’an seakan-akan terdiri daripada Allah, Maryam, dan Hazrat Isa. Kebanyakan orang Islam pada hari ini sedar bahawa inilah bukan yang dimaksudkan orang Kristian apabila kita menyebut mengenai Triniti yang Kudus. Tetapi mereka dengan cepatnya mendakwa bahawa sebarang bayangan ketigaan adalah salah dan akan menggunakan Al-Qur’an untuk mempertahankan hujah mereka. Hazrat Isa yang di dalam Al-Qur’an menentang Triniti dengan kuat:

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman:”Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia:”Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Ilah selain Allah”. ‘Isa menjawab:”Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya) yaitu:”Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (QS. Al-Maaidah 5:116-117)
Al-Qur’an mengukuhkan kata-kata Hazrat Isa dengan pernyataan-pernyataan yang seperti berikut:

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Ilah itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS. An-Nisaa’ 4:171)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:”Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata:”Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:”Bahwanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. Al-Maaidah 5:72-73)
Al-Qur’an tidak pernah berinteraksi secara serius dengan ajaran asas Al-Kitab dan kefahaman Kristian ortodoks mengenai konsep Triniti. Kita mendakwa ini kerana konsep Triniti itu menggambarkan apa yang telah diwahyukan Allah mengenai keesaan-Nya. Konsep Triniti itu tidak bererti mengganda-gandakan tuhan-tuhan seperti yang tampaknya dikatakan mengenai Triniti di dalam Al-Qur’an.

Penentangan terhadap kedudukan Hazrat Isa sebagai Anak Allah
Al-Qur’an mengandungi ayat-ayat yang menentang pernyataan bahawa Allah telah beranak. Kita akan membaca di dalam Al-Qur’an, “Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka hanya berkata kepadanya: “‘Jadilah’, maka jadilah ia.”(QS. Maryam 19:35). Tambahan pula di dalam QS. Yuunus 10:68 adalah tertulis, “Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata:”Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”. Di tempat lain pula kita diberitahu dengan spesifik bahawa penciptaan Hazrat Isa adalah serupa dengan Nabi Adam, kerana mereka berdua terjadi melalui firman Allah yang berbunyi “Jadilah!” (QS Ali-’Imran 3:59). Tambahan pula “Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan” (QS. Al-Ikhlaash 112:3)

Tidak kita lupakan juga tuduhan Al-Qur’an bahawa idea Tuhan beranak adalah bertentangan dengan kebesaran dan kemuliaannya. Rupa-rupanya orang Islam dan Al-Qur’an pada umumnya memandang idea anak Tuhan itu secara harfiah (jasmaniah) dalam pengertiannya. QS. Al-Jin 72:3 mencatat “dan bahwasannya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.” Dalam ulasannya mengenai ayat ini (nota #1625 dalam terjemahan dan ulasannya ke atas makna Al-Qur’an) Allahyarham Yusuf Ali memerhatikan bahawa Islam menolak adanya “ajaran anak yang dilahirkan Allah, yang membawa (kita kepada) implikasi bahawa Dia mempunyai isteri melalui siapa anak itu dilahirkan”!

Penulis Kristian iaitu Lactantius yang menulis sekitar tahun 306 selepas Masihi telah berkata, “Barangkali sesiapa yang mendengar ungkapan “Anak Allah” tidak harus memikirkan perkara yang begitu keji dan terkutuk, dan berkhayal bahawa Allah telah membiak melalui perkahwinan dan persetubuhan dengan seorang wanita,—ini hanya satu perkara yang dilakukan binatang yang bertubuh dan mana kematiannya memang pasti.”

Di sini, kita harus bertanya adakah terletak pada pemikiran pengarang Al-Qur’an perkara yang begitu terkutuk dan keji seperti ini? Sungguh malangnya kerana pemahaman pengarang Al-Qur’an yang salah ini, telah dipercayai beratus ribu kaum Muslim sebagai apa yang sebenarnya dipercayai orang Kristian.

Hazrat Isa dikatakan telah meramalkan kedatangan Muhammad
Terdapat satu ayat di dalam Al-Qur’an yang menyebabkan rakan-rakan Islam kami tercari-cari di dalam Al-Kitab untuk kemungkinan adanya sebarang nubuat mengenai kedatangan Muhammad:

Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata:”Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)….” (QS. Ash-Shaaff 61:6)
Mereka akan menghala kepada petikan-petikan di dalam kitab Yohanes 14-16 mengenai Paraclete dalam percubaan mereka membuktikan bahawa Paraclete itu ialah Muhammad, dan bukanlah Roh Kudus. Walaupun begitu, apa yang penting bagi kita di sini ialah mengenal pasti bahawa orang Islam percaya sebahagian besar pelayanan Hazrat Isa ialah menubuat mengenai kedatangan Muhammad.

Penyaliban
Hazrat Isa yang di dalam Al-Qur’an tidak mati di atas kayu salib. Surah An-Nisaa’ 4:157,158 menyatakan:

dan karena ucapan mereka:”Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisaa’ 4:157-158)
Alasan umum yang diberi ialah Allah telah meletakkan orang lain di atas kayu salib dan mengangkat Hazrat Isa ke syurga. Yudas Pengkhianatlah yang paling kerap dicadangkan sebagai orang yang telah mati di tempat Hazrat Isa. Tetapi tidak ada sebarang bukti sejarah yang diberikan untuk menyokong dakwaan ini. Perkara ini dipercayai kerana Al-Qur’an menyatakannya sebagai perkara benar.

Kepulangan Hazrat Isa ke bumi
Al-Qur’an tidak menyatakan secara eksplisit bahawa Hazrat Isa akan kembali ke bumi. Ini adalah ajaran yang telah dikembangkan di dalam tradisi-tradisi Islam (Al-Hadith). Berikut adalah dua ayat Al-Qur’an yang digunakan untuk menyokong ajaran mengenai kepulangannya:

Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (QS. An-Nisaa’ 4:159)

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (QS. 43:61)
Daripada ayat-ayat ini dan tradisi-tradisi lain, pandangan Islam mengenai kepulangan Hazrat Isa adalah begini: Setelah diangkat ke syurga untuk melepasi penyaliban, Hazrat Isa akan muncul semasa hari kiamat sebagai tanda bahawa sudah tibanya masa dunia berakhir. Dia akan turun ke bumi, dua tangannya berehat di atas sayap-sayap dua orang malaikat. Dia akan turun ke atas menara putih yang terletak di bahagian timur kota Damascus. Seterusnya, dia akan mengajak seluruh dunia termasuk juga orang Kristian dan Yahudi untuk mengislamkan diri mereka, membunuh al-Dajjal, memecahkan kayu salib, menghapuskan semua babi, mengakhirkan semua peperangan, dan menjadi seorang hakim. Dia akan berkahwin, mempunyai anak, mengerjakan ibadat haji ke kota Mekah, mati selepas 40 tahun dan dikebumikan di sisi Muhammad di kota Medina. Masanya di bumi akan menandakan tempoh kemewahan yang berlimpah-limpah dan semua agama akan berakhir kecuali agama Islam.

Perasaan orang Islam mengenai Hazrat Isa
Daripada gambaran-gambaran di atas kita dapat meneka bagaimana kaum Muslim mempunyai satu tahap penghormatan dan kekaguman kepada Hazrat Isa. Ada di kalangan mereka yang berpaling kepadanya untuk syafaatnya kerana dia tokoh yang hebat di dalam Islam. Malangnya, Al-Qur’an telah mengalihkan penghormatan mereka ini dan tidak mengakuinya sebagai satu-satunya Penyelamat dari dosa dan Rabb. Al-Qur’an telah juga menjadikan Hazrat Isa menyangkal identitinya sebagai Allah yang datang sebagai daging manusia, dan membantah pelayanannya di bumi sebagai puncak rancangan Allah.

Sepertimana gaya Al-Qur’an, orang Islam cenderung mengetepikan kepentingan bukti-bukti sejarah sebenar yang wujud mengenai Hazrat Isa. Mereka hanya percaya kepada Al-Qur’an mengenai identiti dan pelayanan Hazrat Isa tanpa mengkaji asas untuk kepercayaan mereka itu.

Tambahan pula, orang Islam mempunyai perasaan kuat tentang Al-Qur’an sebagai wahyu yang lebih superior kepada Al-Kitab. Oleh itu, mereka percaya bahawa kita sebagai orang Kristian telah menghina, mencerca and melakukan syirik dalam pernyataan-pernyataan kita tentang Hazrat Isa. Mereka berpendapat bahawa orang Kristianlah yang telah mendewa-dewakan Hazrat Isa sehingga dia dijadikan Allah. Semangat yang ditunjukkan kaum Muslim dalam membicarakan perkara-perkara ini timbulnya dari kepercayaan ikhlas bahawa kita salah dan telah melakukan syirik. Mereka tidak sedar akan kesalahan dan salah faham mereka. Mereka tidak sedar bahawa kita hanya mengambil Hazrat Isa pada kata-katanya dan juga kata-katanya pengikut-pengikutnya (Hawariyyin) seperti yang terdapat di dalam Perjanjian Baru.

Maka jadilah tanggungjawab kita memberitakan hakikat Hazrat Isa yang sebenar kepada rakan-rakan Islam kita dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Pelawaan Hazrat Isa kepada mereka dua ribu tahun dahulu dengan tangan yang terbuka di atas salib masih sah hari ini. Sudikah kita memberanikan diri dan memaklumkan rakan-rakan Islam kita?

-Muslim selalu bersikeras bahwa ayat2 penuh kekerasan dlm Quran hanya berlaku bagi insiden2 dijaman Muhamad, namun Muslim bersikeras juga bahwa Quran adalah buku suci bagi “segala jaman dan segala bangsa.” -Muslim bersikeras bahwa tindakan2 Mohamad tidak dapat dinilai dgn standar2 HAM sekarang, namun dilain pihak Muslim bersikeras bahwa Muhamad “Contoh bagi semua umat manusia” sekarang. -Muslim bersikeras bahwa Islam adalah “agama damai”, sementara pd waktu bersamaan membanggakan kemenangan2 militer Muhamad. -Muslim bersikeras bahwa “kebenaran jauh dari kesalahan-truth stands from error” dan bahwa Islam dgn sendirinya dan dgn sangat jelas nampak sbg “satu2nya agama yg benar”, sambil menindas semua kritik dan diskusi ttg Islam. -Muslim bersikeras bahwa UU di Arab Saudi dan adalah total TIDAK Islam, tapi memaksakannya agar diberlakukan di Barat, India dan masy2 kafir lainnya. -Ini dia nih ! Muslim sangat amat bersikeras bahwa wanita mencapai kebebasan TULEN lewat Islam! Namun mereka lupa bahwa shariah jelas2 membedakan antara wanita dan lelaki. -Muslim bersikeras bahwa wanita memang benar2 merasa “dibebaskan” dgn mengenakan semacam kain pada kepala mereka. -Muslim bersikeras bahwa jihad sama sekaliiiii tidak ada hubungannya dgn kekerasan. Amit2 deh ! Jihad itu cuma menggunakan pena lho, atau cuma puasa kenceng lho … itu doang … tapi giliran Bin Laden menyerukan jihad lewat AK47 atau senjata atom, Muslim justru marah dgn NONMuslim yg ketakutan dan bersiap2 membela diri. Muslim justru memarahi NonMuslim kalau ada negara Muslim yg ingin mengembangkan bom atom utk `menghancurkan Israel dari muka dunia ini.’ -Muslim bersikeras bahwa kebanyakan (atau hampir SEMUA) penemuan ilmiah diramalkan dlm Quran, namun tidak seorangpun menciptakan sesuatu karena Quran. -Muslim ngotot kabeh akan hak azasi mereka dan nguuotot mendirikan mesjid2 disetiap pelosok di wilayah Barat, sambil tentunya melarang kafir masuk Mekah dan Medinah, apalagi mendirikan gereja2/pura2/sinagog2 atau mengajarkan ttg agama lain di negara Islam. -Muslim bersikeras bahwa wanita dlm Islam memang beruntung karena disederajadkan dgn lelaki yg tidak pernah dicapai negara kafir manapun. Tapi bersikeras bahwa Muslim berhak memukul istri mereka sbg “upaya terakhir” atau mentalaq bini lewat email sebanyak 3 kali, atau mengambil istri nomor 2, 3 & 4. -Muslim bersikeras bahwa Islam menentang perbudakan dan lalu menunjukkan betapa `manusiawi’ Muhamad memperlakukan ‘budak2nya’ ! -Islam, kata Muslim, adalah “a complete way of life”, bukan sekedar agama. Namun kalau ada yg mengritik hal2 spt burka atau honor killings (pembunuhan demi harga diri), mereka mengatakan, `LOH ! Itu khan salah “budaya”nya, bukan Islamnya … jeng, gitu lho !’ -Muslim bersikeras bahwa Quran adalah kata2 Tuhan yg bebas dari salah cetak dan salah kata dan tidak berubah satu titik-koma pun sejak kematian Muhamad. Padahal giliran mereka dihadapkan pada eksistensi berbagai macam versi Quran dan fakta sejarah yg menunjukkan adanya perubahan2 pada Quran, Muslim akan histeris kalang kabut dan mengancam dgn pembunuhan. -Muslim menuntut segala macam hak istimewa di negara2 kafir, sambil membunuhi kafir2 di negara2 Islam yg cuma menuntut kebebasan beragama. -Muslim bersikeras bahwa Islam me-liberalisasi wanita, padahal tidak ada satu masyarakat Islampun memperlakukan wanita dgn adil. -Muslim bersikeras bahwa suatu hari Islam akan mendominasi dunia saat negara2 Muslim semakin tenggelam dlm kemiskinan dan tidak lama lagi menghadapi bencana kelaparan. -Muslim bersikeras bahwa Muhamad adalah `insan alkamil,’ contoh sempurna dan rahmat Tuhan bagi manusia, sambil sengaja menyembunyikan atau pura2 lupa akan fakta bahwa Muhamad seorang tukang tipu, pemerkosa, penyiksa, pembunuh perorangan, pembunuh masal yg doyan sex dgn anak kecil dan lusinan wanita, termasuk pembantu isterinya, saudaranya dan istri anaknya sendiri. -Muslim bersikeras bahwa Quran tidak dapat diterjemahkan dlm agama lain selain Arab, bahasa Allah, padahal mereka sendiri tidak mengerti bahasa Arab. -Muslim bersikeras bahwa Islam adalah sebuah “way of life,” tapi tidak terlalu peduli bahwa “way of life” itu adalah way of life kelompok penghuni gurun pasir abad ke 7. -Muslim bersikeras bahwa mereka sepenuhnya tunduk pada Allah, solat 5 kali, puasa satu bulan penuh (tidur pada pagi hari dan berpesta dan memporak porandakan kota di malam hari), baca Quran setiap hari, menyempurnakan cara2 buang air ala Islam, atau bersenggama ala Islam dan segala tetek bengek pencucian tubuh sambil bermimpi mengambil alih dunia kafir, sambil mengemis minta duit pada kafir, karena mereka (Muslim) gagal menjadi masyarakat produktif. -Muslim bersikeras bahwa serangan teroris atas nama Islam tidak dilakukan oleh Muslim tulen, namun tidak pernah mencela Muslim2 yg tidak dianggap tulen tsb ! -Muslim bersikeras bahwa budaya barat = bejad, biadab, tidak bermoral, dsb dsb, namun berbondong2 mereka imigrasi ke negara Barat guna menyelamatkan diri dari kemiskinan atau penindasan di engara2 Islam, asal mereka. Please deh ! -Muslim bersikeras dan menangis keras2 bahwa mereka ditindas di Israel, India, Philippines, Thailand, Bali dsb, namun tidak sungkan2 menyebarkan terorisme Islam diseluruh dunia, sampai kepelosok2nya -Muslim bersikeras bahwa Islam adalah agama LOGIS dan siapapun dgn motif murni akan menjadi Muslim, sambil lupa bahwa nenek moyang mereka sendiri dipaksa masuk Islam dan yg menolak telah dibunuh. -Bersikeras bahwa Islam adalah `KEBENARAN YG PALIIIIIIING ABSOLUT dan bahwa kitab2 suci agama lain sudah diutak atik dan tidak lagi asli, sambil ‘membuktikan’ Islam dgn cara merujuk pada kitab2 suci yg kata mereka diutak atik tsb ! -Bersikeras bahwa Islam tidak suka takhyul sambil mempersiapkan doa2 dan upacara2 utk menghindari black magic, sihir, jin, setan dsb dsb -Bersikeras bahwa mencium batu hitam, mengelilingi Kabah berkali2, melempar batu dan menggunakan tasbih tidak ada hubungannya dgn takhyul. _________________

Teroris Muslim Menakut2i Penerbit Inggris Supaya Minta Maaf

oleh: Ali Sina
Pada 10 Nopember, Muslim Public Affair Committee (Komite Muslim Urusan Umum), MPAC, badan sejenis CAIR (badan muslim di Amerika) di Inggris menerbitkan sebuah surat berisi kemarahan mereka, mengutuk penerbit Amber Books dari Inggris dgn tuduhan menghujat. Kehebohan ini adalah mengenai sebuah buku yg berjudul Sejarah Hukuman yg baru2 diterbitkan Amber Books.

Buku tersebut sama sekali bukan tentang islam. Situs Amber Books menjelaskan: “Sejarah Hukuman” memberikan gambaran yg lengkap dari hal ini, dimulai dari hukum2 dan hukuman dari Mesopotamia kuno dan kode Hammurabi, dan sampai dengan masa kini dengan tindakan2 yg dilakukan sekarang termasuk pemenjaraan, hukuman fisik dan hukuman mati. Mencakup baik aturan2 hukum dan hukumannya, dalam buku ini sudah termasuk bab2 mengenai cara2 kuno dalam menghukum, seperti hukuman dalam Alkitab, hukuman cara Romawi, dan hukum sharia.”

Jadi, mengapa muslim marah2? Karena dalam buku tersebut ada gambar muhammad dikelilingi perempuan telanjang.

MPAC meminta muslim untuk mengeluh kepada penerbit2 tersebut dengan menekankan hal2 berikut:
Bagi muslim, sangat amatlah penting untuk tidak membuat gambar dalam bentuk apapun dari nabi muhammad (saw).
Penerbitan dari gambar pada halaman 36 dari “Sejarah Hukuman” oleh Lewis Lyons sangat mengganggu muslim.
Gambar ini sangat menyinggung karena gambar tersebut menggambarkan nabi muhammad (saw) dikelilingi perempuan telanjang, sehingga mencirikannya sebagai laki2 cabul yg gila perempuan. Ketelanjangan ini juga sangat menyakitkan karena islam mengajarkan supaya perempuan harus berpakaian sopan dimuka umum.
Karena itu gambar ini harus ditarik dari peredaran secepatnya. Tolong anda memberitahu saya apa tindakan anda mengenai hal ini.

Penulis berpendapat bahwa kita harus mengirim surat kepada penerbit2 dan berterimakasih atas gambar tersebut. Muslim terlalu sensitif mengenai agama mereka dan siap untuk rusuh dan membunuh siapa saja yg menurut mereka telah mengejek iman mereka, sementara mereka selalu terus menerus menghina keyakinan lain. Cara untuk memperbaiki hal ini bukanlah dengan membungkam melainkan dengan membuat mereka menjadi tidak sensitif lagi dengan berondongan artikel yg menelanjangi islam. Untuk mengejek islam, sudah cukup dengan mengutip sebuah hadith atau sebuah ayat dari quran. Kedua buku ini melakukan tugas yang cukup baik dalam membuat islam tampak tidak masuk akal dan sangat bodoh.

Semakin banyak orang menerbitkan artikel2 yg menelanjangi islam dan mencetak gambar2 yg memalukan dari muhammad, semakin cepat muslim akan menyadari bahwa mereka TIDAK dapat membungkam dunia melalui merengek, berlagak jadi korban, mengancam dan membuat rusuh.

Jika orang2 boleh mengejek Yesus, mengapa tidak ada yg boleh mengejek muhammad?

Mengejek Yesus dan penderitaannya dan penyalibannya mungkin menjijikan; tapi gambar muhammad sedang pesta sex dengan istri2 mudanya yg sangat banyak adalah menggambarkan kenyataan. Mengapa kenyataan harus menyinggung muslim?

Pertanyaan penulis kepada muslim adalah mengapa kenyataan bahwa muhammad berhubungan sex dengan banyak perempuan, beberapa istri2nya, beberapa pelayan2nya, beberapa “milik tangan kanannya” (tawanan2 perang) dan beberapa selir2nya tidak menyinggung kalian tapi menceritakan peristiwa ini menyinggung kalian?

Mengapa kenyataan bahwa muhammad membunuh lawan2nya, membantai tawanan2 perangnya, berhubungan sex dengan anak berusia 9 tahun, menyerbu dan menjarah caravan pedagang, menyerang orang sipil tidak bersenjata dan orang2 desa yg miskin tidak menyakiti perasaan muslim tapi berbicara tentang hal ini menyakiti muslim?

Daripada tersinggung lebih baik muslim menolong diri mereka sendiri dengan memikirkan hadith berikut dan bertanya pada diri mereka: apakah hal ini tidak menjadikan muhammad seorang cabul gila perempuan?

Bukhari Vol. 7 Buku. 62 Nomor. 6
Dikisahkah oleh Anas: Sang nabi biasa berkeliling (berhubungan sex dengan) semua istrinya dalam satu malam, dan ia mempunyai 9 istri.

Tapi kenyataannya adalah, muhammad bukanlah seorang manusia super sex. Pada usianya yg sudah lanjut kemungkinan dia impoten. Tapi hal ini tidak berarti dia tidak mempunyai pikiran dan impian sex. Dia sangat suka memegang2/grepe2 istri2 mudanya dan bermain2 dengan mereka pada waktu mereka telanjang.

Bukhari Vol. 1 Buku. 6 Nomor. 299
‘Aisha berkata: “Kapan saja rasul allah ingin memegang2 siapa pun dari kami pada waktu dia sedang datang bulan (mens), ia biasanya memerintahkan nya untuk mengenakan Izar (gaun yg dikenakan dibawah pinggang) dan mulai memegang2 nya.” ‘Aisha menambahkan, “Tidak ada satu pun dari kalian sanggup mengendalikan keinginan sex nya seperti yg bisa dilakukan sang nabi.”

Mungkin dia tidak banyak memegang kendali. Mungkin dia tidak bisa melakukannya. Kenyataannya sangat mungkin dia tidak mampu berhubungan sex dengan istri2nya. Dia terlalu tua. Mengapa walaupun dia sudah sedemikian memegang2/grepe2 dan “berkeliling” semalaman tetapi tidak ada satu pun dari istri2nya yg muda2 dan selir2nya tidak melahirkan anak baginya? Pada waktu itu tidak ada alat pengendali kelahiran dan muhammad sangat menginginkan seorang anak laki2. muhammad mempunyai 4 anak perempuan yg sudah besar2 dari pernikahan pertamanya dengan Khadijah. Tapi tidak ada satu pun dari istri2nya yg muda2 dan selir2nya yg dimilikinya dalam rumah tangganya selama 10 tahun terakhir hidupnya. Sebenarnya dia berpikir bahwa hal ini memalukan bahwa dia hanya memiliki anak2 perempuan sedangkan orang2 lain mempunyai anak2 laki2.

Dia menghina orang2 Quraish yg mempercayai allah mempunyai 3 anak perempuan.

quran 53.19-22
Apakah kalian telah melihat lat. dan ‘uzza,
Dan yg lainnya, (dewi) yg ketiga, manat?
Apa! untuk kalian jenis kelamin laki2, dan untuk Dia, jenis kelamin perempuan?
Lihatlah, hal demikian akan benar2 sebuah pembagian yg sangat tidak adil!

muhammad menuliskan ayat2 diatas waktu dia masih di mekah, dan mungkin waktu anak laki2nya yg meninggal waktu masih bayi masih hidup. Mengapa akan tidak adil jika Tuhan hanya mempunyai anak2 perempuan? Apakah yg sangat memalukan dan salah dari hanya mempunyai anak2 perempuan dan tidak mempunyai anak2 laki2? Bukankah hal ini menunjukan bahwa muhammad berpikir bahwa mempunyai anak2 laki2 lebih bergengsi daripada mempunyai anak2 perempuan?

Sangat jelas muhammad ingin memiliki seorang anak laki2 dan dia mencoba dengan berhubungan sex dengan semua istri2 mudanya. Walaupun demikian dia impoten dan tidak dapat berbuat lebih daripada memegang2/grepe2. Jadi bukannya berhubungan sex, dia biasanya berkhayal sedang berhubungan sex.

Volume 7, Buku 71, Nomor 660:
Dikisahkan oleh Aisha:
Sihir mempengaruhi rasul allah sehingga dia biasa berpikir bahwa dia telah berhubungan sex dengan istri2nya sementara dia sebenarnya tidak melakukannya (Sufyan berkata: Ini adalah sihir jenis yg paling kuat karena mempunyai pengaruh seperti itu).

Gambaran muhammad dengan istri2nya yg telanjang seharusnya tidak menyinggung muslim. Apa yg memalukan adalah keyakinan mereka pada orang seperti itu sebagai utusan Tuhan. Jika muslim tidak ingin keyakinan mereka ditertawakan, mereka harus berhenti mempercayai orang yg sedemikian rendah moralnya seperti muhammad daripada terus menerus berusaha menyembunyikan kejelekannya.

MPAC menyatakan: “Penghinaan ini tidak akan berhenti sementara sebagian besar muslim tetap terlalu pasif untuk mengangkat satu jari untuk menghentikan hal ini.”

Apakah itu satu lagi ancaman akan terjadi kekerasan? Apakah membuat kerusuhan dan menuntut Salman Rushdie, Talisma Nasrin dihukum mati atau membantai 200 orang Kristen di negeria pada waktu seorang jurnalis berkata muhammad mungkin akan ingin menikahi satu dari kontestan kontes kecantikan, adalah tanda dari muslim yg pasif?

MPAC juga menyatakan bahwa ketelanjangan tidak diperbolehkan dalam islam dan islam mengajarkan bahwa perempuan harus berbusana dengan sopan di muka umum. Kita semua telah melihat aturan berbusana dalam islam. Itu bukanlah kesopan melainkan penaklukan. Tapi gambar tersebut tidaklah menggambarkan istri2 sang nabi di muka umum melainkan bagaimana mereka berbusana (atau tidak berbusana ) waktu tidak ada orang lain hanya untuk menyenangkan dan merangsang utusan terakhir tuhan.

Malah kenyataannya allah kelihatannya sangat antusias untuk memenuhi kebutuhan sex utusannya tercinta sementara dia terus menerus membunuh, menjarah, dan merampok orang sipil tak bersalah. Dalam sura tahrim allah memberitahu utusannya:

33:50
Oh nabi! Kami telah membuat sah secara hukum bagi dirimu istri2 yg kepadanya telah engkau bayarkan maharnya; dan mereka yg dimiliki tangan kananmu dari tawanan2 perang yg telah diberikan allah kepadamu; dan anak2 perempuan paman dan bibi dari pihak bapakmu, dan anak2 perempuan paman dan bibi dari pihak ibumu, yg pindah (dari mekah) bersama engkau; dan siapapun perempuan yg percaya yg mengabdikan jiwanya kepada nabi jika nabi berkeinginan untuk menikahinya;- ini hanyalah untuk engkau, dan bukan untuk orang percaya (pada umumnya); Kami mengetahui apa yg telah kami tunjuk untuk mereka sebagai istri dan tawanan2 yg dimiliki oleh tangan kanan mereka;- supaya tidak ada kesulitan bagi engkau. dan allah adalah maha pemaaf, maha pengampun.

Betul2 allah terlalu pengampun kepada sang nabi, tapi tidak kepada korban2nya.

Para islamis telah memulai kampanye terror dan intimidasi untuk menakut2i penerbit2 supaya menarik buku mereka. Penulis menyarankan supaya kita menulis kepada penerbit2 dan menawarkan solidaritas dan dukungan kita. Muslim perusuh tidak boleh dibiarkan menyerang kebebasan berpendapat kita dengan ancaman2 kekerasan.

Ada banyak buku yg ditulis menentang keKristenan, Yudaisme, Hinduisme, Budhisme, dan setiap agama lain dibawah matahari atau dalam gua. Tetapi muslim adalah satu2nya yg memprotes dan mencoba untuk membungkam setiap orang yg menulis menentang agama mereka. Sudah waktunya kita semua berdiri melawan kesewenang2an muslim dan mempertahankan kebebasan berpikir, berbicara dan menulis kita.

Ribuan muslim pasti telah memenuhi telepon dari penerbit dengan pesan2 ancaman dan kebencian. Tolong hubungi mereka (penerbit2) atau kirim email dan katakan bahwa anda membela hak2 kebebasan berekspresi mereka. Dengan berbuat demikian anda telah membela hak2 dan kebebasan diri anda sendiri.

e-mail ke: enquiries@amberbooks.co.uk

atau telepon: 0207 520 7600
atau fax: 0207 520 7606/ 0207 520 7607

Penulis telah mengirim link dari artikel ini ke Amber Books dan ini adalah apa yg penulis terima beberapa detik kemudian melalui pembalas email otomatis mereka.

From: “Enquiries” <enquiries@amberbooks.co.uk> |
To: “Ali Sina” <faithfreedom2@yahoo.com>
Subject: Apology from Amber Books Ltd
Date: Thu, 13 Nov 2003 01:17:20 -0000

Amber Books Ltd sincerely apologises for any offence that has been caused by the inclusion of a pictorial representation of the Prophet Muhammad on page 36 in the book entitled ‘The History of Punishment’. Amber Books are currently discussing this issue with the Muslim Council of Britain who are advising Amber Books on the best course of action (Amber Books Ltd meminta maaf dengan tulus untuk kesalahan yg disebabkan oleh dimasukannya gambaran dari nabi muhammad pada halaman 36 dalam buku yg berjudul ‘Sejarah Hukuman’. Amber Books saat ini sedang membahas masalah ini dengan Dewan Muslim Inggris yg menasehati Amber Books mengenai tindakan terbaik yg akan diambil.)

Ini berarti bahwa para islamis menegur penerbit2 dan melalui ancaman dan intimidasi telah menakut2i mereka sampai takluk. Jika kita tidak menghentikannya, tidak lama lagi tidak ada satu orang pun dapat membisikan sesuatu yg melawan islam dan mereka akan terus berusaha untuk mengambilalih negara kalian melalui kampanye ketakutan kebohongan dan tipu daya. Tolong berikan publikasi tentang kasus ini sebanyak2nya semampu anda. Taruhannya adalah kebebasan anda dan kebebasan anak2 anda.

Edarkan artikel ini dan kirim kepada semua orang dalam mailing list anda, Kirimkan ke majalah dan situs yg patriotik yg mau mempertahankan kebebasan dan bersedia untuk mendengar. Kebebasan itu sangat berharga. Penulis sangat memahami itu. Penulis berasal dari sebuah negara yg tidak memberi kebebasan kepada rakyatnya (Iran). Dan penulis memperingatkan bahwa jika anda menjadi terlalu puas/tenang dengan kebebasan anda sekarang, anda akan kehilangan kebebasan itu.
_________________
Onta masih dapat diajar tetapi muslim tidak.
surat al-fakta ayat 1:
Sesungguhnya setan (aulohuakhduar) adalah tolol dan kere sehingga menurun kepada pengikutnya.

MENGENAI ASUL-USUL DAN PEMBANGKANGAN SETAN
Beberapa ayat dalam Al Quran mengenai asal usul Setan, sifat-sifat, dan konflik dengan Allah ttg Adam (2:34, 7:11-12, 15:30-33, 17:61, 18:50, 20:116, 38:71-76, 7:11-12) sebenarnya bersumber dari Gospel of Bartholomew yang termasuk Injil Apocryphal (Kitab2 yg tidak diilhami Roh Kudus, mengandung Mitos, Sejarah yg salah, Geografis yg kacau,dll).

Quran 7:11-12
“We said to the angels, ‘Prostrate yourselves before Adam.’ They all prostrated themselves except Satan, who refused to prostrate himself. ‘Why did you not prostrate yourself when I commanded you?’ He asked. ‘I am nobler than he,’ he replied. ‘You created me of fire, but you created him of clay.’”

Bandingkan dengan Injil Bartholomeus berikut ini:

IV:54
http://www.meta-religion.com/World_Religions/Christia nity/Other_Books/New_Testament_Apocrypha/gospel_of_bartholomew.htm
ht tp://wesley.nnu.edu/noncanon/gospels/gosbart.htm

“And when I came from the ends of the world, Michael said to me, “Worship the image of God which He has made in His own likeness.” But I said, “I am fire, of fire. I was the first angel to be formed, and shall I worship clay and matter?”

Demikian juga mengenai Adam yang raksasa di sebutkan dalam Hadist bahwa Adam itu tingginya hampir 30 meter (atau 60 cubits).

Sahih Bukhari. Vol 4, Book 55. Prophets. Hadith 543.
Narrated By Abu Huraira :
The Prophet said, “Allah created Adam, making him 60 cubits tall. When He created him, He said to him, “Go and greet that group of angels, and listen to their reply, for it will be your greeting (salutation) and the greeting (salutations of your offspring.” So, Adam said (to the angels), As-Salamu Alaikum (i.e. Peace be upon you). The angels said, “As-salamu Alaika wa Rahmatu-l-lahi” (i.e. Peace and Allah’s Mercy be upon you). Thus the angels added to Adam’s salutation the expression, ‘Wa Rahmatu-l-lahi,’ Any person who will enter Paradise will resemble Adam (in appearance and figure). People have been decreasing in stature since Adam’s creation.

THE BOOK OF THE RESURRECTION OF CHRIST BY BARTHOLOMEW THE APOSTLE
http://www.meta-religion.com/World_Religions/Christianity/Other_Book s/New_Testament_Apocrypha/gospel_of_bartholomew.htm
http://wesley.nnu .edu/noncanon/gospels/gosbart.htm

“Then follows a series of hymns sung in heaven, eight in all, which accompany the reception of Adam and the other holy souls into glory. Adam was eighty cubits high and Eve fifty. They were brought to the Father by Michael. Bartholomew had never seen anything to compare with the beauty and Glory of Adam, save that of Jesus. Adam was forgiven, and all the angels and saints rejoiced and saluted him, and departed each to their place.”

MENGENAI BAYI YESUS YG BERBICARA DAN MEMBUAT MUKJIZAT

Quran 5:110
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhulkudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”

THE ARABIC GOSPEL OF THE INFANCY OF THE SAVIOUR

http://wesley.nnu.edu/noncanon/gospels/infarab.htm

1. We find (1) what follows in the book of Joseph the high priest, who lived in the time of Christ. Some say that he is Caiaphas. (2) He has said that Jesus spoke, and, indeed, when He was lying in His cradle said to Mary His mother: I am Jesus, the Son of God, the Logos, whom thou hast brought forth, as the Angel Gabriel announced to thee; and my Father has sent me for the salvation of the world.

46. Again, on another day, the Lord Jesus was with the boys at a stream of water, and they had again made little fish-ponds. And the Lord Jesus had made twelve sparrows, and had arranged them round His fish-pond, three on each side. And it was the Sabbath-day. Wherefore a Jew, the son of Hanan, coming up, and seeing them thus engaged, said in anger and great indignation: Do you make figures of clay on the Sabbath-day? And he ran quickly, and destroyed their fish-ponds. But when the Lord Jesus clapped His hands over the sparrows which He had made, they flew away chirping. Then the son of Hanan came up to the fish-pond of Jesus also, and kicked it with his shoes, and the water of it vanished away. And the Lord Jesus said to him: As that water has vanished away, so thy life shall likewise vanish away. And immediately that boy dried up.

Selama 15 tahun setelah menikah dengan Khadijah, selama 23 tahun penulisan Al Quran. Kurang lebih ada 38 tahun untuk mempelajari dan menyontek Kitab2 lain.

Kemungkinan besar Muhammad mendapatkan Al Quran dalam bahasa Arab dari Waraqa bin Naufal bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza selain sumber lainnya seperti mitos dan dongeng cerita kuno.

Waraqa selain menterjemahkan juga mengumpulkan dan menulis ulang Alkitab dalam bahasa Arab dan Hebrew. Oleh karena itu kita bisa melihat Al Quran itu 3/4 isinya adalah cerita dan sejarah Bangsa Yahudi yang terdapat dalam Alkitab. Sumber Waraqa mungkin saja juga dari kitab-kitab Apocryphal dan Gnostic, dll.

Setelah Waraqa wafat wahyu Allah pun berhenti sementara waktu. Ini bukti-bukti pendukungnya:

Menulis dalam bahasa Hebrew:

Sahih Bukhari. Volume 1, Book 1. Revelation Hadith 3.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/001. sbt.html#001.001.003

Menulis dalam bahasa Arab:

Sahih Bukhari. Vol 9, Book 87. Interpretation Of Dreams. Hadith 111.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/08 7.sbt.html#009.087.111

Sahih Bukhari. Vol 6, Book 60. Prophetic Commentary On The Qur’an
(Tafseer Of The Prophet (pbuh)). Hadith 478.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/06 0.sbt.html#006.060.478

Membaca dalam bahasa Arab:
Sahih Bukhari. Vol 4, Book 55. Prophets. Hadith 605.
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/05 5.sbt.html#004.055.605

MENGENAI CERITA MARYAM DI BAWAH POHON KURMA (PALEM)

Cerita ini yang terdapat dalam Al Quran ternyata bersumber dari Kitab Apocryphal, Pseudo-Matthew, yang ditulis sekitar 400 tahun setelah kelahiran Yesus.

Quran 19:23-26

SHAKIR:

And the throes (of childbirth) compelled her to betake herself to the trunk of a palm tree. She said: Oh, would that I had died before this, and had been a thing quite forgotten! Then (the child) called out to her from beneath her: Grieve not, surely your Lord has made a stream to flow beneath you; And shake towards you the trunk of the palmtree, it will drop on you fresh ripe dates: So eat and drink and refresh the eye. Then if you see any mortal, say: Surely I have vowed a fast to the Beneficent Allah, so I shall not speak to any man today.

THE GOSPEL OF PSEUDO-MATTHEW, Chapter 20.

http://wesley.nnu.edu/noncanon/gospels/psudomat.htm

Quote:
CHAP. 20.– And it came to pass on the third day of their journey, while they were walking, that the blessed Mary was fatigued by the excessive heat of the sun in the desert; and seeing a palm tree, she said to Joseph: Let me rest a little under the shade of this tree. Joseph therefore made haste, and led her to the palm, and made her come down from her beast. And as the blessed Mary was sitting there, she looked up to the foliage of the palm, and saw it full of fruit, and said to Joseph: I wish it were possible to get some of the fruit of this palm. And Joseph said to her: I wonder that thou sayest this, when thou seest how high the palm tree is; and that thou thinkest of eating of its fruit. I am thinking more of the want of water, because the skins are now empty, and we have none wherewith to refresh ourselves and our cattle. Then the child Jesus, with a joyful countenance, reposing in the bosom of His mother, said to the palm: O tree, bend thy branches, and refresh my mother with thy fruit. And immediately at these words the palm bent its top down to the very feet of the blessed Mary; and they gathered from it fruit, with which they were all refreshed. And after they had gathered all its fruit, it remained bent down, waiting the order to rise from Him who bad commanded it to stoop. Then Jesus said to it: Raise thyself, O palm tree, and be strong, and be the companion of my trees, which are in the paradise of my Father; and open from thy roots a vein of water which has been hid in the earth, and let the waters flow, so that we may be satisfied from thee. And it rose up immediately, and at its root there began to come forth a spring of water exceedingly clear and cool and sparkling. And when they saw the spring of water, they rejoiced with great joy, and were satisfied, themselves and all their cattle and their beasts. Wherefore they gave thanks to God.

Next Page »