Nabi Mikha, lebih kurang 400-500 tahun sebelum Yesus lahir, TELAH menubuatkan tentang kedatangan YESUS, Raja dan Juruselamat ke dunia dalam kitabnya:
Mikha 5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala (yang tepat EVERLASTING=KEKEKALAN).
Dan digenapi oleh Kelahiran Yesus Kristus, dalam Matius pasal 2:
2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”
Lukas 19
19:38 Kata mereka: “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!”
Lukas 23
23:3 Pilatus bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya.”
23:37 dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!”
23:38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: “Inilah raja orang Yahudi”.
23:42 Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
23:51 Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah.
Yohanes
1:49 Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”
12:13 mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!”
12:15 “Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai.”
18:33 Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: “Engkau inikah raja orang Yahudi?”
18:36 Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”
18:37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”
18:39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?”
19:3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: “Salam, hai raja orang Yahudi!” Lalu mereka menampar muka-Nya.
19:12 Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: “Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.”
19:14 Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!”
19:15 Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” Jawab imam-imam kepala: “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!”
19:19 Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”
19:21 Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: “Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.”
Yesus adalah Raja namun belum memerintah Israel dan seluruh dunia, ini akan digenapi dalam Kedatangan kedua, dalam Kisah Para Rasul pasal 1:6 Para Rasul murid-murid Yesus bertanya kepada Yesus sebelum Yesus terangkat ke surga,
1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”
1:7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
Kolose 1
1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah (YESUS KRISTUS, SANG FIRMAN ALLAH dalam Yohanes 1:1) telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
I Timotius
1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.
II Timotius 4
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
4:18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
Ibrani 1
1:8 Tetapi tentang Anak (TUHAN YESUS KRISTUS) Ia (BAPA) berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
II Petrus 1
1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
1:16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
Wahyu 1
1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya –
Wahyu 11
11:15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”
11:17 sambil berkata: “Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja
Wahyu 15
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
dikutip dari: http://dedewijaya.blogspot.com/2008/12/tuhan-yesus-kristus-adalah-tuan-dan.html
February 3, 2009 at 6:04 am
EINSTEIN MEMBANTAH INJIL DAN TAURAT
Albert Einstein adalah salah satu sosok pemikir yang sangat dikagumi sekaligus sangat dibenci di pengujung abad 20 dan bahkan hingga kini. Kenapa demikian? Karena selain penemuan-penemuan spektakulernya di bidang sains dan teknonogi yang sulit ditandingi oleh para ilmuan pada masanya, Einstein kerap melancarkan kritik pedas pada gereja dan doktrin-doktrinnya yang dianggap tidak rasional. Menurut Einstein, gereja telah melakukan ”pembodohan massal” dengan konsep ketuhanan yang tidak masuk akal.
Kritik yang disampaikan Einstein tersebut sebenarnya berangkat dari kegelisahannya ihwal eksistensi Tuhan yang tak kunjung ditemukan. Ia tidak puas dengan sosok Tuhan yang dipersonalkan atau digambarkan mirip manusia (antropomorfisme) dalam Kitab Injil. Selain itu, ia juga mengkritik filsafat ketuhanan yang dikembangkan oleh gereja yang terkenal dengan istilah Trinitas: Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus. Sampai akhir hayatnya, Einstein belum menemukan jawaban yang rasional terkait dengan filsafat ketuhanan tersebut.
Dalam logika Einstein yang mendasarkan pikirannya pada fisika dan matematika, Tuhan yang dipersonalkan jelas tidak masuk akal. Karena itu, dengan tegas ia menolak: ”Tentang Tuhan saya tidak dapat menerima suatu konsep apa pun yang berdasarkan otoritas gereja. Sepanjang yang saya ingat, saya membenci indoktrinasi massal. Saya tidak mengimani karena takut akan kehidupan, takut akan kematian, maupun iman yang buta…” (hal. 153).
Pernyataan Einstein tersebut tak pelak membuat panas telinga para pemuka agama Nasrani. Ia dianggap mengingkari Al-Kitab yang seharusnya diimani tanpa harus diperdebatkan lagi. Einstein memang cukup berani membongkar sekian ayat yang terdapat dalam kitab Injil yang tidak sesuai dengan nalar logikanya. Ia sama sekali tidak mengimani Injil sebagai sabda Tuhan karena sepanjang penelitiannya terdapat pertentangan antara Injil yang satu dengan lainnya. Dalam Injil Yohanes, misalnya, Eisntein melihat ada pertentangan ayat yang sangat mendasar dengan Injil Barnabas (The Gospel of Barnabas) yang naskah aslinya ditemukan di The Emperial Library Wina, Austria. Atas dasar inilah Einstein semakin tidak yakin akan kebenaran Injil. Apalagi fakta sejarah menunjukkan bahwa ketika Paus St. Glasius I bertahta pada 492-496, Vatikan secara resmi melarang Injil Barnabas beredar dan dibaca oleh umat Kristiani.
Einstein menilai keputusan tersebut sangat paradoks dan sulit diterima oleh akal sehat. Sehingga dengan lantang ia menuduh Paus telah melakukan campur tangan dalam penulisan Injil.
Kritik pedas inilah yang membuat vatikan kegerahan. Einstein dianggap terlalu berlebihan dan mengada-ada. Pihak gereja kemudian bergerak lebih cepat untuk menyikapi apa yang telah dikemukakan pemikir yang berpengaruh itu agar tidak mereduksi keimanan umat Kristiani di seluruh dunia.
Seorang pemuka Nasrani yang berasal dari Lutheran Church of Our Savior, yakni pendeta Carl F. Weldman menanggapi dengan keras pendapat Einstein yang menolak Tuhan dipersonalkan: ”Tidak ada Tuhan selain Tuhan personal! Einstein tidak mengetahui apa yang sedang diucapkannya. Dia salah total!” (hal. 165). Dalam pandangan Carl F. Weldman, pernyataan Einstein bukanlah termasuk bagian dari pencarian hakiki akan eksistensiNya. Akan tetapi hanyalah sebentuk provokasi yang tidak didasari oleh iman yang kuat.
Sri Paus Yohanes Paulus II yang bertahta di Vatikan juga ikut menyerang Einstein: ”Menginginkan bukti-bukti ilmiah tentang Tuhan sama dengan merendahkan Tuhan ke derajad wujud-wujud dunia kita dan karenanya kita akan keliru secara metodologis berkenaan dengan apa itu Tuhan. Sains harus mengakui batas-batasnya serta ketidakmampuannya untuk mencapai eksistensi Tuhan, ia tidak bisa mengukuhkan ataupun mengingkari eksistensiNya…” (hal.169).
Semua umat Kristiani yang menerima filsafat ketuhanan dengan modal iman jelas menganggap Einstein sebagai pengingkar (kafir). Ilmuan peraih nobel yang pada akhir hayatnya kedua bola matanya dijugil untuk diawetkan itu dituduh atheis karena logika berpikirnya tidak sejalan dengan Al-Kitab.
Tuduhan yang sama sebenarnya juga dilancarkan oleh para pemuka agama Yahudi yang menganggap Einstein anti-Tuhan karena telah berani menolak untuk menjalani bar mitzvah, yaitu upacara untuk menjadi komunitas orang Yahudi. Sebagaimana diulas oleh Wisnu Arya Wardhana dalam buku ini, sejak kecil Einstein memang hidup dengan ”dua agama”: Yahudi dan Katholik. Jika pada pagi hari ia belajar agama Katholik di Katholik Petersschule, sedangkan sorenya ia menerima pelajaran agama Yahudi dari Alexander Moszkowski, guru privat yang sengaja didatangkan oleh orang tuanya (hal.45).
Dengan demikian, Einstein sudah mempelajari dengan cukup cermat isi Kitab Talmud (Taurat) dan isi Al-Kitab (Injil) sejak ia masih kecil, yakni saat masih berumur tujuh tahun. Walaupun pada saat itu ia belum berani melakukan koreksi terkait beberapa ayat yang tidak sesuai dengan jalan pikirannya.
Hidup dengan dua agama bukanlah sesuatu yang aneh bagi Einstein. Ia belajar agama Yahudi karena termasuk agama leluhurnya, sedangkan pelajaran Katholik ia dalami tak lain karena pencariannya akan eksistensi Tuhan. Namun sepanjang yang dipelajari Einstein dari kedua Kitab Suci tersebut, yakni Taurat dan Injil, sosok Tuhan yang sesuai dengan jalan pikirannya tak juga ditemukan. (*)
resensi buku jawapos, 1 februari
A. Yusrianto Elga, tim penulis Kronik Seabad Kebangkitan Indonesia: 1908-2008
Judul Buku : Einstein Membantah Taurat & Injil
Penulis : Wisnu Arya Wardhana
Penerbit : Pustaka Pelajar, Jogjakarta
March 10, 2009 at 8:07 am
Tuhan itu satu saja tidak dua apalagi tiga itu terlalu banyak… Yesus tidak pernah mengaku dirinya tuhan dan tidak pernah mengajari tentang Trinitas
September 7, 2009 at 7:50 am
Yesus adalah raja diatas segala raja dan Tuhan diatas segala Tuhan.Dia memberi kehidupan kekal kepada orang yang percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan juruselamat….. GBU
September 16, 2009 at 12:21 pm
Kalo bayi mati ga di baptis masuk neraka? kapan si bayi nanggung dosa
warisan emak-bapaknye? Kasian ya, bayi suci yang ga tau apa-apa mati trus masuk
neraka cuman
gara-gara ga di baptis, emang yesus pernah berdogma begitu? Nah
doktrin setiap manusia harus di baptis fiktip dong? Ya iya lah masa ya
iya dong, yang
bikin tuh doktrin aja manusia kesetanan, penganut pagan, si paulus ama
si barnabas dongo. Trus emang yesus pernah bilang ‘Tuhankanlah Aku?’ ,
ya jelas ga pernah, orang-orang yang menuhankan yesus adalah orang-orang dongo
yang bermusyawarah di anthiokia (lebih di kenal dengan Konsili Nicea)
di bawah pimpinan kaisar idiot romawi pada
waktu itu, karena yesus dapat melakukan hal-hal luar biasa atas izin
Allah, si kaisar romawi dongo terinspirasi dengan dongeng idiot romawi
tentang dewa yang menjelma jadi manusia dan dapat melakukan hal yang
luar biasa, so dia menganggap yesus
adalah tokoh pada dongeng romawi idiot tersebut, jadi secara sepihak dia
mengkultuskan yesus sebagai tuhan. Padahal yesus sendiri tidak pernah
mengatakan diri nya adalah tuhan. (yesus mengajarkan murid-murid serta
umatnya menyembah satu tuhan saja, yaitu kepada Allah saja, BUKAN
MENYEMBAH KEPADA tuhan-tuhan yang lain bahkan YESUS sendiri). nah
karena idiot nya tuh kaisar, serta alasan politik atas kekuasaan yang
di jabatnya takut tergulingkan, para
anggota majelis yang hadir di haruskan nurut apa yang di bilang tuh kaisar
romawi, yang mana tadinya dia benci banget ama yesus terus tiba-tiba
pro ke ajaran yesus
padahal dia mau menyesatkan penganutnya serta ajarannya si yesus
(penyesatan juga di karenakan atas alasan politik kekuasaan kasiar
romawi idiot tsb). Ya iya lah kalo ga nurut mau di
hukum pasung ampe mati ama tuh kaisar romawi para anggota majelisnya.
dan agama kristen yang ada sekarang ini adalah ajaran setan bukan
yesus. Ambil contoh, tanggal 25 desember yang di bilang hari kelahiran
yesus, mana buktinya? (Saya sempat meragukan keimanan saya ketika
orang kristen mengarang-ngarang jawaban dari pertanyaan tsb, orang
islam berkata ‘dari sumber lisan yang tertulis dan saksi sejarah
menerangkan bahwa yesus lahir pada musim panas, sedangkan tanggal 25
desember di bumi bagian utara musim dingin, orang kristen menjawab
‘karena Allah telah melakukan mukjizat untuk kelahiran yesus, dengan
mengubah musim dingin menjadi musim panas di bumi bagian utara pada
tanggal 25 desember) setelah gw searching, gw pun terbahak-bahak,
ternyata tanggal 25 desember memang bukan tanggal kelahiran yesus,
yakni ritual perayaan tahunan dari agama paganisme (yang menyembah
osiris-semiris/ibu-anak) yang di sisipkan ke dalam ajaran yesus untuk
penyesatan doktrin agama kristen oleh kaisar idiot romawi tersebut (ia
merasa bahwa agama pagan yang di anutnya terancam oleh ajaran yesus).
padahal tidaklah ada perayaan yang seperti itu dalam gereja-gereja.
Nah dari situ aja ketahuan agama kristen itu sesat dan menyesatkan.
Dengan merubah-rubah isi alkitab/revisi saja telah menghilangkan
eksistensi keakuratan kandungan alkitab tsb. (orang kristen pun
membuat alasan-alasan palsu untuk menopang pertanyaan ‘alkitab masih
asli? kok banyak revisi?’ yang mana jawaban mereka membuat saya
tertawa terbahak-bahak, pantas saja sering di alquran Allah berkata
‘hai ahli kitab janganlah kamu menyembunyikan kebenaran, katakanlah
yang sebenarnya jika itu benar, dan jika itu salah maka katakanlah itu
salah dan janganlah suka merubah-rubah isi kandungan dari
alkitab/revisi seenak jidat! karena menyebabkan kata-kata Allah
tercampur dengan tulisan-tulisan tangan manusia, mungkin saja si
peng-Revisi adalah Iblis yang menjadi manusia, Alkitab pun bersaksi
‘Iblis dapat menjadi malaikat terang’. (contoh lain, Lia Eden, seorang
perempuan yang kerasukan iblis dan dapat mengarang-ngarang sebuah
Kitab dan melakukan hal-hal ganjil, merupakan bukti akan keadaan iblis
yang menyamar menjadi malaikat terang). Terus kenapa orang kristen tetap
banyak? dan kenapa banyak mukjizat yang langsung terjadi pada orang
kristen? gampang sekali jawabannya, Iblis terus bekerja untuk
menyesatkan umat manusia (ya iya lah,kalo ga begitu neraka ga ada isi
nya dong). dan mukjizat yang terjadi bukanlah berasal dari Allah
bahkan yesus sendiri, melainkan berasal dari iblis atau dajjal.
(Alkitab memberi kesaksian, Iblis dapat menyamar menjadi malaikat
terang). Kenapa orang kristen ga di sunat? padahal yesus sendiri pun
di sunat. mengapa kalian tidak mengikuti/taat apa yang di lakukan oleh
yesus? dan kalo kalian jawab yang wajib di sunat adalah keturunan
abraham langsung, sungguh telah sesatlah kalian orang kristen, kalian
sendiri saja tidak patuh dan taat kepada ajaran yesus.
Bye!
percuma gw ngomong panjang lebar, orang sesat kayak lo tuh susah di jelasin
juga dan ga bakal ngerti, daaah…
Allah memberkati.
Dalam Nama Kontol Yesus dan Memek Maria ! ! !
December 15, 2010 at 6:59 am
Thread apa ini? gw ludahin dlu….CUIIIH!
Salam jari tengah untuk kristener