September 2009


Komentar
“Dengan pikiran seorang sarjana dan hati seorang pendoa syafaat, Joel Richardson telah mengemukakan sebuah gambaran yang menggugah rasa ingin tahu kita akan “peperangan akhir jaman” yang akan datang. Saat Islam militan bangkit dengan angkara murka, dan dengan dukungan suatu roh yang anti-semitis, pada saat itu akan bangkit pula sekelompok orang yang rela memberikan hidup mereka bagi Injil Yesus Kristus. Menggemparkan…Mencerahkan…dan merupakan sebuah penyadaran untuk semua orang percaya yang tulus hati”.
– James W. Goll, Pendiri Encounters Network
Penulis The Seer, The Lost Art of Intercession and Praying for Israel’s Destiny

“Joel Richardson telah menyampaikan sebuah konsep yang cerdas, patut dipikirkan, penuh belas kasih dan berdasarkan Firman Tuhan; berkenaan dengan anti paralel teologis yang menakjubkan, antara eskatologi Islam radikal dan iman Alkitabiah. Ia sangat menekankan bahwa hal ini bukan suatu kebetulan humanistis semata. Namun, Joel juga bukan seorang yang bereaksi secara berlebihan, juga bukan seorang radikal paranoid. Melainkan, ia adalah seorang yang mencari dan mengasihi kebenaran, seorang yang mempunyai kasih dan keberanian untuk memaparkan bukti-bukti historis dan teologis mengenai keyakinan-keyakinannya di hadapan kita, dan kemudian memberikan kepada kita kewenangan untuk menguji fakta-fakta itu sendiri, sehingga kita sendiri dapat menarik kesimpulan. Joel Richardson adalah seorang pelayan Yesus Kristus yang rendah hati, dan saya sangat mengenalnya sebagai seorang suami yang setia dan mengasihi keluarganya. Ia bagai seorang bapa dan sahabat bagi semua orang yang dibawa oleh Tuhan ke dalam jalan hidupnya. (more…)

Penulis Novel Sebastian Faulks menyebut Al-Qur’an sebagai ocehan orang gila.

Sebastian Faulks, penulis buku-buku laris, memantik kemarahan kaum Muslim setelah mengklaim bahwa Al Qur’an tidak memiliki dimensi etis dan menyebutnya sebagai ocehan orang gila.

Ia mengatakan kitab suci umat Islam itu adalah sebuah buku dengan satu dimensi yang memiliki nilai sastra rendah, dan menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan Injil maka pesan-pesannya terkesan “gersang”.

Faulks, yang terkenal dengan riset telitinya, baru-baru ini telah membaca sebuah terjemahan Al Qur’an untuk membantunya menulis novel terbarunya, A Week in December, yang akan dipublikasikan bulan September.

Tidak seperti hasil kerja historisnya yang dulu, seperti Birdsong dan Charlotte Gray, karya terbarunya ini dibuat dengan latar belakang London modern.

Karakter-karakter dalam ceritanya termasuk istri anggota parlemen termuda, seorang supir Tube, seorang manajer keuangan, dan seorang perekrut teroris Islam kelahiran Glasgow bernama Hassan Al Rashid.

Dalam penelitian untuk Al Rashid inilah ia mulai menyelami Al Qur’an, yang diyakini kaum Muslim sebagai firman Allah yang disampaikan melalui Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. (more…)

Yesus di Dalam Qur’an

Di dalam Qur’an, Yesus diidentifikasikan sebagai Isa al-Masih. Namun demikian, harus diperhatikan bahwa nama Arab Isa tidak mempunyai kesamaan arti seperti yang dimiliki oleh nama Yesus, yang adalah versi Yunani dari nama Ibrani Joshua atau Jehoshuah yang berarti “Yahweh menyelamatkan.” Secara etimologis, Isa nampaknya lebih dekat dengan Esau. Nama Isa tidak dapat ditemukan dalam terjemahan Alkitab bahasa Arab sebab nama Yesus telah diterjemahkan secara tepat ke dalam bahasa Arab dengan Yasua. Maka, Alkitab bahasa Arab memberikan suatu kesaksian yang jelas mengenai misi Yesus Kristus sebagai “Juruselamat” dalam bahasa Arab.
Gelar-gelar Yesus Di Dalam Qur’an (more…)

Introduksi

Orang-orang Muslim dipandu oleh 6 artikel iman yang mengharuskan mereka untuk percaya pada semua nabi. Ini berarti mereka mengklaim bahwa mereka percaya pada Abraham, Ishak, Nuh, Muhammad dan juga Yesus sebagai nabi-nabi yang berstatus sama. Ketika menyebut nama “Yesus”, orang Muslim menyambungnya dengan berkata: Alaihim Wasalam, yang berarti: “Kiranya damai ada pada-Nya.”

Jelaslah, orang-orang Muslim menghormati Yesus. Mereka juga mempercayai beberapa fakta tentang Yesus seperti kedatangan-Nya yang kedua. Namun demikian, sangatlah tragis melihat orang Muslim menolak aspek mendasar dari identitas Yesus dan misi-Nya yang sesungguhnya bagi dunia ini. Khususnya, orang Muslim tidak percaya status Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan dan mereka juga tidak percaya pada kuasa penyucian oleh darah-Nya. Mereka tidak menerima kenyataan bahwa hanyalah melalui Yesus keselamatan dapat diperoleh. (more…)

Introduksi

Para teolog Muslim selalu menekankan bahwa bukti yang dimiliki Quran terletak pada keindahannya dan naturnya, situasi dimana Quran disebarkan. Sedemikian sehingga mereka menantang dunia untuk menghasilkan sebuah kitab yang dapat dibandingkan dengan Quran namun hingga saat ini tidak seorangpun mampu melakukannya.

Diantara klaim-klaim tersebut terdapat fakta bahwa Quran adalah satu-satunya kitab yang “diwahyukan” yang teksnya tetap murni dan tidak ternoda pada zaman ini.

Sudah tidak asing ketika para teolog tersebut mengatakan bahwa di dalam Quran segala sesuatunya dijelaskan secara mendetil dari berbagai sudut pandang, dengan perintah dan kiasan, teladan-teladan, cerita-cerita, perumpamaan-perumpamaan, dan sebagainya. Dengan kata lain, Quran bukanlah kisah-kisah narasi atau pembeberan semacam rumusan-rumusan abstrak yang tidak jelas. (more…)

KATA PENGANTAR

Kejadian 17:18-20 (NIV)

Dan Abraham berkata kepada Elohim: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” Tetapi Elohim berfirman: “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.”

Tuhan berjanji kepada Abraham bahwa Ia akan memberkati anaknya Ismael. Di sepanjang sejarah Alkitab, Tuhan senantiasa memegang janjiNya. Pertama, Tuhan memberkati Ismael secara fisik; Ia menjadi bapa dari dua belas anak laki-laki seperti yang Tuhan janjikan dan keturunannya menjadi makmur dan menjadi orang-orang perkasa yang hidup di seluruh tanah Arabia. Kemudian yang kedua, Tuhan memberkati keturunan Ismael secara spiritual; dalam kitab Yesaya dinubuatkan bahwa mereka akan datang ke Bait Suci Tuhan untuk menyembahNya. Hal ini sebagian digenapi pada masa Yesus, karena kita menemukan bahwa pada Hari Pentakosta yang datang setelah kenaikan Yesus ke Surga, orang-orang Arab turut hadir diantara mereka yang datang untuk menyembah Tuhan bersama-sama dengan orang-orang Yahudi. Pada hari itulah, banyak orang dari antara mereka yang datang untuk menyembah Tuhan dengan cara yang lebih baik dibandingkan dengan cara yang biasa mereka lakukan sebelumnya. Karena mereka mendengar berita keselamatan dalam Yesus Kristus, percaya dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan. (more…)