SEBUAH CATATAN DARI PENULIS

Ketika menulis buku ini, saya menemukan bahwa saya berada dalam posisi yang sulit oleh karena banyak alasan. Di satu sisi, saya ingin berbagi dengan anda sedikit hal mengenai saya – pengalaman saya dalam dialog antar agama Kristen/Muslim dan kisah tentang bagaimana sampai saya menulis buku ini. Di sisi yang lain, dengan alasan yang kuat, saya bertekad bukan hanya menggunakan nama samaran namun juga sesedikit mungkin memberikan informasi tentang pribadi saya.
Dalam suatu hari, saya menerima banyak e-mail dari sahabat-sahabat Muslim dari seluruh penjuru dunia. Umumnya e-mail yang saya terima memiliki kesan yang baik dan memuat informasi pribadi, juga potongan-potongan diskusi teologis yang tidak berkesudahan yang biasa kami lakukan. Ini sangat menyenangkan saya dan saya sangat menikmati dan menghargai persahabatan-persahabatan ini. Sayangnya, tidak semua e-mail yang saya terima menyenangkan atau bersahabat. Contohnya, e-mail yang saya terima berikut ini bukan hanya ancaman mati, e-mail ini jugalah yang menyebabkan saya mulai lebih bijaksana dalam interaksi saya dengan orang-orang Muslim dalam konteks dialog antar agama. (Bagian-bagian dalam kurung saya tambahkan untuk kejelasan):

“…Allahu Akhbar!! (Allah Maha Besar!) Yaaaa Allah!! Saya akan memenggal kepalamu! Kiranya Allah mengutukmu dan seluruh keluargamu. Kiranya kau dan keluargamu membusuk di neraka selamanya. Saya ingin anda tahu bahwa semua Muslim berseru kepada Allah untuk mengutukmu dan menaruhmu di neraka. Saya sendiri akan membunuhmu. Saya sendiri akan membunuh keluargamu. Anda akan mengalami kematian secara perlahan dan menyakitkan, Insya Allah (dengan kehendak Allah). Ameen, Ameen (Amin, amin…). Allahu Akhbar!! Allahu Akhbar!! Yaaaa Allah!”

Bukan hanya natur dan intensitas ancaman ini yang membuat saya menanggapinya dengan serius, namun juga punktuasinya, pengejaan dan struktur kalimatnya yang sempurna. Tidak ada indikasi bahwa ancaman ini berasal dari luar negeri.
Sekarang harus saya akui bahwa saya sama sekali tidak tahu apa yang menjadi motivasi munculnya ancaman ini. Saya tidak mengerti hal spesifik apa yang telah saya katakan atau lakukan yang mendorong munculnya reaksi keras semacam itu. Sudah tentu, ketika berbicara dengan Muslim, biasanya saya dengan terang-terangan menyampaikan bahwa semua orang memerlukan seorang juruselamat, demikian juga umumnya sahabat-sahabat Muslim saya juga terang-terangan berbicara mengenai bagaimana kita tidak terlalu membutuhkan juruselamat.

Menurut saya ini masuk akal. Tapi nampaknya untuk dosa sebesar ini, saya menerima ancaman atas hidup saya dan hidup keluarga saya. Walau ancaman seperti ini bukanlah hal yang baru di berbagai tempat lain di dunia, saya masih terheran-heran mengapa hanya karena saya menyampaikan iman saya, kemudian muncul reaksi yang keras seperti ini. Oleh karena itu, dengan alasan-alasan yang jelas untuk keselamatan saya pribadi dan keluarga, maka saya telah memilih untuk memakai nama samaran dalam menulis buku ini. Saya yakin anda dapat memahaminya.

Namun demikian, untuk menetapkan sebuah tingkat kredibilitas dengan pembaca, saya hanya ingin mengatakan bahwa informasi yang terdapat dalam buku ini berasal dari orang yang tidak hanya sangat memahami materi-materi sumber Islam dan juga literatur sucinya yang dikutip dalam buku ini, namun juga seperti yang telah disampaikan diatas, ia mempunyai banyak pengalaman dalam dialog antar agama dengan Muslim. Informasi yang akan anda baca telah diselidiki dengan sangat teliti. Untuk memberikan sebuah gambaran mengenai doktrin Islam secara akurat dan komplet, saya tidak hanya menggunakan semua buku yang tersedia dalam bahasa Inggris mengenai eskatologi Islam, tetapi juga artikel-artikel yang tak terhitung banyaknya, dan juga mewawancarai ratusan Muslim mengenai keyakinan mereka akan akhir jaman. Tujuan saya bukan hanya menghadirkan sebuah buku semata untuk mendidik orang Kristen, namun saya juga bertujuan untuk menulis sebuah buku bagi orang Muslim – walau mereka tidak setuju dengan konklusi saya – namun mereka akan menghargai kejujurannya dan penggunaan referensi yang berkualitas. Walau saya sangat yakin bahwa berkenaan dengan natur buku ini, hanya sedikit orang yang tidak akan tertantang oleh para apologis Muslim, saya telah menuliskan buku ini dengan mengetahui bahwa pembaca yang memperhatikan sumber-sumber dalam buku ini akan mendapati bahwa saya telah menulis sebuah representasi dan ulasan yang akurat mengenai pengajaran dan kepercayaan Islam. Saya juga telah berjuang keras agar tidak menjadi orang yang mencari-cari sensasi dengan materi yang dibahas dalam buku ini. Saya sendiri sudah membaca banyak tulisan yang terlalu sensasional mengenai nubuatan dan secara pribadi saya tidak menghargai pendekatan semacam itu.

Alasan utama lainnya sehingga saya mengalami masa-masa sulit dalam menulis buku ini adalah karena pada tingkatan tertentu ini adalah pekerjaan yang polemis. Walau saya tidak berniat menulis buku yang menimbulkan polemik, namun jika memungkinkan saya lebih suka menghindarinya. Sekalipun saya percaya bahwa polemik mempunyai kedudukan yang sah dalam ranah dialog antara agama Kristen-Muslim, saya juga sadar bahwa kasih akan jauh lebih banyak memenangkan jiwa ke dalam Kerajaan Tuhan daripada ratusan argumen intelektual. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Samuel Zwemer, sang Rasul untuk Islam – dan seorang pelopor sejati diantara para misionaris Kristen untuk orang Muslim pada akhir abad 19 dan awal abad 20: “Setelah 40 tahun pengalaman – terkadang pengalaman yang menghancurkan hati, saat menabur diatas batu dan menyaksikan burung-burung memakan benih hingga bulirnya yang terakhir – saya yakin bahwa jalan terpendek menuju hati seorang Muslim adalah jalan kasih Tuhan, jalan salib”.1 Saya sangat menyetujuinya. Saya jauh lebih suka mempunyai relasi dengan Muslim yang diwarnai dengan dialog yang sama-sama menguntungkan dan juga persahabatan yang sejati daripada terlibat dalam polemik yang pada dasarnya mempunyai natur yang negatif hingga pada kadar tertentu. Sesungguhnya, buku ini memuat banyak informasi negatif mengenai Islam. Dan kenyataannya, banyak hal yang jelas-jelas mengusik. Namun demikian, saya merasakan sebuah mandat yang sangat kuat dari Tuhan bahwa buku ini harus ditulis dan informasi di dalamnya harus diketahui orang. Tujuan utama dari buku ini adalah untuk mengingatkan – baik mereka yang berada di dalam dan juga diluar dinding-dinding gereja.

Saya juga ingin menekankan dengan sangat bahwa buku ini sama sekali tidak bertujuan untuk “menampar” orang Muslim dengan cara apapun. Walau pemikiran dan poin-poin dalam buku ini benar-benar merupakan tuduhan yang keras terhadap agama Islam, hendaknya buku ini tidak ditafsirkan sebagai serangan terhadap orang Muslim secara pribadi. Sama seperti agama-agama lainnya, Islam tidaklah monolitik dan tidak semua Muslim percaya atau setuju dengan segala sesuatu yang dimuat dalam buku ini. Poin ini tidak dapat lebih ditekankan lagi. Ada banyak orang Muslim yang baik dan cinta damai. Janganlah sekalipun kita mengkategorikan orang menurut kelompok tertentu dimana mereka menjadi anggotanya, melainkan kita harus mengenal orang secara pribadi, satu orang setiap saat. Oleh karena informasi mengenai islam yang menakutkan dan lebih bersifat mengusik yang dimuat dalam buku ini, saya sangat menganjurkan anda untuk mengambil banyak waktu untuk berdoa dan meminta Tuhan melindungi anda dari perasaan-perasaan negatif, takut, atau buruk sangka yang cenderung menguasai hati manusia, dan agar anda minta pada Tuhan untuk menyatukan hati anda dengan hati-Nya bagi orang Muslim. Boleh jadi, seperti halnya saya, anda akan jatuh hati dengan orang-orang ini yang sangat dirindukan Tuhan agar mengalami penebusan, transformasi, dan mengenakan jubah keselamatan-Nya yang indah. Dan jika anda adalah seorang Muslim, saya berdoa bersama dengan anda, bahwa melalui nubuatan kuno yang dianalisa dalam halaman-halaman buku ini, kebenaran akan terwujud dan bahwa Tuhan akan menuntun anda di jalan yang lurus.

About these ads