Perisai.net - MENOLAK untuk berpindah agama, sepasang suami istri menjadi korban prilaku brutal dan tidak manusiawi di depan kantor polisi di Rawalpindi, Pakistan.

Arshed Masih, 38, dan istrinya bekerja pada seorang pengusaha Muslim yang kaya. Ia bekerja sebagai sopir, sedangkan istrinya menjadi pembantu.

Pekan lalu, keduanya dituduh mencuri uang sebesar 500.000 rupee Pakistan (hampir US$ 6.000). Namun, keduanya tidak dijadikan tersangka. Majikan mereka menawarkan untuk tidak memperpanjang kasus dengan syarat keduanya harus meninggalkan kekristenan dan masuk Islam.

Karena menolak tawaran itu, Masih pun akhirnya dibakar hidup-hidup di depan kantor polisi oleh kelompok garis keras Islam dibantu oleh polisi setempat. Bahkan, sumber lokal mengatakan bahwa istri Masih diperkosa oleh polisi di kantor polisi.

Arshed Masih, menderita luka bakar 80 persen, tengah dirawat di Rumah Sakit Keluarga Kudus di RawalpindiPemerintah Punjab mengumumkan tengah menyelidiki masalah ini. Pemerintah menjanjikan akan menangkap pelaku aksi brutal tersebut.

Sementara, saat ini Masih tengah dirawat di Rumah Sakit Keluarga Kudus di Rawalpindi. Kondisinya mengenaskan, karena sekujur tubuhnya nyaris hangus terbakar. Ia menderita luka bakar 80 persen, sehingga para dokter tidak yakin jika Masih dapat bertahan lama.

Aksi tak berperikemanusiaan ini dilaporkan oleh AsiaNews. Dalam laporan AsiaNews dikatakan bahwa saat aksi brutal itu terjadi, ketiga anak Masih yang berumur antara 7 hingga 12 tahun, dipaksa untuk menonton aksi tersebut. [AN]

About these ads