Memang Negara yang menganut Syariah dan Umat Islam yang berpegang pada syariah pasti akan menjadi Bejat. Bertobatlah!!!

Baca juga : TKW Asal Sulsel Bebas dari Hukuman Mati di Malaysia

Makkah - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) bernama Sumiati Binti Salan Mustapa dirawat di RS King Fahad. TKW ini mengalami penyiksaan oleh majikannya. Bahkan mulutnya digunting.

Dubes Indonesia untuk Arab Gatot Abdullah Mansyur mengaku masih meneliti kasus tersebut. Pihaknya siap memberikan perlindungan hukum.

“Kami siap memberikan perlindungan dan pembelaan hukum di pengadilan,” ujar Gatot, Minggu (14/11/2010). Kondisi TKW malang tersebut sangat memprihatinkan. Selain bibirnya digunting. Di seluruh wajahnya tampak bekas luka.

Tampak luka di kening, kedua alis, hidung, pipi dan dagu wanita malang tersebut. Kondisinya pun sangat lemah. Sumiati Binti Salan Mustapa disiksa dan mulutnya digunting. Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas dan mengirimkan nota protes diplomatik kepada pemerintah Arab Saudi.

“Jangan sampai kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Pemerintah harus mengirim nota protes diplomatik,” ujar Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah kepada detikcom, Senin (15/11/2010).

Anis mengecam terjadinya berbagai penyiksaan pada para TKI di Arab Saudi. Menurutnya, semua kasus penyiksaan ini harus diselesaikan secara hukum. Pemerintah pun harus melindungi hak para TKI ini.

“Kalau tidak diselesaikan secara hukum, dianggapnya kita mentolerir tindakan itu,” tegas dia.

Anis menilai lemahnya perlindungan bagi para TKI dan TKW membuat mereka seringkali menjadi korban penyiksaan, perbudakan dan pelecehan seksual. Padahal baru saja Menlu Marty Natalegawa dan Menlu Arab Saudi sepakat untuk memerangi human trafficking.

“Diplomasi kita hanya retorika. Menlu ketemu Menlu dianggap sudah cukup. Tapi kenyataan di lapangan lain,” kritik Anis.

Anis berharap pemerintah segera membenahi proses pengiriman TKi ke luar negeri. Jangan sampai ada TKI menjadi korban lagi.

“Ini kan sistematis. Mulai dari perekrutan hingga pengiriman semua bermasalah,” keluhnya.

Penyiksaan pada Sumiati terkuak pada Senin 7 November. Kala itu Sumiati dibawa ke rumah sakit swasta di Madinah. Karena luka yang dideritnya sangat luar biasa, RS itu merujuknya ke RS King Fahd.

Sumiati tiba di Madinah pada 18 Juli 2010 dengan gaji 800 riyal. Dia sering disiksa oleh ibu dan anak perempuan majikannya.

About these ads