Diposkan oleh Ali Sina pada tanggal 6 April 2011
Dear Mr Ali
Orang Muslim percaya bahwa ada hadis-hadis yang mengatakan bahwa Muhammad diciptakan 14.000 tahun lalu, yaitu sebelum adam. Silahkan klik link ini.
Mohon komentar anda…
Wim
Masalah dengan Hadis adalah bahwa orang-orang Muslim bisa menerima atau menyangkali otentisitas sebuah Hadis, bergantung pada arah angin. Ketika sebuah Hadis tertentu cocok dengan situasi mereka, maka mereka menganggap Hadis itu sebagai Hadis yang otentik, namun jika tidak, maka mereka akan mengatakan bahwa Hadis itu tidak otentik.
Ini adalah jenis Hadis yang bisa jadi otentik. Sebenarnya Hadis ini menggambarkan karakteristik Muhammad yang sering membuat klaim-klaim yang membesarkan dirinya sendiri. Namun demikian, klaim itu sepenuhnya sebuah kebohongan. Muhammad mengatakan ia tidak tahu bahwa ia adalah seorang nabi, hingga ‘malaikat Jibril’ menendang pinggangnya, mencekik dan menjatuhkannya ke tanah. Kemudian ia diperintahkan untuk membaca dalam nama Tuhannya.
Bahkan kemudian ia berpikir bahwa ia telah kerasukan roh setan. Isterinyalah (Khadijah) yang meyakinkannya bahwa yang ia lihat itu adalah seorang malaikat dan ia telah menjadi seorang nabi. Namun demikian, ketika halusinasi itu tidak terjadi lagi, pada beberapa kesempatan Muhammad mencoba untuk melakukan bunuh diri. Ia berpikir Allah telah mengabaikannya. Hal ini membuktikan bahwa Muhammad tidak punya petunjuk bahwa ia adalah seorang nabi hingga halusinasi telah terjadi, dan karena itu klaim bahwa ia telah diciptakan sebelum Adam, adalah sebuah klaim yang palsu.
Lebih jauh lagi, Hadis ini berkontradiksi dengan Quran 18:110, “Katakanlah (O Nabi): Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu…,”
Ali

June 16, 2011 at 12:18 am
Hadistnya adalah ini:
Dari Salman berkata,”Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Aku dan Ali adalah satu cahaya dihadapan Allah 14.000 tahun sebelum Adam diciptakan. Dan tatkala Allah menciptakan Adam maka Dia (Allah) membagi cahaya itu menjadi dua bagian, satu bagian adalah aku dan satu bagian lainnya adalah Ali.”
Kalo hadist ini benar,maka:
===bertentangan dengan ayat:
“Katakanlah (O Nabi): Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu…,”
===hadist ini hanya membuktikan bahwa nabi seorang narsis.karna merasa jadi manusia pertama yang diciptakan/ruh pertama yg diciptakan. atau cahaya dihadapan allah yang pertama apapun maksud dari hadist berisi omong kosong tersebut.
woyyy budak arab .apa itu artinya:
”Aku dan Ali adalah satu cahaya dihadapan Allah 14.000 tahun sebelum Adam diciptakan. ?????????????
June 16, 2011 at 3:23 am
wekekeke kalau ada hadis yang bertentangan dengan Al Quran ya dibuang ke tong sampah saja tuh hadis, gitu aja kok repot
June 16, 2011 at 1:59 am
MOH MIMPI BASAH TENTANG AISYAH YANG MASIH DI BAWAH 6 TAHUN
=======================================================
Sahih Bukhari 62: 15
Dikisahkan Aisha; Rasulullah berkata padaku, “Sebelum aku menikahimu, dirimu dua kali hadir dalam mimpiku. Aku melihat malaikat membawamu, kau memakai gaun sutra, dan ia berkata inilah istrimu. Aku membuka gaun itu, dan ternyata itu adalah engkau. Lalu aku berkata pada diriku, “Jika mimpi ini dari Allah, biarlah mimpi ini menjadi kenyataan”.
Kita tahu nabi menikahi aisyah saat aisyah 6 tahun:
Sahih Bukhari 62: 64
Diriwayahkan ‘Aisha: bahwa nabi menikahi saya ketika saya berumur ENAM TAHUN dan berhubungan suami istri saat saya SEMBILAN TAHUN, dan kemudian saya tinggal bersama nabi selama sembilan tahun (yaitu sampai kematiannya)-.
Tanya hatimu,mungkinkah utusan tuhan memimpikan seseorang jadi pengantin yang masih dibawah 6 tahun??????????
June 16, 2011 at 3:25 am
Yesus juga, disalib gara2 ngawini kuda pendeta yahudi pas dia berumur 20 tahunan, tahu kagak
June 16, 2011 at 2:32 am
CERITA BASI.ORANG2 BERIMAN LEBIH MEMILIH FIRMAN2 ALLAH YANG TELAH MEMULIAKAN NABI MUHAMMAD, KETIMBANG CERITA2 ISRAILIYAT.APALAGI YANG KELUAR DARI HATI DAN OTAK ANDA ADALAH KOTORAN.
June 16, 2011 at 3:02 am
Ini memang penyakit berakhlaq dari dulu lho!Sukanya pada benda-benda basi.Itu sebabnya sampai sekarang dia nggak maju-maju.
June 16, 2011 at 3:31 am
Puji Tuhan, saudara begitu mengenal bahkan hafal , namun demikian urian atau wawasan yang saudara berikan , tidak tepat sama seklai, mestinya anda juga harus belajar latar blakangan penulisan tersebut, baru dapat menjelaskananya kepada kami semua pembaca yang ada disini, ada satu pertanyaan yang sangat sederhana yang bisa saya ajukan kepada saudara, jika anda tahu bahwa Alkitab yang ditulis itu bohong, atau tidak benar , mana Alkitab yang benar ?, sebab selama ini, yang saya ketahui forum ini hanya membahas, kejadian-kejadian yang sebenarnya yang tertulis di Alquran maupun Hadist, jadi kalau memang tulisan tersebut tidak ada, bagimana mungkin kita membahasnya ? mari kita kembali mengatakan tidak dusta diantara kita , forum ini tidak pernah menuduh bahwa Alquran dan Hadist adalah palsu atau salah, tapi kita mengupas ajaran yang tertera di dalanya.Apakah ajaran itu benar , jika benar tentu akan membawa barokah bagi kita semua, tapi jika salah tentu akan membawa sengsara bagi umat semua, mengapa Timur tengah ( bangsa arab ) sampai sekarang tidak pernah bersatu ? jika ajaran mereaka sama , jika ada ukuwah islamiah ?
June 16, 2011 at 6:47 am
maaf pertanyaan anda saya balik
bagaimana kami bisa tahu mana al kitab yang benar jika setiap kali dicetak ulang selalu mengalami perubahan?
Bagaimana timur tengah mau aman jika umat kristen terus menebar fitnah disana?
June 17, 2011 at 4:15 pm
Jack die satria baja hitam tuh… ati ati… xixixixi…
June 16, 2011 at 3:37 am
iya namanya juga MUSLIM = MUSLIHAT LALIM
mana pernah berbuat baik dengan sesamanya, isinya cuma fitnah dan menjelekkan orang lain, beruntung tuh aku dah murtad, amin
June 17, 2011 at 5:10 pm
beda (syarat) MUALAF ma murtad.
Mualaf
mendapat HIDAYAH, berilmu, dan bersyahadat (suatu konsep KETUHANAN yg jelas).
murtad
kere, laper, kepepet, ketepu (krn kebodohan or kepolosanx), matre, dan mandi air tajin…
xixixixixi…
June 16, 2011 at 4:32 am
YANG LALIM ITU ANDA SENDIRI MENZALIMI DIRI SENDIRI ANAK, ISTRI.SUDAH DIKASIH TAHU KEBENARAN MALAHAN TIDAK MAU TERIMA.
HORSEA 10
(1) Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah. Makin banyak buahnya, makin banyak dibuatnya mezbah-mezbah. Makin baik tanahnya, makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala.2) Hati mereka licik, sekarang mereka harus menanggung akibat kesalahannya: Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka
YEREMIA 6
(9) Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Petiklah habis-habisan sisa-sisa orang Israel seperti pokok anggur dipetik habis-habisan. Kembalilah seperti pemetik buah anggur dengan tanganmu mencari-cari buah pada ranting-rantingnya
(10) Kepada siapakah aku harus berbicara dan bersaksi, supaya mereka mau memperhatikan? Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya
(11) Tetapi aku penuh dengan kehangatan murka TUHAN, aku telah payah menahannya, harus menumpahkannya kepada bayi di jalan, dan kepada kumpulan teruna bersama-sama. Sesungguhnya, baik laki-laki maupun perempuan akan ditangkap, baik orang yang tua maupun orang yang sudah lanjut usianya.
(12) Rumah-rumah mereka akan beralih kepada orang lain, bersama ladang-ladang dan isteri-isteri mereka. –”Sesungguhnya, Aku mengacungkan tangan-Ku melawan penduduk negeri ini, demikianlah firman TUHAN
(13) Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu(14) Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.(15) Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah; mereka akan tersandung jatuh pada waktu Aku menghukum mereka, firman TUHAN
(18) Sebab itu dengarlah, hai bangsa-bangsa, dan ketahuilah, hai jemaat, apa yang akan terjadi atas mereka
(19) Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku
BUKANKAH ANDA SENDIRI YANG LALIM, MENGAMBIL KITAB DARI BANGSA YAHUDI, YANG YESUS SENDIRI BERKATA DIA DIUTUS UNTUK DOMBA YANG TERSESAT DARI BANI ISRAIL.ANDA BUKAN YAHUDI, BUKAN BANI ISRAIL.
KEMUDIAN ANDA MEMUJA YAHUDI LALU MENJELEKKAN ISLAM SEBAGAIMANA YAHUDI MENJELEKKAN ISLAM.
KEMUDIAN ANDA MENJADIKAN ANAK MANUSIA SEBAGAI TUHAN.
INGAT AKHIR ZAMAN DIA ANAK MANUSIA AKAN TURUN UNTUK MEMUSNAHKAN KALIAN DENGAN SABITNYA YANG TAJAM.
APAKAH ANDA TIDAK PAHAM DENGAN PENRINGATAN INI DI AL KITAB ANDA.
SIAPA YANG LALIM?
ANDALAH YANG LALIM MEMBIARKAN DIRI ANDA, ORANG TUA ANDA KETURUNAN ANDA DENGAN TETAP MENYEMBAH ANAK MANUSIA YANG DIA SENDIRI AKAN MEMBINASAKAN ANDA SEMUANYA DIAKHIR ZAMAN.
KEMUDIAN DIMASUKKAN KE DALAM DAPUR PELEBURAN NERAKANYA ALLAH YAG KEKAL.
KEMBALILAH KE ISLAM SEBELUM TERLAMBAT
June 16, 2011 at 10:53 am
MENGAPA IBU KANDUNG MOH TIDAK MAU MERAWAT MOH WAKTU KECIL??????
=================================================================
Di tahun 570 A.D., di Mekah, Arabia, seorang janda muda bernama Amina melahirkan anak laki yang diberi nama olehnya Kotham sesuai tradisi bangsanya. Lima puluh tahun kemudian, ketika anak laki ini hijrah ke Medinah, dia akan mengganti namanya dengan nama “Muhammad” (yang terpuji) sebagai nama pujian diri, dan dia terkenal dengan nama itu sampai hari ini. Meskipun Muhammad adalah anak2 Amina satu2nya, tapi Amina menyerahkan dirinya kepada seorang wanita Bedouin untuk dibesarkan di padang pasir kala Muhammad masih berusia 6 bulan.
Beberapa wanita kaya Arab kadangkala menyewa wanita2 lain untuk menyusui bayi2 mereka. Hal ini memungkinkan wanita kaya itu untuk tidak menyusui dan bisa punya anak lagi dengan cepat. Lebih banyak anak berarti lebih tinggi status sosialnya. Tapi bukan ini yang terjadi pada Amina janda miskin yang hanya punya satu anak untuk diurus. Abdullah, ayah Muhammad, meninggal enam bulan sebelum Muhammad lahir. Juga kebiasaan ini tidak terlalu sering dilakukan. Lihat misalnya Khadijah, istri pertama Muhammad, yang merupakan wanita terkaya di Mekah. Dia punya tiga anak dari perkawina sebelumnya dan tujuh anak dari perkawinannya dengan Muhammad, dan dia merawat mereka semua seorang diri. [1]
Mengapa Amina menyerahkan anak satu2nya untuk dibesarkan orang lain? Hanya ada sedikit keterangan bagi kita untuk mengerti tentang ibu Muhammad dan keputusan yang diambilnya.
Keterangan menarik yang menunjukkan keadaan psikologi Amina dan hubungannya dengan bayinya adalah Amina tidak menyusui Muhammad. Setelah Muhammad lahir, dia diserahkan kepada Thueiba, yang adalah pelayan paman Muhammad yang bernama Abu Lahab (orang yang sama yang dikutukinya di Sura 111 di Qur’an, sekalian juga dengan istrinya), untuk disusui. Tidak ada keterangan mengapa Amina tidak menyusui anaknya. Yang bisa kita lakukan adalah menduga. Apakah dia mengalami tekanan bathin karena menjanda di usia mudanya? Apakah dia pikir anaknya merupakan halangan baginya untuk menikah lagi?
Kematian anggota keluarga dapat mengakibatkan perubahan kimia dalam otak yang mengakibatkan tekanan jiwa (depresi). Sebab lain yang mengakibatkan dapat wanita mengalami tekanan jiwa adalah: hidup sendirian, gelisah tentang keadaan janinnya, masalah perkawinan atau keuangan dan usia muda ibu. Amina baru saja kehilangan suaminya, dia hidup sendiri, miskin, dan muda. Berdasarkan keterangan yang ada, dia tampaknya mengalami tekanan jiwa. Hal ini dapat menganggu kemampuan ibu untuk menumbuhkan ikatan bathin dengan bayinya. Juga, tekanan jiwa selama mengandung dapat pula mengakibatkan ibu mengalami tekanan jiwa berikutnya setelah melahirkan bayi (postpartum depression)..[2]
Beberapa penyelidikan ilmiah menunjukkan bahwa tekanan jiwa yang dialami ibu mengandung dapat berakibat langsung pada janin. Bayi2 yang lahir biasanya menjadi cepat marah dan lamban. Bayi2 ini dapat tumbuh menjadi anak2 balita yang lamban belajar dan tidak bereaksi secara emosional, ditambah masalah kelakuan, misalnya suka melakukan kekerasan.[3]
Muhammad tumbuh diantara orang2 asing. Sewaktu dia besar, dia sadar bahwa dirinya bukanlah anggota keluarga yang mengurusnya. Dia semestinya heran mengapa ibunya, yang hanya mengunjunginya dua kali setahun, tidak menginginkannya.
Halima adalah wanita yang menyusui Muhammad. Enam puluh tahun berikutnya terungkap bahwa awalnya Halimah tidak mau mengurus Muhammad karena dia anak yatim dari janda miskin. Tapi akhirnya Halimah mau mengurus Muhammad karena dia tidak mendapatkan anak dari keluarga kaya, dan keluarganya sendiri sangat butuh uang meskipun sedikit sekalipun. Apakah ini tampak pada cara Halimah mengurus bayi itu? Apakah Muhammad merasa tidak dikasihi di keluarga angkatnya selama tahun2 awal penting yang menentukan sifat seseorang?
Halima melaporkan bahwa Muhammad adalah anak yang penyendiri. Dia suka hidup dalam dunia khayalannya sendiri dan bercakap-cakap dengan teman2 khayalannya yang tidak bisa dilihat orang lain. Apakah ini reaski dari anak yang tidak dikasihi di dunia nyata sehingga dia menciptakan khayalannya sendiri untuk menghibur dirinya dan merasa dikasihi?
June 16, 2011 at 3:19 pm
Penyiksaan
============================
Ibn Ishaq mengisahkan penaklukkan Khaibar. Dia melaporkan bahwa Muhammad tanpa peringatan apapun menyerang benteng2 kota ini yang dihuni kaum Yahudi dan membunuh banyak orang2 tak bersenjata ketika mereka melarikan diri. Seorang yang tertawan bernama Kinana. Ibn Ishaq menulis:
Kinana al-Rabi, yang menyimpan harta masyarakat Banu Nadir dibawa menghadap kepada sang Rasul yang menanyakan tentang harta itu. Dia (Kinana) menyangkal mengetahui di mana harta itu. Seorang Yahudi datang (sejarawan Tabari menulis “dibawa menghadap”), kepada sang Rasul dan berkata bahwa dia melihat Kinana pergi ke suatu reruntuhan setiap subuh. Sang Rasul berkata kepada Kinana, “Kau tahu jika kami menemukan harta itu, aku akan membunuhmu?” Dia berkata, “Ya.” Sang Rasul memerintahkan reruntuhan itu dibongkar dan beberapa harta ditemukan. Lalu Rasul bertanya padanya di mana harta yang lain, dan dia tidak mau menjawab, sehingga Rasul memberi perintah kepada al-Zubayr Al-Awwam, “Siksa dia sampai mengaku.” Maka dia menyalakan api dengan batu percik dan besi di atas dada Kinana sampai dia hampir mati. Lalu sang Rasul menyerahkan Kinana kepada Muhammad b. Maslama yang lalu memancung kepalanya, sebagai tindakan balas dendam atas kematian saudara lakinya Mahmud.[1]
Di hari yang sama Muhammad menyiksa sampai mati pemuda Kinana, dia juga mengambil istri Kinana yang bernama Safiya yang berusia tujuh belas tahun ke dalam sebuah tenda untuk disetubuhi. Dua tahun sebelumnya, sang Nabi memancung kepala ayah Safiya dan juga seluruh kaum pria Yahudi Bani Qurayza yang telah tumbuh bulu kemaluan. Ibn Ishaq menulis:
Sang Rasul menguasai benteng2 Yahudi satu demi satu, kemudian mengambil tawanan2. Diantara para tawanan terdapat Safiya, istri Kinana yang adalah kepala masyarakat Khaibar, dan dua wanita saudara sepupu; sang Rasul memilih Safiya untuk dirinya sendiri. Tawanan2 lainnya dibagi-bagikan diantara para Muslim. Bilal membawa Safiya kepada sang Rasul, dan mereka melewati beberapa mayat Yahudi dalam perjalanan itu. Kawan2 wanita Safiya menangis dan menabur debu di atas kepala mereka. Ketika Rasul Allâh melihat hal ini, dia berkata, “Singkirkan wanita iblis ini dari hadapanku.” Tapi dia memerintahkan Safiya untuk tetap tinggal, dan menyelubungkan jubahnya kepada Safiya. Dengan ini para Muslim tahu bahwa Muhammad memilih Safiya bagi dirinya sendiri. Sang Rasul menegur Bilal, “Sudah hilangkah belas kasihanmu sehingga kau bawa wanita2 ini melalui mayat2 suami mereka?”
Bukhari juga mencatat beberapa hadis tentang penaklukan Muhammad terhadap Khaibar
Anas berkata, ‘Ketika Rasul Allah menyerang Khaibar, kami melakukan sembahyang subuh ketika hari masih gelap. Sang Nabi berjalan menunggang kuda dan Abu Talha berjalan menunggang kuda pula dan aku menunggang kuda di belakang Abu Talha. Sang Nabi melewati jalan ke Khaibar dengan cepat dan lututku menyentuh paha sang Nabi. Dia lalu menyingkapkan pahanya dan kulihat warna putih di pahanya. Ketika dia memasuki kota, dia berkata, ‘Allahu Akbar! Khaibar telah hancur. Ketika kita mendekati suatu negara maka kemalangan menjadi pagi hari bagi mereka yang telah diperingatkan.’ Dia mengulangi kalimat ini tiga kali. Orang2 ke luar untuk bekerja dan beberapa berkata, ‘Muhammad (telah datang)’ (Beberapa kawan kami berkata, “Dengan tentaranya.”) Kami menaklukkan Khaibar, menangkap para tawanan, dan hartabenda rampasan dikumpulkan. Dihya datang dan berkata, ‘O Nabi Allah! Berikan aku seorang budak wanita dari para tawanan.’ Sang Nabi berkata, ‘Pergilah dan ambil budak mana saja.’ Dia mengambil Safiya bint Huyai. Seorang datang pada sang Nabi dan berkata, ‘O Rasul Allah! Kauberikan Safiya bint Huyai pada Dihya dan dia adalah yang tercantik dari suku2 Quraiza dan An-Nadir dan dia layak bagimu seorang.’ Maka sang Nabi berkata,’Bawa dia (Dihya) beserta Safiya.’ Lalu Dihya datang bersama Safiya dan ketika sang Nabi melihatnya (Safiya), dia berkata pada Dihya,’Ambil budak wanita mana saja lainnya dari para tawanan.’ Anas menambahkan: sang Nabi lalu membebaskannya dan mengawininya.”
Thabit bertanya pada Anas,”O Abu Hamza! Apa yang dibayar sang Nabi sebagai maharnya?” Dia menjawab, “Dirinya sendiri adalah maharnya karena dia telah membebaskannya (dari status budak) dan lalu mengawininya.” Anas menambahkan, “Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk (upacara) pernikahan dan malam ini Um Sulaim mengantar Safiya sebagai pengantin sang Nabi.[2]
==============================================
1] Sirat Rasul Allâh, p. 515.
[2] Sahih Bukhari, 1.8.367
Dalam hadis ini diterangkan bagaimana kaum Muslim menyerang kota Khaibar sewaktu subuh dan saat itu masyarakat Khaibar tidak siap. “Yakhrab Khaibar” (Khaibar hancur) kata Muhammad, sewaktu dia menaklukan benteng satu demi satu: “Allahuakbar! Memang jika aku menyinari tepi daerah masyarakat manapun, maka hancurlah mereka hari itu juga!”
Setelah menaklukan kota itu, maka tiba waktunya bagi2 jatah harta jarahan. Dihya, salah seorang tentara Muslim, menerima Safiya sebagai bagian jatahnya. Ayah Safiya adalah ketua suku Yahudi Bani Nadir yang dipancung kepalanya atas perintah Muhammad tiga tahun sebelumnya. Setelah Khaibar ditaklukkan, suami Safiya yang masih muda yang bernama Kinana disiksa dan dipancung atas perintah Muhammad pula. Seseorang memberitahu Muhammad bahwa Safiya sangatlah cantik. Lalu Muhammad menawarkan Dihya dua gadis pengganti yakni saudara2 sepupu Safiya, dan lalu mengambil Safiya bagi dirinya sendiri.
June 16, 2011 at 4:16 pm
Tentang isu penyiksaan ke atas Kinana ibnu Rabi’ yang sering dijaja oleh musuh-musuh Islam utk memojokkan agama islam ianya tidak mendatangkan kesan sedikit pun ke atas agama Islam.Ibaratnya seperti perbuatan memukul angin atau menembak dengan peluru kosong.Buktinya,orang-orang termasuk dari kalangan intelektual bertali arus memeluk Islam.Apakah mereka tidak mengetahui kisah ini?Mereka mengetahui bahkan karena mereka mengetahuilah mereka tetap memeluk Islam karena mereka mengetahui kisah tersebut adalah palsu.Sumber kepada riwayat tersebut adalah tidak sah bukan karena sumbernya lemah,tetapi karena memang karena tidak ada sumbernya!Kadang-kadang saya terfikir juga bisa bisa nya orang kristian mempercayai cerita yang seperti ini.Tapi bila dipikir-pikirkan ianya memang tidak mengherankan karena orang-orang kristian memang telah terbiasa menerima satu satu cerita tanpa menganalisa dengan lebih mendalam.Buktinya,mereka sih masih tetap mau mempercayai Bible walaupun ianya ditulis tanpa sanad (tidak diketahui penulisnya) di dalam keadaan kitab tersebut sarat memuatkan kisah kisah dongeng dan bermacam pertentangan yang tidak masuk akal.
Di sini tokoh yang diperdebatkan adalah Kinana Ibnu Rabi’ suami kepada Safiah anak kepada ketua suku Yahudi Bani Nadir yaitu Huyyai ibnu Akhtab.Allamah Shibli Nu’mani menulis di dalam kitabnya Sirat-un-Nabi juzuk 2 ms 106 mengatakan bahawa selepas Banu Nadir meninggalkan Madinah dan membuat penempatan dan bertinggal tetap di Khaibar mereka telah berusaha utk mengadakan konspirasi besar-besaran menetang Islam.Pemimpin –pemimpin mereka yaitu Sallam Ibn Abi Al Huquaiq,Huyyai Ibn Akhtab,Kinana Al Rabi(Ingat ya!Kinanah Ibn Rabi’ inilah yang sedang kita bahaskan) dan lain-lain telah datang ke Mekah utk menemui orang-orang Quraish dan memberitahu mereka tentang perlunya Islam itu dihapuskan.Jadi awal-awal lagi sudah menunujukkan bahawa Kinana adalah seorang penjenayah perang dan telah ikut serta mencetuskan peperangan Khandaq(perperangan parit) yang berlaku kelak yang mana Negara Islam madinah telah diserbu oleh ketumbukan seramai 10,000 tentera Musyrikin yang dipimpin oleh Abu Sufyan hasil dari hasutan orang-orang Yahudi tersebut yang termasuklah Kinanah Ibn Rabi’.
“Semasa menggambarkan pertempuran Khaibar, para penulis sejarah telah melakukan kesalahan serius dalam melaporkan laporan yang sama sekali tak berdasar, yang akhirnya telah menjadi pandangan umum Dikatakan bahawa Nabi Telah memberikan keamanan untuk orang Yahudi dengan syarat bahawa mereka tidak akan menyembunyikan apa pun. Ketika Kinana Ibnu Rabi ‘menolak untuk memberikan petunjuk apapun kepada harta yang tersembunyi, Nabi memerintahkan Zubair untuk mengadopsi tindakan tegas untuk memaksa suatu pendedahan. Zubair menyelar dadanya dengan batu panas. Akhirnya ia memerintahkan Kinana untuk dihukum mati dan semua orang Yahudi menjadi budak.Kisah ini palsu samasekali.
Yang benarnya, Kinana memang dihukum mati tetapi bukan karena dia tidak menunjukkan hartanya yang disembunyikan bahkan karena dia telah membunuh Mahmud Ibn Maslamah saudara kepada Muhammad Ibn Maslamah. Tabari melaporkan dalam kata-kata yang jelas: “Kemudian Nabi memberikan Kinana kepada Muhammad bin Maslama (Muslima),” dan ia membunuhnya sebagai balasan atas pembunuhan saudaranya sendiri, Mahmud Ibn Maslama (Muslima).
Pada laporan selanjutnya, baik yang ditulis oleh Tabari atau Ibnu Hisyam adalah bersumber dari Ibnu Ishaq, tetapi Ibnu Ishaq tidak menyebut sebarang nama apapun tentang siapakah yang menceritakan kepadanya kisah tersebut yaitu kisah Kinana diselar dengan besi panas.Ahli-ahli hadis dalam buku-buku mereka berkenaan Rijal(para perawi atau periwayat), secara jelas menyatakan bahawa Ibnu Ishaq sebenarnya telah meminjam dari cerita orang Yahudi tentang pertempuran Khaibar tersebut. Karena Ibnu Ishaq tidak menyebut nama orang yang meriwayatkan kepadanya tentang kisah tersebut, maka sangat besar kemungkinan bahawa kisah tersebut diambil dari orang Yahudi sendiri yang direka untuk memfitnah nabi Muhammad dan agama Islam.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Janganlah terpedaya dengan janji-janji keselamatan palsu oleh agama yang penuh pembohongan ke atas batang tubuhnya sendiri kemudian coba memasukkan pembohongan ke atas agama orang lain.Itu semua adalah rencana Iblis utk menjerumuskan manusia ke neraka.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan yang abadi.Jika tidak neraka menunggu!
June 16, 2011 at 5:14 pm
wkwkwkkwkkwkwkw
malon malon. ibnu ishaq itu muslim.buat apa dia menjelek jelekkan atau memfitnah nabinya sendiri?????????
wkwkwwwkkwkwkwkkwkkwkwkkwkwkwkw
June 16, 2011 at 5:29 pm
Ibnu Ishak menulis berdasarkan kepada metod ahli-ahli sejarah.Metod ahli-ahli sejarah apabila menulis mereka akan melaporkan apa saja yang mereka dengar.Soal betul atau tidak itu soal nomor dua.Semasa mereka menulis mereka mengharapkan pembaca faham bahawa apa yang mereka tulis itu bukanlah sahih seperti hadis.Pendekata mereka sendiri tidak mengimani apa yang mereka tuliskan.Mereka hanya menunaikan tanggungjawab sebagai pelapor sejarah yaitu mencatat apa saja yang mereka dengar.Beda dengan ahli-ahli hadis.Mereka lebih teliti karena apa yang dicatat dengan tujuan utk dijadikan pegangan.
June 16, 2011 at 11:42 pm
ahli sejarah yang teliti dan cermat seperti ibnu ishaq,tidak asal menulis apa atau semua yang mereka dengar.mereka akan secara hati hati mempertimbangkan keakuratan cerita tersebut.
June 17, 2011 at 12:08 am
Syaikh Hammam Sa’id telah berkata di dalam Muqaddimah kepada Sahih al-Sirah al-Nabawiyyah yang ditulis oleh Ibrahim al-`Ali: “Para ahli sejarah dan penulis sirah telah tasahul (memudah-mudahkan) di dalam periwayatan.
Mereka menyebut di dalam kitab-kitab mereka khabar-khabar yang terputus sanadnya (munqati`) kerana ingin menjaga di sudut kesinambungan gambaran sejarah yang berkait dengan peristiwa-peristiwa tersebut. Sementara para ulama hadis (al-Muhaddithin) berpandukan metodologi kritis (manhaj al-Naqd) yang membezakan antara riwayat-riwayat yang sahih dengan yang selainnya, sekalipun membawa kepada terputusnya gambaran sejarah atau penerimaan episod-episod secara tidak lengkap” – Muqaddimah kepada Sahih al-Sirah al-Nabawiyyah, ms. 7.
Terdapat juga kitab-kitab sejarah sekadar mengumpulkan sahaja apa-apa sahaja riwayat berkaitan sejarah Islam di dalam bukunya dengan menyertakan sanad (rantaian perawi yang meriwayatkan kisah tersebut) tanpa memisahkan cerita yang benar dan palsu. Di antara kitab yang menggunakan metode ini adalah Tarikh al-Umam wa al-Muluk yang juga dikenali sebagai Tarikh al-Tabari karya Imam al-Tabari. Imam al-Tabari pada mukadimah kitab tersebut telah berkata : “Apa yang ada di dalam kitabku ini mengenai berita yang aku sebut tentang sebahagian kisah orang-orang yang lalu, ada di antara berita tersebut yang menyebabkan pembacanya merasa benci atau pendengarnya merasa jelik. Ini kerana dia tidak dapat menerimanya sebagai sesuatu yang benar atau sesuatu yang hakikat, maka hendaklah dia tahu bahawa berita-berita tersebut bukan datang daripadaku, tetapi ia datang daripada orang-orang yang menyampaikannya kepadaku. Adapun aku telah meriwayatkannya seperti yang disampaikan kepadaku”
Syaikh Salah `Abd al-Fattah al-Khalidi ketika membahaskan manhaj sejarawan Islam terutamanya al-Tabari, beliau menjelaskan: “Para ahli sejarah Islam telah menulis himpunan riwayat yang banyak dalam penulisan mereka. Mereka mencampurkan antara yang sahih dengan yang palsu lagi dusta. Mereka tidak mengasingkan antara yang sahih dari yang sebaliknya. Mereka juga tidak mentakhrijkan riwayat-riwayat tersebut dan tidak pula menjelaskan kedudukan perawi-perawinya. Namun begitu mereka meriwayatkan riwayat-riwayat tersebut secara bersanad. Mereka menyebut rawi-rawi bagi setiap sanad. Sepertimana mereka juga menyebut bagi sesuatu kejadian itu, berbagai-bagai riwayat yang berulang-ulang, bercanggah dan bertentangan antara satu sama lain. Ini bukan bererti kehendak mereka ingin berpegang, mempercayai dan menerima kandungannya, tetapi yang menjadi tujuan mereka ialah menunaikan amanah ilmu. Inilah faktor yang menyebabkan mereka mencatat dan menulis setiap yang sampai kepada mereka sama ada riwayat itu benar atau dusta, betul atau salah” – Salah `Abd al-Fattah al-Khalidi, Qabasat Tarikhiyyah, m.s.7, teks asal menuskrip. Dinukil daripada kertas kerja bertajuk Manhaj Ahl al-Sunnah Dalam Menilai Maklumat dan Menghukum Individu dikarang oleh Dr. Mohd Asri Zainul Abidin.
June 18, 2011 at 7:37 am
saya pernah membaca sirah nabawiyah karangan safiyurrahman,. dimana karyanya memenangi juara I penulisan sejarah nabi yang diadakan oleh rabithah alam islami. Isi buku tersebut dengan jelas dan panjang lebar telah meriwayatkan hal yang sama atau mirip dengan cerita diatas. Banyak kejadian yang jika dilihat dari kaca mata sekarang tergolong JAHAD. Ada eksploitasi, perampasan pembunuhsn besar-besaran bahkan genosida yang seandainya terjadi sekarang pastilah nabi Muhammad dicerca kanan kiri atau dikutuk bukan hanya sebagai penjahat perang tapi juga seorang yang BORN TO KILL untuk musuh-musuhnya.
Namun jika dicermati, ternyata pada saat itulah justru kepemimpinan, pengaruh serta misinya mengalami keberhasilan yang sangat luar biasa apalagi dibandingkan dengan separoh perjuangan sebelumnya selama puluhan tahun ketika masih di Makkah.
Agaknya perlu berhati-hati dan pemikiran yang luas dan mendalam untuk bisa secepatnya menhatakan apakah Muhammad itu haus darah atau haus hidayah. Apakah dia itu penjahat atau seorang yang diberi risalah. Tentu penilaian yang kita inginkan adalah yang paling netral dan marilah kita mulai dari sebuah nilai KEBENARAN. Sayang kebenaran itu menjadi barang yang sangat subjektif artinya selalu diikat oleh norma masarakat yang sangat terikat oleh ruang dan waktu., Oleh karena itu, marilah kita semua terbang mengambil tempat diatas dunia manusia karena kita ingin mengadili manusia.
Dalam tatanan sebuah masyarakat papua tradisional, terciptalah sebuah peradaban dimana kepala suku yang paling dihormati dan oleh kerena itu yang paling banyak pengikut adalah dia yang paling banyak mengumpulkan tengkorak musuh-musuhnya. Karena itu saling bersaing dengan cara bertarung itu dianggap telah ‘tersepakati atau LEGAL dalam bahasa sekarang. Akhirnya kita yang terlepas dari dunia mereka akan susah menjatuhkan fonis bahwa kepala suku yang paling banyak mengumpulkan tengkorak manusia adalah mereka yang paling BIADAP. Siapa yang salah? Sebelum kita memutuskan itu, agar lebih mudah dipahami, marilah kita mengadili kehidupan mahluq dimana kita betul betul tidak termasuk didalamnya. Siapa yang salah, macan yang MEMBUNUH kijang atau kijang yang DIBUNUH macan?
Dalam dunia binatang, menyalahkan keduanya adalah termasuk kesimpulan yang tidak bijak karena pertama: cara tersebut telah tersepakati diantara mereka, yang kedua, dan ini yang paling penting, SEBENARNYA MEREKA HANYA MENJALANKAN SUNNATULLAH. tanpa itu kehidupan binatang tidak akan harmonis. Ternyata saling membunuh tersebut artinya mereka telah membawa MISI kebenaran Tuhan. MISI tersebut mengalahkan konsep kebenaran prematur. BENAR dan SALAH hanya merupakan simbul ciptaan manusia yang kita sendiri harus merubahnya hanya karena perbedaan tempat dan waktu. KEBENARAN ABADI hanyalah milik Allah,
Bahkan dalam dunia manusia seperti kasus papua lebih komplek lagi, tidak akan serta merta bisa diputuskan siapa benar atau salah dengan menggunakan kacamata yang berbeda. Dalam waktu yang sama, kacamata Jakarta tidak bisa digunakan untuk mengukur Papua apalagi berbeda pula waktunya.
Dalam kaitannya dengan topik diatas, apakah Muhammad itu seorang “perisalah” atau ,karena dicap jahat, menjadi orang yang”bermasalah” harus membutuhkan pemikiran yang cerdas,jernih dan netral. Cerdas artiannya delam memutuskan harus disertai ilmu yang mendukungnya seperti sejarah, sosiologi, etnografi, demografi dll, jernih dan netral artinya kita harus mampu melepaskan diri dari kotoran prasangka dan primordialisme.
Jika kita tidak cerdas maka kita akan dengan cepat mengatakan Muhammad itu jahat karena melupakan misi yang dibawanya berupa norma arab pada saat itu dimana seorang pemimpin yang diikuti banyak orang adalah orang yang kuat dengan cara yang TERSEPAKATI. Tidak mungkin orang akan diikuti banyak orang dengan tulus dan kontinyu ketika misinya tidak bermanfaat apalagi bertentangan dengan norma yang tersepakati tersebut. seperti: ketika Muhammad berhasil menandingi daerah utara, maka dia semakin dikagumi orang dan mendapat pendukung yang berlipat. Tetapi sebaliknya, ketika kalah dalam perang uhud, pamor Muhammad menjadi rendah dan diremehlan orang. Mungkin identik dengan kepala suku Papua yang tidak punya banyak tengkorak. ( to be continued )
June 18, 2011 at 8:03 am
Orang mungkin akan mudah selkali menebak bahwa dengan uraian diatas bisa disimoulkan bahwa pada akhirnya saya akan membela Muhammad. Sebenarnya saya hanya akan mengatakan bahwa kedua orang dibawah ini menurut saya tidak bijak yaiyu:
1. Orang yang mengadili Muhammad dengan mempertentangkan cara dakwahnya saat itu dengan hanya menggunakan dalil dalil kekinian tanpa disertai ilmu yang mendukungnya.dan ahkirnya cepat mengklaim kebohongan atas dirinya.
2. Orang yang mengikuti Muhammad seluruhnya, a sampai z, dengan tidak sama sekali mempertimbangkan dalil-dalil kekiniannya. Mengikuti ajaran panglima Soedirman secara konsisten itu bukan berarti harus mengikuti seluruh kata-katanya saja tetapi meneruskan semangatnya untuk kebaikan manusia.
June 18, 2011 at 8:24 am
sepilis2 beli 3 dapet 1
June 19, 2011 at 11:35 pm
JACK yang sombong,
Gimana kamu menerangkan / memandang kejadian yang shahih semacam:
1.Nabi Muhammad pernah melegalkan bahkan pelaku perbudakan disamping juga membebaskan terutama yang masuk Islam. Bahkan sampai khalifah Ali juga memiliki sejumlah budak sek ( sumber dari Ihya Ulumuddin. Al Ghozaly )
2. Nabi Muhammad pernah menikah dengan anak TK padahal dia anak orang kaya. Jadi bukan karena kasihan atau menjalin hubungan dengan musuh.
3. Melakukan genoside terhadap bani quraidzoh dan hampir saja bani qoinuka.
4. Melakukan pengintaian terhadap musuh yang ahirnya merampas harta dan membunuh pemiliknya diluar perang yang disepakati dulu. Dimulai penyerangan oleh Abdulah bin Juz”i Termasuk juga yang menjadi latar belakang perang badar.
Memang kalau berbicara tentang kearifan, kebijaksanaan, ketawadu’an dan teladan-teladan lain bergudang-gudang. Tetapi akankah kita menutup mata dengan tidak menanggapi sama sekali sisi lain dari nabi anda? Sampai kapan? Padahal sumber tentang itu beredar bebas.
June 19, 2011 at 11:45 pm
Siapa yang mendiskriditkan Islam atau membiarkan Islam terdiskriditkan, Kamu atau aku? Jika kejadian diatas membuat orang lain menyerang Islam, maka betapa mudahnya kita menyerang balik atas hal yang sama berdasar realitas agama mereka?
Jack omongan lo gue beli. he he he, just joking.
June 20, 2011 at 1:04 am
wekekekeke hanya orang idiot yang mau beli 3 tapi cuma dapet satu
June 20, 2011 at 1:07 am
gue kagakmau jawab panjang lebar
kalau panjang punya siapa kalau lebar punya sampeyan
ISLAM TIDAK SAMA DENGAN UMATNYA
umatnya bisa salah tapi islamnya tidak bakalan salah
ayo2 sepilis2 beli 3 dapet 1
June 20, 2011 at 11:07 am
Payah lo jack. Pinternya cuman copy paste. Giliran mikir, abisssss sampe gak da kentutnya.. Sapa juga yang ideot? Generasi Islam kog sukanya nyerang orang tanpa otak. Begitu dilirik eeeeh lari terbirit birit.
June 20, 2011 at 11:17 am
Ksian Islam , klo cuman punya generasi kaya lo. .” al Islaamu mahjubun bil muslim” Islamnya bagus tapi tapi klo muslimnya main “OTOT” kaya lo, dari mana orang liat baiknya Islam?
June 20, 2011 at 12:33 pm
wekekekeke sampeyan juga pinter main copas, coba sampeyan jelasin lagi tulisan sampeyan bisa kagak???
sampeyan buat 5 pertanyaan yang intinya menunjukkan perilaku buruk pemeluk islam yang belum tentu benar apa tidaknya, yo nggak??
June 20, 2011 at 12:37 pm
lagian kalau sampeyan pinter, mosok bisa kejebak sama tulisan gue sih. awal2nye nampak bela islam eeh cuman dikasih tulisan dikit langsung muncul belangnye. kader sipilis murahan ye
sepilis2 beli 5 dappet 1
June 20, 2011 at 12:41 pm
jadi umat islam yang tokcer itu macam uzil besher apdhilla ye?? yang kayak sayur taleees
June 20, 2011 at 11:48 pm
dasar islam semprul,. itu semua berdasar sumber autentik. Tak satupun main copas dari sumber luar Islam. baca dong al qur’an ( Q S at takhrim, an nisa dll ) hadis ( Kutubus sittah), tafsir (al azhar, atau jalalain ) dan sejarah islam. jangan main OTOT aja. dah ga laku !!! ga usah beli dapat seribu. mana ada orang Islam meragukan sumber-sumber Islam??? Sepertinya anda ga da ciri Islamnya deh. ngomong dan kentut ga da bedanya !!! ngomong pakai akal !!!
June 21, 2011 at 2:33 am
wekekekeke orang islam macam tempe itu banyak contohnya ya si uzil
Uzil menggugat keotentikan Al Quran dan menyerang substansinya (“Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam” dalam Kompas, 18/ 11/2002)
Uzil menyatakan ‘semua agama sama, semuanya menuju jalan kebenaran’, sehingga Islam bukan agama yang paling benar (Gatra, 21/12/2002).
June 21, 2011 at 2:44 am
Sumanto al-Qurtuby menyatakan dalam bukunya, Lobang Hitam Agama, adalah keliru orang menganggap Al Quran itu suci, kesucian yang dilekatkan pada Al Quran adalah ‘kesucian palsu’.
jadi jelas membaca saja tidaklah cukup, perlu pemahaman. pemahaman tanpa pedoman ya jadi kayak umat keristen yang kesasar. pedoman masih perlu diliat siapa yang membuat pedoman kalau kagak ya kayak sampeyan yang asal njeplak
June 21, 2011 at 2:46 am
kalau saya main otot sampeyan pasti sudah benjut
June 21, 2011 at 5:52 am
Emh, setelah aku pikir-pikir bisa juga lo ngomong pake akal itu namanya berargumentasi dik jack yang manis. Itu baik bwtmu walaupun belum menjawab substansi soalku. Aku tahu kau anak baik cuman karna kau masih muda ya begitulah gak pa pa. Mbak mo urus bisnisku. OK. Sorry n Good bye Jack.
June 21, 2011 at 6:49 am
good bye juga mbak, salam kenal dan jangan dimasukin ke hati kalau kiranya tiada manfaat yang diperoleh. tua muda itu relatif tergantung dari tolak ukur yang anda pakai
June 16, 2011 at 5:20 pm
MALING KUNDANG DARI ARAB
====================================
Halima melaporkan bahwa Muhammad adalah anak yang penyendiri. Dia suka hidup dalam dunia khayalannya sendiri dan bercakap-cakap dengan teman2 khayalannya yang tidak bisa dilihat orang lain. Apakah ini reaski dari anak yang tidak dikasihi di dunia nyata sehingga dia menciptakan khayalannya sendiri untuk menghibur dirinya dan merasa dikasihi?
Kesehatan mental Muhammad mengkhawatirkan ibu asuhnya sehingga dia mengembalikan Muhammad kepada ibunya Amina ketika berusia lima tahun. Karena masih belum punya suami baru, Amina ragu2 untuk menerima kembali anaknya sampai Halima menceritakan padanya kelakuan dan khayalan Muhammad yang aneh. Ibn Ishaq mencatat kata2 Halima:
Ayahnya (ayah dari anak laki Halima satu2nya) berkata kepadaku, “Aku takut anak ini mengalami serangan jantung, maka bawalah dia kembali ke keluarganya sebelum terjadi akibat buruk”… Dia (ibu Muhammad) menanyakan padaku apa yang terjadi dan terus menggangguku sampai aku menceritakan padanya. Ketika dia bertanya apakah aku takut anaknya (Muhammad) kerasukan setan, maka kujawab iya. [4]
Sudah jelas bahwa kekotoran pikiran tidak tampak sebagai gumpalan dalam jantung. Meskipun nyatanya anak2 tidak berdosa, dosa sendiri tidak dapat dihilangkan lewat operasi bedah dan salju bukanlah bahan pembersih yang baik. Cerita ini sudah jelas hanyalah khayalan dan halusinasi saja.
Muhammad sekarang hidup lagi bersama ibunya, tapi ini tidak berlangsung lama. Setahun kemudian Amina meninggal. Muhammad tidak banyak bicara tentang ibunya. Ketika Muhammad menaklukkan Mekah, lima puluh tahun setelah kematian ibunya, dia mengunjungi kuburan ibunya di Abwa yang terletak diantara Mekah dan Medinah.
========================
Ini adalah kuburan ibuku; Tuhan mengijinkanku untuk melawatnya. Aku ingin berdoa baginya, tapi tidak dikabulkan. Maka aku memanggil ibu untuk mengenangnya dan ingatan lembut tentang dirinya menyelubungiku, dan aku menangis. [6]
==================================
Mengapa Tuhan tidak mengabulkan Muhammad berdoa bagi ibunya? Apa yang dilakukan Amina sehingga dia tidak layak untuk dimaafkan? Ini sungguh tidak masuk akal. Sudah jelas Tuhan tidak ada hubungannya dengan hal ini. Muhammad sendirilah yang tidak bisa memaafkan ibunya, bahkan separuh abad setelah dia mati. Dia mungkin mengingatnya sebagai wanita yang dingin dan tidak sayang anak, sehingga Muhammad tidak menyukainya dan mengalami luka bathin yang tidak pernah sembuh.
================================
[6] Tabaqat Ibn Sa’d p. 21 . Ibn Sa’d (784-845) adalah ahli sejarah, murid dari al Waqidi. Dia membagi tulisannya dalam delapan bagian, dan menamakannya Tabaqat (kategori2). Yang pertama adalah kisah hidup Muhammad (Vol. 1), lalu perang2nya (Vol. 2), pengikut2nya di Mekah (Vol. 3), pengikut2nya di Medinah (Vol. 4), cucu2nya, Hassan dan Hussein dan tokoh2 Muslim yang utama (Vol. 5), pengikut2 dan sahabat2 Muhammad (Vol. 6), pengikut penting berikutnya (Vol. 7) dan beberapa tokoh Muslimah (Vol. 8 ). Kutipan2 Tabaqat yang digunakan di buku ini diambil dari terjemahan dalam bahasa Persia oleh Dr. Mahmood Mahdavi Damghani. Publisher Entesharat-e Farhang va Andisheh. Tehran, 1382 solar hijra (2003 A.D.).
June 16, 2011 at 11:38 pm
postingan anda tidak jelas dari mana sumbernya.hoaxx seperti itu banyak saya temui di blog blog muslim
Apa yang anda postingkan tidak menghapus fakata,bahwa muhamad menolak memaafkan ibu kandungnya!! bukankah anak seperti itu pantas disebut anak durhaka kepada orang tua???????
June 17, 2011 at 12:19 am
Dan Harmalah bin Yahya al-Tamimi telah meriwayatkan kepada saya, katanya: ‘Abdullah bin Wahb telah menceritakan kepada kami, katanya: Yunus telah menceritakan kepada saya daripada Ibnu Syihab, beliau berkata: Sa`id bin al-Musayyab telah menceritakan kepada saya daripada ayahnya, beliau berkata: “Bila Abu Talib hampir mati[1] maka Rasulullah s.a.w. pun pergi kepadanya. Didapati ada bersamanya Abu Jahal dan ‘Abdullah bin Abi Umayyah bin al-Mughirah lalu Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai pakcik! Katakan لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ satu ucapan yang aku akan menjadi saksi untuk engkau dengannya di sisi Allah.” Abu Jahal bin dan ‘Abdullah bin Abi Umayyah berkata: “Wahai Abu Talib! Adakah engkau sudah benci kepada agama ‘Abd al-Muttolib?” Begitulah Rasulullah s.a.w. terus mengemukakan kalimah لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ kepadanya dan dia pula mengulangi ucapan tadi sehingga Abu Talib berkata di akhir ucapannya ialah dia berada di atas agama `Abd al-Muttolib lalu Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Sesungguhnya demi Allah! Aku akan meminta ampun untuk engkau selagi aku tidak dilarang daripadanya.” Selepas itu Allah s.w.t menurunkan ayat:
{ مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ }
(Maksudnya: Tidaklah dibenarkan[2] bagi Nabi dan orang-orang yang beriman, meminta ampun bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang itu kaum kerabat sendiri, sesudah nyata bagi mereka bahawa orang-orang musyrik itu adalah ahli neraka[3] )
Dan Allah s.w.t menurunkan berkenaan Abu Talib, Allah mengatakan kepada Rasulullah s.a.w
{ إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ }
(Maksudnya: Sesungguhnya Engkau (Wahai Muhammad) tidak berkuasa memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang engkau kasihi (supaya ia menerima Islam), tetapi Allah jualah yang berkuasa memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya); dan Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang (ada persediaan untuk) mendapat hidayah petunjuk (kepada memeluk Islam)[4])
June 17, 2011 at 12:25 am
postingan diatas malah cerita tentang abu thalib,paman nabi
June 17, 2011 at 1:11 am
intinya nabi tidak mendoakan seseorang bukan karena dendam tetapi memang nabi dilarang mendoakan orang kafir walupun dari kaum kerabat sendiri.
June 17, 2011 at 2:00 am
apakah anda ingin mengatakan ibu kandung muhamad,aminah, TERMASUK ORANG KAFIR??????
jawab yang jujur yaa,jangan kabur kau malon….
June 17, 2011 at 11:30 am
http://indonesia.faithfreedom.org/wiki/Definisi_Kafir
coba masuk ke link itu ye
sewaktu ibu muhammad meninggal, muhammad belum menerima wahyu, jadi ya kagak bisa dibilang kapir, piye tho kok bloonnya masih ada teyus
June 17, 2011 at 12:25 pm
kalau begitu,mengapa muhamad menolak untuk mendoakan ibunya????
Ini adalah kuburan ibuku; Tuhan mengijinkanku untuk melawatnya. Aku ingin berdoa baginya, tapi tidak dikabulkan. Maka aku memanggil ibu untuk mengenangnya dan ingatan lembut tentang dirinya menyelubungiku, dan aku menangis. [6]
aku ingin berdoa baginya,tapi tidak dikabulkan……
apa maksudnya ini,selain anak durhaka yang tidak mau memaafkan ibynya??????
muhamad masih menyimpan kemarahan terhadap ibunya karna waktu kecil,ibunya menolak mengasuh muhamad,bahasa kasarnya muh itu anak buangan…
June 17, 2011 at 1:31 pm
Benarlah yang Jack bilang.Kamu ini kalau ngebaca bukan pakai mata tapi pakai bisul dekat pantat.Anda sendiri kok yang menulis ayatnya Bahawa baginda bersabda tentang ibunya “Aku ingin berdoa baginya, tapi tidak dikabulkan” Masih juga anda mengatakan nabi berdendam .Ceh!Macam gini mau debat sama muslim?Mending jangan debat dulu.Di check dengkulnya pasti ada yang gak beres!
June 17, 2011 at 2:42 pm
wkwkkwkwkkwkwkkwkwkwkkwk
ilham mulai emosi,si jack mulai naik darah.
wkwkwkwkwkkwkwkwkkwkkwkkwkwkwwkw
jadi apa maksud kalimat ini:
Aku ingin berdoa baginya, tapi tidak dikabulkan.”
muhamad adalah nabi besar,penutup segala nabi,nabi super penting bagi Allah.
bagaimana mungkin doanya tidak dikabulkan???????
hampir pasti bahwa sebenarnya muhamad tak ingin mendoakan ibu kandungnya….
June 18, 2011 at 2:35 am
wekekekekeke ternyata gak cuman baca aja yang pakai mata bisul di pantat, ternyata berpikir juga pakai otak di pantat. awalnya lu bilang muhammad menolak mendoakan ibunya kemudian lu mulai ragu dengan bilang “hampir pasti”
June 17, 2011 at 12:01 am
Penyerangan terhadap Banu Quraiza alias PEMBANTAIAN
==========================================================
Suku Yahudi terakhir yang menjadi korban kedendaman Muhammad adalah Banu Quraiza. Tidak lama setelah Perang Parit (Khandaq) selesai, orang-orang Mekah yang tidak tahan lagi terhadap serangan terus menerus Muhammad terhadap karavan mereka maju ke gerbang kota Medinah untuk menghukumnya. Atas ajuran seorang muslim Persia, mereka menggali parit di sekitar kota itu yang menyulitkan musuh-musuh Muhammad untuk memasuki kota, yang membuat mereka menarik diri. Muhammad menjadikan Banu Quraiza targetnya. Dia mengklaim bahwa malaikat Jibril mengunjunginya dan memintanya mencabut pedangnya dan menuju ke tempat tinggal Banu Quraiza dan memerangi mereka. “Jibril berkata bahwa dirinya dengan pasukan para malaikat akan pergi mengguncangkan pertahanan mereka dan menebarkan ketakutan di hati mereka,”[1] tulis Al-Mubarakpouri. Al-Mubarakpouri berkata lebih lanjut: “nabi Allah langsung memanggil si pengumandang azan dan memerintahkannya untuk mengumumkan perang baru terhadap Banu Quraiza.”[2]
Sangatlah penting dalam mempelajari Islam untuk mengerti bahwa panggilan untuk solat adalah juga panggilan untuk berperang. Kerusuhan-kerusuhan dan penjarahan kaum muslim selalu dimulai di mesjid setelah mereka bersolat. Mereka paling bersemangat di bulan suci Ramadan dan pada hari Jumat. Dalam khotbah peringatan hari kelahiran Muhammad di tahun 1981, Ayatollah Khomeini berkata:
Muhammad mengepalai pasukan tentara yang terdiri dari tiga ribu tentara infantri dan tiga puluh tentara beruda dari kalangan orang Ansar dan Muhajirin. Banu Quraiza dituduh bersekongkol dengan orang-orang Quraish melawan kaum Muslim. Pada kenyataannya, sejarahwan-sejarahwan Muslim membantah tuduhan ini dan berkata bahwa orang-orang Mekah menarik diri tanpa berperang karena mereka tidak menerima dukungan dari Banu Quraiza.
Ketika Muhammad mengumumkan niatnya, Ali, sepupunya yang merupakan pendukung utamnya, bersumpah tidak akan berhenti hingga dia berhasil menyerbu benteng mereka atau mati. Pengempungan ini berlangsung selama 25 hari. Akhirnya Banu Quraiza menyerah tanpa syarat. Muhammad memerintahkan kaum lelaki diikat tangannya dan kaum wanita dan anak-anak dikurung. Saat itulah suku Aws yang merupakan sekutu Banu Quraiza datang memohon Muhammad untuk berlembut hati terhadap mereka. Muhammad menyarankan agar Sa‘d bin Mu‘adh, seorang penjahat bengis di antara mereka yang telah terluka berat oleh panah untuk menjatuhkan hukuman terhadap orang-orang Yahudi itu. Sa’d dulunya adalah sekutu Banu Quraiza, tetapi sejak dia masuk Islam hatinya telah berubah melawan mereka. Dia juga menyalahkan mereka terhadap luka yang didapatnya ketika seorang Mekah melontarkan anak panah dalam Perang Parit. Muhammad tahu bagaimana perasaan Sa’d terhadap Banu Quraiza. Sa’d adalah bodyguard (pelindung)nya dan tidur di mesjid.
Vonis Sa’d's adalah “semua lelaki anggota suku yang bertubuh sempurna harus dibunuh, wanita dan anak-anak dijadikan tawanan dan harta mereka dibagi-bagikan di antara para pendekar Muslim.”
Muhammad sangat senang mendengar vonis kejam itu dan berkata, “Sa‘d telah menghakimi berdasarkan Perintah Allah.”[4] Dia sering memakai nama Allah bagi keputusan-keputusannya sendiri. Kali ini dia memilih Sa’d untuk mewujudkan keinginannya.
Al-Mubarakpouri menambahkan bahwa “Sesungguhnya orang-orang Yahudi itu pantas mendapat hukuman itu karena pengkhianatan mereka terhadap Islam, dan sejumlah besar senjata yang mereka kumpulkan, yang terdiri dari seribu lima ratus pedang, dua ribu tombak, tiga ratus baju pelindung dan lima ratus perisai, yang semuanya jatuh ke tangan kaum Muslim.”
Al-Mubarakpouri lupa menyebutkan bahwa Banu-Quraiza telah meminjamkan senjata-senjata dan juga cangkul-cangkul mereka kepada kaum Muslim sehingga mereka bisa mengali parit dan membela diri mereka. Muslim tidak akan pernah berterima kasih kepada orang-orang yang menolong mereka. Mereka akan menerima pertolonganmu dan akan menikammu dari belakang begitu mereka tidak memerlukan engkau lagi. Akan kita lihat di bab berikutnya psikologi dari penyakit ini.
Sejarawan2 Muslim sangat cepat menjatuhkan tuduhan tak berdasar terhadap Banu Quraiza untuk membenarkan pembantaian mereka. Merka menuduh Banu Quraiza licik, penghasut, pengkhianat dan bersiasat melawan Islam. Namun tidak ada bukti spesifik tentang dosa-dosa itu yang menyebabkan mereka layak menerima hukuman seberat itu dan juga pembantaian total. Parit-parit digali di bazaar di Medinah dan sekitar 600 – 900 orang dipenggal kepalanya dan badan mereka dibuang ke parit-parit itu.
Huyai Ibn Akhtab, kepala suku Banu Nadir yang anak perempuannya yang telah menikah, Safiya, diambil Muhammad sebagai jatah rampasan perangnya ketika dia menyerang Khaibar, termasuk di antara para tawanan itu. Dia dibawa menghadap si pemenang perang dengan tangannya diikat di belakang badannya. Dengan sangat beraninya dia menolak Muhammad dan lebih suka mati daripada menyerah kepada lelaki bengis itu. Dia diperintahkan untuk berlutut dan kepalanya dipenggal di tempat.
Untuk menentukan siapa yang harus dibunuh, anak-anak muda diperiksa. Yang telah tumbuh bulu kelaminnya dikelompokkan dengan para lelaki dewasa dan dipenggal kepalanya. Atiyyah al-Quriaz, seorang Yahudi yang berhasil lolos dari pembantaian itu menceritakan kemudian: “Aku termasuk di antara tawanan Banu Quraiza. Mereka (para Muslim) memeriksa kami, dan mereka yang telah mulai tumbuh bulu kelaminnya dibunuh, dan yang belum tidak dibunuh. Aku termasuk yang belum tumbuh bulu kelamin.”[5]
Muhammad membunuh dan mengusir beberapa suku Yahudi, termasuk di antaranya B. Qainuqa’, B. Nadir, B. Quraiza. B. Mustaliq. B. Jaun dan orang-orang Yahudi dari Khaibar. Di saat sekaratnya, dia memerintahkan para pengikutnya untuk membersihkan Semenanjung Arabia dari semua orang kafir,[6] perintah yang kemudian dilaksanakan oleh Omar, Kalifah kedua. Dia memusnahkan orang-orang Yahudi, Kristen dan pemuja berhala, memaksa mereka masuk Islam, minggat atau dibunuh.
Sekarang, diperkaya dengan harta rampokan, Muhammad dapat lebih bermurah hati kepada orang-orang yang percaya padanya. Anas mengisahkan, “Orang-orang dulunya terbiasa memmberi beberapa dari kurma mereka kepada Nabi (sebagai hadiah), hingga dia menaklukkan Banu Quraiza dan Banu An-Nadir, saat mana dia mulai membayar balik kebaikan mereka.”[7]
Ayat berikut dalam Qur’an berbicara tentang pembantaian Banu Quraiza dan menyetujui penyembelihan Muhammad terhadap kaum lelaki mereka dan menjadikan kaum wanita dan anak-anak sebagai tawanan.
Dan dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. (Q. 33: 26)
June 17, 2011 at 12:27 am
Perkosaan yang dilakukan tentara muhamad terhadap tawanan perang wanita
=================================================================
Muhammad mengijinkan tentaranya untuk memperkosa para wanita yang ditawan dalam penyerangan2 yang dilakukan Muslim. Akan tetapi, setelah menangkap para wanita itu, para Muslim menghadapi dilema. Mereka ingin berhubungan seks dengan mereka tapi lalu ingin mendapat uang tebusan sandera dan tidak ingin membuat wanita2 itu hamil. Beberapa dari wanita2 ini sudah menikah. Suami2 mereka ada yang berhasil menyelamatkan diri ketika tiba2 diserang dan mereka masih hidup. Tentara Muslim berpikir untuk melakukan azl atau coitus interruptus (mengeluarkan sperma di luar tubuh wanita). Karena tidak yakin apa yang harus dilakukan, mereka datang kepada Muhammad untuk minta nasehat. Ini yang dilaporkan Bukhari:
Abu Saeed berkata: “Kami pergi bersama Rasul Allâh ke Ghazwa tempat Banu Al-Mustaliq dan kami menerima tawanan2 diantar tawanan2 Arab dan kami berhasrat pada wanita2 dan sukar untuk tidak berhubungan seks dan kami senang melakukan azl. Maka ketika kami hendak melakukan azl, kami berkata, ‘Bagaimana kami bisa melakukan azl sebelum bertanya pada Rasul Allâh yang ada diantara kita?’ Kami lalu bertanya padanya dan dia berkata, ‘Lebih baik jangan lakukan itu, karena jikalau sebuah jiwa (sampai hari kiamat) telah ditakdirkan akan ada, maka jiwa itu akan tetap ada.”[1]
Perhatikan bahwa Muhammad tidak melarang memperkosa wanita yang ditangkap dalam penyerangan. Sebaliknya, dia malah menjelaskan jika Allâh berniat menciptakan sesuatu, maka tiada yang dapat mencegahnya. Dengan kata lain, tanpa sperma sekalipun wanita dapat hamil. Jadi Muhammad memberi tahu orang2nya bahwa melakukan azl/coitus interruptus itu percuma saja karena itu bagaikan melawan niat Allâh yang tak dapat dicegah. Muhammad tidak mengatakan sepatah katapun yang melarang pemaksaan persemaian seksual terhadap tawanan2 wanita itu. Sebaliknya, dengan mengritik azl, dia malah mendukung pemaksaan persemaian lewat hubungan seks.
Dalam Qur’an, tuhannya Muhammad menghalalkan untuk berhubungan seks dengan budak2 wanita, yang disebut sebagai “yang dimiliki tangan kanan,” bahkan sekalipun wanita2 itu telah menikah sebelum ditawan.[2]
——————————————————————————–
[1] Bukhari, Volume 5, Buku 59, Nomer 459. Banyak hadis sahih menyatakan bagaimana Muhammad mengijinkan hubungan seks dengan budak2 wanita, tapi tidak perlu melakukan azl/coitus interruptus karena jika Allâh memang mau seseorang untuk lahir, maka jiwa orang itu akan lahir meskipun dilakukan azl/coitus interruptus.
Lihat juga hadis sahih di bawah ini:
Bukhari 3.34.432: “Dikisahkan oleh Abu Saeed Al-Khudri: ketika dia duduk bersama Rasul Allâh dia berkata, “Wahai Rasul Allâh! Kami memiliki tawanan2 wanita sebagai jatah jarahan perang, dan kami ingin tertarik mengetahui harga mereka, apakah pendapatmu tentang azl/coitus interruptus?” Sang Nabi berkata, “Apakah kau memang melakukan itu? Sebaiknya jangan. Jiwa yang sudah ditakdirkan Allâh untuk ada, akan tetap ada.”
Sahih Muslim juga dianggap sahih oleh semua Muslim. Inilah hadis Sahih Muslim 8.3381: “Rasul Allâh (s.a.w.) ditanyai tentang azl/coitus interruptus dan dia menjawab: Seorang anak tidak terbentuk dari semua cairan (sperma) dan jika Allâh memang merencanakan menciptakan sesuatu maka tiada yang dapat mencegahnya.”
Kaum Muslim juga menganggap hadis Abud Daud sahih. Inilah hadis sahih Abu Daud, 29.29.32.100: “Yahya mengisahkan padaku dari Malik dari Humayd ibn Qays al-Makki bahwa seorang pria bernama Dhafif berkata bahwa Ibn Abbas ditanyai tentang azl/coitus interruptus. Dia memanggil seorang budak wanita dan katanya, ‘Katakan pada mereka.’ Budak wanita itu merasa malu. Ibn Abbas berkata, ‘Baiklah, aku katakan sendiri.’ Malik berkata, ‘Seorang pria tidak melakukan coitus interruptus dengan wanita merdeka kecuali jika wanita itu mengijinkannya. Tidak ada salahnya melakukan coitus interruptus dengan seorang budak wanita tanpa ijin darinya. Seseorang mengawini budak orang lain tidak melakukan coitus interruptus dengannya kecuali jika kalangan budak wanita itu memberinya ijin.”
Juga lihat Bukhari 3.46.718, 5.59.459, 7.62.135, 7.62.136, 7.62.137, 8.77.600, 9.93.506 Sahih Muslim 8.3383, 8.3388, 8.3376, 8.3377, dan banyak lagi.
[2] Qur’an, 4:24: “dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu..”
Qur’an, 33:50: “Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu,”
Qur’an, 4:3: “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”
June 17, 2011 at 12:54 am
wanita yang ditawan di medan perang tidak dapat mengelak utk menjadi hamba.Itulah hukum yang berlaku pada zaman itu diseluruh dunia.Tetapi Islam telah menetapkan mana-mana hamba perempuan yang melahirkan anak dari tuannya maka status kehambaannya akan terhenti dan dia disebut “ummul walad”.Ummul walad ini tidak boleh dijualbelikan,tidak boleh diberikan kepada orang lain dan dipindahmilikkan walau dengan apa cara sekalipun.Dia mesti dipelihara oleh tuan yang telah menghamilinya selama-lamanya dan apabila tuannya meninggal dunia dia menjadi merdeka secara otomatis.Anak yang dilahirkannya adalah anak yang sah taraf dan dibinkan kepada bapanya.Anak itu juga mewarisi harta bapanya.Inilah hikmah Islam membenarkan hamba disetubuhi yaitu utk menghentikan perhambaan.
June 17, 2011 at 1:21 am
Jadi inilah daftar dampak fisik dan psikologis turunnya wahyu terhdp jiwa dan raga Muhammad berdasarkan pada hadis.
=================================================================
1. Halusinasi melihat malaikat, sinar terang atau mendengar suara2
2. Kejang2 tubuh dan sakit perut yg sangat menyiksa
3. Tiba2 dirasuki perasaan gelisah & ketakutan
4. Gerakan dlm otot2 leher
5. Gerakan bibir dan lidah yg tidak dapat dikontrol
6. Berkeringat pada hari2 yg sangat dingin
7. Wajah kemerah2an
8. Raut wajah yg gundah gelisah
9. Gerakan jantung yg sangat cepat
10. Mengorok spt onta
11. Mengantuk
Semua ini adalah gejala2 penyakit temporal lobe epilepsy [TLE].
Satu lagi karakteristik TLE adalah bahwa TLE terjadi tiba2 tanpa peringatan terlebih dahulu kpd pasien. Ini sesuai dgn pengalaman mistik Muhammad.
Bukhari melaporkan: “Rasulullah bercerita ttg periode tidak datangnya wahyu … ‘Suatu hari saat saya berjalan, tiba2 saya mendengar suara dari langit. Saya melihat keatas dan saya heran melihat malaikat yg sama yg mengunjungi saya di goa Hira’…”[15]
June 17, 2011 at 1:31 am
BUKTI BUKTI MUHAMAD MENDERITA EPILEPSI
===========================================================
Teknologi baru dlm mempelajari cara kerja otak manusia semakin mempermudah pengertian akan pengalaman mistik Muhammad yg diakuinya sendiri secara gamblang. Utk menghindari orang menuduhnya membual, ia menunjuk Allah utk menggambarkan apa yg dilihatnya.
Dari ia berada di ufuk yang tertinggi.
Dia datang mendekat dengan bergerak turun ke bawah.
Lalu Dia menurunkan kepada hambaNya apa yang patut diturunkan.
Hati tidak mengada-ada ttg apa yang telah dilihatnya.
Adakah kamu meragukan apa yang dia telah lihat ?
Dia telah melihat disuatu turunan yang lain.
Di penghujungan kesudahan.
Di mana lokasi Syurga yang abadi ditempatkan.
Mata mata tidak berpaling, dan tidak juga menjadi buta.
(Q.53:6-1 http://www.submission.org/indonesia/quran/sura-53.html)
Dlm ayat lain ia secara tegas menyatakan ttg pengalaman visualnya:
Dia melihatnya di ufuk yang tinggi. (Q.81:23)
Sebuah hadis melaporkan sang nabi bercerita ttg pengalamannya:
“Saat saya sedang berjalan saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan lihatlah ! Saya melihat malaikat yg sama yg mendatangi saya di Goa Hira’, duduk disebuah kursi antara langit dan bumi. Saya begitu takut olehnya sampai saya jatuh ketanah. Dan saya pergi ke isteri saya dan mengatakan, ‘Selimuti saya dgn jubah ! Selimuti saya dgn jubah !’ Mereka menyelimuti saya dan lalu Allâh mewahyukan: [1]
Saat seseorang bertanya, “Bagaimana wahyu ilahi datang kepadamu ?” Muhammad menjawab,
“Kadang seperti bunyi lonceng, bentuk wahyu ini yg paling sulit dari semuanya dan lalu keadaan ini lewat sampai saya mengerti apa yg diwahyukan. Kadang malaikat datang dlm bentuk lelaki dan berbicara kepada saya dan saya mengerti apapun yg dikatakannya.” ‘Aisyah menambahkan: Sesungguhnya saya melihat Nabi sedang mendapatkan wahyu pada sebuah hari yg sangat dingin dan melihat keringat deras dari keningnya (saat wahyu selesai). [2]
Ibn Sa’d mengatakan, “Pada saat turunnya inspirasi, kecemasan melanda Nabi, dan raut wajahnya nampak gundah gelisah.”[3] Ia melanjutkan, “Ketika wahyu diturunkan pada Nabi, selama beberapa jam ia biasanya menjadi mengantuk spt orang tertidur.[4] Bukhari mengatakan: “Wahyu ilahi kpd Rasulallah dimulai dalam bentuk mimpi2 dlm bentuk sinar terang.” [5]
Sebuah hadis yg dicatat Muslim menulis: “A’isha, istri Rasulullah melaporkan: (Bentuk) pertama yg memulai wahyu kpd Rasulullah adalah gambaran dlm mimpi. Dan ia tidak melihat gambaran apapun kecuali wahyu yg datang spt sinar cerah fajar.”[6]
Tabari melaporkan: “Nabi mengatakan, ‘Saya berdiri, namun jatuh pada lutut saya; dan merangkak pergi, bahu saya gemetaran.”[7]
Bukhari juga mencatat sebuah hadis panjang yg menggambarkan seluruh episode ttg bgm Muhammad menerima wahyu2nya.
Diriwayahkan oleh ‘Aisyah:
Permulaan Wahyu Ilahi kpd Rasulullah adalah dlm bentuk mimpi dlm tidurnya. Ia tidak pernah bermimpi tetapi (wahyu) itu datang spt terang sinar pagi hari. Ia biasanya menyingkirkan diri ke (goa) Hira’ dimana ia memuja (Allâh saja) berulang2 selama berhari2 dan bermalam2. Dlm perjalanannya, ia biasanya membawa makanan dan lalu kembali kpd (isterinya) Khadijah utk menjemput makanan utk melanjutkan periode berikut (di goa Hira), sampai Kebenaran tiba2 turun padanya saat ia berada dlm goa Hira. Malaikat datang padanya didalam wahyu tsb dan memintanya (Muhammad yg buta huruf) utk membaca. Nabi menjawab, “Saya tidak dapat membaca. Malaikat memegang saya (dgn keras) dan menekan saya begitu keras sampai saya tidak tahan lagi. Ia kemudian melepaskan saya dan sekali lagi meminta saya agar membaca dan saya menjawab, “Saya tidak bisa membaca,” dan dgn itu ia kembali memegang saya dan menekan saya utk kedua kalinya sampai saya tidak tahan lagi. Ia kemudian membebaskan saya dan kembali meminta agar saya membaca, “Saya tidak tahu bgm membaca (atau, apa yg harus saya baca ?).” Saat itu ia memegang saya utk ketiga kalinya dan menekan saya dan membebaskan saya dan mengatakan, “Bacalah: Dlm Nama Allah yg Menciptakan (semua yg ada). Ia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu yg Maha Mulia … ” (Q.96:1-5)
Lalu Rasulullah kembali dgn wahyu itu, otot2 lehernya bergetar2 dgn keras sampai ia menemui Khadijah dan mengatakan, “Selimuti saya ! Selimuti saya !” Mereka menyelimutinya sampai seluruh ketakutannya padam dan lalu ia mengatakan, “O Khadijah, ada apa dgn saya ?” Lalu ia menceritakan semua yg terjadi dan mengatakan, ‘Saya khawatir bahwa sesuatu akan terjadi pada saya.’ Khadijah mengatakan, ‘Tidak mungkin! Namun berbahagialah, karena Allâh tidak akan pernah mempermalukanmu karena kau membina hubungan baik dgn sanak saudaramu, berbicara kebenaran, membantu fakir miskin dan melarat, melayani tamu2mu dgn murah hati dan membantu mereka yg memerlukan, yg dilanda bencana.”
Khadijah lalu membawanya kpd (saudara sepupunya) Waraqa bin Naufal bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qusai. Waraqa adalah putera paman dari garis ayah, yi, kakak ayahnya, yg selama masa Pra-Islam menjadi seorang Kristen, ahli menulis abjad Arab dan menulis Injil dlm bahasa Arab sesuai dgn kehendak Allah. Ia adalah orang tua dan kehilangan daya penglihatannya. Khadijah mengatakan kpdnya, “Ya saudaraku ! Dengarkanlah cerita keponakanmu.” Waraqa mengatakan, “Ya keponakan ! Apa yg kau lihat ?” Nabi menggambarkan apa yg ia lihat.
Waraqa mengatakan, “Ini adalah Namus yg sama (yi., Jibril, malaikat yg menyimpan rahasia2) yg dikirim Allâh kpd Musa. Seandainya saya masih muda dan bisa hidup pada jaman ketika rakyatmu …. Waraqa menjawab ya dan mengatakan: “Belum pernah seseorang datang dgn sesuatu yg mirip dgn apa yg kau bawa namun disambut dgn permusuhan. Kalau saya masih hidup pada hari kau ….. maka saya akan mendukungmu sepenuhnya.”
Namun beberapa hari kemudian Waraqa wafat dan Wahyu Illahi juga berhenti selama beberapa waktu dan nabi menjadi begitu sedih dan spt kami dengar ia berkali2 ingin melemparkan dirinya dari puncak gunung dan setiap kali ia pergi ke puncak sebuah gunung utk melemparkan dirinya kebawah, Jibril nampak didepannya dan mengatakan, “Ya Muhammad! Kau memang rasulullah yg sebenarnya” dan hatinya kemudian terhening dan ia tenang kembali dan kembali pulang. Dan setiap kali periode datangnya wahyu menjadi panjang, ia akan melakukan yg sama, tetapi saat ia mencapai puncak sebuah gunung, Jibril nampak padanya dan mengatakan apa yg dikatakan sebelumnya.
(Ibn ‘Abbas ttg arti: ‘Ialah yg memisahkan sinar matahari (dari kegelapan)’ (6.96) bahwa Al-Asbah berarti sinar matahari selama siang hari dan sinar bulan pada saat malam hari). [8]
Ada halusinasi Muhammad yg visual, ada yg didapat dari mimpi dan ada juga yg didapatkan lewat pendengaran.
Ibn Ishaq menulis: “bahwa nabi, pada saat Allâh menurunkan rahmatnya kdpnya sbg nabi, akan pergi membawa pengalamannya ini dlm perjalanan jauhnya, sampai ia tiba di Mekah dan bukit2 tanpa satu rumahpun atau batu ataupun pohon yg dilewatinya, namun ia mendengar ‘Damai besertamu, ya Rasulullâh.’ Dan nabi menengok kekanan dan kekiri dan melihat kebelakang, dan ia tidak melihat apapun kecuali pohon2 dan batu2.” [10]
Muhammad juga memiliki sejumlah halusinasi lain.
Diriwayahkan Abu Huraira: “Nabi menawarkan solat dan mengatakan, “Setan datang didepan saya dan mencoba menggangu solat tetapi Allâh memberi saya kekuatan dan saya mencekiknya. Saya berpikir utk mengikatnya pada salah satu pilar mesjid sampai kau bangun dipagi hari dan melihatnya. Lalu saya mendengar pernyataan Nabi Solomon, ‘Ya Tuhan ! Berikan saya kerajaan yg tidak akan dimiliki oleh siapapaun setelah saya.’ Lalu Allâh mengusirnya (Setan) dgn kepala tunduk (dihina).”[11]
Diriwayahkan Aisyah:
Penyihiran terjadi pada Rasululah shg ia menyangka bahwa ia telah senggama dgn istri2nya padahal tidak (Sufyan mengatakan: Itu penyihiran paling sulit mengingat dampaknya). Lalu satu hari ia mengatakan, “Ya ‘Aisyah tahukah kau bahwa Allâh memerintahkan saya ttg hal yg saya tanyakan padanya ? Dua lelaki datang kpd saya dan salah seorang duduk dekat kepala saya dan satunya lagi duduk dekat kaki saya. Yg didekat kepala saya bertanya kpd rekannya. Apa yg terjadi pada orang ini ? Yg belakangan menjawab bahwa ia berada dlm pengaruh sihir. Yg pertama bertanya, Siapa yg menyihirnya ?’ Yg lainnya menjawab, Labid bin Al-A’sam, lelaki dari Bani Zuraiq, sekutu Yahudi dan seorang munafik.’ Ditanya kemudian, ‘Apa bahan2 yg digunakannya ?’ Dijawabnya, ‘Sebuah sisir dan rambutnya yg menyangkut padanya.’ Yg pertama kemudian bertanya, ‘Dimanakah (benda itu)?’ Yg lainnya menjawab. ‘Dlm kulit sari pohon kurma jantan yg disimpan dibawah sebuah batu dlm sumur Dharwan.’ Jadi, nabi pergi ke sumur itu dan mengeluarkan barang2 itu dan mengatakan ‘Inilah sumur yg ditunjukkan pada saya (dlm mimpi). Airnya mirip sari daun2 Henna dan pohon2 kurmanya nampak spt kepala2 setan.’ Nabi menambahkan, ‘Kemudian benda itu dicabut’. Saya mengatakan (kpd nabi) ‘Mengapa anda tidak merawat diri anda dgn Nashra?’ Katanya, ‘Allâh sudah menyembuhkan saya; saya tidak suka membiarkan setan tersebar diantara orang2 saya.’[12]
Dalam hadis lain ditulis : “Wahyu datang kpd rasulullah dan ia diselimuti dgn selembar kain dan Ya’la mengatakan: Bisakah saya melihat datangnya wahyu kpd rasulullah. Ia (Omar) mengatakan: Apakah kau akan senang melihat Rasulullah menerima wahyu. ‘Omar mengangkat sudut jubah nabi dan saya melihat padanya dan ia (nabi) terdengar sedang mengorok. Ia (narator) mengatakan: Saya menyangka itu suara onta.” [13]
Lagi2 hadis : “Ketika Jibril menurunkan Wahyu Ilahi kpd Rasulullah, ia menggerak2kan lidah dan bibirnya, keadaan itu sangat menyiksanya dan gerakan itu menunjukkan bahwa wahyu sedang diturunkan..”[14]
June 17, 2011 at 11:39 am
pak dokter ini bisa aje ye, mana ada orang epilepsi bisa menceritakan apa yang terjadi pas dia kena epilepsi, ilmu kedokteran dari mana pak??
June 17, 2011 at 11:45 am
Pada saat Nabi menerima wahyu, dalam beberapa cara penurunan diriwatkan bahwa Nabi terlihat Nabi menggigil kedinginan, clan keringatnya menetes-netes. Keadaan Nabi yang demikian Dr. Robert Morey mengambil kesimpulan bahwa Nabi menderita penyakit ayan. Gejala-gejala demikian itu tampak padanya ketika beliau tidak sadarkan diri, keringatnya mengucur disertai kekejangan-kekejangan dan busa yang keluar dari mulutnya. Apabila ia sudah sadar kembali, ia lalu membacakan apa yang dikatakannya wahyu Tuhan kepadanya itu – kepada orang-orang yang mempercayainya. Padahal yang dikatakan wahyu itu tidak lain daripada akibat seranganserangan ayat tersebut.
Menggambarkan apa yang terjadi Nabi Muhammad pada waktu datangnya wahyu dengan cara yang demikian itu, dari segi ilmiah adalah samasekali salah. Serangan penyakit ayan tidak akan meninggalkan sesuatu bekas yang dapat diingat oleh si penderita selama masa terjadinya itu. Bahkan sesudah beliau sadar kembali pun samasekali dia lupa apa yang telah terjadi selama itu. Dia tidak ingat apa-apa lagi, apa yang terjadi clan apa yang dilakukannya selama itu. Sebabnya ialah, segala pekerjaan saraf clan pikirannya sudah menjadi lumpuh total. Inilah gejala-gejala ayan yang dibuktikan oleh ilmu pengetahuan. Jadi bukan yang dialami Nabi Muhammad selama menerima wahyu. Bahkan selama itu inteleknya sedang dalam puncak kesadarannya. Dengan sangat teliti sekali beliau ingat semua yang diterimanya dan sesudah itu dibacakannya kembali kepada sahabat-sahabatnya.
Dengan kesadaran rohani yang sebesar itu, samasekali tidak dibarengi oleh ketidaksadaran jasmani. Bahkan sebaliknya yang terjadi, pada waktu itu Nabi sedang dalam puncak kesadarannya yang biasa.
Jadi ilmu pengetahuan dalam hal ini membantah bahwa Nabi Muhammad dihinggapi penyakit ayan. Mereka mengatakan begitu bukan karena ingin mencari kebenaran, melainkan menurut dugaan mereka dengan demikian mereka mau merendahkan martabat Nabi di mata segolongan kaum Muslimin. Ataukah dengan kata-kata itu mereka mengira, bahwa mereka telah menyebarkan keragu-raguan atas wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad (lihat pembahasan al-Quran), sebab turunnya itu – menurut dugaan mereka – waktu beliau sedang mendapat serangan ayan? Kalau memang begitu, ini adalah suatu kesalahan besar pada mereka, seperti sudah kita sebutkan. Pendapat mereka inilah yang secara ilmiah telah samasekali tertolak.
Kalau yang dipakai pedoman oleh Dr. Robert Morey demikian itu adalah tujuan yang murni; tentu dia tidak akan membawa-bawa ilmu yang bertentangan dengan itu. Ia melakukan itu mau mengelabui orang-orang yang belum menguasai pengetahuan tentang gejala-gejala ayan, dan mereka yang cara berpikirnya masih sederhana yang sudah merasa puas dengan apa yang telah dikatakan olehnya itu, tanpa mau bertanya-tanya kepada para ahli dari kalangan kedokteran atau mau membaca buku-buku tentang itu. Kalau saja mereka mau melakukan itu, sebenarnya tidak sulit buat mereka untuk menemukan kesalahan itu -disengaja atau tidak disengaja. Mereka akan melihat bahwa kegiatan rohani dan intelek manusia akan samasekali tertutup selama terjadi krisis ayan. Si penderita dibiarkan dalam keadaan mekanik semata, bergerak-gerak seperti sebelum mendapat serangan, atau meronta-ronta kalau serangannya itu sudah bertambah keras sehingga dapat mengganggu orang lain. Dalam pada itu, dia pun kehilangan kesadarannya. la tidak sadar apa yang diperbuatnya dan apa yang terjadi terhadap dirinya. la seperti orang yang sedang tidur, tidak merasakan gerak-geriknya sendiri. Bila itu sudah berlalu, ia pun tidak ingat apa-apa lagi.
Ini tentu berbeda dengan suatu kegiatan rohani yang begitu kuat membawa Nabi jauh ke alam ilahiah, dengan penuh kesadaran dan suasana intelek yang meyakinkan. Apa yang diwahyukan kepadanya itu, kemudian dapat diteruskan. Sebaliknya ayan, melumpuhkan seluruh kesadaran manusia. la membawa orang berada dalam tingkat mekanik, yang selama itu perasaan dan kesadarannya menjadi hilang. Tidak demikian halnya dengan wahyu, yang merupakan puncak ketinggian rohani, yang khusus diberikan Tuhan kepada para nabi. Kepada mereka kenyataan-kenyataan alam positif yang tertinggi itu diberikan, supaya kemudian disampaikan kepada umat manusia.8
http://cristology.wordpress.com/2010/07/30/tuduhan-epilepsi/
June 17, 2011 at 12:52 pm
Penyakit ayan yang diderita nabi,bukanlah seperti yang anda bayangkan.
Nabi menderita apa yang disebut dengan; Temporal Lobe Epilepsy
Kejang2 tubuh yg di-asosiasikan dgn TLE terdiri dari simple partial seizures atau kejang2 sebagian tubuh tanpa kehilangan kesadaran (dgn atau tanpa aura/peringatan) dan complex partial seizures (yi. dgn kehilangan kesadaran). Sang penderita kehilangan kesadaran selama sebuah complex partial seizure karena kejang2nya melibatkan kedua temporal lobes, yg mengakibatkan gangguan ingatan.[1]
Kejang2 Muhammad mencakup kedua macam tipe diatas. Kadang ia jatuh dan kehilangan kesadaran, dan kadang tidak.
Menurut sebuah hadis, selama konstruksi Ka’bah, sebelum ia menerima pemberitahuan akan diangkat sbg nabi, Muhammad jatuh ke tanah tanpa sadar dgn kedua matanya mengarah pada langit. Pada saat itu ia kehilangan kesadaran. Ini jelas tanda kejang2 epilepsi.
Menurut situs emedicine.com, “90% pasien dgn abnormalitas temporal interictal epileptiform pada EEG mereka pernah mengalami kejang2.” Kami tahu bahwa sejak masa kecilnya, Muhammad mengalami kejang2. Ia melihat dua lelaki dlm jubah putih membuka dadanya dan mencuci jantungnya dgn salju putih. Neurosurgeon AS dan pionir ahli bedah otak, Harvey Cushing, melaporkan ttg seorang anak lelaki dgn sebuah cystic glioma dlm temporal lobe bagian kanan mengalami halusinasi kuat ttg seseorang dlm tiga dimensi dlm jubah putih.
Neurologis Irlandia-AS, Robert Foster Kennedy (1884-1952) adalah salah seorang yg pertama yg mengidentifikasikan halusinasi kuat yg bersifat audio-visual (bisa didengar dan dilihat) yg terjadi diluar tubuh penderita, sbg berasal dari temporal lobe.[2]
Ttg masa mudanya, Muhammad mengatakan:
Saya berada diantara anak2 lelaki Quraish, mengangkat batu2 spt yg digunakan anak2 utk bermain. Kami semua membuka baju kami, masing2 membuka lapisan atas (selembar kain) dan dililitkan disekeliling leher sambil mengangkat batu2 ini. Saya berbolak-balik bersama mereka ketika sebuah sosok yg tidak nampak menampar saya sampai sakit sambil mengatakan, ‘Kenakan bajumu’. Jadi saya mengenakannya dan memulai mengangkat batu2 itu dileher saya, berbeda dari teman2 saya.”[3]
Nampaknya sosok2 dlm halusinasi Muhammad se-kasar dan se-agresif Muhammad.
——————————————————————————–
[1] http://www.emedicine.com/NEURO/topic365.htm
[2] Kennedy: Arch Int Med 1911 viii p317.
[3] Sirat Rasoul p. 77
Kejang-kejang yang diakibatkan dari dalam temporal lobe bisa didahului oleh sebuah aura (peringatan), dalam bentuk sensasi abnormal, epigastric sensations (perasaan aneh dalam perut), halusinasi atau ilusi (entah lewat indera mata, hidung atau rasa di mulut ), sensasi déjà vu (perasaan sangat bahagia dan puas), membayangkan peristiwa atau perasaan di masa lalu atau emosi tiba2 dan intens yang tidak ada hubungannya dengan keadaan saat itu. Semua gejala2 ini hadir saat Muhammad mengalami kejang-kejang.
Pengalaman epilepsi ini bisa partial/sebagian, dimana sang penderita tidak kehilangan kesadaran, atau partial complex, yang mengakibatkan kehilangan atau kekurangan kesadaran.
Gejala2 lain termasuk gerakan kepala yang abnormal dan bola mata yang terangkat keatas (putih semua, bagian hitamnya tidak kelihatan). Kejang-kejang tipe inilah yang terjadi pada Muhammad saat dibangunnya Ka’bah.
Gerakan kontraksi otot yang repetitif dan ritmik yang mempengaruhi satu bagian tubuh, satu lengan, bagian dari wajah atau bagian terisolasi lainnya juga merupakan gejala-gejala TLE. Gejala-gejala lain termasuk sakit perut bagian bawah (abdominal pain), perasaan muak (nausea), keringat deras, wajah kemerah2an, detak jantung yang cepat dan perubahan dalam visi, ucapan, pemikiran, kesadaran dan kepribadian. Jelas, halusinasi lewat panca-indera (visual, audio, sentuhan badan dsb.) adalah gejala2 utama.[1]
Epilepsy.dk mendefinisikan, “Simple partial seizures dengan gejala-gejala mental, yaitu si penderita bisa mengingat apa yang dialaminya tadi, dari jaman dulu dikenal sebagai ‘aura’. Kejang-kejang itu sering disusul dengan gerakan tubuh yang tehentak-hentak (convulsion). Mereka sering bagaikan mimpi … Ia berpikir ia sudah gila.”[2]
Muhammad memang merasa bahwa ia sudah gila. Khadijah-lah yang meyakinkannya bahwa ia tidak gila.
Situs itu juga menulis: “Sejak lama diperdebatkan apakah penderita epilepsy memiliki kepribadian khas yang berbeda dari orang lain. Disimpulkan bahwa penderita dengan temporal lobe epilepsy lebih tidak stabil secara emosional, dengan kecendrungan untuk agresif. Ada yang menjadi egois (self-centered), mereka begitu sensitif sampai mendekati paranoia, dan setiap pernyataan bisa membuatnya tersinggung. Mereka terlalu menganalisa hal2 secara mendalam (mengarah kepada perasaan dendam), dan sangat tertarik khususnya pada hal2 seperti agama, hal2 mistik, filosofis dan isu2 moralitas.”[3]
Dijelaskan pula bahwa penderita TLE cenderung untuk depresi, berpikir untuk bunuh diri dan halusinasi. Penderita merasa bahwa ia sedang ditindas. Namun demikian, hubungan emosionalnya dengan orang2 lain lebih baik dengan penderita schizophrenia. Berbeda dengan schizophrenia, TLE sering sembuh dengan sendirinya. Ini kemungkinan terjadi pada Muhammad, karena semakin beranjak dalam umur kejang-kejangnya semakin jarang terjadi. Namun demikian, ini tidak menghentikannya untuk terus “menerima wahyu” untuk melengkapi Qur’annya sesuai dengan keperluan keadaan.
June 17, 2011 at 12:56 pm
Penulis Rusia, Feodor Dostoevsky, bahkan percaya bahwa Muhammad menyatkaan kebenaran. Ia percaya bahwa pengalaman Muhammad ini benar, paling tidak menurut dirinya sendiri. Dostoevsky sendiri menderita temporal lobe epilepsy. Ia mengatakan, lewat salah satu tokoh dalam bukunya, ketika ia mengalami kejang2, pintu2 Surga akan terbuka dan ia bisa melihat barisan malaikat meniupkan trompet emas. Lalu kedua gerbang emas akan terbuka dan ia bisa melihat tangga emas yg mengantar langsung kepada singgasana Tuhan.[1]
Newsweek, tgl 7 Mei, 2001, dalam sebuah artikel berjudul Religion and the Brain (Religi dan Otak), menjelaskan fenomena ini:
Saat gambaran sebuah salib atau sebuah Taurat berlapis emas, memecut kekaguman religius, ini disebabkan karena bagian otak yg mengatur penglihatan–yg menafsirkan apa yg dilihat mata dan menghubungkan gambaran itu dgn emosi dan memori–telah belajar utk menghubungkan gambaran tsb dgn perasaan tsb. Visi2 yg timbul selama doa atau ritual agama juga dihasilkan dari dalam area tsb: stimulasi elektris dari temporal lobe (yg tersimpan dipinggir kepala dan menyimpan sirkuit2 yg bertanggung jawab atas bahasa, pemikiran konseptual dan asosiasi) menghasilkan visi.
Epilepsi Temporal-Lobe —letupan abnormal aktivitas elektrik di kawasan2 ini— membawanya ke hal yg lebih ekstrim. Walau studi meragukan koneksi antara epilepsy dgn religiositas, ada yg merasa bahwa kondisi ini mencetuskan visi dan suara2 jelas semacam tipe yg dialami Joan of Arc.
Walau epilepsy temporal-lobe jarang terjadi, periset menganggap bahwa letupan2 aktivitas elektrik yg terpusat yg disebut dgn “temporal-lobe transients” bisa menghasilkan pengalaman mistik. Utk menguji teori ini, Michael Persinger dari Laurentian University di Canada menempatkan sebuah helm yg dipadati dgn electromagnet dan dipasang pada kepala sukarelawan. Helm itu menciptakan aliran magnetik yg lemah, tidak lebih dari yg dihasilkan layar computer. Menurut Persinger, letupan2 aktivitas elektrik dalam temporal lobe, menghasilkan sensasi yg oleh sukarelawan digambarkan sbg supernatural atau spiritual: sebuah pengalaman luar badan, perasaan kehadiran ilahi. Ia percaya bahwa pengalaman religius diakibatkan oleh badai elektrik dlm temporal lobes, dan bahwa badai2 itu bisa dicetuskan karena keresahan, krisis pribadi, kekurangan oxygen, kadar gula rendah dan badan letih—saat2 dimana orang biasanya menemukan “Tuhan.”[2]
——————————————————————————–
[1] http://www.emedicine.com/neuro/topic658.htm
[2] Newsweek May 7, 2001, U.S. Edition; Section: SCIENCE AND TECHNOLOGY; Religion And The Brain By Sharon Begley With Anne Underwood
June 17, 2011 at 1:05 pm
Kasus Phil K. Kindred
Kasus2 penderita epilepsy lainnya bisa membuat kita lebih mengerti ttg apa yg kemunkginan terjadi pada Muhammad. Kemiripannya sering menakjubkan.
http://en.wikipedia.org/wiki/Philip_K._Dick
Penulis science fiction AS, Philip Kindred (1928-1982), berbicara ttg visi2nya yg aneh, mengatakan kpd Charles Platt, “Saya merasakan otak saya diinvasi oleh sebuah otak rasional yg transendental, seakan2 saya gila selama seluruh hidup saya dan tiba2 menjadi waras.” [1] Semua karya Philip diumulai dgn asumsi dasar bahwa tidak mungkin ada satu realitas tunggal yg obyektif. Charles Platt menggambarkan novel2 Philip. “Semuanya adalah persepsi. Tanah bisa bergerak dari bawah kakimu. Sang protagonis menemukan dirinya hidup dlm mimpi orang lain, atau ia masuk keadaan yg dirangsang oleh narkoba shg ia bisa lebih mengerti dunia nyata, atau ia kemungkinan menyeberang kesebuah alam semesta yg berbeda total.” [2]
Seperti Muhammad, Philip juga paranoid, dan memiliki emosi kekanak2an, narsisis, Ia membayangkan plot2 melawan dirinya yg direncanakan KGB atau FBI, yg ia percaya terus menerus mencoba mencegatnya. Kami merasakan paranoia yg mirip dlm tulisan2 Muhammad yg terus menerus berbciara ttg kafir dan bgm mereka merancang plot2 melawan dirinya, menentang agamanya dan menindas dirinya danpengikutnya.
VALIS, novel otobiografis pertama dari tiga novel Philip, adalah perjalanan orang tolol mencari Tuhan yg ternyata merupakan sebuah virus, sebuah lelucon, dan sebuah hologram mental yg ditransmisikan oleh satelit yg mengorbit. Tokoh utama dlm novel ini terlempar dlm sebuah perjalanan teologis saat ia menerima komuni dlm ledakan cahaya laser merah jambu yg ternyata merupakan sebuah hubungan komunikasi langsung dng Tuhan. Dlm karyanya ini, Philip mempelajari ‘pertemuan2nya’ dgn sebuah kehadiran ilahi.
VALIS adalah kependekan dari Vast Active Living Intelligence System. Ia berteori bahwa VALIS adalah baik sebuah “generator realitas”, maupun sebuah cara utk mengadkan komunikasi extraterestrial.
Lawrence Sutin, dlm Divine Invasions: A Life of Philip Kindred menulis ttg salah sebuah pengalaman mistik Phil yg sangat mirip pengalaman Muhammad. “Hari Senin ia menelpon saya dan mengatakan, malam sebelumnya ia merokok marijuana yg ditinggalkan seorang tamunya dan merasakan dirinya melihat sebuah visi yg sekarang sangat dikenalinya (saat ia tidak berhubungan dgn narkoba), dan ia mengatakan, ‘Saya ingin melihat Tuhan. Biarkan saya melihatmu.’ Dan lalu tiba2, katanya, ia dirasuki rasa di-teror yg sangat ekstrim yg pernah dirasakannya, dan melihat the Ark of the Covenant (tempat penyimpan 10 Perintah Allah kpd Musa), dan sebuah suara mengatakan, ‘Kau tidak akan datang kepada saya lewat bukti logis atau kepercayaan atau apa saja, jadi saya harus meyakinkanmu dgn cara ini.’ Gorden the Ark ditariknya dan ia melihat, sebuah segi tiga dgn sebuah mata didalamnya, yg menatapinya langsung.
Phil mengatakan, ia berlutut saking ketakutan sambil mengalami Visi Ilahi ini dari pk 9 pagi sampai pk 5 sore. Hari Senin ia pasti bahwa ia akan mati dan kalau ia bisa meraih telpon ia akan memanggil ambulans. Suara itu mengatakan kepadanya, ‘Kau berhasil membujuk dirimu agar tidak percaya semua hal. Saya membiarkan kau melihat, tetapi ini tidak akan pernah bisa kau lupakan atau sesuaikan atau kau anggap salah.’” [3]
Phil, yg mati muda pada usia 54, menulis jutaan kata. Biografernya,
Sutin, mengutip salah satu tulisannya yg menjelaskan pengalaman mistiknya:
Tuhan menunjukkan diri kpd saya sbg kekosongan yg tidak terbatas; tapi bukan sbg neraka, itu adalah atap surga, dgn langit biru dan awan2 putih. Ia bukan Tuhan asing, namun Tuhan bapak2 saya. Ia penuh cinta kasih dan baik hati dan memiliki kepribadian. Katanya, “Kini kau sedang menderita; namun penderitaanmu itu kecil dibandingkan dgn kebahagiaan yg besar, kenikmatan yg menantimu. Kau pikir dlm wawasan saya kau akan menderita lebih parah dibandingkan dgn rahmat yg akan kau dapatkan ?”
Ia membuat saya yakin akan kenikmatan yg akan datang; tidak terbatas dan manis. Katanya, “Saya adalah kekuatan tanpa penghabisan (I am the infinite). Saya akan menunjukkan kepadamu. Dimana saya berada, disitulah infinity; dimana ada infinity, disitulah saya… Mereka yg menolak saya akan menjadi sakit; saat mereka terbang dgn saya, saya adalah sayap2nya. Saya adalah sang pe-ragu2 dan keragu2an itu sendiri (I am the doubter and the doubt). [4]
——————————————————————————–
[1] [1] Platt, Charles. (1980). Dream Makers: The Uncommon People Who Write Science Fiction. Berkley Publishing. ISBN 0-425-04668-0
[2] Ibid
[3] Divine Invasion , A Life of Philip K. Dick by Lawrence Sutin p.264
[4] Ibid. p.269
June 17, 2011 at 1:39 pm
Inilah kebodohan pertama…apakah orang yang jatuh ketanah kemudian hilang kesadaran lalu kedua matanya menghadap ke langit adalah EPILEPSI…?
ketika saya bertanya kepada dokter penyakit dalam dan dokter ahli saraf…mereka mengatakan : Hanya dokter yang bodoh yang mengatakan orang hilang kesadaran lalu matanya terbelalak ke langit di sebut EPILEPSI…alasannya karena Gejala EPILEPSI yang paling utama adalah KEJANG…dan tidak semua kejang milik penyakit EPILEPSI…orang yang GULA DARAHnya TURUN bisa HILANG KESADARAN dan matanya bisa terbelalak ke langit dan bisa kejang-kejang…orang yang SERANGAN JANTUNG pun demikian…dan masih banyak penyakit yang gejalanya mirip…JADI jika ada DOKTER yang mem-vonis sesuatu sebelum dilakukan pemeriksaan penunjang…maka DOKTER itu BENER-BENER BODOH…
Nah, berdasarkan temuan ilmiah ini…saya mengatakan DULADI dan ALI SINA bener-bener BODOH….
Inilah kebodohan kedua :
Kami tahu bahwa sejak masa kecilnya, Muhammad mengalami kejang2
Memangnya kejang-kejang saat kecil itu identik dengan EPILEPSI…Menurut dokter ahli saraf yang saya temui, kejang pada anak belum tentu epilepsi…karena kejang pada anak biasanya/umumnya disebabkan oleh demam…jadi biasanya kejang pada anak karena faktor infeksi yang menyebabkan demam…HANYA DOKTER yang BODOH saja saat melihat anak kecil kejang-kejang langsung disebut EPILEPSI tanpa pemeriksaan penunjang yang lainnya…
Kebodohan yang ketiga
Ia melihat dua lelaki dlm jubah putih membuka dadanya dan mencuci jantungnya dgn salju putih. Neurosurgeon AS dan pionir ahli bedah otak, Harvey Cushing, melaporkan ttg seorang anak lelaki dgn sebuah cystic glioma dlm temporal lobe bagian kanan mengalami halusinasi kuat ttg seseorang dlm tiga dimensi dlm jubah putih.
HALUSINASI…apa sih arti HALUSINASI…saya yakin anda gak ngerti apa itu HALUSINASI…
Kalau begitu simak baik-baik arti HALUSINASI menurut ilmu kedokteran JIWA :
“Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana seseorang mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Suatu penerapan panca indra tanpa ada rangsangan dari luar. Suatu penghayatan yang dialami suatu persepsi melalui panca indra tanpa stimulus eksteren atau disebut juga persepsi palsu.”
Contoh : berakhlaq mendengar ada orang yang menyuruhnya untuk berbohong…padahal disekeliling berakhlaq tidak ada saksi mata yang melihat orang tadi…maka berakhlaq berhalusinasi…
sedangkan nabi MUHAMMAD saat kecil banyak yang menyaksikan bahwa dada nabi di belah oleh dua orang yang berbaju putih…nih buktinya :
“Pada masa itu, sebelum usianya mencapai tiga tahun, ketika
itulah terjadi cerita yang banyak dikisahkan orang. Yakni,
bahwa sementara ia dengan saudaranya yang sebaya sesama
anak-anak itu sedang berada di belakang rumah di luar
pengawasan keluarganya, tiba-tiba anak yang dari Keluarga Sa’d
itu kembali pulang sambil berlari, dan berkata kepada
ibu-bapanya: “Saudaraku yang dari Quraisy itu telah diambil
oleh dua orang laki-laki berbaju putih. Dia dibaringkan,
perutnya dibedah, sambil di balik-balikan.”
ARTINYA : MUHAMMAD tidak berhalusinasi…tetapi hal itu benar-benar terjadi…
JADI SIAPA yang BODOH…?
SIAPA LAGI KALAU BUKAN ……
JADI, siapa saja yang mengatakan MUHAMMAD itu EPILEPSI adalah orang-orang BODOH yang tidak mengerti ILMU KEDOKTERAN…
June 17, 2011 at 1:56 pm
yang dikatan berak lah ada benarnya bang, kalau otaknya di dengkul bisa juga jatuh langsung kejang2 burungnya
June 17, 2011 at 2:33 pm
wkwkkwkwkwkkwkkwkwkkwkwk
baca seluruh artikelnya yahh… itu cuma satu ilustrasi saja.
wkwkwkkwkkwkkwkwkwkkwkwkwkwk
kasihan deh loe
June 18, 2011 at 2:16 am
nah terbukti, belum jatoh aja burungnya udah kejang2, apalagi kalau jatoh pasti langsung almarhum,
June 17, 2011 at 3:48 am
NABI MUSA TELAHMENJELASKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DI AL KITAB YESUS TELAH MENJELASKAN AKAN DATANGNYA ROH KEBENARAN DI AL KITAB AK KITAB TELAH MENJELASKAN TENTANG DATANGNYA ISLAM DARI PADANG PARAN.
SEMUA ORANG PADA KEMBALI KE ISLAM SETELAH TAHU ISLAM DARI AL KITAB SENDIRI.
TAHU TENTANG ALLAH
TAHU TENTANG NABI MUHAMMAD
TAHU TENTANG AKAN MUNCULNYA AGAMA ISLAM DARI PADANG PARAN
June 17, 2011 at 8:30 am
MUHAMAD TIDAK PUNYA BELAS KASIHAN part 1
===============================================
pembunuhan ‘Uqba bin Abu Mu’ayt
‘Uqba bin Abu Mu’ayt juga mengolok2 Muhamad di Mekah dalam puisi2nya. Ia-pun tertangkap dlm Pertempuran Badr, dan Muhamad memerintahkan eksekusinya.
“Tapi siapa yg akan membesarkan anak2 saya, ya Muhammad?” Uqba berteriak dgn iba. “NERAKA !” kata sang nabi dgn dingin. Dan pedang Islampun menghantam lehernya.
Setelah kemenangan nabi di Badr-pun, Muhamad tidak menunjukkan kemuliaannya.
Pada sebuah malam buta Muhamad mengolok2 musuh yang mati, saat tubuh2 tidak bernyawa mereka terbaring lunglai dlm sebuah lobang :
. . . Para sahabat nabi mendengarkannya, saat tengah malam, “Ya manusia dalam lobang ini: Ya Utba, Ya Shayba, Ya Ummayya, Ya Abu Jahl,” menyebut nama2 mereka yg dibuang dalam lobang mayat itu, “Apakah kalian telah menemukan janji Tuhan kalian kpd kalian ? Saya memang telah menemukan apa yg dijanjikan Tuhan saya kpd saya.” Tanya para Muslim, “Kau berbicara kpd tubuh2 tak bernyawa itu ?” Nabi menjawab: “Kau tidak dapat mendengarkan perkataan saya lebih baik dari mereka, tetapi mereka tidak dapat menjawab saya. [3]
Hadis Bukhari berikut ini menegaskan kesaksian Ibn Ishaq diatas.
Inilah pertempuran Rasulullah, dan sambil menyebut (pertempuran Badr) ia mengatakan, “Sementara para mayat kaum berhala dilemparkan kedalam lobang sumur, Rasulullah mengatakan kepada mereka, ‘Apakah kalian telah menemukan janji Tuhan kalian kpd kalian ?” ‘Abdullah mengatakan, “Beberapa sahabat nabi mengatakan, “O Rasulullah! Kau berbicara kpd orang mati.’ Rasulallah menjawab, ‘Kau tidak mendengarkan apa yg saya katakana lebih baik dari mereka.’
June 17, 2011 at 8:46 am
MUHAMAD KEJAM TAK PUNYA BELAS KASIHAN part 2
=====================================================
Pembunuhan Abu `Afa
Dari Sirat Rasul Allah (Kehidupan Rasul Allah) Oleh Ibn Ishaq, hal 675
EXPEDISI SALIM B. UMAYR UNTUK MEMBUNUH ABU AFAK
Abu Afak adalah orang tua renta berusia 120 thn, salah satu dari Bani Amr b. Auf dari klan Bani Ubayda. Dia menunjukkan ketidakpuasannya ketika Rasulullah membunuh al-Harith b. Suwayd b. Samit dan berkata:
“Lama sudah saya hidup tapi tidak pernah saya melihat Suatu kumpulan orang-orang Yang lebih setia terhadap tanggung jawab mereka Dan sekutu mereka ketika diperintahkan Daripada anak-akan Qayla ketika mereka berkumpul, Orang yang menaklukkan gunung dan tidak pernah menyerah, Seorang penunggang yang datang kepada mereka memisahkan mereka menjadi dua (mengatakan) “Diperbolehkan”, “Dilarang”, dari semua macam hal. Jika seandainya anda percaya dalam kemuliaan atau martabat Anda pasti akan mengikuti Tubba.
Catatan: Tubba adalah pemimpin dari Yemen yang menyerbu yang merupakan bagian dari Saudi Arabia sekarang ini. Qaylite menentang mereka
Rasulullah bersabda, “Siapa yang akan berurusan dengan bajingan ini untuk saya?” Kemudian Salim b. Umayr saudara laki-laki B. Amr b. Auf, salah satu dari “yang berduka”, pergi dan membunuhnya.
Umama b. Muzayriya berkata mengenai hal itu: Kamu memberikan kepada agama Allah dan orang yang bernama Ahmad! (Muhamad) Melalui dia yang adalah ayahmu, kejahatan adalah anak yang dia hasilkan! “Hanif” memberikanmu dorongan di waktu malam dengan perkataan “Ambilah Abu Afak itu terlepas dari umurnya!” Walaupun saya tahu apakah itu perbuatan orang atau jin Yang membunuhmua di kegelapan malam (Saya tidak akan memberi tahu).
Dari Kitab Al Tabaqat Al Kabir Volume 2, Oleh Ibn Sa`d, halam 32: Kemudian terjadi serangan (“sariyyah”) oleh Salim Ibn Umayr al-Amri terhadap Abu Adak, orang Yahudi pada (bulan) Shawwal dipermulaan dari bulan ke duapuluh dari hijrah Rasulullah. Abu Afak adalah dari Bani Amr Ibn Awf dan seorang yang sudah tua yang telah mencapai umur 120 tahun. Dia seorang Yahudi, dan dulunya pernah menghasut orang-orang untuk menentang Rasulullah, dan menyusun bait-bait puisi yang bersifat menyindir (Muhammad).
Salim Ibn Umayr yang adalah salah seorang yang paling berduka yang berpartisipasi dalam perang Badr berkata, “Saya bersumpah bahwa saya harus membunuh abu Afak atau mati dihadapannya.” Dia menunggu kesempatannya sampai suatu malam yang panas datang, dan Abu Afak tidur di ruang terbuka. Salim Ibn Umayr mengetahui hal ini, sehingga dia menusukkan pedangnya pada hati Abu Afak dan menekannya sampai tembus ke kasurnya. Musuh Allah berteriak dan orang-orang yang menjadi pengikutnya segera datang kepadanya, membawa dia ke rumahnya dan menguburkannya.
Abu Afak yang sudah tua renta yang sudah tinggal di Medinah sebelum Muhammad hijrah dari Mekah mendorong orang-orang yang tinggal di Medinah untuk meragukan dan meniggalkan Muhammad. Afak merasa bahwa ajaran dan perkataan Muhammad sangat aneh dan diktatorial. Dia mempertanyakan orang-orang Arab yang percaya dengan Muhamad. Dia suka membuat puisi-puisi yang bersifat satire untuk menynidir Muhammad. Kelihatannya Muhammad tidak senang sehingga memerintahkan
pengikutnya untuk menghabisi “bajingan” (“rascal”) yang sudah tua renta ini.
Abu Afak sama sekali tidak mengacam atau menyakiti Muhammad secara fisik. Hanya dengan kata-kata yang tidak pas di telinga Muhammad, maka melayanglah nyawanya.
Apakah pembunuhan yang dilakukan oleh Salim atas perintah Muhammad bisa dibernarkan?
Apakah hanya karena
sindrian dari puisi dan kata-kata Abu Afak yang tidak berkenan dihati Muhammad, nyawanya bisa diambil oleh Muhammad begitu saja? Apakah ini standard moral Muhammad sebagai seorang utusan Allah?
Tidakakah Anda melihat bahwa pembunuhan terhadap Abu Afak seorang tua renta oleh Salim seorang pejuang Muslim dengan cara mencuri-curi pada saat Abu Afak tertidur lelap sebagai perbutaan yang sangat pegecut?
June 17, 2011 at 12:19 pm
Sejarah umat manusia memang kelam..,selalu dipenuhi darah..selalu mengatasnamakan agama untuk membunuh sesama manusia..perang dan perang untuk membela Tuhan yang sebenarnya bisa membela Dirinya sendiri tanpa membutuhkan manusia-manusia ciptaanNYA. ‘PEACE AND LOVE FOR ALL’!!!
June 18, 2011 at 2:18 am
1 brg (xixi..) 3 KEPRIBADIAN..??? ribet..!
====================
itu sih mirip waria. pagi dono, sore doni, eeeh malamnya jadi dona
June 18, 2011 at 6:31 am
http://www.apakabardunia.com/2011/06/teori-fisika-hawking-mengungkap.html
June 18, 2011 at 7:10 am
SEPI!!!!!
MANA @BERAK LAQ NUNGGU COPAS BUALAN ALI SINA???
BIASA PEREMPUAN YANG SUKA GUNJING PERLU KAWAN.
NGGA PERNAH BISA MELIHAT KEBENARAN.
APALAGI LAKI2 SEPERTI BERAK LAQ.YANG ADA KOTORAN SEMUA.HATI YANG KOTOR, KERAS KEPALA BATU.BODOH DAN BEBAL.MAKANYA YANG KAYAK GINI NIH , JAUH2 HARI UDAH DIANCAM DISABIT.
June 19, 2011 at 2:45 am
KAPAN DAKWAHNYA NEHH.. NABI,KALAU NGESEX MELULU????
Bukhari Vol. 7 Buku. 62 Nomor. 6
Dikisahkah oleh Anas: Sang nabi biasa berkeliling (berhubungan seks dengan) semua istrinya dalam satu malam, dan ia mempunyai 9 istri.
June 19, 2011 at 7:51 am
buuusyet berkeliling=berhubugan sex???
bisa kena kutuk pak hansip sampeyan?
June 19, 2011 at 2:03 pm
yang kena kutuk yahhh nabi loe,kan yang melakukan keliling sex nabi loe.
atau kutuk aja si bukhari.
wkwkkwkwkwkkwkkwkwkwkkwkwkw
June 20, 2011 at 12:59 am
wah bila pak hansip berkelling untuk menjaga keamana trus lu bilang pak hansip berkeliling u/ ngesex ya kena cium pak hansip lu
June 19, 2011 at 3:35 am
rahsia sebenar kejayaan dakwah Rasulullah s.a.w terletak pada kemuliaan akhlaknya dan ketinggian budi bahasanya, sehingga diakui kawan dan lawan. Allah s.w.t berfirman dalam surah Al-Qalam, ayat 4:
Maksudnya: Dan engkau (wahai Muhammad) sesungguhnya mempunyai akhlak yang sangat mulia.
Jika kita imbas sejarah Rasulullah s.a.w, kita akan dapati ramai orang yang memeluk agama Islam kerana terpikat dengan akhlak dan keperibadian mulia Rasulullah s.a.w. Dan tarikan ini dikuatkan pula dengan ajaran Islam yang sejajar dengan nilai-nilai murni kemanusian dan selari dengan pemikiran akal yang logik. Rasulullah s.a.w tidak pernah marah, walaupun dicerca dan dimaki oleh orang bukan Islam, walaupun baginda seorang Nabi dan Rasul kekasih Allah s.w.t. Malah baginda sentiasa menasihati musuh-musuhnya dengan lemah lembut dan penuh hikmah. Baginda juga tidak merasa keberatan untuk sentiasa mendoakan agar musuh-musuhnya menerima Islam agar bersama-sama mendapat ni’mat Syurga kelak.
Baginda Rasulullah s.a.w sentiasa sabar menghadapi cercaan dan tekanan mereka yang memusuhinya. Dan baginda sentiasa senyum dan bersuara lembut bagi mereka yang tidak memusuhinya, walaupun mereka tidak beriman. Dan sekiranya orang yang sudah beriman berkata sesuatu yang tidak layak ke atas martabat dirinya, baginda tidak marah. Sebaliknya baginda akan menasihati orang tersebut dan berbaik sangka atasnya, kerana perkataan yang tidak sewajarnya itu kemungkinan datang dari ilmunya yang kurang.
Rasulullah s.a.w menunjukkan kepada kita, umatnya, betapa pentingnya mempunyai akhlak dan keperibadian yang mulia, walaupun dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Dan baginda telah memberikan contoh bagaimana kita boleh menerapkan dalam diri kita akhlak-akhlak yang mulia tersebut.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Janganlah terpedaya dengan janji-janji keselamatan palsu oleh sebuah agama yang penuh dengan kebohongan tetapi coba membohongi agama Allah Tuhan semesta alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan yang abadi di akherat.Jika tidak neraka menunggu!
June 22, 2011 at 5:52 am
June 23, 2011 at 9:36 pm
benar, tapi sebelum ruhnya dimasukan ke tubuh Manusia, Dilahirkan dan diberi Nama Muhammad Bin Abdullah Namanya adalah Nur bahan Alam Fisika yang digunakan oleh Allah untuk menciptakan Alam Fisika yang kita tempati ini.
Oleh Karena itu Manajemen Nabi Muhammad sudah sangat cocok dengan Hukum Alam/ Sunnatullah.
June 24, 2011 at 1:37 am
@Budah Ahli Garam
Itu mah si enur yang bahenol, kemarin juga si eNUR bajaj @Bang Mahdi kepasar rebo… …
(dasar ahlul Syi’ah bin Kristen, aya-aya wae…. hehehe)
July 3, 2011 at 7:16 am
yang dikatakan saudara ali sina katakan bahwa”Muslim bisa menerima atau menyangkali otentisitas sebuah Hadis, bergantung pada arah angin” itu adalah suatu pernyataan yang semena-mena karena dalam menentukan hadist itu shahih atau dhoif tidak sembarangan ada ilmunya. apakah ali sina tahu apa sanad, matan atau ilmu tentang hadist sebelum akhirnya melontarkan pernyataan tersebut,
July 4, 2011 at 4:29 am
Yah beginilah kaum kafirun mereka hanya berani berdebat lewat dunia maya yang tidak kelihatan wujudnya..tidak berani secara NYATA itu menandakan yaa u know lah…
ANDAI saja ada sebuah organisasi kristen mau mengundang kita kaum muslimin untuk berdialog/berdiskusi mencari KEBENARAN bukan PEMBENARAN..contoh di amerika, eropa mereka berani mengundang AHMAD DEEDAT kemudian Dr. Zakir naik untuk mendengarkan KEBENARAN bukan Pembenaran..krn stlh hsl berdialog itu terlepas BENAR / TIDAK dari pokok mslh yg di perdebatkan bukan memaksa suatu kaum untuk ikut kaum lainnya..tapi hsl dialog itu MEMAKSA suatu kaum untuk BERFIKIR dengan AKAL nya juga menggunakan HATI nya…so semua TERSERAH anda..kalau kita berbicara HATI berarti kita berbicara HIDAYAH..Hidayah hanya milik ALLAH SWT (bukan YEHOVA/YAHWEH/CAKWEH)..
SELANTANG apapun kau menyuarakan KEBENARAN, SEJELAS apapun kau menerangkan KEBENARAN mrk tidak akan tergugah karena HATI dan AKAL mrk MATI..HIDAYAH hanya milik ALLAH SWT.. “Sesungguhnya engkau tidak mampu memberikan petunjuk/hidayah kepada org yang kau cintai, tetapi Aulloh memberikan petunjuk/hidayah kepada orang yang di kehendaki NYA, dan Aulloh maha mengetahui orang2 yang akan menerima petunjuk/hidayah..(Q.S 28;56) implikasi dari ayat ini..
Bayangkan….
Manusia sekelas Nabi Nuh tdk bisa meyakinkan istri dan anak nya untuk mengikuti ajarannya..mrk mati tenggelam
Manusia sekelas nabi Luth dk bisa meyakinkan istri nya untuk mengikuti ajarannya.
Manusia sekelas Nabi Muhammad tdk bisa meyakinkan pamannya untuk memeluk ISLAM..
mrk adl org2 yg di cintai oleh para Nabi tersebut..tp sekali lagi..HIDAYAH hanya milik ALLAH SWT..
Demikian saudaraku semua ikhwanul muslimin dimanapun anda berada Bersabarlah..Innamal ma shobirin..sesungguhnya ALLAH bersama orang2 yang sabar..teruskan perjuangan kalian menyuguhkan KEBENARAN…karena kita tdk tahu HATI mrk setelah membaca penjelasan2 anda..yang PASTI mrk TIDAK AKAN PERNAH MENGAKUI KEBENARAN itu, di situs manapun di dunia maya ini..dan ALLAH maha mengetahui niat baik hamba2 nya..Teruskan ALLAHU AKBAR..!!!
June 9, 2012 at 8:07 am
Masa’ manusia pertama “ditendang pinggangnya, dicekik dan dijatuhkan ke tanah” oleh malaikat jibril.
Huahahahahaha……
Itu manusia pertama atau pemain smack down ????
June 12, 2012 at 4:20 pm
Masak seeh bejituh ?!
Menurut Al Qur’an justru Malaikat disuruh sujud tuh…
Setahu sayah, banyak manusia BERGUMUL dengan Tuhan … menurut Al Kitab… hahaha… original smak don …
June 13, 2012 at 1:26 am
Kalau ayat setan di Injil sih memang begitu
Nih kau baca Tuhan kau menipu Adam :
Kejadian 2:17
Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Dan kenyataannya setelah Adam memakan buah pohon pengetahuan tidak mati.
Seharusnya perkataan Tuhan itu Maha Benar. Begitu Adam memakannya langsung mati, tetapi tidak tuh. Adam diusir dari surga
Dasar ayat2 bikinan manusia najis bernama Paulus. Ngarang ndak pakai otak.
Salinan asli dari wahyu Allah dirampasnya dari murid2 Isa Almasih yang dibunuhnya. Lalu ayat2 itu diplintirnya seolah-olah dari Allah.
Nih ayatnya :
[2.79] Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, [[[[[[[[lalu dikatakannya: "Ini dari Allah",]]]]]]]] dengan maksud [[[[[[[[untuk memperoleh keuntungan yang sedikit]]]]]]]]
Celakalah kata Allah :
Maka di Penggallah si Paulus Najis itu oleh Raja Romawi.
Itulah kecelakaan besar kata Allah.
Kau percaya aja karangan Paulus simanusia bengis dan licik itu.