Pernahkan Anda bertemu dengan seseorang yang punya magnet personal begitu besar, sehingga dia selalu jadi pusat perhatian? Mungkin karena kepribadiannya atau kepintarannya – tapi ada sesuatu dari dia yang mempesona. Itulah yang terjadi dua ribu tahun lalu terhadap Yesus Kristus.
Keagungan Yesus sangat jelas bagi mereka yang melihat dan mendengar-Nya. Tapi, ketika hampir seluruh orang besar pelan-pelan hilang dalam buku-buku sejarah, Yesus dari Nazareth tetap jadi fokus kontroversi di banyak buku dan media. Dan sebagian besar kontroversi berada disekitar klaim radikal Yesus mengenai dirinya sendiri.
Sebagai tukang kayu dari sebuah desa di Galilea di Israel, Yesus mengklaim djrinya, jika benar, memberikan implikasi besar terhadap hidup kita. Menurut Yesus, Anda dan saya istimewa, bagian dari rencana besar kosmis dan Dia adalah pusat dari semuanya. Klaim ini dan yang lain semacamnya mengagetkan mereka yang mendengarnya.
Klaim tersebut membuat banyak orang marah saat itu, Yesuslah yang menyebabkan Dia dipandang sebagai pengacau oleh penguasa Romawi dan Yahudi. Kendati Dia adalah orang luar yang tidak punya kredensial atau basis politik, dalam waktu tiga tahun, Yesus mengubah dunia selama dua puluh abad terakhir ini. Pemimpin moral dan agama lain meninggalkan dampak – tapi tidak seperti tukang kayu yang tidak dikenal dari Nazareth?? Ada apa tentang Yesus Kristus yang membuatnya berbeda? Apakah dia hanya seorang besar atau sesuatu yang lebih?
Pertanyaan-pertanyaan ini masuk ke inti siapa Yesus sebenarnya. Ada yang percaya dia hanyalah guru moral yang besar, yang lain percaya dia hanyalah pemimpin dari agama terbesar dunia. Namun banyak yang percaya lebih jauh lagi. Orang Kristen percaya Allah telah melawat kita dalam bentuk manusia. Dan mereka percaya ada bukti-bukti yang mendukungnya. Jadi, siapa sebenarnya Yesus? Mari kita lihat lebih dekat.
Ketika kita melihat lebih dalam dari pribadi yang paling kontroversial di dunia, kita mulai bertanya apa mungkin Yesus hanyalah seorang guru moral yang besar?
Guru Moral Yang Besar?
Hampir semua ahli mengakui Yesus adalah guru moral yang besar. Pada kenyataannya, kedalaman-Nya dalam moralitas kemanusiaan adalah sebuah pencapaian yang juga diakui oleh agama-agama lain.[1] Dalam bukunya, Jesus of Nazareth, pakar Yahudi, Joseph Klausner menulis, “Secara universal diakui …. Kristus mengajarkan etika yang paling murni dan sempurna… yang melempar semua persepsi dan pepatah dari manusia paling bijak di zaman kuno jauh kedalam bayangan.”[2]
Khotbah Yesus diatas bukit telah disebut sebagai pengajaran etika manusia paling unggul etika manusia yang pernah diutarakan oleh seorang individu. Pada kenyataannya yang sekarang kita kenali sebagai “persamaan hak” adalah hasil dari pengajaran Yesus. Sejarahwan Will Durant menyatakan jika Yesus hidup dan memperjuangkan persamaan hak di era modern Dia akan langsung dikirim ke Siberia. “Dia yang terbesar diantara kamu, adalah dia yang melayani kami” – ini telah membalikkan semua kebijaksanaan politik yang sudah wajar.[3]
Sebagian orang mencoba memisahkan pengajaran etika Yesus dari klam-Nya tentang diri-Nya, dan percaya Dia hanyalah manusia biasa yang besar dan mengajarkan prinsip – prinsip moral luhur (mulia). Inilah pendekatan yang diambil dari salah satu bapa pendiri Amerika.
Presiden Thomas Jefferson, seorang rasionalis duduk di Gedung Putih dengan dua copy identik Perjanjian Baru, sebuah silet dan kertas. Sepanjang beberapa malam, dia menggunting dan menempelkan kitab sucinya yang tipis dan disebutnya “Filsafat Yesus dari Nazareth”. Setelah memotong semua ayat/kalimat yang menyebutkan (menyiratkan) ke-Tuhan-an Yesus, Jefferson mempunyai Yesus yang tidak lebih dan tidak kurang daripada sebuah panduan etika yang baik.[4]
Ironisnya, kata-kata Jefferson yang dikenang di Deklarasi Kemerdekaan berakar pada pengajaran Yesus bahwa setiap orang sangat berharga dan penting bagi Allah, terlepas dari jenis kelamin, ras, atau status sosial. Dokumen terkenal itu menambahkan, “Kami pegang teguh kebenaran yang telah membuktikan dirinya sendiri, bahwa semua manusia diciptakan setara, dan bahwa mereka diperlengkapi oleh Penciptanya dengan hak-hak asasi.”
Tapi Jefferson tidak pernah bertanya, bagaimana Yesus bisa jadi pemimpin moralitas besar jika Dia berbohong tentang Dia adalah Allah? Jadi mungkin Dia tidak benar-benar bermoral, tapi motifnya adalah memulai sebuah agama besar. Mari kita lihat jika itulah penjelasan tentang kebesaran Yesus.
Pemimpin Besar Agama?
Apakah Yesus pantas disebut sebagai “pemimpin besar agama”? Kejutannya, Yesus tidak pernah mengklaim diri-Nya sebagai pemimpin agama. Dia tidak pernah masuk dalam perpolitikan agama atau didorong oleh agenda ambisius dan Dia melayani (berkotbah) diluar kerangka kelembagaan agama.
Ketika membandingkan Yesus dengan pemimpin besar agama lain, perbedaan besar muncul. Ravi Zacharias yang besar dalam budaya Hindu, mempelajari agama-agama dunia dan mengamati perbedaan fundamental antara pendiri agama lain dengan Yesus Kristus.
“Apapun yang kita buat terhadap klaim mereka, satu realitas tidak akan terlewatkan. Mereka adalah guru-guru yang menunjuk pengajaran atau memperlihatkan jalan tertentu. Dari semua muncul perintah-perintah dan cara hidup. Bukanlah Zoroaster yang jadi panutan; Zoroaster yang Anda dengarkan. Bukan Buddha yang membebaskan Anda; Kebebarannya yang Agung yang memerintahkan Anda. Bukan Muhammad yang mengubah Anda; keindahan Quran yang menarik Anda. Kontrasnya, Yesus tidak hanya mengajar atau menjelaskan pesan-pesanNya. Dia identik dengan pesan-Nya.”[5]
Kebenaran Zacharias diperjelas dengan beberapa kali di Injil pesan pengajaran Yesus hanyalah. “Datang kepada-Ku” atau “Ikut Aku” atau “Patuhi Aku”. Juga, Yesus menegaskan bahwa misi utama-Nya adalah untuk mengampuni dosa, sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh Allah.
Tidak ada pemimpin agama besar yang pernah mengklaim berkuasa mengampuni dosa. Tapi bukan klaim itu saja yang memisahkan Yesus dari yang lain. Dalam The World’s Great Religions, Huston Smith mengamati, “Hanya dua orang yang sangat mengejutkan orang pada zamannya sehingga pertanyaan yang ditujukan kepadanya bukanlah “Siapa dia?” tapi ‘Dia itu apa’? Mereka adalah Yesus dan Buddha. Jawaban keduanya atas pertanyaan ini bertentangan. Buddha dengan tegas menyatakan dia hanyalah seorang manusia bukan Allah – seakan-akan dia bisa memperkirakan belakangan ada upaya untuk memujanya. Yesus, disisi lain, mengklaim…. Dia itu Tuhan.”[6]
Apakah Yesus Mengklaim Dirinya Adalah Allah?
Sudah jelas, sejak awal gereja, Yesus dipanggil Tuhan dan dipandang oleh orang Kristen sebagai Allah. Namun tetap saja ke-Tuhan-an Yesus terus jadi perdebatan besar. Jadi pertanyaan — dan memang pertanyaannya — adalah : Apakah Yesus mengklaim diri-Nya adalah Allah (Pencipta), atau semacam mahluk mulia yang diciptakan atau diasumsikan oleh para penulis Perjanjian Baru? (Lihat “Apa Yesus Mengklaim diri-Nya adalah Allah”)
Beberapa ahli percaya Yesus adalah guru yang sangat berkuasa dan mempunyai kepribadian yang mendorong murid-muruid-Nya berasumsi Dia adalah Allah Atau mereka hanya ingin untuk berpikir Dia adalah Allah, John Dominic Crossan dan Seminar Yesus (kelompok pakar yang skeptis, yang memiliki prasangka menolak mujizat) adalah sebagian orang yang percaya Yesus didefinisikan salah.
Kendati buku seperti “The Da Vinci Code” berpendapat ke-Tuhan-an Yesus adalah doktrin gereja saja, bukti-bukti memperlihatkan sebaliknya (Lihat “Apa ada Konspirasi Da Vinci?”). Sebagian besar orang Kristen yang menerima Injil menekankan Yesus memang mengklaim diri-Nya sebagai Tuhan (Allah). Dan kepercayaan ini bisa ditelusuri kebelakang sampai pada pengikut Yesus di awalnya.
Tapi ada juga mereka yang menerima Yesus sebagai guru agung, tapi tidak bersedia menyebut-Nya sebagai Allah. Thomas Jefferson tidak mempersoalkan untuk menerima pengajaran Yesus atas moral dan etika tapi menolak ke-Tuhan-anNya.[7] Tapi seperti kami sudah katakan, dan akan dijelaskan kemudian, jika Yesus bukanlah seperti yang diklaim-Nya, maka kita harus mencari alternatif lain, yang tidak satupun akan membuat Dia jadi guru agung moral.
Bahkan membaca sekilas Injil akan mengungkapkan bahwa Yesus mengklaim lebih dari nabi seperti Musa atau Daniel. Tapi sifat dasar klaim-klaim itu jadi perhatian kita. Dua pertanyaan perlu diperhatikan.
Apakah Yesus mengklaim diriNya adalah Allah?
Ketika Dia katakan “Allah”, apakah Yesus benar-benar memaksudkannya Dia adalah Pencipta alam semesta seperti yang disebut oleh Kitab Suci Yahudi?[8]
Untuk menjawab kedua pertanyaan itu, kita perlu mempertimbangkan kata-kata Yesus di Matius 28:18, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Apa yang dimaksudkan dengan Yesus telah “diberikan” kuasa?
Sebelum menjadi manusia, kita diberitahu bahwa Dia bersama-sama dengan Bapa, dan sebagai Allah, Dia punya semua kuasa. Namun Filipi 2:6-11 menceritakan kepada kita kendati Yesus telah ada dalam bentuk Allah, Dia “melepaskan” kekuasaan Allah untuk lahir jadi manusia. Namun bagian surat itu juga menyatakan kepada kita bahwa setelah kebangkitan, Yesus dipulihkan lagi dalam kemulian-Nya semula dan satu hari nanti “setiap lutut akan bertelut kepada-Nya dan menyebut Tuhan.” Jadi, apa yang dimaksud Yesus ketika Dia mengklaim memiliki seluruh kuasa di surga dan di bumi? Kekuasaan merupakan istilah yang dikenal baik di Israel, yang dijajah Romawi kala itu. Pada saat itu, Kaisar adalah kekuasaan tertinggi diseluruh Romawi. Keputusannya bisa langsung mengirim pasukan untuk berperang, menghukum penjahat, dan menetapkan hukum dan peraturan pemerintah.
Pada kenyataannya, kekuasaan Kaisar begitu besar sehingga dia sendiri mengklaim dirinya sama dengan Tuhan. Jadi, paling kecil kemungkinannya apabila Yesus mengklaim punya otoritas sama dengan Kaisar.
Tapi Dia tidak hanya mengatakan Dia punya kekuasaan lebih dari para pemimpin Yahudi atau penguasa Romawi; Yesus mengklaim memiliki otoritas (kuasa) tertinggi di alam semesta. Bagi mereka yang mendengar-Nya, itu berarti Dia adalah Allah. Bukan salah satu allah — tapi Allah.
Baik perkataan dan tindakan menegaskan fakta bahwa mereka benar-benar percaya Yesus adalah Allah. (Lihat “Apakah Para Rasul Percaya Yesus adalah Allah?“)
Apakah Yesus Mengklaim Sebagai Pencipta?
Tapi mungkin Yesus hanya merefleksikan otoritas Allah dan tidak menyatakan bahwa Dia adalah Pencipta. Sekilas dibaca kelihatannya tidak meyakinkan. Namun klaim Yesus memiliki seluruh kuasa akan masuk akal jika Dia adalah Pencipta alam semesta. Kata “seluruh” berarti segala sesuatu termasuk penciptaan itu sendiri. ??Ketika kita menggali lebih dalam kata-kata Yesus sendiri, sebuah pola mulai muncul. Yesus membuat penegasan tentang diri-Nya, tidak salah lagi merujuk pada ke-Tuhan-anNya. Inilah sebagian pernyatan yang dicatat oleh para saksi mata.
“Akulah kebangkitan dan hidup” (Yohanes 11:25)
“Akulah terang dunia.” (Yohanes 8:12)
“Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30)
“Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” (Wahyu 22:13).
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” (Yohanes 14:6)
“Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)
“Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” (Yohanes 14:9)
Sekali lagi, kita harus kembali kepada konteks. Dalam Kitab Suci Yahudi, ketika Musa bertanya kepada Allah nama-Nya di depan semak yang berapi, Allah menjawab, “AKU”. Dia mengatakan kepada Musa bahwa Dia adalah satu-satunya Pencipta, abadi dan ada disemua tempat.
Sejak zaman Musa, tidak ada satupun orang Yahudi yang berani menyebut dirinya atau orang lain dengan sebutan “AKU”. Karena itu, klaim Yesus sebagai “AKU” langsung membuat para pemimpin Yahudi sangat marah. Contohnya, beberapa pemimpin Yahudi menjelaskan kepada Yesus kenapa mereka mencoba membunuh-Nya, “karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” (Yohanes 10:33).
Tapi pada intinya bukan hanya kalimat-kalimat itu yang membuat para pemimpin agama marah. Pointnya adalah mereka tahu persis apa yang Dia katakan – Dia mengklaim diri-Nya sebagai Allah, Pencipta alam semesta. Hanya dengan klaim ini membawa pada tuduhan penghujatan. Membaca teks klaim Yesus bahwa Dia adalah Allah sudah sangat jelas, bukan hanya oleh kalimat-Nya, tapi juga oleh reaksi mereka yang mendengarnya.
Allah Seperti Apa?
Ide bahwa kita semua bagian dari Allah dan didalam kita ada bibit ke-Tuhan-an, tidaklah bisa diterapkan bagi kata-kata dan tindakan Yesus. Pemikiran semacam itu berasal dari kaum revisionis, asing bagi pengajaran-Nya, asing bagi keyakinan yang dikatakanNya, dan asing bagi para murid-Nya yang mengerti pengajaran-Nya. ??Yesus mengajarkan Dia adalah Allah seperti yang dipahami orang Yahudi tentang Allah dan sama dengan Kitab Suci Yahudi gambarkan atas Allah, bukan seperti gerakan Abad Baru pahami mengenai Allah.
Yesus maupun para pendengarnya tidak pernah tahu tentang Star Wars, sehingga jika mereka berbicara tentang Allah, mereka tidak membicarakan kekuatan kosmis. Tapi jika Yesus bukan Allah, apakah kita bisa tetap menyebut-Nya sebagai guru agung moral? C. S. Lewis berargumen, ”Saya disini mencoba mencegah siapapun menyatakan hal bodoh yang sering dikatakan orang mengenai diri-Nya: ‘Saya siap menerima Yesus sebagai guru agung moral, tetapi saya tidak menerima klaimnya sebagai Allah.’ Hal ini tidak boleh dikatakan.”[9]
Dalam pencarian akan kebenaran, Lewis tahu bahwa dia tidak bisa mengambil dua jalan itu berkaitan dengan identitas Yesus. Benar, klaim Yesus bahwa Dia adalah Allah dalam daging atau klaim-Nya salah. Dan jika salah, Yesus bukanlah guru agung moral. Dia bisa dengan sengaja berbohong atau Dia hanyalah orang gila, yang menganggap diri-Nya Allah.
Tentusaja ada orangorang yang menerima Yesus sebagaigurubesar, namun bersedia untuk memanggil Dia Allah. Sebagai Deis kita lihat bahwa Thomas Jefferson tidak punya masalah menerima ajaran Yesus tentang moral dan etika, sementara ia menyangkal keilahian-Nya. [10]
Tapikita katakan, dan akanmengeksplorasi lebihlanjut, jika Yesus bukan siapa dia mengaku, makakita harus meneliti beberapa alternatif lain, tidak ada yangakan membuatnya seorang guru moral yangagung. Lewis, berpendapat, “Saya berusaha di sini untukmencegah orang darimengatakan halyang benarbenar bodoh bahwa orang seringberkata tentang Dia:”Saya siap menerima Yesus sebagai gurumoralyang agung, Burt saya tidak menerima klaimnya sebagaiAllah. ‘Itu adalah satu hal yang kita tidak harus mengatakan. “[11]
Apakah Yesus Pembohong?
Salah satu buku politik paling terkenal dan berpengaruh ditulis oleh Noccolo Machiavelli 1532. Dalam buku klasik, The Prince, Machiavelli menjelaskan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan, sukses, dan efesiensi adalah melampaui kesetiaan, iman, dan kejujuran. Menurut Machiavelli, berbohong itu bagus jika untuk mencapai tujuan politik.
Mungkinkah Yesus Kristus membangun seluruh pelayanan-Nya berdasarkan kebohongan untuk memperoleh kekuasaan, kemaahuran, atau keberhasilan? Faktanya, orang Yahudi, musuh Yesus, secara konstan berusaha memperlihatkan Dia sebagai pembohong dan penipu. Mereka akan menyerang Dia dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menjebakNya dan membuat Dia berkontradiksi dengan diriNya sendiri. Namun Yesus selalu menjawab dengan konsistensi yang mengagumkan.
Pertanyaan yang harus kita hadapi adalah, apa mungkin motivasi Yesus hidup seperti hidupNya adalah kebohongan? Dia mengajar Allah menentang kebohongan dan kemunafikan, jadi Dia tidak akan melakukan itu untuk menyenangkan Bapa-Nya. Dia pasti tidak berbohong demi keuntungan para pengikut-Nya. (seluruh murid kecuali satu orang mati terbunuh jadi martir.) Akhirnya kita tinggal punya dua kemungkinan penjelasan.
Keuntungan
Banyak orang berbohong untuk memperoleh keuntungan pribadi. Faktanya, kebanyakan bohong dimotivasi oleh keuntungan pribadi. Apa yang Yesus harapkan dari berbohong atas identitasNya? Kekuasaan jadi jawaban paling mudah diperoleh. Jika rakyat percaya Dia adalah Allah, Dia bisa punya kekuasaan luar biasa besar. (Itulah sebabnya banyak pemimpin zaman dulu, seperti Kaisar, mengklaim punya asal usul ilahi.)
Jawaban atas penjelasan ini adalah Yesus menolak semua upaya untuk mendudukkan-Nya sebagai penguas la, lebih suka mengecam mereka yang menyalah-gunakan kekuasaan dan hidup untuk mengejar kekuasaan. Dia juga memilih untuk menjangkau orang yang terbuang (pelacur dan penderita lepra), mereka yang tidak punya kekuasaan, dan menciptakan jaringan dari orang-orang yang pengaruhnya kurang dari nol. Bisa digambarkan sebagai aneh, semua yang Yesus lakukan dan katakan bergerak menjauhi kekuasaan.
Kelihatannya, jika kekuasaan jadi motivasi Yesus, Dia akan menghindari salib dengan segala cara. Namun, dalam beberapa kesempatan, Dia mengatakan kepada para murid-Nya bahwa salib adalah tujuan dan misinya. Bagaimana kematian di salib Romawi bisa memberikan kekuasaan kepada orang itu?
Kematian, tentu saja, membawa segalanya memasuki fokus yang tepat. Banyak orang martir mati karena perjuangan yang mereka percayai, tapi hanya sedikit orang mau mati untuk kebohongan yang sudah diketahui. Tentunya seluruh harapan Yesus untuk memperoleh keuntungan pribadi akan lenyap di kayu salib. Tapi, sampai pada napas terakhirnya, Dia tidak pernah mencabut klaim-Nya sebagai Anak Allah. Yesus menggunakan istilah “Anak Manusia” dan “Anak Allah” untuk mengidentifikasi sifat dasar sebagai manusia dan Allah. (Lihat “Apakah Yesus Mengklaim diriNya adalah Allah?”).[12]
Warisan
Jadi jika Yesus berbohong bukan untuk keuntungan pribadi, mungkin klaim radikalnya dipalsukan untuk meninggalkan sebuah warisan. Tapi prospek dipukuli hancur-hancuran dan dipaku di salib dengan cepat akan menyurutkan siapapun yang paling antusias, untuk jadi bintang super masa depan.
Ada fakta lain yang sering timbul. Jika Yesus mencabut saja klaim sebagai Anak Allah, Dia tidak akan disalib (hukum). Karena klaim-Nya sebagai Allah dan ketidaksediaan untuk mencabutnya, yang membawanya ke salib.
Jika meneliti reputasi kredibilitas dan historis mengenai apa yang memotivasi Yesus untuk berbohong, seseorang harus menjelaskan bagaimana seorang tukang kayu dari desa miskin Yudea bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang akan mengangkat namanya jadi terkemuka di dunia. Bagaimana Dia tahu pesan-pesan-Nya akan bertahan (ada terus sampai sekarang)? Murid-murid Yesus sudah lari dan Petrus menyangkal Dia. Ini semua bukanlah sebuah formula untuk menanamkan warisan religius.
Apakah para sejarahwan percaya Yesus berbohong? Para ahli telah menyidik kalimat-kalimat Yesus dan kehidupanNya untuk melihat apakah ada bukti kejanggalan pada karakter moral-Nya. Pada kenyataannya, bahkan yang paling skeptispun kaget oleh kemurnian moral dan etika Yesus. Salah satu skeptis dan antagonis, John Stuart Mill (1806 – 73) menulis mengenai Yesus,
“Tentang kehidupan dan perkataan Yesus ada tanda orisinilitas personal dikombinasikan dengan kedalaman pengertian manusia jenius yang spesies kita bisa utarakan. Pada saat jenius terbesar (terhebat tak ada yang melebihi) dikombinasi dengan kualitas reformer moral terbesar dan martir untuk misi yang pernah hidup di bumi, agama tidak bisa dikatakan melakukan pilihan salah dalam memilih orang ini sebagai wakil ideal dan panduan bagi kemanusiaan.”[13]
Menurut sejarahwan Philip Schaff, tidak ada bukti dalam sejarah gereja atau sekuler, yang mencatat Yesus berbohong atas apapun. Schaff berargumen, bagaimana, atas nama logika, masuk akal, dan pengalaman, seorang penipu, egois, telah menciptakan dan secara konsisten dari awal mulai sampai akhir, dikenal sebagai karakter paling mulia dan murni dalam sejarah dengan aroma kebenaran sempurna dan realitas?[14]
Untuk tetap pada pilihan kebohongan, tampak seperti berenang melawan arus atas apa yang diajarkan dan dihidupi sampai matioleh Yesus. Bagi sebagian besar ahli, itu tidak masuk akal. Kendati begitu, untuk menolak klaim Yesus, seseorang harus mengajukan penjelasan. Dan jika klaim Yesus tidak benar dan Dia tidak berbohong, satu-satunya pilihan tersisa adalah Dia membohongi diri-Nya sendiri.
Apa Yesus Gila?
Albert Schweitzer, penerima Nobel Prize 1952 karena upaya-upaya kemanusiannya, punya pandangan sendiri tentang Yesus. Schweitzer menyimpulkan bahwa kegilaan ada dibelakang klaim Yesus bahwa Dia adalah Allah. Dalam kata lain, Yesus salah atas klaim-Nya tapi tidak secara sengaja berbohong. Menurut teori ini, Yesus disesatkan sedemikian rupa hingga Dia percaya Dialah Mesias.
C. S. Lewis mempertimbangkan pilihan ini dengan hati-hati. Lewis mendeduktif klaim Yesus – seakan-akan tidak benar. Dia mengatakan seseorang yang mengklaim sebagai Allah tidak mungkin jadi guru agung moralitas.
Bahkan mereka yang paling skeptis terhadap kekristenan sangat jarang mempertanyakan kesadaran Yesus. Reformis sosial William Channing (1780–1842), mengaku bukan orang Kristen, melakukan pengamatan terhadap Yesus,”Tuduhan secara berlebihan, secara antusias membohongi-diri adalah yang paling akhir bisa dikatakan tentang Yesus.” Dimana kita bisa temukan jejak itu dalam sejarah? Apakah kita bisa mendeteksinya dalam pemikiran-Nya? persepsi-Nya?
Meski kehidupannya dipenuhi oleh imoralitas dan skeptisme personal, filsuf terkemuka Perancis, Jean-Jacques Rousseau (1712 -78) mengakui superioritas karakter dan pemikiran Yesus. “Ketika Plato menggambarkan manusia kebenaran manussia, imajinasinya, dipenuhi oleh hukuman akan kesalahan, tetapi tetap berhak atas ganjaran keutamaan (kebijaksanaan) tertinggi. Dia dengan tepat menggambarkan karakter Kristus. … Pemikiran yang luar biasa. … Ya, jika kehidupan dan kematian Socrates adalah filsuf, kehidupan dan kematian Yesus Kristus adalah Allah.”[15]
Schaff melontarkan pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri kita sendiri,
” Apa ada kepintaran pada tingkat itu — sepenuhnya sehat dan bersemangat, selalu siap dan selalu percaya diri — menyerahkan diri secara radikal dan sangat serius kepada khayalan berkaitan dengan karakter dan misinya sendiri?”[16]
Jadi, apakah Yesus seorang pembohong, gila, atau Dia adalah Anak Allah? Dapatkah Jefferson benar ketika menjuluki Yesus “hanya guru moral yang bagus” dan pada saat yang sama menolak ke-Tuhan-anNya? Menariknya, para pendengar Yesus — mereka yang percaya dan musuh-musuhNya — tidak pernah memandang Dia hanya sebagai guru moral. Yesus menghasilkan tiga dampak utama bagi orang yang bertemu denganNya: kebencian, ketakutan, atau penyembahan (pemujaan).
Dan sekarang, dua ribu tahun kemudian, Yesus masih tetap pribadi yang membelah dunia kita. Bukan moral, etika, atau warisanNya yang membakar gairah. Pesan yang dibawa Yesus kepada dunia adalah Allah menciptakan kita dengan tujuan dan tujuan itu ada pada Anak-Nya.?? Klaim Yesus Kristus memaksa kita untuk memilih. Seperti dikatakan Lewis, kita tidak bisa mengkategorikan Yesus hanya sebagai pemimpin besar agama atau guru moral yang baik. Mantan pengajar Oxford dan skeptis menantang kita mengambil keputusan sendiri mengenai Yesus,
“Anda harus mengambil keputusan sendiri. Apa orang ini adalah Anak Allah atau orang gila atau yang lebih buruk lagi. Anda bisa menyebut-Nya bodoh, anda meludahi-Nya dan membunuh-Nya sebagai setan atau Anda bisa jatuh didepan kaki-Nya dan memanggil-Nya Tuhan dan Allah. Tetapi kita tidak bisa menyatakan hal yang tidak masuk akal dengan menyebutnya sebagai guru yang agung dan manusia. Dia tidak menyediakan (pandangan itu) terbuka untuk kita. Dia tidak menghendakinya.”[17]
Dalam tulisan “Kekristenan Biasa”, Lewis menjelaskan kenapa dia menyimpulkan Yesus Kristus persis sama dengan klaimNya. Dia secara hati-hati meneliti kehidupan dan perkataan Yesus. Hal ini membawa penulis jenius ini membuang ateismenya dan jadi orang Kristen yang sungguh-sungguh.
Apakah Yesus Benar-Benar Bangkit Dari Kematian?
Pertanyaan terbesar masa kini adalah, “Siapa sebenarnya Yesus Kristus? Apakah dia hanya seorang luar biasa, atau dia Allah dalam daging, seperti dipercayai oleh para muridNya Paulus, Johannes, dan yang lainnya? (Lihat “Apakah Para Rasul Percaya Yesus adalah Allah?”)
Para saksi mata, bagi Yesus Kristus, berbicara dan bertindak sepertinya mereka percaya Dia bangkit secara fisik dari kematian setelah penyalibannya. Jika mereka salah maka KeKristenan didirikan diatas kebohongan. Tapi jika mereka benar, mujizat seperti itu secara memperkuat semua yang Yesus katakan mengenai Allah, diri-Nya, dan kita.
Tapi apakah kita percaya pada kebangkitan Yesus hanya dengan iman saja, tapi apakah ada bukti historis yang kuat? Beberapa ahli skeptis mulai meneliti catatan historis untuk membuktikan bahwa catatan kebangkitan itu salah. Apa yang mereka temukan?
Klik di sini untuk melihat bukti-bukti untuk klaim yang paling fantastis yang pernah dibuat — kebangkitan Yesus Kristus!
July 8, 2011 at 9:00 am
KALAU SAYA PERCAYA, SO WHAT GITU LOH
July 8, 2011 at 11:36 pm
Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang.. Klo Yesus Tuhan buat apa dia capek2 turun dan di Salib terlalu myekitkan, klo dia Tuhan mending Dia Rubah saja hati org tsb jadi baik.. Gampangkan.. Dunia dan semesta ini ciptaan Tuhan klo yesus Tuhan mana bisa ciptaan menampung zat penciptanya. Tuhan itu satu, tak berawal, tak beruang tak berbatas. Tuhan itu menciptakan Waktu bukan waktu yg menciptakan Tuhan. Pembalasan di dunia itu tidak ada.. Yg ada hanya Akhirat. Masa percaya dengan injil yg bsa berubah dan dirubah.. Brarti Tuhan yg plin Plan.. Contoh khitan bagi laki2 adlh wajib trus drubah jd tidak wajib. Tanya kenapa????
July 9, 2011 at 3:11 am
YESUS MANUSIA MAKAN, MINUM BERAK, NGOMPOL,CACINGAN SEPERTI KITA JUGA NGGA LAYAK DISEMBAH ,NGGA PANTAS JADI PENEBUS DOSA, NGGA PANTAS DIJADIKAN TUHAN. TANYALAH PADA DIRI SENDIRI.
January 4, 2013 at 2:16 am
Itu pendapatmu sendiri..tapi Yesus tidak pernah memaksa untuk kamu menerimaNya..tapi ketahuilah…dalam Injil Dia berkata barangsiap menolak Dia sebagai Tuhan dan penebus..Dia menolak Dia yang mengutus Aku bilang IA
January 4, 2013 at 2:19 am
Sabahman !
Bagaimana kalau Yesus berkata :
Kalian keneraka
Padahal kalian peingikutnya
Aneh bukan ?
Kau tahun sebabnya ?
Dan Kau tahu ayatnya di INJIL ?
July 9, 2011 at 3:23 am
KALAU KELUAR GEREJA KAN NYEMBAH PATUNG YESUS
NAH KALAU PATUNGNYA SEBESAR MANUSIA APANYA YANG DISEMBAH YAH?
KEPALANYA, BADANNYA, BURUNGNYA, KAKINYA, ATAU APANYA YAH???
KALAU ORANG HINDU DI INDIA KOTORANNYAPUN DISEMBAH.
LUAR BIASA BODOHNYA MANUSIA.
AGAMA UNTUK ORANG 2 YANG BERAKAL.
TIADA AGAMA BAGI ORANG2 YANG TIDAK BERAKAL.(AL HADITS)
July 9, 2011 at 5:08 am
Tuhan mengajarkan kepada manusia melalui Musa, setiap orang yang mengaku sebagai Tuhan akan diazab. Firaun pun ditenggelamkan ke dalam laut merah karena mengaku dirinya adalah Tuhan yang layak disembah. Dalam kasus Yesus, yang akan ditenggelamkan adalah pengikutnya yang menganggap Yesus sebagai Tuhan, bertentangan dengan hukum Tuhan yang utama. Muslim tidak pernah menistakan Nabi dan Rasul Allah, terlebih menganggap Yesus selevel dengan Firaun dari sisi pengakuan Ketuhanan.
July 9, 2011 at 11:30 am
Klo Yesus Tuhan, kenapa dia biarkan diriny di Salib sedangkan dia menciptakan, semesta, menciptakan manusia.. Mending langsung aza dia rubah semua manusia agar nasrani semua. Al quran spanjang sjaran tidak pernah dan takan pernah berubah.. Klo injil di rubah2 dan sudah tidak suci lagi, saya mau tanya dalam injil ada berapa ayat sich yg benar2 asli tidak berubah??? Klo ada org yg gak benar itu Personal nya.. Bukan agama nya. Apalagi Islam yg saya cintai.. Agama yg saya peluk lewat pemikiran saya bukan karena turunan. Coba anda baca tagsir Al Quran yg Asli liat betapa indahny kata demi kata, takan sanggup manusia(seorang Muhamad) membuatny.. Itulah Firman Tuhan. bahakan Muhamad sendiri ditegaskan hanya manusia dlm Al quran itulah mengapa sya memeluk Islam.
March 21, 2012 at 8:58 am
Kerana Yesus penuh dengan cinta kasih,pengampunan dosa..itulah misi nya untuk penyelamatan seluruh umat manusia..Dia sanggup disalibkan,itulah kemuliaan Nya.
Heran sampaikan hari ini kamu tetap mendoakan untk nabi Muhamad untk diselamatkan..bila akan kamu berdoa untk penyelamatan kamu..contoh nya dalan azan kamu..kamu berdoa..tunjukan/kurniakan lah jalan yg terpilih yg dijanjikan untk Muhamad….nabi yg suci tidak akan banyak isteri2 sehingga gadis seusia 8 tahun, mana suci lagi kalau bersetubuh dgn ramai2 wanita..
July 10, 2011 at 4:38 am
yang percaya mestinya punya alasan, begitu juga yang ga percaya. so apa urusannya? yang percaya ga rugiin yang ga percaya, begitupun sebaliknya. aku bocah bodo, tapi ga mau terjebak dalam pelecehan iman orang lain seperti kalian yang pinter-pinter. makanya aku milih tetap bodo karena kalau pinter jadinya keblinger. jadi bodo itu enak kok. ga pusing kayak orang pinter.
July 12, 2011 at 5:26 am
Yesus bukan kompleks,tapi dia adalah tuhan yang inferiority komplek.Sebab,dia adalah tuhan yang kagak berani mengaku dirinya tuhan.
July 12, 2011 at 6:17 am
saya setuju dengan “bocah bodo” masalah iman itu urusan masing-2, jangankan percaya YESUS KRISTUS YANG BENAR2 NYATA DAN PUNYA SEGALA MACAM MUJIZAT, kalau seseorang menyembah TIANG LISTRIK atau POHON BESAR saja tidak salah kok, SO WHAT GITU LOH kalau saya YAKIN BAHWA KRISTUS YESUS ITU ALLAH, NABI ISA ITU KALAMULLAH artinya FIRMAN ALLAH, saya mantan orang islam, BUKTINYA PINDAH, SO ????????????????KULO NDEREK YESUS MAWON SAMPAI AKHIR ZAMAN, SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN TUH DARI KEJADIAN2 YANG SEDERHANA, DAN ITU NYATA, coba orang-2 yang merasa “PINTAR” disini, yang biasa didatangi SETAN IBLIS sampai KESURUPAN itu AGAMA APA YA? BERARTI ANDA TEMANNYA SETAN, KALAU HATI ANDA ADA ROH KUDUS, SETAN PASTI TAKUT TUH hehehe, makanya jangan MENGHUJAT KEYAKINAN ORANG LAIN, ora ilok mas
July 12, 2011 at 7:18 am
Yak 4:13-17 (13) Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, (14) sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentarsaja keliahatan lalu lenyap. (15) Sebenarnya kamu harus berkata” Jika Tuhan menghendakinya (Insya Allah), kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”(16) Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah (17) Jadi jika seorang tahu bagaimanaia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
INSYA ALLLAH (JIKA TUHAN MENGHENDAKI) Dalam berbagai bahasa daerah ………………..
Penjelasan: Alkitab mengajarkan bahwa jika mengatakan sesuat yang belum tentu atau belum pasti terjadi, hendaklah katakan”Insya Allah (jika Tuhan menghendaki). Tapi umat Kristen begitu berani memastikan sesuatu walaupun belum terjadi. Bahkan mereka tidak mau menggunakan kata “insya Allah” (Jika Tuhan menghendaki) karena mereka merasa yakin dan pasti bahwa dengan nama Yesus segala sesuatu pasti akan terjadi.
Padahal dalam Alkitab jelas menyalahkan, bahwa siapa yang berani memastikan sesuatu yang belum past terjadi, adalah dosa, sebagaimana dalam Yakobus 4:15 tadi.
Lebih ekstrim lagi, mereka justru menuduh bahwa dalam agama Islam semua masih serba tidak pasti, makanya kata mereka, keselamatan dalam agama Islam belum pasti karena masih serba insya Allah. Menurur mereka, keselamatan itu hanya ada dalam nama Yesus, sebab asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, pasti dijamin masuk surga. Padahal jika cari didalam seluruh isi Alkitab, kata “pasti masuk surga” tidak ditemukan.
Semua umat Islam diwajibkan mengucapkan Insya Allah jika mengatakan sesuatu yang belum terjadi karena demikianlah tuntunan yang diberikan lewat Al Qur’an.
July 12, 2011 at 9:07 am
@agustin
tau gak ? pope di vatican sana senyap-senyap ada melihara ribuan setan buat ngerasukin umat muslim.Ini telah terbukti di Afghanistan seorang mujahidin telah dirasukin oleh seekor setan peliharaan pope.Mula-mulanya di suruh keluar kagak mau.Lalu di azankan sampai kepanasan.Akhirnya ngaku bahawa dia adalah salah seekor dari lima ribu jin yang dihantar oleh pope utk mengganggu orang Islam.So gak usah tertipu dengan kebolehan pendeta ang bisa menyembuhkan orang kerasukan.Karena mereka sudah berpakat sama jin itu utk menyesatkan orang ramai.
July 13, 2011 at 1:18 am
@ilham
setuju sekali pak, nggak usah jauh2 di Padang Sumbar juga ada kasus serupa
July 12, 2011 at 6:25 am
DOKTRIN DAN DOGMA SUATU ALIRAN YANG “MERASA DIRINYA PALING BENAR” PASTI AKAN TERBUKTI SALAH SEIRING BERJALANNYA WAKTU, LIHATLAH AURA WAJAH-2 MEREKA YANG MERASA “BENAR” PASTI MALAH SERAM DAN MENGERIKAN, KENAPA????????????? KARENA DALAM HATI, PIKIRAN DAN PERBUATANNYA SELALU JAHAT, IRI, DENGKI, MERASA BENAR SENDIRI, LHA BUKANKAH TUHAN ITU CUMA 1 ALLAH YAHWE ELOHIM, BELAJAR DULU BARU BISA KOMENTAR KENAPA KALAU YESUS ITU ALLAH KOK BEGINI DAN BEGITU, SAYA MANTAN ORANG YANG MERASA PALING BENAR, SETELAH SAYA BELAJAR DARI KEYAKINAN ORANG LAIN, EH OH WAH WOW TERNYATA YESUS KRISTUS ITU BEGINI TOH, JADI APA YG DIFITNAHKAN OLEH IBLIS BERPEDANG ITU SANGAT MENYESATKAN.
COBA DEH ANDA BELAJAR HAL BARU, TIDAK PERLU PINDAH KEYAKINAN, INSYA ALLOH DAN PASTINYA OTAK ANDA TIDAK KERDIL LAGI
July 12, 2011 at 7:19 am
shalat sehari semalem beraka rekaat neng?
July 12, 2011 at 9:14 am
@ augustin
Jaman sekarang sudah tidak ada alasan lagi utk terus menganut kristian.Penipuan kristian telah banyak terbongkar sebab telah ramai pendeta yang jadi muallaf.Merekalah yang membongkarkan kepalsuan agama kristian sekarang.Coba hitung deh jemaah digereja.Bisa dibilang dengan jari.Ramai pindah Islam.Yang zahirnya masih kristian sebenarnya berfahaman ateist atau freethinker.Secara tidak rasmi kristian sudah jadi minoriti sekarang.Cuma kristian sebelah sini masih ketinggalan sebab kebanyakan mereka tidak berilmu.
July 12, 2011 at 11:01 am
@ Ilham Othmany: kepintaran yg kmu miliki tak akan bisa membuat kmu memahamiNya bro… Dia itu ajaib, sehingga Dia disebut Tuhan, klo hanya bisa dipahami oleh akalmu saja. berarti jangan perna menyebut engkau beragama, sebab Allah manapun takkan mampu kau mengerti dengan akalmu itu. Hanya orang2 terpilihlah Yang mampu mengimani Bahwa Yesus Adalah Tuhan dan Juru Selama, Putera Allah Yang hidup…
July 12, 2011 at 11:44 am
Kita memang gak bisa mengerti Tuhan.Tapi Tuhan menjadikan nalar kita bisa mengerti yang mana bukan Tuhan.Semoga dapat hidayah.
July 12, 2011 at 12:02 pm
Betul mas Ilham, Tuhan mengajarkan kepada Adam (manusia pertama) untuk menggunakan akalnya sehingga dapat mengenali dan membedakan. Wajarlah jika Tuhan mengajarkan manusia untuk berkeyakinan berdasarkan landasan akal dan bukan hayalan atas suatu keajaiban.
July 13, 2011 at 1:17 am
[19] Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.” [20] Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1 Korintus 1:19-20)
makanye umat kristen pada dongok semue
January 12, 2013 at 11:24 am
iya pendeta banyak yang mualaf karena mereka tidak terpilih dan tidak mengerti isi Injil, saya tidak heran kenapa pendeta menjadi mualaf karena para mualaf menginginkan:
1.punya banyak istri
2.jabatan
3.fasilitas, kenyamanan dan kemudahan
4.diterima lingkungan
Selain yang tersebut, setiap orang yang mualaf perilaku mereka bukan tambah baik tetapi semakin jahat, tukang fitnah, hatinya busuk
ini fakta, bukan mengada-ada
kamu tidak akan pernah paham karena memang susah untuk memahami kalau Yesus itu Allah; aku dulu penyembah alloh sekarang aku menyembah YAHWE ELOHIM ALLAH SANG KHALIK,
BERGAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MELIHAT NAMUN PERCAYA, NAH SAYA PERCAYA ITU, LANTAS KAMU MAU APA?
ngaca sajalah sesama islam saja selalu ribut apalagi dengan yang tidak seiman, itulah hebatnya islam, BEJAT TETAPI TIDAK MERASA, islam=munafik hati, pikiran dan perbuatan tidak ada yg nyambung
Anda tidak tahu yah bekas komando jihat sudah menjadi penginjil ?
itulah orang yg suka membakar, ngebom gereja, hafal qur’an eh akhirnya menjadi “KAFIR =KAYA FIRMAN” kamu tinggal tunggu saja andai terpilih, akan berubah iman dan mejadi orang yg lemah lembut bukan makin beringas seperti para mualaf yg bodoh itu, jadi yang bodoh bukan aku, tetapi mualaf dan kamu
January 12, 2013 at 11:50 am
@munaf
baca tuh kitab yesaya, habbakuk
lho dikitab anda malah menyuruh bantu orang yang dalam pelarian, yang lari dari kejaran musuh2 Allah, sambut mereka beri mereka roti dan minum.kaum tema (madinah) tempat keturunan nabi Ismail disuruh menyambut orang pel;arian yaitu nabi Muhammad da Abu Bakar.yang setahun kemudian Allah menangkan mereka.kaum tema dimadinah(muhajirin) bersama2 nabi Muhammad 313orang melawan 1000 orang kafir quraish(kedar) sehingga kemulian mereka jatuh.
anda baca baik2 nubuatan ini.hanya orang2 pinter paham ini.
makanya banyak orang nasrani masuk islam.dari nubuatan kitab mereka seperti waraqah bin naufal.
July 12, 2011 at 7:14 am
Beginilah kalau masalah keyakinan di bawa ke wilayah publik. Makanya, jangan bawa masalah keyakinan ke wilayah publik, cukup di wilayah private saja. Orang Kristen mau ngobrolin islam seperti apa, ya silahkan di wilayah private saja, mau di dalam jemaatnya terserah atau dengan ulama Islam lebih bagus. Kalau di bawa ke wilayah publik seperti situs ini, apalagi muatan informasinya bias, ya wajar saja kalau pada akhirnya muslim berdatangan hendak meluruskan atau terpicu menyampaikan pengetahuan mereka tentang Kristen. Siapa yang menanam dia yang menuai. Coba kalau situs ini tidak menanam informasi bias tentang Islam, kalian semua orang Kristen tidak akan menuai pengetahuan dan respon muslim. Jangan salahkan muslim jika di situs ini banyak hujatan terhadap keyakinan islam atau kristen, tapi salahkan admin
July 12, 2011 at 3:26 pm
kalau anda merasa paling benar buktinya apa? ada nggak prestasinya kecuali korupsi, keroyokan, bawa pedang,mengancam dan mengebom,malulah jahat koktidak ada akhirnya
July 13, 2011 at 1:13 am
muka pantad
irak,afganistan,jepang PD I & II, libya sampeyan sebut apa??
July 12, 2011 at 3:30 pm
@ Ilham Othmany: AKU TIDAK MERASA TERTIPU TUH MASUK KATOLIK, ANDA SAJA YANG TIDAK MAU BELAJAR HAL-2 LAIN, COBA DEH SUPAYA OTAKMU TIDAK KERDIL DAN MAU MEMAHAMI IMAN ORANG LAIN
July 12, 2011 at 5:02 pm
Saya tidak tahu apa yang anda rasa.Yang jelas anda memang telah tertipu.Anda bilang saya tidak mau belajar hal-hal lain?Saya ini siapa sih jika dibanding dengan David Benjamin Keldani, bekas seorang imam Katolik yang akhirnya masuk Islam.Begitu juga dengan Idris Tawfiq bekas pendeta ktholik yang akhirnya masuk islam.Begitu juga dengan Estanislao Soria, Pendeta Katolik Filipina yang Menemukan Cahaya Islam.Mereka ini semua orang yang terlebih-lebih memahami akidah kristian tapi akhirnya masuk islam.Adakah anda coba mengatakan anda tidak tertipu sementara pemuka-pemuka kristian di atas tertipu?Apa kelayakan yang anda ada?Adakah anda coba mengatakan anda lebih memahami akidah kristian dan kitab injil berbanding mereka yang saya sebutkan itu?
July 13, 2011 at 1:19 am
neng agustin, shalat sehari semalem berapa rekaat? kok belon dijawab nih
July 12, 2011 at 8:38 pm
Apakah yesus itu allah..???
BUKAN…!!!
die cuma manusia biasa, yg bth makan / minum..!!!
hanya org2 yg BODOh, yg percaya die allah…
ALLAH / Tuhan..
sangat tepat, klo DIA ZAT yg tidak berwujud..!!! tdk branak & dpranakan..
krn logika kita akan terus brgelitik membayangkan bentuk, wujud, rupa dll..
jika Dia berwujud..
hanya org2 yg “cerdas” yg bsa mengimani keberadaanNya…
slh satu cara dgn menganalisa semua ciptaanNya yg ada dibumi or langit..
July 13, 2011 at 12:59 am
Yesus juga lahir, makan, minum, bernafas dll.. Klo Tuhan makan, minum, ee, pi2s.. Apakah Layak dsebut Tuhan???
Dia adlh utusan Tuhan, apa karena Dia tidak mempunyai ayah?? Nabi Adam tdak ada ayah ibu bukan di anggap Tuhan,,, atau apa iya dia anak Tuhan??? Gawat dunk, jangan2 bnyak cewek cantik yg bunting2x cozz Tuhan Punya Nafsu.. Berfikirlah seperti Ibrahim yg menggunakan akal mencari Tuhan..
July 13, 2011 at 4:27 am
buat yang hobinya menghujat KRISTUS, saya sangat paham kenapa banyak PEMUKA AGAMA KRISTIANI YANG PINDAH KE AGAMA IBLIS, karena mereka memang tidak terpilih, simple saja tidak usah repot-2
July 13, 2011 at 5:41 am
kan hujat yang tidak dimaafkan cuma untuk roh kardus, ya to?
piye iki punya agama baru kok masih dongok
July 13, 2011 at 4:33 am
banyak juga sih pendeta atau orang kristen yang lainnya menjadi MURTAD hanya untuk mendapat uang, jabatan, kawin lagi, syahwat lagi, mendapat pasangan hidup. DAN mereka itu kalau sudah menjadi MUALAF JAHATNYA MASYA ALLOH NAUZUBILAH MINDZALIK melebihi orang yang sudah menjadi pengikut setan sejak lahir
July 13, 2011 at 5:04 am
Mereka Belum layak dan belum Mampu memanggul Salib bersama Kristus. sehingga mereka jauh darinya….
July 13, 2011 at 5:24 am
Ooo..Pendeta yang pindah muallaf menikah lagi kamu katakan jahat.Pendeta yang pedofil ngentot bidadari pelayan gereja itu kamu katakan apa?Merekalah yang sebenarnya setan.
July 13, 2011 at 5:39 am
@agustin
neng agustin, shalat sehari semalem berapa rekaat? kok belon dijawab nih
July 13, 2011 at 9:52 am
walah2 menanggapi orang-2 jahat percuma mas
July 13, 2011 at 11:52 am
wek cuman nanya berapa rekaat shalat sehari semalem dibilang jahat?
sensitip banget neng gustin ini/sebenernye neng gustin yang mantan muslimah kagak tahu?
July 13, 2011 at 11:53 am
berapa kardus mie neng gustin disogok agar murtad?
July 13, 2011 at 9:35 pm
beras kali dipanggul…!! xixixixi…
July 14, 2011 at 2:45 am
hahaha nggak ada tuh yang sogok aku ninggalin iblis, aku happy menjadi KRISTIANI, lihatlah sekelilingmu, dimana ada iblis disitulah ada keretakan, teroris, pengeboman, fitnah, aniaya, adudomba, agitasi,provokasi, sudah terbukti lho diseluruh dunia lho weleh2 mas mas kalian itu bodoh juga ternyata tidak mampu membedakan yang baik dan yang jahat, aku masuk KATOLIK bukan dipaksa oleh siapapun, aku pernah menjadi orang BENGIS waktu masih gabung sama AGAMA IBLIS, tetapi aku mendapat HIDAYAH ALLAH untuk SEGERA SADAR DAN KELUAR DARI LINGKUNGAN IBLIS, aku tahu ajaran iblis ini selalu menjelekkan orang lain, dan anda-2 semua tidak akan PERNAH MURTAD apabila tidak mengalami PENGALAMAN SPIRITUAL DENGAN KRISTUS ATAUPUN BUNDA MARIA, biarlah saya akan MENGIMANI SESUATU YANG TIDAK SESUAI DENGAN KEYAKINAN ANDA, SURGA NERAKA ITU URUSAN SAYA, JADI STOP BERDEBAT, KARENA CAPE MELAYANI “ORANG BENAR”
July 14, 2011 at 3:04 am
anehnya tidak ada yang nyebut amerika teroris padahal coba lihat kelakuannya di vietnam, jepang, afganistan, irak, libya dan lihat juga tuh peran Prancis dalam genosida di Rwanda dan tengok juga kelakuan israel terhadap penduduk palestina. kenapa negara2 tersebut tidak disebut teroris?
coba sampeyan cek definisi teroris menurut PBB, pastinye jawabnye ngalor ngidul
nah pertanyaan gue kok nggak dijawab neng? berapa rekaat shalat sehari semalam?
July 14, 2011 at 3:06 am
dalam kristen mau zina,mabok,nyuri,bunuh orang kan diperbolehkan, la wong semua udah ditebos ame yesus
July 14, 2011 at 10:56 am
@ Jack: ckckckckckckc….jack..jack..jack…. kesimpulan yg bagus ya.. Kmu PINTAR BUANGGGET.. Salam Hangat dari Nabimu, dia pasti bangga, karena engkau adalah pengikutnya yg sungguh setia dan senantiasa mengikuti ajarannya……..
July 14, 2011 at 12:17 pm
tengkyiu aje neng dan selamat menikmati kegemblungan sampeyan agar mengerti tuhan sampeyan. coba baca ajaran paulus
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16)
dan sampeyan tahu isi 10 perintah tuhan? dengan matinye yesus di tiang jemuran semua hukum taurat tidak berlaku, ya nggak neng? betul apa kagak kesimpulan gue, mau zina nyuri bunuh monggo terserah semua ditebus ame yesus
July 14, 2011 at 4:03 am
Coba kalau neng Agustin ini pindah rumah ke tempat penjajahan orang Kristen, apa masih bisa menutup mata untuk tidak melihat iblis yang ada dalam komunitasnya ?
July 14, 2011 at 12:12 pm
Memang salah satu modus operandi yang diguna pakai oleh iblis ialah dia akan mengganggu seseorang selagi seseorang itu masih beriman dengan Allah.Diganggu habis-habisan supaya orang itu menjadi seorang yang pemarah,dengki ,ragu-ragu dengan kebenaran Islam dan sebagainya.Begitu seseorang itu murtad dia akan berhenti mengganggu orang tersebut supaya orang itu merasakan dia berada di atas jalan yang benar.Kemudian dia pergi sambil tertawa.
July 14, 2011 at 2:54 am
HEHEHE SERU JUGA TUH
SUNGGUH IRONIS ISLAM INI DISATU SISI MEREKA ANTI BARAT TETAPI DISISI LAINNYA MEREKA BERAMAI-RAMAI MENJADI IMIGRAN GELAP DAN PINDAH KE NEGARA-2 BARAT, KENAPA KOK TIDAK KE INDONESIA YA,YANG KATANYA DAN KATANYA SEBAGAI NEGARA MUSLIM TERBESAR DI DUNIA, JADI MATA KITA DICELIKKAN AGAR KITA TIDAK TERUS MENERUS MENJADI ORANG YANG MUNAFIK DAN CEPAT MENYADARI BAHWA MUSLIM ITU TIDAK BENAR XIXIXIXIXI
July 14, 2011 at 10:33 pm
Buat apa lg Iblis capek2 menggoda imanny, Wong memang sudah Murtad jg kok.. Neraka Jahanam lah tempatny
Coba para Nasrani ini mengenal islam bukan hanya dri obrolan sana-sini, kkr ato berita boong yg dibuat blog ini.. Coba pelajari islam dgn baca Tafsir Asli, pikirkan mungkinkah seorang Manusia sprti Muhamad mampu mengarang/membuat kata2 yg indah sperti itu??? Itulah Firman Tuhan
July 15, 2011 at 10:50 pm
http://situslakalaka.blogspot.com/2011/01/bukti-ilmiah-mukjizat-rosulullah.html
bicara logika ya…
Nabi Muhammad SAW buta huruf, dan pada masa tiu ilmu pengetahuan CETEK DAN KATRO. coba baca blog diatas. bagaimana mungkin hal yg baru diketahui oleh peradaban maju sekarang, SUDAH DIUNGKAPKAN oleh nabi Muhammad SAW????
ini buat yg berakal dan menggunakan akal…
cuma contoh kecil doang, dimana apa yg sekarang diteliti, ditemukan, ilmu2 pengetahuan, SUDAH DIUNGKAPKAN LEWAT HADIST DAN ALQUR’AN, 14 ABAD YG LALU. ini khusus buat org yg BERAKAL DAN MENGGUNAKAN AKAL. jika AL QUR’AN adlh karangan Muhammad, mana mungkin jaman tsb bisa tahu hal2 yg kyk gt, pdhl KATANYA manusia pertama yg menginjakkan kaki dibulan adlh org amerika tahun 1970an.
CUMA BUAT MANUSIA2 BERAKAL DAN MEMPERGUNAKAN AKAL YG BISA MENGERTI…
sy memang tdk tahu tentang injil, namun dr keterangan2 yg sy dapat, ada perjanjian lama dan perjanjian baru. lho? itu kitab dr Tuhan atau BUATAB MANUSIA? kok bs ada 2 versi??? plintat-plintut gt? minuman keras JELAS2 DILARANG oleh injil, tp enak2 aja umat nasrani minum, jg dg babi. mgk karena dosa bs dtebus, cukup dg pengakuan, beres. GAMPANG AMAT? kl gt semua kemaksiatan dan kejahatan SAH, tinggal mengaku dosa, habis perkara.
ini pemikiran CUMA BUAT MANUSIA YG BERAKAL DAN MEMPERGUNAKAN AKALNYA…
July 16, 2011 at 8:13 am
ORANG2 DI BARAT UDAH PADA MELEK.BANYAK YANG JADI MUALAF. MAU LHO DITIPU AGAMA BUATAN, TUHAN BUATAN?YESUS AMIT AMIT.XIXIXI DASAR O ON.
July 18, 2011 at 6:57 am
anda semua udah pada bener apa?
tolong dipahami baik-baik setiap masalah, kalo bisa dilihat dari berbagai sudut pandang…
kalo masalah Pope ngirim jin buat ngerasukin umat muslim, abis dibacain azan baru dia kepanasan… astgafirulloh
betapa dangkalnya pemikiran anda, coba kalo orang Kristen (misalnya) kerasukan jin yang disuruh sama Ulama … anda bakal bilang apa? PASTI JAWABNYA : BOHONG, tau dari mana lo Ulama gue ngirim JIN.
nah sama jelaslah orang kristen juga pasti bilang begitu…
percaya sama JIN???
DANGKAL pemikiran anda sobat, apalagi anda bilang JIN Setan.
July 18, 2011 at 7:06 am
boy gw ga percaya Nabi itu Buta huruf,,, masa iya pedagang / suaminya khadijah yang jago dagang buta huruf,,,kalo memang buta huruf pantes aja dia nulis kisahnya Nabi2 Yahudi salah semua!!!
lha wong dia taunya didongengin khadijah sebelum tidur, coy Khadijah itu Kristen.
Tapi tar deh gw temuin temen gw yang bilang ” men kemaren gw liat di Internet kalo Muhamad pernah nulis surat ke Raja Romawi (dengan angkuh dan sombong dia berkata)(temen gw muslim)”
gw bilang “ah setau gw dia buta huruf”
dia ngotot ” besok ayo kita ke warnet”
sampah macam apa ini???keributin yang ga perlu… mau dia bisa baca atau nggak ga ngaruh ke gw, yang ngaruh tu sama lo…ngapain ditekankan kalo dia buta huruf…
July 18, 2011 at 7:22 am
Goblok makanya pelajari hubungan antar negara!!!
GW GA SUKA PERANG!!!
GW GA SUKA SAMA AMERIKA IKUT2AN PERANG YANG BUKAN PERANGNYA!!!
tapi lo liat woy lu orang2 bego
masalah afganistan, irak, dll
kenapa sekutu bisa masuk dan nyerang
Afganistan itu dikuasai TALIBAN yang notabene para penganut komunis dan punya lawan yaitu MUJAHIDIN, NAH PARA MUJAHIDIN MINTA TOLONG KEPADA DUNIA BUAT nurunin itu penguasa Taliban.
sama halnya irak,dll
bos makanya kalo ada perang, jangan mentang2 ada sekutu VS afganistan/iraq trus lo hujat tu amerika pahami kondisinya dulu.
July 18, 2011 at 7:25 am
agustin Says:
July 12, 2011 at 6:17 am
, coba orang-2 yang merasa “PINTAR” disini, yang biasa didatangi SETAN IBLIS sampai KESURUPAN itu AGAMA APA YA? BERARTI ANDA TEMANNYA SETAN, KALAU HATI ANDA ADA ROH KUDUS, SETAN PASTI TAKUT TUH hehehe, makanya jangan MENGHUJAT KEYAKINAN ORANG LAIN, ora ilok mas
JADI ORANG ISLAM MEMANG BANYAK DIGODA SETAN.
SEDANG KRISTEN KHATOL KAWAN SETAN
SO DIA NGGA MAU NGGANGGU LAGI
.SETAN UDAH TAU PENYEMBAH SELAIN ALLAH NANTI SAMA2 DIA DI NERAKA
July 18, 2011 at 7:27 am
SETAN BILANG…NGAPAIN CAPE2 NGGODAIN KRISTEN KHATOL SETAN UDAH TAHU TEMPAT MEREKA DI NERAKA
January 5, 2013 at 1:58 pm
duh yang ngrasa yakin masuk sorga hahaha, sorga apa seh ?
aura muka orang islam itu pas dengan muka jahanam iblis, jidat di cap, pakai celana kurang bahan jenggot kayak kambing hihihhihi mengerikan amit amit masya alloh
January 5, 2013 at 2:49 pm
DUH AMIT AMIT…JABANG BAYI ORANG KRISTEN PUNYA TUHAN BERKONTOL
MASYA’ JESUUUSS MINUM JUSSSS
January 5, 2013 at 2:51 pm
DUH AMIT AMIT DEH. TUHAN NYA ORANG KRSITEN PERNAH NGENTOT, BEGITULAH KALAU TUHAN NYA BERKONTOL
MINUM JUSSS TUHAN KOK BERKONTOL
January 5, 2013 at 3:59 pm
Dari mana kau yakin kau masuk sorga ?
Kau bukan ikut ajaran Yesus
Kau ikut ajaran PAULUS
Yang menciptakan Sorga adalah ALLAH
Bukan PAULUS
Allah adalah Tuhanku kata Yesus
Yesus adalah Tuhanku kata PAULUS
Darimana kau yakin kau masuk Surga ALLAH
Padahal yang kau ikut ajaran PAULUS ?
January 5, 2013 at 4:15 pm
@Pesona,
Mulutkau itu, seperti mulut orang atheist.
Loe baca dulu quranmu, Qs.3:45 Isa adalah yang terkemuka di dunia dan di akhirat, seorang yang suci.
Aku nggak imbang lawan kau, nanti aku panggil si Jin n Jun atau si Obama, lawan mulut kau yang kotor itu. Nggak ada materinya, sesuai dengan otak kau yang kosong.
January 5, 2013 at 4:42 pm
Apa yang ingin kau bahas di 3 : 45
Sanggup kau membahasnya ?
Aku mau dengar !
Kalau kau bilang Isa sangat benar
Kalau kau bilang Yesus emang makhluk itu ada ?
Kau tak tahukah dia hanya tokoh fiktif ?
Rekayasa PAULUS ?
Ada apa kau kaitkan antara Isa dan Yesus ?
July 24, 2011 at 4:46 pm
Metamorfosa Kenabian dan Ketuhanan Yesus
Sepandai-pandai para pendeta dan penginjil mengemas doktrin Trinitas dan Ketuhanan Yesus, akan ketahuan juga belangnya. Dengan cara apapun, doktrin batil pasti terbukti kesesatannya, meski dikemas dengan cara apapun untuk menipu umat.
Begitulah misi kristenisasi dalam buku “Isa Almasih di dalam Al-Qur’an dan Hadits” karya Abd Yadi (nama alias) ini. Tipuan dalam buku ini sangat halus. Sampulnya berwarna putih terkesan suci, bagian atas dicantumkan khat kaligrafi Arab dari ayat Al-Qur’an surat Az Zukhruf 61: “Wattabi’uuni haadzaa shiraatum mustaqiim” (ikutilah aku, inilah jalan yang lurus).
Seluruh pembahasan yang dibagi dalam 15 sub judulnya selalu diberi kutipan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits, lengkap dengan idiom-ideom islami. Lalu di bagian akhir buku tersebut diberi lampiran nas-nas Arab dari hadits yang menjadi rujukan. Sekilas, kemasan buku ini nampak seperti buku bacaan Islam.
Tapi umat Islam bukanlah orang yang mudah ditipu dengan rumus 1+1+1=1. Logika sehat umat Islam tidak bisa dikacaukan dengan rumusan aneh Trinitas, bahwa ada tiga oknum tuhan yaitu tuhan bapak, tuhan anak dan tuhan roh.
Sehingga selicik apapun jurus yang dipakai penginjil untuk menipu akidah, bila doktrin yang diajarkan adalah aqidah Trinitas dan Ketuhanan Yesus, maka kaum awam selevel tukang becak pun bisa menyimpulkan bahwa itu adalah ajaran Kristen. Kenyataan ini telah disimpulkan sendiri oleh Pendeta Dr R Soedarmo.
Dalam buku “Ikhtisar Dogmatika,” pakar teologi Indonesia yang meraih gelar doctoral di lulusan Vrije Universiteit Belanda ini mengakui bahwa Kristen sulit ditolak umat Islam karena doktrin Trinitasnya yang tidak rasionalis:
“Agama Islam bercorak rasionalitis, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti” (hal 114).
Nasib buku “Isa Almasih di dalam Al-Qur’an dan Hadits” ini, sesuai dengan pernyataan Pendeta Soedarmo, justru semakin menumbuhkan penolakan umat Islam terhadap ajaran Kristen. Karena kupasannya terbalik, sangat tidak masuk akal.
Dalam buku setebal 73 halaman itu, Abd Yadi berakrobat merangkai dalil-dalil untuk membuktikan bahwa Nabi Isa (Yesus) adalah pen¬jelmaan Allah SWT. Menurutnya, Nabi Isa bermetamorfosa menjadi Allah setelah melalui tiga tahapan:
Tahap pertama, Nabi Isa dilahirkan dengan proses yang ajaib. Karena dilahirkan dari perawan Maryam yang suci (Qs. Ali Imran 42), dilahirkan dalam keadaan suci (Qs. Maryam 19), dilahirkan dari kalimat Allah dan terkemuka di dunia dan akhirat (Qs. An-Nisa’ 171, Ali Imran 45). Tahap kedua, Nabi Isa memiliki kuasa dan mukjizat yang ajaib: membuat burung dari tanah, menyembuh¬kan orang yang buta sejak dari lahir, menyembuhkan penyakit sopak dan menghidup¬kan orang mati (Qs. Ali Imran 49). Tahap ketiga, kematian dan kebangkitan Nabi Isa yang ajaib (Qs. Maryam 33, Imran 55).
Dengan tiga tahapan ini, penginjil Abd. Yadi menegaskan bahwa Yesus benar-benar Tuhan berdasarkan Al-Qur’an: “Dengan kedudukan tertinggi yang disandangnya, siapa¬kah yang bisa disetarakan dengannya? Bukankah yang memiliki kedudukan tertinggi itu hanya Allah saja?” (hlm. 5).
Sebetulnya, untuk menyelesaikan polemik apakah Yesus itu Tuhan, kita bisa menjawabnya cukup dengan satu ayat:
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” (Qs. Al-Ma’idah 72).
Sayangnya, ayat ini tidak dikutip oleh penginjil Abd Yadi dalam buku putihnya. Ia malah mempraktikkan tafsir akrobatik yang jauh menyimpang dengan logika yang rusak dengan formula “tiga tahapan Tuhan.”
Padahal kalau mau berpikir cermat dan logika yang sehat, justru tiga tahapan itu semakin menolak doktrin ketuhanan Yesus.
Tahap pertama, Nabi Isa (Yesus) bukan tuhan karena dia adalah manusia yang dilahirkan. Seajaib apapun proses kelahirannya, dia tak akan pernah naik takhta menjadi Tuhan. Karena secara aksiomatis Tuhan itu tidak dilahirkan (Qs. Al Ikhlas 3) dan tidak berawal (Qs Al-Hadid 3). Yesus bukan Tuhan karena ia dilahirkan ke dunia oleh seorang manusia (Qs. Maryam 19-33, Injil Matius 1:8-25). Manusia selalu melahirkan manusia, dan setiap yang dilahirkan manusia pastilah manusia. Tidak mungkin manusia melahirkan binatang, apalagi melahirkan Tuhan.
Tahap kedua, Nabi Isa memiliki kuasa dan mukjizat yang ajaib. Meskipun Abd Yadi dan para penginjil yang lain bisa menunjukkan seribu lagi, Nabi Isa tetap manusia biasa. Nabi Isa –maupun para nabi lainnya– mengakui dengan jujur bahwa semua mukjizat itu bukan ciptaannya sendiri, tapi karunia kenabian atas seizin Allah (bi-idznillah). Jadi, mukjizat tersebut adalah bukti kenabian, bukti ketuhanan.
Keunikan mukjizat yang diberikan kepada Nabi Isa juga bukan alasan mempertuhankan dia. Karena di sisi lain, Nabi Isa juga tidak bisa bermukjizat seperti yang dimiliki oleh Nabi Musa, antara lain: tongkat Nabi Musa bisa jadi ular (Qs. Al-A’raf 107 dan Bibel kitab Keluaran 7: 9), padahal tongkat Yesus tidak bisa jadi ular.
Tahap ketiga, kematian dan kebangkitan Nabi Isa yang ajaib berdasarkan surat Ali Imran 55. Meskipun seandainya Abd Yadi bisa membuktikan bahwa Yesus pernah mati dan bangkit seribu satu kali, tapi bukti-bukti itu justru semakin menolak doktrin Ketuhanan Yesus.
Sebab Tuhan itu Maha Hidup (Al-Hayyu) yang tidak takluk kepada maut: “Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia…” (Qs Al-Mukmin 65).
“Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup Kekal dan Yang tidak mati. Dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya” (Qs Al-Furqan 58).
Aksioma ini juga diajarkan dalam Bibel, bahwa salah satu sifat Tuhan adalah tidak takluk kepada maut (I Timotius 6:16).
Kerusakan logika penginjil Abd Yadi bertambah parah ketika memakai dalil Al-Qur’an surat Ali Imran 55 untuk membuktikan Ketuhanan Yesus. Padahal dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa Dialah yang akan mematikan Nabi Isa. Jika dengan ayat ini Nabi Isa (Yesus) diyakini sebagai Tuhan, berarti tuhan Yesus dimatikan oleh Tuhan Allah. Hanya teologi sesat saja yang meyakini doktrin “Tuhan membunuh Tuhan.”
Pasang Surut Ketuhanan Yesus
Dalam pandangan Islam yang sangat menekankan tauhid, status para nabi utusan Allah tetap murni sesuai dengan misinya. Nabi tetap nabi, tak satu pun yang bermetamorfose menjadi Tuhan. Berbeda dengan ajaran Kristen, oknum “kenabian” dan “ketuhanan” dalam sejarah Gereja mengalami pasang surut.
Selama 22 tahun sepeninggal Yesus, para murid setia Yesus masih konsisten mengamalkan ajaran Taurat. Namun setelah lewat tahun 55 M, mereka mulai melakukan perombakan terhadap ajaran Yesus. Sekitar tahun 300 M, timbul perselisihan hebat di kalangan Kristen yang tidak dapat dikompromikan, antara golongan yang meyakini Yesus sebagai nabi utusan Tuhan dengan golongan yang meyakini Yesus sebagai Tuhan.
Untuk menyelesaikan pertentangan ini, maka Kaisar Konstantin mengadakan konsili di Nicea tahun 325 M yang dihadiri oleh sekitar 2.048 uskup dan patriarch yang membawa bermacam-macam doktrin dan keyakinan. Kelompok yang dipelopori oleh Arius dan Lucianus mengajarkan bahwa Yesus hanyalah rasul Allah. Kaisar yang condong pada pendapat uskup pemuja Ketuhanan Yesus, mengadakan pertemuan khusus dengan 318 uskup yang sepaham dengannya. Maka diputuskan bahwa Yesus adalah Tuhan, lalu memaksakan keputusannya kepada 1.700 uskup yang tidak sepaham dengannya. Tak hanya itu, mereka juga membakar ratusan versi kitab Injil yang bertentangan dengan keputusan konsili.
Karena muncul berbagai kelompok penentang Konsili Nicea yang mempertahankan keesaan Tuhan, maka diadakanlah Konsili Konstantinopel tahun 381 M. Salah satu pemicu konsili ini adalah ajaran Macedonius bahwa Roh Kudus bukan Tuhan tapi makhluk. Dalam konsili ini diputuskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan bersama Tuhan Bapak dan Tuhan Yesus. Keputusan ini didukung penuh oleh Kaisar Teodosius I Agung (379-395 M).
Dengan demikian, jelaslah bahwa terjadi metamorfosis ketuhanan dalam teologi Kristen. Berarti Yesus baru dinobatkan sebagai Tuhan dalam kurun 325 tahun sepeninggal Yesus. Selanjutnya, Roh Kudus baru dilantik sebagai oknum ketiga Tuhan dalam kurun 381 tahun sepeninggal Yesus.
Berarti, doktrin Trinitas kristiani baru lengkap tiga oknum (Bapa, Anak dan Roh Kudus) empat abad sepeninggal Yesus. []
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Janganlah kalian terpedaya dengan janji-janji keselamatan palsu oleh agama yang penuh dengan kebohongan tapi coba membohongi Agama Allah Tuhan sekalian alam karena itu adalah rencana syaitan dan iblis utk menjerumuskan kalian ke neraka.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan yang berkekalan di akherat.Jika tidak,neraka menunggu!
http://islamthis.wordpress.com/2010/11/19/metamorfosa-kenabian-dan-ketuhanan-yesus/
January 4, 2013 at 2:32 am
Sudah jelas…tidak ada nabi satu pun yang berani mengatakan dalam Injil…AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP…TIDAK ADA SEORANGPUN YANG DAPAT DATANG KEPADA BAPA JIKA TIDAK MELALUI AKU….(AKU-Yesus Kristus..Juruselamat dunia..Tuhan yang Pengasih ) Hanya dalam Kristian itu adalah Sakramen Pengampunan…jadi bagi saya…saya tidak tahu kamu yang bijak pandai dan huraian yang panjang….Yesuslah yang mengampuni hingga saya merasa angat ringan dan tenang dan kuat …keraa para paderi adalah diutus oleh Kristus untuk mengampuni dosa manusia…
January 4, 2013 at 2:54 am
Kau keneraka
Yesus kau yang mengatakan
Kau tahu sebab2nya ?
May 23, 2012 at 8:00 am
Gejala Hepatitis…
[...]Apakah Yesus itu Allah? « Siap Murtad[...]…
December 22, 2012 at 5:08 am
all kristen pemamah biak penyembah bangkai yang terkutuk,
Tuhan yang terhormat,yaitu YESUS, datang kedunia dengan kebiasaannya memasukan jari telunjuknya dan mengocok-ngocok kemaluan keledai kemudian ngentot pula ama keledai……
Keledai berbisik kepada Tuhan yesus, aku (keledai) tak ingin cintaku di kocok-kocok….. ahahahahaha…..ahahahaha…..ahahahaha…..ahahahaha…. Tuhan yesus kau bodooooooh….. ngentot keledai…..tuhan apa kau hemmmmmmm….terkutuk kau….ahahahah…..ahahahaha……
January 5, 2013 at 1:55 pm
nanti kalau aku olok2 agamamu, marah bawa pedang golok, ngroyok, bakar rumah, mulutmu busuk isinya cuma sampah nggak mutu
January 5, 2013 at 3:50 pm
Siap dialog bermutu , berkualiatas , bermoral ?
January 6, 2013 at 3:40 am
agustin@ bodoh
Saya tidak mengolok-olok, itu fakta (Injil Matius 20:22) baca disana… bodoh…
January 4, 2013 at 2:29 am
ya yesus…seperimana Kau mengampuni orang yang menyalibkan diriMu kerana mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan..maka saya juga pada saat ini memohon kepadaMu ..YA YESUS AMPUNILAH MEREKA YANG MENOLAK ENGKAU DAN KAMI KERANA NAMAMU..KERANA MEREKA TIDAK TAHU APA YANG MEREKA FIKIRKAN
January 4, 2013 at 2:55 am
Kau keneraka
Yesus mengatakan itu
Sangat jelas dan pasti
Kecuali ayat2 perkataan Yesus dibatalkan
Atau dianggap palsu
Kau tahu ayatnya ?
Dan kau tahu sebab2nya ?
January 5, 2013 at 3:04 pm
CUMAN DI KRISTENLAH AGAMA YANG TUHAN NYA PUNYA KONTOL
MINUM JUSSSS
April 11, 2013 at 2:58 pm
Masa edar ajaran Isa Al Masih (Yesus) telah berlalu, karena beliau pernah berkata ketika kaum Kan’an meminta untuk diobati : Kata Yesus, Aku tidak diutus selain domba-domba yang tersesat dari Bani Israil. Kalau kalian dari golongan Bani Israil masih rada mending, tapi kalo ente orang Indonesia /diluar Bani Israil, sia-sialah engkau!! Wahai kaum kristen gue mau nanya, orang yang menyalipkan Yesus itu berdosa apa enggak? Kalau luh anggap yang gak percaya atas penyalipan Yesus itu masuk Neraka, lalu bagimana nasib para nabi terdauhulu dari Adam, Nuh, Musa, sampai Daud yang mereka telah lebih dulu meninggal sebelum Yesus disalip? Apakah para nabi yang Mulia tersebut ke neraka semua? Padahal merekalah pelopor tauhid (yang mengesakan Tuhan), mau-maunya ente dibodohin Paulus!!!
Monyet aja kalau dia bisa becara/ngerti kagak bakalan percaya kalau Yesus itu Tuhan…………… kok ada ya manusia yang punya akal budi mau percaya!!! Pantesan otak kalian dungu, lebih dungu dari domba! Yesus kau sebut Penggembala pengikutnya sebagai domba, pantes aja… otaknya sejajar dengan kelaminnya, makanya gak bisa berfikir rasionil……..
April 11, 2013 at 3:12 pm
“”Tidak seorang Nabi pun, baik yang sebelum maupun sesudah Yesus yang menjelaskan tentang TRINITAS. dan Tidak satupun ayat yang menyatakan Yesus adalah Tuhan… justru beliau seorang Utusan
seluruh nabi mendakwa kan kepada umatnya yakni Allah Yang SATU dan Keesaan Allah. Bahkan yesus sendiri tidak pernah menyebutkan Trinitas.
dalam hal ini telah terbukti bahwa Trinitas tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan Dia . Doktrin Trinitas merupakan PEMALSUAN belakangan yang diciptakan oleh para kaisar dan orang orang gereja dengan cara pemaksaan kehendak manusia itu sendiri.
Luar biasa ,, rupa rupanya Trinitas ini dibuat dan dirancang oleh manusia…
April 12, 2013 at 5:27 am
Saya mengimani kalau KRISTUS ITU ELOHIM YHWH BUKAN AUWLOH
SAYA YAKIN ANDA SERING MEMBACA INJIL, ARTINYA ANDA PARA JAHADIS INGIN TAHU, CUMA ANDA BELUM MENDAPAT HIDAYAH DARI ELOHIM