
Gambar Muhammad Tatkala Masih Muda Sebelum Menjadi Insan Kamil (= Manusia Sempurna), Hasil lukisan seorang artis wanita Iran: Oranous Ghasemi.
STOP PRESS!
Kami menghadirkan presentasi tentang Muhammad: Manusia Sempurna?, yang disadur dari sumber-sumber terpercaya seperti Qur’an, Sirat, Hadis Bukhari, Hadis Muslim dan lain-lain. Presentasi ini kami bagi ke dalam 5 bagian dan dapat diunduh, dibagikan dan diduplikasikan secara bebas.
Sudah sempurna kehadiran presentasi Muhammad: Manusia Sempurna? Semoga anda mendapatkan hidayah.
September 19, 2011 at 6:16 am
Siapa berani mengatakan bahwa Muhammad adalah sempurna? dengan data dan fakta yang sangat akurat, mudah-mudahan mereka akan berpikir ulang untuk mengatakanya bahwa ia adalah sempurna. kalau yang macam begini dikatakan sempurna bagaimana dengan yang lain ?
September 19, 2011 at 9:57 pm
aku mah setuju banget. MUHAMMAD memang MANUSIA SEMPRULNA, tau?!.
September 20, 2011 at 8:07 am
salah satunya ia sempurna tak ada penyaliban muhammad
September 20, 2011 at 9:37 pm
Apalah artinya komentar orang2 “kecil” dibandingkan dgn komentar “orang besar” seperti..:… SIR GEORGE BERNARD SHAW (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)..yg cgn jujur tanpa kedengkian, telah menulis kalimat2 berikut sbg cerminan pengakuan akan “kesempurnaan” seorang insan biasa yg bernama MUHAMMAD Saw.
> Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.” Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan’ Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia:
Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini. Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.
Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan kekeagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini ” dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”
February 4, 2013 at 6:18 am
bener,, siapa sih lu yang menjelek2in muhammad?? sesukses apa sih lu? lu cari makan aja susah mau menjelek2in Muhammad SAW hehe di bayar berapa lu buat bikin blog macam gini,,,? kasihan gw lihat org macam ini,, Kyknya lu kurang ilmu deh. coba klo baca buku jangan cuma dari satu sumber jdi kan pikiran lu picik,.. orang kecil kroco2 kyk lu mau menghakimi orang sebesar Rasulullah SAW,, jauh bos,,
September 21, 2011 at 5:17 pm
Beberapa tafsiran seenak perut kafir2 penghujat pada islam dan sirah rasul.TAFSIRAN SEENAK PERUT 1=Rasul tujuan menyerbu khaibar untuk makanan dan merampok.dgn alasan hadist bahwa kaum muslim tak kenyang dgn korma hingga khaibar ditahlukkan.jawab:dalam sirah rujukan yg ku baca karya mubarakfury jelas,bahwa tujuan penyerangan khaibar ialah mematahkan sarang makar.sebab dari khaibar diatur perang ahzab,penghianatan quraizah dll,yg nyaris menghancurkan madinah.adapun ghanimah adalah urusan belakang.TAFSIRAN SEENAK PERUT 2:rasul merampok harta khaibar.jawab:justru 2 anak ibn abil haqiq dari pihak yahudi minta berunding setelah penahlukan wilayah kedua khaibar.dua anak abil haqiq MINTA BERUNDING DGN RASUL.lalu rasul menerima.anak abil haqiq berjanji akan menyerahkan harta2 mereka dalam perjanjian damai ini,asal kejahatan2 masa lalu mereka diampuni,tak ada tentara2 yahudi khaibar yg dihukum. dan cuma membawa harta semuat kendaraan mereka ketika hengkang dari khaibar.jadi,penyerahan harta itu hasil perundingan damai.TAFSIRAN SEENAK PERUT KE 3=rasul menyiksa kinanah bin rabi bin abil haqaiq dgn sadis dan merampok hartanya.jawab:jelas,kinanah telah sepakat dalam perjanjian damai menyerahkan harta2 mereka tampa diminta rasul.lalu Rasul sudah kenyang dikhianati yahudi berkata:”AKU MENYATAKAN KALIAN TERLEPAS DARI PERLINDUNGAN ALLAH DAN RASUL NYA JIKA KALIAN MENYEMBUNYIKAN SESUATU.”artinya,jika 2 anak abul haqaiq itu mungkir janji,akan terkena hukuman berhianat.dimana tampa diminta mereka mengadakan perjanjian damai dgn menyerahkan harta.tapi kinanah berkhianat menyembunyikan sebagian harta.ketika ditanya,kinanah menyangkal.maka rasul berkata:”bagaimana jika kami menemukannya ada padamu,apakah aku akan membunuhmu”?.kinanah malah menantang:”boleh”.lalu teryata harta yg disembunyikan kinanah ditemukan.maka,kinanah ditanya mana sisa harta itu?kinanah tetap tak mau memberi tahu,maka ia pun disiksa dgn bara api didadanya agar mengaku.tapi,ia kukuh.jelas,kinanah cari penyakit sendiri.dia yg berjanji menyerahkan harta,dia yg mungkir sendiri malah arogan menantang rasul membunuhnya.TAFSIRAN SEENAK PERUT 4=kinanah di bunuh dan di rampok hartanya.jawab:dibunuh nya kinanah bukan murni karena ia menyembunyikan harta perjanjian.namun sebagai hukum qisash atas terbunuhnya mahmud bin maslamah.sebenarnya kinanah jika mentaati perjanjian,ia sudah diampuni total sesuai isi perjanjian,tapi kinanah mencari penyakit bagi dirinya sendiri.TAFSIRAN SEENAK PERUT 5=tanah2 di khaibar dirampok.jawab:tidak benar,justru itulah ghanimah sebagai pemenang perang.atas penghianatan yahudi bertahun tahun atas semenanjung arab,rasul bermaksud mengusir kaum yahudi.tapi yahudi memelas minta menggarap tanahnya kembali dgn bagi hasil.lalu rasulpun mengizinkan.maka,yahudi kembali boleh tinggal di khaibar.TAFSIRAN SEENAK PERUT 6 SEKALIGUS FITANAH=setelah meng eksekusi kinanah,rasul meniduri dan memperkosa isteri kinanah yg muda belia,shafiyah.jawab:jikat anda membaca sirah,ceritanya akan beda dgn cerita pemfitnah itu.justru setelah kinanah di eksekusi,safiyah jatuh status jadi sahaya menurut hukum perang saat itu.lalu rasul dinasehati para sahabat agar shafiyah dijadikan isteri,untuk menghentikan permusuhan yahudi pada islam.lalu rasul setuju.lalu shafiyah ditawari masuk islam,maka iapun masuk islam.lalu rasul menikahi shafiyah.jadi gak ada tuh kesan merampok dan memperkosa disini.subhanallah,begitu picik kaum kafir mengutip sirah rasul.dan hadist2 sahih menceritakan kemesraan rumah tangga rasul dgn shafiyah.namun,hal2 baik ini disembunyikan orang2 kafir.TAFSIRAN SEENAK PERUT 7=Rasul amat rakus dan birahi pada shafiyah,hingga menikahi shafiyah dan menidurinya tampa menunggu masa iddah.jawab:ketika kinanah dieksekusi,kinanah baru menikah dgn shafiyah dan pasti belum campur.mustahil rasul yg sudah teruji ini melanggar iddah.jelas pasti rasul akan menanya shafiyah sebelum menikahinya,apakah ia sudah dicampuri kinanah?jika belum,tentu tak perlu menunggu masa iddah lagi.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 21, 2011 at 5:20 pm
APAKAH KINANAH BIN RABI LAYAK DI SIKSA?sebenarnya tindakan rasul menyiksa kinanah adalah darurat perang.berikut wajarnya rasul spontan menyiksa kinanah.ARGUMEN 1=kinanah sendiri yg berjanji menyerahkan harta2 pada perundingan damai,tampa diminta.lalu kinanah sendiri yg mungkir dan berkhianat menyembunyikan harta itu.tentu penghianatan ini amat melelahkan jiwa,disamping kelelahan perang.ARGUMEN 2=kinanah sudah diminta baik2 menyerahkan harta hasil janji dirinya itu pada rasul.tapi kinanah kukuh berkhianat menyembunyikannya.sampai2 rasul menggertak akan membunuhnya sebagai eksekusi bagi penghianat.malah kinanah dgn arogan menjawab:”boleh”.ARGUMEN KE 3=teryata kinanah ketahuan menyembunyikan harta.lalu rasul menanyakan sisanya.tapi kinanah ngotot gak mau beritahu.maka dgn cara apa lagi menghukum penghianat ini?terpaksa kinanah disiksa agar mengaku.andai ia mengaku dan mohon ampun,tentu ia akan di ampuni.ARGUMEN KE 4=rasul ketika menerima janji kinanah dalam perjanjian damai menyerahkan hartanya,telah menempuh beberapa langkah agar tak terulang penghianatan yahudi.a)Allah dan rasul tak menjamin diri mereka jika berhianat menyembunyikan sesuatu.b)namun,kinanah masih nekad menyembunyikan.c)penghianatan itu diketahui rasul,rasul meminta baik2 pada kinanah.d)namun kinanah tetap tak mengaku.e)maka terpaksa rasul mengancam akan meng eksekusinya jika benar ada harta itu dan kinanah berkhianat.malah kinanah menantang.f)teryata kebohongan dan penghianatan kinanah terbongkar,harta itu ditemukan,tentu terbayang kejengkelan atas penipuan perjanjian ini.malah dgn arogan kinanah bersedia dibunuh.g)lagi2 rasul meminta baik2 sisa harta itu,tapi kinanah tetap tak mengaku.h)coba bayangkan saudara,betapa jengkelnya rasul dan kaum muslimin menghadapi penghianatan kinanah yg berbelit belit ini.sudah berbagai cara persuasif ditempuh,tapi kinanah tetap berkhianat dan berbohong.maka terpaksa kinanah disiksa agar mengaku.siksaan ini adalah tahap akhir ketika segala cara lembut,gertakan,dst tak mempan…herankah saudara2 kristen seorang nabi menyiksa?jangan heran,musa pun sadis dalam bibel,namun apakah musa nabi palsu karenanya?..dan,rasul tak pernah membunuh dan menyiksa orang2 tak bersalah,baik pria,wanita dan anak2.rasul cuma membunuh penghianat,agresor perang,dst.rasul dalam sejarah sirahnya cuma menyiksa 2 kasus.kasus kinanah karena berkhianat,kasus ukul dan urainah karena membunuh dan merampok….andaikata kinanah tidak berkhianat,tentu ia akan selamat,tak kan dibunuh,bahkan dibiarkan bebas.tapi kinanah benar2 cari penyakit.rasul tak akan membunuh tampa suatu kesalahan orang2 yg dibunuh..dan,diatas semua itu,penduduk khaibar bertahun tahun telah berusaha menghancurkan madinah.kejahatan mereka dan penghianatan mereka amat banyak.andai rancangan penghianatan mereka lewat quraizah berhasil,maka madinah akan dikuasai,rasul akan dicincang,sahabat2 akan dibunuh dan disiksa,dst.
CERITA VERSI PEMFITNAH:setelah suami safiyah di eksekusi,rasul langsung merampok,memperkosa dan meniduri shafiyah ditenda yg dijaga pengawal.CERITA SIRAH YANG BENAR:bukan begitu cerita yg benar dalam buku2 induk sirah,baik ibn hisyam,mubarakfury dst.kronologis cerita yg benar tahap2nya ialah:CERITA TAHAP 1=suami shafiyah dieksekusi karena kesalahannya.seperti yg saya tulis diatas.CERITA TAHAP 2=sebenarnya shafiyah saat itu hendak diserahkan sebagai sahaya Dahiyah bin khalifah al kalbi.sesuai hukum perang yg berlaku seantero timur tengah,eropa dll.namun hukum perbudakan islam lebih manusiawi setelah lama para budak2 dijadikan barang siksaan dan mainan.dalam islam,budak2 amat dimuliakan dan dimanusiakan.boleh menikahi budak perempuan(qs 4:3,4:24,4:25),budak sama derajat dalam iman dan turunan(4:25),budak2 wanita kalau dikawini mesti diberi mahar,terhormat seperti wanita merdeka(4:25),budak2 juga harus diberi harta sedekah(16:71),budak2 laki2 dan perempuan yg tak mampu membiayai pernikahan,tuannya harus menanggung biaya perkawinannya(24:32),budak2 jika sudah tak betah pada tuannya,boleh meminta perjanjian kebebasan dgn cara mencicil(24:33),baitul mal dan pemerintah islam harus membantu biaya pembebasan budak2 dgn harta zakat(9:60),tidak boleh meng eksploitasi budak2 perempuan untuk menjadi pelacur,party2 sek,dst.kehormatan mereka harus dijaga,dan cuma tuannya saja yg boleh menggaulinya(24:33),pada dasarnya,perbudakan dalam islam cuma sementara,pembebasannya adalah keniscayaan(90:13,2:177),berbagai cara agar budak terbebas(5:89,9:60,24:33,58:3,5:89),menurut hadist sahih,memukul budak sekali saja,maka budak otomatis harus bebas.jadi gak ada peluang menzalimi budak dalam syariat islam.beda budak2 pra islam,budak2 wanita dijadikan pelacur,diumpan ke pesta2 seks bebas,bahkan dalam ilmu kedokteran persia pra islam,tubuh budak dijadikan bahan percobaan pembedahan.ketika datang islam,cara2 itu di hapus,diganti dgn hewan2.CERITA TAHAP 3=lalu shafiyah nyaris menjadi sahaya dahiyah.lalu para sahabat menghadap rasul dan berkumpul.lalu para sahabat itu memberi pandangan,amat tak pantas,amat kasihan wanita terhormat putri pemuka kaum yahudi menjadi budak terendah.lagi pula,dgn menikahi shafiyah,agar permusuhan yahudi menurun pada islam.dan mencoba menarik simpati mereka.pandangan itu di terima rasul.CERITA TAHAP 4=lalu shafiyah dihadapkan pada nabi,ditawari 2 hal,apa mau masuk islam,atau di kembalikan ke kaumnya.shafiyah memilih masuk islam dan menikah dgn rasulullah.CERITA TAHAP 5:maka rasul hidup amat mesra dan harmonis dgn shafiyah.banyak hadist2 menceritakan kemesraan dan keharmonisan shafiyah dgn rasul.namun hadist2 ini disembunyikan orang2 kafir…KESIMPULAN:terbantahlah fitnah bahwa rasul memperkosa shafiyah.cerita yg benar adalah bertahap,ada dialogh baik2,dst…
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 21, 2011 at 5:22 pm
EKSEKUSI 600-700 PENGHIANAT YAHUDI QURAIZAH SAH DEMI HUKUM.kejahatan dan penghianatan bani quraizah dapat anda baca dalam buku2 induk sirah,bab perang ahzab dan perang bani quraizah.berikut argumen2 bahwa eksekusi 600-700 penghianat yahudi,sah demi hukum dan keadilan.ARGUMEN KE 1=bani quraizah melanggar perjanjian dgn rasul untuk hidup damai berdampingan.teks2 perjanjian itu dapat anda baca dibuku2 sirah,bab kedatangan mula2 rasul dimadinah.mereka telah menghianati perjanjian damai dan berusaha mensabotase madinah yg kosong sepeninggal rasul dan kaum muslimin berperang digaris depan madinah.ini di sebut PENGHIANATAN TINGKAT TINGGI,yg amat membahayakan.ARGUMEN KE 2=jika quraiza berhasil menawan wanita dan anak2 kaum muslimin,tentu akan mengacaukan konsentrasi kaum muslimin menghadang pasukan ahzab.hal ini berbahaya,membuat pasukan ahzab dapat masuk ke madinah lalu menghancurkan islam.ARGUMEN KE 3=Bani quraizah berniat menyelundupkan ke pasukan ahzab 1500 pedang,2000 tombak,300 baju besi dan 500 perisai.tentu layak sekali mereka dieksekusi mati karena kejahatan berat ini.senjata2 itu tentu untuk merobek robek perut kaum muslimin,membelah kepala mereka dan mengeluarkan otak2 mereka dgn senjata2 itu.ARGUMEN KE 4=andaikata pasukan ahzab masuk karena penghianatan quraizah,lasykar kafir itu tentu akan juga berbuat sadis.ingat telinga2 mujahidin yg dipotong kaum musyrik diperang uhud?.rasul dan sahabatnya pasti akan dicincang.atau dipasung,dipenggal,diludahi,dihina,disiksa,dan anak2 dan isteri2 kaum muslimin tentu disuruh murtad,dilecehkan,dan dijadikan budak tampa aturan perbudakan yg manusiawi.penduduk madinah yg muslim akan dipaksa murtad dgn siksaan2,seperti dimekkah dulu.lalu pasukan ahzab dan quraizah akan berpesta khamer,hiburan2,dst.lalu kedai2 arak,pelacuran,dst kembali buka dan berhala2 dipancangkan kembali.andaikata penghianatan quraiza berhasil,dakwah islam hancur,dunia tak kan maju seperti kini.timur tengah akan jadi sarang berhala hingga ke era modern.ARGUMEN KE 5=andaikata quraiza berlindung di benteng2 mereka sampai perang usai,tak berkhianat,tentu rasul tak akan mengusik mereka.perjanjian tetap berlangsung,mereka akan tetap hidup tentram bekerja menurut ekonomi mereka.tapi,bani quraizah gemar mencari penyakit.rasul tak akan menganiaya orang yg tak berdosa.ARGUMEN KE 6=yang dieksekusi bukan anak2 laki2,anak2 wanita dan wanita2 banu quraizah.tetapi semua laki2 dewasa saja yg berkhianat.ARGUMEN KE 7=jika banu quraiza cuma dipenjara,masa itu rasul dan para sahabat terlalu sibuk menangkis serangan2 musuh.tentu tak akan sempat mengelola penjara seukuran 600-700 yahudi penghianat.lagi pula,dalam hukum perang,penghianat pemasok persenjataan pada musuh untuk merusak dan membunuh kita tentu harus mati.ARGUMEN KE 8=kaum muslimin telah banyak harta,nyawa dll melayang hanya untuk mempertahakan islam dan madinah sebelum perang ahzab.yakni perang badar,uhud,dan ekspedisi2 lainnya.tiba2,quraizah mencoba merusak itu semua dgn penghianatan.seperti indonesia telah dipertahankan bergalon galon darah pahlawan,tiba2 ada penghianat yg mencoba menghancurkan indonesia.tentu tiada yg pantas kecuali hukuman mati.ARGUMEN KE 9=quraizah dan pasukan ahzab adalah kaum gelap,pengekal berhala,riba,khamr,perbudakan tampa aturan hukum manusiawi,penguburan bayi2 perempuan,dst.mereka bekerja sama memenangkan kegelapan.maka tak mengapa mengeksekusi 600-700 penghianat demi kemaslahatan berjuta juta manusia.sebab,islam menghapus khamr,riba,pelacuran,mengubur bayi2 perempuan,dst.ARGUMEN KE 10=jika ada yg ber argumen bahwa nabi kasih tak kan membunuh,niscaya sejak dulu pengikut2 muhammad telah lumat oleh lasykar quraisy.mengapa?karena waktu lasykar quraisy datang,tak boleh dibunuh.dan jika penghianat quraizah dilepas,tentu suatu kebodohan sejati.sama saja melepas ular2 yg akan mematok anda.ARGUMEN KE 11=menurut penghujat2 islam,nabi kasih harusnya berjuang dibelantara arabia tampa pertumpahan darah,tentara,perang,eksekusi pada penghianat,dst.jawab:ini permintaan yg tidak realistis,dan cuma teori orang2 pemimpi indah.hal itu sudah dicoba dimekah,tampa senjata dan tentara.namun yg terjadi malah penindasan,pembunuhan,penyiksaan dari kafir quraisy.beberapa muslim disiksa dan dibunuh secara sadis tampa perlindungan tentara dan jihad.nabi2 terdahulupun dibunuh,pengikut2 yesus dibantai bagai dendeng dan perkedel selama 300 tahun,tampa pembelaan tentara dan jihad.dan baru bernapas ketika dilindungi costantine.uniknya,setelah berkuasa,kristen paulin menyebarkan paulinisme dgn pedang.darah,penyiksaan,pemaksaan,dll.sesuai pesan yesus di matius 10:34,lukas 12:51,lukas 12:51,lukas 19:27.
ARGUMEN KE 12=sebelum quraizah berkhianat,telah berkhianat pula yahudi qaniuqo dan nadhir.rentetan penghianatan itu tentu merepotkan dan harus di hentikan dgn tegas dan keras agar mereka berhenti.terpaksa dgn wahyu Allah nabi bertindak tegas pada penghianat banu quraizah.agar mempertakut orang2 penghianat yg tak menjaga hak2 dan kewajiban perjanjian dan bertetangga yg baik.ARGUMEN KE 13=penphujat2 islam di sinilah senang MEMUTAR BALIK KAN FAKTA.yaitu.a)mereka MERATAPI NASIB PENGHIANAT sebagai orang2 yg teraniaya.b)lalu mencaci maki habis ORANG YG DIKHIANATI,dalam hal ini nabi muhammad saw.lalu mereka memberi label Rasul sebagai pembunuh sadis,padahal yg di eksekusi jelas penghianat.c)mereka meratapi nasib PENGHIANAT DAN PENJAHAT KEMANUSIAAN, yakni yahudi banu quraizah yg mengekalkan riba yg jahat,khamr,dst.yg tak ada NIAT SEDIKITPUN memperbaiki masyarakat arab jahiliah yg telah rusak.d)lalu mereka mencaci maki rasul hanya karena mengeksekusi orang2 yg bersalah dalam penghianatan.padahal rasul punya misi kemanusiaan yg mulia yakni menghapus tradisi2 penguburan bayi2 perempuan,mengajarkan persatuan,silaturahmi,berbakti pada ibu bapak,memerangi berhala2,dst.disitus2 kafir kerap mereka menuduh membabi buta bahwa rasul pembunuh sadis.tulisan2 itu dibuat dgn licik,memotong motong sirah,cuma menonjolkan sisi eksekusi tampa memikirkan sebab2 tindakan rasul tersebut,dengan pemikiran lebih dalam lagi seperti argumen2 yg tengah saya tulis.seperti ada orang yg di hukum mati,lalu tiba2 tampa meneliti dulu,ada yg menuduh peng eksekusi adalah sosok hitam.padahal yg dieksekusi itulah sosok hitam dan penjahat kemanusiaan.apakah peng eksekusi tokoh2 nazi,penghianat2 perjuangan 45 adalah sosok hitam juga kalau begitu?.pikirkanlah.saya kerap melihat situs2 kafir menambah nambah jumlah korban eksekusi,yg harusnya 600-700 orang2 penghianat,agar bombastis mereka tambah jadi 800 sampai 900 orang.ARGUMEN KE 14=kaum muslimin telah lama sekali menggali parit untuk menghalangi pasukan ahzab.mereka lapar,lelah,kedingingan,dst.lalu tiba2 banu quraizah seenaknya berkhianat dan membatalkan perjanjian.lalu berusaha mensabotase madinah yg kosong,berusaha merampas anak2 dan wanita2 muslim.nyaris karena ini barisan muslim yg sedang bela negara dan agama porak poranda.ARGUMEN KE 15=jika rasul tidak bertindak tegas pada banu quraizah,maka sulit untuk mempertakut penghianat2 dikemudian hari.mengingat penghianatan yg dilakukan yahudi telah berkali kali,yakni qaniuqo dan banu nadhir.ARGUMEN KE 16=dalam perang banu quraizah,di eksekusi pula pimpinan banu nadhir yg tertangkap dibenteng banu quraizah.yakni huyay bin akhtab.huyay lah yg telah merancang penyerangan pasukan ahzab ke madinah,juga menghasut kabilah2 ghathafan,dst untuk menyerang madinah.dia pula perancang penghianatan banu quraizah.maka,atas kejahatannya,ia di eksekusi.waktu di eksekusi,huyay tak meminta grasi sedikitpun.bahkan ia merasa tak menyesal menghianati umat islam madinah…..begitulah,begitu tak tahu dirinya yahudi madinah.mereka selepas perjanjian,tak pernah diganggu ibadah mereka,rumah2 mereka,harta mereka,semua aman.mereka bebas hidup sebagai salah satu unsur negara madinah.mereka aman,hidup tentram,sampai mereka hancur karena perbuatan dosa mereka sendiri,menghianati perjanjian.
ARGUMEN KE 17=ibn ishaq meriwayatkan bahwa shafiyah binti abdul mutalib(bukan shafiyah binti huyay) berlindung dibenteng hassan bin tsabit bersama hasan bin tsabit,wanita2 dan anak2 kaum muslimin,disaat pasukan muslimin bertempur dahsyat digaris depan madinah.lalu quraizah mengumumkan pembatalan perjanjian damai dan mengumumkan perang.lalu shafiyah dan hasan melihat beberapa banu quraizah mengincar benteng yg berisi wanita dan anak2.nah,terlihat betapa penghianatnya dan liciknya banu quraizah itu.maka ketika perang usai,mereka layak dieksekusi mati.ARGUMEN KE 18=kaum muslimin juga menyita 20 ekor unta bani quraizah yg dikirim sebagai bantuan militer ke pasukan ahzab.bisa untuk kendaraan militer,atau logistik.ARGUMEN KE 19=waktu rasul mendengar penghianatan banu quraiza waktu beliau di garis depan madina,rasul mengutus beberapa sahabat untuk memata matai soal penghianatan itu.lalu para sahabat mendengar beberapa caci maki banu quraizah pada rasul.diantaranya mereka berkata:”siapa rasulullah itu?tidak ada perjanjian antara kami dgn muhammad”.ARGUMEN KE 20=dalam kitab2 sirah diceritakan,setelah kabar penghianatan quraiza telah pasti,rasul mengalami kesedihan setelah merasa di khianati.rasulullah menutup mukanya dgn kain lalu berbaring cukup lama.hingga sahabat2 makin cemas dan takut disaat genting itu.tampak nabi sebagai manusia biasa terpukul dan maghsyul mendengar penghianatan itu.namun turunlah wahyu Allah kehati beliau,lalu beliau bangun dan bersabda/bernubuat:”Allahuakbar,bergembiralah wahai kaum muslimin,Allah akan memenangkan dan menolong kita”.ARGUMEN KE 21=setelah penghianat2 quraizah tertangkap,yg di eksekusi ialah penghianat2 yg tak mau meminta maaf sekalipun dgn masuk islam.padahal malam sebelum eksekusi,beberapa orang2 yahudi masuk islam,padahal berkhianat.lalu nyawa,harta dan keturunan mereka di lindungi.padahal jika semua penghianat itu menebus dosanya dgn masuk islam,baik masuk pura2 atau pun ikhlas,mereka akan selamat.ARGUMEN KE 22=menurut keputusan saad bin muaz,seluruh laki2 quraiza yang dewasa yg ikut berkhianat,di eksekusi.anak2 dan kaum wanita tak di eksekusi.anak2 dan wanita2 ditawan dalam aturan tawanan islam.yakni bisa dibebaskan,dijadikan sahaya.dijadikan sahaya adalah aturan perang saat itu.bukan murni aturan islam.islam mengikuti aturan ini,agar akhirnya sahaya2 itu dibebaskan.lalu harta2 mereka dibagi2 menjadi faiy atau ghanimah.jika mereka tak berkhianat,tak kan terjadi nasib seperti ini.ARGUMEN KE 23=huyay bin akhtab dari unsur yahudi bani nadhir tak menyesal sedikitpun kaumnya telah berkhianat dahulu,juga kejahatannya menghimpun pasukan ahzab dan menghasut quraizah berkhianat.malah dgn arogan,huyay berkata sebelum di eksekusi:”demi allah,aku tidak menyesal atas perbuatanku memusuhimu…dst”.nah,lihat,betapa keras penghianatan yahudi pada nabinya.seperti mereka dulu keras memusuhi para nabi2.ARGUMEN KE 24=seorang wanita quraizahpun tak di eksekusi rasul.kecuali satu wanita yahudi yg membunuh khalad bin suwaid dgn melemparkan batu gilingan kepadanya.inilah yg disebut pengadilan qisas.ARGUMEN KE 25=anak2 atau kanak2 yahudi tak ada satupun di eksekusi.yg belum tumbuh bulu kemaluan,tak di eksekusi.yg sudah tumbuh bulu kemaluan dieksekusi,tanda ia telah dewasa.di antara yg belum tumbuh kemaluan ialah athiyah al qurazi.ia dibiarkan hidup,akhirnya ia pun masuk islam.ARGUMEN KE 26=yg tak ikut berkhianat DARI LAKI2 DEWASA yahudi dibebaskan dari eksekusi.contohnya amru,ia keluar dari benteng banu quraizah,lalu ia dilihat muhammad bin maslamah,ia diberikan kebebasan dan dibiarkan pergi.setelah itu,tak diketahui kemana ia pergi.ARGUMEN KE 27=andaikata indonesia dikhianati satu kelompok,tentu aturan perang adalah meng eksekusi kelompok2 penghianat itu.tindakan tegas dan keras diperlukan bagi yg berniat berkhianat menghancurkan perjuangan yg baik,agar mereka takut mengulangi dikemudian hari.ARGUMEN KE 28=nabi musa lebih parah dalam bible.ia membunuh para penyembah berhala.sedang nabi muhammad cuma meng eksekusi penghianat,pembunuh,kriminal dan perampok,tidak sekali kali membunuh semena mena yahudi,nasrani,dan penyembah berhala.contoh,yahudi2 dibiarkan tenang dalam ibadahnya.apakah hanya karena musa membunuh penyembah berhala berarti musa nabi palsu?.kalau begitu,TAURAT ADALAH KITAB PALSU?.lihatlah perintah2 sadis yahwe pada nabi2nya:bunuh semua laki2,jarah segala perempuan,anak2 dan hewan.jangan biarkan satu pendudukpun bernafas dan di biarkan hidup. (ulangan 20:10-17),tumpas habis 7 bangsa,jangan dikasihani dan dibiarkan hidup(ulangan 7:1,2 dan 5),bunuh dan rajam penyembah berhala(ulangan 13:1-16),jika menyembah selain Allah,seluruh penduduk itu harus dibunuh.hewan2nya dibinasakan,rumah,bangunan dan harta bendanya harus dibakar,negri itu jangan dibangun lagi(ulangan 13:1-16).lihat pula ulangan 17:2-5,MUSA MEMBUNUH 24.000 orang2 israel karena berzinah dan sujud ke berhala2 perempuan2 yoab(bilangan 25:1-10).
ARGUMEN KE 28=,lihatlah pembunuhan yg dilakukan musa di bilangan 31:1-45,lihat pula kelakuan elia menyembelih 450 nabi2 ba’al dikison(1 raja2 18:17-40,paulus memuji pembantai2 para nabi2 terdahulu(ibrani 11:32-34)…bedakan dgn nabi besar muhammad,beliau memberi kebebasan agama2 lain beribadah,yakni yahudi dan nasrani.bahkan setelah seluruh berhala2 di hancurkan dijazirah arab,tak ada kisah nabi memaksa mereka masuk islam,pada sisa2 kaum musyrik yg tidak mau masuk islam.tak ada kisah nabi muhammad membantai ribuan penyembah berhala,seperti yg dilakukan musa dahulu.maka,muhammad adalah penjunjung tinggi toleransi beragama.beliau hanya menghancurkan berhala2 primitif yg lahir dari kedunguan akal.beliau biarkan gereja2 dan sinagog2.bahkan,ketika rasul mengirim pasukan ke mu’tah melawan tentara romawi,rasul bersabda pada para pasukannya:”BERPERANGLAH DENGAN NAMA ALLAH,DIJALAN ALLAH,MELAWAN ORANG2 KAFIR.JANGAN BERKHIANAT,JANGAN MENCINCANG,JANGAN MEMBUNUH ANAK2,WANITA,ORANG2 YG SUDAH TUA RENTA,ORANG2 YG MENYENDIRI DI BIARA NASRANI,JANGAN MENEBANG POHON KORMA DAN POHON APAPUN,DAN JANGAN MEROBOHKAN BANGUNAN.(SHAHIH BUKHARI BAB PERANG MU’TAH VOLUME 2 HAL 611).bandingkan dgn perang diulangan 13:1-16.padahal,yg mencari gara2 duluan ialah gubernur/protocurator romawi dari unsur arab nasrani wilayah balqa,suriah,yakni syurahbil bin amru al ghassani,yg menangkap utusan nabi.utusan nabi itu di penggal kepalanya dihadapan kaisar romawi…nah,atas penjabaran diatas,jelaslah,nabi muhammad cuma bertindak atas keterpaksaan,menghukum para penghianat perjanjian,pelaku pembunuhan,perampok dan kriminal,juga penjahat perang dan kemanusiaan.dan beliau amat melindungi kebebasan agama2 lain.beliau tak menghukum orang2 kafir karena agamanya.namun karena penghianatannya seperti banu quraizah,nadhir,qaniuqo.atau karena perampokan,mengacau keamanan sekaligus membunuh seperti ukul dan urainah,menhukum penjahat dan penghasut seperti kaab bin asyraf dan abu rafi,dst..terhadap orang2 kafir yg tak berbuat kriminal,beliau tak kan mengganggu.bahkan menjamin penuh kebebasan beragama mereka.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 21, 2011 at 5:25 pm
PERIHAL PERANG BANI QURAIZAH.peristiwanya bermula dari perang ahzab.yakni pasukan kaum musyrik bersatu ingin menghancurkan muslimin madinah.bermula dari PENGHIANATAN YAHUDI BANI NADHIR yg tinggal disekitar madinah.dgn para yahudi ini,muhammad telah melakukan perjanjian damai dgn point2 sbb.1)orang2 yahudi dan muslim mengatur agama masing2.2)yahudi dam muslim wajib saling tolong menolong jika madinah diserang dari luar.3)saling mengingatkan,berbuat kewajiban dan tak saling berbuat jahat,dst.TAPI,APA YANG DILAKUKAN YAHUDI NADHIR SETELAH PERJANJIAN?,YA,WATAK BUSUK MEREKA MEMBUAT MEREKA BERKHIANAT.mereka pergi dari madinah diam2 dgn 20 pimpinan mereka menuju mekkah,membujuk quraisy menyerang madinah.dan yahudi bani nadhir bersedia membantu dan jadi sekutu quraisy.lalu pimpinan2 yahudi itu menghasut bani ghathafan untuk menyerbu madinah.lalu mendatangi kabilah2 arab lainnya menghasuk mereka.lalu terkumpullah HASIL HASUTAN DAN PENGIANATAN YAHUDI pasukan sekutu musyrik,yakni quraisy,kinanah,tihamah,banu salim,ghathafan dgn sub2 kabilah bani fazarah,murrah,asja,dan bani asad.lalu pasukan besar itu menuju madinah,kaum muslimin MEMBANGUN PARIT(KHANDAQ),lalu terjadi pertempuran dibeberapa titik.lalu saat pertempuran sengit digaris depan madinah,DIAM2 YAHUDI BANI NADHIR DIAM2 MENUJU PERKAMPUNGAN YAHUDI BANU QURAIZAH MENGHASUT PIMPINANNYA UNTUK BERKHIANAT.LALU YAHUDI BANI QURAIZAHPUN BERKHIANAT DAN MEMBATAL KAN PERJANJIAN DAMAI DGN MUSLIM DISAAT2 GENTING.letak pemukiman bani quraizah didalam madinah,sementara kaum muslimin berjuang meneteskan darah digaris depan,bani quraizah mengincar anak2 dan istri2 kaum muslimin untuk disandra atau dibunuh,untuk melemahkan mental kaum muslimin.maka muslimin menghadapi situasi sulit,didepan diserang musuh,dibelakang dikhianati bani quraizah.akhirnya ALLAH MENOLONG KAUM MUSLIMIN,PASUKAN AHZAB DISERANG BADAI TOPAN YG MEMBUAT MEREKA MUNDUR.maka,kini muhammad dgn wahyu Allah tinggal menindak bani quraizah yg berkhianat.terbukti BANI QURAIZAH MENYELUNDUPKAN BANTUAN MILITER KE PASUKAN AHZAB DGN 1500 PEDANG,2000 TOMBAK,300 BAJU BESI DAN 500 PERISAI..maka penghianat yg mau MEMBANTAI KAUM MUSLIMIN MADINAH INI PATUT DI HUKUM SETIMPAL.laki2 bani quraizah diborgol dan dirantai.lalu saad bin muaz memutuskan,SEMUA LELAKI PENGHIANAT DI HUKUM MATI.itulah keputusan Allah atas kaum penghianat.600 SAMPAI 700 PENGHIANAT QURAIZAH DI HUKUM MATI.INI KEPUTUSAN YG ADIL DAN SESUAI DGN ILMU2 MILITER.PENGHIANAT MESTI DI HUKUM MATI.
===================================================================
Andai kata bani quraizah tidak menghianati kaum muslimin saat negri tengah genting diserang musuh,niscaya mereka akan hidup tenang dan tentram.tak kan terjadi laki2 mereka yg berhianat di eksekusi,keluarga2 mereka ditawan,dan harta2 mereka dibagi2kan.jika mereka cuma dipenjara,niscaya cuma memelihara ular2 penghianat.dan kaum muslim saat itu terlalu sibuk untuk mengelola penjara yg sangat besar.jika cuma diusir,maka ular2 penghianat itu pasti membuat buat penghianatan2 dan makar2 baru.APA JADINYA ketika negri anda diserbu orang2 beringas,berniat menjajah,menghancurkan budaya anda,merampas isti dan anak2 anda,membantai dst?.lalu orang2 yg berlainan bangsa dan agama yg mengikat janji damai diwilyah anda tiba2 berkhianat membantu pasukan musuh dgn memasok 1500AK47,2000 BAZOKA,300 BAJU ANTI PELURU,DAN 500 MERIAM PENANGKIS SERANGAN LAWAN?.TENTU BANTUAN2 ITU UNTUK MEMBANTAI ANDA,ISTERI2 DAN ANAK2 ANDA.UNTUK MEROBEK PERUT2 ANDA,MEMECAHKAN KEPALA DAN OTAK ISTERI DAN ANAK2 ANDA,UNTUK MENGELUARKAN USUS2 ANDA DGN SENJATA2 ITU?.maka tak ada ampun buat para laki2 jahat penghianat itu kecuali ditembak,dipancung atau digantung.pokoknya di eksekusi mati.ITULAH DARURAT PERANG DAN KETERPAKSAAN UNTUK BERBUAT KERAS.andaikata pasukan sekutu,yahudi nadhir dan quraizah menang saat itu,tentu mereka berbuat jahat,mencincang muhammad,para sahabatnya,lalu mereka pesta khnmer,biduan2 wanita dll untuk merayakan kemenangan itu.lalu muncul lagi budaya2 berhala,mengubur bayi2 perempuan,makan bangkai,talmud yg jahat,dst.kegelapanpun mencengkram kembali.
==================================================================
SALAH SATU TAWANAN LAKI2 YAHUDI QURAIZAH YANG BERHIANAT,RIFAAH BIN SAMWAL AL QURAZI dibiarkan hidup yg akhirnya masuk islam.PADA MALAM SEBELUM EKSEKUSI PARA PENGHIANAT,BEBERAPA YAHUDI MASUK ISLAM.MAKA DARAH,HARTA DAN KELUARGA MEREKA PUN DILINDUNGI. dari kenyataan ini jelas,andai kata 600 sampai 700 penghianat yahudi itu buru2 masuk islam,baik dgn islam maupun bersikap munafik,niscaya mereka akan diampuni.namun mereka mungkin MERASA DIRI MEREKA MARTIR demi YAHWEH mereka dan demi agama dan talmud mereka yg palsu dan busuk itu.dan,KANAK2 YAHUDI BANI QURAIZAH TAK DI HUKUM MATI.CONTOHNYA ATHIYAH AL QURAZI.ia cuma ditawan saja.namun akhirnya ia tergerak masuk islam,dan menjalankan keislamannya dgn baik.dan,YANG TAK IKUT BERKHIANAT DI BEBASKAN DARI HUKUMAN,contohnya amru,ia tak ikut berkhianat,wal hasil tak ada alasan untuk mengeksekusinya atau menawannya.maka tentara muslimin membiarkannya pergi.
===============================================================
siapa yg menyebabkan kekacauan dan serangan pasukan ahzab ke madinah,dan yg menyebabkan bani quraizah berkhianat.dia adalah HUYAY BIN AKHTAB,PIMPINAN YAHUDI NADHIR.sukunya pernah menghianati perjanjian damai dgn muhammad.hendak membunuh muhammad dgn menimpakan benda berat,akhirnya penghianat2 ini diusir dari madinah.karena tetangga yg jahat dan penghianat.sukunya pula yg MEMPROVOKASI PERANG AHZAB DAN MEMPROVOKASI AGAR YAHUDI QURAIZAH BERKHIANAT WAKTU MADINAH DIKEPUNG PASUKAN AHZAB.konyolnya huyay bin akhtab ialah,ia telah mengakui muhammad nabi yg dijanjikan ditaurat sewaktu rasul baru tiba pasca hijrah ke madinah.tapi karena kedengkiannya ia BERJANJI MEMUSUHI MUHAMMAD SELAMA HIDUPNYA.singkat cerita,huyay bin akhtab menghasut pimpinan bani quraizah,KAAB BIN ASAD AL QURZI berkhianat,membatalkan perjanjian damai dgn muhammad.ia masuk ke benteng bani quraizah sambil berharap pasukan muslim hancur dari depan(serbuan ahzab)dan belakang(penghianatan bani quraizah).tapi niat busuknya gagal,pasukan ahzab mundur karena terjangan angin topan,tenda2,periuk2 mereka berterbangan,mereka putus asa,membatalkan pengepungan.maka muhammad pun menangkap sang penghianat ini.penjahat perang penghianat ini pun di eksekusi mati.TAU GAK KAMU KATA2 HUYAY BIN AKHTAB SEBELUM DI EKSEKUSI?.IA BERKATA:”Demi Allah,AKU TIDAK MENYESAL atas perbuatanku memusuhimu.yg pasti ialah barang siapa yg ditakdirkan kalah oleh Allah,pasti ia kalah.”.perhatikanlah,yahudi fanatik buta itu tak merasa menyesal atas berturut turut penghianatannya.(ingin membunuh nabi,memprovokasi pasukan ahzab,menghasut bani quraizah).padahal dampak penghianatannya jika berhasil ialah:akan dibantainya muhammad dan sahabat2nya,dibantainya istri dan anak2 kaum muslimin,kekalnya jahiliah diarabia,dan dunia tak akan maju seperti sekarang.maka WAJAR,penghianat berlumur kejahatan ini yg tak menyesali perbuatannya pun di eksekusi mati.itulah hukuman Allah atas penentang rasul,seperti Allah menghukum kaum2 durhaka pada nabi2 mereka dimasa lalu.PADAHAL,JIKA MEREKA MENTAATI PERJANJIAN DAMAI DENGAN MUHAMMAD SEJAK DULU,HIDUP MEREKA AMAN TENTRAM.DAN TAK ADA KAUM MUSLIMIN MELARANG MEREKA UNTUK BERIBADAH MENURUT AGAMANYA.
================================================================
KRONOLOGI PASANG SURUT HUBUNGAN MUSLIM MADINAH DENGAN YAHUDI MASA MUHAMMAD?.INI…1)Rasulullah hijrah kemadinah.2)dimadinah ada 3 kabilah yahudi terkenal,bani qaniuqo,quraizah dan nadhir.3)huyay bin akhtab melihat muhammad cocok dgn nabi yg dijanjikan taurat,namun karena kedengkian dan kesombongannya,ia tak mau mengakui muhammad.4)abdullah bin salam,seorang yahudi masuk islam.5)DI IKAT PERJANJIAN DAMAI DGN 3 KABILAH YAHUDI DENGAN MUHAMMAD.isi perjanjian damai itu ialah{(*orang2 yahudi berhak mengatur agamanya sendiri,begitu juga muslimin.penjelasan:artinya,kaum muslimin tak akan mengganggu kebebasan beragama yahudi,berhak mengatur ibadah,ritual2nya dgn bebas tampa gangguan.*point perjanjian kedua:kaum yahudi memikul biaya sendiri,begitu juga kaum mukmin.*muslim dan yahudi wajib saling tolong menolong menghadapi serangan luar*saling mengingatkan berbuat kewajiban/kebaikan dan tidak saling berbuat jahat.*orang2 yahudi dan mukmin bersekutu selama perang.*tidak boleh menolong orang2 quraisy dan orang2 yg menolong mereka.penjelasan:artinya,selama pasukan quraisy tetap bernafsu memerangi madinah,hendaknya yahudi jangan turut campur dan berkhianat.})demikian isi perjanjian 3 kabilah yahudi dengan muhammad.6)tapi yahudi memang ular2 penghianat,mungkin belum kering tinta perdamaian,yahudi dan kaum munafik madinah melakukan perang urat syaraf ketika pasukan muslim bertempur dibadar.memberitakan kabar bohong muhammad terbunuh.muhammad memaafkan mereka.7)ular2 yahudi penghianat kemudian mengadu domba kaum muslim auz dan khajraj.dia adalah syas bin qais.2 kabilah muslim itu hampir saling perang.tapi didamaikan muhammad.muhammadpun memaafkan.8)bani qaniuqo menghianati perjanjian damai point ke 3,yakni berbuat jahat melakukan pelecehan seksual kepada seorang muslimah dipasar.seorang muslim yg marah Aurat saudarinya dipermainkan itu lalu membunuh pelaku pelecehan seksual.lalu laki2 muslim itu dibunuh yahudi2 laknat itu.maka muhammad memutuskan seluruh penjahat itu di usir dari madinah.watak ular jahat mereka mengalir di banyak diri mereka karena pengaruh ajaran2 taurat dan talmud yg jahat.9)pasukan abu sufyan menyerbu madinah dalam perang sawiq,SALLAM BIN MISYKAM,PIMPINAN BANI NAZIR SEBELUM HUYAY BIN AKHTAB memberi bocoran info tentang situasi madinah.lihat kelakuan ular2 penghianat ini.10)ditenggara madinah,ada penghasut berlidah tajam,padahal kaumnya sudah diberi kebebasan beragama dan berekonomi.dialah KAAB BIN ASYRAF.ia memfitnah,menghasut,memprovokasi yahudi2 untuk memusuhi muhammad.terpaksalah ia dibunuh,karena wataknya yg dengki,arogan dan jahat itu.11)setelah bani qaniuqo diusir karena berbuat jahat,muhammad masih bertetangga baik dgn yahudi nazir dan quraizah.tapi ular penghianat yahudi nazir berniat membunuh muhammad.merekapun diusir.mereka tak menghormati perjanjian point ke 4.selanjutnya.12)yahudi bani nazir menyulut perang ahzab.13)bani quraizah berhianat atas hasutan bani nazir.sudah panjang lebar saya terangkan dikoment2 diatas.bani quraizah di eksekusi.14)SALAM BIN ABIL HAQIQ seorang yahudi penjahat perang tak henti2nya hendak mencelakai madinah.ia salah satu penghimpun pasukan ahzab dan mendanai biayanya.maka ia terpaksa dibunuh.15)DARI KHAIBAR,PUSAT PENJAHAT YAHUDI TERKUAT DI SEMENANJUNG ARABIA,DENGAN BANYAK BENTENG2 KOKOH,kaum yahudi terus merongrong madinah.kejahatan penduduk khaibar ialah,ikut menghimpun pasukan2 bantuan untuk menyerang kaum muslimin,kontak dgn kaum munafik madinah,mereka melakukan kontak dan menghasut pula orang2 musyrik ghathafan dan arab2 badui.mereka menyiapkan pasukan menyerbu muslim.wajar muhammad menyerang khaibar untuk menyetop makar2 yahudi itu.
===============================================================
SOAL PERISTIWA KHAIBAR,KRONOLOGISNYA SBB.1)sarang ular pengacau yahudi,pemegang taurat dan talmud yg amat jahat kerap merongrong dan memusuhi kaum muslimin.dan tak ada niat bertetangga dgn baik.2)lalu kaum muslimin menyerang khaibar,benteng2 yahudi ditahlukkan.3)lalu yahudi menyerah,lalu ABUL HAQIQ,pimpinan bani nazhir,pengganti huyay minta berunding.ia meminta prajurit2 yahudi tidak dibunuh,anak2 dan para isteri diserahkan kepada mereka.MEREKA BERJANJI akan keluar khaibar beserta anak2 dan istri2 mereka,lalu menyerahkan semua kekayaan,tanah,emas,perak,kuda,keledai serta baju perang.menurut riwayat abu daud,yahudi2 khaibar boleh membawa harta mereka semuat kendaraan mereka.muhammad menerima perjanjian damai itu,walau ia tahu watak yahudi ular2 penghianat.RASUL BERSABDA:AKU MENYATAKAN KALIAN TERLEPAS DARI PERLINDUNGAN ALLAH DAN RASULNYA JIKA KALIAN MENYEMBUNYIKAN SESUATU DARIKU”.tampak muhammad berkata sinis demikian karena beliau udah kenyang di khianati ular2 yahudi.4)teryata benar,2 anak abul haqiq masih menyembunyikan harta yg sudah dijanjikan dalam perjanjian damai.salah satu penyembunyinya bernama KAAB.sebenarnya jika kaab menuruti perjanjian,ia akan di ampuni,karena ia telah membunuh mahmud bin maslamah,seorang muslim.namun yahudi ini bandel.maka tak ada cara lain menghadapi penghianat ini dgn sedikit siksaan dgn menaruh api didadanya.namun ia tetap bandel.lalu terpaksa orang seperti ini di eksekusi.rasul muhammad sudah cukup toleran,tapi mereka tetap saja berusaha terus berkhianat.5)lalu kinanah bin abil haqiq juga di eksekusi karena melanggar janji2nya.dan muhammad tentu tahu melalui wahyu,ular2 penghianat ini dibaikin apapun akan tetap ular.karena pedoman mereka talmud dan taurat yg jahat.5)lalu SHAFIYAH BINTI HUYAY BIN AKHTAB menjadi tak berayah dan janda setelah ayahnya berhianat,juga suaminya.TAHUKAH KAMU ,shafiyah telah bermimpi melihat rembulan datang,yg ditafsirkan itu adalah muhammad.suaminya lalu menamparnya.muhammad mengawini shafiyah,putri pemuka yahudi,agar para yahudi melunak dari permusuhannya dengan islam.padahal menurut riwayat,shafiyah itu bertubuh pendek.lalu shafiyah membina mahligai rumah tangga dgn rasulullah,ketimbang berumah tangga dgn ular penghianat yahudi yg telah menamparnya,yakni kinanah bin abil haqiq.seumur hidup shafiyah,rasul tak pernah menamparnya sekalipun,bahkan beliau amat lembut dgn shafiyah.contohnya ketika keyahudiannya diejek oleh aisyah dan hafsah,shafiyah mengadu ke rasul.rasul berkata,:”kenapa kamu tidak katakan,bagaimana mungkin kalian lebih mulia daripadaku,sedang suami ku adalah muhammad,bapakku harun dan pamanku adalah musa”?lalu dgn peristiwa itu,turunlah ayat ini:”firman Allah:hai orang2 yg beriman,janganlah suatu kaum mengolok olok kaum yg lain,boleh jadi mereka(yg diolok2)lebih baik dari mereka(yg mengolok olok)(al hujarat 11).
===========================================================
KAU BOLEH BERTARUH DGN KU,BAHAGIA MANA SHAFIYAH BINTI HUYAY?BERSANDING DENGAN ULAR YAHUDI,KINANAH BIN ABIL HAQIQ,ATAU BERSANDING DGN MUHAMMAD?.ku jawab.1)shafiyah selama bersanding dgn kinanah.coba lihat prilaku kinanah menampar muka shafiyah,menunjukkan ia suami temperamental.dalam komunitas taurat yahudi,wanita di pandang rendah.janda dan saudara perempuan tak dapat warisan(bilangan 27:1-11),seorang ayah dapat menjual anak2 perempuannya(keluaran 21:7,MAKA TAHUKAH KONSUKWENSI HUKUM ITU ANDRAPRADESH,maka bisa saja sewaktu waktu ayah shafiyah,huyay bin akhtab menjualnya ke pemimpin2 yahudi lainnya.terus,wanita yahudi dianggap WANITA PALING NAJIS DIDUNIA,HANYA KARENA IA HAIDH(imamat 15:19-30).yg menjijikkan lagi,nasib wanita2 yahudi ya diperkosa sesama yahudi tak dipenjara,malah gadis itu dipaksa kawin dgn pemerkosanya dgn bayaran 50 syikal perak,dan ia seumur hidup mesti ditahan dan tak boleh dicerai.(ulangan 22:28-29).maka,amat sengsaralah shafiyah dan perempuan2 yahudi lainnya dibawah hukum taurat palsu itu,dibawah laki2 yahudi khaibar.maka,wajarlah shafiyah bermimpi melihat rembulan,yakni muhammad sebelum menyerbu khaibar.tanda2 berita bahagia,PEMBEBAS KAUM WANITA TELAH DATANG.shafiyah setelah jadi isteri rasul,ia bahagia,bahkan menjadi muslimah yg baik.beliau sadar,ayah,suami,dan kaumnya,orang2 busuk yg telah berkali kali berkhianat,supaya kaum muslimin dibantai musuh2nya.maka shafiyah pun maklum kesalahan besar ayahnya,suaminya dan kaumnya.kesalahan2 sangat besar,berencana membantai dan menghancurkan masal kaum muslimin.2)BERSANDING DGN RASULULLAH.mula2 muhammad tak berniat menikahi shafiyah.tapi sahabat2 nabi membujuk,agar kaum yahudi tertarik menghentikan permusuhannya pada islam,yg telah berurat berakar.maka muhammadpun menikahi shafiyah.tahukah anda?,shafiyah itu kurang menarik,tubuhnya pendek.betapa bahagia shafiyah dgn muhammad.tak pernah sekalipun muhammad menampar shafiyah.muhammad sangat lembut dgn shafiyah.muhammad mengajarkan,saudara perempuan dan janda2 dapat waris,gadis adalah mahluk suci yg tak boleh dijual ayahnya,harus dijaga kehormatannya dgn jilbab,hijab.dan hukum wanita haidh dalam islam manusiawi,cuma sekedar tak boleh hubungan seks dan solat sampai haidhnya berhenti.bandingkan dgn hukum haidh yg menjijikkan dan menyusahkan hidup perempuan di imamat 15:19-30.menurut hukum islam,pemerkosa wanita harus di hukum mati.nah,bandingkan dgn hukum menjijikkan taurat palsu diatas.rasul mengajarkan,sebaik baik kamu yg paling baik pada istrinya,surga ada dibawah telapak kaki ibu,wajib menafkahi wanita,dan hukum2 lain yg memuliakan wanita.MAKA BERBAHAGIALAH SHAFIYAH,IA BERSANDING DGN MANUSIA PENJUNJUNG TINGGI DERAJAT WANITA,MUHAMMAD.IA BERMIMPI BERTEMU REMBULAN,TERYATA MAKNA NYA IA KELUAR DARI GELAPNYA LINGKUNGAN ULAR2 YAHUDI GELAP,MENUJU LINGKUNGAN ISLAM PENUH CAHAYA.shafiyah dan muhammad hidup dgn kemesraan yg indah,pernah shafiyah mengadu ia di ejek2 sebagai yahudi oleh istri2 nabi yg lain.AISYAH DAN HAFSAH PERNAH BERKATA KEPADA SHAFIYAH:”kami lebih mulia bagi rasulullah daripada kamu,lalu shafiyah menceritakan itu kepada rasulullah.maka dgn lemah lembut,beliau bersabda pada shafiyah:”kenapa kamu tidak katakan,bagaimana mungkin kalian berdua lebih mulia daripada aku,sedang suami ku muhammad,bapak moyangku adalah harun dan paman moyangku adalah musa”.pernah shafiyah diumpa istri nabi lainnya,bahwa shafiyah pendek.lalu rasulpun dgn lembut berkata,”wahai istriku,kalau umpatanmu diaduk dgn air laut,maka seluruh air laut itu akan kotor.”,lihatlah,betapa shafiyah dimuliakan dimadinah.ia menjadi muslimah taat dan mencintai suaminya muhammad sampai akhir hayatnya.
=============================================================
TAHUKAH KAU ,waktu sarang penghianat yahudi khaibar ditahlukkan,maka kaum lelaki yahudi ketakutan atas hukuman mati atas penghianatan mereka BERTAHUN TAHUN,SEJAK RASUL HIJRAH,HINGGA PERISTIWA KHAIBAR.maka TAMPA DIMINTA RASUL,KOMUNITAS YAHUDI PENGECUT PENGHIANAT ITU BERJANJI AKAN MENYERAHKAN HARTA2 MEREKA SEBAGAI GANTI NYAWA MEREKA.maka rasul dgn wahyu tahu,mereka manusia2 ULAR BELUDAK yg kerap melanggar janji dan berkhianat.sampai2 dgn sinis rasul tak menjamin nyawa mereka jika mereka berkhianat lagi.para yahudi itu sepakat.tapi watak culas mereka membuat mereka menyembunyikan harta perjanjian damai itu.maka,muhammad telah begitu kenyang di khianati,maka disiksalah kaab,penyembunyi harta itu dgn ditaruh sedikit api didadanya.padahal muhammad sudah tak mempermasalahkan kaab pernah membunuh mahmud.tapi kaab benar2 telah diluar batas,maka muhammad dgn bimbingan Allah pun memutuskan,kaab memang layak sudah untuk di eksekusi.jika kaab memohon ampun saja dan mentaati perjanjian,ia akan hidup tentram dan selamat.lagi2 kaab memilih mati menentang dan menghianati nabi yg dijanjikan taurat musa itu.TAHUKAH KAMU ANDRAPRADESH,rasul dan kaum muslimin sudah terlalu kenyang dikhianati yahudi.maka rasul bermaksud mengusir ular2 itu keluar dari khaibar,mereka penghianat layak diusir,tak tahu diri.sudah hidup dinegri orang dgn lain agama,tapi kerap mengacau dan kerap berbuat makar.tapi YAHUDI KHAIBAR MEMELAS MEMINTA TAK DI USIR,maka muhammad mengampuni mereka.mereka boleh menggarap tanah mereka kembali,dgn bagi hasil panen dgn yahudi khaibar.maka hidup tentram kembalilah yahudi dikhaibar,bekerja,bertani,dst.padahal itu tanah bangsa arab.dan yahudi bebas makan,minum,beol diatas tanah itu,padahal mereka telah bersikap tak tahu diri,dgn MELAKUKAN PENGHIANATAN BERTAHUN TAHUN PADA JAZIRAH ARAB DAN BANGSA ARAB.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 21, 2011 at 5:26 pm
DRAFT PERJANJIAN DAMAI RASULULLAH DAN YAHUDI MADINAH(QURAIZAH,QANIUQO,NADHIR DLL) KETIKA RASUL MASUK KE MADINAH,DAN TERNYATA KELAK PARA YAHUDI2 ITU MELANGGAR PERJANJIAN DAMAI DENGAN BERKHIANAT DAN TAK MAU BERTETANGGA DENGAN BAIK:
http://dakwah.info/seerah-nabawiyah/perjanjian-dengan-yahudi/
PERJANJIAN DENGAN YAHUDI
Setelah Rasulullah berhijrah ke Madinah, dan Baginda yakin dengan kekemasan struktur masyarakat baru Islam, dengan tertegaknya kesatuan akidah, politik dan sistem di kalangan umat Islam, Baginda mengalih pandangan untuk menyusun hubungannya dengan golongan “bukan Islam”, tujuan Baginda ialah untuk mewujudkan keamanan, kesejahteraan, kemuliaan dan kebaikan kepada manusia sejagat, di samping menyusun semula daerah al-Madinah dalam satu keharmonian hidup yang tulin, ke arahnya Baginda menggariskan peraturan-peraturan yang bersifat anjal dan toleransi yang belum pernah dinikmati oleh dunia, yang penuh dengan sikap kefanatikan dan ego.
Golongan bukan Islam yang mendampingi Madinah diketika itu ialah golongan Yahudi, sepertimana yang telah kita perkatakan terlebih dahulu, mereka meskipun memendam perseteruan terhadap Islam, namun setakat ini mereka belum lagi memperlihatkan sebarang penentangan atau permusuhan, justeru itu Rasulullah memeteraikan perjanjian dengan mereka dengan memberi kemerdekaan penuh dalam soal agama dan kewangan. Rasulullah langsung tidak mengambil tindakan politik untuk berseteru, menghalau atau merampas harta-harta mereka. Perjanjian yang dimeteraikan itu adalah di antara kandungan perjanjian kaum muslimin sesama mereka, yang telah pun kita perkatakan.
BUTIRAN PERJANJIAN
1. Bahawa kaum Yahudi dari banu Auf adalah satu umat bersama orang-orang mukmin, mereka bebas dengan agama mereka sendiri, dan orang-orang Islam dengan agama mereka, begitu juga orang-orang yang bersekutu dengan mereka, termasuk juga diri mereka sendiri, perkara ini juga untuk bukan Yahudi Banu Auf sahaja.
2. Bahawa orang-orang Yahudi hendaklah membiayai negara seperti mana orang-orang Islam juga hendaklah membiayai negara.
3. Maka hendaklah mereka sama-sama tolong menolong menentang sesiapa jua yang memerangi orang-orang yang menganggotai piagam ini.
4. Maka hendaklah mereka saling nasihat menasihati, saling membuat kebajikan dan bukan dosa.
5. Mana-mana orang tidaklah boleh dianggap bersalah kerana kesalahan yang dilakukan oleh sekutunya.
6. Dan pertolongan hendaklah diberi kepada orang yang kena zalim.
7. Bahawa orang-orang Yahudi hendaklah bersepakat dengan orang-orang mukmin selama mana mereka tidak berada dalam keadaan perang.
8. Bahawa Kota Yathrib adalah terpelihara sepenuhnya tidak boleh dicerobohi oleh mana-mana pihak yang menganggotai piagam ini.
9. Bahawa apa juga kemungkaran (bunuh) atau apa juga pertelingkahan di antara sesama peserta piagam ini sekiranya di khuatiri membawa kepada bencana maka hendaklah dirujuk kepada hukum Allah dan kepada penyelesaian oleh Muhammad Rasulullah (s.a.w).
10. Bahawa tidaklah boleh di beri perlindungan kepada Quraisy (musuh) begitu juga tidak boleh di beri perlindungan kepada orang-orang yang membantunya.
11. Bahawa hendaklah ada janji bantu-membantu mempertahankan kota Yathrib daripada mana-mana pihak yang mencerobohinya. Setiap pihak adalah berkewajipan mengambil bahagian masing-masing tentang satu-satu perdamaian.
12. Bahawa piagam ini tidak boleh di pakai bagi melindungi orang-orang zalim dan yang bersalah.
Dengan termeterainya perjanjian ini maka Madinah dan persekitarannya menjadi sebuah negara yang aman dan damai. Ibu negerinya adalah al-Madinah, pemimpinnya adalah Rasulullah (s.a.w.), kata-kata pemutus dan kekuasaan yang tertinggi adalah kaum muslimin. Dengan itu maka al-Madinah menjadi sebuah ibu negara Islam dengan erti kata yang sebenarnya. Dan untuk memperluaskan daerah keamanan dan kesejahteraan ini di masa hadapan, maka Rasulullah mengadakan perjanjian dengan qabilah-qabilah yang lain berdasarkan keadaan dan suasana, sepertimana yang diperkatakan nanti.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 22, 2011 at 6:33 am
MUDAH2AN KRISTEN KHATOL PAHAM, BAHWA MEREKA MENDAPAT AGAMA BUATAN DARI PARA PEMIMPIN PEMBERONTAK YAHUDI.YANG MENJUAL KENABIAN ISA SETELAH MEREKA “MEMBUNUHNYA”.SERTA MENJUAL KITAB INJIL SETELAH MENGUBAHNYA.DENGAN CARA INILAH MEREKA MEMBOHONGI MANUSIA DISELURUH DUNIA.MENGANGGAP MEREKA KETURUNAN SUCI YANG HARUS DILINDUNGI.PADAHAL SEMUA TIPUAN BELAKA.ANGGUR ASAM (BANI ISRAIL)ITU AKAN DITUAI ANAK MANUSIA DIAKHIR ZAMAN.
KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT.
September 22, 2011 at 3:45 pm
Akhlak Rasulullah saw terhadap Musuh
Shofwan bin Umayyah adalah seorang yang memusuhi Rasululullah saw. Bapaknya, Ummayyah, juga memusuhi Rasulullah. Jadi, komplit sudah. Anak dan bapak sama-sama memusuhi Rasulullah.
Ketika Rasulullah memasuki Makkah dalam peristiwa Fath Makkah (Penaklukkan kota Makkah), banyak orang-orang Quraisy yang merasa ketakutan, bahkan tidak sedikit yang melarikan diri. Mereka takut kalau Rasulullah akan balas dendam atas perbuatan mereka selama ini. Di antara yang melarikan diri adalah Shofwan. Ia pergi menuju Jeddah. Dari Jeddah ia berencana menuju Yaman, dengan menyeberangi lautan. Shofwan merasa bahwa lebih baik ia mati di tengah lautan daripada mati di tangan Rasulullah. Padahal, Rasulullah memaafkan semua orang-orang yang sejak lama memusuhinya. Bahkan, Rasulullah memberi mereka hadiah-hadiah.
Shofwan tetap bersikeras dengan keinginannya. Maka, berangkatlah ia menuju Jeddah.
Pada saat yang sama, Umayr bin Wahb datang kepada Rasulullah. Umayr berkata, ‘Wahai Nabi Allah, sesungguhnya Shofwan sudah melarikan diri darimu. Saat ini ia akan menyeberangi lautan dan ia akan bunuh diri di sana. Maka, berilah ia jaminan keamanan’.
Rasulullah berkata, ‘Dia akan aman’. Umayr berkata, ‘Wahai Rasulullah, berikan padaku tanda jaminan keamananmu’. Maka, Rasulullah memberikan imamah (sorban yang melilit di kepala) yang dipakainya saat itu.
Maka, berangkatlah Umayr menuju Jeddah, menyusul Shofwan. Umayr berhasil menemukan Shofwan, yang saat itu akan menaiki kapal. Lalu Umayr berkata, ‘Wahai Sofyan, demi ayah dan ibuku sebagai tebusannya. Ingatlah dirimu. Jangan kau celakakan dirimu sendiri! Aku datang kepadamu dengan membawa jaminan kemananan dari Rasulullah’. Umayr menunjukkan sorban Rasulullah kepada Shofwan.
Shofwan berkata, ‘Tapi aku kuatir dengan keselamatan diriku’. Umayr berkata, ‘Dia (Rasulullah) lebih lembut dan mulia dari yang kau kira’. Shofwan membatalkan niatnya naik kapal. Lalu, bersama Umayr ia kembali ke Makkah, mendatangi Rasulullah.
Sesampainya di hadapan Rasulullah, Shofwan berkata, ‘Inikah orang yang telah engkau berikan jaminan kemananan?’ Rasulullah menjawab, ‘Benar’. Shofwan berkata, ‘Kalau begitu, beri aku waktu 2 bulan untuk menentukan sikap (apakah masuk Islam atau tidak)’.
Rasulullah menjawab, ‘Engkau aku beri waktu 4 bulan’.
Subhanallah… Begitulah akhlak Rasulullah terhadap musuh-musuhnya.
Rasululullah tidak menekan Shofwan untuk mengambil keputusan dengan cepat, namun memberinya waktu lebih lama dari yang ia minta.
Rasulullah tidak eforia dengan kemenangannya. Rasulullah tidak memanfaatkan posisinya yang ‘di atas angin’ untuk membalas perlakuan buruk para musuhnya.
Rasulullah begitu lembut hatinya dan begitu sempurna pemaafannya.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 22, 2011 at 3:47 pm
RASULULLAH SAW,FIGUR SUAMI TELADAN
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalihah.” (Lihat Shahih Jami’ Shaghir karya Al-Albani)
Di antara keelokan budi pekerti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keharmonisan rumah tangga beliau ialah memanggil ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan nama kesayangan dan mengabarkan kepadanya berita yang membuat jiwa serasa melayang-layang.
Aisyah radhiyallah ‘anha menuturkan: “Pada suatu hari Rasu-lullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya:
“Wahai ‘Aisy (salah satu panggilan kesayangan kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ), Malaikat Jibril ‘alaihissalam tadi menyampaikan salam buatmu.” (Muttafaq ‘alaih)
Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam selaku Nabi umat ini yang paling sempurna akhlaknya dan paling tinggi derajatnya telah memberikan sebuah contoh yang berharga dalam hal berlaku baik kepada sang istri dan dalam hal kerendahan hati, serta dalam hal mengetahui keinginan dan kecemburuan wanita. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menempatkan mereka pada kedudukan yang diidam-idamkan oleh seluruh kaum hawa. Yaitu menjadi seorang istri yang memiliki kedudukan terhormat di samping suaminya.
Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
Suatu ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya.” (HR. Muslim)
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah seperti yang diduga oleh kaum munafikin atau seperti yang dituduhkan kaum orientalis dengan tuduhan-tuduhan palsu dan pengakuan-pengakuan bathil. Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lebih memilih etika berumah tangga yang paling elok dan sederhana.
Diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencium salah seorang istri beliau kemudian berangkat menunaikan shalat tanpa memperbaharui wudhu’.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menjelaskan dengan gamblang tingginya kedudukan kaum wanita di sisi beliau. Mereka kaum hawa memiliki kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjawab pertanyaan ‘Amr bin Al-’Ash radhiyallah ‘anhu seputar masalah ini, beliau jelaskan kepadanya bahwa mencintai istri bukanlah suatu hal yang tabu bagi seorang lelaki yang normal.
Amr bin Al-’Ash radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Siapakah orang yang paling engkau cintai?” beliau menjawab: “‘Aisyah!” (Muttafaq ‘alaih)
Barangsiapa yang mengidamkan kebahagiaan rumah tangga, hendaklah ia memperhatikan kisah- kisah ‘Aisyah radhiyallah ‘anha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana kiat-kiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membahagiakan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata:
“Aku biasa mandi berdua bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu bejana.” (HR. Al-Bukhari)
Rasulullah tidak melewatkan kesempatan sedikit pun kecuali beliau manfaatkan untuk membahagiakan dan menyenangkan istri melalui hal-hal yang dibolehkan.
Aisyah radhiyallah ‘anha mengisahkan:
Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad)
Sungguh! merupakan sebuah bentuk permainan yang sangat lembut dan sebuah perhatian yang sangat besar. Beliau perintahkan rombongan untuk berangkat terlebih dahulu agar beliau dapat menghibur hati sang istri dengan mengajaknya berlomba lari. Kemudian beliau memadukan permainan yang lalu dengan yang baru, beliau berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!”
Bagi mereka yang sering bepergian melanglang buana serta memperhatikan keadaan orang-orang yang terpandang pada tiap-tiap kaum, pasti akan takjub terhadap perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau adalah seorang Nabi yang mulia, pemimpin yang selalu berjaya, keturunan terhormat suku Quraisy dan Bani Hasyim. Pada saat-saat kejayaan, beliau kembali dari sebuah peperangan dengan membawa kemenangan bersama rombongan pasukan besar. Meskipun demikian, beliau tetap seorang yang penuh kasih sayang dan rendah hati terhadap istri-istri beliau para Ummahaatul Mukiminin radhiyallah ‘anhu. Kedudukan beliau sebagai pemimpin pasukan, perjalanan panjang yang ditempuh, serta kemenangan demi kemenangan yang diraih di medan pertempuran, tidak membuat beliau lupa bahwa beliau didampingi para istri-istri kaum hawa yang lemah yang sangat membutuhkan sentuhan lembut dan bisikan manja. Agar dapat menghapus beban berat perjalanan yang sangat meletihkan.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali dari peperangan Khaibar, beliau menikahi Shafiyyah binti Huyaiy radhiyallahu ‘anha. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengulurkan tirai di dekat unta yang akan ditunggangi untuk melindungi Shafiyyah radhiyallah ‘anha dari pandangan orang. Kemudian beliau duduk bertumpu pada lutut di sisi unta tersebut, beliau persilakan Shafiyyah radhiyallah ‘anha untuk naik ke atas unta dengan bertumpu pada lutut beliau.
Pemandangan seperti ini memberikan kesan begitu mendalam yang menunjukkan ketawadhu’an beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selaku pemimpin yang berjaya dan seorang Nabi yang diutus- memberikan teladan kepada umatnya bahwa bersikap tawadhu’ kepada istri, mempersilakan lutut beliau sebagai tumpuan, membantu pekerjaan rumah, membahagiakan istri, sama sekali tidak mengurangi derajat dan kedudukan beliau.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 22, 2011 at 3:49 pm
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berbuat baik kepada terangganya.” (HR Bukhari-Muslim).
“Dan berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau menjadi seorang Muslim.” (HR Ibnu Majah).
Semakin tinggi keimanan seseorang, maka semakin mulia pula akhlaknya kepada siapa pun, termasuk kepada para tetangganya. Keluhuran akhlak seseorang bukti kesempurnaan imannya.
Dalam hadits yang lain, Rasulullah menggambarkan arti pentingnya kedudukan tetangga dengan berpesan. “Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku (untuk berbuat baik) terhadap tentangga, hingga aku yakin ia (seorang tetangga) akan mewariskan harta kepadanya (tetangganya).” (HR Bukhari-Muslim).
Adab Bertetangga yang Sehat
Menurut Syekh Muhammad bin Jamil, ada beberapa etika dan adab pergaulan dengan tetangga yang selayaknya kita perhatikan diantaranya; mencintai kebaikan untuk tetangga kita sebagaimana kita menyukai kebaikan itu untuk diri sendiri. Bergembira jika tetangga kita mendapat kebaikan dan kebahagiaan, serta menjauhi sikap dengki.
Rasulullah SAW mengajarkan dalam haditsnya, “Dan demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, tidaklah seseorang beriman hingga ia mencintai untuk tetangganya, atau beliau berkata, untuk sudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR Muslim).
Saat musibah melanda tetangga sebisa mungkin kita membantunya, baik bantuan materi ataupun dukungan moril. Menghibur dan meringankan beban penderitaannya dengan nasihat, tidak menampakan wajah gembira tatkala dia dirundung duka. Menjenguknya ketika sakit dan mendoakan kesembuhan untuknya serta membantu pengobatannya bila memang dia membutuhkannya.
Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah seorang Mukmin, orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya.” (HR Bukhari).
Menghindari sikap yang dapat menyebabkan tetangga kita merasa tersakiti, baik berupa perbuatan ataupun perkataan. Contohnya, mencela, membeberkan aibnya di muka umum, memusuhinya, atau melemparkan sampah di muka rumahnya sehingga menyebabkan ia terpeleset ketika melewatinya, dan jenis gangguan lainnya.
Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya.” (HR Bukhari).
Kunjungilah tetangga pada hari raya dan sambutlah undangannya jika dia mengundang kita. Pesan Rasulullah, “Hak Muslim atas Muslim yang lain ada lima; menjawab ucapan salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (HR Bukhari).
Bersikap toleran kepada tetangga selama bukan dalam perkara maksiat. Mendidik keluarga kita untuk tidak berkata-kata keras atau berteriak-teriak sehingga mengganggu tetangga. Tidak mengeraskan suara radio atau televisi hingga mengusik ketentraman tetangga, terutama pada malam hari. Sebab, mungkin diantara mereka ada yang sedang sakit, lelah, tidur atau mungkin ada anak sekolah yang sedang belajar.
Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik sahabat adalah yang paling baik terhadap sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik terhadap tetangganya.” (HR Tirmidzi).
Dan hendaklah kita tidak bersikap kikir terhadap tetangga yang membutuhkan bantuan, selama kita bisa membantunya. Rasulullah berpesan, “Janganlah seorang diantara kalian melarang tetangganya untuk meletakkan kayu di tembok rumahnya.” (HR Bukhari).
Memberikan hadiah kepada tetangga, walau dengan sesuatu yang mungkin kita anggap remeh. Karena saling memberi hadiah akan menumbuhkan rasa cinta dan ukhuwah yang lebih dalam. Dengarlah nasihat Rasulullah, “Jika suatu kali engkau memasak sayur, maka perbanyaklah kuahnya, kemudian perhatikanlah tetanggamu, dan berikanlah mereka sebagiannya dengan cara yang pantas.” (HR Muslim).
Menundukkan pandangan terhadap aurat tetangga, dan tidak pula menguping pembicaraan mereka. Apalagi sampai mengintip ke dalam rumahnya tanpa seizinnya untuk mengetahui aib mereka. Allah SWT berfirman: “Dan katakanlah
kepada laki-laki beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka.” (QS An-Nur: 30).
Bersabar dalam menghadapi gangguan tetangga, atau memilih pindah rumah jika memang hal itu memungkinkan. Allah berfirman: “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushshilat: 34).
Membalas kejahatan tetangga dengan perbuatan baik merupakan salah satu etika bertetangga yang diajarkan Islam. Nabi SAW bersabda, “Tiga golongan yang dicintai Allah… dan laki-laki yang memiliki tetangga yang menyakitinya, kemudian ia bersabar menghadapi gangguannya hingga ajal memisahkan mereka.” (HR Imam Ahmad).
Jika tidak mampu bersabar menghadapi gangguan tetangga, sementara kita tidak mungkin pindah rumah, maka coba kita terapkan nasihat Rasulullah berikut ini: “Seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi mengeluhkan tetangganya. Maka Rasulullah menasehatinya,”Pulanglah dan bersabarlah!” Lelaki itu kemudian mendatangi Nabi lagi sampai dua atau tiga kali, maka Beliau bersabda padanya,”Pulanglah dan lemparkanlah barang-barangmu ke jalan!” Maka lelaki itu pun melemparkan barang-barangnya ke jalan, sehingga orang-orang bertanya kepadanya, ia pun menceritakan keadaannya kepada mereka. Maka orang-orang pun melaknat tetangganya itu. Hingga tetangganya itu mendatanginya dan berkata,”Kembalikanlah barang-barangmu, engkau tidak akan melihat lagi sesuatu yang tidak engkau sukai dariku.” (HR Bukhari)
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 22, 2011 at 3:51 pm
Robert Morey yang ingin membandingkan -dengan kecendrungan tentunya- antara Nabi Muhammad Saw. an Nabi Isa As. tidak memperhatikan bahwa keduanya adalah sama-sama utusan Allah, dan keduanya hidup dalam situasi yang sangat bertolak belakang. Nabi Isa As. hidup pada masa bangsa Yahudi sedang dalam cengkraman kekuasaan Romawi. Ajaran yang dibawa beliau juga semata-mata meneruskan ajaran Nabi Musa. Dan satu hal lagi bahwa masyarakat Israel seperti kebiasaannya tidak pernah mau menerima Nabi yang walaupun dari kalangannya sendiri, sehingga dalam kenabiannya Nabi Isa tidak menjadi pemimpin Bangsa Israel sebagaimana Nabi Musa yang menyelamatkan bani Israel dari tangan Fir’aun. Sementara Nabi Muhammad saw, selain seorang Nabi -seperti nabi Musa- juga pemimpin masyarakat Arab, layaknya seorang panglima dalam peperangan, dan kepala pemerintah dalam mengatur negerinya. Oleh sebab itu jika kemudian Nabi menghunus pedang dan menjatuhkan hukuman kepada pelaku kejahatan, hal itu adalah tugas seorang panglima perang dan seorang kepala pemerintahan, dan semua itu menjadi kesatuan ajarannya sehingga umat muslim tidak pernah membedakan antara agama dan negara, apalagi agama dan ilmu pengetahuan. Namun demikian kalaupun Robert Morey berupaya membandingkan antara Isa dan Muhammad, maka kami membatasi hal tersebut, karena ajaran Islam menyatakan bahwa seluruh nabi adalah sama, umat muslim tidak diperkenankan membedakan antara mereka, hal ini tidak saja menjadi perintah al-Qur’an tapi bahkan menjadi salah satu pilar dari enam pilar keimanan dalam Islam.
Masalah-masalah pribadi Rasulullah yang dihujat oleh Robert Morey adalah sebagai berikut :
1. Bahwa Nabi suka marah.
2. Bahwa Nabi tidak suka ditanya.
3. Permintaan membunuh.
4. Nabi memohon ampunan Allah karena ia adalah seorang pendosa.
5. Isu seksual.
Marah
Sebagai seorang pemimpin sekaligus pendidik dan pengajar, maka memarahi para sahabatnya yang berbuat salah adalah suatu hal yang wajar, dan mungkin malah diperlukan. Itulah sebabnya marah yang diperbolehkan dalam agama adalah marah yang karena Allah bukan karena hawa nafsu. Marah yang karena Allah akan ditanggapi sebagai teguran, sementara marah yang karena hawa nafsu akan ditanggapi dengan kemarahan serupa. Jika yang kedua yang terjadi -karena nafsu- maka dapat dipastikan dakwah Rasulullah gagal, tapi toh ternyata yang terjadi adalah sebaliknya, terbukti Rasulullah mampu mengislamkan Madinah dalam waktu 1 tahun. Dalam prakteknya Rasulullah tidak pernah menyebut nama dari sahabat yang ditegurnya, ia seringkali hanya mengatakan “kenapa orang-orang berbuat begini?”.
Bertanya
Rasulullah dikelilingi oleh para sahabat yang sangat kritis. Kehidupan egaliter masyarakat Arab membuat para sahabat tidak pernah segan untuk bertanya, Rasulullah bahkan seringkali mengikuti saran para sahabatnya -seperti cerita Khubbab yang pernah kita ungkap sebelum ini-. Adapun pertanyaan yang tidak diperbolehkan adalah seperti yang seringkali ditanyakan oleh umat Yahudi dan Kristen yang sengaja menyudutkan Rasulullah melalui pertanyaan-pertanyaan. Seperti pertanyaan Yahudi Madinah yang menanyakan: ‘Jika Allah menciptakan alam maka siapa yang menciptakan Allah?”, akhirnya turunlah surat al-Ikhlas, ‘Katakanlah (hai Muhammad) Dia Allah yang Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan… “. Pertanyaan semacam ini tentu saja dilarang oleh Nabi Saw, sebab intinya menyudutkan bukan meminta jawaban. Sedangkan pertanyaan biasa, kita bisa memperhatikan bahwa sebagaian besar ketentuan nabi adalah jawaban atas pertanyaan.
Betulkah nabi memiliki nafsu membunuh?
Dalam menghujat masalah ini, Robert Morey mencontohkan hadits nabi tentang keputusan Rasulullah yang menghukum mati Ka’b ibn Asyraf. Keputusan tersebut adalah keputusan jenius seorang panglima perang dan pemimpin masyarakat, keputusan yang tidak hanya cocok dilakukan pada 14 abad yang lalu, tapi hukum international abad modern pun mengakui bahwa keputusan tersebut sah adanya.
Ka’b bin Asyraf adalah seorang Yahudi dari ayah Arab dan ibu Yahudi. Hartanya yang melimpah membuatnya mampu berbuat apa saja untuk menyetir kaum Yahudi yang tinggal di Madinah. Sebagai anggota komunitas Yahudi di Madinah, Ka’ab bin Asyraf mestinya mentaati perjanjian hidup bersama antara Yahudi dan Muslimin di Madinah yang sudah disetujui kedua belah pihak. Namun yang terjadi justru sebaliknya, kebenciannya kepada Nabi Saw. membuatnya kehilangan akal, segala cara ia lakukan demi menyudutkan Nabi dan kaum muslimin, dari mulai mengejek hingga menghasut masyarakat Quraisy dan Yahudi untuk memerangi Rasulullah dan umatnya. Peringatan sudah disampaikan tapi hanya ditanggapi dingin. Hingga akhirnya, demi menjaga stabilitas Madinah terpaksa penyakitnya harus dibuang. Eksekusi terhadap Ka’b justru dilakukan oleh saudarasaudaranya sendiri dari bani Aus.37
Sejarawan modern H.A. Lammens yang bahkan dari kalangan Yahudi, membenarkan tindakan yang diambil oleh Rasulullah sebagai berikut :
Apabila Muhammad bertindak keras terhadap orang Yahudi, adalah dapat dimaklumi karena mereka telah berkhianat kepadanya, dan jangan dilupakan keadaan negeri Arab yang belum teratur dewasa itu…….Lagi pula ada seorang Nabi Bani Israel membunuh 300 kahin dari negeri Baal dalam suatu hari saja”.38
Bukan hanya itu, hukum international-pun membenarkan tindakan Rasulullah Saw, sebagaimana ditulis Abbas Mahmud al-‘Aqqad dalam bukunya Abqariyyatu Muhammad sebagai berikut :
“Menurut undang-undang International terhadap pelangar-pelanggar yang berkhianat, menipu dan merusak kehormatan kaum wanita seperti Ka’ab bin al-Asyraf ini, dikenakan humum seorang tawanan yang telah berjandi dengan nama kehormatan bahwa ia tidak akan kembali lagi berdiri di medan peperangan pada pihak lawan yang diberinya janji tersebut. Undangundang Internasional dalam hal ini telah mewajibkan kepada orang tersebut dan kepada pemerintah dari orang yang telah berjanji dengan nama kehormatannya itu supaya orang tersebut tidak ditugaskan lagi oleh pemerintahnya untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang bertentangan dengan janji warganya tersebut. Dan apabila orang tersebut melanggar perjanjiannya, apabila ia jatuh lagi ke dalam tawanan pemerintah yang telah melepasnya pertama kali, hilanglah hak orang tersebut sebagai orang tawanan perang, berhaklah pemerintah yang telah menawannya buat kedua kalinya ini untuk mengadilinya seperti mengadili penjahat-penjahat serta menghukumnya dengan hukum mati”.39
Undang-undang modern telah mengizinkan hukuman mati atas seseorang karena kesalahan yang lebih ringan dari apa yang telah dilakukan oleh Ka’ab bin al-Asyraf yang telah menghasut orang, mengumpulkan orang dengan perbuatan dan dengan syair-syair yang amat berpengaruh pada masa itu layak pers masa kini, serta melecehkan kaum wanita-wanita muslimah. Maka dalam putusan Rasulullah tersebut yang ada hanya keadilan dengan kepentingan umum penduduk Madinah.40
Jika dibandingkan dengan Nabi Isa As. maka walaupun beliau (Nabi Isa As) bukanlah seorang kepala pemerintah namun beliau juga menghendaki agar musuhnya ditangkap.
“Siapa yang percaya dan dibabtis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan dihukum” (Markus 16:16).
“Jangan kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang”. (Matius 10: 34).
Kini ada baiknya kita mendengar penuturan ahli sejarah Yahudi Prof. Israel Welfinson sebagai berikut :
“Hendaknya jangan sampai lupa dari ingatan bahwa kerugian kecil yang mengenai orang Yahudi tanah Hijaz adalah amat sedikit sekali dibandingkan dengan faidah yang didapat oleh Yahudi dari kelahiran Islam, karena orang-orang Islam yang masuk kepelbagai negeri telah menolong (menyelamatkan) beribu-ribu orang Yahudi yang tersiar di berbagai propinsi kerajaan Roman Timur, yang telah dan sedang menderita aneka macam siksa yang sakit sekali. Disamping itu hubungan orang Yahudi dengan kaum Muslimin di berbagai propinsi menjadi sebab bangunnya fikiran besar dalam kalangan orang Yahudi yang abadi bekas-bekasnya dalam sejarah kebudayaan Arab dan Yahudi sejak beberapa lamanya.”41
Keputusan yang sama telah dimaklumkan oleh Nabi kepada Asma’ binti Marwan. Maka tentang Asma’ tidak perlu kita bahas lagi, sebab kejadiannya hampir sama.
Memohon Ampunan Allah
Beberapa hadits yang menyatakan Rasulullah berdoa dan memohon ampunan Allah dijadikan alasan bahwa Rasulullah adalah seorang pendosa. Tuduhan ini ia kuatkan dengan beberapa hadits yang dipahami keliru seperti pada hadits tentang air susu onta yang sudah kita bahas sebelumnya..
Memohon ampunan Allah adalah sikap para nabi-nabi yang diajarkan kepada umatnya, dan hal itu sama sekali tidak menunjukkan suatu kelemahan apalagi dikatakan sebagai seorang pendosa. Hanya orang yang suka mendongakkan kepala saja yang mengatakan hal itu sebagai suatu kekurangan.
Nabi Musa As. juga berdoa memohon ampunan Allah atas kesalahan membunuh orang Mesir yang telah membunuh orang Ibrani.42 Nabi Isa As. (Yesus) juga melakukan hal yang sama, sebagaimana doa yang beliau ajarkan kepada para muridmuridnya:
“dan ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni mengampuni orang yang bersalah kepada kami; ” (Matius 6: 12).
Mungkin saja otoritas gereja berkilah bahwa doa di atas hanyalah sekedar ajaran yang tidak menunjukkan bahwa Yesus pernah berdosa, namun demikian tidak ada bukti-bukti yang mengatakan bahwa beliau tidak pernah bersalah, namun sebaliknya beliau malah dibabtis oleh Nabi Yahya, yang melembagakan pembabtisan sebagai simbol pengampunan bagi orang bertobat. Jika pemikiran ungul-mengunggul atau setidaknya membedakan antara para nabi Allah ini dituruti, maka mestinya nabi Yahya lebih suci dari Yesus, sebab Yohaneslah yang membabtisnya di sungai Jordan. Namun demikian pemikiran semacam itu ditolak keras oleh Islam, sebab pada dasarnya mereka semuanya adalah manusia suci ciptaan Allah, dan sebagai ciptaan kesalahan kecil dari mereka mungkin saja terjadi, dan itu tidak mengurangi kredibelitas mereka sebagai pembawa wahyu, justru hal itu menyatakan bahwa mereka hanyalah manusia utusan Allah yang di utus kepada manusia.
Dr. Sanihu Munir, yang juga mengomentari masalah ini, mengutip pernyataan Yesus dalam Naskah Laut Mati yang menyatakan bahwa Yesus memohon ampun kepada Allah atas segala dosa-dosanya, seperti kutipan dalam Rule of Community 11: 9-10, berikut ini:
“Dan saya (saya tergolong) manusia yang jahat dan termasuk dalam kelompok orang yang keji. Ketidak adilan saya, pelanggaran-pelanggaran saya, dosa-dosa saya… (Termasuk) dalam golongan yang hina dan yang berada dalam kegelapan”.43
Hal ini diperkuat dengan pernyataan Yesus, ketika menjawab pertanyaan muridnya yang menyebutnya “guru yang baik”:
Apakah sebabnya engkau katakan aku ini baik? Seorangpun tidak yang baik, hanya Satu, yaitu Allah. ” (Markus 10:18).
Al-Qur’an, yang mencantumkan do’a nabi Adam sebagai bapak manusia, dan menjadi do’a umat Muslim sehari-hari, menyatakan:
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orangorang yang merugi “. (Al-a’raf 7:23).
Apa yang telah dicontohkan oleh para nabi termasuk Yesus dan Rasulullah Muhammad, hendaklah menjadi contoh bagi umat masing-masing. Amatlah naif jika umat nabi Isa tidak mau memohon ampun langsung kepada Allah, karena merasa dosanya sudah ditanggung oleh sang nabi sendiri, padahal Yesus menyatakan :
“Sebab anak manusia akan datang dalam kemuliaan Bapaknya, diiringi malaikat malaikatNya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya “. (Matius 16-27).
Yesus yang dengan tegas menyebut dirinya “anak manusia”, menyatakan bahwa pembalasan (pada hari pembalasan) bagi setiap orang sesuai kesalahan masing-masing. Pembalasan itu termasuk bagi mereka yang menyebut Yesus sebagai “anak Tuhan”, sebab tidak mungkin Yesus yang tidak ingin dikultuskan mau menolong umatnya yang tetap mengkultuskan dirinya. Jadi bagaimana dengan doktrin “dosa warisan” dan “penebusan” lewat pendeta atau Kardinal gay yang baru dilantik di New Hampshire?
Perkawinan Rasulullah
Pembunuhan karakter melalui isu seksual, adalah hal yang biasa dilakukan baik Yahudi maupun Kristen, kita bisa melihatnya dalam Bibel yang berisi Taurat dan Injil. Para nabi seringkali digambarkan melakukan hal-hal yang tidak pantas, seperti incest, mengambil istri orang lain, bahkan Yesus sendiri mereka gambarkan dekat dengan pelacur, bahkan sebagian mereka menuduh Yesus melacur -satu tuduhan yang membuat umat Muslim ikut merasa sakit-. Maka tidak heran jika mereka berusaha membunuh karakter nabi Muhammad seperti yang pernah dilakukan oleh sebagian mereka terhadap nabi dari mereka sendiri.
Masalah istri-istri Nabi seringkali dijadikan sasaran hujatan, dengan meninggalkan fakta-fakta dibalik perkawinan tersebut. Oleh sebab itu dalam tulisan ini kami mencoba menelusuri sejarah Rasulullah yang berkenaan dengan latar belakang perkawinannya, maka kita mendapatkan hikmah dibalik perkawinan beliau.
Perkawinan pertama Rasulullah dengan seorang janda berumur 40 tahun, yaitu Siti Khadijah, yang berlangsung hingga tahun sepuluh kenabian atau tiga tahun menjelang hijrah.44 Pernikahan tersebut berlangsung selama 25 th. sebab beliau menikah usia 25 th, dan menjadi utusan Allah ketika berusia 40 th..
Sepeninggal Khadijah Rasulullah ditawari oleh Khaulah binti Hakim untuk menikahi salah satu dari dua orang wanita, satu perawan (Aisyah), dan satu lagi janda (Saudah), dan Rasulullah menikahi Saudah,45 seorang janda berbadan gemuk.46 -tanpa bermaksud mengecilkan penampilan fisik istri seorang Nabi ini- kedua perkawinan tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah bukan type pengumbar hawa nafsu sebagaimana yang dituduhkan oleh Robert Morey. Lebih dari itu, bahwa Saudah memiliki anak banyak yang membutuhkan pelindung,47 menurut hemat kami, alasan ini merupakan hikmah mendasar dibalik perkawinan beliau dengan Saudah.
Perkawinan ketiga, dengan Aisyah binti Abu Bakar. Pinangan Rasulullah atas Aisyah telah menyelamatkan Abu Bakar dari dilema antara menikahkan putrinya dengan seorang kafir atau mengingkari janjinya kepada Muth’im bin Ady orang tua dari pemuda kafir tersebut yang telah dijanjikan untuk menikahi putrinya. Sungguh beruntung bahwa yang terjadi justru istri Muth’im bin `Ady tidak menghendaki anaknya menikahi Aisyah karena tidak menginginkan anaknya masuk agama baru yang dibawa Nabi, maka pinangan Rasulullah pun diterima.48 Hal itu terjadi pada tahun yang sama -sepuluh kenabian-, namun baru berkumpul pada saat di Madinah -tiga tahun kemudian-. Kebanyakan hadits menyebutkan bahwa pertemuan Aisyah dengan Rasulullah di Madinah saat usia Aisyah 9 th, walaupun ada yang mengatakan berusia 11 th, Zainal Arifin Abbas -penulis “Peri hidup Muhammad Rasulullah Saw”- menyebut usia Aisyah waktu itu antara 12-14 th. Perhitungan usia yang ditulis oleh H. Zainal Arifin Abbas, berdasarkan analisa atas hadits tentang penawaran Khaulah binti Hakim, bahwa penawaran itu terjadl pada th. 10 kenabian, dan Abu Bakar tidak bisa langsung menerima pinangan karena telah menunangkan putrinya dengan putra Muthim bin Ady. Logikanya saat itu usia Aisyah adalah minimal 10 th, karena tidak mungkin Abu Bakar menunangkan putrinya dengan Djubeir bin Muth’im yang berada di front terdepan dari para penentang Rasul sementara beliau menjadi tangan kanan Rasulullah, maka kemungkinan pertunangan tersebut terjadi sebelum Islam (sebelum kenabian), sebab adat seperti itu sudah ada. Hal ini dikuatkan dengan pandangan Arab saat itu yang memandang usia gadis yang pantas untuk menikah adalah antara 11-12 th.49 Menurut perhitungan ini, maka saat pertemuan di Madinah, usia Aisyah antara 14-15 th. Tentang umur Aisyah banyak penulis yang berbeda pendapat, dari usia 9 hingga 15 th.
Sensitifitas modern kadang merasa risih dengan hal ini, tapi hal ini terjadi pada satu komunitas yang memandang usia 9-15 th, adalah usia terendah bagi seorang anak perempuan untuk dikawini, itupun 14 abad yang lalu. Hingga akhir-akhir inipun beberapa komunitas masih memberlakukan adat pernikahan dini. Namun demikian pernikahan anak usia dini adalah lebih baik ketimbang merebaknya pergaulan bebas yang membuat anak usia tersebut sudah tidak ada yang perawan, walaupun secara resmi mereka menikah pada usia 28 ke atas. Toh kenyataannya usia 28 sebagai patokan perkawinan di beberapa negara maju hanya berdasarkan faktor psikologis dan masalah karir serta emansipasi, namun diluar formalitas itu kebejatan seksual merebak dimana-mana pada tingkat yang paling fulgar. Perbandingannya jika ada komunitas (manapun) yang mengawinkan putrinya pada usia dini di Amerika anak usia yang sama sudah tidak perawan lagi. Perbedaan dalam agama, yang satu formal, yang satu lagi zina. Perzinaan sejak dini akan dibawa hingga masa perkawinan, maka akibatnya penyelewengan suami atau istri adalah hal biasa, dan ajaran Yesus yang tidak mengizinkan perceraian menjadi lelucon belaka.
Kembali kepada sejarah Rasul, pada tahun ketiga Hijriah, Putri Umar bin Khattab, Hafshah binti Umar ditinggal mati suaminya Khunais bin Khudzafah setelah perang Badar. Seperti layaknya seorang ayah Umar berusaha mencarikan suami bagi putrinya yang masih berumur 18 th. agar terbebas dari kemurungan yang dideritanya. Upaya selama 6 bulan atau lebih belum menghasilkan apa-apa, hingga pada masanya, ia menawarkan anaknya kepada sahabat Abu Bakar, namun Abu Bakar hanya menjawab dengan diam. Umar lantas menemui `Utsman, namun sahabat ini hanya menjawab: “belum berhasrat menikah saat itu”. Kejengkelan Umar terhadap dua orang sahabat terdekatnya disampaikan kepada Rasulullah, dan beliau menjawab: “Hafshah akan menikah dengan yang lebih baik dari Utsman, dan Utsman akan menikah dengan yang lebih baik dari Hafshah”. Umar tidak pernah menyangka bahwa Rasulullah akan menikahi putrinya, hingga ia bersorak kegirangan mengumumkan kepada para sahabatnya, yang kemudian disambut oleh Abu Bakar juga Utsman. Dan seperti dikatakan oleh Nabi, maka Utsman akhirnya menikah dengan putri beliau; Umi Kultsum.50
Jika kita kembali lagi, pada tahun 1 H. Rasulullah menikahi Aisyah, pada tahun 2 H. Rasulullah menikahkan putrinya Fathimah dengan sahabat Ali bin Abi Thalib, dan pada tahun 3 H. Rasul menikahi Hafshah binti Umar dan menikahkan putrinya Umi Kultsum dengan `Utsman bin Affan. Tidak cukup sampai disini, anak angkatnya Zaid bin Haritsah dinikahkan dengan sepupunya sendiri yaitu Zainab binti Jahsy, serta perkawinan antara warga imigran (muhajirin) dan penduduk Madinah (Anshor). Dari sini kita dapat melihat bahwa perkawinan-perkawinan tersebut nampaknya dilatar belakangi upaya memperkuat barisan dikalangan para sahabat, apalagi bahwa tahun-tahun tersebut adalah awal pembinaan sebuah komunitas baru berdasar Tauhid, maka sangat wajar jika perkawinan menjadi salah satu jalan demi terwujudnya harapan tersebut.
Perkawinan kelima juga dengan seorang janda yaitu Zainab binti Khuzaimah al-Hilaliyah. Sebelumnya telah menikah dengan At-Thufail bin al-Harits bin Abdil Muththolib yang kemudian menceraikannya, lantas dinikahi oleh saudaranya `Ubaidah bin al-Harits yang kemudian meninggal pada perang Badar. Sepeninggalnya Rasulullah menikahi Zainab pada tahun 4 H. Ia dikenal dengan sebutan Ummul Masakin (Ibu orangorang miskin), karena kedekatan dan kasih sayangnya terhadap orang-orang miskin. Pernikahannya tidak berlangsung lama sebab dua atau tiga bulan setelah perkawinannya ia meninggal.51
Pada tahun yang sama, Rasulullah mengawini seorang janda lain yaitu Ummi Salmah yang nama aslinya Hindun binti Umayyah bin al-Mughirah, sebelumnya dipinang oleh Abu Bakar dan Umar, namun ia tidak berkenan. Bahkan ketika Rasulullah meminangnya, ia menjawab bahwa ia minder karena sudah berumur dan memiliki banyak anak. Hal ini dapat dimaklumi sebab dikalangan istri-istri Rasulullah terdapat Aishah yang masih muda dan cantik. Mendengar jawaban ini Rasulullah menjawab: `Jika engkau berumur, maka aku lebih tua darimu, soal minder biarlah Allah yang menghilangkannya dari dirimu, adapun masalah tanggungan keluarga (anak-anak) serahkan kepada Allah dan Rasulnya”.52
Dalam pembentukan komunitas baru yang menjadikan keluarga dan perkawinan sebagai salah satu instrumennya, maka perhatian terhadap janda dan anak-anak yang ditinggal ayah mereka yang syahid akibat peperangan adalah suatu yang sudah semestinya, apalagi kesempatan mendapatkan kebutuhan seharihari ditanah yang gersang tidaklah semudah yang dibayangkan, tidak heran jika ada yang menjual manusia dipasar budak demi mencukupi kehidupan sehari-hari. Langkah Rasulullah yang juga diikuti para sahabatnya untuk memperhatikan para janda dan anak-anaknya, tampak dalam beberapa perkawinan yang kita sebutkan di atas, begitu juga dengan apa yang akan kami bahas berikut ini.
Pada th. 5 H. (th. 18 masa kenabian) Rasulullah menikahi, Zainab binti Jakhsy, setelah diceraikan oleh Zaid bin Haritsah. Seperti yang telah kita bahas pada kajian tentang perbudakan, bahwa Zaid yang diangkat anak oleh Rasulullah pada masa sebelum kenabian, dinikahkan dengan kerabat Rasulullah Zainab yang tentu saja memiliki nasab tinggi dikalangan Quraisy-dari pihak ibu Zainab adalah sepupuh nabi atau cucu Abdul Mutholib-. Pada masa itu masalah nasab (keturunan) sangatlah diperhatikan oleh masyarakat Arab. Pencapaian ketinggian derajat nasab seringkali diupayakan melalui perkawinan, maka tidak heran jika satu orang bisa memiliki istri banyak, bukan sekedar karena mereka suka, tapi para istri memiliki kepentingan sendiri dengan pernikahan tersebut, termasuk untuk masalah nasab, apalagi bahwa penghormatan kepada wanita pada masa itu amatlah rendah. Fenomena tersebut tldaklah aneh saat itu, karena bangsa lain juga memiliki adat yang tidak jauh berbeda. Bahkan hingga saat ini masalah keturunan sangat diperhatikan, terlepas dari pandangan yang melatar-belakangnya: apakah karena status sosial, kekayaan, atau kebangsawanan; dikalangan muslim sebagian memandang nasab berdasarkan kesalehan beragama. Kembali pada masalah perkawinan Zainab, Rasulullah yang ingin merombak adat tersebut, demi tujuan pokok menyamakan umat manusia dihadapan Allah (tauhid), mencoba mempertemukan antara bangsawan dan budak (walaupun sudah diangkat anak), rupanya hal itu belum mampu meruntuhkan rasa kebangsawanan Zainab hingga perkawinan tersebut gagal. Namun demikian tanggungjawab Rasulullah menghendaki beliau untuk menikahinya. Lain dari pada itu bahwa pernikahan tersebut atas perintah langsung dari Allah, sebab sebelumnya setiap kali Zaid mengadu kepada Rasulullah atas sikap Zainab, Rasulullah menasehatinya agar mempertahankan perkawinannya serta takut kepada Allah.53 Dengan begitu, tidak hanya masalah tanggung jawab Rasulullah mengembalikan Zainab yang merasa martabatnya telah terendahkan, namun menjadi panutan hukum bahwa anak angkat tidaklah sama dengan anak kandung, maka istri yang telah diceraikannya boleh dinikahi bapak angkatnya. Namun sebaliknya wanita yang diceraikan oleh seseorang tidak boleh dikawini anaknya. Tentang hukum perkawinan bukan tempatnya untuk kita bahas di sini.
Menurut Ibnu Ishaq, seorang dari sejarawan awal Muslim, Pada tahun ke 6 H. terjadi peperangan antara kaum Muslim dengan kaun Yahudi Bani Mushthaliq. Akibat peperangan ini, sebagaimana hukum peperangan yang berlaku saat itu, mereka yang kalah menjadi tawanan dan budak bagi pemenang. Diantara mereka yang tertawan adalah Juwairiyah binti al-Harits, seorang putri dari al-Harits bin Abi Dlorror pemimpin Bani Mushtholiq. Sebagai putri seorang terpandang Juwairiyah tidak rela dirinya dijadikan budak, maka ia berniat menebus kepada Tsabit bin Qois yang kebetulan saat pembagian harta rampasan mendapat dirinya. Karena tidak memiliki harta lagi, maka ia pergi menghadap Rasulullah agar dibantu melunasi tebusan tersebut.54 Rasulullah yang telah mengajarkan kepada para sahabatnya agar mendidik budak dan kalau bisa memerdekakan dan menikahinya (lihat bahasan tentang perbudakan), memberikan contoh dengan memerdekakan Juwairiyah dan menawarkan pinangannya, ternyata Juwairiyah mengiyakan. Dengan persetujuan Juwairiyah ini maka Rasulullah menikahinya, dan dengan pernikahan tersebut para sahabat mengembalikan harta rampasan perang, sekaligus memerdekakan ± 100 keluarga. Ibnu Ishaq mengomentari: “Saya tidak pernah melihat keberkahan seseorang atas kaumnya melebihi Juwairiyah”.55
Pada tahun ketujuh H, terjadi perang Khaibar. Pada saat penyerbuan ke benteng al-Qomush milik bani Nadlir, pemimpin benteng ini yaitu Kinanah bin Rabi’ suami Shofiyah binti Hay terbunuh. Dan istrinya juga istri-istri bani Nadlir yang lain menjadi tawanan. Dan seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah terhadap bani Mushtholiq, maka Rasulullah menikahi Shofiyah. Menurut keterangan Shofiyah sendiri, yang diceritakan oleh Ibnu Ishaq bahwa sebelum kejadian ini ia telah bermimpi melihat bulan jatuh di kamarnya. Ketika mimpi tersebut diceritakan kepada suaminya, ia malah mendapat tamparan dan dampratan, “Itu berarti engkau menginginkan raja Hijaz Muhammad”, kata suaminya.56 Tentang apakah harta dikembalikan dan tawanan dibebaskan dengan perkawinan ini, tidak kami dapatkan keterangan yang jelas, namun diceritakan bahwa mahar perkawinan tersebut adalah pembebasan Shofiyyah. 57 Walaupun masih muda, usia 17 th, tapi sebelumnya Shofiyah telah menikah dua kali, dengan Salam bin Misykarn kemudian dengan Kinanah bin Rabi’. 58
Dari dua perkawinan di atas, dapat kita lihat bahwa upaya pembebasan perbudakan -akibat peperangan- lebih menonjol ketimbang masalah lainnya. Disisi lain dua pernikahan ini semakin mengokohkan kedudukan Muslim dalam rangka pembentukan komunitas bersama yang tidak saling bermusuhan. Selanjutnya, bahwa melihat usia Shofiyah yang masih 17 th. dan sudah menikah dua kali, setidaknya menunjukkan bahwa selain masyarakat Arab, komunitas Yahudi yang tinggal di Khaibar juga memiliki adat mengawinkan seorang wanita sejak masih dini.
Pada saat kedudukan kaum Muslimin di Madinah mulai menguat di jazirah Arab, Rasulullah mengirimkan utusan ke Habasyah (Etiopia) memanggil para emigran Muslim yang hijrah ke Habasyah pada masa awal kenabian (periode Makkah). Diantara para emigran tersebut terdapat Ummu Habibah yang menjadi janda karena tidak ingin berkumpul dengan suaminya yang murtad, yaitu Abdullah bin Jahsy. Ummu Habibah yang tidak memiliki tempat kembali, tidak mungkin ke keluarganya di Makkah sebab ia hijrah ke Habasyah karena masuk Islam dan lari dari keluarganya, sedang di Madinah ia tidak tahu harus ke mana. Beruntung bahwa surat Rasulullah yang memanggil mereka melalui Raja Najasyi, disertai pinangan terhadap Ummu Habibah. Pinangan tersebut bahkan diwakili oleh Najasyi sediri dan memberikan mahar sebesar 400 dirham. Adapun yang menikahkan adalah Kholid bin Sa’id bin ‘Ash. Rombongan yang dipimpin Oleh Ja’far bin Abi Thalib ini datang bersamaan dengan kepulangan Rasulullah dari perang Khaibar.59
Pada tahun ketujuh Hijriah ini juga, utusan Rasulullah ke Iskandariah-Mesir telah datang dengan membawa hadiah dua orang budak dari Mesir, yang pertama bernama Maria binti Syam’un dan Sirin. Yang pertama dinikahi oleh Rasulullah dan yang kedua diberikan kepada Hassan bin Tsabit.60 Seperti yang telah kita bahas sebelum ini, bahwa Rasulullah yang mengajarkan agar para budak dididik kemudian dibebaskan dan dinikahi, dicontohkan sekali lagi oleh Rasulullah. Maria alQibthiah yang menjadi budak di Iskandariah, kini menjadi istri seorang pemimpin besar di tanah Hijaz. Ia bahkan telah memberikan keturunan yang diberi nama Rasulullah seperti nama kakeknya “Ibrahim”, walaupun tidak berusia panjang. Rasulullah menyatakan : “Ia telah dimerdekakan oleh anaknya”. 61
Para istri nabi -termasuk yang sebelumnya menjadi budak-, mendapat penghormatan yang tinggi dikalangan para sahabat dan umat Muslim, maka tidak mengherankan jika banyak wanita yang ingin dinikahi oleh nabi. Salah satu dari mereka adalah Maimunah yang dalam al-Qur’an disebut “Seorang wanita mu’min yang menyerahkan dirinya kepada nabi”.62 Penawaran itu dilakukan oleh Maimunah melalui saudaranya Ummul Fadl, kemudian Ummul Fadl menyerahkan masalah ini kepada suaminya yaitu Abbas bin Abdil Muththolib (paman nabi). Maka `Abbas menikahkan Maimunah kepada Rasulullah dan memberikan mahar kepada Maimunah atas nama Nabi sebesar 400 dirham. Pernikahan ini terjadi pada akhir tahun ke 7 H. tepatnya pada bulan Dzul-Qo’dah.63 Selain Maimunah masih banyak wanita lain yang ingin dinikahi oleh Nabi, tapi beliau menolak. Jika dilihat dari seluruh pernikahan nabi seperti yang telah kita bahas, maka penolakan nabi tersebut agaknya lebih dilandaskan pada sisi kemanfaatan dan kemaslahatan, baik bagi umat maupun bagi wanita itu sendiri. Hal ini sekaligus menampik tuduhan bahwa perkawinan Rasulullah dilandaskan pada kepentingan pemuasan seksual.
Dalam tuduhannya Robert Morey menyatakan :
Para wanita pemuja Muhammad juga menawarkan diri mereka sebagai penghuni harem Muhammad.64
Ia kemudian menyitir sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari sebagai berikut:
Seorang wanita menghadap pada nabi Allah sambil berkata, “Wahai Rasul Allah! Saya ingin menyerahkan diri saya untukmu” (Hadits III/505A).65
Hadits yang disitir oleh Robert Morey ini sebenarnya belum selesai, artinya dipotong. Padahal hadits ini selengkapnya berbunyi seperti berikut ini :
…dari Sahal bin Sa’ad, ia rnengatakan : seorang wanita menghadap kepada Rasulullah sambil berkata : “Wahai Rasulullah saya menyerahkan diri saya kepadamu”. Kemudian seseorang berkata: “Nikahkan aku dengannya”. Berkata (Rasulullah): “Kami telah meniikahkanmu dengan hafalan al-Qur’an yang engkau miliki “. (HR. Bukhari).66
Hadits ini ditulis Imam Bukhari untuk masalah hukum perwakilan dalam masalah pernikahan. Hadits yang sama dari Sahal bin Sa’ad tentang kasus yang sama ditulis Imam Bukhari sebanyak 12 kali dalam kitabnya. Kecuali hadits di atas, haditshadits lain tersebut ditulis selengkapnya oleh Imam Bukhari, maksudnya percakapan lebih lengkap dalam kejadian tersebut, yang intinya bahwa Nabi tidak berkepentingan untuk menikahi wanita tersebut, dan salah satu sahabat meminta Nabi untuk menikahkan wanita tersebut dengan dirinya, karena si lelaki tersebut tidak memiliki mahar berupa harta maka ia ditanya apa memiliki hafalan surat-surat al-Qur’an, dan surat yang ia hafal itu ia dinikahkan oleh nabi.
Semua hadits yang menerangkan kejadian adanya seorang wanita yang menawarkan dirinya kepada nabi, maksudnya menawarkan untuk dinikahi. Salah seorang dari mereka yang diterima oleh Nabi adalah Maimunah, adik dari istri paman nabi sendiri. Robert Morey tampaknya sengaja memaknai hadits-hadits dengan kata-kata fulgar layaknya sebuah harem yang digambarkannya seperti rumah pelacuran. Kesengajaan ini tampak jelas ketika memotong hadits yang disitirnya. Maha benar Allah yang mengabarkan kepada kita melalui al-Qur’an, bahwa para ahli kitab seperti Robert Morey selalu menutupi kebenaran yang ia ketahui.
Tentang jumlah istri, di mana sebagian menyebut 9, sebagian menyebut 11, tidak bisa di artikan bahwa sisa hitungan dari sembilan adalah partner seksual, seperti yang dituduhkan oleh Robert Morey67 Perhitungan sembilan karena tidak memasukkan Shofiyah dan Juwairiyah -keduanya adalah rampasan perang sebelum dinikahi-, serta Maria yang sebelumnya adalah budak. Sedang hitungan 11 tidak memasukkan Maria al-Qibthiyah yang memang sebelumnya adalah budak dari Iskandaria, itulah sebabnya banyak penulis klasik yang menyebutnya ummul walad (ibu dari anak), walaupun Rasulullah sendiri menyatakan “ia dlmerdekakan oleh anaknya” artinya Maria yang telah memberikan keturunan bagi Rasulullah telah dimerdekakan oleh beliau. Jumlah seluruhnya yang pernah ditulis dalam kitab-kitab sejarah menurut hitungan kami sebanyak 12 orang.
Pandangan seseorang terhadap sesuatu seringkali dipengaruhi oleh latar belakang budayanya. Pandangan negatif masyarakat barat terhadap Nabi, terlepas dari apa yang dihembuskan oleh Gereja sejak berabat-abat lalu, juga dipengaruhi oleh latar belakang budayanya. Dengan latar belakang kehidupan yang sangat bebas dalam pergaulan antar jenis yang bahkan kebablasan antar sejenis, akan mudah menuduh nabi-nabi mereka sendiri melakukan incest dan melacur, dan tentunya akan lebih mudah berpandangan miring terhadap seseorang yang beristri hingga sembilan lebih Namun tidak demikian bagi masyarakat yang masih menjaga kesucian hubungan antar lawan jenis. Apalagi jika ternyata kebanyakan dari para Istri tersebut adalah janda dan cuma satu yang gadis. Akal sehat pasti mengatakan ada sesuatu niat mulia dibalik perkawinan itu, tapi akal bejat akan menyayangkan kenapa tidak memilih seluruhnya perawan. Maka tidak heran jika hujatan terhadap nabi jarang keluar dari masyarakat timur. Hal ini dapat dimaklumi sebab ditimur memang gudangnya etika dan pemikiran religius yang dapat membentengi kerusakan moral. Maka jika Gereja timur ikut-ikutan menghujat para nabi-nabi, pastilah akibat pengaruh dari kiblat modern mereka.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 22, 2011 at 4:03 pm
Penghujat Islam bertanya soal Moral Nabi Muhammad saw Muslim Menjawab
Antek FFI :
Bbrp kelakuan/moral/sunnah muhammad yg menjadi pertanyaan di jaman skrg:
- bininya seabreg
- mengawini anak2 umur 9 taun
- menggauli tanpa nikah maria budak hafsah yg cantik jelita
muslim menjawab :
memperhatikan perilaku netter Kristen yang suka meributkan persoalan di atas.
1. sering meributkan soal istri yang banyak pada Muhammad saw tetapi membutakan mata terhadap Salomo yang beristri ‘biangnya seabrek’
2. meributkan soal pernikahan dengan Aisyah (yang soal umur tersebut masih ‘diperdebatkan’) tetapi membutakan mata terhadap berapa usia Maria (yang sekitar 12 tahun ) yang dinikahi Yusuf (sekitar 90 tahun)
3. meributkan soal maria budak Hafsah tetapi mereka membutakan terhadap AbrahAm yang punya 2 gundik (versi alkitab) dan yakub yang menggauli Budaknya, yang akhirnya melahirkan beberapa ‘suku utama’ diantara orang Israel.
jadi jelas orang yang meributkan demikian hanya orang-orang yang suka menerapkan standar ganda
untuk lebih jelas mengenai persoalan diatas
point 1 dan 3 tercatat didalam alkitab
sedangkan point no 2 link ini bisa bermanfaat
untuk linknya bisa dibaca disini
http://www.newadvent.org/cathen/08504a.htm
…
Mary, then twelve to fourteen years of age. Joseph, who was at the time ninety years old, went up to Jerusalem among the candidates…that St. Joseph was an old man at the time of marriage with the Mother of God.
….
untuk lebih jelas lagi juga bisa baca disini
http://datakristen.blogspot.com/2007/09/apakah-yusuf-suami-maria-pedofilia.html
topik tersebut coba dijawab oleh david, netter FFI
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=28799&sid=9146c42c2106b7a5468891590e43f154
argumentasi bantahannya adalah “kamu juga’
david salah memahami masalah tersebut, dalam hal ini muslim tidak berargumentasi “kamu juga’ tetapi kalau “muhammad dipersoalkan kenapa mereka membutakan diri terhadap ‘orang-orang pilihan’ lainnya yang melakukan seperti Muhammad?
jadi asumsi pembelaan muslim yang dianggap Maling kemudian membela diri ‘dia maling juga’ adalah salah besar, yang tepat kalau mereka menganggap “muslim maling” maka apakah ia juga berani menyatakan kalau manusia-manusia Pilihan Tuhan itu juga “maling”?
antek FFI mencoba membela peryataannya:
tapi mereka kan bukan orang berakhlak mulia?
Muslim menjawab :
apakah Abraham, Salomo, Yusuf suami Maria adalah orang-orang bejat menurut ‘yang ngeles’?
bukan manusia-manusia pilihan Tuhan?
antek FFI :
Waktu muhammad ngomong kristen & yahudi itu = babi & monyet itu menghina ga ya ???
Moslem menjawab :
waktu Yesus mengatai orang Farisi dan Saduki sebagai keturunan ular beludak ,itu menghina nggak ?
kalau ALkitab tertulis Yahudi tidak lebih baik dari Lembu itu menghina ttidak yach?
sekali lagi apa yang mempersoalkan masalah tersebut tidak sedang menggunakan standa ganda?
Ini maksud ente muhammad memakai kekerasan utk membela diri khan? Tapi bahkan setelah muhammad mempunyai kedudukan yg kuat & mempunyai banyak pengikut, kekerasan muhammad makin menjadi2.
Muhammad & tentaranya memerangi negara2 kapir tetangganya yg ga mau masuk islam. Banjir darah lagi, ck ck
sewaktu Musa mempunyai kedudukan kuat dan banyak pengikut ia menggunakan kekerasan atau tidak?
memerangi negara-negara tetangga atau tidak?
jadi yang seperti Musa itu Yesus atau Muhammad?
maka ia sedang menggunakan standar obyektif atau standar ganda, dengan membutakan diri terhadap ‘perilaku Musa’ dan yang tercatat didalam alkitab?
kalau mau menuduh dan mempertanyakan ‘mikir’ dahulu standar yang anda gunakan tersebut standar Obyektif atau standar kaca-mata Kuda!
= standar yang anda gunakan standar tinggi atau standar ‘rendahan’?
kembali ke pertanyaan Antek FFI sebelumnya
===
- bininya seabreg
===
Muslim menjawab :
Rasulullah menjalani monogami—tidak menikah lagi—selama 25 tahun bersama Khadijah. Tidak ada satu pun petunjuk bahwa selama bersama Khadijah, Rasulullah pernah menyatakan niat untuk melakukan poligami atau tergoda dengan perempuan lain. Kesetiaan terhadap Khadijah dijalaninya selama 25 tahun masa pernikahan hingga Khadijah wafat.
Jika Rasulullah mau poligami di masa itu, di saat masih muda dan prima, tentu Rasulullah akan mudah untuk melakukannya. Terlebih sejumlah pemimpin suku Quraisy pernah merayu Beliau dengan tawaran perempuan-perempuan paling cantik seantero Arab sekali pun agar Rasulullah mau menghentikan dakwahnya. Tawaran yang di saat sekarang ini sangat menggiurkan, sebuah tawaran yang banyak sekali membuat pejabat, Raja, Presiden, dan bangsawan jatuh dari kursi kekuasaannya, tidak membuat Rasulullah bergeming. Rasulullah tetap setia pada Khadijah dan Dakwah Islam.
Ketika Khadijah wafat di kala Rasulullah berusia 50 tahun, beberapa waktu dilalui Rasulullah dengan menduda. Barulah di saat usia beliau menginjak 51 atau dilain kisah ada yang menulis 52 tahun, maka Rasulullah mengakhiri masa dudanya dengan menikahi Aisyah yang baru berusia 9 tahun (ada catatan lain yang mengatakan Aisyah ketika dinikahi Rasulullah berusia 19 tahun). Namun pernikahan dengan Aisyah ini baru disempurnakan ketika Beliau hijrah ke Madinah.
Setelah dengan Aisyah, Rasulullah yang telah berusia 56 tahun menikah lagi dengan Saudah binti Zam’ah, seorang janda berusia 70 tahun dengan 12 orang anak. Setelah dari Saudah, Rasulullah kembali menikah dengan Zainab binti Jahsyi, janda berusia 45 tahun, lalu dengan Ummu Salamah (janda berusia 62 tahun). Di saat berusia 57 tahun, Rasulullah kembali menikahi Ummu Habibah (janda 47 tahun), dan Juwairiyah binti Al-Harits (janda berusia 65 tahun dengan telah punya 17 anak).
Setahun kemudian Rasulullah kembali menikahi Shafiyah binti Hayyi Akhtab (janda berusia 53 tahun dengan 10 orang anak), Maimunah binti Al-Harits (janda berusia 63 tahun), dan Zainab binti Harits (Janda 50 tahun yang banyak memelihara anak-anak yatim dan orang-orang lemah).
Setahun kemudian, Rasulullah menikah lagi dengan Mariyah binti Al-Kibtiyah (gadis 25 tahun yang dimerdekakan), lalu Hafshah binti Umar bin Khattab (janda 35 tahun, Rasulullah berusia 61 tahun), dan ketika berusia 61 tahun itulah Rasulullah baru menyempurnakan pernikahannya dengan Aisyah, saat mereka telah hijrah ke Madinah.
Dalam setiap pernikahan poligami yang dilakukan Rasulullah SAW terdapat keistimewaan-keistimewaan dan situasi khusus sehingga Allah mengizinkan Beliau untuk itu. Dari segala catatan yang ada, tidak pernah ada satu catatan pun yang menyatakan bahwa pernikahan poligami yang dilakukan Rasulullah disebabkan Rasulullah ingin menjaga kesuciannya dari perzinahan atau dari segala hal yang berkaitan dengan hawa nafsu. Maha Suci Allah dan Rasul-Nya.
Antek FFI
===
menggauli bocah 9 tahun
=====
Muslim menjawab :
Allah SWT memerintahkan langsung kepada Rasululah SAW agar menikahi gadis ini. Pernikahan Rasululah dengan Aisyah r. A. Merupakan perintah langsung Allah SWT kepada Rasulullah SAW lewat mimpi yang sama tiga malam berturut-turut (Hadits Bukhari Muslim). Tentang usia pernikahan Aisyah yang katanya masih berusia 9 tahun, ini hanya berdasar satu hadits dhaif yang diriwayatkan oleh Hisyam bin ‘Urwah saat beliau sudah ada di Iraq, dalam usia yang sangat tua dan daya ingatnya sudah jauh menurun. Mengenai Hisyam, Ya’qub ibn Syaibah berkata, “Apa yang dituturkan oleh Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang dipaparkannya ketika ia sudah pindah ke Iraq. ” Malik ibnu anas pun menolak segala penuturan Hisyam yang sudah berada di Iraq.
Oleh para orientalis, hadits dhaif ini sengaja dibesar-besarkan untuk menjelek-jelekan Rasulullah SAW.
Menurut beberapa kajian-kajian semacam al-Maktabah Al-Athriyyah (jilid 4 hal 301) dan juga kajian perjalanan hidup keluarga dan anak-anak dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, maka akan diperoleh keterangan kuat bahwa Asiyah sesungguhnya telah berusia 19-20 tahun ketika menikah dengan Rasululah SAW. Suatu usia yang cukup matang untuk menikah.
antek FFI
=====
memerintahkan pembunuhan thd kapir yg menolak islam
====
Muslim menjawab :
Al-Qur’an;
Bahwasanya, barangsiapa membunuh suatu jiwa, padahal dia tidak membunuh jiwa atau tidak membuat kerusuhan di permukaan bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (al-Maidah: 32)
Muhammad SAW;
“Barangsiapa membunuh seorang kafir ahdi, maka dia tidak akan mencium bau sorga, sedang bau sorga itu tercium sejauh perjalanan 40 tahun.” (Riwayat Bukhari dan lain-lain)
Muhammad SAW;
“Barangsiapa membunuh seorang laki-laki dari ahli dzimmah, maka dia tidak akan mencium bau sorga.” (Riwayat Nasa’i)
antek FFI
===
ngembat zainab mantunya sendiri
====
Pada awalnya, Zainab di lamar-kan oleh Rasulullah sendiri untuk anak angkatnya Zaid bin Haritsah.
Zaid yang asalnya hanya seorang budak belian, memiliki kulit yang hitam, dan hidungnya tidak begitu mancung.
Rasulullah bersabda kepada Zainab, “Aku rela Zaid menjadi suamimu”. Maka Zainab berkata: “Wahai Rasulullah akan tetapi aku tidak berkenan jika dia menjadi suamiku, aku adalah wanita terpandang pada kaumku dan putri pamanmu, maka aku tidak mau melaksanakannya. Maka turunlah firman Allah (artinya):
“Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan–urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. (Al-Ahzab:36).
Akhirnya Zainab mau menikah dengan Zaid karena ta’at kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, konsekuen dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara orang yang satu dengan orang yang lain melainkan dengan takwa.
Akan tetapi kehidupan rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidakcocokan mewarnai rumah tangga yang terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum jahiliyah dalam perkawinan.
Tatkala Zaid merasakan betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dengan memohon izin kepada Rasulullah untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda: “Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah”.
namun, pernikahan tidak dapat dipertahankan dan akhirnya perceraian ter-jadi juga.
Kemudian Allah memerintahkan kepada beliau untuk menikahi Zainab untuk merombak kebiasaan jahiliyah yang mengharamkan menikahi istri Zaid yang anak angkat, sebagaimana anak kandung.
Maka Allah ‘Azza wajalla menurunkan ayat-Nya:
“Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya:”Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk mengawini ( istri-istri anak-anak angkat itu ) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi”. (Al-Ahzab:37).
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 23, 2011 at 5:06 am
Dedengkot Kafir percaya , Muhammad tidak pernah bohong
1. Abu Lahab yang direcord dlm Quran pun percaya Muhammad bukan pembohong.
Sahih Bukhari, Volumn 006, Book 060, Hadith Number 293.
—————————————–
Narated By Ibn Abbas : When the Verse: ‘And warn your tribe of near-kindred, was revealed, the Prophet ascended the Safa (mountain) and started calling, “O Bani Fihr! O Bani ‘Adi!” addressing various tribes of Quraish till they were assembled. Those who could not come themselves, sent their messengers to see what was there.
Abu Lahab and other people from Quraish came and the Prophet then said, “Suppose I told you that there is an (enemy) cavalry in the valley intending to attack you, would you believe me?” They said, “Yes, for we have not found you telling anything other than the truth.”
He then said, “I am a warner to you in face of a terrific punishment.” Abu Lahab said (to the Prophet) “May your hands perish all this day. Is it for this purpose you have gathered us?” Then it was revealed: “Perish the hands of Abu Lahab (one of the Prophet’s uncles), and perish he! His wealth and his children will not profit him…” (111.1-5)
Abu Lahab dan orang2 Quraisy lainnya datang dan Nabi Bersabda :”Andaikan aku katakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda di lembah hendak menyerang kalian, akankah kalian percaya pada saya ?” mereka berkata “YA, sebab kami tidak pernah menemukan mu mengatakan sesuatu kecuali pasti kebenaran”
“Dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud bahwasanya Abdulah bin Abbas memberitahukan kepadanya bahwasanya Abu Sufyan bin Harb menceritakan kepadanya bahwa Heraklius minta kedatangannya serta rombongan dagang Quraisy di Syam pada masa Rasulullah saw. membuat gecatan senjata kepada Abu Sufyan dan kafir Quraisy. Maka mereka (rombongan itu) datang kepada Heraklius di Ilia lalu Heraklius memanggil mereka dan disekelilingnya para pembesar Rumawi kemudian ia memanggil mereka dan juga memanggil penterjemah.
Heraklius berkata: “Siapakah diatara kalian yang paling dekat nasabnya dengan laki-laki yang mengaku dirinya Nabi?”
Lalu Abu Sufyan menjawab: “Sayalah yang paling dekat diantara mereka” Heraklius berkata: “Dekatkanlah kepadaku, dekatkanlah teman-temannya lalu jadikan mereka di belakangnya.” Kemudian ia berkata kepada penterjemahnya: “Katakan lah kepada mereka bahwasanya saya bertanya kepada orang ini tentang laki-laki itu. Jika ia berdusta kepadaku maka dustakanlah ia. Demi Allah seandainya tidak malu karena menganggap saya berdusta niscaya saya berdusta tentang ia (Muhammad). Yang pertama kali ditanyakan kepada saya tentang dia adalah: “Bagaimana nasabnya diantara kalian?” Saya menjawab: “Di kalangan kami dia orang yang bernasab (bangsawan)”. Ia berkata: “Pernahkah seorang diantaramu yang mengatakan perkataan ini sebelummu?” Saya menjawab:”Tidak”.
Ia berkata: Apakah nenek moyangnya ada yang menjadi raja?”.
Saya menjawab: “Tidak”.
Ia berkata: “Pengikutnya orang-orang mulia atau orang-orang lemah dantara mereka?”.
Saya menjawab: “Orang-orang lemah “
Ia berkata:”Apakah mereka bertambah-tambah atau berkurang-kurang?”. Saya menjawab:”Bahkan mereka bertambah”.
Ia berkata:”Apakah ada seseorang diantara mereka yang benci kepada agamanya sesudah ia memasukinya?”.
Saya berkata:”Tidak ada”. Ia berkata: “ Apakah dia berkhianat?”.
Saya menjawab: “Tidak, dan kami dalam masa gencatan dimana kami tidak mengetahui apa yang ia lakukan dalam masa ini, dan tidak mungkin bagi saya untuk memasukkan kalimat sedikitpun selain kalimat ini.”
Ia berkata: “Bagaimanakah peperanganmu terhadapnya?.” Peperangan diantara kami dan dia silih berganti, ia menang atas kami dan kami menang atasnya”.
Ia berkata: “Apakah yang ia perintahkan kepadamu?.”
Saya menjawab: Ia berkata: “Sembahlah Allah sendiri dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan tinggakanlah apa yang dahulu selalu disembah oleh nenek moyangmu”.
Ia menyuruh kami untuk shalat, jujur, menjaga diri dan menyambung (persaudaraan).
Kemudian ia berkata kepada juru bahasanya: “Katakanlah kepadanya: “Sesungguhya saya bertanya kepadamu tentang nasabnya (keturunanya), lalu kamu menyebutkan bahwa dia di kalanganmu yang yang bernasab (bangsawan), dan demikianlah para rasul itu diutus dikalangan orang-orang bernasab di kaumnya, dan saya bertanta kepadamu: “Apakah ada sesorang diataramu yang mengatakan perkataan sebelumnya? Lalu kamu sebutkan bahwa tidak ada. Dan saya katakan seandainya ada seseorang yang mengatakan perkataan ini sebelumnya, niscaya saya katakan (dia) seseorang laki-laki yang menghibur dengan kata-kata yang diucapkan oleh orang sebelumnya.
Saya tanya kepadamu, apakah nenek moyangnya ada yang menjadi raja maka saya katakan (dia) seorang laki-laki yang menuntut kerajaan nenek moyangnya.
Saya bertanya kepadamu, apakah dahulu kamu menuduh ia berdusta sebelum mengatakan apa (kenabian) yang dikatakannya, lalu kamu menjawab bahwa tidak, maka saya tahu bawa dia tidak layak meninggalkanmu dusta atas manusia dan dusta atas Allah.
Saya bertanya kepadamu, pengikutnya orang-orang mulia ataukah orang-orang lemah diantara mereka, lalu kamu menyebutkan bahwa pengikutnya adalah orang-orang lemah di antara kaumnya, dan itulah pengikut para rasul. Saya bertanya kepadamu apakah mereka (pengikut-pengikut) berkurang ataukah bertambah lalu kamu menyebutkan bahwa mereka bertambah, dan memang demikianlah urusan iman sehingga sempurna.”
“Saya bertanya kepadamu apakah ada salah seorang yang murtad karena benci kepada agamanya setelah ia memasukinya, lalu kami sebutkan bahwa tidak ada, dan memang demikianlah iman ketika bercampur dengan kelapangan hati. Saya bertanya kepadamu apakah dia berkhianat, lal kamu sebutkan tidak, dan memang demianlah para rasul itu tidak berkhianat.
Dan saya bertanya kepadamu dengan apakah ia menyuruh kamu, lalu kamu menyebutkan bahwa ia menyuruh kamu untuk menyembah Allah semata dan janganlah mensekutukan-Nya dengan sesuatu. Dan ia melarang kamu untuk menyembah berhala dan menyuruh kamu dengan shalat, jujur, dan menjaga diri. Jika apa yang kamu katakana itu benar maka ia akan menguasai tempat dua telapak kakiku, dan saya mengetahui dia (Nabi) telah muncul padahal saya tidak menduga bahwa dia (Nabi) itu dari padamu.
Seandainya saya mengetahui bahwa saya sampai kepadanya niscaya saya senang bertemu dengannya. Seandainya saya disisinya niscaya saya mencuci telapak kakinya.
Kemudian ia minta didatangkan surat Rasulullah saw. Yang mana Dihyah diutus ke pembesar Bushro ia menyerahkannya kepada Heraklius dan dibacanya dan isinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Dari Muhammad hamba dan utusan Allah kepada Heraklius pembesar Rumawi. Kesejahteraan atas orang yang mengikuti petunjuk. Adapun selanjutnya, maka sesungguhnya saya mengajak kepadamu dengan panggilan Islam. Masuk Islam lah maka kamu selamat, Allah memberikan pahala kepadamu dua lipat. Jika kamu berpaling maka atasmu dosa para pengikut. Wahai ahli kitab, marilah kepada kalimat yang sama antara kami dan kamu bahwa tidak kita sembah selain Allah, dan tidak kita sekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain dari pada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.
Ia berkata: Abu Sofyan berkata: “Ketika ia mengatakan apa yang telah dikatakannya itu dan selesai mebaca surat sehingga ditempatnya, banyak kegaduhan dan suara-suara keras lalu kami dikeluarkan.
Maka kami berkata kepada teman-temanku: Sungguh urusan Putera Abi Kabsyah (gelar ayah Nabi) telah menjadi vesar, sesungguhnya ia ditakuti oleh raia Bani Ashfar (Rumawi) dan saya senantiasa meyakinkan bahwa dia (Nabi) akan menang sampai Allah memasukkan Islam atas saya.
Ibunu Nathur pemilik (Gubernur) Ilia dan Heraklius sampai pada orang-orang Nashrani di Syam menceritakan bahwa ketika Heraklius tiba di Ilia menjadi buruk jiwanya, lalu sebagian penghuninya berkata: “Kami telah mengingkari peri keadaan tuan”. Ibnu Nathur berkata: ” Heraklius itu seorang dukun yang mengarahkan pandanganmu ke bintang-bintang. Ia berkata kepada mereka ketika mereka bertanya kepadanya: “Sesungguhnya saya tadi malam ketika saya melihat bintang, saya berpendapat bahwa raja yang berkhitan telah muncul”. Siapakah orang yang berkhitan dari umat ini? Mereka menjawab: “Yang berkhitan hanyalah orang-orang Yahudi”. Urusan mereka janganlah menggelisahkanmu dan tulislah ke kota-kota kerajaanmu, lalu mereka membunuh orang-orang Yahudi yang ada di kalangan mereka. Ketika mereka mengurusi urusan mereka, didatangkan pada Heraklius seorang laki-laki yang diutus oleh Raja Ghassan yang memberitakan tentang cerita Rasulullah saw. ketika Heraklius bertanya kepadanya maka ia menjawab: “Pergilah, dan lihatlah apakah dia berkhitan atau tidak? Maka mereka melihatnya dan mereka membicarakannya bahwa Rasulullah saw. Berkhiatan. Dan ia bertanya tentang bangsa Arab, lalu ia menjawab: ” Mereka berkhitan”.
Lalu Heraklius berkata: “Inilah (Muhammad) raja umat itu telah muncul”. Kemudian Heraklius menulis surat kepada temannya di Rumiah dan ia adalah orang yang menyamai dalam bidang ilmu. Heraklius pergi ke Himsha dan ia tidak bermaksud ke Himsha sehingga datang surat kawannya yang menyetujui pendapat Heraklius atas munculnya Nabi saw. Dan sesungguhnya dia itu Nabi.
Lalu Heraklius memberi ijin kepada para pembesar Rumawi di istananya di Himsa kemudian ia mengatur pintu-pintu lalu pintu-pintu itu ditutup dan diapun menampakkan diri seraya berkata: “Wahai golongan orang-orang Rumawi. Apakah kamu ingin berbahagia dan mendapat petunjuk serta tetap kerajaanmu, maka baitlah laki-laki ini (Muhammad)”. Maka mereka lari seperti larinya keledai liar ke pintu-pintu dan mereka dapati pintu-pintunya telah tertutup.
Ketika Heraklius melihat larinya mereka dan putus asa dari iman mereka maka ia berkata: “Kembalikanlah mereka atasku”. Dan ia berkata: “Tadi saya katakan perkatanku itu untuk menguji kekokohan agamamu, dan saya telah melihatnya”. Lalu merekapun sujud dan senang kepadanya. Itulah akhir keadaan Heraklius.”
(HR: Bukhari)
Dari Abu Sofyan ibn Harb bahwa sesungguhnya Heraclius mengutus (utusan) kepadanya bersama kafilah (30 orang) dari Quraisy kemudian dia (raja Heraclius) berkata kepada penerjemahnya:”katakanlah kepada mereka bahwa aku hendak bertanya (mengenai) orang itu (yakni Nabi Muhammad saw). Maka apabila ia (Abu Sufyan) membohongi aku maka dustakanlah ia (wahai kawan-kawan Abu Sufyan). Maka perawi menuturkan hadits maka dia (raja) berkata kepada penerjemah:”Katakanlah kepadanya (Abu Sufyan):”Apabila apa yang kamu katakana (mengenai sifat-sifat nabi) itu adalah benar, maka dia akan menguasai(negeri) pijakan dua kakiku ini.
(HR: Bukhari)
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 23, 2011 at 11:41 am
KARAKTER NAN MEMPESONA DARI MUHAMMAD
Shamaa il-Tirmidhi, Chapter 047, Hadith Number 009 (334).
————————————–
Imaam Hasan Radiyallahu ‘Anhu says, (my younger brother) Husayn said: “I asked my father (Sayyidina ‘Ali Radiyallahu ‘Anhu) about the conduct of Rasulullah Sallallahu ‘Alayhi Wasallam in his assemblies’ He replied.. ‘Rasulullah Sallallahu ‘Alayhi Wasallam was :
1. always happy and easy mannered. There was always a smile and a sign of happiness on his blessed face.
Selalu bergembira dan mudah dibuat bahagia. Selalu ada senyuman dan tanda kebahagian di wajahnya mulianya
2. He was soft-natured and when the people needed his approval, he easily gave consent.
Bawaan Beliau sangat lembut dan jika orang-orang membuntuhkan izinnya, beliau dgn mudah memberikan persetujuan.
3. He did not speak in a harsh tone nor was he stone-hearted. He did not scream while speaking, nor was he rude or spoke indecently.
Beliau tidak bicara dlm nada keras juga tidak keras hati. Beliau tidak berteriak ketika berbicara, juga tidak kasar atau berbicara tdk senonoh .
4. He did not seek other’s faults.
Beliau tidak mencari-cari kesalahan orang lain.
5. He never over-praised anything nor exceeded in joking, nor was he a miser.
Beliau tidak pernah memuji sesuatu berlebihan juga keterlaluan dalam bergurau, beliau juga tidak kikir.
6. He kept away from undesirable language and did not make as if he did not hear anything.
Beliau selalu menghindari bahasa yg tdk disukai dan tidak membuatnya seolah-olah beliau tidak mendengar apapun.
7. If he did not agree with the next person’s wish he did not make that person feel disheartened, nor did he promise anything to that person.
JIka beliau tidak setuju dengan harapan seseorang, beliau tidak membuat orang itu merasa kecil hati, beliau juga tidak menjanjikan apapun kepada orang itu.
8. He completely kept himself away from three things: from arguments, pride and senseless utterances. He prohibited people from three things.
Beliau benar2 menjaga dirinya dari 3 perkara: dari berdebat, berbangga dan ucapan2 bodoh. Beliau melarang orang-orang dari 3 perkara.
9. He did not disgrace or insult anyone, nor look for the faults of others, he only spoke that from which thawaab and reward was attained.
Beliau tidak kasar dan menghina siapapun, tidak juga mencari kesalahan-kesalahan orang lain, beliau hanya bicara dari yang ditanyakan dan memblasnya dgn yg dimengerti.
10. When he spoke, those present bowed their heads in such a manner, as if birds were sitting on their heads. (They did not shift about, as birds will fly away on the slightest move). When he completed his talks, the others would begin speaking. (No one would speak while Sayyidina Rasulullah Sallallahu’Alayhi Wasallam spoke. Whatever one wanted to say, it would be said after he had completed speaking). They did not argue before him regarding anything. Whenever one spoke to him the other would keep quiet and listen till he would finish. The speech of every person was as if the first person was speaking. (They gave attention to what every person said. It was not as is generally found that in the beginning people pay full attention, and if the talk is lengthened they became bored, and begin to pay less attention). When all laughed for something, he would laugh too. The things that surprised the people, he would also show his surprise regarding that. (He would not sit quietly and keep himself aloof from everyone, but made himself part of the gathering).
10. Tetkala beliau berbicara, mereka yang hadir menundukkan kepala mereka penuh kesopanan, seperti burung-burung jika duduk. (mereka tidak beranjak, melainkan sebgm burung akan terbang rendah) . ketika beliau menyelesaikan pembicaraannya, yang lain akan mulai berbicara. (tidak ada seorang pun yg berbicara saat Sayyidina Rasulullah Sallallahu’Alayhi Wasallam bicara. Siapa saja salah seorang yang ingin berbicara, akan bicara setelah beliau menyelesaikan pembicaraannya) . mereka tidak akan berargumen sebelum beliau menaruh perhatian pd sesuatu..jika sewaktu-waktu salah seorang berbicara kepada beliau, yang lain akan diam dan mendengarkan orang tsb hingga selesai. Pembicaraan setiap orang seolah-olah orang yg pertama berbicara. (mereka memberikan perhatian pada setiap apa yg orang katakan. Tidak seperti keumuman orang pertama mendapat perhatian penuh, dan jika si pembicara bicara panjang lebar mereka menjadi bosan, dan mulai tdk memperhatikan). JIka semua orang tertawa beliau akan ikut tertawa juga. Hal-hal yg membuat seseorang terkejut beliau akan menunjukan keterkejutan beliau menghormati itu. (beliau tdk duduk menyendiri dan menjauhkan diri dari setiap orang , namun membuat dirinya bagian dari perkumpulan) .
11. He exercised patience at the harshness and indecent questions of a traveller. (Villagers usually ask irrelevant questions. They do not show courtesy and ask all types of questions. Sayyidina Rasulullah Sallallahu ‘Alayhi Wasallam did not reprimand them but exercised patience). The Sahaabah would bring travellers to his assemblies (so that they themselves could benefit from the various types of questions asked by these people, and also hear some questions regarding which they themselves, due to etiquette, would not ask). Rasulullah Sallallahu ‘Alayhi Wasallam’ would say: ‘When you see a person in need, then always ‘help that person’.
Beliau berusaha bersabar dlm menghadapi kekerasan dan pertanyaan tidak senonoh dari seorang nomad. (orang dusun biasanya bertanya dgn pertanyaan yg tdk relevan, mereka tidak menunjukkan kesopanan dan bertanya macam-macam. Sayyidina Rasulullah Saw tdk mencerca mereka namun berusaha sabar). Sahabat akan membawa nomad ke perkumpulannya (shg mereka sendiri dapat keuntungan dari beragam pertanyaan yg ditanyakan oleh orang2 tsb, dan juga mendengar bermacam pertanyaan yg diminta orang-orang ini, dan juga beberapa pertanyaan yg mana mereka sendiri tanyakan, dalam kaitan dgn etiket, mereka tidak akan menanyakannya ) . Rasulullah Sallallahu ‘Alayhi Wasallam’ akan bersabda : ‘jika kamu melihat orang dalam keperluan, maka selalulah “bantu orang itu” .
12. (If someone praised him, he would detest it). If someone, by way of thanks praised him, he would remain silent, (because it is necessary that one ‘thank a person for a good favour or good deed. It is like one fulfilling one’s duty. Some of the ‘ulama have translated this as: ‘If one did not exceed in praising him, he would keep silent’. That means if he exceeded he would prohibit him).
jika seseorang memuji beliau, beliau akan membenci pujian itu) . jika seseorang memuji sbg bentuk terima kasih, beliau akan diam, (sebab hal itu perlu seseorang ‘berterima kasih untuk orang yg menyokong kebaikan atau perbuatan baik. seperti seseorang yg memenuhi tugasnya. beberapa ‘ulama telah menterjemahkan ini yakni: ‘Jika salah seorang tdk berlebihan dalam memuji beliau, beliau akan diam” . ini berarti jika berlebihan beliau akan melarang orang tsb.) .
13. He did not interrupt someone talking and did not begin speaking when someone else was busy speaking. If one exceeded the limits he would stop him or would get up and leave (so that that person would stop)”.
Beliau tidak menginterupsi seseorang yg berbicara dan tidak memulai berbicara ketika seseorang sedang sibuk berbicara. Jika seseorang berlebihan berbicara beliau akan menghentikannya atau akan bangun dan pergi (sehingga orang tsb mau berhenti berbicara)
Commentary
This hadith is a portion of hadith number seven in the previous chapter. The complete hadith of Sayyidina Imaam Husayn Radiyallahu ‘Anhu is mentioned in the Jam’ul Fawaa-id and the Shifa of Qaadi ‘Iyaad. lmaam Tirmidhi has mentioned this hadith in portions according to the relevant chapters.
hadith ini bagian dari hadith nomor 7 di bab sebelumnya. hadith selengkapnya dari Sayyidina Imaam Husayn Radiyallahu ‘Anhu disebutkan di Jam’ul Fawaa-id dan The shifa nya Qaadi ‘Iyaad . lmaam Tirmidhi menyebutkan hadith ini di bagian menuruti chapters yg relevant.
antek FFI coba menyanggah :
Rendah sekali standard moral kalian pengagum Mohamed. Murah senyum de el el
itu si om gw jg begitu.., hmpir semua yg lu sebutin kebaikan itu ada di om gw..
Dan setelah dipikir2x..om gw malah lebih baik dari mohamed..krn :
1. Om gw istrinya cm 1, bahkan istrinya meninggal duluan, si om ga
kawin lagi, doi memilih sibuk di yayasan kanker . Mohamed kan istrinya selusin
lebih
2. Si om (setau kami semua keluarga dan juga POLRI) ga pernah ngebunuh
orang APAPUN ALASANNYA
direspon Muslim
Alasan mengapa Nabi Muhammad SAW lebih baik dari Oom Anda
Quote:
1. Om gw istrinya cm 1, bahkan istrinya meninggal duluan, si om ga kawin lagi,
doi memilih sibuk di yayasan kanker . Mohamed kan istrinya selusin lebih
Muhammad SAW mempunyai banyak istri semasa hidupnya, banyaklah timbul suara-suara yang sumbang kearah Nabi Muhammad SAW. Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa rahasia dibalik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari Nabi besar Muhammad SAW, yaitu : “political and social motives
Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia diumur 65 tahun (semoga Allah memberkahinya) . Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dair 50 tahun, barulah nabi SAW mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi SAW hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau menunggu sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi.
Tapi Nabi Muhammad SAW tetap mencintai Khadijah selamaa 25 tahun, sampai Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun. Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motive.
Beberapa perkawinan adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru saja terbunuh didalam membela Islam. Yang lain adalah demi menambah dan mempererat hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam, Abu Bakr (semoga Allah memberkahinya) .
Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku lain yang semula berniat memerangi Islam. Sehingga ketika Nabi SAW mengawininya, maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah. Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya.
John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988). Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai berikut:
“In the prime of his youth and adult years Muhammad remained
thoroughly devoted to Khadijah and would have none other for consort”.
Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yangsuaminya meninggal dalam perang membela Islam. Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW. Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya :
1. Khadijah: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadija. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.
2. SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.
3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemduian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.
4. HAFSAH BINT U’MAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.
5. ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.
6. SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak- anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.
7. ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).
8. JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq) . Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam.
9. SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insha Allah disampaikan terpisah.
10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggal di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.
11. MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyak orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.
12. MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi. (anwary-islam. com)
Quote:
2. Si om (setau kami semua keluarga dan juga POLRI) ga pernah ngebunuh orang
APAPUN ALASANNYA
respon muslim
Rasulullah tidak pernah membunuh seorang pun kecuali hanya sekali. Itupun karena untuk mempertahankan dirinya Pada tahun ketiga Hijriyah telah terjadi perang Ghathafan, Bahran dan Hamraul Asad, namun itu hanya pertempuran kecil. Dalam tahun itu pula telah terjadi perang Uhud. Orang Quraisy berkekuatan 3000 orang untuk membalas kekalahan mereka. dalam perang Badar, sedangkan kaum Muslimin berkekuatan 1000 orang.
Pada perang itu kaum Muslimin yang meninggal sebanyak 70 orang, termasuk paman Nabi Muhammad yang bernama Hamzah. Pada saat itu seseorang bernama Ubai bin Khalf hendak membunuh beliau SAW., tetapi secara gesit beliau mencabut tombak dari salah seorang sahabat lalu ditusukkan kepada Ubai hingga menyebabkan kematiannya. Seumur hidup beliau S.A.W. tidak pernah membunuh seorang pun kecuali hanya sekali itu saja. Islam adalah agama kedamaian. Ajarannya mendorong umatnya untuk berinteraksi dengan masyarakat di sekitarnya dengan cara yang santun.
Bahkan, memberikan toleransi terhadap keberadaan pemeluk keyakinan lain di sekitar umat Islam. Sejarah membuktikan bahwa Nabi Muhammad, sang pembawa risalah Islam, menyampaikan Islam dengan cara yang santun dan hikmah pula. Tak ada paksaan dan kekerasan yang terjadi dalam proses penyampaian ajaran Islam. Pemeluk keyakinan lain, bahkan aman berada dalam naungan pemerintahan Islam kala itu.
setelah Nabi wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya dan tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat
. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, “Ceritakan padaku akhlak Muhammad !”.
Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.
Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali.
Ali dengan linangan air mata berkata, “Ceritakan padaku keindahan dunia ini!.” Badui ini menjawab, “Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini…” Ali menjawab, “Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4) Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a.
Isteri Nabi yang sering disapa “Khumairah” oleh Nabi ini hanya menjawab, khuluquhu al-Qur’an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur’an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi itu bagaikan Al-Qur’an berjalan.
Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur’an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu’minun[23]: 1-11. Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka.
Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini. Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi, Aisyah hanya menjawab, “ah semua perilakunya indah.” Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri.
“Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, ‘Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.’” Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah. Nabi Muhammad jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya.
Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, “Mengapa engkau tidur di sini ?” Nabi Muhammmad menjawab, “Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu.
” Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita ? Nabi mengingatkan, “berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya.” Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka. Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi.
Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium sorban Nabi. Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita.
Bukankah kalau mendapat kartu lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia. Nabi Muhammad juga terkenal suka memuji sahabatnya.
Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul selalu memujinya. Abu Bakar-lah yang menemani Rasul ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sakit. Tentang Umar, Rasul pernah berkata, “Syetan saja takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka Syetan lewat jalan yang lain.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Nabi bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis.
Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta’wil) mimpimu itu? Rasul menjawab ilmu pengetahuan.” Tentang Utsman, Rasul sangat menghargai Ustman karena itu Utsman menikahi dua putri nabi, hingga Utsman dijuluki dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. “Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya.” “Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik.” Lihatlah diri kita sekarang.
Bukankah jika ada seorang rekan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah…ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi. Saya pernah mendengar ada seorang ulama yang mengatakan bahwa Allah pun sangat menghormati Nabi Muhammad. Buktinya, dalam Al-Qur’an Allah memanggil para Nabi dengan sebutan nama: Musa, Ayyub, Zakaria, dll. tetapi ketika memanggil Nabi Muhammad, Allah menyapanya dengan “Wahai Nabi”.
Ternyata Allah saja sangat menghormati beliau. Para sahabatpun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap rasul. Mereka ingin Rasul menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: “Angkat Al-Qa’qa bin Ma’bad sebagai pemimpin.” Kata Umar, “Tidak, angkatlah Al-Aqra’ bin Habis.” Abu Bakar berkata ke Umar, “Kamu hanya ingin membantah aku saja,” Umar menjawab, “Aku tidak bermaksud membantahmu.” Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi.
janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal-amal kamu dan kamu tidak menyadarinya (al-hujurat 1-2) Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, “Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia.” Umar juga berbicara kepada Nabi dengan suara yang lembut.
Bahkan konon kabarnya setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi takut akan terhapus amal mereka karena melanggar etiket berhadapan dengan Nabi. Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi’ah. Ia berkata pada Nabi, “Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau.
Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan obat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami” Nabi mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya.
Ketika Utbah berhenti, Nabi bertanya, “Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?” “Sudah.” kata Utbah. Nabi membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi bersujud. Sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya. Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu. Kita tidak heran bagaimana Nabi dengan sabar mendegarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik. Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain. Inilah akhlak Nabi dalam majelis ilmu.
Yang menakjubkan adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau mendengarkan Nabi dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi berbicara. Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mau mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara pembicara kadang-kadang tertutup suara obrolan kita. Masya Allah ! Ketika Nabi tiba di Madinah dalam episode hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji Nabi bahwa Nabi akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya N abi. Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang Nabi. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah.
Dengan perasaan haru ia segera menemui Nabi dan melaporkan kedatangannya. Apa jawab Nabi? “Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu.” Sahabat ini menangis keras. Bagi Nabi janji adalah suatu yang sangat agung. Meskipun Nabi merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi Nabi janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir. Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawaban bagaimana perilaku Nabi telah menyerap di sanubari kita atau tidak.
Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi berkata pada para sahabat, “Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!” Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, “Dahulu ketika engkau memeriksa barisa di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini.” Para sahabat lain terpana, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar langsung berdiri dan siap “membereskan” orang itu. Nabi melarangnya.
Nabi pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah Nabi. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi keheranan ketika Nabi meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul berikan pada mereka. Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi. Nabi berkata, “lakukanlah!” Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi dan memeluk Nabi seraya menangis, “Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah.” Seketika itu juga terdengar ucapan, “Allahu Akbar” berkali-kali. sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat.
Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sebelum Allah memanggil Nabi. Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul pun sangat hati-hati karena khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah miliaran umat manusia. Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis. Na’udzu billah… Nabi Muhammad ketika saat haji Wada’, di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, “Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian?” Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata.
Nabi melanjutkan, “Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah ku sampaikan pada kalian wahyu dari Allah…?” Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, “benar ya Rasul !”. Rasul pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, “Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah…Ya Allah saksikanlah!”.
Nabi meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di pengajian ini saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah.”Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah… Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah”
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 24, 2011 at 4:05 am
Menjawab Tuduhan Ali Sina: Nabi Muhammad Narsis?
From Belief to Enlightenment by Ali Sina
http://www.indonesia.faithfreedom.org/oldforum/viewtopic.php?t=6478
Cuplikan dari artikel Ali Sina diatas.
Seorang narsisis adalah orang yg tidak menerima cukup cinta kasih pada masa kecilnya, yg tidak mampu mencintai namun sebaliknya sangat haus akan perhatian, respek dan pengakuan. Harga dirinya diukur dari cara orang lain memandangnya. Tanpa pengakuan ini, ia kehilangan semuanya. Ia menjadi manipulatif dan seorang pembohong memalukan.
Narsisis adalah pemimpi grandios. Mereka ingin menjajah dunia dan mendominasi siappaun. Megalomania-nya menjadi sumber narsisisme-nya. (…)Tujuan mereka selalu berhubungan dgn dominasi, kekuasaan dan respek. Narsisis sering mencari alibi utk menguasai korban2nya yg naif & tidak menduga apa2. Bagi Hitler sumbernya adalah partai dan ras, bagi Mussolini, rasisme atau kesatuan bangsa melawan orang lain. Bagi Muhamad adalah agamanya. Sebab2 ini hanyalah alat mencapai kekuasaan. Ketimbang mempromosi diri sendiri, para narsisis mempromosikan sebuah sebab, ideologi, atau agama sambil tentunya menawarkan diri mereka sendiri sbg satu2nya otoritas dan wakil dari ideologi tsb. (…) Muhamad tidak dapat meminta siapapun utk menurutinya. Tapi ia dgn mudah menuntut pengikutnya agar mematuhi Allah dan rasulNya. Tentu Allah hanyalah alter ego-nya Muhamad, karena pada akhrinya semua kepatuhan berujung pada keuntungan dirinya sendiri. (…)
Dr. Sam Vaknin, penulis “Malignant Self Love – Narcissism Revisited” explains: ‘’Setiap orang adalah seorang narsisis, dgn derajad yg berbeda2. Narsisisme adalah fenomena sehat yg bisa membantu ‘survival’ (keselamatan diri).’ Bedanya antara narsisme sehat dan narsisisme tidak sehat (pathologis) adalah pada kadarnya.
Pathological narcissism dlm bentuk ekstrimnya adalah NPD (Narcissistic Pathological Disorder), yg ciri khasnya adalah tidak mampunya penderita merasakan apa yg dirasakan pihak lain (kurangnya ‘empathy’). Sang narsisis menganggap dan memperlakukan orang lain sbg obyek utk di-eksploitasi. Ia menggunakan mereka utk mendapatkan ‘suplai narsistik.’
Ia percaya bahwa ia memang berhak mendapatkan perlakukan khusus karena ia memiliki mimpi2 grandios ini ttg dirinya sendiri.
Sang narsisis TIDAK sadar diri. Emosi dan daya terimanya mengalami distorsi.’
Jelas itu tadi diagnose bagi Muhamad. Ia orang biadab tanpa perasaan manusiawi. Ketika ia memutskan bahwa kaum yahudi tidak lagi berguna baginya dan ia memerlukan harta mereka utk mendukung rencananya, ia tidak lagi berbasa basi pada mereka dan menghabiskan mereka semuanya. Ia membunuhi setiap Yahudi dan Kristen di Arabia . (…)
Muhamad adalah lelaki yg sakit secara emosional yg tidak mampu menguasai diri sendiri. Ia anak yatim yg sebelum usia delapan dioper 8 kali dari satu keluarga ke keluarga lain. Begitu ia mulai dekat dgn seorang keluarganya, mereka mati dan ia segera di-oper ke rumah tangga lain. Ini pasti menyengsarakan dirinya dan sangat merusak kesehatan emosionalnya. Sbg anak kecil, ia kekurangan kasih dan perasaan memiliki (‘sense of belonging’), ia tumbuh dgn perasaan takut dan kurang PD. Ia meng-kompensasinya dgn menjadi seorang narsisis. (…)
Muhamad adalah lelaki yg memiliki luka2 emosional yg sangat dalam. Dr. Vaknin menulis bahwa seorang narsisis ‘’berbohong pada dirinya sendiri dan orang lain, menunjukkan ‘’untouchability’’, imunitas emosional dan
invincibility (tidak kelihatan). Bagi seorang narsisis ‘’semua adalah lebih besar dari hidup itu sendiri. Utk bertingkah sopanpun, ia harus berlebihan. Janji2nya sangat luar biasa dan kritik2nya dilontarkan dgn keras dan bertubi2, kemurahan hatinya sangat berlebihan.’’
Bukankah ini persis kelakuan sang nabi ? (…)
…
——————————-
Artikel ini merujuk ke situs2 berikut ini :
Dr. Sam Valkin: Malignant Self Love –Narcissism revisited:
Koenraad Elst: -Wahi: the Supernatural Basis of Islam
ali Zina wrote:
Seorang narsisis adalah orang yg tidak menerima cukup cinta kasih pada masa kecilnya, yg tidak mampu mencintai namun sebaliknya sangat haus akan perhatian, respek dan pengakuan. Harga dirinya diukur dari cara orang lain memandangnya. Tanpa pengakuan ini, ia kehilangan semuanya. Ia menjadi manipulatif dan seorang pembohong memalukan.
apa sudah baca riwayat ini bung ?
Sunan Abu Dawud, Book 41, Number 5211:
Narrated AbuUmamah:
The Apostle of Allah (peace_be_upon_him) came out to us leaning on a stick. We stood up to show respect to him. He said: Do not stand up as foreigners do for showing respect to one another.
Diriwayatkan Abu Umamah;
Nabi Allah Saw datang kepada kami memakai tongkat. Kami berdiri untuk menunjukkan rasa HORMAT kepada beliau. Beliau bersabda : Jangan berdiri seperti orang2 asing memberi hormat satu sama lain.
Ali Zina wrote:
Narsisis adalah pemimpi grandios. Mereka ingin menjajah dunia dan mendominasi siappaun. Megalomania-nya menjadi sumber narsisisme-nya. (…)Tujuan mereka selalu berhubungan dgn dominasi, kekuasaan dan respek.
nih ada kisah buat den Zina …
Tawaran Kafir Quraisy untuk duniawi
Ukhbah bin Rabi’ah
Hari itu para pembesar Quraisy mengadakan sidang umum. Mereka memperbincangkan berkembangnya gerakan baru yang diasaskan Muhammad. Ada dua pilihan. To shoot it out atau to talk it out. Membasmi gerakan itu sampai habis atau mengajaknya bicara sampai tuntas. Pilihan kedua yang diambil.
Untuk itu serombongan Quraisy menemui Nabi saw. Beliau sedang berada di masjid. Utbah bin Rabi’ah anggota Dar al-Nadwah (parlemen) yang paling pandai berbicara, berkata :
“Wahai kemenakanku! Aku memandangmu sebagai orang yang terpandang dan termulia diantara kami. Tiba-tiba engkau datang kepada kami membawa paham baru yang tidak pernah dibawa oleh siapapun sebelum engkau. Kauresahkan masyarakat, kautimbulkan perpecahan, kaucela agama kami. Kami khawatir suatu kali terjadilah peperangan diantara kita hingga kita semua binasa.Apa sebetulnya yang kau kehendaki. Jika kauinginkan harta, akan kami kumpulkan kekayaan dan engkau menjadi orang terkaya diantara kami. Jika kau inginkan kemuliaan, akan kami muliakan engkau sehingga engkau menjadi orang yang paling mulia. Kami tidak akan memutuskan sesuatu tanpa meminta pertimbanganmu. Atau, jika ada penyakit yang mengganggumu, yang tidak dapat kauatasi, akan kami curahkan semua perbendaharaan kami sehingga kami dapatkan obat untuk menyembuhkanmu. Atau mungkin kauinginkan kekuasaan, kami jadikan kamu penguasa kami semua.”
Nabi saw mendengarkan dengan sabar. Tidak sekalipun beliau memotong pembicaraannya. ketika Utbah berhenti,
Nabi bertanya, “Sudah selesaikah ya Abal Walid?”
Sudah, kata Utbah. Nabi membalas ucapan Utbah dengan membaca surat Fushilat: “Ha mim. Diturunkan al-Qur’an dari Dia yang Mahakasih Mahasayang. sebuah kitab, yang ayat-ayatnya dijelaskan. Qur’an dalam bahasa Arab untuk kaum yang berilmu…..” Nabi saw terus membaca. ketika sampai ayat sajdah, ia bersujud.
Sementara itu Utbah duduk mendengarkan sampai Nabi menyelesaikan bacaannya. kemudian, ia berdiri. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Kaumnya berkata, “Lihat, Utbah datang membawa wajah yang lain.”
Utbah duduk di tengah-tengah mereka. Perlahan-lahan ia berbicara,
“Wahai kaum Quraisy, aku sudah berbicara seperti yang kalian perintahkan. Setelah aku berbicara, ia menjawabku dengan suatu pembicaraan. Demi Allah, kedua telingaku belum pernah mendengar ucapan seperti itu. Aku tidak tahu apa yang diucapkannya. Wahai kaum Quraisy! Patuhi aku hari ini. kelak boleh kalian membantahku. Biarkan laki-laki itu bicara. Tinggalkan dia. Demi Allah, ia tidak akan berhenti dari gerakannya. Jika ia menang, kemuliannya adalah kemulianmu juga.”
Orang-orang Quraisy berteriak, “Celaka kamu, hai Abul Walid. Kamu sudah mengikuti Muhammad”. Orang Quraisy ternyata tidak mengikuti nasihat Utbah
(Hayat al-Shahabah 1:37-40; Tafsir al-durr al-Mansur 7:309, Tafsir Ibn Katsir 4:90, Tafsir Mizan 17:371).
Abu Thalib pun membujuk Nabi …tapi apa kata Nabi ?
Sirat Rasul Allah by Ibnu Ishaq, book 3. revelation
After this visit, Abu Talib sent for the apostle and said, ‘Consider my life and yours, and do not burden me with what I cannot bear.’ The apostle of Allah feared from these words that his uncle, being too weak, had determined to desert him and he replied, ‘If they were to place the sun in my right and the moon in my left hand, I would not abandon my mission.’ Then tears started in his eyes and he wept. But when he turned to depart Abu Talib said, ‘Nephew! Go, and speak what you wish. By Allah! I shall never fail you.’
ali Zina wrote:
berujung pada keuntungan dirinya sendiri. (…)
Bloon amat nih kafir …keuntungan diri sendiri mana … harta yg berlimpah tdk menjadikan Nabi kaya karena semua buat orang lain bukan keuntngan diri sendiri.
Sahih Muslim, Book 009, Number 3507:
‘
Umar b. al-Khattab (Allah be pleased with him) reported: When Allah’s Apostle (may peace be upon him) kept himself away from his wives,…………. . I raised my voice and he pointed me to climb up (and get into his apartment). I visited Allah’s Messenger (may peace be upon him), and he was lying on a mat. I sat down and he drew up his lower garment over him and he had nothing (else) over him, and that the mat had left its marks on his sides. I looked with my eyes in the store room of Allah’s Messenger (may peace be upon him). I found only a handful of barley equal to one sa’ and an equal quantity of the leaves of Mimosa Flava placed in the nook of the cell, and a semi-tanned leather bag hanging (in one side), and I was moved to tears (on seeing this extremely austere living of the Holy Piophet), and he said: Ibn Khattab, what wakes you weep?
I said: Apostle of Allah, why should I not shed tears? This mat has left its marks on your sides and I do not see in your store room (except these few things) that I have seen; Ceasar and Closroes are leading their lives in plenty whereas you are Allah’s Messenger. His chosen one, and that is your store! He said: Ibn Khattab, aren’t you satisfied that for us (there should be the prosperity) of the Hereafter, and for them (there should be the prosperity of) this world? I said: Yes.
Terjemah :
Aku kencangkan suara ku dan ia menyuruh ku untuk naik ( dan memasuki ruangan beliau). Aku mendatangi Rasul allah (SAW), dan ia sedang berbaring di atas tikar. Aku duduk dan beliau merapihkan pakaian dan menaikkan sarungnya dan ia tidak memiliki apapun (selain itu), dan tikar membekas pada rusuknya.
Aku perhatikan sekeliling gudang itu, aku tdk melihat berisi apa-apa kecuali seonggok gandum kira2 segantang dan qarazh sebanyak itu pula terletak di sudut dinding, dan sehelai kulit sedang tergantung. Itulah hanya isi gudang beliau.
Melihat keadaan seperti itu air mata ku mengalir bercucuran. Lalu beliau bertanya: “mengapa anda menangis, hai anak khattab?” jawabku :”Ya Nabi allah aku menangis karena melihat tikar ini membekas dirusuk anda. Dan gudang ini tidak ada apa2 yg tersimpan di dalamnya. Padahal gudang kaisar Romawi dan Kisra Persia berlimpah-limpah dengan buah-buahan dan serba cukup adanya. Sedankan anda adalah Rasul Allah dan pilihan Nya. Beginilah hanya keadaan gudang simpanan anda ¿”
Sabda Nabi SAW
“hai Anak Khattab ¡ tidakkah kau suka, akhirat untuk kita dan dunia untuk mereka ¿ “ jawab ku “aku Suka ya Rasulullah”
Muhammad SAW BUKAN Nabi Palsu
Salah satu tuduhan umat Kristen terhadap Nabi Muhammad adalah sebagai nabi palsu. Mereka mendasarkan tuduhannya pada Mat 24:11, 24 yang berbunyi :
“Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.”
Sayang sekali bahwa mereka tidak mengikuti perintah dalam kitab mereka sendiri untuk ‘menguji segala sesuatunya’ karena hanya dengan mengujinyalah kita akan tahu apakah seseorang yang mengaku-aku nabi itu palsu atau bukan. Bahkan umat Kristen telah menetapkan untuk tidak mengakui Muhammad sebagai nabi sehingga dianggap sebagai nabi palsu tanpa mau mengujinya. Beberapa di antaranya bahkan membuat cerita-cerita bohong untuk membuktikan tuduhan mereka seperti Hugo Gratius, seorang ilmuwan dan negarawan Belanda yang membuat cerita bohong tentang Rasulullah dengan mengatakan bahwa Muhammad telah melatih burung merpati untuk memungut biji-bijian dari telinganya agar dapat menipu orang-orang di sekitarnya bahwa Roh Kudus dalam bentuk merpati telah membisikkan wahyu kepadanya ! Ketika ditanya bukti tentang hal tersebut Grotius dengan tanpa malu menyatakan tidak ada bukti mengenai hal tersebut.
Untunglah bahwa di antara umat Kristen sendiri ada beberapa ilmuwan lain
yang tidak bisa menerima begitu saja cerita-cerita absurd semacam itu tanpa menyelidikinya lebih dahulu. Salah seorang ilmuwan tersebut adalah Thomas Carlyle, salah seorang pemikir besar Inggris dalam bukunya ‘Heroes and Hero-worship’. Dalam bukunya tersebut dengan tegas ia menyatakan :
“Kebohongan-kebohongan, yang dengan penuh semangat telah dituduhkan pada Muhammad, adalah hanya menghinakan diri kita sendiri.”
Mengapa ia berkata demikian ? Ternyata ia menemukan hal yang berbeda sama sekali dengan apa yang telah dituduhkan oleh umat Kristen terhadap Muhammad. Ia bahkan berbalik mengagumi Rasulullah dan membalas tuduhan-tuduhan mereka terhadap Rasulullah. Apa katanya tentang tuduhan nabi palsu pada nabi Muhamad ?
“Nabi palsu mendirikan sebuah agama ? Mana bisa ? Seorang yang palsu bahkan tidak bisa membangun sebuah rumah terbuat dari bata ! Jika ia tidak tahu dan tidak mengikuti ilmu dan cara-cara membuat adonan semen, bata dan segala sesuatu yang berhubungan dengan itu. Bukannya rumah yang dapat ia bangun, melainkan tumpukan sampah. Ia tidak akan dapat bertahan dua belas abad (sekarang 14 abad), memiliki pengikut sebanyak 180 juta orang (sekarang lebih dari 1 milyar pengikut), ajarannya akan hancur berantakan…..imam palsu adalah palsu. “
“Ambisi ? Apa yang bisa dilakukan seluruh tanah Arab untuk orang ini ; dengan mahkota dari Heraclius Yunani, Kerajaan Persia, dan semua mahkota yang ada di dunia; – Apa yang bisa dilakukan untuk Muhammad ? Tidak ! Tidak ada ambisi tersebut padanya. Itu adalah teori dan hipotesis palsu, yang karena tidak bisa diterapkan, dan
bahkan tidak bisa ditolerir, sangat perlu kita hindari.
Mengapa Thomas Carlyle, seorang penganut Kristen yang taat, perlu membela Muhammad ? Mengapa ia memilih Muhammad, orang yang paling didustakan pada jamannnya Thomas Carlyle, sebagai nabi-pahlawannya ? Mengapa bukan Musa, Daud,
Sulaiman, atau Yesus tapi Muhammad ? Untuk menenangkan umat Anglican di mana
ia hidup, ia memberikan dalihnya :
“Karena tidak ada bahaya bagi kita semua untuk berubah menjadi penganut Muhammad, saya berniat untuk menyatakan apa-apa yang baik tentang diri Muhammad sejujur-jujurnya.”
Sungguh sulit untuk mencari seorang umat Kristen yang berani menyatakan apa-apa yang benar tentang Muhammad dan Islam pada jaman di mana kebencian dan prasangka buruk terhadap Islam dan Muhammad begitu besar. Ia mengakui dengan jujur akan ketulusan Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajarannya, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang nabi palsu. Selanjutnya ia berkata :
“Ketulusan Manusia Agung ini adalah sesuatu yang tidak bisa dia ucapkan sendiri. Tidak. Manusia Agung ini tidak pernah menyombongkan dirinya dengan ketulusannya. Ia jauh dari itu Bahkan ia mungkin tidak pernah bertanya pada dirinya apakah
ia tulus atau tidak : Saya berani mengatakan bahwa ketulusan nya tidak bergantung pada dirinya. Ia tidak bisa tidak tulus.”
“Seseorang yang benar dan jujur; benar dalam perbuatannya, benar dalam ucapan dan pikirannya. Mereka tahu bahwa ia selalu mempunyai tujuan, seorang yang hemat dalam berbicara, diam kalau tak ada yang perlu diucapkan, tapi tegas, bijak, dan tulus jika berbicara; selalu memberikan jalan keluar dalam setiap masalah. Inilah yang disebut ‘worth speaking speech’ !
Sampai sekarang saya tetap tidak mengerti mengapa Carlyle begitu berani berhadapan langsung 180 derajat dengan pendapat umum mengenai Nabi Muhammad. Puji-pujiannya yang tinggi terhadap Nabi Muhammad sulit dipahami dalam konteks bahwa ia seorang penganut Kristen yang taat. Ia seolah hendak mengaminkan pujian Allah sendiri terhadap NabiNya tersebut dalam QS 68:4 :
“Dan sungguh sebenarnya engkau memiliki kepribadian yang tinggi.”
Berdasarkan pada kriteria yang ditentukan dalam Alkitab pun Muhammad saw bukanlah seorang nabi palsu.
KRITERIA KENABIAN MENURUT ALKITAB ADALAH SBB:
1. Iman kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama.
“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?’. Jawab Yesus kepadanya:Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwmu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah:Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi (22:36-40)
pada akhir ayat tersebut dijelaskan bahwasannya adalah
“Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”
Menurut Yesus sendiri kriteria kenabian adalah bahwasannya jikalau di dalam kitab nabi tsb diajarkan tentang Iman kepada Allah dan berbuat baik terhadap sesama, maka kata Yesus orang tsb adalah nabi; lalu bagaimana dengan Nabi Suci itu sendiri?. Dalam Qur’an suci lebih dari 2/3 ayat yang sangat menekankan hal itu, dan dalam Qur’an Suci kata iman selalu dikaitkan dengan ‘amal yang baik, satu contoh saja :
Tidak, barang siapa berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan berbuat baik (kepada orang lain), ia memperoleh ganjaran dari Tuhannya, dan tak ada ketakutan akan menimpa mereka dan mereka tak akan susah.(QS 2:112)
Jadi jelaslah menurut Yesus itu sendiri bahwasannya Muhammad adalah Nabi Yang Benar
2. Muhammad saw tidak mati terbunuh.
“Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi namaku perkataan yang tidak kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama Allah yang lain, nabi itu harus mati” (ULANGAN 18 : 20).
Bila ada orang mengaku nabi padahal dia bukan nabi maka nabi itu akan mati terbunuh, atau bisa juga akan mati ajarannya. Muhammad saw jelas mengaku nabi, orang kafir tidak kurang-kurang cara untuk membunuh Muhammad saw. Toh beliau meninggal dengan wajar setelah genap menyampaikan semua ajaran Allah. Bahkan ajarannya sampai saat ini tetap eksis dan tidak mati.
3. Banyak membuat mukjizat.
“Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara segala saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan pada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firmanKu yang akan diucapkan nabi itu demi namaKu, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi yang terlalu berani untuk mengucapkan demi namaKu, perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama Allah lain, nabi itu harus mati.” (Ul 18:17-20)
Lebih lanjut Musa menubuatkan sebagai berikut:
“Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya.” (Ul 18:21-22)
Jadi semua perkataan nabi itu harus tejadi. Kalau perkataannya tidak terjadi maka nabi itu nabi palsu. Semua perkataan Muhammad saw benar-benar terjadi. Silahkan klik disini untuk membuktikannya.
sedikit contoh saja :
a. “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang memenuhi seruanmu dengan jalan kaki dan mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS Al Hajj 27).
Sungguh hebat ramalan al quran tersebut. Disaat nabi saw mengahadapi situasi yang genting akibat serangan bertubi-tubi dari kaum kafir Quraisy dan dalam keadaan agama Islam yang belum menentu itu Allah menyuruh nabi agar berseru supaya orang orang menunaikan ibadah haji. Mungkin saat wahyu itu di sampaikan banyak yang menyangsikan kebenarannya. Kini semua sudah meyakini, setiap tahun jutaan lautan manusia dari seluruh penjuru dunia memenuhi tanah suci Mekkah dan Medinah. Sungguh tepatlah ramalan Al Quran.
b. “Dan Kami mungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun diikutioleh Firaun dan tentaranya. Ketika Firaun hampir tenggelam berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang disembah Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah diri’. Apakah kamu sekarang baru beriman padahal sesungguhnya kamu durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. HARI INI KAMI AKAN SELAMATKAN BADANMU, supaya kamu menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami”. (QS yunus 90-92).
Yang perlu digarisbawahi adalah ungkapan kami akan selamatkan badanmu. Bagaimana Muhammad saw akan menyampaikan ayat ini pada kaumnya? Pasti cemoohan yang akan diterima. Mana Muhammad badan firaun yang diselamatkan itu? Begitulah kira-kira ejekan kaum kafir. Bagaimana nabi saw akan menjelaskan hal ini? Bukankah dia hanya disuruh untuk menyampaikan ayat yang diterimanya dari Allah SWT? Kalau sekiranya Al Quran itu karangan Muhammad saw, apa susahnya dia tidak usah mengeluarkan perkataan tersebut. Tapi bagaimana pahit perasaan nabi ayat itu harus disampaikan kepada umatnya. Namun baru tahun 1896 purbakalawan Loret, menemukan jazat tokoh tersebut dalam bentuk mumi di wadi al muluk. Kemudian 8 juli 1907 Elliot Smit membuka bungkus mumi tersebut dan badan Firaun dalam keadaan masih utuh. dan sekarang disimpan di Musim Mesir. Pada Juni 1975 ahli bedah perancis Maurice Bucaile mendapat ijin untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut dan menemukan bahwa mumi tersebut adalah Firaun yang meninggal dilaut. Disekujur tubuhnya dipenuhi unsur-unsur garam. Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.
Itulah contoh mengenai segala yang disampaikan Muhammad saw, dan segalanya itu telah terjadi adanya. Jadi untuk mengecek apakah sesuatu itu firman Tuhan atau bukan maka perkataan itu terjad atau tidak. Di Alkitab banyak perkataan yang tidak terjadi, contoh :
“Karena Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan suatu sorak dengan suara penghulu malaikat dan dengan berbunyi sangkakala Allah, maka segala yang mati di dalam kristus akan bangkit dahulu”. “Kemudian KITA YANG SEDANG HIDUP, yang telah tertinggal ini, akan diambil kedalam awan bersama-sama dengan mereka itu menghadap Tuhan didalam awang-awangan, demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan”. ( I telasonika 4 : 16-17 ). Paulus tidak dibawa Yesus keawang-awangan kemudian terus ke surga, melainkan paulus dibunuh oleh kaisar Nero pada tahun 64 masehi. Mlesetkan?
4. Menurut perjanjian lama kriteria kenabian adalah bahwasannya nabi tersebut tidak akan mati terkutuk:
“Nabi atau pemimpin itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, ALLAHmu… (Ul 13:5)
“Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.” (Ul 21:22-23)
Nabi Suci saw meninggal secara wajar, bukan karena dibunuh terlebih lagi karena disalib.
Jadi baik menurut perjanjian baru maupun perjanjian lama Nabi Suci telah memenuhi kriteria kenabian; Oh Iya menilik ayat diatas, menurut anda, salahkah umat Yahudi yang dari dulu hingga sekarang tetap tidak beriman kepada Yesus, karena mereka yakin 100% mereka telah menyalib Yesus dus mereka beranggapan bahwasannya Yesus adalah Nabi palsu karena matinya ditiang salib.
“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis:’Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”(Gal 3:13)
5. Tidak dihormati didaerah asal.
“Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya, diantara kaum keluarganya dan di rumahnya”. (Mark 6:4)
Kita tahu bahwa Muhammad saw tidak di hormati di daerah asalnya, Mekkah. Dan memaksa beliau hijrah ke Medinah. Paman-paman beliau penentang utamanya. Tepat seperti Alkitab bilang.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 25, 2011 at 8:46 am
wahai Kristen…!!!Blog ini menunjukkan sifat2 rendah kalian….suka mengolok-olok…
September 25, 2011 at 8:55 am
Nabi Muhammad juga Bernubuat
Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya.” (Ul 18:21-22)
Jadi semua perkataan nabi itu harus tejadi. Kalau perkataannya tidak terjadi maka nabi itu nabi palsu. Semua perkataan Muhammad saw benar-benar terjadi.
Ke-1.
Ramalan Rasulullah saw tentang Kemenangan Bangsa Romawi atas Bangsa Persia.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunan miliknya dari Ibnu Abbas ra tentang firman Allah yang berbunyi :
“Aliif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa romawi di negeri yang dekat”. (Ar-Ruum 1-3).
Ibnu Abbas berkomentar tentang ayat ini yaitu ; mengalahkan dan dikalahkan. Kaum musyrikin sangat senang dengan kemenangan bangsa Persia atas bangsa Romawi, karena mereka sama-sama menyembah berhala. Sedangkan kaum muslimin menyukai kemenangan Romawi karena mereka adalah ahli kitab.Dan oleh orang-orang musyrik hal itu diungkapkan kepada Abu Bakar ra, yang kemudian menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Lalu belau saw bersabda :
“Adapun mereka bangsa Romawi akan memperoleh kemenangannya”. Maka Abu Bakar ra pun balik menyampaikan hal itu kepada orang-orang musyrik dan mereka berkata : ” Kalau demikian, maka tetapkan batasan waktunya. Jika kami menang kami akan mendapatkan ini dan itu, jika kalian menang akan mendapatkan ini dan itu”. Kemudian Abu Bakar ra menetapkan batas waktu kepada mereka yakni lima tahun. Namun nyata bangsa Romawi belum mendapapat kemenangan. Kemudian Abu Bakar memberitahukan hal itu kepada Rasulullah saw dan bersabda ; “Kenapa tidak engkau katakakan sampai dibawah?” Ibnu Abbas berkata ; “Aku berpendapat bahwa apa yang dimaksud oleh beliau saw adalah di bawah sepuluh tahun”.
Tingkatan hadits :
Hadis ini shahih sebagaimana di shahih kan oleh Tirmidzi, Hakim dan Dhahabi.
Kenyataan yang diramalkan :
Telah terbukti apa yang di ramalkan Rasulullah saw yang jujur, dimana bala tentara Romawi memang telah mampu meraih kemenangan dan berhasil mengalahkan tentara Persia pada tahun kedua hijriah. Yakni sembilan tahun setelah ramalan Beliau saw. Kemenangan romawi tersebut sungguh bertolak belakang dengan kenyataan yang ada pada saat itu, dan berada diluar dugaan atau perkiraan manusia. Sebab, kondisi Romawi pada saat itu sedang dalam kondisi yang lemah akibat kekalahan terhadap pasukan Persia. Sebaliknya kondisi bangsa Persia sedang dalam puncak kejayaan. sehingga demikian terbuktilah apa yang diramalkan Al Quran dan pembawanya yang agung Rasulullah saw.
Ke-2
Berita Tentang Diselamatkannya badan Fira’un.
“Dan Kami mungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun diikutioleh Firaun dan tentaranya. Ketika Firaun hampir tenggelam berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang disembah Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah diri’. Apakah kamu sekarang baru beriman padahal sesungguhnya kamu durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. HARI INI KAMI AKAN SELAMATKAN BADANMU, supaya kamu menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami”. (QS yunus 90-92).
Yang perlu digarisbawahi adalah ungkapan kami akan selamatkan badanmu. Bagaimana Muhammad saw akan menyampaikan ayat ini pada kaumnya? Pasti cemoohan yang akan diterima. Bangsa Arab adalah bangsa pedagang yang telah menjelajahi wilayah Syiria dan Mesir. Belum pernah sebelumnya tersiar kabar bahwa badan Fira’un yang mengaku Tuhan itu terselamatkan. Para pemuka agama Yahudi dan Nasrani juga belum pernah mengatakan bahwa badan Fira’un terselamatkan, karena memang tidak dijumpai dalam kitab mereka. Bagaimana nabi saw akan menjelaskan hal ini? Bukankah dia hanya disuruh untuk menyampaikan ayat yang diterimanya dari Allah SWT? Kalau sekiranya Al Quran itu karangan Muhammad saw, apa susahnya dia tidak usah mengeluarkan perkataan tersebut. Tapi bagaimana pahit perasaan nabi ayat itu harus disampaikan kepada umatnya.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Namun baru tahun 1896 purbakalawan Loret, menemukan jazat tokoh tersebut dalam bentuk mumi di wadi al muluk. Kemudian 8 juli 1907 Elliot Smit membuka bungkus mumi tersebut dan badan Firaun dalam keadaan masih utuh. dan sekarang disimpan di Musim Mesir. Pada Juni 1975 ahli bedah perancis Maurice Bucaile mendapat ijin untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut dan menemukan bahwa mumi tersebut adalah Firaun yang meninggal dilaut. Disekujur tubuhnya dipenuhi unsur-unsur garam. Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.
Ke-3
Berita Al Quran Tentang Berbondong-bondongnya Manusia dari Segala Penjuru untuk Menunaikan Ibadah Haji.
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang memenuhi seruanmu dengan jalan kaki dan mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS Al Hajj 27).
Kenyataan dari yang diramalkan :
Sungguh hebat ramalan al quran tersebut. Disaat nabi saw mengahadapi situasi yang genting akibat serangan bertubi-tubi dari kaum kafir Quraisy dan dalam keadaan agama Islam yang belum menentu itu Allah menyuruh nabi agar berseru supaya orang orang menunaikan ibadah haji. Mungkin saat wahyu itu di sampaikan banyak yang menyangsikan kebenarannya. Kini semua sudah meyakini, setiap tahun jutaan lautan manusia dari seluruh penjuru dunia memenuhi tanah suci Mekkah dan Medinah. Sungguh tepatlah ramalan Al Quran.
Ke-4
Ramalan Rasulullah Tentang Tempat Terbunuhnya Para Pembesar Quraisy Pada saat Perang Badar.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, dari Anas ra yang berkata : “Tatkala Rasulullah saw tiba di Badar, Beliau memberi isyarat dengan tangannya ke tanah seraya berkata : “Ini tempat terbunuhnya si fulan”. Benar Demi Allah, tidak seorangpun bergeser dari tempat terbunuhnya dari apa yang diisyaratkan oleh beliau saw.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslium.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Tepat, apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw sungguh terbukti, yakni dua hal yang pernah diramalkan oleh beliau saw dan keduanya sesuai kandungan hadits yang mulia ini. Pertama akan terbunuhnya para pembesar Quraisy, dan kedua tempat terbunuhnya. Peristiwa perang Badar ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, tahun kedua hijriah.
Ke-5
Ramalan Rasulullah saw tentang Penaklukan Khaibar oleh Ali ra.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda pada saat peristiwa penaklukan Khaibar :
“Esok hari aku (Nabi saw) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasulnya mencintainya”.
Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya didalam hati, kepada siapa diantara mereka akan diberi bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: “Kemana Ali?” lalu ada yang mengatakan kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw memberikan bendera itu kepadanya.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Telah terbukti apa yang diucapkan Rasulullah saw, dimana penakhlukan Khaibar benar-benar terwujud melalui keperkasaan Ali ra. Tepatnya setelah sebelumnya sangat sulit dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar ra. Dan peristiwa itu terjadi pada tahun ketujuh (VII) hijriah.
Ke-6
Ramalan Rasulullah saw tentang seorang bernama Qazman Bahwa Ia Termasuk Penghuni Neraka.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari Rasulullah saw yang mengatakan tentang seorang laki-laki yang mengaku beragama Islam, beliau bersabda :
“Orang ini termasuk penghuni neraka”.
Maka tatkala terjadi peperangan hebat, laki-laki itupun ikut berperang bersama rombongan pasukan muslimin, dan akhirnya ia terluka dengan hebat. Kemudian ada yang bilang ; “Wahai Rasulullah, orang yang engkau katakan termasuk penghuni neraka itu ternyata hari ini berperang dengan gagah berani, dan ia telah gugur”. Beliau saw berkomentar singkat ; “Ia tetap akan masuk neraka”. Abi Hurairah menambahkan bahwa hampir ragu orang-orang mendengarnya. Akan tetapi, selagi mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba ada yang berteriak ; “Laki-laki tersebut belum mati”. Akan tetapi ia menderita cukup parah dan ketika malam tiba ia kehilangan kesabaran menahan sakit karena lukanya sehingga ia menusuk dirinya sendiri (bunuh diri). Dan kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah saw dan spontan beliau bersabda “Allahu Akbar, aku bersaksi bahwa diriku adalah hamba Allah dan RasulNya”. Kemudian beliau saw memerintahkan kepada Bilal agar berseru kepada orang banyak : “Bahwa tidak akan masuk sorga kecuali jiwa yang muslim (berserah diri), dan bahwasannya Allah swt akan mengukuhkan agamanya meskipun melalui orang durhaka”.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih sebagaimana dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Tepatlah Ramalan Rasulullah saw bahwa Qazman memang penghuni neraka karena tidak tabah menghadapi cobaan dengan bunuh diri.
Ke-7
Ramalan Rasulullah saw Bahwa Akan bertiup angin Yang Kencang.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari didalam kitab shahihnya dari Abbad As Saa’di yang mengatakan, bahwa kami ikut ambil bagian dalam perang Tabuk bersama Rasulullah saw. Dan manakala rombongan kami tiba di lembah Al qura, maka terlihat seorang perempuan sedang berada di kebunnya. Lalu Rasulullah saw bersabda kepada sahabatnya : “Tebaklah kapasitas kebun tersebut (maksudnya buah korma yang ada di kebun tersebut). Sedang beliau saw menebaknya sebanyak sepuluh gantang (sekitar 1,8 ton). “Kemudian beliau saw berkata kepada perempuan itu : “Hitunglah berapa banyak kebunmu akan memberi hasil”. Selanjutnya kami tiba di Tabuk, beliau saw berkata lagi : “Nanti malam akan bertiup angin yang sangat kencang, maka jangan sampai ada seorangpun berdiri pada saat hal itu terjadi. Dan bagi yang memiliki onta, hendaklah ia mengikatnya kuat-kuat”. Maka kami mengikat unta-unta kami kuat-kuat, dan ternyata anginpun bertiup dengan sangat kencangnya. Tiba-tiba ada orang yang berdiri dan ia tersapu angin hingga ke gunung Thaiy. Pada waktu itu penguasa Ailah menghadiahkan kepada Rasulullah saw seekor bighal betina berwarna putih dan sehelai kain sprei untuk dipakai dan menyuratinya sebagai pemberitahuan bahwa rakyat Ailah tetap tinggal di dalam rumahnya dan bersedia membayar jizyah. Setelah itu kami kembali melewati lembah Al Qura, beliau saw menanyai perempuan pemilik kebun : “Berapa banyak yang di hasilkan oleh kebunmu?” Perempuan itu menjawab : “Sebanyak sepuluh gantang, sesuai apa yang diperkirakan Rasulullah saw”.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Sungguh Rasulullah saw seorang yang jujur dan benar.
Ke-8
Ramalan Rasulullah saw tentang Penaklukan kota Al Hiirah.
Diriwayatkan oleh Ibnu Hiban dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Telah digambarkan kepadaku kota AlHiirah seperti taring-taring anjing dan kalian akan menaklukannya”.
Tingkatan hadits :
Hadits ini secara zahir shahih sebagaimana di shahihkan oleh Al Haitsami.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Telah terbukti apa yang diberitakan oleh Rasulullah saw, dimana kaum muslimin benar-benar telah berhasil membebaskan kota Al Hiirah secara damai melalui Khalid bin Walid ra, tepatnya pada tahun kedua belas (XII) hijriah. Khalid mensyaratkan dalam perjanjian damai tersebut, bahwa penduduk Al Hiirah menyetor jizyah sebanyak sembilan puluh ribu dirham, dan ini merupakan jizyah pertama yang di tarik kaum muslimin.
Ke-9
Berita Al Quran bahwa gunung-gunung itu berjalan sebagaimana jalannya awan.
“Dan kau lihat gunung kau sangka diam, padahal ia terbang bagaikan awan”. (QS An-Naml 88).
Kenyataan dari yang di beritakan :
Lewat surat An Naml ayat 88, Al Quran memberitahukan bahwa bumi kita yang kita sangka diam, sebenarnya bergerak bagaikan awan, yang oleh saint modern dibuktikan dengan gerakan gulirnya secepat 11,18 km per detik, sambil bergerak mengitari matahari dengan kecepatan 29,79 km per detik.
Ke-10
Ramalan Rasulullah saw tentang pembebasan Bait Al Maqdis.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda tentang tanda-tanda dekatnya hari kiamat, salah satunya kaum muslimin berhasil menaklukan Baitul maqdis.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Telah menjadi kenyataan apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw tersebut, dengan di bebaskannya Baitul Maqdis pada masa khalifah Umar Bin Khatab ra, tepatnya pada tahun kelima belas (XV) hijriah.
Ke-11
Ramalan Rasulullah saw tentang penaklukan Kota Al Madaain.
Diriwayatkan oleh Imam muslim Bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sungguh sekelompok kaum muslimin atau mukminin akan menguasai gudang-gudang harta Kisra yang terdapat di istana Putih”.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Tepatlah ramalan Rasulullah dimana kaum muslimin benar-benar dapat menaklukan kota Madaain dimana terdapat padanya istana putih Kisra. Penaklukan ini terjadi pada tahun keenam belas (XVI) hijriah di bawah komando panglima Sa’ad bin Abu Waqas ra.
Ke-12
Ramalan Rasulullah tentang Penaklukan Mesir.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya kalian akan menaklukan Mesir, yakni sebuah negeri yang dikenal sebagai negeri Qiraat. Maka apabila kalian menguasainya, berlaku baiklah kepada penduduknya. Karena mereka memiliki hak pertalian darah dan hak persaudaraan. Atau beliau mengucapkan hak pertalian atau hak kekerabatan. Lalu apabila engkau menyaksikan dua orang bercekcok pada tempat batu merah, maka keluarlah darinya”.
Abu Dzar ra berkata :
“Benar aku melihat Abdurrahman bin Syarhabil bin hasan dan saudaranya yaitu Rabi’ah bertengkar pada tempat batu merah, lantas aku pun meninggalkan negeri itu.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Rasulullah saw benar. Dimana terbukti, bahwa kaum muslimin telah berhasil menaklukan Mesir pada tahun kedua puluh (XX) hijriah dengan dipimpin panglima Amru bin Ash ra. Pasukan itu mendapat restu dari khalifah Umar bin Khatab ra.
Imam Nawawi berkomentar : Bahwa didalam hadits tersebut terkandung mukjizat yang nyata dari Rasulullah saw yang diantaranya adalah : pembitahuan beliau bahwa umatnya akan menguasai Mesir.
Ke-13
Ramalan Rasulullah saw tentang Zainab, Bahwa Ia Adalah istri yang pertama menyusul kematian Beliau.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim dalam kitab shahihnya dari Aisyah ra yang berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Yang paling cepat menyusulku diantara kalian(istri-istriku) adalah yang paling panjang ukuran tangannya”.
Aisyah ra melanjutkan : “Merekapun saling menjulurkan tangannya dan mengukur siapa diantara mereka yang paling panjang ukuran tangannya. Lalu aisyah menambahkan lagi : “Ternyata yang paling panjang ukuran tangannya adalah Zainab, karena ia bekerja dengan tangannya dan bersedekah”.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Asysyaikani.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Demikianlah yang terjadi. yaitu sebagaimana yang diramalkan oleh junjungan kita Rasulullah saw, bahwa memang Zainablah diantara istrinya yang paling cepat menyusul kematiannya.
Ke-14
Ramalan Rasulullah saw tentang Fathimah, Bahwa ia adalah Orang pertama diantara anggota keluarganya yang menyusul kematian Beliau.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Setiap tahun Jibril as mengetes Al Quran bersamaku sebanyak satu kali, dan tahun ini ia melakukannya sebanyak dua kali. Aku (nabi) merasa, bahwa hal itu merupakan isyarat sudah dekat ajalku, dan engkau Fathimah adalah orang pertama diantara keluargaku yang menyusul kepergianku”.
Tingkatan hadits :
Hadits tersebut shahih sebagaimana disepakati Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Tepat sekali apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw, bahwa Fathimah adalah anggota keluarganya yang pertama menyusul kematian beliau saw. Benar Fathimah tidak hidup lama setelah wafatnya Rasulullah saw, kecuali hanya enam bulan.
Ke-15
Ramalan Rasulullah tentang Perang melawan Bangsa Turki.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Tidak akan terjadi kiamat sebelum kalian memerangi bangsa Turki, yang bermata elang, berwajah kemerah-merahan, berhidung kecil, seakan-akan muka mereka seperti perisai berlapis kulit”.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Tepatlah kiranya apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Memang, telah berkali-kali terjadi peperangan antara kaum muslimin dengan bangsa Turki. Yang pertama terjadi pada masa khalifah Umar ra, tepatnya tahun kedua puluh dua (XXII) hijriah dibawah panglima Abdurahman bin Rabi’ah ra.
Ke-16
Ramalan Rasulullah tentang lanjutnya Usia Abdulah bin Basar.
Diriwayatkan oleh Imam Al hakim dalam Mustadraknya, bahwa Rasulullah saw bersabda tentang Abdullah bin Basar ra :
“Anak ini akan hidup selama satu abad”.
Ziyad berkata : “Memang Abdullah hidup selam 100 tahun. dan di wajahnya ada kutil dan Rasulullah saw mengatakan tentang hal itu :
“ia tidak akan meninggal sebelum kutil itu hilang dari mukanya”.
Ternyata benar bahwa ia tidak meninggal dunia hingga kutil itu menghilang dari wajahnya.
Tingkatan hadits :
Hadits ini dengan sejumlah jalurnya adalah shahih, sebagaimana telah mengisyaratkan tentang hal itu Haitsami seperti yang tercantum dalam Tahrijnya.
Kenyataan dari yang diramalkan “
Benar kiranya ucapan Rasulullah saw, Abdullah bib Basyar hidup selama satu abad, ia meninggal pada tahun 88 hijriah.
Ke-17
Ramalan Rasulullah saw tentang penaklukan Yaman, syam dan Irak.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Akan ditaklukan Yaman, dimana sejumlah orang akan bermigrasi kesana, dan orang akan membawa keluarga mereka juga orang yang mau mengikuti mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui.
Akan ditaklukan Syam, dimana sejumlah orang akan bermigrasi kesana, dan orang akan membawa keluarga mereka juga orang yang mau mengikuti mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui.
“Akan ditaklukan Irak, dimana sejumlah orang akan bermigrasi kesana, dan orang akan membawa keluarga mereka juga orang yang mau mengikuti mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih sebagaimana disepakati oleh Bukhari dan Muslim.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Demikianlah yang terjadi sebagaimana diramalkan oleh Rasulullah saw, Yaitu setelah negeri Yaman, Syam dan irak ditaklukan oleh kaum muslimin mereka ramai-ramai berimigrasi kesana.
Ke-18
Ramalan Rasulullah saw tentang Perluasan Wilayah Kekuasaan Umatnya.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah telah menarik ujung bumi bagi ku, sehingga aku dapat melihat bagian timur dan baratnya. Dan kelak kekuasaan Umatku akan mencapai bagian bumi yang telah didekatkan kepadaku”.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih diriwayatkan Imam Muslim.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Memang terbukti apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw bahwa kini wilayah kekuasaan Umatnya mencapai timur dan barat, yang membentang dari samodera fasifik di timur hingga samodera atlantik di barat. Yaitu dari kepulaan Filipina, sampai ketepian Maroko dan Spanyol.
Ke-19
Ramalan Rasulullah saw tentang berkobarnya api di wilayah Hijaz.
Diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Tidak akan terjadi kiamat sebelum keluarnya api dari bumi Hijaz hingga sampai menerangi leher-leher onta di Bashrah”.
Tingkatan hadits :
Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Kenyataan dari yang diramalkan :
Terbukti apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw pada tahun 654 H. Peristiwa itu sendiri terjadi tatkala berkobarnya api (kebakaran) yang besar di wilayah timur dari kota Madinah, yang panjang, lebar serta ketinggiannyamencapai lebih kurang empat mil. Sehingga cahayanya mencapai wilayah Taima, dan kilatannya dapat disaksikan dari Makkah. Sebagaimana mereka yang berada di Bashrah melihat leher-leher onta dibawah penerangan cahaya api itu.
Imam Nawawi bercerita :
“Bahwa pada jaman kami telah menyembur kilatan api (kebakaran) di dekat Madinah pada tahun 654 H. Itu merupakan nyala api atau kebakaran yang amat besar yang pernah terjadi di wilayah sebelah timur kota Madinah, tepatnya di dekat Al Hurah. Pengetahuan tentang munculnya api itu mutawatir dikalangan penduduk Syam, bahkan hampir seluruh negeri. Demikianlah sebagaimana menceritakan kepadaku tentang kejadian tersebutmereka yang sedang berada dikota Madinah pada saat itu”.
RAMALAN ALKITAB YANG MELESET
“Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya.” (Ul 18:21-22)
Jadi semua perkataan nabi itu harus tejadi. Kalau perkataannya tidak terjadi, maka itu bukan firman Tuhan tapi hanya perkataan nabi nabi palsu.
Ke-1
kejadian
35:10 Kata Allah kepadanya, “Engkau tidak akan disebut lagi Yakub, tetapi Israel.” Demikianlah Allah menamakan dia Israel
32:28 “Namamu tidak akan disebut lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia dan engkau menang”.
Terang sekali bahwa Alkitab meramalkan bahwa Allah tidak akan menyebut Yakub lagi tapi Israel. Tapi Ramalan alkitab tersebut ternyata meleset, Allah masih memanggil nama Yakub.
46:2 Dalam suatu penglihatan pada waktu malam, Allah berkata kepadanya, “Yakub, Yakub!” “Ya, Tuhan,” jawabnya
Ke-2
kejadian
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Disini Alkitab meramalkan, bahwa pada hari Adam memakan buah terlarang, pasti akan mati. Tapi ramalan alkitab ini meleset juga. Pada hari adam memakan buah terlarang itu tidak mati. Bahkan Adam mencapai usia 930 tahun.
5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
Ke-3
kejadian
4:12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”
Tuhan telah mengutuk Kain setelah membunuh Abel bahwa ia akan menjadi “seorang pelarian dan pengembara di bumi.” Tetapi ternyata ramalan Alkitab tersebut meleset. Diayat selanjutnya dalam kitab itu disebutkan setelah berbicara dengan Tuhan itu Kain “Hidup menetap” di tanah Nod. Membangun kota, menikah dan punya anak.
4:16. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
4:17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
Mleset khan????
Ke-4
“Kepadamu (Ibrahim) dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yakni seluruh negeri kanaan (Palestina), akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya, dan aku akan menjadi Allah Mereka”. (Kejadian 17:8, dan Kejadian 13:15 dan keluaran 32:13).
Israel ingin merebut Palestina karena menurut mereka tanah Palestina adalah tanah miliknya sesuai janji Tuhan diatas. Tapi apakah janji Tuhan tersebut terpenuhi. Ternyata janji Tuhan itu meleset, ternyata Ibrahim dan anak keturunannya tidak diberikan Tanah Kanaan untuk selama-lamanya. Bahkan sepetak tanahpun Tuhan tidak memberikannya. Adakah Tuhan Berdusta?
“Dan Allah tidak memberikan milik pusaka kepada Ibrahim , bahkan sepetak tanahpun tidak, tetapi Allah berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya…”. (Kisah para rasul 7:5).
Ke-5
“Karena Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan suatu sorak dengan suara penghulu malaikat dan dengan berbunyi sangkakala Allah, maka segala yang mati di dalam kristus akan bangkit dahulu”. “Kemudian KITA YANG SEDANG HIDUP, yang telah tertinggal ini, akan diambil kedalam awan bersama-sama dengan mereka itu menghadap Tuhan didalam awang-awangan, demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan”. ( I telasonika 4 : 16-17 ).
Paulus tidak dibawa Yesus keawang-awangan kemudian terus ke surga, melainkan paulus dibunuh oleh kaisar Nero pada tahun 64 masehi. Mlesetkan?
Ke-6
“Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah kekota yang lain, karena aku berkata kepadamu ; “Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, anak manusia (yesus) sudah datang”. (Matius 10:23).
Yesus meramalkan kepada murid-muridnya bahwa sebelum murid-muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel Yesus sudah datang. Murid-murid yesus melarikan diri dan mereka menghilang dan telah binasa 2000 tahun dengan tidak ada tanda-tanda kembalinya Yesus.
Ke-7
Exodus 33:2
God promises to cast out many nations including the Canaanites and the Jebusites. But he was unable to fulfill his promise.
Ke-8
Keluaran 34:1
Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Pahatlah dua keping batu seperti yang dahulu. Pada batu itu Aku akan menulis kata-kata yang sama dengan yang ada pada batu yang sudah kaupecahkan itu.
Dalam ayat ini tuhan berkata bahwa dia akan menulis di batu.
Tapi ternyata bahwa justru Musa yang disuruh menulis.
Keluaran 34:27.
Kata TUHAN kepada Musa, “Tulislah kata-kata itu, karena berdasarkan perkataan itu Aku membuat perjanjian dengan engkau dan dengan bangsa Israel.”
Ke-9
2 Kings 22:20
karena itu hukuman atas Yerusalem tidak akan Kujatuhkan selama engkau masih hidup. Engkau akan meninggal dengan damai.’” Maka kembalilah utusan-utusan itu kepada raja dan menyampaikan pesan itu.
Tuhan bejanji akan memberi Josiah kematian dengan damai, tapi dalam 2 Raja-raja 23:29-30 Yosia tewas dalam pertempuran:
Raja Yosia tewas dalam pertempuran di Megido ketika ia pergi memerangi Nekho, raja Mesir, yang sedang maju dengan pasukannya untuk membantu raja Asyur di tepi Sungai Efrat. Jenazah Raja Yosia diambil oleh para pegawainya lalu dibawa pulang dengan kereta ke Yerusalem. Di sana ia dikuburkan di pekuburan raja-raja. Lalu rakyat Yehuda memilih dan mengangkat Yoahas putranya menjadi raja menggantikan dia. Kisah lainnya mengenai Raja Yosia dicatat dalam buku Sejarah Raja-raja Yehuda.
Ke-10
The tribe of Judah will reign “until Shiloh,” but Israel’s first king (Saul) was from the tribe of Benjamin (Acts 13:21), and most of the time after this prophecy there was no king at all. Gen49:10
Ke-11
Yesaya
19:5 Air Sungai Nil akan surut dan lambat laun mengering.
19:6 Terusan-terusan akan berbau busuk waktu airnya makin habis. Gelagah dan rumput akan menjadi layu.
19:7 Seluruh persemaian di sepanjang tepi Sungai Nil akan menjadi kering lalu diterbangkan angin.
Sungai Nil tetap eksis sampai sekarang , mleset lagi khan? (^_^)
Ke-12
Yesaya
17:1. TUHAN berkata, “Damsyik tidak lagi merupakan kota, tetapi hanya tumpukan puing-puing.
17:2 Kota-kota di Siria akan ditinggalkan untuk selama-lamanya dan menjadi tempat kawanan ternak; tak seorang pun akan menghalaukan mereka.
Paulus pernah ke Damyik. Damsyik tetap bertahan sampai sekarang. Mleset lagi.
Ke-13
Yesaya
19:18. Pada waktu itu bahasa Ibrani akan dipakai dalam lima kota Mesir. Orang-orang di sana mengangkat sumpah demi nama TUHAN Yang Mahakuasa. Salah satu kota itu akan dinamakan “Kota Matahari”.
Bahasa Ibrani tidak pernah dipakai untuk bicara di Mesir.
Ke-14
Yesaya
19:23 Pada waktu itu akan ada jalan raya antara Mesir dan Asyur. Penduduk dari kedua negeri itu akan pulang pergi lewat jalan itu dan mereka akan beribadat bersama-sama.
19:24 Pada waktu itu Israel akan sama kedudukannya dengan Mesir dan Asyur, dan ketiga bangsa itu akan menjadi berkat bagi seluruh dunia.
Tidak pernah terjadi aliansi antara Israel Mesir dan Asysyiria. Bahkan Israael dan Mesir saling bermusuhan.
Ke-15
Yesaya
28:7 Juga nabi-nabi dan imam-imam mabuk karena terlalu banyak minum anggur dan arak. Mereka berjalan terhuyung-huyung dan tersandung-sandung karena pikiran mereka kacau. Nabi-nabi tak dapat lagi memahami penglihatan-penglihatan yang diberikan Allah kepada mereka. Imam-imam tak dapat lagi memutuskan perkara-perkara yang dihadapkan kepada mereka.
Tuhan telah salah memilih nabi atau utusannya. Bila utusan Tuhan dan Para Imam saja pada teler gitu bagaimana pengikutnya.
Ke-16
Yesaya
60:12 Bangsa dan kerajaan yang tak mau mengabdi kepadamu (Israel), akan binasa dan hilang lenyap.
Ramalan Alkitab tersebut ternyata meleset bukan ?
Ke-17
Yeremia
3:17 Pada waktu itu kota Yerusalem akan disebut ‘Takhta TUHAN’, dan segala bangsa akan berkumpul di kota itu untuk menyembah Aku. Mereka tidak akan lagi mengikuti kemauan hati mereka yang bebal dan jahat itu.
Segala bangsa akan berkumpul di Yerusalem untuk menyembah Tuhan ? Ramalan yang satu ini meleset juga khan?
Ke-18
Yeremia
5:30 Sesuatu yang dahsyat dan mengerikan telah terjadi di negeri ini:
5:31 nabi-nabi berdusta, imam-imam melayani menurut kemauannya sendiri dan kamu umat-Ku suka akan hal itu. Tetapi apa yang akan kamu lakukan bila tiba hari terakhir?”
Tuhan salah memilih Utusannya? Masak nabi kok berdusta?
Ke-19
Yeremia
9:11 TUHAN berkata, “Yerusalem akan Kujadikan reruntuhan tempat bersembunyi anjing hutan. Kota-kota Yehuda akan menjadi sunyi, tempat yang tidak lagi dihuni.”
Yerusalem tetap Ramai hingga saat ini, bahkan tidak ada anjing hutannya.
Ke-20
Yeremia
10:22 Dengarlah! Ada berita bahwa sebuah bangsa di utara menimbulkan kegemparan. Tentaranya akan membuat kota-kota Yehuda menjadi sepi dan tak berpenghuni. Anjing-anjing hutan akan bersembunyi di sana.”
Tepatkah ramalan Alkitab tersebut?
Ke-21
Yeremia
14:14 Tapi TUHAN menjawab, “Nabi-nabi itu membawa berita dusta atas nama-Ku; Aku tidak mengutus mereka, dan tidak juga memberi perintah atau berbicara kepada mereka. Penglihatan-penglihatan yang mereka ceritakan bukan dari Aku; mereka meramalkan hal-hal tak berguna yang mereka karang sendiri.
Nabi yang berbohong berarti nabi Palsu. Ini berarti yesaya, Daniel, Yeremia dan Yesus nabi Palsu???
Ke-22
Yehizkiel
21:28. “Hai manusia fana, meramallah! Beritahukanlah kepada orang Amon yang telah menghina Israel, bahwa Aku, TUHAN Yang Mahatinggi berkata, ‘Sebuah pedang sudah siap untuk membantai; pedang itu sudah diasah mengkilap seperti kilat, supaya siap untuk membunuh.
21:29 Penglihatan yang kamu lihat adalah palsu, dan ramalan yang kamu ucapkan juga bohong dan dusta. Kamu jahat serta durhaka, dan saat untuk hukumanmu yang terakhir sudah dekat. Pedang itu akan memenggal lehermu.
21:30 Hai orang Amon, sarungkanlah kembali pedangmu! Kamu akan Kuhakimi di tempat kamu diciptakan dan dilahirkan.
21:31 Aku akan melampiaskan ke atasmu kemarahan-Ku yang menyala-nyala. Dan kamu akan Kuserahkan kepada orang-orang yang kejam yang terlatih untuk membinasakan.
21:32 Kamu akan habis dimakan api. Darahmu akan tertumpah di negerimu sendiri, dan tak ada seorang pun yang masih ingat kepadamu. Aku TUHAN telah berbicara.’”
Yehizkiel meramalkan pada abad keenam sebelum masehi bahwa orang Amon akan binasa dan tidak diingat orang lagi. Tapi sampai sekarang orang masih mengingat Amon karena memang tertulis dalam Alkitab. Mleset lagi!!!!
Ke-23
Yehizkiel
26:14 Yang Kutinggalkan hanya sebuah batu yang tandus saja, tempat para nelayan menjemur jala mereka. Kota itu tidak akan dibangun lagi. Aku, TUHAN Yang Mahatinggi telah berbicara.”
26:15. TUHAN Yang Mahatinggi berkata kepada kota Tirus, “Penduduk daerah pantai akan gemetar ketakutan bila mendengar teriak kekalahanmu dan jeritan orang-orang yang sedang dibantai.
26:16 Melihat nasibmu, raja-raja dari bangsa-bangsa di tepi laut akan bangkit dari takhta, menanggalkan jubah kebesaran dan baju mereka yang bersulam, lalu duduk gemetaran di tanah. Mereka akan sangat ketakutan sehingga tak dapat tenang.
26:17 Kemudian mereka akan menyanyikan lagu penguburan ini bagimu: Hancurlah sudah kota yang terpuja! Segala kapalnya disapu dari samudra. Penduduknya semula berkuasa di laut membuat orang-orang pantai takut.
26:18 Kini, pada hari engkau dikalahkan, penduduk pulau-pulau gemetaran. Terkejutlah mereka semua melihat kehancuranmu yang tak terkira.”
26:19 TUHAN Yang Mahatinggi berkata, “Kujadikan engkau sunyi senyap seperti kota yang tidak berpenduduk. Aku akan menutupi engkau dengan air dari dasar samudra.
26:20 Lalu engkau Kukirim ke dunia orang mati untuk bergabung dengan orang-orang dari zaman purbakala. Kubiarkan engkau menetap di dunia orang mati itu, di tengah-tengah puing-puing abadi, bersama-sama dengan orang mati. Maka tanahmu tak akan didiami lagi, dan engkau tak akan terbilang di antara orang hidup.
26:21 Engkau Kujadikan contoh yang mengerikan, dan itulah akhir riwayatmu. Orang-orang akan mencari engkau, tetapi engkau tak akan ditemui. Aku TUHAN Yang Mahatinggi telah berbicara.”
Yehizkiel meramalkan bahwa TYRUS akan dihancurkan dan tidak akan dibangun lagi. Tapi kenyataannya TYRUS tetap ada pada jaman Yesus dan Paulus.
(Mt.15:21, Mk.7:24, 31, Acts 21:3)
Ke-24
Yehizkiel
29:10 maka Aku menjadi musuhmu, dan musuh Sungai Nilmu. Seluruh Mesir akan Kujadikan tanah yang sunyi sepi mulai dari kota Migdol di utara sampai ke kota Aswan di selatan, hingga perbatasan Sudan.
29:11 Tak ada manusia atau binatang yang akan melaluinya. Selama empat puluh tahun tak akan ada orang yang mendiaminya.
29:12 Aku akan membuat Mesir sunyi sepi sehingga di antara negeri-negeri sepi lainnya, Mesirlah yang paling sepi. Selama empat puluh tahun kota-kota di Mesir akan merupakan puing-puing yang jauh lebih parah daripada puing-puing kota mana pun juga. Bangsa Mesir akan Kujadikan pengungsi-pengungsi. Mereka akan tersebar ke segala negeri dan tinggal di tengah-tengah bangsa lain.”
29:13 TUHAN Yang Mahatinggi berkata, “Hai bangsa Mesir, sehabis empat puluh tahun itu, kamu akan Kubawa kembali dari negeri-negeri di tempat kamu telah tersebar.
Ezekiel makes another false prophecy: that Egypt would be uninhabited by humans or animals for forty years after being destroyed by Nebuchadrezzar. But there was never a time when Egypt was uninhabited. Humans and animals have lived there continuously since Ezekiel’s prophecy.
Ke-25
Yehizkiel
29:14 Kamu akan Kupulihkan dan Kusuruh tinggal di Mesir bagian selatan, tanah asalmu. Di sana kamu akan membentuk kerajaan yang lemah,
29:15 yang paling lemah di seluruh dunia. Aku akan membuat kamu sangat lemah sehingga kamu tak akan dapat memerintah bangsa-bangsa lain ataupun menyombongkan diri terhadap mereka.
Egypt “shall be the basest of the kingdoms; neither shall it exalt itself any more above the nations: for I will diminish them, that they shall no more rule over the nations.” But Egypt remained an important and often powerful nation. During the Tulunid dynasty (868-905 CE), for example, Egypt was the center of a small empire and conquered Syria.
Ke-26
Yehizkiel
34:28 Mereka tidak akan lagi dirampok oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Aku, atau diterkam oleh binatang-binatang buas. Mereka akan hidup dengan sejahtera, dan tak ada seorang pun akan membuat mereka takut lagi.
34:29 Aku akan menyuburkan ladang-ladang mereka sehingga tak ada masa kelaparan lagi di negeri itu. Mereka tidak akan dihina lagi oleh bangsa-bangsa lain.
Once again, Ezekiel prophesies God will protect the Israelites from invasion and plunder as a shepherd protects his flock. Again, we know this has not happened.
Ke-27
Namun Yesus menjawab permintaan orang Yahudi itu dengan keras dan kasar. Ia berucap, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:39-40).
Yesus meramalkan akan seperti Yunus tinggal dalam perut bumi tiga hari tiga malam. Tapi ramalan yesus ini ternyata meleset. Yunus HIDUP didalam perut ikan, sedang Yesus MATI dalam perut bumi. Meleset kan? Yunus berada TIGA HARI TIGA MALAM dalam perut ikan, Yesus cuma SATU HARI DAN DUA MALAM. Yesus dikubur jum’at petang, dan Minggu pagi-pagi sekali Yesus sedah tidak ada di kubur.
Ke-28
Jonah
3:4 Yunus memasuki kota itu dan sesudah berjalan sepanjang hari, ia mulai berkhotbah, katanya, “Empat puluh hari lagi, Niniwe akan hancur!”
Yunus meralkan bahwa dalam empat puluh hari, Niniwe akan hancur. tapi kenyataannya kahn tidak.
3:10 Allah melihat perbuatan mereka; Ia melihat bahwa mereka telah meninggalkan kelakuan mereka yang jahat. Maka Ia mengubah keputusan-Nya, dan tidak jadi menghukum mereka.
Ke-29
Ramalan yesus meleset! (antara Lukas 22:33-34 dengan Markus 14:68)
Lebih fatal lagi, dalam Bibel diceritakan bahwa ucapan Yesus tentang apa yang akan datang itu tidak terjadi (ramalannya meleset). Dia berkata bahwa AYAM TIDAK AKAN BERKOKOK SEBELUM PETRUS MENYANGKAL YESUS 3 KALI.
“Jawab Petrus: “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam TIDAK AKAN berkokok, SEBELUM engkau TIGA KALI menyangkal, bahwa engkau mengenal aku.” (Lukas 22:33–34).
Kenyataannya, Petrus baru menyangkal Yesus satu kali, ayam sudah berkokok.
“Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: “Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” Lalu ia pergi ke serambi muka dan BERKOKOLAH AYAM.” (Markus 14:68).
RAMALAN ALKITAB YANG TELAH TERJADI.
“Jangan kamu menyangka bahwa aku (Yesus) datang untuk membawa damai diatas bumi. Aku datang BUKAN UNTUK MEMBAWA DAMAI,melainkan PEDANG. Sebab aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari mertuanya, dan musuh orang ialah seisi rumahnya”. (MATIUS 10 : 34-36).
“Kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa DAMAI DIATAS BUMI? BUKAN, kataKu kepadamu, BUKAN DAMAI MELAINKAN PERTENTANGAN”. (LUKAS 12 : 51).
“Aku datang untuk MELEMPARKAN APIKEBUMI dan betapakah aku harapkan, api itu TELAH MENYALA”. (LUKAS 12 : 49).
Ramalan Alkitab tersebut telah benar-benar terjadi. Dimana umat kristen telah menjadi umat anti perdamaian, tukang bunuh muslimin di Poso, ambon, Kosovo, Moro dll.
Dalam penyebaran Agamanya umat kristen juga telah sesuai dengan ramalan Alkitab, yakni dengan cara pemaksaan, bujuk rayu supermi dll.
“Pergilah kesemua jalan dan lintasan dan PAKSALAH orang-orang yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Luk 14:23)
“Pergilah jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan anak dan Roh Kudus,” (Mat 28:19)
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan DIHUKUM.” (Mrk 16-15)
Agama itulah yang menyebabkan bencana dimuka bumi dan pertentangan abadi dengan agama-agama lain. Sudah sepantasnyalah agama seperti itu dilarang di seluruh permukaan bumi, agar terjadi perdamaian abadi.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 26, 2011 at 5:23 am
Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad SAW
Tidak seorang rasul pun yang diutus oleh Allah Taala melainkan pasti dikuatkan dengan tanda-tanda berupa peristiwa alamiah serta mukjizat yang menyalahi keadaan yang biasa dialami oleh umat manusia, yang keluar dari batas kepandaian mereka. Maksudnya ialah agar dengan menunjukkan hal-hal itu dia dapat menjadi bukti bahwa orang yang mengaku menerima risalah benar-benar dipercaya sebagai utusan Tuhan, di samping berbagai berita gembira dan peringatan yang disampaikan
Setiap nabi dan rasul diberikan mukjizat, akan tetapi semua mukjizat tersebut telah hilang bersama kewafatan para nabi dan rasul. Hanya satu saja mukjizat yang masih wujud dan dapat kita lihat, sentuh, baca dan dengar. Itulah mukjizat nabi kita Nabi Besar Muhammad s.a.w yaitu Al-Qur’an Al-Karim, yang telah Allah janjikan untuk memelihara dan melingdunginya sehingga hari Kiamat kelak.
Ini termaktub dalam firman Allah s.w.t di dalam surah Al-Hijir, ayat 9:
Ertinya: “Sesungguhnya telah Kami turunkan peringatan ini (Al-Qur’an) dan sesungguhnya Kami lah penjaga baginya.”
Sebagai bukti bahwa Alquran benar-benar sebagai mukjizat adalah tantangan yang dikemukakan sendiri oleh Allah Taala dalam firman-Nya yang berbunyi, “Katakanlah! ‘Andai kata seluruh manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Alquran ini, pasti mereka semua tidak dapat membuat yang serupa dengan dia, walaupun mereka saling tolong-menolong.” (Q.S. Al-Isra:88)
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, “Tidak seorang nabi pun dari nabi-nabi itu melainkan pasti diberi yang sepadan dengan tuntutan orang yang beriman atasnya. Hanya saja yang diberikan padaku ini adalah wahyu yang diwahyukan oleh Allah padaku. Maka dari itu aku mengharap, kiranya aku mempunyai pengikut yang terbanyak pada hari kiamat nanti.” Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Semua yang ada dalam Al-Qur’an mempunyai kelebihan dan keutamaan yang sangat banyak tanpa batas, karena Al-Qur’an adalah kalam Alloh yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat yang besar dan kitab untuk semua makhluk dan merupakan penyempurnaan dari kitab-kitab sebelumnya.
Alloh tidak membedakan tentang kelebihan dan keutamaan setiap surat atau ayat dalam Al-Qur’an. “ Tiadalah kami alpakan (diskriminasikan) sesuatupun didalam Al Kitab ( Al-Qur’an ) “ ( Al An’aam : 38 ).
Hanya manusia yang belum mengkajinya secara mendalam. Tetapi ada beberapa surat dan ayat yang mempunyai keutamaan tertentu berdasarkan petunjuk dari Nabi.
Diriwayatkan dari A’isyah bahwa Nabi saw masuk kepadanya, ketika itu ada seorang wanita yang sedang diobati dan dibacakan Ruqyah, lalu Nabi saw bersabda kepadanya : “ Obatilah dengan kitab Alloh ( Al-Qur’an ) “ ( HR.Muslim ).
Jika kita perhatikan Hadits ini niscaya kita akan dapati bahwa Nabi saw menyebut secara umum dan tidak menyebut ayat-ayat tertentu atau surat-surat tertentu. Dengan demikian jelas bahwa Al-Qur’an seluruhnya adalah obat dari penyakit fisik, mental dan spiritual. Hanya orang-orang Khawas yang dapat mengetahui rahasia-rahasia Alloh yang terdapat di dalam Al-Qur’an. “ Alloh menganugerahkan al Hikmah ( Kepahaman tentang Al-Qur’an dan sunah ) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahkan al Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak “ ( Al Baqarah : 269 ).
Wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. datang untuk memecahkan problematika kehidupan yang membingungkan seluruh manusia sejak dahulu sampai sekarang.
Dalam hal ini Allah Taala berfirman, “Dan andaikata semua pohon yang ada di bumi ini dijadikan pena dan lautan dijadikan tinta dan ditambah lagi dengan tujuh lautan sesudah itu, maka tidak akan habis kalimat Tuhan (yang hendak dituliskan itu).” (Q.S. Luqman:27)
Semua persoalan ini datang dengan susunan yang amat indah kesusasteraannya, manis didengar dan dapat mempengaruhi perasaan halus setiap manusia yang menelitinya. Bahkan dapat menarik atau menguasai diri dan jiwanya. Selanjutnya semua rasa untuk melaksanakan kebaikan dapat ditimbulkan. Sementara itu kata-kata yang termuat di dalamnya jauh sekali dari perselisihan dan isi maknanya tidak berlawanan (paradoxal).
Allah Taala berfirman,:
“Andai kata Alquran datangnya bukan dari sisi Allah pasti mereka akan mendapatkan pertentangan yang banyak sekali dalam isinya.” (Q.S. An-Nisa:82)
Maksudnya oleh sebab Alquran turun secara berangsur-angsur selama 23 tahun, tetapi walaupun demikian jiwa, isi, keterangan-keterangan dan cerita-cerita yang ada di dalamnya, sekalipun dalam waktu yang berbeda-beda suasana dan keadaannya, tetap sama, tidak berubah-ubah dan satu dengan yang lainnya tidak bertentangan sama sekali. Sebenarnya tidak pernah ada sebuah kitab pun yang dapat menandingi kitab suci Alquran, baik mengenai ketinggian isinya, kejelasan keterangannya dan amat dalam mengesan di dalam jiwa.
Bukti kebenaran Al Qur’an
A. Kisah Fir’aun & Nabi Musa as
Dalam Surah Yunus ayat 90-92, Al-Qur’an menyatakan bahwa pada suatu masa nanti bangkai Fir’aun yang tenggelam sewaktu mengejar Nabi Musa as akan dikembalikan kepada manusia (dapat disaksikan dengan mata kepala) untuk menjadi bukti akan kebenaran dan kebesaran ayat-ayat Allah itu.
“Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.”
(QS. 10:90-92)
Perlu diketahui, bahwa ayat ini turun setelah 21 abad masa Fir’aun.
Orang sudah tidak tahu lagi dimana batang tubuh Fir’aun.
Tetapi sungguh menakjubkan, bahwa setelah terpendam selama lebih kurang 40 abad, yaitu tepatnya tanggal 6 Juli 1879 para ilmuwan Archeologi telah berhasil menemukan batang tubuh Fir’aun, dan hal ini sekaligus menemukan bukti akan kebenaran Al-Qur’an sebagai wahyu Allah, bukan ciptaan Nabi Muhammad Saw !
Berikut akan saya kutipkan tulisan Yoesof Sou’yb dalam majalah ‘Harmonis’ tentang kesesuaian antara Surah Yunus 90-92 dengan kenyataan sejarah yang menggemparkan itu.
Wahyu Ilahi yang diturunkan pada abda ke-7 Masehi itu menegaskan bahwa badan Pharaoh/Fir’aun yang telah menjadi korban, akan diselamatkan sebagai pertanda bagi orang belakangan.
Dalam ayat asli berbunyi : ‘nunajji-ka bi badani-ka’.
B. Kisah Romawi
Pernyataan tentang kekalahan pasukan Romawi oleh pasukan Persia yang terdapat dalam permulaan Surah Ar-Rum.
Pada tahun 325, raja Konstantin memeluk agama Kristen, dan menjadikan agama ini sebagai agama negara yang resmi (Awal dari terbentuknya konsili Nicea yang mengesahkan Trinitas). Secara spontan, rakyat Romawipunbanyak yang memeluk agama tersebut, sementara itu kekaisaran Persia, penyembah matahari, menolak untuk memeluk agama tersebut.
Adapun raja yang memegang tampuk kekaisaran Romawi pada akhir abad ke-7 M adalah Maurice, seorang raja yang kurang memperhatikan masalah kenegaraan dan politik. Oleh karenanya angkatan bersenjatanya pun kemudian mengadakan kudeta dibawah pimpinan panglimanya yang bernama Pochas.
Setelah mengadakan kudeta, Pochas naik tahta dan menghukum keluarga raja dengan cara yang kejam. Serta mengirim seorang duta ke Persia, yang pada waktu itu dipegang oleh Kisra Chorus II, putra Kisra Anu Syirwan yang adil.
Pada waktu Kisra tahu kejadian kudeta di Romawi, Kisra sangat marah karena Kisra pernah berhutang budi pada Maurice yang sekaligus juga mertuanya itu. Kemudian Kisra memerintahkan untuk memenjarakan duta besar Romawi, serta menyatakan tidak mengakui pemerintahan Romawi yang baru.
Akhirnya Kisra Chorus melancarkan peperangan terhadap Romawi.
Angkatan perangnya merayap melintasi sungai Euphrat menuju Syam.
Dalam serangan ini Pochas tidak dapat mempertahankan diri terhadap angkatan perang Persia yang telah menguasai kota Antiochia dan El Quds.
Sementara itu penguasa Romawi didaerah jajahan Afrika juga mengirimkan pasukan besar dibawah pimpinan puteranya, yaitu Heraklius. Bertolaklah pasukan tersebut dengan diam-diam melalui jalan laut, sehingga Pochas tidak tahu kedatangan mereka. Tanpa menghadapi perlawanan sama sekali, Heraklius akhirnya berhasil menguasai kekaisaran dan membunuh Pochas.
Walaupun Heraklius berhasil menguasai kekaisaran dan membunuh Pochas, namun Heraklius tidak berhasil menahan badai pasukan Persia. Sehingga Romawi kehilangan daerah jajahannya dan tinggallah kekaisaran Romawi di ibukota saja. Penduduk yang tinggal di ibukota penuh diliputi rasa kekhawatiran akan serangan pasukan Persia yang akan memasuki ibukota.
Setelah berlangsung peperangan selama enam tahun, kaisar Persia mau mengadakan perdamaian dengan Heraklius tetapi dengan satu syarat, Heraklius harus menyerahkan seribu talent emas, seribu talent perak, seribu pakaian dari sutera, seribu kuda dan seribu gadis perawan kepada Kisra.
Sementara pada ibukota Persia dan Romawi terjadi peristiwa tersebut, maka pada bangsa dipusat ibukota Jazirah Arabia, yaitu di Mekkah Almukarromah, terjadi pula hal yang serupa. Dikota tersebut terdapat orang-orang Majusi Persia, penyembah matahari dan api, dan orang-orang Romawi yang beriman kepada ajaran Isa (walau sudah diselewengkan).
Orang Islam dan orang-orang Romawi mengharapkan kemenangan mereka atas orang-orang kafir dan musyrikin, sebagaimana halnya mereka mengharapkan kekalahan orang-orang kafir Mekkah dan orang Persia, sebab mereka merupakan penyembah benda-benda materi. Sementara orang-orang Nasrani, meskipun sebagian dari mereka sudah menyimpang dari ajaran Isa Putra Maryam adalah merupakan saudara dan sahabat terdekat kaum Muslimin.
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata:”Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena diantara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rabib-rabib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.”
(QS. 5:82)
Dengan demikian, pertarungan yang terjadi antara orang-orang Persia dan Romawi menjadi lambang luar pertarungan antara orang-orang Islam dan musuh-musuhnya di Mekkah. Maka pada waktu Persia berhasil mengalahkan orang-orang Romawi pada tahun 616 dan berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah Timur negara Romawi, orang-orang Musyrikin pun mendapat kesempatan untuk menghina kaum Muslimin dengan mengatakan : ‘Saudara kami berhasil mengalahkan saudara kamu. Demikian pula yang akan kami lakukan kepadamu jika kamu tidak mau mengikuti kami, meninggalkan agama kamu yang baru (Islam).’
Dalam keadaan yang menyakitkan itu, kaum Muslimin Mekkah sedang dalam kondisi yang paling lemah dan buruk dalam segi materi, sampai kemudian turun wahyu Allah kepada Nabi Besar Muhammad Saw :
“Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(QS. 30:1-6)
Sungguh turunnya wahyu ini kepada Nabi Saw merupakan suatu ujian mental dan Spiritual bagi semua sahabat-sahabat beliau. Jika apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Saw ini tidak terbukti, maka sudah bisa diramalkan akan kehancuran kepercayaan mereka terhadap diri orang yang selama ini mereka percayai dan mereka kasihi.
Beberapa tahun kemudian, Heraklius membuat suatu rencana yang luar biasa untuk mengalahkan Persia. Heraklius tahu bahwa kekuatan angkatan laut Persia sangat lemah, oleh karena itu dia menyiapkan kapal-kapal untuk menyerang Persia dari belakang. Dia bertolak bersama-sama dengan sisa-sisa pasukannya lewat Laut Hitam ke Armenia, dan melakukan serangan kilat terhadap pasukan Persia. Menghadapi serangan mendadak itu, pasukan Persia tidak mampu bertahan dan lari bercerai berai.
Di Asia kecil, Persia memiliki pasukan yang besar.
Tetapi Heraklius menyerangnya dengan tiba-tiba dengan kapal-kapal perangnya, dan berhasil menghancurkan pasukan Persia. Setelah memperoleh kemenangan yang besar itu, kembalilah Heraklius keibukota Konstantinopel lewat jalan laut.
Setelah dua peperangan diatas, Heraklius melakukan peperangan yang lain melawan Persia pada tahun 623, 624 dan 625. Akibat peperangan tersebut, pasukan Persia terpaksa menarik diri dari seluruh tanah Romawi, dan Heraklius berada pada pusat yang memungkinkan baginya untuk menembus kejantung kekaisaran Persia. Akhirnya perang yang terakhir terjadi pada bulan Desember 627 disepanjang sungai Dajlah.
Pada waktu Kisra Chorus tidak dapat menahan arus tentara Romawi, ia melarikan diri dari istananya, tetapi kemudian ditahan oleh puteranya ‘Siroes’ dan dimasukkan kedalam penjara. Puteranya ini membunuh 18 orang saudara-saudaranya yang lain didepan mata sang ayah, Kisra Chorus. Pada hari kelima, Kisra meninggal dunia dalam penjara.
Selanjutnya Siroes pun terbunuh oleh salah seorang saudara kandungnya sendiri yang masih hidup. Maka mulailah pembunuhan-pembunuhan dilingkungan istana. Dalam masa 4 tahun, sudah 9 raja yang memegang tampuk pemerintahan. Dalam situasi yang demikian buruk ini, jelas Persia tidak mungkin dapat melanjutkan peperangannya melawan kerajaan Romawi.
Maka akhirnya Kavadh II, salah seorang putera kisra Chorus yang masih hidup, meminta damai dan mengusulkan pengunduran diri pasukan Persia dari tanah Romawi. Pada bulan Maret tahun 628 M, Heraklius kembali kekonstantinopel dengan pesta besar-besaran.
Umat Islampun yang mendengar kemenangan saudara-saudaranya para orang-orang Romawi ini melakukan tasbih dan syukur kepada Allah Swt. Semakin mendalamlah keyakinan dan kesetiaan mereka kepada Rasulullah Saw.
Edward Gibbon memperkecil arti ramalan Al-Qur’an dengan menghubungkannya dengan surat yang dikirim oleh Rasulullah Muhammad Saw kepada Kisra Choros II.
Tetapi hal ini terbantahkan dengan melihat waktu turunnya ayat tersebut kepada Nabi Muhammad Saw dan umatnya.
Surat dari Nabi Saw tersebut dikirim pada tahu ke-7 H, setelah perdamaian Hudaibiah, atau pada tahun 628 M.
Sementara Qur’an Surah Ar-Ruum ayat 1-6 yang memuat ramalan tersebut turun pada tahun 616 M, lama sebelum terjadinya Hijrah Nabi dan sahabat-sahabatnya. Jadi antara kedua peristiwa itu terdapat jarak 12 tahun.
C. Ilmu Pengetahuan Moderen Mengungkap Keajaiban Al Qur’an
Al Qur’an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Qur’an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Qur’an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Qur’an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah.
Profesor Tajaten Tahasen, dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari amerika. Keith moore adalah ahli embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka baker yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.
Bunyi surat An Nisa tersebut antara lain sebagai berikut: “sesungguhnya orang orang kafir terhadap ayat ayat kami, kelak akan kami masukkan ke dalam neraka, setiap kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agrr pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Ditinjau secara anatomi lapisan kulit terdiri dari atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung ujung syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (Luka bakar yang telah menembus Sub Cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab ALLAH tersebut. Maha besar Allah yang telah menyisipkan firman firmanNya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb.
Rabbana makhalqta hada batila, Ya Allah tidak ada sedikitpun yang engkau ciptakan itu sia sia.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 26, 2011 at 4:00 pm
Who Is Muhammad (SAW) Anyway ?
ENCYCLOPEDIA BRITANNICA
“Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya
(jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)”
MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di
YOUNG INDIA):
“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan,
kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup
halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”
Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)
“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris – bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.”
” Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan
merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad – sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ‘sang penyelamat kemanusiaan’.”
“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya
akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini”
“Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh
ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.
Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63.
Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari
peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan
anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat
ini – dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”
MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)
Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa:
“Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.
Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”
(Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277)
“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.
Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya.
Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut – hanya dengan kepribadian seperti dia-lah keagungan seperti ini dapat diraih.”
K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam”
Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad
sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah
seorang pahlawan.
Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.
PROF. (SNOUCK) HURGRONJE:
Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain.
Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.
Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi
legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian
kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral.
Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan – dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya
dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.
THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP
“(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade.”
“Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri.”
“Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.”
EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking on the profession of ISLAM write:
” ‘Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya’ adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama (HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).
Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan’ dan demikianlah juga setiap tindakannya.
SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):
Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika
seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: ‘Allah Maha Besar’… Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.
DIWAN CHAND SHARMA:
“Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya.
(D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)
James A. Michener, “Islam: The Misunderstood Religion,” in READER’S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.
Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya.
Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.
“Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi “Baca” adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis – dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: “Tiada tuhan selain Tuhan.”
“Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: “Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.”
“Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya”. (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 – pen.)
W. Montgomery Watt, MOHAMMAD AT MECCA, Oxford, 1953, p. 52.
“Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa – semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad”
Annie Besant, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras, 1932, p. 4.
“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”
Bosworth Smith, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London, 1874, p. 92.
“Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya.”
John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330
“Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di
Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia … Muhammad”
John Austin, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P. ‘s and Cassel’s Weekly for 24th September 1927.
Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.
Professor Jules Masserman
“Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas-pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.).
Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama.”
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 30, 2011 at 4:14 pm
PERBUDAKAN DALAM AGAMA KRISTIAN
Kristen memiliki hubungan majikan/budak dalam ketuhanan mereka pula. Kristen memakai injil untuk membenarkan perbudakan, pelecehan wanita dan pelanggaran HAM lainnya. Hal ini karena kekaburan injil dalam masalah politik sehingga memungkin berbagai penafsiran.
Perjanjian lama memperbolehkan perbudakan, dengan sangat jelas, namun tidak semuanya terbatas pada perjanjian lama. Yesus merangkum makna perjanjian lama sebagai aturan emas: Apakah ada yang berpikir kalau perbudakan itu mungkin lewat aturan emas? Sebagian besar Kristen dalam sejarah berpikir demikian. Yesus terus melanggar hukum perjanjian lama dan memerintahkan sahabatnya melakukannya pula.
Walau begitu petunjuk perbudakan dalam ajaran Kristen dapat ditemukan dalam ayat berikut:
Ephesians (Efesus) 6:5
Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,
Leviticus (Imamat)
25:44
Tetapi budakmu laki-laki atau perempuan yang boleh kaumiliki adalah dari antara bangsa-bangsa yang di sekelilingmu; hanya dari antara merekalah kamu boleh membeli budak laki-laki dan perempuan.
25:45
Juga dari antara anak-anak pendatang yang tinggal di antaramu boleh kamu membelinya dan dari antara kaum mereka yang tinggal di antaramu, yang dilahirkan di negerimu. Orang-orang itu boleh menjadi milikmu.
25:46
Kamu harus membagikan mereka sebagai milik pusaka kepada anak-anakmu yang kemudian, supaya diwarisi sebagai milik; kamu harus memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya, tetapi atas saudara-saudaramu orang-orang Israel, janganlah memerintah dengan kejam yang satu sama yang lain.
Eksodus (Keluaran)
21:20
Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan.
21:21
Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri.
Luke (Lukas)
12:46
/maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.
12:47
/Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
1- Timotius
6:1
Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.
6:2
Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih. (6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini.
Sebuah gelombang revivalisme yang disebut kebangkitan besar kedua menginspirasi semangat reformasi di Utara AS. Revivalis berpendapat kalau amerika perlu regenerasi moral oleh umat Kristen yang berdedikasi. Mereka membuat sederetan kebijakan untuk menghilangkan kejahatan dalam masyarakat amerika. Reformasi ini termasuk hak wanita, pendidikan, perilaku, perilaku manusiawi pada orang yang sakit mental, dan penghapusan perbudakan. Walau tidak semua revivalis menentang perbudakan, pada pertengahan abad ke19 gerakan penghapusan perbudakan mendapat kekuatan dan energi karena dukungan mereka.
Saat ini tinggal dua negara di dunia kristen yang mempraktekkan perbudakan:
- Venezuela (walau ini tidak semuanya berkaitan dengan kristen, tapi karena hubungan kuat Hugo Chavez dengan organisasi teroris dan kejahatan internasional)
BANDINGKAN PERBUDAKAN DALAM ISLAM
1)BUDAK SEKALIPUN HARUS DI TAATI JIKA LAYAK JADI PEMIMPIN
Adzan (10) : 85
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنْ اسْتُعْمِلَ حَبَشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيبَةٌ
10.85/652. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, telah menceritakan kepadaku Abu At Tayyah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Dengar dan taatlah kalian, sekalipun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habasyi yang berambut keriting seperti buah kismis.”
2)MEMBEBASKAN BUDAK PADA JAMAN SEBELUM DATANG ISLAM TETAP BERPAHALA
Zakat (13) : 39
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ أَشْيَاءَ كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ صَدَقَةٍ أَوْ عَتَاقَةٍ وَصِلَةِ رَحِمٍ فَهَلْ فِيهَا مِنْ أَجْرٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ مِنْ خَيْرٍ
13.39/1346. Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhriy dari ‘Urwah dari Hakim bin Hiram radliallahu ‘anhu berkata; Aku berkata,: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu, saat masih di zaman Jahiliyah aku sering ber’ibadah mendekatkan diri dengan cara bershadaqah, membebaskan budak dan juga menyambung silaturrahim, apakah dari itu semuanya aku akan mendapatkan pahala?. Maka Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: Kamu akan menerima dari kebaikan yang dahulu kamu lakukan.
3)BIJAKSANA TERHADAP BUDAK YANG MENYELEWENG
Jual beli (18) : 103
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا زَنَتْ الْأَمَةُ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا فَلْيَجْلِدْهَا وَلَا يُثَرِّبْ ثُمَّ إِنْ زَنَتْ فَلْيَجْلِدْهَا وَلَا يُثَرِّبْ ثُمَّ إِنْ زَنَتْ الثَّالِثَةَ فَلْيَبِعْهَا وَلَوْ بِحَبْلٍ مِنْ شَعَرٍ
18.103/2008. Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Al Laits berkata, telah menceritakan kepada saya Sa’id Al Maqbariy dari Bapaknya dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa dia mendengarnya berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika seorang budak wanita berzina dan terbukti perzinahannya maka dia dihukum cambuk tanpa dicela dan dihinakan. Jika berzina lagi maka dihukum cambuk tanpa dicela dan dihinakan dan jika berzina lagi untuk ketiga kalinya maka juallah sekalipun dengan harga senilai sehelai rambut.
4)BERLAKU BAIK TERHADAP BUDAK2 WANITA
Membebaskan budak (32) : 26
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ سَمِعَ مُحَمَّدَ بْنَ فُضَيْلٍ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ جَارِيَةٌ فَعَالَهَا فَأَحْسَنَ إِلَيْهَا ثُمَّ أَعْتَقَهَا وَتَزَوَّجَهَا كَانَ لَهُ أَجْرَانِ
32.26/2358. Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dia mendengar Muhammad bin Fudhail dari Mutharrif dari Asy-Sya’biy dari Abu Burdah dari Abu Musa radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa yang memiliki budak wanita lalu memberikan hak-haknya dan bersikap baik kepadanya kemudian dia bebaskan lalu dinikahinya maka baginya mendapat dua pahala.
5)MEMBERI MAKAN,MINUM,PAKAIAN DAN TEMPAT TINGGAL BAGI BUDAK SAMA DENGAN TUANNYA.TAK BOLEH DI SURUH KERJA MELAMPAUI BATAS.
Membebaskan budak (32) : 27
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ الْأَحْدَبُ قَالَ سَمِعْتُ الْمَعْرُورَ بْنَ سُويْدٍ قَالَ رَأَيْتُ أَبَا ذَرٍّ الْغِفَارِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ وَعَلَى غُلَامِهِ حُلَّةٌ فَسَأَلْنَاهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِنِّي سَابَبْتُ رَجُلًا فَشَكَانِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعَيَّرْتَهُ بِأُمِّهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ إِخْوَانَكُمْ خَوَلُكُمْ جَعَلَهُمْ اللَّهُ تَحْتَ أَيْدِيكُمْ فَمَنْ كَانَ أَخُوهُ تَحْتَ يَدِهِ فَلْيُطْعِمْهُ مِمَّا يَأْكُلُ وَلْيُلْبِسْهُ مِمَّا يَلْبَسُ وَلَا تُكَلِّفُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ فَإِنْ كَلَّفْتُمُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ فَأَعِينُوهُمْ
32.27/2359. Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abi Iyas telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami Washil AL Ahdab berkata, aku mendengar Al Ma’rur bin Suwaid berkata; Aku pernah melihat Abu Dzar Al Ghifari radliallahu ‘anhu yang ketika itu dia memakai pakaian yang sama (seragam) dengan budak kecilnya, kami pun bertanya kepadanya tentang masalahnya itu. Maka dia berkata: Aku pernah menawan seorang laki-laki lalu hal ini aku adukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku: Apakah kamu menjelek-jelekkkannya karena ibunya? Beliau bersabda: Sesungguhnya saudara-saudara kalian adalah tanggungan kalian, Allah menjadikan mereka dibawah tangan kalian, maka siapa yang saudaranya berada di tangannya hendaklah dia memberi makan dari apa yang dia makan dan memberi pakaian dari pakaian yang ia pakai dan janganlah kalian membebani mereka dengan apa yang mereka tidak sanggup. Jika kalian membebani mereka denagn apa yang mereka tidak sanggup maka bantulah mereka.
6)BUDAK YANG PATUH PADA TUANNYA YANG BAIK/SALEH
Membebaskan budak (32) : 28
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَبْدُ إِذَا نَصَحَ سَيِّدَهُ وَأَحْسَنَ عِبَادَةَ رَبِّهِ كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ
32.28/2360. Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Seorang hamba jika setia kepada tuannya dan beribadah dengan baik kepada Tuhannya maka baginya mendapat dua pahala.
7)BERLAKU LEMAH LEMBUT PADA BUDAK
Membebaskan budak (32) : 34
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ أَطْعِمْ رَبَّكَ وَضِّئْ رَبَّكَ اسْقِ رَبَّكَ وَلْيَقُلْ سَيِّدِي مَوْلَايَ وَلَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ عَبْدِي أَمَتِي وَلْيَقُلْ فَتَايَ وَفَتَاتِي وَغُلَامِي
32.34/2366. Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah menceritakan kepada kami ‘Abdur RAzzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu menceritakan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Beliau bersabda: Janganlah seorang dari kalian memerintahkan (budaknya) dengan kalimat; Hidangkanlah makanan untuk rabb kamu, wudhukanlah rabbmu, sajikanlah minuman untuk rabbmu tapi hendaklah dia berkata dengan kalimat sayyidku, maulaku (pemeliharaku). Dan janganlah seorang dari kalian mengatakan ‘abdiy (budak laki-laki) ku, atau amatiy (budak perempuan) ku tapi katakanlah: pemudaku, pemudiku dan ghulamku.
8)BUDAK BERTANGGUNG JAWAB MENGELOLA HARTA TUANNYA
Membebaskan budak (32) : 36
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
32.36/2368. Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari ‘Ubaidulloh berkata, telah menceritakan kepadaku Nafi’ dari ‘Abdullah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, maka dia akan diminta pertanggung jawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarganya adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas mereka. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya dan dia akan diminta pertanggung jawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya dia akan diminta pertanggung jawaban atasnya. Ketahuilah bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawaban atas siapa yang dipimpinnya .
9)JIKA PEMBANTU MEMASAK,BERI JUGA MASAKAN ITU PADANYA
Membebaskan budak (32) : 38
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَى أَحَدَكُمْ خَادِمُهُ بِطَعَامِهِ فَإِنْ لَمْ يُجْلِسْهُ مَعَهُ فَليُنَاوِلْهُ لُقْمَةً أَوْ لُقْمَتَيْنِ أَوْ أُكْلَةً أَوْ أُكْلَتَيْنِ فَإِنَّهُ وَلِيَ عِلَاجَهُ
32.38/2370. Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ziyad aku mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: Jika seorang dari kalian didatangi pembantunya dengan membawa makanan, lantas dia tidak mengajaknya duduk makan bersamanya, hendaklah dia berikan kepadanya satu suap atau dua suap atau satu makanan atau dua makanan, karena dia yang mendapatkan panasnya (ketika memasak) dan disebabkan dia pula makanan bisa dihidangkan.
10)BUDAK BEBAS BERMAIN DALAM NEGRI2 ISLAM
Jihad dan penjelajahan (38) : 113
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَا الْحَبَشَةُ يَلْعَبُونَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِرَابِهِمْ دَخَلَ عُمَرُ فَأَهْوَى إِلَى الْحَصَى فَحَصَبَهُمْ بِهَا فَقَالَ دَعْهُمْ يَا عُمَرُ وَزَادَ عَلِيٌّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ فِي الْمَسْجِدِ
38.113/2686. Telah bercerita kepada kami Ibrahim bin Musa telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Ma’mar dari Az Zuhriy dari Ibnu Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Ketika para budak Habasyah sedang bermain menunjukkan kebolehannya menggunakan alat perang mereka di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tiba-tiba ‘Umar masuk lalu mengambil kerikil kemudian melemparkannya kepada mereka. Maka Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Biarkanlah mereka wahai ‘Umar. ‘Ali menambahkan, telah bercerita kepada kami ‘Abdur Rozzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar: (Mereka bermain) di dalam masjid
11)BUDAK YANG BAIK LEBIH BAIK DARI ORANG2 MERDEKA YANG JAHAT DAN SOMBONG
Hadits hadits yang meriwayatkan tentang para Nabi (42) : 103
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمْ يَتَكَلَّمْ فِي الْمَهْدِ إِلَّا ثَلَاثَةٌ عِيسَى وَكَانَ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ جُرَيْجٌ كَانَ يُصَلِّي جَاءَتْهُ أُمُّهُ فَدَعَتْهُ فَقَالَ أُجِيبُهَا أَوْ أُصَلِّي فَقَالَتْ اللَّهُمَّ لَا تُمِتْهُ حَتَّى تُرِيَهُ وُجُوهَ الْمُومِسَاتِ وَكَانَ جُرَيْجٌ فِي صَوْمَعَتِهِ فَتَعَرَّضَتْ لَهُ امْرَأَةٌ وَكَلَّمَتْهُ فَأَبَى فَأَتَتْ رَاعِيًا فَأَمْكَنَتْهُ مِنْ نَفْسِهَا فَوَلَدَتْ غُلَامًا فَقَالَتْ مِنْ جُرَيْجٍ فَأَتَوْهُ فَكَسَرُوا صَوْمَعَتَهُ وَأَنْزَلُوهُ وَسَبُّوهُ فَتَوَضَّأَ وَصَلَّى ثُمَّ أَتَى الْغُلَامَ فَقَالَ مَنْ أَبُوكَ يَا غُلَامُ قَالَ الرَّاعِي قَالُوا نَبْنِي صَوْمَعَتَكَ مِنْ ذَهَبٍ قَالَ لَا إِلَّا مِنْ طِينٍ وَكَانَتْ امْرَأَةٌ تُرْضِعُ ابْنًا لَهَا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَمَرَّ بِهَا رَجُلٌ رَاكِبٌ ذُو شَارَةٍ فَقَالَتْ اللَّهُمَّ اجْعَلْ ابْنِي مِثْلَهُ فَتَرَكَ ثَدْيَهَا وَأَقْبَلَ عَلَى الرَّاكِبِ فَقَالَ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنِي مِثْلَهُ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى ثَدْيِهَا يَمَصُّهُ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمَصُّ إِصْبَعَهُ ثُمَّ مُرَّ بِأَمَةٍ فَقَالَتْ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ ابْنِي مِثْلَ هَذِهِ فَتَرَكَ ثَدْيَهَا فَقَالَ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِثْلَهَا فَقَالَتْ لِمَ ذَاكَ فَقَالَ الرَّاكِبُ جَبَّارٌ مِنْ الْجَبَابِرَةِ وَهَذِهِ الْأَمَةُ يَقُولُونَ سَرَقْتِ زَنَيْتِ وَلَمْ تَفْعَلْ
42.103/3181. Telah bercerita kepada kami Muslim bin Ibrahim telah bercerita kepada kami Jarir bin Hazim dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidak ada bayi yang bisa berbicara saat masih dalam buaian kecuali tiga orang. (Yang pertama) Nabi ‘Isa ‘alaihis salam. (Yang kedua), dahulu ada seorang laki-laki Bani Isra’il, yang dipanggil dengan nama Juraij, ketika dia sedang melaksanakan shalat ibunya datang memanggilnya, namun laki-laki itu enggan menjawabnya. Dia berkata dalam hati: Apakah aku penuhi panggilannya atau aku teruskan shalat?. Akhirnya ibunya berkata: Ya Allah, janganlah Engkau matikan dia kecuali Engkau perlihatkan kepadanya wanita pezina. Suatu hari Juraij sedang berada di biaranya lalu datang seorang wanita menawarkan dirinya dan mengajaknya berbicara namun Juraij menolaknya. Kemudian wanita itu mendatangi seorang pengembala lalu wanita ini dapat merayu pengembala itu hingga melahirkan seorang anak. Si wanita lantas berkata; Ini anaknya Juraij. Maka orang-orang mendatangi Juraij dan menghancurkan biaranya dan memaksanya keluar lalu memaki-makinya. Kemudian Juraij berwudlu’ lalu shalat. Setelah itu dia mendatangi bayi itu lalu bertanya: Siapakah bapakmu wahai anak?. Bayi itu menjawab: Seorang penggembala. Orang-orang berkata: Kami akan bangun biaramu terbuat dari emas. Juraij berkata: Tidak, dari tanah saja. Dan (yang ketiga), ada seorang wanita dari kalangan Bani Isra’il yang ketika sedang menyusui bayinya ada seorang laki-laki tampan dan gagah sambil menunggang tunggangannya lewat di hadapan wanita itu. Wanita itu berkata; Ya Allah, jadikanlah anakku ini seperti pemuda itu. Maka spontan saja bayinya melepaskan puting susu ibunya dan memandang laki-laki tampan itu lalu berkata; Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti dia. Lalu dia kembali mengisap puting susu ibunya. Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Seakan aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengisap jari beliau.Lalu lewat seorang budak wanita, maka ibunya berkata; Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti dia. Maka sang bayi kembali melepaskan putting susu ibunya lalu berkata; Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia (budak wanita itu). Ibunya bertanya: Mengapa kamu berkata begitu?. Bayi itu menjawab: Sesungguhnya pemuda penunggang itu sebenarnya salah seorang dari orang-orang kejam (diktator) sedangkan budak wanita ini, orang-orang menuduhnya dengan mengatakan; kamu mencuri, kamu berzina, padahal dia tidak pernah melakukannya.
12)WAKTU RASUL PERTAMA BERDAKWAH DI IMANI PARA BUDAK
Perilaku budi pekerti yang terpuji (43) : 158
حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ أَبِي الطَّيِّبِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُجَالِدٍ حَدَّثَنَا بَيَانُ بْنُ بِشْرٍ عَنْ وَبَرَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ هَمَّامٍ قَالَ سَمِعْتُ عَمَّارًا يَقُولُ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا مَعَهُ إِلَّا خَمْسَةُ أَعْبُدٍ وَامْرَأَتَانِ وَأَبُو بَكْرٍ
43.158/3387. Telah bercerita kepadaku Ahmad bin Abu ath-Thayyib telah bercerita kepada kami Isma’il bin Mujalid telah bercerita kepada kami Bayan bin Bisyir dari Wabarah bin ‘Abdur Rahman dari Hammam berkata, aku mendengar ‘Ammar berkata; Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak ada orang yang bersama beliau (pertama kali memeluk Islam) kecuali lima orang budak, dua orang wanita dan Abu Bakr.
13)MEMATAHKAN GIGI BUDAK/PENGANIAYAAN BERAT,DST,HARUS DI BALAS SETIMPAL
Tafsir Al Qur`an (45) : 27
حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ بَكْرٍ السَّهْمِيَّ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ الرُّبَيِّعَ عَمَّتَهُ كَسَرَتْ ثَنِيَّةَ جَارِيَةٍ فَطَلَبُوا إِلَيْهَا الْعَفْوَ فَأَبَوْا فَعَرَضُوا الْأَرْشَ فَأَبَوْا فَأَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَوْا إِلَّا الْقِصَاصَ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْقِصَاصِ فَقَالَ أَنَسُ بْنُ النَّضْرِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُكْسَرُ ثَنِيَّةُ الرُّبَيِّعِ لَا وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لَا تُكْسَرُ ثَنِيَّتُهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَنَسُ كِتَابُ اللَّهِ الْقِصَاصُ فَرَضِيَ الْقَوْمُ فَعَفَوْا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ مَنْ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ
45.27/4140. Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Munir dia mendengar Abdullah bin Bakr As Sahmi Telah menceritakan kepada kami Humaid dari Anas bahwa Rabayyi’ -pamannya- pernah mematahkan gigi seri seorang budak wanita, kemudian mereka meminta kepadanya untuk memaafkan, namun mereka (keluarganya) menolak. Kemudian ditawarkan kepada mereka denda, namun mereka tetap menolak, lalu mereka mendatangi Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, maka beliau memerintahkan untuk diqishash. Anas bin An Nadhr berkata; wahai Rasulullah, apakah gigi seri Ar Rubayyi’ akan dipatahkan? Tidak, demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, gigi serinya jangan dipatahkan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ya Anas, Kitabullah adalah Al Qishas. Maka orang-orang tersebut rela memberikan maaf. kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah terdapat orang yang apabila ia bersumpah atas nama Allah maka Allah akan mengabulkannya.
14)KESAKSIAN BEKAS BUDAK AISYAH
Nikah (47) : 68
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ طَارِقٍ قَالَ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ أَبِي عَمْرٍو مَوْلَى عَائِشَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْبِكْرَ تَسْتَحِي قَالَ رِضَاهَا صَمْتُهَا
47.68/4742. Telah menceritakan kepada kami Amru bin Ar Rabi’ bin Thariq ia berkata; Telah mengabarkan kepada kami Al Laits dari Ibnu Abu Mulaikah dari Abu Amru bekas budak Aisyah, dari Aisyah bahwa ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya seorang gadis itu pemalu.” Beliau pun bersabda: “Keridla`annya adalah diamnya.”
15)BUDAK MELAKUKAN PEKERJAAN RUMAH TANGGA
Makanan (50) : 61
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ كَانَ مِنْ الْأَنْصَارِ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو شُعَيْبٍ وَكَانَ لَهُ غُلَامٌ لَحَّامٌ فَقَالَ اصْنَعْ لِي طَعَامًا أَدْعُو رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ فَدَعَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ فَتَبِعَهُمْ رَجُلٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ دَعَوْتَنَا خَامِسَ خَمْسَةٍ وَهَذَا رَجُلٌ قَدْ تَبِعَنَا فَإِنْ شِئْتَ أَذِنْتَ لَهُ وَإِنْ شِئْتَ تَرَكْتَهُ قَالَ بَلْ أَذِنْتُ لَهُ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَاعِيْلَ يَقُولُ إِذَا كَانَ الْقَوْمُ عَلَى الْمَائِدَةِ لَيْسَ لَهُمْ أَنْ يُنَاوِلُوا مِنْ مَائِدَةٍ إِلَى مَائِدَةٍ أُخْرَى وَلَكِنْ يُنَاوِلُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا فِي تِلْكَ الْمَائِدَةِ أَوْ يَدَعُ
50.61/5014. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Abu Wail dari Abu Mas’ud Al Anshari ia berkata; “Ada seorang laki-laki yang bernama Abu Syu’aib dari kalangan Anshar, ia mempunyai seorang budak yang pandai memasak daging, ia lalu berkata kepada budaknya; ‘Buatlah makanan dengan lima porsi, aku ingin mengundang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.’ Ia lalu mengundang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sejumlah lima porsi tersebut. Lalu ada seorang laki-laki yang mengikuti beliau, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: ‘Engkau mengundang kami dengan lima porsi, padahal ini ada seorang laki-laki (lain) yang ingin ikut. Sekarang terserah kamu, memberi izin atau tidak.’ Abu Syu’aib menjawab; ‘Aku memberinya izin.’ Muhammad bin Yusuf berkata; Aku mendengar Muhammad bin Ismail berkata; ‘Jika suatu kaum berada dalam suatu meja makan, maka mereka tidak memindahkannya ke meja makan yang lainnya. Namun, sebagian mereka mengambilkan untuk sebagian yang lain dalam satu meja tersebut, atau mereka tidak mengambilnya.’
16)RASULULLAH TETAP SILATURAHMI DENGAN MANTAN BUDAKNYA
Makanan (50) : 62
حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ سَمِعَ النَّضْرَ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَوْنٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ثُمَامَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ غُلَامًا أَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى غُلَامٍ لَهُ خَيَّاطٍ فَأَتَاهُ بِقَصْعَةٍ فِيهَا طَعَامٌ وَعَلَيْهِ دُبَّاءٌ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ قَالَ فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ جَعَلْتُ أَجْمَعُهُ بَيْنَ يَدَيْهِ قَالَ فَأَقْبَلَ الْغُلَامُ عَلَى عَمَلِهِ قَالَ أَنَسٌ لَا أَزَالُ أُحِبُّ الدُّبَّاءَ بَعْدَ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَنَعَ مَا صَنَعَ
50.62/5015. Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Munir; ia mendengar An Nadlr; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Aun ia berkata; telah mengabarkan kepadaku Tsumamah bin Abdullah bin Anas dari Anas radliallahu ‘anhu, ia berkata; Aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal aku masih seorang bocah. Beliau lalu menemui budaknya yang tukang jahit, budak itu kemudian menghidangkan kepada beliau makanan dalam sebuah bejana yang di antaranya adalah buah labu. Beliau lalu memilih-milih buah tersebut (untuk dimakan). Anas berkata, Ketika aku melihat beliau seperti itu, maka aku pun mengambil dan meletakkannya di hadapannya. Sementara budak tersebut kembali mengerjakan pekerjaannya. Anas berkata, Maka aku sangat menyukai buah labu semenjak aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan hal tersebut.
17)BUDAK PUN HARUS BERAKHLAK BAIK,TAK BOLEH MENIPU
Pakaian (57) : 142
حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ الْحَسَنَ بْنَ مُسْلِمِ بْنِ يَنَّاقٍ يُحَدِّثُ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ جَارِيَةً مِنْ الْأَنْصَارِ تَزَوَّجَتْ وَأَنَّهَا مَرِضَتْ فَتَمَعَّطَ شَعَرُهَا فَأَرَادُوا أَنْ يَصِلُوهَا فَسَأَلُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ تَابَعَهُ ابْنُ إِسْحَاقَ عَنْ أَبَانَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ صَفِيَّةَ عَنْ عَائِشَةَ
57.142/5478. Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amru bin Murrah dia berkata; saya mendengar Al Hasan bin Muslim bin Yannaq menceritakan dari Shafiyah binti Syaibah dari Aisyah radliallahu ‘anha bahwa seorang budak perempuan milik orang Anshar hendak menikah, sementara dirinya tengah sakit hingga rambutnya rontok, maka orang-orang pun hendak menyambungnya, lalu mereka bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau pun bersabda: Allah melaknat orang yang menyambung rambutnya dan yang minta disambung rambutnya. Hadits ini diperkuat oleh riwayat Ibnu Ishaq dari Aban bin Shalih dari Al Hasan dari Shafiyyah dari Aisyah.
18)KELEMBUTAN PRILAKU RASUL TERHADAP BUDAK
Adab (58) : 98
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا مَعْبَدُ بْنُ خَالِدٍ الْقَيْسِيُّ عَنْ حَارِثَةَ بْنِ وَهْبٍ الْخُزَاعِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَاعِفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ إِنْ كَانَتْ الْأَمَةُ مِنْ إِمَاءِ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَتَأْخُذُ بِيَدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَنْطَلِقُ بِهِ حَيْثُ شَاءَتْ
58.98/5610. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Ma’bad bin Khalid Al Qaisi dari Haritsah bin Wahb Al Khuza’i dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahu penduduk surga? Yaitu setiap orang yang lemah dan diperlemah. Sekiranya ia bersumpah atas nama Allah pasti Allah akan mengabulkannya, Maukah kalian aku beritahu penghuni neraka? Yaitu Setiap orang yang keras (hati), congkak dan sombong. Muhammad bin Isa berkata; telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Humaid At Thawil telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik dia berkata; Sekiranya ada seorang budak dari budak penduduk Madinah menggandeng tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sungguh beliau akan beranjak bersamanya kemana budak itu pergi.
19MENUMBUK KEPALA BUDAK DENGAN BATU WAJIB QISAS
Diyat (67) : 15
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ يَهُودِيًّا رَضَّ رَأْسَ جَارِيَةٍ بَيْنَ حَجَرَيْنِ فَقِيلَ لَهَا مَنْ فَعَلَ بِكِ هَذَا أَفُلَانٌ أَوْ فُلَانٌ حَتَّى سُمِّيَ الْيَهُودِيُّ فَأُتِيَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَزَلْ بِهِ حَتَّى أَقَرَّ بِهِ فَرُضَّ رَأْسُهُ بِالْحِجَارَةِ
67.15/6368. Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, ada seorang yahudi menumbuk kepala seorang budak perempuan dengan dua batu. Maka budak perempuan tersebut ditanya; ‘sebutkan siapa yang mencederaimu, apakah yang melakukannya fulan, fulan? ‘ hingga disebut nama seorang yahudi.’ Maka orang yahudi itu lantas dihadapkan ke Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabi tiada henti menginterogasinya hingga ia mengakui, kemudian Nabi mengqisasnya dengan meretakkan kepalanya dengan batu.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 30, 2011 at 4:41 pm
idiot kupas alkitab separoh2
September 30, 2011 at 5:01 pm
Separohnya lagi kan kebohongan, makanya gak perlu dikupas, LOL
September 30, 2011 at 8:40 pm
FAKTA KEKEJAMAN KRISTIAN
Umat kristian sering mengatakan apabila seseorang telah menerima Kristus di dalam hatinya ia akan terlahir baru.Konon Roh Kudus akan mendiami tubuhnya dan memimpinnya kepada seluruh kebenaran.Tapi lihatlah artikel di bawah ini betapa orang yang paling percaya kepada kristus itulah orang yang paling busuk akhlaknya.
Kesaksian Kolonel Limonsky (Fakta Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol terhadap Umat Islam Andalusia).:
Kamar Penyiksaan
Kami melanjutkan langkah, sampailah kami di tempat penyiksaan. Kamar-kamarnya luas sekali dan meliputi semua ruang yang ada di bawah. Kami semua menahan nafas demi melihat alat-alat penyiksaan. Bulu roma kami tegak berdiri. Alat-alat yang terpampang di situ sunggu mengerikan.
Di bawahnya terdapat ruangan – ruangan kecil seukuran tubuh manusia. Bahkan ada yang hanya bisa berdiri saja, atau jongkok saja. Nara pidana yang diselkan di situ tentu hanya dapat berdiri atau jongkok untuk selamanya hingga mati dalam posisi seperti itu juga. Mayat – mayat yang ada di situ dibiarkan hingga dagingnya terpisah dari tulangnya.
Untuk menghilangkan bau mayat, mereka membuat sebuah lubang kecil sebagai tempat udara keluar. Saat itu kami menemukan beberapa mayat yang tinggal kerangka dalam keadaan terbelenggu lantai. Mereka terdiri dari wanita dan laki – laki yang usiannya berkisar antara empat belas tahun hingga tujuh puluh tahun.
Selanjutnya atas pelacakan ini, kami berhasil membebaskan beberapa tahanan dari belenggu. Keadaan diri mereka sebagian ada yang sudah tak tertolong, tak bisa hidup lama lagi. Sebab fisik dan mentalnya sudah hancur oleh siksaan – siksaan yang teramat tajam.
Para tawanan itu telanjang bulat hingga terpaksa anak buah kami melepaskan bajunya untuk dikenakan pada tawanan wanita. Kami bawa mereka ke tempat terang agar penglihatan tidak rusak. Atas terlepasnya dari belenggu mengerikan itu, mereka menangis lalu menciumi tangan dan kaki tentara kami. Mereka berterima kasih atas selamatnya diri mereka dari siksa maut dewan inkuisisi.
Alat – Alat Penyiksaan
Kami melanjutkan pelacakan. Langkah kami menuju ke ruang tempat di simpannya alat-alat penyiksa. Kami temukan alat pemecah tulang dan peremuk tubuh. Rupanya mereka memulai dengan tulang kaki lalu tulang dada, kepala dan kedua tangan. Semuanya itu dilakukan secara berurutan. Sehingga dari alat itu setelah semua dilakukan, daging tawanan akan keluar teronggok – onggok.
Ada lagi sebuah peti sekuruan kepala orang. Alat ini diletakkan di kepala setelah kaki dan tangan dirantai. Bila sudah diikat demikian, bagaimana sang buruan ini bisa bergerak? Di atas kepala pada peti itu terdapat lubang untuk tempat air menetes, air yang dingin dan aka terus-menerus menetesi kepala. Banyak tawanan menjadi gila karena kepalanya disiksa dengan tetes air secara terus menerus. Dibiarkan sang tawanan mengaduh hingga mereka puas menyaksikan kematiannya.
Lagi, kami lihat alat – alat peniyksa ketiksa yang disebut gambar wanita cantik. Bentuk alat ini adalah tabut (tabelo, peti mati) yang desainya seperti wanita cantik sedang tidur. Posisinya bagai siap di senggama. Di seluruh dinding tabut itu di tancapkan pisau – pisau tajam. Seorang pemuda yang akan di siksa, disuruh menempatkan diri pada tabut itu kemudian ditutup dengan paksa. Padahal penutupnya terdapat pisau-pisau yang siap menancap pada tubuh si korban. Tubuh sang pemuda yang menjadi korban itupun tersincang seprti pergedel.
Kami temukan alat – alat penyakat lidah, perobek dada dan pencopot buah dada. Alat pencabut itu bentuk seperti catut dari besi yang tajam. Cemeti dari besi berduri adalah alat untuk mencambuk tubuh. Mereka mencambuk sampai tubuh korban antara tulang dan dagingnya terpisah.
Berita penyerbuan tentara Perancis ke biara Dewan Inkuisisi telah sampai ke Madrid. Datang berduyun – duyun massa untuk menyaksikan secara langsung tempat penyiksaan itu. Sungguh laiknya hari kiamat saja.
Ketika masa menyaksikan berbagai bentuk penyiksaan dengan penyaksian sendiri, amarahnya meluap bagai kesetanan. Mereka segara menangkap kepala Yesuit dan memasukkannya ke alat penghancur tubuh dan tulang tanpa kasihan lagi. Sedang sekretarisnya di masukkan ke peti yang berbentuk tubuh wanita. Pintunya ditutup dengan keras, hingga tubuhnya tersayat – sayat. Bahkan massa menambahkan lagi sisksaan sebagai luapan dendam. Tubuh Kepala Yesuit dan sekretarisnya dikeluarkan dari alat siksa itu untuk dimasukkan secara ganti – gati ke alat siksa lainnya. Massa memperlakukan tokoh bengis itu sebagaimana tokoh – tokoh itu memperlakukan orang – orang tidak berdosa.
Dalam waktu relatif singkat, massa berhasil membantai sejumlah tiga belas pastur Dewan Inkuisisi. Lalu mereka merampas barang yang ada di biara itu. Dalam pelacakan terakhir kami temukan daftar orang kaya yang masuk dalam buku Dewan. Mereka dijadikan sapi perahan. Bila menolak membayar upeti sebagaimana ditentukan oleh Yesuit, diancam dengan hukum siksaan dan dibunuh dengan alat – alat neraka itu.
Hari Sejarah Terbesar
Aku menganggap bahwa hari penemuan Biara Dewan Inkuisisi sebagai hari bersejarah terbesar yang dapat disaksikan langsung oleh dunia setelah penyerbuan Bastile (penjara Bastile). Betapa tidak, hari itu adalah dimana seorang ayah dapat kembali memeluk anak – anaknya, hari para ibu dapat menciumi kembali putra putrinya setelah melewati penyiksaan – penyiksaan di luar kesanggupan. Peluk dan cium dilampiaskan kepada para tentara yang berhasil menyingkap rahasia biara itu. Bagi wanita yang terperangkap, hari kebebasan ini merupakan hal yang sangat berharga baginya, sebab ia dapat terhindar dari perampsan kehormatan dirinya.
Untuk mengisahkan fakta kekejaman dewan inkuisisi ini rasanya tak cukup dengan penuturan. Sungguh, bila menyaksikan apa yang di perbuat dan apa yang terjadi di biara itu, seolah mustahil terjadi. Bagaimana bisa, manusia berbuat sekejam itu, rasanya setan pun takkan mungkin melakukannnya.
[ sumber : Buku Fakta Pembantaian dan kejahatan Salibis terhadap Umat Islam di Andalusia : Muhammd Quthb]
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
September 30, 2011 at 8:59 pm
Benarkah mereka yang percaya kepada kristus tubuhnya akan dihuni oleh roh kudus yang memimpinnya kepada kebenaran?Atau mungkinkah yang hadir itu adalah roh setan yang pada mula-mulanya mengilhami mereka dengan perbuatan-perbuatan baik sebagai tipuan lalu kemudian setelah manusia itu dikuasai dengan sepenuhnya lalu diseret dengan keras ke arah perbuatan-perbuatan mungkar?Lihatlah!Kebanyakan di mana-mana ada orang kristian di sanalah akan tersangat banyak persundalan,arak,perjudian,seks bebas,pemersendaan dan peghujatan agama dan Tuhan,pesta-pesta bugil,pembunuhan-pembunuhan sadis,penaklukan dan penjajahan,aparteid,rasisme,dedah aurat,lalai,narkoba,kekotoran,najis-najis,etnik cleansing,penipuan-penipuan,pemelintiran,eksploitasi informasi,muslihat-muslihat,pedofilia,perlumbaaan senjata pemusnah massal,konspirasi-konspirasi,revisi nas-nas agama,pembohongan-pembohongan,incest,penghujatan ke atas agama orang lain,Guantanamao,jual manusia dan banyak lagi.
October 5, 2011 at 6:12 am
MAKANYA KEJAHATAN MEREKA AKAN DIHENTIKAN ANAK MANUSIA SAMPAI KEAKAR AKARNYA DENGAN SABIT
NYA YANG TAJAM.TIDAK LAMA LAGI.
October 5, 2011 at 6:18 am
KRISTEN KHATOL PENYEMBAH YUDAS PENGKHIANAT YANG DISALIB, KALAU ANDA TIDAK KEMBALI KE ISLAM ANDA SERTA KETURUNAN ANDA AKAN DISABIT ANAK MANUSIA (NABI ISA)DI AKHIR ZAMAN BERSAMA SAMA ORANG IS.LAM AKAN MEMUSNAHKAN ISRAIL ANGGUR ASAM SERTA KRISTEN KHATOL YANG MENYEMBAH DIRINYA.MENJADIKANNYA ANAK TUHAN.
October 15, 2011 at 8:29 am
Dulu aku pernah menulis lumayan lengkap mengenai ramalan datangnya nabi Muhammad dari sudut pandang agama Hindhu di blog Suakahati yang sudah dibanned (diblokir). Dan tentu saja umat Hindhu tidak setuju karena mereka memiliki pemahaman lain tentang orang yang akan datang itu. Untuk melengkapi blog ini akan aku tulis lagi ramalan datangnya nabi Muhammad dari kitab suci agama Hindhu tetapi aku ringkas ke pokok utama dimana mungkin orang Hindhu agak susah untuk mengelak karena secara kriteria bukan ciri umum seorang Hindhu.
Malecha (Ibrani = Mahekha = saudaramu), (orang asing dari negeri asing), guru spiritual akan muncul dengan pengikutnya. Namanya Mahamad. Penghuni Arabia kebanggaan umat manusia. Yang melawan Iblis dan menghancurkan berhala.
Dalam “Bhavishya Purana” dalam Pratisarag Parv III Khand 3 Adhay 3 Shloka 10 sampai 27 Maharishi Vyas meramalkan sebagai berikut : “Pengikutku adalah laki-laki yang disunat tanpa dikuncir rambut kepalanya, memelihara jenggot dan meyerukan panggilan untuk beribadah. (Adzan) Makan segala sesuatu yang halal dan semua binatang kecuali Babi. Mereka menyucikan diri dengan pedang. Akan membuat agama yang membolehkan pengikutnya makan daging”. Pengikutnya di panggil sebagai Musalman (Muslim)
Dalam Atharvaveda Book 20 Hymn 127 verses 1-13 dikatakan : “Dia adalah Resi yang naik Onta dan pergi ke surga dengan kendaraan (dalam Islam ada peristiwa Isra Mi’raj dimana nabi Muhammad naik Buroq ke langit). Tidak mungkin itu orang India karena Reshi India (Brahman) tidak boleh naik Onta berdasarkan “Sacred Book of the east”, Volume 25, Law of Manu page 472. Menurut Manu Smirti Bab 11 ayat 202 “Seorang Brahman dilarang menaiki Onta atau Keledai.
Reshi ini bernama “Mamah Resi”. Tak ada Resi di India bernama “Mamah” yang bermakna “punya harga diri yang mulia”.
Kata “Mamah” secara etimologis punya hubungan dengan bahasa Arab: “Muhammad” yang berarti “yang terpuji”, sedangkan “Mamah Rishi” adalah julukan bagi NARASHANGSA, sehingga Mamah Rishi = Narashangsa = Muhammad = Yang Terpuji. (STANLEY LANE POOLE, Speeches and Table Talks of the Prophet Mohammed, 1882).
MAMAH terkenal dengan 10.000 pengikutnya” “Nabi Muhammad berangkat bersama dengan 10.000 orang pada saat yang menentukan ini” (WASHINGTON IRVING, Life of Muhammad, Hal. 17). “…dan Muhammad membawa 10.000 pengikutnya ke Mekah” (STANLEY LANE POOLE, Speeches and Table Talks of the Prophet Mohammed, 1882).
Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.
Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri “KALKY AUTAR” sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.
“Kalki Avatar akan dilahirkan di kota SHAMBHALA, ibunya bernama SUMATI, Akan pergi ke gunung untuk menerima wahyu, bersama empat orang temannya (di Islam yaitu Umar,Usman, Abu Bakar dan Ali) akan mengalahkan kali (setan/kebatilan)….Dia akan dibantu oleh para malaikat di medan pertempuran.Dia lahir pada hari ke-12 yang cerah, pada pertengahan bulan Madhav”. (KALKI-PURANA 2:4-15).
“Ayahnya bernama VISHNU-YASH.” ( Bhagvata Purana Khand 12 Adhyay 2 shlokas 18-20 dan Bhagwat Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25 )
Kata “Shambhala” berarti: rumah perdamaian dan keamanan. Muhammad lahir di kota Mekah yang dikenal sebagai “Darul Aman” yang juga berarti: rumah perdamaian dan keamanan. Ibunya bernama “Sumati” yang berarti: lemah lembut dan cerdas. Ibu Muhammad bernama “Aminah” yang juga berarti: lemah lembut. Ayahnya bernama “Vishnu-Yash” yang berarti: hamba Tuhan (Vishnu = Tuhan). Ayah Muhammad bernama “Abdullah” yang berarti juga: hamba Allah/Tuhan. Kalki Avatar dibantu oleh para malaikat di medan pertempuran. Ketika Perang Badar, Muhammad dibantu oleh para malaikat (Q.S. ALI IMRAN:123-125), juga dalam Perang Khandaq, Muhammad dibantu oleh para malaikat (Q.S. AL-AHZAAB:9). Kalki Avatar lahir pada hari ke-12 bulan Madhav. Muhammad juga lahir pada hari ke-12 tepatnya tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah (Sebelum Hijriyah). Jadi, KALKI AVATAR tidak lain adalah Muhammad, sedangkan “Kalki Avatar” sendiri berarti: pembersih dosa yang datang ke dunia.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang penuh kebohongan tapi cobba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan allah.Jika tidak,neraka menunggu!
Sumber:http://vilaputih.wordpress.com/
October 15, 2011 at 12:04 pm
Kebenaran agama Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad dapat dibuktikan dari segi ajarannya yang sarat dengan hikmah dan kebaikan bukan saja kepada manusia malah kepada sekelian makhluk.Salah satunya ajaran tentang sembelihan.
Pakar itu, Profesor Wilhelm Schulze dan rakannya, Dr Hazim di Sekolah Perubatan Veterinar, Universiti Hannover, Jerman, mencari kaedah terbaik proses mematikan haiwan bagi mendapatkan daging yang bersih dan segar.
Kajian itu bertajuk, `Cubaan untuk mengesan kesakitan dan rasa sedar mengikut kaedah konvensional dan agama ketika menyembelih lembu atau kambing’, menyimpulkan kaedah Islam terbaik kerana lebih berperikemanusiaan.
Mereka menyimpulkan bahawa amalan mengenakan kejutan elektrik ke atas haiwan sebelum dibunuh seperti yang diamalkan oleh Barat, mendatangkan kesakitan yang amat sangat pada haiwan.
Dalam kajian itu, beberapa alat pengesan dipasang di pelbagai tempat pada otak haiwan. Alat itu dimasukkan menerusi pembedahan khas dan haiwan terbabit dibiarkan untuk pulih selama beberapa minggu.
Beberapa ekor haiwan itu disembelih mengikut kaedah Islam menggunakan tindakan pantas, memotong urat leher dengan pisau tajam. Beberapa ekor haiwan lain dibunuh mengikut kaedah barat menggunakan Pistol Kejutan (CBP).
Ketika ujian dijalankan, rekod electroencephalograph (EEG) dan electrocardiogram (ECG) dicatatkan bagi mengetahui keadaan otak dan jantung semua haiwan terbabit ketika proses penyembelihan dan kaedah CBP.
Hasil ujian mendapati menurut kaedah Islam, tiga saat pertama ketika disembelih, EEG tidak mencatatkan sebarang perubahan pada graf sama seperti sebelum penyembelihan.
Keadaan itu membayangkan bahawa haiwan itu tidak berasa sebarang kesakitan ketika atau sebaik saja pisau memotong urat leher terbabit.
Untuk tiga saat kedua, EEG mencatatkan keadaan tidur lena atau tidak sedar diri. Ini disebabkan banyak darah mengalir keluar dari badan.
Selepas enam saat, EEG mencatatkan paras sifar, menunjukkan haiwan itu tidak merasai sebarang kesakitan.
Ketika mesej otak (EEG) jatuh ke paras sifar, jantung masih mengepam dan badan haiwan masih dapat bergerak akibat tindak balas daripada saraf tunjang, menyebabkan semua darah keluar dari badan haiwan menghasilkan daging yang selamat untuk dimakan, menurut penyelidikan itu.
Bagaimanapun, ketika mengkaji kaedah CBP, haiwan dikesan terus pengsan sebaik saja menerima tembakan CBP dan EEG menunjukkan bacaan amat sakit pada haiwan itu.
Jantung haiwan itu berhenti berdenyut lebih awal selepas terkena kejutan berbanding haiwan yang disembelih. Keadaan itu menyebabkan banyak darah masih terkumpul dalam daging dan ia sebenarnya tidak selamat untuk dimakan.
Kajian terbaru juga menunjukkan kaedah mematikan haiwan yang digunakan oleh Barat dan bukan Islam, turut dikatakan menjadi punca kepada penularan wabak penyakit lembu gila daripada haiwan kepada manusia.
Kaitan ini didedahkan menerusi kajian yang dijalankan oleh Universiti Texas A&M dan Agensi Pemeriksaan Makanan Kanada. Ia menyatakan, kaedah kejutan pneumatik (iaitu menembak bola besi ke otak lembu diikuti dengan mengenakan tekanan udara tinggi) menyebabkan kerosakan tisu otak serta saraf tunjang haiwan itu.
Laporan ini amat menggemparkan kerana tisu otak dan saraf tunjang adalah bahagian yang paling terjejas teruk kerana dijangkiti penyakit lembu gila dan apabila ia hancur akibat kaedah berkenaan, bakteria serta protein penyakit lembu gila akan merebak ke daging.
Malah, lebih menggemparkan, kaedah ini digunakan ke atas 30 hingga 40 peratus lembu yang dimatikan untuk diambil dagingnya di Amerika Syarikat.
Malah, kajian lain yang dijalankan di seluruh dunia juga mendapati daging menjadi lebih lembut berbanding daging yang tidak disembelih menurut Islam seperti ujian yang dijalankan ke atas ayam sembelih dan tidak sembelih.
Kajian terbabit jelas membuktikan bahawa penyembelihan menurut kaedah Islam adalah cara yang terbaik bukan saja untuk kebaikan haiwan itu sendiri tetapi juga memberi manfaat kesihatan kepada manusia.
Selain itu, Islam mengenakan beberapa langkah lain bagi memastikan penyembelihan ini dapat disempurnakan dengan lebih baik.
Dalam aspek ini, Nabi Muhammad SAW pernah mengarahkan supaya sentiasa belas kasihan terhadap haiwan dengan memastikan pisau yang digunakan benar-benar tajam bagi mengurangkan rasa sakit.
Islam menjelaskan, proses menyembelih perlu dilakukan dengan pantas bagi memutuskan salur darah ke saraf otak kerana saraf ini yang menghantar mesej kesakitan kepada otak.
Dengan itu, haiwan tidak akan berasa sakit ketika disembelih. Pergerakan dan kekejangan yang berlaku selepas haiwan itu disembelih, bukan akibat kesakitan tetapi akibat denyutan diikuti keadaan tenang.
Proses itu menyebabkan darah dikeluarkan dari badan sepenuhnya, kata Dr Aisha El-Awady, yang menulis dalam Islamonline pada 2003.
Selain itu, Sunnah Nabi Muhammad SAW juga menegaskan, adalah tidak wajar seseorang penyembelih, menajamkan pisaunya di depan haiwan yang akan disembelih atau menyembelih seekor haiwan itu di depan haiwan lain.
Menjelaskan lagi proses penyembelihan Islam, Dr Aisha menyatakan, kaedah Islam juga memastikan saluran udara, kerongkong dan dua urat leher dipotong tanpa menjejaskan saraf tunjang.
“Kaedah ini membolehkan darah keluar membuak-buak dari badan haiwan dan menghasilkan daging yang bersih.
“Jika saraf tunjang terputus, fiber saraf ke jantung akan rosak menyebabkan jantung terhenti dan darah akan terkumpul di dalam daging. Darah perlu dikeluarkan sepenuhnya sebelum kepala dicerahkan. Keadaan ini akan membersihkan daging itu kerana darah bertindak sebagai perantara kepada mikro organisma,” kata Aisha dalam kajiannya.
Dengan bukti ini, seharusnya aktivis hak asasi Barat berkempen supaya menggunakan kaedah Islam ketika proses penyembelihan serta mensasarkan kecaman mereka terhadap kaedah selain daripada Islam yang terbukti kejam dan tidak berperikemanusiaan.
Bandingkan dengan ajaran kristian.Karena tidak punya aturan bagaimana menyembelih haiwan yang wajar akhirnya umatnya bingung lalu membuat pikiran sendiri-sendiri sehingga melakukan kezaliman ke atas haiwan seperti yang dapat disaksikan daripadavideo ini:
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak bertobat.Janganlah terpedaya dengan suatu agama yang menyembah manusia serta penuh kebohongan tapi coba membohongi agama Allah Tuhan sekelian alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Jika tidak,neraka menunggu!
May 18, 2012 at 2:16 am
Sebelum mereka memasuki ruang meeting,malaikat merubah diri menjadi kami,ada malaikat merubah dirinya seperti aku(yesus)’coba pikir tentang kehebatan malaikat’,kemudian mereka puas karena mereka merasa berhasil menculikku,aku kemudian dirantai dengan kawat berduri,di siksa dan dipaku,aku sudah mati menurut orang israel yahudi biadab, tapi setelah itu orang yang menyiksa dan membunuhku(membunuh malaikat yang menyerupai aku).semuanya mati, ada yang disambar petir ada yang ditelan gempa bumi,aku (yesus).aku masih ada di yupiter,aku telah bertemu sayyid muhammad ,aku(yesus) memeluk agama islam,muhammad memang tidak sempurna tapi beliau lebih sempurna dari aku,karena yang sempurna adalah ALLAH ,TUHAN.untuk yang mengatakan aku anak tuhan,coba kalian perhatikan anak bulan,anak panah,anak jalanan,itu hanya kiasan..semua manusia seolah-olah anak tuhan,dia memberi semuanya:MAKAN,MINUM,KERJA,RUMAH,nafas,enjoy,semua tuhan bagi..bapak yang sempurna pun seperti itu,gara-gara tuhan kita ada,gara-gara bapak pun kita ada,tapi TUHAN dengan BAPAK itu lain,bapak kita lapar, kadang2 bukan bagi makan kepada kita,tapi bapak minta makan sama kita,itu bapak.kalao TUHAN lain,semua dia bagi makan,minum,si penipu pun dibagi makan..koruptorpun dibagi minum,tapi yang adilnya semua itu ada balasannya,supaya adil,maka dicipta NERAKA,hai kawanku kristian,kalo istrimu kuperkosa lalu kubunuh kamu dan istrimu dan kurampok uangmu,apakah kamu masih ingin TUHAN kasih sama aku ,engkou ni cacat mentalkah?!..next page
June 5, 2012 at 4:36 am
Muhammad memang sempurna.
Apalagi alat kelaminnya.
Makanya ceweknya banyak.
June 5, 2012 at 4:42 am
Ini ajaran setan di Injil !
Yesus kau itu bejat banget . Nih kata2nya
“Aku akan menyingkapkan auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh kemaluanmu” (Yehezkiel 16:37).
Gila Yesus kau itu dan bejatnya Injil kau itu.
Pelir Yesus kau itu seperti pelir keledai . Nih ayatnya :
“Dan melampiaskan hasratnya dengan pencinta mereka, yang pelirnya seperti pelir keledai…” (Yehezkiel 23:20, )
Jadilah Pelacur , masuk surga duluan deh.
Matius 21 :
31) Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan
[[[perempuan-perempuan sundal akan mendahului]]]]
kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Jadilah Lonte, kau sarankan ke emak kau, kakak2 kau, adik2 perempuan kau , maka mereka masuk surga duluan.
Dasar ajaran bejat. Ini namanya ajaran setan.
Lanjut olok2 ?
July 12, 2012 at 1:57 pm
Hei orang-orang kafir keturunan ‘KELADAI-KELADAI LIAR ISMAIL, JIKA KAMU
MASIH MEMULIAH NABI PALSU MUHAMMAD BIN ABDULAH….?
Akhir kehidupan dalam siksaan kuburan bertemu Muhammad disana…?
MUHAMMAD kan berada dalam siksaan kuburan, berarti nanti kematian muslim masuk bertemu Muhammad dalam siksaan kuburan….?
Dimana nabimu Muhammad berada, disana juga muslim berada….?
Kalau tidak mau masuk dalam siksaan kuburan…? tinggalkan Islam Laaknutulah…..kARENA ISLAM ADALAH MANUSIA KAFIR JAHANAM ….DARI KETURUNAN ‘ULAR-ULAR BELUDAK BANGSA ARAB BIADAB/
June 9, 2013 at 11:02 am
anjing binatang kau