Reformata.com – Malang nian nasib A, gadis Kristen berusia 12 tahun  asal Pakistan ini, sudah  diculik, diperkosa, dipaksa masuk agama lain, dilaporkan ke Polisi pula.  A, selama delapan bulan diculik oleh kelompok radikal palestina di Pakistan.  Kejadian itu dimulai saat A pergi berbelanja di Lahore, bersama seorang teman, yang kemudian justru menjebaknya, membawa A ke Tandianwalla, tepatnya di mil 120 pada bulan Januari tahun ini.

Seperti dilansir DailyMail, dua hari kemudian A dipaksa menandatangani surat setuju untuk menikah dengan pria itu, sementara dia dipukuli karena menolak untuk mengkonversi dari Kristen ke agama lain.

Ironisnya, bulan lalu, setelah A berhasil meloloskan diri dari tangan penculik dan bersembunyi di sebuah halte bus, sebelum Orangtuanya menyelamatkan dan membawanya ke pihak berwenang untuk memberi pernyataan, para pemerkosa justru melaporkan A ke polisi, mengklaim bahwa dia sudah menikah.  Asian Human Rights Commission (AHRC) mengutuk tindakan tersebut dan  menyesalkan  sikap aparat belum juga menangkap pemerkosa yang diduga adalah anggota kelompok militan – Laskar E-Tayyaba. Slawi /DM

About these ads