BuktidanSaksi.com – Ada usaha yang baru-baru ini dilakukan oleh beberapa orang Muslim untuk memanfaatkan suatu buku yang berisi pengajaran yang tidak benar dari suatu sekte mistik Kristen yang berjudul Injil Barnabas. Buku ini seolah-olah ditulis oleh salah satu murid yesus, dan dianggap merupakan suatu Injil yang telah lama terhilang. Injil-injilan ini sampai-sampai dianggap lebih tinggi otoritasnya daripada Kitab Perjanjian Baru.

Ilmuwan Barat telah berulang-ulang mendemostrasikan bahwa apa yang disebut sebagai Injil Barnabas itu merupakan suatu karya penipuan dalam segala aspek. Contohnya, Barnabas tidak mungkin menulis buku tersebut karena kosakata yang digunakan dalam buku itu bukanlah kosakata yang lazim digunakan pada abad pertama. Lebih penting lagi, Injil Barnabas mengandung pernyataan-pernyataan yang kontradiktif dengan pengajaran-pengajaran dalam Alquran, Hadis, dan Alkitab. Injil Barnabas bertentangan dengan ketiganya dalam tiga pola yang berbeda.

Seperti halnya orang Muslim dapat menggunakan Injil Barnabas tersebut untuk menentang Alkitab, demikian juga orang-orang Non-Muslim dapat juga menggunakannya untuk menentang Alquran dan Hadis.

Contohnya, Injil Barnabas mengutuk orang mempunyai lebih dari satu istri sementara Alquran mengizinkan sampai empat istri. Injil Barnabas juga mengizinkan seseorang makan daging babi sementara Alquran mengharamkannya. Setiap Muslim yang menjagokan pewahyuan Injil Barnabas adalah sama artinya dengan menusuk lehernya sendiri!

[ Lebih jauh lagi, Injil Barnabas ini baru muncul pada tahun 1709, ditulis dalam bahasa Itali dengan kertas yang lazim dipakai orang antara abad 14 dan 16. Penyelidikan menemukan bukti-bukti bahwa ia ditulis oleh seorang Arab (Mustafa Arande dengan nama samaran Fra Marino) beragama Islam yang berdomisili di Spanyol, dan ternyata tidak paham keadaan sejarah, geografi, adat-istiadat dan sosial Israel. Antara lain dikatakan bahwa Yesus dilahirkan ketika Pilatus adalah Gubernur negeri yudea (padahal pilatus baru menjabatnya sejak tahun 26 M hingga 36 M). Kota Nazaret diterangkan sebagai kota pelabuhan, sehingga ada pasal yang menyebutkan bahwa Yesus berlayar ke Nazaret (padahal nazaret bukan kota pesisir, melainkan kota di atas perbukitan Galilea). Total-total tercatat tidak kurang dari 30 kesalahan konyol].

Sumber: Islamic Invasion by Robert Morey

Baca Juga Apakah Kaum Muslim dapat membaca Injil Barnabas sebagai Kisah Sejati mengenai Yasu Almasih?

About these ads