Ketika mereka bertemu, si anak laki-laki Muslim berkoar-koar mengatakan jika ada orang yang mengencingi Quran maka orang itu akan berubah menjadi ular, anjing atau tikus. “Si anak laki-laki Kristen tertarik dengan skenario ini dan tanpa berpikir dua kali ia pun mengencingi Quran”, ujar Bishop Fabian Obeid, Ketua Persekutuan Hamba Tuhan di Zanzibar.

 

William Stark, Regional Manager for Africa

12 November 2012 Washington, D.C. (International Christian Concern) – Seorang anak laki-laki Muslim dan seorang anak laki-laki Kristen bertemu di pinggiran kota Dar es Salaam, ibukota Tanzania. Hasil dari pertemuan tersebut, anak laki-laki Kristen itu diancam akan dipenggal dan setidaknya lima gereja dihancurkan. Apakah yang telah dilakukan oleh kedua anak laki-laki tersebut sehingga timbullah kerusakan yang sangat parah?

Ketika mereka bertemu, si anak laki-laki Muslim berkoar-koar mengatakan jika ada orang yang mengencingi Quran maka orang itu akan berubah menjadi ular, anjing atau tikus. “Si anak laki-laki Kristen tertarik dengan skenario ini dan tanpa berpikir dua kali ia pun mengencingi Quran”, ujar Bishop Fabian Obeid, Ketua Persekutuan Hamba Tuhan di Zanzibar.

Ketika si anak laki-laki Muslim memberitahu orangtuanya, mereka terkejut dan memutuskan untuk mengkonfrontir orangtua anak laki-laki Kristen itu. Setelah mendapati bahwa orangtua anak laki-laki Kristen itu tidak ada di rumah, mereka memutuskan untuk melaporkan insiden tersebut ke mesjid terdekat. Inilah awal mula segala sesuatunya menjadi tidak terkendali. (Read More…)

About these ads