Oleh: Sujit Das

Menghormati iman orang-orang percaya yang tulus seharusnya tidak menyebabkan investigasi yang dilakukan para ahli sejarah dilarang atau dibelokkan….Seseorang harus mempertahankan hak-hak metodologi dasar sejarah.”

- Maxime Rodhinson, 1981; p. 57

(Photo Source: Wikipedia, 2009)

Foto salah satu perkamen Sana’a Qur’an dari Gerd R Puin’s, memperlihatkan lapisan revisi yang dilakukan terhadap Quran

Seringkali orang-orang Muslim mengatakan bahwa baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru telah dikorupsi dan diubah secara serius. Mereka katakan, supaya sebuah Kitab Suci bisa dikatakan sebagai otoritatif, maka ia harus dipelihara tetap tanpa perubahan sama sekali, dan menunjuk pada Qur’an mereka sebagai kitab suci yang diwahyukan kata demi kata dan surat demi surat kepada Muhamamad oleh Allah. Quran mengklaim, “Tidak boleh ada perubahan dalam firman-firman Allah” (10:64), dan ”Tidak ada yang bisa merubah kata-kata (dan peraturan) Allah” (6:34).

Tetapi betapa anehnya ‘doktrin pembatalan’ ini, dimana wahyu-wahyu yang datang kemudian membatalkan wahyu-wahyu terdahulu, sebagaimana Quran (2:106) menegaskan, ”Wahyu-wahyu…..Kami membatalkan/mencabut atau menyebabkan untuk dilupakan.” Juga, sebuah Hadis (6:558) dari Sahih Bukhari menegaskan bahwa Muhammad melupakan banyak ayat. Disamping itu, Sunaan ibn Majah (3: 1944) mencatat bahwa setelah kematian Muhammad, sejumlah wahyu dimakan oleh seekor kambing. Bagaimana kata-kata Ilahi bisa dimakan, diubah, dibatalkan atau dihapuskan, meskipun ada klaim dari Allah dalam Sura 10:64 dan 6:43?

Tidakkah semua klaim-klaim dari Allah ini berkontradiksi dengan diriNya sendiri? Tetapi ajaibnya; kenyataan ini sama sekali tidak mengganggu pemikiran orang-orang Muslim. Barangkali, jika kita bisa menghadirkan Quran lain yang “otentik”, dan yang berbeda dengan bentuk standar Quran yang ada saat ini, maka Muslim akan mulai menggunakan logika mereka.

Kebenaran yang sangat menghancurkan adalah bahwa sejumlah besar naskah-naskah kuno, berasal dari abad pertama Hijrah ditemukan di Mesjid Agung di Sana’a (Yaman), yang secara signifikan berbeda dengan Quran standar yang ada sekarang. Sistem penanggalan dengan menggunakan Carbon meyakini bahwa naskah-naskah Quran ini tidak dibuat oleh lawan-lawan keagamaan. Disamping itu, naskah-naskah Quran ini ditemukan oleh orang-orang Muslim sendiri, bukan oleh orang-orang kafir.

Barangkali inilah peristiwa yang paling memalukan dalam sejarah Islam yang sudah berlangsung selama 14 Abad.

Mesjid Agung Sana’a adalah salah satu Mesjid tertua dalam sejarah Islam. Gedung ini dibangun pada tahun 6 Hijrah ketika Muhammad mempercayakan salah seorang dari teman-temannya untuk membangun sebuah Mesjid di Yaman, yang diperluas dan diperbesar oleh para pemimpin Islam dari masa ke masa.

Pada tahun 1972, ketika berlangsung restorasi Mesjid Agung ini (hujan deras menyebabkan dinding bagian Barat Mesjid ini rubuh), para tukang yang bekerja dalam sebuah ruangan mahkota diantara struktur bagian dalam dan atap bagian luar, menemukan sebuah kuburan yang menakjubkan, yang pada saat itu, karena ketidaktahuan mereka, mereka tidak menyadari apa yang ada di situ. Biasanya mesjid tidak mengakomodasi kuburan, dan situs ini juga tidak berisi batu nisan, tidak ada sisa-sisa tubuh/tulang manusia dan juga tidak ada barang-barang peninggalan dari pemakaman. Tak ada benda lain di dalamnya kecuali perkamen tua dan dokumen-dokumen surat yang jumlahnya sangat banyak. Juga di dalamnya ditemukan buku-buku yang sudah rusak dan halaman-halaman teks individual dalam bahasa Arab, yang sudah lebur menjadi satu oleh karena hujan dan kelembaban selama lebih dari seribu tahun.

(Sumber foto: Dreibholz, 1999, p. 23)


Sejumlah fragmen-fragmen perkamen Qur’anik dalam kondisi ketika mereka ditemukan

Para tukang yang tidak mengerti itu kemudian mengumpulkan naskah-naskah tersebut, memasukkannya dengan sembrono ke dalam 20 karung kentang, dan meletakkannya pada tangga di salah satu menara Mesjid, dimana naskah-naskah itu pun kemudian dikunci di situ. Naskah-naskah itu akan kembali dilupakan, jika bukan karena Qadhi Isma’il al-Akwa, Presiden Otoritas Barang-Barang Antik Yaman, yang di kemudian hari menyadari pentingnya penemuan itu. Al-Akwa mencari pertolongan dari dunia Internasional untuk menguji dan mengawetkan fragmen-fragmen itu, sebab tidak ada seorang pun sarjana di negaranya yang sanggup mengerjakan penemuan yang sangat kaya seperti ini. Pada tahun 1997, ia menerima kunjungan dari seorang sarjana Jerman non-Muslim. Orang ini lalu membujuk pemerintah Jerman untuk mengorganisir dan menjalankan sebuah proyek restorasi.

Segera setelah proyek itu dimulai, menjadi jelaslah bahwa “kuburan kertas” itu adalah sebuah tempat untuk menyimpan puluhan ribu fragmen-fragmen dari hampir seribu naskah-naskah kuno Quran, kitab suci Muslim. Otoritas Muslim pada masa-masa awal Islam menganjurkan agar kopian-kopian Quran yang telah rusak disingkirkan dari peredaran dan hanya mengijinkan edisi-edisi kitab suci yang masih baik untuk dipakai. Juga tempat yang aman seperti itu dibutuhkan untuk melindungi kitab-kitab itu dari kebakaran atau kehancuran jika para penyerang datang, dan di sinilah kemudian muncul ide untuk menyimpannya di sebuah ‘kuburan’ dalam Mesjid Agung di Sana’a, yang pada waktu itu merupakan tempat untuk mempelajari Quran. Hal ini sudah berlangsung sejak abad pertama Hijrah.

Restorasi naskah-naskah itu diorganisir dan diawasi oleh Gerd R. Puin dari Saarland University, di Jerman. Puin adalah seorang spesialis terkemuka dalam bidang kaligrafi Arabik (studi mengenai tulisan tangan indah dan artistik), dan merupakan seorang paleografi (studi mengenai dokumen-dokumen dan tulisan kuno) Qur’anik. Selama sepuluh tahun ia secara ekstensif menguji fragmen-fragmen perkamen yang berharga itu. Tahun 1985, rekannya H. C. Graf V. Bothmer bergabung dengannya.

Tes-tes Carbon-14 menunjukkan bahwa sejumlah perkamen itu berasal dari tahun 645-690 AD. Tahun pembuatan mereka yang sebenarnya bisa jadi lebih dini lagi, karena C-14 memperkirakan tahun kematian dari sebuah organisme (perkamen adalah kulit binatang), dan proses itu hingga penulisan akhir pada perkamen mencakup waktu yang tidak bisa diketahui. Tanggal penulisan kaligrafi menunjukkan tahun 710-715 AD. Beberapa perkamen kelihatannya berasal dari abad ke tujuh dan ke sembilan, dan karena itu bisa disebut sebagai Qur’an tertua yang ada saat ini.

Pada tahun 1984, Rumah Naskah (Dar al Makhtutat) didirikan di dekat Mesjid Agung, sebagai bagian dari proyek kerjasama antara otoritas Yaman dan Jerman. Sebuah usaha keras yang sangat besar dimulai untuk merestorasi fragmen-fragmen Qur’anik. Antara tahun 1983 dan 1996, kira-kira 15.000 dari 40.000 halaman telah selesai direstorasi, khususnya 12.000 fragmen-fragmen pada perkamen dan naskah-naskah yang berasal dari abad ke tujuh dan sembilan.

(Sumber Foto: Dreibholz, 1999. p. 22)


Perpustakaan Dar al-Makhtutat dimana disimpan Naskah-Naskah dan katalog yang baru ditemukan

Hingga saat ini, hanya ada tiga kopian kuno Qur’an yang ditemukan. Yang pertama disimpan di Perpustakaan Inggris di London, berasal dari akhir abad ke tujuh dan dianggap sebagai yang paling tua. Tetapi naskah-naskah Sana’a bahkan usianya lebih tua. Lebih dari itu, naskah-naskah ini ditulis dengan huruf yang aslinya berasal dari Hijaz – wilayah Arabia dimana Nabi Muhammad hidup, yang membuatnya tidak hanya sebagai naskah tertua yang berhasil selamat, tetapi kopian otentik Qur’an yang paling tua. Arabik Hijazi adalah tulisan (Mekkah atau Medinah), dan Qur’an mula-mula ditulis dengan huruf ini. Meskipun potongan-potongan ini berasal dari Qur’an paling awal yang pernah ada, mereka juga merupakan palimpsests (naskah-naskah dengan tulisan asli yang telah dipakai ulang).

Gaya tulisan tangan yang indah dan artistik dan jarang dipakai menjadi hal yang menarik perhatian Puin dan temannya Bothmer, tetapi hal yang lebih mengejutkan lagi menanti mereka. Ketika naskah Qur’an ini diperbandingkan dengan naskah Qur’an standard yang ada saat ini, kedua orang ini menjadi terheran-heran. Teks-teks kuno yang ditemukan ini sangat berbeda dengan naskah yang ada sekarang, dan hal ini benar-benar mengganggu. Di sini terdapat ayat-ayat yang disusun secara tidak konvensional, variasi-variasi tekstual yang sedikit namun signifikan, ortografi (pengejaan) yang berbeda dan perbedaan pada pembubuhan (dekorasi) artistik.

Hal ini benar-benar menghantam keyakinan orang-orang Muslim ortodoks bahwa Qur’an yang ada hari ini dapat dikatakan sebagai Firman Allah yang “sempurna, kekal sepanjang masa dan tidak berubah.” Dengan penemuan naskah ini berarti Qur’an telah didistorsi, dinodai, direvisi, dimodifikasi dan dikoreksi, dan perubahan tekstual secara murni telah terjadi selama bertahun-tahun oleh tangan-tangan manusia.

Aura kesakralan disekeliling Kitab Suci Islam ini, yang masih utuh selama lebih dari 14 abad lamanya, menjadi hilang dengan penemuan yang mencengangkan ini, dan keyakinan inti dari semilyar lebih orang-orang Muslim yang meyakini bahwa Qur’an itu kekal, firman Allah yang tidak bisa berubah sekarang tampak jelas hanya sebagai sebuah kebohongan besar. Bukan hanya itu; klaim Qur’anik bahwa tak ada orang yang bisa merubah firman-firman Allah juga merupakan sebuah kepalsuan. Qur’an seharusnya merupakan sebuah, jika kita meminjam kata-kata dari Guillaume (1978, p. 74), yang paling suci dari semua yang suci. Ia tidak boleh ada di bawah kitab yang lain, tetapi selalu berada di atasnya, orang tak boleh minum atau merokok ketika kitab ini dibacakan dengan keras, dan ia harus didengarkan di dalam keheningan. Ini adalah Kitab yang merupakan jimat melawan penyakit dan bencana.” Orang-orang Muslim menyebut Quran sebagai “Ibu dari semua Kitab” dan meyakini tak ada kitab atau wahyu lainnya yang bisa diperbandingkan dengan Qur’an (Caner & Caner, 2002. p.84). Tetapi sekarang, dengan penemuan ini, semua keyakinan itu menjadi lenyap. Hasil akhir dari seluruh perjuangan Islam selama empat belas abad sekarang menjadi nol besar.

Tidak hanya itu, banyak naskah memperlihatkan tanda-tanda dimana naskah-naskah itu menggunakan tulisan asli yang telah dipakai ulang. Misalnya, ayat-ayat yang sangat jelas ditulis di atas ayat-ayat lain yang sudah dihapus. Tentu saja ayat-ayat yang ada di bawah tulisan yang ada sekarang sulit untuk dibaca secara visual, tetapi peralatan-peralatan modern seperti fotografi ultraviolet dapat memperlihatkan dengan jelas tulisan-tulisan itu. Dipercaya bahwa naskah-naskah Sana’a bukan hanya satu-satunya varian, tetapi sebelum itu, teks Qur’anik telah dimodifikasikan dan ditulis ulang pada kertas yang sama. Hal ini berarti, klaim Allah (Sura 56: 77-78; 85:21-22) bahwa teks asli telah disimpan di surga pada lembaran-lembaran emas, yang tak bisa disentuh oleh siapa pun kecuali para malaikat, hanyalah sebuah cerita dongeng.

Setelah mempelajari dengan seksama naskah-naskah ini, Puin sampai pada kesimpulan bahwa teks ini sesungguhnya sebuah teks yang telah dikembangkan, dan bukannya firman Allah sebagaimana yang diwahyukan secara menyeluruh kepada Muhammad (Warraq, 2002, p. 109). Dengan perasaan tergetar ia berkata, ”Begitu banyak Muslim yang memiliki keyakinan ini, bahwa segala sesuatu diantara kedua penutup Qur’an adalah firman Allah yang tak bisa dirubah. Mereka senang mengutip karya tekstual yang memperlihatkan bahwa Alkitab memiliki sebuah sejarah dan bukan sesuatu yang diturunkan langsung dari langit, bahwa hingga saat ini Qur’an berada di luar perdebatan. Satu-satunya cara untuk meruntuhkan dinding ini adalah dengan membuktikan bahwa Qur’an pun memiliki catatan sejarah. Fragmen-fragmen Sana’a akan membantu kita melakukan hal ini.”

Puin bahkan menyimpulkan (mengutip Taher, 2000), ”Tak ada satu pun karya tunggal yang tetap tanpa perubahan selama berabad-abad. Termasuk kisah-kisah yang ditulis sebelum nabi Muhammad memulai pelayanannya dan yang kemudian setelah itu ditulis ulang.”

Selama melakukan riset mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh Puin (Lester, 1999), ”Mereka (otoritas Yaman ingin agar hal ini tidak digembar-gemborkan, sebagaimana yang juga kami lakukan, meski dengan alasan yang berbeda. Mereka tak ingin menarik perhatian pada kenyataan bahwa ada orang-orang Jerman dan lainnya yang melakukan studi terhadap Qur’an. Mereka tidak mau mengumumkannya kepada publik, bahwa ada pekerjaan seperti ini yang sedang dilakukan, oleh karena posisi Islam adalah bahwa semua hal yang perlu dikatakan mengenai sejarah Qur’an telah dikatakan seribu tahun lalu.”

Pada kenyataannya, Puin dan rekannya Bothmer mengetahui untuk beberapa saat ketika mereka melakukan studi mereka, bahwa Qur’an sendiri adalah sebuah teks yang terus berkembang, namun dengan bijaksana mereka memahami implikasi yang mungkin dari penemuan-penemuan mereka dan karena itu mereka tetap berdiam diri. Jika otoritas Yaman mengetahui penemuan ini, sangat besar kemungkinan mereka akan menolak kedua orang ini untuk memperoleh akses lebih jauh. Inilah yang dimaksudkan oleh Puin sebagai “alasan-alasan lain.” Karena itu keduanya tetap diam, dan kedua sarjana ini dapat tetap meneruskan riset mereka.

Penemuan Puin juga mengkonfirmasi asumsi Wansbrough mengenai teks Qur’anik. Pada tahun 1970an, Wansbrough menyimpulkan bahwa Qur’an berkembang secara bertahap pada abad ketujuh dan kedelapan, setelah periode panjang dari transmisi oral, dan sekte-sekte yang berbeda biasanya berdebat dengan keras satu sama lain mengenai wahyu-wahyu mana yang asli. Alasan bahwa tidak ada sumber materi dari permulaan Islam yang pernah selamat adalah karena ia memang tidak pernah ada. Pada kenyataannya, Puin mengakui bahwa ia ‘membaca ulang karya Wansbrough ketika ia menganalisa fragmen-fragmen Yaman itu (Warraq, 2002. p. 122).

Teori Puin lainnya yang radikal adalah bahwa sumber-sumber pra-Islamik telah memasuki Qur’an. Argumentasinya adalah bahwa ada dua suku yang disebut, As-Sahab-ar-Rass (Para sahabat dari Sumur) dan As-Sahab-al-Aiqa (Para Sahabat dari Semak-semak Berduri) yang bukan merupakan bagian dari tradisi Arab, dan orang-orang pada masa Muhammad tentu saja tidak mengenal mereka. Ia juga tidak setuju pandangan yang mengatakan bahwa Qur’an ditulis dalam bahasa Arab yang paling murni. Kata “Qur’an” itu sendiri aslinya berasal dari luar Arab. Kontras dengan keyakinan populer Muslim, ia mengatakan bahwa arti dari “Qur’an” bukanlah pembacaan atau pengajian. Sebenarnya kata “Qur’an” menurutnya berasal dari bahasa Aramaik, “Qariyun”, artinya sebuah leksionari bagian-bagian kitab suci yang ditetapkan untuk dibaca dalam ibadah ilahi. Qur’an kebanyakan berisi cerita-cerita Alkitab tetapi dalam bentuk yang lebih pendek dan merupakan “sebuah ringkasan dari Alkitab untuk dibaca dalam ibadah.”

Bothmer secara seksama telah mengambil lebih dari tiga puluh lima ribu gambar-gambar mikro film dari fragmen-fragmen itu pada tahun 1997 dan membawa gambar-gambar itu ke Jerman (Warraq, 2002, p.109). Artinya bahwa saat ini Bothmer, Puin dan para sarjana lainnya pada akhirnya akan memiliki sebuah kesempatan untuk meneliti kembali dengan lebih cermat teks-teks itu dan mempublikasikan penemuan-penemuan mereka dengan bebas.

Puin tertarik untuk menulis sebuah buku mengenai hal ini pada masa depan, tetapi ia telah menulis beberapa tulisan-tulisan pendek mengenai penemuan mereka di berbagai macam majalah ilmiah, dimana ia memperlihatkan beberapa penyimpangan antara Qur’an kuno dan Qur’an standar sebagaimana yang ada saat ini (Mengutip Warraq, 2002, p.739-44)

Ketika membuktikan bahwa Qur’an sama sekali bukan kitab yang bisa dianggap suci, Puin menulis, ”Pendapat saya adalah bahwa Qur’an sejenis teks-teks gado-gado dimana tidak semuanya dimengerti pada masa Muhammad. Banyak dari teks-teks ini bahkan usianya seratus tahun lebih tua daripada Islam itu sendiri. Klaim-klaim Qur’an untuk dirinya sendiri adalah bahwa ia merupakan sesuatu yang jelas (mubeen). Tetapi (kontras dengan keyakinan populer) jika anda mengamatinya, anda akan menemukan bahwa seperlima dari kalimatnya sama sekali tidak mempunyai makna…faktanya adalah seperlima dari teks Qur’anik sama sekali tidak bersifat komprehensif. Jika Qur’an itu tidak komprehensif, bahkan jika ia sendiri tidak bisa dimengerti dalam bahasa Arab, maka ia juga tak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun. Itulah sebabnya mengapa Muslim merasa takut. Meskipun berulang-ulang Qur’an mengklaim bahwa ia adalah sesuatu yang jelas, tetapi nyatanya di situ terdapat banyak sekali kontradiksi yang sangat serius. Sesuatu pasti telah terjadi.

Penemuan yang luar biasa dari Puin sangat menarik perhatian Andrew Rippin, seorang Profesor bidang studi agama dan seorang ahli terkemuka dalam bidang studi Qur’an. Rippin (dikutip dari Warraq, 2002, p.110) menyimpulkan, ”Pengaruh dari naskah-naskah Yaman masih bisa dirasakan. Pembacaan-pembacaan mereka yang bervariasi dan susunan ayat-ayat semuanya sangat signifikan. Semua orang setuju dengan hal ini. Naskah-naskah ini memperlihatkan bahwa sejarah awal teks Qur’anik lebih dari sekedar sebuah pertanyaan terbuka sebagaimana yang diduga banyak orang. Teks itu kurang stabil dan karena itu otoritasnya sedikit, daripada yang selalu diklaim.”

Observasi Rippin benar-benar luar biasa. Selama periode Kalifah mula-mula, Islam bertumbuh sebagai gerakan politik dan bukan sebagai sebuah gerakan keagamaan. Sebuah buku seperti Qur’an dibutuhkan untuk menjaga agar orang-orang Muslim tetap bersatu. Qur’an seperti sebuah ‘simbol status’ dari Islam, yang jika bukan karena buku ini maka Islam akan mati bahkan pada masa Muhammad. Qur’an itu murni buatan manusia.

Beberapa hal yang bersifat ilahi dilekatkan pada Qur’an supaya ia bisa memberikan perintah yang bisa dihormati, sebab ia tidak memiliki kuasa dari dirinya sendiri. Inilah caranya, bagaimana ketika mengakui klaim-klaim dari Qur’an sebagai ungkapan langsung dari Yang Ilahi, para manipulator mula-mula telah menyingkirkan semua kritik, yang kemungkinan akan mengeksposnya. Dalam Sura 5:101 dan 5:102 Qur’an sendiri melarang kritik. Kita tidak tahu saat kebutaan religius secara perlahan muncul, tetapi tanpa ragu, Muslim mula-mula setelah Muhammad sebenarnya lebih liberal dibandingkan dengan generasi yang kita lihat saat ini. Otentisitas dari banyak ayat telah dipertanyakan sendiri oleh orang-orang Muslim mula-mula. Banyak Kharijit, yang merupakan pengikut-pengikut Ali dalam sejarah Islam mula-mula, menemukan Sura yang menceritakan cerita yang tidak sopan mengenai Yusuf, sebuah kisah erotis yang tidak mungkin merupakan bagian dari Qur’an (dikutip dari Warraq, 1998, p.17)

Warraq (1998, p. 14) memiliki pandangan yang sama dengan Rippin, ”Para sarjana Muslim pada tahun-tahun awal Islam jauh lebih fleksibel dengan posisi mereka, menyadari bahwa bagian-bagian Qur’an telah hilang, diselewengkan dan bahwa ada ribuan perbedaan yang menyebabkan tidak mungkin bisa berbicara mengenai Qur’an.”

Ada bukti lainnya bahwa pesan-pesan Qur’anik telah diubah pada masa-masa awal Islam dan tidak ada lagi yang eksis yang disebut “Qur’an”. Tulisan dari beberapa ayat Qur’anik menghiasi Mesjid Dome of Rock di Yerusalem, yang barangkali merupakan monumen Islamik pertama dam merupakan sebuah pencapaian artistik mayor, dibangun tahun 691 AD (Whelan, 1998, pp 1-14). Tulisan-tulisan ini secara signifikan berbeda dari teks standar yang ada saat ini (Warraq, 2000, p. 34)

Mingana (mengutip Warraq, 1998. p.80) mengeluhkan, ”Pertanyaan paling penting dalam mempelajari Qur’an adalah otoritasnya yang tidak boleh ditantang.” Inilah satu-satunya alasan; investigasi kritikal mengenai teks Qur’an adalah sebuah studi yang masih belum dewasa. Sebagaimana dikatakan oleh Rippin (1991, p. ix) yang mengeluhkan, ”Seringkali saya menemukan individu-individu yang mempelajari Islam dengan latar belakang studi sejarah Alkitab Ibrani atau Kekristenan mula-mula, dan yang mengekspresikan keterkejutan pada kurangnya pemikiran kritis yang muncul dalam teksbook-teksbook pendahuluan Islam. Gagasan bahwa “Islam dilahirkan dalam terang sejarah yang jelas” kelihatannya masih merupakan anggapan dari banyak penulis besar mengenai teks-teks seperti itu.” Cook dan Crone (1977, p. 18) menyimpulkan,”[Qur’an] sangat kurang dalam keseluruhan struktur, seringkali tidak jelas dan tidak merupakan sebuah rangkaian; sementara isinya asal-asalan dan materi-materi yang dibahas berbeda, serta melakukan pengulangan-pengulangan di seluruh pasal dengan versi yang berbeda-beda. Dengan dasar ini, bisa diperdebatkan bahwa kitab ini adalah produk dari sebuah keterlambatan dan pengeditan materi yang tidak sempurna dari sebuah tradisi-tradisi yang bersifat plural.” Crone (mengutip Warraq, 1998, p. 33) juga menuliskan, ”Qur’an telah menurunkan banyak sekali informasi palsu.”

Tetapi dalam kaitan dengan Alkitab, kita menemukan perbedaan, sebagaimana yang diobservasi oleh Rodinson (1980, p. viii),”[Untuk Alkitab] sikap ilmiah dimulai dengan keputusan untuk menerima sesuatu sebagai fakta hanya jika sumber itu telah dibuktikan sebagai sesuatu yang dapat dipercaya.” Orang-orang Muslim secara salah mengintepretasikan kejujuran orang-orang Kristen yang memperlihatkan sejumlah pembacaan Alkitab yang bervariasi sebagai kelemahan (Ali & Spencer; 2003. p. 76-9).

Orang-orang Kristen, seperti halnya orang-orang Hindu, ingin melihat Kitab Suci mereka melalui sudut pandang ilmiah dan sejarah. Ketika naskah-naskah tua Alkitab, perkamen-perkamen atau naskah-naskah Hindu ditemukan, para sarjana Kristen dan Hindu hampir-hampir saling memanjat bahu masing-masing agar bisa terlebih dahulu mendapatkan akses kepada teks-teks itu. Penemuan-penemuan seperti ini membuat mereka merasa sangat tertarik. Tetapi sayangnya, tidak ada hasrat seperti itu dalam Islam. Kristen dan Hindu sangat berkeinginan untuk melihat lebih banyak lagi hal-hal yang bisa disingkapkan mengenai kitab suci mereka, sementara Muslim menolaknya, bahkan seringkali dengan determinasi yang kuat. Kontras ini benar-benar sebuah pukulan. Sementara baik iman Hindu dan Kristen secara kuat didukung oleh bukti-bukti arkeologis dan historis, sejauh ini tidak ada satu pun eksplorasi arkeologis yang diijinkan untuk dilakukan di Mekkah dan Medinah, dan tidak ada kemungkinan untuk melakukannya di masa yang akan datang (Peters, 1986. p. 72-4).

Kritikan Muslim terhadap Qur’an sangat jarang dan hampir-hampir tidak pernah ada sebagaimana yang dikeluhkan oleh Sina (2008, p. 6), ”Orang-orang Muslim pada dasarnya tidak punya kapabilitas untuk mempertanyakan Islam.” Baru-baru ini saja website-website para mantan Muslim yang melakukan sejumlah karya yang luar biasa mengenai hal ini. Tentu saja, orang-orang yang telah mengalami pencerahan seperti mereka akan berhasil membebaskan saudara-saudari Muslim mereka dari penjara Islamik. Jika tidak, apa pun kritikan yang dilakukan terhadap Qur’an, semuanya akan dilakukan oleh para sarjana Kristen. Tetapi orang-orang Muslim seharusnya tidak menganggap kritik dari orang Kristen sebagai sebuah tanda oposisi religius. Para sarjana Kristen telah melakukan lebih banyak lagi kritikan terhadap agama mereka sendiri daripada terhadap Islam (Sproul & Saleeb, 2003. p. 17; Spencer, 2007, p. 1).

Tetapi sekali penemuan-penemuan Sana’a dipublikasikan secara detil, Islam tidak akan pernah sama lagi sebagaimana ia ada selama empat belas abad ini. Islam pasti akan mengambil sebuah posisi yang asing. Banyak Muslim akan menunjukkan keraguan terhadap kesakralan Qur’anik dan konsep yang sangat “romantis” dari Qur’an secara perlahan akan lenyap dan sebuah perkembangan yang sangat menarik akan bisa diobservasi. Pertanyaan pertama yang akan muncul di pikiran mereka adalah – versi yang mana yang paling superior. Tetapi kemudian, tidak mungkin memilih sebuah versi Qur’an dan menolak versi yang lain berdasarkan pilihan. Sebab keyakinan Muslim juga menegaskan bahwa siapa saja yang menolak bahkan satu ayat pun dari Qur’an, sebenarnya mereka telah menolak seluruh pewahyuan. Ini adalah sebuah kemustahilan logis dan karena riset ilmiah telah meneriakkan kebenaran; banyak Muslim akan mencari jalan keluar dari hal yang tidak masuk akal ini dan akan mencoba membebaskan diri mereka dari penindasan tirani yang hidup di sebuah agama yang palsu.

Ketika mendiskusikan apatisme Muslim terhadap sains, hukum logika dan hukum alam, Jaki (mengutip Spencer, 2002, p. 127) menulis, ”Apa yang terjadi dalam dunia Muslim hari ini adalah sebuah konfrontasi, bukan antara Tuhan dan Iblis…tetapi antara satu Tuhan yang sangat spesifik dan ilmu pengetahuan yang merupakan sebuah antagonis yang sangat spesifik dari Tuhan itu, yaitu Allah dari Qur’an, yang merupakan oknum yang sepenuhnya mendominasi intelektual.”Penemuan Sana’a hanya akan menambahkan bahan bakar untuk api itu. Hari ini dunia Muslim dikelilingi dengan frustasi. Islam seharusnya menjadi wahyu terakhir dan orang-orang Muslim seharusnya menjadi “Manusia terbaik”, tetapi kenyataannya benar-benar bertentangan. Bangsa-bangsa Muslim adalah bangsa-bangsa yang paling miskin di dunia (Ohmyrus, 2006, p. 128). Saatnya akan tiba ketika otoritas keagamaan akan ditanya oleh orang-orang Muslim kebanyakan, dan mereka akan dituntut untuk menyangkali kritikan-kritikan secara logis, ilmiah dan masuk akal, bukan dengan kekuatan brutal atau melalui Fatwa. Sebagaimana yang ditulis oleh Parvez Manzoor, ”Cepat atau lambat [kami orang-orang Muslim] harus mendekati Qur’an dari asumsi-asumsi metodologikal dan parameter-parameter yang secara radikal merupakan hal yang asing dengan hal-hal yang telah disucikan oleh tradisi kami” (Warraq, 2002, p. 123).

Tetapi naskah-naskah Sana’a juga akan memprovokasi pertanyaan lainnya. Jika Qur’an adalah sebuah kebohongan, bagaimana kebohongan ini bisa bertahan selama berabad-abad? Alasannya adalah bahwa Keilahian yang ditempelkan pada Qur’an bukan hanya sebuah “Kebohongan Yang Kecil”, tetapi “Sebuah Kebohongan Yang Besar.” Kebohongan-kebohongan yang besar adalah sesuatu yang sangat ampuh, dan ia selalu memiliki sebuah efek psikologis terhadap para pendengar. Semakin besar kebohongan, semakin ia bisa dipercayai. Adolf Hitler menulis dalam Mein Kamph (1925), ”Massa yang besar dari sebuah bangsa akan menjadi korban oleh sebuah kebohongan besar daripada oleh sebuah kebohongan kecil.” Kebohongan besar sangat meyakinkan karena ia akan menutupi pikiran sehat pendengar, sebagaimana yang dijelaskan oleh Sina (2008, p. 179), orang-orang biasa tidak akan berani untuk menceritakan sebuah kebohongan besar sebab ia berpikir bahwa hal itu tidak akan dipercayai dan ia akan menjadi bahan olok-olok. Karena tidak ada seorang pun yang pernah menceritakan sebuah kebohongan dalam hidupnya, kebohongan-kebohongan kecil seringkali cepat atau lambat akan bisa dideteksi. Tetapi kebohongan-kebohongan besar benar-benar aneh karena ia seringkali membuat para pendengar menjadi kehilangan akal. Ketika kebohongan itu sangat besar (seumpama raksasa), orang-orang kebanyakan akan bertanya-tanya bagaimana seseorang memiliki keberanian, yaitu dengan lancang mengatakan hal seperti itu.

Kebohongan besar selalu mengejakan keajaiban dalam politik. George Orwill (mengutip Sina, 2008, p. 179) berkata, ”Bahasa politik….didisain untuk membuat kebohongan terdengar sebagai sesuatu yang jujur dan pembunuhan dapat dihargai dan membuat angin terlihat sebagai sesuatu yang padat.” Hari ini, ketika sifat keilahian Qur’an disebarkan oleh naskah-naskah Sana’a, maka natur spiritual Islam juga diekspos. Islam tak lebih dari sebuah gerakan politik Arab. Sifat keilahian ditempelkan pada Qur’an, ketika orang-orang Arab mulai menduduki bangsa-bangsa di sekeliling mereka dan Islam dipaksakan oleh mereka dengan kekerasan. Orang-orang Arab tidak hanya memaksakan Islam pada bangsa-bangsa lain tetapi juga memaksakan keyakinan irasional dari keilahian Qur’anik ini kepada pemikiran-pemikiran para korban mereka, sehingga ketika orang-orang Arab telah pergi, orang-orang yang telah ditaklukkan tidak bisa keluar dari mental perbudakan ini dan kembali kepada iman mereka yang asli. Ini adalah sebuah keahlian politik yang langka. Banyak sahabat-sahabat Muhammad dengan jelas mengetahui bahwa Qur’an adalah sebuah kepalsuan, tetapi mereka tetap tinggal bersama dengan nabi mereka untuk bisa memperoleh barang rampasan dan menikmati para wanita. Kita semua tahu, setelah kematian Muhammad, beberapa suku Arab kembali kepada keyakinan mereka sebelumnya dan penyembahan berhala pun kembali mekar.

Menyebabkan banyak Muslim menjadi syok; studi modern dalam bidang Psikologi telah memperlihatkan kebenaran bahwa Muhammad adalah seorang yang suka memaksa, seorang pria gila yang menderita Kelainan Personalitas Narsisistik (Narcissistic Personality Disorder). Narsisistik adalah orang-orang yang diserap oleh dirinya sendiri dan secara patologis merupakan para pembohong. Artinya, apakah mereka tidak menyadari kebohongan mereka atau merasa sepenuhnya benar dan merasa mudah berbohong pada orang lain. Kondisi mental mereka sedemikian rupa sehingga jarang ada orang yang bahkan memiliki kapasitas untuk mempercayai kebohongan mereka sendiri (Vaknin, 1999, p. 24).

Dan ya, Adolf Hitler, yang mengetahui kekuatan dari sebuah kebohongan besar dan telah menyesatkan jutaan orang Jerman, juga dikenal sebagai seorang Narsisis. Hari ini Hitler adalah figur sejarah yang paling dibenci di Jerman. Seperti sebuah ilmu matematika, pastilah Muhammad juga akan memperoleh nasib yang sama. Tetapi kita benar-benar tidak tahu, berapa juta orang akan mati sebelum kita bisa menaruh Muhammad di keranjang sampah dengan Allahnya, Quran dan Islam bersama-sama. Bagi Hitler, ini adalah Sosialisme Nasionalis (nama lain untuk Naziisme), dan bagi Muhammad ini adalah Islam. Tetapi pada dasarnya, keduanya adalah dua sisi koin yang sama-seorang manipulator yang sukses.

Sina (2008, p. iv, 260) memberikan komentar, ”Islam seumpama sebuah rumah kartu, dipelihara oleh kebohongan-kebohongan. Yang diperlukan adalah menghancurkannya dengan memberikan tantangan kepada salah satu dari kebohongan-kebohongan yang membuatnya tetap berdiri seperti sekarang. Islam adalah sebuah bangunan yang tinggi, didirikan di atas pasir; satu kali saja anda mengekspos pondasinya, maka pasir itu akan tergerus dan gedung besar ini akan jatuh karena berat yang ditanggungnya” dan lagi ”Islam berdiri di atas tanah yang rapuh. Ia hanya berisi kebohongan. Kita hanya perlu mengekspos kebohongan-kebohongan dan bangunan raksasa dari teror dan penipuan ini untuk meruntuhkannya.”

Mari kita lihat, sekali aura kesakralan Qur’an lenyap, kebohongan-kebohongan lain apa yang akan diekspos?

Pertama; jika ada dua atau lebih dari dua versi Qur’an, maka akan ada jumlah Allah yang sama. Jadi, jika hanya ada dua Qur’an yang otentik, apakah Islam masih bisa dianggap sebagai agama monoteisme? Bagaimana memastikannya, Allah mana yang memberikan sebuah versi Qur’an? Jika hanya ada satu Allah, maka Qur’an mana yang otentik?

Kedua; jika kita masih percaya bahwa sebuah Qur’an adalah otentik, maka bagaimana Allah mengijinkan Qur’an lainnya tetap ada?

Ketiga, apakah masih bisa dianggap benar bahwa Qur’an (Sura 10:64) yang berkata bahwa firman-firman Allah tidak akan berubah-ini benar-benar pencapaian yang sangat hebat? Jika ya, sekarang apa lagi yang akan dilakukan oleh lebih dari sebuah Qur’an? Jika tidak, bagaimana wahyu palsu seperti ini dicatat dalam Qur’an? Apakah Setan yang menaruhnya?

Terakhir, Bukhari (4.52.233) mencatat ”Orang-orang tidak beriman tidak akan pernah memahami tanda-tanda dan wahyu-wahyu kami.” Tetapi kita bisa saksikan, untuk memahami Qur’an Sana’a, otoritas Yaman mengundang para sarjana Jerman karena tak ada seorang pun di Yaman yang sanggup mengungkapkan penemuan besar seperti ini.

Tidak heran jika Sina (2008) menyimpulkan, ”Tak peduli bagaimana anda memandang Islam, ia tetap akan terlihat sebagai sebuah agama kebodohan.”

Orang-orang Muslim telah menjual jiwa mereka kepada Muhammad, tetapi bisakah mereka secara logis membersihkan keraguan-keraguan di atas? Episode Sana’a telah menempatkan mereka pada sebuah posisi yang canggung, bahwa bahkan alasan yang berputar-putar atau absurditas logika tak akan bisa menolong mereka. Bukankah inilah saatnya bagi orang-orang Muslim yang bijaksana untuk memikirkan ulang iman mereka? Daripada berusaha keras untuk memberikan alasan terhadap keraguan-keraguan di atas, bukankah lebih bijaksana untuk setuju bahwa satu milyar lebih orang-orang Muslim telah dibodohi oleh seorang pemaksa vulgar yang bernama Nabi Muhammad? Bukankah ini saatnya bagi orang-orang Muslim untuk mencari kebenaran? Sebagaimana penulis puisi Thomas Gray (dikutip dari Sagan, 1997, p. 12) menulis,”….kapankah ketidaktahuan merupakan sebuah kebahagiaan, yaitu ketika kebodohan dianggap sebagai hikmat.”

Untuk melindungi Qur’an dari penghinaan lebih jauh, otoritas Yaman telah menghalangi Puin dan Bothmer mengkaji lebih jauh naskah-naskah itu. Kenyataannya, saat ini mereka tidak mengijinkan siapa pun melihat naskah-naskah itu kecuali fragmen-fragmen non-Qur’anik yang dengan sangat hati-hati telah diseleksi terlebih dahulu, yang bisa dilihat di lantai dasar Perpustakaan Dar al-Makhtutat. Tetapi hal ini sia-sia. Burung sudah keluar dari sangkarnya dan tak ada gunanya menutup pintu sekarang. Lebih dari 35.000 mikrofilm saat ini sudah ada di luar Yaman sebelum otoritas Yaman mengetahuinya dan beberapa duplikat juga sudah dibuat. Pihak otoritas Yaman yakin bahwa saat ini, di beberapa lokasi yang tidak diketahui di Jerman, sekelompok ahli tanpa henti meneliti mikrofilm-mikrofilm itu, dan Puin membakar cukup minyak untuk penerangan malam dalam usaha menyelesaikan bukunya, yang, sekali dipublikasikan, akan memalu paku lainnya pada peti jenazah Islam. Islam hari ini benar-benar dalam bahaya.

Tentu saja, dengan menyadari runtuhnya keilahian di depan mata mereka, banyak orang-orang Muslim merasa terganggu dan merasa diserang. Para fundamentalis tidak akan menerima karya Puin dan Bothmer yang sebenarnya mereka kerjakan dengan obyektifitas akademik, tetapi mereka akan melihatnya sebagai sebuah serangan yang disengaja terhadap integritas teks Qur’anik (Taher, 2000). Secara natural, kedua sarjana Jerman ini akan berada di garis depan menghadapi kemarahan mereka. Puin takut dengan kekerasan yang akan dilakukan oleh orang-orang Muslim ortodoks karena teorinya yang mereka anggap sebagai “hujatan”, yang ia katakan bahwa hal itu tidak bisa ia anggap sebagai hal yang enteng. Dengan mengingat apa yang terjadi pada Salman Rushdie, ia menulis, ”Kesimpulan-kesimpulan saya telah menyebabkan reaksi kemarahan dari orang-orang Muslim ortodoks. Mereka katakan bahwa saya bukan sarjana yang bisa membuat sebuah pernyataan mengenai naskah-naskah ini.” Jika pandangan Puin diambil dan diserukan melalui media, dan jika tidak banyak Muslim yang menanggapinya secara rasional, maka semua neraka akan terlepas. Akan ada sejumlah respon permusuhan dan kerusuhan dan akan menyebabkan banyak kematian dan kehancuran, mungkin akan ada fatwa lainnya dari Khomeini dan tentu saja sejumlah ancaman dari Bin Laden kita yang sangat suka dengan kamera, serta dari saudara-saudara ideologisnya. Tetapi bisakah mereka menghentikan tersebarnya kebenaran?

UNESCO telah menunjukkan ketertarikan yang murni terhadap naskah-naskah Sana’a sejak program the Memory of the World dimulai. Pada tahun 1995, Organisasi ini juga memproduksi sebuah CD-ROM dalam bahasa Arabik, Inggris dan Perancis yang mengilustrasikan sejarah dari pengoleksian materi Qur’anik dan non-Qur’anik. CD-ROM berisi 651 gambar dari 302 fragmen-fragmen Qur’anik, indeks dengan tulisan, bingkai, dan sebagainya, juga sebuah introduksi umum untuk koleksi-koleksi naskah-naskah Yaman dan sebuah deskripsi singkat mengenai perkembangan kaligrafi Arabik (Abid, 1997).

Ursula Dreibholz, seorang ahli pemeliharaan (pengawetan) yang bekerja untuk proyek Sana’a selama delapan tahun sebagai kepala konservator merasa sangat frustasi melihat kekurang perdulian otoritas Yaman untuk melindungi naskah-naskah itu dengan menggunakan teknologi modern (1983, pp. 30-8). Apakah perlengkapan keamanan sudah benar, dan apakah perhatian yang diberikan terhadap naskah-naskah itu sudah memadai untuk mencegah kerusakan lebih jauh (1996, pp 131-45). Kenyataannya, Dreibholz (1999, pp 21-5) mengatakan, bahwa ia sangat peduli untuk menciptakan sebuah sistem penyimpanan permanen yang aman dan dapat dipercaya untuk menyimpan naskah-naskah ini. Juga, penyimpanan yang buruk akan sulit melindungi naskah-naskah itu dari serangga dan air. Yang paling penting lagi, masalah utama adalah kurangnya pencegahan dari kebakaran atau sistem deteksi, dengan mengingat bahwa dalam sejarah banyak perpustakaan-perpustakaan penting yang hancur oleh karena kebakaran. Otoritas Yaman mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang untuk memasang sistem perlindungan dari kebakaran. Ia benar-benar tidak mengerti alasan sebenarnya dibelakang sikap apatis otoritas Yaman.

Di sini, para fundamentalis Muslim bisa melihat sebuah tali perak di awan-awan. Tak seorang pun tahu kapan sebuah kebakaran yang menghancurkan akan terjadi secara ‘insidentil’ dan menghancurkan semua naskah-naskah Qur’anik itu, yang akan menyebabkan naskah-naskah itu terbakar. Di balik semuanya, untuk menyelamatkan Islam, Qur’an harus diselamatkan, dan untuk itu orang-orang Muslim akan melangkah lebih jauh lagi. Jika perlu, mereka sendiri akan membakar Qur’an untuk menyelamatkannya dari analisa-analisa logis. Kesetiaan mereka kepada kebodohan sedemikian tinggi. Barangkali, otoritas Yaman tidak mau memasang sistem pencegah kebakaran adalah sebuah persiapan awal untuk sebuah tindakan seperti itu di masa depan. Jangan pernah menganggap remeh kapasitas destruktif dari orang-orang fanatik tak berotak.

Referensi

Jurnal:

  1. Abid, Abdelaziz (1997); “Memory of the World”: Preserving Our Documentary Heritage. Museum International, Vol. 49, No. 1, January 1997 issue. Blackwell Publishers, Oxford.
  2. Dreibholz, Ursula (1983); A treasure of early Islamic manuscripts on parchment. Significance of the find and its conservation treatment. AIC Preprints of papers presented at the 11th annual meeting in Baltimore, Maryland, 25-29 May 1983. Washington, DC.
  3. Dreibholz, Ursula (1996); The Treatment of Early Islamic Manuscript Fragments on Parchment in The Conservation and Preservation of Islamic Manuscripts, Al-Furqan Islamic Heritage Foundation, London
  4. Dreibholz, Ursula (1999); Preserving a treasure: the Sana’a manuscripts. Museum International. Islamic collections. Vol. LI, No. 3, July 1999 issue. Blackwell Publishers. Oxford.
  5. Whelan, Estelle (1998); Forgotten WitnessEvidence for the Early Codification of the Qur’an. Published in The Journal of America Oriental Society. January to March Issue, 1998. University of Michigan. USA.

Bibliografi:

  1. Ali, Daniel & Spencer, Robert (2003); Inside Islam: A guide for Catholics. Ascension Press. Pennsylvania.
  2. Caner E. M; Caner E.F (2002); Unveiling Islam. Kregel Publications. Grand Rapids. U.S.A
  3. Cook, Michael; Crone, Patricia (1977); Hagarism: The making of the Islamic world. Cambridge.
  4. (Dr) Vaknin, Sam (1999); Malignant Self Love: Narcissism Revisited. Narcissus Publications, Skopje. Czech Republic.
  5. (Ed.) Warraq, Ibn (1998); The origins of the Koran: Classic Essays on Islam’s holy book. Prometheus Books. NY.
  6. (Ed.) Warraq, Ibn (2000); The Quest for Historical Muhammad. Prometheus books. NY.
  7. (Ed.) Warraq, Ibn (2002); What the Koran really says – Language, Text and Commentary. Prometheus books. NY.
  8. Guillaume, Alfred (1978); Islam. Harmondsworth.
  9. Mein Kampf; a 1939 English translation by Houghton Mifflin and edited of verbosity. Reynal & Hitchcock
  10. Ohmyrus (2006); The Left and Islam: Tweedledum and Tweedledee in Beyond Jihad: Critical voices from the inside by Shienbaum, Kim and Hasan, Jamal. Academia Press, LLC, Bethesda.
  11. Peters, F.E (1986); Jerusalem and Mecca: The topology of the Holy City in the near east. NY
  12. Rippin, Andrew (1991): Muslims: their religious beliefs and practices.London.
  13. Rodhinson, Maxime (1980); Muhammad (Original in French, translated to English by Anne Carter). The New Press. NY
  14. Rodhinson, Maxime (1981); A Critical Survey of Modern Studies on Muhammad in Studies on Islam ed. M. Swartz. Oxford University Press, USA
  15. Sagan, Karl (1997); The Demon-Haunted World. Science as a Candle in the Dark. Ballantine Books. The Random House Publishing group. NY.
  16. Sina, Ali (2008); Understanding Muhammad, A Psychobiography. Felibri.com
  17. Spencer, Robert (2002); Islam Unveiled: Disturbing questions about the world’s fastest growing faith. Encounter Books. San Francisco.
  18. Spencer, Robert (2007); Religion of Peace? Why Christianity is and Islam isn’t. Regnery Publishing, Inc. Washington DC.
  19. Sproul R. C & Saleeb, Abdul (2003); The dark side of Islam. Crossway Books (a division of Good News Publishers). Wheaton. Illinois.

Sumber Internet:

  1. Taher, Abul (2000): Querying the Koran. The Guardian. Guardian News and Media Limited. Published on 8th August, 2000. URL:http://www.guardian.co.uk/Archive/Article/0,4273,4048586,00.html (Last accessed 3rd June / 2009)
  2. Sina, Ali (2008): Probing Islam. An internet based debate between J. A Ghamidi, K. Zaheer and Ali Sina, FFI. URL:http://www.news.faithfreedom.org/downloads/probing-islam.pdf (Last accessed 7th February / 2008).
  3. Lester, Toby (1999); What Is the Koran? Atlantic Monthly January 1999 issue. URL: http://www.theatlantic.com/doc/199901/koran (Last accessed 3rd June / 2009).
  4. Wikipedia (2009); Gerd R. Puin, URL: http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Special:Cite&page=Gerd_R._Puin&id=287605376

513 Responses to “AlQuran”

  1. apa aja Says:

    Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan semestinya dikala mereka berkata: Allah tidak MENURUNKAN sesuatupun kepada manusia. Katakanlah: Siapakah yang MENURUNKAN kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)? Katakanlah : Allah-lah (yang MENURUNKANnya), kemudian (sesudah kamu menyampaikan AL-QURAN kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. (QS. 6:91)

    baca aja ampe puuaaaas ye

    1. siapmurtad Says:

      Kiranya bahan2 yang ada di blog ini mampu membuka mata hati dan pikiran anda. Selamat merenung. Salam Pencerahan Pak Rahmat Rusmadi. Tentang Quran, baca juga Hancurnya Keilahian Quran, dan adanya 21 Versi Quran.

      1. Abu Syauqi Says:

        Tetapi apakah perbedaan dari ke 21 versi tersebut mengandung perbedaan makna firman Allah? Perbedaan penulisan tersebut sudah diselesaikan dengan dikeluarkannya Mushaf Utsmani.

      2. Musyadad Says:

        @siapmurtad;

        Berapapun versi Qur’an yg da, tp Anda cari n Anda lihat , Anda perhatikan betul2, dimanapun berada, Bahasa Qur’an tetap sama, berasal dari bahasa dan tulisan arab. Tidak seperti kitab2 agama lain, yg tulisan dan bahasanya berbeda2 di tiap daerah ataupun tiap negara.

        Versi2 yg ada tu hasil (penafsiran dari tulisan Qur’an) dari beberapa pemikiran para tokoh atau pemikir yg di akui oleh Islam dimanapun berada. Dan mereka (tokoh tsb) tidak merubah sedikit pun bahasa maupun tulisan yg da dalam Qur’an….

        Simak baik2 n plajari smua kitab2 dari semua agama yg ada di muka bumi ini, di tiap daerah dan tiap negara.

        Maka, Anda akan menemui keajaiban dari kitab Qur’an, yaitu bahasa dan tulisannya ditiap2 daerah tetap sama, bahasa dan tulisan dari arab.

      3. Jihad Fii Sabilillah Says:

        Yesus kok disembah, masak jeruk makan jeruk

      4. Edy Marwan Neil Says:

        Siap Murtad ! terbalik deh emangnya kupasan palsumu tentang Al Quran akan merubah keyakinan ummat islam, Aduh ksiaaan deh loe ! Itu kan biasa kupasan tipu daya aja

      5. hakkullah Says:

        @Siapmurtad
        justru fikiran kamu dan dugaan kamu salah, bahkan ummat islam tambah kuat, kenapa?, krn rujukan anda adalah salah, yang kamu rujuk adalah mereka tidak memiliki keilmuan yang benar..coba anda rujuk, spt ibnu taymiah, imam malik, imam syafi;i, haikal, bukhari, muslim mereka sudah diakui keilmuan mereka, tidak ada membantah atau membahas keburukan mereka..seharusnya anda menyerang kepada mereka bukan kpd Rasulullah saw..ideologi itu lebih kuat daripada yang anda jabarkan..contoh, anda terlalu yakin kepada robert spancer, apapun yang dikarang pasti anda akan membenarkan walaupun anda tidak meneliti “siapa dia”..bagi orang mukmin, tidaklah seperti itu..sebelum dia baca, yang dilihat terlebih dahulu adalah pengarangnya..coba anda berfikir, ada sebuah buku mengenai akhlak Rasululllah saw adalah baik, dan ada sebuah buku mengenai kejelekan beliau..mana yang engkau pegang di antara keduanya?..kesimpulannya: tidak mungkin pengarangnya berhadapan Rasulullah saw, tp untuk menjelaskan kepribadian beliau penuh dengan beberapa proses..rujukan anda yang saya baca tidak dapat dipercayai infonya..nah, begitu juga anda kalau ada pengarang buku menjelaskan latar belakang agama anda yang anda tidak sukai dari penjelasan itu, walaupun pengarang itu terkenal dan hebat, tetaplah anda tidak peduli itu..
        sekarang sy jelaskan permasalahannya:pernyataan di dlm alquran, bahwa taurat dan injil sudah diubah oleh tangan manusia..siapapun pernyataan yang ada dlm alquran tidak akan pernah terhapus, walaupun mereka burasaha untuk menghapusnya..
        apa yang ingin engkau katakan lagi?..semua sdh jelas di dalam alquran..baik orang muslim ataupun orang kafir, tetap Allah akan memberikan balsan bagi orang yang berbuat jahat, zhalim, fasik..mungkin kamu ngira menimpa azab kpd orang kafir sj, tp kpd orang mukmin bermaksiatpun kena juga apalagi berbuat dosa besar..
        mudah2an anda mengerti maksud sy..waallahu a’lam..tq

      6. hakkullah Says:

        @siap murtad
        Kiranya bahan2 yang ada di blog ini mampu membuka mata hati dan pikiran anda. Selamat merenung. Salam Pencerahan Pak Rahmat Rusmadi. Tentang Quran, baca juga Hancurnya Keilahian Quran, dan adanya 21 Versi Quran.
        ——————————
        sejujurnya aja..justru kaum muslimin bertambah keimanannya, karena mungkin anda belum baca ayat sepenuhnya untuk menjawab blog anda atau benarlah apa yang dikatakan Allah: “Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan kebencian yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” [Ali ‘Imran 118]

        kebencian mereka juga bermacam-macam: seperti anda membuat blog di atas atau mencari cara merusak makna ayat alquran..

        apa anda merasa dirinya benar.. yang anda jabarkan buatan manusia. toh gak dapat pahala apa-apa..tanpa saya ngoreksi alkitab, toh Allah sendiri yang mengungkapka..waallahu a’lam

    2. valerie Says:

      @Musyadad
      klo anda tdk tau agama lain jgn sok pandai. qua’ran emak tdk pake bahasa laen krn emk berasal dr arab jd uda jelas memakai bhs arab. dan aku yakin kamu juga blm pasti tau arti dr isi qua’ran tsb. krn memakai bhs arab. mungkin byk agama yg alkitabnya uda di terjelmakan ke bhs negara msng2 supaya bs di mengerti oleh mrk yg memeluknya. tp msh byk agama yg laen yg bhsnya gk pernah di terjelmakan sampai skrg dan tdk pernah di perbanyak. klo anda blm baca semua alkitab di dunia ini jgn asal berkomentar. terima kasih.

    3. munafik Says:

      @blami,

      ——— ICHDINA SIRATAL MUSTAQIM (Qs.1:6)

      KOMENTAR ANDA:
      hanya ada satu jalan kebenaran yaitu ISLAM
      @ Para kristener sadarlah jalanmu sesat !!!!!

      JAWABAN SAYA:

      Komentar anda SALAH BESAR, DAN TERBALIK (Ingat Batu Mengadu?)

      1) Setiap hari Muslims MASIH BERTANYA, ICHDINASIRATALMUSTAQIM,
      TUNJUKKANLAH KAMI JALAN YANG LURUS. (Qs. 1:6)
      Kemudian quran sendiri menjawabnya (BUKAN FITNAH) :

      —– Qs.16:43 ‘Jika kau ragu tentang apa yang diturunkan kepadamu, tanyakan MEREKA YANG MEMBACA KITAB YANG DATANG SEBELUMMU. (KRISTEN)

      kemudian, ayat 16:43 ini disimpulkan kembali oleh quran (BUKAN FITNAH), dalam :

      Qs. 16:90 ‘Mereka (YANG MEMBACA KITAB SEBELUMMU) telah menerima bimbingan Allah menuju jalan lurus. Ikutilah petunjuk mereka.

      2) BAHKAN NABI ISLAM SENDIRI, MUHAMMAD, yang namanya diucapkan dalam 2 kalimat Syahadat, tidak yakin apakah dia dan umatnya, SELAMAT,
      Nich, BACA AYATNYA (BUKAN FITNAH) :

      Qs. 46:9 “Maadrii maa yufalubir wa labikum.”
      “Aku TIDAK TAHU APA YANG AKAN TERJADI ATAS DIRIKU DAN DIRIMU.”

      3) YANG LEBIH PARAH LAGI, KATA KATA TERAKHIR MUHAMMAD SEBELUM DIJEMPUT MALAIKAT MAUT, dia minta DIKASIHANI, dan minta DIAMPUNI, dan dia minta dipertemukan dengan ISA, YANG DISEBUTNYA SEBAGAI TEMAN YANG MAHA TINGGI, TERKEMUKA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT (Qs.3:45).

      Ya, Muhammad mau murtad, dia teringat kepada sesembahannya dulu, sebagai Kristen Nestorian, ISA.

      KESIMPULAN:

      Quran sendiri sudah memberikan jawabannya atas Qs. 1:6, Ichdina siratal mustaqim, yaitu dalam Qs. 16:43 dan 16:90, bahwa Jalan yang Lurus telah diberikan kepada umat Kristen.

      Dalam Injil (Kitab terdahulu), JALAN YANG LURUS INI TERTULIS DALAM INJIL YOHANES 14:6, KETIKA YESUS BERKATA:

      “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG DATANG KEPADA BAPA (ALLAH), KECUALI MELALUI AKU”

      To : Muslimers, Injil tidak memerlukan petunjuk Quran untuk mengenali Jalan yang lurus yang setiap hari anda pertanyakan. Tetapi, sebagai muslims dan jika anda membaca quran, anda sudah diarahkan kepada KITAB YANG DATANG SEBELUMMU.

      Bertobatlah, sadarlah sebelum terlambat, carilah Yesus, terimalah Dia, sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi anda!

      Amen!

      1. ferry Says:

        UNTUK ORANG2 KRISTEN DAN MURTAD YANG OTAKNYA DAN DERAJADNYA LEBIH RENDAH DARI PADA BINATANG!!!!!!
        MAKAN TU BANGKAI YANG ENGKAU SEMBAH..
        SIBOTAK PENJAHAT YANG KAU BILANG RASUL..
        LANJUTKAN TIPU DAYAMU..SEBENARNYA KAU LAH YANG DITIPU DAYA OLEH ANGAN2 MU SENDIRI..

      2. x hari minggu Says:

        TELITI BAIK2 KALIMATNYA…….

        ah ini orang diperhatikan ngawur mulu ngomongnya……
        memang pantas anda bernama MUNAFIK….wadawww,,,,

    4. hakkullah Says:

      @untuk yang menulis artikel tersebut
      anda ingin tahu knp ummat islam mengatakan injil banyak dikorup atau diubah..secara realitasnya.anda tidak menyadari kebiasaan/tradisi orang2 kristen penyampaian ayat2 Allah swt..buktinya: anda ingin mencoba merubah makna atau mengubah ayat Allah swt..tahu maksud sy?..maksud sy..sudah terbuktilah seperti yang anda ungkapkan pada artikel2 lain mengenai ayat Allah..anda hanya mengambil sepotong ayat Allah untuk kepentingan golongan anda..padahal untuk memahami ayat Allah, harus dibaca sebelum dan sesudahnya..orang2 ahli kitab mengubah ayat-ayat Allah swt baik mengurangi, menyembunyikan kebenaran maupun mengubah maksd ayat Allah..tp kebanyakan ahli2 kitab menyembunyikan kebenaran, sperti menyampaikan bagian2 ayat Allah untuk kepentingan dirinya sendiri..inilah yang dimaksud Allah, kitab2 mereka mengubahnya dengan cara menyembunyikan kebenaran atau mengurangi atau mengubah maksud maknanya..skrg sy tanya, ada gak para shahabat dan ulama mengubah maknanya atau menyembunyikan kebenaran?, skrg tidak bisa dibohongi lagi, jika ada ulama menafsirkan seenaknya, maka kita memiliki pegangan tafsir para shahabat dan ulama yang sudah diakui keshahihannya..

  2. apa aja Says:

    Kami akan membacakan (AL-QURAN) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, (QS. 87:6)

    Bahkan yang didustakan mereka itu ialah AL-QURAN yang mulia, (QS. 85:21)

    Dan AL-QURAN itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk, (QS. 81:25)

    asesungguhnya AL-QURAN itu benar-benar firman (Allah yang bibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), (QS. 81:19)

    Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (AL-QURAN). (QS. 74:16)

    Ayat2 diatas menerangkan bahwa AL-Quran itu murni dari Allah dan bahkan maaf org seperti anda sudah ada dalam Al-Quran

    lalu dia berkata: (AL-QURAN) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), (QS. 74:24)

    Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar AL-QURAN dan mereka berkata: Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila. (QS. 68:51)

    Bahkan revisi Qur’an pun tidak mungkin karen Allah pun telah berfirman yang artinay Allah lah yang menurunkan Al-Quran dan Allah lah ang menjaganya jadi itu sudah takdir dari Allah jdi revisi itu pun cman berita palsu

    1. kanan Says:

      Amien

      Dan aku tidak percaya Alquran.


      1. cobalah buat kitab sendiri seperti Al Quran, niscaya kamu tidak akan bisa melakukannya

    2. oby Says:

      TANTANGAN BUAT AYAT
      SE-INDAH QURAN

      PERTANYAAN No. 65 :
      Dalam Surat 2:23 Auwloh menantang siapapun utk menciptakan surat seperti surat tsb. Tidak seorangpun yg dapat menghasilkan surat seperti surat-surat dalam Quran, begitu puitis dan indah.
      ——————————————–

      JAWAB A SINA:

      Pernyataan anda bahwa Quran adalah unik dan bahwa tidak seorangpun dapat menciptakan hal macam itu merupakan logika rancu.

      Semua buku adalah unik. Setiap orang berbeda dan unik. Tidak ada dua orang yg persis sama. Bahkan jari telunjukpun tidak ada yang sama, tidak ada suara yang sama dan tidak ada otak yang berpikir serupa, dsb. Tidak ada orang yg dapat menulis dgn cara yg sama dgn cara saya karena memang tidak ada orang yg berpikir dgn cara saya. Tentu banyak orang yg bisa menulis lebih baik dari saya, tetapi tidak ada tulisan yg sama persis dgn tulisan saya. Jadi, tantangan utk menciptakan surat spt yg ditulis Muhamad tidak masuk akal.

      Jika tantangannya adalah untuk menciptakan surat se-indah surat dalam Quran, inipun tidak logis. Keindahan adalah subyektif dan tidak menjadi ukuran kebenaran. Jika kau meminta saya utk mencari seorang perempuan secantik isterimu atau pacarmu, inipun tidak masuk akal karena hanya kau yg cinta isteri atau apacarmu itu. Mungkin ia bukan perempuan yg paling cantik, tetapi karena kau mencintainya kau jadi mengabaikan kekurangannya. Mengertikah anda sekarang? Kecantikan tergantung dari yang melihatnya. Atau bahasa Jawanya: Beauty is in the eyes of beholder.

      Kau membaca Quran dgn mata orang yg percaya dan oleh karena itu kau terkagum-kagum. Kau tidak dapat melihat kesalahan di dalamnya karena kau mencintainya. Saya membaca Quran yg sama dan menemukan begitu banyak kesalahan didalamnya. Bagi saya Quran adalah buku yg membosankan dan memuakkan.

      Nah, sekarang kau pasti mengatakan bahwa terjemahannya yg tidak beres tapi bahasa asalnya, Arab, sangat indah. Mari kita umpamakan bahwa ini memang benar. Tetap saja sbg orang yg tidak berbahasa Arab, saya tidak dapat melihat keindahannya. Jadi jangan salahkan mereka karena tidak dilahirkan sbg Arab dan tidak bisa melihat “kecantikan” Quran. Kesimpulannya adalah bahwa Auwloh memang tidak adil dgn ratusan juta orang Muslim non-Arab karena mereka tidak dapat mengerti bahasa Arab, dan oleh karena itu tidak dapat melihat keindahan Quran, dan akibatnya mereka semua akan ke neraka. Ini adil menurut anda?

      Belum lagi Auwloh memilih bahasa yg menurut Muslim sendiri TIDAK MUNGKIN DITERJEMAHKAN dalam bahasa manapun dan oleh karena itu tidak dapat melihat keindahannya dalam bahasa terjemahannya. Apakah ini kesalahan kami dilahirkan sbg non-Arab? Jelas tidak! Auwloh sendiri yg membuat kita sbg non-Arab shg kita tidak dapat melihat keindahan kalimatNya. Dan sekarang Ia ingin menggoreng kita di neraka karena kita tidak berhasil menikmati sesuatu yg Ia sendiri sembunyikan dari kita? Adilkah itu? Ini sama saja dgn saya berbicara pada anda dalam bahasa yg anda tidak mengerti dan lalu saya menjotos anda karena tidak mengerti bahasa saya.

      Ini absurd.

      Tantangan anda ini juga tidak jujur. Lihatlah sendiri apa yg dikatakan Auwloh begitu ia mengeluarkan tantanganNya utk menulis surat seindah yg ada dlm Quran:

      “Tapi jika kau tidak bisa – dan jelas kau tidak bisa – maka takutilah Api yg bahan bakarnya adalah manusia dan batu,- yg dipersiapkan bagi mereka yg menolak Agama (Islam)”. Qur’an 2.24

      Ini sama saja dgn mengatakan bicaralah seindah cara saya dan jika kau tidak dapat –dan jelas kau tidak dapat– maka saya akan tembak kau! Nah lo! Dgn surat macam ini, siapa yg berani menerima tantangan Auwloh? Tidak perlu susah-susah memikirkan neraka, Muslimpun dgn senang hati akan memenggal kepala anda kalau anda mencoba menanggapi tantangan tsb.

      Masih ingat macam “pemilu” gaya Saddam Hussein dimana 99.98% penduduk memberikan suara baginya? Pertanyaan pemilu adalah: Anda ingin Saddam? Ya atau tidak? Jika kau menjawab “TIDAK” maka kau akan dibunuh. Nah, tantangan dalam Quran ini sama saja dgn pemilu Saddam. Malah sebenarnya, Muhammad tidak berbeda dgn Saddam. Ia seorang narcissist, spt Hitler, Saddam, Idi Amin, Kim Jong-il atau Stalin. Semua orang ini menciptakan kultus individu bagi diri mereka sendiri dan “dicintai” oleh rakyat yg ketakutan. Muhammad menganggap dirinya rasul Auwloh. Ini sama saja dgn Shoko Asahara, Jim Jones and David Koresh.

      Tetapi masih ada saja orang non-Muslim yg berbahasa Arab sbg bahasa ibu mereka, dan mengatakan bahwa Quran gagal secara gramatikal dan estetika dan mereka memang BERHASIL menciptakan surat-surat yang dalam perbandingan jauh lebih baik dari surat-surat dalam Quran (ini bukan pendapat saya, tetapi pendapat para ex-Muslim Arab).

      Simaklah sendiri dibawah ini dan berilah komentar anda mengapa surat-surat buatan ex muslim tidak lebih bagus dari surat-surat Quran ;

      http://www.islam-exposed.org
      http://suralikeit.com/ (sori, bhs ARAB)

      Kalau anda tidak bisa, maka tantangan telah dipenuhi. Beban pembuktian ada pada anda. //

      Bacaan lanjut ttg subyek ini;

      http://www.answering-islam.org/Quran/Miracle/

      See also:
      Midgard : Buat tandingan Quran!
      Kitab Panjul Vs Quran

    3. oby Says:

      ayat seindah al quran di suralikeit.com


  3. APAKAH SETIAP ORANG DILAHIRKAN SEBAGAI MUSLIM?
    Oleh: Ali Sina

    Orang Muslim mencintai kebohongan. Mereka hidup dalam khayalan diri yang terus-menerus. Klaim bahwa semua orang dilahirkan sebagai Muslim dan kemudian diindoktrinasikan ke dalam iman-iman lainnya adalah hal yang menggelikan. Jika setiap orang dilahirkan sebagai Muslim, maka orang seharusnya melihat setiap orang yang tidak terindoktrinasi dalam agama apa pun, dan ingin untuk mempercayai Islam secara natural. Tetapi hal ini tidak terjadi. Malah kenyataannya banyak orang yang melihat Islam sebagai sesuatu yang menjijikkan. Karena itu orang-orang Muslim mencoba untuk membungkus Islam dengan “gula” yaitu melalui 1001 kebohongan, untuk membuatnya menjadi lebih pas.
    Juga kita sedang menyaksikan bahwa bahkan mereka yang telah terindoktrinasi dalam Islam – sekarang mulai meninggalkannya, yaitu saat mereka telah memahami kebenaran palsu tentang agama ini. Kesalahan dari klaim ini adalah pembuktian diri.
    Islam bukanlah sebuah kelanjutan dari agama-agama sebelumnya. Muhammad mencontek bulat-bulat dari Perjanjian Lama, tetapi Tuhan Islamik dengan Tuhan Alkitab adalah dua ilah yang sangat berbeda, sesuatu yang barangkali Muhammad sendiri tidak mengetahuinya.
    Sebenarnya, Muhammad mencoba mengkaitkan dirinya dengan nabi-nabi Alkitab untuk memperdaya orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen di Arabia. Bahkan ia memanfaatkan Yerusalem sebagai Kiblatnya, tetapi ia sama sekali tidak mempresentasikan bukti atas klaim palsu yang ia lontarkan, dan berhenti berbicara tentang cerita-cerita Alkitab setelah ia melihat bagaimana para Ahli Kitab tidak mempercayai apa yang ia katakan.
    Alkitab sama sekali tidak menulis apa pun mengenai Muhammad, kecuali bahwa Yesus sendiri telah memperingatkan para murid akan munculnya nabi-nabi palsu. Ia mengatakan bahwa kamu akan mengenalinya dari buah-buah mereka. Lihatlah buah-buah Muhammad! Apakah ia menjalani hidup yang suci? Ia adalah seorang penjahat keji. Ia merampok, memperkosa, dan mencincang orang-orang tak bersalah dan membakar serta menjarah harta benda mereka. Itu sudah cukup bagi orang yang waras untuk mengetahui bahwa ia adalah seorang nabi palsu. Setelah memperhatikan buah-buah Muhammad, sekarang perhatikanlah buah-buah para pengikutnya, yang benar-benar ingin hidup sama seperti nabi mereka. Lihat bagaimana aksi-aksi kekerasan dan terorisme yang terus-menerus terjadi hingga hari ini, yang dilakukan dalam nama Allah dan Nabi Islam!
    Jika demikian, mengapa ada lebih dari satu milyar manusia berpikir bahwa ia adalah seorang nabi yang benar? Kata kuncinya adalah “akal sehat”. Ketika tiba pada soal keyakinan, banyak orang yang mengabaikan akal sehat mereka. Mereka membanggakan diri mereka dalam kebodohan mereka dan mencemoohkan kecerdasan. Orang-orang Muslim melepaskan sepatu dan otak mereka di luar mesjid. Setelah mendengarkan kotbah yang membuat akal sehat mereka menjadi lumpuh, mereka keluar untuk mengambil kembali sepatu mereka, tetapi mereka melupakan otak mereka.
    Orang Muslim mengatakan bahwa Islam adalah agama natural. Bayangkan betapa tak masuk akalnya klaim ini? Jika ia bersifat natural, mengapa Muhammad memaksa para pengikutnya untuk berperang dan menyebarkan agama mereka dengan pedang? Tak ada yang natural dalam Islam. Ini adalah sebuah iman yang bodoh dan berlawanan dengan intuisi. Muhammad menipu orang dengan ketakutan akan neraka dan janji-janji kelak akan mendapatkan para perawan, para jejaka yang bersinar seperti mutiara dan taman-taman dengan sungai-sungai anggur. Semua ritual-ritual Islam bukanlah sesuatu yang natural.
    Apakah ada hubungan spiritualitas dan ibadah dengan gerak tubuh yang aneh? Jika ini dianggap natural, maka semua orang di seluruh dunia akan mengetahuinya secara intuitif, tetapi kenyataannya tidak, dan karena itu mereka harus diindoktrinasikan. Anak-anak Muslim harus dipukul dulu supaya taat hingga mereka kehilangan kehendak bebas mereka, hal paling mendasar yang menjadikan kita sebagai manusia. Seks itu natural. Merasa lapar pun natural. Menjadi marah ketika dihina juga natural. Mempercayai sebuah kuasa yang lebih tinggi ketika anda menghadapi sebuah krisis besar, juga sesuatu yang natural. Anda tidak harus mengajari hal-hal ini sebab mereka datang secara natural. Tetapi mempercayai hal-hal yang tak masuk akal dalam Islam dan Tuhan mereka yang sadis dan yang suka membalas dendam itu adalah hal yang tidak natural.
    Berpuasa akan merusak kesehatan dan membuat orang menjadi gampang terganggu/tidak tenang. Ini bukan hal yang natural dan hal ini tidak menjadikan orang menjadi rohani. Orang-orang Muslim adalah orang-orang yang paling mudah meledak selama bulan Ramadan. Selama bulan ini, mereka seperti manusia yang talinya dilepaskan.
    Ini adalah ritual-ritual dari para penyembah berhala di Arabia yang disebut Muhammad sebagai orang-orang bodoh, tetapi anehnya Muhammad sendiri mengkopi ritual-ritual mereka yang tak masuk akal itu. Sekarang, terimakasih untuk Islam karena praktek-praktek dari orang-orang bodoh itu sekarang dipraktekkan oleh orang Muslim di seluruh dunia.
    Muslim mengklaim bahwa Adam dan semua nabi-nabi yang lain adalah orang Muslim. Apa buktinya? Beban untuk membuktikan ada pada mereka. Orang Muslim mengaburkan klaim dengan bukti. Mereka berpikir bahwa klaim Muhammad merupakan bukti. Ketika anda meminta bukti, mereka mengutip Qur’an. Hanya sampai di sinikah level kecerdasan orang-orang yang sekarang mengklaim bahwa mereka ingin mendominasi dunia?
    Islam tidak memiliki hubungan dengan agama-agama Alkitabiah. Berbeda dengan yang dipikirkan oleh orang Muslim, orang Arab telah menyembah Allah sekurangnya 2500 tahun sebelum Muhammad. Buktinya: Ayah Muhammad dan banyak orang Arab lainnya bernama Abdullah. Jadi klaim bahwa Islam adalah agama yang menyempurnakan Yudaisme dan Kekristenan adalah sebuah klaim kosong, bukti tanpa saksi.

    1. Abu Syauqi Says:

      Pengikut setiap Mazhab Ali Sina, selalu mengutip tulisannya di beberapa tempat. Salut dengan loyalitas dan istiqomahnya. Sayang kalau ternyata kekuatan itu hanya membawa kepada jurang kehancuran …

    2. Jihad Fii Sabilillah Says:

      Inilah orang kafir yang hatinya sudah menghitam pekat dan mengeras seperti batu.
      Na Udzubillah.

    3. say Says:

      karya ali sina yang mana yang bukan secercak hujatan?

      dasar apa yang meyakinkan hingga dapat mengaguminya,………..

    4. irwan Says:

      Devenisi muslim itu apa ? itu yang harus diluruskan. Islam dan muslim itu tidak sama. Muslim itu manusia yang taat kepada allah selalu mengerjakan kebajikan dan menghindarikejahatan. Islam itu agama. Banyak orang silam yang ngak muslim, perangai mereka melebihi perbuatan syetan. Itu namanya Islam KTP. Sebenarnya anda sudah dirasuki sifat kebencian. Sehingga memandang sesuatu dari sudut yang sempit. Silahkan naik kepuncak gunung yang tinggi maka kita akan melihat alam terbentang luas. Yang terpenting dalam hidup. jalankan kebajikan berdasarkan logika dan hatui nurasi. Keimanan tanpa ilmu dan logika sama seperti berjalannya orang buta. Mau islam, kristen, yahudi atau atheis. silahkan berjalan dimuka bumi.. apa harus ditanamkan kebencian dalam hati untuk mencap satu kaum ????. Jika kita menunjuk orang lain dalam kemunafikan, maka 1 jari menuju orang lain 4 jari menuju kita. Salam damai selalu.

    5. Anonymous Says:

      Ya akal sehat-
      1. sejak kapan ada perjanjian baru.diturunkan kepada siapa wahyunya siapa yang menulisnya. mungkin ini yang punya akal sehat harus menjawabnya.perjanjian baru ada setelah ISA AS tidak ada
      2. Berpuasa itu bukan merusak kesehatan – banyak dokter yang bukan muslim menyatakan berpuasa itu baik, dan bila akan beroperasi di lakukan berpuasa sebelum operasi. ini yang punya akal supaya berfikir kenapa.
      3. Kondisi muslim berubah saat Rasul (Muhammad Swt) tiada, karena muncul beberapa paham dalam sudut pandang beragama sesuai latar belakang masing2 kelompok, dan ini juga terjadi pada agama lain untuk perbedaan Ideologi. penafsiran yang berbeda2 untuk setiap permasalahan sesuai kitabnya yang berdampak pada terlalu anarkis, sehingga terjadi teroris. jadi , sebagi orang yang berfikir harus bisa berfikir karena di beri fikiran,
      4. Konsep berfikir tuhan itu 3 tapi tunggal itu siapa yang buat?, yang kalian bilang alpa omega itu kan esa, pahami surat alikhlas. adakah Tuhan itu beranak-dan di peranakkan, pemikiran yang sangat rapuh dan lemah mengatakan Tuhan itu mempunyai anak, Tuhan itu esa, Mutlak , tidak berakhir dan berawal-tidak bisa di definisikan – kok bisa didefinisikan mempunyai anak, yang mempunyai Akal dan pikirin adalah Tuhan menciptakan ISA AS adalah dengan ditiupkan roh dan melalui rahim maryam dilahirkan, suatu pemikiran yang sederhana Tuhan yang maha itu bisa berbuat apa saja sesuai kehendaknya, jangan dikaitkan yesus adalah Tuhan,yesus yang membawamu untuk menyembah tuhan. bukan yesus yang disembah, hanya sebagai junjungan itu ISA AS karena diutus memperingatkan kalian Untuk menyembah ALLAH. masak orang pintar ga bisa berfikir selogis ini.
      5. Masalah beribadah ya itu adalah perintah Allah- menyembah, bersujud, pasrah diri, bukan pake jas-pakai sepatu keren. yang hanya membuat luka, ajang model neh- semua sama di hadapan Allah – ga perlu pake sepatu, jas keren. cukup menutupi AURAT. masak seperti itu saja ga bisa berfikir- Tuhan memberikan pikiran untuk berfikir. kalo muslim melepas sepatu adalah untuk melepas beban dunia untuk lebih pasrah pada Allah. tanda dia siap untuk itu. bukan ajang agaya2an. ya perbedaan itu indah . tuhan kita berbeda karenan tuhan kalian Bukan ALLAH yang esa.

      1. Berbagi Karunia Says:

        allah DALAM QURAN MENERANGKAN BAHWA :
        Yang disembah islam tidak sama dengan yg disembah Israel (Tuhan nya Abraham, Ishak, Yakub, atau yg ketemu sama Musa), sebab ayat ini jelas sekali menyatakan perbedaan yang disembah.
        QS 109 Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ 1 aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ 2 Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ 3 Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ 4 Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ 5 Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ 6 

        Tapi Al-Quran mengatakan bahwa pengikut Isa ditinggikan di atas orang-orang kafir. “… dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu (Isa) di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat…” (Qs 3:55)

        Mungkinkah allah yg disembah islam adalah Allah yg sesungguhnya.?

        allah DALAM QURAN MENERANGKAN BAHWA :
        Yang disembah islam tidak sama dengan yg disembah Israel (Tuhan nya Abraham, Ishak, Yakub, atau yg ketemu sama Musa), sebab ayat ini jelas sekali menyatakan perbedaan yang disembah.
        QS 109 Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, 1 aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.  2 Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.  3 Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. 4 Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 5. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.6

        Tapi Al-Quran mengatakan bahwa pengikut Isa ditinggikan di atas orang-orang kafir. “… dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu (Isa) di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat…” (Qs 3:55)

        **LALU SIAPA SEBENARNYA YG KAFIR ?

        Allah dalam Alkitab adalah Allah Tritunggal. Konsep Allah Tritunggal tidak dapat dimengerti sepenuhnya oleh akal manusia. Oleh sebab itu Allah Yang Tak Terbatas hanya dapat diterima melalui iman.karna jika kita manusia bisa mengartikan atau menganalogikan kemauan Allah itu seperti apa,maka sesungguhnya Dia bukanlah Allah karena Dia setara dengan pikiran kita
        = Apakah menurut Saudara, Allah tidak boleh melakukan sesuatu yang kelihatannya tidak masuk akal? Siapakah kita, sehingga kita boleh melarang dan menasehati Allah?
        Jika Allah menginginkan demikian, apakah hal itu tetap tidak boleh dan dilarang,hanya  karena ada manusia yang tidak setuju?! Apakah Allah harus menaati pikiran  dan kemauan kita dan bukan kita yang mentaati Allah?
        Sebab ada tertulis ; Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.( injil Yesaya 55: 8 )

        = Satu pertanyaan buat Kita”Mengapa Allah tidak boleh menjadi seorang manusia?”yang tidak boleh adalah sebaliknya!
        Justru itulah tandanya Allah Maha Agung,Maha Besar & Maha segala galanya.Jika Allah mudah dimengerti oleh otak manusia, maka mungkin manusialah yang lebih besar dari Allah.

        # Mintalah hikmat dari Allah ( bukan kepada manusia ) untuk dapat mengerti akan hal ini.!

        SEMOGA MATA HATI SAUDARA/I KU  ISLAM  DAN SAUDARA LAINNYA BISA TERBUKA DAN MENGERTI SEHINGGA TUHAN YANG HANYA OLEH KASIH KARUNIA-NYA MENYELAMATKAN SAUDARA DAN SAYA. Amin.

        Tuhan Yesus memberkati.

  4. apa aja Says:

    @Muhammad Atta
    Jadi anda mo bukti selain Qur’an sekarang bila anda seorang kristen tolong dijawab y:

    1.Apakah benar Bibel/Alkitab anda dari Tuhan? karena saya juga mempunyainya dan setelah saya baca ternyata hanyalah buatan manusia jadi klo ada kesalahan juga wajar.

    2.Di alkitab tidak ada yang menyuruh umat kristen untuk menyembah Yesus dan Maria jadi asal-usul tersebut dari mana?

    3..Apa benar Yesus lahir tgl 25 Des mana buktinya di di dalam alkitab dan bibel tidak ada tuh.

    4.Trinitas itu terkesan aneh masa Tuhan Anak dan roh kudus disejajarkan dengan Tuhan Bapak padahal Tuhan anak dan roh kudus itukan hanya ciptaan Tuhan Bapa’

    5.Segitu gampangnya Tuhan mengutus seorang manusia hanya yg hidupnya hanya untuk menebus dosa triliunan manusia yg akan hidup sesudahnya. Tega amat Tuhan melakukan itu.

    6.Masalah pengampunan dosa terkesan aneh aja kalau orang melakukan dosa2 berat begitu mudahnya diampuni pendeta dan ditebus oleh Yesus emangnya Tuhannya tidur y kok minta bantuan pengorbanan Yesus dan pendeta?

    Sekian pertanyaan dari saya kalo anda ingin bukti yg bukan dari quran

    1. kanan Says:

      Pertanyaan dan pernyataan ciri khas Muslim yang emang memBUTA-kan Diri dan membodohkan diri. Kasihan sekali.

      Pertanyaan klasik macam tuh telah pun ada jawapan diamana-mana, tengok salah satuanya di http://www.sarapanpagi.org !

      1. casper Says:

        yang kasihan itu jelas anda,,,
        memfotocopy tuhan,,,,
        ingat y tuhan itu esa dan tunggal,,,

        kasihan ni org ngtaain org bodo pdhal dia sendiri d bodo”in sama paus..

      2. RANDY Says:

        kanan malaysia ? itu doank. artikel yang lain sih terdengar hoax ?

      3. Al Says:

        ya,yang ngehujat islam kaya gitu juga sudah basi.
        pdahal faktanya Sorotan Al Qur’an terhadap Trinitas Dr. R. Soedarmo mengakui Trinitas memang tidak dapat dimengerti. Alban Douglas menyatakan barangsiapa mencoba untuk mengerti Tritunggal secara tuntas dengan daya akal manusiawi akan jadi tidak waras. Adolf Heuken Sj. menyimpulkan Trinitas adalah dasar dan puncak dari misteri iman mutlak. Dan masih banyak lagi tokoh gereja Kristen yang jujur mengakui doktrin Trinitas adalah keimanan yang semu dan tidak teruji kebenarannya.
        Jauh sebelumnya, keganjilan doktrin Trinitas itu telah disinggung Al Qur’an, dengan menyatakan bahwa semua nabi dan rasul dari Adam sampai Muhammad saw. (termasuk Nabi Isa as.) mengajarkan Tauhid/ monotheisme, yaitu penghambaan kepada satu-satunya Tuhan yang benar dan berhak disembah. Tuhan tidak pernah berubah baik sifat maupun jumlahnya. Tak satu pun yang membawa ajaran Trinitas.

  5. apa aja Says:

    @Muhammad Atta
    Satu hal lagi anda jangan berpatokan gitu dong anda melecehkan agama Islam berdasarkan Agama anda ya jadinya saya juga menjawab berdasarkan Agama saya.

    Makanya klo mikir jangan pke otak aja hati juga dipake mentang2 lvl kecerdasanmu sangat tinggi segampangnya kamu meninggikan dirimu.

    Ingat para para Muslim menjelekkan agama nada karena Agama anda yg memulainya dan jangan sampai kalau anda mo komen pake ayat bibel juga(bila Kristen) karena sama aja kaya tulisan Ali Sina jadi sama aja lever kecerdasan anda juga rendahan.

    Al An’am :27
    Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).

    Al An’am :150
    Katakanlah: “Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini” Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.

  6. kevin archuletta Says:

    @muhammad Atta
    nama kok muhammad tp hati yesus . Anda bukan Anda tp Anda adalah Syaitonirrojim! Naudzubillahimindzalik menjadi diri Anda

  7. love Says:

    @apa aja…

    1.penulisnya manusia dan inspirasinya dari Tuhan. secara buku alkitab memang ada kemungkinan telah dirubah/diedit oleh penguasa gereja pada masa2 awal,akan tetapi ada cara kok untuk melihat kebenaran didalamnya :) pertanyaannya apabila secara kenyataan bahwa ada 2 versi atau lebih dari al-quran atau ayat darinya mana yang akan anda percayai sebagai rahmat dari allah? dan bagaimana pendapat anda apabila anda salah?

    2.Kalau tentang maria itu anda harus bertanya kepada pastur katholik, sementara untuk Yesus jawabannya mudah Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” , dan kemudian untuk apakah itu percaya kita bisa mengambil dari Roma 10 : 9-10 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”

    3. Yesus diperkirakan tidak lahir tanggal 25 Desember itu hanyalah tradisi gereja, tetapi itu juga bukan masalah karena itu hanyalah berupa peringatan, sesuatu perayaan akan sebuah kenangan. Jadi keontetikan tanggalnya tidak masalah. Dan lagi tampaknya anda tidak tahu bahwa Natal bukanlah perayaan terbesar bagi mereka yang percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

    4. Roh Kudus dan Anak bukanlah diciptakan oleh Allah Bapa, coba baca Yohanes ayat 1, itu akan menjelaskan tentang sang Anak (punya Alkitab kenapa tidak dibaca dengan baik mas? mungkin perlu diajari cara membacanya? :) ) sementara untuk Roh Kudus kurang lebih sama, tetapi saya mungin perlu waktu untuk mencari referensi ayatnya

    5. Malah bukannya hebat mas, Tuhan anda sesayang apa sama anda? soalnya kalau Tuhan saya sangat mencintai saya sampai Ia rela mati untuk dosa-dosa saya… hebat bukan? :) referensi ayat sama seperti yang diatas yohanes 3 : 16.

    6. Justru Tuhan Yesus tidak tidur mas, malah dulu dia telah mati di kayu salib dan kemudian bangkit yang kemudian naik ke surga, semua ini hanya untuk membuat satu hal mudah “menghapus dosa semua umat manusia”, mau di test drive juga boleh mas, coba mas merenungi kata2 ini ; “Aku percaya bahwa Yesus telah mati untuk aku di kayu salib untuk semua dosa-dosaku, dan kini aku telah diselamatkan olehNya”

    ditunggu replynya yah mas….

    1. Musyadad Says:

      @love;

      Tuhan koq bisa mati apalagi dikayu salib lagi. Aneh….
      Kalo Tuhan (yasus) mati, trus siapa dong yg membangkitkan Tuhan tu dr kematiannya?
      Tuhan koq dilahirkan, bukannya Tuhan tu yg Menciptakan alam semesta?

      Yg gw tau, yg namanya TUHAN itu, yg menciptakan sluruh alam semesta, Tuhan tidak pernah dilahirkan dan Tuhan tidak pernah mati. Tuhan yg menciptakan surga dan neraka, jd Tuhan tidak perlu naek atau pun turun surga.

      Maaf, gw kutip kata2 lo;
      “…dan kemudian bangkit yang kemudian naik ke surga, semua ini hanya untuk membuat satu hal mudah “menghapus dosa semua umat manusia”, mau di test drive juga boleh mas…”

      Masalahnya, trus neraka kosong dong? Tuk apa ada neraka?

      1. eddy Says:

        Nggak kosonglah, kan ada loe yang nggak percaya.

      2. Support munafik Says:

        Php 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam

        Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
        melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
        Php 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
        ————————————————————————————–
        Tuhan gak bisa mati, makanya Dia harus jadi manusia dulu, supaya bisa mati. Dalam keadaan jadi manusia dia tidak berdosa, makanya Dia bisa jadi korban penebusan dosa (seperti tradisi yahudi ada korban anak domba untuk menebus dosa mereka).

        Yang membangkitkan Yesus ya Bapa, yang ada di Sorga. Yesus itu kan Anak Allah, Firman Allah yang jadi manusia.

        Ya memang Tuhan semestinya gak perlu naek turun surga, tapi karen saking cinta sama manusia supaya tidak ke neraka semua makanya Dia mau turun ke dunia (Yohanes 3:16)

        Ya memang, Tuhan kan maunya itu neraka bukan diisi manusia, ciptaannya yang paling berharga. Neraka dibuat untuk setan saja.

        Semoga dapat pencerahan….God bless You

      3. KRISTEN DIBELAKANG PAULUS SI PENUTUP PINTU SURGA Says:

        INI SATU PERTANYAAN UNTUK KAU
        SI JONGOS MUNAFIK
        SI PENDETA BODOH !!

        JANGAN KAU ITU HANYA PANDAI NGECAP NGGAK KARUAN !
        :

        Matius 23:13
        “Nerakalah engkau YAHUDI FARISI , engkau menutup pintu surga didepan engkau sementara engkau tidak masuk kedalamnya!”

        INGAT !
        PAULUS Si Pendiri KRISTEN itu adalah YAHUDI FARISI

        INI PERTANYAANNYA :

        Siapa dibelakang PAULUS ITU ?
        Karena PAULUS menutup PINTU SURGA didepannya ?

        BISA KAU JAWAB JONGOS MUNAFIK ?

      4. Support munafik Says:

        Selengkapnya : Mat 23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
        ——————————————————————————————
        Ayat itu ditujukan Yesus Kristus untuk mereka sebagai pemimpin agama dan yang mengerti Taurat tetapi tidak melakukannya. Bahkan mereka menyuruh umat untuk mengerjakan yang berat-berat, tetapi mereka sendiri sebagai pemimpin tidak pernah melakukan kebenaran.
        ———————————————————————————–
        Paulus adalah orang Yahudi ahli Taurat yang sudah bertobat, tidak hidup munafik lagi sehingga dia membuka pintu surga bagi yang mau masuk melalui pemberitaan Injil.

        Jemaat diingatkan tentang sorga (tidak menutup pintu sorga)
        —————————————————————————
        Col 1:5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,

        Paulus dan semua orang percaya akan masuk sorga
        ——————————————————————
        Eph 2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

        Paulus dan semua orang percaya adalah warga kerajaan sorga
        ———————————————————————————–
        Php 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
        Php 3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

        Paulus adalah Rasul Yesus Kristus
        ————————————————–
        1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita,
        Col 1:2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.

        Ajakan Paulus untuk orang berbalik kepada Allah pencipta langit dan bumi
        —————————————————————–
        Act 14:15 “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.

        Semoga mencerahkan…GBU

      5. Support munafik Says:

        Apakah arti dari kata “bertobat”? Dalam Perjanjian Baru, kata “bertobat” atau “pertobatan” disebut dengan kata Yunani μετάνοια (metanoia), yang berarti perubahan pikiran disertai dengan penyesalan dan perubahan perilaku, “perubahan pikiran dan hati”, atau “perubahan kesadaran”.

        Menurut Kisah Para Rasul 26:20, pertobatan adalah berbalik dari dosa, meninggalkan dosa, datang kepada Tuhan dan membina hubungan yang harmonis dan dekat dengan Dia. Pengertian ini sesuai dengan kata pertobatan di dalam Alkitab Ibrani yang diwakili oleh dua kata kerja: שוב shuv (kembali) dan נחם nicham (merasakan kesedihan). Dengan kata lain, orang yang bertobat adalah orang yang merasakan kesedihan atau penyesalan terhadap dosa, berbalik dari dosa itu, meninggalkannya dan kembali kepada Tuhan.
        Paulus yang tadinya sebagai orang Yahudi dan ahli Taurat membenci Yesus Kristus dan pengikutnya, kemudian bertobat mengasihi Yesus Kristus dan memberitakan Injil, mengajak orang-orang untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat.
        Act 26:20 Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu.
        Act 20:21 aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
        Act 5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.

        Semoga mencerahkan…GBU

      6. munafik Says:

        @support munafik,

        Komentar anda Pertobatan :
        Menurut Kisah Para Rasul 26:20, pertobatan adalah berbalik dari dosa, meninggalkan dosa, datang kepada Tuhan dan membina hubungan yang harmonis dan dekat dengan Dia

        TANGGAPAN SAYA :

        ————————– HARTA & PERTOBATAN ————————–

        Matius 19: (21) Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

        Menarik apa yg disebutkan oleh Support Munafik mengenai definisi “PERTOBATAN”, yaitu “Menyesali dosa dimasa lalu, dan Berbalik dari dosa dan meninggalkan dosa””. Tetapi sdr. Support Munafik tidak menjelaskan arti dari MENINGGALKAN DOSA.

        Saya ambil contoh, ada dua orang PNS/Pejabat Pemerintah, keduanya Koruptor yg tidak tertangkap. sesudah tua dan pension. Yang seorang, muslims, kemudian menjadi Pengurus Masjid, dan yang seorang lagi, Kristen menjadi Majelis Gereja. Keduanya pada hari Jumat dan Minggu, berdoa kepada Tuhan, dengan mengatakan, pertobatannya, tidak korupsi lagi.

        Tetapi…………, hasil korupsi selama mereka menjabat, dalam bentuk rumah, mobil, perusahaan untuk anak-anaknya, deposito, kebun sawit dll, masih mereka miliki untuk biaya hidup mewah mereka dan keluarganya.

        Katakanlah, mendiang Ibnu Sutowo, Soeharto, atau pejabat lain, yg mewariskan masing-masing untuk anak-anaknya, harta yg berlimpahy dalam bentuk uang, perusahaan, rumah dsbnya, yang secara logika, tidak mungkin mewariskan harta yg begitu banyak, jika tidak memanfaatkan fasilitas jabatannya, dengan penyalah gunaan wewenang.

        Bagaimana bentuk pertobatan dari Harta yang di korupsi agar kondisi “TIDAK MELAKUKAN DOSA LAGI, ATAS DOSA MASA LALU YG DISIMPAN DALAM HARTA WARISAN?”

        Jawabannya adalah “JUALLAH HARTAMU, BAGIKAN KEPADA ORANG MISKIN, ATAU…, KEMBALIKANLAH DENGAN STORAN KEPADA PEMERINTAH, HASIL HARTA KORUPSI MASA LALU”, DAN IKUTLAH YESUS. (Matius 19:21)
        Jadi, Konsep pertobatan “tidak melakukan dosa lagi” adalah dengan mengembalikan seluruh harta korupsi termasuk yang sudah dikuasai oleh anak, kepada Negara” agar bisa bertobat !!

        Jangan menipu Tuhan, dengan tidak mengembalikan uang hasil kejahatan korupsi, karena Tuhan adalah Maha Mengetahui “HATI YANG BERTOBAT”.

      7. Support munafik Says:

        Paulus tidak menyimpang dari ajaran Yesus Kristus mengenai Allah yang Esa:
        —————————————————————————————
        1Ti 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
        —————————————————————————————-
        Ajaran Yesus Kristus :
        ————————————————–
        Mat 22:36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
        Mat 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
        Mat 22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
        Mat 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
        Mat 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
        ————————————————–
        Ajaran Yohanes (Murid Yesus Kristus)
        —————————————————————————————-
        2Jn 1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

        2Jn 1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
        —————————————————————————————-
        2Jn 1:6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.
        —————————————————————————-
        Paulus tidak sesat karena mengajarkan sesuai dengan ajaran Yesus Kristus dan Yohanes mengenai Kasih
        ———————————————————————–
        Eph 5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

        Rom 12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik

        Rom 13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
        Rom 13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

        Semoga mencerahkan…GBU

      8. Support munafik Says:

        Allah yang benar yaitu Allah pencipta langit dan bumi.
        ==========================================
        Act 14:15 “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.

        Orang Kristen mengenalnya melalui Yesus Kristus
        =========================================
        1Ti 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

        Col 1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

      9. munafik Says:

        @Musyadad,

        Kalo definisi kau seperti itu, Tuhan kok bisa mati, Tuhan kok dilahirkan, kan anda membatasi Tuhan.

        Tuhan Yesus bisa mati, karena Dia juga manusia, Firman Allah yg turun kedunia menjadi manusia, untuk misi penebusan dosa.

        DAN ITULAH DEFINISI TUHAN, TUHAN TIDAK DAPAT DIBATASI OLEH PIKIRAN MANUSIA.

        Coba anda pelajari allah swt mu, YANG TIDAK MAHA KUASA, MINTA TOLONG MELULU.

        SUDAHKAH ANDA MENOLONG AWLOH HARI INI???
        == AWLOH SWT TIDAK MAHA KUASA, (MINTA TOLONG MELULU) =

        QS 47:7
        Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
        QS 22:40
        Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa

        Cepat tolongin awloh, dia lagi menjerit minta tolong, anda akan dapat berkat kalo nolongin awloh yang maha lemah!!

        Juga, si awloh minta dilepasin dari kandangnya di Pekong Kabah, yang dipenjara oleh arab, disuruh cari uang bagi bangsa arab. Cepat tolongiiiin! Kalian akan dapat pahala.., 72 bidadari perawan lho, montok lho, putih dan matanya berwarna biru, hijau, dan udah dilengkapi dengan dipan-dipan, permadani, bantal-bantal!

        Masya awloooh, muslims percaya bahwa Awloh swt adalah Yg Maha Kuasa dan Maha Besar……, lha kok minta tolong melulu dalam qurannya !!
        Mikir donk, Mikiiiiir.
        Jadi konsep islam “BERSERAH KEPADA ALLAH SWT” itu BOONG, muslims harus berupaya menolopng awloh swt-nya, MENURUT QURAN SENDIRI, DALAM QS. 47:7 DAN QS 22:40

      10. Support munafik Says:

        Tidak ada yang mengangkat Yesus Kristus menjadi Tuhan
        —————————————————————————
        Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
        melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

        Php 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
        Php 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
        Php 2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

        Act 5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.

        Semoga mencerahkan…GBU

    2. Jihad Fii Sabilillah Says:

      Inilah Bukti kesalahan fatal orang kristen. Bahwa sebenarnya Nabi Isa tidak mati di salip, tapi di selamatkan oleh Allah dengan membuat golongan kafir nampak seperti Nabi Isa.

      Jadi Yesus yang di sembah adalah sebenarnya Orang Kafir yang ingin membunuh Nabi Isa. Kalu gak percaya buat aja test DNA Yesus dengan Maria Ibunya.

      Kasian Orang Kristen ya bakal masuk neraka jahanam abadi selamanya.

      1. siapmurtad Says:

        @Jihad, jangan membuat Aullohmu jadi PENIPU ULUNG, ini akibatnya kalo bilang Yesus tidak disalib dan diganti manusia lain: AULLOHmu PENIPU

      2. casper Says:

        @siap murtad,,,
        jgn menipu org …
        sbnar’y ente tuh yg ketipu ama paus kau yg tukang karang-mengarang,,
        selamat menerima neraka yah,,,
        krna tmpat org” seperti kalian yg munafik itu adalah jahanam…
        semoga tuhan km g jd 5 or 4 lg y…

      3. munafik Says:

        To : Jihad Fil Sabililah, casper,

        Anda jangan menjadikan allah swt, penipu, tiga ayat quran menyatakan Isa lahir, wafat, dibangkitkan hidup kembali.

        To : Muslims,

        —————- INALILAHI WA INALILAHI ROJIUN —————
        —— TELAH BERPULANG KERACHMATULAH, NALAR MUSLIMS ——

        Muslims percaya, Quran adalah wahyu Awloh swt yang sempurna kepada Muhammad, namun jika kita menganalisa ayat-2 quran, dibawah ini, kita PASTI akan berpendapat lain, yaitu quran hanyalah kitab abal -abal.

        SURAH AN NISA 4:157-158 – ISA TIDAK MATI, LANGSUNG DIANGKAT KE SORGA
        Qs. 4:157
        dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. …….
        Qs. 4:158
        Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

        VERSUS :

        ———- SURAH MARYAM 15, 33 & SURAH AL MAIDAH 55

        ISA LAHIR, WAFAT, DIBANGKITKAN HIDUP KEMBALI ——
        Qs. 19:15
        Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia MENINGGAL dan pada hari ia DIBANGKITKAN HIDUP kembali.
        Qs. 19:33
        Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari AKU MENINGGAL dan pada hari AKU DIBANGKITKAN HIDUP kembali”.
        Qs 3:55
        (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada AKHIR AJALMU dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

        KESIMPULAN : :

        1. Surah An Nisa 4:157,158 ini bertentangan dengan Qs. 19:33, 19:15 dan Qs. 3:55 yang berbunyi :” Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia MENINGGAL dan pada hari ia DIBANGKITKAN HIDUP kembali.

        2. Quran adalah kitab abal-abal.

        Orang pinter, pake otak !!

      4. munafik Says:

        @Yudas, sesembahannya alien,

        JAKA SEMBUNG BAWA GOLOK, NGGAK NYAMBUNG, GOBLOKK.

        Kau kok asyik ngacir melulu, ngaak ngejawab tuduhanku ???

        ———- LEBAH SORGA QS. 16:69 ———————-

        Surah An Nahl 68-69 (Qs, 16:68-69)
        (68) Dan Tuhanmu MEWAHYUKAN KEPADA LEBAH: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”
        (69) Kemudian makanlah dari TIAP-TIAP (macam) BUAH-BUAH-AN dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

        PERTANYAAN KEPADA MUSLIMS :
        1. MASIHKAH ANDA PERCAYA QURAN WAHYU SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA?
        2. QURAN WAHYU allah swt KEPADA LEBAH, UNTUK MEMUDAHKAN JALAN LEBAH ?
        3. APAKAH ADA AYAT allah swt KEPADA SI ANJING, SI BABI, SI KUCING, SI SAPI DLL..?
        4. APAKAH BENAR MAKANAN LEBAH TIAP TIAP MACAM BUAH-BUAH-AN?
        5. BAGAIMAN MADU KELUAR DARI PERUT LEBAH, APAKAH PERUTNYA MELETUS DULU?

        Hayo muslim……………, Jawaaaaaaaaaaaaab !
        Atau …….., bakar quranmu !!

    3. kanan Says:

      Kasihan Muslim. Tegar dalam ketidaktahuan. Seperti seorang bayi yang berjalan menuju jurang.

      Nampaknya damai di bumi. Di sorga pun banyak bidadari dan makanan.

      Tetapi, ciri-2 Anti kristus dengan sangat akurat diceritakan Injil dan mengarah kepada Islam.

      1. casper Says:

        kanan..
        knp mesti kasian ma kami muslimin,,,
        yg d kasihanin itu harusnya kamu,,, yg ketutup pintu hatimu,,,

        sdah jelas al-qurqn menampakkan kebenaran ,,
        di eropa atau di dunia islam adalah pertumbuhannya paling cepat,,,,,,
        yang anti kristus itu sopo????

        kita muslim g anti kristus,,, kita percaya kristus(isa a.s) sbg nabi)

        kalo g percaya isa adalah nabi,,, kami bukan muslim,,,

        syang sekali injil buatan paus kamu tu salah ngeramal ,kya mama lauren….

    4. say Says:

      setelah tuhanmu mati di kayu salib, siapa yang menghidupkannya kembali?

      ternyata masih butuh surga juga tuhanmu, pake acara naik ke surga.

      bukannya tuhan maha kuasa,setelah dia dihukum mati (salib)
      kenapa ga mengagungkan penyalibnya saja?
      ( yg lebih berkuasa)


    5. kalau dosa2 kita akan di tanggung oleh yesusmu wah enak sekali sekarang kita berbuat aja semau kita bunuh pastur boleh, perkosa biarawati boleh, rampok uang gereja juga nanti ada yg nanggung dosa kita ……gila juga agama kristen itu……

    6. FollowHim Says:

      @cinta jawabanya bagus lho…

      mas Kalaupun TUHAN ALLAH saya mau ngampunin dosa2 kita semua mah gampang banget soalnya dia kan ALLAH. Tapi mas ALLAH BAPA kami adalah ALLAH yang adil terhadap semua ciptaanya dan Konsekuen.

      nah kan dari awal manusia jatuh ke dalam dosa udah ada perjanjian antara ALLAH, manusia dan Iblis, bahwa iblis akan terus menganggu manusia agar manusia nantinya mengikuti iblis. kejadian 3:14-16

      nah klo ALLAH tidak berkorban dengan mengutus Anak-Nya maka manusia tidak bisa diselamatkan, kalo ALLAH serta merta nyelametin manusia , berarti ALLAH telah meyalahi SIFAT-NYA sendiri Yang MAHA ADIL…

      tuh udah tau kan betapa KASIH-NYA ALLAH KAMI…

  8. Dullah Says:

    Saya hanya mencoba menjawab,dari beberapa agama yang telah saya pelajari hanya Islam yang Tuhan-nya tidak diperwujudkan,dan saya menjadi yakin seyakin-yakinnya. Einstein berkata segala sesuatu yang berwujud pasti tidak kekal,dikarenakan ia terikat oleh 3 dimensi dan dimensi waktu,Allah Tuhan kami adalah cahaya di atas cahaya disebut dlm Al Quran dan sekali lagi justru seorang Yahudi (Einstein) menambah keyakinan saya bahwa segala sesuatu yg berkecepatan cahaya maka ia tidak lagi bisa dihitung p l t dan massa dan ia tidak lg terpengaruh oleh dimensi waktu tidak berawal dan tidak berakhir….Subhanallah

    1. Bryan Says:

      Tuahn yang bodoh. Tidak mampu wujud. Tidak canggih gitu loh

      1. casper Says:

        lo bodoh,,,
        klo tuhan berwujud apa hak lo ngeliat tuhan???

        bgok..

  9. Dullah Says:

    Dalam Islam ketika manusia mati ruhnya dicabut oleh malaikat Izrail,kemudian ruh kita dibawa kembali ke hadapan Allah SWT,bahwa Malaikat An-Nur terbuat dari cahaya disaat itulah ruh kita berkecepatan cahaya menjadi tidak lagi berawal dan tidak lagi berakhir,merasakan surga tanpa pernah mati dan merasakan azab neraka juga tanpa pernah mati lagi…karena pada hakekatnya rasa adalah ruh kita yang merasa bukan jasmani,jasad orang mati tidak merasa lapar,sakit,sedih,gembira…hanya ruh yang bisa…Naudzubillah

  10. isa Says:

    hahahahah…lucu bgt ni blog, kalo boleh kritik ya..islam tu ada banyak aliran jadi g pantes lah kalo anda memukul rata setiap islam…santai aja lagi,,setiap orang punya akal yg diberi Tuhan,just be free in this world!

  11. love Says:

    @Dullah

    mas dah pernah belajar agama apa aja mas? (selain islam) dan sedalam apa mas pernah mempelajarinya?… reply donk…

  12. Samuel Hadi Says:

    Dalam kitab Keluaran (Exodus) Tuhan memberikan hukumNya sbb: 20:2 “Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan:
    20:3 Jangan ada padamu ilah-ilah lain di hadapan-Ku.
    20:4 Jangan membuat patung (benda-benda) bagimu yang menyerupai apa pun yang ada di langit, di atas, atau apa pun yang ada di bumi, di bawah, atau yang ada di dalam air, di bawah bumi.
    20:5 Engkau tidak boleh bersujud pada mereka, dan tidak boleh beribadah kepada mereka, karena Akulah YAHWEH, Elohimmu, Elohim yang cemburu, yang memperhitungkan kesalahan bapak kepada anak-anaknya, kepada generasi ketiga dan kepada yang keempat dari orang-orang yang membenci Aku;

    Apakah penganut Katolik yang membuat patung Yesus dan Maria kemudian sujud menyembahnya; Orang Muslim yang mengelilingi Kabah dan mencium batu hitam (Hajar Aswad) serta sembahyang 5 kali sehari dengan menghadap Kabah, orang Budha yang menaruh patung Budha di kuil mereka dan sujud menyembahnya, serta orang Hindu yang sudah menyembah kepada banyak dewa-dewi – DIANGGAP TELAH MELANGGAR HUKUM YANG KE-2 INI???? Bahwa mereka telah melakukan dosa penyembahan berhala yang sangat dibenci oleh Yahweh Pencipta Alam Semesta???

    Mohon komentar anda.
    Trims

    1. Abu Syauqi Says:

      Apakah hanya karena Muslim menghadap kabah dan mencium batu aswad sebagaimana Yahudi mencium dan berdoa dengan menghadap tembok ratapan, kemudian disimpulkan, Muslim dan Yahudi menyembah batu?

      Kenapa Yahudi berdoa menghadap tembok ratapan, adalah karena Orang Yahudi percaya di situlah berdiam “Shekhinah” (kehadiran ilahi). Jadi, berdoa di situ sama artinya dengan berdoa kepada Tuhan. Namun saya tidak tahu apakah Tuhan memerintahkan orang Yahudi seperti itu sebagaimana Islam diperintah Allah untuk menghadap kiblat.

      Jadi orang Yahudi tidak berdoa kepada batu, melainkan berdoa dengan menghadap ke arah di mana dipercaya oleh mereka adanya Shekhinah. Saya kira dalam doa ratapannya, tidak akan ditemukan doa “wahai batu ratapan …” sebagaimana dalam doa Muslim dalam solat atau haji nya tidak ditemukan doa “wahai batu aswad”.

      Persoalannya adalah anda tidak cukup memahami Kiblat, bahwa untuk setiap umat ada kiblatnya masing-masing. Orang jepang yang menyembah matahari memiliki kibalt, yakni tempat terbitnya matahari. Allah menjelaskan di dalam al-Qur’an, bahwa kaum Nasrani juga memiliki kiblat. Kalau tidak tahu tentang kiblat anda, sebaiknya cari tahu dulu sampai datang keyakinan kepada anda, bahwa mahluk yang dijadikan kiblat oleh Allah, bukanlah Allah itu sendiri.

      Mencium, mengusap, menyentuh, memasang sesuatu yang berkaitan dengan Allah atau Syurga-Nya adalah ekspresi kerinduan dan kecintaan orang yang menyembah Allah dan mengharapkan Syurga-Nya. Yahudi sebagaimana Muslim memahami hal ini. Mungkin anda berpura-pura tidak mengerti tentang “ekspresi kerinduan dan kecintaan”

      Anda membandingkan kabah, dengan Yesus dan Maria, Budha, dan Dewa-Dewi. Jika anda mempelajari dogma di dalam agama pemilik benda tersebut, akan ditemukan perbedaan bahwa kabah, berbeda dengan benda lainnya. Sementara benda lainnya dalam agamanya disebut sebagai Tuhan, dalam agama Islam tidak ada sumber hukum apakah al-Qur’an dan sunnah yang menyatakan sebagaimana mereka. Kabah tidak disebut Allah dan juga Muhammad sebagai Allah itu sendiri, tetapi sebagai kiblat umat Islam.

      Sebenarnya tidak penting bagi saya memahamkan ini kepada anda, bahkan walau dengan penjelasan anda masih tertutup dari pengetahuan dan terperangkap dalam kesesatan dalam memahami kiblat Muslim, saya tidak memiliki ekspresi apapun apakah kecewa ataupun senang. Petunjuk itu dari Allah, dan kewajiban saya hanya menjelaskan dengan sebenar-benarnya menurut agama saya. Jika anda berpaling dari penjelasan, cukuplah Allah bagi saya, dan Dia adalah sebaik-baiknya yang menjelaskan.

  13. Dullah Says:

    Saya perjelas, bahwa Hajar Aswad bukan TUHAN agama ISLAM.

    Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:
    “Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”.

    Dahulu kala Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail berupaya keras untuk menyelesaikan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.

    Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Ka’bah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Ka’bah. Nabi Ibrahim berkata Nabi Ismail berkata, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.”

    Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik.

    Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?”

    Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).”

    Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah.

    Siapa saja yang bertawaf di Ka’bah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan saja.

    Ada riwayat menyatakan bahwa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Ka’bah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a’alam.

    Ingatlah kata-kata Khalifah Umar bin Al-Khattab apabila beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : “Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad).”

    1. Abu Syauqi Says:

      “Siapa saja yang bertawaf di Ka’bah disunnahkan mencium Hajar Aswad.”

      Sunnah di sana adalah mengikuti perbuatan nabi dan bukan perintah nabi. Sementara sebagian dari komentator dari kalangan Non Muslim selalu berkata, mencium batu adalah perintah Muhammad SAW. Sebagaimana perkataan Umar bin Al-Khattab : “Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad).”

  14. azkanurunala Says:

    aku siap melawan kaum murtad dengan cara apapun. karena kutahu kalian para salibis adalah antek antek dan tangan kiri yahudi sebagai alat ceboknya…mau saja dibodohi yahudi… tobatlah ucapkan syahadat biar kalian selamat dari murka ALLAH… kalian anak buah yahudi,

    1. andilala Says:

      kau dan kaum ontamu itu yg IBLIS…..!!!!!

  15. kristen ekstrim adalah antek yahudi Says:

    setan dan iblis telah memasuki kalian,,,,

  16. ir setyawan Says:

    Apapun yang anda katakan, Islam tetap akan Jaya!! Allahuakbar.. anda seperti menabuh genderang perang dengan web ini. Anda sama sekali tidak paham ajaran Islam, hanya orang bodoh yang menurutkan hawa nafsu..

  17. putra Says:

    quran versi nya diperbanyak??? gw kaga syok tuch….
    sangat gampang mencari mana yang asli dan mana yang palsu… asalkan mau belajar, berfikir dengan jernih, dan tidak sombong serta jangan jadi pembohong kayak paulus.

  18. malikul Says:

    penipuan terbesar.. mengambil dari orang2 yahudi yng sememangnya penipu. Anda hanya mengambil dari satu atau 2 orang yang penipu. akhirnya anda menipu diri anda sendiri..

  19. anto Says:

    sabar-sabar….

  20. netral Says:

    @love

    bener banget pasti di hati lo ketawa lihat pernyataan si “apa aja”.. betapa rendahnya logikanya dia

    @ apa aja
    gw baca comentnya lo yang 6 point itu… jd terpikir suatu cerita lucu yang cocok untuk anda.. baca dengan baik di bawah ini…

    DIJUAL!

    Otak manusia bisa langsung pakai:
    (harga sudah termasuk biaya operasi pencangkokan)

    1. Otak orang Kristen/Katholik
    2nd kondisi 75%
    Rp. 157.000.000

    2. Otak orang Budha
    2nd kondisi 80%
    Rp. 135.500.000

    3. Otak orang Hindhu
    2nd kondisi 60%
    Rp. 160.000.000

    4. Otak orang Atheis
    2nd kondisi 50%
    Rp. 97.000.000

    5. Otak orang Muslim
    2nd kondisi 99%
    Rp. 1.000.000.000

    Kenapa muslim paling mahal? soalnya Brand New Inbox gan…!!! kondisi 99% baru gress, soalnya ngga pernah dipakai gan!

    kenapa 99% padahal tidak pernah dipakai?
    karena ruang rasionalnya sudah tertutup aksesnya gan… dan maaf, tidak bisa diperbaiki… hehehe


    1. Siapa bilang?,coba kunjungi situs saya :

      http://rahasia-dibeber.blogspot.com/

      bahkan saya pernah berbincang – bincang dengan banyak kafir di intrnet. dimulai dari jurus kafir memaki, jurus alasan kafir, dan yang terakhir jurus malas yang jujur dari kafir sudah oernah saya baca.

      belum kenal Islam udah benci duluan, pikirkan tanpa kebencian.

      1. casper Says:

        @love:kalian(kristen) yg katanya pinter n otaknya MAHA DAHSYAT bukan kepalang tu aj masi bodonya 100%,,

        sudah terlampau banyak cendikiawan muslim yg kalian tutup”i dari pers yg d komandoi yahudi karena kalian malu mengakuinya,,,

        +1….itung’an yg loe pake tu dari org arab penemu aljabar mas yg kata’y pinter!!!!!

  21. freedom Says:

    Bung netral, komennya jgn kejam gt dnk, tar dikira islami banget omongan lu! Wkwkwk…
    Btw logika muslim emang sulit dicerna bro! Hahaha

    1. say Says:

      pelajarin lah

      kan loe cerdas yang kata bung netral otaknya murahan. ups bukan maksudku membenarkan prnyataan bung netral, cuma ngikutin pola pikirnya aja biar dia jg ngerti,..
      hehehe

  22. spain Says:

    Baca surat al-Baqoroh ayat 6 ya:
    Orang kafir itu diberi peringatan atau pun tidak diberiperingatan sama saja dan dia akan tetap kafir karena pintu hatinya telah tertutup.

    1. siapmurtad Says:

      Bukankah dulu Muhammad dan Kaumnya Quraisy juga adalah Kafir, bukankah nenek moyang anda dulu adalah KAFIR? kok bs jadi Muslim? Surat itu perlu diralat lagi.


      1. la nenek moyang kamu dulu emgnya lgsung punya agama kalo g d bantu TUhan???!!!!!

        mikire jgn bodo!!!!!!!
        g perlu di ralat-ralat kya kitab koe yg di revisi kya uud,,,

  23. ilham othmany Says:

    Mukjizat al-Quran membuat seorang ilmuwan Amerika masuk Islam

    Ketika lafad Allah terdengar, getaran di atas suara berubah menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditangkap oleh monitor. Mukjizat ini membuat seorang ilmuwan terkenal Amerika memilih masuk Islam.

    Dilaporkan bahwa sebuah tim ilmuwan dari Amerika menemukan bahwa sebagian dari tumbuh-tumbuhan khatulistiwa mengeluarkan frekuensi di atas suara. Dan itu hanya dapat ditangkap oleh perangkat canggih.

    Para ilmuwan ini selama tiga tahun melakukan penelitian dan melihat fenomena seperti ini membuat mereka sangat terheran-heran. Mereka menemukan bahwa getaran di atas suara ini dapat diubah menjadi gelombang elektrik optik dan lebih dari seratus kali persekon berulang-ulang.

    Tim ini kemudian membuktikan penemuan mereka di hadapan sebuah tim peneliti Inggris. Kebetulan dalam tim itu ada seorang yang beragama Islam. Ia keturunan India.

    Setelah melakukan uji coba selama lima hari, ilmuwan Inggris juga menjadi terkagum-kagum dengan apa yang mereka lihat. Namun, ilmuwan muslim ini mengatakan bahwa hal ini sudah diyakini oleh kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Mereka yang mendengar ucapan itu memintanya untuk lebih jauh menjelaskan masalah yang disebutnya. Ia kemudian membaca ayat yang berbunyi: “Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji- Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (Isra’: 44).

    Prof. William Brown, pimpinan tim peneliti itu akhirnya mengajak ilmuwan Islam itu untuk berbicara lebih banyak tentang Islam. Setelah dijelaskan tentang Islam dan diberi hadiah sebuah all-Quran yang dilengkapi dengan tafsirnya dalam bahasa Inggris, ia kemudian mengucapkan syahadat.[infosyiah]

    1. Adeng Hudaya Says:

      Dan jutaan orang (saat ini) setiap bulannya meninggalkan Islam. Setelah membuka situs-situs seperti ini dan membuktikan sendiri saat mereka menemukan sendiri di Qur’an dan Hadis; bahwa ternyata Muhammad itu seorang kepala rampok, pembunuh, pedofil dan pemerkosa!!!

      Muslim yang telah dicerahkan SYOK HEBAT, bagaimana Muhammad yang katanya kekasih Auloh dan telah dianggap sebagai manusia terhebat sepanjang masa (versi Michael Heart); tega-teganya MEMPERKOSA Safiyah dan Rihannad bin Amro sehabis membunuh suami-suami para wanita malang ini.
      Astagfirulloh…..

      Ingat Mas Ilham….. mantan Muslim sendiri yang menyingkapkan KEBEJATAN Muhammad kepada dunia….

      1. ilham othmany Says:

        Maaf kami bukan mau sayembara,mengumpul pengikut agama apa paling banyak.Tapi menjawab hujatan para kafirin ke atas agama Islam dan kebenaran nabi Muhammad.Siapa mau masuk agama apa pun terserah dia.Kan nanti dia juga yg tanggung di akhirat.Termasuk anda juga tuh.


      2. heh adeng goblog,,,
        emak lu makan tai ya????

        kamu itu banyak omong tappi dongkolnya g ketulungan,,,,

        makanya jgn anyak makan tai lu kya paus lu yg sering ngentot sna-sni tu,,
        cari riwayatnya sebelum jd paus!

        HARM HUKUMNYA MENGIKUTI BEGUNDAL YAHUDI SEPERTI PAUS YG SELALU MENJILAT PANTAT KAUM YAHUDI “KECUALI NABI YG DI TUNJUK TUHAN”,,,

        GMN ENAK TO PANTAT SI YAHUDI DI JILAT????

  24. venom Says:

    kenapa semua nya pada bingung…setelah roh kita telah di cabut dari jasad maka semua kebenaran akan terjawab kok
    wallahu alam

  25. Rinda Cahyana Says:

    Kepada anda, para penghujat Islam agama Allah, pencela Nabi Muhammad SAW.

    Seharusnya setiap dari penghujat Islam belajar bagaimana Islam telah mendorong Eropa dari kegelapan yang dibuat Gereja sebelumnya kepada cahaya kebangkitan, sebagai awal jaman baru dunia yang penuh harapan karena pengetahuan tidak lagi dikekang. Islamlah yang telah membebaskan belenggu dunia tersebut dan memberi kepercayaan kepada pengetahuan sehingga masyarakat dunia dapat bergerak kembali membangun peradabannya.

    Anda mencemooh agama yang telah menyumbang begitu banyak kebaikan bagi dunia. Sementara apa yang anda sumbang kepada dunia dengan cacian anda terhadap Islam dan Nabinya? Apakah dengan cacian itu anda dapat membangun peradaban dunia sebagaimana Islam membangunnya? Peradaban dunia tidak menjadi baik dengan kebencian. Apa yang anda harapkan dari kebencian rasis ala hitler yang meninggikan rasnya sendiri dan menghina ras lainnya, menutup mata terhadap fakta bahwa dunia ini dibangun bersama-sama?

    Anda hanyalah manusia yang menerima hasil namun lupa siapa yang mengolahnya sehingga menjadi hasil seperti ini. Anda adalah pencela agama yang kebaikannya anda nikmati sekarang, bahkan internet yang anda gunakan. Belajarlah menghormati kebaikan yang telah diberikan generasi di masa lalu, agar anda tidak menjadi manusia tercela karena tidak mensyukuri apa yang ada nikmati sekarang.

    Belajarlah kepada Mahatma Gandhi yang telah berhasil memahami dan memberi penghormatan yang layak kepada Islam.

    MAHATMA GANDHI (Comments about the character of Muhammad in YOUNG INDIA)

    I never wondered who the most influential figures of human … I am more than convinced that it was not the sword that gives glory to Islam in his time. But he comes from the simplicity, modesty, prudence Muhammad; and extraordinary devotion to friends and followers, his determination, courage, and faith in God and his duty. All this (and not a sword) get rid of all obstacles. When I closed the last page of volume 2 (biographies of Muhammad), I am sad because there is no longer a story that remains of the glorious life.


  26. Alasan tidak mau masuk Islam itu seperti Narkoba. Walaupun Narkobanya sudah dibuang ke tempat sampah, ya dipungut lagi terus ditelen.

    coba contohnya klik situs berikut:

    http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T1AEO4HD6EVOVM9G7/p8#lastPost

    perhatikan komentar Sisco, dia malas dan jujur. periksa alamatnya, jauh dari Alamat saya kan?

    kafirs bisa masuk Islam, walaupun jalanya menuju keselamatan itu seperti api akan tetapi sebenarnya itu air.

  27. chenglay Says:

    Setiap agama apapun yang berhasil mengajak manusia untuk mengikutinya (sebagai pemeluknya) berarti ada kebaikan didalamnya ! dan setiap orang yang beragama menjalankan sesuai dengan kaidah aturan yang disuguhkan agama tertentu tidak ada unsur menghancurkan satu sama lain !

    kalau manusia sudah tidak mengindahkan itu semua berarti manusianya yang sudah keluar dari keyakinannya sendiri !

    Islam di bilang bohong oleh yang tidak senang, kristen dikatakan bohong oleh yang tidak senang, dan seterusnya !

    Benar dan salah untuk manusia yang beriman dan berakal sehat, akan berkata (bersifat sementara) “tidak ada yang pasti” ! kepastian hanya milik sang maha wahai makhluk Tuhan yang paling mulia (manusia) ! perbuatlah yang engkau yakini dan hendaklah tidak menghardik apa yang menjadi keyakinan diluar dirimu…. dan tanyakan dirimu sendiri jika masih ada yang kurang dalam jiwa !

    kesimpulan sementara dari saya yang bodoh : Rubrik ini bukan membawa pesan dari agama apapun, namun keprustasian seseorang kepada Tuhannya ! Trimakasih.

    Salam damai dari ku :
    “Tuhan Sang Maha Pencipta telah menganugrahkan yang begitu banyak keaneka ragaman bukan untuk saling menghancurkan, namun untuk mengetahui/mengenal dengan baik”


  28. saya ingin bertanya, menurut kesaksian seourang kristen yang mati suri mengapa di neraka dia melihat begitu banyak salib dan beberapa orang berseragam tentara klux klux clan? jika salib dan seragam klux – klux clan dianggap benda suci mengapa bertebaran di neraka? seperti kesaksiannya yang sudah dibuat videonya berikut:

    1. Samuel Hadi Says:

      He…he…he…
      Lucu juga ya videonya?
      Banyak cuplikan dari film terminator…

      1. CASPER Says:

        @SAMUEL,,,
        Y LUCU BGT klo ngeliat loe ntr kya gtu!!!!!!!!

        la org kristen sndri yg bkin,,,
        y lucu n banyak bohongnya!!!!!!!!!!
        sma kya kaumnya yg hidup dlm kemunafikan…


  29. dan saya ingin bertanya kepada para atheis, apakah ilmuwan astronomi yang atheis mengingkari akan terjadinya hari kiamat?, menurut Islam hanya Allah lah yang tau kapan terjadinya kiamat.

    berikut adalah simulasi bagaiamana hari kimat itu :


    1. Allah maha pengasih dan penyayang, bahkan dia membiarkan bumi dengan manusia – manusia yang diuji dipermukaan bumi, hanya untuk memberi tangguh kepada musuh – musuhnya, jika saya membuat robot – robotan yang hasilnya tidak saya harapkan, saya tidak sanggup seperti itu.

      dan akhirnya suatu saat bumi akan dihancurkan, maka tidak ada lagi kalimat hujat terhadap Allah, tidak ada lagi perang, tidak ada lagi orang orang sesat menambah populasi neraka.


      1. dulu waktu saya kecil saya melihat warna warni dunia begitu indah, tetapi ketika saya dewasa saya sangat ingin tau saya membaca Qur’an dan Qur’an mengatakan dunia tidak seindah jika dilihat dengan kasat mata, maka saya mulai memperdalam agama dan saya menemukan banyak hal yang mengejutkan, mulai dari perang Palestina. Faithfreedom, sampai Imam Mahdi.

        ternyata saya tau Bumi adalah rumah jagal yang dihias bunga – bungaan, tetapi saya gembira karena saya tau rumah Jagal ini akan segera dihancurkan.

        rumah jagal bernama bumi ini dihancurkan maka tidak ada lagi hujat terhadap Allah dan tidak ada lagi permusuhan,tidak ada lagi perang, dan tidak ada lagi yang celaka. betapa indahnya.

    2. Paijo Says:

      * “Dan sesungguhnya Isa itu benar benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat, kerana itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah jalan yang lurus.” (Juz 25 Az-Zhukhruf surat 43 ayat 61).

      1. berg Says:

        Kita sudah melihat bagaimana para misionaris Kristian menyalahtafsir ayat-ayat Al-Qur’an yang memanggil ‘Isa Al-Masih sebagai “Kalimatullah” untuk menguatkan sokongan pada doktrin mereka bahawa ‘Isa itu adalah Allah yang muncul sebagai manusia. Penafsiran yang janggal seperti ini rupanya bukan sahaja dikhususkan untuk ayat ini sahaja, malah kita mendapati juga pertuduhan terhadap ayat Al-Qur’an yang seperti berikut:

        Di dalam Injil, Yohanes 14:6 Isa berfirman “Akulah jalan untuk mengenal Allah dan untuk mendapat hidup. Tidak seorang pun yang dapat datang kepada Allah kalau tidak melalui Aku.” Ayat ini jelas dan sering menghantui saya kerana di dalam surah Al-Fatihah 1:6 “Ihdinasyiraatallmustaqiim” yang bermaksud ‘tunjukkanlah aku jalan yang lurus’. Setiap kali waktu saya sembahyang, saya membaca ayat ini untuk meminta petunjuk agar ditunjukkan jalan yang lurus. Kepercayaan kepada Isa Al-Masih membawa jaminan penyelamatan. Ini terbukti di dalam Al-Qur’an Surah Az-Zukhruf 61 yang berbunyi: “hazaasyiraatolmustaqiim”, yang maksudnya; “Ikutlah Aku, inilah jalan yang lurus”.

        Kita akan mengkaji ayat Al-Qur’an yang disebutkan oleh puak Kristian di dalam pertuduhan mereka.

        Apakah Maksud Sebenar Surah Al-Zukhruf, ayat 61?

        Mari kita lihat tafsiran ayat Surah Al-Zukhruf ayat 61 yang dipergunakan oleh misionaris Kristian:

        “Ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus”
        Ayat di atas hanyalah sebahagian daripada ayat yang termaktub di dalam Surah Al-Zukhruf ayat 61 dan terjemahan yang sepenuhnya ialah:

        “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari Kiamat. Kerana itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.”

        Tetapi apa yang misionaris sengaja melakukannya ialah mereka hanya mengambil ayat ini untuk menyamakannya dengan ayat Yohanes 14:6, tanpa menurunkan seluruh konteks ayat ini. Ayat ini hanyalah merupakan sebahagian daripada keseluruhan Firman Allah sendiri yang dengan jelas menegaskan tentang siapa ‘Isa itu, dan tidak langsung merujuk kepada perkataan ‘Isa . Di sini kami perturunkan seluruh konteks ayat-ayat (termasuk ayat di atas) di mana Allah-lah yang sebenarnya berbicara di dalam ayat di atas, dan bukannya Nabi ‘Isa:

        “Isa itu tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Kerana itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Surah Al-Zukhruf: 59-62)

        Sekali lagi tembelang misionaris Kristian yang memalsukan penafsiran ayat ini sudah pecah, dengan pembohongan yang jelas hanya menjerat diri sendiri. Dengan jelas kita dapat melihat bahawa ALLAH-lah yang berfirman di dalam Surah Al-Zukhruf, ayat 62 dan bukannya sabda ‘Isa a.s. Malah, kita melihat bahawa Al-Qur’an dengan tegas menjelaskan bahawa ‘Isa itu hanyalah semata-mata hamba Allah:

        “Isa itu tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.” (Surah Al-Zukhruf: 59)

        Jadi di manakah kesahihan dakwaan Kristian bahawa ayat di atas menyokong doktrin ketuhanan Nabi ‘Isa Al-Masih?

        Dr. Hamka juga telah memberikan penafsiran yang jelas mengenai ayat di atas serta sebab turunnya ayat-ayat Surah Al-Zukhruf: 59-62 di atas.

        Terdahulu dari Surah Al-Zukhruf ini diturunkan Surah Al-Anbiya’ (Surah ke 21). Pada ayat 98 dari Surah Al-Anbiya itu ada difirmankan: “Sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah akan jadi bakaran jahanam, yang akan kamu masuki”. Seorang pemuka Quraisy musyrikin itu bernama Abdullah bin Az Zab’ari, setelah mendengar ayat tersebut, lalu mencuba hendak membantah Nabi dan berkata: “Kalau benar orang yang menyembah selain Allah yang disembahnya sendiri akan menjadi kayu api neraka jahanam, bagaimana dengan Isa Almasih? Bagaimana dengan ibunya? Bagaimana dengan malaikat-malaikat? Engkau mengatakan Isa dan ibunya itu semua orang-orang terpuji. Semuanya itu disembah orang Nasrani selain dari Allah. Begitu juga ada orang Yahudi mengatakan ‘Uzair anak Allah. Maka kalau orang-orang itu masuk neraka, kami ini semuanya ridha masuk neraka supaya bersama-sama di neraka dengan mereka!” (Abdullah Az Zab’ari itu kemudian beriman juga).

        Mendengar sanggahan Abdullah Az Zab’ari yang demikian, bersoraklah musyrikin yang lain menyokong perkataan temannya itu! Dan mereka merasa yakin bahawa sekali ini hujjah aturan Muhammad sudah dapat dipatahkan. Dan untuk membuka kerendahan mutu bantahan mereka itu, turunlah ayat-ayat ini.

        “Dan tatkala Ibnu Maryam dijadikan contoh, tiba-tiba kaum engkau dari sebab itu bersorak-sorak”. (ayat 57) Mereka bersorak-sorak kerana merasa mendapat alasan teguh untuk membantah Nabi.

        “Dan mereka berkata: Adakah tuhan-tuhan kita yang lebih baik ataukan dia?” (pangkal ayat 58).

        Yang mereka maksudkan dengan dia itu ialah Nabi Isa Alaihis Salam. Maka kalau Nabi Isa yang dipuji Muhammad itu masuk neraka kerana dia disembah orang, tentu tuhan-tuhan kita juga sama ke neraka dengan Isa orang baik. Lantaran itu maka tuhan-tuhan kitapun orang-orang terpuji seperti Isa juga. Begitulah cara mereka hendak memutar balik keadaan.

        Sebab itu, maka di ujung ayat dikatakan: “Tidaklah mereka pukulkan perkataan itu kepada engkau”. Yaitu menurut wahyu Surah Al-Anbiya ayat 98. “Melainkan sebagai bantahan”. Bantahan asal membantah saja. “Bahkan mereka itu adalah kaum yang suka bertengkar”. (ujung ayat 58)

        Lalu diperbaiki kembali salah-sangka yang mereka timbulkan terhadap Nabi Isa anak Maryam:

        “Tidaklah dia itu melainkan seorang hamba yang Kami beri nikmat kepadanya dan Kami jadikan dia contoh bagi Bani Israil” (ayat 59). Artinya, Isa tidaklah dalam golongan manusia atau berhala yang akan dimasukkan ke neraka lantaran dia disembah dan dipertuhan orang. Selama dia hidup, dia tidak pernah mengajak manusia supaya menyembah pula kepadanya sebagai menyembah kepada Allah. Dia adalah hamba Allah dan bukan anak-Nya. Dia diberi nikmat kenabian dan dia menjadi contoh yang baik bagi Bani Israil tentang keluhuran budi dan ketaatan kepada Tuhan. Dan ternyata dalam sejarah bahwa menetapkan Isa sebagai satu di antara satu tuhan, atau bahwa dia anak tunggal Tuhan, baru dijadikan keputusan oleh rapat Pendeta Nasrani setelah dia meninggal dunia.

        Satu soal lagi, yaitu tentang kamu menyembah malaikat: “Dan jikalau Kami kehendaki, nescaya kami jadikan dari antara kamu jadi malaikat di bumi, menggantikan kamu”(ayat 60). Sebab malaikat itupun makhluk Tuhan seperti kamu juga. Bukan dia itu Tuhan, dan bukan anak perempuan Tuhan. Bisa dibuat sesuka-Nya oleh Tuhan, sehingga kalau Tuhan Allah mengkehendaki, tidaklah hal yang sukar bagi-Nya menjadikan kamu jadi malaikat di atas bumi ini, sehingga penduduk manusianya hilang, sebab berganti jadi malaikat semula. Sebab itu tidaklah benar sama sekali kamu menuhankan malaikat di samping Allah.

        Kembali tentang Isa anak Maryam:

        “Dan sesungguhnya dia itu dalah satu ilmu tentang sa’at. Maka janganlah kamu ragu kepadanya, dan turutilah Aku. Inilah jalan yang lurus” (ayat 61) Isa Almasih dilahirkan ke dunia tidak menurut yang biasa; dengan langsung tidak dengan perantaraan bapa. Apa yang semestinya terfikir olehmu jika memikirkan kejadian itu? Hendaknya ialah betapa Maha Besarnya kekuasaan Allah. Allah membuktikan bahwa dengan tidak dengan perantaraan bapapun, Dia dapat melahirkan seorang manusia ke dunia. Dengan melihat itu ilmumu bertambah dengan melihat dunia ini, bumi ini, satu waktu kalau janjinya datang akan dihancurkan semua. Dan seluruh manusia, walaupun telah beribu-ribu tahun mati, setelah datang waktunya akan dibangkitkan kembali dari dalam kuburnya. Itulah ilmu yang mesti timbul setelah memikirkan kelahiran Nabi Isa. Keganjilan kelahiran Nabi Isa hanya satu keajaiban kecil saja jika dibandingkan misalnya saja dengan bumi yang selalu mengedari matahari, dan bulan yang selalu mengedari bumi Maka janganlah kamu ragu lagi padanya, yaitu bahwa hari akan kiamat. Dan setelah kamu fikirkan Aku menjadikan Isa tidak dengan berbapa, janganlah dia yang kamu pertuhan. Dia hanya hamba dan makhluk-Ku, dan turutilah Aku. Jangan kamu kagum meluhat bekas kekuasaan-Ku, tetapi langsunglah kepada-Ku: Inilah jalan yang lurus. Kalau caranya sekarang: Inilah jalan yang logis.

        “Dan sekali-kali janganlah kamu dipaling setan. Sesungguhnya dia itu bagi kamu adalah musuh yang nyata.” Syetanlah yang selalu membelokkan manusia di tengah jalan daripada tujuannya yang lurus. Dialah yang selalu menggoda manusia sehingga dia lupa pada yang empunya kuasa, kerana kagum melihat kekuasaannya. Syetan itulah musuh besar bagi manusia, yang belum puas kalau dia belum menjerumuskan manusia ke jurang kesesatan.”

        Sekian sahaja dipetik dari tafsiran Al-Qur’an karangan Prof. Dr. Hamka mengenai ayat-ayat di atas.

        Kesimpulan

        Jelas kepada kita sekarang akan tafsiran palsu yang cuba digembur-gemburkan oleh puak misionaris Kristian, yang bukan sahaja memiliki argumen-argumen yang bankrap idea, tetapi juga hati yang sangat busuk dan buta akal untuk melihat ayat ini dalam konteks yang sebenarnya. Sudahlah doktrin ketuhanan ‘Isa a.s. tidak dapat dibuktikan di dalam Alkitab, kini mereka beria-ia hendak menyebarkan “penyakit” interpretasi yang dibuat oleh Konsil Nicea pada tahun 325M kepada umat Islam pula! Para misionaris Kristian tidak sekadar berpuas hati dengan hanya menyelewengkan kitab Injil dan cuba pula hendak menyelewengkan kitab suci Al-Qur’an. Namun mereka tidak sedar akan perbezaan yang besar antara ‘Isa versi Islam dan Tuhan Yesus versi Kristian yang mereka agung-agungkan itu. Kami berdoa kepada Yang Maha Esa supaya misionaris Kristian ini diberi hidayah-Nya agar mereka sedar akan kesilapan mereka dan keluar dari kongkongan ilusi ketuhanan ‘Isa putera Maryam, Insya’ Allah.


  30. silahkan membuat kalimat hujat terhadap Allah karena ada nubuatnya, tapi ingat kafir, kafir semua itu tidak gratis

    klik gambar berikut:

  31. Andree Says:

    COBA ANDA SEBUTKAN KYAI ATAU ULAMA YANG BERPINDAH KEAJARAN SETAN KRISTEN ? PASTI TIDAK ADA

    TETAPI BANYAK SEKALI MANTAN PENDETA YANG BERPINDAH KEAJARAN ISLAM KARENA MEREKA MENGETAHUI KEBOHONGAN AJARAN KRISTEN

    1. siapmurtad Says:

      @Andree, baca kisah2 muslim yg tercerahkan dan menjadi Kristen di SINI

      1. deka Says:

        tak perlu saya baca, sebab bisa saya tebak : tidak banyak yang bisa memberi kesaksian ilmiah. tak lebih dari kesaksian seperti ini: saya merasa yesus menjamah saya, saya merasa yesus hadir, saya melihat penampakan yesus, saya bermimpi tentang yesus secara kontinyu, saya mendengar orang yang mengatakan yesus hadir dan menjamah saya.

        lalu jika saya kesurupan setan, saya merasa ada setan di ruangan, saya bermimpi tentang setan, saya mendengar ada orang melihat setan, saya kerasukan setan, dan beberapa orang menghamba dan menyekutukan setan, maka apa saya harus menyerahkan iman saya pada setan ?

        silahkan googling jika anda berniat mencari kebenaran (ya, saya menyuruh anda googling jika anda objektif dan benar2 ingin melihat perbandingan untuk mencari kebenaran)
        carilah kesaksian para muallaf, dan seberapa banyak yang mengatakan ia bermimpi dan besoknya masuk Islam ?
        saya katakan pada anda, orang2 kafir garis keras seperti anda banyak yang menjadi muslim yang damai berkat usaha mereka.

        tidakkah anda berpikir apa yang bisa merubah hati mereka?

  32. deka Says:

    maaf sebelumnya, jika anda (para kafir) tidak menjawab komen saya dengan baik atau masih menggunakan kalimat tidak berbobot ciri khas anda, kalimat dengan kata2 yang tidak sepantasnya keluar dari mulut setiap insan yang bermoral, kalimat sinis dan subjektif yang menandakan gagalnya penanaman akhlak oleh gereja anda, kalimat dengan data2 murahan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan yang mencerminkan dangkalnya pemikiran anda, serta kalimat2 lainnya yang membuat anda tidak kelihatan lebih cerdas dari anak sekolah menengah pertama, dan niat buruk anda untuk terus membutakan hati anda, serta kekeraskepalaan dan keangkuhan anda untuk membuka pikiran anda terhadap semua dialog, saya sarankan kepada anda untuk malu membuka mulut anda.

    dan saya pun tidak merasa perlu untuk berbicara dengan sebuah batu di selokan.


  33. BLOG TAI NIH… BERAKIN AJA TERUS JANGAN DIBUKA-BUKA LAGI


  34. LO KIRA ADA ORANG ISLAM YANG PERCAYA DENGAN TULISAN SAMPAH INI ? CUMA BIKIN BAU AJA… SERENDAH-RENDAHNYA UMAT ISLAM AJA GAK MAU PERCAYA NIH TULISAN TAI

  35. ilham othmany Says:

    Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama. Kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjuk�kan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. AI-Quran yang berasal dari Allah mendukung ilmu pengetahuan.

    – Prof. Dr. Joe Leigh Simpson

    Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan

    Prof. Molecular dan Genetika Manusia,

    Baylor College Medicine, Houston,

    Amerika Serikat.

    “Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. ”

    – Prof. Marshall Johnson

    Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi,

    Universitas Thomas Jefferson,

    Philadelphia, Pennsylvania,

    Amerika Serikat.

    �AI-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,� dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. ”

    – Prof. TVN Persaud

    Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,
    dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi
    di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba,

    Kanada.

    “Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. ”

    – Prof. Tejatat Tejasen

    Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand,

    Chiang Mai

    “…metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. ”

    – Prof. Alfred Kroner

    Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences,

    Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz,

    Jerman.

    �AI-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan. ”

    – Prof. Palmer

    Ahli Geologi ternama
    Amerika Serikat.

    “llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.”

    – Prof. Shroeder

    Ilmuwan kelautan dari

    Jerman

    “Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,”

    – Prof. Yoshihide Kozai

    Guru Besar Universitas Tokyo dan

    Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo,

    Jepang

    1. ilham othmany Says:

      @ siap murtad
      Coba paparkan pula ilmuan non kristen yg memuji-muji kitab bible kalau ada.Silahkan.Kami para muslim sentiasa menunggu jawapan dari para kristiani.

  36. ilham othmany Says:

    SYARAT-SYARAT KITAB DIKATAKAN SUCI
    -Harus benar-benar bersumber dari Allah Swt.
    -Allah yang mewahyukan harus bersifat Maha atas segala sesuatu
    -Harus mempertahankan bahasa aslinya ketika nabi itu menerima wahyu-Nya
    -Penerima wahyu harus jelas orangnya, benar-benar jujur & berakhlak mulia
    -Tidak mengajarkan ajaran yang kejam dan sadis
    -Memberikan pelajaran dan menunjuki manusia kepada jalan yang benar
    -Ayat-ayatnya tidak boleh bertentangan satu sama lainnya
    -Berbicara tentang ilmu pengetahuan harus bisa dibuktikan
    -Harus sesuai dengan fitrah manusia
    -Kitab tersebut harus bisa memberikan kesaksian bahwa dia diwahyukan oleh Allah Swt.
    -Tidak boleh melecehkan terhadap nabi-nabi Allah
    -Tidak membeberkan cara merayu wanita dan pornografi secara vulgar
    -Harus ada perkataan dari Allah bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain diri-Nya (Qs 20 : 14, 21 : 25)
    -Harus ada nama agama yang berasal dari Tuhannya, bukan dari manusia atau panggilan orang (Qs 3 : 19, Qs 3 : 85, 5: 3)
    -Terjaganya seluruh wahyu itu dengan hafalan para pemeluknya dari awal diwahyukan sampai kiamat.
    -Dan lain-lain.

    Itulah syarat-ayarat pokok yang harus dipenuhi oleh sebuah kitab yang bisa disebut Firman Tuhan atau kitab suci.

  37. ilham othmany Says:

    JIKA kita ingin mengetahui dan rasai kehebatan satu-satu mukjizat seperti yang pernah berlaku ke atas umat sebelum kita, kemudian kita mengisytiharkan keimanan serta-merta dan memeliharanya, sila perhatikan al-Quran al-Karim.

    Al-Quran ialah mukjizat kekal sebagai bukti kebenaran bahawa Muhammad adalah Rasulullah SAW. Pengekalan mukjizat al-Quran akan tetap dirasai oleh seluruh manusia hingga ke akhir zaman. Ini berbeza dengan mukjizat seketika yang hanya dirasai oleh umat sebelum kita, bahkan mukjizat yang dirasai oleh sahabat nabi, selain al-Quran.

    Sebagai contoh, Nabi Nuh AS dengan mukjizat taufan dan air bah yang hanya berlaku untuk dirasai umatnya saja. Nabi Saleh AS dengan mukjizat unta hanya berlaku untuk dirasai umatnya saja. Nabi Musa AS dengan mukjizat membelah air laut dan hanya berlaku untuk dirasai umatnya saja. Nabi Isa AS dengan mukjizat boleh menghidupkan yang mati atas izin Allah dan hanya berlaku untuk dirasai umatnya saja.

    Tetapi Nabi Muhammad SAW dengan mukjizat al-Quran berlaku untuk dan dirasai seluruh umat manusia ketika dan sesudah Baginda tidak kira masa dan tempat sampai hari kiamat dan ia akan kekal dipelihara seperti ditetapkan al-Quran yang bermaksud: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran, dan Kamilah yang memelihara dan menjaganya” (Surah al-Hijr: 9), Dengan jaminan Allah ini, terpeliharalah kitab suci al-Quran daripada sebarang perubahan, dan bersinarlah cahayanya ke seluruh dunia.

    Al-Quran itu sendiri boleh menjadi sebab kepada seseorang untuk memeluk agama Islam sama ada menerusi isi, bahasa, bacaan, lagu, suara, hiasan, nilai ekonomi bahkan tulisan atau kaligrafinya. Begitu pula ia menakutkan dan menggerunkan musuhnya menerusi isi, bahasa, bacaan, lagu, suara, hiasan, nilai ekonomi bahkan tulisan atau kaligrafinya. Ramai orang memeluk al-Quran dengan karakter al-Quran dan tidak sedikit pula yang memusuhinya bahkan menyeru untuk berperang melawannya seperti disebutkan al-Quran sendiri dengan ayatnya yang bermaksud: “Dan orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar al-Quran ini dan tentanglah ia (dengan nyanyian dan jeritan riuh rendah serta tepuk sorak), supaya kamu berjaya (mengganggu bacaan atau menenggelamkan suara pembacanya)” (Surah Fussilat: 26)

    Antara orang yang pernah menentang al-Quran ialah seorang profesor Matematik dan logik di Universiti Toronto, Kanada bernama Gary Miller. Pada 1977, beliau membuat keputusan untuk mengkaji al-Quran dengan tujuan mencari kesilapan dan kesalahan ilmiah dan sejarah yang ada di dalamnya.

    Dia berharap dengan kajian itu boleh membantu rakannya, pendakwah Kristian untuk mengelirukan umat Islam dan mengajak mereka keluar daripada agama Islam dan memeluk Kristian. Pihak gereja dan yang berkepentingan menyokong tujuan ‘mulia’ ini dan memberikan apa jua keperluan kewangan dan moral bagi menjayakannya.

    Apa yang diinginkan manusia lain dengan apa yang diinginkan oleh Allah dan yang pasti akan berlaku ialah apa yang diinginkan Allah, maka takdir yang baik menyebelahi Prof Miller dan kemudian membawanya untuk memeluk Islam setahun kemudian iaitu pada 1978 selepas menamatkan kajiannya. Kajiannya ini kemudian dibukukan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan tajuk al-Quran al-Muzhil (al-Quran Yang Mempesona) atau tajuk asalnya The Amazing al-Quran. Beliau menukar namanya menjadi Abdul Ahad Omar kemudian bekerja sebagai pensyarah di University of Petroleum and Mines, Dhahran, Saudi Arabia hingga ke hari ini masih menjadi pendakwah antarabangsa dan banyak menulis mengenai Islam.

    Perkara pertama yang menarik perhatian Prof Miller ialah cabaran al-Quran yang mendakwa bahawa di dalamnya tidak ada kesalahan atau kesilapan apa pun juga. Beliau berkata: “Tidak ada seorang penulis pun di dunia ini yang memiliki keberanian kemudian dia menulis buku dan mendakwa bahawa bukunya itu tidak ada sebarang kesalahan mahupun kesilapan kecuali al-Quran, bahkan ia mencabar seandainya anda mencari-cari kesalahan itu anda pasti tidak akan menemukannya.”

    Beliau juga mengungkapkan kepesonaannya terhadap al-Quran dengan mengambil contoh bahawa dalam al-Quran ada satu surah yang diberi nama Surah Mariam yang mana di dalamnya ada diberitakan mengenai kemuliaan beliau yang tidak dijumpai di mana-mana kitab suci lainnya. Kita tidak menemukan surah yang dijoloki nama orang kesayangan Nabi SAW seperti Aisyah dan Fatimah. Malah nama baginda pun tidak banyak disebut al-Quran iaitu hanya lima kali jika dibandingkan dengan nama Nabi Isa as yang disebut sebanyak 25 kali.

    Penentang kebenaran al-Quran mendakwa bahawa syaitanlah yang mengajarkan al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW tetapi bagaimana di dalam al-Quran ada ayat yang maksudnya: “Oleh itu, apabila engkau membaca al-Quran, maka hendaklah engkau (terlebih dulu) memohon perlindungan kepada Allah daripada hasutan syaitan yang kena rejam.” (Surah al-Nahl: 98)

    Dr Miller berkata: “Seandainya aku berada dalam keadaan Rasulullah bersama Abu Bakar di gua di mana seandainya seorang daripada pengepungnya melihat ke bawah pasti mereka akan ternampak, maka jawapan ketakutan Abu Bakar akan dijawab secara semula jadi dengan ucapan ‘mari kita cari jalan belakang’ atau ‘diam, jangan berkata-kata’. Akan tetapi Rasulullah SAW menjawab dengan tenang: “Janganlah engkau risau sesungguhnya Allah bersama kita.” Adakah jawapan ini boleh dikeluarkan oleh seorang penipu atau jawapan seorang nabi yang percaya seratus peratus kepada pertolongan Allah?

    Surah al-Masad (Tali Yang Dipintal) iaitu surah nombor urut 111 dalam al-Quran diturunkan 10 tahun sebelum matinya Abu Lahab. Ini bermakna bahawa di hadapan Abu Lahab ada sebanyak 365 x 10 = 3,650 peluang untuk membuktikan bahawa al-Quran adalah satu khayalan dan pembohongan. Selama itulah ada cabaran tetapi Abu Lahab tetap dalam kekufuran dan kekafirannya dan tidak tergerak hatinya untuk masuk Islam walaupun secara pura-pura. Surah ini sampai hari ini masih dibaca, bagaimana Rasulullah SAW yakin atas kebenaran yang dibawanya selama 10 tahun dan Abu Lahab sememangnya tidak akan memeluk Islam. Keyakinan ini membuktikan bahawa al-Quran memang wahyu Allah yang mengetahui segala sesuatu dan ia diturunkan kepada nabi terakhir yang diutus untuk umat manusia, Muhammad SAW.

    Prof Abdul Ahad juga merujuk kepada New Catholic Encyclopaedia dalam topik ‘al-Quran’ dikatakan bahawa walaupun banyak kajian dan percubaan untuk mengelirukan kebenaran al-Quran tetapi pada akhirnya: “Selama berabad-abad muncul banyak teori mengenai sumber al-Quran tetapi tidak satu pun daripada teori itu boleh diguna pakai oleh seorang yang berakal.” Beliau menambah ada gereja yang pada mulanya teruja untuk mengadaptasi teori berkenaan tetapi pada akhirnya mereka semua menolaknya dan malangnya mereka tidak berani untuk mengakui kebenaran teori umat Islam. Apa pendapat anda? Adakah anda masih meragui kebenaran al-Quran yang mempesonakan? Terima kasih Profesor Abdul Ahad.

    Oleh Abdurrahman Haqqi

    http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Sunday/Agama/20091108004132/Article/index_html

    Wahai sekelian non muslim renungilah artikel di atas dan selamatkanlah diri kalian dari neraka yg bahan bakarannya adalah manusia dan batu.Masuklah kalian ke dalam Islam semuanya nescaya kalian akan masuk ke surga yg luasnya seluas langit dan bumi.

  38. ilham othmany Says:

    Bila kita menyebut mukjizat jelaslah maknanya bahawa Al Quran itu memiliki kehabatan yang besar yang tak mampu manusia usahakan. Kita secara umumnya menyedari bahawa Al Quran menyediakan garis panduan hidup yang relevan dengan setiap zaman dan mengandungi inti bagi setiap keilmuan dalam kehidupan manusia.

    Tetapi kali ini suka saya pusatkan perbincangan kita dalam kehebatan penyusunan Al Quran dari segi seni bahasa yang orang arab sendiri tidak pernah lakukannya. Al Quran mengandungi 114 surah dan menggunakan bahasa Arab yang terdiri dari 29 huruf hijaiyah.

    Untuk makluman kita sebanyak 28 surah dimulakan dengan huruf huruf yang disusun oleh Allah dengan membawa makna misteri. Contohnya: aliff Laam Miim. Tidak ada makna yang jelas bagi gabungan tiga huruf ini. Al Baqalaani menyebut dalam kitabnya I’jazul Quran bahawa Al Quran menggunakan sebahagian dari 29 huruf itu secara separuh menerangkan separuh yang lain.

    Ini bermakna Cuma 14 huruf sahaja digunakan dalam permulaan yang misteri ini. Namun 14 huruf ini menceritakan sifat 15 huruf yang lain dalam setiap takrifan.

    Sebenarnya orang arab membahagikan huruf hijaiyah kepada beberapa pecahan dan pembahagian:

    Pembahagian menurut huruf hamas dan juga jahar.

    Huruf hamas terdiri dari 10 huruf dan selebihnya jahar. huruf hamas adalah huruf yang disebutkan beserta seperti bisikan iaitu berangin. manakala jahar adalah huruf yang terang aau lantang. Huruf-huruf hamas adalah yang berikut (Haa, Ha’, kha, kaf, shin, tsa’,fa, ta, sod dan sin.) AlQuran mendatangkan susunan huruf huruf awalnya 5 dari huruf hamas dan 9 dari huruf jahar. Jadi Al Quran membahagikan kepada dua dan mendatangkan setiap dari satu bahagian separuh.

    Pembahagian kedua ialah huruf syadid dan huruf tidak syadid.

    Huruf syadid ini menyekat perjalanan suara dalam sebutannya. Huruf jenis ini terdiri dari 8 huruf iaitu (hamzah, khof, kaf, jim, dzho, dzal, to dan ba.) Al Quran memilih hanya 4 darinya dan 10 dari huruf yang tidak syadid. Jelas disini pembahagisan separuh dari setiap jenis itu di susun dengan penuh misteri.

    Ini adalah satu penyusunan yang mustahil dilakukan oleh manusia apatah lagi sekiranya manusia itu tidak dapat membaca dan menulis. Maka setiap kita harus berpegang dan mempertahankan bahawa Al Quran itu adalah kalam Allah dan mukjizat bagi umat kita.

    Wahai sekelian manusia renungilah artikel di atas dengan hati yg damai.Masuklah Islam.Surga yg hebat menanti kalian.

  39. ilham othmany Says:

    Mukjizat al-Quran membuat seorang ilmuwan Amerika masuk Islam

    Ketika lafad Allah terdengar, getaran di atas suara berubah menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditangkap oleh monitor. Mukjizat ini membuat seorang ilmuwan terkenal Amerika memilih masuk Islam.
    Dilaporkan bahwa sebuah tim ilmuwan dari Amerika menemukan bahwa sebagian dari tumbuh-tumbuhan khatulistiwa mengeluarkan frekuensi di atas suara. Dan itu hanya dapat ditangkap oleh perangkat canggih.

    Para ilmuwan ini selama tiga tahun melakukan penelitian dan melihat fenomena seperti ini membuat mereka sangat terheran-heran. Mereka menemukan bahwa getaran di atas suara ini dapat diubah menjadi gelombang elektrik optik dan lebih dari seratus kali persekon berulang-ulang.

    Tim ini kemudian membuktikan penemuan mereka di hadapan sebuah tim peneliti Inggris. Kebetulan dalam tim itu ada seorang yang beragama Islam. Ia keturunan India.

    Setelah melakukan uji coba selama lima hari, ilmuwan Inggris juga menjadi terkagum-kagum dengan apa yang mereka lihat. Namun, ilmuwan muslim ini mengatakan bahwa hal ini sudah diyakini oleh kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Mereka yang mendengar ucapan itu memintanya untuk lebih jauh menjelaskan masalah yang disebutnya. Ia kemudian membaca ayat yang berbunyi: “Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji- Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (Isra’: 44).

    Prof. William Brown, pimpinan tim peneliti itu akhirnya mengajak ilmuwan Islam itu untuk berbicara lebih banyak tentang Islam. Setelah dijelaskan tentang Islam dan diberi hadiah sebuah all-Quran yang dilengkapi dengan tafsirnya dalam bahasa Inggris, ia kemudian mengucapkan syahadat.[infosyiah
    Saya yakin Pastinya Prof.William tidak akan masuk Islam semata-mata penemuan itu sahaja.Malah tentu saja beliau telah membuat kajian lanjut ke atas ajaran Islam sehingga mengantarnya kepada memeluk Islam.Kepada yg masih di luar Islam.Hayo! buat perubahan sekarang juga.Kita tidak mengetahui kapan giliran kita dijemput Allah.Semoga sempat.

  40. ilham othmany Says:

    Hadits ini sangat sesuai dg sumpah Allah SWT yang dilansir oleh Al-Qur’an pada permulaan Surah Ath-Thur, di mana Allah bersumpah (Maha Besar Allah yang tidak membutuhkan sumpah apapun demi lautan yang di dalam tanahnya ada api “al-bahrul masjur.” Sumpahnya:

    “Demi bukit, dan kitab yang ditulis; pada lembaran yang terbuka; dan demi Baitul Ma’mur; dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya.” (Qs. Ath-Thur: 1-8)

    Bangsa Arab, pada waktu diturunkannya Al-Qur’an tidak mampu menangkap dan memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini. Karena bangsa Arab (kala itu) hanya mengenal makna “sajara” sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih. Sehingga dalam persepsi mereka, panas dan air adalah sesuatu yang bertentangan. Air mematikan panas sedangkan panas itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya?Persepsi demikian mendorong mereka untuk menisbatkan kejadian ini sebagai peristiwa di akhirat (bukan di dunia nyata). Apalagi didukung dengan firman Allah SWT: “Dan apabila lautan dipanaskan” (QS. At-Takwir 6).

    Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur semuanya menggunakan sarana-sarana empirik yang benar-benar ada dan dapat ditemukan dalam hidup kita (di dunia).

    Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir untuk meneliti makna dan arti bahasa kata kerja “sajara” selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Dan mereka ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata “sajara,” yaitu “mala’a” dan “kaffa” (memenuhi dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira dengan penemuan makna dan arti baru ini karena makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kepada semua manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian bumi yang rendah dengan air sambil menahannya agar tidak meluap secara berlebihan ke daratan.

    Namun, hadits Rasulullah SAW yang sedang kita bahas ini secara singkat menegaskan bahwa: Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.

    Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik yang dijalani manusia sekarang ini. Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai ‘gunung-gunung tengah samudera’.

    Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar. Jaring retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan. sedangkan kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.

    Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius. Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan “fenomena perluasan dasar laut dan samudera.” Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.
    Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera. Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas.

    Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut ini pun kaya dengan beragam jenis barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.

    Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada seorang pun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah terbukti nyata di kalangan ilmuwan kontemporer, bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di daratan.
    Kemudian terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam pisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.

    Dari sini tampaklah kehebatan hadits Nabi SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda: “Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.”

    Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir.

    Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadits Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahui oleh Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan:

    “Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan” (QS. An-Najm 3-10)

    Tidak seorang pun di muka bumi ini yang mengetahui fakta-fakta ini kecuali baru pada beberapa dekade terakhir. Sehingga lontaran fakta ini dalam hadis Rasulullah SAW benar-benar merupakan kemukjizatan dan saksi yang menegaskan kenabian Muhammad SAW dan kesempurnaan kerasulannya.
    Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
    Sesungguhnya hidup kita adalah terlalu singkat utk dipersiakan.Apalagi taruhannya neraka.Ayolah buat perubahan.Masuklah Islam dan tinggalkanlah sisa-sisa jahiliah.Setan amat gemar melihat kejatuhan kalian.

    Sumber:

    1.Pembuktian Sains dalam Sunnah buku 1, karya Dr. Zaghlul An-Najjar.
    2.Video http://www.facebook.com/home.php?#!/video/video.php?v=370011087607&ref=mf
    Baca artikel terkait:

    1.Mr. Jacques Yves Costeau: Masuk Islam Setelah Temukan Mukjizat ‘Sungai di dalam Laut’
    2.Bukti Mukjizat Al-Qur’an: Ada Kobaran Api di Dasar Laut

  41. ilham othmany Says:

    Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama. Kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjuk�kan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. AI-Quran yang berasal dari Allah mendukung ilmu pengetahuan.

    – Prof. Dr. Joe Leigh Simpson

    Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan

    Prof. Molecular dan Genetika Manusia,

    Baylor College Medicine, Houston,

    Amerika Serikat.

    “Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. ”

    – Prof. Marshall Johnson

    Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi,

    Universitas Thomas Jefferson,

    Philadelphia, Pennsylvania,

    Amerika Serikat.

    �AI-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,� dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. ”

    – Prof. TVN Persaud

    Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,
    dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi
    di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba,

    Kanada.

    “Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. ”

    – Prof. Tejatat Tejasen

    Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand,

    Chiang Mai

    “…metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. ”

    – Prof. Alfred Kroner

    Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences,

    Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz,

    Jerman.

    �AI-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan. ”

    – Prof. Palmer

    Ahli Geologi ternama
    Amerika Serikat.

    “llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.”

    – Prof. Shroeder

    Ilmuwan kelautan dari

    Jerman

    “Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,”

    – Prof. Yoshihide Kozai

    Guru Besar Universitas Tokyo dan

    Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo,

    Jepang

    Wahai manusia Tuhan telah mendatangkan saksi-saksiNya dari kalangan orang yg bijak pandai supaya manusia tidak dapat berdalih pada hari akherat nanti.Ayo! selamatkan diri kalian daripada api neraka.Tidak ada orang lain yg dapat menolong kalian melainkan diri kalian sendiri.Arrrghh!!..Ya Allah!Engkau bukakanlah pintu hati mereka.Mereka dalam bahaya Ya Allah.Tetapi mereka masih belum menyedari.


  42. Diperintah menyembah cuma pada Allah saja, ayatnya:

    Lukas 4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan HANYA KEPADA DIA SAJALAH engkau berbakti!”

    Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan HANYA KEPADA DIA SAJALAH engkau berbakti!”

    Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Yesus tidak bilang: Tuhanmu aku, atau Tuhan itu Trinitas, atau Tuhan itu 3 tapi 1)

  43. ilham othmany Says:

    Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur’an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.

    “Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)

    Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

    Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur’an takkan pernah menjadi kenyataan.

    Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

    Akhirnya, “kemenangan bangsa Romawi” yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur’an, secara ajaib menjadi kenyataan.

    Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

    Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan “Adnal Ardli” dalam bahasa Arab, diartikan sebagai “tempat yang dekat” dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata “Adna” dalam bahasa Arab diambil dari kata “Dani”, yang berarti “rendah” dan “Ardl” yang berarti “bumi”. Karena itu, ungkapan “Adnal Ardli” berarti “tempat paling rendah di bumi”.

    Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. “Laut Mati”, terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

    Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

    Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur’an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur’an adalah wahyu Ilahi.
    To all non muslim.Masuklah kalian ke dalam agama Islam sebelum terlambat.

  44. ilham othmany Says:

    @Siapmurtad
    Komen saya yg dimoderasi dikeluarin dong!Percuma kamu sembunyikan kerana Hidayah itu di tangan Allah.Jika kamu keluarkan kamu juga yg akan dapat pahalanya.

  45. ilham othmany Says:

    Sisi keajaiban lain dari Al Qur’an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala:

    “Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.” (Al Qur’an, 48:27)

    Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah.

    Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur’an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur’an adalah kalam Allah, Yang pengetahuan-Nya tak terbatas. Kekalahan Bizantium merupakan salah satu berita tentang peristiwa masa depan, yang juga disertai informasi lain yang tak mungkin dapat diketahui oleh masyarakat di zaman itu. Yang paling menarik tentang peristiwa bersejarah ini, yang akan diulas lebih dalam dalam halaman-halaman berikutnya, adalah bahwa pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Ini menarik sebab “titik terendah” disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini. Dengan teknologi yang ada pada masa itu, sungguh mustahil untuk dapat melakukan pengukuran serta penentuan titik terendah pada permukaan bumi. Ini adalah berita dari Allah yang diturunkan untuk umat manusia, Dialah Yang Maha Mengetahui.
    Wahai manusia percayalah kepada Al Quran.Ingat!Kehidupan di dunia ini hanyalah mimpi singkat.Capailah kejayaan di akhirat.

  46. ilham othmany Says:

    Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

    “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

    Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur’an dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

    Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

    Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

    Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus “mengembang”. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur’an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

    Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

    Wahai sekelian manusia masuklah Islam pasti anda akan berjaya di dunia dan di akherat.

  47. Sukaku Says:

    Muslims,
    lihat aje ntar lagi ilham murtad! Bantah aje ham,truz bela pedopil junjungan lo dgn sembunyiin hati nurani elo.. ;-)

    1. ghailan Says:

      Allah memberikan hidayah (petunjuk) kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

      bersyukurlah bagi yang telah beriman.

  48. ilham othmany Says:

    Semakin maju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka semakin terkuaklah kebenaran Al Quran.Hal ini benar-benar suatu mukjizat yg nyata.Sebagai contoh kita lihat Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut:

    “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an, 21:30)

    Kata “ratq” yang di sini diterjemahkan sebagai “suatu yang padu” digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan “Kami pisahkan antara keduanya” adalah terjemahan kata Arab “fataqa”, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari “ratq”. Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

    Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat “fatq”. Keduanya lalu terpisah (“fataqa”) satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk “langit dan bumi” yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan “ratq” ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk “fataqa” (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

    Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah. Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah.Apa yg menarik ayat Al Quran tersebut dimulakan dengan ungkapan “Apakah orang-orang kafir tidak memerhatikan…”Ini adalah seakan-akan isyarat bahawa penemuan tentang big bang akan ditemui oleh orang2 kafir/non muslim.Dengan itu tampaklah kepada kita bahawa Allah mengurniakan ilmu sains dan teknologi itu ke atas orang-orang kafir supaya mereka menjadi saksi di atas kebenaran Al Quran dan supaya berhaklah mereka mendapat kemurkaan Allah sekiranya tidak beriman.
    Wahai sekelian manusia berimanlah kalian kepada Allah dan nabi Muhammad.Seseungguhnya tanda demi tanda telah ditunjukkan di hadapan kamu sekelian.Sampai kapan kalian akan bergelimang dengan kebatilan dan kesyirikan?

  49. ilham othmany Says:

    Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

    “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)

    Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

    “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

    Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur’an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

    Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:

    “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (Al Qur’an, 51:7)

    Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah “berenang” sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.

    Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

    Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur’an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa “dipenuhi lintasan dan garis edar” sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur’an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur’an adalah firman Allah.
    Wahai sekelian manusia berimanlah kalian kepada Allah dan nabi Muhammad.Seseungguhnya tanda demi tanda telah ditunjukkan di hadapan kamu sekelian.Sampai kapan kalian akan bergelimang dengan kebatilan dan kesyirikan?

  50. ilham othmany Says:

    Bentuk Bulat Planet Bumi

    “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)

    Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

    Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

    Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika isinya bertepatan dengan penemuan ilmiah di zaman moderen ini.
    Wahai orang-orang kafir!Ingatlah dunia ini hanyalah tumpangan sementara.Akherat jualah tempat yg kekal abadi selama-lamanya.Ucapkanlah laa ilaaha illallaah muhammadurrasuulullaah-Tidak ada Tuhan melainkan Allah,Nabi Muhammad adalah utusan Allah,pasti kalian berjaya.

  51. ilham othmany Says:

    Dalam Al Qur’an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:

    “Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya.” (Al Qur’an, 21:32)

    Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.

    Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.

    Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, – seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.

    Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.

    Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

    Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:

    Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius – tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)

    Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.

    Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur’an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.

    1. ilham othmany Says:

      Wahai orang-orang kafir.Ingatlah dunia ini hanyalah sementara.Akherat jualah tempat kediaman yg abadi dan kekal selama-lamanya.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya!

  52. ilham othmany Says:

    Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur’an, mengacu pada fungsi “mengembalikan” yang dimiliki langit.

    “Demi langit yang mengandung hujan.” (Al Qur’an, 86:11)

    [Ket dari admin Islamic.xtgem.com : Arraj’u artinya adalah kembali atau mengembalikan, jika mengacu pada air maka langit memiliki kemampuan mengembalikan air kebumi (hujan) seteleh sebelumnya terjadi penguapan yang menyebabkan air terangkat ke langit, sedangkan bahasa arab hujan adalah mathar, kenapa ayat diatas memakai kata “ar-raj’u” karena langit tidak hanya memiliki kemampuan mengembalikan air (hujan), tetapi juga kemampuan mengembalikan (memantulkan kembali) sinyal-sinyal radio kebumi, dll sebagaimana yang dijelaskan dibawah ini]

    Kata yang ditafsirkan sebagai “mengandung hujan” dalam terjemahan Al Qur’an ini juga bermakna “mengirim kembali” atau “mengembalikan”.

    Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi “pengembalian” dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.

    Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.

    Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

    Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.

    Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.

    Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur’an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah.
    Wahai orang-orang kafir janganlah kalian berpaling dari kebenaran walaupun telah nyata.Ingatlah!Dunia ini hanya tempat kediaman yg sementara.Akherat jualah tempat kediaman yg abadi dan kekal selama-lamanya.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak/layak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.

  53. ilham othmany Says:

    Rahasia Besi

    Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:

    “�Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al Qur’an, 57:25)

    Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

    Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

    Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

    Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

    Wahai orang-orang kafir.Allah telah menunjukkan mukjizat Al Quran dengan nyata.Mengapakah kalian masih berdegil dengan Allah?Berimanlah sebelum terlambat.Dunia ini hanya sementara.Akherat jualah tempat kediaman yg kekal abadi selama-lamanya.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak dan layak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.

  54. ilham othmany Says:

    Ini satu lagi mukjizat al quran sebagai bukti konkrit al quran itu kitab dari Allah.

    Penciptaan yang Berpasang-Pasangan
    “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Al Qur’an, 36:36)

    Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parit�”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

    “�setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan � � dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

    Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan. ( http://www.2think.org/nothingness.html , Henning Genz � Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)
    Kalau dunia ini dipenuhi oleh butiran-butiran kacang lalu diambil oleh seekor burung lalu dibawa ke satu tempat yg jaraknya 1000 tahun perjalanan sebiji demi sebiji,lama kelamaan biji2 kacang tersebut akan habis,tetapi kepanasan api nereka yg mesti dimasuki oleh orang-orang yang kafir daripada agama Islam tidak akan habis habis.Mereka akan kekal abadi di dalamnya selama-lamanya.Na’uuzubillaahi min zaalik-Semoga dijauhkan.Wahai sekelian orang-orang kafir,tangisi nasibmu.Cepatlah kamu sedar.Masuklah ke dalam agama Islam segera.Berlakulah adillah terhadap diri-diri kalian yg malang.Maut pasti datang bila-bila.Daku peringati kalian utk yg kesekian kalinya.Ucapkanlah Tidaka ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.Pasti kamu akan berjaya.

  55. ilham othmany Says:

    Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.
    Tapi ada perkecualian; Al Qur’an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

    “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 22:47)

    “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 32:5)

    “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (Al Qur’an, 70:4)

    Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:

    “Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.” (Al Qur’an, 23:122-114)

    Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur’an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur’an adalah Kitab Suci.
    Kalau dunia ini dipenuhi oleh butiran-butiran kacang lalu diambil oleh seekor burung lalu dibawa ke satu tempat yg jaraknya 1000 tahun perjalanan sebiji demi sebiji,lama kelamaan biji2 kacang tersebut akan habis,tetapi kepanasan api nereka yg mesti dimasuki oleh orang-orang yang kafir daripada agama Islam tidak akan habis habis.Mereka akan kekal abadi di dalamnya selama-lamanya.Na’uuzubillaahi min zaalik-Semoga dijauhkan.Wahai sekelian orang-orang kafir,tangisi nasibmu.Cepatlah kamu sedar.Masuklah ke dalam agama Islam segera.Berlakulah adillah terhadap diri-diri kalian yg malang.Maut pasti datang bila-bila.Daku peringati kalian utk yg kesekian kalinya.Ucapkanlah Tidaka ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.Pasti kamu akan berjaya.

  56. ilham othmany Says:

    Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.
    Tapi ada perkecualian; Al Qur’an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

    “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 22:47)

    “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 32:5)

    “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (Al Qur’an, 70:4)

    Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:

    “Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.” (Al Qur’an, 23:122-114)

    Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur’an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur’an adalah Kitab Suci.
    —————————————–
    Lapisan-Lapisan Atmosfer

    Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur�an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.

    “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al Qur’an, 2:29)

    “Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” (Al Qur’an, 41:11-12)

    Kata “langit”, yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur�an, digunakan untuk mengacu pada “langit” bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.

    Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur�an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut:

    Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER. .
    (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)

    Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

    1. Troposfer

    2. Stratosfer

    3. Ozonosfer

    4. Mesosfer

    5. Termosfer

    6. Ionosfer

    7. Eksosfer

    Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, “� Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.

    Salah satu fungsi ini, misalnya, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

    Atmosfir bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfir. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfir.
    (http://muttley.ucdavis.edu/Book/Atmosphere/beginner/layers-01.html)

    Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur�an 1.400 tahun yang lalu.

    Bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah keberadaan atmosfir, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk hidup. Adalah fakta yang kini telah diterima bahwa atmosfir terdiri dari lapisan-lapisan berbeda yang tersusun secara berlapis, satu di atas yang lain. Persis sebagaimana dipaparkan dalam Al Qur�an, atmosfir terdiri dari tujuh lapisan. Ini pastilah salah satu keajaiban Al Qur�an.

    Wahai orang-orang kafir!Cepatlah bertobat.Setelah kalian mati,kalian akan dilupakan oleh orang-orang yg hidup.Hanyalah kebenaran yg akan dapat menyelamatkan kalian di ‘sana’ nanti.Ikutilah kebenaran.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad it5u utusan Allah pasti kamu berjaya.Sebelum kamu matipun kamu sudah dapat merasakan sendiri.Nggak percaya silahkan anda ucapkan.

  57. Adeng Hudaya Says:

    Berita terkini!!!

    Menteri Agama, Suryadarma Ali dalam sebuah kesempatan mengatakan bahwa Ahmadiyah itu adalah sebuah aliran yang sesat dan menyesatkan.

    Menurut saya, ini adalah pernyataan orang yang otaknya sudah teracuni oleh ayat-ayat fasis Qur’an. Biar sudah jadi menteri agama, yang seharusnya mengayomi semua pemeluk agama dan pemeluk aliran kepercayaan, eh…..TETAP JADI FASIS JUGA DIA.

    Sekarang coba kita buat perbandingan sederhana saja antara Muhammad (pendiri Islam) dengan Mirza Ghulam Ahmad (pendiri Ahmadiyah)

    Muhammad:
    Pedofil (korban: Aisyah)
    Pemerkosa (korban: Safiyah dan Rihanna)
    Pembunuh sadis (korban: 900 kepala bani Qurayza, Fatimah Bint Rabiyah, dlsb)
    Perampok harta kafir
    Ngembat isteri anak sendiri (korban: Zainab isterinya Zaid)

    Sementara gue belum pernah tuh mendengar cerita mengenai kejahatan-kejahatan atau pun perbuatan maksiat yang dilakukan oleh Mirza Ghulam Ahmad.

    Nah…sekarang gue tanya ame elu semua ya: MENURUT ELU, SIAPA YANG PALING PANTAS DISEBUT SEBAGAI SEORANG NABI, MOMED ATAU GHULAM AHMAD?????

    Tolong jawab yang jujur ya.

    Trims…..

    1. ilham othmany Says:

      Apa ya yg salahnya dengan semua jawapan muslim?Kok masih belum paham?Ya,kalau salah ditujukin aja mana salahnya dong!Gwe kagak percaya kalau lho udah kehabisan modal.Tapi sukur yg mengulangi soalan yg sama cuman seorang.Yg lain udah paham kali.Mudah-mudahan ada yg udah jadi muallaf.

      1. ilham othmany Says:

        Kalau soalan siapa yg pantas disebut nabi itu gampang banget.Tentu saja nabi Muhammad.Menurut anda pula siapa?

      2. casper Says:

        kesalahan saudara di atas ini krna tdk pernah membaca al-quran dgn teliti..
        (bysa lah kristen)

        km mau kafir kurais menguasai bumi??
        apa jadinya jika nabi kita Muhammad s.a.w g ngehancurin kaum murtad???

        BERITA TERKINI….
        USKUP” MENCABULI ANAK” D BWAH UMUR DI KOTA VENESIA D ITALIA.

        tunjukkan ayat al-quran yg mengatakan bahwa muhammad yg memperkosa aisyah??
        wong aisyah sendri yg ngebet ma nabi.
        BEGO!

  58. ilham othmany Says:

    Al Qur�an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.

    “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (Al Qur’an, 21:31)

    Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.

    Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur�an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.

    Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.

    Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:

    Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)

    Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai “pasak”:

    “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (Al Qur’an, 78:6-7)

    Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.

    Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah “isostasi”. Isostasi bermakna sebagai berikut:

    Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster’s New Twentieth Century Dictionary, 2. edition “Isostasy”, New York, s. 975)

    Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur�an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.

    “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (Al Qur’an, 21:31)
    Allah swt tidak menunjukkan di dalam Al Quran melainkan kebenaran demi kebenaran.Di mana mukjizat nabi2 yg terdahulu semuanya lenyap bersama masa.Tapi bagi Nabi Muhammad mukjizatnya kekal utk disaksikan oleh semua manusia di sepanjang zaman.Oleh itu wahai orang-orang kafir semua kedegilan kalian utk menahan bakaran api neraka sungguh tidak berbaloi dan tidak setimpal.Jangan menetang Tuhan semesta alam.Kadang-kadang tidak menunggu hingga akherat.Malah sekarang juga Tuhan mampu menunjukkan balasannya.Bertobatlah dan ucaplah dengan penuh keikhlasan Sesungguhnya Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Ini bukan jaminan saya.Ini adalah jaminan Allah.Saya cuma menyampaikan.

  59. ilham othmany Says:

    Angin yang Mengawinkan

    Dalam sebuah ayat Al Qur�an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya.

    “Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)

    Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran “mengawinkan” dari angin dalam pembentukan hujan.

    Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:

    Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.

    Sebagaimana terlihat, angin �mengawinkan� uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.

    Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi.

    Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al Qur�an, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam�
    Maa syaa Allaah!Semakin jelas kemukjizatan Al Quran itu sesungguhnya ianya datang dari Allah Tuhan pencipta sekelian alam.Oleh itu wahai orang-orang kafir semua kedegilan kalian utk menahan bakaran api neraka sungguh tidak berbaloi dan tidak setimpal.Jangan menetang Tuhan semesta alam.Kadang-kadang tidak menunggu hingga akherat.Malah sekarang juga Tuhan mampu menunjukkan balasannya.Bertobatlah dan ucaplah dengan penuh keikhlasan Sesungguhnya Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Ini bukan jaminan saya.Ini adalah jaminan Allah.Saya cuma menyampaikan.

  60. ilham othmany Says:

    Lautan yang Tidak Bercampur Satu Sama Lain

    Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Qur�an sebagai berikut:

    “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing.” (Al Qur’an, 55:19-20)

    Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan “tegangan permukaan”, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)

    Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur�an.
    Sangatlah rugi,rugi,dan rugi bagi sesiapa sahaja yg diperlihatkan secara nyata kebenaran yg dapat menyelamatkan mereka dari azab yg berkekalan tetapi tetap mati sebagai orang yg tidak beriman.Tarikan-tarikan dunia dan setan menyebabkan manusia tidak jujur pada dirinya sendiri.Akan sampai ketikanya sesalan dan raungan akan menjadi tidak berguna lagiDi akherat nanti angan-angan utk meraih keselamatan akan kekal sebagai angan-angan yg abadi jika kita tidak bertindak dengansegera.Ayohlah orang-orang kafir dahului malaikat maut sebelum dia mendahului kalian.Siapa tahu sedang kalian duduk-duduk kalian disambar maut secara tiba-tiba.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah sekarang juga.Pasti kalian selamat.

  61. ilham othmany Says:

    Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan

    “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (Al Qur’an, 24:40)

    Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:

    Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)

    Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.

    Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan “gelap gulita di lautan yang dalam” digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur�an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.

    Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan�” mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur�an yang lain.

    Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang “terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.” Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)

    Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur’an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan pada hari ini.
    Wahai orang-orang kafir!Tidak sehari pun yg berlalu melainkan kuburan mengatakan “Akulah rumah kesepian..Akulah rumah kegelapan…Akulah rumah kesedihan…Akulah rumah yg penuh cacing dan ulat..”Kasihanilah diri kalian di sana nanti.Berimanlah kerana iman itu tidak sesusah mana.Apakah dengan beriman menjadikaqn kalian miskin?Tidak!Adakah dengan berimaqn akan menjadikan kalian jatuh sakit?Tidak!Kalian tidak akan hilang apa-apa dengan nberiman.Hanya perlu kalian ucapkan Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kuburan kalian nanti berobah menjadi taman-taman surga dan kalian akan tidur di dalamnya seumpama tidurnya penganten.Ya Allah jadikanlah kuburan kaum muslimin semuanya sebagai taman-taman surga dan jangan jadikan kuburan kami sebagai lobang-lobang neraka, Ya Allah !Amin ya Rabbal Alamin.

  62. ilham othmany Says:

    Kadar Hujan

    Fakta lain yang diberikan dalam Al Qur�an mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut;

    “Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (Al Qur’an, 43:11)

    Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut “ukuran atau kadar” tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.

    Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Al Qur�an.
    Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan pada hari ini.
    Wahai orang-orang kafir!Tidak sehari pun yg berlalu melainkan kuburan mengatakan “Akulah rumah kesepian..Akulah rumah kegelapan…Akulah rumah kesedihan…Akulah rumah yg penuh cacing dan ulat..”Kasihanilah diri kalian di sana nanti.Berimanlah kerana iman itu tidak sesusah mana.Apakah dengan beriman menjadikaqn kalian miskin?Tidak!Adakah dengan berimaqn akan menjadikan kalian jatuh sakit?Tidak!Kalian tidak akan hilang apa-apa dengan nberiman.Hanya perlu kalian ucapkan Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kuburan kalian nanti berobah menjadi taman-taman surga dan kalian akan tidur di dalamnya seumpama tidurnya penganten.Ya Allah jadikanlah kuburan kaum muslimin semuanya sebagai taman-taman surga dan jangan jadikan kuburan kami sebagai lobang-lobang neraka, Ya Allah !Amin ya Rabbal Alamin.

  63. ilham othmany Says:

    Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..

    Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, “bahan baku” hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.

    Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur�an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,

    “Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Al Qur’an, 30:48)

    Gambar di atas memperlihatkan butiran-butiran air yang lepas ke udara. Ini adalah tahap pertama dalam proses pembentukan hujan. Setelah itu, butiran-butiran air dalam awan yang baru saja terbentuk akan melayang di udara untuk kemudian menebal, menjadi jenuh, dan turun sebagai hujan. Seluruh tahapan ini disebutkan dalam Al Qur’an.

    Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

    TAHAP KE-1: “Dialah Allah Yang mengirimkan angin…”

    Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.

    TAHAP KE-2: �…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”

    Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

    TAHAP KE-3: “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”

    Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

    Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur�an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur�anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

    Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:

    “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Al Qur’an, 24:43)

    Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:

    TAHAP – 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.

    TAHAP – 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

    TAHAP – 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)

    Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.
    Wahai orang -orang yg kafir ingatlah kalian gak akan lama di dunia ini.Sebelum berlalu 40 tahun semua yg nongkrong di thread ini bakalan berada di bawah tanah!Hanya kebenaran yg dapat menyelamatkan kita semua.Ikutilah kebenaran itu.Ucapkanlah sesungguhnya Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Kalian pasti akan berjaya.

  64. ilham othmany Says:

    Islam adalah agama pembawa damai, dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh.

    Buktinya ada dalam ayat-ayat di bawah ini:

    QS 8:12
    (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

    QS 47:4
    Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

    QS 9:123
    Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

    QS 4:89
    Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

    QS 9:5
    Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

    Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomer 260
    Diriwayatkan oleh Ikrima: “Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.”

    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!

    Bagaimana bisa menjadi orang yang baik, kalau dia diajarkan untuk memukul istrinya?

    QS 4:34
    Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

    Bahkan mengurung istrinya sampai mati:

    QS 4:15
    Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk tidak setia pada istrinya?

    QS 4:3
    Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk memperlakukan istri sebagai barang konsumsi yang bisa digonta-ganti bila bosan?

    QS 4:20
    Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk bersikap paranoid dan penuh curiga terhadap sesamanya?

    QS 3:118
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

    QS 2:120
    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

    QS 3:100
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

    QS 3:149
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

    QS 3:69
    Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

    Tanya: Jadi apa kesimpulan Bapak?

    Jawab: Islam semakin diamalkan, akan semakin merusak penganutnya. Semakin kaffah keislaman seorang muslim, akan semakin buruk kepribadiannya. Dia akan menjadi suka poligami, pedofili meniru sunnah Rasul, tidak setia pada istrinya, mudah marah, membenci kafir, dan memiliki semangat membunuh yang tinggi.

    Intinya, bila kamu ingin menjadi orang baik, maka tinggalkan Islam.

    Bila kamu tetap ingin ber-Islam namun menjadi orang baik, maka janganlah menjadi MUSLIM SEJATI. Menjadi muslim sejati berarti kamu merubah dirimu menjadi JAHAT.

    Islam pada dasarnya sebuah penyakit yang mesti ditinggalkan, tidak bisa tidak.

    1. casper Says:

      wow hebat sekali sekali “BODOHNYA”
      skrg lo blg islam membabi buta??????

      tanya de ma dri loe,,,,
      yg membabibuta membunuh tu banyak mna
      kristen to islam?????

      islam mengajarkan jika km tdk bsa berlaku adil pd istrimu maka jgn km kawini,,, ayat itu sbuah adlh pilihn klo bs adil y boleh kwin lbh dr 1,,,
      klo g bs y jgn…

      skrg kristen mengakui klo ad 24 nabi kecuali muhammad… N isa “(udh loe anggep tuhan)”

      gw tanya uda brp bnyk nabi yg pu’y istri lebih dri 1???????
      ko’ loe cm nitik beratkan k muhammad aj??

      bego…

  65. ilham othmany Says:

    Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak Kita

    “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (Al Qur’an, 96:15-16)

    Ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur’an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan:

    Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi�(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J. Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition, Philadelphia, Lea & Febiger , s. 410-411)

    Buku tersebut juga mengatakan:

    Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku menyerang�(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211)

    Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta.

    Jelas bahwa ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur’an sejak dulu.

    Wahai orang-orang kafir!Fikirkanlah!Jika kalian tidak berkuasa menahan tamparan dari seorang prajurit yg ganas dan kejam bagaimana kalian dapat menahan pukulan dari malaikat yg akan menyiksa memukuli kalian di alam barzakh nanti?Jika kalian tidak tertahan menanggung gigitan serangga yg kecil,bagaimana kalian dapat tahan dengan gigitan ular-ular.lipan dan kala diakherat nanti?Jika kalian tidak dapat menahan panasnya bahang mentari sewaktu di dunia ini bagaimana kalian dapat menahan bakaran api neraka yg dahsyat di akherat nanti.Bayangkan jika kalian mati sekarang.Apa bekalan yg kalian bawa diakherat padahal kalian berada dijalan yg sesat.Ayo!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.
    Islam adalah agama pembawa damai, dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh.

    Buktinya ada dalam ayat-ayat di bawah ini:

    QS 8:12
    (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

    QS 47:4
    Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

    QS 9:123
    Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

    QS 4:89
    Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

    QS 9:5
    Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

    Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomer 260
    Diriwayatkan oleh Ikrima: “Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.”

    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!

    Bagaimana bisa menjadi orang yang baik, kalau dia diajarkan untuk memukul istrinya?

    QS 4:34
    Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

    Bahkan mengurung istrinya sampai mati:

    QS 4:15
    Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk tidak setia pada istrinya?

    QS 4:3
    Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk memperlakukan istri sebagai barang konsumsi yang bisa digonta-ganti bila bosan?

    QS 4:20
    Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk bersikap paranoid dan penuh curiga terhadap sesamanya?

    QS 3:118
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

    QS 2:120
    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

    QS 3:100
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

    QS 3:149
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

    QS 3:69
    Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

    Tanya: Jadi apa kesimpulan Bapak?

    Jawab: Islam semakin diamalkan, akan semakin merusak penganutnya. Semakin kaffah keislaman seorang muslim, akan semakin buruk kepribadiannya. Dia akan menjadi suka poligami, pedofili meniru sunnah Rasul, tidak setia pada istrinya, mudah marah, membenci kafir, dan memiliki semangat membunuh yang tinggi.

    Intinya, bila kamu ingin menjadi orang baik, maka tinggalkan Islam.

    Bila kamu tetap ingin ber-Islam namun menjadi orang baik, maka janganlah menjadi MUSLIM SEJATI. Menjadi muslim sejati berarti kamu merubah dirimu menjadi JAHAT.

    Islam pada dasarnya sebuah penyakit yang mesti ditinggalkan, tidak bisa tidak.

    1. ilham othmany Says:

      Ck ck ck ck…

      1. Rindu.Rosul Says:

        Islam adalah agama pembawa damai, dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh.

        Buktinya ada dalam ayat-ayat di bawah ini:

        QS 8:12
        (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

        QS 47:4
        Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

        QS 9:123
        Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

        QS 4:89
        Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

        QS 9:5
        Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

        Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomer 260
        Diriwayatkan oleh Ikrima: “Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.”

        Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
        Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

        Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
        Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!

        Bagaimana bisa menjadi orang yang baik, kalau dia diajarkan untuk memukul istrinya?

        QS 4:34
        Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

        Bahkan mengurung istrinya sampai mati:

        QS 4:15
        Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

        Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk tidak setia pada istrinya?

        QS 4:3
        Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

        Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk memperlakukan istri sebagai barang konsumsi yang bisa digonta-ganti bila bosan?

        QS 4:20
        Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

        Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk bersikap paranoid dan penuh curiga terhadap sesamanya?

        QS 3:118
        Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

        QS 2:120
        Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

        QS 3:100
        Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

        QS 3:149
        Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

        QS 3:69
        Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

        Tanya: Jadi apa kesimpulan Bapak?

        Jawab: Islam semakin diamalkan, akan semakin merusak penganutnya. Semakin kaffah keislaman seorang muslim, akan semakin buruk kepribadiannya. Dia akan menjadi suka poligami, pedofili meniru sunnah Rasul, tidak setia pada istrinya, mudah marah, membenci kafir, dan memiliki semangat membunuh yang tinggi.

        Intinya, bila kamu ingin menjadi orang baik, maka tinggalkan Islam.

        Bila kamu tetap ingin ber-Islam namun menjadi orang baik, maka janganlah menjadi MUSLIM SEJATI. Menjadi muslim sejati berarti kamu merubah dirimu menjadi JAHAT.

        Islam pada dasarnya sebuah penyakit yang mesti ditinggalkan, tidak bisa tidak

  66. ilham othmany Says:

    Kelahiran Manusia

    Terdapat banyak pokok persoalan yang disebutkan dalam Al-Qur’an yang mengundang manusia untuk beriman. Kadang-kadang langit, kadang-kadang hewan, dan kadang-kadang tanaman ditunjukkan sebagai bukti bagi manusia oleh Allah. Dalam banyak ayat, orang-orang diseru untuk mengalihkan perhatian mereka ke arah proses terciptanya mereka sendiri. Mereka sering diingatkan bagaimana manusia sampai ke bumi, tahap-tahap mana yang telah kita lalui, dan apa bahan dasarnya:

    “Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?” (Al Qur’an, 56:57-59)

    Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

    1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya
    (spermazoa).

    2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.

    3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.

    4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

    Orang-orang yang hidup pada zaman kala Al Qur’an diturunkan, pasti mengetahui bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual. Fakta bahwa bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas itu berada jauh di luar pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu. Ini baru disahihkan oleh ilmu pengetahuan abad ke-20.
    Wahai orang-orang kafir! Kalau dunia ini dipenuhi oleh butiran-butiran kacang lalu diambil oleh seekor burung lalu dibawa ke satu tempat yg jaraknya 1000 tahun perjalanan sebiji demi sebiji,lama kelamaan biji2 kacang tersebut akan habis,tetapi kepanasan api nereka yg mesti dimasuki oleh orang-orang yang kafir daripada agama Islam tidak akan habis habis.Mereka akan kekal abadi di dalamnya selama-lamanya.Na’uuzubillaahi min zaalik-Semoga dijauhkan.Wahai sekelian orang-orang kafir,tangisi nasibmu.Cepatlah kamu sedar.Masuklah ke dalam agama Islam segera.Berlakulah adillah terhadap diri-diri kalian yg malang.Maut pasti datang bila-bila.Daku peringati kalian utk yg kesekian kalinya.Ucapkanlah Tidaka ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.Pasti kamu akan berjaya.

  67. ilham othmany Says:

    Setetes Mani

    Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :

    “Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (Al Qur’an, 75:36-37)

    Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.

    Dari keseluruhan sperma berjumlah sekitar 250 juta yang dipancarkan dari tubuh pria, hanya sedikit sekali yang berhasil mencapai sel telur. Sperma yang akan membuahi sel telur hanyalah satu dari seribu sperma yang mampu bertahan hidup. Fakta bahwa manusia tidak diciptakan dengan menggunakan keseluruhan air mani, tapi hanya sebagian kecil darinya, dinyatakan dalam Al Qur’an dengan ungkapan, “setetes mani yang ditumpahkan”.
    Wahai orang-orang kafir!Jangan kalian menangguh-nangguh utk bertobat.Semakin kalian menangguh semakin sukarlah kalian utk keluar dari belenggu kekafiran.Kekafiran itu seumpama pohon yg hidup yg terus membesar dari sehari ke sehari.Semakin lama dibiarin semakin sukar dicabut!Ingat,selagi anda kafir apa yg menunggu kalian di alam ‘sana’.Kekafiran itu juga seumpama ‘kuman’ yg immune terhadap obat(nasihat/ilmu).Tatkala pertama kali kamu sedar dari kekafiran kamu itulah kamu mesti segera menghapuskan kekafiran itu.Sekiranya kamu lengah,maka kekafiran itu akan immune terhadap obat yg dahulu sehingga memerlukan obat yg lebih kuat dan sehingga akhirnya tidak ada obat lagi yg dapat membunuh kekafiran yg ada dalam diri kalian.Ketika itu maka termetrilah nasib kalian yg sebenar-benarnya utk mati dalam kekafiran.Wal iyaazubillaah-Semoga dijauhkan Allah.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah,pasti kalian berjaya.Jangan bertangguh kebanyakan tangisan ahli-aqhli neraka adalah dari sebab menangguh-nangguh.Oh Ya Allah…Hidayah Ya Allah…Hidayah Ya Allah…hambamu perlukan hidayah ya Allah..Kurniakanlah mereka hidayah Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..Ya Allaaaah…Yaa…

  68. ilham othmany Says:

    Campuran Dalam Air Mani

    Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

    Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:

    “Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” (Al Qur’an, 76:2)

    Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari “bahan campuran” ini:

    “Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (Al Qur’an, 32:7-8)

    Kata Arab “sulala”, yang diterjemahkan sebagai “sari”, berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti “bagian dari suatu kesatuan”. Ini menunjukkan bahwa Al Qur’an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.
    Wahai orang-orang kafir!Cepatlah bertobat.Setelah kalian mati,kalian akan dilupakan oleh orang-orang yg hidup.Hanyalah kebenaran yg akan dapat menyelamatkan kalian di ‘sana’ nanti.Ikutilah kebenaran.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad it5u utusan Allah pasti kamu berjaya.Sebelum kamu matipun kamu sudah dapat merasakan sendiri.Nggak percaya silahkan anda ucapkan.

  69. ilham othmany Says:

    Jenis Kelamin Bayi

    Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur’an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan “dari air mani apabila dipancarkan”.

    “Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (Al Qur’an, 53:45-46)

    Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

    Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

    Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

    Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.

    Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.

    Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur’an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.

    Wahai orang -orang yg kafir ingatlah kalian gak akan lama di dunia ini.Sebelum berlalu 40 tahun semua yg nongkrong di thread ini bakalan berada di bawah tanah!Hanya kebenaran yg dapat menyelamatkan kita semua.Ikutilah kebenaran itu.Ucapkanlah sesungguhnya Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Kalian pasti akan berjaya.


  70. Jika kita terus mempelajari fakta-fakta yang diberitakan dalam Al Qur’an mengenai pembentukan manusia, sekali lagi kita akan menjumpai keajaiban ilmiah yang sungguh penting.

    Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot” dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging”. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.

    Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya. (Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur’an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur’an and Sunnah, s. 36)

    Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur’an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata “‘alaq” dalam Al Qur’an:

    “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (Al Qur’an, 96:1-3)

    Arti kata “‘alaq” dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.

    Tentunya bukanlah suatu kebetulan bahwa sebuah kata yang demikian tepat digunakan untuk zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur’an merupakan wahyu dari Allah, Tuhan Semesta Alam.

    Sepertimana nikmat kesihatan itu tidak dapat disadari melainkan oleh orang-orang yg sakit,begitu juga dengan nikmat kehidupan tidak disadari melainkan oleh orang-orang yg telah meninggal dunia.Oleh sebab itu hargailah kehidupan kalian.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg layak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah sebelum sampai masanya anda tidak dapat mengucapkannya lagi.Apa artinya penyesalan di saat tidak berguna lagi.


  71. Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.

    “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (Al Qur’an, 23:14)

    Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur’an adalah benar kata demi katanya.

    Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.

    Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:

    Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)

    Singkatnya, tahap-tahap pembentukan manusia sebagaimana digambarkan dalam Al Qur’an, benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.

    Tahapan-tahapan perkembangan bayi dalam rahim ibu dipaparkan dalam Al Qur’an. Sebagaiman diuraikan dalam ayat ke-14 surat Al Mu’minuun, jaringan tulang rawan pada embrio di dalam rahim ibu mulanya mengeras dan menjadi tulang keras. Lalu tulang-tulang ini dibungkus oleh sel-sel otot. Allah menjelaskan perkembangan ini dalam ayat: “�dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging”.
    Wahai orang-orang kafir Ucapkan Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Hanya kebenaran yg dapat menyelamatkan kita semua.Amin.

    1. Rindu.Rosul Says:

      Islam adalah agama pembawa damai, dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh SWT.

      Buktinya ada dalam ayat-ayat di bawah ini:

      QS 8:12
      (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

      QS 47:4
      Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

      QS 9:123
      Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

      QS 4:89
      Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

      QS 9:5
      Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

      Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomer 260
      Diriwayatkan oleh Ikrima: “Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.”

      Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
      Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

      Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
      Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!

      Bagaimana bisa menjadi orang yang baik, kalau dia diajarkan untuk memukul istrinya?

      QS 4:34
      Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

      Bahkan mengurung istrinya sampai mati:

      QS 4:15
      Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

      Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk tidak setia pada istrinya?

      QS 4:3
      Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

      Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk memperlakukan istri sebagai barang konsumsi yang bisa digonta-ganti bila bosan?

      QS 4:20
      Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

      Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk bersikap paranoid dan penuh curiga terhadap sesamanya?

      QS 3:118
      Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

      QS 2:120
      Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

      QS 3:100
      Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

      QS 3:149
      Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

      QS 3:69
      Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

      Tanya: Jadi apa kesimpulan Bapak?

      Jawab: Islam semakin diamalkan, akan semakin merusak penganutnya. Semakin kaffah keislaman seorang muslim, akan semakin buruk kepribadiannya. Dia akan menjadi suka poligami, pedofili meniru sunnah Rasul, tidak setia pada istrinya, mudah marah, membenci kafir, dan memiliki semangat membunuh yang tinggi.

      Intinya, bila kamu ingin menjadi orang baik, maka tinggalkan Islam.

      Bila kamu tetap ingin ber-Islam namun menjadi orang baik, maka janganlah menjadi MUSLIM SEJATI. Menjadi muslim sejati berarti kamu merubah dirimu menjadi JAHAT.

      Islam pada dasarnya sebuah penyakit yang mesti ditinggalkan, tidak bisa tidak.

      1. Rindu.Rosul Says:

        Islam adalah agama pembawa damai, dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh…..

        Buktinya ada dalam ayat-ayat di bawah ini:

        QS 8:12
        (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

        QS 47:4
        Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

        QS 9:123
        Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

        QS 4:89
        Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

        QS 9:5
        Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

        Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomer 260
        Diriwayatkan oleh Ikrima: “Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.”

        Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
        Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

        Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
        Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!

        Bagaimana bisa menjadi orang yang baik, kalau dia diajarkan untuk memukul istrinya?

        QS 4:34
        Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

        Bahkan mengurung istrinya sampai mati:

        QS 4:15
        Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

        Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk tidak setia pada istrinya?

        QS 4:3
        Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

        Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk memperlakukan istri sebagai barang konsumsi yang bisa digonta-ganti bila bosan?

        QS 4:20
        Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

        Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk bersikap paranoid dan penuh curiga terhadap sesamanya?

        QS 3:118
        Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

        QS 2:120
        Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

        QS 3:100
        Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

        QS 3:149
        Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

        QS 3:69
        Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

        Tanya: Jadi apa kesimpulan Bapak?

        Jawab: Islam semakin diamalkan, akan semakin merusak penganutnya. Semakin kaffah keislaman seorang muslim, akan semakin buruk kepribadiannya. Dia akan menjadi suka poligami, pedofili meniru sunnah Rasul, tidak setia pada istrinya, mudah marah, membenci kafir, dan memiliki semangat membunuh yang tinggi.

        Intinya, bila kamu ingin menjadi orang baik, maka tinggalkan Islam.

        Bila kamu tetap ingin ber-Islam namun menjadi orang baik, maka janganlah menjadi MUSLIM SEJATI. Menjadi muslim sejati berarti kamu merubah dirimu menjadi JAHAT.

        Islam pada dasarnya sebuah penyakit yang mesti ditinggalkan, tidak bisa tidak.

  72. ilham othmany Says:

    Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim

    Dalam ayat ke-6 surat Az Zumar, disebutkan bahwa manusia diciptakan dalam rahim ibu dalam tiga kegelapan. Embriologi modern telah mengungkap bahwa perkembangan ebriologi bayi terjadi pada tiga daerah yang berbeda dalam rahim ibu.
    Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

    “… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Al Qur’an, 39:6)

    Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:

    “Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.” (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)

    Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:

    – Tahap Pre-embrionik

    Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.

    – Tahap Embrionik

    Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.

    – Tahap fetus

    Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.

    Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur’an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur’an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur’an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.

    Wahai orang-orang kafirbertobatlah kalian semua.Sesungguhnya azab Allah yg bakal kita deritai itu nanti sangatlah dahsyat.Kebumikanlah kekafiran kalian itu sebelum kalian dikebumikan.Hanya kebenaranlah yg menyelamatkan kita.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian selamat.

  73. ilham othmany Says:

    Air Susu Ibu

    Air susu ibu adalah suatu campuran ciptaan Allah yang luar biasa dan tak tertandingi sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir, dan sebagai zat yang meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Bahkan makanan bayi yang dibuat dengan teknologi masa kini tak mampu menggantikan sumber makanan yang menakjubkan ini.

    Setiap hari ditemukan satu manfaat baru air susu ibu bagi bayi. Salah satu fakta yang ditemukan ilmu pengetahuan tentang air susu ibu adalah bahwa menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh amat bermanfaat. (Rex D. Russell, Design in Infant Nutrition, http:// www. icr.org/pubs/imp-259.htm)

    Allah memberitahu kita informasi penting ini sekitar 14 abad yang lalu, yang hanya diketahui melalui ilmu pengetahuan baru-baru ini, dalam ayat-Nya “�menyapihnya dalam dua tahun�”.

    “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Al Qur’an, 31:14)

    Wahai orang-orang kafir!Aduhai alangkah besarnya penyesalan kalian nanti di akherat.Ketika itu jika kalian menangis air mata darah sekalipun nasib kalian yg celaka nggak bakalan berobah.Ucapkanlah segera Tidak ada Tuhan yg layak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian akan berjaya.

  74. ilham othmany Says:

    Tanda Pengenal Manusia pada Sidik Jari

    Saat dikatakan dalam Al Qur’an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

    “Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.” (Al Qur’an, 75:3-4)

    Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.

    Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.

    Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur’an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

    Wahai orang-orang kafir!Dunia ini hanyalah tempat persinggahan yg sementara.Ingatlah sebaik-baik nasihat itu ialah nasihat dari mereka yg telah ‘pergi’.Jika anda mengenang mereka dan bertanya apa untung nasib mereka di sana pasti seakan-akan kita mendengar mereka mengatakan janganlah kalian ditipu oleh kehidupan dunia sepertimana ia menipuku.Sebagaimana kalian berhati-hati memilih makanan supaya tidak termakan makanan yg beracun,maka berhati-hatilah memilih agama.Islam sudah jelas dan sudah pasti kebenarannya.Maka ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan berjaya.

  75. ilham othmany Says:

    NYAMUK

    Sebagaimana yang telah disebutkan, dalam banyak ayat Al Quran Allah memerintahkan manusia untuk memperhatikan alam dan melihat “tanda-tanda” di dalamnya. Semua makhluk hidup dan tak hidup di alam semesta diliputi oleh tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka semua “diciptakan”, bahwa mereka menunjukkan kekuasaan, ilmu, dan seni dari “Pencipta” mereka. Manusia bertanggung jawab untuk mengenali tanda-tanda ini dengan menggunakan akal budinya, untuk memuliakan Allah.

    Walau semua makhluk hidup memiliki tanda-tanda ini, beberapa tanda dirujuk Allah secara khusus dalam Al Quran. Nyamuk adalah salah satunya. Di surat Al Baqarah ayat 26, nyamuk disebutkan:

    “Sesungguhnya, Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.”(Al Bagarah, ayat 26)

    Nyamuk sering dianggap sebagai makhluk hidup yang biasa dan tidak penting. Namun, ternyata nyamuk itu sangat berarti untuk diteliti dan dipikirkan sebab di dalamnya terdapat tanda kebesaran Allah. Inilah sebabnya “Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu”.

    Seekor nyamuk jantan yang telah cukup dewasa untuk kawin akan menggunakan antenanya-organ pendengar-untuk menemukan nyamuk betina. Fungsi antena nyamuk jantan berbeda dengan antena nyamuk betina. Bulu tipis di ujung antenanya sangat peka terhadap suara yang dipancarkan nyamuk betina. Tepat di sebelah organ seksual nyamuk jantan, terdapat anggota tubuh yang membantunya mencengkeram nyamuk betina ketika mereka melakukan perkawinan di udara. Nyamuk jantan terbang berkelompok, sehingga terlihat seperti awan. Ketika seekor betina memasuki kelompok tersebut, nyamuk jantan yang berhasil mencengkeram nyamuk betina akan melakukan perkawinan dengannya selama penerbangan. Perkawinan tidak berlangsung lama dan nyamuk jantan akan kembali ke kelompoknya setelah perkawinan. Sejak saat itu, nyamuk betina memerlukan darah untuk perkembangan telurnya.

    Perjalanan Luar Biasa Sang Nyamuk

    Pada umumnya, nyamuk dikenal sebagai pengisap dan pemakan darah. Hal ini ternyata tidak terlalu tepat, karena yang mengisap darah hanya nyamuk betina. Selain itu, nyamuk betina tidak membutuhkan darah untuk makan. Baik nyamuk jantan maupun betina hidup dari nektar bunga. Nyamuk betina mengisap darah hanya karena ia membutuhkan protein dalam darah untuk membantu telurnya berkembang. Dengan kata lain, nyamuk betina mengisap darah hanya untuk memelihara kelangsungan spesiesnya.

    Proses perkembangan nyamuk merupakan salah satu aspek yang paling mengesankan dan mengagumkan. Berikut ini adalah kisah singkat tentang transformasi makhluk hidup dari seekor larva renik melalui beberapa tahap menjadi seekor nyamuk:

    Telur nyamuk, yang berkembang dengan diberi makan darah, ditelurkan nyamuk betina di atas daun lembap atau kolam kering selama musim panas atau musim gugur. Sebelumnya, si induk memeriksa permukaan tanah secara menyeluruh dengan reseptor halus di bawah perutnya. Setelah menemukan tempat yang cocok, ia mulai bertelur. Telur-telur tersebut panjangnya kurang dari satu milimeter, tersusun dalam satu baris, secara berkelompok atau satu-satu. Beberapa spesies bertelur dalam bentuk tertentu, saling menempel sehingga menyerupai sampan. Sebagian kelompok telur ini bisa terdiri atas 300 telur.

    Telur-telur berwarna putih yang disusun rapi ini segera menjadi gelap warnanya, lalu menghitam dalam beberapa jam. Warna hitam ini memberikan perlindungan bagi larva, agar takterlihat oleh burung atau serangga lain. Selain telur, warna kulit sebagian larva juga berubah sesuai dengan lingkungan, sehingga mereka lebih terlindungi.

    Larva berubah warna dengan memanfaatkan faktor-faktor tertentu melalui berbagai proses kimia rumit. Jelaslah, telur, larva, ataupun induk nyamuk tersebut tidak mengetahui proses-proses di balik perubahan warna dalam tahap perkembangan nyamuk. Tidak mungkin ia bisa membuat sistem ini. dengan kemampuan sendiri. Tidak mungkin pula sistem ini terbentuk secara kebetulan. Nyamuk telah diciptakan dengan sistem ini sejak mereka pertama kali muncul.

    Menetasnya Telur

    Seusai masa inkubasi, larva-larva mulai keluar dari telur secara hampir bersamaan. Larva, yang terus-menerus makan, tumbuh dengan cepat. Kulit mereka segera menjadi sempit, sehingga mereka tidak bisa tumbuh lebih besar lagi. Ini berarti sudah tiba saatnya untuk pergantian kulit yang pertama. Pada tahap ini, kulit yang keras dan rapuh ini mudah pecah. Larva nyamuk berganti kulit dua kali lagi sampai selesai berkembang.

    Metode makan larva pun menakjubkan. Larva membuat pusaran kecil di dalam air, dengan menggunakan dua anggota badan yang berbulu dan mirip kipas angin. Pusaran ini membuat bakteri atau mikroorganisme lainnya mengalir ke mulutnya. Sambil bergantung terjungkir di dalam air, larva bernapas melalui pipa udara yang mirip “snorkel” yang digunakan para penyelam. Tubuhnya mengeluarkan cairan kental yang mencegah masuknya air ke lubang yang digunakannya untuk bernapas. Singkatnya, makhluk hidup ini dapat bertahan hidup melalui banyak keseimbangan rumit yang berhubungan timbal-balik dan saling mempengaruhi. Jika tidak memiliki pipa udara, ia tidak akan mampu bertahan hidup. Jika tidak ada cairan kental, pipa pernapasannya akan dipenuhi air. Pembentukan dua sistem ini pada dua waktu yang berbeda akan menyebabkan kematian pada tahap ini. Ini menunjukkan bahwa keseluruhan sistem nyamuk tersebut itu utuh sejak awal. Dengan kata lain, ia telah diciptakan.

    Larva berganti kulit sekali lagi. Pergantian yang terakhir ini agak berbeda dengan sebelumnya. Pada tahap ini, larva memasuki tahap pendewasaan terakhir, yaitu tahap kepompong. Kepompong yang mereka tempati menjadi sangat sempit. Ini berarti sudah tiba saatnya bagi larva untuk keluar dari kepompong. Makhluk yang keluar dari kepompong ini sedemikian berbeda, sehingga sulit dipercaya bahwa kedua wujud ini adalah dua fase perkembangan dari satu makhluk yang sama. Sebagaimana yang terlihat, proses perubahan ini terlalu rumit dan sulit untuk dirancang baik oleh larva ataupun nyamuk betina�.

    Selama tahap terakhir perkembangan ini, larva menghadapi bahaya terputusnya pernapasan, sebab lubang pernapasannya yang mencapai permukaan air melalui pipa udara akan tertutup. Sejak tahap ini, pernapasan nyamuk tidak lagi menggunakan lubang ini, tetapi melalui dua pipa yang baru saja muncul pada bagian depan tubuhnya. Oleh karena itulah, pipa-pipa ini tersembul di permukaan air sebelum pergantian kulit. Nyamuk dalam kepompong ini sekarang telah dewasa. Ia siap terbang, lengkap dengan semua organ dan organelnya, seperti antena, tubuh, kaki, dada, sayap, perut, dan matanya yang besar.

    Kepompong tersebut tersobek di bagian atas. Bahaya terbesar pada tahap ini adalah bocornya air ke dalam kepompong. Akan tetapi, bagian atas kepompong yang tersobek ini ditutupi suatu cairan kental khusus, yang berfungsi melindungi kepala nyamuk dari sentuhan air. Ini saat yang sangat penting. Karena ia dapat jatuh ke air dan mati akibat tiupan angin, nyamuk harus memanjat ke atas air dan hanya kakinya yang boleh menyentuh permukaan air. Ia berhasil.

    Bagaimana nyamuk pertama kali mendapatkan “kemampuan” bertransformasi seperti ini? Mungkinkah sebuah larva “memutuskan” untuk berubah menjadi seekor nyamuk setelah berganti kulit tiga kali? Tentu tidak! Sangatlah jelas bahwa makhluk hidup mungil ini, yang dijadikan perumpamaan oleh Allah, telah diciptakan sedemikian secara khusus.

    Sistem Pernapasan

    Dalam sistem pernapasannya, larva mengisap udara dengan menggunakan pipa berongga yang didorong ke atas permukaan air. Sementara itu, larva menggantung terjungkir di bawah air. Suatu cairan kental mencegah masuknya air ke lubang yang digunakan larva untuk bernapas.

    Gnats during their pupal stages = Nyamuk dalam tahap kepompong

    Ketika nyamuk keluar dari air, kepalanya tidak boleh menyentuh air sama sekali. Jika tidak bernapas satu saat saja, napasnya akan terputus. Angin sepoi atau riak kecil pada permukaan air pun dapat berakibat fatal bagi nyamuk.

    Bagaimana Nyamuk Mengindra Dunia Luar?
    Nyamuk dilengkapi dengan penerima panas yang sangat peka. Mereka mengindra segala sesuatu di sekitar mereka dalam berbagai warna menurut panasnya, sebagaimana terlihat pada gambar di sebelah kanan. Karena pengindraannya tidak bergantung pada cahaya, nyamuk sangat mudah menentukan letak pembuluh darah dalam ruangan yang gelap sekalipun. Penerima panas pada nyamuk cukup peka untuk mendeteksi perbedaan suhu hingga sekecil 1/1000 C.

    Teknik Mengisap Darah Yang Menakjubkan

    Teknik nyamuk untuk mengisap darah ini bergantung pada sistem kompleks yang mengatur kerja sama antara berbagai struktur yang sangat terperinci.

    Setelah mendarat pada sasaran, mula-mula nyamuk mendeteksi sebuah titik dengan bibir pada belalainya. Sengat nyamuk yang mirip alat suntik ini dilindungi bungkus khusus yang membuka selama proses pengisapan darah.

    Tidak seperti anggapan orang, nyamuk tidak menusuk kulit dengan cara menghunjamkan belalainya dengan tekanan. Di sini, tugas utama dilakukan oleh rahang atas yang setajam pisau dan rahang bawah yang memiliki gigi yang membengkok ke belakang. Nyamuk menggerakkan rahang bawah maju-mundur seperti gergaji dan mengiris kulit dengan bantuan rahang atas. Ketika sengat diselipkan melalui irisan pada kulit ini dan mencapai pembuluh darah, proses pengeboran berakhir. Sekarang waktunya nyamuk mengisap darah.

    Namun, sebagaimana kita ketahui, luka seringan apa pun pada pembuluh darah akan menyebabkan tubuh manusia mengeluarkan enzim yang membekukan darah dan menghentikan kebocoran. Enzim ini tentunya menjadi masalah bagi nyamuk, sebab tubuh manusia juga akan segera bereaksi membekukan darah pada lubang yang dibuat nyamuk dan menutup luka tersebut. Artinya, nyamuk tidak akan bisa mengisap darah lagi.

    Akan tetapi, masalah ini dapat diatasi. Sebelum mulai mengisap darah, ia menyuntikkan cairan khusus dari tubuhnya ke dalam irisan yang telah terbuka. Cairan ini menetralkan enzim pembeku darah. Maka, nyamuk dapat mengisap darah yang ia butuhkan tanpa terjadi pembekuan darah. Rasa gatal dan bengkak pada titik yang digigit nyamuk diakibatkan oleh cairan pencegah pembekuan darah ini.

    Ini tentulah sebuah proses yang luar biasa dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan berikut:

    1. Bagaimana nyamuk tahu dalam tubuh manusia ada enzim pembeku?

    2. Untuk memproduksi cairan penetral enzim tersebut, nyamuk perlu mengetahui struktur kimianya. Bagaimana ini bisa terjadi?

    3. Andaipun entah bagaimana nyamuk mendapatkan pengetahuan itu (!), bagaimana ia memproduksi cairan tersebut dalam tubuhnya sendiri dan membuat “rantai teknis” yang dibutuhkan untuk mentransfer cairan tersebut ke belalainya?Jawaban semua pertanyaan ini telah jelas: tidak mungkin nyamuk bisa melakukan semua hal di atas. Ia tidak pula memiliki akal, ilmu kimia, ataupun lingkungan “laboratorium” yang diperlukan untuk memproduksi cairan tersebut. Yang kita bicarakan adalah seekor nyamuk yang hanya beberapa milimeter panjangnya, tanpa akal ataupun kecerdasan, itu saja!

    Jelaslah bahwa Allah, Tuhan dari langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, telah menciptakan nyamuk dan manusia, dan memberikan kemampuan-kemampuan luar biasa dan menakjubkan tersebut kepada nyamuk.

    “Segala sesuatu yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahabesar, Maha Bijaksana. Kekuasaan dari langit dan bumi adalah miliknya. Ia memberikan hidup dan menjadikan mati. Ia memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.” (QS. Al Hadid: 1-2)

    Dengan perumpamaan nyamuk tersebut Allah menarik perhatian manusia bahawa dalam kejadian makhluk yg kecil pun terdapat tanda2 kebesaranNya yang tidak sepantasnya diabaikan oleh manusia.Padahal secara kasat mata apalah yg ada pada seekor nyamuk?Tetapi Al Quran adalah datangnya dari Tuhan dan pemberitaannya samasekali diluar skop pemikiran manusia biasa.Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah sesungguhnya tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya dengan kejayaan yg kekal abadi.

  76. ilham othmany Says:

    LEBAH MADU

    “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,” kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
    (QS. An-Nahl: 68-69)

    Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-sifat luar biasa dari penghasilnya, yaitu lebah madu.

    Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah nektar, yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh karena itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru-yaitu madu-dan menyimpannya untuk musim dingin mendatang.

    Sungguh menarik untuk dicermati bahwa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya mereka butuhkan. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah: mengapa lebah tidak menghentikan produksi berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan energi? Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam kata “wahyu” yang telah diberikan kepada lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.

    Lebah memproduksi madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya dan sapi yang memproduksi susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.

    Organisasi Yang Luar Biasa Dalam Sarang Lebah

    Kehidupan lebah di sarang dan produksi madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama “kehidupan sosial” lebah. Lebah harus melaksanakan banyak “tugas” dan mereka mengatur semua ini dengan organisasi yang luar biasa.

    Pengaturan kelembapan dan ventilasi: Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki kualitas perlindungan tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan kualitas perlindungan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang harus 35 C selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga ventilasi.

    Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur ventilasi sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada struktur kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang standar, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah ventilator yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.

    Sistem ventilasi ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.

    Sistem kesehatan: Upaya lebah untuk menjaga kualitas madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat sistem pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan bakteri. Tujuan utama sistem ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteri. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah bereaksi untuk mengusirnya dari sarang.

    Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari sarang, digunakan mekanisme pertahanan lain. Lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka memproduksi suatu zat yang disebut “propolis” (resin lebah) untuk pembalsaman. Resin lebah ini diproduksi dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada resin yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia. Resin lebah juga digunakan untuk menambal keretakan pada sarang. Setelah ditambalkan pada retakan, resin tersebut mengering ketika bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras. Dengan demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam semua pekerjaan mereka.

    Sampai di sini, berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran. Propolis mencegah bakteri apa pun hidup di dalamnya. Ini membuat propolis ideal untuk pembalsaman. Bagaimana lebah mengetahui bahwa zat tersebut ideal? Bagaimana lebah memproduksi suatu zat, yang hanya bisa diproduksi manusia dalam laboratorium dan menggunakan teknologi, dengan pemahaman ilmu kimia? Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga yang mati dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah hal ini?

    Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.

    Penyimpanan Maksimal Dengan Bahan Minimal

    Sarang yang dibangun lebah dapat menampung 80 ribu lebah yang hidup dan bekerja bersama-sama, dengan menggunakan sedikit bagian dari lilin lebah.

    Sarang tersebut tersusun atas sarang madu berdinding lilin lebah, dengan ratusan sel-sel kecil pada kedua permukaannya. Semua sel sarang madu berukuran sama persis. Keajaiban teknik ini dicapai melalui kerja kolektif ribuan lebah. Lebah menggunakan sel-sel ini untuk menyimpan makanan dan memelihara lebah muda.

    Selama jutaan tahun, lebah telah menggunakan struktur segi enam untuk membangun sarangnya. (Sebuah fosil lebah yang berusia 100 juta tahun telah ditemukan). Sungguh menakjubkan bahwa mereka memilih struktur segi enam, bukan segi delapan atau segi lima. Ahli matematika memberikan alasannya: “struktur segi enam adalah bentuk geometris yang paling cocok untuk memanfaatkan setiap area unit secara maksimum”. Jika sel-sel sarang madu dibangun dengan bentuk lain, akan terdapat area yang tidak terpakai, sehingga lebih sedikit madu yang bisa disimpan dan lebih sedikit lebah yang mendapatkan manfaatnya.

    Pada kedalaman yang sama, bentuk sel segi tiga atau segi empat dapat menampung jumlah madu yang sama dengan sel segi enam. Akan tetapi, dari semua bentuk geometris tersebut, segi enam memiliki keliling yang paling pendek. Kendatipun memiliki volume yang sama, jumlah lilin yang diperlukan untuk membangun sel segi enam lebih sedikit daripada untuk membangun sel segi tiga atau segi empat.

    Kesimpulannya: sel berbentuk segi enam memerlukan jumlah lilin paling sedikit dalam pembangunannya, dan menyimpan madu paling banyak. Lebah tentu tidak akan mampu menghitung ini, yang hanya dapat dilakukan manusia dengan perhitungan geometris yang rumit. Hewan kecil ini menggunakan bentuk segi enam secara fitrah, hanya karena mereka diajari atau “diilhami” oleh Tuhan mereka.

    Desain sel segi enam ini sangat praktis dalam banyak hal. Sel-sel tersebut pas saat disusun dan menggunakan satu dinding bersama-sama. Sekali lagi, hal ini menjamin penyimpanan maksimal dengan lilin minimal. Kendatipun agak tipis, dinding sel ini cukup kuat untuk menahan berat beberapa kali lebih besar dari beratnya sendiri.

    Selain pada dinding sisi sel, lebah juga menggunakan prinsip penghematan maksimal ini ketika membangun ujung-ujung bagian bawah.

    Sarang dibuat seperti sebuah potongan pipih dengan dua baris sel yang saling membelakangi. Dalam hal ini, terjadi masalah pada titik pertemuan dua sel. Masalah ini diselesaikan dengan cara membangun permukaan bawah sel dengan menggabungkan tiga bujur sangkar. Ketika tiga sel dibangun pada satu sisi sarang, permukaan bawah sel pada sisi lain pun otomatis terbentuk.

    Karena permukaan bawah tersusun dari plat-plat lilin bujur sangkar, bagian bawah sel-sel yang dibuat dengan cara ini jadi bertambah dalam. Ini berarti volume sel bertambah, dan berarti bertambah pula jumlah madu yang dapat disimpan.

    Ciri-Ciri Lain Sarang Madu

    Satu hal lain yang dipertimbangkan ketika membangun sarang madu adalah kemiringan sel. Dengan menaikkan kemiringan sel 13 pada kedua sisinya, lebah mencegah sel berposisi sejajar dengan tanah. Dengan demikian, madu tidak akan bocor dari mulut sel.

    Selagi bekerja, lebah madu saling bergelantungan membentuk lingkaran dan bergerombol. Dengan melakukan hal ini, mereka menghasilkan suhu yang dibutuhkan untuk produksi lilin. Kantung kecil dalam perut mereka memproduksi cairan transparan, yang mengalir keluar dan mengeraskan lapisan lilin tipis. Lebah mengumpulkan lilin dengan menggunakan kait kecil pada kakinya. Mereka memasukkan lilin ini ke dalam mulut, lalu mengunyah serta memprosesnya sampai lilin tersebut cukup lunak, dan membentuknya dalam sel. Sejumlah lebah bekerja bersama untuk menjaga suhu yang dibutuhkan tempat kerja mereka, agar lilin tersebut tetap lunak dan mudah dibentuk.

    Ada satu hal lagi yang menarik untuk diketahui: pembangunan sarang madu dimulai dari bagian atas sarang dan berlanjut ke bawah secara bersamaan pada dua atau tiga baris yang terpisah. Sementara potongan sarang madu berkembang ke arah yang berbeda, pertama-tama bagian bawah dari dua baris tersebut menyatu. Proses ini dilaksanakan dengan selaras dan tertata secara menakjubkan. Oleh karena itu, sulit dimengerti bahwa sarang madu sebenarnya terdiri atas tiga bagian terpisah. Potongan-potongan sarang madu, yang pembangunannya dimulai dari arah yang berbeda-beda, diatur begitu sempurna, sehingga kendatipun terdapat ratusan sudut berbeda dalam strukturnya, sarang tetap tampak seperti satu sarang yang seragam.

    Untuk pembangunan tersebut, lebah harus terlebih dahulu memperhitungkan jarak antara titik awal dan titik sambungan. Lalu, mereka mendesain dimensi sel tersebut sesuai dengan ini. Bagaimana perhitungan yang demikian rumit dapat dilakukan oleh ribuan lebah? Hal ini senantiasa menakjubkan para ilmuwan.

    Sungguh sangat tidak rasional bila kita mengira bahwa lebah telah menyelesaikan tugas ini, yang hampir tak mampu dilakukan manusia sendiri. Hal ini melibatkan organisasi yang sedemikian rumit dan terperinci, mustahil mereka bisa melakukannya sendiri.

    Jadi, bagaimana mereka mewujudkannya? Seorang evolusionis akan menerangkan bahwa peristiwa ini dicapai melalui “naluri”. Akan tetapi, “naluri” apa yang dapat mempengaruhi ribuan lebah secara bersamaan dan membuat mereka melakukan suatu kerja kolektif? Andaipun setiap lebah bertindak berdasarkan “naluri” masing-masing, ini belum cukup. Yang mereka kerjakan harus bersesuaian dengan naluri lebah-lebah lain untuk dapat mencapai hasil menakjubkan ini. Oleh karena itu, pastilah mereka diarahkan oleh sebuah “naluri” yang berasal dari satu sumber yang unik. Menimbang bahwa lebah mulai membangun sarang dari sudut yang berbeda-beda, lalu menggabungkan pekerjaan mereka tanpa meninggalkan satu celah pun, dan membangun semua sel dengan ukuran sama dalam struktur segi enam sempurna, sudah pasti bahwa lebah menerima pesan naluriah ini dari sumber yang sama persis!

    Istilah “naluri” yang digunakan di atas “hanyalah sebuah nama” sebagaimana disebutkan dalam Al Quran, surat Yusuf ayat 40. Tidak ada gunanya berkeras menggunakan “sekadar nama” untuk menyembunyikan kebenaran yang sudah sangat jelas. Lebah diberi petunjuk oleh sebuah sumber unik dan karenanya mereka berhasil melaksanakan pekerjaan mereka-yang tanpa petunjuk ini tak akan mampu mereka lakukan. Bukan naluri-sebuah istilah tanpa arti-yang menunjuki lebah, melainkan “wahyu” yang disebutkan dalam Surat an-Nahl. Binatang mungil ini melaksanakan program yang telah ditetapkan Allah bagi mereka secara khusus.

    Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini. (QS- Al Jatsiyah: 4)

    Cara Menentukan Arah

    Lebah biasanya harus terbang menempuh jarak jauh dan menjajagi wilayah luas untuk menemukan makanan. Mereka mengumpulkan serbuk sari bunga dan bahan pembuat madu dalam jarak 800 m dari sarang. Seekor lebah, yang telah menemukan bunga, terbang kembali ke sarangnya untuk memberi tahu lebah lain tentang tempat bunga tersebut. Bagaimana lebah ini menjelaskan lokasi bunga kepada lebah lain di sarang?

    Dengan menari!� Lebah yang kembali ke sarangnya mulai menari. Tarian ini adalah sarana ekspresi, yang mereka gunakan untuk memberi tahu lebah lain tentang lokasi bunga. Tarian yang diulang-ulang lebah tersebut mengandung semua informasi tentang sudut, arah, jarak, dan informasi perincian lain tentang sumber makanan, sehingga lebah lain dapat mencapai tempat itu.

    Tarian ini berbentuk angka “8” yang diulang terus-menerus oleh lebah tersebut (lihat gambar di atas). Lebah tersebut membentuk bagian tengah angka “8” dengan mengibas-ngibaskan ekor dan bergerak zig-zag. Sudut antara gerakan zig-zag dan garis matahari-sarang menunjukkan arah sumber makanan dengan tepat (lihat gambar di atas).

    Akan tetapi, sekadar mengetahui arah sumber makanan tidaklah cukup. Lebah pekerja juga harus “mengetahui” seberapa jauh mereka harus menempuh perjalanan mengumpulkan bahan pembuat madu. Jadi, lebah dari sumber bunga tersebut memberitahukan jarak serbuk bunga dengan gerakan tubuh tertentu, yakni dengan menggoyangkan bagian bawah tubuhnya dan menimbulkan aliran udara. Misalnya, untuk “menjelaskan” jarak 250 m, ia mengibaskan bagian bawah tubuhnya lima kali dalam setengah menit. Dengan demikian, lokasi pasti sumber makanan tersebut dapat dijelaskan dengan terperinci, baik tentang jarak maupun arahnya.

    Ada masalah baru bagi lebah yang memerlukan waktu lama untuk terbang ke sumber makanan. Saat lebah-yang hanya mampu menjelaskan sumber makanan berdasarkan arah matahari-kembali ke sarangnya, matahari bergeser 1 setiap 4 menit. Akhirnya, lebah akan melakukan kesalahan 1 setiap 4 menit perjalanannya, yang ia beri tahukan pada lebah-lebah lain.

    Anehnya, lebah ini tidak menghadapi persoalan tersebut! Mata lebah terdiri atas ratusan mata segi enam kecil. Setiap lensa berfokus pada satu wilayah sempit, persis seperti teleskop. Lebah yang melihat ke arah matahari pada waktu tertentu di siang hari akan selalu dapat menentukan lokasinya saat terbang. Lebah melakukan perhitungan ini dengan memanfaatkan perubahan cahaya matahari berdasarkan waktu. Akibatnya, lebah menentukan arah lokasi sasaran tanpa salah, dengan melakukan koreksi dalam informasi yang ia berikan di dalam sarang ketika matahari bergerak maju.

    Metode Penandaan Bunga

    Lebah madu dapat mengetahui kalau bunga yang ia temui telah didatangi dan diambil nektarnya lebih dahulu oleh lebah lain, dan ia segera meninggalkannya. Dengan demikian, ia menghemat waktu dan tenaga. Lalu, bagaimana seekor lebah mengetahui, tanpa memeriksa, bahwa nektar bunga tersebut telah diambil?

    Ini terjadi karena lebah yang mendatangi bunga terlebih dahulu menandainya dengan tetesan berbau khas. Begitu seekor lebah baru mengunjungi bunga yang sama, ia mencium bau tersebut dan mengetahui bahwa bunga tersebut sudah tidak berguna dan karenanya langsung pergi ke bunga yang lain. Dengan demikian, lebah tidak membuang waktu pada bunga yang sama.

    Keajaiban Madu

    Tahukah Anda, betapa madu merupakan sumber makanan penting yang disediakan Allah untuk manusia melalui serangga kecil ini?

    Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sari. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon.

    Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.
    (QS. Al Jatsiyah, 45: 13)

    Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran, madu adalah “obat bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari, dan propolis dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter Rumania mengatakan bahwa ia mengujikan madu untuk pengobatan pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh total. Para dokter Polandia juga menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa resin lebah dapat membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir, masalah kulit, penyakit ginekologis, dan berbagai penyakit lainnya.

    Dewasa ini, apikultur dan produk lebah telah membuka cabang penelitian baru di negara-negara yang sudah maju dalam hal ilmu pengetahuan. Manfaat madu lainnya dapat dijelaskan di bawah ini:

    Mudah dicerna: Karena molekul gula pada madu dapat berubah menjadi gula lain (misalnya fruktosa menjadi glukosa), madu mudah dicerna oleh perut yang paling sensitif sekalipun, walau memiliki kandungan asam yang tinggi. Madu membantu ginjal dan usus untuk berfungsi lebih baik.

    Rendah kalori: Kualitas madu lain adalah, jika dibandingkan dengan jumlah gula yang sama, kandungan kalori madu 40% lebih rendah. Walau memberi energi yang besar, madu tidak menambah berat badan.

    Berdifusi lebih cepat melalui darah: Jika dicampur dengan air hangat, madu dapat berdifusi ke dalam darah dalam waktu tujuh menit. Molekul gula bebasnya membuat otak berfungsi lebih baik karena otak merupakan pengonsumsi gula terbesar.

    Membantu pembentukan darah: Madu menyediakan banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan darah. Lebih jauh lagi, ia membantu pembersihan darah. Madu berpengaruh positif dalam mengatur dan membantu peredaran darah. Madu juga berfungsi sebagai pelindung terhadap masalah pembuluh kapiler dan arteriosklerosis.

    Membunuh bakteri: Sifat madu yang membunuh bakteri disebut “efek inhibisi”. Penelitian tentang madu menunjukkan bahwa sifat ini meningkat dua kali lipat bila diencerkan dengan air. Sungguh menarik bahwa lebah yang baru lahir dalam koloni diberi makan madu encer oleh lebah-lebah yang bertanggung jawab merawat mereka-seolah mereka tahu kemampuan madu ini.

    Royal jelly: Royal jelly adalah zat yang diproduksi lebah pekerja di dalam sarang. Zat bergizi tinggi ini mengandung gula, protein, lemak, dan berbagai vitamin. Royal jelly digunakan untuk menanggulangi masalah-masalah yang disebabkan kekurangan jaringan atau kelemahan tubuh.

    Jelaslah bahwa madu, yang diproduksi jauh melebihi jumlah kebutuhan lebah, dibuat untuk kepentingan manusia. Dan telah jelas pula bahwa lebah tidak dapat melakukan tugas-tugas yang sedemikian sulit “dengan sendirinya”.

    Wahai orang-orang kafir.Sangat malang sesiapa yg tidak mengikuti kebenaran kerana tidak mengetahui.Tetapi malang malang malang malang malang malang dan malang sesiapa yg udah tau tetapi masih tidak mengikuti kebenaran itu.Pengetahuannya menjadi sumber kutukan baginya kerana siksaannya akan diberatkan pada hari kiamat nanti.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah kalian pasti akan berjaya.

  77. ilham othmany Says:

    UNTA

    Tidak diragukan lagi bahwa semua makhluk, dengan kemampuan mereka, menunjukkan kekuasaan dan pengetahuan tak terbatas dari Pencipta mereka. Allah mengungkapkan hal ini dalam berbagai ayat Al Quran, mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang Sia ciptakan sebenarnya adalah sebuah tanda, yaitu lambang dan peringatan.

    Dalam surat Al-Ghasiyah ayat ke-17, Allah merujuk kepada hewan yang akan kita pelajari dan pikirkan dengan saksama, yaitu unta.

    Pada bagian ini, kita akan mempelajari makhluk hidup yang ditunjukkan Allah dalam ungkapan Al Quran, “Tidakkah mereka memperhatikan unta; bagaimana mereka diciptakan?”

    “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.”
    (QS. Al Ghasiyah: 17-21)

    Yang menjadikan unta “makhluk hidup istimewa” adalah struktur tubuhnya, yang tidak terpengaruh oleh kondisi alam paling keras sekalipun. Tubuhnya memiliki beberapa keistimewaan, yang memungkinkan unta bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan makanan, dan mampu mengangkut beban ratusan kilogram selama berhari-hari.

    Ciri-ciri unta, yang akan kita pelajari secara terperinci pada halaman-halaman berikut, membuktikan bahwa hewan ini diciptakan khusus untuk kondisi iklim kering, dan bahwa ia disediakan untuk melayani manusia. Ini adalah tanda-tanda penciptaan yang nyata bagi orang-orang yang berakal.

    “Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.Yunus: 6).

    Kepala Terlindung Dari Pasir:

    Bulu mata memiliki sistem pengaitan. Dalam keadaan bahaya, bulu ini secara otomatis menutup. Bulu mata yang saling berkait ini mencegah masuknya partikel debu ke mata.

    Hidung dan telinga ditutupi oleh bulu panjang agar terlindungi dari debu dan pasir.

    Lehernya yang panjang memungkinkan hewan ini mencapai dan memakan dedaunan yang berada 3 m di atas tanah.

    Kaki Yang Cocok Dengan Semua Jenis Tanah:

    Kakinya memiliki dua jari kaki yang dihubungkan dengan bantalan elastis. Struktur ini, yang memungkinkan unta mencengkeram tanah dengan erat, terdiri dari empat bola berlemak. Ini sangat cocok untuk berbagai jenis kondisi tanah.

    Kuku melindungi kaki dari kemungkinan rusak akibat benturan.

    Lututnya tertutup kapalan, yang terbentuk dari kulit sekeras dan setebal tanduk. Ketika hewan ini berbaring di pasir yang panas, struktur berkapalan ini melindunginya dari luka akibat permukaan tanah yang sangat panas.

    Punuk Unta Sebagai Simpanan Makanan:

    Punuk unta, yang berupa gundukan lemak, menyediakan sari makanan bagi hewan ini secara berkala ketika ia mengalami kesulitan makanan dan kelaparan. Dengan sistem ini, unta dapat hidup hingga tiga pekan tanpa air. Selama masa ini, unta kehilangan 33% berat badannya. Dalam kondisi yang sama, seorang manusia akan kehilangan 8% berat badannya dan meninggal dalam waktu 36 jam, dan kehilangan seluruh air dari tubuhnya.

    Bulu tebal ini terdiri atas rambut yang tebal dan kusut, yang tidak hanya melindungi tubuhnya dari kondisi cuaca dingin maupun panas, tetapi juga mengurangi kehilangan air dari tubuh. Unta Dromedari dapat memperlambat penguapan air dengan meningkatkan suhu tubuhnya sampai 41 C. Dengan cara ini, ia mencegah kehilangan air.

    Dengan bulu tebalnya, unta dapat bertahan hidup dengan suhu hingga 50 C di musim panas dan hingga -50 C di musim dingin.

    Mereka Bahkan Dapat Memakan Duri:

    Unta Dromedari dapat bertahan pada suhu -52 C, di wilayah-wilayah paling tinggi di Asia Tengah.

    Daya Tahan Luar Biasa Dari Lapar Dan Haus

    Unta dapat bertahan hidup tanpa makanan dan air selama delapan hari pada suhu 50 C. Pada masa ini, ia kehilangan 22% dari keseluruhan berat badannya. Sementara manusia akan sekarat jika kehilangan air setara dengan 12% berat badan, seekor unta kurus dapat bertahan hidup kendatipun kehilangan air setara dengan 40% keseluruhan berat badan. Penyebab lain kemampuannya bertahan terhadap haus adalah adanya mekanisme yang memungkinkan unta meningkatkan suhu tubuh-dalamnya hingga 41 C. Dengan demikian, ia mampu meminimalkan kehilangan air dalam iklim panas yang ekstrem di gurun pasir pada siang hari. Unta juga mampu mengurangi suhu tubuh-dalamnya hingga 30 C pada malam yang dingin di padang pasir.

    Unit Penggunaan Air Yang Baik

    Unta mampu mengonsumsi air hingga 30 liter, yaitu sekitar sepertiga dari berat badannya, dalam waktu kurang dari 10 menit. Di samping itu, unta memiliki struktur selaput lendir dalam hidungnya yang seratus kali lebih besar dari yang ada pada manusia. Dengan selaput lendir hidungnya yang besar dan melengkung, unta mampu menyerap 66% kelembapan yang ada di udara.

    Pemanfaatan Maksimal Makanan Dan Air

    Sebagian besar binatang mati keracunan ketika urea yang tertimbun dalam ginjal berdifusi ke dalam darah. Akan tetapi, unta menggunakan air dan makanan secara maksimal dengan melewatkan urea ini berkali-kali melalui hati. Struktur darah dan sel unta dikhususkan untuk membuat hewan ini hidup lama tanpa air dalam kondisi padang pasir.

    Dinding sel hewan ini memiliki struktur khusus yang mampu mencegah kehilangan air secara berlebihan. Di samping itu, komposisi darah mencegah terjadinya pelambatan peredaran darah, bahkan ketika jumlah air di dalam tubuh unta berkurang hingga batas minimum. Selain itu, dalam darah unta terdapat lebih banyak enzim albumin, yang memperkuat ketahanan terhadap haus, dibandingkan dalam darah makhluk hidup lain.

    Punuk adalah pendukung lain bagi unta. Seperlima dari seluruh berat badan unta tersimpan dalam bentuk lemak pada punuknya. Penyimpanan lemak tubuh hanya pada satu bagian tubuh mencegah pengeluaran air dari seluruh tubuhnya-yang berkaitan dengan lemak. Ini memungkinkan unta menggunakan air secara minimum.

    Walau mampu mengonsumsi 30-50 kg makanan dalam sehari, dalam kondisi yang keras unta mampu bertahan hidup hingga sebulan hanya dengan 2 kg rumput sehari. Unta memiliki bibir yang sangat kuat dan mirip karet, yang memungkinkannya memakan duri yang cukup tajam untuk menusuk kulit tebal. Di samping itu, unta memiliki lambung berbilik empat dan sistem pencernaan yang sangat kuat, yang mampu mencerna apa pun yang ia makan. Ia bahkan mampu memakan bahan-bahan seperti karet India, yang tidak dapat dianggap sebagai makanan. Sungguh jelas bagaimana pentingnya kualitas ini pada iklim yang sedemikian kering.

    Perlindungan Terhadap Angin Tornado

    Mata unta memiliki dua lapisan bulu mata. Bulu mata ini saling kait seperti perangkap dan melindungi matanya dari badai pasir yang kuat. Selain itu, unta mampu menutup lubang hidungnya, sehingga pasir tidak dapat masuk.

    Perlindungan Terhadap Kondisi Cuaca Yang Terik Dan Membekukan

    Bulu tebal yang tidak tertembus pada tubuh unta mencegah matahari padang pasir yang terik mencapai kulitnya. Bulu ini juga menghangatkan unta dalam kondisi cuaca yang membekukan. Unta padang pasir tidak terpengaruh oleh suhu hingga setinggi 50 C, dan unta Baktria yang berpunuk dua mampu bertahan hidup pada suhu hingga serendah -50 C. Unta jenis ini mampu bertahan hidup bahkan pada lembah-lembah dataran tinggi, 4000 m di atas permukaan laut.

    Perlindungan Terhadap Pasir Yang Membakar

    Kaki unta, yang terlalu besar bagi tungkainya, secara khusus “didesain” dan diperlebar untuk membantunya berjalan di atas pasir tanpa terperosok. Kaki ini telapaknya luas dan menggembung. Selain itu, kulit tebal khusus di bawah telapak kaki merupakan perlindungan terhadap pasir yang membakar.

    Marilah kita berpikir dengan mengingat informasi tersebut: Apakah ia dengan sendirinya menyesuaikan diri dengan kondisi padang pasir? Apakah ia dengan sendirinya membentuk lapisan lendir dalam hidungnya atau punuk di punggungnya? Apakah ia dengan sendirinya mendesain hidung dan struktur matanya agar mampu melindungi diri dari dari angin tornado dan badai? Apakah ia dengan sendirinya mendesain darahnya sendiri dan struktur selnya sendiri berdasarkan prinsip penghematan air? Apakah ia dengan sendirinya memilih bentuk bulu yang menutupi tubuhnya? Apakah ia mengubah dirinya sendiri menjadi “kapal padang pasir”?

    Sebagaimana makhluk hidup lain, unta sudah pasti tidak dapat melakukan satu pun dari hal-hal tersebut dan membuat dirinya bermanfaat bagi manusia. Ayat di dalam Al Quran “Tidakkah mereka memperhatikan unta; bagaimana ia diciptakan?” mengarahkan perhatian kita kepada penciptaan hewan luar biasa ini dalam bentuk terbaik. Sebagaimana makhluk lain, unta juga dilengkapi banyak kualitas istimewa, lalu ditempatkan di muka bumi sebagai tanda kebesaran sang Pencipta.

    Unta diciptakan dengan ciri-ciri fisik yang luar biasa ini untuk melayani umat manusia. Umat manusia sendiri diwajibkan untuk melihat penciptaan di seluruh jagat raya dan tunduk kepada sang Pencipta segala makhluk: Allah SWT.

    “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)-mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.” (QS. Lukman: 20).Subhaanallah!Allahmenyebut-nyebut unta di dalam Al Quran.Rupa-rupanya ia adalah binatang yg unik.
    Wahai orang-orang kafir!Bersiaplah kalian utk menempah neraka.Hanya kebenaran yg bisa menyelamatkan.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.Kalian pasti berjaya.

  78. ilham othmany Says:

    LALAT

    “�(mereka) sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun””Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al Hajj: 73-74)

    Pemandangan Panoramik dari Ribuan Lensa

    Lensa-lensa berbentuk segi enam yang membentuk mata lalat memberikan bidang penglihatan yang jauh lebih besar daripada lensa biasa. Pada sebagian lalat, kadangkala terdapat hingga 5000 lensa. Di samping itu, struktur bulat mata juga memungkinkan lalat melihat ke belakang tubuh, dan dengan demikian memberinya keunggulan atas musuhnya.

    Pompa penyerap pada lalat: Belalai

    Ciri khas lalat lainnya adalah cara mereka mencerna makanan. Tidak seperti organisme hidup lain, lalat tidak mencerna makanan di dalam mulut, tetapi di luar tubuh mereka. Lalat menuangkan cairan khusus ke atas makanannya dengan belalai (prosbosis), mengubah kekentalan makanan tersebut agar sesuai untuk diserap. Kemudian, lalat menyerap makanan tersebut dengan pompa penyerap di kerongkongannya.
    Rupa-rupanya lalat walaupun kecil mempunyai struktur tubuh yg sangat kompleks.Kalau tidak kerana kekuasaan Tuhan nggak mungkin lalat dapat tercipta dengan struktur tubuh yg kompleks begitu.Demikianlah Al Quran mengajak manusia berfikir ttg kekuasaan ilahi agar manusia dapat memahami siapakah Tuhan itu dan apakah kekuasaanNya yg sesungguhnya?Wahai orang-orang kafir!Bukti demi bukti di hadapan mata kalian.Hidup di dunia ini hanya sementara sedangkan akherat jualah tempat yg kekal abadi selama-lamanya kalian bebas membuat pilihan,tetapi akibat tanggung sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah.

  79. Adeng Hudaya Says:

    Mending jadi orang kafir tapi tidak melakukan bom bunuh diri, daripada jadi Muslim tetapi sibuk ngebunuhin orang.

    Lebih baik jadi kafir tapi nggak memukulin orang lain yang sedang beribadah, daripada jadi pemeluk agama Islam fasis yang saban hari menyerang orang-orang kafir.

    Setan = Muhammad = Osama Bin laden = Abu Bakar Baasyir

    Islam = Al’Quran = Main Kempf (keduanya sama-sama kitab FASIS)

    1. ilham othmany Says:

      Kafir adalah ibu segala maksiat.Selagi anda kafir dorongan utk melakukan maksiat dalam diri anda termasuk melakukan pembunuhan adalah besar.Buktinya di bawah
      Fakta: Dinegeri penganut ajaran Jesus yang katanya penuh kasih, dengan melibatkan gereja dan tokoh agama, rakyatnya saling membunuh, mereka melakukannya tanpa dengan alat pembunuh massal, hanya dalam waktu 100 hari atau 3 bulan 800.000-1000.000 nyawa manusia melayang (lebih dari 10% jumlah penduduk yang kala itu berjumlah 7,7 jt), hampir 10.000 nyawa sehari!!!!!(melebihi kekejaman rekan seiman mereka, Nazi). Bayangkan kalau berat rata-rata penduduk Rwanda/ Burundi yang terbunuh 40 kg, total korban genocide ajaran kasih = 800 ribu X 40 kg = 32 ribu ton/ 3 bulan melebihi produksi daging sapi nasional 34 ribu ton/ tahun http://www.bppt.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1553&Itemid=30
      Setelah tragedi tersebut para penduduk Rwanda mulai beralih memeluk Islam yang mereka anggap bisa menciptakan kedamaian)

      1. Adeng Hudaya Says:

        Yang tepat, Islam adalah ibu segala maksiat.

        Buktinya, Muhammad menikahi gadis usia 6 tahun (= pedofil), menyetubuhi Mariyah Koptik di ranjang Hafsa isterinya sendiri, ngembat Zainab bin Jash isterinya Zaid yang notabene adalah isteri anaknya sendiri….
        Ditambah lagi, memperkosa Rihanna dan Safiyah.

        Adalah perbuatan maksiat yang lebih menjijikkan daripada yang dilakukan oleh Muhammad?????!!!!!

      2. casper Says:

        @adeng: muhammad bukanlah org yg menjijikkan..
        melainkan kalian kaum yesus palsu yg hina….

        bysa lah klo org uda abbis bahan,,, ngelesnya gni???
        ada yg bilang tmn sy org kristiani menyembah yesus…
        eh d forum ni blg sbnarnya kita g menyembah yesus,,,
        tai lo g konsisten…
        go to hell dgn pausmu yg menyesatkan manusia d mukabumi ini,,,
        mungkin bsok ada injil part-III,, buatan paus ikan tu…

      3. casper Says:

        selama kristiani mimpin di mukabumi ini,,
        bumi tdk akan pernah damai,,,

        yaahh,, udah k bukti,, lo pd lyt aja skrg gmbn….


  80. BUAH ZAYTUN & BUAH TIN

    �Demi buah Tin dan buah Zaitun, �� ( Ath-Thiin 1-3)

    �Dan (kami jadikan) pohon yang tumbuh di Thursina (zaitun) yang menghasilkan minyak dan bumbu untuk orang-orang yang makan�.

    Mengapa Allah SWT bersumpah demi buah Tin dan buah Zaitun?

    Pertanyaan diatas bagi seorang ilmuwan yang berkecimpung dalam bidang Nutrisi adalah suatu tantangan untuk mengungkap manfaat apa yang terkandung dalam kedua buah-buahan tersebut diatas.

    Buah Zaitun

    Ilmu Pengetahuan menyatakan bahwa pohon zaitun merupakan pohon sebangsa kaya yang berumur panjang untuk masa yang lebih dari seratus tahun. Ia menghasilkan buah secara terus-menerus tanpa harus menguras tenaga manusia, sebagaimana ia akan selalu nampak hijau dan indah bila dipandang.

    Berbagai penelitian ilmiah menyatakan bahwa buah zaitu tergolong zat makanan yang bagus. Di dalamnya terdapat kadar protein yang besar, sebagaimana ia memiliki kadar garam yang mengandung kalsium, zat besi, dan fosfat. Ini merupakan zat-zat penting dan vital yanh dibutuhkan oleh tubuh manusia., apalagi zaitun juga mengandung vitamin A dan B.

    Dari buahnya dapat dikeluarkan minyak zaitun yang sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan dan sistem peredaran darah (jantung).

    Minyak zaitun secara keseluruhan mampu mengungguli segala jenis minyak nabati maupun hewani. Karena ia tidak akan mengakibatkan penyakit pada saluran darah atau urat nadi, seperti yang diakibatkan oleh jenis minyak lain.

    Disamping itu, minyak zaitun juga dipakai sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik dan sabun dengan kualitas tinggi, karena sifatnya yang mampu menghaluskan kulit.

    Buah Tin

    Tin adalah buah-buahan yang mengandung zat sejenis alkalin yang mampu menghilangkan keasaman pada tubuh. Zat-zat aktif yang terdapat dalam buah tin adalah sejenis zat-zat pembersih yang bisa dipakai untuk mengobati luka luar dengan cara melumurinya.

    Unsur yang terkandung dalam buah Tin adalah karbohidrat, protein, dan minyak. Buah Tin juga mengandung yodium, kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, belerang (fosfat), chlorin, serta asam malic dan nicotinic.

    Hasil penelitian lebih lanjut menyebutkan bahwa buah Tin termasuk buah yang dapat merangsang pembentukan hemoglobin darah, cocok sebagai obat penyakit anemia. Disamping itu buah Tin juga mengandung kadar glukosa yang cukuptinggi.

    Maha Suci Allah yang telah menciptakan buah Zaitun dan buah Tin yang terbukti secara ilmiah mengandung manfaat yang sangat luar biasa.

    Akhirulkalam saya cuplikkan QS 3:191 sebagai bahan renungan bahwa Allah tidak akan menciptakan sesuatu di alam semesta ini dengan sia-sia.

    ORANG – ORANG YANG MENGINGAT ALLAH SAMBIL BERDIRI ATAU DUDUK ATAU DALAM KEADAAN BERBARING DAN MEREKA MEMIKIRKAN TENTANG PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI ( SERAYA BERKATA ) : ” YA TUHAN KAMI , TIADALAH ENGKAU MENCIPTAKAN INI DENGAN SIA � SIA , MAHA SUCI ENGKAU , MAKA PELIHARALAH KAMI DARI SIKSA NERAKA . ”

    Inilah kehebatan Al Quran selain di dalamnya mengandungi panduan akhlak,hukum hakam,kisah sejarah,perkhabaran dll,terdapat juga penyingkapan terhadap rahsia-rahsia alam yg tidak terbantahkan.Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kamu akan berjaya.

  81. ilham othmany Says:

    DUA KODE DALAM BESI

    Besi adalah satu dari empat unsur yang paling berlimpah di bumi. Selama berabad-abad besi merupakan salah satu logam terpenting bagi umat manusia. Ayat yang berkenaan dengan besi adalah sebagai berikut:

    “�Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia.” (QS. Al Hadid:25)

    Ayat ini melibatkan dua kode matematika yang sangat menarik.

    “Al Hadid” (besi) adalah surat ke-57 di dalam Al Quran. Nilai numerik (dalam sistem “Abjad” Arab, setiap huruf memiliki nilai numerik) huruf-huruf dari kata “Al Hadid” jumlahnya sama dengan 57, yakni nomor massa besi.

    Nilai numerik (Abjad) dari kata “Hadid” (besi) sendiri, tanpa penambahan “al”, jumlahnya 26, yakni nomor atom besi.

    Ck ck kc..Mukjizat yg sangat hebat.Wahai orang-orang kafir!Pintu taubat akan sentiasa terbuka utk kalian selagi matahari belum terbit dari arah barat dan selagi nyawa belum sampai ke tenggorokan.Cepat!Rebutlah peluang yg sentiasa terbuka.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian beroleh kejayaan.

  82. ilham othmany Says:

    LANGIT TUJUH LAPIS

    “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.” (QS. Ath-Thalaq:12)

    Dalam Al Quran Allah menyebutkan tujuh surga atau langit. Ketika ditelaah, atmosfer bumi ternyata terbentuk dari tujuh lapisan. Di atmosfer terdapat suatu bidang yang memisahkan lapisan dengan lapisan. Berdasarkan Encyclopedia Americana (9/188), lapisan-lapisan yang berikut ini bertumpukan, bergantung pada suhu.

    Lapisan pertama TROPOSFER: Lapisan ini mencapai ketebalan 8 km di kutub dan 17 km di khatulistiwa, dan mengandung sejumlah besar awan. Setiap kilometer suhu turun sebesar 6,5 C, bergantung pada ketinggian. Pada salah satu bagian yang disebut tropopause, yang dilintasi arus udara yang bergerak cepat, suhu tetap konstan pada -57 C.

    Lapisan kedua STRATOSFER: Lapisan ini mencapai ketinggian 50 km. Di sini sinar ultraviolet diserap, sehingga panas dilepaskan dan suhu mencapai 0 C. Selama penyerapan ini, dibentuklah lapisan ozon yang penting bagi kehidupan.

    Lapisan ketiga MESOSFER: Lapisan ini mencapai ketinggian 85 km. Di sini suhu turun hingga -100 C.

    Lapisan keempat TERMOSFER: Peningkatan suhu berlangsung lebih lambat

    Lapisan kelima IONOSFER: Gas pada lapisan ini berbentuk ion. Komunikasi di bumi menjadi mungkin karena gelombang radio dipantulkan kembali oleh ionosfer.

    Lapisan keenam EKSOSFER: Karena berada di antara 500 dan 1000 km, karakteristik lapisan ini berubah sesuai aktivitas matahari.

    Lapisan ketujuh MAGNETOSFER: Di sinilah letak medan magnet bumi. Penampilannya seperti suatu bidang besar yang kosong. Partikel subatom yang bermuatan energi tertahan pada suatu daerah yang disebut sabuk radiasi Van Allen.

    Wahai orang-orang kafir!Purata umur manusia jaman sekarang kurang lebih 60 tahun dan 60 tahun itu bersamaan dengan 21600 hari.Ini juga berarti sesiapa yg telah berusia 30 tahun umurnya masih berbaki 10800 hari dan sesiapa yg berusia 40 tahun sekarangnya berarti usianya berbaki 7200 hari dan sesiapa yg berusia 50 tahun ,maka usianya tinggal bernaki 3600 shaja.Setiap berlalu sehari maka usia akan berkurang sebanyak sehari sehinggalah sampai ajal seseorang itu.Oleh itu wahai orang-orang kafir cepatlah kalian bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.

  83. HAMBA ALLAH Says:

    seberapa kerasnya orang2 kafir mencari kelemahan dan kesalahan ajaran islam, takkan pernah mereka temukan secuilpun ajran yang menyimpang. orang kafir hanya mengikuti hawa nafsunya sendiri dan selalu memaksakan sesuatu tentang islam yang dalam hati mereka sendiri membantahnya dan membenarkan ajaran islam. hanya saja hati yang membatu dan kebodohan yang teramat sangat menjadikan mereka ahli neraka yang mereka kekal didalamnya. semoga allah melindungi kita dari makar mereka. amiin

  84. ilham othmany Says:

    AIR ASIN MENJADI TAWAR
    (HUJAN)

    Al Quran menarik perhatian kita dengan pernyataan air hujan adalah “tawar”:

    “Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?” (Surat Al Waqi’ah: 68-70).

    “� dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar ?” (Surat al-Mursalat: 27)

    “Dialah Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.” (Surat An-Nahl: 10)

    Seperti telah kita ketahui, air hujan berasal dari penguapan air dan 97% merupakan penguapan air laut yang asin. Namun, air hujan adalah tawar. Air hujan bersifat tawar karena adanya hukum fisika yang telah ditetapkan Allah. Berdasarkan hukum ini, dari mana pun asalnya penguapan air ini, baik dari laut yang asin, dari danau yang mengandung mineral, atau dari dalam lumpur, air yang menguap tidak pernah mengandung bahan lain. Air hujan akan jatuh ke tanah dalam keadaan murni dan bersih, sesuai dengan ketentuan Allah “� Kami turunkan dari langit air yang amat bersih. ” (Surat al-Furqan: 48)

    “Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Surat Fushilat: 39)

    Hujan Yang Memberi Kehidupan Bagi Tanah Yang Mati

    Di dalam Al Quran banyak ayat yang menyeru kepada kita agar memperhatikan bahwa hujan berguna untuk menghidupkan negeri (tanah) yang mati. “� dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.” (Surat al-Furqan: 48-49)

    Selain tanah diberi air, yang merupakan kebutuhan mutlak bagi makhluk hidup, hujan juga berfungsi sebagai penyubur.

    Tetesan hujan, yang mencapai awan setelah sebelumnya menguap dari laut, mengandung zat-zat tertentu yang bisa memberi kesuburan pada tanah yang mati. Tetesan yang “memberi kehidupan” ini disebut “tetesan tegangan permukaan”. Tetesan tegangan permukaan terbentuk di bagian atas permukaan laut, yang disebut lapisan mikro oleh ahli biologi. Pada lapisan yang lebih tipis dari 1/10 mm ini, terdapat sisa senyawa organik dari polusi yang disebabkan oleh ganggang mikroskopis dan zooplankton. Dalam sisa senyawa organik ini terkandung beberapa unsur yang sangat jarang ditemukan pada air laut seperti fosfor, magnesium, kalium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobal, dan timah. Tetesan berisi “pupuk” ini naik ke langit dengan bantuan angin dan setelah beberapa waktu akan jatuh ke bumi sebagai tetesan hujan. Dari air hujan inilah, benih dan tumbuhan di bumi memperoleh berbagai garam logam dan unsur-unsur lain yang penting bagi pertumbuhan mereka. Seperti yang tertera dalam ayat:

    “Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS. Qaf: 9).

    Garam-garam mineral yang turun bersama hujan merupakan contoh dari pupuk konvensional (kalsium, magnesium, kalium, dan lain-lain) yang digunakan untuk meningkatkan kesuburan. Sementara itu, logam berat, yang terdapat dalam tipe aerosol ini, adalah unsur-unsur lain yang meningkatkan kesuburan pada masa perkembangan dan produksi tanaman.

    Singkatnya, hujan adalah penyubur yang sangat penting. Setelah seratus tahun lebih, tanah tandus dapat menjadi subur dan kaya akan unsur esensial untuk tanaman, hanya dari pupuk yang jatuh bersama hujan. Hutan pun berkembang dan diberi “makan” dengan bantuan aerosol dari laut tersebut.

    Dengan cara seperti ini, 150 juta ton pupuk jatuh ke permukaan bumi setiap tahunnya. Andaikan tidak ada pupuk alami seperti ini, di bumi ini hanya akan terdapat sedikit tumbuhan, dan keseimbangan ekologi akan terganggu.

    “Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.” (QS. Thaha: 53)

    Manfaat Membekunya Air Dari Atas

    Salah satu sifat air yang paling menarik dan paling penting adalah bahwa-tidak seperti senyawa lain-air berwujud padat itu lebih ringan daripada air berwujud cair, sehingga es lebih ringan dari air. Oleh sebab itu, laut mulai membeku dari atas karena lapisan beku lebih ringan daripada air di bawahnya. Dengan demikian, risiko pembekuan seluruh lautan, yang dapat berakibat lenyapnya kehidupan, tidak akan terjadi. Lapisan beku yang naik ke permukaan itu menjadi penyekat antara cuaca dingin di luar dan air di bawah.

    Andaikan es lebih berat daripada air (seperti yang umumnya terjadi pada zat lain), laut akan mulai membeku dari bawah. Pada kondisi ini, penyekatan seperti yang disebut di atas tidak akan terjadi dan seluruh lautan akan membeku, sehingga kehidupan di air akan musnah. Karena volume es lebih luas daripada volume air untuk massa yang sama, lautan yang membeku akan membutuhkan ruang yang lebih besar dari sebelumnya dan akan menyebabkan air di permukaan naik dan meluap.

    Selain itu, air itu paling berat pada suhu 4 C. Fakta ini sangat penting bagi kehidupan. Di lautan, air yang mencapai suhu 4 C akan tenggelam ke dasar karena merupakan badan air yang terberat. Karena alasan ini, pada lautan yang tertutupi gunung es, dasarnya akan selalu berwujud cair dan memiliki suhu 4 C, dan di situ makhluk hidup masih bisa bertahan. Hal yang hampir serupa terjadi pada musim dingin. Bagian dasar danau dan sungai yang ditutupi lapisan es tetap dapat mendukung kehidupan.

    Air Lambat Memanas Dan Membeku

    Sifat air yang lain adalah penguapan dan pembekuan yang lambat. Telah diketahui bahwa pada musim panas, pasir cepat memanas pada siang hari dan juga cepat mendingin pada malam hari. Sebaliknya, suhu air laut hanya berubah sekitar 2-3 C antara siang dan malam. Hal ini disebabkan karena air menjaga suhunya ketika suhu mendadak naik atau turun, dan memperlambat penguapan dan pembekuan. Jika kita mempertimbangkan sifat air ini dalam konteks bumi secara keseluruhan, kita akan melihat air, dalam wujud cair ataupun uap, di laut dan di atmosfer, memiliki peran yang sangat penting bagi suhu bumi. Air yang ada di permukaan bumi mencegah pemanasan yang berlebihan, dengan cara menyerap panas pada bagian bumi yang terdedah matahari. Pada bagian bumi yang tidak terkena matahari langsung, dengan panas yang dikandungnya, lautan dan air berfungsi sebagai radiator dan mencegah suhu turun terlalu rendah. Dengan mekanisme ini, perbedaan suhu antara siang dan malam selalu berada dalam batas toleransi manusia dan makhluk hidup lain. Andaikan jumlah air lebih sedikit daripada luas daratan, perbedaan suhu siang dan malam akan meningkat dan mengubah bumi menjadi gurun dan membuat kehidupan menjadi tidak mungkin, atau setidaknya sangat sulit.

    “Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (Surat al-Jatsiyah: 13)

    Berat Awan

    Awan dapat menjadi sangat berat. Misalnya, awan badai yang disebut kumulonimbus merupakan akumulasi dari 300.000 ton air.

    Terbentuknya keteraturan yang menjadikan massa air sebesar 300.000 ton dapat melayang di udara sangatlah menakjubkan. Sebuah ayat Al Quran menyeru kepada kita untuk memperhatikan berat awan:

    “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (Surat al-A’raf: 57)

    Angin

    “� dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.” (Surat al-Jatsiyah: 5)

    Angin adalah arus udara yang terbentuk di antara dua zona yang memiliki suhu yang berbeda. Perbedaan suhu di atmosfer menyebabkan perbedaan tekanan udara, dan mengakibatkan udara terus-menerus mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Bila terjadi perbedaan di antara pusat tekanan (yakni suhu atmosfer) terlalu tinggi, arus udara (yakni angin) menjadi sangat kuat. Demikianlah terbentuknya angin yang sangat merusak, misalnya angin ribut.

    Yang menarik, meskipun terdapat daerah-daerah yang memiliki perbedaan suhu yang sangat jauh seperti antara khatulistiwa dan kutub, bumi tidak selalu dihadapkan pada angin dan tekanan yang kuat, berkat adanya rintangan dan “pengaturan”. Andai saja arus udara kuat, yang semestinya terbentuk di antara khatulistiwa dan kutub, tidak diperlemah (seperti akan digambarkan di bawah), tentu bumi akan berubah menjadi planet mati yang didera badai terus-menerus.

    Pada prinsipnya, perbedaan ketinggian permukaan bumi memecah kekuatan angin. Perbedaan ketinggian yang mencolok akan menghasilkan sistem fron dingin dan panas. Seperti yang terlihat pada lereng pegunungan yang lebih rendah, sistem ini dapat menyebabkan munculnya angin baru. Dengan demikian, sistem dengan dua pusat (bi-centered) antara khatulistiwa dan kutub berubah menjadi sistem dengan banyak pusat (multi-centered) berkat adanya tebing-tebing terjal, dan angin diperlemah karena disalurkan ke beberapa arah. Rantai pegunungan pada kerak bumi berfungsi sebagai koridor udara raksasa. Koridor-koridor ini akan membantu angin menyebarkan udara ke seluruh penjuru bumi secara merata.

    Kemiringan sumbu bumi juga berperan penting dalam memperlemah angin. Andai saja sumbu bumi benar-benar tegak lurus pada orbitnya, bumi akan dilanda badai terus-menerus. Khatulistiwa bumi memiliki kemiringan dengan sudut 23 27′ pada bidang orbitnya. Dengan demikian, suhu di daerah antara dua kutub tidaklah tetap, berubah berdasarkan musim. Ini berarti bahwa tekanan udara menjadi seimbang, sehingga kekuatan angin jadi berkurang. Bila perbedaan suhu antara khatulistiwa dan kedua kutub menurun, angin akan bertiup lebih hangat.

    Selain itu, dua lapisan gas yang menyelimuti planet bumi telah diciptakan untuk menyeimbangkan perbedaan suhu. Lapisan ozon dan karbon dioksida menyeimbangkan suhu atmosfer. Lapisan ozon menyerap kelebihan sinar matahari. Sebaliknya, karbon dioksida berfungsi menahan panas yang diperoleh dan mencegah pendinginan.

    Semua hal di atas menunjukkan bahwa manusia berutang budi pada sistem ini-yang luar biasa terdiri atas subsistem-subsistem yang kompleks. Seluruh alam semesta diciptakan untuk memungkinkan adanya kehidupan manusia.

    Wahai orang-orang kafir!Fikirlah adakah wajar kalian memakan rezki dari Allah tapi meyembah selain Allah.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.

  85. ilham othmany Says:

    Keotentikan Al-Quran
    Ditulis oleh MUSLIM di/pada Januari 27, 2009

    Al-Quran Al-Karim memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. Salah satu di antaranya adalah bahwa ia merupakan kitab yang keotentikannya dijamin oleh Allah, dan ia adalah kitab yang selalu dipelihara. Inna nahnu nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun (Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah Pemelihara-pemelihara-Nya) (QS 15:9).

    Demikianlah Allah menjamin keotentikan Al-Quran, jaminan yang diberikan atas dasar Kemahakuasaan dan Kemahatahuan-Nya, serta berkat upaya-upaya yang dilakukan oleh makhluk-makhluk-Nya, terutama oleh manusia. Dengan jaminan ayat di atas, setiap Muslim percaya bahwa apa yang dibaca dan didengarnya sebagai Al-Quran tidak berbeda sedikit pun dengan apa yang pernah dibaca oleh Rasulullah saw., dan yang didengar serta dibaca oleh para sahabat Nabi saw.

    Tetapi, dapatkah kepercayaan itu didukung oleh bukti-bukti lain? Dan, dapatkah bukti-bukti itu meyakinkan manusia, termasuk mereka yang tidak percaya akan jaminan Allah di atas? Tanpa ragu kita mengiyakan pertanyaan di atas, karena seperti yang ditulis oleh almarhum ‘Abdul-Halim Mahmud, mantan Syaikh Al-Azhar: “Para orientalis yang dari saat ke saat berusaha menunjukkan kelemahan Al-Quran, tidak mendapatkan celah untuk meragukan keotentikannya.”

    Hal ini disebabkan oleh bukti-bukti kesejarahan yang mengantarkan mereka kepada kesimpulan tersebut.

    Bukti-bukti dari Al-Quran Sendiri
    Sebelum menguraikan bukti-bukti kesejarahan, ada baiknya saya kutipkan pendapat seorang ulama besar Syi’ah kontemporer, Muhammad Husain Al-Thabathaba’iy, yang menyatakan bahwa sejarah Al-Quran demikian jelas dan terbuka, sejak turunnya sampai masa kini. Ia dibaca oleh kaum Muslim sejak dahulu sampai sekarang, sehingga pada hakikatnya Al-Quran tidak membutuhkan sejarah untuk membuktikan keotentikannya. Kitab Suci tersebut lanjut Thabathaba’iy memperkenalkan dirinya sebagai Firman-firman Allah dan membuktikan hal tersebut dengan menantang siapa pun untuk menyusun seperti keadaannya. Ini sudah cukup menjadi bukti, walaupun tanpa bukti-bukti kesejarahan. Salah satu bukti bahwa Al-Quran yang berada di tangan kita sekarang adalah Al-Quran yang turun kepada Nabi saw. tanpa pergantian atau perubahan –tulis Thabathaba’iy lebih jauh– adalah berkaitan dengan sifat dan ciri-ciri yang diperkenalkannya menyangkut dirinya, yang tetap dapat ditemui sebagaimana keadaannya dahulu.2

    Dr. Mustafa Mahmud, mengutip pendapat Rasyad Khalifah, juga mengemukakan bahwa dalam Al-Quran sendiri terdapat bukti-bukti sekaligus jaminan akan keotentikannya.3

    Huruf-huruf hija’iyah yang terdapat pada awal beberapa surah dalam Al-Quran adalah jaminan keutuhan Al-Quran sebagaimana diterima oleh Rasulullah saw. Tidak berlebih dan atau berkurang satu huruf pun dari kata-kata yang digunakan oleh Al-Quran. Kesemuanya habis terbagi 19, sesuai dengan jumlah huruf-huruf B(i)sm Ali(a)h Al-R(a)hm(a)n Al-R(a)him. (Huruf a dan i dalam kurung tidak tertulis dalam aksara bahasa Arab).

    Huruf (qaf) yang merupakan awal dari surah ke-50, ditemukan terulang sebanyak 57 kali atau 3 X 19.

    Huruf-huruf kaf, ha’, ya’, ‘ayn, shad, dalam surah Maryam, ditemukan sebanyak 798 kali atau 42 X 19.

    Huruf (nun) yang memulai surah Al-Qalam, ditemukan sebanyak 133 atau 7 X 19. Kedua, huruf (ya’) dan (sin) pada surah Yasin masing-masing ditemukan sebanyak 285 atau 15 X 19. Kedua huruf (tha’) dan (ha’) pada surah Thaha masing-masing berulang sebanyak 342 kali, sama dengan 19 X 18.

    Huruf-huruf (ha’) dan (mim) yang terdapat pada keseluruhan surah yang dimulai dengan kedua huruf ini, ha’ mim, kesemuanya merupakan perkalian dari 114 X 19, yakni masing-masing berjumlah 2.166.

    Bilangan-bilangan ini, yang dapat ditemukan langsung dari celah ayat Al-Quran, oleh Rasyad Khalifah, dijadikan sebagai bukti keotentikan Al-Quran. Karena, seandainya ada ayat yang berkurang atau berlebih atau ditukar kata dan kalimatnya dengan kata atau kalimat yang lain, maka tentu perkalian-perkalian tersebut akan menjadi kacau.

    Angka 19 di atas, yang merupakan perkalian dari jumlah-jumlah yang disebut itu, diambil dari pernyataan Al-Quran sendiri, yakni yang termuat dalam surah Al-Muddatstsir ayat 30 yang turun dalam konteks ancaman terhadap seorang yang meragukan kebenaran Al-Quran.

    Demikianlah sebagian bukti keotentikan yang terdapat di celah-celah Kitab Suci tersebut.

    Bukti-bukti Kesejarahan
    Al-Quran Al-Karim turun dalam masa sekitar 22 tahun atau tepatnya, menurut sementara ulama, dua puluh dua tahun, dua bulan dan dua puluh dua hari.

    Ada beberapa faktor yang terlebih dahulu harus dikemukakan dalam rangka pembicaraan kita ini, yang merupakan faktor-faktor pendukung bagi pembuktian otentisitas Al-Quran.

    (1) Masyarakat Arab, yang hidup pada masa turunnya Al-Quran, adalah masyarakat yang tidak mengenal baca tulis. Karena itu, satu-satunya andalan mereka adalah hafalan. Dalam hal hafalan, orang Arab –bahkan sampai kini– dikenal sangat kuat.(2) Masyarakat Arab –khususnya pada masa turunnya Al-Quran– dikenal sebagai masyarakat sederhana dan bersahaja: Kesederhanaan ini, menjadikan mereka memiliki waktu luang yang cukup, disamping menambah ketajaman pikiran dan hafalan.

    (3) Masyarakat Arab sangat gandrung lagi membanggakan kesusastraan; mereka bahkan melakukan perlombaan-perlombaan dalam bidang ini pada waktu-waktu tertentu.

    (4) Al-Quran mencapai tingkat tertinggi dari segi keindahan bahasanya dan sangat mengagumkan bukan saja bagi orang-orang mukmin, tetapi juga orang kafir. Berbagai riwayat menyatakan bahwa tokoh-tokoh kaum musyrik seringkali secara sembunyi-sembunyi berupaya mendengarkan ayat-ayat Al-Quran yang dibaca oleh kaum Muslim. Kaum Muslim, disamping mengagumi keindahan bahasa Al-Quran, juga mengagumi kandungannya, serta meyakini bahwa ayat-ayat Al-Quran adalah petunjuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

    (5) Al-Quran, demikian pula Rasul saw., menganjurkan kepada kaum Muslim untuk memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Quran dan anjuran tersebut mendapat sambutan yang hangat.

    (6) Ayat-ayat Al-Quran turun berdialog dengan mereka, mengomentari keadaan dan peristiwa-peristiwa yang mereka alami, bahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Disamping itu, ayat-ayat Al-Quran turun sedikit demi sedikit. Hal itu lebih mempermudah pencernaan maknanya dan proses penghafalannya.

    (7) Dalam Al-Quran, demikian pula hadis-hadis Nabi, ditemukan petunjuk-petunjuk yang mendorong para sahabatnya untuk selalu bersikap teliti dan hati-hati dalam menyampaikan berita –lebih-lebih kalau berita tersebut merupakan Firman-firman Allah atau sabda Rasul-Nya.

    Faktor-faktor di atas menjadi penunjang terpelihara dan dihafalkannya ayat-ayat Al-Quran. Itulah sebabnya, banyak riwayat sejarah yang menginformasikan bahwa terdapat ratusan sahabat Nabi saw. yang menghafalkan Al-Quran. Bahkan dalam peperangan Yamamah, yang terjadi beberapa saat setelah wafatnya Rasul saw., telah gugur tidak kurang dari tujuh puluh orang penghafal Al-Quran.4

    Walaupun Nabi saw. dan para sahabat menghafal ayat-ayat Al-Quran, namun guna menjamin terpeliharanya wahyu-wahyu Ilahi itu, beliau tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga tulisan. Sejarah menginformasikan bahwa setiap ada ayat yang turun, Nabi saw. lalu memanggil sahabat-sahabat yang dikenal pandai menulis, untuk menuliskan ayat-ayat yang baru saja diterimanya, sambil menyampaikan tempat dan urutan setiap ayat dalam surahnya. Ayat-ayat tersebut mereka tulis dalam pelepah kurma, batu, kulit-kulit atau tulang-tulang binatang. Sebagian sahabat ada juga yang menuliskan ayat-ayat tersebut secara pribadi, namun karena keterbatasan alat tulis dan kemampuan maka tidak banyak yang melakukannya disamping kemungkinan besar tidak mencakup seluruh ayat Al-Quran. Kepingan naskah tulisan yang diperintahkan oleh Rasul itu, baru dihimpun dalam bentuk “kitab” pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar r.a.5

    Penulisan Mushhaf
    Dalam uraian sebelumnya dikemukakan bahwa ketika terjadi peperangan Yamamah, terdapat puluhan penghafal Al-Quran yang gugur. Hal ini menjadikan ‘Umar ibn Al-Khaththab menjadi risau tentang “masa depan Al-Quran”. Karena itu, beliau mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar agar mengumpulkan tulisan-tulisan yang pernah ditulis pada masa Rasul. Walaupun pada mulanya Abu Bakar ragu menerima usul tersebut –dengan alasan bahwa pengumpulan semacam itu tidak dilakukan oleh Rasul saw.– namun pada akhirnya ‘Umar r.a. dapat meyakinkannya. Dan keduanya sepakat membentuk suatu tim yang diketuai oleh Zaid ibn Tsabit dalam rangka melaksanakan tugas suci dan besar itu.

    Zaid pun pada mulanya merasa sangat berat untuk menerima tugas tersebut, tetapi akhirnya ia dapat diyakinkan –apalagi beliau termasuk salah seorang yang ditugaskan oleh Rasul pada masa hidup beliau untuk menuliskan wahyu Al-Quran. Dengan dibantu oleh beberapa orang sahabat Nabi, Zaid pun memulai tugasnya. Abu Bakar r.a. memerintahkan kepada seluruh kaum Muslim untuk membawa naskah tulisan ayat Al-Quran yang mereka miliki ke Masjid Nabawi untuk kemudian diteliti oleh Zaid dan timnya. Dalam hal ini, Abu Bakar r.a. memberi petunjuk agar tim tersebut tidak menerima satu naskah kecuali yang memenuhi dua syarat:

    Pertama, harus sesuai dengan hafalan para sahabat lain.

    Kedua, tulisan tersebut benar-benar adalah yang ditulis atas perintah dan di hadapan Nabi saw. Karena, seperti yang dikemukakan di atas, sebagian sahabat ada yang menulis atas inisiatif sendiri.

    Untuk membuktikan syarat kedua tersebut, diharuskan adanya dua orang saksi mata.

    Sejarah mencatat bahwa Zaid ketika itu menemukan kesulitan karena beliau dan sekian banyak sahabat menghafal ayat Laqad ja’akum Rasul min anfusikum ‘aziz ‘alayh ma ‘anittun harish ‘alaykum bi almu’minina Ra’uf al-rahim (QS 9:128). Tetapi, naskah yang ditulis di hadapan Nabi saw. tidak ditemukan. Syukurlah pada akhirnya naskah tersebut ditemukan juga di tangan seorang sahabat yang bernama Abi Khuzaimah Al-Anshari. Demikianlah, terlihat betapa Zaid menggabungkan antara hafalan sekian banyak sahabat dan naskah yang ditulis di hadapan Nabi saw., dalam rangka memelihara keotentikan Al-Quran. Dengan demikian, dapat dibuktikan dari tata kerja dan data-data sejarah bahwa Al-Quran yang kita baca sekarang ini adalah otentik dan tidak berbeda sedikit pun dengan apa yang diterima dan dibaca oleh Rasulullah saw., lima belas abad yang lalu.

    Sebelum mengakhiri tulisan ini, perlu dikemukakan bahwa Rasyad Khalifah, yang menemukan rahasia angka 19 yang dikemukakan di atas, mendapat kesulitan ketika menemukan bahwa masing-masing kata yang menghimpun Bismillahirrahmanirrahim, kesemuanya habis terbagi 19, kecuali Al-Rahim. Kata Ism terulang sebanyak 19 kali, Allah sebanyak 2.698 kali, sama dengan 142 X 19, sedangkan kata Al-Rahman sebanyak 57 kali atau sama dengan 3 X 19, dan Al-Rahim sebanyak 115 kali. Di sini, ia menemukan kejanggalan, yang konon mengantarnya mencurigai adanya satu ayat yang menggunakan kata rahim, yang pada hakikatnya bukan ayat Al-Quran. Ketika itu, pandangannya tertuju kepada surah Al-Tawbah ayat 128, yang pada mulanya tidak ditemukan oleh Zaid. Karena, sebagaimana terbaca di atas, ayat tersebut diakhiri dengan kata rahim.

    Sebenarnya, kejanggalan yang ditemukannya akan sirna, seandainya ia menyadari bahwa kata rahim pada ayat Al-Tawbah di atas, bukannya menunjuk kepada sifat Tuhan, tetapi sifat Nabi Muhammad saw. Sehingga ide yang ditemukannya dapat saja benar tanpa meragukan satu ayat dalam Al-Quran, bila dinyatakan bahwa kata rahim dalam Al-Quran yang menunjuk sifat Allah jumlahnya 114 dan merupakan perkalian dari 6 X 19.

    Penutup
    Demikianlah sekelumit pembicaraan dan bukti-bukti yang dikemukakan para ulama dan pakar, menyangkut keotentikan ayat-ayat Al-Quran. Terlihat bagaimana Allah menjamin terpeliharanya Kitab Suci ini, antara lain berkat upaya kaum beriman.
    Wahai orang-orang kafir!Kekafiran itu adalah suatu penderitaan tetapi kalian tidak merasainya kerana kehidupan dunia telah ‘membius’ hati dan nurani kalian.Kalian hanya akan mengetahui kalian sakit hanya apabila kalian melihat muslim dan kehidupannya iaitu apabila kalian dapati muslim sembahyang menyembah Tuhan 5 kali di dalam sehari semalam sedangkan kalian tidak.Muslim mampu berpuasa 30 hari berturut-turut sedangkan kalian tidak mampu.Muslim tahan hidup susah dan menderita sedangkan kalian tidak tahan.Muslim makanannya hanya yg halal dan bersih sedangkan makanan kalian….Muslim menjalinkan persaudaraan sesamanya tanpa mengira ras dan suku bangsa sedangkan kalian juara apartheid dunia.Muslim menegakkan keadilan sedangkan kalian pencinta kemaksiatan,makar dan konspirasi.Muslim..bla..bla..bla…
    Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Amin Ya Rabbal Alamin.

    Catatan kaki
    1 ‘Abdul Halim Mahmud, Al-Tafkir Al-Falsafiy fi Al-Islam, Dar Al-Kitab Al-Lubnaniy, Beirut, t.t., h. 50.

    2 Muhammad Husain Al-Thabathabaly, Al-Qur’an fi Al-Islam, Markaz I’lam Al-Dzikra Al-Khamisah li Intizhar Al-Tsawrah Al-Islamiyah, Teheran, h. 175.

    3 Mustafa Mahmud, Min Asrar Al-Qur’an, Dar Al-Ma’arif, Mesir, 1981, h. 64-65.

    4 ‘Abdul Azhim Al-Zarqaniy, Manahil Al-’Irfan i ‘Ulum Al-Qur’an, Al-Halabiy, Kairo, 1980, jilid 1, h. 250.

    5 Ibid., h. 252.

    sumber :

    MEMBUMIKAN AL-QURAN
    Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat
    Dr. M. Quraish Shihab
    Penerbit Mizan, Cetakan 13, Rajab 1417/November 1996
    Jln. Yodkali 16, Bandung 40124
    Telp. (022) 700931 – Fax. (022) 707038
    mailto:mizan@ibm.net
    Dicopas dari:http://answering.wordpress.com/2009/01/27/keotentikan-al-quran/

    1. Nabi Cabul Says:

      Ayat-Ayat Setan

      Untuk menenangkan para anggota keluarganya (Muhammad) yang menyembah berhala dan juga para angggota suku Quraisy, dia memutuskan bahwa hal yang terbaik yang dapat dilakukannya adalah mengakui bahwa adalah pantas-pantas saja jika orang-orang bersembahyang dan menyembah ketiga puteri Allah: Al-Lata, Al-Uzza, dan Manat.

      Hal inilah yang menyebabkan munculnya “ayat-ayat setan” yang sangat terkenal dalam Quran. Muhammad ketika itu berada dalam keadaan lemah dan diduga dikuasai oleh inspirasi Setan (menurut para ahli Islam pada abad awal berdirinya Islam) sehingga mengalah pada tuntutan dan keinginan para penyembah berhala di Mekah (Surat 53:19). Literatur mengenai
      “ayat-ayat setan” ini sedemikian banyaknya sehingga kalau ditulis, bisa menjadi satu buku tebal hanya mengenai satu issue ini saja! Setiap buku referensi umum dan Islam, baik yang ditulis orang-orang Barat maupun orang-orang Muslim, selalu mencakup tulisan mengenai “ayat-ayat setan” ini serta riwayat hidup Muhammad.
      Cerita mengenai Muhammad menerima sementara tuntutan dan keinginan para penyembah berhala dengan cara mengijinkan mereka menyembah banyak dewa tidak mungkin bisa disangkal kebenarannya dan tidak bisa diabaikan. Hal tersebut telah merupakan fakta sejarah yang didukung oleh semua ilmuwan kajian Timur Tengah, baik ilmuwan Barat maupun Muslim.

      Kami menyadari ada sementara pembela Islam modern yang menolak cerita mengenai “ayat-ayat setan” tersebut. Namun kami harus menjelaskan bahwa mereka melakukan hal tersebut tidak berdasar pada bukti-bukti tertulis atau fakta sejarah.

      Penolakan mereka semata-mata hanya berdasarkan asumsi bahwa Muhammad adalah orang tidak berdosa jadi dia tidak mungkin melakukan hal semacam itu.

  86. Nabi Cabul Says:

    Susunan Alquran

    Ketika seseorang yang sudah terbiasa dengan Alkitab, lalu mengambil Alquran dan mulai membacanya, dia segera menyadari bahwa dia sedang berurusan dengan literatur yang seluruhnya berbeda dengan yang ditemukan dalam Alkitab.
    Sementara Alkitab berisi banyak narasi sejarah, Alquran sangat miskin sejarah. Sementara Alkitab memberi penjelasan mengenai istilah-istilah atau teritori-teritori yang tidak dikenal, Alquran tidak memberi penjelasan terhadap hal-hal tersebut.
    [ Sementara Injil menampilkan penggenapan nubuat dan saksi-saksi mata, Alquran tidak memberikan nubuatan, bukti dan saksi!].

    Perbedaan-Perbedaan Struktural

    Pada kenyataannya, cara Alkitab disusun sebagai suatu kumpulan dari 66 buah Kitab menunjukkan bahwa Alkitab diatur sesuai dengan kronologi, subyek, dan temanya.

    Namun ketika anda berbalik kepada Alquran, anda akan menemukan susunan yang membingungkan dan campur aduk dari setiap Surat.
    Beberapa ilmuwan Barat menyatakan bahwa struktur Alquran demikian campur baurnya, sehingga membutuhkan kerja keras buat seseorang untuk menggali isinya.
    [ Dengan perbedaan format, struktur dan narasi antara kedua Kitab ini, cukuplah untuk mempercayai bahwa keduanya tidak datang dari sumber yang sama].

    Komentar-Komentar Pakar

    Ilmuwan Skotlandia, Thomas Caryle suatu saat mengatakan:
    Sungguh bacaan yang sangat melelahkan ketika saya membacanya.
    Suatu yang menjemukan, campur aduk, dengan loncatan-loncatan narasi, acak-acakan yang membingungkan. Tidak ada pilihan lain kecuali kerja keras yang harus dilakukan orang Eropa kalau ingin memahami Alquran.

    Ilmuwan Jerman, Salomon Reinach menyatakan:
    Dari sudut pandang kesusasteraan, Alquran hanya sedikit manfaatnya. Deklamsi, pengulangan-pengulangan, mentah dan ketidak logisan, lepas-lepas, tidak menyatu, akan menyulitkan setiap pembaca polos untuk membacanya. Sungguh merendahkan martabat intelektual manusia memikirkan bahwa untuk sebuah Kitab yang mutu literaturnya tidak seberapa ini
    telah menjadi subyek dari sekian banyak komentar dan bahwa jutaan manusia telah membuang waktu secara sia-sia untuk mencernakan.

    Ahli sejarah Edward Gibbon telah mendiskripsikan Alquran sebagai “suatu pujian fabel, suatu ajaran, serta deklamasi yang tidak menyatu yang kadang-kadang meninggi hilang di awan-awan.

    Encyclopedia McClintock dan Strong menyimpulkan:
    Yang merupakan masalah dari Alquran yaitu bahwa Kitab tersebut sangat tidak koheren, menggunakan bahasa bunga, serta tidak memiliki alur berpikir yang logis secara keseluruhan maupun secara bagian demi bagiannya.

    Bahkan ilmuwan Muslim, Ali Dashti mengeluhkan rendahnya mutu kesusasteraan Alquran sebagai berikut:
    Patut disayangkan bahwa pengeditan Alquran sangat jelek dan susunan isinya sangat tidak teratur. Semua siswa dalam mata pelajaran Alquran menyayangkan mengapa para editor Alquran tidak menggunakan metode yang logis yang biasa digunakan dalam menyusun urutannya menurut waktu wahyu tersebut diterima. Kenapa tidak mengikuti susunan kronologis seperti halnya dengan teks Alquran yang hilang milik Ali bin Abi Thaleb.

    Buku Referensi Islam Standar, The Concise Encyclopedia of Islam, menyebutkan “Ciri-ciri tak beraturan dan tak bersatu sendi” dari teks Alquran.
    Untuk menemukan tulisan-tulisan yang pararel dengan Alquran, seseorang harus menyelidiki mengenai kesusasteraan Arab zaman pra-Islam dimana kita dapat menemukan banyak contok ekstatik semacam ini serta bahan-bahan puitis yang membingungkan.
    [ E.H Parker, Guru Besar Universitas Cambridge, ahli bahasa Arab yang menterjemahkan Alquran ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1876, menyatakan bahwa bahasa Alquran itu “kasar dan tidak teratur”. Tetapi pakar Muslim menanggapi pernyataan E.H Parker ini dengan mengatakan bahwa dia tidak dapat memahami keindahan bahasa Alquran].

    Mekah Dan Medinah

    Pelayanan keagamaan Muhammad sebagaimana yang tercantum dalam Alquran tersebar dalam dua periode. Periode pertama berlangsung di Mekah paling tidak sebelum tahun 612 sesudah Masehi dan berjalan selama kurang lebih 10 tahun. Periode kedua dipusatkan di Medinah dan sekali lagi berlangsung kurang lebih 10 tahun sampai Muhammad meninggal tahun 632 sesudah Masehi.
    Kedua bagian pelayanan tersebut telah diakui oleh para ilmuwan pada umumnya.

    Kematian Yang Tidak Diramalkan

    Sebagaimana yang telah kami sampaikan, Muhammad tidak bisa meramalkan kematiannya sendiri, walaupun dia menyatakan dirinya adalah Nabi Tuhan. Oleh karenanya Muhammad tidak mempersiapkan untuk mengumpulkan dan
    menyusun semua berkas-berkas dari wahyu yang diterimanya dalam satu kumpulan dokumen.
    [ Ia juga tidak sempat tinggalkan wasiat, kepada siapa pimpinan Islam harus diserahkan dan diteruskan].

    Tidak Ada Naskah Aslinya

    Dari catatan sejarah yang tidak ada keraguan dalam ketelitiannya yang dapat dipercaya, kita mengetahui bahwa ketika Muhammad mengalami keadaan seperti orang kerasukan (trans) dan kemudian berbicara kepada orang-orang lain tentang apa yang dilihatnya selama tenggang waktu itu, dia tidak menulis sendiri ceritanya itu dalam suatu naskah.
    Berbeda dengan pernyataan-pernyataan tanpa landasan yang diungkapkan oleh sebagian pembela Islam modern, Muhammad sendiri tidak menulis atau menyiapkan naskah akhir Alquran.
    Kematiannya tidak terduga baik oleh para pengikutnya maupun oleh dirinya sendiri. Dia bahkan tidak punya kesempatan untuk mengumpulkan catatan-catatan dari sejumlah Surat yang berceceran.

    Tulang-Tulang, Daun-Daun, Dan Batu-Batu

    Segalanya tergantung pada para pengikut Muhammad untuk mencoba dan mencatatkan apa yang pernah Muhammad ucapkan. Catatan-catatan ini ditulis sebisanya di atas bahan-bahan yang seadanya tersedia di kala Muhammad mengalami
    keadaan kesurupan (trans) yang tak terduga sambil menerima wahyu.
    The Concise Encyclopedia of Islam berkomentar:
    Alquran dikumpulkan dari apa yang dituliskan pada lapisan luar benda-benda atau apapun yang dapat ditemukan, dari potongan-potongan papyrus, batu-batu rata, daun palem, tulang belikat atau tulang rusuk binatang, potongan-potongan kulit, papan-papan kayu, dan…dari hafalan orang-orang yang mengetahuinya.

    Bahkan ilmuwan Muslim yang dikenal secara internasional Mandudi, mengakui bahwa Alquran aslinya dicatat pada daun-daun pohon kurma, kulit-kulit pohon, tulang dan lain-lain.
    Di kala tidak ada benda-benda di sekelilingnya yang dapat ditulisi, mereka berusaha menghafalkan wahyu yang diperoleh Muhammad sedapat mungkin mendekati aslinya. Menurut Mandudi tugas yang dihadapi oleh para pengikut Muhammad setelah kematiannya yang tidak terduga adalah mengumpulkan semua kotbah-kotbah Muhammad yang berceceran, sebagian bahkan ditulis pada benda-benda yang dapat memudar, sebagian yang lain tidak ditulis tetapi hanya berdasarkan hafalan.
    Hal ini tentunya menimbulkan kesulitan besar. Beberapa kulit pohon hancur atau rusak dan beberapa batu hilang. Lebih parah lagi, seperti yang ditulis Ali Dashti, hewan-hewan pada masa itu makan daun palem atau lembaran anyaman daun-daunan di atas mana tertulis Surat-Surat Alquran.
    Beberapa orang yang mengetahui Surat-Surat tertentu telah mati dalam peperangan sebelum mereka sempat menyalin apa yang telah mereka dengar/ketahui.

    Pengumpulan bahan-bahan Alquran berlangsung beberapa tahun. Banyak masalah muncul karena daya ingat dan hafalan-hafalan seseorang tidak persis sama dengan orang lain. Hal ini merupakan salah satu kelemahan manusia yang tidak dapat diabaikan. (Ketika lebih dari satu orang yang hadir dan mendengar kotbah yang sama diminta untuk menceritakan kembali apa yang mereka dengar sering timbul silang pendapat mengenai apa yang persis diucapkan oleh si pengkotbah!)
    Seperti yang akan kita lihat nanti, masalah perbedaan tersebut diatasi/dipecahkan dengan menggunakan cara kekerasan fisik dan memaksa orang-orang untuk menggunakan hanya salah satu versi saja tentang apa yang pernah dikatakan Muhammad. Tidak diberi peluang untuk mengakomodasikan versi-versi lain dari catatan tentang apa yang diucapkan Muhammad itu.

    Urut-Urutan dari Surat-Surat Alquran

    Jika anda membuka Alquran, anda akan menemukan bahqa 114 Surat, atau wahyu, yang diberikan kepada Muhammad memang tidak tersusun menurut urutan kronologis ketika mana wahyu diturunkan. Seandainya telah tersusun menurut urutan kronologis pasti Surat pertama adalah merupakan wahyu yang diterima Muhammad pertama pula dan Surat terakhir pasti juga merupakan wahyu terakhir.
    [ Wahyu pertama dari Allah yang diterima Muhammad dari langit, kini di dunia menjadi Surat urutan yang ke-96 (Al’Alaq). Urutan kronologis turunnya wahyu ditiadakan, dan diganti dengan urutan acak, sehingga malah berubah berdasarkan sisipan ayat susulan dan panjangnya Surat! Surat
    Pertama al-Fatihah yang ada sekarang ini tidak diketahui kapan diturunkan. Tidak seorang pakar Islam-pun yang tahu di mana posisinya ketika diturunkan: sebelum atau sesudah Surat apakah? Utsman menempatkannay sebagai Surat pertama, namun kehadirannya sebagai Surat wahyu ditolak oleh Ibnu Mas’ud, sahabat Muhammad yang paling berotoritas dalam surat-surat Makkiyah].

    Alquran juga tidak disusun dengan menggunakan pola narasi sejarah yang runtun di mana kita dapat mengikuti kehidupan, tindakan-tindakan, dan pengajaran-pengajaran yang dilakukan oleh Muhammad mulai dari awal sampai akhir.
    Sebaliknya kita dihadapkan pada kumpulan Surat-Surat yang campur baur yang tidak menggambarkan adanya pola penyusunan secara wajar sesuai konteksnya.
    Cara Alquran dibundel oleh penerus Muhammad setelah dia meninggal semata-mata hanya berdasarkan ukurannya (panjangnya/volum-nya). Jadi Alquran disusun mulai dari Surat yang paling panjang sampai pada Surat yang paling pendek, dengan tidak memperdulikan urutan kronologisnya turunnya wahyu.
    [ Dan itu diklaim dengan mengatas namakan “Penetapan Nabi” berdasarkan permakluman Jibril. Padahal urutan ayat dan Surat tidak pernah ditetapkan oleh Muhammad secara baku.
    Lihat balik tradisi, ketika mana Muhammad mengadakan pengajian ayat Surat-surat Quran dari waktu ke waktu. Adakah pembacaan/pengajian itu memastikan satu metode baku pengurutan? Ibnu Mas’ud dalam satu acara khusus pernah mendemonstrasikan mengaji hingga lebih dari 70 Surat
    (di mana Muhammad sendiri hadir dan tidak ada yang menyalahkan pengajiannya, (Sahih Muslim, vol 4, hlm 1312), namun jelas pengajian ini TIDAK MENURUTI URUTAN SURAT YANG BAKU, terbukti Ibnu Mas’ud sendiri menolak Al-Fatihah dan Surat 113 dan 114 sebagai wahyu Allah (lihat Al-Itqan dalal bab Pengumpulan Alquran). Kronologi urutan sebenarnya mutlak dibutuhkan karena Allah SWT sendiri berulang-ulang menurunkan ayat-ayat baru “nasakh” untuk mengganti ayat-ayat lama “mansukh” yangt dibatalkan-Nya. Jadi per definisi, konsep dasar “nasakh-mansukh” adalah bersifat kronologis. Apakah mungkin Allah SWT sekali menurunkan ayat-ayat kronologis, lalu sengaja mengacakkan ayat-ayatNya, sambil sebagiannya di-nasakh-kan dan dibatalkan, kemudian semuanya ditempatkan dalam Surat-surat yang nantinya diurut lagi berdasarkan panjangnya? Kedengarannya amat melecehkan Daya Cipta-Nya]

    Penanggalan Surat-Surat Alquran

    Dalam pelayanan kerohanian, setiap pimpinan agama cenderung bersuara makin panjang sesuai dengan makin lamanya pelayanannya. Maka sebagian besar ilmuwan percaya bahwa Surat-Surat Alquran yang pendek adalah bagian dari Surat-Surat awal yang diajarkan Muhammad. Seiring dengan berjalannya waktu dan banyaknya pesan yang akan disampaikan, Surat-Surat Alquran menjadi makin panjang.
    [ Itu namanya pentahapan yang baik. Tetapi sekalipun Quran mengakui pewahyuan tahapan-angsur berdikit-dikit (QS. 76: 23 dll), namun justru Utsman menyusunnya berdasarkan

    keterbalikan 180 derajat dari pentahapan yang baik dan logis ini].

    Namun sesekali terjadi pula campuran wahyu-wahyu yang diturunkan di Mekah (disebut Surat Makkiyah) dengan wahyu-wahyu yang diturunkan di Medinah (disebut Surat Madaniyah) di dalam satu Surat yang sama. Sehingga sekalipun urutan Alquran mengacu kepada ukuran (panjangnya) Surat, namun hal itu tetap merupakan suatu cacat terbuka dalam pemberian urutan pada Surat-Surat Alquran yang seharusnya baik dan sempurna.

    Kata Ganti Orang Pertama

    Umat Muslim menyatakan bahwa Alquran selalu ditulis dalam kata ganti orang pertama (maksudnya aku, saya, atau kami), karena Allah sendiri sebagai Aku berbicara pada manusia. Pernyataan semacam ini, bagaimanpun, tidak sesuai dengan teks Alquran. Banyak bagian yang dengan jelas menunjukkan bahwa bukan Allah yang berbicara, tetapi Muhammad.
    [ Contoh yang amat menyolok adalah Surat Al-Fatihah, di aman wahyu dari muluit Allah telah dimulai sejak dari ayat 1, ayat basmalah. Ayat ini, bersdama dengan ayat 2, 3, dan 4, memperlihatkan betapa Allah memuji diriNya sendiri. Namun selanjutnya, tiba-tiba mulut Allah berganti menjadi mulut manusia yang menyerukan “ayat” 5, 6, 7: “Hanya engkaulan yang kami sembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan, tunjukilah kami jalan yang lurus”?].

    Pengulangan Tiada Akhir

    Masalah lain yang berkenaan dengan Alquran yaitu bahwa Alquran ditujukan untuk dihafalkan oleh orang-orang yang buta huruf dan tidak berpendidikan, sehingga Alquran menekankan pada pengulangan-pengulangan yang sama secara terus-menerus. Akibatnya orang seringkali menemukan cerita-cerita yang sama yang diulang-ulang dalam Alquran. Bagi masyarakat buta huruf, pengulangan yang banyak itu memang sangat membantu mereka mengenal Alquran, namun bagi orang-orang berpendidikan hal tersebut hal yang sangat membosankan.

    “Rasa” yang Benar (the right “feel”)

    Pengamatan terakhir mengenai Alquran memberi kesan dan rasa bahwa Alquran tidak merupakan suatu karya yang lengkap.
    Kalau anda membuka Alkitab, anda akan melihat bahwa Alkitab berawal dengan kalimat pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi (Kej. 1: 1)
    Ketika anda terus membaca isi Alkitab, anda akan mengetahui adanya urutan kronologis mulai dari penciptaan, kejatuhan manusia ke dalam dosa, air bah, menara Babel, panggilan Abraham, tua-tua Alkitab, panggilan Musa, keluarnya bangsa Israel dari tanah perhambaan, pembentukan bangsa Israel, Israel menjadi bangsa tawanan lagi, orang-orang Israel dalam pembuangan, mereka kembali di bawah perintah Cyrus, pembangunan kembali Israel, nubuatan akan datangnya Messiah, kedatangan Messiah dan kehidupanNya, kematianNya, kebangkitanNya, dan berawalnya zaman gereja…Kemudian anda
    akan sampai pada buku terakhir dalam Alkitab, dan anda akan membaca menganai berakhirnya alam jagat raya.
    Alkitab memberi rasa dan kesan utuh, lengkap, karena diawali dengan pernyatan pada mulanya dan berlangsung terus sampai berakhirnya sejarah manusia.

    Tidak Ada Awal, Tidak Ada Akhir

    Tetapi kalau anda memperhatikan Alquran, karena kondisinya yang tidak beraturan, anda tidak akan dibawa kepada perasaan yang komplit. Anda merasa ada sesuatu yang lepas ngambang, setelah anda membaca Surat demi Surat, karena tidak ada kaitan kelogisan antara Surat yang satu dengan Surat yang lain.
    Contohnya, satu Surat membahas mengenai hal sepele, bahwa Allah menghendaki agar para istri Muhammad berhenti berdebat dan cekcok di hadapannya, sementara Surat berikutnya meloncat mengenai penyerangan atas berhala-berhala Arab. Jadi anda merasakan sesuatu yang tidak utuh, juga merasa tida puas karena anda tidak dapat mengetahui inti ceritanya, apalagi secara keseluruhan.
    [ Alquran mempunyai surat yang diklaim sebagai prolog yaitu Al-Fatihah, namun tanpa epilog. SURAT PENUTUP seharusnya ada demi merangkum ayat-ayat penutupan yang strategis, dan sekaligus memeteraikan amanat atau kesimpulan, pesan dan janji-janji Allah yang akan “pamit” berwahyu bagi uamtNya. Surat 114 (An-Naas, manusia) DITEMPATKAN TERAKHIR, namun itu hanya pinjam tempat saja. Ia bukanlah Surat dengan wahyu-wahyu khas penutupan Allah. Ia tidak memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri di antara surat-
    Surat lainnya bagi orang-orang Muslim. Apalagi isi Surat 114 ini pengulangan yang dipersempit dari Surat 113, yaitu sebentuk permohonan perlindungan kepada Tuhan dari kejahatan makhlukNya, jin dan manusia. Tambah ironisnya, Surat An Naas bersama dengan Surat Al-falaq (Surat al-Muauwadsatain) justru bermasalah, karena Ibnu Mas’ud menolak al- Muauwadsatain dan Al-Fatihah sebagai bukan bagian dari Al-Quran. (baca Al-Itqan bab tentang Pengumpulan Alquran).
    Lain lagi Surat Al-Fatihah, yang memperlihatkan bahwa semula Surat tersebut tidak termasuk dalam Alquran, melainkan perkembangan tradisi bersembahyang-lah yang menjadikan ia diterima sebagai bacaan Quran (Imam Malik dalam Muwatta, Buku III/no 3.9.39). Karena tradisi yang berkembang mencari bentuknya, maka naskah Al-Fatihah menurut versi Shiah, dijumpai berlainan teksnya dibandingkan dengan teks Utsman (lihat Tadhkirat al-A’imma, Muhammad Baqir Majlisi, edisi Teheran 1331,p.18).
    Abu bakar al-Asamm, imam masjid di Wasit dan guru Abu Bakar an-Naqqash, menyatakan bahwa Surat Al-Fatihah pada mulanya tak termasuk dalam bagian Quran, alias non wahyu (Ibnu al-Jazari Tabaqat, no.3943, vol II, p.404)].

    Tradisi Yang Jalin-Menjalin Ke Dalam Wahyu

    Tradisi dan pelaksanaan ibadah shalat/doa dan lain-lain, di masa awal perkembangan Islam bukanlah seperti apa yang kita kenal sekarang ini. Alquran memcatat banyak sekali ayat lepas, ayat secara bertahap yang menyuruh ruku’ (QS 2: 43, 3: 43,
    22:77, 77: 48, dan lain-lain), ada yang ditahapkan bersujud (QS 15:98, 17: 107, 25:64, 84:21, dan lain-lain), ada yang menyuruh berdiri QS 25: 64, shalat berjamaah, bahkan ada doa santai ketika berdiri, duduk, dan berbaring, QS 3: 191. Semuanya masih mencari-cari bentuk. Quran umumnya menyebutkan 2 waktu bersembahyang, bukan 5 (yaitu “siang dan malam”, atau “pagi dan petang”, atau “sebelum dan sesudah matahari terbit”, lihat QS 17: 78, 20: 130, 24: 36, 50: 39, 76:25 dan lain-lain). Memang ada ayat-ayat shalat hanya untuk malam hari, atau di tengah-tengah siang hari tanpa waktu khusus. Namun di manapun tidak pernah ada perintah 5 waktu shalat yang persis yang ditetapkan oleh Alquran.
    Dalam perkembangannya, pola dan tradisi sembahyang Nabi yang awal-awalnya berbasiskan wahyu tahapan itu segera “dikalahkan” dalam jalinan ritual tradisi (non wahyu) yang semakin formak sehingga timbul aturan 5 waktu persis untuk bershalat! Dan ini diadopsi sebagai WAHYU!
    Hiruk pikuk perubahan shalat bukan hanya terbatas soal waktu, tetapi juga menyangkut pembatalan tata cara bersembahyang:
    Kiblat shalat yang tadinya menghadap Yerusalem diubah menjadi menghadap Baitullah. Sembahyang malam yang tadinya diwajibkan separuh waktu setiap malam, tiba-tiba diringankan Allah menjadi bersembahyang dan membaca Alquran menurut apa yang dianggap mudah/nyaman. Ayat-ayat wajib sembahyang tahajud yang panjang akhirnya juga dicabut. Penggantian ini terjadi begitu saja lewat satu Surat Makkiyah yang pendek, yaitu Surat 73.

    Al-Fatihah tidak tercatat keabsahannya sebagai wahyu (kapan, di mana, bagaimana turunnya dan diperkenalkan), namun dalam perkembangannya dimufakati begitu saja sebagai wahyu agung, diberi nama Surat Al-Fatihah (bukan nama dari wahyu), dan karenanya ditempatkan urutannya sebagai Surat pertama.

    [ Tidak heran Ibnu Mas’ud menolaknya sebagai wahyu, dan Rasululah sendiri memang sempat rancu menetapkan apakah Al-Fatihah wajib dibaca dalam shalat atau tidak. Di satu pihak ia berkata dalam tradisi (di luar wahyu) bahwa “tidak (sah) shalat orang yang tidak membacakan Al-fatihah”. Namun di lain pihak diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim bahwa Rasululah SAW mengatakan kepada seseorang yang belum baik bacaan shalatnya: “ Apabila engkau melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah ayat-ayat Alquran yang mudah untukmu” (tidak harus membaca Al-Fatihah). Dan ini bahkan diberlakukan umum oleh wahyu Allah sendiri (QS 73:20): “maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran.” (bukan Al-Fatihah).
    Dominasi tradisi shalat juga tampak ketika Abu Ubaida, menyusuli Ibnu Mas’ud menolak Al-Fatihah sebagai bagian Alquran. Orang-orang justru menepis penolakan Abu Ubaida itu dengan alasan bahwa “Surat Al-Fatihah” memang telah menjadi terlalu populer sehingga tidak ada masalah yang perlu dipersoalkan (The True Guiedance, IV.p.58)]

    Kesimpulan

    Bandingkan rumitnya “koordinasi ilahi” yang runtun dan utuh buat 66 kitab dalam Alkitab yang ditulis dalam kurun waktu beberapa ribu tahun oleh paling sedikit 40 orang penulis yang saling asing dan berbeda. Lalu kontraskan dengan Alquran yang tidak runtun walau diturunkan hanya lewat satu tangan (Muhammad) selama satu masa hidupnya, maka pasti anda tidak akan berhasil membandingkan keduanya. Terlalu superior yang satu terhadap yang lain!
    Klaim sepihak bahwa Alquran adalah merupakan kelanjutan dari Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sesungguhnya hanya merusak citra Islam sendiri, karena dalam analisis akhir, diketahui bahwa substansi, struktur dan gaya sastera Alquran sama sekali tidak cocok dengan yang bisa dijumpai dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
    [ Sejarah tidak pernah menemukan Kitab Suci Israel bereksistensi seperti Quran].
    Sebagian besar ilmuwan menyimpulkan bahwa bila kita berangkat dari Alkitab dan melanjutkannya ke Alquran sama saja artinya dengan berangkat dari yang bermutu tinggi menuju kepada mutu rendah, dari yang besar kepada yang kerdil, dari yang nyata kepada yang maya. –

  87. ilham othmany Says:

    Untuk menyajikan kajian tentang wahyu ini, kami akan menggunakan berita-berita nubuat dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Injil). Kalau kami membahasnya dari kacamata Bibel bukan berarti mempercayai seluruh isi Bibel, ayat-ayat Bibel yang menyalahi konsep tauhid dan dua konsep kemanusiaan akan kami kesampingkan apalagi ayat-ayat yang porno dan tidak masuk akal. Hal ini berdasarkan prinsip yang dipakai Dr. Robert Morey dalam banyak hujatannya terhadap al-Qur’an, yaitu “Yang lama mencocokkan yang baru”. Dan sudah kita bahas pada awal buku ini. Pendapat kami tersebut tidak bisa disebut inkonsisten, di mana menyatakan ada penyelewengan dalam Bibel di satu pihak sementara beberapa dalil memakai Bibel. Inkonsistensi bisa dikatakan jika tidak ada aturan yang jelas, sementara bahasan kami ini berdasarkan aturan yang ditetapkan sendiri oleh Dr. Robert Morey seperti prinsip tersebut di atas. Dengan prinsip ini sebenarnya secara logika kami boleh menggunakan ayat-ayat al-Qur’an untuk menunjang semua bahasan sehingga kita akan mendapatkan pengertian yang benar dari permasalahan yang dilontarkan.
    Banyak sekali ayat-ayat Bibel yang menubuatkan akan adanya seorang Nabi baru yang datang setelah Nabi Isa As, (Yesus). Dan perlu kami tegaskan bahwa tidak ada nabi lain setelah masa Yesus, sebab Yohanes Pembabtis (Nabi Yahya) adalah hidup sezaman dengan Yesus. Namun kami hanya memfokuskan pada nubuat Musa yang tercantum pada Kitab Ulangan 18:18. (kitab ulangan masuk dalam perjanjian lama/ Taurat). Ayat tersebut berbunyi :

    “Bahwa aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau (Musa), dan Aku akan mernberi segala firman-Ku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala yang Kusuruh akan dia” (Kitab: Ulangan 18:18).

    Dalam mencermati ayat di atas Ahmed Deedat membuktikan dengan sangat baik bahwa yang dimaksud dalam kitab ulangan tersebut adalah Nabi Muhammad Saw walaupun kebanyakan sarjana Kristen menyatakan tidak mengakui hal itu10. Alasan yang dikemukakan Ahmed Deedat secara ringkas sebagai berikut :

    …….antara segala saudaranya : Isyarat untuk keturunan IsmaEL saudara IsraEL keturunan Ibrahim dari Ishaq. Bibel juga mengakui bahwa Ibrahim berputra Ismael dan Ishaq.
    ……yang seperti engkau (Musa) : Isyarat untuk nabi yang perihalnya seperti Musa yaitu Muhammad dengan alasan sebagai berikut :
    Musa dan Muhammad dilahirkan melalui ibu dan bapak. Yesus tidak.
    Musa dan Muhammad menikah dan mempunyai anak. Yesus tidak.
    Musa dan Muhammad diterima kaumnya -bani Israel­Yesus tidak.
    Musa dan Muhammad membawa hukum agama baru. Yesus hanya meneruskan. 11 (Sampai hari ini pun Taurat dan Injil dalam satu paket yang disebut Alkitab/Bibel, atau perjanjian lama dan perjanjian baru12).
    Dalam menjelaskan ayat di atas -… dan aku akan memberi segala firman-Ku dalam mulutnya- Ahmed Dedat mencontohkan dalam perdebatannya dengan pendeta Dominee sebagai berikut :
    Apakah artinya jika dikatakan, “Saya akan menaruh firman saya dalam mulut Anda?’ Perhatikan, ketika mula-mula saya meminta Anda (Dominee) untuk membuka Ulangan 18: 18 dan jika saya meminta Anda untuk membacanya, lalu Anda telah membacanya, apakah itu berarti saya telah menaruh firman saya dalam mulut Anda?”
    Dominee menjawab, “Tidak”

    Tetapi, saya melanjutkan, “Jika saya mengajari Anda sebuah bahasa yang Anda tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, seperti bahasa Arab, dan bila saya meminta Anda untuk rnembaca atau mengulangi sesudah saya”, apa yang saya ucapkan yaitu:

    “Katakanlah, ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas : 1-4).

    Tidakkah saya sedang menaruh kata-kata asing yang belum pernah didengar dan telah kamu ucapkan, ke dalam mulut Anda?” Dominee tentu saja setuju.
    Dengan cara yang sama, saya berkata, “Kata-kata kitab suci Al-Qur’an, wahyu yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada Muhammad diungkapkan.”
    Ilustrasi Ahmed Deedat dalam menjelaskan kalimat di atas menjadikan gambaran tentang proses pewahyuan semakin dapat dinalar. Al-Qur’an sendiri memberikan gambaran yang sama sebagai berikut :

    “Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat”. (QS. Al-Muzammil : 5).

    “Kami akan membacakan (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa “. (QS. Al-A’laa: 6).

    Dan seperti yang kita lihat bahwa ayat dalam kitab Ulangan 18:18 di atas adalah wahyu yang diberikan kepada Nabi Musa, -yang tentunya dengan bahasa Ibrani.13
    Proses penurunan wahyu dengan cara ‘dibacakan’ – menurut Qur’an- atau ‘memberi segala firmanku kedalam mulutnya’ menurut gaya bahasa Taurat, secara tegas menunjukkan bahwa wahyu tersebut atau al-Qur’an bukan dari Nabi Muhammad Saw atau Nabi Musa, baik materi maupun bahasa. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa Rasulullah pernah tergesa-gesa menggerakkan bibirnya untuk menirukan wahyu yang dibacakan.
    Bibel yang diyakini kebenarannya oleh Dr. Robert Morey telah menyatakan kebenaran Nabi Muhammad Saw. dan al­Qur’an, bahkan dengan penjelasan tentang proses pewahyuannya. Satu proses pewahyuan al-Qur’an kepada Muhammad yang dijelaskan secara lebih gamblang dan bisa dinalar. Maka ketika disebut dalam hadits-hadits nabi tentang proses pewahyuan yang melalui Malaikat Jibril hal itu bukanlah hal yang mengada-ada. Para sahabat pun menurut riwayat hadits ada menyaksikan kedatangan Jibril. Namun demikian proses pewahyuan melalui pembacaan oleh Jibril lebih masuk akal ketimbang penjelasan Injil tentang pewahyuan Yesus :

    “Maka Yahyapun menyaksikan serta herkata : ‘Aku sudah nampak Roh Allah turun dari langit, seperti seekor burung merpati, lalu hinggap di atasNya”. (Yahya 1: 32).

    Jika dibaca melalui kaca mata Muslim, maka ….. di atasnya”, dengan memakai ‘n’ dengan huruf kecil. Itu berarti Allah mengutus Jibril datang kepada Yesus sehingga “seekor burung” sebagai suatu kiasan. Mungkin bahasa manusia abad I masehi memakai cara tersebut. Ayat ini secara tidak langsung menyatakan bahwa Roh (Qudus) adalah utusan, dan Yesus adalah nabi, di sini istilah wahyu baru ada.
    Tapi kalau dibaca menurut kaca mata Kristen Trinitas, maka ayat tersebut sekedar bacaan tanpa makna. Cerita tiga tuhan sedang bersilaturrahmi. Bagaimana mungkin tuhan mewahyukan firman kepada tuhan. Yah begitulah Ajaran Nabi Isa telah dibajak oleh Paulus.
    Proses pewahyuan al-Qur’an seperti di atas adalah salah satu tingkatan pewahyuan. Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama 23 tahun, bukan diturunkan satu kitab secara langsung. Prosesnya pun berbeda-beda dari tingkat yang terendah hingga yang tertinggi yaitu pertemuan dengan Pencipta, seperti yang dialami Nabi Muhammad ketika Isra’ mi’raj dan mendapat perintah shalat, juga Nabi Musa yang disebut al-Qur’an sebagai Nabi yang kepadanya Allah berbicara.
    Proses pewahyuan yang secara bertahap inilah yang dipahami salah oleh Dr. Robert Morey dan dijadikan alasan bahwa ada kontradiksi dalam masalah pewahyuan.14 Sebab umat Kristen secara umum tidak memiliki pandangan yang tepat masalah pewahyuan. Seperti pewahyuan Nabi Musa misalnya Selalu digambarkan satu buku turun dari langit, apalagi pewahyuan Nabi Isa As. jelas sulit mereka jelaskan karena Nabi Isa sendiri mereka lantik menjadi ‘tuhan’, karena itu mereka Sering menggunakan bahasa kiasan burung merpati yang mungkin sering kita lihat di gambar-gambar Yesus. Kalangan Kristen yang mengerti tentu saja enggan menjelaskan burung merpati tersebut, tapi yang tidak tahu ditelan mentah-mentah karena disajikan dengan gambar yang indah.

    Mukjizat

    Kita mengetahui dari al-Qur’an bagaimana para nabi terdahulu dalam penyebaran dakwahnya dibekali oleh hal-hal yang supranatural. Seperti perahu Nuh, Tongkat Nabi Musa, Menghidupkan orang mati dll. Tidak disangkal bahwa hal-hal seperti itu adalah adikudrati, sebagaimana diutarakan oleh Dr. Robert Morey dalam membanggakan nabi Isa.15 Umat muslim juga berpendapat sama bahwa itu adikudrati yang diberikan oleh Allah. Umat muslim juga ikut bangga bahkan cerita itu seringkali disampaikan pada anak-anak sejak masih kecil. Namun kemudian jika hal itu ditujukan untuk menyatakan bahwa ajaran Islam tidak valid karena mukjizat umat muslim yang berupa al-Qur’an kalah dibanding mukjizat nabi-nabi sebelumnya tentu saja tidak benar. Pernyataan Dr. Robert Morey ini mirip dengan cerita anak kecil yang mengunggulkan siapa dan apa saja yang disukai.
    Secara jujur, mukjizat Yesus, hanya terjadi pada masa kenabiannya. Dan hal itu tidak bisa difungsikan pada masa sekarang. Namun al-Qur’an yang diturunkan 14 abad lalu masih ada dan masih menjalankan fungsinya. Anda bisa melihat bagaimana Islam masuk Eropa dan Amerika, apakah dengan menghidupkan orang mati? atau membelah laut dengan tongkat Musa? tentu saja tidak. Islam masuk Amerika dan Eropa karena ajaran al-Qur’an yang bersifat logis, setiap penyajiannya disertai dengan dalil-dalil, bahkan berisi isyarat Ilmu pengetahuan yang sedang menjadi symbol masa sekarang. Dan karena kebesaran al-Qur’an itulah buku Islamic Invasion ditulis, coba perhatikan judulnya : THE ISLAMIC INVASION Confronting the World’s Fastest Growing Religion. Tidakkah judul itu ditulis untuk membuktikan kehebatan al-Qur’an yang mampu menembus jantung Eropa dan Amerika hingga menjadikan agama Islam menjadi agama yang paling cepat perkembangannya?.
    Justru seiring perkembangan pemikiran manusia, di mana manusia modern menginginkan sesuatu yang logis, maka hal-hal yang bersifat adikudrati dianggap hanya sebatas legenda yang diceritakan kepada anak-anak kecil ketika hendak tidur. ya..itulah manusia, selalu punya alasan untuk menolak. Masyarakat modern menghendaki bukti empiris yang logis, bukan hal yang tidak bisa dicerna akal. Otoritas gereja sekarang tidak akan bisa memaksa seorang ilmuan untuk mengimani TRINITAS dengan menceritakan mukjizat para nabi terdahulu. Begitu juga ciri penyampain logis dalam al-Qur’an, mungkin tidak akan efektif pada masa Musa dan Isa. Sebab pemikiran manusia pada 4000 tahun yang lalu jelas berbeda dengan sekarang. Berikut ini pengakuan dari Nazmi Luke seorang pendeta Mesir yang dinukil oleh Dr. Quraish Shihab dalam Mu’jizat al-Qur’an sebagai berikut :

    “Tidak dapat disangka! bahwa menghidupkan orang mati, mengembalikan penglihatan orany buta, dan lain-lain merupakan hal-hal yang bernilai agung. Akan tetapi, itu sernua tidak akan berarti sarna sekali apabila ia dimaksudkan untuk membuktikan bahwa 2+2 = 9. Karena itu adalah wajar jika dipaparkan kepada rnanusia yang telah mencapai kedewasaannya bukti-bukti rasional dan logis”.16

    Berikut ini akan kami ketengahkan bagaimana satu ayat al-Qur’an disertai satu hadits Nabi dapat merubah pandangan seorang Prof. Dr. Joe Leigh Simpson tentang agama. Dia adalah ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi serta Pakar molecular dan Genetika Manusia, Baylot College Medicine, Houston Amerika.
    Itu terjadi pada pertemuan dan dialog yang diadakan dengan ilmuwan terkenal dalam bidang ilmu pengetahuan yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk menguji fakta ilmiah yang disebutkan di beberapa ayat al-Qur’an. Selain untuk menyorot fakta bahwa Agama Islam mendorong kemajuan Ilmu pengetahuan. Dialog tersebut diceritakan oleh Abdullah M. Rehaili sebagai berikut :

    Ketika kami pertama kali bertemu dengannya, Prof. Simpson menuntut pembuktian al-Quran dan Sunnah. Akan tetapi, kami sanggup menghilangkan kecurigaannya. Kami menunjukkan kepadanya sebualt naskah garis besar perkembangan embrio. Kam; membuktikan kepadanya bahwa al-Quran menjelaskan kepada kita bahwa turunan atau hereditas dan sifat atau kromosom yang tersusun hanya bisa terjadi setelah perpaduan yang berhasil antara sperma dan ovum. Sebagaimana yang kita ketahui, kromosom-kromosom ini berisi semua sifat-sifat baru manusia yang akan menjadi mata, kulit, rambut dan lain-lain.

    Oleh karena itu, beberapa sifat manusia yang tersusun itu ditemukan oleh kromosomnya. Kromosom­kromosom ini mulai terbentuk sebagai permulaan pada tingkatan nutfah dari perkembangan embrio. Dengan kata lain, ciri khas manusia baru terbentuk sejal: tingkatan nutfah yang paling awal. Allah Yang Maha agung dan Yang Maha Mulia berfiman di dalam Al­-Quran :

    “Celakalah kiranya manusia itu ! Alarngkah ingkarnya (Kepada Tuhan). Dari apakah dia diciptakan ? Dari setetes air mani. (Tuhan) menciptakannya dan menentukan ukuran yang sepadan dengannya. ” (QS Abassa: 17-19)

    Selama empat puluh hari pertama kehamilan, semua bagian dan organ tubuh telah sempurna atau lengkap, terbentuk secara berurutan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada kita di dalam hadistnya : “Setiap dari kamu, semua komponen penciptamu terkumpul dalam rahim ibumu selam empat puluh hari.”

    Di dalam hadist lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Ketika setetes nutfah telah melewati 42 malam, Allah menyuruh seorang malaikat ke rahim perempuan, yang berkata : ‘Ya Tuhan! Ini laki-laki atau perempuan? Dan Tuhanrmu memutuskan apa yang Dia kehendaki. ”

    Profesor Simpson mempelajari dua hadist ini intensif, yang mencatat bahwa empat puluh hari pertama itu terdapat tingkatan yang dapat dibedakan secara jelas atau embriogenesis. Secara khusus, Dia dibuat kagum dengan penelitian yang mutlak dan keakuratan kedua hadist tersebut. Kemudian dalam salah satu konferensi yang dihadirinya, dia memberikan pendapat sebagai berikut :

    “Dari kedua hadist yang telah tercatat dapat membuktikan kepada kita gambaran waktu secara spesifik perkembangan embrio sebelum 40 hari. Terlebih lagi, pendapat yang telah berulang-ulang dikemukakan pembicara yang lain pagi ini bahwa kedua hadist ini telah menghasilkan dasar pengetahuan ilmiah yang mana rekaman mereka sekarang ini didapatkan”.

    Profesor Simpson mengatakan bahwa agama dapat menjadi petunjuk yang baik untuk pencarian ilmu pengetahuan. Ilmuwan Barat telah menolak hal ini. Seorang ilmuwan Amerika mengatakan bahwa agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Dengan analogi jika Anda pergi ke suatu pabrik dan Anda berpedoman pada mengoperasilcan pabrik itu, kemudian Anda akan paham dengan mudah bermacam­macam pengoperasian yang berlangsung di pabrik itu. Jika Anda tidak memiliki pedoman ini, pasti tidak memiliki kesempatan untuk memahami secara baik versi proses tersebut.

    Profesor Simpson berkata: “Saya pikir tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama, tetapi pada kenyataannya agama dapat menjadi petunjuk ilmu pengetahuan dengan tambahan wahyu ke beberapa pendekatan ilmiah yang tradisional. Ada kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid, yang mana al-Quran mendukung ilmu pengetahuan yang berasal dari Allah.”

    Inilah kebenaran. Orang-orang Islam tentunya dapat memimpin dalam cara pencarian ilmu pengetahuan dan mereka dapat menyampaikan pengetahuan itu dalam status yang sesuai. Terlebih lagi orang Islam mengetahui bagaimana menggunakan pengetahuan itu sebagai bukti keberadaan Allah, Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia untuk menegaskan kerasulan Nabi Muhammad SAW.17

    Ayat Al-Qur’an dan hadits tersebut disampaikan 14 abad yang lalu dimana bangsa Arab saat itu tidak memiliki ilmu pengetahuan modern. Mungkinkan seorang Muhammad yang disebut ummy (buta huruf) memiliki pengetahuan itu dari dirinya sendiri?. Tidakkah ini bukti kebenaran al-Qur’an? Ini hanya salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah yang bakal dipertontonkan dihadapan manusia, agar kembali kepada tauhid seperti yang dijanjikan oleh Allah Swt. dalam al-Qur’an sebagai berikut:

    ‘Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Qur’an ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Fushshilat: 53).
    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Jangan sampai terlambat.

  88. ilham othmany Says:

    Contoh-Contoh Misinterpretasi terhadap
    Minuman Arak (Khamr) di Surga

    Salah satu topik yang digambarkan oleh orang-orang yang salah dalam menginterpretasikan Al-Qur`an sebagai suatu bentuk kontradiksi adalah bagaimana arak (khamr) disuguhkan di surga, sedangkan arak merupakan minuman haram di dunia. Ayat yang digunakan untuk mengklaim pendapat mereka adalah,

    “(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (Muhammad: 15)

    Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya, jenis kesalahan dari persepsi ini terjadi ketika seseorang berprasangka, menentang dengan sengaja, tidak dapat berpikir, dan tidak menerima Al-Qur`an secara menyeluruh. Sekarang, marilah kita menguji mengapa klaim yang tidak berdasarkan pemikiran tersebut tidak rasional dan tidak beralasan dipandang dari berbagai sudut.

    Pertama, kita dapat mengetahui bahwa ada satu perbedaan antara minuman yang disuguhkan di surga dan yang ada di dunia berdasarkan ayat,

    “Dengan membawa gelas (piala), cerek, dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.” (al-Waaqi’ah: 18-19)

    Sebagaimana diketahui, minuman yang disuguhkan di surga tidak memiliki pengaruh-pengaruh negatif dan sifatnya yang merupakan minuman beralkohol adalah arak yang ada di dunia. Sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut, minuman arak di surga tidak mengakibatkan pening atau kekacauan pikiran. Hal ini berarti meskipun memberikan kesenangan, minuman tersebut tidak menyebabkan mabuk atau penyakit. Karenanya, tidak ada ketidakkonsistenan dalam minuman yang disuguhkan di surga.

    Sebaliknya, minuman beralkohol yang ada di dunia senantiasa digambarkan dalam Al-Qur`an dengan sifat-sifatnya yang merusak dan menghancurkan. Beberapa ayat yang menggambarkan sifat negatif dan destruktif dari minuman beralkohol yang ada di dunia adalah,

    “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya, setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingati Allah dan sembahyang. Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (al-Maa`idah: 90-91)

    “Dan mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.’” (al-Baqarah: 219)

    Jelaslah, tidak dapat diharapkan bahwa karakteristik-karakteristik dari berbagai minuman yang dilarang di dunia ini juga terdapat di surga. Ketika Allah menggambarkan minuman surga, Dia menekankan sekali lagi bahwa minuman yang ada di surga itu tidak mengandung sifat-sifat yang merusak sebagaimana yang terkandung dalam minuman di dunia,

    “Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamr dari sungai yang mengalir. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam khamr itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.” (ash-Shaffaat: 45-47)

    Logika seseorang yang memahami topik ini sebagai suatu kontradisksi pada saat Allah telah menjadikannya begitu jelas, pastilah harus dipertanyakan dengan serius. Inilah salah satu keajaiban Al-Qur`an bahwa ketika seseorang mendekatinya dengan penolakan dan maksud yang tersembunyi, dia tidak akan mampu memahaminya, bahkan terhadap topik-topik yang sangat jelas sekalipun. Allah menggambarkan kondisi orang seperti ini dalam salah satu ayat-Nya,

    “Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” (Yunus: 100)

    Kedua, dalam teks Al-Qur`an berbahasa Arab, kata khamr, yang berarti arak dan semua jenis minuman yang beralkohol sebagaimana yang kita ketahui, hanya disebutkan dalam ayat di atas, yaitu ayat 15 dalam surah Muhammad sebagai suatu jenis minuman yang disuguhkan di surga. Pada semua ayat lainnya yang ada dalam Al-Qur`an, kata syarab digunakan sebagai istilah minuman surga dan berarti berbagai jenis minuman dalam bahasa Arab. Dalam beberapa terjemahan bahasa Inggris, kata syarab diterjemahkan menjadi minuman arak, di mana dalam bahasa Arabnya menggunakan kata syarab, yang juga dapat digunakan untuk berbagai jenis minuman non-alkohol. Salah satu ayat Al-Qur`an di mana kata ini disebutkan yang berarti berbagai jenis minuman adalah,

    “Di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.” (Shaad: 51)

    “Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal yang dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.” (al-Insaan: 21)

    Interpretasi Salah Lainnya Tentang Minuman Anggur

    Dinyatakan dalam ayat 67 surah an-Nahl,

    “Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan.”

    Beberapa orang yang memiliki pemahaman terbatas berasumsi bahwa ayat ini memuji minuman anggur dan mengatakan bahwa hal tersebut bertentangan karena anggur merupakan minuman yang diharamkan. Pertama-tama, apabila Anda mengamati dengan saksama, Anda dapat mengetahui bahwa tidak ada pujian seperti itu dalam ayat tersebut. Pujian tersebut lebih pada “buah kurma dan anggur” yang disediakan untuk manusia sebagai makanan yang bergizi. “Memabukkan” yang disebutkan pada bagian pertama dari ayat tersebut adalah apa yang orang saring ambil dari komponen-komponen ini dan menyebabkan mabuk, yang telah disebutkan di beberapa ayat Al-Qur`an sebagai merusak dan salah. Jika seseorang berusaha untuk mencapai kesimpulan bahwa ayat ini sedang memuji atau menganjurkan untuk mabuk, orang tersebut tentu mempunyai maksud tersembunyi dan juga dia sedang melakukan kesalahan yang amat besar dalam memahami dan beropini.

    Ayat ini memberikan satu fakta yang sangat signifikan; semua jenis makanan yang dianugerahkan Allah sebagai hidangan, dapat—jika sangat diinginkan—digunakan dalam satu cara yang positif dan bermanfaat atau dapat disalahgunakan dengan memberikan efek akhir yang merusak. Dengan cara yang sama, tergantung pada niatnya, suatu anugerah yang diberikan dapat digunakan untuk akhir yang baik atau jelek dan dapat digunakan untuk halal dan haram.

    Di sini, fakta mendasar tentang dunia ini, yang merupakan suatu dasar pengetesan, dibuat jelas dalam kontroversi antara buah anggur dan minuman anggur (arak). Buah anggur, suatu benda yang mengandung kelezatan, gizi, dan menyehatkan dapat disaring atau disuling menjadi suatu zat yang merusak dengan dampak yang negatif dan permanen. Prinsip yang sama juga berlaku bagi semua anugerah yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya, seperti kekayaan, uang, kecantikan, kecerdasan, kantor, jabatan, kekuatan, dan kekuasaan. Adalah mungkin untuk menggunakan semua anugerah ini dengan sikap yang sesuai dengan aturan Allah atau untuk tujuan yang merusak dan destruktif sebagai bentuk pengingkaran terhadap nikmat-Nya.

    Sebagaimana yang diketahui, Allah dapat mentransformasikan nikmat apa pun, dengan beragam alasan, menjadi berbagai bentuk penciptaan yang berbeda-beda. Dia dapat menjadikan segalanya begitu jelas dan terang dengan satu ayat yang mengandung nilai hikmah mulia yang serupa. Mereka yang mampu menggunakan akalnya akan mengetahui logika yang terkandung dalam ayat-ayat Allah dan memahaminya. Selain itu, lanjutan ayat,
    “… Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan,” (an-Nahl: 67)memberikan penerangan tentang hal ini.

    Singkatnya, ketika ayat tersebut dibacakan dengan penuh kesadaran dan perhatian, dapatlah kita diketahui bahwa hal tersebut tidaklah bertentangan sama sekali. Upaya-upaya mereka yang mengingkari hal ini untuk menemukan kontradiksi dalam topik yang sudah begitu jelas menunjukkan situasi keputusasaan mereka dalam menghadapi Al-Qur`an.

    Klaim bahwa “Produksi Daging Babi yang Berada di Lingkungan
    yang Sangat Higienis Dewasa ini Boleh Dikonsumsi”

    Daging babi yang mengandung banyak sifat merusak jika dikonsumsi selama masa Al-Qur`an diturunkan, tentulah masih berlaku hingga saat ini. Pertama-tama, babi—tidak memandang bagaimana higienisnya lingkungan tempat binatang tersebut berkembang biak—adalah tetap seekor binatang yang mengonsumsi kotorannya sendiri. Metabolisme babi menghasilkan banyak antibodi dibandingkan dengan jenis binatang lainnya, baik karena ia memakan kotorannya sendiri maupun karena susunan biologisnya. Selain itu, sistem metabolismenya menghasilkan sejumlah besar hormon pertumbuhan dibandingkan dengan jenis binatang lainnya dan juga manusia. Secara alamiah, antibodi dan hormon-hormon pertumbuhan ini membentuk jalan mereka pada otot-otot babi selama terjadinya sirkulasi dan akumulasi di sana. Di samping itu, daging babi mengandung sejumlah besar kolesterol dan lipid (lemak). Akibatnya, dibuktikan secara saintifik bahwa semua antibodi, hormon, kolesterol, dan lipid yang ada dalam unsur daging babi adalah berbahaya bagi kesehatan manusia.

    Dewasa ini, di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jerman, di mana daging babi sangat populer, obesitas (kegemukan) telah menjadi suatu masalah yang terus berkembang. Setiap orang yang melakukan diet, namun tetap mengonsumsi daging babi akan mengalami peningkatan jumlah hormon pertumbuhan secara pesat dan akibatnya dia akan mengalami kelebihan berat badan dan kemudian badannya akan terus menjadi tidak berbentuk dan cacat.

    Dampak merusak lainnya yang kerap terkandung dalam daging babi adalah cacing pita, sejenis cacing parasit yang sangat kecil. Bagian parasit ini memengaruhi otot jantung ketika cacing tersebut memasuki tubuh manusia maka akan menyebabkan suatu risiko fatal. Meskipun demikian, adalah mungkin, dengan teknologi canggih sekarang ini, untuk mendiagnosis babi-babi yang terinfeksi oleh parasit tersebut dan sampai saat ini tidaklah menjadi suatu masalah. Karenanya, di masa lampau, manusia senantiasa menghadapi bahaya dari infeksi yang fatal tersebut.

    Sebagaimana diketahui, hikmah di balik tidak diperbolehkannya mengonsumsi daging babi dalam Islam telah tampak. Dalam Islam, suatu ukuran tertentu dan berakar mendalam telah diambil terhadap pengonsumsian daging babi, yang, dengan dalih apa pun, tetap mengandung risiko kesehatan yang tinggi dan menjadi fatal jika tidak berada di bawah pengawasan yang ketat.

    Walau bagaimanapun, ada satu hal penting yang harus diingat. Adalah tidak esensial apakah sesuatu itu mengakibatkan sakit atau merusak bagi manusia sehingga sesuatu itu dilarang. Ini adalah bahasan yang menyesatkan orang banyak dan kerap digunakan oleh mereka yang mempunyai maksud tersembunyi untuk mengambil keuntungan dari mereka yang hanya mempunyai sedikit pengetahuan dan menyebabkan mereka bingung. Hal tersebut berarti, klaim penolakan yang mereka buat dengan kalimat, “Sekarang, mengapa hal ini terjadi atau dilarang di dalam Al-Qur`an? Tidak ada yang salah dengan semua ini!” merupakan suatu hasil dari tidak dipergunakannya akal untuk berpikir atau menyadari hikmah dan tujuan wahyu yang ada dalam Al-Qur`an. Orang yang tidak berakal kerap mempersepsikan pendapatnya melalui suatu kacamata yang sempit dan terbatas. Konsekuensinya, mereka tidak pernah mengetahui penyebab dan logika yang ada di belakang semua itu dalam kerangka yang lebih besar.

    Allah dapat melarang segala sesuatu apa pun berdasarkan berbagai alasan. Dia juga dapat melarang sesuatu yang tidak merusak untuk menjadi ujian bagi mereka yang benar-benar mempunyai rasa takut kepada-Nya, mencintai dan mematuhi-Nya, seperti halnya untuk mengetahui siapa pula di antara hamba-hamba-Nya yang hanya berpura-pura. Selain itu, sesuatu dapat dilarang oleh Allah untuk tujuan sebagai hukuman atau peringatan, atau sebagai kenangan akan rahmat-Nya dan sebagai salah satu sarana bagi manusia untuk menunjukkan rasa syukur mereka kepada Allah.

    Allah juga telah melarang, dalam Al-Qur`an, mengonsumsi semua jenis hewan yang disembelih atas sesuatu selain nama Allah.

    “Sesungguhnya, Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang ternak yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (al-Baqarah: 173)

    Jelaslah bahwa memakan daging binatang yang disembelih bukan dengan menyebut nama Allah tidak berbahaya bagi kesehatan. Akan tetapi, apabila satu dari dua ekor sapi yang merumput di padang yang sama dan kemudian disembelih dengan menyebut nama Allah, dagingnya halal untuk dikonsumsi. Sebaliknya, apabila sapi yang satunya lagi disembelih dengan tidak menyebut nama Allah, dagingnya menjadi haram untuk dikonsumsi. Salah satu alasan adanya ayat ini adalah tersedianya satu sarana untuk menguji manusia.

    Misalnya, larangan yang diberlakukan bagi kaum Yahudi di masa lampau “untuk tidak bekerja di hari Sabtu” yang maksudnya adalah untuk menguji keimanan mereka. Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur`an,

    “Dan tanyakanlah kepada bani Israel tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari selain Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.” (al-A’raaf: 163)

    Larangan tentang bekerja di hari Sabtu ini telah diberlakukan bagi kaum Yahudi di masa lampau dan tidak diperintahkan kepada kaum muslimin. Hal ini menunjukkan bahwa larangan ini tidak diperintahkan karena adanya ancaman sosial atau karena ikan yang akan ditangkap oleh warga pada hari Sabtu itu berbahaya untuk dikonsumsi, namun hal tersebut semata-mata untuk menguji kaum Yahudi. Larangan ini berlaku untuk menunjukkan lemahnya keimanan bangsa Yahudi dan lemahnya rasa takut mereka kepada Allah.

    Satu larangan yang serupa juga dinyatakan dalam Al-Qur`an yang mengandung tujuan yang sama dan merupakan satu sarana penilaian bagi kaum mukmin sejati,

    “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang-orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barangsiapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak yang seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-ya yang dibawa sampai ke Ka’bah, atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Mahakuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (al-Maa`idah: 94-96)

    Tujuan dari larangan ini dengan jelas dinyatakan dalam ayat tersebut,
    “… supaya Allah mengetahui orang-orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya….”

    Menciptakan ketenangan dan membidik target mereka adalah bagian dari ujian ini.

    Hikmah lain dari ujian terhadap bangsa-bangsa ini adalah untuk menghukum mereka ketika mereka melakukan tindakan yang tidak terpuji atau tidak wajar dan untuk mengingatkan mereka agar bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Beberapa larangan yang ditujukan bagi kaum Yahudi di masa lampau adalah contoh dari hal ini,

    “Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Mahabenar.” (al-An’aam: 146)

    Kita dapat menyimpulkan bahwa ada hikmah yang mendalam dalam larangan terhadap sesuatu yang Allah berlakukan untuk tidak dilanggar. Jika kita akan membatasi alasannya karena hal yang dilarang tersebut merusak atau tidak menyehatkan, hal tersebut kurang mengandung pengetahuan dan pemahaman yang memadai terhadap Al-Qur`an.

    Begitu juga ada lebih dari satu penyebab dilarangnya daging babi untuk dikonsumsi. Tidak ada keraguan bahwa daging babi senantiasa berbahaya bagi kesehatan manusia sampai saat kini. Ukuran tertentu yang dilakukan terhadap risiko yang selalu dipertanyakan, yang ditemukan oleh alat kedokteran dan tes biologi di masa sekarang, telah terungkap dalam Al-Qur`an 1.400 tahun yang lalu, pada saat seluruh manusia belum mengetahui konsep-konsep seperti mikroba, bakteri, cacing pita, hormon, atau antibodi. Ini merupakan salah satu keajaiban kitab suci ini. Diketahui sekarang ini bahwa—bahkan setelah dilakukan semua tindakan inspeksi dan pencegahan selama proses produksi daging babi—daging babi tersebut secara fisik masih tetap tidak menyehatkan untuk dikonsumsi manusia dan merupakan suatu jenis daging yang membahayakan bagi kesehatan manusia. Meskipun demikian, produksi daging babi hanya memerlukan biaya yang sedikit dan ini menjadi salah satu alasan mengapa beternak babi begitu populer di seluruh dunia. Faktor usaha ini, bila kita perhatikan, dalam beberapa hal hampir menyerupai arus ikan selama hari Sabtunya kaum Yahudi. Pada saat begitu banyaknya sumber daging yang dapat dikonsumsi dan rasanya lezat, seperti daging kambing, domba, ayam, sapi, berbagai jenis burung, beragam hewan sebagai makanan, dan banyak lagi, untuk menggantikan daging babi yang diharamkan oleh Allah, akan dianggap sebagai suatu tindakan yang bermakna.

    Karena Al-Qur`an terjamin validitasnya sampai hari kiamat, segala bentuk konsumsi daging babi, kecuali dalam situasi yang sangat mendesak, diharamkan sampai saat ini. Apabila setelah seratus tahun daging babi diberlakukan sebagai sesuatu yang benar-benar berbahaya bagi kesehatan manusia, menghindari pengonsumsiannya tetap merupakan suatu bentuk ibadah bagi kaum mukminin yang sejati. Kemudian masalahnya, untuk memakannya atau tidak, apakah akan menjadi ujian bagi mereka yang menentangnya karena kekurangan akal mereka?

    Memandang Kisah-Kisah dalam Al-Qur`an sebagai Fabel

    Salah satu elemen penting dari gaya Al-Qur`an adalah menerangkan berbagai bahasan melalui contoh-contoh atau perbandingan-perbandingan. Semua ini kerap diungkap dari kehidupan para nabi atau rasul terdahulu atau peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum Al-Qur`an diturunkan. Karena itu, tipe-tipe kisah qur`ani ini mengandung berbagai peringatan, contoh, tanda-tanda, dan pesan bagi umat manusia.
    Al-Qur`an mengandung kata-kata penolakan bagi mereka yang tidak mampu menyadari hikmah yang suci ini,

    “Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, ‘Sesungguhnya, kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala.’” (al-Anfaal: 31)

    “Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Dongeng-dongeng orang-orang dahulu.’” (an-Nahl: 24)

    Orang-orang kafir menganggap kisah-kisah ini sebagai mitos dan legenda, meskipun semua itu mengandung informasi pencerahan yang berharga dan berbagai contoh bagi yang benar-benar beriman. Allah menerangkan setiap peristiwa yang mungkin dan hukum-hukum yang berlaku di sepanjang masa dengan memberikan contoh-contoh atau ilustrasi-ilustrasi dari kehidupan para nabi dan bangsa-bangsa terdahulu.
    Jelaslah, menyediakan informasi yang historis bukanlah satu-satunya tujuan dari kisah-kisah atau contoh-contoh yang ada dalam Al-Qur`an ini. Kisah-kisah tersebut mengandung sejumlah tujuan suci pula. Kita dapat membuat daftarnya di sini, yaitu sebagai berikut.
    • Untuk memberlakukan hukum Allah yang telah ada sejak penciptaan alam semesta dan mengatur kehidupan kaum mukminin dan kafirin.
    • Untuk menerangkan dan mempersiapkan kaum mukminin yang ada di sepanjang masa dengan berbagai peristiwa, cobaan, atau kekerasan yang pernah mereka alami, seperti bagaimana mereka seharusnya berperilaku dan bertindak, semangat dan hati nurani yang seharusnya mereka miliki, perilaku dan sikap yang yang seharusnya mereka perlihatkan terhadap Allah. Ini untuk menunjukkan kepada kaum mukminin jalan yang benar di setiap subjek.
    • Untuk meningkatkan antusiasme kaum mukminin yang sejati.
    • Untuk mengundang para penentang kebenaran ke jalan yang benar dan untuk mengingatkan mereka yang tidak menerima panggilan ini sebagai konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan.
    • Untuk memberikan kabar gembira bagi para pengikut Al-Qur`an tentang akhir yang indah yang menunggu mereka di dunia dan di akhirat kelak.

    Pada kenyataannya, mereka yang mempunyai pengetahuan dan naluri yang sedikit untuk mempersepsikan hal-hal seperti itu, akan menganggap Al-Qur`an sebagai suatu buku cerita dan mereka tidak akan mampu melihat hikmah yang tersembunyi dalam kisah-kisah Al-Qur`an. Pernyataan tentang orang-orang yang menentang dan tidak bernurani dan yang tuli dari berbagai keterangan atau nasihat ini, disebutkan dalam ayat Al-Qur`an,

    “Dan di antara mereka ada yang mendengarkan (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, ‘Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu.’” (al-An’aam: 25)

    Manusia seperti itu tidak menjadi suatu ancaman bagi Islam atau Al-Qur`an dengan segala tindakan yang mereka lakukan. Tidak peduli berapa banyak mereka berusaha untuk menyebabkan kehancuran terhadap Al-Qur`an dan untuk memalingkan atau menyesatkan orang lain dari agama mereka, sebenarnya mereka tidak melakukan apa pun kecuali membinasakan diri mereka sendiri tanpa mereka sadari. Fakta ini dinyatakan dalam kelanjutan ayat sebelumnya,

    “Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur`an dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.” (al-An’aam: 26)

    Ketika mereka pada akhirnya benar-benar menyadari kekeliruan jalan mereka, hal tersebut tidaklah bermanfaat karena mereka sudah sangat terlambat dan tidak ada cara lain untuk memperbaiki kebinasaan yang mereka buat sendiri.

    “Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, ‘Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.’ (Tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).” (al-An’aam: 27)

    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian beroleh kejayaan.

  89. ilham othmany Says:

    Asumsi bahwa Al-Qur`an Adalah Tiruan atau
    Imitasi dari Kitab-Kitab Suci Lainnya

    Al-Qur`an merupakan satu-satunya kitab suci yang berasal dari Allah bagi seluruh umat manusia sebagai suatu peringatan dan petunjuk, dan terjamin validitasnya sampai hari kiamat. Umat manusia pernah mendapatkan beberapa kitab suci yang diturunkan sebelum Al-Qur`an. Akan tetapi, Allah telah menjamin pemeliharaan Al-Qur`an. Fakta ini disebutkan dalam ayat,

    “Sesungguhnya, Kamilah yang menurunkan Al-Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr: 9)

    Klaim yang berkembang luas lainnya di antara orang-orang bodoh adalah bahwa Nabi Muhammad terinspirasi oleh kitab Taurat dan Injil kemudian menulis Al-Qur`an. Akar permasalahannya adalah bahwa klaim yang benar-benar imajiner dan sama sekali tidak mendasar ini menganggap adanya persamaan antara apa yang ada di dalam Al-Qur`an dan kitab Taurat dan Injil.

    Adalah hal yang amat wajar bila terdapat kesamaan antara ketiga kitab tersebut karena—akhirnya (jika kita memandang pada bagian isi Taurat dan Injil)—ketiganya mengandung wahyu Allah dan pesannya adalah satu dan sama. Bahasan utamanya, seperti keberadaan Allah, Tauhidullah, sifat-sifat-Nya, keimanan terhadap hari akhir, karakteristik kaum mukminin, kaum munafikin, dan mereka yang menentang Allah, kehidupan bangsa-bangsa terdahulu, petunjuk, larangan, dan nilai-nilai moral, merupakan fakta-fakta universal dan akan tetap ada di sepanjang masa.

    Konsekuensinya, tidaklah mengherankan bila topik-topik ini yang disebutkan di dalam kitab-kitab suci sebelumnya menyerupai atau paralel dengan apa yang ada dalam Al-Qur`an. Sebenarnya, tidak ada pernyataan dalam Al-Qur`an bahwa Islam adalah agama yang sangat berbeda. Persamaan-persamaan tersebut dinyatakan dalam ayat Al-Qur`an sebagai berikut.

    “Dan sesungguhnya Al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama bani Israel mengetahuinya?” (asy-Syu’araa`: 196-197)

    “Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah….” (an-Nisaa`: 131)

    Selain itu, dinyatakan dalam Al-Qur`an bahwa Al-Qur`an membenarkan apa yang ada di dalam Taurat dan Injil,

    “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur`an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang….” (al-Maa`idah: 48)
    Kualitas pembenaran kitab-kitab sebelumnya tidaklah aneh bagi Al-Qur`an, tetapi memang telah dinyatakan dalam semua kitab yang terdahulu tersebut. Ktab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s.. Kenyataan ini dinyatakan dalam Al-Qur`an,

    “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (al-Maa`idah: 46)

    Ini adalah hukum Allah dan tentulah berlaku juga bagi Al-Qur`an. Beberapa bahasan yang sama dengan yang terdapat dalam kitab-kitab suci lainnya telah disebutkan dalam Al-Qur`an. Permulaan dilakukannya ibadah haji oleh Nabi Ibrahim, yaitu dalam surah al-Hajj ayat 26 dan 27, adanya kewajiban shalat setiap hari dan membayar zakat sebelum masa Rasulullah terdapat dalam surah al-Anbiyaa` ayat 72 dan 73, dan akhlak mulia yang diperintahkan bagi semua nabi terdapat dalam surah al-Mu`minuun ayat 51; semuanya merupakan bahasan yang umum.

    “Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang ruku’ dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.’” (al-Hajj: 26-27)

    “Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya’qub, sebagai suatu anugerah (dari Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah.” (al-Anbiyaa`: 72-73)

    “Hai para Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal saleh. Sesungguhnya, Aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Mu`minuun: 51)

    Kita dapat menyimpulkan bahwa terdapat keyakinan yang sama antara Al-Qur`an dan kitab-kitab suci lainnya, dan bahwa ini tidak saja alami, tetapi juga logis. Karenanya, keberadaan berbagai persamaan tersebut tidaklah saling bertentangan; justru hal tersebut lebih jauh memberikan penekanan akan kebenaran bahwa semua kitab suci tersebut berasal dari sumber yang satu, yaitu Allah. Ini adalah kenyataan yang dinyatakan dalam Al-Qur`an dan dibenarkan oleh akal dan logika.

    Allah telah menurunkan ayat-ayat-Nya tentang bahwasanya Al-Qur`an adalah kitab yang benar yang diturunkan oleh-Nya dan keadaan mereka yang tidak mengimani kebenaran ini.

    “Tidaklah mungkin Al-Qur`an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi, (Al-Qur`an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. Atau (patutkah) mereka mengatakan, ‘Muhammad membuat-buatnya.’ Katakanlah, ‘(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surah seumpamanya dan panggilah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.’ Yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna, padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.” (Yunus: 37-39)

    Selain itu, terdapat satu dimensi lain dalam bahasan ini. Nabi Muhammad bukanlah seseorang yang telah mengumpulkan berbagai informasi dan mencarinya, baik dalam Taurat maupun Injil, selama hidupnya. Para sahabat Rasulullah yang sangat dekat dengannya telah mengakui fakta bahwa Rasulullah tidak pernah membaca, menulis, bekerja, atau mencari-cari berbagai informasi dari kitab-kitab suci ini. Tidak ada seorang pun yang mempunyai keraguan tentang hal ini. Ditambah lagi, karakteristik Rasulullah ini telah benar-benar termasyhur di kalangan kaum kafir yang digunakan Al-Qur`an sebagai bukti untuk melawan mereka,

    “Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur`an) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).” (al-‘Ankabuut: 48)

    Istilah “ummi”, yang merujuk pada seseorang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang kitab-kitab suci terdahulu dan bukan sebagai umat dari agama-agama ini, digunakan Al-Qur`an bagi Nabi Muhammad saw. untuk menekankan sifatnya. Ayat tersebut adalah,

    “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil….” (al-A’raaf: 157)

    Konteks dalam istilah “ummi” yang digunakan untuk merujuk pada mereka yang bukan umat Nasrani atau Yahudi, tampak pada ayat,

    “Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, ‘Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.’ Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, ‘Apakah kamu (mau) masuk Islam?’ Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.” (Ali Imran: 20)

    Sebagaimana kita dapat simpulkan dari ayat tersebut, istilah “ummi” digunakan untuk merujuk pada manusia yang belum pernah diturunkan kitab kepadanya. Jadi, hal tersebut menjadi jelas bahwa istilah tersebut tidak digunakan Al-Qur`an dengan bentuk klasikal yang bermakna “buta huruf”.

    Ketidakselarasan dan Perbedaan

    Sejauh ini, kami telah menerangkan berbagai logika yang ada di belakang persamaan-persamaan yang terdapat di dalam Al-Qur`an dan kitab-kitab suci lainya. Akan tetapi, ketika seseorang memberikan perhatian yang cukup terhadap hal tersebut, dia akan menyadari bahwa sebenarnya terdapat banyak lagi ketidakselarasan dan perbedaan antara semua kitab tersebut. Sebagai tambahan pada persamaan-persamaan yang ada, perbedaan yang dimiliki Al-Qur`an dibandingkan dengan kitab-kitab samawi lainnya dan bagaimana Al-Qur`an membenarkan perubahan-perubahan yang terdapat dalam kitab-kitab suci lainnya, merupakan bukti bahwa—secara kata per kata—Al-Qur`an adalah sebuah kitab suci.

    Karena kitab-kitab samawi yang diturunkan sebelumnya telah mengalami berbagai perubahan yang dilakukan oleh manusia dan telah kehilangan sebagian besar orisinalitas wahyu ilahiyahnya, kitab-kitab tersebut mengandung logika dan referensi yang bertentangan, dan pada saat yang sama bertentangan secara langsung dengan kandungan Al-Qur`an. Juga terdapat berbagai variasi dalam kisah-kisah yang terdapat di dalamnya dibandingkan dengan Al-Qur`an.

    Kitab-kitab ini telah mengalami banyak perubahan dalam kandungan dan logikanya dan begitu juga gaya serta komposisinya. Ini karena kitab-kitab itu telah berubah menjadi teks-teks sejarah agama yang mistis daripada sebagai kitab-kitab samawi. Misalnya, kitab pertama dari Taurat, Genesis (Kejadian), menceritakan kisah bani Israel dari awal penciptaan hingga kematian Nabi Yusuf. Gaya ekspresi historis ini mendominasi sebagaimana yang terdapat pada kitab-kitab Taurat lainnya.

    Dengan cara yang sama, bagian-bagian inisial dari keempat Injil yang resmi (Matius, Markus, Lukas, dan Johanes) mengandung kisah hidup Nabi Isa sebagai topik utamanya. Bahasan utama dari keempat jenis Injil ini adalah kisah kehidupan, sabda, dan kegiatannya.

    Sebaliknya, Al-Qur`an mempunyai gaya yang sangat berbeda. Ada sebuah ajakan terbuka kepada agama (Islam) yang diawali dengan surah al-Faatihah. Pada bahasan-bahasannya, topik utama yang terkandung dalam Al-Qur`an adalah pengakuan terhadap Allah sebagai bukti ketidaksempurnaan seorang makhluk dan perintah kepada kaum mukminin untuk menjauhi perbuatan syirik agar menyerahkan diri mereka hanya kepada Allah.

    Pada masa kini, dalam kitab Taurat yang telah diubah, terdapat banyak ketidaksempurnaan dan sifat-sifat manusia yang telah disamakan dengan sifat Allah (Allah adalah di atas segalanya). Misalnya, kisah Nabi Nuh yang mengandung banyak kebohongan tentang sifat-sifat Allah. Karakter manusia seperti merasa lelah atau menyesal, berdiam diri, dan banyak lagi sifat yang tidak dapat disebutkan di sini telah disamakan dengan sifat Allah. Taurat juga banyak menyebutkan tentang Allah ketika kitab tersebut menerangkan tentang Allah sebagaimana seorang manusia, seperti berjalan, berkelahi, dan merasa marah (Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan).

    Ini adalah alasan mengapa ada peringatan-peringatan yang jelas dalam Al-Qur`an terhadap mereka yang mengada-ada dan mengatakan kebohongan-kebohongan dari golongan kaum Yahudi. Salah satu tuduhan tersebut adalah bahwa Allah (Yang Mahakuasa) adalah kikir.

    “Orang-orang Yahudi berkata, ‘Tangan Allah terbelenggu.’ Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki….” (al-Maa`idah: 64)

    Pada keseluruhan kandungannya, Al-Qur`an berbeda dengan Taurat karena Al-Qur`an tidak hanya berbicara tentang satu bangsa, tetapi tentang seluruh peradaban, kebangkitan dan kerunTuhannya. Sebagaimana diperintahkannya mereka yang telah diturunkan Al-Qur`an kepadanya untuk bertanggung jawab mengikuti semua perintahnya. Sifat-sifat ini menjadikannya berbeda dan universal. Karena semua kitab samawi (kecuali Al-Qur`an) telah mengalami perubahan yang dilakukan oleh manusia di sepanjang sejarahnya dan telah hilangnya
    orisinalitasnya, kitab-kitab itu tidak lagi mempunyai sifat kesamawiannya. Beberapa prinsip dasar ajaran Kristus yang disebutkan dalam kitab Injil, yang dianggap sebagai satu sumber Al-Qur`an, telah disanggah secara terbuka oleh Al-Qur`an. Satu hal yang penting adalah mereka mengasumsikan Nabi Isa sebagai anak Allah. Keyakinan ini telah dinyatakan sebagai satu bentuk kebohongan terhadap Allah.

    “Dan mereka berkata, ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak perempuan.’ Sesungguhnya, kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.” (Maryam: 88-93)

    Pernyataan serupa lainnya yang merupakan penentangan terhadap Al-Qur`an adalah penyaliban Nabi Isa oleh bangsa Yahudi. Dalam Al-Qur`an, dinyatakan bahwa bangsa Yahudi tidaklah membunuh Yesus (Nabi Isa), tetapi dia telah diserupakan. Ditambahkan pula bahwa Allah telah mengangkatnya ke haribaan-Nya.

    Kesimpulannya, jika kita membuat suatu perbandingan umum, kita akan mengetahui bahwa kebenaran penting yang diberikan sebagai petunjuk oleh Al-Qur`an bagi umat manusia adalah Tauhidullah, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Dia mempunyai sifat yang tidak sama dengan makhluk-Nya atau sifat-sifat negatif lainnya. Fakta-fakta penting ini diulang-ulang dalam Al-Qur`an dalam kisah-kisah qur`ani yang mengandung petunjuk, peringatan, dan pengetahuan.

    Semua ini membuktikan bahwa Al-Qur`an adalah sebuah kitab samawi.

    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Camkan!Tuhan jadikan dunia ini kerana agamaNya.Kalau tidak kerana agamaNya dunia tidak akan dijadikan.Korbankanlah dunia kalian untuk agama.Jangan korbankan agama utk dunia.Dunia adalah sesuatu yg sedang kita tinggalkan di belakang.Akherat adalah sesuatu yg akan kita hadapi di hadapan.Lambat laun kita akan berdiri di mahkamah Tuhan dan di sana nanti nggak ada tempat utk lari.

  90. ilham othmany Says:

    Miskonsepsi bahwa Informasi tentang Sains yang
    Terkandung dalam Al-Qur`an Berasal dari Peradaban Masa Lalu

    Kami juga harus menyebutkan pernyataan irasional lainnya yang dilontarkan oleh manusia tentang Al-Qur`an. Dalam bab sebelumnya, kita mengetahui bahwa informasi tentang sains dalam Al-Qur`an disusun lebih maju dibandingkan pengetahuan yang ada di masa itu. Mereka yang menentang fakta yang jelas ini berargumentasi—dalam rangka menghilangkan jejak keajaiban Al-Qur`an dari kitab-kitab lainnya—bahwa Nabi Muhammad saw. mendapatkan informasi semua ini setelah terinspirasi oleh kemajuan peradaban di masa itu.

    Berdasarkan pernyataan ini, Nabi kita (difitnah) telah mengadopsi informasi tentang konsep-konsep seperti astronomi, embriologi, dan obat-obatan dari peradaban kuno. Misalnya, mereka berpendapat bahwa beliau telah menemukan data-data tentang astronomi dari bangsa Sumeria dan tentang obat-obatan dari berbagai koleksi papyrus yang dimiliki bangsa Mesir Kuno dan mengabadikannya dalam Al-Qur`an.

    Invaliditas dari asumsi ini dapat dilihat dari beberapa poin yang ada. Sebagaimana telah diketahui bahwa Nabi Muhammad tidak pernah melakukan serangkaian riset seperti itu selama hidupnya. Sejauh ini tidak ada seorang pun yang membantah hal tersebut. Selain itu, hal yang sangat masyhur adalah bahwa Rasulullah juga tidak mempunyai pengetahuan sama sekali tentang bahasa dari peradaban-peradaban ini.

    Di samping itu, seseorang yang ingin melakukan riset seperti itu pada masa tersebut akan mengalami berbagai kesulitan. Yang sangat jelas, pada abad ke-7, bangsa Arab tidak mempunyai macam-macam peralatan riset kontemporer seperti perpustakaan yang besar, pers, toko-toko buku, atau internet. Bahkan dengan teknologi mutakhir dewasa ini pun, adalah bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan riset terhadap dokumen-dokumen bangsa Mesir Kuno tentang embriologi. Pembangunan peradaban ini berlangsung sejak lima ribu tahun yang lalu. Jumlah sumber-sumber tertulis yang tetap ada di masa sekarang sangatlah terbatas. Selain itu, tidak semua dokumen tersebut telah diterjemahkan. Sebagai tambahan, adalah hal yang penting untuk memiliki informasi detail tentang sejarah yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memahami secara penuh terjemahan-terjemahan ini. Singkatnya, kajian seperti ini akan menemukan kesulitan yang luar biasa, bahkan di bawah kondisi yang lebih mudah pun seperti di masa sekarang ini.

    Lagi pula, tidak ada alasan untuk memikirkan bahwa pengetahuan yang kita warisi dari peradaban kuno adalah benar dan akurat secara keseluruhan. Informasi yang tidak benar, takhayul, dan kepercayaan-kepercayaan yang diselewengkan merupakan hal yang biasa dalam masyarakat kuno. Jika, sebagaimana dinyatakan oleh para penentang, kandungan sains yang terdapat dalam Al-Qur`an diadopsi dari berbagai budaya peradaban kuno, seharusnya mengandung kesalahan dan inkonsistensi yang serupa. Akan tetapi, Al-Qur`an terbebas dari semua itu. Sains modern telah membuktikan bahwa semua ayat Al-Qur`an yang saintifik seratus persen akurat. Realitas ini lebih jauh ditekankan dalam ayat,

    “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur`an? Kalau sekiranya Al-Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (an-Nisaa`: 82)

    Dengan demikian, argumentasi bahwa Nabi Muhammad mengadopsi kandungan ayat-ayat Al-Qur`an yang saintifik dari sumber-sumber peradaban lainnya adalah benar-benar tidak mendasar, seperti apa yang mereka ada-adakan. Keberadaan orang-orang yang membuat pernyataan-pernyataan seperti itu dan jawaban yang seharusnya diberikan kepada mereka dinyatakan dalam ayat,

    “Dan orang-orang kafir berkata, ‘Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain.’ Maka sesungguhnya, mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. Dan mereka berkata, ‘Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang.’ Katakanlah, ‘Al-Qur`an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya, Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (al-Furqaan: 4-6)

    Khayalan bahwa Al-Qur`an Diturunkan Hanya kepada Bangsa Arab

    Orang-orang yang bersikap menantang ini mempromosikan sarana-sarana lainnya dalam upaya memisahkan dan menjauhkan orang dari Al-Qur`an, yaitu pernyataan mereka bahwa Al-Qur`an diturunkan hanya kepada bangsa Arab dan hanya mereka yang diharuskan menaatinya. Seseorang yang pernah membaca Al-Qur`an walau hanya sekali akan menyadari bagaimana tidak mendasar dan menggelikannya sugesti ini.

    Banyak ayat Al-Qur`an yang memberikan penekanan tentang fakta bahwa Nabi Muhammad adalah seorang utusan yang diutus bagi seluruh umat manusia dan bahwa setiap orang bertanggung jawab menaati seluruh ajaran yang terkandung dalam Al-Qur`an sampai datangnya hari kiamat. Kami akan memuat beberapa ayat yang membahas tentang hal tersebut di sini dan semua ini seharusnya lebih dari cukup untuk menjadi suatu kesimpulan,

    “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Saba`: 28)
    “Katakanlah, ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi….’” (al-A’raaf: 158)

    Mereka yang melakukan tindakan protes itu sedang mencoba untuk membingungkan orang-orang yang belum mengetahui dan menyebabkan berbagai gangguan dengan mendasarkan pernyataan mereka pada ayat Al-Qur`an yang menyatakan,

    “Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Mahakuasa lagi Mahabijaksana.” (Ibrahim: 4)

    Ayat tersebut benar-benar jelas. Seorang rasul akan berbicara dengan menggunakan bahasa yang sama dengan bangsa di mana dia diutus. Ini selalu menjadi permasalahan sepanjang sejarah. Hanya orang-orang yang seperti itulah yang dapat mengatakan bahwa wahyu Allah hanya diperuntukkan bagi umat yang berada di sekelilingnya secara lengkap dan sempurna. Hal ini karena kitab yang diturunkan menggunakan bahasa yang sama dengan bahasa si utusan itu dan bangsanya. Tidak ada lagi yang tampak lebih alamiah daripada hal tersebut.

    Akan tetapi, para penentang tersebut berargumentasi demikian agar terhindar dari agama, tak peduli agama apa pun itu. Karakter suka menentang ini telah diklarifikasi dalam Al-Qur`an,

    “Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur`an itu suatu bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan, ‘Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?’ Apakah (patut Al-Qur`an) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah, ‘Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur`an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (Fushshilat: 44)

    Adalah hal yang imperatif (menguatkan) untuk membentuk kesatuan serupa itu antara seorang rasul, bangsanya, dan kitab yang dibawanya agar disampaikannya kandungan ajaran Ilahi tersebut bagi umat manusia secara utuh dan menyeluruh. Juga untuk mencegah berbagai peristiwa yang mengandung masalah komunikasi yang akan menghalangi pembentukan fondasi sebuah agama. Buktinya, hal ini tidak mendorong atas sesuatu apa pun untuk terpengaruh bahwa bangsa-bangsa yang lain tidak akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap Al-Qur`an. Makna dan ajaran-ajaran Al-Qur`an dapat dengan mudah diinterpretasikan dan diterangkan dengan menggunakan berbagai bahasa. Sebagaimana fakta tersebut, jelaslah apa yang telah berperan. Kondisi ini tidak lagi menjadi penghalang untuk mempelajari atau mengamalkan agama.

    Misinterpretasi terhadap Istilah “Kami” yang Digunakan Allah
    dalam Merujuk kepada Diri-Nya

    Allah menggunakan istilah “Kami” untuk merujuk diri-Nya sendiri di berbagai tempat dalam Al-Qur`an. Beberapa contoh dari ayat-ayat ini adalah sebagai berikut.

    “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami beri bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan Kami telah memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” (al-Baqarah: 87)

    “Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.” (al-Baqarah: 130)

    Para penentang tersebut mengasumsikan istilah “Kami”, yang dipergunakan Allah sebagai rujukan kepada diri-Nya sendiri dalam Al-Qur`an sebagai bentuk jamak, dan mensugesti bahwa penggunaan kata ini bertentangan dengan fakta bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Mereka meyakini bahwa mereka telah membuat suatu penemuan yang sangat signifikan. Pada kenyataannya, keterangan dari misinterpretasi ini, yang merupakan hasil dari suatu pendekatan yang superfisial dan angkuh, adalah sangat sederhana. Dalam bahasa Arab, kata ganti orang “Kami” tidak hanya dipergunakan bagi suatu bentuk jamak, tetapi juga dipergunakan untuk memberikan penekanan pada keagungan, kemuliaan, kehormatan, kejayaan, posisi yang tinggi, dan posisi dalam bentuk tunggal. Istilah “Kami” yang digunakan bagi Allah merupakan aplikasi dari konteks ini.

    Mentalitas yang dimiliki istilah “Kami” yang digunakan dalam bahasa Arab juga diaplikasikan bagi penggunaan yang sopan dari bentuk jamak pada kata ganti orang “Anda” untuk merujuk pada seseorang dalam bahasa Prancis dan juga dalam beberapa bahasa lainnya.

    Inti dan pesan yang paling signifikan dari Al-Qur`an adalah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan hanya Dialah yang harus ditaati. Fakta bahwa tidak ada Tuhan selain Allah ditekankan dalam berbagai ayat Al-Qur`an, seperti,

    “Sesungguhnya, ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Ali Imran: 62)

    “… dan sekali-kali tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.” (Shaad: 65)

    “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.” (Muhammad: 19)

    Jelaslah bahwa istilah “Kami” yang dipergunakan dalam merujuk kepada Allah sendiri pada berbagai tempat dalam Al-Qur`an, tidak diaplikasikan sebagai bentuk jamak, tetapi lebih ditujukan untuk menggambarkan keagungan, kemuliaan, dan kesucian Allah.

    Pada kenyataannya, seseorang harus menyadari akan penggunaan khusus dari istilah ini dalam bahasa Arab untuk mendapatkan tujuan yang dimaksud. Seseorang yang memiliki sedikit kekuasaan logika dapat mengapresiasikan kondisi yang berada di balik istilah ini. Kondisi mereka yang mempersepsikan hal ini sebagai suatu kontradiksi atau bertentangan, memberikan suatu gambaran yang jelas tentang tingkatan inteligensi dan pemahaman dan tingkah laku yang mereka perbuat.

    Kegagalan untuk Memahami Perumpamaan-Perumpamaan
    yang Terdapat dalam Al-Qur`an

    Al-Qur`an adalah suatu kitab yang hanya dapat dipahami oleh mereka yang berhati-hati, berakal, dan ikhlas. Mereka yang tidak memiliki sifat-sifat ini, yaitu orang-orang yang tidak memiliki kesadaran dan kemampuan untuk menggunakan akalnya dan mempunyai motif tersembunyi, tidak pernah dapat memahami Al-Qur`an ataupun menemukan berbagai misteri dan ajaran yang lebih baik yang terkandung di dalamnya. Ini juga berlaku terhadap perumpamaan-perumpamaan yang diberikan dalam Al-Qur`an yang menawarkan petunjuk dan perintah-perintah. Satu ayat Al-Qur`an yang menggambarkan bagaimana orang-orang yang skeptis tidak mampu memahami berbagai perumpamaan dalam Al-Qur`an dan, selain itu, betapa perumpamaan-perumpamaan itu hanya dapat menjadikan mereka bertambah sesat.

    “Sesungguhnya, Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, ‘Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?’ Dengan perumpamaan itu, banyak orang yang disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (al-Baqarah: 26)

    Seorang yang beriman dengan mudah dapat memahami bahwa perumpamaan seekor nyamuk yang disebutkan dalam ayat di atas merupakan suatu sarana yang dapat membuktikan kehebatan dari kekuasaan Allah. Serangga yang sangat kecil ini, yang hanya memiliki panjang satu sentimeter, merupakan satu contoh dari penciptaan Allah yang sangat sempurna dan unik. Serangga tersebut mempunyai berbagai sistem, mekanisme, dan suatu struktur yang jauh lebih kompleks daripada berbagai peralatan teknologi mutakhir atau komputer. Ia tetap bertahan hidup hingga masa sekarang ini dan tidak mengalami perubahan dari awal proses penciptaannya. Allah memberikan hasil penciptaan-Nya yang sangat mengagumkan ini sebagai suatu perumpamaan dalam Al-Qur`an untuk menegaskan supremasi penciptaan-Nya. Orang-orang yang benar-benar beriman dapat menyimpulkan dari perumpamaan ini bahwa, bahkan, seekor nyamuk membuka jalan menuju perasaan dan pemahaman akan pengetahuan yang tak terbatas dan kekuasaan Allah. Akan tetapi, orang-orang kafir yang skeptis dan tidak berakal, daripada belajar untuk mempersepsikan setiap penciptaan yang ada di sekelilingnya dengan pandangan yang apresiatif, mereka akan tetap dengan pertanyaan yang penuh dengan keheranan, ”Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”

    Kegagalan dalam Memahami Pengulangan-Pengulangan
    yang Terdapat dalam Al-Qur`an

    Pengulangan-pengulangan yang terdapat dalam Al-Qur`an merupakan sumber yang jauh lebih membingungkan mereka yang tidak berakal yang tidak dapat memahami rasionalitas di balik semua itu. Pada bagian-bagian tertentu dalam Al-Qur`an, beberapa bahasan dan ayat senantiasa diulang-ulang. Referensi yang konstan disusun dalam kisah-kisah yang berbeda, misalnya, dan berbagai sugesti terhadap prinsip-prinsip agama, seperti keberadaan Allah dan Tauhidullah, wahyu, konsesi, urgensi memuji Allah, alam fana di dunia ini, rasa berterima kasih, dan menjalani kehidupan ini di jalan Allah. Lebih jauh, terdapat beberapa contoh ketika satu ayat diulangi kata per kata pada ayat yang lain.

    Hal ini mempunyai motif yang rasional. Agar dapat memberikan kesan yang mendalam akan bahasan yang esensial pada hati dan pikiran manusia, ayat-ayat tersebut diulang-ulang di setiap kesempatan. Selain itu, setiap aspek dari berbagai bahasan yang vital ini menjadi lebih mudah dipahami jika hal itu diungkapkan dengan berbagai contoh dan kisah yang berbeda.

    Salah satu pengulangan yang sangat termasyhur dalam Al-Qur`an adalah ayat,

    “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

    Ayat ini disebutkan dalam 78 ayat yang terdapat dalam surah ar-Rahmaan sebanyak 31 kali. Ini merupakan pengulangan yang bijaksana yang menyediakan atmosfir vital untuk mengingatkan manusia akan pentingnya bersyukur, juga lebih merupakan pernyataan meditatif (memusat) daripada tetap tidak tertarik melakukan sesuatu sama sekali karena mereka menyadari betapa indahnya surga yang dijanjikan Allah yang penuh dengan berbagai kesenangan dan rahmat yang besar. Kekaguman yang penuh hormat dan rasa agung hadir di dalam hati setiap umat yang beriman yang diperkuat dengan pengulangan yang terdapat pada ayat tersebut. Dalam hal ini, hasrat yang kuat hadir di dalam hati dengan tulus dan tercermin pada sikap seorang mukmin yang terbaik.

    Wahai orang-orang kafir!Tuhan menjadikan nerka itu suatu tempat yg penuh dengan jurang-jurang api.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Amin Ya Rabbal Alamin!

  91. ilham othmany Says:

    Kegagalan Memahami Gaya Al-Qur`an
    (Do’a-do’a kaum mukminin dan ucapan malaikat….)

    Setiap ayat Al-Qur`an merupakan satu contoh dari kebijaksanaan abadi dari Allah. Begitupun juga, setiap bahasan yang terkandung di dalamnya diterangkan dengan menggunakan gaya yang substansial dan sempurna. Pada beberapa bagian, satu bahasan diterangkan dengan cara yang sangat tepat dan terperinci, sedangkan pada bagian-bagian lainnya satu ayat dibuat dengan cara yang mudah dipahami hanya dengan satu pendekatan yang pendek dan sederhana. Misalnya, pada beberapa ayat Al-Qur`an, pernyataan-pernyataan atau do’a-do’a kaum mukminin, para malaikat, atau bentuk-bentuk ketiga lainnya disampaikan secara langsung tanpa dibarengi dengan pendahuluan sebelumnya. Kaum mukminin yang sejati dapat dengan mudah memahami alasan dari mengapa pernyataan-pernyataan ini disampaikan dengan cara yang demikian.

    Akan tetapi, gaya Al-Qur`an ini sulit dipahami oleh mereka yang hanya mempunyai kemampuan kontemplasi terbatas. Mereka berasumsi bahwa karena Al-Qur`an terdiri dari kalam Allah, maka adanya fakta bahwa kata-kata ini mengandung pernyataan yang lainnya merupakan sesuatu yang paradoks. Meskipun demikian, kata-kata ini berfungsi sebagai contoh dan pengakuan bagi kaum yang benar-benar beriman. Dia yang menyampaikan pernyataan-pernyataan yang disebutkan dalam Al-Qur`an ini adalah Allah. Karenanya, semua itu adalah kalam-Nya.

    Misalnya, beberapa ayat terakhir surah al-Faatihah merupakan do’a orang-orang yang beriman,

    “… hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (al-Faatihah: 5-7)
    Dengan cara ini, Allah memberitahu orang-orang yang beriman tentang cara atau gaya yang seharusnya mereka adopsi ketika mereka sedang berdo’a yang dimulai dari awal. Tidak ada pernyataan yang merupakan pendahuluan pada awal do’a ini sepanjang kalimat “berdoalah sebagaimana yang disebutkan”, karena situasinya adalah jelas. Contoh serupa lainnya adalah do’a yang disebutkan pada akhir surah al-Baqarah,

    “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. Mereka berdo’a, ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (al-Baqarah: 286)

    Seseorang yang cukup peka dapat dengan mudah mengetahui bahwa Allah sedang menyampaikan satu contoh cara atau pola berdo’a bagi orang-orang yang benar-benar beriman melalui ayat-ayat ini, dan mereka akan terus berdo’a seperti itu. Sebaliknya, orang-orang yang tidak berakal tidak akan pernah mengetahui watak alamiah nyata dari ayat-ayat seperti itu dan akan disesatkan oleh setan.

    Tentang Penciptaan Alam dalam Enam Hari

    Disebutkan dalam sekian banyak bagian dalam Al-Qur`an bahwa alam semesta ini diciptakan dalam waktu enam hari. Perhatian khusus sering kali diarahkan pada salah satu ayat tertentu di mana dalam ayat lain disebutkan jumlah hari tertentu sehingga dengan tambahan itu menjadi delapan hari. Orang-orang yang tidak mampu menangkap bukti logis di belakang ayat-ayat ini mengasumsikan bahwa telah terjadi perbedaan dan konflik dengan ayat-ayat lain di dalam Al-Qur`an yang menyebutkan bahwa penciptaan semesta ini berlangsung selama enam hari. Ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut.

    “Katakanlah, ‘Sesungguhnya, patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam.’ Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, ‘Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.’ Keduanya menjawab, ‘Kami datang dengan suka hati.’ Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan kepada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.” (al-Fushshilat: 9-12)

    Jika hari-hari yang ada pada ayat di atas dihitung, dia akan menjadi delapan jumlahnya, padahal telah disebutkan pada ayat ketiga dalam surah Yunus dan pada ayat-ayat yang lain bahwa bumi, langit, dan apa saja yang berada di antara keduanya diciptakan dalam jangka waktu enam hari. Situasi ini akan tampak tidak selaras bagi para pembaca Al-Qur`an yang melihat secara superfisial (tidak mendalam), yang tidak mau menggunakan otak dan logikanya atau tidak ingin memperhatikan secara saksama dan mendalam. Orang-orang yang melakukan pendekatan kepada Al-Qur`an dengan tujuan untuk mencari kesalahan dalam Al-Qur`an atau ingin mencari sesuatu yang ada di dalamnya akan selalu mengutip ayat di atas.

    Andaikata seseorang berkonsentrasi dan mempergunakan hikmah, dia akan dengan terbuka melihat bahwa di dalam ayat itu tidak ada sesuatu yang paradoksal. Jika kita memperhatikan pada periode waktu yang disebutkan di dalam ayat-ayat itu, kita akan sampai pada kesimpulan berikut ini.

    – Dibutuhkan masa empat hari dari awal mula penciptaan alam semesta hingga makanan siap tersedia, atau lingkungan yang dibutuhkan untuk kehidupan makhluk telah tersedia dengan baik disertai dengan penciptaan pepohonan dan binatang.
    – Permulaan dari periode ini, yang sering disebut dengan pembentukan bumi yang bersamaan dengan penciptaan semesta, atau secara singkat penciptaan alam semesta, mengambil masa dua bagian awal dari empat hari yang ada. Yang tak lain adalah dua hari pertama dari empat hari yang disebutkan dalam ayat selanjutnya.
    – Pada ayat 11 dan 12 disebutkan bahwa langit dibentuk dalam jangka waktu dua hari. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa itu terjadi selama enam hari.

    Pendek kata, ayat itu menjelaskan perbedaan frame waktu mengenai setiap peristiwa yang terjadi pada masa waktu enam hari tersebut dalam penciptaan yang dimaksudkan.

    Perlu ditekankan di sini bahwa istilah “hari” yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur`an itu tidak merujuk pada waktu 24 jam. Sebaliknya, ia mengindikasikan pada periode dan fase yang berbeda.

    Spekulasi tentang Nama Haman

    Orang-orang yang telah dikuasai nafsunya untuk melihat inkonsistensi yang ada dalam Al-Qur`an akan mereferens untuk menyebutkan nama Haman yang disebutkan di dalam Al-Qur`an sebagai orang yang dekat dengan Fir’aun.

    Dalam Taurat, nama Haman tidak disebutkan pada saat Nabi Musa hidup. Sebaliknya, orang yang bernama Haman itu disebutkan dalam Injil untuk menunjukkan pada seseorang yang membantu raja Babilonia yang hidup pada 1.100 tahun setelah Nabi Musa dan membantai orang-orang Yahudi.

    Mereka yang mengklaim bahwa Rasulullah menulis Al-Qur`an berdasarkan informasi Taurat dan Injil, juga lebih lanjut mengatakan bahwa beliau telah mengkopi materi-materi yang ada di dalam keduanya dengan cara yang salah.

    Kesalahan klaim mereka ini menjadi terkandaskan sejak dua ratus tahun yang lalu tatkala hieroglif yang ada di Mesir diuraikan maknanya dan nama Haman didapatkan dalam tulisan itu.

    Hingga saat itu, belum mungkin untuk membaca semua tulisan atau lempengan batu bertulis yang berupa huruf Mesir Kuno. Bahasa Mesir Kuno dan hieroglif hadir di tengah-tengah kehidupan orang-orang Mesir selama beribu-ribu tahun. Akan tetapi, sejak menyebarnya agama Kristen dan pengaruh budayanya pada abad kedua dan ketiga Masehi, orang-orang Mesir kuno melupakan ag
    _________________
    Tidak aneh jika kita umat yang sesungguhnya beriman dan beradab ini lebih hancur keadaannya dibandingkan mereka di belahan dunia lain sana yang hingga saat ini masih melakukan penelitian dan uji coba tentang apa itu tuhan, akhlak, dan adab.
    Kita tahu lebih banyak dan lebih baik dari mereka namun mengapa kita mengikuti mereka dalam hal coba-coba ?
    Semoga ini bukan suatu azab, tetapi kita masih diperingatkan-Nya
    “Saya bersyukur seorang muslim, saya bersyukur sebagai seorang Indonesia”

    Hingga saat itu, belum mungkin untuk membaca semua tulisan atau lempengan batu bertulis yang berupa huruf Mesir Kuno. Bahasa Mesir Kuno dan hieroglif hadir di tengah-tengah kehidupan orang-orang Mesir selama beribu-ribu tahun. Akan tetapi, sejak menyebarnya agama Kristen dan pengaruh budayanya pada abad kedua dan ketiga Masehi, orang-orang Mesir kuno melupakan agama dan sekaligus bahasa mereka, dan penggunaan hieroglif secara bertahap terhenti. Tahun 394 M adalah tahun terakhir pengggunaan hieroglif itu. Setelah itu, bahasa itu dilupakan dan tidak menyisakan seorang pun yang mampu membaca tulisan itu. Hingga dua ratus tahun yang lalu.

    Bahasa orang Mesir Kuno mulai diurai pada tahun 1799 dengan ditemukannya sebuah lempengan yang bertuliskan tahun 196 Sebelum Masehi yang disebut dengan “Rosetta Stone”. Keanehan dari lempengan ini adalah adanya fakta bahwa ia ditulis dengan menggunakan tiga bentuk tulisan yang berbeda: hieroglif, demotik (bentuk yang sangat sederhana dari tulisan Mesir Kuno), dan yang ketiga adalah tulisan Yunani Kuno.

    Dialek Mesir Kuno diurai dengan bantuan dari versi Yunani. Seorang Prancis yang bernama Jean-Francois Champollion bisa merampungkan penguraian makna semua lempengan itu. Dengan demikian, bahasa yang telah dilupakan dan sejarah yang mengandung fakta itu muncul kembali dalam kehidupan manusia. Penemuan ini telah memungkinkan dilakukannya riset terhadap peradaban Mesir Kuno, kepercayaan, dan kehidupan sosial mereka.

    Ini juga akan memungkinkan kita untuk mencari serpihan informasi penting yang saat ini sedang kita diskusikan. Nama Haman, secara fakta, telah disebutkan dalam lempengan kuno Mesir itu. Ini disebutkan pada satu monumen yang kini berdiri di museum Hof di Wina, di mana di sana ditekankan akan dekatnya hubungan Haman dengan Fir’aun (Walter Wreszinski, Agyptische Inschriften aus dem K.K. Hof Museum in Wien, 1906, J.C. Hinrich’sche Buchhandlung).

    Kamus The People in New Kingdom menyebutkan bahwa Haman adalah “kepala pekerja barang tambang” (Hermanne Ranke, Die Agyptischen Personennamen, Verzeichnis der Namen, Verlag Von J J Augustin in Gluckstadt, Band I, 1935 II, 1952).

    Penemuan ini membawa satu fakta yang demikian mengagumkan. Haman tidak sebagaimana yang diyakini oleh orang yang menentang Al-Qur`an, ia benar-benar orang yang hidup di Mesir pada masa Nabi Musa hidup. Lebih lanjut, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur`an, dia memiliki hubungan yang demikian dekat dengan Fir’aun dan sangat berkepentingan terhadap sebuah bangunan.

    Sebagaimana yang ada dalam fakta itu, Al-Qur`an memaparkan bagaimana Fir’aun meminta Haman untuk membangun sebuah menara dalam bentuknya yang sempurna yang semuanya sesuai dengan penemuan arkeologis. Hal ini sebagaimana yang Allah firmankan,

    “Dan berkata Fir’aun, ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta.” (al-Qashash: 38)

    Kesimpulannya ialah bahwa penemuan nama Haman pada lempengan Mesir kuno ini telah mendiskreditkan klaim lain yang dibuat oleh orang yang selalu berusaha mencari inkonsistensi di dalam ayat-ayat Al-Qur`an. Lebih dari itu, satu hal yang tidak terbantahkan bahwa Al-Qur`an adalah kitab suci yang diwahyukan oleh Allah, kembali memberikan bukti dan tidak bisa disangsikan lagi bahwa Al-Qur`an kembali memaparkan satu informasi historis yang tidak bisa didapatkan dan tidak bisa diuraikan pada masa kehidupan Rasulullah.

    Spekulasi tentang Banjir di Masa Nabi Nuh

    Peristiwa banjir di masa Nabi Nuh adalah satu hal yang oleh kebanyakan orang yang menolak kebenaran Al-Qur`an sebagai satu hal yang tidak bisa dirasionalisasikan. Karena itulah, mereka menolak peristiwa itu. Mereka yang menolak bahwa peristiwa itu pernah terjadi berargumen bahwa hal itu secara teknik sangatlah tidak mungkin di mana banjir itu melanda seluruh dunia. Lebih lanjut, mereka menyatakan bahwa jika hal itu terjadi, bisa dipastikan bahwa Al-Qur`an itu bukanlah firman Allah.

    Walaupun demikian, klaim mereka itu sama sekali tidak valid jika mereka katakan hal tersebut pada Al-Qur`an karena Al-Qur`an adalah satu-satunya kitab suci yang hingga saat ini tidak pernah mengalami perubahan. Lebih dari itu, banjir yang disebutkan di dalam Al-Qur`an memiliki bentuk sangat berbeda jika kita bandingkan dengan apa yang ada di dalam Taurat ataupun budaya-budaya yang lain.

    Dalam Taurat yang telah diubah, disebutkan bahwa banjir itu terjadi dan mencakup seluruh dunia dan melanda seluruh semesta. Sebaliknya, Al-Qur`an tidak pernah menyebutkan bahwa peristiwa itu melanda seluruh dunia. Al-Qur`an menyebutkan bahwa banjir itu tidak bersifat universal dan hanya bersifat regional, dan hanyalah umat yang menolak serta menentang Nabi Nuh yang mendapat hukuman dengan banjir itu.

    Nabi Nuh hanya diutus untuk kaumnya, sebagaimana halnya yang terjadi dengan Nabi Huud yang hanya diutus pada kaum ‘Aad (Lihat surah Huud: 50), sebagaimana Nabi Saleh hanya diutus kepada kaum Tsamud (Huud: 61), dan banjir itu hanya menghancurkan kaum itu. Hal ini sebagaimana yang Allah firmankan,

    “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), ‘Sesungguhnya, aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya, aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.’” (Huud: 25-26)

    Dengan demikian, kaum yang dihancurkan adalah mereka yang menolak dan secara terus-menerus melakukan penentangan kepada wahyu-wahyu yang diturunkan kepada Nabi Nuh. Al-Qur`an yang menyatakan hal itu tidak lagi memberi ruang bagi orang yang menolak kebenaran akan terjadinya peristiwa itu,

    “Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya, mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).” (al-A’raaf: 64)

    “Maka Kami selamatkan Hud bersama orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman.” (al-A’raaf: 72)

    Kita bisa melihat bahwa Al-Qur`an menyatakan hanya umat Nabi Nuh yang dihancurkan dan bukan seluruh dunia. Karena ayat Al-Qur`an demikian tegas dan gamblang, maka argumen yang menyatakan bahwa banjir di zaman Nabi Nuh itu terjadi secara universal pastilah tidak memiliki tujuan lain kecuali untuk membuat kebingungan dan sebagai trik untuk mengaburkan informasi.

    Faktanya adalah bahwa berbagai takhayul dan ketidaklogisan yang terdapat dalam kitab Taurat dan Injil berupa kisah dan mitos itu tidak terdapat dalam Al-Qur`an. Akan tetapi, bahwa ada beberapa versi yang dibenarkan dan faktual, itu merupakan bukti lain yang menunjukkan bahwa Al-Qur`an berasal dari Allah.

    Sangat tidak mungkin bagi Al-Qur`an untuk merujuk kepada banjir sebagai suatu peristiwa yang universal dengan alasan apa pun. Allah menyatakan bahwa suatu negeri tidak akan mengalami kehancuran jika belum diutus kepadanya seorang rasul. Kehancuran akan terjadi bila orang-orang yang bertanya-tanya telah dikirimi seorang rasul untuk memberikan petunjuk dan peringatan, namun mereka menolaknya. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan dalam surah al-Qashash,

    “Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (al-Qashash: 59)

    Ayat yang lain juga menyatakan,

    “Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (al-Israa`: 15)

    Sebagaimana dapat disimpulkan dari ayat-ayat di atas, adalah bertentangan dengan sunnatullah untuk menghancurkan suatu negeri sebelum diutusnya seorang rasul ke negeri tersebut. Nabi Nuh diutus hanya kepada kaumnya untuk mengingatkan mereka. Berdasarkan alasan ini, Allah hanya menghancurkan kaum Nabi Nuh dan tidak bangsa-bangsa lainnya yang belum diutus seorang rasul kepada mereka.

    Bahan perdebatan lainnya yang berhubungan dengan masalah banjir adalah apakah air yang muncul cukup tinggi untuk menutupi seluruh daratan dan gunung-gunung di kawasan tersebut. Al-Qur’an menyebutkan bahwa kapal mendarat pada “Judi” setelah terjadi banjir. Istilah “Judi” digunakan untuk menunjukkan satu gunung tertentu, tetapi dalam bahasa Arab istilah tersebut berarti “suatu titik atau tempat yang tinggi”. Kita dapat menyimpulkan dari Al-Qur`an bahwa banjir yang terjadi pada saat itu tidak menenggelamkan seluruh daratan di dunia dan seluruh gunung, sebagaimana yang diceritakan oleh Taurat, tetapi lebih pada menutupi suatu kawasan tertentu.

    Selain itu, penggalian-penggalian arkeologis yang dilakukan di seluruh kawasan terjadinya banjir telah menunjukkan bahwa hal tersebut bukanlah suatu peristiwa yang universal menutupi seluruh dunia, melainkan hanya di kawasan bencana yang meliputi wilayah yang luas di Mesopotamia. (Untuk informasi lebih lanjut, lihat Perished Nations, karya Harun Yahya, yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Negeri-Negeri yang Dibinasakan)
    Wahai orang-orang kafir fadhilat beriman itu sangatlah besar sehingga seorang yg memiliki iman yg hanya walaupun sebesar biji sawi diberikan surga yg terkecil sajapun besarnya udah 10 kali lipat alam/dunia ini.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.

  92. Nabi Cabul Says:

    Klaim Muslim Terhadap Alquran

    Pernyataan umat Muslim tentang keaslian, nilai sejarah, komposisi, dan kemurnian teks Alquran begitu mengejutkan sehingga menuntut Alquran perlu diperiksa secara lebih terperinci.

    Bahasa Arab Yang Sempurna

    Umat Muslim mengklaim bahwa teks Alquran ditulis dengan huruf Arab yang sempurna dalam setiap hal karena Allah sendiri yang menulisnya di Surga.

    The Shorter Encyclopedia of Islam menyatakan:
    “Bagi umat Islam, kesempurnaan mutlak bahasa yang digunakan dalam Alquran adalah merupakan suatu dogma yang tidak terkalahkan”!

    Apapun yang dilakukan Allah sempurna adanya, maka penulisan Alquran pasti juga menggunakan bahasa Arab yang sempurna. Pernyataan tersebut dapat ditemukan dalam Surat 41:41, 44; 12: 2; 13: 37; 85: 21,22; 10: 37.

    Umat Islam percaya bahwa Allah menulis Alquran di Surga di atas lempengan batu yang seukuran meja sebelum Alquran diturunkan kepada Muhammad.

    Tidak Ada Ejaan yang Bervariasi

    Klaim berikutnya yaitu pernyataan bahwa Alquran begitu sempurna, sehingga tidak ada teks di dalamnya yang bervariasi dalam ejaannya, tidak ada ayat-ayat yang hilang, dan tidak ada naskah-naskah teks Alquran yang bertentangan satu sama lain. Dalam hal ini para pembela Muslim menunjukkan bahwa Alkitablah yang mengandung banyak teks-teks bacaan yang saling bertentangan, sementara Alquran adalah sempurna jadi tidak ada teks bacaan yang saling bervariasi.

    Naskah-Naskah Asli yang Ditemukan

    Banyak orang Muslim menceritakan pada kami dengan keyakinan penuh bahwa “naskah asli” Alquran yang dikumpulkan dan disusun sendiri oleh Muhammad masih ada, dan bahwa semua isi Alquran berasal dari naskah asli yang satu-satunya ini.
    [ Tetapi tatkala ditanya persisnya di amana naskah asli tersebut, dan dari tahun berapa, mereka tidak yakin dan berselisih pendapat].

    Tidak Ada Terjemahannya

    Karena Alquran ditulis dalam bahasanya Allah, umat Muslim mengklaim bahwa tida ada seorangpun manusia fana ini
    mampu menterjemahkannya ke dalam bahasa lain.

    [ Dan memang yang boleh disebut sebagai Alquran hanyalah kalau ia tertulis dalam bahasa Arab. Selain dari itu hanyalah tafsir atau Terjemahan Alquran].

    Tidak Bisa Dibandingkan dengan Apapun

    Menurut Muslim, tidak seorang pun dapat menulis suatu karya seperti yang dapat ditemukan dalam Alquran (Surat 10: 37, 38). Apakah pernyataan dan klaim-klaim tersebut benar adanya? Apakah semua itu sesuai dengan kenyataan-kenyataan?
    Kami harus mengatakan dengan tanpa ragu-ragu sedikitpun, bahwa pernyataan-pernyataan tersebut salah! Mari kita simak secara seksama.
    [ Suatu tantangan Muhammad bahwa apabila ada yang sanggup menuliskan”semisal Quran”, maka dipalsulah Alquran Allah. Dan ternyata tantangan ini mendapat banyak sambutan; sayangnya sanbutan ini tidak disambut dan “di proses” lebih lanjut secara konsekuen oleh umat Islam].

    Bukan Bahasa Arab Sempurna

    Pertama-tama, Alquran bukanlah bahasa Arab yang sempurna. Alquran mengandung banyak sekali kesalahan gramatika seperti dalam Surat 2: 177, 192; 3: 59; 4: 163; 5: 69; 7:160; 13: 28, 64: 10 dan lain-lain.
    Ali Dashti berkomentar bahwa Alquran mengandung:
    • Kalimat-kalimat yang tidak lengkap
    • Dan tidak sepenuhnya dapat dimengerti tanpa bantuan
    komentar dan tafsiran;
    • Ia mengandung banyak kata-kata asing (non Arab), atau kata-kata Arab yana tidak lazim.
    • Dan kata-kata yang digunakan dalam arti berbeda dari arti yang normal;
    • Kata-kata sifat, dan kata-kata kerja yang diubah semaunya tanpa mentaati azas gemder dan jumlah;
    • Kata-kata ganti yang diterapkan secara tidal logis dan tidak gramatikal yang kadang-kadang tanpa acuan;
    • Dan mengandung predikat yang terlepas dari subyeknya terutama dalam perikop=perikop yang bersajak.

    Kalau dihitung-hitung, tercatat lebih dari seratus penyelewengan Alquran dari kaidah dan struktur-struktur bagasa Arab yang baku.

    Kata-Kata Asing

    Sebagai tambahan, ada lagi bagian-bagian dari Alquran yang bahkan bukan dalam bahasa Arab! Dalam bukunya yang berjudul The Foreign Vocabulary of the Quran, Arthur Jeffery mendokumentasikan fakta-fakta bahwa Alquran mengandung lebih dari 100 kata-kata asing (bukan bahasa Arab).
    Ada kata-kata dan frasa-frasa dalam Alquran yang merupakan bahasa Mesir, bahasa Ibrani, bahasa Yunani, Siriak, Akkadian, Etiopia, dan bahasa Persia.
    Ilmuwan dalam kajian Timur Tengah, Canon Sell menghamati sebagai berikut:
    Jumlah kata-kata asing (dalam Quran) ada sangat banyak.
    Kata-kata tersebut dipinjam dari berbagai bahasa lain (misalnya saja,’FIRDAUS’ adalah bahasa sansekerta, bukan Arab). Dalam “Mutawakkil” yang ditulis oleh Jalalu’s-Din as –Syuti terdapat 107 kata-kata yang didaftarkan dan dikomentari. Buku berharga tersebut telah diterjemahkan oleh W.Y. Bell dari yale University. Teks berbahasa Arabnya juga terlampir. Hal tersebut secara kebetulan telah memperlihatkan alangkah banyaknya ide-ide yang dipeinjam dari bahasa lain.

    (dengan kata lain, Alquran telah kecolongan bahasa-bahasa asing!)

    Banyak Teks-Teks Bacaan yang Ejaannya Bervariasi

    Umat Muslim mencela Alkitab yang kadang-kadang memuat kata-kata yang berbeda dalam berbagai naskahnya. Padahal sebetulnya yang seperti itu adalah teks-teks Alquran sendiri. Dalam Alquran banyak terdapat teks-teks bacaan yang saling bertentangan sebagaimana yang diperlihatkan nyata-nyata oleh Arthur Jeffery dalam bukunya yang berjudul Material for the History of the Text of the Quran.
    Suatu saat, Jeffery memperlihatkan 90 halaman dari teks-teks bacaan yang ejaannya berbeda! Contohnya dalam Surat-surat terdapat lebih dari 140 teks-teks bacaan Alquran yang bertentangan dan bervarian.
    Semua ilmuwan barat dan Muslim mengakui adanya teks-teks bacaan yang bervarian dalam Alquran. Guillaume menunjukkan bahwa Alquran semula “mengandung banyak
    sekali varian-varian, yang tidak selalu boleh diremehkan.
    Sungguh menarik untuk dicatat bahwa jurnal-jurnal ilmiah dari sarjana-sarjana Muslim mulai mengakui, walaupun dengan enggan, kenyataan bahwa banyak teks-teks bacaan dalam Alquran yang bertentangan dan bervarian.

    Usaha Muslim Untuk Menutupi

    Pekerjaan para ilmuwan Barat seperti Arthur Jeffery dan lain-lainnya telah dihambat oleh umat Muslim dengan tidak mengizinkan para ilmuwan barat untuk melihat naskah-naskah tua dari Alquran yang berdasarkan pada teks-teks sebelum Uthman, Jeffery menghubungkannya dengan suatu peristiwa:

    Suatu contoh menarik di zaman modern ini terjadi ketika kunjungan almarhum Profesor Berstrasser yang terakhir kalinya ke kairo. Dia sedang sibuk melakukan pemotretan arsip dan dia telah memotret sejumlah Kufic Codex (kumpulan naskah-naskah Alquran kuno yang menggunakan huruf-huruf Arab yang berlaku zaman kuno) di perpustakaan Mesir ketika saya menunjukkan sesuatu yang ada dalam perpustakaan Azhar tersebut yang mempunyai ciri-ciri yang mengundang rasa ingin tahu.
    Dia minta izin untuk memotret benda tersebut pula, tetapi permohonannya ditolak dan bahkan kumpulan naskah-naskah Kufic Codex ditarik kembali, dengan alasan orthodoxy bahwa ilmuwan Barat tidak diizinkan untuk mengetahui teks-teks kuno semacam.

    Jeffery berkomentar:
    Usaha-usaha untuk melestarikan apa adanya teks-teks Alquran yang bervarian itu telah mendapat tekanan kaum ortodoks secara definitif.

    Beberapa Ayat Terhilang

    Menurut Profesor Guillaume dalam bukunya yang berjudul Islam (hal 191 ff); beberapa ayat asli Alquran telah hilang. Misalnya, salah satu Surat yang aslinya terdiri dari 200 ayat pada masanya Aisyah. Tetapi sesaat sebelum Uthman membakukan teks Alquran, jumlah ayat tersebut tinggal 73 ayat! Sejumlah 127 ayat telah hilang, dan tidak pernah ditemukan lagi.
    Sekte Muslim Shiah menyatakan bahwa Uthman menghilangkan 25% dari ayat-ayat asli Alquran karena alasan politik.
    Adanya ayat-ayat yang dihilangkan dari Alquran versi uthman telah diakui secara universal. Dalam buku yang ditulis oleh John Burton yang berjudul The Collection of the Quran yang diterbitkan oleh Universitas Cambridge, terdokumentasi bagaimana hilangnya ayat-ayat tersebut. Tanggapan Burton atas pernyataan umat Muslim bahwa Alquran itu sempurna adalah sebagai berikut:
    Laporan-laporan dari pihak Muslim mengenai sejarah teks-teks Alquran adalah membingungkan yang tak terselesaikan, kontradiktif satu sama lain, dan tidak konsisten.

    Perubahan-Perubahan Dalam Alquran

    Satu hal yang menarik sehubungan dengan hilangnya beberapa ayat-ayat Alquran yang asli terlihat dari caranya seorang pengikut Muhammad yang bernama Abdollah Sarh menyarankan kepada Muhammad untuk memfrasakan kembali (mengatakan dengan menggunakan kata-kata lain), menambah, atau mengurangi kata-kata yang terdapat dalam Surat-Surat Alquran. Muhammad memang seringkali melakukan apa yang disarankan oleh Abdollah Sarh.

    Ali Dashti menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi sebagai berikut:
    Abdollah meninggalkan Islam karena alasan keberadaan wahyu yang diperoleh Muhammad tersebut. Jikalau wahyu tersebut berasal dari Tuhan, tentunya tidak dapat diubah hanya semata-mata karena saran dari penulis sebelum dirinya. Setelah kemurtadannya, Abdollah Sarh pergi ke Mekah dan bergabung dengan suku Quraisy.

    Jadi tidaklah mengherankan ketika Muhammad menaklukkan Meka, orang pertama yang dibunuhnya adalah Abdollah, karena Abdollah mengetahui terlalu banyak dan terlalau sering membuka mulut.

    Beberapa Ayat Digantikan

    Mengenai proses pembatalan seperti yang disebutkan pada bab terdahulu, ayat-ayat yang bertentangan dengan iman dan kebiasaan Muslim telah dihilangkan dari teks Alquran, seperi
    misalnya “ayat-ayat setan” di mana Muhammad pernah menyetujui penyembahan kepada tiga dewi yang adalah puteri-puteri Allah.
    Ilmuwan Arabic yangt bernama E. Wherry berkomentar sebagai berikut:
    Sehubungan dengan adanya beberapa pasal dalam Alquran yang bertentangan satu sama lain, para pembela Muhgammad menangkal semua keberatan tersebut dengan doktrin penggantian (nasakh), karena menurut mereka tuhan dalam Alquran memang memerintahkan beberapa hal agar ditarik kembali dan digantikan demi kebaikan semua pihak.

    Selanjutnya Wherry juga mendokumentasikan banyak contoh ayat-ayat yang dikeluarkan/dicabut dari Alquran.
    [Abdallah Abd al-Fadi berkomentar demikian: Nasakh terhadap kata-kata Allah sendiri adalah bertentangan dengan Kemahatahuan Allah terhadap segala rahasia dan motivasi tersembunyi di masa depan. Nasakh hanya pantas untk kata-kata manusia yang berpenglihatan pendek, yang menarik kata-katanya demi problem solving yang manipulatis. Ini tidak mungkin dijejerkan dengan “Rancangan Agung” dari Tuhan yang Mahasempurna].

    Canon Sell dalam bukunya yang berjudul Historical Development of the Quran juga berkomentar mengenai kebiasaan menyingkirkan ayat-ayat dari Alquran tatkala ayat-ayat tersebut dianggap menimbulkan kesulitan/masalah.

    Komentarnya sebagai berikut:
    Sungguh sangat mengherankan bagaimana mungkin suatu kompromi seperti itu dapat terjadi sampai-sampai suatu prosedur dapat dimasukkan dalam satu sistem pewahyuan oleh para sahabat (atau bukan sahabat).

    Beberapa Ayat Ditambahkan

    Bukan saja bagian-bagian Alquran dihilangkan, tetapi juga sebaliknya terdapat ayat-ayat maupun bab-bab baru yang ditambahkan. Misalnya, Ubai mempunyai beberapa Surat dalam naskah Alquran yang disingkirkan oleh Uthman dari teks yang dibakukannya. (misalnya Surat al-Khafadh dan al-Khal). Jadi ada naskah-naskah Alquran lain yang beredar sebelum teks bagu Uthman. Dalam naskah-naskah Alquran ini terdapat wahyu tambahan dari Muhammad yang tidak dicantumkan dalam teks baku Uthman, entah karena terhilang atau karena tidak disetujui oleh Uthman.

    Tidak Ada Naskah Yang Asli

    Jadi apakah naskah asli Alquran masih ada? Dan kami telah membuktikan bahwa tidak ada satupun naskah asli Alquran yang masih beredar.
    Seperti yang dinyatakan oleh Jeffery sebagai berikut:
    Hal yang pasti bahwa setelah Nabi Muhammad meninggal, tidak ada naskah wahyu yang terkumpul, tersusun, atau terbundel dalam satu kesatuan. Tradisi yang paling tua yang bisa ditemukan pada masa-masa Muhammad
    meyakinkan kita bahwa tidak ada satupun naskah utuh Alquran yang diwariskan kepada pengikut-pengikut Nabi. Nabi telah menyatakan pesan pewahyuannya secara lisan. Tidak diketahui manakah di antara pesan-pesan tersebut yang telah dicatat dan yang tidak. Itu semata-mata masalah kebetulan, kecuali memang diketahui adanya pesan-pesan tersebut dicatat pada masa-masa belakangan dari pelayanannya.

    Bagaimana dengan laporan umat Muslim yang menyatakan bahwa Muhammad telah mengumpulkan naskah-naskah Alquran selengkapnya sebelum dia mati?

    Jeffery menjawab sebagai berikut:
    Tidak ada yang bisa dikatakan lain kecuali menyatakan bahwa laporan-laporan tersebut adalah fiktif.

    Caesar farah dalam bukunya mengenai Islam menyatakan:
    Ketika Muhammad meninggal, tidak ada satupun koleksi naskah asli dari teks ayat-ayat suci.

    The Shorter Encyclopedia of Islam berkomentar:
    Hanya satu hal yang pasti dan diakui secara terbuka dalam Tradisi/Hadis, yaitu bahwa tidak terdapat satupun koleksi dari wahyu-wahyu yang sudah berbentuk seutuhnya, sebab selama Muhammad masih hidup, selalu saja ada wahyu-wahyu yang ditambahkan pada wahyu-wahyu terdahulu.

    Menjadi jelas bahwa tulang-tulang, batu-batu, daun-daun palem, kulit pohon, dan lain-lain yang bertuliskan beberapa
    materi yang diucapkan Muhammad setelah dia mengalami keadaan seperti kerasukan itu, baru dikumpulkan setelah kematian Muhammad!.
    Versi naskah-naskah pertama dari Alquran bertentangan satu sama lain. Ada naskah yang kelebihan isi Suratnya (lebih dari 114 Surat), dan ada yang isi Suratnya kurang (kurang dari 114 Surat). Penggunaan kata-kata juga ada yang berbeda di antara versi-versi koleksi yang berbeda. Merupakan suatu kenyataan bahwa tidak ada satupun dari bahan-bahan tersebut yang masih ada sekarang. Mereka telah lama hilang atau rusak.
    Kami pernah menantang seorang pembela Muslim untuk menyebutkan di mana tempat disimpannya naskah asli Alquran, yang katanya tersimpan baik. Ternyata dia hanya mampu mengatakan bahwa dia tidak tahu tempatnya, namun dia yakin pasti bahwa naskah tersebut memang ada karena harus ada. Argumentasi semacam itu lebih jelek daripada tidak beragumentasi sama sekali.

    Teks-Teks Uthman

    [ Dalam usahanya untuk ‘menyatukan’ isi dan bentuk Quran menjadi Mushaf Uthman yang standard, patut disesalkan tindakan Khalif Uthman yang mendekritkan pemusnahan semua himpunan (atau bahkan bagian) dari naskah-naskah lain yang telah ada sebelumnya yang merupakan naskah-naskah Quran yang paling primer: “Uthman mengirim kepada setiap provinsi satu kitab yang telah mereka salin, dan memerintah agar semua naskah-naskah Alquran yang lain, apakah dalam bentuk yang terbagi-bagi, atau yang lengkap, harus dibakar”. (HSB, VI/479)].

    Mengenai usaha pembakuan Alquran yang dilakukan oleh Khalif Uthman, pertanyaan sejarah berikut ini patut diajukan:
    1. Mengapa Uthman harus membakukan suatu teks lain jikalau sebelumnya memang sudah pernah ada teks yang baku?
    2. Kalau memang tidak ada naskah-naskah yang saling bertentangan, mengapa Uthman mencoba menghancurkan semua naskah-naskah lain yang sudah ada? [Atas wewenang siapa Uthman memusnahkan naskah Quran koleksi sahabat-sahabat Muhammad yang lain, yang sebelumnya justru tidak pernah dipersoalkan oleh Muhammad? Yang “kesalahan teksnya” juga tidak pernah dituduhkan oleh uthman sendiri?]
    3. Mengapa Uthman harus menggunakan ancaman hukuman mati untuk memaksa orang-orang menerima teks Alquran yang telah dia bakukan kalau setiap orang sebelumnya telah memiliki teks yang sama?
    4. Mengapa banyak orang tetap menolak menggunakan teks yang dia bakukan dan tetap mempertahankan teks-teks yang telah mereka miliki sebelumnya? [ Lebih jauh lagi bisa diajukan: siapakah diantara para ahli yang sanggup membuktikan bahwa koleksi naskah dari sahabat-sahabat Nabi yang lain (seperti Ibnu Mas’ud, ubai dan lain-lain) adalah salah atau kalah mutu/keasliannya ketimbang yang dipilih Uthman? Bukankah Muhammad sendiri yang menjagokan 4 orang saja (Ibnu mas’ud dan Ubai, Salim dan IbnuJabal) sebagai tempat belajar mengaji Quran? Baca Hadis V/96,97].

    Empat pertanyaan tersebut menimbulkan adanya keadaan yang membingungkan dan kontradiktif mengenai teks-teks Alquran pada masa Uthman.
    Kenyataan bahwa dia memerintahkan penghancuran semua salinan Alquran yang ada sebelumnya menunjukkan bahwa dia takut kalau-kalau salinan-salinan tersebut akan memperlihakan bahwa teks yang dibakukannya itu mengandung ketidaksempurnaan baik karena ada tambahan atau pengurangan dari apa yang sesungguhnya diucapkan oleh Muhammad.
    Sungguh bersyukur, bahwa beberapa dari naskah-naskah yang lebih tua tersebut masih dapat diselamatkan dan ditemukan kembali oleh ilmuwan-ilmuwan seperti Arthur Jeffery.
    Ilmuwan-ilmuwan Barat telah menunjukkan dengan penuh kepastian bahwa teks yang dibakukan Uthman tidak mengandung semua isi Alquran yang diterima Muhammad! Juga tidak mengandung kata-kata yang seluruhnya sesuai dengan Alquran yang diterima Muhammd.
    [NB. Para Muslim begitu saja percaya bahwa susunan acak seperti apa yang ada pada Quran sekarang ini adalah daytang langsung dari Allah. Setelah wahyu-wahyu turun menurut kronologi waktu oleh Muhammad (atas nama Jibril) Quran lalu ditetapkan untuk “disusun acak”. Alasan mereka berdasarkan kata-kata Muhammad: “Tulislah ayat ini dalam surat yang di dalamnya terdapat ayat anu dan ayat anu” (HR Abu Dawud dan Ahmad). Tetapi kenapakah jibril sengaja melakukan perubahan susunan dari kronologi ayat per ayat menjadi acak? Dan acaknya ayat-ayat ini diacakkan lagi dalam urutan Surat yang berpolakan panjangnya tiap Surat? Apakah pengacakan Quran oleh Uthman ini tidak mendapat peringatan Allah? Sulit menjawabnya! Namun sejarah mencatat banyak
    Perlawanan sengit dari orang-prang beriman terhadap perlakuan Uthman ini. Mereka menolak otoritas Uthman yang menetapkan sewenang-wenang edisi Alquran yang dibukukan. Allah mengizinkan kematiannya terjadi secara tragis ketika beberapa ratus anggota suku-suku Irak dan Mesir menyerbu masuk ke rumahnya dan membunuhnya (Sejarah Islam, Balazuri, Ansab). Al-Tabari menulis dalam bukunya The Historis of nations and Kings, tentang cara kematian Uthman yang aneh, sedemikian sehingga teman-temannya sendiri tidak berhasil mengebumikan jenazahnya selama 2 hari berselang. Dan karena sebagian musuh-musuhnya melarang jenazahnya dimakamkan secara Muslim di makam Muslim, maka jenazah tersebut terpaksa dimakamkan di pekuburan Yahudi! Kematian yang sedemikian aib bagi tokoh sekaliber Uthman agaknya bukan kebetulan].

    Banyak Terjemahan

    Sebagimana yang diklaim oleh umat Muslim bahwa Alquran tidak dapat diterjemahkan. Namun sungguh mengherankan ketika seorang Muslim Inggris, mohammed Pickhtal dapat mengatakan, “Alquran tidak dapat diterjemahkan”, sementara kata-kata tersebut ditulisnya pada mukkadimah terjemahan Alquran yang telah dikerjakannya dengan sangat baik. Pernyataan bahwa Alquran tidak dapat diterjemahkan jelas merupakan suatu penyangkalan terhadap keberadaan banyak terjemahan Alquran yang beredar saat ini.
    [Sebenarnya bukan masalah terjemahan, melainkan lebih merupakan masalah ibadah, dimana pembacaan Quran dalam bahasa non-Arabik tidaklah termasuk sebagai ibadah yang
    mendatangkan pahala!].

    Surat Semisal Alquran

    [Quran diklaim sebagai wahyu Allah. Namun klaim ini tidak disukung oleh saksi-saksi eksternal yang adikodrati (dua atau tiga saksi) seperti yang disyaratkan oleh Taurat (semisal nubuat nabi-nabi terdahulu, mujizat dari kuasa tangan Muhammad, penyaksian Allah/malaikat yang disaksikan orang luar). Quran tidak pernah mencatat bahwa Muhammd pernah berbincang-bincang dengan Allah seperti halnya dengan Musa dan Yesus (QS 4:164; 3:55; 5:11). Dan setiap kali beliau diminta untuk menunjukkan tanda kuasa Allah yang menyertai seorang nabi (“Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad suatu tanda dari Tuhannya” QS 13:7 dan lain-lain), beliau selalu menjawab kabur. Menyadari kelemahan dan kurangnya tanda-tanda kenabian inilah maka Muhammad terpaksa mengeluarkan jurus pembuktian bagi Quran dengan menantang kalau-kalau ada orang kafir (jin dan setan boleh dijadikan penolong-penolong sekalian) yang sanggup mengarang SATU SURAT SEMISAL ALQURAN.
    [“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Quran yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang yang memang benar”(QS 2:23, juga 17:18]
    Tantangan untuk membuat Surat-surat seprti yang terdapat dalam Alquran telah disambut orang-orang banyak kali. Ilmuwan kajian Timur Tengah, Canon Sell berkomentar:

    Manusia dapat menulis seperti seperti surat-surat tersebut bahkan mampu menggunakan bahasa yang lebih menggugah perasaan dan tersusun baik.

    Seorang yang bernama Nadir ibn Haritha cukup berani menerima tantangan itu, dan dia menyusun beberapa cerita menganai raja-raja Persia dalam beberapa bab dan Surat, kemudian melantunkannya.

    McClintock dan Strong berkomentar:
    Hamzah bin-Ahed menulis sebuah buku tandingan Alquran dengan menggunakan bahasa yang paling tida sama indahnya dengan Alquran, dan Maslema menulis buku yang lain yang bahkan lebih indah dari Alquran, dan tulisan tersebut menyebabkan banyak kaum Muslim meninggalkan keimanannya.

    [Tantangan ini sebenarnya bukan tantangan adi-kodrati melainkan hanyalah tantangan duniawi dan insani belaka, yaitu sejenis KONTES TULIS SURAT-MENYURAT, yang bisa disamai atau bahkan diungguli orang dengan akibat gugurnya keabsahan Quran sebagai Kitab Allah.
    Banyak orang Muslim tidak tahu bahwa Quran koleksi Ubai bin Ka’b (mushaf ubai) sudah memuat dua surat “Semisal Quran” (Quran-nya Utsman), yaitu Surat 115 dan 116 ( Surat al-khafah terdiri 6 ayat, dan Surat al-Khal’ terdiri 3 ayat) yang kini hilang dari Quran standar (yang dibaca oleh para Muslim dewasa ini). Dengan menampilkan kembali kedua surat yang sempat dihilangkan oleh Utsman dari mushafnya, orang
    sesungguhnya mempunyai alasan yang sah untuk menjadikannya “Surat Semisal Alquran” yang layak dikonteskan terhadap tantangan Alquran versi Utsman.
    Dr. W. Cambell juga sudah menyambut tantangan Muhammad yang satu ini. Ia menyodorkan Surat Mazmur 103: 1-22 dan Surat Yesaya 40:1-31 dan khotbah Yesus di Bukit :Surat Matius 6:16-24 dan 7:1-5; Ini memenuhi syarat karena Alkitab telah dianggap korup karena buatan manusia belaka? Bahkan di internet ada satu posting yang menyambut tantangan tersebut yang dipetik dari Surat Hukum Kasih, Matius 22:37-40. Kesemua petikan ini terlalu memenuhi syarat untuk dipertandingkan dengan Surat Alquran yang manapun! Lalu apa konsekuensinya dengan maksud Muhammad dalam membuktikan keontetikan suatu Kitab Suci? Setiap tantangan harus melahirkan konsekuensi!

    HEBOH INTERNET HARI-HARI INI
    Terjadi berita hangat di koran-koran dan di internet baru-baru ini, tentang munculnya “The True Furqan” dalam 77 Surat. Ini sesungguhnya bukanlah Quran palsu seperti yang dihebohkan melainkan SURAT SEMISAL QURAN dalam bahasa puitis Arab dan Inggris, style quranic, klasik, dan indah yang merasa amat layak menyambut tantangan Muhammad. Kita petikkan di sini komentar-komentar di internet, dan juga sekaligus membandingkannya dengan jenis TANTANGAN YESUS yang bersifat adikodrati:
    “Setelah penyodoran Surat-surat indah ini, apakah lalu pakar-pakar Islam sanggup melayaninya? Rasanya tidak! Tidak ada panitia Islam manapun yang dapat muncul untuk mem-follow up penjuriannya *Apa kriteria-kriterianya? (keindahan
    Bahasa dan redaksionilnya? Atau substansi religinya? Apling utama kegunaannya? Paling luas aplikasinya? Relevansinya? Atau apa?)* Siapakah yang bakal dianggap layak menjadi juri terhadap kontes ini? Mahkamah Internasional? Team PBB? Tim Pencari Fakta? Rohaniwan paling saleh?* Apakah hasil penjurian manusia ini sah? (atas masalah yang sangat subyektif ini) tidak akan diprotes oleh otoritas lainnya dengan pelbagai alasan? *Dan yang terpenting, apakah hasil kontes manusia ini mengikat sah di mata Allah?”
    Tampak betapa inkonklusif dan sia-sianya tantangan hidup mati nasib Quran Allah yang satu ini! Wahyu yang penjuriannya tidak bisa di actionkan oleh pihak Muslim sendiri, atau Nabi sekalipun. Ia macet tanpa solusi! (Bandingkan tantangan Yesus yang bersifat adikodrati. Tuntas tanpa perlu juri dan wasit, Lihat Yohanes 8:46 dan 2:18-22].

    Jejak Sidik Jari Muhammad

    Umat Muslim menyatakan bahwa bahwa Alquran “diturunkan” dari surga dan bahwa Muhammad tidak dapat dipandang sebagai manusia penyusunnya. Tetapi menurut Concise Encyclopedia of Islam, bahasa Arab yang dipakai dalam Alquran itu merupakan suatu dialek dan kosakata dari salah seorang anggota suku Quraisy yang tinggal di kota Mekah. Jadi sidik jari Muhammad tercecer di seluruh Alquran.
    Jika Alquran ditulis dalam bahasa Arab surgawi yang sempurna, mengapa sampai terungkap dengan telak bahwa bahasa itu adalah logatnya seorang suku Quraisy yang bertempat tinggal di kota Mekah? (alias bahasa Arab Quraisy)
    Argumentasi umat Muslim yang menyatakan bahwa Alquran ditulis dalam bahasa Arab surga sungguh tidak berdasar sama sekali.
    Dialek, kosakata, dan isi Alquran mencerminkan gaya bahasa dari penulisnya, yaitu Muhammad dan bukan sosok Allah dari surga.

    Kesimpulan

    Sejarah faktual mengenai pengumpulan dan pengadaan teks Alquran yang benar menunjukkan bahwa klaim Muslim tersebut di atas (bahwa Alquran itu 100% unsur surgawi) adalah fiktif dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
    Ceceran sidik jari tangan Muhammad dapat dilihat pada setiap halaman Alquran sebagai saksi bahwa asal Alquran tidak murni dari Allah.
    [ Allah SWT sempat menyatakan bahwa Alquran itu adalah perkataan rasul belaka: “innahuu qaulu rasuulin kariim- (Surat 69 :40, dan 81:19, Terjemahan Alquran oleh Yayasan Pembinaan Masyarakat Islam “Al Hikmah” Jakarta). Bandingkan dengan terjemaham Alquran alinnya, yang menterjemahkannya/mengartikannya berturut-turut sebagai “wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul yang mulia” dan “firman Allah yang dibawa oleh Jibril”. Memang ada ayat-ayat lain di dalam Alquran yang tidak sejalan dengan Surat-surat ini, seperti Surat 6:155, 10:37, 11:17 dan lain-lain, namun hal itulah yang menunjukkan pertentangan internal di aman Alquran yang dipercaya diimlakan secara maha sempurna itu tidak mungkin bisa memikul inconsistency demikian.

    “Apakah mereka tidak mendalami Alquran kalau sekiranya (Alquran) itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka dapati banyak pertentangan di dalamnya.” (Surat 4:82)]. –

  93. Nabi Cabul Says:

    Mengenai usaha pembakuan Alquran yang dilakukan oleh Khalif Uthman, pertanyaan sejarah berikut ini patut diajukan:

    1. Mengapa Uthman harus membakukan suatu teks lain jikalau sebelumnya memang sudah pernah ada teks yang baku?
    2. Kalau memang tidak ada naskah-naskah yang saling bertentangan, mengapa Uthman mencoba menghancurkan semua naskah-naskah lain yang sudah ada? [Atas wewenang siapa Uthman memusnahkan naskah Quran koleksi sahabat-sahabat Muhammad yang lain, yang sebelumnya justru tidak pernah dipersoalkan oleh Muhammad? Yang “kesalahan teksnya” juga tidak pernah dituduhkan oleh uthman sendiri?]
    3. Mengapa Uthman harus menggunakan ancaman hukuman mati untuk memaksa orang-orang menerima teks Alquran yang telah dia bakukan kalau setiap orang sebelumnya telah memiliki teks yang sama?
    4. Mengapa banyak orang tetap menolak menggunakan teks yang dia bakukan dan tetap mempertahankan teks-teks yang telah mereka miliki sebelumnya? [ Lebih jauh lagi bisa diajukan: siapakah diantara para ahli yang sanggup membuktikan bahwa koleksi naskah dari sahabat-sahabat Nabi yang lain (seperti Ibnu Mas’ud, ubai dan lain-lain) adalah salah atau kalah mutu/keasliannya ketimbang yang dipilih Uthman? Bukankah Muhammad sendiri yang menjagokan 4 orang saja (Ibnu mas’ud dan Ubai, Salim dan IbnuJabal) sebagai tempat belajar mengaji Quran? Baca Hadis V/96,97].

    Empat pertanyaan tersebut menimbulkan adanya keadaan yang membingungkan dan kontradiktif mengenai teks-teks Alquran pada masa Uthman.

    1. someone Says:

      Makanya belajar dengan tuntas mas, sebagaimana muslim belajar. Pelajari literatur secara komprehensif, dan jangan lupa sumbernya yang benar. Klo menyodorkan ini untuk membuat gamang muslim sih, gak bakal mempan. Di kultur Islam, orang awam yang tidak memiliki pengetahuan yang memadai atau akses kepada pengetahuan terbiasa i’tiba / ikut kepada pendapat umum yang tidak meragukan keaslian al-Qur’an. Sementara muslim yang memiliki akses akan memperdalam lagi empat pertanyaan tersebut sehingga keimanan mereka menjadi lebih sempurna seiring dengan bertambahnya pengetahuan. Muslim yang memiliki pengetahuan, akan tersenyum dan iba melihat anda mempertanyakan keaslian al-Qur’an.

    2. someone Says:

      Satu lagi, muslim yang kemudian menjadi gamang dan menjadi murtad karena meragukan keaslian al-Qur’an, kita menyebutnya sebagai orang yang ketiban sial, karena tidak diberi karunia mendapat akses kepada pengetahuan yang dapat menjaga keyakinannya.

  94. Nabi Cabul Says:

    Kesalahan Mengenai Trinitas

    Alquran mengandung banyak kekeliruan mengenai apa yang diimani dan yang dilakukan oleh umat Kristen. Salah satu kekeliruan utama Alquran adalah salah dalam memahami doktrin Trinitas umat Kristen.
    Muhammad secara keliru menganggap bahwa umat risten menyembah tiga Tuhan: Bapa, Ibu (Maria), dan Anak (Yesus), (Surat 5: 73-75, 116).

    Sebagaimana yang dinyatakan oleh Richard Bell sebagai berikut:
    Muhammad tidak pernah mengerti mengenai doktrin Trinitas.

    Encyclopedia Britannica menyatakan:
    Ada kesalahan konsep mengenai Trinitas di dalam Alquran.

    Yusuf Ali dalam terjemahan Alquran yang dilakukannya mencoba menghindari kesalahan tersebut. Dia secara sengaja membuat terjemahan yang keliru terhadap Surat 5: 73.
    Teks dalam bahasa Arab mengutuk mereka yang mengatakan bahwa:
    “Allah salah seorang dari yang tiga”, maksudnya adalah bahwa “Allah hanyalah satu dari tiga Tuhan”.

    Baik Arberry maupun Pickthall menerjemahkan teks tersebut dengan benar.

    Tetapi Ali sengaja menerjemahkan Surat 5:73 secara salah menjadi berbunyi:
    Mereka menghujat barangsiapa berkata bahwa Allah adalah satu dari tiga dalam satu Trinitas. (God is one of three in a Trinity).

    Kata-kata “dalam satu Trinitas” tidak pernah ada dalam teks bahasa Arab.

    Ali menaruh kata tersebut dalam terjemahannya sebagai suatu usaha untuk menghindari kesalahan ayat Alquran yang merujuk umat Kristen sebagai mengimani tiga Tuhan. Dalam kenyataannya umat Kristen hanya mengimani Satu Tuhan Tri Tunggal: Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Umat Kristen sama sekali tidak mengimani 3 Tuhan, dan Maria bukan salah satu oknum dalam Trinitas.

    Bahkan Concise Dictionary of Islam mengakui:
    Dalam beberapa kasus, “materi” yang membentuk substansi narasi Alquran, (seperti pengakuan iman Kristen dan Yudaisme), tidaklah mencerminkan apa yang dipahami oleh umat Kristen atau umat Yahudi itu sendiri!

    (Dengan perkataan lain, sinyalemen Alquran terhadap materi ajaran Kristen/Yahudi itu tidaklah tepat sebagaimana mestinya!)

    Alquran jelas salah dalam hal ini sampai-sampai seorang Muslim seperti Yusuf Ali, harus secara sengaja membuat suatu terjemahan Alquran yang salah, demi menghindari kesalahan Alquran itu sendiri.

    1. someone Says:

      Sebagaimana yang dinyatakan oleh Richard Bell sebagai berikut:
      Muhammad tidak pernah mengerti mengenai doktrin Trinitas.

      Mungkin benar Muhammad tidak pernah mengerti trinitas, karena firman Allah itu bukan perkataan Muhammad tetapi perkataan Allah, sehingga hanya Allah saja yang tahu persis apa yang dibuat mahluk-Nya dari pengikut Isa terkait konsep Trinitas. sangat mungkin bagi Muhammad yang buta huruf, mengenal trinitas dari Allah dan bukan dari kaum Nasrani. Prinsipnya berdasarkan keseluruhan koreksi Allah terkait konsep trinitas Kristen dalam al-Qur’an, Allah mengingatkan bahwa hanya Dia saja Tuhan Yang Maha Esa, selainnya adalah ciptaan-Nya. Dan Allah tidak lah lemah sehingga membutuhkan Isa sebagai anaknya, atau membutuhkan Maria. Isa menyeru kepada umatnya hanya menyembah-Nya saja dan tidak menyekutukan dirinya dengan Bapa.

      1. Bryan Says:

        Anda ini susah sekali mikir.

        Allah itu maha tahu. Mestinya Allah juga tahu apa definisi Trinitas MENURUT NASRANI.

        Kalau Alquran tidak mengerti maksud Trinitas MENURUT NASRANI, maka jelas bahwa “Quran itu tidak mungkin kitab Allah !”

        Jadi, ketika Quran melaknat ajaran Trinitas, pasti orang Nasrani akan bilang “Lho, Trinitas yg kami maksud itu BUKAN SEPERTI itu !”. Anda telah salah mengerti !

        Seandainya anda tidak percaya Trinitas kalau memang anda sudah mengerti maksud Trinitas Nasrani, itu tidak masalah sama sekali.

      2. casper Says:

        @bryan:
        Lukas 4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan HANYA KEPADA DIA SAJALAH engkau berbakti!”

        Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan HANYA KEPADA DIA SAJALAH engkau berbakti!”

        Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Yesus tidak bilang: Tuhanmu aku, atau Tuhan itu Trinitas, atau Tuhan itu 3 tapi 1)

        tolong jelasin ni ayat di bibel km y…

        jelas muslim tdk mau tahu konsep trinitas,,,

        karena kami bukan org yg goblog harus menyembah 3 tuhan,,,,,
        seperti kamu,,,,

  95. Nabi Cabul Says:

    Kesalahan Mengenai ‘Anak’ Tuhan
    Contoh Alquran membuat kesalahan dengan menyatakan bahwa umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah “Anak” Tuhan. Istilah “Anak” di sini dipahami Alquran dalam artian bahwa Tuhan “Bapa” mempunyai tubuh laki-laki dan telah melakukan persetubuhan dengan Maria. Itu sebabnya dalam pikiran Muhammad, mengatakan “Tuhan punya Anak” adalah menghujat, sebab hal itu berarti bahwa Tuhan berhubungan seks dengan seorang wanita (Surat 2: 116; 6: 100, 101; 10:68; 16:57; 19: 35; 23:91; 37:149, 157; 43:16-19).
    Padahal, umat Kristen percaya bahwa Maria adalah perawan ketika Yesus dikandungkan dalam tubuhnya oleh Roh Kudus (Lukas 1:35). Jadi Yesus adalah “Anak” Tuhan, tetapi bukan dalam pengertian seksual atau fisikal dan biological seperti yang dipahami Muhammad. Tuhan “Bapa” bukanlah manusia dan oleh karenanya tidak mempunyai tubuh laku-laki dan tidak berhubungan seks dengan siapa pun. Jikalau itu yang dimaksudkan dalam Alqiran, dalam hal itu pulalah Alquran salah 100 persen!

    1. casper Says:

      hahahahaha..
      kenyataannya anda sendiri menyebut “tuhan bapa”,,”tuhan anak”,,,”dan tuhan ibu”,,,
      jadi siapa yg membayangkan tuhan dalam bentuk biologi sebenarnya??????
      apakah muslim atau kristen???

      1. Sikomo Says:

        @casper

        Logikamu tidak layak untuk bicara hal setinggi ini. Levelmu masih seputar anak ayam, anak katak dst.

        Jelas-2 Quran misunderstand tentang istilah Anak pada Yesus.

        Pantesan Islam selalu ketinggalan jaman.

      2. casper Says:

        wwwwwwwwwoooooiiissssss….
        @sikomo:
        nyante bro,,,,,
        pinter lah ya?????

        y klo gtu sy tanya kau tu….
        yg menyebut tuhan yesus dlm bentuk biologis tu sapa???

        jwb dong,,,,
        maklumlah gw pu’y level setinggi ayam,,,

        KAN ELO PINTER…..

      3. casper Says:

        @sikomo: HAH???
        islam ketinggalan jaman????

        g malu lo blg kya gtu????
        cb deh tanya apa sebabnya islam ketinggalan jaman???

        1. tekanan israel,, amerika,,
        2. bombardir amerika k negara tim tengah yg g jelas maksudnya….
        alias maling minyak,,,

        seandainya islam g di desak tu sma ANJINK2 MANUSIA BERAKHLAK BABI KYA LOE SEMUA,,,,
        loe bsa lyat arab saudi,,mesir,, iran,, dubai,,,

        loe lyt klo islam g d tekan alias d jdikan babu,,,,

        dan lo pinter kan,, loe mesti baca sejarah dmn jaman kgelapan gereja,,,, dmn loe bsa lyt,,, banyaknya bamgsa romawi yg belajar pd bangsa persia( iran)

        gw tambah ktwa aj lyt lo masi bs koment…

        skrg acuan ilmu tu semua di ambil dri al-quran,,, astronomi,, ekonomi,, geologi, biologi,,

        sdangkan bibel tai lo aj dlu masi bilang bumi sbg titik pusat tata surya jaman galileo…

        y emg lu pinter sih,,,, mangka’y lu GOBLOG…

    2. someone Says:

      Sebaiknya dikaji lagi, karena di dalam Islam tidak ada pemahaman bahwa Bapa melakukan persetubuhan dengan Maria. Allah menjelaskan sebab kelahiran Isa adalah sebagaimana kelahiran Adam

      Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.(Ali Imran :59)

      Jelas dalam firman-Nya tersebut Allah menjelaskan bahwa Isa sebagaimana Adam bukan merupakan hasil persetubuhan dengan perempuan. Dengan demikian, saat anda mengatakan al-Qur’an memahami Bapa bersetubuh dengan Maria untuk melahirkan Isa adalah tidak berdasar.

      Jika anda membaca dengan benar al-Qur’an, dan memahami akidah Islam, maka anda akan melihat, bahwa Allah menolak status “Anak” Isa adalah bukan karena takut disangka berhubungan badan dengan Maria, karena tidak mungkin bagi Allah berhubungan badan dengan ciptaan-Nya, karena bagi-Nya untuk menciptakan sesuatu hanya cukup berkata “Jadilah”, maka jadlah ia.

      Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.(Al Baqarah :117)

      Tuhan menolak ketuhanan Isa atau dianggap memiliki anak adalah karena Dia lah Tuhan Yang Maha Esa, “yang tidak beranak dan diperanakan”. Ayat dalam surat Al Ikhlash :3 ini menjelaskan penolakan Allah atas keyakinan manusia yang menganggap-Nya beranak atau sebagai anak Tuhan. Allah tidak lemah sehingga memerlukan sekutu untuk membebaskan manusia dari dosa. Dan Dia telah memberi kuasa kepada manusia untuk dapat membebaskan dirinya dari dosa berkat kemampuan manusia yang lebih dari pada jin dan malaikat, berkat keluasan ampunan-Nya dan bukan karena dibebaskan oleh selain Allah.

      Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..(Ali Imran :31)

      Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Az-Zumar :53)

      Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(Al Anfaal :29)

      Bukan hanya Kristen yang percaya bahwa Maria adalah perawan, Muslim pun mempercayainya berdasarkan firman Allah dalam al-Qur’an

      (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh”.Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.(Ali Imran :45-47)

      Jadi sekali lagi, sejalan dengan firman Allah dalam al-Qur’an, Muhammad dan pengikutnya tidak seperti yang anda sangkakan, memahami Isa adalah anak Tuhan dalam pengertian seksual. Pemahaman isa sebagai Anak menurut Allah dan Muhammad adalah sekutu bagi Allah. Allah menolak sekutu bagi dirinya, karena Allah Sang Pencipta menganggap dirinya layak untuk menjadi satu-satunya yang di Puja. Bagaimana tidak, Dialah yang telah menciptakan segala sesuatu, menciptaka Isa, sehingga segala sesuatunya hanya dapat bergantung kepada Dia Yang Kehendak-Nya tidak tertolak.

      Perhatikan firman Allah yang menunjukan betapa Ia tidak senang dengan penetapan Isa sebagai sekutunya

      Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. (An Nisaa :171-172)

      Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al Maidah :116-118)

      Oleh karenanya, sebagaimana

    3. someone Says:

      Oleh karenanya sebagaimana perkataan anda :

      Jikalau itu yang dimaksudkan dalam Alqiran, dalam hal itu pulalah Alquran salah 100 persen!

      dan karena bukan seperti itu yang dimaksudkan dalam al-Qur’an sebagaimana penjelasan saya, maka berdasarkan logika anda alqur’an benar 100 persen.

      Logikanya yang anda gunakan :

      Jika menurut alQur’an Isa anak biologis Allah, maka alQur’an salah 100%

      Berlaku pula kebalikannya

      Jika menurut alQur’an Isa bukan anak biologis Allah, maka alQur’an benar 100%

      Setelah terbukti, sebaiknya anda tidak mengelak karena berdasarkan logika anda alQur’an benar 100%.

  96. Nabi Cabul Says:

    Mengenal Alquran Dan Hadis

    Menurut Hadis IX/643, Alquran ditulis di Surga. Jadi tidak mungkin isi Alquran berasal dari sumber-sumber duniawi yang terdapat pada zaman pra-Islam. Namun menurut penelitian terdapat banyak sekali bahan-bahan yang diambil dari zaman pra-Islam. Dengan demikian tidaklah mengherankan kalau Alquran ditulis dalam dialek Quraisy (Hadis VI/507). Fakta tersebut sering tidak disadari oleh umat Muslim yang bukan orang Arab.

    Bahkan ketika Muhammad telah meninggal pun naskah Alquran masih tercecer dimana-mana (Surat-suratnya belum tersusun rapi), ada yang tertulis di daun-daun palem, di lempeng batu, pada tulang-tulang, dan lain-lain. (Hadis VI/509). Jadi dengan demikian jelaslah bahwa Hadis pun menjadi saksi atas kenyataa bahwa Muhammad sendiri tidak mempersiapkan naskah Alquran sebelum kematiannya.

    Menurut catatan, Hadis mengkonfirmasikan bahwa Alquran disusun menjadi satu oleh Kalif Uthman setelah Muhammad meninggal. Hal ini sering disangkal oleh orang-orang Muslim yang tidak memahami mengenai kitab suci mereka sendiri.

    Uthman menyusun Alquran dan mengirimkan beberapa salinannya ke tempat-tempat yang jauh (Hadis I/63). Uthman…menulis naskah Alquran yang Suci dalam bentuk sebuah kitab (Hadis IV/709).

    Lihat juga Hadis VI/507 dan 510.

    Ketika Uthman menyelesaikan himpunan Alquran menurut versinya, Hadis mencatat bahwa dia mencoba membuang semua hal-hal yang menimbulkan pertentangan yang terdapat dalam Alquran (Hadis VI/510).
    Hal ini jelas membuktikan bahwa memang benar ada versi-versi Alquran yang saling bertentangan.
    Kenyataan bahwa beberapa ayat Alquran telah hilang dan beberapa ayat lain dikeluarkan/dicabut dari Alquran memang diakui dalam Hadis IV/57, 62, 69, 299; Hadis VI/510, 511)
    Hadis bahkan mencatat bahwa ketika orang-orang tertentu (penghafal ayat) meninggal, maka bagian-bagian Alquran yang hanya diketahui oleh mereka juga ikut hilang terkubur bersama mereka (Hadis VI/509).
    Hadis mencatat bahwa Muhammad pada saat-saat tertentu ditarik oleh “pengaruh halus”, lalu berkata dan melihat hal-hal tertentu di bawah pengaruh inspirasi halus/Setan tersebut (Hadis IV/400, 490).
    Pengakuan Hadis tersebut telah merusak prinsip-prinsip yang diyakini umat Muslim bahwa Muhammad memperoleh inspirasi secara sempurna dari Allah.
    Karena Hadis mengakui bahwa Muhammad memang pada suatu ketika melakukan dan mengatakan beberapa perkara di bawah inspirasi Setan, maka pada prinsipnya hal tersebut menggiring orang untuk meragukan setiap apa yang dikatakan oleh Muhammad.
    Seperti halnya Alquran, Hadis juga mengutip ayat-ayat yang seolah-olah dikatakan oleh nabi Nuh, nabi Musa, Yesus dan lain-lain, padahal sesungguhnya tidak mungkin mereka yang mengatakannya! Kenapa? Karena kosakata yang digunakan dan doktin pengajaran yang disampaikan serta referensi sejarah yang telah dibuat Muhammad itu jauh berbeda dengan yang mereka anut. Jelas bahwa apa yang dikutip Hadis tersebut hanyalah petikan yang tidak benar.
    Hadis Jilid I, pasal 1, halaman 16; Hadis I/74, 78, 124. [misalnya kosakata yang menyebut Allah sebagai “Bapa” atau “Yahweh” tidak pernah dikenal di Alquran dan Hadis padahal keberadaannya begitu sentral di dalam Alkitab].

    Hadis mengakui bahwa dalam Hadis terdapat teks-teks yang bersifat varian dan bertentangan (Hadis I/42, 47, 74, 78, 80, 81, 86, 102, 107, 112, 159, 160, 161; Hadis III/159-161). Bahkan penerjemah Hadis juga mengakuinya, pengakuan mana tertulis dalam catatan kaki pada Hadis III/159 sebagai berikut:

    Hadis nomor 159 tersebut bertentangan dengan Hadis Al-Hassan

    Seperti halnya Alquran, beberapa Hadis juga dibatalkan atau dihapuskan (Hadis I/179, 180)

    1. someone Says:

      Terus menurut anda, Nabi Adam menyebut Tuhannya dengan nama apa? Apakah anda percaya bahwa Adam memanggilnya dengan nama seperti yang tertulis di dalam al-Kitab? Memangnya kosakata atau bahasa yang digunakan Adam sama dengan bahasa yang berlaku pada saat alKitab diturunkan?

    2. munafik Says:

      @Nabi cabul,

      Jika QURAN DITULIS DI SORGA, ADA BEBERAPA KETIDAK COCOKAN :

      1) Kok bisa lembarannya dimakan Kambing ??? (Ibn Maja)
      2) Kok bisa, makanan Lebah tiap-tiap macam buah-buah-an,
      3) Kok bisa menurut Quran, Bumi itu datar dan ada 2 tempat matahari terbit dan terbenam.?
      4) Lha kok bisa Abraham nabi Yahudi yang lahir 3000 tahun sebelum Islam, beragama Islam dan membangun Kabah ??
      5) Dll.

      — MAKANAN LEBAH TIAP-TIAP MACAM BUAH-BUAH-AN (Qs.16:68) —

      Surah An-Nahl 66-67 (Qs. 16:66-67)
      66) Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. Qs. 16:67 Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.
      Surah An-Nahl 68-69 (Qs. 16:68-69)
      Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, kemudian makanlah dari TIAP-TIAP (MACAM) BUAH-BUAH-AN dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).
      Dari PERUT LEBAH itu KE LUAR MINUMAN (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang MEMIKIRKAN……….

      PERTANYAAN :
      1. Ayat ini bukan wahyu awloh kepada Muhammad, tetapi kepada LEBAH, agar Lebah menempuh perjalanan yg telah dimudahkan awloh swt.
      2. Jika ayat ini ditujukan kepada Muhammad, bagaimana Muhammad menyampaikan ayat ini kepada si Lebah? Apakah Muhammad mengerti bahasa Lebah?
      3. Kok Awloh swt diskriminatif? Dimana ayat Quran, mengenai pesan awloh swt kepada si Anjing, si Babi, si Kerbo, si Kambing???
      4. Benarkah makanan Lebah dari TIAP-TIAP MACAM BUAH-BUAH-AN? (termasuk buah duren, buah kelapa, dan buah dada) ???
      5. Lebah bersarang di tempat-tempat yg DIBIKIN MANUSIA. ? Di- Apartment, di Hotel, di rumah??
      6. Perut Lebah akan meletus, ketika mengeluarkan minuman dari dalamnya ????????
      7. Siapa awloh swt ini ? Katanya pencipta alam semesta, kok nggak tahu makanan lebah ya ??

      —— DUA AYAT QURAN SALING MENGUATKAN, BUMI ITU DATAR ——–

      Surah Taha 53: QS. 20:53 – BUMI ADALAH DATAR
      “Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai HAMPARAN dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu JALAN-JALAN, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.”

      DAN ………….,

      – Surah Ar-Rahman 17 : QS 55:17 – ADA TEMPAT TERBIT DAN TERBENAMNYA MATAHARI
      “Tuhan yang memelihara KEDUA TEMPAT TERBITNYA matahari dan Tuhan yang memelihara KEDUA TEMPAT TERBENAMNYA.”

      Kedua ayat ini saling menguatkan KEBOHONGAN DAN KEBODOHAN QURAN,

      LEMBARAN QURAN DIMAKAN KAMBING :
      Aisyah melaporkan dalam laporan Ibn Maja, ada lembaran ayat quran Surah Radha’ah sebanyak 10 kali yang hilang karena dimakan kambing saat penguburan Muhamamad, juga dalam laporan Suyuthi, sura 33 (al-Ahzab) adalah 3 kali lebih panjang daripada yang ada dalam mushaf Usman.

  97. Nabi Cabul Says:

    Muhammad Mengenai Wanita

    Muhammad mengajarkan bahwa mayoritas penghuni Neraka adalah wanita!

    Nabi berkata, “Saya melihat ke dalam api neraka dan ternyata mayoritas penghuninya adalah wanita” (Hadis I/28, 301; Hadis II/161).

    Alasan mengapa mayoritas penghuni Neraka adalah wanita jelas-jelas
    tertulis dalam Hadis II/541,

    Wahai wanita! Aku tidak pernah melihat manusia yang begitu kurang dalam kecerdasan dan dalam agama selain dari jenismu.

    Muhammad meyakini bahwa para wanita “kurang
    cerdas” dan oleh karenanya menurut Hukum Islam mereka tidak layak diberi hak-hak yang sama dengan pria.
    Contohnya, Muhammad mengatur dalam undang-undang bahwa kesaksian wanita di pengadilan nilainya hanya setengah dari kesaksian seorang pria. Jadi diperlukan kesaksian dari dua orang wanita untuk mengimbangi kesaksian seorang pria. Bayangkan bagaimana dampak peraturan tersebut terhadap wanita-wanita yang diperkosa.

    Nabi bersabda, “Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan setengah dari kesaksian seorang pria?” Para wanita itu berkata “Ya”. Nabi berkata lagi, “Hal itu disebabkan karena kemampuan berpikir wanita sangat kurang” (Hadis III/826).

    Muhammad bahkan membuat peraturan bahwa hak
    warisan yang diterima anak wanita hanya sebesar setengah dari yang diterima anak laki-laki (Hadis IV/10). Jadi para wanita dihukum secara keuangan semata-mata karena mereka wanita.
    Dan barangkali gambaran terendah dari martabat wanita Islam tercermin dalam pernyataan bahwa dalam Firdaus tersedia wanita-wanita cantik yang tugas utamanya adalah untuk memuaskan nafsu seksual pria, dan mereka ditambatkan pada sudut-sudut suatu paviliun.

    Pernyataan Allah, wanita-wanita cantik ditambatkan di paviliun-paviliun. Rasul Allah berkata, “Si Surga ada sebuah paviliun yang terbentuk dari sebuah lubang terowongan mutiara yang lebarnya 60 mil, pada masing-masing sudut terdapat para isteri yang terpisah dan tidak dapat saling melihat dengan sudut lainnya, dan orang-orang beriman akan mengunjungi para wanita tersebut untuk “menikmati” mereka. (Hadis VI/406).

    [Bahwa di mata Allah, wnaita Islam tampak merupakan obyek-seks dari pria, dijelaskan dalam HSB 1439, dimana Muhammad berkata: “Apabila seorang laki-laki mengajak isterinya tidur, sedang perempuan tidak mau, lalu laki-laki tadi semalaman itu dalam keadaan marah, malaikat melaknati perempuan itu sampai pagi”.
    Tidakkah pelaknatan malaikat semacam ini sungguh bermasalah?
    1) Hukuman sepihak tanpa mempersoalkan keberatan-keberatan di pihak sang isteri?
    Capai, sakit, labil mental atau fisik, salah waktu, salah tempat, salah kondisi, salah cara mengajak hubungan seks dari pihak suami, – semuanya adalah sah bagi sang isteri untuk menolak seks sepihak. Bila tidak, tentu seks suami-isteri itu akan berubah menjadi “pemerkosaan suami” atau sang isteri hanyalah budak-seks belaka! Adilkah Allah?

    2) Apakah malaikat perlu bekerja semalam suntuk demi melaknati sang isteri? Apakah penghakiman Allah dibatasi waktunya sepanjang beberapa jam itu saja (dari malam tersebut hingga paginya), dimana sang isteri segera akan terlunas dari laknat keesokan harinya? Dan benarkah sang isteri akan betul-betul merasakan ujud laknatNya semalaman, padahal ia tertidur? Telah maha benarkah Allah membela semua kemarahan/kebencian karena nafsu berahi di pihak laki-laki, tanpa menawarkan pendamaian keluarga, kecuali melaknati pihak perempuan?]

    1. casper Says:

      @nabi cabul(paus paulus)..:
      sy berani jamin km pasti g ngikut nabi kamu paus tu g kawin….
      klo km g kwin sp seng nerusin keturunan umat manusia?????

      sorry y,,, comment lu lucu bgt bkin gw pengen muntah….

      ya,,,,ya,,ya,, bsok klo paus suru lo sembah dia jg …
      tuhan lu jd 4!!!!
      gkgkgkgkgkgkgk…

      bkin kesebelasan aja sekalian..

    2. someone Says:

      Benar kata casper, komentar anda lucu. Tapi tidak apalah, mungkin karena anda tidak faham saja.

      Terang saja kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, sekarang saja menurut sensus wanita lebih banyak dari pria. Jika dibagi dua, pria separuh, wanita separuh, nah yang separuh itu dimasukan ke dalam neraka, masih banyak yang wanita kan?

      Kenapa wanita dianggap “kurang cerdas”, karena mereka lebih emosional dari pada pria. Fakta ilmiah yang mendukung pernyataan ini sangat banyak. Coba tengok :

      http://www.lintasberita.com/go/863692

      http://female.kompas.com/read/xml/2010/05/14/13220029/Gangguan.Emosi.pada.Perempuan.Lebih.Tinggi-12

      Bagaimana jadinya jika kesaksian itu diambil hanya berdasarkan pendapat perempuan yang emosi sehingga segala sesuatunya dibesar-besarkan?

      Kenapa warisan laki-laki lebih banyak dari wanita? Logika yang gampang adalah karena laki-laki dalam Islam harus menafkahi istrinya, sementara wanita dalam Islam akan dinafkahi suaminya. Yang menafkahi tentu saja butuh harta yang lebih bayak dari pada yang dinafkahi.

      Jika peran wanita di Syurga nanti adalah sebagai penghubur laki-laki, memangnya laki-laki tidak menjadi penghibur mereka? Memangnya anda tidak mau jika Allah mengaruniakan syurga di mana di dalamnya anda diberi wanita soleh ahli syurga yang suci dan disucikan, dan anda dapat melampiaskan segala sesuatu yang dilarang sebelumnya di dunia? Kalau anda tidak mau kehidupan model seperti ini di syurga kelak, dengan senang hati saya menerima karunia seperti itu. Ingat mas, dunia itu penjara, agama membatasi perhubungan pria dengan wanita. Syurga itu hasil kerja keras di dunia, sehingga wajar jika tidak ada aturan yang diberlakukan di Syurga.

      Terkait hadits yang mana wanita dilaknati karena enggan berhubungan dengan suaminya, coba anda fikirkan, seorang lelaki itu memiliki dorongan biologis. Jika tidak tersalurkan, suami secara umum akan menjadi emosional. Tidak sedikit kasus perselingkuhan, perceraian, atau KDRT bersumber dari penolakan istri melayani suaminya dan bahkan karena istrinya tidak berhasil memuaskan suaminya. Islam menjaga akibat buruk seperti itu, sehingga mengingatkan istri agar dapat memenuhi kebutuhan suaminya ini. Istri yang bejad mungkin lebih memilih suaminya selingkuh dari pada harus cape melayaninya. Namun bagi wanita pemilik cinta sejati, adalah adil baginya jika suaminya tidak berselingkuh. Untuk mencapai keadilan ini, ia akan melakukan apapun sehingga suaminya tidak berselingkuh, diantaranya adalah memuaskan kebutuhan biologis suaminya. Faham?

      Apakah anda bertanya kepada Allah sang pengasih kenapa ia memberlakukan laknat semalaman demi keutuhan rumah tangga? Apakah anda bertanya kepada Allah sang pembuat hukum kenapa ia memberlakukan laknat hanya semalaman saja? Apakah laknat semalaman, seminggu, sebulan, setahun adalah lebih penting dari utuhnya rumah tangga? Apakah istri merasakan laknat malaikat semalaman di saat ia tidur? Jikapun tidak, tetapi suatu saat jika ia tidak berubah, maka laknat itu akan menjelma menjadi keretakan rumah tangga, yakni saat suaminya berselingkuh, menceraikannya, atau melakukan KDRT. Tuhan melaknati istri yang menolak berhubungan dengan suaminya adalah karena Ia tidak senang dengan perceraian dan KDRT, atau jalan nista seperti perselingkuhan. Dengan laknat itu Tuhan mengingatkan kepada istri yang “enggan”, “jangan begitu atau apa yang tidak Aku suka atas dirimu terjadi.”

      Demikianlah Allah, sesungguhnya Dia menyiksa lantaran cemburu. Ia tidak senang jika mahluk-Nya membagi cinta kepada-Nya dengan selain-Nya. Ia yang telah mengaruniakan hidup dan kesenangan kepada manusia akan merasa tersinggung, jika manusia mendurhakai-Nya. Faham?

      1. casper Says:

        y emang lucu ko’
        skrg gw tanya lo….

        yg kta’y faham bgt…..
        cerdas bgt…..

        ayat mana d bibel km yg mengharuskan seorang manusia tidak menikah?????

        klo lo pengikut kristus sejati????
        lo pasti ngmbil acuan dri kitab….

        yaah secarra lo kn pinter,,,

        oh ya ayat mn yg menjelaskan klo yesus tu mati tnggal 25 desember…
        ok piter!!!!!!!!!

  98. casper Says:

    paus,,,paus,,,
    kasian bgt lo bsok d panggang’y ky gmn y???
    kasian bgt umatlo uda parah bgt logika’y…

    o..y paus,,, menurut penelitian,,
    tgl 25 desember itu hari kelahiran raja matahari,,,, bkan yesus,,,

    lu ngrayaiin hari apa sich??
    kta’y pke konsep tri ketuhanan,, alias trio macan…
    lah skrg nyembah matahari,,,
    wduh gw g berani jamin tu tgl 25 hari kematian yesus..
    gkgkgkgk…

    baek” d neraka nndo….

  99. ilham othmany Says:

    1. Klaim Muslim Terhadap Alquran
    Pernyataan umat Muslim tentang keaslian, nilai sejarah, komposisi, dan kemurnian teks Alquran begitu mengejutkan sehingga menuntut Alquran perlu diperiksa secara lebih terperinci.
    JAWAB:KALIAN TIDAK AKAN SESEKALI MENEMUI KESALAHAN APA PUN DARI QURAN KECUALILAH KESALAHAN ITU KALIAN BUAT-BUAT SENDIRI.KESALAHAN QURAN YG DIDAKWAKAN PADA HAKIKATNYA ADALAH KESALAHAN KALIAN SENDIRI..BUKAN KESALAHAN QURAN.
    Bahasa Arab Yang Sempurna
    Umat Muslim mengklaim bahwa teks Alquran ditulis dengan huruf Arab yang sempurna dalam setiap hal karena Allah sendiri yang menulisnya di Surga.
    JAWAB:DI SINI SAHAJA SUDAH JELAS ANDA ADALAH PEMBOHONG BESAR.TIDAK ADA MANA-MANA ILMUAN ISLAM YG MENGATAKAN ALLAH SENDIRI YG MENULIS ALQURAN.YG SEBENARNYA ALLAH MENGKHITAB ALQURAN KEPADA MALAIKAT JIBRIL KEADAANNYA TIDAK BERHURUF DAN BERSUARA.KEMUDIAN JIBRIL MEMHAMI KALAM ALLAH YG TIDAK BERHURUF DAN BERSUARA ITU LALU DISAMPAIKAN KEPADA MALAIKAT ISRAFIL DAN DARI SITULAH TIMBUL ‘LAFAZ’ AL QURAN.LALU MALAIKAT ISRAFIL MENULISKANNYA DI LOH MAHFUZ DAN DIBERI HURUF SATU PERSATU.KEMUDIAN AL QURAN YG TELAH DITULIS DILOH MAHFUZ ITU DITULISKAN SEKALI LAGI DI BAITUL IZZAH DI LANGIT DUNIA KEADAANNYA SEKALIGUS SEBELUM DITURUNKAN KEPADA NABI MUHAMMAD SAW SEDIKIT DEMI SEDIKIT SELAMA 22 TAHUN 2 BULAN 22 HARI.JESIMPULANNYA ALLAH TIDAK MENULIS AL QURAN SENDIRI TETAPI DITULIS OLEH MALAIKAT ISRAFILDAN MALAIKAT HAFAZAH.
    The Shorter Encyclopedia of Islam menyatakan:
    “Bagi umat Islam, kesempurnaan mutlak bahasa yang digunakan dalam Alquran adalah merupakan suatu dogma yang tidak terkalahkan”!
    JAWAB:KESEMPURNAAN ALQURAN BUKAN SEKADAR DOGMA BAHKAN TERBUKTI DENGAN NYATA DIPANDANG KEPADA SESIAPA SAHAJA YG MENGGUNAKAN AKAL FIKIRAN.BUKTINYA RAMAI ILMUAN YG MEMELUK ISLAM HASIL PENELITIAN TERHADAP AL QURAN.RAMAI YG MEMLUK ISLAM ITU PULA MEMPUNYAI PENGETAHUAN DI DLAM BAHASA ARAB SAMADA SEBELUM ATAU SELEPAS MEMELUK ISLAM DAN KITA BELUM PERNAH MEDENGAR ILMUAN YG MEMELUK ISLAM ITU YG MURTAD.CONTOHNYA DR BUCCAILE.
    Apapun yang dilakukan Allah sempurna adanya, maka penulisan Alquran pasti juga menggunakan bahasa Arab yang sempurna. Pernyataan tersebut dapat ditemukan dalam Surat 41:41, 44; 12: 2; 13: 37; 85: 21,22; 10: 37.
    Umat Islam percaya bahwa Allah menulis Alquran di Surga di atas lempengan batu yang seukuran meja sebelum Alquran diturunkan kepada Muhammad.
    JAWAB:TIDAK MANA-MANA HADIS YG MENGATAKAN ALQURAN DITULIS DI ATAS LEMPENGAN BATU.APA LAGI ALLAH SENDIRI YG MENULISNYA.KEKELIRUAN INI TIMBUL KERANA ORIENTALIS YG JAHIL MENTERJEMAHKAN PERKATAAN LOH MAHFUZ ITU SEBAGAI LEMPENGAN BATU.INI ADALAH TERJEMAHAN YG SALAH.LOH MAHFUZ MERUPAKAN CIPTAAN ALLAH YG DICIPTAKAN DARI CAHAYA DIMANA SEGALA TAKDIR DICATAT.BUKAN LEMPENGAN BATU LHO!EMANGNYA QURAN ITU SEPERTI TAURAT DITULIS DENGAN JARI TUHAN?HE HE HE.GAMPANG SANGAT ANDA DIKIBULIN.
    Tidak Ada Ejaan yang Bervariasi
    Klaim berikutnya yaitu pernyataan bahwa Alquran begitu sempurna, sehingga tidak ada teks di dalamnya yang bervariasi dalam ejaannya,
    JAWAB:HE HE HE…SIAPA BILANG?SEKURANG-KURANGNYA ADA DUA RASAM(VARIASI)PENULISAN ALQURAN YAITU RASAM UTHMANI DAN RASAM QIASI.HAL INI TIDAK MENJADI MASALAH KERANA NABI SEWAKTU HIDUP TIDAK PERNAH MENENTUKAN APAKAH RASAM YG SEPANTASNYA MENULIS ALQURAN.YG PENTING SEBUTANNYA TIDAK BERUBAH.MEMELIHARA LAFAZ ALQURAN ADALAH DARI SEGI MEMELIHARA SEBUTAN BUKAN BENTUK TULISAN.
    tidak ada ayat-ayat yang hilang, dan tidak ada naskah-naskah teks Alquran yang bertentangan satu sama lain.
    JAWAB:LHO! MEMANG GAK ADA KOK!
    Dalam hal ini para pembela Muslim menunjukkan bahwa Alkitablah yang mengandung banyak teks-teks bacaan yang saling bertentangan, sementara Alquran adalah sempurna jadi tidak ada teks bacaan yang saling bervariasi.
    JAWAB:UTK MEMBUKTIKAN KEASLIAN ALKITAB MEMANG BERGANTUNG SEPENUHNYA KEPADA TEKS KERANA ALKITAB TIDAK DIHAFAZ SECARA MUTAWATTIR SEPERTI ALQURAN.ALQURAN SEJAK DIMASA NABI LAGI HIDUP TELAHPUN DIHAFAL OLEH PARA SAHABAT DAN DIBACA BERULANG-ULANG SAMADA KETIKA MAJLIS2 ILMU ATAUPUN KETIKA BERSEMBAHYANG.OLEH ITU ALQURAN TIDAK PERLU LAGI KEPADA TEKS UTK MEMBUKTIKAN KEASLIANNYA KERANA IA TELAH DIRIWAYATKAN SECARA LISAN OLEH PENGHAFAL-PENGHAFAL YG RAMAI.BERBEDA DENGAN ALKITAB.KHUSUS PERJANJIAN BARU DARI SEKIAN BANYAK TULISAN2 LAMA TIDAK ADA SATU PUN YG BERSAMAAN?!!
    Naskah-Naskah Asli yang Ditemukan
    Banyak orang Muslim menceritakan pada kami dengan keyakinan penuh bahwa “naskah asli” Alquran yang dikumpulkan dan disusun sendiri oleh Muhammad masih ada, dan bahwa semua isi Alquran berasal dari naskah asli yang satu-satunya ini.
    [ Tetapi tatkala ditanya persisnya di amana naskah asli tersebut, dan dari tahun berapa, mereka tidak yakin dan berselisih pendapat].
    JAWAB:OLEH KERANA ALQURAN TELAH DIRIWAYATKAN SECARA MUTAWATTIR MELALUI LISAN,BUKAN SAJA BUKTI BWERTULIS TIDAK DIPERLUKAN BAHKAN IANYA DENGAN SENDIRINYA TERTOLAK JIKA BUKTI BERTULIS ITU
    BERCANGGAH DENGAN RIWAYAT YG RAMAI.RIWAYAT YG MUTAWATTIR SEKALIPUN SECARA LISAN APABILA BERSAMAAN SETIAP SATUNYA DENGANS SENDIRINYA LEBIH KUAT DARI BUKTI BERTULIS YG CUMA SATU VERSI.
    Tidak Ada Terjemahannya
    Karena Alquran ditulis dalam bahasanya Allah, umat Muslim mengklaim bahwa tida ada seorangpun manusia fana ini
    mampu menterjemahkannya ke dalam bahasa lain.
    JAWAB:SIAPA BILANG?ALQURAN BOLEH SAJA DITERJEMAHKAN KE BAHASA APA PUN TETAPI MESTILAH DISERTAKAN DENGAN TEKSNYA YG ASLI.BERBANDING BIBLE TEKSNYA YG ASLI DISEMBUNYIKAN DAN HANYA DIKETAHUI OLEH ORANG-ORANG YG TERTENTU SAHAJA.HANYA TERJEMAHANNYA SAHAJA YG DIDEDAHKAN KEPADA ORANG AWAM.ITUPUN TIDAK TERLEPAS DARI DIREVISI DARI SEMASA KE SEMASA.OELEH ITU TERJEMAHAN ALQURAN LEBIH TRANSPAREN BERBANDING BIBLE.BARANGKALI PARA PENDETA TAKUT JIKA DISERTAKAN TEKS YG ASLI PENIPUAN GEREJA SELAMA INI AKAN TERBONGKAR.YA KAN?
    [ Dan memang yang boleh disebut sebagai Alquran hanyalah kalau ia tertulis dalam bahasa Arab. Selain dari itu hanyalah tafsir atau Terjemahan Alquran].
    Tidak Bisa Dibandingkan dengan Apapun
    JAWAB:SUATU TERJEMAHAN ALQURAN HANYALAH
    MENDEKATKAN KEFAHAMAN PEMBACA KEPADA MAKNA YG PALING HAMPIR.MAKANYA SESEORANG YG TIDAK MENGETAHUI BAHASA ARAB TIDAK BOLEH MEMBUAT KESIMPULAN HUKUM DARI ALQURAN KENDATIPUN DIA HAPAL TERJEMAHANNYA.MELAINKAN JIKA DIA BOLEH BERBAHASA ARAB DAN DIA MEMBACA TERJEMAHANNYA DENGAN MEMBANDINGKANNYA DENGAN TEKS ASLINYA.
    Menurut Muslim, tidak seorang pun dapat menulis suatu karya seperti yang dapat ditemukan dalam Alquran (Surat 10: 37, 38). Apakah pernyataan dan klaim-klaim tersebut benar adanya? Apakah semua itu sesuai dengan kenyataan-kenyataan?
    Kami harus mengatakan dengan tanpa ragu-ragu sedikitpun, bahwa pernyataan-pernyataan tersebut salah! Mari kita simak secara seksama.
    [ Suatu tantangan Muhammad bahwa apabila ada yang sanggup menuliskan”semisal Quran”, maka dipalsulah Alquran Allah. Dan ternyata tantangan ini mendapat banyak sambutan; sayangnya sanbutan ini tidak disambut dan “di proses” lebih lanjut secara konsekuen oleh umat Islam].
    JAWAB:SEJAUH INI ADAKAH SESIAPA YG DAPAT MENGARANG SUATU KITAB YG MEMPUNYA KATA2 YG BERIMBANG?KENYATAANNYA SAMPAI SEJKARANG GAK ADA YG DAPAT MEMBUAT KARANGAN SEPERTI ITU MESKIPUN UTK BEBERAPA HALAMAN SAHAJA.
    Bukan Bahasa Arab Sempurna
    Pertama-tama, Alquran bukanlah bahasa Arab yang sempurna. Alquran mengandung banyak sekali kesalahan gramatika seperti dalam Surat 2: 177, 192; 3: 59; 4: 163; 5: 69; 7:160; 13: 28, 64: 10 dan lain-lain.
    Ali Dashti berkomentar bahwa Alquran mengandung:
    • Kalimat-kalimat yang tidak lengkap
    • Dan tidak sepenuhnya dapat dimengerti tanpa bantuan
    komentar dan tafsiran;
    • Ia mengandung banyak kata-kata asing (non Arab), atau kata-kata Arab yana tidak lazim.
    • Dan kata-kata yang digunakan dalam arti berbeda dari arti yang normal;
    • Kata-kata sifat, dan kata-kata kerja yang diubah semaunya tanpa mentaati azas gemder dan jumlah;
    • Kata-kata ganti yang diterapkan secara tidal logis dan tidak gramatikal yang kadang-kadang tanpa acuan;
    • Dan mengandung predikat yang terlepas dari subyeknya terutama dalam perikop=perikop yang bersajak.
    Kalau dihitung-hitung, tercatat lebih dari seratus penyelewengan Alquran dari kaidah dan struktur-struktur bagasa Arab yang baku.
    JAWAB:SUNGGUHPUN ALQURAN DITULIS DI DLAM BAHASA ARAB TETAPI ALQURAN MEMPUNYAI GAYA BAHASA YG TERSENDIRI DAN INILAH YG MEMBEDAKANNYA DARI KARANGAN MANUSIA.TERKESAN ALI DASYTI TIDAK MEMAHAMI BAHASA ARAB.ATAU DIA MEMHAMI TETAPI BERPURA-PURA TIDAK MEMAHAMI DENGAN TUJUAN MENIPU ORANG-ORANG YG JAHIL SEPERTI
    ANDA.DAN KENYATAANNYA ANDA MEMANG TELAH TERTIPU.
    SUATU AYAT YG LENGKAP DI DALAM BAHASA ARAB DISEBUT ‘JUMLAH’.SUATU JUMLAH YG SIMPEL BIASANYA MENGANDUNGI SATU SUBJEK (MUBTADA’) DAN SATU PREDIKET (KHABAR).APABILA ADA AYAT2 YG MENGANDUNGI PREDIKET TANPA SUBJEK ITU SAH SAH SAJA DALAM BAHASA ARAB.INI DISEBUT MUBTADA’ MAKHZUF.YAKNI KETIADAAN MUBTADA’ PADA TULISAN TETAPI UJUD DARI SEGI MAFHUM(MAKNA/TAKDIRI).COBA ANDA DATANGKAN CONTOH YG LEBIH SPESIFIK KERANA SANGAT SUKAR UTK SAYA TANGGAPI TANPA ANDA MENDATANGKAN CONTOH YG SPESIFIK.
    Kata-Kata Asing
    Sebagai tambahan, ada lagi bagian-bagian dari Alquran yang bahkan bukan dalam bahasa Arab! Dalam bukunya yang berjudul The Foreign Vocabulary of the Quran, Arthur Jeffery mendokumentasikan fakta-fakta bahwa Alquran mengandung lebih dari 100 kata-kata asing (bukan bahasa Arab).
    Ada kata-kata dan frasa-frasa dalam Alquran yang merupakan bahasa Mesir, bahasa Ibrani, bahasa Yunani, Siriak, Akkadian, Etiopia, dan bahasa Persia.
    Ilmuwan dalam kajian Timur Tengah, Canon Sell menghamati sebagai berikut:
    Jumlah kata-kata asing (dalam Quran) ada sangat banyak.
    Kata-kata tersebut dipinjam dari berbagai bahasa lain (misalnya saja,’FIRDAUS’ adalah bahasa sansekerta, bukan Arab). Dalam “Mutawakkil” yang ditulis oleh Jalalu’s-Din as –Syuti terdapat 107 kata-kata yang didaftarkan dan dikomentari. Buku berharga tersebut telah diterjemahkan oleh W.Y. Bell dari yale University. Teks berbahasa Arabnya juga terlampir. Hal tersebut secara kebetulan telah memperlihatkan alangkah banyaknya ide-ide yang dipeinjam dari bahasa lain.
    (dengan kata lain, Alquran telah kecolongan bahasa-bahasa asing!)
    JAWAB:APA YG ANDA PAHAM BAHAWA ALQURAN DITURUNKAN DI DALAM BAHASA ARAB?ADAKAH ANDA PAHAMKAN SEMESTINYA ALQURAN TIDAK MENGANDUNGI KATA2 ASING SAMA SEKALI?DAN ADAKAH DENGAN ADANYA KATA2 ASING ITU MENCACATKAN KEMUKJIZATAN ALQURAN MENURUT ANDA?JIKA YA BERARTI ANDA MEMANG DANGKAL.TIDAK ADA SATU KATA PUN DI DALAM ALQURAN YG TIDAK DIPAHAMI OLEH ORANG ARAB TERMASUKLAH MUSUH2 ISLAM DI ZAMAN NABI SEPERTI ABU JAHAL DAN ABU LAHAB YG MEMANG PAKAR DI DALAM BAHASA ARAB.KATA-KATA PINJAMAN WALAUPUN BUKAN ASLI KATA ARAB TETAPI JIKA DIPAHAMI OLEH ORANG2 ARAB MAKA IA TELAH DIANGGAP SEBAGAI BAHASA ARAB.PERHATIKAN MENGAPA MEREKA TIDAK PERCAYA KEPADA ALQURAN.KERANA ALQURAN MENENTANG DOMINASI MEREKA DAN AGAMA BERHALA MEREKA.BUKAN KARENA ALQURAN MENGANDUNGI KESALAHAN BAHASA.TIDAK ADA SATU KRITIKAN PUN YG DIBUAT OLEH MUSUH2 ISLAM DI ZAMAN NABI TTG AL QURAN DARI SUDUT TATABAHASA.MASALAH INI HANYA TIMBUL DI SAAT2 AKHIR INI SAHAJA.IANYA HANYA BUAT-BUATAN KAUM ORIENTALIS YG UDAH KETIADAAN MODAL UTK MEMOJOKKAN ALQURAN.MAKANYA MEREKA YG BENAR-BENAR MEMAHAMI BAHASA ARAB TIDAK AKAN TERPENGARUH OLEH OMONGAN MEREKA.
    BERSAMBUNG…

  100. ilham othmany Says:

    Banyak Teks-Teks Bacaan yang Ejaannya Bervariasi
    Umat Muslim mencela Alkitab yang kadang-kadang memuat kata-kata yang berbeda dalam berbagai naskahnya. Padahal sebetulnya yang seperti itu adalah teks-teks Alquran sendiri. Dalam Alquran banyak terdapat teks-teks bacaan yang saling bertentangan sebagaimana yang diperlihatkan nyata-nyata oleh Arthur Jeffery dalam bukunya yang berjudul Material for the History of the Text of the Quran.
    Suatu saat, Jeffery memperlihatkan 90 halaman dari teks-teks bacaan yang ejaannya berbeda! Contohnya dalam Surat-surat terdapat lebih dari 140 teks-teks bacaan Alquran yang bertentangan dan bervarian.
    Semua ilmuwan barat dan Muslim mengakui adanya teks-teks bacaan yang bervarian dalam Alquran. Guillaume menunjukkan bahwa Alquran semula “mengandung banyak
    sekali varian-varian, yang tidak selalu boleh diremehkan.
    Sungguh menarik untuk dicatat bahwa jurnal-jurnal ilmiah dari sarjana-sarjana Muslim mulai mengakui, walaupun dengan enggan, kenyataan bahwa banyak teks-teks bacaan dalam Alquran yang bertentangan dan bervarian.
    JAWAB:HMM…KAYAKNYA GAK PERLU TU SI JEFFREY MENCERITAKAN TENTANG PELBAGAI VARIASI DI DALAM BACAAN DAN PENULISAN AL QURAN.HADIS-HADIS NABI SENDIRI SUDAH MENJAWABNYA. (Hadis-hadis yang datang menerangkan hal tersebut:

    1) Riwayat al-Bukhari dan Muslim dalam Sohih mereka, dari Ibn ‘Abbas ra berkata : Telah bersabda Rasulullah saw : “Jibril membacakan kepadaku dengan satu huruf, maka aku meminta ia berfikir, maka sentiasa aku meminta tambahan (aku sentiasa meminta dari Jibril as supaya memohon dari Allah swt penambahan dari satu huruf tersebut sebagai keringanan, rahmat dan keluasan ke atas umatku), dan Jibril memberi tambahan sehingga kepada tujuh huruf”. Riwayat Muslim menambah : Berkata Ibn Syihab : “Sampai kepadaku ketujuh-tujuh huruf tersebut pada perkara yang masih menjadi satu (makna), tidak berselisih pada perkara halal dan haram”.

    2) Dari Bukhari dan Muslim juga bahawa Umar bin al-Khattab ra berkata: “Aku mendengar Hisyam bin Hakim ra (yang sedang sembahyang) membaca surah al-Furqan ketika itu Rasulullah saw masih hidup. Lalu aku perhati bacaannya, dia membaca dengan banyak huruf yang aku sendiri tidak baca seperti itu di depan Rasulullah saw. Aku berazam untuk menangkapnya sejurus saja dia selesai sembahyang, aku tunggu sehingga dia memberi salam kemudian aku pegang dia dengan kain selempangnya dan bertanya: “Siapa yang bacakan kepada kau sepertimana yang aku dengar tadi?”. Dia menjawab: “Rasullullah saw yang bacakan kepadaku (seperti itu)”. Aku berkata: “Kau penipu, demi Allah Rasulullah tidak bacakan kepadaku seperti itu”. Kemudian aku membawa dia bertemu Rasulullah saw dan aku bertanya: “Wahai Rasulullah! Aku mendengar dia membaca surah al-Furqan dengan huruf yang kau tidak bacakan kepadaku sedangkan kau telah mengajarkan aku bacaan surah itu”. Lalu Rasulullah saw bersabda: “Lepaskan dia wahai Umar! Bacalah wahai Hisyam!”. Dia pun membaca seperti yang aku dengar tadi dan Rasulullah saw bersabda: “Demikianlah seperti itu diturunkan”, kemudian Rasulullah saw menyuruhku pula:”Bacalah wahai Umar!”. Maka aku baca sepertimana yang Baginda ajarkan, dan Rasullullah saw bersabda: “Itu juga seperti yang telah diturunkan, sesungguhnya ini adalah al-Quran yang diturunkan dengan tujuh huruf maka bacalah apa yang mudah (bagi kamu) dari salah satu huruf itu”.

    3) Riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dengan lafaz Huzaifah : Maka aku (Rasulullah saw) bersabda : “Wahai Jibril, sesungguhnya aku diutuskan kepada umat yang tidak reti membaca dan menulis. Di kalangan mereka ada lelaki, wanita, kanak-kanak, hamba perempuan, orang tua panjang usianya yang tidak membaca apa kitab sekalipun. Berkata Jibril : “Sesungguhnya al-Quran diturunkan atas tujuh huruf.”

    Maksud huruf?

    Pada asal maknanya ialah :
    1) Hujung penghabisan bagi sesuatu, sebagai contoh : أعلى الجبل حرف (tertinggi bukit itu ialah puncak atau hujungnya). Firman Allah swt : ( ومن الناس من يعبد الله على حرف ) al-Hajj, ayat 11. Maksudnya : (( Di antara manusia itu ada yang menyembah Allah dengan berada di tepi (tidak dengan penuh keyakinan) )).

    2) Huruf Ejaan, had terputus suara dan tujuan suara tersebut.

    3) Tepi sesuatu dan sebelahnya. Sebagai contoh : حرف السفينة bermaksud tepi kapal.

    4) Penggunaan atas bahasa dan lahjah dalam bahasa, kerana setiap bahasa adalah satu bahagian dari bahagian-bahagian semua bahasa. Ia tersusun lalu membentuk satu bahasa.

    5) Menunjukkan ke atas satu bentuk qiraat yang ada pada al-Quran, satu bentuk bacaan al-Quran, kerana itu disebut : هذا حرف ابن كثير bermaksud “Ini bacaan Ibnu Kathir”—-BERIKUT Ialah contoh perbezaan dari tujuh sudut seperti berikut :
    i) Perbezaan kata nama dari sudut kata tunggal, kata pendua dan ramai, dan dari sudut kata lelaki dan kata perempuan. Firman Allah swt : ( والذين هم لأماناتهم ) al-Mu’minun ayat 8. Kalimah أماناتهم berbentuk kata ramai, namun ada qiraat dengan kata tunggal أمانتهم .

    ii) Sudut bentuk-bentuk ‘irab. Firman Allah : ( فتلقى آدمُ من ربه كلماتٍ ) al-Baqarah ayat 37. Kalimah آدم keadaan marfu’ dan kalimah كلمات keadaan mansub. Namun qiraat lain, kalimah آدم keadaan mansub dan kalimah كلمات keadaan marfu’.

    iii) Sudut binaan kalimah. Firman Allah swt : ( فقالوا ربنا باعد بين أسفارنا ) Saba’ ayat 19. Ada sebahagaian qiraat baca dengan rafa’kan ربنا dan mensabdukan huruf ‘Ain pada بعّد .

    iv) Sudut mengawalkan dan mengakhirkan, firman Allah : ( أفلم ييأس ) al-Ra’d ayat 31. Pada setengah qiraat يأيس .

    v) Sudut menukar samada huruf atau kalimah seperti firman Allah : ( وانظر إلى العظام كيف ننشزها ) al-Baqarah ayat 259, pada qiraat lain ditukar ننشزها dengan ننشرها .

    vi) Sudut menambah dan mengurangkan seperti firman Allah : ( وأعد لهم جنات تجرى تحتها الأنهار ) al-Taubah ayat 100. Pada qiraat lain ada penambahan kalimah مِن selepas kalimah تجرى .

    vii) Sudut menebal atau menipiskan, fatah, taqlil atau imalahkan, izhar atau idghamkan, dengan Hamzah atau tashilkan, dan sebagainya.

    Hikmah penurunan sebegitu?

    Di sana, wujud beberapa hikmah al-Quran datang sebegini rupa. Seperti yang ulama huraikan adalah seperti berikut :

    i) Bukti menunjukkan pengawalan, penjagaan terhadap Kitab Allah ini dari penggantian dan perubahan tangan berkepentingan kerana wujudnya pelbagai huruf terus mematikan hasrat jahat mereka.

    ii) Meringan dan memudahkan umat Nabi Muhammad saw dalam usaha membaca al-Quran sepertimana yang kita faham dari hadis Nabi sebelum ini.

    iii) Menghimpunkan kepelbagaian aneka lidah Arab ketika itu kepada satu sumber sahaja yakni al-Quran. Lantas ianya dapat menyatukan bangsa-bangsa Arab.)
    DI AWAL2 PENURUNAN ALQURAN TERDAPAT PARA SAHABAT MENULIS ALQURAN SEBAGAI CATATAN PERIBADI MASING-MASING DAN MEREKA MENULISKANNYA BERDASARKAN KEPADA GAYA BACAAN YG SESUAI DENGAN ISNPIRASI DAN LIDAH MASING-MASING SAMADA DI ATAS MEDIUM2 SEPERTI KULIT HAIWAN DAN TULANG BELULANG.KEMUDIAN SAYIDINA UTHMAN BERUSAHA MENYATUKAN TULISAN TERSEBUT DALAM BENTUK HANYA SATU TULISAN YG KEMUDIAN DIKENALI SEBAGAI RASAM UTHMANI.MESKI DEMKIAN BACAANNYA YG BERVARIASI ITU TETAP DIKEKALKAN BERDASARKAN KEPADA MASING2 BACAAN.PENYATUAN HANYALAH DARI SEGI TULISAN.JIKA DIKEMUDIAN HARI DITEMUI KEMBALI BERBAGAI VARIASI DALAM BENTUK TULISAN,MAKA ITU ADALAH HAL YG WAJAR KARENA BISA SAJA ADA OKNUM YG MELAKUKAN PENYALINAN SEMULA BERDASARKAN KEPADA BACAAN MASING2.DAN SESUNGGUHNYA INI SAMA SEKALI TIDAK MENGGUGAT KEABSAHAN AL QURAN ITU SENDIRI KERANA VARIASI BACAAN MEMANG TELAH DIMAKLUMI OLEH SEMUA MUSLIMIN BAIK DI TIMUR MAU PUN DI BARAT MALAH TELAH DIJELASKAN OLEH HADIS2 NABI SENDIRI.JIKA TIDAK UJUD VARIASI AL QURAN DALAM BENTUK TULISAN SEKALIPUN VARIASI DALAM BENTUK BACAAN YG DIHAPAL OLEH SEBAHGIAN MUSLIM DI BEBERAPA NEGARA TELAHPUN DIKENAL BAIK DI DALAM DUNIA ISLAM.SANGAT HERAN,ORIENTALIS MENYODORKAN HAL2 YG SEMACAM INI BAGI MEMBUKTIKAN ADANYA VARIASI ALQURAN LALU DIKLAIM TERPELIHARANYA ALQURAN ADALAH FIKTIF?CK CK CK…TERKESAN PARA ORIENTALIS SUDAH HILANG RASA MALU.TAPI ITU TIDAK MENGHERANKAN DAN DAPAT DIPAHAMI BAHAWA KEDENGKIAN YG MELUAP-LUAP BISA MELUPAKAN MANUSIA.MALU ATAU TIDAK GAK PENTING.YANG PENTING PUAS!PALING TIDAK UPAYA MENJAGA JANGAN ADA RAMAI LAGI KRISTIAN PINDAH KE ISLAM.SEPERTI ANDA SEKARANG.

    BERSAMBUNG….

  101. Nabi Cabul Says:

    Mujizat Al-Qur’an?

    Tentang “keajaiban” Al-Qur’an. Apakah ini berarti Al-Qur’an tidak mempunyai kesalahan, baik itu secara gramatikal, sejarah ataupun Qur’aniah – dirinya, dan tidak seorangpun yang sanggup menulis sesuatu yang menyerupainya? Saya dulu memang selalu menantang para pengikut agama-agama lain untuk mencari kesalahan di dalam Al-Qur’an yang saya cintai. Tetapi beberapa teman dekat mengatakan kepada saya untuk membacanya dengan lebih seksama dan mendalam agar saya dapat mencari tahu sendiri. Saya melakukannya dan saya terkejut karena menemukan begitu banyak kesalahan gramatikal dan kesalahan sejarah.

    Kita tidak mau bertele-tele disini, kecuali hanya tampilkan satu-dua gelintir kekonyolan wahyu sebagai contoh.

    Laki-laki vs. Perempuan; Bentuk Tunggal vs.Jamak; Subyek vs. Obyek.

    Dalam Surat Al-A’raf di bawah ini, Muhammad merujuk kepada bentuk wanita (feminin), padahal bentuk yang sebenarnya merupakan bentuk laki-laki (maskulin). Kemudian dia menulis dalam bentuk jamak (plural) padahal seharusnya dalam bentuk tunggal (singular)

    Pada ayat berikutnya, dari Surat At-Tauba, dia keliru mengeja dalam bentuk tunggal yang seharusnya ditulis dalam bentuk jamak

    Muhammad juga terlanjur meletakkan bentuk subyek yang seharusnya berbentuk obyek, begitu juga sebaliknya – sebuah kesalahan yang tidak termaafkan dalam bahasa Arab, seperti yang ditulis dalam Surat Al-Hajj

    Dalam Surat Al-A’raf 7:56, kesalahan gramatika yang konyol juga terjadi, dimana bentuk laki-laki (yang derajatnya dalam Islam lebih tinggi) tertukar dengan bentuk perempuan yang berderajat lebih rendah:

    Al-Suyuti mengatakan: “Tidaklah dibenarkan, bagi semua orang, untuk membaca Al-Qur’an tanpa membacanya dalam bahasa Arab; sekalipun pembacanya tidak pandai membaca dalam bahasa Arab.”
    Dia mengatakan ini karena kebanyakan sarjana Muslim setuju bahwa menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa lain akan menghilangkan banyak makna asli dan keindahannya serta nilai linguistiknya.
    *[Tentu saja itu bukan monopoli Al-Quran, melainkan secara umum gejala seperti itu berlaku untuk semua “bahasa-ibu”, apalagi yang berujud prosa-lirik ala Al-Quran. Namun dalam perkembangan linguistik itu sendiri, entah dalam bahasa apa saja, akan menipiskan kekentalan nuansa aslinya yang selalu bergeser lewat waktu. Namun masalahnya menjadi lain ketika hal yang bersifat relatif itu hendak dimutlakkan dengan dalil bahwa membaca Al-Qur’an atau bershalat dalam bahasa lain dinyatakan oleh para ulama Islam sebagai tidak sah, atau tidak diridhoi Allah, atau tidak berpahala selain dalam bahasa Arab! Bahkan pelaku-pelakunya dihajar!]

    Kita harus bertanya:
    “Apakah Allah adalah tuhan bagi orang-orang Arab saja?”
    “Apakah dia bukan Tuhan bagi semua orang?”
    “Apakah Allah tidak berbicara dalam bahasa lain selain dalam bahasa Arab saja, seperti yang Muhammad katakan beberapa kali dalam Al-Qur’an?”
    Walau sejak dunia diciptakan hingga saat ini, keseluruhan manusia yang bisa berbicara dalam bahasa Arab hanya seporsi kecil saja, namun Muhammad berkata: “Cintailah Arab untuk tiga alasan: karena aku adalah orang Arab, karena Al-Qur’an diturunkan kepada kita dalam bahasa Arab, dan karena bahasa yang akan digunakan oleh orang-orang di sorga adalah bahasa Arab.”
    Namun lucunya, Nabi Arab ini juga mempertentangkan pernyataannya di tempat lain dengan mengatakan: “Tidak ada perbedaan antara Arab dan bukan Arab kecuali dalam kesalehan.” Jika Al-Qur’an ditujukan bagi seluruh dunia, ia seharusnya datang dalam bahasa yang memang dapat diterjemahkan tanpa harus kehilangan makna dan nilai aslinya. Lebih jauh lagi, jika Al-Qur’an memang berasal dari Tuhan, ia seharusnya dapat diterapkan pada setiap generasi dan setiap tempat, tidak hanya untuk bangsa Arab dan hanya selama masa tertentu!
    *[Apalagi sampai harus diganti dan dirubah ayatnya Allah dalam nasikh-mansukh.]

    Alasan-alasan Lainnya yang Membingungkan
    Ketika Al-Qur’an ditulis, ia tidak memiliki tanda-tanda yang diperlukan oleh huruf-huruf yang sangat penting dalam bahasa Arab . Seorang Syeikh Islam, Ibn Taymiyyah, menulis:
    “Sahabat-sahabat Muhammad tidak menaruh tanda atau penekanan pada huruf-hurufnya. Dengan demikian, kata tersebut dapat dibaca dengan dua cara yang berbeda, dan memiliki dua arti yang berbeda seperti :

    Bukti ini – penulisan Al-Qur’an yang tanpa tanda-tanda – ditegaskan oleh Al Suyuti. . Bahwa terdapat banyak kesalahan di dalam Al-Qur’an, telah diketahui dengan baik di antara para Muslim, dan tidak dapat dibantah oleh sarjana-sarjana mereka. Maka saya bertanya, “Tidakkah ‘Jibril’ menyadari pentingnya penekanan-penekanan dan tanda-tanda pada huruf-huruf ketika Al-Qur’an diturunkan?”
    *[Bukankah dikatakan bahwa di setiap malam di bulan Ramadhan “Jibril” turun untuk me-review bersama Muhammad apa-apa yang sudah diturunkan kepadanya agar terkonfirmasi segalanya dalam kebenaran? Bahkan dikatakan Jibril telah mengunjungi Muhammad sebanyak 124.000 kali, atau hampir 20 x dalam sehari selama kenabian Muhammad? (lihat Wikipedia, kategori “Malaikat”). Lalu kenapa masih kelolosan banyak kerancuan dalam penandaan Al-Qur’an?] Kalau hal itu dikatakan sebagai keajaiban, kesempurnaan, dan yang terindah dari semua kitab, bukankan seharusnya bebas dari kesalahan yang memalukan?
    Lama setelah Al-Qur’an ditulis, Abu Al-Aswad Al-Du’ali dan Saybubia (Khalil Ibn Ahmad) menyelesaikan pekerjaan yang tidak sempat dilakukan oleh ‘jibril’. Ketika peletakkan penekanan-penekanan dan tanda-tanda pada huruf telah diselesaikan oleh mereka, pertentangan pun terjadi di antara umat Islam; dan masih terus terjadi sampai hari ini: Al-Qur’an dapat dibaca dalam dua cara yang berbeda, dan kenyataan ini ditegaskan oleh para sarjana Muslim sendiri! Sebaliknya Muhammad mengakui bahwa Al- Qur’an dapat dibaca dengan tujuh cara berbeda (yang akan memberikan arti yang berbeda terhadap kata-katanya) sebagaimana yang dicatat dalam Hadits Shahih Bukhari dan Muslim. Dan masih banyak kesalahan lainnya yang tidak usah lagi disertakan disini.

    Ketika saya masih kecil, saya bertanya kepada guru agama saya, mengapa (huruf) alif dihapus dari semua huruf-huruf dimana seharusnya ia ditempatkan. Dan guru saya tidak bisa menjawabnya, dan bahkan para sarjana Islam masih tidak memiliki sebuah jawaban. Apakah Jibril telah “memakan” huruf alif tersebut ketika ia mendiktekan ayat-ayatnya kepada Muhammad? Atau, huruf alif ini tidak terdapat dalam perbendaharaan Jibril? Jadi, apanya Quran yang dikatakan keajaiban yang terbesar?
    *[Dan tidak cukup dengan itu, siapakah diantara Muslim yang tahu apa yang diturunkan oleh Jibril kepada umat Islam, dalam huruf atau ayat “Alif laam miim”(ayat awal dari surat 2, 3, 29, 30, 31, 32), atau “Thaa sin mim” (fawatih al-suwar, ayat awal dari surat 26 dan 28 dan lain lain total ada 29 surat?]
    Al-Suyuti menulis: “Ayat awal dari semua surat adalah rahasia sehingga tidak seorangpun mengerti maksudnya kecuali bagi Allah” (lihat Al-Itiqan, Al-Suyuti, vol.3, p.29). Inikah ujud dari keajaiban Quran yang tak tertandingi? Dengan kesalahan gramatikal, sejarah, dan kalimat-kalimat tanpa arti? Bukankah itu hanya bualan tersendiri dari Muhammad untuk menantang orang-orang bodoh menciptakan satu surat sebaik semisal Quran?

    Lihat Surat Al-A’raf (Tempat Tertinggi) 7:160.
    Lihat Surat At-Tauba (Pengampunan) 9:69.
    Lihat Surat Al-Hajj (Haji) 22:69.
    Lebih jelas lagi, Al Qur’an “diwahyukan” dalam dialek suku Quraish. Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 6, Buku 61, #507.
    Lihat Hadits #5751 (Mishkat, Vol. 3). Bukan dalam Ahadits Bukhari atau Muslim, tetapi dari ucapan asli Muhammad, menurut Kamus Hadits Al-Qari (Al-Asrar Al Marfu’a), diterjemahkan dan ditulis oleh GF Haddad. Bahasa Arab juga ditekankan dalam Al Qur’an. Lihat Surat Ash-Shu’ara’ (Para Penyair) 26:195; Az-Zumar (Rombongan-rombongan) 39:28; Ha Mim Sajdah (Yang Dijelaskan) 41:3, 44; Ash-Shura (Musyawarah) 42:7; Az-Zukhruf (Perhiasan) 43:3; Ad-Dukhan (Kabut) 44:58; Al-Ahqaf (Bukit-bukit Pasir) 46:12; dan An-Nahl (Lebah) 16:103.
    Lihat Bab 3, catatan kaki #18 untuk lebih jelasnya.
    Disebut sebagai “tanda diacritical”, yang diletakkan di atas atau di bawah sebuah huruf yang dapat mengubah arti atau kala (tenses) sebuah kata, pengucapan atau suasana; atau untuk membedakan antara satu kata lain dengan kata yang benar-benar berbeda.
    Majmoo’ Al-Fatawa (Kompilasi Fatwa), Vol. XVII, hal 101.
    Lihat Al-Ittiqan oleh Al Suyuti, Vol. I, hal 160. Lihat juga Behind the Veil: Unmasking Islam oleh Abd El Schafi (1996), hal 189-194.
    Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 3, Buku 41, #601; Vol. 4, Buku 54, #442; Vol. 6, Buku 61, #513-514; Vol. 9, Buku 93, #640; dan Hadits Sahih Muslim, Buku 4, Bab 139: “Al Qur’an telah Diwahyukan dalam Tujuh Cara Baca dan Artinya,” #1782-1790.

  102. Nabi Cabul Says:

    Kontradiksi dalam Al-Qur’an
    Tersinyalir bahwa ada lebih dari 24% ayat-ayat Qur’an yang bertentangan satu sama lainnya. Beberapa contoh akan dibahas disini.
    Yang “Menghapus dan Dihapuskan”
    Kita akan mendiskusikan kontradiksi yang tak masuk akal didalam Al- Qur’an yang sekaligus merupakan praktek membahayakan dimana satu ayat Allah bisa diganti-gantikan dengan ayat lain dengan entengnya, seolah Allah ingin mengatakan: “Sebentar, Aku telah membuat kekeliruan dan Aku perlu membetulkannya sekarang.” Praktek ini di dalam Al-Qur’an dijadikan doktrin Islam dan dikenal dengan istilah Nasikh dan Mansukh, “Yang Menghapus” dan “ Yang Dihapuskan.”
    *[Tetapi bagaimana Tuhan Yang Mahatahu mungkin bisa keliru memberikan wahyuNya, sehingga perlu mendatangkan wahyu yang membatalkan wahyu? Secara teologis, doktrin ini sekaligus telah merupakan pengakuan akan adanya kontradiksi wahyu Allah, namun dihalalkan Islam dengan istilah muluk!]
    Berikut ini adalah antara lain kontradiksinya yang mencengangkan!
    Tidak Ada Paksaan dalam Agama?
    Kita tampilkan 4 ayat sejuk yang memberi kebebasan bagi orang-orang untuk memeluk agama mereka selain Islam:
    * “Tidak ada paksaan untuk agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat”
    * “Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi kitab dan kepada orang-orang yang ummi, “Apakah kamu mau masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk (kepada kebenaran), tetapi jika mereka menolak, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan kepada mereka.”
    * “Karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kamilah yang menghisab amalan mereka.”
    * “Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi (perbuatan) mereka, dan kamu (Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka.”

    Tetapi pada kenyataan yang sebenarnya, Al-Qur’an tidak dapat mentolerir kebebasan seseorang untuk memilih keyakinan. Ini terjadi setelah Muhammad merebut kekuasaan dan memiliki banyak kekuasaan, sehingga dialah sendiri yang bebas mengubah wahyu mengenai kebebasan secara berlawanan diametral. Semua yang ”non-Islam” harus diperangi dan ditumpasi, termasuk orang-orang yang Allah berikan KitabNya!:

    *.“Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi perlawanan, dan agama itu semata-mata hanya untuk Allah. Jika mereka berhenti, maka tidak ada lagi permusuhan, kecuali terhadap orang-orang yang zalim.”
    *.“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (Agama Allah), (bahkan jika mereka adalah) orang-orang yang diberikan kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh, sedang mereka dalam keadaan tunduk.”
    *.“Hai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.”
    *. “Mereka ingin kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolongmu, hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung dan jangan (pula) menjadi penolong.”

    Secara keseluruhan, Al-Qur’an mengandung lebih dari 220 kontradiksi. *[Dan setiap ayat-ayat keras itu dapat dipakai secara absah dan halal sesuai dengan kebutuhan dan situasi Islamnya. Malahan dalam Haditsnya, Muhammad terang-terangan memerintahkan penumpasan orang kafir yang harus dikaitkan dengan penjunjungan dirinya berdampingan dengan Allah]:
    ”Aku diperintahkan untuk memerangi orang-orang sampai mereka mengatakan, ’Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah (HS. Bukhari vol.1, book 2 #24)

  103. Nabi Cabul Says:

    Kontradiksi: Hari Penghakiman
    Ibn Abbas mengatakan bahwa, suatu hari seorang Arab mengatakan kepadanya bahwa Al-Qur’an menulis panjangnya sehari penghakiman adalah sama dengan 1000 tahun, sebagaimana yang ditulis dalam Surat As-Sajdah 32:5. Sebaliknya, dalam Surat Al-Ma’arij 70:4 dan di tempat-tempat lainnya, panjangnya sama dengan 50.000 tahun. Abu Abbas menjawab bahwa kedua ”hari” yang berbeda itu dan masa kehadiran mereka memang disebutkan di dalam Al-Qur’an, tetapi Allah lah yang mengetahui jawaban yang sebenarnya mengenai mereka. *[Lihatlah betapa fasihnya Quran menyajikan jurus-jurus pendalilan yang berkelat-kelit dan yang membodohi, demi menutupi ayat-ayatnya yang kontradiktif. Yang satu, dikatakan Allah melakukan koreksi ayat dengan nasikh-mansukh. Yang lain, dikatakan bahwa hanya Allah yang tahu, tanyalah sama Yang Empunya Ayat! Padahal jawaban yang lurus, sederhana, dan benar adalah persis yang Muslim tuduhkan terhadap Alkitab: Kitabmu palsu! Maling teriak maling? Allah pasti tahu, tetapi manusia pun sesungguhnya mudah tahu!]

  104. Nabi Cabul Says:

    Kontradiksi Lainnya
    1. “Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasib di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.” (Surat 23:101)
    Ini bertentangan dengan
    “Sebagian dari mereka menghadap satu sama lain, kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan.” (Surat 37:27).

    2. “Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara ke duanya dalam enam hari.”( Surat 32:4)
    Ini bertentangan dengan
    “Katakanlah: Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari? Dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? Demikian itulah Tuhan semesta alam.” (Surat 41:9).

    3. “…maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” (Surat 4:3).
    Pada ayat di atas, Al Qur’an mengajarkan bahwa ada kemungkinan untuk bersikap adil kepada beberapa orang perempuan, tetapi hal itu bertentangan dengan surat yang sama: “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian…” (Surat 4:129).

    4. Dalam Surat 90:1, Muhammad mengatakan bahwa ia tidak bersumpah dengan menggunakan “kota ini” (Mekah): “Aku tidak bersumpah demi kota ini.”
    Tetapi kemudian ia mempertentangkannya dengan ayat Surat 95:1-3
    “Demi buah tin dan buah zaitun, dan demi bukit Sinai dan demi kota (Mekah) ini yang aman.”

    Mungkinkah seorang Nabi Tuhan bersumpah demi buah tin dan zaitun? [Dimanapun, sumpah itu harus didirikan di atas otoritas yang paling berwenang (lebih tinggi daripada yang bersumpah) yang dianggap turut menyaksikan dan meneguhkan sumpah! Anda manusia tak mungkin bersumpah demi nama anjing misalnya, dan Tuhan mustahil perlu bersumpah demi ciptaanNya! Ia sesungguhnya tidak perlu bersumpah, namun bila itu dilakukan juga, maka Tuhan bersumpah hanya demi diriNya. Sumpah yang selainnya hanya bisa datang dari ”wahyu akal-akalan”. Itu sebabnya banyak sekali teman Muslim yang akhirnya meninggalkan Islam karena Qurannya hanya berisi ”sumpah serapah buatan manusia”. Namun Alkitab berkata: ”Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan… Sebab ketika Allah memberikan janjiNya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diriNya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari padaNya.” (Ibrani 6: 16, 13)]

  105. Gus Supri Says:

    Salam,

    Dirgahayu Indonesiaku , 65 tahun rupanya belum bisa membuat bangsa ini sadar , bahwa sesungguhnya hidup ini adalah menjalani kewajiban.

    Ya Allah, Ya Rabb, Duh Gusti ampunilah kami …

    1. someone Says:

      Dan semoga kemerdekaan ini menyadarkan kita semua, bahwa merdeka itu adalah membebaskan diri dari kehendak untuk mendeskriditkan orang lain demi tercapainya rasa persatuan dan persaudaraan. Wahai orang yang menjajah orang dengan penghinaan, segeralah menjadi manusia merdeka, yang terbebas dari rasa kesal karena orang lain tidak sefaham, yang terbebas dari keinginan untuk memaksa orang, yang terbebas dari keinginan untuk memaki dan menghinakan keyakinan orang lain. Siapmurtad, siapkah anda merdeka? Jika siap, bebaskan diri anda dari aktivitas web ini dan bangunlah bangsamu dengan agamamu, dan pergaulilah sesama manusia dengan tanpa melihat perbedaan secara baik untuk mencapai cinta Tuhanmu.

  106. ilham othmany Says:

    Usaha Muslim Untuk Menutupi
    Pekerjaan para ilmuwan Barat seperti Arthur Jeffery dan lain-lainnya telah dihambat oleh umat Muslim dengan tidak mengizinkan para ilmuwan barat untuk melihat naskah-naskah tua dari Alquran yang berdasarkan pada teks-teks sebelum Uthman,
    JAWAB:WAJAR AJA MEREKA DIHALANGI DARIPADA MELIHAT NASKAH-NASKAH TERSEBUT KERANA ILMUWAN BARAT TERSEBUT TELAH MEMPERLIHATKAN KETIDAKJUJURAN MEREKA DI DALAM PENGKAJIAN TERHADAP ISLAM SEPERTI YG DITUNJUKKAN SETIAP MASA DALAM TULISAN-TULISAN MEREKA.
    Jeffery menghubungkannya dengan suatu peristiwa:

    Suatu contoh menarik di zaman modern ini terjadi ketika kunjungan almarhum Profesor Berstrasser yang terakhir kalinya ke kairo. Dia sedang sibuk melakukan pemotretan arsip dan dia telah memotret sejumlah Kufic Codex (kumpulan naskah-naskah Alquran kuno yang menggunakan huruf-huruf Arab yang berlaku zaman kuno) di perpustakaan Mesir ketika saya menunjukkan sesuatu yang ada dalam perpustakaan Azhar tersebut yang mempunyai ciri-ciri yang mengundang rasa ingin tahu.
    Dia minta izin untuk memotret benda tersebut pula, tetapi permohonannya ditolak dan bahkan kumpulan naskah-naskah Kufic Codex ditarik kembali, dengan alasan orthodoxy bahwa ilmuwan Barat tidak diizinkan untuk mengetahui teks-teks kuno semacam.
    JAWAB:JIKA ALASANNYA ORTHODOXY INI MEMANG DAPAT DITERIMA DAN DAPAT DIPAHAMI KERANA MENJAGA KESUCIAN DAN KEHORMATAN ALQURAN ITU SENDIRI.ALQURAN ADALAH SEBUAH KITAB YG SANGAT DIMULIAKAN OLEH UMAT ISLAM SEPERTI BERIKUT:-
    1)IA TIDAK BOLEH DISENTUH OLEH SESIAPA JUA YG DI DALAM KEADAAN TIDAK SUCI.ORANG ISLAM YG HENDAK MENYENTUH ALQURAN DIWAJIBKAN MENGAMBIL WUDUK(AIR SEMBAHYANG) TERLEBIH DAHULU DAN JIKA IA BERHADAS BESAR DIWAJIBKAN ATASNYA MANDI WAJIB BAGI MENGHILANGKAN HADAS BESAR.
    2)ALQURAN ITU JUGA WAJIB DIPELIHARA AGAR TIDAK DIHINAKAN ATAU TERKENA NAJIS.JIKA DILETAKKAN DI SUATU TEMPAT HENDAKLAH DILETAKKAN DI TEMPAT YG TINGGI.PALING TIDAK ATAS DARI ARAS PINGGANG UTK MENGELAKAN DARI TERPIJAK ATAU TERLANGKAH.
    ORANG KAFIR SEPERTI PROFESOR BRESSTRASSER TENTU TIDAK SANGGUP UTK MENJAGA ALQURAN SPERTI ITU.SEHINGGA DALAM HUKUM ISLAM DI ANTARA JUAL BELI YG TIDAK DIBENARKAN AGAMA ITU IALAH MENJUAL ALQURAN KEPADA ORANG KAFIR MENGINGAT KETIDAKSDANGGUPAN ORANG KAFIR DI DALAM MENJAGA KESUCIAN ALQURAN.NAMUN ORANG KAFIR DIBENARKAN MEMBACA ALQURAN JIKA DENGAN MEMBACA ALQURAN ITU DIHARAPKAN DIA MEMELUK ISLAM.TETAPI JIKA KUAT PADA SANGKAAN BAHWA DIA TIDAK AKAN MEMLUK ISLAM MAKA PEMBACAAN ALQURAN OLEH MEREKA ADALAH DILARANG.APALAGI JIKA KUAT SANGKAAN DIA AKAN COBA MEMANIPULASIKAN ALQURAN ITU UTK KEPENTINGAN2 YG TIDAK JUJUR.
    Jeffery berkomentar:
    Usaha-usaha untuk melestarikan apa adanya teks-teks Alquran yang bervarian itu telah mendapat tekanan kaum ortodoks secara definitif.
    JAWAB:YG BENAR…INGIN MELESTARIKAN ATAU INGIN MELARIKAN?(DARI KONTAKNYA..HE HE HE..)
    Beberapa Ayat Terhilang
    Menurut Profesor Guillaume dalam bukunya yang berjudul Islam (hal 191 ff); beberapa ayat asli Alquran telah hilang. Misalnya, salah satu Surat yang aslinya terdiri dari 200 ayat pada masanya Aisyah. Tetapi sesaat sebelum Uthman membakukan teks Alquran, jumlah ayat tersebut tinggal 73 ayat! Sejumlah 127 ayat telah hilang, dan tidak pernah ditemukan lagi.
    JAWAB:AYAT-AYAT YG DIKATAKAN HILANG OLEH AISYAH ITU SEBENARNYA AYAT-AYAT YG DINASAKHKAN BACAANNYA DENGAN CARA TUHAN MELUPAKANNYA DARI HAFALAN KESEMUA PARA SAHABAT.SEBAGAI BUKTI DARI PENASAKHAN ITU IALAH KESEMUA PARA SAHABAT DIJADIKAN LUPA OLEH ALLAH DARI HAPALAN MEREKA.HAL INI MERUPAKAN SATU BUKTI DARI ALLAH BAHAWA ALLAH BENAR2 BERKUASA MENGHAPUSKAN ALQURAN ITU DARI INGATAN SEMUA SAHABAT-SAHABAT NABI DAN DENGAN ITU MEMBUKTIKAN BAHAWA ALQURAN ITU BENAR-BENAR DATANG DARI ALLAH.SEMASA RASULULLAH SAW WAFAT TERDAPAT KIRA2 124000 ORANG SAHABAT NABI DAN DARI JUMLAH ITU TIDAK SEORANG PUN YG DAPAT MENGINGAT AYAT2 YG TELAH DINASAKHKAN ITU SECARA UTUH PADAHAL MEREKA MAMPU MENGHAPAL AYAT-AYAT YG LEBIH PANJANG DARIPADA ITU.COBA BAYANGKAN 124000 ORANG KESEMUANYA LUPA AKAN AYAT YG SAMA.ADAKAH ANDA BERPIKIR SEORANG MANUSIA BIASA SEPERTI NABI MUHAMMAD ATAU SEPERTI SAYIDINA UTHMAN DAPAT MENGUASAI 124000 ORANG SUPAYA MELUPAKAN ATAU PURA-PURA MELUPAKAN AYAT2 TERSEBUT?TENTU TIDAK MUNGKIN MEKLAINKAN MEREKA MEMANG-MEMANG BENAR-BENAR LUPA DENGAN SESUNGGUHNYA DAN INI TERJADI TENTUNYA DENGAN KUASA ALLAH.
    Sekte Muslim Shiah menyatakan bahwa Uthman menghilangkan 25% dari ayat-ayat asli Alquran karena alasan politik.
    JAWAB:DAKWAAN KAUM SYIAH TERSEBUT SSESUNGGUHNYA TIDAK BERALASAN KERANA SEMASA PENGUMPULANN ALQURAN ‘MUSUH POLITIK’ SAYIDINA UTHMAN YG DIDEWA-DEWAKAN KAUM SYIAH YAITU SAYIDINA ALI MASIH LAGI HIDUP BAHKAN BAGINDA ADALAH SALAH SEORANG ANGGOTA SYURA DAN MERUPAKAN PANEL PENYIMAK AYAT2 ALQURAN YG DIKUMPULKAN.SAYIDINA ALI DAN PENYOKONG BAGINDA TENTU TIDAK AKAN BERDIAM DIRI JIKA ADA AYAT-AYAT YG DIHILANGKAN SECARA SENGAJA.BAHKAN SELURUH KAUM MUSLIMIN PADA ZAMAN ITU TENTU TIDAK AKAN BERDIAM DIRI..MEREKA SANGGUP BERPERANG SESAMA SENDIRI HANYA KERANA BERBEDA TAFSIRAN DI DLAM AGAMA.JADI APAKAH MEREKA AKAN BERDIAM DIRI JIKA AYAT-AYAT ALQURAN DIHILANGKAN SECARA SENGAJA?SELEPAS KEWAFATAN SAYIDINA UTHMAN SAYIDINA ALI TELAH DILANTIK MENJADI KHALIFAH YG BERKUASA DAN KESEMPATAN INI BOLEH DIAMBIL OLEH BAGINDA UTK MENGEMBALIKAN SEMULA AYAT2 YG DIKATAKAN TELAH DIBUANG ITU JIKA MEMANG BENAR AYAT-AYAT TERSEBUT TELAH DIBUANG OLEH SAYIDINA UTHMAN.TETAPI KENYATAANNYA PERKARA ITU TIDAK BERLAKU DAN INI MENUNJUKKAN SECARA PASTI BAHAWA SAYIDINA ALI TURUT MENGAKUI KEABSAHAN ALQURAN YG DIKUMPULKAN OLEH SAYIDINA UTHMAN.SOAL PEMBUANGAN AYAT2 ALQURAN HANYALAH CERITA YG DIADA-ADAKAN OLEH KAUM SYIAH BELAKNGAN DEMI CITA-CITA POLITIK MEREKA.APALAGI KEBANYAKAN PENGANUT SYIAH YG TERKEMUDIAN ADALAH TERDIRI DARIPADA KETURUNAN MAWALI IAITU GOLONGAN NON ARAB YG MEMLUK ISLAM YG BERASAL DARI BANGSA PERSIA.KEBANYAKANNYA MEMLUK ISLAM DENGAN MOTIF MENGAHNCURKAN ISLAM DARI DALAM DISEBABKAN DENDAM YG BERPANJANGAN AKIBAT PERMUSUHAN MEREKA DENGAN UMAT ISLAM SEJAK KERAJAAN PERSIA DIGULINGKAN OLEH MUSLIM PADA ZAMAN SAYIDINA UMAR.KEBANYAKANNYA MENGANUT MAZHAB SYIAH KERANA DENGAN BERKEDOK DI BAWAH SYIAH SAJALAH NIAT BURUK MEREKA DAPAT DILAKSANAKAN MEMANDANGKAN KAUM SYIAH HIDUP DALAM PERSEMBUNYIAN DAN BERGERAK SECARA BAWAH TANAH SEHINGGA SEBARANG AKTIFITAS PENYESATAN DAN PENELEWENGAN DAPAT DILAKUKAN TANPA DIKESAN DENGAN MUDAH OLEH PARA ULAMA ALIRAN PERDANA.
    Adanya ayat-ayat yang dihilangkan dari Alquran versi uthman telah diakui secara universal. Dalam buku yang ditulis oleh John Burton yang berjudul The Collection of the Quran yang diterbitkan oleh Universitas Cambridge, terdokumentasi bagaimana hilangnya ayat-ayat tersebut. Tanggapan Burton atas pernyataan umat Muslim bahwa Alquran itu sempurna adalah sebagai berikut:
    Laporan-laporan dari pihak Muslim mengenai sejarah teks-teks Alquran adalah membingungkan yang tak terselesaikan, kontradiktif satu sama lain, dan tidak konsisten.
    JAWAB:HE HE HE ..INI SEMUA MERUPAKAN KLAIM TANPA DASAR.YG BENAR DAKWAAN ORIENTALIS TERSEBUTLAH YG TIDAK TERSELESAIKAN ,KONTRAKDIKTIF DAN TIDAK KONSISTEN.
    BERSAMBUNG….

  107. ilham othmany Says:

    Perubahan-Perubahan Dalam Alquran
    Satu hal yang menarik sehubungan dengan hilangnya beberapa ayat-ayat Alquran yang asli terlihat dari caranya seorang pengikut Muhammad yang bernama Abdollah Sarh menyarankan kepada Muhammad untuk memfrasakan kembali (mengatakan dengan menggunakan kata-kata lain), menambah, atau mengurangi kata-kata yang terdapat dalam Surat-Surat Alquran. Muhammad memang seringkali melakukan apa yang disarankan oleh Abdollah Sarh.
    Ali Dashti menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi sebagai berikut:
    Abdollah meninggalkan Islam karena alasan keberadaan wahyu yang diperoleh Muhammad tersebut. Jikalau wahyu tersebut berasal dari Tuhan, tentunya tidak dapat diubah hanya semata-mata karena saran dari penulis sebelum dirinya. Setelah kemurtadannya, Abdollah Sarh pergi ke Mekah dan bergabung dengan suku Quraisy.
    Jadi tidaklah mengherankan ketika Muhammad menaklukkan Meka, orang pertama yang dibunuhnya adalah Abdollah, karena Abdollah mengetahui terlalu banyak dan terlalau sering membuka mulut.
    JAWAB: TIDAK ADA BUKTI KUKUH BAHAWA ABDULLAH BIN SARAH PERNAH MENCADANGKAN FIKIRANNYA SENDIRI KEPADA RASULULLAH DI DALAM PENULISAN WAHYU.MEMANG BENAR DIA PERNAH MURTAD TETAPI KEMURTADANNYA TIDAK DIKETAHUI SEBABNYA.TENTANG AYAT2 AL QURAN YG DIKLAIM KONONNYA DITURUNKAN ATAS PERISTIWA MURTADNYA ABDULLAH IBNU ABI SARAH HANYALAH SANGKAAN ORINETALIS SEMATA.KEBANYAKAN AHLI2 TAFSIR YG MUKTABAR AYAT TERSEBUT MERUJUK KEPADA MUSAILAMAH ALKAZZAB DAN LAIN LAIN NABI PALSU.SELEPAS MURTAD DIA LARI KE MEKKAH DAN BERGABUNG DENGAN KAUM MUSYRIKIN.SELEPAS NABI MUHAMMAD MENAKLUKI KOTA MEKKAH BELIAU ADALAH SALAH SEORANG YG DIKENAKAN HUKUMAN BUNUH TERSEBAB KEMURTADANNYA TETAPI DIA DIBERI PERLINDUNGAN ATAS JAMINAN SAYIDINA UTHMAN.KEMUDIAN BELIAU KEMBALI KEPADA ISLAM DAN BAIK ISLAMNYA.BELIAU WAFAT SEBAGAI SEORANG MUSLIM.MALAHN BELIAU PERNAH DILANTIK SEBAGAI GABNOR MASIR PADA MASA UTHMAN.KALAU BENARLAH BELIAU LAYAK MENJALANI HUKUMAN SESUAI DENGAN UNDANG-UNDANG ATAS APA YG DIKLAIM TELAH DILAKUKANNYA MENAGAPA NABI MEMBIARKANNYA ATAS JAMINAN SAYIDINA UTHMAN.GAK LOGIK KAN?PARA ORIENTALIS TELAH MENGUTIP CERITA2 TERSEBUT DARI SUMBER2 SEJARAH YG TIDAK SAHIH DENGAN MENGABAIKAN METODOLOGI AL HADIS.

    AL HAFIZ AL IRAQI MENYEBUT DI DLAM KITABNYA YG BERJUDUL AL ALFIYAT MENGATAKAN PENULIS PENULIS SEJARAH PADA MASA DAHULU HANYA MENERIMA CERITA2 YG DILAPORKAN KEPADA MEREKA TANPA MENYELIDIKI KEABSAHANNYA WALAUPUN KISAH-KISAH TERSEBUT TIDAK SAHIH KARENA MEREKA MERASA BERTANGGUNGJAWAB UTK MELAPORKAN APA SAJA YG MEREKA DENGAR WALAUPUN KADANG2 DIBERITAKAN OLEH ORANG-ORANG YG DIRAGUI KEJUJURANNYA DAN MENINGGALKAN KEPADA AHLI-AHLI HADIS MENYARING BERITA TERSEBUT DENGAN MENGGUNAKAN METODOLOGI ILMU HADIS.INI ADALAH UPAYA UTK MENJAGA APA SAJA BAHAN YG SAMPAI KEPADA MEREKA TIDAK HILANG.
    PARA ORIENTALIS BARAT YG MANA METODOLOGI ILMU HADIS ADALAH ASING BAGI MEREKA TELAH MENGUTIP CERITA2 YG TIDAK SAHIH ITU UTK DIMUATKAN DI DALAM KARYA2 MEREKA SAMADA SECARA SENGAJA ATAU TIDAK DAN KEBANYAKANNYA DENGAN NIAT UTK MENDISKREDITKAN AJARAN ISLAM.ADALAH SUKAR BAGI SESIAPAPUN UTK MENCERNA SEMUA BAHAN-BAHAN DI DALAM HIMPUNAN SEJARAH ISLAM TANPA BIMBINGAN DARI SEORANG GURU YG BENAR2 FAHAM SELOK BELOK ILMU HADIS.MAKA BERLAKULAH APA YG SEDANG BERLAKU SEKARANG.KESALAHAN FAKTA YG PADA GILIRANNYA MENGACU KEPADA KESALAHAN DI DALAM MEMBUAT KESIMPULAN.

    Beberapa Ayat Digantikan
    Mengenai proses pembatalan seperti yang disebutkan pada bab terdahulu, ayat-ayat yang bertentangan dengan iman dan kebiasaan Muslim telah dihilangkan dari teks Alquran, seperi
    misalnya “ayat-ayat setan” di mana Muhammad pernah menyetujui penyembahan kepada tiga dewi yang adalah puteri-puteri Allah.

    JAWAB: KISAH AYAT2 SETAN DI MANA NABI MUHAMMAD PERNAH MENYETUJUI PENYEMBAHAN KEPADA TIGA DEWI ORANG-ORANG MUSYRIKIN DIKENALI DENGAN “CERITA GHARANIQ”
    Ibn Ishaq tidak ragu-ragu lagi ketika menjawab pertanyaan dengan mengatakan bahwa cerita itu bikinan orang-orang atheis.

    Alasan-alasan yang dikemukakan mereka, dengan mengatakan, bahwa cerita gharaniq itu benar adanya, adalah suatu alasan yang lemah sekali dan tidak tahan uji. Baiklah kita mulai dulu dengan menolak Muir. Kembalinya kaum Muslimin ke Mekah dari Abisinia, pada dasarnya karena dua sebab:

    Pertama, karena ‘Umar ibn’l-Khattab masuk Islam tidak lama setelah mereka hijrah. Umar masuk Islam dengan semangat yang sama seperti ketika ia menentang agama ini dahulu. Ia masuk Islam tidak sembunyi-sembunyi. Malah terang-terangan ia mengumumkan di depan orang banyak dan untuk itu ia bersedia melawan mereka. Ia tidak mau kaum Muslimin sembunyi-sembunyi dan mengendap-endap di celah-celah pegunungan Mekah dalam melakukan ibadat, menjauhkan diri jauh dari gangguan Quraisy. Bahkan ia terus melawan Quraisy sampai nanti dia beserta kaum Muslimin itu dapat melakukan ibadat dalam Ka’bah.

    Di sinilah pihak Quraisy menyadari, bahwa penderitaan yang dialami Muhammad dan sahabat-sahabatnya, hampir-hampir menimbulkan perang saudara, yang akibat-akibatnya tidak akan dapat dibayangkan, dan siapa pula yang akan binasa. Ada orang-orang dari kabilah-kabilah Quraisy dan dari keluarga-keluarga bangsawannya yang sudah menerima Islam, mereka akan lalu berontak bila siapa saja dari kabilahnya itu ada yang terbunuh sekalipun orang itu berlainan agama. Jadi, dalam memerangi Muhammad ini, mereka harus menempuh suatu cara yang tidak akan membawa akibat yang begitu berbahaya. Di samping itu supaya cara ini dapat pula disepakati oleh Quraisy mereka mengadakan genjatan senjata dengan pihak Muslimin, sehingga dengan demikian tiada seorangpun dari mereka itu yang boleh diganggu.

    Inilah yang telah sampai kepada kaum pengungsi di Abisinia itu, dan membuat mereka berpikir-pikir akan kembali ke Mekah

    Kedua. Sungguhpun begitu, barangkali mereka masih maju-mundur juga akan kembali, kalau tidak karena adanya sebab kedua yang telah menguatkan niat mereka, yakni pada waktu itu di Abisinia sedang berkecamuk suatu pemberontakan melawan Najasyi, yang dilancarkan karena adanya suatu tuduhan yang ditujukan kepadanya. Ia melaksanakan janjinya dan memperlihatkan rasa kasih-sayangnya kepada kaum Muslimin. Kaum Muslimin sendiri menyatakan harapannya sekiranya Tuhan akan memenangkan Negus terhadap lawannya itu. Tetapi mereka sendiri tidak sampai melibatkan diri dalam pemberontakan, karena mereka adalah orang-orang asing, dan lagi mereka belum begitu lama tinggal di Abisinia. Bahwa yang telah sampai kepada mereka itu berita-berita perdamaian antara Muhammad dengan Quraisy, perdamaian yang menyelamatkan Muslimin dari gangguan yang pernah mereka alami, maka bagi mereka akan lebih baik meninggalkan kekacauan yang ada sekarang dan kembali bergabung kepada keluarga mereka sendiri.

    Inilah yang telah mereka lakukan semua, atau sebagian dari mereka.

    Hanya saja, sebelum mereka sampai ke Mekah, pihak Quraisy sudah berkomplot lagi terhadap Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Kabilah-kabilah mereka sudah mengadakan persetujuan tertulis bersama; mereka berjanji mengadakan pemboikotan total terhadap Banu Hasyim: tidak akan saling berjual-beli .

    Dengan adanya perjanjian itu perang yang tak berkesudahan antara kedua belah pihak itupun segera berkecamuk lagi. Sekarang mereka yang telah pulang dari Abisinia itu kembali lagi ke sana. Bersama mereka ikut pula orang-orang yang masih dapat pergi bersama-sama. Sekali ini mereka menghadapi kekerasan dari Quraisy, yang berusaha hendak merintangi mereka itu hijrah.

    Jadi, bukanlah kompromi seperti yang disebutkan Muir itu yang menyebabkan Muslimin kembali dari Abisinia, melainkan karena adanya perjanjian perdamaian sebagai akibat Umar yang telah masuk Islam serta semangatnya yang berapi-api hendak membela agama ini. Jadi dukungan mereka atas adanya cerita gharaniq dengan alasan kompromi itu, adalah dukungan yang sama sekali tidak punya dasar.

    Adapun alasan yang dikemukakan oleh penulis-penulis biografi dan ahli-ahli tafsir dengan ayat-ayat: “Dan hampir-hampir saja mereka itu menggoda kau…,” dan “Dan tiada seorang rasul atau seorang nabi yang Kami utus sebelum kau, apabila ia bercita-cita, setan lalu memasukkan gangguan ke dalam cita-citanya itu…” adalah alasan yang lebih kacau lagi dari argumen Sir Muir. Cukup kita sebutkan ayat pertama itu saja dalam firman Tuhan: “Dan kalaupun tidak Kami tabahkan hatimu, niscaya engkau hampir cenderung juga kepada mereka barang sedikit,” untuk kita lihat, bahwa setan telah memasukkan gangguan ke dalam cita-cita Rasul itu, sehingga hampir saja ia cenderung kepada mereka sedikit-sedikit; tetapi Tuhan menguatkan hatinya sehingga tidak sampai dilakukannya, dan kalau dilakukan juga, Tuhan akan menimpakan hukuman berlipat-ganda dalam hidup dan mati.

    Jadi, dengan membawa ayat-ayat ini sebagai alasan, jelaslah alasan itu terbalik adanya.
    Jalan cerita gharaniq ini ialah bahwa Muhammad telah benar-benar berpihak kepada Quraisy dan Quraisypun sudah benar-benar pula menggodanya sehingga ia mau mengatakan sesuatu yang tidak difirmankan Tuhan. Sedang ayat-ayat di sini menegaskan, bahwa Tuhan telah menguatkan hatinya, sehingga dia tidak melakukan hal itu. Bilamana disebutkan demikian, bahwa buku-buku tafsir dan sebab-sebabnya turun Qur’an membuat ayat-ayat ini dapat mengubah masalah gharaniq, kita lihat bahwa alasan ini berlawanan sekali dengan kesucian para rasul dalam menyampaikan tugas mereka, dan bertentangan dengan seluruh sejarah Muhammad. Suatu alasan yang kacau, bahkan lemah sama sekali.

    Sedang bunyi ayat-ayat “Dan tiada seorang rasul dan seorang nabi yang Kami utus sebelum kau” sama sekali tak ada hubungannya dengan cerita gharaniq itu. Apalagi yang menyebutkan bahwa Tuhan telah menghapuskan gangguan yang dimasukkan setan dan akan menjadikan godaan bagi mereka yang berpenyakit dalam hatinya dan berhati batu; kemudian Allah menguatkan keterangan-keteranganNya. Dan Allah Maha mengetahui dan Bijaksana.

    Bilamana cerita ini diteliti dengan penyelidikan ilmiah ternyata ia tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Yang pertama sekali sebagai bukti ialah adanya beberapa sumber yang beraneka-ragam. Pernah diceritakan seperti disebutkan di atas – bahwa ungkapan itu ialah “Itu gharaniq yang luhur, perantaraannya sungguh dapat diharapkan.” Sumber lain menyebutkan: “Gharaniqa yang luhur, perantaraannya dapat diharapkan.” Sumber selanjutnya menyebutkan: “perantaraannya dapat diharapkan,” tanpa menyebutkan gharaniqa atau gharaniq. Sumber keempat mengatakan: “Dan sebenarnya itulah gharaniq yang luhur.” Sumber kelima menyebutkan: “Dan sebenarnya mereka itulah gharaniq yang luhur, dan perantaraan mereka bagi mereka yang diharapkan.”1 Dalam beberapa buku hadis disebutkan adanya sumber-sumber lain di samping yang lima tadi. Adanya keaneka-ragaman dalam sumber-sumber tersebut menunjukkan, bahwa hadis itu palsu adanya, dan bikinan golongan atheis, seperti kata Ibn Ishaq, dan tujuannya ialah hendak menanamkan kesangsian tentang kebenaran ajakan Muhammad dan risalah Tuhan itu

    Bukti lain yang lebih kuat dan pasti, ialah konteks atau susunan Surah an-Najm yang sama sekali tidak menyinggung soal gharaniq ini. Konteks itu seperti dalam firman Tuhan; “Sungguh dia telah melihat keterangan-keterangan yang amat besar dan Tuhan. Adakah kamu perhatikan Lat dan ‘Uzza? Dan Manat ketiga, yang terakhir? Adakah untuk kamu itu yang laki-laki dan untuk Dia yang perempuan? Kalau begitu ini adalah pembagian yang tak seimbang. Ini hanyalah nama-nama yang kamu buat sendiri, kamu dan nenek-moyang kamu. Allah tidak memberikan kekuasaan karenanya; yang mereka turuti hanyalah prasangka dan kehendak nafsu belaka. Dan pada mereka pimpinan yang benar dari Tuhan sudah pernah ada.” (Qur’an, 53:18-23)

    Susunan ini jelas sekali, bahwa Lat dan ‘Uzza adalah nama-nama yang dibuat-buat oleh kaum musyrik, mereka dan nenek-moyang mereka, sedang Allah tidak memberikan kekuasaan untuk itu. Bagaimana mungkin susunan itu akan berjalan sebagai berikut: “Adakah kamu perhatikan Lat dan ‘Uzza. Dan Manat ketiga, yang terakhir. Itu gharaniq yang luhur, perantaraannya dapat diharapkan. Adakah untuk kamu itu yang laki-laki dan untuk Dia yang perempuan? Kalau begitu ini adalah pembagian yang tak seimbang. Ini hanyalah nama-nama yang kamu buat sendiri, kamu dan nenek-moyang kamu. Allah tidak memberikan kekuasaan karenanya.”

    Susunan ini rusak, kacau dan bertentangan satu sama lain. Dan pujian kepada Lat, ‘Uzza dan Manat ketiga yang terakhir dan celaan dalam empat ayat berturut-turut tak dapat diterima akal dan tak tak ada orang yang akan berpendapat begitu.

    Cerita Yang Nyata-Nyata Dusta Ini Dibantah Oleh Penyelidikan Ilmiah
    Yang demikian ini sudah tak dapat diragukan lagi, dan bahwa hadis tentang gharaniq itu adalah palsu dan bikinan golongan atheis dengan maksud-maksud tertentu. Orang yang suka pada yang aneh-aneh dan tidak berpikir logis, tentu percaya akan hadis ini.

    Argumen lain ialah seperti yang dikemukakan oleh almarhum Syaikh Muhammad Abduh dalam tulisannya yang jelas membantah cerita gharaniq ini, yaitu bahwa belum pernah ada orang Arab menamakan dewa-dewa mereka dengan gharaniq, baik dalam sajak-sajak atau dalam pidato-pidato mereka. Juga tak ada berita yang dibawa orang mengatakan, bahwa nama demikian itu pernah dipakai dalam percakapan mereka. Tetapi yang ada ialah sebutan ghurnuq dan ghirniq sebagai nama sejenis burung air, entah hitam atau putih, dan sebutan untuk pemuda yang putih dan tampan. Dari semua itu, tak ada yang cocok untuk diberi arti dewa, juga orang-orang Arab dahulu tak ada yang menamakannya demikian.

    Tinggal lagi sebuah argumen yang dapat kita kemukakan sebagai bukti bahwa cerita gharaniq ini mustahil akan ada dalam sejarah hidup Muhammad sendiri. Sejak kecilnya, semasa anak-anak dan semasa mudanya, belum pernah terbukti ia berdusta, sehingga ia diberi gelar Al-Amin, “yang dapat dipercaya,” pada waktu usianya belum lagi mencapai duapuluh lima tahun. Kejujurannya sudah merupakan hal yang tak perlu diperbantahkan lagi di kalangan umum, sehingga ketika suatu hari sesudah kerasulannya ia bertanya kepada Quraisy: “Bagaimana pendapatmu sekalian kalau kukatakan, bahwa pada permukaan bukit ini ada pasukan berkuda. Percayakah kamu?” Jawab mereka: “Ya, engkau tidak pernah disangsikan. Belum pernah kami melihat kau berdusta.”

    Jadi orang yang sudah dikenal sejak kecil hingga tuanya begitu jujur, bagaimana orang akan percaya bahwa ia mengatakan sesuatu yang tidak dikatakan oleh Allah, ia akan takut kepada orang dan bukan kepada Allah! Hal ini tidak mungkin. Mereka yang sudah mempelajari jiwanya yang begitu kuat, begitu cemerlang, jiwa yang begitu membenteng mempertahankan kebenaran dan tidak pula pernah mencari muka dalam soal apapun, akan mengetahui ketidak mungkinan cerita itu. Betapa kita melihat Muhammad berkata: Kalau Quraisy meletakkan matahari di sebelah kanannya, dan meletakkan bulan di sebelah kirinya dengan maksud supaya ia melepaskan tugasnya, akan mati sekalipun dia tidak akan melakukan hal itu – bagaimana pula akan mengatakan sesuatu yang tidak diwahyukan Allah kepadanya, dan mengatakan itu untuk meruntuhkan sendi agama yang oleh karenanya ia diutus Allah sebagai petunjuk dan berita gembira bagi seluruh umat manusia!

    Dan kapan pula ia kembali kepada Quraisy guna memuji-muji dewa-dewa mereka? Ataukah sesudah sepuluh tahun atau sekian tahun dari kerasulannya, demi tugas yang besar itu ia sanggup memikul pelbagai macam siksaan, berupa-rupa pengorbanan, sesudah Allah memperkuat Islam dengan Hamzah dan Umar dan sesudah kaum Muslimin mulai menjadi kuat di Mekah, dengan berita yang sudah meluas pula ke seluruh jazirah, ke Abisinia dan semua penjuru?! Pendapat demikian ini adalah suatu legenda, suatu kebohongan yang sudah tak berlaku.

    Mereka yang menciptakan cerita ini sebenarnya sudah merasakan bahwa hal ini akan mudah terbongkar. Mereka lalu berusaha menutupinya dengan mengatakan, bahwa begitu Muhammad mendengar kata-kata Quraisy bahwa dewa-dewa mereka sudah mendapat tempat sebagai perantara, hal itu berat sekali dirasanya, sehingga ia kembali kepada Tuhan bertobat, dan begitu ia pulang ke rumah sore itu Jibrilpun datang. Tetapi tabir ini akan terbuka juga kiranya. Kalau hal itu oleh Muhammad sudah sangat luar biasa, ketika ia mendengar kata-kata Quraisy itu, apalagi ia sampai akan mengoreksi wahyu pada waktu itu juga.

    Jadi masalah gharaniq ini memang tidak punya dasar, selain sebagai karangan yang dibikin-bikin oleh suatu golongan yang mau melakukan tipu muslihat terhadap Islam, yang terjadi sesudah permulaan sejarah Islam. Yang lebih mengherankan lagi ialah karena kecerobohan mereka yang telah melakukan pemalsuan-pemalsuan itu melemparkan pemalsuan mereka justru ke dalam jantung Islam, yaitu ke dalam Tauhid! Yang justru karena itu pulalah Muhammad diutus, supaya meneruskannya kepada umat manusia sejak dari semula, dan yang sejak itu pula tidak kenal arti mengalah. Juga segala yang ditawarkan kepadanya oleh Quraisy apa saja yang dikehendakinya berupa harta, bahkan akan dijadikannya ia raja atas mereka, tidak sampai membuatnya jadi berpaling. Semua itu ditawarkan kepadanya, pada waktu penduduk Mekah yang menjadi pengikutnya masih sedikit sekali jumlahnya. Waktu itu gangguan-gangguan Quraisy kepada sahabat-sahabatnya tidak sampai membuat ia surut dari dakwah yang diperintahkan Tuhan kepadanya, yaitu supaya diteruskan kepada umat manusia. Jadi sasaran mereka yang telah melakukan pemalsuan terhadap masalah yang begitu teguh menjadi pegangan Muhammad yang tak ada taranya itu, hanya menunjukkan suatu kecerobohan yang tidak rasional, dan yang sekaligus menunjukkan pula, bahwa mereka yang masih cenderung mau mempercayainya ternyata telah tertipu; suatu hal yang sebenarnya tidak perlu sampai ada orang akan tertipu karenanya.

    Jadi masalah gharaniq ini memang samasekali tidak punya dasar, dan samasekali tak ada hubungannya pula dengan kembalinya Muslimin dari Abisinia. Seperti disebutkan di atas, mereka kembali karena Umar sudah masuk Islam dan dengan semangatnya yang sama seperti sebelum itu ia membela Islam, sampai menyebabkan Quraisy terpaksa mengadakan perjanjian perdamaian dengan Muslimin. Juga mereka kembali pulang ketika di Abisinia sedang berkecamuk pemberontakan. Mereka kuatir akan akibatnya. Tetapi setelah Quraisy mengetahui mereka kembali, kekuatirannya makin bertambah akan besarnya pengaruh Muhammad di kalangan mereka. Quraisypun lalu membuat rencana mengatur langkah berikutnya, yang berakhir dengan dibuatnya piagam yang menentukan diantaranya tidak akan saling mengawinkan, berjual-beli dan bergaul dengan Banu Hasyim, dan yang juga sudah sepakat diantara mereka, akan membunuh Muhammad jika dapat.
    Wahai orang-orang kafir!Tidak ada satu hari yg berlalu melainkan seluruh alam akan melaknati kalian di atas kekafiran kalian.Apa saja yg kalian buat dengan tidak mengikut petunjuk daripada nabi Muhammad saw hanya akan menajiskan alam dan Allah sesekali tidak akan redha dengan kalian.Setiap kalian umur kalian beranjak berarti azab utk kalian di akherat nanti akan bertambah berat.Wal iyaazubillah!
    BERSAMBUNG…

  108. Nabi Cabul Says:

    Kesalahan Sejarah
    Ada terlalu banyak pertentangan di dalam Al Qur’an! Bagaimana bisa Tuhannya Muhammad mempertentangkan dirinya sendiri sebegitu seringnya? Kita bisa tambahkan hal ini dengan kesalahan linguistik dan kesalahan-kesalahan sejarah, ketika Muhammad mencoba untuk merujuk kepada sejarah Alkitab. Peristiwa sejarah yang disebutkan oleh Muhammad di dalam Al Qur’annya adalah sesuatu yang dibuat-buat, tidak disebutkan dalam Alkitab, tidak tercari di arkeologi atau di manapun juga, dan tersandung pada logika sehat.
    *[Perlu dicatat bahwa ketika Muhammad merujuk kepada cerita Alkitab, ia bukan mengutipnya dari Alkitab, melainkan berusaha memindahkan setting Israel ketanah Arab (Mekah), seperti yang kita saksikan dalam kisah Ibrahim versi Muhammad. HS Bukhari menuturkan bahwa Ibrahim menghantar Hagar dan putranya yang kala itu masih menyusu, pergi ke Mekah karena keduanya diusir oleh Sara. Tidak seorang manusiapun yang tinggal ditempat itu, dan Ibrahim segera pulang kembali kepada Sara sambil meninggalkan mereka berdua disitu. Hagar dan putranya terancam kehausan, sehingga Hagar seperti orang gila berlari bolak-balik 7x dari Shafa ke Marwah, yang akhirnya secara ajaib menemukan mata air Zamzam. Maka merekapun seterusnya menetap di tempat tersebut dimana Ismail belajar bahasa Arab dan kelak kawin disana (HS.Bukhari no. 1475). Tetapi setelah secara “shahih” menceritakan kisah yang dicangkokkan disini, kapankah Ibrahim punya waktu untuk menemui Ismail guna menceritakan tentang mimpinya untuk menyembelih putranya? Untuk tujuan pencocokan legenda ini, maka para sarjana Islam sibuk menyusun kisah alternatif. Namun semuanya tetap dimentahkan dengan satu pertanyaan, dari mana sumber legenda itu diambil? Dari Nabi-nabi sebelum Masehi atau dongeng manusia dan jin-jin sesudahnya??]
    Alkitab mengatakan bahwa Hagar dan putranya meninggalkan Hebron (tanpa Abraham) dan pergi ke arah selatan, ke Bersyeba (dengan dibekali sedikit roti dan sekirbat air). Di gurun Palestina selatan ini mereka dengan sendirinya tersesat, namun malaikat Tuhan datang menyelamatkan mereka. Dan beberapa tahun kemudian, Hagar, budak dari Mesir itu, mengatur pernikahan putranya dengan seorang perempuan Mesir pula.

    *[Pengisahan Alkitab oleh Nabi Musa ini jelas logis dan otoritatif, tanpa jejak akal-akalan manusia sesudah masa Muhammad. Namun secara tiba-tiba Hadist (200 tahun sesudah Muhammad) memastikan Hagar dan Ismael bisa berjalan sampai ke Mekah dengan persediaan makan-minum sekedarnya. Selain itu, disaat sekitar tahun 2000 SM seperti itu, dimanakah dapat ditemukan bukti sejarah atau arkeologi yang menunjukkan adanya akses migrasi atau jalan karavan kesana? Bukankah Hadist Nabi sendiri mengatakan juga bahwa “pemukiman” Mekah tidak exist dalam sejarah sekuno itu (lihat HSB. No.1475, “…Waktu itu tidak ada seorangpun yang tinggal di Mekah”. Alangkah sembrononya dongeng “bunuh diri” yang ingin memindahkan setting Israel ke Arab!]

    1. casper Says:

      woi cabul…
      lo pernah dnger kisah galileo ga??

      klo lo pinter menjabarkan lo pasti tau,,,
      td lo bilang klo alkuran salah dlm ilmu bumi,,,

      lo sendiri pasti taau klo galileo di penjara gereja krn gereja nganggap bumi sbgai titik pusat bumi,,,,

      lo mw ngeles ap lg,??

      klo lo blum pu’y bku’y…
      lo cari y d gramedia….
      gkgkgkgk…
      percuma km jabarkan ky gtu,,,,

      capek”in drimu sendiri,, skrg al-quran d gunain sma ilmuan karena keakuratan al-quran dlm segala bidang ilmu,, dan gw tw dlm hati lu lu sendiri gamang sma kitab lu sendiri…

      hahahaha…

  109. casper Says:

    KRISTEN itu pecundang yg selalu kabur klo d ajak berdebat,,,,

    ya isa a.s,,,
    lihatlah kaummu yg sudah tersesat sejauh ini ya baginda,,,,

    semoga pengikut kristus yg dulu setia masih d beri pengampunan,, tdk seperti kaumu sekrg ini..

    alhamdulillah kita masih di beri iman islam kawan2 muslim…

    1. Samuel Hadi Says:

      Mas Casper,
      Anda jangan cuma berargumen kosong dong…?
      Tanggungjawab anda adalah menjawab dan membantah fakta-fakta yang disodorkan si Nabi Cabul akan kesalahan Qur’an!
      Sebab yang saya baca, semua yang si Nabi Cabul paparkan sangat logis – dan sangat kasat mata, terdapat banyak sekali kesalahan-kesalahan Qur’an.

      Saya menghargai anda kalau anda tetap pada iman Islam anda.
      Itu adalah hak anda!
      Tetapi tentunya anda pun bertanggungjawab bukan untuk menjawab setiap keberatan-keberatan dan pertanyaan-pertanyaan atas apa yang anda imani?

      1. casper Says:

        @samuel…
        mana jawaban dari saya??
        yg omong kosong tu si nabi cabul,,,
        multu busa yg g bsa jawab sy,,,

        kalo kau hargai org bkan dgn menulis blog kya gni….

        jd begini cra org kristen menghargai…

        ooooohhhh,,,

        kamu liat aj koment sy yg kosong g d jawab ma cabul tu mas samuel ganteng…

        sy tanya sm km aj,,,
        mana ayat d injil yg menyatakan dgn tegas klo isa itu mengaku ato memproklamirkan dy sebagai TUHAN????????????

        jwab lah kau,,,,
        ku tunggu jwban kau,,,

        ud jelas si cabul tu abis bhan…
        aku tanya dia mna ayat yg nlg klo nabi kami muhammad memperkosa dia g bs jwab,,,

        semoga kau g pengecut kya dia…

      2. wahyu Says:

        Assalammualaikum :)
        maaf iya saya ikut komentar, setiap orang mempunyai hak untuk berpendapat tentang Islam, tapi sebaiknya anda belajar tentang Islam dari orang yang benar yaitu dari orang -orang yang mengerti dan memahami Islam, orang – orang yang mencintai Islam seperti kepada Habib, dan belajarlah dengan hati yang bersih jangan dengan kebencian, InsyaAllah meski kamu masih tetap dengan agamamu, kamu akan lebih menghargai dan menghormati orang Islam. wassalammualaikum :)

    2. deni Says:

      MATIUS 7:21-23, BACA SENDIRI DISITU JELAS SEKALI BAHWA YESUS MENYEBUT DIRINYA TUHAN……

  110. Nabi Cabul Says:

    Kontradiksi Tentang Kematian Isa
    Pertentangan yang paling kritis dalam Qur’an adalah mengenai kematian Yesus (Isa). Apakah Ia dibunuh atau tidak? Surat An-Nisa 4:157 berkata:
    …”Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, Isa Putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula disalib-nya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.”

    Umat Islam selalu mengutip ayat yang tanpa saksi dan bukti ini – satu-satunya ayat yang dipunyai Quran — untuk menjawab pernyataan orang Kristen tentang penyaliban Kristus. Untuk menanggapi hal itu, umat Islam terpaksa harus melupakan Surat Al-Imran 3:55:

    “Ingatlah, ketika Allah berfirman, “Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan menyebabkan kematianmu dan mengangkat kamu kepadaku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”

    Di sini Al-Qur’an tidak hanya menyebutkan tentang kematian Yesus (Isa) yang bertentangan dengan ayat sebelumnya, tetapi juga dinyatakan bahwa siapapun yang menjadi pengikut Yesus akan berada di atas orang-orang lainnya pada hari kiamat! Al-Qur’an juga menyebutkan tentang kematian Isa di dalam Surat Maryam 19:33: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
    Disini ada dua ayat dalam Qur’an yang mengkonfirmasikan kematian Isa anak Maryam, melawan satu ayat yang menolak kematiannya. Apakah ada dua Tuhan berbeda yang masing-masing menyuarakan ”hidup-mati-nya” Isa yang berbeda? Padahal Muhammad berkata, ”Tiada Tuhan selain Allah?” Bagaimana umat Muslim melihat pertentangan yang gamblang ini?

  111. ilham othmany Says:

    Ilmuwan Arabic yangt bernama E. Wherry berkomentar sebagai berikut:
    Sehubungan dengan adanya beberapa pasal dalam Alquran yang bertentangan satu sama lain, para pembela Muhgammad menangkal semua keberatan tersebut dengan doktrin penggantian (nasakh), karena menurut mereka tuhan dalam Alquran memang memerintahkan beberapa hal agar ditarik kembali dan digantikan demi kebaikan semua pihak.
    Selanjutnya Wherry juga mendokumentasikan banyak contoh ayat-ayat yang dikeluarkan/dicabut dari Alquran.
    [Abdallah Abd al-Fadi berkomentar demikian: Nasakh terhadap kata-kata Allah sendiri adalah bertentangan dengan Kemahatahuan Allah terhadap segala rahasia dan motivasi tersembunyi di masa depan. Nasakh hanya pantas untk kata-kata manusia yang berpenglihatan pendek, yang menarik kata-katanya demi problem solving yang manipulatis. Ini tidak mungkin dijejerkan dengan “Rancangan Agung” dari Tuhan yang Mahasempurna].
    Canon Sell dalam bukunya yang berjudul Historical Development of the Quran juga berkomentar mengenai kebiasaan menyingkirkan ayat-ayat dari Alquran tatkala ayat-ayat tersebut dianggap menimbulkan kesulitan/masalah.
    Komentarnya sebagai berikut:
    Sungguh sangat mengherankan bagaimana mungkin suatu kompromi seperti itu dapat terjadi sampai-sampai suatu prosedur dapat dimasukkan dalam satu sistem pewahyuan oleh para sahabat (atau bukan sahabat).
    JAWAB:DASAR KEPADA NASAKH ADALAH DARI AL QURAN SENDIRI.FIRMAN ALLAH:
    ما ننسخ من ءاية أننسها نأت بخير منها أو مثلها
    ARTINYA:APA SAJA AYAT YG KAMI NASAKHKAN NESCAYA KAMI GANTIKAN DENGAN YG TERLEBIH BAIK DARIPADANYA ATAU SEUMPAMANYA.
    OLEH KERANA DASAR KEPADA NASAKH ADALAH DIAMBIL DARIPADA ALQURAN SENDIRI DAN AL QURAN PULA TELAH DIRIWAYATKAN SECARA MUTAWATTIR MAKA KEABSAHAN ADANYA NASAKH TIDAK BOLEH DISANGKAL .
    Masalah Naskh bukanlah suatu hal yang berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari Ilmu tafsir dan Ilmu Ushul Fiqh. Karenanya, ia merupakan technicheterm dengan batasan pengertian yang sudah baku. Imam Al-Subki menerangkan bahwa ada perbedaan pendapat tentang kedudukan Naskh itu; apakah ia berfungsi sebagai pencabut (raf) ataukah berfungsi memberi penjelasan (bayan). Jika ditinjau dari segi formal, maka fungsi pencabutan itu lebih tampak. Tetapi apabila ditinjau dari segi materinya, terlihat adanya satu fungsi pokok, yaitu bahwa naskh itu merupakan salah satu interprestasi Hukum.

    . Untuk mengetahui Nasikh dan Mansukh terdapat beberapa cara:
    1. Keterangan tegas dari Nabi atau sahabat, seperti Hadits:
    “Aku (dulu) pernah melarangmu berziarah kubur, maka (kini) berziarah kuburlah.” (Hakim).
    2. Kesepakaatan umat bahwa ayat ini nasikh dan yang itu mansukh . Mengetahui mana yang terlebih dahulu dan mana yang kemudian dalam perspektif sejarah.DI DALAM HAL INI AYAT2 YG DITURUNKAN DULUAN TENTU TIDAK DAPAT MENASAKHKAN AYAT2 YG TERKEMUDIAN TURUNNYA.
    Naskh tidak dapat ditetapkan dalam Ijtihad, pendapat mufasir atau keadaan dalil-dalil yang secara lahir nampak kontradiktif, atau terlambatnya keislaman salah seorang dari dua perowi.
    NASAKH TIDAK DITETAPKAN SECARA SEMBRONO BEGITU SAJA SEBALIKNYA MEMPUNYAI SYARAT2 TERTENTU IAITU:
    1. Yang dinasakh (mansukh) itu hukum syara yang bukan sesuatu yang dzatnya memang diwajibkan, seperti wajib iman kepada Allah, dan juga bukan sesuatu yang diharamkan karena dzatnya, seperti kufur. Karena kewajiban beriman kepada Allah dan larangan kufur itu tidak akan dinaskh. Juga pokok-pokok tauhid yang berhubungan dengan para Nabi yang terdahulu dan tentang akan terjadinya hari akhir dan yang berhubungan dengan hari akhir dan sebagainya. Semua naskh yang berhubungan dengan ini, sama sekali tidak bisa dinasakh.
    2. Yang menghapus (Nasikh) harus dalil-dalil syara, kalau bukan dalil syara tidak dapat disebut nasakh. Yang bukan dalil syara tetapi dapat menghapus tuntunan hukum, misalnya mati. Akan tetapi mati tidak dapat disebut nasikh, sebab tidak ada adanya hukum terhadap orang yang sudah mati ini, dapat diketahui oleh akal tanpa petunjuk syara.
    3. Mansukh itu tidak terikat oleh waktu yang tertentu, seperti terdapat dalam surat al-Baqoroh ayat 187 yang artinya: …..dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Makan dan Minum pada waktu malam hari puasa, hingga waktu fajar. Kalau sudah terbit fajar, makan dan minum tidak diperbolehkan lagi.
    Meskipun kebolehan makan dan minum dihapus setelah siang hari bulan puasa, tetapi yang demikian tidak dapat disebut nasakh, sebab hukum yang pertama dengan sendirinya akan hilang, jika waktu yang tertentu telah habis.
    4. Nasikh, harus lebih kuat dari mansukhnya atau sekurang-kurangnya sama, jangan kurang dari itu, karena yang lemah tidak akan dapat menghapuskan yang kuat. Karena itu hadits mutawatir dapat menaskh (menghapus) hadits ahad, tetapi sebaliknya hadits ahad tidak dapat menasakh hadits mutawatir.
    5. Nasikh harus munfasil (terpisah) dari mansukhnya dan datangnya terkemudian dari mansukhnya, sebab kalau berturut-turut seperti, sifat dan istisna tentu bukan naskh, tetapi takhsis.

    PENOLAKAN ORIENTALIS AKAN ADANYA NASAKH DENGAN ALASAN BERTENTANGAN DENGAN SIFAT MAHA TAU ALLAH ADALAH MELUCUKAN DAN MENGGELIKAN HATI.ALASAN TERSEBUT TERTOLAK KARENA TIDAK SELAZIMNYA APABILA ALLAH MEMBATALKAN HUKUM YG LAMA DAN DIGANTI DENGAN HUKUM BARU MAKA IA TIDAK BERSIFAT MAHA TAU.HAL INI SANGAT JELAS DENGAN NYATA DIPANDANG TANPA PEMIKIRAN YG RUMIT.
    DI ANTARA HIKMAH ADANYA NASAKH ITU IALAH:
    1. Memelihara Kepentingan Hamba
    2. Perkembangan tasyri’ menuju tingkat sempurna sesuai dengan perkembangan dakwah dan perkembangan kondisi umat.
    3. Cobaan dan ujian bagi orang mukallaf untuk mengikutinya atau tidak
    4.Menghendaki kebaikan dan kemudahan bagi umat. Sebab jika nasakh itu beralih ke hal yang lebih berat maka didalamnya terdapat tambahan pahala, dan jika beralih ke hal yang lebih ringan maka ia mengandung kemudahan dan keringanan. Adanya Nasikh Mansukh tidak dapat dipisahkan dari sifat nuzulnya al-Quran itu sendiri dan tujuan yang ingin dicapainya. Nuzulnya al-Quran tidak terjadi sekaligus, tetapi berangsur dalam rentang waktu 20 tahun lebih. Hal ini memang dipertanyakan orang ketika itu, lalu al-Quran itu sendiri menjawab hanya bahwa penahapan itu adalah untuk pemantapan (Qs 25:32). Khusus dibidang hukum, Syaikh Al-Qasimi berkata:
    “Sesungguhnya Al-Khaliq yang Maha suci lagi maha tinggi mendidik bangsa Arab selama 23 tahun dengan proses tadaruj (bertahap) sehingga mencapai kesempurnaannya dengan perantaraan belbagai sarana sosial. Hal ini disebabkan karena hukum-hukum itu mula-mula bersifat kedaerahan, kemudian secara bertahap diganti oleh Allah dengan yang lain, sehingga bersifat Universal. Demikianlah Sunnah al Khaliq yang diberlakukan terhadap perorangan dan bangsa-bangsa secara sama. Jika engkau melayangkan pandanganmu kealam yang hidup ini, engkau pasti akan tahu bahwa Naskh (penghapusan) adalah undang-undang alami yang lazim, baik dalam bidang material maupun spiritual, seperti proses kejadian manusia dari unsur-unsur sperma dan telur, kemudian menjadi janin, lalu berubah menjadi anak, selanjutnya menjadi remaja, orang dewasa, orang tua dan seterusnya. Setiap proses peredaran (keadaan) adalah merupakan buktu nyata, bahwa dalam alam ini proses tersebut berjalan rutin. Dan kalau Naskh yang terjadi dialam raya ini tidak lagi diingkari terjadinya, mengapa adanya penghapusan dan proses penggantian hokum itu diingkari? Padahal itu merupakan proses pengembangan dan tadaruj dari yang rendah kepada yang lebih tinggi. Apakah seseorang dengan penalarannya akan berpendapat bahwa yang bijaksana itu adalah langsung membebani bangsa arab yang masih dalam proses permulaan itu, dengan beban-beban yang hanya patut bagi suatu bangsa yang telah mancapai kemajuan dan kesempurnaan kebudayaan yang tinggi? Dan kalau pikiran seperti ini tidak akan diucapkan oleh seseorang yang berakal sehat, maka bagaimana mungkin semacam itu akan dilakukan oleh Allah SWT. Yang maha menentukan hukum, yang memberikan beban kepada suatu bangsa yang masih dalam proses pertumbuhan dan beban yang tidak akan bisa dilakukan melainkan oleh suatu bangsa yang telah mencapai jengjang kedewasaannya? Lalu manakah yang lebih baik, apakah syariat kita yang menurut sunnah Allah menentukan hukum-hukumnya sendiri, lalu Ia Nasakh mana yang Ia pandang perlu dengan Ilmu-Nya dan Ia sempurnakan hal-hal yang Ia pandang manusia tidak mampu melaksanakannya karena suatu factor yang manusiawi? Ataukah syari’at-syari’at agama lain yang diubah sendiri oleh pemimpin-pemimpinnya dan dihapus sebagian hokum-hukumnya sehingga lenyap sama sekali, yang kemudian menjadi amat sulit diamalkan karena tidak sesuai lagi dengan tuntunan hidup kemanusiaan dari pelbagai seginya?COBALAH PARA PEMIRSA RENUNGKAN DENGAN SEKSAMA.
    WAHAI ORANG –ORANG KAFIR!SEBELUM KALIAN DITANGISI KAUM KERABAT.SEBELUM KERANDA KALIAN DIUSUNG KE PEMAKAMAN.SELAGI PELUANG MASIH TERBUKA.SEBELUM PINTU TOBAT BELUM TERTUTUP DAN SEBELUM KALIAN BERHADAPAN DENGAN KEDAHSYATAN YG DITAKUTI OLEH SEMUA ORANG..BERTOBATLAH KALIAN.UCAPKANLAH TIDAK ADA TUHAN YG BERHAK DISEMBAH MELAINKAN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD ITU ADALAH UTUSAN ALLAH.PASTI KALIAN BERJAYA.JANGAN KALIAN LEMAH DARI MENGUSAHAKANNYA.AMIN YA RABBAL ALAMIN.
    BERSAMBUNG…..

    1. Samuel Hadi Says:

      Lha, penjelasan anda ini koq nggak ada sambung menyambungnya dengan apa yang dipaparkan oleh si Nabi Cabul di atas?

      Dia kan mempermasalahkan soal kesalahan sejarah yang begitu kasat mata dalam Qur’an? Dalam hal ini soal Hagar dan Ismail.
      Apa penjelasan anda? Apa bantahan anda?

      Masuk akan sekali tuh keberatan si Nabi Cabul.
      Masak iya sih, Hagar dan Ismail bisa berjalan sampai ribuan mil ke tanah Arab setelah diusir Sarah?

      Saya sendiri pernah ke Israel dan Mesir. Dalam perjalanan dari Yerusalem ke gurun Sinai di Mesir, dibutuhkan waktu lebih dari 8 jam dalam bis yang melaju dengan kecepatan tinggi, sebab jalan yang dilalui luar biasa mulusnya.
      Lha, Arab Saudi masih sangat jauh lagi ke Selatan!? Perjalanan melalui padang-padang gurun gersang!
      Bagaimana mungkin Hagar dan Ismail berjalan kaki sampai ke sana, sementara Hadis sendiri mengatakan bahwa belum ada manusia yang hidup di sana pada waktu itu, dan belum ada jalan ke sana?

      Juga soal klaim Muslim bahwa Isa tidak mati disalibkan. Saya sendiri baru tahu bahwa ternyata ada 2 ayat yang melaporkan kematianNya, sementara ada 1 yang menentang kematianNya. Apa penjelasan anda?
      Bukankah sangat jelas Pemaparan si Nabi Cabul benar-benar membuktikan kesalahan kitab suci anda… ?

      1. ilham othmany Says:

        saya belum sampai ke situ.saya dalam rangka menanggapi si nabi cabul dari masalah yg paling awal.sila beri perhatian terhadap postingan si nabi cabul yg saya quote kan.Harap bersabar ya…

      2. Adeng Hudaya Says:

        He…he…he….
        Ilham Othmani lagi meras otaknya sambil berTAQQIYAH RIA untuk menemukan jawaban atas pemaparan si Nabi Cabul.

        Edan sungguh edan si Nabi Cabul itu. Dahsyat sekali statementnya?
        Bisa membuat King of Taqqiyah sekaliber Ilham Othmani kelenger (hua…ha…ha…)

        Koq pake nama Nabi Cabul sih?
        Emangnya ada Nabi yang kelakuannya cabul ya?
        Hi…hi…hi…

  112. Nabi Cabul Says:

    Contoh Kesalahan Fatal Lainnya
    Tidak ada nara sumber manapun yang menyebut bahwa Maria yang melahirkan Yesus mempunyai seorang saudara laki-laki. Tetapi Tuhannya Muhammad mengatakan dalam Al-Qur’an bahwa Maria mempunyai saudara laki-laki, (Maryam 19:28). Masih tentang subyek yang sama, Al- Qur’an mengatakan bahwa Maria adalah saudaranya Harun. Ini juga kesalahan fatal sebab Harun adalah orang dari suku Lewi, sementara Maria berasal dari suku Yehuda. Lebih fatal lagi, Harun hidup 1500 tahun SM (sebelum Isa lahir)! Tentulah akan menyulitkan laki-laki itu menjadi saudara laki-laki Maria!

    Al-Qur’an juga berspekulasi bahwa istri Firaun-lah yang menemukan Musa di sungai Nil, padahal yang benar adalah Puteri Firaun.
    *[Kebenaran ini dinyatakan oleh Musa sendiri yang menulis Taurat dan yang mencantumkan dirinya diasuh oleh putri Firaun! Akankah Muhammad lebih tahu dari Musa tentang Musa? Sedangkan kemustahilan melaksanakan wajib shalat 50x sehari (yang semula diwajibkan Allah bagi Muhammad), itu saja tidak diketahui Muhammad. Dan itu hanya diketahui oleh Musa, sehingga Muhammad disuruhnya untuk menawar kepada Allah hingga jatuh hukum finalnya menjadi 5x sehari! (lihat HS Bukhari 211). Sungguh seluruh Muslim berutang budi kepada Musa yang mencetuskan ”ide-brilliant” kepada Muhammad untuk bernegosiasi dengan Allahnya Muhammad.]

    Kesalahan Al-Qur’an terkait dengan ilmu pengetahuan, juga membuktikan bahwa ia bukanlah buku yang berasal dari Tuhan. Sekiranya itu berasal dari Tuhan, seharusnya “kenyataan mengenai alam semesta” adalah yang sebenarnya. Bahkan seandainyapun Al-Qur’an nguping mengutip dari Alkitab, ia tidak melakukannya secara akurat. Sebagai contoh, Alkitab menyatakan bahwa bumi adalah bulat, sebuah globe. Dan itu dinyatakan secara jelas pada abad ke delapan SM – hampir seribu tahun sebelum Muhammad. Yesaya menulis tentang bulatan bumi: “Dia yang bertahta di atas bulatan bumi….” . Sebaliknya bumi yang dirujukkan Quran adalah bumi yang Allah hamparkan rata lalu meletakkan gunung, pohon-pohon dan lain lain di atasnya: “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh…” (Surat 50:7).

    1. someone Says:

      Ada lagu waktu saya kecil

      “hamparan sawah luas, padi kuning keemasan, hati lega puas …”

      Kalau bumi di lihat dari permukaannya, semuanya terhampar …, tapi kalau dilihat dari luar angkasa, bulat bagai mutiara biru. Apa saat Allah menyampaikan firman-Nya, Muhammad SAW berada di luar angkasa? Tentu saja tidak, beliau ada di permukaan bumi. Dan saat Allah mempertunjukan isi bumi, maka yang dilihat mata adalah sebuah hamparan yang awalnya rata kemudian bergunung-gunung.


  113. kesalahan pengikut nabi isa a.s yg tdk setia adalh karena kefanatikan mereka terhadap baginda yg berlebihan sehingga mereka menganggap beliau sebagai Tuhan,,,

    padahal tdk ada ayat d bibel yg menjelaskan 1pun jika dia adalah Tuhan,,
    begitu pula mariam,,, yg juga di anggap tuhan…

    padahaljika di cerna lebih dalam bibel yg sekarang adalah kitab yg rasis,,,, Tuhan memberi ujian pada kaum kristen dan Yahudi yg merupakan asal kaum nabi”,,,,
    Tuhan memberikan mereka ujian dengan nabi yg berasal dari arab,,,,

    sedangkan kita tahu bahwa yahudi sangat membeci kaum arab,,,, dan itu terbukti sampai sekarang,,, sulaiman dianggap sebagai penyihir,, dan akso di bongkar demi mencari kitab sulaiman,,,

    musa di khianati dengan menyembah patung sapi dari emas,,, taurat dan injil mereka ubah dan mendewakan kaum mereka di injil dan taurat yg otomatis menyebabkan kristenpun tunduk pada mereka…. Tuhan berhak memilih siapa yg akan di jadikan nabi,,, Tuhan tdk melebihkan suatu kaum dari kaum yg lainnya,,,

    memang di al-quran banyak diceritakan ttg kaum yahudi,, tapi yg di ceritakan adalah kezaliman kaum tersebut pada nabi-nabi yg di turunkan utk mereka,,,, mereka sendiri membunuh nabi-nabi mereka yg bahkan berasal dari kaum mereka sendiri,,,,

    kini iman islam sudah mulai membuka mata dunia dengan ilmu-ilmu yg mencakup segala bidang ilmu pengetahuan di dunia,,,

    DAN SY YAKIN KRISTEN DAN YAHUDI SEMAKIN MEMBENCI KAUM MUSLIM,,,, YANG DI BILANG KAUM ANTI KRISTUS,,, padahal kaum anti kristus itu sendiri adalah mereka sendiri yg mengkhianati isa a.s dengan mengangkat beliau sebagai tuhan beserta mariam,,

    si eropa ,, amerika yg mayoritasnya kristenpun sekarang sudah mengantisipasi dengan sgala akal bulus mereka agar cahaya tuhan (islam) masuk ke sana,,
    padahal gereja sendiri sudah banyak ditinggalkan dan beralih fungsi menjadi museum dan masjid,, (SY YAKIN KRISTEN GENGSI DAN MUNAFIK UTK MENGAKUI INI)

    tpi apa daya,, pdhal mereka selalu menekan kaum muslim di penjuru dunia,,, tapi di negara mereka sendiri islam tumbuh sangat pesat dan mereka tidak mampu membendungnya,,,

    mengapa islam dikatakan teroroist???
    yg mencengangkan yaitu pernyataan org2 disana yaitu pengetahuan mereka tentang islam sangatlah minim,,, yg mereka tahu adalah islam adalah terorist….. jelas sekali kalangan vatikan menutup akses informasi mengenai islam,,,,

    tapi Jika kehendak Allah s.w.t tdk bisa dihalangi oleh kotornya tangan-tangan manusia,,,, dan berkat syuhada2 islam islam kini merupakan agama yg perkembangan’y paling pesat di muka bumi ini,,,,

    SUBhanallah….

    1. Samuel Hadi Says:

      Mas,
      Tanggapan anda lari ke sana ke mari nggak karuan.
      Anda sama sekali tidak mampu menyanggah pemaparan si Nabi Cabul yang menyatakan betapa banyaknya kesalahan fatal dalam Al Qur’an.

      Sekali lagi, saya menghargai keputusan anda untuk tetap setia kepada Islam. Itu hak anda.
      Tetapi jika ternyata Muhammad itu seorang Nabi Palsu, dan ajaran yang ia ajarkan adalah ajaran palsu – alamat masuk neraka anda, sebab ternyata selama ini mengikuti aliran sesat!

      Ingat mas, soal surga dan neraka adalah perkara sangat serius…
      Pertimbangkanlah masak-masak apa yang ingin anda imani.
      Semoga Tuhan membimbing anda ke Jalan Yang Lurus…


      1. @samuel:y klo lari kesana kemari,,,,
        jawab dmn ngawur ngidulnya
        e siap murtad,,
        kasian sekali anda ini,,,

        pke link jwab’y….
        pke dong kitabmmu…
        hahahahaha….

  114. Nabi Cabul Says:

    Kelahiran Yesus (Injil vs. Qur’an)
    Injil Yohanes pasal 1:14,15 memberi kesaksian tentang eksistensi dan bagaimana Yesus datang ke dunia ini. Nabi Yahya (Yohanes pembabtis) mengatakan dengan berseru: “Inilah Dia (Yesus) yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian daripadaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Bagaimana Kristus bisa ada sebelum nabi Yahya padahal Yesus lahir enam bulan kemudian setelah dia? Konsepnya jelas. Nabi Yahya berbicara mengenai kekekalan Kristus, karena Ia telah ada sejak kekal. Baik Injil maupun Al-Quran menyaksikan kelahiran Yesus, tetapi alangkah beda bobot kedua kesaksian tersebut sebagai wahyu.

    Kesaksian Injil Lukas:
    “Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan.”

    Gabriel, sang malaikat damai, datang kepada Maria, dan mengatakan, “Damai sejahtera atasmu.” Di sini kita tidak melihat Maria dihantui gejala wahyu yang bersifat epileptik, atau merasa dicekik hingga hampir mati seperti yang dialami Muhammad ketika menerima wahyu! Ia juga tidak berpikiran kalau-kalau Gabriel yang menampakkan diri itu adalah setan, seperti yang Muhammad gambarkan tentang “jibrilnya.” Sebaliknya, Maria segera diliputi rasa damai, aman, terjamin, sukacita karena kuasa Roh Kudus!

    *[Wahai, teman-teman Muslim, ketahuilah bahwa inilah kesaksian, sekaligus pemenuhan nubuat nabi Yesaya (Ilyas) yang tiada taranya tentang kelahiran Yesus, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel (artinya: Tuhan beserta kita).” . Siapakah yang sanggup membayangkan bahwa akan ada seorang perawan yang mengandung seorang Imanuel, 800 tahun sebelum kejadiannya? Tatkala nubuat yang impossible ini terpenuhi juga, maka sesungguhnya tak ada alasan manusia – Muslim dan non-Muslim – untuk tidak tunduk pada otoritas Alkitab dengan rendah hati. Tetapi keangkuhan semata yang membutakan mata hati mereka!]

    Kesaksian Qur’an
    Berikut kita menyaksikan bagaimana Al-Qur’an, Surat 19 (Maryam), menyimpangkan wahyu sejati seperti yang tertulis dalam Injil dan mengarang rekaannya sendiri yang jelas merupakan sebuah kesalahan yang tak masuk akal.

    “Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu kami mengutus roh kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata, “Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” Ia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” Maryam berkata, “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” Jibril berkata, “Demikianlah. Tuhanmu berfirman “Hal itu adalah mudah bagiku dan agar dapat kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata, “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.” Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.”

    Qur’an menceritakan hal yang berlainan, yaitu bahwa Maryam melarikan diri sendirian dari keluarganya ke tempat yang jauh, di-timur antah-berantah, tapi entah kenapa. Padahal tak ada alasan kenapa ia ketakutan dan harus melarikan diri sendirian, karena ia belum hamil disaat itu.
    *[tampaknya ada kesalahan Muhammad yang terlanjur menghadirkan suasana kesalahan/ ketakutan Maria sejak awal kisahnya seolah ia sedang was-was memikul sebuah “kesalahan” yang belum dibuatnya.]
    Injil menjelaskan Maria tidak melarikan diri, melainkan dalam keadaan mengandung dari Roh Kudus, berangkat ke kampungnya di Betlehem, kota Daud, bersama Yusuf yang menikahinya. Mereka taat melakukan pendaftaran kependudukan (sensus) di kampung asalnya, sesuai dengan perintah kaisar Agustus yang diberlakukan kepada seluruh bangsanya. Tatkala mereka sampai disana, tiba waktunya bagi Maria untuk bersalin.
    *[Dan ini persis tepat menggenapi nubuat nabi Mikha secara ajaib, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil diantara kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala’’ (Mikha 5:1). Apakah Muslim bisa melihat betapa kesaksian nabi Yahya saling berkonfirmasi disini, yaitu bahwa Yesus telah ada sebelum Yahya ada, bahkan sebelum segala permulaan yang pernah ada. Dan konfirmasi ini terjadi secara nubuat ilahi 800 tahun sebelum Masehi, sehingga tidak ada cara manusia yang dapat menolak kebenarannya, dan sekaligus menafikan setiap manipulasi “Mesias” dari setting Israel, menjadi setting Arab-Mekah.]

    Penyimpangan yang sama konyolnya lagi-lagi terjadi ketika Al-Quran melaporkan bahwa Maryam melahirkan sang anak di pangkal pohon kurma, dan kali ini bukan mau melarikan diri, melainkan mau mati saja! “Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata, “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (Surat 19:23)
    *[Aneh, Muslim diam tanpa bertanya kenapa perempuan yang sekaliber Maryam yang telah dipilih khusus, disucikan, dan dilebihkan Allah diatas segala perempuan yang ada di alam semesta itu (Surat 3:42), ternyata hanyalah perempuan kerdil dan berpikiran kotor yang menginginkan kematiannya disaat kesakitan mau melahirkan anaknya. Kematian yang akan membunuh sang anak SUCI yang Allah titipkan dalam rahimnya? (19:19). Bagaimanapun debat orang, Allah pastilah telah memilih perempuan yang salah, lebih rendah dari ibu rata-rata!]

    1. Samuel Hadi Says:

      Mas Ilham,
      Lagi-lagi anda TIDAK MAMPU menjawab dan menyanggah bukti-bukti yang dipaparkan si Nabi Cabul mengenai kesalahan-kesalahan kitab suci anda (Qur’an)!

      Saya jadi heran, orang secerdas anda koq bisa sampai kebingungan ya?

      Mestinya anda memakai ayat-ayat Qur’an untuk membuktikan bahwa kesalahan Qur’an yang dipaparkan oleh si Nabi Cabul itu adalah tidak benar!

  115. ilham othmany Says:

    Nabi cabul menulis…

    Beberapa Ayat Ditambahkan
    Bukan saja bagian-bagian Alquran dihilangkan, tetapi juga sebaliknya terdapat ayat-ayat maupun bab-bab baru yang ditambahkan. Misalnya, Ubai mempunyai beberapa Surat dalam naskah Alquran yang disingkirkan oleh Uthman dari teks yang dibakukannya. (misalnya Surat al-Khafadh dan al-Khal). Jadi ada naskah-naskah Alquran lain yang beredar sebelum teks bagu Uthman. Dalam naskah-naskah Alquran ini terdapat wahyu tambahan dari Muhammad yang tidak dicantumkan dalam teks baku Uthman, entah karena terhilang atau karena tidak disetujui oleh Uthman.
    JAWAB: Mengenai kesaksian mengenai dua surat yang tercecer di Mushaf Abu Musa, Ibnu Abbas, dan Ubay bin Ka’ab tidak pernah mereka sebut sebagai bagian dari Al Quran, dan tidak ada riwayat yang menyebutkan mereka menganggap itu bagian dari Al Qur’an. Mengenai keberadaan Surat tersebut didalam Mushaf mereka bukan menandakan bahwa hal itu merupakan bagian dari wahyu Allah, berikut terjemahan dari kedua surat tersebut:
    Surat Al Khal
    Allah kami meminta pertolonganmu dan meminta pengampunanmu, dan kami memujimu dan kami bukan termasuk orang yang kafir terhadapmu. Kami berpisah dan meninggalkan orang yang melakukan dosa terhadapmu
    Surat Al-Hadf
    Ya Allah Kami memujimu dan kepadamu kami berdoa dan berserah diri, dan kepadamu kami berlari dan bersegera untuk mengabdi. Kami berharap kepada pengampunanmu dan takut kepada hukumanmu. Hukumanmu akan segera sampai kepada orang-orang kafir.
    Ini adalah terjemahan dari kedua surat yang berada didalam Mushaf sahabat tersebut, yang menarik adalah kedua surat tersebut sama bunyinya dengan bunyi dua doa qunut yang biasa dibaca oleh kaum muslimin yang ada didunia, bahkan rasul sendiri pernah menganjurkan membacanya diakhir sholat witir (Ahmad von Denffer, “Ulum al Qur’an”) , persoalannya apakah segala sesuatu yang tertulis bisa dikatakan bagian dari Al-Qur’an, bukankah Rasul pernah berkata janganlah kalian menulis kecuali Al Quran?
    “Janganlah kalian menulis apa apa dariku, barangsiapa yang menulis dariku selain al-Quran maka hendaklah ia menghapusnya, dan berbicaralah tentang diriku dan itu diperbolehkan, dan barangsiapa dengan sengaja berbohong atas diriku maka bersiap siaplah untuk tinggal diatas neraka” (HR Muslim)
    Betul pesan ini memang disampaikan oleh Rasulullah Saw, akan tetapi bukan berarti hal ini kemudian tersampaikan kepada semua sahabat. Ada saja sahabat yang tidak mengetahui Hadits tersebut dan melakukan kekeliruan, bahkan hal ini mempertegas tindakan Zaid bin Tsabit yang tidak mau menerima catatan yang tidak tertulis langsung dihadapan Rasulullah yang didampingi dua orang saksi. Dia berpikir tidak ada satupun jaminan yang bisa diberikan bahwa sahabat tidak salah dalam prosedural penulisan maupun hapalan suatu ayat tertentu.
    Yang menarik adalah Ubay bin Ka’ab yang dikatakan mempunyai Mushaf yang lain dari Mushaf yang ada sekarang justru adalah orang yang ikut menyusun keberadaan Mushaf Utsmani
    Ata berkata : Ketika Utsman memutuskan untuk menyalin Al Quran kedalam naskah tertulis , ia mengirim mereka kepada Ubay bin Ka’ab. Ubay mendiktekan kepada Zaid yang kemudian menuliskannya, dan bersama mereka Sa’id bin Al ‘Ash, yang meneliti teks (berdasarkan Gramar Arab Quraisy). Teks ini berdasarkan bacaan Ubay dan Zayd (HR. Abu Dawud)
    Utsman memerintahkan Ubay bin Ka’ab untuk mendiktekan, Zayd bin Tsabit untuk menulis, Sa’id bin Al Ash dan Abdurahman bin Al Harith untuk meneliti teks kedalam aturan bahasa Arab (HR. Abu Dawud)
    Hadits ini adalah tamparan yang amat keras bagi orang-orang yang menuduh bahwa Ubay bin Ka’ab memiliki Mushaf yang berbeda dari Mushaf Utsmani, bagaimana mungkin ia bisa melewatkan kedua surat ini kedalam Mushaf Ustmani sedang ia sendiri yang membacakannya didepan Zaid?
    PERKARANYA MENJADI JELAS SEKARANG BAHAWA ADALAH APA YG DIKATAKAN SURAH AL KHAL DAN SURAH AL HADF TERTULIS DI DALAM MUSHAF UBAY BIN KAAB ITU HAKIKATNYA BUKAN AL QURAN TETAPI HANYA DOA BIASA YG KEBETULAN MUNGKIN DITULIS OLEH UBAY DI DALAM MUSHAFNYA YG KEMUDIAN DISANGKA SEBAGAI BEGIAN DARI AL QURAN.BOLEH JADI ORIENTALIS MEMANG MENYEDARI HAL INI TETAPI SENGAJA DISEMBUNYIKAN DENGAN NIAT MENGICUH ORANG LAIN.
    WAHAI ORANG-ORANG KAFIR!HANYA KEBENARAN YG DAPAT MENYELAMATKAN KALIAN.BERTOBATLAH SEBELUM TERLAMBAT.JANGAN MENYIKSA DIRI .SARINGLAH SEMUA BERITA YG SAMPAI KEPADA KALIAN DENGAN BAIK.KERANA TIAP-TIAP DIRI ITU AKAN DIPERTANYAKAN BAGAIMANA DIA MENANGGAPI SUATU KEBENARAN ITU.BERHENTILAH DARI MENSYIRIKKAN ALLAH.UCAPKANLAH TIDAK ADA TUHAN YG BERHAK DISEMBAH MELAINKAN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD ITU ADALAH UTUSAN ALLAH KALIAN PASTI BEROLEH KEJAYAAN.AMIN YA RABBAL ALAMIN.

  116. ilham othmany Says:

    Nabi cabul menulis…
    Tidak Ada Naskah Yang Asli
    Jadi apakah naskah asli Alquran masih ada? Dan kami telah membuktikan bahwa tidak ada satupun naskah asli Alquran yang masih beredar.
    Seperti yang dinyatakan oleh Jeffery sebagai berikut:
    Hal yang pasti bahwa setelah Nabi Muhammad meninggal, tidak ada naskah wahyu yang terkumpul, tersusun, atau terbundel dalam satu kesatuan.
    Tradisi yang paling tua yang bisa ditemukan pada masa-masa Muhammad
    meyakinkan kita bahwa tidak ada satupun naskah utuh Alquran yang diwariskan kepada pengikut-pengikut Nabi. Nabi telah menyatakan pesan pewahyuannya secara lisan. Tidak diketahui manakah di antara pesan-pesan tersebut yang telah dicatat dan yang tidak. Itu semata-mata masalah kebetulan, kecuali memang diketahui adanya pesan-pesan tersebut dicatat pada masa-masa belakangan dari pelayanannya.
    Bagaimana dengan laporan umat Muslim yang menyatakan bahwa Muhammad telah mengumpulkan naskah-naskah Alquran selengkapnya sebelum dia mati?
    Jeffery menjawab sebagai berikut:
    Tidak ada yang bisa dikatakan lain kecuali menyatakan bahwa laporan-laporan tersebut adalah fiktif.
    Caesar farah dalam bukunya mengenai Islam menyatakan:
    Ketika Muhammad meninggal, tidak ada satupun koleksi naskah asli dari teks ayat-ayat suci.
    The Shorter Encyclopedia of Islam berkomentar:
    Hanya satu hal yang pasti dan diakui secara terbuka dalam Tradisi/Hadis, yaitu bahwa tidak terdapat satupun koleksi dari wahyu-wahyu yang sudah berbentuk seutuhnya, sebab selama Muhammad masih hidup, selalu saja ada wahyu-wahyu yang ditambahkan pada wahyu-wahyu terdahulu.
    Menjadi jelas bahwa tulang-tulang, batu-batu, daun-daun palem, kulit pohon, dan lain-lain yang bertuliskan beberapa
    materi yang diucapkan Muhammad setelah dia mengalami keadaan seperti kerasukan itu, baru dikumpulkan setelah kematian Muhammad!.
    Versi naskah-naskah pertama dari Alquran bertentangan satu sama lain. Ada naskah yang kelebihan isi Suratnya (lebih dari 114 Surat), dan ada yang isi Suratnya kurang (kurang dari 114 Surat). Penggunaan kata-kata juga ada yang berbeda di antara versi-versi koleksi yang berbeda. Merupakan suatu kenyataan bahwa tidak ada satupun dari bahan-bahan tersebut yang masih ada sekarang. Mereka telah lama hilang atau rusak.
    Kami pernah menantang seorang pembela Muslim untuk menyebutkan di mana tempat disimpannya naskah asli Alquran, yang katanya tersimpan baik. Ternyata dia hanya mampu mengatakan bahwa dia tidak tahu tempatnya, namun dia yakin pasti bahwa naskah tersebut memang ada karena harus ada. Argumentasi semacam itu lebih jelek daripada tidak beragumentasi sama sekali.-DEMIKIAN NABI CABUL.
    JAWAB:WALAUPUN NASKHAH ASLI TIDAK ADA TETAPI PADA MASA NABI MASIH HIDUP RAMAI SAHABAT YG MENGHAFAZ KESELURUHAN 30 JUZUK AL QURAN SEPERTI SAYIDINA ALI,UBAY BIN KAAB,ABDULLAH BIN ABBAS,ABU HURAIRAH,SAYIDATINA AISYAH DAN BANYAK LAGI.DI DALAM PEPERANGAN RIDDAH JUMLAH PENGHAFAZ AL QURAN YG TERKORBAN SAJA MENCECAH 70 ORANG.SELAIN DARIPADA ITU TULISAN-TULISAN AL QURAN DI ATAS MEDIUM2 TERTENTU TELAH PUN ADA .KEMATIAN PENGHAFAZ ALQURAN INILAH YG MENYEBABKAN PARA SAHABAT BIMBANG AKAN KEHILANGAN ALQURAN JIKA PARA PENGHAFAZ TERUS-TERUSAN TERKORBANDI DLAM PEPERANGAN YG MENYEBABKAN SAYIDINA ABU BAKAR MENGAMBIL LANGKAH MENGHIMPUNNYA DI DALAM SATU MUSHAF SUPAYA AL QURAN TERUS TERPELIHARA DARI KEHILANGAN. Keaslian al-Qur’an di kalangan Muslim adalah suatu kepastian, susunan dan materinya. Selain karena penjagaan Allah, hal ini tidak lepas dari usaha Rasulullah dan para penerusnya hingga saat ini dalam menjaga keaslian al-Qur’an; huruf perhuruf, ayat perayat, hingga surat dan susunannya. Dengan begitu umat Muslim terhindar dari peringatan Allah swt. untuk tidak merubah al-Qur’an sebagaimana yang pernah dilakukan oleh umat sebelumnya
    (Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?] (QS. al-Baqarah: 75).
    Allah Swt. telah menjanjikan suatu penjagaan bagi kitab terakhir yang pernah diturunkan kepada umat manusia ini
    [Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.] (QS. Al-Hijr : 9).
    Dan sekaligus menjadi bukti bahwa Muhammad adalah nabi akhir zaman, sebab ajarannya tetap terpelihara dan tak satupun umatnya berani merubah walaupun satu huruf. Janji Allah tersebut setidaknya terbukti dengan upaya-upaya penjagaan oleh kaum Muslim yang telah berlangsung selama lebih dari 14 Abad. Upaya tersebut dapat disimpulkan dalam dua cara : Penulisan Mushhaf seperti yang sampai kepada kita, dan upaya penghafalan oleh para Qurra’ (pengkaji al-Qur’an) yang tersebar dipenjuru dunia Islam. Dua macam upaya ini sudah berjalan sejak zaman Rasulullah saat wahyu diturunkan.
    Sejarah penulisan dan penjagaan wahyu ini akan kami sajikan secara ringkas berdasarkan hadits dan riwayat sahabat. Riwayat merupakan sumber dalam penulisan sejarah -khususnya tentang masalah ini- yang tidak bisa begitu saja diabaikan, apalagi materi riwayat tersebut tidaklah bertentangan dengan akal sehat, dan diriwayatkan dengan seleksi penerimaan yang sangat ketat. Seleksi yang selain berdasarkan materi juga kejujuran periwayat yang mungkin jarang -nyaris mustahil- kita dapatkan pada masa sekarang. Kita bisa bayangkan ketika perowi yang ditemukan ingin menangkap ayam dengan menggunakan biji sebagai umpan, riwayatnya tidak bisa diterima karena dianggap tidak jujur kepada hewan, apalagi kepada manusia. Suatu seleksi yang sangat ketat hingga hasilnya sangat layak untuk kita jadikan sandaran hukum dan penulisan suatu sejarah seperti bahasan kita kali ini.
    Kalau toh ada yang mengatakan riwayat-riwayat di bawah ini adalah fiksi, kita bisa menilai mana yang lebih akurat apakah perowi yang telah menulis riwayat tersebut beberapa abad yang lalu (dimana lebih dekat dengan kejadian, dan tradisi lesan masih sangat kuat serta seleksi yang sangat ketat) ataukah mereka yang datang setelah beberapa abad kemudian dengan alasan “Ilmiah” tiba-tiba mengatakan riwayat tersebut “fiksi”. Selama materi riwayatnya tidak menyiratkan hal yang di buat-buat kenapa harus ditolak, kecuali jika bertentangan dengan bukti lain yang lebih akurat.
    Penulisan dan Pengajaran AL-Qur’an Pada Masa Rasulullah
    Rasulullah sangat berdisiplin dan hati-hati dalam mengajarkan al-Qur’an kepada para sahabatnya, dimana ayat- ayat yang baru turun harus dihapal oleh para sahabat saat itu juga, mereka tidak diizinkan pergi sebelum hafal seluruhnya, setelah itu mereka sampaikan kepada mereka yang tidak hadir, Ayat yang sudah mereka hafal tersebut kemudian mereka lakukan tadarusan (membaca dan mengkajinya) bersama disalah satu rumah di pojok kota Makkah, demi menghindari ancaman orang-orang Quraisy.
    Pada saat Rasulullah berada di Madinah, 2/3 al-Qur’an sudah diturunkan. Hal ini membuat Rasulullah harus bekerja keras mengajarkan al-Qur’an kepada kaum Anshor yang baru masuk Islam. Begitu besarnya tuntutan tersebut hingga Rasulullah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengajarkan al-Qur’an kepada para sahabat. Maka tidak heran jika ada satu kelompok yang kita kenal sebagai ahlu as-suffah yaitu para sahabat yang menetap/tinggal di masjid untuk belajar al-Qur’an, dan dari antara merekalah muncul nama-nama seperti Ibnu Abbas (Muhajirin), Ubay bin Ka’b (Anshor)…… kelak merekalah yang paling berperan dalam melakukan kodifikasi wahyu. Lain dari pada itu cara pengajaran yang dilakukan oleh Rasulullah sangatlah berdisiplin dimana al-Qur’an diajarkan persepuluh ayat sampai para sahabat hafal dan paham maknanya bahkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, untuk kemudian baru pindah pada sepuluh ayat berikutnya.
    Pada zaman Nabi upaya penulisan sudah mulai dilakukan walaupun dengan media yang sangat sederhana di antaranya batu tulis, tulang-tulang, pelepah pohon. Riwayat dari Imam Al-Bukhori menerangkan sebagaimana berikut:
    Ubaidullah mengatakan kepada kami dari Musa dari Israil dari Abi Ishaq dari al-Barraa’, rnengatakan: Ketika turun (ayat yang artinya:) {Tidaklah sama orang-orang yang berdiam diri dari para mu’min dengan mereka yang berjihad di jalan Allah } Nabi Saw. berkata : panggilkan untukku Zaid dengan membawa batu tulis dan tinta serta tulang, atau tulang dan tinta, kemudian berkata: tulislah {Tidaklah sama orang-orang yang berdiam diri}…..
    Riwayat lain menyebutkan media lain berupa pelepah pohon. Dengan media seperti di atas maka logis sekali jika diriwayatkan bahwa lembaran-lembaran al-Qur’an tersebut memenuhi satu ruang (gudang) ditempat Hafsah, istri Nabi Muhammad Saw.
    Upaya penulisan yang mereka lakukan bahkan terbilang ketat, sebab penulisan selain wahyu oleh para sahabat tidak diperbolehkan oleh Rasulullah Saw. dengan begitu wahyu Allah tidak tercampur oleh perkataan dan perilaku Nabi yang kemudian disebut Hadits. Berikut ini riwayat dari Imam Muslim berkenaan dengan masalah ini:
    Berkata kepada kami Haddaab bin khaalid al-Azdy, berkata kepapa kami Hammaam dari Zaid bin Aslam dari A’athaa’ bin Yasar dari Abi Sa ‘iid al-Khudry, bahwa Rasulullah Saw. bersabda : “Janganlah kalian menulis apa-apa dariku, barang siapa menulis dariku selain al-Qur’an maka hendaklah ia menghapusnya, dan berbicaralah tentang diriku dan itu diperbolehkan, dan barang siapa dengan sengaja berbohong atas diriku maka bersiap-siaplah untuk tinggal di Neraka (HR. Muslim)
    Penulis wahyu yang ditunjuk oleh Rasulullah pada masa itu ada empat orang dari kaum Anshor yaitu : Mu’aadz bin Jabal, Ubay bin Ka’b, Zaid bin Tsaabit dan Abu Zaid, dalam riwayat lain menyebutkan : Abu ad-Darda’, Mu’adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit, dan Abu Zaid. Selain mereka juga ada beberapa sahabat Yang menulis untuk diri mereka sendiri. Penulisan yang dilakukan oleh Aisyah bahkan sudah berbentuk mushhaf (berbentuk seperti buku) sebagaimana tersebut dalam riwayat berikut ini :
    Dan berkata kepada kami Yahya bin Yahya at-Tamiimy ia mengatakan saya belajar dari Malik dari Zaid bin Aslam dari al-Qa ‘qaa’ bin Hakim dari Abi Yunus pembantu ‘Aisyah bahwa ia mengatakarn : Aisyah menyuruhku menulis untuknya mushhaf dan ia mengatakan jika sudah sampai pada ayat ini maka panggil saya [Jagalah oleh kalian sholat¬ sholat (kalian) dan sholat pertengahan] maka ketika sudah sampai pada ayat ini aku memanggilnya dan ia (Aisyah) lantas mengimlakkan kepadaku [Jagalah oleh kalian sholat¬sholat (kalian) dan sholat pertengahan] serta sholat ashar (dan berdirilah di hadapan Allah dengan khusyu’] Aisyah mengatakan saya mendengarnya dari Rasulullah Saw. Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
    Sangat tidak masuk akal jika Dr. Robert Morey menyatakan bahwa tulisan al-Qur’an telah hilang karena yang tertulis di atas tulang telah pudar dan yang ditulis di atas daun telah dimakan oleh binatang, alasan yang kekanak-kanakan.
    Selain adanya upaya penulisan, maka upaya penjagaan melalui hafalan adalah kegiatan yang umum dilakukan oleh para sahabat, di mana para sahabat saat itu akan merasa malu jika tidak hafal al-Qur’an. Sebegitu merebaknya tradisi hafalan tersebut hingga ada riwayat yang mengatakan bahwa dari sekian jumlah penduduk muslim Madinah saat itu hanya 4-6 orang saja yang tidak hafal.
    Tradisi periwayatan lisan (hafalan) dalam budaya Arab sangatlah kental, apalagi pada masa Rasulullah Saw. di mana budaya baca tulis belum meluas -budaya tulis menulis setelah 1,5 abad kemudian-. Begitu kentalnya hingga mereka menemukan metode periwayatan yang ekstra hati-hati. Dalam metode yang mereka pakai dikenal adanya istilah Jarh wa at¬ta ‘diil (kritik dan seleksi atas kredibelitas perowi), sehingga suatu riwayat yang datang dari seorang yang tidak dipercaya tidak akan digunakan. Masing-masing riwayat yang diakui juga memiliki kriteria sendiri berdasarkan keutuhan matan (materi riwayat), sanad (silsilah riwayat sampai ke sumbernya), serta periwayat, baik jumlah maupun kredibelitasnya. Dengan tradisi periwayatan dan hafalan seperti diatas, tentu saja al-Qur’an mendapatkan perlakuan yang paling Istimewa. Apalagi metode pengajaran al-Qur’an yang diterapkan pada masa itu salah satunya adalah metode at-Talaqqy wal `ardl (tatap rnuka langsung antara guru dan murid dengan komunikasi dua arah, dengan system learning and presentation) yang akhirnya menjadi dasar-dasar dalam kodifikasi al-Qur’an, yaitu: “Mengambil materi riwayat yang paling akurat serta cara periwayatan yang paling benar, bukan sekedar yang umum clan sesuai dengan standar bahasa Arab “.
    Riwayat-riwayat berikut ini mungkin akan memperjelas tentang masalah ini :
    Dari ‘Fathimah ra, “Nabi Saw membisikkan kepadaku: ‘Jibril telah mengajariku al-Qur’an setiap tahunnya, dan dia mengajariku tahun ini dua kali, dan aku tidak melihat itu kecuali ajalku telah dekat” (HR. Bukhari) .
    Riwayat di atas menerangkan bahwa al-Qur’an selalu diajarkan oleh Jibril kepada Nabi, sebagai pembawa wahyu, yaitu pada bulan Ramadlan pada setiap tahunnya hingga masa berakhirnya penurunan wahyu kepada Nabi Muhammad Saw. Pada tahun yang terakhir, menjelang wafatnya, Jibril datang dua kali untuk mengajariNya al-Qur’an.
    (Riwayat ini sekaligus menepis anggapan Dr. Robert Morey yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak mengetahui kapan beliau akan wafat.)
    Pandangan pewahyuan melalui Jibril utusan Allah untuk disampaikan kepada Rasulullah -salah satu caranya dengan dibacakan- secara gradual selama 23 tahun lebih dapat diterima akal ketimbang penggambaran satu buku diturunkan dari langit. Pengajaran dengan system at-talaqqy wal `ardli yang dilakukan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad Saw tersebut diteruskan kepada para sahabat seperti yang dituturkan oleh riwayat berikut ini :
    Dan berkata kepada kami Amru an-Naqid, berkata kepada kami Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’ad, berkata kepada kami Ayahku dari Muhammad bin Ishaq ia mengatakan, berkata kepadaku Abdullah bin Abi Bakar bin Muharnmad bin Amru bin Hazm al-anshaary dari Yahya bin ‘Abdullah bin Abdirrahman bin Sa’ad bin Zurarah dari Ummi Hisyam binti Haritsah bin an-Nu’man mengatakan: Tungku api kami dan tungku api Rasulullah adalah satu selama satu atau dua tahun atau lebih, dan saya tidak pernah mengambil (menghafalkan) (surat) Qaaf dari al-Qur’an yang mulia kecuali dari lisan Rasulullah Saw. yang selalu beliau baca pada hari jum’at di atas mimbar ketika berkhutbah dihadapan jama’ah. (HR. Muslim) .
    Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah seringl:ali meminta sahabatnya untuk membacakan al-Qur’an dihadapannya. Diantara para sahabat yang ditunjuk oleh Rasulullah untuk mengajarkan al-Qur’an adalah Abdullah bin Mas’ud, Salim, Mu’adz, serta Ubay bin Ka `b . Memang agak naif jika seseorang mempersoalkan masalah hafalan yang seakan-akan hanya dilakukan oleh satu orang saja, seperti pernyataan Dr. Robert Morey berikut :
    Pengumpulan bahan-bahan al-Qur’an berlangsung beberapa tahun. Banyak masalah muncul karena daya ingat dan hafalan-hafalan seseorang fidak persis sama dengan orang lain. Hal ini merupakan salah safu kelemahan manusia yang tidak dapaf diabaikan.
    Dr. Robert Morey sangat meremehkan kalangannya senditi dengan menganggap mereka tidak bisa membedakan antara manusia sebagai individu clan manusia sebagai umat. Sebagai individu mungkin saja manusia berkurang daya ingatnya, tapi sebagai ummat hafalan bahkan semakin kuat seiring usaha yang mereka lakukan dari generasi ke generasi. Umat adalah komunitas dan bukan satu orang. Usia umat tidak seperti usia satu orang, usia ummat bisa berabad bahkan beribu tahun hingga kemusnahannya. Usia umat Islam sendiri sudah mencapai ±14 abad.
    WAHAI ORANG-ORANG KAFIR !UCAPKANLAH TIDAK ADA TUHAN YG BERHAK DISEMBAH MELAINKAN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD ITU ADALAH UTUSAN ALLAH KALIAN PASTI BERJAYA.JANGAN KALIAN TOLAK PINTU-PINTU KEBENARAN YG TERBUKA LUAS DI HADAPAN KALIAN KERANA KEBENARAN SAJALAH YG DAPAT MENYELAMATKAN.OLEH ITU JANGAN TUKARKAN KEBENARAN ITU DENGAN KEPALSUAN.KALIAN INGATLAH INI WALAU DI MANA KALIAN BERADA.AMIN YA RABBAL ALAMIN.
    BERSAMBUNG…..

    1. Samuel Hadi Says:

      Mas Ilham,
      dari pemaparan anda mengenai sejarah penulisan Qur’an, nyata sekarang dan tak lagi bisa terbantahkan bahwa sebenarnya KISAH AL QUR’AN DITURUNKAN DI GUA HIRA KEPADA MUHAMMAD, KATA-PERKATA, DAN DITULIS OLEH TANGAN ALLAH SENDIRI SEJAK KEKAL DI SURGA – TERNYATA HANYA CERITA ISAPAN JEMPOL BELAKA!
      Kalian orang-orang Muslim selama 1400 tahun telah dibohongi dengan cerita itu…
      Muhammad terbukti meminjam kisah-kisah dari Mishna dan Talmud (kitab suci Yahudi – sebanyak 60 persen), dan Injil (10 persen), dengan merubahnya di sana-sini. Memasukkan setting Tanah Arab ke dalamnya, dengan maksud mengelabui Yahudi dan Kristen.
      Pantas kalian sangat benci dengan Yahudi dan Kristen; sebab hanya kedua agama inilah yang bisa MEMBUKTIKAN KEPALSUAN MUHAMMAD dan ISLAM!

      1. hakkullah Says:

        @Samuel Hadi
        mana buktinya kl dibohongi?, tidak ada yang membuktikan, kl anda mengatakan Rasulullah saw belajar dengan dari mishna, berapa lama nabi belajar?, gak mungkin kl belajar 1 hari bisa menguasai, mana riwayatnya..semua gak ada buktinya yang mengarah Rasulullah belajar dengannya..kamu kale yang dibohongi orientalis barat yang goblok…kl anda asal cerita aj tanpa riwayat yang jelas, semua akan bisa..sekali lagi, anda tidak bisa memberikan bukti apa2, apalagi anda tidak bisa membawa bukti, bahwa alkitab anda adalah asli..terima kasih

  117. Adeng Hudaya Says:

    Sina (2008, p. iv, 260) memberikan komentar, ”Islam seumpama sebuah rumah kartu, dipelihara oleh kebohongan-kebohongan. Yang diperlukan adalah menghancurkannya dengan memberikan tantangan kepada salah satu dari kebohongan-kebohongan yang membuatnya tetap berdiri seperti sekarang. Islam adalah sebuah bangunan yang tinggi, didirikan di atas pasir; satu kali saja anda mengekspos pondasinya, maka pasir itu akan tergerus dan gedung besar ini akan jatuh karena berat yang ditanggungnya” dan lagi ”Islam berdiri di atas tanah yang rapuh. Ia hanya berisi kebohongan. Kita hanya perlu mengekspos kebohongan-kebohongan dan bangunan raksasa dari teror dan penipuan ini untuk meruntuhkannya.”


  118. APA YANG QURAN INSTRUKSIKAN MUSLIM LAKUKAN TERHADAP NON-MUSLIM?

    Oleh: Rick Mathes (Tokoh Prison Ministry di USA)

    Agama kaum Muslim (Islam) adalah agama dengan pertumbuhan tercepat per-kapita di Amerika Serikat, khususnya di tengah-tengah ras minoritas!

    Bulan lalu saya menghadiri sesi training tahunan yang bertujuan untuk memperbaiki izin keamanan di penjara yang terdapat di negara bagian saya.

    Selama sesi pelatihan itu, ada sebuah presentasi dari tiga pembicara yang mewakili Roma Katolik, Protestan dan Muslim, yang mana ketiga pembicara itu menjelaskan masing-masing keyakinan mereka.

    Saya secara khusus tertarik dengan apa yang harus dikatakan oleh Islam. Pembicara muslim memberikan sebuah presentasi yang sangat baik mengenai dasar-dasar Islam, lengkap dengan sebuah video. Setelah presentasi itu, disediakan waktu untuk tanya-jawab.

    Saat tiba giliran saya, saya menujukan pertanyaan saya kepada pembicara Muslim dan bertanya: “Silahkan mengoreksi saya jika saya salah, tetapi saya mengerti bahwa kebanyakan imam dan para ulama Islam telah mendeklarasikan sebuah perang suci (jihad) terhadap orang-orang kafir dalam dunia ini dan, bahwa dengan membunuh seorang kafir, (yang merupakan sebuah perintah kepada semua Muslim), maka mereka akan mendapatkan jaminan memperoleh sebuah tempat di surga. Jika hal ini benar demikian, bisakah anda memberikan kepada saya definisi siapakah sebenarnya yang dimaksudkan sebagai orang kafir di sini?”

    Tak ada yang tidak setuju dengan pernyataan saya dan, tanpa ragu-ragu, ia menjawab, “Orang yang tidak beriman!”

    Kemudian saya menanggapi,”Jika demikian, saya bisa katakan lewat pernyataan anda bahwa, semua pengikut Allah telah diperintahkan untuk membunuh setiap orang yang bukan dari iman anda supaya mereka bisa memperoleh sebuah tempat di surga, benarkah demikian?”

    Ekspresi di wajahnya berubah dari seorang yang sebelumnya begitu percaya diri menjadi seperti seorang anak kecil yang baru saja ketangkap basah tengah memasukkan tangannya ke toples kue.
    Ia dengan malu-malu menjawab, “Ya”

    Kemudian saya mengatakan,”Maaf pak, saya punya masalah serius di sini mencoba untuk membayangkan Paus Yohanes Paulus memerintahkan semua orang Katolik untuk membunuh semua orang Muslim atau Dr. Stanley memerintahkan semua Protestan untuk melakukan yang sama dengan tujuan untuk menjamin sebuah tempat bagi mereka di surga!”
    Pembicara Muslim itu tak tahu lagi harus mengatakan apa.

    Saya melanjutkan,”Saya juga punya masalah untuk menjadikanmu sebagai teman ketika kamu dan saudara-saudaramu sesama ulama mengajarkan pada para pengikutmu untuk membunuhku! Sekarang saya ingin bertanya kepadamu: Kamu lebih suka kepada Allah yang memerintahkanmu untuk membunuhku supaya engkau bisa pergi ke surga, atau kepada Yesusku yang memerintahkanku untuk mengasihimu karena dengan demikian aku akan pergi ke Surga, dan Ia juga ingin engkau ada di sana dengan aku?”

    Anda akan bisa mendengar sebuah peniti jatuh ke lantai saat menyaksikan Imam itu menutupi wajahnya karena malu.

    Sayangnya, pihak yang mengorganisir atau mempromosikan seminar pelatihan “Diversifikasi” itu tidak suka dengan cara saya dalam mengekspos kebenaran mengenai iman Muslim kepada imam Islam itu.
    Menurut saya setiap orang di Amerika Serikat perlu diwajibkan untuk membaca artikel ini, tetapi dengan ACLU, rasanya mustahil hal ini bisa dipublikasikan secara luas, kecuali setiap kita mengirimkannya! Inikah kesempatan anda untuk melakukan sebuah perubahan…

  119. Nabi Cabul Says:

    Abram yang Menjadi Abraham
    Kisah tentang Abraham ditulis di dalam Taurat. Dimulai dengan Kitab Kejadian pasal 11, yang membahas tentang keturunan Sem, anak Nuh. Abraham adalah salah satu keturunan Sem. Di pasal 12, Tuhan memerintahkan Abram untuk meninggalkan Haran. Alkitab katakan: “Lalu pergilah Abram (yang kemudian namanya diubah oleh Tuhan menjadi Abraham dan istrinya Sarai menjadi Sara) seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.”
    *[Dari Haran mereka masuk ketanah Kanaan, dekat Sikhem, dimana Tuhan berbicara dengan menampakkan diriNya kepada Abram. Maka Abram mendirikan Mezbah disitu. Lalu Abraham berpindah ke dekat Betel dimana ia mendirikan pula mezbah bagi Yahweh, dan kelak di Hebron mendirikan mezbah bagi keluarga dan keturunannya. Jadi tampak jelas bahwa di tempat-tempat tertentu dimana Abraham menetap, ia tidak lupa untuk mendirikan Mezbah untuk menyembah Tuhannya. Mezbah pertama mustahil didirikan puluhan tahun kemudian di Mekah seperti yang didongengkan Islam. Bahkan menurut Islam sendiri, Tuhan Elohim tidak pernah muncul dan menampakkan diriNya di Mekah kepada nabi manapun, termasuk Muhammad!]
    Abraham membawa Sarai, isterinya, bersamanya. Kedua laki-laki itu, Abraham dan Lot, adalah orang yang sangat makmur, masing-masing memiliki sejumlah besar binatang ternak gembalaan dan domba. Setelah mereka tiba di tanah Kanaan, kelaparan melanda negeri itu. “Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abraham ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.”
    Abraham lalu kembali ke Palestina, di mana Tuhan berkata kepadanya: “Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.” Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.” .
    Abraham tinggal menetap di Hebron, yang sekarang dikenal dengan Al-Khalil (artinya, sahabat Tuhan, dinamakan menurut nama Abraham), di mana mezbah dan makamnya masih tetap ada.
    *[Itulah mezbah utama Nabi Abraham dan keluarganya, dan lucu kalau diklaim tanpa bukti, dialih-paksakan Islam ke Mekah, dimana Ka’bah dianggap sebagai Baitullah pertama yang dibangun di dunia oleh Ibrahim dan Ismail:
    “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) ialah Baitullah di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” Agaknya Muhammad ingin mengatakan bahwa Abraham tidak beribadah dengan mezbah selama puluhan tahun menetap di Kanaan? Sungguh penghinaan terhadap Abraham!]

    Abraham memiliki hubungan yang sangat erat dengan Tuhan, dan mereka berdua kerap mengadakan percakapan yang bersahabat. Suatu ketika, Abram berkata kepada Tuhan: “Ya Tuhan, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu…. Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.””
    Hal ini dikarenakan istrinya, Sara, mandul dan tidak dapat melahirkan anak. Sebagai gantinya, Sara meminta Abraham untuk mengambil Hagar, budak yang diberikan kepada Sara oleh Firaun ketika ia masih di Mesir, supaya Hagar menjadi isteri, agar dapat memberikan Abraham keturunan. “Jadi…Abraham menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu. Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku…. Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.””
    Akibatnya, Sarai memperlakukan Hagar dengan sangat buruk, sehingga ia melarikan diri. ”Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.”” Tetapi, malaikat Tuhan memerintahkan untuk kembali, di mana ia kemudian melahirkan anaknya, dan memberinya nama Ismael.
    *[Apa yang Anda tampak disini? Baik Sara, maupun Abraham, dan Malaikat TUHAN tetap menyebut Hagar sebagai hamba Sarai, sekalipun Hagar sudah diperistri oleh Abraham! Artinya Hagar dan keturunannya cuma mendapatkan hadiah, tetapi tidak menjadi ahli waris dari kekayaan – apalagi kenabian – Abraham! Ia malahan dipersalahkan lebih jauh karena mudah menjadi sombong dan telah melawan dengan memandang rendah nyonyanya sendiri, sifat yang kelak diturunkan pula kepada Ismael. (Kej.16:12)]

    Kurang lebih tiga belas tahun kemudian, ketika Abraham berusia 99 tahun, malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan menjanjikan kelahiran anaknya dari Sara yang saat itu berusia 90 tahun. Di samping itu, dalam Kejadian 17 tersebut, Tuhan:
     Menjanjikan anak laki-laki Abraham akan lahir setahun kemudian.
     Mengubah nama Abram menjadi Abraham.
     Mengubah nama istrinya dari Sarai menjadi Sara.
    Cerita ini berlanjut:
    “Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
    Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu.”

    Abraham menunjukkan kekesalannya atas permintaan Sara mengenai Hagar, namun Tuhan menampakkan diri dan menyuruhnya untuk mendengarkan Sara.
    *[Abraham yang teruji itu tentu taat sepenuhnya kepada Tuhan, maka iapun menyuruh (baca: mengusir menuruti Sara) hamba perempuan itu persis seperti apa yang perintahkan Tuhan kepadanya. Namun Muhammad dengan Jibrilnya yang tak teruji itulah yang membelotinya menjadi Abraham yang ikut mengantar Hagar dan Ismael sampai ke Mekah. Suatu penyelewengan kisah yang tak masuk ke akal, mengingat Sara dan Ishak pasti tak mungkin ditinggalkan Abraham demi melayani Hagar yang hamba yang diusir itu, karena sempat berdosa terhadap nyonyanya (sombong dan memandang enteng Sara yang tadinya mandul.)]

    “Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang di kirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir (seorang wanita dari tanah kelahiran Hagar).”

    *[Abraham tak bisa lain kecuali menyiapkan bekal berupa roti dengan sekirbat air kepada Hagar dan Ismael. Itu berarti bahwa bekal ini hanya mampu bertahan sebatas perjalanan yang sangat pendek (hingga Bersyeba), tidak mungkin sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun hingga ke Mekah. Sebagai makhluk yang dihargai dan dikasihi, Tuhan menciptakan bagi mereka sebuah sumur disitu – tentu bukan sumur ZamZam di Mekah seperti yang didongengkan sesukanya – sehingga kehidupannya dapat berkelanjutan sebagai bangsa yang besar seperti yang dijanjikan Tuhan. Ismael bersama ibunya yang orang Mesir itu menetap seterusnya di padang gurun Paran sebagai orang Mesir dan menikah dengan wanita Mesir.]

    Ketika Ishak berusia kurang lebih empat belas tahun, Tuhan memerintahkan Abraham untuk membawa Ishak ke Gunung Moria, di mana ia harus mempersembahkan anaknya yang tercinta sebagai korban kepada Tuhan. Abraham mematuhinya, karena itu adalah perintah langsung dari Tuhan dengan berfirman, jelas dan spesifik, yaitu ISHAK (bukan mimpi atau tafsiran mimpi seperti yang didongengkan Quran, yang tidak berani menyebutkan nama si anak yang diminta oleh Tuhan untuk dikurbankan bagiNya!).
    *[Ternyata perintah Tuhan untuk pembunuhan sang anak yang tadinya terasa sangat aneh dan kejam itu bukanlah sekedar ujian Tuhan semata untuk iman Abraham, (Allah sudah lebih tahu) melainkan justru untuk mengilustrasikan betapa Ishak (yang menyimbolkan anak manusia yang harus dihukum mati karena dosa-dosa yang dibuat manusia) ditebus oleh Anak-Domba (yang melambangkan kurban penebusan Yesus di atas kayu salib kelak, seperti yang sudah diterangkan di depan.)]

    Alkitab berkata: “Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

    Ketika Abraham meninggal, ia berusia 175 tahun. “Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre.” Dua hal yang penting di sini:

     Abraham meninggalkan seluruh kehidupannya di Palestina setelah meninggalkan Haran, kecuali sebuah kunjungan singkat di Mesir.
     Ia tidak pernah mengunjungi Semenanjung Arab. Ismael juga tidak pernah tinggal di Mekah di Semenanjung Arab, tetapi tinggal di dekat ayahnya, yang memungkinkan dia bisa hadir pada saat pemakaman ayahnya.
    Jadi, mari kita cari tahu kebenarannya: Apakah Al-Qur’an menceritakan kisah ulang yang asli tentang Abraham sebagaimana yang telah ditulis dalam Alkitab, ataukah ia membajak ceritanya dengan sensoran, imbuhan, dan plintiran yang menjadikannya malah kabur dan tak masuk nalar??

    Perhatikan dua jenis perintah aneh dalam Al-Quran seperti dibawah ini.
    Yang satu perintah Allah kepada Abraham dan Ismael untuk membersihkan Ka’abah: “Dan ingatlah ketika kami menjadikan rumah itu tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian makam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang itikaf, yang rukuk dan yang sujud (berdoa).” Kapankan upacara ibadah demikian pernah dikenal pada masa Abraham atau para nabi keturunannya? Tidak ada existensinya dalam jejak sejarah, inskripsi dan ilmu!

    Yang ke dua, perintah dari Abraham kepada anak-anaknya yang hidup lebih dari dua ribu tahun sebelum Islam itu sendiri muncul (¡): “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub, “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.”
    Bagaimana mungkin pernyataan sedemikian konyol, dapat dipercaya sebagai wahyu, sebab Yakub (yang dinamai Israel) dan seluruh keturunannya adalah orang-orang Yahudi totok, dan mereka hidup ribuan tahun sebagai bangsa Israel sebelum Islam datang dan memusuhi mereka? Setting Israel hendak ditelan oleh dongeng apaan dari Qur’an ini?!

    Mengenai kisah Zamzam, Al-Qur’an mengatakan Allah memerintahkan agar As-Shafa dan Marwah dijadikan bagian dari ritual naik haji. Kisah ini dikatakan ketika Abraham bertega hati meninggalkan bayi Ismael dan ibunya, Hagar, di tengah-tengah gurun, dimana Ismael kehausan dan hampir mati. Hagar berjalan ke arah selatan dan utara sebanyak tujuh kali lalu kembali ke anaknya, dan menemukan ada air memancar keluar dari bawah kakinya. Umat Islam menyebutnya dengan air Zamzam.
    Maka Muhammad pun membuat tujuh perjalanan Hagar mencari air sebagai bagian dari ritual umat Islam yang naik haji, seperti yang dikatakan dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar (ritual) Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke baitullah (Ka’abah di Mekah) atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan Sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

    Memindahkan setting Israel ke Arab tentu kurang memuaskan bila tidak menafikan “keyahudian” Abraham itu sendiri. Maka dikatakanlah bahwa Abraham itu bukan seorang Yahudi bukan pula seorang Nasrani, tetapi seorang Muslim yang sangat taat (Surat 3:67). Kita layak bertanya, apakah “Islam” yang disebutkan di dalam Al-Qur’an ini memakai retorika pidato ataukah berdasarkan arti yang sebenarnya sebagai wahyu, bahwa ia adalah seorang Muslim, ribuan tahun sebelum Islam itu sendiri muncul?
    *[Bagaimana mungkin Muslim mempraktekkan standar ganda mengatakan Abraham – bapak Ishak dan Yakub (Israel) dari keturunan Yahudi – bukan sebagai kepala suku bangsa Yahudi, sementara Ismael yang berdarah Mesir dan kawin dengan istri Mesir, itu disebut sebagai kepala suku bangsa Arab? Kitab Taurat dan seluruh Alkitab menyebutkan Tuhan Elohim itu sebagai Tuhannya Abraham, Ishak, dan Yakub. Tak ada disangkutkan dalam kesejajaran dengan Ismael.
    Kisah keseluruhan Abraham ini tersebar di dalam Al-Qur’an, dalam lebih dari delapan puluh ayat, yang kemudian dikumpulkan dan dirangkaikan oleh Al-Hamid Al-Sahhar menjadi sebuah kisah yang sebagiannya disangkutkan kepada “fakta” yang seharusnya dibuktikan (namun sudah dianggap fakta), dan sebagian lainnya diusahakan untuk dicocok-cocokkan ke akal. Namun menyisakan begitu banyak antagonisme dan pendongengan yang tidak satupun tercarikan jejaknya dimasa silam. Misalnya Hagar dikisahkan sebagai seorang yang berpendidikan, ex-istri dari Raja Mesir Selatan. Raja ini ditaklukkan oleh Firaun, lalu mengambil Hagar sebagai tawanan budak, yang nantinya dihadiahkan kepada Sara.]

    Lebih jauh lagi, Al-Qur’an mengatakan bahwa Al-Qur’an hanya mendongengkan bahwa Abraham bermimpi, lalu merasa harus mempersembahkan seorang anak sebagai kurban. (tanpa disebut namanya, padahal itu hendak dijadikan dasar untuk mengkoreksi Alkitab). Tetapi Alkitab, sebagai sumber cerita yang sebenarnya, meyakinkan kita semua bahwa Tuhan berbicara dengan Abraham dan meminta Ishak secara spesifik untuk dipersembahkan, di atas bukit Moria, sebelah utara Hebron, bukan jauh di padang gurun Arab entah dimana.
    —–

    Akhir kata, sebagai seorang Muslim, mereka telah diajarkan oleh Al- Qur’an bahwa Alkitab adalah firman Tuhan yang sempurna, sekalipun para Ahli Kitabnya banyak yang korup. Oleh karena itu, selayaknyalah kita harus mempercayai apa yang dikatakan Alkitab. Jika kita katakan Alkitab telah diubah ke-aslian-nya, pertanyaannya adalah, “Mengapa?” dan “Untuk kepentingan siapa?” [Dan bagaimana hal itu dapat dilakukan mengingat begitu sakral-nya setiap ayat itu dipelihara, baik oleh kubu Yahudi, maupun oleh Nasrani, yang saling bersaing dikala itu.] Semua bukti justru menunjukkan hal yang sebaliknya, yaitu bahwa Alkitab tidak pernah berubah, melainkan dibenarkan. Bahkan, cukuplah bagi kita untuk memperoleh kesaksian dari Al-Qur’an yang meyakinkan bahwa Alkitab adalah sempurna, dengan menyatakan Tuhan telah menurunkan Peringatan (Alkitab) dan bahwa Allah memeliharanya.
    Jika kita menerima bahwa Alkitab adalah benar, maka kebanyakan cerita dalam Al-Qur’an telah merubahnya. Jika kita percaya bahwa Alkitab adalah benar dan Al-Qur’an juga benar, maka kita akan memiliki dua “Tuhan”, satu Tuhan di dalam Alkitab dan satu lagi Tuhan yang menurunkan cerita yang berbeda di dalam Al-Qur’an. Tetapi tidak mungkin, Alkitab dan Al-Qur’an memiliki kesamaan dalam hal ini, karena hanya ada satu Tuhan, bukan dua. Jadi sudah jelas, kitab mana yang benar dan berotoritas.

  120. ilham othmany Says:

    NABI CABUL MENULIS…..
    Teks-Teks Uthman
    [ Dalam usahanya untuk ‘menyatukan’ isi dan bentuk Quran menjadi Mushaf Uthman yang standard, patut disesalkan tindakan Khalif Uthman yang mendekritkan pemusnahan semua himpunan (atau bahkan bagian) dari naskah-naskah lain yang telah ada sebelumnya yang merupakan naskah-naskah Quran yang paling primer: “Uthman mengirim kepada setiap provinsi satu kitab yang telah mereka salin, dan memerintah agar semua naskah-naskah Alquran yang lain, apakah dalam bentuk yang terbagi-bagi, atau yang lengkap, harus dibakar”. (HSB, VI/479)].
    Mengenai usaha pembakuan Alquran yang dilakukan oleh Khalif Uthman, pertanyaan sejarah berikut ini patut diajukan:
    1. Mengapa Uthman harus membakukan suatu teks lain jikalau sebelumnya memang sudah pernah ada teks yang baku?
    2. Kalau memang tidak ada naskah-naskah yang saling bertentangan, mengapa Uthman mencoba menghancurkan semua naskah-naskah lain yang sudah ada? [Atas wewenang siapa Uthman memusnahkan naskah Quran koleksi sahabat-sahabat Muhammad yang lain, yang sebelumnya justru tidak pernah dipersoalkan oleh Muhammad? Yang “kesalahan teksnya” juga tidak pernah dituduhkan oleh uthman sendiri?]
    3. Mengapa Uthman harus menggunakan ancaman hukuman mati untuk memaksa orang-orang menerima teks Alquran yang telah dia bakukan kalau setiap orang sebelumnya telah memiliki teks yang sama?
    4. Mengapa banyak orang tetap menolak menggunakan teks yang dia bakukan dan tetap mempertahankan teks-teks yang telah mereka miliki sebelumnya? [ Lebih jauh lagi bisa diajukan: siapakah diantara para ahli yang sanggup membuktikan bahwa koleksi naskah dari sahabat-sahabat Nabi yang lain (seperti Ibnu Mas’ud, ubai dan lain-lain) adalah salah atau kalah mutu/keasliannya ketimbang yang dipilih Uthman? Bukankah Muhammad sendiri yang menjagokan 4 orang saja (Ibnu mas’ud dan Ubai, Salim dan IbnuJabal) sebagai tempat belajar mengaji Quran? Baca Hadis V/96,97].
    Empat pertanyaan tersebut menimbulkan adanya keadaan yang membingungkan dan kontradiktif mengenai teks-teks Alquran pada masa Uthman.
    Kenyataan bahwa dia memerintahkan penghancuran semua salinan Alquran yang ada sebelumnya menunjukkan bahwa dia takut kalau-kalau salinan-salinan tersebut akan memperlihakan bahwa teks yang dibakukannya itu mengandung ketidaksempurnaan baik karena ada tambahan atau pengurangan dari apa yang sesungguhnya diucapkan oleh Muhammad.
    Sungguh bersyukur, bahwa beberapa dari naskah-naskah yang lebih tua tersebut masih dapat diselamatkan dan ditemukan kembali oleh ilmuwan-ilmuwan seperti Arthur Jeffery.
    Ilmuwan-ilmuwan Barat telah menunjukkan dengan penuh kepastian bahwa teks yang dibakukan Uthman tidak mengandung semua isi Alquran yang diterima Muhammad! Juga tidak mengandung kata-kata yang seluruhnya sesuai dengan Alquran yang diterima Muhammd.

    JAWAB :YANG INI KITA BIARKAN SIR WILLIAM MUIR AJA YG MENJAWABNYA
    Ketika berbicara tentang Qur’an, Sir William Muir menulis seperti berikut.
    Wahyu Ilahi itu adalah dasar rukun Islam. Membaca beberapa ayat merupakan bahagian pokok dari sembahyang sehari-hari yang bersifat umum atau khusus. Melakukan pembacaan ini adalah wajib dan sunnah, yang dalam erti agama adalah perbuatan baik yang akan mendapat pahala bagi yang melakukannya. Inilah sunnah pertama yang sudah merupakan konsensi. Dan itu pula yang telah diberitakan oleh wahyu. Oleh karena itu penghafal al-Qur’an di kalangan Muslimin yang mula-mula itu banyak sekali, kalau bukan semuanya. Ada di antara mereka pada awal masa kekuasaan Islam itu dapat membaca sampai pada ciri-cirinya yang khas. Tradisi Arab telah membantu pula mempermudahkan pekerjaan ini. Kecintaan mereka luar biasa besarnya. Oleh karena untuk memburu segala yang datang dari para penyairnya tidak mudah dicapai, maka seperti dalam mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan nasab keturunan dan kabilah-kabilah mereka, sudah biasa pula mereka mencatat sajak-sajak itu dalam lembaran hati mereka sendiri. Oleh karena itu daya ingat (memori) mereka tumbuh dengan subur. Kemudian pada masa itu mereka menerima al-Qur’an dengan persiapan dan dengan jiwa yang hidup. Begitu kuatnya daya ingat sahabat-sahabat Nabi, disertai pula dengan kemahuan yang luar biasa hendak menghafal al-Qur’an, sehingga mereka, bersama-sama dengan Nabi dapat mengulang kembali dengan ketelitian yang meyakinkan sekali segala yang diketahui daripada Nabi sehingga waktu mereka membacanya itu.
    Sebab al-Qur’an Ditulis Semula
    Semasa Sayyidina Uthman bin Affan menjadi Khalifah pengaruh Islam telah berkembang luas. Islam telah sampai ke Afrika Utara di barat dan hingga ke Azarbaijan di timur. Ini bermakna telah begitu ramai orang yang bukan Arab memeluk Islam. Keadaan ini memerlukan ramai guru yang boleh membaca al-Qur’an dan memahami Islam dengan baik untuk mengajar orang yang baru memeluk Islam. Beberapa orang sahabat telah dihantar ke tempat-tempat tertentu untuk mengajar al-Qur’an.
    Masing-masing tempat membaca al-Qur’an mengikut bacaan sahabat yang mengajar mereka. Dengan ini timbul sedikit perbezaan dari segi bacaan dan sebutan huruf al-Qur’an di antara tempat-tempat tersebut. Di Sham contohnya, mereka membaca mengikut bacaan Abdullah bin Mas’ud. Di tempat lain pula membaca mengikut bacaan Abu Musa al-‘Asya’ariy.
    Keadaan ini hampir-hampir menyebabkan berlaku permusuhan dan persengketaan di antara saudara-saudara baru Islam. Masing-masing mengatakan bacaannya yang betul menyalahkan orang lain. Seorang sahabat bernama Huzaifah bin al-Yaman yang bersama-sama dengan orang Sham dan Iraq dalam peperangan di Armenia dan Azarbaijan melihat sendiri keadaan itu. Sekembalinya ke Madinah, beliau terus pergi berjumpa Khalifah Uthman bin Affan dan menceritakan hal tersebut.
    Beliau mencadangkan supaya khalifah menulis semula al-Qur’an dalam beberapa naskah untuk dihantar ke bandar-bandar besar supaya semua orang Islam dapat membaca al-Quran dengan satu cara yang sama. Khalifah bersetuju dengan cara itu dan seterusnya menubuhkan panitia untuk menulis al-Qur’an. Al-Qur’an yang ditulis semula inilah yang dinamakan Mushaf Uthmaniy.
    Dalam bahasa yang mudah, sebab al-Qur’an ditulis semula ialah untuk menyelamatkan umat Islam dan juga al-Qur’an itu sendiri. Selain itu bertujuan agar semua orang Islam membaca al-Quran dengan satu cara bacaan sahaja, melainkan bagi orang-orang yang belajar membaca al-Qur’an dengan Tujuh Huruf, maka mereka boleh membacanya dengan berbagai-bagai Qira’at dengan syarat-syarat dan kaedah-kaedah tertentu.
    Persatuan Islam Zaman Uthman
    Maka yang sampai kepada kita adalah sekarang adalah Mushaf Uthman. Begitu cermat penjagaan al-Qur’an itu, sehingga hampir tidak kita dapati – bahkan memang tidak kita dapati – perbezaan apapun daripada naskah-naskah yang tidak terhitung banyaknya, yang tersebar ke seluruh pelusuk dunia Islam yang luas ini. Sekalipun akibat terbunuhnya Uthman sendiri – seperempat abad kemudian sesudah Muhammad wafat – telah menimbulkan adanya kelompok-kelompok yang marah dan memberontak sehingga dapat menggoncangkan kesatuan dunia Islam – dan memang demikian adanya – namun al-Qur’an yang satu, itu juga yang selalu tetap menjadi al-Qur’an bagi semuanya.
    Demikianlah, Islam yang hanya mengenal satu kitab itu ialah bukti yang nyata sekali, bahwa apa yang ada di depan kita sekarang ini tidak lain adalah teks yang telah dihimpun atas perintah dan usaha murni Sayyidina ‘Uthman bin Affan.
    Di seluruh dunia ini tiada sebuah kitab pun selain al-Qur’an yang berbelas-belas abad lamanya tetap lengkap dengan teks yang begitu murni dan rapi. Adanya cara membaca yang berbeza-beza itu sedikit sekali sampai menimbulkan kehairanan. Perbezaan ini kebanyakannya terbatas hanya pada cara penyebutan huruf hidup saja atau pada tempat-tempat tanda berhenti, yang sebenarnya timbul hanya belakangan saja dalam sejarah, yang tidak ada hubungannya dengan Mushaf Uthman. Sekarang, sesudah ternyata bahwa al-Qur’an yang kita baca ialah teks Mushaf Uthman yang tidak berubah-ubah.
    Perbincangan berikutnya, adakah teks ini yang memang persis bentuknya seperti yang dihimpun oleh Zaid sesudah adanya persetujuan menghilangkan segi perbezaan dalam cara membaca yang hanya sedikit sekali jumlahnya dan tidak pula penting itu? Segala pembuktian yang ada pada kita amat meyakinkan, bahawa memang demikian. Tidak ada dalam berita-berita lama atau yang patut dipercaya yang melemparkan kesangsian terhadap Uthman sedikitpun, bahwa dia bermaksud mengubah al-Qur’an demi kepentingannya.
    Memang benar, bahawa Syi’ah kemudian menuduh bahawa Uthman mengabaikan beberapa ayat yang mengagungkan Ali. Akan tetapi dugaan ini tidak dapat diterima oleh akal kita sama sekali. Ketika Mushaf ini diakui, antara pihak Umawiy dengan pihak Alawiy (golongan Mu’awiyah dan golongan Ali) belum terjadi sesuatu perselisihan faham. Bahkan persatuan Islam masa itu benar-benar kuat tanpa ada sebarang pengancaman bahaya. Di samping itu juga, Ali belum melukiskan tuntutannya dalam bentuknya yang lengkap. Jadi tiadalah maksud-maksud tertentu yang akan mendorong Uthman melakukan pelanggaran yang sangat dibenci oleh umat Islam itu. Orang-orang yang benar-benar memahami dan hafal al-Qur’an seperti yang mereka dengar sendiri waktu Nabi membacanya, mereka masih hidup tatkala Uthman mengumpulkan mushaf itu.
    Andai kata ayat-ayat yang mengagungkan Ali itu sudah ada, tentu terdapat juga teksnya di tangan pengikut-pengikutnya yang banyak itu. Dua alasan ini saja sudah cukup untuk menyokong usaha menghilangkan ayat-ayat itu. Lagi pula, pengikut-pengikut Ali sudah berdiri sendiri sesudah Uthman wafat, lalu mereka mengangkat Ali sebagai pengganti. Dapatkah diterima akal — pada waktu mereka sudah memegang kekuasaan — bahawa mereka akan menerima al-Qur’an yang sudah terpotong-potong, dan terpotong yang disengaja pula untuk menghilangkan tujuan pemimpin mereka?! Sungguhpun begitu, mereka tetap membaca al-Qur’an yang juga dibaca oleh lawan-lawan mereka. Tiada bayangan sedikit pun bahawa mereka akan menentangnya. Bahkan Ali sendiri telah memerintahkan supaya menyebarkan naskah itu sebanyak-banyaknya. Malah ada diberitakan, bahawa ada beberapa di antaranya yang ditulis dengan tangannya sendiri.
    Memang benar bahawa para pemberontak itu telah membuat pangkal pemberontakan mereka karena ‘Uthman telah mengumpulkan al-Qur’an lalu memerintahkan supaya semua naskah dimusnahkan selain Mushaf Uthman. Jadi tentangan mereka ditujukan kepada langkah-langkah ‘Uthman dalam hal itu saja, yang menurut anggapan mereka tidak boleh dilakukan. Tetapi sebaliknya, tidak seorang yang menunjukkan adanya usaha mengubah atau menukar isi al-Qur’an. Tuduhan demikian pada waktu itu adalah suatu usaha untuk merosakkan secara terang-terangan. Hanya kemudian golongan Syi’ah saja yang mengatakan itu untuk kepentingan mereka sendiri.
    Sekarang kita dapat mengambil kesimpulan dengan yakin dan tegas, bahawa Mushaf Uthman itu tetap dalam bentuknya yang persis seperti yang dihimpun oleh Zaid bin Thabit, dengan lebih disesuaikan bahan-bahannya yang sudah ada lebih dulu dengan dialek Quraisy. Kemudian menyisihkan bacaan-bacaan selebihnya yang pada waktu itu terpancar-pancar di seluruh daerah itu.
    Mushaf Uthman Cermat Dan Lengkap
    Sungguhpun begitu, masih ada suatu persoalan penting iaitu adakah yang dikumpulkan oleh Zaid itu merupakan bentuk yang sebenarnya dan lengkap seperti yang diwahyukan kepada Muhammad?
    Pertimbangan-pertimbangan di bawah ini cukup memberikan keyakinan, bahwa itu adalah susunan sebenarnya yang telah selengkapnya dicapai waktu itu.
    Pertama: Pengumpulan pertama selesai di bawah pengawasan Abu Bakar al-Siddiq. Sedangkan Abu Bakar seorang sahabat yang jujur dan setia kepada Muhammad. Dia juga adalah orang yang sepenuhnya beriman pada kesucian sumber al-Qur’an; orang yang hubungannya begitu erat sekali dengan Nabi selama 20 tahun terakhir dalam hayatnya, serta kelakuannya dalam khilafah dengan cara yang begitu sederhana, bijaksana dan bersih dari gejala buruk. Ia beriman bahawa apa yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w itu adalah wahyu dari Allah, sehingga tujuan utamanya ialah memelihara pengumpulan wahyu itu semua dalam keadaan murni sepenuhnya.
    Pernyataan semacam ini berlaku juga terhadap Umar yang sudah menyelesaikan pengumpulan itu pada masa khilafahnya. Pernyataan semacam ini juga yang berlaku terhadap semua kaum Muslimin waktu itu, tidak ada perbezaan antara para penulis yang membantu melakukan pengumpulan itu, dengan seorang mu’min biasa yang miskin, yang memiliki wahyu tertulis di atas tulang-tulang atau daun-daunan, lalu membawanya semua kepada Zaid. Semangat mereka semua sama, ingin memperlihatkan kalimat-kalimat dan kata-kata seperti yang dibacakan oleh Nabi, bahawa itu adalah risalah dari Tuhan. Keinginan mereka hendak memelihara kemurnian itu sudah menjadi perasaan semua orang, sebab tiada sesuatu yang lebih dalam tertanam dalam jiwa mereka seperti rasa kudus yang agung itu, yang sudah mereka percayai sepenuhnya sebagai firman Allah.
    Dalam al-Qur’an terdapat peringatan-peringatan bagi sesiapa yang mengadakan kebohongan atas Allah atau menyembunyikan sesuatu dari wahyuNya. Kita tidak akan dapat menerima, bahwa pada kaum Muslimin yang mula-mula dengan semangat mereka terhadap agama yang begitu rupa mereka sucikan itu, akan terlintas fikiran yang akan membawa akibat begitu jauh membelakangi iman.
    Kedua: Pengumpulan tersebut selesai selama dua atau tiga tahun sesudah Muhammad wafat. Kita sudah melihat beberapa orang pengikutnya, yang sudah hafal wahyu itu dan setiap Muslim sudah hafal sebagian, juga sudah ada sekumpulan ahli-ahli al-Qur’an yang ditunjuk oleh pemerintah dan dikirim ke segenap penjuru daerah Islam untuk melaksanakan upacara-upacara dan mengajar orang memperdalami ilmu agama. Dari mereka semua itu terjalinlah suatu penghubung antara wahyu yang dibaca Muhammad pada waktu itu dengan yang dikumpulkan oleh Zaid. Kaum Muslimin bukan saja bermaksud jujur dalam mengumpulkan al-Qur’an dalam satu mushaf itu, tapi juga mempunyai segala kerjasama yang dapat menjamin terlaksananya maksud tersebut, menjamin terlaksananya segala yang sudah terkumpul dalam kitab itu, yang ada di tangan mereka sesudah dengan teliti dan sempurna dikumpulkan.
    Ketiga: Kita juga mempunyai jaminan yang lebih kuat dipercayai tentang ketelitian dan kelengkapannya itu, yakni bahagian-bahagian al-Qur’an yang tertulis, yang sudah ada sejak masa Muhammad masih hidup, dan yang sudah tentu jumlah naskahnya pun sudah banyak sebelum pengumpulan al-Qur’an itu. Naskah-naskah demikian ini kebanyakan sudah ada di tangan mereka semua yang dapat membaca. Kita mengetahui, bahwa apa yang dikumpulkan Zaid itu sudah beredar di tangan orang dan langsung dibaca sesudah pengumpulannya.
    Maka amat logik kita mengambil kesimpulan bahwa semua yang terkandung dalam bahagian itu, sudah mencakupi. Oleh karena itu keputusan mereka semua sudah tepat pada tempatnya. Tidak ada suatu sumber yang sampai kepada kita yang menyebutkan, bahwa para penghimpun itu telah sengaja membuang sesuatu bahagian, atau sesuatu ayat, atau kalimat, ataupun apa yang terdapat di dalamnya itu, berbeza dengan yang ada dalam mushaf yang sudah dikumpulkan itu. Dalam erti kata lain, dalam Mushaf Uthman tidak ada sesuatu yang diabaikan, sekalipun yang kurang penting.
    Keempat: Isi dan susunan al-Qur’an itu jelas sekali menunjukkan cermatnya pengumpulan. Bahagian-bahagian yang bermacam-macam disusun satu sama lain secara sederhana tanpa dipaksa-paksa atau dibuat-buat.
    Tiada tangan yang cuba mahu mengubah atau mahu memperlihatkan kebolehannya sendiri. Itu menunjukkan adanya iman dan kejujuran si penulis dalam menjalankan tugasnya itu. Ia tidak berani mengambil ayat-ayat suci itu melebihi daripada yang apa adanya, lalu meletakkannya yang satu di samping yang lain.
    Jadi kesimpulan yang dapat kita sebutkan dengan meyakinkan sekali ialah bahawa Mushaf Zaid dan Uthman itu bukan hanya hasil ketelitian saja, bahkan — seperti beberapa kejadian menunjukkan — penghimpunnya tidak bermaksud mengabai apa pun dari wahyu itu. Kita juga dapat meyakinkan, berdasarkan bukti-bukti yang kuat, bahawa setiap ayat dari al-Qur’an itu, memang sangat teliti sekali seperti yang dibaca oleh Muhammad.
    Inilah pandangan Sir William Muir seperti yang disebut dalam kata pengantar “The Life of Mohammad” (m.s. xiv-xxix). Dengan apa yang sudah kita kutip itu tidak perlu lagi rasanya kita menyebut tulisan Lammens atau Von Hammer dan Orientalis lain yang sependapat. Secara positif, mereka memastikan tentang persisnya al-Qur’an yang kita baca sekarang, serta menegaskan bahawa semua yang dibaca oleh Nabi Muhammad s.a.w adalah wahyu yang benar dan sempurna diterima dari Allah s.w.t.
    Kalau ada sebagian kecil kaum Orientalis atau Kristian berpendapat lain dan beranggapan bahawa al-Qur’an sudah mengalami perubahan, dengan tidak menghiraukan alasan-alasan logik yang dikemukakan oleh Muir tadi dan sebahagian besar Orientalis, yang telah mengutip dari sejarah Islam dan dari sarjana-sarjana Islam, maka itu adalah suatu dakwaan yang hanya didorong oleh rasa dengki saja terhadap Islam dan terhadap Nabi Muhammad s.a.w.
    Betapa pandainya si pengkritik menyusun tuduhannya, namun mereka tidak akan dapat menafikan hasil penyelidikan ilmiah yang murni. Dengan cara ini, mereka tidak akan dapat menipu kaum Muslimin, kecuali beberapa pemuda yang masih beranggapan bahwa penyelidikan yang bebas itu mengharuskan mereka mengingkari masa lampau mereka sendiri, memalingkan muka dari kebenaran karena sudah terhasut oleh kepalsuan yang indah-indah. Mereka percaya kepada semua yang mengecam masa lampau sekalipun pengecamnya itu tidak mempunyai dasar kebenaran ilmiah dan sejarah.
    Adapun tentang Permasalahan Ibnu Mas’ud
    Salah satu argumen yang didengungkan kaum orientalis-misionaris adalah bahwa Abdullah bin Mas’ud menolak untuk membakar mushaf yang dimiliki olehnya dengan mengatakan :Bagaimana mungkin kalian menyuruhku membaca qiraat Zayd. Ketika Zayd masih kecil bermain dengan kawan sebayanya saya telah menghafal lebih dari tujuh puluh surah langsung dari lisan Rasulullah (Ibn Abi Da’ud, Kitab a-Masahif)
    Yang menarik dari riwayat ini adalah kita sama sekali tidak melihat satupun riwayat Utsman untuk memaksa Abdullah bin Mas’ud untuk menyerahkan Mushafnya, ini sekaligus memperlihatkan kebijaksanaan Utsman yang kemudian mematahkan tuduhan bahwa Utsman bersikap Aristrokat seperti yang dikatakan Robert Morey, padahal Abu Dawud juga meriwayatkan Abdullah bin Mas’ud mengumumkan kepada pengikutnya (orang-orang yang memegang mushaf Ibnu Masud) untuk tidak menyerahkan Mushaf mereka. Bahkan yang terjadi adalah semua orang mengikuti perintah Utsman untuk membakar Salinan Mushaf miliknya.
    Musab ibnu Sa’ad ibnu Waqqas berkata: “Aku melihat orang-orang berkumpul dalam jumlah yang besar ketika Utsman melakukan pembakaran Quran, dan mereka terlihat senang dengan tindakannya, dan tidak ada satupun yang berbicara menentangnya (HR. Abu Dawud)
    Perkataan “Terlihat senang dengan tindakannya” menunjukkan tidak adanya pemaksaan atau ancaman atas tindakan yang menentang perintah tersebut, tidak ada satupun riwayat yang menyatakan adanya seseorang yang dihukum atas tindakan penentangan terhadap perintah Utsman.
    Bahkan berulang kali Utsman menegaskan bahwa dia tidak menolak bacaan bacaan Quran yang berlangsung secara oral. Yang dia ingin satukan adalah bacaan dalam bentuk tertulis untuk menghindari perpecahan dan penyimpangan makna.
    “Adapun Alquran, saya tidak akan menghalangi kalian, hanya saja saya khawatir bila terjadi perpecahan di antara kalian (sebab perbedaan bacaan Alquran) dan silakan kalian membaca (Alquran) dengan harf yang menurut kalian mudah”. ( Muhammad ‘Abd Allâh Dirâz, Madkhal ilâ al-Qur`ân al-Karîm. (Kuwait: Dâr al-Qalam, 1993), cet. II, hlm. 42)
    Kemudahan yang diberikan Utsman inilah yang kemudian menyebabkan kita dapat menemukan bacaan-bacaan yang bersumber dari Rasulullah Saw walaupun hanya berpegang pada riwayat ahad.
    Apakah penolakan Ibnu Mas’ud merupakan penolakan dikarenakan Mushaf yang dimilikinya berbeda secara substansial dengan Mushaf utsmani. Untuk memperkuat adanya perbedaan itu orientalis-misionaris mengajukan bukti adanya penolakan Ibnu Masud dalam tiga surat yaitu Al fatihah dan al-mu `aw-widhatayn (Annas dan Al Falaq).
    Fakta bahwa Ibnu Mas’ud tidak menerima ketiga surat itu sebenarnya telah ditolak oleh beberapa ulama Islam diantaranya Imam Ibnu Hazm Ulama besar dari Andalusia, ia mendustakan orang yang menisbatkan perkataan penolakan tiga surat tersebut kepada Ibnu Mas’ûd. Karena terbukti dalam qiraat Imam ‘Ashim (salah satu dari tujuh otoritas dalam transmisi qiraat yang mu’tabar) yang berasal dari Ibnu Mas’ûd terdapat bacaan al-Mu’awwidzatain dan al-Fâtihah. (Muhammad ‘Abd Allâh Dirâz, Madkhal ilâ al-Qur`ân al-Karîm. (Kuwait: Dâr al-Qalam, 1993), cet. II)
    Argumen yang menguatkan pendapat Ibnu Hazm diantaranya adalah fakta bahwa tidak ada satupun riwayat yang mengklaim Ibnu Masud tidak memasukkan surat 15: 87 kedalam Mushafnya yang berbunyi:
    وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ
    “Dan sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang” (QS. 15:87)
    Yang dimaksudkan tujuh ayat di dalam ayat di atas adalah ayat2 surah al fatihah.Di katakana ia dibaca berulang-ulang kerana surah Al Fatihah merupakan salah satu bacaan wajib di dalam solat dan dibaca pada tiap2 kali solat.

    Jika memang benar Ibnu Masud menolak Al Fatihah tentu penolakan dia akan mengalami kontradiksi dengan apa yang telah dia muat sebelumnya.Sebab siapapun setuju bahwa maksud ayat tersebut adalah surat Al-Fatihah. Jikalau memang Ibnu Masud menolak maka dimana dia taruh tujuh ayat yang berulang-ulang tersebut.?
    Tentu saja bukti yang terkuat adalah dari murid-murid Ibnu Mas’ud sendiri, secara logika jika ada sepuluh orang murid yang belajar pada guru yang sama maka hasilnya akan sama, jika ada satu orang yang berbeda dengan kesembilan orang lainnya tentu saja satu orang ini mungkin mengalami noise dalam penerimaan informasi, sebab jika dia sendiri yang berbeda maka dapat dipastikan dia tidak menangkap pelajaran dengan benar. Logika ini yang kemudian membantah dengan sendirinya pendapat orientalis seperti Jefri yang pertama kali menyerang Mushaf Utsmani dengan membandingkannya dengan Mushaf Ibnu Mas’ud dengan alasan yang kita sudah sebutkan diatas. Ibnu Mas’ud mempunyai beberapa orang murid diantaranya `Alqamah, al-Aswad, Masruq, asSulami, Abu Wa’il, ash-Shaibani, al-Hamadani, dan Zirr, semuanya meriwayatkan AI-Qur’an yang mereka terima dari padanya berjumlah sebanyak 114 surah. Hanya salah satu murid Zirr, `Asim, satu-satunya yang memberi pernyataan konyol kendati ia mengajarkan seluruh isi kandungan Kitab Suci atas wewenang Ibn Mas’ud. (As-Suyuli, al-Itqan, 1: 221)
    Terakhir sekali ternyata Jeffery orientalis pertama yang menyudutkan peristiwa ini di buku Materials tidak mengungkap sikap menyeluruh dari `Abdullah ibn Mas`ud. Padahal dari kedua buku yang diedit oleh Jeffery sendiri, disebutkan bahwa Ibn Mas`ud menimbang kembali pendapatnya yang awal dan akhirnya kembali lagi kepada pendapat `Uthman dan para Sahabat lainnya. Ibn Mas`ud menyesali dan malu dengan apa yang telah dikatakannya.(Kitab al-Mabani, yang diedit oleh Jeffery pada tahun 1954 menyebutkan Ibn Mas’ud menyesali sikapnya dan menyetujui Mushaf `Uthmani. Lihat Arthur Jeffery, Kitab al-Mabani, hlm. 95. Bandingkan juga dengan Kitab al-Masahif, 1: 193-195)
    Para ilmuwan Yahudi dan Kristen sejak lama telah menyimpan obsesi ingin melecehkan adanya perbedaan terhadap Al-Qur’an, hanya Allah dengan begitu mudah mengamankan dan memelihara Kitab-Nya sehingga segala upaya dan sumber yang jadi andalan hanya mampu menjadikan mereka kewalahan.

    Jeffery mengakui fakta ini kendati secara sinis ia menyesal bahwa “Secara praktis semua Mushaf-Mushaf terdahulu dan kepingan-kepingan naskah yang selama ini diteliti dengan hati-hati membuktikan adanya kesamaan teks, kalau pun terdapat perbedaan, hal itu hampir keseluruhannya dapat diterangkan sebagai kesalahan tulisan.”(37 . Review Arthur Jeffery mengenai, “The Rise of the North Arabic Script and It’s Kur’anic Development by Nabia Abbot”, The Moslem World, vol. 30 (1940), hlm. 191. Untuk memahami pernyataannya bacalah artikel itu, hlm. I55-156)
    Bergtrasser juga memiliki kesimpulan yang sama.(38 Theodor Noldeke, Geschichte des Qorans, Georg Olms Verlag, Hildesheim – New York, 1981, hlm. 60-96.)
    Daripada merengek-rengek kepada komplatan Orientalis yang selalu berubah sikap menurut kepentingannya, kaum Muslimin hendaknya tetap meniti jalan yang dilalui para muhaddithun zaman dulu. Apa sebenamya hasil yang mungkin diraih sekiranya kita hendak menerapkan kriteria terhadap kajian kitab Injil? Coba renungkan contoh berikut ini, sekadar gambaran betapa rapuhnya dasar-dasar teori mereka. Dalam Dictionary of the Bible, dalam artikel yang berjudul “Jesus Christ”, kita dapat membaca, “Satu-satunya saksi dalam pemakaman [Kristus] terdapat dua orang wanita…” Kemudian dalam judul lain, “The Resurrection”, “Banyak sekali kesulitan yang berkaitan dengan bahasan ini, dan juga berita-beritanya, yang juga tak banyak jumlahnya dan bahkan mengecewakan, serta memuat beberapa perbedaan tertentu yang tak mungkin dicarikan titik temu atau penyelesaian; tetapi para pakar sejarah yang konsisten dengan aturan-aturan yang paling tepat dan merasa terikat oleh disiplin ilmiah, menemukan bukti yang cukup memadai untuk meyakini fakta itu.”
    Kita hanya mampu meraba-raba bahwa ‘fakta-fakta’ dalam posisi lebih tinggi dari yang lain dan tidak perlu lagi mencari-cari bukti. Apa jadinya jika kita hendak menerapkan metode kita sendiri? Apa yang dapat kita sebut mengenai cerita penguburan Yesus Kristus? Pertama, siapakah orang yang mengarang cerita dalam Injil itu? Semuanya tidak ada yang dikenal secara pasti dan cerita itu pun hampa. Kedua, siapa yang membawa pernyataan dua orang wanita itu kepada pengarang? Entahlah. Ketiga, jaringan mata rantai riwayat macam mana yang dapat dipakai sebagai ukuran? Tidak ada. Semua cerita yang adalah hasil rekayasa
    SEKEDAR CATATAN: (Hingga belakangan ini, masih ada kecenderungan para pakar teologi Syiah menabur keraguan terhadap AI-Qur’an, karena alasan yang sederhana yaitu Al-Qur’an pertama kali dikumpulkan oleh Abu Bakr, lalu disalin dan disebarluaskan oleh ‘Uthman dan bukan ‘Ali. Yang anehnya ‘Ali mengeluarkan Mushaf yang sama, yaitu Mushaf ‘Uthman dan tidak pemah membuat edisi baru. Namun akhir-akhir ini, kecenderungan baru dan Iebih sehat telah mulai muncul. Beberapa tahun yang lalu dalam sebuah konferensi di Teheran, Iran, para otoritas Syiah mengumumkan mereka tidak mempunyai Mushaf selain dari Mushaf ‘Uthman, dan Mushaf ini murni dan bebas dari percampuran dan kerusakan. Nyatanya, kita tidak menemukan sebuah Mushaf yang dicelak di Iran ataupun manuskrip Al-Qur’an di Najaf, Qum, Mashhad…dll. Yang berbeda dengan Mushaf yang umum yang didapati di bagian dunia Islam yang lain.)

    Wahai orang-orang kafir!Sungguh kalian pasti menyesal pada hari kiamat nanti.Kalian pasti menyesal!Kalian pasti menyesal!Tukarkanlah penyesalan yg belum terjadi ini kepada sebuah kejayaan.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Amin Ya Rabbal Alamin.

    1. Samuel Hadi Says:

      Mas Ilham,
      Lagi-lagi anda TIDAK MAMPU menjawab dan menyanggah bukti-bukti yang dipaparkan si Nabi Cabul mengenai kesalahan-kesalahan kitab suci anda (Qur’an)!

      Saya jadi heran, orang secerdas anda koq bisa sampai kebingungan ya?

      Mestinya anda memakai ayat-ayat Qur’an untuk membuktikan bahwa kesalahan Qur’an yang dipaparkan oleh si Nabi Cabul itu adalah tidak benar!

      1. hakkullah Says:

        @samuel Hadi
        tidak kebingungan yang kebingungan anda dan orang cabul tersebut, knp?, krn mereka mengambil rujukan orang yang salah, kl rujukan salah ya ikut salah..kl ummat islam membeberkan kesalahan alkitab, justru anda sendiri yang gak bisa jawab..fikirkan sj tuh alkitab anda..baca alkitabnya aj bingung, mau ngurusin kitab lain..apa sudah benar alkitab anda?, anda boleh aj mengkritik alquran, tp di antara ummat islam berhak menjawabnya..baca surat albaqorah ayat 256..rujukan orientalis barat aj dipercayai alias anda sama bodohnya..gak percaya, mari kita buktikan bersama2 dialog antara mas ilham dengan orang cabul..mana riwayat yang lebih kuat dan masuk akal, mas ilham atau orang (kristen) cabul..fikirkan sj tuh..sy kuawatir anda jadi atheis alias tak beragama, habis anda bingung..mau nyalain alquran tp alkitab sendiri anda bingung..terima kasih

  121. casper Says:

    @nabi cabulll::
    gagkkkkkkkk
    pertanyaan gw g bsa d jawab,,,

  122. ahmad Says:

    IDAK ADA KALIMAT YANG MENYATAKAN YESUS ADALAH TUHAN DI DALAM INJIL…:

    -{MARK 12 : 29 & UL 6 : 4} Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    -{Markus 12 : 32}Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

    -{Yohanes 8:42}Dialah yang mengutus Aku.

    -{Yohanes 17 : 3}mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

    -{Yohanes 5:30}kehendak Dia yang mengutus Aku.

    -{Matius 15:24}Aku diutus.

    -{Markus 9:37}tetapi Dia yang mengutus Aku.

    -{Yohanes 5:24}percaya kepada Dia yang mengutus Aku.

    -{YOH 8 : 54-55}Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

    -{Lukas 10:16}dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.

    -{Yohanes 13 : 16}dia yang mengutusnya.

    TIDAK ADA KALIMAT YANG MENYATAKAN YESUS ADALAH TUHAN

    karena dia hanya seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan!!

    1. Setiap yang diutus Tuhan, pasti bukan Tuhan

    2. Yesus diutus oleh Tuhan , berarti………..

    3. Yesus bukan Tuhan, tetapi hanya utusan Tuhan

    4. Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa atas didiknya sendiri, pasti bukan Tuhan

    5. Yesus tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan

    6. Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.

    7. Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.

      1. ahmad Says:

        klo bgtu anda melangar isi surat” di atas yg mengharuskan anda mengesakan tuhan…

        sudah jelas diatas.
        di ayat markus 12:32 sudah di baca belum???

        apa perlu di bacakan???

      2. ahmad Says:

        baca yg benar di kitabmu.
        yg kamu paparkan itu,

        ayat matius 9:2…
        ada tidk pernyataan yesus yg menyatakan kalau dia mengaku sbg tuhan. dia hanya berkata dosamu telah diampuni, “LALU KAUMNYA BERPRASANGKA BAHWA DIA TUHAN”.(TERMASUK KALIAN HAI KRISTIANI)

        KAMU BACA LAGI YOHANES 9:38 aku percaya tuhan dan akupun menyembahnya, (kenapa kamu tidak)???

        dan yg anehnya di yohanes ayat 5:18
        kesepakatan paus. org yahudi saja selalu berusaha membunuh yesus kenapa kalian tetap membela yahudi????
        wow.. memanglah jelas tumpang tindih bibel perjanjian baru,, semakin saja anda memaparkan semakin jelas sekali terlihat kerancuan kitab anda,,

        lucunya anda atau para ahli sendiri tidak mengetahui persis kapan tanggal lahirnya yesus.
        tapi kenapa anda sendiri yg memutuskan tanggal 25.

        anda menuliskan hari sabat adalah hari sabtu,, nah hari minggu itu apa yg anda lakukan??
        nongkrong?

  123. ahmad Says:

    Umat KRISTEN percaya ? dng TRINITAS ( tuhan bapa, tuhan anak, rohul kudus ) tiga dalam satu, satu dalam tiga..

    Sesungguhnya ini kalo di renungkan sudah SANGAT GANJIL, apalagi di INJIL sendiri banyak ayat yg bertentangan dng yg lain yg juga SANGAT BERTENTANGAN dng keyakinan ANEH TRINITAS itu , contohnya…

    di Perjanjian Lama ” ULANGAN ” pasal 4 ayat 35 yg menyebutkan…..

    ” ..Maka kepadamulah ia itu di tunjuk, supaya di ketahui olehmu bahwa TUHAN itulah ALLAH, dan KECUALI TUHAN yg ESA TIADALAH YG LAIN LAGI…”

    Di Perjanjian Baru ” MARKUS ” pasal 12 ayat 29 menyebutkan….

    “…Maka jawab Yesus kepadanya, Hukum yg terutama ialah “..Dengarlah olehmu hai Isra’iel, adapun ALLAH TUHAN kita ialah TUHAN YG ESA..”

    Ini YESUS sendiri yg di percaya sebagai TUHAN & ANAK TUHAN oleh umat kristen mengatakan seperti itu, BAHWA DIRINYA BUKAN TUHAN..

    Lha kok UMAT KIRISTEN MENGADA-ADA & PERCAYA bahwa YESUS itu TUHAN ????…INI TERUS MANA YG BENAR ???

    Buka juga di Perjanjian Lama ” ULANGAN ” pasal 6 ayat 4 yg menyebutkan….

    ” Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya HUA ALLAH kita, HUA itu ESA adanya…..

    COBA KROS CEK DNG ” LUKAS ” pasal 4 ayat 41 yg mengatakan bahwa YESUS ITU ANAK ALLAH…

    Juga baca lagi MATIUS pasal 3 ayat 17 yg mengatakan Inilah anakku yg kukasihi, Kepadanya Aku Berkenan…..

    ANEH BUKAN ????….

    YG NAMANYA KITAB SUCI ITU HARUSNYA SATU SAMA LAIN AYAT-AYATNYA TIDAK BERTENTANGAN….

    Lha ini ADA KITAB SUCI YG SELAIN AYAT-AYATnya satu sama lain BERTENTANGAN , juga SANGAT BERTENTANGAN DNG KEYAKINAN UMUM UMAT yg MEYAKININYA….SUNGGUH ANEH & SUNGGUH AMAT GANJIL…..

    1. siapmurtad Says:

      @Ahmad, tidak ada yg aneh, ALKITAB tegas soal KESAAN dan KETRITUNGGALAN TUHAN, baca konsep SESAT Muhammad tentang TRITUNGGAL Nasrani/Kristen, dan kiranya anda tidak ikut sekte sesat Mariamne yg Muhammad setujui.

      1. ahmad Says:

        y sdah jelas aneh,sangat aneh ,aneh sekali,
        anda di suruh mengesakan tuhan malah mentritunggalkan tuhan,

        mana penjelasan maria juga yang mengaku menjadi tuhan??

      2. deni Says:

        MARIA= TUHAN, JANGAN MENGADA2 LAH…..ITU PENYESATAN LAGI UMAT ISLAM YANG TIDAK BERDASAR………………. MARIA BUKAN TUHAN…..
        ANDA BERPIKIR YESUS ITU MENURUT LOGIKA, NGA BISA ANDA CERNA MELALUI PIKIRAN, TUHAN ITU MENGENALKAN DIRINYA KEPADA MANUSIA MELALUI FIRMANNYA, JADI KONSEP TUHAN ITU TIDAK BISA DI KENAL KALAU TUHAN TIDAK MENGENALKAN DIRINYA….
        YESUS SUDAH JELAS DINABUATKAN OLEH BANYAK NABI(BUKAN HANYA SATU NABI) BERARTI INI BERITA YANG BESAR, MENGAPA ANDA MASIH TIDAK MENANGKAP BERITA BAIK INI, ANDA DIBUTAKAN OLEH LOGIKA ANDA. PADAHAL INI SUDAH JELAS DAN HARUS DITERIMA WAHYUNYA……
        CONTOH: ALLAH YANG KALIAN SEMBAH SIAPA YANG MENCIPTAKAN….. JAWABANYA PASTI NGA MUNGKIN MENGGUNAKAN AKAL, KARENA MANUSIA TIDAK MUNGKIN MENGENAL BAHWA TUHAN TIDAK DICIPTAKAN KARENA TUHAN YANG BERFIRMAN MAKANYA TAHU BAHWA TUHAN ITU TIDAK DICIPTAKAN TETAPI HARUS DITERIMA DENGAN IMAN…….
        TUHAN ITU ESA, TETAPI TUHAN ITU BERPRIBADI TIGA (SIFAT ILAHI) ANDA AKAN KESULITAN BERPIKIR ITU MELALUI AKAL, KARENA ITU SEBUAH FIRMAN YANG HARUS DITERIMA DENGAN IMAN… SAMA HALNYA DENGAN KONSEP TUHAN YANG TIDAK DICIPTAKAN…

  124. Adeng Hudaya Says:

    Saudara-saudariku sesama mahluk ciptaan Tuhan yang mulia.
    Tuhan yang Maha Adil, Maha Kasih dan Maha Baik untuk semua manusia ciptaanNya…

    Bulan Ramadhan seharusnya menjadi bulan yang suci, penuh berkah dan damai sejahtera.
    Pada bulan yang penuh berkah ini, seharusnya agama Islam melalui umat Muslim bisa menebarkan aroma yang wangi dan menyejukkan bagi alam semesta,

    Tapi apa yang terjadi hari ini?
    Sekali TAHI tetaplah TAHI!!!
    Islam kembali menebarkan BAU BUSUK YANG MENJIJIKKAN, dengan dibakarnya gereja HKBP di Asahan Sumatera Utara – oleh umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

    Kemarin juga di propinsi Xinjiang China, seorang pemuda Muslim dari suku Uighur meledakkan bom mobil sehingga 17 orang tewas dan puluhan luka-luka…

    Hal ini semua menunjukkan dengan sedemikian jelasnya saudara-saudara, bahwa Islam itu tak bisa tidak adalah agama SESAT, FASIS dan PENUH DENGAN KEKERASAN.
    Ini adalah agama yang berasal dari SETAN LAKNATULLAH!!!

    Innalillahi waina ilaihi rolling stones…

    1. casper Says:

      amerika pembunuh no1 di dunia beserta yahudi,,,,

      banyak mana deng??
      otaklo doclo.

      1. casper Says:

        haley davidson..

  125. ilham othmany Says:

    NABI CABUL MENULIS…
    Surat Semisal Alquran
    [Quran diklaim sebagai wahyu Allah. Namun klaim ini tidak disukung oleh saksi-saksi eksternal yang adikodrati (dua atau tiga saksi) seperti yang disyaratkan oleh Taurat (semisal nubuat nabi-nabi terdahulu, mujizat dari kuasa tangan Muhammad, penyaksian Allah/malaikat yang disaksikan orang luar). Quran tidak pernah mencatat bahwa Muhammd pernah berbincang-bincang dengan Allah seperti halnya dengan Musa dan Yesus (QS 4:164; 3:55; 5:11). Dan setiap kali beliau diminta untuk menunjukkan tanda kuasa Allah yang menyertai seorang nabi (“Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad suatu tanda dari Tuhannya” QS 13:7 dan lain-lain), beliau selalu menjawab kabur. Menyadari kelemahan dan kurangnya tanda-tanda kenabian inilah maka Muhammad terpaksa mengeluarkan jurus pembuktian bagi Quran dengan menantang kalau-kalau ada orang kafir (jin dan setan boleh dijadikan penolong-penolong sekalian) yang sanggup mengarang SATU SURAT SEMISAL ALQURAN.
    [“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Quran yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang yang memang benar”(QS 2:23, juga 17:18]
    Tantangan untuk membuat Surat-surat seprti yang terdapat dalam Alquran telah disambut orang-orang banyak kali. Ilmuwan kajian Timur Tengah, Canon Sell berkomentar:
    Manusia dapat menulis seperti seperti surat-surat tersebut bahkan mampu menggunakan bahasa yang lebih menggugah perasaan dan tersusun baik.
    Seorang yang bernama Nadir ibn Haritha cukup berani menerima tantangan itu, dan dia menyusun beberapa cerita menganai raja-raja Persia dalam beberapa bab dan Surat, kemudian melantunkannya.
    McClintock dan Strong berkomentar:
    Hamzah bin-Ahed menulis sebuah buku tandingan Alquran dengan menggunakan bahasa yang paling tida sama indahnya dengan Alquran, dan Maslema menulis buku yang lain yang bahkan lebih indah dari Alquran, dan tulisan tersebut menyebabkan banyak kaum Muslim meninggalkan keimanannya.
    [Tantangan ini sebenarnya bukan tantangan adi-kodrati melainkan hanyalah tantangan duniawi dan insani belaka, yaitu sejenis KONTES TULIS SURAT-MENYURAT, yang bisa disamai atau bahkan diungguli orang dengan akibat gugurnya keabsahan Quran sebagai Kitab Allah.
    Banyak orang Muslim tidak tahu bahwa Quran koleksi Ubai bin Ka’b (mushaf ubai) sudah memuat dua surat “Semisal Quran” (Quran-nya Utsman), yaitu Surat 115 dan 116 ( Surat al-khafah terdiri 6 ayat, dan Surat al-Khal’ terdiri 3 ayat) yang kini hilang dari Quran standar (yang dibaca oleh para Muslim dewasa ini). Dengan menampilkan kembali kedua surat yang sempat dihilangkan oleh Utsman dari mushafnya, orang
    sesungguhnya mempunyai alasan yang sah untuk menjadikannya “Surat Semisal Alquran” yang layak dikonteskan terhadap tantangan Alquran versi Utsman.
    Dr. W. Cambell juga sudah menyambut tantangan Muhammad yang satu ini. Ia menyodorkan Surat Mazmur 103: 1-22 dan Surat Yesaya 40:1-31 dan khotbah Yesus di Bukit :Surat Matius 6:16-24 dan 7:1-5; Ini memenuhi syarat karena Alkitab telah dianggap korup karena buatan manusia belaka? Bahkan di internet ada satu posting yang menyambut tantangan tersebut yang dipetik dari Surat Hukum Kasih, Matius 22:37-40. Kesemua petikan ini terlalu memenuhi syarat untuk dipertandingkan dengan Surat Alquran yang manapun! Lalu apa konsekuensinya dengan maksud Muhammad dalam membuktikan keontetikan suatu Kitab Suci? Setiap tantangan harus melahirkan konsekuensi!
    …DEMIKIAN TULISAN NABI CABUL…
    JAWAB:SEBAGAI SEBUAH MUKJIZAT SEMEMANGNYA AL QURAN ITU TIDAK AKAN SESEKALI DAPAT DISAINGI OLEH SESIAPAPUN.DIDLAM SEJARAH TERCATAT BEBERAPA NAMA YG KONONNYA MENGARANG BEBERAPA PERKATAAN UTK MENYAINGI AL QURAN.DI SINI KITA MESTI MEMBEZAKAN ANTARA ‘MENYAINGI’ DENGAN ‘COBA MENYAINGI’.COBAAN MENYAINGI MEMANG ADA TETAPI SEMUANYA GAGAL.
    KETIKA RASULULLAH MEMBACAKAN SURAH AL QARI’AH YG BERBUNYI:
    القارعة ماالقارعة وما أدراك ماالقارعة يوم يكون الناس كالفراش المبثوث
    YANG BUNYINYA:
    (AL QAARI’AH .(
    )MAL QAARI’AH .(
    )WAMAA ADRAAKA MAL QAARI’AH)
    (YAUMA YAKUUNUN NAASU KAL FARAASYIL MABTHUUTH)
    YG BERARTI :
    GEGARAN!
    APAKAH GEGARAN ITU?
    TAHUKAH ENGKAU APAKAH GEGARAN ITU?
    ITULAH HARINYA MANUSIA AKAN BERTEBARAN SEPERTI KELKATU YG BERTERBANGAN(MERUJUK KEPADA HURU HARA HARI KIAMAT).
    LANTAS SALAH SEORANG DARIPADA OTRANG-ORANG KAFIR ARAB COBA MENANTANG DENGAN MEMBACA SAJAKNYA YG BERBUNYI
    الفيل ما الفيل للفيل خرطوم طويل
    YG BUNYINYA:
    (AL FIIL)
    (MAL FIIL)
    LIL FIIL KHURTUUMUN TOWIIL)
    YG BERARTI:
    GAJAH!
    APAKAH GAJAH ITU?
    TAHUKAH ENGKAU APAKAH GAJAH ITU?
    GAJAH MEMPUNYAI BELALAI YG PANJANG…..
    DEMIKIAN LELAKI ITU MENGUCAPKAN SAJAKNYA.LANTAS APA YG TERJADI?WALAUPUN KATA-KATANYA FASIH NAMUN DIA DITERTAWAKAN OLEH RAKAN-RAKANNYA SENDIRI.MENGAPA?KERANA AL QURAN YG DIBACAKAN OLEH NABI SELAIN KATA-KATANYA FASIH TURUT MEMPUNYAI MAKNA YG LUAS DAN MENDALAM SERTA MERUNTUN RASA INGIN TAHU ORANG RAMAI UTK MENDENGAR SELANJUTNYA.SEDANGKAN SAJAK YG DIUCAPKAN OLEH LELAKI TERSEBUT TIDAK MENGANDUNGI ARTI YG MENDALAM DAN TIDAK MENGGUGAH PERASAAN INGIN TAHU.OLEH ITU KATA-KATANYA BERNADA HAMBAR DAN TERASA MELUCUKAN.
    TENTANG KONONNYA MUSAILAMAH YG MENGARANG WAHYU UTK MENYAINGI ALQURAN SEHINGGA RAMAI ORANG MENINGGALKAN ISLAM ITU ADALAH KENYATAAN YG TERLALU BERLEBIHAN.SEJARAH MENCATATKAN BHAWA AMRU BIN AL AS SEBELUM MEMELUK ISLAM TELAH DATANG KEPADA MUSAILAMAH .MUSAILAMAH BERTANYA KEADA AMRU WAHYU APA YG DITERIMA OLEH NABI MUHAMMAD KETIKA ITU.AMRU MENJAWAB SURAH YG PENDEK DAN PADAT IAITU SURAH AL ASRI YG BERBUNYI:
    (WAL ASR)
    (INNAL INSAANA LAFII KHUSR)
    ILLAL LAZIINA AAMANUU WA ‘AMILUS SAALIHAAT)
    (WATAWAA SAU BIL HAQ)
    (WATAWAA SAU BISSABR)
    YG BERARTI:
    DEMI MASA!
    SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU DI DALAM KERUGIAN
    MELAINKAN MEREKA YG BERIMAN DAN BERAMAL SALEH
    DAN YANG BERPESAN-PESAN DENGAN KEBENARAN
    DAN BERPESAN-PESAN DENGAN KESABARAN…
    LANTAS MUSAILAMAH PUN MENGARANG AYAT2 UTK MENYAINGI SURAH TERSEBUT YG BUNYINYA:
    (YA WABAR !)
    (YA WABAR!)
    (INNAMAA ANTA UZUNAANI WA SADAR)
    (WA SAA IRUKA HAQARA FAQAR)
    YG ARTINYA:
    HAI WABAR!
    HAI WABAR!
    KAMU HANYALAH DUA TELINGA DAN SATU DADA
    DAN SELURUH JASADMU ITU MISKIN DAN HINA…..
    SEBAIK SAJA AMRU MENDENGAR SAJAK MUSAILAMAH TERSBUT LANTAS DIA BERKATA “DEMI ALLAH!SESUNGGUHNYA ENGKAU PUN TAHU BAHAWA KAU INI HANYA MENIPU DUSTA.”
    Menurut Abu Bakr Al-Khara’iti dalam bukunya Masawi’ ul-Akhlaq, Wabr itu adalah menyerupai kucing, dan benda paling besar pada Wabr adalah kedua telinganya, torsonya. Musailamah cuba meyakinkan orang lain, namun seorang penyembah berhala pun tidak mempercayai segala kata-katanya. Semua itu adalah antara sebab dia digelar Al Kazzab iaitu seorang pendusta dan penipu.
    DIA MENGUMPULKAN PENGIKUT HANYALAH DISEBABKAN BELIAU MEMBAWA SATU AJARAN YG MEMBEBASKAN ORANG RAMAI DARIPADA TANGGUNGJAWAB HUKUM AGAMA SEPERTI MEMBEBASKAN ORANG RAMAI DARIPADA KEWAJIBAN MEMBAYAR ZAKAT DAN MEMBERI CUTI KEPADA PENDUDUK BANI TAMIM DARIPADA SOLAT ASAR.OLEH SEBAB ITULAH BELIAU BEGITU POPULAR DI KALANGAN ORANG-ORANG JAHIL DAN LEMAH IMAN.HAL INI MENGINGATKAN KITA KEPADA ULAH SANG RASUL PAULUS DALAM SEJARAH AGAMA NASRANI YG MERAIH PENGIKUT DENGAN MEMBEBASKAN ORANG RAMAI DARI HUKUM TAURAT.
    SESUNGGUHNYA COBAAN MENYAINGI AL QURAN SENTIASA ADA NAMUN SEMUANYA GAGAL MALAHAN TIDAK LAYAK SAMASEKALI JIKA HENDAK DIBANDINGKAN DENGAN KEINDAHAN AL QURAN!
    WAHAI ORANG-ORANG KAFIR!SANGGUPKAH KALIAN MENAHAN BAKARAN API NERAKA?UCAPKANLAH TIDAK ADA TUHAN YG SESNGGUHNYA YG LAYAK DAN PATUT DISEMBAH MELAINKAN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD ITU ADALAH UTUSAN ALLAH KALIAN PASTI SELAMAT.JAMINAN INI ADALAH SERATUS PERATUS KERANA ALLAH SENDIRI YG MENJAMINNYA.AMIN YA RABBAL ALAMIN.

    1. casper Says:

      bener tu brad,,
      mangaka’y dia pu’y nama cabul,,
      wongg pernah bca kitab suci mangkanya dia jd cabul,,

    2. Samuel Hadi Says:

      Wah, Mas Ilham…
      Lagi-lagi jawaban anda atas pemaparan si Nabi cabul melantur kesana-kemari nggak ada juntrungannya.

      Anda mestinya menjelaskan bahwa laporan Qur’an tentang kisah Abraham, kisah Maryam dsb. adalah benar adanya.
      Bahwa pemaparan si Nabi Cabul akan kepalsuan Qur’an itu adalah TIDAK BENAR, dengan melampirkan jawaban anda berdasarkan ayat-ayat Qur’an.

      Tapi saya perhatikan anda terus-menerus menghindar!
      Bagaimana ini???

      1. hakkullah Says:

        @Samuel Hadi
        coba buktikan ada gak si orang cabul itu meriwayatkan, yang jelas tidak satupun saksi mata selain keyakinan hatinya kepada Allah swt, buat apa saksi mata, kl Allah sendiri menguji hamba-Nya mana yang beriman dan mana yang tidak beriman..dan mas ilham yang paparkan itu adalah bukti, bahwa alquran tidak ada satupun yang menandinginya..jadi bukti di sini bukanlah dengan saksi mata sj, tp bisa dibuktikan dengan perubahan alam atau dibuktikan dengan alquran itu sendiri..conntoh: firaun, Allah menyelamatkan jasad firaun,. sekarang sudah terbukti bahwa jjasad firuan ditemukan..skrg sy tanya anda, apkh alkitab anda punya periwatan yang jelas?, apkh semua isi alkitab anda sdh dibuktikan?, apakah anda tahu, bagaimana nabi isa memberikan contoh perbuatan dari awal masa kenabian samapai beliau tiada?…jadi jelas di sini, bahwa alkitab anda tidak memiliki periwatan yang jeloas dari Nabi Isa as, yang ada adalah teori dari alkitab anda…mari kita perhatikan kembali dialog mereka, siapakah yang lebih kuat rujukannya..terima kasih

  126. casper Says:

    yg masuk islam dari kalangan kristen adalah profeso,,org berpendidikan,,,org yg benar-benar pandai memahami,,,

    sedangkan org islam yg masuk kristen adalah kaum buruh yg hanya bisa di suap dengan sekilo beras,,,


    1. He…he…he…
      Nggak salah tuh?

      Mark Gabriel penulis “Jesus and Muhamamd” adalah mantan guru besar bidang sejarah Islam dari Universitas Al Azhar Kairo Mesir – justru meninggalkan Islam setelah memperbandingkan ALkitab dengan Qur’an.

      Mohammed Ghazoli penulis “Christ Muhamamd and I”, adalah mantan sekretaris Moammar Khadafi. Jadi dia adalah orang penting dan berpendidikan tinggi di Libya. Meninggalkan Islam setelah menemukan kesalahan-kesalahan yang begitu kasat mata dari Al Qur’an.

      Anda tentu masih ingatkan dengan tokoh-tokoh sekaliber: Ali Sina, Walied Shoebat, Wafa Sultan, Nonie Darwis, Yusuf Ronnie, Hamran Ambrie, dlsb…Mereka semuanya mantan Muslim.
      Siapa yang pernah memberikan Indomie atau menyogok mereka untuk meninggalkan iman Islam mereka???

      Minggu lalu saya baru berkunjung ke sebuah kota kecil dekat Semarang, bertemu dengan seorang pendeta yang mantan Muslim orang Jawa asli.
      Saya tanya ke dia, adakah Muslim yang meninggalkan Islam di kota anda yang anda layani?
      Anda tahu apa jawabannya?
      Dia bilang: “Minggu ini saya membaptiskan 15 orang Jawa Muslim menjadi Kristen, dan salah seorang di antaranya memutuskan meninggalkan Islam gara-gara sudah SANGAT MUAK dengan kelakuan FPI”

      Sekarang saya tantang anda ya, coba periksa/hitung berapa banyak yang hadir di mesjid di kampung anda. Kemudian bandingkan dengan jumlah penduduk di kampung anda itu.
      Anda akan terheran-heran, sebab TERNYATA saat ini sudah terlalu banyak Muslim yang meninggalkan Islam!

      1. someone Says:

        Makanya muslim bersyukur dengan anda yang getol mengingatkan. Tanpa kehadiran anda di internet, muslim bisa terlena. Muslim yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang apa yang anda pertanyakan menjadi tahu setelah menggalinya. Yang keluar dari Islam adalah mereka yang gagal memahami Islam.

      2. casper Says:

        @love destroye: knapa dulu galileo di hukum gara2 harus nurutin hukum gereja yg blang klo bumi pusat matahari???

        maaf y klo sy paparkan nama2 pemuka kristen yg msuk islam ato org2 beken masuk islam terlalu banyak…..

        g cukup ni 1 blog….
        ntar anda malu sendiri liat perbandingannya..

      3. casper Says:

        mengenai org-org muslim yg banyak g pada kemasjid meninggalkan islam…

        anda bohong BESAR”…

        coba anda tanya sama tukang pungut sampah di jalan yg beragama muslim… lalu anda maki-maki agamanya(islam)?????
        mw anda sekaya apa pasti anda di bunuh, pling engga babak belur..

        sy dgn bule kristen klo bilang yesus g pke cellana??? reaksinya ketawa cekekan…

        rendah sekali penghormatan org kristen pd agamanya…..

        anda pu’y tv g????
        liat pke kaca pembesar berapa banyak gereja yg beralih fungsi jadi masjid di eropa????

        selamat merenungi..

  127. ilham othmany Says:

    NABI CABUL MENULIS….
    HEBOH INTERNET HARI-HARI INI
    Terjadi berita hangat di koran-koran dan di internet baru-baru ini, tentang munculnya “The True Furqan” dalam 77 Surat. Ini sesungguhnya bukanlah Quran palsu seperti yang dihebohkan melainkan SURAT SEMISAL QURAN dalam bahasa puitis Arab dan Inggris, style quranic, klasik, dan indah yang merasa amat layak menyambut tantangan Muhammad. Kita petikkan di sini komentar-komentar di internet, dan juga sekaligus membandingkannya dengan jenis TANTANGAN YESUS yang bersifat adikodrati:
    “Setelah penyodoran Surat-surat indah ini, apakah lalu pakar-pakar Islam sanggup melayaninya? Rasanya tidak! Tidak ada panitia Islam manapun yang dapat muncul untuk mem-follow up penjuriannya *Apa kriteria-kriterianya? (keindahan
    Bahasa dan redaksionilnya? Atau substansi religinya? Apling utama kegunaannya? Paling luas aplikasinya? Relevansinya? Atau apa?)* Siapakah yang bakal dianggap layak menjadi juri terhadap kontes ini? Mahkamah Internasional? Team PBB? Tim Pencari Fakta? Rohaniwan paling saleh?* Apakah hasil penjurian manusia ini sah? (atas masalah yang sangat subyektif ini) tidak akan diprotes oleh otoritas lainnya dengan pelbagai alasan? *Dan yang terpenting, apakah hasil kontes manusia ini mengikat sah di mata Allah?”
    Tampak betapa inkonklusif dan sia-sianya tantangan hidup mati nasib Quran Allah yang satu ini! Wahyu yang penjuriannya tidak bisa di actionkan oleh pihak Muslim sendiri, atau Nabi sekalipun. Ia macet tanpa solusi! (Bandingkan tantangan Yesus yang bersifat adikodrati. Tuntas tanpa perlu juri dan wasit, Lihat Yohanes 8:46 dan 2:18-22].
    ….DEMIKIAN NABI CABUL……..
    JAWAB:SESIAPAPUN YG MEMPELAJARI BAHASA ARAB DAN BIASA DENGAN BAHASA-BAHASA YG INDAH DI DALAM KESUSASTRAAN ARAB PASTI MENGETAHUI APA YG DINYATAKAN OLEH NABI CABUL ITU TIDAK BENAR ADANYA.ORANG YG MENDALAMI BAHASA ARAB PASTI DAPAT MEMBEZAKAN DENGAN JELAS KEINDAHAN AL QURAN ITU DIBANDINGKAN DENGAN SAJAK-SAJAK BIKINAN MANUSIA.SEPERTI LANGIT DENGAN BUMI.JAUH…TERSANGAT JAUH….
    BAGI MEMBUKTIKAN CUKUP SAYA BAWAKAN SATU AYAT SAJA DALAM AL QURAN IAITU
    FIRMAN ALLAH SWT DIDALAM SURAH HUD AYAT 41 YANG BERBUNYI:
    وقيل يا أرض ابلعي ماءك ويا سماء أقلعي وغيظ الماء وقضي الأمر واستوت على الجودي وقيل بعدا للقوم الظالمين
    ERTINYA:DAN DIKATAKAN WAHAI BUMI HISAPLAH AIRMU DAN WAHAI LANGIT TAHANLAH AIRMU LALU SURUTLAH AIR DAN SELESAILAH URUSAN (PEMUSNAHAN KAUM NABI NUH) DAN BERHENTILAH KAPAL NABI NUH DI ATAS BUKIT JUDI LALU DIKATAKAN BINASALAH KAUM YG ZALIM ITU.
    BERIKUT DISENARAIKAN BENTUK-BENTUK KEINDAHAN BAHASA AL QURAN DARIPADA HANYA SATU AYAT DI ATAS SAHAJA.
    1)ADA KESEIMBANGAN KATA:IAITU PADA PERKATAAN ابلعي (ABLI’II) YG BERARTI HISAPLAH DAN PERKATAAN أقلعي (AQLI’II) YG BERARTI TAHANLAH.
    2)PENCOCOKAN VERBAL:IAITU PADA PERKATAAN سماء YG BERARTI LANGIT DAN PERKATAAN أرض YG BERARTI BUMI. KEDUANYA DARIPADA PERKATAAN YG BERLAWANAN DISEBUT SECARA BERSAMA MAKA MENGHASILKAN KEMANISAN DAN KELEZATAN PADA TELINGA YG MENDENGAR.
    3)METAFORA:PENYIFATAN BENDA MATI DENGAN SIFAT-SIFAT HIDUP IAITU LANGIT DISIFATKAN DENGAN ‘MENAHAN’ DAN BUMI DISIFATKAN DENGAN ‘MENGHISAP’.INI LEBIH BERKESAN KEPADA MENGGUGAH PERASAAN.
    4)TERDAPAT UNSUR MAJAZ(KIASAN):IAITU PADA PERKATAAN WAHAI LANGIT DAN YG DIMAKSUDKAN AIR HUJAN DI LANGIT.AYAT DAPAT DIRINGKASKAN DENGAN TIDAK MENGURANGKAN MAKNA.
    5-TERDAPAT ISYARAT KEPADA ARTI TERSEMBUNYI:DI DALAM PERKATAAN ( وغيض الماء ) YG BERARTI ‘LALU SURUTLAH AIR’ MENGANDUNGI MAKNA YG BANYAK.SEBAB AIR ITU TIDAK SURUT HINGGA LANGIT MENGHENTIKAN HUJANNYA DAN SEHINGGA BUMI MENHISAP AIR YG KELUAR DARI PERUTNYA SEHINGGA AIR DI BUMI MENJADI BERKURANGAN.
    6)SATU KALIMAH MERANGKUMI SEMUA:ALLAH MENGGUNAKAN PERKATAAN واستوت YG BERARTI ‘MENETAP’ UTK MENERANGKAN KAPAL NABI NUH BERLABUH DI ATAS BUKIT JUDI KERANA PERKATAAN ‘MENETAP’ SELAIN MEMBERI KESAN BAHAWA KAPAL TERSEBUT BERLABUH DENGAN MANTAP TANPA BERGERAK-GERAK ATAU CONDONG KE SANA ATAU KE SINI JUGA UTK MENERANGKAN AHWAL PENUMPANG-PENUMPANG KAPAL YG TENANG JIWA DAN RAGA KETIKA KAPAL ITU BERLABUH.
    7)TERDAPAT TAMTHIL:ALLAH MENERANGKAN BAHAWA DIA MENYELAMATKAN ORANG-ORANG YG BERIMAN DENGAN NABI NUH DAN MENGHANCURKAN ORANG-ORANG DURHAKA HANYA DENGAN UNGKAPAN وقضي الأمر YG BERARTI ‘SELESAILAH URUSAN’.RINGKAS TAPI BERNUANSA LUAS.
    8)ADA UNSUR SEBAB DAN AKIBAT:SURUTNYA AIR ADALAH SEBAB BAGI MENDARATNYA KAPAL.
    9)PEMBAHAGIAN YG SAHIH:DI DALAM MENERANGKAN BERKURANGNYA AIR TERDAPATNYA DUA SEBAB YG SAMA SEIMBANG YAITU TERTAHANNYA HUJAN DAN TERSERAPNYA AIR KE DALAM BUMI.
    10)TERDAPAT PENJAGAAN DARI SALAH PAHAM:PADA AYAT وقيل بعدا للقوم الظالمين YG BERARTI “DAN DIKATAKAN BINASALAH KAUM YG ZALIM ITU” TERDAPAT PENJAGAAN TERHADAP SALAH PAHAM YG MUNGKINTERLINTAS DI BENAK SESEORANG BAHAWA KEBINASAAN ITU UMUM SEHINGGA TERMASUK ORANG-ORANG YG TIDAK BERSALAH.MAKANYA ALLAH MENYATAKAN KUTUKAN KE ATAS HANYA ORANG YG ZALIM SAHAJA UTK MENUNJUKKAN BAHAWA HANYA MEREKALAH SAJA YG BERHAK DIBINASAKAN.SESUNGGUHNYA KEADILAN ALLAH ITU TIDAK MEMUNGKINKAN ORANG-ORANG YG TIDAK BERSALAH DIBINASAKAN.
    11)DI DALAM AYAT TERSEBUT JUGA TERDAPAT TIMBANGAN MAKNA KERANA LAFAZ-LAFAZ YG DIPILIH OLEH ALLAH DI DALAM AYAT TERSEBUT TERNYATA TIDAK MENGURANGKAN MAKSUD DAN TIDAK MEMBELOKKANNYA DARI MAKSUD PENGISAHAN.
    12)RINGKAS TETAPI PADAT:PERKATAAN YG DIGUNAKAN OLEH ALLAH DI DALAM AYAT TERSEBUT MEMPUNYAI MAKNA YG MERANGKUMI DAN TIDAK PERLU MENGGUNAKAN PERKATAAN YG PANJANG-PANJANG.

    13)AL TAHZIB:SEMUA PERKATAAN YG DIGUNAKAN OLEH ALLAH DI DALAM AYAT DI ATAS DAPAT DISEBUT DENGAN MUDAH (RINGAN PADA LIDAH) DAN SEDAP DIDENGAR OLEH TELINGA YG MENDENGAR.
    14)HUSNUL BAYAN:JELAS DAN PUAS.TIDAK MENINGGALKAN SEBARANG KEMUSYKILAN ATAU MEMERLUKAN PERTANYAAN LANJUT LAGI
    15)ATTAMKIN:TIDAK ADA KEGONCANGAN DARI SEGI SUSUNAN AYAT.
    16)INSIJAM:KALIMAH DEMI KALIMAH TERLUNCUR MUDAH SEUMPAMA MELUNCURNYA AIR SERTA LEBAT LAFAZNYA.

    LIHATLAH PARA PEMIRSA.HANYA SATU AYAT YG MENGANDUNGI 17 PERKATAAN MENGANDUNGI SEHINGGA 16 RETORIKA BAHASA DAN INI HANYALAH DARI PEMERHATIAN SEPINTAS LALU SAJA.MUNGKIN MASIH BANYAK LAGI JIKA DIGALI OLEH ORANG-ORANG YG LEBIH TELITI.MENURUT AL ALLAMAH ASSAKAKI DI DALAM AYAT DI ATAS UMUMNYA ADA 4 SEGI KEINDAHAN YAITU:
    A)DARI SEGI ILMU BAYAN.
    B)DARI SEGI ILMU MAANI
    C)DARI SEGI ILMU ILMU FASAHAH MAKNAWI
    D)DARI SEGI ILMU FASAHAH LAFZI.
    NABI CABUL MELAUNG-LAUNGKAN KONONNYA AL KITAB BERJAYA MENYAINGI AL QURAN DARI SEGI KEINDAHAN BAHASA.TAPI COBA LIHAT DUA AYAT YG MENGGELIKAN HATI DI BAWAH…
    Alkitab Funny retoris teks
    (خروج8:15) وبريح أنفك تراكمت المياه
    (Keluaran 8:15) DAN DARIPADA HEMBUSAN HIDUNGMU AIR TERAKUMULASI.
    HA HA HA …AIR TERKUMULASI ATAU HIDUNGNYA KETULARAN FLU???

    (أيوب10:35) الله صانعي، مؤتي الأغاني في الليل، الذي يعلمنا أكثر من وحوش الأرض، ويجعلنا أحكم من طيور السماء .
    ALLAH PENCIPTAKU,YANG MENDATANGKAN LAGU2 DI MALAM HARI,YG MENGAJARKAN KAMI LEBIH DARIPADA BINATANG YG MELATA DI PERMUKAAN BUMI DAN MENJADIKAN KAMI LEBIH BIJAKSANA DARI BURUNG-BURUNG DI LANGIT
    HA HA HA…ILMU APAKAH AGAKNYA YG DIAJAR ALLAH TAALA LEBIH DARIPADA BINATANG YG MELATA???HIKMAH APALAH AGAKNYA YG MELEBIHI BURUNG-BURUNG???
    HA HA HA …SAYA GAK DAPAT MELIHAT DI MANA LETAKNYA KEINDAHAN DAN KETINGGIAN BAHASA SEPERTI YG DIKUMANDANGKAN ITU.TIDAK ADA KEINDAHAN SAMASEKALI DARI SEGI BAHASA APA LAGI DARI SEGI MAKNA.SAMASEKALI TIDAK MENGGUGAH PERASAAN.LAFAZ-LAFAZNYA PUN TIDAK TERASA KEMANISAN.BEDA AL QURAN-LEMAK DAN MANIS DI DENGAR!MAKANYA INI MENJELASKAN LAGI BAHAWA SEMEMANGNYA AL QURAN ITU GAK BOLEH DITIRU ATAU DISAINGI.
    HANYA ORANG YG TIDAK MENGERTI SAHAJA YG DAPAT DIKIBULIN.HE HE HE …
    WAHAI ORANG-ORANG KAFIR!SUDAH TERANG SANGAT BUKTI-BUKTI KEBENARAN AGAMA ISLAM ITU.SELEBIHNYA TERPULANGLAH KEPADA DIRI KALIAN.UCAPKANLAH TIDAK ADA TUHAN YG LAYAK DAN BERHAK DISEMBAH MELAINKAN ALLAH DAN SESUNGGUHNYA NABI MUHAMMAD ITU ADALAH UTUSAN ALLAH KALIAN PASTI AKAN BERJAYA.

    1. Samuel Hadi Says:

      Mas Ilham, saya makin bingung nich. ANda ini mau menjelaskan apa sih?

      Mengapa sampai sekarang anda tidak membantah pemaparan Nabi Cabul soal kesalahan-kesalahan palaporan Quran mengenai Abraham, Hagar, Maria dan yang lainnya???!!!
      Bukankah Qur’an itu ditulis langsung oleh tangan ALlah SWT sendiri. Jadi nggak mungkin salah kan?
      Nah saya tunggu ya sanggahan anda dengan tak lupa melampirkan ayat-ayat Qur’an – untuk mengcounter pemaparan si Nabi Cabul sesat itu…


      1. Penentang Al Qur’an adalah dungu dan dangkal otaknya..!
        1. Menafsirkan Al Qur’an tidak hanya dari membaca terjemahannya, karena mempunyai adab-adab tersendiri. Bacahttp://www.mediabilhikmah.multiply.com
        Min aina anta?
        Membaca Al Qur’an tidak boleh dalam keadaan JUNUB.
        Anda harus SYAHADAT dahulu, kemudian mandi besar.
        2. Mereka selalu bertanya terus-menerus, tanpa memperhatikan jawabannya. Karena mungkin sudah ada draft pertanyaannya dari bos-bos mereka.
        Bertanya ada bermacam-macam:
        a. Memang belum tahu, dan ingin tahu.
        b. Memberikan test. Tetapi biasanya oleh orang yang lebih pandai.
        c. Memang INGIN MENGHUJAT, MENGHINA.
        d. MENGALIHKAN PERHATIAN. Tidak bisa menerima kenyataan bahwa:
        – Agama mereka tidak bisa memberi solusi.
        DAN ISLAM, TERNYATA BISA MEMBERIKAN SOLUSI TEPAT !!
        3. Mereka hanya terus memojokkan Islam, memancing emosi kaum muslimin. Mereka sebenarnya siapa sih yang mbayar?
        4. Mereka menyembunyikan dan mengalihkan perhatian kesesatan agama mereka, dengan memberondong pertanyaan kepada Islam.

        Dan ternyata Islam selalu bisa menjawab dengan tepat.

        Apakah mereka sendiri pernah mengutik-utik kejanggalan agama mereka?
        – Apakah yang disalib adalah benar-benar Isa (Yang sebenarnya adalah Yudhas Eskariot? Yang mirip dan dari kaum mereka sendiri)? Sang Juru Selamat? Selamatkan diri aja ngga’ bisa? Kalau benar Isa, Tuhan pasti menolong. Seperti kisah Hijrah Muhammad, banyak hambatan, bisa selamat.
        – Mengapa dalam gereja protestan tidak ada patung maria, sementara di khatolik ada patung maria? Dan cara ritual menunjuk-menunjuk berbeda di antara mereka?
        – Mengapa seorang galileo di hukum mati oleh gereja karena menentang ajaran gereja yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat rotasi? Galileo berpendapat bahwa matahari adalah pusat rotasi tata surya. Kitab yang telah dibuat kok keliru.
        – Mereka tidak pernah membaca kitab Injil yang asli. Injil Barnabas, perjanjian lama.
        – Kapan ada perjanjian baru versi terbaru?, perjanjian milenium, perjanjian abad ini kok belum disusun?
        – Pernahkan Nabi Isa as memberikan contoh untuk menyanyi keroncong?
        – Apakah Nabi Isa dirias waktu dikubur?
        – Apakah Nabi Isa menunjuk-nunjuk ke dada dan ke perut?

      2. hakkullah Says:

        @Samuel Hadi
        yang dijelaskan orang cabul, tidak memiliki rujukan yang shahih..orientalis barat itu hanya mencari kelemahan alquran krn iri hati dan sakit hati dengan ummat islam..kalau anda tidak percaya, silahkan anda perhatikan perjalanan hidup mereka.apa sebetulnya yang mereka inginkan, kalau mereka lontarkan balik pasti mereka gak bisa menjawab…sejak diutusnya Nabi Muhammad saw, dan setelah beliau wafat shahabat beliau banyak sekali dibandingkan shahabat Nabi Isa as..bayangkan bagaimana hebabnya, yang menghapalkan Firman Allah (Alquran) banyak sekali..baca para shahabat beliau juga, itupun didik oleh beliau, sperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali dll..perhatikan perjalanan Nabi Muhammad saw dengan rujukan yang benar…terima kasih


  128. Umat Islam dikejutkan kembali beredarnya “Al-Quran palsu” buatan Amerika. Tapi buku ini sesungguhnya membuka “borok lama”

    “Sungguh besar kalimat (dusta) yang mengalir dari mulut-mulut mereka, namun tak lain apa yang diucapkan kecuali kebohongan” (S. Al Kahf: 5)

    Akhir-akhir ini ummat Islam di berbagai belahan dunia kembali diresahkan oleh penulisan sebuah buku yang kemudian diklaim sebagai “tandingan” Al-Quran. Judul buku tersebut juga diambil dari salah satu sifat Al-Quran, yaitu “Al Furqaan” (pembeda antara kebenaran dan kebatilan).

    Saya sendiri menerima buku ini sekitar Juli 2001 lalu dan pada awalnya saya menganggapnya sesuatu yang tidak berharga. Sebagai seorang Muslim yang hidup di tengah-tengah non Muslim, propaganda murahan seperti ini merupakan hal biasa. Membaca, menyaksikan dan bahkan mengalami kebohongan seperti ini sudah merupakan santapan sehari-hari. Sikap saya ini juga merupakan sikap sebagian besar pemimpin komunitas Muslim di AS, yang menganggapnya sebagai pembuktian ayat Allah: “Meraka hendak memadamkan (cahaya agama) Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir membenci” (Ash Shaff: 8).

    Dalam pengantarnya di buku tersebut, kedua penulis yang tidak pernah menyebutkan nama lengkapnya, Al Saffee dan Al Mahdy, tidak menyebutkan buku ini sabagai tandingan Al-Quran dan hanya menyatakan seruannya: “Kepada bangsa-bangsa Arab khususnya dan ummat Islam umumnya di seluruh dunia: Salam sejahtera dan rahmat Allah Yang Berkuasa atas segala sesuatu“. Namun dalam pengantarnya di http://www.amazon.com, penulis dengan terus terang mengatakan bahwa buku ini adalah “the most plausible challenge to the Arabic Quran in history” (Tantangan yang paling nyata terhadap Al-Quran berbahasa Arab dalam sejarah)“

    Bagi penulis, buku ini ditujukan kepada ummat Islam dan ummat Kristiani sekaligus, untuk tujuan berbeda. Untuk ummat kristiani ditujukan agar mereka mendapatkan bukti-bukti substansial akan kebenaran kitab injil, sekaligus mendapatkan tanda tanya besar akan kesahihan Al-Quran. Sementara untuk umat Islam ditujukan agar mereka mendapatkan pelajaran dan pengalaman bercahaya.

    Dalam “press release” yang dikeluarkan oleh Baptist Press tanggal 27 Mei 1999, ketika awal penerbitan buku yang dipersiapkan selama tujuh tahun ini, Al Mahdy mengatakan dengan penuh optimisme: “Hendaknya ummat Kristiani di seluruh penjuru dunia mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran ummat Islam yang akan murtad ke tengah-tengah mereka“.

    Setelah membaca sekali lagi buku tersebut, ternyata sangkaan saya selama ini semakin kuat bahwa buku ini sesungguhnya tidak lebih dari sebuah “sampah” yang tidak berharga. Ditinjau dari segi bahasa apalagi dari segi substansi, buku ini hanya menggambarkan iri hati dan kebencian yang sangat terhadap kebenaran, yang oleh Al-Quran digambarkan sebagai “hasadan min ‘indi anfusihim” (dengki dari dalam diri mereka sendiri).

    Buku ini sesungguhnya membuka “borok lama” bahwa memang ada di antara manusia yang senang mencipta buku, yang kemudian diakui sebagai wahyu Tuhan. Dengan terbitnya buku al furqaan al haq ini, terbukti pula satu ayat Al-Quran yang menyatakan “mereka menulis kitab dengan tangan-tangan mereka, kemudian mengatakan bahwa ini (kitab)dari sisi Allah. (Yang dengannya), mereka membelih ayat-ayat Allah dengan harga yang murah“.

    Kitab ini, diakui penulis, bukan Al-Quran dan bukan pula Injil. Melainkan ciptaan baru yang diakui sebagai petunjuk (wahyu) untuk menerangi jalan manusia. Dengan demikian, ini merupakan pembuktian karakter dasar mereka yang senang mencipta-cipta buku dan diakui sebagai wahyu dari Allah. Tidakkah ini cukup menjadi bukti bahwa kitab suci yang mereka yakini saat ini adalah juga ciptaan manusia seperti ini?

    Penulis secara jujur mengakui ketinggian bahasa Al-Quran. Namun sangat keliru ketika mengatakan bahwa bahasa buku ini menyerupai bahasa Al-Quran. Kutipan ayat-ayat Al-Quran secara sepotong-sepotong dalam buku ini, dapat dirasakan dengan “dzawq lughawi” (rasa bahasa), betapa berbeda dengan kata-kata sisipan dari penulis. Secara gramatik misalnya, penulis sesungguhnya tidak menyadari bahwa penyerupaan “BismillahirRahmaniRahim” dengan “Bismilaab-alkalimah-ar ruuh-al ilaah al waahid al awhad” merupakan pengingkaran terhadap keyakinan dasar mereka sendiri. Karena kata benda dalam kalimat ini hanya “Aab” saja.

    Sementara semua kata selanjutnya adalah kata sifat dari Aab. Tanpa disadari penulis telah mengingkari konsep trinitas yang meyakini Bapak sebagai Dzat (benda), anak sebagai dzaat (benda) dan Roh kudus sebagai dzaat (benda). Sementara dalam kalimat ini, hanya Aab (bapak) saja sebagai benda, selebihnya hanya sifat dari Aab (tuhan bapak).

    Sangat disayangkan, di tengah gencarnya upaya-upaya mengharmoniskan hubungan antar pemeluk agama, saat ini masih ada orang yang tidak jujur pada dirinya sendiri. Justifikasi kebenaran dengan kedustaan merupakan sebuah kanaifan akan kebenaran itu sendiri. Justifikasi kebenaran kitab suci dengan kedustaan hanyalah indikasi akan kenaifan kitab suci itu sendiri dalam kebenarannya. Saya menilai, buku ini sesungguhnya adalah sebuah pengkhianatan terhadap injil. Karena kenaifan injil inilah maka diperlukan kitab lain untuk menunjuki jalan manusia.

    Akhirnya, saya menghimbau kiranya semua ummat beragama perlu menanamkan kejujuran pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin Anda dapat mengajak kepada keimanan, sementara anda menebarkan kedustaan? Saya sepertinya bisa memahami sikap Salman Rusydi karena dia memang tidak meyakini sebuah agama. Tapi saya justeru terheran dengan sikap pemimpin agama yang berjiwa kerdil.

    Bagi ummat Islam, anggap saja kasus ini sebagai krikil kecil dalam perjuangan, yang justeru mempertebal keimanan. Percayalah, kebenaran Kalam Allah tak akan ternodai secuil pun dengan kedustaan para pendusta: “Sungguh Kami menunrunkan “Dzikra (Al-Quran) ini, dan sungguh Kami pula yang menjaganya” dan “Katakanlah: Sesungguhnya walau manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang tulisan yang menyerupai Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan bisa membuat yang serupa dengannya, walaupun di antara mereka saling membantu (dalam kebatilan)” demikian jaminan Allah. [www.hidayatullah.com]

    Al Furqan Al Haq (The True Furqan) :
    Sebuah Kedustaan & Pengakuan Kegagalan Oleh: M. Syamsi Ali *
    Penulis adalah Imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Tulisan ini pernah ditulis pada kasus yang sama pada tahun 2001. Diedit dan diterbitkan ulang oleh http://www.hidayatullah.com

  129. ilham othmany Says:

    NABI CABUL MENULIS…
    Jejak Sidik Jari Muhammad
    Umat Muslim menyatakan bahwa bahwa Alquran “diturunkan” dari surga dan bahwa Muhammad tidak dapat dipandang sebagai manusia penyusunnya. Tetapi menurut Concise Encyclopedia of Islam, bahasa Arab yang dipakai dalam Alquran itu merupakan suatu dialek dan kosakata dari salah seorang anggota suku Quraisy yang tinggal di kota Mekah. Jadi sidik jari Muhammad tercecer di seluruh Alquran.
    Jika Alquran ditulis dalam bahasa Arab surgawi yang sempurna, mengapa sampai terungkap dengan telak bahwa bahasa itu adalah logatnya seorang suku Quraisy yang bertempat tinggal di kota Mekah? (alias bahasa Arab Quraisy)
    Argumentasi umat Muslim yang menyatakan bahwa Alquran ditulis dalam bahasa Arab surga sungguh tidak berdasar sama sekali.
    Dialek, kosakata, dan isi Alquran mencerminkan gaya bahasa dari penulisnya, yaitu Muhammad dan bukan sosok Allah dari surga.
    ..DEMIKIAN NABI CABUL…
    JAWAB: Penggunaan bahasa Arab dengan dialek Quraisy dijadikan alasan oleh Dr. Robert morey untuk mengatakan bahwa al-Qur’an adalah karangan Nabi Muhammad Saw seperti berikut ini :
    Pernyataan seperti di atas hanya pantas diucapkan oleh seorang yang tidak memiliki nabi. Bukankah nabi dari pembuat pernyataan tersebut menerima wahyu dalam bahasanya sendiri? Ungkapan balik semacam ini tidak berguna sebab yang mempertanyakan memang tidak punya nabi/rasul sebab sudah dilantik Paulus menjadi tuhan.
    Umat Kristen yang mengakui Injil tentu mengakui Taurat, yang tentunya mengakui adanya wahyu yang berbahasa Ibrani tersebut. Kenapa harus berbahasa Ibrani? Pertanyaan yang sama : “Kenapa harus berbahasa Quraisy ?”. Semua wahyu yang berasal dari Allah tentu saja boleh dikatakan Surgawi – untuk menyatakan wahyu itu berasal dari yang Kuasa-, wahyu tersebut disampaikan kepada masing-masing rasul dengan bahasa umat mereka. Kalau umat Muslim diberi wahyu berbahasa Ibrani tentu saja tidak akan paham, kalau tidak dipahami apa fungsinya wahyu ?. Taurat sendiri dalam kitab Ulangan :18 :18 menubuatkan kemunculan Muhammad, yang bahkan menerangkan bagaimana proses pewahyuan itu dilakukan.
    Masyarakat Arab pada masa turunnya wahyu adalah Inasyarakat yang sangat mengagungkan bahasa. Syair-syair yang muncul dikalangan mereka selalu membawa pengaruh sosial dan politik pada masa itu. Kemunculan Rasulullah Saw dengan ajaran yang baru dan sangat bertentangan dengan paham yang ada tentulah mengundang penentangan yang hebat, bahkan mengancam nyawa beliau. Sebagaimana Nabi-nabi lain yang telah terdahulu, setiap nabi dibekali dengan mukjizat yang dapat menaklukkan penentangan kaumnya sehingga mereka mempercayai risalah yang dibawanya. Jika Nabi Musa yang berhadapan dengan Fir’aun dan bala tentaranya – yang terkenal dengan kehebatan magic – dibekali dengan mukjizat yang dapat menandingi sihir, maka Rasulullah Muhammad Saw. yang berhadapan dengan masyarakat yang sangat mengagumi keindahan bahasa dibekali oleh dengan Mukjizat al-Qur’an yang disampaikan dengan keindahan bahasa yang dapat menandingi kemampuan masyarakat Arab saat itu.
    Keindahan gaya bahasa al-Qur’an terbukti telah menunjukkan keampuhan perannya sebagai mukjizat bagi keberhasilan dakwah Rasulullah Saw. Banyak sekali riwayat yang menyatakan bagaimana sebagian masyarakat Arab pada awal dakwah Islam dengan serta merta mengakui kenabian Muhammad Saw hanya setelah mendengar ayat-ayat Qur’an. Berikut ini kami kemukakan riwayat Umar bin Khattab yang masuk Islam setelah mendengar ayat yang dibaca oleh Rasulullah Saw.
    …berkata Umar bin Khattab : “Saya keluar untuk menemui Rasulullah Saw. (saat itu) saya belum masuk Islam. Saya mendapatkannya telah mendahului masuk masjid maka saya berdiri dibelakangnya, kemudian (Rasulullah) memembaca surat al-haqah maka saya terkagum-kagum dengan susunan (gaya bahasa) al-Qur’an “. (Umar) berkata : Maka saya mengatakan : “Ini adalah penyair seperti yang dikatakan oleh (kaum) Qurays”. (kemudian Umar) mengatakan : “Maka (Rasulullah Saw.) membaca (ayat yang artinya) (Sesungguhnya al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. dan al-Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.]. Umar berkata: “Saya mengatakan (ini perkataan) peramal. Rasulullah mengatakan (menyebut ayat yang artinya) [Dan hukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. la adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. ] hingga akhir surat. Umar berkata : “maka menetaplah Islam dalam hatiku sedalarn-dalamnya. (HR. Imam Ahmad).
    Sahabat Umar bukanlah seorang yang bodoh. Beliau adalah seorang yang sangat berani dan kritis dengan kemampuan berbahasa yang tinggi. Masih banyak lagi riwayat keislaman masyarakat Arab karena kekaguman mereka terhadap gaya bahasa al-Qur’an.
    Keindahan bahasa al-Qur’an baik dalam pemakaian kata maupun penyusunannya, diakui oleh masyarakat Arab sendiri sejak awal mula diturunkan hingga saat ini. Gaya bahasa yang sangat indah dari AI-Qur’an sekaligus menafikan adanya campur tangan manusia di dalamnya termasuk Rasulullah Saw. Pernyataan Robert Morey seperti berikut ini :
    Ceceran sidik-jari tangan Muhammad dapat dilihat pada setiap halaman al-Qur’an sebagai saksi bahwa asal al-Qur’an tidak murni dari Allah.
    Adalah pernyataan tanpa dasar. Setidaknya ada dua hal Yang perlu kita perhatikan dalam masalah ini yaitu :
    Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang turun secara spontan. Dan tidak dapat disangkal bahwa redaksi yang disusun seseorang secara spontan, pasti mutunya lebih rendah dari yang disusun dengan berpikir lebih dahulu. Tetapi para kritikus bahasa – setelah membandingkan ucapan Nabi Muhammad Saw dengan ayat-ayat Qur’an – mengakui bahwa keindahan bahasa Al-Qur’an lauh melebihi keindahan bahasa Nabi Muhammad Saw. Kalau bukan dari Allah mana mungkin yang spontan lebih baik dari yang dipikir lebih dahulu (lihat riwayat di atas).
    Pakar-pakar bahasa mengakui bahwa setiap orang mempunyai gaya bahasa tersendiri yang merupakan ciri khas masing-masing. Amat sulit bagi seseorang -kalau enggan berkata mustahil- untuk memiliki dua gaya bahasa yang berbeda. Jika anda membandingkan gaya bahasa al-Qur’an dengan gaya bahasa hadits maka anda akan menemukan suatu perbedaan yang menonjol. Jadi masihkah nabi cabul dan orang-orang yg seumpamanya bersikukuh al quran itu produk nabi Muhammad dengan argument yg tidak mendasar semata-mata ia diturunkan dengan dalam dialek Quraisy?Sungguh ini hanyalah propaganda akal-akalan orientalis semata tetapi hanya Allah sajalah yg mengetahui apa yg tersirat di dalam dada manusia.
    Wahai orang-orang kafir!Hanya kebenaranlah yg dapat menyelamatkan manusia di akherat dan hanya kejujuran sajalah yg dapat meraih kebenaran itu.Dengan ini Allah swt membuat tapisan hanya orang2 yg jujur saja yg layak masuk ke surga.Jika kalian jujur ucapkanlah Tidakn ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah!Kalian tidak ingin kejayaankah?

  130. Samuel Hadi Says:

    Mana sanggahan bahwa Abraham memang benar sampai di Mekah dan dialah yang mendirikan Kabah?

    Mana bukti-bukti bahwa Hagar dan Ismail diusir sampai lari ke Safa dan Marwah?

    Anda masih belum menjawab pemaparan Nabi Cabul soal kepalsuan Quran anda itu!

  131. Samuel Hadi Says:

    Mas Ilham,
    Ayo dong buktikan kecerdasan dan pengetahuan anda yang sedemikian dalamnya tentang Islam dan Al Qur’an.
    Buktikan bahwa Qur’an itu benar dan Taurat serta Injil itu salah! Niscaya kami akan mengikuti iman Muslim anda…

    Berhentilah mengutip kutip tulisan orang-orang kafir. Pakai sumber-sumber yang paling otentik yaitu Quran dan hadis bahwa memang Abrahamlah yang mendirikan Kabah, bahwa Harun itu benar-benar saudara Maria/Maryam ibunya Isa/Yesus, bahwa Hagar dan Ismail memang benar telah diusir hingga mereka tiba di Safa dan Marwah di Tanah Arab Saudi!
    Buktikan bahwa si Nabi Cabul itu sungguh-sungguh seorang penyesat!

    1. ilham othmany Says:

      Sabar dong!Soalnya saya belum nyampe ke situ.Jadi sabar ya..Lama-lama juga sampai.

    2. hakkullah Says:

      @Samuel Hadi
      benar kata mas ilham, anda suruh sabar untuk mendengar cerita lanjutan..Insya Allah, anda bisa nyambung gak seperti alkitab..anda baca dulu pelan-pelan dan pahamillah..

  132. ilham othmany Says:

    NABI CABUL MENULIS…..

    1. Kesalahan Mengenai Trinitas
    Alquran mengandung banyak kekeliruan mengenai apa yang diimani dan yang dilakukan oleh umat Kristen. Salah satu kekeliruan utama Alquran adalah salah dalam memahami doktrin Trinitas umat Kristen.
    Muhammad secara keliru menganggap bahwa umat risten menyembah tiga Tuhan: Bapa, Ibu (Maria), dan Anak (Yesus), (Surat 5: 73-75, 116).
    Sebagaimana yang dinyatakan oleh Richard Bell sebagai berikut:
    Muhammad tidak pernah mengerti mengenai doktrin Trinitas.
    Encyclopedia Britannica menyatakan:
    Ada kesalahan konsep mengenai Trinitas di dalam Alquran.
    Yusuf Ali dalam terjemahan Alquran yang dilakukannya mencoba menghindari kesalahan tersebut. Dia secara sengaja membuat terjemahan yang keliru terhadap Surat 5: 73.
    Teks dalam bahasa Arab mengutuk mereka yang mengatakan bahwa:
    “Allah salah seorang dari yang tiga”, maksudnya adalah bahwa “Allah hanyalah satu dari tiga Tuhan”.
    Baik Arberry maupun Pickthall menerjemahkan teks tersebut dengan benar.
    Tetapi Ali sengaja menerjemahkan Surat 5:73 secara salah menjadi berbunyi:
    Mereka menghujat barangsiapa berkata bahwa Allah adalah satu dari tiga dalam satu Trinitas. (God is one of three in a Trinity).
    Kata-kata “dalam satu Trinitas” tidak pernah ada dalam teks bahasa Arab.
    Ali menaruh kata tersebut dalam terjemahannya sebagai suatu usaha untuk menghindari kesalahan ayat Alquran yang merujuk umat Kristen sebagai mengimani tiga Tuhan. Dalam kenyataannya umat Kristen hanya mengimani Satu Tuhan Tri Tunggal: Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Umat Kristen sama sekali tidak mengimani 3 Tuhan, dan Maria bukan salah satu oknum dalam Trinitas.
    Bahkan Concise Dictionary of Islam mengakui:
    Dalam beberapa kasus, “materi” yang membentuk substansi narasi Alquran, (seperti pengakuan iman Kristen dan Yudaisme), tidaklah mencerminkan apa yang dipahami oleh umat Kristen atau umat Yahudi itu sendiri!
    (Dengan perkataan lain, sinyalemen Alquran terhadap materi ajaran Kristen/Yahudi itu tidaklah tepat sebagaimana mestinya!)
    Alquran jelas salah dalam hal ini sampai-sampai seorang Muslim seperti Yusuf Ali, harus secara sengaja membuat suatu terjemahan Alquran yang salah, demi menghindari kesalahan Alquran itu sendiri.
    ……………..DEMIKIAN NABI CABUL………..
    JAWAB: Dalam salah satu tulisannya, Morey mempermasalahkan posisi Maryam dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 73-75 dan 116. Al Quran, dalam pandangan Morey, mengandung kesalahan kosep dalam mengungkapkan doktrin trinitas Kristen. Muhammad, tulis Morey, secara keliru menganggap bahwa umat Nashrani menyembah 3 (tiga) tuhan yaitu : Bapa, Ibu (Maryam), dan Anak (Isa).[1] Guna memperkuat argumentasinya, Morey juga mengutip pendapat Richard Bell dan Encyclopaedia Britanica yang menegaskan bahwa Al Quran memiliki kesalahan konsep tentang trinitas dan Muhammad sebagai penulis Al Quran kurang memahami hal tersebut.[2] Morey menambahkan bahwa umat Kristiani tidak pernah mengimani tiga Tuhan dan Maria bukan merupakan salah satu oknum dalam ketuhanan Trinitas sebagaimana konsep dalam Al Quran. Morey sendiri nampaknya telah menjadi sedemikian yakin dengan argumentasinya yang didukung oleh sejumlah ‘kebingungan’ penulis dari kalangan Islam tentang tafsir ayat tersebut.
    Lantas, benarkah Al Quran telah salah ketika menyebutkan bahwa Maryam pernah disembah sebagai tuhan ?
    FAKTA YANG DILUPAKAN
    Ayat al Quran yang dipermasalahkan oleh Robert Morey adalah Surat Al Maidah ayat 73 sampai 75 sebagai berikut :
    73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
    74. Maka Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    75. Al masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya Telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), Kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu).
    Juga ayat dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 116 sebagai berikut :
    116. Dan (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah Aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika Aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan Aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.
    Permasalahan pertama yang akan penulis bahas terkit dengan konsep penyembahan terhadap Maryam dalam dunia Kristen. Robert Morey secara tegas telah menolak posisi Maryam sebagai salah Tuhan dan satu satu oknum ketuhanan trinitas. Nampak bahwa Morey telah mempersulit dirinya sendiri pada tahap awal dengan menempatkan realsi antara penuhanan Maryam dengan keanggotaannya sebagi salah satu oknum trinitas.
    Senada dengan Morey, Geoffrey Parrinder menyatakan bahwa ayat Al Quran Surat Al Maidah ayat 116 adalah sulit dipahami dalam kekristenan. Menurut Parrinder pada abad V, Nestorius, seorang bangsawan Konstantinopel, telah memprotes penggunaan gelar ”ibu Tuhan” (theotokos, god-bearer) yang berkembang dan diterapkan kepada Maryam. Nestorius menyatakan, seharusnya digunakan kata ’ibu manusia’ Yesus (anthropotokos); ibu Kristus (cristo-tokos). Nestorius juga tidak bersedia mengakui penggunaan frase seperti itu yang berarti bahwa ”Tuhan telah dilahirkan” dan ”Tuhan telah mengalami penderitaan” sebagaimana banyak digunakan pada hari ini. Nestorius mengajarkan bahwa Yesus adalah organ bejana dan kuil bagi anak Tuhan. Karena pemahaman inilah maka gereja Nestorian akhirnya terpisah.[3]
    Bambang Noorsena, tokoh Kristen Orthodoks Syria, nampaknya juga memberikan pengakuan bahwa bentuk pseudotrinity yang terdiri dari Allah, Isa, dan Maryam adalah sebuah realitas yang pernah terjadi. Namun Noorsena membatasi bahwa reaksi Al Quran yang kerap kali krisi terhadap sejumlah keyakinan Kristen, tidak semua didasarkan atas kekristenan yang orthodoks. Penilaian Islam tentang Kristen, menurut Noorsena, tidak ditujukan pada kekristenan yang lurus dan benar, namun lebih ditujukan kepada praktik-praktik sekte-sekte Kristen yang sesat dan menyimpang (heterodoks).[4] Hakikatnya, Noorsena mengakui bahwa praktik penuhanan terhadap pribadi Maryam bukanlah sebuah omong kosong, namun merupakan fakta historis.
    Sebagai sebuah realitas historis, sisa-sisa penyembahan terhadap Maryam masih dapat ditemukan hingga hari ini. Di sejumlah wilayah Eropa, termasuk Polandia, bahkan Inggris Raya dan Perancis Selatan, menurut survey yang dilakukan oleh Ean Begg pada tahun 1985, masih ditemukan patung bunda Maria yang berwarna hitam yang dikenal dengan sebutan black virgin atau Black Madonna.[5] Patung tersebut sengaja dibuat untuk dipuja atau disembah sebagai tuhan. Bahkan patun-patung tersebut selalu diasosiasikan dengan sejumlah situs pemujaan kaum pagan dari masa yang jauh lebih kuno.[6] Ditengarai bahwa penyembahan terhadap pribadi Maria merupakan hasil proses adopsi dan perkembangan dari pemujaan terhadap sejumlah dewi pagan yang memiliki kisah kehidupan sama persis dengan kisah Yesus dan Ibunya, Maria.
    Dalam kebudayaan paganisme dikenal Bacchus (Dionysius) yaitu dewa matahari Yunani yang lahir dari kandungan seorang perawan bernama Demeter yang mengandung dari benih Dewa Jupiter tanpa hubungan badan. Bacchus lahir pada tanggal 25 Desember dan terbunuh untuk menebus dosa manusia. Dikisahkan pula bahwa Bacchus kemudian bangkit kembali dari kematiannya.[7]
    Bangsa Mesir juga mengenal Osiris, dewa matahari yang lahir pada 25 Desember dari kandungan seorang perawan yang disebut ’Perawan Dunia’. Osiris memiliki 12 orang murid. Salah satu muridnya yang bernama Typhone berkhianat hingga menyebabkan kematian Osiris. Setelah bersemayam selama tiga hari dalam kuburnya, Osiris bangkit kembali dari kematiannya. Ia diyakini sebagai inkarnasi Tuhan dan merupakan salah satu dari oknum trinitas 3 Dewa di Mesir.[8]
    Demikian juga dalam cerita mithologi yang lain tersebutlah Mithra yang lahir pada tanggal 25 Desember. Memiliki pemujaan yang dilakukan setiap hari Minggu. Mithra adalah seorang juru selamat yang menebus dosa manusia. Dia tidak disalib namun mengurbankan lembu suci yang darahnya mensucikan dan menebus dosa manusia. Lembu itu tidak lain adalah inkarnasi dari sang Mithra sendiri. Perayaan Mithra biasanya ditandai dengan keberadaan pohon terang.
    Penyembahan terhadap sosok ibu Tuhan umumnya terjadi dalam kepercayaan pagan yang dsebutkan di atas. Masing-masing wilayah penyembah paganisme memiliki Tuhan Ibu dan Anak. Di Jerman, Hertha disembah sebagai ibu suci dengan anak dipangkuannya. Di Scandinavia, Disa disembah sebagai tuhan ibu dengan anak dipangkuannya juga. Sedangkan di Romawi purba, Venus atau Fortuna juga dipuja sebagi tuhan Ibu bersama Jupiter anaknya.[9]
    Ralph Edward Woodrow dalam buku Babylon Mysteri Religion mengutip buku Frazer, The Golden Bought Volume 1 Halaman 356 menjelaskan fakta bahwa penyembahan terhadap Tuhan Ibu dan Tuhan Anak telah menyebar dan merasuk kepada masyarakat kerjaan Romawi dan sekitarnya. Hal tersebut iungkapkan oleh Woodrow sebagi berikut:
    “The Worship of Great Mother … very popular under the Roman Empire, unscriptions prove that the two (the mother and the child) receive divine honors, … not only in Italy and especially at Rome, but also in the provinces, particularly in Arican, Spain, Portugal, France, Germany, and Bulgaria”.[10]
    Akibatnya bisa dipastikan, penyembahan Tuhan Ibu dalam Kristen tidak dapat dihindari setelah para penyembah berhala dari Romawi, Yunani, Babilonia, dan Mesir memeluk ajaran Kristen. Dalam agama barunya tersebut para mantan penyembah berhala tidak mendapatkan penylurn yang sesuai dengan semangat penyembahan Tuhan Ibu. Padahal mereka belum dapat sepenuhnnya meninggalkan ajaran paganisme. Woodrow menulis bahwa kompromi pun terjadi, pihak gereja mencarikn padnan terhadap figure ibu yang disembah oleh kaum mantan kaum pagan dalam khazanah kekristenan. Tuhan Ibu yang dimaksud tidak lain adalah Maria, Ibu Yesus.
    “One of the best example of such a carry over from paganism may be seen in the way the worship o the great mother continued – only in a slightly different form and with a new name. You see many pagans had been drawn to Christianity, but so strong was their adoration for the mother goddess, they did not want to forsake her. Compromising church leaders saw that if they could find some similarity in Christianity with the worship of the mother goddess, they could greatly increase their numbers … but who could replace the great mother of paganism ? Mary, of course was the most logical person for them to choose … little by little, the worship that had been associated with the pagan mother was transferred to Marry”.[11]
    Maka tidak mengherankan pasca munculnya kritik Nestorius yang menolak istilah “bunda Tuhan”, gereja justru mengukuhkan posisi Maria sebagai Theotokos atau Ibu Tuhan dalam Konsili Efesus tahun 431 M. Salah satu butir yang dihasilkan dalam konsili tersebut adalah sebagai berikut : “Menurut pengertian bahwa kesatuan ini tidak mencampur adukkan, kami mengaku bahwa anak dara kudus adalah theotokos (bunda Allah), karena Allah Firman menjelma menjadi manusia dan sejak pembuahan-Nya menyatukan pada diri-Nya bait yang diambil daripadanya (Maria)”.[12]
    Berdasarkan informasi Ibnu Patrick, seorang sejarawan dan padri Kristen, menjelang Konsili Nicea 325 M dari jumlah peserta keseluruhan 2.048 orang terdapat sebagian peserta dari mahzab Mariamites dan Remitim yang berpendapat bahwa Yesus dan Ibunya adalah 2 (dua) Tuhan selain Bapa.[13] Selain itu terdapat aliran Ebionit yang secara jelas juga memuja Maria sebagai Tuhan Ibu. Penganut aliran Ebionit dikenal sebagai aliran yang para penganutnya menggunakan bulu domba sebagai pakaian. Bulu domba tersebut dikenakan agar mereka dapat hidup dalam kesederhanaan. Dalam hal ini tradisi mereka mengenakan kulit domba sebagai pakaian mirip dengan tradisi kaum sufi generasi awal dalam Islam yang menutamakan kezuhudan. Gambaran tentang cara berpakain kaum Ebionit ini dapat kita lihat kemiripannya dengan kisah Perjanjian Baru dalam Ibrani 11: 37.
    Tentang apakah penyembahan terhadap Maria adalah bentuk Kekristenan heterodoks yang menyimpang maka biar waktu yang akan menentukan. Sebab sejumlah pertarungan keyakinan yang medasar dalam dunia Kristen bahkan belum selesai hingga hari ini. Sebut saja pertarungan antara kaum Trinitarian dan Unitarian. Satu pihak mengakui trinitas dengan sejumlah argumentasinya dan dipihak lain menolaknya dan menganggap bahwa Yesus hanya seorang nabi dan bukan Tuhan. Sedangkan bagi seorang penganut Kristen, terkait masalah penyembahan dan Ketuhanan Maria tentu akan lebih menguntungkan jika hal ini terhapus saja dari ingatan sejarah. Masalah trinitas yang diakui mayoritas dunia Kristen hari ini juga bukan tanpa cacat sejarah. Konsili Nicea pada 325 Masehi, menurut informasi Ibnu Patrick, dihadiri oleh 2.048 orang peserta yang terdiri diri para uskup. 318 (tiga ratus delapan belas) orang diketahui sebagai pendukung konsep ketuhanan Yesus. Sedangkan 700 (tujuh ratus) orang uskup merupakan pendukung Arius yang menolak hakikat ketuhanan Yesus, dan sisanya memiliki sejumlah kepercayaan yang berbeda termasuk yang mempercayai Ketuhanan Maria. Namun, anehnya berkat prakarsa Kaisar Konstantin, hanya pendapat 318 orang (pendukung ketuhanan Yesus) tersebut yang kemudian dimenangkan. Jelas kaisar Konstantin telah emerankan agnda politik pribainya dengan sukses.
    Lantas dimana letak kesalahan atau miskonsepsi Al Quran tentang trinitas Kristen ? Al Quran jelas dalam ayat tersebut tidak membahas tentang trinitas. Hal tersebut hanya merupakan bagian dari upaya Robert Morey dalam menyudutkan Islam. Namun jawaban atas pertanyaan ”apakah Al Quran telah salah ?” jawabannya adalah ”Tidak !”. Justru kehebatan Al Quran adalah mampu memberikan isyarat bagi pengungkapan kebenaran sejarah, dimana dunia pun telah berusaha secara maksimal untuk melupakannya.
    Sebagai kesimpulan tuduhan Robert Morey bahwa Al Quran memiliki kesalahan konsepsi tentang trinitas terbukti tidak benar. Konsep Trinitas dalam dunia Kristen sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa termasuk bersentuhan dengan sejumlah peradaban dan kepercayaan lainnya. Kebenaran lain yang terungkap justru teletak pada ketidakbenaran pemahaman Morey terhadap sejarah agamanya sendiri. Sehingga bukunya ”Islamic Invasion” sering diwarnai dengan pemahaman yang tidak berdasar. Sebuah pemikiran yang hanya lahir didasarkan pada kebencian fanatis yang menutup semua bentuk akal waras.
    Wahai orang –orang kafir!Janganlah setelah kalian tidak beriman dengan keesaan Tuhan kalian mempersenda-sendakan keesaan Tuhan pula dengan mengatakan satu tapi tiga dan tiga tapi satu.Tidak berguna iman kepada Tuhan yg satu tapi ada tiganya dan amatlah besar kebohongan orang menyembah tiga Tuhan tapi mengatakan hanya beriman kepada satu Tuhan.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammd itu adalah utusan Allah kalian pasti berjaya.

    1. someone Says:

      Semoga samuel hadi memahami dan mendapatkan hidayah, meyakini kebenaran Islam, amien.

      1. ilham othmany Says:

        Amin Ya Rabbal alamin

  133. ilham othmany Says:

    Nabi Cabul menulis…..
    1. Muhammad Mengenai Wanita
    Muhammad mengajarkan bahwa mayoritas penghuni Neraka adalah wanita!
    Nabi berkata, “Saya melihat ke dalam api neraka dan ternyata mayoritas penghuninya adalah wanita” (Hadis I/28, 301; Hadis II/161).
    Alasan mengapa mayoritas penghuni Neraka adalah wanita jelas-jelas
    tertulis dalam Hadis II/541,
    Wahai wanita! Aku tidak pernah melihat manusia yang begitu kurang dalam kecerdasan dan dalam agama selain dari jenismu.
    Muhammad meyakini bahwa para wanita “kurang
    cerdas” dan oleh karenanya menurut Hukum Islam mereka tidak layak diberi hak-hak yang sama dengan pria.
    Contohnya, Muhammad mengatur dalam undang-undang bahwa kesaksian wanita di pengadilan nilainya hanya setengah dari kesaksian seorang pria. Jadi diperlukan kesaksian dari dua orang wanita untuk mengimbangi kesaksian seorang pria. Bayangkan bagaimana dampak peraturan tersebut terhadap wanita-wanita yang diperkosa.
    Nabi bersabda, “Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan setengah dari kesaksian seorang pria?” Para wanita itu berkata “Ya”. Nabi berkata lagi, “Hal itu disebabkan karena kemampuan berpikir wanita sangat kurang” (Hadis III/826).
    Muhammad bahkan membuat peraturan bahwa hak
    warisan yang diterima anak wanita hanya sebesar setengah dari yang diterima anak laki-laki (Hadis IV/10). Jadi para wanita dihukum secara keuangan semata-mata karena mereka wanita.
    Dan barangkali gambaran terendah dari martabat wanita Islam tercermin dalam pernyataan bahwa dalam Firdaus tersedia wanita-wanita cantik yang tugas utamanya adalah untuk memuaskan nafsu seksual pria, dan mereka ditambatkan pada sudut-sudut suatu paviliun.
    Pernyataan Allah, wanita-wanita cantik ditambatkan di paviliun-paviliun. Rasul Allah berkata, “Si Surga ada sebuah paviliun yang terbentuk dari sebuah lubang terowongan mutiara yang lebarnya 60 mil, pada masing-masing sudut terdapat para isteri yang terpisah dan tidak dapat saling melihat dengan sudut lainnya, dan orang-orang beriman akan mengunjungi para wanita tersebut untuk “menikmati” mereka. (Hadis VI/406).
    [Bahwa di mata Allah, wnaita Islam tampak merupakan obyek-seks dari pria, dijelaskan dalam HSB 1439, dimana Muhammad berkata: “Apabila seorang laki-laki mengajak isterinya tidur, sedang perempuan tidak mau, lalu laki-laki tadi semalaman itu dalam keadaan marah, malaikat melaknati perempuan itu sampai pagi”.
    Tidakkah pelaknatan malaikat semacam ini sungguh bermasalah?
    1) Hukuman sepihak tanpa mempersoalkan keberatan-keberatan di pihak sang isteri?
    Capai, sakit, labil mental atau fisik, salah waktu, salah tempat, salah kondisi, salah cara mengajak hubungan seks dari pihak suami, – semuanya adalah sah bagi sang isteri untuk menolak seks sepihak. Bila tidak, tentu seks suami-isteri itu akan berubah menjadi “pemerkosaan suami” atau sang isteri hanyalah budak-seks belaka! Adilkah Allah?
    2) Apakah malaikat perlu bekerja semalam suntuk demi melaknati sang isteri? Apakah penghakiman Allah dibatasi waktunya sepanjang beberapa jam itu saja (dari malam tersebut hingga paginya), dimana sang isteri segera akan terlunas dari laknat keesokan harinya? Dan benarkah sang isteri akan betul-betul merasakan ujud laknatNya semalaman, padahal ia tertidur? Telah maha benarkah Allah membela semua kemarahan/kebencian karena nafsu berahi di pihak laki-laki, tanpa menawarkan pendamaian keluarga, kecuali melaknati pihak perempuan?]
    ………Demikian Nabi Cabul…………
    Jawab:Penyebutan “kekurangan akal dan agama bagi kaum wanita” bukan berarti bahwa hadits ini memberikan celaan atau merendahkan mereka karena pada hakekatnya bahwa kekurangan akal dan agama itu adalah sesuatu yang nisbi. Terkadang ada seorang wanita lebih sempurna akalnya dan lebih kuat agamanya daripada laki-laki, hal ini menunjukkan perbedaan antara sesuatu yang sempurna dengan yang lebih sempurna atau sesuatu yang kurang dengan yang lebih memiliki kekurangan. Kemudian juga bahwa keumuman pada kaum wanita didalam kekurangan akal dan agama tampak bertentangan dengan hadits,”Laki-laki yang sempurna banyak dan tidak banyak dari kaum wanita yang sempurna kecuali Maryam putri Imron dan Asiyah binti Muzahim” hadits ini dikeluarkan Bukhori didalam kitab al Anbiya bab firman-Nya “Dan (ingatlah) ketika malaikat mengatakan : ‘Wahai Maryam..” (Fathul Bari juz X hal 691 dan Muslim no. 2431 dalam Fadhoil ash shahabah bab fadhoil khodijah)
    Al Imam al Hafizh Ibnu Hajar didalam al Fath mengatakan bahwa penyebutan akan kekurangan pada wanita itu bukanlah celaan kepada mereka karena hal itu adalah dasar penciptaannya akan tetapi ia adalah peringatan akan fitnah mereka. Karena itu yang menyebabkan adzab bukanlah kekurangan itu akan tetapi karena apa-apa yang disebutkan didalam hadits itu seperti banyak melaknat, maksiat terhadap suami dan menghilangkan akal kaum pria.
    Disini kita katakan bahwa hadits itu ditujukan kepada kaum wanita dalam suatu majlis nasehat Rasulullah saw yang pada awalnya menunjukkan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah kaum wanita dan pada akhirnya adalah nasehat bagi kaum wanita sehingga mereka melepaskan diri dari sifat-sifat yang dapat menyebabkan mereka ke neraka dan memperingatkan mereka akan kekuatan pengaruh kaum wanita bersamaan dengan kelemahan mereka terhadap akal cerdas kaum laki-laki kuat dan setia terlebih lagi terhadap kaum laki-laki yang lemah dan sembrono diantara mereka. Seakan-akan dikatakan kepada kaum wanita,”Wahai kaum wanita bersedekahlah dan janganlah banyak melaknat dan janganlah maksiat kepada suami dan janganlah berbuat fitnah terhadap kaum laki-laki. Sesungguhnya mayoritas penghuni neraka adalah dari kaum wanita.” (www.islamonline.net)
    Hal lain yang perlu dicermati adalah selain pernyataan Rasulullah saw bahwa kaum wanita adalah mayoritas penghuni di neraka akan tetapi pada saat yang bersamaan mereka juga menjadi mayoritas penghuni surga, sebagaimana pendapat Abu Hurairoh dan juga al Qodhi berdasarkan hadits Rasulullah saw lainnya,”Sesungguhnya kelompok yang pertama masuk surga berparas seperti bulan pada malam purnama, sedangkan yang berikutnya adalah seperti cahaya bintang terang di langit dan setiap mereka mendapatkan dua isteri dan tidaklah di surga kecuali ia adalah seorang perjaka” (HR. Muslim)
    Al Qodhi mengatakan bahwa lahiriyah hadits ini menunjukkan kaum wanita adalah mayoritas penghuni surga sedangkan didalam hadits lainnya disebutkan bahwa mereka adalah mayoritas penghuni neraka. Dia mengatakan.”Hal ini bisa digabungkan sehingga menjadi wanita adalah mayoritas anak-anak Adam.” Dia mengatakan bahwa itu semua adalah pada manusia karena jika tidak maka telah dijelaskan bahwa setiap laki-laki penghuni surga mendapatkan sekian banyak bidadari.” (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XVII hal 250)
    Al Imam Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa perkataan “setiap mereka mendapatkan dua isteri” adalah isteri dari kaum wanita dunia, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ahmad dari jalur lain dari Abu Hurairoh tentang sifat penghuni surga yang paling rendah “Dan sesungguhnya baginya bidadari sebanyak 72 sebagai isteri selain isteri-isterinya di dunia.” Didalam sanadnya terdapat Syahr bin Hawsyab yang statusnya masih dibicarakan.
    Abu Hurairoh berdalil dengan hadits ini dengan mengatakan bahwa kaum wanita di surga lebih banyak daripada kaum laki-laki sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari jalan Ibnu Sirin. Hal ini jelas namun bertentangan dengan sabdanya saw yang lain didalam hadits tentang gerhana “Aku menyaksikan bahwa kalian (kaum wanita, pen) mayoritas penghuni neraka.” Hal ini bisa dijawab bahwa mayoritas kaum wanita di neraka tidaklah menafikan mayoritas pula mereka di surga.
    Namun juga ada kebimbangan terhadap ini berdasarkan sabdanya saw didalam hadits yang lain,”Aku menyaksikan surga dan melihat bahwa kaum wanita adalah minoritas penghuninya” Hal ini dimungkinkan bahwa orang yang meriwayatkan hadits ini meriwayatkannya dari sisi makna yang difahaminya(rawaahu bil ma’na), yaitu karena kaum wanita adalah penghuni mayoritas di neraka sehingga menjadikan mereka penghuni minoritas di surga. Padahal ini tidaklah menjadi suatu kemestian.., dan ada kemungkinan juga bahwa hal itu adalah pada permulaan masuk surga sebelum kaum wanita pelaku maksiat dikeluarkan dari neraka dengan syafa’atnya. (Fathul Bari juz VI hal 351 – 352)
    Berkenaan diperlukan dua saksi wanita bagi manyamai kesaksian seorang lelaki maka itu adalah realitas perbezaan fisik antara lelaki dan wanita itu sendiri.Jika nabi mengatakan akal wanita lebih kurang daripada lelaki maka yg demikian adalah tidak jauh dari kenyataan kerna jika kita lihat fisik wanita rata-rata lebih kecil daripada lelaki dan ini sangat memungkinkan mereka memiliki saiz otak yg lebih kecil dibanding lelaki.Sedangkan hukum di dalam Islam adalah dibinakan atas dasar umum yakni oleh kerna pada umumnya saiz wanita itu lebih kecil daripada lelaki maka sudah tentu mereka secara umum memiliki saiz otak yg lebih kecil dan ini sudah pasti secara umumnya pemikiran mereka lebih rendah ketimbang lelaki.Selain itu juga wanita adalah kaum yg lemah tidak seperti pria yg lebih tahan kepada ancaman dan ugutan sedangkan menjadi saksi ada waktu-waktunya mendedahkan wanita kepada keadaan tersebut.Makanya diperlukan kepada dua saksi wanita sebab di dalam keadaan menghadapi ancaman dan ugutan jika berdua mereka lebih tahan menghadapi situasi tersebut berbanding jika seorang.Lain dengan pria yg biasanya lebih kuat dan lebih berani.
    Tentang pewarisan pula kita harus memahami bahawa
    Syariah Islam telah menetapkan hak dan kewajiban wanita dan pria secara berbeda. Kepemimpinan yang mengandung kekuasaan dan kepemimpinan keluarga, misalnya, diserahkan kepada pria; tidak kepada wanita. Kewajiban mencari nafkah dibebankan kepada pria, tidak kepada wanita. Jihad yang diwajibkan kepada pria. Sehingga apabila dua orang lelaki dan wanita akan berumahtangga pihak lelakilah yg dibebankan dengan tanggungjawab memberikan mahar atau maskawin.
    Oleh kerana tugas menyara keluarga,memberikan pendidikan anak-anak dan menjaga orang tua yg telah tua dibebankan kepada lelaki maka lelaki perlukan sumber kewangan yg lebih.Oleh itu wajar jika mereka mendapat bahagian yg lebih di dalam harta warisan.Di dalam masa yg sama Islam tidak melupakan kaum wanita dimana mereka juga mendapat harta warisan peninggalan kerabat mereka dan bahagian mereka telah ditentukan dengan jalan fardhu yakni tidak boleh dikurangi.

    Dilihat dari sisi insaniah, syariah Islam menetapkan hak dan kewajiban wanita dan pria sama; misalnya shalat, shaum, haji dan zakat. Adapun dilihat dari sisi kodrati, hak dan kewajiban keduanya berbeda. Misalnya dalam hal kepemimpinan yang mengandung kekuasaan pemerintahan, kepemimpinan keluarga, kewajiban nafkah, jihad, batas aurat dan hukum waris. Adanya perbedaan ini tidak menyebabkan perempuan lebih rendah daripada Pria. Kedudukan keduanya tetap sederajat, tidak ada yang lebih mulia, kecuali karena ketakwaanya (Lihat: QS al-Hujurat [49]: 13).
    Tentang wanita yg dilaknat oleh malaikat jika enggan berhubung seks dengan suami itu hanyalah sebatas kepada penolakan yg tanpa alas an.Di dalam hal ini Islam menetapkan adalalah sunnat(digalakkan)hukumnya suami memahami situasi si istri yg disebabkan oleh capek dan sebagainya.Perhatikan firman Allah di bawah;
    “Hai orang-orang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi wanita dengan cara paksa, dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa: 19)
    Pada ayat “Dan bergaullah dengan mereka secara patut” adalah meliputi dari segala segi termasuklah di dalam berhubungan seks. Kewajiban seorang istri terhadap suaminya adalah pertama, mentaati suami. Namun, dalam mentaati suami juga ada batasannya. Batasan itu adalah seperti yang disabdakan Rasulullah saw., “Tidak ada ketaatan terhadap makhluk untuk bermaksiat kepada Allah, Sang Pencipta.”
    Rasulullah saw. bersabda, “Takutlah kepada Allah dalam memperlakukan wanita, karena kamu mengambil mereka dengan amanat Allah dan kamu halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah; dan kewajiban kamu adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan baik.”Memberi nafkah itu termasuklah di dalam memberi nafkah kasih sayang yaitu dengan cara yg baik.Tentu bukan cara yg baik jika si suami egois dan memaksa-maksa istri.Bahkan salah satu adab2 persetubuhan di dalam Islam itu hendaklah si suami melakukannya dengan pujuk rayu dan bercumbu mesra. Berkata Al-Imam Abu Abdullah Ibnul Qayyim dalam kitabnya
    Zaadul Ma’aad Fie Haadii Khainrul ‘Ibaad, mengenai sunnah
    Nabi saw. dan keterangannya dalam cara bersetubuh.
    Selanjutnya Ibnul Qayyim berkata:

    Tujuan utama dari jimak (bersetubuh) itu ialah:

    1. Dipeliharanya nasab (keturunan), sehingga mencapai jumlah
    yang ditetapkan menurut takdir Allah.

    2. Mengeluarkan air yang dapat mengganggu kesehatan badan
    jika ditahan terus.

    3. Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana
    kelak di surga.

    Ditambah lagi mengenai manfaatnya, yaitu: Menundukkan
    pandangan, menahan nafsu, menguatkan jiwa dan agar tidak
    berbuat serong bagi kedua pasangan. Nabi saw. telah
    menyatakan:

    “Yang aku cintai di antara duniamu adalah wanita(istri) dan
    wewangian.”

    Selanjutnya Nabi saw. bersabda:

    “Wahai para pemuda! Barangsiapa yang mampu melaksanakan
    pernikahan, maka hendaknya menikah. Sesungguhnya hal itu
    menundukkan penglihatan dan memelihara kemaluan.”

    Kemudian Ibnul Qayyim berkata, “Sebaiknya sebelum
    bersetubuh hendaknya diajak bersenda-gurau dan menciumnya,
    sebagaimana Rasulullah saw. melakukannya.”
    Rasulullah saw. bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya; dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (Tirmidzi)
    Di ayat 19 surat An-Nisa di atas, Allah swt. menggunakan redaksi “muasyarah bil ma’ruf”. Makna kata “muasyarah” adalah bercampur dan bersahabat. Karena mendapat tambahan frase “bil ma’ruf”, maknanya semakin dalam. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menulis makna “muasyarah bil ma’ruf” dengan “perbaikilah ucapan, perbuatan, penampilan sesuai dengan kemampuanmu sebagaimana kamu menginginkan dari mereka (pasanganmu), maka lakukanlah untuk mereka.”
    Sedangkan Imam Qurthubi dalam tafsirnya menerangkan makna “muasyarah bil ma’ruf” dengan kalimat, “Pergaulilah istri kalian sebagaimana perintah Allah dengan cara yang baik, yaitu dengan memenuhi hak-haknya berupa mahar dan nafkah, tidak bermuka masam tanpa sebab, baik dalam ucapan (tidak kasar) maupun tidak cenderung dengan istri-istri yang lain.”
    Adapun Tafsir Al-Manar menerangkan makna ”muasyarah bil ma’ruf” dengan kalimat, “Wajib atas orang beriman berbuat baik terhadap istri mereka, menggauli dengan cara yang baik, memberi mahar dan tidak menya