ISA ALMASIH


Yesus di Dalam Qur’an
Di dalam Qur’an, Yesus diidentifikasikan sebagai Isa al-Masih. Namun demikian, harus diperhatikan bahwa nama Arab Isa tidak mempunyai kesamaan arti seperti yang dimiliki oleh nama Yesus, yang adalah versi Yunani dari nama Ibrani Joshua atau Jehoshuah yang berarti “Yahweh menyelamatkan.” Secara etimologis, Isa nampaknya lebih dekat dengan Esau. Nama Isa tidak dapat ditemukan dalam terjemahan Alkitab bahasa Arab sebab nama Yesus telah diterjemahkan secara tepat ke dalam bahasa Arab dengan Yasua. Maka, Alkitab bahasa Arab memberikan suatu kesaksian yang jelas mengenai misi Yesus Kristus sebagai “Juruselamat” dalam bahasa Arab.

Gelar-gelar Yesus Di Dalam Qur’an

Qur’an memberikan nama-nama dan gelar-gelar berikut ini kepada Yesus. (more…)

KATA PENGANTAR

Kejadian 17:18-20 (NIV)

Dan Abraham berkata kepada Elohim: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” Tetapi Elohim berfirman: “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.”

Tuhan berjanji kepada Abraham bahwa Ia akan memberkati anaknya Ismael. Di sepanjang sejarah Alkitab, Tuhan senantiasa memegang janjiNya. Pertama, Tuhan memberkati Ismael secara fisik; Ia menjadi bapa dari dua belas anak laki-laki seperti yang Tuhan janjikan dan keturunannya menjadi makmur dan menjadi orang-orang perkasa yang hidup di seluruh tanah Arabia. Kemudian yang kedua, Tuhan memberkati keturunan Ismael secara spiritual; dalam kitab Yesaya dinubuatkan bahwa mereka akan datang ke Bait Suci Tuhan untuk menyembahNya. Hal ini sebagian digenapi pada masa Yesus, karena kita menemukan bahwa pada Hari Pentakosta yang datang setelah kenaikan Yesus ke Surga, orang-orang Arab turut hadir diantara mereka yang datang untuk menyembah Tuhan bersama-sama dengan orang-orang Yahudi. Pada hari itulah, banyak orang dari antara mereka yang datang untuk menyembah Tuhan dengan cara yang lebih baik dibandingkan dengan cara yang biasa mereka lakukan sebelumnya. Karena mereka mendengar berita keselamatan dalam Yesus Kristus, percaya dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan. (more…)

1.      KETURUNAN SANG WANITA
Kejadian 3:15  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Digenapi dalam:
Galatia 4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

2.      KETURUNAN ABRAHAM
Kejadian 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Digenapi dalam:
Matius 1:1-2  Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, (more…)

Pendahuluan
Al-Qur’an menganggap Hazrat Isa sebagai tokoh yang sangat penting. Al-Qur’an mengurniainya dengan banyak gelaran-gelaran kehormatan sekali berbanding dengan mana-mana tokoh yang lalu. Hazrat Isa telah dipanggil satu ‘tanda bagi manusia’ (QS Maryam 19:21), ‘rahmat dari (Allah)’ (QS Maryam 19:21), ‘saksi’ (QS An-Nisaa’ 4:159), ‘salih’ (QS Ali-’Imran 3:46) dan ‘didekatkan (kepada Allah)’ (QS. Ali-’Imran 3:45). Al-Qur’an memberinya gelaran ‘Al-Masih (sebanyak 11 kali)’, ‘Ibn Maryam’, ‘Utusan Allah’, ‘Nabi’, ‘Kalimat Allah’ dan ‘Roh dari Allah’ (QS An-Nisaa’ 4:171). Dialah hanya satu-satunya nabi yang telah dilahirkan kepada seorang gadis dara dan telah mengerjakan antara mukjizat-mukjizat yang terunggul di kalangan nabi-nabi. Lebih kurang sembilan puluh ayat daripada 15 buah surah di dalam Al-Qur’an mempunyai rujukan kepada Hazrat Isa walaupun kebanyakannya adalah ringkas and hanya pada namanya sahaja dalam satu senarai nabi-nabi. Sungguhpun kehormatan-kehormatan ini dikurnia ke atasnya, Al-Qur’an menolak peranan Kristus sebagai Penyelamat dan Rabb seluruh umat manusia.

Keadaan ini adalah kerana Al-Qur’an mempunyai satu definisi kenabian yang amat seluruh yang dikenakan terhadap Hazrat Isa dan sebilangan besar tokoh-tokoh penting dalam Perjanjian Lama. Tanggapan kenabian inilah pada sebahagian besarnya sesuai sekali dengan Muhammad, dan telah dibacakan kembali ke atas peranan semua nabi-nabi penting yang lalu. (more…)

Assalaamua’laikum wa rahmatulaahi wa barakaatuh

Bismillahi Rahmanir Rahim

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Seratus empat orang lelaki, wanita dan kanak-kanak pada 19 Desember 1997 telah bertolak dari Jakarta menuju ke Singapura dengan pesawat Boeing 737 nombor penerbangan MI185. Pasti tidak ada seorangpun diantara para penumpang pesawat itu yang menduga bahawa meraka akan menghadapi maut tidak lama setelah mereka bertolak dari Jakarta . Malangnya, pesawat tersebut nahas dan jatuh berkeping-keping di Palembang, dekat Sungai Musi dan semua orang penumpang telah terkorban nyawa.

Diseluruh dunia ini tidak terhitung betapa banyaknya orang yang mati dalam berbagai malapetaka seperti itu; bencana alam yang datang dengan tiba-tiba seperti gempa bumi, angin taufan, kapal tenggelam, kecelakaan laulintas dan lain-lain lagi. Setiap hari, ada orang yang meninggal bahkan pada waktu anda membaca tulisan ini ada orang yang sedang menghadapi maut. Ramai orang yang berusaha untuk hidup lebih lama melalui senaman, berhenti merokok, makan vitamin-vitamin dan sebagainya. (more…)

Penyaliban, kematian dan kebangkitan dari Yesus Kristus adalah inti dari keimanan Kristen. Penyaliban adalah penebusan dosa-dosa manusia yang mau percaya, sementara kebangkitan adalah tanda bahwa Yesus Kristus mempunyai kuasa untuk mengalahkan maut. Sementara Islam, dilain pihak menyatakan bahwa Yesus tidak disalibkan, yang berarti tidak bangkit dari antara orang mati dan tidak ada kuasa penebusan dosa.

Menurut Al-Qur’an, Yesus diselamatkan dengan cara ajaib yang hingga kini tidak jelas dan kemudian diangkat ke surga. Namun Al-Qur’an sama sekali tidak menjelaskan tentang proses penyaliban dilakukan dan bagaimana pengangkatan Yesus ke surga.

Tulisan ini akan membahas tentang kontroversi penyaliban dengan membagi menjadi 4 topik bahasan, yaitu :
1. Bagian Pertama : laporan dari ke 4 injil kanonik
2. Bagian Kedua : laporan dari sumber sejarawan sekuler
3. Bagian Ketiga : laporan dari kitab-kitab apokrif
4. Bagian Keempat : lelucon dari Al-Qur’an dan muslim (more…)

Pengumuman akan Kelahiran dari seorang Perawan

Quran berkata bahwa Yesus secara ajaib lahir dari Perawan Maria. Ini dikisahkan dalam surah 19.16-21 dan surah 3.45-48:

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.” Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.”

Meski ini juga masih menjadi prinsip teologi kristen ortodoks, kristen liberal dan banyak kristen lain, bahkan uskup Durham (inggris) tidak lagi menerima kisah ini secara harafiah, mereka lebih suka menafsirkan ‘perawan/virgin’ sebagai “murni” atau secara moral tanpa cela. Martin Luther (1483-1546) yg menulis diabad 16 mengakui bahwa “Kami orang kristen seperti orang2 bodoh karena percaya bahwa Maria adalah ibu kandung dari anak ini tapi masih perawan. Karena bukan saja ini bertentangan dengan akal, tapi juga dengan penciptaan Tuhan, yang mengatakan pada Adam dan Hawa utk ‘bergunalah, beranakcuculah dan bertambah banyak.’”[78] (more…)

Tabari juga menyatakan adanya pendapat bahwa 17 orang menjadi diserupakan menjadi Isa.
Sumber : Towards an Islamic Christology: The Death of Jesus, Reality or Delusion”
The Muslim World vol 70, No. 2, hal 96

The commentary of Tabari (d. 923 A.D) relates on the authority of Wahb (a Jewish convert) that when the Jews were seeking Hadhrat Jesusas to crucify him, God cast the likeness of Hadhrat Jesusas on seventeen disciples. The Jews threatened to kill them all, but instead took just one in the group and killed him, believing him to be Hadhrat Jesusas.

Tafsir Tabari (w. 923 M) menghubungkan dengan otoritas Wahb (seorang Yahudi yang kemudian memeluk Islam) adalah saat orang-orang Yahudi mencari Yesus untuk menyalibkannya, Allah menyebabkan TUJUH BELAS MURID YESUS MENJADI MENYERUPAI YESUS. Orang-orang Yahudi mengancam membunuh mereka namun akhirnya mengambil satu diantara mereka yang mereka percayai sebagai Yesus asli dan membunuhnya. (more…)

Penyaliban, kematian dan kebangkitan dari Yesus Kristus adalah inti dari keimanan Kristen. Penyaliban adalah penebusan dosa-dosa manusia yang mau percaya, sementara kebangkitan adalah tanda bahwa Yesus Kristus mempunyai kuasa untuk mengalahkan maut. Sementara Islam, dilain pihak menyatakan bahwa Yesus tidak disalibkan, yang berarti tidak bangkit dari antara orang mati dan tidak ada kuasa penebusan dosa.

Menurut Al-Qur’an, Yesus diselamatkan dengan cara ajaib yang hingga kini tidak jelas dan kemudian diangkat ke surga. Namun Al-Qur’an sama sekali tidak menjelaskan tentang proses penyaliban dilakukan dan bagaimana pengangkatan Yesus ke surga.

Tulisan ini akan membahas tentang kontroversi penyaliban dengan membagi menjadi 4 topik bahasan, yaitu :
1. Bagian Pertama : laporan dari ke 4 injil kanonik
2. Bagian Kedua : laporan dari sumber sejarawan sekuler
3. Bagian Ketiga : laporan dari kitab-kitab apokrif
4. Bagian Keempat : lelucon dari Al-Qur’an dan muslim (more…)

« Previous Page