<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Siapmurtad's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kesalahanquran.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kesalahanquran.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Dec 2009 19:00:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kesalahanquran.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/66af3e0e81edb1402ca9061a62790190?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Siapmurtad's Weblog</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kesalahanquran.wordpress.com/osd.xml" title="Siapmurtad&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Top 10 Ayat Kontroversial Quran</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/21/top-10-ayat-kontroversial-quran/</link>
		<comments>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/21/top-10-ayat-kontroversial-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 19:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALQURAN]]></category>
		<category><![CDATA[WANITA]]></category>
		<category><![CDATA[Ayat Kontroversial Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Potong tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pukul Istri]]></category>
		<category><![CDATA[Saksi Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesalahanquran.wordpress.com/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[10. &#8220;Beat Them&#8221; Pukul mereka

Ayat ini menyarankan laki-laki untuk memukul istri mereka jika mereka tidak taat kepada mereka:
&#8220;Laki-laki adalah pengelola perempuan karena Allah telah membuat beberapa dari mereka untuk unggul lain dan karena mereka menafkahkan harta mereka; wanita yang baik karena itu patuh, yang menjaga tak terlihat sebagaimana Allah telah dijaga dan (sebagai untuk) orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=652&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>10. &#8220;Beat Them&#8221; Pukul mereka<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ayat ini menyarankan laki-laki untuk memukul istri mereka jika mereka tidak taat kepada mereka:<br />
&#8220;Laki-laki adalah pengelola perempuan karena Allah telah membuat beberapa dari mereka untuk unggul lain dan karena mereka menafkahkan harta mereka; wanita yang baik karena itu patuh, yang menjaga tak terlihat sebagaimana Allah telah dijaga dan (sebagai untuk) orang-orang di bagian yang kamu takut desersi, memberi peringatan kepada mereka, dan membiarkan mereka sendirian di tempat-tempat tidur dan mengalahkan mereka, kemudian jika mereka taat kepadamu, jangan mencari jalan terhadap mereka; sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. &#8220;<br />
Qur&#8217;an 4:34</p>
<p>Qur&#8217;an 5:38 perintah pemotongan tangan seorang pencuri.</p>
<p><strong>9. &#8220;Potong tangan mereka&#8221; </strong></p>
<p>Perintah ayat ini ireversibel mengerikan hukuman bagi pencuri, merampok mereka kesempatan untuk merehabilitasi, meningkatkan sebagai manusia dan menjadi anggota masyarakat yang produktif di kemudian hari. Sebagai contoh, Terrence Barkley ditangkap pada hari ulang tahunnya karena mencuri 16 mobil tapi menarik yang mengakibatkan dia keluar dari gang dan masuk ke perguruan tinggi untuk mempelajari peradilan pidana di University of Central Missouri. [1] Jika Terrence tangan dan kaki telah dipotong off menurut hukum Islam, semua ini pasti akan possble.<br />
Adapun pencuri, baik laki-laki dan perempuan, memotong tangan mereka. Ini adalah imbalan dari perbuatan mereka sendiri, suatu teladan hukuman dari Allah. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. &#8220;<br />
Qur&#8217;an 5:38</p>
<p>Qur&#8217;an 5:33 memerintahkan pemotongan tangan dan kaki orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8. Seorang pria boleh menikahi empat istri</strong></p>
<p>Ayat ini memungkinkan seorang pria untuk menikah hingga empat istri:<br />
Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil dengan anak yatim, Menikah wanita pilihan Anda, Dua atau tiga atau empat, tetapi jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil (dengan mereka), maka hanya satu, atau (tawanan) yang kamu miliki, yang akan lebih cocok, untuk mencegah Anda melakukan ketidakadilan.<br />
Qur&#8217;an 4:3</p>
<p>Poligami sangat kontroversial dan tidak diterima secara sosial di sebagian besar dunia modern. Juga melihat ini artikel untuk lebih rinci tentang ayat ini.</p>
<p><strong>7. Seorang pria dapat menikahi gadis yang belum mencapai pubertas<span id="more-652"></span> </strong></p>
<p>Hal ini sangat kontroversial ayat Alquran menentukan masa tunggu seorang perempuan yang belum mencapai pubertas sehingga memungkinkan laki-laki untuk berhubungan seks dengan gadis-gadis yang belum mencapai pubertas:<br />
&#8220;Seperti perempuan sebagai Anda telah melewati usia kursus bulanan, bagi mereka periode yang telah ditentukan, jika kamu memiliki keraguan, adalah tiga bulan, dan bagi mereka yang tidak mempunyai mata kuliah (itu adalah sama): untuk orang-orang yang membawa (hidup di dalam rahim), periode mereka sampai mereka melahirkan beban mereka: dan bagi orang-orang yang takut kepada Allah, Dia akan membuat mudah jalan mereka. &#8220;<br />
Qur&#8217;an 65:4</p>
<p>Baca analisis rinci dari ayat ini dalam artikel kami: Pedofilia dalam Quran</p>
<p><strong>6. Seorang pria bisa berhubungan seks dengan tawanan perang </strong></p>
<p>Ayat ini memungkinkan pria untuk berhubungan seks dengan wanita yang tawanan perang:<br />
&#8220;Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah dihalalkan kepadamu istri-istrimu yang kepadanya engkau telah dibayar dowers mereka dan orang-orang yang dimiliki tangan kanan-Mu keluar dari tawanan perang yang diberikan Allah kepadamu; dan anak-anak perempuan dari paman ayah-Mu dan bibi, dan ibu-Mu anak-anak perempuan paman dan bibi, yang bermigrasi (dari Mekah) dengan kamu, dan percaya setiap wanita yang mengabdikan jiwanya kepada nabi jika nabi berkeinginan untuk menikahi wanita; &#8211; ini hanya untuk engkau, dan bukan untuk orang-orang mukmin (pada umumnya ); Kita tahu apa yang Kami telah menjadikan mereka sebagai istri-istri mereka dan para tawanan yang tangan kanan mereka miliki; &#8211; agar tidak boleh ada kesulitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. &#8220;<br />
Qur&#8217;an 33:50</p>
<p><strong>5. Berubah menjadi Kera </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Al-Qur&#8217;an 2:65 menyebutkan bahwa orang-orang Yahudi yang melanggar hari Sabat itu berubah menjadi Kera.</p>
<p>Orang-orang yang melanggar hari Sabat itu berubah menjadi kera:<br />
&#8220;Dan kau tahu baik cerita tentang orang-orang di antara kamu yang melanggar hari Sabat. Kami berfirman kepada mereka:&#8221; Jadilah kera-dihina dan dibenci oleh semua orang. Demikianlah Kami jadikan mereka mengakhiri peringatan kepada orang-orang waktu mereka dan generasi penerus, dan peringatan bagi orang-orang yang takut akan Allah. &#8220;<br />
Qur&#8217;an 2:65</p>
<p><strong>4. Seorang pria dapat menikahi mantan istri anak angkatnya </strong></p>
<p>Muhammad menikah dengan Zainab, istri anak angkatnya. Ayat ini menunjukkan bahwa adopter dapat menikahi mantan istri anak angkatnya dan sebaliknya:<br />
&#8220;Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam dirinya; maupun telah Dia membuat istri Anda yang membelakangi Anda menyamakan ke punggung ibu anda sebagai ibu, maupun telah Dia menjadikan mereka yang Anda menegaskan untuk menjadi anak-anak Anda putra Anda yang sebenarnya; ini adalah kata-kata dari mulut Anda, dan Allah berbicara kebenaran dan Ia membimbing ke jalan. &#8220;<br />
Qur&#8217;an 33:4</p>
<p>Lihat ini artikel untuk rincian dan Ibn Kathir&#8217;s tafsir pada ayat ini</p>
<p style="text-align:justify;">2:282 dan Al-Qur&#8217;an 4:11 menyatakan bahwa seorang wanita hanya setengah nilai seorang laki-laki dalam hal saksi dan warisan.</p>
<p><strong>3. Seorang saksi perempuan adalah setengah dari seorang pria </strong></p>
<p>Ayat ini mengatakan bahwa keterangan saksi satu laki-laki adalah setara dengan kesaksian saksi dua wanita:<br />
&#8220;Hai orang beriman, apabila Anda berhubungan dengan satu sama lain dalam kontrak utang untuk waktu yang tetap, lalu tulislah dan membiarkan seorang penulis menulisnya antara kamu dengan keadilan, dan juru tulis tidak boleh menolak untuk menulis sebagaimana Allah telah mengajarkan , jadi dia harus menulis dan biarkan dia yang berhutang mendiktekan utang, dan ia harus berhati-hati dari (tugasnya untuk) Allah, Tuhannya, dan tidak mengurangi apa-apa dari itu; tetapi jika dia yang berutang utang itu tidak sehat dalam memahami , atau lemah, atau (jika) ia tidak mampu mendiktekan sendiri, membiarkan wali mendikte dengan keadilan, dan panggilan untuk saksi dari antara dua saksi laki-laki Anda, tetapi jika tidak ada dua orang, kemudian satu laki-laki dan dua perempuan dari di antara orang-orang yang Anda memilih untuk menjadi saksi, sehingga jika salah satu dari dua keliru, yang kedua dari dua dapat mengingatkan yang lain, dan para saksi tidak boleh menolak bila mereka dipanggil; dan janganlah menolak untuk menulis itu (apakah itu ) kecil atau besar, dengan waktu yang jatuh tempo; ini lebih adil di sisi Allah dan lebih menjamin akurasi dalam kesaksian, dan yang terdekat (cara) bahwa Anda mungkin tidak menghibur keraguan (setelah itu), kecuali jika siap barang dagangan yang memberi dan menerima diantara kamu dari tangan ke tangan, maka tidak ada dosa bagi kamu untuk tidak menuliskannya dan punya saksi ketika Anda barter dengan satu sama lain, dan membiarkan tidak membahayakan dilakukan untuk ahli Taurat atau saksi; dan jika Anda lakukan (itu) maka pasti akan menjadi pelanggaran di dalam kamu, dan berhati-hati terhadap (tugas anda) kepada Allah, Allah mengajarkan Anda, dan Allah mengetahui segala sesuatu. &#8220;<br />
Quran 2:282</p>
<p>Terkait dengan ayat ini adalah Muhammad mengatakan bahwa perempuan kekurangan kecerdasan.</p>
<p><strong>2. Seorang wanita mewarisi setengah dari apa yang seorang laki-laki mewarisi </strong></p>
<p>Ayat ini mengatakan bahwa wanita mewarisi separuh dari apa yang seorang laki-laki mewarisi:<br />
&#8220;Allah memerintahkan kepadamu tentang anak-anak Anda: laki-laki mempunyai porsi yang sama dari dua betina, kemudian jika mereka lebih dari dua betina, mereka akan memiliki dua-pertiga dari apa yang almarhum telah pergi, dan jika ada satu, dia akan memiliki setengah, dan karena untuk kedua orang tuanya, masing-masing akan mempunyai keenam dari apa yang dia telah meninggalkan jika ia memiliki anak, tetapi jika ia tidak mempunyai anak dan (hanya) dua orang tua mewarisi dia, maka ibunya harus mempunyai yang ketiga, tetapi jika ia memiliki saudara-saudara, maka ibunya harus memiliki keenam setelah (pembayaran) warisan ia mungkin telah diwariskan atau utang orangtua dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka adalah lebih dekat kepada Anda dalam kegunaan; ini adalah ketetapan dari Allah: Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. &#8220;<br />
Qur&#8217;an 4:11</p>
<p>Qur&#8217;an 9:29 Ini hanyalah satu dari banyak ayat yang ditemukan dalam Quran yang merupakan penyebab terorisme Islam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Memerangi non-Muslim</strong></p>
<p>Ini dikenal luas ayat perintah umat Islam untuk memerangi non-Muslim hanya karena mereka tidak percaya pada Tuhan yang sama yang muslim lakukan:<br />
&#8220;Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, maupun di hari terakhir, juga tidak melarang apa yang Allah dan Rasul-Nya telah dilarang, atau ikutilah agama kebenaran, dari orang-orang yang telah diberi Kitab, sampai mereka membayar pajak dalam pengakuan superioritas dan mereka dalam keadaan tunduk. &#8220;<br />
Qur&#8217;an 9:29</p>
<p>Ini hanyalah salah satu dari ayat-ayat dalam Quran yang merupakan penyebab terorisme Islam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kesalahanquran.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kesalahanquran.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kesalahanquran.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kesalahanquran.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kesalahanquran.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kesalahanquran.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kesalahanquran.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kesalahanquran.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kesalahanquran.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kesalahanquran.wordpress.com/652/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=652&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/21/top-10-ayat-kontroversial-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59894f9135d1f863b3e933a37757bb1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">siapmurtad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Top 10 Ayat yang Harus dibaca Wanita Muslim</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/21/top-10-ayat-yang-harus-dibaca-wanita-muslim/</link>
		<comments>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/21/top-10-ayat-yang-harus-dibaca-wanita-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 18:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[AYAT QURAN]]></category>
		<category><![CDATA[WANITA]]></category>
		<category><![CDATA[Ayat Quran tentang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Diskriminasi Wanita Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Feminisme apa itu?]]></category>
		<category><![CDATA[kesetaraan gender]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesalahanquran.wordpress.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[1. Laki-laki dewasa diperbolehkan untuk menikah gadis yang belum puber, gadis cilik
Adapun wanita yang Anda telah putus asa dari haid lebih lanjut, jika Anda ragu, maka masa tunggu mereka adalah tiga bulan dan juga orang-orang yang belum haid. Adapun orang-orang yang sedang hamil, mereka akan jangka waktu yang mereka berikan beban mereka. Allah akan memudahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=648&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>1. Laki-laki dewasa diperbolehkan untuk menikah gadis yang belum puber, gadis cilik</strong><br />
Adapun wanita yang Anda telah putus asa dari haid lebih lanjut, jika Anda ragu, maka masa tunggu mereka adalah tiga bulan dan juga orang-orang yang belum haid. Adapun orang-orang yang sedang hamil, mereka akan jangka waktu yang mereka berikan beban mereka. Allah akan memudahkan (urusan) dengan perintah-Nya bagi siapa yang takut kepada-Nya.<br />
Qur’an 65:4</p>
<p style="text-align:justify;">Maududi benar menafsirkan makna dataran ayat 4, yang muncul dalam konteks perceraian:<br />
Oleh karena itu, membuat penyebutan periode-tunggu bagi gadis yang belum haid, jelas membuktikan bahwa tidak hanya dibolehkan untuk memberikan gadis pada usia ini tetapi dibolehkan bagi suami untuk sempurna menikah dengan dia. Sekarang, jelas tidak ada Muslim memiliki hak untuk melarang suatu hal yang Al Qur’an telah diadakan sebagai diperbolehkan.<br />
Maududi, vol. 5, hal 620, catatan 13</p>
<p style="text-align:justify;">Gadis menyiratkan pre-pubertas menceraikan perkawinan mereka. Jadi bapak gadis pre-pubertas dapat memberi mereka pergi, dan suami baru mereka dapat mewujudkan perkawinan mereka dengan mereka. Jika Islam pernah tersebar di seluruh dunia, tak seorang pun boleh terkejut jika umat Islam percaya Alquran-menurunkan usia perkawinan gadis sampai sembilan tahun.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Suami dapat memukul istri mereka, bahkan meskipun suami takut istri-istri mereka kekerasan diperbolehkan (terlepas dari apakah mereka benar-benar adalah suka kekerasan)<br />
</strong>Al-Qur’an dalam Surah 4:34 mengatakan:<br />
Laki-laki adalah perempuan pengelola untuk Allah melebihkan dalam karunia salah satu dari mereka atas yang lain, dan untuk itu mereka telah menghabiskan kekayaan mereka. Benar wanita yang patuh, menjaga secara rahasia yang Allah telah dijaga. Orang dari siapa kamu takut pemberontakan, memberi peringatan kepada mereka dan padang pasir mereka di tempat tidur dan pukullah mereka (tanpa kekerasan). Kemudian, jika mereka mematuhi Anda, jangan mencari-cari cara apapun untuk melawan mereka. Allah Maha Tinggi, Besar.<br />
Qur’an 4:34</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits mengatakan bahwa perempuan Muslim pada zaman Muhammad menderita kekerasan domestik dalam konteks hukum perkawinan membingungkan:<br />
Narrated ‘Ikrima: Rifa’a menceraikan istrinya dimana’ Abdurrahman bin Az-Zubair Al-Qurazi menikahinya. ‘Aisha mengatakan bahwa wanita (datang), mengenakan kerudung hijau (dan mengeluh kepadanya (Aisyah) dari suaminya dan menunjukkan tempat hijau di kulitnya disebabkan oleh pemukulan). Itu adalah kebiasaan wanita untuk saling mendukung, sehingga ketika Rasul Allah datang, ‘Aisha berkata, “Aku tidak melihat wanita menderita seperti wanita yang beriman. Lihat! Kulitnya lebih hijau dari pakaiannya!”<br />
Sahih Bukhari 7:72:715</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini menunjukkan Muhammad memukul anak-pengantin, Aisyah: Dia [Muhammad] menurut saya [Aisyah] di dada yang membuat saya sakit.<br />
Muhammad b. Qais berkata (kepada orang-orang): Haruskah aku tidak menceritakan kepada Anda (sebuah hadis dari Nabi) di otoritas dan wewenang ibuku? Kami berpikir bahwa ia berarti ibu yang telah memberinya lahir. Dia (Muhammad b. Qais) lalu melaporkan bahwa ‘Aisha yang telah diriwayatkan ini: Haruskah aku tidak menceritakan kepada Anda tentang diriku dan tentang Rasul Allah (semoga damai besertanya)? Kami berkata: Ya. Dia berkata: Ketika tiba giliran saya untuk Utusan Allah (semoga damai besertanya) untuk menghabiskan malam dengan saya, dia berbalik sisinya, mengenakan mantel dan melepaskan sepatu dan meletakkannya di dekat kakinya, dan menyebarkan sudut selendang-nya di tempat tidurnya dan lalu berbaring sampai dia mengira bahwa aku sudah tidur. Dia memegang jubah-Nya perlahan-lahan dan mengenakan sepatu perlahan-lahan, dan membuka pintu dan pergi keluar dan kemudian menutupnya ringan. Aku menutupi kepalaku, mengenakan kerudungku dan mengencangkan pembungkus pinggangku, dan kemudian keluar mengikuti langkah-langkah sampai ia mencapai Baqi ‘. Dia berdiri di sana dan dia berdiri untuk waktu yang lama. Dia kemudian mengangkat kedua tangannya tiga kali, dan kemudian kembali dan aku juga kembali. Dia mempercepat langkah dan aku juga mempercepat langkah saya. Dia berlari dan aku juga berlari. Dia datang (ke rumah) dan aku juga datang (ke rumah). Aku, bagaimanapun, mendahului dia dan aku masuk (rumah), dan ketika aku berbaring di tempat tidur, dia (Nabi Suci) memasuki (rumah), dan berkata: Mengapa, O ‘Aisha, bahwa Anda berada di luar napas? Aku berkata: Tidak ada. Dia berkata: Katakan padaku atau Halus dan Mengetahui akan memberitahu saya. Aku berkata: Wahai Rasulullah, mungkin ayah dan ibuku menjadi tebusan bagi Anda, dan kemudian saya mengatakan kepadanya (seluruh cerita). Dia berkata: Apakah kegelapan (bayangan Anda) yang aku melihat di depan saya? Aku menjawab: Ya. Dia memukul saya di dada yang membuatku sakit, dan kemudian berkata: Apakah kamu mengira bahwa Allah dan Rasul-Nya akan menangani secara tidak adil dengan Anda?<br />
Sahih Muslim 4:2127<span id="more-648"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Seorang suami mungkin hanya membuang salah seorang istri yang tidak diinginkan<br />
</strong>Al-Qur’an dalam Surah 4:129 mengatakan:<br />
Anda tidak akan bisa menjadi hanya antara wanita, meskipun Anda bersemangat. Jangan sama sekali parsial sehingga Anda meninggalkan dia seolah-olah sedang ditangguhkan. Jika Anda reformasi dan bertakwa, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.<br />
Quran 4:129</p>
<p style="text-align:justify;">Maududi memberikan penafsiran ayat:<br />
Allah menjelaskan bahwa suami tidak bisa benar-benar menjaga kesetaraan antara dua atau lebih istri karena mereka sendiri tidak bisa sama dalam segala hal. Terlalu banyak permintaan dari seorang suami bahwa ia harus bagikan perlakuan yang sama kepada istri yang cantik dan istri jelek, untuk istri muda dan istri tua, istri yang sehat dan istri yang tidak valid, dan untuk yang baik hati istri dan ke istri bertabiat buruk. Dan seperti hal-hal ini membuat seorang suami secara alami lebih cenderung kepada satu istri daripada terhadap orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini berarti bahwa istri adalah sumber ketidakmampuan seorang pria untuk memperlakukan mereka semua sama. Salah satunya adalah indah, sementara yang lain adalah jelek. Bagaimana Allah dapat permintaan dari seorang suami kekuatan super-manusia di bawah keadaan yang berubah pada istri-istrinya?<br />
Dalam kasus tersebut, hukum Islam tidak menuntut perlakuan yang sama di antara mereka dalam kasih sayang dan cinta. Apa yang dilakukannya permintaan adalah bahwa seorang istri tidak boleh diabaikan sebagai menjadi praktis dikurangi dengan posisi perempuan yang tidak mempunyai suami sama sekali. Jika suami tidak menceraikannya dengan alasan apapun atau permintaan sendiri, ia setidaknya harus diperlakukan sebagai seorang istri. Memang benar bahwa dalam keadaan seperti itu suami cenderung alami terhadap istri favorit, tapi dia seharusnya tidak, sehingga untuk mengatakan, menjaga yang lain dalam keadaan seperti ketegangan seolah-olah ia bukan istrinya.<br />
Maududi: Vol. 1, hal. 383-84, catatan 161</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Seorang pria mungkin akan poligami hingga empat istri<br />
</strong>Al-Qur’an dalam Sura 4:3 mengatakan<br />
Jika kamu takut tidak dapat bertindak adil terhadap anak yatim, maka kawinilah wanita-wanita seperti yang tampak baik kepada Anda; dua, tiga, empat di antaranya. Tetapi jika kamu takut tidak dapat berbuat adil, maka satu saja, atau, yang Anda miliki. Ini adalah lebihdekat maka bahwa Anda tidak akan parsial.<br />
Qur’an 4:3</p>
<p style="text-align:justify;">Klausa ‘menikah mereka yang telah jatuh milik Anda’ berarti budak perempuan yang ditangkap setelah perang. Pria mungkin ‘menikah’ mereka karena budak tidak mengeluarkan biaya banyak, tidak sebanyak perempuan bebas. Ini berarti bahwa batas pada empat istri adalah buatan. Pria bisa berhubungan seks dengan banyak budak perempuan yang mereka inginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maududi memahami ayat ini: “Jika Anda memerlukan lebih dari satu [istri] tetapi takut bahwa Anda mungkin tidak dapat berbuat adil dengan istri-istri dari antara orang-orang bebas, Anda bisa berpaling kepada budak perempuan, karena dalam hal ini Anda akan terbebani dengan kurang tanggung jawab “(catatan 6) (Lihat Surah 4:24). Namun, Muhammad tidak akan membiarkan poligami untuk putranya mertuanya Ali, karena istri tambahan akan menyakiti putri pertama Muhammad Fathimah, oleh istri pertamanya Khadijah. Fathimah menikah dengan Ali.<br />
Diriwayatkan Al-Miswar bin Makhrama: Aku mendengar Rasul Allah yang ada di mimbar, berkata, “Bani Hisyam bin Al-Mughirah telah meminta saya untuk membiarkan mereka untuk menikahi putri mereka dengan Ali bin Abu Thalib, tapi aku tidak memberi izin, dan tidak akan memberikan izin, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku untuk menikahi putri mereka, karena Fatima adalah bagian dari tubuhku, dan aku benci apa yang dia benci untuk melihat, dan apa yang menyakitinya, menyakitiku. “<br />
Sahih Bukhari 7:62:157</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Budak perempuan properti seksual laki-laki, pemilik mereka.<br />
</strong>Al-Qur’an dalam Sura 4:24 mengatakan:<br />
Dan (diharamkan bagimu) yang menikah dengan perempuan, kecuali orang yang memiliki sebelah kanan Anda. Demikianlah Allah telah menulis untuk Anda. Sah kepada Anda mengatasi semua itu, adalah thatyou dapat mencari menggunakan kekayaan dalam perkawinan dan bukan percabulan. Jadi apa pun yang Anda telah menikmati dari mereka memberi mereka upah wajib mereka. Dan tidak ada kesalahan dalam diri Anda pada apa yang pernah Anda sepakat setelah kewajiban. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.<br />
Qur’an 4:24</p>
<p style="text-align:justify;">Sayyid Maududi (w. 1979), yang sangat dihormati komentator tradisional dan sarjana, mengatakan dalam mengomentari ayat yang diperbolehkan untuk pejuang suci muslim untuk menikahi wanita tawanan perang bahkan ketika suami mereka masih hidup.<br />
Dan dilarang untuk Anda menikahi istri orang lain kecuali mereka yang telah jatuh di tangan Anda [sebagai tawanan perang]<br />
[Maududi, vol. 1, p. 319]</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi apa yang terjadi jika suami ditangkap dengan istri-istri mereka? Maududi mengutip sebuah sekolah hukum yang menyatakan bahwa muslim tidak boleh menikah mereka, tetapi dua sekolah lainnya mengatakan bahwa pernikahan antara suami dan istri tawanan rusak (catatan 44). Tapi mengapa perdebatan kekejaman ini muncul di tempat pertama? Tidak ada perkawinan harus dilakukan antara tawanan perang dan tawanan mereka, menikah atau tidak. Pada kenyataannya, tidak ada seks harus dilakukan antara perempuan tawanan dan mereka penguasa muslim. Islam membolehkan amoralitas mendalam dengan para wanita yang berada dalam kondisi yang paling tidak berdaya. Kejahatan ini patut dicela, tapi tetap kehendak Allah-Al-Qur’an mengatakan demikian. Hadits pelaku jihad menunjukkan bahwa umat Islam benar-benar memiliki hubungan seks dengan wanita yang sudah diambil, baik atau tidak mereka menikah. Dalam hadis berikut bagian, Khumus adalah seperlima dari rampasan perang. Ali, sepupu Muhammad dan anak-di-hukum, baru saja selesai mandi santai. Mengapa? Lihat hadis:<br />
Dikisahkan oleh Buraida: Nabi mengirim ‘Ali ke Khalid untuk membawa Khumus (dari jarahan) dan aku benci Ali, dan Ali telah mandi (setelah tindakan seksual dengan seorang budak wanita dari Khumus). Aku berkata kepada Khalid, “Tidakkah Anda melihat ini (ie Ali)?” Ketika kami sampai Nabi saya sebutkan itu padanya. Dia berkata, “Wahai Buraida! Do you hate Ali?” Aku berkata, “Ya.” Dia berkata, “Apakah kau membencinya, karena ia berhak mendapatkan lebih dari itu dari Khumlus.”<br />
Sahih Bukhari 5:59:637</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits berikut dari sumber yang sama menunjukkan bahwa Muhammad adalah intim dengan budak perempuan.<br />
Dikisahkan ‘Aisha: Nabi digunakan untuk mengambil Ikrar kesetiaan dari para perempuan dengan kata-kata hanya setelah pembacaan Ayat Suci ini: – (60,12) “.. bahwa mereka tidak akan mengasosiasikan apapun dalam beribadah kepada Allah.” (60,12) Dan tangan Rasul Allah tidak menyentuh tangan wanita mana pun kecuali tangan wanita yang dimiliki tangan kanannya. (yaitu para tawanan atau budak wanita).<br />
Sahih Bukhari 9:89:321</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Seorang istri boleh menikah lagi dengan mantan suaminya jika dan hanya jika ia menjadi isteri laki-laki lain, mereka berhubungan seks, dan kemudian orang kedua ini menceraikannya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Al-Qur’an dalam Surah 2:230 mengatakan:<br />
Jika dia menceraikannya (untuk ketiga kalinya), dia tidak akan halal baginya setelah itu sampai dia telah menikah (tidak untuk tujuan mantan suaminya menikah lagi) pasangan lain dan kemudian jika dia menceraikan wanita itu Tidak ada dosa untuk kedua dari mereka untuk kembali ke satu sama lain, jika mereka berpikir bahwa mereka dapat tetap dalam batas Allah. Mereka adalah batas Allah. Dia membuat mereka jelas orang-orang yang tahu.<br />
Quran 2:230</p>
<p style="text-align:justify;">Yang akhirnya benar-benar bercerai dan pasangan tidak diizinkan untuk menikah lagi satu sama lain, kecuali ia menjadi isteri laki-laki lain, mereka berhubungan seks, dan ia menceraikannya. Surah 2:230 menimbulkan perceraian di jalan menuju kemungkinan rekonsiliasi. Mengapa langkah selang detik sebelum perkawinan dan perceraian pasangan pertama dapat menyingkirkan perbedaan mereka dan kembali bersama?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. Kesaksian seorang wanita dihitung setengah dari kesaksian seorang laki-laki</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Al-Qur’an dalam Surah 2:282 mengatakan:<br />
Beriman, ketika Anda kontrak utang untuk periode tertentu, menuliskannya. Biarkan seorang penulis menulisnya antara kamu dengan adil, tidak ada juru tulis akan menolak untuk menulis sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya. Oleh karena itu, biarkan dia menulis; dan membiarkan debitur mendikte, karena takut kepada Allah Tuhannya, dan tidak mengurangi apa-apa dari itu. Jika debitur adalah orang bodoh, atau lemah, atau tidak mampu mendiktekan sendiri, membiarkan mendikte wali untuknya di keadilan. Panggilan untuk saksi dua orang saksi dari laki-laki Anda, jika kedua tidak laki-laki, maka seorang laki-laki dan dua perempuan dari saksi-saksi yang kamu setujui, maka jika salah satu dari dua keliru, salah satu dari mereka akan mengingatkan yang lain. Setiap kali saksi dipanggil mereka tidak boleh menolak, dan jangan lelah untuk menuliskannya, baik kecil atau besar, bersama-sama dengan istilah. Ini lebih adil pada sisi Allah menjamin ketepatan dalam memberikan kesaksian dan sedikit keraguan. Kecuali itu ada barang dagangan yang beredar di antara kamu, maka tidak ada rasa bersalah akan berada pada Anda jika Anda tidak menulisnya dan mengambil saksi ketika Anda menjual, dan membiarkan tidak membahayakan baik dilakukan untuk juru tulis atau saksi. Jika Anda melakukannya, yang merupakan pelanggaran di dalam kamu. Bertakwalah kepada Allah. Allah mengajarkan Anda, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.<br />
Quran 2:282</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan mendasar karena dua saksi perempuan adalah bahwa salah satu perempuan mungkin ‘melupakan’ sesuatu. Ayat ini pergi ke sifat kaum wanita, dan menyiratkan bahwa pikiran seorang wanita lemah.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini menghilangkan setiap ambiguitas tentang kemampuan perempuan dalam Surah 2:282:<br />
Diriwayatkan Abu Said Al-Khudri: Nabi berkata, “Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan setengah dari seorang laki-laki?” Para wanita berkata, “Ya.” Dia berkata, “Ini adalah karena kekurangan pikiran seorang wanita.”<br />
Sahih Bukhari 3:48:826</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8. Seorang laki-laki mendapat dua bagian warisan atas bahwa seorang perempuan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Al-Qur’an dalam Surah 4:11 mengatakan:<br />
Allah tagihan Anda mengenai anak-anak Anda, untuk laki-laki seperti bagian dua perempuan. Jika mereka adalah perempuan, di atas dua, mereka akan memiliki dua pertiga dari apa yang dia meninggalkan, tetapi jika ia adalah satu, kemudian ke setengah. Sedangkan untuk orangtuanya, untuk masing-masing satu dari dua seperenam dari apa yang ia pergi, jika ia memiliki anak. Tetapi jika ia tidak mempunyai anak dan ahli waris orang tuanya, ibunya harus memiliki ketiga. Kalau dia memiliki saudara kandung, untuk ibunya keenam setelah warisan apapun ia diwariskan, atau utang. Bapak-bapak dan anak-anak Anda, Anda tidak tahu siapa di antara mereka yang lebih dekat manfaatnya kepada Anda. Ini adalah kewajiban dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.<br />
Qur’an 4:11</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>9. Suami satu tingkat di atas istri mereka.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Al-Qur’an dalam Surah 2:228 mengatakan:<br />
Perempuan yang diceraikan akan menunggu sendiri selama tiga periode. Merupakan pelanggaran hukum bagi mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhir, untuk menyembunyikan apa yang telah Dia ciptakan dalam rahim mereka, dalam hal suami-suami mereka akan memiliki hak yang lebih baik untuk memulihkan mereka seharusnya mereka inginkan rekonsiliasi. Dan bagi mereka serupa dengan apa yang disebabkan dari mereka dengan kebaikan. Tetapi para suami mempunyai satu tingkat di atas mereka. Allah Maha Perkasa dan Bijaksana.<br />
Quran 2:228</p>
<p style="text-align:justify;">Ketidaksetaraan jender muncul dalam konteks teologis. Hadits di bawah ini menunjukkan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah wanita karena mereka tidak berterima kasih dan keras terhadap suami mereka. Tidak ada kata tentang suami tahu berterima kasih dan kekerasan.<br />
Diriwayatkan ‘Abdullah bin Abbas: Nabi lalu berkata, “Aku melihat surga (atau surga itu diperlihatkan kepadaku), dan aku mengulurkan tangan untuk memetik seikat (anggur), dan telah aku memetik itu, Anda akan makan itu sepanjang dunia ini ada. Lalu aku melihat (neraka) api, dan aku belum pernah, melihat pemandangan yang begitu mengerikan seperti itu, dan aku melihat bahwa mayoritas penghuni adalah perempuan. ” Orang-orang bertanya, “Wahai Rasul Allah! Apa alasan untuk itu?” Dia menjawab, “Karena ungratefulness mereka.” Dikatakan. “Apakah mereka kafir kepada Allah (apakah mereka tidak berterima kasih kepada Allah)?” Dia menjawab, “Mereka tidak berterima kasih kepada suami mereka dan tidak berterima kasih untuk dilakukan nikmat kepada mereka. Bahkan jika Anda berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang hidup Anda, ketika ia tampaknya beberapa kerasnya dari Anda, dia akan berkata,” Saya tidak pernah melihat perlakuan yang baik darimu. ” “<br />
Sahih Bukhari 7:62:125</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>10. Seorang suami berhubungan seks dengan istrinya, seperti bajak masuk ke lapangan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Al-Qur’an dalam Surah 2:223 mengatakan:<br />
Wanita tempat penanaman Anda (untuk anak-anak); datang kemudian ke tempat penanaman sesukamu dan ke depan (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah. Dan tahu bahwa kamu akan menemui-Nya. Memberikan kabar gembira kepada orang yang beriman.<br />
Quran 2:223</p>
<p style="text-align:justify;">Kita seharusnya tidak membuat kesalahan tentang ayat ini. Ini termasuk posisi seksual. Hadis di bawah ini menyiratkan konteks ayat ini:<br />
Jabir (ra dia) menyatakan bahwa orang-orang Yahudi biasa mengatakan: Ketika seorang pria telah bersetubuh dengan istrinya melalui vagina, tetapi berada di punggungnya. anak akan menyipitkan mata, sehingga turun ayat: (Al-Quran 2:223) “istri Anda hasil panen Anda; pergi maka hasil panen kepada Anda karena Anda mungkin ingin”<br />
Sahih Muslim 8:3363</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;langpair=en%7Cid&amp;u=http://www.wikiislam.com/wiki/Top_10_Verses_Every_Woman_Must_See&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;usg=ALkJrhgFfeMsVoHiwJXBMsZ2O0JMLyUs_w">Sumber: WIKIPEDIA ISLAM</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kesalahanquran.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kesalahanquran.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kesalahanquran.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kesalahanquran.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kesalahanquran.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kesalahanquran.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kesalahanquran.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kesalahanquran.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kesalahanquran.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kesalahanquran.wordpress.com/648/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=648&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/21/top-10-ayat-yang-harus-dibaca-wanita-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59894f9135d1f863b3e933a37757bb1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">siapmurtad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah Pandangan Orang Kristen Tentang Nabi Muhammad?</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/14/bagaimanakah-pandangan-orang-kristen-tentang-nabi-muhammad/</link>
		<comments>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/14/bagaimanakah-pandangan-orang-kristen-tentang-nabi-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 17:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[MUHAMMAD]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan Kristen tentang Muhammad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesalahanquran.wordpress.com/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[Pertama, Alkitab adalah sumber ajaran dan kepercayaan orang Kristen, dan Muhammad tidak disebut di dalam Alkitab. Jadi, bagaimana mereka harus menilai seseorang yang namanya tidak disebut dalam Alkitab? Lain kalau menanyakan pandangan kami tentang Adam, Musa, Daud, Ibrahim, Maryam, Petrus, Isa Al Masih – tentu kami dapat menjawab. Sebaliknya sudah jelas Alkitab tidak menyebut-nyebut tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=646&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="TIMBANGAN" src="http://www.isadanislam.com./images/Tokoh-02.jpg" alt="" width="150" height="200" />Pertama, Alkitab adalah sumber ajaran dan kepercayaan orang Kristen, dan Muhammad tidak disebut di dalam Alkitab. Jadi, bagaimana mereka harus menilai seseorang yang namanya tidak disebut dalam Alkitab? Lain kalau menanyakan pandangan kami tentang Adam, Musa, Daud, Ibrahim, Maryam, Petrus, Isa Al Masih – tentu kami dapat menjawab. Sebaliknya sudah jelas Alkitab tidak menyebut-nyebut tentang Muhammad yang lahir pada tahun 570 M. sedangkan pada saat itu Kekristenan sudah jauh tersebar di mana-mana.</p>
<p>Kedua, sebagian besar yang diajarkan oleh Muhammad sebagai wahyu Allah jelas-jelas bertentangan dengan Alkitab, lalu bagaimana mereka harus memilih? Tentu saja mereka akan memilih sumber yang ada lebih dahulu yang jelas sesuai dengan fakta. Misalnya, mereka tahu dari sejarah (bukan hanya dari orang Kristen sendiri tetapi juga dari para ahli sejarah orang Yahudi yang notabene membenci Kekristenan) bahwa Isa mati di kayu salib, tetapi Al-Quran mengajarkan bahwa Isa tidak mati disalib (Sura 4:157-158). Ajaran ini membingungkan karena dalam Sura 5:117 dan Sura19:33 kelihatannya Al-Quran juga berbicara tentang kematian Isa Al-Masih. Kalau begitu, bagian mana dari ajaran ini yang bisa dipegang?</p>
<p>Itulah sebabnya mengapa orang Kristen mengalami kesulitan untuk menjelaskan tentang Nabi Muhammad. Ia tidak disebut di dalam Alkitab dan sebagian ajarannya (umpamanya naik haji atau jihad) sangat bertentangan dengan ajaran Alkitab. Memang, orang Kristen mengakui bahwa banyak ajaran yang dibawakannya baik, tetapi bila bertentangan dengan Alkitab bagaimana mereka dapat menerima?</p>
<p><a href="http://www.isadanislam.com./tokoh/3.php">Pertanyaan Berikutnya</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.isadanislam.com./tokoh/1.php">Bagaimanakah Al-Quran Menyatakan Keunikan Isa Al-Masih? </a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kesalahanquran.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kesalahanquran.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kesalahanquran.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kesalahanquran.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kesalahanquran.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kesalahanquran.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kesalahanquran.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kesalahanquran.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kesalahanquran.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kesalahanquran.wordpress.com/646/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=646&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/14/bagaimanakah-pandangan-orang-kristen-tentang-nabi-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59894f9135d1f863b3e933a37757bb1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">siapmurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.isadanislam.com./images/Tokoh-02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">TIMBANGAN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah Al-Quran Menyatakan Keunikan Isa Al-Masih?</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/14/bagaimanakah-al-quran-menyatakan-keunikan-isa-al-masih/</link>
		<comments>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/14/bagaimanakah-al-quran-menyatakan-keunikan-isa-al-masih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 17:41:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISA ALMASIH]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimat Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/14/bagaimanakah-al-quran-menyatakan-keunikan-isa-al-masih/</guid>
		<description><![CDATA[Hanya Isa saja dari segala Nabi, Rasul, Utusan Allah yang lahir dari seorang perawan (Sura 19:16-34; 3:47).
Hanya Isa saja yang diberi gelar “Kalimat Allah” (Sura 3:35, 39; 4:171).
Hanya Isa saja yang merupakan “Tiupan Roh dari Allah” (Sura 4:171; 19:17).
Hanya Isa saja yang diberi gelar Yang Mulia dan Yang Lama dinubuatkan yaitu “Al-Masih” (Sura 4:171 dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=644&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hanya Isa saja dari segala Nabi, Rasul, Utusan Allah yang lahir dari seorang perawan (Sura 19:16-34; 3:47).</p>
<p>Hanya Isa saja yang diberi gelar “Kalimat Allah” (Sura 3:35, 39; 4:171).</p>
<p>Hanya Isa saja yang merupakan “Tiupan Roh dari Allah” (Sura 4:171; 19:17).</p>
<p>Hanya Isa saja yang diberi gelar Yang Mulia dan Yang Lama dinubuatkan yaitu “Al-Masih” (Sura 4:171 dan banyak ayat lain).</p>
<p>Hanya Isa saja yang disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (19:19) &#8212; bandingkan dengan Adam yang berdosa, Sura 7:22,23; Abraham minta dosanya diampuni, Sura 26:82; Musa minta dosanya diampuni, Sura 28:16; Yunus berdosa, Sura 37:42; Muhammad minta diampuni, Sura 47:19; 48:2 &#8212; artinya hanya Isa saja yang tanpa dosa dan karena itu Isa tak perlu minta pengampunan.</p>
<p>Hanya Isa saja yang diberi kehormatan” seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Sura 3:5).<span id="more-644"></span></p>
<p>Hanya Isa saja yang unik di dalam kuasaNya untuk mengerjakan mujizat – menyembuhkan orang buta, menyembuhkan orang sopak, menghidupkan orang mati, memberi hidangan dari langit (Sura 3:39; 5:114).</p>
<p>Hanya Isa saja yang bergantian dengan Allah jadi Pengawas orang (Sura 5:117).</p>
<p>Hanya Isa saja yang dijadikan oleh Allah “suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami“ (Sura 19:21).</p>
<p>Hanya Isa saja yang sekarang sudah pasti berada di surga (Sura 3:55).</p>
<p>Hanya Isa saja yang akan kembali dari surga sebagai hakim pada hari kiamat (Sura 43:69).</p>
<p>Hanya pengikut Isa diberikan kedudukan istimewa di atas orang kafir sampai hari kiamat (Sura 3:55).</p>
<p><strong><a href="http://www.isadanislam.com./tokoh/2.php">Pertanyaan Berikutnya</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kesalahanquran.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kesalahanquran.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kesalahanquran.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kesalahanquran.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kesalahanquran.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kesalahanquran.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kesalahanquran.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kesalahanquran.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kesalahanquran.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kesalahanquran.wordpress.com/644/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=644&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/12/14/bagaimanakah-al-quran-menyatakan-keunikan-isa-al-masih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59894f9135d1f863b3e933a37757bb1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">siapmurtad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Naskah Quranic SANA&#8217;A (Bagian 2)</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/24/naskah-quranic-sanaa-bagian-2/</link>
		<comments>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/24/naskah-quranic-sanaa-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 11:07:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALQURAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gerard Puin]]></category>
		<category><![CDATA[Naskah Kuno AlQuran]]></category>
		<category><![CDATA[Quran Sana'a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesalahanquran.wordpress.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[



Di tahun 1972, saat perombakan mesjid besar di Sana&#8217;a, ibukota Yaman, para kuli menemukan kumpulan naskah dalam jumlah yang sangat besar di ruang atas dekat atap. Seluruh tumpukan naskah ini berada diantara tumpukan karung kentang. Tumpukan naskah itu tetap akan tidak diketahui jika saja Dr. Gerard Puin tidak datang ke tempat itu 7 tahun kemudian. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=631&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/1b1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-633" title="1b" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/1b1.jpg?w=510&#038;h=415" alt="" width="510" height="415" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/2b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-634" title="2b" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/2b.jpg?w=510&#038;h=293" alt="" width="510" height="293" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Di tahun 1972, saat perombakan mesjid besar di Sana&#8217;a, ibukota Yaman, para kuli menemukan kumpulan naskah dalam jumlah yang sangat besar di ruang atas dekat atap. Seluruh tumpukan naskah ini berada diantara tumpukan karung kentang. Tumpukan naskah itu tetap akan tidak diketahui jika saja Dr. Gerard Puin tidak datang ke tempat itu 7 tahun kemudian. Dr. Gerard Puin adalan ilmuwan Jerman yang ahli Qur’an.<span id="more-631"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/3b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-635" title="3b" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/3b.jpg?w=510&#038;h=412" alt="" width="510" height="412" /></a><br />
Di tahun 1972, saat perombakan mesjid besar di Sana&#8217;a, ibukota Yaman, para kuli menemukan kumpulan naskah dalam jumlah yang sangat besar di ruang atas dekat atap. Seluruh tumpukan naskah ini berada diantara tumpukan karung kentang. Tumpukan naskah itu tetap akan tidak diketahui jika saja Dr. Gerard Puin tidak datang ke tempat itu 7 tahun kemudian. Dr. Gerard Puin andalan ilmuwan Jerman yang ahli Qur’an.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Naskah dibukukan</strong>.<br />
Puin seketika menyadari pentingnya penemuan itu. Bekerja sama dengan ahli Qur’an lokal, dia menyusun dengan hati² naskah² tersebut dan membuat ribuan foto.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/4b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-637" title="4b" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/4b.jpg?w=510&#038;h=250" alt="" width="510" height="250" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/5b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-638" title="5b" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/5b.jpg?w=510&#038;h=265" alt="" width="510" height="265" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pecahan naskah Qur&#8217;an dan gambar mesjid.<br />
Empat pecahan naskah menangkap perhatian Puin seketika, karena berisi bagian Sura terakhir Qur’an. Dan tidak seperti<br />
Qur’an² yang ada sekarang, naskah itu mencantumkan gambar mesjid. Hal ini merupakan bukti penting keaslian naskah<br />
tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/6b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-639" title="6b" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/6b.jpg?w=510&#038;h=416" alt="" width="510" height="416" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dr. Gerard Puin:<br />
Karena gambar ini dan pesan historisnya, kita bisa menentukan waktu sangat tepat bahwa Qur’an ini dibuat di jaman Al Walid, yakni tahun 705 &#8211; 715 M.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/7b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-640" title="7b" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/7b.jpg?w=509&#038;h=214" alt="" width="509" height="214" /></a><br />
Arab gundul.<br />
Dengan begitu kumpulan naskah ini merupakan Qur’an tertua di dunia, yang dibuat 70 tahun setelah Muhammad mati. Dari kumpulan naskah diantara karung² kentang, Puin juga menemukan naskah-naskah dari hampir 1000 Qur’an yang<br />
berbeda. Perbedaan jenis tulisan di naskah-naskah Qur’an ini dengan tulisan di Qur’an modern sangatlah mencengangkan.<br />
Tulisan di naskah tanpa tanda baca koma atau titik sama sekali (Arab gundul). Hal ini berarti satu huruf bisa mengandung sampai 30 arti yang berbeda.<br />
Dr. Gerard Puin:<br />
Banyaknya kemungkinan cara membaca Qur’an ini menunjukkan bahwa Qur’an ini tidak ditulis melalui pengimlaan per kata. Qur’an ini tidak bermakna sejelas seperti Qur’an versi Kairo.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/9b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-641" title="9b" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/9b.jpg?w=510&#038;h=258" alt="" width="510" height="258" /></a><br />
Hasil forensik menunjukkan tulisan-tulisan lain yang ditindihi<br />
tulisan baru.<br />
Juga terdapat penemuan lain yang peting. Teknik forensik sederhana menunjukkan bahwa tulisan lain yang telah dihapus dan ditindihi dengan tulisan lain di atasnya. Meskipun tulisan yang tersembunyi itu menunjukkan makna yang tidak bertentangan dengan tulisan di atasnya, tapi kata-kata telah diubah, dan ayat-ayat dan seluruh Sura disusun ulang kembali.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/10b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-642" title="10b" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/10b.jpg?w=489&#038;h=358" alt="" width="489" height="358" /></a><br />
Dr. Patrick Sookhdeo:<br />
Jika penelitian ini benar, terutama tentang tahunnya, maka ini berarti, berdasarkan fakta, Qur’an tidak tersusun sebagai satu rangkuman dan satu keseluruhan di tahun 650M, tapi dikembangkan lama setelah itu, berdasarkan tumpukan<br />
tulisan di atas naskah tersebut. Berkenaan dengan Qur&#8217;an Sana&#8217;a ini, berikut adalah tambahan komentar Gerard Puin, kafirun Jerman yang ahli text Qur&#8217;an: http://www.theatlantic.com/past/issues/99jan/koran.htm&#8221;<br />
In a 1999 Atlantic Monthly article, Gerd Puin is saying:<br />
“My idea is that the Koran is a kind of cocktail of texts that were not all understood even at the time of Muhammad. Many of them may even be a hundred years older than Islam itself. Even within the Islamic traditions there is a huge body of contradictory information, including a significant Christian substrate; one can derive a whole Islamic anti-history from them if one wants. The Qur’an claims for itself that it is ‘mubeen,’ or clear, but if you look at it, you will notice that every fifth sentence or so simply doesn’t make sense. Many Muslims will tell you otherwise, of course, but the fact is that a fifth of the Qur’anic text is just incomprehensible. This is what has caused the traditional anxiety regarding translation. If the Qur’an is not comprehensible, if it can’t even be understood in Arabic, then it’s not translatable into any language. That is why Muslims are afraid. Since the Qur’an claims repeatedly to be clear but is not—there is an obvious and serious contradiction. Something else must be going on.”<br />
terjemahan:<br />
Pendapatku adalah Qur&#8217;an itu bagaikan campur aduk berbagai tulisan yang tidak sepenuhnya dimengerti bahkan di jaman Muhammad. Banyak dari tulisan ini yang bahkan berusia ratusan tahun lebih tua daripada Islam itu sendiri. Bahkan dalam tradisi Islam sendiri terdapat keterangan yang bertentangan dalam jumlah yang sangat besar, termasuk bahasa Kristiani yang penting. Jika ingin, orang bisa mendapatkan seluruh keterangan sejarah yang bertolak belakang dengan Islam. Qur&#8217;an sendiri mengaku sebagai &#8216;mubein&#8217; atau jelas, tapi jika kau mencoba membacanya, kau akan menyadari bahwa ada seperlima kalimat-kalimat dalam Qur’an yang tidak bisa dimengerti. Tentu saja banyak Muslim yang tidak akan mengakui hal ini, tetapi pada kenyataannya seperlima dari ayat-ayat Qur&#8217;an memang tidak bisa dimengerti. Hal ini menyebabkan adanya usaha penolakan terhadap usaha penerjemahan. Jika Qur&#8217;an sendiri tidak bisa dimengerti, bahkan tidak juga dalam bahasa Arab, maka tentunya Qur&#8217;an tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa lain apapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sebabnya mengapa Muslim ketakutan. Karena Qur&#8217;an mengaku sebagai tulisan yang jelas padahal tidak, maka terdapat kontradiksi yang jelas dan serius. Tentunya ada maksud terselubung di belakangnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kesalahanquran.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kesalahanquran.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kesalahanquran.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kesalahanquran.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kesalahanquran.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kesalahanquran.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kesalahanquran.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kesalahanquran.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kesalahanquran.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kesalahanquran.wordpress.com/631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=631&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/24/naskah-quranic-sanaa-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59894f9135d1f863b3e933a37757bb1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">siapmurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/1b1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/2b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/3b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/4b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/5b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/6b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/7b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/9b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/10b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">10b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HANCURNYA SIFAT KEILAHIAN QUR’AN</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/22/hancurnya-sifat-keilahian-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/22/hancurnya-sifat-keilahian-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:29:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALQURAN]]></category>
		<category><![CDATA[Naskah Kuno AlQuran]]></category>
		<category><![CDATA[Sana'a]]></category>
		<category><![CDATA[Yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesalahanquran.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sujit Das
“Menghormati iman orang-orang percaya yang tulus seharusnya tidak menyebabkan investigasi yang dilakukan para ahli sejarah dilarang atau dibelokkan&#8230;.Seseorang harus mempertahankan hak-hak metodologi dasar sejarah.”
- Maxime Rodhinson, 1981; p. 57
(Photo Source: Wikipedia, 2009)
 

Foto salah satu perkamen Sana’a Qur’an dari Gerd R Puin’s, memperlihatkan lapisan revisi yang dilakukan terhadap Quran
Seringkali orang-orang Muslim mengatakan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=619&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 		A:link { color: #0000ff } --><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Oleh</span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">: </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Sujit Das</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">“<span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong>Menghormati iman orang-orang percaya yang tulus seharusnya tidak menyebabkan investigasi yang dilakukan para ahli sejarah dilarang atau dibelokkan&#8230;.Seseorang harus mempertahankan hak-hak metodologi dasar sejarah.”</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">- Maxime Rodhinson, 1981; p. 57</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Photo Source: Wikipedia, 2009)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/1a2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-628" title="1a" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/1a2.jpg?w=355&#038;h=275" alt="" width="355" height="275" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em><strong>Foto salah satu perkamen Sana’a Qur’an dari Gerd R Puin’s, memperlihatkan lapisan revisi yang dilakukan terhadap Quran</strong></em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Seringkali orang-orang Muslim mengatakan bahwa baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru telah dikorupsi dan diubah secara serius. Mereka katakan, supaya sebuah Kitab Suci bisa dikatakan sebagai otoritatif, maka ia harus dipelihara tetap tanpa perubahan sama sekali, dan menunjuk pada Qur’an mereka sebagai kitab suci yang diwahyukan kata demi kata dan surat demi surat kepada Muhamamad oleh Allah. Quran mengklaim, “Tidak boleh ada perubahan dalam firman-firman Allah” (10:64), dan ”Tidak ada yang bisa merubah kata-kata (dan peraturan) Allah” (6:34).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tetapi betapa anehnya ‘doktrin pembatalan’ ini, dimana wahyu-wahyu yang datang kemudian membatalkan wahyu-wahyu terdahulu, sebagaimana Quran (2:106) menegaskan, ”Wahyu-wahyu&#8230;..Kami membatalkan/mencabut atau menyebabkan untuk dilupakan.” Juga, sebuah Hadis (6:558) dari Sahih Bukhari menegaskan bahwa Muhammad melupakan banyak ayat. Disamping itu, </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Sunaan ibn Majah </em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(3: 1944) </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">mencatat bahwa setelah kematian Muhammad, sejumlah wahyu dimakan oleh seekor kambing. Bagaimana kata-kata Ilahi bisa dimakan, diubah, dibatalkan atau dihapuskan, meskipun ada klaim dari Allah dalam Sura 10:64 dan 6:43?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tidakkah semua klaim-klaim dari Allah ini berkontradiksi dengan diriNya sendiri? Tetapi ajaibnya; kenyataan ini sama sekali tidak mengganggu pemikiran orang-orang Muslim. Barangkali, jika kita bisa menghadirkan Quran lain yang “otentik”, dan yang berbeda dengan bentuk standar Quran yang ada saat ini, maka Muslim akan mulai menggunakan logika mereka.<span id="more-619"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Kebenaran yang sangat menghancurkan adalah bahwa sejumlah besar naskah-naskah kuno, berasal dari abad pertama Hijrah ditemukan di Mesjid Agung di Sana’a (Yaman), yang secara signifikan berbeda dengan Quran standar yang ada sekarang. Sistem penanggalan dengan menggunakan Carbon meyakini bahwa naskah-naskah Quran ini tidak dibuat oleh lawan-lawan keagamaan. Disamping itu, naskah-naskah Quran ini ditemukan oleh orang-orang Muslim sendiri, bukan oleh orang-orang kafir.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Barangkali inilah peristiwa yang paling memalukan dalam sejarah Islam yang sudah berlangsung selama 14 Abad.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Mesjid Agung Sana’a adalah salah satu Mesjid tertua dalam sejarah Islam. Gedung ini dibangun pada tahun 6 Hijrah ketika Muhammad mempercayakan salah seorang dari teman-temannya untuk membangun sebuah Mesjid di Yaman, yang diperluas dan diperbesar oleh para pemimpin Islam dari masa ke masa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Pada tahun 1972, ketika berlangsung restorasi Mesjid Agung ini (hujan deras menyebabkan dinding bagian Barat Mesjid ini rubuh), para tukang yang bekerja dalam sebuah ruangan mahkota diantara struktur bagian dalam dan atap bagian luar, menemukan sebuah kuburan yang menakjubkan, yang pada saat itu, karena ketidaktahuan mereka, mereka tidak menyadari apa yang ada di situ. Biasanya mesjid tidak mengakomodasi kuburan, dan situs ini juga tidak berisi batu nisan, tidak ada sisa-sisa tubuh/tulang manusia dan juga tidak ada barang-barang peninggalan dari pemakaman. Tak ada benda lain di dalamnya kecuali perkamen tua dan dokumen-dokumen surat yang jumlahnya sangat banyak. Juga di dalamnya ditemukan buku-buku yang sudah rusak dan halaman-halaman teks individual dalam bahasa Arab, yang sudah lebur menjadi satu oleh karena hujan dan kelembaban selama lebih dari seribu tahun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Sumber foto: Dreibholz, 1999, p. 23)</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/2aa1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-627" title="2aa" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/2aa1.jpg?w=510&#038;h=333" alt="" width="510" height="333" /></a><br />
</span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong>Sejumlah fragmen-fragmen perkamen Qur’anik dalam                                                                   kondisi ketika mereka ditemukan</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Para tukang yang tidak mengerti itu kemudian mengumpulkan naskah-naskah tersebut, memasukkannya dengan sembrono ke dalam 20 karung kentang, dan meletakkannya pada tangga di salah satu menara Mesjid, dimana naskah-naskah itu pun kemudian dikunci di situ. Naskah-naskah itu akan kembali dilupakan, jika bukan karena Qadhi Isma’il al-Akwa, Presiden Otoritas Barang-Barang Antik Yaman, yang di kemudian hari menyadari pentingnya penemuan itu. Al-Akwa mencari pertolongan dari dunia Internasional untuk menguji dan mengawetkan fragmen-fragmen itu, sebab tidak ada seorang pun sarjana di negaranya yang sanggup mengerjakan penemuan yang sangat kaya seperti ini. Pada tahun 1997, ia menerima kunjungan dari seorang sarjana Jerman non-Muslim. Orang ini lalu membujuk pemerintah Jerman untuk mengorganisir dan menjalankan sebuah proyek restorasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Segera setelah proyek itu dimulai, menjadi jelaslah bahwa “kuburan kertas” itu adalah sebuah tempat untuk menyimpan puluhan ribu fragmen-fragmen dari hampir seribu naskah-naskah kuno Quran, kitab suci Muslim. Otoritas Muslim pada masa-masa awal Islam menganjurkan agar kopian-kopian Quran yang telah rusak disingkirkan dari peredaran dan hanya mengijinkan edisi-edisi kitab suci yang masih baik untuk dipakai. Juga tempat yang aman seperti itu dibutuhkan untuk melindungi kitab-kitab itu dari kebakaran atau kehancuran jika para penyerang datang, dan di sinilah kemudian muncul ide untuk menyimpannya di sebuah ‘kuburan’ dalam Mesjid Agung di Sana’a, yang pada waktu itu merupakan tempat untuk mempelajari Quran. Hal ini sudah berlangsung sejak abad pertama Hijrah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Restorasi naskah-naskah itu diorganisir dan diawasi oleh Gerd R. Puin dari Saarland University, di Jerman. Puin adalah seorang spesialis terkemuka dalam bidang kaligrafi Arabik (studi mengenai tulisan tangan indah dan artistik), dan merupakan seorang paleografi (studi mengenai dokumen-dokumen dan tulisan kuno) Qur’anik. Selama sepuluh tahun ia secara ekstensif menguji fragmen-fragmen perkamen yang berharga itu. Tahun 1985, rekannya H. C. Graf V. Bothmer bergabung dengannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tes-tes Carbon-14 menunjukkan bahwa sejumlah perkamen itu berasal dari tahun 645-690 AD. Tahun pembuatan mereka yang sebenarnya bisa jadi lebih dini lagi, karena C-14 memperkirakan tahun kematian dari sebuah organisme (perkamen adalah kulit binatang), dan proses itu hingga penulisan akhir pada perkamen mencakup waktu yang tidak bisa diketahui. Tanggal penulisan kaligrafi menunjukkan tahun 710-715 AD. Beberapa perkamen kelihatannya berasal dari abad ke tujuh dan ke sembilan, dan karena itu bisa disebut sebagai Qur’an tertua yang ada saat ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Pada tahun 1984, Rumah Naskah (Dar al Makhtutat) didirikan di dekat Mesjid Agung, sebagai bagian dari proyek kerjasama antara otoritas Yaman dan Jerman. Sebuah usaha keras yang sangat besar dimulai untuk merestorasi fragmen-fragmen Qur’anik. Antara tahun 1983 dan 1996, kira-kira 15.000 dari 40.000 halaman telah selesai direstorasi, khususnya 12.000 fragmen-fragmen pada perkamen dan naskah-naskah yang berasal dari abad ke tujuh dan sembilan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Sumber Foto: Dreibholz, 1999. p. 22)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/3aa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-629" title="3aa" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/3aa.jpg?w=510&#038;h=335" alt="" width="510" height="335" /></a><br />
</span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em><strong>Perpustakaan Dar al-Makhtutat dimana disimpan                                                       Naskah-Naskah dan katalog yang baru ditemukan</strong></em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Hingga saat ini, hanya ada tiga kopian kuno Qur’an yang ditemukan. Yang pertama disimpan di Perpustakaan Inggris di London, berasal dari akhir abad ke tujuh dan dianggap sebagai yang paling tua. Tetapi naskah-naskah Sana’a bahkan usianya lebih tua. Lebih dari itu, naskah-naskah ini ditulis dengan huruf yang aslinya berasal dari Hijaz – wilayah Arabia dimana Nabi Muhammad hidup, yang membuatnya tidak hanya sebagai naskah tertua yang berhasil selamat, tetapi kopian otentik Qur’an yang paling tua. Arabik Hijazi adalah tulisan (Mekkah atau Medinah), dan Qur’an mula-mula ditulis dengan huruf ini. Meskipun potongan-potongan ini berasal dari Qur’an paling awal yang pernah ada, mereka juga merupakan palimpsests (naskah-naskah dengan tulisan asli yang telah dipakai ulang).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Gaya tulisan tangan yang indah dan artistik dan jarang dipakai menjadi hal yang menarik perhatian Puin dan temannya Bothmer, tetapi hal yang lebih mengejutkan lagi menanti mereka. Ketika naskah Qur’an ini diperbandingkan dengan naskah Qur’an standard yang ada saat ini, kedua orang ini menjadi terheran-heran. Teks-teks kuno yang ditemukan ini sangat berbeda dengan naskah yang ada sekarang, dan hal ini benar-benar mengganggu. Di sini terdapat ayat-ayat yang disusun secara tidak konvensional, variasi-variasi tekstual yang sedikit namun signifikan, ortografi (pengejaan) yang berbeda dan perbedaan pada pembubuhan (dekorasi) artistik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Hal ini benar-benar menghantam keyakinan orang-orang Muslim ortodoks bahwa Qur’an yang ada hari ini dapat dikatakan sebagai Firman Allah yang “sempurna, kekal sepanjang masa dan tidak berubah.” Dengan penemuan naskah ini berarti Qur’an telah didistorsi, dinodai, direvisi, dimodifikasi dan dikoreksi, dan perubahan tekstual secara murni telah terjadi selama bertahun-tahun oleh tangan-tangan manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Aura kesakralan disekeliling Kitab Suci Islam ini, yang masih utuh selama lebih dari 14 abad lamanya, menjadi hilang dengan penemuan yang mencengangkan ini, dan keyakinan inti dari semilyar lebih orang-orang Muslim yang meyakini bahwa Qur’an itu kekal, firman Allah yang tidak bisa berubah sekarang tampak jelas hanya sebagai sebuah kebohongan besar. Bukan hanya itu; klaim Qur’anik bahwa tak ada orang yang bisa merubah firman-firman Allah juga merupakan sebuah kepalsuan. Qur’an seharusnya merupakan sebuah, jika kita meminjam kata-kata dari Guillaume (1978, p. 74), yang paling suci dari semua yang suci. Ia tidak boleh ada di bawah kitab yang lain, tetapi selalu berada di atasnya, orang tak boleh minum atau merokok ketika kitab ini dibacakan dengan keras, dan ia harus didengarkan di dalam keheningan. Ini adalah Kitab yang merupakan jimat melawan penyakit dan bencana.” Orang-orang Muslim menyebut Quran sebagai “Ibu dari semua Kitab” dan meyakini tak ada kitab atau wahyu lainnya yang bisa diperbandingkan dengan Qur’an (Caner &amp; Caner, 2002. p.84). Tetapi sekarang, dengan penemuan ini, semua keyakinan itu menjadi lenyap. Hasil akhir dari seluruh perjuangan Islam selama empat belas abad sekarang menjadi nol besar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tidak hanya itu, banyak naskah memperlihatkan tanda-tanda dimana naskah-naskah itu menggunakan tulisan asli yang telah dipakai ulang. Misalnya, ayat-ayat yang sangat jelas ditulis di atas ayat-ayat lain yang sudah dihapus. Tentu saja ayat-ayat yang ada di bawah tulisan yang ada sekarang sulit untuk dibaca secara visual, tetapi peralatan-peralatan modern seperti fotografi ultraviolet dapat memperlihatkan dengan jelas tulisan-tulisan itu. Dipercaya bahwa naskah-naskah Sana’a bukan hanya satu-satunya varian, tetapi sebelum itu, teks Qur’anik telah dimodifikasikan dan ditulis ulang pada kertas yang sama. Hal ini berarti, klaim Allah (Sura 56: 77-78; 85:21-22) bahwa teks asli telah disimpan di surga pada lembaran-lembaran emas, yang tak bisa disentuh oleh siapa pun kecuali para malaikat, hanyalah sebuah cerita dongeng.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Setelah mempelajari dengan seksama naskah-naskah ini, Puin sampai pada kesimpulan bahwa teks ini sesungguhnya sebuah teks yang telah dikembangkan, dan bukannya firman Allah sebagaimana yang diwahyukan secara menyeluruh kepada Muhammad (Warraq, 2002, p. 109). Dengan perasaan tergetar ia berkata, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Begitu banyak Muslim yang memiliki keyakinan ini, bahwa segala sesuatu diantara kedua penutup Qur’an adalah firman Allah yang tak bisa dirubah. Mereka senang mengutip karya tekstual yang memperlihatkan bahwa Alkitab memiliki sebuah sejarah dan bukan sesuatu yang diturunkan langsung dari langit, bahwa hingga saat ini Qur’an berada di luar perdebatan. Satu-satunya cara untuk meruntuhkan dinding ini adalah dengan membuktikan bahwa Qur’an pun memiliki catatan sejarah. Fragmen-fragmen Sana’a akan membantu kita melakukan hal ini</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Puin bahkan menyimpulkan (mengutip Taher, 2000), ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Tak ada satu pun karya tunggal yang tetap tanpa perubahan selama berabad-abad. Termasuk kisah-kisah yang ditulis sebelum nabi Muhammad memulai pelayanannya dan yang kemudian setelah itu ditulis ulang</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Selama melakukan riset mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh Puin (Lester, 1999), ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Mereka (otoritas Yaman ingin agar hal ini tidak digembar-gemborkan, sebagaimana yang juga kami lakukan, meski dengan alasan yang berbeda. Mereka tak ingin menarik perhatian pada kenyataan bahwa ada orang-orang Jerman dan lainnya yang melakukan studi terhadap Qur’an. Mereka tidak mau mengumumkannya kepada publik, bahwa ada pekerjaan seperti ini yang sedang dilakukan, oleh karena posisi Islam adalah bahwa semua hal yang perlu dikatakan mengenai sejarah Qur’an telah dikatakan seribu tahun lalu</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Pada kenyataannya, Puin dan rekannya Bothmer mengetahui untuk beberapa saat ketika mereka melakukan studi mereka, bahwa Qur’an sendiri adalah sebuah teks yang terus berkembang, namun dengan bijaksana mereka memahami implikasi yang mungkin dari penemuan-penemuan mereka dan karena itu mereka tetap berdiam diri. Jika otoritas Yaman mengetahui penemuan ini, sangat besar kemungkinan mereka akan menolak kedua orang ini untuk memperoleh akses lebih jauh. Inilah yang dimaksudkan oleh Puin sebagai “</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>alasan-alasan lain.</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">” Karena itu keduanya tetap diam, dan kedua sarjana ini dapat tetap meneruskan riset mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Penemuan Puin juga mengkonfirmasi asumsi Wansbrough mengenai teks Qur’anik. Pada tahun 1970an, Wansbrough menyimpulkan bahwa Qur’an berkembang secara bertahap pada abad ketujuh dan kedelapan, setelah periode panjang dari transmisi oral, dan sekte-sekte yang berbeda biasanya berdebat dengan keras satu sama lain mengenai wahyu-wahyu mana yang asli. Alasan bahwa tidak ada sumber materi dari permulaan Islam yang pernah selamat adalah karena ia memang tidak pernah ada. Pada kenyataannya, Puin mengakui bahwa ia ‘membaca ulang karya </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Wansbrough</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> ketika ia menganalisa fragmen-fragmen Yaman itu </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Warraq, 2002. p. 122).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Teori Puin lainnya yang radikal adalah bahwa sumber-sumber pra-Islamik telah memasuki Qur’an. Argumentasinya adalah bahwa ada dua suku yang disebut, As-Sahab-ar-Rass (Para sahabat dari Sumur) dan As-Sahab-al-Aiqa (Para Sahabat dari Semak-semak Berduri) yang bukan merupakan bagian dari tradisi Arab, dan orang-orang pada masa Muhammad tentu saja tidak mengenal mereka. Ia juga tidak setuju pandangan yang mengatakan bahwa Qur’an ditulis dalam bahasa Arab yang paling murni. Kata “Qur’an” itu sendiri aslinya berasal dari luar Arab. Kontras dengan keyakinan populer Muslim, ia mengatakan bahwa arti dari “Qur’an” bukanlah pembacaan atau pengajian. Sebenarnya kata “Qur’an” menurutnya berasal dari bahasa Aramaik, “Qariyun”, artinya sebuah leksionari bagian-bagian kitab suci yang ditetapkan untuk dibaca dalam ibadah ilahi. Qur’an kebanyakan berisi cerita-cerita Alkitab tetapi dalam bentuk yang lebih pendek dan merupakan “sebuah ringkasan dari Alkitab untuk dibaca dalam ibadah.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Bothmer secara seksama telah mengambil lebih dari tiga puluh lima ribu gambar-gambar mikro film dari fragmen-fragmen itu pada tahun 1997 dan membawa gambar-gambar itu ke Jerman (Warraq, 2002, p.109). Artinya bahwa saat ini Bothmer, Puin dan para sarjana lainnya pada akhirnya akan memiliki sebuah kesempatan untuk meneliti kembali dengan lebih cermat teks-teks itu dan mempublikasikan penemuan-penemuan mereka dengan bebas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Puin tertarik untuk menulis sebuah buku mengenai hal ini pada masa depan, tetapi ia telah menulis beberapa tulisan-tulisan pendek mengenai penemuan mereka di berbagai macam majalah ilmiah, dimana ia memperlihatkan beberapa penyimpangan antara Qur’an kuno dan Qur’an standar sebagaimana yang ada saat ini (Mengutip Warraq, 2002, p.739-44)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ketika membuktikan bahwa Qur’an sama sekali bukan kitab yang bisa dianggap suci, Puin menulis, ”Pendapat saya adalah bahwa Qur’an sejenis teks-teks gado-gado dimana tidak semuanya dimengerti pada masa Muhammad. Banyak dari teks-teks ini bahkan usianya seratus tahun lebih tua daripada Islam itu sendiri. Klaim-klaim Qur’an untuk dirinya sendiri adalah bahwa ia merupakan sesuatu yang jelas (mubeen). Tetapi (kontras dengan keyakinan populer) jika anda mengamatinya, anda akan menemukan bahwa seperlima dari kalimatnya sama sekali tidak mempunyai makna&#8230;faktanya adalah seperlima dari teks Qur’anik sama sekali tidak bersifat komprehensif. Jika Qur’an itu tidak komprehensif, bahkan jika ia sendiri tidak bisa dimengerti dalam bahasa Arab, maka ia juga tak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun. Itulah sebabnya mengapa Muslim merasa takut. Meskipun berulang-ulang Qur’an mengklaim bahwa ia adalah sesuatu yang jelas, tetapi nyatanya di situ terdapat banyak sekali kontradiksi yang sangat serius. Sesuatu pasti telah terjadi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Penemuan yang luar biasa dari Puin sangat menarik perhatian Andrew Rippin, seorang Profesor bidang studi agama dan seorang ahli terkemuka dalam bidang studi Qur’an. Rippin (dikutip dari Warraq, 2002, p.110) menyimpulkan</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>, ”Pengaruh dari naskah-naskah Yaman masih bisa dirasakan. Pembacaan-pembacaan mereka yang bervariasi dan susunan ayat-ayat semuanya sangat signifikan. Semua orang setuju dengan hal ini. Naskah-naskah ini memperlihatkan bahwa sejarah awal teks Qur’anik lebih dari sekedar sebuah pertanyaan terbuka sebagaimana yang diduga banyak orang. Teks itu kurang stabil dan karena itu otoritasnya sedikit, daripada yang selalu diklaim.”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Observasi Rippin benar-benar luar biasa. Selama periode Kalifah mula-mula, Islam bertumbuh sebagai gerakan politik dan bukan sebagai sebuah gerakan keagamaan. Sebuah buku seperti Qur’an dibutuhkan untuk menjaga agar orang-orang Muslim tetap bersatu. Qur’an seperti sebuah ‘simbol status’ dari Islam, yang jika bukan karena buku ini maka Islam akan mati bahkan pada masa Muhammad. Qur’an itu murni buatan manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Beberapa hal yang bersifat ilahi dilekatkan pada Qur’an supaya ia bisa memberikan perintah yang bisa dihormati, sebab ia tidak memiliki kuasa dari dirinya sendiri. Inilah caranya, bagaimana ketika mengakui klaim-klaim dari Qur’an sebagai ungkapan langsung dari Yang Ilahi, para manipulator mula-mula telah menyingkirkan semua kritik, yang kemungkinan akan mengeksposnya. Dalam Sura 5:101 dan 5:102 Qur’an sendiri melarang kritik. Kita tidak tahu saat kebutaan religius secara perlahan muncul, tetapi tanpa ragu, Muslim mula-mula setelah Muhammad sebenarnya lebih liberal dibandingkan dengan generasi yang kita lihat saat ini. Otentisitas dari banyak ayat telah dipertanyakan sendiri oleh orang-orang Muslim mula-mula. Banyak Kharijit, yang merupakan pengikut-pengikut Ali dalam sejarah Islam mula-mula, menemukan Sura yang menceritakan cerita yang tidak sopan mengenai Yusuf, sebuah kisah erotis yang tidak mungkin merupakan bagian dari Qur’an (dikutip dari Warraq, 1998, p.17)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Warraq (1998, p. 14) memiliki pandangan yang sama dengan Rippin, ”Para sarjana Muslim pada tahun-tahun awal Islam jauh lebih fleksibel dengan posisi mereka, menyadari bahwa bagian-bagian Qur’an telah hilang, diselewengkan dan bahwa ada ribuan perbedaan yang menyebabkan tidak mungkin bisa berbicara mengenai Qur’an.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ada bukti lainnya bahwa pesan-pesan Qur’anik telah diubah pada masa-masa awal Islam dan tidak ada lagi yang eksis yang disebut “Qur’an”. Tulisan dari beberapa ayat Qur’anik menghiasi Mesjid Dome of Rock di Yerusalem, yang barangkali merupakan monumen Islamik pertama dam merupakan sebuah pencapaian artistik mayor, dibangun tahun 691 AD (Whelan, 1998, pp 1-14). Tulisan-tulisan ini secara signifikan berbeda dari teks standar yang ada saat ini (Warraq, 2000, p. 34)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Mingana (mengutip Warraq, 1998. p.80) mengeluhkan, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Pertanyaan paling penting dalam mempelajari Qur’an adalah otoritasnya yang tidak boleh ditantang</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.” Inilah satu-satunya alasan; investigasi kritikal mengenai teks Qur’an adalah sebuah studi yang masih belum dewasa. Sebagaimana dikatakan oleh Rippin (1991, p. ix) yang mengeluhkan, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Seringkali saya menemukan individu-individu yang mempelajari Islam dengan latar belakang studi sejarah Alkitab Ibrani atau Kekristenan mula-mula, dan yang mengekspresikan keterkejutan pada kurangnya pemikiran kritis yang muncul dalam teksbook-teksbook pendahuluan Islam. Gagasan bahwa “Islam dilahirkan dalam terang sejarah yang jelas” kelihatannya masih merupakan anggapan dari banyak penulis besar mengenai teks-teks seperti itu.”</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> Cook dan Crone (1977, p. 18) menyimpulkan</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>,”[Qur’an] sangat kurang dalam keseluruhan struktur, seringkali tidak jelas dan tidak merupakan sebuah rangkaian; sementara isinya asal-asalan dan materi-materi yang dibahas berbeda, serta melakukan pengulangan-pengulangan di seluruh pasal dengan versi yang berbeda-beda. Dengan dasar ini, bisa diperdebatkan bahwa kitab ini adalah produk dari sebuah keterlambatan dan pengeditan materi yang tidak sempurna dari sebuah tradisi-tradisi yang bersifat plural.”</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> Crone (mengutip Warraq, 1998, p. 33) juga menuliskan</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>, ”Qur’an telah menurunkan banyak sekali informasi palsu.”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tetapi dalam kaitan dengan Alkitab, kita menemukan perbedaan, sebagaimana yang diobservasi oleh Rodinson (1980, p. viii</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>),”[Untuk Alkitab] sikap ilmiah dimulai dengan keputusan untuk menerima sesuatu sebagai fakta hanya jika sumber itu telah dibuktikan sebagai sesuatu yang dapat dipercaya</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.” Orang-orang Muslim secara salah mengintepretasikan kejujuran orang-orang Kristen yang memperlihatkan sejumlah pembacaan Alkitab yang bervariasi sebagai kelemahan (Ali &amp; Spencer; 2003. p. 76-9).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Orang-orang Kristen, seperti halnya orang-orang Hindu, ingin melihat Kitab Suci mereka melalui sudut pandang ilmiah dan sejarah. Ketika naskah-naskah tua Alkitab, perkamen-perkamen atau naskah-naskah Hindu ditemukan, para sarjana Kristen dan Hindu hampir-hampir saling memanjat bahu masing-masing agar bisa terlebih dahulu mendapatkan akses kepada teks-teks itu. Penemuan-penemuan seperti ini membuat mereka merasa sangat tertarik. Tetapi sayangnya, tidak ada hasrat seperti itu dalam Islam. Kristen dan Hindu sangat berkeinginan untuk melihat lebih banyak lagi hal-hal yang bisa disingkapkan mengenai kitab suci mereka, sementara Muslim menolaknya, bahkan seringkali dengan determinasi yang kuat. Kontras ini benar-benar sebuah pukulan. Sementara baik iman Hindu dan Kristen secara kuat didukung oleh bukti-bukti arkeologis dan historis, sejauh ini tidak ada satu pun eksplorasi arkeologis yang diijinkan untuk dilakukan di Mekkah dan Medinah, dan tidak ada kemungkinan untuk melakukannya di masa yang akan datang (Peters, 1986. p. 72-4).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Kritikan Muslim terhadap Qur’an sangat jarang dan hampir-hampir tidak pernah ada sebagaimana yang dikeluhkan oleh Sina (2008, p. 6</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>), ”Orang-orang Muslim pada dasarnya tidak punya kapabilitas untuk mempertanyakan Islam.”</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> Baru-baru ini saja website-website para mantan Muslim yang melakukan sejumlah karya yang luar biasa mengenai hal ini. Tentu saja, orang-orang yang telah mengalami pencerahan seperti mereka akan berhasil membebaskan saudara-saudari Muslim mereka dari penjara Islamik. Jika tidak, apa pun kritikan yang dilakukan terhadap Qur’an, semuanya akan dilakukan oleh para sarjana Kristen. Tetapi orang-orang Muslim seharusnya tidak menganggap kritik dari orang Kristen sebagai sebuah tanda oposisi religius. Para sarjana Kristen telah melakukan lebih banyak lagi kritikan terhadap agama mereka sendiri daripada terhadap Islam (Sproul &amp; Saleeb, 2003. p. 17; Spencer, 2007, p. 1).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tetapi sekali penemuan-penemuan Sana’a dipublikasikan secara detil, Islam tidak akan pernah sama lagi sebagaimana ia ada selama empat belas abad ini. Islam pasti akan mengambil sebuah posisi yang asing. Banyak Muslim akan menunjukkan keraguan terhadap kesakralan Qur’anik dan konsep yang sangat “romantis” dari Qur’an secara perlahan akan lenyap dan sebuah perkembangan yang sangat menarik akan bisa diobservasi. Pertanyaan pertama yang akan muncul di pikiran mereka adalah – versi yang mana yang paling superior. Tetapi kemudian, tidak mungkin memilih sebuah versi Qur’an dan menolak versi yang lain berdasarkan pilihan. Sebab keyakinan Muslim juga menegaskan bahwa siapa saja yang menolak bahkan satu ayat pun dari Qur’an, sebenarnya mereka telah menolak seluruh pewahyuan. Ini adalah sebuah kemustahilan logis dan karena riset ilmiah telah meneriakkan kebenaran; banyak Muslim akan mencari jalan keluar dari hal yang tidak masuk akal ini dan akan mencoba membebaskan diri mereka dari penindasan tirani yang hidup di sebuah agama yang palsu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ketika mendiskusikan apatisme Muslim terhadap sains, hukum logika dan hukum alam, Jaki (mengutip Spencer, 2002, p. 127) menulis, </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>”Apa yang terjadi dalam dunia Muslim hari ini adalah sebuah konfrontasi, bukan antara Tuhan dan Iblis&#8230;tetapi antara satu Tuhan yang sangat spesifik dan ilmu pengetahuan yang merupakan sebuah antagonis yang sangat spesifik dari Tuhan itu, yaitu Allah dari Qur’an, yang merupakan oknum yang sepenuhnya mendominasi intelektual.” </em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Penemuan Sana’a hanya akan menambahkan bahan bakar untuk api itu. Hari ini dunia Muslim dikelilingi dengan frustasi. Islam seharusnya menjadi wahyu terakhir dan orang-orang Muslim seharusnya menjadi “Manusia terbaik”, tetapi kenyataannya benar-benar bertentangan. Bangsa-bangsa Muslim adalah bangsa-bangsa yang paling miskin di dunia (Ohmyrus, 2006, p. 128). Saatnya akan tiba ketika otoritas keagamaan akan ditanya oleh orang-orang Muslim kebanyakan, dan mereka akan dituntut untuk menyangkali kritikan-kritikan secara logis, ilmiah dan masuk akal, bukan dengan kekuatan brutal atau melalui Fatwa. Sebagaimana yang ditulis oleh Parvez Manzoor, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Cepat atau lambat [kami orang-orang Muslim] harus mendekati Qur’an dari asumsi-asumsi metodologikal dan parameter-parameter yang secara radikal merupakan hal yang asing dengan hal-hal yang telah disucikan oleh tradisi kami</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">” (Warraq, 2002, p. 123).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tetapi naskah-naskah Sana’a juga akan memprovokasi pertanyaan lainnya. Jika Qur’an adalah sebuah kebohongan, bagaimana kebohongan ini bisa bertahan selama berabad-abad? Alasannya adalah bahwa Keilahian yang ditempelkan pada Qur’an bukan hanya sebuah “Kebohongan Yang Kecil”, tetapi “Sebuah Kebohongan Yang Besar.” Kebohongan-kebohongan yang besar adalah sesuatu yang sangat ampuh, dan ia selalu memiliki sebuah efek psikologis terhadap para pendengar. Semakin besar kebohongan, semakin ia bisa dipercayai. Adolf Hitler menulis dalam Mein Kamph (1925), ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Massa yang besar dari sebuah bangsa akan menjadi korban oleh sebuah kebohongan besar daripada oleh sebuah kebohongan kecil</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.” Kebohongan besar sangat meyakinkan karena ia akan menutupi pikiran sehat pendengar, sebagaimana yang dijelaskan oleh Sina (2008, p. 179), orang-orang biasa tidak akan berani untuk menceritakan sebuah kebohongan besar sebab ia berpikir bahwa hal itu tidak akan dipercayai dan ia akan menjadi bahan olok-olok. Karena tidak ada seorang pun yang pernah menceritakan sebuah kebohongan dalam hidupnya, kebohongan-kebohongan kecil seringkali cepat atau lambat akan bisa dideteksi. Tetapi kebohongan-kebohongan besar benar-benar aneh karena ia seringkali membuat para pendengar menjadi kehilangan akal. Ketika kebohongan itu sangat besar (seumpama raksasa), orang-orang kebanyakan akan bertanya-tanya bagaimana seseorang memiliki keberanian, yaitu dengan lancang mengatakan hal seperti itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Kebohongan besar selalu mengejakan keajaiban dalam politik. George Orwill (mengutip Sina, 2008, p. 179) berkata, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Bahasa politik&#8230;.didisain untuk membuat kebohongan terdengar sebagai sesuatu yang jujur dan pembunuhan dapat dihargai dan membuat angin terlihat sebagai sesuatu yang padat</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.” Hari ini, ketika sifat keilahian Qur’an disebarkan oleh naskah-naskah Sana’a, maka natur spiritual Islam juga diekspos. Islam tak lebih dari sebuah gerakan politik Arab. Sifat keilahian ditempelkan pada Qur’an, ketika orang-orang Arab mulai menduduki bangsa-bangsa di sekeliling mereka dan Islam dipaksakan oleh mereka dengan kekerasan. Orang-orang Arab tidak hanya memaksakan Islam pada bangsa-bangsa lain tetapi juga memaksakan keyakinan irasional dari keilahian Qur’anik ini kepada pemikiran-pemikiran para korban mereka, sehingga ketika orang-orang Arab telah pergi, orang-orang yang telah ditaklukkan tidak bisa keluar dari mental perbudakan ini dan kembali kepada iman mereka yang asli. Ini adalah sebuah keahlian politik yang langka. Banyak sahabat-sahabat Muhammad dengan jelas mengetahui bahwa Qur’an adalah sebuah kepalsuan, tetapi mereka tetap tinggal bersama dengan nabi mereka untuk bisa memperoleh barang rampasan dan menikmati para wanita. Kita semua tahu, setelah kematian Muhammad, beberapa suku Arab kembali kepada keyakinan mereka sebelumnya dan penyembahan berhala pun kembali mekar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Menyebabkan banyak Muslim menjadi syok; studi modern dalam bidang Psikologi telah memperlihatkan kebenaran bahwa Muhammad adalah seorang yang suka memaksa, seorang pria gila yang menderita Kelainan Personalitas Narsisistik (Narcissistic Personality Disorder). Narsisistik adalah orang-orang yang diserap oleh dirinya sendiri dan secara patologis merupakan para pembohong. Artinya, apakah mereka tidak menyadari kebohongan mereka atau merasa sepenuhnya benar dan merasa mudah berbohong pada orang lain. Kondisi mental mereka sedemikian rupa sehingga jarang ada orang yang bahkan memiliki kapasitas untuk mempercayai kebohongan mereka sendiri (Vaknin, 1999, p. 24).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Dan ya, Adolf Hitler, yang mengetahui kekuatan dari sebuah kebohongan besar dan telah menyesatkan jutaan orang Jerman, juga dikenal sebagai seorang Narsisis. Hari ini Hitler adalah figur sejarah yang paling dibenci di Jerman. Seperti sebuah ilmu matematika, pastilah Muhammad juga akan memperoleh nasib yang sama. Tetapi kita benar-benar tidak tahu, berapa juta orang akan mati sebelum kita bisa menaruh Muhammad di keranjang sampah dengan Allahnya, Quran dan Islam bersama-sama. Bagi Hitler, ini adalah Sosialisme Nasionalis (nama lain untuk Naziisme), dan bagi Muhammad ini adalah Islam. Tetapi pada dasarnya, keduanya adalah dua sisi koin yang sama-seorang manipulator yang sukses.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sina (2008, p. iv, 260) memberikan komentar, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Islam seumpama sebuah rumah kartu, dipelihara oleh kebohongan-kebohongan. Yang diperlukan adalah menghancurkannya dengan memberikan tantangan kepada salah satu dari kebohongan-kebohongan yang membuatnya tetap berdiri seperti sekarang. Islam adalah sebuah bangunan yang tinggi, didirikan di atas pasir; satu kali saja anda mengekspos pondasinya, maka pasir itu akan tergerus dan gedung besar ini akan jatuh karena berat yang ditanggungnya</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">” dan lagi ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Islam berdiri di atas tanah yang rapuh. Ia hanya berisi kebohongan. Kita hanya perlu mengekspos kebohongan-kebohongan dan bangunan raksasa dari teror dan penipuan ini untuk meruntuhkannya</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Mari kita lihat, sekali aura kesakralan Qur’an lenyap, kebohongan-kebohongan lain apa yang akan diekspos?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Pertama; jika ada dua atau lebih dari dua versi Qur’an, maka akan ada jumlah Allah yang sama. Jadi, jika hanya ada dua Qur’an yang otentik, apakah Islam masih bisa dianggap sebagai agama monoteisme? Bagaimana memastikannya, Allah mana yang memberikan sebuah versi Qur’an? Jika hanya ada satu Allah, maka Qur’an mana yang otentik?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Kedua; jika kita masih percaya bahwa sebuah Qur’an adalah otentik, maka bagaimana Allah mengijinkan Qur’an lainnya tetap ada?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ketiga, apakah masih bisa dianggap benar bahwa Qur’an (Sura 10:64) yang berkata bahwa firman-firman Allah tidak akan berubah-ini benar-benar pencapaian yang sangat hebat? Jika ya, sekarang apa lagi yang akan dilakukan oleh lebih dari sebuah Qur’an? Jika tidak, bagaimana wahyu palsu seperti ini dicatat dalam Qur’an? Apakah Setan yang menaruhnya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Terakhir, Bukhari (4.52.233) mencatat ”Orang-orang tidak beriman tidak akan pernah memahami tanda-tanda dan wahyu-wahyu kami.” Tetapi kita bisa saksikan, untuk memahami Qur’an Sana’a, otoritas Yaman mengundang para sarjana Jerman karena tak ada seorang pun di Yaman yang sanggup mengungkapkan penemuan besar seperti ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tidak heran jika Sina (2008) menyimpulkan, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Tak peduli bagaimana anda memandang Islam, ia tetap akan terlihat sebagai sebuah agama kebodohan</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Orang-orang Muslim telah menjual jiwa mereka kepada Muhammad, tetapi bisakah mereka secara logis membersihkan keraguan-keraguan di atas? Episode Sana’a telah menempatkan mereka pada sebuah posisi yang canggung, bahwa bahkan alasan yang berputar-putar atau absurditas logika tak akan bisa menolong mereka. Bukankah inilah saatnya bagi orang-orang Muslim yang bijaksana untuk memikirkan ulang iman mereka? Daripada berusaha keras untuk memberikan alasan terhadap keraguan-keraguan di atas, bukankah lebih bijaksana untuk setuju bahwa satu milyar lebih orang-orang Muslim telah dibodohi oleh seorang pemaksa vulgar yang bernama Nabi Muhammad? Bukankah ini saatnya bagi orang-orang Muslim untuk mencari kebenaran? Sebagaimana penulis puisi Thomas Gray (dikutip dari Sagan, 1997, p. 12) menulis,”&#8230;.kapankah ketidaktahuan merupakan sebuah kebahagiaan, yaitu ketika kebodohan dianggap sebagai hikmat.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Untuk melindungi Qur’an dari penghinaan lebih jauh, otoritas Yaman telah menghalangi Puin dan Bothmer mengkaji lebih jauh naskah-naskah itu. Kenyataannya, saat ini mereka tidak mengijinkan siapa pun melihat naskah-naskah itu kecuali fragmen-fragmen non-Qur’anik yang dengan sangat hati-hati telah diseleksi terlebih dahulu, yang bisa dilihat di lantai dasar Perpustakaan Dar al-Makhtutat. Tetapi hal ini sia-sia. Burung sudah keluar dari sangkarnya dan tak ada gunanya menutup pintu sekarang. Lebih dari 35.000 mikrofilm saat ini sudah ada di luar Yaman sebelum otoritas Yaman mengetahuinya dan beberapa duplikat juga sudah dibuat. Pihak otoritas Yaman yakin bahwa saat ini, di beberapa lokasi yang tidak diketahui di Jerman, sekelompok ahli tanpa henti meneliti mikrofilm-mikrofilm itu, dan Puin membakar cukup minyak untuk penerangan malam dalam usaha menyelesaikan bukunya, yang, sekali dipublikasikan, akan memalu paku lainnya pada peti jenazah Islam. Islam hari ini benar-benar dalam bahaya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tentu saja, dengan menyadari runtuhnya keilahian di depan mata mereka, banyak orang-orang Muslim merasa terganggu dan merasa diserang. Para fundamentalis tidak akan menerima karya Puin dan Bothmer yang sebenarnya mereka kerjakan dengan obyektifitas akademik, tetapi mereka akan melihatnya sebagai sebuah serangan yang disengaja terhadap integritas teks Qur’anik (Taher, 2000). Secara natural, kedua sarjana Jerman ini akan berada di garis depan menghadapi kemarahan mereka. Puin takut dengan kekerasan yang akan dilakukan oleh orang-orang Muslim ortodoks karena teorinya yang mereka anggap sebagai “hujatan”, yang ia katakan bahwa hal itu tidak bisa ia anggap sebagai hal yang enteng. Dengan mengingat apa yang terjadi pada Salman Rushdie, ia menulis, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Kesimpulan-kesimpulan saya telah menyebabkan reaksi kemarahan dari orang-orang Muslim ortodoks. Mereka katakan bahwa saya bukan sarjana yang bisa membuat sebuah pernyataan mengenai naskah-naskah ini.</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">” Jika pandangan Puin diambil dan diserukan melalui media, dan jika tidak banyak Muslim yang menanggapinya secara rasional, maka semua neraka akan terlepas. Akan ada sejumlah respon permusuhan dan kerusuhan dan akan menyebabkan banyak kematian dan kehancuran, mungkin akan ada fatwa lainnya dari Khomeini dan tentu saja sejumlah ancaman dari Bin Laden kita yang sangat suka dengan kamera, serta dari saudara-saudara ideologisnya. Tetapi bisakah mereka menghentikan tersebarnya kebenaran?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">UNESCO telah menunjukkan ketertarikan yang murni terhadap naskah-naskah Sana’a sejak program the Memory of the World dimulai. Pada tahun 1995, Organisasi ini juga memproduksi sebuah CD-ROM dalam bahasa Arabik, Inggris dan Perancis yang mengilustrasikan sejarah dari pengoleksian materi Qur’anik dan non-Qur’anik. CD-ROM berisi 651 gambar dari 302 fragmen-fragmen Qur’anik, indeks dengan tulisan, bingkai, dan sebagainya, juga sebuah introduksi umum untuk koleksi-koleksi naskah-naskah Yaman dan sebuah deskripsi singkat mengenai perkembangan kaligrafi Arabik (Abid,</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong> </strong></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">1997).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ursula Dreibholz, seorang ahli pemeliharaan (pengawetan) yang bekerja untuk proyek Sana’a selama delapan tahun sebagai kepala konservator merasa sangat frustasi melihat kekurang perdulian otoritas Yaman untuk melindungi naskah-naskah itu dengan menggunakan teknologi modern (1983, pp. 30-8). Apakah perlengkapan keamanan sudah benar, dan apakah perhatian yang diberikan terhadap naskah-naskah itu sudah memadai untuk mencegah kerusakan lebih jauh (1996, pp 131-45). Kenyataannya, Dreibholz (1999, pp 21-5) mengatakan, bahwa ia sangat peduli untuk menciptakan sebuah sistem penyimpanan permanen yang aman dan dapat dipercaya untuk menyimpan naskah-naskah ini. Juga, penyimpanan yang buruk akan sulit melindungi naskah-naskah itu dari serangga dan air. Yang paling penting lagi, masalah utama adalah kurangnya pencegahan dari kebakaran atau sistem deteksi, dengan mengingat bahwa dalam sejarah banyak perpustakaan-perpustakaan penting yang hancur oleh karena kebakaran. Otoritas Yaman mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang untuk memasang sistem perlindungan dari kebakaran. Ia benar-benar tidak mengerti alasan sebenarnya dibelakang sikap apatis otoritas Yaman.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Di sini, para fundamentalis Muslim bisa melihat sebuah tali perak di awan-awan. Tak seorang pun tahu kapan sebuah kebakaran yang menghancurkan akan terjadi secara ‘insidentil’ dan menghancurkan semua naskah-naskah Qur’anik itu, yang akan menyebabkan naskah-naskah itu terbakar. Di balik semuanya, untuk menyelamatkan Islam, Qur’an harus diselamatkan, dan untuk itu orang-orang Muslim akan melangkah lebih jauh lagi. Jika perlu, mereka sendiri akan membakar Qur’an untuk menyelamatkannya dari analisa-analisa logis. Kesetiaan mereka kepada kebodohan sedemikian tinggi. Barangkali, otoritas Yaman tidak mau memasang sistem pencegah kebakaran adalah sebuah persiapan awal untuk sebuah tindakan seperti itu di masa depan. Jangan pernah menganggap remeh kapasitas destruktif dari orang-orang fanatik tak berotak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong> Referensi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong> Jurnal:</strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Abid, 	Abdelaziz (1997); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>“Memory 	of the World”: Preserving Our Documentary Heritage.</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> Museum International, Vol. 49, No. 1, January 1997 issue. Blackwell 	Publishers, Oxford.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Dreibholz, 	Ursula (1983); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>A treasure 	of early Islamic manuscripts on parchment. Significance of the find 	and its conservation treatment</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	AIC Preprints of papers presented at the 11th annual meeting in 	Baltimore, Maryland, 25-29 May 1983. Washington, DC.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Dreibholz, 	Ursula (1996); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The 	Treatment of Early Islamic Manuscript Fragments on Parchment</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> in </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The Conservation and 	Preservation of Islamic Manuscripts</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">, 	Al-Furqan Islamic Heritage Foundation, London</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Dreibholz, 	Ursula (1999); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Preserving 	a treasure: the Sana’a manuscripts</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Museum International. Islamic collections. Vol. LI, No. 3, July 1999 	issue. Blackwell Publishers. Oxford.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Whelan, 	Estelle (1998); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Forgotten 	Witness</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">: </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Evidence 	for the Early Codification of the Qur’an</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Published in The Journal of America Oriental Society. January to 	March Issue, 1998. University of Michigan. USA.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong> Bibliografi:</strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ali, 	Daniel &amp; Spencer, Robert (2003); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Inside 	Islam: A guide for Catholics</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Ascension Press. Pennsylvania.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Caner 	E. M; Caner E.F (2002); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Unveiling 	Islam</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. Kregel 	Publications. Grand Rapids. U.S.A</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Cook, 	Michael; Crone, Patricia (1977); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Hagarism: 	The making of the Islamic world</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Cambridge.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Dr) 	Vaknin, Sam (1999); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Malignant 	Self Love: Narcissism Revisited</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Narcissus Publications, Skopje. Czech Republic.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Ed.) 	Warraq, Ibn (1998); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The 	origins of the Koran: Classic Essays on Islam’s holy book</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Prometheus Books. NY.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Ed.) 	Warraq, Ibn (2000); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The 	Quest for Historical Muhammad</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Prometheus books. NY.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Ed.) 	Warraq, Ibn (2002); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>What 	the Koran really says – Language, Text and Commentary</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Prometheus books. NY.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Guillaume, 	Alfred (1978); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Islam</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Harmondsworth.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Mein 	Kampf; a 1939 English translation by Houghton Mifflin and edited of 	verbosity. Reynal &amp; Hitchcock</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ohmyrus 	(2006); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The Left and 	Islam: Tweedledum and Tweedledee</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> in </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Beyond Jihad: Critical 	voices from the inside </em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">by 	Shienbaum, Kim and Hasan, Jamal. Academia Press, LLC, Bethesda.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Peters, 	F.E (1986); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Jerusalem and 	Mecca: The topology of the Holy City in the near east</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	NY</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Rippin, 	Andrew (1991): </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Muslims: 	their religious beliefs and practices. </em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">London.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Rodhinson, 	Maxime (1980); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Muhammad</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> (Original in French, translated to English by Anne Carter). The New 	Press. NY</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Rodhinson, 	Maxime (1981); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>A Critical 	Survey of Modern Studies on Muhammad</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> in </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Studies on Islam</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> ed. M. Swartz. Oxford University Press, USA</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sagan, 	Karl (1997); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The 	Demon-Haunted World. Science as a Candle in the Dark</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Ballantine Books. The Random House Publishing group. NY.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sina, 	Ali (2008); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Understanding 	Muhammad, A Psychobiography</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Felibri.com</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Spencer, 	Robert (2002); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Islam 	Unveiled: Disturbing questions about the world’s fastest growing 	faith</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. Encounter Books. 	San Francisco.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Spencer, 	Robert (2007); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Religion 	of Peace? Why Christianity is and Islam isn’t</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Regnery Publishing, Inc. Washington DC.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sproul 	R. C &amp; Saleeb, Abdul (2003); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The 	dark side of Islam</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Crossway Books (a division of Good News Publishers). Wheaton. 	Illinois.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong>Sumber Internet:</strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Taher, 	Abul (2000): Querying the Koran. The Guardian. Guardian News and 	Media Limited. Published on 8</span><sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">th</span></sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> August, 2000. URL: </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.guardian.co.uk/Archive/Article/0,4273,4048586,00.html" target="_top"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">http://www.guardian.co.uk/Archive/Article/0,4273,4048586,00.html</span></a></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> (Last accessed 3</span><sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">rd</span></sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> June / 2009)</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sina, 	Ali (2008): </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Probing 	Islam</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. An internet based 	debate between J. A Ghamidi, K. Zaheer and Ali Sina, FFI. URL: </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.news.faithfreedom.org/downloads/probing-islam.pdf" target="_top"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">http://www.news.faithfreedom.org/downloads/probing-islam.pdf</span></a></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> (Last accessed 7th February / 2008).</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Lester, 	Toby (1999); What Is the Koran? Atlantic Monthly January 1999 issue. 	URL: </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.theatlantic.com/doc/199901/koran" target="_top"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">http://www.theatlantic.com/doc/199901/koran</span></a></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> (Last accessed 3</span><sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">rd</span></sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> June / 2009).</span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Wikipedia 	(2009); Gerd R. Puin, URL: </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Special:Cite&amp;page=Gerd_R._Puin&amp;id=287605376" target="_top"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Special:Cite&amp;page=Gerd_R._Puin&amp;id=287605376</span></a></span></span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kesalahanquran.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kesalahanquran.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kesalahanquran.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kesalahanquran.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kesalahanquran.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kesalahanquran.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kesalahanquran.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kesalahanquran.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kesalahanquran.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kesalahanquran.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=619&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/22/hancurnya-sifat-keilahian-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59894f9135d1f863b3e933a37757bb1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">siapmurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/1a2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/2aa1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2aa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/3aa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3aa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengkajian Ilmiah Atas Alquran</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/18/pengkajian-ilmiah-atas-alquran/</link>
		<comments>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/18/pengkajian-ilmiah-atas-alquran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 09:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMIC INVASION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesalahanquran.wordpress.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Sangat mengherankan bahwa banyak umat muslim modern merasa bahwa mereka mempunyai hak dan kebebasan penuh untuk mengkritik Alkitab dengan mengatakan bahwa Alkitab itu korup (dicatut dan dikotori) dan isinya saling bertentangan, tetapi ketika seseorang berani mengkritik Alquran seperti halnya mereka mengkritik Alkitab, mereka akan menyebutnya sebagai orang yang biadab, ofensif dan rassialis!
Buku Bucaille
Salah satu contoh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=616&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sangat mengherankan bahwa banyak umat muslim modern merasa bahwa mereka mempunyai hak dan kebebasan penuh untuk mengkritik Alkitab dengan mengatakan bahwa Alkitab itu korup (dicatut dan dikotori) dan isinya saling bertentangan, tetapi ketika seseorang berani mengkritik Alquran seperti halnya mereka mengkritik Alkitab, mereka akan menyebutnya sebagai orang yang biadab, ofensif dan rassialis!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Buku Bucaille</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu contoh dari hal tersebut di atas adalah buku yang ditulis oleh Maurice Bucaille yang berjudul <strong>The Bible, The Quran and Science.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bucaille telah melancarkan serangan total atas pengilhaman dan teks-teks Alkitab. Dan terhadap Alquran ia meyakinkan pembacanya bahwa Alquran memiliki “keontetikan yang tidak terbantahkan”.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia tidak membahas banyaknya masalah yang dapat ditemukan di Alquran, namun di hanya menghabiskan waktu untuk menyerang Alkitab semata.<span id="more-616"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pada kenyataannya, orang-orang malahan telah mempersoalkan Alquran sejak awalnya dan mereka masih terus mempersoalkannya sampai sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beberapa Masalah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa masalah berkaitan dengan metodologi yang diungkapkan oleh Bucaille.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, baik Alquran maupun Hadis membenarkan Alkitab sebagai Firman Tuhan yang telah diilhamkan pada manusia dan seringkali mengacunya sebagai sumber kekuatan atas dasar mana Muhammad mengajar dan bertindak. Jadi sekali Alkitab direndahkan, Alquran dan Hadispun akan ikut direndahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, Bucaille melanggar salah satu dari hukum logika yang paling mendasar. Dia sebaliknya mengira bahwa bila dia dapat “menyangkal kebenaran Alkitab” maka Alquran dapat ditegakkan. Namun Anda bagaimanapun juga, tidak dapat membuktikan posisi kebenaran anda dengan menyalah-nyalahkan posisi orang lain. Secara logika, Alkitab, Alquran dan Hadis mungkin saja salah semuanya. Alquran tidaklah diilhamkan hanya karena Kitab Suci lainnya tidak diilhamkan. Masing-masing Kitab akan tetap tegak atau jatuh tergantung pada kualitas dan keunggulannya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan Putar-Putar (Circular Reasoning)</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian Muslim lagi-lagi menggunakan cara berpikir yang berputar-putar tak berujung pangkal ketika berurusan dengan Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka telah memutlakkan kebenarannya padahal seharusnya masih memerlukan pembuktian.</p>
<p style="text-align:justify;">Muslim : Muhammad adalah Nabi Allah</p>
<p style="text-align:justify;">Non Muslim : Apa itu benar?</p>
<p style="text-align:justify;">Muslim : Alquran yang menyatakan demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">Non Muslim : Apa Alquran benar?</p>
<p style="text-align:justify;">Muslim : kan, muhammad itu Nabi Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">II. Muslim : Alquran tanpa salah</p>
<p style="text-align:justify;">Non Muslim : Mengapa hal itu benar?</p>
<p style="text-align:justify;">Muslim : Karena Alquran menyatakan demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">Non Muslim : Tetapi mengapa Alquran benar?</p>
<p style="text-align:justify;">Muslim : Alquran tanpa salah</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak perlu putar-putar dalam satu lingkaran tanpa ujung pangkal, tetapi kita harus menyerahkan Alquran agar dapat diuji secara ilmiah dan kristis. Jika Alquran benar, ia akan bertahan dalam setiap pengujian. Tetapi jikalau Alquran salah, lebih baik mengetahuinya sekarang daripada terus mengimaninya secara buta.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kitab Injil Barnabas </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada usaha yang baru-baru ini dilakukan oleh beberapa orang Muslim untuk memanfaatkan suatu buku yang berisi pengajaran yang tidak benar dari suatu sekte mistik Kristen yang berjudul Injil Barnabas. Buku ini seolah-olah ditulis oleh salah satu murid yesus, dan dianggap merupakan suatu Injil yang telah lama terhilang. Injil-injilan ini sampai-sampai dianggap lebih tinggi otoritasnya daripada Kitab Perjanjian Baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmuwan Barat telah berulang-ulang mendemostrasikan bahwa apa yang disebut sebagai Injil Barnabas itu merupakan suatu karya penipuan dalam segala aspek.</p>
<p style="text-align:justify;">Contohnya, Barnabas tidak mungkin menulis buku tersebut karena kosakata yang digunakan dalam buku itu bukanlah kosakata yang lazim digunakan pada abad pertama.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih penting lagi, Injil Barnabas mengandung pernyataan-pernyataan yang kontradiktif dengan pengajaran-pengajaran dalam Alquran, Hadis, dan Alkitab. Injil Barnabas bertentangan dengan ketiganya dalam tiga pola yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti halnya orang Muslim dapat menggunakan Injil Barnabas tersebut untuk menentang Alkitab, demikian juga orang-orang Non-Muslim dapat juga menggunakannya untuk menentang Alquran dan Hadis.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Contohnya, Injil Barnabas mengutuk orang mempunyai lebih dari satu istri sementara Alquran mengizinkan sampai empat istri. Injil Barnabas juga mengizinkan seseorang makan daging babi sementara Alquran mengharamkannya. Setiap Muslim yang menjagokan pewahyuan Injil Barnabas adalah sama artinya dengan menusuk lehernya sendiri! </strong></p>
<p style="text-align:justify;">[ Lebih jauh lagi, Injil Barnabas ini baru muncul pada tahun 1709, ditulis dalam bahasa Itali dengan kertas yang lazim dipakai orang antara abad 14 dan 16. Penyelidikan menemukan bukti-bukti bahwa ia ditulis oleh <strong>seorang Arab (Mustafa Arande</strong> dengan nama samaran <strong>Fra Marino) beragama Islam </strong>yang berdomisili di Spanyol, dan ternyata tidak paham keadaan sejarah, geografi, adat-istiadat dan sosial Israel. Antara lain dikatakan bahwa Yesus dilahirkan ketika Pilatus adalah Gubernur negeri Yudea (padahal pilatus baru menjabatnya sejak tahun 26 M hingga 36 M). Kota Nazaret diterangkan sebagai kota pelabuhan, sehingga ada pasal yang menyebutkan bahwa Yesus berlayar ke Nazaret (padahal Nazaret bukan kota pesisir, melainkan kota di atas perbukitan Galilea). Total-total tercatat <strong>tidak kurang dari 30 kesalahan konyol</strong>].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kebenaran Sederhana </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kebenaran sederhana yaitu bahwa Alquran mengandung banyak masalah, sebagian mana akan diungkapkan sekarang. Alquran menyatakan bahwa dirinya dari Allah, terjaga dari semua kesalahan, dan hal itu merupakan bukti pewahyuan (Surat 85:21,22). Konsekuensi dari klaim ini adalah satu saja kesalahan yang dapat ditemui dalam Alquran sudahlah cukup untuk menggugurkan keberadaannya sebagai wahyu Allah!</p>
<p style="text-align:justify;">[Inilah rumus-besi!]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Prinsip Yang Masuk Akal: yang lama Mencocokkan yang baru </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip yang digunakan Muhammad dalam awal pelayanannya memang valid (berlaku sah). Yaitu bahwa Wahyu yang lebih awal menjadi pengukur terhadap semua wahyu-wahyu yang datang belakangan. (Baca Surat 10:94)</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian Alkitab harus dijadikan standar acuan dari semua wahyu-wahyu baru termasuk Alquran sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal tersebut semata-mata hanya merupakan masalah kronologis. Muhammad datang 600 tahun setelah Yesus Kristus.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi Alquran diturunkan jauh hari setelah adanya Kitab Perjanjian Baru.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Keabsahan Kitab Perjanjian Baru didasarkan pada kenyataan bahwa nubuatan-nubuatan, simbol-simbol, dan tipologi dari Kitab Perjanjian Lama itu tergenapi. Jadi dengan cara yang sama, jikalau Alquran akan diterima sebagai Firman Tuhan juga, maka Alquran harus lulus testing secara sempurna memenuhi kesesuaian terhadap Kitab-kitab Suci yang ada sebelumnya, yaitu Alkitab.</p>
<p style="text-align:justify;">Alquran sendiri menyatakan bahwa ia merupakan kelanjutan dari Alkitab dan oleh karenanya ia tidak akan berkontradiksi dengan Alkitab (Surat 2:136).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Masalah Logika &amp; Prioritas </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yang dimaksud di sini adalah logika dasar, yaitu kalau timbul konflik atau kontradiksi antara Alkitab dan Alquran, maka Alquranlah yang harus dikesampingkan, bukan Alkitab.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulannya Alquran tidak akan pernah bertentangan dengan Alkitab, karena bagaimana mungkin Allah akan bertentangan dengan dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Jikalau Allah bertentangan dengan dirinya sendiri, dia merupakan Allah yang tidak sempurna. Kalau dia tidak sempurna pastilah dia bukan tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">[ orang-orang Muslim awam menduga bahwa Alquran yang turun belakangan itu justru yang harus dianggap paling benar bila terjadi kontradiksi antara Alkitab dan Alquran. Mereka mempersamakan hal ini dengan temuan-temuan ilmiah yang paling akhir mengkoreksi yang awal-awal. Persamaan ini jelas salah karena yang bisa dikoreksi adalah hal-hal yang belum pasti kebenarannya (sekalipun ilmiah). Namun Alkitab telah dipastikan kebenarannya oleh semua Nabi-nabi termasuk Muhammad. Alkitab-lah yang menjadi pengukur untuk semua wahyu yang datang kemudian. Prinsip kebenaran adalah “ada kebenaran, baru kemudian ada kepalsuan”. Kepalsuan tidak bisa hadir mendahului kebenaran. Tidak ada kepalsuan bila tidak ada kebenaran. Kepalsuan tidak bisa hadir sendirian dalam kehampaan kebenaran! Jadi kebenaran lama haruslah menjadi acuan bagi setiap ajaran baru yang ingin dibenarkan. Itu sebabnya keshahian setiap HADIS juga dirujukkan pada sistem periwayatan sanad-nya. Di amna para rawi (rantai pemberita hadis) ditujukkan terus ke jenjang belakang hingga bertemu kepada sumber kebenaran Hadis itu sendiri, jenjang paling awal mula yaitu Muhammad. Misalnya jenjang wari ketiga, At ba’al tabi’in, dirujukkan ke jenjang kedua, Tabi’in hingga jenjang sahabat Nabi yang mengklaim sumbernya dari Muhammad sendiri. Jadi yang awal-mula mem-verifikasi yang belakangan!</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga, Kitab Perjanjian lama adalah otoritas rujukan untuk mem-verifikasi kebenran penggenapan nubuat-nubuat oleh seorang Mesias yang datang belakang, yang bernama Yesus dalam Perjanjian baru].</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Alquran tidak sesuai dengan teks dan pengajaran yang ada dalam Alkitab, itu berarti bahwa Alquran berkontradiksi dengan Alkitab, yang mana berarti lebih lanjut bahwa Alquran harus menyerah kepada Alkitab, semata-mata karena Alquran harus selalu mengacu pada Alkitab dalam menguji kebenarannya (lihat perintah Allah kepada Muhammad QS 10:94). Anehnya orang-orang islam tetap bersikukuh menyalahi Alkitab (dengan menyalahi QS 10:94 secara tak langsung), sekalipun tanpa bukti.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, Alquran bertentangan dengan Alkitab mengenai masalah penyaliban Yesus yang diingkari Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang, apakah ada suatu naskah yang membuktikan bahwa ayat-ayat Alkitab yang berbicara mengenai penyaliban Yesus itu bukan asli dari Alkitab? Apakah ada bukti-bukti tertulis dari manapun yang menyatakan bahwa Alitab aslinya tidak mengajarkan mengenai penyaliban? Tidak ada bukti satupun dan dari manapun yang menyatakan bahwa teks Alkitab salah dalam hal penyaliban Yesus Kristus.</p>
<p style="text-align:justify;">Alkitab sejak awal mulanya, dengan jelas telah mengajarkan bahwa Yesus mati di salib. (Apalagi penyaliban ini ternubuatkan dalam Kitab-kitab sebelumnya, Mzm 22:2, 17-19; Zakaria 12:10 dan lain-lain).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Suatu Dilema logika </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Umat Muslim terperangkap dalam dilema. Jikalau mereka mengakui bahwa teks Alkitab memang sejak semula menyatakan Yesus mati di atas kayu salib, itu berarti Alquran secara langsung bertentangan dengan Alkitab sebagai wahyu yang tertua. Namun Muhammad berjanji bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. Mengapa?</p>
<p style="text-align:justify;">Alquran harus sesuai dengan wahyu tertua (Alkitab) karena baik Alquran maupun Alkitab, diturunkan oleh Tuhan yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, kalau umat muslim menolak Alkitab, mereka harus juga menolak Alquran karena Alquran mengacu pada Alkitab sebagai firman Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya lagi, kalaupun mereka menerima Alkitab mereka masih tetap harus menolak Alquran karena Alquran nyatanya telah bertentangan dengan Alkitab.</p>
<p style="text-align:justify;">Pilihan mana saja tetap Alquran yang kalah.</p>
<p style="text-align:justify;">[ untuk mengurangi tekanan dilema ini, umat Muslim sampai terpaksa harus menuduh bahwa semua Alkitab yang ada adalah palsu (sesuatu yang tidak dituduhkan Alquran dan tidak dibuktikan oleh siapapun). Dituduhkan bahwa yang asli telah dihilangkan oleh tangan-tangan kotor (padahal Alquran telah mengatakan kebenaran bahwa kalimat Allah tak bisa dirubah manusia (Surat 6:34), apalagi menghilangkannya! Bila bisa dilenyapkan, tentulah itu fana, bukan firman Allah].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Suatu Keimanan Tanpa dasar </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, apa yang dilakukan umat muslim?</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka mengimani sesuatu yang tidak berdasar dengan menempatkan diri mereka seolah-olah mengatakan: “Teks Alkitab dalam hal ini pasti salah. Alkitab aslinya tidak mengajarkan bahwa Yesus itu mati di salib. Kami tidak perlu membuktikannya. Kami mengetahuinya begitu, karena kalau tidak, kami akan terperangkap dalam dilema yang mengharuskan kami untuk mengakui kelemahan Alquran karena bagaimanapun Alquran telah mengacu pada Alkitab sebagai dasar otoritasnya sendiri”.</p>
<p style="text-align:justify;">Argumentasi Muslim tanpa dasar seperti itu menimbulkan efek yang tidak sehat pada pola berpikir ilmiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika tidak ada serangkaian bukti yang menunjukkan bahwa suatu teks tertentu dalam Alkitab telah mengalami penaskahan yang salah, maka sungguh tidak rasional menyatakannya sebagai sesuatu yang salah hanya karena Alkitab tidak sesuai dengan Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Umat Muslim menanggapi masalah ini dengan menyatakan bahwa Alkitab itu terkorupsi – salah, setelah Alquran terwahyu-benar secara tertulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi bukankah kita mempunyai naskah-naskah dari Kitab Perjanjian Lama yang ditulis 200 tahun sebelum Masehi dan sebagian Kitab Perjanjian Baru yang ditulis pada abad-abad pertama? (Yang sampai kinipun tercatat sama seperti yang ada sekarang ini). Maka kita tahu persis bahwa Alkitab masih mencerminkan keadaan seperti ketika Yesus dan rasul-Rasul hidup pada zaman tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita bandingkan Alkitab yang bersih ini dengan tulisan-tulisan yang kacau dari Alquran, termasuk nama-nama, kejadian-kejadian dan ujaran-ujaran yang acak-acakan yang terdapat dalam Alquran, maka tampaklah Alquran itu merupakan buah kesalahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu dikemukakan bahwa umat Muslim membela diri dengan menyatakan bahwa Alquran sudah pasti sempurna, karena Tuhan pasti akan menjaga fitrmanNya bebas dari kesalahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian, jikalau Tuhan telah gagal menjaga kebenaran Alkitab, sebagaimana yang mereka klaim, mengapakah kini Tuhan harus sukses melakukannya untuk Alquran?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Suatu Pengujian Ilmiah </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara logis, Alkitab terpilih melebihi Alquran, bukan hanya karena Alkitab terlebih dahulu ada sebelum Alquran, tetapi juga karena Alquran selalu merujukkan keabsahan Alkitab yang sudah ada, yang mempunyai otoritas lebih tinggi sebagai pokok rujukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari posisi tersebut, kita sekarang ingin meneruskan pengujian Alquran secara ilmiah. Tetapi karena <strong>Alquran mengandung sangat banyak masalah</strong>, kami akan membatasi diri hanya untuk <strong>membicarakan 100 masalah yang penting-penting saja</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa harikah Karya Penciptaan Terlaksana?</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah pertama dalam Alquran yaitu menyangkut berapa harikah karya penciptaan dilakukan oleh Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila anda menjumlah semua hari yang disebutkan dalam Surat 41: 9, 10,12 anda akan mendapatkan jumlah 8 hari yang diperlukan Tuhan untuk melakukan karya penciptaanNya (4 hari + 2 hari + 2 hari = 8 hari)</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi menurut Alkitab (Kitab kejadian 1:31) hanya 6 hari yang diperlukan tuhan untuk menciptakan alam semesta.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi kesimpulannya Alquran sudah bertentangan dengan Alkitab sejak dimulai bab I dari Alkitab.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang sahabat Muslim berkeberatan atas hal ini dengan menyatakan bahwa teks Alkitab berbahasa Ibrani tidak diragukan lagi pasti salah dalam hal ini dan bahwa yang benar adalah 8 hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menyatakan bahwa tidak ada bukti dalam naskah-naskah Alkitab berbahasa Ibrani mengenai adanya kesalahan. Selain itu, ada ayat lain dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dalam 6 hari (keluaran 20:11).</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian saya menunjukkan bahwa di Alquran dalam Surat 7:51 dan 10:3 mengakui perhitungan Alkitab bahwa karya penciptaan tuhan dilakukan dalam 6 hari. Kalau 6 hari itu salah, itu berarti Surat 7 dan 10 dalam Alquran juga salah. Tetapi kalau 8 hari salah, Surat 41 juga salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menggunakan penalaran Muslim klasik, teman saya tersebut akhirnya menjawab bahwa Alquran tidak mengatakan 8 hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menjumlah hari-hari yang disebut dalam Surat 41 yaitu 4+2+2=8.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia kemudian menjumlahnya dengan cara 4+2+2=6” karena 4 dapat dibagi 2 dan oleh karenanya 4 sesungguhnya 2 juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya menunjukkan bahwa dalam bahasa Arab disebutkan 4, dan bukan 2, hal tersebut tidak membuatnya kecil hati. Dia tetap mempertahankan pendapatnya bahwa 4=2, karena kalau tidak demikian dia akan terjebak bahwa Alquran-lah yang salah. Jadi dia lebih baik membuat pernyataan yang tidak masuk akal, bahwa 4=2, dari pada mengakui kenyataan bahwa Muhammad membuat satu kesalahan dalam hal ini.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Muslim modern juga membela dengan cara yang memplintir angka-angka yang tidak dimaksudkan oleh Alquran sama sekali. Mereka berdebat bahwa 4 hari yang disebutkan itu sudah mencakup salah satu dari 2 hari yang disebut, jadi terhitung 4+(2=0)+2=6 hari]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nuh, Air Bah, dan Putera-Putera nuh </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Alkitab, tiga putera Nuh semuanya masuk ke bahtera bersama dengan Nuh dan mereka semua diselamatkan dari air bah (kejadian 7:1,7,13)</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, Alquran dalam Surat 11:32-48 menyatakan bahwa salah satu dari putera Nuh menolak masuk bahtera dan akhirnya tenggelam dalam air bah.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Sementara Surat 21:76,77 mengisyaratkan Nuh beserta seluruh keluarganya seelamat semua]</p>
<p style="text-align:justify;">Surat 11:44 juga menyatakan bahwa bahtera itu bersandar di atas gunung Judi sementara Alkitab mengatakan di atas gunung Ararat. Dalam hal ini sungguh sangat jelas perbedaan antara Alkitab dan Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">[rasul Petrus, salah satu murid-murid yesus yang dibenarkan Alquran (hawariyyun) juga menyaksikan kebenaran penyelamatan Tuhan atas 8 nyawa semuanya, baca 2 Petrus 5. jadi siapa yang korup, Alkitab atau Alquran? Kenapa Alkitab harus mengkorupi kejadian ini? Quran juga tidak mungkin akan mengkorupi apa-apa untuk hal-hal semacam ini, kecuali Muhammad mendengarnya dari sumber-sumber yang membuatnya keliru].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesalahan-Kesalahan Berkaitan Dengan Abraham </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Alquran membuat banyak sekali kesalahan mengenai Abraham.</p>
<p style="text-align:justify;">1. Alquran menyatakan bahwa nama ayah dari Abraham adalah Azar (Surat 6:740, tetapi Alkitab mengatakan namanya Terah.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Tetap tercatat nama Terah turun-temurun dari anak-anak Abraham, yaitu kaum yahudi dan nabi-nabi yahudi. Dan baru setelah lewat 2500 tahun tiba-tiba ada orang lain yang non-Yahudi yang memberi nama yang berbeda, bukan karena mau mengkorupi melainkan karena salah wahyu atau tidak paham saja].</p>
<p style="text-align:justify;">2. Dia tidak tinggal dan menyembah Tuhan di lembah Mekah (Surat 14:37) tetapi di Hebron sesuai Alkitab. [Setting Palestina tiba-tiba digiring menjadi setting Arab].</p>
<p style="text-align:justify;">3. Menurut Alkitab, anaknya yang bernama Ishak yang akan dikorbankan, bukan Ismael seperti yang dianggap dinyatakan oleh Alquran (Surat 37:100-12). [tidak ada nama Ismael disebut di sini, kecuali disebut “seorang anak”. Orang Muslim haruslah amat heran kenapa Quran ragu menyebutkan sesuatu yang harus dikoreksikannya dengan lantang? Para pakar sangat logis menduga Muhammad takut ditertawakan oleh orang yahudi/nasrani yang tahu persis siapa anak tersebut].</p>
<p style="text-align:justify;">4. Abraham mempunyai 8 anak, bukan 2 sebagaimana yang dinyatakan dalam Alquran (seperti yang</p>
<p style="text-align:justify;">“diketahui” oleh Muhammad)</p>
<p style="text-align:justify;">5. Abraham mempunyai 3 istri dan bukan 2 sebagaimana yang dinyatakan dalam Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Dia tidak membangun Kaabah, walaupun Alquran menyatakan demikian (Surat 2:125-127) [Setting</p>
<p style="text-align:justify;">Palestina tiba-tiba menjadi setting Arab]</p>
<p style="text-align:justify;">7. Dia tidak dilemparkan ke dalam api oleh Nimrod sebagaimana yang dinyatakan oleh Alquran dalam Surat 21:68,69 dan 9:69.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesalahan terakhir ini (no 7) adalah sangat mencolok seriusnya karena menimbulkan masalah secara kasat mata dalam Alquran. Sebab Nimrod hidup beberapa abad sebelum Abraham!</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin Nimrod mendalangi pelemparan Abraham ke dalam api, karena waktu Abraham Nimrod sudah mati beberapa abad sebelumnya?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Waktu Linear </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Cerita dan legenda –legenda Arab mencampuradukkan tempat-tempat, orang-orang dan peristiwa-peristiwa dalam satu penampakan yang sama solah-olah mereka semua hidup pada waktu yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sebabnya mengapa dalam Alquran, nama-nama seperti Nimrod dan Abraham, Haman dan Musa, Maria dan Harun, dan lain-lain, semuanya digambarkan seolah-olah mereka hidup dan bekerja dalam waktu yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hal itu juga menjadi penyebab mengapa Alquran dapat mencampuradukkan air bah dan Musa, menara Babel dan Firaun, dll seolah-olah semuanya itu terjadi pada saat yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini merupakan suatu ancaman serius bagi integritas Alquran karena hal itu merusak kronologis sejarah Alquran, sejarah Alkitab dan sejarah sekuler semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesalahan Mengenai Yusuf </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran membuat kesalahan ketika menyatakan bahwa orang yang membeli Yusuf, anak yakub, adalah bernama Aziz (Surat 12:21 ff) padahal namanya adalah Potifar (Kejadian 37:36)</p>
<p style="text-align:justify;">[ Nama Potifar melegenda turun-temurun sejak Taurat Musa. Sejarah mana yang pernah memperkenalkan nama Aziz? Nabi mana yang pernah menyebut nama tersebut, kecuali seorang Nabi dari Arab yang datang sangat terlambat untuk “mengoreksinya”?].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ciri-Ciri Alkitabiah </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran juga membuat kesalahan yang sama ketika ia menamai Goliat sebagai Jalut, Korah sebagai Karun, saul sebagai Talut, Enock sebagai Idris, Yehezkiel sebagai Dhu’l-khifl, Yohanes Pembabtis sebagai Yahya, [ Yesus sebagai Isa] dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena muhammad tidak mempunyai akses ke Alkitab (terjemahan Alkitab dalam bahasa Arab belum ada pada waktu itu), dia sering mendapatkan nama-nama, peristiwa-peristiwa, dan kronologi yang serba salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Encyclopedia Britannica menyatakan: Penyimpangan-penyimpangan dari periwayatan Alkitabiah sangatlah kentara, dan dalam banyak hal dapat ditelusuri kembali dalam anekdot dari Haggada yahudi (buku liturgi yahudi) dan Injil-injilan apokrif yang banyak disebut-sebut sebagai sumber dari mana Muhammad merujuk informasi ini. Tidak ada bukti bahwa Muhammad dapat membaca, dan ketergantungannya pada komunikasi lisan mungkin dapat memberi penjelasan mengapa terjadi miskonsepsi pada dirinya, contohnya kerancuan antara Haman (sebagai menteri dari Ahasyweros) dengan menteri dari Firaun (Surat 40:35, 37) dan antara saudara perempuan Musa. Miryam dengan maria ibu Yesus.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesalahan pengertian pokok Muhammad mengenai cerita dan doktrin-doktrin Alkitabiah mencerminkan bahwa dia hanya mengetahui cerita-cerita itu berdasarkan desas-desus saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang dinyatakan oleh seorang ilmuwan besar dalam kajian Arab yang bernama canon Edward Sell mengenai kesalahan nama-nama:</p>
<p style="text-align:justify;">Dia (Muhammad) pasti tidak memperoleh pengetahuan mengenai nama-nama tersebut dari sumber aslinya yaitu Alkitab Perjanjian lama. Kerancuan mengenai nama-nama itu sungguh sangat kentara.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesalahan Mengenai Musa </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran mengandung banyak kesalahan mengenai Musa:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Orang yang mengadopsi Musa bukanlah istri Firaun seperti yang dinyatakan oleh Alquran dalam Surat 28:8,9. Orang yang mengadopsinya adalah puteri Firaun (keluaran 2:5).</p>
<p style="text-align:justify;">[ Siapa yang salah catat di sini? Musa atau Muhammad? Musa sebagai nabi terbesar Yahudi, sebagai</p>
<p style="text-align:justify;">penutur/penulis riwayatnya ini sendiri, akankah mencatat salah, dan diikuti salah oleh seluruh nabi-nabi lain dan umat Israel?</p>
<p style="text-align:justify;">2. Air bah Nuh tidak berlangsung pada zaman Musa sebagaimana yang Alquran katakan (Surat 7:136, 137, 138 bandingkan Surat 7:59ff). Kesalahan ini tidak mudah dapat disingkirkan.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Alquran menyatakan bahwa Haman hidup di Mesir pada zaman Musa dan dia bekerja untuk Firaun membangun Menara Babel (Surat 27:4-6; 28:39; 40:23, 24,36,37). Tetapi sesungguhnya Haman hidup di Persia dan melayani raja Ahasyweros.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk lebih terperinci lihat Kitab Ester 8. [ Rupa-rupanya Muhammad mengira Ahasyweros ini salah satu Firaun di Mesir].</p>
<p style="text-align:justify;">Kesalahan ini sungguh sangat serius karena tidak saja bertentangan dengan Alkitab tetapi juga bertentangan dengan sejarah sekuler.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Penyaliban tidak digunakan di Mesir pada zaman Firaun, walaupun Alquran menyatakan demikian dakam Surat 7:124.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesalahan Mengenai Maria </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran mengandung banyak kesalahan mengenai Maria, ibu Yesus:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Ayah Maria bukan Imran (Surat 66:12)</p>
<p style="text-align:justify;">2. Maria tidak melahirkan Yesus di bawah pohon palem sendirian (Surat 19: 22-25), tetapi di sebuah kandang diteman oleh Yusuf (Lukas 2: 1-20).</p>
<p style="text-align:justify;">3. Muhammad mengalami kebingungan membedakan ibu Yesus, Maria dengan saudara perempuan Musa dan Harun, Miryam (Surat 19:28). Hal ini merupakan kesalahan serius karena menunjukkan bahwa Muhammad tidak mempunyai pemahaman mengenai perbedaan periode untuk tokoh-tokoh yang tertulis dalam Alkitab.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Muhammad dengan jelas mengarang-ngarang cerita dan mujizat bohong-bohongan yang terjadi bagi Maria (Surat 19: 23-26).</p>
<p style="text-align:justify;">5. Zakharia tidak dapat berbicara terus sampai anaknya lahir (Lukas 1:20), bukan hanya selama tiga malam seperti yang dinyatakan oleh Alquran (Surat 19:10).</p>
<p style="text-align:justify;">[NB. Muhammad membuat kekeliruan fatal atas wahyu yang mengisahkan tentang Zakharia:</p>
<p style="text-align:justify;">1). Bisunya Zakharia selama 3 malam?!</p>
<p style="text-align:justify;">Bisu mendadak untuk 3 malam adalah “sepele”, dalam artian bahwa itu bukan berita yang menggemparkan bagi suatu tanda Allah yang ingin dikhususkan bagi penghukuman Zakharia yang menolak percaya bagi kehamilan mujizat Allah. Sebaliknya Alkitab menyebutkan 2 tanda khusus yang langsung berkaitan dengan kehamilan DAN kelahiran mujizat. Yaitu bisu sepanjang kehamilan 9 bulan, DAN mendadak hilang bisu ketika kelahiran Yahya terjadi! Maka tanda-tanda ajaib ini menjadi kegemparan dan ketakutan dan buah tutur bagi seluruh penduduk desanya ketika tiba-tiba Zakharia bisa berkata-kata kembali. Kisah Alkitab ini tidak mungkin bohong-bohongan karena para saksi atas</p>
<p style="text-align:justify;">kejadian ini adalah orang-orang seisi desa dan sekitarnya. Juga termasuk Maria yang sempat mengunjungi keluarga ini (Lukas 1:39-66).</p>
<p style="text-align:justify;">2) Zakharia memelihara perawan Maria?! QS 3:37:”..., dan Allah menjadikan Zakharia pemeliharanya (Maryam). Setiap Zakharia masuk menemui (Maryam) di Mihrab, dia dapati makanan di sisinya, Zakharia berkata, “Hai Marya, dari mana engkau memperolehnya?’ Maryam menjawab, ‘Itu dari Allah.’ Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya dengan tiada terhitung.”</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad terjebak dalam ketidak-tahuan akan tradisi ritual dan kesukuan Yahudi. Zakharia tidak tinggal di  Bait Allah di Yerusalem, jadi tak mungkin dia merawat Maria di sana. Dia , sebagai seorang imam, dipilih oleh rakyat untuk melayani (secara bergiliran dengan undi) di bait suci di Yerusalem tersebut hanya untuk sementara waktu! (lukas 1:5-40). Tak seorangpun dalam keadaan apapun boleh tinggal dalam ruang Maha Kudus; hanya imam agung saja yang diperbolehkan memasukinya sekali dalam setahun pada Hari Penebusan Dosa, dengan membawa korban untuk menebus dosa ( 1 raja-raja 8:6, 8, 9; Imamat 16: 2,32,33; Ibrani 9:7). Zakharia tidak memelihara Maria, karena Zakharia berasal dari suku Lewi (Ibrani 7:14) sedangkan Maria dari suku Yehuda.</p>
<p style="text-align:justify;">Terlebih lagi, Zakharia hidup di Yudea sedangkan Maria tinggal di Nazaret dengan selisih jarak sehari penuh perjalanan!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi tampaklah seluruh wahyu Muhammad sungguh tidak lulus fakta-fakta kultural!]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Istilah Dan Kisah Khayalan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad mengarang-ngarang cerita khayalan mengenai tokoh-tokoh Alkitab dengan menggunakan kata-kata seperti “Muslim” dan “Islam” yaitu istilah-istilah yang tidak dikenal oleh dan tidak muncul dari mulut nabi-nabi manapun di masanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini cukup menggelikan ibarat mengisahkan bahwa Muhammad berkata, “Saya suka sekali ayam goreng Kentucky”.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah jelas istilah “ayam goreng Kentucky” tidak ada pada zaman Muhammad.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Istilah “Islam” maupun “Muslim” pada teks-teks “Alkitab” seperti yang di-klaim Muhammad, jelas merupakan usaha penboncengan dan peleburan sosok-sosok Islam ke dalam tubuh Alkitab demi meleburkan memenangkan orang Yahudi/Kristen ke dalam Islam].</p>
<p style="text-align:justify;">Semua cerita-cerita dalam dalam Alquran mengenai Abraham, Ishak, Yakub, Nuh, Musa, Maria, Yesus, dan lain-lain mengandung kata-kata dan frasa-frasa yang dengan jelas menunjukkan kepalsuan belaka (Surat 2:60, 126-128, 132-133, 260; 3:49-52, 67; 6:74-82; 7:59-63, 120-126; 10:71,72; 18:60-70; 19:16-33; dan lain-lain).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tes Air </strong></p>
<p style="text-align:justify;">[ Kembali setting periwayatan Muhammad diubah secara kasat mata]:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Testing bagaimana cara para tentara minum air dari sebuah sungai bukanlah berlangsung pada waktu Daud mengalahkan Goliat atau pada zamannya Saul (Thalud), tetapi berlangsung pada masa yang jauh sebelumnya, yaitu pada masa Gideon. (Bandingkan Surat 2: 249, 250 dengan Hakim-Hakim 7:1-8).</p>
<p style="text-align:justify;">[Perhatikan betapa Muhammad tidak paham kisah yang sebenarnya, dan tetap mencoba mencomot kisah ini untuk dijadikan bagian “wahyu” dalam Alquran. Anda akan bertanya, apa maksud Allah SWT melakukan testing air itu di kalangan tentara Thalut? Apa kegunaan kisah itu sebagai Firman Allah untuk manusia? Dan anda tidak akan menemui jawabannya! Ini berlainan dengan motif Alkitab yang justru menggambarkan maksud dan kegunaan dari test tersebut bagi rakyat Israel].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesalahan Sejarah Sekuler </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran mengandung kesalahan historis yang kasat mata:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Salah satu contoh tertulis dalam Surat 105 di mana Muhammad mengklaim bahwa pasukan gajah dari Abrah dikalahkan oleh serangan batu yang dijatuhkan oleh burung-burung dari udara. Menurut catatan sejarah, pasukan Abrah membatalkan serangannya ke Mekah setelah berjangkitnya penyakit cacar air di kalangan pasukan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Kaabah tidak dibangun oleh Adam, dan juga tidak dibangun kembali oleh Abraham. Kaabah dibangun oleh para para penyembah berhala untuk menyembah batu hitam (meteorit) yang jatuh dari langit. Abraham tidak pernah hidup/tinggal di Mekah.</p>
<p style="text-align:justify;">[Buktinya? Tidak ada satupun literatur atau kisah tradisi yang bisa ditemukan sebelum Muhammad mendongengkan sejarah Ibrahim/Ismail di Mekah. Juga tak pernah ditemukan jejak arkeologi Ibrahim di sana]</p>
<p style="text-align:justify;">3. Dalam Surat 20:87, 95 kita diberitahu bahwa orang-orang Yahudi membuat anak lembu emas di padang pasir atas saran dari “orang-orang Samaria”. Hal ini jelas merupakan kesalahan historis karena negara dan orang-orang Samaria belum exist/terbentuk pada peristiwa tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Eksistensi Samaria baru muncul ratusan tahun kemudian setelah penawanan bangsa Israel yang pertama yang dilakukan oleh orang-orang Assyria, dan berikutnya oleh orang-orang Babilonia.</p>
<p style="text-align:justify;">(Lihat sendiri betapa Penterjemah Alquran, Yusus Ali dll, penterjemah berusaha menjauhkan kesalahan ini dengan mengaburkannya dalam terjemahannya, namun dalam bahasa Arabnya, hal ini tetap jelas).</p>
<p style="text-align:justify;">4. Salah satu kesalahan dalam Alquran yang terbesar menyangkut <strong>Alexander yang Agung</strong>, yang disebutnya Zulqanaen. Alquran menyatakan bahwa Alexander yang agung adalah seorang Muslim yang menyembah Allah dan yang hidup sanpai hari tuanya (Surat 18: 89-98).</p>
<p style="text-align:justify;">Kesalahan ini sukar sekali diperbaiki karena bukti sejarah mengenai Alexander menunjukkan bahwa ia bukan seorang Muslim dan dia tidak hidup sampai usia tua.</p>
<p style="text-align:justify;">Encyclopedia Britannica menyatakan: Laporan Muhammad mengenai Alexander, yang diperkenalkan sebagai “orang yang bertanduk dua” (Surat 18:82), diambil dari cerita Roman Alexander, yang sangat beredar di kalangan orang-orang Kristen Nestoria abad ke-7 versi Syriak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehubungan dengan adanya kesalahan historis ini, beberapa orang Muslim modern telah membuat sanggahan dengan menyatakan bahwa Alquran tidak berbicara mengenai Alexander.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun berdasarkan pada interpretasi Muslim ortodoks mengenai hal itu, bahkan Yusuf Ali juga mengakui sebagai Berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak ragu-ragu sedikitpun bahwa Zul-qarnain yang dimaksud adalah Alexander yang Agung, Alexander historis, dan bukan Alexander khayalan/legendaries.</p>
<p style="text-align:justify;">The Concise Dictionary of Islam juga membenarkan pandangan bahwa Alexander yang Agung adalah subyek yang dimaksud dalam konteks tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan Alquran masih juga “menantang keilmuwan” dengan menyatakan bahwa Alexander yang Agung menempuh jalan searah tenggelamnya matahari dan akhirnya sampai kepada sumber air yang berlumpur hitam (Surat 18:85,86)!.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Saling Berkontradiksi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyataan-pernyataan Alquran saling berkontradiksi dalam banyak hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Surat 39:23,28 mengklaim bahwa Alquran bebas dari kontradiksi apapun. Jadi kalau terdapat satu saja kontradiksi di dalamnya, berarti sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Alquran bukan Firman Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">1. Seperti yang pernah kami perlihatkan, Alquran menawarkan kepada kita laporan mengenai cara Muhammd menerima Alquran yang saling bertentangan satu sama lain. [Terjemahan Alquran mencoba menjerumuskan oknum pewahyu yang sebenarnya banyak itu menjadi seolah-olah hanya satu saja. Namun asli bahasa Arab memperlihatkan banyak oknum yang berbeda satu dengan lainnya, dengan sebutan-sebutan yang berbeda].</p>
<p style="text-align:justify;">a. Pertama kita diberitahu bahwa sosok Allah datang pada Muhammad dalam rupa manusia dan bahwa Muhammad melihat Allah (Surat 53:2-18; 81:19-24).</p>
<p style="text-align:justify;">b. Kemudian kita diberitahu bahwa Rohulqudus-lah yang datang kepada Muhammad (Surat 16:102;</p>
<p style="text-align:justify;">26:192-194).</p>
<p style="text-align:justify;">c. Selanjutnya Alquran menyatakan bahwa para malaikatlah (jamak) yang mendatangi Muhammad</p>
<p style="text-align:justify;">(Surat 15:8).</p>
<p style="text-align:justify;">d. Versi terakhir dan merupakan versi yang paling popular yaitu bahwa malaikat Jibril yang menyerahkan Alquran kepada Muhammad (Surat 2:97).</p>
<p style="text-align:justify;">[ Nama spesifik “Jibril” hanya muncul 3 kali di seluruh Alquran yaitu Surat 2:97,98 dan 66:4. Yang lain hanyalah Jibril yang disebut dan ditafsirkan oleh si penterjemah. <strong>Muhammad bahkan tidak mengenal nama ini ketika ia masih berada di Mekah. Tidakkah itu amat aneh bahwa sesudah belasan tahun berwahyu, Jibril baru memperkenalkan nama dirinya kepada Muhammad? Para ahli me-nonsens-kan hal ini, dan menyatakan bahwa Muhammad mengetahui nama tersebut belakangan dari orang-orang Yahudi dan Nasrani]. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">2. Alquran mengungkapkan 2 hal yang berbeda mengenai lamanya 1 hari di mata Tuhan, yang pertama bahwa 1 hari adalah 1000 tahun di mata Tuhan, dan yang kedua bahwa 1 hari adalah 50.000 tahun (bandingkan Surat 32:5 dengan Surat 70:4).</p>
<p style="text-align:justify;">3. Pertama-tama Muhammad mengatakan kepada para pengikutnya untuk menghadap ke Yerusalem dalam sembahyang mereka. Kemudian dia mengatakan bahwa Mereka boleh menghadap mana saja waktu mereka sembahyang karena Tuhan ada di mana-mana (Surat 2:115).</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian dia berubah pikiran lagi dan mengharuskan para pengikutnya menghadap ke arah Mekah pada waktu mereka sembahyang (Surat 2:144).</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak ilmuwan percaya bahwa perubahan-perubahan arah sembahyang tersebut tergantung pada siapa yang akan disenangkan oleh Muhammad pada suatu waktu. Apakah untuk menyenangkan orang-orang Yahudi (dengan kiblat ke Yerusalem, atau untuk para Quraisy penyembah berhala (dengan kiblat ke Mekah).</p>
<p style="text-align:justify;">4. Pertama Muhammad mengatakan bahwa para pengikutnya boleh membela diri kalau diserang (Surat 22:39). Kemudian dia memerintahkan mereka untuk berperang demi dirinya (Surat 2:216-218). Hal ini bertujuan untuk mendapatkan harta benda dengan menjarah para kafilah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi dengan makin meningkatnya kekuatan pasukannya, meningkat pula kehausan akan harta rampasan (Surat 5:33). Maka dia mengumumkan perang untuk menaklukkan pengikut agama lain, menganiayanya, sekaligus untuk memperoleh barang jarahan (Surat 9:5,29). Kehendak Allah kelihatannya berubah-ubah sesuai dengan keberhasilan Muhammad dalam membunuh dan menjarah.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Siapa yang pertama-tama beriman? Muhammad atau Musa? (bandingkan Surat 6:14 dengan Surat 7:143) Anda tidak mungkin mempunyai dua orang “pertama” di dua waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Kenyataan bahwa agama Yahudi dan Kekristenan pecah menjadi beberapa aliran dimanfaatkan dalam Alquran untuk menjadi bukti bahwa baik agama Yahudi maupun Kekristenan bukanlah berasal dari Tuhan (Surat 30:30-32; Surat 42:13,14)</p>
<p style="text-align:justify;">Namun bahwa Islam sendiri juga pecah menjadi berbagai mazhab/sekte yang saling bertikai tentulah telah mendustakan Alquran itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Wahyu-Wahyu Yang Diatur </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran mengandung wahyu-wahyu yang disesuaikan dengan kesenangan dan keinginan pribadi Muhammad:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Ketika Muhammad menginginkan istri dari anak angkatnya, dia tiba-tiba mendapatkan wahyu baru dari Allah yang mengizinkan seseorang untuk mengingini istri orang lain, lalu mengambilnya sebagai istri setelah habis masa iddahnya. (Surat 33:36-38).</p>
<p style="text-align:justify;">2. Ketika Muhammad menginginkan lebih banyak istri atau menginginkan para istrinya berhenti bertengkar, dia segera mendapatkan wahyu baru untuk mengatasi masalah tersebut (Surat 33:28-34).</p>
<p style="text-align:justify;">3. Ketika banyak orang mengganggu Muhammad di rumahnya, dia segera menerima wahyu yang sesuai yang menetapkan peraturan mengenai kapan mereka boleh mengunjunginya dan kapan tidak boleh mengganggunya (Surat 33:53-58; 29:62-63; 49:1-5).</p>
<p style="text-align:justify;">[1). Istri-istri Muhammad terbagi atas dua kubu, kubu Ummu Salamah dan kubu Aisyah. Kubu Ummu Salamah sempat memprotes Muhammad agar orang-orang yang berniat memberi hadiah kepada Muhammad jangan hanya dilakukan di rumah Aisyah (istri kesayangan Muhammad) melainkan di rumah istri mana saja ketika beliau berada.Maksudnya agar Muhammad dan orang-orang lain jangan ada pilih kasih di antara para istri. Tetapi apa jawaban Muhammad? Nabi memanfaatkan wahyu Allah untuk meredam kritikan Ummu Salamah. Beliau berkata: ”Jangan saya disakiti berkenaan dengan Aisyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya wahyu hanya datang kepada saya ketika saya dalam selimut seorang perempuan di rumah Aisyah” (HR Bukhari).</p>
<p style="text-align:justify;">2). Aisyah sendiri juga pernah menyindir Muhammad: ”Allah cepat-cepat memenuhi keinginan nafsumu” (As Suyuti dalam Asbab al-Nuzul tentang ayat tersebut)].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahan-bahan Legendaris </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad menggunakan banyak materi khayalan dan legendaris sebagai sumber-sumber inspirasi Alquran. Sebagaimana yang dinyatakan oleh <strong>Profesor Jomier</strong>, seorang ilmuwan besar bangsa Perancis dalam bidang kajian Timur Tengah sebagai berikut: Umat Muslim menerima materi dan kisah tersebut di atas sebagai Firman Tuhan, tanpa menanyakan terlebih dahulu mengenai apa latar belakang histories dari materi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya di situ kita menemukan legenda-legenda puitis yang popular, variasi-variasi dari tema religius yang diketahui berasal dari sumber-sumber lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Alquran Dari Sumber-Sumber Arab </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran mengulang fable-fabel Arab khayalan seolah-olah hal itu benar.</p>
<p style="text-align:justify;">. Legenda-legenda Arab mengenai jin-jin yang menakjubkan mengisi lembar-lembar Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">. Cerita mengenai unta betina yang melompat keluar dari sebuah batu, lalu menjadi seorang nabi. Dongeng ini sudah dikenal jauh hari sebelum Muhammad (Surat 7:73-77,85; 91:14; 54:29).</p>
<p style="text-align:justify;">. Kisah mengenai seluruh penduduk desa yang berubah menjadi monyet-monyet karena mereka melanggar hari Sabat (yaitu bekerja mencari ikan di hari Sabat). Kisah ini sudah sangat popular pada zaman Muhammad (Surat 2:64; 7:163-166).</p>
<p style="text-align:justify;">. Cerita mengenai menyemburnya 12 mata air yang ditulis dalam Surat 2:60 sesungguhnya berasal dari legenda-legenda pra-Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">. Kisah yang dinamakan “Rip Van Winkle”, dimana 7 orang beserta hewan-hewan mereka telah tidur di sebuah gua selama 309 tahun dan kemudian bangun kembali dalam keadaan sehat walafiat (Surat 18:9-26). Dongeng tersebut dapat ditemukan dalam fabel-fabel Kristen dan Yunani maupun dongeng Arab yang disampaikan secara turun temurun.</p>
<p style="text-align:justify;">. Fabel mengenai potongan-potongan dari 4 ekor burung yang mati yang kemudian dapat hidup kembali dan terbang atas panggilan Ibrahim. Ini merupakan cerita terkenal pada zaman Muhammad (Surat 2:260) (Lihat betapa pelbagai tafsiran dan terjemahan Alquran yang Amat berbeda satu dengan lainnya. Ada yang menterjemahkannya sebagai “jinak” dan bukan “potong” bagi ke 4 merpati tersebut)</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulannya sudah jelas bahwa Muhammad menggunakan kesusasteraan zaman pra-Islam seperti “Saba Moallaqat Imra’ul Cays” dalam menyusun ceritanya seperti yang tertulis dalam Surat 21:96; 29:31,46; 37:59; 54:1 dan 93:1.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Alquran dari Sumber-Sumber Yahudi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak dari cerita-cerita dalam Alquran yang berasal dari Talmud Yahudi, Midrash, dan hasil karya apokrif.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal tersebut dikemukakan oleh Abraham Geiger dalam tahun 1833, dan selanjutnya didokumentasikan oleh ilmuwan Yahudi lainnya yaitu Dr. Abraham Katsh dari Universitas New York dalam tahun 1954.</p>
<p style="text-align:justify;">1. Sumber dari <strong>Surat 3:35-37</strong> adalah terambil dari buku cerita khayalan yang disebut “<strong>The Protevangelion’s James the Lesser</strong>”.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Sumber dari Surat 87:19 adalah Perjanjian Abraham.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Sumber dari Surat 27:17-44 adalah Targum Ester ke 2 (Targum adalah terjemahan Kitab-kitab Perjanjian Lama dalam bahasa Aram).</p>
<p style="text-align:justify;">4. Cerita fantastic mengenai Tuhan membuat orang “mati untuk ratusan tahun” tanpa menimbulkan pengaruh buruk atas makanan, minuman, atau keledainya merupakan fable Yahudi (Surat 2: 259 ff).</p>
<p style="text-align:justify;">5. Pendapat yang menyatakan bahwa Musa dibangkitkan kembali dari kematiannya dan bahan-bahan lain, terambil dari Talmud Yahudi (Surat 2: 55, 56, 67).</p>
<p style="text-align:justify;">6. Kisah dalam Surat 5: 30, 31 dapat juga ditemukan dalam karya pra-Islam yang ditulis oleh Pirke Rabbi Eleazar, Targum dari Jonathan ben Uzziah dan Targum Yerusalem.</p>
<p style="text-align:justify;">7. Dongeng mengenai Abraham dilepaskan dari kobaran api Nimrod berasal dari Midrash Rabbah (lihat Surat 21: 51-71; 29: 16, 17; 37: 97,98).</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu diketahui bahwa Nimrod dan Abraham tidak hidup pada waktu yang bersamaan. Muhammad selalu mencampuradukkan sosok orang-orang di dalam Alquran, padahal sosok-sosok tersebut tidak hidup pada waktu yang bersamaan.</p>
<p style="text-align:justify;">8. Perincian-perincian yang tidak bersifat Alkitabiah mengenai kunjungan Ratu Sheba (Saba) dalam surat 27: 20-44 berasal dari Targum ke-2 dari Kitab Ester.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Sumber dari Surat 2: 102 tidak diragukan lagi berasal dari Midrash Yalkut, Bab 44.</p>
<p style="text-align:justify;">10. Cerita dalam Surat 7:171 mengenai Tuhan mengangkat Gunung Sinai dan mengancam untuk menempatkannya di atas kepala orang-orang yahudi adalah berasal dari buku Yahudi yang berjudul Abodah Sarah.</p>
<p style="text-align:justify;">11. Cerita mengenai pembuatan patung anak lembu emas di padang belantara di mana patung tuangan tersebut begitu keluar dari api sudah dalam bentuk sempurna dan dapat melenguh (Surat 7: 148; 20:88), berasal dari Pirke Rabbi Eleazar.</p>
<p style="text-align:justify;">12. Ada 7 sorga dan neraka seperti yang diungkapkan dalam Alquran berasal dari Zohar (hasil karya intepretasi Kitab Suci Yahudi yang penulisannya berdasarkan pada metode mistik) dan Hagigah.</p>
<p style="text-align:justify;">13. Muhammad menggunakan Perjanjian Abraham untuk mengajarkan bahwa suatu skala atau timbangan akan digunakan pada hari pengadilan akhir untuk menimbang perbuatan baik dan perbuatan jahat agar dapat ditentukan apakah seseorang akan masuk ke Surga atau ke Neraka (Surat 42: 17; 101: 6-9).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Alquran Dari Sumber-Sumber Ajaran Kristen Sesat </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu dari fakta-fakta merusak dan paling banyak didokumentasikan mengenai Alquran adalah bahwa Muhammad menggunakan injil-injil dari ajaran “Kristen” sesat beserta fabel-fabelnya sebagai bahan dalam Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Encyclopedia Britannica berkomentar: Injil yang dikenal Muhammad terutama berasal dari injil apokrif dan sumber-sumber sesat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, dalam Surat 3: 49 dan 100:110, bayi Yesus berbicara dari palungan! Kemudian, Alquran menyatakan Yesus membuat burung-burung dari tanah liat menjadi hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal Alkitab memberitahu kita bahwa mujizat yang dilakukan Yesus yang pertamam adalah pada pesta perkawinan di Kana (Yohanes 2: 11).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Alquran dari Sumber-Sumber Sabian </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad memasukkan unsur-unsur dari agama kaum Sabian ke dalam Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia mengadopsi ritual-ritual para penyembah berhala seperti:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Menyembah di Kaabah</p>
<p style="text-align:justify;">2. Sembahyang lima kali sehari berkiblat ke Mekkah (Muhammad memilih sembahyan lima kali sehari sama seperti yang dilakukan oleh masyarakat Sabian)</p>
<p style="text-align:justify;">3. Berpuasa paruh hari sebulan penuh.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Alquran dari Sumber-Sumber Keagamaan Timur </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad memperoleh ide-idenya dari agama-agama Timur seperti Zoroastrianisme (agama Persia) dan Hinduisme. Semuanya ini memang sudah ada jauh-jauh hari sebelum Muhammad lahir.</p>
<p style="text-align:justify;">Alquran mencatat hal-hal berikut ini sebagai berasal dari Muhammad, tetapi sebetulnya kisahnya sudah lama dikenal sebagai cerita rakyat, yang sekarang dikaitkan secara spesifik kepada Muhammad untuk pertama kalinya.</p>
<p style="text-align:justify;">. Cerita mengenai suatu perjalanan layang melintasi 7 Surga.</p>
<p style="text-align:justify;">. Perawan-perawan cantik yang tersedia di Surga.</p>
<p style="text-align:justify;">. Jin-jin yang jadi Setan dan roh-roh lain dari Neraka yang bergentayangan.</p>
<p style="text-align:justify;">. “Cahaya” Muhammad</p>
<p style="text-align:justify;">. Jembatan Sirat</p>
<p style="text-align:justify;">. Surga dengan anggurnya, para perempuan, dan lagu-lagu (dongeng dari orang-orang Persia tentang kenikmatan surga)</p>
<p style="text-align:justify;">. Raja kematian</p>
<p style="text-align:justify;">. Cerita burung merak.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesalahan Mengenai Yesus </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran bertentangan dengan pengajaran Alkitab mengenai pribadi dan pekerjaan Yesus Kristus. Menyalahi nubuat-nubuat para nabi sebelumnya, apalagi Injil, dikatakan dalam Surat 4: 157; 5:19, 75; 9:30 bahwa:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Yesus bukan Putera Tuhan (Padahal 700 tahun sebelumnya, nabi Yesaya menubuatkan Putera Tuhan ini, Sang Mesias, lihat Kitab Yesaya 9:5-6)</p>
<p style="text-align:justify;">2. Dia tidak mati untuk menanggung dosa-dosa kita (Kembali Yesaya 53:12 menubuatkan kematian Sang Mesias untuk menanggung dosa orang banyak).</p>
<p style="text-align:justify;">3. Dia tidak disalib (Yesus sendiri berkali-kali telah menubuatkan kepada murid-muridNya, bahwa diriNya akan disalib mati, dan dibangkitkan (Matius 20:19). Bisakah dan perlukah seorang Yesus menipu seberat itu kepada para muridNya? Bukankah akan heboh dan ketahuan juga andaikata Yesus berbohong?!)</p>
<p style="text-align:justify;">4. Dia bukan manusia sekaligus Tuhan, melainkan hanya manusia belaka (Kembali baca Yesaya 9:5 bahwa Dia juga disebut “Allah yang Perkasa”)</p>
<p style="text-align:justify;">5. Dia bukan Juruselamat (Bila dia tidak datang untuk menjadi Juruselamat, umat Islam tiak mempunyai jawaban terhadap pertanyaan : “Apa misi dan prestasi Yesus diutus ke dunia?” Bukankah Sang Pengutusnya lalu dipermalukan sendiri karena Yesus yang datang dengan segudang mujizat dan Injil Ilahi, tetapi justru berprestasi nol dan sia-sia, diistilahkan TIGA HILANG, karena</p>
<p style="text-align:justify;">a. Injilnya sendiri yang asli hilang tidak terlacak (begitu yang dipercayai Islam), dan</p>
<p style="text-align:justify;">b. Dia-nya sendiri hilang diraih Allah, ketika hendak disalib (?), dan yang paling parah</p>
<p style="text-align:justify;">c. Seluruh pengikut-pengikutiNya hilang semua tergantikan akhirnya oleh pengikut Paulus yang mengajarkan kristianitas yang sesat yang justru menyembah DiriNya. Mungkinkah Allah dan Yesus dikalahkan Paulus?</p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan Alkitabiah mengenai Yesus yang sama sekali bertentangan dengan pandangan Alquran ini tidaklah mudah untuk dihilangkan. Hal ini jelas bukan karena masalah korupsi tetapi masalah pertentangan. Hal ini merupakan salah satu pokok masalah yang tidak terjembatani selamanya memisahan Kekristenan dan Islam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesalahan Mengenai Trinitas </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran mengandung banyak kekeliruan mengenai apa yang diimani dan yang dilakukan oleh umat Kristen. Salah satu kekeliruan utama Alquran adalah salah dalam memahami doktrin Trinitas umat Kristen.</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad secara keliru menganggap bahwa umat risten menyembah tiga Tuhan: Bapa, Ibu (Maria), dan Anak (Yesus), (Surat 5: 73-75, 116).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana yang dinyatakan oleh Richard Bell sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad tidak pernah mengerti mengenai doktrin Trinitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Encyclopedia Britannica menyatakan: Ada kesalahan konsep mengenai Trinitas di dalam Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Yusuf Ali dalam terjemahan Alquran yang dilakukannya mencoba menghindari kesalahan tersebut. Dia secara sengaja membuat terjemahan yang keliru terhadap Surat 5: 73.</p>
<p style="text-align:justify;">Teks dalam bahasa Arab mengutuk mereka yang mengatakan bahwa: “Allah salah seorang dari yang tiga”, maksudnya adalah bahwa “Allah hanyalah satu dari tiga Tuhan”.</p>
<p style="text-align:justify;">Baik Arberry maupun Pickthall menerjemahkan teks tersebut dengan benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi Ali sengaja menerjemahkan Surat 5:73 secara salah menjadi berbunyi:</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka menghujat barangsiapa berkata bahwa Allah adalah satu dari tiga dalam satu Trinitas. (God is one of three in a Trinity).</p>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata “dalam satu Trinitas” tidak pernah ada dalam teks bahasa Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">Ali menaruh kata tersebut dalam terjemahannya sebagai suatu usaha untuk menghindari kesalahan ayat Alquran yang merujuk umat Kristen sebagai mengimani tiga Tuhan. Dalam kenyataannya umat Kristen hanya mengimani Satu Tuhan Tri Tunggal: Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Umat Kristen sama sekali tidak mengimani 3 Tuhan, dan Maria bukan salah satu oknum dalam Trinitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan Concise Dictionary of Islam mengakui: Dalam beberapa kasus, “materi” yang membentuk substansi narasi Alquran, (seperti pengakuan iman Kristen dan Yudaisme), tidaklah mencerminkan apa yang dipahami oleh umat Kristen atau umat Yahudi itu sendiri!</p>
<p style="text-align:justify;">(Dengan perkataan lain, sinyalemen Alquran terhadap materi ajaran Kristen/Yahudi itu tidaklah tepat sebagaimana mestinya!)</p>
<p style="text-align:justify;">Alquran jelas salah dalam hal ini sampai-sampai seorang Muslim seperti Yusuf Ali, harus secara sengaja membuat suatu terjemahan Alquran yang salah, demi menghindari kesalahan Alquran itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesalahan Mengenai ‘Anak’ Tuhan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Contoh Alquran membuat kesalahan dengan menyatakan bahwa umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah “Anak” Tuhan. Istilah “Anak” di sini dipahami Alquran dalam artian bahwa Tuhan “Bapa” mempunyai tubuh laki-laki dan telah melakukan persetubuhan dengan Maria. Itu sebabnya dalam pikiran Muhammad, mengatakan “Tuhan punya Anak” adalah menghujat, sebab hal itu berarti bahwa Tuhan berhubungan seks dengan seorang wanita (Surat 2: 116; 6: 100, 101; 10:68; 16:57; 19: 35; 23:91; 37:149, 157; 43:16-19).</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal, umat Kristen percaya bahwa Maria adalah perawan ketika Yesus dikandungkan dalam tubuhnya oleh Roh Kudus (Lukas 1:35). Jadi Yesus adalah “Anak” Tuhan, tetapi bukan dalam pengertian seksual atau fisikal dan biological seperti yang dipahami Muhammad. Tuhan “Bapa” bukanlah manusia dan oleh karenanya tidak mempunyai tubuh laki-laki dan tidak berhubungan seks dengan siapa pun. Jikalau itu yang dimaksudkan dalam Alqiran, dalam hal itu pulalah Alquran salah 100 persen!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sembahyang Menghadap Yerusalem </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran sebagai wahyu lagi-lagi membuat kesalahan pengajaran dengan menyatakkan bahwa umat Kristen sembahyang menghadap Yerusalem (Surat 2: 144, 145) Umat Kristen jelas-kelas tidak berkiblat pada arah tertentu manapun di sunia ketika mereka sembahyang. [Tuhan adalah Roh, penyembahan yang benar kepadaNya tidak ditentukan oleh arah dan tempat tinggal manapun (Yoh 4:21-24). Ruang, waktu, dan bahasa tidak mungkin boleh membatasi ke-MAHA-an diriNya!]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesalahan Mengenai Kepercayaan Yahudi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran membuat kesalahan pengajaran dengan menyatakan bahwa umat Yahudi percaya bahwa Uzair adalah Anak Tuhan, seperti halnya umat Kristen menyatakan bahwa Yesus adalah anak Tuhan (Surat 9:30). Hal tersebut sangat jauh dari kebenaran, karena orang-orang Yahudi tidak pernah mentuhan-kan Uzair secara ilahi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana yang dinyatakan dalam Concise Dictionary of Islam sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak rincian-rincian mengenai Yudaisme yang ditulis dalam Alquran yang menyimpang dari apa aslinya kepercayaan Yahudi.29</p>
<p style="text-align:justify;">[Walau sering mengenai Yudaisme berulang-ulang, namun pada dasarnya Muhammad tidak memahami dengan benar apa itu Kitab Taurat, apalagi Zabur, Injil].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rasisme Arab </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut terjemahan bahasa Arab secara literal dari Surat 3:106-107, <strong>pada Hari Penghakiman, hanya orang-orang dengan wajah putih yang akan diselamatkan. Orang-orang dengan wajah hitam akan dihukum.</strong> Ini merupakan rasisme dalam bentuknya yang paling jelek.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana Victor dan Deborah Khalil mengungkapkannya dalam artikel mereka mengenai Islam sebagai berikut: Orang-orang Amerika berkulit hitam telah dibujuk oleh Islam secara luas, tetapi melalui informasi yang salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka mendengar, “Kekristenan adalah agama orang kulit putih; Islam adalah agama dari segala bangsa”.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka diberitahu bahwa Allah dan Muhammad adalah hitam. Padahal sesungguhnya orang Muslim di Timur Tengah masih menganggap orang-orang berkulit hitam sebagai budak-budak. Bagi mereka, adalah lebih jelek daripada menghujat kalau mempercayai bahwa Allah atau Muhammad adalah hitam.”</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu pula dijelaskan bahwa orang-orang Muslim Arab telah memperbudak orang-orang Afrika berkulit hitam jauh hari sebelum orang-orang barat mulai melibatkan diri di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">[Harap dibedakan: Kalau ada praktek perbudakan di kalangan orang-orang Barat, belum tentu mereka Kristen. Dan bila pun mereka Kristen, praktek tersebut bukanlah legitimasi dari ajaran Kristen. Berlainan dengan Islam yang melegitimasikan perbudakan! Bahkan Muhammad sendiri memelihara budak, baca Hadis Shahih Bukhari col. 6 no. 435].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Suatu Surga Kedagingan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alquran menjanjikan suatu Surga penuh anggur dan seks bebas (Surat 2: 25; 4: 57; 11: 23; 47:15)</p>
<p style="text-align:justify;">Jika mabuk dan perbuatan tidak bermoral merupakan dosa selagi masih di dunia, bagaimana mungkin perbuatan semacam itu dibenarkan di Surga? Apakah hal ini bukan merupakan bukti nyata kesekian kali bahwa Islam sesungguhnya merefleksikan ide-ide dan kebiasaan-kebiasaan dari budaya Arab abad ke-7?</p>
<p style="text-align:justify;">Gambaran Alquran mengenai keindahan Surga sama persis dengan apa yang dipikirkan oleh para penyembah berhala bangsa Arab abad ke-7.</p>
<p style="text-align:justify;">Konsep kedagingan dan duniawi mengenai harem dengan wanita-wanita dan segala macam anggur yang dapat diminum sungguh bertentangan langsung dengan konsep Alkitab mengenai Surga yang bersifat rohaniah, transcendental dan kudus (Wahyu 22: 12-17). Tak ada yang lebih jelas daripada pertentangan ini. [Quran dengan bahasa surgawi (Arab) mencoba menggambarkan sorga secara nyata. Namun terperosok menggambarkannya secara keduniaan (seperti dongeng Persi). Berlainan dengan penulis-penulis Alkitab yang memang menyadari bahwa bagaimana pun, pikiran dan bahasa dunia tidak akan mampu mendeskripsikan sorga.].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Masalah Riba </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di Arabia abad ke-7, praktek-praktek menetapkan bunga atas uang yang dipinjamkan pada orang lain dikutuk sebagai riba. Jadi tidaklah mengherankan kalau Muhammad juga mengutuk riba dalam Alquran (Surat 2: 275 ff; 3: 130; 4:161; 30:39).</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan kami menunjukkan hal ini yaitu bahwa umat Muslim modern saat ini secara terbuka mengingkari ajaran Alquran dalam kaitannya dengan hal ini. Umat Muslim sekarang akan menarik bunga pada uang yang dipinjamkannya dan mereka akan membayar bunga pada uang yang mereka pinjam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau umat Muslim harus menerapkan kutukan Alquran terhadap riba pada praktek keuangan mereka jaman sekarang, pasti tidak akan ada yang namanya bank-bank Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan pemerintah-pemerintah Muslim pun seharusnya tidak akan mengenakan bunga atau menerima bunga atas pinjaman. Itulah sebabnya mengapa beberapa pembela Muslim mencoba dengan segala cara untuk tetap bersih dari isu riba. Sebab kalau tidak, mereka harus mendefinisikan riba sebagai mengambil bunga tidak sah.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sudah jelas, bukan saja dari Alquran, tetapi juga dari konteks sejarah, bahwa Muhammad melarang menarik bunga sama sekali atas semua uang yang dipinjamkan, terutama kepada sesama Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Diskusi Riba Yang Menarik </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam suatu percakapan dengan seorang Muslim, saya menyebutkan larangan Alquran atas penarikan riba pada uang yang dipinjamkan pada orang lain. Dia mengabaikan hal tersebut karena dia berpendapat bahwa Alquran dalam masalah ini hanya merefleksikan dari budaya Arab abad ke-7 dan oleh karena itu larangannya dapat diabaikan pada jaman kini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi saya mengatakan bahwa jikalau prinsip seperti ini (pengabaian larangan Islam) diterapkan kepada semua unsur budaya Islam lainnya, misalnya kewajiban melaksanakan kelima rukun Islam, hukum-hukum sipil, hukum mengenai makanan, hukum berbusana, dan lain-lain, maka Islam sendiri akan ambruk seperti rumah kartu-kartuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah merenungkan apa yang saya katakan ini, dia kemudian berubah pikiran. Ia mengatakan bahwa larangan Alquran atas riba memang bukan hukum “budaya”, tetapi hukum Allah yang ababdi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya terpaksa harus mengatakan bahwa larangan Alquran atas riba bisa merupakan larangan budaya dan karenanya boleh diingkari, atau larangan ini merupakan firman Allah yang abadi dan karenanya orang-orang harus tunduk dan tidak lagi mengambil bunga atas uang yang dia pinjamkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Atas kata-kata saya ini teman Muslim di atas tidak memberi tanggapan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi pemikiran akal sehat, sudah jelas bahwa setiap kali seorang Muslim menerima bunga dari rekening banknya, dari uang yang dipinjamkannya, atau dari hipotek barang, setiap kali itu pula dia mendemonstrasikan bahwa Alquran sungguh merupakan produk dari budaya Arab abad ke-7 dan bukan firman Tuhan yang abadi. .(Kalau dia menganggap itu firman Tuhan yang abadi pasti dia tidak boleh menerima bunga tersebut).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sementara seorang Muslim yang saleh mengimani dengan sepenuh hatinya bahwa ritual-ritual dan doktrin-doktrin Islam seluruhnya berasal dari Surga dan oleh karenanya tidak mungkin mempunyai sumber-sumber duniawi, para ilmuwan kajian Timur Tengah sebaliknya telah menunjukkan dengan tanpa ragu-ragu bahwa setiap ritual kepercayaan dalam Islam dapat ditelusuri kembali sampai pada budaya Arab zaman pra-Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata-kata lain, Muhammad tidak mengajarkan sesuatu yang baru. Semua yang dia ajarkan telah dipercaya dan dipraktekkan di Arabia jauh sebelum Muhammad lahir. Bahwa ide dari “satu-satunya Tuhan” telah dipinjamnya dari umat Yahudi dan Kristen. Fakta yang tidak dapat dibantah ini menyirnakan pernyataan Muslim bahwa Islam diwahyukan dari Surga. Karena ritual-ritualnya, kepercayaannya, dan bahkan Alquran sendiri dapat ditelusuri dan dijelaskan dari sumber budaya Arab jaman pra-Islam. Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam bukanlah agama pewahyuan surgawi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak mengherankan, bahwa para ilmuwan Barat telah menyimpulkan bahwa Allah bukan Tuhan Elohim (YAHWEH), Muhammad bukan nabi Elohim, dan Alquran bukanlah Firman Elohim. –</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kesalahanquran.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kesalahanquran.wordpress.com/616/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kesalahanquran.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kesalahanquran.wordpress.com/616/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kesalahanquran.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kesalahanquran.wordpress.com/616/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kesalahanquran.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kesalahanquran.wordpress.com/616/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kesalahanquran.wordpress.com/616/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kesalahanquran.wordpress.com/616/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=616&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/18/pengkajian-ilmiah-atas-alquran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59894f9135d1f863b3e933a37757bb1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">siapmurtad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Klaim Muslim Terhadap Alquran</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/18/klaim-muslim-terhadap-alquran/</link>
		<comments>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/18/klaim-muslim-terhadap-alquran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 09:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMIC INVASION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesalahanquran.wordpress.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Pernyataan umat Muslim tentang keaslian, nilai sejarah, komposisi, dan kemurnian teks Alquran begitu mengejutkan sehingga menuntut Alquran perlu diperiksa secara lebih terperinci.
Bahasa Arab Yang Sempurna 
Umat Muslim mengklaim bahwa teks Alquran ditulis dengan huruf Arab yang sempurna dalam setiap hal karena Allah sendiri yang menulisnya di Surga.
The Shorter Encyclopedia of Islam menyatakan: “Bagi umat Islam, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=614&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pernyataan umat Muslim tentang keaslian, nilai sejarah, komposisi, dan kemurnian teks Alquran begitu mengejutkan sehingga menuntut Alquran perlu diperiksa secara lebih terperinci.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahasa Arab Yang Sempurna </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Umat Muslim mengklaim bahwa teks Alquran ditulis dengan huruf Arab yang sempurna dalam setiap hal karena Allah sendiri yang menulisnya di Surga.</p>
<p style="text-align:justify;">The Shorter Encyclopedia of Islam menyatakan: “Bagi umat Islam, kesempurnaan mutlak bahasa yang digunakan dalam Alquran adalah merupakan suatu dogma yang tidak terkalahkan”!</p>
<p style="text-align:justify;">Apapun yang dilakukan Allah sempurna adanya, maka penulisan Alquran pasti juga menggunakan bahasa Arab yang sempurna. Pernyataan tersebut dapat ditemukan dalam Surat 41:41, 44; 12: 2; 13: 37; 85: 21,22; 10: 37.</p>
<p style="text-align:justify;">Umat Islam percaya bahwa Allah menulis Alquran di Surga di atas lempengan batu yang seukuran meja sebelum Alquran diturunkan kepada Muhammad.<span id="more-614"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak Ada Ejaan yang Bervariasi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Klaim berikutnya yaitu pernyataan bahwa Alquran begitu sempurna, sehingga tidak ada teks di dalamnya yang bervariasi dalam ejaannya, tidak ada ayat-ayat yang hilang, dan tidak ada naskah-naskah teks Alquran yang bertentangan satu sama lain. Dalam hal ini para pembela Muslim menunjukkan bahwa Alkitablah yang mengandung banyak teks-teks bacaan yang saling bertentangan, sementara Alquran adalah sempurna jadi tidak ada teks bacaan yang saling bervariasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Naskah-Naskah Asli yang Ditemukan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang Muslim menceritakan pada kami dengan keyakinan penuh bahwa “naskah asli” Alquran yang dikumpulkan dan disusun sendiri oleh Muhammad masih ada, dan bahwa semua isi Alquran berasal dari naskah asli yang satu-satunya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Tetapi tatkala ditanya persisnya di mana naskah asli tersebut, dan dari tahun berapa, mereka tidak yakin dan berselisih pendapat].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak Ada Terjemahannya </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena Alquran ditulis dalam bahasanya Allah, umat Muslim mengklaim bahwa tida ada seorangpun manusia fana ini mampu menterjemahkannya ke dalam bahasa lain.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Dan memang yang boleh disebut sebagai Alquran hanyalah kalau ia tertulis dalam bahasa Arab. Selain dari itu hanyalah tafsir atau Terjemahan Alquran].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak Bisa Dibandingkan dengan Apapun </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Muslim, tidak seorang pun dapat menulis suatu karya seperti yang dapat ditemukan dalam Alquran (Surat 10: 37, 38). Apakah pernyataan dan klaim-klaim tersebut benar adanya? Apakah semua itu sesuai dengan kenyataan-kenyataan? Kami harus mengatakan dengan tanpa ragu-ragu sedikitpun, bahwa pernyataan-pernyataan tersebut salah! Mari kita simak secara seksama.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Suatu tantangan Muhammad bahwa apabila ada yang sanggup menuliskan”semisal Quran”, maka dipalsulah Alquran Allah. Dan ternyata tantangan ini mendapat banyak sambutan; sayangnya sanbutan ini tidak disambut dan “di proses” lebih lanjut secara konsekuen oleh umat Islam].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bukan Bahasa Arab Sempurna </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertama-tama, Alquran bukanlah bahasa Arab yang sempurna. Alquran mengandung banyak sekali kesalahan gramatika seperti dalam Surat 2: 177, 192; 3: 59; 4: 163; 5: 69; 7:160; 13: 28, 64: 10 dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ali Dashti berkomentar bahwa Alquran mengandung: </strong></p>
<p style="text-align:justify;">· Kalimat-kalimat yang tidak lengkap</p>
<p style="text-align:justify;">· Dan tidak sepenuhnya dapat dimengerti tanpa bantuan  komentar dan tafsiran;</p>
<p style="text-align:justify;">• Ia mengandung banyak kata-kata asing (non Arab), atau kata-kata Arab yana tidak lazim.</p>
<p style="text-align:justify;">• Dan kata-kata yang digunakan dalam arti berbeda dari arti yang normal;</p>
<p style="text-align:justify;">• Kata-kata sifat, dan kata-kata kerja yang diubah semaunya tanpa mentaati azas gemder dan jumlah;</p>
<p style="text-align:justify;">• Kata-kata ganti yang diterapkan secara tidal logis dan tidak gramatikal yang kadang-kadang tanpa acuan;</p>
<p style="text-align:justify;">• Dan mengandung predikat yang terlepas dari subyeknya terutama dalam perikop-perikop yang</p>
<p style="text-align:justify;">bersajak.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dihitung-hitung, tercatat lebih dari seratus penyelewengan Alquran dari kaidah dan struktur-struktur bahasa Arab yang baku.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kata-Kata Asing </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai tambahan, ada lagi bagian-bagian dari Alquran yang bahkan bukan dalam bahasa Arab! Dalam bukunya yang berjudul <strong>The Foreign Vocabulary of the Quran, Arthur Jeffery </strong>mendokumentasikan fakta-fakta bahwa Alquran mengandung lebih dari 100 kata-kata asing (bukan bahasa Arab).</p>
<p style="text-align:justify;">Ada kata-kata dan frasa-frasa dalam Alquran yang merupakan bahasa Mesir, bahasa Ibrani, bahasa Yunani, Siriak, Akkadian, Etiopia, dan bahasa Persia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ilmuwan dalam kajian Timur Tengah, Canon Sell mengamati sebagai berikut: </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jumlah kata-kata asing (dalam Quran) ada sangat banyak.  Kata-kata tersebut dipinjam dari berbagai bahasa lain (misalnya saja,’FIRDAUS’ adalah bahasa sansekerta, bukan Arab).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam “Mutawakkil” yang ditulis oleh Jalalu’s-Din as –Syuti terdapat 107 kata-kata yang didaftarkan dan dikomentari. Buku berharga tersebut telah diterjemahkan oleh W.Y. Bell dari yale University.</p>
<p style="text-align:justify;">Teks berbahasa Arabnya juga terlampir. Hal tersebut secara kebetulan telah memperlihatkan alangkah banyaknya ide-ide yang dipeinjam dari bahasa lain. (dengan kata lain, Alquran telah kecolongan bahasa-bahasa asing!)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Banyak Teks-Teks Bacaan yang Ejaannya Bervariasi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Umat Muslim mencela Alkitab yang kadang-kadang memuat kata-kata yang berbeda dalam berbagai naskahnya. Padahal sebetulnya yang seperti itu adalah teks-teks Alquran sendiri. Dalam Alquran banyak terdapat teks-teks bacaan yang saling bertentangan sebagaimana yang diperlihatkan nyata-nyata oleh Arthur Jeffery dalam bukunya yang berjudul <strong>Material for the History of the Text of the Quran. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Suatu saat, Jeffery memperlihatkan 90 halaman dari teks-teks bacaan yang ejaannya berbeda! Contohnya dalam Surat-surat terdapat lebih dari 140 teks-teks bacaan Alquran yang bertentangan dan bervarian.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua ilmuwan barat dan Muslim mengakui adanya teks-teks bacaan yang bervarian dalam Alquran. Guillaume menunjukkan bahwa Alquran semula “mengandung banyak sekali varian-varian, yang tidak selalu boleh diremehkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh menarik untuk dicatat bahwa jurnal-jurnal ilmiah dari sarjana-sarjana Muslim mulai mengakui, walaupun dengan enggan, kenyataan bahwa banyak teks-teks bacaan dalam Alquran yang bertentangan dan bervarian.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Usaha Muslim Untuk Menutupi </strong>Pekerjaan para ilmuwan Barat seperti Arthur Jeffery dan lain-lainnya telah dihambat oleh umat Muslim dengan tidak mengizinkan para ilmuwan barat untuk melihat naskah-naskah tua dari Alquran yang berdasarkan pada teks-teks sebelum Uthman, Jeffery menghubungkannya dengan suatu peristiwa:</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu contoh menarik di zaman modern ini terjadi ketika kunjungan almarhum Profesor Berstrasser yang terakhir kalinya ke kairo. Dia sedang sibuk melakukan pemotretan arsip dan dia telah memotret sejumlah Kufic Codex (kumpulan naskah-naskah Alquran kuno yang menggunakan huruf-huruf Arab yang berlaku zaman kuno) di perpustakaan Mesir ketika saya menunjukkan sesuatu yang ada dalam perpustakaan Azhar tersebut yang mempunyai ciri-ciri yang mengundang rasa ingin tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia minta izin untuk memotret benda tersebut pula, tetapi permohonannya ditolak dan bahkan kumpulan naskah-naskah Kufic Codex ditarik kembali, dengan alasan orthodoxy bahwa ilmuwan Barat tidak diizinkan untuk mengetahui teks-teks kuno semacam.</p>
<p style="text-align:justify;">Jeffery berkomentar: Usaha-usaha untuk melestarikan apa adanya teks-teks Alquran yang bervarian itu telah mendapat tekanan kaum ortodoks secara definitif.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beberapa Ayat Terhilang </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Profesor Guillaume dalam bukunya yang berjudul <strong>Islam</strong> (hal 191 ff); beberapa ayat asli Alquran telah hilang. Misalnya, salah satu Surat yang aslinya terdiri dari 200 ayat pada masanya Aisyah. Tetapi sesaat sebelum Uthman membakukan teks Alquran, jumlah ayat tersebut tinggal 73 ayat!</p>
<p style="text-align:justify;">Sejumlah 127 ayat telah hilang, dan tidak pernah ditemukan lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekte Muslim Shiah menyatakan bahwa Uthman menghilangkan 25% dari ayat-ayat asli Alquran karena alasan politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Adanya ayat-ayat yang dihilangkan dari Alquran versi uthman telah diakui secara universal. Dalam buku yang ditulis oleh John Burton yang berjudul <strong>The Collection of the Quran</strong> yang diterbitkan oleh Universitas Cambridge, terdokumentasi bagaimana hilangnya ayat-ayat tersebut. Tanggapan Burton atas pernyataan umat Muslim bahwa Alquran itu sempurna adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Laporan-laporan dari pihak Muslim mengenai sejarah teks-teks Alquran adalah membingungkan yang tak terselesaikan, kontradiktif satu sama lain, dan tidak konsisten.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perubahan-Perubahan Dalam Alquran </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang menarik sehubungan dengan hilangnya beberapa ayat-ayat Alquran yang asli terlihat dari caranya seorang pengikut Muhammad yang bernama Abdollah Sarh menyarankan kepada Muhammad untuk memfrasakan kembali (mengatakan dengan menggunakan kata-kata lain), menambah, atau mengurangi kata-kata yang terdapat dalam Surat-Surat Alquran. Muhammad memang seringkali melakukan apa yang disarankan oleh Abdollah Sarh.</p>
<p style="text-align:justify;">Ali Dashti menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Abdollah meninggalkan Islam karena alasan keberadaan wahyu yang diperoleh Muhammad tersebut. Jikalau wahyu tersebut berasal dari Tuhan, tentunya tidak dapat diubah hanya semata-mata karena saran dari penulis sebelum dirinya. Setelah kemurtadannya, Abdollah Sarh pergi ke Mekah dan bergabung dengan suku Quraisy.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi tidaklah mengherankan ketika Muhammad menaklukkan Mekah, orang pertama yang dibunuhnya adalah Abdollah, karena Abdollah mengetahui terlalu banyak dan terlalu sering membuka mulut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beberapa Ayat Digantikan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai proses pembatalan seperti yang disebutkan pada bab terdahulu, ayat-ayat yang bertentangan dengan iman dan kebiasaan Muslim telah dihilangkan dari teks Alquran, seperti misalnya “ayat-ayat setan” di mana Muhammad pernah menyetujui penyembahan kepada tiga dewi yang adalah puteri-puteri Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmuwan Arabic yangt bernama E. Wherry berkomentar sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Sehubungan dengan adanya beberapa pasal dalam Alquran yang bertentangan satu sama lain, para pembela Muhgammad menangkal semua keberatan tersebut dengan doktrin penggantian (nasakh), karena menurut mereka tuhan dalam Alquran memang memerintahkan beberapa hal agar ditarik kembali dan digantikan demi kebaikan semua pihak.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya Wherry juga mendokumentasikan banyak contoh ayat-ayat yang dikeluarkan/dicabut dari Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">[Abdallah Abd al-Fadi berkomentar demikian: Nasakh terhadap kata-kata Allah sendiri adalah bertentangan dengan Kemahatahuan Allah terhadap segala rahasia dan motivasi tersembunyi di masa depan. Nasakh hanya pantas untuk kata-kata manusia yang berpenglihatan pendek, yang menarik kata-katanya demi problem solving yang manipulatis. Ini tidak mungkin dijejerkan dengan “Rancangan Agung” dari Tuhan yang Mahasempurna].</p>
<p style="text-align:justify;">Canon Sell dalam bukunya yang berjudul <strong>Historical Development of the Quran</strong> juga berkomentar mengenai kebiasaan menyingkirkan ayat-ayat dari Alquran tatkala ayat-ayat tersebut dianggap menimbulkan kesulitan/masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Komentarnya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh sangat mengherankan bagaimana mungkin suatu kompromi seperti itu dapat terjadi sampai-sampai suatu prosedur dapat dimasukkan dalam satu sistem pewahyuan oleh para sahabat (atau bukan sahabat).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beberapa Ayat Ditambahkan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bukan saja bagian-bagian Alquran dihilangkan, tetapi juga sebaliknya terdapat ayat-ayat maupun bab-bab baru yang ditambahkan. Misalnya, Ubai mempunyai beberapa Surat dalam naskah Alquran yang disingkirkan oleh Uthman dari teks yang dibakukannya. (misalnya Surat al-Khafadh dan al-Khal). Jadi ada naskah-naskah Alquran lain yang beredar sebelum teks baku Uthman. Dalam naskah-naskah Alquran ini terdapat wahyu tambahan dari Muhammad yang tidak dicantumkan dalam teks baku Uthman, entah karena terhilang atau karena tidak disetujui oleh Uthman.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak Ada Naskah Yang Asli </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi apakah naskah asli Alquran masih ada? Dan kami telah membuktikan bahwa tidak ada satupun naskah asli Alquran yang masih beredar.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang dinyatakan oleh Jeffery sebagai berikut: Hal yang pasti bahwa setelah Nabi Muhammad meninggal, tidak ada naskah wahyu yang terkumpul, tersusun, atau terbundel dalam satu kesatuan. Tradisi yang paling tua yang bisa ditemukan pada masa-masa Muhammad meyakinkan kita bahwa tidak ada satupun naskah utuh Alquran yang diwariskan kepada pengikut-pengikut Nabi. Nabi telah menyatakan pesan pewahyuannya secara lisan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak diketahui manakah di antara pesan-pesan tersebut yang telah dicatat dan yang tidak. Itu semata-mata masalah kebetulan, kecuali memang diketahui adanya pesan-pesan tersebut dicatat pada masa-masa belakangan dari pelayanannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan laporan umat Muslim yang menyatakan bahwa Muhammad telah mengumpulkan naskah-naskah Alquran selengkapnya sebelum dia mati?</p>
<p style="text-align:justify;">Jeffery menjawab sebagai berikut: Tidak ada yang bisa dikatakan lain kecuali menyatakan bahwa laporan-laporan tersebut adalah fiktif.</p>
<p style="text-align:justify;">Caesar Farah dalam bukunya mengenai Islam menyatakan: Ketika Muhammad meninggal, tidak ada satupun koleksi naskah asli dari teks ayat-ayat suci.</p>
<p style="text-align:justify;">The Shorter Encyclopedia of Islam berkomentar: Hanya satu hal yang pasti dan diakui secara terbuka dalam Tradisi/Hadis, yaitu bahwa tidak terdapat satupun koleksi dari wahyu-wahyu yang sudah berbentuk seutuhnya, sebab selama Muhammad masih hidup, selalu saja ada wahyu-wahyu yang ditambahkan pada wahyu-wahyu terdahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi jelas bahwa tulang-tulang, batu-batu, daun-daun palem, kulit pohon, dan lain-lain yang bertuliskan beberapa materi yang diucapkan Muhammad setelah dia mengalami keadaan seperti kerasukan itu, baru dikumpulkan setelah kematian Muhammad!.</p>
<p style="text-align:justify;">Versi naskah-naskah pertama dari Alquran bertentangan satu sama lain. Ada naskah yang kelebihan isi Suratnya (lebih dari 114 Surat), dan ada yang isi Suratnya kurang (kurang dari 114 Surat). Penggunaan kata-kata juga ada yang berbeda di antara versi-versi koleksi yang berbeda. Merupakan suatu kenyataan bahwa tidak ada satupun dari bahan-bahan tersebut yang masih ada sekarang. Mereka telah lama hilang atau rusak.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami pernah menantang seorang pembela Muslim untuk menyebutkan di mana tempat disimpannya naskah asli Alquran, yang katanya tersimpan baik. Ternyata dia hanya mampu mengatakan bahwa dia tidak tahu tempatnya, namun dia yakin pasti bahwa naskah tersebut memang ada karena harus ada. Argumentasi semacam itu lebih jelek daripada tidak beragumentasi sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Teks-Teks Uthman </strong></p>
<p style="text-align:justify;">[ Dalam usahanya untuk ‘menyatukan’ isi dan bentuk Quran menjadi Mushaf Uthman yang standard, patut disesalkan tindakan Khalif Uthman yang mendekritkan pemusnahan semua himpunan (atau bahkan bagian) dari naskah-naskah lain yang telah ada sebelumnya yang merupakan naskah-naskah Quran yang paling primer: “Uthman mengirim kepada setiap provinsi satu kitab yang telah mereka salin, dan memerintah agar semua naskah-naskah Alquran yang lain, apakah dalam bentuk yang terbagi-bagi, atau yang lengkap, harus dibakar”. (HSB, VI/479)].</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai usaha pembakuan Alquran yang dilakukan oleh Khalif Uthman, pertanyaan sejarah berikut ini patut diajukan:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Mengapa Uthman harus membakukan suatu teks lain jikalau sebelumnya memang sudah pernah ada teks yang baku?</p>
<p style="text-align:justify;">2. Kalau memang tidak ada naskah-naskah yang saling bertentangan, mengapa Uthman mencoba menghancurkan semua naskah-naskah lain yang sudah ada? [Atas wewenang siapa Uthman memusnahkan naskah Quran koleksi sahabat-sahabat Muhammad yang lain, yang sebelumnya justru tidak pernah dipersoalkan oleh Muhammad? Yang “kesalahan teksnya” juga tidak pernah dituduhkan oleh uthman sendiri?]</p>
<p style="text-align:justify;">3. Mengapa Uthman harus menggunakan ancaman hukuman mati untuk memaksa orang-orang menerima teks Alquran yang telah dia bakukan kalau setiap orang sebelumnya telah memiliki teks yang sama?</p>
<p style="text-align:justify;">4. Mengapa banyak orang tetap menolak menggunakan teks yang dia bakukan dan tetap mempertahankan teks-teks yang telah mereka miliki sebelumnya? [ Lebih jauh lagi bisa diajukan: siapakah diantara para ahli yang sanggup membuktikan bahwa koleksi naskah dari sahabat-sahabat Nabi yang lain (seperti Ibnu Mas’ud, ubai dan lain-lain) adalah salah atau kalah mutu/keasliannya ketimbang yang dipilih Uthman? Bukankah Muhammad sendiri yang menjagokan 4 orang saja (Ibnu mas’ud dan Ubai, Salim dan Ibnu Jabal) sebagai tempat belajar mengaji Quran? Baca Hadis V/96,97].</p>
<p style="text-align:justify;">Empat pertanyaan tersebut menimbulkan adanya keadaan yang membingungkan dan kontradiktif mengenai teks-teks Alquran pada masa Uthman.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataan bahwa dia memerintahkan penghancuran semua salinan Alquran yang ada sebelumnya menunjukkan bahwa dia takut kalau-kalau salinan-salinan tersebut akan memperlihakan bahwa teks yang dibakukannya itu mengandung ketidaksempurnaan baik karena ada tambahan atau pengurangan dari apa yang sesungguhnya diucapkan oleh Muhammad.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh bersyukur, bahwa beberapa dari naskah-naskah yang lebih tua tersebut masih dapat diselamatkan dan ditemukan kembali oleh ilmuwan-ilmuwan seperti Arthur Jeffery.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmuwan-ilmuwan Barat telah menunjukkan dengan penuh kepastian bahwa teks yang dibakukan Uthman tidak mengandung semua isi Alquran yang diterima Muhammad! Juga tidak mengandung kata-kata yang seluruhnya sesuai dengan Alquran yang diterima Muhammd.</p>
<p style="text-align:justify;">[NB. Para Muslim begitu saja percaya bahwa susunan acak seperti apa yang ada pada Quran sekarang ini adalah datang langsung dari Allah. Setelah wahyu-wahyu turun menurut kronologi waktu oleh Muhammad (atas nama Jibril) Quran lalu ditetapkan untuk “disusun acak”. Alasan mereka berdasarkan kata-kata Muhammad: “Tulislah ayat ini dalam surat yang di dalamnya terdapat ayat anu dan ayat anu” (HR Abu Dawud dan Ahmad). Tetapi kenapakah jibril sengaja melakukan perubahan susunan dari kronologi ayat per ayat menjadi acak? Dan acaknya ayat-ayat ini diacakkan lagi dalam urutan Surat yang berpolakan panjangnya tiap Surat? Apakah pengacakan Quran oleh Uthman ini tidak mendapat peringatan Allah? Sulit menjawabnya! Namun sejarah mencatat banyak</p>
<p style="text-align:justify;">Perlawanan sengit dari orang-orang beriman terhadap perlakuan Uthman ini. Mereka menolak otoritas Uthman yang menetapkan sewenang-wenang edisi Alquran yang dibukukan. Allah mengizinkan kematiannya terjadi secara tragis ketika beberapa ratus anggota suku-suku Irak dan Mesir menyerbu masuk ke rumahnya dan membunuhnya (Sejarah Islam, Balazuri, Ansab). Al-Tabari menulis dalam bukunya <strong>The Historis of nations and Kings</strong>, tentang cara kematian Uthman yang aneh, sedemikian sehingga teman-temannya sendiri tidak berhasil mengebumikan jenazahnya selama 2 hari berselang. Dan karena sebagian musuh-musuhnya melarang jenazahnya dimakamkan secara Muslim di makam Muslim, maka jenazah tersebut terpaksa dimakamkan di pekuburan Yahudi! Kematian yang sedemikian aib bagi tokoh sekaliber Uthman agaknya bukan kebetulan].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Banyak Terjemahan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagimana yang diklaim oleh umat Muslim bahwa Alquran tidak dapat diterjemahkan. Namun sungguh mengherankan ketika seorang Muslim Inggris, Mohammed Pickhtal dapat mengatakan, “Alquran tidak dapat diterjemahkan”, sementara kata-kata tersebut ditulisnya pada mukkadimah terjemahan Alquran yang telah dikerjakannya dengan sangat baik. Pernyataan bahwa Alquran tidak dapat diterjemahkan jelas merupakan suatu penyangkalan terhadap keberadaan banyak terjemahan Alquran yang beredar saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">[Sebenarnya bukan masalah terjemahan, melainkan lebih merupakan masalah ibadah, dimana pembacaan Quran dalam bahasa non-Arabik tidaklah termasuk sebagai ibadah yang mendatangkan pahala!].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Surat Semisal Alquran </strong></p>
<p style="text-align:justify;">[Quran diklaim sebagai wahyu Allah. Namun klaim ini tidak disukung oleh saksi-saksi eksternal yang adikodrati (dua atau tiga saksi) seperti yang disyaratkan oleh Taurat (semisal nubuat nabi-nabi terdahulu, mujizat dari kuasa tangan Muhammad, penyaksian Allah/malaikat yang disaksikan orang luar). Quran tidak pernah mencatat bahwa Muhammad pernah berbincang-bincang dengan Allah seperti halnya dengan Musa dan Yesus (QS 4:164; 3:55; 5:11). Dan setiap kali beliau diminta untuk menunjukkan tanda kuasa Allah yang menyertai seorang nabi (“Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad suatu tanda dari Tuhannya” QS 13:7 dan lain-lain), beliau selalu menjawab kabur. Menyadari kelemahan dan kurangnya tanda-tanda kenabian inilah maka Muhammad terpaksa mengeluarkan jurus pembuktian bagi Quran dengan menantang kalau-kalau ada orang kafir (jin dan setan boleh dijadikan penolong-penolong sekalian) yang sanggup mengarang SATU SURAT SEMISAL ALQURAN.</p>
<p style="text-align:justify;">[“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Quran yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang yang memang benar”(QS 2:23, juga 17:18]</p>
<p style="text-align:justify;">Tantangan untuk membuat Surat-surat seprti yang terdapat dalam Alquran telah disambut orang-orang banyak kali.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmuwan kajian Timur Tengah, Canon Sell berkomentar: Manusia dapat menulis seperti seperti surat-surat tersebut bahkan mampu menggunakan bahasa yang lebih menggugah perasaan dan tersusun baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang yang bernama <strong>Nadir ibn Haritha</strong> cukup berani menerima tantangan itu, dan dia menyusun beberapa cerita menganai raja-raja Persia dalam beberapa bab dan Surat, kemudian melantunkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">McClintock dan Strong berkomentar: <strong>Hamzah bin-Ahed</strong> menulis sebuah buku tandingan Alquran dengan menggunakan bahasa yang paling tidak sama indahnya dengan Alquran, dan <strong>Maslema</strong> menulis buku yang lain yang bahkan lebih indah dari Alquran, dan tulisan tersebut menyebabkan banyak kaum Muslim meninggalkan keimanannya.</p>
<p style="text-align:justify;">[Tantangan ini sebenarnya bukan tantangan adi-kodrati melainkan hanyalah tantangan duniawi dan insani belaka, yaitu sejenis KONTES TULIS SURAT-MENYURAT, yang bisa disamai atau bahkan diungguli orang dengan akibat gugurnya keabsahan Quran sebagai Kitab Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang Muslim tidak tahu bahwa Quran koleksi Ubai bin Ka’b (mushaf ubai) sudah memuat dua surat “Semisal Quran” (Quran-nya Utsman), yaitu Surat 115 dan 116 ( Surat al-khafah terdiri 6 ayat, dan Surat al-Khal’ terdiri 3 ayat) yang kini hilang dari Quran standar (yang dibaca oleh para Muslim dewasa ini). Dengan menampilkan kembali kedua surat yang sempat dihilangkan oleh Utsman dari mushafnya, orang sesungguhnya mempunyai alasan yang sah untuk menjadikannya “Surat Semisal Alquran” yang layak dikonteskan terhadap tantangan Alquran versi Utsman.</p>
<p style="text-align:justify;">Dr. W. Cambell juga sudah menyambut tantangan Muhammad yang satu ini. Ia menyodorkan Surat Mazmur 103: 1-22 dan Surat Yesaya 40:1-31 dan khotbah Yesus di Bukit :Surat Matius 6:16-24 dan 7:1-5; Ini memenuhi syarat karena Alkitab telah dianggap korup karena buatan manusia belaka? Bahkan di internet ada satu posting yang menyambut tantangan tersebut yang dipetik dari Surat Hukum Kasih, Matius 22:37-40. Kesemua petikan ini terlalu memenuhi syarat untuk dipertandingkan dengan Surat Alquran yang manapun!</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa konsekuensinya dengan maksud Muhammad dalam membuktikan keontetikan suatu Kitab Suci? Setiap tantangan harus melahirkan konsekuensi!</p>
<p style="text-align:justify;">HEBOH INTERNET HARI-HARI INI</p>
<p style="text-align:justify;">Terjadi berita hangat di koran-koran dan di internet baru-baru ini, tentang munculnya “The True Furqan” dalam 77 Surat. Ini sesungguhnya bukanlah Quran palsu seperti yang dihebohkan melainkan SURAT SEMISAL QURAN dalam bahasa puitis Arab dan Inggris, style quranic, klasik, dan indah yang merasa amat layak menyambut tantangan Muhammad.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita petikkan di sini komentar-komentar di internet, dan juga sekaligus membandingkannya dengan jenis TANTANGAN YESUS yang bersifat adikodrati:</p>
<p style="text-align:justify;">“Setelah penyodoran Surat-surat indah ini, apakah lalu pakar-pakar Islam sanggup melayaninya? Rasanya tidak! Tidak ada panitia Islam manapun yang dapat muncul untuk memfollow up penjuriannya *Apa kriteria-kriterianya? (keindahan Bahasa dan redaksionilnya? Atau substansi religinya?</p>
<p style="text-align:justify;">Apling utama kegunaannya? Paling luas aplikasinya? Relevansinya? Atau apa?)* Siapakah yang bakal dianggap layak menjadi juri terhadap kontes ini? Mahkamah Internasional? Team PBB? Tim Pencari Fakta? Rohaniwan paling saleh?* Apakah hasil penjurian manusia ini sah? (atas masalah yang sangat subyektif ini) tidak akan diprotes oleh otoritas lainnya dengan pelbagai alasan? *Dan yang terpenting, apakah hasil kontes manusia ini mengikat sah di mata Allah?”</p>
<p style="text-align:justify;">Tampak betapa inkonklusif dan sia-sianya tantangan hidup mati nasib Quran Allah yang satu ini! Wahyu yang penjuriannya tidak bisa di actionkan oleh pihak Muslim sendiri, atau Nabi sekalipun. Ia macet tanpa solusi! (Bandingkan tantangan Yesus yang bersifat adikodrati. Tuntas tanpa perlu juri dan wasit, Lihat Yohanes 8:46 dan 2:18-22].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jejak Sidik Jari Muhammad </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Umat Muslim menyatakan bahwa bahwa Alquran “diturunkan” dari surga dan bahwa Muhammad tidak dapat dipandang sebagai manusia penyusunnya. Tetapi menurut Concise Encyclopedia of Islam, bahasa Arab yang dipakai dalam Alquran itu merupakan suatu dialek dan kosakata dari salah seorang anggota suku Quraisy yang tinggal di kota Mekah. Jadi sidik jari Muhammad tercecer di seluruh Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Alquran ditulis dalam bahasa Arab surgawi yang sempurna, mengapa sampai terungkap dengan telak bahwa bahasa itu adalah logatnya seorang suku Quraisy yang bertempat tinggal di kota Mekah? (alias bahasa Arab Quraisy)</p>
<p style="text-align:justify;">Argumentasi umat Muslim yang menyatakan bahwa Alquran ditulis dalam bahasa Arab surga sungguh tidak berdasar sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Dialek, kosakata, dan isi Alquran mencerminkan gaya bahasa dari penulisnya, yaitu Muhammad dan bukan sosok Allah dari surga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sejarah faktual mengenai pengumpulan dan pengadaan teks Alquran yang benar menunjukkan bahwa klaim Muslim tersebut di atas (bahwa Alquran itu 100% unsur surgawi) adalah fiktif dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Ceceran sidik jari tangan Muhammad dapat dilihat pada setiap halaman Alquran sebagai saksi bahwa asal Alquran tidak murni dari Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Allah SWT sempat menyatakan bahwa Alquran itu adalah perkataan rasul belaka: “innahuu qaulu rasuulin kariim-(Surat 69 :40, dan 81:19, Terjemahan Alquran oleh Yayasan Pembinaan Masyarakat Islam “Al Hikmah” Jakarta).</p>
<p style="text-align:justify;">Bandingkan dengan terjemaham Alquran salinnya, yang menterjemahkannya/mengartikannya berturut-turut sebagai “wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul yang mulia” dan “firman Allah yang dibawa oleh Jibril”. Memang ada ayat-ayat lain di dalam Alquran yang tidak sejalan dengan Surat-surat ini, seperti Surat 6:155, 10:37, 11:17 dan lain-lain, namun hal itulah yang menunjukkan pertentangan internal di aman Alquran yang dipercaya diimlakan secara maha sempurna itu tidak mungkin bisa memikul <strong><em>inconsistency</em></strong> demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">“Apakah mereka tidak mendalami Alquran kalau sekiranya (Alquran) itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka dapati banyak pertentangan di dalamnya.” (Surat 4:82)]. –</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kesalahanquran.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kesalahanquran.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kesalahanquran.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kesalahanquran.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kesalahanquran.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kesalahanquran.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kesalahanquran.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kesalahanquran.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kesalahanquran.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kesalahanquran.wordpress.com/614/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=614&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/18/klaim-muslim-terhadap-alquran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59894f9135d1f863b3e933a37757bb1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">siapmurtad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KITAB SUCI ISLAM</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/18/kitab-suci-islam/</link>
		<comments>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/18/kitab-suci-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 09:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesalahanquran.wordpress.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[Susunan Alquran 
Ketika seseorang yang sudah terbiasa dengan Alkitab, lalu mengambil Alquran dan mulai membacanya, dia segera menyadari bahwa dia sedang berurusan dengan literatur yang seluruhnya berbeda dengan yang ditemukan dalam Alkitab.
Sementara Alkitab berisi banyak narasi sejarah, Alquran sangat miskin sejarah. Sementara Alkitab memberi penjelasan mengenai istilah-istilah atau teritori-teritori yang tidak dikenal, Alquran tidak memberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=612&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Susunan Alquran </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika seseorang yang sudah terbiasa dengan Alkitab, lalu mengambil Alquran dan mulai membacanya, dia segera menyadari bahwa dia sedang berurusan dengan literatur yang seluruhnya berbeda dengan yang ditemukan dalam Alkitab.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara Alkitab berisi banyak narasi sejarah, Alquran sangat miskin sejarah. Sementara Alkitab memberi penjelasan mengenai istilah-istilah atau teritori-teritori yang tidak dikenal, Alquran tidak memberi penjelasan terhadap hal-hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Sementara Injil menampilkan penggenapan nubuat dan saksi-saksi mata, Alquran tidak memberikan nubuatan, bukti dan saksi!].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perbedaan-Perbedaan Struktural </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada kenyataannya, cara Alkitab disusun sebagai suatu kumpulan dari 66 buah Kitab menunjukkan bahwa Alkitab diatur sesuai dengan kronologi, subyek, dan temanya.<span id="more-612"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Namun ketika anda berbalik kepada Alquran, anda akan menemukan susunan yang membingungkan dan campur aduk dari setiap Surat.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa ilmuwan Barat menyatakan bahwa struktur Alquran demikian campur baurnya, sehingga membutuhkan kerja keras buat seseorang untuk menggali isinya.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Dengan perbedaan format, struktur dan narasi antara kedua Kitab ini, cukuplah untuk mempercayai bahwa keduanya tidak datang dari sumber yang sama].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Komentar-Komentar Pakar </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ilmuwan Skotlandia, Thomas Caryle suatu saat mengatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh bacaan yang sangat melelahkan ketika saya membacanya. Suatu yang menjemukan, campur aduk, dengan loncatan-loncatan narasi, acak-acakan yang membingungkan. Tidak ada pilihan lain kecuali kerja keras yang harus dilakukan orang Eropa kalau ingin memahami Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmuwan Jerman, Salomon Reinach menyatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sudut pandang kesusasteraan, Alquran hanya sedikit manfaatnya. Deklamasi, pengulangan-pengulangan, mentah dan ketidak logisan, lepas-lepas, tidak menyatu, akan menyulitkan setiap pembaca polos untuk membacanya. Sungguh merendahkan martabat intelektual manusia memikirkan bahwa untuk sebuah Kitab yang mutu literaturnya tidak seberapa ini telah menjadi subyek dari sekian banyak komentar dan bahwa jutaan manusia telah membuang waktu secara sia-sia untuk mencernakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahli sejarah Edward Gibbon telah mendiskripsikan Alquran sebagai “suatu pujian fabel, suatu ajaran, serta deklamasi yang tidak menyatu yang kadang-kadang meninggi hilang di awan-awan.</p>
<p style="text-align:justify;">Encyclopedia McClintock dan Strong menyimpulkan: Yang merupakan masalah dari Alquran yaitu bahwa Kitab tersebut sangat tidak koheren, menggunakan bahasa bunga, serta tidak memiliki alur berpikir yang logis secara keseluruhan maupun secara bagian demi bagiannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan ilmuwan Muslim, Ali Dashti mengeluhkan rendahnya mutu kesusasteraan Alquran sebagai berikut: Patut disayangkan bahwa pengeditan Alquran sangat jelek dan susunan isinya sangat tidak teratur. Semua siswa dalam mata pelajaran Alquran menyayangkan mengapa para editor Alquran tidak menggunakan metode yang logis yang biasa digunakan dalam menyusun urutannya menurut waktu wahyu tersebut diterima. Kenapa tidak mengikuti susunan kronologis seperti halnya dengan teks Alquran yang hilang milik Ali bin Abi Thaleb.</p>
<p style="text-align:justify;">Buku Referensi Islam Standar, The Concise Encyclopedia of Islam, menyebutkan “Ciri-ciri tak beraturan dan tak bersatu sendi” dari teks Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menemukan tulisan-tulisan yang pararel dengan Alquran, seseorang harus menyelidiki mengenai kesusasteraan Arab zaman pra-Islam dimana kita dapat menemukan banyak contoh ekstatik semacam ini serta bahan-bahan puitis yang membingungkan.</p>
<p style="text-align:justify;">[ E.H Parker, Guru Besar Universitas Cambridge, ahli bahasa Arab yang menterjemahkan Alquran ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1876, menyatakan bahwa bahasa Alquran itu “kasar dan tidak teratur”. Tetapi pakar Muslim menanggapi pernyataan E.H Parker ini dengan mengatakan bahwa dia tidak dapat memahami keindahan bahasa Alquran].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mekah Dan Medinah </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pelayanan keagamaan Muhammad sebagaimana yang tercantum dalam Alquran tersebar dalam dua periode. Periode pertama berlangsung di Mekah paling tidak sebelum tahun 612 sesudah Masehi dan berjalan selama kurang lebih 10 tahun. Periode kedua dipusatkan di Medinah dan sekali lagi berlangsung kurang lebih 10 tahun sampai Muhammad meninggal tahun 632 sesudah Masehi. Kedua bagian pelayanan tersebut telah diakui oleh para ilmuwan pada umumnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kematian Yang Tidak Diramalkan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana yang telah kami sampaikan, Muhammad tidak bisa meramalkan kematiannya sendiri, walaupun dia menyatakan dirinya adalah Nabi Tuhan. Oleh karenanya Muhammad tidak mempersiapkan untuk mengumpulkan dan menyusun semua berkas-berkas dari wahyu yang diterimanya dalam satu kumpulan dokumen.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Ia juga tidak sempat tinggalkan wasiat, kepada siapa pimpinan Islam harus diserahkan dan diteruskan].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak Ada Naskah Aslinya </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari catatan sejarah yang tidak ada keraguan dalam ketelitiannya yang dapat dipercaya, kita mengetahui bahwa ketika Muhammad mengalami keadaan seperti orang kerasukan (trans) dan kemudian berbicara kepada orang-orang lain tentang apa yang dilihatnya selama tenggang waktu itu, dia tidak menulis sendiri ceritanya itu dalam suatu naskah.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan pernyataan-pernyataan tanpa landasan yang diungkapkan oleh sebagian pembela Islam modern, Muhammad sendiri tidak menulis atau menyiapkan naskah akhir Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Kematiannya tidak terduga baik oleh para pengikutnya maupun oleh dirinya sendiri. Dia bahkan tidak punya kesempatan untuk mengumpulkan catatan-catatan dari sejumlah Surat yang berceceran.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tulang-Tulang, Daun-Daun, Dan Batu-Batu </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Segalanya tergantung pada para pengikut Muhammad untuk mencoba dan mencatatkan apa yang pernah Muhammad ucapkan. Catatan-catatan ini ditulis sebisanya di atas bahan-bahan yang seadanya tersedia di kala Muhammad mengalami keadaan kesurupan (trans) yang tak terduga sambil menerima wahyu.</p>
<p style="text-align:justify;">The Concise Encyclopedia of Islam berkomentar:</p>
<p style="text-align:justify;">Alquran dikumpulkan dari apa yang dituliskan pada lapisan luar benda-benda atau apapun yang dapat ditemukan, dari potongan-potongan papyrus, batu-batu rata, daun palem, tulang belikat atau tulang rusuk binatang, potongan-potongan kulit, papan-papan kayu, dan&#8230;dari hafalan orang-orang yang mengetahuinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan ilmuwan Muslim yang dikenal secara internasional Mandudi, mengakui bahwa Alquran aslinya dicatat pada daun-daun pohon kurma, kulit-kulit pohon, tulang dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Di kala tidak ada benda-benda di sekelilingnya yang dapat ditulisi, mereka berusaha menghafalkan wahyu yang diperoleh Muhammad sedapat mungkin mendekati aslinya. Menurut Mandudi tugas yang dihadapi oleh para pengikut Muhammad setelah kematiannya yang tidak terduga adalah mengumpulkan semua kotbah-kotbah Muhammad yang berceceran, sebagian bahkan ditulis pada benda-benda yang dapat memudar, sebagian yang lain tidak ditulis tetapi hanya berdasarkan hafalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini tentunya menimbulkan kesulitan besar. Beberapa kulit pohon hancur atau rusak dan beberapa batu hilang. Lebih parah lagi, seperti yang ditulis Ali Dashti, hewan-hewan pada masa itu makan daun palem atau lembaran anyaman daun-daunan di atas mana tertulis Surat-Surat Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa orang yang mengetahui Surat-Surat tertentu telah mati dalam peperangan sebelum mereka sempat menyalin apa yang telah mereka dengar/ketahui.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pengumpulan bahan-bahan Alquran berlangsung beberapa tahun. Banyak masalah muncul karena daya ingat dan hafalan-hafalan seseorang tidak persis sama dengan orang lain. Hal ini merupakan salah satu kelemahan manusia yang tidak dapat diabaikan. (Ketika lebih dari satu orang yang hadir dan mendengar kotbah yang sama diminta untuk menceritakan kembali apa yang mereka dengar sering timbul silang pendapat mengenai apa yang persis diucapkan oleh si pengkotbah!)</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang akan kita lihat nanti, masalah perbedaan tersebut diatasi/dipecahkan dengan menggunakan cara kekerasan fisik dan memaksa orang-orang untuk menggunakan hanya salah satu versi saja tentang apa yang pernah dikatakan Muhammad. Tidak diberi peluang untuk mengakomodasikan versi-versi lain dari catatan tentang apa yang diucapkan Muhammad itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Urut-Urutan dari Surat-Surat Alquran </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika anda membuka Alquran, anda akan menemukan bahqa 114 Surat, atau wahyu, yang diberikan kepada Muhammad memang tidak tersusun menurut urutan kronologis ketika mana wahyu diturunkan. Seandainya telah tersusun menurut urutan kronologis pasti Surat pertama adalah merupakan wahyu yang diterima Muhammad pertama pula dan Surat terakhir pasti juga merupakan wahyu terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Wahyu pertama dari Allah yang diterima Muhammad dari langit, kini di dunia menjadi Surat urutan yang ke-96 (Al’Alaq). Urutan kronologis turunnya wahyu ditiadakan, dan diganti dengan urutan acak, sehingga malah berubah berdasarkan sisipan ayat susulan dan panjangnya Surat!</p>
<p style="text-align:justify;">Surat Pertama al-Fatihah yang ada sekarang ini tidak diketahui kapan diturunkan. Tidak seorang pakar Islam-pun yang tahu di mana posisinya ketika diturunkan: sebelum atau sesudah Surat apakah? Utsman menempatkannay sebagai Surat pertama, namun kehadirannya sebagai Surat wahyu ditolak oleh Ibnu Mas’ud, sahabat Muhammad yang paling berotoritas dalam surat-surat Makkiyah].</p>
<p style="text-align:justify;">Alquran juga tidak disusun dengan menggunakan pola narasi sejarah yang runtun di mana kita dapat mengikuti kehidupan, tindakan-tindakan, dan pengajaran-pengajaran yang dilakukan oleh Muhammad mulai dari awal sampai akhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya kita dihadapkan pada kumpulan Surat-Surat yang campur baur yang tidak menggambarkan adanya pola penyusunan secara wajar sesuai konteksnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Cara Alquran dibundel oleh penerus Muhammad setelah dia meninggal semata-mata hanya berdasarkan ukurannya (panjangnya/volum-nya). Jadi Alquran disusun mulai dari Surat yang paling panjang sampai pada Surat yang paling pendek, dengan tidak memperdulikan urutan kronologisnya turunnya wahyu.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Dan itu diklaim dengan mengatas namakan “Penetapan Nabi” berdasarkan permakluman Jibril. Padahal urutan ayat dan Surat tidak pernah ditetapkan oleh Muhammad secara baku.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihat balik tradisi, ketika mana Muhammad mengadakan pengajian ayat Surat-surat Quran dari waktu ke waktu. Adakah pembacaan/pengajian itu memastikan satu metode baku pengurutan? Ibnu Mas’ud dalam satu acara khusus pernah mendemonstrasikan mengaji hingga lebih dari 70 Surat (di mana Muhammad sendiri hadir dan tidak ada yang menyalahkan pengajiannya, (Sahih Muslim, vol 4, hlm 1312), namun jelas pengajian ini TIDAK MENURUTI URUTAN SURAT YANG BAKU, terbukti Ibnu Mas’ud sendiri menolak Al-Fatihah dan Surat 113 dan 114 sebagai wahyu Allah (lihat Al-Itqan dalal bab Pengumpulan Alquran). Kronologi urutan sebenarnya mutlak dibutuhkan karena Allah SWT sendiri berulang-ulang menurunkan ayat-ayat baru “nasakh” untuk mengganti ayat-ayat lama “mansukh” yangt dibatalkan-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi per definisi, konsep dasar “nasakh-mansukh” adalah bersifat kronologis. Apakah mungkin Allah SWT sekali menurunkan ayat-ayat kronologis, lalu sengaja mengacakkan ayat-ayatNya, sambil sebagiannya di-nasakh-kan dan dibatalkan, kemudian semuanya ditempatkan dalam Surat-surat yang nantinya diurut lagi berdasarkan panjangnya? Kedengarannya amat melecehkan Daya Cipta-Nya]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penanggalan Surat-Surat Alquran </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pelayanan kerohanian, setiap pimpinan agama cenderung bersuara makin panjang sesuai dengan makin lamanya pelayanannya. Maka sebagian besar ilmuwan percaya bahwa Surat-Surat Alquran yang pendek adalah bagian dari Surat-Surat awal yang diajarkan Muhammad. Seiring dengan berjalannya waktu dan banyaknya pesan yang akan disampaikan, Surat-Surat Alquran menjadi makin panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Itu namanya pentahapan yang baik. Tetapi sekalipun Quran mengakui pewahyuan tahapan-angsur berdikit-dikit (QS. 76: 23 dll), namun justru Utsman menyusunnya berdasarkan keterbalikan 180 derajat dari pentahapan yang baik dan logis ini].</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sesekali terjadi pula campuran wahyu-wahyu yang diturunkan di Mekah (disebut Surat Makkiyah) dengan wahyu-wahyu yang diturunkan di Medinah (disebut Surat Madaniyah) di dalam satu Surat yang sama. Sehingga sekalipun urutan Alquran mengacu kepada ukuran (panjangnya) Surat, namun hal itu tetap merupakan suatu cacat terbuka dalam pemberian urutan pada Surat-Surat Alquran yang seharusnya baik dan sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kata Ganti Orang Pertama </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Umat Muslim menyatakan bahwa Alquran selalu ditulis dalam kata ganti orang pertama (maksudnya aku, saya, atau kami), karena Allah sendiri sebagai Aku berbicara pada manusia. Pernyataan semacam ini, bagaimanpun, tidak sesuai dengan teks Alquran. Banyak bagian yang dengan jelas menunjukkan bahwa bukan Allah yang berbicara, tetapi Muhammad.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Contoh yang amat menyolok adalah Surat Al-Fatihah, di aman wahyu dari muluit Allah telah dimulai sejak dari ayat 1, ayat basmalah. Ayat ini, bersdama dengan ayat 2, 3, dan 4, memperlihatkan betapa Allah memuji diriNya sendiri. Namun selanjutnya, tiba-tiba mulut Allah berganti menjadi mulut manusia yang menyerukan “ayat” 5, 6, 7: “Hanya engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan, tunjukilah kami jalan yang lurus”?].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pengulangan Tiada Akhir </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Masalah lain yang berkenaan dengan Alquran yaitu bahwa Alquran ditujukan untuk dihafalkan oleh orang-orang yang buta huruf dan tidak berpendidikan, sehingga Alquran menekankan pada pengulangan-pengulangan yang sama secara terus-menerus.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibatnya orang seringkali menemukan cerita-cerita yang sama yang diulang-ulang dalam Alquran. Bagi masyarakat buta huruf, pengulangan yang banyak itu memang sangat membantu mereka mengenal Alquran, namun bagi orang-orang berpendidikan hal tersebut hal yang sangat membosankan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Rasa” yang Benar (the right “feel”) </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pengamatan terakhir mengenai Alquran memberi kesan dan rasa bahwa Alquran tidak merupakan suatu karya yang lengkap.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau anda membuka Alkitab, anda akan melihat bahwa Alkitab berawal dengan kalimat pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi (Kej. 1: 1)</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika anda terus membaca isi Alkitab, anda akan mengetahui adanya urutan kronologis mulai dari penciptaan, kejatuhan manusia ke dalam dosa, air bah, menara Babel, panggilan Abraham, tua-tua Alkitab, panggilan Musa, keluarnya bangsa Israel dari tanah perhambaan, pembentukan bangsa Israel, Israel menjadi bangsa tawanan lagi, orang-orang Israel dalam pembuangan, mereka kembali di bawah perintah Cyrus, pembangunan kembali Israel, nubuatan akan datangnya Messiah, kedatangan Messiah dan kehidupanNya, kematianNya, kebangkitanNya, dan berawalnya zaman gereja&#8230;Kemudian anda akan sampai pada buku terakhir dalam Alkitab, dan anda akan membaca mengenai berakhirnya alam jagat raya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alkitab memberi rasa dan kesan utuh, lengkap, karena diawali dengan pernyatan pada mulanya dan berlangsung terus sampai berakhirnya sejarah manusia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak Ada Awal, Tidak Ada Akhir </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi kalau anda memperhatikan Alquran, karena kondisinya yang tidak beraturan, anda tidak akan dibawa kepada perasaan yang komplit. Anda merasa ada sesuatu yang lepas ngambang, setelah anda membaca Surat demi Surat, karena tidak ada kaitan kelogisan antara Surat yang satu dengan Surat yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Contohnya, satu Surat membahas mengenai hal sepele, bahwa Allah menghendaki agar para istri Muhammad berhenti berdebat dan cekcok di hadapannya, sementara Surat berikutnya meloncat mengenai penyerangan atas berhala-berhala Arab. Jadi anda merasakan sesuatu yang tidak utuh, juga merasa tida puas karena anda tidak dapat mengetahui inti ceritanya, apalagi secara keseluruhan.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Alquran mempunyai surat yang diklaim sebagai prolog yaitu Al-Fatihah, namun tanpa epilog. SURAT PENUTUP seharusnya ada demi merangkum ayat-ayat penutupan yang strategis, dan sekaligus memeteraikan amanat atau kesimpulan, pesan dan janji-janji Allah yang akan “pamit” berwahyu bagi uamtNya. Surat 114 (An-Naas, manusia) DITEMPATKAN TERAKHIR, namun itu hanya pinjam tempat saja. Ia bukanlah Surat dengan wahyu-wahyu khas penutupan Allah. Ia tidak memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri di antara surat-Surat lainnya bagi orang-orang Muslim. Apalagi isi Surat 114 ini pengulangan yang dipersempit dari Surat 113, yaitu sebentuk permohonan perlindungan kepada Tuhan dari kejahatan makhlukNya, jin dan manusia. Tambah ironisnya, Surat An Naas bersama dengan Surat Al-falaq (Surat al-Muauwadsatain) justru bermasalah, karena <strong>Ibnu Mas’ud</strong> <strong>menolak al-Muauwadsatain dan Al-Fatihah sebagai bukan bagian dari Al-Quran.</strong> (baca Al-Itqan bab tentang Pengumpulan Alquran).</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi Surat Al-Fatihah, yang memperlihatkan bahwa semula Surat tersebut tidak termasuk dalam Alquran, melainkan perkembangan tradisi bersembahyang-lah yang menjadikan ia diterima sebagai bacaan Quran (Imam Malik dalam Muwatta, Buku III/no 3.9.39). Karena tradisi yang berkembang mencari bentuknya, maka naskah Al-Fatihah menurut versi Shiah, dijumpai berlainan teksnya dibandingkan dengan teks Utsman (lihat Tadhkirat al-A’imma, Muhammad Baqir Majlisi, edisi Teheran 1331,p.18).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu bakar al-Asamm</strong>, imam masjid di Wasit dan guru Abu Bakar an-Naqqash, menyatakan bahwa Surat Al-Fatihah pada mulanya tak termasuk dalam bagian Quran, alias non wahyu (Ibnu al-Jazari Tabaqat, no.3943, vol II, p.404)].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tradisi Yang Jalin-Menjalin Ke Dalam Wahyu </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tradisi dan pelaksanaan ibadah shalat/doa dan lain-lain, di masa awal perkembangan Islam bukanlah seperti apa yang kita kenal sekarang ini. Alquran memcatat banyak sekali ayat lepas, ayat secara bertahap yang menyuruh ruku’ (QS 2: 43, 3: 43, 22:77, 77: 48, dan lain-lain), ada yang ditahapkan bersujud (QS 15:98, 17: 107, 25:64, 84:21, dan lain-lain), ada yang menyuruh berdiri QS 25: 64, shalat berjamaah, bahkan ada doa santai ketika berdiri, duduk, dan berbaring, QS 3: 191. Semuanya masih mencari-cari bentuk. Quran umumnya menyebutkan 2 waktu bersembahyang, bukan 5 (yaitu “siang dan malam”, atau “pagi dan petang”, atau “sebelum dan sesudah matahari terbit”, lihat QS 17: 78, 20: 130, 24: 36, 50: 39, 76:25 dan lain-lain).</p>
<p style="text-align:justify;">Memang ada ayat-ayat shalat hanya untuk malam hari, atau di tengah-tengah siang hari tanpa waktu khusus. Namun di manapun tidak pernah ada perintah 5 waktu shalat yang persis yang ditetapkan oleh Alquran.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perkembangannya, pola dan tradisi sembahyang Nabi yang awal-awalnya berbasiskan wahyu tahapan itu segera “dikalahkan” dalam jalinan ritual tradisi (non wahyu) yang semakin formak sehingga timbul aturan 5 waktu persis untuk bershalat! Dan ini diadopsi sebagai WAHYU!</p>
<p style="text-align:justify;">Hiruk pikuk perubahan shalat bukan hanya terbatas soal waktu, tetapi juga menyangkut pembatalan tata cara bersembahyang:</p>
<p style="text-align:justify;">Kiblat shalat yang tadinya menghadap Yerusalem diubah menjadi menghadap Baitullah. Sembahyang malam yang tadinya diwajibkan separuh waktu setiap malam, tiba-tiba diringankan Allah menjadi bersembahyang dan membaca Alquran menurut apa yang dianggap mudah/nyaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayat-ayat wajib sembahyang tahajud yang panjang akhirnya juga dicabut. Penggantian ini terjadi begitu saja lewat satu Surat Makkiyah yang pendek, yaitu Surat 73.</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Fatihah tidak tercatat keabsahannya sebagai wahyu (kapan, di mana, bagaimana turunnya dan diperkenalkan), namun dalam perkembangannya dimufakati begitu saja sebagai wahyu agung, diberi nama Surat Al-Fatihah (bukan nama dari wahyu), dan karenanya ditempatkan urutannya sebagai Surat pertama.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">[ Tidak heran Ibnu Mas’ud menolaknya sebagai wahyu, dan Rasululah sendiri memang sempat rancu menetapkan apakah Al-Fatihah wajib dibaca dalam shalat atau tidak. Di satu pihak ia berkata dalam tradisi (di luar wahyu) bahwa “tidak (sah) shalat orang yang tidak membacakan Al-fatihah”. Namun di lain pihak diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim bahwa Rasululah SAW mengatakan kepada seseorang yang belum baik bacaan shalatnya: “ Apabila engkau melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah ayat-ayat Alquran yang mudah untukmu” (tidak harus membaca Al-Fatihah). Dan ini bahkan diberlakukan umum oleh wahyu Allah sendiri (QS 73:20): “maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran.” (bukan Al-Fatihah).</p>
<p style="text-align:justify;">Dominasi tradisi shalat juga tampak ketika Abu Ubaida, menyusuli Ibnu Mas’ud menolak Al-Fatihah sebagai bagian Alquran. Orang-orang justru menepis penolakan Abu Ubaida itu dengan alasan bahwa “Surat Al-Fatihah” memang telah menjadi terlalu populer sehingga tidak ada masalah yang perlu dipersoalkan (The True Guiedance, IV.p.58)]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bandingkan rumitnya “koordinasi ilahi” yang runtun dan utuh buat 66 kitab dalam Alkitab yang ditulis dalam kurun waktu beberapa ribu tahun oleh paling sedikit 40 orang penulis yang saling asing dan berbeda. Lalu kontraskan dengan Alquran yang tidak runtun walau diturunkan hanya lewat satu tangan (Muhammad) selama satu masa hidupnya, maka pasti anda tidak akan berhasil membandingkan keduanya. Terlalu superior yang satu terhadap yang lain!</p>
<p style="text-align:justify;">Klaim sepihak bahwa Alquran adalah merupakan kelanjutan dari Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sesungguhnya hanya merusak citra Islam sendiri, karena dalam analisis akhir, diketahui bahwa substansi, struktur dan gaya sastera Alquran sama sekali tidak cocok dengan yang bisa dijumpai dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.</p>
<p style="text-align:justify;">[ Sejarah tidak pernah menemukan Kitab Suci Israel bereksistensi seperti Quran].</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar ilmuwan menyimpulkan bahwa bila kita berangkat dari Alkitab dan melanjutkannya ke Alquran sama saja artinya dengan berangkat dari yang bermutu tinggi menuju kepada mutu rendah, dari yang besar kepada yang kerdil, dari yang nyata kepada yang maya. –</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kesalahanquran.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kesalahanquran.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kesalahanquran.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kesalahanquran.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kesalahanquran.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kesalahanquran.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kesalahanquran.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kesalahanquran.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kesalahanquran.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kesalahanquran.wordpress.com/612/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=612&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/18/kitab-suci-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59894f9135d1f863b3e933a37757bb1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">siapmurtad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUKU BARU: SIAPA BILANG KRISTEN TIDAK BISA MENJAWAB</title>
		<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/11/buku-baru-siapa-bilang-kristen-tidak-bisa-menjawab/</link>
		<comments>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/11/buku-baru-siapa-bilang-kristen-tidak-bisa-menjawab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 16:53:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUKU BARU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kesalahanquran.wordpress.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[Telah Tesedia Buku                             Jawaban dari Kristen terhadap buku:

&#8220;MUSTAHIL KRISTEN                   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=609&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Telah Tesedia Buku                             Jawaban dari Kristen terhadap buku:</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;MUSTAHIL KRISTEN                             BISA MENJAWAB&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_610" class="wp-caption aligncenter" style="width: 417px"><a href="http://www.golgothaministry.org/"><img class="size-full wp-image-610" title="buku_mustahil" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/buku_mustahil.jpg?w=407&#038;h=524" alt="buku_mustahil" width="407" height="524" /></a><p class="wp-caption-text">BUKU BARU</p></div>
<p style="text-align:center;"><strong>Yang di tulis oleh Ustad H Insan                             LS Mokoginta (Mantan Katolik)<span id="more-609"></span></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Buku ini dengan lugas dan tegas                             menjawab 11 pertanyaan dari </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>buku Ustad H Insan Ls Mokoginta</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Buku ini juga sangat                             berguna untuk memperlengkapi orang percaya dan para hamba Tuhan dalam                             berapologetik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Buku ini setebal 270                             halaman dengan harga Rp.                             50.000,- belum termasuk ongkos kirim untuk luar                             pulau.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Buku-buku                             ini bisa dibeli / dipesan pada</span>:</p>
<ul>
<li>·                                      Pdt.                             Budi Asali, M.Div. Jl. Mulyosari BPD 30, Sby.</li>
</ul>
<p>8: (031) 593-4889. HP: 081-331-588855 / (031) 7064-1331 / (031) 6050-1331.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alamat                             E-mail :  budi_golgota_asali@yahoo.co.uk</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembayaran                             bisa dilakukan melalui:</p>
<ul>
<li>·                                    tahapan                             BCA cabang Kertajaya Indah, Sby, a.n. Budi Asali, no                             4641145615.</li>
</ul>
<p>tabungan Bank Mandiri cabang Mulyosari, Sby, a.n. Budi Asali, no 141-0098047541.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NOTE                             : Jika kesulitan dalam menghubungi Pdt. Budi Asali, sdr bisa menghubungi sdr Chandra</p>
<p>E-mail : chandra.johan@yahoo.co.id</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kesalahanquran.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kesalahanquran.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kesalahanquran.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kesalahanquran.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kesalahanquran.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kesalahanquran.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kesalahanquran.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kesalahanquran.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kesalahanquran.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kesalahanquran.wordpress.com/609/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kesalahanquran.wordpress.com&blog=4009130&post=609&subd=kesalahanquran&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/11/buku-baru-siapa-bilang-kristen-tidak-bisa-menjawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/59894f9135d1f863b3e933a37757bb1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">siapmurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2009/11/buku_mustahil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku_mustahil</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>