756 Responses to “KEBENARAN MUHAMMAD”

  1. alfie Says:

    susah-susah si robert spencer ini buat buku, rupanya isinya bohong dan fitnah belaka, kalo cuma buku berisi fitnah dan uraian-uraian tanpa didasari ilmu kayak gini, semua org pun bisa…

    1. Musyadad Says:

      @Alfie;

      Isi dari buku ini bukan bohong, tapi sebuah hasil karangan yg tidak di dasari dengan ‘ilmu Islam. Justru buku ini dibuat berdasarkan emosi sesaat seorang pengarang terhadap sebuah agama yg mereka khawatirkan….

      Lama2 geli sendiri gw liat web ini…..

      Web yg tidak da ‘Ilmunya, justru web ini dibuat dari dasar emosi sesaat atas sebuah agama yg mereka khawatirkan….. Wkwkwkwkwkwkwkwkkww

      1. eddy Says:

        Dasar anda apa, jawablah secara ilmiah, jangan asal komentar. Aku yang geli baca komentar anda. Subhanalloh !!
        Orang berani bikin buku, bukan atas dasar emosi, itu kan butuh berbulan-bulan, ber-tahun-tahun, dan dilengkapi dengan segala referensi.
        Kalau anda para muslims berkunjung ke blog ini, jangan nyerang Kristen, atau kampanye quran, cerita dongeng. Bantahlah tuduhan blog ini, itu baru benerr.

      2. dedy Says:

        Kalo emg yesus itu tuhan, knp dia malah bilang “ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI” ? gk masuk akal..,tuhan mnta tolong ama tuhan..,apa ada di injil yesus mengatakan aku adalah Tuhanmu??apa ada yesus mengklaim dirinya sebagai Tuhan..,coba buka Al qur’an, bandingin ma injil..

      3. WF14 Says:

        Nih seabgai bahan renungan aja ya

        KESAKSIAN AHMAD QONI’ RIZQI

        TUHAN YESUS KRISTUS DALAM ALQURAN — Di dalam perenungan saya menemukan sebuah kesimpulan, bahwa semua orang Kristen sudah menerima anugrah keselamatan. Sedangkan saya masih terus berdoa siang malam meminta-minta untuk diberi keselamatan dan mendoakan nabi Muhammad Saw beserta keluarganya supaya diberi keselamatan. Dari situ saya bertambah semangat untuk mengkaji lebih dalam pernyataan ayat-ayat Al Qur’an. Mulai dari Surat Al Faatikhah sampai surat An Nas. Dimana penekanan surat Al Faatikhah terletak pada ayat 5 dan 6, yang mana manusia diperintahkan untuk menyembah dan meminta pertolongan hanya kepada allah saja, supaya manusia diberi hidayah (petunjuk) allah ke jalan yang lurus.

        “Iyyaa kana’ budu wa iyya kanasta’iin Ihdinaash shiroo thol mustaqiim ” “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan tunjukilah kami jalan yang lurus. “Qs. 1:5-6.

        Saya teruskan membaca Al Qur’an ayat demi ayat, surat demi surat saya temukan jawabannya yang berbunyi:
        “wa innahu la ilmul lisaati fala tamtarunna biha wattabi un, hadzaa shiraatum mustaqiim.”
        “Dan sesungguhnya ISA AL MASIH itu benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Ini lah jalan yang lurus.

        Az Zukhruf 43:61
        Di situ Al Qur’an menyatakan bahwa ISA AL MASIH memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Timbul pertanyaan dalam hatiku: “Bukankah hanya allah Swt yang mengetahui tentang hari kiamat itu?” Sebab kalau menurut pernyataan Al Qur’an Surat Luqman, bahwa pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya di sisi Allah.

        “Innallaha `indahu `ilmussa’ati wa yunazzilul ghoitsa… ”
        Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan Hari Kiamat im… ” Qs. Luqman 31.34
        Tapi mengapa ISA AL MASIH juga mengetahui lalu siapakah sebenarnya sosok manusia yang bernama ISA AL MASIH itu ?

        Untuk mengetahui lebih lanjut siapakah sebenarnya ISA AL MASIH itu, saya bolak balik membaca Al Qur’an. Lalu di saat saya membaca Surat All Imrom 3:45, disitu kutemukan jawaban yang bunyinya demikian: “idz golatil malaikatu ya maryama innalloha yubasysyiniki bi kalimatim minhus muhul masihu ‘isabnu maryama wajihan fiddunya wal akhiroti wa minal muqarrobin”
        “Ketika Malaikat berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan rahmat daripada-Nya namanya AL MASIH ISA Putra Maryam. Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang yang terdekat dengan Tuhan”. Qs. 3:45

        Saya merasa terentak melihat pernyataan ayat di atas itu, kata hati rohani saya semakin menyadari dan memahaminya. Karena dengan jelas dan tegas ayat itu mengatakan bahwa ISA AL MASIH dalam pra keberadaan-NYA atau sebelum ada di dalam kandungan Maryam adalah Kalam atau Firman dari Allah. Kata AL MASIH artinya yang diurapi yang ditahbiskan atau yang dinobatkan, serta diikuti dengan kata Wajihaan fiiddunyaa wal akhirah, yang artinya terkemuka di dunia dan di akhirat.

        Jadi seeara tersirat dan tersurat ayat itu menyatakan bahwa ISA AL MASIH itu pada hakikatnya adalah Firman ALLAH yang diurapi dengan status kedudukan terkemuka di dunia dan di akhirat.

        Pertanyaannya, siapakah oknum yang punya kedudukan dan kehormatan terkemuka di dunia dan di akhirat kecuali Allah Swt. Lalu, siapakah sebenarnya ISA AL MASIH itu ? Sebab tidak ada manusia, Nabi, Rasul sampai Malaikat pun yang punya kedudukan atau kehormatan terkemuka di dunia dan di akhirat.

        Saya dibuat semakin bertanya-tanya dan akhirnya saya temukan juga jawabannya dalam Surat An Nisaa 4:171 yang saya ambil pointnya saja demikian bunyinya: “Innamaal masiikhu Isabnu maryama Rasulullah wa kalimatuhu al qohaa ilaa maryama wa rukhu minhu”. Artinya: Sesungguhnya AL MASIH ISA Putra Maryam itu, adalah utusan ALLAH dan kalimat-NYA yang disampaikan kepada Maryam, dan Roh dari-NYA”. Qs. 4:171

        Dari sini bisa saya simpulkan bahwa ayat di atas menyatakan ISA AL MASIH itu utusan ALLAH, ISA AL MASIH itu Firman ALLAH, ISA AL MASIH itu ROH ALLAH, ayat itu juga didukung Hadits Shahih Bukhari (HSB) 1496 clan Hadits Anas Bin Malik hal. 72:

        ISA faa innahu Rohulullah wa kalimatuhu.
        ISA itu sesungguhnya ROH ALLAH dan Kalam ALLAH.

        Disamping itu saya juga membaca pernyataan Hadits Shokhih Muslim dan Hadits Shokhih Bukhori yang mengatakan:
        “Wal ladzi nafsi bi yadihi layusyikanna ayyanzila fi kumubnu maryama hakamam muqsithon ”
        Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa Anak Maryam akan turun ditangah-tengah kamu, Dia akan menjadi Hakim yang adil. ”

        HSM 127, HSB 1090
        Kembali timbul sebuah pertanyaan lagi dalam hatiku, “Siapakah sebenarnya ISA AL MASIH itu?” Karena kalau menurut pernyataan di dalam Al Qur’an, bahwa Allah itulah Hakim yang seadil-adilnya.
        “Alaysallahu bi akh khamil khakhimin ” “Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya ” Qs. At Tim 95:8

        Walaupun semuanya itu sudah jelas, tetapi saya tetap belum mau mempercayai dan mengimani YESUS KRISTUS itu adalah TUHAN dan Juruselamat saya. Karena masalah keyakinan kepercayaan dan keimanan, tidak segampang orang membalikkan telapak tangan langsung terima dan diaminkan atau tidak semudah orang yang beli jajan di pinggir jalan langsung ditelan jadi kenyang.

        Tetapi ini masalah hati nurani yang suci, maka membutuhkan pencerahan, penerangan Sang Ilahi Yang Maha Suci supaya hati nurani ini dapat mengambil suatu keputusan untuk menyatakan keberanian tentang kebenaran yang datang dari TUHAN Pencipta dan Penguasa Semesta Alam.

        Maka untuk mendukung dan memperkuat semuanya itu saya langsung terus untuk mengumpulkan data-data yang bersumber dari Al Qur’an maupun Hadits yang berkaitan dengan kesaksian dan pengakuan mengenai pemyataan tentang ISA AL MASIH itu:

        Dalam Al Qur’an:

        1. Qs. 19 : 19 — “ Isa Al Masih seorang anak laki-laki yang suci.

        2. Qs. 19:21 — “ ISA AL MASIH sebagai tanda bagi manusia dan rahmat dari Allah.

        3. Qs. 3:46, 5:19, 20, 110 — “ ISA AL MASIH semasa dalam buaian dan ayunan sudah bisa berbicara dengan manusia.

        4. Qs. 19:31 — “ ISA AL MASIH seorang yang diberkati Allah dimana saja berada.

        5. Qs. 3:49, 5:110 — “ ISA AL MASIH, menyembuhkan orang buta sejak lahir, menyembuhkan penyakit sopak (lepra) dan menghidupkan orang mati.

        6. Qs. 3:45 — “ ISA AL MASIH adalah Kalam Allah, terkemuka di dunia dan di akhirat.

        7. Qs. 4:171 — “ ISA AL MASIH utusan Allah, Kalam Allah dan Roh Allah.

        8. Qs. 21:91 — “ ISA AL MASIH dan ibunya dijadikan tanda yang besar bagi semesta alam

        Dalam Hadits:

        l. HSB. 1496 — “ ISA AL MASIH itu utusan Allah, Kalam Allah, Rob Allah.

        2. HSB. 1090 dan HSM 127 — “ ISA AL MASIH akan turun menjadi Hakim yang adil.

        3. H. Anas bin Malik hal. 72 — “ ISA AL MASIH Roh Allah dan Kalam Allah.

        4. HSM Jilid I hal. 74 — “ ISA AL MASIH adalah Iman Mahdi dan Hakim yang adil.

        5. H. Ibnu Majah — “ Tidak ada Imam Mahdi selain — “ ISA AL MASIH putra Maryam.

        Dengan dukungan dan pernyataan beberapa ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits perasaan saya seperti disinari dengan pancaran terang kebenaran untuk terus melangkah menuju “Jalan Keselamatan”.

        Tetapi ada satu hal yang membuat saya berat melangkah untuk berjalan terus menuju ke puncak keputusan, yaitu masalah amal yang selama ini udah saya kumpulkan sejak dari awal dengan jerih payah ibadah yang melelahkan dan memakan kurun waktu yang cukup panjang. Sebab menurut ajaran agama Islam, apabila orang itu sudah murtad (keluar) dari agama Islam segala amal ibadahnya akan musnah terhapus. Padahal bekal untuk menuju kehidupan kekal harus disertai dengan banyak amal.

        Dari sini saya kembali dihantui perasaan takut, kuatir, keraguan, kebimbangan dan ke-bingungan. Saya lantas terus kembali buka-buka Kitab Hadits dan Al Qur’an. Pada saat membuka Hadits Shohih Muslim, saya temukan jawaban persoalan amal yang sangat melegakan dan memuaskan yaitu di HSM no. 2412-2414 yang menjelaskan dengan gamblang bahwa:
        ” Anjaabir qaala sami ‘tun nabiyya sholallahu `alaihi wa sallam yaquulu: laa yud khilu akhadan minkum `amluhul jannah, wa laa yujiiruhu minannaar. Wa laa anaa. illa birakh matin minallah ” “Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: “Bukan amal seseorang yang memasukannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka” HSM 2412-2414

        Dan Al Qur’an pun juga menyatakan dengan jelas yaitu Qs. 44:40-42, “Inna yaumal fashli miiqaatuhum ajma’iin ”
        “Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya ” Qs. 44:40

        “Yauma laa yughnii maulan anmaulan syaian walaahum yunsharuun” “Yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan ” Qs. 44:41

        `Illa man rrakhimallahu innahu huwal `aziizur- rokhiim. ” “Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. ” Qs. 44:42

        Kesimpulannya Qs. Ad Dukhaan ayat 40-42 menyatakan:
        Pada hari keputusan (penghakiman, pengadilan) tak seorang pun kerabat yang bisa memberi manfaat (pertolongan) kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah.

        Ternyata menurut pernyataan Qs. 19:21: Bahwa ISA AL MASIH itulah yang dijadikan tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Allah.

        “Qaala kadzaliki qaala rabbuka huwa `alayya hayyinum wa linaj’alahu, ayatanllinnaasi warakhmatan minnaa; wa kana amran maqdhiyyaa. ”

        ` Jibril berkata:: Demikianlah Tuhanmu berfirman “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan. ” Qs. Maryam 19.21

        KESIMPULAN

        Dengan demikian akhirnya saya simpulkan bahwa umat Kristen sudah dijamin dengan kepastian keselamatan, sedangkan kami setiap hari berkali-kali berdoa meminta supaya diberi keselamatan, serta berkali-kali pula setiap hari kami mendoakan nabi Muhammad Saw dan keluarganya supaya diberikan keselamatan:

        Allah huma sholi `ala Muhammad wa `ala `ali Muhammad.
        Ya Allah berikanlah keselamatan kepada nabi Muhammad dan keluarganya (doa Shalawat).

        Karena hal itu adalah perintah Al-Qur’an bahkan Allah dan para Malaikat pun juga bershalawat untuk Nabi.

        Innallaha wa malaikatuhu yusholluuna `alaannabiyyi, yaa ayyu halladziina amanuu shalluu `alaihi wasalimuu tasliimaa. Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Qs. Al Ahzab. 33:56)

        Oleh sebab itu kami setiap hari berkali-kali juga memohon kepada Tuhan supaya ditunjukkan ialan yang lurus.

        Ihdinash shiroothol mustaqiim. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Qs. Al Faatikhah 1:6).

        Dan Allah memberikan jawaban permohonan kami itu di dalam Al Qur’an “wa innahu la ilmul lisaati fala tamtarunna biha wattabi un, hadzaa shiraatum mustaqiim. ”

        “Dan sesungguhnya ISA AL MASIH itu benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. Az Zukhruf 43:61

        Maka di dalam Al Qur’an ayat berikutnya ISA AL MASIH memberikan perintah supaya bertagwa kepada Allah dan taat kepadanya. … fat taqullaha wa athii ‘uun … maka bertaqwalah kepada Allah clan Taatlah kepadaku (Qs. Az Zukhruf 43:63).

        Melalui pernyataan itu akhirnya bisa saya ketahui bahwa ISA AL MASIH adalah sosok pribadi yang terkemuka atau terbesar di dunia dan di akhirat (Qs. 3:45). Serta Kalam Allah dan Roh Allah (Qs. 4:171 clan HSB 1496).

        Dan ISA AL MASIH itulah nanti yang akan menjadi Hakim yang adil (HSB. 1090 clan HSM. 127). Lewat keputusan Hakim yang adil itulah setiap manusia akan dinyatakan masuk ke dalam surga atau dijebloskan ke dalam neraka.

        Di hadapan Hakim yang adil itu nanti tidak ada siapa saja dan apa saja yang bisa memberi syafaat (pertolongan) kecuali orang yang telah diberi rahmat dari Allah (HSM. 2412-2414 clan Qs. 44:40-42).

        Siapakah sosok pribadi yang disebut rahmat dari Allah itu? Sesungguhnya ISA AL MASIH itulah yang dijadikan tanda bagi manusia dan rahmat dari Allah (Qs. 19:21).

        Dengan demikian manusia itu bisa selamat di hadapan Hakim yang adil nanti kalau orang itu sudah punya tanda dan rahmat dari Allah.

        Apakah tandanya itu nanti ? Yaitu mempercayai dan mengimani dengan sepenuh hati serta tulus murni bahwa ISA AL MASIH

      4. bam cloud Says:

        @WF14, Semua yg disampaikan dari Al Qur’an dan Hadist nabi Muhammad tsb adalah memang benar. Berarti anda hrs mengakui bahwa Al Qur’an dan Hadist tsb adalah dari Allah Tuhan satu2nya semesta alam, tdk ada tuhan2 lain selainNya termasuk yg namanya Yesus Kristus (ciptaanNya). Kesalahan dlm kesimpulan yg disampaikan adalah:
        1.Orang2 Kristen tdk menjalankan perintah spt yg ditulis dlm Al Qur’an dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Bgmana mungkin orang2 Kristen mendptkan anugrah keselamatan? Sangat kontradiksi antara keimanan pd suatu Kitab (Al Qur’an) dng menjalankan perintah kitab itu sendiri.
        2.Kesalahan tafsir yg sembrono mengenai ‘Hakim yang adil’ yg dimaksud di atas. Yg dimaksud Hakim yg adil itu adalah hakim di dunia menjelang hari kiamat, bukan hakim di akhirat kelak. Karena Hakim di akhirat hanyalah Allah SWT. Kemudian hadist tsb ada kelanjutannya yg sengaja dihilangkan yaitu … nabi Isa akan menghancurkan salib2 dan membunuh babi2 (simbol2 kekristenan).
        Sehingga kesimpulannya adalah bhw Isa Al Masih itu adalah hanya nabi/utusan Allah SWT spt nabi2 lainnya yg masing2 diberi keistimewaan. Spt yg telah ditulis di atas: …bertaqwalah kpd Allah (Tuhan) dan taatlah kpdku (Nabi). Untuk itu sadarlah bhw Al Qur’an adalah kebenaran sejati yg dibawa oleh Nabi terakhir Muhammad SAW. WASSALAM.

    2. Amin Says:

      hai! alfie kalau fitnah atau bohong buat buku tandingan atau punya sangahannya, tunjukkan dirimu melalui artikel, jangan hanya mengomentari : bohong,fitnah dsb….yah maklum ilmunya hanya itu, itu saja

      1. munafik Says:

        — MYSTERI PERKATAAN TERAKHIR MUHAMMAD MENJELANG AJAL
        —————- (HADIST “SAHIH” BUKHARI 1573)

        , …Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …

        Bila seseorang semasa hidupnya sering berbohong, dikala mati, dia akan mengucapkan kata-kata yang benar yang keluar dari lubuk hatinya.

        Saya tidak tertarik membaca Quran dan Hadist karena seperti pertanyaan-2 saya yang tidak terjawab, Quran tidak memiliki kebenaran, sebentar disebutkan nabi Yahudi yang lahir 2000 tahun sebelum Islam, bisa beragama Islam, sebentar disebutkan Muhammad Isra Miraj dan mengunjungi Masjidil Aqsa yang belum dibangun, sebentar disebutkan Awloh Maha Tahu, sebentar lagi disebutkan Awloh tidak Maha Tahu, sebentar disebutkan Muhammad tidak tahu bahwa dirinya akan selamat (QS 46:9), sebentar lagi dalam Hadist Anas Bin Malik, dia mengatakan bahwa dia masuk sorga dan seluruh orang harus menunggu kedatangannya dipintu sorga, tidak boleh masuk sebelum dia masuk.

        Mari kita analysa perkataan terakhir Muhammad, karena ini adalah menyangkut HAL YANG PENTING bagi umat Muslims.

        Dari kalimat terakhir itu, kita dapat menyimpulkan untuk bahan renungan:

        1. Muhammad yakin bahwa dirinya tidak selamat, minta dikasihani dan diampuni dosanya. Ini adalah satu-satunya nabi (dalam islam), yang minta dikasihani dan diampuni. Itu sebabnya, didalam ajaran Islam, setiap hari umatnya masih meminta petunjuk dalam sholatnya, untuk ditunjukkan JALAN YANG LURUS, ichdinasiratalmustaqim.

        2. Muhammad tidak mengucapkan “La Ilah ha Ilalah”, perkataan terakhir yang diajarkannya dalam Hadist . (Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang ucapan terakhirnya (sebelum meninggal dunia) kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ (tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah) maka dia akan masuk surga”)

        3. Muhammad mencari “Teman yang Maha Tinggi”. Yang Maha Tinggi, baik dalam ajaran Islam maupun Kristen hanyalah “ALLAH”, tidak ada lagi yang diatas-Nya. So, siapa yang dimaksudkan Muhammad sebagai “Teman Yang Maha Tinggi”??
        Dalam Quran, QS. 3:45, Isa adalah Yang terkemuka tidak saja di dunia, tetapi juga di-Akhirat, dengan pengertian ini, bahwa Isa adalah Allah yang hidup didunia dan disorga.

        Dalam Alkitab, Yesus disebutkan sebagai Tuhan, Anak Allah Yang Maha Tinggi.
        Lukas 2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
        Lukas 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, TUHAN, di kota Daud.
        Yohanes 20:13
        Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
        Markus 5:7
        dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”

        KESIMPULAN SAYA:

        1. Muhammad yakin bahwa dirinya tidak selamat dan minta dikasihani.

        2. Muhammad tidak mengucapkan “La Ilah haIlalah”, karena dia tahu bahwa awloh dalam quran hanyalah ciptaannya belaka untuk mewujudkan realisasinya memperoleh kekuasaan dan kehormatan.

        3. Muhammad pada saat terakhirnya, dia mencoba berpaling kepada pribadi yang Maha Tinggi yang dikenalnya ketika dia masih menjadi pengikut Kristen Nestorian bersama Pdt. Warakah, dia mencari ISA. Ya, TIDAK ADA LAGI KERAGUAN, Muhammad tidak mengucapkan “La Ilah ha Ilalah”, sebaliknya dia mencari ISA, dia MURTAD.

        Kepada saudara-saudara muslims, pikirkanlah, renungkanlah, ini adalah kebenaran dalam perkataan terakhir Muhammad, Carilah Yesus, Sambutlah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat anda, untuk keselamatan hidupmu di akhirat.

        ITULAH KESIMPULANKU, Hayo muslims, adakah yang memiliki pandangan lain selain pandangan saya diatas?????

        JADI, KEBENARAN MUHAMMAD HANYALAH PADA PERKATAAN TERAKHIRNYA SEBELUM AJAL.

        Saya tunggu !!!

      2. dedy Says:

        Kalo emg yesus itu tuhan, knp dia malah bilang “ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI” ? gk masuk akal..,tuhan mnta tolong ama tuhan..,apa ada di injil yesus mengatakan aku adalah Tuhanmu??apa ada yesus mengklaim dirinya sebagai Tuhan..,coba buka Al qur’an, bandingin ma injil..

      3. hakkullah Says:

        hahaha…buku ini adalah buku yg tidak mengerti tatakrama, orang tolol sj yg mau dengerin kata orang yg bodoh juga..kl mau belajar agama islam, tanyalah ame orang yg ngerti, jangan nanya ame orang bodoh, nanti jadi ikut orang bodoh jg..sdh bodoh dibodohi lg…awas hati-hati buku sesat…semoga Allah memantapkan hati kita menjadi orang yg beriman selalu, amiiin..terima kasih

      4. imanuel;say Says:

        imanuel;say

        hai orang2x kafir yg mendustai kalamulah yg di turunkan pada nabi muhamad saw
        berhentilah mengarang dari isi ALQUR’AN kebenaran yg terkandung di dalamnya..
        seorang sejati takan pernah menyebut nama dirinya yg beramal dan begitu pula orang yg di rahmati ketika ajal menjemputnya pun lebih menekankan pada saudaranya( semuslimnya )yg disebut .
        contoh ;
        orang tua selalu menekankan anaknya untuk mendahului kepentingan umum dari pada kepentingan diri sendiri.
        bila anda seorang pencari kebenaran ; belajarlah pada orang yg lebih tau agar tak sesat dalam mengartikan tak perlu membolak balikan yg ada.
        tak ada yg mau bila di katakan kepala anda pantat ..!! sedangkan pantat anda kepala.
        islam agama akhir jaman yg takan tergantikan.sampai ajal menjemput.

    3. Logicer Says:

      Setuju banget dengan alfie…

      Buku ini adalah buku terjemahan sepihak dan tidak lengkap yang ditulis oleh Robert Spencer, karena sama sekali tidak membahas perintah2 kebaikan dalam Islam yang jelas2 tertulis dlm Al-Quran dan Hadits2 kuat, seperti kewajiban berbuat baik dan larangan membunuh tanpa hak, bunuh diri, berzina, memperkosa, mencuri, termasuk menjajah bangsa2 lain (seperti bangsa2 kristen), dll. Bahkan ada perintah untuk berbuat baik dan berdamai dengan orang2 kafir yang hidup damai, tetapi sengaja tidak dicantumkan pada buku Robert Spencer.

      Singkatnya: mengambil sebagian ayat kemudian diterjemahkan sendiri secara setengah-setengah.

      Al-Quran berisi: sejarah, perintah, larangan, pengetahuan, dll, yang diturunkan secara bertahap sesuai kondisi masyarakat saat itu. Ayat perang diturunkan saat perang (perang langsung & perang gerilya), sedangkan ayat damai diturunkan saat keadaan sedang damai.

      Akan tetapi sejarah Muhammad dalam lingkungan kafirnya saat itu justru diterjemahkan sebagai perintah sepanjang zaman untuk semua muslim tanpa syarat. Padahal banyak orang kafir pada zaman itu adalah bagaikan teroris dan ahli fitnah. Contoh: Abu Jahal, kafir Quraish, Yahudi Khaibar, dll. Sehingga pada saat itu turunlah wahyu untuk melawan mereka. Jika tidak melawan mereka berarti sama saja dengan bunuh diri.

      Jadi Penulis adalah orang pintar yang bertujuan untuk menyesatkan sekaligus mengambil keuntungan dari penjualan buku kontroversinya ini.

      Jika aku saja bisa menerjemahkan AlQuran dengan bijak, mengapa kalian tidak???

      peace

      1. eddy Says:

        Penjelasan andalah yang mengambang, mau ngomentari Robert Spencer. Kalo Quran benerrr, coba jawablah tuduhan dan hujatan blog ini terhadap islam dan nabinya. Jangan kampanye quran, kan jadi geli. Nggak jawab tuduhan, malah kampanye.
        Subhanalloh

      2. Edy Marwan Neil Says:

        Bung eddy palsu !

        Sudah banyak aku jawab ,
        kau saja tak pernah menjawab !
        orang lain kau bangga2kan.
        Kau banggakanlah dirimu ,

        Apa yang kau punya ?
        Tanyalah !
        Tapi jawab kalau ditanya . Kok lari2.

        Kau coment2 dimana-mana, tapi kosong. Apaan Tuh !

      3. munafik Says:

        ————————- NABI ATAU PEMBOHONG?

        Seorang wanita muda Yahudi, Zaynab binti Al Harith, yang suaminya, ayahnya, pamannya dibunuh Muhammad, telah membuktikan bahwa muhammad adalah PEMBOHONG, dan bukan Nabi.
        Dalam Hadist Sahih Bukhari 53:394, diriwayatkan wanita itu meracuni makanan muhammad di Khaybar, dan ketika dia ditanya, kenapa dia melakukannya, jawab wanita itu:

        “Jika muhammad itu PEMBOHONG, maka dia akan makan racun itu, tetapi jika muhammad itu seorang NABI, MAKA RACUN ITU TIDAK AKAN MEMPAN PADANYA.”

        Selama tiga tahun, muhammad harus menahan rasa sakit akibat racun itu, dan dalam Hadist Sahih Bukhari 59:713, ditulis …
        …,Dikisahkan oleh Aisha: Sang Nabi dalam penderitaan sakitnya yang mengakibatkannya mati, biasa berkata, “Wahai ‘Aisha! Aku merasa sakit karena daging yang kumakan di Khaybar, dan saat ini, aku merasakan urat nadiku bagaikan dipotong oleh racun itu.”

        Dalam saat terakhir kematiannya, muhammad berseru kepada Allah untuk MEMINTA DIKASIHANI, SERTA MEMOHON AMPUN dan meminta menghubungkan dirinya dengan TEMAN YANG MAHA TINGGI, – Sahih Bukhari 59:715.

        “Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …(Sahih Bukhari 59:715)”

        Pertanyaannya, :
        1. Siapakah yang disebutkan muhammad sebagai “TEMAN YANG MAHA TINGGI ITU”, karena dia sendiri sedang berdoa kepada Allah, dan sebutan YANG MAHA TINGGI itu hanyalah pantas bagi Allah saja. Apakah dalam saat-saat terakhirnya, muhammad mengakui Tritunggal Allah, dan Yesus, teman yang Maha Tinggi itu, adalah Allah ??!!
        2. Kenapa muhammad tidak merasa senang ketika hendak mati? Bukankah quran menjanjikan bahwa bagi lelaki muslims yang mati akan masuk sorga dan diberikan 72 bidadari perawan, berkulit putih, bermata biru, berdada montok? Apakah karena muhammad menyadari bahwa ayat-ayat dalam quran itu adalah kebohongannya sendiri agar pengikut-pengikutnya, berani mati untuk dia???!!!
        —— QS 55: 70 -77
        Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah
        ——- TIRMZI, vol. 2 p 138;
        Setiap lelaki yang masuk surga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk surga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di surga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.
        Hadith: Al hadiths, Vol. 4, Page-172, No.34:
        Hozrot Ali (r.a) meriwayatkan bahwa Rasul Allah berkata, “Di surga ada satu pasar terbuka di mana tidak ada pembelian ataupun penjualan, tetapi ada lelaki dan perempuan. Jika seorang lelaki menginginkan seorang perempuan cantik, seketika itu dia bisa menyetubuhinya sesuai nafsunya.

        Renungkanlah, dan keluarlah dari pembodohan dan kebohongan !!

      4. olik Says:

        Bagaimanakah kalau tuhan nya yang bernama yesus kristus ternyata pernah kawin ????

        Ternyata memang benar Yesus pernah kawin

        Ternyata memang benar Yesus pernah berpolygami

        Ternyata temuan di atas tak terbantah kan !!!!!

      5. munafik Says:

        —— BAGAIMANA MENGENAL AJARAN IBLIS? (1)

        Dalam Injil Lukas 6:43-45 Tuhan Yesus memperingatkan umatNya, untuk mengenal yang baik dan jahat dari “BUAH-NYA”

        (43) Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
        (44) Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
        (45) Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

        —— AJARAN QURAN MENGENAI SEX DENGAN BUDAK & PELACUR

        Mari kita lihat, ayat Quran mengenai sex dengan budak dan pelacur:

        1. SEX DENGAN PELACUR – ONE NIGHT STAND:
        Qs. [4.24] dan (diharamkan juga kamu mengawini) perempuan yang bersuami, kecuali BUDAK-BUDAK yang kamu miliki (Auwloh telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu.

        Sex dengan wanita (pelacur), dengan pembayaran Mahar – One night Stand.
        (dengan istilah isteri-isteri semalam)

        Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan HARTAMU untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka MAHARNYA, sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Auwloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

        2. SEX DENGAN Budak2

        Qs. 24.33, 4.3, 4.24, 23.6, 33.50, 70.30

        Budak perempuanmu adalah milikmu (boleh seks dengan mereka, memberikan mereka pada orang lain, menjual atau meminta tebusan pada keluarga mereka). Hanya jangan paksa mereka menjual tubuh agar kau bisa hidup dari situ. Tapi jika dibawah paksaan (kelaparan) boleh dilakukan, Auwloh akan memaafkanmu.

        Jadi, jelas bahwa Quran mengajarkan PERBUDAKAN DAN PELEGALAN SEX DENGAN BUDAK, SERTA PELACUR (Istilah isteri tanpa nikah, asal bayar Mahar), dengan pembayaran Mahar.

        Dan inilah buah dari Ajaran Iblis, Perbudakan dan Zinah yang dilegalkan, DAN HUKUM INI BERLAKU SAMPAI SEKARANG.

        Naudzubillah Mindzalik !

    4. munafik Says:

      lham oramangan menulis,:
      July 25, 2012 at 10:40 pm

      Muslim kalau zina hukumannya rejama sampai mati.Kristian,tidak apa zina kalau suka sama suka.

      Jawabnya:
      Lha, kalo nabinya Zinah gimana?? Kan fakta, bukan fitnah.

      Kalo muslims, sudah dikasih LEGAL ZINAH, seperti :
      – Boleh kawin tidak terbatas, kalo sudah 4, suami bisa Talak yang lama, ganti yang baru, dapat surat nikah zinah yang legal.
      – Boleh perkosa budak (muhammad-Maria),
      – Boleh perkosa tawanan perempuan dihadapan suami.
      eeeeh, udah begitu banyak fasilitas yang awloooh berikan, masih kurang lagi, anak-anak di-embat, menantu di-embat, dubur lelaki di-embat, seperti Nurdin M Top, atau HABIB di Jakarta, yang ngembat puluhan dubur anak-anak. Itukan ajaran syaiton!! FAKTA!!!

      Kalo atas dasar suka sama suka, ITU BUKAN AJARAN KRISTEN, tuch baca di Alkitab, Jangan berzinah !!

      TAPI UMAT KRISTEN TIDAK BOLEH MELARANG HAK AZASI ORANG LAIN, HANYA MEMAKSAKAN AJARANNYA. Itu yang dinamakan SEKULERISME, YANG MENGHARGAI HAK ORANG LAIN DALAM MASYARAKAT YANG TIDAK BERAGAMA ATAU YANG BERAGAMA LAIN.
      Karena dunia ini, bukan hanya dihuni oleh satu jenis manusia saja.

      Seperti Allah menciptakan matahari untuk orang yang menyembah Dia atau tidak menyembah Dia, memberikan udara untuk orang yang menghujat Dia atau orang yang memuji Dia, tetapi PENGHAKIMAN dengan JESUS HAKIMNYA, AKAN BERLANGSUNG UNTUK MENGADILI ORANG YANG MELANGGAR PERINTAHNYA.

      Matius 5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang BENAR dan orang yang TIDAK BENAR. (Firman Tuhan dalam Alkitab, SEMPURNA, tidak perlu ada tambahan penjelasan DARI MANUSIA, dalam tanda kurung)

      Inilah SEKULERISME DALAM ALKITAB:

      Matius 22:21 Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

      Hak Tuhan saja nanti menghukumnya di pengadilan terakhir, bukan manusia yang menghakimi.

      Jangan OOT lah, dasar mulut PEMBOHONG DAN TUKANG FITNAH.
      Inalilahi wa inalilahi rajiuuuuun. Telah berpulang ke TANDAS, nalar malingsia.

      1. Pengen Tau Says:

        jangan keburuan emosi, lalu racist segala…tenang dong…masakan itu pribadinya seorang kristen menghujat saudaranya Malaysia…? saya yakin, tiada bedanya manusia dimata yesus yg anda percaya…tenang dong, kembali kepada landasan agama masing2…:)

        “TAPI UMAT KRISTEN TIDAK BOLEH MELARANG HAK AZASI ORANG LAIN, HANYA MEMAKSAKAN AJARANNYA.”

        Ajaran kristen melarang jangan berzinah itu jelas tapi sejak kapan yesus mengatakan “bisa” atas namanya hak asasi?? hak asasi itu atas sebab apa ?? apakah menurut hawa nafsu sendiri itu adalah hak asasi manusia hingga mengenepikan hukum tuhan??

        Matius 5:17-19

        “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga 2.”

        1. siapa yg meremehkan hukum taurat (hukum Tuhan) jika kita lihat dlm realiti sebenar…? (dijawab jujur ya mas, realiti sebenarnya itu siapa)

        2. benarkah kristen itu mengutamakan hak asasi manusia seperti yg anda katakan? (jika bisa, beri bukti dr injil jika bener yesus kata bisa..saya sudi kok nerima apa2 saja yg jadi bukti anda dr injil)
        ________________________________________________________

        Matius 19:9
        Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.

        Matius 5:31-32

        Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

        apa yg anda fahami tetap ayat Matius tu? maaf, saya sndiri bingung…adakah dilarang cerai? apakah bisa bercerai? yang saya fahami maksudnya seperti ini :-

        tidak bisa cerai melainkan isterinya berzinah, realitinya laki2 itu mmg nggak pernah cukup dengan 1 wanita…tidak kira apa bangsa atau agama…pasti ada penceraian atas nama perselingkuhan/skandal dll…negara yg mayoritasnya kristen juga melakukan perkara seperti ini…so, laki2 bisa sja katakan itu “hak asasi manusia”, sesuai dengan fitrahnya laki2 yg pengen punya wanita lebih daripada 1…malah nabi2 sebelum yesus pun punya byk isteri…malah Raja Salomo yg dikatakan tuhan sebagai manusia paling bijaksana juga punya byk isteri melebihi nabi2 yg lain termasuk muhammad…bedanya, muhammad itu nggak ada gundik (perempuan simpanan), Raja Salomo itu punya 300 gundik…

        dalam masa yang sama, yesus mengatakan “siapa yg kawin dengan perempuan yg diceraikan, ia berbuat zinah”…so, apakah wanita yg dicerai suaminya bkn alasan zinah itu tidak bisa dinikahi? jika begitu, “hak asasi wanita janda” itu gimana? masakan diabaikan janda yg ingin menikah? wanita juga punya keinginan utk menikah dan digauli oleh suami yg sah serta punya keluarga selepas dicerai…

        soalan saya :-

        1. siapa yg harus dituruti perintahnya, Tuhan atau hawa nafsu manusia…
        2. hukum apa yg paling utama, hukum Tuhan atau hukum hak asasi manusia?

      2. Furqon Says:

        Cetek…belajar lagi om

    5. munafik Says:

      @ Jangkrik, Bening,

      Kalo kayak beginian (ustad gaul, zinah), bagi muslims itukan biasa, wong awlohnya saja nyediakan tempat mesum di surga mereka kok, ada dipan-dipan yang berderetan,bantal-bantal dan permadani, disediakan juga bidadari yang perawan, nich ayatnya:

      QS 52: 17 – 20
      Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

      QS 55: 70 -77
      Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

      QS 56: 35 – 36
      Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,
      Nach, yang lebih hebat lagi, statementnya dari nabi awloh, :

      “Suatu kali Rasulullah pernah ditanya sahabat tentang hal ini. “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan?” Beliau menjawab, “Ya, dengan penyemburan yang keras, dengan kemaluan yang tidak lemas dan dengan syahwat yang tidak terputus, tetapi tidak keluar air mani sedikitpun, baik dari lelaki atau perempuan. Apabila selesai, perempuan kembali bersih dan kembali perawan.” (HR. Ibnu Hibban).

      Eh, tapi aku mau nanya sama kang muhammad, “Kang, kalo PENYEMBURAN YANG KERAS, TAPI TIDAK KELUAR AIR MANI SEDIKITPUN, LHA, APANYA YANG NYEMBUR YA???

      Masya awlooooh, kok ada orang yang begitu guobloook ya, mau percaya sama ajaran itu????

      Allah sejati kan Maha Suci, Maha Kudus yang anti terhadap dosa dan perzinahan!! Lha, mosok surga dijadikan panti pijet???

      Nggak mudeng aku!

      1. Alif Raditya Says:

        @munafik
        bang.., tolong yah belajar lagi tentang agama yang bener, klo belajar jangan setengah-setengah.. yah gini hasilnya..
        biar saya jelaskan yah. :

        memang betul Allah telah menyediakan bidadari-bidadari cantik di surga dan sedang duduk-duduk di dipan dan para lelaki bebas untuk memilih bidadari yang mereka sukai.., itu memang betul dan tidak salah karena Allah sendiri yang mengatakannya.

        tapi bidadari-bidadari itu adalah sebagai hadiah untuk orang-orang yang mukmin. Yang selama di dunia dia telah berhasil memerangi hawa nafsunya, tidak tergoda dengan wanita yang bukan mukhrim, mampu menjaga kemaluannya, tidak melihat aurat, dll.

        oleh karena itu, sebagai “reward” kerja keras mereka selama di dunia untuk memerangi hawa nafsu itulah Allah Subhannallahu Wata’ala memberikan mereka tempat yang sebaik-baiknya yaitu surga dan didalamnya terdapat bidadari-bidadari cantik yang semua laki-laki mukmin bisa memilihnya sesuai dengan kesukaannya.

        jadi bukan sebagai “panti pijet” yang abang bilang.., mana mungkin Allah menciptakan sebaik-baiknya tempat dengan dekorasi “panti pijet”.

        makanya orang-orang yang selama di dunia tidak tahan akan godaan wanita-wanita, selalu melihat aurat, berzina, dan tidak mampu menjaga kemaluannya.. pastilah tidak akan mendapatkan bidadari-bidadari itu.

        logikanya adalah : apakah abang mau nerima teman yang mendapatkan hasil, nilai, dan kedudukan yang bagus padahal hanya dengan modal mencontoh teman dll, sedangkan abang sendiri sudah bekerja keras untuk belajar supaya mendapatkan hasil ulangan yang memuaskan dan berhasil untuk memerangi hawa nafsu untuk tidak mencontek.. ehhh.. lha kok malah enak dia ndak ngapa-ngapain bisa dapet rangking, nilai bagus, jadi sorotan banyak orang, dll..

        nah.. itulah bang dari saya, jadi saran saya.. ayo bang belajar agama yang lebih banyak lagi jangan hanya belajar di ujungnya saja, tiba-tiba langsung memberikan tuduhan-tuduhan, fitnahan-fitnahan yang tidak jelas.

        mumpung dunia ini masih berputar lhooh bang (alias belum kiamat) ayo segera bertaubat ke jalan yang lebih benar dan mencapai kemenangan. ^_^ ^_^

    6. munafik Says:

      —–TERORISME & NUBUATAN YESUS KRISTUS

      Yohanes 16:2 Kamu akan DIKUCILKAN, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang MEMBUNUH kamu akan menyangka bahwa ia BERBUAT BAKTI bagi Allah.

      Didalam Hukum Taurat, 10 Perintah Allah, perintah ke-enam adalah, “JANGAN MEMBUNUH” (Titik). Itu berarti bahwa Jangan membunuh SIAPA SAJA, TERMASUK DIRIMU SENDIRI.

      Hari ini kita melihat di TV, berita pemboman bunuh diri yang menewaskan 45 orang, dan pembunuhan tersebut, tentunya terdorong oleh motivasi “Berbuat Bakti kepada Allah”, dan selanjutnya mengharapkan bahwa perbuatannya akan diterima oleh Allah dan dihadiahi 72 bidadari perawan di sorga.

      • BUNUHLAH orang-orang kafir itu di mana saja kamu jumpai mereka. (Q.9:5)
      • Dan BUNUHLAH kafir di mana saja kamu jumpai mereka, dan USIRLAH mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu. (Q.2:191)
      Yesus telah bernubuat mengenai “Ajaran Iblis” ini, dengan peringatan dalam Injil:

      Matius 7:15 Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

      Dan,

      Yohanes 16:2 Kamu akan DIKUCILKAN, bahkan AKAN DATANG SAATNYA, bahwa setiap orang yang MEMBUNUH kamu akan menyangka bahwa ia BERBUAT BAKTI bagi Allah.

      Terorisme dan pembunuhan dengan motivasi yang disebarkan Iblis telah datang saatnya, sesuai dengan nubuatan Yesus Kristus.

      1. munafik Says:

        — INJIL DAN AGAMA IBLIS – SUATU ILUSTRASI (VERSI-1)

        Ketika Tuhan Yesus membawa injil ke dunia, dengan ajaran-Nya

        1. Menurunkan Perjanjian Baru antara Allah dan Manusia, dimana KESELAMATAN adalah ANUGERAH ALLAH kepada setiap orang yang memiliki Iman dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat manusia. (John 3:16)

        2. Menggenapkan Hukum Taurat, MATA GANTI MATA, HUKUM PEMBALASAN dalam Taurat diganti dengan HUKUM KASIH DAN PENGAMPUNAN (Matius 5:17-48)

        Maka Iblis menjadi marah dan kebingungan.

        Salah satu dari para Iblis, Jin, Syaiton, sebagai Kepala dari Iblis yang bernama Awloh, menggelar rapat dengan agenda:

        1. Membicarakan akibat/dampak dari Injil terhadap berkurangnya pengikut-pengikut mereka, karena Anugerah Allah dalam penebusan dosa umat manusia yang percaya.

        2. Membahas alternative solusi untuk mengeliminer/menghilangkan dampak negative terhadap perkembangan expansi iblis untuk menjerat manusia.

        ——— NOTULEN RAPAT PARA IBLIS CS.

        Notulen rapat para Iblis, Jin dan Syaiton dalam rapat tersebut adalah:

        1. Rapat para Iblis cs memutuskan, jika Tuhan dapat membuat agama untuk menuntun umat-Nya ke JALAN YANG LURUS, maka Iblis cs kemudian MEMUTUSKAN untuk membuat Agama baru untuk MENIPU MANUSIA ke JALAN YANG BENGKOK agar menyembah Iblis, sehingga mereka akan mendapat pengikut yang setia.

        2. Tetapi salah satu dari Syaiton berkata, Jika Tuhan sudah melakukan cara agar manusia tidak berzinah dan tidak melakukan hukum pembalasan, perlu diatur strategy untuk menjaring manusia menjadi umat mereka.

        3. Strategy Iblis cs kemudian memutuskan:

        a. Agar dibuat Agama baru, dengan Iblis yang menyamar menjadi Tuhan dengan nama ‘awlloooooh’.

        b. Untuk menyamar sebagai Agama yang benar, maka nabi-nabi dari Ajaran Tuhan yang sejati, di-jadikan nabi juga dalam Agama mereka, agar agama mereka terlihat sahih dan berakar kuat.

        c. Agama baru ini akan mengembalikan Ajaran dari injil kepada Taurat secara murni, dengan HUKUM PEMBALASAN, MATA GANTI MATA, GIGI GANTI GIGI, AGAR UMAT MANUSIA SALING MEMBENCI DAN BUNUH MEMBUNUH.

        d. Terjadi dialog diantara para peserta rapat:
        i. Salah satu Iblis bertanya, bagaimana agar ‘Agama baru’ ini dapat merekrut umat sebanyak mungkin?
        ii. Salah satu Syaiton mengusulkan agar umat manusia kita SOGOK dengan SELANGKANGAN, berupa ME-LEGAL-KAN PERZINAHAN DENGAN MENGIZINKAN mereka untuk kawin lebih dari satu, dan bahkan tidak terbatas, dengan Hak Talak kepada suami. Usulan Syaiton ini diterima Rapat.

        iii. Kemudian diantara para Iblis juga mengusulkan agar tidak saja didunia kita sogok dengan SELANGKANGAN, tetapi juga kita iming-iming umat manusia setelah di-Akhirat, mereka juga akan KAWIN DAN DIKAWINKAN dengan 72 BIDADARI PERAWAN, dan dilengkapi dengan DIPAN-DIPAN, BANTAL, PERMADANI, apabila mereka mati syahid membunuh manusia diluar agama mereka. USUL INI DISETUJUI DENGAN SUARA BULAT OLEH PESERTA RAPAT YANG DIPIMPIN OLEH AWLOH.

        e. Untuk itu ditunjuklah seorang yang disamarkan menjadi nabi palsu dari manusia yang tukang kawin, phedophilia, pembunuh dan penjarah, yang berasal dari bangsa-bangsa penyembah berhala yang merupakan SETERU BEBUYUTAN dari bangsa Yahudi.

        Demikianlah notulen Rapat Iblis, Syaiton dan para Jin yang diketuai oleh KEPALA IBLIS yang namanya Awloh, dan notulen ditulis oleh salah satu Jin yang bernama Genderuwo, untuk melahirkan agama Iblis menyaingi agama pengikut Kristus.

        Gua Hira, 3 Rabiuawal 100 AD

        Ttd.
        Genderuwo

      2. hakkullah Says:

        to munafik
        dari pada anda mencela agama Allah, lebih baik anda baca alkitab anda sendiri..sy cantumkan ayat-ayat injil sebagai bahan bantahan terhadap tuduhan anda yang tidak jelas, silahkan anda baca ayat alkitab anda, mungkin sj anda belum membacanya: (sebelum saya mengungkapkan penjelasan sebenarnya)

        “Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba, dan keledai” (Yosua 6:21)

        “Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kau biarkan hidup apapun yang bernafas” (Ulangan 20:16)

        “Siapa yang menghujat nama Tuhan, pastilah ia dihukum mati dan dilontario dengan batu oleh seluruh jamaah itu. Baik yang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama Tuhan , haruslah dihukum mati” (Imamat 24:16)

        “Jangan kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi; aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang” (Matius 10:34)

        “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah aku harapkan, api itu telah menyala!” (Lukas 12:49)

        “Kamu menyangka, bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kataku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan” (Lukas 2:51)

        “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka Aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mataku” (Lukas 92:27)

        barangkali penulis artikel atau penulis buku telah menyembunyikan kebohongan
        ada lagi ayat injil untuk menguji mukjizat, jika diamalkan akan sangat berbahaya bagi dirinya
        Markus 16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

        kesimpulannya: sebagian orang-orang kristen tidak mau mengamalkan ajarannya, karena tidak cocok untuk diamalkakan..waallahu a’lam.terima kasih

    7. munafik Says:

      —- SURGA KRISTEN

      Iman Kristiani percaya kepada Allah Tritunggal Yang Maha Kudus, dan sebagai konsekwensinya, Surga Kristen juga adalah Kerajaan Allah Yang Maha Kudus, dimana orang-orang percaya TIDAK KAWIN dan TIDAK DIKAWINKAN, hidup seperti Malaikat di sorga.

      Firman Tuhan Yesus dalam Injil mengatakannya dibawah ini;

      Lukas 20:35 tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, TIDAK KAWIN dan TIDAK DIKAWINKAN.

      Matius: 22:29-30
      (29) Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
      (30) Karena pada waktu kebangkitan orang TIDAK KAWIN dan TIDAK DIKAWINKAN melainkan HIDUP SEPERTI MALAIKAT DI SORGA.

      ———— SURGA ISLAM\

      Sebaliknya, Allah dalam Islam menyediakan 72 bidadari perawan lengkap dengan Bantal-bantal, permadani, dan muslims akan berubah menjadi usia 30 tahun, tidak perduli berapa tahun umurnya ketika meninggal, akan KAWIN dan DIKAWINKAN di surge.

      Nich ayat-nya dalam Quran serta Hadist Sahih:

      QS 52: 17 – 20
      Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

      QS 55: 70 -77
      Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah

      QS 52: 17 – 20
      Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

      QS 55: 70 -77
      Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

      QS 56: 35 – 36
      Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,

      QS 78: 33 – 44
      dan gadis-gadis remaja berdada montok* yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

      Bagaimana hadis menjelaskan surga dan bidadarinya?

      TIRMZI, vol. 2 p 138;
      Setiap lelaki yang masuk surga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk surga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di surga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.
      Hadith: Al hadiths, Vol. 4, Page-172, No.34:
      Hozrot Ali (r.a) meriwayatkan bahwa Rasul Allah berkata, “Di surga ada satu pasar terbuka di mana tidak ada pembelian ataupun penjualan, tetapi ada lelaki dan perempuan. Jika seorang lelaki menginginkan seorang perempuan cantik, seketika itu dia bisa menyetubuhinya sesuai nafsunya.
      “Suatu kali Rasulullah pernah ditanya sahabat tentang hal ini. “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan?” Beliau menjawab, “Ya, dengan penyemburan yang keras, dengan kemaluan yang tidak lemas dan dengan syahwat yang tidak terputus, tetapi tidak keluar air mani sedikitpun, baik dari lelaki atau perempuan. Apabila selesai, perempuan kembali bersih dan kembali perawan.” (HR. Ibnu Hibban).

      PERTANYAAN ke-2 KEPADA UMAT MUSLIMS:
      1. Benarkah Awloh yang Maha Suci menyediakan Surga untuk tempat mesum bagi umatnya??
      2. Jika benar, lha bagaimana dengan isteri-isteri anda di dunia, apakah akan diceraikan di surga?
      3. Apakah anak-anak yang meninggal akan berusia 30 tahun di surga.?

      Hayo Muslims, tolong dijawab, nggak pake Taqiya, jawab saja dengan jujur !!

      Ini pertanyaan ke-2, yang sebelum-sebelumnya tidak/belum dijawab, akan dimuat ulang pada kesempatan berikutnya.


      1. ya,lelaki dan perempuan berkahwin bagi merebakkan anak

    8. munafik Says:

      To : Sugus Versi Baru, Liaaprillia, n all muslims

      ——– QURAN ADALAH KITAB DONGENG —–

      Sugus menulis kepada Liaprilia, menantangnya untuk membuktikan bahwa Alkitab bertentangan dengan Science dan Ilmu Pengetahuan, dan oleh karenanya, Alkitab bukanlah Firman Tuhan. Demikianlah tantangannya:

      “jangan kuatir, saya orang yang objective,, kita hanya meng-compare injil bardasarkan sains dan ilmu pengetahuan yang sudah diketahui kebenarannya secara publik,,, misal tentang fakta bentuk bumi, tentang fakta penciptaan dan lain2… bukankah ilmu pengetahuan yang sudah diketahui kebenarannya secara kasat mata tidak bisa diputarbalikkan kebenarannya? jadi ga usah kuatir mengenai persoalan tersebut,, bagaimana?”

      1. Coba kita bahas mengenai “Bumi”
      – Quran mengatakan bahwa bumi ibarat Hamparan Permadani, dan
      – Umat Muslims harus berdoa menghadap ke Kabah di Mekah.
      Ini berarti bahwa Quran menyatakan bahwa BUMI INI DATAR – FLAT., dengan dasar:

      1. Tidak ada Permadani yang bentuknya bulat,
      2. Jika Bumi ini bulat, maka ketika kita menghadap ke Kabah dari Indonesia maupun dari belahan bumi yang lain, maka :

      a. Kita tidak akan menghadap ke Kabah, dan secara garis lurus, akan menghadap ke-langit, atau

      b. Ketika kita menghadap ke Kabah dalam bentuk Bumi ini bulat, kita juga MEMBELAKANGI KABAH.

      Demikianlah logikanya dalam Ilmu Science dan Pengetahuan, sehingga dengan demikian disimpulkan bahwa, quran menyatakan bahwa BUMI INI DATAR.

      2. ABRAHAM, ISHAK, YAKUB, AYUB DAN NABI-NABI ISRAEL, SERTA RAJA-RAJA ISRAEL ADALAH BERAGAMA ISLAM, TERMASUK TUHAN YESUS, TUHANNYA KRISTEN.

      QS [2.132] “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.
      Coba kita kembali kepada Claim-nya Islam:

      o Islam adalah agama terakhir, setelah Taurat Yahudi dan Injil Kristen, dan muhammad adalah nabi terakhir.
      o Quran adalah kitab suci terakhir yang diturunkan awloh kepada Muhammad di gua hira tahun 610 AD (setelah kelahiran Yesus Kristus).
      o Dogma Islam yang mengakui bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah, sebagai syarat menjadi Islam baru berlaku sejak tahun 610-650 setelah Kelahiran Kristus.

      Coba kita bandingkan dengan Science & Ilmu Pengetahuan :

      o Sedangkan dalam Kronologis Sejarah, Kitab Taurat itu telah ada sejak tahun 1400 sebelum kelahiran Kristus. Kitab Yesaya sejak tahun 700 sebelum Kristus.

      o Dari catatan Manuskript kitab-kitab Taurat, Injil, dan Quran, telah dapat di-identifikasi usia dari kitab-kitab tersebut, termaasuk Quran yang usianya TIDAK LEBIH TUA DARI TAHUN 700 AD (setelah kelahiran Yesus).

      Jadi, berdasarkan SCIENCE & ILMU PENGETAHUAN, claim dari Islam bahwa:

      1. Abraham, Ishak, Yakub, Raja-Raja Israel, serta Tuhan Yesus adalah beragama Islam adalah KEBOHONGAN, dan merupakan QURAN HANYALAH KITAB DONGENG YANG DICIPTAKAN OLEH MUHAMMAD ATAU USMAN KHALIFAH KE-3,

      2. Bagaimana bisa, nabi-nabi Yahudi dan Tuhannya Kristen, di-rampok Muhammad menjadi beragama Islam (seperti menjarah harta benda dizamannya), sedangkan qurannya belum ada, nabinya sebagai syarat menjadi islam, BELUM LAHIR.

      3. Berdasarkan Science dan Ilmu Pengetahuan, TIDAK MUNGKIN SATU SUBYEK BERADA PADA DUA ZAMAN YANG BERBEDA RIBUAN TAHUN, SEPERTI TIDAK MUNGKIN ABRAHAM BERADA PADA DUA MASA, YAITU SEBELUM ISLAM LAHIR DAN SESUDAH ISLAM LAHIR.
      Oleh karena itu, berdasarkan Science dan Ilmu Pengetahuan, QURAN ADALAH KITAB DONGENG YANG BERTENTANGAN DENGAN NALAR DAN SCIENCE.

      Ada banyak lagi kejanggalan-kejanggalan dari Quran serta nabinya (sudah diuraikan kebejatan Muhammad yang tidak memenuhi syarat sebagai nabi, dalam uraian-uraian terdahulu yang tidak terbantahkan)., dan sekarang dengan Science & Ilmu Pengetahuan, kita telah membuktikan bahwa quran hanyalah kitab dongeng semata, seperti:

      1. Kesalahan quran sebagai wahyu awloh dalam Hukum dan Perhitungan Waris. (Apakah saya perlu membuat contoh perhitungan waris yang salah dalam berbagai kondisi? Lihat Q 4:11; Q 4:12; dan Q 4.176)

      2. Isra Miraj Muhammad tahun 621 AD, saat Islam masih berkutat di-Medinah, dan belum menyerang Yerusalem untuk mendirikan Masjidil Aqsa pada tahun 710 AD.

      3. Dll.

      Jadi, maukah anda, umat muslims merenungkan hal ini secara serius, bukan untuk siapa-siapa untuk keselamatan jiwa anda sendiri di akhir nanti, karena yang kita cari di dunia adalah KEBENARAN, dan bukanlah PEMBENARAN atas nilai-nilai yang kita miliki sekarang?

      CARILAH KEBENARAN, DAN BUKAN PEMBENARAN.

      Keluarlah dari Islam, dan datanglah kepada Jalan yang Lurus, Isa Almasih, menurut keyakinan anda saat sekarang, atau YESUS KRISTUS, TUHAN DAN JURUSELAMAT PRIBADI KALIAN.

      Kami tidak bermaksud sedikitpun untuk MENGHINA, hanya MENGEMUKAKAN KEBENARAN.

      1. handi sety Says:

        pernyataan kebenaran anda itu menurut setan dajjal yang terkutuk , karena anda tidak mengerti samasekali , kenapa saya mensti menjawab kalau isi otak anda adalah setan … hhhaaahhh , hubungi saya kalau anda mau lebih tahu 081280397210

      2. jawara betawi Says:

        nick name nya aja munafik, dari cara mengelupas qur’an dan injilnya saja tidak faham makna metamorfosis ( kata yang bermaksud dengan ibarat = contoh bumi di ibaratkan permadani = padahal permadani adalah makna kiyas = samaran serupa atau ibarat, kata permadani ini adalah bentang lurus dari tanah yang saking luasnya, goblok luh ! kagak sekolah lu yah ! terus makna surga yang di berikan aneka bidadari, ini adalah sebuah keindahan dari sebuah bakti sang hamba yang susah payah di bumi selama hidupnya susah payah ibadah, maka wajar jika sang Tuhan memberikan imbalan, kayak bos lu aja kalo lu kerja berprestasi mendapat hadiah duit segepok atau di traktir makan minum dan tour ke DUFAN senang senang, kenapa Tuhan memberikan gadis gadis ? karena Tuhan maha tau kesenangan hamba nya, lu aja ngentot mulu !, ngaceng kalo liat pantat kuda betina ? otak lu dimana sih ? masa di dunia mengabdi sampai mati malah di surga seperti malaikat ? Tuhan lu di salah gunain tuh sama PAULUS, KEPALA BOTAK GILA, MURID YESUS. DIALAH DALANG PEMBUNUHAN YESUS MU ITU. Sampai sampai dialah penyebar kepalsuan injil mu sekarang ini. Lu nggacor lagi gua bacok kepala lu nih ? gua uber sumber keberadaan lu ! bikin teror pendapat aja lu di website ini.

    9. munafik Says:

      To : Muslims

      Mana yang anda lebih percaya, :
      – Perkataan orang yang sehat walafiat, atau perkataan orang saat diambang ajalnya???

      …Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …(Hadist sahih Bukhari No. 1573)

      Saya percaya, anda akan lebih percaya dengan perkataan terakhir seseorang diambang ajalnya, dan mari kita analysa perkataan terakhir muhammad, yang dapat disimpulkan sebagai berikut:

      1) Muhammad yakin dirinya masuk neraka, karena dosa-dosanya. (Phedophilia, mengawini bini orang, mengawini menantu sendiri, menyetubuhi budak Yahudi sampai melahirkan anak tanpa dinikahi, membunuh dan menjarah – kata quran dan hadist lho !!)

      2) Oleh karena dosanya sangat buaanyak, Muhammad minta dikasihani dan diampuni dosanya. (Kacau nich, nabi yang termulia saja minta dikasihani dan diampuni, gimana umatnya??)

      3) Muhammad tidak mengucapkan “La ilahhailalah”, seperti yang diajarkannya sendiri, karena “awloh” hanyalah machluk ciptaannya sendiri di “Gua Hira”.

      4) Muhammad murtad, dan mencari ISA, YANG TERKEMUKA, TIDAK SAJA DI DUNIA, TETAPI JUGA DI-AKHIRAT, yang disebutkannya “Teman yang Maha Tinggi”.
      (QS.3:45 إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
      Wajihan Fi’dunya wa’lakhirah – “Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat”)

      Jadi, jika Muhammad sendiri pada saat menjelang ajalnya, murtad, tidak mengucapkan “La Ilahhailalah”, serta mencari Isa, yang terkemuka di dunia dan di akhirat, bagaimana dengan anda??????

      Tinggalkanlah islam, dan carilah Yesus, Tuhan dan Juruselamat manusia, Firman Allah yang diberikan Kuasa di bumi dan di surga.

      Note:
      Tuhan Yesus dengan penuh kepastian (tidak ada keraguan, TIDAK MINTA DIKASIHANI, dan tidak minta didoakan agar selamat), berkata:

      – Yohanes 14:6 “AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP,tidak seorangpun datang kepada BAPA kecuali melalui AKU”.

      Beberapa saat sebelum meninggal Dia berkata kepada murid-murid-NYa, dengan penuh kepastian:

      Yohanes 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

      Renungkanlah, dan ambilah tindakan untuk keselamatanmu di akhirat.

      1. Anonymous Says:

        buku menyesatkan!! Minta tlng kok pd yesus,sdangkan yesus sndiri disalib tak brdaya tanpa celana!

    10. munafik Says:

      @blami,

      ———– ICHDINA SIRATAL MUSTAQIM (Qs.1:6)

      KOMENTAR ANDA:
      hanya ada satu jalan kebenaran yaitu ISLAM
      @ Para kristener sadarlah jalanmu sesat !!!!!

      JAWABAN SAYA:

      Komentar anda SALAH BESAR, DAN TERBALIK (Ingat Batu Mengadu?)

      1) Setiap hari Muslims MASIH BERTANYA, ICHDINASIRATALMUSTAQIM,
      TUNJUKKANLAH KAMI JALAN YANG LURUS. (Qs. 1:6)
      Kemudian quran sendiri menjawabnya (BUKAN FITNAH) :

      —– Qs.16:43 ‘Jika kau ragu tentang apa yang diturunkan kepadamu, tanyakan MEREKA YANG MEMBACA KITAB YANG DATANG SEBELUMMU. (KRISTEN)

      kemudian, ayat 16:43 ini disimpulkan kembali oleh quran (BUKAN FITNAH), dalam :

      Qs. 16:90 ‘Mereka (YANG MEMBACA KITAB SEBELUMMU) telah menerima bimbingan Allah menuju jalan lurus. Ikutilah petunjuk mereka.

      2) BAHKAN NABI ISLAM SENDIRI, MUHAMMAD, yang namanya diucapkan dalam 2 kalimat Syahadat, tidak yakin apakah dia dan umatnya, SELAMAT,
      Nich, BACA AYATNYA (BUKAN FITNAH) :

      Qs. 46:9 “Maadrii maa yufalubir wa labikum.”
      “Aku TIDAK TAHU APA YANG AKAN TERJADI ATAS DIRIKU DAN DIRIMU.”

      3) YANG LEBIH PARAH LAGI, KATA KATA TERAKHIR MUHAMMAD SEBELUM DIJEMPUT MALAIKAT MAUT, dia minta DIKASIHANI, dan minta DIAMPUNI, dan dia minta dipertemukan dengan ISA, YANG DISEBUTNYA SEBAGAI TEMAN YANG MAHA TINGGI, TERKEMUKA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT (Qs.3:45).

      Ya, Muhammad mau murtad, dia teringat kepada sesembahannya dulu, sebagai Kristen Nestorian, ISA.

      KESIMPULAN:

      Quran sendiri sudah memberikan jawabannya atas Qs. 1:6, Ichdina siratal mustaqim, yaitu dalam Qs. 16:43 dan 16:90, bahwa Jalan yang Lurus telah diberikan kepada umat Kristen.

      Dalam Injil (Kitab terdahulu), JALAN YANG LURUS INI TERTULIS DALAM INJIL YOHANES 14:6, KETIKA YESUS BERKATA:

      “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG DATANG KEPADA BAPA (ALLAH), KECUALI MELALUI AKU”

      To : Muslimers, Injil tidak memerlukan petunjuk Quran untuk mengenali Jalan yang lurus yang setiap hari anda pertanyakan. Tetapi, sebagai muslims dan jika anda membaca quran, anda sudah diarahkan kepada KITAB YANG DATANG SEBELUMMU.

      Bertobatlah, sadarlah sebelum terlambat, carilah Yesus, terimalah Dia, sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi anda!

      Amen!

      1. tifa Says:

        Itulah contoh orang bodoh, menjadikan tuhan dari orang yang dapat dibunuh oh disalib lagi, dirinya aja tidak selamat, bagaimana bisa menyelamatkan orang lain. Katanya si paul, itu untuk menebus dosa manusia dari adam. Apa hubungannya pembunuhan dengan penebusan dosa. Bagaimana pembunuhan jadi penebus dosa ? pikiran paul gak waras = otaknya penyakitan ? Banyak yang ketularan,

  2. ilham othmany Says:

    “TAFSIR KITAB JESAYA”
    Pengantar kepada Perjanjian Terakhir
    Sebelum kita membahasnya, mari sejenak kita renungkan terlebih dahulu dua firman Allah yang terdapat didalam al-Qur’an akan pribadi Nabi Muhammad Saw al-Amin.

    “Orang-orang yang telah Kami beri Kitab itu (khususnya Yahudi dan Nasrani), mengenalnya (yaitu mengenal Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Tetapi ada sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2:146)
    “Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya (khususnya Yahudi dan Nasrani), yang merugikan diri sendiri itu, mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri.” (QS. Al-An’am 6:20)

    Nah, kita semua umat Islam, memiliki kewajiban untuk menyingkapkan kebenaran yang telah disembunyikan oleh orang-orang fasik dalam kalangan Yahudi dan Nasrani untuk kita beritakan kepada seluruh dunia, agar mereka tersadar dan kembali kedalam kasih Tuhan yang sebenarnya, yaitu melalui petunjuk sang Kalky Authar, Ruh Kebenaran yang dijanjikan, Rasulullah Muhammad Saw.
    Nabi Muhammad Saw al-Amin, dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi’ul awal tahun gajah atau bertepatan dengan tahun 570 Masehi. Terlahir dari Ibu bernama Siti Aminah Binti Wahab dan ayahnya Abdullah Bin Abdul Muthalib, keturunan Bani Ismail, putra Nabi besar Ibrahim as yang dijanjikan oleh Allah, dan sekaligus merupakan kakak dari Nabi Ishak, putra Nabi Ibrahim dari Siti Sarah yang menurunkan Nabi-nabi besar untuk umat Israel.

    Pada suatu malam tanggal 17 Ramadhan, bersamaan dengan 06 Agustus 610 Masehi 203 tahun 41 dari kelahirannya atau ketika usia manusia yang mulia yang digelari orang sebagai al-Amin itu mencapai 40 tahun 6 bulan 8 hari (tahun Qamariyah/Bulan) atau berusia 39 tahun 3 bulan 8 hari (tahun Syamsiah/Matahari), turunlah Malaikat Jibril kepadanya yang sedang bertahanuts didalam Gua Hira untuk menyampaikan wahyu yang telah ditetapkan oleh Tuhan, dan menyatakan Kalimah Allah bahwa pada malam itu juga beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul Allah, menjadi penerus risalah para Nabi sebelumnya.

    Dalam salah satu hadist yang menceritakan mengenai turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad Saw disebutkan, “Telah datang malaikat Jibril as kepada Muhammad sambil berkata, “Bacalah!”, dengan terkejut dan penuh ketakutan Muhammad menjawab, “Aku tiada bisa membaca.”, Ia berkata lagi, “Bacalah!”, Muhammad kembali menjawab, “Aku tiada bisa membaca”, lalu malaikat memegang tubuh Muhammad dan berseru kembali: “Bacalah !”, Muhammad menjawab : “Apa yang akan saya baca ?”, kemudian malaikat Jibril berkata:

    “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan.
    Dia telah menjadikan manusia dari segumpal darah (‘alaq)
    Bacalah ! Karena Tuhanmu Yang Maha Mulia !
    Yang mengajar dengan Qalam (ilmu pengetahuan)
    Mengajar manusia apa yang tiada ia ketahui.”
    (al-Qur’an Surah Al-Alaq 96 ayat 1-5)
    Kejadian Nabi Muhammad Saw mendapatkan wahyu ini telah ternubuat dalam Kitab Yesaya pasal 29:12 :
    Dan kitab itu diberikan kepada seorang yang tiada tahu membaca dengan mengatakan: “Bacalah ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tiada dapat membaca.” (Yesaya 29:12)
    Dalam satu riwayat yang lain, ketika Nabi Muhammad pertama kali mendapatkan wahyu dari Allah melalui perantaraan malaikat Jibril dalam pengasingannya di Gua Hira, dimana pada waktu itu beliau mengadukan hal ini pada istrinya, Khadijjah yang lantas oleh istri beliau ini mengkonfirmasikan pula kepada saudara sepupunya yang sebagai seorang penganut ajaran ‘Isa al-masih, Waroqah bin Naufal.
    Disana diriwayatkan Waroqah bin Naufal menyatakan bahwa sesungguhnya Muhammad telah menerima Namus besar sebagaimana yang pernah diterima oleh Musa, dan dia merupakan seorang Nabi Allah.

    Kata “Namus besar” (an-namus’l-akbar) oleh beberapa penulis dijaman-jaman berikutnya diberi anotasi, bahwa kata namus berartikan Jibril. Sementara salah seorang orientalis bernama Montagomey Watt memberikan catatan bahwa kata namus ini diambil dari bahasa Yunani yaitu “noms” yang berarti undang-undang atau kitab suci yang diwahyukan.

    Waroqah bin Naufal sendiri mengimani akan kenabian Muhammad meski tidak dalam waktu yang lama karena beliau wafat sebelum Muhammad memulai seruannya kepada manusia sehingga mendapatkan tantangan, pengusiran, penyiksaan hingga upaya pembunuhan. (Dikutip dari buku “Sejarah Hidup Muhammad” oleh Muhammad Husain Haekal)

    Dipasalnya yang lain, yaitu pasal 42, Jesaya menubuatkan kedatangan laki-laki suci pilihan Tuhan ini sebagai berikut:

    “Lihatlah, hamba-Ku yang Kupapah, pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada orang-orang kafir. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, ia pun akan menyatakan hukum dengan kebenaran. Ia sendiri tiada akan gagal dan tidak akan patah semangat, sampai sudah tetapkannya hukum diatas bumi; segala pulau pun akan mengharapkan pengajarannya.” (ayat 1 s.d. 3 dari Jesaya 42)
    Tafsirnya :
    Bahwa Allah menyeru Muhammad selaku seorang hamba pilihan sebagaimana juga dalam Surah al-Israa’ (17) ayat 1 Allah menyeru Nabi Muhammad Saw dengan sebutan hamba dan al-Qur’an surah .al-Baqarah (2) ayat 143 sebagai pilihan-Nya dimana Allah berkenan kepadanya dalam pengertian memutuskan untuk memilihnya selaku Rasul yang menyeru kebenaran terhadap orang-orang kafir.
    “Katakanlah: “Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara Rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memberi penjelasan”.
    (QS. al-Ahqaaf 46:9)
    “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya para Rasul.”
    (QS. Ali Imran 3:144)

    Allah telah memilih Muhammad dan membimbingnya kejalan kebenaran yang diinginkan oleh-Nya, menjauhinya dari segala bentuk peribadatan jahiliyah, sejak kecil beliau telah disebut oleh masyarakatnya sebagai al-Amin (orang yang terpercaya, orang yang jujur, orang yang benar – dalam Bible disebut juga sebagai Ruh Kebenaran).
    Allah telah mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim pada kitab Kejadian 17:18 agar Ismail sajalah yang hidup dihadapan-Nya. Dengan benih dari Ismail ini Allah akan membersihkan nama-Nya, membesarkan agama-Nya, melimpahkan karunia dan nikmat-Nya serta seluruh kerajaan-Nya sebagaimana yang termaktub dalam Matius 21:43 dan Ulangan 32:21.

    Sementara Jesus menurut anggapan orang Nasrani adalah anak Allah bahkan Allah itu sendiri, dan mereka akan gusar apabila kita katakan bahwa Jesus hanyalah seorang hamba sebagaimana hamba-hamba Allah yang lainnya.

    Adapun Allah memberikan roh-Nya kepada sang hamba pilihan pada ayat diatas adalah sama halnya seperti yang diberikan-Nya kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya sebagaimana terdapat didalam ayat ke-5 dari pasal yang sama serta yang terdapat pada Kitab Yoel 2:28 :

    “Maka kemudian daripada itu akan jadi, bahwa Aku mencurahkan roh-Ku kepada segala manusia.” (Yoel 2:28)
    Dan seruan sang hamba pilihan terhadap orang-orang kafir adalah menyeluruh tanpa dibatasi oleh tempat dan daerah, sesuai dengan misi kenabian Muhammad Saw selaku Nabi yang universal.
    Nabi Muhammad Saw tidak pernah berteriak didalam berdoa kepada Allah dan juga tidak pernah menyaringkan suaranya didalam memberikan pengajaran kepada umatnya, bahkan beliau melarang tegas perbuatan semacam itu sebab hanya akan mengganggu/mengusik orang lain yang mungkin sedang membutuhkan ketenangan atau konsentrasi terhadap sesuatu hal lainnya, dan ini bersesuaian dengan ayat ke-2.

    “Serulah Tuhanmu dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. 7:55)
    “Dan sebutlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan takut. Dan janganlah mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang.” (QS. 7:205)

    “Dan sederhanalah kamu didalam berjalan serta rendahkanlah suaramu. Seburuk-buruknya suara adalah suara keledai.” (QS. 31:19)

    Dan beberapa ayat-ayat lainnya yang memiliki arti serupa sebagaimana misalnya termaktub dalam al-Qur’an surah 49/2, 49/3 dan sebagainya.
    Dalam nubuatan ini, sama sekali Jesus bukanlah tokoh yang tepat untuk disertakan sebab dalam banyak pasal dan ayat Bible menceritakan betapa Jesus berulangkali menyaringkan suaranya, baik ketika beliau berseru kepada Allah maupun juga didalam pengajarannya kepada manusia.

    Yohanes 7:28 :
    “Maka berserulah Jesus dengan suara nyaring didalam Bait Allah ketika ia mengajar …”
    Matius 27:46
    “Kira-kira jam tiga berserulah Jesus dengan suara nyaring…”

    Matius 27:50
    “Jesus berseru pula dengan suara nyaring…”

    Serta banyak lagi ayat-ayat lainnya yang menggambarkan bahwa Jesus sudah menyaringkan suaranya dan bahkan berteriak kepada Allah dan manusia didalam berdoa dan berfatwa, bahkan beliau juga tidak melarang orang yang melakukannya bersama dia sebagaimana didapati dalam riwayat Lukas 19:37 :
    “Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringinya bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring…”

    Ayat diatas selain bertentangan dengan kitab Jesaya pasal 42 ayat 2, juga bertentangan dengan ayat al-Qur’an surah al-Hujuraat dibawah ini :
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras ….” (QS. al-Hujuraat 49:2)
    “Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa.” (QS. al-Hujuraat 49:3)

    Lalu sebagaimana nubuatan Jesaya diatas, perjuangan sang hamba pilihan didalam menyampaikan risalah Allah kepada manusia tidak akan digagalkan dan patah semangatnya sampai kebenaran Allah tertegakkan diatas bumi ini.
    Jelas merefer pada diri Nabi Muhammad Saw, beliau telah berhasil dengan sukses menyampaikan misi kenabiannya kepada manusia, menegakkan suatu ummat yang adil, beradab serta berTuhan hingga beliau wafat dengan tenangnya pada hari Senin, 12 Rabi’ul awal tahun ke-11 Hijriah.

    Nama besarnya tetap abadi sampai sekarang, bahkan musuh-musuhnya pun telah menyanjungnya, mengaguminya sebagai orang yang paling sukses dalam sejarah para Nabi.

    “Jika kita mengukur kebesaran dengan pengaruh, dia seorang raksasa sejarah. Dia berjuang meningkatkan tahap rohaniah dan moral suatu bangsa yang tenggelam dalam kebiadaban karena panas dan kegersangan gurun. Dia berhasil lebih sempurna dari pembaharu manapun; belum pernah ada orang yang begitu berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya seperti dia,” tulis Will Durant dalam the Story of Civilization terhadap diri Nabi Muhammad Saw.

    “Dia datang seperti sepercik sinar dari langit, jatuh kepadang pasir yang tandus, kemudian meledakkan butir-butir debu menjadi mesiu yang membakar angkasa sejak Delhi sampai ke Granada.” Tambah Thomas Carlyle dalam On Heroes and Hero Worship.

    Dengan sejumlah informasi yang mereka miliki, Durant dan Carlyle berusaha melukiskan kebesaran Rasulullah Saw. Mereka tidak pernah berjumpa dengan Nabi yang mulia. Mereka tidak pernah melihat wajah atau mendengar suaranya. Mereka bahkan tidak beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Saw. Mereka hanya menyaksikan lewat lembaran-lembaran sejarah yang mereka teliti.

    Muhammad Saw, sebagaimana Nabi-nabi Allah yang lain, datang bukan hanya sekedar mengajarkan shalat dan doa. Dia adalah tokoh revolusioner yang memimpin kelompok tertindas melawan kezaliman sistem yang berlaku. Dia tampil membimbing kaum Mustadh’afin untuk mengubah nasibnya dan menentang kaum Mustakbirin supaya menghentikan keserakahannya. Karena itu, dia didukung rakyat kecil dan dibenci kebanyakan penguasa.

    Pengakuan terhadap kebesaran dan kesuksesan Nabi Muhammad Saw ini bukan saja timbul Dikalangan para orientalis, bahkan secara jujur, Prof. K.S. Rama Krishna Rao, seorang Kepala jurusan Filsafat pada Akademi Kesenian Maharani, Mysore-India yang beragama Hindhu, didalam bukunya Muhammed The Prophet of Islam telah menyatakan kekagumannya. (http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/prophet/lifeofprophet.html)

    Michael H. Hart pengarang buku “Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah” yang menganut paham Nasrani Trinitas-pun mengakui kesuksesan Rasulullah Saw dan menempatkannya dalam daftar urutan pertama tokoh-tokohnya, bahkan melebihi tokoh pujaannya sendiri, Jesus.

    Jelas Michael H. Hart bukanlah seorang yang bodoh yang begitu saja menentukan pilihannya ini. Beliau memiliki gelar DR dalam empat cabang ilmu, yaitu bidang Matematika (Cornell University 1952), bidang Hukum (New York University 1958), bidang Kimia (Edelvi University 1968) dan bidang Angkasa Luar (Princeton University 1972).

    Namun apa komentarnya dalam uraian pertama bukunya tersebut ?
    “Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar seratus tokoh yang berpengaruh didunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tetapi saya berpegang kepada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad, satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa, baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.”

    “Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”(QS. al-Ahzaab 33:21)
    Sejarah juga membuktikan, Jesus memang tidak sukses didalam menyampaikan syiar Allah kepada umatnya, Bani Israil. Bahkan secara mengenaskan didalam Bible digambarkan perjuangan Jesus justru harus tergagalkan diatas kayu salib setelah sekian lama beliau dikejar-kejar dan hendak dibunuh oleh musuh-musuhnya.
    Jadi sekali lagi jelas bahwa nubuat ini tidak tertuju kepada Jesus namun lebih tepat terhadap diri Nabi Muhammad Saw.

    “Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya”. (Ayat 5)
    “Aku inilah TUHAN yang telah memanggil engkau dengan kebenaran, telah memegang tanganmu; Aku memeliharakan engkau dan mengaruniakan engkau perjanjian kepada umat itu sebagai cahaya bagi orang-orang kafir. Untuk membuka mata orang yang buta, untuk mengeluarkan orang yang terbelenggu dalam penjara dan orang yang duduk dalam gelap-pun engkau keluarkan dari kurungan.” (Ayat 6 s.d 7)

    Bahwa Allah telah memanggil Nabi Muhammad Saw dengan kebenaran, yaitu Allah telah mengirimkan wahyu kepadanya untuk menyatakan segala yang haq dan membatalkan hal yang bathil.

    “Aku inilah Allah, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau pujian-Ku kepada berhala. Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.” (Ayat 8 s.d 9)
    Bahwa Nabi Muhammad Saw menyerukan orang agar tidak menyembah kepada Tuhan-tuhan yang lain selain daripada Allah yang berdiri dengan sendiri, tidak beranak dan tidak diperanakkan dalam arti apapun serta tiada yang dapat menandingi-Nya.

    “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Hendaklah padang gurun dan segala negrinya menyaringkan suaranya, demikian pula seluruh desa yang didiami orang-orang Kedar” (ayat 10 s.d 11)
    Disini disebutkan lagi nama Kedar, yaitu nenek moyang dari Nabi Muhammad Saw yang terlahir sebagai putra kedua Nabi Ibrahim as (lihat artikel : Tafsir Kitab Kejadian). Dan sekali lagi ini tidak dapat diterapkan terhadap diri Jesus atau Nabi-nabi yang lainnya dari Bani Israil.
    Bahwa Allah melalui Nabi Muhammad Saw akan menyatukan seluruh Tanah Arabia, menyatukan seluruh keturunan Kedar, mempersatukan seluruh generasi Ibrahim as, bersama dengan seluruh umat manusia dari seantero dunia dalam rangkaian ibadah Haji dirumah Allah, Ka’bah, Mekkah al-Mukarromah sebagaimana terdapat dalam nubuat Jesaya pasal 60 ayat ke-7:

    “Segala domba Kedar dikumpulkan kepadamu, segala domba jantan Nebayot dihantar akan gunamu, sekalian itu naik keatas mezbah-Ku, dipersembahkan dengan keridhoan hati, maka rumah-Ku yang mulia itu (Ka’bah) akan Ku permuliakan pula.”
    Penafsiran Ka’bah sebagai rumah Allah yang terdapat dalam Jesaya 60:7 diatas kita sandarkan sendiri terhadap ayat Bible ke-11 dalam pasal yang sama :
    “Maka segala pintu gerbangmu pun akan terbuka selalu, baik siang malam tiada ia itu ditutup, supaya dibawa masuk kepadamu akan tentara orang-orang kafir dan segala rajanya pun diantar.”
    Ayat ke-11 ini kita tafsirkan sesuai kenyataan yang berlaku dihadapan kita, bahwa kota Mekkah al-Mukarromah dimana Ka’bah sebagai Rumah Allah senantiasa terbuka untuk orang-orang yang ingin melakukan ibadah kepada Allah, untuk orang-orang yang sadar dari segala kekafirannya, baik tua, muda, besar, kecil, rakyat hingga raja tanpa membedakan ras, suku, golongan maupun pangkat kedudukan duniawiah mereka.
    Seluruhnya bercampur menjadi satu umat dihadapan Allah, sebab Allah tidak akan menilai semuanya itu kecuali taqwa mereka kepada-Nya.

    “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.”
    (QS. al-Hujuraat 49:13)
    “Dan ketika Kami menjadikan rumah itu (yaitu Ka’bah) tempat berkumpul bagi manusia …”
    (QS. Al-Baqarah 2:125)

    “Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia…”
    (QS. Al-Ma’idah 5:97)

    “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan berkendaraan yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”
    (QS. 22:27)

    Kemudian pada awal pasal Jesaya 42:10 disebutkan “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN…” Suatu lagu baru adalah merupakan senandung doa pujian kepada Allah dalam bentuknya yang lain. Dalam hal ini “bentuk yang lain” yang dimaksudkan merefer pada kitab Jesaya pasal 28: 11 serta kitab Zefania pasal 3:9

    “Maka sebab itu Dia pun akan berfirman kepada bangsa ini dengan logat yang asing dan dengan bahasa yang lain.” (Jesaya 28:11)
    “Tetapi pada masa itu Aku akan mengaruniakan kepada semua bangsa lidah yang suci; supaya mereka itu sekalian menyebut nama Tuhan. Melayani-Nya dalam satu persamaan.” (Zefania 3:9)

    Dengan demikian, “Nyanyian baru bagi Tuhan” yang dimaksud oleh Jesaya 42:10 ini adalah doa dan pujian yang berasal dengan logat dan bahasa yang lain daripada sebelumnya yaitu diluar dari bahasa Arami maupun Ibrani yaitu bahasa Arab, pada saat umat Islam diseluruh dunia berseru kepada Tuhan, pada saat sholat, berhaji dan pada saat mereka saling mengucapkan salam sebagai satu bahasa kesatuan dan persatuan hidup dan kehidupan beragama sebagaimana isi ayat terakhir dari Zefania pasal 3:9 “… melayani-Nya dalam satu persamaan.”

    “Hendaklah semua orang yang duduk dibukit batu itu bernyanyi, biarkanlah mereka berseru-seru dari puncak bukit. Biarkanlah mereka memberikan pujian kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.” (Ayat 12 s.d. 13)
    Dari bukit Arafah dekat kota Mekkah, para Jemaah Haji dari seluruh pulau didunia ini setiap tahunnya datang berkumpul bersama dan berseru:
    Labbaykallahumma Labbayk
    Labbayka laa syariikalaka labbayk
    Innal hamda wan ni’mata laka walmulk
    La syariikalaka
    Yang artinya :
    Aku sambut panggilanmu, Ya Allah; Aku sambut panggilan-Mu;
    Aku sambut panggilan-Mu, Tiada sekutu bagi-Mu;
    Aku sambut panggilan-Mu; Sesungguhnya segala puji dan kenikmatan serta segenap kekuatan adalah milik-Mu, Tiada sekutu bagi-Mu.”

    Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya, mengalahkan semua dakwah keberhalaan manusia, memenangkan risalah para Nabi-Nya dari seluruh kejahatan, membuktikan kebesaran-Nya dihadapan para musuh-Nya.

    “Karena sesungguhnya kegelapan menudungi bumi dan dalam kelam kabut menudungi segala bangsa, sementara Tuhan telah terbit atas kamu dan kemuliaan-Nya pun bersinar kepadamu. Maka segala orang kafir pun akan datang kepada terangmu dan segala raja-raja pun kepada cahaya yang sudah terbit bagi kamu” (Jesaya 60:2-3)
    Begitulah Tafsir dari satu nubuat yang sangat jelas sekali dalam Kitab Jesaya akan kehadiran Rasulullah Muhammad Saw. Dan Sebagai akhir dari pemaparan Tafsir Kitab Jesaya ini, perkenankan pula saya mengambil persamaan akan satu ayat dalam Kitab Jesaya dengan satu ayat dari al-Qur’an :
    “Bangunlah engkau, nyatakanlah cahayamu, karena terangmu ada datang dan kemuliaan Tuhan terbitlah atas kamu.”
    (Jesaya 60:1)
    “Wahai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu, agungkanlah.”
    (QS. al-Mudattsir 74:1-3)

    “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”
    (QS. Al-Baqarah 2:147)

    1. Adeng Hudaya Says:

      Kesimpulannya:

      Muhammad adalah seorang kepala garong, pembunuh sadis yang sudah menggal 900 kepala bani Qurayza yang belum tumbuh rambut kemaluannya, ngembat Aisyah waktu masih berusia 6 tahun, memperkosa Rihanna bin Amro dan Safiyyah bin Huyay setelah membantai kedua suami dan seluruh anggota keluarga dari kedua wanita malang ini, ngembat Zaenab – isterinya Zaid, yang bahenol dan menidurin Mariyah Koptik di ranjang isterinya Hafsa, pada saat gilirannya Hafsa.

      Jadi bisa dikatakan bahwa Muhammad SAW adalah manusia sempurna dan terhebat sepanjang abad.

      Innalillahi waina ilaihi rojiun

      1. Musyadad Says:

        Karangan dari mana lagi tuh?

        Kalo gak tau pa2, gak usah koment deh…

      2. pastormuda Says:

        Orang kristen memang senjatanya memfitnah dan membawa cerita bohong teyusss.

      3. anck sunamun Says:

        umat yesus memang tidak lebih daripada seekor keledai, bahkan lebih buruk lagi.

      4. munafik Says:

        Wuah, kok sama ya, kesimpulan kita. Tapi banyak orang pandir yang tetap aja percaya kitab dongeng dan nabi palsu.

      5. Tangan maut Says:

        ya ….begitulah kira kira akhlaknya orang orang kristen…gak usah heran,lagi ciri cirinya suka menyebarkan fitnah….menghujat..jika kalah berdebat…kalau gak memfitnah…ya menghujat

    2. Amin Says:

      wah hebaat benar…hebat ngawurnya,kisah Mohammad dipaksakan dinubuatkan dalam Alkitab….tidak tahu konteknya, zamannya, latarbelakangnya,…tapi ada benarnya juga bahwa Mohammad dinubuatkan dalam Perjanjian Baru seperti yang dikatakan Yesus yaitu : Matius 7
      7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

      1. someone Says:

        He,he,he … apa sesuai konteknya, zamannya, latarbelakangnya Matius 7 berbicara tentang Muhammad SAW? Bagaimana kalau ternyata yang dibicarakannya adalah Paulus yang memasukan banyak konsep yang tidak diajarkan oleh Isa sebelumnya?

      2. Derde Kind Says:

        kur kur,,,,,,,,,,
        paulus emang keturunan ismail ya?

    3. alexvegaz Says:

      Yohanes 7:28 :
      “Maka berserulah Jesus dengan suara nyaring didalam Bait Allah ketika ia mengajar …”
      Matius 27:46
      “Kira-kira jam tiga berserulah Jesus dengan suara nyaring…”

      Matius 27:50
      “Jesus berseru pula dengan suara nyaring…”

      Serta banyak lagi ayat-ayat lainnya yang menggambarkan bahwa Jesus sudah menyaringkan suaranya dan bahkan berteriak kepada Allah dan manusia didalam berdoa dan berfatwa, bahkan beliau juga tidak melarang orang yang melakukannya bersama dia sebagaimana didapati dalam riwayat Lukas 19:37 :
      “Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringinya bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring…”

      Ayat diatas selain bertentangan dengan kitab Jesaya pasal 42 ayat 2, juga bertentangan dengan ayat al-Qur’an surah al-Hujuraat dibawah ini :
      “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras ….” (QS. al-Hujuraat 49:2)
      “Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa.” (QS. al-Hujuraat 49:3

      haloooooo, jadi menurutmu yesus itu bukan nabi??????sehingga harus merendahkan suara sehingga tidak lebih keras dari suara Muhamad?? bung ilham kamu memang hebat dalam mengupas kitab tapi semakin kamu kupas, semakin kelihatan kebodohan dan ketamakan kamu sebagai manusia biasa….coba kamu kupas agama itu berdasarkan mukjizat yang sudah pernah kamu alami…kitab mana yang benar2 asli dan langsung turun dari Tuhan dan dibuat langsung oleh Tuhan?????semua pasti ada campur tangan manusia…kitab itu manjadi pedoman dalam kita menjalani kehidupan…apa yang dikatakan oleh kitab tidak begitu saja kita telan mentah2. itulah kenapa kita manusia di anugerahi akal,budi dan pikiran…makanya sebelum mengupas kitab suci berdoalah dulu biar roh Tuhan yang bekerja dalam mengartikan kitab suci…semua yang kamu tulis di comment berdasarkan literatur2 yang jelas buatan manusia…satu pertanyaan saya, pernahkah kamu menulis comment berdasarkan mukjizat Tuhan yang benar2 kamu alami dan rasakan sendiri????setahu saya perbuatan menghujat agama, nabi dan kitab suci adalah salah satu dari perbuatan roh jahat????

      -Damailah Di Bumi-

      1. aal khan Says:

        injil punya banyak versi,, ada versi perancis,, ada versi spanyol,, versi inggris,, n dll ada versi jawa jga,, sebenarnya bahasa asli injil apa yah,,

        sedangkn Al-qur’an 1 berbahasa arab,,
        tp diartikan dlam bhasa indonesia,, bhasa inggris dan perancis,,
        kenapa,, krena untuk keaslian kitab,,
        jika 1 huruf saja tertigal dri bahasa arab tersebut maka berbedalah maknanya,,
        sanggupkah anda merubah 1+1=2 dlam ilmu matematika,,
        seandainya bisa itulah yg dinamakan fitnah ^_^

      2. siapmurtad Says:

        Hai Khan Gokil, Bahasa Asli Alkitab itu Ibrani untuk Perjanjian Lama dan Yunani untuk Perjanjian Baru, sedangkan yang u bilang versi spanyol, versi inggris,dll itu semua adalah terjemahan dari bahasa aslinya yaitu Ibrani dan Yunani. Anda akan terkaget2 jika mengetahui 1000+ Kesalahan Quran dan begitu banyaknya versi Quran Selamat membaca, kiranya dapat Rahmat bukan dari Aulloh Barbar.

      3. munafik Says:

        Eh, itu kan menurut quran, Surat apa tadi, surat-surat-an? Sebelah rumah gua, mesjid, pake pengeras suara dan Mic TOA, Wuaduh, ributnya kagak ampun, aulohnya mungkin pekak ya, musti pake mic dan amplifier buatan orang Kristen????
        Nggak ngerti dia bahasa indonesia dan bahasa Roh yang berseru dalam hati.
        Ada ada saja.

    4. eddy Says:

      Itu kan cerita dongeng, tidak berdasar, tidak ilmiah, nggak ada bukti, nggak ada saksi, ya pande pandenya si mamad, wong di gua kok. Dan kalian percaya??? Subhanalloh!!

    5. munafik Says:

      Nggak usah kampanye quran disinilah, nggak laku. Emang loe mau percaya saja sama wahyu auloh yang diberikan di Gua Hira kepada si Momed?? Tuch, coba buktikan ketidak benaran Momed, auloh dan kitab dongeng quran yang dituduhkan blog ini.

      Nggak ada harganya dibicarain, apalagi nabinya kayak gitu.

      Waktu Neil Armstrong menjejakkan kaki ke Bulan, dia cari2 bekas potongan yang katanya dibelah oleh si Momed, eh ternyata kagak ada.
      Eh terus, ada kabar di Malaysia, negara si Ilham, katanya si Neil Armstrong (Bukan Neil si EM itu), udah masuk islam, dengar bunyi adzan di Bulan?? Ada2 saja, kreativitas dari umatnya si Momed, seperti nabinya. Kreativitas bukan untuk menciptakan technology dan perkembangan dunia, tetapi gosip dan tukang kawin melulu.

      1. ilham othmany Says:

        Perbandingan Di Antara Al Quran dan Bible
        Al- Quran Ialah Kalam Allah
        Bible Ialah Tulisan Dan Olahan Manusia

        Al-Quran ialah wahyu daripada Allah yang diturunkan ke atas Nabi Muhammad s.a.w. Allah mencabar mereka yang meragui wahyu-Nya dengan firman-Nya di dalam surah Al-Baqarah 2:23

        “Dan jika kamu tetap meragui Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami, buatlah satu surah yang seumpama Al-Quran dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
        Di dalam Britannica Encyclopedia Intermediate, di dalam bab ‘Koran’ telah disebutkan: “Yang berkata-kata (di dalam Al-Quran) ialah Allah dan yang menerima wahyu itu ialah Muhammad, Rasul pilihan Allah. Umat Islam menyakini Al-Quran diturunkan oleh Allah dengan perantaraan malaikat Jibrail kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada bangsa Arab (ketika itu).” Definisi ini selari dengan apa yang dipegangi oleh orang-orang Islam selama ini bahawa Al-Quran bukan ciptaan makhluk tetapi wahyu Allah sepenuhnya. Ketika ia diturunkan kepada Rasul, Baginda telah mengarahkan sahabat-sahabat Baginda untuk menulisnya tanpa sebarang tokok-tambah dan tulisan itu kemudiannya dibukukan di zaman khalifah Uthman ibn Affan r.a. hinggalah ke hari ini.

        Dr. Gary Miller merupakan seorang paderi (minister) dan pakar matematik yang berasal dari Kanada. Pada tahun 1978 beliau berkesempatan untuk membaca Al-Quran dan beliau terkejut dengan mesejnya yang jelas lagi menakjubkan. Beliau kemudiannya memeluk Islam dan telah menulis beberapa artikel membuktikan Al-Quran sebenarnya Kalam Allah.
        Di antara aspek yang mengkagumkan beliau ialah, walaupun Al-Quran diturunkan kepada mereka yang hidup di padang pasir, isinya berbagai-bagai termasuk perincian berhubung lautan dan ombak. Beliau menceritakan kisah seorang ahli pelayaran dari Toronto yang diberikan terjemahan Al-Quran untuk dibaca. Selepas membacanya ahli pelayaran itu telah bertanya: “Adakah Muhammad seorang ahli pelayaran?” Beliau diberitahu: “Tidak!” “Jika demikian ini merupakan suatu yang pelik kerana isi Al-Quran berhubung lautan, awan dan ombak begitu terperinci dan tepat dengan apa yang sebenarnya berlaku, sepanjang pengalaman saya, sedangkan Muhammad seorang yang sentiasa berada di kawasan padang pasir!”

        Ini membuktikan Al-Quran bukan karangan manusia tetapi wahyu daripada Allah.

        Sebaliknya, Bible yang ada pada hari ini secara umumnya adalah hasil kerja manusia mengikut olahan dan kehendak manusia.

        Salah satu organisasi Kristian terkemuka, International Bible Society (IBS) yang beribu pejabat di Amerika dan mempunyai pejabat di 100 negara di dunia, ketika menjawab persoalan berhubung pengarang kitab Bible telah berkata: “Ramai orang telah menyumbang di dalam penulisan Bible. Sebenarnya Bible ialah himpunan karangan / tulisan dari lebih kurang 40 orang penyumbang, 30 bagi kitab Perjanjian Lama dan 10 bagi kitab Perjanjian baru. Sebagai contoh, bab ‘Psalms’ mempunyai ramai pengarang, yang terkenal dari kalangan mereka ialah Nabi Daud. Pengarang-pengarang lain ialah Nabi Musa, Asaph, seorang yang dikenali sebagai Ethan dan anak-anak lelaki Korah.”

        Perlu diingatkan bahawa pengarang-pengarang ini dikenali sebagai ‘authors.’ ‘Author’ mengikut ‘The Oxford Dictionary of Current English’ bermaksud: “writer of book, article etc; originator of idea, etc.” Maksudnya, mereka tidak hanya menulis, mereka juga menentukan isi, stail dan olahan serta mengedit di mana perlu.

        Kisah-kisah berhubung Nabi Isa di dalam agama Kristian dikenali sebagai ‘Gospel.’ Gospel adalah sebahagian daripada Bible. Siapakah penulis Gospel yang sebenarnya? Adakah ia berdasarkan wahyu daripada Tuhan? Net Bible Institute yang berpusat di California, Amerika menerangkan: “Kisah berhubung kehidupan dan ajaran Nabi Isa diketahui melalui keempat-empat Gospel yang ada pada hari ini. Siapakah pengarang-pengarangnya? Mereka ialah Matthew, Mark, Luke dan John. Merekalah pengarang (authors) Gospel yang sebenarnya.
        Salah seorang yang telah mengaku menulis dan mengedit Bible ialah Dr. S. Franklin Logsdon (1907-1987). Beliau merupakan seorang paderi yang dihormati dan pernah memimpin Gereja Moody Memorial Church di Chicago, Gereja Central Baptist Church di London, Gereja Immanuel Baptist di Michigan dan banyak lagi. Dr. Frank Logsdon adalah salah seorang jawatankuasa penerbitan Bible New American Standard Version (NASV). Beliau mengaku telah mengedit dan membuang banyak ayat-ayat Bibledalam usaha untuk melahirkan Bible NASV.

        Isu berhubung penulis-penulis Bible sebenarnya tidak hanya ditimbulkan oleh orang-orang Islam malah juga oleh tokoh-tokoh Kristian! Salah seorang daripada mereka ialah Paderi (Father) John Breck yang pernah menimbulkan isu ini di dalam sebuah laman web berautoriti, Christianity.com. Beliau adalah seorang Profesor di dalam bidang ‘Biblical Interpretation and Ethics’ di St. Sergius Theological Institute di Paris, Perancis .
        Al- Quran Tidak Berubah Hingga Ke Hari Ini,
        Bible Berubah Dengan Pelbagai Versi

        Allah memelihara kesucian Al-Quran dan ia tidak akan tercemar hingga ke akhir zaman. Allah berfirman di dalam surah Al-Hijr 15:9
        “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”
        Adrian Brockett di dalam ‘Approaches to the History of the Interpretation of the Quran’ pada halaman 44 telah berkata: “Al-Quran hanya mempunyai satu teks sahaja dan isinya tidak pernah diubah sejak dari zaman pemerintahan khalifah Islam dahulu. Al-Quran berkembang secara statik (kerana isinya tidak berubah).”
        Arthur J, Arberry di dalam Pendahuluan Terjemahan Al-Qurannya telah berkata: “Selain daripada tanda-tanda bacaan yang dimasukkan kemudian ke dalam Al–Quran untuk memudahkan bacaan, Al-Quran yang diterbitkan pada abad ke-20 adalah sama seperti yang diterbitkan oleh Khalifah Uthman 1300 tahun dahulu.”

        Harry Gaylord Dorman di dalam ‘Towards Understanding Islam’ pada halaman 3 telah berkata: “Kemukjizatan Al-Quran terletak pada stailnya yang begitu sempurna lagi unggul sehingga tidak ada sesiapapun yang mampu menirunya. Isi ajaran, maklumat dan pernyataannya berhubung masa depan amat tepat lagi menakjubkan dan semua ini tidak mungkin dapat dilakukan oleh Muhammad yang tidak tahu membaca dan menulis.”

        Harry Gaylord Dorman mengkagumi Al-Quran kerana ketepatan isi dan maklumat yang terdapat di dalamnya sedangkan Nabi Muhammad tidak tahu membaca dan menulis
        Profesor Laura Veccia Vaglieri di dalam ‘Apologie de Islamisme’ pada halaman 57-59 telah berkata: “(Salah satu bukti yang menunjukkan Al-Quran wahyu Tuhan) ialah kemurnian isinya yang tidak pernah berubah sejak dari awal lagi.”

        Bagi Prof. Laura Veccia Vaglieri, isi Al-Quran yang tidak pernah berubah sejak dahulu lagi merupakan bukti Al-Quran ialah wahyu Tuhan.
        Sebaliknya Bible sentiasa berubah dan semakan semula sering dilakukan ke atasnya. Terry Watkins telah mendakwa 64,576 kalimat-kalimat Bible telah dibuang dari New International Version berbanding dengan Bible yang sebelumnya!

        Terry Watkins dari Dial-The-Truth Ministries mengatakan sebanyak 64,576 kalimat telah dibuang dari Bible New International Version (NIV) berbanding dengan Bible sebelumnya. Ini bermakna, sebanyak 3% daripada kalam Tuhan telah dibuang dan digantikan dengan kalimat lain
        Majalah Time telah melapurkan tentang kekeliruan yang sedang melanda penganut-penganut Kristian berhubung dengan pelbagaian versi Bible yang sedang berada di dalam pasaran pada hari ini.
        Majalah Time terbitan 20 April, 1981 pada halaman 62 telah melapurkan: “Kekeliruan yang belum pernah dialami selama ini telah menyerang penganut-penganut Kristian pada hari ini ketika mereka cuba menentukan versi Bible yang perlu dibaca.” Terry Watkins telah mengatakan, sejak tahun 1880, 200 terjemahan Bible yang berbeza telah masuki pasaran. Bagi setiap 6 bulan, satu versi baru di dalam bahasa Inggeris akan diterbitkan!
        Setiap versi Bible tidak sama kalimat dan isinya.
        Bible Versi New King James Version (NKJV) telah membuang kalimat ‘Lord’ sebanyak 66 kali, kalimat ‘God’ 51 kali dan kalimat ‘Heaven’ 50 kali. Sebanyak 2,289 kalimat dari bahagian Perjanjian Baru telah dibuang dari Bible King James Version (KJV) untuk melahirkan Versi NKJV. Secara keseluruhannya, lebih daripada 100,000 perubahan kalimat telah dibuat di dalam NKJV. Demikian juga yang telah berlaku ke atas Bible New International Version (NIV), New American Standard Version (NASV) dan Revised Standard Version (RSV) .
        Ensiklopedia ‘New Advent Catholic Encyclopedia’ secara rasmi telah mengesahkan bahawa kontoversi berhubung isi Bible telah wujud sejak awal lagi.

        The New Advent Catholic Encyclopedia mengesahkan bahawa kontroversi berhubung isi Bible telah wujud sejak awal lagi. Di antara bab yang dipertikaikan di peringkat awal dahulu ialah ‘Epistle to the Hebrews, James, bahagian kedua St. Peter, bahagian kedua dan ketiga John, Jude and Apocalypse.’ Kontroversi ini berterusan sehingga melahirkan golongan Protestant dengan versi Bible yang berbeza dengan golongan Katolik.
        Tokoh-tokoh Kristian semakin berani mempersoalkan tentang kesucian Bible selepas versi demi versi memenuhi pasaran! Di antara mereka ialah David B. Loughran, Pengasas Stewarton Bible School, Stewarton, Scotland.

        David B. Loughran, Pengasas Stewarton Bible School, Stewarton, Scotland, berdepan dengan pelbagai versi Bible akhirnya telah bertanya: “Versi yang manakah sebenarnya Kalam Tuhan?”
        Kontroversi berhubung Bible menjadi semakin hangat bila kenyataan-kenyataan seperti yang di bawah ini dikeluarkan oleh tokoh-tokoh Kristian.

        Tokoh-tokoh Kristian dari Fundamental Evangelistic Association telah mengeluarkan satu amaran kepada penganut-penganut Kristian: “Awas, Bible Versi Moden Berbahaya!”
        Berdepan dengan semua ini yang mana satukah yang akan anda pilih, Al-Quran yang tidak pernah berubah isinya atau Bible yang pelbagai versinya?

      2. FL Says:

        Alloh PENDUSTA

      3. Mardhi Nugroho Says:

        Hai Munafik, tulisan kau itu bisa digugat tahu tidak ha??? Kalau kau bilang kampanye Al Qur’an, lalu bagaimana dengan pemurtadan yang dilakukan kaummu di Bekasi??? Mereka melakukan pemurtadan dengan cara memberikan sembako yang hanya cukup 12 jam. Kau bilang itu apa ha???
        Seharusnya kaummu yang dibilang “Kampanye”

      4. munafik Says:

        KOMENTAR BOONG DAN SAMPAH

        Sejak kapan muslims menjadi orang yang BERAKAL????????

        Lihatlah disekelilingmu, apakah yang dihasilkan oleh muslims, hanyalah teror, bomb bunuh diri, kesengsaraan mengungsi ke-negara kafir yang makmur, perzinahan legal dan melahirkan anak-anak banyak.

        Produk apakah yang dihasilkan oleh muslims si OOT??, mesin-mesin, mobil, komputer, internet, bidang kedokteran, bidang budaya dan seni?

        Pesta Olympiade London baru berakhir, dan dimanakah prestasi muslims??

        Begitu juga, dimanakan muslims ketika Perang Dunia-2, yang menghalang ambisi Jerman dan Jepang untuk menjajah dunia?? TIDAK ADA!

        Apakah arab, umat awloooooh, bangsa muhammad, sebagai orang BERAKAL????, KETIKA DALAM TAHUN 1967, 110 JUTA BANGSA ARAB DIKALAHKAN OLEH HANYA 2,7 JUTA JIWA BANGSA ISRAEL, …. DAN HANYA DALAM TEMPO 6 HARI SAJA.

        Ini semua FAKTA, yang menyatakan bahwa MUSLIMS HANYA BISA MENGUNAKAN STRATEGY, ‘MALING TERIAK MALING’.

        Islam hanyalah mengajarkan kesengsaraan didunia melalui PERZINAHAN LEGAL, SEHINGGA PRODUK YANG DIHASILKAN ISLAM HANYALAH ANAK-ANAK YANG TERLUKA HATINYA KARENA AYAH DAN IBUNYA, BERCERAI, KAWIN LAGI DAN MENELANTARKAN KELUARGA.

        Itulah sebabnya kenapa muslims bodoh dan pandir, karena ajaran mereka berorientasi kepada SELANGKANGAN, dan menghancurkan kehidupan keluarga, yang menghasilkan anak-anak bodoh dan pandir.

        INI FAKTA YANG TIDAK TERBANTAHKAN.

        DASAR TUKANG BOOOOONG DAN FITNAH!

      5. munafik Says:

        To : SUGUS VERSI BARU, LIAAPRILIA, ILHAM ORA MANGAN

        Sugus menulis kepada Liaprilia, menantangnya untuk membuktikan bahwa Alkitab bertentangan dengan Science dan Ilmu Pengetahuan, dan oleh karenanya, Alkitab bukanlah Firman Tuhan. Demikianlah tantangannya:

        “jangan kuatir, saya orang yang objective,, kita hanya meng-compare injil bardasarkan sains dan ilmu pengetahuan yang sudah diketahui kebenarannya secara publik,,, misal tentang fakta bentuk bumi, tentang fakta penciptaan dan lain2… bukankah ilmu pengetahuan yang sudah diketahui kebenarannya secara kasat mata tidak bisa diputarbalikkan kebenarannya? jadi ga usah kuatir mengenai persoalan tersebut,, bagaimana?”

        Saya bahkan mau membuktikan bahwa quran bukanlah Wahyu Allah, pencipta Alam Semesta, dan dalam hal ini mengenai pendapat QURAN bahwa BUMI ADALAH PUSAT TATA SURYA, DIMANA BUMI TETAP DAN MATAHARI SERTA BULAN BEREDAR MENGELILINGI BUMI,
        INILAH AYAT QURAN:

        LAGI QURAN NGIBUL MENGENAI BUMI, BULAN DAN MATAHARI
        Dalam ilmu science, BUMI DAN BULAN beredar pada garis edarnya MENGELILINGI MATAHARI.
        Tetapi, quran berkata lain, MATAHARI DAN BULAN beredar MENGELILINGI BUMI.

        Lha, sang penciptanya saja, aulloh, nggak tahu cara kerja ciptaannya.!!!!! DAN BUMI SEBAGAI PUSAT TATA SURYA (EGOSENTRIS)

        Quran 21:33
        Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
        Quran 39:5
        Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
        Quran 36:37-40
        Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masingmasing beredar pada garis edarnya.

        Note :
        Disebutkan dalam ayat quran diatas, “Matahari dan Bulan” masing-masing beredar didalam garis edarnya” – Pertanyaannya, LHA, DIMANA BUMI, KOK NGGAK BEREDAR?? YA, KARENA QURAN, WAHYU AWLOH, MENGANGGAP BAHWA BUMI ADALAH TETAP, SEBAGAI PUSAT DARI TATA SURYA.
        (Kok awloh pencipta alam semesta, kagak tahu ya???, Audzubilah mindzalik !!!)

        Muhammad rupanya masih menganut Iteori geosentris, dimana matahari dan bulan beredar mengelilingi bumi. Dia belum tau jika bumi dan bulanlah yang mengelilingi Matahari. Karenanya Muhammad menganggap matahari dan bulan saling berkejar2an, tidak mungkin bulan mendapatkan matahari, atau matahari bertemu bulan. Oleh karenanya Muhammad begitu takut ketika terjadi gerhana matahari.
        Sahih Bukhari 18:167
        Diceritakan oleh Abu Musa: Saat terjadi gerhana Matahari, Rasulullah terperanjat ketakutan. Ia mengira kalau kalau saat itu Hari Kiamat….

        KESIMPULAN:
        – Menurut quran, BUMI ADALAH PUSAT TATA SURYA, DIMANA MATAHARI DAN BULAN BEREDAR MENGELILINGI BUMI.
        – OLEH KARENANYA, QURAN BUKANLAH WAHYU DARI PENCIPTA ALAM SEMESTA, KARENA QURAN TIDAK MENGETAHUI CARA KERJA CIPTAAN SANG PENCIPTA.

        Seri-selanjutnya, adalah mengenai BUMI itu datar menurut quran, dan kronologis waktu.

    6. munafik Says:

      —- TAURAT – PERJANJIAN LAMA, DAN INJIL – PERJANJIAN BARU

      Serangan muslims terhadap Perjanjian Lama, adalah MEMBENARKAN Penggenapan Hukum Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru, yang Tuhan Yesus perintahkan dalam PERIKOP Matius 5:17-48 “YESUS DAN HUKUM TAURAT”, dengan perintah-Nya:

      (17) Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

      (20) Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

      (38) Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Hukum Taurat)

      (44) Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

      (45) Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

      (46) Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

      Didalam Hukum Taurat, 10 Perintah Allah (Ten Commandments) tetap berlaku dalam Iman Kristiani, tetapi HUKUM MATA GANTI MATA, di-gantikan dengan HUKUM KASIH DAN PENGAMPUNAN DALAM PERJANJIAN BARU, Itu sebabnya Yesus berkata, “Aku datang bukan untuk menggantikan Hukum Taurat, tetapi untuk MENGGENAPINYA”.

      Pertanyaannya, kenapa harus digenapi?

      HUKUM TAURAT merupakan Hukum dalam Zaman Zahiliyah, dimana umat Israel dikelilingi oleh bangsa-bangsa penyembah berhala, yang jumlahnya 50 kali dari bangsa Israel, sehingga tujuan Hukum Taurat yang diturunkan Tuhan adalah:

      1. Untuk melindungi bangsa Israel dari bangsa-bangsa arab disekelilingnya, penyembah berhala dan bangsa yang selalu mengancam existensi bangsa Israel, sehingga HUKUM MATA GANTI MATA, perlu diturunkan Tuhan.

      2. Untuk menjaga Iman bangsa Israel dari ajaran penyembahan berhala yang dipraktekkan bangsa-bangsa arab disekeliling bangsa Israel, dan ajaran zinah dari kaum arab.

      Jadi, serangan muslims terhadap Perjanjian Lama, JUSTRU MEMBENARKAN PENGGENAPAN TAURAT DENGAN HUKUM KASIH & PENGAMPUNAN DALAM INJIL, oleh Yesus 2000 tahun yang lalu, jauh sebelum Islam lahir. (Matius 5:44)

      Umat Kristiani hanya percaya kepada Perjanjian Lama (Taurat) dan Perjanjian Baru (Injil dan Kisah Rasul-rasul Yesus) yang merupakan PENGGENAPAN HUKUM TAURAT, dan TIDAK PERCAYA KEPADA KITAB LAIN SETELAHNYA, begitu juga TIDAK MENGAKUI ADANYA NABI LAIN setelah TUHAN SENDIRI TURUN KEDUNIA MEMBAWA INJIL.

      Serangan muslims yang terhadap Perjanjian Lama bagi Umat Kristiani tidaklah berpengaruh, karena Hukum Mata Ganti Mata, Gigi ganti Gigi sudah digantikan oleh Yesus dalam Hukum Kasih dan Pengampunan dalam Injil. (Matius 5;17-48)

      Agama Kristen, sebagai Pengikut Ajaran Kristus, tidak meng-claim bahwa Abraham, Ishak, Yakub dan para nabi sebelum Yesus Kristus sebagai beragama KRISTEN, karena mereka terlahir di-zaman Hukum Taurat, dan tentunya mereka beragama Yahudi. TIDAK SEPERTI ISLAM, walaupun wahyu awloh yang diturunkan oleh Jin gua hira yang bernama awlloooh kepada Muhammad tahun 610-AD, MENG-CLAIM Adam, Ibrahim, Ishak, Yakub, dan nabi-nabi lain dari Yahudi sebagai BERAGAMA ISLAM (Retroaktif), aneh bukan, padahal nabi-nabi itu adalah bangsa Yahudi sebagai Musuh bebuyutan bangsa arab. Jelas disini bahwa Quran hanyalah kitab dongeng, yang mengabaikan seluruh nalar umat manusia. Ini disebabkan, jika Islam tidak meng-claim nabi-nabi Yahudi sebagai beragama Islam, maka keberadaan Muhammad, sendiri sebagai orang arab, dan akar dari ajaran Islam, TIDAK ADA.

      Tetapi penggenapan Taurat dengan Injil MEMBUAT IBLIS MARAH, dan berupaya MENGEMBALIKAN KEPADA HUKUM TAURAT, MATA GANTI MATA, GIGI GANTI GIGI, dengan melahirkan Agama Iblis, yang dilahirkan iblis di Gua Hira, melalui seorang yang bernama Muhammad.

      Inilah ajaran Iblis yang sebenarnya dari Islam, BAIK YANG DIKUTIP DARI QURAN MAUPUN HADIST:

      (Quran Medinah) [8.12] … Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggauwloh kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

      Membunuh Kafir:
      8.55, 9.5, 95.5, 9.111 Kafir adalah makhluk paling buruk dan paling hina dan harus dibunuh dimanapun kalian temui.

      Tabari VII:97 “Pagi setelah pembunuhan Ashraf, nabi mengumumkan, ‘Bunuh Yahudi mana saja yang jatuh ke tanganmu.”

      Tabari VIII:38 “Rasul auwloh memerintahkan semua orang Yahudi dewasa dan anak-anak yang sudah mencapai puber harus dipancung.”

      Tabari VIII:141 “Sorak peperangan sahabat rasul auwloh malam itu adalah: Bunuh! Bunuh! Bunuh!”

      Ishaq 550 “Muslim menemui mereka dengan pedang. Mereka potong banyak tangan dan kepala. Hanya tangisan dan rintihan yang terdengar diiringi sorak sorai peperangan dan geraman.”

      Berikut adalah ayat auwloh yang memastikan bahwa nabi kita adalah pembunuh kafir yang berhasil dan direstui:

      [3.152] Dan sesungguhnya Auwloh telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya

      [33.26] Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.

      [8.17] Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Auwloh-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Auwloh-lah yang melempar. (Auwloh berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik.

      [8.67] Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi.

      Pembakaran
      3.181, 8.50, 17.97 : Hukuman bagi orang tidak percaya adalah dibakar api!

      Hukuman favorit auwloh adalah membakar kafir hidup-hidup.

      Bukhari V4B52N260 “Ali membakar orang-orang murtad dimuka umum”

      Ishaq 316 “Setelah Badar, Muhammad mengirim sejumlah penjarah dengan perintah menangkap orang-orang Mekah dan membakar mereka hidup-hidup.”

      Bahkan Islam membolehkan, menggauli para Tawanan wanita didepan suami mereka:
      Perampokan dan seks dengan perempuan kafir tawanan
      8.1, 9.5, 8.41, 48.20, 4.3, 4.24, 23.6, 33.50, 70.30 : “Harta jarahan halal, muslim boleh merampok kafir. Mereka juga boleh seks dengan perempuan kafir tawanan yang menjadi bagian dari harta jarahan.”

      Bukhari V5B59N512:
      Diriwayatkan oleh Anas: Nabi menyerang Khaibar tanpa pemberitahuan. Para laki-laki terbunuh, anak-anak dan istri mereka ditangkap. Safiya ada diantara tawanan. Dia pertamanya jadi milik Dahya Alkali tapi belakangan diambil alih oleh sang Nabi.

      Bukhari V3B46N717

      Nabi mendadak menyerang Bani Mustaliq tanpa peringatan sementara mereka celingukan dan ternak mereka sedang diberi minum ditempat-tempat yang ada air. Para lelaki dibunuh dan anak serta perempuan ditangkap sbg tawanan; Nabi mendapatkan tawanan perempuan Juwairiya hari itu.

      Sirat e Rasulullah oleh Ibnu Ishak, hal.464

      Rasul membagi-bagi harta, anak-anak dan istri tawanan sebagai harta jarahan. Dia ambil Rayhana d. Amr binti Khunafa bagi dirinya sendiri.

      Bukhari V5B59N447:
      Diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri: Sad berkata, “bunuh para lelaki dan ambil istri dan anak mereka sebagai tawanan, “mengenai itu nabi berkata, “Kau telah menilai sesuai dengan keinginan Auwloh,”

      JADI, JELASLAH BAHWA ISLAM TERLAHIR OLEH IBLIS YANG INGIN MENGEMBALIKAN INJIL KEPADA HUKUM MATA GANTI MATA, GIGI GANTI GIGI DALAM TAURAT.

      YA, AJARAN ISLAM MEMBUNUH SAMA DENGAN MEMULIAKAN AWLOH DENGAN TERIAKAN “ALLAHUAKBAR” !!, DAN BERZINAH DIBOLEHKAN DENGAN PERZINAHAN LEGAL, MASUK ISLAM, DAN ANDA BOLEH SAJA KAWIN BERAPA BANYAK, SESUAI CONTOH YANG DILAKUKAN OLEH NABI MEREKA, SEORANG PHEDOPHILIA, SEX MANIAC, PEMBUNUH DAN PERAMPOK SEPANJANG MASA.

      Seperti yang Yesus katakan dalam Injil :
      Matius 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

      Dari nabi dan ajarannyalah, kamu dapat mengenal islam, dan dari ajaran islam tersebut diatas, kamu dapat menyimpulkan bahwa Islam adalah agama yang diturunkan Iblis untuk kembali kepada hukum Mata Ganti Mata, Gigi ganti gigi dalam hukum Taurat.

  3. rudy Says:

    anjing looooe….

    gw bunuh loooe….

    1. Adeng Hudaya Says:

      Kalimat kesukaan Muslim adalah:

      “Anjing lu, gue bunuh lu.”

      Nggak usah elu bilang juga gue udah tahu kalau elu mau bunuh gue.

      Elu kan Muslim, yang taat ame ajaran Islam dengan kitab Setannya Al Qur’an itu?
      Wajar dong kalau elu mau bunuh gue.

      Kalau elu mau berteman ame gue justru kagak wajar Cing…..
      Menyimpang dari ajaran Islam dan Nabi bejatmu Momed SAW itu.

      Jadi tetaplah dengan ajaran sintingmu itu ya, dan bunuhlah kafir dimana pun kamu menemuinya, persis seperti yang diajarkan Qur’an…

      1. rujak Says:

        @Adeng Hudayana: Ahh..ngemeng aje loe.!! Lu kira kelakuan tentara2 Salib ketika jaman perang salib, kelakuan tentara salibis Amerika, tentara salibis Serbia membantai ummat muslim tak berdosa kaga bejat itu namanya?
        Mau Contoh Kitab ajaran palsu yg kalimatnya jelas bkn wahyu TUHAN melainkan dibuat oleh orang2 bejat??
        KITAB YEHEZKIEL PASAL 16 AYAT 7-8 SAJA.
        “(7) ENGKAU MENJADI BESAR DAN SUDAH CUKUP UMUR, BAHKAN SUDAH SAMPAI PADA MASA MUDAMU. MAKA BUAH DADAMU SUDAH MONTOK, RAMBUTMU SUDAH TUMBUH, TETAPI ENGKAU DALAM KEADAAN TELANJANG BUGIL. (8) MAKA AKU LARI DARI SITU DAN AKU MELIHAT ENGKAU, SUNGGUH, ENGKAU SUDAH SAMPAI PADA MASA CINTA BIRAHI. AKU MENGHAMPARKAN KAIN-KU KEPADAMU DAN MENUTUPI AURATMU. DENGAN SUMPAH AKU MENGADAKAN PERJANJIAN DENGAN ENGKAU, DEMIKIANLAH FIRMAN TUHAN ALLAH, DAN DENGAN ITU ENGKAU AKU PUNYA.”

      2. crusader Says:

        @rujak
        haha klo yang berhubungan k arah negatif si mas rujak cepet banget koneknya…dia baca alkitab cuma itu doang yg diresapinya…wkwkwk
        lucu..

      3. munafik Says:

        Lho, wong Jerusalem mau direbut dan diserbu Islam, kok nggak ada yang belain.??
        kalau mati terbunuh dalam perang itu mah wajar, karena kalau tidak membunuh ya dibunuh.
        Tapi, coba lihat, Teror dan Jihad sama orang sipil yang nggak lagi perang, seperti di Bali, orang lagi makan dan minum direstoran, dibom. orang yang lagi kerja di WTC di-bom, orang yang lagi naik pesawat,
        dengan penumpang anak2 dan wanita, dihijack dan pesawatnya ditubrukkan ke WTC. Inikan otak dan achlak dari Iblis. Kalo perang sungguhan, Islam ngacir, contoh saja waktu Perang dunia 1 dan 2, Islam mana berani bergabung dan perang terbuka, bisanya cuma teror, dan bunuh rakyat sipil tidak berdosa. Mungkir lagi? Ini kan fakta!!
        Perang Salib kok diributin, namanya perang, siapa yang duluan nyerang coy? Pake otak ya!!!
        Juga perang Arab Israel 1967, ada kalah menang, tapi Arab selalu kalah, karena diridhoi oleh aulohnya yang ciptaan si momed. Ya, kalau perang berarti, sama2 tentara (bukan rakyat sipil), membunuh atau dibunuh.

      4. jin Dan Jun Says:

        Betul itu kang@ade..,..seorang Muslim sejati Hrus ngikutin ajaran nabinya si mamad..bunuh orang,ngembat istri orang,boong gede,tamak…wah2 si mamad emang keterlaluan…tapi begitulah tabiatnya si mamad,kalo gak kaya gitu,gak ada pengikutnya…

    2. munafik Says:

      Lha, itu kan fakta, coba saja bantah, kok larinya ke sembako?? Cialat bener orang ini.

      Coba mikir, apakah kalian tidak menghujat Kristen?
      Dari sejak Islam berdiri, sudah menuduh Alkitab dipalsukan, karena isinya beda dengan quran yang datang belakangan.

    3. nanda Says:

      Coment dong. Jgn ngancam2 gt

  4. ube Says:

    inget…kristenisasi menghalalkan segala cara..

    1. crusader Says:

      oh ya??bgaimana aja tuh,,,ksi tau dong?

    2. nanda Says:

      Fitnah itu, nanti fitnahx pake mie,org datang sendiri ibadah KKR penyembuhan pulang dikasih mie dikira kristenisasi,

    3. Furqon Says:

      Setuju banget

  5. ube Says:

    cara kristenisasi berbeda y kawan..

    1. Tika Says:

      BEDA apanya……

      selama ini emang pernah ada blog, Web. apapun itu yang menjelekkan kaum nasrani, Yahudi…. Toh klo ALLAH tidak membuka HATI mereka (TERMASUK KAMU) kaum mu juga nggak akan terjamah hidayah….

      aku kasian sama yesus yang kamu sebut Tuhan???? apa Dia ikhlas kamu panggil Tuhan… sedangkan dia sendiri tidak pernah mengaku tuhan,

      MAKANNYA klo nggak tau nggak sah ngikut bikin coment/ pun ARTIKEL yangg nggak ada ilmu, dan manfaatnya…. buka dunk mata kalian punya akal nggak?? Knapa YESUS mau di bunuh knapa?? buat nylametin umat karena yesus sayang sama umatnya?? tuhan apa itu? tuhan kok bisa dibunuh? Tuhan sama ibunya kok yang lahir duluan ibunya? trus yang nyiptain ibunya sapa???

      1. siapmurtad Says:

        Banyak kok ayat yg mengatakan YESUS Mengakui dirinya TUHAN atau ALLAH, satu contoh saja dalam Wahyu Yesus kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos:
        Wahyu 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
        Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

        Yg lain baca di http://kesalahanquran.wordpress.com/2010/07/23/10-pertanyaan-muslim-kepada-kristen/
        baca jawaban nomor 2.

        Tika, pikiranmu tentang Tuhan dalam ALKITAB adalah bersifat kedagingan/lahiriah. Tuhan yg nuzul ke dunia jadi Tuhan dan Manusia lahir sebagai seorang Anak Manusia dari perawan Maria tanpa hubungan suami Istri, dengan kejadian ajaib oleh ROH KUDUS.

    2. crusader Says:

      @tika
      saya mau tanya kamu,,
      mana lebih baik?
      TUHAN yang rela dibunuh dan berkorban demi orang lain atau TUHAN yang mau membunuh org lain demi kepentingan sendiri??

      pilih…setelah itu renungkan
      salam

  6. YESUS USUS BIN MLETUS Says:

    NJIL BARNABAS SNDIRI KN MENGAKUI NABI MUHAMMAD SAW SBG NABI TERAKHIR. YESUS ATAU NABI ISA SNDRI JG DEMIKIAN.

    HEHH….. KAMU KN ORANG KRISTIANI YG GEMBLUNG BIN GOBLOKKKK…

    WALAH… PATUNG KO’ DISEMBAH???
    TUHAN PUNYA ANAK?? NTAR LAMA2 LONTONG OPOR LOE SEMBAH… DAN YG PARAH LAGI.. KONTOL LOE LOE SEMBAH. GOBLOKKK GOBLOKK GOBLOKKKKK…..

    1. siapmurtad Says:

      Injil Barnabas ditulis tahun 1400an, 1400 tahun setelah Yesus lahir, oleh orang Muslim Italia. Mau Percaya “INJIL” Barnabas tahun 1400an??? yg isinya jelas SALAH secara GEOGRAFI, baca posting blog tentang INJIL BARNABAS dalam blog ini.

      1. ilham othmany Says:

        Jangan bohong.Injil barnabas telah ada dan beredar di kalangan nasrani dalam tempoh yg awal kemunculan agama nasrani.Ianya termasuk sebagai salah satu injil yg dianggap apokrif.Tulisan yg terhasil dalam tahun 1400 hanyalah salinan semula.Injil Barnabas telah dikritik oleh oleh 3 dekrit berikut :

        382 m Dekrit Gereja Barat
        465 m Dekrit Paus Innocent 1
        496 Dekrit Gelasius

        Injil barnaba akhirnya menghilang dari orang ramai sehinggalah ditemui semula oleh pastor pra marino antara tahun tahun 1585-1590 diperpustakaan Paus sitjus v.
        Fakta menyebutkan pastor pra marino akhirnya memluk Islam setelah menemui injil tersebut.

    2. muak Says:

      tolol juga loe, injil barnabas yang udah dinyatakan sesat dipercaya
      wkwkwkwkwk

      para muslim yang tersesat mudah percaya sama kitab2 sesat, sama seperti kitab utama mereka yang super sesat

      1. weeranto Says:

        akan lebih bijak anda bila membpelajari islam lebih dahulu memplejari alquran terlebih dahulu agar anda tahu bagaimana agama islam itu daripada anda mengomentari sesuatu yang anda tidak ketahui sama sekali

      2. muhammad alex Says:

        betool..itu isi dari injil yang menurut saya tidak lebih dari cerita bohong belaka,semua sudah terkonsep oleh seorang kafir yang bernama paulus yang dianggap rasul itu,sedangkan yesus sendiri dilantik sebagai tuhan adalah oleh kaisar konstantin di demi untuk kepentingan politik romawi,sama dengan hari raya natal haram bagi kami umat muslim untuk meyakini hari itu hari kelahiran nabi isa,karena tgl 25 desember adalah hari kelahiran dewa matahari yg kala itu disembah oleh bangsa romawi,nabi isa juga nabi yg diyakini umat muslim tapi tidak untuk disembah

    3. munafik Says:

      Injil Barnabas kan Injilnya Islam, Injilnya umat Kristen dari dulu, cuma empat, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.u
      Loe punya otakkan otak porno kayak si mamad, anak badaniah yang dibikin pun nggak berhasil punya anak lelaki, cuma ada anak lelaki hasil perkosa budak yahudi saja itu pun kok it sebentar aja.
      Loe baca kitab dongeng quran loe sendiri, Yesus lahir tanpa bapak dunia, Firman Allah yang menjadi manusia, disebut quran loe, Kalimatullah.
      Loe nyembah batu dan rumah kabah, mosok auloh yang maha kuasa, tinggalnya di rumah kabah, jumpa si mamad di gua hira, siapa yang saksi bahwa auloh ngasih quran sama si mamad?? Ada nggak?? itukan dongeng si Momed melulu, yang ciptakan dewa pamannya namanya auloh untuk membenarkan dia buat kejahatan perampokan, perkosaan, pedofile dll.
      Lho kok mau aja percaya arab sich???
      Nggak heran, kalo umat si Momed, ngomongnya penuh comberan dan kebun binnatang.

    4. nanda Says:

      Pikiran you kotor nanti di marah mamad lo

    5. nanda Says:

      Pikiran you kotor nanti di marah awoh lo

  7. ilham othmany Says:

    Sejarah tak akan mampu mengingkari betapa indahnya akhlak dan budi pekerti Rasulullah tercinta, Sayyidina Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam hingga salah seorang istri beliau, Sayyidatina A’isyah Rodhiyallahuanha mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah “Al-Qur’an”. Tidak satu perkataan Rasulullah merupakan implementasi dari hawa nafsu beliau, melainkan adalah berasal dari wahyu ilahi. Begitu halus dan lembutnya perilaku keseharian beliau. Rasulullah SAW adalah sosok yang mandiri dengan sifat tawadhu’ yang tiada tandingnya.

    Beliau pernah menjahit sendiri pakaiannya yang koyak tanpa harus menyuruh istrinya. Dalam berkeluarga, beliau adalah sosok yang ringan tangan dan tidak segan-segan untuk membantu pekerjaan istrinya di dapur. Selain itu dikisahkan bahwa beliau tiada merasa canggung makan disamping seorang tua yang penuh kudis, kotor lagi miskin. Beliau adalah sosok yang paling sabar dimana ketika itu pernah kain beliau ditarik oleh seorang badui hingga membekas merah dilehernya, namun beliau hanya diam dan tidak marah.

    Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa ketika beliau mengimami sholat berjamaah, para sahabat mendapati seolah-olah setiap beliau berpindah rukun terasa susah sekali dan terdengar bunyi yang aneh. Seusai sholat, salah seorang sahabat, Sayyidina Umar bin Khatthab bertanya, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah baginda menanggung penderitaan yang amat berat. Sedang sakitkah engkau ya Rasulullah? “Tidak ya Umar. Alhamdulillah aku sehat dan segar.” Jawab Rasulullah. “Ya Rasulullah, mengapa setiap kali Baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi-sendi tubuh baginda saling bergesekkan? Kami yakin baginda sedang sakit”. Desak Sayyidina Umar penuh cemas.

    Akhirnya, Rasulullahpun mengangkat jubahnya. Para sahabatpun terkejut ketika mendapati perut Rasulullah SAW yang kempis tengah di lilit oleh sehelai kain yang berisi batu kerikil sebagai penahan rasa lapar. Ternyata, batu-batu kerikil itulah yang menimbulkan bunyi aneh setiap kali tubuh Rasulullah SAW bergerak. Para sahabatpun berkata, “Ya Rasulullah, adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya untuk tuan?”. Baginda Rasulullah pun menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi, apa jawabanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti.

    Teramat agung pribadi Rasulullah SAW sehingga para sahabat yang ditanya oleh seorang badui tentang akhlak beliau SAW hanya mampu menangis karena tak sanggup untuk menggambarkan betapa mulia akhlak beliau SAW. Beliau diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia dan sebagai suri tauladan yang baik sepanjang zaman.

    1. munafik Says:

      Ya, begitu juga ketika dia ngebet melihat ke-seksi-an si Zaenab, dia bilang sama si Zaid, “Id, udah deh, lu ngalah aja sama gue, auloh yang perintahkan aku kawini istrimu”. Atau juga sama Abubakar, ketika dia melihat aisyah, mainannya. Kar, relakanlah anakmu jadi istriku, nanti aku yang besarin ya, sekalian besarin perutnya.

    2. Anonymous Says:

      wuiiiih hebaaaaatnya….betapa indah akhlak dan budi pekerti nya si mamad……^_^

      karena begitu indah akhlak nya dan budi pekertinya sampai MAMAD MASUK NERAKA…….mak nyoooooosssss……wakakaka

      ada bukti kalau MAMAD ada dI SURGA sekarang….???? kalo ada tunjukkan…..!!!!!!!

      1. Alif Raditya Says:

        memangnya ada bukti juga kalau umat kristiani sudah pasti tentu masuk surga ?? siapa yang bilang ?? klo gitu ngapai loe setiap minggu ke gereja ?? dirumah ajah tidur, nongkrong, lait TV, dll klo ujung-ujungnya bakalan masuk surga… -_-

        ini lhoh yang namanya orang kafir itu.., wong orang ndak berbuat kebaikan apa-apa kok masuk surga ?? yah gini lhah cara orang kafir untuk mencari umat supaya mengikuti ajaran dari nenek moyang mereka yang juga sesat itu.. :P -_-

  8. ilham othmany Says:

    Suatu hari, Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Sesiapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira.

    Hadiah itu dimakan oleh baginda Rasulullah SAW seulas demi seulas sambil tersenyum. Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat. Tidak kira sedikit atau banyak. Namun kali ini tidak. Tidak seulas pun diberikan kepada para sahabat. Rasulullah SAW terus makan sambil tersenyum, sehingga habis kesemua limau itu. Kemudian, wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari Rasulullah SAW.

    Sahabat – sahabat agak kehairanan dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan

    “Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada antara kalian yang akan mengenyet mata atau memarahi wanita berkenaan. Saya bimbang hatinya tersinggung. Sebab itu saya habiskan kesemuanya.”

    Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya ditewaskan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.

    1. Adeng Hudaya Says:

      Jika Muhammad SAW orang baik, kenapa dia:
      1. Membunuh 900 pria Qurayzah yang belum tumbuh bulu kemaluannya kemudian menjarah harta benda mereka dan menjadikan wanita dan anak-anak mereka menjadi budak?

      2. Memperkosa Rihanna bin Amro dan Safiyah bin Huyay setelah membunuh suami-suami wanita malang ini?

      3. Menidurin Mariyah orang Koptik di ranjangnya Hafsa sehingga Hafsa naik pitam berat ame Momed SAW?

      4. Ngembat Zainab bin Jash isterinya Zaid, wanita yang sangat cantik dan bahenol itu?

      Kalau elu waras dan pake hati nurani sedikit aja, elu bakalan ngarti kalau MOMED SAW itu = nabi palsu!

      1. someone Says:

        Baca donk sejarah Muhammad dan sejarah Arab saat itu.

      2. gabriel Says:

        Orang gila ga bisa baca sejarah wkwkwkwkw

      3. FL Says:

        KARENA SETAN

      4. Alif Raditya Says:

        yah beginilah kalau orang belajar setengah-setengah dan langsung nyerocos ajah..
        belajar lagi yang bener bang… -_-
        tau dari mana juga kalau nabi Muhammad Sallahu Allaihiwassalam “memperkosa” ?? mana artikelnya ?? pasti dari karangan manusia ??

        bang..bang.. tobat bang… :P :P

    2. Furqon Says:

      Subhanallah…

  9. Adeng Hudaya Says:

    Tambahan, jika Momed itu seorang pemberi teladan sempurna,

    Mengapa ada ribuan bahkan jutaan pengikutnya yang tiap hari meledakkan diri mereka di tengah-tengah keramaian sehingga banyak orang TIDAK BERDOSA yang tewas.

    Pakai otakmu dan hati nurani mu teman.

    Apa sih salah orang-orang yang tengah makan-makan dan merayakan ulang tahun di tepi pantai di Jimbaran Bali (peristiwa bom Bali ke 2) – sehingga teroris Muslim tega-teganya meletakkan bom sehingga banyak yang tewas dengan tubuh hancur???

    Padahal mereka itu notabene bangsa sendiri.

    Kamu tidak punya kekuatan moral dan etika bahkan 0,1 persen sekali pun untuk membela agama Islam sesat dan fasismu itu!!!

    1. someone Says:

      Memangnya umatnya itu merepresentasikan Muhammad? Anda saja yang katanya umat Kristen gak merepresentasikan ajaran Isa kok

  10. ilham othmany Says:

    Udah kami jawab.Tapi seperti biasa jawapan para muslim tidak diperhatikan.

    1. someone Says:

      Muslim gak terkejut lihat mental Islamopobik seperti itu. Mereka memang seperti Yahudi yang digambarkan Allah berikut ini :

      Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): “Raa´ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.(An Nisaa :46)

      Siapa yang mau ngikut seruan islamopobik seperti mereka

      1. KRISTEN SEJATI Says:

        Saya

  11. ilham othmany Says:

    Dalam tarikh dikemukakan perilaku dan ketinggian budi pekerti Rasulullah saw.Dalam gahzwah uhud Rasulullah mendapat luka pada muka dan juga patah beberapa buah giginya. berkatalah salah seorang sahabatnya :” Cobalah tuan doakan agar mereka celaka.” Rasulullah menjawab :”Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat. Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan berdoa :” Allahummaghfir liqaumi fa innahum la ya” lamun ” Ya Allah ampunikah kaumku , karena mereka tidak mengetahui .”

    Rasulullah tidak berniat membalas dendam, tapi malah memaafkan mereka dan kemudian dengan rasa kasih sayang beliau mendoakan agar mereka diberi ampunan Allah, karena dianggapnya mereka masih belum tahu tujuan ajakan baik yang dilakukannya.

    dalam ghazwah uhud itu juga, seorang budak hitam bernama Wahsyi yang dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan bila dapat membunuh paman Nabi bernama Hamzah bin Abdul Muththalib r.a , ternyata ia berhasil membunuh hamzah dan ia dimerdekakan. kemudian ia masuk Islam dan menghadap kepada Nabi Saw.

    Wahsyi menceritakan peristiwa pembunuhan hamzah. walaupun Nabi Saw telah menguasai Wahsyi dan dapat melakukan pembalasan, namun tidak melakukannya bahkan memaafkannya. alangkah tingginya akhlak ini.

    selanjutnya kita lihat dalam Ghazwah Khaibar (Perkampungan yahudi), Zainab binti al-harits, istri Salam bin Misykam, salah seorang pemimpin yahudi berhasil memperoleh hadiah karena dapat membubuhkan racun pada panggang paha kambing yang disajikan kepara Rasulullah saw, Rasulullah saw makan bersama Bisyr bin Bara bin ma rur. Bisyr sempat menelan daging beracun itu, tetapi Nabi Saw baru sampai mengunyahnya, lalu dimuntahkannya kembali sambil berkata :” Daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun.” beberapa hari kemudian Bisyr meninggal dunia. Nabi saw memanggil Wanita yahudi yang terkutuk itu dan bertanya kepadanya :” Mengapa engkau sampai hati melakukan peracunan itu.” Wanita itu menjawab :” kiranya tiada tersembunyi hasrat kaumku untuk membunuh tuan, sekiranya tuan seorang raja tentu akan mati karena racun itu dan kami akan merasa senang. tetapi jika tuan seorang nabi, tentu tuan akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu mengandung racun. nyatanya tuan adalah seorang Nabi.”

    Saudaraku… apa yang dilakukan Nabi terhadap wanita itu, padahal beliau sudah menguasainya ? wanita itu kontan dimaafkan dan dilepaskannya. sekarang apa yang kita lakukan jika hal itu terjadi pada kita ? jangankan masalah yang menyangkut nyawa, perkara sepelepun kadang kita sangat susah untuk memaafkan………

    Peristiwa lain yang terkenal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran adalah peristiwa Du tsur, dimana seorang arab kafir namanya Du tsur mendapat Rasulullah saw sedang tidur tengah hari di bawah pohon yang rindang. Lalu Du tsur mengambil pedang Nabi saw serta menghunusnya sambil mengancamkannya kepada beliau, dengan ucapan :” Siapa yang dapat membelamu daripadaku sekarang ini ?” dengan tegas Nabi menjawab :” Allah”. orang itu pun gemetar , sehingga pedang yang ada ditangannya terjatuh. segera dipungut oleh Nabi dan mengancamkannya kembali kepada Du tsur :” siapa yang akan membelamu daripadaku ini ?” Du tsur menjawab :” tidak seorangpun.”

    Saudaraku…. apa yang dilakukan oleh Nabi saw ? ternyata otang itu dimaafkannya.

    Du tsur pulang kedesanya dan menceritakan peristiwa tersebut kepada kaumnya bahwa ia semestinya sudah mati, tetapi ternyata Muhammad adalah orang yang berbudi luhur. Du tsur mengajak kaumnya masuk islam. itulah hasil budi pekerti yang tinggi , suka memaafkan ketika berkuasa.

    saudaraku…. rasanya tak ada satu kaum yang lebih memusuhi Nabi Saw, daripada kaum Quraisy kuffar makkah yang terkenal itu. mereka memusuhi Nabi dan Kaum Muslimin sejadi jadinya. mereka pernah memukul, melecut, membakar dengan besi panas, menjemur dibawah terik matahari, menindih dengan batu besar, melempar dengan kotorran kotoran binatang. malah pernah meletakkan kepada unta pada kuduk Nabi ketika Nabi sedang sujud dan berbagai rencana untuk membunuh Rasulullah saw.

    setelah Rasulullah saw dan Kaum Muslimin berhasil membebaskan kota mekkah (Fathu makkah) dan setelah kaum kuffar dapat dikuasai sepenuhnya oleh Nabi, mereka dikumpulkan dihadapan beliau. bukan untuk menerima balas dendam akan tetapi untuk menerima pengampunan. subhanallah….

    aqulu kama qola akhi yusuf : la tasyriba alaykumulyauma yaghfirullahu wahuwa arhamurrahimin :” Aku berkata seperti yang dikatakan oleh saudaraku yusuf :” Mulai hari ini tidak ada cerca dan nista atas perbuatan yang telah kalian lakukan. Allah mengampuni kalian dan Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

    setelah mendengar ucapan beliau , mereka bubar dengan perasaan lega hati. hasil dari akhlak Rasulullah yang tinggi ini berduyun duyunlah mereka memeluk Agama Islam yang tadinya mati matian memusuhinya.

    ” Balasan perbuatan jahat adalah kejahatan yang seimbang dengannya. barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai , pahalanya ada ditangan Allah” (Q.S 42;40)

    ” Memaafkan itu lebih mendekatkan kepada taqwa. ” (QS. 2 ; 237)

    ” Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian ? ” (QS. 24 ; 22)

    ” maafkanlah mereka dan mintakanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (keduniaan). ” (QS 3 ; 159)

    ” Ambillah jalan maaf, dan ajaklah dengan cara yang lemah lembut dan berpalinglah dari orang orang yang jahil.” (QS. 7 ; 199)

    “….. dan orang – orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan yang suka memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang – orang yang berbuat baik.” (QD 3 ; 134)

    didalam hadist Nabi saw terdapat juga penjelasan tentang sifat memaafkan ini. antara lain saya kutipkan artinya sebagai berikut :

    ” Barangsiapa yang dapat menahan luapan kemarahan, sedang ia berkuasa dan sanggup melampiaskan niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat dihadapan khalayak ramai untuk memilih bidadari yang dikehendaki.” (subhanallah…. siapa yang tidak menginginkan hal ini berlaku pada dirinya….. memilih bidadari yang dikehendakinya. Allahu Akbar !!!)

    ” seorang muslim apabila disaat bergaul dengan orang banyak dan dapat bersabar (Suka memaafkan) atas gangguan mereka lebih baik dari muslim yang tidak suka bergaul dan tidak sabar atas ngangguan mereka.”

    ” Allah pasti meningkatkan kemuliaan seseorang karena sifat pemaafnya.”

    1. omdo Says:

      Tidak ada secuil pun sejarah – baik hadist, shirah, atau catatan sejarah – yangHadist Shahih Bukhari thumbnail mengatakan bahwa Aisyah, sang ummul mukminin, pernah memiliki anak. Anda tahu sebabnya? Hal itu disebabkan rahim Aisyah telah dirusak oleh Nabi SAW. Bagaimana mungkin? Hal itu disebabkan Aisyah terlalu muda dipaksa kawin, bahkan sebelum menstruasi. Terlalu banyak hadis yang menyatakan bahwa Aisyah dinikahi pada usia 6 tahun dan digauli usia 9 tahun oleh Rasulullah SAW (Hadis Shahih Bukhari no.4738, no.4761, no.4691, dan Hadis Shahih Muslim no.2547, no.2548, no.2549, no.2550, serta Hadis Sunan Ibnu Majah no.1866) Ketika usianya masih 6 tahun dikatakan bahwa Aisyah baru dinikahi, tetapi belum digauli/disenggama oleh Rasulullah SAW. Kala usianya 6 tahun, lubang vagina Aisyah masihlah terlalu kecil, sehingga ketika penis Rasulullah masih belum tegang pun masih belum bisa masuk ke dalam lubang vagina Aisyah. Ukuran lubang vagina anak kecil mulai membesar ketika usianya 9 tahun. Itu pun ukurannya masih kecil sehingga ketika penis Rasulullah ingin dimasukkan ke dalam vagina Aisyah, maka penis Rasulullah haruslah dalam keadaan agak terkulai dulu baru kemudian membesar di dalam vagina Aisyah. Anda dapat bayangkan berapalah ukuran lubang vagina seorang anak 9 tahun? Dalamnya saja tidak lebih panjang dari ukuran penis Rasulullah ketika dalam keadaan tegang. Dapat kita bayangkan, kerusakan indung telur dari sang ummul mukminin telah hancur akibat seringnya indung telur tersebut yang belum terbentuk tersebut tertekan ayunan tekanan penis Rasulullah yang memiliki keperkasaan setara 30 laki-laki (Hadis Shahih Bukhari no.260).

  12. Adeng Hudaya Says:

    Muhammad seorang pemaaf????

    Ha…ha…ha…..

    Pemaaf koq menyembelih leher 900 bani Qurayzah?

    Pemaaf koq memperkosa Rihanna dan Safiyah, serta membunuh Kinana dan semua anggota keluarga wanita-wanita malang itu?

    Muhammad akhlaknya mulia?????

    Koq BERZINAH dengan menidurin Mariyah Koptik di ranjang isterinya Hafsa?

    Muhammad SAW itu lebih tepat disebut Nabi CABUL!!!!!

    1. someone Says:

      Sekedar tahu saja, keputusan membunuh lelaki suku Quraizah itu adalah keputusan yang diambil Sa’ad berdasarkan hukum konvensional Arab saat itu atas dasar pertimbangan kesalahan yang tidak termaafkan (lihat Karen Armstrong). Tidak ada yang terkejut dengan hukuman terhadap penghianat seperti itu pada masa itu. Bahkan setiap orang di Arab saat itu sudah tahu hukuman seperti itu pasti berlaku bagi penghianat. Adapun hukuman yang diambil oleh Rasulullah adalah terhadap dua suku yahudi sebelumnya, yakni Nadhir dan Kainuqa. Beliau tidak menghukum mati para penghianat negara tersebut, tetapi mengusirnya.

      1. Tika Says:

        Kasian ya Yesus itu???
        nggak pernah ngaku TUhan tapi kok disembah?!?!?!??!?!?!

        GOBLOOOOKKK!!!!

        LIAT bgaimana HAri akhir memakan kalian?? HAbis

        Klo nabi nggak pemaaf knapa Muhammad masi nunggu umatnya untuk masuk surga padahal umatnya juga banyak yang melalukan dosa..

        brarti yesus itu nggak adil ya? kata kalian yesus itu juru selamat yang akan memasukkan kalian ke surga bgaimana dengan orang munafik, memerkosa, perampok yang beragama nasrani?? tetep masuk surga? brarti nggak usah jadi pendeta, pastur, biarawati aja dunk jahat-baik tetep dapet surgakan???

      2. siapmurtad Says:

        Banyak kok ayat yg mengatakan YESUS Mengakui dirinya TUHAN atau ALLAH, satu contoh saja dalam Wahyu Yesus kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos:
        Wahyu 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
        Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

        Yg lain baca di http://kesalahanquran.wordpress.com/2010/07/23/10-pertanyaan-muslim-kepada-kristen/
        baca jawaban nomor 2.

        Dosa harus diHUKUM, dan Hukumannya telah ditimpakan kepada Tuhan Yesus. Barangsiapa percaya dan meneriman Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat penebus dosa, akan diSELAMATKAN. Orang yg sudah diselamatkan, bisa jatuh dalam dosa, namun akan bertobat dan memohon ampun. Pertumbuhan Iman dan Penyangkalan Diri terhadap DOSA dan KEHENDAK DAGING akan terus-menerus terjadi sampai MATI.

      3. someone Says:

        @siap murtad, bukankah jelas dalam ayat wahyu tersebut pernyataan Tuhan bahwa Isa menjadi anak-Nya. Dengan demikian difahami bahwa melalui lisan Isa Tuhan berfirman bahwa dirinya adalah Alfa Omega, dan Dia hendak menjadikan Isa yang sedang berkata sebagai “anak”-Nya.

        Coba bandingkan dengan firman Allah yang terucap melalui lisan Muhammad SAW berikut ini :

        Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Thaahaa :14)

        Muslim tidak memahaminya Muhammad yang melafalkan firman-Nya tersebut sebagai Allah sendiri. terlebih sebelumnya terdapat kalimat yang memperjelas Allahlah yang sedang berkata dan bukan Muhammad SAW:

        Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).(Thaahaa :13)

        Apa tidak jelas juga dalam ayat wahyu tersebut bahwa Allah membedakan diri-Nya dengan Isa. Seandainya Isa mengakui dirinya sebagai Tuhan, firmannya akan berbunyi seperti ini:

        Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan aku akan menjelma menjadi anak bagi diri-Ku.

  13. Adeng Hudaya Says:

    Sama kan dengan yang dilakukan oleh para pengikutnya on daily basis!!!

    Kemarin 1 teroris Islam ditangkap di Sragen dan 1 lagi ditangkap di Indramayu oleh DENSUS 88.

    Terimakasih banyak untuk kerja keras Densus 88. Anda semua layak dianugerahi penghargaan terbesar oleh Negara RI atas jasa-jasa anda menangkapin teroris Islam.

    Tetapi sedihnya, masalah terorisme tidak akan pernah bisa berakhir selama Al Qur’an dan Hadis Nabi yang belum dimurnikan dari ayat-ayat terornya (baca: ayat-ayat Setan laknatullah) masih belum dilarang oleh Mahkamah Agung.
    Inilah yang membuat Islam menjadi sebuah IDEOLOGI FASIS!!!

    Wallahuallam

    1. someone Says:

      Ha2x, ujung-ujungnya anda berterima kasih juga kepada umat Islam yang memimpin negara ini dan memegang kebijakan Densus 88.

      Islam idiologi fasis? dicocok-cocokan gak cocok, maksain banget, he3x. Idiologi fasis kok ditiru masyarakat dunia, seperti bank syariah, sukuk, dan lain sebagainya.

    2. someone Says:

      Lupa, al-Qur’an dan Hadits gak dilarang MA adalah karena MA lebih cerdas dari anda, mereka lebih dapat melihat secara logis dan terbebas dari pandangan picik anda terhadap Islam. Gak percaya? Coba deh anda dengan temen2 anda datang ke MA, menggugat Islam, al-Qur’an dan al-Hadits. Ditantang loh … berani gak? Jangan kalah sama Aliansi Kemerdekaan Beragama dan Berkeyakinan yang pernah menggugat pasal penistaan agama.

  14. ilham othmany Says:

    Selama Nabi Muhammad (saw) menyebarkan ajaran agama Islam, beliau mengalami berbagai macam kesulitan. Para pendusta dan musyrikin dari kaumnya sendiri menghina Nabi Muhammad (saw) bahkan menyebutnya sebagai penyihir atau orang gila. Sedangkan kaum yang lain ingin membunuh beliau bahkan bersekongkol membuat rencana pembunuhan. Meskipun demikian Nabi Muhammad (saw) tetap tidak berhenti berupaya mengajarkan Al-Qur’an kepada semua masyarakat dari berbagai macam latar belakang dan budaya, beliau telah mengajarkan moralitas dan perilaku yang benar.

    Sebagaimana Allah (SWT) nyatakan dalam Al Qur’an, beberapa orang tidak memiliki sikap dan perilaku yang baik, dan orang-orang seperti itu suka menyerang maupun menghina orang lain yang memiliki moral lebih baik. Nabi Muhammad (saw) menunjukkan sifat kesabaran dalam kondisi tersebut, memohon kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya dalam segala keadaan dan mendorong orang-orang yang beriman untuk sabar dan patuh terhadap perintah-Nya.
    Sebagaimana tercantum dalam banyak ayat di Al-Qur’an, Allah (SWT) memerintahkan Nabi Muhammad (saw) untuk banyak bersabar dalam menanggapi perkataan dari orang – orang kafir :

    Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam (Surah Qaaf: 39)

    Janganlah kamu bersedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Surah Yunus: 65)

    Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. (Surat al-Hijr: 97)

    Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.(Surah Hud:12).

    Orang – orang beriman harus meneladani hal – hal yang telah dicontohkan Rasullullah (saw) yaitu bersabar ketika menghadapi kesulitan. Mereka yang putus asa pada masalah yang kecil, tidak bisa menahan tanggung jawab yang kecil, mereka yang berhenti berdakwah atau mereka yang kehilangan harapan ketika salah dalam berbisnis, mereka harus sadar bahwa perilaku – perilaku tersebut bertentangan dengan kitab suci Al-Qur’an dan ucapan maupun perbuatan Nabi Muhammad (saw). Orang -orang beriman harus selalu bersabar dan cukuplah Allah (SWT) sebagai penolong dan senantiasa bersyukur kepada-Nya, sebagaimana nilai moralitas unggul yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad (SAW), yaitu memohon ampunan, dan berharap kasih sayang serta surga-Nya.

    Ada banyak manusia dengan karakter-karakter berbeda di sekeliling Nabi Muhammad (saw). Sepanjang hidupnya, bagaimanapun juga, dia selalu menunjukkan perhatian yang besar kepada setiap orang, memperingati mereka atas kesalahan yang dilakukan, dan mencoba untuk mendidik mereka dalam segala hal, dari masalah kebersihan hingga tentang keimanan. Sikap penuh kasih, toleran, pengertian dan sabar merupakan karakter beliau sehingga banyak orang menaruh hati kepada Islam dan mencintai Nabi Muhammad (saw) dengan tulus. Allah (SWT) menggambarkan sikap menyenangkan Nabi Muhammad (saw) kepada orang sekelilingya tersebut dalam Al-Qur’an :

    Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka (Surah Al ‘Imran: 159).

    Dalam ayat yang lain, Allah berkata kepada Nabi Muhammad (SAW) bagaimana beliau seharusnya bersikap terhadap orang di sekitarnya :

    Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku.(Surah Qaf: 45).

    Nabi Muhammad (saw) tidak pernah memberikan tekanan maupun paksaan kepada orang -orang di sekelilingnya untuk menerima agama Islam.Sebaliknya beliau menggunakan cara – cara yang sopan dan baik kepada mereka dalam menjelaskan Islam.

    Beliau selalu membina masyarakatnya dengan usahanya sekuat tenaga, dan setiap waktu dihabiskan hanya untuk mereka. Sifat Nabi Muhammad (saw) tersebut dijelaskan di beberapa ayat sebagai ” sahabat anda “.(Surah Saba': 46: Surah an-Najm: 2, Surah at-Takwir: 22)

    Orang – orang beriman yang merasakan ketulusan cinta Nabi Muhammad (saw) menggangap beliau jauh lebih dekat daripada kedekatan mereka dengan saudaranya yang lain, dan benar-benar merendahkan hatinya kepada beliau. Dalam satu ayat, Allah menyatakan :

    Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. (Surat al-Ahzab: 6).

    Imam Ghazali, ulama besar Islam menyimpulkan perlakuan Nabi Muhammad (saw) kepada orang -orang di sekitarnya dalam sebagian informasi ditemukan dalam hadis :

    “… Semua orang menganggap bahwa Nabi Muhammad (SAW) dihormati lebih dari siapapun. Siapa pun yang datang kepadanya bisa melihat wajahnya
    …Beliau memanggil para sahabatnya dengan nama panggilan yang sopan dan beliau biasa memberikan nama panggilan jika sahabat tersebut belum mempunyai nama panggilan.
    …Beliau sangat perhatian dan baik bila bertemu dengan orang lain.
    …Tidak seorang pun dapat berbicara keras kepada beliau.. “[1]

    Cinta Nabi Muhammad (saw) kepada sesama manusia, kehalusan budi pekerti dan kasih sayangnyalah yang akhirnya merubah orang-orang di sekelilingnya mau menerima agama Islam dan menenggelamkan hati mereka dalam keimanan, itulah contoh moralitas unggul yang seharusnya dipunyai oleh semua muslim.

    ——————————————————————————–

    (Untuk membaca lebih lanjut tentang sifat-sifat Nabi (saw), lihat “Nabi Muhammad (SAW)” oleh Harun Yahya)
    [1] Imam Ghazzali’s Ihya Ulum-Id-Din, The Book of Religious Learnings, Islamic Book Service, New Delhi, 2001, Volume II, p.240

    1. ilham othmany Says:

      Kesabaran Nabi Muhammad Saw
      “Cih!” tiba-tiba kepala Nabi Muhammad Saw. diludahi orang kafir.
      Nabi Muhammad Saw. kaget bukan main. Beliau mengusap kepala.
      Hari berikutnya Nabi diludahi lagi.
      “Alhamdulillah,” ucap beliau sambil mengusap kepala.
      Hari berikutnya diludahi lagi. Beliau tetap sabar.

      Akan tetapi pada hari berikutnya, tidak ada yang meludahi.
      Nabi menemui seseorang dan menanyakan orang yang biasa meludahinya. O, dia sedang sakit,” jawab orang itu.
      “Innalillahi, sakit?” Kalau begitu nanti aku akan kesana,” kata Nabi.
      Setelah shalat, Nabi menengok orang yang telah meludahinya.
      Orang itu sangat terkejut. Jangan-jangan Nabi akan menyakitinya.
      “Mudah-mudahan cepat sembuh,” kata Nabi sangat tidak diduga-duga.
      Orang itu minta maaf, lalu mengucapkan kalimat syahadat karena kesabaran Nabi Muhammad Saw.

      1. Alif Raditya Says:

        iya betul itu..

        lha kok sekarang sifat-sifat nabi MUHAMMAD malah di melenceng-melencengkan… -_-
        orang yang melencengkan nabi MUHAMMAD itu tidak senang dengan nabi Muhammad, makanya ada ajah yang di salah-salahin…

        “jangan mencari-cari kesalahan orang lain…”
        udah ada kata-kata itu kok masih nyari lagi kesalahan orang.. -_-

  15. Adeng Hudaya Says:

    Momed SAW sabar?
    Momed SAW berakhlak mulia?

    Koq banyak sekali bunuh orang sih?
    Koq memperkosa wanita tak berdaya sih?
    Koq mengambil isteri orang lain sih?

    Pengikutnya koq saban hari melakukan bom bunuh diri sih?

    Gue bukan orang Ahmadiyah, tapi kasihan banget tuh ngeliatin orang Ahmadiyah pada jadi pengungsi di negara sendiri – setelah orang-orang Muslim pengikut SAW membakari rumah-rumah dan mesjid-mesjid mereka.

    Kenapa MA nggak berani melarang Qur’an dan Hadis Nabi?
    Soalnya pada takut nyawanya melayang mas.

    Lha Arswendo Atmowiloto cuma bikin survey siapa orang paling dikagumi oleh pembaca tabloid monitor aja bisa kena 6 tahun penjara?
    Soalnya ternyata lebih banyak pembacanya mengidolakan Arswendo (rangking ke 10), daripada Momed SAW (rangking 11)

    Lalu bagaimana sekarang?
    Jutaan orang kalau dengar nama Momed SAW PADA MAU MUNTAH CING!!!

    Soalnya yang kebayang adalah seorang Nabi Cabul gemar perkosa orang dan ambil isteri orang.
    Belum lagi kegemarannya menjarah harta para kafirun.

    Ha…ha…ha….
    Bela aja terus nabi tengikmu itu.

    Ha…ha…ha….
    Ikutin aja terus si Nabi sesat itu.

    Gue hakul yakun elu bakalan pada masuk neraka!!!
    Jangan nyesal ya Mas.
    Gue udeh peringatin ente-ente.

    1. someone Says:

      Perkataan anda Gue hakul yakun elu bakalan pada masuk neraka!!!

      Kami Muslim diajarkan agamanya untuk menghormati keyakinan anda yang berbeda. Dalam keyakinan agama kami, mereka yang mencerca Muhammad akan dan tidak bertaubat hingga maut menjemputnya, akan mendapat siksa kubur dan adzab Neraka. Dalam posisi ini muslim menyatakan dengan berdasarkan agama mereka bahwa kondisi anda “dapat menyebabkan” masuk Neraka, dan anda dengan berdasar pemahaman anda menyangka muslim “pasti” masuk neraka.

      Kenapa tidak dikatakan saja “anda pasti masuk neraka” dengan menghilangkan “dapat menyebabkan” yang bermakna “kemungkinan anda masuk neraka atau tidak”?. Bukan karena menyangsikan apa yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya bahwa pencaci agama adalah orang berdosa, tetapi karena muslim memahami bahwa Allah dapat merubah jalan seseorang dari pembuat dosa menjadi ahli taubat sehingga terhindar dari neraka dan masuk ke dalam Syurga. Walau anda mengatakan muslim akan masuk Neraka, kami muslim senantiasa bersangka baik kepada Allah dan tidak akan mengatakan sebagaimana perkataan anda bahwa anda akan masuk ke dalam neraka.

      Sebagian orang di dunia ini khususnya Barat memang muntah dengar kata Muhammad, dan menyebutnya dengan berbagai sebutan kotor sebagaimana yang anda sering kemukakan. Tetapi itu semua menurut Karen Armstrong adalah semata karena ketidaktahuan mereka kepada perikehidupan dan ajaran Muhammad dalam konteks waktu dan tempat di mana beliau hidup.

      Mengutip pernyataan Wilfred Cantwell Smith, seorang sarjana Kanada:

      Jika peradaban Barat secara intelektual dan sosial, politis dan ekonomis, dan gereja Kristen secara teologis, tidak mau belajar untuk memperlakukan orang lain dengan rasa hormat yang fundamental, keduanya akan gagal dalam menghadapi aktualitas abad keduapuluh. Jika kita ingin menghindari dari kehancuran, dunia Muslim dan Barat harus belajar bukan hanya untuk bertoleransi, melainkan juga saling mengapresiasi. Titik berangkat yang baik adalah dari sosok Muhammad: seorang manusia yang kompleks, yang menolak kategorisasi dangkal yang didorong oleh ideologi, yang terkadang melakukan hal yang sulit dan mustahil untuk kita terima, tetapi memiliki kegeniusan yang luar biasa dan mendirikan sebuah agama dan tradisi budaya yang didasarkan bukan pada pedang, melainkan pada Islam, berarti perdamaian dan kerukunan”

      Saya tidak tahu latar belakang anda, tetapi muslim diajarkan untuk berada di belakang pengetahuan yang benar. Bukan hanya peneliti Muslim yang menyatakan sesuatu yang bersebrangan dengan pemahaman anda tentang Muhammad, tetapi juga banyak negarawan dan peneliti dari dunia barat dan non muslim.

      Karenanya Insya Allah kami akan terus mengikuti Muhammad sebagai bagian dari keimanan kami di dalam Islam agama Allah, dengan keyakinan dan kesungguhan sebagaimana anda yang begitu yakin dan bersungguh-sungguh mencerca Muhammad dan umatnya.

      1. Adeng Hudaya Says:

        Pandangan gue mah simpel aja atuh Abah…

        Elu itu (kaum Muslimin dan Muslimat) ngikutin seorang Nabi sesat, kepala garong, pedofil, telah membunuh dan mencincang banyak orang, melakukan perkosaan dan perzinahan. Bukti-buktinya sangat kasat mata bahkan dicatat di Qur’an dan Hadis.

        Gue mah cuma pake akal sehat aja.

        Ditinjau dari segi apa pun juga, Momed SAW tak lain dan tak bukan adalah seorang Nabi Sesat, Palsu dan Cabul.

        Nah, manusia model begini, nggak mungkin merupakan Nabi sejati dari Tuhan sejati.

        Gue menilai nggak pake kitab apa pun ya, cuma pake hati nurani dan akal sehat saja.

        Jadi gue berani mengambil kesimpulan (berdasarkan hati nurani dan akal sehat) – dengan jadi pengikut Nabi Cabul ini, dijamin ente-ente (Muslimin dan Muslimat) pasti masuk neraka!!!

      2. someone Says:

        @Adeng :

        Coba jawab pertanyaan saya

        1. Bagaimana pendapatmu jika tiba-tiba ada seorang lelaki lewat di depanmu sekarang ini gak pake baju?
        2. Bagaimana pendapatmu tentang perempuan suku pedalaman Papua yang gak pake baju?
        2. Bagaimana pendapatmu tentang Adam dan Hawa yang hidup nudis (gak pake baju) di Syurga?

        Jawab ya

      3. someone Says:

        Ternyata Adeng gak bisa jawab, ha3x

      4. muak Says:

        menghormati kepercayaan orang lain???
        coba baca apa kata quran:

        [2.24] … peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

        [2.34] Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

        [2.104] … Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.

        [3.28] Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali …

        [8.12] .. akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

        [8.55] Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.

        [9.23] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

        [9.28] Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis

        Siapa yang menghina duluan ya??? sibuk nunjuk2 orang ternyata empat jari lain mengadah ke diri snediri
        rofl

      5. someone Says:

        Hahahaha … lantaran diberi label kafir si muak bilang Islam menghina dirinya. Faktanya si muak memang menolak kebenaran Islam (kafir), tapi dia menolak kalo di bilang dirinya menolak kebenaran Islam. Wuaneh …

        Coba baca alKitab, di sana ada label atau sebutan bodoh buat mereka yang tidak percaya kepada perkataan Nabi. Apa label “bodoh” itu ditujukan untuk menghina atau untuk menggambarkan kondisi keimanan seseorang ? Gak pinter kok berani menghujat … mas, mas … apa kata jemaat mu nanti

      6. jin dan jun Says:

        bung someone,harap sadar

        Pembunuh biadab dan bengis yang menjelma menjadi nabi?
        sadarilah kekeliruan kalian umat muslim…

        seorang pembunuh biadab dan keji..
        seorang maniak sex,pedofilia dan pezinah
        seorang penipu,perampok dan penjarah..
        itulah kelakuan biadab si bajingan keparat muhamad saw sang binatang iblis terkutuk..

        masih kah,pantas,di sebut sebagai nabi..

        lebih pantas kau bung someone yg menjadi nabi,,menggantikan pria arab haram jadah muhamad saw terkutuk itu..

      7. MUNAFIK PENDETA TOLOL Says:

        KRISTEN NAJIS MASUK LAGI

        KAU BACA BAIK2 MANUSIA NAJIS PENGHINA UTUSAN ALLAH

        —————–
        KEBODOHAN PAULUS DIDALAM KECERDASANNYA

        KEDUA :

        PAULUS MENCIPTAKAN TOKOH TUHAN DARI NABI ISA YANG DIBUNUHNYA

        NAMA TUHAN YANG DICIPTAKANNYA
        DIAMBIL DARI NAMA DEWA YUNANI
        YANG BERNAMA “JE-ZEUS”

    2. Anonymous Says:

      loe tu yang akan masuk neraka duluan! krna lo gak beda jauh dengan kaum nasroni, selamat menikmati siksa api neraka kalau gak segera taubat.!

      1. jin dan jun Says:

        anom

        si binatang keparat muhamad saw lah yang sesungguhnya berada di neraka jahanam..

        Pembunuh biadab dan bengis yang menjelma menjadi nabi?
        sadarilah kekeliruan kalian umat muslim…

        seorang pembunuh biadab dan keji..
        seorang maniak sex,pedofilia dan pezinah
        seorang penipu,perampok dan penjarah..
        itulah kelakuan biadab si bajingan keparat muhamad saw sang binatang iblis terkutuk..

        masih kah,pantas,di sebut sebagai nabi..

        lebih pantas kau anom yg menjadi nabi,,menggantikan pria arab haram jadah muhamad saw terkutuk itu..

      2. KRISTEN ITU DIBUAT PAULUS IBLIS Says:

        KRISTEN NAJIS MASUK LAGI

        KAU BACA BAIK2 MANUSIA NAJIS PENGHINA UTUSAN ALLAH

        KE EMPAT

        ALLAH SEBAGAI TUHAN ALAM SEMESTA
        MENJADI TUHAN YANG TIDAK DIANGGAP OLEH KRISTEN
        KETIMBANG TUHAN YESUS CIPTAAN PAULUS

      3. jin dan jun Says:

        alien

        ketahuilah,,sesungguhnya si pria arab haram jadah muhamad saw si binatang iblis terkutuk itu sudah kekal membusuk di neraka jahanam..

        seorang pembunuh biadab,pedofilia,,pezinah,maniak sex,penipu,perampok dan penjarah…

        masih layak kah menjadi nabi????

  16. ilham othmany Says:

    Mukjizat Muhammad adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki nabi Muhammad untuk membuktikan kenabiannya.[1] Dalam Islam, mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur’an. Selain itu, Muhammad juga diyakini pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi’raj dalam tidak sampai satu hari.

    Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasannya mengenai ilmu ketuhanan. Hal ini tidak sebanding dengan dirinya yang ummi atau buta huruf. Walau begitu, umat Islam meyakini bahwa setiap hal dalam kehidupan Muhammad adalah mukjizat. Hal itu terbukti dari banyaknya kumpulan hadits yang diceritakan para sahabat mengenai berbagai mukjizat Muhammad.

    Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan bahwa Rasulullah Bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang di antaranya manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang aku terima adalah wahyu. Allah mewahyukannya kepadaku. Maka aku berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.” [2]

    Mukjizat

    Sebelum masa kenabian

    Tradisi Islam banyak menceritakan bahwa pada masa kelahiran dan masa sebelum kenabian, Muhammad sudah diliputi banyak mukjizat. Muhammad dilahirkan pada tanggal 22 April 570 di kalangan keluarga bangsawan Arab, Bani Hasyim. Ibnu Hisyam, dalam Sirah Nabawiyah menuliskan Muhammad memperoleh namanya dari mimpi ibunya,[3] Aminah binti Wahab ketika mengandungnya. Aminah memperoleh mimpi bahwa ia akan melahirkan “pemimpin umat”. Mimpi itu juga yang menyuruhnya mengucapkan, “Aku meletakkan dirinya dalam lindungan Yang Maha Esa dari segala kejahatan dan pendengki.” Kisah Aminah dan Abdul Muthalib juga menunjukkan bahwa sejak kecil Muhammad adalah anak yang luar biasa[4] Berikut ini adalah mukjizat yang terjadi pada saat kelahiran dan masa kecil Muhammad:

    * Aminah binti Wahab, ibu Muhammad pada saat mengandung Muhammad tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya.

    * Saat melahirkan Muhammad, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.

    * Muhammad dilahirkan dalam keadaan sudah berkhatan.

    * Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.

    * Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Muhammad dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya.[5] Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, ia menerima Muhammad. Selama dengan Halimah, Muhammad hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab selama empat tahun.[6]

    * Abdul Muthalib, kakek Muhammad menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka’bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka’bah berbicara,[7] “Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini.”[8]

    * Ketika Muhammad berusia empat tahun,[9] ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi di ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah.[10] Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detai bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.”[11] Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad diIsra’kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.[12]

    * Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.[13]

    * Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.[14]

    * Tanah yang dilalui oleh unta Muhammad diperpendek jaraknya oleh Jibril, sebelah sisi kanan dijaga oleh Israfil dan sisi kirinya dijaga oleh Mikail kemudian mendung menaunginya.[15][16]

    Pada masa kenabian

    Kharisma

    * Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang pernah menghunus pedang kearah leher Muhammad.[17]

    * Menjadikan tangan Abu Jahal kaku.

    * Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad, kemudian jin itu diganti namanya menjadi Abdullah bin Abhar.

    Menghilang dan menidurkan musuh

    * Menghilang saat akan dibunuh oleh utusan Amr bin at-Thufail dan Ibad bin Qays utusan dari Bani Amr pada tahun 9 Hijriah atau Tahun Utusan[18]

    * Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad ketika ia duduk di sekitar Ka’bah dengan Abu Bakar.[19]

    * Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang shalat.[20]

    * Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir.

    Binatang, tumbuhan, alam dan benda mati

    * Seekor srigala berbicara kepada Muhammad.[21]

    * Seekor kijang berbicara kepada Muhammad.[22]

    * Berbicara dengan unta yang lari dari pemiliknya yang menyebabkan masyarakatnya meninggalkan shalat Isya’.

    * Berbicara dengan unta pembawa hadiah raja Habib bin Malik untuk membuktikan bahwa hadiah tersebut bukan untuk Abu Jahal melainkan untuk Muhammad.

    * Mengusap kantung susu seekor kambing untuk mengeluarkan susunya yang telah habis.

    * Wajah Muhammad memancarkan cahaya dikegelapan pada waktu sahur.[23]

    * Dua Sahabat Nabi saw dibimbing oleh cahaya.[24]

    * Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.[25]

    * Pohon kurma dapat berbuah dengan seketika.[26]

    * Batang pohon kurma meratap kepada Muhammad.[27][28][29]

    * Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad.[30]

    * Batu dan pohon memberi salam kepada Muhammad.[31]

    * Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Muhammad.[32]

    * Mendatangkan hujan dan meredakan banjir saat musim kemarau tahun 6 Hijriah di Madinah yang saat itu mengalami kekeringan.[33]

    * Berbicara dengan gunung untuk mengelurkan air bagi Uqa’il bin Abi Thalib yang kehausan.

    * Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.

    * Merubah emas hadiah raja Habib bin Malik menjadi pasir di gunung Abi Qubaisy.

    * Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.[34]

    * Tubuh Muhammad memancarkan petir ketika hendak di bunuh oleh Syaibah bin ‘Utsman pada Perang Hunain.

    Makanan dan minuman

    * Makanan yang di makan oleh Muhammad mengagungkan Nama Allah.[35]

    * Makanan sedikit yang bisa dimakan sebanyak 800 orang pada Perang Khandaq.[36]

    * Roti sedikit cukup untuk orang banyak.[37]

    * Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.[38]

    * Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.[39]

    * Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.[40]

    * Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad. [41]

    * Air memancar dari sela-sela jari.[42] Kemudian air itu untuk berwudhu 300 orang sahabat hanya dengan semangkuk air.[43][44]

    * Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit atas ijin Allah.[45]

    Mendo’akan dan menyembuhkan

    * Menyembuhkan betis Ibnu al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.

    * Mata Qatadah terluka pada Perang Uhud, sehingga jatuh dari kelopaknya, kemudian oleh Muhammad mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.

    * Mendo’akan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.

    * Mendo’akan Anas bin Malik dengan banyak harta dan anak.[46]

    * Menyembuhkan daya ingat Abu Hurayrah yang pelupa.[47]

    * Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam perang Khaibar.[48]

    * Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Tsur dari pengejaran penduduk Mekah.

    * Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.

    * Menyambung tangan orang Badui yang tangannya putus setelah dipotong oleh dirinya sendiri setelah menampar Muhammad.

    * Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian do’a tersebut dikabulkan.[49]

    * Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.[50]

    Hal ghaib dan ru’yah

    * Mengetahui siksa kubur dua orang dalam makam yang dilewatinya karena dua orang tersebut selalu shalat dalam keadaan kotor karena kencingnya selalu mengenai pakaian shalat.[51]

    * Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya.[52]

    * Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad. [53]

    * Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad.[54]

    * Meramalkan Abdullah bin Abbas akan menjadi “bapak para khalifah” yang terbukti pada keturunah
    Abdullah bin Abbas yang menjadi raja-raja kekhalifahan Abbasiyah selama 500 tahun. [55]

    * Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.[56]

    Mukjizat terbesar

    * Membelah bulan dua kali untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah.[57][58]

    * Isra ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Haram lalu Mi’raj ke Sidratul Muntaha dari Baitul Maqdis tidak sampai satu malam pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah.

    * Menerima Al-Qur’an sebagai Firman Tuhan terakhir padahal ia seorang yang buta huruf.

    1. Gue Says:

      Ya saya percaya, mujizat yg terbesar adalah Quran, memang benar, la wong itu cuman copy paste dari kitab agama lain, mengcopinya pun salah, akhirnya, jadi kaco balo, contoh, gak usah panjang2. Dlm Quran katanya Isa diberi kitab Injil padahal Isa tidak menulis kitab Injil dan dia tidak menerima kitab Injil, penulis Injil neh: Matius , Markus , Lukas, Yahya…kok bisa wahyu Auloh salah kutip begitu…

      1. Anonymous Says:

        makanya kalau belum tau tu belajar dulu dari pada ngoceh tapi salah: lo aja yang gooobloook! kalau gak tau bahasa arab jangan nyalain Al quran dari pada loe masuk neraka segeralah taubat!

      2. munafik Says:

        @Alien alias Edy Mneil, – PERBUDAKAN DALAM QURAN.

        Cool bro, kita bicara fakta saja, anda tidak menjawab materi tulisan yang dipertanyakan, dan perlu diketahui :

        1. Kitab Kejadian, bukanlah Injil (Perjanjian Baru), bahkan Kitab pertama dari Taurat Perjanjian Lama, yang umurnya 2.500 tahun sebelum Islam lahir.

        2. Injil, Perjanjian Baru (650 TAHUN SEBELUM ISLAM LAHIR), TIDAK MENGENAL PERBUDAKAN, dan perintah Tuhan Yesus kepada umat-Nya, adalah MENGASIHI SESAMA MANUSIA (tIdak ada diskriminasi budak dan bukan budak).

        3. Kita bicara Fakta saja, bahwa di Arab, 650 tahun sesudah Kristus Lahir, Islam membenarkan Perbudakan dan bahkan boleh menyetubuhi budak tanpa perkawinan, coba kita lihat:

        a. Muhammad menyetubuhi Maria, gadis muda Yahudi, persembahan dari raja Alexandria, budak istrinya Hafsah, yang melahirkan anak lelaki yang bernama Ibrahim, yang meninggal pada usia 2 tahun. Dari quran dan hadist, tidak tertulis bahwa Maria kemudian dinikahi Muhammad, bahkan dalam hadist dikatakan bahwa kuburan Maria berada diluar kuburan-kuburan isteri-isteri Muhammad. Jadi, islam memang MEMBENARKAN PERZINAHAN DENGAN BUDAK (BABU HALAL), yang di-contohkan oleh muhammad sendiri, selain ayat quran yang diturunkan.

        b. Menurut Hadist, bahkan Muhammad berdagang budak, menjualnya untuk membeli kuda-kuda dan senjata. (Sirat Rasulullah, Ibn Ishaq, hal. 466 ; Hadist Muslim B19, N4345).

        c. Begitu juga, tawanan wanita dijadikan budak untuk diberikan kepada menantunya Ali dan para sahabatnya. (Tabari Vol8, hal. 29-30)

        Jadi, saya hanya mengemukakan fakta dari kitab anda sendiri, dan secara lengkapnya, hadist-hadist diatas, dapat anda baca dibawah ini.

        Lain kali, kalo mau menanggapi tulisan orang, tanggapi dulu materinya baru serang orang, karena jika seperti yang anda lakukan sekarang ini, berarti anda mengakui, dan ingin berkata, kitab kalian kan gitu juga.
        Ajaran yang benar, nggak ngikut-ngikut sama dengan ajaran lainnya, atau dengan kata lain, anda mencari pembenaran dari kitab orang lain.

        Yang anda serang dalam Kitab Kejadian, itu bukan Kitab Injil/Perjanjian Baru, itu Kitab Taurat dari Agama Yahudi.

        Kita hanya bicara fakta, bukan menghina, karena orang yang menyembunyikan fakta adalah orang yang membenarkan ajaran sesat.

        Datanglah kepada Yesus, karena Dia-lah JALAN YANG LURUS!!!

        Sirat Rasulullah, Ibn Ishaq hal.466
        “Rasul mengirim Sad b. Zayd al Ansari dengan sejumlah perempuan tawanan ke Najd. Dia jual mereka utk membeli kuda-kuda dan senjata”

        Muslim, B19,N4345:
        Rasul Auwloh (mpbuh) mengirim para perempuan tawanan muda ke orang-orang mekah, dan meminta tebusan dan pembebasan sejumlah muslim yang ditawan di Mekah.

        Seperlima harta jarahan, seperti biasa, diperuntukkan bagi sang nabi, dan sisanya dibagi-bagi. Dari seperlima itu Muhammad memastikan ada tawanan perempuan bagi para sahabatnya.

        Tabari vol8. hal.29-30
        Dari bagian tawanan perempuannya, nabi Muhammad memberi pada menantunya Ali, budak Perempuan, Raytah bt Hilal utk dinikmati semau dia. Dia juga memberi Uthman b. Affan, anak menantunya yang lain, budak perempuan Zainab b. Hayan, dan memberikan budak perempuan lain (nama tidak diketahui) pada mertuanya Omar Ibn Khattab. Omar memberikan budak perempuan itu pada anaknya Abdullah. Kebanyakan para sahabat dekat nabi menerima budak-budak perempuan sebagai hadiah.

    2. alexvegaz Says:

      bung ilham, kamu semakin terlihat sangat bodoh yang dinamakan bernubuat mukjizat itu berarti melakukan mukjizat bukannya menerima mukjizat….kalo menerima berarti konteksnya Mukjizat yang diterima Muhamad bukannya mukjizat muhamad…belajar lebih giat lagi ya bung ilham….kamu pasti berjaya dalam Jesus, amien

      1. hakkullah Says:

        to alexvegaz
        loh anda belum baca alkitab anda, coba anda baca isinya

        nubuat itu artinya kenabian, mukjizat artinya melemahkan atau mengalahkan..mukjizat itu adalah orang yang menerima, bukan melakukan..perbedaan antara melakukan dan menerima mukjizat:
        1. Melakukan Mukjizat, berarti dalam arti syirik kepada Allah swt
        2. menerima mukjizat berarti, sebagai hamba Allah swt bukan sebagai Tuhan…

        Melakukan mukjizat itu adalah ajaran kristen dan menerima mukjizat itu adalah ajaran islam..terima kasih

  17. ANIMISLAM Says:

    Muzizat mamad adalah koran(pembalut wanita) N (Killing manual).

  18. ilham othmany Says:

    Al-Qur’an adalah mu’jizat abadi Nabi Besar, khatam an-nabiyyin, Muhammad saw. Merupakan mu’jizat yang jauh lebih besar, lebih agung dari Musa as. membelah lautan, ‘Isa as. meniup burung yang terbuat dari tanah debu hingga menjadi burung hidup ataupun Sulaiman as. yang berkendara angin. Di antara mu’jizat-mu’jizat al-Qur’an adalah sebagai berikut:

    1.Pesona al-Qur’an telah amat banyak menarik pendengarnya memeluk Islam. Penuturan tentang hal ini tak terhitung banyaknya tercatat dalam tarikh.
    2.Tidak ada prosa dan puisi manapun yang memiliki keserasian, keseimbangan kata dan kedalaman serta komprehensifitas maknawi seperti al-Qur’an
    3.Keindahan al-Qur’an melampaui segala ruang, waktu, ras dan budaya. Hal ini adalah “tanda” bahwa al-Qur’an adalah pancaran Keindahan Murni (Jamalun Mahdhun), yakni al-Mufidh (Sang Maha Pelimpah Wujud). Hanya Ialah yang didambakan KeindahanNya oleh segenap umat manusia, tak kenal ruang dan waktu.
    4.Adalah mencengangkan bahwa gaya bahasa Nabi saw. sendiri berbeda dengan al-Qur’an. Hal ini memperjelas bahwa al-Qur’an memiliki sumber yang berbeda dengan kata-kata Rasulullah saw.. Hal ini juga terjadi pada “murid sejati” Rasulullah saw., yakni Imam ‘Ali bin Abi Thalib kw..
    Imam ‘Ali bin Abi Thalib kw. akrab dengan al-Qur’an sejak usia sepuluh tahun dan hafal al-Qur’an di luar kepala dan selalu membacanya, serta menjadi ketua penulis wahyu hingga akhir hayat Nabi. Namun gaya bahasa Imam ‘Ali bin Abi Thalib kw. sama sekali berbeda dengan gaya bahasa al-Qur’an.

    5) Geometri kata-kata al-Qur’an tak tertandingi. Tak seorangpun yang telah mampu mengubah satu pun kata-kata al-Qur’an dari tempatnya tanpa merusak keindahannya. Tak seorangpun juga yang telah mampu menghasilkan sesuatu seperti al-Qur’an.

    “Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat al-Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya al-Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?” (QS 11(HUD):13-14)

    “Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya”. Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar”. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.” (QS 10(YUNUS):38-39)

    Benarlah ungkapan Imam ‘Ali bin Abi Thilib kw. dalam Nahjul Balaghah Khutbah ke 110:

    “Maka sesungguhnya ia adalah sebaik-baik perkataan (al-hadits)”

    “Maka sesungguhnya ia adalah yang membuat hati-hati bersemi”

    “Maka sesungguhnya ia adalah obat dari dada-dada”

    “Maka sesungguhnya ia adalah kisah-kisah yang paling bermanfaat”

    Tentang hal ini, Allamah Sayyid Muhammad Husain Thabatha’i menuliskan:

    “Adalah kenyataan yang tak terbantah bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang kaya, yang mampu mengungkapkan keadaan-keadaan subyektif manusia dengan cara yang paling jelas dan paling tepat. Tidak ada bahasa lain yang mampu menyamai bahasa Arab dalam hal ini. Sejarah menyaksikan bahwa bangsa Arab di masa jahiliyah mampu mencapai kefasihan berbahasa yang tak tertandingi dalam sejarah.

    Bahasa fasih dan ekspresif merupakan nilai yang paling berharga dalam kebudayaan Arab. Penghargaan besar diberikan kepada orang-orang yang mampu berbicara indah dan bermutu tinggi. Sebagaimana halnya bangsa Arab menempatkan berhala-berhala mereka di Ka’bah, mereka juga menggantunggkan puisi-puisi yang indah dan menawan yang dikarang oleh orator-orator dan penyair-penyair mereka yang terkemuka di dinding Ka’bah. Sementara mereka menggunakan bahasa yang demikian kaya dan banyak aturan-aturan khusus tanpa kekeliruan, mereka juga suka amat suka menghiasi kata-kata mereka.

    Di masa ketika ayat-ayat al-Qur’an pertama kali diwahyukan kepada Rasulullah saw. dan dibacakan kepada orang banyak, ayat-ayat tersebut menciptakan kericuhan di kalangan bangsa Arab dan orator-orator mereka. Pembicaraan al-Qur’an amat menawan, manis, dan penuh makna, sehingga menemukan jalan masuk ke dalam hati mereka dan mempengaruhi jiwa orang-orang yang memiliki kesadaran spiritual, hingga para pembicara yang fasih segera dilupakan orang, dan puisi-puisi yang indah (yan dikenal dengan sebutan al-Mu’alliqat (artinya “puisi-puisi yang digantungkan”, karena digantungkan di dinding Ka’bah)) segera diturunkan dari dinding Ka’bah.

    Firman Allah demikian indah tak terlukiskan, dan menggugah hati hingga semua orang tertarik kepadanya. Dengan bentuknya yang manis, ayat-ayat tersebut segera mengunci mulut para orator.
    Pada tahun-tahun awal misi-misi kerasulannya, Rasulullah saw. dihadapkan pada seorang orator Arab yang ternama bernama Walid. Rasulullah saw. membacakan beberapa ayat permulaan surah Ha Mim Sajdah (Surah Fushshilat). Dengan segenap kesombongan dan kebanggaannya, Walid terpaksa mendengarkan dengan penuh perhatian hingga Rasulullah saw. sampai pada ayat:

    “Jika mereka berpaling, maka katakanlah “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum Ad dan kaum Tsamud”
    (QS 41 (FUSHSHILAT):13)

    Kemudian wajah Walid berubah, dia mulai gemetar tak terkendali dan nampak seolah-olah kehilangan akal. Kerumunan orang pun lalu bubar dan bercerai berai.

    Sesudah itu beberapa orang pergi menemui Walid dan menggerutu: “Kamu telah menghinakan kita semua di hadapan Muhammad.” Walid menjawab: “Tidak, aku bersumpah demi Tuhan, kamu semua tahu bahwa aku tak takut pada seorang pun dan tak menginginkan apa pun dari orang lain. Dan kamu semua tahu bahwa aku adalah seorang penyair ulung dan pembicara yang cakap. Apa yang kudengar dibacakan oleh Muhammad bukanlah seperti pembicaraan manusia biasa. Apa yang dikatakannya sangat memukau dan menawan hati. Kalian tak bisa menyebutnya puisi atau prosa. Kata-katanya sangat menyentuh hati dan mendalam. Kalau aku harus memberikan penilaian, aku betul-betul tak bisa mengatakan apa-apa, berilah aku waktu tiga hari untuk mempertimbangkannya.” Mereka pun kembali menemuinya setelah tiga hari, dan Walid mengatakan: “Kata-kata Muhammad adalah sihir yang mempengaruhi orang banyak.”

    Orang-orang kafir Arab dan Musyrik, yang sebenarnya adalah ahli-ahli bahasa yang amat fasih, bersama segala kesombongan mereka, mundur dari tantangan tersebut dan karenanya lalu mengubah kontes sastra tersebut menjadi perjuangan berdarah. Lebih mudah bagi mereka untuk terbunuh, daripada harus menerima kekalahan atau penghinaan di arena sastra. Orator-orator Arab yang tak mampu menandingi al-Qur’an yang mulia itu bukan cuma mereka yang hidup di masa turunnya wahyu, tapi juga mereka yang hidup di abad-abad berikutnya. Karena tak mampu menghadapi tantangan tersebut, mereka lalu mundur teratur.

    Mengapa Rasulullah saw. dengan gaya berbahasanya yang khusus tidak menempati puncak keindahan dalam kesusasteraan Arab, jika kata-katanya merupakan kata-kata manusia sehingga terbuka bagi saingan-saingan? Orator-orator yang semasa dengan Rasulullah saw. tidak mengatakan hal ini, dan penentang-penentang al-Qur’an tidak bisa mengklaim atau membuktikan hal itu. Apa pun sifat atau bakat yang telah berkembang hingga ke puncaknya lewat kemampuan seorang jenius, dalam kenyataannya adalah sesuatu yang muncul dari kemampuan manusia; suatu produk manusiawi. Jadi, adalah mungkin bagi orang lain untuk mengikuti jalan yang ditempuh jenius itu. Lalu, melalui perjuangan dan upaya yang cukup keras, melakukan sesuatu seperti yang dilakukan sang jenius, atau melakukan sesuatu hal yang sama tetapi lebih baik, paling tidak dalam satu hal.

    Dalam hal itu, sang jenius awal yang telah membuka jalan tersebut hanya menjadi seorang perintis belaka. Sebaga contoh, tak seorang pun mampu mengalahkan kemurahan hati tokoh legendaris Arab Hatim Ta’i; tetapi orang bisa melakukan perbuatan seperti yang dilakukannya. Orang tidak bisa mengalahkan Mir, sang kaligrafer Iran, dalam hal kaligrafi, atau mengalahkan Mani (pendiri agama Manikaenisme) dalam hal melukis. Tetapi dengan upaya yang cukup, orang dapat menulis satu kata dengan gaya Mir, atau melukis sebuah lukisan kecil dengan gaya Mani.

    Menurut hukum yang sama, jika al-Qur’an hanya merupakan contoh terbaik dari kefasihan berbahasa manusia (bukan firman Tuhan), maka akan terbuka kemungkinan bagi orang-orang lain (terutama ahli-ahli bahasa yang terkemuka di dunia), melalui latihan, untuk meniru gaya al-Qur’an dalam menciptakan sebuah buku, atau paling tidak sebuah surah, yang sama dengan al-Qur’an. Dalam mengemukakan tantangannya, al-Qur’an meminta orang-orang untuk menghasilkan ayat-ayat yang sama seperti ayat-ayat al-Qur’an, tidak usah lebih baik:

    “Dan jika kalian dalam keraguan tentang yang kami turunkan kepada hamba Kami, buatlah satu surah yang semisalnya dan ajaklah saksi-saksi kalian selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
    (QS 2(AL-BAQARAH):23)

    Kesimpulannya, haruslah dicatat bahwa al-Qur’an al-Karim tidak bisa ditiru, tidak hanya dalam hal kefasihan dan gaya bahasanya yang mengagumkan, melainkan juga dalam hal isinya. Ia menawarkan jawaban-jawaban yang nyata terhadap kebutuhan-kebutuhan umat manusia. Ia menawarkan ajaran-ajaran yang otoritatif mengenai alam gaib, kebenaran-kebenaran spiritual, dan masalah-masalah lain umat manusia pada umumnya. Karena alasan-alasan ini, tak seorang pun akan berhasil membuat sesuatu yang seperti al-Qur’an.”

    6) Pengetahuan yang dikandung al-Qur’an amat luas cakupannya, tak terukur dalamnya; mulai dari persoalan metafisika yang paling dasar hingga regulasi masyarakat yang kompleks; yang madih menjadi obyek perenungan dan penelitian terus menerus melampaui zamannya.

    “Dan Kami turunkan kepadamu Kitab (al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”
    (QS 16 (AN-NAHL):89)

    7) Pribadi penerima al-Qur’an, yakni Nabi saw. yang berasal dari lingkungan masyarakat jahiliyah yang nyaris tidak beradab, Beliau tidak belajar oleh guru manapun sebelum menjalankan tugas kenabiannya, tidak ada catatan sedikitpun adanya aktifitas intelektual, pengajaran, akademik dari Rasulullah saw.. Bahkan tidak ada sebaris puisi yang Beliau susun!
    8) Berita-berita gaib yang disebutkan al-Qur’an telah menjadi kenyataan. Diantaranya:

    a) Kemenangan Romawi Setelah Kekalahannya dan Kemenangan Perang Badar

    “Alif Lam Mim.(1)Telah dikalahkan bangsa Rumawi,(2)di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang(3)dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,(4)Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.(5)”
    (QS 30(RUM):1-5)

    Pada abad kelima dan keenam Masehi terdapat dua adikuasa, Romawi yang beragama Kristen dan Persia yang menyembah api. Sejarawan menginformasikan bahwa pada 614 M terjadi peperangan antara kedua adikuasa itu berakhir dengan kekalahan Romawi. Ketika itu kaum musyrik di Makkah mengejek kaum Muslim yang cenderung mengharapkan kemenangan Romawi yang beragama samawi itu di atas Persia yang menyembah api. Ayat-ayat tersebut turun pada tahun kekalahan itu, menghibur kaum Muslim dengan dua hal.

    Pertama, Romawi akan menang atas Persia pada tenggang waktu tertentu.

    Kedua, saat kemenangan itu tiba, kaum Muslim akan bergembira, bukan saja dengan kemenangan Romawi, melainkan juga dengan kemenangan yang dianugerahkan Allah (kepada mereka).

    Ternyata bahwa pemberitaan tersebut benar adanya. Sejarah menginformasikan bahwa tujuh tahun setelah kekalahan Romawi – tepatnya pada 622 M – terjadi lagi peperangan antara kedua adikuasa tersebut, dan kali ini pemenangnya adalah Romawi.

    Kedua, pada tahun kemenangan itu kaum Muslim akan bergembira dengan kemenangan yang dianugerahkan Allah. Kemenangan dimaksud adalah kemenangan dalam peperangan Badar yang terjadi bertepatan dengan kemenangan dalam peperangan Badar yang terjadi bertepatan dengan kemenangan Romawi itu, yakni pada tahun kedua Hijrah, atau tahun 622 M.

    Tujuh tahun sebelum terjadinya peristiwa-peristiwa itu, Nabi Muhammad saw. telah mengetahui dan menyampaikannya. Dari mana beliau memperoleh sumber berita itu? Kalau bukan dari Allah Yang Maha Mengetahui, dari siapa lagi?

    Mahabenar Allah dalam segala firmanNya.

    b) Rasulullah saw. akan kembali ke Makkah setelah hijrahnya

    “Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) al-Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.”
    (QS 28(AL-QASHASH):85)

    c) Keaslian dan kemurnian al-Qur’an selalu ada dalam penjagaanNya. Dan hal ini terbukti dengan banyaknya hafiz maupun kesesuaian seluruh versi mushaf al-Qur’an yang digunakan umat muslimin di dunia saat ini.

    “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS 15(AL-HIJR):9)

    d) Ayat-ayat yang tidak bisa dipahami kecuali dengan memahami pengetahuan yang belum diketahui saat al-Qur’an diturunkan. Misal:

    Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.”
    (QS 15(AL-HIJR):22)

    “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
    (QS 27(AN-NAML):88)

    “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?dan gunung-gunung sebagai pasak?”
    (QS 78(AN-NABI):6-7)

    e) Ayat-ayat tentang kejadian dan kekacauan besar yang terjadi dalam tubuh umat Islam ataupun dunia pada umumnya sepeninggal Rasulullah saw..

    Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”
    (QS 5(AL-MAIDAH):54)

    “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”
    (QS 30(AR-RUM:30-32)

    f) Mu’jizat al-Qur’an: Berita Gaib Tentang al-Walid bin al-Mughirah

    “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina(10), yang banyak mencela dan ke sana kemari membawa fitnah (11), yang sangat enggan berbuat baik, yang sangat melampaui batas lagi banyak berdosa (12), yang kaku, kasar, kemudian terkenal kejahatannya/diakui orangtuanya(13) karena dia mempunyai (banyak)harta dan anak(14) apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala” (15), Kami akan berikan tanda ia di belalai (hidung)nya.(16)” (QS 68(AL-QALAM):10-16)

    Ayat ini turun berkaitan dengan ulah seorang musyrik yang bernama al-Walid bin al-Mughirah. Ada dua pemberitaan gaib pada rangkaian ayat-ayat tadi. Pertama, gaib masa lampau yang diisyaratkan oleh ayat ke-13.

    Sulaiman bin Umar al-Jamal, berkomentar tentang ayat tersebut sebagai berikut :

    Al-Walid bin al-Mughirah diangkat anak oleh “ayah”-nya dan dinisbahkan kepada al-Mughirah, setelah selama delapan belas tahun tidak dikenal siapa ayahnya. Ketika ayat-ayat tersebut turun, al-Walid berkata kepada ibunya, “Sesungguhnya Muhammad (melalui al-Qur’an) menyifati saya dengan sembilan sifat, dan semuanya saya mengerti, kecuali satu (yaitu zanim). Jelaskan kepadaku, kalau tidak kupenggal lehermu.” Maka ibunya menjawab, “sesungguhnya ayahmu impoten, aku khawatir kehilangan harta, maka aku berhubungan (seks) dengna penggembala, dan engkau adalah anak si penggembala itu.

    Demikian terlihat al-Qur’an mengungkap rahasia pribadi seseorang, yang sangat disembunyuikan, bahkan yang bersangkutan sendiri tidak mengetahuinya. Kalau pemberitaan gaib itu, berkaitan dengan masa lampau, yang kedua berkaitan dengan masa depannya.

    Seperti terbaca pada ayat ke-16, yang bersangkutan (dalam hal ini al-Walid bin al-Mughirah) akan diberi tanda pada hidungnya. Mahabenar Allah, karena dalam peperangan Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijrah, al-Walid terlibat pada peperangan tersebut dan dia mengalami luka pada hidungnya, sehingga berbekas sepanjang hayatnya.
    Demikian, berita yang belum terjadi, diinformasikan oleh al-Qur’an dan terbukti kebenarannya, jauh setelah informasi itu disampaikan.

    g) Pemberitaan Gaib tentang Abu Jahal

    “Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang (9) seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat.(10) Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran (11) atau dia menyuruh (orang lain) bertakwa kepada Allah. (12) Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling (13) Tidakkah ia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? (14) Ketahuilah, sungguh jika ia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami akan tarik ubun-ubunnya (15) yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka (16) Maka biarlah ia memanggil geng (kelompok)nya untuk menolongnya (17) Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah (18) Sekali-kali jangan! Janganlah kamu patuh kepadanya. Sujud dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah) (19)” (QS 96 (AL-‘ALAQ):9-19)

    Para ulama sepakat menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut turun menyangkut Abu Jahal yang melarang atau menghalangi Nabi Muhammad saw. melaksanakan shalat dengan berbagai cara dan ancaman.
    Abu Jahal adalah tokoh mafioso kaum musyrik di Makkah dan mempunyai kelompok yang sangat disegani, sedangkan Nabi Muhammad saw., ketika turunnya ayat ini, belum memiliki kekuatan yang memadai untuk mengimbangi Abu Jahal dan kelompoknya. Namun demikian, Allah swt., mengecam sikap Abu Jahal itu bahkan memerintahkan kepada Nabi untuk menyampaikan ancamanNya (ayat 15).

    Sungguh jika al-Qur’an merupakan karya Nabi Muhammad, tidaklah logis beliau akan menyampaikan ancaman demikian pada saat kondisi dan situasi beliau sedemikian lemah, dan karena itu pula Abu Jahal yang mendengar ancaman itu berkata, “Apakah engkau mengancamku, sedangkan aku adalah tokoh yang paling banyak anggota kelompoknya di lembah ini?” Mendengar komentar ini, sekali lagi al-Qur’an menantang dengan ayat ke-17, serta mengancamnya dengan Zabaniyah, yaitu malaikat penjaga neraka yang bertugas menyiksa orang-orang durhaka.
    Ayat ke-15 mengancam Abu Jahal apabila tidak berhenti menghalangi shalat (dan menjalankan misinya), ia akan diseret ubun-ubunnya.

    Sikap keras Abu Jahal ternyata terus berlanjut. Abu JahAllah pemicu peperangan Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijrah. Ketika itu pasukan musyrik Makkah yang berangkat dari Makkah untuk menyelamatkan kafilah, sudah ingin kembali karena kafilah telah selamat, tetapi Abu Jahal enggan kembali, sebelum kaum Muslim dihabisi. Di sini ancaman Allah itu terbukti. Perang Badar, perang antara kaum Muslim yang berjumlah 317 orang di bawah pimpinan Nabi Muhammad saw. berkecamuk melawan pasukan kaum musyrik yang berjumlah sekitar 1300 orang di bawah pimpinan Abu Jahal.

    Kekalahan pahit dan total menimpa pasukan kaum musyrik. Abu Jahal sendiri pun tewas. Dalam keadaan tak berdaya, ia ditemui oleh Ibnu Mas’ud, seorang sahabat Nabi yang pendek lagi lemah. Khawatir jangan sampai Abu Jahal masih memiliki kekuatan, sahabat Nabi tersebut meletakkan panah dari kejauhan di kedua lubang hidung Abu Jahal. Kemudian ditusuknya, lalu ditebas lehernya, dan karena beliau tidak sanggup membawanya, maka diseretnya kepala pembangkang itu dengan tali, menuju Rasulullah saw.. Demikian, ancaman Allah – pada masa jaya Abu Jahal – untuk menyeret ubun-ubunnya, jika ia tidak berhenti membangkang terbukti jauh setelah ancaman dan informasi itu disampaikan.

    Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.

    9) Pengaruh al-Qur’an terhadap jiwa manusia

    “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, (yaitu) al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada suatu pemberi petunjuk untuknya.”
    (QS 39 (AZ-ZUMAR):23)

    Dalam buku al-I’jaz al-‘Ilmi fi al-Qur’an, Muhammad Kamil Abdush Shamad, menulis antara lain sebagai berikut:
    Alat-alat observasi elektronik yang dikomputerisasi telah digunakan untuk mengukur perubahan-perubahan fisiologis pada sejumlah sukarelawan sehat yang sedang mendengarkan dengan tekun ayat-ayat al-Qur’an. Merka terdiri dari sejumlah kaum Muslim yang dapat berbahasa Arab dan yang tidak pandai – Muslim dan bukan muslim. Dibacakan kepada mereka penggalan ayat-ayat al-Qur’an (dalam bahasa Arab) kemudian terjemahannya ke bahasa Inggris. Percobaan ini membuktikan adanya pengaruh yang menenangkan hingga mencapai 97 persen. Pengaruh tersebut bahkan terlihat dalam benguk perubahan-perubahan fisiologis yang tampak melalui berkurangnya tingkat ketegangan saraf. Perincian hasil eksperimen ini telah dilaporkan pada konferensi tahunan XVII Organisasi Kedokteran Islam Amerika Utara yang diselenggarakan di Santa Lusia pada Agustus 1984.

    Selanjutnya Muhammad Kamil menulis:

    Telah dilakukan pula studi perbandingan untukmengetahui apakah pengaruh serta dampak-dampak fisiologis tersebut, benar-benar disebabkan oleh al-Qur’an bukan oleh faktor-faktor luar seperti suara, nada, dan langgam bacaan al-Qur’an yang berbahasa Arab itu, atau karena pendengara mengetahui bahwa yang dibacakan kepadanya adalah bagian dari kitab suci. Untuk maksud studi ini, digunakan alat ukur stres yang dilengkapi dengan komputer dari jenis MEDAL 3002, yaitu alat yang diciptakan dan dikembangkan oleh Pusat Kedokteran Universitas Boston di Amerika Serikat. Alat tersebut mengukur reaksi-reaksi yang menunjuk kepada ketegangan dengan dua cara. Pertama, pemeriksaan psikologis secara langsung melalui komputer. Kedua, pengamatan dan pengukuran perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Percobaan dilakukan sebanyak dua ratus sepuluh kali terhadap lima orang sukarelawan, tiga pria dan dua wanita yang umur mereka berkisar antara 17-40 tahun dengan rata-rata usia 22 tahun. Kesemua sukarelawan itu tidak beragama Islam dan tidak berbahasa Arab.

    Kedua ratus sepuluh percobaan itu dibagi dalam tiga jenis, 85 kali diperdengarkan ayat-ayat al-Qur’an yang dibacakan secara mujawwad (tanpa lagu), 85 kali bacaan berbahasa Arab bukan dari ayat al-Qur’an, dengan suara dan nada yang sama dengan bacaan mujawwad itu, sedangkan 40 kali (sisa dari 210 itu) tidak dibacakan apa-apa, tetapi diminta dari yang bersangkutan untuk duduk dengan tenang sambil menutup mata yang jug amerupakan posisi mereka dalam 2×85 percobaan kedua jenis yang disebut sebelum ini.

    Tujuan percobaan tersebut adalah untuk mengetahui apakah redaksi ayat-ayat al-Qur’an mempunyai dampak terhadap yang mengerti artinya, dan apakah pengaruh itu – apabila ada – benar-benar merupakan pengaruh redaksi ayat al-Qur’an, bukan pengaruh nada dan langgam bahasa Arab yang asing di telinga pendengarnya. Sedangkan tujuan percobaan tanpa bacaan adalah untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh posisi dalam memberikan ketenangan. Dari hasil pengamatan awal, terbukti bahwa tidak ada pengaruh posisi duduk tanpa bacaan dalam mengurangi ketegangan, karena itu percobaan ini pada tahap akhir hanya dilakukan pada dua jenis percobaan pertama. Pada akhirnya, hasil yang diperoleh adalah, 65 persen dari percobaan yang menggunakan ayat-ayat al-Qur’an mempunyai pengaruh positif dalam memberi ketenangan, sedangkan yang bukan ayat al-Qur’an hanya 35 persen.

    Marilah kita kembali kepada awal uraian. Penulis tadinya menilai subjektivitas beberapa ulama tentang pengaruh psikologis ayat-ayat al-Qur’an. Tetapi, kini, kalau apa yang dikemukakan di seini tidak bias dan benar-benar valid, tentu pandangan penulis semula itu telah keliru, karena terbukti betapa Kitab Suci al-Qur’an memberi pengaruh terhadap para pendengar dan pembacanya.

    10) Tidak ada kontradiksi dalam al-Qur’an. Dalam dunia material, tidak ada apapun yang tidak berubah. Al-Qur’an diturunkan berangsur-angsur dalam waktu 23 tahun dalam berbagai kondisi dan situasi, ruang serta waktu: di Makkah maupun Madinah, siang ataupun malam, sepanjang perjalanan maupun di rumah, dalam keadaan senang maupun susah. Ia mengandung beragam subyek dari penyingkapan rahasia spiritual, moralitas, hukum untuk segala aspek kehidupan. Satu bagian al-Qur’an terkadang saling melengkapi dan membahas yang dibahas dalam bagian lain. Demikian dahsyat kenyataan bahwa dalam kondisi seperti ini, tidak ada kontradiksi dan perbedaan apa pun dalam al-Qur’an dalam prinsip-prinsip dan seluruh ajarannya! Ini adalah suatu “tanda” yang terang bahwa al-Qur’an bukanlah berasal dari manusia, namun benar-benar berasal dari Zat Yang Maha Mengetahui yang melampaui batasan materialitas apapun!

    “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran? Kalau kiranya al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS 4(AN-NISA):82)

    Demi langit yang mengandung hujan.Dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,sesungguhnya al-Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil.dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau.” (QS 86(ATH-THARIQ):11-14)

    “Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui. Dan (ini) sesungguhnya al-Qur’an yang sangat mulia. Dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahf?dz). Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.”(QS 56(AL-WAQI’AH):75-80)

    11) Keseimbangan redaksi al-Qur’an

    Dibalik jumlah pengulangan kosakata al-Qur’an, Rasyad Khalifah mengulas kata basmalah yang terdiri dari 19 huruf. Jumlah bilangan kata-kata basmalah yang terdapat dalam al-Qur’an tersebut walaupun berbeda-beda namun adalah kelipatan 19.

    (1) Ism dalam al-Qur’an sebanyak 19 kali.
    (2) Allah sebanyak 2698 kali yang merupakan perkalian 142 x 19.
    (3) Ar-Rahman sebanyak 57 = 3 x 19.
    (4) Ar-Rahim sebanyak 114 = 6 x 19

    Dari sini kemudian ia beralih pada keseimbangan-keseimbangan yang lain.

    Allah yang telah menurunkan al-Kitab(AL-Qur’an) dengan penuh kebenaran serta dengan timbangan (perimbangan), dan tahukah kamu, boleh jadi Hari Kiamat itu telah dekat” (QS 42 (ASY-SYU’ARA’):17)

    Abdurrazaq Naufal dalam bukunya al-‘ijaz al-‘Adad al-Qur’an al-Karim (Kemukjizatan dari Segi Bilangan dalam al-Qur’an), mengemukakan contoh-contoh lain tentang keseimbangan tersebut.

    A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dan antonimnya misalnya:
    (al-hayah/kehidupan) dan (al-maut/kematian) masing-masing sebanyak 145 kali.
    (al-naf’/manfaat) dan (al-fasad/kerusakan atau mudarat) masing-masing 50 kali.
    (al-harr/panas) dan (al-bard/dingin) masing-masing 4 kali.
    (ash-shalihat/kebajikan) dan (as-sayyiat/keburukan) masing-masing 167 kali.
    (ath-thuma’ninah/kelapangan atau ketenangan) dan (adh-dhayyiq/kesempitan atau kekesalan) masing-masing 13 kali.
    (ar-Ruhbah/cemas atau takut) dan (ar-raghbah/harap atau ingin) dalam berbagai bentuknya masing-masing 8 kali.
    (al-kufr/kekufuran dalam bentuk definite) dan (al-iman/iman) masing-masing 17 kali.
    (kufr dalam bentuk indefinite) dan (iman) masing-masing 8 kali.
    (ash-shaif/musim panas) dan (asy-syita’)/musim dingin) masing-masing 1 kali.

    B. Keseimbangan Jumlah Bilangan Kata dengan Sinonim atau Makna yang Dikandungnya

    (al-harts/membajak [sawah]) dan (az-zira’ah/bertani) masing-masing 14 kali.
    (al-‘ujub/membanggakan diri atau angkuh) dan (al-ghurur/angkuh) masing-masing 27 kali. (adh-dhllun/orang sesat) dan (al-maut?/mati [jiwanya]) masing-masing 17 kali.
    (al-Qur’an), (al-wahy), (al-islam) masing-masing 70 kali.
    (al-‘aql/akal), (an-nur/cahaya) masing-masing 49 kali.
    (al-jahr/nyata) dan (al-‘alaniyah/nyata) masing-masing 16 kali.

    C. Keseimbangan Antara Jumlah Bilangan Kata Dengan Jumlah Kata yang Menunjuk kepada Akibatnya

    (al-infaq/menafkahkan) dan (ar-ridh?/kerelaan) masing-masing 73 kali
    (al-bukhl/kekikiran) dan (al-hasrah/penyesalan) masing-masing 12 kali.
    (al-kafirin/orang-orang kafir) dan (an-nur/neraka/pembakaran) masing-masing 154 kali.
    (az-zakah/penyucian) dan (al-barakat/kebajikan yang banyak) masing-masing 32 kali.
    (al-fahisyah/kekejian) dan (al-ghadhab/murka) masing-masing 26 kali.

    D. Keseimbangan Antara Jumlah Bilangan Kata dan Kata Penyebabnya

    (al-israf/pemborosan) dan (as-sur’at/ketergesa-gesaan) masing-masing 23 kali.
    (al-mau’izhah/nasihat/petuah) dan (al-lisan/idah) masing-masing 25 kali.
    Di samping keseimbangan-keseimbangan tersebut, ditemukan pula keseimbangan khusus

    E. Keseimbangan Khusus

    Misalnya:
    1-Kata (yaum/hari) dalam bentuk tunggal, sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada jamak (ayyam) dan dua (/yaumain), jumlah keseluruhannya hanya tiga puluh, sejumlah hari-hari dalam sebulan. Di sisi lain kata yang berarti “bulan” – (syahr – asyhur) hanya terdapat dua belas kali, sejumlah bulan dalam setahun.
    2-Al-Qur’an menjelaskan bahwa langit ada tujuh, dan penjelasan ini diulanginya sebanyak “tujuh kali” pula, yaitu pada QS 2(AL-BAQARAH):29, QS 17(AL-ISRA’):14, QS 23(AL-MU’MIN?N):86, QS 41(FUSHSHILAT):12, QS 65(ATH-THALAQ):12, QS 67(AL-MULK):3) dan QS 71(NUH):15. Di sisi lain penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari, dinyatakan pula dalam tujuh ayat.
    3-Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik (rasul), atau (nadzir/pemberi peringatan) keseluruhannya berjumlah 518 kali, dan jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, dan rasul, dan pembawa berita tersebut, yakni 518.

    Apakah mungkin keseimbangan jumlah kata sekompleks ini adalah kebetulan? Tentu tidak mungkin, jelas ini merupakan salah satu segi mu’jizat al-Qur’an yang tak terbantah.
    * * *

    Referensi :

    1.Disadur dari ‘Allamah Sayyid Muhammad Husayn Thabathaba’i, Inilah Islam, Pustaka Hidayah, Bandung, 1996, pp. 107-109
    2.M. Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2007, pp. 217-224
    3.Tafsir al-Futuhat al-Ilahiyyah atau lebih dikenal dengan H?syiah al-Jamal
    4.M. Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2007, pp. 239-242

    1. Zaid malang istrinya diembat Muhammad. Says:

      Menurut Encyclopaedia Britannica and Encyclopaedia Islamia, Arab tidak mencatatkan mengenai sejarah mereka sebelum jaman Islam. Anehnya, mereka bahkan menyebut jaman itu sebagai jaman Jahiliyah yang penuh nista dan kegelapan. Mungkin tiada satu pun negara di dunia yang terang2an menghapus sejarahnya sendiri selama 2.500 tahun seperti Arab. Dimana secara sistematis menghancurkan segala yang berhubungan dengan masa lalu. Hal ini dilakukan karena mereka malu atas identitasnya sebagai bangsa budak.

      Sejarah dunia mencatat bahwa bangsa Arab adalah keturunan dari Ismael, anak dari seorang budak yang bernama Hagar, yang diusir oleh Sarah, istri sah Ibrahim. Sarah kemudian melahirkan seorang anak yang bernama Ishak yang menjadi bapak bangsa Yahudi. Kecemburuan Ismael kepada Ishak inilah yang menyebabkan kecemburuan bangsa Arab kepada bangsa Yahudi. Kecemburuan Islam terhadap Yahudi, yang akhirnya merembet juga kepada Kristen.

      Arab telah menghapus segala kenangan pra Islam dalam benak mereka. Mereka menggunakan Islam untuk menghapus stigma negatif mereka sebagai bangsa budak. Islam kemudian membalikkan status bangsa mereka menjadi bangsa pilihan Allah. Jika mereka memilih untuk jadi bodoh dan tidak tahu apa2 tentang masa lalu mereka, maka sungguh ironis bahwasanya mereka menuduh jaman sebelum Islam sebagai jaman bodoh dan tidak tahu apa2.

      Untungnya, kita masih bisa menelusuri jaman sebelum Islam di Arabia. Pepatah terkanal mengatakan bahwa tidak mungkin bisa menghilangkan segala bukti. Sejarah Arab pra-Islam adalah sejarah Ksatria India atas tanah tersebut, di mana masyarakat menganut cara hidup Veda.

      Sebagai usaha menyusun kembali sejarah Arabia pra-Islam, kami mulai dengan nama negara itu sendiri. Arabia itu adalah kata singkatan. Kata aslinya yang bahkan masih digunakan saat ini adalah Arbashtan. Asal katanya adalah Arvasthan. Seperti dalam bahasa Sansekerta, huruf “V” diganti jadi huruf “B”. Arva dalam bahasa Sansekerta berarti kuda. Arvasthan berarti tanah kuda, dan kita tahu bahwa Arabia memang terkenal akan kuda2nya. Pusat ibadah yakni Mekah juga berasal dari bahasa Sansekerita. Kata Makha dalam bahasa Sanskrit berarti api persembahan. Karena penyembahan terhadap Api Veda dilakukan di seluruh daerah Asia Barat di jaman pra-Islam, maka Makha berarti tempat yang memiliki kuil untuk menyembah api.

      Hal ini secara jelas menunjukkan bahwa Jazirah Arab, jauh sebelum masa Islam, adalah jajahan dari Kerajaan India Kuno. Menurut sejarah, para Maharaja Candragupta (58 S.M. – 415 M.) memperluas Kerajaan Hindu yang mencakup India, hingga jauh sampai keseluruh Teluk Arabia. Para Maharaja ini adalah pengikut setia dewa-dewi Hindu khususnya Dewa Shiva (dewa bulan-Allat) dan istrinya Dewi Dhurga (dewi bulan-Allah. Silahkan lihat sejarah lengkapnya dilink berikut:

      http://www.hinduunity.org/articles/islamexposed/preislamicarabia.html

      http://hinduunity.org/articles/bharathistory/vedicpast1.html

      Para Maharaja mempersembahkan kepada dewa-dewa mereka bangunan-bangunan kuil di seluruh wilayah kerajaan mereka (di Saudi Arabia saja sedikitnya ada 7 kuil peninggalan mereka, termasuk Kabah yang dibangun dimasa Raja Vikramaditya masih berdiri sampai saat ini). Bahkan setelah kerajaan Hindu ini runtuh, penduduk Arab masih percaya dan menyembah dewa-dewa itu dan mengagungkan kuil-kuil yang ada sampai datangnya masa nabi Muhammad. (Untuk lebih detailnya lihat artikel “Kabah, sebuah kuil Hindu” http://www.hinduism.co.za/).

      Naskah Raja Vikramaditya yang ditemukan dalam Kabah di Mekah merupakan bukti yang tidak dapat disangkal bahwa Jazirah Arabia merupakan bagian dari Kekaisaran India di masa lalu, dan dia yang sangat menjunjung tinggi Deva Siva lalu membangun kuil Siva yang bernama Kabah. Naskah penting Vikramaditya ditemukan tertulis pada sebuah cawan emas di dalam Kabah di Mekah, dan tulisan ini dicantumkan di halaman 315 dari buku yang berjudul `Sayar-ul-Okul’ yang disimpan di perpustakaan Makhtab-e-Sultania di Istanbul, Turki. Inilah tulisan Arabnya dalam huruf latin:

      “Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid min howa Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem. Yundan blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa- rateen phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman burukankad toluho watastaru hihila Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya jaunabilamary Bikramatum”. (Page 315 Sayar-ul-okul).[Note: The title `Saya-ul-okul' signifies memorable words.]

      Terjemahan bahasa Indonesianya adalah:

      “Beruntunglah mereka yang lahir dan hidup di masa kekuasaan Raja Vikram. Dia adalah orang yang berbudi, pemimpin yang murah hati, berbakti pada kemakmuran rakyatnya. Tapi pada saat itu kami bangsa Arab tidak mempedulikan Tuhan dan memuaskan kenikmatan berahi. Kejahatan dan penyiksaan terjadi di mana2. Kekelaman dosa melanda negeri kami. Seperti domba berjuang mempertahankan nyawa dari cakaran kejam serigala, kami bangsa Arab terperangkap dalam dosa. Seluruh negeri dibungkus kegelapan begitu pekat seperti malam bulan baru. Tapi fajar saat ini dan sinar mentari penuh ajaran yang menyejukkan adalah hasil kebaikan sang Raja mulia Vikramaditya yang pimpinan bijaksananya tidak melupakan kami yang adalah orang2 asing. Dia menyebarkan agamanya yang suci diantara kami dan mengirim ahli2 yang cemerlang bersinar bagaikan matahari dari negerinya kepada kami. Para ahli dan pengajar ini datang ke negeri kami untuk berkhotbah tentang agama mereka dan menyampaikan pendidikan atas nama Raja Vikramaditya. Mereka menyampaikan bimbingan sehingga kami sadar kembali akan kehadiran Tuhan, diperkenalkan kepada keberadaanNya yang suci dan ditempatkan di jalan yang Benar.”

      Istilah Kabah sendiri berasal dari kata Sanskrit Gabha (Garbha + Graha) yg berarti Sanctum (tempat suci).

      Kitab suci Weda Harihareswar Mahatmya menyebut bahwa jejak kaki Dewa Wisnu disucikan di Mekah. Bukti akan fakta ini adalah bahwa Muslim menyebut kuil ini Haram yang merupakan penyesuaian dari kata Sansekerta, Hariyam, yaitu. tempat Dewa Hari alias Dewa Vishnu. Jejak kaki Vishnu disucikan di tiga tempat suci: Gaya, Mekah dan Shukla Teertha. Mengukir jejak kaki macam itu merupakan adat Weda yang dicontek Muslim. Muslim menganggap bahwa ukiran jejak kaki ini disejumlah mesjid dan tempat2 suci Muslim diseputar dunia adalah jejak kaki Muhammad ! Diluar kuil hindu, biasanya juga terdapat singasana dewa Brahma, oleh karenanya di Mekah, singasana Brahma itu dianggap sebagai makam Ibrahim..

      Tradisi Hindu lainnya yang masih berhubungan dengan kabah adalah sungai gangga, menurut tradisi Hindu, Gangga tidak dapat dipisahkan dari lambang Siva sebagai bulan Sabit, kemanapun lambang Siva (bulan sabit), disitu pasti juga terdapat Gangga, fakta dari persatuan tersebut terdapat di dekat kabbah. Airnya dianggap keramat karena secara tradisional sudah dianggap sebagai gangga sebelum Islam (yaitu Zam-zam)

      Bahkan hingga hari ini, para peziarah Muslim yang menyaksikan kaabah untuk haji memandang Zam-zam ini dengan penghormatan hingga menaruhnya kedalam botol sebagai Air keramat bagi mereka, sama seperti yang dilakukan umat hindu hindia terhadap kesucian sungai Gangga.

      LALU BAGAIMANAKAH SEJARAH KOTA MEKAH DAN KABAH ?

      BENARKAH KOTA MEKAH, KABAH DAN ZAMZAM SUDAH ADA SEJAK JAMAN IBRAHIM.

      APAKAH KLAIM TERSEBUT MEMILIKI BUKTI SEJARAH?

      Ataukah hanya kebohongan yang sengaja diciptakan untuk menaikkan martabat bangsa Arab?

      Uraian berikut akan membahas keabsahan klaim Islam tersebut dengan membandingkan dengan sumber-sumber sejarah lainnya.

      Tulisan berikut dibagi menjadi 7 bagian, yaitu :

      1. Bagian Pertama

      Membahas klaim muslim dan apa yang dikatakan oleh sumber-sumber Islam tentang klaim tersebut.

      2. Bagian Kedua : Nabonidus (6 SM)

      Membahas laporan raja Nabonidus dari Babylon (pertengahan abad 6 SM)

      3. Bagian Ketiga : Herodotus

      Membahas laporan sejarawan Yunani yang hidup di abad 5 SM

      4. Bagian Keempat : Strabbo (23/24 SM)

      Membahas laporan yang dibuat oleh sejarawan Romawi yang bernama Strabbo yang melakukan perjalanan ke jazirah Arab hingga Yaman sekitar tahun 24 – 23 SM.

      5. Bagian Kelima : Diodorus Siculus (abad 1 M)

      Membahas klaim bohong Islam dengan memanfaatkan tulisan Diodorus Siculus.

      6. Bagian Keenam : Pliny (77 M)

      Membahas daftar kota-kota di Arab yang dibuat oleh Pliny.

      7. Bagian Ketujuh : Claudius Ptolemy (150 M)

      Membahas klaim bohong Islam dengan memanfaatkan tulisan Ptolemy

      8. Bagian Kedelapan : Procopius dari Cesarea (abad 6 M)

      Membahas laporan sejarawan Procipius dari Kaisarea yang hidup sekitar 550 M atau sejaman dengan kakek dan ayah Muhammad SAW hidup.

      BAGIAN PERTAMA : MENURUT SUMBER ISLAM

      Klaim muslim yang mengaitkan Mekah, Kabah dan Zamzam dengan Ibrahim dan Ismail didasarkan atas beberapa sumber berikut :

      Kabah sudah ada dijaman Ibrahim. Sumber :

      QS 2 : 125

      Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang ruku` dan yang sujud”.

      Kota Mekah sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail. Sumber :

      Sirah Ibnu Ishaq

      Kisah Sejarah Nabi Tertua

      Muhammadiyah University Press, Jilid 1, halaman 65 :

      Ketika Ismail, putera dari Ibrahim meninggal, putranya yang bernama Nabit mendapat tugas menjadi pemimpin dan penguasa Kabah, kemudian tugas tersebut dilanjutkan oleh Mudzadz bin Amr al-Jurhumi. Anak keturunan Ismail dan anak keturunan Nabit bersama kakek mereka Mudzadz bin Amr dan paman-paman dari pihak ibu mereka dari Jurhum, dan anak keturunan Qatura, yang merupakan sepupu Jurhum, waktu itu adalah penduduk Mekah. Meraka datang dari negeri Yaman, dan mengadakan perjalanan bersama-sama kenegeri Mekah. …. Kemudian Tuhan melipat gandakan keturunan Ismail di Mekah.

      Mata Air Zam-Zam sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail. Sumber :

      Hadis Sahih Bukhari

      Volume 4, buku 55, nomor 583 :

      Ketika air di kantung kulit telah habis, Hagar menjadi haus, begitu pula Ismail. Hagar melihat Ismail yang dalam keadaan menderita kehausan. Hagar meninggalkan Ismail karena tidak tahan melihat penderitaan Ismail. …….. . Hagar terus menurt berlari antara Safa dan Marwa hingga tujuh kali. Rasulullah berkata, “Kejadian inilah yang mendasari tradisi jemaah haji berjalan antara Safa dan Marwa” Ketika Hagar mencapai bukit Marwa dia mendengar satu suara, Hagar kemudian berkata, “O, siapapun engkau, kamu telah membuatku mendengar suaramu, apakah engkau bisa membantuku? Dan ajaib, Hagar kemudian melihat satu malaikat di lokasi Zam Zam sedang menggali tanah, hingga akhirnya air memancar dari tempat itu….

      Jadi kota Mekah sudah mulai dihuni dari sekitar tahun 2000 SM, dan terus dihuni hingga terjadi pengusiran suku Jurhum oleh suku Kinana dan Khuza’a. Sumber :

      Sirah Ibnu Ishaq

      Kisah Sejarah Nabi Tertua

      Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 67

      Sementara waktu berjalan, suku Jurhum yang menguasai kota Mekah mulai bersikap kurang baik dan sok kuasa. Siapa saja yang memasuki kota Mekah yang bukan dari kerabat mereka diperlakukan dengan buruk……. Bani Bakar bin Abdul Manat bin Kinana dan Bani Ghubsan dari Khuza’a sepakat untuk memerangi suku Jurhum dan bertekat untuk mengusir mereka dari Mekah …. Dan berhasil mengusir suku Jurhum dari Mekah. …. Amir bin Harits bin Mudzadz al Jurhumi membawa dua patung rusa dari Kabah dan batu pojok (harusnya : BATU HITAM) dan menguburnya di sumur Zamzam, dan kemudian pergi meninggalkan Mekah bersama orang-orang Jurhum ke Yaman.

      Kejadian ini terjadi sekitar pertengahan abad ke 2 M. Sumber :

      Sejarah Hidup Muhammad

      Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury

      Robbani Press1998, halaman 18 :

      Dengan bantuan keturunan Adnan, yakni bani Bakr bin Andi Manaf bin Kinanah, mereka melakukan penyerangan terhadap Jarham sehingga berhasil mengusir mereka dan menguasai Makkah pada pertengahan abad ke 2 M….. Amru bin al-Harits bin Madladl bin al Jarhami mengeluarkan dua patung kijang yang terbuat dari emas milik Kabah dan hajar aswad, lalu disimpan dalam sumur zamzam.

      Patung rusa, BATU HITAM dan sumur Zamzam baru sekitar 300 tahun kemudian ditemukan lagi oleh Abdul Muthalib, kakek Muhammad SAW. Sumber :

      Sirah Ibnu Ishaq

      Kisah Sejarah Nabi Tertua

      Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 64

      Ketika Abdul Muttalib sedang tertidur disamping Kabah, dia mendapat mimpi yang menyuruhnya untuk menggali Zamzam …… Suku Jurhum telah menguruk tempat tersebut ketika mereka meninggalkan Mekah. Ini adalah sumur Ismail, anak Ibrahim, dimana Tuhan memberinya air ketika dia kehausan pada saat dia masih bayi.

      Sumber :

      Ibid, jilid 1, halaman 67

      Ketika Abdul Muttalib telah mendapatkan kesimpulan tentang letak dari tempat yang hendak digali, dan ternyata tempatnya sama dengan apa yang disebut dalam mimpinya, dia mengambil sebuah cangkul dan mengajak putra satu-satunya saat itu al-Harits dan mulailah dia menggali. Ketika bagian atas dari sumur itu tampak, dia berseru ‘Allah akbar!’. Orang-orang Quraish yang mendengar teriakan Abdul Muttalib datang … dan berkata, “Ini adalah sumur dari nenek moyang kami Ismail ….”

      Dari sumber Ibn Ishaq diatas terlihat bagaimana kebohongan tradisi Islam dibuat. Sulit dibayangkan hal-hal sebagai berikut :

      • suku Jurhum yang kalah perang dapat mengambil 2 patung rusa dan BATU HITAM dari Kabah

      • suku Jurhum yang kalah perang dapat memasukkannya dalam sumur Zamzam dan menguruknya hingga sumur zam-zam berhenti mengalir.

      • Bagaimana mungkin suku Kinana dan Khuza’a tidak curiga melihat hilangnya batu hitam dan sumur Zamzam yang tiba-tiba diurug, dan kemudian tidak berusaha mencari batu hitam.

      Jika suku Kinana dan Khuza’a bukan orang gila – melihat sumur Zamzam yang adalah mata air dan sumber kehidupan utama tiba-tiba saja diurug suku Jurhum hingga berhenti mengalir – mereka akan langsung menggalinya lagi untuk mendapatkan air.

      Jadi dari kejanggalan kisah diatas dapat disimpulkan :

      • Tidak ada sumur Zamzam dijaman Jurhum berkuasa, apalagi dijaman Ismail sekitar 2000 SM.

      • Sumur Zamzam memang baru ditemukan oleh Abdul Muttalib diawal abad 6 M.

      • Batu hitampun juga baru ditemukan oleh Abdul Muttalib diawal abad 6 M.

      Itulah sebabnya Umar sama sekali tidak menaruh hormat pada BATU HITAM, karena tampaknya dia tahu bahwa batu hitam memang baru ditemukan oleh Abdul Muthallib.

      Sahih Bukhari 2.667

      Dikisahkan oleh Abis bin Rabia : Umar menghampiri lokasi dekat Batu Hitam dan menciumnya dan berkata, “Tidak ada keraguan, aku tahu kamu hanyalah batu yang tidak akan menguntungkan atau merugikan siapapun. Jika saja aku tidak melihat rasulullah menciummu, aku tidak akan menciummu”

      Bahkan sumber Islam sendiri meragukan klaim bahwa Kabah sudah ada sejak jaman Ibrahim dan Ismail. Kutipan ini mengisahkan raja Abu Karib Tiban As’ad yang berasal dari Yaman yang saat itu melakukan perjalanan ke Yatsrib. Sumber :

      Sirah Ibnu Ishaq Kitab Sejarah Nabi Tertua

      Muhammadiah University Press, Juni 2002,

      Jilid 1, halaman 15 – 16.

      Halaman 15 :

      Tubba menulis baris-baris berikut tentang perjalanannya, apa yang dia lakukan terhadap Madinah dan Ka’bah, …….

      ………

      Aku tidak tahu tentang adanya kuil yang murni

      Yang dipersembahkan untk tuhan di lembah Mekah,

      ……..

      Menurut sumber berikut Abu Karib Tiban As’ad memerintah di Yaman dari tahun 410 hingga 435 M.

      Sumber :

      Sabaean Inscriptions from Mahram Bilqis (Ma’rib),

      Jamme, W.F

      Johns Hopkins Press, Baltimore, 1962, Volume III, halaman 387

      http://religionresearchinstitute.org/mecca/classical.htm

      …. he reigned in Yemen from 410 to 435 A.D.

      Jadi selambat-lambatnya pada tahun 435 M, Kabah di Mekah tidak diketahui oleh seorang raja dari Yaman. Konsekuensi lebih lanjut adalah tampaknya Mekah dan Kabah pada saat itu bukanlah tempat pemujaan yang utama di Arab melainkan hanyalah salah satu dari sekian banyak tempat pemujaan di tanah Arab. Bahkan tampaknya disetiap kota pasti mempunyai kuil suci yang dipersembahkan pada tuhannya kota yang bersangkutan.

      QS 27 : 91 : Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah)

      Terjemahan Inggris dari Yusuf ali :

      QS 27 : 91 : For me, I have been commanded to serve the Lord of this city

      Itulah sebabnya saat penduduk Taif sebuah kota sekitar 50 km tenggara Mekah diserbu oleh Abrahah dengan pasukan gajahnya, penduduk Taif justru menyarankan mereka untuk memusnahkan kuil yang di Mekah saja bahkan menawarkan diri untuk mengantar Abrahah ke Mekah. Sumber :

      Sirah Ibnu Ishaq

      Kisah Sejarah Nabi Tertua

      Muhammadiyah University Press, jilid 1, halaman 34

      Mereka berkata kepada Abrahah : Wahai sang raja, kami adalah para budakmu yang memperhatikan dan patuh kepadamu. Kami tidak punya perkara apapun denganmu, begitu juga dengan tempat peribadatan kami – maksudnya adalah Al-Lat – tidak termasuk apa yang kamu cari. Kamu hanya menginginkan kuil yang ada di kota Mekah, dan kami menyertakan untukmu seseorang untuk mengantarmu ke sana.

      Sangat unik karena selain tidak tahu lokasi Mekah, ternyata siapa nama pemimpin di Mekahpun tidak diketahui oleh Abrahah. Sumber :

      Ibid, halaman 35

      Abrahah mengirim seorang suku Himyari yang bernama Hunata ke Mekah untuk mengetahui siapa yang menjadi pemimpin tertinggi di Mekah dan untuk menyampaikan kepadanya bahwa maksud kedatangan dia bukanlah untuk berperang melainkan dengan mereka tetapi untuk menghancurkan Kabah …

      Konsekuensi lebih lanjut dari kutipan diatas adalah :

      • Kabah di Mekah tidak dihormati sebagai peninggalan dari Ibrahim dan Ismail.

      • Kota Mekah sama sekali bukan kota yang penting, sangat mungkin hanya merupakan pemukiman kecil.

      • Bahkan sekitar tahun 550-an M, lokasi Kabah dan Mekahpun tidak diketahui oleh raja Abrahah dari Yaman sampai harus di tunjukkan oleh penduduk Taif.

      Bahkan salah satu puisi yang digantung di Kabah pada masa pra Islampun memberikan indikasi tentang waktu pembangunan Kabah yang jauh lebih belakang daripada masa Ibrahim dan Ismail yang selama ini diklaim. Sumber :

      The Sacred Books and Early Literature of the East

      Charles F. Horne

      Parke, Austin, & Lipscomb, 1917, Vol. V: Ancient Arabia, halaman 19 – 40.

      http://www.sacred-texts.com/isl/hanged/hanged3.htm

      The poem of Zuhair

      Kemudian aku bersumpah demi kuil

      Yang dikelilingi oleh orang-orang yang berjalan

      Mereka yang membangun, dari suku Quraish dan Turhum

      Quraish sendiri adalah moyang Muhammad SAW menurut sumber-sumber Islam berikut.

      http://media.isnet.org/islam/Silsilah/Muhammad02.html

      00 IBRAHIM

      01 Isma’eel

      02 Nabit

      03 Yashjub

      04 Tayrah

      05 Nahur

      06 Muqawwam

      07 Udad

      08 ‘Adnan

      09 Mu’ad

      10 Nizar

      11 Mudhar

      12 Ilyas

      13 Mudrika

      14 Khuzayma

      15 Kinana

      16 AL NADR (AL QURAYSH)

      17 Malik

      18 Fihr

      19 Ghalib

      20 Lu’ayy

      21 Ka’ab

      22 Murra

      23 Kilab

      24 Qussayy (Real name: Zayd)

      25 ‘Abdu Manaf (Real name: Al Mughira)

      26 Hashim (Real name: ‘Amr) as Banu Hashim

      27 ‘Abdu Al Mutallib (Real name: Shaiba)

      28 ‘Abdullah

      29 MUHAMMAD saw

      Jadi Quraish hidup 13 generasi sebelum Muhammad SAW.

      Menurut hitungan sederhana :

      Jika 1 generasi adalah sekitar 30 tahun, beda waktu antara Quraish dan Mahammad SAW adalah 13 x 30 = 390 tahun. Muhammad lahir sekitar 570 M Berarti Quraish hidup sekitar 570 – 390 = tahun 180 M. Jadi cocok dengan apa yang ditulis oleh Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury yang menyatakan bahwa keturunan Adnan menyerbu Jurhum sekitar pertengahan abad ke 2 M. Jadi tampaknya baru pada akhir abad ke 2 itulah kota Mekah dan Kabah dibangun.

      Makanya sumber Islampun kacau balau tentang waktu pembangunan Kabah. Sumber :

      Tafsir Ibn Kathir terhadap QS 3 : 96 :

      Dapat diakses di : http://www.tafsir.com/default.asp?sid=3&tid=8799

      [96] Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Imam Ahmad mencatat bahwa Abu Dharr berkata; “Aku berkata, “O Rasulullah, masjid mana yang pertama dibuat didunia ini?. Dia berkata, “Al-Masjid Al Haram (di Mekah)”. Aku berkata, “Mana yang dibangun setelah itu?”. Dia menjawab, “Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem)”. Aku berkata, “Berapa jangka waktu antara pembangunan kedua bangunan itu?” Dia berkata, “Empat puluh tahun”

      Menurut perhitungan :

      Abraham dan Ismail hidup sekitar tahun 1900 SM – 2000 SM

      Raja Salomo (Sulaiman) yang membangun bait Allah di Yerusalem hidup seitar 1000 SM – 970 SM. Jadi ada beda waktu 1000 tahun antara Ismail (yang membangun Kabah = Masjidil Haram) dengan raja Salomo (yang membangun Bait Allah di Yerusalem).

      Jadi bagaimana bisa dikatakan beda waktu keduanya hanya 40 tahun?

      BAGIAN KEDUA : NABONIDUS SUMBER BABILON (550 SM)

      Keberadaan Mekah juga luput dari catatan sejarah seorang raja dari Babilonia yaitu Nabonidus yang menguasai wilayah Arab. Raja Nabonidus memindahkan kerajaannya ke Teima, sebuah kota di sisi utara Medinah selama 10 tahun (550 SM – 540 SM) yang tercatat dalam Syair Kisah Nabonidus.

      Sumber :

      Ancient Records from North Arabia,

      F.V.Winnett and W.L.Reed,

      University of Toronto Press, 1970, halaman 89

      Nabonidus membunuh pangeran dari Teima dan mengambil alih kediamannya dan kemudian membangun istananya dilokasi itu seperti istananya di Babylonia.

      Masih menurut sumber diatas, halaman 91, dari inskripsi yang ditemukan di Harran – kota asal Nabonidus – tercatat bahwa dia juga menaklukkan kota-kota di Hijaz, diantaranya adalah Yathrib (Medina) dan Khaybar. Kota Khaybar sendiri terletak di utara Medina sekitar 100 km dalam arah menuju ke Teima. Namun sama sekali tidak ada penyebutan kota Mekah.

      Ini mengindikasikan bahwa kota Mekah memang belum ada saat itu, makanya tidak muncul dalam panggung sejarah dipertengahan abad ke 6 SM.

      BAGIAN KETIGA : HERODOTUS

      Herodotus adalah sejarawan Yunani yang hidup 484 SM hingga 430 SM/420 SM. Menuliskan sebuah buku berjudul The History yang diterbitkan sekitar tahun 425 SM. Buku ini adalah narasi sejarah tentang perang Greco – Persia. Dalam buku 3 nya Herodotus menuliskan Arab Selatan sebagai berikut.

      Sumber :

      http://www.fordham.edu/halsall/ancient/Herodotus#Herodotus

      Arabia arah selatan adalah lokasi yang paling akhir dihuni, dan wilayah inilah satu-satunya yang memproduksi kemenyan, mur, kasia, kayu manis dan madat.

      Jadi catatan Herodotus bertentangan dengan sumber Islam yang mengklaim wilayah Mekah sudah dihuni semenjak abad ke 20 SM dan menjadikan wilayah ini yang pertama dihuni dan dari Mekahlah kemudian keturunan Ismail menyebar ke segala penjuru Arab.

      Catatan sejarah adalah jelas, Arab Selatan adalah wilayah yang paling akhir dihuni. Ini sangat jelas karena migrasi dari Mesopotamia kuno adalah menuju ke wilayah barat daya arah Israel dan ke selatan melalui pantai timur jazirah Arab dari Qatar, Uni Emirat Arab, Oman dan Yaman. Itulah sebabnya wilayah Arab Utara dan Yaman lebih dahulu didiami dibandingkan wilayah Arab Selatan. Jika Khaybar dan Medina baru muncul di sekitar abad 6 SM, ini berarti di abad 6 SM Mekah pasti belum ada karena letaknya lebih selatan lagi dari Medinah. Jadi bagaimana mungkin Mekah sudah ada di abad 20 SM.

      BAGIAN KEEMPAT : STRABBO SUMBER ROMAWI (23/24 SM)

      Di tahun 30 SM, Mesir takluk dan menjadi salah satu provinsi Romawi. Setelah menaklukkan Mesir, Romawi berusaha meneruskan penaklukkannya ke wilayah jazirah Arab hingga ke Yaman yang pada waktu itu adalah sebuah kerajaan besar. Di tahun 23 / 24 SM, pemerintah Romawi mengutus Aelius Gallus, gubernur Mesir untuk memimpin penaklukan tersebut.

      Sumber :

      History of Rome, Buku LIII.xxix. 3 – 8

      Dio Cassius, 220 M

      http://www.fordham.edu/halsall/ancient/arabia1.html#Dio%20Cassius

      Tahun 23 SM : Sementara semuanya berjalan, satu ekspedisi baru dimulai dan diakhiri. Ekspedisi itu dipimpin oleh Aelius Gallus, gubernur Mesir, terhadap wilayah Arab Felix.

      Dalam ekspedisi ini diikutsertakan seorang sejarawan dan ahli geografi yang bernama Strabo (meninggal 22 M) yang kemudian mencatat peristiwa ini dalam 16 buku karangannya.

      Informasi peta wilayah Arabia dapat diakses disini.

      http://www.lib.utexas.edu/maps/middle_east_and_asia/saudi_arabia_pol_2003.jpg

      Sumber-sumber kutipan berikut diambil dari :

      Geography, Buku XVI, Chap. iv, 1-4, 18-19, 21-26

      http://www.fordham.edu/halsall/ancient/arabia1.html#Strabo

      Dalam buku ini, dikutip kota-kota yang dilalui oleh Gallus dalam perjalanan pergi dan pulangnya. Gallus melewati 2 jalur yang berbeda, dimana jalur pergi adalah melalui gurun pasir di bagian timur sisi Laut Merah, sementara jalur pulang adalah melalui jalur tepi laut Merah. Gallus berangkat dari wilayah kanal di sekitar sungai Nile dan ini hanya mungkin dari sekitar wilayah Suez sekarang. Kota pertama yang disinggahi adalah Leuce Come.

      Sumber :

      Strabo, XVI.iv.23.

      Gallus membuat tidak kurang dari 80 perahu di Cleopatris, dekat dengan kanal tua yang bersumber dari sungai Nil …. Dia membuat 130 kapal, dimana dia berangkat dengan 10.000 pasukan …… dia sampai di Leuce Come dihari ke 15, sebuah tempat perdagangan yang besar di wilayah Nabatean …..

      Wilayah Nabatean sendiri adalah terbentang antara perbatasan Syria dengan Arab dari sungai Eufrat hingga Laut Merah.

      Sumber :

      Encyclopaedia Britannica, sub topik Nabatean

      Anggota masyarakat Arab kuno yang mendiami perbatasan antara Syria dan Arab, dari sungai Eufrat hingga Laut Merah ….

      Leuce Come ini masih didaerah kekuasaan Nabatean, jadi lokasinya masih dekat dengan perbatasan Syria. Jadi kemungkinan adalah kota Al-Wajh modern di wilayah Tabuk – Arab Saudi. Perjalanan berlanjut menuju wilayah kekuasaan Aretas.

      Sumber :

      Strabo, XVI.iv.24.

      … Setelah berjalan beberapa hari, Gallus mencapai wilayah kekuasaan Aretas, yang beraliansi dengan Obodas. Aretas menerimanya dengan ramah dan memberi hadiah. Tapi karena kebohongan Syllaeus (vivaldi : penunjuk jalan Gallus), Gallus harus melalui jalan yang sangat sulit melalui wilayah tersebut, dimana dia menghabiskan 30 hari melaluinya.

      Sangat mungkin Aretas ini adalah penguasa wilayah Medinah. Sementara Obodas adalah penguasa Khaybar. Kedua kota ini berdekatan sehingga sangat mungkin keduanya beraliansi. Dengan tidak disebutkan nama kotanya menunjukkan bahwa ke 2 kota ini adalah kota yang sudah diketahui oleh umum. Medina dan Khaybar sudah disebutkan dalam jaman Nabonidus (550 SM), jadi diabad ke 1 SM pasti sudah merupakan kota yang dikenal. Dari Al-Wajh ke Medinah berjarak sekitar 380 km dengan melalui bukit-bukit yang cukup sulit tergambar dari kutipan diatas. Secara rata-rata Galus hanya dapat maju sekitar 13 km tiap harinya. Kota berikutnya adalah Negrani.

      Sumber :

      Strabo, XVI.iv.24.

      Wilayah selanjutnya yang didatanginya adalah kekuasaan suku nomaden, dan hampir seluruhnya adalah padang pasir. Wilayah itu disebut Ararene. Rajanya bernama Sabos. Gallus menghabiskan 50 hari melalui wilayah ini dan mencapai kota Negrani, wilayah subur yang telah ditinggalkan dengan sukarela. Raja telah melarikan diri dan kota diduduki segera. Setelah berjalan 6 hari dari sini, dia mencapai sebuah sungai [di wilayah Minae].

      Perjalanan yang dilakukan adalah sekitar 50 hari melalui gurun pasir sebelum mencapai Negrani. Sangat mungkin Negrani disini adalah kota Taif. Jarak antara Medinah dengan Taif adalah sekitar 500 km,dilewati dalam 50 hari, berarti kecepatan adalah sekitar 10 km / hari. Kecepatan yang rendah ini karena sangat mungkin pada saat terjadi badai mereka harus berhenti berjalan.

      Tiga indikasi lain yang menguatkan Negrani adalah Taif adalah :

      • Karena dari sini dengan berjalan selama 6 hari kearah selatan mereka menemukan sungai. Sungai ini adalah sebuah sungai yang terletak disebelah utara Al-Qunfudhah. Jarak antara Taif hingga sungai adalah sekitar 150 km, berarti mereka berjalan dengan kecepatan sekitar 25 km / hari.

      • Kota ini sama seperti Medinah berada disisi timur jajaran pegunungan. Jadi Gallus tampaknya berjalan menyusur tepi pegunungan.

      • Kota Al-Qunfudhah dengan sungainya relatif sudah dekat Yaman modern, yaitu sekitar 300 km arah utara Yaman. Jadi sangat mungkin kota al-Qunfudhah dan sungainya dijaman Gallus berada dibawah kekuasaan Minae dari Yaman.

      Sumber :

      Encyclopaedia Britannica, sub topik : Yemen

      Tiga kerajaan yang paling terkenal dan terbesar adalah Minaean, Saba dan Himyar, semuanya terkenal dalam sejarah kuno Mediteran, periode kekuasaan mereka berlangsung antara 1200 SM hingga 525 M.

      Perjalanan berlanjut menuju Asca.

      Sumber :

      Strabo, XVI.iv.24.

      Jadi setelah menemukan sungai, Galus segera mendapati sebuah kota yaitu Asca yang sangat mungkin adalah Qal’at. Jarak dari sungai ke Qal’at cukup dekat hanya sekitar 150 km. Jadi dapat ditaklukkan dengan segera.

      Kemudian menuju Athrula.

      Sumber :

      Strabo, XVI.iv.24.

      Dia kemudian mencapai kota Athrula, dan menaklukkannya tanpa perlawanan, menempatkan satu garnisun disana, dan mengumpulkan persediaan untuk perjalanan selanjutnya, terdiri dari gandum dan kurma.

      Sangat mungkin Athrula adalah kota Najran karena disinilah mereka menambah perbekalan karena Najran adalah kota yang subur dengan oasis. Sejarah mencatat kota ini dikunjungi Romawi pertama kali ditahun 24 SM yang adalah waktu saat Gallus melakukan ekspedisinya.

      Sumber :

      Encyclopaedia Britannica, sub topik : Najran

      Kota, oasis …. Pertama kali dikunjungi orang Romawi di tahun 24 SM…. Najran adalah kota utama yang menghasilkan kemenyan dan mur yang menyuplai wilayah Mediterania dan Timur tengah antara 1000 SM dan 600 M.

      Kemudian ke Marsiaba.

      Sumber :

      Strabo, XVI.iv.24.

      Dia melanjutkan ke kota Marsiaba, yang dikuasai bangsa Rhammanita, yang takluk dibawah Ilasarus. Gallus menyerang dan mengepung kota selama 6 hari, dan meninggatkan kepungan akibat kekurangan air.

      Sangat mungkin Marsiaba ini adalah Mar’ib sebuah kota yang terkenal dengan bendungannya yang jebol pada tahun 450 / 451 M.

      Jadi dalam perjalanannya hingga mencapai Yaman, tidak ada sebuah kota yang bernama Mekah sama sekali. Jika saat itu Mekah sudah ada dengan mata airnya yaitu Zam Zam yang melimpah, tentu saja kota ini akan disinggahi oleh Gallus.

      Di padang pasir, orang mungkin bisa menyembunyikan laut, TAPI TIDAK BISA MENYEMBUNYIKAN OASIS.

      Setelah kegagalan menaklukkan Marsiaba, Gallus memutuskan untuk kembali ke Mesir. Dalam perjalanan pulang ini Gallus menggunakan jalan lain yang ternyata lebih cepat. Kota pertama adalah Negrana.

      Sumber :

      Strabo, XVI.iv.24.

      dia memiliki waktu untuk mengambil rute lain untuk kembali, Gallus mencapai Negrana dalam 9 hari, dimana terjadi pertempuran.

      Negrana sangat mungkin adalah Sa’dah modern di Yaman.

      Jarak Mar’ib ke Sa’dah adalah sekitar 240 km, ditempuh dalam 9 hari. Berarti mereka berjalan rata-rata 27 km / hari. Kemudian Seven Wells (Tujuh Sumur).

      Sumber :

      Strabo, XVI.iv.24.

      dan kemudian dalam 11 hari mencapat “Tujuh Sumur”, tempat yang dinamakan menurut keberadaan sumur-sumur tersebut. Kemudian mereka berjalan melalui gurun pasir dan tiba di sebuah pemukiman bernama Chaala.

      Para ahli menyatakan bahwa Tujuh Sumur ini adalah Al-Qunfudhah. Jarak Sa’dah ke Al-Qunfudhah adalah sekitar 370 km,ditempuh dalam 11 hari. Berarti mereka berjalan rata-rata 34 km / hari. Sementara Chaala kemungkinan adalah Al-Lith modern. Kemudian menuju Malothas.

      Sumber :

      Strabo, XVI.iv.24.

      Dan kemudian menuju Malothas, yang terletak disebuah sungai.

      Kota ini terletak ditepi sebuah sungai dan sangat mungkin adalah kota Jedah modern karena ada sebuah sungai disana.

      Sumber :

      Strabo, XVI.iv.24.

      Jalan ini kemudian melalui padang pasir, yang hanya memiliki sangat sedikit tempat berair, hingga mencapai Egra. Kota ini masuk wilayah Obodus dan terletak ditepi pantai.

      Setelah Jeddah, mereka mendapati Egra yang sangat mungkin adalah Yanbu modern karena terletak ditepi Laut Merah. Lagi-lagi dalam perjalanan balik ini tidak ada kota dengan ciri-ciri Mekah disebutkan.

      Kesimpulan :

      Dalam perjalanan menuju Yaman, setelah mendarat di Al-Wajh, Gallus dan pasukannya bergerak kearah tenggara menuju jalur padang pasir dengan melewati kota Medinah – Taif – Qal’at – Najran dan berusaha menaklukkan Mar’ib. Sementara perjalanan pulang melewati jalur Mar’ib – Sa’dah – al-Qunfudhah – Al-Lith – Jedah dan Yanbu.

      Tidak ada sama sekali penyebutkan kota seperti Mekah yang memiliki mata air Zam-Zamnya. Jika saja Mekah dengan mata air zam-zamnya sudah ada sejak jaman Abraham (2000 SM), sudah barang tentu kota ini akan dilewati oleh Gallus karena di padang pasir, MATA AIR LEBIH BERHARGA DARIPADA EMAS BERLIAN.

      BAGIAN KELIMA : DIODORUS SICULUS (ABAD 1 SM)

      Kutipan berikut diterjemahkan secara bebas dari tulisan Islamic Awareness yang dapat diakses di http://www.islamic-awareness.org/history

      Diodorus Siculus adalah seorang sejarawan Yunani di abad 1 SM yang menuliskan Bibliotheca Historica, sebuah buku yang menggambarkan beberapa bagian dunia. Kutipan berikut adalah dari terjemahan Inggris yang dikutip oleh Gibbon dari buku Diodorus Siculus yang menggambarkan sebuah kuil yang dipandang sebagai kuil yang paling suci di Arab. “Dan sebuah kuil telah dibangun disana, yang sangat suci dan dihormati oleh semua orang Arab.”

      Komentar :

      Dalam usahanya untuk mencari pembenaran klaim bohong tersebut, tim dari Islamic Awareness harus membuat kebohongan lainnya.

      Kutipan yang lebih lengkap adalah sbb :

      http://religionresearchinstitute.org/mecca/classical.htm

      Orang yang menghuni wilayah disebelah teluk, dinamakan Banizomenes, yang hidup dari berburu dan memakan daging binatang darat, Dan sebuah kuil telah dibangun disana, yang sangat suci dan dihormati oleh semua orang Arab.

      Jadi kuil ini adalah kuilnya orang Banizomenes, bukan kuilnya orang Quraish. Terus dimana letak pemukiman Banizomenes itu?

      Dijelaskan oleh seorang sejarawan Agatharchides yang menulis buku berjudul On the Erythraean Sea ditahun 145 – 132 SM

      http://religionresearchinstitute.org/mecca/classical.htm

      Seseorang menemukan sekeliling Teluk Laeanites dimana ada banyak pemukiman dari orang-orang Arab Nabatean….. Setelah wilayah ini yang masih dipinggir pantai adalah teluk yang menjorok masuk kedalam sekitar tidak kurang dari 500 stadia. Mereka yang mendiami wilayah ini dalam area teluk dinamakan Batmizomaneis yang adalah pemburu binatang darat.

      Jadi kuil yang disebutkan berada di sekitar teluk Akaba yang terletak antara jazirah Sinai dengan Arab, sangat jauh dari Mekah. Itulah sebabnya tim Islamic Awareness sengaja memotong sebagian kalimat saja karena kalau dikutip semuanya maka kebohongan mereka akan langsung terlihat.

      BAGIAN KEENAM : MENURUT PLINY (ABAD 1 M)

      Setelah Mekah tidak tercatat dalam sejarah abad 6 SM, abad ke 5 SM dan abad 1 SM, kita coba lihat apa catatan sejarah pada abad 1 M.

      Sumber adalah dari seorang pengarang sekaligus seorang pemimpin skuadron prajurit Romawi yaitu Pliny.

      Pliny lahir di Como, Italia di tahun 23 M dan meninggal ditahun 79 M. Dia menyelesaikan bukunya yang berjudul Natural History ditahun 77 M. Dalam menyusun bukunya, Pliny mendasarkan pada perpustakaan Romawi. Di buku 6, bab 32 dan 33 Pliny mendaftarkan 92 suku dan 62 kota di Arab, namun tidak sekalipun menyebut suku Jurhum dan Adnan maupun kota Mekah. Tulisan Pliny ini memperkuat apa yang dilaporkan Strabbo sekitar 100 tahun sebelumnya dimana kota Mekah tidak dikenal.

      BAGIAN KETUJUH : MENURUT CLAUDIUS PTOLEMY (ABAD 2 M)

      Kutipan berikut diterjemahkan secara bebas dari tulisan Islamic Awareness yang dapat diakses di http://www.islamic-awareness.org/history

      Menarik mengetahui bahwa Claudius Ptolemy dari Alexandria, ahli matematika dan astronomi, terkenal sekitar 1 abad setelah Pliny, membuat peta dunia. Dia bukanlah ahli geografi sehingga bukunya hanya dimaksudkan untuk menjelaskan peta yang dia buat. Dia menyebutkan sekitar 114 kota dan pemukiman di Arab Felix. Sebagai contoh, Dumaetha, dijelaskan berada di perbatasan utara Arab Felix adalah kota Daumet diabad pertengahan, dan sekarang adalah oasis besar yang bernama Jauf. Hejr, yang terkenal di jaman jahiliyah, sekarang dikenal sebagai Medayin Salih, adalah kota Egra menurut Ptolemy. Kota Thaim adalah Teima, yang terkenal karena inskripsinya tentang keberadaan kuil-kuil dan penduduk diabad 5 SM. Inilah Tema kota Ayub. Sementara Lathrippa, yang berlokasi disebelah dalam Iambia (Yambo), dikenal juga IAthrippa menurut Stephan dari Byzantium, Yathrib menurut tradisi Arab mula-mula, sekarang adalah El Medina. Selain itu disebutkan juga tempat bernama Macoraba yang diidentifikasikan sebagai Mekah. Menurut GE von Grunebaum : “Mekah disebutkan oleh Ptolemy, dan nama yang diberikan oleh Ptolemy memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan lokasi itu di Arab Selatan yang dibangun disekitar tempat pemukiman.”

      Komentar :

      Ahli Geografi Yunani, Claudius Ptolemy dari Alexandria, Mesir, lahir ditahun 90 M dan meninggal 168 M. Sekitar tahun 150 M dia mulai menaruh perhatian kepada masalah geografi. Dalam bukunya Geography, buku VI, bab 7, Ptolemy mendokumentasikan beberapa lokasi utama di Arab lengkap dengan koordinat bujur dan lintangnya.

      Macoraba yang dilaporkan oleh Ptolemy tidaklah mungkin adalah Mekah dengan 3 alasan sbb :

      1. Dari struktur konsonannya, Macoraba (MCRB) berbeda dengan Mecca (MCC) yang mengindikasikan kota ini bukanlah Mekah. Yaqut al Hamawi seorang ahli geografi Arab (1179 M – 1229 M) pernah menyebutkan keberadaan sebuah kota yang bernama Maqarib (sumber : Mujam al-Buldan, iv, 587) Dari struktur konsonannya Maqarib (MQRB) lebih mendekati MCRB (Macoraba). Patricia Crone dalam bukunya Meccan Trade, Princeton University Press, 1987, halaman, 136 menyarankan lokasi Macoraba atau Maqarib ini dekat dengan Yathrib (Medinah).

      2. Dari posisi bujur Strabo menuliskan bahwa Latriba (Yathrib atau Medinah) berada di 71 derajat. Sementara Macoraba berada di lokasi 73 derajat 20 menit. Ini berarti Macoraba berada disebelah timur Latriba (Medinah) 2 derajad 20 menit.. Sementara Mekah berada di bujur yang hampir sama dengan Medinah.

      3. Dari posisi lintang Ptolemy menyebutkan Macoraba adalah kota ke 6 setelah Lathrippa (Medinah). Kota pertama yang disebutkan setelah Lathrippa adalah Carna. Kota Carna sendiri menurut Strabo masuk dalam kekuasaan Minaea diwilayah Yaman. Jadi Macoraba tidak mungkin Mekah karena tidak terletak di Yaman.

      Sumber :

      The Geogrophy of Strabo

      Buku 16, chapter iv, 2

      The Geogrophy of Strabo, volume vii, translated by Horace L. Jones , 1966, page 311 )

      http://www.fordham.edu/halsall/ancient/arabia1.html#Strabo

      Bagian penting dari wilayah ini dikuasai oleh 4 suku besar, oleh Minaea … yang kota utamanya adalah Carna, setelah itu adalah Sabaeans, yang kota utamanya adalah Mariaba, setelah itu adalah Cattabanians, yang kota utamanya adalah Tamna, dan diujung timur, Chatramotitae, yang berarti Hadramout, yang kotanya adalah Sabata.

      Carna dikenal sebagai kota terbesar di Yaman yang menjadi ibu kota kerajaan Minaea.

      Seorang sejarawan lainnya yaitu Pliny dalam bukunya Natural history of Pliny; Book VI, chapter 32, menyebutkan sebuah kota dengan nama Mochorba, yang dikatakan adalah pelabuhan Oman di pantai Hadramout di Arab Selatan. Hadramout sendiri adalah Oman modern.

      Sumber :

      Encyclopaedia Britannica edisi 2003.

      Topik : Hadramawt

      Kerajaan Arab kuno yang menguasai wilayah selatan dan tenggara Yaman dan sekarang adalah kesultanan Oman.

      Karena Macoraba ini tidak muncul dalam catatan sejarah manapun selain tulisan Ptolemy, tampaknya Macoraba ini hanyalah pemukiman kecil yang eksis di abad 2 M pada masa Ptolemy dan kemudian ditinggalkan. Sangat mungkin sejumlah suku Oman dari Mochorba beremigrasi ke utara mendekati kota Carna dan pemukiman mereka dinamakan Macoraba dengan mengikuti nama kota asal mereka yaitu Mochorba.

      BAGIAN KEDELAPAN : MENURUT PROCOPIUS DARI CAESAREA ( 6 M)

      Procopius hidup sekitar tahun 550 M. Dalam bukunya terdapat beberapa kesamaan dengan sumber dari Ibn Ishaq diatas.

      Dimulai dengan penganiayaan orang-orang Kristen di Himyar (Yaman)

      Sumber :

      History of the Wars,

      Procopius of Caesarea

      Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13 :

      http://www.fordham.edu/halsall/ancient/arabia1.html#Procopius

      Pada waktu sekitar perang ini, Elesthaeus, raja dari Ethiopia, yang adalah seorang Kristen yang saleh, mendengar bahwa sejumlah orang himyar di wilayah Yaman menganiaya orang Kristen dengan kejam

      Kisah penganiayaan ini terdapat dalam buku Ibn Ishaq.

      Sumber :

      Sirah Ibnu Ishaq

      Kisah Sejarah Nabi Tertua

      Muhammadiyah University Press, Jilid 1, halaman 25

      Dhu Nawas datang menyerang mereka dengan tentaranya dan memaksa penduduk untuk memeluk agama Yahudi, memberi pilihan kepada mereka antara hidup dan mati, mereka memilih mati. Maka kemudian Dhu Nawas menggali parit untuk mengubur mereka, membakar sebagian dari mereka dengan api, membunuh yang lain dengan pedang, sampai kemudian dia telah membunuh hamper dua puluh ribu penduduk …

      Kisah berlanjut dimana raja Himyar kemudian dikalahkan, digantikan oleh raja yang lain dan kemudian naiklah raja Abramus (Abrahah)

      Sumber :

      Procopius, Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13 :

      Sang raja kemudian mengirimkan kapal dan pasukan untuk menyerbu Himyar, dan berhasil menaklukkan mereka dan membunuh raja himyar dan banyak penduduknya. Dia kemudian menobatkan seorang keturunan Himyar menjadi raja, yaitu Esimiphaeus, …. Pengikut-pengikut Esimiphaeus, dengan dibantu beberapa pihak, memberontak terhadap sang raja dan menahannya dalam salah satu bentengnya, dan menobatkan raja baru terhadap Himyar, yaitu Abramus. Abramus adalah seorang Kristen …

      Kisah ini terdapat juga dalam buku Ibn Ishaq.

      Sumber :

      Ibn Ishaq, halaman 26 – 29

      Daus berngkat ke Abissinia dengan membawa surat sang raja, dan kemudian raja Abissinia mengirimkan tujuh puluh ribu tentara ……… Aryat memegang kendali kekuasaan di Yaman selama beberapa tahun , tetapi kemudian Abrahah orang Abissinia memecah kekuasaannya …. Dan orang-orang Abissinia di Yaman menerima Abrahah sebagai pemimpin mereka …

      Kisah berlanjut dimana Abramus mengalami 2 kali penyerbuan oleh pasukan raja Ethiopia, namun berhasil mengalahkan mereka.

      Sumber :

      Procopius, Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13 :

      Ketika Ellesthaeus mendengar hal ini, dia hendak menghukum Abramus dan pengikutnya yang telah menurunkan raja Esimiphaeus, dan dia mengirimkan 3000 pasukan dengan seorang kerabatnya sebagai komandan. Namun pasukannya, saat berada di Himyar, tidak lagi ingin pulang, mereka ingin menetap di Himyar yang subur, dan tanpa sepengetahuan sang komandan, mereka bernegosiasi dengan Abramus dan mencapai kata sepakat saat pertempuran akan dimulai. Mereka membunuh sang komandan dan justru bergabung dengan pihak Abramus dan menetap disana.

      Namun Ellesthaeus sangat marah dan mengirimkan lagi pasukan untuk menyerbu Himyar, dan terjadi pertempuran dengan pasukan Abramus. Setelah mengalami kekalahan parah, mereka kembali lagi ke Ethiophia.

      Kisah kemudian berlanjut dimana Abramus berjanji untuk menyerbu Persia namun kemudian ditengah jalan membatalkan penyerbuannya ke Persia.

      Sumber :

      History of the Wars,

      Procopius of Caesarea

      Buku I.xix.1 – 16, 23 – 26; xx.1 – 13 :

      Dikemudian hari setelah kekuasaannya mantap, Abramus berjanji kepada Kaisar Justinian beberapa kali untuk menyerbu Persia, namun hanya sekali melakukan perjalanan dan kemudian langsung kembali lagi.

      Uniknya kisah ini muncul dalam buku Ibn Ishaq namun dengan versi yang berbeda dimana dikisahkan Abrahah hendak menyerbu ke Mekah, tempat yang dia sendiri tidak tahu dimana dan siapa pemimpinnya (lihat kembali bagian kesatu). Namun dengan ajaib gajah-gajah mereka tidak mau berjalan menyerbu Mekah, bahkan pasukan Abrahah dijatuhi batu-batu oleh burung-burung.

      Sumber :

      Ibn Ishaq, halaman 38

      Tiba-tiba gajah tersebut berlututut, dan Nufail segera melompat dan berlari kearah puncak gunung. Pasukan Abrahah mencoba untuk membangkitkan gajah tersebut tetapi gagal …… ketika mereka mengarahkan sang gajah ke Yaman maka serta merta gajah tersebut berdiri, tetapi ketika mereka memutar arahnya ke kota Mekah gajah itu kembali mogok. Kemudian tuhan mengirimkan kepada mereka sekawanan burung …. Tiap-tiap burung membawa tiga buah kerikil, seperti buah kacang, satu di paruh dan dua di cakar. Semua yang terkena lemparannya mati …..

      Bahkan kisah ini masuk dalam Al-Qur’an. QS 105 : 1 – 5

      Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?, dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

      lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

      Terlihat bagaimana Ibn Ishaq telah memelintir sejarah Abrahah demi kepentingan muslim dan Arab :

      • Pasukan yang hendak menyerbu ke Persia, diplintir katanya hendak menyerbu ke Mekah, dengan alasan mau balas dendam karena ada orang Quraish yang merusak katedral milik Abrahah di Yaman.

      • Pasukan yang membatalkan niat menyerbu, diplintir katanya sang gajahlah yang tidak mau jalan

      • Tidak ada sama sekali korban jiwa dipasukan Abrahah, diplintir katanya banyak yang mati karena dijatuhi kerikil sebesar kacang oleh burung.

      • Bahkan Al-qur’an sendiri harus menambahkan kalimat dalam tanda kurung untuk mengaitkan dengan Ka’bah.

      Bagaimanapun usaha sejarawan muslim dan Ibn Ishaq mendistorsi kisah ini tetap menimbulkan keganjilan, yaitu :

      • Abrahah tidak tahu dimana kota Mekah sampai harus diantar oleh orang Thaif

      • Abrahah tidak tahu siapa pemimpin kota Mekah sampai harus bertanya-tanya.

      Orang mau berperang kok tidak tahu siapa yang mau diserbu dan dimana harus diserbu?

      KESIMPULAN.

      Dari uraian diatas yang membahas catatan sejarah dalam rentang waktu 550 SM hingga 550 M jelas tidak ada laporan tentang keberadaan kota Mekah ataupun kota dengan ciri-ciri Mekah. Konsekuensinya adalah klaim Mekah, Kabah dan Zamzam sudah ada dijaman Abraham adalah klaim bohong belaka.

      Beberapa pakar muslim mengakui hal ini, berikut kutipannya :

      1) Dr. Taha Hussein, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 170 : “Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah cukup jelas, cerita ini MUNCUL BELAKANGAN disaat Islam mulai berkembang. Islam mengeploitasi kisah ini untuk kepentingan agama”

      Siapa DR. Taha Husayn.

      Dikutip dari :

      Encyclopaedia Britannica edisi 2003

      Sub Topik : Taha Hussein

      Lahir Nov. 14, 1889, Maghaghah, Mesir

      Meninggal Oct. 28, 1973, Kairo

      Figur yang menonjol dalam khasanah Mesir modern …..Ditahun 1902 dia belajar di Al-Azhar, Kairo …… Ditahun 1908 dia masuk Universitas Kairo dan di tahun 1914 menjadi orang pertama yang meraih gelar doktor …… Taha menjadi professor Kebudayaan Arab di Universitas Kairo, karirnya dipenuhi dengan gejolak karena pandangan-pandangan kritisnya yang sering membuat marah kaum Islam ortodoks. ….Tahun 1926 dia menerbitkan buku On Pre-Islamic Poetry, dalam buku ini dia menyimpulkan beberapa syair-syair yang dinyatakan pra Islam sebetulnya adalah pemalsuan oleh muslim kemudian karena beberapa alasan, salah satunya adalah untuk memberikan otoritas kepada Al-Qur’an. Karena buku ini, dia dinyatakan kafir. ….. Taha kemudian menjabat sebagai Menteri Pendidikan ditahun 1950 – 1952 …..

      2) W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert Morey’s Islamic Invasion, halaman 3 – 4 : “Pada masa sebelum Islam, Ismail TIDAK PERNAH DISEBUTKAN sebagai Bapa Bangsa Arab”

      3) Muhammad Husain Haekal, Dalam bukunya : Sejarah Hidup Muhammad, BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA’BAH DAN QURAISY

      ….. Untuk mengetahui sejarah dibangunnya kota ini SUNGGUH SUKAR SEKALI. MUNGKIN sekali ia bertolak ke masa ribuan tahun yang lalu. ……. MUNGKIN sekali Ismail anak Ibrahim itu orang pertama yang menjadikannya sebagai tempat tinggal, …. Kalau Ismail adalah orang pertama yang menjadikan Mekah sebagai tempat tinggal, maka sejarah tempat ini sebelum itu GELAP SEKALI.

      Tentu saja sejarah Mekah Pra Islam GELAP SEKALI karena memang belum ada dijaman Abraham dan Ismail

      4) Martin Lings. Dalam bukunya : Muhammad – Kisah Hidup Nabi Berdasar Sumber Klasik. Serambi Ilmu Semesta, 2002, halaman 10

      … Ada 2 pusat suci yang melingkupi Ibrahim : satu didaerahnya, dan satu lagi MUNGKIN BELUM DIKETAHUI, dan MUNGKIN KESANALAH Hajar dan Ismail dituntun, kesuatu lembah tandus di Arabia ……. Lembah itu bernama Bakah.

      Tentu saja sejarah Mekah Pra Islam BELUM DIKETAHUI, karena memang belum ada dijaman Abraham dan Ismail

      Jadi kapan kota Mekah dan Kabah didirikan :

      • Dengan mengacu pada puisi pra Islam yang digantung di Kabah jelas mengindikasikan pembangun kuil adalah Quraish. Pembangunan kuil biasanya bersamaan dengan pembangunan kota. Quraish sendiri kemungkinan besar hidup di akhir abad ke 2 M.

      • Dengan berandai-andai bahwa Macoraba memang adalah Mekah tetap saja kota ini baru muncul di panggung sejarah sekitar pertengahan abad 2 M.

      Dapat dinyatakan bahwa kota Mekah dan Kabah baru ada paling cepat di abad ke 2 M.

  19. Adeng Hudaya Says:

    Gue mah simpel aja cara berpikirnya,

    Semua kembali ke akal sehat dan hati nurani.
    Kenyataan di lapangan menunjukkan secara kasat mata, bahwa semakin banyak Muslim yang sudah tercerahkan dan akhirnya dengan sukacita meninggalkan Islam.

    Sekali lagi, gue nggak punya masalah dengan orang-orang Muslim, sesama gue yang harus gue sayangi sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa.

    Tetapi gue tak akan pernah bisa berkompromi lagi dengan Islam.

    Tuhan sejati adalah Tuhan yang Maha Baik kepada semua mahluk.
    Tetapi Tuhan yang diberitakan oleh Momed SAW adalah seorang monster – dan dalam kitab suci Tuhan yang satu ini, yang bernama Allah SWT itu, ia menjanjikan bahwa ia akan memberikan kepada siapa saja yang bersedia meledakkan dirinya untuk membunuh sebanyak mungkin kafirun, maka ia menjaminkan kepada mereka – bahwa mereka akan menikmati 72 bidadari yang masih perawan, untuk mereka tidurin siang dan malam.
    Inilah yang diyakini oleh kedua pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton sebelum akhirnya benar-benar meledakkan diri mereka. Dan tak ada Muslim yang bisa membuktikan bahwa pemikiran ini tidak ada, sebab memang Muhammad mengajarkannya di dalam Qur’an.

    Dari sisi akal sehat dan hati nurani, bisa diyakini bahwa Tuhannya Islam itu PASTILAH SETAN LAKNATULLAH itu sendiri.
    Sebab Tuhan sejati tidak mungkin mengelurkan Firman seperti itu, dan melakukan perbuatan biadab seperti itu!!!

    Tambahan, Tuhan yang satu ini mengatakan di dalam Qur’an bahwa kaum Yahudi itu adalah keturunan babi dan kera.

    Tak mungkin ada seorang pun yang waras yang tidak akan mengatakan bahwa Qur’an itu adalah kitab Setan, dan Tuhannya Islam pastilah Setan.

    Nggak usah pusing-pusing dah melakukan perdebatan teologis.
    Cukup pake hati nurani dan akal sehat saja.

    Elu boleh memeluk agama apa aja, selama agama itu mengajarkan untuk mengasihi sesama dan tidak mengajarkan untuk membunuh sesama.

    Tetapi Islam sungguh berbeda.
    Muhammad dalam Qur’an mengajarkan bahwa darah kafir itu halal.

    Gila nggak???

    Jadi kesimpulan gue, hanya orang gila/tidak waras yang masih mau memeluk Islam.

    1. someone Says:

      picik

      1. muak Says:

        situ picik ya, baca kebenaran soal muhammad langsung kebakaran

      2. someone Says:

        Picik adalah pikiran buruk dimanapun dia berada

        Yang dikatakan Adeng itu bukannya kebenaran, tetapi fakta aneh yang digali berdasarkan fikiran buruk terhadap Muhammad SAW dan Islam. Tengok perkataanya yang anda anggap sebagai kebenaran:

        “Tuhan sejati adalah Tuhan yang Maha Baik kepada semua mahluk.
        Tetapi Tuhan yang diberitakan oleh Momed SAW adalah seorang monster – dan dalam kitab suci Tuhan yang satu ini, yang bernama Allah SWT itu, ia menjanjikan bahwa ia akan memberikan kepada siapa saja yang bersedia meledakkan dirinya untuk membunuh sebanyak mungkin kafirun, maka ia menjaminkan kepada mereka – bahwa mereka akan menikmati 72 bidadari yang masih perawan, untuk mereka tidurin siang dan malam.
        Inilah yang diyakini oleh kedua pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton sebelum akhirnya benar-benar meledakkan diri mereka. Dan tak ada Muslim yang bisa membuktikan bahwa pemikiran ini tidak ada, sebab memang Muhammad mengajarkannya di dalam Qur’an.”

        Faktanya, dalam ajaran Muhammad SAW, membunuh orang tidak berdosa adalah dosa besar. Apa yang diyakini pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton banyak bersebrangan dengan syariat Islam atau ajaran Muhammad SAW. Buktinya, MUI mengeluarkan fatwa menolak aksi terorisme tersebut. Perkataan Adeng “sebab memang Muhammad mengajarkannya di dalam Qur’an” adalah pikiran buruk yang menyebabkan dia salah menyimpulkan, karena Muhammad tidak mengajarkan dalam alQuran apa yang dilakukan oleh pelaku bom tersebut.

        Jadi, kita kebakaran karena si Adeng memfitnah Muhammad SAW dan Islam. Ini bukan bersumber dari pikiran buruk terhadap Adeng, tetapi dari pemahaman bahwa Adeng berlaku picik.

        Ayolah … jangan picik … jangan punya pikiran buruk sama gue …

    2. Anonymous Says:

      loe aja yang gila zaman gini masih belum percaya ma Al quran, padahal semua kitab suci sudah tidak ada yang murni sampai hari ini kecuali Al quran, SELAMAT MASUK NERAKA!

  20. ilham othmany Says:

    Nabi Muhammad saw bukan sahaja seorang yg sangat pemaaf terhadap musuh-musuhnya,malahan baginda juga adalah seorang yg sangat tawadhu'(merendah diri).Sifat rendah diri dan rendah hati inilah merupakan salah satu sebab agama Islam tersebar dengan begitu cepat sehingga sejarah penyebaran agama agama tidak mampu utk mendatangkan contoh sepertinya.
    Umar bin Kaththab meriwayatkan:

    Janganlah kalian berlebihan memujiku seperti kaum nasrani memuji Isa putra Maryam. Sungguh, aku hanyalah hamba Allah SWT. Maka sebutlah aku ‘Hamba Allah dan Rasulnya’
    (HR Tirmidzi, Bukhari, Ahmad dan Abu Dawud)

    Anas bin Malik meriwayatkan:

    Seorang perempuan datang kepada Rasulullah. Ia berkata, ‘Sungguh, saya memiliki keperluan dengan engkau’. Maka Rasulullah bersabda, ‘Berdiamlah di sisi jalan manapun yang engkau suka di Madinah ini, maka aku pasti akan datang (memenuhi keperluanmu)’
    (HR Tirmidzi, Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ahmad)

    Anas bin Malik meriwayatkan:

    Rasulullah menjenguk orang sakit, menyaksikan (pemakaman) jenazah, mengendarai keledai dan memenuhi undangan seorang budak. Pada hari penaklukkan Bani Quraizhah, beliau mengendarai keledai yang dikendalikan dengan tali sabut yang diatasnya juga menggunakan pelana dari sabut.
    (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim, Abu Dawud dan Baihaqi)

    Lihatlah akhlak baginda yg tinggi.Baginda tidak suka berbangga-bangga dan ingin dipuji.Tidak seperti Paulus,bukan sahaja mengaku ‘bodoh’ malah mengemis demi utk berbangga dengan katanya aku sebagai orang bodoh yg boleh berbangga sedikit.

    1. Adeng Hudaya Says:

      Jika seseorang itu akhlaknya tinggi tentu tidak akan berzinah, memperkosa maupun membunuh orang lain kan???

      1. someone Says:

        Menurut siapa, standar anda atau standar masyarakat Arab saat itu?

      2. muak Says:

        untuk someone yang dibawah, katanya Islam untuk segala jaman, nabi muhammad itu tidak bercala dan semua perbuatannya harus dicontoh sampai sekarang tapi kok kelakuannya pake standar jaman arab taon jebot?

        wakakaka ketahuan bahwa islam cuma cocok buat jaman batu

      3. someone Says:

        Buat si muak, ketahuilah … mengawini sahaya bukan berzinah atau memperkosa, dan membunuh orang yang hendak membunuh bukanlah membunuh yang terlarang. Inilah standar Islam dan standar masyarakat Arab saat itu. Jika standar anda atau agama anda mengatakan mengawini sahaya adalah zina atau perkosaan, dan membunuh orang yang hendak membunuh adalah perbuatan dosa, jangan pakai standar itu untuk mengukur nilai dalam Islam. Karena nilai Kristen bukanlah nilai Islam. Saya tidak habis fikir dengan orang Kristen yang berpengetahuan seperti anda, bagaimana Nabi Ibrahim, Sulaiman, dan Nabi lainnya yang mengawini sahaya dikatakan berzina atau memperkosa. Bagaimana mempertahankan diri atau melindungi jiwa dari pembunuhan dikatakan berdosa? Kalau anda hendak dibunuh musuh anda, pastinya anda pasrah ya, hehehehehe … Klo muslim sih pasti mempertahankan diri :D

  21. ilham othmany Says:

    Nabi saw di dlm kehidupannya adalah sangat kuat beribadah.
    Secara seksama mari kita tengok beberapa catatan hadits tentang ibadah
    Rasulullah SAW.

    1. Berkata Mughirah bin Syu’bah r.a.:

    “Adalah Rasulullah bangun di waktu malam untuk sholat sehingga bengkak
    kedua kakinya, dan ketika ditanyakan kepada beliau: ‘Bukankah Allah
    telah mengampuni dosa-dosa tuan yang telah lampau dan yang akan
    datang?’ Beliau menjawab: ‘Apakah aku tidak akan jadi hamba yang pandai
    bersyukur?’ ”
    (HR. Bukhari & Muslim)

    2. Dari Al-Qamah katanya:

    “Aku bertanya kepada Aisyah r.a.: ‘Apakah Rasulullah menentukan
    hari-hari untuk menambah ibadah?’ Aisyah menjawab: ‘Tidak, tetapi
    beliau terus-menerus mengerjakannya, dan adakah diantaramu yang kuat
    beribadah seperti Rasulullah?’ ”
    (HR. Bukhari & Muslim)

    Inilah Rasulullah!! Hati beliau sudah dekat dan melekat kepada Allah,
    beliau selalu bersama-Nya di dalam setiap saat, dan dia sangat cinta beribadah
    dan bermunajat. Beliau selalu bangun malam untuk melakukan sholat, dan
    menyisihkan sebagian waktu siangnya untuk beribadah pula, sehingga merasakan
    nikmatnya sholat dan kelezatannya. Beliau melarang para sahabatnya untuk
    menirunya dalam hal-hal yang mereka tidak mampu melakukannya. Berkata Aisyah
    r.a.:

    “Rasulullah seringkali meninggalkan pekerjaan yang beliau sangat
    mencintai untuk melakukannya karena khawatir dilakukan orang-orang
    (umatnya) sebagai sesuatu yang wajib atas mereka.”

    Anas meriwayatkan bahwa Nabi pernah berwishal ya’ni berpuasa siang malam selama
    dua atau tiga hari pada akhir bulan Ramadlan, maka orang-orang sama-sama
    melakukannya seperti beliau, akhirnya berita itu sampai kepada Nabi, maka
    beliau bersabda:

    “Andaikata bulan ini bisa diperpanjang lagi untukku niscaya
    aku terus melakukan wisal dimana orang-orang yang berlebih-lebihan itu
    tidak mampu melakukannya, sesungguhnya aku ini tidak seperti kamu
    sekalian, aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku (yaitu menolongku dan
    menguatkan tubuhku).”
    (HR. Bukhari & Muslim)

    Dan yang paling perhatian kita dari perilaku Rasulullah s.a.w. adalah
    kehebatannya memadukan secara tepat dan baik antara urusan-urusan ibadah dengan
    urusan-urusan dunia, pengembangan dan pemecahan problema-problema perjuangan.

    Beliau dengan hebatnya mampu membangun ummat secara sempurna dan membentuk
    suatu negara yang mengagumkan di permukaan dunia ini. Mengirimkan utusan kepada
    raja untuk mengajak mereka masuk ke dalam agamanya serta menyambut
    utusan-utusan yang datang kepada beliau dengan penuh hormat.

    Beliau adalah seorang komandan perang yang hebat, disamping juga beliau sanggup
    bertukar argumentasi dengan tokoh-tokoh agama dan para negarawan yang ada di
    sekitarnya. Beliau selalu waspada demi kemenangan dan demi menjaga kehancuran
    ummatnya. Beliau juga mengirimkan beberapa gubernurnya ke beberapa daerah,
    dibagikannya harta rampasan perang dengan adil kepada orang yang berhak
    menerimanya dengan ucapan:

    “Kalau aku tidak berbuat adil siapa lagi yang mau berlaku adil?”

    Beliau menyebarkan agama, memerinci wahyu yang masih mujmal, menjelaskannya
    yang masih kabur dan sukar dimengerti artinya, sehingga bisa mengeluarkan
    masalah yang furu’iyah dari masalah yang prinsip dan menjadikan firman Allah
    seluruhnya sebagai titik tolak dari segala masalah yang belum Allah firmankan.

    Bukan hanya itu; beliau juga mampu melaksanakan tugas-tugas hariannya sendiri,
    sebagai seorang suami bagi istri-istri beliau, sebagai ayah bagi putri-putri
    dan cucu-cucu beliau. Sampai memperbaiki bajunya pun dilakukan beliau sendiri!!
    Subhanallah!

    Di sela-sela kesibukan beliau dalam segala hal di atas, beliau muncul
    sebagai orang yang cinta beribadah kepada Allah siang dan malam. Namun,
    walaupun demikian beliau tidak memutuskan dan tidak pula lupa terhadap urusan
    dunianya. Kemampuan beliau dalam memadukan antara urusan akhirat dan dunia
    inilah yang menjadikan diri beliau pahlawan di atas pahlawan, dan menjadi
    teladan ummat satu-satunya dalam sepanjang sejarah kemanusiaan.

    Akhirnya dalam aspek ibadah ini, Rasulullah dapat dikatakan orang telah
    berhasil dalam tingkatan ibadah yang paling tinggi, karena kemampuan beliau
    menjalankan semua yang diperintahkan Allah kepadanya, seperti: tahajud serta
    ibadah-ibadah lainnya, tasbih, dzikir dan do’a, dsb.

    Allah Ta’ala mengabadikan perintah-perintah ibadah khusus bagi Rasulullah ini
    dalam Al-Qur’an: (tentunya kita sebagai pengikut beliau adalah pewaris yang haq
    untuk juga melakukan perintah-perintah ini).

    1. Surat Al-Muzammil 1-7:

    “Wahai orang-orang yang berselimut, bangunlah (untuk sembahyang) di
    malam hari kecuali sedikit dari padanya yaitu seperduanya atau kurangilah
    sedikit dari seperdua itu atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Al-Qur’an
    itu dengan perlahan-lahan, sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan
    yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk
    khusu’) dan bacaan di waktu itu akan lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada
    siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).”

    2. Al-Isra’ 79:

    “Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai
    suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke derajad
    terpuji.”

    3. Al-Insan 25-26:

    “Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang dan pada sebagian
    malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang
    panjang di malam hari.”
    Sungguh!Baginda adalah suri tauladan yg sempurna.

  22. ilham othmany Says:

    Tiada satu kebaikan pun kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan kepada umatnya, sebagaimana tiada kejelekan apapun kecuali umat telah diperingatkan darinya. Kita tahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah diutus kecuali membawa rahmat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

    “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya: 107)

    Di antara nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Nabiyurrahmah, yaitu Nabi yang membawa kasih sayang. Rahmat beliau tentu tidak khusus untuk manusia bahkan untuk alam semesta, termasuk binatang.

    Hak-hak binatang yang harus diperhatikan

    1. Memerhatikan pemberian makanan

    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Bila kamu melakukan perjalanan di tanah subur, berilah binatang (tunggangan) itu haknya. Bila kamu melakukan perjalanan di bumi yang tandus maka percepatlah perjalanan.” (HR. Al-Bazzar, lihat Ash-Shahihah no. 1357)

    Hadits ini memberi petunjuk bila seseorang melakukan perjalanan dengan mengendarai binatang serta melewati tanah yang subur dan banyak rumputnya agar memberi hak hewan dari rumput dan tetumbuhan yang ada di tempat itu. Namun bila melewati tempat yang tandus sementara dia tidak membawa pakan binatang tunggangannya serta tidak menemukan pakan di jalan, hendaknya dia mempercepat perjalanan agar dia sampai tujuan sebelum binatang itu kelelahan.

    2. Tidak memeras tenaga binatang secara berlebihan

    Dari sahabat Abdullah bin Ja’far radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah masuk pada suatu kebun dari kebun-kebun milik orang Anshar untuk suatu keperluan. Tiba-tiba di sana ada seekor unta. Ketika unta itu melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka ia datang dan duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan berlinang air matanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Siapa pemilik unta ini?” Maka datang (pemiliknya) seorang pemuda dari Anshar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidakkah kamu takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam (memperlakukan) binatang ini yang Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikanmu memilikinya?! Sesungguhnya unta ini mengeluh kepadaku bahwa kamu meletihkannya dengan banyak bekerja.” (HR. Abu Dawud dll, Asy-Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Ash-Shahihah no. 20)

    3. Menajamkan pisau yang akan digunakan untuk menyembelih

    Pisau yang tumpul dan tidak tajam akan sulit digunakan untuk menyembelih sehingga binatang yang disembelih tersiksa karenanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan untuk berbuat baik terhadap segala sesuatu. Bila kamu membunuh maka baguskanlah dalam membunuh dan bila menyembelih maka baguskanlah dalam cara menyembelih. Hendaklah salah seorang kamu menajamkan belatinya dan menjadikan binatang sembelihan cepat mati.” (HR. Muslim)

    Namun janganlah seorang mengasah pisau/belatinya di hadapan binatang yang akan disembelihnya. Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menegur orang yang melakukan demikian dengan sabdanya: “Mengapa kamu tidak mengasah sebelum ini?! Apakah kamu ingin membunuhnya dua kali?! (HR. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi. Asy-Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Ash-Shahihah no. 24)

    4. Tidak memberi cap dengan besi yang dipanaskan pada wajah binatang

    Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati seekor keledai yang dicap pada wajahnya, maka beliau mengatakan:

    “Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat orang yang memberinya cap.” (HR. Muslim)

    Namun boleh memberi cap binatang pada selain wajah.

    5. Tidak menjadikan binatang yang hidup sebagai sasaran dalam latihan memanah dan yang semisalnya.

    Sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutuk orang yang menjadikan sesuatu yang padanya ada ruh sebagai sasaran untuk dilempar.” (Muttafaqun ‘alaih)

    Inilah sekelumit dari sekian banyak petunjuk Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu setelah ini, apakah masih ada orang-orang non-muslim yang mengatakan bahwa Islam menzalimi binatang?! Sungguh keji dan amat besar kedustaan yang keluar dari mulut-mulut mereka!

    Praktik salaf ulama ini

    Tidak bisa dipungkiri bahwa salaf (generasi awal) umat ini adalah orang-orang yang terdepan dalam segala kebaikan serta paling jauh dari setiap kenistaan dan kezaliman. Ilmu yang mereka serap tidak sekadar kliping pengetahuan, tetapi dipraktikkan di alam nyata. Adalah sahabat Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu ketika beliau mengetahui ada seorang mengangkut barang menggunakan unta yang melebihi kemampuan binatang tersebut, maka Umar sebagai pemguasa memukul orang tersebut sebagai bentuk hukuman. Beliau radhiyallahu ‘anhu menegurnya dengan mengatakan, “Mengapa kamu mengangkut barang di atas untamu sesuatu yang dia tidak mampu?” (Atsar ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d).

    Adalah sahabat Abud Darda radhiyallahu ‘anhu dahulu punya unta yang dipangil Dimun. Apabila orang-orang hendak meminjammya, maka ia berpesan untuk tidak membebaninya kecuali sekian dan sekian (yakni batas kemampuan unta) karena unta itu tidak mampu membawa yang lebih dari itu. Maka ketika kematian telah datang menjemput Abud Darda radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Wahai Dimun, janganlah kamu mengadukanku besok (di hari kiamat) di sisi Rabbku, karena aku tidaklah membebanimu kecuali apa yang kamu mampu.” (Lihat Ash-Shahihah, 1/67-59)

    Penjelasan ulama fiqih

    Bimbingan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan contoh mulia dari salaf umat ini senantiasa membekas di benak para ulama. Oleh karenanya, ulama fiqih telah memberikan penjelasan hukum seputar menyayangi binatang, sehingga perkara ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena, seseorang tidak bisa berbuat kebajikan yang besar bila yang kecil saja diabaikan.

    Al-Imam Ibnu Muflih rahimahullah dalam kitabnya ‘Al-Adab Asy-Syar’iyah (jilid 3) menyebutkan pembahasan tentang makruhnya berlama-lama memberdirikan binatang tunggangan dan binatang pengangkut barang melampaui kebutuhannya. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya):

    “Naikilah binatang itu dalam keadaan baik dan biarkanlah ia dalam keadaan bagus, serta janganlah kamu jadikan binatang itu sebagai kursi.” (HR. Ahmad dll, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Jami’)

    Maksudnya, janganlah salah seorang dari kalian duduk di atas punggung binatang tunggangan untuk berbincang-bincang bersama temannya, dalam keadaan kendaraan itu berdiri seperti kalian berbincang-bincang di atas kursi. Namun larangan dari berlama-lama di atas punggung binatang ini bila tidak ada keperluan. Sedangkan bila diperlukan seperti di saat perang atau wukuf di padang Arafah ketika haji maka tidak mengapa. (Faidhul Qadir 1/611)

    Mar’i Al-Hanbali berkata: “Wajib atas pemilik binatang untuk memberi makanan dan minumannya. Jika dia tidak mau memberinya maka dipaksa (oleh penguasa) untuk memberinya. Bila dia tetap menolak atau sudah tidak mampu lagi memberikan hak binatangnya maka ia dipaksa untuk menjualnya, menyewakannya, atau menyembelihnya bila binatang tersebut termasuk yang halal dagingnya. Diharamkan untuk mengutuk binatang, membebaninya dengan sesuatu yang memberatkan, memerah susunya sampai pada tingkatan memudharati anaknya, memukul dan memberi cap pada wajah, serta diharamkan menyembelihnya bila tidak untuk dimakan.”

    Sebagian ahli fiqih menyebutkan bahwa apabila ada kucing buta berlindung di rumah seseorang, maka wajib atas pemilik rumah itu untuk menafkahi kucing itu karena ia tidak mampu pergi.

    Ibnu As-Subki rahimahullah berkata ketika menyebutkan tukang bangunan untuk tidak menembok dengan tanah dan semisalnya: “Termasuk kewajiban tukang bangunan untuk tidak menembok suatu tempat kecuali setelah memeriksanya apakah padanya ada binatang atau tidak. Karena kami sering melihat kebanyakan pekerja bangunan itu terburu-buru menembok, padahal terkadang mengenai sesuatu yang tidak boleh dibunuh kecuali untuk dimakan, seperti burung kecil dan semisalnya. Dia membunuh binatang tadi dan memasukkannya ke dalam lumpur tembok. Dengan ini ia telah berkhianat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari sisi membunuh binatang ini.”

    Asy-Syaikh Abu Ali bin Ar-Rahhal berkata: “Apa yang disebutkan tentang (bolehnya mengurung burung dan semisalnya) hanyalah bila tidak mengandung unsur menyiksa, membikin lapar dan haus meski tanpa sengaja. Atau mengurungnya dengan burung lain yang akan mematuk kepala burung yang sekandang, seperti yang dilakukan oleh ayam-ayam jantan (bila) berada di kurungan, sebagiannya mematuk sebagiam yang lain sampai terkadang yang dipatuk mati. Ini semua, menurut kesepakatan ulama, adalah haram.” (Lihat Arba’un Haditsan fit Tarbiyati wal Manhaj hal. 32-33 karya Dr. Abdul Aziz As-Sadhan)

    Coba cermati ucapan Abu Ali bin Ar-Rahhal tadi, lalu bagaimana dengan orang yang sengaja mengadu ayam jantan, kambing, dan semisalnya?! Apakah tidak lebih haram?!

    Binatang-binatang yang boleh dibunuh

    Keharusan menyayangi binatang bukan berarti kita tidak boleh menyembelih binatang yang halal untuk dimakan. Karena agama Islam berada di tengah-tengah, antara mereka yang mengharamkan seluruh daging binatang dan di antara orang-orang yang menghalalkan memakan binatang apapun, meskipun babi. Demikian pula dibolehkan membunuh binatang yang jahat dan banyak mengganggu orang, merusak tanaman dan memakan ternak, seperti burung gagak, burung rajawali, kalajengking, tikus, anjing hitam, dan semisalnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Lima binatang yang semuanya jahat, (boleh) dibunuh di tanah haram (suci) yaitu: burung gagak, burung rajawali, kalajengking, tikus dan anjing yang suka melukai.” (HR. Al-Bukhari no. 1829)

    Masih banyak lagi jenis binatang yang boleh dibunuh karena mudharat yang muncul darinya.Dan termasuk yg boleh dibunuh juga ialah insan yg berhati binatang,bahkan membunuh mereka itu lebih utama kerana apabila mereka jahat mereka adalah lebih merbahaya daripada binatang.Namun membunuhnya pun tetap dengan cara yang baik. Tidak boleh dengan dibakar dengan api, dicincang, atau diikat hingga mati.

    Wallahu a’lam.

  23. ilham othmany Says:

    Teladan Rasulullah SAW
    Rasulullah SAW merupakan teladan hidup bagi umat Islam, dan prilakunya dapat dijadikan panduan dalam menelusuri kehidupan sosial di tengah masyarkat yang pluralis ini. Di antara persoalan sosial dalam masyarakat pluralis adalah ketentuan sikap seorang muslim dalam bergaul dengan non muslim.

    Di antaranya, Asma’ binti al-Shiddik merasa ragu berbuat baik kepada ibunya yang tidak memeluk Islam. Dalam keraguan itu, Rasulullah SAW memberikan panduan dan memerintahkan kepada Asma’ untuk tetap berbuat baik (berbakti) kepada ibunya itu (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim). Bahkan, Imam Muhammad Hasan al-Hanafi menegaskan kewajiban seorang anak muslim memberikan nafkah kepada orang tuanya yang non muslim.

    Berbuat baik kepada orang yang berbeda agama itu juga bisa dilakukan dalam bentuk berkunjung ke rumahnya. Sebagaimana Rasulullah SAW menziarahi pamannya non-muslim (musyrik), Abu Thalib, yang sedang sakit. Toleransi antar sesama pemeluk agama yang berbeda itu diterapkan Rasulullah SAW pada waktu menerima kedatangan utusan Kristen (Nashara) Najran.

    Rasulullah SAW menyambut mereka di Masjid Nabawi. Dan ketika waktu Ashar menjelang, Rasulullah SAW mengizinkan para utusan itu melaksanakan ibadahnya di masjid itu. Rasulullah SAW juga menampilkan teladan yang baik dengan berdiri memberikan penghormatan kepada jenazah seorang Yahudi yang diusung masyarakat menuju ke tempat penguburannya.

    Terkadang, berbuat baik antar penganut umat beragama itu juga bisa terjadi dalam bentuk pemberian hadiah. Dalam sejarah, Rasulullah SAW pernah menghadiahkan Kurma Ajwah kepada Abu Sufyan yang masih musyrik, dan Abu Sufyan pula pernah menghadiahkan makanan kepada Rasulullah SAW.

    Dan juga pernah terjadi, seorang Yahudi mengundang Rasulullah SAW makan roti gandum bersama, lalu Rasulullah SAW menghadiri undangan itu (HR Imam Ahmad). Rasulullah SAW juga pernah menerima hadiah dari penguasa Mesir non muslim (HR Imam Bukhari). Dan Umar bin Khattab juga pernah memberikan pakaian bagus kepada saudaranya yang non-muslim (Imam Nawawi: Shahih Muslim bi Syarh al-Nawawy: 14/39).

    Bahkan, dalam pemerintahan Islam, penduduk non-muslim (Ahli Zimmah) punya hak yang sama dengan umat Islam. Walaupun terjadi perbedaan pendapat di antara ulama fiqh, namun pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, seorang muslim yang membunuh seorang non-muslim, juga dikenakan hukuman kisas (hukuman setimpal).

    Imam Syafii mengatakan, Ali bin Abu Thalib juga pernah melaksanakan hukuman kisas atas seorang muslim yang membunuh non-muslim (Musnad Imam Syafii: 1/344). Dan sikap kedua pemimpin Islam (Khalifah) itu dijadikan pegangan oleh Khalifah kedelapan pemerintahan Umawiyyah, Umar bin Abdul Aziz (Munqiz Mahmud al-Saqqar: Al-Islam Risalah al-Ta’ayusy).

    Fakta Sejarah
    Catatan sejarah juga menunjukkan kesamaan hak bagi non-muslim dalam pandangan hukum Islam. Pada masa Negara Islam (khilafah) di bawah kepemimpinan Ali bin Abu Thalib, terjadi satu peristiwa yang diabadikan dalam tinta sejarah. Yaitu, Khalifah Ali bin Abi Thalib kehilangan baju besinya. Dan dia menemukan baju itu di tangan seorang Yahudi.

    Sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan Negara Islam, Ali mengadukan kasus itu kepada hakim, Syuraih al-Qadhi. Dan akhirnya, Ali kalah dalam pengadilan. Namun begitu, Yahudi itu merasa kagum dengan keadilan pemerintahan Islam, dan dia mengakui kesalahannya yang telah mencuri baju besi Ali, lalu dia menyatakan masuk Islam, dan Ali memberikan baju itu kepadanya (Ibnu Katsir: Al-Bidayah Wa al-Nihayah).

    Keadilan pemerintahan Islam dalam memberlakukan non-muslim ini juga tercatat dalam berbagai lembaran sejarah. Bahkan, penduduk Kristen Damaskus Suriah menegaskan sikap mereka kepada Gubernur Islam, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, bahwa mereka lebih menerima pemerintahan Islam daripada pemerintahan Romawi Kristen. Dan pemimpin Islam pada masa dulu tetap berlaku adil kepada non-muslim.

    Tercatat, Umar bin Khattab memberikan wasiat kepada pemimpin setelahnya untuk berlaku adil kepada Ahli Kitab, sekalipun yang melakukan pembunuhan kepada dirinya seorang non-muslim, Abu Lu’lu’ah. Perlakuan hidup toleran antar pemeluk agama yang berbeda itu juga diterapkan umat Islam dengan harmonis dan damai pada masa pemerintahan Islam Umawiyyah, Abbasiyyah, dan Usmaniyyah. Dan fakta sejarah ini diakui keberadaannya oleh para sejarawan Barat Kristen.

    Jadi, umat Islam tidak perlu lagi merubah sebagian keyakinan akidahnya dalam menjalani hidup toleran dengan pemeluk agama lain. Karena panduan agung yang terdapat dalam Alquran itu telah berhasil diterapkan dengan baik sejak masa Rasulullah SAW hingga hari ini.

    1. Gue Says:

      Apakah memeperistri anak berumur 9 tahun juga dalah teladan Muhammad? atau Kak Seto yang salah? Apakah orang yang tidak bermoral pantas jadi nabi masih kurang bagaiaman dengan Istri Zaid, Mummad menurunkan ayat untuk menghalalkan dia mengambil istri Zaid, Auloh hanyalah budak Muhhammd!

      1. Alif Raditya Says:

        sebentar thoh.., kalian yang non muslim kok selalu mengatakan bahwa “muhammad memperkosa wanita..bla..bla..bla.. ”

        mana sih ayat, surat, artikel, bacaan nya yang menunjukkan nabi Muhammad itu melakukan perbuatan itu ?? kok seenaknya gitu lhoh kalau melecehkan..

        bertaubatlah bro.., baca surat yang bener-bener mengajarkan kebenaran dan bukan hanya omong kosong belaka…

  24. ilham othmany Says:

    Di sini saya menyeru kepada semua non muslim agar memeluk Islam dan menjadi seorang Islam yg taat.Kalau kalian gak mau,maka masuk Islam saja pun sudah cukup kerana dengan semata-mata masuk Islam sahaja pun sudah cukup bagi kalian utk selamat dari dikekalkan di dalam neraka.Kalau gak mau juga,maka cobalah belajar Islam dari sumbernya yg asli.Mudah-mudahan hati kalian akan terketuk utk memluk Islam sebelum kalian mati.Kalau gak mau juga berhentilah dari memurtadkan umat Islam semoga dosa kalian tidak akan bertambah berat pada hari kiamat nanti.Mau tidak mau,masa berjalan dan umur kita habis sedikit demi sedikit.Allah swt berfirman “Demi masa sesungguhnya manusia itu di dalam kerugian melainkan orang-orang yg beriman dan beramal saleh.Dan yg berpesan-pesan dengan kebenaran dan yg berpesan-pesan dengan kesabaran” Nabi Muhammad saw bersabda:
    Rebutlah lima perkara sebelum datang lima perkara
    Masa masa muda sebelum datang masa tua
    masa kaya sebelum datang masa papa
    masa lapang sebelum datang masa sibuk
    Masa sehat sebelum datang masa sakit
    Masa hidup sebelum datang masa mati.

    Ya Allah Engkau berilah hidayah kepada seluruh umat Muhammad saw.Amin Ya Rabbal alamin!

    1. Adeng Hudaya Says:

      Ada kalimat yang lupa tuh anda sebut:

      Seharusnya anda bilang: “Kalau kalian nggak mau memeluk Islam, maka kepalamu akan terlepas dari badanmu. Sebab inilah yang dilakukan Nabi Muhammad sang junjungan kami, ketika mengislamkan semenanjung Arabia.”

      Wallahuallam

      1. someone Says:

        Adeng perlu belajar sejarah lagi

    2. muak Says:

      mending mati daripada jadi muslim,
      buat apa? nanti di surga mlongo melihat suami gw sibuk ama 72 bidadari???
      benar2 melecehkan wanita isi surga muslim

      1. someone Says:

        Beginilah klo melankolis, gak punya cinta kepada Tuhan. Apa bener wanita di syurga punya waktu memikirkan suaminya yang sibuk dengan 72 bidadari, padahal seluruh fikirannya tercurah hanya kepada Tuhan yang dicintanya dan hatinya diliputi kerinduan untuk bersua dengan-Nya?

      2. Alif Raditya Says:

        bukannya melecehkan..
        itu memang sudah kodratnya seperti itu..
        nanti di surga, sudah tidak memikirkan siapa itu ?? siapa itu ?? karena sudah sangat senangnya berada di surga..
        dan yang katanya diserubungi 72 bidadari-bidadari itu memang betul..
        dan jangan salah perempuan pun nanti juga akan mendapatkan pengeran disana kelak yang lebih mulus wajahnya., lebih bercahaya, dll

        dan apakah masih memikirkan itu suami ku ?? itu istri ku ??

        tapi dengan catatan (khusus bagi orang mukmin) , orang-orang mukmin di surga akan mendapatkan apa yang mereka inginkan walupun itu belum terucapkan dengan kata-kata.., dan syarat utamanya juga untuk mendapatkan bidadari itu HARUS menahan hawa nafsu nya , menjaga auratnya (sekarang mulai lupa semua sama yang mencipta, apa enak dilihat orang banyak tapi makai celana mini baju ketat ?? apa gk risih ??), dan juga bisa menjaga kemaluannya… !!!

        bertaubatlah ke jalan yang benar, ke jalan yang di ridhoi oleh Allah..

  25. Adeng Hudaya Says:

    He…he…he….
    Seruan orang yang tengah putus asa.
    Karena justru sebaliknya bejibun Muslim yang telah meninggalkan Islam. Dan banyak dari mereka yang saat ini menjadi tokoh-tokoh dunia anti Islam, yang siang malam, tak lelah-lelahnya menyerukan umat Muslim agar segera meninggalkan Islam. Karena bukan saja Islam itu palsu dan bodoh, tetapi juga bahwa Islam itu tidak toleran dan penuh dengan kebencian.

    Gue pun hakul yakin, anda, meski mungkin dibutuhkan waktu bertahun-tahun, pasti akan meninggalkan Islam.
    Itu pasti!!!

    Gue yakin, respon elu adalah: NGGAK BAKALAN, INSYA ALLAH TIDAK!!!

    Tapi kita lihat beberapa tahun dari sekarang ya, potong leher gue kalau gue salah, kamu Ilham, akan menjadi seorang murtadin! Kamu akan menjadi pembenci Islam yang luar biasa,
    tetapi pada saat yang sama elu akan merasa berbelas kasihan melihat orang-orang Muslim mantan saudara elu yang masih mau dikadalin ame Momed SAW. Itu pasti!

  26. ilham othmany Says:

    Di akhir kitab permulaan wahyu, Imam Bukhari rahimahullah menceritakan sebuah kisah menarik tentang seorang seorang penguasa kerajaan super power kala itu, Romawi.
    Imam Bukhari rahimahullah berkata: Abul Yaman, Al Hakam bin Nafi’ telah menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’aib telah mengabarkan kepada kami dari Az Zuhry, bahwa dia berkata: ‘Ubaidullah bin Abdulah bin ‘Utbah bin Mas’ud mengabarkan kepada kami bahwa Abdullah bin Abbas mmberitahunya bahwa:

    Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu (yang pada waktu itu belum masuk Islam) memberitahunya bahwa suatu ketika Heraclius (Hercules) mengudangnya bersama suatu rombongan suku Quraisy ketika mereka sedang melakukan perjalanan perdagangan ke Syam, dan waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang dalam masa gencatan senjata dengan kuffar Quraisy.

    Mereka mendatanginya di Elia (Baitul Maqdis), kemudian Heraclius memanggilnya sedang di sampingnya banyak petinggi Romawi. Heraclius memanggil juru bicaranya untuk bertanya: Siapa diantara kalian yang paling dekat nasabnya dengan orang yang mengaku dirinya nabi ini (memaksdukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

    Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu berkata “Aku orang yang paling dekat nasabnya dengannya.”

    Heraclius kemudian berkata “Dekatkan dia kemari dan suruh teman-temannya berdiri di belakangnya.” Dan berkata kepada juru bicaranya “Katakan kepada teman-temannya bahwa aku ingin bertanya kepada orang ini (Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu) tentang orang yang mengaku nabi itu, dan jika kalian mendapatinya berbohong maka katakanlah bahwa dia bohong.”

    Abu Sufyan berkata “Demi Allah, seandainya bukan karena takut teman-temanku akan mendapatiku berdusta niscaya aku akan berbohong.” Kemudian Heraclius bertanya:

    “Bagaimana nasabnya diantara kalian?’

    Abu Sufyan menjawab “Dia seorang yang mempunyai nasab baik di tengah-tengah kami.”

    Heraclius melanjutkan pertanyaannya “Apakah pernah ada seorang sebelumnya yang berkata seperti dia (mengaku nabi)?”

    Abu Sufyan menjawab “Tidak”

    Heraclius bertanya “Apakah kakek-kakeknya ada yang menjadi raja?”

    Abu Sufyan menjawab “Tidak”

    Heraclius bertanya “Yang mengikutinya, apakah orang-orang yang terhormat atau orang-orang lemah?”

    Abu Sufyan menjawab “Yang mengikutinya orang-orang lemah.”

    Heraclius bertanya “Apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang?”

    Abu Sufyan menjawab “Bertambah.”

    Heraclius bertanya “Apakah ada dari mereka yang keluar dari agama itu karena benci dengan agama itu setelah masuk ke dalamnya?”

    Abu Sufyan menjawab “Tidak.”

    Heraclius bertanya “Apakah kalian pernah menuduhnya berbohong sebelum dia berbicara tentang hal ini (kenabian)?”

    Abu Sufyan menjawab “Tidak.”

    Heraclius bertanya “Apakah dia berkhianat?”

    Abu Sufyan menjawab “Tidak, tapi kami sekarang sedang dalam masa damai dengannya dan kami tidak tau apa yang dia lakukan sekarang.”

    Abu Sufyan berkata dalam dirinya “Aku tidak bisa menambah satu kalimatpun dalam menjawab pertanyaannya kecuali kalimat ini.”

    Heraclius melanjutkan pertanyaannya “Apakah kaian memeranginya?”

    Abu Sufyan menjawab “Ya.”

    Heraclius bertanya “Bagaimana keadaan peperangan kalian dengannya?”

    Abu Sufyan menjawab “Peperangan diantara kami bergantian, kadang kami menang dan kadan dia yang menang.”

    Heraclius bertanya “Apa yang dia perintahkan kepada kalian?”

    Abu Sufyan menjawab “Dia menyuruh untuk menyembah Allah saja dan tidak melakukan ibadah kepada selain-Nya serta menyuruh untuk meninggalkan yang dikatakan oleh pendahulu kami, juga menyuruh shalat, zakat, jujur, menjaga kesucian diri dan menyambung silaturahim.”

    Heracius kemudian berkata kepada juru bicaranya: “Katakan kepadanya bahwa aku bertanya tentang nasabnya dan dijawab bahwa dia mempunyai nasab baik, dan demikianlah keadaan para rasul sebelumnya, diutus dengan nasab yang baik di tengah kaumnya, kemudian aku bertanya apakah ada seseorang yang mendahuluinya berkata tentang hal ini, dan dijawab tidak, jika ada seorang yang mendahuluinya berkata seperti itu, niscaya akan aku katakan bahwa dia hanyalah seorang yang mengikuti orang lain berkata apa yang dikatakan orang lain, kemudian aku bertanya apakah ada diantara pendahulunya yang mempinyai kerajaan dan dijawab tidak, seandainya ada yang menjadi raja akan kukatakan bahwa dia hanya menginginkan kembali kerajaan pendahulunya.

    Kemudian aku tanya apakah kalian menuduhnya berdusta sebelum dia mengatakan perkataan ini dan dijawab tidak, maka aku tahu bahwa dia tidak mungkin meninggalkan dusta terhadap manusia dan kemudian berdusta atas nama Allah, kemudian aku tanya apakah yang mengikutinya adalah orang-orang mulia atau orang-orang lemah dan kau jawab bahwa yang mengikutinya adalah orang-orang lemah, dan merekalah pegikut para rasul, kemudian aku tanya apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang dan kau jawab bertambah, dan demikianlah halnya dengan iman yang senantiasa bertambah sampai sempurna.

    Kemudian aku tanya apakah ada diantara merek ayang keluar dari agamanya setelah masuk ke dalamnya dan kau jawab tidak, dan demikianlah jika iman sudah masuk ke dalam hati, kemudian aku tanya apakah dia berkhianat dan kau jawab tidak, dan demikianlah para rasul tidak mungkin berkhianat, kemudian aku bertanya apa yang ia perintahkan kepada kalian, kemudian kau jawab bahwa dia menyuruh kalian untuk menyembah Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan melarang menyembah berhala, menyuruh shalat, jujur, menjaga kesucian diri, maka jika apa yang kau katakan ini benar, niscaya dia akan menguasai tempat berdirinya kedua kakiku ini.

    Aku sudah tahu bahwa nabi itu akan keluar, tapi aku tidak menyengka bahwa dia berasal dari bangsamu. Jika aku tahu bahwa aku bisa sampai ke hadapannya, niscaya aku akan berjuang untuk sampai kepadanya. Kemudian jika aku ada di sampingnya aku akan mencuci kakinya.”

    Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disampaikan oleh Dihyah kepada peguasa Bushra, maka setelah diberikan kepadanya, dibacanya dan di isinya:

    “Dengan nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang. Dari Muhammad, hamba Allah dan rasul-Nya kepada Heraclius penguasa Romawi. Semoga keselamatan bagi pengikut kebenaran. Amma ba’d

    Aku menyerumu dengan Islam, masuk Islamlah niscaya kau akan selamat dan Allah akan memberimu pahala dua kali lipat, tapi jika kau menolak maka kau akan menanggung dosa rakyatmu dan ‘Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).’”

    Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu berkata “Setelah selesai dialog tersebut dan dia selesai membaca surat itu, banyak suara teriakan maka kami dikeluarkan, maka aku berkata kepada teman-temanku ketika kami dikeluarkan: Sungguh perkara ibnu Abi Kabsyah (memaksudkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah hal besar sampai-sampai ditakuti oleh raja kulit kuning. Kemudian aku yakin bahwa dia akan menang hingga Allah memasukkan Islam kedalam hatiku.

    Ibnu Nathur, Pemimpin Elia dan Uskup orang-orang nasrani Romawi menceritakan bahwa ketika Heraclius datang ke Elia, dia nampak tidak enak perasaannya, maka para petinggi Romawi bertanya kepadanya tentang keadaannya. (Ibnu Nathur berkata bahwa Heraclius adalah seorang yang meramal dengan bintang) Maka dia menjawab “Malam ini ketika aku melihat bintang, aku melihat bahwa raja yang berkhitan telah muncul, siapakah dari umat ini yang berkhitan?”

    Mereka menjawab “Tidak ada yang berkhitan selain orang Yahudi, maka janganlah mereka sampai membuatmu khawatir, perintahkan ke semua daerah kerajaanmu untuk membunuh semua Yahudi.”

    Ketika mereka sedang membahas hal itu, datang seorang laki-laki utusan raja Ghassan menceritakan tentang hal rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Heraclius kemudian berkata “Cari tahu, apakah dia berkhitan!”

    Mereka mencari tahu kemudian memberitahukan bahwa dia berkhitan, Heraclius kemudian bertanya tentang bangsa Arab maka mereka menjawab bahwa orang –orang Arab itu juga berkhitan. Heraclius berkata “Ini adalah raja umat ini telah muncul.”

    Heraclius kemudian menulis surat kepada seorang temannya yang merupakan bandingannya dalam ilmunya di Rumiyah, kemudian dia pergi ke Himsh dan tinggal disana sampai datang surat balasan dari temannya bahwa dia sependapat dengan Heraclius tentang munculnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bahwa dia adalah seorang nabi.

    Heraclius memanggil semua petinggi kerajaannya ke dalam istananya di Himsh dan menyuruh agar semua pintu dikunci, kemudian berkata “Wahai bangsa Romawi, maukah kalian mendapat mendapat kejayaan dan kemuliaan sedangkan kerajaan kalian akan tetap dengan berbaiat kepada nabi ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)?”

    Para petinggi romawi tersebut kemudian berlarian menuju pintu keluar seperti larinya keledai liar, tetapi mereka mendapati pintu terkunci semua. Setelah melihat penolakan mereka dan Heraclius putus asa mereka mau beriman, dia berkata “Suruh mereka kembali, aku berkata perkataan tadi untuk menguji ketguhan kalian atas agama kalian dan aku sudah mengetahuinya.” Maka mereka bersujud kepadanya dan rela terhadapnya


  27. WAHAI UMAT MANUSIA, PELUKLAH AGAMA ISLAM AGAR KALIAN SELAMAT DUNIA AKHERAT, SESUNGGUHNYA ISLAM ADALAH SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN


  28. Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallah ‘anhu menuturkan:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat tampan wajahnya, sangat luhur budi pekertinya, beliau tidak terlalu jangkung dan tidak pula terlalu pendek.” (HR. Al-Bukhari)

    Masih dari Al Bara’ radhiyallah ‘anhu ia berkata:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memiliki dada yang bidang dan lebar, beliau Shalallaahu alaihi wasalam memiliki rambut yang terurai sampai ke cuping telinga (bagian bawah telinga), saya pernah menyaksikan beliau mengenakan pakaian berwarna merah, belum pernah saya melihat sesuatu yang lebih indah daripada itu.” (HR. Al-Bukhari)

    Abu Ishaq As-Sabi’i berkata:
    “Seseorang pernah bertanya kepada Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallah ‘anhu: “Apakah wajah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lancip seperti sebilah pedang?” ia menjawab: “Tidak, bahkan bulat bagaikan rembulan!” (HR. Al-Bukhari)

    Anas bin Malik radhiyallah ‘anhu mengungkapkan:
    “Belum pernah tanganku menyentuh kain sutra yang lebih lembut daripada telapak tangan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Dan belum pernah aku mencium wewa-ngian yang lebih harum daripada aroma Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ” (Muttafaq ‘alaih)

    Di antara sifat beliau adalah “pemalu”, sampai-sampai Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallah ‘anhu mengatakan:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya.” (HR. Al-Bukhari)

    Demikianlah beberapa sifat dan budi pekerti Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Sungguh, ayah dan ibuku sebagai tebusannya! Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyempurnakan jasmani dan budi pekerti beliau Shalallaahu alaihi wasalam .


  29. Sebagaimana yang sudah dimaklumi bahwa Rasulullah r menikahi sembilan wanita yang kemudian dikenal dengan sebutan Ummahatul Mukminin Radhiallahu’anhum. Alangkah mulia dan tinggi kedudukan tersebut! Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menikahi seorang wanita yang berusia senja, berstatus janda, wanita yang lemah, hanya ‘Aisyah Radhiallaaha saja yang bertatus gadis di antara seluruh istri-istri beliau.

    Beliau adalah contoh terbaik dalam hal berlaku adil kepada para istri, dalam hal pembagian giliran ataupun urusan lainnya. ‘Aisyah Radhiallahu’anha mengungkapkan:
    Setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam hendak melakukan lawatan, beliau selalu mengundi para istri. Bagi yang terpilih akan menyertai beliau dalam lawatan tersebut. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam membagi giliran bagi setiap istri masing-masing sehari semalam.” (HR. Muslim)

    Riwayat Anas Radhiallaahu anhu berikut ini memaparkan kepada kita salah satu bentuk keadilan beliau kepada para istri. Anas Radhiallaahu anhu menceritakan:
    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mempunyai sembilan orang istri. Apabila beliau telah membagi giliran bagi para istri, beliau hanya bermalam di rumah istri yang tiba masa gilirannya. Biasanya para Ummahaatul Mukminin berkumpul setiap malam di rumah tempat beliau bermalam. Pada suatu malam, mereka berkumpul di rumah ‘Aiysah Radhiallahu’anha yang sedang tiba masa gilirannya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengulurkan tangannya kepada Zaenab Radhiallaahu anha yang hadir ketika itu. ‘Aisyah Radhiallaahu anha berkata: “Itu Zaenab!” Beliau segera menarik tangannya kembali.” (Muttafaq ‘alaih)

    Demikianlah suasana rumah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang agung. Suasana harmonis seperti itu hanya dapat terwujud dengan bimbingan taufik dan hidayah dari Allah Subhannahu wa Ta’ala. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala yang teraplikasi dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Beliau senantiasa menganjurkan istri-istri beliau untuk giat beribadah serta membantu mereka dalam melak-sanakan ibadah, sesuai dengan perintah Allah Subhannahu wa Ta’ala
    “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerja-kannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (Thaha: 132)

    Aisyah Radhiallaahu anha menceritakan:
    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa mengerjakan shalat malam sementara aku tidur melintang di hadapan beliau. Beliau akan membangunkanku bila hendak mengerjakan shalat witir.” (Muttafaq ‘alaih).

    Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menghimbau umatnya untuk mengerjakan shalat malam dan menganjurkan agar suami istri hendaknya saling membantu dalam mengerjakannya. Sampai-sampai sang istri boleh menggunakan cara terbaik untuk itu, yaitu dengan memercikkan air ke wajah suaminya! demikian pula sebaliknya. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bahwa beliau bersabda:
    “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati seorang suami yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu membangunkan istrinya untuk shalat bersama. Bila si istri enggan, ia memercikkan air ke wajah istrinya (supaya bangun). “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati seorang istri yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu membangunkan suaminya untuk shalat bersama. Bila si suami enggan, ia memercikkan air ke wajah suaminya (supaya bangun).” (HR. Ahmad)

    Perhatian seorang muslim terhadap penampilan luar sebagai pelengkap bagi kemurnian dan kesucian batinnya termasuk kesempurnaan pribadi dan ketaatan dalam beragama. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang suci lahir maupun batin, beliau menyenangi wangi-wangian dan siwak dan beliau menganjurkan umatnya untuk itu. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
    “Seandainya tidak menyusahkan umatku, niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Muslim)

    Dari Hudzaifah Radhiallaahu anhu ia berkata:
    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa menggosok giginya dengan siwak setiap kali bangun dari tidur.” (HR. Muslim)

    Syuraih bin Hani’ berkata: “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha : ‘Apa yang pertama sekali dilakukan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam setiap kali memasuki rumahnya?” ‘Aisyah Radhiallaahu anh menjawab: “Beliau Shalallaahu alaihi wasalam memulainya dengan bersiwak.” (HR. Muslim).

    Betapa besar perhatian beliau terhadap kebersihan! beliau mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bertemu dengan keluarga.

    Beliau selalu membaca doa setiap kali memasuki rumah, sebagai berikut:
    “Dengan menyebut nama Allah kami masuk (ke rumah), dan dengan menyebut nama Allah kami keluar (darinya), dan kepada Rabb kami, kami bertawakkal. Kemudian beliau mengucapkan salam kepada keluarganya.” (HR. Abu Daud)

    Wahai saudaraku, bahagiakanlah keluargamu dengan penampilan yang bersih dan ucapan salam ketika menemui mereka. Janganlah engkau ganti dengan cacian, makian dan bentakan.


  30. Telah kita ketahui bersama beberapa sifat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Sekarang kita ingin mengetahui tutur kata dan cara berbicara beliau. Sebelumnya, marilah kita simak penuturan ‘Aisyah radhiyallahu anha:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau Shalallaahu alaihi wasalam berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya.” (HR. Abu Daud)

    Beliau adalah seorang yang rendah hati lagi lemah lembut, sangat senang jika perkataannya dapat dipahami. Di antara bentuk kepedulian beliau terhadap umat ialah dengan memperhatikan tingkatan-tingkatan intelek-tualitas dan pemahaman mereka di dalam berkomunikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang sangat penyantun lagi sabar. Diriwayatkan dari ‘Aiysah radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata:
    “Tutur kata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan rapi, sehingga mudah dipahami oleh orang yang mendengarkannya.” (HR. Abu Daud)

    Cobalah perhatikan kelemah lembutan dan keluasan hati Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , beliau sudi mengulangi perkataan agar dapat dipahami!

    Anas bin Malik Radhiyallahu anhu mengungkapkan kepada kita:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sering mengulangi perkataannya tiga kali agar dapat dipahami.” (HR. Al-Bukhari)

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selalu berlaku lemah lembut kepada orang lain. Dengan sikap seperti itulah orang-orang menjadi takut, segan serta hormat kepada beliau!

    Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu ia berkata:
    Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Beliau mengajak laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya menggigil ketakutan. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya:
    “Tenangkanlah dirimu! Sesungguhnya aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita yang biasa memakan dendeng.” (HR. Ibnu Majah)


  31. Cobalah layangkan pandangan sejenak ke sudut-sudut rumah, para sahabat radhiyallaahu anhum akan menggambarkan kepada kita situasi di dalamnya berupa peralatan dan perabotan dll.

    Kita maklumi bersama bahwa tidaklah diperkenankan melayangkan pandangan ke dalam kamar atau rumah orang lain. Namun tujuan kita di sini adalah untuk mengambil contoh dan teladan dari rumah yang mulia tersebut. Rumah dengan ketawadhu’an sebagai asasnya dan keimanan sebagai modalnya. Dapat engkau lihat, dindingnya bersih dari gambar-gambar makhluk bernyawa yang banyak dipajang orang di rumah-rumah kebanyakan orang pada hari ini. Padahal Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah bersabda:
    “Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang terdapat padanya anjing atau gambar.” (HR. Al-Bukhari)

    Kemudian arahkan pandanganmu kepada perabotan rumah yang biasa dipakai beliau Shalallaahu alaihi wasalam sehari-hari. Diriwayatkan dari Tsabit ia berkata: Anas radhiyallaahu anhu memperlihatkan kepada kami sebuah gelas terbuat dari kayu yang tebal dan disepuh dengan besi. Ia berkata: “Wahai Tsabit, inilah gelas Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .” (HR. At-Tirmidzi)

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa meminum air, nabidz, madu dan susu dengan gelas itu.

    Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

    Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)

    Adapun baju perang yang biasa beliau kenakan saat berjihad di medan peperangan, pada hari-hari yang keras dan penuh kesulitan, sudah tidak ditemukan lagi di rumah beliau. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah menggadaikannya kepada seorang Yahudi dengan tiga puluh sha’ gandum, sebagaimana yang dituturkan ‘Aisyah radhiyalaahu anha. Ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam wafat, baju perang itu masih ada di tangan orang Yahudi tersebut.

    Beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah membuat kaget keluarga atau membuat mereka takut. Namun beliau menemui keluarga dengan sepengetahuan mereka dan dengan memberi salam terlebih dahulu. (Lihat Zaadul Ma’aad II/ hal 381)

    Perhatikanlah dengan saksama hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berikut ini:
    “Alangkah beruntungnya orang yang mendapat hidayah kepada Islam, lalu dia mencukupkan diri dengan kehidupan yang sederhana serta bersikap qana’ah.” (HR. At-Tirmidzi)

    Simaklah baik-baik hadits yang agung berikut ini:
    “Barangsiapa yang aman sentosa di tengah-tengah kaumnya, sehat jasmaninya, lagi memiliki makanan pokoknya sehari-hari, maka seakan-akan ia telah meraih dunia dengan segala isinya.” (HR. At-Tirmidzi)


  32. Nabiyyul ummah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat setia menjaga hubungan tali silaturrahim. Kesetiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Beliau adalah seorang yang memiliki tanggung jawab yang sangat sempurna dalam hal itu. Sampai-sampai kaum Quraisy memuji beliau dan menggelar beliau dengan sebutan Ash-Shadiq Al-Amiin (yang jujur lagi sangat di percaya) sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Istri beliau tercinta, Khadijah radhiyallahu ‘anha melukiskan sifat beliau dengan ucapannya:
    “Engkau adalah seorang yang suka menyambung tali silaturrahim dan selalu berkata jujur.”

    Lihatlah! beliau Shalallaahu alaihi wasalam menunaikan hak yang paling besar dan melaksanakan kewajiban yang paling utama, yaitu menziarahi makam ibu beliau yang wafat pada saat beliau berusia tujuh tahun. Abu Hurairah menuturkannya kepada kita:
    Pada suatu ketika, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menziarahi makam ibunya. Beliau menangis dan ikut menangis juga para sahabat Radhiallaahu anhu yang ada di dekat beliau. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam lalu berkata:
    “Aku telah meminta izin kepada Rabbku untuk memohonkan ampunan bagi ibuku, namun Dia tidak mengizinkannya. Lalu aku minta izin untuk menziarahi makamnya, Dia pun mengizinkannya. Berziarah kuburlah kamu, sebab ziarah kubur mengingatkan kamu kepada hari kematian.” (HR. Muslim)

    Perhatikanlah, betapa besar kecintaan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam kepada karib kerabatnya. Demikian pula perhatian beliau untuk mendakwahi, membimbing serta menyela-matkan mereka dari api Neraka. Beliau Shallallahu’alaihi wasallam begitu tabah dalam menghadapi segala macam kesulitan untuk hal itu.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: “Ketika turun ayat “Dan berilah peringatan kepada karib kerabatmu yang terdekat.” (Asy-Syuara’ 214). Beliau mengundang pemuka Quraisy. Setelah mereka berkumpul, mulailah beliau memberikan pengarahan secara umum dan khusus. Beliau berkata:
    Wahai Bani Abdu Syams, wahai Bani Ka’ab bin Lu`ai, tebuslah diri kalian dari api Neraka! Wahai Bani Murrah bin Ka’ab, tebuslah diri kalian dari api Neraka! Wahai Bani Abdu Manaf, tebuslah diri kalian dari api Neraka! Wahai Bani Hasyim, tebuslah diri kalian dari api Neraka! Wahai Bani Abdul Muththalib, tebusah diri kalian dari api Neraka! Wahai Fathimah, tebuslah dirimu dari api Neraka! sedikitpun aku tidak berguna bagimu di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala , hanya saja kalian memiliki hubungan kekerabatan yang tetap aku pelihara baik.” (HR. Muslim)

    Beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah bosan dan jemu mendakwahi Abu Thalib, paman beliau. Berulang kali beliau menawarkan dakwah beliau kepadanya, hingga beliau menemuinya saat menjelang kematiannya, sebagaimana yang dikisahkan dalam riwayat di bawah ini:
    Ketika Abu Thalib tengah menghadapi kematian, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam datang menemuinya, sementara Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umaiyyah ada di dekatnya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya: “Wahai pamanku, ucapkanlah “Laa Ilaaha Illallaah!” sebuah kalimat yang akan aku jadikan hujjah untuk membelamu di hadapan Allah!” Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah mempengaruhinya dengan ucapan: “Wahai Abu Thalib, apakah engkau tega membenci agama Abdul Muththalib?” mereka berdua terus mempengaruhinya sehingga kalimat terakhir yang diucapkan Abu Thalib adalah: “Aku wafat di atas agama Abdul Muththalib!”

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pun berkata: “Aku akan terus memohonkan ampun bagimu selama hal itu belum dilarang atasku!”

    Hingga akhirnya turunlah ayat:
    “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni Neraka Jahannam.” (At-Taubah: 113)

    Lalu turun juga ayat:
    “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.” (Al-Qashash: 56)
    (Kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari dan Muslim dalam kitab mereka).

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah berulang kali mendakwahi Abu Thalib semasa hidupnya. Hingga pada saat-saat terakhir menjelang wafatnya. Kemudian beliau iringi dengan permohonan ampunan baginya sebagai bentuk kebaikan dan kasih sayang beliau terhadapnya, hingga turun ayat yang melarang hal itu. Beliau patuhi dan taati perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala , setelah itu beliau tidak lagi memanjatkan doa bagi orang-orang musyrik meskipun dari kalangan kerabat beliau. Itulah bentuk kasih sayang yang amat agung terhadap umat. Di lain pihak, itu juga merupakan sikap loyalitas yang tinggi terhadap Dienul Islam serta bara’ (berlepas diri) dari orang-orang kafir dan musyrik meskipun berasal dari kalangan keluarga dan kaum kerabat. Alangkah indah lantunan syair berikut ini:

    Beliau adalah seorang nabi yang diutus kepada kami.
    Setelah kami tenggelam dalam keputus-asaan dan kekosongan para rasul.
    Sementara berhala-berhala disembah di muka bumi.
    Beliau datang sebagai pelita yang menerangi.
    Sebagai pembimbing yang bersinar secerah kilatan pedang India.
    Beliau memperingatkan kami dari siksa api Neraka.
    Membawa kabar gembira berupa kenikmatan Surga.
    Beliau bimbing kami kepada Islam.
    Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala semata


  33. Rumah seseorang ibarat cermin yang menggambarkan keluhuran akhlak, kesempurnaan budi pekerti, keelokan pergaulan dan ketulusan nuraninya. Tidak ada seorang pun yang melihat apa yang diperbuatnya di balik kamar dan dinding. Saat ia bersama hamba sahaya, bersama pembantu atau bersama istrinya. Ia bebas berbuat tanpa ada rasa sungkan dan berpura-pura. Sebab ia adalah raja yang memerintah dan melarang di dalam rumahnya. Semua anggota keluarga yang berada di bawah tanggungannya adalah lemah. Marilah kita lihat bersama aktifitas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam rumah, selaku pemimpin dan panutan umat yang memiliki kedudukan yang mulia dan derajat yang tinggi. Bagaimanakah keadaan beliau di dalam rumah?

    Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam rumah?” Ia radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang manusia biasa. Beliau menambal pakaian sendiri, memerah susu dan melayani diri beliau sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

    Demikianlah contoh sebuah ketawadhu’an dan sikap rendah hati (tidak takabur) serta tidak memberatkan orang lain. Beliau turut mengerjakan dan membantu pekerjaan rumah tangga. Seorang hamba Allah yang terpilih tidaklah segan mengerjakan hal itu semua.

    Dari rumah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang penuh berkah itulah memancar cahaya Islam, sedangkan beliau sendiri tidak mendapatkan makanan yang dapat mengganjal perut beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. An-Nu’man bin Basyir menuturkan kepada kita keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
    �Aku telah menyaksikan sendiri keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sampai-sampai beliau tidak mendapatkan kurma yang jelek sekalipun untuk mengganjal perut.” (HR. Muslim)

    Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
    “Kami, keluarga Muhammad, tidak pernah menya-lakan tungku masak selama sebulan penuh, makanan kami hanyalah kurma dan air.” (HR. Al-Bukhari)

    Tidak ada satu perkara pun yang melalaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari beribadah dan berbuat ketaatan. Apabila sang muadzin telah mengumandangkan azan; “Marilah tegakkan shalat! Marilah menggapai kemenangan!” beliau segera menyambut seruan tersebut dan meninggalkan segala aktifitas duniawi.

    Diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: ‘Apakah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di rumah?’ ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau biasa membantu keluarga, apabila mendengar seruan azan, beliau segera keluar (untuk menunaikan shalat).” (HR. Muslim)

    Tidak satupun riwayat yang menyebutkan bahwa beliau mengerjakan shalat fardhu di rumah, kecuali ketika sedang sakit. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terserang demam yang sangat parah. Sehingga sulit baginya untuk keluar rumah, yakni sakit yang mengantar beliau menemui Allah shallallahu ‘alaihi wasallam.

    Disamping beliau lemah lembut dan penuh kasih sayang terhadap umatnya, namun beliau juga sangat marah terhadap orang yang meninggalkan shalat fardhu berjamaah (di masjid). Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Sungguh betapa ingin aku memerintahkan muazdin mengumandangkan azan lalu iqamat, kemudian aku memerintahkan seseorang untuk mengimami shalat, lalu aku berangkat bersama beberapa orang yang membawa kayu bakar menuju kaum yang tidak menghadiri shalat jamaah, untuk membakar rumah-rumah mereka.” (Muttafaq ‘alaih)

    Sanksi yang sangat berat tersebut menunjukkan betapa penting dan utamanya shalat berjamaah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Barangsiapa yang mendengar seruan azan, lalu ia tidak menyambutnya (mendatangi shalat berjamaah), maka tidak ada shalat baginya kecuali karena uzur.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

    1. Adeng Hudaya Says:

      Pasangan warga Palestina, Muhammad dan Samah Alawneh – diceraikan secara paksa oleh pengadilan Islam Palestina

      Sumber: http://www.buktidansaksi.com/blogs/316/2011/01/Pengadilan-Islam-Palestina-Menceraikan-Secara-Paksa-Pasangan-Ahmadiyah

      Ahmadiyah adalah satu sekte/bidat dari agama Islam. Rasul mereka hidup di abad ke-19. Ia adalah sebuah sekte Islam yang unik, karena konsep damai menjadi pusat dari sistem kepercayaan mereka. Ada sekitar 4 juta pengikut Ahmadiyah di seluruh dunia, kebanyakan hidup di Asia Tenggara. Namun demikian, orang-orang Ahmadiyah ini dilecehkan dan didiskriminasikan oleh ‘saudara-saudara Muslim’ mereka yang ada di negara-negara Islam. Islam tradisional, apakah Sunni ataupun Syiah, menganggap Ahmadiyah sebagai sebuah aliran penyembahan berhala. Tetapi penganut Ahmadiyah sama baiknya seperti orang-orang yang sudah murtad. “Orang-orang Muslim yang baik” membakar rumah-rumah serta tempat-tempat ibadah mereka. Banyak dari orang Ahmadiyah yang secara fisik terluka bahkan tewas akibat serangan-serangan tak henti yang dilakukan oleh orang-orang Muslim yang baik itu. Pakistan memimpin pertempuran ini. Tahun lalu saja, dua dari mesjid orang Ahmadiyah dibom, dengan jumlah orang tewas mencapai 97 orang.

      Ada sekitar 2 lusin penganut Ahmadiyah di Palestina. Mereka hidup di tengah-tengah jutaan orang Muslim Sunni. Sebagaimana sudah disebutkan di atas, penganut Ahmadiyah dianggap sebagai orang-orang yang sudah murtad.

      Muhammad dan Samah Alawneh adalah pasangan suami isteri Palestina. Mereka menjadi penganut Ahmadiyah sekitar setahun lalu. Mereka tinggal di kota Tulkarem di Tepi Barat. Mereka banyak mengalami kekerasan dan penghinaan dari “orang-orang Muslim setempat yang baik” di kota mereka. Untuk membuat penghinaan itu semakin lebih berat lagi, sebuah pengadilan Islam lokal, mengeluarkan sebuah keputusan bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah murtad dan karena itu membubarkan pernikahan mereka.

      Pasangan lainnya, dimana suami adalah penganut Ahmadiyah sementara isterinya tidak, juga sedang menghadapi tuntutan serupa di pengadilan.

      Selamat datang di sistem kepercayaan abad ke 7 Arabia, yang dibuat oleh seorang pria gila beserta para pengikutnya…


  34. Perilaku seseorang merupakan barometer akal dan kunci untuk mengenal hati nuraninya. ‘Aisyah Ummul Mukminin putri Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma seorang hamba terbaik yang mengenal akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan yang dapat menceritakan secara detail keadaan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah orang yang paling dekat dengan beliau baik saat tidur maupun terjaga, pada saat sakit maupun sehat, pada saat marah maupun ridha.

    Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan. (HR. Ahmad)

    Demikianlah akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wasallam selaku nabi umat ini yang penuh kasih sayang dan selalu memberi petunjuk, yang penuh anugrah serta selalu memberi nasihat. Semoga shalawat dan salam tercurah atas beliau.

    Al-Husein cucu beliau menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata: “Aku bertanya kepada ayahku tentang adab dan etika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau, ayahku menuturkan: “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa tersenyum, luhur budi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja yang mengharapkanya pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas. Beliau meninggalkan tiga perkara: “riya’, berbangga-bangga diri dan hal yang tidak bermanfaat.” Dan beliau menghindarkan diri dari manusia karena tiga perkara: “beliau tidak suka mencela atau memaki orang lain, beliau tidak suka mencari-cari aib orang lain, dan beliau hanya berbicara untuk suatu maslahat yang bernilai pahala.” Jika beliau berbicara, pembicaraan beliau membuat teman-teman duduknya tertegun, seakan-akan kepala mereka dihinggapi burung (karena khusyuknya). Jika beliau diam, barulah mereka berbicara. Mereka tidak pernah membantah sabda beliau. Bila ada yang berbicara di hadapan beliau, mereka diam memperhatikannya sampai ia selesai bicara.
    Pembicaraan mereka disisi beliau hanyalah pembicaraan yang bermanfaat saja. Beliau tertawa bila mereka tertawa. Beliau takjub bila mereka takjub, dan beliau bersabar menghadapi orang asing yang kasar ketika berbicara atau ketika bertanya sesuatu kepada beliau, sehingga para sahabat shallallahu ‘alaihi wasallam selalu mengharapkan kedatangan orang asing seperti itu guna memetik faedah. Beliau bersabda: “Bila engkau melihat seseorang yang sedang mencari kebutuhannya, maka bantulah dia.” Beliau tidak mau menerima pujian orang kecuali menurut yang selayaknya. Beliau juga tidak mau memutuskan pembicaraan seeorang kecuali orang itu melanggar batas, beliau segera menghentikan pembicaraan tersebut dengan melarangnya atau berdiri meninggalkan majlis.” (HR. At-Tirmidzi)

    Cobalah perhatikan satu persatu akhlak dan budi pekerti nabi umat ini shallallahu ‘alaihi wasallam. Pegang teguh akhlak tersebut dan bersungguh-sungguhlah dalam meneladaninya, sebab ia adalah kunci seluruh kebaikan.

    Di antara petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah mengajarkan perkara agama kepada teman-teman duduknya, di antara yang beliau ajarkan adalah:
    “Barangsiapa yang wafat sedangkan ia memohon kepada selain Allah, ia pasti masuk Neraka.” (HR. Al-Bukhari)

    Di antaranya juga:
    “Seorang muslim adalah yang kaum muslimin dapat terhindar dari gangguan lisan dan tangan-nya, seorang muhajir (yang berhijrah) adalah yang meninggalkan segala yang dilarang Allah Subhanahu wata�ala” (Muttafaq ‘alaih).

    Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:
    “Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid di malam kelam, berupa cahaya yang sempurna pada Hari Kiamat.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Daud)

    Demikian pula sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :
    “Perangilah kaum musyrikin dengan harta, jiwa dan lisan kamu.” (HR. Abu Daud)

    Diriwayatkan juga dari beliau:
    “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan sebuah perkataaan yang belum jelas bermanfaat baginya sehingga membuat ia terperosok ke dalam api Neraka lebih jauh daripada jarak timur dan barat.” (Muttafaq ‘alaih)


  35. Pada zaman jahiliyah, kelahiran seorang bayi perempuan adalah lembaran hitam dalam kehidupan sepasang suami istri. Bahkan merupakan lembaran hitam bagi keluarga dan kabilahnya. Kepercayaan masyarakat jahiliyah seperti itu mendorong mereka mengubur anak perempuan hidup-hidup karena takut cela dan aib. Penguburan anak perempuan tersebut dilakukan dengan cara yang sangat sadis tanpa ada rasa sayang dan belas kasih sama sekali. Anak perempuan tersebut dikubur hidup-hidup. Mereka melakukan perbuatan terkutuk itu dengan berbagai macam cara. Di antaranya, jika lahir seorang bayi perempuan, mereka sengaja membiarkan bayi itu hidup sampai berusia 6 tahun, kemudian si bapak berkata kepada ibu anak yang malang tersebut: “Dandanilah anak ini, sebab aku akan membawanya menemui paman-pamannya.” Sementara si bapak telah menyiapkan lubang di tengah padang pasir yang sepi. Lalu dibawalah anak perempuannya itu menuju lubang tersebut. Sesampainya di sana si bapak berkata kepadanya: “Lihatlah lubang itu!” lalu sekonyong-konyong ia dorong anak itu ke dalamnya dan menimbunnya dengan tanah secara sadis dan keji.

    Di tengah-tengah masyarakat jahiliyah seperti itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam muncul dengan membawa agama yang agung ini, agama yang menghormati hak-hak perempuan, baik statusnya sebagai ibu, istri, anak, kakak ataupun bibi.

    Putri-putri beliau begitu banyak mendapat curahan kasih sayang dari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Apabila Fathimah radhiyallahu ‘anha datang, beliau akan segera bangkit menyambutnya sambil memegang tangannya, lalu menempatkannya di tempat duduk beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Demikian pula bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang mengunjungi Fathimah radhiyallahu ‘anhu, ia segera bangkit menyambut beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sambil menuntun tangan beliau dan menciumnya serta menempatkan beliau di tempat duduknya. (Sebagaimana tertera dalam HR. Abu Daud, Tirmidzi dan An-Nasaai)

    Meskipun beliau begitu sayang kepada putri-putrinya dan begitu memuliakan mereka, namun beliau rela menerima talaq (perceraian) kedua putri beliau Ruqaiyyah dan Ummu Kaltsum radhiyallahu ‘anhuma dari suami mereka, yaitu ‘Utbah dan ‘Utaibah putra Abu Lahab setelah turun surat Al-Lahab (“Binasalah kedua tangan Abu Lahab”). Beliau tetap sabar serta mengharap pahala dari Allah Ta’ala. Beliau tidak berkenan menghentikan dakwah atau surut ke belakang. Pasalnya kaum Quraisy mengancam, bila beliau tidak menghentikan dakwah, maka kedua putri beliau akan dicerai. Namun beliau tetap teguh dan sabar serta tidak goyah dalam mendakwahkan agama Islam.

    Di antara bentuk sambutan hangat beliau terhadap putri beliau adalah sebagaimana yang dituturkan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: “Pada suatu hari kami, para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berada di sisi beliau. Lalu datanglah Fathimah radhiyallahu ‘anha kepada beliau dengan berjalan kaki. Gaya berjalannya sangat mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya, beliau memberikan ucapan selamat untuknya, beliau berkata:
    “Selamat datang wahai putriku.” Kemudian beliau tempatkan ia di sebelah kanan atau kiri beliau.” (HR. Muslim)

    Di antara bentuk kasih sayang dan cinta beliau kepada putri-putri beliau ialah dengan mengunjungi mereka dan menanyakan kabar dan problem yang mereka hadapi. Fathimah radhiyallahu ‘anha pernah datang menemui beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan tangannya yang lecet karena mengadon tepung, ia meminta seorang pelayan kepada beliau. Namun Fatihmah radhiyallahu ‘anha tidak bertemu dengan beliau. Fathimah radhiyallahu ‘anha melaporkan kedatangannya kepada ‘Aisyah radhiyallah ‘anha. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan perihal kedatangan Fathimah radhiyallahu ‘anha. ‘Ali radhiyallahu ‘anhu menuturkannya kepada kita:

    Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lalu datang menemui kami berdua saat kami sudah berbaring di atas dipan. Ketika beliau datang, kamipun segera bangkit. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tetaplah di tempat kamu!” beliaupun mendekat lalu duduk di antara kami berdua hingga aku dapat merasa-kan sejuk kedua telapak kaki beliau di dadaku. Beliau bersabda:

    “Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik bagi kamu berdua daripada seorang pelayan?” Apabila kamu hendak tidur, bacalah takbir (Allahu Akbar) tiga puluh empat kali, tasbih (Subhaa-nallaah) tiga puluh tiga kali, dan tahmid (Alham-dulillahi) tiga puluh tiga kali. Sesungguhnya bacaan tersebut lebih baik bagimu daripada seorang pelayan.” (HR. Al-Bukhari)

    Sungguh, pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terdapat teladan yang baik bagi kita, teladan dalam kesabaran dan ketabahan. Seluruh putra-putri beliau wafat sewaktu beliau masih hidup -kecuali Fathimah radhiyallah ‘anha, namun meskipun demikian beliau tidak menampar-nampar wa-jah, merobek-robek pakaian dan tidak mengadakan kenduri kematian (sebagaimana yang dilakukan mayoritas manusia sebagai ungkapan kesedihan dan belasungkawa). Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tetap sabar dan tabah dengan mengharap pahala dari Allah Ta’ala serta ridha atas takdir dan ketentuan Allah Ta’ala


  36. Di bawah naungan rumah tangga yang bersahaja di situlah tinggal sang istri, pahlawan di balik layar pembawa ketenangan dan kesejukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalihah.” (Lihat Shahih Jami’ Shaghir karya Al-Albani)

    Di antara keelokan budi pekerti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keharmonisan rumah tangga beliau ialah memanggil ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan nama kesayangan dan mengabarkan kepadanya berita yang membuat jiwa serasa melayang-layang.

    Aisyah radhiyallah ‘anha menuturkan: “Pada suatu hari Rasu-lullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya:
    “Wahai ‘Aisy (panggilan kesayangan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ), Malaikat Jibril ‘alaihissalam tadi menyampaikan salam buatmu.” (Muttafaq ‘alaih)

    Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam selaku Nabi umat ini yang paling sempurna akhlaknya dan paling tinggi derajatnya telah memberikan sebuah contoh yang berharga dalam hal berlaku baik kepada sang istri dan dalam hal kerendahan hati, serta dalam hal mengetahui keinginan dan kecemburuan wanita. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menempatkan mereka pada kedudukan yang diidam-idamkan oleh seluruh kaum hawa. Yaitu menjadi seorang istri yang memiliki kedudukan terhormat di samping suaminya.

    Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
    Suatu ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya.” (HR. Muslim)

    Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah seperti yang diduga oleh kaum munafikin atau seperti yang dituduhkan kaum orientalis dengan tuduhan-tuduhan palsu dan pengakuan-pengakuan bathil. Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lebih memilih etika berumah tangga yang paling elok dan sederhana.

    Diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata:
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencium salah seorang istri beliau kemudian berangkat menunaikan shalat tanpa memperbaharui wudhu’.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

    Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menjelaskan dengan gamblang tingginya kedudukan kaum wanita di sisi beliau. Mereka kaum hawa memiliki kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjawab pertanyaan ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallah ‘anhu seputar masalah ini, beliau jelaskan kepadanya bahwa mencintai istri bukanlah suatu hal yang tabu bagi seorang lelaki yang normal.

    Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Siapakah orang yang paling engkau cintai?” beliau menjawab: “‘Aisyah!” (Muttafaq ‘alaih)

    Barangsiapa yang mengidamkan kebahagiaan rumah tangga, hendaklah ia memperhatikan kisah- kisah ‘Aisyah radhiyallah ‘anha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana kiat-kiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membahagiakan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata:
    “Aku biasa mandi berdua bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu bejana.” (HR. Al-Bukhari)

    Rasulullah tidak melewatkan kesempatan sedikit pun kecuali beliau manfaatkan untuk membahagiakan dan menyenangkan istri melalui hal-hal yang dibolehkan.

    Aisyah radhiyallah ‘anha mengisahkan:
    Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad)

    Sungguh! merupakan sebuah bentuk permainan yang sangat lembut dan sebuah perhatian yang sangat besar. Beliau perintahkan rombongan untuk berangkat terlebih dahulu agar beliau dapat menghibur hati sang istri dengan mengajaknya berlomba lari. Kemudian beliau memadukan permainan yang lalu dengan yang baru, beliau berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!”

    Bagi mereka yang sering bepergian melanglang buana serta memperhatikan keadaan orang-orang yang terpandang pada tiap-tiap kaum, pasti akan takjub terhadap perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau adalah seorang Nabi yang mulia, pemimpin yang selalu berjaya, keturunan terhormat suku Quraisy dan Bani Hasyim. Pada saat-saat kejayaan, beliau kembali dari sebuah peperangan dengan membawa kemenangan bersama rombongan pasukan besar. Meskipun demikian, beliau tetap seorang yang penuh kasih sayang dan rendah hati terhadap istri-istri beliau para Ummahaatul Mukiminin radhiyallah ‘anhu. Kedudukan beliau sebagai pemimpin pasukan, perjalanan panjang yang ditempuh, serta kemenangan demi kemenangan yang diraih di medan pertempuran, tidak membuat beliau lupa bahwa beliau didampingi para istri-istri kaum hawa yang lemah yang sangat membutuhkan sentuhan lembut dan bisikan manja. Agar dapat menghapus beban berat perjalanan yang sangat meletihkan.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali dari peperangan Khaibar, beliau menikahi Shafiyyah binti Huyaiy radhiyallahu ‘anha. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengulurkan tirai di dekat unta yang akan ditunggangi untuk melindungi Shafiyyah radhiyallah ‘anha dari pandangan orang. Kemudian beliau duduk bertumpu pada lutut di sisi unta tersebut, beliau persilakan Shafiyyah radhiyallah ‘anha untuk naik ke atas unta dengan bertumpu pada lutut beliau.

    Pemandangan seperti ini memberikan kesan begitu mendalam yang menunjukkan ketawadhu’an beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selaku pemimpin yang berjaya dan seorang Nabi yang diutus- memberikan teladan kepada umatnya bahwa bersikap tawadhu’ kepada istri, mempersilakan lutut beliau sebagai tumpuan, membantu pekerjaan rumah, membahagiakan istri, sama sekali tidak mengurangi derajat dan kedudukan beliau.


  37. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang pemimpin yang sangat memperhatikan urusan umat dan seluruh pasukannya. Beliau juga sangat perhatian terhadap bawahan serta anggota keluarga. Disamping itu beliau juga tetap menjaga amal ibadah serta wahyu yang diturunkan. Dan banyak lagi urusan lain yang beliau perhatikan. Sungguh merupakan amal yang sangat agung dalam rangka memenuhi tuntutan kehidupan dan membangkitkan motivasi, yang tidak akan mampu dilaksanakan oleh sembarang orang. Namun Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam meletakkan setiap hak pada tempatnya. Beliau tidak akan mengurangi hak orang lain atau meletakkan hak tersebut tidak pada tempatnya. Meskipun sangat banyak beban dan pekerjaan, namun beliau tetap memberikan tempat bagi anak-anak kecil dihatinya. Beliau sering mengajak mereka bercanda dan bersenda gurau, mengambil hati mereka dan membuat mereka senang.

    Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : “Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Tentu, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Ahmad).

    Anas Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita salah satu bentuk canda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah memanggilnya dengan sebutan: “Wahai pemilik dua telinga!” (maksudnya bergurau dengannya) (HR. Abu Dawud)

    Anas Radhiallaahu anhu mengisahkan: “Ummu Sulaim Radhiallaahu anha mempunyai seorang putra yang bernama Abu ‘Umair. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sering bercanda dengannya setiap kali beliau datang. Pada suatu hari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam datang mengunjunginya untuk bercanda, namun tampaknya anak itu sedang sedih.

    Mereka berkata:
    Wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , burung yang biasa diajaknya bermain sudah mati.” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lantas bercanda dengannya, beliau berkata:
    “Wahai Abu ‘Umair, apakah gerangan yang sedang dikerjakan oleh burung kecil itu?” (HR. Abu Daud)

    Demikian pula dengan para sahabat Radhiallaahu anhum, salah satu di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: “Ada seorang pria dusun bernama Zahir bin Haram. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sangat menyukainya. Hanya saja tampangnya jelek. Pada suatu hari, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menemuinya sewaktu ia menjual barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memeluknya dari belakang sehingga ia tidak dapat melihat beliau. Ia pun berkata: “Lepaskan aku! Siapakah ini?” Setelah menoleh ia pun mengetahui ternyata yang memeluknya adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merapatkan punggungnya ke dada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lantas berkata: “Siapakah yang sudi membeli hamba sahaya ini?” Iapun berkata: “Demi Allah wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , kalau demikian aku tidak akan laku dijual!” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam membalas: “Justru engkau di sisi Allah sangat mahal harganya!” (HR. Ahmad)

    Sungguh merupakan akhlak yang terpuji dari baginda Nabi yang mulia dan luhur budi pekertinya Shalallaahu alaihi wasalam .
    Meskipun beliau bersikap luwes terhadap keluarga dan kaumnya, namun tetap ada batasannya. Beliau tidaklah melampaui batas bila tertawa, beliau hanya tersenyum. Sebagaimana yang dituturkan ‘Aisyah Radhiallaahu anha :
    “Belum pernah aku melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan anak lidah beliau. Namun beliau hanya tersenyum.” (Muttafaq ‘alaih)

    Meskipun beliau selalu bermuka manis dan elok dalam perrgaulan, namun bila peraturan-peraturan Allah dilanggar, wajah beliau akan memerah karena marah. ‘Aisyah Radhiallaahu anha menuturkan kepada kita: “Pada suatu ketika, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam baru kembali dari sebuah lawatan. Sebelumnya aku telah menirai pintu rumahku dengan korden tipis yang bergambar. Ketika melihat gambar itu Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam langsung merobeknya hingga berubah rona wajah beliau seraya berkata:
    “Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada Hari Kiamat adalah orang-orang yang meniru-niru ciptaan Allah.” (Muttafaq ‘alaih)


  38. Ubay bin Ka’Ab Radhiallaahu anhu menuturkan kepada kita bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
    “Jika salah seorang di antara kamu mendatangi pembaringannya, hendaklah mengibaskan kasurnya dengan ujung kain (untuk membersihkannya) serta sebutlah asma Allah Subhanahu wa Ta’ala Sebab ia tidak tahu kotoran apa yang melekat pada kasurnya itu sepening-galnya. Jika hendak berbaring, hendaklah berbaring dengan bertelekan pada rusuk kanan. Dan hendaklah mengucapkan:

    “Maha suci Engkau Ya Allah Ya Rabbi, dengan menyebut nama-Mu aku meletakkan tubuhku, dan dengan nama-Mu jua aku mengangkatnya kembali. Jika Engkau mengambil ruhku (jiwaku), maka berilah rahmat padanya. Tetapi, bila Engaku melepas-kannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

    Di antara bimbingan yang beliau ajarkan kepada setiap muslim dan muslimah adalah:
    “Jika kamu mendatangi pembaringanmu, hendaklah berwudhu’ sebagaimana engkau berwudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah dengan bertelekan pada rusuk kananmu.”

    Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata:
    Setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam hendak tidur di pembaring-annya pada tiap malam, beliau merapatkan kedua telapak tangannya. Lalu meniupnya dan membaca surat Al-Ikhlas (Qul Huwallaahu Ahad), surat Al-Falaq (Qul A’uudzu birabbil Falaq) dan surat An-Naas (Qul A’uudzu birabbin Naas). Kemudian beliau mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengan kedua telapak tangannya itu. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

    Anas bin Malik Radhiallaahu anhu meriwayatkan: “Setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam hendak tidur di pembaringannya beliau selalu berdoa:
    “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, memberi kami minum dan memberi kami kecukupan dan tempat berteduh. Betapa banyak orang yang tidak mempunyai Tuhan yang mem-berikan kecukupan dan tempat berteduh.” (HR. Muslim)

    Dari Abu Qatadah Radhiallaahu anhu ia berkata:
    “Sesungguhnya bila Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam beristirahat dalam perjalanannya di malam hari, beliau berbaring dengan bertelekan pada rusuk kanan. Dan apabila beliau beristirahat pada waktu menjelang subuh, beliau tegakkan lengan dan beliau letakkan kepala di atas telapak tangan.” (HR. Muslim)

    Meskipun anugrah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala curahkan kepada kita begitu banyak, namun cobalah lihat wahai saudaraku, kasur yang dipakai penghulu para Nabi, penutup para rasul, makhluk yang paling utama, sebaik-baik bani adam di atas muka bumi. Diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiallaahu anhu ia berkata:
    “Sesungguhnya kasur yang dipakai oleh Rasulullah r hanyalah terbuat dari kulit binatang (yang telah disamak) yang diisi dengan sabut kurma.” (HR. Muslim)

    Pada suatu ketika, beberapa orang sahabat Radhiallaahu anhum datang menemui beliau, berikut juga Umar Radhiallaahu anhu. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lantas bangkit merubah posisinya, Umar Radhiallaahu anhu melihat tidak ada kain yang melindungi tubuh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari tikar yang dipakainya berbaring. Ternyata tikar tersebut membekas pada tubuh beliau Shalallaahu alaihi wasalam . Melihat pemandangan itu Umar Radhiallaahu anhu pun menangis. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepadanya: “Apakah gerangan yang membuatmu menangis wahai Umar?” ia menjawab: “Demi Allah, karena saya tahu bahwa engkau tentu lebih mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala daripada raja Kisra maupun Kaisar. Mereka dapat berpesta pora di dunia sesuka hatinya. Sedangkan Engkau adalah seorang Utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala namun keadaan engkau sungguh sangat memprihatinkan sebagaimana yang aku saksikan sekarang,” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Tidakkah engkau ridha wahai Umar, kemegahan dunia ini diberikan bagi mereka, sedangkan pahala akhirat bagi kita!” Umar Radhiallaahu anhu menjawab: “Tentu saja!” “Demikianlah adanya!” jawab Nabi.” (HR. Ahmad)


  39. “Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (Al-Muzzammil: 1-4)

    Abu Hurairah Radhiallahu anhu menceritakan:
    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa mengerjakan shalat malam hingga membengkak kedua telapak kakinya. Ada yang bertanya kepada beliau: “Wahai Rasulullah, mengapa Anda melakukan sedemikian itu, bukankah Allah telah mengampuni segala dosa Anda yang lalu maupun yang akan datang?” beliau menjawab: “Bukankah selayaknya aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?” (HR. Ibnu Majah).

    Al-Aswad bin Yazid berkata: “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha tentang shalat malam Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . ‘Aisyah menjawab: “Biasanya beliau tidur di awal malam, kemudian tengah malamnya beliau bangun mengerjakan shalat malam. Bila merasa ada keperluan beliau segera menemui istri. Beliau segera bangkit begitu mendengar seruan azan. Beliau segera mandi bila dalam keadaan junub. Jika tidak, maka beliau segera berwudhu’ lalu berangkat (ke masjid untuk) shalat.” (HR. Al-Bukhari)

    Shalat malam beliau sangat mengagumkan, ada baiknya kita ketahui panjang ayat yang dibacanya. Semoga dapat kita jadikan contoh dan teladan.

    Abu Abdillah Hudzaifah ibnul Yaman Radhiallaahu anhu mengisahkan:
    Pada suatu malam, aku pernah shalat tahajjud bersama Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Beliau mengawali shalat dengan membaca surat Al-Baqarah, saya berkata di dalam hati, “Mungkin setelah membaca kira-kira seratus ayat, ternyata beliau terus tidak berhenti, saya berkata lagi di dalam hati, “Mungkin, beliau selesaikan pembacaan surat Al-Baqarah. Dalam satu raka’at ternyata beliau terus memulai surat Ali Imron kemudian terus mem-bacanya saya berbicara di dalam hati: (mungkin) beliau mau ruku setelah selesai Ali-Imron, ternyata beliau terus membaca surat An Nisa sampai habis. Beliau membaca surat-surat tersebut dengan bacaan tartil. Setiap kali membaca ayat yang menyebutkan kemahasucian Allah Ta�ala beliau selalu bertasbih (mengucapkan subhanallah). Setiap kali membaca ayat yang berisikan permohonan, beliau pasti berdoa. Setiap kali membaca ayat yang menyebutkan permintaan berlindung diri kepada Allah Ta�ala, beliau segera mengucapkan ta’awwudz. Ketika ruku’ beliau membaca:

    Subhaana Rabbiyal �Adzhiim ( “Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung.” )

    Lama ruku’ beliau hampir sama dengan lama ber-diri. Kemudian beliau mengucapkan:
    Sami�allahuliman hamidah, Rabbana lakal hamdu
    “Allah Maha mendengar terhadap hamba yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, segala puji bagi-Mu.”

    Kemudian beliau tegak berdiri (i’tidal), hampir sama lamanya dengan ruku’. Kemudian beliau sujud dan membaca:
    Subhaana Rabbiyal �A�la ( “Maha Suci Rabbku Yang Maha Luhur.” )
    Lama sujud beliau hampir sama dengan lama i’tidal.” (HR. Muslim


  40. Setelah keheningan malam mulai memecah, seiring dengan fajar yang mulai merekah, saat kewajiban shalat shubuh selesai ditunaikan, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tetap duduk di tempat selepas shalat shubuh untuk berdzikir menyebut asma Allah Subhannahu wa Ta’ala sampai terbit matahari. Kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat. Jabir bin Samurah Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita:
    Biasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selalu duduk di tempat shalat seusai menunaikan shalat subuh sampai matahari benar-benar meninggi.” (HR. Muslim)

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menganjurkan umatnya agar meng-amalkan sunnah yang agung tersebut. Beliau menyebutkan pahala dan balasan yang besar bagi orang yang meng-amalkannya.

    Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
    “Barang siapa yang ikut shalat fajar berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. At-Tirmidzi)


  41. Matahari telah meninggi, terik cahayanya pun mulai menyengat. jilatan panasnya seakan membakar wajah. Waktu dhuha telah tiba. Waktu untuk bekerja dan menunaikan kebutuhan. Meskipun beban risalah begitu berat seperti, menjamu duta-duta yang datang berkunjung, memberikan ta’lim (pengarahan) kepada para sahabat Radhiallaahu anhum serta menunaikan hak keluarga, namun beliau tidak pernah lupa beribadah kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala .

    Mu’adzah berkata: “Aku bertanya kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha: “Apakah Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam sering mengerjakan shalat Dhuha?” ia menjawab: “Tentu, beliau sering mengerjakan shalat Dhuha empat rakaat bahkan lebih dari itu seluang waktu yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta’ala .” (HR. Muslim)

    Bahkan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga mewasiatkan hal itu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata:
    Kekasihku (Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ) telah mewasiatkan kepadaku agar berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, agar mengerjakan shalat duha dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih)


  42. Rumah yang tegak di atas pilar-pilar keimanan, penuh dengan ibadah dan dzikir, itulah rumah idaman. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mewasiatkan agar rumah kita seperti itu. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
    “Lakukanlah beberapa shalat-shalat sunnah di rumahmu. Jangan jadikan rumahmu bagaikan kuburan.” (HR. Al-Bukhari)

    Ibnul Qayyim �rahimahullah- berkata: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengerjakan seluruh shalat-shalat sunnat di rumah. Demikian pula shalat sunnah yang tidak berkaitan dengan tempat tertentu, beliau lebih suka mengerjakannya di rumah. Terutama shalat sunnat ba’diyah maghrib, tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau pernah mengerjakannya di masjid. Ada beberapa faidah mengerjakan shalat sunnah di rumah, di antaranya:

    1. Meneladani sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .
    2. Mengajarkan tata cara shalat kepada istri dan anak-anak.
    3. Mengusir setan-setan dari rumah disebabkan dzikir dan tilawah Al-Quran.
    4. Lebih membantu dalam mencapai ibadah yang ikhlas dan jauh dari penyakit riya’


  43. Setiap orang pasti pernah menangis, baik kaum pria maupun wanita. Akan tetapi tahukah kamu, mengapa dan karena siapa mereka menangis? Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga menangis, padahal dunia berada dalam genggamannya jika beliau menghendaki. Dan Surga ada di hadapan beliau, sementara beliau berada di tempat yang paling tinggi di dalamnya. Benar, beliau memang sering menangis, sebagaimana tangisan seorang hamba ahli ibadah. Beliau menangis di dalam shalat tatkala bermunajat kepada Rabb Subhannahu wa Ta’ala . Beliau juga menangis ketika mendengarkan tilawah Al-Quran. Tangisan yang bersumber dari kelembutan hati dan ketulusan nurani serta dari ma’rifat keagungan Allah Subhannahu wa Ta’ala .

    Dari Mutharrif �yakni bin Abdillah bin Asy Syikhkhir- dari bapaknya �yakni Abdullah bin Asy Syikhkhir Radhiallaahu anhu – ia berkata:
    Aku datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika beliau sedang shalat. Dari rongga dada beliau keluar suara seperti bunyi air yang tengah mendidih di dalam kuali, disebabkan tangis beliau.” (HR. Abu Daud)

    Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu anhu menuturkan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah berkata kepadaku: “Bacalah Al-Qur’an untukku” aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah aku yang harus membacanya, sedangkan Al-Qur’an itu diturunkan kepadamu?” beliau menimpali: “Aku lebih suka mendengarkannya dari orang lain.” Akupun membacakan surat An-Nisaa’ untuk beliau. Hingga telah sampai pada ayat: “Maka bagaimanakah (halnya orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS. An-Nisa: 41) Aku lihat air mata beliau menetes.” (HR. Al-Bukhari)

    Cobalah perhatikan uban yang menghiasi rambut beliau. Jumlahnya lebih kurang delapan belas helai di kepala dan janggut beliau. Camkanlah dengan mata hatimu, dengarkanlah kisah uban putih tersebut dari penuturan beliau. Abu Bakar Radhiallaahu anhu pernah bertanya: “Wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , sungguh Anda telah beruban.” Beliau menjawab:
    “Surat Hud, surat Al-Waqi’ah, surat Al-Mursalat, surat ‘Amma yatasaa`aluun dan surat Idzasy Syamsu kuwwirat telah menyebabkan aku beruban.” (HR. At-Tirmdzi)


  44. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat elok akhlaknya dan sangat agung wibawanya. Akhlak beliau adalah Al-Qur’an sebagaimana yang dituturkan ‘Aisyah Radhiallahu’anha, ia berkata: “Akhlak Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah Al-Qur’an.” (HR. Muslim).

    Beliau juga pernah bersabda:
    “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

    Salah satu bentuk ketawadhu’an Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah; beliau tidak suka dipuji dan disanjung secara berlebihan. Dari Umar bin Kaththab Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
    “Janganlah kamu sanjung aku (secara berlebihan) sebagaimana kaum Nasrani menyanjung ‘Isa bin Maryam alaihisSalam secara berlebihan. Aku hanyalah seorang hamba Allah, maka panggillah aku dengan sebutan: hamba Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Abu Daud)

    Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: “Ada beberapa orang memanggil Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sambil berkata: “Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik dan anak orang yang terbaik di antara kami, wahai junjungan kami dan anak dari junjungan kami.” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam segera menyanggah seraya berkata:
    “Wahai sekalian manusia, katakanlah sewajarnya saja! Jangan sampai kamu digelincirkan setan. Aku adalah Muhammad hamba Allah dan rasul-Nya. Aku tidak sudi kamu angkat di atas kedudukan yang dianugrahkan Allah Subhannahu wa Ta’ala kepadaku.” (HR. An-Nasai)

    Sebagian orang ada yang menyanjung Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam secara berlebihan. Sampai-sampai ia meyakini bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengetahui ilmu ghaib atau meyakini bahwa beliau memiliki hak untuk memberikan manfaat dan menurunkan mudharat, bahwa beliau dapat mengabulkan segala permintaan dan menyembuhkan segala penyakit. Padahal Allah Subhannahu wa Ta’ala telah menyanggah keyakinan seperti itu. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:
    “Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik keman-fa’atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan.” (Al-Araf: 188)

    Demikianlah akhlak Nabi yang mulia, seorang utusan Allah Subhannahu wa Ta’ala , sebaik-baik manusia di muka bumi dan seutama-utama makhluk di kolong langit. Beliau senan-tiasa tunduk patuh dan bertaubat kepada Rabbnya. Beliau tidak menyukai kesombongan, bahkan beliau adalah pemimpin kaum yang tawadhu’ dan penghulu kaum yang tunduk patuh kepada Rabb Subhannahu wa Ta’ala . Anas bin Malik Radhiallaahu anhu mengungkapkan:
    “Tidak ada seorangpun yang lebih mereka cintai daripada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Walaupun begitu, apabila mereka melihat beliau, mereka tidak berdiri untuk menyambut beliau. karena mereka mengetahui bahwa beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak menyukai cara seperti itu.” (HR. Ahmad)

    Layangkanlah pandanganmu kepada Nabi umat ini Shalallaahu alaihi wasalam . Saksikan sikap tawadhu’ beliau yang sangat menga-gumkan dan keelokan akhlak yang langka ditemukan. Beliau tetap bersikap tawadhu’ terhadap seorang wanita miskin. Beliau luangkan waktu untuk melayaninya, padahal waktu beliau penuh dengan amal ibadah!

    Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: “Suatu hari seorang wanita datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ia mengadu kepada beliau sambil berkata: “Wahai Rasulullah, saya membutuhkan sesuatu dari Anda.” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya: “Pilihlah di jalan mana yang kamu kehendaki di kota Madinah ini, tunggulah aku di sana, niscaya aku akan menemuimu (melayani keperluan-mu).” (HR. Abu Daud)

    Beliau hadir dengan segenap jiwa yang terpuji lagi elok.
    Menjulang tinggi ke tempat yang terpuji dengannya.
    Bila disingkap kesturi dari cincinnya kepada jagad raya
    niscaya setiap orang akan merasakan harumnya
    baik yang di gunung maupun di lembah.
    Sungguh, beliau adalah pemimpin segenap ahli tawadhu’ baik dalam ilmu ataupun amal.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam beliau bersabda:
    “Andaikata aku diundang makan paha atau kaki binatang, niscaya aku kabulkan undangannya. Andaikata kepadaku hanya dihadiahkan kaki atau paha binatang, tentu akan aku terima hadiah itu.” (HR. Al-Bukhari)

    Semoga hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tadi menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi orang-orang yang takabbur dari sifat sombong dan angkuh.

    Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
    “Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji zarrah kesombongan.” (HR. Muslim)

    Sifat sombong merupakan jalan menuju Neraka, wal ‘iyaadzubillah, meskipun hanya sebesar biji zarrah. Cobalah lihat hukuman yang ditimpakan terhadap orang yang sombong dan angkuh cara berjalannya. Betapa besar kemurkaan dan kemarahan yang diturunkan Allah Ta’ala atasnya. Dan betapa pedih siksa yang dideritanya.

    Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam beliau bersabda:
    “Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaiannya, takjub dengan kehebatan dirinya sendiri, rambutnya tersisir rapi, berjalan dengan angkuh. Namun tiba-tiba Allah Ta’ala menenggelamkannya. Dia terus terbenam ke dasar bumi sampai hari Kiamat.” (Muttafaq ‘alaih)


  45. Seorang pelayan yang miskin papa lagi lemah, namun oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ditempatkan pada kedudukan yang layak. Beliau mengukurnya dari sisi agama dan ketakwaannya, bukan dari sisi status sosial dan keduduk-annya yang lemah. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah memberikan pengarahan dalam memperlakukan pelayan dan pekerja, beliau bersabda:

    “Mereka (para pelayan dan pekerja) adalah saudara kamu (seiman). Allah Ta’ala menempatkan mereka di bawah kekuasaan kamu. Berilah mereka makanan yang biasa kamu makan, berikanlah mereka pakaian yang biasa kamu pakai. Janganlah memberatkan mereka di luar batas kemampuan. Jika kamu memberikan sebuah tugas, bantulah mereka dalam melaksanakannya.” (HR. Muslim)

    Simaklah penuturan seorang pelayan tentang majikannya. Sebuah penuturan yang sangat mengagumkan dan pengakuan yang mengesankan serta pujian nan agung. Pernahkah Anda melihat seorang pelayan memuji majikannya sebagaimana pujian yang diberikan pelayan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam kepadanya!?”

    Anas bin Malik Radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Aku pernah menjadi pelayan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selama sepuluh tahun. Tidak pernah sama sekali beliau mengucapkan “hus” kepadaku. Beliau tidak pernah membentakku terhadap sesuatu yang kukerjakan (dengan ucapan): “Mengapa engkau kerjakan begini!” Dan tidak pula terhadap sesuatu yang tidak kukerjakan (dengan ucapan): “Mengapa tidak engkau kerjakan!” (HR. Muslim)

    Bukan hitungan hari atau bulan, tetapi genap sepuluh tahun! Jangka waktu yang sangat panjang. Yang penuh dengan suka dan lara, tangis dan tawa. Penuh dengan emosi jiwa dan pasang surut kehidupan. Ayah ibuku menjadi tebusannya, meskipun demikian beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah membentak atau memerintahnya. Justru sebaliknya, beliau memberikan balasan yang setimpal, membuat bahagia perasaan pelayannya, menutupi kebutuhan mereka beserta keluarga serta mendoakan mereka.

    Anas Radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Ibuku pernah berkata: “Wahai Rasulullah, anak ini akan menjadi pelayanmu, doakanlah ia.” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam kemudian berdoa:
    “Ya Allah, anugrahkanlah kepadanya harta dan keturunan yang banyak dan berkahilah rizki yang Engkau curahkan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari)

    Beliau Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang pemberani. Hanya saja keberanian itu cuma beliau pergunakan untuk membela kebenaran semata. Beliau tidak pernah mengebiri hak kaum lemah yang berada di bawah tanggung jawab beliau, baik itu sang istri maupun si pelayan.

    ‘Aisyah Radhiallaahu anha menuturkan:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah sama sekali memukul seorangpun kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah Ta’ala. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita.” (HR. Muslim).

    Itulah ‘Aisyah Radhiallaahu anha, yang telah berulang kali mengungkapkan keluhuran budi sebaik-baik hamba yang terpilih. Telah banyak sekali riwayat yang bercerita tentang keagungan pribadi dan keelokan pergaulan beliau. Sampai-sampai kaum kafir Quraisy juga mengakuinya.

    ‘Aisyah Radhiallaahu anha kembali mengungkapkan: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam membalas suatu aniaya yang ditimpakan orang atas dirinya. Selama orang itu tidak melanggar kehormatan Allah Ta’ala. Namun, bila sedikit saja kehormatan Allah Ta’ala dilanggar orang, maka beliau adalah orang yang paling marah karenanya. Dan sekiranya beliau diminta untuk memilih di antara dua perkara, pastilah beliau memilih yang paling ringan, selama perkara itu tidak menyangkut dosa.” (HR. Al-Bukhari)

    Beliau Shalallaahu alaihi wasalam menyeru umatnya untuk berlaku lemah lembut dan sabar. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
    “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Lembut, dan menyukai kelembutan dalam segala perkara.” (Muttafaq ‘alaih


  46. Sentuhan perasaan dan gejolak emosional adalah sesuatu yang selalu hadir dan dibutuhkan dalam kehidupan seorang insan, baik di tengah masyarakat, keluarga maupun di dalam rumahnya. Bingkisan hadiah adalah salah satu sarana untuk merekatkan hati dan meluluhkan dendam serta amarah.

    ‘Aisyah Radhiallaahu anhu menuturkan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa menerima bingkisan hadiah dan membalas bingkisan itu.” (HR. Bukhari)

    Pemberian hadiah dan ucapan terima kasih sebagai ungkapan rasa syukur ini hanya muncul dari jiwa yang mulia dan hati yang tulus. Akhlak yang mulia merupakan akhlak para nabi dan sunnah para rasul. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam adalah teladan yang terdepan dan panutan yang luhur dalam masalah tersebut. Bukankah beliau telah menegaskan:
    “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, hendaklah ia memuliakan tamu. Hak tamu ialah sehari semalam. Kewajiban melayani tamu adalah tiga hari, lebih dari itu merupakan sedekah. Seorang tamu tidaklah boleh berlama-lama sehingga memberatkan tuan rumah.” (HR. Al-Bukhari)

    Demi Allah, tidak pernah disaksikan sebelumnya oleh siapapun juga, baik di gunung maupun di lembah, baik penduduk Hijaz maupun penduduk semenanjung Arab, akhlak dan budi pekerti seagung dan semulia Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Bahkan oleh penduduk Timur dan Barat sekalipun. Perhatikanlah baik-baik dan lihatlah perilaku Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .

    Dari Sahal bin Sa’ad Radhiallaahu anhu ia berkata: “Seorang wanita datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dengan membawa kain bersulam (berhias). Ia berkata: “Aku menenun dan menyulamnya sendiri dengan tanganku supaya engkau mengenakannya.” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pun mengambilnya, tam-paknya beliau sangat membutuhkan. Kemudian beliau keluar menemui kami dengan mengenakan kain itu sebagai sarung. Ada yang berkata: “Alangkah indahnya kain itu, hadiahkanlah kain itu kepadaku!” “Boleh!” jawab beliau. Lalu Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam duduk di dalam majlis kemudian kembali. Beliau segera melipat kain itu dan mengirimkannya kepada orang tersebut. Orang-orang berkata: “Alangkah bagusnya engkau ini, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lebih membutuhkan kain itu tetapi engkau malah memintanya, padahal engkau tahu bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah menolak permintaan!” orang itu menjawab: “Demi Allah, sesungguhnya aku meminta kain itu kepada beliau bukan untuk kukenakan, akan tetapi aku ingin menjadikannya sebagai kain kafan.” Sahal berkata: “Dengan kain itulah ia dikafani.” (HR. Bukhari)

    Tidaklah mengherankan jika demikian luhur budi pekerti hamba pilihan Allah Ta’ala ini. Karena beliau dibimbing langsung dibawah pengawasan-Nya dan menjadikannya sebagai teladan. Beliau telah memberikan contoh yang agung dalam hal kemurahan hati dan kedermawanan.

    Hakim bin Hizam Radhiallaahu anhu menuturkan: “Aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , beliau lantas memberikannya. Kemudian aku meminta lagi, beliau pun memberikanya. Kemudian aku meminta lagi, beliau pun memberikannya seraya berkata: “Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini manis dan indah. Barang siapa yang mengambilnya dengan kemurahan hati, ia akan mendapat keberkatan padanya. Barangsiapa yang mengambilnya dengan ketamakan, ia tidak akan mendapat keberkatan padanya. Bagaikan orang yang makan tapi tidak pernah kenyang. Dan tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.” (Muttafaq ‘alaih)

    Benarlah ucapan seorang penyair:
    Beliau adalah seorang yang paling sempurna ketaatannya
    disamping memiliki semangat yang begitu tinggi.
    Demikian agung dan luhur kedudukan beliau
    hingga sulit dibandingkan dengan siapapun.
    Bila cahaya beliau menyinari umat manusia
    niscaya akan mengelokkan dan menaungi mereka.
    Ternyata cahaya itu adalah Al-Qur’an dan Sunnah beliau.
    Kutemukan para pemburu tercengang keheranan.
    Kutemukan semua kebaikan terkumpul pada seorang insan (Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam )

    Jabir Radhiallaahu anhu berkata: “Tidak pernah sama sekali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengatakan “tidak” (menolak) setiap kali diminta.” (HR. Al-Bukhari)

    Kedermawanan dan kemurahan hati beliau sulit untuk dicari tandingannya. Ditambah lagi dengan kebaikan hati, keelokan dalam bergaul dan kesetiaan beliau yang tiada taranya. Di antara kebiasaan beliau adalah menebar senyum kepada orang yang berada di dalam majlis. Sehingga orang-orang akan menyangka bahwa orang itulah yang paling beliau kasihi.

    Jabir bin Abdullah Radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Sejak aku masuk Islam, setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berpapasan denganku atau melihatku, beliau pasti tersenyum.” (HR. Al-Bukhari)

    Cukuplah pengakuan dari orang yang melihat langsung menjadi pelajaran bagi kita.

    Abdullah bin Al-Harits Radhiallaahu anhu menuturkan: “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .” (HR. At-Tirmidzi)

    Mengapa harus heran wahai saudaraku tercinta, beliaulah yang menegaskan:
    “Senyumanmu di hadapan saudaramu (seiman) adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi)

    Anas bin Malik Radhiallaahu anhu yang pernah menjadi pelayan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah mengungkapkan kepada kita beberapa sifat yang agung pada diri beliau. Yang sulit ditemukan pada diri seseorang, bahkan pada diri orang banyak. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat lembut, beliau pasti memperhatikan setiap orang yang bertanya kepadanya, beliau tidak akan berpaling sehingga sipenanyalah yang berpaling. Beliau pasti menyambut setiap orang yang mengulurkan tangannya kepada beliau, beliau tidak akan melepas jabatan tangannya sehingga orang itulah yang melepaskan.” (HR. Abu Nu’aim dalam kitab Dalaail)

    Selain sangat memuliakan tamu dan berlaku lembut kepada mereka, beliau juga sangat penyantun terhadap umatnya. Oleh sebab itu, beliau tidak rela melihat kemungkaran bahkan beliau pasti segera membasminya.

    Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu menuturkan bahwa suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melihat cincin emas di tangan seorang lelaki. Beliau segera mencabut cincin itu lalu membuangnya seraya berkata: “Apakah salah seorang di antara kamu suka memakai bara api dari Neraka di tangannya?” (HR. Muslim)


  47. Orang-orang yang keras hati tidak akan mengenal kasih sayang. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada diri mereka. Hati mereka keras bagaikan karang. Kaku tabiat, baik ketika memberi maupun menerima. Kurang peka perasaan, lagi tipis peri kemanusiannya. Berbeda halnya dengan orang yang dikaruniai Allah Ta’ala hati yang lembut, penuh kasih sayang lagi penuh kemurahan. Dialah yang layak disebut pemilik hati yang agung penuh cinta. Hati yang diliputi dengan kasih sayang dan digerakkan oleh perasaan yang halus.

    Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah membawa putra beliau bernama Ibrahim, kemudian mengecup dan menciumnya.” (HR. Al-Bukhari)

    Kasih sayang tersebut tidak hanya terkhusus bagi kerabat beliau saja, bahkan beliau curahkan juga bagi segenap anak-anak kaum muslimin. Asma’ binti ‘Umeis Radhiallaahu anha �istri Ja’far bin Abi Thalib- menuturkan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam datang menjengukku, beliau memanggil putra-putri Ja’far. Aku melihat beliau mencium mereka hingga menetes air mata beliau. Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah telah sampai kepadamu berita tentang Ja’far?” beliau menjawab: “Sudah, dia telah gugur pada hari ini!” Mendengar berita itu kamipun menangis. Kemudian beliau pergi sambil berkata: “Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far, karena telah datang berita musibah yang memberatkan mereka.” (HR. Ibnu Sa’ad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Ketika air mata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menetes menangisi gugurnya para syuhada’ tersebut, Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiallaahu anhu bertanya: “Wahai Rasulullah, Anda menangis?” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menjawab:
    “Ini adalah rasa kasih sayang yang Allah Ta’ala letakkan di hati hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya hamba-hamba yang dikasihi Allah Ta’ala hanyalah hamba yang memiliki rasa kasih sayang.” (HR. Al-Bukhari)

    Ketika air mata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menetes disebabkan kematian putra beliau bernama Ibrahim, Abdurrahman bin ‘Auf Radhiallaahu anhu bertanya kepada beliau: “Apakah Anda juga menangis wahai Rasulullah?” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menjawab:
    “Wahai Ibnu ‘Auf, ini adalah ungkapan kasih sayang yang diiringi dengan tetesan air mata. Sesungguhnya air mata ini menetes, hati ini bersedih, namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai Allah Ta’ala. Sungguh, kami sangat berduka cita berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR. Al-Bukhari)

    Akhlak Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang begitu agung memotivasi kita untuk meneladaninya dan menapaki jejak langkah beliau. Pada zaman sekarang ini, curahan kasih sayang terhadap anak-anak serta menempatkan mereka pada kedudukan yang semestinya sangat langka kita temukan. Padahal mereka adalah calon pemimpin keluarga esok hari, mereka adalah cikal bakal tokoh masa depan dan cahaya fajar yang dinanti-nanti. Kejahilan dan keangkuhan, dangkalnya pemikiran serta sempitnya pandangan menyebabkan hilangnya kunci pembuka hati terhadap para bocah dan anak-anak. Sementara Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , kunci pembuka hati itu ada di tangan dan lisan beliau. Cobalah lihat, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa membuat anak-anak senang kepada beliau, mereka menghormati dan memuliakan beliau. Hal itu tidaklah mengherankan, karena beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang tinggi.

    Setiap kali Anas bin Malik melewati sekumpulan anak-anak, ia pasti mengucapkan salam kepada mereka. Beliau berkata: “Demikianlah yang dilakukan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .” (Muttafaq ‘alaih)

    Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah marah, memukul, membentak dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka.

    Dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata: “Suatu kali pernah dibawa sekumpulan anak kecil ke hadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , lalu beliau mendoakan mereka, pernah juga di bawa kepada beliau seorang anak, lantas anak itu kencing pada pakaian beliau. Beliau segera meminta air lalu memer-cikkannya pada pakaian itu tanpa mencucinya.” (HR. Al-Bukhari)

    Wahai pembaca yang mulia, engkau pasti mengetahui bahwa duduk di rumah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam merupakan sebuah kehormatan. Lalu, tidakkah terlintas di dalam lubuk hatimu? Bermain dan bercanda ria dengan si kecil, putra-putrimu? Mendengarkan tawa ria dan celoteh mereka yang lucu dan indah? Ayah dan ibuku sebagai tebusannya, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selaku nabi umat ini, melakukan semua hal itu.

    Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiallaahu anhu. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.” (Lihat Silsilah Shahihah no.70)

    Anas bin Malik Radhiallaahu anhu menuturkan: “Rasulullah sering bercanda dengan Zainab, putri Ummu Salamah Radhiallaahu anha, beliau memanggilnya dengan: “Ya Zuwainab, Ya Zuwainab, berulang kali.” (Zuwainab artinya: Zainab kecil) (Lihat Silsilah Hadits Shahih no.2141 dan Shahih Al-Jami’ 5-25)

    Kasih sayang beliau kepada anak tiada batas, meskipun beliau tengah mengerjakan ibadah yang sangat agung, yaitu shalat. Beliau pernah mengerjakan shalat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasulullah dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)

    Mahmud bin Ar-Rabi’ Radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Aku masih ingat saat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menyemburkan air dari sebuah ember pada wajahku, air itu diambil dari sumur yang ada di rumah kami. Ketika itu aku baru berusia lima tahun.” (HR. Muslim)

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa memberikan pengajaran, baik kepada orang dewasa maupun anak-anak. Abdullah bin Abbas menuturkan: “Suatu hari aku berada di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , beliau bersabda:
    “Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Allah, pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

    Telah kita saksikan bersama keutamaan akhlak dan keluhuran budi pekerti serta sejarah kehidupan yang agung. Semoga semua itu dapat menghidupkan hati kita dan dapat kita teladani dalam mengarungi bahtera kehidupan. Putra-putri yang menghiasi rumah kita, selalu membutuhkan kasih sayang seorang ayah serta kelembutan seorang ibu. Membutuhkan belaian yang membuat hati mereka bahagia. Sehingga mereka dapat tumbuh dengan pribadi yang luhur dan akhlak yang lurus. Siap untuk memimpin umat, sebagai buah karya dari para ibu dan bapak, tentu saja dengan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala


  48. Merampas dan mengambil hak orang lain dengan paksa merupakan ciri orang-orang zhalim dan jahat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memancangkan pondasi-pondasi keadilan dan pembelaan bagi hak setiap orang agar mendapatkan dan mengambil haknya yang dirampas. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjalankan kaidah tersebut demi kebaikan dan semata-mata untuk jalan kebaikan dengan bimbingan karunia yang telah Allah curahkan berupa perintah dan larangan. Kita tidak perlu takut adanya kezhaliman, perampasan, pengambilan dan pelanggaran hak di rumah beliau.

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorang pun dengan tangannya kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah membalas suatu aniaya yang ditimpakan orang atas dirinya. Selama orang itu tidak melanggar kehormatan Allah Namun, bila sedikit saja kehormatan Allah dilanggar orang, maka beliau akan membalasnya semata-mata karena Allah.” (HR. Ahmad)

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan: “Suatu kali aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengenakan kain najran yang tebal pinggirannya. Kebetulan beliau berpapasan dengan seorang Arab badui, tiba-tiba si Arab badui tadi menarik dengan keras kain beliau itu, sehingga aku dapat melihat bekas tarikan itu pada leher beliau. ternyata tarikan tadi begitu keras sehingga ujung kain yang tebal itu membekas di leher beliau. Si Arab badui itu berkata: “Wahai Muhammad, berikanlah kepadaku sebagian yang kamu miliki dari harta Allah!” Beliau lantas menoleh kepadanya sambil tersenyum lalu mengabulkan permintaannya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam baru kembali dari peperangan Hunain, beberapa orang Arab badui mengikuti beliau, mereka meminta bagian kepada beliau. Mereka terus meminta sampai-sampai beliau terdesak ke sebuah pohon, sehingga jatuhlah selendang beliau, ketika itu beliau berada di atas tunggangan. Beliau lantas berkata:
    “Kembalikanlah selendang itu kepadaku, Apakah kamu khawatir aku akan berlaku bakhil? Demi Allah, seadainya aku memiliki unta-unta yang merah sebanyak pohon ‘Udhah ini, niscaya akan aku bagikan kepadamu, kemudian kalian pasti tidak akan mendapatiku sebagai seorang yang bakhil, penakut lagi pendusta.” (HR. Al-Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah dan telah dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani)

    Merupakan bentuk tarbiyah dan ta’lim yang paling jitu dan indah adalah berlaku lemah lembut dalam segala perkara, dalam mengenal maslahat dan menolak mafsadat.

    Kecemburuan yang dimiliki para sahabat telah mendorong mereka untuk menyanggah setiap melihat orang yang keliru dan tergelincir dalam kesalahan. Mereka memang berhak melakukan hal itu! Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang lembut dan penyantun melarang mereka melakukan seperti itu, karena orang itu (pelaku kesalahan itu) jahil atau karena mudharat yang timbul dibalik itu lebih besar. Tentu saja, perilaku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih utama untuk diteladani.

    Abu Hurairah radhiallahu anhu menceritakan: “Suatu ketika, seorang Arab Badui buang air kecil di dalam masjid (tepatnya di sudut masjid). Orang-orang lantas berdiri untuk memukulinya. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan: “Biarkanlah dia, siramlah air kencingnya dengan seember atau segayung air. Sesungguhya kamu ditampilkan ke tengah-tengah umat manusia untuk memberi kemudahan bukan untuk membuat kesukaran.” (HR. Al-Bukhari)

    Kesabaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menyebarkan dakwah layak menjadi motivasi bagi kita untuk meneladaninya. Kita wajib berjalan di atas manhaj (metode) beliau di dalam berdakwah semata-mata karena Allah tanpa membela kepentingan pribadi.

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Apakah ada hari yang engkau rasakan lebih berat daripada hari peperangan Uhud?” beliau menjawab:
    “Aku telah mengalami berbagai peristiwa dari kaummu, yang paling berat kurasakan adalah pada hari ‘Aqabah, ketika aku menawarkan dakwah ini kepada Abdu Yalail bin Abdi Kalaal namun dia tidak merespon keinginanku. Akupun kembali dengan wajah kecewa. Aku terus berjalan dan baru tersadar ketika telah sampai di Qornuts Tsa’alib (sebuah gunung di kota Makkah). Aku tengadahkan wajahku, kulihat segumpal awan tengah memayungiku. Aku perhatikan dengan saksama, ternyata Malaikat Jibril alaihissalam ada di sana. Lalu ia menyeruku: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wata�ala telah mendengar ucapan kaum-mu dan bantahan mereka terhadapmu. Dan aku telah mengutus malaikat pengawal gunung kepadamu supaya kamu perintahkan ia sesuai kehendakmu. Kemudian malaikat pengawal gunung itu memberi salam kepadaku lalu berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah Subhanahu wata�ala telah mendengar ucapan kaummu dan bantahan mereka terhadapmu, dan aku adalah malaikat pengawal gunung, Allah Subhanahu wata�ala telah mengutusku kepadamu untuk melaksanakan apa yang kamu perintahkan kepadaku. Sekarang, apakah yang kamu kehendaki? jika kamu menghendaki agar aku menimpakan kedua gunung ini atas mereka, niscaya aku lakukan!” Beliau menjawab: “Tidak, justru aku berharap semoga Allah Subhanahu wata�ala mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang menyembah Allah Subhanahu wata�ala semata dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Pada hari ini, sering kita lihat sebagian orang yang bersikap terburu-buru dalam berdakwah. Berharap dapat segera memetik hasil. Hanya membela kepentingan pribadi yang justru hal itu merusak dakwah dan mengotori keikhlasan. Oleh sebab itu, berapa banyak kelompok-kelompok dakwah yang gagal karena individu-individunya tidak memiliki kesabaran dan ketabahan!

    Setelah bersabar dan berjuang selama bertahun-tahun, barulah terwujud apa yang dicita-citakan Rasulullah

    Dalam sebuah syair disebutkan:
    Bagaimanakah mungkin dapat diimbangi
    seorang insan terbaik yang hadir di muka bumi.
    Semua orang yang terpandang tidak akan mampu mencapai ketinggian derajatnya.
    Semua orang yang mulia tunduk di hadapannya.
    Para penguasa Timur dan Barat rendah di sisi-nya.

    Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Sampai sekarang masih terlintas dalam ingatanku saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisahkan seorang Nabi yang dipukul kaumnya hingga berdarah. Nabi tersebut mengusap darah pada wajahnya seraya berdoa:
    “Ya Allah, ampunilah kaumku! karena mereka kaum yang jahil.” (Muttafaq ‘alaih)

    Pada suatu hari ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tengah melayat satu jenazah, datanglah seorang Yahudi bernama Zaid bin Su’nah menemui beliau untuk menuntut utangnya. Yahudi itu menarik ujung gamis dan selendang beliau sambil memandang dengan wajah yang bengis. Dia berkata: “Ya Muhammad, lunaskanlah utangmu padaku!” dengan nada yang kasar. Melihat hal itu Umar Radhiallahu’anhu pun marah, ia menoleh ke arah Zaid si Yahudi sambil mendelikkan matanya seraya berkata: “Hai musuh Allah, apakah engkau berani berkata dan berbuat tidak senonoh terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapanku!” Demi Dzat Yang telah mengutusnya dengan membawa Al-Haq, seandainya bukan karena menghindari teguran beliau, niscaya sudah kutebas engkau dengan pedangku!”

    Sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperhatikan reaksi Umar radhiallaahu anhu dengan tenang. Beliau berkata:
    “Wahai Umar, saya dan dia lebih membutuhkan perkara yang lain (nasihat). Yaitu engkau anjurkan kepadaku untuk menunaikan utangnya dengan baik, dan engkau perintahkan dia untuk menuntut utangnya dengan cara yang baik pula. Wahai umar bawalah dia dan tunaikanlah haknya serta tambahlah dengan dua puluh sha’ kurma.”

    Melihat Umar radhiallahu anhu menambah dua puluh sha’ kurma, Zaid si Yahudi itu bertanya: “Ya Umar, tambahan apakah ini? Umar radhiallahu anhu menjawab: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkanku untuk menambahkannya sebagai ganti kemarahanmu!” Si Yahudi itu berkata: “Ya Umar, apakah engkau mengenalku?” “Tidak, lalu siapakah Anda?” Umar Radhiallahu’anhu balas bertanya. “Aku adalah Zaid bin Su’nah” jawabnya. “Apakah Zaid si pendeta itu?” tanya Umar lagi. “Benar!” sahutnya. Umar lantas berkata: “Apakah yang mendorongmu berbicara dan bertindak seperti itu terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ? Zaid menjawab: “Ya Umar, tidak satupun tanda-tanda kenabian kecuali aku pasti mengenalinya melalui wajah beliau setiap kali aku memandangnya. Tinggal dua tanda yang belum aku buktikan, yaitu: apakah kesabarannya dapat memupus tindakan jahil, dan apakah tindakan jahil yang ditujukan kepadanya justru semakin menambah kemurahan hati-nya?” Dan sekarang aku telah membuktikannya. Aku bersaksi kepadamu wahai Umar, bahwa aku rela Allah Subhanahu wata�ala sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai nabiku. Dan Aku bersaksi kepadamu bahwa aku telah menyedekahkan sebagian hartaku untuk umat Muhammad . Umar berkata: “Ataukah untuk sebagian umat Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam saja? sebab hartamu tidak akan cukup untuk dibagikan kepada seluruh umat Muhammad .” Zaid berkata: “Ya, untuk sebagian umat Muhammad . Zaid kemudian kembali menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyatakan kalimat syahadat “Asyhadu al Laa Ilaaha Illallaahu, wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuuluhu”. Ia beriman dan membenarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam .” (HR. Al-Hakim dalam kitab Mustadrak dan menshahihkannya).

    Cobalah perhatikan dialog yang panjang tersebut, sebuah pendirian dan kesudahan yang mengesankan. Semoga kita dapat meneladani junjungan kita nabi besar Muhammad . Meneladani kesabaran beliau dalam menghadapi beraneka ragam manusia. Dan dalam mendakwahi mereka dengan lemah lembut dan santun. Memberikan motivasi bila mereka berlaku baik, serta menumbuhkan rasa optimisme di dalam diri mereka.

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan: “Suatu kali aku pergi melaksanakan umrah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari kota Madinah. Ketika tiba di kota Makkah, aku berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, engkau mengqasar shalat namun aku menyempurnakan-nya, engkau tidak berpuasa justru aku yang berpuasa?” beliau menjawab: “Bagus, wahai ‘Aisyah!” Beliau sama sekali tidak mencela diriku.” (HR. An-Nasaai


  49. Meja makan dan piring silih berganti dipajang di rumah para pembesar kaum dan para penguasa. Lain halnya dengan Nabi umat ini, padahal negara beserta rakyatnya di bawah kekuasaan beliau. Unta yang penuh dengan muatan tiada henti-hentinya datang kepada beliau. Emas dan perak selalu terhampar di hadapan beliau. Tahukah kamu makanan dan minuman beliau? Apakah seperti hidangan para raja? Atau lebih mewah dari itu? Ataukah seperti hidangan orang-orang kaya dan bergelimang harta? atau lebih lengkap dan lebih komplit? janganlah terkejut melihat hidangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sederhana lagi memprihatinkan. Anas bin Malik mengungkapkan kepada kita sebagai berikut: “Rasulullah tidak pernah makan siang dan makan malam dengan daging beserta roti kecuali bila menjamu para tamu.” (HR. At-Tirmidzi)

    Karena sedikitnya jamuan yang tersaji dan banyaknya peserta hidangan, beliau tidak dapat makan kenyang kecuali dengan susah payah. Tidak pernah sekalipun beliau dapat makan sampai kenyang kecuali ketika menjamu para tamu. Beliau dapat kenyang bersama para tamu yang mesti beliau layani.

    ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha mengungkapkan:
    “Keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan roti gandum sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga beliau wafat.” (HR. Muslim)

    Dalam riwayat lain disebutkan:
    “Keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan roti gandum sampai kenyang tiga hari berturut-turut semenjak tiba di kota Madinah sampai beliau wafat.” (Muttafaq ‘alaih)

    Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah tidak mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Hingga beliau tidur dalam keadaan lapar, tidak ada sesuap makanan pun yang mengganjal perut beliau. Ibnu Abbas menuturkan sebagai berikut:
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keluarga beliau tidur dalam keadaan lapar selama beberapa malam berturut-turut. Mereka tidak mendapatkan hidangan untuk makan malam. Sedangkan jenis makanan yang sering mereka makan adalah roti yang terbuat dari gandum.” (HR. At-Tirmidzi)

    Keadaan seperti itu bukan karena beliau tidak punya atau kekurangan harta. Justru harta melimpah ruah berada dalam genggaman beliau dan harta-harta pilihan diusung ke hadapan beliau. Akan tetapi, Allah Subhanahu wata�ala memilih keadaan yang paling benar dan sempurna bagi Nabi-Nya Subhannahu wa Ta’ala.

    ‘Uqbah bin Al-Harits berkata:
    “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami kami shalat Ashar. Seusai shalat, beliau segera memasuki rumah, tidak lama kemudian beliau keluar kembali. Aku bertanya kepada beliau, atau ada yang bertanya kepada beliau tentang perbuatan beliau itu. Beliau menjawab:
    “Aku tadi meninggalkan sebatang emas dari harta sedekah di rumah. Aku tidak ingin emas itu berada di tanganku sampai malam nanti. Karena itulah aku segera membagikannya.” (HR. Muslim)

    Kedermawanan yang menakjubkan dan pemberian yang tiada bandingannya hanya dapat dijumpai pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam .

    Anas bin Malik radhiallahu anhu mengungkapkan: “Setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dimintai sesuatu karena Islam, beliau pasti memberinya. Pernah datang menemui beliau seorang laki-laki, lantas beliau memberinya seekor kambing yang digembala di antara dua gunung (kambing yang gemuk). Lelaki itu kembali menemui kaumnya seraya berseru: “Wahai kaumku, masuklah kamu ke dalam Islam! Sesungguhnya Muhammad selalu memenuhi segala permintaan seakan-akan ia tidak takut jatuh miskin.” (HR. Muslim)

    Meski dengan kedermawaan dan pemberian yang demikian menakjubkan itu, namun cobalah lihat keadaan diri beliau , Anas bin Malik menuturkannya kepada kita. Ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan hidangan di meja makan hingga beliau wafat, beliau juga tidak pernah makan roti yang terbuat dari gandum halus hingga beliau wafat.” (HR. Al-Bukhari)

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan: “Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam datang menemuiku. Beliau bertanya: “Apakah kamu masih menyimpan makanan?” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab: “Tidak ada!” Beliau berkata: “Kalau begitu aku berpuasa.” (HR. Muslim)

    Dalam sebuah riwayat yang shahih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keluarganya pernah selama sebulan atau dua bulan hanya memakan Aswadaan, yaitu kurma dan air. (HR. Bukhari & Muslim)

    Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu ia berkata:
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Beliau akan memakannya bila suka, bila tidak, beliau akan membiarkannya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Wahai saudaraku tercinta lagi mulia, bagi yang belum puas dan belum merasa cukup, akan saya bawakan secara ringkas ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah sebagai berikut:

    “Adapun mengenai masalah makanan dan pakaian, sebaik-baik petunjuk di dalam masalah ini adalah petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Etika beliau terhadap makanan ialah memakan apa yang disajikan bila beliau menyukai-nya. Beliau tidak menolak makanan yang dihidangkan, dan tidak mencari-cari apa yang tidak tersedia. Jika disajikan roti dan daging, beliau akan memakannya. Bila dihidangkan buah-buahan, roti dan daging, beliau akan memakannya. Jika dihidangkan kurma saja atau roti saja, beliau pun memakannya juga. Bila dihidangkan dua jenis makanan, beliau tidak lantas berkata: “Aku tidak mau menyantap dua jenis makanan!” Beliau tidak pernah menolak makanan yang lezat dan manis. Dalam hadits beliau menyebutkan:

    “Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka. Aku shalat malam dan juga tidur. Aku juga menikahi wanita dan juga memakan daging. Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan termasuk golongan-ku.”

    Allah telah memerintahkan kita supaya memakan makanan yang baik-baik dan memerintahkan supaya banyak-banyak bersyukur kepada-Nya. Barang siapa yang mengharamkan makanan yang baik-baik, ia tentu termasuk orang yang melampaui batas. Barang siapa yang tidak bersyukur, maka ia telah menyia-nyiakan hak Allah . Petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah petunjuk yang paling tepat dan lurus. Ada dua jenis orang yang menyimpang dari petunjuk beliau:

    Kaum yang berlebih-lebihan, mereka memuaskan nafsu syahwat dan melarikan diri dari kewajiban.

    Kaum yang mengharamkan perkara yang baik-baik dan mengada-adakan perbuatan bid’ah, seperti bid’ah rahbaniyyah yang tidak disyariatkan Allah . Sebab, tidak ada rahbaniyyah di dalam agama Islam.”

    Kemudian Syaikhul Islam melanjutkan:
    “Setiap yang halal pasti baik, dan setiap yang baik pasti halal. Karena Allah telah menghalalkan seluruh perkara yang baik-baik bagi kita dan mengharamkan seluruh perkara yang jelek. Dan termasuk makanan yang baik ialah yang berguna lagi lezat. Dan Allah telah mengharamkan seluruh perkara yang memudharat-kan kita serta menghalalkan seluruh perkara yang bermanfaat bagi kita.

    Kemudian beliau rahimahullah melanjutkan:
    “Umat manusia memiliki selera yang beraneka ragam dalam hal makanan dan pakaian. Kondisi mereka berbeda-beda pada saat lapar dan kenyang. Keadaan seorang insan juga selalu berubah-ubah. Akan tetapi, amal yang terbaik adalah yang paling mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata�ala dan yang paling bermanfaat bagi pelakunya.” (Majmu’ Fatawa II / 310

  50. ANIMISLAM Says:

    allah bersabda kepada muhammad: ” Hei mamad kalau kamu tidak pernah merasakan nikmatnya perawan embatlah si aisah anaknya abu bakar, katakanlah kepada abu bakar ini perintahku”.
    slim,slim,otak nabi lu selangkangan aja bisanya.
    Nabi suci ni ya child fucker !!!

    1. ilham othmany Says:

      Sementara kamu menolak islam dengan segala upayamu,masa tetap berjalan dan umurmu habis sedikit demi sedikit.Ubahlah nasibmu di akhirat.Kasihani diri kamu sendiri.Kerana tidak ada orang lain yg dapat menolongmu melainkan dirimu sahaja.

    2. Anonymous Says:

      nabi daud aja memiliki 99 orang istri itupun masih merasah belum puas

  51. ilham othmany Says:

    Majlis yang paling mulia adalah majlis dzikir dan ilmu. Sekarang, bagaimana menurutmu bila seorang manusia terpilih dan pembimbing umat maju mengetengahkan pembicaraan dan pengarahan dan bimbingan-nya!

    Beliau selalu mengoreksi orang yang keliru, meluruskan kesalahan orang yang jahil, memperingatkan orang yang lalai, sama sekali tidak di dapatkan dalam majlis beliau kecuali kebaikan-kebaikan. Hal itu adalah salah satu bukti kesucian majlis dan ketulusan hati beliau .

    Beliau selalu menyimak dengan baik dan mendengarkan dengan saksama orang yang berbicara kepada-nya. Akan tetapi beliau tidak mau mendengarkan ghibah (gunjingan) dan tidak rela mendengarkan namimah (hasutan) dan buhtan (tuduhan palsu dan ucapan bohong). Beliau selalu membela kehormatan orang lain.

    Dari ‘Itban bin Malik Radhiallahu’anhu ia berkata: “Pada sebuah kunjungan, beliau mengerjakan shalat rumah kami. Seusai shalat beliau bertanya: “Di mana gerangan Malik bin Ad-Dukhsyum?” Ada seseorang yang menyahut: “Dia adalah seorang munafik, dia tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam segera menegur seraya berkata: “Jangan ucapkan demikian, bukankah kamu mengetahui dia telah mengucapkan kalimat syahadat Laa ilaaha illallaahu semata-mata mengharapkan pahala melihat wajah Allah?” Sesungguhnya Allah Subhanahu wata�ala telah mengharamkan atas neraka setiap orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaahu semata-mata mengharapkan pahala melihat wajah Allah ! Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas Neraka setiap orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaahu semata-mata mengharapkan pahala melihat wajah Allah ! (Muttafaq ‘alaih)

    Beliau sangat memperingatkan dari persaksian palsu dan perampasan hak!
    Dari Abu Bakar radhillaahu anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
    “Inginkah aku kabarkan kepadamu tentang dosa-dosa yang paling besar?” Kami menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam!” Beliau berkata: “Mempersekutukan Allah , mendurhakai kedua orang tua, lalu beliau bangkit dari sandarannya sambil berkata: “Ketahuilah, berikutnya adalah persaksian palsu!” beliau terus mengulangi ucapan itu sehingga kami berharap beliau menghentikannya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Meskipun beliau mencintai ‘Aisyah radhiallaahu anha, beliau tetap menyanggah ghibah yang diucapkan istri beliau tercinta itu. beliau jelaskan kepadanya betapa besar bahaya ghibah.

    ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha pernah berkata: “Cukuplah bagimu tentang kekurangan Shafiyyah radhiyallahu ‘anha bahwa dia begini dan begini.” Perawi menjelaskan: Yaitu pendek tubuhnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam langsung menegur:
    “Engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicampur dengan air lautan niscaya akan mengotorinya.” (HR. Abu Daud)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kabar gembira bagi orang yang membela kehormatan saudaranya (seagama). Beliau bersabda:
    “Barangsiapa yang membela kehormatan saudara-nya dari perkataan ghibah, niscaya Allah Subhanahu wata�ala akan membebaskannya dari api Neraka.” (HR. Ahmad)

  52. ilham othmany Says:

    Nabi umat ini sekaligus murabbi (pembimbing) yang handal dan terdepan memiliki komitmen yang sangat besar dalam beribadah. Beliau selalu menghubungkan hatinya dengan Allah Ta’ala. Tidak sedikitpun waktu yang terlewat tanpa dzikrullah, tahmid, syukur, istighfar dan taubat. Padahal telah diampuni dosa-dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang. Namun beliau senantiasa menjadi hamba yang bersyukur, nabi yang mensyukuri karunia Allah dan rasul yang selalu memuji keagungan-Nya. Beliau mengenal kebesaran Allah , dengan itu beliau senantiasa memuji-Nya, memohon kepada-Nya dan kembali menuju ampunan-Nya. Beliau mengetahui betapa berharga waktu yang diberikan, beliau pergunakan sebaik-baiknya dengan selalu mengisi waktu dalam ketaatan dan ibadah.

    ‘Aisyahradhiyallahu ‘anhaberkata:
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa berdzikir kepada Allah setiap waktu.” (HR. Muslim)

    Ibnu Abbas radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Kami pernah menghitung dzikir yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu majlis sebanyak seratus kali:
    “Ya Allah, ampunilah aku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat lagi Maha Pengampun.” (HR. Abu Daud)

    Abu Hurairah radhiallaahu anhu menuturkan: “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Demi Allah, sesungguhya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR. Al-Bukhari)

    Ibnu Umar radhiallaahu anhuberkata: “Kami pernah menghitung dzikir yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu majlis sebanyak seratus kali:
    “Ya Allah, ampunilah aku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat lagi Maha Pengampun.” (HR. At-Tirmidzi)

    Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengungkapkan kepada kita sebuah doa yang sering diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila berada di sisinya, sebagai berikut:
    “Ya Allah, Yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi)
    Banyaknya zikir Rasul;ullah adalah tanda cinta dan kasihnya kepada Tuhan kerana seseorang apabila mengasihi sesuatu nescaya dia akan banyak mengingati perkara ter5sebut.Hanya dengan fakta ini kita sudah dapat mengetahui kebenaran nabi Muhammad saw.Kalau Isa adalah jalan keselamatan utk bani Israel di zamannya sahaja seperti yg disebut di dalam bible tetapi nabi Muhammad
    adalah keselamatan utk semua bangsa yg hidup disegala zaman.Siapa yg tertinggal daripadanya fakta ini maka berarti rohnya tergadai utk api neraka yg dia perlu menebusnya dengan cara mengimani nabi Muhammad saw.Ayolah wahai non muslim semua.Kamu gak tau kapan kamu dijemput Tuhan lambat atau cepat.

  53. ilham othmany Says:

    RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DENGAN PARA TETANGGA

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat memuliakan para tetangga. Tetangga memiliki kedudukan yang agung dalam kehidupan beliau. Beliau pernah berkata:

    “Malaikat Jibril alaihissalam senatiasa mewasiatkan agar aku berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira ia (Jibril) akan memberikan hak waris (bagi mereka).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    Beliau mewasiatkan Abu Dzar radhiallaahu anhu:
    “Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak makanan, perbanyaklah kuahnya, janganlah engkau lupa membagikannya kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)

    Beliau juga memperingatkan dari bahaya mengganggu tetangga. Beliau bersabda:
    “Tidak akan masuk Surga orang yang tidak merasa aman tetangganya dari kejahatannya.” (HR. Muslim)

    Oleh sebab itu, hendaklah kita senantiasa berlaku baik kepada para tetangga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah ia berlaku baik kepada tetangganya.” (HR. Muslim)

    Wahai seklian manusia berimanlah kepada nabi Muhammad sebelum kamu mati.

  54. ilham othmany Says:

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan: “Setiap kali disampaikan kepada beliau sesuatu yang kurang berkenan dari seseorang, beliau tidak mengatakan: “Apa maunya si ‘Fulan’ berkata demikian!” Namun beliau mengatakan: “Apa maunya ‘mereka’ berkata demikian!” (HR. At-Tirmidzi)

    Anas bin Malik radhiallaahu anhu menceritakan: “Pernah suatu kali seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan bekas celupan berwarna kuning pada pakaiannya (bekas za’faran). Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat jarang menegur sesuatu yang dibencinya pada seseorang di hadapannya langsung. Setelah lelaki itu pergi, beliau pun berkata:
    “Alangkah bagusnya bila kalian perintahkan lelaki itu untuk menghilangkan bekas za’faran itu dari bajunya.” (HR. Abu Daud & Ahmad)

    Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
    “Inginkah aku kabarkan kepadamu oang yang diselamatkan dari api Neraka, atau dijauhkan api Neraka darinya? Yaitu setiap orang yang ramah, lemah lembut dan murah hati.” (HR. At-Tirmidzi)

    To all non muslim:Masuklah Islam kejayaan besar di akhirat menanti kalian.

  55. ilham othmany Says:

    Mengamalkan sunnah nabi di dalam beribadah merupakan satu syarat yg kuat dalam beragama.Biar betapa hebat pun seseorang beribadah sedangkan dia meninggalkan sunnah nabi maka ibadahnya gak akan diterima Allah.Di antara perkara yg dititik beratkan oleh nabi Muhammad kepada sesiapa sahaja yg ingin menceburi bidang ibadah ialah wajib atas seseorang itu memberikan hak yg sepatutnya kepada yg empunya hak.
    Hak-hak yang wajib ditunaikan seorang insan sangat banyak. Disana ada hak Allah Ta’ala, hak keluarga, hak diri pribadi maupun hak orang lain. Tahukah kamu bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membagi waktunya dalam sehari untuk menunaikan hak-hak tersebut?

    Anas bin Malik radhiallaahu anhu menuturkan: “Tiga orang sahabat pernah datang ke rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menanyakan ibadah yang beliau lakukan. Setelah diceritakan tentang ibadah beliau, mereka merasa ibadah yang mereka kerjakan terlalu sedikit dibandingkan dengan ibadah beliau. Mereka berkata: “Alangkah jauh kedudukan kita dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam e! padahal telah diampuni dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang. Seorang di antara mereka berkata: “Aku akan shalat malam selamanya.” Yang lain berkata: “Sedangkan aku akan berpuasa terus menerus tanpa berbuka.” Seorang lagi berkata: “Adapun aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam e mendatangi mereka dan berkata:
    “Kaliankah yang mengatakan begini dan begini?! Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah Subhanahu wata�ala dan yang paling bertakwa kepada-Nya dari pada kalian semua. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat malam dan juga tidur, aku juga menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.” (Muttafaq ‘alaih)
    Jelas ketiga-tiga orang tadi,meski punya semangat yg berkobar-kobar utk beribadah namun masih belum dianggap baik kerana dua lelki yg pertama cenderung utk menzalimi diri sendiri.Seorang enggan tidur selama-lamanya sementara yg lain ingin berpuasa selama-lamanya.Dan ini pada gilirannya mengakibatkan badan mereka menjadi lemah dan tidak mampu utk menunaikan hak2 keluarga dan masyarakat.Adapun lelaki ketiga yg enggan bernikah maka dia adalah model seorang lelaki yg pengecut dan sikapnya itu memperlihatkan dia coba lari dari tanggungjawab iaitu suatu sikap yg tidak sepantasnya dipunyai oleh seorang abid tulen.Pernikahan dapat melatih seseorang mengasah bakat kepimpinan dan melatih seseorang bersabar menghadapi karenah istri dan anak-anak.Sehingga seorang yg sedikit ibadah tetapi memliki keluarga adalah jauh lebih baik dari seorang yg banyak ibadahnya tetapi jomblo.Mengapa?Kerana pahala kesabarannya menghadapi karenah keluarga dan kesabarannya mendidik keluarga itu pun sudah melebihi daripada orang yg semata-mata ibadah.Kerana buah2 dariapda ibadah itu ialah dapat melahirkan sifat2 baik seperti sabar,tawakkal dll.Jadi ibadah adalah proses meahirkan sifat2 tersebut sedangkan orang yg bergelimang dengan kesukaran menjaga dan mendidik keluarga bukan sahaja sedang menjalani proses bahkan dia telah pun terjun ke medan yg dimaksudkan.Sebab itulah islam sangat menyanjung pernikahan dan membenci terhadap kehidupan membujang.
    Demikianlah cantiknya Islam di dalam mengatur kehidupan berteraskan kepada ajaran al quran dan sunnah nabi jika dibandingkan dengan agama2 lain yg direka-reka oleh manusia.Oleh itu kepada saudara-saudaraku yg non muslim diluar sana.Apa yg kalian tunggu lagi.Cepat2lah melakukan perubahan.Semoga sebelum menjelangnya idulfitri tahun ini kalian udah kembali kepada ajaran fitrah iaitu ajaran Islam.

  56. ilham othmany Says:

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai keberanian yang mengagumkan dan tiada tandingannya dalam membela agama dan menegakkan kalimatullah Ta’ala. Beliau mempergunakan nikmat-nikmat Allah Ta’ala yang dicurahkan atas beliau pada tempat yang semestinya. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah mengungkapkan hal itu dalam sebuah hadits:

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorangpun kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita.” (HR. Muslim)

    Di antara bukti keberanian beliau adalah kegigihan beliau dalam mendakwahkan agama Islam seorang diri menghadapi kaum kafir Quraisy dan pemuka-pemuka-nya. Demikian juga keteguhan beliau di atas keyakinan tersebut hingga Allah menurunkan pertolongan-Nya. Beliau tidak pernah mengeluh atau berkata: “Tidak ada yang sudi menyertaiku, sedangkan orang-orang semuanya memusuhiku.” Akan tetapi beliau bersandar serta bertawakkal kepada Allah dan tetap meneruskan perjuangan dakwah beliau.

    Beliau adalah seorang pemberani dan sangat teguh dalam memegang dan melaksanakan pendirian. Ketika orang-orang lari bercerai berai, beliau tetap teguh bagaikan karang.

    Beliau mengasingkan diri untuk beribadah di gua Hira’ selama beberapa tahun. Kala itu beliau belum merasakan gangguan dan orang-orang Quraisy pun belum memerangi beliau. Kaum kafir itu tidak menembakkan sebatang anak panah pun dari busurnya kecuali setelah beliau menyebarkan aqidah tauhid dan memerintahkan untuk memurnikan ibadah mereka kepada Allah semata. Beliau sangat mengherankan ucapan kaum kafir sebagaimana yang difirmankan Allah :
    “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan” Maka mereka menjawab:”Allah”. Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (Yunus: 31)

    Sahal bin Sa’ad t menceritakan kepada kita tentang luka yang diderita beliau . Ia berkata: “Demi Allah, aku benar-benar mengetahui siapakah yang mencuci luka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, siapakah yang menyiramkan airnya dan dengan apa luka itu diobati.” Ia melanjutkan: “Fathimah radhiyallahu ‘anha putri beliaulah yang mencuci luka tersebut, sementara Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu menyiramkan airnya dengan perisai. Namun ketika Fathimah radhiyallahu ‘anha melihat siraman air tersebut hanya menambah deras darah yang mengucur dari luka beliau, ia segera mengambil secarik tikar lalu membakarnya kemudian membungkus luka tersebut hingga darah berhenti mengucur. Pada peristiwa itu gigi beliau patah, wajah beliau terluka dan kepala beliau terkoyak lebar.” (HR. Al-Bukhari)

    Al-Abbas bin Abdul Muththalib radhiallaahu anhu menceritakan kepahlawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam peperangan Hunain. Ia berkata: “Ketika pasukan kaum muslimin tercerai berai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam justru memacu bighalnya ke arah pasukan kaum kafir, sementara aku terus memegang tali kekang bighal tersebut supaya tidak melaju dengan cepat. Saat itu beliau berkata:
    “Aku adalah seorang nabi bukanlah pendusta. Aku adalah cucu Abdul Muththalib.” (HR. Muslim)

    Sementara itu, penunggang kuda yang gagah berani, yang sudah masyhur dan terkenal dengan kisah-kisah kepahlawanannya, yaitu Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu menceritakan keberanian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut: “Apabila dua pasukan sudah saling bertemu dan peperangan sudah demikian sengit, kamipun berlindung di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak ada seorangpun yang paling dekat kepada musuh daripada beliau.” (HR. Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah , silakan lihat di dalam Shahih Muslim III / no.1401)

    Kesabaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam e dalam menyebarkan dakwah pantas dijadikan contoh dan teladan yang baik. Hingga akhirnya Allah Ta’ala menegakkan pilar-pilar Islam dan melebarkan sayapnya di segenap pelosok jazirah Arab, negeri Syam dan negeri-negeri di seberang sungai Tigris. Hingga tidak tersisa satu rumahpun kecuali telah dimasuki cahaya Islam.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Sesungguhnya aku telah mendapat berbagai teror dan ancaman karena membela agama Allah . Dan tidak ada seorangpun yang mendapat teror seperti itu. aku telah mendapat berbagai macam gangguan karena menegakkan agama Allah . Dan tidak seorangpun yang mendapat gangguan seperti itu. Sehingga pernah kualami selama 30 hari 30 malam, aku dan Bilal tidak mempunyai sepotong makanan pun yang layak untuk dimakan manusia kecuali sedikit makanan yang hanya dapat dipergunakan untuk menutupi ketiak Bilal.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

    Walaupun harta dan ghanimah serta perbenda-haraan dunia dari kemenangan yang diberikan Allah kepada beliau terus mengalir, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mewariskan sesuatupun kepada umatnya, tidak dinar maupun dirham, beliau hanya mewariskan ilmu. Itulah warisan nubuwat, barangsiapa yang ingin mengambilnya, maka silakan maju untuk mengambilnya dan selamat berbahagia menerima warisan yang agung itu.

    ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha menuturkan:
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak meninggalkan dinar, tidak pula dirham, tidak meninggalkan kambing, tidak pula unta. Beliau tidak mewasiatkan harta apapun.” (HR. Muslim)
    Wahai orang2 kafir!Ayolah!Masuklah kamu sekelian ke dalam agama Islam.Jangan sia-siakan susah payah Rasulullah saw menebarkan hidayahnya utk kalian.

  57. ilham othmany Says:

    DO’A-DO’A RASULULLAH

    Doa adalah ibadah yang sangat agung, yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Subhanahu wata�ala. Hakikat doa adalah menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah Ta�ala dan berlepas diri dari daya dan upaya makhluk. Doa merupakan tanda Ubudiyah (penghambaan diri secara totalitas kepada Allah Ta�ala). Doa juga merupakan lambang kelemahan manusia. Di dalam ibadah doa terkandung pujian terhadap Allah Ta�ala. Disamping itu terkandung juga sifat penyantun dan pemurah bagi Allah Ta�ala. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Doa itu adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Allah Subhanahu wata�ala. Beliau sangat menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai ucapan-ucapan doa.

    Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah:
    “Ya Allah, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan.” (HR. Muslim)

    Di antara doa beliau adalah
    “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain.” (HR. Abu Daud)

    Demikian pula doa berikut ini:
    “Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi)

    Di antara permohonan beliau kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala :
    “Ya Allah, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa berdoa memohon kepada Rabb Ta’ala baik pada waktu lapang maupun pada saat sempit. Pada peperangan Badar, beliau berdoa kepada Allah Subhanahu wata�ala hingga jatuh selendang beliau dari kedua pundaknya, memohon kepada Allah Subhanahu wata�ala agar menurunkan pertolongan bagi kaum muslimin dan menjatuhkan kekalahan atas kaum musyrikin. Beliau sering berdoa untuk dirinya sendiri, untuk keluarga dan ahli bait beliau, untuk sahabat-sahabat beliau bahkan untuk segenap kaum muslimin.

    Wahai sekelian orang kafir!Ingatlah dunia ini hanya sementara.Akherat jualah tempat yg kekal abadi selama-lamanya.Ucapkanlah Tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah pasti kamu berjaya.

  58. Sukaku Says:

    Mas adeng
    klo w sih dah lama tahu ilham nih bakalan murtad.kayak dia nih tinggal kena satu sentuhan aje..xixixi

    1. Adeng Hudaya Says:

      Ya, itu pasti!

      Meski saat ini ia masih berusaha dengan sisa-sisa otaknya untuk meng kick balik.

      Tapi jelas sia-sia.
      Semua orang sekarang sudah tahu siapa Muhammad. Ia ternyata tak lebih dari seorang kepala rampok, pedofil, penjahat kelamin, tukang perkosa wanita-wanita tak berdaya, pembunuh sadis, dan penipu ulung.

      Tak ada alasan mempercayainya.

      Weleh…weleh…weleh….

      1. encep Says:

        @ Adeng Hudaya : Ciri2 Prilaku Orang Kristen Kl Berbicara Ngga’ pernah mau nunjukin identitasnya alias = Penakut…..

        Mau bukti ? anda sengaja menjelek-jelekkan islam ya !!
        Coba aja klik di namanya Adeng Hudaya…dasar orang kafirrr…

  59. ilham othmany Says:

    Selamat Datang ya Nabi Salam,
    The Spirit of truth, Periklutos
    Oleh : Armansyah

    Artikel berseri ini sudah pernah ditayangkan dalam milis perdiskusian Islamic Network , Multiple recipients of list dan juga Jemaah Islam Malaysia antara bulan Juli dan Agustus 1998.

    Katakanlah “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan keturunannya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa serta Nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membedakan seorangpun di antara mereka dan kepadaNya lah kami menyerahkan diri”. (QS. 3:84)

    Jauh sebelum kedatangan Nabi Muhammad Saw., Tuhan telah mengutus banyak Nabi dan Rasul kedunia ini, keberbagai tempat dan daerahnya masing-masing.

    Dari semenjak Adam yang menjadi Nabi bagi putra-putrinya sendiri, disusul oleh Nabi Idris, Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shalih, Nabi Ibrahim, Nabi Luth, Nabi Ismail, Nabi Ishaq dan terus hingga kepada Nabi Musa dan Nabi Isa Almasih serta sejumlah besar Nabi dan Rasul yang tidak diceritakan didalam AlQur’an, semuanya diutus hanya kepada bangsa dan golongan mereka sendiri hingga sampai pada diutusnya Nabi Muhammad Saw.

    Setiap Nabi dan Rasul Allah memiliki kelebihannya tersendiri didalam menjalankan misi mereka kepada umatnya, tapi walau demikian, AlQur’an melarang manusia untuk membeda-bedakan mereka, sebab kesemuanya adalah utusan Allah yang Maha Agung. Dan hanya Dia sajalah yang berhak untuk menilai derajat dari masing-masing NabiNya itu, aturan tersebut berlaku kepada siapa saja tanpa terkecuali kepada Nabi Muhammad Saw selaku Nabi terakhir.

    Masing-masing Nabi dan Rasul Allah itu memiliki misi yang sama, mengajarkan kepada umatnya mengenai Tauhid, bahwa Tidak ada sesuatu apapun yang wajib untuk disembah melainkan Allah yang Esa, berdiri dengan sendirinya, tanpa beranak dan tanpa diperanakkan alias Esa dengan pengertian yang sebenar-benarnya, bukan Esa yang Tiga alias Tritunggal.

    Dalam sebuah Hadistnya, Rasulullah Saw bersabda
    “Nabi-nabi itu adalah bersaudara yang bukan satu ibu, ibunya bermacam-macam, namun agamanya satu.”
    (HR. AlSaikhan dan Abu Daud)

    Apabila kita mengembalikan kepada Bible, kita dapati pula bahwa Jesus the christ juga mengikuti keimanan yang demikian itu. Jesus tidak pernah mengingkari kebenaran yang terdahulu, yaitu apa yang dibawa oleh Nabi Musa dan nabi-nabi lainnya, kehadirannya adalah untuk melengkapi Tauratnya Musa, bukan untuk membatalkannya (St. Matthew 5:17-19).

    Selain itu, Jesus, sebagaimana Nabi-nabi sebelumnya, juga mengajarkan kepada umatnya yaitu Bani Israel risalah tauhid.

    St. John 7:16
    “Jesus answered them and said, ‘My doctrine is not mine, but His that sent me’.”

    St. Mark 12:29
    “And Jesus answered him, The first of all the commandments is, Hear O Israel; The Lord our God is one Lord.”

    Disaat-saat menjelang kepergiannya, Jesus menubuatkan akan kedatangan seorang Rasul sesudah dia yang mana namanya adalah Ahmad alias Muhammad Saw.

    St. John. 14:16
    “And I will pray the father, and he shall give you another comforter that he may abide with you forever.”

    St. John. 14:26
    “But the comforter which is ‘the Holy Ghost’, whom the father will send in my name, he shall teach you all things to your remembrance, whatsoever I have said unto you.”

    Sabda Jesus dalam Bible diatas, dilestarikan pula didalam Qur’an.
    “Hai bani Israil ! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, membenarkan Taurat yang sudah ada sebelumku, dan memberi khabar gembira tentang seorang Rasul sesudahku, bernama Ahmad !”
    (QS. 61:6)

    Ahmad berarti ‘yang paling banyak memuji’ (aktsaru hamdan lillahi).
    Kata Ahmad ini af’al tatdhil dari ‘hamida’, yang menunjukkan bahwa pujian yang dipersembahkannya, dilakukannya kepada Tuhan, lebih utama dari pujian orang -orang terhadap dirinya.

    Nama ‘Muhammad’ menunjukkan sifat kebesaran, kemenangan dan kemuliaan, yakni yang lazim disebut sifat Jalali. Sedang nama ‘Ahmad’ menunjukkan sifat keindahan, keelokan dan kehalusan budi, yakni jang lazim disebut sifat Jamali.

    Disini letak perbedaan antara ‘Ahmad’ dan ‘Muhammad’
    Muhammad adalah ‘yang amat dipuji’, artinya banyak sekali pujian yang diberikan oleh orang kepada dirinya bahkan hingga Tuhan sendiri memuji keagungan dari kepribadian beliau.

    Ibnu Marduwiyah telah meriwayatkan dari Ubay Bin Ka’ab r.a., katanya
    “Aku telah diberi, apa yang tidak diberikan kepada Nabi-nabi Allah.” Bertanya Ka’ab r.a “Apakah itu, ya Rasulullah ?” Bersabda Rasulullah Saw “Aku telah ditolong diwaktu ketakutan, aku diberi kunci pembuka bumi, aku dinamai Ahmad. Dijadikan bagiku tanah untuk bersuci dan dijadikan umatku sebaik-baik umat.”

    Dari Mut’im r.a. katanya
    Rasulullah Saw bersabda ‘Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama Aku Muhammad, Aku Ahmad , Aku yang penghapus karena aku, Allah menghapuskan kekafiran, Aku pengumpul yang dikumpulkan manusia dibawah kekuasaanku dan aku pengiring yang tiada kemudianku seorang Nabipun. (HR. Muslim)

    Dari Abu Musa Al Asy’ari r.a. katanya
    “Pernah Rasulullah Saw menerangkan nama diri beliau kepada kami dengan menyebut beberapa nama Aku Muhammad, Aku Ahmad, Aku pengiring dan pengumpul, Nabi (yang menyuruh) tobat dan Nabi (yang membawa) rahmat.”
    (HR. Muslim)

    Kata ‘Penolong, Penghibur’ dalam Bible masa kini adalah terjemahan dari kata Yunani (Griek) ‘Paracletos’ yang asalnya adalah ‘Periclutos’, sedangkan kata Aramia yang diucapkan oleh Isa Almasih adalah ‘Mauhamana’ yang artinya ‘Yang dipuji’.

    Parakletos yang menurut kamus berarti ‘Pembela perkara, pengacara’, sedangkan ‘Periklutos’ berartikan ‘Terkenal dimana-mana’.

    Parakletos dalam arti ‘Pembela perkara, pengacara, advokat’ menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw yang membela perkara Jesus yang kenabiannya ditolak oleh orang Yahudi dan menuduhnya sebagai anak haram sekaligus membela Jesus dari pengklaiman pihak Kristen Trinitasnya Paulus bahwa Jesus adalah Anak Tuhan atau Tuhan yang menyamar dan telah tersalibkan.

    Periklutos dalam arti ‘masyur kemana-mana, terpuji dimanapun’ adalah terjemahan dari kata Aramia ‘Mauhamana’ yang artinya ‘Yang dipuji, yang terpuji’ dan dalam bahasa Arabnya adalah Muhammad, Ahmad, Mahmud.

    Song of Solomon 5:16
    “His mouth is most sweet yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.”

    Ucapan “he is altogether lovely” jika dibaca dalam bahasa Yahudi (Hebrew) sebagai “he is Mahamaddim.”

    Akhiran ‘im’ adalah merupakan bentuk jamak untuk sebuah penghormatan, keagungan tertinggi dan kemuliaan sebagaimana yang biasa diberikan juga kepada sifat Elohim (Tuhan), didalam AlQur’an sifat ini juga disebutkan pada Surah 3321 yang merefer pada diri Nabi Muhammad Saw.

    Tanpa akhiran ‘im’ kalimat tersebut menjadi Mahammad yang jika diterjemahkan adalah ‘Yang paling banyak memuji’ atau dalam bahasa Arabnya adalah Ahmad dan dalam bahasa inggrisnya biasa diterjemahkan dengan kalimat ‘altogether lovely’.

    Bahasa Yahudi memiliki banyak kesamaan dalam beberapa hal dengan bahasa Arab.
    Misalnya didalam bahasa Yahudi, kata ‘Shalom’ adalah sama dengan kata ‘Salam’ didalam bahasa Arab yang berarti ‘Damai’, kalimat tersebut diambil dari akar kata ‘S, L dan M’.

    Dalam bahasa Yahudi itu juga, kata Mahmad, Mahamod, Himdah dan Hemed muncul dalam Perjanjian Lama yang menurut bahasa Arabnya adalah Muhammad dan Ahmad dimana kesemua asal katanya diambil dari akar kata ‘H, M dan D’ yang merujuk kepada pengertian umum yang sama.

    Bagaimana dan kenapa ‘Parakletos’ diterjemahkan dalam Bible masa kini menjadi ‘Penghibur (Trooster, Comforter)’ tidak seorangpun yang mengetahuinya !!!

    Comforter yang berarti ‘penghibur’ lebih banyak digunakan dalam Bible ‘Authorised King James Version’. Namun, perlu ditanyakan kepada umat Kristen apakah Isa Almasih berkomunikasi dalam bahasa Inggris ? Ataukah dalam bahasa Arab sehingga dia dikatakan sebagai ‘AlMu’azzi’ ?

    Tentu umat Kristen akan menjawab ‘Tidak !’
    Karena Almasih bukan orang Arab atau Inggris, lalu apakah Almasih mengatakan ‘Yamtsu Kuzizi’ seperti Injil bahasa Afrika ? Jawabnya tentu tidak juga !

    Dalam penamaan ‘Roh Kudus’, umat Kristen telah tergelincir dalam penamaan yang tidak tepat. Kata jiwa atau roh, gas, dan udara diterjemahkan dari bahasa Yunani ‘Pneuma’. Namun dalam kitab suci yang berbahasa Yunani, kata tersebut tidak diterjemahkan khusus sebagai roh.

    Dalam menerjemahkan kata Yunani ‘Pneuma’, penyusun naskah Versi Raja James, yang juga dinamakan naskah rujukan atau naskah Roma Katolik lebih mengutamakan penggunaan kata ‘Ghost’ yang bermakna ‘Hantu’ atau ‘Bayangan’ daripada menggunakankata ‘Spirit’ dengan makna ‘Roh’.

    Sementara itu pada versi standar yang telah diperbaiki dan merupakan versi terbaru, telah terjadi perubahan kata “Holy ghost” /hantu atau bayangan kudus/ dengan kata ‘Holy spirit’ atau roh kudus.

    “But the comforter which is ‘the holy spirit’ whom the father will send in my name, he shall teach you all things and bring all things to your rememberance what so ever I have said unto you.” (St.John 14:26)

    Coba anda bandingkan dengan isi St. John 14.26 sebelumnya yang saya kutipkan dari The Bible, A.D. 1611, The British and Foreign Bible Society London.
    Perhatikan perbedaan penggunaan kata ‘The holy spirit’ dengan ‘The holy ghost’ !

    Jika kita amati, tidak ada penginjil dari tingkat manapun yang berusaha membandingkan makna istilah ‘Paraclete’ dalam naskah asli berbahasa Yunani dengan bayangan atau hantu kudus /holy ghost/.

    Dengan demikian, dengan mantap kita katakan bahwa AlMu’azzi atau si penolong itu adalah Roh Kudus atau yang berketuhanan. Dan dengan sendirinya, Roh Kudus atau yang berketuhanan itu adalah seorang Nabi yang kudus atau yang berketuhanan.

    Dalam ajaran Islam, Nabi manapun, sebelum pengutusan Muhammad Rasulullah Al-Amin oleh Allah Swt adalah seorang Nabi yang kudus atau berketuhanan yang dipilih dan dijaga Allah dari dosa dan kesalahan. Bagi seorang Muslim juga ketika mengungkapkan Nabi, pikirannya akan langsung tertuju kepada Nabi Muhammad Saw.

    Sebagai pengarang Injil, Johanes telah menulis tiga risalah Injil umat Kristen. Didalamnya, dia menggunakan ungkapan Roh Kudus untuk menunjukkan kenabian yang berketuhanan

    “Saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh -roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak dari Nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi keseluruh dunia”.
    (I Johanes 4:1)

    Dalam ayat diatas, kata Roh merupakan kata yang bersinonim dengan kata Nabi.
    Jadi, Roh yang hakiki adalah Nabi yang hakiki juga, dan roh palsu adalah Nabi yang palsu juga.

    Dalam Bible ‘Authorised King James Version, ketika sampai pada kata ‘Roh’ yang pertama pada ayat tersebut, diarahkan agar para pembacanya membandingkan dengan yang tertera dalam Matius 715 yang mengukuhkan bahwa para Nabi palsu itu adalah roh-roh palsu. Berdasarkan itu dan mengikuti pendapat Johanes juga, Roh kudus atau holy spirit adalah Nabi yang berketuhanan alias Holy prophet.

    Lebih jauh lagi, Johanes telah memberikan tolak ukur yang jelas untuk mengenali Nabi yang sebenarnya dengan mengatakan

    “Demikianlah kita mengenal Roh Allah; setiap roh yang mengaku bahwa Jesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.”
    (I Johanes 4:2)

    Dan menurut pemahaman kalimat-kalimat Johanes dalam penafsiran yang pernah kita bahas, roh itu sinonim dengan Nabi. Berdasarkan itu, makna Roh Allah dalam ayat diatas adalah Nabi Allah, dan makna setiap Roh adalah setiap Nabi.

    St. John 16:14
    “Dia akan memuliakan aku, karena dia akan menerima dari aku dan akan memperlihatkannya kepadamu.”

    Kita pun wajib mengetahui apa yang dikatakan Nabi Muhammad Saw tentang Isa Almasih alias Jesus The Christ Son of Mary.

    Didalam Qur’an telah disebut nama Isa a.s, lebih dari dua puluh lima kali dan digelarinya dengan berbagai gelar dan sifat, diantaranya ‘Isa putra Maryam’, ‘Seorang Nabi’, ‘Seorang shaleh’, ‘Kalimah Allah’, ‘Masihullah’ dan lain sebagainya.

    Semuanya menunjukkan bahwa betapa Nabi Muhammad sangat memuliakan Isa Almasih, Son of Mary.

    Adapun sebagai baiknya, kita melihat pada ciri-ciri yang dinubuatkan oleh Jesus mengenai The Holy -SpiritGhost- didalam kitab Injilnya.

    Dari St. John 16:8 hingga 16:14
    “And When he is come, he will reprove the world of sin and righteousness and of judgment of sin, because they believe not on me of righteousness, because I go to my father and ye see me no more of judgment because the prince of this world is judged. I have yet many things to say unto you but you can not bear them now. How beit when he, the ‘spirit of truth’ is come, he will guide you into all truth; for he shall not speak of himself, but whatsoever he shall hear, that shall he speak, and he will show you things to come.”

    The comforter alias the holy -spiritghost- menurut yang dinubuatkan oleh Jesus dalam Bible, adalah The Spirit of Truth yang akan memperbaiki dunia dan menjelaskan mengenai dosa, keadilan dan juga mengenai tata cara perhukuman.

    Selain itu, Jesus juga berkata bahwa utusan berikutnya itu akan membimbing manusia menuju kejalan Tuhannya, kepada jalan kebenaran yang hakiki dan akan berbicara mengenai hal-hal yang akan mendatang.

    Semua nubuat tersebut adalah cocok dengan Nabi Muhammad Saw Al-Amin.
    Rasulullah membimbing manusia untuk kembali pada jalan Tuhan yang benar, memperbaiki akidah manusia untuk bertauhid, menyembah Tuhan yang Esa, bukan Tuhan yang Tiga.

    Beliau datang untuk mengembalikan kemurnian ajaran yang dibawa oleh Ibrahim, Musa, Daud, Sulaiman, Yahya, Isa dan Nabi-nabi lainnya yang telah dirusak dengan berbagai macam kejahiliyahan masyarakat.

    Nabi Muhammad telah datang dengan segala perundang-undangannya, berbicara mengenai dosa, berbicara mengenai keadilan dan juga berbicara mengenai hari kiamat yang akan datang.

    Almasih sendiri mengatakan bahwa memang banyak yang hendak diucapkannya kepada Bani Israel, namun sebagian besarnya tidak akan dimengerti oleh umatnya pada masa itu, apalagi dalam menjalankan misi dakwahnya, Almasih selalu diburu dan dikejar oleh musuh-musuhnya.

    Dengan perkenan Allah, Jesus memutuskan bahwa semua tugas kenabiannya yang belum selesai itu akan diserahkan kepada Muhammad dengan AlQur’annya, yang akan membimbing, tidak hanya kepada Bani Israel, melainkan kepada seluruh manusia dimaya pada ini sesuai dengan fungsinya membawa rahmat keseluruh alam.

    Nabi Yahya alias John sendiri berkata dalam St. Matthew 3:11
    “I indeed baptize you with water unto repentance, but he that cometh after me is mightier than I, whose shoes I am not worthy to bear He shall baptize you with the holy ghost and with fire”.

    Jika perkataan John diatas kita tujukan pada diri Jesus, itu kurang tepat, sebab Jesus sendiri datang kepadanya dan minta dibaptiskan yang berarti bahwa dia dan Jesus adalah sederajat.

    St. Matthew 313
    “Then cometh Jesus from Galilee to Jordan unto John to be baptized of him.”

    Jadi kalimat John tersebut dimaksudkan untuk kedatangan Muhammad Saw selaku Nabi terakhir dalam jajaran kenabian Tuhan, dimana Ruh suci dan Api yang dengannya ia akan membaptis orang adalah dua kalimah syahadat Pengakuan mengenai Keesaan Tuhan serta hukum yang diturunkanNya serta pengakuan terhadap Kerasulan Muhammad Saw Al-Amin.

    Akidah atau kepercayaan adalah suatu soal yang tetap dan tidak berubah.
    Allah adalah yang menciptakan segala yang ada, karena itu Allah sajalah yang berhak disembah, Dialah satu-satunya tempat meminta pertolongan, Dia yang tiada berserikat didalam menjalankan kekuasaanNya.

    Nabi Muhammad akan tampil sebagai sosok pribadi yang gagah perkasa bagaikan Nabi Musa, mempunyai kebijaksanaan sehingga semua alam ikut bertasbih bersamanya seolah Nabi Daud, berotak brilian dan kekayaan hatinya melebihi kekayaan Nabi Sulaiman, memiliki wajah yang tampan rupawan laksana rupa Nabi Yusuf, mempunyai ketabahan yang besar melebihi ketabahan Nabi Yunus yang terperangkap dalam perut ikan dan Nabi Ibrahim yang tidak goyah dibakar api, bersikap kasih sayang sebagaimana Isa Almasih serta bersikap dan tampil sebagai sosok Al-Amin yang patuh kepada Tuhannya sebagai perwujudan sifat dari para malaikat.

    Dialah sosok Nabi dan Holy Prophet yang dinantikan, dimana tiada lagi Nabi yang akan diutus setelah wafatnya kecuali para mujaddid yang berlaku sebagai ‘utusan Tuhan’ dari berbagai kaumnya sekaligus berfungsi sebagai pengembang dan perpanjangan tangan para Nabi Allah.

    “Hubunganku dengan kenabian sebelumku seperti layaknya pembangunan suatu istana yang terindah yang pernah dibangun. Semuanya telah lengkap kecuali satu tempat untuk satu batu bata. Aku mengisi tempat tersebut dan sekarang sempurnalah istana itu.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)
    Wahai orang-orang kafir.Ingatlah dunia ini hanya sementara.Akherat jualah tempat kediaman yg kekal abadi selama-lamanya.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah.

    InsyaAllah Bersambung….

    1. Adeng Hudaya Says:

      Muhammad adalah seorang PENGHIBUR???

      Hua..hua..hua…

      Penghibur koq memperkosa wanita Mas?

      Penghibur koq merampok?

      Penghibur koq bunuh orang yang tak berdaya dan tak bersalah?

      Penghibur koq semena-mena?

      Apa menurutmu dunia ini menjadi tempat yang aman dan damai – dengan kehadiran Islam?

      Bagaimana dengan negara-negara Islam, Afghanistan, Irak, Pakistan, Somalia, Sudan, Yaman, dsb.????

      Jika Muhammad adalah seorang Penghibur, pastilah negara-negara itu menjadi negara yang aman, damai dan makmur?

      1. ilham othmany Says:

        Kamu berkata begitu kerana kamu mendapat maklumat yg salah tentang nabi Muhammad dan agama Islam.

      2. Dullah Says:

        Bagaimana dengan negara-negara Islam, Afghanistan, Irak, Pakistan, Somalia, Sudan, Yaman, dsb.???? –>apa anda tidak perhatikan di semua negara yang anda sebutkan pasti ada AMERIKA,…AMERIKA,..AMERIKA…yang sebelum datangnya AMERIKA mereka hidup lebih damai…

      3. Adeng Hudaya Says:

        He…he..he…
        Anda itu seperti “maling teriak maling”
        Bahkan mantan profesor sejarah Islam dari Al Azhar University Kairo saja, yaitu Mark Gabriel menyatakan bahwa: “SEJARAH ISLAM ADALAH SEJARAH SUNGAI DARAH”
        Itu juga alasannya meninggalkan Islam…
        Sudah nonton video wawancara dengan beliau belum?

  60. ilham othmany Says:

    Sesudah kematian Nabi Muhammad seseorang bertanya kepada istri tercinta-nya Aisyah tentang gaya hidup suaminya. Dia berkata, �Dia adalah Al-Qur�an dalam perbuatan.� Dia adalah Al-Qur�an berjalan. Dia adalah Al-Qur�an berbicara. Dia adalah Al-Qur�an yang hidup. Mari kita renungkan 2 ayat dibawah ini :

    Sumber wahyu Yesus : �Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan� jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.� (Injil – Yohanes 12: 49-50)

    Sumber wahyu Muhammad :�Dan, tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur�an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada Iain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril/Gabriel/Roh Kudus) yang sangat kuat.� (QS. An-Najm: 3-5).

    pada abad 6 Masehi, ketika Muhammad membacakan firman Allah yang secara sistematik �diletakkan dalam mulutnya� Seperti yang pernah difirmankan Allah kepada Musa (Moses) Dalam Kitab ke 2 Taurat ( Deutronomy 18:18 ) disebutkan : �Diutus pada mereka seorang nabi dari tengah-tengah saudara mereka sepertimu (Moses/Musa), dan AKU menjadikan ucapan-KU dalam mulutnya, maka ia akan menyampaikan pembicaraan-KU kepada mereka dengan segala yang AKU wasiatkan kepadanya� Injil berbahasa Arab belum diterjemahkan. Jadi Beliau tak mungkin pernah mengetahui bahwa dia sedang memenuhi dan membenarkan ucapan pendahulunya (Yesus) untuk isinya, apalagi Nabi Muhammad adalah seorang yang buta huruf. Jadi Allah melalui Malaikat Jibril (Gabriel/Roh Kudus) menyampaikan lagi isi kandungan �Taurat dan Injil� yang masih murni yang pernah diterima oleh Musa dan Yesus dan belum ada campur tangan manusia kepada Muhammad (Saudara Yerusalem)

    Mengapa Allah memilih �Saudarara Yerusalem-Muhammad� sebagai Nabi berikutnya?. Hal itu karena tampak jelas pembangkangan Bangsa Israel (Yerusalem) kepada Allah dan para utusan Allah. Saat Musa diutus kepada Bangsa Israel, Musa pun didustakan. Bangsa Yahudi lebih memilih �Patung Anak Sapi Emas� sebagai sekutu Allah.

    �Bahkan kamu menentang Tuhan, sejak aku mengenal kamu.� (Injil – Ulangan 9:24).

    �Karena aku mengetahui pembangkanganmu, dan kekakuan tengkukmu Lihatlah, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menjadi pembangkang terhadap Tuhan, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.� (Injil – Ulangan 31: 27).

    Mengetahui Pembangkangan Bangsa Israel, Allah telah memberikan sinyal kepada Musa bahwa Kenabian akan beralih ke Bangsa Lain yang merupakan Saudara dari Yerusalem (Ishak) yaitu Ismael (Arab)

    �Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah? akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu.� (Injil – Matius 21: 23).

    �Mereka membangkitkan cemburuku dengan yang bukan Allah, mereka membuatku marah dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan membuat mereka marah dengan bangsa yang bodoh. (Injil – Ulangan 32:21).

    Rasa cemburu Bangsa Yahudi adalah penyakit lama, dimana rasa cemburu ini merupakan warisan �Sarah� yang cemburu kepada �Hajar/Hagar� (ke-2 nya istri Nabi ibrahim). Sebelum Muhammad lahir, Bangsa Arab adalah bangsa yang Bodoh dan terabaikan oleh kerajaan-kerajaan besar saat itu. Bangsa Yunani, Alexander Agung, Bangsa Persia, Bangsa Mesir, Bangsa Romawi dll. Bangsa -bangsa besar tersebut mengabaikannya.

    �Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Seorang Nabi pahlawan telah diutus untuk mereka dengan sebuah kata yang dapat mereka percaya: Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada (Spanyol) telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi (India) di tangannya yang lain. Memantulkan keberanian, kemegahan dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari sebagian besar dunia dalam waktu yang lama. Keyakinan adalah hebat, memberikan kehidupan. Sejarah sebuah bangsa menjadi bermanfaat, meninggikan jiwa, hebat, secepat keyakinannya. Bangsa Arab ini, Muhammad, dan satu abad tersebut -tidak lah seperti jika bunga api jatuh, sebuah percikan, pada dunia yang terlihat hitam, padang pasir yang tak terkenal; tetapi pasir ternyata mesiu yang meledakkan, nyala api surga dari Delhi sampai Granada! Saya katakan, manusia yang besar selalu seperti cahaya surga. Manusia yang lain menunggunya seperti bahan bakar, dan kemudian mereka semua akan ber-kobar juga.�

    Kata-kata diatas merupakan penutup pidato Thomas Carlyle, salah seorang pemikir terbesar abad lalu. Saat itu hari Jum�at, 8 Mei 1840. Temanya: �Pahlawan sebagai Nabi�. Pendengarnya: adalah umat Kristen Anglican – Inggris.

    �Ahmad� atau �Muhammad� yang merupakan nama ARAB, orang yang mulia, adalah terjemahan dari kata Yunani Periclytos. Pada kitab Yohanes 14: 16; 15: 26, dan 16: 7, kata �Comforter� dalam versi Inggris sepadan untuk kata Yunani �Paracletos� yang berarti �penghibur� seorang yang terpanggil untuk menolong orang lain, teman/sahabat yang baik, lebih dari sekedar �Comforter�. Para doktor berpendapat bahwa Paracletos adalah pembacaan yang menyimpang dari Periclytos, dan dalam firman asli Yesus ada ramalan tentang nabi suci yang bernama Ahmad (Nama Arab). Bahkan jika kita baca Paraclete, di sana tersirat Nabi Suci, �yang penyayang untuk semua mahluk� (QS. Al�Anbiya:107) dan �paling baik dan penyayang kepada pengikutnya� ( QS. At-Taubat: 128 )

    Untuk pencari kebenaran yang tulus jelaslah bahwa Muhammad adalah Paraclete atau penghibur yang dijanjikan, juga disebut penolong, penyokong, penasehat dan lain-lain dalam ramalan-ramalan tentang Yesus yang terdapat dalam Injil Yohanes.

    Sebenarnya bahasa asli Injil (Bahasa Yesus) sudah susah dilacak dan dibuktikan kebenarannya. Seperti kita ketahui Injil Sekarang sudah bukan dalam bahasa aslinya. Jadi ada kesimpangsiuran untuk menterjemahkan atau mencari tahu padanan kata �Roh Kebenaran� dalam ayat-ayat di dalamnya.

    Injil �King James Version� menterjemahkan sebagai �Penghibur�. Tetapi kata �Penghibur� ini diterjemahkan lagi dalam berbagai bahasa. Misalnya saja menjadi �Umthokozisi atau Trooster� dari Injil Afrika dll. Padahal Umat Kristen mengaku telah menterjemahkan dalam 2000 bahasa yang berbeda, jadi tentu kata �Penghibur� menjadi semakin rancu mana yang sebenarnya. Untuk itu kita harus mencari tahu maksud dari kata �Penghibur� itu.

    Yang paling dekat dengan pengucapan Yesus yang asli dalam naskah Kristen adalah kata-kata Yunani �Paracletos� , yang juga harus ditolak karena Yesus tidak berbahasa Yunani. Tetapi marilah jangan mempersulit tujuan diskusi ini dan menerima Paracletos dalam bahasa Yunani dan persamaannya dengan Comforter dalam bahasa Inggris. Tanyakan setiap orang Kristen yang pandai siapakah yang dimaksud Sang Penghibur itu? Anda akan mendengar -�Penghibur tersebut adalah Roh Kudus� dari Yohanes 14: 26. Kalimat ini hanya bagian dari ayat 26. Kita akan berurusan dangan seluruh ayat pada saatnya nanti. Tetapi mula-mula kita harus mendidik pola pikir umat Kristen berkenaan dengan kesalahan nama ini �Holy Ghost�. Pneuma adalah akar kata Yunani untuk �spirit�. Tidak ada pemisahan kata untuk �Ghost� dalam naskah-naskah Yunani dalam perjanjian baru, dan umat Kristen saat ini membual tentang 24.000 naskah berbeda yang mereka miliki di mana tidak ada dua pun yang identik.

    Para editor KJV (The King James Version) atau disebut AV (The Authorised Version) dan DOUAY (versi Katholik Roma) memilih kata �Ghost� dari pada kata �Spirit� ketika menterjemahkan pneuma�.

    Para perevisi RSV (Revised Standard Version), versi Injil terbaru, menurut mereka sedang kembali kepada naskah-naskah paling kuno. Mereka dilukiskan sebagai �32 pelajar terkemuka dengan 50 ahli yang bekerja sama� yang dengan berani mengganti kata �Ghost� yang teduh dengan kata �Spirit�. Sejak saat ini Anda akan membaca dalam terjemahan modern �Comforter adalah Holy Spirit�. Bagaimanapun juga para penyeru dan penginjil Kristen dengan keras kepala berpegang teguh kepada �Ghost�. Mereka tidak akan memilih versi yang lebih baru. Adalah lebih baik memancing dengan umpan lama -KJV dan RCV (Roman Catholic Version). Dengan perubahan baru dalam kata �Spirit�, ayat dalam penelitian tersebut akan dibaca:

    �Tetapi SANG PENGHIBUR, yaitu �Roh Kudus�, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, dialah yang akan mengajarkan segala hal kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu� (Injil – Yohanes 14:26).

    Anda tidak perlu menjadi pelajar Injil dari siapapun yang mampu untuk mengetahui bahwa ekspresi �yaitu Roh Kudus� sebenarnya adalah penambahan. Hal tersebut seharusnya dalam TANDA KURUNG, dalam tanda kurung besar, seperti kata-kata yang telah ditambahkan dalam kutipan, yaitu �(Penekanan ditambah)�. Meskipun para editor RSV telah menghilangkan lusinan penambahan dari versi standar yang mereka banggakan, mereka telah mempertahankan rangkaian kata yang mengejutkan ini, yang berlawanan dengan ramalan Yesus yang jelas pada masalah Penghibur itu sendiri.

    �Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, PENGHIBUR itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.� (lnjil – Yohanes 16: 7)

    Sebagai Muslim kita mengetahui bahwa setiap nabi yang benar dari Allah adalah suci dan tanpa dosa. Tetapi kapan pun ekspresi �Nabi Suci� tersebut digunakan di antara umat Islam umumnya mengacu kepada Nabi Suci Muhammad. -Jadi bahkan jika kita menerima pernyataan yang tidak pantas di atas- �Comforter� adalah �Holy Spirit� sebagai kebenaran Al-Kitab, bahkan kemudian ramalan ini akan cocok sekali dengan Muhammad, tanpa perlu meluaskan artinya.

    Seperti juga Yohanes, yang namanya dianggap telah sah dibuat dalam Injil, juga menulis 3 surat lagi, yang juga bagian dari Injil Kristen. Secara mengagumkan Ia telah menggunakan istilah yang sama �Holy Spirit� untuk �Nabi suci�.

    �Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. � (InjiI – 1 Yohanes 4:1).

    Anda dapat mengamati bahwa kata roh yang digunakan di sini sama dengan seorang nabi. Roh yang benar adalah nabi yang benar, roh yang salah adalah nabi yang salah. Tetapi untuk apa yang dinamakan �kelahiran kembali� kristen, yang melihat hanya dengan mata emosi, saya merekomendasikan bahwa mereka memakai Injil C.I Scofield�s Authorized King James Version yang dengan sebuah Komite editorial dari 9 Doktor Ilmu Theologia menambah catatan dan komentar mereka. Ketika mereka sampai pada kata pertama �spirit� pada ayat di atas, mereka harus memberi sebuah pemberitahuan untuk membandingkan dengan Matius 7:15 yang menyatakan bahwa nabi yang salah adalah roh yang salah. Jadi berdasarkan Yohanes, roh kudus adalah nabi suci, dan nabi suci adalah Muhammad utusan Allah.

    �Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia (bukan Tuhan), berasal dari Allah� (Injil-1 Yohanes 4:2).

    Berdasarkan penafsiran Yohanes sendiri pada ayat 1 di atas, kata roh adalah sama dengan kata nabi. Jadi ayat 2 �Roh Allah� akan berarti �Nabi Allah� dan �setiap roh� sama dengan �setiap nabi�.

    �Aku akan meminta kepada Bapa; dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang Iain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya�. (Injil – Yohanes 14:16).

    Penekanan di sini adalah pada kata �yang lain�, sebuah perbedaan, sebuah penambahan, tetapi dari jenis yang sama, namun berbeda dari yang pertama. Lalu siapa �penghibur pertama�? Dunia Kristen sepakat bahwa dalam kasus ini pembicara sendiri -Yesus Kristus adalah penghibur pertama; kemudian datanglah yang lain, seorang yang mengikuti haruslah alami, merasakan kondisi yang sama yaitu kelaparan, kelelahan, kesedihan dan kematian. Tetapi Penghibur yang dijanjikan ini harus �menyertai kamu selama-lamanya!� Tidak ada seorang pun hidup selamanya. Yesus meninggal maka Penghibur yang akan datang juga meninggal. Tidak ada anak manusia yang tidak mati!

    �Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. �(Ali `Imran: 185).

    Dalam Lukas pasal 16, Yesus bercerita tentang �Orang kaya, orang miskin.� Ketika meninggal keduanya menemukan diri mereka pada sisi yang berlawanan – satu di sorga dan yang lainnya di neraka. Orang kaya (Dives) membara di neraka menangis kepada Bapa Ibrahim untuk mengirim si peminta-minta (Lazarus) untuk menghilangkan dahaganya. Tetapi ketika setiap permintaan jatuh, dia, sebagai kebaikan yang terakhir, meminta Bapa Ibrahim mengirim orang miskin tersebut kembali ke dunia untuk memperingatkan saudaranya yang masih hidup terhadap malapetaka yang akan datang jika mereka tidak memperhatikan peringatan Tuhan.

    �Kata Ibrahim kepadanya, �Jika mereka (yang masih hidup di bumi) tidak mau mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka pasti tidak mau juga mendengarkan meskipun seseorang yang bangkit dari kematian�.� (Injil -Lukas 16 : 31)

    Yesus mengucapkan fakta di atas beberapa abad sesudah kematian nabi-nabi Israel seperti Jeremiah, Hosea, Zechariah dan lain-lain, dan lebih dari 1300 tahun sesudah Musa. Orang-orang munafik di jaman Yesus dan kita saat ini masih dapat mendengarkan �Musa dan Nabi-nabi tersebut�, karena mereka masih hidup, dan selalu menyertai kita melalui ajaran-ajaran mereka.

    �Aku akan meminta kepada Bapa; dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang Iain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya�. (Injil – Yohanes 14:16).

    Dengan mengejutkan, orang Kristen melihat tidak ada kesulitan dalam membenarkan pemenuhan ramalan tersebut �sejak dunia dimulai� dan setelah lebih 1000 tahun ketika Peter pada khotbah keduanya kepada orang-orang Yahudi, mengingatkan mereka :

    �Bukankah Musa telah berkata kepada Bapa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu sama seperti aku. Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. (Injil – Kisah Para Rasul 3: 22)

    Terdapat sejumlah contoh pada kitab suci Injil tentang kedatangan dan kepergian Roh Kudus, sebelum kelahiran dan keberangkatan Mesias (Yesus). Silahkan periksa referensi berikut ini dalam Injil :

    Sebelum Kelahiran Kristus (B.C.) :

    �� dan Ia (Johannes Sang Pembaptis) akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.� (Injil-Lukas 1:15)
    �� dan Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus,� (Injil -Lukas l:41)
    �Dan Zakaria, ayahnya, penuh dengan.Roh Kudus.� (Injil – Lukas 1: 67)
    Sesudah Kelahiran Kristus (A.C.):

    �� Roh Kudus ada di atasnya (Simon).� (Injil – Lukas 2: 25)
    �Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya (Yesus).� (Injil – Lukas 3: 22)
    Dari kutipan di atas, sebelum dan sesudah kelahiran Yesus, seseorang tidak dapat berhenti memuji Lukas yang tampil menjadi spesialis pada Roh Kudus. Kita lebih baik bertanya pada umat Kristen, sesudah turunnya �merpati�, dengan pertolongan siapa Yesus membuat banyak keajaiban jika tidak karena pertolongan Roh Kudus? Biarkan Dia sendiri yang mengatakan pada kita. Ketika dituduh oleh kaumnya sendiri, orang-orang Yahudi, bahwa dia melakukan keajaiban tersebut berserikat dengan Beelzebub (kepala syaitan), Yesus menanyakan pertanyaan retoris kepada mereka: �Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?� Orang-orang Yahudi menyalahkan bahwa kesucian Roh ini -Roh Tuhan- yang telah menolongnya, adalah jahat sekali. Ini adalah penghianatan dari perintah tertinggi. Jadi dia memberi mereka sebuah peringatan yang menakutkan:

    �� Tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni �.� (Injil – Matius 12: 31 )

    �Roh Kudus� ini tidak lain dari apa yang telah dilukiskan Matius sendiri dalam 3 ayat sebelum mengutip ucapan Tuannya:

    �Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.� ( Injil – Matius 12: 28 ) Bandingkan dengan pernyataan yang sama oleh penulis kitab yang lain. �Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.� (Injil – Lukas 11: 20)

    Anda tidak perlu menjadi pelajar injil (sekolah gereja?) untuk mengerti bahwa ekspresi (a) �Kuasa Allah� (b) �Roh Allah� dan (c) �Roh Kudus� adalah rangkaian kata yang sama. Bahwa Roh Kudus selalu menolong para nabi dan murid-murid Nabi yang berdakwah. Jadi Roh Kudus menolong Yesus dalam kementriannya. Roh Kudus tersebut juga menolong murid-muridnya dalam misi da�wah dan penyembuhan mereka.

    Ini tentunya bukanlah janji kosong. Murid-murid tersebut harusnya telah menerima pemberian Roh Kudus. Jadi jika �Roh Kudus� adalah (1) Yohanes Pembaptis, (2) Elisabeth, (3) Zacharias, (4) Simeon, (5) Yesus, (6) murid-murid Yesus; maka semua ini membuat perkataan, �Jikalau Aku tidak pergi, dia tidak akan datang kepadamu� menjadi tak berarti. Artinya, Penghibur itu bukanlah Roh Kudus!. Karena jika Roh Kudus-lah sang penghibur, bukankah Roh Kudus sudah ada sebelum Yesus dan pada saat Yesus ada didunia. Apalagi doktrin Trinitas yang mengatakan Bahwa �Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus� adalah suatu kesatuan tak terpisahkan, tentu lebih menggelikan lagi jika Sang Penghibur yang akan datang adalah Roh Kudus. Bukankah Roh Kudus sudah menyatu dengan Yesus saat itu?. Coba kita cerna apa yang pernah dikatakan oleh Yesus berikut ini :

    �Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.� (Injil – Yohanes 16:12).

    Kebenaran dari kata �kamu belum dapat menanggungnya� diulang secara monoton di seluruh halaman-halaman Perjanjian Baru:

    �Yesus berkata kepada mereka (murid muridnya), �Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?� �� (Injil – Matius 8: 26)
    �� dan Yesus berkata kepadanya (Petrus): �Hai orang yang kurang percaya� �� (Injil – Matius 14: 31 ).
    �� Dia (Yesus) berkata kepada mereka (murid-muridnya): kamu yang kurang percaya, �Mengapa kamu memperbincangkan�� (Injil – Matius 16: 8).
    �Lalu kata-Nya kepada mereka (murid-muridnya), Dimanakah kepercayaanmu?� (Injil – Lukas 8: 25)

    Kata-kata dalam ayat-ayat diatas bukanlah tuduhan Yesus atas keragu-raguan orang-orang Yahudi, tetapi atas orang-orang pilihannya sendiri. Dia merendah sampai ke tingkatan anak kecil untuk membuat segala sesuatu jelas bagi muridnya tetapi Dia terpaksa keluar dalam keadaan frustasi:

    �Jawab Yesus, �Kamupun masih belum dapat memahaminya?��� (Injil – Matius 15:16).

    Dan ketika dia sampai ke batas ambang kegusaran, dia mencerca orang-orang pilihannya:

    �. . . . �. hai kamu generasi yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu?� (Injil – Lukas 9: 41 )

    Keluarganya berfikir Yesus Gila. Saudara-saudaranya sendiri pun tidak mempercayainya� (Yohanes 7: 5). Faktanya mereka menginginkan yang lebih luas untuk memahaminya, berkeyakinan bahwa dia gila.

    Sebenarnya �bangsanya� telah mengejeknya, mencaci makinya dan dengan berapi-api menolaknya. Lebih dari itu mereka berusaha untuk menyalibnya. Setelah hampir selama 2000-an tahun hidup terasing, mengembara, tidak punya negara dan ditindas Kaum Kristen, Bangsa Yahudi, meski sekarang sangat cinta ataupun fanatik terhadap Kristen, mereka secara keseluruhan adalah kaum yang tidak pernah dapat menerima Yesus sebagai juru selamat mereka, pengantar mereka, Tuhan mereka, ini sederhana karena samanya penilaian mereka –

    �Bahwa tidak pernah ada seorang Yahudi dapat menerima Yahudi yang lain sebagai Tuhan!�

    Hanya dalam Islam, orang-orang Yahudi, Kristen dan Islam dapat menemukan penyelesaian, -semua mempercayai Yesus seperti dia adanya,- salah satu utusan Tuhan yang paling hebat; dan bukan sebagai Tuhan atau anak-Nya! �

    �Murid-muridnya, selalu salah paham terhadapnya dan perbuatannya: Menginginkannya menurunkan api dari sorga; Menginginkannya menyatakan dirinya sebagai Raja orang-orang Yahudi; Menginginkannya duduk pada tangan kanan dan kirinya dalam kerajaannya, Menginginkannya menunjukkan Bapa kepada mereka; Membuat mereka dapat melihat Tuhan; Menginginkannya melakukan; menginginkan mereka melakukannya sendiri, apa saja dan segala sesuatu yang bertentangan dengan rencana besarnya. Ini adalah bagaimana mereka memperlakukannya sampai akhir Ketika hal itu datang, mereka semua meninggalkannya, serta melarikan diri.�

    Dikutip dari �Sayed Amir Ali� dalam bukunya �The Spirit of Islam� halaman 31. Adalah tidak beruntung bahwa Yesus tidak mempunyai pilihan yang nyata dalam memilih murid-muridnya. Mereka mengecewakannya padahal belum pernah ada sekelompok lain yang taat yang telah mengecawakan nabi mereka sebelum itu. Dan itu bukanlah kesalahan Yesus. Dia meratapi keadaannya: �� Roh memang penurut, tetapi daging lemah.� (Injil-Matius 26: 41). Sejujurnya, ini bukanlah tanah liat yang daripadanya Adam pertama kali dibuat. Dia meninggalkan tanggung jawab itu kepada penerusnya, orang yang Dia sebut di sini -�Roh kebenaran� yaitu Nabi kebenaran, Nabi keadilan!

    Kenyataannya, secara ke-Injil-an, kata �Roh� digunakan secara sinonim dengan �Nabi�, oleh penulis yang sama dalam Yohanes 4:1, Di sini �Roh kebenaran� akan menjadi �Nabi kebenaran�. Seorang nabi yang padanya kebenaran dipersonifikasikan. Dia menjalani seluruh hidupnya dengan begitu terhor-mat dan tekun, dia telah mendapatkan gelar mulia as-saadiq (orang yang jujur) dan Al-Amin, �jujur�, �lurus�, �dapat dipercaya�; bahkan dari para penyembah berhala di negaranya. Orang yang dapat dipercaya, yang tidak pernah berbohong. Hidupnya, kepribadiannya serta ajarannya benar-benar membuktikan bahwa Muhammad adalah penjelmaan dari Kebenaran (Al-Amin) – Roh kebenaran!

    Jika orang Kristen tersebut masih bertahan bahwa Roh kebenaran pada ramalan ini adalah Roh Kudus maka tanyakan kepadanya apakah dalam bahasa mereka �banyak� berarti lebih dari satu? Juga jika �seluruh� pada ayat di atas berarti lebih dari satu? Jika Anda mendapat jawaban �ya� secara terputus-putus, ragu-ragu dan gugup, maka tutup buku, tidak ada gunanya meneruskan berdialog dengan kebodohan dogmatis. Tetapi jika Anda mendapat jawaban �ya!� dengan sigap maka lanjutkan proses diskusi ini.

    Satu ramalan Yesus tersebut adalah untuk menyelesaikan banyak hal yang belum dikatakannya, juga untuk membimbing umat manusia kepada keseluruhan kebenaran. Terdapat banyak masalah yang dihadapi manusia saat ini, dimana kita gagal menjawabnya. Dapatkah Anda memberi satu contoh hal baru yang diberikan ke setiap orang 2000 tahun yang lalu oleh orang yang diduga sebagai Roh Kudus, dimana Yesus Kristus belum memberikannya dalam begitu banyak kata-kata yang berbeda? Tidak perlu banyak, cukup satu.

    Tidak Ada Solusi Dari Roh Kudus

    �Ahmed Deedat� berkata: Percayalah pada saya, selama 40 tahun bertanya-tanya, saya belum menjumpai seorang Kristen dengan sebuah �kebenaran baru� yang diilhami oleh Roh Kudus, padahal janjinya adalah Penghibur yang akan datang �Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran!� Jika Roh Kebenaran dari ramalan ini adalah Roh Kudus maka setiap gereja dan umat, dan setiap orang Kristen yang �dilahirkan kembali� menyatakan pemberian Roh Kudus. Katholik Roma menyatakan bahwa mereka mempunyai seluruh kebenaran karena yang disebut �dalam kediaman� Roh Kudus. Anglican membuat pernyataan yang sama, dan Methodist, Jehovah�s Witnesses (Saksi-saksi Yehovah), Adventists, Baptists, Christadelphians dan lain-lain, tidak melupakan �kelahiran kembali�, yang menyatakan mempunyai anggota lebih dari 70 juta di Amerika sendiri.

    Anda berhak meminta solusi dari mereka, dengan kekuasaan Roh Kudus, untuk masalah-masalah pada daftar di bawah:

    1. Alkohol

    2. Perjudian,

    3. Ramalan/Nujum

    4. Pemujaan berhala, pemujaan setan

    5. Rasisme

    6. Masalah kelebihan wanita, dan lain-lain.

    MASALAH ALKOHOL

    Jimmy Swaggart seorang pendeta yang sering melakukan ceramah di TV mencatat dalam bukunya �Alcohol� bahwa Amerika mempunyai 11 juta pencandu minuman alkohol, dan 44 juta �pencandu berat minuman alkohol!�, dan dia, seperti seorang Muslim yang baik, mengatakan bahwa dia melihat tidak ada perbedaan antara keduanya. Baginya mereka semua adalah pemabuk! Kejahatan yang menjadi-jadi akibat keadaan mabuk sudah umum. Roh Kudus belum membuat keputusan pada kejahatan ini melalui setiap gereja. Umat Kristen pura-pura tidak melihat para pemabuk dalam 3 alasan lemah berdasarkan Injil:

    Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada orang yang susah hatinya. Biarkanlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya. (Injil – Amsal 31: 6-7).
    Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, �Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.� Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka, �Sekarang ciduklah�� Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu, � dan berkata kepadanya, �Engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.� (Injil – Yohanes 2: 7-10)
    Paulus yang menunjuk dirinya sendiri menjadi murid ketigabelas Yesus, pendiri Kristen yang sesungguhnya, menasehatkan muridnya yang baru pindah agama – Timotius, lahir dari seorang ayah Yunani dan ibu Yahudi: �Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.� (Injil – 1 Timotius 5: 23)

    Sejak keajaiban yang dinyatakan ini, anggur meneruskan untuk mengalir seperti air dalam umat Kristen. Umat Kristen menerima semua pengucapan Injil tentang minuman yang membangkitkan semangat dan yang memabukkan diberikan di atas sebagai firman Tuhan yang mutlak. Mereka percaya bahwa Roh Kudus mengilhami penulis untuk menulis nasehat yang membahayakan tersebut. Pendeta Dummelow kelihatannya menyesalkan/mencemaskan ayat ini. Dia berkata,

    �Hal tersebut mengajarkan kita bahwa jika tubuh butuh rangsangan anggur, tidak apa-apa mengambilnya dalam jumlah yang tidak berlebihan.�

    Terdapat ribuan pendeta Kristen yang telah tergoda menjadi pencandu alkohol dengan meminum sedikit demi sedikit apa yang dinamakan anggur ringan dalam Perjamuan suci dalam upacara Gereja. Islam adalah satu-satunya agama di dunia yang melarang minuman keras secara keseluruhan. Nabi suci Muhammad telah berkata, �Berapa pun minuman keras dalam jumlah lebih besar, dilarang bahkan dalam jumlah yang sedikit.� Tidak ada pengecualian dalam Islam untuk sedikit atau banyak. Kitab al-Haq, kitab kebenaran (Haq) sebuah nama dari Al-Qur�an menghukum dalam istilah yang sangat keras tidak hanya kejahatan alkohol tetapi juga no 2, 3, dan 4 yang dinamakan �perjudian� seperti di Las Vegaz, �Ramalan/nujum-yang marak sekarang ini�, dan �pemujaan berhala-Idol� dengan hanya satu pukulan:

    Roh Kebenaran (Muhammad) mengatakan :�Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi; (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.� (QS. Al-Maaidah: 90).

    Ketika ayat ini diwahyukan, berbarel-barel anggur di tumpahkan dijalan jalan Madinah, tidak pernah diisi kembali. Keterusterangan yang sederhana telah menjadikan umat Islam sebagai komunitas bukan peminum minuman keras terbesar di dunia:

    Amerika Gagal Dengan �Larangan�. Siapa yang memaksa bangsa Arnerika untuk membuat larangan? Apakah Bangsa Arab mengancam negara adidaya ini dengan �jika Anda tidak melarang alkohol di negara Anda, kami tidak akan menyediakan minyak untuk Anda? Tidak, orang-orang Arab tidak pernah menjadikan minyak sebagai �alat politik� di tangan bangsa Arab selama 20-an tahun untuk menghasut Amerika. Adalah kesadaran intelektual di antara para pendiri Amerika, berdasarkan kajian dan statistik yang membawa mereka sampai pada kesimpulan bahwa minuman keras harus dilarang.

    Mereka gagal, meskipun pada kenyataannya mayoritas terbesar dari bangsa tersebut adalah umat Kristen, dan bahwa merekalah yang telah memilih orang-orang kongres sehingga berkuasa. Perlu dikatakan bahwa sesuatu yang datang dari akal (intelektual) akan menggelitik akal, tetapi yang datang dari hati dan jiwa seseorang, akan menggerakkan hati. Ayat yang baru dikutip di atas dari kitab suci Al-Qur�an tentang larangan, telah dan selalu mempunyai kekuatan untuk mengubah.

    Thomas Carlyle mengucapkan sumber kekuatan tersebut: �Jika sebuah buku datang dari hati, dia akan berusaha untuk mencapai hati yang lain; Semua seni dan pekerjaan tangan penulis (kreasi?) adalah jumlah yang kecil untuk itu. Orang seharusnya berkata bahwa karakter utama dari Al-Qur�an adalah keasliannya, menjadi kitab yang dapat diper-caya.�

    �Jika pria dan wanita ini, mulia, cerdas, dan tentunya tidak kurang pendidikannya daripada nelayan Galilee, telah merasakan sedikit saja tanda keduniawian, penipuan, atau kebutuhan akan keyakinan terhadap Sang Guru itu sendiri, harapan Muhammad tentang regenerasi moral dan perbaikan sosial akan hancur menjadi debu dalam seketika.� (Spirit of Islam oleh Sayed Amir Ali, hal. 21).

    MASALAH RASISME

    Islam didirikan atas dasar EGALITER (Persamaan). Ketika Shalat berjamaah, seluruh manusia baik kulit hitam, putih, tua, muda, kaya, miskin dll duduk sejajar dalam persamaan. Sedangkan Barat bagaimanapun juga sudah tercatat dalam sejarah menerapkan Prinsip Rasisme. Misalnya Rasisme kulit hitam di Amerika, Rasisme etnis di Australia, Aphartheid di Afrika Selatan dll.

    Ajaran yang sempurna seperti yang diucapkan dalam kitab Tuhan adalah bahwa satu-satunya penilaian yang dikenal Tuhan hanyalah berdasarkan kelakuan seseorang, tingkah laku seseorang terhadap sesamanya dan bukan karena bangsa atau kekayaan. Hanya atas dasar-dasar yang benar ini �Kerajaan Tuhan� dapat dibangun. Semua ini tidak ber-arti bahwa seorang Muslim tidak bernoda, bahwa dia secara keseluruhan bebas dari rasisme, tetapi Anda akan menemui bahwa orang Muslimlah yang paling sedikit melakukan rasisme dari semua grup agama yang ada di dunia saat ini.

    KELEBIHAN WANITA

    Alam tampaknya berperang dengan manusia. Kelihatannya ia ingin membalas dendam atas kepintarannya. Seorang pria tidak akan mendengar solusi praktis dan sehat untuk masalah ini, yang ditawarkan oleh Tuhan yang penuh kebajikan. Maka dikatakan �mendidihlah dalam sup Anda!� (boleh dikatakan demikian). Hal ini adalah fakta yang dapat diterima bahwa perbandingan kelahiran pria dan wanita adalah sama di semua tempat. Tetapi dalam kematian anak, pria yang mati lebih banyak dari wanita. Mengherankan! �Jenis kelamin yang lebih lemah?� Pada setiap periode waktu terdapat lebih banyak janda di dunia dari pada duda. Setiap bangsa yang beradab mempunyai kelebihan wanita. Inggris 4 juta. Jerman 5 juta. Soviet Rusia 7 juta dan lain-lain. Tetapi sebuah solusi yang dapat diterima di Amerika untuk masalah tersebut, akan menjadi sebuah solusi yang dapat diterima untuk semua bangsa di mana saja. Hasil statistik dari negara yang paling canggih di muka bumi ini sudah membuktikan hal itu.

    Tetapi masalah kelebihan wanita. di Amerika sangatlah kompleks. 98% dari penghuni penjara adalah pria. Kemudian ada 25 juta para pelaku sodomi. Secara halus mereka menyebutnya �gay� sebuah kata indah yang berarti -senang dan gembira- sekarang diselewengkan!

    Amerika melakukan segala sesuatu dengan sebuah cara yang besar Dia menghasilkan segala sesuatu yang hebat. Termasuk dalam memperkenalkan Tuhan dan syetan. Marilah kita sekali ini, bergabung dengan pendeta yang sering berbicara di TV Jimmy Swaggart, dalam doanya. Dalam buku penelitiannya yang bagus -�Homosexuality� – dia menangis,

    �Amerika -Tuhan akan mengadilimu (maksudnya Tuhan akan menghancurkanmu), Jika Dia tidak mengadilimu (menghancurkan kamu) Dia (Tuhan) mungkin harus meminta maaf kepada Sodom dan Gomorrah� untuk kegegabahan mereka, kerusakan yang parah karena kelakuan homoseksual mereka atau kepuasan asusila dari nafsu mereka yang tidak alami.

    Contohnya adalah New York.Tetapi yang terburuk adalah reputasi bahwa sepertiga dari populasi pria di kota ini adalah �gay� (homoseksual/ melakukan sodomi). Orang-orang Yahudi, yang paling ribut dalam setiap debat, tetap diam seperti tikus, karena takut dicap bangsa timur yang terbelakang. Gereja, dengan jutaan penggemar kelahiran kembali yang mengklaim mendiami rumah Roh Kudus, juga tak bersuara tentang topik ini.

    Pendiri Gereja Mormon, Joseph Smith dan Brigham Young, dengan mengklaim sebuah wahyu baru pada tahun 1830 mengajarkan dan melaksanakan poligami tak terbatas untuk memecahkan masalah kelebihan wanita. Saat ini Nabi Mormonism telah membatalkan ajaran gereja pendahulu mereka tersebut untuk mendamaikan tuduhan Amerika pada masalah poligami. Apa yang harus dilakukan oleh wanita-wanita Amerika/Barat/Eropa yang malang ini? Mereka benar-benar akan menjadi tua merana.

    Roh Kebenaran (Muhammad) mengatakan firman Allah : �.. kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah)seorang saja.� (QS. An-Nisaa: 3).

    Dunia Barat pura-pura bertoleransi terhadap jutaan pelaku sodomi dan lesbian di tengah-tengah mereka. Di Barat, seorang pria yang menyimpan selusin kekasih dan mendapatkan selusin anak haram setiap tahun bukanlah masalah. Perbuatan bejat tersebut dengan bangga diberi julukan �stud�. �Biarkan mereka bersenang-senang, tapi jangan menganggap dia bertanggungjawab!�, kata orang-orang Barat.

    Islam berkata, �Buat seorang pria bertanggung jawab atas kesenangannya.� Ada tipe pria yang bersedia mengambil tanggungjawab ekstra, dan ada pula tipe wanita yang bersedia berbagi suami. Mengapa menghalangi jalan mereka? Anda mengejek poligami, yang telah dilakukan oleh Nabi Tuhan seperti ditulis dalam kitab Injil, Anda lupa bahwa Salomo yang bijaksana mempunyai 1000 istri dan selir seperti terdapat dalam The Good Book (1 Raja-raja 11: 3), pemecahan yang sehat untuk masalah penting Anda, dan kepuasan yang sekejap untuk memenuhi nafsu yang tidak alami dengan melakukan perbuatan sodomi atau lesbian! Betapa tidak wajarnya!

    Poligami telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan penyembah berhala pada masa Yesus: Dia tidak berkata sepatah kata pun yang menentangnya. Ini bukan salahnya. Orang-orang Yahudi tidak memberikan kedamaian kepadanya untuk mengemukakan pemecahan. Dia hanya menjerit sambil berkata, �Apabila Ia, Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.� (Injil -Yohanes 16: 13).

    Penghibur Adalah Seorang Pria. Jika kita bebas mengutip ramalan yang sedang kita diskusikan, dengan penekanan pada kata ganti, Anda akan setuju tanpa bujukan bahwa Penghibur yang akan datang adalah seorang pria dan bukan roh.

    �Howbeit when He, the Spirit of Truth, is come, He will guide you into all truth: for He shall not speak of Himself; but whatsoever He: shall hear, that shall He speak: and He will shoow you things to come. � (Injil – Yohanes 16: 13)

    Silahkan hitung jumlah He pada ayat di atas. Terdapat tujuh buah! Tujuh kata ganti pria dalam satu ayat. Tidak ada ayat lain dalam 66 kitab Injil Protestan or 73 kitab Injil Katholik dengan tujuh kata ganti pria, atau 7 kata ganti wanita, atau 7 jenis netral. Anda akan setuju bahwa begitu banyaknya kata ganti pria dalam satu ayat tidak sesuai untuk Roh, suci atau tidak!

    Ketika masalah 7 kata ganti pria dalam sebuah ayat pada Injil diperdebatkan oleh umat Islam di India pada saat berdebat dengan misionaris Kristen, Injil versi Urdu mempunyai kata ganti yang baru-baru ini diubah menjadi She, She, She! Jadi umat Islam tidak dapat menyatakan bahwa ramalan tersebut mengacu kepada Muhammad – seorang pria! Ketidakjujuran umat Kristen ini; Kecurangan yang saya (Ahmed Deedat) lihat sendiri dalam Injil Urdu. Ini adalah penipuan yang umum dilakukan oleh para misionaris, lebih khususnya dalam bahasa daerah. Tipu muslihat terakhir di mana saya (Ahmed Deedat) tersandung adalah dalam Injil Afrika, pada ayat yang didiskusikan juga; mereka telah mengubah kata �Trooster� (penghibur) menjadi �Voorspraak� (penengah), dan menambahkan rangkaian kata -�die Heilige Gees�- artinya Roh Kudus, rangkaian kata yang para sarjana Injil tidak pernah berani menambahkannya ke dalam bermacam-ragam versi Inggris. Tidak, Bahkan Jehovah�s Witnesses sekalipun. Inilah bagaimana orang-orang Kristen membuat kata-kata Tuhan!

    Wahai orang-orang kafir.Janganlah kalian menentang kebenaran yg nyata.Ingat dunia ini hanya sementara.Akherat jualah tempat kediaman yg abadi dan kekal selama-lamanya.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.

  61. ilham othmany Says:

    Agama yg dibawa oleh nabi Muhammad saw merupakan agama Islam yg berasal dari Allah yg lengkap terkandung hukum-hakam hidup bermasyarakat termasuklah hukum hakam yg memberikan keadilan kepada orang yg non muslim.Walaupun agama Islam difitnah oleh musuh-musuhnya namun sesiapa sahaja yg mempelajari Islam dengan hati yg jujur pasti mengakui bahawa Islamlah satu-satunya agama yg benar-benar memberikan hak yg samarata kepada semua manusia tanpa mengira agama warna kulit dan kedudukan.Berikut adalah hak-hak non muslim di bawah pemerintahan Islam.
    HAK-HAK NON-MUSLIM DI DALAM MASYARAKAT ISLAM
    1. HAK MENDAPAT PELINDUNGAN DARI PENCEROBOHAN
    Setiap manusia memerlukan kepada pelindungan agar denganya ia merasa aman
    dan selamat. Non- muslim dalam masyarakat Islam khususnya pemerintahan Islam
    menawarkan pelindungan kepada mereka dalam semua bentuk pencerobohan. Hak
    mereka untuk mendapat pelindungan ini tidak terbatas kepada pencerobohan di
    dalam negeri sahaja, malah pencerobohan luar negara pun diberi pelindungan
    kepada mereka. Dengan jaminan pelindungan ini, mereka adalah dilabel sebagai
    rakyat yang berhak mendapat sepenuh pelindungan dari pemerintah Islam.
    2. HAK MENDAPAT KEADILAN
    Di dalam pemerintahan Islam, keadilan adalah salah satu ciri yang dijaga dan
    dilaksanakan dengan telus dan sempurna. Pemerintah mesti berlaku adil kepada
    semua rakyatnya. Muslim atau tidak, semuanya sama. Allah berfirman di dalam surah
    Al-Maidah ayat 8:
    Yang bermaksud:
    “Wahai orang yang beriman, hendaklah kamu semua sentiasa menjadi orang yang
    menegakkan kebenaran kerana Allah menjadi saksi dengan adil dan jangan sekali-kali
    kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak
    melakukan keadilan. Hendaklah kamu berlaku adil kepada sesiapa jua kerana sikap
    adil itu lebih hampir kepada taqwa dan bertakqwalah kepada Allah. Sesungguhnya
    Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan”
    13
    3. HAK PELINDUNGAN TERHADAP DARAH DAN JASAD
    Ahluz zimmah atau masyarakat non-muslim di dalam pemerintahan masyarakat Islam
    terpelihara nyawa, darah dan tubuh badan mereka dari angkara-angkara yang tidak
    diingini. Islam memberi hak kepada mereka dan pemerintahan Islam melindungi hak
    tersebut dengan sebaik-baiknya. Rasul Allah SAW bersabda dalam hadisnya yang
    bermaksud:
    “Sesiapa yang membunuh seorang kafir ‘mua’ahad’, ia tidak akan dapat mencium
    bau syurga kerana bau syurga itu berada di tempat yang jauh, sejauh perjalanan 40
    tahun” (Riwayat Al-Bukhari)
    Kerana itu fuqaha’ (ahli fiqah) Islam seluruhnya bersetuju menyatakan bahawa
    membunuh seorang zimmi itu adalah salah satu daripada beberapa dosa besar,
    berdasarkan janji seksa yang disebut dalam hadis tadi.
    4. HAK PELINDUNGAN HARTA BENDA
    Harta benda non-muslim di dalam masyarakat Islam terjamin dan terpelihara. Ali bin
    Abi Talib R.A pernah berkata:
    “ sebab pun mereka membayar ‘jizyah’ adalah supaya harta benda mereka sama
    seperti harta kita”
    Pelindungan kepada non-muslim meliputi pelindungan terhadap harta benda (nonmuslim)
    dengan pelindungan terhadap nyawanya dan tubuh badannya. Ini telah
    disepakati oleh ulama’ Islam dari dahulu hingga sekarang.
    Abu Yusuf telah meriwayatkan dalam kitab Al-Kharaj :
    “Apa yang terdapat di dalam perjanjian Rasul Allah SAW dengan penduduk Najran
    adalah tanggung jawab Rasul Allah SAW mengawal harta benda mereka.”
    14
    5. PELINDUNGAN TERHADAP KEHORMATAN DIRI
    Kehormatan diri adalah perkara utama yang diberi pelindungan oleh syariat Islam
    kepada zimmi dan masyarakat Islam amat mematuhinya. Kerana itu tidak dibenarkan
    sesiapa membunuh,mencela mana-mana zimmi atau membuat tuduhan palsu yang
    mengaibkan mereka atau mencacinya. Al Qaraafi (Al-Maliki) pernah menulis di dalam
    kitabnya Al-Furuuq :
    “Sesungguhnya perjanjian zimmah itu memberikan kepada mereka beberapa hak
    yang diwajibkan ke atas kita kerana mereka adalah sebahagian daripada kita yang
    hidup bersama-sama kita.”
    Tercatat dalam kitab Addurrul Mukhtar, Mazhab Hanafi menyatakan:
    “Wajib dihalang sebarang tujuan untuk menyakiti seorang zimmi dan
    diharamkan mengumpati sama seperti melakukannya keatas orang Islam.”
    Abu Ubaidah berkata :
    “Kerana terlaksananya perjanjian zimmah itu, wajiblah diberikan kepadanya hak
    yang sama dengan hak yang kita perolehi apabila diharamkan mengumpat
    seorang muslim maka diharamkan juga mengumpat zimmi.
    6. HAK MEREKA KETIKA KURANG UPAYA
    Islam memberi jaminan kepada non-muslim yang tinggal di bawah naungan Islam,
    suatu kehidupan yang sesuai dengan keadaan mereka. Mereka bebas memiliki harta
    kekayaan dan boleh bekerja yang sesuai dengan kebolehan mereka tanpa diganggugugat.
    Apabila tiba saat ahluz zimmah ini kurang upaya dan tidak mampu menyara diri
    mereka dan keluarga mereka, maka Islam memberi bantuan yang sesuai dengan
    keadaan mereka. Penduduk Al-Hirah di Iraq telah membuat perjanjian dengan Khalid
    Bin Al-Walid, Khalid berkata kepada mereka:
    “Aku telah berjanji untuk mereka bahawa sesiapa sahaja orang dewasa yang
    lemah yang tidak dapat bekerja maka aku tidak akan mengambil jizyah
    daripada mereka dan mereka akan ditanggung oleh baitulmal”
    Hal sebegini telah berlaku lebih awal lagi pada zaman Khalifah Abu Bakar As-Siddiq
    dengan disaksikan oleh para sahabat. Pada zaman Khalifah Umar Al-Khattab pula,
    beliau pernah suatu ketika terserempak dengan seorang Yahudi tua meminta
    sedekah. Umar kemudian membawanya ke Baitulmal untuk mendapatkan bantuan.
    15
    7. HAK KEBEBASAN BERAGAMA
    Kebebasan beragama orang-orang zimmi dijamin oleh Islam. Mereka tidak akan
    dipaksa memeluk sebarang agama. Ini jelas daripada ayat Allah dalam surah Al-
    Baqarah ayat 256:
     “Tidak ada paksaan untuk menganut Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang
    benar daripada yang salah.”
    Dan Firman Allah lagi dalam surah Yunus ,99:
    “Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang yang
    beriman”
    Dalam sejarah, belum pernah ditemui suatu bangsa yang menganut Islam yang cuba
    memaksa ahli zimmah memeluk agama Islam. Tidak seperti bangsa-bangsa lain yang
    bukan beragama Islam telah pernah memaksa orang ramai memeluk agama mereka
    dengan kekerasan.
    Demikian juga dengan tempat-tempat ibadat. Umat Islam memberi pelindungan
    kepada tempat-tempat itu dengan sebaik mungkin.
    Umar Al-Khattab ketika membuat perjanjian dengan penduduk Al-Quds, ada
    ditekankan dan disebut kebebasan beragama, kesucian tempat-tempat ibadat dan
    upacara-upacara ibadat mereka.
    Dalam Perjanjian Khalid Ibn Walid dengan penduduknya ‘Anat’ ada disebut :
    “Mereka berhak membunyikan loceng-loceng gereja pada mana-mana tempat yang
    mereka suka. Dan mereka berhak membawa lambang-lambang agama mereka
    pada hari-hari perayaan mereka”
    Meskipun demikian, non-muslim mestilah pula menjaga perasaan orang-orang Islam
    dan kesucian agama Islam. Janganlah hendaknya dilakukan sesuatu yang boleh
    menjejas hubungan antara agama dan masyarakat. Mesti ada tolak ansur dan
    timbang rasa yang boleh menjana keharmonian masyarakat majmuk.
    16
    8. HAK KEBEBASAN MENCARI KEKAYAAN
    Islam memberi hak kepada bukan Islam sama seperti orang Islam pada umumnya
    untuk berusaha mencari kekayaan yang dibenarkan oleh undang-undang negara.
    Namun demikian non-muslim tidak seharusnya menjual barangan yang diharamkan ke
    atas umat Islam seperti babi, arak dan sebagainya kepada orang Islam.
    Ahli zimmah sebenarnya dapat menikmati kebebasan menjalankan perniagaan
    pertukangan dan segala macam pekerjaan yang dibenarkan oleh undang-undang
    negara. Inilah yang telah dilakukan dalam mana-mana masyarakat Islam di seluruh
    dunia. Malah kadang-kadang non-muslim lebih menguasai bidang-bidang perniagaan
    ini berbanding dengan orang Islam sendiri.
    Kata seorang sarjana barat , Adam Mitz:
    “Tidak ada sesuatu di dalam Islam menutup mana-mana pintu pekerjaan di
    hadapan ahli zimmah malahan kedudukan mereka cukup kemas di dalam
    beberapa jenis perniagaan dan pertukangan yang memberi untung besar.
    Merekalah cashier kewangan, peniaga, tukang mas dan tabib (doktor). Bahkan
    mereka telah menyusun pengkhususan mereka, sehingga kebanyakan yang
    berjaya terdiri daripada kalangan ahli zimmah”
    9. HAK MENJAWAT JAWATAN KERAJAAN
    Pada umumnya apa yang boleh dipegang sesuatu jawatan kerajaan oleh orang
    Islam, non-muslim juga boleh menjawatnya, kecuali dalam jawatan yang bersangkut
    dengan keagaaman yang memerlukan kepada kepakaran khusus di dalam Islam
    seperti jawatan ketua negara, ketua kerajaan , ketua tentera, ketua hakim dan
    sebagainya. Jawatan-jawatan itu amat memerlukan kepada bukan sahaja
    kefahaman dan kealiman, akan tetapi memerlukan kepada aqidah (iman) yang
    dengannya mereka membuat keputusan yang tidak boleh bercanggah tentang
    aqidah dan syariat.
    Adapun jawatan lain boleh dipertimbangkan bergantung kepada kesesuaian dan
    organisasi. Namun demikian ada pengecualian iaitu golongan yang didapati
    menyimpan hasad dengki terhadap orang Islam dan ada kecenderungan untuk
    melakukan sesuatu yang tidak baik kepada negara dan umatnya. Mereka tidak boleh
    diambil untuk memegang jawatan. Ini ditekankan oleh Allah dalam ayat-Nya dalam
    surah Ali Imran : 118
    17
    “ wahai orang yang beriman, jangan kamu ambil jadi teman kepercayaan orang yang
    diluar golonganmu kerana mereka tidak henti-henti menimbulkan kemudharatan
    bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian
    daripada mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih
    celaka. Sesungguhnya telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat kami, jika kamu
    memahaminya”
    MEMAHAMI HUKUM UNDANG-UNDANG ISLAM
    Di antara kewajipan ahli zimmah ialah mereka hendaklah memahami hukum-hukum
    Islam yang asas. Lebih-lebih lagi hukum-hukum Islam yang mesti dipatuhi dan
    dilaksanakan ke atas orang-orang Islam sahaja. Kerana dengan berlangsungnya
    perjanjian zimmah, mereka mudah memiliki kerakyatan negara Islam yang semestinya
    mereka terikut dengan undang-undang Islam yang tidak menyentuh agama mereka.
    Mereka tidak akan dimestikan menanggung sebarang bebanan keagamaan undangundang
    Islam. Seumpama zakat contohnya. Orang Islam dalam konteks Malaysia
    sekarang ini dikenakan dua kewajipan : pertama ialah Zakat dan kedua ialah Cukai
    pendapatan sedangkan non-muslim di Malaysia tidak dikenakan zakat, cuma cukai
    sahaja.
    Dalam perkara yang berhubung dengan undang-undang keluarga pula, non-muslim
    tidak dilarang untuk melaksanakan undang-undang keluarga sesama mereka,
    meskipun ada yang mungkin berlawanan dengan hukum Islam. Mereka bebas
    mengamalkannya tanpa diganggu-gugat. Akan tetapi jika berlaku non-muslim hendak
    berkahwin dengan Muslim maka hendaklah dihormati dan diikuti undang-undang
    Islam.
    Seandainya non-muslim dengan sukarela meminta untuk Islam melaksanakan hukum
    Islam ke atas mereka, maka laksanakanlah seperti yang Allah berfirman dalam surah
    Al-Maidah: 49

    “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa
    yang telah diturunkan oleh Allah dan janganlah kamu mengikut hawa nafsu
    mereka”
    18
    Setengah fuqaha’ berpendapat kita ada pilihan sama ada hendak mengikut Islam
    atau menolak sahaja dengan baik tanpa memutuskan apa-apa. Inilah firman Allah di
    dalam surah Al-Maidah:42
    “jika mereka (non-muslim) datang kepadamu untuk meminta sesuatu hukuman
    (keputusan) maka putuskan lah perkara itu di antara mereka atau berpaling
    (tidak memutuskannya) jika kamu berpaling daripada mereka, maka mereka
    tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikit pun. Dan jika kamu
    memutuskan perkara, maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah
    menyukai orang yang adil”
    TOLERANSI
    Dalam masyarakat majmuk, toleransi yang bermaksud menghormati pendapat dan
    pegangan orang lain yang berbeza dengan kita, amat penting dijaga dan dihayati
    dengan sebaik-baiknya, kerana ianya merupakan suatu jaminan untuk kehidupan
    bermasyarakat dan bernegara. Umat Islam terikat dengan ajaran agamanya yang
    menyuruh mereka bersikap bertolak ansur dan menghayati toleransi dengan sebaikbaiknya.
    Semangat toleransi perlu disuburkan, baik dalam pergaulan seharian mahupun dalam
    penghidupan kejiranan dan kenegaraan, bagi memastikan penghayatan terus
    dipupuk dan perpecahan dapat dibendung. Masing-masing saling faham memahami
    di antara kelompok masyarakat yang hidup bersama-sama di dalam sebuah negara,
    bertolak ansur dan tolong menolong dalam semangat toleransi.
    Dalam Al-Quran terdapat ayat yang mempromosikan toleransi. Ayat dalam surah
    Luqman :15 yang bermaksud:
    “dan bergaullah dengan kedua ibu bapa (yang masih kafir) di dunia ini dengan baik
    (maaruf)”
    Ayat ini merujuk kepada suatu keluarga yang salah seorang anggota keluarga itu
    memeluk Islam dan ibu bapa tersebut cuba menarik anaknya kembali kepada agama
    19
    lama, akan tetapi anak tersebut cekal berpegang dengan agama barunya (Islam).
    Pada saat seperti itu Allah memerintahkan anak tersebut supaya jangan memutuskan
    hubungan dengan dua ibu bapanya malah bersahabatlah dan berkawanlah dengan
    mereka dengan cara yang sebaik-baiknya.
    Malah Al-Quraanul Karim menyebut lebih dari itu lagi perihal toleransi ini dengan surah
    Al-Mumtahanah : 8
    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap
    orang yang tidak memerangi kerana agama dan tidak pula mengusir kamu dari
    negaramu. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berlaku adil”
    Muhammad Bin Al-Hassan telah meriwayatkan bahawa Rasul Allah S.A.W telah
    mengirim bantuan kebendaan kepada penduduk Makkah sewaktu mereka ditimpa
    kemarau untuk dibahagi-bahagikan kepada orang-orang kafir yang memerlukannya.
    Hal sebegini tetap dilakukan oleh Rasul Allah SAW, sedangkan masyarakat kafir
    Makkah telah menzalimi mereka sebelum berhijrah, hatta hendak membunuh
    Muhammad. Namun demikian kerana semangat toleransi, Nabi Muhammad S.A.W
    telah melakukan yang terbaik sebagai contoh ikutan.
    Saidina Umar Al-Khattab telah ditikam oleh seorang ahli zimmah pada saat-saat akhir
    hayatnya dari tikaman Abu Lu’lu’ah Al-Majusi itu, beliau sempat berpesan dengan
    katanya:
    “Aku berpesan kepada pemerintah selepas aku nanti hendaklah berlaku adil
    dan berbuat baik kepada ahli zimmah. Janji-janji dengan mereka hendaklah
    ditunaikan dan janganlah dibebankan ke atas mereka sesuatu yang di luar
    kemampuan mereka”
    Abdullah Bin Umar telah berpesan kepada hambanya supaya memberi daging yang
    terbaik kepada jirannya seorang Yahudi. Pesanan itu diulang beberapa kali bagi
    memastikan ianya berlaku. Apabila ditanya mengapa beliau begitu mengambil berat
    hal sedemikian, beliau menjawab bahawa Rasul Allah SAW pernah bersabda yang
    bermaksud :
    “Malaikat Jibrail sering mengingatkan aku tentang hak-hak jiran sehingga aku
    menyangka bahawa jiran boleh mewarisinya“
    20
    PENUTUP
    Islam adalah sejahtera, selamat dan aman. Dasar-dasarnya sesuai untuk
    sesame Islam mahupun sesama non-muslim. Contoh jelas adalah hak-hak yang
    diberikan oleh Islam kepada non-muslim seperti yang dibincangkan tadi. Ia boleh
    dilihat dalam mana-mana pemerintahan Islam dari zaman dahulu hingga sekarang –
    tidak berlaku kezaliman atau penindasan kerana berlainan agama. Al-Quranul Karim
    dalam surah Al-Maidah:8 ada menyebut:

    yang bermaksud:
    “Dan janganlah sekali-kali kerana kebencian kamu terhadap sesuatu kaum
    membawa kamu tidak berlaku adil. Berlaku adillah (kepada semua orang)
    kerana adil itu lebih dekat kepada taqwa”
    Dalam dunia Islam, akan dapat dilihat amalan beragama dengan penuh semangat
    toleransi, masjid terpelihara dengan baik, rumah-rumah ibadat agama lain bertapak
    hebat yang kadang-kadang bersebelahan dengan penuh harmonis.
    Suara azan didengarkan tanpa bantahan dan suara loceng di rumah ibadat nonmuslim
    dibunyikan dengan bebas tanpa bantahan.
    Setiap agama mempunyai nilai-nilai pokok yang tersendiri dan keistimewaan yang
    khusus yang masing-masing perlu menjaganya. Untuk itu, maka perlu kepada
    semangat toleransi. Oleh itu tidaklah harus diabaikan hal-hal demikian bagi
    mewujudkan suatu suasana yang benar-benar harmoni.
    Wallahu a’lam
    Kertas kerja ini adalah merujuk kepada idea-idea pokok daripada buku Dr. Yusuf Al-
    Qardhawi edisi Bahasa Malaysia oleh Prof.Madya Doktor Mat Saad Abdul Rahman,
    berjudul ‘Kedudukan Non-Muslim Dalam Masyarakat Islam’.
    Haron Din,
    Bandar Baru Bangi
    Selangor.
    18 Jamaadil Akhir 1431
    1 Jun 2010
    Wahai saudara-saudaraku non muslim sekelian.Belum jelaskah kepada kalian kebenaran agama Islam yg dibawa oleh nabi Muhammad bahawa ia berasal dari Allah?Carilah di dalam agama lain ayat-ayat Tuhan kalian yg memerintahkan supaya berlaku adil kepada yg bukan seagama.Pasti tidak akan bertemu.Berimanlah kalian semua.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu pesuruh Allah pasti kalian berjaya.Ingatlah dunia ini hanya sementara.Akherat jualah tempat kediaman yg kekal abadi selama-lamanya.Berimanlah sebelum terlambat.

  62. ilham othmany Says:

    MUHAMMAD RASULULLAH

    Masjid Madinah pada jaman awal Islam senantiasa ramai dan penuh sesak dikunjungi oleh kaum Muslimin (sahabat-sahabat Nabi Saw). Terutama sekali sesudah shalat malam, dimana Nabi Muhammad Saw biasa memberikan berbagai macam pelajaran tentang ibadah, tentang politik, tentang ekonomi dan tentang hal-hal lainnya yang berguna bagi kemaslahatan manusia (baca: umatnya).

    Tapi tatkala duduk didalam masjid itu, tidaklah kelihatan perbedaan antara Nabi dan para sahabatnya. Ia duduk seperti orang lain duduk, ia berpakaian sebagaimana sahabat-sahabatnya berpakaian, tempat duduk beliau tidak ditinggikan dan permadani yang menjadi alas duduknya tidak diistimewakan. Siapa saja berhak dan boleh duduk didekatnya.

    Ketika ia berbicara, maka kelihatanlah wajahnya yang senantiasa
    berseri-seri, suaranya tidak keras dan tidak terlalu pelan, tetapi lemah
    lembut, sedap didengar dan mudah dipahami. Ia berbicara bukan saja melalui mulutnya, tetapi juga dengan sepenuh hatinya, sehingga setiap
    kata yang diucapkan beliau, bukan saja kuping yang mendengar tetapi juga meresap jauh kerelung hati. Maka pada waktu itu pula ia menjawab
    bermacam-macam pertanyaan yang diajukan umatnya.

    Dan pernah ketika itu mesjid Madinah telah ramai lebih dahulu, sementara Nabi belum datang. Maka sewaktu ia muncul dipintu masjid,
    berdirilah para sahabatnya untuk menghormati kedatangannya dan ingin
    mengiringinya. Tetapi dilarangnya mereka berdiri dan Rasulullah berkata:

    ‘Jangan kamu berdiri, aku bukanlah seorang raja, aku juga makan dan minum seperti kalian, aku hanyalah hamba Allah !’

    Maka hadir kemasjid waktu itu, bukan saja menjadi kesukaan kaum muslimin dengan tujuan untuk mengerjakan ibadah shalat kepada Allah, akan tetapi juga kerinduan mereka ingin melihat wajah Nabinya yang selalu diliputi senyuman, memancarkan kasih sayang yang dalam dan kebaktian kepada Tuhan.

    Jika ada diantara umatnya itu yang ingin membesarkan dirinya dan
    memuji-mujinya secara berlebihan, maka disebutkannyalah bahwa
    sahabat-sahabatnya juga lebih pantas menerima sanjungan itu.
    Disebutnya kesetiaan Abu Bakar, diterangkannya keberanian Umar Bin
    Khatab, dilukiskannya kelembutan hati dan kefasihan lidah Usman Bin Affan membaca Qur’an, kecerdasan dan kepintaran Ali Bin Abu Thalib, kedermawanan Siti Khadijah, ketabahan Bilal Bin Rabbah, ketaatan Abdullah Bin Mas’ud, keteguhan hati Ammar Bin Yasir dan sebagainya.

    Jika ada pula umatnya yang memuji-muji keberanian beliau, maka dialihkannya perhatian umatnya itu kepada keberanian Hamzah Bin Abdul Muthalib, Khalid Bin Walid dan pahlawan-pahlawan Islam lainnya.

    Kemudian bila ada orang yang berani melebihkan kedudukannya melebihi para Nabi dan Rasul terdahulu, maka Nabi Muhammad Saw lantas menegaskan : bahwa semua Nabi dan Rasul Tuhan itu adalah sama saja dihadapan Allah, lalu diceritakannya keteguhan hati Nabi Isa, ketekunan Nabi Yahya, Keimanan Nabi Zakaria, keteguhan Nabi Yusuf, kebesaran Nabi Sulaiman, ketabahan Nabi Ayub dan lain-lainnya.

    “Sesungguhnya Kami telah mamberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS. 4:163)

    “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya dan tidak
    membedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 4:152)

    “Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’kub dan anak cucunya, dan apa yang telah diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan-nya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS. 2:136)

    Maka dari cerita-cerita yang disampaikan itu jelaslah bahwa ia sangat
    memuliakan semua Nabi dan Rasul, dan dirinya sendiri dinamakannya hanya sebagai penerus dari tugas para Rasul terdahulu.

    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. 33:40)

    “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu
    sebelumnya beberapa orang rasul.” (QS. 3:144)

    Beliau besar tetapi tidak mau membesarkan diri. Ia agung tetapi tetap
    rendah hati. DAn pada waktu ada umatnya yang ingin mencium tangannya, maka ia sendiri menarik tangannya penuh kelembutan.

    Ditanyakannya perihal keadaan sahabatnya dan diberikannya pertolongan kepada mereka, dan kadang-kadang karena memberikan pertolongan kepada orang lain, beliau sendiri lupa akan dirinya. Digembirakan hati umatnya kepada kebajikan, dilarangnya siapa saja berbuat kejahatan dan kalau ada orang membuat kebohongan, maka wajahnya akan memerah tanda ia tidak suka.

    pada suatu hari, ada seorang tua yang suka membersihkan masjid, tidak kelihatan hadir didalam masjid, Nabi lantas bertanya kepada
    sahabat-sahabatnya : kemana orang tua itu, apakah ia sakit atau berhalangan. Seorang dari sahabatnya menerangkan bahwa : orang tua tersebut tidak ada lagi, telah meninggal dunia serta telah dikebumikan pula dengan baik.

    Mendengar keterangan itu, Nabi Muhammad Saw kelihatan kaget sekali dan ia menanyakan : kenapa hal itu tidak diberitahukan kepadanya. Orang banyak menjawab bahwa : Rasulullah sudah terlalu sibuk dan kematian seorang tua biasa rasanya tidak perlu diketahuinya.

    Jawaban itu amat tidak memuaskan bagi Nabi, kelihatan wajahnya berubah karena kesal dan karena sedih, dan ia menyatakan akan segera berziarah kekubur orang tua itu.

    “Kuburnya jauh sekali, ya Rasulullah !” Ujar seorang sahabat.
    Dan Nabi tetap akan menziarahinya. Diperingatkannya kepada para sahabatnya, bahwa semua manusia itu adalah sama kedudukannya, dan siapa yang bertakwa itulah yang lebih pantas mendapat kemuliaan dihadapan Allah.

    “Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. 2:197)

    “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. 49:13)

    Dan keesokan harinya, ia pergi berziarah, jauh diluar kota, padahal panas sangat teriknya. Sekembali dari ziarah itu, kelihatanlah bajunya yang basah oleh keringat dan berdebu, namun wajahnya tetap berseri-seri, mencerminkan kepuasan batinnya akan apa yang telah beliau lakukan.

    Sungguh amat besar perhatiannya kepada semua orang, dan lebih-lebih kepada orang-orang yang hidupnya selalu diliputi kemiskinan. Pada suatu hari raya, ia sangat bergembira, namun ketika dipinggir jalan dilihatnya seorang anak piatu menangis berhiba hati, maka wajah beliaupun ikut bermuram durja.

    Diangkatnya wajah anak itu dengan tangannya, dibujuknya hatinya yang sedih dan ditawarkannya : Apakah anak itu senang menjadikan dirinya sebagai ayahnya dan Aisyah sebagai ibunya?. Kemudian dibawanya anak itu kerumahnya dan barulah wajah beliau cerah kembali setelah anak tersebut ikut bergembira menikmati hari raya yang mulia.

    Kalau ada temannya yang sakit, maka ia segera berkunjung dan tidak
    ditunggunya sampai temannya itu mengalami sakit yang parah.

    Berkata Abu Hurairah : ‘Aku telah dikunjungi oleh Rasulullah, padahal aku cuma sakit mata sedikit saja.’

    Kadang-kadang berkelakarlah ia dengan para sahabatnya itu, berkelakar
    secara sopan, tetapi sangat menggembirakan hati.

    Sekali dilihatnya seorang sahabat memakan korma, padahal sahabat itu sedang sakit sebelah matanya. Maka dengan nada kaget Nabi bertanya : ‘Hai, bagaimana caranya memakan korma itu padahal matamu sakit sebelah?’

    Sahabat itu rupanya mengerti akan kelakar Nabi, lalu ia menjawab sambil tersenyum : ‘Korma ini kumakan dengan mataku yang sebelah lagi, ya Rasulullah !’ Mendengar itu Rasulullah tersenyum.

    Pada suatu hari yang lain, beliau melihat salah seorang sahabatnya naik kuda, lalu dengan bernada heran, Nabi bertanya : ‘Hai, kenapa anda menaiki anak kuda itu ?’
    ‘Ini bukan anak kuda, ya Rasulullah ! Ini adalah induk kuda !’ jawab orang tersebut sambil melompat turun dari kudanya.
    Nabi menjelaskan : ‘Tiap induk kuda adalah anak kuda juga !’, maka
    laki-laki itu tersenyum dan Rasulullah ikut tersenyum pula.

    Dihari lain pula, seorang tua menanyakan kepadanya : ‘Apakah ia bisa masuk sorga dengan segala ibadah yang dikerjakannya ?’ Nabi rupanya ingin berkelakar, lalu beliau menjawab : ‘Didalam sorga tidak ada orang tua !’

    Mendengar jawaban pendek dari Nabi itu, maka orang tua tadi hampir saja menangis dan menghempas-hempaskan kakinya. Tetapi Nabi cepat melanjutkan : ‘Dalam sorga memang tidak ada orang tua, sebab semua orang akan menjadi muda kembali di sorga.’

    Orang tua itupun tertawa terbahak-bahak mendengar kelakar Nabi dan Nabi-pun tersenyum bahagia.

    Maka siapakah gerangan yang tidak akan senang dengan Nabi sebaik itu, siapakah orangnya yang akan merasa kerasan tinggal dirumahnya sendiri pada waktu shalat dan malam hari, dimana dimesjid, Nabi sedang memberikan bermacam-macam tuntunan hidup.

    Ia sangat hormat kepada orang-orang yang lebih tua dan sangat pandai
    bergaul dengan teman-teman sebayanya, beliau juga sangat kasih kepada anak-anak serta sangat hormat kepada wanita.

    “Sepuluh tahun aku tinggal dirumahnya dan membantu urusan rumah tangganya” kata Anas Bin Malik, “Namun tidak pernah kudengar ia mengomel. Tak pernah ia mengucapkan : ‘Ini kenapa begini ? atau Itu kenapa begitu ?”

    Kata Aisyah, Istrinya : “Ia tidak pernah memukul anak-anak, ia tidak
    pernah juga memukul pembantunya dan iapun tidak pernah memukul wanita !”

    Bila ada orang-orang yang berhajat menemuinya, maka ialah yang lebih dulu menganggukkan kepala atau mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Tidak ditariknya tangannya dari berjabat tangan sebelum orang lain menarik duluan, dan jika ada diantara para sahabat yang berjabat tangan dengan ujung jarinya saja, maka ditariknya tangan sahabat itu, dan ia berkata sambil senyum : ‘Jangan terlalu pelit.’

    Dihormatinya semua orang, bahkan orang-orang yang sangat membencinyapun dihormatinya juga. Dikota Madinah, tidak ada orang sejahat Abdullah Bin Ubay, kepala kaum munafik yang selalu menyebarkan fitnah dan kekacauan.

    Tetapi sewaktu Abdullah Bin Ubay wafat dan anaknya sendiri datang menemui Nabi dan memberitakan kematiannya, maka kelihatan benar rasa haru pada wajah yang mulia itu.

    “Ayahku berwasiat supaya baju anda dapat dipakai untuk menyelimuti
    jenasahnya !” Kata anak Abdullah Bin Ubay secara tidak sopan. Tetapi Nabi tidak marah, Nabi lantas menyalin bajunya dan memberikan bajunya waktu itu juga.

    Sekali waktu ketika Nabi Muhammad Saw sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, lewatlah sebuah rombongan mengusung jenasah, lalu Nabi berdiri : menghormati jenasah itu.

    Setelah lewat rombongan itu, maka para sahabat memberitahukan bahwa jenasah itu adalah jenasah orang Yahudi. Tetapi Nabi menjawab : “Aku tahu itu adalah jenasah Yahudi, tetapi bila manusia sudah wafat, maka keadaannya sama saja.”

    Aisyah berkata : “Tidak ada seorangpun daripada Rasulullah Saw !”
    Jair Bin Abdullah : “Kapan saja aku menemui Rasulullah, selalu kulihat
    beliau tersenyum.”

    Pernah Rasulullah memangku seorang anak bayi keluarga miskin, dan ibu dari anak tersebut terkejut ketika bayinya kencing diatas pangkuan Nabi. Tetapi Nabi hanya tersenyum dan ibu sianak disuruhnya bersenang hati.

    Sebagai seorang suami, Nabi Muhammad Saw terkenal sebagai suami yang tidak pernah menurunkan tangan kasar maupun kata-kata keras kepada istri-istrinya. Suatu malam, terlambatlah beliau pulang dari masjid kerumahnya dan setelah pintu diketuknya berulang-ulang, Siti Aisyah tidak juga terbangun dan membuka pintu.

    Maka tidurlah ia diberanda rumahnya sampai pagi, dijadikannya serbannya sebagai alas tidur dan dijadikannya lengannya sebagai bantal.

    Ketika subuh, Siti Aisyah kaget melihatnya dan ia bertanya kenapa
    Rasulullah tidak membangunkannya. Nabi menerangkan bahwa ia telah mengetuk pintu berulang-ulang, tetapi rupanya Aisyah tidur nyeyak sekali.

    “Kenapa tidak engkau ketuk pintu sedikit keras, biar saya terbangun wahai Rasulullah ?” Tanya Aisyah.

    Nabi menjawab dengan tersenyum : “Sedangkan Tuhan yang amat berkuasa atas segala hamba-Nya lagi tidak mengizinkan engkau terbangun, maka saya yang hanyalah seorang hamba Allah terlebih lagi tidak memiliki hak untuk membangunkanmu, hai Umairah.”

    Siti Aisyah kemudian meminta maaf kepada Nabi, tetapi Rasulullah tidak merasa bahwa istrinya itu bersalah, semuanya telah diatur oleh Allah.

    Kadang-kadang beliau pulang kerumahnya, dan tidak ada makanan yang tersedia. “Belum ada makanan yang saya masak ya Rasulullah, yang ada hanya makanan yang masih mentah.” Kata Aisyah.

    Maka Nabipun tersenyum lalu ia pergi kedapur dan memasaknya sendiri dan setelah siap, makanlah mereka semuanya bersama-sama.

    Nasihat serta saran yang diterimanya dari siapapun akan beliau terima jika memang hal itu bagus. Hal ini terlihat ketika peristiwa perang khandak, beliau menerima masukan dari sahabatnya, Salman Al-Parisy untuk membuat parit pertahanan sekitar kota Madinah.

    Setelah mengadakan pertimbangan dan musyawarah bersama para sahabat yang lain, akhirnya usulan dari Salman Al-Parisi tersebut diterima. Maka bekerjalah mereka semua, termasuk Nabi sendiri untuk menggali parit pertahanan (khandak).

    Ketika kota Mekkah berhasil ditundukkannya dan para sahabatnya memasuki kota Mekkah, maka Nabi memperlahankan jalan ontanya. Orang lain bersorak sorai karena kegembiraan, tetapi beliau sendiri menundukkan kepalanya kebumi dan matanya kelihatan basah menahan tangis. Menangis ia karena bersyukur dan pada waktu kemenangan tersebut, beliau berdoa memohon ampun kepada Allah.

    Ia nyaris tidak pernah berbuat kesalahan hatinya pun suci dan hidupnya penuh pula diliputi kesucian. Namun meski demikian, ia selalu berdoa agar dosa-dosanya dan dosa-dosa umatnya diampuni oleh Allah, dan ia selalu membaca istighfar siang dan malam.

    Menurut sebuah riwayat, ia membaca istighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali, adapula yang meriwayatkannya 200 kali.

    Dan shalat malam (Tahajud) dikerjakannya setiap malam. Meskipun tidak jarang pada waktu itu keadaan tubuhnya begitu lelah dan penat, namun tiadalah Nabi merasa sungkan untuk beribadah kepada Allah.

    Bilal Bin Rabah telah menyaksikan betapa Rasulullah itu tetap juga
    mengerjakan shalat malam tatkala dalam perjalanan. Bertanya Bilal : “Engkau shalat lagi ya Rasulullah ! Bukankah dosamu tidak ada dan engkau telah dijamin Allah masuk sorga ?”

    Nabi menjawab : “Tidakkah engkau bergembira ya Bilal, bila aku beribadah kepada Tuhanku ?”

    Namun sungguh bagi pemikiran yang sederhana,..akan sulitlah mengerti. Dan ketidakmengertian ini tidak bisa dipaksakan mengerti hanya oleh sebuah dekrit “ini perintah Allah” lalu titik.

    Bukankah kita dituntut mengajarkan dengan cara hikmah ?

    Cobalah berpikir, tidak usahlah orang Islam sendiri yang mengakui kerasulan Muhammad, orang lain yang begitu mengerti sosok pribadi Muhammad pasti akan bisa mencintai dan mempercayai beliau. Jika anda tak mampu memahami hingga begitu dalam, lihatlah sosok-sosok pribadi para manusia yang mencintai beliau, hingga sekarang.

    Seseorang yang berpribadi baik, sungguh tak masuk akal jika dia mengikuti sosok pribadi yang tidak jauh lebih baik dari dirinya.

    Kemudian jika sebaliknya, seseorang yang ingin berkarakter sempurna
    sebagaimana Nabi mencontohkannya, tentulah mustahil dicapai tanpa dia mencintai Nabi dan setia kepada beliau.

    Kalau setia dan cinta saja tidak,…..lalu bagaimana mencapainya ?

    Ingatlah suatu riwayat seorang pemuda yang berkeinginan untuk bertobat dari maksiat akan tetapi sangat berat meninggalkannya, dari Nabi hanya mintai janji,” ..akan tetapi kamu tidak boleh bohong padaku !” Hanya tidak boleh bohong pada Nabi, dan pemuda ini begitu mematuhinya, dia bisa lepas dari kemaksiatan. Karena setiap dia melakukannya, merasa malu kepada beliau, dan jika dia melakukannya dan membohongi Nabi dia berarti melanggar janjinya.

    Bagi sesama hamba Allah yang beriman, jika dia mencintai sesuatu, buah dari rasa cinta itu tumbuhlah ridho. Tentang ridho ini sungguh adalah hasil dari sebuah hubungan yang sangat spesial. Hingga suatu kali seorang hamba di akhirat kelak masih merasa berkekurangan dengan ditempatkannya di syurga, dipanggillah dia oleh Allah, dan dia ditanya mengapa demikian.

    ” Karena yang aku mau sebenarnya adalah ridlo-Mu Ya Allah !”

    Manusiawi, kalau perlu saya katakan sangat alami, jika seseorang mencintai orang lain, pasti selalu berupaya untuk menyenangkan orang lain yang dicintainya itu.

    Apakah bisa seorang muslim mencintai dan meridhoi seseorang hingga dia bisa menahan doanya untuk orang yang dicintainya itu ?

    Sudahkah anda tahu sekarang bahwa mencintai Nabi adalah kesempurnaan anda dalam beriman ? Jika sudah, masihkah anda ‘kelu’ untuk menyampaikan salam kepada beliau ?
    Wahai orang-orang kafir ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kamu berjaya.

  63. ilham othmany Says:

    Selamat Datang ya Nabi Salam,
    The Faithful

    Muhammad Al-Amin sang Paraclete, dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi’ul awal tahun gajah atau bertepatan dengan tahun 570 Masehi.

    Terlahir dari Ibu bernama Siti Aminah Binti Wahab dan ayahnya Abdullah Bin Abdul Muthalib, keturunan Bani Ismail, putra Nabi besar Ibrahim as yang dijanjikan oleh Allah, dan sekaligus merupakan kakak dari Nabi Ishak, putra Nabi Ibrahim dari Siti Sarah yang menurunkan Nabi-nabi besar untuk umat Israel.

    Sang ayah, Abdullah, meninggal di Yastrib dalam perjalanan berdagangnya, jauh hari sebelum Muhammad dilahirkan.

    Ketika beliau masih bayi, selain menyusu kepada ibu kandungnya, Muhammad juga pernah disusui oleh Tsuwaibah Al Aslamyah dari Bani Aslam yang juga budak dari Abu Lahab, bersama-sama dengan Hamzah bin Abdul Muthalib pamannya yang sebaya usianya dengan Muhammad, dan selanjutnya menyusu kepada Halimah Al-Sa’diyah, dari Bani Sa’ad yang terletak antara Mekkah dan Thaif yang bersuamikan Abu Zuaib.

    Sejak dari kandungan ibunya, hingga ia lahir, Muhammad sudah menunjukkan berbagai mukjizatnya sebagai tanda-tanda kenabiannya kelak dikemudian hari.

    Setelah masa penyusuannya usai, Muhammad kembali kepelukan ibunya, Siti Aminah.
    Setahun kemudian, Muhammad kecil beserta ibunya dan seorang inang pengasuhnya bernama Ummu Aiman melakukan ziarah kemakam Abdullah, ayah Muhammad dan suami Aminah di Yastrib.

    Selama satu bulan mereka tinggal di Yastrib dengan menumpang dirumah keluarga mereka dari Bani Najjar.

    Dalam perjalanan pulang kembali kekota Mekkah, tepat disebuah desa bernama Abwaa’, Aminah jatuh sakit dan wafat disana, waktu itu usia Muhammad sudah 6 tahun.
    Karena jaraknya kekota Mekkah masih cukup jauh, akhirnya jenazah Aminah dikuburkan didesa Abwaa’ tersebut dan Muhammad beserta inangnya, Ummu Aiman kembali kekota Mekkah berdua.

    Abdullah telah pergi, Aminah pun telah pula pergi setelah keduanya melakukan kewajiban yang diamanatkan kepada keduanya. Anak yang mulia itu kini menjadi yatim piatu seperti kehendak Allah, kehilangan ibu sebagaimana ia telah lebih dulu kehilangan ayah, tidak ada lagi yang akan menolongnya dalam segenap hal selain daripada Allah yang sudah mentakdirkan sekalian takdir.

    Tuhan memanggil kedua orang tuanya, dan Tuhan juga yang menanggung akan memlihara anak yang mulia itu selain daripada inang pengasuhnya Ummu Aiman, yang sekarang berfungsi sebagai ibu baginya dan juga kelak dikemudian harinya sebagai saksi hidup mengenai apa dan siapa sesungguhnya sosok Muhammad itu.

    Dialah yang memelihara Muhammad dalam perjalanan tersebut, mengurusi makan dan tidurnya, menjaganya dari semua mara bahaya, hingga akhirnya tiba dikota Mekkah dan diserahkan pada Abdul Muthalib, kakeknya.

    Dua tahun setelah Muhammad diasuh oleh kakeknya, akhirnya pada usia 80 tahun, Abdul Muthalib kembali kerahmatullah, wafat dengan tenang setelah dia menyerahkan pengurusan Muhammad kepada putra tertuanya Abu Thalib yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai penguasa tertinggi dikota Mekkah saat itu.

    Meski demikian, kehidupan keluarga Abu Thalib sendiri sangatlah serba kekurangan, dia menghidupi keluarganya dengan jalan berdagang.

    Sejak itulah, Muhammad mulai belajar berdagang dan membantu pamannya didalam menjalankan roda kehidupan.

    Kejujurannya, keterjauhannya dari semua yang bersifat keberhalaan, kedisiplinannya, ketangkasannya serta keuletan kerjanya membuat ia digelari orang dengan nama Al-Amin yang berarti orang yang jujur atau terpercaya, meski saat itu ia masih kecil.

    Pada usianya yang ke-12 tahun, Muhammad Al-Amin dan pamannya Abu Thalib pergi berdagang kekota Syiria dan bertemu dengan seorang rahib bernama Bahiera atau Lautan Ilmu.

    Rahib itu sendiri adalah seorang pengikut setia ajaran Isa Almasih dari Nashara.
    Dia bukanlah dari seorang yang menyekutukan Tuhan sebagaimana kebanyakan ahli kitab lainnya.

    Ensyclopedia of Britannica telah mencatat bahwa Bahiera adalah seorang ulama Nashara yang sangat tinggi ilmu agamanya dan ia pernah memegang jabatan Patriarch di Konstantinopel dari tahun 428 – 431 Masehi. Kedudukannya amatlah tinggi, pengikutnya pun cukup banyak. Namun karena faham Bahira adalah mengesakan Tuhan, diapun ditindas dan dibuang.

    Sang rahib itu dihadapan kabilah Abu Thalib mewanti-wanti agar merawat dan menjaga Muhammad sebaik mungkin sebab dia telah melihat tanda-tanda kenabian pada dirinya, sebagaimana yang termaktub dalam ajaran Isa Almasih sejati.

    Sejak itulah pamannya Abu Thalib begitu teliti dan hati-hati sekali didalam menjaga Muhammad, bahkan curahan kasih sayang yang diberikannya kepada Al-Amin ini melebihi apa yang diberikannya kepada putra kandungnya sendiri.

    Masa kecilnya juga dilewati dengan menggembalakan kambing penduduk Mekkah dengan imbalan Al Qaraarith, yaitu pecahan uang dinar atau dirham perak yang dapat dipergunakan untuk mencukupi keperluan hidup masa itu.

    Kejujuran Muhammad dalam menjalankan dagangan dan gembalaan, telah sama-sama diketahui orang, dan tidak sedikit yang menitipkan barang dagangannya kepada Muhammad.

    Muhammad kecil tidak sedikitpun mengambil untung dari titipan orang tersebut, tidak juga dia berkhianat dalam menjalankan perdagangannya.

    Selanjutnya, putra Mekkah yang bergelar Al-Amin ini, sebelum mencapai usia 25 tahun telah menjadi seorang saudagar kafilah terbesar di Tanah Arab. Semakin banyak pula orang yang menyerahkan dagangannya kepada beliau.

    Pada usianya yang ke-25 tahun, Muhammad menikah dengan seorang wanita saudagar terhormat dan merupakan orang terkaya waktu itu diantara penduduk Mekkah, namanya Siti Khadijjah binti Khuwailid Bin Abdul Uzza Bin Qushai ditahun 596 M.

    Khadijjah digelari orang dengan sebutan Saydah Quraisy atau Ibu Quraisy. Sebelum menikah dengan Muhammad, Khadijjah sudah dua kali bersuami dengan orang kaya dari Bani Muchzum, tapi keduanya meninggal dunia dan ia sendiri telah mempunyai dua orang anak dari hasil perkawinannya terdahulu.

    Meskipun Khadijjah berusia 40 tahun dengan dua orang anak pada masa itu, namun cinta Muhammad kepadanya adalah cinta yang penuh terus menerus selama 25 tahun sesudahnya, yaitu hingga Muhammad berusia 50 tahun dan Khadijjah berusia 65 tahun dengan dikaruniai 6 orang anak.

    Karenanya pula selain bergelar Saydah Quraisy, Siti Khadijjah juga digelari sebagai wanita yang Al-Wadud Al-Walud, artinya seorang wanita yang sejati dan punya banyak anak.

    Adapun anak-anak dari perkawinan Muhammad dengan Khadijjah adalah Al-Qasim, Abdullah At-Tahir, Zainab, Ruqayah, Ummu kalsum dan Fatimah Uzzahra. Adapun Al -Qasim dan Abdullah At-Tahir, wafat sejak kecilnya.

    Putrinya yang tertua yaitu Zainab menikah dengan Abul ‘Ash Bin At Rabi’ Bin Abdi Syams, ibu dari Abul ‘Ash ini adalah saudara perempuan dari Khadijjah dan dari perkawinannya itu Zainab mendapatkan dua orang anak, yang perempuan bernama Umamah dan yang laki-laki bernama Ali.

    Ketika ayahnya, Muhammad, diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Zainab pun mengajak suaminya itu untuk ikut memeluk Islam, tapi ditolak olehnya, sementara Zainab sendiri telah beriman mengikuti sang ayah dan terpaksa berpisah dengan suaminya itu.

    Ketika terjadi peperangan Badar, 17 Ramadhan tahun 2 atau 13 Maret 624, Abul ‘Ash bersama-sama kaum Musyrikin Mekkah mengangkat pedang, mengobarkan perlawanan terhadap Nabi Muhammad Saw dan umat Islam. Namun tidak lama setelah itu, Abul ‘Ash memeluk Islam hingga akhir hayatnya pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan kembali melangsungkan pernikahannya dengan Zainab secara Islam.

    Putri Muhammad yang kedua yaitu Ruqayah menikah dengan ‘Utbah Bin Abu Lahab, begitu pula dengan putrinya ketiga, Ummu Kalsum, menikah dengan ‘Utaibah Bin Abu Lahab, saudara ‘Utbah hanya selang beberapa waktu sebelum Muhammad mendapat wahyu.

    Kelak dikemudian hari, dimana Muhammad telah diangkat menjadi Nabi dan Rasul serta bertugas menyampaikan dakwahnya kepada manusia, kedua putrinya ini bercerai dengan masing-masing putra Abu Lahab itu dan menikah dengan Usman Bin Affan yang didahului oleh Ruqayah, meninggal setelah peperangan Badar usai, dan digantikan oleh Ummu Kalsum, putri Nabi yang ketiga, sehingga karenanya Usman Bin Affan digelari Zun Nuraini, yaitu yang memiliki dua cahaya.

    Fatimah sendiri waktu itu masih kecil dan belum menikah.
    Ia dilahirkan pada tahun 606 M atau tahun ke-10 perkawinan Nabi dengan Khadijjah.
    Dia ikut merasakan pahit getirnya dakwah Islamiyah yang dilakukan oleh ayahnya, ia menyaksikan sejak awal betapa duka derita yang dialami oleh Nabi Muhammad.

    Fatimah juga yang pergi kemasjid untuk membersihkan kotoran-kotoran hewan yang dicampakkan oleh orang-orang kafir kepada Nabi, dan ia juga yang membersihkan darah yang mengalir dari wajah ayahnya ketika terluka dalam perang Uhud yang juga menewaskan paman Nabi, Hamzah Bin Abdul Muthalib ditangan Wahsyi dan Hindun.

    Selain daripada itu, Muhammad juga mengambil seorang anak angkat laki-laki bernama Zaid Bin Haritsah, seorang anak dari Bani Al-Kalby yang dijual oleh sekawanan perampok kepasar Ukazd dan dibeli oleh Khadijjah untuk menjadi hamba sahayanya namun dibebaskan oleh Muhammad dan diangkat sebagai seorang anak.

    Sementara itu, sejak menginjak usia 36 hingga 40 tahun, Muhammad lebih banyak mengasingkan dirinya jauh dari keramaian dan hiruk pikuk manusia yang menyembah berhala dikota Mekkah.

    Sebagaimana yang diketahui sejak awal, dari kecil Muhammad tidak pernah mengikuti tata cara peribadahan masyarakat disekitarnya yang menyembah berhala yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri.

    Dalam pengasingan dirinya itu, Muhammad memilih gua Hira untuk tempatnya Tahannuts, mendekatkan dirinya kepada Tuhan dengan mengikuti Risalah Ibrahim dan Ismail, nenek moyangnya dahulu kala.

    Gua Hira terletak pada bagian atas suatu gunung yang sekarang bernama Jabal Nur (Gunung Cahaya), Gua tersebut berjarak 2 farsach atau 6 mil disebelah utara Mekkah dan untuk mendakinya saat ini secara terus menerus memakan waktu lebih kurang 40 menit lamanya dan jarak antara puncak Jabal Nur dengan Gua Hira sekitar 20 meter. Ketinggian total Jabar Nur sendiri lebih kurang 200 meter dari bawah.

    Tahannuts yang dilakukan oleh Muhammad ini tidaklah mencontoh ibadah umat Nashara dengan mengasingkan diri secara total dari kehidupan masyarakat ramai dan menjauhi Sunnatullah, seperti beristri, berketurunan dan lain sebagainya.

    Ia pergi ke Gua Hira dan sering tinggal beberapa hari dan beberapa malam disana baru pulang kembali ke Mekkah, berkumpul bersama keluarganya.

    Pada suatu malam tanggal 17 Ramadhan, bersamaan dengan 06 Agustus 610 Masehi 203 tahun 41 dari kelahirannya atau ketika usia manusia yang mulia yang digelari orang sebagai Al-Amin itu mencapai 40 tahun 6 bulan 8 hari (tahun Qamariyah/Bulan) atau berusia 39 tahun 3 bulan 8 hari (tahun Syamsiah/Matahari), turunlah Malaikat Jibril kepadanya untuk menyampaikan wahyu yang telah ditetapkan oleh Tuhan, dan menyatakan Kalimah Allah bahwa pada malam itu juga beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul Allah, menjadi penerus risalah para Nabi sebelumnya.

    Wahyu yang pertama kali turun tersebut adalah Surah Al-Alaq ayat 1-5

    “Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang telah menjadikan.
    Dia telah menjadikan manusia dari segumpal darah (‘alaq)
    Bacalah ! Karena Tuhanmu Yang Maha Mulia !
    Yang mengajar dengan Qalam (ilmu pengetahuan)
    Mengajar manusia apa yang tiada ia ketahui.”

    Demikianlah wahyu yang pertama kali diturunkan, mengandung isyarat kepada manusia untuk mempelajari asal usul kejadiannya agar mereka insyaf terhadap dirinya. Juga menyuruh manusia untuk dapat belajar membaca dan menulis serta menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan lainnya.

    Malam permulaan turunnya AlQur’an tersebut dikenal dengan malam ‘Lailatul Qadar’, yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan dan kesejahteraan sebagaimana yang difirmankan Allah

    “Sungguh, Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan.
    Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ?
    Malam kemuliaan itu lebih utama daripada seribu bulan !
    Turun malaikat dan Ruh kepadanya dengan izin Tuhannya dengan segala urusan.
    Sejahtera ia ! Sampai terbit fajar.”
    (QS. 97:1-5)

    Secara berangsur-angsur wahyu turun kepada Rasulullah Muhammad Saw selama 20 tahun 2 bulan 22 hari dalam 23 tahun periode keNabiannya dengan menghitung 3 tahun lamanya Rasul tidak mendapatkan wahyu semenjak ia dapatkan pertama kalinya di Gua Hira.

    Wahyu terakhir dari Allah yang ia terima adalah pada tanggal 09 Dzulhijjah, 07 Maret 632 Masehi, saat Nabi sedang berwukuf dipadang ‘Arafah bersama-sama kaum Muslimin melaksanakan Haji Wada’ (Haji perpisahan) yaitu Surah Al-Maidah ayat 3

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Aku telah ridhai Islam sebagai agamamu.”
    (QS. 53)

    Sang Paraclete yang agung, Nabi Al-Muntazhar atau Nabi yang ditunggu-tunggu oleh semua umat manusia itu telah tiba, beliaulah sosok Comforter dan sosok Spirit of Truth sebagaimana yang disinggung oleh St. John 1613 yang akan memandu manusia kepada semua kebenaran, sebab dia tidak akan berbicara atas kehendak hawa nafsunya sendiri, melainkan berdasarkan wahyu yang dia dengar dari Tuhannya, itulah yang akan disampaikannya.

    Janji Tuhan kepada Nabi besar Ibrahim pada Genesis 2118 dan 1720 yang menyatakan akan menjadikan keturunan Ismail sebagai suatu bangsa yang besar telah terpenuhi yang diawali dengan kelahiran dan pengutusan Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin yang ajarannya kelak akan menghantarkan Bangsa Arab sebagai suatu bangsa yang besar sebagai pusat penyebaran Islam.

    “And as for Ishmael, I have heard thee Behold, I have blessed him and will make him fruitful, and will multiply him exceedingly; twelve princes shall he begot, and I will make him a great Nation.” (Genesis 17:20)

    “Arise, lift up the lad, and hold him in thine hand; for I will make him a great Nation.” (Genesis 21:18)

    Juga janji Nabi Musa yang terdapat dalam kitab Tauratnya

    “The Lord reigneth; let the earth rejoice, let the multitude of isles be glad thereof, clouds and darkaness are round about him Righteousness and judgment are the habitation of his throne. A fire goeth before him and burned up his enemies round about. His lightnings enlightened the world The earth saw, and trembled. The hills melted like wax at the presence of the Lord, at the presence of the Lord of the whole earth. The heavens declare his righteousness and all the people see his glory.” (Psalm 9:71-6)

    Mengenai istilah Lord yang berarti penguasa atau yang kuasa, terbagi atas dua pengertian. Pertama Lord dipakai untuk Allah yang berkuasa pada alam semesta selaku pencipta, Kedua Lord dipakai untuk menunjukkan Nabi yang berkuasa dibumi ini dalam menjalankan tugas yang diperintahkan Allah kepadanya dan sekaligus selaku Khalifah dibumi.

    Contoh dari penggunaan double Lord ini bisa dilihat pada Psalm 1:101
    “The Lord said unto my lord, Sit thou at my right hand, untill I make thine enemies thy footstool.”

    Begitulah akhirnya, dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah terhadap kaumnya dan semua manusia diluar itu, mendapatkan tantangan yang sangat berat sekali.

    Pada tahun 616 hingga 617 M telah terjadi pemboikotan terhadap Nabi Muhammad dan kaum Muslimin semuanya termasuk keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Segala perhubungan putus sama sekali, dan pihak Quraisy mengancam keras terhadap siapa -siapa yang berani melakukan hubungan dengan mereka.

    Akibat pemboikotan itu, Nabi dan kaum Muslimin beserta keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib, yaitu dua keluarga yang masih ada hubungan darah dengan Rasulullah dan selama ini menjadi pembela Nabi, terpaksa menyingkir, mencari perlindungan di Syi’ib, suatu tempat perbukitan diluar kota.

    Pada bulan Desember 619 M, tidak lama setelah pemboikotan dihapuskan, istri Rasulullah Saw yang terkasih, Siti Khadijjah meninggal dunia, kembali kerahmatullah dalam keadaan beriman.
    Khadijjah, merupakan orang yang paling dekat dengan Nabi, karena tidak saja ia sebagai seorang istri, tetapi pendamping setia Rasulullah dalam suka dan duka.

    Masa mudanya ia habiskan dalam membina karir perdagangannya.
    Namun kemudian ia mempersembahkan semua yang dimilikinya untuk perjuangan suaminya -menegakkan ajaran Islam.

    Selama bertahun-tahun Khadijjah mendampingi Muhammad Saw, membina keluarga yang penuh ketentraman dan kebahagiaan. Ketika Rasulullah Saw mendapat tugas yang berat -mengemban risalah Ilahiah- Khadijjah meneguhkan hatinya dan menambah kepercayaan dirinya.

    Ketika Nabi didustakan kaumnya, Khadijjah meyakininya dengan tulus.
    Khadijjah adalah orang yang pertama percaya akan kenabian Muhammad sekaligus wanita pertama yang memeluk Islam. Ketika masyarakatnya menyembah berhala, dibelakang Penghulu para Nabi, dia bersujud menyembah Allah Yang Maha Esa.

    Pada waktu orang-orang Quraisy mengucilkan keluarga Rasulullah dipadang yang gersang, Khadijjah meninggalkan rumahnya yang megah. Dia tidur dalam kemah yang sederhana.

    Setiap hari dia bekerja keras membagikan makanan yang sedikit kepada para pengikut Rasulullah Saw, tidak jarang dia dan suaminya tidak kebagian makanan. Lebih jauh lagi, Khadijjah adalah ibu dari anak-anaknya yang penuh kasih dan sayang.

    Hanya selang beberapa minggu dari kematian Khadijjah, Abu Thalib, paman Nabi yang selama ini melindunginya dari keganasan dan gangguan kaum kafir Quraisy, meninggal dunia, yaitu pada bulan Januari 620 M.

    Abu Thalib, adalah paman sekaligus juga berfungsi sebagai ayah bagi Rasul semenjak kedua orang tua dan kakeknya tiada sewaktu ia masih kecil, dan kini pamannya itu telah pula menyusul istrinya, Khadijjah, kembali keharibaan Tuhan yang menciptakannya.

    Dia adalah perisai Rasulullah, sehingga meskipun begitu hebat ancaman dan gangguan yang dilakukan terhadap Nabi, namun selama Abu Thalib masih hidup, mereka tidak berani melakukan gangguan-gangguan phisik terhadap Rasulullah.

    Semenjak kematian kedua orang inilah, perlawanan kaum kafir Quraisy semakin menghebat dan menggila kepada diri Nabi Muhammad dan umatnya.
    Kalau dunia ini dipenuhi oleh butiran-butiran kacang lalu diambil oleh seekor burung lalu dibawa ke satu tempat yg jaraknya 1000 tahun perjalanan sebiji demi sebiji,lama kelamaan biji2 kacang tersebut akan habis,tetapi kepanasan api nereka yg mesti dimasuki oleh orang-orang yang kafir daripada agama Islam tidak akan habis habis.Mereka akan kekal abadi di dalamnya selama-lamanya.Na’uuzubillaahi min zaalik-Semoga dijauhkan.Wahai sekelian orang-orang kafir,tangisi nasibmu.Cepatlah kamu sedar.Masuklah ke dalam agama Islam segera.Berlakulah adillah terhadap diri-diri kalian yg malang.Maut pasti datang bila-bila.Daku peringati kalian utk yg kesekian kalinya.Ucapkanlah Tidaka ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.Pasti kamu akan berjaya.

    InsyaAllah Bersambung….

  64. ilham othmany Says:

    Bagian Tiga

    ——————————————————————————–

    Selamat Datang ya Nabi Salam,
    The Great Nation Builder and The Great Reformer

    Meskipun siksaan dan hinaan ditimpakan pada diri Nabi yang agung ini oleh kaum kafir Quraisy yang sesekali juga bekerja sama dengan umat Yahudi, tidaklah menjadikan surutnya perjuangan dakwah Rasulullah Muhammad Saw didalam mengumandangkan seruan Tauhid kepada Ilahi.

    Semakin hari pengikutnya semakin bertambah.
    Tercatatlah sejumlah nama-nama besar pengikut Rasulullah Al-Amin ini.
    Ali Bin Abu Thalib, putera pamannya sendiri, Abu Thalib., disusul dengan Zaid Bin Haritsah, anak angkat beliau, Abdullah Bin Abu Kuhafa dari Bani Taim Ibni Murra yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama Abu Bakar, berusia 2 tahun lebih muda dari Nabi Muhammad dan kelak akan menggantikan kedudukan sang Nabi sebagai pemimpin umat, menjadi Khalifah Islam pertama.

    Sejumlah orang terkemuka lainnya mengikuti jejak Abu Bakar dan sahabat yang lainnya, diantaranya adalah Usman Bin Affan dari Bani Umayyah yang kelak kemudian hari menjadi Khalifah Islam ketiga menggantikan Umar Bin Khatab, Salman Al-Farisi, Abdurrahman Bin ‘Auf, Hamzah Bin Abdul Muthalib, paman dan saudara sesusuan Rasulullah sejak kecil, bergelar Singa Gurun Pasir, merupakan satu dari dua orang yang sangat ditakuti dan disegani setelah Umar Bin Khatab, baik dalam kalangan Muslimin maupun kaum kafir Quraisy, dia berhasil membunuh Abu Jahal dalam perang Badar.

    Sa’ad Bin Abi Wakkas yang pada masanya menjadi penakluk Parsi, Umar Bin Khatab dari Bani ‘Adi Ibn-Ka’ab yang pada waktu kekhalifahannya itulah Islam terus menyebar ke Suriah dan Palestina yang kala itu menjadi bagian kekaisaran Byzantium, terus ke Turki, Mesir, Iraq, Iran hingga Persia dan menyebrang ke Afrika Utara.

    Sejarah mencatat bahwa dakwah Islam sudah mencapai kenegri Tiongkok ketika Nabi Muhammad Saw sendiri masih hidup (627 M). Adapun yang melakukan penyebaran Islam dinegri tersebut adalah sahabat Nabi yang bernama Abu Kasbah, sekaligus mendirikan masjid pertama di Kanton.

    Pada tahun 632 M, Abu Kasbah kembali kenegrinya untuk melaporkan keadaan dinegri Tiongkok kepada Nabi Saw, tetapi kedatangannya ke Madinah ternyata terlambat sebulan dari saat wafatnya Nabi, selanjutnya Abu Kasbah kembali ke Tiongkok dan meninggal disana.

    Kaisar Kao Tsung pernah mengirimkan perutusan ke Madinah karena mengagumi atas munculnya ‘kerajaan baru’ dan mempunyai pedoman agama yang kuat. Misi persahabatan ini dibalas oleh Khalifah Usman Bin Affan (634-644 M) dengan mengirimkan misi persahabatan pula ke Tiongkok.

    Perkembangan Islam yang luar biasa dan berpengaruh terus dicatat hingga pada jaman Bani Umayyah (Mu’awiyah I, 565-661) bersambung masa pemerintahan Khalifah Yazid (661-681) dan Mu’awiyah II (681-683), Islam bergerak maju kesegala penjuru dunia, ke Utara, ke Timur dan ke Barat (Spanyol 711 M) sampai pada pemerintahan Khalifah Sulaiman (715 M).

    Tanggal 16 Juli 622 M adalah permulaan perhitungan dan penanggalan baru, bertepatan dengan awal bulan Muharram tahun pertama Hijrah Nabi Muhammad Saw dari kota Mekkah kekota Madinah yang waktu itu masih bernama Yatsrib.

    Hijrah itu sendiri terjadi untuk menghindari penyiksaan demi penyiksaan dan pembunuhan demi pembunuhan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap para pengikut Rasulullah.
    Allah berfirman dalam AlQur’an

    “Sungguh Aku tidak akan menyia-nyiakan amalan dari antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung-kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan akan Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir padanya sungai-sungai. Sebagai ganjaran dari Allah, karena Allah itu pada sisi-Nya ada ganjaran yang baik”. (QS. 3195)

    Nabi Muhammad Saw sendiri tetap bertahan dikota Mekkah hingga semua sahabat dan pengikutnya tidak ada lagi yang tertinggal disana.

    Hingga pada malam dimana Nabi sudah bersiap untuk hijrah, rumah beliau dikepung oleh penduduk Mekkah yang bermaksud untuk membunuhnya. Pertolongan Allah datang, manakala Nabi Muhammad keluar dari rumahnya bersama Abu Bakar, kaum kafir Quraisy itu ditidurkan semuanya, sehingga mereka tidak mengetahui bahwa Nabi telah lolos dari incaran mereka.

    Selanjutnya dalam perjalanannya itupun, Nabi Muhammad kembali nyaris tertangkap oleh pihak kafir Quraisy suruhan Abu Jahal seandainya saja Allah tidak melindunginya dengan memerintahkan Rasul bersembunyi diGua Tsur.

    Perlindungan Allah datang dengan burung merpati yang tengah mengerami telur disangkarnya.
    Serta adanya Laba-laba yang membangun rumahnya ditengah-tengah pintu masuk Gua, sehingga menimbulkan kesan bagi orang diluarnya bahwa gua tersebut tidak ada yang pernah memasukinya.

    Tsur adalah sebuah bukit biasa saja yang lebih tinggi dari bukit-bukit didaerah perbukitan sekeliling Mekkah. Bukit ini berada lebih kurang 6 Km arah selatan Masjidil Haraam. Dibagian lerengnya terdapat beberapa buah gua, dan pada bagian yang mendekati puncak terdapatlah Gua dimana Rasulullah bersama sahabatnya Abu Bakar berlindung. Untuk mencapai Gua Tsur tersebut, orang harus mendaki lebih kurang 1,5 jam.

    Perjalanan Nabi Muhammad menuju kekota Madinah (Yatsrib), memakan waktu selama delapan hari, dan kedatangan beliau disebuah kota kecil, Quba, sekitar 9 mil dari Yatsrib, disambut oleh Kaum Muslimin Anshar dengan penuh gembira dan keharuan.

    Di Quba itu Rasulullah berhenti dan beristirahat ditempat Bani Amr Bin Auf selama tiga hari, dan dalam pada itu, setelah sehari tiba di Quba, Ali Bin Abu Thalib menyusul tiba pula.
    Selama berada Quba itu, Rasulullah dan para sahabatnya sempat mendirikan sebuah masjid yang pertama dalam sejarah Islam yang dikenal dengan nama Masjid Quba, yang sampai pada hari ini masjid tersebut tetap berdiri dengan megahnya setelah mengalami beberapa kali perluasan dan renovasi.

    Dari Quba, Rasulullah melanjutkan perjalanannya ke Yatsrib.
    Ketika sebelum sampai di Yatsrib, tiba hari Jum’at dan matahari sudah miring kebarat, Nabi Muhammad sampai dikediaman Bani Salim Bin ‘Auf, yaitu suatu lembah yang bernama Wadi Ranwana’, disitulah Nabi melaksanakan shalat Jum’at serta khutbah pertamanya.

    Rasulullah Saw akhirnya tiba dikota Yatsrib atau Madinah sekarang ini, bersama sahabatnya Abu Bakar r.a, Ali Bin Abu Thalib, Suraqah Bin Malik Bin Ya’syim serta pemandu jalan, Amir Bin Fuhairah dan beberapa kaum muslimin lainnya pada bulan Rabi’ul awal, harinya berkisar antara tanggal 2 hingga tanggal 16, bertepatan dengan bulan September 622 M.

    Dengan demikian maka tahun terjadinya hijrah dihitung sebagai tahun pertama, dengan penyesuaian bulan dan tanggal menurut perhitungan tahun hilaliyah Arab. Sehingga akhirnya ditetapkanlah hari pertama bulan Muharram menjadi awal tahun hijriyah menggantikan hari dan tanggal tibanya Nabi di Madinah.

    Di Madinah ini, Rasulullah mendirikan masjid Nabawi, dan membangun rumahnya berdekatan dengan masjid tersebut. Rasulullah sendiri langsung memimpin pembangunan masjid itu bersama kaum Anshar dan Muhajirin.

    Kaum Muslimin Anshar, adalah sebutan untuk kaum Muslimin yang ada dikota Yatsrib/Madinah, sedangkan Kaum Muslimin Muhajirin adalah sebutan untuk kaum Muslimin yang melakukan hijrah dari Mekkah ke Yatsrib.

    Seringkali orang-orang menamakan Negara Islam yang pertama kali berdiri dahulu itu dengan nama Negara Madinah karena berada dikota Madinah. Tetapi nama ini sering menimbulkan salah pengertian, dimana Negara Madinah disamakan dengan City State (Negara Kota) seperti Athena dan Sparta dijaman purba.

    Sebenarnya, negara hijrah, mempunyai kaitan yang luas dengan Madinah.
    Negara Hijrah itu adalah berdasarkan suatu ideologi internasional yang bisa saja didirikan ditempat manapun yang telah menganut ideologi yang diajarkan Islam.

    Hal ini sudah terbuki pada waktu pemerintahan Khalifah Ali Bin Abu Thalib, pusat pemerintahan dipindahkan ke Iraq.

    Di Madinah, tidak terdapati hal-hal yang sebagaimana terjadi pada peristiwa imigrasi orang-orang Eropa kebenua Amerika atau ke Australia atau ke Afrika Selatan. Kaum Muhajirin disana tidak pernah berkeinginan untuk menghabisi atau mengusir penduduk asli Madinah, tidak pernah mengadakan penjajahan atau pembedaan terhadap para pendatang.

    Negara Hijrah adalah Negara Aqidah Islamiyah dimana penduduk asli kota Madinah dan orang-orang Muhajirin yang bermukim disana berada pada posisi kemanusiaan dan kedudukan hukum yang sama. Suatu Aqidah atau ideologi bersifat terbuka bagi semua orang, karena kemanusiaannya semata, tanpa memandang dari negri mana dan suku apapun dianya. Negara Hijrah adalah negara terbuka bagi setiap orang dan setiap kelompok. Dia tidak menutup diri seperti negara-negara agama lainnya sepanjang sejarah.

    “Jika kita mengukur kebesaran dengan pengaruh, dia seorang raksasa sejarah. Dia berjuang meningkatkan tahap rohaniah dan moral suatu bangsa yang tenggelam dalam kebiadaban karena panas dan kegersangan gurun. Dia berhasil lebih sempurna dari pembaharu manapun; belum pernah ada orang yang begitu berhasil mewujudkan mimpi -mimpinya seperti dia,” tulis Will Durant dalam the Story of Civilization terhadap diri Nabi Muhammad Saw.

    “Dia datang seperti sepercik sinar dari langit, jatuh kepadang pasir yang tandus, kemudian meledakkan butir-butir debu menjadi mesiu yang membakar angkasa sejak Delhi ke Granada.” Tambah Thomas Carlyle dalam On Heroes and Hero Worship.

    Dengan sejumlah informasi yang mereka miliki, Durant dan Carlyle berusaha melukiskan kebesaran Rasulullah Saw. Mereka tidak pernah berjumpa dengan Nabi yang mulia. Mereka tidak pernah melihat wajah atau mendengar suaranya. Mereka bahkan tidak beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Saw. Mereka hanya menyaksikan lewat lembaran-lembaran sejarah yang mereka teliti.

    Muhammad Saw, sebagaimana Nabi-nabi Allah yang lain, datang bukan hanya sekedar mengajarkan shalat dan doa. Dia adalah tokoh revolusioner yang memimpin kelompok tertindas melawan kezaliman sistem yang berlaku. Dia tampil membimbing kaum Mustadh’afin untuk mengubah nasibnya dan menentang kaum Mustakbirin supaya menghentikan keserakahannya. Karena itu, dia didukung rakyat kecil dan dibenci kebanyakan penguasa.

    Rasulullah mengatur tata tertib kehidupan setiap umat Islam dengan cermat.
    Beliau melahirkan beberapa pengajaran penting dalam kehidupan bermasyarakat.

    Seorang penulis biographi Nabi yang cukup dikenal, yaitu Muhammad Ahmad Djadil Maula Beik dalam bukunya “Muhammad Al Matsalul Kamil” (Muhammad teladan sempurna) mengemukakan tiga macam kerja raksasa yang dibawanya.

    Kerja raksasa itu telah dapat direalisir Nabi selama masa kerasulannya yang berlangsung selama 23 tahun, yaitu 13 tahun dikota Mekkah dan 10 tahun dikota Madinah. Ialah

    Innahu Kawwana Ummatan; Membentuk suatu ummat

    Wassasa daulatan; Mendirikan suatu negara

    Waaqoma dinan; Menegakkan suatu agama

    Sebagai karya raksasa pertama, Nabi Muhammad telah berhasil membangun suatu umat yang besar. Umat yang merekam sejarah ke-emasan dalam peradaban manusia. Yang dibangun serta dibentuknya dari suatu bangsa yang lemah, bobrok dalam segala bidang, bangsa yang terpecah belah dalam kesukuan dan kabilah, satu sama lainnya bermusuhan, bangsa berjiwa kasar dan berwatak buas jauh dari nilai-nilai akhlak dan budaya, yaitu bangsa Arab Jahiliyah yang sangat terbelakang baik material maupun spiritual. Suatu bangsa yang tidak pernah dikenal sebelumnya sama sekali dalam catatan sejarah dunia.

    Bangsa seperti bangsa Arab yang sedemikian rupa keadaannya, dalam tempo relatif singkat, hanya kurang dari seperempat abad telah berubah keadaannya sama sekali.

    Dari suatu bangsa yang tidak masuk “bilangan” atau perhitungan, berubah menjadi suatu bangsa yang disegani, dihormati bahkan ditakuti. Bukan karena kekejaman dan keganasannya melainkan karena keluhuran dan kebesaran jiwanya, karena kecemerlangan peradaban dan kebudayaannya. Sebagai perwujudan janji Tuhan kepada Ibrahim atas keturunan Ismail kelak ratusan tahun dari masanya.

    Berkat perjuangan Muhammad Rasulullah Saw Al-Amin, bangsa yang semula terasing di Sahara sekarang menentukan sejarah umat manusia. Orang-orang Arab yang miskin kini menjadi penguasa dunia meskipun keadaan diri Rasul yang agung itu sendiri bertolak belakang dengan kejayaan yang dicapainya, dia berada dalam keadaan yang serba kekurangan dan sederhana hingga hari wafatnya, beliau hanya meninggalkan kitabullah dan keluarganya.

    Ini adalah tujuan terakhir bagi manusia; untuk menjadi tuan rumah didalam semesta dan menyaksikan ketentraman jiwanya bersama Tuhannya, yang tidak hanya Tuhannya merasa senang, tetapi diapun merasa senang bersama Tuhannya.

    Kesenangan yang sempurna. Kepuasan yang sempurna. Kedamaian yang sempurna.
    Kasih sayang Tuhan adalah makanannya dipentas dunia ini dan dia minum dari air mancur kehidupan. Duka cita dan kekecewaan tidak meliputinya dan keberhasilan tidak menjadikan dia sombong dan merasa mulia.

    Jika keagungan tujuan, kesempitan sarana dan hasil yang menakjubkan, adalah tiga kriteria kejeniusan manusia, siapa yang berani membandingkan manusia yang memiliki kebesaran didalam sejarah modern dengan Muhammad ?

    Orang-orang paling terkenal menciptakan tentara, hukum dan kekaisaran semata.
    Mereka mendirikan apa saja, tidak lebih dari kekuatan material yang acapkali hancur didepan mata mereka sendiri.

    Nabi Muhammad Saw, Rasul Allah yang agung, penutup semua Nabi, tidak hanya menggerakkan bala tentara, rakyat dan dinasti, mengubah perundang-undangan, kekaisaran. Tetapi juga menggerakkan jutaan orang bahkan lebih dari itu, dia memindahkan altar-altar, agama-agama, ide-ide, keyakinan-keyakinan dan jiwa -jiwa.

    Berdasarkan sebuah kitab, yang setiap ayatnya menjadi hukum, dia menciptakan kebangsaan beragama yang membaurkan bangsa-bangsa dari setiap jenis bahasa dan setiap ras.

    Dalam diri Muhammad, dunia telah menyaksikan fenomena yang paling jarang diatas bumi ini, seorang yang miskin, berjuang tanpa fasilitas, tidak goyah oleh kerasnya ulah para pendosa.

    Dia bukan seorang yang jahat, dia keturunan baik-baik, keluarganya merupakan keluarga yang terhormat dalam pandangan penduduk Mekkah kala itu. Namun dia meninggalkan semua kehormatan tersebut dan lebih memilih untuk berjuang, mengalami sakit dan derita, panasnya matahari dan dinginnya malam hari ditengah gurun pasir hanya untuk menghambakan dirinya demi Tuhannya. Dia lebih baik dari apa yang semestinya terjadi pada seseorang seperti dia.

    Mereka, para sahabatnya, orang-orang Arab, yang terlahir bergumul dengannya selama 23 tahun, begitu menghormatinya.

    Padahal mereka itu adalah orang-orang liar, mudah meledak dan cepat terseret kedalam pertikaian yang sengit. Tanpa semua ketulusan hati, keberanian yang dahsyat, kebenaran nilai dan kedewasaan, tak ada orang yang dapat memerintah mereka.

    Tetapi mereka mau memanggil Muhammad sebagai Nabi, sebagai pimpinan, sebagai seorang bapak dan sebagai manusia yang harus mereka hormati dan mereka patuhi.

    Disana Muhammad berdiri bertatap muka dengan mereka, nyata tidak tersembunyi dalam suatu misteri, ia menjahit jubah panjangnya dan memperbaiki sepatunya sendiri. Bertempur, menasehati, memerintah ditengah-tengah mereka, mereka tentu menyaksikan seorang macam apakah Muhammad itu sebenarnya.

    Orang dapat memanggil dirinya dengan panggilan apa saja, tidak ada kaisar dengan mahkotanya yang dipatuhi secara ikhlas seperti laki-laki ini, dalam jubah panjangnya yang dijahit sendiri.

    Setelah kota Mekkah jatuh, lebih dari satu juta mil persegi tanah terletak dibawah telapak kakinya. Penguasa Jazirah Arabia ini tetap saja menjahit sendiri sepatunya dan pakaian dari bahan yang kasar, memerah susu kambing, meniup tungku menyalakan api dan mengunjungi keluarga-keluarga miskin. Seluruh kota Madinah dimana beliau tinggal, berkembang dengan amat pesat dimasa hidupnya. Dimana-mana ada emas dan perak dengan cukup, namun dihari-hari kemakmuran tersebut, berminggu-minggu berlalu tanpa api menyala ditungku raja Arabia ini.

    Makanannya kurma dan air putih.
    Keluarganya kelaparan beberapa malam berturut-turut karena mereka tidak mendapatkan sesuatu untuk dimakan dimalam hari. Beliau tidak tidur diatas tempat tidur yang empuk tetapi diatas tikar setelah hari-hari sibuknya yang panjang, menghabiskan sebagian besar malamnya dengan sembahyang, tak jarang hingga mencucurkan air mata sebelum sang Pencipta mengabulkan permohonan beliau akan kekuatan untuk menunaikan tugas-tugasnya sebagai seorang Rasul.
    Wahai orang-orang kafir!Kapan-kapan saja kalian direnggut maut dan ketika itu pintu taubat telah pun tertutup.Bertaubatlah sebelum terlambat.Kekafiran kalian tidak merugikan siapa siapa melainkan diri kalian sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Kami telah mengucapkan dan kami telah dapat merasakan kejayaan itu.Cepat!Sebelum kalian terlambat.

    InsyaAllah Bersambung….

  65. ilham othmany Says:

    Bagian Empat

    ——————————————————————————–

    Selamat Datang ya Nabi Salam,
    the messenger 0f Allah and the Seal 0f The Pr0phets

    Haji Wada’ adalah haji perpisahan.
    artinya Haji terakhir kalinya Nabi Saw Bersama umat mengerjakan ibadah Haji bersama. Ketika haji Wada’ wukufnya tepat hari Jum’at Dan saat itu pula wahyu terakhir turun (QS. 5:3)

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Aku telah ridhai Islam sebagai agamamu.”
    (QS. 5:3)

    Rasulullah berangkat meninggalkan Madinah dengan serombongan besar kaum Muslimin pada tanggal 25 Dzulka’idah (23 Pebruari 632) menuju ke Mekkah Almukarromah. Dengan kata-kata yang akan tetap hidup dalam hati sekalian orang Muslim.

    “Wahai manusia ! Dengarkanlah kata-kataku ini, mungkin sesudah tahun ini, aku tidak berkumpul bersama kamu lagi ditempat ini.

    Nyawamu dan harta bendamu adalah suci bagi kamu hingga kamu menghadap kepada Tuhan, sebagaimana hari ini dan bulan ini adalah suci buat kamu sekalian.

    Kamu berhak atas istri-istrimu dan istri-istrimu berhak atas kamu. Perlakukanlah istri-istrimu dengan lemah lembut dan kasih sayang, Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka atas jaminan Tuhan dan mereka menjadi halal bagi kamu karena kalimatullah.

    Mereka adalah pendamping alias teman hidupmu, karena itu berilah kepadanya petunjuk-petunjuk. Mereka tidak memiliki apa-apa pada dirinya. Bertanggung jawablah kamu kepada Allah tentang istri. Karena itu berilah mereka pelajaran yang baik.

    Dan hamba sahayamu ! Jagalah supaya mereka makan makanan yang kamu makan dan berilah mereka pakaian yang kamu pakai; dan jika mereka melakukan kesalahan yang kamu tidak mudah mengampuninya, maka berpisahlah dengan mereka, karena mereka adalah hamba-hamba Tuhan dan tidak boleh diperlakukan dengan kasar.

    Wahai manusia ! Sesungguhnya Tuhan kamu satu dan orang tuamu juga satu.
    kamu semua dari Adam dan Adampun dari tanah. sebenarnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa. Tidak ada kelebihan golongan Arab atas golongan yang bukan Arab, kecuali tentang takwa.

    Wahai Manusia ! Dengarkanlah kata-kataku dan pahamilah, umat Islam itu bersaudara, maka tidak halal baginya kecuali sesuatu yang memang diberikan sesuai kata hati saudaranya, karena itu janganlah menipu diri sendiri.

    Jagalah dirimu, dan janganlah kamu kembali kafir sesudah aku tiada.
    hendaklah yang hadir hari ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir, mungkin orang yang diberi tahu lebih ingat dari 0rang yang mendengarNya.”

    Pada akhir khutbah itu, Rasulullah terharu melihat kegembiraan yang sangat dari umatnya yang memperhatikan setiap katanya. Dan ia pun berseru “Ya Allah, aku telah menyampaikan amanatku dan menunaikan kewajibanku.” Orang banyak yang berkumpul berseru serentak “Ya, memang demikianlah adanya.” Disambung oleh Rasulullah “Ya Allah, saksikanlah ini !”

    Setelah mengucapkan salam, Rasulullah mengakhiri khutbahnya yang berintikan hak -hak asasi manusia, beliau pun beristirahat. Kemudian bangkit untuk mengerjakan Sholat dzuhur dan Ashar dengan jama’. Sore harinya beliau meninggalkan Arafah menuju Mudzdalifah dan bermalam disana. Pagi harinya, ba’da subuh, beliau ke Masjidil Haraam terus ke Mina untuk melontarkan Jumroh. Dan setelah usai mengerjakan ibadah hajinya, Beliau kembali dengan pengikut-pengikutnya kekota Madinah.

    Tahun terakhir dari hidup Nabi Muhammad Saw dihabiskannya dikota itu.
    diaturnya organisasi propinsi-propinsi Dan masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam dan menjadi bagian dari Persekutuan Islam.

    Hari-hari terakhirnya begitu menarik hati, karena ketenangan dan kejernihan pikirannya yang memungkinkan ia, meskipun badannya lemah tidak bertenaga, memimpin sholat berjemaah sampai tiga hari sebelum wafatnya.

    Terakhir kali beliau muncul dalam masjid dipapah oleh dua orang keponakannya, Ali dan Fazal, putra pamannya Abbas Bin Abdul Muthalib. Wajahnya pucat dan dahinya dibalut kain. Perlahan-lahan beliau berjalan menuju mimbar.

    Beberapa orang sahabat sudah mulai terisak.
    sebagian besar berusaha menahan air mata mereka.

    Suatu senyuman yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, bermain diwajahnya dan nampak oleh semua yang hadir mengelilinginya. Sesudah berdoa dan memuji Tuhan seperti biasa, Rasulullah berkhutbah kepada orang banyak yang kesemua isinya tidaklah dapat kita uraikan disini karena keterbatasan tempat dan panjangnya isi khutbah beliau Saw itu, inilah sekedar beberapa diantaranya

    “Wahai manusia, bagaimana mungkin kalian menolak kematian Nabimu. Seandainya ada orang yang sebelumku yang hidup kekal, aku akan hidup kekal bersama kalian. Ketahuilah, Aku akan menemui Tuhanku.

    Sudah tua usiaku, sudah rapuh tulangku, sudah lemah tubuhku, sudah siap diriku, sudah besar kerinduanku untuk menemui Tuhanku. Aku kira, inilah hari terakhir antara aku dan kalian. Selama aku hidup, kalian menyaksikanku. Sesudah aku tiada, Allah akan menjadi khalifahku bagi setiap mukmin, laki-laki dan perempuan.

    Wahai sahabat-sahabatku, menurut kalian, Nabi macam apakah aku ini ?
    bukankah aku berjuang bersama kalian, bukankah pernah sobek bahuku, bukankah dahiku pernah Berdebu, bukankah darah pernah mengalir diwajahku dan membasahi janggutku, bukankah telah kutanggung duka dan derita Menghadapi kaumku yang bodoh, bukankah pernah kuikatkan batu diperutku untuk menahan rasa lapar ?”

    Para sahabat serentak berkata, “Benar, wahai Rasulullah. Engkau sudah memikul semuanya dengan tabah, engkau telah menolak kemungkaran sehingga engkau menghadapi cobaan-cobaan karena Allah. Semoga Allah membalas kebaikan engkau dengan pahala yang paling utama.”

    “Semoga Allah juga memberikan pahala kepada kalian !” kata Rasulullah Saw.
    selanjutnya beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wa jalla telah menetapkan bahwa tidak boleh orang datang kepada-Nya dengan meMbawa kezaliman. Demi Allah, siapakah dIantara kaliaN yang pernah disakiti Muhammad, berdirIlah dan balaslah sekarang (lakukan QisHash), disinilah aku untuk mempertanggung jawabkannya. qishash di Dunia lebih aku sukai dari pada Qishahs dihari akhirat nanti dihadapan para malaikat dan para Nabi. Jika aku ada berhutang sesuatu kepada salah Seorang, segala yang kebetulan aku miliki akan kujadikan bayarannya.”

    Seorang laki-laki berdiri dari tengah-tengah hadirin. Namanya Sauda Bin Qais.
    dia berkata, “Semoga orang tuaku menjadi tebusanmu, Ya Rasul Allah.
    ketika engkau kembali dari Tha’if, aku menjemput anda.
    engkau mengendarai unta anda, qushwa, dan pada tangan engkau ada Tongkat kecil.
    engkau mengangkat tongkat Itu ketika bermaksud untuk menggerakkan unta engkau Tersebut.
    tongkat itu mengenai perutKu. aku tidak tahu apakah engkau melakukannya dengan sengaja atau tidak.”

    Menjawab Rasulullah
    “Aku berlindung kepada Allah jika aku lakukan dengan sengaja. Wahai Bilal, pergilah kerumah Fatimah dan Ambil tongkat kecilku itu.” Bilal keluar dari masjid Nabawi dan pergi menuju kerumah Fatimah, putri bungsu Rasulullah dari perkawinannya dengan Khadijjah.

    Setelah kembali dan menyerahkan tongkat tersebut kepada Nabi Saw., Rasulullah Saw berseru “Mana Sauda ?”
    “Ini saya, ya Rasul Allah,” kata Sauda Bin Qais.
    “Bukalah perut anda, ya Rasul allah !” Dan Nabi yang mulia itupun menyingkapkan pakaiannya.
    sauda Bin Qais serta merta memeluk Nabi dan memohon Izin untuk mencium perut beliau, setelah Nabi mengizInkannya, ia Berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari api neraka dengan meletakkan mulutku pada tempat Qishash diperut rasul.”

    Nabi Saw bertanya, “Ya Sauda Bin Qais, Akan engkau lakukan Qishashmu itu atau engkau maafkan perbuatanku itu ?” “Aku maafkan, ya Rasul Allah !” Jawab Saudah.

    Rasulullah Kemudian berdoa dan memohon rahmat Allah bagi mereka yang hadir dan bagi mereka yang telah gugur dalam penganiayaan oleh musuh; dinasehatinya sekali lagi kaumnya untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agama dan hidup dalam damai dan kelapangan hati; diakhirinya khutbahnya itu dengan mengutip ayat Qur’an

    “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan. Karena kesudahan itu adalah bagi mereka yang berbakti.”
    (QS. 28:83)

    Selanjutnya, Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah lagi tampil dalam sholat berjemaah dan menunjuk Abu Bakar untuk menjadi imam sholat. Kepada Ali Bin Abu Thalib Rasulullah berwasiat untuk memandikan dan mengafaninya bila ia telah kembali kerahmatullah.

    Tidak lama setelah peristiwa itu, pada hari Senin, 12 Rabi’ul awal 11 hijriah, manusia mulia itu menghembuskan napasnya yang terakhir, kembali kepada Tuhan yang telah mengutusnya, Tuhan yang telah memuliakan hidupnya, menjadikannya sebagai penghulu semua Nabi yang hanya namanya saja berhak disandingkan bersama -sama dengan nama Allah dalam kalimah syahadah.

    Nabi yang mulia, Paraclete yang dipenuhi oleh ruh suci itu, telah tiada.
    namun meski begitu, ajarannya, risalah Yang dibawanya akan tetap Hidup selama -lamanya, bersemayam dihati setiap umat Muslimin, mukminin dan mukminat, sebagaImana yang diwasiatkan oleh Jesus The Christ, Nabi Isa Almasih putra maryam dalam Biblenya

    St. John 1416
    “And I will pray the father, and He shall give you another comforter that he may abide with you forever.”

    “There is no compulsion in religion. The right direction is henceforth distinct from error. And he who rejecteth false deities and believeth in Allah hath grasped a firm handhold which will never break. Allah is Hearer, Knower.”
    (QS. 2:256)

    Jenazah Nabi Muhammad Saw dikuburkan diMadinah.
    dahulu, kuburan Nabi Muhammad saw berada diluar masjId dan mulai masuk kedalam ruang masjid setelah MasjId Nabawi mengalami perluasan hingga sekarang.

    Didekat makam Nabi ini juga terdapat kuburan 2 sahabat utama beliau, yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar Bin Khatab yang masing-masingnya menjabat khalifah pertama dan kedua setelah kepergian Rasul.

    Ditempat lain, makam/pekuburan Baqi’ tidak jauh dari Masjid Nabawi, dapat dicapai dengan jalan kaki, lebih kurang 10 menit; letaknya disebelah timur kota Madinah. Sahabat Rasulullah yang dikuburkan di Baqi’ mencapai lebih kurang 10.000 jenazah; diantaranya Usman Bin Mazh’un dan As’ad Bin Zurarah.

    Kuburan Khalifah ketiga, Ali Bin Abu Thalib, Sufyan Bin Harits Bin Abu Thalib dan Abdullah Bin Ja’far terletak hanya sekitar 40 meter dari pintu masuk pemakaman sebelah barat daya.

    Dibagian selatannya terdapat kuburan Aqil Bin Abu Thalib, dan sejauh lebih kurang 5 meter terdapat kuburan Ummul Mukminin; ‘Aisyah Istri Nabi Muhammad Saw, Saudah Binti Zam’ah, Hafshah binti Umar AlKhatab, Zainab Binti Khuzaimah, Ummu Salamah Binti Umayyah, Juariah Binti AlHaritsz, Ummu Habibah, Ramlah Binti Abi Sufyan, Shafiah Binti Huyaya Binti AlKhatab.

    Sekitar 15 meter dari sana, disebelah barat terdapat pula kuburan puteri Nabi Ummu Kalsum (wafat 9 H), Ruqayah, Zainab (wafat 8 H). Dan 25 meter darinya keselatan condong ketimur terdapat kuburan paman Nabi, Abbas Bin Abdul Muthalib, Hasan Bin Ali Bin Abu Thalib (cucu Rasulullah), puteri bungsu Rasul dari Khadijjah, Fatimahtuzzahra, Ali Bin Abu Thalib, putera Rasulullah Saw, Ibrahim (wafat usia 22 bulan atau 16 bulan, sekitar 3 bulan menjelang Nabi Muhammad wafat) dan Imam Malik Bin Anas (179 H).

    Disana juga terdapat kuburan Abdurrahman Bin ‘Auf, Saad Bin Abi Waqas, As’ad Bin Zurarah, Hunain Bin Huzafah, Fatimah Bin As’ad (Ibu dari Ali Bin Abu Thalib), dan sekitar jarak 135 meter dari sana terdapat kuburan Usman Bin Affan (wafat 35 H atau 656 M).

    Adapun kuburan Khadijjah Binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah Saw dan Maimunah Binti AlHarits, istri Rasulullah yang terakhir, terdapat dikota Mekkah dimakam Ma’ala atau nama lainnya Ma’ulla.

    Sejahtera untukmu ya Nabi Allah, Rahmah dan Berkah jugalah untukmu
    engkau telah Dengan susah Payah melepasKan umat manusia dari belenggu kebodohan dan kejahilIyahan, penuh sakit dan derita engkau tanggung demi Syiar Allah.
    cinta kasihmu terhadap umat manusia, tidak akan pupus diterjang masa.
    ajaranmu, risalahmu akan tetap terjaga sampai kapanpun
    tidak ada satupun yang dapat merobohkan api kebenaranmu !

    Adam mengenalnya dan memanjatkan doa melalui dirinya dan dia mengambil perjanjian dari semua Nabi dengan dirinya sendiri. Dia mengambil kesucian Adam, ratapan Nuh. Bagian dari ajarannya mengandung pengetahuan tentang Idris. Termasuk dalam pengalaman-pengalaman ekstasenya adalah kesedihan Ya’qub. Didalam misteri ekstasenya adalah ketabahan Ayub. Tersimpan dalam dadanya tangisan Daud. Hanya sebagian dari kekayaan jiwanya telah melebihi kekayaan Sulaiman. Dia menyatukan kedalam dirinya persahabatan Ibrahim dengan Tuhan. Dia mencapai pembicaraan Musa, kawan berbicara Tuhan dan lebih dimuliakan dibandingkan para raja yang paling tinggi. Dia melebihi para Nabi lainnya bagaikan matahari melebihi bulan dan samudera melebihi setetes air.

    the End.

    Wahai orang-orang kafir!Berimanlah sebelum terlambat.Tuhan tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga kaum itu mengubah diri mereka sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Ingatlah!Akherat lebih penting.

  66. ilham othmany Says:

    Allah menciptakan langit dan segala isinya adalah untuk kebahagiaan manusia sebagai makhluk termulia dan terbaik yang pernah ada. Untuk manusia juga telah diberikan banyak sekali utusan-utusan Allah sebagai penuntun hidup mereka kearah yang lebih baik dalam setiap jamannya. Baik berupa seorang Nabi, seorang Rasul atau juga keduanya.

    Rasul Allah, Muhammad Saw Al-Amin merupakan Nabi terakhir yang diutus oleh Allah untuk manusia, sebagaimana yang termaktub didalam AlQur’an surah Al-Ahzaab ayat 40 :

    Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
    (QS. 33:40)

    Bahkan Bible alias Alkitab pun ada mengisyaratkan mengenai hal ini.
    Dari ayat St. John 16:7;

    “Nevertheless I tell you the truth; It is expedient for you that I go away : for if I go not away, the Comforter will not come unto you; but if I depart, I will send him unto you.”

    Terjemahan dalam Bahasa Indonesia :

    “Walaupun demikian aku terangkan kepada kalian mengenai kebenaran itu, adalah baik untuk kalian jika aku pergi: karena jika aku tiada pergi, Juru Selamat itu tidak akan datang kepadamu; tetapi jika aku pergi, aku akan mengutusnya untuk kalian.”
    (Johanes 16:7)

    Dari ayat St. John 16:13 ;

    “Howbeit when he, the Spirit of truth, is come, he will guide you into all truth: for he shall not speak of himself, but whatsoever he shall hear, that shall he speak; and he will show you things to come.”

    Terjemahan dalam Bahasa Indonesia :

    “Betapapun ketika dia, jiwa kebenaran itu datang, dia akan memimpin kamu kedalam semua kebenaran: karena dia tidak akan bicara menurut kehendaknya sendiri, melainkan apa saja yang didengarnya, itulah yang akan dia katakan; dan dia akan memperlihatkan benda-benda mendatang.”
    (Johanes 16:13)

    Dari ayat St. John 14:16;

    “And I pray the father, and He shall give you another Comforter, that he may abide with you forever.”

    Terjemahan dalam Bahasa Indonesia :

    “Dan aku berdoa kepada Bapak, dan Dia akan memberi kepada kalian Juru Selamat yang lain, supaya dia bisa tinggal dengan kamu selamanya.”
    (Johanes 14:16)

    Terlepas dari persoalan istilah “father” atau “Bapak” yang dipakai dalam ayat St. John diatas ini, maka nyatalah bahwa Jesus juga menamakan dirinya Comforter yang setelah ia pergi akan lahir Comforter yang lainnya sebagaimana dimaksud pada St. John 16:7. Dan ajaran Comforter yang lain ini akan tinggal selamanya dimasyarakat, dan Comforter ini tidak lain adalah Nabi Muhammad Saw yang datang setelah Nabi Isa as.

    Kiranya dengan St. John 14:16 ini dapatlah diperbaiki keterangan St. John 16:7 tentang siapa yang mengutus Muhammad sebagai Comforter itu. Yang mengutusnya adalah Allah yang kepada-Nya juga Jesus berdoa, jadi bukan Jesus itu sendiri yang mengutus.

    Pernyataan Jesus yang termuat pada St. John 14:16 dan 16:7 amat bersesuaian dengan maksud ayat AlQur’an surah Ash-Shaaff ayat 6:

    “Hai bani Israil ! Sesungguhnya aku, utusan Allah kepadamu, membenarkan Taurat yang sudah ada sebelumku, dan memberi khabar gembira tentang seorang Rasul sesudahku, bernama Ahmad ! Tapi ketika ia datang kepada mereka membawa keterangan, Mereka berkata, “Ini satu sihir yang nyata !”. (QS. 61:6)

    Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ada dua nama Nabi yang termasyur, yakni Ahmad dan Muhammad.
    Kedua nama ini selain disebutkan dalam Qur’an Suci, disebutkan pula dalam kitab-kitab Bukhari, Muslim, Fathul-Bari dan lain-lainnya.

    Kedua nama ini berasal dari akar kata Hamd, artinya puji.
    Kata Ahmad artinya orang yang banyak memuji, sedangkan kata Muhammad artinya orang yang sangat terpuji.
    Nama Muhammad menunjukkan sifat kebesaran, kemenangan dan kemuliaan, yakni yang lazim disebut sifat Jalali.
    Sedang nama Ahmad menunjukkan sifat keindahan, keelokan dan kehalusan budi, yakni jang lazim disebut sifat Jamali.
    Memang Nabi Saw bersifat Jamali seperti Nabi Isa a.s. dan bersifat Jalali seperti Nabi Musa a. s.

    Dari Mut’im r.a. katanya :
    Rasulullah Saw bersabda : ‘Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama: Aku Muhammad (yang amat dipuji), *Aku Ahmad (yang banyak memuji)*, Aku yang penghapus karena aku Allah menghapuskan kekafiran, Aku pengumpul yang dikumpulkan manusia dibawah kekuasaanku dan aku pengiring yang *TIADA KEMUDIANKU SEORANG NABIPUN*.(HR. Muslim)

    Dari Abu Musa Al Asy’ari r.a. katanya :
    ‘Pernah Rasulullah Saw menerangkan nama diri beliau kepada kami dengan menyebut beberapa nama: Aku Muhammad, *Aku Ahmad*, Aku pengiring dan pengumpul, Nabi (yang menyuruh) tobat dan Nabi (yang membawa) rahmat.’ (HR. Muslim)

    Hubunganku dengan kenabian seperti layaknya pembangunan suatu istana yang terindah yang pernah dibangun. Semuanya telah lengkap kecuali satu tempat untuk satu batu bata. Aku mengisi tempat tersebut dan sekarang sempurnalah istana itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Ahmad berarti ‘yang paling banyak memuji’ (aktsaru hamdan lillahi).
    Kata Ahmad ini af’al tatdhil dari ‘hamida’, yang menunjukkan bahwa pujian yang dipersembahkannya, dilakukannya kepada Tuhan, lebih utama dari pujian orang-orang terhadap dirinya.

    Nama ‘Muhammad’ menunjukkan sifat kebesaran, kemenangan dan kemuliaan, yakni yang lazim disebut sifat Jalali. Sedang nama ‘Ahmad’ menunjukkan sifat keindahan, keelokan dan kehalusan budi, yakni jang lazim disebut sifat Jamali.

    Disini letak perbedaan antara ‘Ahmad’ dan ‘Muhammad’ :
    Muhammad adalah ‘yang amat dipuji’, artinya banyak sekali pujian yang diberikan oleh orang kepada dirinya bahkan hingga Tuhan sendiri memuji keagungan dari kepribadian beliau.

    Ibnu Marduwiyah telah meriwayatkan dari Ubay Bin Ka’ab r.a., katanya :
    “Aku telah diberi, apa yang tidak diberikan kepada Nabi-nabi Allah.” Bertanya Ka’ab r.a: “Apakah itu, ya Rasulullah ?” Bersabda Rasulullah Saw: “Aku telah ditolong diwaktu ketakutan, aku diberi kunci pembuka bumi, aku dinamai Ahmad. Dijadikan bagiku tanah untuk bersuci dan dijadikan umatku sebaik-baik umat.”

    Kata ‘Penolong, Penghibur’ dalam Bible masa kini adalah terjemahan dari kata Yunani (Griek) ‘Paracletos’ yang asalnya adalah ‘Periclutos’, sedangkan kata Aramia yang diucapkan oleh Isa Almasih adalah ‘Mauhamana’ yang artinya ‘Yang dipuji’.

    Parakletos yang menurut kamus berarti ‘Pembela perkara, pengacara’, sedangkan ‘Periklutos’ berartikan ‘Terkenal dimana-mana’.

    Parakletos dalam arti ‘Pembela perkara, pengacara, advokat’ menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw yang membela perkara Jesus yang kenabiannya ditolak oleh orang Yahudi dan menuduhnya sebagai anak haram sekaligus membela Jesus dari pengklaiman pihak Kristen Trinitasnya Paulus bahwa Jesus adalah Anak Tuhan atau Tuhan yang menyamar dan telah tersalibkan.

    Periklutos dalam arti ‘masyur kemana-mana, terpuji dimanapun’ adalah terjemahan dari kata Aramia ‘Mauhamana’ yang artinya ‘Yang dipuji, yang terpuji’ dan dalam bahasa Arabnya adalah Muhammad, Ahmad, Mahmud.

    Song of Solomon 5:16
    “His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.”

    Ucapan “he is altogether lovely” jika dibaca dalam bahasa Yahudi (Hebrew) sebagai “he is Mahamaddim.”

    Akhiran ‘im’ adalah merupakan bentuk jamak untuk sebuah penghormatan, keagungan tertinggi dan kemuliaan sebagaimana yang biasa diberikan juga kepada sifat Elohim (Tuhan), didalam AlQur’an sifat ini juga disebutkan pada Surah 33:21 yang merefer pada diri Nabi Muhammad Saw.

    Tanpa akhiran ‘im’ kalimat tersebut menjadi Mahammad yang jika diterjemahkan adalah ‘Yang paling banyak memuji’ atau dalam bahasa Arabnya adalah Ahmad dan dalam bahasa inggrisnya biasa diterjemahkan dengan kalimat ‘altogether lovely’.

    Bahasa Yahudi memiliki banyak kesamaan dalam beberapa hal dengan bahasa Arab.
    Misalnya didalam bahasa Yahudi, kata ‘Shalom’ adalah sama dengan kata ‘Salam’ didalam bahasa Arab yang berarti ‘Damai’, kalimat tersebut diambil dari akar kata ‘S, L dan M’.

    Dalam bahasa Yahudi itu juga, kata Mahmad, Mahamod, Himdah dan Hemed muncul dalam Perjanjian Lama yang menurut bahasa Arabnya adalah Muhammad dan Ahmad dimana kesemua asal katanya diambil dari akar kata ‘H, M dan D’ yang merujuk kepada pengertian umum yang sama.

    Bagaimana dan kenapa ‘Parakletos’ diterjemahkan dalam Bible masa kini menjadi ‘Penghibur (Trooster, Comforter)’ tidak seorangpun yang mengetahuinya !!!

    Comforter yang berarti ‘penghibur’ lebih banyak digunakan dalam Bible ‘Authorised King James Version’.
    Namun, perlu ditanyakan kepada umat Kristen apakah Isa Almasih berkomunikasi dalam bahasa Inggris ?
    Ataukah dalam bahasa Arab sehingga dia dikatakan sebagai ‘AlMu’azzi’ ?

    Tentu umat Kristen akan menjawab ‘Tidak !’
    Karena Almasih bukan orang Arab atau Inggris, lalu apakah Almasih mengatakan ‘Yamtsu Kuzizi’ seperti Injil bahasa Afrika ? Jawabnya tentu tidak juga !

    Dalam penamaan ‘Roh Kudus’, umat Kristen telah tergelincir dalam penamaan yang tidak tepat. Kata jiwa atau roh, gas, dan udara diterjemahkan dari bahasa Yunani ‘Pneuma’. Namun dalam kitab suci yang berbahasa Yunani, kata tersebut tidak diterjemahkan khusus sebagai roh.

    Dalam menerjemahkan kata Yunani ‘Pneuma’, penyusun naskah Versi Raja James, yang juga dinamakan naskah rujukan atau naskah Roma Katolik lebih mengutamakan penggunaan kata ‘Ghost’ yang bermakna ‘Hantu’ atau ‘Bayangan’ daripada menggunakankata ‘Spirit’ dengan makna ‘Roh’.

    Sementara itu pada versi standar yang telah diperbaiki dan merupakan versi terbaru, telah terjadi perubahan kata “Holy ghost” /hantu atau bayangan kudus/ dengan kata ‘Holy spirit’ atau roh kudus.

    But the comforter which is ‘the holy spirit’ whom the father will send in my name, he shall teach you all things and bring all things to your rememberance what so ever I have said unto you.
    (Johanes 14:26)

    Coba anda bandingkan dengan isi St. John 14.26 sebelumnya yang saya kutipkan dari The Bible, A.D. 1611, The British and Foreign Bible Society London. Perhatikan perbedaan penggunaan kata ‘The holy spirit’ dengan ‘The holy ghost’ !

    Jika kita amati, tidak ada penginjil dari tingkat manapun yang berusaha membandingkan makna istilah ‘Paraclete’ dalam naskah asli berbahasa Yunani dengan bayangan atau hantu kudus /holy ghost/.

    Dengan demikian, dengan mantap kita katakan bahwa AlMu’azzi atau si penolong itu adalah Roh Kudus atau yang berketuhanan. Dan dengan sendirinya, Roh Kudus atau yang berketuhanan itu adalah seorang Nabi yang kudus atau yang berketuhanan.

    Dalam ajaran Islam, Nabi manapun, sebelum pengutusan Muhammad Rasulullah Al-Amin oleh Allah Swt adalah seorang Nabi yang kudus atau berketuhanan yang dipilih dan dijaga Allah dari dosa dan kesalahan. Bagi seorang Muslim juga ketika mengungkapkan Nabi, pikirannya akan langsung tertuju kepada Nabi Muhammad Saw.

    Sebagai pengarang Injil, Johanes telah menulis tiga risalah Injil umat Kristen. Didalamnya, dia menggunakan ungkapan Roh Kudus untuk menunjukkan kenabian yang berketuhanan:

    “Saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak dari Nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi keseluruh dunia”. (I Johanes 4:1)

    Dalam ayat diatas, kata Roh merupakan kata yang bersinonim dengan kata Nabi.
    Jadi, Roh yang hakiki adalah Nabi yang hakiki juga, dan roh palsu adalah Nabi yang palsu juga.

    Dalam Bible ‘Authorised King James Version, ketika sampai pada kata ‘Roh’ yang pertama pada ayat tersebut, diarahkan agar para pembacanya membandingkan dengan yang tertera dalam Matius 7:15 yang mengukuhkan bahwa para Nabi palsu itu adalah roh-roh palsu. Berdasarkan itu dan mengikuti pendapat Johanes juga, Roh kudus atau holy spirit adalah Nabi yang berketuhanan alias Holy prophet.

    Lebih jauh lagi, Johanes telah memberikan tolak ukur yang jelas untuk mengenali Nabi yang sebenarnya dengan mengatakan:

    “Demikianlah kita mengenal Roh Allah; setiap roh yang mengaku bahwa Jesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.” (I Johanes 4:2)

    Dan menurut pemahaman kalimat-kalimat Johanes dalam penafsiran yang pernah kita bahas, roh itu sinonim dengan Nabi. Berdasarkan itu, makna Roh Allah dalam ayat diatas adalah Nabi Allah, dan makna setiap Roh adalah setiap Nabi.

    “Dia akan memuliakan aku, karena dia akan menerima dari aku dan akan memperlihatkannya kepadamu.”
    (St. John 16:14)

    Kita pun wajib mengetahui apa yang dikatakan Nabi Muhammad Saw tentang Isa Almasih alias Jesus The Christ Son of Mary.

    Didalam Qur’an telah disebut nama Isa a.s, lebih dari dua puluh lima kali dan digelarinya dengan berbagai gelar dan sifat, diantaranya : ‘Isa putra Maryam’, ‘Seorang Nabi’, ‘Seorang shaleh’, ‘Kalimah Allah’, ‘Masihullah’ dan lain sebagainya. Semuanya menunjukkan bahwa betapa Nabi Muhammad sangat memuliakan Isa Almasih, Son of Mary.

    Adapun sebagai baiknya, kita melihat pada ciri-ciri yang dinubuatkan oleh Jesus mengenai The Holy -SpiritGhost- didalam kitab Injilnya.

    Dari St. John 16:8 hingga 16:14

    “And When he is come, he will reprove the world of sin and righteousness and of judgment of sin, because they believe not on me of righteousness, because I go to my father and ye see me no more of judgment because the prince of this world is judged. I have yet many things to say unto you but you can not bear them now. How beit when he, the ‘spirit of truth’ is come, he will guide you into all truth; for he shall not speak of himself, but whatsoever he shall hear, that shall he speak, and he will show you things to come.”

    The comforter alias the holy -spiritghost- menurut yang dinubuatkan oleh Jesus dalam Bible, adalah The Spirit of Truth yang akan memperbaiki dunia dan menjelaskan mengenai dosa, keadilan dan juga mengenai tata cara perhukuman.

    Selain itu, Jesus juga berkata bahwa utusan berikutnya itu akan membimbing manusia menuju kejalan Tuhannya, kepada jalan kebenaran yang hakiki dan akan berbicara mengenai hal-hal yang akan mendatang.

    Semua nubuat tersebut adalah cocok dengan Nabi Muhammad Saw Al-Amin.
    Rasulullah membimbing manusia untuk kembali pada jalan Tuhan yang benar, memperbaiki akidah manusia untuk bertauhid, menyembah Tuhan yang Esa, bukan Tuhan yang Tiga.

    Beliau datang untuk mengembalikan kemurnian ajaran yang dibawa oleh Ibrahim, Musa, Daud, Sulaiman, Yahya, Isa dan Nabi-nabi lainnya yang telah dirusak dengan berbagai macam kejahiliyahan masyarakat.

    Nabi Muhammad telah datang dengan segala perundang-undangannya, berbicara mengenai dosa, berbicara mengenai keadilan dan juga berbicara mengenai hari kiamat yang akan datang.

    Almasih sendiri mengatakan bahwa memang banyak yang hendak diucapkannya kepada Bani Israel, namun sebagian besarnya tidak akan dimengerti oleh umatnya pada masa itu, apalagi dalam menjalankan misi dakwahnya, Almasih selalu diburu dan dikejar oleh musuh-musuhnya.

    Dengan perkenan Allah, Jesus memutuskan bahwa semua tugas kenabiannya yang belum selesai itu akan diserahkan kepada Muhammad dengan AlQur’annya, yang akan membimbing, tidak hanya kepada Bani Israel, melainkan kepada seluruh manusia dimaya pada ini sesuai dengan fungsinya membawa rahmat keseluruh alam.

    Nabi Yahya alias John sendiri berkata dalam St. Matthew 3:11
    “I indeed baptize you with water unto repentance, but he that cometh after me is mightier than I, whose shoes I am not worthy to bear : He shall baptize you with the holy ghost and with fire”.

    Jika perkataan John diatas kita tujukan pada diri Jesus, itu kurang tepat, sebab Jesus sendiri datang kepadanya dan minta dibaptiskan yang berarti bahwa dia dan Jesus adalah sederajat.

    St. Matthew 3:13
    “Then cometh Jesus from Galilee to Jordan unto John to be baptized of him.”

    Jadi kalimat John tersebut dimaksudkan untuk kedatangan Muhammad Saw selaku Nabi terakhir dalam jajaran kenabian Tuhan, dimana Ruh suci dan Api yang dengannya ia akan membaptis orang adalah dua kalimah syahadat : Pengakuan mengenai Keesaan Tuhan serta hukum yang diturunkanNya serta pengakuan terhadap Kerasulan Muhammad Saw Al-Amin.

    Akidah atau kepercayaan adalah suatu soal yang tetap dan tidak berubah.
    Allah adalah yang menciptakan segala yang ada, karena itu Allah sajalah yang berhak disembah, Dialah satu-satunya tempat meminta pertolongan, Dia yang tiada berserikat didalam menjalankan kekuasaanNya.

    Nabi Muhammad akan tampil sebagai sosok pribadi yang gagah perkasa bagaikan Nabi Musa, mempunyai kebijaksanaan sehingga semua alam ikut bertasbih bersamanya seolah Nabi Daud, berotak brilian dan kekayaan hatinya melebihi kekayaan Nabi Sulaiman, memiliki wajah yang tampan rupawan laksana rupa Nabi Yusuf, mempunyai ketabahan yang besar melebihi ketabahan Nabi Yunus yang terperangkap dalam perut ikan dan Nabi Ibrahim yang tidak goyah dibakar api, bersikap kasih sayang sebagaimana Isa Almasih serta bersikap dan tampil sebagai sosok Al-Amin yang patuh kepada Tuhannya sebagai perwujudan sifat dari para malaikat.

    Dialah sosok Nabi dan Holy Prophet yang dinantikan, dimana tiada lagi Nabi yang akan diutus setelah wafatnya kecuali para mujaddid yang berlaku sebagai ‘utusan Tuhan’ dari berbagai kaumnya sekaligus berfungsi sebagai pengembang dan perpanjangan tangan para Nabi Allah.

    Dari Perjanjian Lama, Yesaya 42:1-4 ; Disana diberikan gambaran tentang Muhammad sbb:

    Lihatlah hambaKu yang Kupapah, pilihanKu, yang hatiKu berkenan akan dia. Bahwa sudah Kukaruniakan RohKu kepadanya, maka diapun akan menyatakan kebenaran kepda orang-orang kafir. Tiada ia akan berteriak atau menyaringkan suaranya atau memperdengarkan dia dijalan. Bulu yang terkulai tiada akan dipatahkannya dan sumbu yang lagi berasap tiada akan dipidamkannya; maka iapun akan menyatakan hukumnya dengan kebenaran. Maka ia sendiripun tiada akan dipadamkan atau dipatahkan sampai sudah ditentukan hukum diatas bumi dahulu, maka segala pulau akan menantikan ajarannya.

    Keempat ayat tersebut dengan jelas bukan nubuat untuk Jesus, melainkan untuk Rasulullah Muhammad Saw.
    Sebab Jesus tidak pernah menyampaikan dakwahnya kepada orang kafir kecuali hanya kepada bangsa Bani Israel saja (Matius 10:5-6 dan 15:24)

    Tetapi Nabi Saw menyampaikan ajarannya kepada orang-orang bangsa lain seperti Bilal, Syuhaib, Salman dan lain-lain, mereka semuanya berasal dari luar negri (Mekkah).

    Pada ayat 2 dijelaskan bahwa Muhammad Saw tidak akan menyaringkan suaranya atau memperdengarkan suaranya dijalanan. Sedangkan Yesus menyaringkan suaranya sebagaimana dalam Tohanes 7:28 sbb :

    ‘Maka berserulah Yesus dengan nyaring suaranya dalam Bait Allah tengah ia mengajar’

    Juga konteks ayat Matius 27 ayat 46:
    ‘Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara nyaring ….’

    Pengertian ayat selanjutnya ialah bahwa perjuangan Nabi Saw tidak akan dapat dipatahkan dan dipadamkan oleh siapapun. Beliau menyatakan dan menegakkan hukum Allah dengan tegas tanpa pandang bulu, didalam setiap perjuangannya juga Nabi Saw melarang umatnya mengganggu orang-orang yang sedang beribadat, pepohonan, wanita, anak kecil.

    Hal tersebut sesuai dengan Yohanes 16:8 ;
    “Dan ketika dia datang, ia akan memperbaiki dunia tentang dosa dan tentang kebenaran dan tentang pengadilan.”

    Wahyu 19:11 ;
    “Lalu aku melihat langit terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil.”

    Sementara jika hendak memaksakan ayat tersebut dengan Yesus, maka menurut Alkitab sendiri perjuangan Yesus sendiri dapat dipatahkan dan disalib. Yesus tidak berani menyatakan hukum yang sebenarnya, karena pada waktu itu masih berada dalam Herodes Antipas (4 SM – 39 M).

    Dalam Yohanes 8:1-11 diceritakan, Yesus dicobai oleh orang-orang Yahudi agar menjatuhkan hukuman bagi wanita pezina sesuai dengan hukum-hukum Taurat, yaitu hukum rajam. Maksud dari orang-orang Yahudi itu jika Yesus mau menjatuhkan hukuman rajam tersebut, niscaya Yesus akan dihukum oleh raja Herodes.

    Oleh karenanya Yesus waspada atas tipu daya orang Yahudi itu, dan menyuruh dari antara mereka yang merasa tidak punya dosa untuk melempari batu terhadap wanita pezina itu. Ternyata tak seorangpun dari mereka merasa suci dari dosa, kemudian satu-persatu mereka meninggalkan Yesus, dan selamatlah wanita itu dari hukuman rajam sebagaimana seharusnya.

    Dari cerita Alkitab sendiri kita sudah mengetahui bahwa Yesus tidak berani menegakkan hukum Allah. Biasanya orang Kristen akan membantah dengan dalih hukum rajam itu telah diganti dengan hukum kasih.

    Jawaban ini sama sekali tidak beralasan. Sikap Yesus yang tidak mau merajam wanita itu bukan karena menggantinya dengan hukum kasih, melainkan merupakan kebijaksanaan Yesus agar dia tidak ditangkap oleh penguasa. (Baca ulang Alkitabnya)

    Pada ayat 4 dijelaskan bahwa ajaran Nabi Muhammad Saw yang semula hanya berada dilingkungan jazirah Arabia menyebar meluas kepulau-pulau dan benua lain diseluruh dunia.

    Kembali kepada isi Wahyu 19:11 yang menerangkan perihal kuda putih dan penunggangnya, sudah jelas adalah Rasul Allah, Muhammad Saw yang akan menunggangi Buraq sebagai kendaraan inter dimensi beliau dalam misi Mi’rajnya sebagaimana surah Al-Israa’ 1 yang sudah saya bahas dalam artikel saya Studi Kritis dalam Memahami AlQur’an

    Sementara namanya “Yang Setia dan Yang Benar” adalah sesuai sekali dengan nama Rasulullah Muhammad Saw yang sering juga disebut Al Amin.
    Wahai orang-orang kafir!Berimanlah sebelum terlambat.Tuhan tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga kaum itu mengubah diri mereka sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Ingatlah!Akherat lebih penting.

  67. verdi Says:

    assalamualaikum.aku pengen menanyakn.. kenapa dulu gereja menentang ilmu pengetahuan ..galileo seorang yang taat dulu agama dan seorang ilmuwan.. galileo menentang gereja. gereeja mengatakn bumi itu datar dan galileo mengatakan bulat.galileo juga mengatkan air hujan itu bukan penhapusan dosa.. tetapi pengaruh dari gravitasi yang mnyuburkan makluk yang ada dibumi… gereja merasa terganggu dari fakta yang diutarakan gelileo,mereka mengahambat langkah galileo untuk menyebarkan ilmu pengetahuan.. galileo dipenjara.namun sat itu raganya saja yang dipenjarakan pikirannya sama sekali tidak terpenjara.. dia tetap menulis buku DIII (diarama.discorsi,Dialogue) yang mana buku itu penuh dengan pengethuan tentang aturan tata surya dan mekanisme kerja bumi namun lagi-lagi gereja tak menyukai itu karna buku itu menyeleweng pada saat itu galileo dihukum berat dia disiksa hingga meniggal dunia. dan karya DIII itu di jadikan symbol setan oleh pihak gereja. berhasil mendoktrin umatnya gereja membuat mitos 666 angka setan yang mana itu adalah ddd 66 dibalik atau DIII… illuminati adalah penentang geraja yang tk terima baranabas di ganti.. apa mungkin nabi isa bisa digantikan manusia biasa untuk membuat ajaran baru ?.. illuminati anggotanya.. sir isaac newton,galileo,leonardo davinci dan seniman terbaik diroma micheal angelo.. illuminati bukan kelompok sesat tapi kelompok yang ingin mnyatukan Agama da ilmu pengetahuan …

    1. siapmurtad Says:

      Karena Gereja kagak baca ayat ALKITAB ini:
      Isa 40:22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

      Jelas-jelas bumi itu BULAT. Gereja Katolik sekarang memulihkan nama Galileo dan Copernicus pencetus Bumi BULAT/OVAL.

  68. ilham othmany Says:

    Sesungguhnya amat tepat sekali bila dikatakan bahawa Baginda Rasulullah SAW itu adalah contoh teladan yang terbaik untuk diikuti dalam semua aspek kehidupan sama ada dari sudut ketaatan, dan keimanan terhadap Allah, ibadat, kemasyarakatan dan pergaulan, akhlak dan peribadi dan juga siasah pentadbirannya. Kesempurnaan peribadi Baginda Rasulullah SAW itu telah termaktub dalam Al-Quran sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al Ahzab ayat 21 yang berbunyi:

    “Demi sesungguhnya adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan keredaan Allah dan balasan baik Hari Akhirat serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak dalam masa susah dan senang”.

    Oleh itu, sudah sewajarnyalah kita mencontohi akhlak Baginda dan mengamalkannya dalam kehidupan jika kita mahu bahagia dan selamat di dunia dan di akhirat. Mari kita melihat satu contoh sifat Rasulullah SAW yang sangat mulia dalam membantu orang orang yang dhoif dan miskin di Kota Madinah ketika itu.

    Diriwayatkan Rasulullah SAW hampir setiap hari memberi dan menyuapkan makanan kepada seorang pengemis buta beragama Yahudi yang mengemis disebuah pasar. Ketika menyuap makanan kepada pengemis tua ini. Yahudi tua ini tidak pernah putus putus mencerca akan Rasulullah SAW dan menghina agama Islam. Namun Nabi tidak pernah memarahinya malah Nabi dengan sabar terus menyuap makanan kepada Yahudi tua yang buta ini. Hampir beberapa lama peristiwa ini berlaku sebegitu. Yang akhirnya apabila Rasulullah telah wafat, kerja mulia ini telah diambilalih oleh Abu Bakar. Itupun setelah mendapat arahan dan nasihat dari Fatimah sebagai menyambung kerjamulia Rasulullah SAW.

    Setelah disuapi, Pengemis buta Yahudi ini telah membentak kepada Abu Bakar dan mengatakan bahawa engkau ini bukanlah orang yang sering menyuapkan makanan kepadaku setiap hari. Abu Bakar berkata bahawa akulah yang menyuapkan kamu pada setiap hari. “Tidak” kata pengemis tua itu dan manyambung dengan berkata “orang yang sering menyuapkanku itu memang ada kelainan daripada kamu. Ia menyuapkan aku dengan lembut dan ikhlas sekali, Makanan yang keras dilembutinya terlebih dahulu sehingga ianya menjadi lembik dan mudah aku menelannnya. dan cara suapannya amat selesa dan disenangi sekali. “Engkau bukan orangnya” marah pengemis buta kepada Abu Bakar. Akhirnya mengakulah Abu Bakar bahawa selama ini yang menyuapkan makanan itu adalah orang lain. Pengemis bertanya ” Dimanakah orang mulia itu ” Jawab Abu Bakar, beliau telah wafat. Bertanya lagi pengemis buta ini. Siapakah yang sebenarnya orang yang telah menyuapkan aku selama hari ini. Kata Abu Bakar : Yang menyuapkan makanan pada setiap hari kemulutmu itu adalah Nabi Muhammad SAW. Pengemis tua ini menangis teresak resak dan amat menyesal atas perbuatannya kerana telah menghina dan mencaci Nabi, sedangkan orang yang dihina itulah yang telah menyuapkan makanan kepadanya pada setiap hari. Asabab ini, ia telah memeluk agama Islam atas kagumnya terhadap akhlak mulia Nabi Muhammad SAW, yang sanggup menyuapkan makanan kepada orang yang menghinanya pada setiap hari. Fikirkan tuan-tuan sekalian. Bayangkan seorang manusia agong sanggup menyuap makanan kepada pengemis tua yang hina ini, yang tidak ada pertalian darah, pertalian saudara maupun pertalian agama , tetapi kerana sifat kesihan kepada insane malang yang buta ini, Rasulullah sanggup melakukannya.
    Wahai orang-orang kafir!Berimanlah sebelum terlambat.Tuhan tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga kaum itu mengubah diri mereka sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Ingatlah!Akherat lebih penting.

  69. ilham othmany Says:

    MUHAMMAD DALAM KIDUNG AGUNG

    Perjanjian Lama kitab Kidung Agung secara jelas menyebut nama Muhammad yang dalam bahasa Ibrani adalah Mahamad.

    Kidung Agung 5:10.
    (Hebrew) דודי צח ואדום דגול מרבבה׃
    (Hebrew With Vowel) דֹּודִי צַח וְאָדֹום דָּגוּל מֵרְבָבָֽה׃
    (Transliterasi) dvōd� sah və�ādvōm dāg�l mērəbāb�:
    (KJV Bible) My beloved white and ruddy, the chiefest among ten thousand.
    (Terjemahan Bebas) Kekasihku itu putih dan merah sehat, pemimpin diantara 10.000 orang.

    Kidung Agung 5:16
    (Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושׁלם׃
    (Hebrew With Vowel) חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּנֹות יְרוּשָׁלִָֽם׃
    (Transliterasi) hikvō mamətaqq�m vəkullvō mahămad�m zeh dvōd� vəzeh rē�� bənvōt yər��ālāim:
    (KJV Bible) His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.
    (Terjemahan Bebas) Teramat manis tutur katanya, ia adalah mahămad�m. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.

    Secara signifikan, Kidung Agung 5:10,16 menyebut nama Muhammad yang dalam bahasa Ibrani adalah mahămad [10] dengan imbuhan ��m� (agung), pemimpin diantara 10.000 orang.

    Kisah Seorang Nabi yang ditemani 10.000 orang belum digenapi hingga hingga generasi awal Kristen
    Perjanjian Baru Epistle (Surat) Yudas 1:14-15 KJV Bible mencatat ramalan dari Enoch (Dalam Islam, nabi Idris) yang belum digenapi :

    �And Enoch also, the seventh from Adam, prophesied of these, saying, Behold, the Lord cometh with ten thousands of his saints. To execute judgment upon all, and to convince all that are ungodly among them of all their ungodly deeds which they have ungodly committed, and of all their hard speeches which ungodly sinners have spoken against him.�

    (Juga tentang Enoch, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: �Lihat, Tuan [11] datang dengan 10.000 orang kudusnya hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.)

    Jadi tafsirannya adalah : Enoch berkata :�Lihat, Tuan Muhammad datang dengan 10.000 orang kudus hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.

    �Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma�ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.� (QS Ali �Imran 110)

    Yea, fantastis.

    �Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri alkitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.� (QS Al Baqarah 146)

    Bacalah seluruh sejarah mengenai Padang Gurun Paran, dan Anda tidak akan menemukan peristiwa lain selain penaklukkan Mekkah oleh Nabi Muhammad. Yea, beliau datang tahun 8 Hijriah bersama 10.000 orang kudus dari Madinah hendak memasuki bait Allah di Mekkah. Dan Lihat! Muhammad datang memberikan hukum berapi-api kepada dunia dan menghukum orang-orang fasik.

    Nubuat Perjanjian lama kitab Habakuk
    Habakuk 3:3
    God came from Teman, and the Holy One from mount Paran. Selah. His glory covered the heavens, and the earth was full of his praise. {Teman: or, the south} (KJV -Shoftware Alkitab SABDA)

    #Terjemahan Bebas
    Tuhan datang dari Teman, dan yang kudus dari gunung Paran. Selah. Kejayaannya menyelimuti langit dan bumi pun penuh dengan pujian kepadanya.

    Tafsir Kitab Habakuk 3:3 adalah Nabi Muhammad yang kudus datang dari Paran (Mekkah). Ini adalah kisah hijrah (migrasi) nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

    Bahwasanya nabi Muhammad telah menyatakan bahwa nenek moyangnya adalah Ismail bin Ibrahim dapat kita lihat dari beberapa hadits berikut ini :

    Nabi Muhammad SAW telah menyatakan dalam haditsnya bahwa nenek moyangnya yakni nabi Ismail adalah seorang pemanah. Dalam hal ini telah terjadi pada satu kabilah Aslam beberapa orang dari mereka yang memanah dengan busur, maka Nabi Muhammad SAW berkata kepada mereka: �Panahlah wahai keturunan Ismail, sesungguhnya bapak kamu (Ismail) adalah seorang pemanah.� (Bukhari kitab �Al Jihad Wa Sair�, Ibnu Majah dalam sunan kitab �Al Jihad�).

    Dalam riwayat lain dikemukakan ketika Rasulullah SAW thawaf (mengelilingi Ka�bah), berkatalah Umar kepadanya: �Ini adalah maqam (tempat shalat) bapak kita Ibrahim.� Nabi bersabda: �Benar.� Umar berkata lagi: �Apakah tidak sebaiknya kita jadikan tempat shalat?� Maka Allah SWT menurunkan ayat (QS. 2:125). (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Jabir.)

    Rasulullah SAW bersabda :�Allah memilih Ismail dari keturunan Ibrahim, dan memilih bani Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih suku Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih bani Hasyim dari suku Quraisy, dan memilih saya dari bani Hasyim (HR. Muslim)[12]

    Allah SWT berfirman :
    �Hai orang-orang yang beriman, ruku�lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah.� (QS Al Hajj 78)

    Wahai orang-orang kafir!Tidak sehari pun yg berlalu melainkan kuburan mengatakan “Akulah rumah kesepian..Akulah rumah kegelapan…Akulah rumah kesedihan…Akulah rumah yg penuh cacing dan ulat..”Kasihanilah diri kalian di sana nanti.Berimanlah kerana iman itu tidak sesusah mana.Apakah dengan beriman menjadikaqn kalian miskin?Tidak!Adakah dengan berimaqn akan menjadikan kalian jatuh sakit?Tidak!Kalian tidak akan hilang apa-apa dengan nberiman.Hanya perlu kalian ucapkan Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kuburan kalian nanti berobah menjadi taman-taman surga dan kalian akan tidur di dalamnya seumpama tidurnya penganten.Ya Allah jadikanlah kuburan kaum muslimin semuanya sebagai taman-taman surga dan jangan jadikan kuburan kami sebagai lobang-lobang neraka, Ya Allah !Amin ya Rabbal Alamin.

    1. Adeng Hudaya Says:

      Betul, Pencipta nggak protes, tetapi Sang Pencipta juga tidak membenarkan orang untuk beristeri banyak! Yang ideal menurut Tuhan adalah 1 isteri.

      Coba anda baca kisah Daud menidurin isterinya Uria yang bernama Batsyeba?

      Ngeri nggak hukuman Tuhan atas perbuatan keji yang dilakukan oleh Daud itu?

      Apa menurut elu, Momed nabi elu lagi enak-enakan di surga saat ini?

      Sedangkan dalam hidupnya ia pernah memperkosa Rihanna bin Amru dan Safiyah bin Huyay???
      Dan kita nggak pernah dengar tuh jika Momed SAW menyesali perbuatan biadab nya itu???

      Apa elu pikir Tuhan Yang Maha Adil tidak mendengar jeritan Safiyah yang pada hari Momed SAW menyiksa dan membunuh Kinana suaminya, pada hari yang sama juga Safiyah diperkosa oleh Muhammad di tendanya Muhammad???!!!

      Elu lihat nggak kebesaran Tuhan hari-hari ini. Bukan hanya Ia mendengar jeritannya Safiyah dan Rihanna – bahkan Ia membiarkan seluruh dunia mendengar jeritan kedua wanita malang ini akibat tindak kebiadaban dan kebejatan Muhammad!

  70. ilham othmany Says:

    Ada begitu banyak Hadis dimana nabi saw mengutuk terjadinya pembunuhan atas wanita tidak berdosa dan anak-anak selama masa perang dan ini bukti yang tidak terbantahkan.

    Sahih Bukhari

    Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 257.

    Selama terjadi Ghazawat seorang wanita ditemukan tewas terbunuh. Rasulullah mencela pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak.

    Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 258.

    Diriwayatkan oleh Ibn Umar: Disaat sejumlah perang Rasulullah, seorang wanita ditemukan tewas terbunuh, kemudian Rasulullah melarang pembunuhan wanita dan anak-anak.

    Sahih Muslim

    Kitab 019, Nomor Hadis 4319.

    Bab : Pelarangan membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam perang

    Diriwayatkan bersumber dari Abdullah bahwa seorang wanita ditemukan tewas terbunuh dalam suatu perang Rasulullah (saw). Dia mengutuk pembunuhan atas kaum wanita dan anak-anak.

    Kitab 019, Nomor Hadis 4320.

    Bab : Pelarangan membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam perang

    Diriwayatkan oleh Ibn Umar bahwa seorang wanita ditemukan tewas terbunuh dalam salah satu pertempuranl; oleh karenanya Rasulullah (saw) melarang keras membunuh wanita dan anak-anak.

    Maliks Muwatta

    Kitab 021, Nomor Hadis 009.

    Bagian : Pelarangan membunuh wanita dan anak-anak dalam ekspedisi militer.

    Yahya menceritakan kepada ku dari Malik dari Nafi dari Ibn Umar bahwa Rasulullah, sallahu alaihi wassallam, melihat mayat seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah gazwah, dan tidak menyutujui pembunuhan itu lantas melarang keras pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak.

    Kitab 021, Nomor Hadis 010.

    Bagian : Pelarangan membunuh wanita dan anak-anak dalam ekspedisi militer.

    Yahya menceritakan pada ku dari Malik dari Yahya ibn Said bahwa Abu Bakr as-Siddiq disaat mengirim pasukan ke ash-Sham. Dia berjalan bersama Yazid ibn Abi Sufyan yang menjadi komandan salah satu battalion. Di beritakan bahwa Yazib berkata kepada Abu Bakr,�Maukah kamu naik atau aku yang turun?� Abu Bakr berkata, �Aku tidak akan naik dan kamu pun tidak usah turun. Aku memilih jalan ku untuk menuju jalan Allah.�

    Lalu Abu Bakr menasehati Yazid, �Kamu akan menemui golongan yang mengaku menyerahkan diri mereka kepada Allah. Biarkan mereka dengan apa yang mereka akui.

    �Aku nasehati engkau dengan sepuluh perkara jangan membunuh kaum wanita dan anak-anak atau orang tua, orang lemah. Jangn menebang pohon yang berbuah. Jangn menghancurkan rumah. Jangan membunuh domba atau unta kecuali untuk makan. Jangan membakar sarang lebah dan membubarkannya. Jangan mencuri rampasan perang, dan jangan menjadi pengecut.�
    Wahai orang-orang kafir!Belajarlah Islam dari sumbernya yg asli mudah-mudahan kalian selamat di akhirat.Tidak sehari pun yg berlalu melainkan kuburan mengatakan “Akulah rumah kesepian..Akulah rumah kegelapan…Akulah rumah kesedihan…Akulah rumah yg penuh cacing dan ulat..”Kasihanilah diri kalian di sana nanti.Berimanlah kerana iman itu tidak sesusah mana.Apakah dengan beriman menjadikaqn kalian miskin?Tidak!Adakah dengan berimaqn akan menjadikan kalian jatuh sakit?Tidak!Kalian tidak akan hilang apa-apa dengan nberiman.Hanya perlu kalian ucapkan Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kuburan kalian nanti berobah menjadi taman-taman surga dan kalian akan tidur di dalamnya seumpama tidurnya penganten.Ya Allah jadikanlah kuburan kaum muslimin semuanya sebagai taman-taman surga dan jangan jadikan kuburan kami sebagai lobang-lobang neraka, Ya Allah !Amin ya Rabbal Alamin.

  71. Adeng Hudaya Says:

    berita terkini!!!

    37 orang lagi di Pakistan tewas mengenaskan akibat serangan membabi buta dari kelompok Islam radikal.

    Sebagian besar korban adalah rakyat sipil tak berdosa.

    Dan Muslim masih dengan yakin menyerukan: “Islam agama damai”, “Islam rahmatan lillamin”, “Allahu Akbar”

    Dhuarrrr…….. Hari ini ada bom bunuh diri dimana lagi ya….

    Innalillahi waina ilaihi rolling stones…

  72. ilham othmany Says:

    Antara Peribadi dan Akhlak Rasulallah S.A.W Yang Perlu Kita Hayati

    1. Baginda berdoa dengan penuh khusyuk dan airmatanya sentiasa berlinangan

    2. Wajahnya sentiasa ceria yang menyejukkan mata memandangnya

    3. Sangat elok dan sempurna wajahnya

    4. Baginda memilik perasaan yang halus

    5. Beliau mengambil wudhu’ sebelum tidur dan berzikir hingga lena

    6. Suka makan beramai-ramai daripada berseorangan

    7. Bencikan kemegahan dan perhiasan yang cantik melambangkan kesombongan dan kemegahan

    8. Beliau makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang

    9. Tidak pernah mengumpat , mencerca atau menghina orang lain

    10. Baginda memelihara rambutnya dengan kemas

    11. Baginda memakai serban di atas kopiahnya

    12. Suka membalas hadiah

    13. Baginda mengucapkan salam kepada ahli rumah ketika hendak keluar atau masuk

    14. Baginda sangat berlemah-lembut dengan isterinya dan ahli keluarganya

    15. Sentiasa memulakan salam kepada sesiapa yang ditemuinya

    16. Baginda bersalaman dengan sahabatnya dan memeluk mereka ketika berjumpa

    17. Ketika berjabat tangan ia tidak melepaskan tangannya sehinggalah orang dijabatnya itu melepaskan tangannya

    18. Apabila melepasi kumpulan kanak-kanak , baginda mengangkat tangannya tanda hormat kepada mereka

    19. Tidak menatap atau merenung wajah orang lain lama-lama

    20. Sangat menghormati orang-orang tua dan mengasihani orang-orang muda dan kanak-kanak

    21. Tidak bangun dari sesuatu majlis makan sehingga tetamu lain bangun

    22. Tidak pernah menjulurkan kakinya di depan para sahabat

    23. Baginda suka bercakap lambat-lambat dan menyebut perkataan dengan jelas

    24. Sentiasa menumpukan perhatian kepada orang yang bercakap dengannya

    25. Tidak pernah ketawa terbahak-bahak tetapi hanya tersenyum lembut

    26. Sangat fasih dan manis dalam tutur bicara

    27. Tersangat sabar dan tabah bila menghadapi setiap cabaran dan kesusahan

    28. Amat kasih terhadap umatnya

    29. Tidak pernah mengambil rezeki kurnian Allah melebihi keperluan makan minumnya

    30. Rezeki yang melebihi keperluan akan ditaburkan untuk jihad Fisabilillah

    31. Sentiasa membantu orang lain walaupun ia sendiri dalam kesusahan

    32. Tidak pernah menghina orang miskin dan tidak rasa terhina bergaul dengan mereka

    33. Suka menziarahi orang sakit

    34. Amat pemurah hingga digambarkan seperti angin lalu pemurahnya

    35. Baginda tidak suka tidur di bilik gelap dan di bawah bumbung yang terbuka dan tidak beratap

    36. Tangannya tidak pernah menyentuh kulit wanita ajnabi

    37. Bersikap tegas , pemaaf dan pengasih dalam perjuangan

    Wahai orang -orang yg kafir ingatlah kalian gak akan lama di dunia ini.Sebelum berlalu 40 tahun semua yg nongkrong di thread ini bakalan berada di bawah tanah!Hanya kebenaran yg dapat menyelamatkan kita semua.Ikutilah kebenaran itu.Ucapkanlah sesungguhnya Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Kalian pasti akan berjaya.

    1. Gue Says:

      Memang Muhammad berdoa dengan kusyuk, karena dia tahu dosanya amat besar, karena itu didalam akhirb hayatnya dia mau bertemu dengan Yang Maha Tinggi, siapa itu padahal itu bukan Allah, memang hebat sekali Anda dalam mengcopi paste buku tapi Anda tidak bisa menjawab pertanyan secuilpun, Siapa itu Yang Maha Tinggi? singkat saja mengapa Muhammad tidak yakin dirinya masuk sorga(Demi Allah meskipun aku Rasul Allah, tapi au tetap tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadapku. Sahih Bukhari vol V no. 266)?gak usah panjang-panjang….hehehhe anada memang jago kopi paste, seperti nabi Anda

  73. ilham othmany Says:

    Wahsyi berkata:

    Islam adalah agama pembawa damai, dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh.

    Buktinya ada dalam ayat-ayat di bawah ini:

    QS 8:12
    (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

    QS 47:4
    Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

    QS 9:123
    Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

    QS 4:89
    Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

    QS 9:5
    Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

    Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomer 260
    Diriwayatkan oleh Ikrima: “Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.”

    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!

    Bagaimana bisa menjadi orang yang baik, kalau dia diajarkan untuk memukul istrinya?

    QS 4:34
    Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

    Bahkan mengurung istrinya sampai mati:

    QS 4:15
    Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk tidak setia pada istrinya?

    QS 4:3
    Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk memperlakukan istri sebagai barang konsumsi yang bisa digonta-ganti bila bosan?

    QS 4:20
    Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk bersikap paranoid dan penuh curiga terhadap sesamanya?

    QS 3:118
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

    QS 2:120
    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

    QS 3:100
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

    QS 3:149
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

    QS 3:69
    Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

    Tanya: Jadi apa kesimpulan Bapak?

    Jawab: Islam semakin diamalkan, akan semakin merusak penganutnya. Semakin kaffah keislaman seorang muslim, akan semakin buruk kepribadiannya. Dia akan menjadi suka poligami, pedofili meniru sunnah Rasul, tidak setia pada istrinya, mudah marah, membenci kafir, dan memiliki semangat membunuh yang tinggi.

    Intinya, bila kamu ingin menjadi orang baik, maka tinggalkan Islam.

    Bila kamu tetap ingin ber-Islam namun menjadi orang baik, maka janganlah menjadi MUSLIM SEJATI. Menjadi muslim sejati berarti kamu merubah dirimu menjadi JAHAT.

    Islam pada dasarnya sebuah penyakit yang mesti ditinggalkan, tidak bisa tidak.

    Wahsyi merupakan seorang pemuda yang berasal dari Habsyah. Berkulit hitam, bertubuh tegap dan sasa. Beliau merupakan seorang hamba kepada seorang bangsawan Makkah iaitu Jabir ibn Mu’tam.

    Kehidupannya
    Beliau diupah dengan kebebasan oleh Hindun binti Utbah untuk membunuh seorang panglima Islam dalam Perang Uhud iaitu Hamzah bin Abdul Muttalib.

    Selepas beliau berjaya membunuh Hamzah dengan rejaman lembingnya, beliau kemudian dibebaskan dan hidup sebagai orang yang merdeka.

    Apabila Islam semakin tersebar dan semakin kukuh, Wahsyi semakin takut, namun setelah mendengar keterangan dari beberapa orang yang sudah memeluk Islam akan kemaafan daripada Nabi Muhammad, Wahsyi mengambil keputusan untuk memeluk Islam.

    Walau bagaimanapun akibat kesedihan Nabi terhadap kematian bapa saudaranya Hamzah, Wahsyi terpaksa menyembunyikan dirinya daripada dilihat oleh baginda.

    Jasa dan perjuangannya
    Semasa umat Islam berhadapan dengan kaum yang murtad pimpinan Musailamah al-Kazzab dalam siri Peperangan Islam-Riddah yang dikenali sebagai Perang Yamamah, Wahsyi melibatkan diri untuk menebus kesalahannya pada Nabi.

    Dengan pertolongan salah seorang Ansar, beliau berjaya membunuh pemimpin kaum murtad tersebut. Kata-katanya setelah berjaya membunuh Musailamah ialah:

    “Aku telah membunuh sebaik-baik orang dengan lembingku ketika aku menentang Islam. Kini, dengan lembing yang sama, aku telah membunuh sejahat-jahat orang yang menentang Islam”

    Diambil daripada “http://ms.wikipedia.org/wiki/Wahsyi”
    Kisah Wahsyi di atas merupakan contoh kemaafan yg luarbiasa yg ditujukkan Nabi Muhammad saw.

    Wahai orang-orang kafir!Tidak sehari pun yg berlalu melainkan kuburan mengatakan “Akulah rumah kesepian..Akulah rumah kegelapan…Akulah rumah kesedihan…Akulah rumah yg penuh cacing dan ulat..”Kasihanilah diri kalian di sana nanti.Berimanlah
    kerana iman itu tidak sesusah mana.Apakah dengan beriman menjadikaqn kalian miskin?Tidak!Adakah dengan berimaqn akan menjadikan kalian jatuh sakit?Tidak!Kalian tidak akan hilang apa-apa dengan nberiman.Hanya perlu kalian ucapkan Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kuburan kalian nanti berobah menjadi taman-taman surga dan kalian akan tidur di dalamnya seumpama tidurnya penganten.Ya Allah jadikanlah kuburan kaum muslimin semuanya sebagai taman-taman surga dan jangan jadikan kuburan kami sebagai lobang-lobang neraka, Ya Allah !Amin ya Rabbal Alamin.

  74. ilham othmany Says:

    Muhammad SAW bersabda:

    Islam adalah agama pembawa damai, dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh.

    Buktinya ada dalam ayat-ayat di bawah ini:

    QS 8:12
    (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

    QS 47:4
    Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

    QS 9:123
    Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

    QS 4:89
    Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

    QS 9:5
    Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

    Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomer 260
    Diriwayatkan oleh Ikrima: “Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.”

    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!

    Bagaimana bisa menjadi orang yang baik, kalau dia diajarkan untuk memukul istrinya?

    QS 4:34
    Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

    Bahkan mengurung istrinya sampai mati:

    QS 4:15
    Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk tidak setia pada istrinya?

    QS 4:3
    Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk memperlakukan istri sebagai barang konsumsi yang bisa digonta-ganti bila bosan?

    QS 4:20
    Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk bersikap paranoid dan penuh curiga terhadap sesamanya?

    QS 3:118
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

    QS 2:120
    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

    QS 3:100
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

    QS 3:149
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

    QS 3:69
    Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

    Tanya: Jadi apa kesimpulan Bapak?

    Jawab: Islam semakin diamalkan, akan semakin merusak penganutnya. Semakin kaffah keislaman seorang muslim, akan semakin buruk kepribadiannya. Dia akan menjadi suka poligami, pedofili meniru sunnah Rasul, tidak setia pada istrinya, mudah marah, membenci kafir, dan memiliki semangat membunuh yang tinggi.

    Intinya, bila kamu ingin menjadi orang baik, maka tinggalkan Islam.

    Bila kamu tetap ingin ber-Islam namun menjadi orang baik, maka janganlah menjadi MUSLIM SEJATI. Menjadi muslim sejati berarti kamu merubah dirimu menjadi JAHAT.

    Islam pada dasarnya sebuah penyakit yang mesti ditinggalkan, tidak bisa tidak.

    Fizikal Nabi
    Telah dikeluarkan oleh Ya’kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya, maka dia berkata: Adalah Rasulullah SAW itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya tumbuh bulu-bulu yang halus, tengkuknya memanjang, berbentuk sederhana, berbadan besar lagi tegap, rata antara perutnya dan dadanya, luas dadanya, lebar antara kedua bahunya, tulang belakangnya besar, kulitnya bersih, antara dadanya dan pusatnya dipenuhi oleh bulu-bulu yang halus, pada kedua teteknya dan perutnya bersih dari bulu, sedang pada kedua lengannya dan bahunya dan di atas dadanya berbulu pula, lengannya panjang, telapak tangannya lebar, halus tulangnya, jari telapak kedua tangan dan kakinya tebal berisi daging, panjang ujung jarinya, rongga telapak kakinya tidak menyentuh tanah apabila baginda berjalan, dan telapak kakinya lembut serta licin tidak ada lipatan, tinggi seolah-olah air sedang memancar daripadanya, bila diangkat kakinya diangkatnya dengan lembut (tidak seperti jalannya orang menyombongkan diri), melangkah satu-satu dan perlahan-lahan, langkahnya panjang-panjang seperti orang yang melangkah atas jurang, bila menoleh dengan semua badannya, pandangannya sering ke bumi, kelihatan baginda lebih banyak melihat ke arah bumi daripada melihat ke atas langit, jarang baginda memerhatikan sesuatu dengan terlalu lama, selalu berjalan beriringan dengan sahabat-sahabatnya, selalu memulakan salam kepada siapa yang ditemuinya.

    Kebiasaan Nabi
    Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya.

    Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin.

    Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar baginda dan masuk baginda, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW itu.

    Rumah Nabi
    Berkata Al-Hasan ra. lagi: Aku juga pernah menanyakan ayahku tentang masuknya Rasulullah SAW lalu dia menjawab: Masuknya ke dalam rumahnya bila sudah diizinkan khusus baginya, dan apabila baginda berada di dalam rumahnya dibagikan masanya tiga bagian. Satu bagian khusus untuk Allah ta’ala, satu bagian untuk isteri-isterinya, dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Kemudian dijadikan bagian untuk dirinya itu terpenuh dengan urusan di antaranya dengan manusia, dihabiskan waktunya itu untuk melayani semua orang yang awam maupun yang khusus, tiada seorang pun dibedakan dari yang lain.
    Di antara tabiatnya ketika melayani ummat, baginda selalu memberikan perhatiannya kepada orang-orang yang terutama untuk dididiknya, dilayani mereka menurut kelebihan diri masing-masing dalam agama. Ada yang keperluannya satu ada yang dua, dan ada yang lebih dari itu, maka baginda akan duduk dengan mereka dan melayani semua urusan mereka yang berkaitan dengan diri mereka sendiri dan kepentingan ummat secara umum, coba menunjuki mereka apa yang perlu dan memberitahu mereka apa yang patut dilakukan untuk kepentingan semua orang dengan mengingatkan pula: “Hendaklah siapa yang hadir menyampaikan kepada siapa yang tidak hadir. Jangan lupa menyampaikan kepadaku keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya sendiri, sebab sesiapa yang menyampaikan keperluan orang yang tidak dapat menyampaikan keperluannya sendiri kepada seorang penguasa, niscaya Allah SWT akan menetapkan kedua tumitnya di hari kiamat”, tiada disebutkan di situ hanya hal-hal yang seumpama itu saja.
    Baginda tidak menerima dari bicara yang lain kecuali sesuatu untuk maslahat ummatnya. Mereka datang kepadanya sebagai orang-orang yang berziarah, namun mereka tiada meninggalkan tempat melainkan dengan berisi. Dalam riwayat lain mereka tiada berpisah melainkan sesudah mengumpul banyak faedah, dan mereka keluar dari majelisnya sebagai orang yang ahli dalam hal-ihwal agamanya.

    Luaran Nabi
    Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Kemudian saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Baginda selalu beramah-tamah kepada mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Baginda senantiasa memuliakan ketua setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak. Kadang-kadang baginda mengingatkan orang ramai, tetapi baginda senantiasa menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang manis dan akhlaknya yang mulia. Baginda selalu menanyakan sahabat-sahabatnya bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk dicela dan dicegahkan.
    Baginda senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara, tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya, yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun.

    Majlis Nabi
    Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu bertanya pula tentang majelis Nabi SAW dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahwa Rasulullah SAW tidak duduk dalam sesuatu majelis, atau bangun daripadanya, melainkan baginda berzikir kepada Allah SWT baginda tidak pernah memilih tempat yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang tertentu. Apabila baginda sampai kepada sesuatu tempat, di situlah baginda duduk sehingga selesai majelis itu dan baginda menyuruh membuat seperti itu. Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majelisnya itu merasa tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya. Bila ada orang yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu masliahat, baginda terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan kembali.
    Baginda tidak pemah menghampakan orang yang meminta daripadanya sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budipekertinya sangat baik, dan perilakunya sungguh bijak. Baginda dianggap semua orang seperti ayah, dan mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran, tidak berat sebelah. Majelisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah, tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu didahulukan.

    Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW pada orang-orang yang selalu duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW selalu periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor, tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang berikut. Baginda tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Baginda tidak suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala.
    Apabila baginda berbicara, semua orang yang berada dalam majelisnya memperhatikannya dengan tekun seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila baginda berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula, semua mereka berdiam seribu basa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya. Baginda tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan baginda merasa takjub bila mereka merasa takjub. Baginda selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa jengkel dan kurang senang, tetapi baginda tetap menyabarkan mereka dengan berkata: “Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu menolongnya dan jangan menghardiknya!”. Baginda juga tidak mengharapkan pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mau memujinya pun, baginda tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Baginda tidak pernah memotong bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah baginda berbicara, atau baginda menjauh dari tempat itu.

    Diamnya Nabi
    Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Saya pun menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam Rasulullah SAW bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, yaitu: Kerana adab sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia, dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya sifat-sifat kesantunan dan kesabaran. Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang lain. Baginda meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia ataupun buat akhirat.

    (Nukilan Thabarani – Majma’uz-Zawa’id 8:275)
    Wahai orang-orang kafir!Kenangilah orang-orang yg kalian lihat telah ‘pergi’ sebelum kalian.Begitulah setiap satu dari kita akan pergi mengikut giliran masing-masing.Fikirkan nasib diri kalian bersungguh-sungguh dan menangislah jika perlu kerana sungguh kalian tidak mengetahui saatnya giliran kalian datang bahaya apakah yg sedang menunggu kalian.Kajilah sesuatu dengan ilmu yg benar kerana ilmu yg benar penangkal kepada tipuan syaitan.Tawakkalkan(serahkan)untung nasib kalian kepada Allah kerana Dia akan memimpini orang yg bertawakkal kepadaNya.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi muhammad itu utusan Allah pasti kejayaan dalam genggaman kalian.

  75. ilham othmany Says:

    Rosulullah Saw bukanlah seorang barbar yang culas dan brutal. Orang-orang kafir menganggap begitu karena Islam disebarkan melalui peperangan (menurut mereka). Memang benar bahwa perang menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah dakwah Rosulullah, karena dalam dakwah Rosulullah Saw, beliau selalu mendapat tantangan berupa ancaman maupun siksaan dari kaum kafir. Oleh karena itu, perlu adanya suatu tindakan yang tegas menghadpi semua ancaman ini, yaitu perang.

    Dalam Islam, perang pun ada aturannya. Rosulullah mengajarkan untuk tidak membunuh anak yang belum dewasa, tidak membunuh wanita, tidak membakar pohon dan rumah, tidak mengganggu pendeta yang beribadah, bahkan beliau mengajarkan untuk tidak membunuh tawanan atau pun pasukan yang berada dalam gerejanya.

    Hal inilah yang tidak banyak diketahui oleh mereka yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qurán dengan seenaknya. Padahal mereka sama sekali tidak mempunyai ilmu untuk itu.

    Tulisan orang tolol yang menyatakan bahwa pengikut Muhammad Saw tidak punya otak untuk mempertanyakan moralitas pembunuhan orang-orang yang tak berdosa dan bersalah, adalah tuduhan tanpa alasan. Ini adalah pernyataan yang tak berilmu. Menunjukan kebodohan penulisnya. Umat Islam tidak pernah membunuh orang-orang yang tidak bersalah, melainkan membunuh manusia yang pantas dibunuh, yaitu orang-orang yang menghina Allah dan nabi-Nya.
    Silahkan cari dibuku sejarah mana saja yang menyebutkan bahwa Muhammad Saw adalah pembunuh orang-orang yang tak bersalah! Pasti hasilnya nihil, yang ada hanya fitnah kaum kafir yang membencinya.
    Wahai orang-orang kafir!Janganlah kalian memfitnah kekasih Tuhan yg suci.Ingatlah amalan kalian akan tercatat dan akan mengotori sejarah hidup kalian yg tidak akan dapat dicuci walau dengan air tujuh lautan sekalipun.Bersiaplah kalian di hadapan Allah utk menjawabnya.Firaun cuman kafir tapi gak memfitnah.Abu Jahal juga cuman kafir tapi gak memfitnah.Iblis dan setan cuman kafir tapi gak memfitnah.Tapi kalian bukan cuman kafir tapi memfitnah secara sengaja.Bayangin aja,seringan-ringan neraka itu ialah seseorang yg yg dipakaikan sandal dari neraka sehingga pecah kepalanya dan meleleh keluar otaknya.Na ‘uuzubillaah!Kalian bahkan lebih jahat dari firaun.Lebih jahat dari Abu Jahal.Bahkan lebih jahat dari iblis.Bertobatlah kalian.Pintu tobat terbuka luas utk kalian selagi belum sampai ke tenggorokan.Kalau kalian enggan tidak ada siapa yg rugi melainkan diri kalian sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Nabi muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.

  76. ilham othmany Says:

    Komunitas Hindu ikut Kampanyekan “Nabi Muhammad untuk Semua”
    Ditulis oleh MUSLIM di/pada Februari 17, 2010

    Sebuah kampanye untuk menyebarluaskan ajaran-ajaran Rasulullah Muhammad Saw tentang Islam diluncurkan di India. Uniknya, komunitas non-Muslim negeri itu berpartisipasi menyukseskan agenda tersebut.

    Presiden Jamaat Islami India, dalam acara peluncuran kampanye bertajuk “Nabi Muhammad untuk Semua”, Minggu (14/2), mengatakan, masyarakat India berasal dari beragam etnis dan agama dan komunitas Muslim berharap kalangan non-Muslim juga bisa menerima dan mau memahami agama Islam.
    “Untuk pertama kalinya, bukan hanya ulama dari berbagai aliran Islam, tapi juga saudara-saudara kami dari komunitas Bamcef, Maratha Samaj, Satya Shodak dan komunitas lainnya berpartisipasi dalam kampanye ini,” kata Madu.

    Para pemuka dari komunitas non-Muslim itu, bersama-sama dengan para pemuka Muslim India, akan melakukan perjalanan ke seluruh negeri untuk mengenalkan sosok Rasulullah Saw dan ajaran Islam yang dibawanya. Mereka akan meluruskan pandangan masyarakat yang salah tentang ajaran Islam antara lain dalam hal pembagian harta warisan, minuman keras, korupsi, buruh anak serta isu-isu kekerasan, terorisme dan pelanggaran hak asasi yang selalu dikait-kaitkan dengan Islam.

    Aktivis sosial dan pemuka agama Hindu, Purshottam Khedekar yang ikut dalam kampanye itu mengatakan, sosok Rasulullah Saw selayaknya tidak hanya diketahui oleh Muslim saja. “Nabi Muhammad Saw membawa pesan persaudaraan, perdamaian dan kesetaraan bagi seluruh umat manusia,” kata Presiden Hindu Maratha Seva Sangh itu.

    Di India, Khedekar adalah tokoh yang melakukan perlawanan terhadap sistem kasta dalam agama Hindu. Menurutnya, Nabi Muhammad Saw adalah sosok yang telah memperbaiki tata pemerintahan dan sistem sosial umat manusia. “Sungguh mengagumkan, ajaran-ajaran Nabi Muhammad yang sudah berusia 1400 tahun masih relevan dengan situasi hari ini,” puji Khedekar. Kampanye “Nabi Muhammad untuk Semua” di India akan berlangsung hingga akhir Februari mendatang.
    Sumber:http://answering.wordpress.com
    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg layak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian akan berjaya.Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya.Kalian akan masuk ke surga sambil tersenyum-senyum.

  77. Adeng Hudaya Says:

    Hubungan orang Kristen dengan pemeluk Hindu, Budha, Kong Hu Cu, para penyembah berhala dan berbagai macam pemeluk agama dan kepercayaan lainnya (kecuali Islam) – BAIK-BAIK SAJA TUH!!!

    Tetapi mengapa hubungan Kristen, Budha, Hindu, Kong Hu Cu, para penyembah berhala dan berbagai macam pemeluk agama dan kepercayaan lainnya terhadap ISLAM selalu bermasalah.

    Jawabannya sangatlah sederhana,

    Karena ISLAM IS THE REAL TROUBLE MAKER, THE REAL TERRORIST!!!

    Islam ngancurin patung Budha berusia ratusan tahun di Afghanistan!
    Islam sibuk meledakkan bom dan serangan-serangan maut membabi-buta di India (seperti yang terjadi di Mumbai)
    Islam melakukan 2 kali peledakan bom yang menewaskan ratusan orang, sementara ratusan lagi catat seumur hidup – di BALI.
    Islam melakukan kekerasan di Thailand Selatan, Filipina Selatan, Chechnya, Nigeria dlsb.dlsb.
    Islam sibuk dan sangat menikmati ngancurin dan menutupi gereja-gereja di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

    Mas, agama mu itu = AGAMANYA KAUM TERORIS!!!

    Elu mau ngomong apa lagi!!!

    Agama elu bikin dunia jadi rusak!!! Jadi kacau!!! Jadi nggak aman!!!

    Dan itu juga yang dibuat oleh Nabi bejat dan biadab-mu itu selama hidupnya!!!

    1. ilham othmany Says:

      Saya kira tulisan yg saya post kan di atas udah jelas.

    2. Hudaya Babi Says:

      hei Adeng Hudaya diam lo!!!

      muka elo udah mulai mirip ama muka babi tuh!!!

      bodoh bener lu jd org…ky anak TK hahahahaha…..

  78. ilham othmany Says:

    Debat Missionaris dengan Santri masalah Sholawat Nabi dan Doa Keselamatan

    Salah seorang missionaris dalam perjalanan bis kota antar kota mendekati penulis. Awal percakapan itu sang Missionaris menanyakan tentang agama penulis, penulispun menjawab bahwa agama saya adalah Islam. Selanjutnya sang Missionaris itu mulai mencoba “menggerayangI” keimanan penulis dengan bertanya: “Apakah Al Quran menjamin keselamatan seorang muslim, termasuk Muhammad ?”, tanpa berpikir panjang saya pun menjawab: “Tentu saja, karena keimanan dan amal shalih yang dapat menghantarkan kita menuju keselamatan di dunia dan akhirat”. Berikut ini adalah transkrip perdebatan penulis dengan Missionaris yang mengaku bernama Yapto, tetapi missionaris itu tidak mengetahui siapa penulis sebenarnya pada awal perdebatan. Terima Kasih saya pribadi ucapkan kepada saudara M. Aswin Syahrani yang telah mencatat dan merekam dalam HP perdebatan ini dan sedikit mengedit perihal kata-kata yang kurang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia (bukan mengedit perdebatannya).

    MISSIONARIS: “Anda tentu sholat bukan, mengapa di dalam sholat itu kita selalu mengatakan Allahumma sholi ‘alaa Muhammad, yang berarti Ya Allah berilah keselamatan atas Muhammad, secara logika do’a adalah pengharapan akan sesuatu yang belum terjadi agar terjadi, contoh: Saya berdoa agar anda selamat dalam perjalanan anda ini, berarti kan anda belum pasti selamat?”

    MUSLIM: “Sholawat yang anda kutip bagi tadi saya belum seberapa membuktikan bahwa muslim itu, termasuk Muhammad, adalah belum selamat; sebenarnya jika anda jeli anda bisa temukan yang kalau ditafsirkan amburadul bisa membuat umat Islam itu tidak tahu jalan alias sesat”

    MISSIONARIS: “Lho kok anda malah berkata demikian?”

    MUSLIM: “Coba anda buka di Terjemah Quran saya lihat sepintas di tas yang anda bawa tadi”.

    MISSIONARIS: “Ternyata anda jeli juga, oke saya buka, di surat apa?”

    MUSLIM: “Buka surat Al Fatihah ayat 6, dan tolong bacakan”

    MISSIONARIS: “Tunjukanlah kami jalan yang lurus (stop saya menyela dirinya)”

    MUSLIM: “Secara logika anda, umat Islam belum selamat kan?, dan secara pemahaman anda tadi bahwa doa adalah pengharapan akan sesuatu yang belum terjadi supaya terjadi, misal yang belum selamat menjadi selamat, berarti yang memohon berada di jalan yang lurus belum berada di jalan yang lurus kan?”

    MISSIONARIS: “Betul”

    MUSLIM: “Seharusnya anda mencounter saya dengan ayat itu dulu untuk membuat saya ragu akan Islam, jangan langsung kutip Sholawat Nabi, kan namanya pemurtadan tidak sistematis, bener gak?”

    MISSIONARIS: (tersenyum)

    MUSLIM: “Sekarang giliran saya mengcounter anda Oke?, Ayat 6 surat tersebut adalah ajaran dari Allah kepada hambanya dan merupakan falsafah doa. Ajaran ini mempunyai nilai yang sangat tinggi baik filosofis maupun agamis, agama Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk suatu perilaku yang paling luhur dan dalam, sehingga umat islam menyadari kedudukannya sebagai makhluk dan hamba yang tidak tahu apa-apa. Kita sebagai manusia tentu menyadari kelemahan sebagai ciptaan Allah dan sebagai makhluk Allah sehingga tercipta sebuah tindakan dan sandaran untuk tempat memohon serta meminta pertolongan yang paling utama, yakni perlindungan dan petunjuk dari Nya. Islam mengajarkan agar setiap insan terutama pemeluknya agar selalu merendahkan diri kepada Allah yang menciptakan dirinya, melepaskan sifat keangkuhan dan kesombongan. Bagaimana dengan Yesus yang nada laim sebagai Tuhan? untung saya tadi bawa Alkitab, ini Alkitab saya resmi lho ya yang di terbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia. coba anda buka Matius 26: 38-39, saya bacakan tolong kupingnya dipasang: Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kataNya: “Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari BapaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukuehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki, coba lihat Yesus merendahkan diri di hadapan Bapa, seorang Allah Putera merendahkan diri dihadapan Alah Bapa….

    MISSIONARIS: “Tapi konteks ayat itu adalah Yesus ketika akan ditangkap Yahudi sehinga memohon kepada Bapanya”.

    MUSLIM: “Nah tambah jelas dong Yesus memohon kepada Bapa, berarti Yesus tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya, dalam kaidah logika: Seseorang yang meminta kepada Tuhan adalah bukan Tuhan, Yesus meminta kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan, masuk akal gak?”

    MISSIONARIS: (Diam)

    MUSLIM: “Dan Yesus juga mempunyai dosa, mau bukti?”

    MISSIONARIS: “Yesus mengampuni dosa umat manusia, Dia tidak punya dosa”

    MUSLIM: “Jangan berkilah, silahkan buka Lukas 11: 2-4 saya bacakan tolong dengarkan dengan kuping mendekat “Bapa dikuduskanlah namaMu….dan ampunilah kami dan atas dosa kami””. Menurut penjelasan logika anda tadi bahwa yang namanya doa adalah pengharapan atas sesuatu yang belum terjadi agar terjadi….naaahhh….ada dua kecacatan Allah menurut logika anda di hadapan ayat ini: 1. adalah Bapa adalah sebelum di doakan adalah belum kudus dan yang kedua adalah Yesus berdoa supaya diampuni dosanya berarti Yesus berdosa.

    MISSIONARIS: “Ayat itu merupakan ajaran doa Yesus pada umat manusia agar sellau memohon doa pada diriNya”

    MUSLIM: “Tunggu dulu, coba anda perhatikan kata-kata di kuduskan namaMu…dan ampunilah atas dosa kami”, kok anda tidak jujur begitu mas, itu ucapan yang menurut logika anda tadi Bapa di doakan agar kudus dan Yesus berdosa meminta ampun akan dosanya, sekarang apa waktu itu Yesus berdoa pada dirinya sendiri? jawab dulu!”

    MISSIONARIS: (diam)

    MUSLIM: “Ya tidak dong mas, dia berdoa pada BapaNya yaitu Allah Ta’ala, karena Yesus selalu mengatakam Allah adalah Bapa, contoh: “Aku Belum pergi kepada BapaMu dan BapaKu, AllahKu dan AllahMu” Yesus menyebut Allah itu sebagai Bapa.

    MISSIONARIS: “Maaf tadi saya belum tahu nama anda (khas penginjil keliling jika sudah terpojok), siapa nama anda?”

    MUSLIM: “Saya Aris, dari Tim FAKTA, oke sudah tahu kan nama saya, kita lanjutkan perdebatan kepada sholawat”

    MISSIONARIS: “Sebentar lagi saya turun di pertigaan Pandaan, sejujurnya saya senang sekali akan diskusi lintas agama ini”

    MUSLIM: “Arah pertanyaan anda dapat saya baca, anda mengambil buku-buku Nehemia Centre, Abdul Yadi, Iskandar Jadeed, Robert Morey, Jansen Litik, dan si Habib Makhrus, apa ada yang terlewat dari ucapan saya?”

    MISSIONARIS: ” (senyum)…Saya juga heran kok ada anggota FPI yang murtad”

    MUSLIM:” Makhrus Ali sudah Islam, sudah berbulan-bulan yang lalu, anda paling baru mendapat gandaan VCD Makhrus beberapa minggu yang lalu paling….iya kan?”

    MISSIONARIS: “Lho Makhrus Ali itu Kristen”

    MUSLIM: “Ini ada nomer Hp Markus Margianto alias Makhrus Ali, mau saya telfonkan dengan Loud Speaker (sambir masuk ke contacts dan kursor pada Makhrus Ali (Habib Gadungan))?”

    MISSIONARIS: (terdiam…)

    MUSLIM: “Anda masih orang baru yang belajar memakai bahan lama yang sudah expired, kalau ingin “mengganggu” aqidah umat Islam sebaiknya dengan argumen yang masuk akal, baru dan lebih hebat dari argumen yang itu-itu saja, ada satu kardus lemarin es buku yang macam begitu”

    MISSIONARIS: “Oke mas, terima kasih atas waktunya, semoga Tuhan Yesus Memberkati”

    MUSLIM: “Mau Debat topik Yesus bukan Tuhan?”

    MISSIONARIS: “Ha…ha…ha..(tertawa dan tersenyum kemudian, beberapa saat kemudia ia turun dari bisa di pertigaan Pandaan, Jawa Timur)

    Wahai orang-orang kafir,andai kalian mengetahui sebenar-benarnya hakikat neraka itu apa pasti kalian benar-benar menyesal dilahirkan ke dunia.Jangan gitu dong!Selamatkan diri kalian semua.caqpkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian selamat ,malah bukan selamat sahaja malah berjaya ..ya..berjaya..ha ha ha ..kalian akan berjaya..Silahkan kalian ucapkan.Allah menanti nanti ucapan kalian.Begitu kalian ucapkan terus disambar rahmat dan kasih sayangNya.Amin Ya Allah.

  79. ilham othmany Says:

    skip to main | skip to sidebar Konspirasi Hitam Dunia

    Kamis, 12 Maret 2009
    Pejabat CIA Mengakui Secara Terbuka Bahwa Al-Qaeda Sepenuhnya Merupakan Rekayasa – a Made in the USA Production

    (CIA Officials Openly Admit Al-Qaeda Is a Complete Fabrication – a Made in the USA Production)
    Press Core.ca
    Mar 3, 2009

    Dalam sebuah film dokumenter pembunuh BBC berjudul “The Power of Nightmares” pejabat tinggi CIA secara terbuka mengakui bahwa Al-qaeda sepenuhnya merupakan rekayasa yang tidak pernah ada juntrungannya. Pemerintahan Bush memerlukan sebuah alasan logis sesuai Undang-undang sehingga mereka bisa mencari kambing hitam “orang tidak baik sesuai pilihan mereka” – “the bad guy of their choice” yaitu Undang-undang yang telah diberlakukan dalam rangka melindungi kita dari demonstrasi dan “organisasi kriminal” seperti Mafia. Mereka membayar Jamal al Fadl ratusan ribu dolar agar membuat ceritera mengenai Al-Qaeda untuk Pemerintah Amerika Serikat, sebuah “kelompok” atau organisasi kriminal yang mereka bisa kejar “menurut hukum”.

    sumber: 1dak.com

    “Al Qaeda bukanlah sebuah organisasi. Al Qaeda merupakan sebuah cara kerja … tetapi hal tersebut mempunyai hallmark dalam pendekatannya.”

    sumber: mypetjawa.mu.nu/archives/191417.php

    Al-Jazeera merupakan Saluran Berita Arab terbesar dan yang paling kontroversial di Timur Tengah yang menawarkan berita dari seluruh dunia selama 24 jam setiap harinya dan memusatkan pemberitaannya pada wilayah konflik terpanas. Didirikan pada tahun 1996 dan berkantor di Qatar, jaringan berita Al-Jazeera merupakan jaringan berita yang paling cepat berkembang di antara komunitas berbahasa Arab dan orang-orang yang berbahasa Arab di seluruh dunia. Ketahuilah bahwa Al-Jazeera merupakan media propaganda utama untuk kepentingan Amerika Serikat dan keseluruhan pemrogramannya dilakukan di Amerika Serikat pada Allied Media Corp. Setiap waktu Al-Jazeera melaporkan berita yang baru melalui video atau audio mengenai Al-Qaeda atau bin Laden yang membuat ancaman melawan Amerika Serikat, audio atau video tersebut sebenarnya dibuat di studio Allied Media Corp. Padahal dengan melakukan hal itu, secara esensial pemerintah Amerika Serikat membuat ancaman-ancaman untuk bangsanya sendiri. Allied Media Corp membuatkan untuk Al Jazeera video-video ancaman teroris.

    sumber: http://www.satdirectory.com

    Setiap video, setiap audio tape dari bin Laden atau hantu al-Qaeda yang membuat ancaman melawan Amerika Serikat sebenarnya dibuat di Amerika Serikat. Studio-studio Allied Media Corp membuat video dan audio tape untuk mantan Pemerintahan Presiden Bush dalam rangka Amerika Serikat melanjutkan Perang Melawan Teror serta perang agresi melawan rakyatnya sendiri termasuk negara-negara berdaulat lainnya di dunia. Paska 9/11 video tape dari bin Laden yang menurut dugaan mengakui telah melakukan serangan melawan Amerika Serikat, adalah palsu dan orangnya yang kita harus mempercayainya bahwa dia adalah bin Laden, hanyalah seorang aktor.

    sumber: patterico.com

    George W. Bush menggunakan Allied Media Corp dengan merekayasa pembuatan video dan audio tape yang dilakukan oleh para aktor yang melukiskan bin Laden serta al-Qaeda membuat ancaman melawan Amerika Serikat dalam rangka mepengaruhi serta memaksa Kongres untuk memberi Bush kekuasaan diktator serta merampok hak-hak sipil dan kemerdekaan rakyat Amerika. Bin Laden tidak menyingkirkan kebebasan anda, Bush di Gedung Putih lah yang melakukan. Bin Laden tidak menyerang Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, Pemerintah Anda sendiri lah yang melakukannya. Bin Laden tidak membuat bangkrut Amerika Serikat, Pemerintah Anda lah yang melakukannya – sepanjang sejarah semua kerajaan besar runtuh sebagai akibat pembiayaan yang sangat mahal dalam kampanye agresi. Bin Laden dan Saddam Hussein tidak membunuh lebih dari 1 juta orang warganegaranya yang tidak bersalah, Pemerintah Andalah yang melakukannya – pertama dilakukan oleh Pemerintahan Clinton, kemudian pada masa Pemerintahan George W. Bush dan Dick Cheney dan sekarang masa Pemerintahan Obama. Al Qaeda adalah dan selalu sosok yang dibuat oleh organisasi teroris Amerika Serikat. Terorisme dibuat dalam sebuah agenda politik Amerika Serikat.
    Wahai orang-orang kafir bersegeralah kalian memeluk Islam sebelum terlambat.Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga kaum itu mengubah apa yg ada pada mereka.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.


  80. INDONESIA (Suaramedia) Kebencian terhadap Islam memang tidak pernah berhenti hingga hari Kiamat. Selalu saja ada musuh-musuh Islam yang mencari celah untuk menyatakan permusuhan mereka. Salah satunya adalah dengan blog.
    Cara ini memang cukup efektif dan efesien. Efektif karena dengan cara ini penyebaran bisa tanpa batas. Dan efesien karena mereka membuat blog bisa gratisan.

    Siapa saja yang getol bermain di lapangan blog penghina Islam ini?

    Memang, begitu banyak blog yang terus saja muncul dan berkeliaran di dunia maya Indonesia. Secara umum, blog-blog tersebut banyak dibuat di penyedia jasa blog gratisan, semisal wordpress, multiply, dan lain-lain.

    Kebanyakan tersebarnya informasi tentang situs-situs yang menghina Islam dan Nabi Muhammad berasal dari sebuah forum diskusi. Misalnya, situs lapotuak.wordpress.com tersebarnya melalui forum Faith Freedom (http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/). Situs ini sekarang memang sudah ditutup. Tapi, situs asalnya http://www.faithfreedom.org yang di miliki oleh Ali Sina sampai sekarang masih bisa diakses.

    Siapa Ali Sina? Aslinya dari Iran. Setelah murtad, orang ini menjadi atheis dan tinggal di Amerika. Di sana, ia dan timnya membuat yayasan yang bernama Faith Freedom Internasional. Ia bertekad untuk menghantam Islam lewat lembaga ini.

    Di suatu situs komunitas terbesar di Indonesia, Kaskus (http://www.kaskus.us) bahkan dulu ada satu thread khusus untuk saling menghujat yang diistilahkan dengan nama FC (fight club). Orang-orang bisa berdebat, mencaci maki, menghina, mengejek suatu agama tanpa ada batas.

    Bahkan ada ‘orang gila’ yang membuat thread yang berjudul �Tantangan 2 x 24 jam kepada Allah nya umat Islam�. Si ‘orang gila’ ini menantang Allah, kalau benar Allah itu wujud dia minta dalam waktu 2 x 24 jam dia sudah mati. Sayang, sebelum 2 x 24 jam thread itu sudah di hapus oleh admin. Mudah-mudahan orang gila tadi juga dibuat mati oleh Allah.

    Selain Ali Sina, ada lagi Roy Sianipar. Melalui situsnya http://roysianipar-islamjihadfuckupindonesia.blogspot.com/ dan http://poorestislamijihadinindonesia.blogspot.com/, ia selalu melontarkan hujatan-hujatan sangat kasar dan vulgar terhadap Nabi Muhammad dan Islam. Seperti halnya Ali Sina, orang ini pun belum diketahui keberadaannya. Ada blog yang menyebutkan bahwa si Roy ini tinggal di Australia, dan ia seorang gay.

    Sebuah blog Islam malah sudah memberikan ancaman terhadap Roy: mengharapkan partisipasi blogger muslim untuk menginformasikan keberadaan ROY SIANIPAR kepada mereka. Akan ada tindakan khusus secara offline untuk Roy.
    Wahai orang-orang kafir.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Alla dan nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian akan berjaya.
    Bukan tidak mungkin, masih banyak makhluk-makhluk lain sejenis Roy ini yang hobinya menghujat dan menghina Islam dan Nabi Muhammad. Sangat di butuhkan peran aktivis blogger dan hacker muslim untuk menghentikan tindakan-tindakan mereka yang melampui batas itu.Visit Server Komik Nabi Muhammad Ada di AS (fq/er)

    1. munafik Says:

      KESIMPULAN,:
      MENGAPA KAMI MENOLAK MUHAMMAD, QURAN DAN AULOH:

      MATIUS PASAL 7:
      (15) Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang bauas.
      (16) Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

      Terbukti bahwa, dari quran dan hadist sendiri, menyatakan bahwa muhammad tidak hidup secara achklak benar sebagai nabi, buah perbuatannya, merampok, membunuh, memperkosa, kawin mawin dengan anak (pedofile), menantu, ngawini lebih dari 4 (bahkan lebih 22). telah membuktikan, bahwa dia tidak lebih dari seseorang dengan kemunafikan sebagai nabi dan penjahat.


  81. PERNIKAHAN NABI MUHAMMAD

    Sebenarnya berapa jumlah pasti istri Nabi Muhammad menurut riwayat masih simpang siur. Ada yang mengatakan 10, 11 atau 12. Selama Nabi menikah dengan Khadijah selama hampir 25 tahun, Nabi Muhammad belum pernah melirik wanita lain untuk dijadikan istri. Nabi Muhammad sangat sayang dan setia kepada istri pertama beliau “Khadijah”. Baru setelah Khadijaf wafat dimana usia nabi Muhammad sekitar 50 tahun, beliau menikahi beberapa wanita. Dan dari semua isteri-istri beliau Aisyah-lah yang dinikahi dalam keadaan gadis (perawan). Bahwa kurang lebih dalam waktu 10 tahun nabi Muhammad menikahi wanita sekitar 10 orang. Jadi rata-rata 1 orang 1 tahun, karena tahun-tahun itu penuh peristiwa yang mengharuskan nabi Muhammad mengambil langkah ini. Beberapa pakar Muslim dan non-Muslim yang obyektif mengakui bahwa perkawinan-perkawinan sepeninggal Khadijah dilakukan dengan motif politik dan sosial.

    John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad saw. adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).

    1. Motif politik politis (seperti pada Juariyah, Safiyah, Maimunah) dilakukan untuk menguatkan kedudukan Islam dengan perkawinan antar pemuka suku. Seperti kita ketahui jaman dulu kerajaan-kerajaan di Indonesia mengadakan perkawinan bangsawan antar suku baik dari dalam dan luar negeri untuk menguatkan kedudukan dan pengaruh.

    2. Motif Sosial dilakukan dalam rangka merawat anak, rumah tangga (seperti pada Sawda, Maria) pendidikan (seperti pada Aisyah), penegasan hukum (pada kasus Zainab), mengkader da’iyah (Safiyah), dan yang terbanyak adalah perlindungan terhadap para janda mukmin yang ditinggal mati oleh suaminya dalam perang, para janda yang terlantar atau yang menyerahkan diri pada Nabi, dll.

    FITNAH TERHADAP PERNIKAHAN NABI MUHAMMAD

    Kaum Kafir selalu berusaha menghancurkan akidah Islam dengan berbagai cara. Setelah mereka berhasil menghancurkan ajaran Yesus (Isa), maka mereka berusaha menghancurkan Islam. Adapun salah satu yang mereka bidik adalah pernikahan-pernikahan yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw. Dari sekian banyak istri nabi Muhammad, setidaknya ada 2 orang yang sering dijadikan oleh kaum Kafir sebagai fitnah keji. Yaitu pada istri Nabi Muhammad yang bernama “Zaenab binti Jahesy” dan “Aisyah”.

    FITNAH TERHADAP ZAENAB BINTI JAHESY
    Kaum Kafirin seperti para Misionaris dan Orentialis sering menggunakan pernikahan Nabi dengan “Zaenab” sebagai lahan fitnah. Dan anehnya ada sebagian orang yang mengaku sebagai Muslim ikut-ikutan mengamini terhadap apa yang diucapkan oleh para Orentialis. Tentang pernikahan ini tertuang dalam surat Al-Ahzab (33) : 37.

    [33.37] Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

    Maksud dari kalimat yang digarisbawahi adalah :

    “sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya,” maksud dari kalimat ini adalah bahwa Nabi Muhammad sudah mengetahui bahwa beliau akan menikah dengan Zaenab.

    “dan kamu takut kepada manusia” . Maksud dari kalimat ini adalah Beliau takut jika beliau melaksanakan rencana ini. Beliau merasa segan dan malu kepada orang Yahudi dan Munafik karena pasti jika rencana ini dilakukan beliau akan menjadi bahan ejekan dan cemoohan serta hujatan, dan ini membuat beliau takut ajaran beliau dan citra beliau menjadi buruk. Dan apa yang dikhawatirakn Nabi Muhammad terjadi yang mana para Misionaris mengartikan kalimat ini “sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya,” sebagi rasa “cinta” dengan imajinasi yang kotor bahwa nabi ketika berkunjung ke rumah Zaenab melihat baju Zaenab terbuka oleh hembusan angin sehingga kecantikannya terlihat nabi. Dan anehnya pendapat ini dinukil oleh guru para muffasir ath-Thabari. Banyak ulama memahami kalimat ini sebagai teguran keras kepada nabi.

    “sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti”. Maksud dari kalimat ini agar nabi tetap melaksanaan perintah Allah sebagai dukungan terhadap beliau dan penghinaan atas musuh-musuh beliau . Sebagai peringatan kepada musuh beliau bahwa Beliau tidak bisa dipengaruhi dan diricuhi.

    Menikahi istri bekas anak angkat merupakan hal yang masih tabu pada saat itu, dengan demikian Nabi Muhammad mendobrak sifat tabu tersebut.

    FITNAH TERHADAP AISYAH
    Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti berapa usia Aisyah saat menikah dengan Rasulullah. Banyak riwayat saling bertentangan. Ada yang bilang 9 tahun, 14-15 tahun, 18 tahun dll, dan kita sebagai Muslim tentu cenderung memilih yang positif dan lebih masuk akal karena itu sesuai dengan akhlak Nabi Muhammad yang agung yaitu Aisyah berumur sekitar 18 tahun.. Untuk itu mari kita menganalisis sejenak untuk mengetahui yang sebenarnya.

    <= 610 M: Masa Jahiliyah (Masa keburukan Akhlak)
    610 M: turun wahyu pertama
    610 M AbuBakr menerima Islam
    613 M: Nabi Muhammad mulai menyebarkan Islam
    615 M: Hijrah ke Abyssinia.
    616 M: Umar bin Khattab menerima Islam
    620 M: disepakati Nabi meminang Aisyah
    622 M= 1 Hijriyah Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Madinah
    623/624 M: disepakati tahun Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
    625 M: Perang Uhud
    KEMUNGKINAN UMUR 9 TAHUN

    Berita mengenai pernikahan Rasulullah Muhammad dengan Aisyah di umur 9 tahun sebenarnya hanya diriwayatkan oleh Hisyam ibn Urwah, setelah Hisyam ibn Urwah pindah dari Madinah ke Iraq pada umur diatas 70 Tahun. Sebelum itu (di Madinah), yaitu sebelum kepindahan Hisyam ke Iraq, tidak ada selentingan mengenai Pernikahan Rasulullah dan Aisyah. Bahkan para sahabat utama tidak juga mempergunjingkan. Karena secara Islam tentu tidak akan ada yang mau menyerahkan putrinya untuk dinikahkan pada usia 7 atau 9 tahun karena syarat-syarat pernikahan dalam Islam antara lain : Sudah dewasa, sehat jasmani rohani, beriman dan berakhlak bagus, dan yang terakhir jika semuanya sudah siap yaitu harus segera memberi nafkah lahir dan bathin. Kalau belum dirasa dewasa, ada baiknya ditunggu sampai dewasa. Jika anda meminang dengan seorang gadis yang belum dewasa padahal anda sudah matang secara lahir bathin tentu anda tidak sabar untuk melakukan hubungan suami istri, sehingga anda harus menunggunya dewasa, tetapi jika anda berpoligami tentu hasrat itu bisa disalurkan lewat istri lain yang sah. Dan itulah teladan Nabi Muhammad.

    Hadits itu berdasarkan riwayat, dan riwayat tentang pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisyah ketika berumur 9 tahun hanya bersumber dari Hisyam ibn Urwah. Padahal hadits itu dianggap sah minimal jika ada 2 atau 3 orang yang meriwayatkan hal serupa dan tidak bertentangan dengan Al-Quran.

    Menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : “Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

    “Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

    “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

    Mungkin usia tua menjadikan Hisyam sudah tidak relevan lagi dalam memberikan informasi terutama berita tentang pernikahan Rasulullah dengan Aisyah. Tentu menjadi sebuah pertanyaan bahwa dari sekian banyak hadits mengapa hanya ada satu hadits yang menyinggung pernikahan Rasulullah dengan Aisyah saat berumur 9 tahun. Bahkan hadits shahih pun tidak membicarakan. Sedikitnya hadits yang membahas pernikahan Rasulullah dengan Aisyah saat berumur 9 tahun membuktikan bahwa hal berita ini tidak kuat.

    Setelah meninggalnya Khadijah, Khaulah menyarankan kepada Nabi untuk menikah lagi. Kahulah berkata: “Anda dapat meminang perawan (bigir atau bikr) atau wanita janda (thayyib)”. Disaat Rasullah saw menanyakan siapakah kira-kira perawan itu (Bigir),Khaulah mengajukan nama Aisyah. (Ahmad ibn Hanbal : Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol 6, halaman 210, Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut)

    Dalam bahasa Arab makna kata “Bigir” tidak digunakan untuk anak kecil yang baru berusia 9 tahun ,kata yang tepat untuk anak seusia itu (9 tahun) adalah “Jariyah ,Bigir di gunakan untuk perempuan yang belum menikah (masih perawan) dan barang tentu anak usia 9 tahun bukanlah seorang Bigir.

    KEMUNGKINAN UMUR 18 TAHUN

    Aisyah adalah anak Abu Bakar dan Menurut Tabari: Keempat anak Abu Bakar RA dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah, jadi sebelum 610 M. (Tarikh alMamluk, alTabari, Jilid 4, hal.50).

    Jadi menurut data diatas kalau Aisyah dilahirkan sebelum 610 M dan dipinang tahun 620 M, maka kemungkinan umur beliau diatas 10 tahun dan hidup serumah sebagai suami istri diatas 13 tahun. Untuk mengetahui usia Aisyah dengan tepat maka bisa kita perbandingkan dengan umur kakak Aisyah “Asmah”.

    Menurut Abd alRahman ibnu abi Zannad: “Asmah 10 tahun lebih tua dari Aisyah RA (alZ ahabi, Muassasah alRisalah, Jilid 2, hal.289). Menurut Ibnu Hajar alAsqalani: Asmah hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 73 atau 74 Hijriyah (Taqrib al Tahzib, Al-Asqalani, hal.654). Menurut Ibn Kathir: Asma menyaksikan anaknya terbunuh saat tahun 73 setelah Hijrah, 5 hari kemudian dia meninggal dan banyak pula yang meriwayatkan beliau meninggal setelah 10 hari ada pula yang mengatakan beliau meninggal setelah 20 hari bahkan ada yg berpendapat 100 hari setelahnya, dan saat meninggalnya beliau berusia 100 tahun (Al-Bidaayah wa al-Nihaayah,Ibn Kathir,Vol 8,Halamn 372,Arabik,Dar al-fikri al-arabiy,Al-jizah,1993)

    Kita ambil saja usia Asmah saat meninggal tahun 73H. Berarti saat Hijrah ke Madinah (Tahun 622 M=1H), Asmah berusia 100-73 =27. Berarti tahun 622 M, Asmah berusia 27 tahun. Sehingga usia Aisyah saat itu yaitu 27-10 = 17 tahun. Berarti saat dipinang (620 M) Aisyah berumur 15 tahun, dan hidup sebagai suami istri (623 M) Aisyah berumur 15+3= 18 tahun

    Aisyah ra berkata : Aku masih gadis ,ketika ayat 46 dari Surah Al-Qamar di turunkan (Sahih Bukhari, Kitab Al-Tafsir,Arabik,Bab Qaulihi Bal al-saa’atu Maw’iduhum wa al-sa’atu adhaa wa amarr).

    Surah Al-Qamar di turunkan 9 tahun sebelum peristiwa Hijrah (622 M) dan Aisyah dipinang 2 tahun sebelum Hijrah (620 M) , dan menurut pengakuan Aisyah bahwa dia bukan saja sudah lahir sebelum turunnya Surah Al-Qamar namun pula Aisyah juga adalah seorang gadis. Jadi ketika 9 tahun sebelum Surah 46 Al-Qamar turun Aisyah sudah gadis. Hijrah tahun 622 M, dan Aisyah dipinang tahun 620 M, sehingga selisih 9 – 2 = 7. Seorang anak dikatakan sudah gadis biasanya dilihat mulai dari pertama kali dia Haid. Dan tentu tiap wanita tidak sama waktu pertama haidnya. Biasanya antara usia 11-14 tahun. Jika kita ambil mulai berumur 11 tahun-an berarti umur Aisyah saat menikah 7 + 11 = 18

    “Fatimah ra terlahir di saat renovasi Kaa’bah ,disaat Nabi Muhammad saw berusia 35 tahun…Fatimah berusia 5 tahun dari Aisyah”. (Al-Isabah fi Tamyeez al-Sahaabah, Ibn Hajar al-Asqalaniy, Vol. 4, Halaman. 377, Arabik, Maktabah al-Riyadh al-Haditha, al-Riyadh, 197)

    Wahyu pertama turun saat Nabi usia 40 tahun (610 M). Aisyah dipinang oleh Rasulullah tahun 620 M. Jadi selisihnya 620-610 = 10 tahun. Fatimah lahir saat Nabi umur 35 tahun. Jadi saat Nabi berumur 40 tahun, Aysiah berumur 5 tahun. Jadi saat dipinang Aisyah berumur 10+5=15 tahun dan menikah (serumah sebagai suami istri) berumur sekitar 10 +5+3 = 18 tahun

    KEMUNGKINAN UMUR 15-AN TAHUN

    Dan Anas ra menceritakan bahwa di hari dalam perang Uhud (625 M),orang-orang tidak dapat berdiri di sekeliling Nabi saw dan aku melihat Aisyah ra dan Ummu Salaim ra menarik keatas pakainnya supaya tidak menghambat geraknya. (Bukhari,Kitab al-Jihad wa al-siyar,Arabik,Bab Ghazwi al-nisaa wa gitalihinna ma’a al-rijaal)

    Ibn Umar ra mengatakan” bahwa Nabi Muhammad saw tidak mengizinkan aku ikut serta dalam perang Uhud (625 M) karena saat itu aku baru berusia 14 tahun. Tapi saat dalam perang Khandaq ketika aku berusia 15 tahun sang Nabi mengizinkan aku turut serta”. (Bukhari al-maghaazi, Baab ghazwah al-khandaq wa hiya al-ahzaab)

    Dari data diatas dapat dilihat bahwa Umur Aisyah diatas 15 tahun saat perang Uhud. Jadi saat berumah tangga (624 M) umurnya sekitar 14-15 tahun

    KESIMPULAN :

    Berapapun usia Aisyah saat menikah dengan Nabi Muhammad, tentunya Nabi Muhammad menunggu masa Akil Baligh dari Aisyah. Karena memang inilah dasar untuk menikah dalam Islam yaitu sudah dewasa (akil baligh) yang ditandai dengan Haid bagi wanita.

    Sumber:http://vilaputih.wordpress.com/2009/08/25/aisyah-zaenab-digoyang-gosip/
    Jika kita melihat lautan yg luas dari jauh kita akan mengatakan nggak ada apa-apa di lautan itu.Tapi begitu kita mampir di pantainya barulah kita akan dapat mengutip sesuatu.Itupun sekadar kerang-kerangan dan juga mungkin siput-siput.Begitu kita menaiki bot disekitar pinggir pantainya barulah kita dapat menangkap ikan berbagai jenis.Itupun ikan-ikan kecil.Tapi jika kita pergi lebih jauh lagi ke laut luas narulah kita dapat menangkap ikan yg gede-gede,malah mungkin jerung dan juga paus.Dan bila kita menyelam ke dalam laut itu kita malah menemukan kekayaan yg tidak pernah terbayangkan seperti berbagai karangan yg cantik-cantik berbagai warna.Ikan-ikan yg nggak pernah kita lihat.Mutiara yg indah -indah dan sebagainya.Demikianlah agama Islam itu.Jika kita cuman ngeliat dari jauh nggak ada apa-apa.Agama Islam itu nggak boleh dilihat cuman dari jauh.Mesti dipelajari.Sudah dipelajari diamalkan.Kemudian dihayati barulah kita dapat merasakan apa yg nggak pernah kita rasakan sebelum ini.Ayo!wahai orang-orang kafir semua.Cepat pelajari Islam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian akan berjaya.

  82. ilham othmany Says:

    Muamalah Rasulullah dengan Bani Quraidzah
    Sikap Interaksi Rasulullah dengan Bani Quraidzah

    Dan bantahan atas syubhat-syubhat yang terdapat disekitarnya

    DR. Jum’ah Ali al-Khauly

    (Ketua bagian Aqidah di Fak. Dakwah dan Ushuluddin)

    Mengenai sikap interaksi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam dengan bani quraidzah, kita tidak ingin tergesa-gesa menghukuminya.Kita katakan bahwa sesungguhnya beliau shalallahu ‘alaihi wasalam mengatasi masalah dengan satu-satunya cara yang tidak berguna cara selainnya, atau memberi jalan keluarnya yang tepat.Kita tidak menginginkan tergesa-gesa dalam menghukuminya sebelum kita memperhatikan situasi dan kondisinya.Telah diketahui bahwa setelah kedatangan Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam di kota madinah, beliau mengadakan perjanjian dengan orang-orang yahudi bani quraidzah yang ada di dalamnya. Hal ini tercatat sebagai gencatan senjata pertama dalam sejarah dunia[1].

    Di antara poin-poin perjanjian ini sebagai berikut:Adanya komitmen setiap dari kaum muslimin dan kaum yahudi untuk hidup damai di antara keduanya dan tidak berbuat dzalim satu dengan kelompok yang lain[2]
    Masing-masing dari kedua belah pihak berjanji untuk saling membela kota Madinah dari serangan luar , serta wajib bagi kaum yahudi bergabung bersama kaum mukminin selama dalam perang[3]
    Pada tahun kelima dari hijrah, kaum muslimin melewati kondisi-kondisi yang berat ketika terhimpun kekuatan terbesar musuh untuk membinasakan kaum muslimin di kota Madinah. Pasukan gabungan itu melingkari kota Madinah dengan jumlah 10.000[4] orang dari kaum musyirikin quraisy dan kabilah-kabilah Ghathafan, Asyja’, Asad, Fizaaroh, serta Bani Salim. Jumlah kaum muslimin waktu itu tidak lebih dari 3000 pejuang[5]. Berdasarkan nash-nash perjanjian yang mengikat dua kelompok, seharusnya kaum yahudi Bani Quraidzah bergabung dalam barisan kaum muslimin untuk menghadapi kekuatan yang merayap ke kota Madinah. Namun yang terjadi adalah kebalikannya.

    Pada saat-saat kritis seperti ini, kaum muslimin dikagetkan dengan pengkhianatan bani Quraidzah yang tidak memperhatikan hak tetangga, tidak pula menghormati janji. Mereka bergabung dengan barisan musuh untuk membinasakan kaum muslimin.Bani Quraidzah telah mengkhianati perjanjian. Berita bergabungnya mereka dalam barisan musuh menyebabkan kekhawatiran yang mendalam bagi kaum muslimin, karena kaum muslimin tidak menyangka hal ini akan terjadi pada saat-saat kritis seperti ini.

    Pada mulanya Rasul berusaha menyembunyikan berita tersebut dari kaum muslimin karena khawatir akan terjadihal-hal yang tidak diinginkan. Beliau segera mengutus delegasi yang terdiri dari Sa’ad bin Mu’adz (Pemuka suku Aus), Sa’ad bin ‘Ubadah (pemuka suku Khazroj), Abdulllah bin Rowahah serta Khawaat bin Jubair supaya mengingatkan kaum tersebut akan perjanjiannya dengan kaum muslimin, dan mewanti-wanti mereka akan resiko terhadap apa yang mereka lakukan. Nabi berkata , “Pergi dan lihatlah mereka, apakah benar kabar yang sampai kepada kita tentang mereka atau tidak ! Jika benar, isyaratkan kepadaku. yaitu, perkataan samar yang tidak jelas sehingga orang-orang tidak mengetahuinya. Akan tetapi apabila mereka masih memenuhi perjanjian, maka sampaikan kepadaku dengan perkataan yang jelas sehingga orang-orang dapat mengetahuinya…” Rombongan sahabat itupun segera berangkat mendatangi Bani Quraidzah. Mereka mendapati Bani Quraidzah dalam keadaan paling buruk sebagaimana kabar yang sampai kepada Nabi. Kaum Yahudi itupun berkata-kata tentang Nabi ,” Siapakah Rosulullah ? kami tidak ada perjanjian sama sekali dengan dia.” Para sahabat segera kembali dan melaporkan semuanya dengan isyarat kepada Nabi. Maka Nabipun berkata,” Allahu akbar, berbahagialah wahai kaum Muslimin !”[6]

    Begitulah apa yang dilakukan oleh pembesar kaum tersebut. Mereka menyatakan bergabung dengan musuh dan mulai memberikan bantuan berupa harta benda. Pengkhianatan mereka dari belakang itu merupakan tamparan yang keras bagi kaum muslimin dibandingkan serangan ahzab (para sekutu) dari luar kota Madinah. Karena kaum muslimin sama sekali tidak menyangka akan didatangi rasa takut dari dalam benteng yang aman. Ketika itulah bahaya semakin besar dan ketakutanpun memuncak, dimana para musuh datang dari arah atas dan bawah, sehingga kaum mu’minin banyak yang berprasangka tidak baik, dan semakin nampak kemunafikan dari sebagian orang-orang munafik yang membuat fitnah dan kegoncangan dalam jiwa kaum muslimin di kota Madinah, sampai-sampai salah seorang dari mereka mengatakan; “Dulu Muhammad pernah menjajikan kita perbendaharaan Kisra dan Kaisar. Padahal pada hari ini, seorang dari kita tidak merasa aman untuk pergi ke tempat buang hajat”.[7]

    Beginilah situasi yang terjadi pada perang Ahzab, sehingga sebagaimana yang diceritakan Ummu Salamah –istri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam – mengenai kondisi kaum muslimin pada waktu itu dalam pernyataannya; “Aku menyaksikan bersama Rasulullah berbagai peristiwa perang dan rasa takut, aku menyaksikan peristiwa Muraisi’, Khaibar, Perjanjian al Hudaibiyah, Penaklukan kota Makkah, serta Perang Hunain. Tidak ada peristiwa yang lebih melelahkan Rasulullah dan mengkhawatirkan kami dari peristiwa Khondaq, hal ini lantaran kaum muslimin dalam kondisi rawan, dan anak-anak kami tidak aman dari Bani Quraidzah. Kota Madinah dijaga ketat hingga pagi hari dan terdengar takbir kaum muslimin sehingga kaum tersebut merasa takut[8], akan tetapi pertolongan Allah datang untuk menolong keimanan dan pemiliknya serta menghancurkan kesyirikan dan gembongnya. Allah berkehendak untuk menjauhkan sejauh-jauhnya sumpah untuk bersekutu antara kaum musyrikin dan kaum yahudi.

    { وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْراً وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ } (الأحزاب الآية 25).

    Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan , dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.(Al Ahzab : 25)

    Dan setelah kaum musyrikin dan para sekutunya mundur dengan membawa kekalahan, kaum muslimin kembali ke tempat mereka di Madinah. mereka mengistirahatkan diri dari keletihan jihad, dan menenangkannya setelah tertimpa kegoncangan jiwa selama sebulan penuh. Tampaknya sebagian orang menyangka bahwa perkara sudah selesai sampai batas ini, akan tetapi apakah orang-orang yang telah melanggar perjanjian akan dibiarkan tanpa adanya perhitungan dan pelajaran? Tidak !. Keadilan Rabb tidak menghendaki seperti itu . Oleh karena itu hukuman merekapun disegerakan.

    Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam telah mandi dari bekas berjaga-jaga pada perang Ahzab di rumah Ummu Salamah radhiallahu ‘anha tiba-tiba muncul dihadapannya Jibril ‘alaihissalam sembari mengatakan; “Apakah engkau meletakkan senjata wahai Rasulullah“, beliau menjawab; “Ya“. Dia berkata; “Akan tetapi para malaikat tidak meletakkan senjatanya, dan kini saatnya aku kembali untuk menuju kaum itu”.[9] Lalu berkata; “Sesungguhnya Allah memerintahkan engkau untuk bangkit menuju Bani Quraidzah, aku akan pergi kepada mereka dan akan ku goncangkan mereka”. Maka beliau menyeru kaum muslimin; “Ketahuilah, janganlah seseorang shalat ashar melainkan di Bani Quraidzah”. Maka berjalanlah manusia hingga sebagian mereka mendapatkan waktu ashar di jalan, sebagian mengatakan,” Kita tidak akan shalat hingga sampai ke tempat tujuan.” Yang lain berkata, “Tidak, kita shalat dulu, beliau tidak bermaksud seperti itu.” Kabar inipun sampai kepada Rasulullah dan beliau tidak menyalahkan seorang dari mereka.[10]

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam segera mengikuti para sahabat setelah beliau menyerahkan kota Madinah kepada Abdullah bin Ummi Maktum. Beliau mengepung kaum tersebut selama sebulan atau 25 hari[11]. Ketika pengepungan telah berlangsung lama, mereka menawarkan supaya dibiarkan keluar menuju Adzri’aat di Syam dengan meninggalkan harta yang mereka miliki. Rasulpun menolak dan menuntut mereka supaya menyerah tanpa syarat. Bani Quraidzah pun menerima, dan mengikuti hukum Rasulullah SAW,

    Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam menyerahkan hukum mereka kepada Sa’ad bin Mu’adz, salah seorang pemuka suku Aus[12]. Dalam pemilihan Saad itu menunjukkan kebijaksanaan Rasulullah SAW, jauhnya pandangan beliau, dan pengetahuannya terhadap perasaan hati mereka. Hal ini karena Sa’ad dahulu sekutu Bani Quraidzah di masa jahiliyah.Kaum yahudi senang dengan pilihan tersebut. Mereka menyangka orang ini akan berbuat baik kepada mereka dalam putusan hukumnya.

    Sa’ad melihat kenyataan tersebut dari semua sisi. Dia menyaksikan langsung peristiwanya dan mengetahui dengan jelas perjanjian yang tertulis antara keduanya. Sa’ad sendiri yang mengingatkan mereka di awal perkara agar mereka kembali dari pengkhianatan dan penyimpangan mereka, namun kaum tersebut tetap dalam pengingkaran, tidak memperhitungkan akibatnya dan tidak menjaga sumpahnya atas nama Allah. Oleh karena itu ketika ia berbicara mengenai perkara mereka yang lebih dari satu kali, ia mengatakan,” Telah tiba saatnya bagi Sa’ad untuk tidak takut celaan orang yang mencela di dalam hukum Allah“.[13]

    Sesudah Sa’ad radhiyallahu ‘anhu mengambil perjanjian dari kedua belah pihak agar menerima apa yang akan putuskan[14], Ia memerintahkan Bani Quraidzah untuk turun dari benteng-benteng mereka dan meletakkan senjata. merekapun melakukannya. Selanjutnya dia berkata; “Aku putuskan agar orang-orang yang ikut perang dari mereka untuk dibunuh dan ditawan anak-anak dan harta-harta mereka“. Maka Rasul pun bersabda: “Sungguh engkau telah memutuskan dengan hukum Allah dari atas langit yang tujuh“[15]. Rosulullah kemudian menyuruh untuk dilaksanakan hukuman tersebut. Merekapun diseret menuju parit-parit di kota Madinah. Kaum lelaki mereka dibunuh. Kaum wanita dan anak-anak yang belum baligh ditawan. Bani Quraidzah pun mendapatkan seburuk-buruk tempat kembali atas pengkhianatan keji mereka.

    Ini sesuai dengan firman Allah;

    { وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقاً تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقاً. وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضاً لَمْ تَطَأُوهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيراً } (الأحزاب الآية 26. 27).

    (26)Dan dia menurunkan orang-orang ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.(27) Dan dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.

    Disini tampak oleh sebagian orang yang menyudutkan islam dan membesar-besarkan tindakan Rasululah terhadap Bani Quraidzah. mereka menganggap bahwa hukuman eksekusi berjamaah yang telah dilaksanakan pada mereka itu merupakan suatu kekejaman dan kekerasan, dan bahwasanya bisa saja beliau menghukum mereka dengan hukuman yang lainnya seperti diusir atau diasingkan. Maka kita katakan kepada mereka:

    Pertama; apa yang akan terjadi jika perang Ahzab selesai sesuai dengan apa yang dirancang oleh Bani Quraidzah dan para sekutu mereka, bukankah akan terjadi pemusnahan terhadap kaum muslimin semuanya ?

    Tidaklah kaum yahudi ambil bagian dalam makar busuk ini melainkan setelah mereka yakin bahwa mereka (dengan bantuan kaum musyrikin) akan mampu menghancurkan islam dengan menyeluruh sampai ke akar-akarnya. Karenanya mereka tidak segan-segan untuk mengkhianati perjanjian dengan kaum muslimin dalam bentuk yang amat buruk.[16]

    Kaum yahudi itu sangat berambisi agar upaya ini berakhir dengan keberhasilan, sehingga mereka meminta para sekutu dan kaum musyrikin agar menyerahkan sebanyak 70 pemuda dari anak-anak mereka sebagai jaminan di sisi mereka bahwa para sekutu tidak akan mundur dari kota Madinah melainkan setelah mengosongkan dan membinasakan kaum muslimin di Madinah.[17]

    Awalnya Orang-orang yahudi bimbang untuk berserikat dengan barisan kaum musyrikin. Ketika itu Ka’ab bin Asad al-Quradzi berkata kepada Huyay bin Akhthab yang datang untuk menghasutnya agar bergabung bersama mereka, lantas ia pun berkata kepadanya; “Sungguh engkau orang yang mendatangkan kesialan, dan sungguh aku telah berjanji dengan Muhammad, maka aku tidak akan melanggarnya“[18]. Akan tetapi, tatkala mereka mendapatkan berita-berita kuat yang menyatakan bahwa situasi kaum muslimin dalam keputusasaan dan mereka tidak akan bertahan lama menghadapi pasukan musuh yang berjumlah besar, mereka bergegas untuk bergabung bersamanya. Maka kaum yahudi –semoga Allah tidak mentaqdirkannya- jika ditaqdirkan menguasai kaum muslimin, mereka tidak akan ragu sedikitpun untuk membunuh dan memusnahkan, sesuai tabiat mereka yang tidak mempermasalahkan dalam hal memerangi orang lain dan menghalalkan darahnya,

    { ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الْأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ } (آل عمران الآية 75).

    Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. mereka Berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka Mengetahui.

    Dalam kitab injil “perjalanan kedua” dikatakan,” Maka tatkala kamu telah dekat dengan kota untuk memeranginya, maka ajaklah penduduknya untuk berdamai. Jika mereka menyambut ajakanmu dan membukakan pintunya maka setiap lembah yang ada didalamnya adalah milikkmu, untuk kamu gunakan dan melayanimu. Apabila mereka tidak menyerah kepadamu bahkan memerangimu maka kepunglah mereka. Apabila tuhanmu memenangkanmu atas mereka, maka bunuhlah seluruh laki-lakinya. Adapun wanita, anak-anak, hewan peliharaan, semua yang ada di kota dan semua harta rampasan adalah milikmu sebagai harta rampasan. Kamu boleh memakan harta rampasan musuh yang telah tuhan berikan untuk mu. Demikian pula perlakuanmu terhadap semua kota yang jauh, yang bukan daerah umat ini. Adapun daerah-daerah -tertentu -ini, yang telah tuhan berikan sebagai bagianmu maka janganlah kalian ambil karena itu dilarang.” Yaitu lepaskanlah.[19]

    Oleh sebab itu, Muhammad Ali mengomentari teks ini dalam kitabnya,Hayatu Muhammad wa Risalatuh (Kehidupan Muhammad dan risalahnya) dengan ucapannya: “Inilah keputusan Sa’ad yang sesuai dengan syariat agar kaum lelaki Bani Quraidzah dibunuh, kaum wanita dan anak-anak mereka ditawan serta harta benda mereka dirampas. Meskipun tampaknya hukuman ini kejam, namun sungguh hukuman ini sesuai dengan peraturan yang kaum yahudi putuskan –dengan mengikuti syariat kitab mereka- terhadap para musuh mereka yang kalah. Maka apa yang ditentang atas kerasnya hukuman ini? [20]

    Sikap menerima bahwa hukum syariat adalah hukum yang paling manusiawi wajib pegang teguh. Maka peraturan apapun yang dibawa syariat merupakan hukum yang paling lembut dan paling baik yang dipersembahkan Islam untuk manusia.

    Kedua: Bahwa kaum yahudi belum pernah mendapatkan dari kaum muslimin sepanjang dalam perjanjian melainkan kebaikan dan pemenuhan janji, sebagaimana yang mereka akui. Maka ketika Huyay bin Akhthab menemui Ka’ab bin Asad al-Quradzi dan menghasutnya untuk membatalkan perjanjian dengan Rasulullah SAW, ia berkata; ‘Tinggalkan aku dan urusanku, karena sungguh aku tidak pernah melihat Muhammad kecuali sifat jujur dan menepati janji.[21] Namun Huyay bin Akhthab terus menghasutnya hingga mau berkhianat dan melanggar perjanjian.

    Ketiga: Hukuman ini, meskipun datangnya dari Sa’ad bin Mu’adz, ia berkedudukan sebagai hukum yang datang dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam, lantaran beliau menyetujuinya. Persetujuan Rasul shalallahu ‘alaihi wasala itu seperti ucapan dan perbuatannya sebagaimana yang dikenal oleh ahli hadits, Sedangkan Rasulullah tidaklah berbicara dengan hawa nafsunya, maka seakan-akan itu merupakan hukuman Allah dan Rasul terhadap mereka para pengkhianat.

    Oleh sebab itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda kepada Sa’ad; “Sungguh engkau telah memutuskan hukuman terhadap mereka dengan hukum Allah dari atas langit lapis tujuh “[22] dalam riwayat at-Thabari; “Sungguh engkau telah memutuskan hukuman terhadap mereka dengan hukum Allah dan hukum RasulNya.”[23]

    Selanjutnya bukankah Jibril yang berdiri dihadapan Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam tatkala beliau sedang mencuci kepalanya sekembalinya dari perang Ahzab. Jibril memerintahkan beliau agar menuju Bani Quraidzah. Jibril berkata,” Sesungguhnya Allah menyuruh engkau wahai Muhammad agar berjalan menuju Bani Quraidzah, sungguh aku berangkat menghadapi mereka dan aku goncangkan tiang-tiang mereka”. Dalam riwayat lain “Bangkitlah dan ikatlah senjatamu, demi Allah aku benar-benar akan mengguncangkan mereka…..[24]” Maka tidaklah hal ini menunjukkan sesuatu selain kebinasaan yang sempurna dan siksa yang keras dari Rabb semesta alam untuk setiap penjahat dan pengkhianat.

    Keempat: Bahwa undang-undang di negeri manapun saat ini ada hukuman mati atas orang yang mengkhianati tanah airnya dan melakukan komunikasi dengan musuh atau memata-matainya. Salah seorang penulis buku modern menyatakan; “Seandainya orang-orang yang mencela hukuman Sa’ad terhadap Bani Quraidzah mempelajari undang-undang modern dengan pembelajaran yang dalam dan mempraktekkannya pada masalah Bani Quraidzah, niscaya akan memandang bahwa undang-undang abad ke 20 tidak berbeda dengan apa yang dicetuskan oleh Sa’ad bin Mu’adz. Sungguh telah terjadi antara Rasul SAW dengan kaum yahudi Bani Quraidzah sebuah perjanjian yang memelihara hak-hak kedua belah pihak dan mengharuskan setiap kelompok menolong kelompok yang lain jika menghadai marabahaya dalam perang, namun kaum yahudi malah melakukan propaganda dan bergabung dengan para musuh. Menjatuhkan kaum muslimin di antara dua batu besar di kota Madinah dalam keadaan panas oleh api permusuhan kaum musyrikin dari satu arah dan kedzaliman kaum yahudi dari arah yang lain. Dengan demikian mereka melakukan pengkhianatan dengan tiga kejahatan[25]

    Mengangkat senjata ke arah pemimpin kota Madinah bersama musuh asing
    Melakukan penyelinapan ditengah-tengah musuh lawan kaum muslimin
    Mempermudah jalan masuk musuh ke dalam negeri
    Dan undang-undang hukuman masa kini menjadikan hukuman mati untuk setiap kejahatan dari tiga kejahatan tersebut.

    Kelima; Terkadang dikatakan; ” Mengapakah Rasul tidak mensikapi Bani Quraidzah sebagaimana sikap panglima perang yang menang atas pasukan musuh yang menyerah dihadapannya atau mempergauli mereka sebagaimana beliau mempergauli kaum yahudi Bani an-Nadhir dan Bani Qainuqa’ ?”

    Jawaban atas hal itu bahwa Bani Quraidzah bukanlah para tawanan perang hingga membuat condong kepada mereka lantaran kasihan, juga mereka tidak berada dalam kondisi peperangan dengan kaum muslimin, mereka adalah tetangga yang telah berjanji bersama membentuk persatuan negeri yang menuntut kebersamaan dalam melawan musuh di kota Madinah. Akan tetapi mereka malah menampakkan suatu yang lebih berbahaya daripada musuh, dan lebih buruk dari mereka

    Mereka memberikan penginapan terhadap sekelompok manusia –yang ingin memusuhi-, memberikan keamanan dan mengkhususkan mereka dengan hak-hak tetangga dan memberikan perlindungan. Maka merekapun menempatkan diri mereka sebagai pengkhianat yang melakukan makar bersama musuh terhadap warga dan negaranya disaat peperangan sedang berlangsung. Ini adalah pengkhianatan terbesar, tidak ada hukuman bagi mereka di seluruh syari’at melainkan hukuman mati secepatnya.

    Sikap bani Quraidzah ini jelas berbeda dengan sikap Bani Qunaiqa’ dan Bani an-Nadziir.Bani Qunaiqa’ hanya menampakkan kebenciannya dalam ucapan-ucapan mereka, menyebarkan kekhawatiran dan keragu-raguan. Adapun Bani an-Nadziir telah bersekongkol untuk mencalakakan Rasulullah dan mengadakan janji dengan sebagian kaum munafik untuk merealisasikannya. Hanya saja mereka tidak berkesempatan untuk sampai kepadanya tujuan itu.

    Mereka semuanya lebih ringan bahayanya dibandingkan orang –orang yang terang-terangan menghunus pedang dan berdiri dibarisan para musuh, menimbulkan rasa takut dan khawatir di hati dari berbagai sisi. Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam mengusir Bani Qainuqa’ dan Bani Nadhir dari kota Madinah. lantaran mereka pembuat onar dan fitnah juga sumber kesusahan kaum muslimin, Adapun bani Quraidzah inilah golonga yang menghimpun para sekutu dan mengumpulkan kabilah-kabilah bersama kaum musyrikin pada hari Khondaq. Dengan persekongkolan mereka yang telah tercerai berai itu, Mereka memberi kaum muslimin sebuah pelajaran yang memutuskan harapan untuk berhubungan baik dengan mereka.[26]

    Maka terhadap orang-orang yang menganggap buruk hukum yang ditimpakan atas Bani Quraidzah dan menggambarkannya bahwa itu keras dan sadis, wajib baginya mengetahui duduk permasalahan dan pembahasannya agar sadar bahwa orang-orang yahudilah yang melancarkan kehancuran diri mereka sendiri.Dan Allah berkata haq dan Dialah pentunjuk kepada jalan kebenaran.

    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg layak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu Utusan Allah pasti kalian akan berjaya.

  83. ilham othmany Says:

    Who Is Muhammad (SAW) Anyway ?
    ENCYCLOPEDIA BRITANNICA

    “Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya
    (jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)”

    MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di
    YOUNG INDIA):

    “Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan,
    kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup
    halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”

    Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)

    “Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris – bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.”

    ” Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan
    merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad – sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ‘sang penyelamat kemanusiaan’.”

    “Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya
    akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini”

    “Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh
    ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.

    Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63.

    Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari
    peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan
    anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat
    ini – dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”

    MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)

    Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa:

    “Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.

    Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”

    (Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277)

    “Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.

    Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya.

    Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut – hanya dengan kepribadian seperti dia-lah keagungan seperti ini dapat diraih.”

    K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam”

    Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad
    sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah
    seorang pahlawan.

    Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.

    PROF. (SNOUCK) HURGRONJE:

    Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain.

    Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.

    Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi
    legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian
    kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral.
    Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan – dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya
    dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.

    THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP

    “(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade.”

    “Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri.”

    “Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.”

    EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking on the profession of ISLAM write:

    ” ‘Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya’ adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama (HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).

    Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan’ dan demikianlah juga setiap tindakannya.

    SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):

    Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika
    seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: ‘Allah Maha Besar’… Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.

    DIWAN CHAND SHARMA:

    “Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya.
    (D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)

    James A. Michener, “Islam: The Misunderstood Religion,” in READER’S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.

    Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya.
    Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.

    “Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi “Baca” adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis – dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: “Tiada tuhan selain Tuhan.”

    “Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: “Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.”

    “Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya”. (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 – pen.)

    W. Montgomery Watt, MOHAMMAD AT MECCA, Oxford, 1953, p. 52.

    “Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa – semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad”

    Annie Besant, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras, 1932, p. 4.

    “Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”

    Bosworth Smith, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London, 1874, p. 92.

    “Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya.”

    John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330

    “Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di
    Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia … Muhammad”

    John Austin, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P. ‘s and Cassel’s Weekly for 24th September 1927.

    Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.

    Professor Jules Masserman

    “Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas-pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.).
    Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama.”

    Sumber dari milis
    http://groups.yahoo.com/group/ummat_mohammad/
    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah sesungguhnya tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian selamat.

  84. ilham othmany Says:

    persoalan perang sering dijadikan senjata oleh para misionaris maupun menghujat Islam.

    maka dengan ‘redaksi’ yang berbeda-beda menyodorkan ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang perang , yang menurut mereka jahat,tidak sesuai norma dll

    ayat-ayat perang

    1. QS 8:39 Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama
    itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka
    sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

    Untuk memahami ayat sebaiknya kita baca ayat tersebut sebelum dan sesudahnya sehingga tahu konteks perintah tersebut

    30. Dan , ketika orang-orang kafir memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

    31. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala.”

    32. Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.”

    33. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun

    34. Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam, dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

    35. Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

    36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,

    37. supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.

    38. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti , niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku sunnah (hukum) orang-orang dahulu .”

    39. Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

    40. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

    jadi setelah melihat ayat-ayat sebelumnya maka akan jelas sekali seperti apa “konteks perintah perang tersebut” = perintah perang tersebut adalah perintah yang bersyarat =apa syaratnya”

    1. apabila mereka berusaha / berdaya upaya untuk mengusir/ memenjarakan /membunuh (ayat 30)

    2. mereka melecehkan ayat-ayat Allah (ayat 31)

    3 mereka melecehkan dan menantang Allah (ayat 32-34)

    4. mereka menjalankan ibadah tetapi hanya untuk melecehkan (ayat 35)

    5 mereka manafkahkan hartanya untuk menghalang-halangi (ayat 36)

    6. mereka perlu dipisahkan lebih dahulu ,barangkali diantara merka masih ada orang yang baik (ayat 37)

    7. di ingatkan agar berhenti dari tindakan-tindakan (yang sudah diuraikan sebelumnya),dan kalau mereka berhenti maka akan di maafkan / diampuni,tetapi kalau mereka tetap tidak mau berhenti masih diingatkan apa-apa yang pernah terjadi orang-orang terdahulu
    (ayat 3

    8. barulah diperintah berperang (ayat 39)

    9. dan diingatkan bahwa Allah sebaik-baiknya penolong dan pelindung.(ayat 40)

    Kesimpulannya adalah perintah berperang adalah harus memenuhi syarat-syarat seperti di atas, dan menyikapinya harus melalui proses bertahap! = tidak asal-asalan atau tergesa-gesa.Dan paling perlu diingat adalah “persoalan pertama dan utama” yaitu mereka dahulu yang memulai bersikap memusuhi!

    Apakah ajaran seperti ini ajaran yang jahat??
    Bukan ajaran tentang pembelaan diri?
    memerangi orang yang sudah punya niatan Mengusir.memenjarakan,membunuh??
    dan itupun berdasarkan syarat yang sangat banyakdan harus dilakukan secara bertahap dalam menghadapi mereka!

    sudah sangat jelas bahwa “proses perintah peperangan” atau
    diijinkan berperang sudah sangat jelas yaitu berdasarkan kriteria yang jelas dan dilakukan tahap demi tahap hingga di perintah untuk berperang =Seperti ada ungkapan“musuh jangan dicari kalau ada Musuh jangan lari” rasanya ungkapan ini sangat cocok sekali”dan selanjutnya kita lihat ayat-ayat yang dianggap jahat oleh para misionaris dan penghujat Islam

    2. untuk menjawab secara ringkas akan saya ringkas (kelompokan) ayat-ayat yang disampaikannya

    QS 9:5 Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu

    QS 9:14 Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,

    QS 9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

    QS 9:103 Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    QS 9:123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

    a. suasana perang pasti ada “kekerasan”ayat diatas sangat jelas sekali dikutip dari satu surat yaitu At taubah atau surat Baraah. Yaitu surat yang membahas soal “perang” kalau sebelumnya membahas soal :penyebab-penyebab perintah perang maka dalam surat ini akan penjelasan bagaimana menyikapi “saat terjadinya perang”

    Dan begitu khususnya Surat ini maka ada perbedaan yang sangat mencolok dengan Surat-Surat lain yang selalu di awali dengan “Basmalah” tetapi khusus Surat ini tidak. Dan dalam peperangan sudah sangat jelas “membunuh atau terbunuh” jadi aroma kekerasan pasti terjadi dalam peperangan fisik!

    Karena kalau tidak ada kekerasan didalam perang maka tidak mungkin termasuk sebagai “perang”
    Jadi apakah relevan menilai bahwa :”kekerasan didalam perang ‘ itu jahat?

    Yang penjelasan sebelumnya sudah sangat jelas bahwa itu merupakan perlawanan terhadap sebuah kezaliman,yang sudah dilakukan berbagai cara / proses bertahap (diberi peringatan terlebih dahulu dan tahapan-tahapan selanjutnya.

    b. dalam hal waktu ada pembatasan/ waktu-waktu terlarang bulan yang diharamkan (ayat 5 )

    c. Jizyah dan ZakatDan mungkin ada sesuatu yang dianggap Jahat yaitu mengenai Jizyah untuk orang di luar Islam!Benarkah aturan ini Jahat??
    Sebaiknya perhatikan juga bahwa orang Mukmin juga mempunyai kewajiban yaitu Membayar Zakat

    (ayat 103) Sedangkan orang Islam dibebani mem-bayar zakat,jadi kalau orang ahli kitab tidak dibebani membayar apa-apa ,apakah ini adil???

    Yang beragama Islam di wajibkan membayar Zakat tetapi yang tidak Islam dibebaskan??

    = apakah itu keadilan??

    siapapun akan menjawab tidak adil! Tetapi kalau seperti ini semua warga di beri kewajiban membayar (walau namanya saja berbeda) tetapi mereka sama-sama dilindungi bukankah justru inilah keadilan = bukan ajaran Jahat!

    3. QS 2:191 Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

    sekarang kita perhatikan juga ayat sebelum dan sesudahnya

    190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

    191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[*] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

    [*]. Fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.

    193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

    194. Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormat berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

    setelah kita tahu bagaimana saat perang tetapi ada yang perlu diingat !a. kalau akhirnya terjadi perang dan harus ada kekerasan maka jangan sampai melampaui batas (ayat 190) =
    tidak boleh menggunakan kekerasan secara berlebihan dari apa yang mereka lakukan = yang sepadan dengan apa yang mereka lakukan . bahayanya fitnah yang lebih kejam daripada pembunuhan (ayat 191)

    c. bulan Haram dan tempat yang terlarang untuk berperang tetapi kalau diserang pada saat itu maka tetap berlaku hukum Qishash yaitu boleh balas menyerang (101 &194) maka dalam konteks ini sangat jelas sekali tidak ada ayat kejahatan didalamnya karena semua karena ada sebab / pemicu dari mereka sendiri yang memerangi terlebih dahulu ,= memerangi karena diperangi lebih dahulumaka berlakulah hukum Qisash yaitu membalas yang sepadan / setara tidak boleh melampaui batas!!

  85. ilham othmany Says:

    Sambungan dari yg di atas…
    kita bandingkan saja dengan ayat-ayat alkitab!

    31:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
    31:2 “Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu.”
    31:3 Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Baiklah sejumlah orang dari antaramu mempersenjatai diri untuk berperang, supaya mereka melawan Midian untuk menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian.
    31:4 Dari setiap suku di antara segala suku Israel haruslah kamu menyuruh seribu orang untuk berperang.”
    31:5 Demikianlah diserahkan dari kaum-kaum Israel seribu orang dari tiap-tiap suku, jadi dua belas ribu orang bersenjata untuk berperang.
    31:6 Lalu Musa menyuruh mereka untuk berperang, seribu orang dari tiap-tiap suku, bersama-sama dengan Pinehas, anak imam Eleazar, untuk berperang, dengan membawa perkakas tempat kudus dan nafiri-nafiri pemberi tanda semboyan.
    31:7 Kemudian berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, lalu membunuh semua laki-laki mereka.
    31:8 Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.
    31:9 Kemudian Israel menawan perempuan-perempuan Midian dan anak-anak mereka; juga segala hewan, segala ternak dan segenap kekayaan mereka dijarah,
    31:10 dan segala kota kediaman serta segala tempat perkemahan mereka dibakar.
    31:11 Kemudian diambillah seluruh jarahan dan seluruh rampasan berupa manusia dan hewan itu,
    31:12 dan dibawalah orang-orang tawanan, rampasan dan jarahan itu kepada Musa dan imam Eleazar dan kepada umat Israel, ke tempat perkemahan di dataran Moab yang di tepi sungai Yordan dekat Yerikho.
    31:13 Lalu pergilah Musa dan imam Eleazar dan semua pemimpin umat itu sampai ke luar tempat perkemahan untuk menyongsong mereka.
    31:14 Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan,
    31:15 dan Musa berkata kepada mereka: “Kamu biarkankah semua perempuan hidup?
    31:16 Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.
    31:17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
    31:18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.
    31:17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
    31:18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.

    atau anda ingin ayat-ayat pembunuhan massal lagi didalam alkitab?

    bisa anda baca ayat-ayat ini juga…

    ingin ayat lain soal pembunuhan massal nich di alkitab?

    8:1 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Janganlah takut dan janganlah tawar hati; bawalah seluruh tentara dan bersiaplah, majulah ke Ai. Ketahuilah, Aku serahkan kepadamu raja negeri Ai, rakyatnya, kotanya dan negerinya,

    8:2 dan haruslah kaulakukan kepada Ai dan rajanya, seperti yang kaulakukan kepada Yerikho dan rajanya; hanya barang-barangnya dan ternaknya boleh kamu jarah. Suruhlah orang bersembunyi di belakang kota itu.”

    8:3 Lalu bersiaplah Yosua beserta seluruh tentara untuk pergi ke Ai. Yosua memilih tiga puluh ribu orang, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, mereka disuruhnya pergi pada waktu malam

    8:4 dan kepada mereka diperintahkannya, katanya: “Ketahuilah, kamu harus bersembunyi di belakang kota itu untuk menyerangnya, janganlah terlalu jauh dari kota itu, dan bersiap-siaplah kamu sekalian.

    8:5 Aku dan semua orang yang bersama-sama dengan aku akan mendekati kota itu; apabila mereka keluar menyerbu kami, seperti yang pertama kali, maka kami akan melarikan diri dari hadapan mereka.

    8:6 Jadi mereka akan keluar menyusul kami, sehingga kami memancing mereka jauh dari kota itu, sebab mereka akan berkata: orang-orang itu melarikan diri dari hadapan kita seperti yang pertama kali. Jika kami melarikan diri dari hadapan mereka,

    8:7 maka kamu harus bangun dari tempat persembunyianmu itu untuk menduduki kota itu, dan TUHAN, Allahmu, akan menyerahkannya ke dalam tanganmu.

    8:8 Segera setelah kamu merebut kota itu, haruslah kamu membakarnya; sesuai dengan firman TUHAN kamu harus melakukan semuanya itu; ingatlah, itulah perintahku kepadamu.”
    8:9 Demikianlah Yosua menyuruh mereka pergi, lalu berjalanlah mereka ke tempat persembunyian dan tinggal di antara Betel dan Ai, di sebelah barat Ai. Tetapi Yosua bermalam di tengah-tengah rakyat pada malam itu.

    8:10 Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu diperiksanyalah barisan bangsa itu dan berjalanlah ia maju beserta para tua-tua orang Israel di depan bangsa itu ke Ai.

    8:11 Juga seluruh tentara yang bersama-sama dengan dia berjalan maju; mereka maju mendekat, lalu sampai ke tentangan kota itu, kemudian berkemahlah mereka di sebelah utara Ai, sehingga lembah itu ada di antara mereka dan Ai.

    8:12 Yosua telah mengambil kira-kira lima ribu orang, lalu disuruhnya mereka bersembunyi di antara Betel dan Ai, di sebelah barat kota itu
    .
    8:13 Beginilah rakyat itu diatur: seluruh tentara itu di sebelah utara kota dengan barisan belakang di sebelah barat kota. Pada malam itu berjalanlah Yosua melalui lembah itu.

    8:14 Pagi-pagi, ketika raja negeri Ai melihat hal itu, maka ia dan seluruh rakyatnya, orang-orang kota itu, segera keluar berperang, menyerbu orang Israel, ke lereng di seberang dataran itu; raja itu tidak tahu, bahwa ada orang bersembunyi di belakang kota.

    8:15 Yosua dan seluruh orang Israel itu berlaku seolah-olah dipukul mundur oleh mereka, lalu melarikan diri ke arah padang gurun.

    8:16 Sebab itu semua orang yang ada di kota dikerahkan untuk mengejar orang Israel. Maka mereka mengejar Yosua, sehingga makin jauhlah mereka terpancing dari kota.

    8:17 Seorangpun tidak tertinggal lagi di Ai dan Betel yang tidak keluar memburu orang Israel. Mereka meninggalkan kota itu terbuka, karena mereka mengejar orang Israel.

    8:18 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai, sebab Aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu.” Maka Yosua mengacungkan lembing yang di tangannya ke arah kota itu.

    8:19 Ketika diacungkannya tangannya, maka segeralah bangun orang-orang yang bersembunyi itu dari tempatnya, mereka berlari memasuki kota, merebutnya, lalu segera membakar kota itu.

    8:20 Ketika orang Ai berpaling menoleh ke belakang, tampaklah asap kota itu naik membubung ke langit; mereka tidak sempat melarikan diri ke manapun juga, sebab rakyat yang tadinya lari ke padang gurun, berbalik melawan pengejar-pengejarnya.

    8:21 Ketika Yosua dan seluruh Israel melihat, bahwa orang-orang yang bersembunyi itu telah merebut kota dan bahwa asap kota itu naik membubung, berbaliklah mereka, lalu menewaskan orang-orang Ai.

    8:22 Sementara itu juga keluar orang-orang Israel yang lain dari dalam kota menyerbu orang-orang Ai, sehingga terjepit di tengah-tengah orang Israel itu, yang ini dari sini dan yang itu dari sana; orang-orang Ai ditewaskan, sehingga seorangpun dari mereka tidak ada yang dibiarkan terlepas atau luput.

    8:23 Tetapi raja Ai ditangkap mereka hidup-hidup dan dihadapkan kepada Yosua.

    8:24 Segera sesudah orang Israel selesai membunuh seluruh penduduk kota Ai di padang terbuka ke mana orang Israel mengejar mereka, dan orang-orang ini semuanya tewas oleh mata pedang sampai orang yang penghabisan, maka seluruh Israel kembali ke Ai dan memukul kota itu dengan mata pedang.

    8:25 Jumlah semua orang yang tewas pada hari itu, baik laki-laki maupun perempuan, ada dua belas ribu orang, semuanya orang Ai 8:26 Dan Yosua tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu, sebelum seluruh penduduk kota Ai ditumpasnya.

    8:27 Hanya ternak dan barang-barang kota itu dijarah oleh orang Israel, sesuai dengan firman TUHAN, yang diperintahkan-Nya kepada Yosua.

    8:28 Yosua membakar Ai dan membuatnya menjadi timbunan puing untuk selama-lamanya, menjadi tempat yang tandus sampai sekarang.

    8:29 Dan raja Ai digantungnya pada sebuah tiang sampai petang. Ketika matahari terbenam, Yosua memerintahkan orang menurunkan mayat itu dari tiang, lalu dilemparkan di depan pintu gerbang kota, kemudian didirikan oranglah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang

    kita lihat ayat lain yach….

    Yosua 10:8-43

    10:8 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.”
    10:9 Lalu Yosua menyerang mereka dengan tiba-tiba, setelah semalam-malaman bergerak maju dari Gilgal.
    10:10 Dan TUHAN mengacaukan mereka di depan orang Israel, sehingga Yosua menimbulkan kekalahan yang besar di antara mereka dekat Gibeon, mengejar mereka ke arah pendakian Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda.
    10:11 Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang.
    10:12 Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!”
    10:13 Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.
    10:14 Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.
    10:15 Kemudian Yosua dan seluruh orang Israel yang menyertainya pulang kembali ke tempat perkemahan di Gilgal.
    10:16 Kelima raja itu melarikan diri dan bersembunyi di dalam gua di Makeda.
    10:17 Kepada Yosua dikabarkan, demikian: “Kelima raja itu telah ditemukan bersembunyi di dalam gua di Makeda.”
    10:18 Lalu berkatalah Yosua: “Gulingkanlah batu-batu yang besar ke mulut gua itu dan tempatkanlah di sana orang untuk menjaga mereka.
    10:19 Tetapi kamu, janganlah kamu berhenti, kejarlah musuhmu dan hantamlah barisan belakangnya; janganlah biarkan mereka masuk ke dalam kota-kota mereka, sebab TUHAN, Allahmu, menyerahkan mereka kepadamu!”
    10:20 Setelah Yosua dan orang Israel selesai menimbulkan kekalahan yang besar sekali di antara mereka, sampai mereka dihancurkan sama sekali–beberapa orang dari mereka dapat lolos dan masuk ke kota-kota yang diperkuat–
    10:21 pulanglah seluruh bangsa itu dengan selamat kepada Yosua ke tempat perkemahan, di Makeda. Tidak ada seorangpun yang berani melemparkan kata-kata ancaman terhadap orang Israel.
    10:22 Kemudian berkatalah Yosua: “Bukalah mulut gua dan keluarkanlah kelima raja itu dari dalam dan bawa kepadaku.”
    10:23 Dilakukan oranglah demikian, kelima raja itu dikeluarkan dari gua itu dan dibawa kepadanya: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis dan raja Eglon.
    10:24 Setelah raja-raja itu dikeluarkan dan dibawa kepada Yosua, maka Yosuapun memanggil semua orang Israel berkumpul dan berkata kepada para panglima tentara, yang ikut berperang bersama-sama dengan dia: “Marilah dekat, taruhlah kakimu ke atas tengkuk raja-raja ini.” Maka datanglah mereka dekat dan menaruh kakinya ke atas tengkuk raja-raja itu.
    10:25 Lalu berkatalah Yosua kepada mereka: “Janganlah takut dan janganlah tawar hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab secara itulah akan dilakukan TUHAN kepada semua musuhmu, yang kamu perangi.”
    10:26 Sesudah itu Yosua membunuh raja-raja itu, dan menggantung mereka pada lima tiang, dan mereka tinggal tergantung pada tiang-tiang itu sampai matahari terbenam.
    10:27 Tetapi menjelang matahari terbenam, atas perintah Yosua mayat mereka diturunkan dari tiang-tiang itu, dan dilemparkan ke dalam gua, tempat mereka bersembunyi. Lalu mulut gua itu ditutupi orang dengan batu-batu besar, yang masih ada sampai sekarang.
    10:28 Pada hari itu Yosua merebut Makeda dan kota itu dipukulnya dengan mata pedang, juga rajanya; kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya, tidak ada seorangpun yang dibiarkannya lolos, dan raja Makeda, diperlakukannya seperti telah diperlakukannya raja Yerikho.
    10:29 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Makeda ke Libna, lalu memerangi Libna.
    10:30 Dan TUHAN menyerahkan kota itu juga kepada orang Israel, beserta rajanya. Yosua memukul kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya dengan mata pedang, tidak ada seorangpun di dalamnya yang dibiarkannya lolos, dan rajanya itu, diperlakukannya seperti telah diperlakukannya raja Yerikho.
    10:31 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Libna ke Lakhis, lalu berkemah mengepung kota itu dan berperang melawannya.
    10:32 Dan TUHAN menyerahkan Lakhis kepada orang Israel. Yosua merebut kota itu pada hari yang kedua. Kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya dipukulnya dengan mata pedang, tepat seperti yang dilakukannya terhadap Libna.
    10:33 Lalu Horam, raja Gezer, maju untuk membantu Lakhis, tetapi Yosua menewaskan dia dan rakyatnya, sehingga tidak ada seorangpun padanya yang dibiarkannya lolos.
    10:34 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Lakhis ke Eglon, lalu mereka berkemah mengepung kota itu dan berperang melawannya.
    10:35 Kota itu direbut mereka pada hari itu juga dan dipukul dengan mata pedang. Semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya pada hari itu, tepat seperti yang dilakukan terhadap Lakhis.
    10:36 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel bergerak maju dari Eglon ke Hebron, lalu berperang melawannya.
    10:37 Negeri itu direbut mereka dan dipukul dengan mata pedang, juga rajanya dan segala kotanya dan semua makhluk yang ada di dalamnya, tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos, tepat seperti yang dilakukannya terhadap Eglon. Kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya. 10:38 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel kembali ke Debir, lalu berperang melawannya.
    10:39 Negeri itu beserta rajanya dan segala kotanya direbutnya, dan dipukul dengan mata pedang. Semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpas mereka, tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos; seperti yang dilakukannya terhadap Hebron, demikianlah dilakukan terhadap Debir beserta rajanya, sama seperti yang dilakukannya terhadap Libna beserta rajanya. 10:40 Demikianlah Yosua mengalahkan seluruh negeri itu, Pegunungan, Tanah Negeb, Daerah Bukit dan Lereng Gunung, beserta semua raja mereka. Tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos, tetapi ditumpasnya semua yang bernafas, seperti yang diperintahkan TUHAN, Allah Israel.
    10:41 Yosua menewaskan mereka dari Kadesh-Barnea sampai Gaza, juga seluruh tanah Gosyen sampai Gibeon.[/size]
    10:42 Semua raja ini dan negeri mereka telah dikalahkan Yosua sekaligus, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN, Allah Israel.
    10:43 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel pulang kembali ke tempat perkemahan di Gilgal.

    lihat juga Yosua 11 :6-23

    11:6 Lalu TUHAN berkata kepada Yosua: “Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku menyerahkan mereka mati terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka haruslah kamu lumpuhkan dan kereta mereka haruslah kamu bakar dengan api.”
    11:7 Lalu Yosua dengan seluruh tentaranya mendatangi mereka dengan tiba-tiba dekat mata air Merom, dan menyerbu mereka.
    11:8 Dan TUHAN menyerahkan mereka kepada orang Israel. Mereka dikalahkan dan dikejar sampai Sidon-Besar dan sampai Misrefot-Maim, dan sampai lembah Mizpa yang di sebelah timur. Demikianlah mereka dihancurkan, sehingga tidak seorangpun dari mereka yang dibiarkan lolos.
    11:9 Yosua melakukan terhadap mereka seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya: kuda mereka dilumpuhkan dan kereta mereka dibakar dengan api.
    11:10 Pada waktu itu Yosua kembali, direbutnya Hazor, dan rajanya dibunuhnya dengan mata pedang. Sebab Hazor pada waktu dahulu adalah yang terutama di antara segala kerajaan itu.
    11:11 Semua makhluk yang ada di dalamnya dibunuhnya dengan mata pedang, sambil menumpas orang-orang itu. Tidak ada yang tinggal hidup dari semua yang bernafas dan Hazor dibakarnya.
    11:12 Selanjutnya segala kota kepunyaan raja-raja itu dan semua rajanya dikalahkan Yosua dan dibunuhnya dengan mata pedang. Mereka ditumpasnya seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN itu.
    11:13 Tetapi kota-kota yang letaknya di atas bukit-bukit puing tidaklah dibakar oleh orang Israel, hanya Hazor saja yang dibakar oleh Yosua.
    11:14 Segala barang dari kota-kota itu serta ternaknya telah dijarah orang Israel. Tetapi manusia semuanya dibunuh mereka dengan mata pedang, sehingga orang-orang itu dipunahkan mereka. Tidak ada yang ditinggalkan hidup dari semua yang bernafas.
    11:15 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, hamba-Nya itu, demikianlah diperintahkan Musa kepada Yosua dan seperti itulah dilakukan Yosua: tidak ada sesuatu yang diabaikannya dari segala yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
    11:16 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu, pegunungan, seluruh Tanah Negeb, seluruh tanah Gosyen, Daerah Bukit, serta Araba-Yordan, dan Pegunungan Israel dengan tanah rendahnya;
    11:17 mulai dari Pegunungan Gundul, yang mendaki ke arah Seir, sampai ke Baal-Gad di lembah gunung Libanon, di kaki gunung Hermon. Semua rajanya ditangkapnya, dan dibunuhnya.

    11:18 Lama Yosua melakukan perang melawan semua raja itu.
    11:19 Tidak ada satu kotapun yang mengadakan ikatan persahabatan dengan orang Israel, selain dari pada orang Hewi yang diam di Gibeon itu, semuanya telah direbut mereka dengan berperang.
    11:20 Karena TUHAN yang menyebabkan hati orang-orang itu menjadi keras, sehingga mereka berperang melawan orang Israel, supaya mereka ditumpas, dan jangan dikasihani, tetapi dipunahkan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
    11:21 Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota ereka ditumpas oleh Yosua.
    11:22 Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal.
    11:23 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang.

    hakim-hakim 1
    1:1 Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada TUHAN: “Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?”
    1:2 Firman TUHAN: “Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.”
    1:3 Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu: “Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka akupun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah diundikan kepadamu.” Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia.
    1:4 Maka majulah suku Yehuda, lalu TUHAN menyerahkan orang Kanaan dan orang Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah orang-orang itu dekat Bezek, sepuluh ribu orang banyaknya.
    1:5 Di Bezek mereka menjumpai Adoni-Bezek dan berperang melawan dia, dan mereka memukul kalah orang Kanaan dan orang Feris.
    1:6 Tetapi Adoni-Bezek melarikan diri, lalu mereka mengejarnya, menangkapnya dan memotong ibu jari dari tangannya dan dari kakinya.
    1:7 Kata Adoni-Bezek: “Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku.” Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.
    1:8 Sesudah itu bani Yehuda berperang melawan Yerusalem, merebutnya lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan kota itu dengan api.
    1:9 Kemudian bani Yehuda maju berperang melawan orang Kanaan, yang diam di pegunungan, di Tanah Negeb dan di Daerah Bukit.
    1:10 Lalu suku Yehuda bergerak menyerang orang Kanaan yang diam di Hebron–nama Hebron dahulu adalah Kiryat-Arba–dan memukul kalah Sesai, Ahiman dan Talmai.
    1:11 Dari sana mereka bergerak menyerang penduduk Debir. Nama Debir dahulu adalah Kiryat-Sefer.
    1:12 Berkatalah Kaleb: “Siapa yang mengalahkan dan merebut Kiryat-Sefer, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku, menjadi isterinya.”
    1:13 Dan Otniel, anak Kenas adik Kaleb, merebut kota itu; lalu Kaleb memberikan Akhsa, anaknya, kepadanya menjadi isterinya.
    1:14 Ketika perempuan itu tiba, dibujuknya suaminya untuk meminta sebidang ladang kepada ayahnya. Maka turunlah perempuan itu dari keledainya, lalu berkatalah Kaleb kepadanya: “Ada apa?”
    1:15 Jawabnya kepadanya: “Berikanlah kepadaku suatu hadiah; telah kauberikan kepadaku tanah yang gersang, berikanlah juga kepadaku mata air.” Lalu Kaleb memberikan kepadanya mata air yang di hulu dan mata air yang di hilir.
    1:16 Keturunan Hobab, ipar Musa, orang Keni itu, maju bersama-sama dengan bani Yehuda dari kota pohon korma ke padang gurun Yehuda di Tanah Negeb dekat Arad; lalu mereka menetap di antara penduduk di sana.
    1:17 Yehuda maju bersama-sama dengan Simeon, saudaranya itu, lalu mereka memukul kalah orang Kanaan, penduduk Zefat; mereka menumpas kota itu. Sebab itu kota itu dinamai Horma.

    lihat juga

    hakim-hakim 3

    3:1 Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan.
    3:2 –Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN.
    3:3 Yang tinggal ialah kelima raja kota orang Filistin dan semua orang Kanaan, orang Sidon dan orang Hewi, yang mendiami pegunungan Libanon, dari gunung Baal-Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat.
    3:4 Mereka itu ada di sana, supaya Ia mencobai orang Israel dengan perantaraan mereka untuk mengetahui, apakah mereka mendengarkan perintah yang diberikan TUHAN kepada nenek moyang mereka dengan perantaraan Musa.
    3:5 Demikianlah orang Israel itu diam di tengah-tengah orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
    3:6 Mereka mengambil anak-anak perempuan, orang-orang itu menjadi isteri mereka dan memberikan anak-anak perempuan mereka kepada anak-anak lelaki orang-orang itu, serta beribadah kepada allah orang-orang itu.
    3:7 Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera.
    3:8 Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya.
    3:9 Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan seorang penyelamat bagi orang Israel, yakni Otniel, anak Kenas adik Kaleb.
    3:10 Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim.
    3:11 Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel anak Kenas.
    3:12 Tetapi orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; lalu Eglon, raja Moab, diberi TUHAN kuasa atas orang Israel, oleh sebab mereka telah melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.
    3:13 Raja ini mengajak bani Amon dan bani Amalek menjadi sekutunya. Lalu majulah ia dan memukul orang Israel kalah. Kota pohon korma diduduki mereka.
    3:14 Delapan belas tahun lamanya orang Israel menjadi takluk kepada Eglon, raja Moab.
    3:15 Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan bagi mereka seorang penyelamat yakni Ehud, anak Gera, orang Benyamin, seorang yang kidal. Dengan perantaraannya orang Israel biasa mengirimkan upeti kepada Eglon, raja Moab.
    3:16 Dan Ehud membuat pedang yang bermata dua, yang panjangnya hampir sehasta, disandangnyalah itu di bawah pakaiannya, pada pangkal paha kanannya.
    3:17 Kemudian ia menyampaikan upeti kepada Eglon, raja Moab. Adapun Eglon itu seorang yang sangat gendut.
    3:18 Setelah Ehud selesai menyampaikan upeti itu, disuruhnya pembawa-pembawa upeti itu pulang,
    3:19 tetapi ia sendiri berhenti pada batu-batu berpahat yang di dekat Gilgal, dan kembali menghadap raja. Berkatalah ia: “Ada pesan rahasia yang kubawa untuk tuanku, ya raja.” Kata Eglon: “Diamlah dahulu!” Maka semua orang yang berdiri di depannya itu pergi ke luar.
    3:20 Lalu Ehud masuk mendapatkan dia, sedang ia duduk sendirian di kamar atas di rumah peranginannya. Berkatalah Ehud: “Ada firman Allah yang kubawa untuk tuanku.” Lalu bangunlah ia berdiri dari tempat duduknya.
    3:21 Kemudian Ehud mengulurkan tangan kirinya, dihunusnya pedang itu dari pangkal paha kanannya dan ditikamkannya ke perut raja,
    3:22 sehingga hulunya beserta mata pedang itu masuk. Lemak menutupi mata pedang itu, sebab pedang itu tidak dicabutnya dari perut raja. Lalu keluarlah ia melalui pintu belakang.
    3:23 Demikianlah Ehud sampai ke serambi; pintu kamar atas itu ditutup dan dikuncinya setelah ia keluar.
    3:24 Baru saja ia keluar, datanglah hamba-hamba raja melihat, tetapi pintu kamar atas itu terkunci. Lalu berkatalah mereka: “Tentulah ia membuang air di kamar rumah peranginan itu.”
    3:25 Lalu mereka menunggu-nunggu sampai menjadi bingung, tetapi raja tidak membuka pintu kamar atas itu. Kemudian mereka mengambil kunci, membuka pintu, maka tampaklah tuan mereka mati tergeletak di lantai.
    3:26 Sedang mereka berlambat-lambat, Ehud meloloskan diri; ia lewat dari batu-batu berpahat dan meloloskan diri ke arah Seira.
    3:27 Setelah ia sampai ke sana, ditiupnyalah sangkakala di pegunungan Efraim, lalu turunlah orang Israel bersama-sama dengan dia dari pegunungan itu, dan ia sendiri di depan.
    3:28 Berkatalah ia kepada mereka: “Ikutlah aku, sebab TUHAN telah menyerahkan musuhmu, orang-orang Moab itu, ke dalam tanganmu.” Maka turunlah mereka mengikuti dia, lalu mereka merebut tempat penyeberangan sungai Yordan ke Moab dan tidak seorangpun dibiarkan mereka menyeberang.
    3:29 Pada waktu itu mereka menewaskan kira-kira sepuluh ribu orang dari Moab, semuanya orang yang tegap dan tangkas, seorangpun tidak ada yang lolos.
    3:30 Demikianlah pada hari itu Moab ditundukkan oleh Israel, maka amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya.
    3:31 Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.

    hakim-hakim 8:1-26

    8:1 Lalu berkatalah orang-orang Efraim kepada Gideon: “Apa macam perbuatanmu ini terhadap kami! Mengapa engkau tidak memanggil kami, ketika engkau pergi berperang melawan orang Midian?” Lalu mereka menyesali dia dengan sangat.
    8:2 Jawabnya kepada mereka: “Apa perbuatanku dalam hal ini, jika dibandingkan dengan kamu? Bukankah pemetikan susulan oleh suku Efraim lebih baik hasilnya dari panen buah anggur kaum Abiezer?
    8:3 Allah telah menyerahkan kedua raja Midian itu, yakni Oreb dan Zeeb, ke dalam tanganmu; apa yang telah dapat kucapai, jika dibandingkan dengan kamu?” Setelah ia berkata demikian, maka redalah marah mereka terhadap dia.
    8:4 Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih lelah, namun mengejar juga.
    8:5 Dan berkatalah ia kepada orang-orang Sukot: “Tolong berikan beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka telah lelah, dan aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian.”
    8:6 Tetapi jawab para pemuka di Sukot itu: “Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu?”
    8:7 Lalu kata Gideon: “Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak.”
    8:8 Maka berjalanlah ia dari sana ke Pnuel, dan berkata demikian juga kepada orang-orang Pnuel, tetapi orang-orang inipun menjawabnya seperti orang-orang Sukot.
    8:9 Lalu berkatalah ia juga kepada orang-orang Pnuel: “Apabila aku kembali dengan selamat, maka aku akan merobohkan menara ini.”
    8:10 Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.
    8:11 Gideon maju melalui jalan orang-orang yang diam di dalam kemah di sebelah timur Nobah dan Yogbeha, lalu memukul kalah tentara itu, ketika tentara itu menyangka dirinya aman.
    8:12 Zebah dan Salmuna melarikan diri, tetapi Gideon mengejar mereka dan menawan kedua raja Midian itu, yakni Zebah dan Salmuna, sedang seluruh tentara itu diceraiberaikannya.
    8:13 Kemudian kembalilah Gideon bin Yoas dari peperangan dengan melalui pendakian Heres;
    8:14 ditangkapnyalah seorang muda dari penduduk Sukot. Setelah ditanyai, orang itu menuliskan nama para pemuka dan para tua-tua di Sukot untuk Gideon, tujuh puluh tujuh orang banyaknya.
    8:15 Lalu pergilah Gideon kepada orang-orang Sukot sambil berkata: “Inilah Zebah dan Salmuna yang karenanya kamu telah mencela aku dengan berkata: Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada orang-orangmu yang lelah itu?”
    8:16 Lalu ia mengumpulkan para tua-tua kota itu, ia mengambil duri padang gurun dan onak, dan menghajar orang-orang Sukot dengan itu.
    8:17 Juga menara Pnuel dirobohkannya dan dibunuhnya orang-orang kota itu.
    8:18 Kemudian bertanyalah ia kepada Zebah dan Salmuna: “Di manakah orang-orang yang telah kamu bunuh di Tabor itu?” Jawab mereka: “Mereka itu serupa dengan engkau, sikap mereka masing-masing seperti anak raja.”
    8:19 Lalu kata Gideon: “Saudara-saudarakulah itu, anak-anak ibuku! Demi TUHAN yang hidup, seandainya kamu membiarkan mereka hidup, aku tidak akan membunuh kamu.”

    8:20 Katanya kepada Yeter, anak sulungnya: “Bangunlah, bunuhlah mereka.” Tetapi orang muda itu tidak menghunus pedangnya, karena ia takut, sebab ia masih muda.
    8:21 Lalu kata Zebah dan Salmuna: “Bangunlah engkau sendiri dan paranglah kami, sebab seperti orangnya, demikian pula kekuatannya.” Maka bangunlah Gideon, dibunuhnya Zebah dan Salmuna, kemudian diambilnya bulan-bulanan yang ada pada leher unta mereka.
    8:22 Kemudian berkatalah orang Israel kepada Gideon: “Biarlah engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu, sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang Midian.”
    8:23 Jawab Gideon kepada mereka: “Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang memerintah kamu.”
    8:24 Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: “Satu hal saja yang kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan anting-anting dari jarahannya.” –Karena musuh itu beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.
    8:25 Jawab mereka: “Kami mau memberikannya dengan suka hati.” Dan setelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.
    8:26 Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan, perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh raja-raja Midian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada leher unta mereka.

    hakim-hakim 20 :18-48

    20:18 Lalu orang Israel berangkat dan maju ke Betel. Di sana mereka bertanya kepada Allah: “Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang melawan bani Benyamin?” Jawab TUHAN: “Suku Yehudalah lebih dahulu.”
    20:19 Lalu orang-orang Israel bangun pagi-pagi dan berkemah mengepung Gibea.
    20:20 Kemudian majulah orang-orang Israel berperang melawan suku Benyamin; orang-orang Israel mengatur barisan perangnya melawan mereka dekat Gibea.
    20:21 Juga bani Benyamin maju menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi dua puluh dua ribu orang dari antara orang Israel pada hari itu.
    20:22 Tetapi laskar orang Israel mengumpulkan segenap kekuatannya, lalu mengatur pula barisan perangnya di tempat mereka mengatur barisannya semula.
    20:23 Kemudian pergilah orang-orang Israel, lalu menangis di hadapan TUHAN sampai petang, sesudah itu mereka bertanya kepada TUHAN: “Akan pergi pulakah kami berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu?” Jawab TUHAN: “Majulah melawan mereka.”
    20:24 Tetapi ketika orang-orang Israel pada hari kedua sampai di dekat bani Benyamin,
    20:25 maka pada hari kedua itu majulah suku Benyamin dari Gibea menyerbu mereka, dan digugurkannya pula ke bumi delapan belas ribu orang di antara orang-orang Israel; semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.
    20:26 Kemudian pergilah semua orang Israel, yakni seluruh bangsa itu, lalu sampai di Betel; di sana mereka tinggal menangis di hadapan TUHAN, berpuasa sampai senja pada hari itu dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.
    20:27 Dan orang-orang Israel bertanya kepada TUHAN–pada waktu itu ada di sana tabut perjanjian Allah,
    20:28 dan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi imam Allah pada waktu itu–kata mereka: “Haruskah kami maju sekali lagi untuk berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu, atau haruskah kami hentikan itu?” Jawab TUHAN: “Majulah, sebab besok Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu.”
    20:29 Lalu orang Israel menempatkan penghadang-penghadang sekeliling Gibea.
    20:30 Pada hari ketiga majulah orang-orang Israel melawan bani Benyamin dan mengatur barisannya melawan Gibea seperti yang sudah-sudah.
    20:31 Maka majulah bani Benyamin menyerbu laskar itu; mereka terpancing dari kota, dan seperti yang sudah-sudah, mereka mulai menyerang laskar itu pada kedua jalan raya–yang satu menuju ke Betel, dan yang lain ke Gibea melalui padang–sehingga terbunuh beberapa orang, kira-kira tiga puluh orang di antara orang Israel.
    20:32 Maka kata bani Benyamin: “Orang-orang itu telah terpukul kalah oleh kita seperti semula.” Tetapi orang-orang Israel telah bermupakat lebih dahulu: “Marilah kita lari dan memancing mereka dari kota ke jalan-jalan raya.”
    20:33 Jadi orang Israel bangun dari tempatnya dan mengatur barisannya di Baal-Tamar, sedang orang Israel yang menghadang itu tiba-tiba keluar dari tempatnya, yakni tempat terbuka dekat Geba,
    20:34 dan sampai di depan Gibea, sebanyak sepuluh ribu orang pilihan dari seluruh Israel. Pertempuran itu dahsyat, tetapi bani Benyamin tidak tahu bahwa malapetaka datang menimpa mereka.
    20:35 TUHAN membuat suku Benyamin terpukul kalah oleh orang Israel, dan pada hari itu orang-orang Israel memusnahkan dari antara suku Benyamin dua puluh lima ribu seratus orang, semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.
    20:36 Bani Benyamin melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah. Sementara orang-orang Israel agak mundur di depan suku Benyamin–sebab mereka mempercayai penghadang-penghadang yang ditempatkan mereka untuk menyerang Gibea–
    20:37 maka segeralah penghadang-penghadang itu menyerbu Gibea. Mereka bergerak maju dan memukul seluruh kota itu dengan mata pedang.
    20:38 Tetapi orang-orang Israel telah bermupakat dengan penghadang-penghadang itu untuk menaikkan gumpalan asap tebal dari kota itu.
    20:39 Ketika orang-orang Israel mundur dalam pertempuran itu, maka suku Benyamin mulai menyerang orang Israel, sehingga terbunuh kira-kira tiga puluh orang, karena pikir mereka: “Tentulah orang-orang itu terpukul kalah sama sekali oleh kita seperti dalam pertempuran yang dahulu.”
    20:40 Tetapi pada waktu itu mulailah gumpalan asap naik dari kota itu seperti tiang asap. Suku Benyamin menoleh ke belakang dan tampaklah kota itu seluruhnya terbakar, apinya naik ke langit.
    20:41 Lagipula orang-orang Israel maju lagi. Maka gemetarlah orang-orang Benyamin itu, sebab mereka melihat, bahwa malapetaka datang menimpa mereka.
    20:42 Jadi larilah mereka dari depan orang-orang Israel itu, ke arah padang gurun, tetapi pertempuran itu tidak dapat dihindari mereka, lalu orang-orang dari kota-kota menghabisi mereka di tengah-tengahnya.
    20:43 Mereka mengepung suku Benyamin itu, mengejarnya dengan tak henti-hentinya dan melandanya sampai di depan Gibea, di sebelah timur.
    20:44 Dari bani Benyamin ada tewas delapan belas ribu orang, semuanya orang-orang gagah perkasa.
    20:45 Yang lain berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon. Tetapi di jalan-jalan raya masih diadakan penyabitan susulan di antara mereka: lima ribu orang; mereka diburu sampai ke Gideom dan dipukul mati dua ribu orang dari mereka.
    20:46 Maka yang tewas dari suku Benyamin pada hari itu seluruhnya berjumlah dua puluh lima ribu orang yang bersenjatakan pedang, semuanya orang-orang gagah perkasa.
    20:47 Tetapi enam ratus orang berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon, dan tinggal empat bulan lamanya di bukit batu itu.
    20:48 Tetapi orang-orang Israel kembali kepada bani Benyamin dan memukul mereka dengan mata pedang, baik manusia baik hewan dan segala sesuatu yang terdapat di sana. Juga segala kota yang terdapat di sana mereka musnahkan dengan api.

  86. ilham othmany Says:

    Sambungan dari yg di atas….
    Mungkin ada di antara saudara kristian kita yg berdalih bahawa yg di atas adalah hukum perjanjian lama (udah mansukh?)bukan dalam perjanjian baru.Lalu bagaimana yg ini…
    10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang (machaira).

    Ket : 3162 macaira probably feminine of a presumed derivative of mach – mache 3163; a knife, i.e. dirk; figuratively, war, judicial punishment:–sword. μαχαιρα (218) a large knife or dagger, short sword. Machaira, adalah senjata yang canggih pada saat itu alias alat pembunuh yang mematikan http://www.aurorahistoryboutique.com/A000045.htm (padanan di Indonesia: clurit), jadi machaira pada ayat itu konotasinya apa?. Pengertian machaira menurut PB dan PL adalah sama : senjata, alias alat pembunuh. Untuk memotong telinga Matt 26:51 machairan, noun, singular. Bisa dibeli Luke 22:38 machairai, noun, plural.

    Yahweh sendiri punya machaira (bacalah septuagint)

    Exo 22:24 Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang (machaira), sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.

    Deut 32:41 apabila Aku mengasah pedang-Ku (machairan mou) yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, dst…

    Deut 32:42 Aku akan memabukkan anak panah-Ku dengan darah, dan pedang-Ku(machairan mou) akan memakan daging:…dst

    Silahkan anda check sendiri apa arti ?machaira? pada ayat bible lainnya.

    Digunakan untuk siapa “machaira” (senjata) itu?

    Matt 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

    Matt 10:36 dan musuh (echtroi) orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

    Apa yang dipisahkan dengan ?machaira?, orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya?, Machaira adalah senjata, digunakan untuk memisahkan ruh dan jasad mereka alias membunuh, sehingga mereka benar-benar terpisah oleh kematian. Tindakan apa yang harus dilakukan terhadap musuh dengan ?machaira? ditangan? Apa ayat itu tidak berkonotasi untuk membunuh anggota keluarga sendiri?

    Realisasi Matt 10:34, pengikut Jesus diperintah membeli machaira (anda sudah membeli atau belum?)

    Luke 22:36 Jawab mereka: “Suatupun tidak.” Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang (machaira).

    Luke 22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang

    Peter memakai machaira Matt 26:51

    Saya punya contoh applikasi Matt 10:34. Saya mau sedikit cerita tentang ajaran kasih Jesus. Kembali ketahun 1994 di Rwanda negeri itu adalah negeri yang paling Christian di benua Africa, buah success evangelical missionary ( http://www.britannica.com/eb/article-40763/Rwanda ), tapi ditahun itu tanpa ada pihak luar yang mengadu domba dua suku Hutu dan Tutsi saling bantai tidak pandang bulu termasuk para tokoh/pemuka agama juga terlibat/ gereja (Rwanda Christian Churches and Genocide in Rwanda my research indicates that religion was nevertheless an essential element in the Rwandan genocide. Timothy Longman Vassar College

    1. Christian_Church_Genocide.htm

    2. http://iwpr.net/?p=acr&s=f&o=325838&apc_state=henpacr

    3. http://www.afrol.com/html/Countries/Rwanda/backgr_cross_genocide.htm

    4. http://www.unitedhumanrights.org/Genocide/genocide_in_rwanda.htm

    5. http://www.geocities.com/missionalia/rwanda1.htm

    6. http://findarticles.com/p/articles/mi_m1058/is_8_121/ai_n6003109

    7. http://www.newsfromafrica.org/newsfromafrica/articles/art_10231.html

    Fakta: Dinegeri penganut ajaran Jesus yang katanya penuh kasih, dengan melibatkan gereja dan tokoh agama, rakyatnya saling membunuh, mereka melakukannya tanpa dengan alat pembunuh massal, hanya dalam waktu 100 hari atau 3 bulan 800.000-1000.000 nyawa manusia melayang (lebih dari 10% jumlah penduduk yang kala itu berjumlah 7,7 jt), hampir 10.000 nyawa sehari!!!!!(melebihi kekejaman rekan seiman mereka, Nazi). Bayangkan kalau berat rata-rata penduduk Rwanda/ Burundi yang terbunuh 40 kg, total korban genocide ajaran kasih = 800 ribu X 40 kg = 32 ribu ton/ 3 bulan melebihi produksi daging sapi nasional 34 ribu ton/ tahun http://www.bppt.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1553&Itemid=30

    Ajaran apakah yang memperlakukan manusia lebih kejam dari pada memperlakukan binatang?

    Peristiwa itu sepertinya sesuai dengan Matt 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang??.

    Bagaimanakah rekonsiliasi mereka?

    1. http://www.nytimes.com/2004/04/07/international/africa/07RWAN.html?ex=1396756800&en=e0838186e9f4832f&ei=5007&partner=USERLAND

    2. http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/africa/3561365.stm

    3. http://www.islamonline.net/English/News/2002-09/24/article42.shtml

    Kembali kepada fitrah manusia. (Setelah tragedi tersebut para penduduk Rwanda mulai beralih memeluk Islam yang mereka anggap bisa menciptakan kedamaian)

    Pertanyaan dari sdr. teman : “Saya tidak punya data statistik .. tapi permusuhan itu dari dulu ada. Bagaimana mengukur “bertambah kasih” atau “bertambah bermusuhan” ???” dijawab :”Paling mudah ukur saja dengan jatuhnya korban jiwa”. Lalu Jones mengungkapkan fakta dan data statistik :

    Coba anda check data ini valid atau tidak.

    Sejak jaman Rasulullah tahun 622 hingga kini korban jiwa jang jatuh karena keterlibatan orang yang mengaku beragama Islam termasuk peristiwa politik dll.

    Arab Outbreak, et seq. (7th Century CE and beyond) TOTAL: 698,200
    Perang salib : 2000,000
    Muhammad Shah Sultan of Kulbarga vs. Bukka I, Raya of Vijayanagar (1366) 500,000
    Armenian Massacres (1915-23): 1 500 000
    Bangladesh (1971): 1 250 000
    Afghanistan (1979-2001): 1 800 000
    Iran-Iraq War (1980-8: 1 000 000
    Sudan (1983 et seq.): 1 900 000
    Iraq, Saddam Hussein (1979-2003): 300 000
    Kurdistan (1980s, 1990s): 300 000
    Somalia (1991 et seq.): 400 000
    Indonesia (1965-66): 450 000
    Sudan (1955-72): 500 000
    Lebanon (1975-90): 150 000
    East Timor, Conquest by Indonesia (1975-99): 200 000
    Uganda, Idi Amin’s regime (1972-79): 300 000
    Greco-Turkish War (1919-1922): 250 000, dll.

    Total katakanlah 15 000 000 jiwa selama 14 abad, (Kalau karena ke Islaman saja jumlah korban diatas akan jauh berkurang),lebih sedikit jumlahnya bila dibandingkan dengan orang yang mati karena merokok di tahun 80 an. (R. Peto, “Mortality from tobacco in developed countries: indirect estimation from national vital statistics”, Lancet, 23 May 1992: 1980s: 17,000,000}

    Check data ini valid atau tidak.

    Korban jiwa jang jatuh karena keterlibatan orang yang mengaku beragama Kristen. Ajaran yang diclaim “kasih”

    0-XI terlalu panjang urutannya

    Crusades (1095-1291) 1 000 000
    Albigensian Crusade (1208-49) 1,000,000
    During the Saracen slaughters in Spain 7000 000
    Saxons and Scandinavians lost their lives opposing the introduction of Christianity 2 000 000
    Holy Wars against the Netherlands, Albigenses, Waldenses, and Huguenots 1,000,000
    Spanish Inquisition (1478-1834) 350000
    French Wars of Religion 16th century 3 000 000
    Thirty Years War 17th century 7 000 000

    Total 22 000 000 selama 6 abad, siapakah pelakunya ? Ini melebihi 15 jt selama 14abad.

    Penjajahan & perang Abad 18 – 19
    Congo Free State (1886-1908): 8 000 000
    Annihilation of the American Indian 20.000.000
    (untuk genocide American Indian diatas angkanya lebih banyak dari itu, sedang saya pelajari)
    Philippines Insurgency (1899-1902): 220 000
    Brazil (1900 et seq.): 500 000
    Amazonia (1900-12): 250 000
    Portuguese Colonies (1900-25): 325 000
    French Colonies (1900-40) >200,000
    Abyssinian Conquest (1935-41): 400 000
    Algeria (1954-62): 537 000
    British India 19th century 17 000 000, dll.

    Total kira kira 45 000 000 jiwa selama 2 abad , siapakah pelakunya ? lho kok grafiknya meningkat ?

    Abad 20

    First World War (1914-1: 15 000 000
    Second World War (1937-45): 55 000 000
    That’s 35,000,000 deaths which can probably be blamed on Hitler to one extent or another.
    Mexican Revolution (1910-20): 1 000 000
    Spanish Civil War (1936-39) and Franco Regime (1939-75): 365 000 + 100 000
    Korean War (1950-53): 2 800 000
    First Indochina War (1945-54): 400 000
    Second Indochina War (1960-75): 3 500 000
    Ethiopia (1962-92): 1 400 000
    Rwanda and Burundi (1959-95): 1 350 000
    Liberia (1989-97): 150 000
    Zaire (Dem. Rep. Congo), Civil War (1997) 250,000
    Bosnia and Herzegovina (1992-95): 175 000
    Iraq – International embargo (1990-): 350 000
    Guatemala (1960-1996): 200 000
    Colombia (1946-5: 200 000
    Greek Civil War (1943-49): 158 000
    Balkan Wars (1912-13): 140 000. dll.

    Total kira kira 70 000 000 juta jiwa selama 1 abad , melonjak drastic siapa lagi pelakunya..? Jadi selama adanya Christianity hingga kini tahun sudah 140.000.000 juta jiwa melayang

    Bagaimana nantinya di abad 21 ? Apakah itu yang disebut buah ajaran kasih ?

    Coba direnungkan

    20 abad 140 juta, 14 abad 15 juta

    Ajaran yang manakah yang pantas disebut damai ? Perjanjian lama menyebutkan 1,300,000 orang mati atas perintah Jehowa, penduduk dunia saat itu 300,000,000 http://www.census.gov/ipc/www/worldhis.html

    Persentasi orang mati diatas, dibanding jumlah penduduk dunia adalah 0.43%. Sekarang Perjanjian Baru total korban jiwa keterlibatan orang mengaku beragama Kristen 140,000,000 penduduk dunia sekarang 6,000,000,000. Persentasi orang mati diatas dibanding jumlah penduduk dunia adalah 2.33%.
    0.43 % menjadi 2.33%??? Kok malah meningkat 540 %?
    Ck ck ck ck…
    Jadi jelas,bahawa islam sememangnya agama damai.Tidak ada agama sedamai Islam.Peperangan dalam Islam adalah pembelaan diri berlainan dengan peperangan yg dilakukan oleh orang kristian.Wahai orang-orang kafir masuklah kalian di dalam agama Allah pasti kalian akan dapat kejayaan di dunia dan lebih-lebih lagi di akherat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.

  87. ilham othmany Says:

    Terimakasih karena komen saya dimoderasi lagi.

    1. Adeng Hudaya Says:

      5 lagi teroris Islam ditangkap oleh Densus 88 di Bandung dan di Subang – JABAR.

      Dalam penangkapan itu ditemukan bahan peledak high explosive dalam jumlah banyak, vcd jihad dan Al’Quran.

      Dari Irak, kemarin 124 orang warga sipil tak bedosa tewas akibat bom yang meledak di 2 lokasi.

      1. Adeng Hudaya Says:

        5 lagi teroris Islam ditangkap oleh Densus 88 di Bandung dan di Subang – JABAR.

        Dalam penangkapan itu ditemukan bahan peledak high explosive dalam jumlah banyak, vcd jihad dan Al’Quran.

        Dari Irak, kemarin 124 orang warga sipil tak bedosa tewas akibat bom yang meledak di 2 lokasi…

  88. ilham othmany Says:

    Semua amal ibadah yg diwajibkan oleh Allah mempunyai tujuan bagi membentuk akhlak mulia terutama akhlak kepada sesama manusia.Contohnya syaum/puasa adalah utk melatih sifat sabar,membuang sifat tamak kepada keduniaan yg berpangkal dari cinta kepada makan minum,berbelas kasihan kepada fakir miskin dengan merasakan kelaparan mereka dan banyak lagi.
    Selain memerintah syaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘Pesan’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan!

    “Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

    Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

    Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

    Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

    Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

    Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

    Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

    Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

    Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

    Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

    “Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

    “Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

    “Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

    Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

    “Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

    “Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

    “Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

    “Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah). [www.hidayatullah.com]
    Wahai orang-orang kafir tidak ada agama yg lebih dapat meluruskan akhlak melainkan agama Islam yg dibawa oleh nabi Muhammad saw.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan berjaya.Kalian juga akan merasakan kedamaian yg tidak pernah kalian rasakan lewat amalan2 islami seperti solat,puasa,zakat/sadakah dll.Islamlah segera.Kalau boleh sebelum berakhirnya Ramadhan semoga sebelum menjelangnya idulfitri kalian udah kembali menjadi fitrah.Amin Ya Allah.

  89. ilham othmany Says:

    Salah satu bukti yg menunjukkan kebenaran nabi Muhammad saw ialah hikmah penyembelihan haiwan menurut Islam.
    Sabda Nabi saw bermaksud: “Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik kepada sesuatu. Oleh itu jika kamu membunuh, maka perbaikilah cara membunuhnya, dan apabila kamu menyembelih maka perbaikilah cara menyembelihnya dan tajamkanlah pisaunya serta mudahkanlah penyembelihannya itu” (Hadis riwayat Muslim).

    Penyembelihan harus dilakukan pada leher haiwan itu, iaitu pada bahagian urat nadi atau kerongkongnya. Setiap penyembelihan perlu dimulakan dengan Bismillah.

    Firman Allah bermaksud: “Maka makanlah haiwan (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatnya” (Surah al-An’aam, ayat 118).

    Fakta saintifik membuktikan bagi setiap penyembelihan, darah haiwan itu perlu dialir keluar. Ini kerana darah adalah medium terbaik bagi mikro organisma membiak. Bahagian ‘spinal cord’ hendaklah dielakkan daripada terpotong ketika sembelihan dilakukan kerana ia akan menyekat aliran darah keluar akibat daripada saluran darah terganggu kesan daripada jantung haiwan terhenti secara tiba-tiba.

    Dr Zakir Naik, seorang doktor dan pendakwah Islam antarabangsa menyenaraikan kepentingan serta kebaikan penyembelihan mengikut hukum syarak. Kaedah penyembelihan Islam adalah terbaik dan bersih. Ini kerana darah yang menjadi punca pembiakan kuman, bakteria dan toksin yang akan menyebabkan beberapa penyakit dikeluarkan sejurus selepas proses penyembelihan. Selain itu, daging sembelihan kekal segar dalam satu tempoh yang lama.

    Kaedah penyembelihan Islam juga tidak menyebabkan kesakitan kepada haiwan itu. Ini kerana saluran darah serta saraf yang menghubungkan ke otak yang boleh menyebabkan rasa sakit terputus. Maka keadaan di mana haiwan bertindak balas secara tiba-tiba dalam keadaan agresif bukan kerana kesakitan, tetapi kesan tindak balas otot yang berlaku apabila darah mengalir keluar.

    Profesor Schultz dan rakannya Dr Hazim dari Universiti Hanover, Jerman, membuktikan melalui eksperimen dengan menggunakan alatan saintifik seperti Electroencephalograph (EEG) dan Electrocardiogram (ECG) menunjukkan kaedah sembelihan Islam adalah terbaik. Tiga saat pertama selepas kaedah sembelihan cara Islam dilakukan, EEG tidak menunjukkan sebarang perubahan graf. Ini menunjukkan haiwan itu tidak mengalami sebarang kesakitan secara tiba-tiba selepas penyembelihan. Kemudian, selepas tiga saat yang seterusnya, EEG merekodkan keadaan yang dinamakan sebagai ‘deep sleep’ di mana, haiwan mengalami keadaan tidak sedarkan diri kesan daripada darah yang mengalir keluar dari tubuh haiwan itu. Akhir sekali, EEG pada paras 0 menunjukkan tiada tanda-tanda kesakitan selepas enam saat eksperimen dilakukan. Kaedah ujian saintifik hari ini membuktikan kaedah penyembelihan Islam adalah terbaik.

    Seterusnya menunjukkan Islam amat mementingkan kebersihan serta kesihatan. Pemilihan pemakanan yang halal penting dalam memastikan tahap kesihatan sentiasa berada di tahap yang memuaskan agar memperoleh tenaga yang secukupnya untuk beribadat. Oleh itu, Muslim perlu menilai dan meneliti sumber pemakanannya agar datang dari sumber yang halal bukan meragukan.

    Wahai orang-orang kafir!Entah apa lagi faedah yg kalian terlepas akibat meninggalkan Islam.Kalian camkan ini baik baik!Selagi kalian kafir selagi itulah kalian akan terus menerus menyiksa dan menyakiti makhluk Allah di atas dunia ini.Kalian akan dikutuk oleh dunia.Dikutuk oleh hewan2 yg kalian makan kerana kalian menzalimi hewan2 tersebut.Hewan itu akan mendoakan siksaan yg paling hebat utk kalian di akherat nanti.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya kecualilah kalau kalian sudah tidak punya hati nurani lagi!

    1. Mariyah budak koptik Says:

      I confess Muhammad is a false prophet and Allah SWT who worshipped by Muhammad is not true God but a pagan. Alhamdulilah.

  90. ilham othmany Says:

    Agama Islam tidak sekali-kali memaksa orang bukan Islam memeluk agama Islam. Islam mengikhtiraf dan menghormati kewujudan pelbagai agama, bangsa dan warna kulit. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud,

    “Hai manusia, sesungguhnya Kami mencipta kamu dari seorang laki-laki, seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.”(Al Hujurat 49: 13)

    Islam adalah agama yang berteraskan kepada kepercayaan dan keyakinan yang terbit dari hati. Pengakuan ketaatan kepada Allah yang satu dan Nabi Muhammad sebagai pesuruhnya tidak dianggap sah sekiranya tidak dituruti dengan keikhlasan hati. Dari itu, orang Islam tidak dibenarkan memaksa orang bukan Islam memeluk agama Islam biarpun mereka itu terdiri dari kaum kerabatnya. Agama Islam tidak boleh dipaksa kepada sesiapapun kerana paksaan adalah perbuatan yang keji dan dikutuk oleh Allah s.w.t. Islam tidak menganjurkan paksaan dalam keadaan apa sekalipun untuk menyebarkan ajarannya kerana tindakan sedemikian hanya akan menghancurkan tujuan dan falsafah hidup Islam itu sendiri. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud,

    “Tiada paksaan di dalam Islam…………………….”(Al-Baqarah 2:256)

    Walaupun orang Islam tidak dibenarkan memaksa, tetapi adalah menjadi kewajipan ke atas setiap mereka untuk menyeru dan mengajak manusia kepada Islam, agama yang membawa kesejahteraan kepada manusia.

    Kalau merujuk kepada sejarah, ketika Rasulullah s.a.w. menyebarkan agama Islam di kalangan bukan Islam, Baginda tidak pernah menggunakan pendekatan yang kasar atau dalam bentuk memaksa. Dakwah yang disampaikan adalah secara lembut dan penuh hikmah. Baginda menyeru manusia menyembah Allah s.w.t. dengan penuh kasih sayang dan mudah difahami. Pendek kata, tidak pernah sama sekali Baginda menggunakan perkataan yang kasar dalam berdakwah. Tanggungjawab menyebarkan Islam mesti disampaikan walau di mana Baginda berada. Ia terpulang kepada orang ramai untuk menerima atau menolaknya. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud,

    “Katakanlah (wahai Muhammad): kebenaran itu datang daripada Tuhan kamu, maka sesiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan sesiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir…”(Al-Khafi 18: 29)

    Firman Allah s.w.t. lagi yang bermaksud,

    “Oleh itu berikanlah sahaja peringatan (wahai Muhammad), kepada manusia, dan janganlah berdukacita kiranya ada menolaknya dan sesungguhnya engkau hanyalah seorang Rasul pemberi ingatan, bukanlah engkau seorang yang berkuasa memaksa mereka (menerima ajaran Islam yang engkau sampaikan itu).”(Al-Ghasyiyah 88: 21-22)

    Ayat ini dengan jelas menerangkan bahawa Islam menjamin kebebasan beragama. Dalam sistem pemerintahan Islam, pemerintah tidak berhak untuk memaksa agama lain untuk memeluk agama Islam sekalipun orang itu tidak mempunyai apa-apa agama. Mereka berhak mengamalkan adat istiadat dan cara hidup mereka selagi mana tidak menimbulkan perkara yang tidak sihat dalam masyarakat umum. Begitulah lunaknya ajaran Islam yang diwahyukan oleh Allah s.w.t.

    Tohmahan yang dilemparkan oleh pihak barat yang mengatakan Islam disebarkan melalui mata pedang (secara paksa) adalah tidak berasas sama sekali. Memang benar, dalam sejarah tamadun Islam telah berlaku peperangan antara orang Islam dengan bukan Islam. Peperangan yang berlaku adalah sekadar untuk mempertahankan maruah agama yang cuba dicemari oleh orang bukan Islam ketika itu. Dalam sejarah peperangan Islam, tidak pernah sekali peperangan digunakan untuk tujuan memaksa orang bukan Islam memeluk agama Islam. Kalau adapun berlaku, itu bukanlah dari ajaran Islam tetapi adalah kesalahan individu yang melakukan penyerangan itu.

    Ini dibuktikan ketika Nabi Muhammad s.a.w. menyebarkan dakwah Islam di Mekah. Orang Quraisy Makkah dan orang kafir yang lain tidak senang hati akan tindakan Rasulullah itu. Mereka telah cuba mempengaruhi Rasulullah s.a.w. untuk meninggalkan agama Islam. Berbagai-bagai rancangan jahat telah diatur termasuk percubaan untuk membunuh Baginda. Namun Baginda tidak pernah tunduk kepada tekanan itu dan sentiasa bersabar dengan tekanan yang dikenakan.

    Walau bagaimanapun, apabila orang kafir ketika itu terus-menerus untuk menghapuskan ajaran Islam dan Baginda, akhirnya Baginda terpaksa bertindakbalas. Baginda memutuskan hanya untuk berperang apabila agama dan nyawa Baginda sendiri terancam. Baginda tidak mempunyai pilihan lain melainkan mempertahankannya. Apabila Baginda mencapai kemenangan dalam peperangan, Baginda tidak pernah memaksa rakyat dijajahnya untuk memeluk agama Islam kerana Baginda tahu itu bukanlah ajaran Islam. Kalau adapun yang memeluk agama Islam, itu bukanlah atas dasar paksaan melainkan atas kerelaan dan keyakinan mereka terhadap Islam.

    Dalam satu kisah yang diriwayatkan oleh Ibn Ishak, terdapat seorang Ansar yang mempunyai dua orang anak lelaki yang beragama Kristian dan tidak mahu menerima Islam. Beliau datang kepada Rasulullah untuk meminta nasihat sama ada untuk memaksa anak-anaknya itu memeluk agama Islam. Akhirnya turun ayat tiada paksaan dalam agama seperti yang telah disebutkan dalam surah al-Baqarah, ayat 256. Ibn Athir di dalam mengulas ayat ini menerangkan bahawa Islam tidak membenarkan sama sekali umatnya memaksa orang bukan Islam memeluk agama Islam. Hujah ini disokong oleh Zamakhshari. Menurut beliau, Islam tidak pernah memaksa orang lain memeluk Islam. Terpulanglah kepada mereka dengan akal yang ada untuk menerimanya. Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud:

    “Dan (bukanlah tanggungjawabmu wahai Muhammad menjadikan seluruh umat manusia beriman), jika Tuhanmu menghendaki nescaya berimanlah sekelian manusia yang ada di muka bumi. (Janganlah engkau bersedih hati tentang kedegilan orang-orang yang ingkar itu; kalau Tuhan tidak menghendaki) Maka patutkah engkau pula hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman?”(Yunus 10: 99)
    Posted by Ridhuan Tee
    Wahai orang-orang kafir!Kalaulah dunia ini dipenuhi butir-butir kacang lalu datanglah seekor burung yg mengambilnya sebiji demi sebiji dan dibawa ke suatu tempat yg jaraknya 1000 tahun perjalanan lama-kelamaan butir-butir kacang tersebut akan habis.Tapi siksaan Allah Taala yg kekal di akherat tidak akan habis-habis.Adakah kalian sudah yakin seratus persen pegangan kalian benar?Kalian sendiri tahu kalau kalian gak punya bukti.Jangan gadaikan ruh dan jasad kalian ke dalam api neraka.Ayoh tinggalkanlah jejak langkah syaitan dan kembalilah kepada fitrah islamiah.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Amin Ya Rabbal Alamin.Amin..Ya Allah..Amin..Kurniakanlah kami hidayah Ya Allah..sempena keberkatan bulan yg mulia ini..Ya Allah bantulah kami Ya Allah..Berilah petunjuk kepada mereka Ya Allah kerana mereka tidak mengetahui.Berilah petunjuk kepada siap murtad Ya Allah.Berilah petunjuk kepada Adeng.Berilah petunjuk kepada sukaku,laskar syaitan dan lain-lain agar mereka sama-sama dapat menikmati keindahan dan kedamaian agamaMu dan selamat dari azabMu..Ya Allah..Kami cuma berdoa sedang Kaulah yg memperkenankan sesungguhnya hanya Engkau yg dapat memperkenankan doa.Amin

    1. Adeng Hudaya Says:

      Sudahlah Mas Ilham,
      Nggak ada gunanye anda terus menerus membela agama Islam elu…

      Agama elu sudah jadi TAHI.
      Baunya busuk buanget.

      1. Tika Says:

        Tapi lebih busuk Agama anda….. buta!!!

        Itu lah beda orang islam sama orang kristen!

        Orang islam klo di cela : Alhamdulilah, Astagfirullah

        kalau ana: TAHI BUSUK LOE????

        Pelajari baik2 injil anda agar anda semakin tersesat…

        Alquran itu buatan TUHAN makannya bahasanya dimanapun Alquran ada pasti bahasa dan hurufnya arab…..

        dan ALhamdulilah saya seorang Muslim dan saya bangga dengan keislaman saya. karena saya tidak usah bersusah payah bersyukur hanya setiap hari minggu tapi saya bersyukur setiap 5 waktu Wajib dan banyak waktu.

        Adakah dalam agama anda untuk menyerukan suara untuk beribadah seperti dalam agama kami? saya kira tidak, anda tau knapa banyak orang ingin menjadi pendeta? mereka ingin berzina yang dibungkus dengan kebaikan! karna manusia selalu di beri nafsu, pendeta bukanlah nabi. pendeta hanya manusia yang haus akan nafsu!

        terserah anda Agama ku, agama ku. dan agama mu- agamamu. kami tidak pernah memaksa orang nasrani, yahudi untuk memeluk agama kami, karena kami tau yahudi-nasrani sebenarnya mengetahui mereka salah tapi mereka tidak pernah mau untuk mengakuinya!

    2. Hudaya Babi Says:

      Adeng Hudaya itu orang yg kerjanya hanya bisa mencela aja…..pengetahuannya picik. anak kecil jg bisa kayak gt. mending pelajari lg injil loe. klo isinya ada kekeliruan, tanya aja sama org islam. krn AlQuran adalah kitab penyempurna sampai akhir zaman. jgn malu deh mengakui kebenaran AlQuran dan Rasulullah.

  91. ilham othmany Says:

    Mengikut riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, nabi bersabda, “Apabila lalat terjatuh ke dalam bekas minum salah seorang antara kamu, celuplah dan kemudian buanglah lalat itu kerana pada sebelah sayapnya mengandungi penawar dan di sebelah sayapnya yang lain mempunyai penyakit.” Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud dan Ibn Majah. Benarkah pada lalat terdapat punca-punca penyakit serta penawar?

    Sabda nabi yang bermaksud, “Pada sebelah sayapnya mengandungi penyakit,” adalah satu pernyataan umum yang menunjukkan lalat merupakan agen pembawa penyakit kepada manusia. Ia juga mengisyaratkan bahawa lalat mengandungi banyak kuman yang memudaratkan. Sabda nabi ini hanya dapat difaharni pada abad-abad terkemudian. Pada tahun 1577, Mercurialis melontarkan pandangan tentang kemungkinan lalat merupakan serangga pembawa penyakit kepada manusia, tetapi pendapat ini tidak dapat dikukuhkan dengan bukti. Hanya pada abad kesembilan belas sahaja kajian yang mendalarn dilakukan untuk mengesahkan perkara ini, contohnya, kajian yang dilakukan oleh Profesor ]. Leidy pada tahun 1871. BeIiau yang merupakan seorang pakar dalam bidang iImu serangga atau entomologistmendapati lalat adalah pembawa pelbagai kuman kepada manusia.

    Pada tahun 1929, H.Y. Yao, I.C. Yuan dan D. Huie mengkaji lalat-Ialat di Beijing dan mendapati luarannya mengandungi lebih kurang 3,683,000 kuman bakteria dan dalamannya mengandungi 6-8 kali ganda kuman berbanding luarannya. Hal ini disebutkan dalarn buku Insect Immunologyoleh Edward A. Steinhaus terbitan New York.

    Pada tahun 1912, risalah pendidikan kesihatan di Amerika memperkenalkan lalat sebagai ‘serangga paling berbahaya yang pernah dikenali manusia selarna ini’. Lalat dikenal pasti sebagai agen pembawa penyakit demam kepialu, taun, drit birit, sakit mata, dan banyak lagi.

    Lalat Memiliki Penawar
    Sabda nabi, “Dan pada sebelah sayap (Ialat) ada penawar,” menunjukkan, walaupun lalat ialah agen pembawa kuman serta penyakit, namun tubuh lalat yang sarna juga memiliki penawar serta bahan antikuman yang bermanfaat bagi man usia.

    Hal ini disahkan oleh para saintis pada abad ke-20. Sebagai contoh, Shope pada tahun 1927, dan Glaser 1938, mendapati ada kuman-kuman virus dalam badan lalat yang berfungsi membunuh kuman-kuman bakteria. Kajian ke atas lalat rumah Musca domestica menunjukkan, ia mengandungi virus bacteriophage yang mampu membunuh kuman-kuman Staphylococcus muscae, Escherichia coli, Salmonella paratyphi dan Eberthella typhosa yang menjadi penyebab kepada penyakit cirit birit dan demam kepialu. Inilah penemuan virus bacteriophage yang pertama di dalam serangga dan ia merangsang kepada penemuan-penemuan yang lain.

    Sebelum itu, pada tahun 1926, J.I. Duncan menemui bahan¬bahan aktif pembunuh bakteria di dalam usus lalat rumah. Pada tahun 1939 pula, Lat, Ghosal dan Mukherji mendapati lalat mampu mengubah kuman taun vibrio cholera kepada bentuk yang lain yang tidak berbahaya. Penemuan-penemuan ini dilaporkan dalam buku The Housefly – Its Natural History, Medical Importance, And Control oleh Luther West.

    Penemuan sains pada abad ke-20 juga menyedarkan manusia ten tang betapa benarnya sabda nabi yang bermaksud, “Celuplah lalat itu kerana pada sebelah sayapnya mengandungi penawar.” Pusingan hidup lalat bermula dengan telur. Telur menetas dan mengeluarkan larva, kemudiannya berubah kepada pupa dan kemudian barulah menjadi lalat dewasa. Semua ini adalah proses yang perlu dilalui oleh seekor lalat. Latat di dalam bentuk larva (maggots) am at bermanfaat pada man usia.

    Sebagai contoh, M.A. Stewart, pada tahun 1934, mendapati lalat berbentuk larva, ketika ‘dicelupkan’ ke dalam luka-Iuka, mengeluarkan bahan ammonia dan kalsium karbonat yang menjadikan luka itu alkali. Di dalam keadaan ini kuman-kuman dapat dibunuh di samping meredakan bengkak serta mencegah kematian sel-sel. Di samping itu larva-larva ini berperanan menelan kuman-kuman bakteria dan membunuhnya. S.w. Simmons pada tahun 1935 pula mendapati, lendir yang dikeluarkan oleh larva mampu membunuh kuman-kuman bahaya seperti Staphylococcus aureus, Haemolytic streptococci dan Clostridium welchii. Tambahan daripada itu, pada tahun yang sarna, W. Robinson mendapati larva juga mengeluarkan allan to in. Allantoin merupakan bahan protein yang membantu pertumbuhan sel-sel. Penemuan-penemuan ini dilaporkan dalam buku Insect Immunology karangan Edward Steinhaus.

    Penemuan-penemuan ini menjadikan larva lalat begitu popular digunakan bagi merawat luka-Iuka terutamanya pada tahun 1930-an. Walau bagaimanapun popularitinya mula menurun selepas penemuan ubat-ubat antibiotik. Baru-baru ini, bermula tahun 1982, penggunaan larva menjadi popular
    semula berdasarkan kajian-kajian saintifik terkini. Hal ini dilaporkan oleh Fakulti Perubatan Universiti Indiana di U’uu: soundmedicine.iu.edu. Sebagai contoh, ia dicadangkan untuk digunakan bagi merawat luka disebabkan kencing manis. Hal ini dilaporkan dalam jurnal Diabetes Health terbitan ~fac 1995. Antara institusi perubatan yang telah menggunakan pendekatan ini ialah Long Beach Veterans Affairs Medical Center. Di Belanda pula pakar-pakar perubatan melaporkan mereka berjaya merawat sebelas kes luka yang teruk dengan menggunakan larva lalat. Kaedah ini berjaya mengawal infeksi kuman dan menyelamatkan kes-kes ini dari pembedahan amputasi. Hal ini dilaporkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases.

    Kuasa penawar yang ada pada lalat memang menakjubkan. Dalam sebuah buku karangan Dr. Ghyath Hasan al-Ahmad bertajuk al- Tibb al-Nabawi fi Daw ai-11m al-Hadith (Prophetic Medicine in the Ught of Modern Science) terbitan tahun 1955, dilaporkan ten tang satu eksperimen yang dilakukan oleh Dr. Nabih Da’ish di Universiti Raja Abdul Aziz di Riyadh. Beliau menyediakan sepuluh kultur bakteria (bacterial cultures) dan dimasukkan seekor lalat ke dalamnya tanpa dicelupkan lalat itu ke dalam kultur. Beliau kemudiannya menyediakan 10 lagi kultur bakteria dan dimasukkan serta dicelupkan lalat ke dalamnya sebanyak sekali.

    Selepas itu disediakan pula lagi 10 kultur bakteria dan pada kali ini lalat dicelupkan ke dalam kultur sebanyak dua kali. Perbuatan ini disusuli dengan penyediaan 10 lagi kultur bakteria dan lalat dicelupkan ke dalamnya sebanyak tiga kali. Dr. Nabih Da’ish mendapati kuman terus hidup dan membiak dalam kultur yang pertama yang mengandungi lalat yang tidak dicelup. Dalam kultur yang kedua kuman-kuman tidak mampu membiak malah sebahagiannya terbunuh dan aktiviti antikuman ini meningkat dalam kultur ketiga dan keempat. Penemuan ini menunjukkan pengeluaran bahan antikuman tertentu oleh lalat ada perkaitan dengan perbuatan mencelup lalat ke dalam cecair. la selari dengan sabda nabi yang disebutkan sebelum ini.
    Ini adalah bukti yg sangat jelas tentang kebenaran nabi Muhammad saw.Semua aturan Islam yg disampaikan di dallam Al Quran dan hadis bukan semata-mata sebagai tanda taat bakti muslim kepada perintah Allah,bahkan hukum2 Islam tersebut sangat berfaedah di dalam memelihara kesihatan dan lain2 kepentingan umat manusia sementara manusia itu massih di dunia ini lagi.Wahai orang-orang kafir ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah kalian pasti berjaya.Amin ya Rabbal Alamin.

    1. Zaid malang istrinya diembat Muhammad. Says:

      Setelah mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan di Taif, Muhammad berusaha untuk kembali lagi ke Mekah. Melalui pertolongan budaknya, Zaid, ia diberi perlindungan oleh Mutim bin Idi, pimpinan Nofal, klan dari Quraish. Keesokan harinya, Mutim dengan anak dan ponakannya dengan bersenjata mendatangi lapangan umum Kabah dan mengumumkan bahwa Muhammad sejak saat itu berada dibawah perlindungannya. Muhammad sangat gembira, tapi tampaknya dia menahan diri untuk segera menyebarkan agamanya kepada kaum Quaish, dia hanya berdakwah pada para peziarah haji yang datang ke kabah untuk melakukan ritual berhalanya.

      Selama periode ini. disaat Muhammad mempertahankan perannya agar tidak menyolok di mata musuh2nya di Mekah, dikatakan bahwa dia, karena alasan tidak jelas, tidur semalaman dirumah sepupunya, Umm Hani.

      Umm Hani adalah anak perempuan Abu Thalib. Umm Hani kemungkinan besar adalah “cinta lama Muhammad”. Sebelum menikah dengan Khadijah, Muhammad pernah melamar Umm Hani, namun hal ini ditolak mentah2 oleh Abu Thalib, alasannya saat itu Muhammad adalah pemuda yang papa dan miskin. Karena hubungan keduanya tidak direstui Abu Thalib, akhirnya Umm Hani menikah dengan Hubairah, seorang laki2 yang beragama Nosrania (Nasrani).

      Pada pagi berikutnya, orang2 ingin tahu dimanakah dia malam kemarin. Beberapa orang rupanya telah mengetahui bahwa sore sebelumnya ia memasuki rumah Umm Hani. Dia tidak mungkin mengaku bahwa ia telah “tidur” bersama seorang wanita yang sedang sendirian, karena itu akan menghancurkan kariernya sebagai seorang nabi. Muhammad akhirnya mengarang cerita, dia mengatakan bahwa pada malam itu ia dituntun Jibril untuk melakukan perjalanan dari Masjidil Haram sampai ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Dari sana ia naik kesorga dan bertemu Allah. Karena perjalanan ini tidak mengikut sertakan manusia lain, oleh karenanya tidak ada manusia lain yang bisa menjadi saksi akan kejadian mukjijat ini, maka ini mencegah orang2 meminta saksi mata untuk membuktikan pernyataannya tersebut.

      Mendengar penjelasan Muhammad tersebut, kebanyakan dari mereka mengatakan, ‘Demi Allah, ini jelas sebuah kebohongan! Sebuah karavan saja memerlukan waktu satu bulan untuk mencapai Syria dan satu bulan lagi untuk kembali. Bagaimana Muhammad bisa melakukan perjalanan pulang-pergi dari Mekah ke Yerusalem dalam satu malam ?’

      Ibn Ishaq mengatakan; “Setelah mendengar cerita ini banyak orang yang dulunya bergabung dengan Islam menjadi murtad dan meninggalkan Islam.”

      Sebagian lagi menemui Abu Bakar, yang rupanya belum mengetahui hal ini dan berkata, “Apa pendapatmu tentang temanmu itu? Dia mengaku telah pergi ke Yerusalem semalam, sholat disana lalu kembali lagi ke Mekah!” Abu Bakar menuduh orang2 yang bertanya kepadanya ini berbohong, Muhammad tidak akan berkata begitu, tapi mereka meyakinkan dia, bahwa Muhammad sekarang sedang berada di mesjid, menjelaskan tuduhan orang2 terhadapnya. Abu Bakar tertegun dan lalu berkata, “jika dia bilang begitu, maka itu benar. Kenapa heran? Dia pernah bilang berkomunikasi dengan Allah, dari langit kebumi, wahyu datang padanya siang atau malam, dan saya percaya dia. Itu jauh lebih luar biasa dari apa yang kau ceritakan sekarang!” (Ibn Ishaq, Sirah Rasul Allah, p 183)

      Logikanya sangat sempurna. Pada dasarnya apa yang Abu Bakar katakan adalah bahwa sekali kamu telah melepaskan akal sehatmu dan percaya pada kemustahilan, kamu bisa percaya apa saja. Sekali saja kau biarkan dirimu dibodohi, maka kau harus siap untuk dibodohi selamanya karena tidak ada batas bagi kebodohan. Berapa banyak orang yang akan membiarkan kakek berumur 50 tahun seperti Muhammad, mengawini anak perempuannya yang berumur 6 tahun? Tapi Abu Bakar melakukan itu. Ini membutuhkan kebodohan yang luar biasa. Kebodohan yang hanya mungkin ada dalam sebuah kepercayaan buta.

      Kita juga harus ingat bahwa Abu Bakar, telah menghabiskan semua kekayaannya bagi Muhammad dan tujuannya. Orang ini telah banyak berkorban bagi Muhammad. Pada tahap ini, dia tidak punya pilihan lain kecuali ikut saja pada apa yang dikatakan Muhammad. Yang bisa dia lakukan hanyalah mengubur dalam2 logikanya dan secara membuta mengikuti apa saja yang dikatakan dan diperbuat Muhammad.

      Abu Bakar begitu kesulitan mempercayai kisah kenaikan Muhammad ke surga, tapi pada akhirnya dia tidak punya pilihan kecuali percaya karena menolak berarti mengaku telah dibodohi dan itu pengakuan yang menyakitkan. Menolak Muhammad, yang telah anda terima sebagai utusan Tuhan dan percaya padanya, bukanlah usaha yang mudah. Ini jelas sebuah keputusan yang gagah berani, keputusan yang jauh diluar jangkauan orang yang berpikiran lemah. Semakin banyak anda menyerahkan kemerdekaan anda, semakin banyak anda berkorban bagi orang ini, semakin sulit untuk meninggalkannya.

      Setelah gagal meyakinkan sebagian orang atas kenaikannya kesurga tersebut. Mari kita lihat bagaimana Muhammad mengembangkan kebohongan Isra Miraj ini dikemudian hari.

      Terdapat berbagai versi tentang dongeng Muhammad ini. Ibn Ishaq (p182) menyusun tradisi2 yang berasal dari sahabat-sahabatnya, khususnya istrinya, Aisha. Menurut riwayat, Muhammad melaporkan:

      “Ketika saya, Jibril datang dan membangunkan saya dengan kakinya. Saya bangun namun tidak melihat apa-apa dan merebah kembali. Untuk kedua kalinya ia datang dan membangunkan saya dengan kakinya. Saya tidak melihat apa2 dan merebah kembali. Ia datang kepada saya untuk ketiga kalinya dan membangunkan saya dgn kakinya. Saya bangun dan ia memegang tangan saya dan saya berdiri disebelahnya. Ia membawa saya keluar, dan disitulah ada seekor hewan putih, setengah keledai, dengan sayap2 disisinya yang mempercepat gerakkan kakinya …. Ia menaikkan saya padanya. Lalu ia pergi keluar dengan saya, dan terus dekat dengan saya. Ketika saya mencoba menaikinya, ia [hewan itu] malu-malu. Jibril meletakkan tangannya pada bulu tengkuknya dan mengatakan, Apakah kau tidak malu, wahai Buraq, untuk bertingkah seperti ini ? Demi Allâh, tidak ada yang lebih terhormat bagi Allâh daripada Muhammad menaikimu. Hewan itu begitu malu sampai ia berkeringat dan berdiri sehingga saya bisa menaikinya.”

      Sang periwayat kemudian mengatakan: “Nabi dan Jibril berangkat dari Masjid Haram, sampai mereka tiba di Masjid Aqsa di Yerusalem. Disana ia berjumpa dengan nabi2 terdahulu seperti Adam, Ibraham, Musa dan Yesus. Muhammad kemudian membimbing mereka dan menjadi imam utama dalam sholat.

      Setelah sholat selesai, malaikat Jibril membuka hati Muhammad untuk kedua kali dan membersihkannya dari segala dosa yang telah dia kumpulkan sejak pencucian pertama ketika dia berumur lima tahun. Setelah itu sebuah tangga dipasang, menghubungkan Masjid Aqsa dengan ketujuh surga dilangit. Dengan Buraq, hewan setengah kuda dan setengah keledai, berkepala manusia dan sayap burung rajawali, ia mengunjungi tingkatan2 di Surga.

      Setelah menuntaskan urusan saya di Yerusalem, sebuah anak tangga yang paling indah yang pernah saya lihat dibawa kepada saya. Itu tangga yang dipandangi orang yang hampir mati saat kematian menjemputnya. Rekan saya menaikinya, sampai kami tiba di salah satu gerbang surga yang disebut dengan Gerbang Para Penjaga. Malaikat bernama Ismail bertanggung jawab atasnya dan ia membawahi 12.000 malaikat, yang masing2 membawahi 12.000 malaikat.’

      Ketika Jibril membawa saya masuk, Ismail bertanya siapa saya dan ketika Jibril mengatakan bahwa saya Muhammad, ia bertanya apakah saya diberikan sebuah misi, atau dipanggil, dan setelah diyakinkan Jibril, ia mengucapkan selamat jalan.

      Saya melihat malaikat kematian, Azrail, yang tubuhnya begitu besar sampai mata2nya berjarak 70.000 hari perjalanan berbaris (Sekitar 10 kali lebih besar dari jarak antara Bulan dan Bumi). Ia memiliki 100.000 batalyon malaikat dan melewatkan waktunya dengan menulis dalam sebuah buku raksasa nama2 mereka yang mati atau dilahirkan.

      Saya juga melihat malaikat air mata yang menangis bagi dosa2 dunia; Malaikat Pembalas dengan wajah yang besar yang tertutup oleh bisul2 yang menguasai api dan duduk dalam singgasana berapi; dan satu lagi malaikat raksasa yang tubuhnya terdiri dari setengah salju dan setengah api.

      Semua malaikat yang menemui saya ketika saya memasuki suga paling bawah tersenyum dan mengucapkan selamat jalan, kecuali salah satu dari mereka yang tidak tersenyum atau menunjukkan ekspresi gembira seperti malaikat lainnya. Dan ketika saya tanya alasannya pada Jibril, ia mengatakan bahwa malaikat tersebut tidak tersenyum karena ia adalah Malik, Penjaga Pintu Neraka.

      Ketika saya memasuki surga paling bawah, saya melihat seseorang duduk disana, dengan jiwa2 orang yang melewatinya. Dalam menjawab pertanyaan saya, Jibril mengatakan bahwa ini ayah kami, Adam, sedang memeriksa jiwa2 keturunannya. Jiwa orang beriman meningkatkan kegembiraannya, sementara jiwa seorang kafir meningkatkan kejijikannya. Lalu saya melihat orang2 dengan bibir seperti onta. Dalam tangan2 mereka terdapat kepingan2 api, seperti batu, yang mereka gunakan untuk dimasukkan dalam mulut mereka dan kemudian keluar dari bokong mereka. Saya diberitabu bahwai mereka ini adalah orang yang berdosa karena memakan harta anak yatim piatu. Lalu saya melihat orang2 seperti keluarga Firaun, dengan perut2 yang belum pernah saya lihat, dan melewati mereka adalah onta2 yang gila karena kehausan ketika mereka dibuang ke neraka, menginjak mereka karena mereka tidak dapat mengelak. Mereka adalah para lintah darat.

      Lalu saya dibawa ke surga kedua, dan disitu ada dua saudara sepupu dari garis ibu, Isa, putera Mariam dan Yohanes, putera Zakariah. Lalu saya ke surga ketiga dan disitu ada seseoarng yang wajahnya seperti bulan purnama. Itu saudara saya, Yusuf, putera Yakub. Lalu ke surga keempat, disana ada seorang bernama Idris (Henokh). Lalu ke surga kelima dan disana ada lelaki dengan rambut putih dan jenggot panjang, belum pernah saya melihat lelaki yang lebih rupawan darinya. Ia adalah yang paling dikasihi rakyatnya, Harun, putera ‘Imran.

      Lalu ke surga keenam, dan disana ada lelaki berwarna kulit gelap dengan hidung berbentuk kait, spt kaum Shanu’a. Ini saudara saya, Musa, putera ‘Imran. Lalu ke surga ketujuh, dan disana ada seseorang duduk di singgasana pada gerbang rumah mewah, Surga. Setiap hari, 70.000 malaikat masuk dan tidak kembali sebelum hari kiamat. Belum pernah saya melihat orang lebih mirip dengan saya. Ini ayah saya, Ibrahim. Dalam surga ketujuh dimana jiwa2 orang2 baik tinggal terdapat malaikat yang lebih besar dari seluruh dunia dengan 70.000 kepala; setiap kepala memiliki 70.000 mulut dan setiap mulut memiliki 70.000 lidah dan setiap lidah berbicara dalam 70.000 bahasa dan tidak habis2nya menyanyikan pujian kepada Sang Maha Kuasa.

      Satu versi mengatakan, Ketika Jibril mengantar Muhammad ke setiap tingkatan surga dan meminta ijin masuk, Jibril harus memberitahu para penjaga siapa yang ia bawa dan apakah tamunya itu menerima sebuah misi atau ia telah dipanggil, dan para penjaga gerbang akan menjawab ‘Allah memberikannya kehidupan, kakak dan sahabat!’ dan membiarkan mereka lewat sampai mereka mencapai langit ketujuh dan ia dituntun menuju Sidratul Muntaha, yang dibatasi oleh pohon khuldi, disana Muhammad bertemu dengan Allah. Disana ditetapkan kewajiban lima puluh kali solat per hari bagi pengikutnya. Saat ia kembali, ia bertemu Musa dan inilah yang terjadi:

      Pada saat saya kembali, saya berjumpa dengan Musa dan sungguh ia temanmu yang paling baik! Ia bertanya berapa solat yang diwajibkan pada saya dan ketika saya mengatakan lima puluh, ia mengatakan, ‘Doa adalah sesuatu yang memberatkan dan pengikutmu adalah orang-orang lemah, jadi kembalilah kepada Tuhanmu dan minta padaNya untuk mengurangi jumlah solatnya bagi dirimu dan komunitasmu.’ Saya melakukannya dan Ia mewajibkan sepuluh solat. Sekali lagi saya berpapasan dengan Musa dan ia sekali lagi mengatakan hal yang sama, dan begitulah seterusnya sampai hanya ditetapkan lima solat bagi seluruh hari dan malam. Musa kembali memberikan saya nasehat yang sama. Saya menjawab bahwa saya sudah kembali kepada Tuhan saya dan bertanya padaNya untuk mengurangi jumlahnya sampai saya malu dan saya tidak akan melakukannya lagi. Barang siapa yang melakukan doa dalam iman, imannya akan dihadiahi dengan limapuluh solat.

      Demikianlah cerita Muhammad yang ia karang2 dikemudian hari untuk menyakinkan para pengikut fanatiknya mengenai kebohongan Isra Miraj tersebut.

      Orang memang cenderung percaya kebohongan apa saja, selama kebohongan itu diberi cap “mistis” dan “spiritual”,

      Muhammad memang memilki daya khayal yang luar biasa. Muhammad bukanlah orang yang biasa menggunakan kiasan atau personifikasi dalam menyatakan sesuatu. Lihatlah bagaimana Muhammad bercerita tentang malaikat yang ukurannya lebih besar dari bumi ini. Malaikat yang memiliki 70.000 kepala; setiap kepala memiliki 70.000 wajah. (Total wajah yg dimilikinya adalah : 4.900.000.000) Setiap wajah memiliki 70.000 mulut (Total mulut: 343.000.000.000.000) Setiap mulut memiliki 70.000 lidah (Total lidah: 24.010.000.000.000.000.000) Setiap lidah mampu berbicara dalam 70.000 bahasa (Total bahasa yang mampu digunakannya : 1,680,700,000,000,000,000,000,000), Dan kesemuanya itu diciptakan Allah untuk satu tujuan, yaitu memuja dia.

      Mengapa Allah merasa perlu menciptakan mahluk monster seperti itu hanya agar mahluk itu bisa memuja2nya tanpa akhir dalam berbagai bahasa pula? Bukankah itu gila? Allah adalah perwujudan ego Muhammad dan segala yang ia inginkan. Psikologi Allah merefleksikan psikolo