392 Responses to “KEBENARAN MUHAMMAD”

  1. alfie Says:

    susah-susah si robert spencer ini buat buku, rupanya isinya bohong dan fitnah belaka, kalo cuma buku berisi fitnah dan uraian-uraian tanpa didasari ilmu kayak gini, semua org pun bisa…

    1. Musyadad Says:

      @Alfie;

      Isi dari buku ini bukan bohong, tapi sebuah hasil karangan yg tidak di dasari dengan ‘ilmu Islam. Justru buku ini dibuat berdasarkan emosi sesaat seorang pengarang terhadap sebuah agama yg mereka khawatirkan….

      Lama2 geli sendiri gw liat web ini…..

      Web yg tidak da ‘Ilmunya, justru web ini dibuat dari dasar emosi sesaat atas sebuah agama yg mereka khawatirkan….. Wkwkwkwkwkwkwkwkkww

      1. eddy Says:

        Dasar anda apa, jawablah secara ilmiah, jangan asal komentar. Aku yang geli baca komentar anda. Subhanalloh !!
        Orang berani bikin buku, bukan atas dasar emosi, itu kan butuh berbulan-bulan, ber-tahun-tahun, dan dilengkapi dengan segala referensi.
        Kalau anda para muslims berkunjung ke blog ini, jangan nyerang Kristen, atau kampanye quran, cerita dongeng. Bantahlah tuduhan blog ini, itu baru benerr.

    2. Amin Says:

      hai! alfie kalau fitnah atau bohong buat buku tandingan atau punya sangahannya, tunjukkan dirimu melalui artikel, jangan hanya mengomentari : bohong,fitnah dsb….yah maklum ilmunya hanya itu, itu saja

    3. Logicer Says:

      Setuju banget dengan alfie…

      Buku ini adalah buku terjemahan sepihak dan tidak lengkap yang ditulis oleh Robert Spencer, karena sama sekali tidak membahas perintah2 kebaikan dalam Islam yang jelas2 tertulis dlm Al-Quran dan Hadits2 kuat, seperti kewajiban berbuat baik dan larangan membunuh tanpa hak, bunuh diri, berzina, memperkosa, mencuri, termasuk menjajah bangsa2 lain (seperti bangsa2 kristen), dll. Bahkan ada perintah untuk berbuat baik dan berdamai dengan orang2 kafir yang hidup damai, tetapi sengaja tidak dicantumkan pada buku Robert Spencer.

      Singkatnya: mengambil sebagian ayat kemudian diterjemahkan sendiri secara setengah-setengah.

      Al-Quran berisi: sejarah, perintah, larangan, pengetahuan, dll, yang diturunkan secara bertahap sesuai kondisi masyarakat saat itu. Ayat perang diturunkan saat perang (perang langsung & perang gerilya), sedangkan ayat damai diturunkan saat keadaan sedang damai.

      Akan tetapi sejarah Muhammad dalam lingkungan kafirnya saat itu justru diterjemahkan sebagai perintah sepanjang zaman untuk semua muslim tanpa syarat. Padahal banyak orang kafir pada zaman itu adalah bagaikan teroris dan ahli fitnah. Contoh: Abu Jahal, kafir Quraish, Yahudi Khaibar, dll. Sehingga pada saat itu turunlah wahyu untuk melawan mereka. Jika tidak melawan mereka berarti sama saja dengan bunuh diri.

      Jadi Penulis adalah orang pintar yang bertujuan untuk menyesatkan sekaligus mengambil keuntungan dari penjualan buku kontroversinya ini.

      Jika aku saja bisa menerjemahkan AlQuran dengan bijak, mengapa kalian tidak???

      peace

      1. eddy Says:

        Penjelasan andalah yang mengambang, mau ngomentari Robert Spencer. Kalo Quran benerrr, coba jawablah tuduhan dan hujatan blog ini terhadap islam dan nabinya. Jangan kampanye quran, kan jadi geli. Nggak jawab tuduhan, malah kampanye.
        Subhanalloh

      2. Edy Marwan Neil Says:

        Bung eddy palsu !

        Sudah banyak aku jawab ,
        kau saja tak pernah menjawab !
        orang lain kau bangga2kan.
        Kau banggakanlah dirimu ,

        Apa yang kau punya ?
        Tanyalah !
        Tapi jawab kalau ditanya . Kok lari2.

        Kau coment2 dimana-mana, tapi kosong. Apaan Tuh !

  2. ilham othmany Says:

    “TAFSIR KITAB JESAYA”
    Pengantar kepada Perjanjian Terakhir
    Sebelum kita membahasnya, mari sejenak kita renungkan terlebih dahulu dua firman Allah yang terdapat didalam al-Qur’an akan pribadi Nabi Muhammad Saw al-Amin.

    “Orang-orang yang telah Kami beri Kitab itu (khususnya Yahudi dan Nasrani), mengenalnya (yaitu mengenal Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Tetapi ada sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2:146)
    “Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya (khususnya Yahudi dan Nasrani), yang merugikan diri sendiri itu, mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri.” (QS. Al-An’am 6:20)

    Nah, kita semua umat Islam, memiliki kewajiban untuk menyingkapkan kebenaran yang telah disembunyikan oleh orang-orang fasik dalam kalangan Yahudi dan Nasrani untuk kita beritakan kepada seluruh dunia, agar mereka tersadar dan kembali kedalam kasih Tuhan yang sebenarnya, yaitu melalui petunjuk sang Kalky Authar, Ruh Kebenaran yang dijanjikan, Rasulullah Muhammad Saw.
    Nabi Muhammad Saw al-Amin, dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi’ul awal tahun gajah atau bertepatan dengan tahun 570 Masehi. Terlahir dari Ibu bernama Siti Aminah Binti Wahab dan ayahnya Abdullah Bin Abdul Muthalib, keturunan Bani Ismail, putra Nabi besar Ibrahim as yang dijanjikan oleh Allah, dan sekaligus merupakan kakak dari Nabi Ishak, putra Nabi Ibrahim dari Siti Sarah yang menurunkan Nabi-nabi besar untuk umat Israel.

    Pada suatu malam tanggal 17 Ramadhan, bersamaan dengan 06 Agustus 610 Masehi 203 tahun 41 dari kelahirannya atau ketika usia manusia yang mulia yang digelari orang sebagai al-Amin itu mencapai 40 tahun 6 bulan 8 hari (tahun Qamariyah/Bulan) atau berusia 39 tahun 3 bulan 8 hari (tahun Syamsiah/Matahari), turunlah Malaikat Jibril kepadanya yang sedang bertahanuts didalam Gua Hira untuk menyampaikan wahyu yang telah ditetapkan oleh Tuhan, dan menyatakan Kalimah Allah bahwa pada malam itu juga beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul Allah, menjadi penerus risalah para Nabi sebelumnya.

    Dalam salah satu hadist yang menceritakan mengenai turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad Saw disebutkan, “Telah datang malaikat Jibril as kepada Muhammad sambil berkata, “Bacalah!”, dengan terkejut dan penuh ketakutan Muhammad menjawab, “Aku tiada bisa membaca.”, Ia berkata lagi, “Bacalah!”, Muhammad kembali menjawab, “Aku tiada bisa membaca”, lalu malaikat memegang tubuh Muhammad dan berseru kembali: “Bacalah !”, Muhammad menjawab : “Apa yang akan saya baca ?”, kemudian malaikat Jibril berkata:

    “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan.
    Dia telah menjadikan manusia dari segumpal darah (‘alaq)
    Bacalah ! Karena Tuhanmu Yang Maha Mulia !
    Yang mengajar dengan Qalam (ilmu pengetahuan)
    Mengajar manusia apa yang tiada ia ketahui.”
    (al-Qur’an Surah Al-Alaq 96 ayat 1-5)
    Kejadian Nabi Muhammad Saw mendapatkan wahyu ini telah ternubuat dalam Kitab Yesaya pasal 29:12 :
    Dan kitab itu diberikan kepada seorang yang tiada tahu membaca dengan mengatakan: “Bacalah ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tiada dapat membaca.” (Yesaya 29:12)
    Dalam satu riwayat yang lain, ketika Nabi Muhammad pertama kali mendapatkan wahyu dari Allah melalui perantaraan malaikat Jibril dalam pengasingannya di Gua Hira, dimana pada waktu itu beliau mengadukan hal ini pada istrinya, Khadijjah yang lantas oleh istri beliau ini mengkonfirmasikan pula kepada saudara sepupunya yang sebagai seorang penganut ajaran ‘Isa al-masih, Waroqah bin Naufal.
    Disana diriwayatkan Waroqah bin Naufal menyatakan bahwa sesungguhnya Muhammad telah menerima Namus besar sebagaimana yang pernah diterima oleh Musa, dan dia merupakan seorang Nabi Allah.

    Kata “Namus besar” (an-namus’l-akbar) oleh beberapa penulis dijaman-jaman berikutnya diberi anotasi, bahwa kata namus berartikan Jibril. Sementara salah seorang orientalis bernama Montagomey Watt memberikan catatan bahwa kata namus ini diambil dari bahasa Yunani yaitu “noms” yang berarti undang-undang atau kitab suci yang diwahyukan.

    Waroqah bin Naufal sendiri mengimani akan kenabian Muhammad meski tidak dalam waktu yang lama karena beliau wafat sebelum Muhammad memulai seruannya kepada manusia sehingga mendapatkan tantangan, pengusiran, penyiksaan hingga upaya pembunuhan. (Dikutip dari buku “Sejarah Hidup Muhammad” oleh Muhammad Husain Haekal)

    Dipasalnya yang lain, yaitu pasal 42, Jesaya menubuatkan kedatangan laki-laki suci pilihan Tuhan ini sebagai berikut:

    “Lihatlah, hamba-Ku yang Kupapah, pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada orang-orang kafir. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, ia pun akan menyatakan hukum dengan kebenaran. Ia sendiri tiada akan gagal dan tidak akan patah semangat, sampai sudah tetapkannya hukum diatas bumi; segala pulau pun akan mengharapkan pengajarannya.” (ayat 1 s.d. 3 dari Jesaya 42)
    Tafsirnya :
    Bahwa Allah menyeru Muhammad selaku seorang hamba pilihan sebagaimana juga dalam Surah al-Israa’ (17) ayat 1 Allah menyeru Nabi Muhammad Saw dengan sebutan hamba dan al-Qur’an surah .al-Baqarah (2) ayat 143 sebagai pilihan-Nya dimana Allah berkenan kepadanya dalam pengertian memutuskan untuk memilihnya selaku Rasul yang menyeru kebenaran terhadap orang-orang kafir.
    “Katakanlah: “Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara Rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memberi penjelasan”.
    (QS. al-Ahqaaf 46:9)
    “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya para Rasul.”
    (QS. Ali Imran 3:144)

    Allah telah memilih Muhammad dan membimbingnya kejalan kebenaran yang diinginkan oleh-Nya, menjauhinya dari segala bentuk peribadatan jahiliyah, sejak kecil beliau telah disebut oleh masyarakatnya sebagai al-Amin (orang yang terpercaya, orang yang jujur, orang yang benar – dalam Bible disebut juga sebagai Ruh Kebenaran).
    Allah telah mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim pada kitab Kejadian 17:18 agar Ismail sajalah yang hidup dihadapan-Nya. Dengan benih dari Ismail ini Allah akan membersihkan nama-Nya, membesarkan agama-Nya, melimpahkan karunia dan nikmat-Nya serta seluruh kerajaan-Nya sebagaimana yang termaktub dalam Matius 21:43 dan Ulangan 32:21.

    Sementara Jesus menurut anggapan orang Nasrani adalah anak Allah bahkan Allah itu sendiri, dan mereka akan gusar apabila kita katakan bahwa Jesus hanyalah seorang hamba sebagaimana hamba-hamba Allah yang lainnya.

    Adapun Allah memberikan roh-Nya kepada sang hamba pilihan pada ayat diatas adalah sama halnya seperti yang diberikan-Nya kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya sebagaimana terdapat didalam ayat ke-5 dari pasal yang sama serta yang terdapat pada Kitab Yoel 2:28 :

    “Maka kemudian daripada itu akan jadi, bahwa Aku mencurahkan roh-Ku kepada segala manusia.” (Yoel 2:28)
    Dan seruan sang hamba pilihan terhadap orang-orang kafir adalah menyeluruh tanpa dibatasi oleh tempat dan daerah, sesuai dengan misi kenabian Muhammad Saw selaku Nabi yang universal.
    Nabi Muhammad Saw tidak pernah berteriak didalam berdoa kepada Allah dan juga tidak pernah menyaringkan suaranya didalam memberikan pengajaran kepada umatnya, bahkan beliau melarang tegas perbuatan semacam itu sebab hanya akan mengganggu/mengusik orang lain yang mungkin sedang membutuhkan ketenangan atau konsentrasi terhadap sesuatu hal lainnya, dan ini bersesuaian dengan ayat ke-2.

    “Serulah Tuhanmu dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. 7:55)
    “Dan sebutlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan takut. Dan janganlah mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang.” (QS. 7:205)

    “Dan sederhanalah kamu didalam berjalan serta rendahkanlah suaramu. Seburuk-buruknya suara adalah suara keledai.” (QS. 31:19)

    Dan beberapa ayat-ayat lainnya yang memiliki arti serupa sebagaimana misalnya termaktub dalam al-Qur’an surah 49/2, 49/3 dan sebagainya.
    Dalam nubuatan ini, sama sekali Jesus bukanlah tokoh yang tepat untuk disertakan sebab dalam banyak pasal dan ayat Bible menceritakan betapa Jesus berulangkali menyaringkan suaranya, baik ketika beliau berseru kepada Allah maupun juga didalam pengajarannya kepada manusia.

    Yohanes 7:28 :
    “Maka berserulah Jesus dengan suara nyaring didalam Bait Allah ketika ia mengajar …”
    Matius 27:46
    “Kira-kira jam tiga berserulah Jesus dengan suara nyaring…”

    Matius 27:50
    “Jesus berseru pula dengan suara nyaring…”

    Serta banyak lagi ayat-ayat lainnya yang menggambarkan bahwa Jesus sudah menyaringkan suaranya dan bahkan berteriak kepada Allah dan manusia didalam berdoa dan berfatwa, bahkan beliau juga tidak melarang orang yang melakukannya bersama dia sebagaimana didapati dalam riwayat Lukas 19:37 :
    “Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringinya bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring…”

    Ayat diatas selain bertentangan dengan kitab Jesaya pasal 42 ayat 2, juga bertentangan dengan ayat al-Qur’an surah al-Hujuraat dibawah ini :
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras ….” (QS. al-Hujuraat 49:2)
    “Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa.” (QS. al-Hujuraat 49:3)

    Lalu sebagaimana nubuatan Jesaya diatas, perjuangan sang hamba pilihan didalam menyampaikan risalah Allah kepada manusia tidak akan digagalkan dan patah semangatnya sampai kebenaran Allah tertegakkan diatas bumi ini.
    Jelas merefer pada diri Nabi Muhammad Saw, beliau telah berhasil dengan sukses menyampaikan misi kenabiannya kepada manusia, menegakkan suatu ummat yang adil, beradab serta berTuhan hingga beliau wafat dengan tenangnya pada hari Senin, 12 Rabi’ul awal tahun ke-11 Hijriah.

    Nama besarnya tetap abadi sampai sekarang, bahkan musuh-musuhnya pun telah menyanjungnya, mengaguminya sebagai orang yang paling sukses dalam sejarah para Nabi.

    “Jika kita mengukur kebesaran dengan pengaruh, dia seorang raksasa sejarah. Dia berjuang meningkatkan tahap rohaniah dan moral suatu bangsa yang tenggelam dalam kebiadaban karena panas dan kegersangan gurun. Dia berhasil lebih sempurna dari pembaharu manapun; belum pernah ada orang yang begitu berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya seperti dia,” tulis Will Durant dalam the Story of Civilization terhadap diri Nabi Muhammad Saw.

    “Dia datang seperti sepercik sinar dari langit, jatuh kepadang pasir yang tandus, kemudian meledakkan butir-butir debu menjadi mesiu yang membakar angkasa sejak Delhi sampai ke Granada.” Tambah Thomas Carlyle dalam On Heroes and Hero Worship.

    Dengan sejumlah informasi yang mereka miliki, Durant dan Carlyle berusaha melukiskan kebesaran Rasulullah Saw. Mereka tidak pernah berjumpa dengan Nabi yang mulia. Mereka tidak pernah melihat wajah atau mendengar suaranya. Mereka bahkan tidak beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Saw. Mereka hanya menyaksikan lewat lembaran-lembaran sejarah yang mereka teliti.

    Muhammad Saw, sebagaimana Nabi-nabi Allah yang lain, datang bukan hanya sekedar mengajarkan shalat dan doa. Dia adalah tokoh revolusioner yang memimpin kelompok tertindas melawan kezaliman sistem yang berlaku. Dia tampil membimbing kaum Mustadh’afin untuk mengubah nasibnya dan menentang kaum Mustakbirin supaya menghentikan keserakahannya. Karena itu, dia didukung rakyat kecil dan dibenci kebanyakan penguasa.

    Pengakuan terhadap kebesaran dan kesuksesan Nabi Muhammad Saw ini bukan saja timbul Dikalangan para orientalis, bahkan secara jujur, Prof. K.S. Rama Krishna Rao, seorang Kepala jurusan Filsafat pada Akademi Kesenian Maharani, Mysore-India yang beragama Hindhu, didalam bukunya Muhammed The Prophet of Islam telah menyatakan kekagumannya. (http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/prophet/lifeofprophet.html)

    Michael H. Hart pengarang buku “Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah” yang menganut paham Nasrani Trinitas-pun mengakui kesuksesan Rasulullah Saw dan menempatkannya dalam daftar urutan pertama tokoh-tokohnya, bahkan melebihi tokoh pujaannya sendiri, Jesus.

    Jelas Michael H. Hart bukanlah seorang yang bodoh yang begitu saja menentukan pilihannya ini. Beliau memiliki gelar DR dalam empat cabang ilmu, yaitu bidang Matematika (Cornell University 1952), bidang Hukum (New York University 1958), bidang Kimia (Edelvi University 1968) dan bidang Angkasa Luar (Princeton University 1972).

    Namun apa komentarnya dalam uraian pertama bukunya tersebut ?
    “Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar seratus tokoh yang berpengaruh didunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tetapi saya berpegang kepada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad, satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa, baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.”

    “Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”(QS. al-Ahzaab 33:21)
    Sejarah juga membuktikan, Jesus memang tidak sukses didalam menyampaikan syiar Allah kepada umatnya, Bani Israil. Bahkan secara mengenaskan didalam Bible digambarkan perjuangan Jesus justru harus tergagalkan diatas kayu salib setelah sekian lama beliau dikejar-kejar dan hendak dibunuh oleh musuh-musuhnya.
    Jadi sekali lagi jelas bahwa nubuat ini tidak tertuju kepada Jesus namun lebih tepat terhadap diri Nabi Muhammad Saw.

    “Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya”. (Ayat 5)
    “Aku inilah TUHAN yang telah memanggil engkau dengan kebenaran, telah memegang tanganmu; Aku memeliharakan engkau dan mengaruniakan engkau perjanjian kepada umat itu sebagai cahaya bagi orang-orang kafir. Untuk membuka mata orang yang buta, untuk mengeluarkan orang yang terbelenggu dalam penjara dan orang yang duduk dalam gelap-pun engkau keluarkan dari kurungan.” (Ayat 6 s.d 7)

    Bahwa Allah telah memanggil Nabi Muhammad Saw dengan kebenaran, yaitu Allah telah mengirimkan wahyu kepadanya untuk menyatakan segala yang haq dan membatalkan hal yang bathil.

    “Aku inilah Allah, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau pujian-Ku kepada berhala. Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.” (Ayat 8 s.d 9)
    Bahwa Nabi Muhammad Saw menyerukan orang agar tidak menyembah kepada Tuhan-tuhan yang lain selain daripada Allah yang berdiri dengan sendiri, tidak beranak dan tidak diperanakkan dalam arti apapun serta tiada yang dapat menandingi-Nya.

    “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Hendaklah padang gurun dan segala negrinya menyaringkan suaranya, demikian pula seluruh desa yang didiami orang-orang Kedar” (ayat 10 s.d 11)
    Disini disebutkan lagi nama Kedar, yaitu nenek moyang dari Nabi Muhammad Saw yang terlahir sebagai putra kedua Nabi Ibrahim as (lihat artikel : Tafsir Kitab Kejadian). Dan sekali lagi ini tidak dapat diterapkan terhadap diri Jesus atau Nabi-nabi yang lainnya dari Bani Israil.
    Bahwa Allah melalui Nabi Muhammad Saw akan menyatukan seluruh Tanah Arabia, menyatukan seluruh keturunan Kedar, mempersatukan seluruh generasi Ibrahim as, bersama dengan seluruh umat manusia dari seantero dunia dalam rangkaian ibadah Haji dirumah Allah, Ka’bah, Mekkah al-Mukarromah sebagaimana terdapat dalam nubuat Jesaya pasal 60 ayat ke-7:

    “Segala domba Kedar dikumpulkan kepadamu, segala domba jantan Nebayot dihantar akan gunamu, sekalian itu naik keatas mezbah-Ku, dipersembahkan dengan keridhoan hati, maka rumah-Ku yang mulia itu (Ka’bah) akan Ku permuliakan pula.”
    Penafsiran Ka’bah sebagai rumah Allah yang terdapat dalam Jesaya 60:7 diatas kita sandarkan sendiri terhadap ayat Bible ke-11 dalam pasal yang sama :
    “Maka segala pintu gerbangmu pun akan terbuka selalu, baik siang malam tiada ia itu ditutup, supaya dibawa masuk kepadamu akan tentara orang-orang kafir dan segala rajanya pun diantar.”
    Ayat ke-11 ini kita tafsirkan sesuai kenyataan yang berlaku dihadapan kita, bahwa kota Mekkah al-Mukarromah dimana Ka’bah sebagai Rumah Allah senantiasa terbuka untuk orang-orang yang ingin melakukan ibadah kepada Allah, untuk orang-orang yang sadar dari segala kekafirannya, baik tua, muda, besar, kecil, rakyat hingga raja tanpa membedakan ras, suku, golongan maupun pangkat kedudukan duniawiah mereka.
    Seluruhnya bercampur menjadi satu umat dihadapan Allah, sebab Allah tidak akan menilai semuanya itu kecuali taqwa mereka kepada-Nya.

    “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.”
    (QS. al-Hujuraat 49:13)
    “Dan ketika Kami menjadikan rumah itu (yaitu Ka’bah) tempat berkumpul bagi manusia …”
    (QS. Al-Baqarah 2:125)

    “Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia…”
    (QS. Al-Ma’idah 5:97)

    “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan berkendaraan yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”
    (QS. 22:27)

    Kemudian pada awal pasal Jesaya 42:10 disebutkan “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN…” Suatu lagu baru adalah merupakan senandung doa pujian kepada Allah dalam bentuknya yang lain. Dalam hal ini “bentuk yang lain” yang dimaksudkan merefer pada kitab Jesaya pasal 28: 11 serta kitab Zefania pasal 3:9

    “Maka sebab itu Dia pun akan berfirman kepada bangsa ini dengan logat yang asing dan dengan bahasa yang lain.” (Jesaya 28:11)
    “Tetapi pada masa itu Aku akan mengaruniakan kepada semua bangsa lidah yang suci; supaya mereka itu sekalian menyebut nama Tuhan. Melayani-Nya dalam satu persamaan.” (Zefania 3:9)

    Dengan demikian, “Nyanyian baru bagi Tuhan” yang dimaksud oleh Jesaya 42:10 ini adalah doa dan pujian yang berasal dengan logat dan bahasa yang lain daripada sebelumnya yaitu diluar dari bahasa Arami maupun Ibrani yaitu bahasa Arab, pada saat umat Islam diseluruh dunia berseru kepada Tuhan, pada saat sholat, berhaji dan pada saat mereka saling mengucapkan salam sebagai satu bahasa kesatuan dan persatuan hidup dan kehidupan beragama sebagaimana isi ayat terakhir dari Zefania pasal 3:9 “… melayani-Nya dalam satu persamaan.”

    “Hendaklah semua orang yang duduk dibukit batu itu bernyanyi, biarkanlah mereka berseru-seru dari puncak bukit. Biarkanlah mereka memberikan pujian kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.” (Ayat 12 s.d. 13)
    Dari bukit Arafah dekat kota Mekkah, para Jemaah Haji dari seluruh pulau didunia ini setiap tahunnya datang berkumpul bersama dan berseru:
    Labbaykallahumma Labbayk
    Labbayka laa syariikalaka labbayk
    Innal hamda wan ni’mata laka walmulk
    La syariikalaka
    Yang artinya :
    Aku sambut panggilanmu, Ya Allah; Aku sambut panggilan-Mu;
    Aku sambut panggilan-Mu, Tiada sekutu bagi-Mu;
    Aku sambut panggilan-Mu; Sesungguhnya segala puji dan kenikmatan serta segenap kekuatan adalah milik-Mu, Tiada sekutu bagi-Mu.”

    Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya, mengalahkan semua dakwah keberhalaan manusia, memenangkan risalah para Nabi-Nya dari seluruh kejahatan, membuktikan kebesaran-Nya dihadapan para musuh-Nya.

    “Karena sesungguhnya kegelapan menudungi bumi dan dalam kelam kabut menudungi segala bangsa, sementara Tuhan telah terbit atas kamu dan kemuliaan-Nya pun bersinar kepadamu. Maka segala orang kafir pun akan datang kepada terangmu dan segala raja-raja pun kepada cahaya yang sudah terbit bagi kamu” (Jesaya 60:2-3)
    Begitulah Tafsir dari satu nubuat yang sangat jelas sekali dalam Kitab Jesaya akan kehadiran Rasulullah Muhammad Saw. Dan Sebagai akhir dari pemaparan Tafsir Kitab Jesaya ini, perkenankan pula saya mengambil persamaan akan satu ayat dalam Kitab Jesaya dengan satu ayat dari al-Qur’an :
    “Bangunlah engkau, nyatakanlah cahayamu, karena terangmu ada datang dan kemuliaan Tuhan terbitlah atas kamu.”
    (Jesaya 60:1)
    “Wahai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu, agungkanlah.”
    (QS. al-Mudattsir 74:1-3)

    “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”
    (QS. Al-Baqarah 2:147)

    1. Adeng Hudaya Says:

      Kesimpulannya:

      Muhammad adalah seorang kepala garong, pembunuh sadis yang sudah menggal 900 kepala bani Qurayza yang belum tumbuh rambut kemaluannya, ngembat Aisyah waktu masih berusia 6 tahun, memperkosa Rihanna bin Amro dan Safiyyah bin Huyay setelah membantai kedua suami dan seluruh anggota keluarga dari kedua wanita malang ini, ngembat Zaenab – isterinya Zaid, yang bahenol dan menidurin Mariyah Koptik di ranjang isterinya Hafsa, pada saat gilirannya Hafsa.

      Jadi bisa dikatakan bahwa Muhammad SAW adalah manusia sempurna dan terhebat sepanjang abad.

      Innalillahi waina ilaihi rojiun

      1. Musyadad Says:

        Karangan dari mana lagi tuh?

        Kalo gak tau pa2, gak usah koment deh…

      2. pastormuda Says:

        Orang kristen memang senjatanya memfitnah dan membawa cerita bohong teyusss.

      3. anck sunamun Says:

        umat yesus memang tidak lebih daripada seekor keledai, bahkan lebih buruk lagi.

      4. munafik Says:

        Wuah, kok sama ya, kesimpulan kita. Tapi banyak orang pandir yang tetap aja percaya kitab dongeng dan nabi palsu.

    2. Amin Says:

      wah hebaat benar…hebat ngawurnya,kisah Mohammad dipaksakan dinubuatkan dalam Alkitab….tidak tahu konteknya, zamannya, latarbelakangnya,…tapi ada benarnya juga bahwa Mohammad dinubuatkan dalam Perjanjian Baru seperti yang dikatakan Yesus yaitu : Matius 7
      7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

      1. someone Says:

        He,he,he … apa sesuai konteknya, zamannya, latarbelakangnya Matius 7 berbicara tentang Muhammad SAW? Bagaimana kalau ternyata yang dibicarakannya adalah Paulus yang memasukan banyak konsep yang tidak diajarkan oleh Isa sebelumnya?

      2. Derde Kind Says:

        kur kur,,,,,,,,,,
        paulus emang keturunan ismail ya?


      3. Paulus Nabi / Rasul Palsu.

        Nabi palsu yang datang kata Yesus adalah Paulus.

        Banyak penyelamat dan nabi palsu akan muncul, dan Paul ialah salah seorang daripada mereka. Kedatangan mereka ini dikuatkan lagi dengan perkataan atas namaku (Kata Yesus)

        Bahkan orang-orang yang menjadi pilihan Tuhan pun akan tertipu juga kerana hebatnya nabi-nabi palsu tersebut.

        “Waspadalah terhadap nabi palsu. Mereka datang kepadamu dengan rupa domba, tetapi mereka sebenarnya seperti serigala buas.
        (Matius 7:15)

        Nabi palsu itu akan datang seperti rupa seekor domba- nampak begitu baik sekali (untuk mengelabui orang ).

        Pakaiannya pakaian orang-orang soleh dan mendakwa mendapat wahyu, padahal mereka berhati bejat..

        Dalam Danial 7:25 mengatakan bahawa ciri-ciri Penyelamat palsu yang terbesar adalah:

        “Dia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Maha Tinggi, dan akan menzalimi orang-orang kudus milik Yang Maha Tinggi; dia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.”
        (Danial 7:25 )

        Terbukti ajaran Paul bertentangan dengan ajaran Tuhan yang dibawa oleh Yesus.

        “Yesus berkata kepada mereka: Berjaga-jagalah supaya kamu tidak tertipu. Banyak orang akan datang [[[[dengan namaku]]] dan berkata : “[[[Akulah dia]]]!. Mereka akan menipu banyak orang.”

        -Terbukti Paul datang selalu menggunakan nama Jesus,
        - Katanya dia menerima wahyu dari Yesus.
        - Paul itu :
        ….Tidak pernah melihat Yesus,
        ….Tidak pernah belajar daripada Yesus
        ….Tidak pernah jadi murid Yesus
        ….banyak membunuh pengikut-pengikut Yesus

        - Tiba-tiba mengaku menerima wahyu.
        - Selalu menggunakan atas Nama Yesus
        - Paul seolah-olah menjadi Jesus kedua
        - Dia seenaknya merubah apa saja ajaran Jesus dengan alasan karena telah menerima wahyu

        - Inilah tipuannya kata Yesus yang bikin banyak orang tertipu “Akulah dia”

    3. alexvegaz Says:

      Yohanes 7:28 :
      “Maka berserulah Jesus dengan suara nyaring didalam Bait Allah ketika ia mengajar …”
      Matius 27:46
      “Kira-kira jam tiga berserulah Jesus dengan suara nyaring…”

      Matius 27:50
      “Jesus berseru pula dengan suara nyaring…”

      Serta banyak lagi ayat-ayat lainnya yang menggambarkan bahwa Jesus sudah menyaringkan suaranya dan bahkan berteriak kepada Allah dan manusia didalam berdoa dan berfatwa, bahkan beliau juga tidak melarang orang yang melakukannya bersama dia sebagaimana didapati dalam riwayat Lukas 19:37 :
      “Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringinya bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring…”

      Ayat diatas selain bertentangan dengan kitab Jesaya pasal 42 ayat 2, juga bertentangan dengan ayat al-Qur’an surah al-Hujuraat dibawah ini :
      “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras ….” (QS. al-Hujuraat 49:2)
      “Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa.” (QS. al-Hujuraat 49:3

      haloooooo, jadi menurutmu yesus itu bukan nabi??????sehingga harus merendahkan suara sehingga tidak lebih keras dari suara Muhamad?? bung ilham kamu memang hebat dalam mengupas kitab tapi semakin kamu kupas, semakin kelihatan kebodohan dan ketamakan kamu sebagai manusia biasa….coba kamu kupas agama itu berdasarkan mukjizat yang sudah pernah kamu alami…kitab mana yang benar2 asli dan langsung turun dari Tuhan dan dibuat langsung oleh Tuhan?????semua pasti ada campur tangan manusia…kitab itu manjadi pedoman dalam kita menjalani kehidupan…apa yang dikatakan oleh kitab tidak begitu saja kita telan mentah2. itulah kenapa kita manusia di anugerahi akal,budi dan pikiran…makanya sebelum mengupas kitab suci berdoalah dulu biar roh Tuhan yang bekerja dalam mengartikan kitab suci…semua yang kamu tulis di comment berdasarkan literatur2 yang jelas buatan manusia…satu pertanyaan saya, pernahkah kamu menulis comment berdasarkan mukjizat Tuhan yang benar2 kamu alami dan rasakan sendiri????setahu saya perbuatan menghujat agama, nabi dan kitab suci adalah salah satu dari perbuatan roh jahat????

      -Damailah Di Bumi-

      1. aal khan Says:

        injil punya banyak versi,, ada versi perancis,, ada versi spanyol,, versi inggris,, n dll ada versi jawa jga,, sebenarnya bahasa asli injil apa yah,,

        sedangkn Al-qur’an 1 berbahasa arab,,
        tp diartikan dlam bhasa indonesia,, bhasa inggris dan perancis,,
        kenapa,, krena untuk keaslian kitab,,
        jika 1 huruf saja tertigal dri bahasa arab tersebut maka berbedalah maknanya,,
        sanggupkah anda merubah 1+1=2 dlam ilmu matematika,,
        seandainya bisa itulah yg dinamakan fitnah ^_^

      2. siapmurtad Says:

        Hai Khan Gokil, Bahasa Asli Alkitab itu Ibrani untuk Perjanjian Lama dan Yunani untuk Perjanjian Baru, sedangkan yang u bilang versi spanyol, versi inggris,dll itu semua adalah terjemahan dari bahasa aslinya yaitu Ibrani dan Yunani. Anda akan terkaget2 jika mengetahui 1000+ Kesalahan Quran dan begitu banyaknya versi Quran Selamat membaca, kiranya dapat Rahmat bukan dari Aulloh Barbar.

      3. munafik Says:

        Eh, itu kan menurut quran, Surat apa tadi, surat-surat-an? Sebelah rumah gua, mesjid, pake pengeras suara dan Mic TOA, Wuaduh, ributnya kagak ampun, aulohnya mungkin pekak ya, musti pake mic dan amplifier buatan orang Kristen????
        Nggak ngerti dia bahasa indonesia dan bahasa Roh yang berseru dalam hati.
        Ada ada saja.

    4. eddy Says:

      Itu kan cerita dongeng, tidak berdasar, tidak ilmiah, nggak ada bukti, nggak ada saksi, ya pande pandenya si mamad, wong di gua kok. Dan kalian percaya??? Subhanalloh!!

    5. munafik Says:

      Nggak usah kampanye quran disinilah, nggak laku. Emang loe mau percaya saja sama wahyu auloh yang diberikan di Gua Hira kepada si Momed?? Tuch, coba buktikan ketidak benaran Momed, auloh dan kitab dongeng quran yang dituduhkan blog ini.

      Nggak ada harganya dibicarain, apalagi nabinya kayak gitu.

      Waktu Neil Armstrong menjejakkan kaki ke Bulan, dia cari2 bekas potongan yang katanya dibelah oleh si Momed, eh ternyata kagak ada.
      Eh terus, ada kabar di Malaysia, negara si Ilham, katanya si Neil Armstrong (Bukan Neil si EM itu), udah masuk islam, dengar bunyi adzan di Bulan?? Ada2 saja, kreativitas dari umatnya si Momed, seperti nabinya. Kreativitas bukan untuk menciptakan technology dan perkembangan dunia, tetapi gosip dan tukang kawin melulu.

  3. rudy Says:

    anjing looooe….

    gw bunuh loooe….

    1. Adeng Hudaya Says:

      Kalimat kesukaan Muslim adalah:

      “Anjing lu, gue bunuh lu.”

      Nggak usah elu bilang juga gue udah tahu kalau elu mau bunuh gue.

      Elu kan Muslim, yang taat ame ajaran Islam dengan kitab Setannya Al Qur’an itu?
      Wajar dong kalau elu mau bunuh gue.

      Kalau elu mau berteman ame gue justru kagak wajar Cing…..
      Menyimpang dari ajaran Islam dan Nabi bejatmu Momed SAW itu.

      Jadi tetaplah dengan ajaran sintingmu itu ya, dan bunuhlah kafir dimana pun kamu menemuinya, persis seperti yang diajarkan Qur’an…

      1. rujak Says:

        @Adeng Hudayana: Ahh..ngemeng aje loe.!! Lu kira kelakuan tentara2 Salib ketika jaman perang salib, kelakuan tentara salibis Amerika, tentara salibis Serbia membantai ummat muslim tak berdosa kaga bejat itu namanya?
        Mau Contoh Kitab ajaran palsu yg kalimatnya jelas bkn wahyu TUHAN melainkan dibuat oleh orang2 bejat??
        KITAB YEHEZKIEL PASAL 16 AYAT 7-8 SAJA.
        “(7) ENGKAU MENJADI BESAR DAN SUDAH CUKUP UMUR, BAHKAN SUDAH SAMPAI PADA MASA MUDAMU. MAKA BUAH DADAMU SUDAH MONTOK, RAMBUTMU SUDAH TUMBUH, TETAPI ENGKAU DALAM KEADAAN TELANJANG BUGIL. (8) MAKA AKU LARI DARI SITU DAN AKU MELIHAT ENGKAU, SUNGGUH, ENGKAU SUDAH SAMPAI PADA MASA CINTA BIRAHI. AKU MENGHAMPARKAN KAIN-KU KEPADAMU DAN MENUTUPI AURATMU. DENGAN SUMPAH AKU MENGADAKAN PERJANJIAN DENGAN ENGKAU, DEMIKIANLAH FIRMAN TUHAN ALLAH, DAN DENGAN ITU ENGKAU AKU PUNYA.”

      2. crusader Says:

        @rujak
        haha klo yang berhubungan k arah negatif si mas rujak cepet banget koneknya…dia baca alkitab cuma itu doang yg diresapinya…wkwkwk
        lucu..

      3. munafik Says:

        Lho, wong Jerusalem mau direbut dan diserbu Islam, kok nggak ada yang belain.??
        kalau mati terbunuh dalam perang itu mah wajar, karena kalau tidak membunuh ya dibunuh.
        Tapi, coba lihat, Teror dan Jihad sama orang sipil yang nggak lagi perang, seperti di Bali, orang lagi makan dan minum direstoran, dibom. orang yang lagi kerja di WTC di-bom, orang yang lagi naik pesawat,
        dengan penumpang anak2 dan wanita, dihijack dan pesawatnya ditubrukkan ke WTC. Inikan otak dan achlak dari Iblis. Kalo perang sungguhan, Islam ngacir, contoh saja waktu Perang dunia 1 dan 2, Islam mana berani bergabung dan perang terbuka, bisanya cuma teror, dan bunuh rakyat sipil tidak berdosa. Mungkir lagi? Ini kan fakta!!
        Perang Salib kok diributin, namanya perang, siapa yang duluan nyerang coy? Pake otak ya!!!
        Juga perang Arab Israel 1967, ada kalah menang, tapi Arab selalu kalah, karena diridhoi oleh aulohnya yang ciptaan si momed. Ya, kalau perang berarti, sama2 tentara (bukan rakyat sipil), membunuh atau dibunuh.

  4. Musyadad Says:

    KESAKSIAN DARI SEORANG PEMURTAD YANG DIFATWA HUKUMAN MATI
    Posted by siapmurtad under MURTADIN

    “Sebenarnya hanya sedikit sekali ayat-ayat Al Qur’an yang saya pahami sebelum bulan Mei 1993 walaupun saya telah menunaikan rukun Islam yang kelima, menunaikan ibadah Haji yang saya lakukan pada tahun 1983. Ayat-ayat Al Qur’an yang saya hafal bacaannya diluar kepala walaupun tidak paham mengenai artinya ialah ayat-ayat Al Qur’an yang selalu diucapkan pada waktu sembahyang lima waktu yaitu surat 1 Al- Faatihah yang merupakan surat hafalan wajib dan surat-surat lainnya diantaranya surat 112 Al Ikhlaash, surat 113 Al Falaq, surat 114 An Naas dan surat 108 Al Kautsar.

    Keinginan saya untuk mengetahui dan memahami lebih dalam lagi tentang isi buku Al Qur’an itu barulah timbul setelah Tuhan Yesus/Sayidina Rabboni Isa Al-Masih menjamah saya secara ajaib pada tanggal 6 Mei 1993 di Kupang. Karena saya tidak menguasai bahasa Arab seperti halnya sebagian besar umat Islam di Indonesia, maka saya mempelajari buku Al Qur’an yang ada terjemahan bahasa Indonesianya yaitu buku Al Qur’an Terjemahan Indonesia P.T. Sari Agung.

    ….”

    HAHAHAHAHHAAHHAHAHAHAHA………

    Ternyata, selama ini, Siapmurtad mencari narasumber dr orng2 yg telah murtad, tp sebenarnya orang itu ga punya pengetahuan tentang ajaran Islam.
    Jangakan pengetahuannya, narasumber kali ini adalah orang yg NGAKU cuma sekedar hapal beberapa surat dr Al Qur’an…..

    Pantesan aj nih web blog seperti hasil karya orang bodoh………

    Ini berita Terhangat;

    http://international.okezone.com/read/2010/07/02/18/348956/pendeta-dipenjara-akibat-pelecehan-seksual-sadis

    1. ube Says:

      cara kristenisasi berbeda y kawan..

      1. Tika Says:

        BEDA apanya……

        selama ini emang pernah ada blog, Web. apapun itu yang menjelekkan kaum nasrani, Yahudi…. Toh klo ALLAH tidak membuka HATI mereka (TERMASUK KAMU) kaum mu juga nggak akan terjamah hidayah….

        aku kasian sama yesus yang kamu sebut Tuhan???? apa Dia ikhlas kamu panggil Tuhan… sedangkan dia sendiri tidak pernah mengaku tuhan,

        MAKANNYA klo nggak tau nggak sah ngikut bikin coment/ pun ARTIKEL yangg nggak ada ilmu, dan manfaatnya…. buka dunk mata kalian punya akal nggak?? Knapa YESUS mau di bunuh knapa?? buat nylametin umat karena yesus sayang sama umatnya?? tuhan apa itu? tuhan kok bisa dibunuh? Tuhan sama ibunya kok yang lahir duluan ibunya? trus yang nyiptain ibunya sapa???

      2. siapmurtad Says:

        Banyak kok ayat yg mengatakan YESUS Mengakui dirinya TUHAN atau ALLAH, satu contoh saja dalam Wahyu Yesus kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos:
        Wahyu 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
        Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

        Yg lain baca di http://kesalahanquran.wordpress.com/2010/07/23/10-pertanyaan-muslim-kepada-kristen/
        baca jawaban nomor 2.

        Tika, pikiranmu tentang Tuhan dalam ALKITAB adalah bersifat kedagingan/lahiriah. Tuhan yg nuzul ke dunia jadi Tuhan dan Manusia lahir sebagai seorang Anak Manusia dari perawan Maria tanpa hubungan suami Istri, dengan kejadian ajaib oleh ROH KUDUS.

      3. crusader Says:

        @tika
        saya mau tanya kamu,,
        mana lebih baik?
        TUHAN yang rela dibunuh dan berkorban demi orang lain atau TUHAN yang mau membunuh org lain demi kepentingan sendiri??

        pilih…setelah itu renungkan
        salam

    2. ssahryul Says:

      kita semua gak tau mw masuk surga atauu neraka, ilmu kita gak ada sepersejuta ilmu ALLAH, buat apa memfitnah, mw kalian apakan juga kebenaran tetaplah kebenran, sudah banayk ayat al quran terbukti kebenarannya dengan ilmiah sekarang, nah al kitab kalian mana? ada gak, kalo ngiri gak usah memfitnah nabi dan rasul yang jelas sudah benar. tanpa anada punya ilmu apa2. klo ngoceh bau smua jg bisa

      1. crusader Says:

        @ssahryul
        coba mas dari kitab al quran mana yang udah terbukti kebenarannya dengan ilmiah,,saya mau tau..
        thanx y mas..bisa kn d jawab?

      2. munafik Says:

        Bisa donk, itu bumi datar, matahari terbenam dalam lumpur. Kalo mau kawin berapapun syah, asal ada saksinya. Mau kawini anak2 umur 6 tahun juga syah, mau kawini menantu sendiri juga syah. Masyaauloh!!!
        Arab kalo nggak dibangun orang Kristen, bikin kilang minyak, membangun gedung-gedung, udah naik onta saja dari sononya.

  5. ube Says:

    inget…kristenisasi menghalalkan segala cara..

    1. crusader Says:

      oh ya??bgaimana aja tuh,,,ksi tau dong?

  6. YESUS USUS BIN MLETUS Says:

    NJIL BARNABAS SNDIRI KN MENGAKUI NABI MUHAMMAD SAW SBG NABI TERAKHIR. YESUS ATAU NABI ISA SNDRI JG DEMIKIAN.

    HEHH….. KAMU KN ORANG KRISTIANI YG GEMBLUNG BIN GOBLOKKKK…

    WALAH… PATUNG KO’ DISEMBAH???
    TUHAN PUNYA ANAK?? NTAR LAMA2 LONTONG OPOR LOE SEMBAH… DAN YG PARAH LAGI.. KONTOL LOE LOE SEMBAH. GOBLOKKK GOBLOKK GOBLOKKKKK…..

    1. siapmurtad Says:

      Injil Barnabas ditulis tahun 1400an, 1400 tahun setelah Yesus lahir, oleh orang Muslim Italia. Mau Percaya “INJIL” Barnabas tahun 1400an??? yg isinya jelas SALAH secara GEOGRAFI, baca posting blog tentang INJIL BARNABAS dalam blog ini.

      1. ilham othmany Says:

        Jangan bohong.Injil barnabas telah ada dan beredar di kalangan nasrani dalam tempoh yg awal kemunculan agama nasrani.Ianya termasuk sebagai salah satu injil yg dianggap apokrif.Tulisan yg terhasil dalam tahun 1400 hanyalah salinan semula.Injil Barnabas telah dikritik oleh oleh 3 dekrit berikut :

        382 m Dekrit Gereja Barat
        465 m Dekrit Paus Innocent 1
        496 Dekrit Gelasius

        Injil barnaba akhirnya menghilang dari orang ramai sehinggalah ditemui semula oleh pastor pra marino antara tahun tahun 1585-1590 diperpustakaan Paus sitjus v.
        Fakta menyebutkan pastor pra marino akhirnya memluk Islam setelah menemui injil tersebut.

    2. muak Says:

      tolol juga loe, injil barnabas yang udah dinyatakan sesat dipercaya
      wkwkwkwkwk

      para muslim yang tersesat mudah percaya sama kitab2 sesat, sama seperti kitab utama mereka yang super sesat

      1. weeranto Says:

        akan lebih bijak anda bila membpelajari islam lebih dahulu memplejari alquran terlebih dahulu agar anda tahu bagaimana agama islam itu daripada anda mengomentari sesuatu yang anda tidak ketahui sama sekali

      2. muhammad alex Says:

        betool..itu isi dari injil yang menurut saya tidak lebih dari cerita bohong belaka,semua sudah terkonsep oleh seorang kafir yang bernama paulus yang dianggap rasul itu,sedangkan yesus sendiri dilantik sebagai tuhan adalah oleh kaisar konstantin di demi untuk kepentingan politik romawi,sama dengan hari raya natal haram bagi kami umat muslim untuk meyakini hari itu hari kelahiran nabi isa,karena tgl 25 desember adalah hari kelahiran dewa matahari yg kala itu disembah oleh bangsa romawi,nabi isa juga nabi yg diyakini umat muslim tapi tidak untuk disembah

    3. munafik Says:

      Injil Barnabas kan Injilnya Islam, Injilnya umat Kristen dari dulu, cuma empat, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.u
      Loe punya otakkan otak porno kayak si mamad, anak badaniah yang dibikin pun nggak berhasil punya anak lelaki, cuma ada anak lelaki hasil perkosa budak yahudi saja itu pun kok it sebentar aja.
      Loe baca kitab dongeng quran loe sendiri, Yesus lahir tanpa bapak dunia, Firman Allah yang menjadi manusia, disebut quran loe, Kalimatullah.
      Loe nyembah batu dan rumah kabah, mosok auloh yang maha kuasa, tinggalnya di rumah kabah, jumpa si mamad di gua hira, siapa yang saksi bahwa auloh ngasih quran sama si mamad?? Ada nggak?? itukan dongeng si Momed melulu, yang ciptakan dewa pamannya namanya auloh untuk membenarkan dia buat kejahatan perampokan, perkosaan, pedofile dll.
      Lho kok mau aja percaya arab sich???
      Nggak heran, kalo umat si Momed, ngomongnya penuh comberan dan kebun binnatang.

  7. ilham othmany Says:

    Sejarah tak akan mampu mengingkari betapa indahnya akhlak dan budi pekerti Rasulullah tercinta, Sayyidina Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam hingga salah seorang istri beliau, Sayyidatina A’isyah Rodhiyallahuanha mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah “Al-Qur’an”. Tidak satu perkataan Rasulullah merupakan implementasi dari hawa nafsu beliau, melainkan adalah berasal dari wahyu ilahi. Begitu halus dan lembutnya perilaku keseharian beliau. Rasulullah SAW adalah sosok yang mandiri dengan sifat tawadhu’ yang tiada tandingnya.

    Beliau pernah menjahit sendiri pakaiannya yang koyak tanpa harus menyuruh istrinya. Dalam berkeluarga, beliau adalah sosok yang ringan tangan dan tidak segan-segan untuk membantu pekerjaan istrinya di dapur. Selain itu dikisahkan bahwa beliau tiada merasa canggung makan disamping seorang tua yang penuh kudis, kotor lagi miskin. Beliau adalah sosok yang paling sabar dimana ketika itu pernah kain beliau ditarik oleh seorang badui hingga membekas merah dilehernya, namun beliau hanya diam dan tidak marah.

    Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa ketika beliau mengimami sholat berjamaah, para sahabat mendapati seolah-olah setiap beliau berpindah rukun terasa susah sekali dan terdengar bunyi yang aneh. Seusai sholat, salah seorang sahabat, Sayyidina Umar bin Khatthab bertanya, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah baginda menanggung penderitaan yang amat berat. Sedang sakitkah engkau ya Rasulullah? “Tidak ya Umar. Alhamdulillah aku sehat dan segar.” Jawab Rasulullah. “Ya Rasulullah, mengapa setiap kali Baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi-sendi tubuh baginda saling bergesekkan? Kami yakin baginda sedang sakit”. Desak Sayyidina Umar penuh cemas.

    Akhirnya, Rasulullahpun mengangkat jubahnya. Para sahabatpun terkejut ketika mendapati perut Rasulullah SAW yang kempis tengah di lilit oleh sehelai kain yang berisi batu kerikil sebagai penahan rasa lapar. Ternyata, batu-batu kerikil itulah yang menimbulkan bunyi aneh setiap kali tubuh Rasulullah SAW bergerak. Para sahabatpun berkata, “Ya Rasulullah, adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya untuk tuan?”. Baginda Rasulullah pun menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi, apa jawabanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti.

    Teramat agung pribadi Rasulullah SAW sehingga para sahabat yang ditanya oleh seorang badui tentang akhlak beliau SAW hanya mampu menangis karena tak sanggup untuk menggambarkan betapa mulia akhlak beliau SAW. Beliau diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia dan sebagai suri tauladan yang baik sepanjang zaman.

    1. munafik Says:

      Ya, begitu juga ketika dia ngebet melihat ke-seksi-an si Zaenab, dia bilang sama si Zaid, “Id, udah deh, lu ngalah aja sama gue, auloh yang perintahkan aku kawini istrimu”. Atau juga sama Abubakar, ketika dia melihat aisyah, mainannya. Kar, relakanlah anakmu jadi istriku, nanti aku yang besarin ya, sekalian besarin perutnya.

    2. Anonymous Says:

      wuiiiih hebaaaaatnya….betapa indah akhlak dan budi pekerti nya si mamad……^_^

      karena begitu indah akhlak nya dan budi pekertinya sampai MAMAD MASUK NERAKA…….mak nyoooooosssss……wakakaka

      ada bukti kalau MAMAD ada dI SURGA sekarang….???? kalo ada tunjukkan…..!!!!!!!

  8. ilham othmany Says:

    Suatu hari, Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Sesiapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira.

    Hadiah itu dimakan oleh baginda Rasulullah SAW seulas demi seulas sambil tersenyum. Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat. Tidak kira sedikit atau banyak. Namun kali ini tidak. Tidak seulas pun diberikan kepada para sahabat. Rasulullah SAW terus makan sambil tersenyum, sehingga habis kesemua limau itu. Kemudian, wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari Rasulullah SAW.

    Sahabat – sahabat agak kehairanan dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan

    “Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada antara kalian yang akan mengenyet mata atau memarahi wanita berkenaan. Saya bimbang hatinya tersinggung. Sebab itu saya habiskan kesemuanya.”

    Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya ditewaskan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.

    1. Adeng Hudaya Says:

      Jika Muhammad SAW orang baik, kenapa dia:
      1. Membunuh 900 pria Qurayzah yang belum tumbuh bulu kemaluannya kemudian menjarah harta benda mereka dan menjadikan wanita dan anak-anak mereka menjadi budak?

      2. Memperkosa Rihanna bin Amro dan Safiyah bin Huyay setelah membunuh suami-suami wanita malang ini?

      3. Menidurin Mariyah orang Koptik di ranjangnya Hafsa sehingga Hafsa naik pitam berat ame Momed SAW?

      4. Ngembat Zainab bin Jash isterinya Zaid, wanita yang sangat cantik dan bahenol itu?

      Kalau elu waras dan pake hati nurani sedikit aja, elu bakalan ngarti kalau MOMED SAW itu = nabi palsu!

      1. someone Says:

        Baca donk sejarah Muhammad dan sejarah Arab saat itu.

      2. gabriel Says:

        Orang gila ga bisa baca sejarah wkwkwkwkw

  9. Adeng Hudaya Says:

    Tambahan, jika Momed itu seorang pemberi teladan sempurna,

    Mengapa ada ribuan bahkan jutaan pengikutnya yang tiap hari meledakkan diri mereka di tengah-tengah keramaian sehingga banyak orang TIDAK BERDOSA yang tewas.

    Pakai otakmu dan hati nurani mu teman.

    Apa sih salah orang-orang yang tengah makan-makan dan merayakan ulang tahun di tepi pantai di Jimbaran Bali (peristiwa bom Bali ke 2) – sehingga teroris Muslim tega-teganya meletakkan bom sehingga banyak yang tewas dengan tubuh hancur???

    Padahal mereka itu notabene bangsa sendiri.

    Kamu tidak punya kekuatan moral dan etika bahkan 0,1 persen sekali pun untuk membela agama Islam sesat dan fasismu itu!!!

    1. someone Says:

      Memangnya umatnya itu merepresentasikan Muhammad? Anda saja yang katanya umat Kristen gak merepresentasikan ajaran Isa kok

  10. ilham othmany Says:

    Udah kami jawab.Tapi seperti biasa jawapan para muslim tidak diperhatikan.

    1. someone Says:

      Muslim gak terkejut lihat mental Islamopobik seperti itu. Mereka memang seperti Yahudi yang digambarkan Allah berikut ini :

      Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): “Raa´ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.(An Nisaa :46)

      Siapa yang mau ngikut seruan islamopobik seperti mereka

  11. ilham othmany Says:

    Dalam tarikh dikemukakan perilaku dan ketinggian budi pekerti Rasulullah saw.Dalam gahzwah uhud Rasulullah mendapat luka pada muka dan juga patah beberapa buah giginya. berkatalah salah seorang sahabatnya :” Cobalah tuan doakan agar mereka celaka.” Rasulullah menjawab :”Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat. Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan berdoa :” Allahummaghfir liqaumi fa innahum la ya” lamun ” Ya Allah ampunikah kaumku , karena mereka tidak mengetahui .”

    Rasulullah tidak berniat membalas dendam, tapi malah memaafkan mereka dan kemudian dengan rasa kasih sayang beliau mendoakan agar mereka diberi ampunan Allah, karena dianggapnya mereka masih belum tahu tujuan ajakan baik yang dilakukannya.

    dalam ghazwah uhud itu juga, seorang budak hitam bernama Wahsyi yang dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan bila dapat membunuh paman Nabi bernama Hamzah bin Abdul Muththalib r.a , ternyata ia berhasil membunuh hamzah dan ia dimerdekakan. kemudian ia masuk Islam dan menghadap kepada Nabi Saw.

    Wahsyi menceritakan peristiwa pembunuhan hamzah. walaupun Nabi Saw telah menguasai Wahsyi dan dapat melakukan pembalasan, namun tidak melakukannya bahkan memaafkannya. alangkah tingginya akhlak ini.

    selanjutnya kita lihat dalam Ghazwah Khaibar (Perkampungan yahudi), Zainab binti al-harits, istri Salam bin Misykam, salah seorang pemimpin yahudi berhasil memperoleh hadiah karena dapat membubuhkan racun pada panggang paha kambing yang disajikan kepara Rasulullah saw, Rasulullah saw makan bersama Bisyr bin Bara bin ma rur. Bisyr sempat menelan daging beracun itu, tetapi Nabi Saw baru sampai mengunyahnya, lalu dimuntahkannya kembali sambil berkata :” Daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun.” beberapa hari kemudian Bisyr meninggal dunia. Nabi saw memanggil Wanita yahudi yang terkutuk itu dan bertanya kepadanya :” Mengapa engkau sampai hati melakukan peracunan itu.” Wanita itu menjawab :” kiranya tiada tersembunyi hasrat kaumku untuk membunuh tuan, sekiranya tuan seorang raja tentu akan mati karena racun itu dan kami akan merasa senang. tetapi jika tuan seorang nabi, tentu tuan akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu mengandung racun. nyatanya tuan adalah seorang Nabi.”

    Saudaraku… apa yang dilakukan Nabi terhadap wanita itu, padahal beliau sudah menguasainya ? wanita itu kontan dimaafkan dan dilepaskannya. sekarang apa yang kita lakukan jika hal itu terjadi pada kita ? jangankan masalah yang menyangkut nyawa, perkara sepelepun kadang kita sangat susah untuk memaafkan………

    Peristiwa lain yang terkenal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran adalah peristiwa Du tsur, dimana seorang arab kafir namanya Du tsur mendapat Rasulullah saw sedang tidur tengah hari di bawah pohon yang rindang. Lalu Du tsur mengambil pedang Nabi saw serta menghunusnya sambil mengancamkannya kepada beliau, dengan ucapan :” Siapa yang dapat membelamu daripadaku sekarang ini ?” dengan tegas Nabi menjawab :” Allah”. orang itu pun gemetar , sehingga pedang yang ada ditangannya terjatuh. segera dipungut oleh Nabi dan mengancamkannya kembali kepada Du tsur :” siapa yang akan membelamu daripadaku ini ?” Du tsur menjawab :” tidak seorangpun.”

    Saudaraku…. apa yang dilakukan oleh Nabi saw ? ternyata otang itu dimaafkannya.

    Du tsur pulang kedesanya dan menceritakan peristiwa tersebut kepada kaumnya bahwa ia semestinya sudah mati, tetapi ternyata Muhammad adalah orang yang berbudi luhur. Du tsur mengajak kaumnya masuk islam. itulah hasil budi pekerti yang tinggi , suka memaafkan ketika berkuasa.

    saudaraku…. rasanya tak ada satu kaum yang lebih memusuhi Nabi Saw, daripada kaum Quraisy kuffar makkah yang terkenal itu. mereka memusuhi Nabi dan Kaum Muslimin sejadi jadinya. mereka pernah memukul, melecut, membakar dengan besi panas, menjemur dibawah terik matahari, menindih dengan batu besar, melempar dengan kotorran kotoran binatang. malah pernah meletakkan kepada unta pada kuduk Nabi ketika Nabi sedang sujud dan berbagai rencana untuk membunuh Rasulullah saw.

    setelah Rasulullah saw dan Kaum Muslimin berhasil membebaskan kota mekkah (Fathu makkah) dan setelah kaum kuffar dapat dikuasai sepenuhnya oleh Nabi, mereka dikumpulkan dihadapan beliau. bukan untuk menerima balas dendam akan tetapi untuk menerima pengampunan. subhanallah….

    aqulu kama qola akhi yusuf : la tasyriba alaykumulyauma yaghfirullahu wahuwa arhamurrahimin :” Aku berkata seperti yang dikatakan oleh saudaraku yusuf :” Mulai hari ini tidak ada cerca dan nista atas perbuatan yang telah kalian lakukan. Allah mengampuni kalian dan Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

    setelah mendengar ucapan beliau , mereka bubar dengan perasaan lega hati. hasil dari akhlak Rasulullah yang tinggi ini berduyun duyunlah mereka memeluk Agama Islam yang tadinya mati matian memusuhinya.

    ” Balasan perbuatan jahat adalah kejahatan yang seimbang dengannya. barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai , pahalanya ada ditangan Allah” (Q.S 42;40)

    ” Memaafkan itu lebih mendekatkan kepada taqwa. ” (QS. 2 ; 237)

    ” Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian ? ” (QS. 24 ; 22)

    ” maafkanlah mereka dan mintakanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (keduniaan). ” (QS 3 ; 159)

    ” Ambillah jalan maaf, dan ajaklah dengan cara yang lemah lembut dan berpalinglah dari orang orang yang jahil.” (QS. 7 ; 199)

    “….. dan orang – orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan yang suka memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang – orang yang berbuat baik.” (QD 3 ; 134)

    didalam hadist Nabi saw terdapat juga penjelasan tentang sifat memaafkan ini. antara lain saya kutipkan artinya sebagai berikut :

    ” Barangsiapa yang dapat menahan luapan kemarahan, sedang ia berkuasa dan sanggup melampiaskan niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat dihadapan khalayak ramai untuk memilih bidadari yang dikehendaki.” (subhanallah…. siapa yang tidak menginginkan hal ini berlaku pada dirinya….. memilih bidadari yang dikehendakinya. Allahu Akbar !!!)

    ” seorang muslim apabila disaat bergaul dengan orang banyak dan dapat bersabar (Suka memaafkan) atas gangguan mereka lebih baik dari muslim yang tidak suka bergaul dan tidak sabar atas ngangguan mereka.”

    ” Allah pasti meningkatkan kemuliaan seseorang karena sifat pemaafnya.”

  12. Adeng Hudaya Says:

    Muhammad seorang pemaaf????

    Ha…ha…ha…..

    Pemaaf koq menyembelih leher 900 bani Qurayzah?

    Pemaaf koq memperkosa Rihanna dan Safiyah, serta membunuh Kinana dan semua anggota keluarga wanita-wanita malang itu?

    Muhammad akhlaknya mulia?????

    Koq BERZINAH dengan menidurin Mariyah Koptik di ranjang isterinya Hafsa?

    Muhammad SAW itu lebih tepat disebut Nabi CABUL!!!!!

    1. someone Says:

      Sekedar tahu saja, keputusan membunuh lelaki suku Quraizah itu adalah keputusan yang diambil Sa’ad berdasarkan hukum konvensional Arab saat itu atas dasar pertimbangan kesalahan yang tidak termaafkan (lihat Karen Armstrong). Tidak ada yang terkejut dengan hukuman terhadap penghianat seperti itu pada masa itu. Bahkan setiap orang di Arab saat itu sudah tahu hukuman seperti itu pasti berlaku bagi penghianat. Adapun hukuman yang diambil oleh Rasulullah adalah terhadap dua suku yahudi sebelumnya, yakni Nadhir dan Kainuqa. Beliau tidak menghukum mati para penghianat negara tersebut, tetapi mengusirnya.

      1. Tika Says:

        Kasian ya Yesus itu???
        nggak pernah ngaku TUhan tapi kok disembah?!?!?!??!?!?!

        GOBLOOOOKKK!!!!

        LIAT bgaimana HAri akhir memakan kalian?? HAbis

        Klo nabi nggak pemaaf knapa Muhammad masi nunggu umatnya untuk masuk surga padahal umatnya juga banyak yang melalukan dosa..

        brarti yesus itu nggak adil ya? kata kalian yesus itu juru selamat yang akan memasukkan kalian ke surga bgaimana dengan orang munafik, memerkosa, perampok yang beragama nasrani?? tetep masuk surga? brarti nggak usah jadi pendeta, pastur, biarawati aja dunk jahat-baik tetep dapet surgakan???

      2. siapmurtad Says:

        Banyak kok ayat yg mengatakan YESUS Mengakui dirinya TUHAN atau ALLAH, satu contoh saja dalam Wahyu Yesus kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos:
        Wahyu 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
        Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

        Yg lain baca di http://kesalahanquran.wordpress.com/2010/07/23/10-pertanyaan-muslim-kepada-kristen/
        baca jawaban nomor 2.

        Dosa harus diHUKUM, dan Hukumannya telah ditimpakan kepada Tuhan Yesus. Barangsiapa percaya dan meneriman Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat penebus dosa, akan diSELAMATKAN. Orang yg sudah diselamatkan, bisa jatuh dalam dosa, namun akan bertobat dan memohon ampun. Pertumbuhan Iman dan Penyangkalan Diri terhadap DOSA dan KEHENDAK DAGING akan terus-menerus terjadi sampai MATI.

      3. someone Says:

        @siap murtad, bukankah jelas dalam ayat wahyu tersebut pernyataan Tuhan bahwa Isa menjadi anak-Nya. Dengan demikian difahami bahwa melalui lisan Isa Tuhan berfirman bahwa dirinya adalah Alfa Omega, dan Dia hendak menjadikan Isa yang sedang berkata sebagai “anak”-Nya.

        Coba bandingkan dengan firman Allah yang terucap melalui lisan Muhammad SAW berikut ini :

        Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Thaahaa :14)

        Muslim tidak memahaminya Muhammad yang melafalkan firman-Nya tersebut sebagai Allah sendiri. terlebih sebelumnya terdapat kalimat yang memperjelas Allahlah yang sedang berkata dan bukan Muhammad SAW:

        Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).(Thaahaa :13)

        Apa tidak jelas juga dalam ayat wahyu tersebut bahwa Allah membedakan diri-Nya dengan Isa. Seandainya Isa mengakui dirinya sebagai Tuhan, firmannya akan berbunyi seperti ini:

        Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan aku akan menjelma menjadi anak bagi diri-Ku.

  13. Adeng Hudaya Says:

    Sama kan dengan yang dilakukan oleh para pengikutnya on daily basis!!!

    Kemarin 1 teroris Islam ditangkap di Sragen dan 1 lagi ditangkap di Indramayu oleh DENSUS 88.

    Terimakasih banyak untuk kerja keras Densus 88. Anda semua layak dianugerahi penghargaan terbesar oleh Negara RI atas jasa-jasa anda menangkapin teroris Islam.

    Tetapi sedihnya, masalah terorisme tidak akan pernah bisa berakhir selama Al Qur’an dan Hadis Nabi yang belum dimurnikan dari ayat-ayat terornya (baca: ayat-ayat Setan laknatullah) masih belum dilarang oleh Mahkamah Agung.
    Inilah yang membuat Islam menjadi sebuah IDEOLOGI FASIS!!!

    Wallahuallam

    1. someone Says:

      Ha2x, ujung-ujungnya anda berterima kasih juga kepada umat Islam yang memimpin negara ini dan memegang kebijakan Densus 88.

      Islam idiologi fasis? dicocok-cocokan gak cocok, maksain banget, he3x. Idiologi fasis kok ditiru masyarakat dunia, seperti bank syariah, sukuk, dan lain sebagainya.

    2. someone Says:

      Lupa, al-Qur’an dan Hadits gak dilarang MA adalah karena MA lebih cerdas dari anda, mereka lebih dapat melihat secara logis dan terbebas dari pandangan picik anda terhadap Islam. Gak percaya? Coba deh anda dengan temen2 anda datang ke MA, menggugat Islam, al-Qur’an dan al-Hadits. Ditantang loh … berani gak? Jangan kalah sama Aliansi Kemerdekaan Beragama dan Berkeyakinan yang pernah menggugat pasal penistaan agama.

  14. ilham othmany Says:

    Selama Nabi Muhammad (saw) menyebarkan ajaran agama Islam, beliau mengalami berbagai macam kesulitan. Para pendusta dan musyrikin dari kaumnya sendiri menghina Nabi Muhammad (saw) bahkan menyebutnya sebagai penyihir atau orang gila. Sedangkan kaum yang lain ingin membunuh beliau bahkan bersekongkol membuat rencana pembunuhan. Meskipun demikian Nabi Muhammad (saw) tetap tidak berhenti berupaya mengajarkan Al-Qur’an kepada semua masyarakat dari berbagai macam latar belakang dan budaya, beliau telah mengajarkan moralitas dan perilaku yang benar.

    Sebagaimana Allah (SWT) nyatakan dalam Al Qur’an, beberapa orang tidak memiliki sikap dan perilaku yang baik, dan orang-orang seperti itu suka menyerang maupun menghina orang lain yang memiliki moral lebih baik. Nabi Muhammad (saw) menunjukkan sifat kesabaran dalam kondisi tersebut, memohon kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya dalam segala keadaan dan mendorong orang-orang yang beriman untuk sabar dan patuh terhadap perintah-Nya.
    Sebagaimana tercantum dalam banyak ayat di Al-Qur’an, Allah (SWT) memerintahkan Nabi Muhammad (saw) untuk banyak bersabar dalam menanggapi perkataan dari orang – orang kafir :

    Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam (Surah Qaaf: 39)

    Janganlah kamu bersedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Surah Yunus: 65)

    Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. (Surat al-Hijr: 97)

    Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu.(Surah Hud:12).

    Orang – orang beriman harus meneladani hal – hal yang telah dicontohkan Rasullullah (saw) yaitu bersabar ketika menghadapi kesulitan. Mereka yang putus asa pada masalah yang kecil, tidak bisa menahan tanggung jawab yang kecil, mereka yang berhenti berdakwah atau mereka yang kehilangan harapan ketika salah dalam berbisnis, mereka harus sadar bahwa perilaku – perilaku tersebut bertentangan dengan kitab suci Al-Qur’an dan ucapan maupun perbuatan Nabi Muhammad (saw). Orang -orang beriman harus selalu bersabar dan cukuplah Allah (SWT) sebagai penolong dan senantiasa bersyukur kepada-Nya, sebagaimana nilai moralitas unggul yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad (SAW), yaitu memohon ampunan, dan berharap kasih sayang serta surga-Nya.

    Ada banyak manusia dengan karakter-karakter berbeda di sekeliling Nabi Muhammad (saw). Sepanjang hidupnya, bagaimanapun juga, dia selalu menunjukkan perhatian yang besar kepada setiap orang, memperingati mereka atas kesalahan yang dilakukan, dan mencoba untuk mendidik mereka dalam segala hal, dari masalah kebersihan hingga tentang keimanan. Sikap penuh kasih, toleran, pengertian dan sabar merupakan karakter beliau sehingga banyak orang menaruh hati kepada Islam dan mencintai Nabi Muhammad (saw) dengan tulus. Allah (SWT) menggambarkan sikap menyenangkan Nabi Muhammad (saw) kepada orang sekelilingya tersebut dalam Al-Qur’an :

    Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka (Surah Al ‘Imran: 159).

    Dalam ayat yang lain, Allah berkata kepada Nabi Muhammad (SAW) bagaimana beliau seharusnya bersikap terhadap orang di sekitarnya :

    Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku.(Surah Qaf: 45).

    Nabi Muhammad (saw) tidak pernah memberikan tekanan maupun paksaan kepada orang -orang di sekelilingnya untuk menerima agama Islam.Sebaliknya beliau menggunakan cara – cara yang sopan dan baik kepada mereka dalam menjelaskan Islam.

    Beliau selalu membina masyarakatnya dengan usahanya sekuat tenaga, dan setiap waktu dihabiskan hanya untuk mereka. Sifat Nabi Muhammad (saw) tersebut dijelaskan di beberapa ayat sebagai ” sahabat anda “.(Surah Saba’: 46: Surah an-Najm: 2, Surah at-Takwir: 22)

    Orang – orang beriman yang merasakan ketulusan cinta Nabi Muhammad (saw) menggangap beliau jauh lebih dekat daripada kedekatan mereka dengan saudaranya yang lain, dan benar-benar merendahkan hatinya kepada beliau. Dalam satu ayat, Allah menyatakan :

    Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. (Surat al-Ahzab: 6).

    Imam Ghazali, ulama besar Islam menyimpulkan perlakuan Nabi Muhammad (saw) kepada orang -orang di sekitarnya dalam sebagian informasi ditemukan dalam hadis :

    “… Semua orang menganggap bahwa Nabi Muhammad (SAW) dihormati lebih dari siapapun. Siapa pun yang datang kepadanya bisa melihat wajahnya
    …Beliau memanggil para sahabatnya dengan nama panggilan yang sopan dan beliau biasa memberikan nama panggilan jika sahabat tersebut belum mempunyai nama panggilan.
    …Beliau sangat perhatian dan baik bila bertemu dengan orang lain.
    …Tidak seorang pun dapat berbicara keras kepada beliau.. “[1]

    Cinta Nabi Muhammad (saw) kepada sesama manusia, kehalusan budi pekerti dan kasih sayangnyalah yang akhirnya merubah orang-orang di sekelilingnya mau menerima agama Islam dan menenggelamkan hati mereka dalam keimanan, itulah contoh moralitas unggul yang seharusnya dipunyai oleh semua muslim.

    ——————————————————————————–

    (Untuk membaca lebih lanjut tentang sifat-sifat Nabi (saw), lihat “Nabi Muhammad (SAW)” oleh Harun Yahya)
    [1] Imam Ghazzali’s Ihya Ulum-Id-Din, The Book of Religious Learnings, Islamic Book Service, New Delhi, 2001, Volume II, p.240

    1. ilham othmany Says:

      Kesabaran Nabi Muhammad Saw
      “Cih!” tiba-tiba kepala Nabi Muhammad Saw. diludahi orang kafir.
      Nabi Muhammad Saw. kaget bukan main. Beliau mengusap kepala.
      Hari berikutnya Nabi diludahi lagi.
      “Alhamdulillah,” ucap beliau sambil mengusap kepala.
      Hari berikutnya diludahi lagi. Beliau tetap sabar.

      Akan tetapi pada hari berikutnya, tidak ada yang meludahi.
      Nabi menemui seseorang dan menanyakan orang yang biasa meludahinya. O, dia sedang sakit,” jawab orang itu.
      “Innalillahi, sakit?” Kalau begitu nanti aku akan kesana,” kata Nabi.
      Setelah shalat, Nabi menengok orang yang telah meludahinya.
      Orang itu sangat terkejut. Jangan-jangan Nabi akan menyakitinya.
      “Mudah-mudahan cepat sembuh,” kata Nabi sangat tidak diduga-duga.
      Orang itu minta maaf, lalu mengucapkan kalimat syahadat karena kesabaran Nabi Muhammad Saw.

  15. Adeng Hudaya Says:

    Momed SAW sabar?
    Momed SAW berakhlak mulia?

    Koq banyak sekali bunuh orang sih?
    Koq memperkosa wanita tak berdaya sih?
    Koq mengambil isteri orang lain sih?

    Pengikutnya koq saban hari melakukan bom bunuh diri sih?

    Gue bukan orang Ahmadiyah, tapi kasihan banget tuh ngeliatin orang Ahmadiyah pada jadi pengungsi di negara sendiri – setelah orang-orang Muslim pengikut SAW membakari rumah-rumah dan mesjid-mesjid mereka.

    Kenapa MA nggak berani melarang Qur’an dan Hadis Nabi?
    Soalnya pada takut nyawanya melayang mas.

    Lha Arswendo Atmowiloto cuma bikin survey siapa orang paling dikagumi oleh pembaca tabloid monitor aja bisa kena 6 tahun penjara?
    Soalnya ternyata lebih banyak pembacanya mengidolakan Arswendo (rangking ke 10), daripada Momed SAW (rangking 11)

    Lalu bagaimana sekarang?
    Jutaan orang kalau dengar nama Momed SAW PADA MAU MUNTAH CING!!!

    Soalnya yang kebayang adalah seorang Nabi Cabul gemar perkosa orang dan ambil isteri orang.
    Belum lagi kegemarannya menjarah harta para kafirun.

    Ha…ha…ha….
    Bela aja terus nabi tengikmu itu.

    Ha…ha…ha….
    Ikutin aja terus si Nabi sesat itu.

    Gue hakul yakun elu bakalan pada masuk neraka!!!
    Jangan nyesal ya Mas.
    Gue udeh peringatin ente-ente.

    1. someone Says:

      Perkataan anda Gue hakul yakun elu bakalan pada masuk neraka!!!

      Kami Muslim diajarkan agamanya untuk menghormati keyakinan anda yang berbeda. Dalam keyakinan agama kami, mereka yang mencerca Muhammad akan dan tidak bertaubat hingga maut menjemputnya, akan mendapat siksa kubur dan adzab Neraka. Dalam posisi ini muslim menyatakan dengan berdasarkan agama mereka bahwa kondisi anda “dapat menyebabkan” masuk Neraka, dan anda dengan berdasar pemahaman anda menyangka muslim “pasti” masuk neraka.

      Kenapa tidak dikatakan saja “anda pasti masuk neraka” dengan menghilangkan “dapat menyebabkan” yang bermakna “kemungkinan anda masuk neraka atau tidak”?. Bukan karena menyangsikan apa yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya bahwa pencaci agama adalah orang berdosa, tetapi karena muslim memahami bahwa Allah dapat merubah jalan seseorang dari pembuat dosa menjadi ahli taubat sehingga terhindar dari neraka dan masuk ke dalam Syurga. Walau anda mengatakan muslim akan masuk Neraka, kami muslim senantiasa bersangka baik kepada Allah dan tidak akan mengatakan sebagaimana perkataan anda bahwa anda akan masuk ke dalam neraka.

      Sebagian orang di dunia ini khususnya Barat memang muntah dengar kata Muhammad, dan menyebutnya dengan berbagai sebutan kotor sebagaimana yang anda sering kemukakan. Tetapi itu semua menurut Karen Armstrong adalah semata karena ketidaktahuan mereka kepada perikehidupan dan ajaran Muhammad dalam konteks waktu dan tempat di mana beliau hidup.

      Mengutip pernyataan Wilfred Cantwell Smith, seorang sarjana Kanada:

      Jika peradaban Barat secara intelektual dan sosial, politis dan ekonomis, dan gereja Kristen secara teologis, tidak mau belajar untuk memperlakukan orang lain dengan rasa hormat yang fundamental, keduanya akan gagal dalam menghadapi aktualitas abad keduapuluh. Jika kita ingin menghindari dari kehancuran, dunia Muslim dan Barat harus belajar bukan hanya untuk bertoleransi, melainkan juga saling mengapresiasi. Titik berangkat yang baik adalah dari sosok Muhammad: seorang manusia yang kompleks, yang menolak kategorisasi dangkal yang didorong oleh ideologi, yang terkadang melakukan hal yang sulit dan mustahil untuk kita terima, tetapi memiliki kegeniusan yang luar biasa dan mendirikan sebuah agama dan tradisi budaya yang didasarkan bukan pada pedang, melainkan pada Islam, berarti perdamaian dan kerukunan”

      Saya tidak tahu latar belakang anda, tetapi muslim diajarkan untuk berada di belakang pengetahuan yang benar. Bukan hanya peneliti Muslim yang menyatakan sesuatu yang bersebrangan dengan pemahaman anda tentang Muhammad, tetapi juga banyak negarawan dan peneliti dari dunia barat dan non muslim.

      Karenanya Insya Allah kami akan terus mengikuti Muhammad sebagai bagian dari keimanan kami di dalam Islam agama Allah, dengan keyakinan dan kesungguhan sebagaimana anda yang begitu yakin dan bersungguh-sungguh mencerca Muhammad dan umatnya.

      1. Adeng Hudaya Says:

        Pandangan gue mah simpel aja atuh Abah…

        Elu itu (kaum Muslimin dan Muslimat) ngikutin seorang Nabi sesat, kepala garong, pedofil, telah membunuh dan mencincang banyak orang, melakukan perkosaan dan perzinahan. Bukti-buktinya sangat kasat mata bahkan dicatat di Qur’an dan Hadis.

        Gue mah cuma pake akal sehat aja.

        Ditinjau dari segi apa pun juga, Momed SAW tak lain dan tak bukan adalah seorang Nabi Sesat, Palsu dan Cabul.

        Nah, manusia model begini, nggak mungkin merupakan Nabi sejati dari Tuhan sejati.

        Gue menilai nggak pake kitab apa pun ya, cuma pake hati nurani dan akal sehat saja.

        Jadi gue berani mengambil kesimpulan (berdasarkan hati nurani dan akal sehat) – dengan jadi pengikut Nabi Cabul ini, dijamin ente-ente (Muslimin dan Muslimat) pasti masuk neraka!!!

      2. someone Says:

        @Adeng :

        Coba jawab pertanyaan saya

        1. Bagaimana pendapatmu jika tiba-tiba ada seorang lelaki lewat di depanmu sekarang ini gak pake baju?
        2. Bagaimana pendapatmu tentang perempuan suku pedalaman Papua yang gak pake baju?
        2. Bagaimana pendapatmu tentang Adam dan Hawa yang hidup nudis (gak pake baju) di Syurga?

        Jawab ya

      3. someone Says:

        Ternyata Adeng gak bisa jawab, ha3x

      4. muak Says:

        menghormati kepercayaan orang lain???
        coba baca apa kata quran:

        [2.24] … peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

        [2.34] Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

        [2.104] … Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.

        [3.28] Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali …

        [8.12] .. akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

        [8.55] Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.

        [9.23] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

        [9.28] Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis

        Siapa yang menghina duluan ya??? sibuk nunjuk2 orang ternyata empat jari lain mengadah ke diri snediri
        rofl

      5. someone Says:

        Hahahaha … lantaran diberi label kafir si muak bilang Islam menghina dirinya. Faktanya si muak memang menolak kebenaran Islam (kafir), tapi dia menolak kalo di bilang dirinya menolak kebenaran Islam. Wuaneh …

        Coba baca alKitab, di sana ada label atau sebutan bodoh buat mereka yang tidak percaya kepada perkataan Nabi. Apa label “bodoh” itu ditujukan untuk menghina atau untuk menggambarkan kondisi keimanan seseorang ? Gak pinter kok berani menghujat … mas, mas … apa kata jemaat mu nanti

  16. ilham othmany Says:

    Mukjizat Muhammad adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki nabi Muhammad untuk membuktikan kenabiannya.[1] Dalam Islam, mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur’an. Selain itu, Muhammad juga diyakini pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi’raj dalam tidak sampai satu hari.

    Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasannya mengenai ilmu ketuhanan. Hal ini tidak sebanding dengan dirinya yang ummi atau buta huruf. Walau begitu, umat Islam meyakini bahwa setiap hal dalam kehidupan Muhammad adalah mukjizat. Hal itu terbukti dari banyaknya kumpulan hadits yang diceritakan para sahabat mengenai berbagai mukjizat Muhammad.

    Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan bahwa Rasulullah Bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang di antaranya manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang aku terima adalah wahyu. Allah mewahyukannya kepadaku. Maka aku berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.” [2]

    Mukjizat

    Sebelum masa kenabian

    Tradisi Islam banyak menceritakan bahwa pada masa kelahiran dan masa sebelum kenabian, Muhammad sudah diliputi banyak mukjizat. Muhammad dilahirkan pada tanggal 22 April 570 di kalangan keluarga bangsawan Arab, Bani Hasyim. Ibnu Hisyam, dalam Sirah Nabawiyah menuliskan Muhammad memperoleh namanya dari mimpi ibunya,[3] Aminah binti Wahab ketika mengandungnya. Aminah memperoleh mimpi bahwa ia akan melahirkan “pemimpin umat”. Mimpi itu juga yang menyuruhnya mengucapkan, “Aku meletakkan dirinya dalam lindungan Yang Maha Esa dari segala kejahatan dan pendengki.” Kisah Aminah dan Abdul Muthalib juga menunjukkan bahwa sejak kecil Muhammad adalah anak yang luar biasa[4] Berikut ini adalah mukjizat yang terjadi pada saat kelahiran dan masa kecil Muhammad:

    * Aminah binti Wahab, ibu Muhammad pada saat mengandung Muhammad tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya.

    * Saat melahirkan Muhammad, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.

    * Muhammad dilahirkan dalam keadaan sudah berkhatan.

    * Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.

    * Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Muhammad dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya.[5] Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, ia menerima Muhammad. Selama dengan Halimah, Muhammad hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab selama empat tahun.[6]

    * Abdul Muthalib, kakek Muhammad menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka’bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka’bah berbicara,[7] “Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini.”[8]

    * Ketika Muhammad berusia empat tahun,[9] ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi di ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah.[10] Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detai bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.”[11] Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad diIsra’kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.[12]

    * Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.[13]

    * Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.[14]

    * Tanah yang dilalui oleh unta Muhammad diperpendek jaraknya oleh Jibril, sebelah sisi kanan dijaga oleh Israfil dan sisi kirinya dijaga oleh Mikail kemudian mendung menaunginya.[15][16]

    Pada masa kenabian

    Kharisma

    * Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang pernah menghunus pedang kearah leher Muhammad.[17]

    * Menjadikan tangan Abu Jahal kaku.

    * Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad, kemudian jin itu diganti namanya menjadi Abdullah bin Abhar.

    Menghilang dan menidurkan musuh

    * Menghilang saat akan dibunuh oleh utusan Amr bin at-Thufail dan Ibad bin Qays utusan dari Bani Amr pada tahun 9 Hijriah atau Tahun Utusan[18]

    * Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad ketika ia duduk di sekitar Ka’bah dengan Abu Bakar.[19]

    * Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang shalat.[20]

    * Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir.

    Binatang, tumbuhan, alam dan benda mati

    * Seekor srigala berbicara kepada Muhammad.[21]

    * Seekor kijang berbicara kepada Muhammad.[22]

    * Berbicara dengan unta yang lari dari pemiliknya yang menyebabkan masyarakatnya meninggalkan shalat Isya’.

    * Berbicara dengan unta pembawa hadiah raja Habib bin Malik untuk membuktikan bahwa hadiah tersebut bukan untuk Abu Jahal melainkan untuk Muhammad.

    * Mengusap kantung susu seekor kambing untuk mengeluarkan susunya yang telah habis.

    * Wajah Muhammad memancarkan cahaya dikegelapan pada waktu sahur.[23]

    * Dua Sahabat Nabi saw dibimbing oleh cahaya.[24]

    * Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.[25]

    * Pohon kurma dapat berbuah dengan seketika.[26]

    * Batang pohon kurma meratap kepada Muhammad.[27][28][29]

    * Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad.[30]

    * Batu dan pohon memberi salam kepada Muhammad.[31]

    * Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Muhammad.[32]

    * Mendatangkan hujan dan meredakan banjir saat musim kemarau tahun 6 Hijriah di Madinah yang saat itu mengalami kekeringan.[33]

    * Berbicara dengan gunung untuk mengelurkan air bagi Uqa’il bin Abi Thalib yang kehausan.

    * Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.

    * Merubah emas hadiah raja Habib bin Malik menjadi pasir di gunung Abi Qubaisy.

    * Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.[34]

    * Tubuh Muhammad memancarkan petir ketika hendak di bunuh oleh Syaibah bin ‘Utsman pada Perang Hunain.

    Makanan dan minuman

    * Makanan yang di makan oleh Muhammad mengagungkan Nama Allah.[35]

    * Makanan sedikit yang bisa dimakan sebanyak 800 orang pada Perang Khandaq.[36]

    * Roti sedikit cukup untuk orang banyak.[37]

    * Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.[38]

    * Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.[39]

    * Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.[40]

    * Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad. [41]

    * Air memancar dari sela-sela jari.[42] Kemudian air itu untuk berwudhu 300 orang sahabat hanya dengan semangkuk air.[43][44]

    * Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit atas ijin Allah.[45]

    Mendo’akan dan menyembuhkan

    * Menyembuhkan betis Ibnu al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.

    * Mata Qatadah terluka pada Perang Uhud, sehingga jatuh dari kelopaknya, kemudian oleh Muhammad mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.

    * Mendo’akan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.

    * Mendo’akan Anas bin Malik dengan banyak harta dan anak.[46]

    * Menyembuhkan daya ingat Abu Hurayrah yang pelupa.[47]

    * Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam perang Khaibar.[48]

    * Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Tsur dari pengejaran penduduk Mekah.

    * Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.

    * Menyambung tangan orang Badui yang tangannya putus setelah dipotong oleh dirinya sendiri setelah menampar Muhammad.

    * Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian do’a tersebut dikabulkan.[49]

    * Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.[50]

    Hal ghaib dan ru’yah

    * Mengetahui siksa kubur dua orang dalam makam yang dilewatinya karena dua orang tersebut selalu shalat dalam keadaan kotor karena kencingnya selalu mengenai pakaian shalat.[51]

    * Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya.[52]

    * Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad. [53]

    * Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad.[54]

    * Meramalkan Abdullah bin Abbas akan menjadi “bapak para khalifah” yang terbukti pada keturunah
    Abdullah bin Abbas yang menjadi raja-raja kekhalifahan Abbasiyah selama 500 tahun. [55]

    * Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.[56]

    Mukjizat terbesar

    * Membelah bulan dua kali untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah.[57][58]

    * Isra ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Haram lalu Mi’raj ke Sidratul Muntaha dari Baitul Maqdis tidak sampai satu malam pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah.

    * Menerima Al-Qur’an sebagai Firman Tuhan terakhir padahal ia seorang yang buta huruf.

    1. Gue Says:

      Ya saya percaya, mujizat yg terbesar adalah Quran, memang benar, la wong itu cuman copy paste dari kitab agama lain, mengcopinya pun salah, akhirnya, jadi kaco balo, contoh, gak usah panjang2. Dlm Quran katanya Isa diberi kitab Injil padahal Isa tidak menulis kitab Injil dan dia tidak menerima kitab Injil, penulis Injil neh: Matius , Markus , Lukas, Yahya…kok bisa wahyu Auloh salah kutip begitu…

    2. alexvegaz Says:

      bung ilham, kamu semakin terlihat sangat bodoh yang dinamakan bernubuat mukjizat itu berarti melakukan mukjizat bukannya menerima mukjizat….kalo menerima berarti konteksnya Mukjizat yang diterima Muhamad bukannya mukjizat muhamad…belajar lebih giat lagi ya bung ilham….kamu pasti berjaya dalam Jesus, amien

  17. ANIMISLAM Says:

    Muzizat mamad adalah koran(pembalut wanita) N (Killing manual).

  18. ilham othmany Says:

    Al-Qur’an adalah mu’jizat abadi Nabi Besar, khatam an-nabiyyin, Muhammad saw. Merupakan mu’jizat yang jauh lebih besar, lebih agung dari Musa as. membelah lautan, ‘Isa as. meniup burung yang terbuat dari tanah debu hingga menjadi burung hidup ataupun Sulaiman as. yang berkendara angin. Di antara mu’jizat-mu’jizat al-Qur’an adalah sebagai berikut:

    1.Pesona al-Qur’an telah amat banyak menarik pendengarnya memeluk Islam. Penuturan tentang hal ini tak terhitung banyaknya tercatat dalam tarikh.
    2.Tidak ada prosa dan puisi manapun yang memiliki keserasian, keseimbangan kata dan kedalaman serta komprehensifitas maknawi seperti al-Qur’an
    3.Keindahan al-Qur’an melampaui segala ruang, waktu, ras dan budaya. Hal ini adalah “tanda” bahwa al-Qur’an adalah pancaran Keindahan Murni (Jamalun Mahdhun), yakni al-Mufidh (Sang Maha Pelimpah Wujud). Hanya Ialah yang didambakan KeindahanNya oleh segenap umat manusia, tak kenal ruang dan waktu.
    4.Adalah mencengangkan bahwa gaya bahasa Nabi saw. sendiri berbeda dengan al-Qur’an. Hal ini memperjelas bahwa al-Qur’an memiliki sumber yang berbeda dengan kata-kata Rasulullah saw.. Hal ini juga terjadi pada “murid sejati” Rasulullah saw., yakni Imam ‘Ali bin Abi Thalib kw..
    Imam ‘Ali bin Abi Thalib kw. akrab dengan al-Qur’an sejak usia sepuluh tahun dan hafal al-Qur’an di luar kepala dan selalu membacanya, serta menjadi ketua penulis wahyu hingga akhir hayat Nabi. Namun gaya bahasa Imam ‘Ali bin Abi Thalib kw. sama sekali berbeda dengan gaya bahasa al-Qur’an.

    5) Geometri kata-kata al-Qur’an tak tertandingi. Tak seorangpun yang telah mampu mengubah satu pun kata-kata al-Qur’an dari tempatnya tanpa merusak keindahannya. Tak seorangpun juga yang telah mampu menghasilkan sesuatu seperti al-Qur’an.

    “Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat al-Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya al-Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?” (QS 11(HUD):13-14)

    “Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya”. Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar”. Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.” (QS 10(YUNUS):38-39)

    Benarlah ungkapan Imam ‘Ali bin Abi Thilib kw. dalam Nahjul Balaghah Khutbah ke 110:

    “Maka sesungguhnya ia adalah sebaik-baik perkataan (al-hadits)”

    “Maka sesungguhnya ia adalah yang membuat hati-hati bersemi”

    “Maka sesungguhnya ia adalah obat dari dada-dada”

    “Maka sesungguhnya ia adalah kisah-kisah yang paling bermanfaat”

    Tentang hal ini, Allamah Sayyid Muhammad Husain Thabatha’i menuliskan:

    “Adalah kenyataan yang tak terbantah bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang kaya, yang mampu mengungkapkan keadaan-keadaan subyektif manusia dengan cara yang paling jelas dan paling tepat. Tidak ada bahasa lain yang mampu menyamai bahasa Arab dalam hal ini. Sejarah menyaksikan bahwa bangsa Arab di masa jahiliyah mampu mencapai kefasihan berbahasa yang tak tertandingi dalam sejarah.

    Bahasa fasih dan ekspresif merupakan nilai yang paling berharga dalam kebudayaan Arab. Penghargaan besar diberikan kepada orang-orang yang mampu berbicara indah dan bermutu tinggi. Sebagaimana halnya bangsa Arab menempatkan berhala-berhala mereka di Ka’bah, mereka juga menggantunggkan puisi-puisi yang indah dan menawan yang dikarang oleh orator-orator dan penyair-penyair mereka yang terkemuka di dinding Ka’bah. Sementara mereka menggunakan bahasa yang demikian kaya dan banyak aturan-aturan khusus tanpa kekeliruan, mereka juga suka amat suka menghiasi kata-kata mereka.

    Di masa ketika ayat-ayat al-Qur’an pertama kali diwahyukan kepada Rasulullah saw. dan dibacakan kepada orang banyak, ayat-ayat tersebut menciptakan kericuhan di kalangan bangsa Arab dan orator-orator mereka. Pembicaraan al-Qur’an amat menawan, manis, dan penuh makna, sehingga menemukan jalan masuk ke dalam hati mereka dan mempengaruhi jiwa orang-orang yang memiliki kesadaran spiritual, hingga para pembicara yang fasih segera dilupakan orang, dan puisi-puisi yang indah (yan dikenal dengan sebutan al-Mu’alliqat (artinya “puisi-puisi yang digantungkan”, karena digantungkan di dinding Ka’bah)) segera diturunkan dari dinding Ka’bah.

    Firman Allah demikian indah tak terlukiskan, dan menggugah hati hingga semua orang tertarik kepadanya. Dengan bentuknya yang manis, ayat-ayat tersebut segera mengunci mulut para orator.
    Pada tahun-tahun awal misi-misi kerasulannya, Rasulullah saw. dihadapkan pada seorang orator Arab yang ternama bernama Walid. Rasulullah saw. membacakan beberapa ayat permulaan surah Ha Mim Sajdah (Surah Fushshilat). Dengan segenap kesombongan dan kebanggaannya, Walid terpaksa mendengarkan dengan penuh perhatian hingga Rasulullah saw. sampai pada ayat:

    “Jika mereka berpaling, maka katakanlah “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum Ad dan kaum Tsamud”
    (QS 41 (FUSHSHILAT):13)

    Kemudian wajah Walid berubah, dia mulai gemetar tak terkendali dan nampak seolah-olah kehilangan akal. Kerumunan orang pun lalu bubar dan bercerai berai.

    Sesudah itu beberapa orang pergi menemui Walid dan menggerutu: “Kamu telah menghinakan kita semua di hadapan Muhammad.” Walid menjawab: “Tidak, aku bersumpah demi Tuhan, kamu semua tahu bahwa aku tak takut pada seorang pun dan tak menginginkan apa pun dari orang lain. Dan kamu semua tahu bahwa aku adalah seorang penyair ulung dan pembicara yang cakap. Apa yang kudengar dibacakan oleh Muhammad bukanlah seperti pembicaraan manusia biasa. Apa yang dikatakannya sangat memukau dan menawan hati. Kalian tak bisa menyebutnya puisi atau prosa. Kata-katanya sangat menyentuh hati dan mendalam. Kalau aku harus memberikan penilaian, aku betul-betul tak bisa mengatakan apa-apa, berilah aku waktu tiga hari untuk mempertimbangkannya.” Mereka pun kembali menemuinya setelah tiga hari, dan Walid mengatakan: “Kata-kata Muhammad adalah sihir yang mempengaruhi orang banyak.”

    Orang-orang kafir Arab dan Musyrik, yang sebenarnya adalah ahli-ahli bahasa yang amat fasih, bersama segala kesombongan mereka, mundur dari tantangan tersebut dan karenanya lalu mengubah kontes sastra tersebut menjadi perjuangan berdarah. Lebih mudah bagi mereka untuk terbunuh, daripada harus menerima kekalahan atau penghinaan di arena sastra. Orator-orator Arab yang tak mampu menandingi al-Qur’an yang mulia itu bukan cuma mereka yang hidup di masa turunnya wahyu, tapi juga mereka yang hidup di abad-abad berikutnya. Karena tak mampu menghadapi tantangan tersebut, mereka lalu mundur teratur.

    Mengapa Rasulullah saw. dengan gaya berbahasanya yang khusus tidak menempati puncak keindahan dalam kesusasteraan Arab, jika kata-katanya merupakan kata-kata manusia sehingga terbuka bagi saingan-saingan? Orator-orator yang semasa dengan Rasulullah saw. tidak mengatakan hal ini, dan penentang-penentang al-Qur’an tidak bisa mengklaim atau membuktikan hal itu. Apa pun sifat atau bakat yang telah berkembang hingga ke puncaknya lewat kemampuan seorang jenius, dalam kenyataannya adalah sesuatu yang muncul dari kemampuan manusia; suatu produk manusiawi. Jadi, adalah mungkin bagi orang lain untuk mengikuti jalan yang ditempuh jenius itu. Lalu, melalui perjuangan dan upaya yang cukup keras, melakukan sesuatu seperti yang dilakukan sang jenius, atau melakukan sesuatu hal yang sama tetapi lebih baik, paling tidak dalam satu hal.

    Dalam hal itu, sang jenius awal yang telah membuka jalan tersebut hanya menjadi seorang perintis belaka. Sebaga contoh, tak seorang pun mampu mengalahkan kemurahan hati tokoh legendaris Arab Hatim Ta’i; tetapi orang bisa melakukan perbuatan seperti yang dilakukannya. Orang tidak bisa mengalahkan Mir, sang kaligrafer Iran, dalam hal kaligrafi, atau mengalahkan Mani (pendiri agama Manikaenisme) dalam hal melukis. Tetapi dengan upaya yang cukup, orang dapat menulis satu kata dengan gaya Mir, atau melukis sebuah lukisan kecil dengan gaya Mani.

    Menurut hukum yang sama, jika al-Qur’an hanya merupakan contoh terbaik dari kefasihan berbahasa manusia (bukan firman Tuhan), maka akan terbuka kemungkinan bagi orang-orang lain (terutama ahli-ahli bahasa yang terkemuka di dunia), melalui latihan, untuk meniru gaya al-Qur’an dalam menciptakan sebuah buku, atau paling tidak sebuah surah, yang sama dengan al-Qur’an. Dalam mengemukakan tantangannya, al-Qur’an meminta orang-orang untuk menghasilkan ayat-ayat yang sama seperti ayat-ayat al-Qur’an, tidak usah lebih baik:

    “Dan jika kalian dalam keraguan tentang yang kami turunkan kepada hamba Kami, buatlah satu surah yang semisalnya dan ajaklah saksi-saksi kalian selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
    (QS 2(AL-BAQARAH):23)

    Kesimpulannya, haruslah dicatat bahwa al-Qur’an al-Karim tidak bisa ditiru, tidak hanya dalam hal kefasihan dan gaya bahasanya yang mengagumkan, melainkan juga dalam hal isinya. Ia menawarkan jawaban-jawaban yang nyata terhadap kebutuhan-kebutuhan umat manusia. Ia menawarkan ajaran-ajaran yang otoritatif mengenai alam gaib, kebenaran-kebenaran spiritual, dan masalah-masalah lain umat manusia pada umumnya. Karena alasan-alasan ini, tak seorang pun akan berhasil membuat sesuatu yang seperti al-Qur’an.”

    6) Pengetahuan yang dikandung al-Qur’an amat luas cakupannya, tak terukur dalamnya; mulai dari persoalan metafisika yang paling dasar hingga regulasi masyarakat yang kompleks; yang madih menjadi obyek perenungan dan penelitian terus menerus melampaui zamannya.

    “Dan Kami turunkan kepadamu Kitab (al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”
    (QS 16 (AN-NAHL):89)

    7) Pribadi penerima al-Qur’an, yakni Nabi saw. yang berasal dari lingkungan masyarakat jahiliyah yang nyaris tidak beradab, Beliau tidak belajar oleh guru manapun sebelum menjalankan tugas kenabiannya, tidak ada catatan sedikitpun adanya aktifitas intelektual, pengajaran, akademik dari Rasulullah saw.. Bahkan tidak ada sebaris puisi yang Beliau susun!
    8) Berita-berita gaib yang disebutkan al-Qur’an telah menjadi kenyataan. Diantaranya:

    a) Kemenangan Romawi Setelah Kekalahannya dan Kemenangan Perang Badar

    “Alif Lam Mim.(1)Telah dikalahkan bangsa Rumawi,(2)di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang(3)dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,(4)Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.(5)”
    (QS 30(RUM):1-5)

    Pada abad kelima dan keenam Masehi terdapat dua adikuasa, Romawi yang beragama Kristen dan Persia yang menyembah api. Sejarawan menginformasikan bahwa pada 614 M terjadi peperangan antara kedua adikuasa itu berakhir dengan kekalahan Romawi. Ketika itu kaum musyrik di Makkah mengejek kaum Muslim yang cenderung mengharapkan kemenangan Romawi yang beragama samawi itu di atas Persia yang menyembah api. Ayat-ayat tersebut turun pada tahun kekalahan itu, menghibur kaum Muslim dengan dua hal.

    Pertama, Romawi akan menang atas Persia pada tenggang waktu tertentu.

    Kedua, saat kemenangan itu tiba, kaum Muslim akan bergembira, bukan saja dengan kemenangan Romawi, melainkan juga dengan kemenangan yang dianugerahkan Allah (kepada mereka).

    Ternyata bahwa pemberitaan tersebut benar adanya. Sejarah menginformasikan bahwa tujuh tahun setelah kekalahan Romawi – tepatnya pada 622 M – terjadi lagi peperangan antara kedua adikuasa tersebut, dan kali ini pemenangnya adalah Romawi.

    Kedua, pada tahun kemenangan itu kaum Muslim akan bergembira dengan kemenangan yang dianugerahkan Allah. Kemenangan dimaksud adalah kemenangan dalam peperangan Badar yang terjadi bertepatan dengan kemenangan dalam peperangan Badar yang terjadi bertepatan dengan kemenangan Romawi itu, yakni pada tahun kedua Hijrah, atau tahun 622 M.

    Tujuh tahun sebelum terjadinya peristiwa-peristiwa itu, Nabi Muhammad saw. telah mengetahui dan menyampaikannya. Dari mana beliau memperoleh sumber berita itu? Kalau bukan dari Allah Yang Maha Mengetahui, dari siapa lagi?

    Mahabenar Allah dalam segala firmanNya.

    b) Rasulullah saw. akan kembali ke Makkah setelah hijrahnya

    “Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) al-Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.”
    (QS 28(AL-QASHASH):85)

    c) Keaslian dan kemurnian al-Qur’an selalu ada dalam penjagaanNya. Dan hal ini terbukti dengan banyaknya hafiz maupun kesesuaian seluruh versi mushaf al-Qur’an yang digunakan umat muslimin di dunia saat ini.

    “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS 15(AL-HIJR):9)

    d) Ayat-ayat yang tidak bisa dipahami kecuali dengan memahami pengetahuan yang belum diketahui saat al-Qur’an diturunkan. Misal:

    Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.”
    (QS 15(AL-HIJR):22)

    “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
    (QS 27(AN-NAML):88)

    “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?dan gunung-gunung sebagai pasak?”
    (QS 78(AN-NABI):6-7)

    e) Ayat-ayat tentang kejadian dan kekacauan besar yang terjadi dalam tubuh umat Islam ataupun dunia pada umumnya sepeninggal Rasulullah saw..

    Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”
    (QS 5(AL-MAIDAH):54)

    “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”
    (QS 30(AR-RUM:30-32)

    f) Mu’jizat al-Qur’an: Berita Gaib Tentang al-Walid bin al-Mughirah

    “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina(10), yang banyak mencela dan ke sana kemari membawa fitnah (11), yang sangat enggan berbuat baik, yang sangat melampaui batas lagi banyak berdosa (12), yang kaku, kasar, kemudian terkenal kejahatannya/diakui orangtuanya(13) karena dia mempunyai (banyak)harta dan anak(14) apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala” (15), Kami akan berikan tanda ia di belalai (hidung)nya.(16)” (QS 68(AL-QALAM):10-16)

    Ayat ini turun berkaitan dengan ulah seorang musyrik yang bernama al-Walid bin al-Mughirah. Ada dua pemberitaan gaib pada rangkaian ayat-ayat tadi. Pertama, gaib masa lampau yang diisyaratkan oleh ayat ke-13.

    Sulaiman bin Umar al-Jamal, berkomentar tentang ayat tersebut sebagai berikut :

    Al-Walid bin al-Mughirah diangkat anak oleh “ayah”-nya dan dinisbahkan kepada al-Mughirah, setelah selama delapan belas tahun tidak dikenal siapa ayahnya. Ketika ayat-ayat tersebut turun, al-Walid berkata kepada ibunya, “Sesungguhnya Muhammad (melalui al-Qur’an) menyifati saya dengan sembilan sifat, dan semuanya saya mengerti, kecuali satu (yaitu zanim). Jelaskan kepadaku, kalau tidak kupenggal lehermu.” Maka ibunya menjawab, “sesungguhnya ayahmu impoten, aku khawatir kehilangan harta, maka aku berhubungan (seks) dengna penggembala, dan engkau adalah anak si penggembala itu.

    Demikian terlihat al-Qur’an mengungkap rahasia pribadi seseorang, yang sangat disembunyuikan, bahkan yang bersangkutan sendiri tidak mengetahuinya. Kalau pemberitaan gaib itu, berkaitan dengan masa lampau, yang kedua berkaitan dengan masa depannya.

    Seperti terbaca pada ayat ke-16, yang bersangkutan (dalam hal ini al-Walid bin al-Mughirah) akan diberi tanda pada hidungnya. Mahabenar Allah, karena dalam peperangan Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijrah, al-Walid terlibat pada peperangan tersebut dan dia mengalami luka pada hidungnya, sehingga berbekas sepanjang hayatnya.
    Demikian, berita yang belum terjadi, diinformasikan oleh al-Qur’an dan terbukti kebenarannya, jauh setelah informasi itu disampaikan.

    g) Pemberitaan Gaib tentang Abu Jahal

    “Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang (9) seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat.(10) Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran (11) atau dia menyuruh (orang lain) bertakwa kepada Allah. (12) Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling (13) Tidakkah ia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? (14) Ketahuilah, sungguh jika ia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami akan tarik ubun-ubunnya (15) yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka (16) Maka biarlah ia memanggil geng (kelompok)nya untuk menolongnya (17) Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah (18) Sekali-kali jangan! Janganlah kamu patuh kepadanya. Sujud dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah) (19)” (QS 96 (AL-‘ALAQ):9-19)

    Para ulama sepakat menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut turun menyangkut Abu Jahal yang melarang atau menghalangi Nabi Muhammad saw. melaksanakan shalat dengan berbagai cara dan ancaman.
    Abu Jahal adalah tokoh mafioso kaum musyrik di Makkah dan mempunyai kelompok yang sangat disegani, sedangkan Nabi Muhammad saw., ketika turunnya ayat ini, belum memiliki kekuatan yang memadai untuk mengimbangi Abu Jahal dan kelompoknya. Namun demikian, Allah swt., mengecam sikap Abu Jahal itu bahkan memerintahkan kepada Nabi untuk menyampaikan ancamanNya (ayat 15).

    Sungguh jika al-Qur’an merupakan karya Nabi Muhammad, tidaklah logis beliau akan menyampaikan ancaman demikian pada saat kondisi dan situasi beliau sedemikian lemah, dan karena itu pula Abu Jahal yang mendengar ancaman itu berkata, “Apakah engkau mengancamku, sedangkan aku adalah tokoh yang paling banyak anggota kelompoknya di lembah ini?” Mendengar komentar ini, sekali lagi al-Qur’an menantang dengan ayat ke-17, serta mengancamnya dengan Zabaniyah, yaitu malaikat penjaga neraka yang bertugas menyiksa orang-orang durhaka.
    Ayat ke-15 mengancam Abu Jahal apabila tidak berhenti menghalangi shalat (dan menjalankan misinya), ia akan diseret ubun-ubunnya.

    Sikap keras Abu Jahal ternyata terus berlanjut. Abu JahAllah pemicu peperangan Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijrah. Ketika itu pasukan musyrik Makkah yang berangkat dari Makkah untuk menyelamatkan kafilah, sudah ingin kembali karena kafilah telah selamat, tetapi Abu Jahal enggan kembali, sebelum kaum Muslim dihabisi. Di sini ancaman Allah itu terbukti. Perang Badar, perang antara kaum Muslim yang berjumlah 317 orang di bawah pimpinan Nabi Muhammad saw. berkecamuk melawan pasukan kaum musyrik yang berjumlah sekitar 1300 orang di bawah pimpinan Abu Jahal.

    Kekalahan pahit dan total menimpa pasukan kaum musyrik. Abu Jahal sendiri pun tewas. Dalam keadaan tak berdaya, ia ditemui oleh Ibnu Mas’ud, seorang sahabat Nabi yang pendek lagi lemah. Khawatir jangan sampai Abu Jahal masih memiliki kekuatan, sahabat Nabi tersebut meletakkan panah dari kejauhan di kedua lubang hidung Abu Jahal. Kemudian ditusuknya, lalu ditebas lehernya, dan karena beliau tidak sanggup membawanya, maka diseretnya kepala pembangkang itu dengan tali, menuju Rasulullah saw.. Demikian, ancaman Allah – pada masa jaya Abu Jahal – untuk menyeret ubun-ubunnya, jika ia tidak berhenti membangkang terbukti jauh setelah ancaman dan informasi itu disampaikan.

    Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.

    9) Pengaruh al-Qur’an terhadap jiwa manusia

    “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, (yaitu) al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada suatu pemberi petunjuk untuknya.”
    (QS 39 (AZ-ZUMAR):23)

    Dalam buku al-I’jaz al-‘Ilmi fi al-Qur’an, Muhammad Kamil Abdush Shamad, menulis antara lain sebagai berikut:
    Alat-alat observasi elektronik yang dikomputerisasi telah digunakan untuk mengukur perubahan-perubahan fisiologis pada sejumlah sukarelawan sehat yang sedang mendengarkan dengan tekun ayat-ayat al-Qur’an. Merka terdiri dari sejumlah kaum Muslim yang dapat berbahasa Arab dan yang tidak pandai – Muslim dan bukan muslim. Dibacakan kepada mereka penggalan ayat-ayat al-Qur’an (dalam bahasa Arab) kemudian terjemahannya ke bahasa Inggris. Percobaan ini membuktikan adanya pengaruh yang menenangkan hingga mencapai 97 persen. Pengaruh tersebut bahkan terlihat dalam benguk perubahan-perubahan fisiologis yang tampak melalui berkurangnya tingkat ketegangan saraf. Perincian hasil eksperimen ini telah dilaporkan pada konferensi tahunan XVII Organisasi Kedokteran Islam Amerika Utara yang diselenggarakan di Santa Lusia pada Agustus 1984.

    Selanjutnya Muhammad Kamil menulis:

    Telah dilakukan pula studi perbandingan untukmengetahui apakah pengaruh serta dampak-dampak fisiologis tersebut, benar-benar disebabkan oleh al-Qur’an bukan oleh faktor-faktor luar seperti suara, nada, dan langgam bacaan al-Qur’an yang berbahasa Arab itu, atau karena pendengara mengetahui bahwa yang dibacakan kepadanya adalah bagian dari kitab suci. Untuk maksud studi ini, digunakan alat ukur stres yang dilengkapi dengan komputer dari jenis MEDAL 3002, yaitu alat yang diciptakan dan dikembangkan oleh Pusat Kedokteran Universitas Boston di Amerika Serikat. Alat tersebut mengukur reaksi-reaksi yang menunjuk kepada ketegangan dengan dua cara. Pertama, pemeriksaan psikologis secara langsung melalui komputer. Kedua, pengamatan dan pengukuran perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Percobaan dilakukan sebanyak dua ratus sepuluh kali terhadap lima orang sukarelawan, tiga pria dan dua wanita yang umur mereka berkisar antara 17-40 tahun dengan rata-rata usia 22 tahun. Kesemua sukarelawan itu tidak beragama Islam dan tidak berbahasa Arab.

    Kedua ratus sepuluh percobaan itu dibagi dalam tiga jenis, 85 kali diperdengarkan ayat-ayat al-Qur’an yang dibacakan secara mujawwad (tanpa lagu), 85 kali bacaan berbahasa Arab bukan dari ayat al-Qur’an, dengan suara dan nada yang sama dengan bacaan mujawwad itu, sedangkan 40 kali (sisa dari 210 itu) tidak dibacakan apa-apa, tetapi diminta dari yang bersangkutan untuk duduk dengan tenang sambil menutup mata yang jug amerupakan posisi mereka dalam 2×85 percobaan kedua jenis yang disebut sebelum ini.

    Tujuan percobaan tersebut adalah untuk mengetahui apakah redaksi ayat-ayat al-Qur’an mempunyai dampak terhadap yang mengerti artinya, dan apakah pengaruh itu – apabila ada – benar-benar merupakan pengaruh redaksi ayat al-Qur’an, bukan pengaruh nada dan langgam bahasa Arab yang asing di telinga pendengarnya. Sedangkan tujuan percobaan tanpa bacaan adalah untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh posisi dalam memberikan ketenangan. Dari hasil pengamatan awal, terbukti bahwa tidak ada pengaruh posisi duduk tanpa bacaan dalam mengurangi ketegangan, karena itu percobaan ini pada tahap akhir hanya dilakukan pada dua jenis percobaan pertama. Pada akhirnya, hasil yang diperoleh adalah, 65 persen dari percobaan yang menggunakan ayat-ayat al-Qur’an mempunyai pengaruh positif dalam memberi ketenangan, sedangkan yang bukan ayat al-Qur’an hanya 35 persen.

    Marilah kita kembali kepada awal uraian. Penulis tadinya menilai subjektivitas beberapa ulama tentang pengaruh psikologis ayat-ayat al-Qur’an. Tetapi, kini, kalau apa yang dikemukakan di seini tidak bias dan benar-benar valid, tentu pandangan penulis semula itu telah keliru, karena terbukti betapa Kitab Suci al-Qur’an memberi pengaruh terhadap para pendengar dan pembacanya.

    10) Tidak ada kontradiksi dalam al-Qur’an. Dalam dunia material, tidak ada apapun yang tidak berubah. Al-Qur’an diturunkan berangsur-angsur dalam waktu 23 tahun dalam berbagai kondisi dan situasi, ruang serta waktu: di Makkah maupun Madinah, siang ataupun malam, sepanjang perjalanan maupun di rumah, dalam keadaan senang maupun susah. Ia mengandung beragam subyek dari penyingkapan rahasia spiritual, moralitas, hukum untuk segala aspek kehidupan. Satu bagian al-Qur’an terkadang saling melengkapi dan membahas yang dibahas dalam bagian lain. Demikian dahsyat kenyataan bahwa dalam kondisi seperti ini, tidak ada kontradiksi dan perbedaan apa pun dalam al-Qur’an dalam prinsip-prinsip dan seluruh ajarannya! Ini adalah suatu “tanda” yang terang bahwa al-Qur’an bukanlah berasal dari manusia, namun benar-benar berasal dari Zat Yang Maha Mengetahui yang melampaui batasan materialitas apapun!

    “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran? Kalau kiranya al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS 4(AN-NISA):82)

    Demi langit yang mengandung hujan.Dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,sesungguhnya al-Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil.dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau.” (QS 86(ATH-THARIQ):11-14)

    “Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui. Dan (ini) sesungguhnya al-Qur’an yang sangat mulia. Dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahf?dz). Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.”(QS 56(AL-WAQI’AH):75-80)

    11) Keseimbangan redaksi al-Qur’an

    Dibalik jumlah pengulangan kosakata al-Qur’an, Rasyad Khalifah mengulas kata basmalah yang terdiri dari 19 huruf. Jumlah bilangan kata-kata basmalah yang terdapat dalam al-Qur’an tersebut walaupun berbeda-beda namun adalah kelipatan 19.

    (1) Ism dalam al-Qur’an sebanyak 19 kali.
    (2) Allah sebanyak 2698 kali yang merupakan perkalian 142 x 19.
    (3) Ar-Rahman sebanyak 57 = 3 x 19.
    (4) Ar-Rahim sebanyak 114 = 6 x 19

    Dari sini kemudian ia beralih pada keseimbangan-keseimbangan yang lain.

    Allah yang telah menurunkan al-Kitab(AL-Qur’an) dengan penuh kebenaran serta dengan timbangan (perimbangan), dan tahukah kamu, boleh jadi Hari Kiamat itu telah dekat” (QS 42 (ASY-SYU’ARA’):17)

    Abdurrazaq Naufal dalam bukunya al-‘ijaz al-‘Adad al-Qur’an al-Karim (Kemukjizatan dari Segi Bilangan dalam al-Qur’an), mengemukakan contoh-contoh lain tentang keseimbangan tersebut.

    A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dan antonimnya misalnya:
    (al-hayah/kehidupan) dan (al-maut/kematian) masing-masing sebanyak 145 kali.
    (al-naf’/manfaat) dan (al-fasad/kerusakan atau mudarat) masing-masing 50 kali.
    (al-harr/panas) dan (al-bard/dingin) masing-masing 4 kali.
    (ash-shalihat/kebajikan) dan (as-sayyiat/keburukan) masing-masing 167 kali.
    (ath-thuma’ninah/kelapangan atau ketenangan) dan (adh-dhayyiq/kesempitan atau kekesalan) masing-masing 13 kali.
    (ar-Ruhbah/cemas atau takut) dan (ar-raghbah/harap atau ingin) dalam berbagai bentuknya masing-masing 8 kali.
    (al-kufr/kekufuran dalam bentuk definite) dan (al-iman/iman) masing-masing 17 kali.
    (kufr dalam bentuk indefinite) dan (iman) masing-masing 8 kali.
    (ash-shaif/musim panas) dan (asy-syita’)/musim dingin) masing-masing 1 kali.

    B. Keseimbangan Jumlah Bilangan Kata dengan Sinonim atau Makna yang Dikandungnya

    (al-harts/membajak [sawah]) dan (az-zira’ah/bertani) masing-masing 14 kali.
    (al-‘ujub/membanggakan diri atau angkuh) dan (al-ghurur/angkuh) masing-masing 27 kali. (adh-dhllun/orang sesat) dan (al-maut?/mati [jiwanya]) masing-masing 17 kali.
    (al-Qur’an), (al-wahy), (al-islam) masing-masing 70 kali.
    (al-‘aql/akal), (an-nur/cahaya) masing-masing 49 kali.
    (al-jahr/nyata) dan (al-‘alaniyah/nyata) masing-masing 16 kali.

    C. Keseimbangan Antara Jumlah Bilangan Kata Dengan Jumlah Kata yang Menunjuk kepada Akibatnya

    (al-infaq/menafkahkan) dan (ar-ridh?/kerelaan) masing-masing 73 kali
    (al-bukhl/kekikiran) dan (al-hasrah/penyesalan) masing-masing 12 kali.
    (al-kafirin/orang-orang kafir) dan (an-nur/neraka/pembakaran) masing-masing 154 kali.
    (az-zakah/penyucian) dan (al-barakat/kebajikan yang banyak) masing-masing 32 kali.
    (al-fahisyah/kekejian) dan (al-ghadhab/murka) masing-masing 26 kali.

    D. Keseimbangan Antara Jumlah Bilangan Kata dan Kata Penyebabnya

    (al-israf/pemborosan) dan (as-sur’at/ketergesa-gesaan) masing-masing 23 kali.
    (al-mau’izhah/nasihat/petuah) dan (al-lisan/idah) masing-masing 25 kali.
    Di samping keseimbangan-keseimbangan tersebut, ditemukan pula keseimbangan khusus

    E. Keseimbangan Khusus

    Misalnya:
    1-Kata (yaum/hari) dalam bentuk tunggal, sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada jamak (ayyam) dan dua (/yaumain), jumlah keseluruhannya hanya tiga puluh, sejumlah hari-hari dalam sebulan. Di sisi lain kata yang berarti “bulan” – (syahr – asyhur) hanya terdapat dua belas kali, sejumlah bulan dalam setahun.
    2-Al-Qur’an menjelaskan bahwa langit ada tujuh, dan penjelasan ini diulanginya sebanyak “tujuh kali” pula, yaitu pada QS 2(AL-BAQARAH):29, QS 17(AL-ISRA’):14, QS 23(AL-MU’MIN?N):86, QS 41(FUSHSHILAT):12, QS 65(ATH-THALAQ):12, QS 67(AL-MULK):3) dan QS 71(NUH):15. Di sisi lain penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari, dinyatakan pula dalam tujuh ayat.
    3-Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik (rasul), atau (nadzir/pemberi peringatan) keseluruhannya berjumlah 518 kali, dan jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, dan rasul, dan pembawa berita tersebut, yakni 518.

    Apakah mungkin keseimbangan jumlah kata sekompleks ini adalah kebetulan? Tentu tidak mungkin, jelas ini merupakan salah satu segi mu’jizat al-Qur’an yang tak terbantah.
    * * *

    Referensi :

    1.Disadur dari ‘Allamah Sayyid Muhammad Husayn Thabathaba’i, Inilah Islam, Pustaka Hidayah, Bandung, 1996, pp. 107-109
    2.M. Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2007, pp. 217-224
    3.Tafsir al-Futuhat al-Ilahiyyah atau lebih dikenal dengan H?syiah al-Jamal
    4.M. Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2007, pp. 239-242

  19. Adeng Hudaya Says:

    Gue mah simpel aja cara berpikirnya,

    Semua kembali ke akal sehat dan hati nurani.
    Kenyataan di lapangan menunjukkan secara kasat mata, bahwa semakin banyak Muslim yang sudah tercerahkan dan akhirnya dengan sukacita meninggalkan Islam.

    Sekali lagi, gue nggak punya masalah dengan orang-orang Muslim, sesama gue yang harus gue sayangi sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa.

    Tetapi gue tak akan pernah bisa berkompromi lagi dengan Islam.

    Tuhan sejati adalah Tuhan yang Maha Baik kepada semua mahluk.
    Tetapi Tuhan yang diberitakan oleh Momed SAW adalah seorang monster – dan dalam kitab suci Tuhan yang satu ini, yang bernama Allah SWT itu, ia menjanjikan bahwa ia akan memberikan kepada siapa saja yang bersedia meledakkan dirinya untuk membunuh sebanyak mungkin kafirun, maka ia menjaminkan kepada mereka – bahwa mereka akan menikmati 72 bidadari yang masih perawan, untuk mereka tidurin siang dan malam.
    Inilah yang diyakini oleh kedua pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton sebelum akhirnya benar-benar meledakkan diri mereka. Dan tak ada Muslim yang bisa membuktikan bahwa pemikiran ini tidak ada, sebab memang Muhammad mengajarkannya di dalam Qur’an.

    Dari sisi akal sehat dan hati nurani, bisa diyakini bahwa Tuhannya Islam itu PASTILAH SETAN LAKNATULLAH itu sendiri.
    Sebab Tuhan sejati tidak mungkin mengelurkan Firman seperti itu, dan melakukan perbuatan biadab seperti itu!!!

    Tambahan, Tuhan yang satu ini mengatakan di dalam Qur’an bahwa kaum Yahudi itu adalah keturunan babi dan kera.

    Tak mungkin ada seorang pun yang waras yang tidak akan mengatakan bahwa Qur’an itu adalah kitab Setan, dan Tuhannya Islam pastilah Setan.

    Nggak usah pusing-pusing dah melakukan perdebatan teologis.
    Cukup pake hati nurani dan akal sehat saja.

    Elu boleh memeluk agama apa aja, selama agama itu mengajarkan untuk mengasihi sesama dan tidak mengajarkan untuk membunuh sesama.

    Tetapi Islam sungguh berbeda.
    Muhammad dalam Qur’an mengajarkan bahwa darah kafir itu halal.

    Gila nggak???

    Jadi kesimpulan gue, hanya orang gila/tidak waras yang masih mau memeluk Islam.

    1. someone Says:

      picik

      1. muak Says:

        situ picik ya, baca kebenaran soal muhammad langsung kebakaran

      2. someone Says:

        Picik adalah pikiran buruk dimanapun dia berada

        Yang dikatakan Adeng itu bukannya kebenaran, tetapi fakta aneh yang digali berdasarkan fikiran buruk terhadap Muhammad SAW dan Islam. Tengok perkataanya yang anda anggap sebagai kebenaran:

        “Tuhan sejati adalah Tuhan yang Maha Baik kepada semua mahluk.
        Tetapi Tuhan yang diberitakan oleh Momed SAW adalah seorang monster – dan dalam kitab suci Tuhan yang satu ini, yang bernama Allah SWT itu, ia menjanjikan bahwa ia akan memberikan kepada siapa saja yang bersedia meledakkan dirinya untuk membunuh sebanyak mungkin kafirun, maka ia menjaminkan kepada mereka – bahwa mereka akan menikmati 72 bidadari yang masih perawan, untuk mereka tidurin siang dan malam.
        Inilah yang diyakini oleh kedua pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton sebelum akhirnya benar-benar meledakkan diri mereka. Dan tak ada Muslim yang bisa membuktikan bahwa pemikiran ini tidak ada, sebab memang Muhammad mengajarkannya di dalam Qur’an.”

        Faktanya, dalam ajaran Muhammad SAW, membunuh orang tidak berdosa adalah dosa besar. Apa yang diyakini pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton banyak bersebrangan dengan syariat Islam atau ajaran Muhammad SAW. Buktinya, MUI mengeluarkan fatwa menolak aksi terorisme tersebut. Perkataan Adeng “sebab memang Muhammad mengajarkannya di dalam Qur’an” adalah pikiran buruk yang menyebabkan dia salah menyimpulkan, karena Muhammad tidak mengajarkan dalam alQuran apa yang dilakukan oleh pelaku bom tersebut.

        Jadi, kita kebakaran karena si Adeng memfitnah Muhammad SAW dan Islam. Ini bukan bersumber dari pikiran buruk terhadap Adeng, tetapi dari pemahaman bahwa Adeng berlaku picik.

        Ayolah … jangan picik … jangan punya pikiran buruk sama gue …

  20. ilham othmany Says:

    Nabi Muhammad saw bukan sahaja seorang yg sangat pemaaf terhadap musuh-musuhnya,malahan baginda juga adalah seorang yg sangat tawadhu’(merendah diri).Sifat rendah diri dan rendah hati inilah merupakan salah satu sebab agama Islam tersebar dengan begitu cepat sehingga sejarah penyebaran agama agama tidak mampu utk mendatangkan contoh sepertinya.
    Umar bin Kaththab meriwayatkan:

    Janganlah kalian berlebihan memujiku seperti kaum nasrani memuji Isa putra Maryam. Sungguh, aku hanyalah hamba Allah SWT. Maka sebutlah aku ‘Hamba Allah dan Rasulnya’
    (HR Tirmidzi, Bukhari, Ahmad dan Abu Dawud)

    Anas bin Malik meriwayatkan:

    Seorang perempuan datang kepada Rasulullah. Ia berkata, ‘Sungguh, saya memiliki keperluan dengan engkau’. Maka Rasulullah bersabda, ‘Berdiamlah di sisi jalan manapun yang engkau suka di Madinah ini, maka aku pasti akan datang (memenuhi keperluanmu)’
    (HR Tirmidzi, Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ahmad)

    Anas bin Malik meriwayatkan:

    Rasulullah menjenguk orang sakit, menyaksikan (pemakaman) jenazah, mengendarai keledai dan memenuhi undangan seorang budak. Pada hari penaklukkan Bani Quraizhah, beliau mengendarai keledai yang dikendalikan dengan tali sabut yang diatasnya juga menggunakan pelana dari sabut.
    (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim, Abu Dawud dan Baihaqi)

    Lihatlah akhlak baginda yg tinggi.Baginda tidak suka berbangga-bangga dan ingin dipuji.Tidak seperti Paulus,bukan sahaja mengaku ‘bodoh’ malah mengemis demi utk berbangga dengan katanya aku sebagai orang bodoh yg boleh berbangga sedikit.

    1. Adeng Hudaya Says:

      Jika seseorang itu akhlaknya tinggi tentu tidak akan berzinah, memperkosa maupun membunuh orang lain kan???

      1. someone Says:

        Menurut siapa, standar anda atau standar masyarakat Arab saat itu?

      2. muak Says:

        untuk someone yang dibawah, katanya Islam untuk segala jaman, nabi muhammad itu tidak bercala dan semua perbuatannya harus dicontoh sampai sekarang tapi kok kelakuannya pake standar jaman arab taon jebot?

        wakakaka ketahuan bahwa islam cuma cocok buat jaman batu

      3. someone Says:

        Buat si muak, ketahuilah … mengawini sahaya bukan berzinah atau memperkosa, dan membunuh orang yang hendak membunuh bukanlah membunuh yang terlarang. Inilah standar Islam dan standar masyarakat Arab saat itu. Jika standar anda atau agama anda mengatakan mengawini sahaya adalah zina atau perkosaan, dan membunuh orang yang hendak membunuh adalah perbuatan dosa, jangan pakai standar itu untuk mengukur nilai dalam Islam. Karena nilai Kristen bukanlah nilai Islam. Saya tidak habis fikir dengan orang Kristen yang berpengetahuan seperti anda, bagaimana Nabi Ibrahim, Sulaiman, dan Nabi lainnya yang mengawini sahaya dikatakan berzina atau memperkosa. Bagaimana mempertahankan diri atau melindungi jiwa dari pembunuhan dikatakan berdosa? Kalau anda hendak dibunuh musuh anda, pastinya anda pasrah ya, hehehehehe … Klo muslim sih pasti mempertahankan diri :D

  21. ilham othmany Says:

    Nabi saw di dlm kehidupannya adalah sangat kuat beribadah.
    Secara seksama mari kita tengok beberapa catatan hadits tentang ibadah
    Rasulullah SAW.

    1. Berkata Mughirah bin Syu’bah r.a.:

    “Adalah Rasulullah bangun di waktu malam untuk sholat sehingga bengkak
    kedua kakinya, dan ketika ditanyakan kepada beliau: ‘Bukankah Allah
    telah mengampuni dosa-dosa tuan yang telah lampau dan yang akan
    datang?’ Beliau menjawab: ‘Apakah aku tidak akan jadi hamba yang pandai
    bersyukur?’ ”
    (HR. Bukhari & Muslim)

    2. Dari Al-Qamah katanya:

    “Aku bertanya kepada Aisyah r.a.: ‘Apakah Rasulullah menentukan
    hari-hari untuk menambah ibadah?’ Aisyah menjawab: ‘Tidak, tetapi
    beliau terus-menerus mengerjakannya, dan adakah diantaramu yang kuat
    beribadah seperti Rasulullah?’ ”
    (HR. Bukhari & Muslim)

    Inilah Rasulullah!! Hati beliau sudah dekat dan melekat kepada Allah,
    beliau selalu bersama-Nya di dalam setiap saat, dan dia sangat cinta beribadah
    dan bermunajat. Beliau selalu bangun malam untuk melakukan sholat, dan
    menyisihkan sebagian waktu siangnya untuk beribadah pula, sehingga merasakan
    nikmatnya sholat dan kelezatannya. Beliau melarang para sahabatnya untuk
    menirunya dalam hal-hal yang mereka tidak mampu melakukannya. Berkata Aisyah
    r.a.:

    “Rasulullah seringkali meninggalkan pekerjaan yang beliau sangat
    mencintai untuk melakukannya karena khawatir dilakukan orang-orang
    (umatnya) sebagai sesuatu yang wajib atas mereka.”

    Anas meriwayatkan bahwa Nabi pernah berwishal ya’ni berpuasa siang malam selama
    dua atau tiga hari pada akhir bulan Ramadlan, maka orang-orang sama-sama
    melakukannya seperti beliau, akhirnya berita itu sampai kepada Nabi, maka
    beliau bersabda:

    “Andaikata bulan ini bisa diperpanjang lagi untukku niscaya
    aku terus melakukan wisal dimana orang-orang yang berlebih-lebihan itu
    tidak mampu melakukannya, sesungguhnya aku ini tidak seperti kamu
    sekalian, aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku (yaitu menolongku dan
    menguatkan tubuhku).”
    (HR. Bukhari & Muslim)

    Dan yang paling perhatian kita dari perilaku Rasulullah s.a.w. adalah
    kehebatannya memadukan secara tepat dan baik antara urusan-urusan ibadah dengan
    urusan-urusan dunia, pengembangan dan pemecahan problema-problema perjuangan.

    Beliau dengan hebatnya mampu membangun ummat secara sempurna dan membentuk
    suatu negara yang mengagumkan di permukaan dunia ini. Mengirimkan utusan kepada
    raja untuk mengajak mereka masuk ke dalam agamanya serta menyambut
    utusan-utusan yang datang kepada beliau dengan penuh hormat.

    Beliau adalah seorang komandan perang yang hebat, disamping juga beliau sanggup
    bertukar argumentasi dengan tokoh-tokoh agama dan para negarawan yang ada di
    sekitarnya. Beliau selalu waspada demi kemenangan dan demi menjaga kehancuran
    ummatnya. Beliau juga mengirimkan beberapa gubernurnya ke beberapa daerah,
    dibagikannya harta rampasan perang dengan adil kepada orang yang berhak
    menerimanya dengan ucapan:

    “Kalau aku tidak berbuat adil siapa lagi yang mau berlaku adil?”

    Beliau menyebarkan agama, memerinci wahyu yang masih mujmal, menjelaskannya
    yang masih kabur dan sukar dimengerti artinya, sehingga bisa mengeluarkan
    masalah yang furu’iyah dari masalah yang prinsip dan menjadikan firman Allah
    seluruhnya sebagai titik tolak dari segala masalah yang belum Allah firmankan.

    Bukan hanya itu; beliau juga mampu melaksanakan tugas-tugas hariannya sendiri,
    sebagai seorang suami bagi istri-istri beliau, sebagai ayah bagi putri-putri
    dan cucu-cucu beliau. Sampai memperbaiki bajunya pun dilakukan beliau sendiri!!
    Subhanallah!

    Di sela-sela kesibukan beliau dalam segala hal di atas, beliau muncul
    sebagai orang yang cinta beribadah kepada Allah siang dan malam. Namun,
    walaupun demikian beliau tidak memutuskan dan tidak pula lupa terhadap urusan
    dunianya. Kemampuan beliau dalam memadukan antara urusan akhirat dan dunia
    inilah yang menjadikan diri beliau pahlawan di atas pahlawan, dan menjadi
    teladan ummat satu-satunya dalam sepanjang sejarah kemanusiaan.

    Akhirnya dalam aspek ibadah ini, Rasulullah dapat dikatakan orang telah
    berhasil dalam tingkatan ibadah yang paling tinggi, karena kemampuan beliau
    menjalankan semua yang diperintahkan Allah kepadanya, seperti: tahajud serta
    ibadah-ibadah lainnya, tasbih, dzikir dan do’a, dsb.

    Allah Ta’ala mengabadikan perintah-perintah ibadah khusus bagi Rasulullah ini
    dalam Al-Qur’an: (tentunya kita sebagai pengikut beliau adalah pewaris yang haq
    untuk juga melakukan perintah-perintah ini).

    1. Surat Al-Muzammil 1-7:

    “Wahai orang-orang yang berselimut, bangunlah (untuk sembahyang) di
    malam hari kecuali sedikit dari padanya yaitu seperduanya atau kurangilah
    sedikit dari seperdua itu atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Al-Qur’an
    itu dengan perlahan-lahan, sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan
    yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk
    khusu’) dan bacaan di waktu itu akan lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada
    siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).”

    2. Al-Isra’ 79:

    “Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai
    suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke derajad
    terpuji.”

    3. Al-Insan 25-26:

    “Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang dan pada sebagian
    malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang
    panjang di malam hari.”
    Sungguh!Baginda adalah suri tauladan yg sempurna.

  22. ilham othmany Says:

    Tiada satu kebaikan pun kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan kepada umatnya, sebagaimana tiada kejelekan apapun kecuali umat telah diperingatkan darinya. Kita tahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah diutus kecuali membawa rahmat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

    “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya: 107)

    Di antara nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Nabiyurrahmah, yaitu Nabi yang membawa kasih sayang. Rahmat beliau tentu tidak khusus untuk manusia bahkan untuk alam semesta, termasuk binatang.

    Hak-hak binatang yang harus diperhatikan

    1. Memerhatikan pemberian makanan

    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Bila kamu melakukan perjalanan di tanah subur, berilah binatang (tunggangan) itu haknya. Bila kamu melakukan perjalanan di bumi yang tandus maka percepatlah perjalanan.” (HR. Al-Bazzar, lihat Ash-Shahihah no. 1357)

    Hadits ini memberi petunjuk bila seseorang melakukan perjalanan dengan mengendarai binatang serta melewati tanah yang subur dan banyak rumputnya agar memberi hak hewan dari rumput dan tetumbuhan yang ada di tempat itu. Namun bila melewati tempat yang tandus sementara dia tidak membawa pakan binatang tunggangannya serta tidak menemukan pakan di jalan, hendaknya dia mempercepat perjalanan agar dia sampai tujuan sebelum binatang itu kelelahan.

    2. Tidak memeras tenaga binatang secara berlebihan

    Dari sahabat Abdullah bin Ja’far radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah masuk pada suatu kebun dari kebun-kebun milik orang Anshar untuk suatu keperluan. Tiba-tiba di sana ada seekor unta. Ketika unta itu melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maka ia datang dan duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan berlinang air matanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Siapa pemilik unta ini?” Maka datang (pemiliknya) seorang pemuda dari Anshar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidakkah kamu takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam (memperlakukan) binatang ini yang Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikanmu memilikinya?! Sesungguhnya unta ini mengeluh kepadaku bahwa kamu meletihkannya dengan banyak bekerja.” (HR. Abu Dawud dll, Asy-Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Ash-Shahihah no. 20)

    3. Menajamkan pisau yang akan digunakan untuk menyembelih

    Pisau yang tumpul dan tidak tajam akan sulit digunakan untuk menyembelih sehingga binatang yang disembelih tersiksa karenanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan untuk berbuat baik terhadap segala sesuatu. Bila kamu membunuh maka baguskanlah dalam membunuh dan bila menyembelih maka baguskanlah dalam cara menyembelih. Hendaklah salah seorang kamu menajamkan belatinya dan menjadikan binatang sembelihan cepat mati.” (HR. Muslim)

    Namun janganlah seorang mengasah pisau/belatinya di hadapan binatang yang akan disembelihnya. Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menegur orang yang melakukan demikian dengan sabdanya: “Mengapa kamu tidak mengasah sebelum ini?! Apakah kamu ingin membunuhnya dua kali?! (HR. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi. Asy-Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Ash-Shahihah no. 24)

    4. Tidak memberi cap dengan besi yang dipanaskan pada wajah binatang

    Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati seekor keledai yang dicap pada wajahnya, maka beliau mengatakan:

    “Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat orang yang memberinya cap.” (HR. Muslim)

    Namun boleh memberi cap binatang pada selain wajah.

    5. Tidak menjadikan binatang yang hidup sebagai sasaran dalam latihan memanah dan yang semisalnya.

    Sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutuk orang yang menjadikan sesuatu yang padanya ada ruh sebagai sasaran untuk dilempar.” (Muttafaqun ‘alaih)

    Inilah sekelumit dari sekian banyak petunjuk Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu setelah ini, apakah masih ada orang-orang non-muslim yang mengatakan bahwa Islam menzalimi binatang?! Sungguh keji dan amat besar kedustaan yang keluar dari mulut-mulut mereka!

    Praktik salaf ulama ini

    Tidak bisa dipungkiri bahwa salaf (generasi awal) umat ini adalah orang-orang yang terdepan dalam segala kebaikan serta paling jauh dari setiap kenistaan dan kezaliman. Ilmu yang mereka serap tidak sekadar kliping pengetahuan, tetapi dipraktikkan di alam nyata. Adalah sahabat Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu ketika beliau mengetahui ada seorang mengangkut barang menggunakan unta yang melebihi kemampuan binatang tersebut, maka Umar sebagai pemguasa memukul orang tersebut sebagai bentuk hukuman. Beliau radhiyallahu ‘anhu menegurnya dengan mengatakan, “Mengapa kamu mengangkut barang di atas untamu sesuatu yang dia tidak mampu?” (Atsar ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d).

    Adalah sahabat Abud Darda radhiyallahu ‘anhu dahulu punya unta yang dipangil Dimun. Apabila orang-orang hendak meminjammya, maka ia berpesan untuk tidak membebaninya kecuali sekian dan sekian (yakni batas kemampuan unta) karena unta itu tidak mampu membawa yang lebih dari itu. Maka ketika kematian telah datang menjemput Abud Darda radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Wahai Dimun, janganlah kamu mengadukanku besok (di hari kiamat) di sisi Rabbku, karena aku tidaklah membebanimu kecuali apa yang kamu mampu.” (Lihat Ash-Shahihah, 1/67-59)

    Penjelasan ulama fiqih

    Bimbingan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan contoh mulia dari salaf umat ini senantiasa membekas di benak para ulama. Oleh karenanya, ulama fiqih telah memberikan penjelasan hukum seputar menyayangi binatang, sehingga perkara ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena, seseorang tidak bisa berbuat kebajikan yang besar bila yang kecil saja diabaikan.

    Al-Imam Ibnu Muflih rahimahullah dalam kitabnya ‘Al-Adab Asy-Syar’iyah (jilid 3) menyebutkan pembahasan tentang makruhnya berlama-lama memberdirikan binatang tunggangan dan binatang pengangkut barang melampaui kebutuhannya. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya):

    “Naikilah binatang itu dalam keadaan baik dan biarkanlah ia dalam keadaan bagus, serta janganlah kamu jadikan binatang itu sebagai kursi.” (HR. Ahmad dll, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Jami’)

    Maksudnya, janganlah salah seorang dari kalian duduk di atas punggung binatang tunggangan untuk berbincang-bincang bersama temannya, dalam keadaan kendaraan itu berdiri seperti kalian berbincang-bincang di atas kursi. Namun larangan dari berlama-lama di atas punggung binatang ini bila tidak ada keperluan. Sedangkan bila diperlukan seperti di saat perang atau wukuf di padang Arafah ketika haji maka tidak mengapa. (Faidhul Qadir 1/611)

    Mar’i Al-Hanbali berkata: “Wajib atas pemilik binatang untuk memberi makanan dan minumannya. Jika dia tidak mau memberinya maka dipaksa (oleh penguasa) untuk memberinya. Bila dia tetap menolak atau sudah tidak mampu lagi memberikan hak binatangnya maka ia dipaksa untuk menjualnya, menyewakannya, atau menyembelihnya bila binatang tersebut termasuk yang halal dagingnya. Diharamkan untuk mengutuk binatang, membebaninya dengan sesuatu yang memberatkan, memerah susunya sampai pada tingkatan memudharati anaknya, memukul dan memberi cap pada wajah, serta diharamkan menyembelihnya bila tidak untuk dimakan.”

    Sebagian ahli fiqih menyebutkan bahwa apabila ada kucing buta berlindung di rumah seseorang, maka wajib atas pemilik rumah itu untuk menafkahi kucing itu karena ia tidak mampu pergi.

    Ibnu As-Subki rahimahullah berkata ketika menyebutkan tukang bangunan untuk tidak menembok dengan tanah dan semisalnya: “Termasuk kewajiban tukang bangunan untuk tidak menembok suatu tempat kecuali setelah memeriksanya apakah padanya ada binatang atau tidak. Karena kami sering melihat kebanyakan pekerja bangunan itu terburu-buru menembok, padahal terkadang mengenai sesuatu yang tidak boleh dibunuh kecuali untuk dimakan, seperti burung kecil dan semisalnya. Dia membunuh binatang tadi dan memasukkannya ke dalam lumpur tembok. Dengan ini ia telah berkhianat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari sisi membunuh binatang ini.”

    Asy-Syaikh Abu Ali bin Ar-Rahhal berkata: “Apa yang disebutkan tentang (bolehnya mengurung burung dan semisalnya) hanyalah bila tidak mengandung unsur menyiksa, membikin lapar dan haus meski tanpa sengaja. Atau mengurungnya dengan burung lain yang akan mematuk kepala burung yang sekandang, seperti yang dilakukan oleh ayam-ayam jantan (bila) berada di kurungan, sebagiannya mematuk sebagiam yang lain sampai terkadang yang dipatuk mati. Ini semua, menurut kesepakatan ulama, adalah haram.” (Lihat Arba’un Haditsan fit Tarbiyati wal Manhaj hal. 32-33 karya Dr. Abdul Aziz As-Sadhan)

    Coba cermati ucapan Abu Ali bin Ar-Rahhal tadi, lalu bagaimana dengan orang yang sengaja mengadu ayam jantan, kambing, dan semisalnya?! Apakah tidak lebih haram?!

    Binatang-binatang yang boleh dibunuh

    Keharusan menyayangi binatang bukan berarti kita tidak boleh menyembelih binatang yang halal untuk dimakan. Karena agama Islam berada di tengah-tengah, antara mereka yang mengharamkan seluruh daging binatang dan di antara orang-orang yang menghalalkan memakan binatang apapun, meskipun babi. Demikian pula dibolehkan membunuh binatang yang jahat dan banyak mengganggu orang, merusak tanaman dan memakan ternak, seperti burung gagak, burung rajawali, kalajengking, tikus, anjing hitam, dan semisalnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Lima binatang yang semuanya jahat, (boleh) dibunuh di tanah haram (suci) yaitu: burung gagak, burung rajawali, kalajengking, tikus dan anjing yang suka melukai.” (HR. Al-Bukhari no. 1829)

    Masih banyak lagi jenis binatang yang boleh dibunuh karena mudharat yang muncul darinya.Dan termasuk yg boleh dibunuh juga ialah insan yg berhati binatang,bahkan membunuh mereka itu lebih utama kerana apabila mereka jahat mereka adalah lebih merbahaya daripada binatang.Namun membunuhnya pun tetap dengan cara yang baik. Tidak boleh dengan dibakar dengan api, dicincang, atau diikat hingga mati.

    Wallahu a’lam.

  23. ilham othmany Says:

    Teladan Rasulullah SAW
    Rasulullah SAW merupakan teladan hidup bagi umat Islam, dan prilakunya dapat dijadikan panduan dalam menelusuri kehidupan sosial di tengah masyarkat yang pluralis ini. Di antara persoalan sosial dalam masyarakat pluralis adalah ketentuan sikap seorang muslim dalam bergaul dengan non muslim.

    Di antaranya, Asma’ binti al-Shiddik merasa ragu berbuat baik kepada ibunya yang tidak memeluk Islam. Dalam keraguan itu, Rasulullah SAW memberikan panduan dan memerintahkan kepada Asma’ untuk tetap berbuat baik (berbakti) kepada ibunya itu (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim). Bahkan, Imam Muhammad Hasan al-Hanafi menegaskan kewajiban seorang anak muslim memberikan nafkah kepada orang tuanya yang non muslim.

    Berbuat baik kepada orang yang berbeda agama itu juga bisa dilakukan dalam bentuk berkunjung ke rumahnya. Sebagaimana Rasulullah SAW menziarahi pamannya non-muslim (musyrik), Abu Thalib, yang sedang sakit. Toleransi antar sesama pemeluk agama yang berbeda itu diterapkan Rasulullah SAW pada waktu menerima kedatangan utusan Kristen (Nashara) Najran.

    Rasulullah SAW menyambut mereka di Masjid Nabawi. Dan ketika waktu Ashar menjelang, Rasulullah SAW mengizinkan para utusan itu melaksanakan ibadahnya di masjid itu. Rasulullah SAW juga menampilkan teladan yang baik dengan berdiri memberikan penghormatan kepada jenazah seorang Yahudi yang diusung masyarakat menuju ke tempat penguburannya.

    Terkadang, berbuat baik antar penganut umat beragama itu juga bisa terjadi dalam bentuk pemberian hadiah. Dalam sejarah, Rasulullah SAW pernah menghadiahkan Kurma Ajwah kepada Abu Sufyan yang masih musyrik, dan Abu Sufyan pula pernah menghadiahkan makanan kepada Rasulullah SAW.

    Dan juga pernah terjadi, seorang Yahudi mengundang Rasulullah SAW makan roti gandum bersama, lalu Rasulullah SAW menghadiri undangan itu (HR Imam Ahmad). Rasulullah SAW juga pernah menerima hadiah dari penguasa Mesir non muslim (HR Imam Bukhari). Dan Umar bin Khattab juga pernah memberikan pakaian bagus kepada saudaranya yang non-muslim (Imam Nawawi: Shahih Muslim bi Syarh al-Nawawy: 14/39).

    Bahkan, dalam pemerintahan Islam, penduduk non-muslim (Ahli Zimmah) punya hak yang sama dengan umat Islam. Walaupun terjadi perbedaan pendapat di antara ulama fiqh, namun pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, seorang muslim yang membunuh seorang non-muslim, juga dikenakan hukuman kisas (hukuman setimpal).

    Imam Syafii mengatakan, Ali bin Abu Thalib juga pernah melaksanakan hukuman kisas atas seorang muslim yang membunuh non-muslim (Musnad Imam Syafii: 1/344). Dan sikap kedua pemimpin Islam (Khalifah) itu dijadikan pegangan oleh Khalifah kedelapan pemerintahan Umawiyyah, Umar bin Abdul Aziz (Munqiz Mahmud al-Saqqar: Al-Islam Risalah al-Ta’ayusy).

    Fakta Sejarah
    Catatan sejarah juga menunjukkan kesamaan hak bagi non-muslim dalam pandangan hukum Islam. Pada masa Negara Islam (khilafah) di bawah kepemimpinan Ali bin Abu Thalib, terjadi satu peristiwa yang diabadikan dalam tinta sejarah. Yaitu, Khalifah Ali bin Abi Thalib kehilangan baju besinya. Dan dia menemukan baju itu di tangan seorang Yahudi.

    Sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan Negara Islam, Ali mengadukan kasus itu kepada hakim, Syuraih al-Qadhi. Dan akhirnya, Ali kalah dalam pengadilan. Namun begitu, Yahudi itu merasa kagum dengan keadilan pemerintahan Islam, dan dia mengakui kesalahannya yang telah mencuri baju besi Ali, lalu dia menyatakan masuk Islam, dan Ali memberikan baju itu kepadanya (Ibnu Katsir: Al-Bidayah Wa al-Nihayah).

    Keadilan pemerintahan Islam dalam memberlakukan non-muslim ini juga tercatat dalam berbagai lembaran sejarah. Bahkan, penduduk Kristen Damaskus Suriah menegaskan sikap mereka kepada Gubernur Islam, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, bahwa mereka lebih menerima pemerintahan Islam daripada pemerintahan Romawi Kristen. Dan pemimpin Islam pada masa dulu tetap berlaku adil kepada non-muslim.

    Tercatat, Umar bin Khattab memberikan wasiat kepada pemimpin setelahnya untuk berlaku adil kepada Ahli Kitab, sekalipun yang melakukan pembunuhan kepada dirinya seorang non-muslim, Abu Lu’lu’ah. Perlakuan hidup toleran antar pemeluk agama yang berbeda itu juga diterapkan umat Islam dengan harmonis dan damai pada masa pemerintahan Islam Umawiyyah, Abbasiyyah, dan Usmaniyyah. Dan fakta sejarah ini diakui keberadaannya oleh para sejarawan Barat Kristen.

    Jadi, umat Islam tidak perlu lagi merubah sebagian keyakinan akidahnya dalam menjalani hidup toleran dengan pemeluk agama lain. Karena panduan agung yang terdapat dalam Alquran itu telah berhasil diterapkan dengan baik sejak masa Rasulullah SAW hingga hari ini.

    1. Gue Says:

      Apakah memeperistri anak berumur 9 tahun juga dalah teladan Muhammad? atau Kak Seto yang salah? Apakah orang yang tidak bermoral pantas jadi nabi masih kurang bagaiaman dengan Istri Zaid, Mummad menurunkan ayat untuk menghalalkan dia mengambil istri Zaid, Auloh hanyalah budak Muhhammd!

  24. ilham othmany Says:

    Di sini saya menyeru kepada semua non muslim agar memeluk Islam dan menjadi seorang Islam yg taat.Kalau kalian gak mau,maka masuk Islam saja pun sudah cukup kerana dengan semata-mata masuk Islam sahaja pun sudah cukup bagi kalian utk selamat dari dikekalkan di dalam neraka.Kalau gak mau juga,maka cobalah belajar Islam dari sumbernya yg asli.Mudah-mudahan hati kalian akan terketuk utk memluk Islam sebelum kalian mati.Kalau gak mau juga berhentilah dari memurtadkan umat Islam semoga dosa kalian tidak akan bertambah berat pada hari kiamat nanti.Mau tidak mau,masa berjalan dan umur kita habis sedikit demi sedikit.Allah swt berfirman “Demi masa sesungguhnya manusia itu di dalam kerugian melainkan orang-orang yg beriman dan beramal saleh.Dan yg berpesan-pesan dengan kebenaran dan yg berpesan-pesan dengan kesabaran” Nabi Muhammad saw bersabda:
    Rebutlah lima perkara sebelum datang lima perkara
    Masa masa muda sebelum datang masa tua
    masa kaya sebelum datang masa papa
    masa lapang sebelum datang masa sibuk
    Masa sehat sebelum datang masa sakit
    Masa hidup sebelum datang masa mati.

    Ya Allah Engkau berilah hidayah kepada seluruh umat Muhammad saw.Amin Ya Rabbal alamin!

    1. Adeng Hudaya Says:

      Ada kalimat yang lupa tuh anda sebut:

      Seharusnya anda bilang: “Kalau kalian nggak mau memeluk Islam, maka kepalamu akan terlepas dari badanmu. Sebab inilah yang dilakukan Nabi Muhammad sang junjungan kami, ketika mengislamkan semenanjung Arabia.”

      Wallahuallam

      1. someone Says:

        Adeng perlu belajar sejarah lagi

    2. muak Says:

      mending mati daripada jadi muslim,
      buat apa? nanti di surga mlongo melihat suami gw sibuk ama 72 bidadari???
      benar2 melecehkan wanita isi surga muslim

      1. someone Says:

        Beginilah klo melankolis, gak punya cinta kepada Tuhan. Apa bener wanita di syurga punya waktu memikirkan suaminya yang sibuk dengan 72 bidadari, padahal seluruh fikirannya tercurah hanya kepada Tuhan yang dicintanya dan hatinya diliputi kerinduan untuk bersua dengan-Nya?

  25. Adeng Hudaya Says:

    He…he…he….
    Seruan orang yang tengah putus asa.
    Karena justru sebaliknya bejibun Muslim yang telah meninggalkan Islam. Dan banyak dari mereka yang saat ini menjadi tokoh-tokoh dunia anti Islam, yang siang malam, tak lelah-lelahnya menyerukan umat Muslim agar segera meninggalkan Islam. Karena bukan saja Islam itu palsu dan bodoh, tetapi juga bahwa Islam itu tidak toleran dan penuh dengan kebencian.

    Gue pun hakul yakin, anda, meski mungkin dibutuhkan waktu bertahun-tahun, pasti akan meninggalkan Islam.
    Itu pasti!!!

    Gue yakin, respon elu adalah: NGGAK BAKALAN, INSYA ALLAH TIDAK!!!

    Tapi kita lihat beberapa tahun dari sekarang ya, potong leher gue kalau gue salah, kamu Ilham, akan menjadi seorang murtadin! Kamu akan menjadi pembenci Islam yang luar biasa,
    tetapi pada saat yang sama elu akan merasa berbelas kasihan melihat orang-orang Muslim mantan saudara elu yang masih mau dikadalin ame Momed SAW. Itu pasti!

  26. ilham othmany Says:

    Di akhir kitab permulaan wahyu, Imam Bukhari rahimahullah menceritakan sebuah kisah menarik tentang seorang seorang penguasa kerajaan super power kala itu, Romawi.
    Imam Bukhari rahimahullah berkata: Abul Yaman, Al Hakam bin Nafi’ telah menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’aib telah mengabarkan kepada kami dari Az Zuhry, bahwa dia berkata: ‘Ubaidullah bin Abdulah bin ‘Utbah bin Mas’ud mengabarkan kepada kami bahwa Abdullah bin Abbas mmberitahunya bahwa:

    Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu (yang pada waktu itu belum masuk Islam) memberitahunya bahwa suatu ketika Heraclius (Hercules) mengudangnya bersama suatu rombongan suku Quraisy ketika mereka sedang melakukan perjalanan perdagangan ke Syam, dan waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang dalam masa gencatan senjata dengan kuffar Quraisy.

    Mereka mendatanginya di Elia (Baitul Maqdis), kemudian Heraclius memanggilnya sedang di sampingnya banyak petinggi Romawi. Heraclius memanggil juru bicaranya untuk bertanya: Siapa diantara kalian yang paling dekat nasabnya dengan orang yang mengaku dirinya nabi ini (memaksdukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

    Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu berkata “Aku orang yang paling dekat nasabnya dengannya.”

    Heraclius kemudian berkata “Dekatkan dia kemari dan suruh teman-temannya berdiri di belakangnya.” Dan berkata kepada juru bicaranya “Katakan kepada teman-temannya bahwa aku ingin bertanya kepada orang ini (Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu) tentang orang yang mengaku nabi itu, dan jika kalian mendapatinya berbohong maka katakanlah bahwa dia bohong.”

    Abu Sufyan berkata “Demi Allah, seandainya bukan karena takut teman-temanku akan mendapatiku berdusta niscaya aku akan berbohong.” Kemudian Heraclius bertanya:

    “Bagaimana nasabnya diantara kalian?’

    Abu Sufyan menjawab “Dia seorang yang mempunyai nasab baik di tengah-tengah kami.”

    Heraclius melanjutkan pertanyaannya “Apakah pernah ada seorang sebelumnya yang berkata seperti dia (mengaku nabi)?”

    Abu Sufyan menjawab “Tidak”

    Heraclius bertanya “Apakah kakek-kakeknya ada yang menjadi raja?”

    Abu Sufyan menjawab “Tidak”

    Heraclius bertanya “Yang mengikutinya, apakah orang-orang yang terhormat atau orang-orang lemah?”

    Abu Sufyan menjawab “Yang mengikutinya orang-orang lemah.”

    Heraclius bertanya “Apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang?”

    Abu Sufyan menjawab “Bertambah.”

    Heraclius bertanya “Apakah ada dari mereka yang keluar dari agama itu karena benci dengan agama itu setelah masuk ke dalamnya?”

    Abu Sufyan menjawab “Tidak.”

    Heraclius bertanya “Apakah kalian pernah menuduhnya berbohong sebelum dia berbicara tentang hal ini (kenabian)?”

    Abu Sufyan menjawab “Tidak.”

    Heraclius bertanya “Apakah dia berkhianat?”

    Abu Sufyan menjawab “Tidak, tapi kami sekarang sedang dalam masa damai dengannya dan kami tidak tau apa yang dia lakukan sekarang.”

    Abu Sufyan berkata dalam dirinya “Aku tidak bisa menambah satu kalimatpun dalam menjawab pertanyaannya kecuali kalimat ini.”

    Heraclius melanjutkan pertanyaannya “Apakah kaian memeranginya?”

    Abu Sufyan menjawab “Ya.”

    Heraclius bertanya “Bagaimana keadaan peperangan kalian dengannya?”

    Abu Sufyan menjawab “Peperangan diantara kami bergantian, kadang kami menang dan kadan dia yang menang.”

    Heraclius bertanya “Apa yang dia perintahkan kepada kalian?”

    Abu Sufyan menjawab “Dia menyuruh untuk menyembah Allah saja dan tidak melakukan ibadah kepada selain-Nya serta menyuruh untuk meninggalkan yang dikatakan oleh pendahulu kami, juga menyuruh shalat, zakat, jujur, menjaga kesucian diri dan menyambung silaturahim.”

    Heracius kemudian berkata kepada juru bicaranya: “Katakan kepadanya bahwa aku bertanya tentang nasabnya dan dijawab bahwa dia mempunyai nasab baik, dan demikianlah keadaan para rasul sebelumnya, diutus dengan nasab yang baik di tengah kaumnya, kemudian aku bertanya apakah ada seseorang yang mendahuluinya berkata tentang hal ini, dan dijawab tidak, jika ada seorang yang mendahuluinya berkata seperti itu, niscaya akan aku katakan bahwa dia hanyalah seorang yang mengikuti orang lain berkata apa yang dikatakan orang lain, kemudian aku bertanya apakah ada diantara pendahulunya yang mempinyai kerajaan dan dijawab tidak, seandainya ada yang menjadi raja akan kukatakan bahwa dia hanya menginginkan kembali kerajaan pendahulunya.

    Kemudian aku tanya apakah kalian menuduhnya berdusta sebelum dia mengatakan perkataan ini dan dijawab tidak, maka aku tahu bahwa dia tidak mungkin meninggalkan dusta terhadap manusia dan kemudian berdusta atas nama Allah, kemudian aku tanya apakah yang mengikutinya adalah orang-orang mulia atau orang-orang lemah dan kau jawab bahwa yang mengikutinya adalah orang-orang lemah, dan merekalah pegikut para rasul, kemudian aku tanya apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang dan kau jawab bertambah, dan demikianlah halnya dengan iman yang senantiasa bertambah sampai sempurna.

    Kemudian aku tanya apakah ada diantara merek ayang keluar dari agamanya setelah masuk ke dalamnya dan kau jawab tidak, dan demikianlah jika iman sudah masuk ke dalam hati, kemudian aku tanya apakah dia berkhianat dan kau jawab tidak, dan demikianlah para rasul tidak mungkin berkhianat, kemudian aku bertanya apa yang ia perintahkan kepada kalian, kemudian kau jawab bahwa dia menyuruh kalian untuk menyembah Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan melarang menyembah berhala, menyuruh shalat, jujur, menjaga kesucian diri, maka jika apa yang kau katakan ini benar, niscaya dia akan menguasai tempat berdirinya kedua kakiku ini.

    Aku sudah tahu bahwa nabi itu akan keluar, tapi aku tidak menyengka bahwa dia berasal dari bangsamu. Jika aku tahu bahwa aku bisa sampai ke hadapannya, niscaya aku akan berjuang untuk sampai kepadanya. Kemudian jika aku ada di sampingnya aku akan mencuci kakinya.”

    Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disampaikan oleh Dihyah kepada peguasa Bushra, maka setelah diberikan kepadanya, dibacanya dan di isinya:

    “Dengan nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang. Dari Muhammad, hamba Allah dan rasul-Nya kepada Heraclius penguasa Romawi. Semoga keselamatan bagi pengikut kebenaran. Amma ba’d

    Aku menyerumu dengan Islam, masuk Islamlah niscaya kau akan selamat dan Allah akan memberimu pahala dua kali lipat, tapi jika kau menolak maka kau akan menanggung dosa rakyatmu dan ‘Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).’”

    Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu berkata “Setelah selesai dialog tersebut dan dia selesai membaca surat itu, banyak suara teriakan maka kami dikeluarkan, maka aku berkata kepada teman-temanku ketika kami dikeluarkan: Sungguh perkara ibnu Abi Kabsyah (memaksudkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah hal besar sampai-sampai ditakuti oleh raja kulit kuning. Kemudian aku yakin bahwa dia akan menang hingga Allah memasukkan Islam kedalam hatiku.

    Ibnu Nathur, Pemimpin Elia dan Uskup orang-orang nasrani Romawi menceritakan bahwa ketika Heraclius datang ke Elia, dia nampak tidak enak perasaannya, maka para petinggi Romawi bertanya kepadanya tentang keadaannya. (Ibnu Nathur berkata bahwa Heraclius adalah seorang yang meramal dengan bintang) Maka dia menjawab “Malam ini ketika aku melihat bintang, aku melihat bahwa raja yang berkhitan telah muncul, siapakah dari umat ini yang berkhitan?”

    Mereka menjawab “Tidak ada yang berkhitan selain orang Yahudi, maka janganlah mereka sampai membuatmu khawatir, perintahkan ke semua daerah kerajaanmu untuk membunuh semua Yahudi.”

    Ketika mereka sedang membahas hal itu, datang seorang laki-laki utusan raja Ghassan menceritakan tentang hal rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Heraclius kemudian berkata “Cari tahu, apakah dia berkhitan!”

    Mereka mencari tahu kemudian memberitahukan bahwa dia berkhitan, Heraclius kemudian bertanya tentang bangsa Arab maka mereka menjawab bahwa orang –orang Arab itu juga berkhitan. Heraclius berkata “Ini adalah raja umat ini telah muncul.”

    Heraclius kemudian menulis surat kepada seorang temannya yang merupakan bandingannya dalam ilmunya di Rumiyah, kemudian dia pergi ke Himsh dan tinggal disana sampai datang surat balasan dari temannya bahwa dia sependapat dengan Heraclius tentang munculnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bahwa dia adalah seorang nabi.

    Heraclius memanggil semua petinggi kerajaannya ke dalam istananya di Himsh dan menyuruh agar semua pintu dikunci, kemudian berkata “Wahai bangsa Romawi, maukah kalian mendapat mendapat kejayaan dan kemuliaan sedangkan kerajaan kalian akan tetap dengan berbaiat kepada nabi ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)?”

    Para petinggi romawi tersebut kemudian berlarian menuju pintu keluar seperti larinya keledai liar, tetapi mereka mendapati pintu terkunci semua. Setelah melihat penolakan mereka dan Heraclius putus asa mereka mau beriman, dia berkata “Suruh mereka kembali, aku berkata perkataan tadi untuk menguji ketguhan kalian atas agama kalian dan aku sudah mengetahuinya.” Maka mereka bersujud kepadanya dan rela terhadapnya


  27. WAHAI UMAT MANUSIA, PELUKLAH AGAMA ISLAM AGAR KALIAN SELAMAT DUNIA AKHERAT, SESUNGGUHNYA ISLAM ADALAH SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN


  28. Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallah ‘anhu menuturkan:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat tampan wajahnya, sangat luhur budi pekertinya, beliau tidak terlalu jangkung dan tidak pula terlalu pendek.” (HR. Al-Bukhari)

    Masih dari Al Bara’ radhiyallah ‘anhu ia berkata:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memiliki dada yang bidang dan lebar, beliau Shalallaahu alaihi wasalam memiliki rambut yang terurai sampai ke cuping telinga (bagian bawah telinga), saya pernah menyaksikan beliau mengenakan pakaian berwarna merah, belum pernah saya melihat sesuatu yang lebih indah daripada itu.” (HR. Al-Bukhari)

    Abu Ishaq As-Sabi’i berkata:
    “Seseorang pernah bertanya kepada Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallah ‘anhu: “Apakah wajah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lancip seperti sebilah pedang?” ia menjawab: “Tidak, bahkan bulat bagaikan rembulan!” (HR. Al-Bukhari)

    Anas bin Malik radhiyallah ‘anhu mengungkapkan:
    “Belum pernah tanganku menyentuh kain sutra yang lebih lembut daripada telapak tangan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Dan belum pernah aku mencium wewa-ngian yang lebih harum daripada aroma Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ” (Muttafaq ‘alaih)

    Di antara sifat beliau adalah “pemalu”, sampai-sampai Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallah ‘anhu mengatakan:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya.” (HR. Al-Bukhari)

    Demikianlah beberapa sifat dan budi pekerti Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Sungguh, ayah dan ibuku sebagai tebusannya! Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyempurnakan jasmani dan budi pekerti beliau Shalallaahu alaihi wasalam .


  29. Sebagaimana yang sudah dimaklumi bahwa Rasulullah r menikahi sembilan wanita yang kemudian dikenal dengan sebutan Ummahatul Mukminin Radhiallahu’anhum. Alangkah mulia dan tinggi kedudukan tersebut! Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menikahi seorang wanita yang berusia senja, berstatus janda, wanita yang lemah, hanya ‘Aisyah Radhiallaaha saja yang bertatus gadis di antara seluruh istri-istri beliau.

    Beliau adalah contoh terbaik dalam hal berlaku adil kepada para istri, dalam hal pembagian giliran ataupun urusan lainnya. ‘Aisyah Radhiallahu’anha mengungkapkan:
    Setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam hendak melakukan lawatan, beliau selalu mengundi para istri. Bagi yang terpilih akan menyertai beliau dalam lawatan tersebut. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam membagi giliran bagi setiap istri masing-masing sehari semalam.” (HR. Muslim)

    Riwayat Anas Radhiallaahu anhu berikut ini memaparkan kepada kita salah satu bentuk keadilan beliau kepada para istri. Anas Radhiallaahu anhu menceritakan:
    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mempunyai sembilan orang istri. Apabila beliau telah membagi giliran bagi para istri, beliau hanya bermalam di rumah istri yang tiba masa gilirannya. Biasanya para Ummahaatul Mukminin berkumpul setiap malam di rumah tempat beliau bermalam. Pada suatu malam, mereka berkumpul di rumah ‘Aiysah Radhiallahu’anha yang sedang tiba masa gilirannya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengulurkan tangannya kepada Zaenab Radhiallaahu anha yang hadir ketika itu. ‘Aisyah Radhiallaahu anha berkata: “Itu Zaenab!” Beliau segera menarik tangannya kembali.” (Muttafaq ‘alaih)

    Demikianlah suasana rumah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang agung. Suasana harmonis seperti itu hanya dapat terwujud dengan bimbingan taufik dan hidayah dari Allah Subhannahu wa Ta’ala. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala yang teraplikasi dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Beliau senantiasa menganjurkan istri-istri beliau untuk giat beribadah serta membantu mereka dalam melak-sanakan ibadah, sesuai dengan perintah Allah Subhannahu wa Ta’ala
    “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerja-kannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (Thaha: 132)

    Aisyah Radhiallaahu anha menceritakan:
    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa mengerjakan shalat malam sementara aku tidur melintang di hadapan beliau. Beliau akan membangunkanku bila hendak mengerjakan shalat witir.” (Muttafaq ‘alaih).

    Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menghimbau umatnya untuk mengerjakan shalat malam dan menganjurkan agar suami istri hendaknya saling membantu dalam mengerjakannya. Sampai-sampai sang istri boleh menggunakan cara terbaik untuk itu, yaitu dengan memercikkan air ke wajah suaminya! demikian pula sebaliknya. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bahwa beliau bersabda:
    “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati seorang suami yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu membangunkan istrinya untuk shalat bersama. Bila si istri enggan, ia memercikkan air ke wajah istrinya (supaya bangun). “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati seorang istri yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu membangunkan suaminya untuk shalat bersama. Bila si suami enggan, ia memercikkan air ke wajah suaminya (supaya bangun).” (HR. Ahmad)

    Perhatian seorang muslim terhadap penampilan luar sebagai pelengkap bagi kemurnian dan kesucian batinnya termasuk kesempurnaan pribadi dan ketaatan dalam beragama. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang suci lahir maupun batin, beliau menyenangi wangi-wangian dan siwak dan beliau menganjurkan umatnya untuk itu. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
    “Seandainya tidak menyusahkan umatku, niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Muslim)

    Dari Hudzaifah Radhiallaahu anhu ia berkata:
    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa menggosok giginya dengan siwak setiap kali bangun dari tidur.” (HR. Muslim)

    Syuraih bin Hani’ berkata: “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha : ‘Apa yang pertama sekali dilakukan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam setiap kali memasuki rumahnya?” ‘Aisyah Radhiallaahu anh menjawab: “Beliau Shalallaahu alaihi wasalam memulainya dengan bersiwak.” (HR. Muslim).

    Betapa besar perhatian beliau terhadap kebersihan! beliau mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bertemu dengan keluarga.

    Beliau selalu membaca doa setiap kali memasuki rumah, sebagai berikut:
    “Dengan menyebut nama Allah kami masuk (ke rumah), dan dengan menyebut nama Allah kami keluar (darinya), dan kepada Rabb kami, kami bertawakkal. Kemudian beliau mengucapkan salam kepada keluarganya.” (HR. Abu Daud)

    Wahai saudaraku, bahagiakanlah keluargamu dengan penampilan yang bersih dan ucapan salam ketika menemui mereka. Janganlah engkau ganti dengan cacian, makian dan bentakan.


  30. Telah kita ketahui bersama beberapa sifat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Sekarang kita ingin mengetahui tutur kata dan cara berbicara beliau. Sebelumnya, marilah kita simak penuturan ‘Aisyah radhiyallahu anha:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau Shalallaahu alaihi wasalam berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya.” (HR. Abu Daud)

    Beliau adalah seorang yang rendah hati lagi lemah lembut, sangat senang jika perkataannya dapat dipahami. Di antara bentuk kepedulian beliau terhadap umat ialah dengan memperhatikan tingkatan-tingkatan intelek-tualitas dan pemahaman mereka di dalam berkomunikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang sangat penyantun lagi sabar. Diriwayatkan dari ‘Aiysah radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata:
    “Tutur kata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan rapi, sehingga mudah dipahami oleh orang yang mendengarkannya.” (HR. Abu Daud)

    Cobalah perhatikan kelemah lembutan dan keluasan hati Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , beliau sudi mengulangi perkataan agar dapat dipahami!

    Anas bin Malik Radhiyallahu anhu mengungkapkan kepada kita:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sering mengulangi perkataannya tiga kali agar dapat dipahami.” (HR. Al-Bukhari)

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selalu berlaku lemah lembut kepada orang lain. Dengan sikap seperti itulah orang-orang menjadi takut, segan serta hormat kepada beliau!

    Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu ia berkata:
    Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Beliau mengajak laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya menggigil ketakutan. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya:
    “Tenangkanlah dirimu! Sesungguhnya aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita yang biasa memakan dendeng.” (HR. Ibnu Majah)


  31. Cobalah layangkan pandangan sejenak ke sudut-sudut rumah, para sahabat radhiyallaahu anhum akan menggambarkan kepada kita situasi di dalamnya berupa peralatan dan perabotan dll.

    Kita maklumi bersama bahwa tidaklah diperkenankan melayangkan pandangan ke dalam kamar atau rumah orang lain. Namun tujuan kita di sini adalah untuk mengambil contoh dan teladan dari rumah yang mulia tersebut. Rumah dengan ketawadhu’an sebagai asasnya dan keimanan sebagai modalnya. Dapat engkau lihat, dindingnya bersih dari gambar-gambar makhluk bernyawa yang banyak dipajang orang di rumah-rumah kebanyakan orang pada hari ini. Padahal Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah bersabda:
    “Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang terdapat padanya anjing atau gambar.” (HR. Al-Bukhari)

    Kemudian arahkan pandanganmu kepada perabotan rumah yang biasa dipakai beliau Shalallaahu alaihi wasalam sehari-hari. Diriwayatkan dari Tsabit ia berkata: Anas radhiyallaahu anhu memperlihatkan kepada kami sebuah gelas terbuat dari kayu yang tebal dan disepuh dengan besi. Ia berkata: “Wahai Tsabit, inilah gelas Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .” (HR. At-Tirmidzi)

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa meminum air, nabidz, madu dan susu dengan gelas itu.

    Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyalaahu anhu ia berkata:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa bernafas tiga kali sewaktu minum.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

    Yaitu bernafas di luar gelas. Beliau melarang bernafas di dalam gelas sewaktu minum dan beliau juga melarang meniup minuman. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. At-Tirmidzi)

    Adapun baju perang yang biasa beliau kenakan saat berjihad di medan peperangan, pada hari-hari yang keras dan penuh kesulitan, sudah tidak ditemukan lagi di rumah beliau. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah menggadaikannya kepada seorang Yahudi dengan tiga puluh sha’ gandum, sebagaimana yang dituturkan ‘Aisyah radhiyalaahu anha. Ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam wafat, baju perang itu masih ada di tangan orang Yahudi tersebut.

    Beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah membuat kaget keluarga atau membuat mereka takut. Namun beliau menemui keluarga dengan sepengetahuan mereka dan dengan memberi salam terlebih dahulu. (Lihat Zaadul Ma’aad II/ hal 381)

    Perhatikanlah dengan saksama hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berikut ini:
    “Alangkah beruntungnya orang yang mendapat hidayah kepada Islam, lalu dia mencukupkan diri dengan kehidupan yang sederhana serta bersikap qana’ah.” (HR. At-Tirmidzi)

    Simaklah baik-baik hadits yang agung berikut ini:
    “Barangsiapa yang aman sentosa di tengah-tengah kaumnya, sehat jasmaninya, lagi memiliki makanan pokoknya sehari-hari, maka seakan-akan ia telah meraih dunia dengan segala isinya.” (HR. At-Tirmidzi)


  32. Nabiyyul ummah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat setia menjaga hubungan tali silaturrahim. Kesetiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Beliau adalah seorang yang memiliki tanggung jawab yang sangat sempurna dalam hal itu. Sampai-sampai kaum Quraisy memuji beliau dan menggelar beliau dengan sebutan Ash-Shadiq Al-Amiin (yang jujur lagi sangat di percaya) sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Istri beliau tercinta, Khadijah radhiyallahu ‘anha melukiskan sifat beliau dengan ucapannya:
    “Engkau adalah seorang yang suka menyambung tali silaturrahim dan selalu berkata jujur.”

    Lihatlah! beliau Shalallaahu alaihi wasalam menunaikan hak yang paling besar dan melaksanakan kewajiban yang paling utama, yaitu menziarahi makam ibu beliau yang wafat pada saat beliau berusia tujuh tahun. Abu Hurairah menuturkannya kepada kita:
    Pada suatu ketika, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menziarahi makam ibunya. Beliau menangis dan ikut menangis juga para sahabat Radhiallaahu anhu yang ada di dekat beliau. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam lalu berkata:
    “Aku telah meminta izin kepada Rabbku untuk memohonkan ampunan bagi ibuku, namun Dia tidak mengizinkannya. Lalu aku minta izin untuk menziarahi makamnya, Dia pun mengizinkannya. Berziarah kuburlah kamu, sebab ziarah kubur mengingatkan kamu kepada hari kematian.” (HR. Muslim)

    Perhatikanlah, betapa besar kecintaan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam kepada karib kerabatnya. Demikian pula perhatian beliau untuk mendakwahi, membimbing serta menyela-matkan mereka dari api Neraka. Beliau Shallallahu’alaihi wasallam begitu tabah dalam menghadapi segala macam kesulitan untuk hal itu.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: “Ketika turun ayat “Dan berilah peringatan kepada karib kerabatmu yang terdekat.” (Asy-Syuara’ 214). Beliau mengundang pemuka Quraisy. Setelah mereka berkumpul, mulailah beliau memberikan pengarahan secara umum dan khusus. Beliau berkata:
    Wahai Bani Abdu Syams, wahai Bani Ka’ab bin Lu`ai, tebuslah diri kalian dari api Neraka! Wahai Bani Murrah bin Ka’ab, tebuslah diri kalian dari api Neraka! Wahai Bani Abdu Manaf, tebuslah diri kalian dari api Neraka! Wahai Bani Hasyim, tebuslah diri kalian dari api Neraka! Wahai Bani Abdul Muththalib, tebusah diri kalian dari api Neraka! Wahai Fathimah, tebuslah dirimu dari api Neraka! sedikitpun aku tidak berguna bagimu di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala , hanya saja kalian memiliki hubungan kekerabatan yang tetap aku pelihara baik.” (HR. Muslim)

    Beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah bosan dan jemu mendakwahi Abu Thalib, paman beliau. Berulang kali beliau menawarkan dakwah beliau kepadanya, hingga beliau menemuinya saat menjelang kematiannya, sebagaimana yang dikisahkan dalam riwayat di bawah ini:
    Ketika Abu Thalib tengah menghadapi kematian, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam datang menemuinya, sementara Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umaiyyah ada di dekatnya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya: “Wahai pamanku, ucapkanlah “Laa Ilaaha Illallaah!” sebuah kalimat yang akan aku jadikan hujjah untuk membelamu di hadapan Allah!” Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah mempengaruhinya dengan ucapan: “Wahai Abu Thalib, apakah engkau tega membenci agama Abdul Muththalib?” mereka berdua terus mempengaruhinya sehingga kalimat terakhir yang diucapkan Abu Thalib adalah: “Aku wafat di atas agama Abdul Muththalib!”

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pun berkata: “Aku akan terus memohonkan ampun bagimu selama hal itu belum dilarang atasku!”

    Hingga akhirnya turunlah ayat:
    “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni Neraka Jahannam.” (At-Taubah: 113)

    Lalu turun juga ayat:
    “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.” (Al-Qashash: 56)
    (Kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari dan Muslim dalam kitab mereka).

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah berulang kali mendakwahi Abu Thalib semasa hidupnya. Hingga pada saat-saat terakhir menjelang wafatnya. Kemudian beliau iringi dengan permohonan ampunan baginya sebagai bentuk kebaikan dan kasih sayang beliau terhadapnya, hingga turun ayat yang melarang hal itu. Beliau patuhi dan taati perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala , setelah itu beliau tidak lagi memanjatkan doa bagi orang-orang musyrik meskipun dari kalangan kerabat beliau. Itulah bentuk kasih sayang yang amat agung terhadap umat. Di lain pihak, itu juga merupakan sikap loyalitas yang tinggi terhadap Dienul Islam serta bara’ (berlepas diri) dari orang-orang kafir dan musyrik meskipun berasal dari kalangan keluarga dan kaum kerabat. Alangkah indah lantunan syair berikut ini:

    Beliau adalah seorang nabi yang diutus kepada kami.
    Setelah kami tenggelam dalam keputus-asaan dan kekosongan para rasul.
    Sementara berhala-berhala disembah di muka bumi.
    Beliau datang sebagai pelita yang menerangi.
    Sebagai pembimbing yang bersinar secerah kilatan pedang India.
    Beliau memperingatkan kami dari siksa api Neraka.
    Membawa kabar gembira berupa kenikmatan Surga.
    Beliau bimbing kami kepada Islam.
    Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala semata


  33. Rumah seseorang ibarat cermin yang menggambarkan keluhuran akhlak, kesempurnaan budi pekerti, keelokan pergaulan dan ketulusan nuraninya. Tidak ada seorang pun yang melihat apa yang diperbuatnya di balik kamar dan dinding. Saat ia bersama hamba sahaya, bersama pembantu atau bersama istrinya. Ia bebas berbuat tanpa ada rasa sungkan dan berpura-pura. Sebab ia adalah raja yang memerintah dan melarang di dalam rumahnya. Semua anggota keluarga yang berada di bawah tanggungannya adalah lemah. Marilah kita lihat bersama aktifitas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam rumah, selaku pemimpin dan panutan umat yang memiliki kedudukan yang mulia dan derajat yang tinggi. Bagaimanakah keadaan beliau di dalam rumah?

    Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah ditanya: “Apakah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam rumah?” Ia radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang manusia biasa. Beliau menambal pakaian sendiri, memerah susu dan melayani diri beliau sendiri.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

    Demikianlah contoh sebuah ketawadhu’an dan sikap rendah hati (tidak takabur) serta tidak memberatkan orang lain. Beliau turut mengerjakan dan membantu pekerjaan rumah tangga. Seorang hamba Allah yang terpilih tidaklah segan mengerjakan hal itu semua.

    Dari rumah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang penuh berkah itulah memancar cahaya Islam, sedangkan beliau sendiri tidak mendapatkan makanan yang dapat mengganjal perut beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. An-Nu’man bin Basyir menuturkan kepada kita keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
    �Aku telah menyaksikan sendiri keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sampai-sampai beliau tidak mendapatkan kurma yang jelek sekalipun untuk mengganjal perut.” (HR. Muslim)

    Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
    “Kami, keluarga Muhammad, tidak pernah menya-lakan tungku masak selama sebulan penuh, makanan kami hanyalah kurma dan air.” (HR. Al-Bukhari)

    Tidak ada satu perkara pun yang melalaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari beribadah dan berbuat ketaatan. Apabila sang muadzin telah mengumandangkan azan; “Marilah tegakkan shalat! Marilah menggapai kemenangan!” beliau segera menyambut seruan tersebut dan meninggalkan segala aktifitas duniawi.

    Diriwayatkan dari Al-Aswad bin Yazid ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: ‘Apakah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di rumah?’ ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab: “Beliau biasa membantu keluarga, apabila mendengar seruan azan, beliau segera keluar (untuk menunaikan shalat).” (HR. Muslim)

    Tidak satupun riwayat yang menyebutkan bahwa beliau mengerjakan shalat fardhu di rumah, kecuali ketika sedang sakit. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terserang demam yang sangat parah. Sehingga sulit baginya untuk keluar rumah, yakni sakit yang mengantar beliau menemui Allah shallallahu ‘alaihi wasallam.

    Disamping beliau lemah lembut dan penuh kasih sayang terhadap umatnya, namun beliau juga sangat marah terhadap orang yang meninggalkan shalat fardhu berjamaah (di masjid). Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Sungguh betapa ingin aku memerintahkan muazdin mengumandangkan azan lalu iqamat, kemudian aku memerintahkan seseorang untuk mengimami shalat, lalu aku berangkat bersama beberapa orang yang membawa kayu bakar menuju kaum yang tidak menghadiri shalat jamaah, untuk membakar rumah-rumah mereka.” (Muttafaq ‘alaih)

    Sanksi yang sangat berat tersebut menunjukkan betapa penting dan utamanya shalat berjamaah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Barangsiapa yang mendengar seruan azan, lalu ia tidak menyambutnya (mendatangi shalat berjamaah), maka tidak ada shalat baginya kecuali karena uzur.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

    1. Adeng Hudaya Says:

      Pasangan warga Palestina, Muhammad dan Samah Alawneh – diceraikan secara paksa oleh pengadilan Islam Palestina

      Sumber: http://www.buktidansaksi.com/blogs/316/2011/01/Pengadilan-Islam-Palestina-Menceraikan-Secara-Paksa-Pasangan-Ahmadiyah

      Ahmadiyah adalah satu sekte/bidat dari agama Islam. Rasul mereka hidup di abad ke-19. Ia adalah sebuah sekte Islam yang unik, karena konsep damai menjadi pusat dari sistem kepercayaan mereka. Ada sekitar 4 juta pengikut Ahmadiyah di seluruh dunia, kebanyakan hidup di Asia Tenggara. Namun demikian, orang-orang Ahmadiyah ini dilecehkan dan didiskriminasikan oleh ‘saudara-saudara Muslim’ mereka yang ada di negara-negara Islam. Islam tradisional, apakah Sunni ataupun Syiah, menganggap Ahmadiyah sebagai sebuah aliran penyembahan berhala. Tetapi penganut Ahmadiyah sama baiknya seperti orang-orang yang sudah murtad. “Orang-orang Muslim yang baik” membakar rumah-rumah serta tempat-tempat ibadah mereka. Banyak dari orang Ahmadiyah yang secara fisik terluka bahkan tewas akibat serangan-serangan tak henti yang dilakukan oleh orang-orang Muslim yang baik itu. Pakistan memimpin pertempuran ini. Tahun lalu saja, dua dari mesjid orang Ahmadiyah dibom, dengan jumlah orang tewas mencapai 97 orang.

      Ada sekitar 2 lusin penganut Ahmadiyah di Palestina. Mereka hidup di tengah-tengah jutaan orang Muslim Sunni. Sebagaimana sudah disebutkan di atas, penganut Ahmadiyah dianggap sebagai orang-orang yang sudah murtad.

      Muhammad dan Samah Alawneh adalah pasangan suami isteri Palestina. Mereka menjadi penganut Ahmadiyah sekitar setahun lalu. Mereka tinggal di kota Tulkarem di Tepi Barat. Mereka banyak mengalami kekerasan dan penghinaan dari “orang-orang Muslim setempat yang baik” di kota mereka. Untuk membuat penghinaan itu semakin lebih berat lagi, sebuah pengadilan Islam lokal, mengeluarkan sebuah keputusan bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah murtad dan karena itu membubarkan pernikahan mereka.

      Pasangan lainnya, dimana suami adalah penganut Ahmadiyah sementara isterinya tidak, juga sedang menghadapi tuntutan serupa di pengadilan.

      Selamat datang di sistem kepercayaan abad ke 7 Arabia, yang dibuat oleh seorang pria gila beserta para pengikutnya…


  34. Perilaku seseorang merupakan barometer akal dan kunci untuk mengenal hati nuraninya. ‘Aisyah Ummul Mukminin putri Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma seorang hamba terbaik yang mengenal akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan yang dapat menceritakan secara detail keadaan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah orang yang paling dekat dengan beliau baik saat tidur maupun terjaga, pada saat sakit maupun sehat, pada saat marah maupun ridha.

    Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan. (HR. Ahmad)

    Demikianlah akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wasallam selaku nabi umat ini yang penuh kasih sayang dan selalu memberi petunjuk, yang penuh anugrah serta selalu memberi nasihat. Semoga shalawat dan salam tercurah atas beliau.

    Al-Husein cucu beliau menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata: “Aku bertanya kepada ayahku tentang adab dan etika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau, ayahku menuturkan: “Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa tersenyum, luhur budi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja yang mengharapkanya pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas. Beliau meninggalkan tiga perkara: “riya’, berbangga-bangga diri dan hal yang tidak bermanfaat.” Dan beliau menghindarkan diri dari manusia karena tiga perkara: “beliau tidak suka mencela atau memaki orang lain, beliau tidak suka mencari-cari aib orang lain, dan beliau hanya berbicara untuk suatu maslahat yang bernilai pahala.” Jika beliau berbicara, pembicaraan beliau membuat teman-teman duduknya tertegun, seakan-akan kepala mereka dihinggapi burung (karena khusyuknya). Jika beliau diam, barulah mereka berbicara. Mereka tidak pernah membantah sabda beliau. Bila ada yang berbicara di hadapan beliau, mereka diam memperhatikannya sampai ia selesai bicara.
    Pembicaraan mereka disisi beliau hanyalah pembicaraan yang bermanfaat saja. Beliau tertawa bila mereka tertawa. Beliau takjub bila mereka takjub, dan beliau bersabar menghadapi orang asing yang kasar ketika berbicara atau ketika bertanya sesuatu kepada beliau, sehingga para sahabat shallallahu ‘alaihi wasallam selalu mengharapkan kedatangan orang asing seperti itu guna memetik faedah. Beliau bersabda: “Bila engkau melihat seseorang yang sedang mencari kebutuhannya, maka bantulah dia.” Beliau tidak mau menerima pujian orang kecuali menurut yang selayaknya. Beliau juga tidak mau memutuskan pembicaraan seeorang kecuali orang itu melanggar batas, beliau segera menghentikan pembicaraan tersebut dengan melarangnya atau berdiri meninggalkan majlis.” (HR. At-Tirmidzi)

    Cobalah perhatikan satu persatu akhlak dan budi pekerti nabi umat ini shallallahu ‘alaihi wasallam. Pegang teguh akhlak tersebut dan bersungguh-sungguhlah dalam meneladaninya, sebab ia adalah kunci seluruh kebaikan.

    Di antara petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah mengajarkan perkara agama kepada teman-teman duduknya, di antara yang beliau ajarkan adalah:
    “Barangsiapa yang wafat sedangkan ia memohon kepada selain Allah, ia pasti masuk Neraka.” (HR. Al-Bukhari)

    Di antaranya juga:
    “Seorang muslim adalah yang kaum muslimin dapat terhindar dari gangguan lisan dan tangan-nya, seorang muhajir (yang berhijrah) adalah yang meninggalkan segala yang dilarang Allah Subhanahu wata�ala” (Muttafaq ‘alaih).

    Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:
    “Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid di malam kelam, berupa cahaya yang sempurna pada Hari Kiamat.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Daud)

    Demikian pula sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :
    “Perangilah kaum musyrikin dengan harta, jiwa dan lisan kamu.” (HR. Abu Daud)

    Diriwayatkan juga dari beliau:
    “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan sebuah perkataaan yang belum jelas bermanfaat baginya sehingga membuat ia terperosok ke dalam api Neraka lebih jauh daripada jarak timur dan barat.” (Muttafaq ‘alaih)


  35. Pada zaman jahiliyah, kelahiran seorang bayi perempuan adalah lembaran hitam dalam kehidupan sepasang suami istri. Bahkan merupakan lembaran hitam bagi keluarga dan kabilahnya. Kepercayaan masyarakat jahiliyah seperti itu mendorong mereka mengubur anak perempuan hidup-hidup karena takut cela dan aib. Penguburan anak perempuan tersebut dilakukan dengan cara yang sangat sadis tanpa ada rasa sayang dan belas kasih sama sekali. Anak perempuan tersebut dikubur hidup-hidup. Mereka melakukan perbuatan terkutuk itu dengan berbagai macam cara. Di antaranya, jika lahir seorang bayi perempuan, mereka sengaja membiarkan bayi itu hidup sampai berusia 6 tahun, kemudian si bapak berkata kepada ibu anak yang malang tersebut: “Dandanilah anak ini, sebab aku akan membawanya menemui paman-pamannya.” Sementara si bapak telah menyiapkan lubang di tengah padang pasir yang sepi. Lalu dibawalah anak perempuannya itu menuju lubang tersebut. Sesampainya di sana si bapak berkata kepadanya: “Lihatlah lubang itu!” lalu sekonyong-konyong ia dorong anak itu ke dalamnya dan menimbunnya dengan tanah secara sadis dan keji.

    Di tengah-tengah masyarakat jahiliyah seperti itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam muncul dengan membawa agama yang agung ini, agama yang menghormati hak-hak perempuan, baik statusnya sebagai ibu, istri, anak, kakak ataupun bibi.

    Putri-putri beliau begitu banyak mendapat curahan kasih sayang dari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Apabila Fathimah radhiyallahu ‘anha datang, beliau akan segera bangkit menyambutnya sambil memegang tangannya, lalu menempatkannya di tempat duduk beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Demikian pula bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang mengunjungi Fathimah radhiyallahu ‘anhu, ia segera bangkit menyambut beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sambil menuntun tangan beliau dan menciumnya serta menempatkan beliau di tempat duduknya. (Sebagaimana tertera dalam HR. Abu Daud, Tirmidzi dan An-Nasaai)

    Meskipun beliau begitu sayang kepada putri-putrinya dan begitu memuliakan mereka, namun beliau rela menerima talaq (perceraian) kedua putri beliau Ruqaiyyah dan Ummu Kaltsum radhiyallahu ‘anhuma dari suami mereka, yaitu ‘Utbah dan ‘Utaibah putra Abu Lahab setelah turun surat Al-Lahab (“Binasalah kedua tangan Abu Lahab”). Beliau tetap sabar serta mengharap pahala dari Allah Ta’ala. Beliau tidak berkenan menghentikan dakwah atau surut ke belakang. Pasalnya kaum Quraisy mengancam, bila beliau tidak menghentikan dakwah, maka kedua putri beliau akan dicerai. Namun beliau tetap teguh dan sabar serta tidak goyah dalam mendakwahkan agama Islam.

    Di antara bentuk sambutan hangat beliau terhadap putri beliau adalah sebagaimana yang dituturkan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: “Pada suatu hari kami, para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berada di sisi beliau. Lalu datanglah Fathimah radhiyallahu ‘anha kepada beliau dengan berjalan kaki. Gaya berjalannya sangat mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya, beliau memberikan ucapan selamat untuknya, beliau berkata:
    “Selamat datang wahai putriku.” Kemudian beliau tempatkan ia di sebelah kanan atau kiri beliau.” (HR. Muslim)

    Di antara bentuk kasih sayang dan cinta beliau kepada putri-putri beliau ialah dengan mengunjungi mereka dan menanyakan kabar dan problem yang mereka hadapi. Fathimah radhiyallahu ‘anha pernah datang menemui beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan tangannya yang lecet karena mengadon tepung, ia meminta seorang pelayan kepada beliau. Namun Fatihmah radhiyallahu ‘anha tidak bertemu dengan beliau. Fathimah radhiyallahu ‘anha melaporkan kedatangannya kepada ‘Aisyah radhiyallah ‘anha. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan perihal kedatangan Fathimah radhiyallahu ‘anha. ‘Ali radhiyallahu ‘anhu menuturkannya kepada kita:

    Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lalu datang menemui kami berdua saat kami sudah berbaring di atas dipan. Ketika beliau datang, kamipun segera bangkit. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tetaplah di tempat kamu!” beliaupun mendekat lalu duduk di antara kami berdua hingga aku dapat merasa-kan sejuk kedua telapak kaki beliau di dadaku. Beliau bersabda:

    “Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik bagi kamu berdua daripada seorang pelayan?” Apabila kamu hendak tidur, bacalah takbir (Allahu Akbar) tiga puluh empat kali, tasbih (Subhaa-nallaah) tiga puluh tiga kali, dan tahmid (Alham-dulillahi) tiga puluh tiga kali. Sesungguhnya bacaan tersebut lebih baik bagimu daripada seorang pelayan.” (HR. Al-Bukhari)

    Sungguh, pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terdapat teladan yang baik bagi kita, teladan dalam kesabaran dan ketabahan. Seluruh putra-putri beliau wafat sewaktu beliau masih hidup -kecuali Fathimah radhiyallah ‘anha, namun meskipun demikian beliau tidak menampar-nampar wa-jah, merobek-robek pakaian dan tidak mengadakan kenduri kematian (sebagaimana yang dilakukan mayoritas manusia sebagai ungkapan kesedihan dan belasungkawa). Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tetap sabar dan tabah dengan mengharap pahala dari Allah Ta’ala serta ridha atas takdir dan ketentuan Allah Ta’ala


  36. Di bawah naungan rumah tangga yang bersahaja di situlah tinggal sang istri, pahlawan di balik layar pembawa ketenangan dan kesejukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalihah.” (Lihat Shahih Jami’ Shaghir karya Al-Albani)

    Di antara keelokan budi pekerti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keharmonisan rumah tangga beliau ialah memanggil ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan nama kesayangan dan mengabarkan kepadanya berita yang membuat jiwa serasa melayang-layang.

    Aisyah radhiyallah ‘anha menuturkan: “Pada suatu hari Rasu-lullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya:
    “Wahai ‘Aisy (panggilan kesayangan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ), Malaikat Jibril ‘alaihissalam tadi menyampaikan salam buatmu.” (Muttafaq ‘alaih)

    Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam selaku Nabi umat ini yang paling sempurna akhlaknya dan paling tinggi derajatnya telah memberikan sebuah contoh yang berharga dalam hal berlaku baik kepada sang istri dan dalam hal kerendahan hati, serta dalam hal mengetahui keinginan dan kecemburuan wanita. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menempatkan mereka pada kedudukan yang diidam-idamkan oleh seluruh kaum hawa. Yaitu menjadi seorang istri yang memiliki kedudukan terhormat di samping suaminya.

    Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
    Suatu ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya.” (HR. Muslim)

    Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah seperti yang diduga oleh kaum munafikin atau seperti yang dituduhkan kaum orientalis dengan tuduhan-tuduhan palsu dan pengakuan-pengakuan bathil. Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lebih memilih etika berumah tangga yang paling elok dan sederhana.

    Diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa ia berkata:
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencium salah seorang istri beliau kemudian berangkat menunaikan shalat tanpa memperbaharui wudhu’.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

    Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menjelaskan dengan gamblang tingginya kedudukan kaum wanita di sisi beliau. Mereka kaum hawa memiliki kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjawab pertanyaan ‘Amr bin Al-’Ash radhiyallah ‘anhu seputar masalah ini, beliau jelaskan kepadanya bahwa mencintai istri bukanlah suatu hal yang tabu bagi seorang lelaki yang normal.

    Amr bin Al-’Ash radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Siapakah orang yang paling engkau cintai?” beliau menjawab: “‘Aisyah!” (Muttafaq ‘alaih)

    Barangsiapa yang mengidamkan kebahagiaan rumah tangga, hendaklah ia memperhatikan kisah- kisah ‘Aisyah radhiyallah ‘anha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana kiat-kiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membahagiakan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata:
    “Aku biasa mandi berdua bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu bejana.” (HR. Al-Bukhari)

    Rasulullah tidak melewatkan kesempatan sedikit pun kecuali beliau manfaatkan untuk membahagiakan dan menyenangkan istri melalui hal-hal yang dibolehkan.

    Aisyah radhiyallah ‘anha mengisahkan:
    Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad)

    Sungguh! merupakan sebuah bentuk permainan yang sangat lembut dan sebuah perhatian yang sangat besar. Beliau perintahkan rombongan untuk berangkat terlebih dahulu agar beliau dapat menghibur hati sang istri dengan mengajaknya berlomba lari. Kemudian beliau memadukan permainan yang lalu dengan yang baru, beliau berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!”

    Bagi mereka yang sering bepergian melanglang buana serta memperhatikan keadaan orang-orang yang terpandang pada tiap-tiap kaum, pasti akan takjub terhadap perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau adalah seorang Nabi yang mulia, pemimpin yang selalu berjaya, keturunan terhormat suku Quraisy dan Bani Hasyim. Pada saat-saat kejayaan, beliau kembali dari sebuah peperangan dengan membawa kemenangan bersama rombongan pasukan besar. Meskipun demikian, beliau tetap seorang yang penuh kasih sayang dan rendah hati terhadap istri-istri beliau para Ummahaatul Mukiminin radhiyallah ‘anhu. Kedudukan beliau sebagai pemimpin pasukan, perjalanan panjang yang ditempuh, serta kemenangan demi kemenangan yang diraih di medan pertempuran, tidak membuat beliau lupa bahwa beliau didampingi para istri-istri kaum hawa yang lemah yang sangat membutuhkan sentuhan lembut dan bisikan manja. Agar dapat menghapus beban berat perjalanan yang sangat meletihkan.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali dari peperangan Khaibar, beliau menikahi Shafiyyah binti Huyaiy radhiyallahu ‘anha. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengulurkan tirai di dekat unta yang akan ditunggangi untuk melindungi Shafiyyah radhiyallah ‘anha dari pandangan orang. Kemudian beliau duduk bertumpu pada lutut di sisi unta tersebut, beliau persilakan Shafiyyah radhiyallah ‘anha untuk naik ke atas unta dengan bertumpu pada lutut beliau.

    Pemandangan seperti ini memberikan kesan begitu mendalam yang menunjukkan ketawadhu’an beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selaku pemimpin yang berjaya dan seorang Nabi yang diutus- memberikan teladan kepada umatnya bahwa bersikap tawadhu’ kepada istri, mempersilakan lutut beliau sebagai tumpuan, membantu pekerjaan rumah, membahagiakan istri, sama sekali tidak mengurangi derajat dan kedudukan beliau.


  37. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang pemimpin yang sangat memperhatikan urusan umat dan seluruh pasukannya. Beliau juga sangat perhatian terhadap bawahan serta anggota keluarga. Disamping itu beliau juga tetap menjaga amal ibadah serta wahyu yang diturunkan. Dan banyak lagi urusan lain yang beliau perhatikan. Sungguh merupakan amal yang sangat agung dalam rangka memenuhi tuntutan kehidupan dan membangkitkan motivasi, yang tidak akan mampu dilaksanakan oleh sembarang orang. Namun Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam meletakkan setiap hak pada tempatnya. Beliau tidak akan mengurangi hak orang lain atau meletakkan hak tersebut tidak pada tempatnya. Meskipun sangat banyak beban dan pekerjaan, namun beliau tetap memberikan tempat bagi anak-anak kecil dihatinya. Beliau sering mengajak mereka bercanda dan bersenda gurau, mengambil hati mereka dan membuat mereka senang.

    Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : “Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Tentu, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Ahmad).

    Anas Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita salah satu bentuk canda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah memanggilnya dengan sebutan: “Wahai pemilik dua telinga!” (maksudnya bergurau dengannya) (HR. Abu Dawud)

    Anas Radhiallaahu anhu mengisahkan: “Ummu Sulaim Radhiallaahu anha mempunyai seorang putra yang bernama Abu ‘Umair. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sering bercanda dengannya setiap kali beliau datang. Pada suatu hari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam datang mengunjunginya untuk bercanda, namun tampaknya anak itu sedang sedih.

    Mereka berkata:
    Wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , burung yang biasa diajaknya bermain sudah mati.” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lantas bercanda dengannya, beliau berkata:
    “Wahai Abu ‘Umair, apakah gerangan yang sedang dikerjakan oleh burung kecil itu?” (HR. Abu Daud)

    Demikian pula dengan para sahabat Radhiallaahu anhum, salah satu di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: “Ada seorang pria dusun bernama Zahir bin Haram. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sangat menyukainya. Hanya saja tampangnya jelek. Pada suatu hari, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menemuinya sewaktu ia menjual barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memeluknya dari belakang sehingga ia tidak dapat melihat beliau. Ia pun berkata: “Lepaskan aku! Siapakah ini?” Setelah menoleh ia pun mengetahui ternyata yang memeluknya adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merapatkan punggungnya ke dada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lantas berkata: “Siapakah yang sudi membeli hamba sahaya ini?” Iapun berkata: “Demi Allah wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , kalau demikian aku tidak akan laku dijual!” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam membalas: “Justru engkau di sisi Allah sangat mahal harganya!” (HR. Ahmad)

    Sungguh merupakan akhlak yang terpuji dari baginda Nabi yang mulia dan luhur budi pekertinya Shalallaahu alaihi wasalam .
    Meskipun beliau bersikap luwes terhadap keluarga dan kaumnya, namun tetap ada batasannya. Beliau tidaklah melampaui batas bila tertawa, beliau hanya tersenyum. Sebagaimana yang dituturkan ‘Aisyah Radhiallaahu anha :
    “Belum pernah aku melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan anak lidah beliau. Namun beliau hanya tersenyum.” (Muttafaq ‘alaih)

    Meskipun beliau selalu bermuka manis dan elok dalam perrgaulan, namun bila peraturan-peraturan Allah dilanggar, wajah beliau akan memerah karena marah. ‘Aisyah Radhiallaahu anha menuturkan kepada kita: “Pada suatu ketika, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam baru kembali dari sebuah lawatan. Sebelumnya aku telah menirai pintu rumahku dengan korden tipis yang bergambar. Ketika melihat gambar itu Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam langsung merobeknya hingga berubah rona wajah beliau seraya berkata:
    “Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada Hari Kiamat adalah orang-orang yang meniru-niru ciptaan Allah.” (Muttafaq ‘alaih)


  38. Ubay bin Ka’Ab Radhiallaahu anhu menuturkan kepada kita bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
    “Jika salah seorang di antara kamu mendatangi pembaringannya, hendaklah mengibaskan kasurnya dengan ujung kain (untuk membersihkannya) serta sebutlah asma Allah Subhanahu wa Ta’ala Sebab ia tidak tahu kotoran apa yang melekat pada kasurnya itu sepening-galnya. Jika hendak berbaring, hendaklah berbaring dengan bertelekan pada rusuk kanan. Dan hendaklah mengucapkan:

    “Maha suci Engkau Ya Allah Ya Rabbi, dengan menyebut nama-Mu aku meletakkan tubuhku, dan dengan nama-Mu jua aku mengangkatnya kembali. Jika Engkau mengambil ruhku (jiwaku), maka berilah rahmat padanya. Tetapi, bila Engaku melepas-kannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

    Di antara bimbingan yang beliau ajarkan kepada setiap muslim dan muslimah adalah:
    “Jika kamu mendatangi pembaringanmu, hendaklah berwudhu’ sebagaimana engkau berwudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah dengan bertelekan pada rusuk kananmu.”

    Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata:
    Setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam hendak tidur di pembaring-annya pada tiap malam, beliau merapatkan kedua telapak tangannya. Lalu meniupnya dan membaca surat Al-Ikhlas (Qul Huwallaahu Ahad), surat Al-Falaq (Qul A’uudzu birabbil Falaq) dan surat An-Naas (Qul A’uudzu birabbin Naas). Kemudian beliau mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengan kedua telapak tangannya itu. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

    Anas bin Malik Radhiallaahu anhu meriwayatkan: “Setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam hendak tidur di pembaringannya beliau selalu berdoa:
    “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, memberi kami minum dan memberi kami kecukupan dan tempat berteduh. Betapa banyak orang yang tidak mempunyai Tuhan yang mem-berikan kecukupan dan tempat berteduh.” (HR. Muslim)

    Dari Abu Qatadah Radhiallaahu anhu ia berkata:
    “Sesungguhnya bila Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam beristirahat dalam perjalanannya di malam hari, beliau berbaring dengan bertelekan pada rusuk kanan. Dan apabila beliau beristirahat pada waktu menjelang subuh, beliau tegakkan lengan dan beliau letakkan kepala di atas telapak tangan.” (HR. Muslim)

    Meskipun anugrah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala curahkan kepada kita begitu banyak, namun cobalah lihat wahai saudaraku, kasur yang dipakai penghulu para Nabi, penutup para rasul, makhluk yang paling utama, sebaik-baik bani adam di atas muka bumi. Diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiallaahu anhu ia berkata:
    “Sesungguhnya kasur yang dipakai oleh Rasulullah r hanyalah terbuat dari kulit binatang (yang telah disamak) yang diisi dengan sabut kurma.” (HR. Muslim)

    Pada suatu ketika, beberapa orang sahabat Radhiallaahu anhum datang menemui beliau, berikut juga Umar Radhiallaahu anhu. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lantas bangkit merubah posisinya, Umar Radhiallaahu anhu melihat tidak ada kain yang melindungi tubuh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari tikar yang dipakainya berbaring. Ternyata tikar tersebut membekas pada tubuh beliau Shalallaahu alaihi wasalam . Melihat pemandangan itu Umar Radhiallaahu anhu pun menangis. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepadanya: “Apakah gerangan yang membuatmu menangis wahai Umar?” ia menjawab: “Demi Allah, karena saya tahu bahwa engkau tentu lebih mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala daripada raja Kisra maupun Kaisar. Mereka dapat berpesta pora di dunia sesuka hatinya. Sedangkan Engkau adalah seorang Utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala namun keadaan engkau sungguh sangat memprihatinkan sebagaimana yang aku saksikan sekarang,” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Tidakkah engkau ridha wahai Umar, kemegahan dunia ini diberikan bagi mereka, sedangkan pahala akhirat bagi kita!” Umar Radhiallaahu anhu menjawab: “Tentu saja!” “Demikianlah adanya!” jawab Nabi.” (HR. Ahmad)


  39. “Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (Al-Muzzammil: 1-4)

    Abu Hurairah Radhiallahu anhu menceritakan:
    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa mengerjakan shalat malam hingga membengkak kedua telapak kakinya. Ada yang bertanya kepada beliau: “Wahai Rasulullah, mengapa Anda melakukan sedemikian itu, bukankah Allah telah mengampuni segala dosa Anda yang lalu maupun yang akan datang?” beliau menjawab: “Bukankah selayaknya aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?” (HR. Ibnu Majah).

    Al-Aswad bin Yazid berkata: “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha tentang shalat malam Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . ‘Aisyah menjawab: “Biasanya beliau tidur di awal malam, kemudian tengah malamnya beliau bangun mengerjakan shalat malam. Bila merasa ada keperluan beliau segera menemui istri. Beliau segera bangkit begitu mendengar seruan azan. Beliau segera mandi bila dalam keadaan junub. Jika tidak, maka beliau segera berwudhu’ lalu berangkat (ke masjid untuk) shalat.” (HR. Al-Bukhari)

    Shalat malam beliau sangat mengagumkan, ada baiknya kita ketahui panjang ayat yang dibacanya. Semoga dapat kita jadikan contoh dan teladan.

    Abu Abdillah Hudzaifah ibnul Yaman Radhiallaahu anhu mengisahkan:
    Pada suatu malam, aku pernah shalat tahajjud bersama Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Beliau mengawali shalat dengan membaca surat Al-Baqarah, saya berkata di dalam hati, “Mungkin setelah membaca kira-kira seratus ayat, ternyata beliau terus tidak berhenti, saya berkata lagi di dalam hati, “Mungkin, beliau selesaikan pembacaan surat Al-Baqarah. Dalam satu raka’at ternyata beliau terus memulai surat Ali Imron kemudian terus mem-bacanya saya berbicara di dalam hati: (mungkin) beliau mau ruku setelah selesai Ali-Imron, ternyata beliau terus membaca surat An Nisa sampai habis. Beliau membaca surat-surat tersebut dengan bacaan tartil. Setiap kali membaca ayat yang menyebutkan kemahasucian Allah Ta�ala beliau selalu bertasbih (mengucapkan subhanallah). Setiap kali membaca ayat yang berisikan permohonan, beliau pasti berdoa. Setiap kali membaca ayat yang menyebutkan permintaan berlindung diri kepada Allah Ta�ala, beliau segera mengucapkan ta’awwudz. Ketika ruku’ beliau membaca:

    Subhaana Rabbiyal �Adzhiim ( “Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung.” )

    Lama ruku’ beliau hampir sama dengan lama ber-diri. Kemudian beliau mengucapkan:
    Sami�allahuliman hamidah, Rabbana lakal hamdu
    “Allah Maha mendengar terhadap hamba yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, segala puji bagi-Mu.”

    Kemudian beliau tegak berdiri (i’tidal), hampir sama lamanya dengan ruku’. Kemudian beliau sujud dan membaca:
    Subhaana Rabbiyal �A�la ( “Maha Suci Rabbku Yang Maha Luhur.” )
    Lama sujud beliau hampir sama dengan lama i’tidal.” (HR. Muslim


  40. Setelah keheningan malam mulai memecah, seiring dengan fajar yang mulai merekah, saat kewajiban shalat shubuh selesai ditunaikan, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tetap duduk di tempat selepas shalat shubuh untuk berdzikir menyebut asma Allah Subhannahu wa Ta’ala sampai terbit matahari. Kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat. Jabir bin Samurah Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita:
    Biasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selalu duduk di tempat shalat seusai menunaikan shalat subuh sampai matahari benar-benar meninggi.” (HR. Muslim)

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menganjurkan umatnya agar meng-amalkan sunnah yang agung tersebut. Beliau menyebutkan pahala dan balasan yang besar bagi orang yang meng-amalkannya.

    Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
    “Barang siapa yang ikut shalat fajar berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. At-Tirmidzi)


  41. Matahari telah meninggi, terik cahayanya pun mulai menyengat. jilatan panasnya seakan membakar wajah. Waktu dhuha telah tiba. Waktu untuk bekerja dan menunaikan kebutuhan. Meskipun beban risalah begitu berat seperti, menjamu duta-duta yang datang berkunjung, memberikan ta’lim (pengarahan) kepada para sahabat Radhiallaahu anhum serta menunaikan hak keluarga, namun beliau tidak pernah lupa beribadah kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala .

    Mu’adzah berkata: “Aku bertanya kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha: “Apakah Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam sering mengerjakan shalat Dhuha?” ia menjawab: “Tentu, beliau sering mengerjakan shalat Dhuha empat rakaat bahkan lebih dari itu seluang waktu yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta’ala .” (HR. Muslim)

    Bahkan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga mewasiatkan hal itu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata:
    Kekasihku (Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ) telah mewasiatkan kepadaku agar berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, agar mengerjakan shalat duha dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih)


  42. Rumah yang tegak di atas pilar-pilar keimanan, penuh dengan ibadah dan dzikir, itulah rumah idaman. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mewasiatkan agar rumah kita seperti itu. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
    “Lakukanlah beberapa shalat-shalat sunnah di rumahmu. Jangan jadikan rumahmu bagaikan kuburan.” (HR. Al-Bukhari)

    Ibnul Qayyim �rahimahullah- berkata: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengerjakan seluruh shalat-shalat sunnat di rumah. Demikian pula shalat sunnah yang tidak berkaitan dengan tempat tertentu, beliau lebih suka mengerjakannya di rumah. Terutama shalat sunnat ba’diyah maghrib, tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau pernah mengerjakannya di masjid. Ada beberapa faidah mengerjakan shalat sunnah di rumah, di antaranya:

    1. Meneladani sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .
    2. Mengajarkan tata cara shalat kepada istri dan anak-anak.
    3. Mengusir setan-setan dari rumah disebabkan dzikir dan tilawah Al-Quran.
    4. Lebih membantu dalam mencapai ibadah yang ikhlas dan jauh dari penyakit riya’


  43. Setiap orang pasti pernah menangis, baik kaum pria maupun wanita. Akan tetapi tahukah kamu, mengapa dan karena siapa mereka menangis? Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga menangis, padahal dunia berada dalam genggamannya jika beliau menghendaki. Dan Surga ada di hadapan beliau, sementara beliau berada di tempat yang paling tinggi di dalamnya. Benar, beliau memang sering menangis, sebagaimana tangisan seorang hamba ahli ibadah. Beliau menangis di dalam shalat tatkala bermunajat kepada Rabb Subhannahu wa Ta’ala . Beliau juga menangis ketika mendengarkan tilawah Al-Quran. Tangisan yang bersumber dari kelembutan hati dan ketulusan nurani serta dari ma’rifat keagungan Allah Subhannahu wa Ta’ala .

    Dari Mutharrif �yakni bin Abdillah bin Asy Syikhkhir- dari bapaknya �yakni Abdullah bin Asy Syikhkhir Radhiallaahu anhu – ia berkata:
    Aku datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika beliau sedang shalat. Dari rongga dada beliau keluar suara seperti bunyi air yang tengah mendidih di dalam kuali, disebabkan tangis beliau.” (HR. Abu Daud)

    Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu anhu menuturkan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah berkata kepadaku: “Bacalah Al-Qur’an untukku” aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah aku yang harus membacanya, sedangkan Al-Qur’an itu diturunkan kepadamu?” beliau menimpali: “Aku lebih suka mendengarkannya dari orang lain.” Akupun membacakan surat An-Nisaa’ untuk beliau. Hingga telah sampai pada ayat: “Maka bagaimanakah (halnya orang-orang kafir nanti), apabila kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS. An-Nisa: 41) Aku lihat air mata beliau menetes.” (HR. Al-Bukhari)

    Cobalah perhatikan uban yang menghiasi rambut beliau. Jumlahnya lebih kurang delapan belas helai di kepala dan janggut beliau. Camkanlah dengan mata hatimu, dengarkanlah kisah uban putih tersebut dari penuturan beliau. Abu Bakar Radhiallaahu anhu pernah bertanya: “Wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , sungguh Anda telah beruban.” Beliau menjawab:
    “Surat Hud, surat Al-Waqi’ah, surat Al-Mursalat, surat ‘Amma yatasaa`aluun dan surat Idzasy Syamsu kuwwirat telah menyebabkan aku beruban.” (HR. At-Tirmdzi)


  44. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat elok akhlaknya dan sangat agung wibawanya. Akhlak beliau adalah Al-Qur’an sebagaimana yang dituturkan ‘Aisyah Radhiallahu’anha, ia berkata: “Akhlak Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah Al-Qur’an.” (HR. Muslim).

    Beliau juga pernah bersabda:
    “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

    Salah satu bentuk ketawadhu’an Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah; beliau tidak suka dipuji dan disanjung secara berlebihan. Dari Umar bin Kaththab Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
    “Janganlah kamu sanjung aku (secara berlebihan) sebagaimana kaum Nasrani menyanjung ‘Isa bin Maryam alaihisSalam secara berlebihan. Aku hanyalah seorang hamba Allah, maka panggillah aku dengan sebutan: hamba Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Abu Daud)

    Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: “Ada beberapa orang memanggil Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sambil berkata: “Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik dan anak orang yang terbaik di antara kami, wahai junjungan kami dan anak dari junjungan kami.” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam segera menyanggah seraya berkata:
    “Wahai sekalian manusia, katakanlah sewajarnya saja! Jangan sampai kamu digelincirkan setan. Aku adalah Muhammad hamba Allah dan rasul-Nya. Aku tidak sudi kamu angkat di atas kedudukan yang dianugrahkan Allah Subhannahu wa Ta’ala kepadaku.” (HR. An-Nasai)

    Sebagian orang ada yang menyanjung Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam secara berlebihan. Sampai-sampai ia meyakini bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengetahui ilmu ghaib atau meyakini bahwa beliau memiliki hak untuk memberikan manfaat dan menurunkan mudharat, bahwa beliau dapat mengabulkan segala permintaan dan menyembuhkan segala penyakit. Padahal Allah Subhannahu wa Ta’ala telah menyanggah keyakinan seperti itu. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:
    “Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik keman-fa’atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan.” (Al-Araf: 188)

    Demikianlah akhlak Nabi yang mulia, seorang utusan Allah Subhannahu wa Ta’ala , sebaik-baik manusia di muka bumi dan seutama-utama makhluk di kolong langit. Beliau senan-tiasa tunduk patuh dan bertaubat kepada Rabbnya. Beliau tidak menyukai kesombongan, bahkan beliau adalah pemimpin kaum yang tawadhu’ dan penghulu kaum yang tunduk patuh kepada Rabb Subhannahu wa Ta’ala . Anas bin Malik Radhiallaahu anhu mengungkapkan:
    “Tidak ada seorangpun yang lebih mereka cintai daripada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Walaupun begitu, apabila mereka melihat beliau, mereka tidak berdiri untuk menyambut beliau. karena mereka mengetahui bahwa beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak menyukai cara seperti itu.” (HR. Ahmad)

    Layangkanlah pandanganmu kepada Nabi umat ini Shalallaahu alaihi wasalam . Saksikan sikap tawadhu’ beliau yang sangat menga-gumkan dan keelokan akhlak yang langka ditemukan. Beliau tetap bersikap tawadhu’ terhadap seorang wanita miskin. Beliau luangkan waktu untuk melayaninya, padahal waktu beliau penuh dengan amal ibadah!

    Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: “Suatu hari seorang wanita datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ia mengadu kepada beliau sambil berkata: “Wahai Rasulullah, saya membutuhkan sesuatu dari Anda.” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya: “Pilihlah di jalan mana yang kamu kehendaki di kota Madinah ini, tunggulah aku di sana, niscaya aku akan menemuimu (melayani keperluan-mu).” (HR. Abu Daud)

    Beliau hadir dengan segenap jiwa yang terpuji lagi elok.
    Menjulang tinggi ke tempat yang terpuji dengannya.
    Bila disingkap kesturi dari cincinnya kepada jagad raya
    niscaya setiap orang akan merasakan harumnya
    baik yang di gunung maupun di lembah.
    Sungguh, beliau adalah pemimpin segenap ahli tawadhu’ baik dalam ilmu ataupun amal.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam beliau bersabda:
    “Andaikata aku diundang makan paha atau kaki binatang, niscaya aku kabulkan undangannya. Andaikata kepadaku hanya dihadiahkan kaki atau paha binatang, tentu akan aku terima hadiah itu.” (HR. Al-Bukhari)

    Semoga hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tadi menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi orang-orang yang takabbur dari sifat sombong dan angkuh.

    Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
    “Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji zarrah kesombongan.” (HR. Muslim)

    Sifat sombong merupakan jalan menuju Neraka, wal ‘iyaadzubillah, meskipun hanya sebesar biji zarrah. Cobalah lihat hukuman yang ditimpakan terhadap orang yang sombong dan angkuh cara berjalannya. Betapa besar kemurkaan dan kemarahan yang diturunkan Allah Ta’ala atasnya. Dan betapa pedih siksa yang dideritanya.

    Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam beliau bersabda:
    “Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaiannya, takjub dengan kehebatan dirinya sendiri, rambutnya tersisir rapi, berjalan dengan angkuh. Namun tiba-tiba Allah Ta’ala menenggelamkannya. Dia terus terbenam ke dasar bumi sampai hari Kiamat.” (Muttafaq ‘alaih)


  45. Seorang pelayan yang miskin papa lagi lemah, namun oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ditempatkan pada kedudukan yang layak. Beliau mengukurnya dari sisi agama dan ketakwaannya, bukan dari sisi status sosial dan keduduk-annya yang lemah. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah memberikan pengarahan dalam memperlakukan pelayan dan pekerja, beliau bersabda:

    “Mereka (para pelayan dan pekerja) adalah saudara kamu (seiman). Allah Ta’ala menempatkan mereka di bawah kekuasaan kamu. Berilah mereka makanan yang biasa kamu makan, berikanlah mereka pakaian yang biasa kamu pakai. Janganlah memberatkan mereka di luar batas kemampuan. Jika kamu memberikan sebuah tugas, bantulah mereka dalam melaksanakannya.” (HR. Muslim)

    Simaklah penuturan seorang pelayan tentang majikannya. Sebuah penuturan yang sangat mengagumkan dan pengakuan yang mengesankan serta pujian nan agung. Pernahkah Anda melihat seorang pelayan memuji majikannya sebagaimana pujian yang diberikan pelayan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam kepadanya!?”

    Anas bin Malik Radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Aku pernah menjadi pelayan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selama sepuluh tahun. Tidak pernah sama sekali beliau mengucapkan “hus” kepadaku. Beliau tidak pernah membentakku terhadap sesuatu yang kukerjakan (dengan ucapan): “Mengapa engkau kerjakan begini!” Dan tidak pula terhadap sesuatu yang tidak kukerjakan (dengan ucapan): “Mengapa tidak engkau kerjakan!” (HR. Muslim)

    Bukan hitungan hari atau bulan, tetapi genap sepuluh tahun! Jangka waktu yang sangat panjang. Yang penuh dengan suka dan lara, tangis dan tawa. Penuh dengan emosi jiwa dan pasang surut kehidupan. Ayah ibuku menjadi tebusannya, meskipun demikian beliau Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah membentak atau memerintahnya. Justru sebaliknya, beliau memberikan balasan yang setimpal, membuat bahagia perasaan pelayannya, menutupi kebutuhan mereka beserta keluarga serta mendoakan mereka.

    Anas Radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Ibuku pernah berkata: “Wahai Rasulullah, anak ini akan menjadi pelayanmu, doakanlah ia.” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam kemudian berdoa:
    “Ya Allah, anugrahkanlah kepadanya harta dan keturunan yang banyak dan berkahilah rizki yang Engkau curahkan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari)

    Beliau Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang pemberani. Hanya saja keberanian itu cuma beliau pergunakan untuk membela kebenaran semata. Beliau tidak pernah mengebiri hak kaum lemah yang berada di bawah tanggung jawab beliau, baik itu sang istri maupun si pelayan.

    ‘Aisyah Radhiallaahu anha menuturkan:
    “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah sama sekali memukul seorangpun kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah Ta’ala. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita.” (HR. Muslim).

    Itulah ‘Aisyah Radhiallaahu anha, yang telah berulang kali mengungkapkan keluhuran budi sebaik-baik hamba yang terpilih. Telah banyak sekali riwayat yang bercerita tentang keagungan pribadi dan keelokan pergaulan beliau. Sampai-sampai kaum kafir Quraisy juga mengakuinya.

    ‘Aisyah Radhiallaahu anha kembali mengungkapkan: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam membalas suatu aniaya yang ditimpakan orang atas dirinya. Selama orang itu tidak melanggar kehormatan Allah Ta’ala. Namun, bila sedikit saja kehormatan Allah Ta’ala dilanggar orang, maka beliau adalah orang yang paling marah karenanya. Dan sekiranya beliau diminta untuk memilih di antara dua perkara, pastilah beliau memilih yang paling ringan, selama perkara itu tidak menyangkut dosa.” (HR. Al-Bukhari)

    Beliau Shalallaahu alaihi wasalam menyeru umatnya untuk berlaku lemah lembut dan sabar. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
    “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Lembut, dan menyukai kelembutan dalam segala perkara.” (Muttafaq ‘alaih


  46. Sentuhan perasaan dan gejolak emosional adalah sesuatu yang selalu hadir dan dibutuhkan dalam kehidupan seorang insan, baik di tengah masyarakat, keluarga maupun di dalam rumahnya. Bingkisan hadiah adalah salah satu sarana untuk merekatkan hati dan meluluhkan dendam serta amarah.

    ‘Aisyah Radhiallaahu anhu menuturkan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa menerima bingkisan hadiah dan membalas bingkisan itu.” (HR. Bukhari)

    Pemberian hadiah dan ucapan terima kasih sebagai ungkapan rasa syukur ini hanya muncul dari jiwa yang mulia dan hati yang tulus. Akhlak yang mulia merupakan akhlak para nabi dan sunnah para rasul. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam adalah teladan yang terdepan dan panutan yang luhur dalam masalah tersebut. Bukankah beliau telah menegaskan:
    “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, hendaklah ia memuliakan tamu. Hak tamu ialah sehari semalam. Kewajiban melayani tamu adalah tiga hari, lebih dari itu merupakan sedekah. Seorang tamu tidaklah boleh berlama-lama sehingga memberatkan tuan rumah.” (HR. Al-Bukhari)

    Demi Allah, tidak pernah disaksikan sebelumnya oleh siapapun juga, baik di gunung maupun di lembah, baik penduduk Hijaz maupun penduduk semenanjung Arab, akhlak dan budi pekerti seagung dan semulia Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Bahkan oleh penduduk Timur dan Barat sekalipun. Perhatikanlah baik-baik dan lihatlah perilaku Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .

    Dari Sahal bin Sa’ad Radhiallaahu anhu ia berkata: “Seorang wanita datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dengan membawa kain bersulam (berhias). Ia berkata: “Aku menenun dan menyulamnya sendiri dengan tanganku supaya engkau mengenakannya.” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pun mengambilnya, tam-paknya beliau sangat membutuhkan. Kemudian beliau keluar menemui kami dengan mengenakan kain itu sebagai sarung. Ada yang berkata: “Alangkah indahnya kain itu, hadiahkanlah kain itu kepadaku!” “Boleh!” jawab beliau. Lalu Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam duduk di dalam majlis kemudian kembali. Beliau segera melipat kain itu dan mengirimkannya kepada orang tersebut. Orang-orang berkata: “Alangkah bagusnya engkau ini, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lebih membutuhkan kain itu tetapi engkau malah memintanya, padahal engkau tahu bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidak pernah menolak permintaan!” orang itu menjawab: “Demi Allah, sesungguhnya aku meminta kain itu kepada beliau bukan untuk kukenakan, akan tetapi aku ingin menjadikannya sebagai kain kafan.” Sahal berkata: “Dengan kain itulah ia dikafani.” (HR. Bukhari)

    Tidaklah mengherankan jika demikian luhur budi pekerti hamba pilihan Allah Ta’ala ini. Karena beliau dibimbing langsung dibawah pengawasan-Nya dan menjadikannya sebagai teladan. Beliau telah memberikan contoh yang agung dalam hal kemurahan hati dan kedermawanan.

    Hakim bin Hizam Radhiallaahu anhu menuturkan: “Aku pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , beliau lantas memberikannya. Kemudian aku meminta lagi, beliau pun memberikanya. Kemudian aku meminta lagi, beliau pun memberikannya seraya berkata: “Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini manis dan indah. Barang siapa yang mengambilnya dengan kemurahan hati, ia akan mendapat keberkatan padanya. Barangsiapa yang mengambilnya dengan ketamakan, ia tidak akan mendapat keberkatan padanya. Bagaikan orang yang makan tapi tidak pernah kenyang. Dan tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.” (Muttafaq ‘alaih)

    Benarlah ucapan seorang penyair:
    Beliau adalah seorang yang paling sempurna ketaatannya
    disamping memiliki semangat yang begitu tinggi.
    Demikian agung dan luhur kedudukan beliau
    hingga sulit dibandingkan dengan siapapun.
    Bila cahaya beliau menyinari umat manusia
    niscaya akan mengelokkan dan menaungi mereka.
    Ternyata cahaya itu adalah Al-Qur’an dan Sunnah beliau.
    Kutemukan para pemburu tercengang keheranan.
    Kutemukan semua kebaikan terkumpul pada seorang insan (Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam )

    Jabir Radhiallaahu anhu berkata: “Tidak pernah sama sekali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengatakan “tidak” (menolak) setiap kali diminta.” (HR. Al-Bukhari)

    Kedermawanan dan kemurahan hati beliau sulit untuk dicari tandingannya. Ditambah lagi dengan kebaikan hati, keelokan dalam bergaul dan kesetiaan beliau yang tiada taranya. Di antara kebiasaan beliau adalah menebar senyum kepada orang yang berada di dalam majlis. Sehingga orang-orang akan menyangka bahwa orang itulah yang paling beliau kasihi.

    Jabir bin Abdullah Radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Sejak aku masuk Islam, setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berpapasan denganku atau melihatku, beliau pasti tersenyum.” (HR. Al-Bukhari)

    Cukuplah pengakuan dari orang yang melihat langsung menjadi pelajaran bagi kita.

    Abdullah bin Al-Harits Radhiallaahu anhu menuturkan: “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .” (HR. At-Tirmidzi)

    Mengapa harus heran wahai saudaraku tercinta, beliaulah yang menegaskan:
    “Senyumanmu di hadapan saudaramu (seiman) adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi)

    Anas bin Malik Radhiallaahu anhu yang pernah menjadi pelayan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah mengungkapkan kepada kita beberapa sifat yang agung pada diri beliau. Yang sulit ditemukan pada diri seseorang, bahkan pada diri orang banyak. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat lembut, beliau pasti memperhatikan setiap orang yang bertanya kepadanya, beliau tidak akan berpaling sehingga sipenanyalah yang berpaling. Beliau pasti menyambut setiap orang yang mengulurkan tangannya kepada beliau, beliau tidak akan melepas jabatan tangannya sehingga orang itulah yang melepaskan.” (HR. Abu Nu’aim dalam kitab Dalaail)

    Selain sangat memuliakan tamu dan berlaku lembut kepada mereka, beliau juga sangat penyantun terhadap umatnya. Oleh sebab itu, beliau tidak rela melihat kemungkaran bahkan beliau pasti segera membasminya.

    Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu menuturkan bahwa suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melihat cincin emas di tangan seorang lelaki. Beliau segera mencabut cincin itu lalu membuangnya seraya berkata: “Apakah salah seorang di antara kamu suka memakai bara api dari Neraka di tangannya?” (HR. Muslim)


  47. Orang-orang yang keras hati tidak akan mengenal kasih sayang. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada diri mereka. Hati mereka keras bagaikan karang. Kaku tabiat, baik ketika memberi maupun menerima. Kurang peka perasaan, lagi tipis peri kemanusiannya. Berbeda halnya dengan orang yang dikaruniai Allah Ta’ala hati yang lembut, penuh kasih sayang lagi penuh kemurahan. Dialah yang layak disebut pemilik hati yang agung penuh cinta. Hati yang diliputi dengan kasih sayang dan digerakkan oleh perasaan yang halus.

    Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah membawa putra beliau bernama Ibrahim, kemudian mengecup dan menciumnya.” (HR. Al-Bukhari)

    Kasih sayang tersebut tidak hanya terkhusus bagi kerabat beliau saja, bahkan beliau curahkan juga bagi segenap anak-anak kaum muslimin. Asma’ binti ‘Umeis Radhiallaahu anha �istri Ja’far bin Abi Thalib- menuturkan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam datang menjengukku, beliau memanggil putra-putri Ja’far. Aku melihat beliau mencium mereka hingga menetes air mata beliau. Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah telah sampai kepadamu berita tentang Ja’far?” beliau menjawab: “Sudah, dia telah gugur pada hari ini!” Mendengar berita itu kamipun menangis. Kemudian beliau pergi sambil berkata: “Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far, karena telah datang berita musibah yang memberatkan mereka.” (HR. Ibnu Sa’ad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Ketika air mata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menetes menangisi gugurnya para syuhada’ tersebut, Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiallaahu anhu bertanya: “Wahai Rasulullah, Anda menangis?” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menjawab:
    “Ini adalah rasa kasih sayang yang Allah Ta’ala letakkan di hati hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya hamba-hamba yang dikasihi Allah Ta’ala hanyalah hamba yang memiliki rasa kasih sayang.” (HR. Al-Bukhari)

    Ketika air mata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menetes disebabkan kematian putra beliau bernama Ibrahim, Abdurrahman bin ‘Auf Radhiallaahu anhu bertanya kepada beliau: “Apakah Anda juga menangis wahai Rasulullah?” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menjawab:
    “Wahai Ibnu ‘Auf, ini adalah ungkapan kasih sayang yang diiringi dengan tetesan air mata. Sesungguhnya air mata ini menetes, hati ini bersedih, namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai Allah Ta’ala. Sungguh, kami sangat berduka cita berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR. Al-Bukhari)

    Akhlak Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang begitu agung memotivasi kita untuk meneladaninya dan menapaki jejak langkah beliau. Pada zaman sekarang ini, curahan kasih sayang terhadap anak-anak serta menempatkan mereka pada kedudukan yang semestinya sangat langka kita temukan. Padahal mereka adalah calon pemimpin keluarga esok hari, mereka adalah cikal bakal tokoh masa depan dan cahaya fajar yang dinanti-nanti. Kejahilan dan keangkuhan, dangkalnya pemikiran serta sempitnya pandangan menyebabkan hilangnya kunci pembuka hati terhadap para bocah dan anak-anak. Sementara Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , kunci pembuka hati itu ada di tangan dan lisan beliau. Cobalah lihat, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa membuat anak-anak senang kepada beliau, mereka menghormati dan memuliakan beliau. Hal itu tidaklah mengherankan, karena beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang tinggi.

    Setiap kali Anas bin Malik melewati sekumpulan anak-anak, ia pasti mengucapkan salam kepada mereka. Beliau berkata: “Demikianlah yang dilakukan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .” (Muttafaq ‘alaih)

    Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah marah, memukul, membentak dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka.

    Dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata: “Suatu kali pernah dibawa sekumpulan anak kecil ke hadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , lalu beliau mendoakan mereka, pernah juga di bawa kepada beliau seorang anak, lantas anak itu kencing pada pakaian beliau. Beliau segera meminta air lalu memer-cikkannya pada pakaian itu tanpa mencucinya.” (HR. Al-Bukhari)

    Wahai pembaca yang mulia, engkau pasti mengetahui bahwa duduk di rumah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam merupakan sebuah kehormatan. Lalu, tidakkah terlintas di dalam lubuk hatimu? Bermain dan bercanda ria dengan si kecil, putra-putrimu? Mendengarkan tawa ria dan celoteh mereka yang lucu dan indah? Ayah dan ibuku sebagai tebusannya, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selaku nabi umat ini, melakukan semua hal itu.

    Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiallaahu anhu. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.” (Lihat Silsilah Shahihah no.70)

    Anas bin Malik Radhiallaahu anhu menuturkan: “Rasulullah sering bercanda dengan Zainab, putri Ummu Salamah Radhiallaahu anha, beliau memanggilnya dengan: “Ya Zuwainab, Ya Zuwainab, berulang kali.” (Zuwainab artinya: Zainab kecil) (Lihat Silsilah Hadits Shahih no.2141 dan Shahih Al-Jami’ 5-25)

    Kasih sayang beliau kepada anak tiada batas, meskipun beliau tengah mengerjakan ibadah yang sangat agung, yaitu shalat. Beliau pernah mengerjakan shalat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasulullah dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)

    Mahmud bin Ar-Rabi’ Radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Aku masih ingat saat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menyemburkan air dari sebuah ember pada wajahku, air itu diambil dari sumur yang ada di rumah kami. Ketika itu aku baru berusia lima tahun.” (HR. Muslim)

    Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa memberikan pengajaran, baik kepada orang dewasa maupun anak-anak. Abdullah bin Abbas menuturkan: “Suatu hari aku berada di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , beliau bersabda:
    “Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Allah, pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

    Telah kita saksikan bersama keutamaan akhlak dan keluhuran budi pekerti serta sejarah kehidupan yang agung. Semoga semua itu dapat menghidupkan hati kita dan dapat kita teladani dalam mengarungi bahtera kehidupan. Putra-putri yang menghiasi rumah kita, selalu membutuhkan kasih sayang seorang ayah serta kelembutan seorang ibu. Membutuhkan belaian yang membuat hati mereka bahagia. Sehingga mereka dapat tumbuh dengan pribadi yang luhur dan akhlak yang lurus. Siap untuk memimpin umat, sebagai buah karya dari para ibu dan bapak, tentu saja dengan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala


  48. Merampas dan mengambil hak orang lain dengan paksa merupakan ciri orang-orang zhalim dan jahat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memancangkan pondasi-pondasi keadilan dan pembelaan bagi hak setiap orang agar mendapatkan dan mengambil haknya yang dirampas. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjalankan kaidah tersebut demi kebaikan dan semata-mata untuk jalan kebaikan dengan bimbingan karunia yang telah Allah curahkan berupa perintah dan larangan. Kita tidak perlu takut adanya kezhaliman, perampasan, pengambilan dan pelanggaran hak di rumah beliau.

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorang pun dengan tangannya kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah membalas suatu aniaya yang ditimpakan orang atas dirinya. Selama orang itu tidak melanggar kehormatan Allah Namun, bila sedikit saja kehormatan Allah dilanggar orang, maka beliau akan membalasnya semata-mata karena Allah.” (HR. Ahmad)

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan: “Suatu kali aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengenakan kain najran yang tebal pinggirannya. Kebetulan beliau berpapasan dengan seorang Arab badui, tiba-tiba si Arab badui tadi menarik dengan keras kain beliau itu, sehingga aku dapat melihat bekas tarikan itu pada leher beliau. ternyata tarikan tadi begitu keras sehingga ujung kain yang tebal itu membekas di leher beliau. Si Arab badui itu berkata: “Wahai Muhammad, berikanlah kepadaku sebagian yang kamu miliki dari harta Allah!” Beliau lantas menoleh kepadanya sambil tersenyum lalu mengabulkan permintaannya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam baru kembali dari peperangan Hunain, beberapa orang Arab badui mengikuti beliau, mereka meminta bagian kepada beliau. Mereka terus meminta sampai-sampai beliau terdesak ke sebuah pohon, sehingga jatuhlah selendang beliau, ketika itu beliau berada di atas tunggangan. Beliau lantas berkata:
    “Kembalikanlah selendang itu kepadaku, Apakah kamu khawatir aku akan berlaku bakhil? Demi Allah, seadainya aku memiliki unta-unta yang merah sebanyak pohon ‘Udhah ini, niscaya akan aku bagikan kepadamu, kemudian kalian pasti tidak akan mendapatiku sebagai seorang yang bakhil, penakut lagi pendusta.” (HR. Al-Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah dan telah dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani)

    Merupakan bentuk tarbiyah dan ta’lim yang paling jitu dan indah adalah berlaku lemah lembut dalam segala perkara, dalam mengenal maslahat dan menolak mafsadat.

    Kecemburuan yang dimiliki para sahabat telah mendorong mereka untuk menyanggah setiap melihat orang yang keliru dan tergelincir dalam kesalahan. Mereka memang berhak melakukan hal itu! Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang lembut dan penyantun melarang mereka melakukan seperti itu, karena orang itu (pelaku kesalahan itu) jahil atau karena mudharat yang timbul dibalik itu lebih besar. Tentu saja, perilaku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih utama untuk diteladani.

    Abu Hurairah radhiallahu anhu menceritakan: “Suatu ketika, seorang Arab Badui buang air kecil di dalam masjid (tepatnya di sudut masjid). Orang-orang lantas berdiri untuk memukulinya. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan: “Biarkanlah dia, siramlah air kencingnya dengan seember atau segayung air. Sesungguhya kamu ditampilkan ke tengah-tengah umat manusia untuk memberi kemudahan bukan untuk membuat kesukaran.” (HR. Al-Bukhari)

    Kesabaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menyebarkan dakwah layak menjadi motivasi bagi kita untuk meneladaninya. Kita wajib berjalan di atas manhaj (metode) beliau di dalam berdakwah semata-mata karena Allah tanpa membela kepentingan pribadi.

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Apakah ada hari yang engkau rasakan lebih berat daripada hari peperangan Uhud?” beliau menjawab:
    “Aku telah mengalami berbagai peristiwa dari kaummu, yang paling berat kurasakan adalah pada hari ‘Aqabah, ketika aku menawarkan dakwah ini kepada Abdu Yalail bin Abdi Kalaal namun dia tidak merespon keinginanku. Akupun kembali dengan wajah kecewa. Aku terus berjalan dan baru tersadar ketika telah sampai di Qornuts Tsa’alib (sebuah gunung di kota Makkah). Aku tengadahkan wajahku, kulihat segumpal awan tengah memayungiku. Aku perhatikan dengan saksama, ternyata Malaikat Jibril alaihissalam ada di sana. Lalu ia menyeruku: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wata�ala telah mendengar ucapan kaum-mu dan bantahan mereka terhadapmu. Dan aku telah mengutus malaikat pengawal gunung kepadamu supaya kamu perintahkan ia sesuai kehendakmu. Kemudian malaikat pengawal gunung itu memberi salam kepadaku lalu berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah Subhanahu wata�ala telah mendengar ucapan kaummu dan bantahan mereka terhadapmu, dan aku adalah malaikat pengawal gunung, Allah Subhanahu wata�ala telah mengutusku kepadamu untuk melaksanakan apa yang kamu perintahkan kepadaku. Sekarang, apakah yang kamu kehendaki? jika kamu menghendaki agar aku menimpakan kedua gunung ini atas mereka, niscaya aku lakukan!” Beliau menjawab: “Tidak, justru aku berharap semoga Allah Subhanahu wata�ala mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang menyembah Allah Subhanahu wata�ala semata dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Pada hari ini, sering kita lihat sebagian orang yang bersikap terburu-buru dalam berdakwah. Berharap dapat segera memetik hasil. Hanya membela kepentingan pribadi yang justru hal itu merusak dakwah dan mengotori keikhlasan. Oleh sebab itu, berapa banyak kelompok-kelompok dakwah yang gagal karena individu-individunya tidak memiliki kesabaran dan ketabahan!

    Setelah bersabar dan berjuang selama bertahun-tahun, barulah terwujud apa yang dicita-citakan Rasulullah

    Dalam sebuah syair disebutkan:
    Bagaimanakah mungkin dapat diimbangi
    seorang insan terbaik yang hadir di muka bumi.
    Semua orang yang terpandang tidak akan mampu mencapai ketinggian derajatnya.
    Semua orang yang mulia tunduk di hadapannya.
    Para penguasa Timur dan Barat rendah di sisi-nya.

    Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Sampai sekarang masih terlintas dalam ingatanku saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisahkan seorang Nabi yang dipukul kaumnya hingga berdarah. Nabi tersebut mengusap darah pada wajahnya seraya berdoa:
    “Ya Allah, ampunilah kaumku! karena mereka kaum yang jahil.” (Muttafaq ‘alaih)

    Pada suatu hari ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tengah melayat satu jenazah, datanglah seorang Yahudi bernama Zaid bin Su’nah menemui beliau untuk menuntut utangnya. Yahudi itu menarik ujung gamis dan selendang beliau sambil memandang dengan wajah yang bengis. Dia berkata: “Ya Muhammad, lunaskanlah utangmu padaku!” dengan nada yang kasar. Melihat hal itu Umar Radhiallahu’anhu pun marah, ia menoleh ke arah Zaid si Yahudi sambil mendelikkan matanya seraya berkata: “Hai musuh Allah, apakah engkau berani berkata dan berbuat tidak senonoh terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapanku!” Demi Dzat Yang telah mengutusnya dengan membawa Al-Haq, seandainya bukan karena menghindari teguran beliau, niscaya sudah kutebas engkau dengan pedangku!”

    Sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperhatikan reaksi Umar radhiallaahu anhu dengan tenang. Beliau berkata:
    “Wahai Umar, saya dan dia lebih membutuhkan perkara yang lain (nasihat). Yaitu engkau anjurkan kepadaku untuk menunaikan utangnya dengan baik, dan engkau perintahkan dia untuk menuntut utangnya dengan cara yang baik pula. Wahai umar bawalah dia dan tunaikanlah haknya serta tambahlah dengan dua puluh sha’ kurma.”

    Melihat Umar radhiallahu anhu menambah dua puluh sha’ kurma, Zaid si Yahudi itu bertanya: “Ya Umar, tambahan apakah ini? Umar radhiallahu anhu menjawab: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkanku untuk menambahkannya sebagai ganti kemarahanmu!” Si Yahudi itu berkata: “Ya Umar, apakah engkau mengenalku?” “Tidak, lalu siapakah Anda?” Umar Radhiallahu’anhu balas bertanya. “Aku adalah Zaid bin Su’nah” jawabnya. “Apakah Zaid si pendeta itu?” tanya Umar lagi. “Benar!” sahutnya. Umar lantas berkata: “Apakah yang mendorongmu berbicara dan bertindak seperti itu terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ? Zaid menjawab: “Ya Umar, tidak satupun tanda-tanda kenabian kecuali aku pasti mengenalinya melalui wajah beliau setiap kali aku memandangnya. Tinggal dua tanda yang belum aku buktikan, yaitu: apakah kesabarannya dapat memupus tindakan jahil, dan apakah tindakan jahil yang ditujukan kepadanya justru semakin menambah kemurahan hati-nya?” Dan sekarang aku telah membuktikannya. Aku bersaksi kepadamu wahai Umar, bahwa aku rela Allah Subhanahu wata�ala sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai nabiku. Dan Aku bersaksi kepadamu bahwa aku telah menyedekahkan sebagian hartaku untuk umat Muhammad . Umar berkata: “Ataukah untuk sebagian umat Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam saja? sebab hartamu tidak akan cukup untuk dibagikan kepada seluruh umat Muhammad .” Zaid berkata: “Ya, untuk sebagian umat Muhammad . Zaid kemudian kembali menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyatakan kalimat syahadat “Asyhadu al Laa Ilaaha Illallaahu, wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuuluhu”. Ia beriman dan membenarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam .” (HR. Al-Hakim dalam kitab Mustadrak dan menshahihkannya).

    Cobalah perhatikan dialog yang panjang tersebut, sebuah pendirian dan kesudahan yang mengesankan. Semoga kita dapat meneladani junjungan kita nabi besar Muhammad . Meneladani kesabaran beliau dalam menghadapi beraneka ragam manusia. Dan dalam mendakwahi mereka dengan lemah lembut dan santun. Memberikan motivasi bila mereka berlaku baik, serta menumbuhkan rasa optimisme di dalam diri mereka.

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan: “Suatu kali aku pergi melaksanakan umrah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari kota Madinah. Ketika tiba di kota Makkah, aku berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, engkau mengqasar shalat namun aku menyempurnakan-nya, engkau tidak berpuasa justru aku yang berpuasa?” beliau menjawab: “Bagus, wahai ‘Aisyah!” Beliau sama sekali tidak mencela diriku.” (HR. An-Nasaai


  49. Meja makan dan piring silih berganti dipajang di rumah para pembesar kaum dan para penguasa. Lain halnya dengan Nabi umat ini, padahal negara beserta rakyatnya di bawah kekuasaan beliau. Unta yang penuh dengan muatan tiada henti-hentinya datang kepada beliau. Emas dan perak selalu terhampar di hadapan beliau. Tahukah kamu makanan dan minuman beliau? Apakah seperti hidangan para raja? Atau lebih mewah dari itu? Ataukah seperti hidangan orang-orang kaya dan bergelimang harta? atau lebih lengkap dan lebih komplit? janganlah terkejut melihat hidangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sederhana lagi memprihatinkan. Anas bin Malik mengungkapkan kepada kita sebagai berikut: “Rasulullah tidak pernah makan siang dan makan malam dengan daging beserta roti kecuali bila menjamu para tamu.” (HR. At-Tirmidzi)

    Karena sedikitnya jamuan yang tersaji dan banyaknya peserta hidangan, beliau tidak dapat makan kenyang kecuali dengan susah payah. Tidak pernah sekalipun beliau dapat makan sampai kenyang kecuali ketika menjamu para tamu. Beliau dapat kenyang bersama para tamu yang mesti beliau layani.

    ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha mengungkapkan:
    “Keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan roti gandum sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga beliau wafat.” (HR. Muslim)

    Dalam riwayat lain disebutkan:
    “Keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan roti gandum sampai kenyang tiga hari berturut-turut semenjak tiba di kota Madinah sampai beliau wafat.” (Muttafaq ‘alaih)

    Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah tidak mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Hingga beliau tidur dalam keadaan lapar, tidak ada sesuap makanan pun yang mengganjal perut beliau. Ibnu Abbas menuturkan sebagai berikut:
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keluarga beliau tidur dalam keadaan lapar selama beberapa malam berturut-turut. Mereka tidak mendapatkan hidangan untuk makan malam. Sedangkan jenis makanan yang sering mereka makan adalah roti yang terbuat dari gandum.” (HR. At-Tirmidzi)

    Keadaan seperti itu bukan karena beliau tidak punya atau kekurangan harta. Justru harta melimpah ruah berada dalam genggaman beliau dan harta-harta pilihan diusung ke hadapan beliau. Akan tetapi, Allah Subhanahu wata�ala memilih keadaan yang paling benar dan sempurna bagi Nabi-Nya Subhannahu wa Ta’ala.

    ‘Uqbah bin Al-Harits berkata:
    “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami kami shalat Ashar. Seusai shalat, beliau segera memasuki rumah, tidak lama kemudian beliau keluar kembali. Aku bertanya kepada beliau, atau ada yang bertanya kepada beliau tentang perbuatan beliau itu. Beliau menjawab:
    “Aku tadi meninggalkan sebatang emas dari harta sedekah di rumah. Aku tidak ingin emas itu berada di tanganku sampai malam nanti. Karena itulah aku segera membagikannya.” (HR. Muslim)

    Kedermawanan yang menakjubkan dan pemberian yang tiada bandingannya hanya dapat dijumpai pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam .

    Anas bin Malik radhiallahu anhu mengungkapkan: “Setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dimintai sesuatu karena Islam, beliau pasti memberinya. Pernah datang menemui beliau seorang laki-laki, lantas beliau memberinya seekor kambing yang digembala di antara dua gunung (kambing yang gemuk). Lelaki itu kembali menemui kaumnya seraya berseru: “Wahai kaumku, masuklah kamu ke dalam Islam! Sesungguhnya Muhammad selalu memenuhi segala permintaan seakan-akan ia tidak takut jatuh miskin.” (HR. Muslim)

    Meski dengan kedermawaan dan pemberian yang demikian menakjubkan itu, namun cobalah lihat keadaan diri beliau , Anas bin Malik menuturkannya kepada kita. Ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan hidangan di meja makan hingga beliau wafat, beliau juga tidak pernah makan roti yang terbuat dari gandum halus hingga beliau wafat.” (HR. Al-Bukhari)

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan: “Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam datang menemuiku. Beliau bertanya: “Apakah kamu masih menyimpan makanan?” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab: “Tidak ada!” Beliau berkata: “Kalau begitu aku berpuasa.” (HR. Muslim)

    Dalam sebuah riwayat yang shahih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keluarganya pernah selama sebulan atau dua bulan hanya memakan Aswadaan, yaitu kurma dan air. (HR. Bukhari & Muslim)

    Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu ia berkata:
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Beliau akan memakannya bila suka, bila tidak, beliau akan membiarkannya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Wahai saudaraku tercinta lagi mulia, bagi yang belum puas dan belum merasa cukup, akan saya bawakan secara ringkas ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah sebagai berikut:

    “Adapun mengenai masalah makanan dan pakaian, sebaik-baik petunjuk di dalam masalah ini adalah petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Etika beliau terhadap makanan ialah memakan apa yang disajikan bila beliau menyukai-nya. Beliau tidak menolak makanan yang dihidangkan, dan tidak mencari-cari apa yang tidak tersedia. Jika disajikan roti dan daging, beliau akan memakannya. Bila dihidangkan buah-buahan, roti dan daging, beliau akan memakannya. Jika dihidangkan kurma saja atau roti saja, beliau pun memakannya juga. Bila dihidangkan dua jenis makanan, beliau tidak lantas berkata: “Aku tidak mau menyantap dua jenis makanan!” Beliau tidak pernah menolak makanan yang lezat dan manis. Dalam hadits beliau menyebutkan:

    “Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka. Aku shalat malam dan juga tidur. Aku juga menikahi wanita dan juga memakan daging. Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan termasuk golongan-ku.”

    Allah telah memerintahkan kita supaya memakan makanan yang baik-baik dan memerintahkan supaya banyak-banyak bersyukur kepada-Nya. Barang siapa yang mengharamkan makanan yang baik-baik, ia tentu termasuk orang yang melampaui batas. Barang siapa yang tidak bersyukur, maka ia telah menyia-nyiakan hak Allah . Petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah petunjuk yang paling tepat dan lurus. Ada dua jenis orang yang menyimpang dari petunjuk beliau:

    Kaum yang berlebih-lebihan, mereka memuaskan nafsu syahwat dan melarikan diri dari kewajiban.

    Kaum yang mengharamkan perkara yang baik-baik dan mengada-adakan perbuatan bid’ah, seperti bid’ah rahbaniyyah yang tidak disyariatkan Allah . Sebab, tidak ada rahbaniyyah di dalam agama Islam.”

    Kemudian Syaikhul Islam melanjutkan:
    “Setiap yang halal pasti baik, dan setiap yang baik pasti halal. Karena Allah telah menghalalkan seluruh perkara yang baik-baik bagi kita dan mengharamkan seluruh perkara yang jelek. Dan termasuk makanan yang baik ialah yang berguna lagi lezat. Dan Allah telah mengharamkan seluruh perkara yang memudharat-kan kita serta menghalalkan seluruh perkara yang bermanfaat bagi kita.

    Kemudian beliau rahimahullah melanjutkan:
    “Umat manusia memiliki selera yang beraneka ragam dalam hal makanan dan pakaian. Kondisi mereka berbeda-beda pada saat lapar dan kenyang. Keadaan seorang insan juga selalu berubah-ubah. Akan tetapi, amal yang terbaik adalah yang paling mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata�ala dan yang paling bermanfaat bagi pelakunya.” (Majmu’ Fatawa II / 310

  50. ANIMISLAM Says:

    allah bersabda kepada muhammad: ” Hei mamad kalau kamu tidak pernah merasakan nikmatnya perawan embatlah si aisah anaknya abu bakar, katakanlah kepada abu bakar ini perintahku”.
    slim,slim,otak nabi lu selangkangan aja bisanya.
    Nabi suci ni ya child fucker !!!

    1. ilham othmany Says:

      Sementara kamu menolak islam dengan segala upayamu,masa tetap berjalan dan umurmu habis sedikit demi sedikit.Ubahlah nasibmu di akhirat.Kasihani diri kamu sendiri.Kerana tidak ada orang lain yg dapat menolongmu melainkan dirimu sahaja.

  51. ilham othmany Says:

    Majlis yang paling mulia adalah majlis dzikir dan ilmu. Sekarang, bagaimana menurutmu bila seorang manusia terpilih dan pembimbing umat maju mengetengahkan pembicaraan dan pengarahan dan bimbingan-nya!

    Beliau selalu mengoreksi orang yang keliru, meluruskan kesalahan orang yang jahil, memperingatkan orang yang lalai, sama sekali tidak di dapatkan dalam majlis beliau kecuali kebaikan-kebaikan. Hal itu adalah salah satu bukti kesucian majlis dan ketulusan hati beliau .

    Beliau selalu menyimak dengan baik dan mendengarkan dengan saksama orang yang berbicara kepada-nya. Akan tetapi beliau tidak mau mendengarkan ghibah (gunjingan) dan tidak rela mendengarkan namimah (hasutan) dan buhtan (tuduhan palsu dan ucapan bohong). Beliau selalu membela kehormatan orang lain.

    Dari ‘Itban bin Malik Radhiallahu’anhu ia berkata: “Pada sebuah kunjungan, beliau mengerjakan shalat rumah kami. Seusai shalat beliau bertanya: “Di mana gerangan Malik bin Ad-Dukhsyum?” Ada seseorang yang menyahut: “Dia adalah seorang munafik, dia tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam segera menegur seraya berkata: “Jangan ucapkan demikian, bukankah kamu mengetahui dia telah mengucapkan kalimat syahadat Laa ilaaha illallaahu semata-mata mengharapkan pahala melihat wajah Allah?” Sesungguhnya Allah Subhanahu wata�ala telah mengharamkan atas neraka setiap orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaahu semata-mata mengharapkan pahala melihat wajah Allah ! Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas Neraka setiap orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaahu semata-mata mengharapkan pahala melihat wajah Allah ! (Muttafaq ‘alaih)

    Beliau sangat memperingatkan dari persaksian palsu dan perampasan hak!
    Dari Abu Bakar radhillaahu anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
    “Inginkah aku kabarkan kepadamu tentang dosa-dosa yang paling besar?” Kami menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam!” Beliau berkata: “Mempersekutukan Allah , mendurhakai kedua orang tua, lalu beliau bangkit dari sandarannya sambil berkata: “Ketahuilah, berikutnya adalah persaksian palsu!” beliau terus mengulangi ucapan itu sehingga kami berharap beliau menghentikannya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Meskipun beliau mencintai ‘Aisyah radhiallaahu anha, beliau tetap menyanggah ghibah yang diucapkan istri beliau tercinta itu. beliau jelaskan kepadanya betapa besar bahaya ghibah.

    ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha pernah berkata: “Cukuplah bagimu tentang kekurangan Shafiyyah radhiyallahu ‘anha bahwa dia begini dan begini.” Perawi menjelaskan: Yaitu pendek tubuhnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam langsung menegur:
    “Engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicampur dengan air lautan niscaya akan mengotorinya.” (HR. Abu Daud)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kabar gembira bagi orang yang membela kehormatan saudaranya (seagama). Beliau bersabda:
    “Barangsiapa yang membela kehormatan saudara-nya dari perkataan ghibah, niscaya Allah Subhanahu wata�ala akan membebaskannya dari api Neraka.” (HR. Ahmad)

  52. ilham othmany Says:

    Nabi umat ini sekaligus murabbi (pembimbing) yang handal dan terdepan memiliki komitmen yang sangat besar dalam beribadah. Beliau selalu menghubungkan hatinya dengan Allah Ta’ala. Tidak sedikitpun waktu yang terlewat tanpa dzikrullah, tahmid, syukur, istighfar dan taubat. Padahal telah diampuni dosa-dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang. Namun beliau senantiasa menjadi hamba yang bersyukur, nabi yang mensyukuri karunia Allah dan rasul yang selalu memuji keagungan-Nya. Beliau mengenal kebesaran Allah , dengan itu beliau senantiasa memuji-Nya, memohon kepada-Nya dan kembali menuju ampunan-Nya. Beliau mengetahui betapa berharga waktu yang diberikan, beliau pergunakan sebaik-baiknya dengan selalu mengisi waktu dalam ketaatan dan ibadah.

    ‘Aisyahradhiyallahu ‘anhaberkata:
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa berdzikir kepada Allah setiap waktu.” (HR. Muslim)

    Ibnu Abbas radhiallaahu anhu mengungkapkan: “Kami pernah menghitung dzikir yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu majlis sebanyak seratus kali:
    “Ya Allah, ampunilah aku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat lagi Maha Pengampun.” (HR. Abu Daud)

    Abu Hurairah radhiallaahu anhu menuturkan: “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Demi Allah, sesungguhya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR. Al-Bukhari)

    Ibnu Umar radhiallaahu anhuberkata: “Kami pernah menghitung dzikir yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu majlis sebanyak seratus kali:
    “Ya Allah, ampunilah aku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat lagi Maha Pengampun.” (HR. At-Tirmidzi)

    Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengungkapkan kepada kita sebuah doa yang sering diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila berada di sisinya, sebagai berikut:
    “Ya Allah, Yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi)
    Banyaknya zikir Rasul;ullah adalah tanda cinta dan kasihnya kepada Tuhan kerana seseorang apabila mengasihi sesuatu nescaya dia akan banyak mengingati perkara ter5sebut.Hanya dengan fakta ini kita sudah dapat mengetahui kebenaran nabi Muhammad saw.Kalau Isa adalah jalan keselamatan utk bani Israel di zamannya sahaja seperti yg disebut di dalam bible tetapi nabi Muhammad
    adalah keselamatan utk semua bangsa yg hidup disegala zaman.Siapa yg tertinggal daripadanya fakta ini maka berarti rohnya tergadai utk api neraka yg dia perlu menebusnya dengan cara mengimani nabi Muhammad saw.Ayolah wahai non muslim semua.Kamu gak tau kapan kamu dijemput Tuhan lambat atau cepat.

  53. ilham othmany Says:

    RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DENGAN PARA TETANGGA

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat memuliakan para tetangga. Tetangga memiliki kedudukan yang agung dalam kehidupan beliau. Beliau pernah berkata:

    “Malaikat Jibril alaihissalam senatiasa mewasiatkan agar aku berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira ia (Jibril) akan memberikan hak waris (bagi mereka).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    Beliau mewasiatkan Abu Dzar radhiallaahu anhu:
    “Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak makanan, perbanyaklah kuahnya, janganlah engkau lupa membagikannya kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)

    Beliau juga memperingatkan dari bahaya mengganggu tetangga. Beliau bersabda:
    “Tidak akan masuk Surga orang yang tidak merasa aman tetangganya dari kejahatannya.” (HR. Muslim)

    Oleh sebab itu, hendaklah kita senantiasa berlaku baik kepada para tetangga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah ia berlaku baik kepada tetangganya.” (HR. Muslim)

    Wahai seklian manusia berimanlah kepada nabi Muhammad sebelum kamu mati.

  54. ilham othmany Says:

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan: “Setiap kali disampaikan kepada beliau sesuatu yang kurang berkenan dari seseorang, beliau tidak mengatakan: “Apa maunya si ‘Fulan’ berkata demikian!” Namun beliau mengatakan: “Apa maunya ‘mereka’ berkata demikian!” (HR. At-Tirmidzi)

    Anas bin Malik radhiallaahu anhu menceritakan: “Pernah suatu kali seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan bekas celupan berwarna kuning pada pakaiannya (bekas za’faran). Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat jarang menegur sesuatu yang dibencinya pada seseorang di hadapannya langsung. Setelah lelaki itu pergi, beliau pun berkata:
    “Alangkah bagusnya bila kalian perintahkan lelaki itu untuk menghilangkan bekas za’faran itu dari bajunya.” (HR. Abu Daud & Ahmad)

    Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
    “Inginkah aku kabarkan kepadamu oang yang diselamatkan dari api Neraka, atau dijauhkan api Neraka darinya? Yaitu setiap orang yang ramah, lemah lembut dan murah hati.” (HR. At-Tirmidzi)

    To all non muslim:Masuklah Islam kejayaan besar di akhirat menanti kalian.

  55. ilham othmany Says:

    Mengamalkan sunnah nabi di dalam beribadah merupakan satu syarat yg kuat dalam beragama.Biar betapa hebat pun seseorang beribadah sedangkan dia meninggalkan sunnah nabi maka ibadahnya gak akan diterima Allah.Di antara perkara yg dititik beratkan oleh nabi Muhammad kepada sesiapa sahaja yg ingin menceburi bidang ibadah ialah wajib atas seseorang itu memberikan hak yg sepatutnya kepada yg empunya hak.
    Hak-hak yang wajib ditunaikan seorang insan sangat banyak. Disana ada hak Allah Ta’ala, hak keluarga, hak diri pribadi maupun hak orang lain. Tahukah kamu bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membagi waktunya dalam sehari untuk menunaikan hak-hak tersebut?

    Anas bin Malik radhiallaahu anhu menuturkan: “Tiga orang sahabat pernah datang ke rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menanyakan ibadah yang beliau lakukan. Setelah diceritakan tentang ibadah beliau, mereka merasa ibadah yang mereka kerjakan terlalu sedikit dibandingkan dengan ibadah beliau. Mereka berkata: “Alangkah jauh kedudukan kita dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam e! padahal telah diampuni dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang. Seorang di antara mereka berkata: “Aku akan shalat malam selamanya.” Yang lain berkata: “Sedangkan aku akan berpuasa terus menerus tanpa berbuka.” Seorang lagi berkata: “Adapun aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam e mendatangi mereka dan berkata:
    “Kaliankah yang mengatakan begini dan begini?! Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah Subhanahu wata�ala dan yang paling bertakwa kepada-Nya dari pada kalian semua. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat malam dan juga tidur, aku juga menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.” (Muttafaq ‘alaih)
    Jelas ketiga-tiga orang tadi,meski punya semangat yg berkobar-kobar utk beribadah namun masih belum dianggap baik kerana dua lelki yg pertama cenderung utk menzalimi diri sendiri.Seorang enggan tidur selama-lamanya sementara yg lain ingin berpuasa selama-lamanya.Dan ini pada gilirannya mengakibatkan badan mereka menjadi lemah dan tidak mampu utk menunaikan hak2 keluarga dan masyarakat.Adapun lelaki ketiga yg enggan bernikah maka dia adalah model seorang lelaki yg pengecut dan sikapnya itu memperlihatkan dia coba lari dari tanggungjawab iaitu suatu sikap yg tidak sepantasnya dipunyai oleh seorang abid tulen.Pernikahan dapat melatih seseorang mengasah bakat kepimpinan dan melatih seseorang bersabar menghadapi karenah istri dan anak-anak.Sehingga seorang yg sedikit ibadah tetapi memliki keluarga adalah jauh lebih baik dari seorang yg banyak ibadahnya tetapi jomblo.Mengapa?Kerana pahala kesabarannya menghadapi karenah keluarga dan kesabarannya mendidik keluarga itu pun sudah melebihi daripada orang yg semata-mata ibadah.Kerana buah2 dariapda ibadah itu ialah dapat melahirkan sifat2 baik seperti sabar,tawakkal dll.Jadi ibadah adalah proses meahirkan sifat2 tersebut sedangkan orang yg bergelimang dengan kesukaran menjaga dan mendidik keluarga bukan sahaja sedang menjalani proses bahkan dia telah pun terjun ke medan yg dimaksudkan.Sebab itulah islam sangat menyanjung pernikahan dan membenci terhadap kehidupan membujang.
    Demikianlah cantiknya Islam di dalam mengatur kehidupan berteraskan kepada ajaran al quran dan sunnah nabi jika dibandingkan dengan agama2 lain yg direka-reka oleh manusia.Oleh itu kepada saudara-saudaraku yg non muslim diluar sana.Apa yg kalian tunggu lagi.Cepat2lah melakukan perubahan.Semoga sebelum menjelangnya idulfitri tahun ini kalian udah kembali kepada ajaran fitrah iaitu ajaran Islam.

  56. ilham othmany Says:

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai keberanian yang mengagumkan dan tiada tandingannya dalam membela agama dan menegakkan kalimatullah Ta’ala. Beliau mempergunakan nikmat-nikmat Allah Ta’ala yang dicurahkan atas beliau pada tempat yang semestinya. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah mengungkapkan hal itu dalam sebuah hadits:

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorangpun kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita.” (HR. Muslim)

    Di antara bukti keberanian beliau adalah kegigihan beliau dalam mendakwahkan agama Islam seorang diri menghadapi kaum kafir Quraisy dan pemuka-pemuka-nya. Demikian juga keteguhan beliau di atas keyakinan tersebut hingga Allah menurunkan pertolongan-Nya. Beliau tidak pernah mengeluh atau berkata: “Tidak ada yang sudi menyertaiku, sedangkan orang-orang semuanya memusuhiku.” Akan tetapi beliau bersandar serta bertawakkal kepada Allah dan tetap meneruskan perjuangan dakwah beliau.

    Beliau adalah seorang pemberani dan sangat teguh dalam memegang dan melaksanakan pendirian. Ketika orang-orang lari bercerai berai, beliau tetap teguh bagaikan karang.

    Beliau mengasingkan diri untuk beribadah di gua Hira’ selama beberapa tahun. Kala itu beliau belum merasakan gangguan dan orang-orang Quraisy pun belum memerangi beliau. Kaum kafir itu tidak menembakkan sebatang anak panah pun dari busurnya kecuali setelah beliau menyebarkan aqidah tauhid dan memerintahkan untuk memurnikan ibadah mereka kepada Allah semata. Beliau sangat mengherankan ucapan kaum kafir sebagaimana yang difirmankan Allah :
    “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan” Maka mereka menjawab:”Allah”. Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (Yunus: 31)

    Sahal bin Sa’ad t menceritakan kepada kita tentang luka yang diderita beliau . Ia berkata: “Demi Allah, aku benar-benar mengetahui siapakah yang mencuci luka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, siapakah yang menyiramkan airnya dan dengan apa luka itu diobati.” Ia melanjutkan: “Fathimah radhiyallahu ‘anha putri beliaulah yang mencuci luka tersebut, sementara Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu menyiramkan airnya dengan perisai. Namun ketika Fathimah radhiyallahu ‘anha melihat siraman air tersebut hanya menambah deras darah yang mengucur dari luka beliau, ia segera mengambil secarik tikar lalu membakarnya kemudian membungkus luka tersebut hingga darah berhenti mengucur. Pada peristiwa itu gigi beliau patah, wajah beliau terluka dan kepala beliau terkoyak lebar.” (HR. Al-Bukhari)

    Al-Abbas bin Abdul Muththalib radhiallaahu anhu menceritakan kepahlawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam peperangan Hunain. Ia berkata: “Ketika pasukan kaum muslimin tercerai berai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam justru memacu bighalnya ke arah pasukan kaum kafir, sementara aku terus memegang tali kekang bighal tersebut supaya tidak melaju dengan cepat. Saat itu beliau berkata:
    “Aku adalah seorang nabi bukanlah pendusta. Aku adalah cucu Abdul Muththalib.” (HR. Muslim)

    Sementara itu, penunggang kuda yang gagah berani, yang sudah masyhur dan terkenal dengan kisah-kisah kepahlawanannya, yaitu Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu menceritakan keberanian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut: “Apabila dua pasukan sudah saling bertemu dan peperangan sudah demikian sengit, kamipun berlindung di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak ada seorangpun yang paling dekat kepada musuh daripada beliau.” (HR. Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah , silakan lihat di dalam Shahih Muslim III / no.1401)

    Kesabaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam e dalam menyebarkan dakwah pantas dijadikan contoh dan teladan yang baik. Hingga akhirnya Allah Ta’ala menegakkan pilar-pilar Islam dan melebarkan sayapnya di segenap pelosok jazirah Arab, negeri Syam dan negeri-negeri di seberang sungai Tigris. Hingga tidak tersisa satu rumahpun kecuali telah dimasuki cahaya Islam.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Sesungguhnya aku telah mendapat berbagai teror dan ancaman karena membela agama Allah . Dan tidak ada seorangpun yang mendapat teror seperti itu. aku telah mendapat berbagai macam gangguan karena menegakkan agama Allah . Dan tidak seorangpun yang mendapat gangguan seperti itu. Sehingga pernah kualami selama 30 hari 30 malam, aku dan Bilal tidak mempunyai sepotong makanan pun yang layak untuk dimakan manusia kecuali sedikit makanan yang hanya dapat dipergunakan untuk menutupi ketiak Bilal.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

    Walaupun harta dan ghanimah serta perbenda-haraan dunia dari kemenangan yang diberikan Allah kepada beliau terus mengalir, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mewariskan sesuatupun kepada umatnya, tidak dinar maupun dirham, beliau hanya mewariskan ilmu. Itulah warisan nubuwat, barangsiapa yang ingin mengambilnya, maka silakan maju untuk mengambilnya dan selamat berbahagia menerima warisan yang agung itu.

    ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha menuturkan:
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak meninggalkan dinar, tidak pula dirham, tidak meninggalkan kambing, tidak pula unta. Beliau tidak mewasiatkan harta apapun.” (HR. Muslim)
    Wahai orang2 kafir!Ayolah!Masuklah kamu sekelian ke dalam agama Islam.Jangan sia-siakan susah payah Rasulullah saw menebarkan hidayahnya utk kalian.

  57. ilham othmany Says:

    DO’A-DO’A RASULULLAH

    Doa adalah ibadah yang sangat agung, yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Subhanahu wata�ala. Hakikat doa adalah menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah Ta�ala dan berlepas diri dari daya dan upaya makhluk. Doa merupakan tanda Ubudiyah (penghambaan diri secara totalitas kepada Allah Ta�ala). Doa juga merupakan lambang kelemahan manusia. Di dalam ibadah doa terkandung pujian terhadap Allah Ta�ala. Disamping itu terkandung juga sifat penyantun dan pemurah bagi Allah Ta�ala. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Doa itu adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Allah Subhanahu wata�ala. Beliau sangat menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai ucapan-ucapan doa.

    Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah:
    “Ya Allah, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan.” (HR. Muslim)

    Di antara doa beliau adalah
    “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain.” (HR. Abu Daud)

    Demikian pula doa berikut ini:
    “Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi)

    Di antara permohonan beliau kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala :
    “Ya Allah, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya.” (Muttafaq ‘alaih)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa berdoa memohon kepada Rabb Ta’ala baik pada waktu lapang maupun pada saat sempit. Pada peperangan Badar, beliau berdoa kepada Allah Subhanahu wata�ala hingga jatuh selendang beliau dari kedua pundaknya, memohon kepada Allah Subhanahu wata�ala agar menurunkan pertolongan bagi kaum muslimin dan menjatuhkan kekalahan atas kaum musyrikin. Beliau sering berdoa untuk dirinya sendiri, untuk keluarga dan ahli bait beliau, untuk sahabat-sahabat beliau bahkan untuk segenap kaum muslimin.

    Wahai sekelian orang kafir!Ingatlah dunia ini hanya sementara.Akherat jualah tempat yg kekal abadi selama-lamanya.Ucapkanlah Tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah pasti kamu berjaya.

  58. Sukaku Says:

    Mas adeng
    klo w sih dah lama tahu ilham nih bakalan murtad.kayak dia nih tinggal kena satu sentuhan aje..xixixi

    1. Adeng Hudaya Says:

      Ya, itu pasti!

      Meski saat ini ia masih berusaha dengan sisa-sisa otaknya untuk meng kick balik.

      Tapi jelas sia-sia.
      Semua orang sekarang sudah tahu siapa Muhammad. Ia ternyata tak lebih dari seorang kepala rampok, pedofil, penjahat kelamin, tukang perkosa wanita-wanita tak berdaya, pembunuh sadis, dan penipu ulung.

      Tak ada alasan mempercayainya.

      Weleh…weleh…weleh….

      1. encep Says:

        @ Adeng Hudaya : Ciri2 Prilaku Orang Kristen Kl Berbicara Ngga’ pernah mau nunjukin identitasnya alias = Penakut…..

        Mau bukti ? anda sengaja menjelek-jelekkan islam ya !!
        Coba aja klik di namanya Adeng Hudaya…dasar orang kafirrr…

  59. ilham othmany Says:

    Selamat Datang ya Nabi Salam,
    The Spirit of truth, Periklutos
    Oleh : Armansyah

    Artikel berseri ini sudah pernah ditayangkan dalam milis perdiskusian Islamic Network , Multiple recipients of list dan juga Jemaah Islam Malaysia antara bulan Juli dan Agustus 1998.

    Katakanlah “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan keturunannya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa serta Nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membedakan seorangpun di antara mereka dan kepadaNya lah kami menyerahkan diri”. (QS. 3:84)

    Jauh sebelum kedatangan Nabi Muhammad Saw., Tuhan telah mengutus banyak Nabi dan Rasul kedunia ini, keberbagai tempat dan daerahnya masing-masing.

    Dari semenjak Adam yang menjadi Nabi bagi putra-putrinya sendiri, disusul oleh Nabi Idris, Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shalih, Nabi Ibrahim, Nabi Luth, Nabi Ismail, Nabi Ishaq dan terus hingga kepada Nabi Musa dan Nabi Isa Almasih serta sejumlah besar Nabi dan Rasul yang tidak diceritakan didalam AlQur’an, semuanya diutus hanya kepada bangsa dan golongan mereka sendiri hingga sampai pada diutusnya Nabi Muhammad Saw.

    Setiap Nabi dan Rasul Allah memiliki kelebihannya tersendiri didalam menjalankan misi mereka kepada umatnya, tapi walau demikian, AlQur’an melarang manusia untuk membeda-bedakan mereka, sebab kesemuanya adalah utusan Allah yang Maha Agung. Dan hanya Dia sajalah yang berhak untuk menilai derajat dari masing-masing NabiNya itu, aturan tersebut berlaku kepada siapa saja tanpa terkecuali kepada Nabi Muhammad Saw selaku Nabi terakhir.

    Masing-masing Nabi dan Rasul Allah itu memiliki misi yang sama, mengajarkan kepada umatnya mengenai Tauhid, bahwa Tidak ada sesuatu apapun yang wajib untuk disembah melainkan Allah yang Esa, berdiri dengan sendirinya, tanpa beranak dan tanpa diperanakkan alias Esa dengan pengertian yang sebenar-benarnya, bukan Esa yang Tiga alias Tritunggal.

    Dalam sebuah Hadistnya, Rasulullah Saw bersabda
    “Nabi-nabi itu adalah bersaudara yang bukan satu ibu, ibunya bermacam-macam, namun agamanya satu.”
    (HR. AlSaikhan dan Abu Daud)

    Apabila kita mengembalikan kepada Bible, kita dapati pula bahwa Jesus the christ juga mengikuti keimanan yang demikian itu. Jesus tidak pernah mengingkari kebenaran yang terdahulu, yaitu apa yang dibawa oleh Nabi Musa dan nabi-nabi lainnya, kehadirannya adalah untuk melengkapi Tauratnya Musa, bukan untuk membatalkannya (St. Matthew 5:17-19).

    Selain itu, Jesus, sebagaimana Nabi-nabi sebelumnya, juga mengajarkan kepada umatnya yaitu Bani Israel risalah tauhid.

    St. John 7:16
    “Jesus answered them and said, ‘My doctrine is not mine, but His that sent me’.”

    St. Mark 12:29
    “And Jesus answered him, The first of all the commandments is, Hear O Israel; The Lord our God is one Lord.”

    Disaat-saat menjelang kepergiannya, Jesus menubuatkan akan kedatangan seorang Rasul sesudah dia yang mana namanya adalah Ahmad alias Muhammad Saw.

    St. John. 14:16
    “And I will pray the father, and he shall give you another comforter that he may abide with you forever.”

    St. John. 14:26
    “But the comforter which is ‘the Holy Ghost’, whom the father will send in my name, he shall teach you all things to your remembrance, whatsoever I have said unto you.”

    Sabda Jesus dalam Bible diatas, dilestarikan pula didalam Qur’an.
    “Hai bani Israil ! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, membenarkan Taurat yang sudah ada sebelumku, dan memberi khabar gembira tentang seorang Rasul sesudahku, bernama Ahmad !”
    (QS. 61:6)

    Ahmad berarti ‘yang paling banyak memuji’ (aktsaru hamdan lillahi).
    Kata Ahmad ini af’al tatdhil dari ‘hamida’, yang menunjukkan bahwa pujian yang dipersembahkannya, dilakukannya kepada Tuhan, lebih utama dari pujian orang -orang terhadap dirinya.

    Nama ‘Muhammad’ menunjukkan sifat kebesaran, kemenangan dan kemuliaan, yakni yang lazim disebut sifat Jalali. Sedang nama ‘Ahmad’ menunjukkan sifat keindahan, keelokan dan kehalusan budi, yakni jang lazim disebut sifat Jamali.

    Disini letak perbedaan antara ‘Ahmad’ dan ‘Muhammad’
    Muhammad adalah ‘yang amat dipuji’, artinya banyak sekali pujian yang diberikan oleh orang kepada dirinya bahkan hingga Tuhan sendiri memuji keagungan dari kepribadian beliau.

    Ibnu Marduwiyah telah meriwayatkan dari Ubay Bin Ka’ab r.a., katanya
    “Aku telah diberi, apa yang tidak diberikan kepada Nabi-nabi Allah.” Bertanya Ka’ab r.a “Apakah itu, ya Rasulullah ?” Bersabda Rasulullah Saw “Aku telah ditolong diwaktu ketakutan, aku diberi kunci pembuka bumi, aku dinamai Ahmad. Dijadikan bagiku tanah untuk bersuci dan dijadikan umatku sebaik-baik umat.”

    Dari Mut’im r.a. katanya
    Rasulullah Saw bersabda ‘Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama Aku Muhammad, Aku Ahmad , Aku yang penghapus karena aku, Allah menghapuskan kekafiran, Aku pengumpul yang dikumpulkan manusia dibawah kekuasaanku dan aku pengiring yang tiada kemudianku seorang Nabipun. (HR. Muslim)

    Dari Abu Musa Al Asy’ari r.a. katanya
    “Pernah Rasulullah Saw menerangkan nama diri beliau kepada kami dengan menyebut beberapa nama Aku Muhammad, Aku Ahmad, Aku pengiring dan pengumpul, Nabi (yang menyuruh) tobat dan Nabi (yang membawa) rahmat.”
    (HR. Muslim)

    Kata ‘Penolong, Penghibur’ dalam Bible masa kini adalah terjemahan dari kata Yunani (Griek) ‘Paracletos’ yang asalnya adalah ‘Periclutos’, sedangkan kata Aramia yang diucapkan oleh Isa Almasih adalah ‘Mauhamana’ yang artinya ‘Yang dipuji’.

    Parakletos yang menurut kamus berarti ‘Pembela perkara, pengacara’, sedangkan ‘Periklutos’ berartikan ‘Terkenal dimana-mana’.

    Parakletos dalam arti ‘Pembela perkara, pengacara, advokat’ menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw yang membela perkara Jesus yang kenabiannya ditolak oleh orang Yahudi dan menuduhnya sebagai anak haram sekaligus membela Jesus dari pengklaiman pihak Kristen Trinitasnya Paulus bahwa Jesus adalah Anak Tuhan atau Tuhan yang menyamar dan telah tersalibkan.

    Periklutos dalam arti ‘masyur kemana-mana, terpuji dimanapun’ adalah terjemahan dari kata Aramia ‘Mauhamana’ yang artinya ‘Yang dipuji, yang terpuji’ dan dalam bahasa Arabnya adalah Muhammad, Ahmad, Mahmud.

    Song of Solomon 5:16
    “His mouth is most sweet yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.”

    Ucapan “he is altogether lovely” jika dibaca dalam bahasa Yahudi (Hebrew) sebagai “he is Mahamaddim.”

    Akhiran ‘im’ adalah merupakan bentuk jamak untuk sebuah penghormatan, keagungan tertinggi dan kemuliaan sebagaimana yang biasa diberikan juga kepada sifat Elohim (Tuhan), didalam AlQur’an sifat ini juga disebutkan pada Surah 3321 yang merefer pada diri Nabi Muhammad Saw.

    Tanpa akhiran ‘im’ kalimat tersebut menjadi Mahammad yang jika diterjemahkan adalah ‘Yang paling banyak memuji’ atau dalam bahasa Arabnya adalah Ahmad dan dalam bahasa inggrisnya biasa diterjemahkan dengan kalimat ‘altogether lovely’.

    Bahasa Yahudi memiliki banyak kesamaan dalam beberapa hal dengan bahasa Arab.
    Misalnya didalam bahasa Yahudi, kata ‘Shalom’ adalah sama dengan kata ‘Salam’ didalam bahasa Arab yang berarti ‘Damai’, kalimat tersebut diambil dari akar kata ‘S, L dan M’.

    Dalam bahasa Yahudi itu juga, kata Mahmad, Mahamod, Himdah dan Hemed muncul dalam Perjanjian Lama yang menurut bahasa Arabnya adalah Muhammad dan Ahmad dimana kesemua asal katanya diambil dari akar kata ‘H, M dan D’ yang merujuk kepada pengertian umum yang sama.

    Bagaimana dan kenapa ‘Parakletos’ diterjemahkan dalam Bible masa kini menjadi ‘Penghibur (Trooster, Comforter)’ tidak seorangpun yang mengetahuinya !!!

    Comforter yang berarti ‘penghibur’ lebih banyak digunakan dalam Bible ‘Authorised King James Version’. Namun, perlu ditanyakan kepada umat Kristen apakah Isa Almasih berkomunikasi dalam bahasa Inggris ? Ataukah dalam bahasa Arab sehingga dia dikatakan sebagai ‘AlMu’azzi’ ?

    Tentu umat Kristen akan menjawab ‘Tidak !’
    Karena Almasih bukan orang Arab atau Inggris, lalu apakah Almasih mengatakan ‘Yamtsu Kuzizi’ seperti Injil bahasa Afrika ? Jawabnya tentu tidak juga !

    Dalam penamaan ‘Roh Kudus’, umat Kristen telah tergelincir dalam penamaan yang tidak tepat. Kata jiwa atau roh, gas, dan udara diterjemahkan dari bahasa Yunani ‘Pneuma’. Namun dalam kitab suci yang berbahasa Yunani, kata tersebut tidak diterjemahkan khusus sebagai roh.

    Dalam menerjemahkan kata Yunani ‘Pneuma’, penyusun naskah Versi Raja James, yang juga dinamakan naskah rujukan atau naskah Roma Katolik lebih mengutamakan penggunaan kata ‘Ghost’ yang bermakna ‘Hantu’ atau ‘Bayangan’ daripada menggunakankata ‘Spirit’ dengan makna ‘Roh’.

    Sementara itu pada versi standar yang telah diperbaiki dan merupakan versi terbaru, telah terjadi perubahan kata “Holy ghost” /hantu atau bayangan kudus/ dengan kata ‘Holy spirit’ atau roh kudus.

    “But the comforter which is ‘the holy spirit’ whom the father will send in my name, he shall teach you all things and bring all things to your rememberance what so ever I have said unto you.” (St.John 14:26)

    Coba anda bandingkan dengan isi St. John 14.26 sebelumnya yang saya kutipkan dari The Bible, A.D. 1611, The British and Foreign Bible Society London.
    Perhatikan perbedaan penggunaan kata ‘The holy spirit’ dengan ‘The holy ghost’ !

    Jika kita amati, tidak ada penginjil dari tingkat manapun yang berusaha membandingkan makna istilah ‘Paraclete’ dalam naskah asli berbahasa Yunani dengan bayangan atau hantu kudus /holy ghost/.

    Dengan demikian, dengan mantap kita katakan bahwa AlMu’azzi atau si penolong itu adalah Roh Kudus atau yang berketuhanan. Dan dengan sendirinya, Roh Kudus atau yang berketuhanan itu adalah seorang Nabi yang kudus atau yang berketuhanan.

    Dalam ajaran Islam, Nabi manapun, sebelum pengutusan Muhammad Rasulullah Al-Amin oleh Allah Swt adalah seorang Nabi yang kudus atau berketuhanan yang dipilih dan dijaga Allah dari dosa dan kesalahan. Bagi seorang Muslim juga ketika mengungkapkan Nabi, pikirannya akan langsung tertuju kepada Nabi Muhammad Saw.

    Sebagai pengarang Injil, Johanes telah menulis tiga risalah Injil umat Kristen. Didalamnya, dia menggunakan ungkapan Roh Kudus untuk menunjukkan kenabian yang berketuhanan

    “Saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh -roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak dari Nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi keseluruh dunia”.
    (I Johanes 4:1)

    Dalam ayat diatas, kata Roh merupakan kata yang bersinonim dengan kata Nabi.
    Jadi, Roh yang hakiki adalah Nabi yang hakiki juga, dan roh palsu adalah Nabi yang palsu juga.

    Dalam Bible ‘Authorised King James Version, ketika sampai pada kata ‘Roh’ yang pertama pada ayat tersebut, diarahkan agar para pembacanya membandingkan dengan yang tertera dalam Matius 715 yang mengukuhkan bahwa para Nabi palsu itu adalah roh-roh palsu. Berdasarkan itu dan mengikuti pendapat Johanes juga, Roh kudus atau holy spirit adalah Nabi yang berketuhanan alias Holy prophet.

    Lebih jauh lagi, Johanes telah memberikan tolak ukur yang jelas untuk mengenali Nabi yang sebenarnya dengan mengatakan

    “Demikianlah kita mengenal Roh Allah; setiap roh yang mengaku bahwa Jesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.”
    (I Johanes 4:2)

    Dan menurut pemahaman kalimat-kalimat Johanes dalam penafsiran yang pernah kita bahas, roh itu sinonim dengan Nabi. Berdasarkan itu, makna Roh Allah dalam ayat diatas adalah Nabi Allah, dan makna setiap Roh adalah setiap Nabi.

    St. John 16:14
    “Dia akan memuliakan aku, karena dia akan menerima dari aku dan akan memperlihatkannya kepadamu.”

    Kita pun wajib mengetahui apa yang dikatakan Nabi Muhammad Saw tentang Isa Almasih alias Jesus The Christ Son of Mary.

    Didalam Qur’an telah disebut nama Isa a.s, lebih dari dua puluh lima kali dan digelarinya dengan berbagai gelar dan sifat, diantaranya ‘Isa putra Maryam’, ‘Seorang Nabi’, ‘Seorang shaleh’, ‘Kalimah Allah’, ‘Masihullah’ dan lain sebagainya.

    Semuanya menunjukkan bahwa betapa Nabi Muhammad sangat memuliakan Isa Almasih, Son of Mary.

    Adapun sebagai baiknya, kita melihat pada ciri-ciri yang dinubuatkan oleh Jesus mengenai The Holy -SpiritGhost- didalam kitab Injilnya.

    Dari St. John 16:8 hingga 16:14
    “And When he is come, he will reprove the world of sin and righteousness and of judgment of sin, because they believe not on me of righteousness, because I go to my father and ye see me no more of judgment because the prince of this world is judged. I have yet many things to say unto you but you can not bear them now. How beit when he, the ‘spirit of truth’ is come, he will guide you into all truth; for he shall not speak of himself, but whatsoever he shall hear, that shall he speak, and he will show you things to come.”

    The comforter alias the holy -spiritghost- menurut yang dinubuatkan oleh Jesus dalam Bible, adalah The Spirit of Truth yang akan memperbaiki dunia dan menjelaskan mengenai dosa, keadilan dan juga mengenai tata cara perhukuman.

    Selain itu, Jesus juga berkata bahwa utusan berikutnya itu akan membimbing manusia menuju kejalan Tuhannya, kepada jalan kebenaran yang hakiki dan akan berbicara mengenai hal-hal yang akan mendatang.

    Semua nubuat tersebut adalah cocok dengan Nabi Muhammad Saw Al-Amin.
    Rasulullah membimbing manusia untuk kembali pada jalan Tuhan yang benar, memperbaiki akidah manusia untuk bertauhid, menyembah Tuhan yang Esa, bukan Tuhan yang Tiga.

    Beliau datang untuk mengembalikan kemurnian ajaran yang dibawa oleh Ibrahim, Musa, Daud, Sulaiman, Yahya, Isa dan Nabi-nabi lainnya yang telah dirusak dengan berbagai macam kejahiliyahan masyarakat.

    Nabi Muhammad telah datang dengan segala perundang-undangannya, berbicara mengenai dosa, berbicara mengenai keadilan dan juga berbicara mengenai hari kiamat yang akan datang.

    Almasih sendiri mengatakan bahwa memang banyak yang hendak diucapkannya kepada Bani Israel, namun sebagian besarnya tidak akan dimengerti oleh umatnya pada masa itu, apalagi dalam menjalankan misi dakwahnya, Almasih selalu diburu dan dikejar oleh musuh-musuhnya.

    Dengan perkenan Allah, Jesus memutuskan bahwa semua tugas kenabiannya yang belum selesai itu akan diserahkan kepada Muhammad dengan AlQur’annya, yang akan membimbing, tidak hanya kepada Bani Israel, melainkan kepada seluruh manusia dimaya pada ini sesuai dengan fungsinya membawa rahmat keseluruh alam.

    Nabi Yahya alias John sendiri berkata dalam St. Matthew 3:11
    “I indeed baptize you with water unto repentance, but he that cometh after me is mightier than I, whose shoes I am not worthy to bear He shall baptize you with the holy ghost and with fire”.

    Jika perkataan John diatas kita tujukan pada diri Jesus, itu kurang tepat, sebab Jesus sendiri datang kepadanya dan minta dibaptiskan yang berarti bahwa dia dan Jesus adalah sederajat.

    St. Matthew 313
    “Then cometh Jesus from Galilee to Jordan unto John to be baptized of him.”

    Jadi kalimat John tersebut dimaksudkan untuk kedatangan Muhammad Saw selaku Nabi terakhir dalam jajaran kenabian Tuhan, dimana Ruh suci dan Api yang dengannya ia akan membaptis orang adalah dua kalimah syahadat Pengakuan mengenai Keesaan Tuhan serta hukum yang diturunkanNya serta pengakuan terhadap Kerasulan Muhammad Saw Al-Amin.

    Akidah atau kepercayaan adalah suatu soal yang tetap dan tidak berubah.
    Allah adalah yang menciptakan segala yang ada, karena itu Allah sajalah yang berhak disembah, Dialah satu-satunya tempat meminta pertolongan, Dia yang tiada berserikat didalam menjalankan kekuasaanNya.

    Nabi Muhammad akan tampil sebagai sosok pribadi yang gagah perkasa bagaikan Nabi Musa, mempunyai kebijaksanaan sehingga semua alam ikut bertasbih bersamanya seolah Nabi Daud, berotak brilian dan kekayaan hatinya melebihi kekayaan Nabi Sulaiman, memiliki wajah yang tampan rupawan laksana rupa Nabi Yusuf, mempunyai ketabahan yang besar melebihi ketabahan Nabi Yunus yang terperangkap dalam perut ikan dan Nabi Ibrahim yang tidak goyah dibakar api, bersikap kasih sayang sebagaimana Isa Almasih serta bersikap dan tampil sebagai sosok Al-Amin yang patuh kepada Tuhannya sebagai perwujudan sifat dari para malaikat.

    Dialah sosok Nabi dan Holy Prophet yang dinantikan, dimana tiada lagi Nabi yang akan diutus setelah wafatnya kecuali para mujaddid yang berlaku sebagai ‘utusan Tuhan’ dari berbagai kaumnya sekaligus berfungsi sebagai pengembang dan perpanjangan tangan para Nabi Allah.

    “Hubunganku dengan kenabian sebelumku seperti layaknya pembangunan suatu istana yang terindah yang pernah dibangun. Semuanya telah lengkap kecuali satu tempat untuk satu batu bata. Aku mengisi tempat tersebut dan sekarang sempurnalah istana itu.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)
    Wahai orang-orang kafir.Ingatlah dunia ini hanya sementara.Akherat jualah tempat kediaman yg kekal abadi selama-lamanya.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah.

    InsyaAllah Bersambung….

    1. Adeng Hudaya Says:

      Muhammad adalah seorang PENGHIBUR???

      Hua..hua..hua…

      Penghibur koq memperkosa wanita Mas?

      Penghibur koq merampok?

      Penghibur koq bunuh orang yang tak berdaya dan tak bersalah?

      Penghibur koq semena-mena?

      Apa menurutmu dunia ini menjadi tempat yang aman dan damai – dengan kehadiran Islam?

      Bagaimana dengan negara-negara Islam, Afghanistan, Irak, Pakistan, Somalia, Sudan, Yaman, dsb.????

      Jika Muhammad adalah seorang Penghibur, pastilah negara-negara itu menjadi negara yang aman, damai dan makmur?

      1. ilham othmany Says:

        Kamu berkata begitu kerana kamu mendapat maklumat yg salah tentang nabi Muhammad dan agama Islam.

      2. Dullah Says:

        Bagaimana dengan negara-negara Islam, Afghanistan, Irak, Pakistan, Somalia, Sudan, Yaman, dsb.???? –>apa anda tidak perhatikan di semua negara yang anda sebutkan pasti ada AMERIKA,…AMERIKA,..AMERIKA…yang sebelum datangnya AMERIKA mereka hidup lebih damai…

      3. Adeng Hudaya Says:

        He…he..he…
        Anda itu seperti “maling teriak maling”
        Bahkan mantan profesor sejarah Islam dari Al Azhar University Kairo saja, yaitu Mark Gabriel menyatakan bahwa: “SEJARAH ISLAM ADALAH SEJARAH SUNGAI DARAH”
        Itu juga alasannya meninggalkan Islam…
        Sudah nonton video wawancara dengan beliau belum?

  60. ilham othmany Says:

    Sesudah kematian Nabi Muhammad seseorang bertanya kepada istri tercinta-nya Aisyah tentang gaya hidup suaminya. Dia berkata, �Dia adalah Al-Qur�an dalam perbuatan.� Dia adalah Al-Qur�an berjalan. Dia adalah Al-Qur�an berbicara. Dia adalah Al-Qur�an yang hidup. Mari kita renungkan 2 ayat dibawah ini :

    Sumber wahyu Yesus : �Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan� jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.� (Injil – Yohanes 12: 49-50)

    Sumber wahyu Muhammad :�Dan, tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur�an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada Iain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril/Gabriel/Roh Kudus) yang sangat kuat.� (QS. An-Najm: 3-5).

    pada abad 6 Masehi, ketika Muhammad membacakan firman Allah yang secara sistematik �diletakkan dalam mulutnya� Seperti yang pernah difirmankan Allah kepada Musa (Moses) Dalam Kitab ke 2 Taurat ( Deutronomy 18:18 ) disebutkan : �Diutus pada mereka seorang nabi dari tengah-tengah saudara mereka sepertimu (Moses/Musa), dan AKU menjadikan ucapan-KU dalam mulutnya, maka ia akan menyampaikan pembicaraan-KU kepada mereka dengan segala yang AKU wasiatkan kepadanya� Injil berbahasa Arab belum diterjemahkan. Jadi Beliau tak mungkin pernah mengetahui bahwa dia sedang memenuhi dan membenarkan ucapan pendahulunya (Yesus) untuk isinya, apalagi Nabi Muhammad adalah seorang yang buta huruf. Jadi Allah melalui Malaikat Jibril (Gabriel/Roh Kudus) menyampaikan lagi isi kandungan �Taurat dan Injil� yang masih murni yang pernah diterima oleh Musa dan Yesus dan belum ada campur tangan manusia kepada Muhammad (Saudara Yerusalem)

    Mengapa Allah memilih �Saudarara Yerusalem-Muhammad� sebagai Nabi berikutnya?. Hal itu karena tampak jelas pembangkangan Bangsa Israel (Yerusalem) kepada Allah dan para utusan Allah. Saat Musa diutus kepada Bangsa Israel, Musa pun didustakan. Bangsa Yahudi lebih memilih �Patung Anak Sapi Emas� sebagai sekutu Allah.

    �Bahkan kamu menentang Tuhan, sejak aku mengenal kamu.� (Injil – Ulangan 9:24).

    �Karena aku mengetahui pembangkanganmu, dan kekakuan tengkukmu Lihatlah, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menjadi pembangkang terhadap Tuhan, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.� (Injil – Ulangan 31: 27).

    Mengetahui Pembangkangan Bangsa Israel, Allah telah memberikan sinyal kepada Musa bahwa Kenabian akan beralih ke Bangsa Lain yang merupakan Saudara dari Yerusalem (Ishak) yaitu Ismael (Arab)

    �Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah? akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu.� (Injil – Matius 21: 23).

    �Mereka membangkitkan cemburuku dengan yang bukan Allah, mereka membuatku marah dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan membuat mereka marah dengan bangsa yang bodoh. (Injil – Ulangan 32:21).

    Rasa cemburu Bangsa Yahudi adalah penyakit lama, dimana rasa cemburu ini merupakan warisan �Sarah� yang cemburu kepada �Hajar/Hagar� (ke-2 nya istri Nabi ibrahim). Sebelum Muhammad lahir, Bangsa Arab adalah bangsa yang Bodoh dan terabaikan oleh kerajaan-kerajaan besar saat itu. Bangsa Yunani, Alexander Agung, Bangsa Persia, Bangsa Mesir, Bangsa Romawi dll. Bangsa -bangsa besar tersebut mengabaikannya.

    �Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Seorang Nabi pahlawan telah diutus untuk mereka dengan sebuah kata yang dapat mereka percaya: Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada (Spanyol) telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi (India) di tangannya yang lain. Memantulkan keberanian, kemegahan dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari sebagian besar dunia dalam waktu yang lama. Keyakinan adalah hebat, memberikan kehidupan. Sejarah sebuah bangsa menjadi bermanfaat, meninggikan jiwa, hebat, secepat keyakinannya. Bangsa Arab ini, Muhammad, dan satu abad tersebut -tidak lah seperti jika bunga api jatuh, sebuah percikan, pada dunia yang terlihat hitam, padang pasir yang tak terkenal; tetapi pasir ternyata mesiu yang meledakkan, nyala api surga dari Delhi sampai Granada! Saya katakan, manusia yang besar selalu seperti cahaya surga. Manusia yang lain menunggunya seperti bahan bakar, dan kemudian mereka semua akan ber-kobar juga.�

    Kata-kata diatas merupakan penutup pidato Thomas Carlyle, salah seorang pemikir terbesar abad lalu. Saat itu hari Jum�at, 8 Mei 1840. Temanya: �Pahlawan sebagai Nabi�. Pendengarnya: adalah umat Kristen Anglican – Inggris.

    �Ahmad� atau �Muhammad� yang merupakan nama ARAB, orang yang mulia, adalah terjemahan dari kata Yunani Periclytos. Pada kitab Yohanes 14: 16; 15: 26, dan 16: 7, kata �Comforter� dalam versi Inggris sepadan untuk kata Yunani �Paracletos� yang berarti �penghibur� seorang yang terpanggil untuk menolong orang lain, teman/sahabat yang baik, lebih dari sekedar �Comforter�. Para doktor berpendapat bahwa Paracletos adalah pembacaan yang menyimpang dari Periclytos, dan dalam firman asli Yesus ada ramalan tentang nabi suci yang bernama Ahmad (Nama Arab). Bahkan jika kita baca Paraclete, di sana tersirat Nabi Suci, �yang penyayang untuk semua mahluk� (QS. Al�Anbiya:107) dan �paling baik dan penyayang kepada pengikutnya� ( QS. At-Taubat: 128 )

    Untuk pencari kebenaran yang tulus jelaslah bahwa Muhammad adalah Paraclete atau penghibur yang dijanjikan, juga disebut penolong, penyokong, penasehat dan lain-lain dalam ramalan-ramalan tentang Yesus yang terdapat dalam Injil Yohanes.

    Sebenarnya bahasa asli Injil (Bahasa Yesus) sudah susah dilacak dan dibuktikan kebenarannya. Seperti kita ketahui Injil Sekarang sudah bukan dalam bahasa aslinya. Jadi ada kesimpangsiuran untuk menterjemahkan atau mencari tahu padanan kata �Roh Kebenaran� dalam ayat-ayat di dalamnya.

    Injil �King James Version� menterjemahkan sebagai �Penghibur�. Tetapi kata �Penghibur� ini diterjemahkan lagi dalam berbagai bahasa. Misalnya saja menjadi �Umthokozisi atau Trooster� dari Injil Afrika dll. Padahal Umat Kristen mengaku telah menterjemahkan dalam 2000 bahasa yang berbeda, jadi tentu kata �Penghibur� menjadi semakin rancu mana yang sebenarnya. Untuk itu kita harus mencari tahu maksud dari kata �Penghibur� itu.

    Yang paling dekat dengan pengucapan Yesus yang asli dalam naskah Kristen adalah kata-kata Yunani �Paracletos� , yang juga harus ditolak karena Yesus tidak berbahasa Yunani. Tetapi marilah jangan mempersulit tujuan diskusi ini dan menerima Paracletos dalam bahasa Yunani dan persamaannya dengan Comforter dalam bahasa Inggris. Tanyakan setiap orang Kristen yang pandai siapakah yang dimaksud Sang Penghibur itu? Anda akan mendengar -�Penghibur tersebut adalah Roh Kudus� dari Yohanes 14: 26. Kalimat ini hanya bagian dari ayat 26. Kita akan berurusan dangan seluruh ayat pada saatnya nanti. Tetapi mula-mula kita harus mendidik pola pikir umat Kristen berkenaan dengan kesalahan nama ini �Holy Ghost�. Pneuma adalah akar kata Yunani untuk �spirit�. Tidak ada pemisahan kata untuk �Ghost� dalam naskah-naskah Yunani dalam perjanjian baru, dan umat Kristen saat ini membual tentang 24.000 naskah berbeda yang mereka miliki di mana tidak ada dua pun yang identik.

    Para editor KJV (The King James Version) atau disebut AV (The Authorised Version) dan DOUAY (versi Katholik Roma) memilih kata �Ghost� dari pada kata �Spirit� ketika menterjemahkan pneuma�.

    Para perevisi RSV (Revised Standard Version), versi Injil terbaru, menurut mereka sedang kembali kepada naskah-naskah paling kuno. Mereka dilukiskan sebagai �32 pelajar terkemuka dengan 50 ahli yang bekerja sama� yang dengan berani mengganti kata �Ghost� yang teduh dengan kata �Spirit�. Sejak saat ini Anda akan membaca dalam terjemahan modern �Comforter adalah Holy Spirit�. Bagaimanapun juga para penyeru dan penginjil Kristen dengan keras kepala berpegang teguh kepada �Ghost�. Mereka tidak akan memilih versi yang lebih baru. Adalah lebih baik memancing dengan umpan lama -KJV dan RCV (Roman Catholic Version). Dengan perubahan baru dalam kata �Spirit�, ayat dalam penelitian tersebut akan dibaca:

    �Tetapi SANG PENGHIBUR, yaitu �Roh Kudus�, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, dialah yang akan mengajarkan segala hal kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu� (Injil – Yohanes 14:26).

    Anda tidak perlu menjadi pelajar Injil dari siapapun yang mampu untuk mengetahui bahwa ekspresi �yaitu Roh Kudus� sebenarnya adalah penambahan. Hal tersebut seharusnya dalam TANDA KURUNG, dalam tanda kurung besar, seperti kata-kata yang telah ditambahkan dalam kutipan, yaitu �(Penekanan ditambah)�. Meskipun para editor RSV telah menghilangkan lusinan penambahan dari versi standar yang mereka banggakan, mereka telah mempertahankan rangkaian kata yang mengejutkan ini, yang berlawanan dengan ramalan Yesus yang jelas pada masalah Penghibur itu sendiri.

    �Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, PENGHIBUR itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.� (lnjil – Yohanes 16: 7)

    Sebagai Muslim kita mengetahui bahwa setiap nabi yang benar dari Allah adalah suci dan tanpa dosa. Tetapi kapan pun ekspresi �Nabi Suci� tersebut digunakan di antara umat Islam umumnya mengacu kepada Nabi Suci Muhammad. -Jadi bahkan jika kita menerima pernyataan yang tidak pantas di atas- �Comforter� adalah �Holy Spirit� sebagai kebenaran Al-Kitab, bahkan kemudian ramalan ini akan cocok sekali dengan Muhammad, tanpa perlu meluaskan artinya.

    Seperti juga Yohanes, yang namanya dianggap telah sah dibuat dalam Injil, juga menulis 3 surat lagi, yang juga bagian dari Injil Kristen. Secara mengagumkan Ia telah menggunakan istilah yang sama �Holy Spirit� untuk �Nabi suci�.

    �Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. � (InjiI – 1 Yohanes 4:1).

    Anda dapat mengamati bahwa kata roh yang digunakan di sini sama dengan seorang nabi. Roh yang benar adalah nabi yang benar, roh yang salah adalah nabi yang salah. Tetapi untuk apa yang dinamakan �kelahiran kembali� kristen, yang melihat hanya dengan mata emosi, saya merekomendasikan bahwa mereka memakai Injil C.I Scofield�s Authorized King James Version yang dengan sebuah Komite editorial dari 9 Doktor Ilmu Theologia menambah catatan dan komentar mereka. Ketika mereka sampai pada kata pertama �spirit� pada ayat di atas, mereka harus memberi sebuah pemberitahuan untuk membandingkan dengan Matius 7:15 yang menyatakan bahwa nabi yang salah adalah roh yang salah. Jadi berdasarkan Yohanes, roh kudus adalah nabi suci, dan nabi suci adalah Muhammad utusan Allah.

    �Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia (bukan Tuhan), berasal dari Allah� (Injil-1 Yohanes 4:2).

    Berdasarkan penafsiran Yohanes sendiri pada ayat 1 di atas, kata roh adalah sama dengan kata nabi. Jadi ayat 2 �Roh Allah� akan berarti �Nabi Allah� dan �setiap roh� sama dengan �setiap nabi�.

    �Aku akan meminta kepada Bapa; dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang Iain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya�. (Injil – Yohanes 14:16).

    Penekanan di sini adalah pada kata �yang lain�, sebuah perbedaan, sebuah penambahan, tetapi dari jenis yang sama, namun berbeda dari yang pertama. Lalu siapa �penghibur pertama�? Dunia Kristen sepakat bahwa dalam kasus ini pembicara sendiri -Yesus Kristus adalah penghibur pertama; kemudian datanglah yang lain, seorang yang mengikuti haruslah alami, merasakan kondisi yang sama yaitu kelaparan, kelelahan, kesedihan dan kematian. Tetapi Penghibur yang dijanjikan ini harus �menyertai kamu selama-lamanya!� Tidak ada seorang pun hidup selamanya. Yesus meninggal maka Penghibur yang akan datang juga meninggal. Tidak ada anak manusia yang tidak mati!

    �Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. �(Ali `Imran: 185).

    Dalam Lukas pasal 16, Yesus bercerita tentang �Orang kaya, orang miskin.� Ketika meninggal keduanya menemukan diri mereka pada sisi yang berlawanan – satu di sorga dan yang lainnya di neraka. Orang kaya (Dives) membara di neraka menangis kepada Bapa Ibrahim untuk mengirim si peminta-minta (Lazarus) untuk menghilangkan dahaganya. Tetapi ketika setiap permintaan jatuh, dia, sebagai kebaikan yang terakhir, meminta Bapa Ibrahim mengirim orang miskin tersebut kembali ke dunia untuk memperingatkan saudaranya yang masih hidup terhadap malapetaka yang akan datang jika mereka tidak memperhatikan peringatan Tuhan.

    �Kata Ibrahim kepadanya, �Jika mereka (yang masih hidup di bumi) tidak mau mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka pasti tidak mau juga mendengarkan meskipun seseorang yang bangkit dari kematian�.� (Injil -Lukas 16 : 31)

    Yesus mengucapkan fakta di atas beberapa abad sesudah kematian nabi-nabi Israel seperti Jeremiah, Hosea, Zechariah dan lain-lain, dan lebih dari 1300 tahun sesudah Musa. Orang-orang munafik di jaman Yesus dan kita saat ini masih dapat mendengarkan �Musa dan Nabi-nabi tersebut�, karena mereka masih hidup, dan selalu menyertai kita melalui ajaran-ajaran mereka.

    �Aku akan meminta kepada Bapa; dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang Iain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya�. (Injil – Yohanes 14:16).

    Dengan mengejutkan, orang Kristen melihat tidak ada kesulitan dalam membenarkan pemenuhan ramalan tersebut �sejak dunia dimulai� dan setelah lebih 1000 tahun ketika Peter pada khotbah keduanya kepada orang-orang Yahudi, mengingatkan mereka :

    �Bukankah Musa telah berkata kepada Bapa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu sama seperti aku. Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. (Injil – Kisah Para Rasul 3: 22)

    Terdapat sejumlah contoh pada kitab suci Injil tentang kedatangan dan kepergian Roh Kudus, sebelum kelahiran dan keberangkatan Mesias (Yesus). Silahkan periksa referensi berikut ini dalam Injil :

    Sebelum Kelahiran Kristus (B.C.) :

    �� dan Ia (Johannes Sang Pembaptis) akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.� (Injil-Lukas 1:15)
    �� dan Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus,� (Injil -Lukas l:41)
    �Dan Zakaria, ayahnya, penuh dengan.Roh Kudus.� (Injil – Lukas 1: 67)
    Sesudah Kelahiran Kristus (A.C.):

    �� Roh Kudus ada di atasnya (Simon).� (Injil – Lukas 2: 25)
    �Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya (Yesus).� (Injil – Lukas 3: 22)
    Dari kutipan di atas, sebelum dan sesudah kelahiran Yesus, seseorang tidak dapat berhenti memuji Lukas yang tampil menjadi spesialis pada Roh Kudus. Kita lebih baik bertanya pada umat Kristen, sesudah turunnya �merpati�, dengan pertolongan siapa Yesus membuat banyak keajaiban jika tidak karena pertolongan Roh Kudus? Biarkan Dia sendiri yang mengatakan pada kita. Ketika dituduh oleh kaumnya sendiri, orang-orang Yahudi, bahwa dia melakukan keajaiban tersebut berserikat dengan Beelzebub (kepala syaitan), Yesus menanyakan pertanyaan retoris kepada mereka: �Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?� Orang-orang Yahudi menyalahkan bahwa kesucian Roh ini -Roh Tuhan- yang telah menolongnya, adalah jahat sekali. Ini adalah penghianatan dari perintah tertinggi. Jadi dia memberi mereka sebuah peringatan yang menakutkan:

    �� Tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni �.� (Injil – Matius 12: 31 )

    �Roh Kudus� ini tidak lain dari apa yang telah dilukiskan Matius sendiri dalam 3 ayat sebelum mengutip ucapan Tuannya:

    �Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.� ( Injil – Matius 12: 28 ) Bandingkan dengan pernyataan yang sama oleh penulis kitab yang lain. �Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.� (Injil – Lukas 11: 20)

    Anda tidak perlu menjadi pelajar injil (sekolah gereja?) untuk mengerti bahwa ekspresi (a) �Kuasa Allah� (b) �Roh Allah� dan (c) �Roh Kudus� adalah rangkaian kata yang sama. Bahwa Roh Kudus selalu menolong para nabi dan murid-murid Nabi yang berdakwah. Jadi Roh Kudus menolong Yesus dalam kementriannya. Roh Kudus tersebut juga menolong murid-muridnya dalam misi da�wah dan penyembuhan mereka.

    Ini tentunya bukanlah janji kosong. Murid-murid tersebut harusnya telah menerima pemberian Roh Kudus. Jadi jika �Roh Kudus� adalah (1) Yohanes Pembaptis, (2) Elisabeth, (3) Zacharias, (4) Simeon, (5) Yesus, (6) murid-murid Yesus; maka semua ini membuat perkataan, �Jikalau Aku tidak pergi, dia tidak akan datang kepadamu� menjadi tak berarti. Artinya, Penghibur itu bukanlah Roh Kudus!. Karena jika Roh Kudus-lah sang penghibur, bukankah Roh Kudus sudah ada sebelum Yesus dan pada saat Yesus ada didunia. Apalagi doktrin Trinitas yang mengatakan Bahwa �Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus� adalah suatu kesatuan tak terpisahkan, tentu lebih menggelikan lagi jika Sang Penghibur yang akan datang adalah Roh Kudus. Bukankah Roh Kudus sudah menyatu dengan Yesus saat itu?. Coba kita cerna apa yang pernah dikatakan oleh Yesus berikut ini :

    �Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.� (Injil – Yohanes 16:12).

    Kebenaran dari kata �kamu belum dapat menanggungnya� diulang secara monoton di seluruh halaman-halaman Perjanjian Baru:

    �Yesus berkata kepada mereka (murid muridnya), �Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?� �� (Injil – Matius 8: 26)
    �� dan Yesus berkata kepadanya (Petrus): �Hai orang yang kurang percaya� �� (Injil – Matius 14: 31 ).
    �� Dia (Yesus) berkata kepada mereka (murid-muridnya): kamu yang kurang percaya, �Mengapa kamu memperbincangkan�� (Injil – Matius 16: 8).
    �Lalu kata-Nya kepada mereka (murid-muridnya), Dimanakah kepercayaanmu?� (Injil – Lukas 8: 25)

    Kata-kata dalam ayat-ayat diatas bukanlah tuduhan Yesus atas keragu-raguan orang-orang Yahudi, tetapi atas orang-orang pilihannya sendiri. Dia merendah sampai ke tingkatan anak kecil untuk membuat segala sesuatu jelas bagi muridnya tetapi Dia terpaksa keluar dalam keadaan frustasi:

    �Jawab Yesus, �Kamupun masih belum dapat memahaminya?��� (Injil – Matius 15:16).

    Dan ketika dia sampai ke batas ambang kegusaran, dia mencerca orang-orang pilihannya:

    �. . . . �. hai kamu generasi yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu?� (Injil – Lukas 9: 41 )

    Keluarganya berfikir Yesus Gila. Saudara-saudaranya sendiri pun tidak mempercayainya� (Yohanes 7: 5). Faktanya mereka menginginkan yang lebih luas untuk memahaminya, berkeyakinan bahwa dia gila.

    Sebenarnya �bangsanya� telah mengejeknya, mencaci makinya dan dengan berapi-api menolaknya. Lebih dari itu mereka berusaha untuk menyalibnya. Setelah hampir selama 2000-an tahun hidup terasing, mengembara, tidak punya negara dan ditindas Kaum Kristen, Bangsa Yahudi, meski sekarang sangat cinta ataupun fanatik terhadap Kristen, mereka secara keseluruhan adalah kaum yang tidak pernah dapat menerima Yesus sebagai juru selamat mereka, pengantar mereka, Tuhan mereka, ini sederhana karena samanya penilaian mereka –

    �Bahwa tidak pernah ada seorang Yahudi dapat menerima Yahudi yang lain sebagai Tuhan!�

    Hanya dalam Islam, orang-orang Yahudi, Kristen dan Islam dapat menemukan penyelesaian, -semua mempercayai Yesus seperti dia adanya,- salah satu utusan Tuhan yang paling hebat; dan bukan sebagai Tuhan atau anak-Nya! �

    �Murid-muridnya, selalu salah paham terhadapnya dan perbuatannya: Menginginkannya menurunkan api dari sorga; Menginginkannya menyatakan dirinya sebagai Raja orang-orang Yahudi; Menginginkannya duduk pada tangan kanan dan kirinya dalam kerajaannya, Menginginkannya menunjukkan Bapa kepada mereka; Membuat mereka dapat melihat Tuhan; Menginginkannya melakukan; menginginkan mereka melakukannya sendiri, apa saja dan segala sesuatu yang bertentangan dengan rencana besarnya. Ini adalah bagaimana mereka memperlakukannya sampai akhir Ketika hal itu datang, mereka semua meninggalkannya, serta melarikan diri.�

    Dikutip dari �Sayed Amir Ali� dalam bukunya �The Spirit of Islam� halaman 31. Adalah tidak beruntung bahwa Yesus tidak mempunyai pilihan yang nyata dalam memilih murid-muridnya. Mereka mengecewakannya padahal belum pernah ada sekelompok lain yang taat yang telah mengecawakan nabi mereka sebelum itu. Dan itu bukanlah kesalahan Yesus. Dia meratapi keadaannya: �� Roh memang penurut, tetapi daging lemah.� (Injil-Matius 26: 41). Sejujurnya, ini bukanlah tanah liat yang daripadanya Adam pertama kali dibuat. Dia meninggalkan tanggung jawab itu kepada penerusnya, orang yang Dia sebut di sini -�Roh kebenaran� yaitu Nabi kebenaran, Nabi keadilan!

    Kenyataannya, secara ke-Injil-an, kata �Roh� digunakan secara sinonim dengan �Nabi�, oleh penulis yang sama dalam Yohanes 4:1, Di sini �Roh kebenaran� akan menjadi �Nabi kebenaran�. Seorang nabi yang padanya kebenaran dipersonifikasikan. Dia menjalani seluruh hidupnya dengan begitu terhor-mat dan tekun, dia telah mendapatkan gelar mulia as-saadiq (orang yang jujur) dan Al-Amin, �jujur�, �lurus�, �dapat dipercaya�; bahkan dari para penyembah berhala di negaranya. Orang yang dapat dipercaya, yang tidak pernah berbohong. Hidupnya, kepribadiannya serta ajarannya benar-benar membuktikan bahwa Muhammad adalah penjelmaan dari Kebenaran (Al-Amin) – Roh kebenaran!

    Jika orang Kristen tersebut masih bertahan bahwa Roh kebenaran pada ramalan ini adalah Roh Kudus maka tanyakan kepadanya apakah dalam bahasa mereka �banyak� berarti lebih dari satu? Juga jika �seluruh� pada ayat di atas berarti lebih dari satu? Jika Anda mendapat jawaban �ya� secara terputus-putus, ragu-ragu dan gugup, maka tutup buku, tidak ada gunanya meneruskan berdialog dengan kebodohan dogmatis. Tetapi jika Anda mendapat jawaban �ya!� dengan sigap maka lanjutkan proses diskusi ini.

    Satu ramalan Yesus tersebut adalah untuk menyelesaikan banyak hal yang belum dikatakannya, juga untuk membimbing umat manusia kepada keseluruhan kebenaran. Terdapat banyak masalah yang dihadapi manusia saat ini, dimana kita gagal menjawabnya. Dapatkah Anda memberi satu contoh hal baru yang diberikan ke setiap orang 2000 tahun yang lalu oleh orang yang diduga sebagai Roh Kudus, dimana Yesus Kristus belum memberikannya dalam begitu banyak kata-kata yang berbeda? Tidak perlu banyak, cukup satu.

    Tidak Ada Solusi Dari Roh Kudus

    �Ahmed Deedat� berkata: Percayalah pada saya, selama 40 tahun bertanya-tanya, saya belum menjumpai seorang Kristen dengan sebuah �kebenaran baru� yang diilhami oleh Roh Kudus, padahal janjinya adalah Penghibur yang akan datang �Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran!� Jika Roh Kebenaran dari ramalan ini adalah Roh Kudus maka setiap gereja dan umat, dan setiap orang Kristen yang �dilahirkan kembali� menyatakan pemberian Roh Kudus. Katholik Roma menyatakan bahwa mereka mempunyai seluruh kebenaran karena yang disebut �dalam kediaman� Roh Kudus. Anglican membuat pernyataan yang sama, dan Methodist, Jehovah�s Witnesses (Saksi-saksi Yehovah), Adventists, Baptists, Christadelphians dan lain-lain, tidak melupakan �kelahiran kembali�, yang menyatakan mempunyai anggota lebih dari 70 juta di Amerika sendiri.

    Anda berhak meminta solusi dari mereka, dengan kekuasaan Roh Kudus, untuk masalah-masalah pada daftar di bawah:

    1. Alkohol

    2. Perjudian,

    3. Ramalan/Nujum

    4. Pemujaan berhala, pemujaan setan

    5. Rasisme

    6. Masalah kelebihan wanita, dan lain-lain.

    MASALAH ALKOHOL

    Jimmy Swaggart seorang pendeta yang sering melakukan ceramah di TV mencatat dalam bukunya �Alcohol� bahwa Amerika mempunyai 11 juta pencandu minuman alkohol, dan 44 juta �pencandu berat minuman alkohol!�, dan dia, seperti seorang Muslim yang baik, mengatakan bahwa dia melihat tidak ada perbedaan antara keduanya. Baginya mereka semua adalah pemabuk! Kejahatan yang menjadi-jadi akibat keadaan mabuk sudah umum. Roh Kudus belum membuat keputusan pada kejahatan ini melalui setiap gereja. Umat Kristen pura-pura tidak melihat para pemabuk dalam 3 alasan lemah berdasarkan Injil:

    Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada orang yang susah hatinya. Biarkanlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya. (Injil – Amsal 31: 6-7).
    Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, �Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.� Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka, �Sekarang ciduklah�� Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu, � dan berkata kepadanya, �Engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.� (Injil – Yohanes 2: 7-10)
    Paulus yang menunjuk dirinya sendiri menjadi murid ketigabelas Yesus, pendiri Kristen yang sesungguhnya, menasehatkan muridnya yang baru pindah agama – Timotius, lahir dari seorang ayah Yunani dan ibu Yahudi: �Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.� (Injil – 1 Timotius 5: 23)

    Sejak keajaiban yang dinyatakan ini, anggur meneruskan untuk mengalir seperti air dalam umat Kristen. Umat Kristen menerima semua pengucapan Injil tentang minuman yang membangkitkan semangat dan yang memabukkan diberikan di atas sebagai firman Tuhan yang mutlak. Mereka percaya bahwa Roh Kudus mengilhami penulis untuk menulis nasehat yang membahayakan tersebut. Pendeta Dummelow kelihatannya menyesalkan/mencemaskan ayat ini. Dia berkata,

    �Hal tersebut mengajarkan kita bahwa jika tubuh butuh rangsangan anggur, tidak apa-apa mengambilnya dalam jumlah yang tidak berlebihan.�

    Terdapat ribuan pendeta Kristen yang telah tergoda menjadi pencandu alkohol dengan meminum sedikit demi sedikit apa yang dinamakan anggur ringan dalam Perjamuan suci dalam upacara Gereja. Islam adalah satu-satunya agama di dunia yang melarang minuman keras secara keseluruhan. Nabi suci Muhammad telah berkata, �Berapa pun minuman keras dalam jumlah lebih besar, dilarang bahkan dalam jumlah yang sedikit.� Tidak ada pengecualian dalam Islam untuk sedikit atau banyak. Kitab al-Haq, kitab kebenaran (Haq) sebuah nama dari Al-Qur�an menghukum dalam istilah yang sangat keras tidak hanya kejahatan alkohol tetapi juga no 2, 3, dan 4 yang dinamakan �perjudian� seperti di Las Vegaz, �Ramalan/nujum-yang marak sekarang ini�, dan �pemujaan berhala-Idol� dengan hanya satu pukulan:

    Roh Kebenaran (Muhammad) mengatakan :�Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi; (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.� (QS. Al-Maaidah: 90).

    Ketika ayat ini diwahyukan, berbarel-barel anggur di tumpahkan dijalan jalan Madinah, tidak pernah diisi kembali. Keterusterangan yang sederhana telah menjadikan umat Islam sebagai komunitas bukan peminum minuman keras terbesar di dunia:

    Amerika Gagal Dengan �Larangan�. Siapa yang memaksa bangsa Arnerika untuk membuat larangan? Apakah Bangsa Arab mengancam negara adidaya ini dengan �jika Anda tidak melarang alkohol di negara Anda, kami tidak akan menyediakan minyak untuk Anda? Tidak, orang-orang Arab tidak pernah menjadikan minyak sebagai �alat politik� di tangan bangsa Arab selama 20-an tahun untuk menghasut Amerika. Adalah kesadaran intelektual di antara para pendiri Amerika, berdasarkan kajian dan statistik yang membawa mereka sampai pada kesimpulan bahwa minuman keras harus dilarang.

    Mereka gagal, meskipun pada kenyataannya mayoritas terbesar dari bangsa tersebut adalah umat Kristen, dan bahwa merekalah yang telah memilih orang-orang kongres sehingga berkuasa. Perlu dikatakan bahwa sesuatu yang datang dari akal (intelektual) akan menggelitik akal, tetapi yang datang dari hati dan jiwa seseorang, akan menggerakkan hati. Ayat yang baru dikutip di atas dari kitab suci Al-Qur�an tentang larangan, telah dan selalu mempunyai kekuatan untuk mengubah.

    Thomas Carlyle mengucapkan sumber kekuatan tersebut: �Jika sebuah buku datang dari hati, dia akan berusaha untuk mencapai hati yang lain; Semua seni dan pekerjaan tangan penulis (kreasi?) adalah jumlah yang kecil untuk itu. Orang seharusnya berkata bahwa karakter utama dari Al-Qur�an adalah keasliannya, menjadi kitab yang dapat diper-caya.�

    �Jika pria dan wanita ini, mulia, cerdas, dan tentunya tidak kurang pendidikannya daripada nelayan Galilee, telah merasakan sedikit saja tanda keduniawian, penipuan, atau kebutuhan akan keyakinan terhadap Sang Guru itu sendiri, harapan Muhammad tentang regenerasi moral dan perbaikan sosial akan hancur menjadi debu dalam seketika.� (Spirit of Islam oleh Sayed Amir Ali, hal. 21).

    MASALAH RASISME

    Islam didirikan atas dasar EGALITER (Persamaan). Ketika Shalat berjamaah, seluruh manusia baik kulit hitam, putih, tua, muda, kaya, miskin dll duduk sejajar dalam persamaan. Sedangkan Barat bagaimanapun juga sudah tercatat dalam sejarah menerapkan Prinsip Rasisme. Misalnya Rasisme kulit hitam di Amerika, Rasisme etnis di Australia, Aphartheid di Afrika Selatan dll.

    Ajaran yang sempurna seperti yang diucapkan dalam kitab Tuhan adalah bahwa satu-satunya penilaian yang dikenal Tuhan hanyalah berdasarkan kelakuan seseorang, tingkah laku seseorang terhadap sesamanya dan bukan karena bangsa atau kekayaan. Hanya atas dasar-dasar yang benar ini �Kerajaan Tuhan� dapat dibangun. Semua ini tidak ber-arti bahwa seorang Muslim tidak bernoda, bahwa dia secara keseluruhan bebas dari rasisme, tetapi Anda akan menemui bahwa orang Muslimlah yang paling sedikit melakukan rasisme dari semua grup agama yang ada di dunia saat ini.

    KELEBIHAN WANITA

    Alam tampaknya berperang dengan manusia. Kelihatannya ia ingin membalas dendam atas kepintarannya. Seorang pria tidak akan mendengar solusi praktis dan sehat untuk masalah ini, yang ditawarkan oleh Tuhan yang penuh kebajikan. Maka dikatakan �mendidihlah dalam sup Anda!� (boleh dikatakan demikian). Hal ini adalah fakta yang dapat diterima bahwa perbandingan kelahiran pria dan wanita adalah sama di semua tempat. Tetapi dalam kematian anak, pria yang mati lebih banyak dari wanita. Mengherankan! �Jenis kelamin yang lebih lemah?� Pada setiap periode waktu terdapat lebih banyak janda di dunia dari pada duda. Setiap bangsa yang beradab mempunyai kelebihan wanita. Inggris 4 juta. Jerman 5 juta. Soviet Rusia 7 juta dan lain-lain. Tetapi sebuah solusi yang dapat diterima di Amerika untuk masalah tersebut, akan menjadi sebuah solusi yang dapat diterima untuk semua bangsa di mana saja. Hasil statistik dari negara yang paling canggih di muka bumi ini sudah membuktikan hal itu.

    Tetapi masalah kelebihan wanita. di Amerika sangatlah kompleks. 98% dari penghuni penjara adalah pria. Kemudian ada 25 juta para pelaku sodomi. Secara halus mereka menyebutnya �gay� sebuah kata indah yang berarti -senang dan gembira- sekarang diselewengkan!

    Amerika melakukan segala sesuatu dengan sebuah cara yang besar Dia menghasilkan segala sesuatu yang hebat. Termasuk dalam memperkenalkan Tuhan dan syetan. Marilah kita sekali ini, bergabung dengan pendeta yang sering berbicara di TV Jimmy Swaggart, dalam doanya. Dalam buku penelitiannya yang bagus -�Homosexuality� – dia menangis,

    �Amerika -Tuhan akan mengadilimu (maksudnya Tuhan akan menghancurkanmu), Jika Dia tidak mengadilimu (menghancurkan kamu) Dia (Tuhan) mungkin harus meminta maaf kepada Sodom dan Gomorrah� untuk kegegabahan mereka, kerusakan yang parah karena kelakuan homoseksual mereka atau kepuasan asusila dari nafsu mereka yang tidak alami.

    Contohnya adalah New York.Tetapi yang terburuk adalah reputasi bahwa sepertiga dari populasi pria di kota ini adalah �gay� (homoseksual/ melakukan sodomi). Orang-orang Yahudi, yang paling ribut dalam setiap debat, tetap diam seperti tikus, karena takut dicap bangsa timur yang terbelakang. Gereja, dengan jutaan penggemar kelahiran kembali yang mengklaim mendiami rumah Roh Kudus, juga tak bersuara tentang topik ini.

    Pendiri Gereja Mormon, Joseph Smith dan Brigham Young, dengan mengklaim sebuah wahyu baru pada tahun 1830 mengajarkan dan melaksanakan poligami tak terbatas untuk memecahkan masalah kelebihan wanita. Saat ini Nabi Mormonism telah membatalkan ajaran gereja pendahulu mereka tersebut untuk mendamaikan tuduhan Amerika pada masalah poligami. Apa yang harus dilakukan oleh wanita-wanita Amerika/Barat/Eropa yang malang ini? Mereka benar-benar akan menjadi tua merana.

    Roh Kebenaran (Muhammad) mengatakan firman Allah : �.. kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah)seorang saja.� (QS. An-Nisaa: 3).

    Dunia Barat pura-pura bertoleransi terhadap jutaan pelaku sodomi dan lesbian di tengah-tengah mereka. Di Barat, seorang pria yang menyimpan selusin kekasih dan mendapatkan selusin anak haram setiap tahun bukanlah masalah. Perbuatan bejat tersebut dengan bangga diberi julukan �stud�. �Biarkan mereka bersenang-senang, tapi jangan menganggap dia bertanggungjawab!�, kata orang-orang Barat.

    Islam berkata, �Buat seorang pria bertanggung jawab atas kesenangannya.� Ada tipe pria yang bersedia mengambil tanggungjawab ekstra, dan ada pula tipe wanita yang bersedia berbagi suami. Mengapa menghalangi jalan mereka? Anda mengejek poligami, yang telah dilakukan oleh Nabi Tuhan seperti ditulis dalam kitab Injil, Anda lupa bahwa Salomo yang bijaksana mempunyai 1000 istri dan selir seperti terdapat dalam The Good Book (1 Raja-raja 11: 3), pemecahan yang sehat untuk masalah penting Anda, dan kepuasan yang sekejap untuk memenuhi nafsu yang tidak alami dengan melakukan perbuatan sodomi atau lesbian! Betapa tidak wajarnya!

    Poligami telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan penyembah berhala pada masa Yesus: Dia tidak berkata sepatah kata pun yang menentangnya. Ini bukan salahnya. Orang-orang Yahudi tidak memberikan kedamaian kepadanya untuk mengemukakan pemecahan. Dia hanya menjerit sambil berkata, �Apabila Ia, Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.� (Injil -Yohanes 16: 13).

    Penghibur Adalah Seorang Pria. Jika kita bebas mengutip ramalan yang sedang kita diskusikan, dengan penekanan pada kata ganti, Anda akan setuju tanpa bujukan bahwa Penghibur yang akan datang adalah seorang pria dan bukan roh.

    �Howbeit when He, the Spirit of Truth, is come, He will guide you into all truth: for He shall not speak of Himself; but whatsoever He: shall hear, that shall He speak: and He will shoow you things to come. � (Injil – Yohanes 16: 13)

    Silahkan hitung jumlah He pada ayat di atas. Terdapat tujuh buah! Tujuh kata ganti pria dalam satu ayat. Tidak ada ayat lain dalam 66 kitab Injil Protestan or 73 kitab Injil Katholik dengan tujuh kata ganti pria, atau 7 kata ganti wanita, atau 7 jenis netral. Anda akan setuju bahwa begitu banyaknya kata ganti pria dalam satu ayat tidak sesuai untuk Roh, suci atau tidak!

    Ketika masalah 7 kata ganti pria dalam sebuah ayat pada Injil diperdebatkan oleh umat Islam di India pada saat berdebat dengan misionaris Kristen, Injil versi Urdu mempunyai kata ganti yang baru-baru ini diubah menjadi She, She, She! Jadi umat Islam tidak dapat menyatakan bahwa ramalan tersebut mengacu kepada Muhammad – seorang pria! Ketidakjujuran umat Kristen ini; Kecurangan yang saya (Ahmed Deedat) lihat sendiri dalam Injil Urdu. Ini adalah penipuan yang umum dilakukan oleh para misionaris, lebih khususnya dalam bahasa daerah. Tipu muslihat terakhir di mana saya (Ahmed Deedat) tersandung adalah dalam Injil Afrika, pada ayat yang didiskusikan juga; mereka telah mengubah kata �Trooster� (penghibur) menjadi �Voorspraak� (penengah), dan menambahkan rangkaian kata -�die Heilige Gees�- artinya Roh Kudus, rangkaian kata yang para sarjana Injil tidak pernah berani menambahkannya ke dalam bermacam-ragam versi Inggris. Tidak, Bahkan Jehovah�s Witnesses sekalipun. Inilah bagaimana orang-orang Kristen membuat kata-kata Tuhan!

    Wahai orang-orang kafir.Janganlah kalian menentang kebenaran yg nyata.Ingat dunia ini hanya sementara.Akherat jualah tempat kediaman yg abadi dan kekal selama-lamanya.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.

  61. ilham othmany Says:

    Agama yg dibawa oleh nabi Muhammad saw merupakan agama Islam yg berasal dari Allah yg lengkap terkandung hukum-hakam hidup bermasyarakat termasuklah hukum hakam yg memberikan keadilan kepada orang yg non muslim.Walaupun agama Islam difitnah oleh musuh-musuhnya namun sesiapa sahaja yg mempelajari Islam dengan hati yg jujur pasti mengakui bahawa Islamlah satu-satunya agama yg benar-benar memberikan hak yg samarata kepada semua manusia tanpa mengira agama warna kulit dan kedudukan.Berikut adalah hak-hak non muslim di bawah pemerintahan Islam.
    HAK-HAK NON-MUSLIM DI DALAM MASYARAKAT ISLAM
    1. HAK MENDAPAT PELINDUNGAN DARI PENCEROBOHAN
    Setiap manusia memerlukan kepada pelindungan agar denganya ia merasa aman
    dan selamat. Non- muslim dalam masyarakat Islam khususnya pemerintahan Islam
    menawarkan pelindungan kepada mereka dalam semua bentuk pencerobohan. Hak
    mereka untuk mendapat pelindungan ini tidak terbatas kepada pencerobohan di
    dalam negeri sahaja, malah pencerobohan luar negara pun diberi pelindungan
    kepada mereka. Dengan jaminan pelindungan ini, mereka adalah dilabel sebagai
    rakyat yang berhak mendapat sepenuh pelindungan dari pemerintah Islam.
    2. HAK MENDAPAT KEADILAN
    Di dalam pemerintahan Islam, keadilan adalah salah satu ciri yang dijaga dan
    dilaksanakan dengan telus dan sempurna. Pemerintah mesti berlaku adil kepada
    semua rakyatnya. Muslim atau tidak, semuanya sama. Allah berfirman di dalam surah
    Al-Maidah ayat 8:
    Yang bermaksud:
    “Wahai orang yang beriman, hendaklah kamu semua sentiasa menjadi orang yang
    menegakkan kebenaran kerana Allah menjadi saksi dengan adil dan jangan sekali-kali
    kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak
    melakukan keadilan. Hendaklah kamu berlaku adil kepada sesiapa jua kerana sikap
    adil itu lebih hampir kepada taqwa dan bertakqwalah kepada Allah. Sesungguhnya
    Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan”
    13
    3. HAK PELINDUNGAN TERHADAP DARAH DAN JASAD
    Ahluz zimmah atau masyarakat non-muslim di dalam pemerintahan masyarakat Islam
    terpelihara nyawa, darah dan tubuh badan mereka dari angkara-angkara yang tidak
    diingini. Islam memberi hak kepada mereka dan pemerintahan Islam melindungi hak
    tersebut dengan sebaik-baiknya. Rasul Allah SAW bersabda dalam hadisnya yang
    bermaksud:
    “Sesiapa yang membunuh seorang kafir ‘mua’ahad’, ia tidak akan dapat mencium
    bau syurga kerana bau syurga itu berada di tempat yang jauh, sejauh perjalanan 40
    tahun” (Riwayat Al-Bukhari)
    Kerana itu fuqaha’ (ahli fiqah) Islam seluruhnya bersetuju menyatakan bahawa
    membunuh seorang zimmi itu adalah salah satu daripada beberapa dosa besar,
    berdasarkan janji seksa yang disebut dalam hadis tadi.
    4. HAK PELINDUNGAN HARTA BENDA
    Harta benda non-muslim di dalam masyarakat Islam terjamin dan terpelihara. Ali bin
    Abi Talib R.A pernah berkata:
    “ sebab pun mereka membayar ‘jizyah’ adalah supaya harta benda mereka sama
    seperti harta kita”
    Pelindungan kepada non-muslim meliputi pelindungan terhadap harta benda (nonmuslim)
    dengan pelindungan terhadap nyawanya dan tubuh badannya. Ini telah
    disepakati oleh ulama’ Islam dari dahulu hingga sekarang.
    Abu Yusuf telah meriwayatkan dalam kitab Al-Kharaj :
    “Apa yang terdapat di dalam perjanjian Rasul Allah SAW dengan penduduk Najran
    adalah tanggung jawab Rasul Allah SAW mengawal harta benda mereka.”
    14
    5. PELINDUNGAN TERHADAP KEHORMATAN DIRI
    Kehormatan diri adalah perkara utama yang diberi pelindungan oleh syariat Islam
    kepada zimmi dan masyarakat Islam amat mematuhinya. Kerana itu tidak dibenarkan
    sesiapa membunuh,mencela mana-mana zimmi atau membuat tuduhan palsu yang
    mengaibkan mereka atau mencacinya. Al Qaraafi (Al-Maliki) pernah menulis di dalam
    kitabnya Al-Furuuq :
    “Sesungguhnya perjanjian zimmah itu memberikan kepada mereka beberapa hak
    yang diwajibkan ke atas kita kerana mereka adalah sebahagian daripada kita yang
    hidup bersama-sama kita.”
    Tercatat dalam kitab Addurrul Mukhtar, Mazhab Hanafi menyatakan:
    “Wajib dihalang sebarang tujuan untuk menyakiti seorang zimmi dan
    diharamkan mengumpati sama seperti melakukannya keatas orang Islam.”
    Abu Ubaidah berkata :
    “Kerana terlaksananya perjanjian zimmah itu, wajiblah diberikan kepadanya hak
    yang sama dengan hak yang kita perolehi apabila diharamkan mengumpat
    seorang muslim maka diharamkan juga mengumpat zimmi.
    6. HAK MEREKA KETIKA KURANG UPAYA
    Islam memberi jaminan kepada non-muslim yang tinggal di bawah naungan Islam,
    suatu kehidupan yang sesuai dengan keadaan mereka. Mereka bebas memiliki harta
    kekayaan dan boleh bekerja yang sesuai dengan kebolehan mereka tanpa diganggugugat.
    Apabila tiba saat ahluz zimmah ini kurang upaya dan tidak mampu menyara diri
    mereka dan keluarga mereka, maka Islam memberi bantuan yang sesuai dengan
    keadaan mereka. Penduduk Al-Hirah di Iraq telah membuat perjanjian dengan Khalid
    Bin Al-Walid, Khalid berkata kepada mereka:
    “Aku telah berjanji untuk mereka bahawa sesiapa sahaja orang dewasa yang
    lemah yang tidak dapat bekerja maka aku tidak akan mengambil jizyah
    daripada mereka dan mereka akan ditanggung oleh baitulmal”
    Hal sebegini telah berlaku lebih awal lagi pada zaman Khalifah Abu Bakar As-Siddiq
    dengan disaksikan oleh para sahabat. Pada zaman Khalifah Umar Al-Khattab pula,
    beliau pernah suatu ketika terserempak dengan seorang Yahudi tua meminta
    sedekah. Umar kemudian membawanya ke Baitulmal untuk mendapatkan bantuan.
    15
    7. HAK KEBEBASAN BERAGAMA
    Kebebasan beragama orang-orang zimmi dijamin oleh Islam. Mereka tidak akan
    dipaksa memeluk sebarang agama. Ini jelas daripada ayat Allah dalam surah Al-
    Baqarah ayat 256:
     “Tidak ada paksaan untuk menganut Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang
    benar daripada yang salah.”
    Dan Firman Allah lagi dalam surah Yunus ,99:
    “Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang yang
    beriman”
    Dalam sejarah, belum pernah ditemui suatu bangsa yang menganut Islam yang cuba
    memaksa ahli zimmah memeluk agama Islam. Tidak seperti bangsa-bangsa lain yang
    bukan beragama Islam telah pernah memaksa orang ramai memeluk agama mereka
    dengan kekerasan.
    Demikian juga dengan tempat-tempat ibadat. Umat Islam memberi pelindungan
    kepada tempat-tempat itu dengan sebaik mungkin.
    Umar Al-Khattab ketika membuat perjanjian dengan penduduk Al-Quds, ada
    ditekankan dan disebut kebebasan beragama, kesucian tempat-tempat ibadat dan
    upacara-upacara ibadat mereka.
    Dalam Perjanjian Khalid Ibn Walid dengan penduduknya ‘Anat’ ada disebut :
    “Mereka berhak membunyikan loceng-loceng gereja pada mana-mana tempat yang
    mereka suka. Dan mereka berhak membawa lambang-lambang agama mereka
    pada hari-hari perayaan mereka”
    Meskipun demikian, non-muslim mestilah pula menjaga perasaan orang-orang Islam
    dan kesucian agama Islam. Janganlah hendaknya dilakukan sesuatu yang boleh
    menjejas hubungan antara agama dan masyarakat. Mesti ada tolak ansur dan
    timbang rasa yang boleh menjana keharmonian masyarakat majmuk.
    16
    8. HAK KEBEBASAN MENCARI KEKAYAAN
    Islam memberi hak kepada bukan Islam sama seperti orang Islam pada umumnya
    untuk berusaha mencari kekayaan yang dibenarkan oleh undang-undang negara.
    Namun demikian non-muslim tidak seharusnya menjual barangan yang diharamkan ke
    atas umat Islam seperti babi, arak dan sebagainya kepada orang Islam.
    Ahli zimmah sebenarnya dapat menikmati kebebasan menjalankan perniagaan
    pertukangan dan segala macam pekerjaan yang dibenarkan oleh undang-undang
    negara. Inilah yang telah dilakukan dalam mana-mana masyarakat Islam di seluruh
    dunia. Malah kadang-kadang non-muslim lebih menguasai bidang-bidang perniagaan
    ini berbanding dengan orang Islam sendiri.
    Kata seorang sarjana barat , Adam Mitz:
    “Tidak ada sesuatu di dalam Islam menutup mana-mana pintu pekerjaan di
    hadapan ahli zimmah malahan kedudukan mereka cukup kemas di dalam
    beberapa jenis perniagaan dan pertukangan yang memberi untung besar.
    Merekalah cashier kewangan, peniaga, tukang mas dan tabib (doktor). Bahkan
    mereka telah menyusun pengkhususan mereka, sehingga kebanyakan yang
    berjaya terdiri daripada kalangan ahli zimmah”
    9. HAK MENJAWAT JAWATAN KERAJAAN
    Pada umumnya apa yang boleh dipegang sesuatu jawatan kerajaan oleh orang
    Islam, non-muslim juga boleh menjawatnya, kecuali dalam jawatan yang bersangkut
    dengan keagaaman yang memerlukan kepada kepakaran khusus di dalam Islam
    seperti jawatan ketua negara, ketua kerajaan , ketua tentera, ketua hakim dan
    sebagainya. Jawatan-jawatan itu amat memerlukan kepada bukan sahaja
    kefahaman dan kealiman, akan tetapi memerlukan kepada aqidah (iman) yang
    dengannya mereka membuat keputusan yang tidak boleh bercanggah tentang
    aqidah dan syariat.
    Adapun jawatan lain boleh dipertimbangkan bergantung kepada kesesuaian dan
    organisasi. Namun demikian ada pengecualian iaitu golongan yang didapati
    menyimpan hasad dengki terhadap orang Islam dan ada kecenderungan untuk
    melakukan sesuatu yang tidak baik kepada negara dan umatnya. Mereka tidak boleh
    diambil untuk memegang jawatan. Ini ditekankan oleh Allah dalam ayat-Nya dalam
    surah Ali Imran : 118
    17
    “ wahai orang yang beriman, jangan kamu ambil jadi teman kepercayaan orang yang
    diluar golonganmu kerana mereka tidak henti-henti menimbulkan kemudharatan
    bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian
    daripada mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih
    celaka. Sesungguhnya telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat kami, jika kamu
    memahaminya”
    MEMAHAMI HUKUM UNDANG-UNDANG ISLAM
    Di antara kewajipan ahli zimmah ialah mereka hendaklah memahami hukum-hukum
    Islam yang asas. Lebih-lebih lagi hukum-hukum Islam yang mesti dipatuhi dan
    dilaksanakan ke atas orang-orang Islam sahaja. Kerana dengan berlangsungnya
    perjanjian zimmah, mereka mudah memiliki kerakyatan negara Islam yang semestinya
    mereka terikut dengan undang-undang Islam yang tidak menyentuh agama mereka.
    Mereka tidak akan dimestikan menanggung sebarang bebanan keagamaan undangundang
    Islam. Seumpama zakat contohnya. Orang Islam dalam konteks Malaysia
    sekarang ini dikenakan dua kewajipan : pertama ialah Zakat dan kedua ialah Cukai
    pendapatan sedangkan non-muslim di Malaysia tidak dikenakan zakat, cuma cukai
    sahaja.
    Dalam perkara yang berhubung dengan undang-undang keluarga pula, non-muslim
    tidak dilarang untuk melaksanakan undang-undang keluarga sesama mereka,
    meskipun ada yang mungkin berlawanan dengan hukum Islam. Mereka bebas
    mengamalkannya tanpa diganggu-gugat. Akan tetapi jika berlaku non-muslim hendak
    berkahwin dengan Muslim maka hendaklah dihormati dan diikuti undang-undang
    Islam.
    Seandainya non-muslim dengan sukarela meminta untuk Islam melaksanakan hukum
    Islam ke atas mereka, maka laksanakanlah seperti yang Allah berfirman dalam surah
    Al-Maidah: 49

    “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa
    yang telah diturunkan oleh Allah dan janganlah kamu mengikut hawa nafsu
    mereka”
    18
    Setengah fuqaha’ berpendapat kita ada pilihan sama ada hendak mengikut Islam
    atau menolak sahaja dengan baik tanpa memutuskan apa-apa. Inilah firman Allah di
    dalam surah Al-Maidah:42
    “jika mereka (non-muslim) datang kepadamu untuk meminta sesuatu hukuman
    (keputusan) maka putuskan lah perkara itu di antara mereka atau berpaling
    (tidak memutuskannya) jika kamu berpaling daripada mereka, maka mereka
    tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikit pun. Dan jika kamu
    memutuskan perkara, maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah
    menyukai orang yang adil”
    TOLERANSI
    Dalam masyarakat majmuk, toleransi yang bermaksud menghormati pendapat dan
    pegangan orang lain yang berbeza dengan kita, amat penting dijaga dan dihayati
    dengan sebaik-baiknya, kerana ianya merupakan suatu jaminan untuk kehidupan
    bermasyarakat dan bernegara. Umat Islam terikat dengan ajaran agamanya yang
    menyuruh mereka bersikap bertolak ansur dan menghayati toleransi dengan sebaikbaiknya.
    Semangat toleransi perlu disuburkan, baik dalam pergaulan seharian mahupun dalam
    penghidupan kejiranan dan kenegaraan, bagi memastikan penghayatan terus
    dipupuk dan perpecahan dapat dibendung. Masing-masing saling faham memahami
    di antara kelompok masyarakat yang hidup bersama-sama di dalam sebuah negara,
    bertolak ansur dan tolong menolong dalam semangat toleransi.
    Dalam Al-Quran terdapat ayat yang mempromosikan toleransi. Ayat dalam surah
    Luqman :15 yang bermaksud:
    “dan bergaullah dengan kedua ibu bapa (yang masih kafir) di dunia ini dengan baik
    (maaruf)”
    Ayat ini merujuk kepada suatu keluarga yang salah seorang anggota keluarga itu
    memeluk Islam dan ibu bapa tersebut cuba menarik anaknya kembali kepada agama
    19
    lama, akan tetapi anak tersebut cekal berpegang dengan agama barunya (Islam).
    Pada saat seperti itu Allah memerintahkan anak tersebut supaya jangan memutuskan
    hubungan dengan dua ibu bapanya malah bersahabatlah dan berkawanlah dengan
    mereka dengan cara yang sebaik-baiknya.
    Malah Al-Quraanul Karim menyebut lebih dari itu lagi perihal toleransi ini dengan surah
    Al-Mumtahanah : 8
    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap
    orang yang tidak memerangi kerana agama dan tidak pula mengusir kamu dari
    negaramu. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berlaku adil”
    Muhammad Bin Al-Hassan telah meriwayatkan bahawa Rasul Allah S.A.W telah
    mengirim bantuan kebendaan kepada penduduk Makkah sewaktu mereka ditimpa
    kemarau untuk dibahagi-bahagikan kepada orang-orang kafir yang memerlukannya.
    Hal sebegini tetap dilakukan oleh Rasul Allah SAW, sedangkan masyarakat kafir
    Makkah telah menzalimi mereka sebelum berhijrah, hatta hendak membunuh
    Muhammad. Namun demikian kerana semangat toleransi, Nabi Muhammad S.A.W
    telah melakukan yang terbaik sebagai contoh ikutan.
    Saidina Umar Al-Khattab telah ditikam oleh seorang ahli zimmah pada saat-saat akhir
    hayatnya dari tikaman Abu Lu’lu’ah Al-Majusi itu, beliau sempat berpesan dengan
    katanya:
    “Aku berpesan kepada pemerintah selepas aku nanti hendaklah berlaku adil
    dan berbuat baik kepada ahli zimmah. Janji-janji dengan mereka hendaklah
    ditunaikan dan janganlah dibebankan ke atas mereka sesuatu yang di luar
    kemampuan mereka”
    Abdullah Bin Umar telah berpesan kepada hambanya supaya memberi daging yang
    terbaik kepada jirannya seorang Yahudi. Pesanan itu diulang beberapa kali bagi
    memastikan ianya berlaku. Apabila ditanya mengapa beliau begitu mengambil berat
    hal sedemikian, beliau menjawab bahawa Rasul Allah SAW pernah bersabda yang
    bermaksud :
    “Malaikat Jibrail sering mengingatkan aku tentang hak-hak jiran sehingga aku
    menyangka bahawa jiran boleh mewarisinya“
    20
    PENUTUP
    Islam adalah sejahtera, selamat dan aman. Dasar-dasarnya sesuai untuk
    sesame Islam mahupun sesama non-muslim. Contoh jelas adalah hak-hak yang
    diberikan oleh Islam kepada non-muslim seperti yang dibincangkan tadi. Ia boleh
    dilihat dalam mana-mana pemerintahan Islam dari zaman dahulu hingga sekarang –
    tidak berlaku kezaliman atau penindasan kerana berlainan agama. Al-Quranul Karim
    dalam surah Al-Maidah:8 ada menyebut:

    yang bermaksud:
    “Dan janganlah sekali-kali kerana kebencian kamu terhadap sesuatu kaum
    membawa kamu tidak berlaku adil. Berlaku adillah (kepada semua orang)
    kerana adil itu lebih dekat kepada taqwa”
    Dalam dunia Islam, akan dapat dilihat amalan beragama dengan penuh semangat
    toleransi, masjid terpelihara dengan baik, rumah-rumah ibadat agama lain bertapak
    hebat yang kadang-kadang bersebelahan dengan penuh harmonis.
    Suara azan didengarkan tanpa bantahan dan suara loceng di rumah ibadat nonmuslim
    dibunyikan dengan bebas tanpa bantahan.
    Setiap agama mempunyai nilai-nilai pokok yang tersendiri dan keistimewaan yang
    khusus yang masing-masing perlu menjaganya. Untuk itu, maka perlu kepada
    semangat toleransi. Oleh itu tidaklah harus diabaikan hal-hal demikian bagi
    mewujudkan suatu suasana yang benar-benar harmoni.
    Wallahu a’lam
    Kertas kerja ini adalah merujuk kepada idea-idea pokok daripada buku Dr. Yusuf Al-
    Qardhawi edisi Bahasa Malaysia oleh Prof.Madya Doktor Mat Saad Abdul Rahman,
    berjudul ‘Kedudukan Non-Muslim Dalam Masyarakat Islam’.
    Haron Din,
    Bandar Baru Bangi
    Selangor.
    18 Jamaadil Akhir 1431
    1 Jun 2010
    Wahai saudara-saudaraku non muslim sekelian.Belum jelaskah kepada kalian kebenaran agama Islam yg dibawa oleh nabi Muhammad bahawa ia berasal dari Allah?Carilah di dalam agama lain ayat-ayat Tuhan kalian yg memerintahkan supaya berlaku adil kepada yg bukan seagama.Pasti tidak akan bertemu.Berimanlah kalian semua.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu pesuruh Allah pasti kalian berjaya.Ingatlah dunia ini hanya sementara.Akherat jualah tempat kediaman yg kekal abadi selama-lamanya.Berimanlah sebelum terlambat.

  62. ilham othmany Says:

    MUHAMMAD RASULULLAH

    Masjid Madinah pada jaman awal Islam senantiasa ramai dan penuh sesak dikunjungi oleh kaum Muslimin (sahabat-sahabat Nabi Saw). Terutama sekali sesudah shalat malam, dimana Nabi Muhammad Saw biasa memberikan berbagai macam pelajaran tentang ibadah, tentang politik, tentang ekonomi dan tentang hal-hal lainnya yang berguna bagi kemaslahatan manusia (baca: umatnya).

    Tapi tatkala duduk didalam masjid itu, tidaklah kelihatan perbedaan antara Nabi dan para sahabatnya. Ia duduk seperti orang lain duduk, ia berpakaian sebagaimana sahabat-sahabatnya berpakaian, tempat duduk beliau tidak ditinggikan dan permadani yang menjadi alas duduknya tidak diistimewakan. Siapa saja berhak dan boleh duduk didekatnya.

    Ketika ia berbicara, maka kelihatanlah wajahnya yang senantiasa
    berseri-seri, suaranya tidak keras dan tidak terlalu pelan, tetapi lemah
    lembut, sedap didengar dan mudah dipahami. Ia berbicara bukan saja melalui mulutnya, tetapi juga dengan sepenuh hatinya, sehingga setiap
    kata yang diucapkan beliau, bukan saja kuping yang mendengar tetapi juga meresap jauh kerelung hati. Maka pada waktu itu pula ia menjawab
    bermacam-macam pertanyaan yang diajukan umatnya.

    Dan pernah ketika itu mesjid Madinah telah ramai lebih dahulu, sementara Nabi belum datang. Maka sewaktu ia muncul dipintu masjid,
    berdirilah para sahabatnya untuk menghormati kedatangannya dan ingin
    mengiringinya. Tetapi dilarangnya mereka berdiri dan Rasulullah berkata:

    ‘Jangan kamu berdiri, aku bukanlah seorang raja, aku juga makan dan minum seperti kalian, aku hanyalah hamba Allah !’

    Maka hadir kemasjid waktu itu, bukan saja menjadi kesukaan kaum muslimin dengan tujuan untuk mengerjakan ibadah shalat kepada Allah, akan tetapi juga kerinduan mereka ingin melihat wajah Nabinya yang selalu diliputi senyuman, memancarkan kasih sayang yang dalam dan kebaktian kepada Tuhan.

    Jika ada diantara umatnya itu yang ingin membesarkan dirinya dan
    memuji-mujinya secara berlebihan, maka disebutkannyalah bahwa
    sahabat-sahabatnya juga lebih pantas menerima sanjungan itu.
    Disebutnya kesetiaan Abu Bakar, diterangkannya keberanian Umar Bin
    Khatab, dilukiskannya kelembutan hati dan kefasihan lidah Usman Bin Affan membaca Qur’an, kecerdasan dan kepintaran Ali Bin Abu Thalib, kedermawanan Siti Khadijah, ketabahan Bilal Bin Rabbah, ketaatan Abdullah Bin Mas’ud, keteguhan hati Ammar Bin Yasir dan sebagainya.

    Jika ada pula umatnya yang memuji-muji keberanian beliau, maka dialihkannya perhatian umatnya itu kepada keberanian Hamzah Bin Abdul Muthalib, Khalid Bin Walid dan pahlawan-pahlawan Islam lainnya.

    Kemudian bila ada orang yang berani melebihkan kedudukannya melebihi para Nabi dan Rasul terdahulu, maka Nabi Muhammad Saw lantas menegaskan : bahwa semua Nabi dan Rasul Tuhan itu adalah sama saja dihadapan Allah, lalu diceritakannya keteguhan hati Nabi Isa, ketekunan Nabi Yahya, Keimanan Nabi Zakaria, keteguhan Nabi Yusuf, kebesaran Nabi Sulaiman, ketabahan Nabi Ayub dan lain-lainnya.

    “Sesungguhnya Kami telah mamberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS. 4:163)

    “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya dan tidak
    membedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 4:152)

    “Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’kub dan anak cucunya, dan apa yang telah diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan-nya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS. 2:136)

    Maka dari cerita-cerita yang disampaikan itu jelaslah bahwa ia sangat
    memuliakan semua Nabi dan Rasul, dan dirinya sendiri dinamakannya hanya sebagai penerus dari tugas para Rasul terdahulu.

    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. 33:40)

    “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu
    sebelumnya beberapa orang rasul.” (QS. 3:144)

    Beliau besar tetapi tidak mau membesarkan diri. Ia agung tetapi tetap
    rendah hati. DAn pada waktu ada umatnya yang ingin mencium tangannya, maka ia sendiri menarik tangannya penuh kelembutan.

    Ditanyakannya perihal keadaan sahabatnya dan diberikannya pertolongan kepada mereka, dan kadang-kadang karena memberikan pertolongan kepada orang lain, beliau sendiri lupa akan dirinya. Digembirakan hati umatnya kepada kebajikan, dilarangnya siapa saja berbuat kejahatan dan kalau ada orang membuat kebohongan, maka wajahnya akan memerah tanda ia tidak suka.

    pada suatu hari, ada seorang tua yang suka membersihkan masjid, tidak kelihatan hadir didalam masjid, Nabi lantas bertanya kepada
    sahabat-sahabatnya : kemana orang tua itu, apakah ia sakit atau berhalangan. Seorang dari sahabatnya menerangkan bahwa : orang tua tersebut tidak ada lagi, telah meninggal dunia serta telah dikebumikan pula dengan baik.

    Mendengar keterangan itu, Nabi Muhammad Saw kelihatan kaget sekali dan ia menanyakan : kenapa hal itu tidak diberitahukan kepadanya. Orang banyak menjawab bahwa : Rasulullah sudah terlalu sibuk dan kematian seorang tua biasa rasanya tidak perlu diketahuinya.

    Jawaban itu amat tidak memuaskan bagi Nabi, kelihatan wajahnya berubah karena kesal dan karena sedih, dan ia menyatakan akan segera berziarah kekubur orang tua itu.

    “Kuburnya jauh sekali, ya Rasulullah !” Ujar seorang sahabat.
    Dan Nabi tetap akan menziarahinya. Diperingatkannya kepada para sahabatnya, bahwa semua manusia itu adalah sama kedudukannya, dan siapa yang bertakwa itulah yang lebih pantas mendapat kemuliaan dihadapan Allah.

    “Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. 2:197)

    “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. 49:13)

    Dan keesokan harinya, ia pergi berziarah, jauh diluar kota, padahal panas sangat teriknya. Sekembali dari ziarah itu, kelihatanlah bajunya yang basah oleh keringat dan berdebu, namun wajahnya tetap berseri-seri, mencerminkan kepuasan batinnya akan apa yang telah beliau lakukan.

    Sungguh amat besar perhatiannya kepada semua orang, dan lebih-lebih kepada orang-orang yang hidupnya selalu diliputi kemiskinan. Pada suatu hari raya, ia sangat bergembira, namun ketika dipinggir jalan dilihatnya seorang anak piatu menangis berhiba hati, maka wajah beliaupun ikut bermuram durja.

    Diangkatnya wajah anak itu dengan tangannya, dibujuknya hatinya yang sedih dan ditawarkannya : Apakah anak itu senang menjadikan dirinya sebagai ayahnya dan Aisyah sebagai ibunya?. Kemudian dibawanya anak itu kerumahnya dan barulah wajah beliau cerah kembali setelah anak tersebut ikut bergembira menikmati hari raya yang mulia.

    Kalau ada temannya yang sakit, maka ia segera berkunjung dan tidak
    ditunggunya sampai temannya itu mengalami sakit yang parah.

    Berkata Abu Hurairah : ‘Aku telah dikunjungi oleh Rasulullah, padahal aku cuma sakit mata sedikit saja.’

    Kadang-kadang berkelakarlah ia dengan para sahabatnya itu, berkelakar
    secara sopan, tetapi sangat menggembirakan hati.

    Sekali dilihatnya seorang sahabat memakan korma, padahal sahabat itu sedang sakit sebelah matanya. Maka dengan nada kaget Nabi bertanya : ‘Hai, bagaimana caranya memakan korma itu padahal matamu sakit sebelah?’

    Sahabat itu rupanya mengerti akan kelakar Nabi, lalu ia menjawab sambil tersenyum : ‘Korma ini kumakan dengan mataku yang sebelah lagi, ya Rasulullah !’ Mendengar itu Rasulullah tersenyum.

    Pada suatu hari yang lain, beliau melihat salah seorang sahabatnya naik kuda, lalu dengan bernada heran, Nabi bertanya : ‘Hai, kenapa anda menaiki anak kuda itu ?’
    ‘Ini bukan anak kuda, ya Rasulullah ! Ini adalah induk kuda !’ jawab orang tersebut sambil melompat turun dari kudanya.
    Nabi menjelaskan : ‘Tiap induk kuda adalah anak kuda juga !’, maka
    laki-laki itu tersenyum dan Rasulullah ikut tersenyum pula.

    Dihari lain pula, seorang tua menanyakan kepadanya : ‘Apakah ia bisa masuk sorga dengan segala ibadah yang dikerjakannya ?’ Nabi rupanya ingin berkelakar, lalu beliau menjawab : ‘Didalam sorga tidak ada orang tua !’

    Mendengar jawaban pendek dari Nabi itu, maka orang tua tadi hampir saja menangis dan menghempas-hempaskan kakinya. Tetapi Nabi cepat melanjutkan : ‘Dalam sorga memang tidak ada orang tua, sebab semua orang akan menjadi muda kembali di sorga.’

    Orang tua itupun tertawa terbahak-bahak mendengar kelakar Nabi dan Nabi-pun tersenyum bahagia.

    Maka siapakah gerangan yang tidak akan senang dengan Nabi sebaik itu, siapakah orangnya yang akan merasa kerasan tinggal dirumahnya sendiri pada waktu shalat dan malam hari, dimana dimesjid, Nabi sedang memberikan bermacam-macam tuntunan hidup.

    Ia sangat hormat kepada orang-orang yang lebih tua dan sangat pandai
    bergaul dengan teman-teman sebayanya, beliau juga sangat kasih kepada anak-anak serta sangat hormat kepada wanita.

    “Sepuluh tahun aku tinggal dirumahnya dan membantu urusan rumah tangganya” kata Anas Bin Malik, “Namun tidak pernah kudengar ia mengomel. Tak pernah ia mengucapkan : ‘Ini kenapa begini ? atau Itu kenapa begitu ?”

    Kata Aisyah, Istrinya : “Ia tidak pernah memukul anak-anak, ia tidak
    pernah juga memukul pembantunya dan iapun tidak pernah memukul wanita !”

    Bila ada orang-orang yang berhajat menemuinya, maka ialah yang lebih dulu menganggukkan kepala atau mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Tidak ditariknya tangannya dari berjabat tangan sebelum orang lain menarik duluan, dan jika ada diantara para sahabat yang berjabat tangan dengan ujung jarinya saja, maka ditariknya tangan sahabat itu, dan ia berkata sambil senyum : ‘Jangan terlalu pelit.’

    Dihormatinya semua orang, bahkan orang-orang yang sangat membencinyapun dihormatinya juga. Dikota Madinah, tidak ada orang sejahat Abdullah Bin Ubay, kepala kaum munafik yang selalu menyebarkan fitnah dan kekacauan.

    Tetapi sewaktu Abdullah Bin Ubay wafat dan anaknya sendiri datang menemui Nabi dan memberitakan kematiannya, maka kelihatan benar rasa haru pada wajah yang mulia itu.

    “Ayahku berwasiat supaya baju anda dapat dipakai untuk menyelimuti
    jenasahnya !” Kata anak Abdullah Bin Ubay secara tidak sopan. Tetapi Nabi tidak marah, Nabi lantas menyalin bajunya dan memberikan bajunya waktu itu juga.

    Sekali waktu ketika Nabi Muhammad Saw sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, lewatlah sebuah rombongan mengusung jenasah, lalu Nabi berdiri : menghormati jenasah itu.

    Setelah lewat rombongan itu, maka para sahabat memberitahukan bahwa jenasah itu adalah jenasah orang Yahudi. Tetapi Nabi menjawab : “Aku tahu itu adalah jenasah Yahudi, tetapi bila manusia sudah wafat, maka keadaannya sama saja.”

    Aisyah berkata : “Tidak ada seorangpun daripada Rasulullah Saw !”
    Jair Bin Abdullah : “Kapan saja aku menemui Rasulullah, selalu kulihat
    beliau tersenyum.”

    Pernah Rasulullah memangku seorang anak bayi keluarga miskin, dan ibu dari anak tersebut terkejut ketika bayinya kencing diatas pangkuan Nabi. Tetapi Nabi hanya tersenyum dan ibu sianak disuruhnya bersenang hati.

    Sebagai seorang suami, Nabi Muhammad Saw terkenal sebagai suami yang tidak pernah menurunkan tangan kasar maupun kata-kata keras kepada istri-istrinya. Suatu malam, terlambatlah beliau pulang dari masjid kerumahnya dan setelah pintu diketuknya berulang-ulang, Siti Aisyah tidak juga terbangun dan membuka pintu.

    Maka tidurlah ia diberanda rumahnya sampai pagi, dijadikannya serbannya sebagai alas tidur dan dijadikannya lengannya sebagai bantal.

    Ketika subuh, Siti Aisyah kaget melihatnya dan ia bertanya kenapa
    Rasulullah tidak membangunkannya. Nabi menerangkan bahwa ia telah mengetuk pintu berulang-ulang, tetapi rupanya Aisyah tidur nyeyak sekali.

    “Kenapa tidak engkau ketuk pintu sedikit keras, biar saya terbangun wahai Rasulullah ?” Tanya Aisyah.

    Nabi menjawab dengan tersenyum : “Sedangkan Tuhan yang amat berkuasa atas segala hamba-Nya lagi tidak mengizinkan engkau terbangun, maka saya yang hanyalah seorang hamba Allah terlebih lagi tidak memiliki hak untuk membangunkanmu, hai Umairah.”

    Siti Aisyah kemudian meminta maaf kepada Nabi, tetapi Rasulullah tidak merasa bahwa istrinya itu bersalah, semuanya telah diatur oleh Allah.

    Kadang-kadang beliau pulang kerumahnya, dan tidak ada makanan yang tersedia. “Belum ada makanan yang saya masak ya Rasulullah, yang ada hanya makanan yang masih mentah.” Kata Aisyah.

    Maka Nabipun tersenyum lalu ia pergi kedapur dan memasaknya sendiri dan setelah siap, makanlah mereka semuanya bersama-sama.

    Nasihat serta saran yang diterimanya dari siapapun akan beliau terima jika memang hal itu bagus. Hal ini terlihat ketika peristiwa perang khandak, beliau menerima masukan dari sahabatnya, Salman Al-Parisy untuk membuat parit pertahanan sekitar kota Madinah.

    Setelah mengadakan pertimbangan dan musyawarah bersama para sahabat yang lain, akhirnya usulan dari Salman Al-Parisi tersebut diterima. Maka bekerjalah mereka semua, termasuk Nabi sendiri untuk menggali parit pertahanan (khandak).

    Ketika kota Mekkah berhasil ditundukkannya dan para sahabatnya memasuki kota Mekkah, maka Nabi memperlahankan jalan ontanya. Orang lain bersorak sorai karena kegembiraan, tetapi beliau sendiri menundukkan kepalanya kebumi dan matanya kelihatan basah menahan tangis. Menangis ia karena bersyukur dan pada waktu kemenangan tersebut, beliau berdoa memohon ampun kepada Allah.

    Ia nyaris tidak pernah berbuat kesalahan hatinya pun suci dan hidupnya penuh pula diliputi kesucian. Namun meski demikian, ia selalu berdoa agar dosa-dosanya dan dosa-dosa umatnya diampuni oleh Allah, dan ia selalu membaca istighfar siang dan malam.

    Menurut sebuah riwayat, ia membaca istighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali, adapula yang meriwayatkannya 200 kali.

    Dan shalat malam (Tahajud) dikerjakannya setiap malam. Meskipun tidak jarang pada waktu itu keadaan tubuhnya begitu lelah dan penat, namun tiadalah Nabi merasa sungkan untuk beribadah kepada Allah.

    Bilal Bin Rabah telah menyaksikan betapa Rasulullah itu tetap juga
    mengerjakan shalat malam tatkala dalam perjalanan. Bertanya Bilal : “Engkau shalat lagi ya Rasulullah ! Bukankah dosamu tidak ada dan engkau telah dijamin Allah masuk sorga ?”

    Nabi menjawab : “Tidakkah engkau bergembira ya Bilal, bila aku beribadah kepada Tuhanku ?”

    Namun sungguh bagi pemikiran yang sederhana,..akan sulitlah mengerti. Dan ketidakmengertian ini tidak bisa dipaksakan mengerti hanya oleh sebuah dekrit “ini perintah Allah” lalu titik.

    Bukankah kita dituntut mengajarkan dengan cara hikmah ?

    Cobalah berpikir, tidak usahlah orang Islam sendiri yang mengakui kerasulan Muhammad, orang lain yang begitu mengerti sosok pribadi Muhammad pasti akan bisa mencintai dan mempercayai beliau. Jika anda tak mampu memahami hingga begitu dalam, lihatlah sosok-sosok pribadi para manusia yang mencintai beliau, hingga sekarang.

    Seseorang yang berpribadi baik, sungguh tak masuk akal jika dia mengikuti sosok pribadi yang tidak jauh lebih baik dari dirinya.

    Kemudian jika sebaliknya, seseorang yang ingin berkarakter sempurna
    sebagaimana Nabi mencontohkannya, tentulah mustahil dicapai tanpa dia mencintai Nabi dan setia kepada beliau.

    Kalau setia dan cinta saja tidak,…..lalu bagaimana mencapainya ?

    Ingatlah suatu riwayat seorang pemuda yang berkeinginan untuk bertobat dari maksiat akan tetapi sangat berat meninggalkannya, dari Nabi hanya mintai janji,” ..akan tetapi kamu tidak boleh bohong padaku !” Hanya tidak boleh bohong pada Nabi, dan pemuda ini begitu mematuhinya, dia bisa lepas dari kemaksiatan. Karena setiap dia melakukannya, merasa malu kepada beliau, dan jika dia melakukannya dan membohongi Nabi dia berarti melanggar janjinya.

    Bagi sesama hamba Allah yang beriman, jika dia mencintai sesuatu, buah dari rasa cinta itu tumbuhlah ridho. Tentang ridho ini sungguh adalah hasil dari sebuah hubungan yang sangat spesial. Hingga suatu kali seorang hamba di akhirat kelak masih merasa berkekurangan dengan ditempatkannya di syurga, dipanggillah dia oleh Allah, dan dia ditanya mengapa demikian.

    ” Karena yang aku mau sebenarnya adalah ridlo-Mu Ya Allah !”

    Manusiawi, kalau perlu saya katakan sangat alami, jika seseorang mencintai orang lain, pasti selalu berupaya untuk menyenangkan orang lain yang dicintainya itu.

    Apakah bisa seorang muslim mencintai dan meridhoi seseorang hingga dia bisa menahan doanya untuk orang yang dicintainya itu ?

    Sudahkah anda tahu sekarang bahwa mencintai Nabi adalah kesempurnaan anda dalam beriman ? Jika sudah, masihkah anda ‘kelu’ untuk menyampaikan salam kepada beliau ?
    Wahai orang-orang kafir ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kamu berjaya.

  63. ilham othmany Says:

    Selamat Datang ya Nabi Salam,
    The Faithful

    Muhammad Al-Amin sang Paraclete, dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi’ul awal tahun gajah atau bertepatan dengan tahun 570 Masehi.

    Terlahir dari Ibu bernama Siti Aminah Binti Wahab dan ayahnya Abdullah Bin Abdul Muthalib, keturunan Bani Ismail, putra Nabi besar Ibrahim as yang dijanjikan oleh Allah, dan sekaligus merupakan kakak dari Nabi Ishak, putra Nabi Ibrahim dari Siti Sarah yang menurunkan Nabi-nabi besar untuk umat Israel.

    Sang ayah, Abdullah, meninggal di Yastrib dalam perjalanan berdagangnya, jauh hari sebelum Muhammad dilahirkan.

    Ketika beliau masih bayi, selain menyusu kepada ibu kandungnya, Muhammad juga pernah disusui oleh Tsuwaibah Al Aslamyah dari Bani Aslam yang juga budak dari Abu Lahab, bersama-sama dengan Hamzah bin Abdul Muthalib pamannya yang sebaya usianya dengan Muhammad, dan selanjutnya menyusu kepada Halimah Al-Sa’diyah, dari Bani Sa’ad yang terletak antara Mekkah dan Thaif yang bersuamikan Abu Zuaib.

    Sejak dari kandungan ibunya, hingga ia lahir, Muhammad sudah menunjukkan berbagai mukjizatnya sebagai tanda-tanda kenabiannya kelak dikemudian hari.

    Setelah masa penyusuannya usai, Muhammad kembali kepelukan ibunya, Siti Aminah.
    Setahun kemudian, Muhammad kecil beserta ibunya dan seorang inang pengasuhnya bernama Ummu Aiman melakukan ziarah kemakam Abdullah, ayah Muhammad dan suami Aminah di Yastrib.

    Selama satu bulan mereka tinggal di Yastrib dengan menumpang dirumah keluarga mereka dari Bani Najjar.

    Dalam perjalanan pulang kembali kekota Mekkah, tepat disebuah desa bernama Abwaa’, Aminah jatuh sakit dan wafat disana, waktu itu usia Muhammad sudah 6 tahun.
    Karena jaraknya kekota Mekkah masih cukup jauh, akhirnya jenazah Aminah dikuburkan didesa Abwaa’ tersebut dan Muhammad beserta inangnya, Ummu Aiman kembali kekota Mekkah berdua.

    Abdullah telah pergi, Aminah pun telah pula pergi setelah keduanya melakukan kewajiban yang diamanatkan kepada keduanya. Anak yang mulia itu kini menjadi yatim piatu seperti kehendak Allah, kehilangan ibu sebagaimana ia telah lebih dulu kehilangan ayah, tidak ada lagi yang akan menolongnya dalam segenap hal selain daripada Allah yang sudah mentakdirkan sekalian takdir.

    Tuhan memanggil kedua orang tuanya, dan Tuhan juga yang menanggung akan memlihara anak yang mulia itu selain daripada inang pengasuhnya Ummu Aiman, yang sekarang berfungsi sebagai ibu baginya dan juga kelak dikemudian harinya sebagai saksi hidup mengenai apa dan siapa sesungguhnya sosok Muhammad itu.

    Dialah yang memelihara Muhammad dalam perjalanan tersebut, mengurusi makan dan tidurnya, menjaganya dari semua mara bahaya, hingga akhirnya tiba dikota Mekkah dan diserahkan pada Abdul Muthalib, kakeknya.

    Dua tahun setelah Muhammad diasuh oleh kakeknya, akhirnya pada usia 80 tahun, Abdul Muthalib kembali kerahmatullah, wafat dengan tenang setelah dia menyerahkan pengurusan Muhammad kepada putra tertuanya Abu Thalib yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai penguasa tertinggi dikota Mekkah saat itu.

    Meski demikian, kehidupan keluarga Abu Thalib sendiri sangatlah serba kekurangan, dia menghidupi keluarganya dengan jalan berdagang.

    Sejak itulah, Muhammad mulai belajar berdagang dan membantu pamannya didalam menjalankan roda kehidupan.

    Kejujurannya, keterjauhannya dari semua yang bersifat keberhalaan, kedisiplinannya, ketangkasannya serta keuletan kerjanya membuat ia digelari orang dengan nama Al-Amin yang berarti orang yang jujur atau terpercaya, meski saat itu ia masih kecil.

    Pada usianya yang ke-12 tahun, Muhammad Al-Amin dan pamannya Abu Thalib pergi berdagang kekota Syiria dan bertemu dengan seorang rahib bernama Bahiera atau Lautan Ilmu.

    Rahib itu sendiri adalah seorang pengikut setia ajaran Isa Almasih dari Nashara.
    Dia bukanlah dari seorang yang menyekutukan Tuhan sebagaimana kebanyakan ahli kitab lainnya.

    Ensyclopedia of Britannica telah mencatat bahwa Bahiera adalah seorang ulama Nashara yang sangat tinggi ilmu agamanya dan ia pernah memegang jabatan Patriarch di Konstantinopel dari tahun 428 – 431 Masehi. Kedudukannya amatlah tinggi, pengikutnya pun cukup banyak. Namun karena faham Bahira adalah mengesakan Tuhan, diapun ditindas dan dibuang.

    Sang rahib itu dihadapan kabilah Abu Thalib mewanti-wanti agar merawat dan menjaga Muhammad sebaik mungkin sebab dia telah melihat tanda-tanda kenabian pada dirinya, sebagaimana yang termaktub dalam ajaran Isa Almasih sejati.

    Sejak itulah pamannya Abu Thalib begitu teliti dan hati-hati sekali didalam menjaga Muhammad, bahkan curahan kasih sayang yang diberikannya kepada Al-Amin ini melebihi apa yang diberikannya kepada putra kandungnya sendiri.

    Masa kecilnya juga dilewati dengan menggembalakan kambing penduduk Mekkah dengan imbalan Al Qaraarith, yaitu pecahan uang dinar atau dirham perak yang dapat dipergunakan untuk mencukupi keperluan hidup masa itu.

    Kejujuran Muhammad dalam menjalankan dagangan dan gembalaan, telah sama-sama diketahui orang, dan tidak sedikit yang menitipkan barang dagangannya kepada Muhammad.

    Muhammad kecil tidak sedikitpun mengambil untung dari titipan orang tersebut, tidak juga dia berkhianat dalam menjalankan perdagangannya.

    Selanjutnya, putra Mekkah yang bergelar Al-Amin ini, sebelum mencapai usia 25 tahun telah menjadi seorang saudagar kafilah terbesar di Tanah Arab. Semakin banyak pula orang yang menyerahkan dagangannya kepada beliau.

    Pada usianya yang ke-25 tahun, Muhammad menikah dengan seorang wanita saudagar terhormat dan merupakan orang terkaya waktu itu diantara penduduk Mekkah, namanya Siti Khadijjah binti Khuwailid Bin Abdul Uzza Bin Qushai ditahun 596 M.

    Khadijjah digelari orang dengan sebutan Saydah Quraisy atau Ibu Quraisy. Sebelum menikah dengan Muhammad, Khadijjah sudah dua kali bersuami dengan orang kaya dari Bani Muchzum, tapi keduanya meninggal dunia dan ia sendiri telah mempunyai dua orang anak dari hasil perkawinannya terdahulu.

    Meskipun Khadijjah berusia 40 tahun dengan dua orang anak pada masa itu, namun cinta Muhammad kepadanya adalah cinta yang penuh terus menerus selama 25 tahun sesudahnya, yaitu hingga Muhammad berusia 50 tahun dan Khadijjah berusia 65 tahun dengan dikaruniai 6 orang anak.

    Karenanya pula selain bergelar Saydah Quraisy, Siti Khadijjah juga digelari sebagai wanita yang Al-Wadud Al-Walud, artinya seorang wanita yang sejati dan punya banyak anak.

    Adapun anak-anak dari perkawinan Muhammad dengan Khadijjah adalah Al-Qasim, Abdullah At-Tahir, Zainab, Ruqayah, Ummu kalsum dan Fatimah Uzzahra. Adapun Al -Qasim dan Abdullah At-Tahir, wafat sejak kecilnya.

    Putrinya yang tertua yaitu Zainab menikah dengan Abul ‘Ash Bin At Rabi’ Bin Abdi Syams, ibu dari Abul ‘Ash ini adalah saudara perempuan dari Khadijjah dan dari perkawinannya itu Zainab mendapatkan dua orang anak, yang perempuan bernama Umamah dan yang laki-laki bernama Ali.

    Ketika ayahnya, Muhammad, diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Zainab pun mengajak suaminya itu untuk ikut memeluk Islam, tapi ditolak olehnya, sementara Zainab sendiri telah beriman mengikuti sang ayah dan terpaksa berpisah dengan suaminya itu.

    Ketika terjadi peperangan Badar, 17 Ramadhan tahun 2 atau 13 Maret 624, Abul ‘Ash bersama-sama kaum Musyrikin Mekkah mengangkat pedang, mengobarkan perlawanan terhadap Nabi Muhammad Saw dan umat Islam. Namun tidak lama setelah itu, Abul ‘Ash memeluk Islam hingga akhir hayatnya pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan kembali melangsungkan pernikahannya dengan Zainab secara Islam.

    Putri Muhammad yang kedua yaitu Ruqayah menikah dengan ‘Utbah Bin Abu Lahab, begitu pula dengan putrinya ketiga, Ummu Kalsum, menikah dengan ‘Utaibah Bin Abu Lahab, saudara ‘Utbah hanya selang beberapa waktu sebelum Muhammad mendapat wahyu.

    Kelak dikemudian hari, dimana Muhammad telah diangkat menjadi Nabi dan Rasul serta bertugas menyampaikan dakwahnya kepada manusia, kedua putrinya ini bercerai dengan masing-masing putra Abu Lahab itu dan menikah dengan Usman Bin Affan yang didahului oleh Ruqayah, meninggal setelah peperangan Badar usai, dan digantikan oleh Ummu Kalsum, putri Nabi yang ketiga, sehingga karenanya Usman Bin Affan digelari Zun Nuraini, yaitu yang memiliki dua cahaya.

    Fatimah sendiri waktu itu masih kecil dan belum menikah.
    Ia dilahirkan pada tahun 606 M atau tahun ke-10 perkawinan Nabi dengan Khadijjah.
    Dia ikut merasakan pahit getirnya dakwah Islamiyah yang dilakukan oleh ayahnya, ia menyaksikan sejak awal betapa duka derita yang dialami oleh Nabi Muhammad.

    Fatimah juga yang pergi kemasjid untuk membersihkan kotoran-kotoran hewan yang dicampakkan oleh orang-orang kafir kepada Nabi, dan ia juga yang membersihkan darah yang mengalir dari wajah ayahnya ketika terluka dalam perang Uhud yang juga menewaskan paman Nabi, Hamzah Bin Abdul Muthalib ditangan Wahsyi dan Hindun.

    Selain daripada itu, Muhammad juga mengambil seorang anak angkat laki-laki bernama Zaid Bin Haritsah, seorang anak dari Bani Al-Kalby yang dijual oleh sekawanan perampok kepasar Ukazd dan dibeli oleh Khadijjah untuk menjadi hamba sahayanya namun dibebaskan oleh Muhammad dan diangkat sebagai seorang anak.

    Sementara itu, sejak menginjak usia 36 hingga 40 tahun, Muhammad lebih banyak mengasingkan dirinya jauh dari keramaian dan hiruk pikuk manusia yang menyembah berhala dikota Mekkah.

    Sebagaimana yang diketahui sejak awal, dari kecil Muhammad tidak pernah mengikuti tata cara peribadahan masyarakat disekitarnya yang menyembah berhala yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri.

    Dalam pengasingan dirinya itu, Muhammad memilih gua Hira untuk tempatnya Tahannuts, mendekatkan dirinya kepada Tuhan dengan mengikuti Risalah Ibrahim dan Ismail, nenek moyangnya dahulu kala.

    Gua Hira terletak pada bagian atas suatu gunung yang sekarang bernama Jabal Nur (Gunung Cahaya), Gua tersebut berjarak 2 farsach atau 6 mil disebelah utara Mekkah dan untuk mendakinya saat ini secara terus menerus memakan waktu lebih kurang 40 menit lamanya dan jarak antara puncak Jabal Nur dengan Gua Hira sekitar 20 meter. Ketinggian total Jabar Nur sendiri lebih kurang 200 meter dari bawah.

    Tahannuts yang dilakukan oleh Muhammad ini tidaklah mencontoh ibadah umat Nashara dengan mengasingkan diri secara total dari kehidupan masyarakat ramai dan menjauhi Sunnatullah, seperti beristri, berketurunan dan lain sebagainya.

    Ia pergi ke Gua Hira dan sering tinggal beberapa hari dan beberapa malam disana baru pulang kembali ke Mekkah, berkumpul bersama keluarganya.

    Pada suatu malam tanggal 17 Ramadhan, bersamaan dengan 06 Agustus 610 Masehi 203 tahun 41 dari kelahirannya atau ketika usia manusia yang mulia yang digelari orang sebagai Al-Amin itu mencapai 40 tahun 6 bulan 8 hari (tahun Qamariyah/Bulan) atau berusia 39 tahun 3 bulan 8 hari (tahun Syamsiah/Matahari), turunlah Malaikat Jibril kepadanya untuk menyampaikan wahyu yang telah ditetapkan oleh Tuhan, dan menyatakan Kalimah Allah bahwa pada malam itu juga beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul Allah, menjadi penerus risalah para Nabi sebelumnya.

    Wahyu yang pertama kali turun tersebut adalah Surah Al-Alaq ayat 1-5

    “Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang telah menjadikan.
    Dia telah menjadikan manusia dari segumpal darah (‘alaq)
    Bacalah ! Karena Tuhanmu Yang Maha Mulia !
    Yang mengajar dengan Qalam (ilmu pengetahuan)
    Mengajar manusia apa yang tiada ia ketahui.”

    Demikianlah wahyu yang pertama kali diturunkan, mengandung isyarat kepada manusia untuk mempelajari asal usul kejadiannya agar mereka insyaf terhadap dirinya. Juga menyuruh manusia untuk dapat belajar membaca dan menulis serta menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan lainnya.

    Malam permulaan turunnya AlQur’an tersebut dikenal dengan malam ‘Lailatul Qadar’, yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan dan kesejahteraan sebagaimana yang difirmankan Allah

    “Sungguh, Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan.
    Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ?
    Malam kemuliaan itu lebih utama daripada seribu bulan !
    Turun malaikat dan Ruh kepadanya dengan izin Tuhannya dengan segala urusan.
    Sejahtera ia ! Sampai terbit fajar.”
    (QS. 97:1-5)

    Secara berangsur-angsur wahyu turun kepada Rasulullah Muhammad Saw selama 20 tahun 2 bulan 22 hari dalam 23 tahun periode keNabiannya dengan menghitung 3 tahun lamanya Rasul tidak mendapatkan wahyu semenjak ia dapatkan pertama kalinya di Gua Hira.

    Wahyu terakhir dari Allah yang ia terima adalah pada tanggal 09 Dzulhijjah, 07 Maret 632 Masehi, saat Nabi sedang berwukuf dipadang ‘Arafah bersama-sama kaum Muslimin melaksanakan Haji Wada’ (Haji perpisahan) yaitu Surah Al-Maidah ayat 3

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Aku telah ridhai Islam sebagai agamamu.”
    (QS. 53)

    Sang Paraclete yang agung, Nabi Al-Muntazhar atau Nabi yang ditunggu-tunggu oleh semua umat manusia itu telah tiba, beliaulah sosok Comforter dan sosok Spirit of Truth sebagaimana yang disinggung oleh St. John 1613 yang akan memandu manusia kepada semua kebenaran, sebab dia tidak akan berbicara atas kehendak hawa nafsunya sendiri, melainkan berdasarkan wahyu yang dia dengar dari Tuhannya, itulah yang akan disampaikannya.

    Janji Tuhan kepada Nabi besar Ibrahim pada Genesis 2118 dan 1720 yang menyatakan akan menjadikan keturunan Ismail sebagai suatu bangsa yang besar telah terpenuhi yang diawali dengan kelahiran dan pengutusan Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin yang ajarannya kelak akan menghantarkan Bangsa Arab sebagai suatu bangsa yang besar sebagai pusat penyebaran Islam.

    “And as for Ishmael, I have heard thee Behold, I have blessed him and will make him fruitful, and will multiply him exceedingly; twelve princes shall he begot, and I will make him a great Nation.” (Genesis 17:20)

    “Arise, lift up the lad, and hold him in thine hand; for I will make him a great Nation.” (Genesis 21:18)

    Juga janji Nabi Musa yang terdapat dalam kitab Tauratnya

    “The Lord reigneth; let the earth rejoice, let the multitude of isles be glad thereof, clouds and darkaness are round about him Righteousness and judgment are the habitation of his throne. A fire goeth before him and burned up his enemies round about. His lightnings enlightened the world The earth saw, and trembled. The hills melted like wax at the presence of the Lord, at the presence of the Lord of the whole earth. The heavens declare his righteousness and all the people see his glory.” (Psalm 9:71-6)

    Mengenai istilah Lord yang berarti penguasa atau yang kuasa, terbagi atas dua pengertian. Pertama Lord dipakai untuk Allah yang berkuasa pada alam semesta selaku pencipta, Kedua Lord dipakai untuk menunjukkan Nabi yang berkuasa dibumi ini dalam menjalankan tugas yang diperintahkan Allah kepadanya dan sekaligus selaku Khalifah dibumi.

    Contoh dari penggunaan double Lord ini bisa dilihat pada Psalm 1:101
    “The Lord said unto my lord, Sit thou at my right hand, untill I make thine enemies thy footstool.”

    Begitulah akhirnya, dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah terhadap kaumnya dan semua manusia diluar itu, mendapatkan tantangan yang sangat berat sekali.

    Pada tahun 616 hingga 617 M telah terjadi pemboikotan terhadap Nabi Muhammad dan kaum Muslimin semuanya termasuk keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Segala perhubungan putus sama sekali, dan pihak Quraisy mengancam keras terhadap siapa -siapa yang berani melakukan hubungan dengan mereka.

    Akibat pemboikotan itu, Nabi dan kaum Muslimin beserta keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib, yaitu dua keluarga yang masih ada hubungan darah dengan Rasulullah dan selama ini menjadi pembela Nabi, terpaksa menyingkir, mencari perlindungan di Syi’ib, suatu tempat perbukitan diluar kota.

    Pada bulan Desember 619 M, tidak lama setelah pemboikotan dihapuskan, istri Rasulullah Saw yang terkasih, Siti Khadijjah meninggal dunia, kembali kerahmatullah dalam keadaan beriman.
    Khadijjah, merupakan orang yang paling dekat dengan Nabi, karena tidak saja ia sebagai seorang istri, tetapi pendamping setia Rasulullah dalam suka dan duka.

    Masa mudanya ia habiskan dalam membina karir perdagangannya.
    Namun kemudian ia mempersembahkan semua yang dimilikinya untuk perjuangan suaminya -menegakkan ajaran Islam.

    Selama bertahun-tahun Khadijjah mendampingi Muhammad Saw, membina keluarga yang penuh ketentraman dan kebahagiaan. Ketika Rasulullah Saw mendapat tugas yang berat -mengemban risalah Ilahiah- Khadijjah meneguhkan hatinya dan menambah kepercayaan dirinya.

    Ketika Nabi didustakan kaumnya, Khadijjah meyakininya dengan tulus.
    Khadijjah adalah orang yang pertama percaya akan kenabian Muhammad sekaligus wanita pertama yang memeluk Islam. Ketika masyarakatnya menyembah berhala, dibelakang Penghulu para Nabi, dia bersujud menyembah Allah Yang Maha Esa.

    Pada waktu orang-orang Quraisy mengucilkan keluarga Rasulullah dipadang yang gersang, Khadijjah meninggalkan rumahnya yang megah. Dia tidur dalam kemah yang sederhana.

    Setiap hari dia bekerja keras membagikan makanan yang sedikit kepada para pengikut Rasulullah Saw, tidak jarang dia dan suaminya tidak kebagian makanan. Lebih jauh lagi, Khadijjah adalah ibu dari anak-anaknya yang penuh kasih dan sayang.

    Hanya selang beberapa minggu dari kematian Khadijjah, Abu Thalib, paman Nabi yang selama ini melindunginya dari keganasan dan gangguan kaum kafir Quraisy, meninggal dunia, yaitu pada bulan Januari 620 M.

    Abu Thalib, adalah paman sekaligus juga berfungsi sebagai ayah bagi Rasul semenjak kedua orang tua dan kakeknya tiada sewaktu ia masih kecil, dan kini pamannya itu telah pula menyusul istrinya, Khadijjah, kembali keharibaan Tuhan yang menciptakannya.

    Dia adalah perisai Rasulullah, sehingga meskipun begitu hebat ancaman dan gangguan yang dilakukan terhadap Nabi, namun selama Abu Thalib masih hidup, mereka tidak berani melakukan gangguan-gangguan phisik terhadap Rasulullah.

    Semenjak kematian kedua orang inilah, perlawanan kaum kafir Quraisy semakin menghebat dan menggila kepada diri Nabi Muhammad dan umatnya.
    Kalau dunia ini dipenuhi oleh butiran-butiran kacang lalu diambil oleh seekor burung lalu dibawa ke satu tempat yg jaraknya 1000 tahun perjalanan sebiji demi sebiji,lama kelamaan biji2 kacang tersebut akan habis,tetapi kepanasan api nereka yg mesti dimasuki oleh orang-orang yang kafir daripada agama Islam tidak akan habis habis.Mereka akan kekal abadi di dalamnya selama-lamanya.Na’uuzubillaahi min zaalik-Semoga dijauhkan.Wahai sekelian orang-orang kafir,tangisi nasibmu.Cepatlah kamu sedar.Masuklah ke dalam agama Islam segera.Berlakulah adillah terhadap diri-diri kalian yg malang.Maut pasti datang bila-bila.Daku peringati kalian utk yg kesekian kalinya.Ucapkanlah Tidaka ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.Pasti kamu akan berjaya.

    InsyaAllah Bersambung….

  64. ilham othmany Says:

    Bagian Tiga

    ——————————————————————————–

    Selamat Datang ya Nabi Salam,
    The Great Nation Builder and The Great Reformer

    Meskipun siksaan dan hinaan ditimpakan pada diri Nabi yang agung ini oleh kaum kafir Quraisy yang sesekali juga bekerja sama dengan umat Yahudi, tidaklah menjadikan surutnya perjuangan dakwah Rasulullah Muhammad Saw didalam mengumandangkan seruan Tauhid kepada Ilahi.

    Semakin hari pengikutnya semakin bertambah.
    Tercatatlah sejumlah nama-nama besar pengikut Rasulullah Al-Amin ini.
    Ali Bin Abu Thalib, putera pamannya sendiri, Abu Thalib., disusul dengan Zaid Bin Haritsah, anak angkat beliau, Abdullah Bin Abu Kuhafa dari Bani Taim Ibni Murra yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama Abu Bakar, berusia 2 tahun lebih muda dari Nabi Muhammad dan kelak akan menggantikan kedudukan sang Nabi sebagai pemimpin umat, menjadi Khalifah Islam pertama.

    Sejumlah orang terkemuka lainnya mengikuti jejak Abu Bakar dan sahabat yang lainnya, diantaranya adalah Usman Bin Affan dari Bani Umayyah yang kelak kemudian hari menjadi Khalifah Islam ketiga menggantikan Umar Bin Khatab, Salman Al-Farisi, Abdurrahman Bin ‘Auf, Hamzah Bin Abdul Muthalib, paman dan saudara sesusuan Rasulullah sejak kecil, bergelar Singa Gurun Pasir, merupakan satu dari dua orang yang sangat ditakuti dan disegani setelah Umar Bin Khatab, baik dalam kalangan Muslimin maupun kaum kafir Quraisy, dia berhasil membunuh Abu Jahal dalam perang Badar.

    Sa’ad Bin Abi Wakkas yang pada masanya menjadi penakluk Parsi, Umar Bin Khatab dari Bani ‘Adi Ibn-Ka’ab yang pada waktu kekhalifahannya itulah Islam terus menyebar ke Suriah dan Palestina yang kala itu menjadi bagian kekaisaran Byzantium, terus ke Turki, Mesir, Iraq, Iran hingga Persia dan menyebrang ke Afrika Utara.

    Sejarah mencatat bahwa dakwah Islam sudah mencapai kenegri Tiongkok ketika Nabi Muhammad Saw sendiri masih hidup (627 M). Adapun yang melakukan penyebaran Islam dinegri tersebut adalah sahabat Nabi yang bernama Abu Kasbah, sekaligus mendirikan masjid pertama di Kanton.

    Pada tahun 632 M, Abu Kasbah kembali kenegrinya untuk melaporkan keadaan dinegri Tiongkok kepada Nabi Saw, tetapi kedatangannya ke Madinah ternyata terlambat sebulan dari saat wafatnya Nabi, selanjutnya Abu Kasbah kembali ke Tiongkok dan meninggal disana.

    Kaisar Kao Tsung pernah mengirimkan perutusan ke Madinah karena mengagumi atas munculnya ‘kerajaan baru’ dan mempunyai pedoman agama yang kuat. Misi persahabatan ini dibalas oleh Khalifah Usman Bin Affan (634-644 M) dengan mengirimkan misi persahabatan pula ke Tiongkok.

    Perkembangan Islam yang luar biasa dan berpengaruh terus dicatat hingga pada jaman Bani Umayyah (Mu’awiyah I, 565-661) bersambung masa pemerintahan Khalifah Yazid (661-681) dan Mu’awiyah II (681-683), Islam bergerak maju kesegala penjuru dunia, ke Utara, ke Timur dan ke Barat (Spanyol 711 M) sampai pada pemerintahan Khalifah Sulaiman (715 M).

    Tanggal 16 Juli 622 M adalah permulaan perhitungan dan penanggalan baru, bertepatan dengan awal bulan Muharram tahun pertama Hijrah Nabi Muhammad Saw dari kota Mekkah kekota Madinah yang waktu itu masih bernama Yatsrib.

    Hijrah itu sendiri terjadi untuk menghindari penyiksaan demi penyiksaan dan pembunuhan demi pembunuhan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap para pengikut Rasulullah.
    Allah berfirman dalam AlQur’an

    “Sungguh Aku tidak akan menyia-nyiakan amalan dari antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung-kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan akan Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir padanya sungai-sungai. Sebagai ganjaran dari Allah, karena Allah itu pada sisi-Nya ada ganjaran yang baik”. (QS. 3195)

    Nabi Muhammad Saw sendiri tetap bertahan dikota Mekkah hingga semua sahabat dan pengikutnya tidak ada lagi yang tertinggal disana.

    Hingga pada malam dimana Nabi sudah bersiap untuk hijrah, rumah beliau dikepung oleh penduduk Mekkah yang bermaksud untuk membunuhnya. Pertolongan Allah datang, manakala Nabi Muhammad keluar dari rumahnya bersama Abu Bakar, kaum kafir Quraisy itu ditidurkan semuanya, sehingga mereka tidak mengetahui bahwa Nabi telah lolos dari incaran mereka.

    Selanjutnya dalam perjalanannya itupun, Nabi Muhammad kembali nyaris tertangkap oleh pihak kafir Quraisy suruhan Abu Jahal seandainya saja Allah tidak melindunginya dengan memerintahkan Rasul bersembunyi diGua Tsur.

    Perlindungan Allah datang dengan burung merpati yang tengah mengerami telur disangkarnya.
    Serta adanya Laba-laba yang membangun rumahnya ditengah-tengah pintu masuk Gua, sehingga menimbulkan kesan bagi orang diluarnya bahwa gua tersebut tidak ada yang pernah memasukinya.

    Tsur adalah sebuah bukit biasa saja yang lebih tinggi dari bukit-bukit didaerah perbukitan sekeliling Mekkah. Bukit ini berada lebih kurang 6 Km arah selatan Masjidil Haraam. Dibagian lerengnya terdapat beberapa buah gua, dan pada bagian yang mendekati puncak terdapatlah Gua dimana Rasulullah bersama sahabatnya Abu Bakar berlindung. Untuk mencapai Gua Tsur tersebut, orang harus mendaki lebih kurang 1,5 jam.

    Perjalanan Nabi Muhammad menuju kekota Madinah (Yatsrib), memakan waktu selama delapan hari, dan kedatangan beliau disebuah kota kecil, Quba, sekitar 9 mil dari Yatsrib, disambut oleh Kaum Muslimin Anshar dengan penuh gembira dan keharuan.

    Di Quba itu Rasulullah berhenti dan beristirahat ditempat Bani Amr Bin Auf selama tiga hari, dan dalam pada itu, setelah sehari tiba di Quba, Ali Bin Abu Thalib menyusul tiba pula.
    Selama berada Quba itu, Rasulullah dan para sahabatnya sempat mendirikan sebuah masjid yang pertama dalam sejarah Islam yang dikenal dengan nama Masjid Quba, yang sampai pada hari ini masjid tersebut tetap berdiri dengan megahnya setelah mengalami beberapa kali perluasan dan renovasi.

    Dari Quba, Rasulullah melanjutkan perjalanannya ke Yatsrib.
    Ketika sebelum sampai di Yatsrib, tiba hari Jum’at dan matahari sudah miring kebarat, Nabi Muhammad sampai dikediaman Bani Salim Bin ‘Auf, yaitu suatu lembah yang bernama Wadi Ranwana’, disitulah Nabi melaksanakan shalat Jum’at serta khutbah pertamanya.

    Rasulullah Saw akhirnya tiba dikota Yatsrib atau Madinah sekarang ini, bersama sahabatnya Abu Bakar r.a, Ali Bin Abu Thalib, Suraqah Bin Malik Bin Ya’syim serta pemandu jalan, Amir Bin Fuhairah dan beberapa kaum muslimin lainnya pada bulan Rabi’ul awal, harinya berkisar antara tanggal 2 hingga tanggal 16, bertepatan dengan bulan September 622 M.

    Dengan demikian maka tahun terjadinya hijrah dihitung sebagai tahun pertama, dengan penyesuaian bulan dan tanggal menurut perhitungan tahun hilaliyah Arab. Sehingga akhirnya ditetapkanlah hari pertama bulan Muharram menjadi awal tahun hijriyah menggantikan hari dan tanggal tibanya Nabi di Madinah.

    Di Madinah ini, Rasulullah mendirikan masjid Nabawi, dan membangun rumahnya berdekatan dengan masjid tersebut. Rasulullah sendiri langsung memimpin pembangunan masjid itu bersama kaum Anshar dan Muhajirin.

    Kaum Muslimin Anshar, adalah sebutan untuk kaum Muslimin yang ada dikota Yatsrib/Madinah, sedangkan Kaum Muslimin Muhajirin adalah sebutan untuk kaum Muslimin yang melakukan hijrah dari Mekkah ke Yatsrib.

    Seringkali orang-orang menamakan Negara Islam yang pertama kali berdiri dahulu itu dengan nama Negara Madinah karena berada dikota Madinah. Tetapi nama ini sering menimbulkan salah pengertian, dimana Negara Madinah disamakan dengan City State (Negara Kota) seperti Athena dan Sparta dijaman purba.

    Sebenarnya, negara hijrah, mempunyai kaitan yang luas dengan Madinah.
    Negara Hijrah itu adalah berdasarkan suatu ideologi internasional yang bisa saja didirikan ditempat manapun yang telah menganut ideologi yang diajarkan Islam.

    Hal ini sudah terbuki pada waktu pemerintahan Khalifah Ali Bin Abu Thalib, pusat pemerintahan dipindahkan ke Iraq.

    Di Madinah, tidak terdapati hal-hal yang sebagaimana terjadi pada peristiwa imigrasi orang-orang Eropa kebenua Amerika atau ke Australia atau ke Afrika Selatan. Kaum Muhajirin disana tidak pernah berkeinginan untuk menghabisi atau mengusir penduduk asli Madinah, tidak pernah mengadakan penjajahan atau pembedaan terhadap para pendatang.

    Negara Hijrah adalah Negara Aqidah Islamiyah dimana penduduk asli kota Madinah dan orang-orang Muhajirin yang bermukim disana berada pada posisi kemanusiaan dan kedudukan hukum yang sama. Suatu Aqidah atau ideologi bersifat terbuka bagi semua orang, karena kemanusiaannya semata, tanpa memandang dari negri mana dan suku apapun dianya. Negara Hijrah adalah negara terbuka bagi setiap orang dan setiap kelompok. Dia tidak menutup diri seperti negara-negara agama lainnya sepanjang sejarah.

    “Jika kita mengukur kebesaran dengan pengaruh, dia seorang raksasa sejarah. Dia berjuang meningkatkan tahap rohaniah dan moral suatu bangsa yang tenggelam dalam kebiadaban karena panas dan kegersangan gurun. Dia berhasil lebih sempurna dari pembaharu manapun; belum pernah ada orang yang begitu berhasil mewujudkan mimpi -mimpinya seperti dia,” tulis Will Durant dalam the Story of Civilization terhadap diri Nabi Muhammad Saw.

    “Dia datang seperti sepercik sinar dari langit, jatuh kepadang pasir yang tandus, kemudian meledakkan butir-butir debu menjadi mesiu yang membakar angkasa sejak Delhi ke Granada.” Tambah Thomas Carlyle dalam On Heroes and Hero Worship.

    Dengan sejumlah informasi yang mereka miliki, Durant dan Carlyle berusaha melukiskan kebesaran Rasulullah Saw. Mereka tidak pernah berjumpa dengan Nabi yang mulia. Mereka tidak pernah melihat wajah atau mendengar suaranya. Mereka bahkan tidak beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Saw. Mereka hanya menyaksikan lewat lembaran-lembaran sejarah yang mereka teliti.

    Muhammad Saw, sebagaimana Nabi-nabi Allah yang lain, datang bukan hanya sekedar mengajarkan shalat dan doa. Dia adalah tokoh revolusioner yang memimpin kelompok tertindas melawan kezaliman sistem yang berlaku. Dia tampil membimbing kaum Mustadh’afin untuk mengubah nasibnya dan menentang kaum Mustakbirin supaya menghentikan keserakahannya. Karena itu, dia didukung rakyat kecil dan dibenci kebanyakan penguasa.

    Rasulullah mengatur tata tertib kehidupan setiap umat Islam dengan cermat.
    Beliau melahirkan beberapa pengajaran penting dalam kehidupan bermasyarakat.

    Seorang penulis biographi Nabi yang cukup dikenal, yaitu Muhammad Ahmad Djadil Maula Beik dalam bukunya “Muhammad Al Matsalul Kamil” (Muhammad teladan sempurna) mengemukakan tiga macam kerja raksasa yang dibawanya.

    Kerja raksasa itu telah dapat direalisir Nabi selama masa kerasulannya yang berlangsung selama 23 tahun, yaitu 13 tahun dikota Mekkah dan 10 tahun dikota Madinah. Ialah

    Innahu Kawwana Ummatan; Membentuk suatu ummat

    Wassasa daulatan; Mendirikan suatu negara

    Waaqoma dinan; Menegakkan suatu agama

    Sebagai karya raksasa pertama, Nabi Muhammad telah berhasil membangun suatu umat yang besar. Umat yang merekam sejarah ke-emasan dalam peradaban manusia. Yang dibangun serta dibentuknya dari suatu bangsa yang lemah, bobrok dalam segala bidang, bangsa yang terpecah belah dalam kesukuan dan kabilah, satu sama lainnya bermusuhan, bangsa berjiwa kasar dan berwatak buas jauh dari nilai-nilai akhlak dan budaya, yaitu bangsa Arab Jahiliyah yang sangat terbelakang baik material maupun spiritual. Suatu bangsa yang tidak pernah dikenal sebelumnya sama sekali dalam catatan sejarah dunia.

    Bangsa seperti bangsa Arab yang sedemikian rupa keadaannya, dalam tempo relatif singkat, hanya kurang dari seperempat abad telah berubah keadaannya sama sekali.

    Dari suatu bangsa yang tidak masuk “bilangan” atau perhitungan, berubah menjadi suatu bangsa yang disegani, dihormati bahkan ditakuti. Bukan karena kekejaman dan keganasannya melainkan karena keluhuran dan kebesaran jiwanya, karena kecemerlangan peradaban dan kebudayaannya. Sebagai perwujudan janji Tuhan kepada Ibrahim atas keturunan Ismail kelak ratusan tahun dari masanya.

    Berkat perjuangan Muhammad Rasulullah Saw Al-Amin, bangsa yang semula terasing di Sahara sekarang menentukan sejarah umat manusia. Orang-orang Arab yang miskin kini menjadi penguasa dunia meskipun keadaan diri Rasul yang agung itu sendiri bertolak belakang dengan kejayaan yang dicapainya, dia berada dalam keadaan yang serba kekurangan dan sederhana hingga hari wafatnya, beliau hanya meninggalkan kitabullah dan keluarganya.

    Ini adalah tujuan terakhir bagi manusia; untuk menjadi tuan rumah didalam semesta dan menyaksikan ketentraman jiwanya bersama Tuhannya, yang tidak hanya Tuhannya merasa senang, tetapi diapun merasa senang bersama Tuhannya.

    Kesenangan yang sempurna. Kepuasan yang sempurna. Kedamaian yang sempurna.
    Kasih sayang Tuhan adalah makanannya dipentas dunia ini dan dia minum dari air mancur kehidupan. Duka cita dan kekecewaan tidak meliputinya dan keberhasilan tidak menjadikan dia sombong dan merasa mulia.

    Jika keagungan tujuan, kesempitan sarana dan hasil yang menakjubkan, adalah tiga kriteria kejeniusan manusia, siapa yang berani membandingkan manusia yang memiliki kebesaran didalam sejarah modern dengan Muhammad ?

    Orang-orang paling terkenal menciptakan tentara, hukum dan kekaisaran semata.
    Mereka mendirikan apa saja, tidak lebih dari kekuatan material yang acapkali hancur didepan mata mereka sendiri.

    Nabi Muhammad Saw, Rasul Allah yang agung, penutup semua Nabi, tidak hanya menggerakkan bala tentara, rakyat dan dinasti, mengubah perundang-undangan, kekaisaran. Tetapi juga menggerakkan jutaan orang bahkan lebih dari itu, dia memindahkan altar-altar, agama-agama, ide-ide, keyakinan-keyakinan dan jiwa -jiwa.

    Berdasarkan sebuah kitab, yang setiap ayatnya menjadi hukum, dia menciptakan kebangsaan beragama yang membaurkan bangsa-bangsa dari setiap jenis bahasa dan setiap ras.

    Dalam diri Muhammad, dunia telah menyaksikan fenomena yang paling jarang diatas bumi ini, seorang yang miskin, berjuang tanpa fasilitas, tidak goyah oleh kerasnya ulah para pendosa.

    Dia bukan seorang yang jahat, dia keturunan baik-baik, keluarganya merupakan keluarga yang terhormat dalam pandangan penduduk Mekkah kala itu. Namun dia meninggalkan semua kehormatan tersebut dan lebih memilih untuk berjuang, mengalami sakit dan derita, panasnya matahari dan dinginnya malam hari ditengah gurun pasir hanya untuk menghambakan dirinya demi Tuhannya. Dia lebih baik dari apa yang semestinya terjadi pada seseorang seperti dia.

    Mereka, para sahabatnya, orang-orang Arab, yang terlahir bergumul dengannya selama 23 tahun, begitu menghormatinya.

    Padahal mereka itu adalah orang-orang liar, mudah meledak dan cepat terseret kedalam pertikaian yang sengit. Tanpa semua ketulusan hati, keberanian yang dahsyat, kebenaran nilai dan kedewasaan, tak ada orang yang dapat memerintah mereka.

    Tetapi mereka mau memanggil Muhammad sebagai Nabi, sebagai pimpinan, sebagai seorang bapak dan sebagai manusia yang harus mereka hormati dan mereka patuhi.

    Disana Muhammad berdiri bertatap muka dengan mereka, nyata tidak tersembunyi dalam suatu misteri, ia menjahit jubah panjangnya dan memperbaiki sepatunya sendiri. Bertempur, menasehati, memerintah ditengah-tengah mereka, mereka tentu menyaksikan seorang macam apakah Muhammad itu sebenarnya.

    Orang dapat memanggil dirinya dengan panggilan apa saja, tidak ada kaisar dengan mahkotanya yang dipatuhi secara ikhlas seperti laki-laki ini, dalam jubah panjangnya yang dijahit sendiri.

    Setelah kota Mekkah jatuh, lebih dari satu juta mil persegi tanah terletak dibawah telapak kakinya. Penguasa Jazirah Arabia ini tetap saja menjahit sendiri sepatunya dan pakaian dari bahan yang kasar, memerah susu kambing, meniup tungku menyalakan api dan mengunjungi keluarga-keluarga miskin. Seluruh kota Madinah dimana beliau tinggal, berkembang dengan amat pesat dimasa hidupnya. Dimana-mana ada emas dan perak dengan cukup, namun dihari-hari kemakmuran tersebut, berminggu-minggu berlalu tanpa api menyala ditungku raja Arabia ini.

    Makanannya kurma dan air putih.
    Keluarganya kelaparan beberapa malam berturut-turut karena mereka tidak mendapatkan sesuatu untuk dimakan dimalam hari. Beliau tidak tidur diatas tempat tidur yang empuk tetapi diatas tikar setelah hari-hari sibuknya yang panjang, menghabiskan sebagian besar malamnya dengan sembahyang, tak jarang hingga mencucurkan air mata sebelum sang Pencipta mengabulkan permohonan beliau akan kekuatan untuk menunaikan tugas-tugasnya sebagai seorang Rasul.
    Wahai orang-orang kafir!Kapan-kapan saja kalian direnggut maut dan ketika itu pintu taubat telah pun tertutup.Bertaubatlah sebelum terlambat.Kekafiran kalian tidak merugikan siapa siapa melainkan diri kalian sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Kami telah mengucapkan dan kami telah dapat merasakan kejayaan itu.Cepat!Sebelum kalian terlambat.

    InsyaAllah Bersambung….

  65. ilham othmany Says:

    Bagian Empat

    ——————————————————————————–

    Selamat Datang ya Nabi Salam,
    the messenger 0f Allah and the Seal 0f The Pr0phets

    Haji Wada’ adalah haji perpisahan.
    artinya Haji terakhir kalinya Nabi Saw Bersama umat mengerjakan ibadah Haji bersama. Ketika haji Wada’ wukufnya tepat hari Jum’at Dan saat itu pula wahyu terakhir turun (QS. 5:3)

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Aku telah ridhai Islam sebagai agamamu.”
    (QS. 5:3)

    Rasulullah berangkat meninggalkan Madinah dengan serombongan besar kaum Muslimin pada tanggal 25 Dzulka’idah (23 Pebruari 632) menuju ke Mekkah Almukarromah. Dengan kata-kata yang akan tetap hidup dalam hati sekalian orang Muslim.

    “Wahai manusia ! Dengarkanlah kata-kataku ini, mungkin sesudah tahun ini, aku tidak berkumpul bersama kamu lagi ditempat ini.

    Nyawamu dan harta bendamu adalah suci bagi kamu hingga kamu menghadap kepada Tuhan, sebagaimana hari ini dan bulan ini adalah suci buat kamu sekalian.

    Kamu berhak atas istri-istrimu dan istri-istrimu berhak atas kamu. Perlakukanlah istri-istrimu dengan lemah lembut dan kasih sayang, Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka atas jaminan Tuhan dan mereka menjadi halal bagi kamu karena kalimatullah.

    Mereka adalah pendamping alias teman hidupmu, karena itu berilah kepadanya petunjuk-petunjuk. Mereka tidak memiliki apa-apa pada dirinya. Bertanggung jawablah kamu kepada Allah tentang istri. Karena itu berilah mereka pelajaran yang baik.

    Dan hamba sahayamu ! Jagalah supaya mereka makan makanan yang kamu makan dan berilah mereka pakaian yang kamu pakai; dan jika mereka melakukan kesalahan yang kamu tidak mudah mengampuninya, maka berpisahlah dengan mereka, karena mereka adalah hamba-hamba Tuhan dan tidak boleh diperlakukan dengan kasar.

    Wahai manusia ! Sesungguhnya Tuhan kamu satu dan orang tuamu juga satu.
    kamu semua dari Adam dan Adampun dari tanah. sebenarnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa. Tidak ada kelebihan golongan Arab atas golongan yang bukan Arab, kecuali tentang takwa.

    Wahai Manusia ! Dengarkanlah kata-kataku dan pahamilah, umat Islam itu bersaudara, maka tidak halal baginya kecuali sesuatu yang memang diberikan sesuai kata hati saudaranya, karena itu janganlah menipu diri sendiri.

    Jagalah dirimu, dan janganlah kamu kembali kafir sesudah aku tiada.
    hendaklah yang hadir hari ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir, mungkin orang yang diberi tahu lebih ingat dari 0rang yang mendengarNya.”

    Pada akhir khutbah itu, Rasulullah terharu melihat kegembiraan yang sangat dari umatnya yang memperhatikan setiap katanya. Dan ia pun berseru “Ya Allah, aku telah menyampaikan amanatku dan menunaikan kewajibanku.” Orang banyak yang berkumpul berseru serentak “Ya, memang demikianlah adanya.” Disambung oleh Rasulullah “Ya Allah, saksikanlah ini !”

    Setelah mengucapkan salam, Rasulullah mengakhiri khutbahnya yang berintikan hak -hak asasi manusia, beliau pun beristirahat. Kemudian bangkit untuk mengerjakan Sholat dzuhur dan Ashar dengan jama’. Sore harinya beliau meninggalkan Arafah menuju Mudzdalifah dan bermalam disana. Pagi harinya, ba’da subuh, beliau ke Masjidil Haraam terus ke Mina untuk melontarkan Jumroh. Dan setelah usai mengerjakan ibadah hajinya, Beliau kembali dengan pengikut-pengikutnya kekota Madinah.

    Tahun terakhir dari hidup Nabi Muhammad Saw dihabiskannya dikota itu.
    diaturnya organisasi propinsi-propinsi Dan masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam dan menjadi bagian dari Persekutuan Islam.

    Hari-hari terakhirnya begitu menarik hati, karena ketenangan dan kejernihan pikirannya yang memungkinkan ia, meskipun badannya lemah tidak bertenaga, memimpin sholat berjemaah sampai tiga hari sebelum wafatnya.

    Terakhir kali beliau muncul dalam masjid dipapah oleh dua orang keponakannya, Ali dan Fazal, putra pamannya Abbas Bin Abdul Muthalib. Wajahnya pucat dan dahinya dibalut kain. Perlahan-lahan beliau berjalan menuju mimbar.

    Beberapa orang sahabat sudah mulai terisak.
    sebagian besar berusaha menahan air mata mereka.

    Suatu senyuman yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, bermain diwajahnya dan nampak oleh semua yang hadir mengelilinginya. Sesudah berdoa dan memuji Tuhan seperti biasa, Rasulullah berkhutbah kepada orang banyak yang kesemua isinya tidaklah dapat kita uraikan disini karena keterbatasan tempat dan panjangnya isi khutbah beliau Saw itu, inilah sekedar beberapa diantaranya

    “Wahai manusia, bagaimana mungkin kalian menolak kematian Nabimu. Seandainya ada orang yang sebelumku yang hidup kekal, aku akan hidup kekal bersama kalian. Ketahuilah, Aku akan menemui Tuhanku.

    Sudah tua usiaku, sudah rapuh tulangku, sudah lemah tubuhku, sudah siap diriku, sudah besar kerinduanku untuk menemui Tuhanku. Aku kira, inilah hari terakhir antara aku dan kalian. Selama aku hidup, kalian menyaksikanku. Sesudah aku tiada, Allah akan menjadi khalifahku bagi setiap mukmin, laki-laki dan perempuan.

    Wahai sahabat-sahabatku, menurut kalian, Nabi macam apakah aku ini ?
    bukankah aku berjuang bersama kalian, bukankah pernah sobek bahuku, bukankah dahiku pernah Berdebu, bukankah darah pernah mengalir diwajahku dan membasahi janggutku, bukankah telah kutanggung duka dan derita Menghadapi kaumku yang bodoh, bukankah pernah kuikatkan batu diperutku untuk menahan rasa lapar ?”

    Para sahabat serentak berkata, “Benar, wahai Rasulullah. Engkau sudah memikul semuanya dengan tabah, engkau telah menolak kemungkaran sehingga engkau menghadapi cobaan-cobaan karena Allah. Semoga Allah membalas kebaikan engkau dengan pahala yang paling utama.”

    “Semoga Allah juga memberikan pahala kepada kalian !” kata Rasulullah Saw.
    selanjutnya beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wa jalla telah menetapkan bahwa tidak boleh orang datang kepada-Nya dengan meMbawa kezaliman. Demi Allah, siapakah dIantara kaliaN yang pernah disakiti Muhammad, berdirIlah dan balaslah sekarang (lakukan QisHash), disinilah aku untuk mempertanggung jawabkannya. qishash di Dunia lebih aku sukai dari pada Qishahs dihari akhirat nanti dihadapan para malaikat dan para Nabi. Jika aku ada berhutang sesuatu kepada salah Seorang, segala yang kebetulan aku miliki akan kujadikan bayarannya.”

    Seorang laki-laki berdiri dari tengah-tengah hadirin. Namanya Sauda Bin Qais.
    dia berkata, “Semoga orang tuaku menjadi tebusanmu, Ya Rasul Allah.
    ketika engkau kembali dari Tha’if, aku menjemput anda.
    engkau mengendarai unta anda, qushwa, dan pada tangan engkau ada Tongkat kecil.
    engkau mengangkat tongkat Itu ketika bermaksud untuk menggerakkan unta engkau Tersebut.
    tongkat itu mengenai perutKu. aku tidak tahu apakah engkau melakukannya dengan sengaja atau tidak.”

    Menjawab Rasulullah
    “Aku berlindung kepada Allah jika aku lakukan dengan sengaja. Wahai Bilal, pergilah kerumah Fatimah dan Ambil tongkat kecilku itu.” Bilal keluar dari masjid Nabawi dan pergi menuju kerumah Fatimah, putri bungsu Rasulullah dari perkawinannya dengan Khadijjah.

    Setelah kembali dan menyerahkan tongkat tersebut kepada Nabi Saw., Rasulullah Saw berseru “Mana Sauda ?”
    “Ini saya, ya Rasul Allah,” kata Sauda Bin Qais.
    “Bukalah perut anda, ya Rasul allah !” Dan Nabi yang mulia itupun menyingkapkan pakaiannya.
    sauda Bin Qais serta merta memeluk Nabi dan memohon Izin untuk mencium perut beliau, setelah Nabi mengizInkannya, ia Berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari api neraka dengan meletakkan mulutku pada tempat Qishash diperut rasul.”

    Nabi Saw bertanya, “Ya Sauda Bin Qais, Akan engkau lakukan Qishashmu itu atau engkau maafkan perbuatanku itu ?” “Aku maafkan, ya Rasul Allah !” Jawab Saudah.

    Rasulullah Kemudian berdoa dan memohon rahmat Allah bagi mereka yang hadir dan bagi mereka yang telah gugur dalam penganiayaan oleh musuh; dinasehatinya sekali lagi kaumnya untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agama dan hidup dalam damai dan kelapangan hati; diakhirinya khutbahnya itu dengan mengutip ayat Qur’an

    “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan. Karena kesudahan itu adalah bagi mereka yang berbakti.”
    (QS. 28:83)

    Selanjutnya, Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah lagi tampil dalam sholat berjemaah dan menunjuk Abu Bakar untuk menjadi imam sholat. Kepada Ali Bin Abu Thalib Rasulullah berwasiat untuk memandikan dan mengafaninya bila ia telah kembali kerahmatullah.

    Tidak lama setelah peristiwa itu, pada hari Senin, 12 Rabi’ul awal 11 hijriah, manusia mulia itu menghembuskan napasnya yang terakhir, kembali kepada Tuhan yang telah mengutusnya, Tuhan yang telah memuliakan hidupnya, menjadikannya sebagai penghulu semua Nabi yang hanya namanya saja berhak disandingkan bersama -sama dengan nama Allah dalam kalimah syahadah.

    Nabi yang mulia, Paraclete yang dipenuhi oleh ruh suci itu, telah tiada.
    namun meski begitu, ajarannya, risalah Yang dibawanya akan tetap Hidup selama -lamanya, bersemayam dihati setiap umat Muslimin, mukminin dan mukminat, sebagaImana yang diwasiatkan oleh Jesus The Christ, Nabi Isa Almasih putra maryam dalam Biblenya

    St. John 1416
    “And I will pray the father, and He shall give you another comforter that he may abide with you forever.”

    “There is no compulsion in religion. The right direction is henceforth distinct from error. And he who rejecteth false deities and believeth in Allah hath grasped a firm handhold which will never break. Allah is Hearer, Knower.”
    (QS. 2:256)

    Jenazah Nabi Muhammad Saw dikuburkan diMadinah.
    dahulu, kuburan Nabi Muhammad saw berada diluar masjId dan mulai masuk kedalam ruang masjid setelah MasjId Nabawi mengalami perluasan hingga sekarang.

    Didekat makam Nabi ini juga terdapat kuburan 2 sahabat utama beliau, yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar Bin Khatab yang masing-masingnya menjabat khalifah pertama dan kedua setelah kepergian Rasul.

    Ditempat lain, makam/pekuburan Baqi’ tidak jauh dari Masjid Nabawi, dapat dicapai dengan jalan kaki, lebih kurang 10 menit; letaknya disebelah timur kota Madinah. Sahabat Rasulullah yang dikuburkan di Baqi’ mencapai lebih kurang 10.000 jenazah; diantaranya Usman Bin Mazh’un dan As’ad Bin Zurarah.

    Kuburan Khalifah ketiga, Ali Bin Abu Thalib, Sufyan Bin Harits Bin Abu Thalib dan Abdullah Bin Ja’far terletak hanya sekitar 40 meter dari pintu masuk pemakaman sebelah barat daya.

    Dibagian selatannya terdapat kuburan Aqil Bin Abu Thalib, dan sejauh lebih kurang 5 meter terdapat kuburan Ummul Mukminin; ‘Aisyah Istri Nabi Muhammad Saw, Saudah Binti Zam’ah, Hafshah binti Umar AlKhatab, Zainab Binti Khuzaimah, Ummu Salamah Binti Umayyah, Juariah Binti AlHaritsz, Ummu Habibah, Ramlah Binti Abi Sufyan, Shafiah Binti Huyaya Binti AlKhatab.

    Sekitar 15 meter dari sana, disebelah barat terdapat pula kuburan puteri Nabi Ummu Kalsum (wafat 9 H), Ruqayah, Zainab (wafat 8 H). Dan 25 meter darinya keselatan condong ketimur terdapat kuburan paman Nabi, Abbas Bin Abdul Muthalib, Hasan Bin Ali Bin Abu Thalib (cucu Rasulullah), puteri bungsu Rasul dari Khadijjah, Fatimahtuzzahra, Ali Bin Abu Thalib, putera Rasulullah Saw, Ibrahim (wafat usia 22 bulan atau 16 bulan, sekitar 3 bulan menjelang Nabi Muhammad wafat) dan Imam Malik Bin Anas (179 H).

    Disana juga terdapat kuburan Abdurrahman Bin ‘Auf, Saad Bin Abi Waqas, As’ad Bin Zurarah, Hunain Bin Huzafah, Fatimah Bin As’ad (Ibu dari Ali Bin Abu Thalib), dan sekitar jarak 135 meter dari sana terdapat kuburan Usman Bin Affan (wafat 35 H atau 656 M).

    Adapun kuburan Khadijjah Binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah Saw dan Maimunah Binti AlHarits, istri Rasulullah yang terakhir, terdapat dikota Mekkah dimakam Ma’ala atau nama lainnya Ma’ulla.

    Sejahtera untukmu ya Nabi Allah, Rahmah dan Berkah jugalah untukmu
    engkau telah Dengan susah Payah melepasKan umat manusia dari belenggu kebodohan dan kejahilIyahan, penuh sakit dan derita engkau tanggung demi Syiar Allah.
    cinta kasihmu terhadap umat manusia, tidak akan pupus diterjang masa.
    ajaranmu, risalahmu akan tetap terjaga sampai kapanpun
    tidak ada satupun yang dapat merobohkan api kebenaranmu !

    Adam mengenalnya dan memanjatkan doa melalui dirinya dan dia mengambil perjanjian dari semua Nabi dengan dirinya sendiri. Dia mengambil kesucian Adam, ratapan Nuh. Bagian dari ajarannya mengandung pengetahuan tentang Idris. Termasuk dalam pengalaman-pengalaman ekstasenya adalah kesedihan Ya’qub. Didalam misteri ekstasenya adalah ketabahan Ayub. Tersimpan dalam dadanya tangisan Daud. Hanya sebagian dari kekayaan jiwanya telah melebihi kekayaan Sulaiman. Dia menyatukan kedalam dirinya persahabatan Ibrahim dengan Tuhan. Dia mencapai pembicaraan Musa, kawan berbicara Tuhan dan lebih dimuliakan dibandingkan para raja yang paling tinggi. Dia melebihi para Nabi lainnya bagaikan matahari melebihi bulan dan samudera melebihi setetes air.

    the End.

    Wahai orang-orang kafir!Berimanlah sebelum terlambat.Tuhan tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga kaum itu mengubah diri mereka sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Ingatlah!Akherat lebih penting.

  66. ilham othmany Says:

    Allah menciptakan langit dan segala isinya adalah untuk kebahagiaan manusia sebagai makhluk termulia dan terbaik yang pernah ada. Untuk manusia juga telah diberikan banyak sekali utusan-utusan Allah sebagai penuntun hidup mereka kearah yang lebih baik dalam setiap jamannya. Baik berupa seorang Nabi, seorang Rasul atau juga keduanya.

    Rasul Allah, Muhammad Saw Al-Amin merupakan Nabi terakhir yang diutus oleh Allah untuk manusia, sebagaimana yang termaktub didalam AlQur’an surah Al-Ahzaab ayat 40 :

    Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
    (QS. 33:40)

    Bahkan Bible alias Alkitab pun ada mengisyaratkan mengenai hal ini.
    Dari ayat St. John 16:7;

    “Nevertheless I tell you the truth; It is expedient for you that I go away : for if I go not away, the Comforter will not come unto you; but if I depart, I will send him unto you.”

    Terjemahan dalam Bahasa Indonesia :

    “Walaupun demikian aku terangkan kepada kalian mengenai kebenaran itu, adalah baik untuk kalian jika aku pergi: karena jika aku tiada pergi, Juru Selamat itu tidak akan datang kepadamu; tetapi jika aku pergi, aku akan mengutusnya untuk kalian.”
    (Johanes 16:7)

    Dari ayat St. John 16:13 ;

    “Howbeit when he, the Spirit of truth, is come, he will guide you into all truth: for he shall not speak of himself, but whatsoever he shall hear, that shall he speak; and he will show you things to come.”

    Terjemahan dalam Bahasa Indonesia :

    “Betapapun ketika dia, jiwa kebenaran itu datang, dia akan memimpin kamu kedalam semua kebenaran: karena dia tidak akan bicara menurut kehendaknya sendiri, melainkan apa saja yang didengarnya, itulah yang akan dia katakan; dan dia akan memperlihatkan benda-benda mendatang.”
    (Johanes 16:13)

    Dari ayat St. John 14:16;

    “And I pray the father, and He shall give you another Comforter, that he may abide with you forever.”

    Terjemahan dalam Bahasa Indonesia :

    “Dan aku berdoa kepada Bapak, dan Dia akan memberi kepada kalian Juru Selamat yang lain, supaya dia bisa tinggal dengan kamu selamanya.”
    (Johanes 14:16)

    Terlepas dari persoalan istilah “father” atau “Bapak” yang dipakai dalam ayat St. John diatas ini, maka nyatalah bahwa Jesus juga menamakan dirinya Comforter yang setelah ia pergi akan lahir Comforter yang lainnya sebagaimana dimaksud pada St. John 16:7. Dan ajaran Comforter yang lain ini akan tinggal selamanya dimasyarakat, dan Comforter ini tidak lain adalah Nabi Muhammad Saw yang datang setelah Nabi Isa as.

    Kiranya dengan St. John 14:16 ini dapatlah diperbaiki keterangan St. John 16:7 tentang siapa yang mengutus Muhammad sebagai Comforter itu. Yang mengutusnya adalah Allah yang kepada-Nya juga Jesus berdoa, jadi bukan Jesus itu sendiri yang mengutus.

    Pernyataan Jesus yang termuat pada St. John 14:16 dan 16:7 amat bersesuaian dengan maksud ayat AlQur’an surah Ash-Shaaff ayat 6:

    “Hai bani Israil ! Sesungguhnya aku, utusan Allah kepadamu, membenarkan Taurat yang sudah ada sebelumku, dan memberi khabar gembira tentang seorang Rasul sesudahku, bernama Ahmad ! Tapi ketika ia datang kepada mereka membawa keterangan, Mereka berkata, “Ini satu sihir yang nyata !”. (QS. 61:6)

    Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ada dua nama Nabi yang termasyur, yakni Ahmad dan Muhammad.
    Kedua nama ini selain disebutkan dalam Qur’an Suci, disebutkan pula dalam kitab-kitab Bukhari, Muslim, Fathul-Bari dan lain-lainnya.

    Kedua nama ini berasal dari akar kata Hamd, artinya puji.
    Kata Ahmad artinya orang yang banyak memuji, sedangkan kata Muhammad artinya orang yang sangat terpuji.
    Nama Muhammad menunjukkan sifat kebesaran, kemenangan dan kemuliaan, yakni yang lazim disebut sifat Jalali.
    Sedang nama Ahmad menunjukkan sifat keindahan, keelokan dan kehalusan budi, yakni jang lazim disebut sifat Jamali.
    Memang Nabi Saw bersifat Jamali seperti Nabi Isa a.s. dan bersifat Jalali seperti Nabi Musa a. s.

    Dari Mut’im r.a. katanya :
    Rasulullah Saw bersabda : ‘Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama: Aku Muhammad (yang amat dipuji), *Aku Ahmad (yang banyak memuji)*, Aku yang penghapus karena aku Allah menghapuskan kekafiran, Aku pengumpul yang dikumpulkan manusia dibawah kekuasaanku dan aku pengiring yang *TIADA KEMUDIANKU SEORANG NABIPUN*.(HR. Muslim)

    Dari Abu Musa Al Asy’ari r.a. katanya :
    ‘Pernah Rasulullah Saw menerangkan nama diri beliau kepada kami dengan menyebut beberapa nama: Aku Muhammad, *Aku Ahmad*, Aku pengiring dan pengumpul, Nabi (yang menyuruh) tobat dan Nabi (yang membawa) rahmat.’ (HR. Muslim)

    Hubunganku dengan kenabian seperti layaknya pembangunan suatu istana yang terindah yang pernah dibangun. Semuanya telah lengkap kecuali satu tempat untuk satu batu bata. Aku mengisi tempat tersebut dan sekarang sempurnalah istana itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Ahmad berarti ‘yang paling banyak memuji’ (aktsaru hamdan lillahi).
    Kata Ahmad ini af’al tatdhil dari ‘hamida’, yang menunjukkan bahwa pujian yang dipersembahkannya, dilakukannya kepada Tuhan, lebih utama dari pujian orang-orang terhadap dirinya.

    Nama ‘Muhammad’ menunjukkan sifat kebesaran, kemenangan dan kemuliaan, yakni yang lazim disebut sifat Jalali. Sedang nama ‘Ahmad’ menunjukkan sifat keindahan, keelokan dan kehalusan budi, yakni jang lazim disebut sifat Jamali.

    Disini letak perbedaan antara ‘Ahmad’ dan ‘Muhammad’ :
    Muhammad adalah ‘yang amat dipuji’, artinya banyak sekali pujian yang diberikan oleh orang kepada dirinya bahkan hingga Tuhan sendiri memuji keagungan dari kepribadian beliau.

    Ibnu Marduwiyah telah meriwayatkan dari Ubay Bin Ka’ab r.a., katanya :
    “Aku telah diberi, apa yang tidak diberikan kepada Nabi-nabi Allah.” Bertanya Ka’ab r.a: “Apakah itu, ya Rasulullah ?” Bersabda Rasulullah Saw: “Aku telah ditolong diwaktu ketakutan, aku diberi kunci pembuka bumi, aku dinamai Ahmad. Dijadikan bagiku tanah untuk bersuci dan dijadikan umatku sebaik-baik umat.”

    Kata ‘Penolong, Penghibur’ dalam Bible masa kini adalah terjemahan dari kata Yunani (Griek) ‘Paracletos’ yang asalnya adalah ‘Periclutos’, sedangkan kata Aramia yang diucapkan oleh Isa Almasih adalah ‘Mauhamana’ yang artinya ‘Yang dipuji’.

    Parakletos yang menurut kamus berarti ‘Pembela perkara, pengacara’, sedangkan ‘Periklutos’ berartikan ‘Terkenal dimana-mana’.

    Parakletos dalam arti ‘Pembela perkara, pengacara, advokat’ menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw yang membela perkara Jesus yang kenabiannya ditolak oleh orang Yahudi dan menuduhnya sebagai anak haram sekaligus membela Jesus dari pengklaiman pihak Kristen Trinitasnya Paulus bahwa Jesus adalah Anak Tuhan atau Tuhan yang menyamar dan telah tersalibkan.

    Periklutos dalam arti ‘masyur kemana-mana, terpuji dimanapun’ adalah terjemahan dari kata Aramia ‘Mauhamana’ yang artinya ‘Yang dipuji, yang terpuji’ dan dalam bahasa Arabnya adalah Muhammad, Ahmad, Mahmud.

    Song of Solomon 5:16
    “His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.”

    Ucapan “he is altogether lovely” jika dibaca dalam bahasa Yahudi (Hebrew) sebagai “he is Mahamaddim.”

    Akhiran ‘im’ adalah merupakan bentuk jamak untuk sebuah penghormatan, keagungan tertinggi dan kemuliaan sebagaimana yang biasa diberikan juga kepada sifat Elohim (Tuhan), didalam AlQur’an sifat ini juga disebutkan pada Surah 33:21 yang merefer pada diri Nabi Muhammad Saw.

    Tanpa akhiran ‘im’ kalimat tersebut menjadi Mahammad yang jika diterjemahkan adalah ‘Yang paling banyak memuji’ atau dalam bahasa Arabnya adalah Ahmad dan dalam bahasa inggrisnya biasa diterjemahkan dengan kalimat ‘altogether lovely’.

    Bahasa Yahudi memiliki banyak kesamaan dalam beberapa hal dengan bahasa Arab.
    Misalnya didalam bahasa Yahudi, kata ‘Shalom’ adalah sama dengan kata ‘Salam’ didalam bahasa Arab yang berarti ‘Damai’, kalimat tersebut diambil dari akar kata ‘S, L dan M’.

    Dalam bahasa Yahudi itu juga, kata Mahmad, Mahamod, Himdah dan Hemed muncul dalam Perjanjian Lama yang menurut bahasa Arabnya adalah Muhammad dan Ahmad dimana kesemua asal katanya diambil dari akar kata ‘H, M dan D’ yang merujuk kepada pengertian umum yang sama.

    Bagaimana dan kenapa ‘Parakletos’ diterjemahkan dalam Bible masa kini menjadi ‘Penghibur (Trooster, Comforter)’ tidak seorangpun yang mengetahuinya !!!

    Comforter yang berarti ‘penghibur’ lebih banyak digunakan dalam Bible ‘Authorised King James Version’.
    Namun, perlu ditanyakan kepada umat Kristen apakah Isa Almasih berkomunikasi dalam bahasa Inggris ?
    Ataukah dalam bahasa Arab sehingga dia dikatakan sebagai ‘AlMu’azzi’ ?

    Tentu umat Kristen akan menjawab ‘Tidak !’
    Karena Almasih bukan orang Arab atau Inggris, lalu apakah Almasih mengatakan ‘Yamtsu Kuzizi’ seperti Injil bahasa Afrika ? Jawabnya tentu tidak juga !

    Dalam penamaan ‘Roh Kudus’, umat Kristen telah tergelincir dalam penamaan yang tidak tepat. Kata jiwa atau roh, gas, dan udara diterjemahkan dari bahasa Yunani ‘Pneuma’. Namun dalam kitab suci yang berbahasa Yunani, kata tersebut tidak diterjemahkan khusus sebagai roh.

    Dalam menerjemahkan kata Yunani ‘Pneuma’, penyusun naskah Versi Raja James, yang juga dinamakan naskah rujukan atau naskah Roma Katolik lebih mengutamakan penggunaan kata ‘Ghost’ yang bermakna ‘Hantu’ atau ‘Bayangan’ daripada menggunakankata ‘Spirit’ dengan makna ‘Roh’.

    Sementara itu pada versi standar yang telah diperbaiki dan merupakan versi terbaru, telah terjadi perubahan kata “Holy ghost” /hantu atau bayangan kudus/ dengan kata ‘Holy spirit’ atau roh kudus.

    But the comforter which is ‘the holy spirit’ whom the father will send in my name, he shall teach you all things and bring all things to your rememberance what so ever I have said unto you.
    (Johanes 14:26)

    Coba anda bandingkan dengan isi St. John 14.26 sebelumnya yang saya kutipkan dari The Bible, A.D. 1611, The British and Foreign Bible Society London. Perhatikan perbedaan penggunaan kata ‘The holy spirit’ dengan ‘The holy ghost’ !

    Jika kita amati, tidak ada penginjil dari tingkat manapun yang berusaha membandingkan makna istilah ‘Paraclete’ dalam naskah asli berbahasa Yunani dengan bayangan atau hantu kudus /holy ghost/.

    Dengan demikian, dengan mantap kita katakan bahwa AlMu’azzi atau si penolong itu adalah Roh Kudus atau yang berketuhanan. Dan dengan sendirinya, Roh Kudus atau yang berketuhanan itu adalah seorang Nabi yang kudus atau yang berketuhanan.

    Dalam ajaran Islam, Nabi manapun, sebelum pengutusan Muhammad Rasulullah Al-Amin oleh Allah Swt adalah seorang Nabi yang kudus atau berketuhanan yang dipilih dan dijaga Allah dari dosa dan kesalahan. Bagi seorang Muslim juga ketika mengungkapkan Nabi, pikirannya akan langsung tertuju kepada Nabi Muhammad Saw.

    Sebagai pengarang Injil, Johanes telah menulis tiga risalah Injil umat Kristen. Didalamnya, dia menggunakan ungkapan Roh Kudus untuk menunjukkan kenabian yang berketuhanan:

    “Saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak dari Nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi keseluruh dunia”. (I Johanes 4:1)

    Dalam ayat diatas, kata Roh merupakan kata yang bersinonim dengan kata Nabi.
    Jadi, Roh yang hakiki adalah Nabi yang hakiki juga, dan roh palsu adalah Nabi yang palsu juga.

    Dalam Bible ‘Authorised King James Version, ketika sampai pada kata ‘Roh’ yang pertama pada ayat tersebut, diarahkan agar para pembacanya membandingkan dengan yang tertera dalam Matius 7:15 yang mengukuhkan bahwa para Nabi palsu itu adalah roh-roh palsu. Berdasarkan itu dan mengikuti pendapat Johanes juga, Roh kudus atau holy spirit adalah Nabi yang berketuhanan alias Holy prophet.

    Lebih jauh lagi, Johanes telah memberikan tolak ukur yang jelas untuk mengenali Nabi yang sebenarnya dengan mengatakan:

    “Demikianlah kita mengenal Roh Allah; setiap roh yang mengaku bahwa Jesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.” (I Johanes 4:2)

    Dan menurut pemahaman kalimat-kalimat Johanes dalam penafsiran yang pernah kita bahas, roh itu sinonim dengan Nabi. Berdasarkan itu, makna Roh Allah dalam ayat diatas adalah Nabi Allah, dan makna setiap Roh adalah setiap Nabi.

    “Dia akan memuliakan aku, karena dia akan menerima dari aku dan akan memperlihatkannya kepadamu.”
    (St. John 16:14)

    Kita pun wajib mengetahui apa yang dikatakan Nabi Muhammad Saw tentang Isa Almasih alias Jesus The Christ Son of Mary.

    Didalam Qur’an telah disebut nama Isa a.s, lebih dari dua puluh lima kali dan digelarinya dengan berbagai gelar dan sifat, diantaranya : ‘Isa putra Maryam’, ‘Seorang Nabi’, ‘Seorang shaleh’, ‘Kalimah Allah’, ‘Masihullah’ dan lain sebagainya. Semuanya menunjukkan bahwa betapa Nabi Muhammad sangat memuliakan Isa Almasih, Son of Mary.

    Adapun sebagai baiknya, kita melihat pada ciri-ciri yang dinubuatkan oleh Jesus mengenai The Holy -SpiritGhost- didalam kitab Injilnya.

    Dari St. John 16:8 hingga 16:14

    “And When he is come, he will reprove the world of sin and righteousness and of judgment of sin, because they believe not on me of righteousness, because I go to my father and ye see me no more of judgment because the prince of this world is judged. I have yet many things to say unto you but you can not bear them now. How beit when he, the ‘spirit of truth’ is come, he will guide you into all truth; for he shall not speak of himself, but whatsoever he shall hear, that shall he speak, and he will show you things to come.”

    The comforter alias the holy -spiritghost- menurut yang dinubuatkan oleh Jesus dalam Bible, adalah The Spirit of Truth yang akan memperbaiki dunia dan menjelaskan mengenai dosa, keadilan dan juga mengenai tata cara perhukuman.

    Selain itu, Jesus juga berkata bahwa utusan berikutnya itu akan membimbing manusia menuju kejalan Tuhannya, kepada jalan kebenaran yang hakiki dan akan berbicara mengenai hal-hal yang akan mendatang.

    Semua nubuat tersebut adalah cocok dengan Nabi Muhammad Saw Al-Amin.
    Rasulullah membimbing manusia untuk kembali pada jalan Tuhan yang benar, memperbaiki akidah manusia untuk bertauhid, menyembah Tuhan yang Esa, bukan Tuhan yang Tiga.

    Beliau datang untuk mengembalikan kemurnian ajaran yang dibawa oleh Ibrahim, Musa, Daud, Sulaiman, Yahya, Isa dan Nabi-nabi lainnya yang telah dirusak dengan berbagai macam kejahiliyahan masyarakat.

    Nabi Muhammad telah datang dengan segala perundang-undangannya, berbicara mengenai dosa, berbicara mengenai keadilan dan juga berbicara mengenai hari kiamat yang akan datang.

    Almasih sendiri mengatakan bahwa memang banyak yang hendak diucapkannya kepada Bani Israel, namun sebagian besarnya tidak akan dimengerti oleh umatnya pada masa itu, apalagi dalam menjalankan misi dakwahnya, Almasih selalu diburu dan dikejar oleh musuh-musuhnya.

    Dengan perkenan Allah, Jesus memutuskan bahwa semua tugas kenabiannya yang belum selesai itu akan diserahkan kepada Muhammad dengan AlQur’annya, yang akan membimbing, tidak hanya kepada Bani Israel, melainkan kepada seluruh manusia dimaya pada ini sesuai dengan fungsinya membawa rahmat keseluruh alam.

    Nabi Yahya alias John sendiri berkata dalam St. Matthew 3:11
    “I indeed baptize you with water unto repentance, but he that cometh after me is mightier than I, whose shoes I am not worthy to bear : He shall baptize you with the holy ghost and with fire”.

    Jika perkataan John diatas kita tujukan pada diri Jesus, itu kurang tepat, sebab Jesus sendiri datang kepadanya dan minta dibaptiskan yang berarti bahwa dia dan Jesus adalah sederajat.

    St. Matthew 3:13
    “Then cometh Jesus from Galilee to Jordan unto John to be baptized of him.”

    Jadi kalimat John tersebut dimaksudkan untuk kedatangan Muhammad Saw selaku Nabi terakhir dalam jajaran kenabian Tuhan, dimana Ruh suci dan Api yang dengannya ia akan membaptis orang adalah dua kalimah syahadat : Pengakuan mengenai Keesaan Tuhan serta hukum yang diturunkanNya serta pengakuan terhadap Kerasulan Muhammad Saw Al-Amin.

    Akidah atau kepercayaan adalah suatu soal yang tetap dan tidak berubah.
    Allah adalah yang menciptakan segala yang ada, karena itu Allah sajalah yang berhak disembah, Dialah satu-satunya tempat meminta pertolongan, Dia yang tiada berserikat didalam menjalankan kekuasaanNya.

    Nabi Muhammad akan tampil sebagai sosok pribadi yang gagah perkasa bagaikan Nabi Musa, mempunyai kebijaksanaan sehingga semua alam ikut bertasbih bersamanya seolah Nabi Daud, berotak brilian dan kekayaan hatinya melebihi kekayaan Nabi Sulaiman, memiliki wajah yang tampan rupawan laksana rupa Nabi Yusuf, mempunyai ketabahan yang besar melebihi ketabahan Nabi Yunus yang terperangkap dalam perut ikan dan Nabi Ibrahim yang tidak goyah dibakar api, bersikap kasih sayang sebagaimana Isa Almasih serta bersikap dan tampil sebagai sosok Al-Amin yang patuh kepada Tuhannya sebagai perwujudan sifat dari para malaikat.

    Dialah sosok Nabi dan Holy Prophet yang dinantikan, dimana tiada lagi Nabi yang akan diutus setelah wafatnya kecuali para mujaddid yang berlaku sebagai ‘utusan Tuhan’ dari berbagai kaumnya sekaligus berfungsi sebagai pengembang dan perpanjangan tangan para Nabi Allah.

    Dari Perjanjian Lama, Yesaya 42:1-4 ; Disana diberikan gambaran tentang Muhammad sbb:

    Lihatlah hambaKu yang Kupapah, pilihanKu, yang hatiKu berkenan akan dia. Bahwa sudah Kukaruniakan RohKu kepadanya, maka diapun akan menyatakan kebenaran kepda orang-orang kafir. Tiada ia akan berteriak atau menyaringkan suaranya atau memperdengarkan dia dijalan. Bulu yang terkulai tiada akan dipatahkannya dan sumbu yang lagi berasap tiada akan dipidamkannya; maka iapun akan menyatakan hukumnya dengan kebenaran. Maka ia sendiripun tiada akan dipadamkan atau dipatahkan sampai sudah ditentukan hukum diatas bumi dahulu, maka segala pulau akan menantikan ajarannya.

    Keempat ayat tersebut dengan jelas bukan nubuat untuk Jesus, melainkan untuk Rasulullah Muhammad Saw.
    Sebab Jesus tidak pernah menyampaikan dakwahnya kepada orang kafir kecuali hanya kepada bangsa Bani Israel saja (Matius 10:5-6 dan 15:24)

    Tetapi Nabi Saw menyampaikan ajarannya kepada orang-orang bangsa lain seperti Bilal, Syuhaib, Salman dan lain-lain, mereka semuanya berasal dari luar negri (Mekkah).

    Pada ayat 2 dijelaskan bahwa Muhammad Saw tidak akan menyaringkan suaranya atau memperdengarkan suaranya dijalanan. Sedangkan Yesus menyaringkan suaranya sebagaimana dalam Tohanes 7:28 sbb :

    ‘Maka berserulah Yesus dengan nyaring suaranya dalam Bait Allah tengah ia mengajar’

    Juga konteks ayat Matius 27 ayat 46:
    ‘Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara nyaring ….’

    Pengertian ayat selanjutnya ialah bahwa perjuangan Nabi Saw tidak akan dapat dipatahkan dan dipadamkan oleh siapapun. Beliau menyatakan dan menegakkan hukum Allah dengan tegas tanpa pandang bulu, didalam setiap perjuangannya juga Nabi Saw melarang umatnya mengganggu orang-orang yang sedang beribadat, pepohonan, wanita, anak kecil.

    Hal tersebut sesuai dengan Yohanes 16:8 ;
    “Dan ketika dia datang, ia akan memperbaiki dunia tentang dosa dan tentang kebenaran dan tentang pengadilan.”

    Wahyu 19:11 ;
    “Lalu aku melihat langit terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil.”

    Sementara jika hendak memaksakan ayat tersebut dengan Yesus, maka menurut Alkitab sendiri perjuangan Yesus sendiri dapat dipatahkan dan disalib. Yesus tidak berani menyatakan hukum yang sebenarnya, karena pada waktu itu masih berada dalam Herodes Antipas (4 SM – 39 M).

    Dalam Yohanes 8:1-11 diceritakan, Yesus dicobai oleh orang-orang Yahudi agar menjatuhkan hukuman bagi wanita pezina sesuai dengan hukum-hukum Taurat, yaitu hukum rajam. Maksud dari orang-orang Yahudi itu jika Yesus mau menjatuhkan hukuman rajam tersebut, niscaya Yesus akan dihukum oleh raja Herodes.

    Oleh karenanya Yesus waspada atas tipu daya orang Yahudi itu, dan menyuruh dari antara mereka yang merasa tidak punya dosa untuk melempari batu terhadap wanita pezina itu. Ternyata tak seorangpun dari mereka merasa suci dari dosa, kemudian satu-persatu mereka meninggalkan Yesus, dan selamatlah wanita itu dari hukuman rajam sebagaimana seharusnya.

    Dari cerita Alkitab sendiri kita sudah mengetahui bahwa Yesus tidak berani menegakkan hukum Allah. Biasanya orang Kristen akan membantah dengan dalih hukum rajam itu telah diganti dengan hukum kasih.

    Jawaban ini sama sekali tidak beralasan. Sikap Yesus yang tidak mau merajam wanita itu bukan karena menggantinya dengan hukum kasih, melainkan merupakan kebijaksanaan Yesus agar dia tidak ditangkap oleh penguasa. (Baca ulang Alkitabnya)

    Pada ayat 4 dijelaskan bahwa ajaran Nabi Muhammad Saw yang semula hanya berada dilingkungan jazirah Arabia menyebar meluas kepulau-pulau dan benua lain diseluruh dunia.

    Kembali kepada isi Wahyu 19:11 yang menerangkan perihal kuda putih dan penunggangnya, sudah jelas adalah Rasul Allah, Muhammad Saw yang akan menunggangi Buraq sebagai kendaraan inter dimensi beliau dalam misi Mi’rajnya sebagaimana surah Al-Israa’ 1 yang sudah saya bahas dalam artikel saya Studi Kritis dalam Memahami AlQur’an

    Sementara namanya “Yang Setia dan Yang Benar” adalah sesuai sekali dengan nama Rasulullah Muhammad Saw yang sering juga disebut Al Amin.
    Wahai orang-orang kafir!Berimanlah sebelum terlambat.Tuhan tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga kaum itu mengubah diri mereka sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Ingatlah!Akherat lebih penting.

  67. verdi Says:

    assalamualaikum.aku pengen menanyakn.. kenapa dulu gereja menentang ilmu pengetahuan ..galileo seorang yang taat dulu agama dan seorang ilmuwan.. galileo menentang gereja. gereeja mengatakn bumi itu datar dan galileo mengatakan bulat.galileo juga mengatkan air hujan itu bukan penhapusan dosa.. tetapi pengaruh dari gravitasi yang mnyuburkan makluk yang ada dibumi… gereja merasa terganggu dari fakta yang diutarakan gelileo,mereka mengahambat langkah galileo untuk menyebarkan ilmu pengetahuan.. galileo dipenjara.namun sat itu raganya saja yang dipenjarakan pikirannya sama sekali tidak terpenjara.. dia tetap menulis buku DIII (diarama.discorsi,Dialogue) yang mana buku itu penuh dengan pengethuan tentang aturan tata surya dan mekanisme kerja bumi namun lagi-lagi gereja tak menyukai itu karna buku itu menyeleweng pada saat itu galileo dihukum berat dia disiksa hingga meniggal dunia. dan karya DIII itu di jadikan symbol setan oleh pihak gereja. berhasil mendoktrin umatnya gereja membuat mitos 666 angka setan yang mana itu adalah ddd 66 dibalik atau DIII… illuminati adalah penentang geraja yang tk terima baranabas di ganti.. apa mungkin nabi isa bisa digantikan manusia biasa untuk membuat ajaran baru ?.. illuminati anggotanya.. sir isaac newton,galileo,leonardo davinci dan seniman terbaik diroma micheal angelo.. illuminati bukan kelompok sesat tapi kelompok yang ingin mnyatukan Agama da ilmu pengetahuan …

    1. siapmurtad Says:

      Karena Gereja kagak baca ayat ALKITAB ini:
      Isa 40:22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

      Jelas-jelas bumi itu BULAT. Gereja Katolik sekarang memulihkan nama Galileo dan Copernicus pencetus Bumi BULAT/OVAL.

  68. ilham othmany Says:

    Sesungguhnya amat tepat sekali bila dikatakan bahawa Baginda Rasulullah SAW itu adalah contoh teladan yang terbaik untuk diikuti dalam semua aspek kehidupan sama ada dari sudut ketaatan, dan keimanan terhadap Allah, ibadat, kemasyarakatan dan pergaulan, akhlak dan peribadi dan juga siasah pentadbirannya. Kesempurnaan peribadi Baginda Rasulullah SAW itu telah termaktub dalam Al-Quran sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al Ahzab ayat 21 yang berbunyi:

    “Demi sesungguhnya adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan keredaan Allah dan balasan baik Hari Akhirat serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak dalam masa susah dan senang”.

    Oleh itu, sudah sewajarnyalah kita mencontohi akhlak Baginda dan mengamalkannya dalam kehidupan jika kita mahu bahagia dan selamat di dunia dan di akhirat. Mari kita melihat satu contoh sifat Rasulullah SAW yang sangat mulia dalam membantu orang orang yang dhoif dan miskin di Kota Madinah ketika itu.

    Diriwayatkan Rasulullah SAW hampir setiap hari memberi dan menyuapkan makanan kepada seorang pengemis buta beragama Yahudi yang mengemis disebuah pasar. Ketika menyuap makanan kepada pengemis tua ini. Yahudi tua ini tidak pernah putus putus mencerca akan Rasulullah SAW dan menghina agama Islam. Namun Nabi tidak pernah memarahinya malah Nabi dengan sabar terus menyuap makanan kepada Yahudi tua yang buta ini. Hampir beberapa lama peristiwa ini berlaku sebegitu. Yang akhirnya apabila Rasulullah telah wafat, kerja mulia ini telah diambilalih oleh Abu Bakar. Itupun setelah mendapat arahan dan nasihat dari Fatimah sebagai menyambung kerjamulia Rasulullah SAW.

    Setelah disuapi, Pengemis buta Yahudi ini telah membentak kepada Abu Bakar dan mengatakan bahawa engkau ini bukanlah orang yang sering menyuapkan makanan kepadaku setiap hari. Abu Bakar berkata bahawa akulah yang menyuapkan kamu pada setiap hari. “Tidak” kata pengemis tua itu dan manyambung dengan berkata “orang yang sering menyuapkanku itu memang ada kelainan daripada kamu. Ia menyuapkan aku dengan lembut dan ikhlas sekali, Makanan yang keras dilembutinya terlebih dahulu sehingga ianya menjadi lembik dan mudah aku menelannnya. dan cara suapannya amat selesa dan disenangi sekali. “Engkau bukan orangnya” marah pengemis buta kepada Abu Bakar. Akhirnya mengakulah Abu Bakar bahawa selama ini yang menyuapkan makanan itu adalah orang lain. Pengemis bertanya ” Dimanakah orang mulia itu ” Jawab Abu Bakar, beliau telah wafat. Bertanya lagi pengemis buta ini. Siapakah yang sebenarnya orang yang telah menyuapkan aku selama hari ini. Kata Abu Bakar : Yang menyuapkan makanan pada setiap hari kemulutmu itu adalah Nabi Muhammad SAW. Pengemis tua ini menangis teresak resak dan amat menyesal atas perbuatannya kerana telah menghina dan mencaci Nabi, sedangkan orang yang dihina itulah yang telah menyuapkan makanan kepadanya pada setiap hari. Asabab ini, ia telah memeluk agama Islam atas kagumnya terhadap akhlak mulia Nabi Muhammad SAW, yang sanggup menyuapkan makanan kepada orang yang menghinanya pada setiap hari. Fikirkan tuan-tuan sekalian. Bayangkan seorang manusia agong sanggup menyuap makanan kepada pengemis tua yang hina ini, yang tidak ada pertalian darah, pertalian saudara maupun pertalian agama , tetapi kerana sifat kesihan kepada insane malang yang buta ini, Rasulullah sanggup melakukannya.
    Wahai orang-orang kafir!Berimanlah sebelum terlambat.Tuhan tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga kaum itu mengubah diri mereka sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Ingatlah!Akherat lebih penting.

  69. ilham othmany Says:

    MUHAMMAD DALAM KIDUNG AGUNG

    Perjanjian Lama kitab Kidung Agung secara jelas menyebut nama Muhammad yang dalam bahasa Ibrani adalah Mahamad.

    Kidung Agung 5:10.
    (Hebrew) דודי צח ואדום דגול מרבבה׃
    (Hebrew With Vowel) דֹּודִי צַח וְאָדֹום דָּגוּל מֵרְבָבָֽה׃
    (Transliterasi) dvōd� sah və�ādvōm dāg�l mērəbāb�:
    (KJV Bible) My beloved white and ruddy, the chiefest among ten thousand.
    (Terjemahan Bebas) Kekasihku itu putih dan merah sehat, pemimpin diantara 10.000 orang.

    Kidung Agung 5:16
    (Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושׁלם׃
    (Hebrew With Vowel) חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּנֹות יְרוּשָׁלִָֽם׃
    (Transliterasi) hikvō mamətaqq�m vəkullvō mahămad�m zeh dvōd� vəzeh rē�� bənvōt yər��ālāim:
    (KJV Bible) His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.
    (Terjemahan Bebas) Teramat manis tutur katanya, ia adalah mahămad�m. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.

    Secara signifikan, Kidung Agung 5:10,16 menyebut nama Muhammad yang dalam bahasa Ibrani adalah mahămad [10] dengan imbuhan ��m� (agung), pemimpin diantara 10.000 orang.

    Kisah Seorang Nabi yang ditemani 10.000 orang belum digenapi hingga hingga generasi awal Kristen
    Perjanjian Baru Epistle (Surat) Yudas 1:14-15 KJV Bible mencatat ramalan dari Enoch (Dalam Islam, nabi Idris) yang belum digenapi :

    �And Enoch also, the seventh from Adam, prophesied of these, saying, Behold, the Lord cometh with ten thousands of his saints. To execute judgment upon all, and to convince all that are ungodly among them of all their ungodly deeds which they have ungodly committed, and of all their hard speeches which ungodly sinners have spoken against him.�

    (Juga tentang Enoch, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: �Lihat, Tuan [11] datang dengan 10.000 orang kudusnya hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.)

    Jadi tafsirannya adalah : Enoch berkata :�Lihat, Tuan Muhammad datang dengan 10.000 orang kudus hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.

    �Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma�ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.� (QS Ali �Imran 110)

    Yea, fantastis.

    �Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri alkitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.� (QS Al Baqarah 146)

    Bacalah seluruh sejarah mengenai Padang Gurun Paran, dan Anda tidak akan menemukan peristiwa lain selain penaklukkan Mekkah oleh Nabi Muhammad. Yea, beliau datang tahun 8 Hijriah bersama 10.000 orang kudus dari Madinah hendak memasuki bait Allah di Mekkah. Dan Lihat! Muhammad datang memberikan hukum berapi-api kepada dunia dan menghukum orang-orang fasik.

    Nubuat Perjanjian lama kitab Habakuk
    Habakuk 3:3
    God came from Teman, and the Holy One from mount Paran. Selah. His glory covered the heavens, and the earth was full of his praise. {Teman: or, the south} (KJV -Shoftware Alkitab SABDA)

    #Terjemahan Bebas
    Tuhan datang dari Teman, dan yang kudus dari gunung Paran. Selah. Kejayaannya menyelimuti langit dan bumi pun penuh dengan pujian kepadanya.

    Tafsir Kitab Habakuk 3:3 adalah Nabi Muhammad yang kudus datang dari Paran (Mekkah). Ini adalah kisah hijrah (migrasi) nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

    Bahwasanya nabi Muhammad telah menyatakan bahwa nenek moyangnya adalah Ismail bin Ibrahim dapat kita lihat dari beberapa hadits berikut ini :

    Nabi Muhammad SAW telah menyatakan dalam haditsnya bahwa nenek moyangnya yakni nabi Ismail adalah seorang pemanah. Dalam hal ini telah terjadi pada satu kabilah Aslam beberapa orang dari mereka yang memanah dengan busur, maka Nabi Muhammad SAW berkata kepada mereka: �Panahlah wahai keturunan Ismail, sesungguhnya bapak kamu (Ismail) adalah seorang pemanah.� (Bukhari kitab �Al Jihad Wa Sair�, Ibnu Majah dalam sunan kitab �Al Jihad�).

    Dalam riwayat lain dikemukakan ketika Rasulullah SAW thawaf (mengelilingi Ka�bah), berkatalah Umar kepadanya: �Ini adalah maqam (tempat shalat) bapak kita Ibrahim.� Nabi bersabda: �Benar.� Umar berkata lagi: �Apakah tidak sebaiknya kita jadikan tempat shalat?� Maka Allah SWT menurunkan ayat (QS. 2:125). (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Jabir.)

    Rasulullah SAW bersabda :�Allah memilih Ismail dari keturunan Ibrahim, dan memilih bani Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih suku Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih bani Hasyim dari suku Quraisy, dan memilih saya dari bani Hasyim (HR. Muslim)[12]

    Allah SWT berfirman :
    �Hai orang-orang yang beriman, ruku�lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah.� (QS Al Hajj 78)

    Wahai orang-orang kafir!Tidak sehari pun yg berlalu melainkan kuburan mengatakan “Akulah rumah kesepian..Akulah rumah kegelapan…Akulah rumah kesedihan…Akulah rumah yg penuh cacing dan ulat..”Kasihanilah diri kalian di sana nanti.Berimanlah kerana iman itu tidak sesusah mana.Apakah dengan beriman menjadikaqn kalian miskin?Tidak!Adakah dengan berimaqn akan menjadikan kalian jatuh sakit?Tidak!Kalian tidak akan hilang apa-apa dengan nberiman.Hanya perlu kalian ucapkan Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kuburan kalian nanti berobah menjadi taman-taman surga dan kalian akan tidur di dalamnya seumpama tidurnya penganten.Ya Allah jadikanlah kuburan kaum muslimin semuanya sebagai taman-taman surga dan jangan jadikan kuburan kami sebagai lobang-lobang neraka, Ya Allah !Amin ya Rabbal Alamin.

    1. Adeng Hudaya Says:

      Betul, Pencipta nggak protes, tetapi Sang Pencipta juga tidak membenarkan orang untuk beristeri banyak! Yang ideal menurut Tuhan adalah 1 isteri.

      Coba anda baca kisah Daud menidurin isterinya Uria yang bernama Batsyeba?

      Ngeri nggak hukuman Tuhan atas perbuatan keji yang dilakukan oleh Daud itu?

      Apa menurut elu, Momed nabi elu lagi enak-enakan di surga saat ini?

      Sedangkan dalam hidupnya ia pernah memperkosa Rihanna bin Amru dan Safiyah bin Huyay???
      Dan kita nggak pernah dengar tuh jika Momed SAW menyesali perbuatan biadab nya itu???

      Apa elu pikir Tuhan Yang Maha Adil tidak mendengar jeritan Safiyah yang pada hari Momed SAW menyiksa dan membunuh Kinana suaminya, pada hari yang sama juga Safiyah diperkosa oleh Muhammad di tendanya Muhammad???!!!

      Elu lihat nggak kebesaran Tuhan hari-hari ini. Bukan hanya Ia mendengar jeritannya Safiyah dan Rihanna – bahkan Ia membiarkan seluruh dunia mendengar jeritan kedua wanita malang ini akibat tindak kebiadaban dan kebejatan Muhammad!

  70. ilham othmany Says:

    Ada begitu banyak Hadis dimana nabi saw mengutuk terjadinya pembunuhan atas wanita tidak berdosa dan anak-anak selama masa perang dan ini bukti yang tidak terbantahkan.

    Sahih Bukhari

    Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 257.

    Selama terjadi Ghazawat seorang wanita ditemukan tewas terbunuh. Rasulullah mencela pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak.

    Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 258.

    Diriwayatkan oleh Ibn Umar: Disaat sejumlah perang Rasulullah, seorang wanita ditemukan tewas terbunuh, kemudian Rasulullah melarang pembunuhan wanita dan anak-anak.

    Sahih Muslim

    Kitab 019, Nomor Hadis 4319.

    Bab : Pelarangan membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam perang

    Diriwayatkan bersumber dari Abdullah bahwa seorang wanita ditemukan tewas terbunuh dalam suatu perang Rasulullah (saw). Dia mengutuk pembunuhan atas kaum wanita dan anak-anak.

    Kitab 019, Nomor Hadis 4320.

    Bab : Pelarangan membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam perang

    Diriwayatkan oleh Ibn Umar bahwa seorang wanita ditemukan tewas terbunuh dalam salah satu pertempuranl; oleh karenanya Rasulullah (saw) melarang keras membunuh wanita dan anak-anak.

    Maliks Muwatta

    Kitab 021, Nomor Hadis 009.

    Bagian : Pelarangan membunuh wanita dan anak-anak dalam ekspedisi militer.

    Yahya menceritakan kepada ku dari Malik dari Nafi dari Ibn Umar bahwa Rasulullah, sallahu alaihi wassallam, melihat mayat seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah gazwah, dan tidak menyutujui pembunuhan itu lantas melarang keras pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak.

    Kitab 021, Nomor Hadis 010.

    Bagian : Pelarangan membunuh wanita dan anak-anak dalam ekspedisi militer.

    Yahya menceritakan pada ku dari Malik dari Yahya ibn Said bahwa Abu Bakr as-Siddiq disaat mengirim pasukan ke ash-Sham. Dia berjalan bersama Yazid ibn Abi Sufyan yang menjadi komandan salah satu battalion. Di beritakan bahwa Yazib berkata kepada Abu Bakr,�Maukah kamu naik atau aku yang turun?� Abu Bakr berkata, �Aku tidak akan naik dan kamu pun tidak usah turun. Aku memilih jalan ku untuk menuju jalan Allah.�

    Lalu Abu Bakr menasehati Yazid, �Kamu akan menemui golongan yang mengaku menyerahkan diri mereka kepada Allah. Biarkan mereka dengan apa yang mereka akui.

    �Aku nasehati engkau dengan sepuluh perkara jangan membunuh kaum wanita dan anak-anak atau orang tua, orang lemah. Jangn menebang pohon yang berbuah. Jangn menghancurkan rumah. Jangan membunuh domba atau unta kecuali untuk makan. Jangan membakar sarang lebah dan membubarkannya. Jangan mencuri rampasan perang, dan jangan menjadi pengecut.�
    Wahai orang-orang kafir!Belajarlah Islam dari sumbernya yg asli mudah-mudahan kalian selamat di akhirat.Tidak sehari pun yg berlalu melainkan kuburan mengatakan “Akulah rumah kesepian..Akulah rumah kegelapan…Akulah rumah kesedihan…Akulah rumah yg penuh cacing dan ulat..”Kasihanilah diri kalian di sana nanti.Berimanlah kerana iman itu tidak sesusah mana.Apakah dengan beriman menjadikaqn kalian miskin?Tidak!Adakah dengan berimaqn akan menjadikan kalian jatuh sakit?Tidak!Kalian tidak akan hilang apa-apa dengan nberiman.Hanya perlu kalian ucapkan Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kuburan kalian nanti berobah menjadi taman-taman surga dan kalian akan tidur di dalamnya seumpama tidurnya penganten.Ya Allah jadikanlah kuburan kaum muslimin semuanya sebagai taman-taman surga dan jangan jadikan kuburan kami sebagai lobang-lobang neraka, Ya Allah !Amin ya Rabbal Alamin.

  71. Adeng Hudaya Says:

    berita terkini!!!

    37 orang lagi di Pakistan tewas mengenaskan akibat serangan membabi buta dari kelompok Islam radikal.

    Sebagian besar korban adalah rakyat sipil tak berdosa.

    Dan Muslim masih dengan yakin menyerukan: “Islam agama damai”, “Islam rahmatan lillamin”, “Allahu Akbar”

    Dhuarrrr…….. Hari ini ada bom bunuh diri dimana lagi ya….

    Innalillahi waina ilaihi rolling stones…

  72. ilham othmany Says:

    Antara Peribadi dan Akhlak Rasulallah S.A.W Yang Perlu Kita Hayati

    1. Baginda berdoa dengan penuh khusyuk dan airmatanya sentiasa berlinangan

    2. Wajahnya sentiasa ceria yang menyejukkan mata memandangnya

    3. Sangat elok dan sempurna wajahnya

    4. Baginda memilik perasaan yang halus

    5. Beliau mengambil wudhu’ sebelum tidur dan berzikir hingga lena

    6. Suka makan beramai-ramai daripada berseorangan

    7. Bencikan kemegahan dan perhiasan yang cantik melambangkan kesombongan dan kemegahan

    8. Beliau makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang

    9. Tidak pernah mengumpat , mencerca atau menghina orang lain

    10. Baginda memelihara rambutnya dengan kemas

    11. Baginda memakai serban di atas kopiahnya

    12. Suka membalas hadiah

    13. Baginda mengucapkan salam kepada ahli rumah ketika hendak keluar atau masuk

    14. Baginda sangat berlemah-lembut dengan isterinya dan ahli keluarganya

    15. Sentiasa memulakan salam kepada sesiapa yang ditemuinya

    16. Baginda bersalaman dengan sahabatnya dan memeluk mereka ketika berjumpa

    17. Ketika berjabat tangan ia tidak melepaskan tangannya sehinggalah orang dijabatnya itu melepaskan tangannya

    18. Apabila melepasi kumpulan kanak-kanak , baginda mengangkat tangannya tanda hormat kepada mereka

    19. Tidak menatap atau merenung wajah orang lain lama-lama

    20. Sangat menghormati orang-orang tua dan mengasihani orang-orang muda dan kanak-kanak

    21. Tidak bangun dari sesuatu majlis makan sehingga tetamu lain bangun

    22. Tidak pernah menjulurkan kakinya di depan para sahabat

    23. Baginda suka bercakap lambat-lambat dan menyebut perkataan dengan jelas

    24. Sentiasa menumpukan perhatian kepada orang yang bercakap dengannya

    25. Tidak pernah ketawa terbahak-bahak tetapi hanya tersenyum lembut

    26. Sangat fasih dan manis dalam tutur bicara

    27. Tersangat sabar dan tabah bila menghadapi setiap cabaran dan kesusahan

    28. Amat kasih terhadap umatnya

    29. Tidak pernah mengambil rezeki kurnian Allah melebihi keperluan makan minumnya

    30. Rezeki yang melebihi keperluan akan ditaburkan untuk jihad Fisabilillah

    31. Sentiasa membantu orang lain walaupun ia sendiri dalam kesusahan

    32. Tidak pernah menghina orang miskin dan tidak rasa terhina bergaul dengan mereka

    33. Suka menziarahi orang sakit

    34. Amat pemurah hingga digambarkan seperti angin lalu pemurahnya

    35. Baginda tidak suka tidur di bilik gelap dan di bawah bumbung yang terbuka dan tidak beratap

    36. Tangannya tidak pernah menyentuh kulit wanita ajnabi

    37. Bersikap tegas , pemaaf dan pengasih dalam perjuangan

    Wahai orang -orang yg kafir ingatlah kalian gak akan lama di dunia ini.Sebelum berlalu 40 tahun semua yg nongkrong di thread ini bakalan berada di bawah tanah!Hanya kebenaran yg dapat menyelamatkan kita semua.Ikutilah kebenaran itu.Ucapkanlah sesungguhnya Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Kalian pasti akan berjaya.

    1. Gue Says:

      Memang Muhammad berdoa dengan kusyuk, karena dia tahu dosanya amat besar, karena itu didalam akhirb hayatnya dia mau bertemu dengan Yang Maha Tinggi, siapa itu padahal itu bukan Allah, memang hebat sekali Anda dalam mengcopi paste buku tapi Anda tidak bisa menjawab pertanyan secuilpun, Siapa itu Yang Maha Tinggi? singkat saja mengapa Muhammad tidak yakin dirinya masuk sorga(Demi Allah meskipun aku Rasul Allah, tapi au tetap tidak tahu apa yang akan Allah lakukan terhadapku. Sahih Bukhari vol V no. 266)?gak usah panjang-panjang….hehehhe anada memang jago kopi paste, seperti nabi Anda

  73. ilham othmany Says:

    Wahsyi berkata:

    Islam adalah agama pembawa damai, dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh.

    Buktinya ada dalam ayat-ayat di bawah ini:

    QS 8:12
    (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

    QS 47:4
    Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

    QS 9:123
    Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

    QS 4:89
    Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

    QS 9:5
    Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

    Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomer 260
    Diriwayatkan oleh Ikrima: “Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.”

    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!

    Bagaimana bisa menjadi orang yang baik, kalau dia diajarkan untuk memukul istrinya?

    QS 4:34
    Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

    Bahkan mengurung istrinya sampai mati:

    QS 4:15
    Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk tidak setia pada istrinya?

    QS 4:3
    Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk memperlakukan istri sebagai barang konsumsi yang bisa digonta-ganti bila bosan?

    QS 4:20
    Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk bersikap paranoid dan penuh curiga terhadap sesamanya?

    QS 3:118
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

    QS 2:120
    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

    QS 3:100
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

    QS 3:149
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

    QS 3:69
    Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

    Tanya: Jadi apa kesimpulan Bapak?

    Jawab: Islam semakin diamalkan, akan semakin merusak penganutnya. Semakin kaffah keislaman seorang muslim, akan semakin buruk kepribadiannya. Dia akan menjadi suka poligami, pedofili meniru sunnah Rasul, tidak setia pada istrinya, mudah marah, membenci kafir, dan memiliki semangat membunuh yang tinggi.

    Intinya, bila kamu ingin menjadi orang baik, maka tinggalkan Islam.

    Bila kamu tetap ingin ber-Islam namun menjadi orang baik, maka janganlah menjadi MUSLIM SEJATI. Menjadi muslim sejati berarti kamu merubah dirimu menjadi JAHAT.

    Islam pada dasarnya sebuah penyakit yang mesti ditinggalkan, tidak bisa tidak.

    Wahsyi merupakan seorang pemuda yang berasal dari Habsyah. Berkulit hitam, bertubuh tegap dan sasa. Beliau merupakan seorang hamba kepada seorang bangsawan Makkah iaitu Jabir ibn Mu’tam.

    Kehidupannya
    Beliau diupah dengan kebebasan oleh Hindun binti Utbah untuk membunuh seorang panglima Islam dalam Perang Uhud iaitu Hamzah bin Abdul Muttalib.

    Selepas beliau berjaya membunuh Hamzah dengan rejaman lembingnya, beliau kemudian dibebaskan dan hidup sebagai orang yang merdeka.

    Apabila Islam semakin tersebar dan semakin kukuh, Wahsyi semakin takut, namun setelah mendengar keterangan dari beberapa orang yang sudah memeluk Islam akan kemaafan daripada Nabi Muhammad, Wahsyi mengambil keputusan untuk memeluk Islam.

    Walau bagaimanapun akibat kesedihan Nabi terhadap kematian bapa saudaranya Hamzah, Wahsyi terpaksa menyembunyikan dirinya daripada dilihat oleh baginda.

    Jasa dan perjuangannya
    Semasa umat Islam berhadapan dengan kaum yang murtad pimpinan Musailamah al-Kazzab dalam siri Peperangan Islam-Riddah yang dikenali sebagai Perang Yamamah, Wahsyi melibatkan diri untuk menebus kesalahannya pada Nabi.

    Dengan pertolongan salah seorang Ansar, beliau berjaya membunuh pemimpin kaum murtad tersebut. Kata-katanya setelah berjaya membunuh Musailamah ialah:

    “Aku telah membunuh sebaik-baik orang dengan lembingku ketika aku menentang Islam. Kini, dengan lembing yang sama, aku telah membunuh sejahat-jahat orang yang menentang Islam”

    Diambil daripada “http://ms.wikipedia.org/wiki/Wahsyi”
    Kisah Wahsyi di atas merupakan contoh kemaafan yg luarbiasa yg ditujukkan Nabi Muhammad saw.

    Wahai orang-orang kafir!Tidak sehari pun yg berlalu melainkan kuburan mengatakan “Akulah rumah kesepian..Akulah rumah kegelapan…Akulah rumah kesedihan…Akulah rumah yg penuh cacing dan ulat..”Kasihanilah diri kalian di sana nanti.Berimanlah
    kerana iman itu tidak sesusah mana.Apakah dengan beriman menjadikaqn kalian miskin?Tidak!Adakah dengan berimaqn akan menjadikan kalian jatuh sakit?Tidak!Kalian tidak akan hilang apa-apa dengan nberiman.Hanya perlu kalian ucapkan Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kuburan kalian nanti berobah menjadi taman-taman surga dan kalian akan tidur di dalamnya seumpama tidurnya penganten.Ya Allah jadikanlah kuburan kaum muslimin semuanya sebagai taman-taman surga dan jangan jadikan kuburan kami sebagai lobang-lobang neraka, Ya Allah !Amin ya Rabbal Alamin.

  74. ilham othmany Says:

    Muhammad SAW bersabda:

    Islam adalah agama pembawa damai, dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh.

    Buktinya ada dalam ayat-ayat di bawah ini:

    QS 8:12
    (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

    QS 47:4
    Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

    QS 9:123
    Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

    QS 4:89
    Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

    QS 9:5
    Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

    Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomer 260
    Diriwayatkan oleh Ikrima: “Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.”

    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!

    Bagaimana bisa menjadi orang yang baik, kalau dia diajarkan untuk memukul istrinya?

    QS 4:34
    Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

    Bahkan mengurung istrinya sampai mati:

    QS 4:15
    Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk tidak setia pada istrinya?

    QS 4:3
    Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk memperlakukan istri sebagai barang konsumsi yang bisa digonta-ganti bila bosan?

    QS 4:20
    Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?

    Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk bersikap paranoid dan penuh curiga terhadap sesamanya?

    QS 3:118
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

    QS 2:120
    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

    QS 3:100
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

    QS 3:149
    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.

    QS 3:69
    Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

    Tanya: Jadi apa kesimpulan Bapak?

    Jawab: Islam semakin diamalkan, akan semakin merusak penganutnya. Semakin kaffah keislaman seorang muslim, akan semakin buruk kepribadiannya. Dia akan menjadi suka poligami, pedofili meniru sunnah Rasul, tidak setia pada istrinya, mudah marah, membenci kafir, dan memiliki semangat membunuh yang tinggi.

    Intinya, bila kamu ingin menjadi orang baik, maka tinggalkan Islam.

    Bila kamu tetap ingin ber-Islam namun menjadi orang baik, maka janganlah menjadi MUSLIM SEJATI. Menjadi muslim sejati berarti kamu merubah dirimu menjadi JAHAT.

    Islam pada dasarnya sebuah penyakit yang mesti ditinggalkan, tidak bisa tidak.

    Fizikal Nabi
    Telah dikeluarkan oleh Ya’kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya, maka dia berkata: Adalah Rasulullah SAW itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya tumbuh bulu-bulu yang halus, tengkuknya memanjang, berbentuk sederhana, berbadan besar lagi tegap, rata antara perutnya dan dadanya, luas dadanya, lebar antara kedua bahunya, tulang belakangnya besar, kulitnya bersih, antara dadanya dan pusatnya dipenuhi oleh bulu-bulu yang halus, pada kedua teteknya dan perutnya bersih dari bulu, sedang pada kedua lengannya dan bahunya dan di atas dadanya berbulu pula, lengannya panjang, telapak tangannya lebar, halus tulangnya, jari telapak kedua tangan dan kakinya tebal berisi daging, panjang ujung jarinya, rongga telapak kakinya tidak menyentuh tanah apabila baginda berjalan, dan telapak kakinya lembut serta licin tidak ada lipatan, tinggi seolah-olah air sedang memancar daripadanya, bila diangkat kakinya diangkatnya dengan lembut (tidak seperti jalannya orang menyombongkan diri), melangkah satu-satu dan perlahan-lahan, langkahnya panjang-panjang seperti orang yang melangkah atas jurang, bila menoleh dengan semua badannya, pandangannya sering ke bumi, kelihatan baginda lebih banyak melihat ke arah bumi daripada melihat ke atas langit, jarang baginda memerhatikan sesuatu dengan terlalu lama, selalu berjalan beriringan dengan sahabat-sahabatnya, selalu memulakan salam kepada siapa yang ditemuinya.

    Kebiasaan Nabi
    Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya.

    Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin.

    Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar baginda dan masuk baginda, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW itu.

    Rumah Nabi
    Berkata Al-Hasan ra. lagi: Aku juga pernah menanyakan ayahku tentang masuknya Rasulullah SAW lalu dia menjawab: Masuknya ke dalam rumahnya bila sudah diizinkan khusus baginya, dan apabila baginda berada di dalam rumahnya dibagikan masanya tiga bagian. Satu bagian khusus untuk Allah ta’ala, satu bagian untuk isteri-isterinya, dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Kemudian dijadikan bagian untuk dirinya itu terpenuh dengan urusan di antaranya dengan manusia, dihabiskan waktunya itu untuk melayani semua orang yang awam maupun yang khusus, tiada seorang pun dibedakan dari yang lain.
    Di antara tabiatnya ketika melayani ummat, baginda selalu memberikan perhatiannya kepada orang-orang yang terutama untuk dididiknya, dilayani mereka menurut kelebihan diri masing-masing dalam agama. Ada yang keperluannya satu ada yang dua, dan ada yang lebih dari itu, maka baginda akan duduk dengan mereka dan melayani semua urusan mereka yang berkaitan dengan diri mereka sendiri dan kepentingan ummat secara umum, coba menunjuki mereka apa yang perlu dan memberitahu mereka apa yang patut dilakukan untuk kepentingan semua orang dengan mengingatkan pula: “Hendaklah siapa yang hadir menyampaikan kepada siapa yang tidak hadir. Jangan lupa menyampaikan kepadaku keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya sendiri, sebab sesiapa yang menyampaikan keperluan orang yang tidak dapat menyampaikan keperluannya sendiri kepada seorang penguasa, niscaya Allah SWT akan menetapkan kedua tumitnya di hari kiamat”, tiada disebutkan di situ hanya hal-hal yang seumpama itu saja.
    Baginda tidak menerima dari bicara yang lain kecuali sesuatu untuk maslahat ummatnya. Mereka datang kepadanya sebagai orang-orang yang berziarah, namun mereka tiada meninggalkan tempat melainkan dengan berisi. Dalam riwayat lain mereka tiada berpisah melainkan sesudah mengumpul banyak faedah, dan mereka keluar dari majelisnya sebagai orang yang ahli dalam hal-ihwal agamanya.

    Luaran Nabi
    Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Kemudian saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Baginda selalu beramah-tamah kepada mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Baginda senantiasa memuliakan ketua setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak. Kadang-kadang baginda mengingatkan orang ramai, tetapi baginda senantiasa menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang manis dan akhlaknya yang mulia. Baginda selalu menanyakan sahabat-sahabatnya bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk dicela dan dicegahkan.
    Baginda senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara, tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya, yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun.

    Majlis Nabi
    Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu bertanya pula tentang majelis Nabi SAW dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahwa Rasulullah SAW tidak duduk dalam sesuatu majelis, atau bangun daripadanya, melainkan baginda berzikir kepada Allah SWT baginda tidak pernah memilih tempat yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang tertentu. Apabila baginda sampai kepada sesuatu tempat, di situlah baginda duduk sehingga selesai majelis itu dan baginda menyuruh membuat seperti itu. Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majelisnya itu merasa tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya. Bila ada orang yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu masliahat, baginda terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan kembali.
    Baginda tidak pemah menghampakan orang yang meminta daripadanya sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budipekertinya sangat baik, dan perilakunya sungguh bijak. Baginda dianggap semua orang seperti ayah, dan mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran, tidak berat sebelah. Majelisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah, tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu didahulukan.

    Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW pada orang-orang yang selalu duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW selalu periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor, tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang berikut. Baginda tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Baginda tidak suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala.
    Apabila baginda berbicara, semua orang yang berada dalam majelisnya memperhatikannya dengan tekun seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila baginda berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula, semua mereka berdiam seribu basa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya. Baginda tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan baginda merasa takjub bila mereka merasa takjub. Baginda selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa jengkel dan kurang senang, tetapi baginda tetap menyabarkan mereka dengan berkata: “Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu menolongnya dan jangan menghardiknya!”. Baginda juga tidak mengharapkan pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mau memujinya pun, baginda tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Baginda tidak pernah memotong bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah baginda berbicara, atau baginda menjauh dari tempat itu.

    Diamnya Nabi
    Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Saya pun menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam Rasulullah SAW bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, yaitu: Kerana adab sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia, dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya sifat-sifat kesantunan dan kesabaran. Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang lain. Baginda meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia ataupun buat akhirat.

    (Nukilan Thabarani – Majma’uz-Zawa’id 8:275)
    Wahai orang-orang kafir!Kenangilah orang-orang yg kalian lihat telah ‘pergi’ sebelum kalian.Begitulah setiap satu dari kita akan pergi mengikut giliran masing-masing.Fikirkan nasib diri kalian bersungguh-sungguh dan menangislah jika perlu kerana sungguh kalian tidak mengetahui saatnya giliran kalian datang bahaya apakah yg sedang menunggu kalian.Kajilah sesuatu dengan ilmu yg benar kerana ilmu yg benar penangkal kepada tipuan syaitan.Tawakkalkan(serahkan)untung nasib kalian kepada Allah kerana Dia akan memimpini orang yg bertawakkal kepadaNya.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi muhammad itu utusan Allah pasti kejayaan dalam genggaman kalian.

  75. ilham othmany Says:

    Rosulullah Saw bukanlah seorang barbar yang culas dan brutal. Orang-orang kafir menganggap begitu karena Islam disebarkan melalui peperangan (menurut mereka). Memang benar bahwa perang menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah dakwah Rosulullah, karena dalam dakwah Rosulullah Saw, beliau selalu mendapat tantangan berupa ancaman maupun siksaan dari kaum kafir. Oleh karena itu, perlu adanya suatu tindakan yang tegas menghadpi semua ancaman ini, yaitu perang.

    Dalam Islam, perang pun ada aturannya. Rosulullah mengajarkan untuk tidak membunuh anak yang belum dewasa, tidak membunuh wanita, tidak membakar pohon dan rumah, tidak mengganggu pendeta yang beribadah, bahkan beliau mengajarkan untuk tidak membunuh tawanan atau pun pasukan yang berada dalam gerejanya.

    Hal inilah yang tidak banyak diketahui oleh mereka yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qurán dengan seenaknya. Padahal mereka sama sekali tidak mempunyai ilmu untuk itu.

    Tulisan orang tolol yang menyatakan bahwa pengikut Muhammad Saw tidak punya otak untuk mempertanyakan moralitas pembunuhan orang-orang yang tak berdosa dan bersalah, adalah tuduhan tanpa alasan. Ini adalah pernyataan yang tak berilmu. Menunjukan kebodohan penulisnya. Umat Islam tidak pernah membunuh orang-orang yang tidak bersalah, melainkan membunuh manusia yang pantas dibunuh, yaitu orang-orang yang menghina Allah dan nabi-Nya.
    Silahkan cari dibuku sejarah mana saja yang menyebutkan bahwa Muhammad Saw adalah pembunuh orang-orang yang tak bersalah! Pasti hasilnya nihil, yang ada hanya fitnah kaum kafir yang membencinya.
    Wahai orang-orang kafir!Janganlah kalian memfitnah kekasih Tuhan yg suci.Ingatlah amalan kalian akan tercatat dan akan mengotori sejarah hidup kalian yg tidak akan dapat dicuci walau dengan air tujuh lautan sekalipun.Bersiaplah kalian di hadapan Allah utk menjawabnya.Firaun cuman kafir tapi gak memfitnah.Abu Jahal juga cuman kafir tapi gak memfitnah.Iblis dan setan cuman kafir tapi gak memfitnah.Tapi kalian bukan cuman kafir tapi memfitnah secara sengaja.Bayangin aja,seringan-ringan neraka itu ialah seseorang yg yg dipakaikan sandal dari neraka sehingga pecah kepalanya dan meleleh keluar otaknya.Na ‘uuzubillaah!Kalian bahkan lebih jahat dari firaun.Lebih jahat dari Abu Jahal.Bahkan lebih jahat dari iblis.Bertobatlah kalian.Pintu tobat terbuka luas utk kalian selagi belum sampai ke tenggorokan.Kalau kalian enggan tidak ada siapa yg rugi melainkan diri kalian sendiri.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Nabi muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.

  76. ilham othmany Says:

    Komunitas Hindu ikut Kampanyekan “Nabi Muhammad untuk Semua”
    Ditulis oleh MUSLIM di/pada Februari 17, 2010

    Sebuah kampanye untuk menyebarluaskan ajaran-ajaran Rasulullah Muhammad Saw tentang Islam diluncurkan di India. Uniknya, komunitas non-Muslim negeri itu berpartisipasi menyukseskan agenda tersebut.

    Presiden Jamaat Islami India, dalam acara peluncuran kampanye bertajuk “Nabi Muhammad untuk Semua”, Minggu (14/2), mengatakan, masyarakat India berasal dari beragam etnis dan agama dan komunitas Muslim berharap kalangan non-Muslim juga bisa menerima dan mau memahami agama Islam.
    “Untuk pertama kalinya, bukan hanya ulama dari berbagai aliran Islam, tapi juga saudara-saudara kami dari komunitas Bamcef, Maratha Samaj, Satya Shodak dan komunitas lainnya berpartisipasi dalam kampanye ini,” kata Madu.

    Para pemuka dari komunitas non-Muslim itu, bersama-sama dengan para pemuka Muslim India, akan melakukan perjalanan ke seluruh negeri untuk mengenalkan sosok Rasulullah Saw dan ajaran Islam yang dibawanya. Mereka akan meluruskan pandangan masyarakat yang salah tentang ajaran Islam antara lain dalam hal pembagian harta warisan, minuman keras, korupsi, buruh anak serta isu-isu kekerasan, terorisme dan pelanggaran hak asasi yang selalu dikait-kaitkan dengan Islam.

    Aktivis sosial dan pemuka agama Hindu, Purshottam Khedekar yang ikut dalam kampanye itu mengatakan, sosok Rasulullah Saw selayaknya tidak hanya diketahui oleh Muslim saja. “Nabi Muhammad Saw membawa pesan persaudaraan, perdamaian dan kesetaraan bagi seluruh umat manusia,” kata Presiden Hindu Maratha Seva Sangh itu.

    Di India, Khedekar adalah tokoh yang melakukan perlawanan terhadap sistem kasta dalam agama Hindu. Menurutnya, Nabi Muhammad Saw adalah sosok yang telah memperbaiki tata pemerintahan dan sistem sosial umat manusia. “Sungguh mengagumkan, ajaran-ajaran Nabi Muhammad yang sudah berusia 1400 tahun masih relevan dengan situasi hari ini,” puji Khedekar. Kampanye “Nabi Muhammad untuk Semua” di India akan berlangsung hingga akhir Februari mendatang.
    Sumber:http://answering.wordpress.com
    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg layak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian akan berjaya.Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya.Kalian akan masuk ke surga sambil tersenyum-senyum.

  77. ilham othmany Says:

    Terlebih dahulu saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan anda bertanya dalam bahasa Indonesia, satu-satunya bahasa yang saya mengerti dengan baik, Insya Allah saya tidak salah tafsir terhadap apa yang ditanyakan.

    Pelaku bom WTC, pesantren sarang teroris dan pelaku bom Bali sebenarnya punya karakter yang sama dalam menjalankan ajaran Islam, yaitu memakai cara kekerasan yang bisa menimbulkan kerusakan dan hilangnya nyawa orang lain. Kalau dilihat dasar ayat Al-Qur’an dan hadist memang ada ditulis aturan berperang (yang artinya membunuh musuh, melakukan kekerasan dan penaklukan), bahwa dasar dari melakukan peperangan adalah untuk menolong agama :

    [QS 47:7] Hai orang-orang mu`min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

    Makna dari ‘menolong’ disini tentunya melakukan sesuatu tindakan terhadap sesuatu yang sudah diserang/dizalimi terlebih dahulu, jadi boleh melakukan peperangan dengan segala taktik dan strateginya terhadap pihak lain yang berusaha menyerang Islam. Lalu ada juga ayat yang menyatakan perbedaan seorang Muslim yang berperang dengan yang hanya berpangku-tangan saja :

    [QS 4:95] Tidaklah sama antara mu`min yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai `uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

    Namun berperang punya adab yang jelas diatur, baik dalam Al-Qur’an maupun hadist. Yang paling penting, jangan membunuh sesama Muslim dengan sengaja :

    [QS 4:93] Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu`min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

    Dilarang membunuh wanita dan anak-anak :

    Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
    Bahwa seorang wanita didapati terbunuh dalam suatu peperangan yang diikuti Rasulullah saw. lalu beliau mengecam pembunuhan kaum wanita dan anak-anak kecil
    Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 3279

    Rasulullah saw. telah mencontohkan bagaimana sikap seorang muslim terhadap lingkungan, sebagaimana sabda beliau; ?Wahai prajurit, kalian tidak diperkenankan membunuh anak-anak dan wanita, musuhmu adalah kaum kafir. Jangan membunuh unta/kuda dan binatang lain, jangan membakar dan merusak kota, menebang pohon dan jangan merusak sumber air minum.? (H.R.Muslim).

    Masalahnya sekarang ini, peperangan ataupun penyerangan musuh terhadap ajaran Islam tidak lagi dilakukan secara konvensional seperti jaman dulu, ketika Bush menyerang Afganistan dan Irak, yang disodorkan oleh media massa (yang kebanyakan dikuasai oleh non-Muslim) menyatakan itu bukan penyerangan terhadap Islam, tapi semata-mata konflik politik. Ketika terjadi pembantaian Muslim di Bosnia, digembar-gemborkan itu hanyalah masalah konflik antar etnis, demikian juga yang terjadi di Ambon dan Poso, padahal faktanya anda bisa baca ini :

    http://media.isnet.org/ambon/Kastor/Sungguh.html
    http://media.isnet.org/poso/Kelelawar.html

    Dalam skala tertentu, buku Robert Morey yang anda suruh baca, sebenarnya juga bentuk lain dari penyerangan musuh terhadap ajaran Islam, termasuk website Answering Islam dan FaithFreedom. Buku yang dikarang Robert Morey puluhan tahun yang lalu, entah disengaja atau tidak, diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan disebar-luaskan dikalangan Kristen Indonesia, lalu menjadi ‘buku wajib’ orang-orang Kristen untuk menyerang ajaran Islam.

    Ada juga bentuk serangan lain terhadap Islam yang dilakukan missionaris Kristen dalam memurtadkan pemeluk Islam dinegara mayoritas Muslim dengan kegiatan yang terorganisir rapi, beberapa netters Islam disini mengejek dengan istilah ‘menyebarkan ajaran kasih’, yaitu kasih beras, kasih mie instan, kasih duit, lalu menggiring mereka ke gereja untuk dibaptis. Disamping ada beberapa pendeta Kristen yang mempelajari Islam, lalu menyampaikannya dengan memutar-balikan ajaran melalui khotbah dan kegiatan lain, kelakuan yang mirip dilakukan Mr. Morey dengan bukunya.

    Ada lagi bentuk serangan terhadap Islam melalui ‘perang informasi’ yang dilakukan media massa internasional yang umumnya dikuasai orang-orang yang ‘tidak punya sikap positif’ terhadap Islam. Anda kelihatannya lama hidup diluar negeri, coba anda perhatikan TV atau koran, berapa banyak informasi yang anda dapatkan tentang ditemukannya ribuan gambar porno di suatu seminari Austria :

    http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=2059_0_25_0_M

    Anda boleh sekali-sekali iseng mencoba menemukan berita kalau kejadian seorang Muslim dengan nama Muhammad Fulan melakukan pembunuhan dan pemerkosaan. Dijamin berita si Muhammad akan diletakkan dihalaman pertama pakai huruf headline besar-besar, sedangkan cerita gambar porno yang memalukan gereja akan ditempatkan dihalaman belakang, dengan berita yang pendek ringkas. Ini terjadi bukan hanya sekali-dua dalam pemberitaan.

    Serangan yang paling mutakhir, adalah dari sisi intelektual dengan bekerjasama melalui ‘orang-orang dalam’ yang dididik dan dibina untuk itu, melalui jargon-jargon demokrasi, liberal, hak azazi manusia, emansipasi wanita, yang seolah-olah merupakan cara berpikir yang lebih modern dari dunia Islam, namun dicurigai oleh kalangan Muslim yang lain sebagai usaha ‘meracuni’ umat Islam dan memunculkan penafsiran baru yang menyimpang dari ajaran Islam yang selama ini dianggap benar. Akhirnya memang membuat sebagian umat Islam mengalami ‘kebingungan’ terhadap ajaran Islam yang selama ini diyakininya.

    Sengaja saya gambarkan secara panjang lebar, apa yang tengah dihadapi dunia Islam saat ini. Musuh menyerang secara pengecut, kalaulah musuh menyerang dengan pasukan tempur yang punya identifikasi jelas, misalkan model tentara perang salib jaman dulu, punya medan perang yang jelas, maka dijamin pihak Mulsim akan gampang untuk menghadapinya. Celakanya perang modern yang dilakukan musuh Islam memakai cara yang bermacam-macam. Bush bisa saja bilang : ”I am driven with a mission from God. God would tell me, George go and fight these terrorists in Afghanistan… And I did. And then God would tell me George, go and end the tyranny in Iraq. And I did”. (”Saya menjalankan misi Tuhan. Tuhan mengatakan kepada saya, George perangilah para teroris di Afghanistan. Dan saya sudah lakukan. Kemudian Tuhan mengatakan, George hancurkanlah tirani di Irak. Dan saya sudah lakukan”). Sambil mengucapkan ‘Selamat berpuasa atau selamat hari Raya Idul Fitri’ kepada kaum Muslim Amerika. Dalam skala yang terbatas, kelakuan non-Muslim (baca : sebagian Kristen) sama saja, didepan bermulut manis memamerkan ajaran kasih, dibelakang pemurtadan jalan terus dengan cara penipuan dan memutar-balikkan ajaran Islam.

    Sekarang saya minta anda untuk berempati : KALAU ANDA MENJADI SEORANG MUSLIM YANG DIHADAPKAN SITUASI SEPERTI ITU, APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN..??

    Nah, buat orang semacam Imam Samudera, Amrozi, pelaku serangan bunuh diri WTC, dll mereka tidak punya jalan lain untuk melawan musuh pengecut itu kecuali melalui jalan seperti yang anda saksikan sekarang. Umat Islam tidak bisa lagi melihat mana dari non-Muslim yang benar-benar merupakan musuh yang tengah menyerang, mana yang bukan, semuanya seolah-olah bercampur jadi satu. Bagi orang yang anda sebut teroris itu mungkin itulah satu-satunya jalan untuk mengadakan perlawanan. Saya sendiri tidak tahu apakah ada dalam pikiran mereka bahwa ketika bom diledakkan ditempat ramai, bom tersebut tidak mampu memilih mana yang musuh, mana orang yang tidak berdosa, mana yang kafir mana yang muslim. Sama juga ketika pesawat ditabrakkan ke gedung WTC, apakah ada dalam pikiran mereka bahwa dalam gedung tersebut juga terdapat puluhan bahkan ratusan Muslim, saudara mereka sendiri. Apakah ada dalam pikiran bahwa kesengajaan meledakkan bom atau gedung, artinya juga melakukan pembunuhan terhadap Muslim lain dengan sengaja. Menariknya ada suatu Pledoi yang dibacakan Imam Samudera pada pengadilannya di Bali kemaren, bisa menjadi gambaran kita, ketika dia berbicara kepada korban orang-orang Muslim yang ikut tewas, pernyataannya antara lain berbunyi :”bagi saudara-saudaraku umat Islam yang ikut tewas dalam peledakan bom dan bagi keluarga yang ditinggalkan, saya minta ma’af atas penderitaan yang dialami, dan percayalah bahwa Allah sudah menentukan takdir bagi hamba-hambanya, dan bagi yang berkorban pasti akan diberikan ganjaran yang setimpal di akherat”. Tersirat bahwa Imam Samudera berkeyakinan dia mendapat semacam ‘mandat’ dari Tuhan untuk melakukan pembunuhan terhadap sesama Muslim asal termasuk dalam taktik dan strategi perang. Mungkin itu pula yang ada dalam pikiran orang-orang yang digolongkan teroris tersebut.

    Kita sudah tahu, bahwa saat ini pengadilan terhadap pelaku bom bali sudah selesai dan sudah sampai kepada pelaksanaan eksekusi hukuman mati bagi Imam Samudera cs. Apabila dalam beberapa bulan ini eksekusi dijalankan, kita semua tentu punya pertanyaan yang sama :”Apakah para pelaku benar-benar masuk surga sesuai apa yang mereka yakini, atau malah sebaliknya karena dengan sengaja telah melakukan pembunuhan bahkan terhadap sesama Muslim lain yang tidak berdosa”. Saya pribadi hanya mendo’akan, melalui eksekusi mati tersebut, sudah dihitung sebagai ‘qishash’ (pembunuh harus dibunuh), sesuai yang diatur dalam Al-Qur’an :

    [QS 2:178] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.

    Sehingga dosa-dosa para pelaku terhadap pembunuhan yang telah dilakukan dihapus oleh Allah SWT.

    Disisi lain. Ternyata Allah punya rencana tersendiri dari peristiwa-peristiwa teror tersebut. Justru karena di blow-up media massa secara besar-besaran dan dikait-kaitkan dengan Islam, maka membuat perhatian orang yang sebelum ini ‘cuek’ terhadap Islam menjadi tergelitik. Al-Qur’an termasuk buku yang paling banyak dicari setelah peristiwa WTC. Dan ternyata tidak sedikit dari orang-orang di Amerika dan Eropah beralih menjadi mualaf, masuk Islam. Pertanyaan yang biasanya muncul :”Ajaran seperti apa ini, yang mampu membuat seseorang mengorbankan dirinya tewas bersama pesawat yang ditabrakkan sendiri ke gedung, padahal ajaran tersebut sama sekali tidak memberikan jaminan keselamatan. Dilain pihak ajaran yang selama ini diyakini memberikan jaminan keselamatan, justru membuat pemeluknya takut mati?”.

    Tulisan saya diatas mutlak mengesampingkan kemungkinan adanya konspirasi dibelakang semua peristiwa ‘teroris Islam’ tersebut, misalnya dengan membahas latar-belakang Osama bin Laden yang merupakan ‘antek’ CIA selama perang Afganistan-Uni Soviet, atau tentang sosok Hambali yang misterius dan mati secara misterius ketika diserahkan ke tangan Amerika Serikat. Apapun itu, Allah punya jalan tersendiri untuk melindungi satu-satunya agama yang diridhoi-Nya :

    [QS 48:28] Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

    Wahai seklian manusia berimanlah kepada nabi Muhammad sebelum kamu mati.

    1. Adeng Hudaya Says:

      Hubungan orang Kristen dengan pemeluk Hindu, Budha, Kong Hu Cu, para penyembah berhala dan berbagai macam pemeluk agama dan kepercayaan lainnya (kecuali Islam) – BAIK-BAIK SAJA TUH!!!

      Tetapi mengapa hubungan Kristen, Budha, Hindu, Kong Hu Cu, para penyembah berhala dan berbagai macam pemeluk agama dan kepercayaan lainnya terhadap ISLAM selalu bermasalah.

      Jawabannya sangatlah sederhana,

      Karena ISLAM IS THE REAL TROUBLE MAKER, THE REAL TERRORIST!!!

      Islam ngancurin patung Budha berusia ratusan tahun di Afghanistan!
      Islam sibuk meledakkan bom dan serangan-serangan maut membabi-buta di India (seperti yang terjadi di Mumbai)
      Islam melakukan 2 kali peledakan bom yang menewaskan ratusan orang, sementara ratusan lagi catat seumur hidup – di BALI.
      Islam melakukan kekerasan di Thailand Selatan, Filipina Selatan, Chechnya, Nigeria dlsb.dlsb.
      Islam sibuk dan sangat menikmati ngancurin dan menutupi gereja-gereja di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

      Mas, agama mu itu = AGAMANYA KAUM TERORIS!!!

      Elu mau ngomong apa lagi!!!

      Agama elu bikin dunia jadi rusak!!! Jadi kacau!!! Jadi nggak aman!!!

      Dan itu juga yang dibuat oleh Nabi bejat dan biadab-mu itu selama hidupnya!!!

      1. ilham othmany Says:

        Saya kira tulisan yg saya post kan di atas udah jelas.

      2. Hudaya Babi Says:

        hei Adeng Hudaya diam lo!!!

        muka elo udah mulai mirip ama muka babi tuh!!!

        bodoh bener lu jd org…ky anak TK hahahahaha…..

  78. ilham othmany Says:

    Debat Missionaris dengan Santri masalah Sholawat Nabi dan Doa Keselamatan

    Salah seorang missionaris dalam perjalanan bis kota antar kota mendekati penulis. Awal percakapan itu sang Missionaris menanyakan tentang agama penulis, penulispun menjawab bahwa agama saya adalah Islam. Selanjutnya sang Missionaris itu mulai mencoba “menggerayangI” keimanan penulis dengan bertanya: “Apakah Al Quran menjamin keselamatan seorang muslim, termasuk Muhammad ?”, tanpa berpikir panjang saya pun menjawab: “Tentu saja, karena keimanan dan amal shalih yang dapat menghantarkan kita menuju keselamatan di dunia dan akhirat”. Berikut ini adalah transkrip perdebatan penulis dengan Missionaris yang mengaku bernama Yapto, tetapi missionaris itu tidak mengetahui siapa penulis sebenarnya pada awal perdebatan. Terima Kasih saya pribadi ucapkan kepada saudara M. Aswin Syahrani yang telah mencatat dan merekam dalam HP perdebatan ini dan sedikit mengedit perihal kata-kata yang kurang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia (bukan mengedit perdebatannya).

    MISSIONARIS: “Anda tentu sholat bukan, mengapa di dalam sholat itu kita selalu mengatakan Allahumma sholi ‘alaa Muhammad, yang berarti Ya Allah berilah keselamatan atas Muhammad, secara logika do’a adalah pengharapan akan sesuatu yang belum terjadi agar terjadi, contoh: Saya berdoa agar anda selamat dalam perjalanan anda ini, berarti kan anda belum pasti selamat?”

    MUSLIM: “Sholawat yang anda kutip bagi tadi saya belum seberapa membuktikan bahwa muslim itu, termasuk Muhammad, adalah belum selamat; sebenarnya jika anda jeli anda bisa temukan yang kalau ditafsirkan amburadul bisa membuat umat Islam itu tidak tahu jalan alias sesat”

    MISSIONARIS: “Lho kok anda malah berkata demikian?”

    MUSLIM: “Coba anda buka di Terjemah Quran saya lihat sepintas di tas yang anda bawa tadi”.

    MISSIONARIS: “Ternyata anda jeli juga, oke saya buka, di surat apa?”

    MUSLIM: “Buka surat Al Fatihah ayat 6, dan tolong bacakan”

    MISSIONARIS: “Tunjukanlah kami jalan yang lurus (stop saya menyela dirinya)”

    MUSLIM: “Secara logika anda, umat Islam belum selamat kan?, dan secara pemahaman anda tadi bahwa doa adalah pengharapan akan sesuatu yang belum terjadi supaya terjadi, misal yang belum selamat menjadi selamat, berarti yang memohon berada di jalan yang lurus belum berada di jalan yang lurus kan?”

    MISSIONARIS: “Betul”

    MUSLIM: “Seharusnya anda mencounter saya dengan ayat itu dulu untuk membuat saya ragu akan Islam, jangan langsung kutip Sholawat Nabi, kan namanya pemurtadan tidak sistematis, bener gak?”

    MISSIONARIS: (tersenyum)

    MUSLIM: “Sekarang giliran saya mengcounter anda Oke?, Ayat 6 surat tersebut adalah ajaran dari Allah kepada hambanya dan merupakan falsafah doa. Ajaran ini mempunyai nilai yang sangat tinggi baik filosofis maupun agamis, agama Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk suatu perilaku yang paling luhur dan dalam, sehingga umat islam menyadari kedudukannya sebagai makhluk dan hamba yang tidak tahu apa-apa. Kita sebagai manusia tentu menyadari kelemahan sebagai ciptaan Allah dan sebagai makhluk Allah sehingga tercipta sebuah tindakan dan sandaran untuk tempat memohon serta meminta pertolongan yang paling utama, yakni perlindungan dan petunjuk dari Nya. Islam mengajarkan agar setiap insan terutama pemeluknya agar selalu merendahkan diri kepada Allah yang menciptakan dirinya, melepaskan sifat keangkuhan dan kesombongan. Bagaimana dengan Yesus yang nada laim sebagai Tuhan? untung saya tadi bawa Alkitab, ini Alkitab saya resmi lho ya yang di terbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia. coba anda buka Matius 26: 38-39, saya bacakan tolong kupingnya dipasang: Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kataNya: “Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari BapaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukuehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki, coba lihat Yesus merendahkan diri di hadapan Bapa, seorang Allah Putera merendahkan diri dihadapan Alah Bapa….

    MISSIONARIS: “Tapi konteks ayat itu adalah Yesus ketika akan ditangkap Yahudi sehinga memohon kepada Bapanya”.

    MUSLIM: “Nah tambah jelas dong Yesus memohon kepada Bapa, berarti Yesus tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya, dalam kaidah logika: Seseorang yang meminta kepada Tuhan adalah bukan Tuhan, Yesus meminta kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan, masuk akal gak?”

    MISSIONARIS: (Diam)

    MUSLIM: “Dan Yesus juga mempunyai dosa, mau bukti?”

    MISSIONARIS: “Yesus mengampuni dosa umat manusia, Dia tidak punya dosa”

    MUSLIM: “Jangan berkilah, silahkan buka Lukas 11: 2-4 saya bacakan tolong dengarkan dengan kuping mendekat “Bapa dikuduskanlah namaMu….dan ampunilah kami dan atas dosa kami”". Menurut penjelasan logika anda tadi bahwa yang namanya doa adalah pengharapan atas sesuatu yang belum terjadi agar terjadi….naaahhh….ada dua kecacatan Allah menurut logika anda di hadapan ayat ini: 1. adalah Bapa adalah sebelum di doakan adalah belum kudus dan yang kedua adalah Yesus berdoa supaya diampuni dosanya berarti Yesus berdosa.

    MISSIONARIS: “Ayat itu merupakan ajaran doa Yesus pada umat manusia agar sellau memohon doa pada diriNya”

    MUSLIM: “Tunggu dulu, coba anda perhatikan kata-kata di kuduskan namaMu…dan ampunilah atas dosa kami”, kok anda tidak jujur begitu mas, itu ucapan yang menurut logika anda tadi Bapa di doakan agar kudus dan Yesus berdosa meminta ampun akan dosanya, sekarang apa waktu itu Yesus berdoa pada dirinya sendiri? jawab dulu!”

    MISSIONARIS: (diam)

    MUSLIM: “Ya tidak dong mas, dia berdoa pada BapaNya yaitu Allah Ta’ala, karena Yesus selalu mengatakam Allah adalah Bapa, contoh: “Aku Belum pergi kepada BapaMu dan BapaKu, AllahKu dan AllahMu” Yesus menyebut Allah itu sebagai Bapa.

    MISSIONARIS: “Maaf tadi saya belum tahu nama anda (khas penginjil keliling jika sudah terpojok), siapa nama anda?”

    MUSLIM: “Saya Aris, dari Tim FAKTA, oke sudah tahu kan nama saya, kita lanjutkan perdebatan kepada sholawat”

    MISSIONARIS: “Sebentar lagi saya turun di pertigaan Pandaan, sejujurnya saya senang sekali akan diskusi lintas agama ini”

    MUSLIM: “Arah pertanyaan anda dapat saya baca, anda mengambil buku-buku Nehemia Centre, Abdul Yadi, Iskandar Jadeed, Robert Morey, Jansen Litik, dan si Habib Makhrus, apa ada yang terlewat dari ucapan saya?”

    MISSIONARIS: ” (senyum)…Saya juga heran kok ada anggota FPI yang murtad”

    MUSLIM:” Makhrus Ali sudah Islam, sudah berbulan-bulan yang lalu, anda paling baru mendapat gandaan VCD Makhrus beberapa minggu yang lalu paling….iya kan?”

    MISSIONARIS: “Lho Makhrus Ali itu Kristen”

    MUSLIM: “Ini ada nomer Hp Markus Margianto alias Makhrus Ali, mau saya telfonkan dengan Loud Speaker (sambir masuk ke contacts dan kursor pada Makhrus Ali (Habib Gadungan))?”

    MISSIONARIS: (terdiam…)

    MUSLIM: “Anda masih orang baru yang belajar memakai bahan lama yang sudah expired, kalau ingin “mengganggu” aqidah umat Islam sebaiknya dengan argumen yang masuk akal, baru dan lebih hebat dari argumen yang itu-itu saja, ada satu kardus lemarin es buku yang macam begitu”

    MISSIONARIS: “Oke mas, terima kasih atas waktunya, semoga Tuhan Yesus Memberkati”

    MUSLIM: “Mau Debat topik Yesus bukan Tuhan?”

    MISSIONARIS: “Ha…ha…ha..(tertawa dan tersenyum kemudian, beberapa saat kemudia ia turun dari bisa di pertigaan Pandaan, Jawa Timur)

    Wahai orang-orang kafir,andai kalian mengetahui sebenar-benarnya hakikat neraka itu apa pasti kalian benar-benar menyesal dilahirkan ke dunia.Jangan gitu dong!Selamatkan diri kalian semua.caqpkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian selamat ,malah bukan selamat sahaja malah berjaya ..ya..berjaya..ha ha ha ..kalian akan berjaya..Silahkan kalian ucapkan.Allah menanti nanti ucapan kalian.Begitu kalian ucapkan terus disambar rahmat dan kasih sayangNya.Amin Ya Allah.

  79. ilham othmany Says:

    skip to main | skip to sidebar Konspirasi Hitam Dunia

    Kamis, 12 Maret 2009
    Pejabat CIA Mengakui Secara Terbuka Bahwa Al-Qaeda Sepenuhnya Merupakan Rekayasa – a Made in the USA Production

    (CIA Officials Openly Admit Al-Qaeda Is a Complete Fabrication – a Made in the USA Production)
    Press Core.ca
    Mar 3, 2009

    Dalam sebuah film dokumenter pembunuh BBC berjudul “The Power of Nightmares” pejabat tinggi CIA secara terbuka mengakui bahwa Al-qaeda sepenuhnya merupakan rekayasa yang tidak pernah ada juntrungannya. Pemerintahan Bush memerlukan sebuah alasan logis sesuai Undang-undang sehingga mereka bisa mencari kambing hitam “orang tidak baik sesuai pilihan mereka” – “the bad guy of their choice” yaitu Undang-undang yang telah diberlakukan dalam rangka melindungi kita dari demonstrasi dan “organisasi kriminal” seperti Mafia. Mereka membayar Jamal al Fadl ratusan ribu dolar agar membuat ceritera mengenai Al-Qaeda untuk Pemerintah Amerika Serikat, sebuah “kelompok” atau organisasi kriminal yang mereka bisa kejar “menurut hukum”.

    sumber: 1dak.com

    “Al Qaeda bukanlah sebuah organisasi. Al Qaeda merupakan sebuah cara kerja … tetapi hal tersebut mempunyai hallmark dalam pendekatannya.”

    sumber: mypetjawa.mu.nu/archives/191417.php

    Al-Jazeera merupakan Saluran Berita Arab terbesar dan yang paling kontroversial di Timur Tengah yang menawarkan berita dari seluruh dunia selama 24 jam setiap harinya dan memusatkan pemberitaannya pada wilayah konflik terpanas. Didirikan pada tahun 1996 dan berkantor di Qatar, jaringan berita Al-Jazeera merupakan jaringan berita yang paling cepat berkembang di antara komunitas berbahasa Arab dan orang-orang yang berbahasa Arab di seluruh dunia. Ketahuilah bahwa Al-Jazeera merupakan media propaganda utama untuk kepentingan Amerika Serikat dan keseluruhan pemrogramannya dilakukan di Amerika Serikat pada Allied Media Corp. Setiap waktu Al-Jazeera melaporkan berita yang baru melalui video atau audio mengenai Al-Qaeda atau bin Laden yang membuat ancaman melawan Amerika Serikat, audio atau video tersebut sebenarnya dibuat di studio Allied Media Corp. Padahal dengan melakukan hal itu, secara esensial pemerintah Amerika Serikat membuat ancaman-ancaman untuk bangsanya sendiri. Allied Media Corp membuatkan untuk Al Jazeera video-video ancaman teroris.

    sumber: http://www.satdirectory.com

    Setiap video, setiap audio tape dari bin Laden atau hantu al-Qaeda yang membuat ancaman melawan Amerika Serikat sebenarnya dibuat di Amerika Serikat. Studio-studio Allied Media Corp membuat video dan audio tape untuk mantan Pemerintahan Presiden Bush dalam rangka Amerika Serikat melanjutkan Perang Melawan Teror serta perang agresi melawan rakyatnya sendiri termasuk negara-negara berdaulat lainnya di dunia. Paska 9/11 video tape dari bin Laden yang menurut dugaan mengakui telah melakukan serangan melawan Amerika Serikat, adalah palsu dan orangnya yang kita harus mempercayainya bahwa dia adalah bin Laden, hanyalah seorang aktor.

    sumber: patterico.com

    George W. Bush menggunakan Allied Media Corp dengan merekayasa pembuatan video dan audio tape yang dilakukan oleh para aktor yang melukiskan bin Laden serta al-Qaeda membuat ancaman melawan Amerika Serikat dalam rangka mepengaruhi serta memaksa Kongres untuk memberi Bush kekuasaan diktator serta merampok hak-hak sipil dan kemerdekaan rakyat Amerika. Bin Laden tidak menyingkirkan kebebasan anda, Bush di Gedung Putih lah yang melakukan. Bin Laden tidak menyerang Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, Pemerintah Anda sendiri lah yang melakukannya. Bin Laden tidak membuat bangkrut Amerika Serikat, Pemerintah Anda lah yang melakukannya – sepanjang sejarah semua kerajaan besar runtuh sebagai akibat pembiayaan yang sangat mahal dalam kampanye agresi. Bin Laden dan Saddam Hussein tidak membunuh lebih dari 1 juta orang warganegaranya yang tidak bersalah, Pemerintah Andalah yang melakukannya – pertama dilakukan oleh Pemerintahan Clinton, kemudian pada masa Pemerintahan George W. Bush dan Dick Cheney dan sekarang masa Pemerintahan Obama. Al Qaeda adalah dan selalu sosok yang dibuat oleh organisasi teroris Amerika Serikat. Terorisme dibuat dalam sebuah agenda politik Amerika Serikat.
    Wahai orang-orang kafir bersegeralah kalian memeluk Islam sebelum terlambat.Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga kaum itu mengubah apa yg ada pada mereka.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.


  80. INDONESIA (Suaramedia) Kebencian terhadap Islam memang tidak pernah berhenti hingga hari Kiamat. Selalu saja ada musuh-musuh Islam yang mencari celah untuk menyatakan permusuhan mereka. Salah satunya adalah dengan blog.
    Cara ini memang cukup efektif dan efesien. Efektif karena dengan cara ini penyebaran bisa tanpa batas. Dan efesien karena mereka membuat blog bisa gratisan.

    Siapa saja yang getol bermain di lapangan blog penghina Islam ini?

    Memang, begitu banyak blog yang terus saja muncul dan berkeliaran di dunia maya Indonesia. Secara umum, blog-blog tersebut banyak dibuat di penyedia jasa blog gratisan, semisal wordpress, multiply, dan lain-lain.

    Kebanyakan tersebarnya informasi tentang situs-situs yang menghina Islam dan Nabi Muhammad berasal dari sebuah forum diskusi. Misalnya, situs lapotuak.wordpress.com tersebarnya melalui forum Faith Freedom (http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/). Situs ini sekarang memang sudah ditutup. Tapi, situs asalnya http://www.faithfreedom.org yang di miliki oleh Ali Sina sampai sekarang masih bisa diakses.

    Siapa Ali Sina? Aslinya dari Iran. Setelah murtad, orang ini menjadi atheis dan tinggal di Amerika. Di sana, ia dan timnya membuat yayasan yang bernama Faith Freedom Internasional. Ia bertekad untuk menghantam Islam lewat lembaga ini.

    Di suatu situs komunitas terbesar di Indonesia, Kaskus (http://www.kaskus.us) bahkan dulu ada satu thread khusus untuk saling menghujat yang diistilahkan dengan nama FC (fight club). Orang-orang bisa berdebat, mencaci maki, menghina, mengejek suatu agama tanpa ada batas.

    Bahkan ada ‘orang gila’ yang membuat thread yang berjudul �Tantangan 2 x 24 jam kepada Allah nya umat Islam�. Si ‘orang gila’ ini menantang Allah, kalau benar Allah itu wujud dia minta dalam waktu 2 x 24 jam dia sudah mati. Sayang, sebelum 2 x 24 jam thread itu sudah di hapus oleh admin. Mudah-mudahan orang gila tadi juga dibuat mati oleh Allah.

    Selain Ali Sina, ada lagi Roy Sianipar. Melalui situsnya http://roysianipar-islamjihadfuckupindonesia.blogspot.com/ dan http://poorestislamijihadinindonesia.blogspot.com/, ia selalu melontarkan hujatan-hujatan sangat kasar dan vulgar terhadap Nabi Muhammad dan Islam. Seperti halnya Ali Sina, orang ini pun belum diketahui keberadaannya. Ada blog yang menyebutkan bahwa si Roy ini tinggal di Australia, dan ia seorang gay.

    Sebuah blog Islam malah sudah memberikan ancaman terhadap Roy: mengharapkan partisipasi blogger muslim untuk menginformasikan keberadaan ROY SIANIPAR kepada mereka. Akan ada tindakan khusus secara offline untuk Roy.
    Wahai orang-orang kafir.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Alla dan nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian akan berjaya.
    Bukan tidak mungkin, masih banyak makhluk-makhluk lain sejenis Roy ini yang hobinya menghujat dan menghina Islam dan Nabi Muhammad. Sangat di butuhkan peran aktivis blogger dan hacker muslim untuk menghentikan tindakan-tindakan mereka yang melampui batas itu.Visit Server Komik Nabi Muhammad Ada di AS (fq/er)

    1. munafik Says:

      KESIMPULAN,:
      MENGAPA KAMI MENOLAK MUHAMMAD, QURAN DAN AULOH:

      MATIUS PASAL 7:
      (15) Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang bauas.
      (16) Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

      Terbukti bahwa, dari quran dan hadist sendiri, menyatakan bahwa muhammad tidak hidup secara achklak benar sebagai nabi, buah perbuatannya, merampok, membunuh, memperkosa, kawin mawin dengan anak (pedofile), menantu, ngawini lebih dari 4 (bahkan lebih 22). telah membuktikan, bahwa dia tidak lebih dari seseorang dengan kemunafikan sebagai nabi dan penjahat.


  81. PERNIKAHAN NABI MUHAMMAD

    Sebenarnya berapa jumlah pasti istri Nabi Muhammad menurut riwayat masih simpang siur. Ada yang mengatakan 10, 11 atau 12. Selama Nabi menikah dengan Khadijah selama hampir 25 tahun, Nabi Muhammad belum pernah melirik wanita lain untuk dijadikan istri. Nabi Muhammad sangat sayang dan setia kepada istri pertama beliau “Khadijah”. Baru setelah Khadijaf wafat dimana usia nabi Muhammad sekitar 50 tahun, beliau menikahi beberapa wanita. Dan dari semua isteri-istri beliau Aisyah-lah yang dinikahi dalam keadaan gadis (perawan). Bahwa kurang lebih dalam waktu 10 tahun nabi Muhammad menikahi wanita sekitar 10 orang. Jadi rata-rata 1 orang 1 tahun, karena tahun-tahun itu penuh peristiwa yang mengharuskan nabi Muhammad mengambil langkah ini. Beberapa pakar Muslim dan non-Muslim yang obyektif mengakui bahwa perkawinan-perkawinan sepeninggal Khadijah dilakukan dengan motif politik dan sosial.

    John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad saw. adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).

    1. Motif politik politis (seperti pada Juariyah, Safiyah, Maimunah) dilakukan untuk menguatkan kedudukan Islam dengan perkawinan antar pemuka suku. Seperti kita ketahui jaman dulu kerajaan-kerajaan di Indonesia mengadakan perkawinan bangsawan antar suku baik dari dalam dan luar negeri untuk menguatkan kedudukan dan pengaruh.

    2. Motif Sosial dilakukan dalam rangka merawat anak, rumah tangga (seperti pada Sawda, Maria) pendidikan (seperti pada Aisyah), penegasan hukum (pada kasus Zainab), mengkader da’iyah (Safiyah), dan yang terbanyak adalah perlindungan terhadap para janda mukmin yang ditinggal mati oleh suaminya dalam perang, para janda yang terlantar atau yang menyerahkan diri pada Nabi, dll.

    FITNAH TERHADAP PERNIKAHAN NABI MUHAMMAD

    Kaum Kafir selalu berusaha menghancurkan akidah Islam dengan berbagai cara. Setelah mereka berhasil menghancurkan ajaran Yesus (Isa), maka mereka berusaha menghancurkan Islam. Adapun salah satu yang mereka bidik adalah pernikahan-pernikahan yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw. Dari sekian banyak istri nabi Muhammad, setidaknya ada 2 orang yang sering dijadikan oleh kaum Kafir sebagai fitnah keji. Yaitu pada istri Nabi Muhammad yang bernama “Zaenab binti Jahesy” dan “Aisyah”.

    FITNAH TERHADAP ZAENAB BINTI JAHESY
    Kaum Kafirin seperti para Misionaris dan Orentialis sering menggunakan pernikahan Nabi dengan “Zaenab” sebagai lahan fitnah. Dan anehnya ada sebagian orang yang mengaku sebagai Muslim ikut-ikutan mengamini terhadap apa yang diucapkan oleh para Orentialis. Tentang pernikahan ini tertuang dalam surat Al-Ahzab (33) : 37.

    [33.37] Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

    Maksud dari kalimat yang digarisbawahi adalah :

    “sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya,” maksud dari kalimat ini adalah bahwa Nabi Muhammad sudah mengetahui bahwa beliau akan menikah dengan Zaenab.

    “dan kamu takut kepada manusia” . Maksud dari kalimat ini adalah Beliau takut jika beliau melaksanakan rencana ini. Beliau merasa segan dan malu kepada orang Yahudi dan Munafik karena pasti jika rencana ini dilakukan beliau akan menjadi bahan ejekan dan cemoohan serta hujatan, dan ini membuat beliau takut ajaran beliau dan citra beliau menjadi buruk. Dan apa yang dikhawatirakn Nabi Muhammad terjadi yang mana para Misionaris mengartikan kalimat ini “sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya,” sebagi rasa “cinta” dengan imajinasi yang kotor bahwa nabi ketika berkunjung ke rumah Zaenab melihat baju Zaenab terbuka oleh hembusan angin sehingga kecantikannya terlihat nabi. Dan anehnya pendapat ini dinukil oleh guru para muffasir ath-Thabari. Banyak ulama memahami kalimat ini sebagai teguran keras kepada nabi.

    “sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti”. Maksud dari kalimat ini agar nabi tetap melaksanaan perintah Allah sebagai dukungan terhadap beliau dan penghinaan atas musuh-musuh beliau . Sebagai peringatan kepada musuh beliau bahwa Beliau tidak bisa dipengaruhi dan diricuhi.

    Menikahi istri bekas anak angkat merupakan hal yang masih tabu pada saat itu, dengan demikian Nabi Muhammad mendobrak sifat tabu tersebut.

    FITNAH TERHADAP AISYAH
    Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti berapa usia Aisyah saat menikah dengan Rasulullah. Banyak riwayat saling bertentangan. Ada yang bilang 9 tahun, 14-15 tahun, 18 tahun dll, dan kita sebagai Muslim tentu cenderung memilih yang positif dan lebih masuk akal karena itu sesuai dengan akhlak Nabi Muhammad yang agung yaitu Aisyah berumur sekitar 18 tahun.. Untuk itu mari kita menganalisis sejenak untuk mengetahui yang sebenarnya.

    <= 610 M: Masa Jahiliyah (Masa keburukan Akhlak)
    610 M: turun wahyu pertama
    610 M AbuBakr menerima Islam
    613 M: Nabi Muhammad mulai menyebarkan Islam
    615 M: Hijrah ke Abyssinia.
    616 M: Umar bin Khattab menerima Islam
    620 M: disepakati Nabi meminang Aisyah
    622 M= 1 Hijriyah Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Madinah
    623/624 M: disepakati tahun Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
    625 M: Perang Uhud
    KEMUNGKINAN UMUR 9 TAHUN

    Berita mengenai pernikahan Rasulullah Muhammad dengan Aisyah di umur 9 tahun sebenarnya hanya diriwayatkan oleh Hisyam ibn Urwah, setelah Hisyam ibn Urwah pindah dari Madinah ke Iraq pada umur diatas 70 Tahun. Sebelum itu (di Madinah), yaitu sebelum kepindahan Hisyam ke Iraq, tidak ada selentingan mengenai Pernikahan Rasulullah dan Aisyah. Bahkan para sahabat utama tidak juga mempergunjingkan. Karena secara Islam tentu tidak akan ada yang mau menyerahkan putrinya untuk dinikahkan pada usia 7 atau 9 tahun karena syarat-syarat pernikahan dalam Islam antara lain : Sudah dewasa, sehat jasmani rohani, beriman dan berakhlak bagus, dan yang terakhir jika semuanya sudah siap yaitu harus segera memberi nafkah lahir dan bathin. Kalau belum dirasa dewasa, ada baiknya ditunggu sampai dewasa. Jika anda meminang dengan seorang gadis yang belum dewasa padahal anda sudah matang secara lahir bathin tentu anda tidak sabar untuk melakukan hubungan suami istri, sehingga anda harus menunggunya dewasa, tetapi jika anda berpoligami tentu hasrat itu bisa disalurkan lewat istri lain yang sah. Dan itulah teladan Nabi Muhammad.

    Hadits itu berdasarkan riwayat, dan riwayat tentang pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisyah ketika berumur 9 tahun hanya bersumber dari Hisyam ibn Urwah. Padahal hadits itu dianggap sah minimal jika ada 2 atau 3 orang yang meriwayatkan hal serupa dan tidak bertentangan dengan Al-Quran.

    Menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : “Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

    “Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

    “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

    Mungkin usia tua menjadikan Hisyam sudah tidak relevan lagi dalam memberikan informasi terutama berita tentang pernikahan Rasulullah dengan Aisyah. Tentu menjadi sebuah pertanyaan bahwa dari sekian banyak hadits mengapa hanya ada satu hadits yang menyinggung pernikahan Rasulullah dengan Aisyah saat berumur 9 tahun. Bahkan hadits shahih pun tidak membicarakan. Sedikitnya hadits yang membahas pernikahan Rasulullah dengan Aisyah saat berumur 9 tahun membuktikan bahwa hal berita ini tidak kuat.

    Setelah meninggalnya Khadijah, Khaulah menyarankan kepada Nabi untuk menikah lagi. Kahulah berkata: “Anda dapat meminang perawan (bigir atau bikr) atau wanita janda (thayyib)”. Disaat Rasullah saw menanyakan siapakah kira-kira perawan itu (Bigir),Khaulah mengajukan nama Aisyah. (Ahmad ibn Hanbal : Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol 6, halaman 210, Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut)

    Dalam bahasa Arab makna kata “Bigir” tidak digunakan untuk anak kecil yang baru berusia 9 tahun ,kata yang tepat untuk anak seusia itu (9 tahun) adalah “Jariyah ,Bigir di gunakan untuk perempuan yang belum menikah (masih perawan) dan barang tentu anak usia 9 tahun bukanlah seorang Bigir.

    KEMUNGKINAN UMUR 18 TAHUN

    Aisyah adalah anak Abu Bakar dan Menurut Tabari: Keempat anak Abu Bakar RA dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah, jadi sebelum 610 M. (Tarikh alMamluk, alTabari, Jilid 4, hal.50).

    Jadi menurut data diatas kalau Aisyah dilahirkan sebelum 610 M dan dipinang tahun 620 M, maka kemungkinan umur beliau diatas 10 tahun dan hidup serumah sebagai suami istri diatas 13 tahun. Untuk mengetahui usia Aisyah dengan tepat maka bisa kita perbandingkan dengan umur kakak Aisyah “Asmah”.

    Menurut Abd alRahman ibnu abi Zannad: “Asmah 10 tahun lebih tua dari Aisyah RA (alZ ahabi, Muassasah alRisalah, Jilid 2, hal.289). Menurut Ibnu Hajar alAsqalani: Asmah hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 73 atau 74 Hijriyah (Taqrib al Tahzib, Al-Asqalani, hal.654). Menurut Ibn Kathir: Asma menyaksikan anaknya terbunuh saat tahun 73 setelah Hijrah, 5 hari kemudian dia meninggal dan banyak pula yang meriwayatkan beliau meninggal setelah 10 hari ada pula yang mengatakan beliau meninggal setelah 20 hari bahkan ada yg berpendapat 100 hari setelahnya, dan saat meninggalnya beliau berusia 100 tahun (Al-Bidaayah wa al-Nihaayah,Ibn Kathir,Vol 8,Halamn 372,Arabik,Dar al-fikri al-arabiy,Al-jizah,1993)

    Kita ambil saja usia Asmah saat meninggal tahun 73H. Berarti saat Hijrah ke Madinah (Tahun 622 M=1H), Asmah berusia 100-73 =27. Berarti tahun 622 M, Asmah berusia 27 tahun. Sehingga usia Aisyah saat itu yaitu 27-10 = 17 tahun. Berarti saat dipinang (620 M) Aisyah berumur 15 tahun, dan hidup sebagai suami istri (623 M) Aisyah berumur 15+3= 18 tahun

    Aisyah ra berkata : Aku masih gadis ,ketika ayat 46 dari Surah Al-Qamar di turunkan (Sahih Bukhari, Kitab Al-Tafsir,Arabik,Bab Qaulihi Bal al-saa’atu Maw’iduhum wa al-sa’atu adhaa wa amarr).

    Surah Al-Qamar di turunkan 9 tahun sebelum peristiwa Hijrah (622 M) dan Aisyah dipinang 2 tahun sebelum Hijrah (620 M) , dan menurut pengakuan Aisyah bahwa dia bukan saja sudah lahir sebelum turunnya Surah Al-Qamar namun pula Aisyah juga adalah seorang gadis. Jadi ketika 9 tahun sebelum Surah 46 Al-Qamar turun Aisyah sudah gadis. Hijrah tahun 622 M, dan Aisyah dipinang tahun 620 M, sehingga selisih 9 – 2 = 7. Seorang anak dikatakan sudah gadis biasanya dilihat mulai dari pertama kali dia Haid. Dan tentu tiap wanita tidak sama waktu pertama haidnya. Biasanya antara usia 11-14 tahun. Jika kita ambil mulai berumur 11 tahun-an berarti umur Aisyah saat menikah 7 + 11 = 18

    “Fatimah ra terlahir di saat renovasi Kaa’bah ,disaat Nabi Muhammad saw berusia 35 tahun…Fatimah berusia 5 tahun dari Aisyah”. (Al-Isabah fi Tamyeez al-Sahaabah, Ibn Hajar al-Asqalaniy, Vol. 4, Halaman. 377, Arabik, Maktabah al-Riyadh al-Haditha, al-Riyadh, 197)

    Wahyu pertama turun saat Nabi usia 40 tahun (610 M). Aisyah dipinang oleh Rasulullah tahun 620 M. Jadi selisihnya 620-610 = 10 tahun. Fatimah lahir saat Nabi umur 35 tahun. Jadi saat Nabi berumur 40 tahun, Aysiah berumur 5 tahun. Jadi saat dipinang Aisyah berumur 10+5=15 tahun dan menikah (serumah sebagai suami istri) berumur sekitar 10 +5+3 = 18 tahun

    KEMUNGKINAN UMUR 15-AN TAHUN

    Dan Anas ra menceritakan bahwa di hari dalam perang Uhud (625 M),orang-orang tidak dapat berdiri di sekeliling Nabi saw dan aku melihat Aisyah ra dan Ummu Salaim ra menarik keatas pakainnya supaya tidak menghambat geraknya. (Bukhari,Kitab al-Jihad wa al-siyar,Arabik,Bab Ghazwi al-nisaa wa gitalihinna ma’a al-rijaal)

    Ibn Umar ra mengatakan” bahwa Nabi Muhammad saw tidak mengizinkan aku ikut serta dalam perang Uhud (625 M) karena saat itu aku baru berusia 14 tahun. Tapi saat dalam perang Khandaq ketika aku berusia 15 tahun sang Nabi mengizinkan aku turut serta”. (Bukhari al-maghaazi, Baab ghazwah al-khandaq wa hiya al-ahzaab)

    Dari data diatas dapat dilihat bahwa Umur Aisyah diatas 15 tahun saat perang Uhud. Jadi saat berumah tangga (624 M) umurnya sekitar 14-15 tahun

    KESIMPULAN :

    Berapapun usia Aisyah saat menikah dengan Nabi Muhammad, tentunya Nabi Muhammad menunggu masa Akil Baligh dari Aisyah. Karena memang inilah dasar untuk menikah dalam Islam yaitu sudah dewasa (akil baligh) yang ditandai dengan Haid bagi wanita.

    Sumber:http://vilaputih.wordpress.com/2009/08/25/aisyah-zaenab-digoyang-gosip/
    Jika kita melihat lautan yg luas dari jauh kita akan mengatakan nggak ada apa-apa di lautan itu.Tapi begitu kita mampir di pantainya barulah kita akan dapat mengutip sesuatu.Itupun sekadar kerang-kerangan dan juga mungkin siput-siput.Begitu kita menaiki bot disekitar pinggir pantainya barulah kita dapat menangkap ikan berbagai jenis.Itupun ikan-ikan kecil.Tapi jika kita pergi lebih jauh lagi ke laut luas narulah kita dapat menangkap ikan yg gede-gede,malah mungkin jerung dan juga paus.Dan bila kita menyelam ke dalam laut itu kita malah menemukan kekayaan yg tidak pernah terbayangkan seperti berbagai karangan yg cantik-cantik berbagai warna.Ikan-ikan yg nggak pernah kita lihat.Mutiara yg indah -indah dan sebagainya.Demikianlah agama Islam itu.Jika kita cuman ngeliat dari jauh nggak ada apa-apa.Agama Islam itu nggak boleh dilihat cuman dari jauh.Mesti dipelajari.Sudah dipelajari diamalkan.Kemudian dihayati barulah kita dapat merasakan apa yg nggak pernah kita rasakan sebelum ini.Ayo!wahai orang-orang kafir semua.Cepat pelajari Islam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian akan berjaya.

  82. ilham othmany Says:

    Muamalah Rasulullah dengan Bani Quraidzah
    Sikap Interaksi Rasulullah dengan Bani Quraidzah

    Dan bantahan atas syubhat-syubhat yang terdapat disekitarnya

    DR. Jum’ah Ali al-Khauly

    (Ketua bagian Aqidah di Fak. Dakwah dan Ushuluddin)

    Mengenai sikap interaksi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam dengan bani quraidzah, kita tidak ingin tergesa-gesa menghukuminya.Kita katakan bahwa sesungguhnya beliau shalallahu ‘alaihi wasalam mengatasi masalah dengan satu-satunya cara yang tidak berguna cara selainnya, atau memberi jalan keluarnya yang tepat.Kita tidak menginginkan tergesa-gesa dalam menghukuminya sebelum kita memperhatikan situasi dan kondisinya.Telah diketahui bahwa setelah kedatangan Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam di kota madinah, beliau mengadakan perjanjian dengan orang-orang yahudi bani quraidzah yang ada di dalamnya. Hal ini tercatat sebagai gencatan senjata pertama dalam sejarah dunia[1].

    Di antara poin-poin perjanjian ini sebagai berikut:Adanya komitmen setiap dari kaum muslimin dan kaum yahudi untuk hidup damai di antara keduanya dan tidak berbuat dzalim satu dengan kelompok yang lain[2]
    Masing-masing dari kedua belah pihak berjanji untuk saling membela kota Madinah dari serangan luar , serta wajib bagi kaum yahudi bergabung bersama kaum mukminin selama dalam perang[3]
    Pada tahun kelima dari hijrah, kaum muslimin melewati kondisi-kondisi yang berat ketika terhimpun kekuatan terbesar musuh untuk membinasakan kaum muslimin di kota Madinah. Pasukan gabungan itu melingkari kota Madinah dengan jumlah 10.000[4] orang dari kaum musyirikin quraisy dan kabilah-kabilah Ghathafan, Asyja’, Asad, Fizaaroh, serta Bani Salim. Jumlah kaum muslimin waktu itu tidak lebih dari 3000 pejuang[5]. Berdasarkan nash-nash perjanjian yang mengikat dua kelompok, seharusnya kaum yahudi Bani Quraidzah bergabung dalam barisan kaum muslimin untuk menghadapi kekuatan yang merayap ke kota Madinah. Namun yang terjadi adalah kebalikannya.

    Pada saat-saat kritis seperti ini, kaum muslimin dikagetkan dengan pengkhianatan bani Quraidzah yang tidak memperhatikan hak tetangga, tidak pula menghormati janji. Mereka bergabung dengan barisan musuh untuk membinasakan kaum muslimin.Bani Quraidzah telah mengkhianati perjanjian. Berita bergabungnya mereka dalam barisan musuh menyebabkan kekhawatiran yang mendalam bagi kaum muslimin, karena kaum muslimin tidak menyangka hal ini akan terjadi pada saat-saat kritis seperti ini.

    Pada mulanya Rasul berusaha menyembunyikan berita tersebut dari kaum muslimin karena khawatir akan terjadihal-hal yang tidak diinginkan. Beliau segera mengutus delegasi yang terdiri dari Sa’ad bin Mu’adz (Pemuka suku Aus), Sa’ad bin ‘Ubadah (pemuka suku Khazroj), Abdulllah bin Rowahah serta Khawaat bin Jubair supaya mengingatkan kaum tersebut akan perjanjiannya dengan kaum muslimin, dan mewanti-wanti mereka akan resiko terhadap apa yang mereka lakukan. Nabi berkata , “Pergi dan lihatlah mereka, apakah benar kabar yang sampai kepada kita tentang mereka atau tidak ! Jika benar, isyaratkan kepadaku. yaitu, perkataan samar yang tidak jelas sehingga orang-orang tidak mengetahuinya. Akan tetapi apabila mereka masih memenuhi perjanjian, maka sampaikan kepadaku dengan perkataan yang jelas sehingga orang-orang dapat mengetahuinya…” Rombongan sahabat itupun segera berangkat mendatangi Bani Quraidzah. Mereka mendapati Bani Quraidzah dalam keadaan paling buruk sebagaimana kabar yang sampai kepada Nabi. Kaum Yahudi itupun berkata-kata tentang Nabi ,” Siapakah Rosulullah ? kami tidak ada perjanjian sama sekali dengan dia.” Para sahabat segera kembali dan melaporkan semuanya dengan isyarat kepada Nabi. Maka Nabipun berkata,” Allahu akbar, berbahagialah wahai kaum Muslimin !”[6]

    Begitulah apa yang dilakukan oleh pembesar kaum tersebut. Mereka menyatakan bergabung dengan musuh dan mulai memberikan bantuan berupa harta benda. Pengkhianatan mereka dari belakang itu merupakan tamparan yang keras bagi kaum muslimin dibandingkan serangan ahzab (para sekutu) dari luar kota Madinah. Karena kaum muslimin sama sekali tidak menyangka akan didatangi rasa takut dari dalam benteng yang aman. Ketika itulah bahaya semakin besar dan ketakutanpun memuncak, dimana para musuh datang dari arah atas dan bawah, sehingga kaum mu’minin banyak yang berprasangka tidak baik, dan semakin nampak kemunafikan dari sebagian orang-orang munafik yang membuat fitnah dan kegoncangan dalam jiwa kaum muslimin di kota Madinah, sampai-sampai salah seorang dari mereka mengatakan; “Dulu Muhammad pernah menjajikan kita perbendaharaan Kisra dan Kaisar. Padahal pada hari ini, seorang dari kita tidak merasa aman untuk pergi ke tempat buang hajat”.[7]

    Beginilah situasi yang terjadi pada perang Ahzab, sehingga sebagaimana yang diceritakan Ummu Salamah –istri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam – mengenai kondisi kaum muslimin pada waktu itu dalam pernyataannya; “Aku menyaksikan bersama Rasulullah berbagai peristiwa perang dan rasa takut, aku menyaksikan peristiwa Muraisi’, Khaibar, Perjanjian al Hudaibiyah, Penaklukan kota Makkah, serta Perang Hunain. Tidak ada peristiwa yang lebih melelahkan Rasulullah dan mengkhawatirkan kami dari peristiwa Khondaq, hal ini lantaran kaum muslimin dalam kondisi rawan, dan anak-anak kami tidak aman dari Bani Quraidzah. Kota Madinah dijaga ketat hingga pagi hari dan terdengar takbir kaum muslimin sehingga kaum tersebut merasa takut[8], akan tetapi pertolongan Allah datang untuk menolong keimanan dan pemiliknya serta menghancurkan kesyirikan dan gembongnya. Allah berkehendak untuk menjauhkan sejauh-jauhnya sumpah untuk bersekutu antara kaum musyrikin dan kaum yahudi.

    { وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْراً وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ } (الأحزاب الآية 25).

    Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan , dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.(Al Ahzab : 25)

    Dan setelah kaum musyrikin dan para sekutunya mundur dengan membawa kekalahan, kaum muslimin kembali ke tempat mereka di Madinah. mereka mengistirahatkan diri dari keletihan jihad, dan menenangkannya setelah tertimpa kegoncangan jiwa selama sebulan penuh. Tampaknya sebagian orang menyangka bahwa perkara sudah selesai sampai batas ini, akan tetapi apakah orang-orang yang telah melanggar perjanjian akan dibiarkan tanpa adanya perhitungan dan pelajaran? Tidak !. Keadilan Rabb tidak menghendaki seperti itu . Oleh karena itu hukuman merekapun disegerakan.

    Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam telah mandi dari bekas berjaga-jaga pada perang Ahzab di rumah Ummu Salamah radhiallahu ‘anha tiba-tiba muncul dihadapannya Jibril ‘alaihissalam sembari mengatakan; “Apakah engkau meletakkan senjata wahai Rasulullah“, beliau menjawab; “Ya“. Dia berkata; “Akan tetapi para malaikat tidak meletakkan senjatanya, dan kini saatnya aku kembali untuk menuju kaum itu”.[9] Lalu berkata; “Sesungguhnya Allah memerintahkan engkau untuk bangkit menuju Bani Quraidzah, aku akan pergi kepada mereka dan akan ku goncangkan mereka”. Maka beliau menyeru kaum muslimin; “Ketahuilah, janganlah seseorang shalat ashar melainkan di Bani Quraidzah”. Maka berjalanlah manusia hingga sebagian mereka mendapatkan waktu ashar di jalan, sebagian mengatakan,” Kita tidak akan shalat hingga sampai ke tempat tujuan.” Yang lain berkata, “Tidak, kita shalat dulu, beliau tidak bermaksud seperti itu.” Kabar inipun sampai kepada Rasulullah dan beliau tidak menyalahkan seorang dari mereka.[10]

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam segera mengikuti para sahabat setelah beliau menyerahkan kota Madinah kepada Abdullah bin Ummi Maktum. Beliau mengepung kaum tersebut selama sebulan atau 25 hari[11]. Ketika pengepungan telah berlangsung lama, mereka menawarkan supaya dibiarkan keluar menuju Adzri’aat di Syam dengan meninggalkan harta yang mereka miliki. Rasulpun menolak dan menuntut mereka supaya menyerah tanpa syarat. Bani Quraidzah pun menerima, dan mengikuti hukum Rasulullah SAW,

    Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam menyerahkan hukum mereka kepada Sa’ad bin Mu’adz, salah seorang pemuka suku Aus[12]. Dalam pemilihan Saad itu menunjukkan kebijaksanaan Rasulullah SAW, jauhnya pandangan beliau, dan pengetahuannya terhadap perasaan hati mereka. Hal ini karena Sa’ad dahulu sekutu Bani Quraidzah di masa jahiliyah.Kaum yahudi senang dengan pilihan tersebut. Mereka menyangka orang ini akan berbuat baik kepada mereka dalam putusan hukumnya.

    Sa’ad melihat kenyataan tersebut dari semua sisi. Dia menyaksikan langsung peristiwanya dan mengetahui dengan jelas perjanjian yang tertulis antara keduanya. Sa’ad sendiri yang mengingatkan mereka di awal perkara agar mereka kembali dari pengkhianatan dan penyimpangan mereka, namun kaum tersebut tetap dalam pengingkaran, tidak memperhitungkan akibatnya dan tidak menjaga sumpahnya atas nama Allah. Oleh karena itu ketika ia berbicara mengenai perkara mereka yang lebih dari satu kali, ia mengatakan,” Telah tiba saatnya bagi Sa’ad untuk tidak takut celaan orang yang mencela di dalam hukum Allah“.[13]

    Sesudah Sa’ad radhiyallahu ‘anhu mengambil perjanjian dari kedua belah pihak agar menerima apa yang akan putuskan[14], Ia memerintahkan Bani Quraidzah untuk turun dari benteng-benteng mereka dan meletakkan senjata. merekapun melakukannya. Selanjutnya dia berkata; “Aku putuskan agar orang-orang yang ikut perang dari mereka untuk dibunuh dan ditawan anak-anak dan harta-harta mereka“. Maka Rasul pun bersabda: “Sungguh engkau telah memutuskan dengan hukum Allah dari atas langit yang tujuh“[15]. Rosulullah kemudian menyuruh untuk dilaksanakan hukuman tersebut. Merekapun diseret menuju parit-parit di kota Madinah. Kaum lelaki mereka dibunuh. Kaum wanita dan anak-anak yang belum baligh ditawan. Bani Quraidzah pun mendapatkan seburuk-buruk tempat kembali atas pengkhianatan keji mereka.

    Ini sesuai dengan firman Allah;

    { وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقاً تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقاً. وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضاً لَمْ تَطَأُوهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيراً } (الأحزاب الآية 26. 27).

    (26)Dan dia menurunkan orang-orang ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.(27) Dan dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.

    Disini tampak oleh sebagian orang yang menyudutkan islam dan membesar-besarkan tindakan Rasululah terhadap Bani Quraidzah. mereka menganggap bahwa hukuman eksekusi berjamaah yang telah dilaksanakan pada mereka itu merupakan suatu kekejaman dan kekerasan, dan bahwasanya bisa saja beliau menghukum mereka dengan hukuman yang lainnya seperti diusir atau diasingkan. Maka kita katakan kepada mereka:

    Pertama; apa yang akan terjadi jika perang Ahzab selesai sesuai dengan apa yang dirancang oleh Bani Quraidzah dan para sekutu mereka, bukankah akan terjadi pemusnahan terhadap kaum muslimin semuanya ?

    Tidaklah kaum yahudi ambil bagian dalam makar busuk ini melainkan setelah mereka yakin bahwa mereka (dengan bantuan kaum musyrikin) akan mampu menghancurkan islam dengan menyeluruh sampai ke akar-akarnya. Karenanya mereka tidak segan-segan untuk mengkhianati perjanjian dengan kaum muslimin dalam bentuk yang amat buruk.[16]

    Kaum yahudi itu sangat berambisi agar upaya ini berakhir dengan keberhasilan, sehingga mereka meminta para sekutu dan kaum musyrikin agar menyerahkan sebanyak 70 pemuda dari anak-anak mereka sebagai jaminan di sisi mereka bahwa para sekutu tidak akan mundur dari kota Madinah melainkan setelah mengosongkan dan membinasakan kaum muslimin di Madinah.[17]

    Awalnya Orang-orang yahudi bimbang untuk berserikat dengan barisan kaum musyrikin. Ketika itu Ka’ab bin Asad al-Quradzi berkata kepada Huyay bin Akhthab yang datang untuk menghasutnya agar bergabung bersama mereka, lantas ia pun berkata kepadanya; “Sungguh engkau orang yang mendatangkan kesialan, dan sungguh aku telah berjanji dengan Muhammad, maka aku tidak akan melanggarnya“[18]. Akan tetapi, tatkala mereka mendapatkan berita-berita kuat yang menyatakan bahwa situasi kaum muslimin dalam keputusasaan dan mereka tidak akan bertahan lama menghadapi pasukan musuh yang berjumlah besar, mereka bergegas untuk bergabung bersamanya. Maka kaum yahudi –semoga Allah tidak mentaqdirkannya- jika ditaqdirkan menguasai kaum muslimin, mereka tidak akan ragu sedikitpun untuk membunuh dan memusnahkan, sesuai tabiat mereka yang tidak mempermasalahkan dalam hal memerangi orang lain dan menghalalkan darahnya,

    { ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الْأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ } (آل عمران الآية 75).

    Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. mereka Berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka Mengetahui.

    Dalam kitab injil “perjalanan kedua” dikatakan,” Maka tatkala kamu telah dekat dengan kota untuk memeranginya, maka ajaklah penduduknya untuk berdamai. Jika mereka menyambut ajakanmu dan membukakan pintunya maka setiap lembah yang ada didalamnya adalah milikkmu, untuk kamu gunakan dan melayanimu. Apabila mereka tidak menyerah kepadamu bahkan memerangimu maka kepunglah mereka. Apabila tuhanmu memenangkanmu atas mereka, maka bunuhlah seluruh laki-lakinya. Adapun wanita, anak-anak, hewan peliharaan, semua yang ada di kota dan semua harta rampasan adalah milikmu sebagai harta rampasan. Kamu boleh memakan harta rampasan musuh yang telah tuhan berikan untuk mu. Demikian pula perlakuanmu terhadap semua kota yang jauh, yang bukan daerah umat ini. Adapun daerah-daerah -tertentu -ini, yang telah tuhan berikan sebagai bagianmu maka janganlah kalian ambil karena itu dilarang.” Yaitu lepaskanlah.[19]

    Oleh sebab itu, Muhammad Ali mengomentari teks ini dalam kitabnya,Hayatu Muhammad wa Risalatuh (Kehidupan Muhammad dan risalahnya) dengan ucapannya: “Inilah keputusan Sa’ad yang sesuai dengan syariat agar kaum lelaki Bani Quraidzah dibunuh, kaum wanita dan anak-anak mereka ditawan serta harta benda mereka dirampas. Meskipun tampaknya hukuman ini kejam, namun sungguh hukuman ini sesuai dengan peraturan yang kaum yahudi putuskan –dengan mengikuti syariat kitab mereka- terhadap para musuh mereka yang kalah. Maka apa yang ditentang atas kerasnya hukuman ini? [20]

    Sikap menerima bahwa hukum syariat adalah hukum yang paling manusiawi wajib pegang teguh. Maka peraturan apapun yang dibawa syariat merupakan hukum yang paling lembut dan paling baik yang dipersembahkan Islam untuk manusia.

    Kedua: Bahwa kaum yahudi belum pernah mendapatkan dari kaum muslimin sepanjang dalam perjanjian melainkan kebaikan dan pemenuhan janji, sebagaimana yang mereka akui. Maka ketika Huyay bin Akhthab menemui Ka’ab bin Asad al-Quradzi dan menghasutnya untuk membatalkan perjanjian dengan Rasulullah SAW, ia berkata; ‘Tinggalkan aku dan urusanku, karena sungguh aku tidak pernah melihat Muhammad kecuali sifat jujur dan menepati janji.[21] Namun Huyay bin Akhthab terus menghasutnya hingga mau berkhianat dan melanggar perjanjian.

    Ketiga: Hukuman ini, meskipun datangnya dari Sa’ad bin Mu’adz, ia berkedudukan sebagai hukum yang datang dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam, lantaran beliau menyetujuinya. Persetujuan Rasul shalallahu ‘alaihi wasala itu seperti ucapan dan perbuatannya sebagaimana yang dikenal oleh ahli hadits, Sedangkan Rasulullah tidaklah berbicara dengan hawa nafsunya, maka seakan-akan itu merupakan hukuman Allah dan Rasul terhadap mereka para pengkhianat.

    Oleh sebab itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda kepada Sa’ad; “Sungguh engkau telah memutuskan hukuman terhadap mereka dengan hukum Allah dari atas langit lapis tujuh “[22] dalam riwayat at-Thabari; “Sungguh engkau telah memutuskan hukuman terhadap mereka dengan hukum Allah dan hukum RasulNya.”[23]

    Selanjutnya bukankah Jibril yang berdiri dihadapan Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam tatkala beliau sedang mencuci kepalanya sekembalinya dari perang Ahzab. Jibril memerintahkan beliau agar menuju Bani Quraidzah. Jibril berkata,” Sesungguhnya Allah menyuruh engkau wahai Muhammad agar berjalan menuju Bani Quraidzah, sungguh aku berangkat menghadapi mereka dan aku goncangkan tiang-tiang mereka”. Dalam riwayat lain “Bangkitlah dan ikatlah senjatamu, demi Allah aku benar-benar akan mengguncangkan mereka…..[24]” Maka tidaklah hal ini menunjukkan sesuatu selain kebinasaan yang sempurna dan siksa yang keras dari Rabb semesta alam untuk setiap penjahat dan pengkhianat.

    Keempat: Bahwa undang-undang di negeri manapun saat ini ada hukuman mati atas orang yang mengkhianati tanah airnya dan melakukan komunikasi dengan musuh atau memata-matainya. Salah seorang penulis buku modern menyatakan; “Seandainya orang-orang yang mencela hukuman Sa’ad terhadap Bani Quraidzah mempelajari undang-undang modern dengan pembelajaran yang dalam dan mempraktekkannya pada masalah Bani Quraidzah, niscaya akan memandang bahwa undang-undang abad ke 20 tidak berbeda dengan apa yang dicetuskan oleh Sa’ad bin Mu’adz. Sungguh telah terjadi antara Rasul SAW dengan kaum yahudi Bani Quraidzah sebuah perjanjian yang memelihara hak-hak kedua belah pihak dan mengharuskan setiap kelompok menolong kelompok yang lain jika menghadai marabahaya dalam perang, namun kaum yahudi malah melakukan propaganda dan bergabung dengan para musuh. Menjatuhkan kaum muslimin di antara dua batu besar di kota Madinah dalam keadaan panas oleh api permusuhan kaum musyrikin dari satu arah dan kedzaliman kaum yahudi dari arah yang lain. Dengan demikian mereka melakukan pengkhianatan dengan tiga kejahatan[25]

    Mengangkat senjata ke arah pemimpin kota Madinah bersama musuh asing
    Melakukan penyelinapan ditengah-tengah musuh lawan kaum muslimin
    Mempermudah jalan masuk musuh ke dalam negeri
    Dan undang-undang hukuman masa kini menjadikan hukuman mati untuk setiap kejahatan dari tiga kejahatan tersebut.

    Kelima; Terkadang dikatakan; ” Mengapakah Rasul tidak mensikapi Bani Quraidzah sebagaimana sikap panglima perang yang menang atas pasukan musuh yang menyerah dihadapannya atau mempergauli mereka sebagaimana beliau mempergauli kaum yahudi Bani an-Nadhir dan Bani Qainuqa’ ?”

    Jawaban atas hal itu bahwa Bani Quraidzah bukanlah para tawanan perang hingga membuat condong kepada mereka lantaran kasihan, juga mereka tidak berada dalam kondisi peperangan dengan kaum muslimin, mereka adalah tetangga yang telah berjanji bersama membentuk persatuan negeri yang menuntut kebersamaan dalam melawan musuh di kota Madinah. Akan tetapi mereka malah menampakkan suatu yang lebih berbahaya daripada musuh, dan lebih buruk dari mereka

    Mereka memberikan penginapan terhadap sekelompok manusia –yang ingin memusuhi-, memberikan keamanan dan mengkhususkan mereka dengan hak-hak tetangga dan memberikan perlindungan. Maka merekapun menempatkan diri mereka sebagai pengkhianat yang melakukan makar bersama musuh terhadap warga dan negaranya disaat peperangan sedang berlangsung. Ini adalah pengkhianatan terbesar, tidak ada hukuman bagi mereka di seluruh syari’at melainkan hukuman mati secepatnya.

    Sikap bani Quraidzah ini jelas berbeda dengan sikap Bani Qunaiqa’ dan Bani an-Nadziir.Bani Qunaiqa’ hanya menampakkan kebenciannya dalam ucapan-ucapan mereka, menyebarkan kekhawatiran dan keragu-raguan. Adapun Bani an-Nadziir telah bersekongkol untuk mencalakakan Rasulullah dan mengadakan janji dengan sebagian kaum munafik untuk merealisasikannya. Hanya saja mereka tidak berkesempatan untuk sampai kepadanya tujuan itu.

    Mereka semuanya lebih ringan bahayanya dibandingkan orang –orang yang terang-terangan menghunus pedang dan berdiri dibarisan para musuh, menimbulkan rasa takut dan khawatir di hati dari berbagai sisi. Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam mengusir Bani Qainuqa’ dan Bani Nadhir dari kota Madinah. lantaran mereka pembuat onar dan fitnah juga sumber kesusahan kaum muslimin, Adapun bani Quraidzah inilah golonga yang menghimpun para sekutu dan mengumpulkan kabilah-kabilah bersama kaum musyrikin pada hari Khondaq. Dengan persekongkolan mereka yang telah tercerai berai itu, Mereka memberi kaum muslimin sebuah pelajaran yang memutuskan harapan untuk berhubungan baik dengan mereka.[26]

    Maka terhadap orang-orang yang menganggap buruk hukum yang ditimpakan atas Bani Quraidzah dan menggambarkannya bahwa itu keras dan sadis, wajib baginya mengetahui duduk permasalahan dan pembahasannya agar sadar bahwa orang-orang yahudilah yang melancarkan kehancuran diri mereka sendiri.Dan Allah berkata haq dan Dialah pentunjuk kepada jalan kebenaran.

    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg layak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu Utusan Allah pasti kalian akan berjaya.

  83. ilham othmany Says:

    Who Is Muhammad (SAW) Anyway ?
    ENCYCLOPEDIA BRITANNICA

    “Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya
    (jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)”

    MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di
    YOUNG INDIA):

    “Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan,
    kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup
    halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”

    Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)

    “Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris – bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.”

    ” Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan
    merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad – sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ‘sang penyelamat kemanusiaan’.”

    “Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya
    akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini”

    “Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh
    ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.

    Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63.

    Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari
    peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan
    anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat
    ini – dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”

    MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)

    Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa:

    “Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.

    Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”

    (Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277)

    “Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.

    Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya.

    Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut – hanya dengan kepribadian seperti dia-lah keagungan seperti ini dapat diraih.”

    K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam”

    Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad
    sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah
    seorang pahlawan.

    Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.

    PROF. (SNOUCK) HURGRONJE:

    Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain.

    Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.

    Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi
    legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian
    kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral.
    Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan – dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya
    dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.

    THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP

    “(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade.”

    “Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri.”

    “Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.”

    EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking on the profession of ISLAM write:

    ” ‘Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya’ adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama (HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).

    Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan’ dan demikianlah juga setiap tindakannya.

    SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):

    Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika
    seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: ‘Allah Maha Besar’… Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.

    DIWAN CHAND SHARMA:

    “Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya.
    (D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)

    James A. Michener, “Islam: The Misunderstood Religion,” in READER’S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.

    Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya.
    Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.

    “Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi “Baca” adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis – dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: “Tiada tuhan selain Tuhan.”

    “Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: “Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.”

    “Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya”. (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 – pen.)

    W. Montgomery Watt, MOHAMMAD AT MECCA, Oxford, 1953, p. 52.

    “Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa – semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad”

    Annie Besant, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras, 1932, p. 4.

    “Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”

    Bosworth Smith, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London, 1874, p. 92.

    “Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya.”

    John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330

    “Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di
    Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia … Muhammad”

    John Austin, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P. ‘s and Cassel’s Weekly for 24th September 1927.

    Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.

    Professor Jules Masserman

    “Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas-pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.).
    Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama.”

    Sumber dari milis
    http://groups.yahoo.com/group/ummat_mohammad/
    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah sesungguhnya tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian selamat.

  84. ilham othmany Says:

    persoalan perang sering dijadikan senjata oleh para misionaris maupun menghujat Islam.

    maka dengan ‘redaksi’ yang berbeda-beda menyodorkan ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang perang , yang menurut mereka jahat,tidak sesuai norma dll

    ayat-ayat perang

    1. QS 8:39 Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama
    itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka
    sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

    Untuk memahami ayat sebaiknya kita baca ayat tersebut sebelum dan sesudahnya sehingga tahu konteks perintah tersebut

    30. Dan , ketika orang-orang kafir memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

    31. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala.”

    32. Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.”

    33. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun

    34. Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam, dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

    35. Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

    36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,

    37. supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.

    38. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti , niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku sunnah (hukum) orang-orang dahulu .”

    39. Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

    40. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

    jadi setelah melihat ayat-ayat sebelumnya maka akan jelas sekali seperti apa “konteks perintah perang tersebut” = perintah perang tersebut adalah perintah yang bersyarat =apa syaratnya”

    1. apabila mereka berusaha / berdaya upaya untuk mengusir/ memenjarakan /membunuh (ayat 30)

    2. mereka melecehkan ayat-ayat Allah (ayat 31)

    3 mereka melecehkan dan menantang Allah (ayat 32-34)

    4. mereka menjalankan ibadah tetapi hanya untuk melecehkan (ayat 35)

    5 mereka manafkahkan hartanya untuk menghalang-halangi (ayat 36)

    6. mereka perlu dipisahkan lebih dahulu ,barangkali diantara merka masih ada orang yang baik (ayat 37)

    7. di ingatkan agar berhenti dari tindakan-tindakan (yang sudah diuraikan sebelumnya),dan kalau mereka berhenti maka akan di maafkan / diampuni,tetapi kalau mereka tetap tidak mau berhenti masih diingatkan apa-apa yang pernah terjadi orang-orang terdahulu
    (ayat 3

    8. barulah diperintah berperang (ayat 39)

    9. dan diingatkan bahwa Allah sebaik-baiknya penolong dan pelindung.(ayat 40)

    Kesimpulannya adalah perintah berperang adalah harus memenuhi syarat-syarat seperti di atas, dan menyikapinya harus melalui proses bertahap! = tidak asal-asalan atau tergesa-gesa.Dan paling perlu diingat adalah “persoalan pertama dan utama” yaitu mereka dahulu yang memulai bersikap memusuhi!

    Apakah ajaran seperti ini ajaran yang jahat??
    Bukan ajaran tentang pembelaan diri?
    memerangi orang yang sudah punya niatan Mengusir.memenjarakan,membunuh??
    dan itupun berdasarkan syarat yang sangat banyakdan harus dilakukan secara bertahap dalam menghadapi mereka!

    sudah sangat jelas bahwa “proses perintah peperangan” atau
    diijinkan berperang sudah sangat jelas yaitu berdasarkan kriteria yang jelas dan dilakukan tahap demi tahap hingga di perintah untuk berperang =Seperti ada ungkapan“musuh jangan dicari kalau ada Musuh jangan lari” rasanya ungkapan ini sangat cocok sekali”dan selanjutnya kita lihat ayat-ayat yang dianggap jahat oleh para misionaris dan penghujat Islam

    2. untuk menjawab secara ringkas akan saya ringkas (kelompokan) ayat-ayat yang disampaikannya

    QS 9:5 Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu

    QS 9:14 Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,

    QS 9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

    QS 9:103 Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    QS 9:123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

    a. suasana perang pasti ada “kekerasan”ayat diatas sangat jelas sekali dikutip dari satu surat yaitu At taubah atau surat Baraah. Yaitu surat yang membahas soal “perang” kalau sebelumnya membahas soal :penyebab-penyebab perintah perang maka dalam surat ini akan penjelasan bagaimana menyikapi “saat terjadinya perang”

    Dan begitu khususnya Surat ini maka ada perbedaan yang sangat mencolok dengan Surat-Surat lain yang selalu di awali dengan “Basmalah” tetapi khusus Surat ini tidak. Dan dalam peperangan sudah sangat jelas “membunuh atau terbunuh” jadi aroma kekerasan pasti terjadi dalam peperangan fisik!

    Karena kalau tidak ada kekerasan didalam perang maka tidak mungkin termasuk sebagai “perang”
    Jadi apakah relevan menilai bahwa :”kekerasan didalam perang ‘ itu jahat?

    Yang penjelasan sebelumnya sudah sangat jelas bahwa itu merupakan perlawanan terhadap sebuah kezaliman,yang sudah dilakukan berbagai cara / proses bertahap (diberi peringatan terlebih dahulu dan tahapan-tahapan selanjutnya.

    b. dalam hal waktu ada pembatasan/ waktu-waktu terlarang bulan yang diharamkan (ayat 5 )

    c. Jizyah dan ZakatDan mungkin ada sesuatu yang dianggap Jahat yaitu mengenai Jizyah untuk orang di luar Islam!Benarkah aturan ini Jahat??
    Sebaiknya perhatikan juga bahwa orang Mukmin juga mempunyai kewajiban yaitu Membayar Zakat

    (ayat 103) Sedangkan orang Islam dibebani mem-bayar zakat,jadi kalau orang ahli kitab tidak dibebani membayar apa-apa ,apakah ini adil???

    Yang beragama Islam di wajibkan membayar Zakat tetapi yang tidak Islam dibebaskan??

    = apakah itu keadilan??

    siapapun akan menjawab tidak adil! Tetapi kalau seperti ini semua warga di beri kewajiban membayar (walau namanya saja berbeda) tetapi mereka sama-sama dilindungi bukankah justru inilah keadilan = bukan ajaran Jahat!

    3. QS 2:191 Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

    sekarang kita perhatikan juga ayat sebelum dan sesudahnya

    190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

    191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[*] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

    [*]. Fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.

    193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.

    194. Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormat berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

    setelah kita tahu bagaimana saat perang tetapi ada yang perlu diingat !a. kalau akhirnya terjadi perang dan harus ada kekerasan maka jangan sampai melampaui batas (ayat 190) =
    tidak boleh menggunakan kekerasan secara berlebihan dari apa yang mereka lakukan = yang sepadan dengan apa yang mereka lakukan . bahayanya fitnah yang lebih kejam daripada pembunuhan (ayat 191)

    c. bulan Haram dan tempat yang terlarang untuk berperang tetapi kalau diserang pada saat itu maka tetap berlaku hukum Qishash yaitu boleh balas menyerang (101 &194) maka dalam konteks ini sangat jelas sekali tidak ada ayat kejahatan didalamnya karena semua karena ada sebab / pemicu dari mereka sendiri yang memerangi terlebih dahulu ,= memerangi karena diperangi lebih dahulumaka berlakulah hukum Qisash yaitu membalas yang sepadan / setara tidak boleh melampaui batas!!

  85. ilham othmany Says:

    Sambungan dari yg di atas…
    kita bandingkan saja dengan ayat-ayat alkitab!

    31:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
    31:2 “Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu.”
    31:3 Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Baiklah sejumlah orang dari antaramu mempersenjatai diri untuk berperang, supaya mereka melawan Midian untuk menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian.
    31:4 Dari setiap suku di antara segala suku Israel haruslah kamu menyuruh seribu orang untuk berperang.”
    31:5 Demikianlah diserahkan dari kaum-kaum Israel seribu orang dari tiap-tiap suku, jadi dua belas ribu orang bersenjata untuk berperang.
    31:6 Lalu Musa menyuruh mereka untuk berperang, seribu orang dari tiap-tiap suku, bersama-sama dengan Pinehas, anak imam Eleazar, untuk berperang, dengan membawa perkakas tempat kudus dan nafiri-nafiri pemberi tanda semboyan.
    31:7 Kemudian berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, lalu membunuh semua laki-laki mereka.
    31:8 Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang.
    31:9 Kemudian Israel menawan perempuan-perempuan Midian dan anak-anak mereka; juga segala hewan, segala ternak dan segenap kekayaan mereka dijarah,
    31:10 dan segala kota kediaman serta segala tempat perkemahan mereka dibakar.
    31:11 Kemudian diambillah seluruh jarahan dan seluruh rampasan berupa manusia dan hewan itu,
    31:12 dan dibawalah orang-orang tawanan, rampasan dan jarahan itu kepada Musa dan imam Eleazar dan kepada umat Israel, ke tempat perkemahan di dataran Moab yang di tepi sungai Yordan dekat Yerikho.
    31:13 Lalu pergilah Musa dan imam Eleazar dan semua pemimpin umat itu sampai ke luar tempat perkemahan untuk menyongsong mereka.
    31:14 Maka gusarlah Musa kepada para pemimpin tentara itu, kepada para kepala pasukan seribu dan para kepala pasukan seratus, yang pulang dari peperangan,
    31:15 dan Musa berkata kepada mereka: “Kamu biarkankah semua perempuan hidup?
    31:16 Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.
    31:17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
    31:18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.
    31:17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
    31:18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.

    atau anda ingin ayat-ayat pembunuhan massal lagi didalam alkitab?

    bisa anda baca ayat-ayat ini juga…

    ingin ayat lain soal pembunuhan massal nich di alkitab?

    8:1 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Janganlah takut dan janganlah tawar hati; bawalah seluruh tentara dan bersiaplah, majulah ke Ai. Ketahuilah, Aku serahkan kepadamu raja negeri Ai, rakyatnya, kotanya dan negerinya,

    8:2 dan haruslah kaulakukan kepada Ai dan rajanya, seperti yang kaulakukan kepada Yerikho dan rajanya; hanya barang-barangnya dan ternaknya boleh kamu jarah. Suruhlah orang bersembunyi di belakang kota itu.”

    8:3 Lalu bersiaplah Yosua beserta seluruh tentara untuk pergi ke Ai. Yosua memilih tiga puluh ribu orang, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, mereka disuruhnya pergi pada waktu malam

    8:4 dan kepada mereka diperintahkannya, katanya: “Ketahuilah, kamu harus bersembunyi di belakang kota itu untuk menyerangnya, janganlah terlalu jauh dari kota itu, dan bersiap-siaplah kamu sekalian.

    8:5 Aku dan semua orang yang bersama-sama dengan aku akan mendekati kota itu; apabila mereka keluar menyerbu kami, seperti yang pertama kali, maka kami akan melarikan diri dari hadapan mereka.

    8:6 Jadi mereka akan keluar menyusul kami, sehingga kami memancing mereka jauh dari kota itu, sebab mereka akan berkata: orang-orang itu melarikan diri dari hadapan kita seperti yang pertama kali. Jika kami melarikan diri dari hadapan mereka,

    8:7 maka kamu harus bangun dari tempat persembunyianmu itu untuk menduduki kota itu, dan TUHAN, Allahmu, akan menyerahkannya ke dalam tanganmu.

    8:8 Segera setelah kamu merebut kota itu, haruslah kamu membakarnya; sesuai dengan firman TUHAN kamu harus melakukan semuanya itu; ingatlah, itulah perintahku kepadamu.”
    8:9 Demikianlah Yosua menyuruh mereka pergi, lalu berjalanlah mereka ke tempat persembunyian dan tinggal di antara Betel dan Ai, di sebelah barat Ai. Tetapi Yosua bermalam di tengah-tengah rakyat pada malam itu.

    8:10 Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu diperiksanyalah barisan bangsa itu dan berjalanlah ia maju beserta para tua-tua orang Israel di depan bangsa itu ke Ai.

    8:11 Juga seluruh tentara yang bersama-sama dengan dia berjalan maju; mereka maju mendekat, lalu sampai ke tentangan kota itu, kemudian berkemahlah mereka di sebelah utara Ai, sehingga lembah itu ada di antara mereka dan Ai.

    8:12 Yosua telah mengambil kira-kira lima ribu orang, lalu disuruhnya mereka bersembunyi di antara Betel dan Ai, di sebelah barat kota itu
    .
    8:13 Beginilah rakyat itu diatur: seluruh tentara itu di sebelah utara kota dengan barisan belakang di sebelah barat kota. Pada malam itu berjalanlah Yosua melalui lembah itu.

    8:14 Pagi-pagi, ketika raja negeri Ai melihat hal itu, maka ia dan seluruh rakyatnya, orang-orang kota itu, segera keluar berperang, menyerbu orang Israel, ke lereng di seberang dataran itu; raja itu tidak tahu, bahwa ada orang bersembunyi di belakang kota.

    8:15 Yosua dan seluruh orang Israel itu berlaku seolah-olah dipukul mundur oleh mereka, lalu melarikan diri ke arah padang gurun.

    8:16 Sebab itu semua orang yang ada di kota dikerahkan untuk mengejar orang Israel. Maka mereka mengejar Yosua, sehingga makin jauhlah mereka terpancing dari kota.

    8:17 Seorangpun tidak tertinggal lagi di Ai dan Betel yang tidak keluar memburu orang Israel. Mereka meninggalkan kota itu terbuka, karena mereka mengejar orang Israel.

    8:18 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai, sebab Aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu.” Maka Yosua mengacungkan lembing yang di tangannya ke arah kota itu.

    8:19 Ketika diacungkannya tangannya, maka segeralah bangun orang-orang yang bersembunyi itu dari tempatnya, mereka berlari memasuki kota, merebutnya, lalu segera membakar kota itu.

    8:20 Ketika orang Ai berpaling menoleh ke belakang, tampaklah asap kota itu naik membubung ke langit; mereka tidak sempat melarikan diri ke manapun juga, sebab rakyat yang tadinya lari ke padang gurun, berbalik melawan pengejar-pengejarnya.

    8:21 Ketika Yosua dan seluruh Israel melihat, bahwa orang-orang yang bersembunyi itu telah merebut kota dan bahwa asap kota itu naik membubung, berbaliklah mereka, lalu menewaskan orang-orang Ai.

    8:22 Sementara itu juga keluar orang-orang Israel yang lain dari dalam kota menyerbu orang-orang Ai, sehingga terjepit di tengah-tengah orang Israel itu, yang ini dari sini dan yang itu dari sana; orang-orang Ai ditewaskan, sehingga seorangpun dari mereka tidak ada yang dibiarkan terlepas atau luput.

    8:23 Tetapi raja Ai ditangkap mereka hidup-hidup dan dihadapkan kepada Yosua.

    8:24 Segera sesudah orang Israel selesai membunuh seluruh penduduk kota Ai di padang terbuka ke mana orang Israel mengejar mereka, dan orang-orang ini semuanya tewas oleh mata pedang sampai orang yang penghabisan, maka seluruh Israel kembali ke Ai dan memukul kota itu dengan mata pedang.

    8:25 Jumlah semua orang yang tewas pada hari itu, baik laki-laki maupun perempuan, ada dua belas ribu orang, semuanya orang Ai 8:26 Dan Yosua tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu, sebelum seluruh penduduk kota Ai ditumpasnya.

    8:27 Hanya ternak dan barang-barang kota itu dijarah oleh orang Israel, sesuai dengan firman TUHAN, yang diperintahkan-Nya kepada Yosua.

    8:28 Yosua membakar Ai dan membuatnya menjadi timbunan puing untuk selama-lamanya, menjadi tempat yang tandus sampai sekarang.

    8:29 Dan raja Ai digantungnya pada sebuah tiang sampai petang. Ketika matahari terbenam, Yosua memerintahkan orang menurunkan mayat itu dari tiang, lalu dilemparkan di depan pintu gerbang kota, kemudian didirikan oranglah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang

    kita lihat ayat lain yach….

    Yosua 10:8-43

    10:8 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.”
    10:9 Lalu Yosua menyerang mereka dengan tiba-tiba, setelah semalam-malaman bergerak maju dari Gilgal.
    10:10 Dan TUHAN mengacaukan mereka di depan orang Israel, sehingga Yosua menimbulkan kekalahan yang besar di antara mereka dekat Gibeon, mengejar mereka ke arah pendakian Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda.
    10:11 Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang.
    10:12 Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!”
    10:13 Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.
    10:14 Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.
    10:15 Kemudian Yosua dan seluruh orang Israel yang menyertainya pulang kembali ke tempat perkemahan di Gilgal.
    10:16 Kelima raja itu melarikan diri dan bersembunyi di dalam gua di Makeda.
    10:17 Kepada Yosua dikabarkan, demikian: “Kelima raja itu telah ditemukan bersembunyi di dalam gua di Makeda.”
    10:18 Lalu berkatalah Yosua: “Gulingkanlah batu-batu yang besar ke mulut gua itu dan tempatkanlah di sana orang untuk menjaga mereka.
    10:19 Tetapi kamu, janganlah kamu berhenti, kejarlah musuhmu dan hantamlah barisan belakangnya; janganlah biarkan mereka masuk ke dalam kota-kota mereka, sebab TUHAN, Allahmu, menyerahkan mereka kepadamu!”
    10:20 Setelah Yosua dan orang Israel selesai menimbulkan kekalahan yang besar sekali di antara mereka, sampai mereka dihancurkan sama sekali–beberapa orang dari mereka dapat lolos dan masuk ke kota-kota yang diperkuat–
    10:21 pulanglah seluruh bangsa itu dengan selamat kepada Yosua ke tempat perkemahan, di Makeda. Tidak ada seorangpun yang berani melemparkan kata-kata ancaman terhadap orang Israel.
    10:22 Kemudian berkatalah Yosua: “Bukalah mulut gua dan keluarkanlah kelima raja itu dari dalam dan bawa kepadaku.”
    10:23 Dilakukan oranglah demikian, kelima raja itu dikeluarkan dari gua itu dan dibawa kepadanya: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis dan raja Eglon.
    10:24 Setelah raja-raja itu dikeluarkan dan dibawa kepada Yosua, maka Yosuapun memanggil semua orang Israel berkumpul dan berkata kepada para panglima tentara, yang ikut berperang bersama-sama dengan dia: “Marilah dekat, taruhlah kakimu ke atas tengkuk raja-raja ini.” Maka datanglah mereka dekat dan menaruh kakinya ke atas tengkuk raja-raja itu.
    10:25 Lalu berkatalah Yosua kepada mereka: “Janganlah takut dan janganlah tawar hati, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab secara itulah akan dilakukan TUHAN kepada semua musuhmu, yang kamu perangi.”
    10:26 Sesudah itu Yosua membunuh raja-raja itu, dan menggantung mereka pada lima tiang, dan mereka tinggal tergantung pada tiang-tiang itu sampai matahari terbenam.
    10:27 Tetapi menjelang matahari terbenam, atas perintah Yosua mayat mereka diturunkan dari tiang-tiang itu, dan dilemparkan ke dalam gua, tempat mereka bersembunyi. Lalu mulut gua itu ditutupi orang dengan batu-batu besar, yang masih ada sampai sekarang.
    10:28 Pada hari itu Yosua merebut Makeda dan kota itu dipukulnya dengan mata pedang, juga rajanya; kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya, tidak ada seorangpun yang dibiarkannya lolos, dan raja Makeda, diperlakukannya seperti telah diperlakukannya raja Yerikho.
    10:29 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Makeda ke Libna, lalu memerangi Libna.
    10:30 Dan TUHAN menyerahkan kota itu juga kepada orang Israel, beserta rajanya. Yosua memukul kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya dengan mata pedang, tidak ada seorangpun di dalamnya yang dibiarkannya lolos, dan rajanya itu, diperlakukannya seperti telah diperlakukannya raja Yerikho.
    10:31 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Libna ke Lakhis, lalu berkemah mengepung kota itu dan berperang melawannya.
    10:32 Dan TUHAN menyerahkan Lakhis kepada orang Israel. Yosua merebut kota itu pada hari yang kedua. Kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya dipukulnya dengan mata pedang, tepat seperti yang dilakukannya terhadap Libna.
    10:33 Lalu Horam, raja Gezer, maju untuk membantu Lakhis, tetapi Yosua menewaskan dia dan rakyatnya, sehingga tidak ada seorangpun padanya yang dibiarkannya lolos.
    10:34 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Lakhis ke Eglon, lalu mereka berkemah mengepung kota itu dan berperang melawannya.
    10:35 Kota itu direbut mereka pada hari itu juga dan dipukul dengan mata pedang. Semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya pada hari itu, tepat seperti yang dilakukan terhadap Lakhis.
    10:36 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel bergerak maju dari Eglon ke Hebron, lalu berperang melawannya.
    10:37 Negeri itu direbut mereka dan dipukul dengan mata pedang, juga rajanya dan segala kotanya dan semua makhluk yang ada di dalamnya, tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos, tepat seperti yang dilakukannya terhadap Eglon. Kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya. 10:38 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel kembali ke Debir, lalu berperang melawannya.
    10:39 Negeri itu beserta rajanya dan segala kotanya direbutnya, dan dipukul dengan mata pedang. Semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpas mereka, tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos; seperti yang dilakukannya terhadap Hebron, demikianlah dilakukan terhadap Debir beserta rajanya, sama seperti yang dilakukannya terhadap Libna beserta rajanya. 10:40 Demikianlah Yosua mengalahkan seluruh negeri itu, Pegunungan, Tanah Negeb, Daerah Bukit dan Lereng Gunung, beserta semua raja mereka. Tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos, tetapi ditumpasnya semua yang bernafas, seperti yang diperintahkan TUHAN, Allah Israel.
    10:41 Yosua menewaskan mereka dari Kadesh-Barnea sampai Gaza, juga seluruh tanah Gosyen sampai Gibeon.[/size]
    10:42 Semua raja ini dan negeri mereka telah dikalahkan Yosua sekaligus, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN, Allah Israel.
    10:43 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel pulang kembali ke tempat perkemahan di Gilgal.

    lihat juga Yosua 11 :6-23

    11:6 Lalu TUHAN berkata kepada Yosua: “Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku menyerahkan mereka mati terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka haruslah kamu lumpuhkan dan kereta mereka haruslah kamu bakar dengan api.”
    11:7 Lalu Yosua dengan seluruh tentaranya mendatangi mereka dengan tiba-tiba dekat mata air Merom, dan menyerbu mereka.
    11:8 Dan TUHAN menyerahkan mereka kepada orang Israel. Mereka dikalahkan dan dikejar sampai Sidon-Besar dan sampai Misrefot-Maim, dan sampai lembah Mizpa yang di sebelah timur. Demikianlah mereka dihancurkan, sehingga tidak seorangpun dari mereka yang dibiarkan lolos.
    11:9 Yosua melakukan terhadap mereka seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya: kuda mereka dilumpuhkan dan kereta mereka dibakar dengan api.
    11:10 Pada waktu itu Yosua kembali, direbutnya Hazor, dan rajanya dibunuhnya dengan mata pedang. Sebab Hazor pada waktu dahulu adalah yang terutama di antara segala kerajaan itu.
    11:11 Semua makhluk yang ada di dalamnya dibunuhnya dengan mata pedang, sambil menumpas orang-orang itu. Tidak ada yang tinggal hidup dari semua yang bernafas dan Hazor dibakarnya.
    11:12 Selanjutnya segala kota kepunyaan raja-raja itu dan semua rajanya dikalahkan Yosua dan dibunuhnya dengan mata pedang. Mereka ditumpasnya seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN itu.
    11:13 Tetapi kota-kota yang letaknya di atas bukit-bukit puing tidaklah dibakar oleh orang Israel, hanya Hazor saja yang dibakar oleh Yosua.
    11:14 Segala barang dari kota-kota itu serta ternaknya telah dijarah orang Israel. Tetapi manusia semuanya dibunuh mereka dengan mata pedang, sehingga orang-orang itu dipunahkan mereka. Tidak ada yang ditinggalkan hidup dari semua yang bernafas.
    11:15 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, hamba-Nya itu, demikianlah diperintahkan Musa kepada Yosua dan seperti itulah dilakukan Yosua: tidak ada sesuatu yang diabaikannya dari segala yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
    11:16 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu, pegunungan, seluruh Tanah Negeb, seluruh tanah Gosyen, Daerah Bukit, serta Araba-Yordan, dan Pegunungan Israel dengan tanah rendahnya;
    11:17 mulai dari Pegunungan Gundul, yang mendaki ke arah Seir, sampai ke Baal-Gad di lembah gunung Libanon, di kaki gunung Hermon. Semua rajanya ditangkapnya, dan dibunuhnya.

    11:18 Lama Yosua melakukan perang melawan semua raja itu.
    11:19 Tidak ada satu kotapun yang mengadakan ikatan persahabatan dengan orang Israel, selain dari pada orang Hewi yang diam di Gibeon itu, semuanya telah direbut mereka dengan berperang.
    11:20 Karena TUHAN yang menyebabkan hati orang-orang itu menjadi keras, sehingga mereka berperang melawan orang Israel, supaya mereka ditumpas, dan jangan dikasihani, tetapi dipunahkan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
    11:21 Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota ereka ditumpas oleh Yosua.
    11:22 Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal.
    11:23 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang.

    hakim-hakim 1
    1:1 Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada TUHAN: “Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?”
    1:2 Firman TUHAN: “Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.”
    1:3 Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu: “Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka akupun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah diundikan kepadamu.” Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia.
    1:4 Maka majulah suku Yehuda, lalu TUHAN menyerahkan orang Kanaan dan orang Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah orang-orang itu dekat Bezek, sepuluh ribu orang banyaknya.
    1:5 Di Bezek mereka menjumpai Adoni-Bezek dan berperang melawan dia, dan mereka memukul kalah orang Kanaan dan orang Feris.
    1:6 Tetapi Adoni-Bezek melarikan diri, lalu mereka mengejarnya, menangkapnya dan memotong ibu jari dari tangannya dan dari kakinya.
    1:7 Kata Adoni-Bezek: “Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku.” Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.
    1:8 Sesudah itu bani Yehuda berperang melawan Yerusalem, merebutnya lalu memukulnya dengan mata pedang dan memusnahkan kota itu dengan api.
    1:9 Kemudian bani Yehuda maju berperang melawan orang Kanaan, yang diam di pegunungan, di Tanah Negeb dan di Daerah Bukit.
    1:10 Lalu suku Yehuda bergerak menyerang orang Kanaan yang diam di Hebron–nama Hebron dahulu adalah Kiryat-Arba–dan memukul kalah Sesai, Ahiman dan Talmai.
    1:11 Dari sana mereka bergerak menyerang penduduk Debir. Nama Debir dahulu adalah Kiryat-Sefer.
    1:12 Berkatalah Kaleb: “Siapa yang mengalahkan dan merebut Kiryat-Sefer, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku, menjadi isterinya.”
    1:13 Dan Otniel, anak Kenas adik Kaleb, merebut kota itu; lalu Kaleb memberikan Akhsa, anaknya, kepadanya menjadi isterinya.
    1:14 Ketika perempuan itu tiba, dibujuknya suaminya untuk meminta sebidang ladang kepada ayahnya. Maka turunlah perempuan itu dari keledainya, lalu berkatalah Kaleb kepadanya: “Ada apa?”
    1:15 Jawabnya kepadanya: “Berikanlah kepadaku suatu hadiah; telah kauberikan kepadaku tanah yang gersang, berikanlah juga kepadaku mata air.” Lalu Kaleb memberikan kepadanya mata air yang di hulu dan mata air yang di hilir.
    1:16 Keturunan Hobab, ipar Musa, orang Keni itu, maju bersama-sama dengan bani Yehuda dari kota pohon korma ke padang gurun Yehuda di Tanah Negeb dekat Arad; lalu mereka menetap di antara penduduk di sana.
    1:17 Yehuda maju bersama-sama dengan Simeon, saudaranya itu, lalu mereka memukul kalah orang Kanaan, penduduk Zefat; mereka menumpas kota itu. Sebab itu kota itu dinamai Horma.

    lihat juga

    hakim-hakim 3

    3:1 Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan.
    3:2 –Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN.
    3:3 Yang tinggal ialah kelima raja kota orang Filistin dan semua orang Kanaan, orang Sidon dan orang Hewi, yang mendiami pegunungan Libanon, dari gunung Baal-Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat.
    3:4 Mereka itu ada di sana, supaya Ia mencobai orang Israel dengan perantaraan mereka untuk mengetahui, apakah mereka mendengarkan perintah yang diberikan TUHAN kepada nenek moyang mereka dengan perantaraan Musa.
    3:5 Demikianlah orang Israel itu diam di tengah-tengah orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
    3:6 Mereka mengambil anak-anak perempuan, orang-orang itu menjadi isteri mereka dan memberikan anak-anak perempuan mereka kepada anak-anak lelaki orang-orang itu, serta beribadah kepada allah orang-orang itu.
    3:7 Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera.
    3:8 Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya.
    3:9 Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan seorang penyelamat bagi orang Israel, yakni Otniel, anak Kenas adik Kaleb.
    3:10 Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim.
    3:11 Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel anak Kenas.
    3:12 Tetapi orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; lalu Eglon, raja Moab, diberi TUHAN kuasa atas orang Israel, oleh sebab mereka telah melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.
    3:13 Raja ini mengajak bani Amon dan bani Amalek menjadi sekutunya. Lalu majulah ia dan memukul orang Israel kalah. Kota pohon korma diduduki mereka.
    3:14 Delapan belas tahun lamanya orang Israel menjadi takluk kepada Eglon, raja Moab.
    3:15 Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan bagi mereka seorang penyelamat yakni Ehud, anak Gera, orang Benyamin, seorang yang kidal. Dengan perantaraannya orang Israel biasa mengirimkan upeti kepada Eglon, raja Moab.
    3:16 Dan Ehud membuat pedang yang bermata dua, yang panjangnya hampir sehasta, disandangnyalah itu di bawah pakaiannya, pada pangkal paha kanannya.
    3:17 Kemudian ia menyampaikan upeti kepada Eglon, raja Moab. Adapun Eglon itu seorang yang sangat gendut.
    3:18 Setelah Ehud selesai menyampaikan upeti itu, disuruhnya pembawa-pembawa upeti itu pulang,
    3:19 tetapi ia sendiri berhenti pada batu-batu berpahat yang di dekat Gilgal, dan kembali menghadap raja. Berkatalah ia: “Ada pesan rahasia yang kubawa untuk tuanku, ya raja.” Kata Eglon: “Diamlah dahulu!” Maka semua orang yang berdiri di depannya itu pergi ke luar.
    3:20 Lalu Ehud masuk mendapatkan dia, sedang ia duduk sendirian di kamar atas di rumah peranginannya. Berkatalah Ehud: “Ada firman Allah yang kubawa untuk tuanku.” Lalu bangunlah ia berdiri dari tempat duduknya.
    3:21 Kemudian Ehud mengulurkan tangan kirinya, dihunusnya pedang itu dari pangkal paha kanannya dan ditikamkannya ke perut raja,
    3:22 sehingga hulunya beserta mata pedang itu masuk. Lemak menutupi mata pedang itu, sebab pedang itu tidak dicabutnya dari perut raja. Lalu keluarlah ia melalui pintu belakang.
    3:23 Demikianlah Ehud sampai ke serambi; pintu kamar atas itu ditutup dan dikuncinya setelah ia keluar.
    3:24 Baru saja ia keluar, datanglah hamba-hamba raja melihat, tetapi pintu kamar atas itu terkunci. Lalu berkatalah mereka: “Tentulah ia membuang air di kamar rumah peranginan itu.”
    3:25 Lalu mereka menunggu-nunggu sampai menjadi bingung, tetapi raja tidak membuka pintu kamar atas itu. Kemudian mereka mengambil kunci, membuka pintu, maka tampaklah tuan mereka mati tergeletak di lantai.
    3:26 Sedang mereka berlambat-lambat, Ehud meloloskan diri; ia lewat dari batu-batu berpahat dan meloloskan diri ke arah Seira.
    3:27 Setelah ia sampai ke sana, ditiupnyalah sangkakala di pegunungan Efraim, lalu turunlah orang Israel bersama-sama dengan dia dari pegunungan itu, dan ia sendiri di depan.
    3:28 Berkatalah ia kepada mereka: “Ikutlah aku, sebab TUHAN telah menyerahkan musuhmu, orang-orang Moab itu, ke dalam tanganmu.” Maka turunlah mereka mengikuti dia, lalu mereka merebut tempat penyeberangan sungai Yordan ke Moab dan tidak seorangpun dibiarkan mereka menyeberang.
    3:29 Pada waktu itu mereka menewaskan kira-kira sepuluh ribu orang dari Moab, semuanya orang yang tegap dan tangkas, seorangpun tidak ada yang lolos.
    3:30 Demikianlah pada hari itu Moab ditundukkan oleh Israel, maka amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya.
    3:31 Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.

    hakim-hakim 8:1-26

    8:1 Lalu berkatalah orang-orang Efraim kepada Gideon: “Apa macam perbuatanmu ini terhadap kami! Mengapa engkau tidak memanggil kami, ketika engkau pergi berperang melawan orang Midian?” Lalu mereka menyesali dia dengan sangat.
    8:2 Jawabnya kepada mereka: “Apa perbuatanku dalam hal ini, jika dibandingkan dengan kamu? Bukankah pemetikan susulan oleh suku Efraim lebih baik hasilnya dari panen buah anggur kaum Abiezer?
    8:3 Allah telah menyerahkan kedua raja Midian itu, yakni Oreb dan Zeeb, ke dalam tanganmu; apa yang telah dapat kucapai, jika dibandingkan dengan kamu?” Setelah ia berkata demikian, maka redalah marah mereka terhadap dia.
    8:4 Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih lelah, namun mengejar juga.
    8:5 Dan berkatalah ia kepada orang-orang Sukot: “Tolong berikan beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka telah lelah, dan aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian.”
    8:6 Tetapi jawab para pemuka di Sukot itu: “Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu?”
    8:7 Lalu kata Gideon: “Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak.”
    8:8 Maka berjalanlah ia dari sana ke Pnuel, dan berkata demikian juga kepada orang-orang Pnuel, tetapi orang-orang inipun menjawabnya seperti orang-orang Sukot.
    8:9 Lalu berkatalah ia juga kepada orang-orang Pnuel: “Apabila aku kembali dengan selamat, maka aku akan merobohkan menara ini.”
    8:10 Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.
    8:11 Gideon maju melalui jalan orang-orang yang diam di dalam kemah di sebelah timur Nobah dan Yogbeha, lalu memukul kalah tentara itu, ketika tentara itu menyangka dirinya aman.
    8:12 Zebah dan Salmuna melarikan diri, tetapi Gideon mengejar mereka dan menawan kedua raja Midian itu, yakni Zebah dan Salmuna, sedang seluruh tentara itu diceraiberaikannya.
    8:13 Kemudian kembalilah Gideon bin Yoas dari peperangan dengan melalui pendakian Heres;
    8:14 ditangkapnyalah seorang muda dari penduduk Sukot. Setelah ditanyai, orang itu menuliskan nama para pemuka dan para tua-tua di Sukot untuk Gideon, tujuh puluh tujuh orang banyaknya.
    8:15 Lalu pergilah Gideon kepada orang-orang Sukot sambil berkata: “Inilah Zebah dan Salmuna yang karenanya kamu telah mencela aku dengan berkata: Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada orang-orangmu yang lelah itu?”
    8:16 Lalu ia mengumpulkan para tua-tua kota itu, ia mengambil duri padang gurun dan onak, dan menghajar orang-orang Sukot dengan itu.
    8:17 Juga menara Pnuel dirobohkannya dan dibunuhnya orang-orang kota itu.
    8:18 Kemudian bertanyalah ia kepada Zebah dan Salmuna: “Di manakah orang-orang yang telah kamu bunuh di Tabor itu?” Jawab mereka: “Mereka itu serupa dengan engkau, sikap mereka masing-masing seperti anak raja.”
    8:19 Lalu kata Gideon: “Saudara-saudarakulah itu, anak-anak ibuku! Demi TUHAN yang hidup, seandainya kamu membiarkan mereka hidup, aku tidak akan membunuh kamu.”

    8:20 Katanya kepada Yeter, anak sulungnya: “Bangunlah, bunuhlah mereka.” Tetapi orang muda itu tidak menghunus pedangnya, karena ia takut, sebab ia masih muda.
    8:21 Lalu kata Zebah dan Salmuna: “Bangunlah engkau sendiri dan paranglah kami, sebab seperti orangnya, demikian pula kekuatannya.” Maka bangunlah Gideon, dibunuhnya Zebah dan Salmuna, kemudian diambilnya bulan-bulanan yang ada pada leher unta mereka.
    8:22 Kemudian berkatalah orang Israel kepada Gideon: “Biarlah engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun cucumu, sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang Midian.”
    8:23 Jawab Gideon kepada mereka: “Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang memerintah kamu.”
    8:24 Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: “Satu hal saja yang kuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan anting-anting dari jarahannya.” –Karena musuh itu beranting-anting mas, sebab mereka orang Ismael.
    8:25 Jawab mereka: “Kami mau memberikannya dengan suka hati.” Dan setelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan anting-anting dari jarahannya ke atas kain itu.
    8:26 Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan, perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh raja-raja Midian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada leher unta mereka.

    hakim-hakim 20 :18-48

    20:18 Lalu orang Israel berangkat dan maju ke Betel. Di sana mereka bertanya kepada Allah: “Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang melawan bani Benyamin?” Jawab TUHAN: “Suku Yehudalah lebih dahulu.”
    20:19 Lalu orang-orang Israel bangun pagi-pagi dan berkemah mengepung Gibea.
    20:20 Kemudian majulah orang-orang Israel berperang melawan suku Benyamin; orang-orang Israel mengatur barisan perangnya melawan mereka dekat Gibea.
    20:21 Juga bani Benyamin maju menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi dua puluh dua ribu orang dari antara orang Israel pada hari itu.
    20:22 Tetapi laskar orang Israel mengumpulkan segenap kekuatannya, lalu mengatur pula barisan perangnya di tempat mereka mengatur barisannya semula.
    20:23 Kemudian pergilah orang-orang Israel, lalu menangis di hadapan TUHAN sampai petang, sesudah itu mereka bertanya kepada TUHAN: “Akan pergi pulakah kami berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu?” Jawab TUHAN: “Majulah melawan mereka.”
    20:24 Tetapi ketika orang-orang Israel pada hari kedua sampai di dekat bani Benyamin,
    20:25 maka pada hari kedua itu majulah suku Benyamin dari Gibea menyerbu mereka, dan digugurkannya pula ke bumi delapan belas ribu orang di antara orang-orang Israel; semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.
    20:26 Kemudian pergilah semua orang Israel, yakni seluruh bangsa itu, lalu sampai di Betel; di sana mereka tinggal menangis di hadapan TUHAN, berpuasa sampai senja pada hari itu dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.
    20:27 Dan orang-orang Israel bertanya kepada TUHAN–pada waktu itu ada di sana tabut perjanjian Allah,
    20:28 dan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi imam Allah pada waktu itu–kata mereka: “Haruskah kami maju sekali lagi untuk berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu, atau haruskah kami hentikan itu?” Jawab TUHAN: “Majulah, sebab besok Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu.”
    20:29 Lalu orang Israel menempatkan penghadang-penghadang sekeliling Gibea.
    20:30 Pada hari ketiga majulah orang-orang Israel melawan bani Benyamin dan mengatur barisannya melawan Gibea seperti yang sudah-sudah.
    20:31 Maka majulah bani Benyamin menyerbu laskar itu; mereka terpancing dari kota, dan seperti yang sudah-sudah, mereka mulai menyerang laskar itu pada kedua jalan raya–yang satu menuju ke Betel, dan yang lain ke Gibea melalui padang–sehingga terbunuh beberapa orang, kira-kira tiga puluh orang di antara orang Israel.
    20:32 Maka kata bani Benyamin: “Orang-orang itu telah terpukul kalah oleh kita seperti semula.” Tetapi orang-orang Israel telah bermupakat lebih dahulu: “Marilah kita lari dan memancing mereka dari kota ke jalan-jalan raya.”
    20:33 Jadi orang Israel bangun dari tempatnya dan mengatur barisannya di Baal-Tamar, sedang orang Israel yang menghadang itu tiba-tiba keluar dari tempatnya, yakni tempat terbuka dekat Geba,
    20:34 dan sampai di depan Gibea, sebanyak sepuluh ribu orang pilihan dari seluruh Israel. Pertempuran itu dahsyat, tetapi bani Benyamin tidak tahu bahwa malapetaka datang menimpa mereka.
    20:35 TUHAN membuat suku Benyamin terpukul kalah oleh orang Israel, dan pada hari itu orang-orang Israel memusnahkan dari antara suku Benyamin dua puluh lima ribu seratus orang, semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.
    20:36 Bani Benyamin melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah. Sementara orang-orang Israel agak mundur di depan suku Benyamin–sebab mereka mempercayai penghadang-penghadang yang ditempatkan mereka untuk menyerang Gibea–
    20:37 maka segeralah penghadang-penghadang itu menyerbu Gibea. Mereka bergerak maju dan memukul seluruh kota itu dengan mata pedang.
    20:38 Tetapi orang-orang Israel telah bermupakat dengan penghadang-penghadang itu untuk menaikkan gumpalan asap tebal dari kota itu.
    20:39 Ketika orang-orang Israel mundur dalam pertempuran itu, maka suku Benyamin mulai menyerang orang Israel, sehingga terbunuh kira-kira tiga puluh orang, karena pikir mereka: “Tentulah orang-orang itu terpukul kalah sama sekali oleh kita seperti dalam pertempuran yang dahulu.”
    20:40 Tetapi pada waktu itu mulailah gumpalan asap naik dari kota itu seperti tiang asap. Suku Benyamin menoleh ke belakang dan tampaklah kota itu seluruhnya terbakar, apinya naik ke langit.
    20:41 Lagipula orang-orang Israel maju lagi. Maka gemetarlah orang-orang Benyamin itu, sebab mereka melihat, bahwa malapetaka datang menimpa mereka.
    20:42 Jadi larilah mereka dari depan orang-orang Israel itu, ke arah padang gurun, tetapi pertempuran itu tidak dapat dihindari mereka, lalu orang-orang dari kota-kota menghabisi mereka di tengah-tengahnya.
    20:43 Mereka mengepung suku Benyamin itu, mengejarnya dengan tak henti-hentinya dan melandanya sampai di depan Gibea, di sebelah timur.
    20:44 Dari bani Benyamin ada tewas delapan belas ribu orang, semuanya orang-orang gagah perkasa.
    20:45 Yang lain berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon. Tetapi di jalan-jalan raya masih diadakan penyabitan susulan di antara mereka: lima ribu orang; mereka diburu sampai ke Gideom dan dipukul mati dua ribu orang dari mereka.
    20:46 Maka yang tewas dari suku Benyamin pada hari itu seluruhnya berjumlah dua puluh lima ribu orang yang bersenjatakan pedang, semuanya orang-orang gagah perkasa.
    20:47 Tetapi enam ratus orang berpaling lari ke padang gurun, ke bukit batu Rimon, dan tinggal empat bulan lamanya di bukit batu itu.
    20:48 Tetapi orang-orang Israel kembali kepada bani Benyamin dan memukul mereka dengan mata pedang, baik manusia baik hewan dan segala sesuatu yang terdapat di sana. Juga segala kota yang terdapat di sana mereka musnahkan dengan api.

  86. ilham othmany Says:

    Sambungan dari yg di atas….
    Mungkin ada di antara saudara kristian kita yg berdalih bahawa yg di atas adalah hukum perjanjian lama (udah mansukh?)bukan dalam perjanjian baru.Lalu bagaimana yg ini…
    10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang (machaira).

    Ket : 3162 macaira probably feminine of a presumed derivative of mach – mache 3163; a knife, i.e. dirk; figuratively, war, judicial punishment:–sword. μαχαιρα (218) a large knife or dagger, short sword. Machaira, adalah senjata yang canggih pada saat itu alias alat pembunuh yang mematikan http://www.aurorahistoryboutique.com/A000045.htm (padanan di Indonesia: clurit), jadi machaira pada ayat itu konotasinya apa?. Pengertian machaira menurut PB dan PL adalah sama : senjata, alias alat pembunuh. Untuk memotong telinga Matt 26:51 machairan, noun, singular. Bisa dibeli Luke 22:38 machairai, noun, plural.

    Yahweh sendiri punya machaira (bacalah septuagint)

    Exo 22:24 Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang (machaira), sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.

    Deut 32:41 apabila Aku mengasah pedang-Ku (machairan mou) yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, dst…

    Deut 32:42 Aku akan memabukkan anak panah-Ku dengan darah, dan pedang-Ku(machairan mou) akan memakan daging:…dst

    Silahkan anda check sendiri apa arti ?machaira? pada ayat bible lainnya.

    Digunakan untuk siapa “machaira” (senjata) itu?

    Matt 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

    Matt 10:36 dan musuh (echtroi) orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

    Apa yang dipisahkan dengan ?machaira?, orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya?, Machaira adalah senjata, digunakan untuk memisahkan ruh dan jasad mereka alias membunuh, sehingga mereka benar-benar terpisah oleh kematian. Tindakan apa yang harus dilakukan terhadap musuh dengan ?machaira? ditangan? Apa ayat itu tidak berkonotasi untuk membunuh anggota keluarga sendiri?

    Realisasi Matt 10:34, pengikut Jesus diperintah membeli machaira (anda sudah membeli atau belum?)

    Luke 22:36 Jawab mereka: “Suatupun tidak.” Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang (machaira).

    Luke 22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang

    Peter memakai machaira Matt 26:51

    Saya punya contoh applikasi Matt 10:34. Saya mau sedikit cerita tentang ajaran kasih Jesus. Kembali ketahun 1994 di Rwanda negeri itu adalah negeri yang paling Christian di benua Africa, buah success evangelical missionary ( http://www.britannica.com/eb/article-40763/Rwanda ), tapi ditahun itu tanpa ada pihak luar yang mengadu domba dua suku Hutu dan Tutsi saling bantai tidak pandang bulu termasuk para tokoh/pemuka agama juga terlibat/ gereja (Rwanda Christian Churches and Genocide in Rwanda my research indicates that religion was nevertheless an essential element in the Rwandan genocide. Timothy Longman Vassar College

    1. Christian_Church_Genocide.htm

    2. http://iwpr.net/?p=acr&s=f&o=325838&apc_state=henpacr

    3. http://www.afrol.com/html/Countries/Rwanda/backgr_cross_genocide.htm

    4. http://www.unitedhumanrights.org/Genocide/genocide_in_rwanda.htm

    5. http://www.geocities.com/missionalia/rwanda1.htm

    6. http://findarticles.com/p/articles/mi_m1058/is_8_121/ai_n6003109

    7. http://www.newsfromafrica.org/newsfromafrica/articles/art_10231.html

    Fakta: Dinegeri penganut ajaran Jesus yang katanya penuh kasih, dengan melibatkan gereja dan tokoh agama, rakyatnya saling membunuh, mereka melakukannya tanpa dengan alat pembunuh massal, hanya dalam waktu 100 hari atau 3 bulan 800.000-1000.000 nyawa manusia melayang (lebih dari 10% jumlah penduduk yang kala itu berjumlah 7,7 jt), hampir 10.000 nyawa sehari!!!!!(melebihi kekejaman rekan seiman mereka, Nazi). Bayangkan kalau berat rata-rata penduduk Rwanda/ Burundi yang terbunuh 40 kg, total korban genocide ajaran kasih = 800 ribu X 40 kg = 32 ribu ton/ 3 bulan melebihi produksi daging sapi nasional 34 ribu ton/ tahun http://www.bppt.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1553&Itemid=30

    Ajaran apakah yang memperlakukan manusia lebih kejam dari pada memperlakukan binatang?

    Peristiwa itu sepertinya sesuai dengan Matt 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang??.

    Bagaimanakah rekonsiliasi mereka?

    1. http://www.nytimes.com/2004/04/07/international/africa/07RWAN.html?ex=1396756800&en=e0838186e9f4832f&ei=5007&partner=USERLAND

    2. http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/africa/3561365.stm

    3. http://www.islamonline.net/English/News/2002-09/24/article42.shtml

    Kembali kepada fitrah manusia. (Setelah tragedi tersebut para penduduk Rwanda mulai beralih memeluk Islam yang mereka anggap bisa menciptakan kedamaian)

    Pertanyaan dari sdr. teman : “Saya tidak punya data statistik .. tapi permusuhan itu dari dulu ada. Bagaimana mengukur “bertambah kasih” atau “bertambah bermusuhan” ???” dijawab :”Paling mudah ukur saja dengan jatuhnya korban jiwa”. Lalu Jones mengungkapkan fakta dan data statistik :

    Coba anda check data ini valid atau tidak.

    Sejak jaman Rasulullah tahun 622 hingga kini korban jiwa jang jatuh karena keterlibatan orang yang mengaku beragama Islam termasuk peristiwa politik dll.

    Arab Outbreak, et seq. (7th Century CE and beyond) TOTAL: 698,200
    Perang salib : 2000,000
    Muhammad Shah Sultan of Kulbarga vs. Bukka I, Raya of Vijayanagar (1366) 500,000
    Armenian Massacres (1915-23): 1 500 000
    Bangladesh (1971): 1 250 000
    Afghanistan (1979-2001): 1 800 000
    Iran-Iraq War (1980-8: 1 000 000
    Sudan (1983 et seq.): 1 900 000
    Iraq, Saddam Hussein (1979-2003): 300 000
    Kurdistan (1980s, 1990s): 300 000
    Somalia (1991 et seq.): 400 000
    Indonesia (1965-66): 450 000
    Sudan (1955-72): 500 000
    Lebanon (1975-90): 150 000
    East Timor, Conquest by Indonesia (1975-99): 200 000
    Uganda, Idi Amin’s regime (1972-79): 300 000
    Greco-Turkish War (1919-1922): 250 000, dll.

    Total katakanlah 15 000 000 jiwa selama 14 abad, (Kalau karena ke Islaman saja jumlah korban diatas akan jauh berkurang),lebih sedikit jumlahnya bila dibandingkan dengan orang yang mati karena merokok di tahun 80 an. (R. Peto, “Mortality from tobacco in developed countries: indirect estimation from national vital statistics”, Lancet, 23 May 1992: 1980s: 17,000,000}

    Check data ini valid atau tidak.

    Korban jiwa jang jatuh karena keterlibatan orang yang mengaku beragama Kristen. Ajaran yang diclaim “kasih”

    0-XI terlalu panjang urutannya

    Crusades (1095-1291) 1 000 000
    Albigensian Crusade (1208-49) 1,000,000
    During the Saracen slaughters in Spain 7000 000
    Saxons and Scandinavians lost their lives opposing the introduction of Christianity 2 000 000
    Holy Wars against the Netherlands, Albigenses, Waldenses, and Huguenots 1,000,000
    Spanish Inquisition (1478-1834) 350000
    French Wars of Religion 16th century 3 000 000
    Thirty Years War 17th century 7 000 000

    Total 22 000 000 selama 6 abad, siapakah pelakunya ? Ini melebihi 15 jt selama 14abad.

    Penjajahan & perang Abad 18 – 19
    Congo Free State (1886-1908): 8 000 000
    Annihilation of the American Indian 20.000.000
    (untuk genocide American Indian diatas angkanya lebih banyak dari itu, sedang saya pelajari)
    Philippines Insurgency (1899-1902): 220 000
    Brazil (1900 et seq.): 500 000
    Amazonia (1900-12): 250 000
    Portuguese Colonies (1900-25): 325 000
    French Colonies (1900-40) >200,000
    Abyssinian Conquest (1935-41): 400 000
    Algeria (1954-62): 537 000
    British India 19th century 17 000 000, dll.

    Total kira kira 45 000 000 jiwa selama 2 abad , siapakah pelakunya ? lho kok grafiknya meningkat ?

    Abad 20

    First World War (1914-1: 15 000 000
    Second World War (1937-45): 55 000 000
    That’s 35,000,000 deaths which can probably be blamed on Hitler to one extent or another.
    Mexican Revolution (1910-20): 1 000 000
    Spanish Civil War (1936-39) and Franco Regime (1939-75): 365 000 + 100 000
    Korean War (1950-53): 2 800 000
    First Indochina War (1945-54): 400 000
    Second Indochina War (1960-75): 3 500 000
    Ethiopia (1962-92): 1 400 000
    Rwanda and Burundi (1959-95): 1 350 000
    Liberia (1989-97): 150 000
    Zaire (Dem. Rep. Congo), Civil War (1997) 250,000
    Bosnia and Herzegovina (1992-95): 175 000
    Iraq – International embargo (1990-): 350 000
    Guatemala (1960-1996): 200 000
    Colombia (1946-5: 200 000
    Greek Civil War (1943-49): 158 000
    Balkan Wars (1912-13): 140 000. dll.

    Total kira kira 70 000 000 juta jiwa selama 1 abad , melonjak drastic siapa lagi pelakunya..? Jadi selama adanya Christianity hingga kini tahun sudah 140.000.000 juta jiwa melayang

    Bagaimana nantinya di abad 21 ? Apakah itu yang disebut buah ajaran kasih ?

    Coba direnungkan

    20 abad 140 juta, 14 abad 15 juta

    Ajaran yang manakah yang pantas disebut damai ? Perjanjian lama menyebutkan 1,300,000 orang mati atas perintah Jehowa, penduduk dunia saat itu 300,000,000 http://www.census.gov/ipc/www/worldhis.html

    Persentasi orang mati diatas, dibanding jumlah penduduk dunia adalah 0.43%. Sekarang Perjanjian Baru total korban jiwa keterlibatan orang mengaku beragama Kristen 140,000,000 penduduk dunia sekarang 6,000,000,000. Persentasi orang mati diatas dibanding jumlah penduduk dunia adalah 2.33%.
    0.43 % menjadi 2.33%??? Kok malah meningkat 540 %?
    Ck ck ck ck…
    Jadi jelas,bahawa islam sememangnya agama damai.Tidak ada agama sedamai Islam.Peperangan dalam Islam adalah pembelaan diri berlainan dengan peperangan yg dilakukan oleh orang kristian.Wahai orang-orang kafir masuklah kalian di dalam agama Allah pasti kalian akan dapat kejayaan di dunia dan lebih-lebih lagi di akherat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.

  87. ilham othmany Says:

    Terimakasih karena komen saya dimoderasi lagi.

    1. Adeng Hudaya Says:

      5 lagi teroris Islam ditangkap oleh Densus 88 di Bandung dan di Subang – JABAR.

      Dalam penangkapan itu ditemukan bahan peledak high explosive dalam jumlah banyak, vcd jihad dan Al’Quran.

      Dari Irak, kemarin 124 orang warga sipil tak bedosa tewas akibat bom yang meledak di 2 lokasi.

      1. Adeng Hudaya Says:

        5 lagi teroris Islam ditangkap oleh Densus 88 di Bandung dan di Subang – JABAR.

        Dalam penangkapan itu ditemukan bahan peledak high explosive dalam jumlah banyak, vcd jihad dan Al’Quran.

        Dari Irak, kemarin 124 orang warga sipil tak bedosa tewas akibat bom yang meledak di 2 lokasi…

  88. ilham othmany Says:

    Semua amal ibadah yg diwajibkan oleh Allah mempunyai tujuan bagi membentuk akhlak mulia terutama akhlak kepada sesama manusia.Contohnya syaum/puasa adalah utk melatih sifat sabar,membuang sifat tamak kepada keduniaan yg berpangkal dari cinta kepada makan minum,berbelas kasihan kepada fakir miskin dengan merasakan kelaparan mereka dan banyak lagi.
    Selain memerintah syaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘Pesan’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan!

    “Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

    Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

    Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

    Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

    Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

    Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

    Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

    Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

    Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

    Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

    “Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

    “Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

    “Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

    Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

    “Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

    “Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

    “Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

    “Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah). [www.hidayatullah.com]
    Wahai orang-orang kafir tidak ada agama yg lebih dapat meluruskan akhlak melainkan agama Islam yg dibawa oleh nabi Muhammad saw.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan berjaya.Kalian juga akan merasakan kedamaian yg tidak pernah kalian rasakan lewat amalan2 islami seperti solat,puasa,zakat/sadakah dll.Islamlah segera.Kalau boleh sebelum berakhirnya Ramadhan semoga sebelum menjelangnya idulfitri kalian udah kembali menjadi fitrah.Amin Ya Allah.

  89. ilham othmany Says:

    Salah satu bukti yg menunjukkan kebenaran nabi Muhammad saw ialah hikmah penyembelihan haiwan menurut Islam.
    Sabda Nabi saw bermaksud: “Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik kepada sesuatu. Oleh itu jika kamu membunuh, maka perbaikilah cara membunuhnya, dan apabila kamu menyembelih maka perbaikilah cara menyembelihnya dan tajamkanlah pisaunya serta mudahkanlah penyembelihannya itu” (Hadis riwayat Muslim).

    Penyembelihan harus dilakukan pada leher haiwan itu, iaitu pada bahagian urat nadi atau kerongkongnya. Setiap penyembelihan perlu dimulakan dengan Bismillah.

    Firman Allah bermaksud: “Maka makanlah haiwan (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatnya” (Surah al-An’aam, ayat 118).

    Fakta saintifik membuktikan bagi setiap penyembelihan, darah haiwan itu perlu dialir keluar. Ini kerana darah adalah medium terbaik bagi mikro organisma membiak. Bahagian ‘spinal cord’ hendaklah dielakkan daripada terpotong ketika sembelihan dilakukan kerana ia akan menyekat aliran darah keluar akibat daripada saluran darah terganggu kesan daripada jantung haiwan terhenti secara tiba-tiba.

    Dr Zakir Naik, seorang doktor dan pendakwah Islam antarabangsa menyenaraikan kepentingan serta kebaikan penyembelihan mengikut hukum syarak. Kaedah penyembelihan Islam adalah terbaik dan bersih. Ini kerana darah yang menjadi punca pembiakan kuman, bakteria dan toksin yang akan menyebabkan beberapa penyakit dikeluarkan sejurus selepas proses penyembelihan. Selain itu, daging sembelihan kekal segar dalam satu tempoh yang lama.

    Kaedah penyembelihan Islam juga tidak menyebabkan kesakitan kepada haiwan itu. Ini kerana saluran darah serta saraf yang menghubungkan ke otak yang boleh menyebabkan rasa sakit terputus. Maka keadaan di mana haiwan bertindak balas secara tiba-tiba dalam keadaan agresif bukan kerana kesakitan, tetapi kesan tindak balas otot yang berlaku apabila darah mengalir keluar.

    Profesor Schultz dan rakannya Dr Hazim dari Universiti Hanover, Jerman, membuktikan melalui eksperimen dengan menggunakan alatan saintifik seperti Electroencephalograph (EEG) dan Electrocardiogram (ECG) menunjukkan kaedah sembelihan Islam adalah terbaik. Tiga saat pertama selepas kaedah sembelihan cara Islam dilakukan, EEG tidak menunjukkan sebarang perubahan graf. Ini menunjukkan haiwan itu tidak mengalami sebarang kesakitan secara tiba-tiba selepas penyembelihan. Kemudian, selepas tiga saat yang seterusnya, EEG merekodkan keadaan yang dinamakan sebagai ‘deep sleep’ di mana, haiwan mengalami keadaan tidak sedarkan diri kesan daripada darah yang mengalir keluar dari tubuh haiwan itu. Akhir sekali, EEG pada paras 0 menunjukkan tiada tanda-tanda kesakitan selepas enam saat eksperimen dilakukan. Kaedah ujian saintifik hari ini membuktikan kaedah penyembelihan Islam adalah terbaik.

    Seterusnya menunjukkan Islam amat mementingkan kebersihan serta kesihatan. Pemilihan pemakanan yang halal penting dalam memastikan tahap kesihatan sentiasa berada di tahap yang memuaskan agar memperoleh tenaga yang secukupnya untuk beribadat. Oleh itu, Muslim perlu menilai dan meneliti sumber pemakanannya agar datang dari sumber yang halal bukan meragukan.

    Wahai orang-orang kafir!Entah apa lagi faedah yg kalian terlepas akibat meninggalkan Islam.Kalian camkan ini baik baik!Selagi kalian kafir selagi itulah kalian akan terus menerus menyiksa dan menyakiti makhluk Allah di atas dunia ini.Kalian akan dikutuk oleh dunia.Dikutuk oleh hewan2 yg kalian makan kerana kalian menzalimi hewan2 tersebut.Hewan itu akan mendoakan siksaan yg paling hebat utk kalian di akherat nanti.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya kecualilah kalau kalian sudah tidak punya hati nurani lagi!

  90. ilham othmany Says:

    Agama Islam tidak sekali-kali memaksa orang bukan Islam memeluk agama Islam. Islam mengikhtiraf dan menghormati kewujudan pelbagai agama, bangsa dan warna kulit. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud,

    “Hai manusia, sesungguhnya Kami mencipta kamu dari seorang laki-laki, seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.”(Al Hujurat 49: 13)

    Islam adalah agama yang berteraskan kepada kepercayaan dan keyakinan yang terbit dari hati. Pengakuan ketaatan kepada Allah yang satu dan Nabi Muhammad sebagai pesuruhnya tidak dianggap sah sekiranya tidak dituruti dengan keikhlasan hati. Dari itu, orang Islam tidak dibenarkan memaksa orang bukan Islam memeluk agama Islam biarpun mereka itu terdiri dari kaum kerabatnya. Agama Islam tidak boleh dipaksa kepada sesiapapun kerana paksaan adalah perbuatan yang keji dan dikutuk oleh Allah s.w.t. Islam tidak menganjurkan paksaan dalam keadaan apa sekalipun untuk menyebarkan ajarannya kerana tindakan sedemikian hanya akan menghancurkan tujuan dan falsafah hidup Islam itu sendiri. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud,

    “Tiada paksaan di dalam Islam…………………….”(Al-Baqarah 2:256)

    Walaupun orang Islam tidak dibenarkan memaksa, tetapi adalah menjadi kewajipan ke atas setiap mereka untuk menyeru dan mengajak manusia kepada Islam, agama yang membawa kesejahteraan kepada manusia.

    Kalau merujuk kepada sejarah, ketika Rasulullah s.a.w. menyebarkan agama Islam di kalangan bukan Islam, Baginda tidak pernah menggunakan pendekatan yang kasar atau dalam bentuk memaksa. Dakwah yang disampaikan adalah secara lembut dan penuh hikmah. Baginda menyeru manusia menyembah Allah s.w.t. dengan penuh kasih sayang dan mudah difahami. Pendek kata, tidak pernah sama sekali Baginda menggunakan perkataan yang kasar dalam berdakwah. Tanggungjawab menyebarkan Islam mesti disampaikan walau di mana Baginda berada. Ia terpulang kepada orang ramai untuk menerima atau menolaknya. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud,

    “Katakanlah (wahai Muhammad): kebenaran itu datang daripada Tuhan kamu, maka sesiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan sesiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir…”(Al-Khafi 18: 29)

    Firman Allah s.w.t. lagi yang bermaksud,

    “Oleh itu berikanlah sahaja peringatan (wahai Muhammad), kepada manusia, dan janganlah berdukacita kiranya ada menolaknya dan sesungguhnya engkau hanyalah seorang Rasul pemberi ingatan, bukanlah engkau seorang yang berkuasa memaksa mereka (menerima ajaran Islam yang engkau sampaikan itu).”(Al-Ghasyiyah 88: 21-22)

    Ayat ini dengan jelas menerangkan bahawa Islam menjamin kebebasan beragama. Dalam sistem pemerintahan Islam, pemerintah tidak berhak untuk memaksa agama lain untuk memeluk agama Islam sekalipun orang itu tidak mempunyai apa-apa agama. Mereka berhak mengamalkan adat istiadat dan cara hidup mereka selagi mana tidak menimbulkan perkara yang tidak sihat dalam masyarakat umum. Begitulah lunaknya ajaran Islam yang diwahyukan oleh Allah s.w.t.

    Tohmahan yang dilemparkan oleh pihak barat yang mengatakan Islam disebarkan melalui mata pedang (secara paksa) adalah tidak berasas sama sekali. Memang benar, dalam sejarah tamadun Islam telah berlaku peperangan antara orang Islam dengan bukan Islam. Peperangan yang berlaku adalah sekadar untuk mempertahankan maruah agama yang cuba dicemari oleh orang bukan Islam ketika itu. Dalam sejarah peperangan Islam, tidak pernah sekali peperangan digunakan untuk tujuan memaksa orang bukan Islam memeluk agama Islam. Kalau adapun berlaku, itu bukanlah dari ajaran Islam tetapi adalah kesalahan individu yang melakukan penyerangan itu.

    Ini dibuktikan ketika Nabi Muhammad s.a.w. menyebarkan dakwah Islam di Mekah. Orang Quraisy Makkah dan orang kafir yang lain tidak senang hati akan tindakan Rasulullah itu. Mereka telah cuba mempengaruhi Rasulullah s.a.w. untuk meninggalkan agama Islam. Berbagai-bagai rancangan jahat telah diatur termasuk percubaan untuk membunuh Baginda. Namun Baginda tidak pernah tunduk kepada tekanan itu dan sentiasa bersabar dengan tekanan yang dikenakan.

    Walau bagaimanapun, apabila orang kafir ketika itu terus-menerus untuk menghapuskan ajaran Islam dan Baginda, akhirnya Baginda terpaksa bertindakbalas. Baginda memutuskan hanya untuk berperang apabila agama dan nyawa Baginda sendiri terancam. Baginda tidak mempunyai pilihan lain melainkan mempertahankannya. Apabila Baginda mencapai kemenangan dalam peperangan, Baginda tidak pernah memaksa rakyat dijajahnya untuk memeluk agama Islam kerana Baginda tahu itu bukanlah ajaran Islam. Kalau adapun yang memeluk agama Islam, itu bukanlah atas dasar paksaan melainkan atas kerelaan dan keyakinan mereka terhadap Islam.

    Dalam satu kisah yang diriwayatkan oleh Ibn Ishak, terdapat seorang Ansar yang mempunyai dua orang anak lelaki yang beragama Kristian dan tidak mahu menerima Islam. Beliau datang kepada Rasulullah untuk meminta nasihat sama ada untuk memaksa anak-anaknya itu memeluk agama Islam. Akhirnya turun ayat tiada paksaan dalam agama seperti yang telah disebutkan dalam surah al-Baqarah, ayat 256. Ibn Athir di dalam mengulas ayat ini menerangkan bahawa Islam tidak membenarkan sama sekali umatnya memaksa orang bukan Islam memeluk agama Islam. Hujah ini disokong oleh Zamakhshari. Menurut beliau, Islam tidak pernah memaksa orang lain memeluk Islam. Terpulanglah kepada mereka dengan akal yang ada untuk menerimanya. Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud:

    “Dan (bukanlah tanggungjawabmu wahai Muhammad menjadikan seluruh umat manusia beriman), jika Tuhanmu menghendaki nescaya berimanlah sekelian manusia yang ada di muka bumi. (Janganlah engkau bersedih hati tentang kedegilan orang-orang yang ingkar itu; kalau Tuhan tidak menghendaki) Maka patutkah engkau pula hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman?”(Yunus 10: 99)
    Posted by Ridhuan Tee
    Wahai orang-orang kafir!Kalaulah dunia ini dipenuhi butir-butir kacang lalu datanglah seekor burung yg mengambilnya sebiji demi sebiji dan dibawa ke suatu tempat yg jaraknya 1000 tahun perjalanan lama-kelamaan butir-butir kacang tersebut akan habis.Tapi siksaan Allah Taala yg kekal di akherat tidak akan habis-habis.Adakah kalian sudah yakin seratus persen pegangan kalian benar?Kalian sendiri tahu kalau kalian gak punya bukti.Jangan gadaikan ruh dan jasad kalian ke dalam api neraka.Ayoh tinggalkanlah jejak langkah syaitan dan kembalilah kepada fitrah islamiah.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.Amin Ya Rabbal Alamin.Amin..Ya Allah..Amin..Kurniakanlah kami hidayah Ya Allah..sempena keberkatan bulan yg mulia ini..Ya Allah bantulah kami Ya Allah..Berilah petunjuk kepada mereka Ya Allah kerana mereka tidak mengetahui.Berilah petunjuk kepada siap murtad Ya Allah.Berilah petunjuk kepada Adeng.Berilah petunjuk kepada sukaku,laskar syaitan dan lain-lain agar mereka sama-sama dapat menikmati keindahan dan kedamaian agamaMu dan selamat dari azabMu..Ya Allah..Kami cuma berdoa sedang Kaulah yg memperkenankan sesungguhnya hanya Engkau yg dapat memperkenankan doa.Amin

    1. Adeng Hudaya Says:

      Sudahlah Mas Ilham,
      Nggak ada gunanye anda terus menerus membela agama Islam elu…

      Agama elu sudah jadi TAHI.
      Baunya busuk buanget.

      1. Tika Says:

        Tapi lebih busuk Agama anda….. buta!!!

        Itu lah beda orang islam sama orang kristen!

        Orang islam klo di cela : Alhamdulilah, Astagfirullah

        kalau ana: TAHI BUSUK LOE????

        Pelajari baik2 injil anda agar anda semakin tersesat…

        Alquran itu buatan TUHAN makannya bahasanya dimanapun Alquran ada pasti bahasa dan hurufnya arab…..

        dan ALhamdulilah saya seorang Muslim dan saya bangga dengan keislaman saya. karena saya tidak usah bersusah payah bersyukur hanya setiap hari minggu tapi saya bersyukur setiap 5 waktu Wajib dan banyak waktu.

        Adakah dalam agama anda untuk menyerukan suara untuk beribadah seperti dalam agama kami? saya kira tidak, anda tau knapa banyak orang ingin menjadi pendeta? mereka ingin berzina yang dibungkus dengan kebaikan! karna manusia selalu di beri nafsu, pendeta bukanlah nabi. pendeta hanya manusia yang haus akan nafsu!

        terserah anda Agama ku, agama ku. dan agama mu- agamamu. kami tidak pernah memaksa orang nasrani, yahudi untuk memeluk agama kami, karena kami tau yahudi-nasrani sebenarnya mengetahui mereka salah tapi mereka tidak pernah mau untuk mengakuinya!

    2. Hudaya Babi Says:

      Adeng Hudaya itu orang yg kerjanya hanya bisa mencela aja…..pengetahuannya picik. anak kecil jg bisa kayak gt. mending pelajari lg injil loe. klo isinya ada kekeliruan, tanya aja sama org islam. krn AlQuran adalah kitab penyempurna sampai akhir zaman. jgn malu deh mengakui kebenaran AlQuran dan Rasulullah.

  91. ilham othmany Says:

    Mengikut riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, nabi bersabda, “Apabila lalat terjatuh ke dalam bekas minum salah seorang antara kamu, celuplah dan kemudian buanglah lalat itu kerana pada sebelah sayapnya mengandungi penawar dan di sebelah sayapnya yang lain mempunyai penyakit.” Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud dan Ibn Majah. Benarkah pada lalat terdapat punca-punca penyakit serta penawar?

    Sabda nabi yang bermaksud, “Pada sebelah sayapnya mengandungi penyakit,” adalah satu pernyataan umum yang menunjukkan lalat merupakan agen pembawa penyakit kepada manusia. Ia juga mengisyaratkan bahawa lalat mengandungi banyak kuman yang memudaratkan. Sabda nabi ini hanya dapat difaharni pada abad-abad terkemudian. Pada tahun 1577, Mercurialis melontarkan pandangan tentang kemungkinan lalat merupakan serangga pembawa penyakit kepada manusia, tetapi pendapat ini tidak dapat dikukuhkan dengan bukti. Hanya pada abad kesembilan belas sahaja kajian yang mendalarn dilakukan untuk mengesahkan perkara ini, contohnya, kajian yang dilakukan oleh Profesor ]. Leidy pada tahun 1871. BeIiau yang merupakan seorang pakar dalam bidang iImu serangga atau entomologistmendapati lalat adalah pembawa pelbagai kuman kepada manusia.

    Pada tahun 1929, H.Y. Yao, I.C. Yuan dan D. Huie mengkaji lalat-Ialat di Beijing dan mendapati luarannya mengandungi lebih kurang 3,683,000 kuman bakteria dan dalamannya mengandungi 6-8 kali ganda kuman berbanding luarannya. Hal ini disebutkan dalarn buku Insect Immunologyoleh Edward A. Steinhaus terbitan New York.

    Pada tahun 1912, risalah pendidikan kesihatan di Amerika memperkenalkan lalat sebagai ‘serangga paling berbahaya yang pernah dikenali manusia selarna ini’. Lalat dikenal pasti sebagai agen pembawa penyakit demam kepialu, taun, drit birit, sakit mata, dan banyak lagi.

    Lalat Memiliki Penawar
    Sabda nabi, “Dan pada sebelah sayap (Ialat) ada penawar,” menunjukkan, walaupun lalat ialah agen pembawa kuman serta penyakit, namun tubuh lalat yang sarna juga memiliki penawar serta bahan antikuman yang bermanfaat bagi man usia.

    Hal ini disahkan oleh para saintis pada abad ke-20. Sebagai contoh, Shope pada tahun 1927, dan Glaser 1938, mendapati ada kuman-kuman virus dalam badan lalat yang berfungsi membunuh kuman-kuman bakteria. Kajian ke atas lalat rumah Musca domestica menunjukkan, ia mengandungi virus bacteriophage yang mampu membunuh kuman-kuman Staphylococcus muscae, Escherichia coli, Salmonella paratyphi dan Eberthella typhosa yang menjadi penyebab kepada penyakit cirit birit dan demam kepialu. Inilah penemuan virus bacteriophage yang pertama di dalam serangga dan ia merangsang kepada penemuan-penemuan yang lain.

    Sebelum itu, pada tahun 1926, J.I. Duncan menemui bahan¬bahan aktif pembunuh bakteria di dalam usus lalat rumah. Pada tahun 1939 pula, Lat, Ghosal dan Mukherji mendapati lalat mampu mengubah kuman taun vibrio cholera kepada bentuk yang lain yang tidak berbahaya. Penemuan-penemuan ini dilaporkan dalam buku The Housefly – Its Natural History, Medical Importance, And Control oleh Luther West.

    Penemuan sains pada abad ke-20 juga menyedarkan manusia ten tang betapa benarnya sabda nabi yang bermaksud, “Celuplah lalat itu kerana pada sebelah sayapnya mengandungi penawar.” Pusingan hidup lalat bermula dengan telur. Telur menetas dan mengeluarkan larva, kemudiannya berubah kepada pupa dan kemudian barulah menjadi lalat dewasa. Semua ini adalah proses yang perlu dilalui oleh seekor lalat. Latat di dalam bentuk larva (maggots) am at bermanfaat pada man usia.

    Sebagai contoh, M.A. Stewart, pada tahun 1934, mendapati lalat berbentuk larva, ketika ‘dicelupkan’ ke dalam luka-Iuka, mengeluarkan bahan ammonia dan kalsium karbonat yang menjadikan luka itu alkali. Di dalam keadaan ini kuman-kuman dapat dibunuh di samping meredakan bengkak serta mencegah kematian sel-sel. Di samping itu larva-larva ini berperanan menelan kuman-kuman bakteria dan membunuhnya. S.w. Simmons pada tahun 1935 pula mendapati, lendir yang dikeluarkan oleh larva mampu membunuh kuman-kuman bahaya seperti Staphylococcus aureus, Haemolytic streptococci dan Clostridium welchii. Tambahan daripada itu, pada tahun yang sarna, W. Robinson mendapati larva juga mengeluarkan allan to in. Allantoin merupakan bahan protein yang membantu pertumbuhan sel-sel. Penemuan-penemuan ini dilaporkan dalam buku Insect Immunology karangan Edward Steinhaus.

    Penemuan-penemuan ini menjadikan larva lalat begitu popular digunakan bagi merawat luka-Iuka terutamanya pada tahun 1930-an. Walau bagaimanapun popularitinya mula menurun selepas penemuan ubat-ubat antibiotik. Baru-baru ini, bermula tahun 1982, penggunaan larva menjadi popular
    semula berdasarkan kajian-kajian saintifik terkini. Hal ini dilaporkan oleh Fakulti Perubatan Universiti Indiana di U’uu: soundmedicine.iu.edu. Sebagai contoh, ia dicadangkan untuk digunakan bagi merawat luka disebabkan kencing manis. Hal ini dilaporkan dalam jurnal Diabetes Health terbitan ~fac 1995. Antara institusi perubatan yang telah menggunakan pendekatan ini ialah Long Beach Veterans Affairs Medical Center. Di Belanda pula pakar-pakar perubatan melaporkan mereka berjaya merawat sebelas kes luka yang teruk dengan menggunakan larva lalat. Kaedah ini berjaya mengawal infeksi kuman dan menyelamatkan kes-kes ini dari pembedahan amputasi. Hal ini dilaporkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases.

    Kuasa penawar yang ada pada lalat memang menakjubkan. Dalam sebuah buku karangan Dr. Ghyath Hasan al-Ahmad bertajuk al- Tibb al-Nabawi fi Daw ai-11m al-Hadith (Prophetic Medicine in the Ught of Modern Science) terbitan tahun 1955, dilaporkan ten tang satu eksperimen yang dilakukan oleh Dr. Nabih Da’ish di Universiti Raja Abdul Aziz di Riyadh. Beliau menyediakan sepuluh kultur bakteria (bacterial cultures) dan dimasukkan seekor lalat ke dalamnya tanpa dicelupkan lalat itu ke dalam kultur. Beliau kemudiannya menyediakan 10 lagi kultur bakteria dan dimasukkan serta dicelupkan lalat ke dalamnya sebanyak sekali.

    Selepas itu disediakan pula lagi 10 kultur bakteria dan pada kali ini lalat dicelupkan ke dalam kultur sebanyak dua kali. Perbuatan ini disusuli dengan penyediaan 10 lagi kultur bakteria dan lalat dicelupkan ke dalamnya sebanyak tiga kali. Dr. Nabih Da’ish mendapati kuman terus hidup dan membiak dalam kultur yang pertama yang mengandungi lalat yang tidak dicelup. Dalam kultur yang kedua kuman-kuman tidak mampu membiak malah sebahagiannya terbunuh dan aktiviti antikuman ini meningkat dalam kultur ketiga dan keempat. Penemuan ini menunjukkan pengeluaran bahan antikuman tertentu oleh lalat ada perkaitan dengan perbuatan mencelup lalat ke dalam cecair. la selari dengan sabda nabi yang disebutkan sebelum ini.
    Ini adalah bukti yg sangat jelas tentang kebenaran nabi Muhammad saw.Semua aturan Islam yg disampaikan di dallam Al Quran dan hadis bukan semata-mata sebagai tanda taat bakti muslim kepada perintah Allah,bahkan hukum2 Islam tersebut sangat berfaedah di dalam memelihara kesihatan dan lain2 kepentingan umat manusia sementara manusia itu massih di dunia ini lagi.Wahai orang-orang kafir ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah kalian pasti berjaya.Amin ya Rabbal Alamin.

  92. ilham othmany Says:

    Kelakuan dan Akhlak Muhammad
    “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (wahai Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.”
    Al-Quran, Al-Anbiyaa’ (21):107
    Untuk mengenali ajaran Islam, kita perlu terlebih dahulu mengenal nabi agama Islam. Seperti kata pepatah, kita tidak boleh memisahkan sesuatu ajaran daripada pengajarnya. Oleh itu, adalah perkara biasa untuk mengkaji riwayat hidup Muhammad (s.a.w.), kelakuan dan akhlaknya, dan melihat bagaimana Islam terjelma di dalam dirinya sebagai contoh yang hidup bagi semua umat Islam sehingga ke akhir zaman.

    Abu Huraiah menggambarkan beliau seperti berikut:

    “Susuk tubuhnya sederhana, agak tinggi. Kulitnya amat putih, janggutnya hitam, bibirnya menawan, keningnya panjang, dan bahunya lebar. ”
    Anas ibn Malik berkata:
    “Aku tidak pernah menyentuh sutera atau apa-apa kain yang selembut tapak tangannya, dan aku tidak pernah menghidu bau yang lebih enak daripada baunya. ”
    Hind ibn Abi Hala (anak kepada isteri Muhmmad, Khadijah) menggambarkan Muhammad (s.a.w.) seperti berikut:
    “Rasulullah itu seorang yang selalu berfikir, banyak berdiam diri. Dia tidak bercakap tanpa sebab. Beliau bercakap dengan mulut yang penuh (tidak sombong), dan bercakap dengan tepat. Pertuturannya berpatutan, tidak berlebihan atau berkurangan. Dia tidak angkuh atau merendahkan orang. Dia memuji orang walaupun dalam hal yang kecil dan tidak pernah memperkecilkan orang. Dia tidak pernah memuji atau mencela makanan. Dia tidak pernah marah kerana perkara-perkara kehidupan atau perkara-perakara yang berkaitan dengannya. Tetapi jika keadilan dicabuli, tiada yang dapat menahan marahnya sehinggalah keadilan ditegakkan. Dia tidak pernah marah kerana hal yang bersangkutan dengan dirinya atau membalas dendam untuk dirinya. Jika dia memberikan isyarat, dia menggunakan seluruh tapak tangannya. Jika dia merasa hairan, dia membalikkannya. Jika dia marah, dia berpaling dan bila dia gembira dia menundukkan pandangannya. Tawanya hanya sekadar senyuman.”
    Ali ibn Abi Talib menggambarkan Muhammad (s.a.w.) seperti berikut:
    “Dia tidak kasar dan tidak suka perangai yang kasar, dan dia tidak pernah menjerit di pasar. Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, sebaliknya memaafkannya dan melupakannya. Dia tidak pernah memukul apa-apa dengan tangannya kecuali ketika berjuang dengan nama Allah. Dia tidak pernah memukul orang suruhan, atau wanita, dan aku tidak pernah melihat dia membalas dendam ke atas ketidakadilan yang dilakukan ke atasnya, melainkan jika larangan Allah dilanggar. Jika larangan Allah dilanggar dia adalah di antara yang amat marah. Dia tidak pernah memberikan pilihan di antara dua perkara sebaliknya memilih yang paling mudah di antara keduanya. Jika berada di rumah, dia seperti mana-mana lelaki lain; dia membasuh pakaiannya, memerah susu kambingnya, dan melayan dirinya. Dia menjaga lidahnya daripada perkara yang tidak berkaitan dengan dirinya. Dia menerima orang ramai dan tidak menolak mereka. Dia memuliakan golongan yang mulia dan memberikan mereka kuasa melaksanakan urusan mereka. Dia berhati-hati dengan orang ramai dan menjaga dirinya terhadap mereka, tetapi sentiasa senyum kepada mereka dan berkelakuan seperti yang sepatutnya. Dia bertanya khabar sahabat-sahabatnya dan bertanya khabar orang ramai. Dia menggalakkan apa yang baik dan menguatkannya, dan dia akan tidak menggalakkan apa yang buruk dan menghalangnya. Dia seimbang dan konsisten. Dia tidak pernah mengabaikan sesuatu sehingga mereka mengabaikannya dan tidak menghiraukannya. Dia sentiasa bersedia untuk semua keadaan dan sangat adil. Yang rapat dengannya adalah yang terbaik di kalangan mereka, dan yang terbaik di kalangan mereka di matanya adalah mereka yang bijaksana. Yang paling dipandang tinggi olehnya di kalangan mereka adalah yang paling mengambil berat hal orang ramai dan membantu mereka. Dia tidak bangun atau duduk tanpa memuji Tuhan. Jika dia masuk ke majlis, dia akan duduk di hujung (bukan di depan) dan menggalakkan orang lain berbuat demikian. Dia akan memberikan mereka yang duduk dengannya apa yang patut mereka terima dengan adil sehingga mereka tidak merasa ada di antara mereka yang lebih penting kepadanya. Jika seseorang datang berjumpanya atau meminta pertolongannya, dia akan bersabar sehingga mereka (tetamu) yang pergi dahulu. Mereka yang meminta daripadanya tidak pernah dihampakan melainkan dia memberi apa yang diminta atau diucapkan kata-kata yang baik. Keceriaannya dan budi bahasanya menawan mereka sehingga dia bagaikan bapa mereka dan mereka mempunyai hak yang sama sepertinya. Mereka di sekelilingnya adalah orang-orang yang berilmu, rendah diri, sabar dan jujur. Mereka tidak meninggikan suara atau melanggar larangan. Mereka tidak mendedahkan kesilapan satu sama lain, sebaliknya mereka setara, saling ingat-mengingati akan Tuhan. Mereka menghormati orang tua, mengasihi anak-anak, membantu yang memerlukan dan melindungi orang asing.”
    Wahai orang-orang kafir tidak ada satu hari pun berlalu melainkan kuburan mengatakan, akulah rumah kegelapan,akulah rumah cacing dan ulat-ulat,akulah rumah penyesalan ,rumah berkelana dan lain-lain lagi.Apabila samapai ajal seseorang anak Adam maka akan diserulah dengan tiga seruan iaitu:
    “Wahai Anak Adam!Adakah engkau yg mengumpulkan dunia atau dunia yg mengumpulkan engkau?”
    “Wahai Anak Adam adakah engkau yg meninggalkan dunia atau dunia yg meninggalkan engkau?”
    “Wahai Anak Adam di manakah tubuhmu yg kuat bukankah sekarang sudah menjadi kaku?Di mana lidahmu yg fasih bikankah sekarang menjadi bisu?”Ketika itu semua orang yg telah meninggal dunia akan merasa penyesalan yg amat sangat disebabkan kelalaian mereka semasa mereka hidup dahulu.Mereka pun berkata wahai orang yg masih hidup,janganlah kalian tertipu oleh dunia sebagaimana ia telah menipu aku.Namun kitatidak dapat mendengar omongan orang yg telah mati itu.
    Wahai orang yg kafir!Fikirlah dengan semasak-masaknya.Janganlah bertangguh memeluk Islam kerana kebanyakan raungan dan penyesalan ahli-ahli nereka kelak adalah disebabkan mereka suka bertangguh.Ucaplkanlah sekarang juga Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Akkah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan berjaya.Amin Ya Rabbal alamin.

  93. ilham othmany Says:

    Akhlak baginda Dengan Tuhan

    Bila sahaja Muhammad (s.a.w.) mengarahkan pengikut-pengikutnya melaksanakan sesuatu arahan atau larangan Tuhan, beliau sentiasa adalah orang yang paling patuh melaksanakannya. Beliau adalah yang paling patuh beribadat kepada Tuhan di kalangan mereka, dan tiada sesiapa yang dapat menandinginya dan kesabarannya dalam beribadat kepada Tuhan.

    Al-Mugheerah ibn Shooba meriwayatkan:

    “Rasulullah (s.a.w.) biasa berdiri bersembahyang sehingga kakinya bengkak dan merekah. Dia ditanya: “Bukankah Tuhan telah mengampunkan segala kesilapanmu yang lalu dan yang akan datang?”. Dia menjawab: “Maka tidak patutkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”.”
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Aishah (a.s.) meriwayatkan:
    “Rasulullah (s.a.w.) pernah berpuasa sehingga orang berkata dia tidak akan berhenti daripada berpuasa, dan dia pernah tidak berpuasa sehingga orang berkata, dia tidak pernah berpuasa.”
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Anas berkata:
    “Kamu menyangka tidak akan melihatnya dia sembahyang di tengah malam, tetapi dia bersembahyang di tengah malam, dan kamu menyangka dia tidak akan tidur, tetapi dia tidur.”
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Sahabat-sahabat meriwayatkan bahawa apabila menghadapi kesukaran atau ujian, beliau akan bersembahyang. Beliau bersabda:
    “Aku tenang di dalam sembahyang.”
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Wahai orang-orang kafir!Di sana nanti akherat akan menjadi nyata.Surga akan jadi nyata.Neraka akan jadi nyata.Adapun perkara yg nyata sekarang maka akan menjadi ghaib.Dunia dengan segala isi-isinya akan menjadi ghaib dan sirna.Dunia adalah tempat beramal tidak ada balasan.Akherat adalah tempat balasan dan tidak akan ada lagi amalan.Buatlah sesuatu yg berarti utk diri kalian sebelum tiba waktunya akan hanya ada balasan dan tidak ada dan tidak boleh lagi utk beramal.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Amin Ya Rabbal Alamin.

  94. Ilham Othmany Says:

    Akhlak Nabi dalam kehidupan Kehidupan

    Muhammad (s.a.w.) adalah yang paling kurang kecintaannya terhadap wang atau kemewahan di kalangan kaumnya. Beliau menggalakkan pengikut-pengikutnya supaya rajin berusaha, mencari nafkah secara jujur dan tidak menggalakkan mereka meminta-minta. Beliau tidak mengutuk kekayaan dan golongan yang kaya, tetapi beliau bimbangkan hal ini akan pengikut-pengikutnya dan mendorong mereka supaya tidak membiarkannya merosakkan mereka atau mereka menjadi obses terhadapnya.

    Muhammad (s.a.w.) sendiri boleh menjadi orang terkaya di Arabia, tetapi beliau memilih untuk hidup secara sederhana dan menggunakan kekayaannya dengan cara yang diredhai Tuhan. Sebagai pemimpin negara Islam, beliau menerima banyak harta tetapi beliau tidak suka jika harta itu berada di dalam rumahnya selama lebih daripada sehari tanpa mengagih-agihkannya untuk kebajikan. Beliau hidup mengikut prinsipnya:

    “Demi Tuhan! Sesungguhnya kehidupan yang sebenar adalah kehidupan di akhirat”, dan, “Apa mahuku dengan kehidupan ini? Perumpamaan aku denagan hidup ini adalah seperti pengembara yang berhenti untuk berteduh di bawah sebatang pokok, kemudian bangun dan pergi.”
    Urwah meriwayatkan bahawa Aishah (isteri Muhammad (s.a.w.)) berkata kepadanya:
    “Wahai anak saudaraku! Kami melihat bulan sabit, kemudian bulan sabit, dan kemudian bulan sabit, begitulah kami melihat tiga bulan sabit dalam masa dua bulan dan tiada api (untuk memasak) dinyalakan di dalam rumah Rasulullah (s.a.w.). Aku berkata, ‘Wahai mak cikku! Bagaimanakah kamu makan?’. Aishah berkata, ‘Kurma dan air’.”
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Abu Tharr meriwayatkan bahawa Rasulullah (s.a.w.) bersabda:
    “Jika aku memunyai emas sebanyak gunung Udud, aku tidak akan senang hati sekiranya aku memilikinya selama tiga malam (yakni aku akan menggunakannya ke jalan Allah) melainkan kugunakan untuk membayar hutang.”
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Jabir ibn Abdullah meriwayatkan:
    “Tidak pernah apabila Rasulullah diminta sesuatu, dia mengatakan ‘tidak’ (yakni dia tidak pernah menghampakan permintaan orang)”
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Adalah dikisahkan ibu ikan dengan anaknya berenang di sebatang sungai.Tiba-tiba anaknya berkata “Ibu!lihat di sana ada seekor cacing yg sangat lezat.Marilah kita memakannya wahai ibu.”Ibu ikan yg penuh berpengalaman itu berkata kepada anaknya “Jangan kau hampiri cacing itu wahai anakku.Itu adalah umpan yg digunakan oleh manusia utk menangkap ikan-ikan seperti kita.Jika kau memakannya mulutmu akan tersangkut pada mata pancing dan manusia akan menangkapmu.Mereka akan memotong-motong badan mu dengan pisau.Kemudian mereka akan menyalakan api lalu menggorengmu di atas kuali yg panas.” Walaubagaimanapun anak ikan tidak percaya sama omongan ibunya.Dia berpikir di dalam hatinya “Barangkali ibuku coba menipuku karena dia ingin memakan cacing itu sendirian kali..Lagian omongannya kagak dapat dipercaya.Di sini mana ada api.Mana ada pisau.Mana ada kuali.” Lalu anak ikan pun memakan cacing itu padahal telah dilarang oleh ibunya.Akhirnya dia tersangkut pada mata pancing lalu di bawa naik ke darat.Ketika barulahdia mengerti bahawa omongan ibunya benar.Bahawa ada alam lain selain daripada alam di bawah air yg selamaini tidak diketahuinya.Dia melihat bagaimana manusia mengeluarkan pisau utk memotong-motong badannya.Dia juga menyaksikan bagaimana manusia menyalakan api utk menggorengnya.Sekaran barulah dia percaya tetapi percayanya itu udah terlambat.Sangat terlambat!Wahai orang-orang kafir jaga-jagalah kalian dari api neraka.Janganlah kalian terlambat sepertimana anak ikan tadi terlambat!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah Pasti kalian berjaya.

  95. ilham othmany Says:

    Cara Hubungan Nabi dengan orang ramai
    Firman Allah yg maksudnya…
    “Maka disebabkan rahmat daripada Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri daripada sekelilingmu.”
    Al-Qur’an, Al-’Imran (3):159
    Meskipun mempunyai banyak tanggungjawab, Muhammad (s.a.w.) tidak pernah mengabaikan kaumnya. Setiap daripada mereka mempunyai tempat yang istimewa di hatinya, dan mereka mengenalinya sebagai seorang yang lemah-lembut pertuturannya, pemurah, bertolak-ansur dan peramah.
    Beliau bergurau dengan sahabat-sahabatnya, duduk dan berbual dengan mereka, bermain dengan anak-anak mereka dan anak-anak mereka duduk di pangkuannya. Beliau membantu sesiapa sahaja, seorang abdi atau merdeka, seorang gadis muda, atau orang miskin. Beliau menziarahi orang sakit yang tinggal di hujung bandar dan menghadiri pengebumian mereka. Beliau menerima permintaan maaf orang dan alasan-alasan mereka, dan beliau adalah yang paling merendah diri di kalangan mereka.

    Abdullah ibn Al-Harith meriwayatkan:

    “Aku tidak pernah melihat orang yang sentiasa tersenyum melainkan Rasulullah (s.a.w.)”
    Diriwayatkan oleh Al-Tarmizi
    Usamah ibn Zayd meriwayatkan:
    “Anak perempuan Rasulullah (s.a.w.) menghantar seorang suruhan kepda Rasulullah (s.a.w.) meminta dia datang menziarah anaknya yang sedang nazak. Tetapi Rasulullah (s.a.w.) menghantar pulang orang suruhan tersebut dengan menyampaikan salamnya dan pesanan: ‘Apa sahaja yang Allah ambil adalah hakNya dan apa sahaja yang Dia berikan adalah hakNya. Segala-galanya ada masanya yang terhad (di dunia) dan dia harus bersabar dan mengharapkan ganjaran Allah.’. Sekali lagi dia meminta baginda datang. Rasulullah (s.a.w.) berdiri diikuti oleh Sa’id ibn Ubadah, Mu’ath ibn Jabal, Ubay ibn Ka’ab, Zayd ibn Thabit dan beberapa orang lagi. [Apabila dia tiba] anak itu dibawa kepada Rasulullah (s.a.w.), dadanya berombak. Melihat itu, air mata Rasulullah (s.a.w.) berlinang. Sa’ad berkata, ‘Wahai Rasulullah! Apakah ini?’. Dia menjawab, ‘Ini adalah belas kasihan yang Allah tanamkan di hati hamba-hambaNya, dan Allah mengasihani hamba-hambaNya yang mengasihani orang (lain).”
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Anas ibn Malik meriwayatkan bahawa:
    “Rasulullah (s.a.w.) suka bergaul dengan kami (anak-anak) sehingga beliau pernah berkata kepada adik lelaki saya, ‘Wahai Abu-Umayr! Apa yang Nughayr (sejenis burung) telah lakukan?’”
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Abu Daud meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda:
    “Jangan kamu sampaikan berita (buruk) mengenai sahabat-sahabatku kerana aku ingin bertemu kamu dengan hati yang suci.”
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Ibn Masud meriwayatkan bahawa Muhammad(s.a.w.) bersabda kepada kumpulan yang dihantarnya untuk mengajar:
    “Berlembutlah dan jangan jadikan (agama ini) sukar. Bawakan khabar gembira dan jangan menolak”
    Abu Malik ibn al-Asha’ari berkata:
    “Rasulullah (s.a.w.) berkata, ‘Kebersihan sebahagian daripada iman dan katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah’, sempurnakan timbangan, dan ucapan, ‘Maha Suci Allah’ dan ‘Segala Puji bagi Allah’ akan memenuhkan segala-galanya di antara langit dan bumi. Sembahyang adalah ibarat cahaya dan sedekah adalah bukti [keimanan seseorang], dan kesabaran adalah cahaya yang terang, dan Qur’an adalah saksi terhadapmu. Semua orang keluar pada waktu pagi dan menjual diri mereka, ada yang membebaskan diri mereka manakala ada yang memusnahkan diri mereka.”
    Diriwayatkan oleh Muslim
    Wahai orang-orang kafir!Apa yg kalian tanam itulah yg akan kalian tuai.Kegagalan kalian memahami kebenaran adalah hasil dari dosa2 kalian masa lalu yg kalian tuai dalam bentuk buta dari kebenaran.Tapi masih belum terlambat utk kalian jika kalian mau adil pada diri sendiri.Itupun kalau mau.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utussan Allah.Pasti kalian akan berjaya.Amin Ya Rabbal Alamin.

  96. ilham othmany Says:

    Rasulullah ,Keluarga dan anak-anaknya

    Aishah, isteri Muhammad (s.a.w.) berkata:

    “Rasulullah (s.a.w.) biasa membaiki sandalnya, menjahit pakaiannya dan melakukan kerja-kerja di rumah seperti orang lain. Dia adalah seorang manusia yang membersihkan pakaiannya, memerah susu kambingnya dan membuat kerja-kerja lain.”
    Diriwayatkan oleh Al-Tarmizi
    Dia juga berkata:
    “Dia membaiki sandalnya sendiri”. Pernah dia ditanya, “Bagaimanakah layanan dia terhadap keluarganya?”. Jawabnya, “Beliau berkhidmat untuk keluarganya sehinggalah tiba waktu solat bila mana dia akan pergi untuk bersolat”.
    Anas meriwayatkan:
    “Aku tidak pernah melihat sesiapa yang mengasihi anak-anak seperti Rasulullah (s.a.w.)”
    Diriwayatkan oleh Muslim
    Abu Hurairah berkata bahawa:
    “Rasulullah (s.a.w.) tidak pernah mencerca makanan; jika dia suka dia memakannya, jika dia tidak suka dia meninggalkannya.”
    Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim
    Wahai orang-orang kafir!Kalian tidak akan masuk ke dalam surga sehingga kalian berusaha mendapatkannya.Sekiranya kalian inginkan kejayaan dunia sahaja kalian nggak boleh duduk berpangku tangan.Inikan pula untuk mendapatkan kejayaan di akherat.Ini adalah ketentuan dariNya yg Maha Kuasa.Nah, sebagaimana utk mendapatkan kejayaan di dunia seorang itu mesti berusaha,demikian juga untuk mendapatkan kejayaan di akherat.Bukankah Dia Tuhan bagi dunia ini juga adalah Tuhan bagi akherat?Ayoh!Jangan ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.

  97. ilham othmany Says:

    Sifat Pemurah, Pemaaf dan Tingkah Laku Nabi Muhammad saw

    Abdullah ibn Amr meriwayatkan: “Rasulullah (s.a.w.) tidak pernah bercakap dengan cara yang menghina mahu pun sengaja bercakap perkara yang tidak baik secara sengaja. Dia pernah berkata, ‘Yang paling kusayangi di kalangan kamu adalah yang paling baik peribadi dan akhlaknya’.”

    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Nabi (s.a.w.) bersabda:
    “Yang paling sempurna di kalangan mereka yang beriman adalah yang paling baik akhlaknya.”
    Diriwayatkan oleh Abu Daud
    Qatadah ibn Malik meriwayatkan yang Zaid ibn Ilaqah menceritakan bahawa menurut ayah saudaranya, Qatadah ibn Malik, bahawa Nabi (s.a.w.) berdoa:
    “Ya Allah, aku mohon perlindunganmu daripada akhlak, kelakuan dan keinginan yang tidak baik.”
    Diriwayatkan oleh Al-Tarmizi
    Anas ibn Malik meriwayatkan:
    “Aku sedang berjalan dengan Rasulullah (s.a.w.) dan dia memakai baju besi Najran yang tebal. Seorang Badwi datang berjumpa dengannya dan menarik baju besi itu dengan amat kuat sehingga meninggalkan bekas pada kulit Rasulullah (s.a.w.). Dan dia (Badwi) berkata: ‘Muhammad! Perintahkan supaya aku diberikan sebahagian daripada harta Allah yang kau ada’. Rasulullah (s.a.w.) berpaling kepadanya, tersenyum dan memerintahkan supaya diberikan sebahagian kepadanya.”
    Anas meriwayatkan:
    “Lapan puluh orang dari pergunungan Al-Taneem di Mekah pergi kepada Rasulullah (s.a.w.) dengan berpakaian baju besi dan berniat menyerangnya. Dia menangkap mereka (dengan baik) dan tidak membunuh mereka.”
    Diriwayatkan oleh Muslim
    Seorang penyembah berhala bernama Zaid ibn Sa’ana menemui Rasulullah (s.a.w.) untuk mengutip hutang. Setelah mendekati Muhammad (s.a.w.), beliau mencekak bajunya dengan kasar sehingga bahunya terdedah dan bercakap dengan kasar terhadapnya. Akhirnya beliau berkata, “Keturunan Abdul Mutalib memang suka berlengah-lengah.”. Dengan segera, Umar ibn Al-Khattab meluru ke arahnya dan menegurnya dengan kasar sementara Rasulullah (s.a.w.) melihat dan tersenyum. Kemudian Nabi (s.a.w.) bersabda kepada Umar: “Dia dan aku memerlukan yang lain wahai Umar. Kau sepatutnya menyuruh aku bersegera membayar, dan menyuruhnya menuntut hutangnya dengan cara yang baik.” Muhammad (s.a.w.) bersabda: “Menurut perjanjian, masih ada tiga hari lagi.”. Muhammad (s.a.w.) kemudiannya mengarahkan Umar untuk menguruskan pembayarannya dan menambah dua puluh ‘saa’ (berat) sebagai ganti rugi kerana Umar mengasarinya. Lelaki ini kemudiannya menganut Islam. (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, ibn Habban dan Al-Tabarani).
    Anas ibn Malik berkata:

    “Rasulullah (s.a.w.) adalah yang terbaik di kalangan orang ramai. Dia mengutus aku (ketika aku masih anak-anak) untuk suatu kerja, dan aku berkata: Demi Allah, aku tidak akan pergi. Tetapi aku memang berniat untuk melakukan seperti yang Rasulullah (s.a.w.) perintahkan. Aku keluar dan terjumpa beberapa orang kanak-kanak lain sedang bermain di jalan. Sementara itu, Rasulullah (s.a.w.) datang dan menangkapku dari belakang. Bila aku menoleh ke arahnya, dia tersenyum dan berkata: Unays, adakah kau pergi ke mana yang aku suruh? Aku berkata: Ya, Rasulullah, aku akan pergi. Anas seterusnya berkata, aku berkhidmat untuknya selama sembilan tahun dan dia tidak pernah memarahiku disebabkan sesuatu yang aku lakukan, atau apa yang tidak aku lakukan.”
    Diriwayatkan oleh Muslim
    Dalam satu riwayat lain, beliau berkata:
    “Aku berkhidmat untuk Rasulullah (s.a.w.) di Madinah selama sepuluh tahun. Aku hanya seorang budak. Setiap apa yang aku lakukan yang tidak seperti kehendaknya, dia tidak pernah berkata,”Huh!”, mahu pun berkata, kenapa kau lakukan ini, atau, kenapa tidak kau lakukan ini?”
    Diriwayatkan oleh Abu Daud
    Anas juga berkata:
    “Tiada yang lebih kami kasihi selain Rasulullah (s.a.w.), tetapi jika dia datang, kami tidak berdiri kerana kami tahu betapa dia tidak suka [kami berbuat demikian] Pernah sekali seorang memanggilnya dengan berkata, ‘Wahai yang terbaik di kalangan manusia…’. Dia menjawab, ‘Dia adalah Ibrahim’.”
    Diriwayatkan oleh Muslim
    Adi ibn Hatim al Ta’ee berjumpa dengan Nabi Muhammad (s.a.w.) untuk bertanya mengenai Islam, maka Muhammad (s.a.w.) menjemputnya ke rumah. Setelah mereka duduk, seorang anak perempuan membawakan sebiji bantal untuk Rasulullah (s.a.w.), tetapi beliau meletakkannya di antaranya dan Adi, dan duduk di atas lantai. Adi kemudiannya berkata: “[Apabila saya melihat dia berbuat begitu] saya tahu yang dia bukan seorang raja”.
    Juga diriwayatkan bahawa Muhammad (s.a.w.) pernah bersabda:

    “Aku hanyalah seorang hamba, aku makan apa yang seorang hamba makan, dan aku duduk seperti seorang hamba duduk.”
    Muhammad (s.a.w.) mengikat sendiri untanya, memberi makan binatang peliharaannya, makan bersama orang suruhannya, menguli roti bersama mereka, dan membawa sendiri barang-barang yang dibelinya di pasar.

    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Masa kita hidup di atas dunia adalah terhad.Gunakan sebaik-baiknya.Kematian adalah suatu mistri yg tidak terpecahkan.Tapi ia sangat dekat dengan tiap-tiap orang.Oleh itu bertobatlah sebelum terlambat.

  98. ilham othmany Says:

    Juga diriwayatkan bahawa Muhammad (s.a.w.) pernah bersabda:

    “Aku hanyalah seorang hamba, aku makan apa yang seorang hamba makan, dan aku duduk seperti seorang hamba duduk.”
    Muhammad (s.a.w.) mengikat sendiri untanya, memberi makan binatang peliharaannya, makan bersama orang suruhannya, menguli roti bersama mereka, dan membawa sendiri barang-barang yang dibelinya di pasar.

    Hubungan dengan ibu bapa

    Abu Hurairah meriwayatkan bahawa seorang lelaki berjumpa dengan Rasulullah (s.a.w.) dan berkata, “Wahai Rasulullah! Siapakah yang paling layak aku hormati?” Nabi (s.a.w.) bersabda: “Ibumu”. Lelaki itu berkata, “Selepas itu siapa?”. Nabi (s.a.w.) bersabda: “Ibumu”. Lelaki itu berkata, “Selepas itu siapa?”. Nabi (s.a.w.) bersabda: “Ibumu”. Lelaki itu bertanya untuk kali yang keempat, “Selepas itu siapa?”. Nabi (s.a.w.) bersabda: “Ayahmu”. (Diriwayatkan oleh Bukhari).

    Seorang lelaki berjumpa dengan Abu Darda dan berkata, “Aku mempunyai seorang isteri yang ibuku mengarahkanku menceraikannya.”. Beliau menjawab bahawa beliau mendengar Rasulullah (s.a.w.) bersabda, “Ibu bapa adalah pintu terbaik ke Syurga, jadi jika kau suka, simpanlah pintu tersebut, atau kau kehilangannya.” (Diriwayatkan oleh Mishkat Al-Masabih, Tarmizi dan disampaikan oleh Ibn Majah).

    Abu Bakrah berkata, Rasulullah (s.a.w.) berkata sebanyak tiga kali: “Mahukah aku memberitahu kamu dosa yang terbesar?”. Mereka menjawab, “Ya, wahai Rasulullah!”. Beliau bersabda, “Mensyirikkan Allah dan tidak mematuhi ibu bapamu.”. Kemudian Nabi (s.a.w.) duduk setelah bersandar pada sebiji bantal dan bersabda, “Dan aku mengingatkanmu agar jangan memberikan persaksian palsu.”, dan beliau terus mengulang-ulangnya sehingga kami menyangka dia tidak akan berhenti. (Diriwayatkan oleh Bukhari).

    Anas ibn Malik meriwayatkan yang Nabi (s.a.w.) bersabda: “Dosa yang paling buruk di antara dosa-dosa besar adalah mensyirikkan Allah, membunuh manusia, tidak mematuhi ibu bapa dan membuat kenyataan palsu”, atau bersabda, “memberi persaksian palsu.” (Diriwayatkan oleh Bukhari).

    Mempertahankan Sempadan Agama

    Gerhana matahari berlaku pada hari Ibrahim (anak Muhammad (s.a.w.)) meninggal dunia. Orang ramai mula berkata, “Matahari gerhana kerana kematian Ibrahim.”. Apabila Rasulullah (s.a.w.) mengetahui akan hal ini, beliau menjadi marah dan menegur mereka dengan bersabda:

    “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua daripada tanda-tanda kebesaran Allah, mereka tidak gerhana kerana kelahiran atau kematian sesiapa, maka jika anda melihat gerhana, bertasbihlah kepada Tuhan, pujilah namaNya, berdoa dan bersedekahlah.”
    Riwayat Bukhari dan Muslim
    Pada masa lain, seorang lelaki telah berkata mengenai suatu perkara, “Tuhan dan kamu (wahai Muhammad) telah menentukannya”. Rasulullah menegurnya dengan bersabda: “Adakah kamu menyamakanku dengan Tuhan?”.

    Riwayat Bukhari dan Muslim
    Atas sebab yang sama, pada masa lain seorang lelaki sedang menyampaikan ucapan dan berkata, “Sesungguhnya sesiapa yang mematuhi Tuhan dan utusanNya adalah bijak, dan sesiapa yang melanggar perintah Tuhan dan utusanNya telah sesat.”. Apabila mendengarnya, Rasulullah telah bersabda, “Kamu mengatakan sesuatu yang amat salah”. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

    (Nota: Muhammad (s.a.w.) tidak mahu mereka yang mendengar ucapannya menyangka yang Tuhan dan utusan-utusanNya adalah setara).

    Muhammad (s.a.w.) selalu bersabda: “Jangan terlalu memujiku seperti mana orang-orang Kristian terlalu memuji [Jesus] putera Maryam. Kerana aku hanyalah pesuruhnya, maka katakanlah: ‘Pesuruh dan Rasulullah’”. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

    Wahai orang-orang kafir.Hanya kebenaran yg dapat menyelamatkan kalian.Ke mana pun kalian pergi kalian akan sentiasa diintai malaikat maut.Hanya menunggu masa sahaja.Jika sudah tersurat takdir kalian entah esok atau lusa,kalian akan menelan penyesalan akibat mati didalam keadaan syirik(mendua dan menigakan Allah).Alangkah sayupnya hati kami apabila mengenangkan itu!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.Pasti kalian berjaya.Amin.

  99. ilham othmany Says:

    Keberanian dan Sifat Pemalu Nabi Muhammad saw

    Ramai yang percaya bahawa sikap berani dan pemalu adalah dua sifat yang bertentangan, tetapi pada Muhammad (s.a.w.) kita dapati contoh keseimbangan di antara dua sifat ini. Diriwayatkan bahawa Muhammad (s.a.w.) adalah yang paling pemalu di antara manusia, dan jika beliau tidak menyukai sesuatu perkara, sahabat-sahabatnya dapat mengetahuinya daripada air mukanya. Aishah (a.s.) meriwayatkan bahawa bila sahaja beliau mendapat tahu mengenai kesilapan yang dilakukan oleh seseorang, beliau tidak pernah bersabda, “Mengapakah si polan anak si polan berbuat begini/begitu”, sebaliknya beliau bersabda, “Mengapakah orang melakukan (atau berkata) begitu/begini”. Dengan cara ini, beliau menegur seseorang tanpa menyebut namanya. (Diriwayat oleh Abu Daud).

    Mengenai keberaniannya, Ali ibn Talib, salah seorang pemuda paling berani dalam negara Islam berkata:

    “Semasa pertempuran sedang sengit, kami akan berlindung di belakang Rasulullah (s.a.w.) kerana tiada yang lebih hampir kepada musuh melainkan dia, dan kau telah melihat aku semasa peperangan Badar ketika kami berlindung di belakangnya dan Rasulullah (s.a.w.) adalah yang paling hampir dengan musuh di kalangan kami.”
    Diriwayatkan oleh Abu Daud
    Al-Bukhari meriwayatkan melalui Anas:
    “Rasulullah adalah yang terbaik di kalangan manusia, yang paling pemurah di kalangan manusia, dan yang paling berani di kalangan manusia. Pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan [oleh suatu bunyi], maka mereka keluar ke arah bunyi tersebut. Dalam perjalanan ke sana, mereka bertemu dengan Rasulullah (s.a.w.) yang telah sampai ke sana dan sedang berpatah balik, dan bersabda kepada mereka, “Jangan bimbang, jangan bimbang”. Beliau sedang menunggang kuda Abi-Talha tanpa pelana (kerana bersegera hendak sampai ke bunyi tersebut), dan pedangnya tergantung di lehernya.”
    Semasa permulaan peperangan Hunaian, ramai penganut-penganut Islam yang meninggalkan Muhammad (s.a.w.) dan melarikan diri dari medan perang. Muhammad (s.a.w.) tetap berdiri di medan perang seolah-olah tiada apa-apa yang terjadi sambil bersabda:
    “Aku adalah Utusan Tuhan, aku tidak berbohong! Aku adalah keturunan Abdul Muttalib.”
    Wahai orang-orang kafir!Esok umur kalian akan berkurang satu hari.Jangan bertangguh lagi.Tiap kali datang hari yg baru Ditakuti itulah hari yg penghabisan utk kalian.Sebelum hari kalian benar-benar habis ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.Ya Allah Engkaulah yg berkuasa memberikan hidayah dan Engkaulah yg berkuasa menahan hidayah.Apapun hanya Engkau sajalah yg mengetahui sebab dan hikmahnya.

  100. ilham othmany Says:

    Sifat Belas Kasihan

    Ibn Abbas meriwayatkan:

    “Seorang lelaki mengikat biri-birinya (sebagai persediaan untuk menyembelihnya) dan kemudian mengasah pisaunya. Apabila Rasulullah melihat hal ini, beliau menegurnya dengan bersabda, “Adakah kau mahu membunuhnya dua kali? Adalah lebih baik jika kau mengasah pisaumu sebelum mengikatnya (supaya tidak menakutkan biri-biri tersebut)”
    Diriwayatkan oleh Al-Tabarani dan Al-Hakim
    Shaddad ibn Aus berkata:
    “Ada dua perkara yang aku ingat Rasulullah (s.a.w.) telah bersabda: “Sesungguhnya Allah menyuruh berbuat baik dalam semua perkara; maka jika kamu membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Setiap daripada kamu hendaklah menajamkan pisau kamu dan membiarkan binatang yang disembelih itu mati dengan tenang.”
    Diriwayatkan oleh Abu Muslim
    Muhammad (s.a.w.) juga memerintahkan supaya bersikap belas kasihan terhadap binatang dengan memberikannya makanan dan minuman dengan baik, jangan memaksanya membawa beban yang terlalu berat, jangan menyeksa binatang dan mengudungkannya untuk kesenangan sendiri.
    Abu Hurairah berkata:

    “Rasulullah (s.a.w.) bersabda, “Sedang seorang lelaki berjalan di sebatang jalan, beliau merasa haus. Beliau menemui sebuah telaga lalu masuk ke dalamnya, meminum airnya dan keluar. [Setelah keluar] beliau mendapati ada seekor anjing yang tercungap-cungap dan memakan debu kerana terlalu dahaga. Lelaki tersebut berkata, “Anjing ini juga haus seperti mana aku kehausan.” Beliau masuk semula ke dalam telaga dan mengisi air di dalam kasutnya dan menggonggong kasutnya, memanjat keluar dan memberi anjing tersebut minum. Tuhan menyukainya (kerana perbuatan baiknya) dan mengampunkannya.”. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, adalah kami diberi ganjaran kerana menjaga binatang?”. Beliau bersabda, “Terdapat ganjaran [untukmu] dalam setiap makhluk yang mempunyai hati.”"
    Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Malik
    Abu Hurairah berkata:
    “Rasulullah (s.a.w.) bersabda: “Seorang wanita dihukum kerana seekor kucing. Beliau tidak memberinya makan atau minum, dan tidak juga membebaskannya supaya ia boleh makan serangga-serangga di bumi.”
    Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari
    Sahl ibn Amr berkata:
    “Rasulullah melepasi seekor unta yang bonggolnya hampir rata di belakangnya (kerana kekurangan makanan). Apabila melihat hal ini, beliau bersabda, “Takutilah Tuhan dalam hal binatang yang tidak dapat berkata-kata ini. Tunggangilah mereka [selagi mereka] sihat, dan makan mereka [semasa mereka] sihat.”
    Diriwayatkan oleh Abu Daud
    Semasa Muhammad (s.a.w.) menjadi nabi, telah menjadi kebiasaan kaumnya untuk memiliki abdi yang ramai dan melayan mereka dengan buruk. Semasa beliau menjadi nabi, beliau berusaha bersungguh-sungguh untuk mengurangkan bilangan abdi. Islam telah menutup banyak pintu-pintu yang membawa kepada perhambaan dan menggalakkan abdi dibebaskan dengan berbagai cara. Bagi mereka yang memiliki abdi, mereka digalakkan melayan abdi-abdi mereka dengan cara yang baik dan dengan rasa belas kasihan. Abu Dharr berkata:
    “Nabi (s.a.w.) bersabda, “Beri makan abdi-abdi yang kamu sukai makanan yang kamu makan dan pakaikan mereka pakaian yang kamu pakai, juallah abdi yang tidak kamu sukai dan janganlah menyeksa makhluk Allah.”.”
    Diriwayatkan oleh Abu Daud
    Ma’rur meriwayatkan bahawa:
    “Aku Abu Dharr memakai Burd (sejenis pakaian) dan abdinya juga memakai Burd, maka aku berkata kepadanya, ‘Jika kamu mengambil Burd ini (daripada abdinya) dan memakainya (bersama dengan Burdmu), kau akan memperolehi sepasang pakaian yang cantik, dan kau boleh memberikannya pakaian lain.’. Abu Dharr berkata, “Pernah aku bertengkar dengan seorang lelaki yang ibunya bukan berbangsa Arab dan aku menggelarnya dengan nama yang tidak baik. Orang ini mengadu kepada Nabi (s.a.w.). Nabi (s.a.w.) bersabda, “Adakah kamu menghina si polan?”. Aku berkata, “Ya”. Beliau bertanya, ‘Adakah kamu menghina ibunya?’. Aku menjawab, ‘Ya’. Beliau bersabda, “Kamu masih lagi memiliki sifat-sifat jahiliyyah”. Aku berkata, “Walaupun aku sudah tua begini?”. Beliau bersabda, “Ya, mereka (abdi dan orang suruhan) adalah saudaramu dan Tuhan telah meletakkan mereka di bawah jagaanmu. Maka mereka yang Tuhan jadikan penjaga saudaranya hendaklah memberinya makan daripada apa yang dia makan, dan memberinya pakaian daripada apa yang dia pakai, dan jangan menyuruhnya berbuat sesuatu di luar kemampuannya. Dan jika dia memintanya melakukan tugas yang berat, hendaklah dia membantunya.”"
    Diriwayatkan oleh Bukhari
    Abdullah ibn Umar berkata:
    “Seorang Arab yang tinggal di gurun datang bertemu Rasulullah (s.a.w.) dan berkata, “Wahai Rasulullah, berapa kalikah aku harus memaafkan abdiku dalam sehari?”. Nabi (s.a.w.) menjawab, “Tujuh puluh kali”.”
    Diriwayatkan oleh Tarmizi dan Abu Daud
    Abdullah ibn Umar juga meriwayatkan:
    “Rasulullah (s.a.w.) bersabda: ‘Bayarlah [upah] pekerja sebelum peluhnya kering.’”
    Diriwayatkan oleh ibn Majah
    Wahai orang-orang kafir!Sesungguhnya syaitan menangis pada empat peristiwa.Yang pertama ketika dia diusir dari surga.Kedua ketika Nabi Muhammad diutus.Ketiga ketika surah Al Fatihah diturunkan.Keempat ketika seorang hamba Allah sujud kepada Allah.Oleh itu sujudlah kalian kepada Allah.Masuklah ke dalam Islam seluruhnya!Ucapkanlah sesungguhnya Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan berjaya.Amin Ya Rabbal Alamin…

  101. ahmad Says:

    muhammad the last messanger …
    aku rindu padamu ya muhammad..

    1. Adeng Hudaya Says:

      Saudara-saudariku sesama mahluk ciptaan Tuhan yang mulia.
      Tuhan yang Maha Adil, Maha Kasih dan Maha Baik untuk semua manusia ciptaanNya…

      Bulan Ramadhan seharusnya menjadi bulan yang suci, penuh berkah dan damai sejahtera.
      Pada bulan yang penuh berkah ini, seharusnya agama Islam melalui umat Muslim bisa menebarkan aroma yang wangi dan menyejukkan bagi alam semesta,

      Tapi apa yang terjadi hari ini?
      Sekali TAHI tetaplah TAHI!!!
      Islam kembali menebarkan BAU BUSUK YANG MENJIJIKKAN, dengan dibakarnya gereja HKBP di Asahan Sumatera Utara – oleh umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

      Kemarin juga di propinsi Xinjiang China, seorang pemuda Muslim dari suku Uighur meledakkan bom mobil sehingga 17 orang tewas dan puluhan luka-luka…

      Hal ini semua menunjukkan dengan sedemikian jelasnya saudara-saudara, bahwa Islam itu tak bisa tidak adalah agama SESAT, FASIS dan PENUH DENGAN KEKERASAN.
      Ini adalah agama yang berasal dari SETAN LAKNATULLAH!!!

      Innalillahi waina ilaihi rolling stones…..

      1. hans Says:

        mas,…dalam memberi informasi, jangan setengah-setengah, dan berikan bukti yang valid, adakah relevansinya antara fasisme dengan islam ? Apakah umat islam disekitar anda berbuat demikian terhadap anda ? Mengatakan islam “…tetap …” itu mencerminkan emosi anda yang tidak terkendali, dan yang demikian wajar bagi orang yang benci. Tetapi bukti menunjukkan bahwa islam tidak mau berteman dengan setan, konon menyembahnya (baca:kata mas berasal dari setan dinul islam ini), apalagi membabibuta membunuh orang (semua ada aturannya mas, ada qishas, ada hukum yang sudah jelas,..) anda sepertinya tahu betul tentang islam, tetapi benci anda lebih besar kepada agama ini. bila anda menyumpahi seseorang apakah anda siap untuk disumpahi ? dengan catatan jangan marah !! ramadhan bulan penuh berkah, penuh rahmah dan bila orang islam (siapa ???) yang berani sekali membakar gereja (tempat ibadah orang lain), aturan di islam sekalipun dalam masa perang (10x masa perang tidak diperkenankan menghancurkan bangunan ibadah, itu aturannya, lha kalau pada saat damai ada yang bakar-bakaran berarti oknum yang salah,…apakah karena satu orang yang salah anda bisa menyimpulkan islam dan semua orang islam salah ? apa salah saya kepada sampeyan wirr…???

  102. ilham othmany Says:

    Berikut Beberapa petikan yg diambil dari tokoh2 non muslim sedunia tentang kejujuran dan kebenaran nabi Muhammad saw.Kita mengutip pengakuan mereka karena mereka semua dari kalangan non muslim dan oleh itu bersih daripada tuduhan bias dan gengsi.Lagian mereka semua bukan sembarangan tokoh.Terdiri daripada ahli-ahli politik terbilang,ilmuan dan pakar-pakar sejarah yg tersohor.Oleh itu setiap kata-kata mereka adalah kata-kata yg dapat diandalkan.

    Encyclopedia Britannica menyatakan:

    “… terdapat banyak butir-butir dari sumber-sumber awal yang menunjukkan bahawa [Muhammad} adalah seorang yang jujur dan lurus, yang telah memenangi rasa hormat dan kesetiaan ramai yang lain yang juga jujur dan lurus sepertinya."
    Jilid 12
    George Bernard Shaw berkata:
    "Beliau mesti digelar Penyelamat Kemanusiaan. Saya percaya jika orang sepertinya menjadi diktator pada zaman moden, beliau akan berjaya menyelesaikan banyak masalah-masalah dunia sedemikian rupa sehingga membawa kedamaian dan kebahagiaan."
    "The Genuine Islam", Singapura, Jilid 1, No. 8, 1936
    Ghandi berkata di dalam "Young India":
    "Saya ingin mengenali manusia terbaik ini yang tanpa sebarang keraguan hari ini telah memenangi hati jutaan manusia... Saya semakin yakin bahawa bukan pedang yang membawa kemenangan kepada Islam semasa hayatnya. Yang menyebabkan kemenangannya adalah kesederhanaannya, sikap nabi yang amat tidak suka menonjolkan diri, keteguhannya menunaikan janji, rasa kasihnya yang mendalam terhadap sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya, keberaniannya, sikapnya yang tidak mengenal takut, kepercayaannya yang penuh terhadap Tuhan dan tugasnya. Semua ini, dan bukannya pedang, yang membawa mereka menempuh halangan dan mengatasi semua dugaan. Apabila saya menutup jilid kedua (biografi Nabi), saya rasa sedih kerana tiada lagi yang dapat saya baca mengenai riwayat hidup manusia agung ini."
    Edward Gibbon dan Simon Ockley menulis mengenai pengisytiharan syahadah Islam:
    "'AKU BERSAKSI BAHAWA HANYA ADA SATU TUHAN, DAN MAHOMET [1] ADALAH UTUSAN TUHAN’ adalah pengakuan ringkas yang tidak berubah dalam Islam. Imej intelektual Tuhan tidak pernah dicemarkan oleh sebarang berhala; penghormatan terhadap Nabi tidak pernah melampaui batas kebaikan manusia; dan pendekatan ajarannya telah menghadkan rasa terima kasih pengikut-pengikutnya dalam lingkungan yang agama yang munasabah.”
    “History of the Saracen Empires”, London 1870, m.s. 54
    Michael H. Hart dalam bukunya yang baru diterbitkan yang menempatkan 100 orang yang paling berpengaruh dalam sejarah menulis:
    “Pilihan saya untuk meletakkan Muhammad mendahului senarai orang paling berpengaruh mungkin mengejutkan segolongan pembaca dan mungkin dipersoalkan oleh segolongan yang lain, tetapi beliau adalah satu-satunya tokoh dalam sejarah yang amat berjaya di kedua-dua tahap, keagamaan dan sekular.”
    “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History”,
    M.H. Hart, New York, 1978, m.s. 33
    Jules Masserman, seorang ahli psikoanalisis berbangsa Amerika berkata:
    “Pemimpin mesti menjalankan tiga tugas: 1) Menjamin kesejahteraan orang yang dipimpin, 2) Menyediakan organisasi sosial yang dengan kewujudannya rakyat merasa selamat, dan 3) Memberikan mereka satu set kepercayaan… Mereka seperti Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam kumpulan pertama. Mereka seperti Ghandi dan Conficius, dan Alexander Agung dan Caesar adalah pemimpin dalam kumpulan kedua, dan mungkin ketiga. Jesus dan Buddha tergolong dalam kumpulan ketiga sahaja. Mungkin pemimpin teragung dalam semua zaman adalah Muhammad yang menggabungkan ketiga-tiga tugas. Musa juga berbuat demikian, pada tahap yang lebih rendah.”
    “Time Magazine”, 15 Julai, 1974, rencana bertajuk
    “Who were history’s greatest leaders?”
    “Seorang pemimpin negara dan Gereja, beliau adalah Kaisar dan Pope pada masa yang sama, beliau adalah seorang Pope tanpa mendakwa dirinya Pope, dan Kaisar tanpa kemegahan seorang Kaisar, tanpa askar yang bersiap sedia, tanpa pengawal peribadi, tanpa pasukan polis, tanpa pendapatan yang tetap. Jika pernah seorang manusia memerintah dengan perintah Tuhan, beliau adalah Muhammad kerana beliau mempunyai kuasa tanpa sokongan kuasa. Beliau tidak mengendahkan kemuliaan kuasa. Kesederhanaan kehidupan peribadinya adalah selari dengan kehidupan awamnya.”

    “Muhammad and Muhammadanism”, Rev. Bosworth Smith, m.s. 242
    “Sama ada serius atau remeh, kehidupan hariannya menjadi kanon kepada jutaan manusia yang mencontohinya secara sedar. Tiada sesiapa yang dihormati oleh mana-mana kelompok manusia sebagai Manusia Yang Sempurna yang dicontohi dengan begitu terperinci. Tingkah laku pengasas agama Kristian tidak dicontohi dalam kehidupan harian pengikut-pengikutnya. Tambahan lagi, tiada pengasas mana-mana agama yang telah meninggalkan seorang tokoh seunggul nabi umat Islam.”

    “Arabia”, D.G. Horth, m.s. 52
    “Beliau amat sederhana dalam makan minumnya, dan kerap berpuasa. Beliau tidak memakai pakaian yang indah yang merupakan sifat bermegah-megah orang yang cetek fikirannya; cara berpakaiannya yang ringkas adalah kerana tidak mahu berbeza daripada orang lain… Urusan peribadinya dijalankan dengan adil. Beliau melayan sahabat-sahabatnya, dan orang yang tidak dikenali, yang kaya dan yang miskin, yang berkuasa dan yang lemah secara saksama dan dikasihi oleh rakyat biasa disebabkan keramahannya melayan mereka, dan kesediaannya mendengar aduan mereka… Kemenangannya dalam pertempuran tidak menimbulkan rasa megah yang timbul sekiranya ia dicapai dengan didorong oleh sebab-sebab kepentingan diri. Semasa kemuncak kekuasaannya, beliau mengekalkan kesederhanaan dalam tingkah lakunya dan keterampilannya seperti mana pada masa susahnya. Beliau bukan sahaja tidak menunjuk-nunjuk sifat mulia, malah tidak merasa senang jika ditunjukkan rasa hormat yang berlebihan apabila beliau memasuki sesuatu bilik. Jika matlamat beliau adalah penguasaan sejagat, maka penguasaan itu adalah penguasaan daripada sudut kepercayaan; mengenai kuasa pemerintahan di dalam tangannya, tidak pernah beliau menggunakannya sewenang-wenangnya, juga tidak pernah dia memberikan kuasa tersebut kepada keluarganya.”

    “Mohamet and His Successors”, Washington Irving, m.s. 332-334, 343
    “Kesediaannya untuk mengharungi penindasan disebabkan kepercayaannya, akhlak tinggi mereka yang mengikutinya dan menghormatinya sebagai pemimpin, dan keagungan pencapaiannya yang muktamad – semuanya menyokong keutuhan peribadinya yang asas. Untuk mengandaikan Muhammad adalah seorang penipu menimbulkan lebih banyak masalah daripada menyelesaikan masalah. Tambahan pula, tiada tokoh agung dalam sejarah yang begitu tidak dihargai di Barat seperti Muhammad… Oleh itu, bukan sahaja kita perlu mengiktiraf kejujuran dan keutuhan matlamat Muhammad jika kita mahu memahaminya; jika kita mahu memperbetulkan kesilapan-kesilapan yang kita warisi daripada masa silam, kita jangan lupa bahawa bukti yang muktamad adalah syarat yang lebih ketat daripada sebab yang munasabah, dan hal seperti ini hanya diperolehi dengan kepayahan.”

    “Muhammad at Macca”, W. Montgemery Watt, Oxford Press, m.s. 53
    “Adalah mustahil bagi sesiapa yang mengkaji kehidupan dan peribadi nabi agung dari Arab, bagi sesiapa yang tahu apa yang diajarnya dan bagaimana beliau hidup, untuk merasa apa-apa selain daripada rasa hormat terhadap Nabi besar ini, salah seorang utusan Tuhan yang agung. Dan sungguh pun banyak daripada apa yang akan saya katakan ini sudah biasa didengar oleh ramai orang, namun setiap kali saya membacanya semula saya merasa suatu perasaan kagum yang baru, suatu rasa hormat yang baru terhadap guru besar Arab ini.”

    “The Life and Teachings of Muhammad”, Annie Besant, m.s. 4
    “Empat tahun selepas kematian Justin pada tahun 569 M, seorang lelaki dilahirkan di Mekah, di Arab, seorang lelaki yang telah mempunyai pengaruh yang besar ke atas umat manusia… Sebagai ketua agama banyak empayar, sebagai pemimpin kehidupan seharian se per tiga manusia, mungkin mengesahkan gelaran Utusan Tuhan.”

    “History of Intellctual Development of Europe”,
    William Draper, MD, LL.D, Jilid I, m.s. 329-330
    Untuk perbincangan lanjut topik ini, sila baca buku bertajuk “Prophet Muhammad and His Western Critics”, oleh Zafar Ali Qureshi, Idara Ma’arif Islami, Mansoora, Lahore, Pakistan.
    Wahai orang-orang kafir!Dapatkah Ali Sina dan konco-konconya menyelamatkan kalian di akherat nanti.Tidak kah kalian terpikir bahawa Ali Sina dan konco-konconya memburuk-burukkan nabi Muhammad dan agama Islam oleh sesuatu kepentingan dan keuntungan duniawi yg diganjarkan oleh musuh-musuh Islam kepadanya?Walau dia jika tidak bertobat pasti masuk neraka,tetapi sekurang-kurangnya maksud duniawinya telah tercapai.Kalian?Gak dapat apa-apa.Duniawi pun gak dapat akherat pun terlepas.Hanya rugi dan menyesal.Ayo.Bertindaklah.Daftarlah muallaf sekarang.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah supaya kalian berjaya.Jangan ragu.Allah akan pelihara hamba-hamba yg ingin kembali kepadaNya.Amin Ya Rabbal alamin.


    1. Aku bersaksi, sesungguhnya Allah SWT itu adalah Iblis, dan Muhammad itu adalah rasulnya Iblis!

      1. someone Says:

        Sah! Maka sejak saat ini anda sudah menjadi pengikut Iblis, karena Allah yang anda yakini adalah Iblis, dan Muhammad yang diyakini anda adalah rasulnya Iblis.

        Sesungguhnya Allah yang diyakini muslim tidak sama dengan Allahnya anda dan Kristen. Dia adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tiada sekutu baginya.

    2. Antoniansyah Says:

      @Muhammadatta911, @someone
      nah brarti ketahuan…ini pasti org kristiani, yg klo ada kebenaran didepan mereka, tp mereka gak mau terima. yaa..ya kayak gini ini. sangat picik!!! picik jg licik!!!

      1. Anonymous Says:

        bukannya terbalik….??? muslim itu yg picik, muslim itu mengikuti ajarannya mamad yg maling teriak maling……bodoh teriak bodoh…..pembunuh teriak pembunuh…..

        kalo kalian pintar kalian ga akan mau ikut mamad ke neraka….

        emang ada ceritanya kalo mamad ke surga…???? kalo ada bukti tunjukkan…..!!!!


    1. Ya, benar!
      Inilah alasan dan keyakinan saya mengatakan tanpa ragu sedikit pun bahwa:
      “Allah swt adalah Iblis dan Muhammad itu adalah utusannya Iblis…”

      Sesungguhnya Islam itu adalah agama hasil karya Iblis. “Iblislah yang menjadi bapamu, ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia melakukannya dari dalam dirinya sendiri…”

      Pembunuhan-pembunuhan sadis dan keji, serta kekerasan dan tindakan terorisme tidak akan pernah hilang – selama Islam masih eksis!

      Amien!

      1. carlo Says:

        @Muhammadatta911

        MENDING CUCI KAKI, TRUS MIMI CUCU…..KLO SDH MIMI CUCU LGSG BOBO YA….MAMI SAMA PAPI MAU SHOLAT DULU.

  103. jimmy Says:

    @ANIMALISLAM: tenanglah wahai dombaku , saatmu akan tiba , Kematian Yesus bukanlah “kematian martir” yang bermakna “mati demi mempertahankan kebenaran dan bertahan terhadap pemaksaan dari musuh-musuh Tuhan hingga akhir hayatnya”. Seseorang bisa saja menjadi martir “sebagai tanda cinta kepada Tuhan dan kebenaranNya”, sehingga ia dibunuh dalam kemartiran dimana Tuhanlah yang menjadi pusat pembaktiannya.

  104. ahmadkamil Says:

    Tahu tidak kalian wahai ” pendusta agama” bahwa:

    1. Nabi muhammad yang sangat kalian benci
    atas fitnah yang kalian tuduhkan
    adalah seorang manusia yang luhur.
    2. jangankan membunuh manusi, membunuh
    hewanpun beliau tak pernah.
    3. Nabi muhammad adalah sosok yang sangat
    disegani oleh kawan maupun lawan.
    4. Nabi muhammad memang memerangi kafir
    quraisy yang saat itu ingin membunuh-
    nya danyang mengancam kemaslahatan
    umat islam saat itu.
    5. Jangankan membunuh, marah saja
    tidak pernah.
    6. Nabi muhammad melarang kami’umatnya’
    untuk mengganggu non muslim yang tidak
    mengancam kemaslahatan umat islam.
    7. Nabi muhammad adalah orang termulia
    utusan allah swt, dan allah bukan
    syetan.
    8. Tidakkan ada dibenak kalian orang non
    muslim, hingga saat ini mengapa umat
    islam sangat mengangungkan nama
    muhammad?
    9. Dari perkataan, sikap yang ditirukan
    beliau adalah sikap dan perbuatan
    yang mulia, sehingga kami para umat-
    mencontoh akhlaq yang mulia tersebut.
    10. Nabi muhammad adalah nabi yang penya-
    yang terhadap sesama, ..

    Tentang bahwa kalian “pendusta agama” me-
    ngatakan Allah swt sebahai syetan:

    1. Allah swt bukanlah syetan seperti yang
    kalian fikir.
    2. Jangan mentang2 kalian tidak melihat
    apa yang umat islam sembah, itu bukan
    berarti tuhan kami syetan.
    3. Kami sholat 5 kali dalam 1 hari,
    sholat kami menghadap kiblat yaitu
    ka’bah(bukan yang km sembah, hanya
    sebuah patokan bg muslim sedunia, dan
    tentunya hati dan fikiran kami kepada
    Allahswt.
    4. Belum pernah ada yang sanggup melihat
    wujud allah.
    5. Allah swt, tidak hanya menciptakan
    kami orang muslim saja, seluruh jagad
    raya ini, termasuk ‘kalian’.
    6. Allah tau setiap tindakan yang kau
    lakukan, baik dalam keadaan bangun
    maupun tidur, baik dalam keramaian
    ataupun sendiri, baik sakit ataupun
    sehat.
    7. tidak ada satu sikappun atau perkataan
    yang terlewatkan dari pengawasan allah
    8. Allah swt tau akan apa yang tersem-
    bunyi didalam hatimu, bahkan sebelum
    kau berniat!!
    9. jangan fikirkan allah dengan otak
    kerdilmu, karna kau takkan pernah
    sanggup,…
    10. Allah itu sangat penyayang maha mem-
    berikan kesempatan, beruntung
    kalian masih diperkenankan untuk
    tinggal di bumi allah, kalau tidak
    allah bisa melakukan apa saja
    terhadap kalian..karna allah berkua
    sa atas manusia seluruhnya.

    camkan baik-baik semua hal di atas, jika kalian memang berniat baik dan taat pd agama yang sedang kalian anut diatas, kalian tidak akan seenaknya bicara tentang sesuatu yang kalian tidak fahami…


  105. Dalam Qur’an allah swt disebut sebagai “Khairul Makareen…” (artinya dalam bahasa Arab: “Sang Penipu Agung”

    Dalam salah satu kitab suci, siapakah Sang Penipu Agung itu? atau yang disebuat juga sebagai “Si Pendusta” dan “Bapa Segala Dusta”???

    Silahkan renungkan sendiri…

    1. Samuel Hadi Says:

      Wow…kalau dalam Alkitab sih, yang disebut sebagai Penipu Agung ya Iblis.
      Apa allah swt = Iblis?

      Seandainya benar demikian, berarti Tuhan yang disembah umat Muslim adalah Iblis!!!???

      Ini topik yang sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam lagi.

    2. someone Says:

      Wah, nambah lagi pengetahuan tentang sifat penghujat Islam nih. Kali ini sifat mereka luar biasa, bahkan Iblis sekalipun tidak berani melakukan apa yang mereka lakukan. Saya belum pernah menemukan literatur valid yang menyatakan bahwa Iblis pernah menghina Tuhannya, karena Iblis memiliki pengetahuan tentang Tuhannya sehingga merasa takut kepada-Nya. Bahkan Iblis sebelum penciptaan Adam adalah hamba-Nya yang paling taat, ahli ibadah. Dalam tingkan pencapaian seperti itu wajar jika Iblis memiliki cukup pengetahuan tentang Dia Yang Disembah, sehingga merasa segan dan tidak pernah melakukan apa yang dilakuan Muhammad Ata dan Samuel Hadi. Bahkan mungkin Iblis tidak merasa aman dan bersegera lari dari keduanya lantaran takut murka Allah yang telah dihinakan oleh dua orang yang disesatkannya.

      Hanya berdasarkan dugaan, Muhammad atta berani menyimpulkan Khairul Makareen sebagai Sang Penipu Agung yang disamakan dengan Pendusta dan Bapa Segala Dusta. Bahkan yang membuat Iblis ketakutan adalah saat Samuel Hadi menyamakan Allah yang disifati Muhammad Ata sebagai Penipu Agung dengan Iblis. Dulu mereka menggunakan dugaan untuk menghujat mahluk-Nya yakni nabi Muhammad SAW, dan kini kutukannya semakin bertambah, mereka berani menggunakan asumsi atau dugaan untuk menghujat Allah, Tuhan yang menciptakan mereka dan yang memberi mereka makan dan minum. Naudzubillahimindzalik ….

      Ini pula sebagai bukti kebenaran apa yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya, bahwa mereka salings sesat menyesatkan, dan kelak yang menyesatkan akan sebagaimana iblis, berpangku tangan dan tidak mau dipersalahkan atas kesesatan orang yang disesatkannya.

      “Khairul makirin” berkenaan dengan ayat:

      Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ali Imran :54)

      Di dalam tafsir Ibn Katsir disebutkan bahwa ayat tersebut berkanaan dengan kisah tentang segolongan Bani Israil yang berniat menyerang Isa a.s., bermaksud mencelakakan, dan menyalibnya. Yaitu tatkala mereka sudah sedemikian benci kepadanya dan mengadukannya kepada raja pada masa itu yang kafir. Mereka mengadukan “Di sana ada seorang laki-laki yang menyesatkan manusia, memalingkan mereka dari menaati raja, dan merusak binatang yang digembalakan, serta dia pun anak penzina.”, sambil menunjuk orangnya. Maka raja pun marah. Dia mengirimkan pasukan untuk mengejar Isa. Setelah mereka mengepung rumahnya dan mereka beranggapan bahwa mereka telah berhasl untuk menangkapnya, maka Allah menyelamatkan Isa dari kepungan mereka, mengangkatnya ke langit, serta menyerupakan salah seorang pengepung dengan Isa sehingga diyakini oleh mereka sebagai isa yang sebenarnya. Maka mereka pun menangkap, menyiksa, menyalib, dan memasukan pasak di kepalanya. Yang demikian ini merpakan tipu daya Allah terhadap mereka. Sesungguhnya Dia telah menyelamatkan hamba dan rasul-Nya serta mengangkatnya dan membiarkan para pengepung bercokol dalam kesesatannya.

      Lihat Samue Hadi dan Muhammad Ata, kedua orang yang tidak faham ini menghina Allah yang telah melawan tipu daya musuh Isa yang mereka kasihi, padahal dengan tipu daya-Nya Isa yang mereka kasihi menjadi selamat. Lepas dari keyakinan anda bahwa Isa tidak selamat, tetapi Allah telah banyak membalas tipu daya musuh-musuhnya untuk menyelamatkan kekasih-Nya. Dan balasan Allah seperti ini, kemampuan Allah seperti ini, Samuel Hadi sebut sebagai perbuatan Iblis. Apakah Iblis suka menyelamatkan kekasih Allah, penyeru kepada Allah, pembela agama Allah? Rupanya mereka tidak pernah mempelajari alKitab yang didalamnya tersebar sejumlah ayat yang menunjukan bagaimana Allah menyelamatkan pengikut-Nya dari tipu daya musuh-musuh mereka. Dan terhadap apa yang Allah perbuat, mereka berkata kepada Allah, “Engkau adalah Penipu Agung, Engkau adalah Iblis yang telah menyelamatkan kekasih kami Isa, dan membela orang yang bejalan besama kami di atas jalan Allah.”

      Kini Muhammad Atta tidak bisa membedakan lagi mana Allah dan mana Iblis, mungkin sejak seringnya dia bersaksi bahwa Allah baginya adalah Iblis. Allah mengabulkan sodara Atta, sesungguhnya Allah teramat kasih kepada hamba-Nya sehingga keinginan andapun dikabulkan-Nya. Bersyukurlah, karena Dia telah memperlihatkan bahwa keinginanmu menjadi hamba Iblis dikabulkan-Nya, berkat persaksianmu bahwa Allah bgm adalah Iblis Sang Penipu.

      Sekarang saya mengingatkan kalian berdua, mencoba memahamkan, ada dua sosok bersama pengikutnya yang saling menipu. Sosok pertama adalah Iblis bersama pengikutnya yang hendak mencelakakan para pengikut Allah, dan sosok kedua adalah Allah yang hendak membalas tipu daya mereka yang hendak mencelakakan pengikut-Nya. Anda tidak bisa membedakan, siapa yang anda maksud dengan Sang Penipu Agung, Si Pendusta, Bapa Segala Dusta, atau Penipu Agung. Bahkan Samuel Hadi menyimpulkan bahwa Sang Penipu yang membalas tipu daya musuh-musuh-Nya adalah Iblis. Dia mengatakan Tuhan yang menyelamatkan setiap orang yang beriman kepada-Nya sebagai Iblis. Masya Allah, ini adalah sebuah pengingkaran terhadap Tuhan (siapaun nama-Nya) yang telah menciptakan dan mengasihi mereka secara tidak disadari. Wahai Allah … lindungi kami dari kesialan yang bahkan Iblis tidak ingin terkenanya, yakni kufur kepada Engkau dan menyebut Engkau sebagai Iblis Penipu Agung.

  106. Adeng Hudaya Says:

    Tetapi ayat di bawah ini memang sudah dirubah terjemahannya…

    Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ali Imran :54)

    Jika kamu belajar bahasa Arab – maka arti kata “sebaik-baik pembalas tipu daya” itu sama sekali merupakan terjemahan yang salah! Penterjemah Muslim merubah terjemahannya sebab memang kata “khairul makareen” akan menimbulkan kegaduhan dalam dunia Islam.

    Arti sebenarnya dari kata “khairul makareen” (dalam bahasa Arab) memang: “PENIPU DAYA AGUNG” atau “SEBAIK-BAIK PENIPU DAYA” atau “PENIPU DAYA TERBAIK”

    Wajar sekali jika muhammadatta dan Samuel Hadi mempertanyakan ayat itu, sebab di kitab suci mereka (Kristen) disebutkan bahwa Iblis itu adalah Sang PENDUSTA atau BAPA SEGALA DUSTA! Iblis juga disebut sebagai PEMBUNUH manusia sejak semula dan TIDAK HIDUP DALAM KEBENARAN!

    Lagian kalau kita lihat dunia Islam, bukankah penuh dengan penipuan, teror kekerasan, banjir darah dan semua hal-hal yang TAK BISA LAIN – pasti si Iblis itu sendirilah yang mengerjakannya.

    Sebagai contoh: ajaran Islam bahwa jika seorang membunuh kafir dalam bom bunuh diri – maka ia akan langsung terhisap ke surga dimana di sana sudah tersedia 72 bidadari untuk mereka setubuhi siang dan malam – tak putus-putusnya – dengan penis yang tak pernah menjadi lemas…
    Ajaran seperti ini pastilah ajaran dari Setan, sehingga SANGAT WAJAR DIPERTANYAKAN, apakah allah swt itu adalah setan itu sendiri?

    Berita terkini dari Pakistan – kemarin 53 orang Syiah mati akibat bom bunuh diri dan ratusan luka-luka/cacat seumur hidup…

    Jika allah swt itu adalah Tuhan sejati – mengapa hal-hal seperti ini justru terjadi setiap hari di dunia Islam???????

    1. someone Says:

      Mungkin anda dan kawan-kawan harus banyak belajar bahasa arab kalau misalnya tidak mau menerima terjemahan umum “khairul makirin”. Coba tengok bagaimana ayat tersebut ditranslasikan ke dalam bahasa inggris:

      And the disbelievers planned, but Allah planned. And Allah is the best of planners.

      “Makirin” diterjemahkan sesuai dengan konteks cerita ayat sebagai “planners” yang berarti perencana. Konteks ayatnya memang seperti itu, bahwa bani israil berencana membunuh Isa, dan Allah berencana menyelamatkannya. Allah sebaik-baiknya perencana.

      Demikian pula dalam bahasa Jerman, “Makirin” di artikan sebaik-baiknya perencana.

      Und sie planten, auch Allah plante; und Allah ist der beste.

      Anda menyamakan nya dengan “dusta” atau “kadzib” di dalam bahasa arab. Sang Pendusta dalam bahasa arab adalah “al-Kadzab”, jauh beda dengan “Makirin”.

      Jadi, jelas bahwa arti “Makirin” bukanlah “Sang dusta” yang di dalam alKitab dikenal sebagai sifat Iblis. Karenanya Allah bukanlah Iblis, terlebih Iblis tidak pernah akan melakukan apa yang Allah lakukan, yakni menyelamatkan Isa Rasul-Nya.

      Memang penerjemah Indonesia memilih “pembuat tipu daya” yang menurut kamus besar tipu daya dapat bermakna negatif yakni “berbagai daya upaya yg buruk” atau bermakna positif yakni “siasat atau ilmu perang”. Lihat konteks ayat, apakah penyelamatan Isa dianggap sebagai daya upaya yang buruk di sisi Allah? Mungkin hanya bani israil yang berniat membunuh Isa saja yang memaknai “Makirin” sebagai daya upaya yang buruk, sebab upaya Allah tersebut melawan kehendak mereka untuk membunuh Isa. Muslim yang memiliki akal sehat dan memahami penyelamatan tersebut sebagai hal baik akan memaknai nya sebagai siasat Allah dalam memerangi bani israil demi keselamatan Isa. Nah, saat mereka berdua mencocokannya dengan terjemah alKitab yang bahkan sangat jauh dari makna sebenarnya, yakni “Dusta”, maka mereka berdua secara tidak langsung sepakat dengan bani israil yang hendak membunuh isa, mendukung upaya pembunuhan mereka terhadap Isa, dan menganggap Allah memiliki upaya buruk karena berusaha menyelamatkan Isa. Nah loh, ga kerasa kan … kebencian yang muncul dari dengki kepada Islam, dan komentar tanpa landasan pengetahuan telah membawa mereka berdua jauh dari keimanan kristen, yakni berpihak kepada musuh Isa. Makanya, jauhkan diri dari iri dengki, dan berikanlah komentar dengan berlandaskan pengetahuan, jangan asumsi, atau asal bunyi.

      Sebaiknya anda belajar fiqh jihad agar anda memahami bagaimana Islam berperang, sehingga cara pandang anda benar terhadap peperangan yang dilakukan oleh muslim, dapat melihat mana yang benar menurut syariat Islam dan mana yang menyimpang. Hal ini penting, mengingat diam dalam kekurangan pengetahuan adalah lebih baik dari pada berkata berdasarkan pengetahuan yang keliru.

      Setiap pertanyaan anda dari dulu hingga sekarang sebenarnya merupakan pertanyaan yang mudah dan dapat dijawab dengan melihat kepada kehidupan agama anda sendiri. Anda bertanya kenapa Allah membiarkan pembunuhan antar muslim terjadi didalam dunia Islam, jawabannya sama seperti kenapa Yesus membiarkan Paulus memasukan konsep trinitas sehingga terjadi pembunuhan yang dilakukan pengikut paulus terhadap golongan kristen yang menolak konsep trinitas Paulus dan menggap Isa adalah Rasulullah semata.

  107. Nabi Cabul Says:

    PENYANGKALAN ISLAM SECARA TERANG-TERANGAN
    TERHADAP PENYALIBAN KRISTUS

    Siapa pun yang berjumpa dengan seorang Muslim dan berbincang-bincang dengannya, cepat atau lambat akan mendengar orang Muslim itu berkata bahwa Yesus tidak disalibkan; namun ada orang lain yang menggantikan tempatnya di salib dan mengalami penderitaan yang sangat dahsyat dan perlahan menjelang kematiannya.

    Usaha apa pun yang dilakukan untuk memeriksa ayat-ayat dalam Qur’an yang mendukung pernyataan ini akan membawa kita pada empat ayat yang mengakui bahwa topik ini harus dibahas dengan hati-hati. Seiring berjalannya waktu, Muhammad menjadi semakin progresif dan semakin keras terhadap historisitas penyaliban Kristus. Di permukaan ia menerima kenyataan kematian natural putera Maria. Kemudian ia mengajarkan bahwa “Isa” hanyalah tertidur dan terangkat ke surga hidup-hidup. Pada akhirnya ia dengan marah dan kategorikal menyangkali kematian Kristus di salib.
    Siapapun yang masih yakin bahwa apa yang disebut sebagai tiga agama monoteis menyembah Tuhan yang sama dan mengharmoniskannya menurut prinsip-prinsip dasar mereka sendiri, harus mempelajari ke-empat ayat dalam Qur’an ini agar ia disembuhkan dari kekeliruannya yang mencolok.

    Kematian Kristus – setelah kedatangan-Nya yang kedua
    Dalam Sura Maryam 19:33, Muhammad menyampaikan kata-kata berikut ini kepada ‘Isa, putra Maria:…
    وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
    “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaKu, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal, dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali.”
    Klaim ‘kesejahteraan’ ini, yang ditujukan Qur’an kepada Kristus, pertama-tama dan terutama berarti bahwa Muhammad mengakui ketika ia menggunakan ungkapan Kristen ini, bahwa sejak kelahiran hingga kematian dan bahkan melampaui kebangkitan-Nya, Allah sangat berkenan pada Putra Maria.
    Melalui “wahyu” ini, kehormatan perawan Maria diselamatkan dan ia menerima konfirmasi bahwa ia telah melahirkan seorang putra berdasarkan kehendak Allah dan tanpa adanya campur tangan seorang pria. Qur’an menyaksikan bahwa putra Maria bukanlah anak haram dan bukan pula akibat pemerkosaan.
    Ayat ini satu-satunya referensi di dalam Qur’an, yang secara jelas mengkonfirmasi kematian Kristus. Ini menjelaskan bahwa Muhammad, pada permulaan karir religiusnya telah bertanya pada para budak Kristen di Mekah dan telah menerima jawaban bahwa Putra Maria telah diciptakan dalam ibu-Nya melalui Roh Kudus, bahwa Ia telah mati dan bangkit kembali dari kubur-Nya.
    Namun demikian, Muhammad kemudian menolak pernyataan-pernyataan awal ini dan menginterpretasikannya dalam “tradisi-tradisinya” (Sahih Muslim, Bab al-Fitan wa Ashrat al-Sa’a 246-247, 5218). Di sana ia mengklaim bahwa ‘Isa tidak mati selama eksistensi-Nya di dunia tetapi telah diangkat hidup-hidup ke hadirat Allah. Dari sana Ia akan kembali pada akhir jaman untuk menghancurkan anti-Kristus, menyerakkan salib-salib di gereja-gereja dan kuburan-kuburan, membantai babi-babi, menikah, menghilangkan penyesatan Muslim terbesar dan mengembalikan mereka kepada sisa umat manusia lainnya pada iman yang sejati. Hanya setelah pemenuhan misi sedunia-Nya Ia akan mati dan dikuburkan di makam Muhammad di Medina. Penguburan-Nya akan menjadi peristiwa yang mengawali kedatangan Allah untuk menghakimi dunia. Oleh karena itu, kembalinya Kristus dalam Qur’an disebut sebagai “pengetahuan akan saat terakhir” (Sura 43:61).
    Penundaan kematian Kristus hingga periode setelah kembali-Nya, secara gramatis tidak benar, karena ayat khusus ini berhubungan dengan kematian Kristus sebagai sebuah peristiwa pada masa depan yang dekat, dalam batasan waktu hidup-Nya di dunia. Penafsiran ulang yang menakjubkan ini menempatkan kematian Kristus pada masa setelah periode penantian akan Dia (advent), membutuhkan suatu bentuk verbal yang menggambarkan sebuah masa depan yang jauh yang tidak dapat ditemukan sama sekali dalam Sura Maryam.

    ‘Isa jatuh tertidur dengan lembut dan pengangkatan-Nya kepada Allah
    Di dalam Qur’an, kebenaran sehubungan dengan kematian Yesus mengalami beberapa kali gangguan yang serius. Dalam Sura 3:54-55 kita membaca:
    وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
    إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu-daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (ingatlah) ketika Allah berfirman:”Hai Isa, sesungguhnya kami akan menyampaikan Kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat Kamu kepadaKu serta membersihkan Kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti Kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembaliMu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang kamu selalu berselisih padanya.”
    Pernyataan sentral berkenaan dengan Kristus ini dibuat sebelum delegasi dari 60 orang Kristen dari Wadi Nadjran (utara Yaman) yang ada di bawah kepemimpinan Emir al-Aqib Abd al-Masih dan Uskup mereka, Abu Haritha b. Alqama, telah melakukan perjalanan ke Medina dan menguji roh yang ada dalam diri Muhammad. Mereka duduk dengannya dan memilih sekelompok orang dari para pengikutnya selama 3 hari dalam mesjid di Medina dan menerima jawaban ini di antara jawaban-jawaban lainnya di akhir dialog resmi pertama mereka, yaitu dialog antara Kristen dan Muslim. Hal ini dimaksudkan sebagai sebuah cara terbuka bagi orang Kristen untuk bergabung dengan keyakinan yang baru ini.

    Berdasarkan catatan Qur’an mengenai peristiwa ini (sura 3:33-34), Muhammad mengemukakan bahwa orang-orang Yahudi itu penuh tipu daya. Mereka telah merencanakan untuk membunuh Yesus secara halus untuk menghindari terjadinya kekacauan di antara bangsa mereka sebagai akibat dari pembunuhan ini (Matius 26:2-5; Yohanes 11:46-54). Namun demikian Allah telah bereaksi dengan cepat dan mencegah duplikasi mereka dengan kecurangannya sendiri, karena Ia, Allah, adalah “sang penipu ulung”. Ia telah memutuskan untuk menyelamatkan Putera Maria dari penderitaan dahsyat penyaliban dan tidak lama sebelum eksekusi-Nya, Allah membuat-Nya jatuh tertidur dan mengangkat-Nya hidup-hidup ke surga.
    Gangguan terhadap peristiwa historis ini kedengarannya secara manusiawi, sangat menarik, karena Muhammad menggunakan sebuah kata yang dipakai Allah untuk Yesus yang dapat memuaskan baik orang-orang Muslim dan orang-orang Kristen dari Yaman Utara. Ia menggunakan konsep Arab “mutawaffika”, yang berarti “menidurkan seseorang” dan juga “mematikan seseorang”. Muhammad bermain-main dengan arti ganda dari kata kerja itu: bagi orang Muslim, Yesus tidak mati, Ia hanya tertidur, tapi bagi orang Kristen Ia benar-benar telah mati dan telah menyelesaikan eksistensi-Nya di bumi dengan damai dan berhasil.

    Muhammad tidak tahan dengan gagasan bahwa Kristus, seorang nabi Allah dan juga wakil-Nya, disalibkan. Ini berkontradiksi dengan pemahaman Muhammad mengenai Allah dan teologinya. Mengapa Allah yang setia mesti mengijinkan Kristus yang setia, tanpa mempedulikan ketidakbersalahan-Nya, jatuh ke tangan musuh-musuh-Nya yang penuh tipu daya? Jika memang demikian, maka Allah tidak lagi dapat dikatakan setia maupun maha Kuasa. Muhammad terpaksa berhadapan dengan skandal salib (1Kor.1:18, 23, 24). Ia menolak untuk membiarkan dirinya diyakinkan oleh Uskup dari Wadi Nadjran, yang menggunakan argumen-argumen yang dipakai Yesus ketika Ia menemui para murid-Nya setelah kebangkitan-Nya (Luk.24:25-27 dan 45-47). Untuk menghindar dari tangkisan para musuhnya, ia telah menyangkali realita penyaliban Yesus Kristus. Muhammad bisa jadi beralasan bahwa jika Putera Maria disalibkan, maka kemungkinan besar ia juga akan menghadapi nasib yang sama! Namun demikian, kemungkinan ini ditolaknya secara kategorikal. Oleh karena itu, ia menawarkan sebuah kompromi pada orang-orang Kristen dan mengatakan pada mereka bahwa Putra Maria telah tertidur dengan lembut dan langsung diangkat ke hadirat Allah.

    Pemutar-balikkan fakta ini membuktikan kalimat yang mengatakan “di hadapan salib Kristus semua roh harus mengakui sifatnya yang sesungguhnya!” (“Salib Kristus adalah batu ujian yang menyingkapkan semua roh!”).
    Di dalam Qur’an, Allah secara mendadak menyatakan diri-Nya sebagai “yang paling licik dari semua”! Alkitab menjelaskan dalam Kejadian 3:1 tentang siapa yang paling licik dari semua: dialah si ular tua yang disebut Iblis dan Satan (Wahyu 12:9). Salib Yesus mengharuskan si penipu ulung untuk memperlihatkan wajahnya yang sebenarnya. Ia mencoba di dalam Qur’an untuk menghapuskan salib Kristus dengan diam-diam, hampir-hampir tidak ketahuan, dan taktiknya mengkhianati asal-usulnya sebagai bapa pendusta, penuh dengan kelicikan dan kecurangan (Yoh.8:44, Wahyu 12:3, 9; 20:2).

    Sangat dimengerti bahwa banyak orang Muslim dan penerjemah-penerjemah Qur’an yang terpelajar mencoba untuk memperhalus dan menyamarkan nama Allah yang ofensif ini. Mereka menyebut-Nya sebagai Perekayasa Ulung, Pembuat Intrik dan Penipu. Namun ini tidak mengubah kenyataan bahwa Qur’an telah 2 kali secara eksplisit memberi gelar “Penipu yang paling ulung” kepada Allah (Sura 3:54, 8:30; lihat juga 4:142).

    1. Nabi Cabul Says:

      Di dalam Qur’an, Allah secara mendadak menyatakan diri-Nya sebagai “yang paling licik dari semua”! Alkitab menjelaskan dalam Kejadian 3:1 tentang siapa yang paling licik dari semua: dialah si ular tua yang disebut Iblis dan Satan (Wahyu 12:9). Salib Yesus mengharuskan si penipu ulung untuk memperlihatkan wajahnya yang sebenarnya. Ia mencoba di dalam Qur’an untuk menghapuskan salib Kristus dengan diam-diam, hampir-hampir tidak ketahuan, dan taktiknya mengkhianati asal-usulnya sebagai bapa pendusta, penuh dengan kelicikan dan kecurangan (Yoh.8:44, Wahyu 12:3, 9; 20:2).

      Sangat dimengerti bahwa banyak orang Muslim dan penerjemah-penerjemah Qur’an yang terpelajar mencoba untuk memperhalus dan menyamarkan nama Allah yang ofensif ini. Mereka menyebut-Nya sebagai Perekayasa Ulung, Pembuat Intrik dan Penipu. Namun ini tidak mengubah kenyataan bahwa Qur’an telah 2 kali secara eksplisit memberi gelar “Penipu yang paling ulung” kepada Allah (Sura 3:54, 8:30; lihat juga 4:142).

      1. someone Says:

        Muslim tidak mencoba memperhalus kata “makirin”, tetapi mencoba menempatkan makna kata sesuai dengan konteks kalimat dan atau paragraf. Sebuah kata maknanya bergantung kepada kata sebelumnya atau konteks makna kalimat. Sebagaimana sudah saya jelaskan, saat “makirin” diterjemahkan menjadi “tipu daya”, maknanya dapat negatif yakni usaha buruk, atau positif yakni siasat perang. Muslim memiliki akal untuk memahami kontek makna kalimat terkait kata tersebut dan memahami “tipu daya” di sana sebagai siasat perang Allah menghadapi kejahatan bani israil terhadap Isa. Makanya dalam bahasa inggris, jerman, dan lainnya, diterjemahkan dengan “perencana”, karena lebih dekat maknanya dengan “siasat”. Sementara “yang licik” dalam wahyu 12:9, karena konteksnya sedang membicarakan iblis yang dalam pembelaan terhadap isa bertolakbelakang dengan Allah, maka maknanya adalah yang berusaha buruk. Dua objek menggunakan satu istilah yang bermakna berbeda bukanlah hal asing, karena setiap kata dapat mengandung lebih dari satu makna dan maknanya dapat kontras satu dengan lainnya. Jika anda belajar ilmu komunikasi akan mengetahui bahwa “konteks” adalah salah satu hal penting yang menentukan kesuksesan distribusi informasi atau proses komunikasi. Dan secara umum, penginjil yang diwakili oleh anda dan kawan-kawan di situs ini mengalami masalah komunikasi, kurang bisa “konteks” dalam memahami sesuatu. Contoh jelas bagaimana kelemahan kalian dalam persoalan “konteks” misalnya dalam soal memahami “kafir” yang dibunuh dalam ayat alQur’an dan “makirin”, serta banyak contoh lainnya lagi. Inilah yang menjelaskan kenapa kalian tidak berhasil memahamkan muslim terhadap pengetahuan kalian, karena pengetahuan kalian tidak berdasar mengingat bersumber dari pemahaman kata dan kalimat yang tidak “konteks”. Akhirnya, kalian hanya bisa mengatakan muslim dungu, bodoh, idiot, padahal muslim memahami siapa pemilik pengetahuan dan argumentasi yang layak disebut seperti itu, yakni mereka yang tidak “konteks” namun memaksakan diri.

      2. carlo Says:

        YESUS ITU GAK MASUK ANGIN APA YA KLO STIAP HARI GAK PAKE BAJU KY GITU??? KENTUTNYA BAU KALI YA…KAN DITAHANNYA BER JAM2. SOALNYA ORG2 DIBAWAHNYA LG PADA BE DO’A.

  108. Nabi Cabul Says:

    Apakah orang Muslim boleh berbohong?
    Tidak ada roh kebenaran di dalam Islam sebagaimana yang ada di dalam Perjanjian Baru. Walaupun Allah disebut sebagai “Sang Kebenaran dan Kesalehan” (al-Haqq) lebih dari sekali di dalam Qur’an, kita juga dapat membaca bahwa dua kali Ia disebut sebagai ”Penipu Terbesar” (khair al-maakireen, Sura 3:54, 8:30) dan Ia menjadi seorang pengkhianat terhadap barangsiapa yang mengkhianati-Nya (Sura 4:124)!

    Jika obyek penyembahan sebuah agama mempunyai sifat yang licik dan menipu, bagaimana mestinya para penganutnya harus hidup? Lebih jauh lagi, Qur’an mencatat bahwa Allah memerintahkan Muhammad dan para pengikutnya yang setia untuk membatalkan sumpah mereka yang dibuat dengan buru-buru (qad farada al-lah lakum tahillat aimanikum; Sura 66:2). Ini berarti bahwa bahkan sebuah sumpah tidak menjadi jaminan akan kebenaran.

    Berbagai tradisi mengenai Muhammad menegaskan bahwa seorang Muslim berhak untuk berbohong dalam 4 keadaan! Oleh karena itu, ketidakbenaran dan distorsi fakta diijinkan dalam apa yang disebut sebagai Perang Suci, dalam rekonsiliasi dua orang Muslim, antara seorang suami dengan istri-istrinya, antara seorang istri dengan suaminya (Thirmidhi, birr 26; Musnad Ahmad b. Hanbal 6:459, 461). Prinsip yang tidak etis seperti itu merendahkan keyakinan akan kebenaran dan kejujuran pernyataan-pernyataan sesama kita lebih dari yang dapat kita bayangkan. Terjemahan-terjemahan Qur’an dan tradisi-tradisi yang ada seringkali mengabaikan/menyembunyikan ayat-ayat dan pernyataan-pernyataan seperti itu, namun kutipan yang telah disebutkan diatas telah berusaha untuk memuat isi yang sesungguhnya dalam bahasa Arab seakurat mungkin.

    Orang-orang Kristen, yang hendak mendiskusikan hal-hal berkenaan dengan keyakinan dengan orang Muslim harus benar-benar mempersiapkan diri terlebih dahulu, agar mereka tidak dikonfrontasikan dengan opini-opini yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang sesungguhnya dipercayai orang Muslim. Muhammad berulangkali menekankan kenyataan bahwa “perang adalah penipuan”, hukum Shariah semua Negara non-Islam adalah teritorial musuh dan mendukung taktik-taktik seperti penipuan, pengkhianatan dan meninabobokkan musuh dengan rasa aman yang palsu.

    Dalam kasus-kasus yang ekstrim, seorang Muslim yang tinggal di negara dimana Islam adalah kelompok minoritas dapat mengaku dirinya sebagai orang Kristen, seorang Hindu atau seorang ateis untuk memperoleh keuntungan atau perlindungan, selama ia tetap setia kepada imannya di dalam hatinya. Namun, jika ia benar-benar meninggalkan keyakinannya, maka murka Allah dan penganiayaan besar akan menimpanya (Sura 16:106). Dalam konteks ini, penting untuk memperhatikan bahwa tidak semua Muslim adalah penipu atau pembohong. Diantara mereka ada orang-orang yang mempunyai karakter yang baik, yang jujur dan perkataannya dapat dipercayai. Namun demikian, masalahnya terletak pada sumber dari agama mereka, yang mempermudah mereka untuk menyimpang dari kejujuran, jika mereka dalam keadaan terdesak.


    1. Benar kan?

      Jadi karena allah swt itu adalah khair al makareen – maka dengan sepenuh hati saya katakan: “Aku bersaksi bahwa allah swt itu adalah Iblis, dan Muhammad adalah utusan Iblis…!

      1. Adeng Hudaya Says:

        Maaf Mas Muhammadatta…, masih ada yang kuran:

        “……dan Islam adalah agama Iblis!

      2. someone Says:

        Ya terserahlah wahai pendukung bani israil pembunuh Isa …

      3. carlo Says:

        DAN ORG2 YG MURTAD ITU ADALAH ORG2 YG PENAKUT, ORG2 YG GAK PUNYA KEYAKINAN SERTA KEIMANAN YG KUAT TERHADAP ISLAM.

    2. someone Says:

      Ya terserahlah, kalau kalian memahami “makirin” di sana sebagai “usaha buruk” sehingga kemudian menyebut Allah penyelamat Isa sebagai Iblis. Namun setidaknya saya mengetahui sekarang bahwa kalian semua bukanlah “Hawariyun” yang dimaksud di dalam alQuran sebagai penolong Isa, karena anda mengaggap Allah yang melindungi Isa dari bani israil yang hendak membunuhnya sebagai Iblis yang hendak membunuh Isa lebih keji dari pada bani israil. Menjadi yakinlah bahwa kalian bukanlah pengikut Isa yang sebenarnya.

      Kami memaklumi kesalahan kalian dalam menyimpulkan sesuatu karena memang kalian tidak memahami apa itu “siasat perang” sebagai “tipu daya”. Setiap orang tersesat atau tidak sangat bergantung kepada kemampuan komunikasi dan pemahamannya terhadap informasi. Jaman sekarang ini, kesuksesan bisnis sangat bergantung kepada penguasaan informasi. Siapa yang menguasai dalam arti dapat memahami secara benar informasi yang diterimanya, maka ia tidak akan tersesat dan beroleh kesuksesan.

      Mungkin sebaiknya kalian belajar lagi, kenapa tipu daya diterapkan dalam peperangan. Sungguh menghawatirkan jika ada agama, yang ajaran tidak melindungi pengikutnya karena mengajarkan agar pengikutnya bersikap polos dan tidak bersikap cerdas menggunakan akalnya untuk memenangkan peperangan, baik dalam perang fikiran ataupun perang fisik, dengan siasat. Kalau agama kalian seperti ini, maka pantas saja jika kemudian anda yang polos hanya bisa mendengki dari pada menggunakan siasat dalam menghadapi perkembangan Islam. Selamat menikmati penderitaan iri dengki …

      1. Adeng Hudaya Says:

        Anda orang Muslim yang cerdas, karena mengakui masalah mendasar dalam kitab Suci anda -Qur’an.
        Nah, karena Qur’an sendiri yang menyatakan bahwa Allah swt adalah Khairul Makariin = Sang Penipu Agung (Picktall: “The Best Plotters), maka adalah hal yang sangat wajar jika patut diduga bahwa Allah swt itu adalah Iblis itu sendiri…
        Renungkan!

      2. someone Says:

        Betul sekali, patut direnungkan. Tetapi setelah diketahui bahwa tipu daya sesuai dengan konteksnya adalah siasat atau rencana sebagaimana disepakati oleh ahli tafsir dan bukan usaha buruk, maka tidak perlu lagi direnungkan lagi karena “yang menipu” dalam alKitab sesuai dengan konteksnya berbeda makna dengan “yang menipu” dalam alQuran. Renungan ini sudah berakhir bagi saya setelah dengan akal dapat menerima pembedaan makna. Tinggal anda dan kawan-kwan lainnyalah yang harus merenungkan sendiri, sebagai manusia yang memiliki akal fikiran, jujur dan berpihak kepada kebenaran, peneliti yang mengutamakan literatur dan makna kalimat, apakah hendak menutup mata terhadap keharusan memperhatikan konteks dan menghindari makna yang lebih layak bagi Allah penyelamat Isa, atau menerima pemahaman ahli bahasa dan ahli tafsir atas kata tersebut sehingga menjadi jelas bahwa Allah bukanlah Iblis. Andalah yang menentukan apakah anda di mata kami sebagai pengikut Isa yang sejati atau bukan, berada di pihak Allah yang menyelamatkan Isa dengan setuju Allah tidak berusaha buruk dan menjalankan siasat untuk menyelamatkan Isa atau tidak.

  109. Adeng Hudaya Says:

    Mengapa kami harus dengki dengan kitab suci atau keyakinan anda.
    Apalagi mendengki terhadap Allah swt, jika memang benar bahwa dia adalah Iblis itu sendiri?

    Perhatikan, kami di sini hanyalah menyatakan kebenaran.
    Anda mau percaya atau tidak, itu urusan anda sendiri – sebab setiap orang memang akan mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan dan imani selama hidupnya di dunia ini, bukankah demikian?

    1. someone Says:

      Ya benar, anda menyatakan kebenaran dalam perspektif anda. Dan muslim memiliki perspektif sendiri. Dalam persepektif anda yang menurut kami cacat konteks, Allah yang menyelamatkan Isa adalah Iblis. Silahkan saja, itu adalah hak anda. Kami tidak akan pernah kecewa jika kalian pemilik rencana hebat yang menyelamatkan Isa adalah Iblis. Kami bertanya dalam hati, kenapa Iblis harus menyelamatkan Isa? Siapakah yang lebih layak menyelamatkan Isa selain “Bapa”nya. Bukankah dari pertanyaan ini saja timbul kerancuan hanya karena kalian berpaling dari konteks dan tidak memberikan makna sebutan yang layak bagi “Bapa” yang menyelamatkan “Anak”. Apa yang menghalangi kalian untuk menghindar dari kerancuan ini, selain karena sifat dengki dan sombong. Karena dengki dan sombonglah yang menyebabkan orang berilmu tidak mengindahkan lagi akal dan ilmunya. Dan hanya karena kehilangan akal dan ilmu sajalah seseorang tidak mengindahkan pemahaman yang benar.

      Sombong artinya melihat dan mengakui kebenaran namun berpaling. Sementara dengki adalah tidak mengetahui kebenaran karena enggan melihatnya. Di manakah posisi anda saat menyerupakan Allah yang menyelamatkan Isa sebagai Iblis hanya karena anda terhindar atau menolak kata “Makirin” sebagai yang menipu dimaknai sebagai siasat atau rencana? Kenapa setelah ada dua jalan (makna “tipu daya”) anda lebih memilih mengenal Sang Penyelamat Isa sebagai Iblis yang berusaha buruk dan bukannya Allah yang berusah baik terhadap Isa?

      1. Nabi Cabul Says:

        Someone says:

        “Kami bertanya dalam hati, kenapa Iblis harus menyelamatkan Isa? Siapakah yang lebih layak menyelamatkan Isa selain “Bapa”nya.”

        Ha…ha…ha….ha…ha….
        Anda benar-benar mahluk terlucu yang pernah hidup di jagat raya ini – dan tipikal orang yang suka menjilat ludahnya sendiri.

        Anda bilang allah swt adalah “Bapa”nya Isa?

        Hua….ha…ha….ha….ha….

        Anda ini benar-benar bodoh bin idiot. Sebab setiap postingan anda tegas-tegas menolak bahwa Isa adalah Anak Allah!

        Demi membenarkan taqiyah anda, sekarang anda bilang allah swt adalah Bapanya Isa?
        Tolol!!!
        Di mana ayatnya dalam Qur’an kalau allah swt itu adalah Bapanya Isa???!!!

      2. someone Says:

        Nah ini dia bukti tambahan yang menguatkan kesimpulan saya selama ini, bahwa kalian bukan hanya cacat konteks tetapi tidak memahami gaya komunikasi. Untuk menjalin komunikasi lebih dekat, seseorang harus menggunakan terminologi yang dikenal oleh teman bicaranya dalam konteks bahasan agar lebih dapat difahami. Seperti Tuhan menggunakan Allah sebagai sebutan baginya di dalam alQuran agar masyarakat Arab saat itu memahami kedudukan Dia, mengingat Allah sangat dikenal di kalangan mereka. Tanda kutip di awal dan di akhir kata biasanya digunakan untuk mengisyaratkan bahwa kata tersebut dimaknai lain dari makna yang dikenal oleh lawan bicara. Gaya komunikasi dan tulisan seperti ini tidak asing, kecuali bagi anda mungkin.

        Tradisi Islam yang fleksibel terhadap budaya dapat menerima suatu kata dengan merubah maknanya. Misalnya sebutan Tuhan sebagai Bapa. Dalam perspektif yang saya bangun dengan keyakinan Islam, sebutan Bapa dapat diterima jika dimaksudkan untuk mendapatkan rasa kedekatan namun dengan menghilangkan makna biologis. Sementara sebutan Anak bagi Isa dapat saya terima mengingat Isa tidak memiliki selain ibunya melainkan Allah Tuhan yang menciptakannya, dengan menghilangkan makna bilogis dan menolak penuhanan Isa. Fleksibilitas ini bukan barang baru di dalam Islam, khususnya di kalangan Islam tradisional, sebagaimana Allah telah difahami oleh masyarakat Islam sebagai Tuhan yang bukan seperti yang dikenal masyarakat jahil sebagai dewa bulan. Faham?

        Jadi, silahkan tertawa dan membangun asumsi apapun, tapi di sini telah menjadi jelas bahwa kalian memang suka menyebut muslim bodoh dan idiot, padahal sebenarnya andalah yang bodoh karena tidak memahami gaya komunikasi dan tulisan. Andalah yang idiot yang tergesa-gesa menyebut seseorang bodoh dalam kebodohan anda terhadap apa yang dikatakan orang tersebut.

      3. someone Says:

        Dan ini merupakan salah satu kelemahan cara yang kalian gunakan. Mungkin kalian tidak diajarkan cara komunikasi seperti ini oleh alkitab. Kalian hendak memahamkan muslim kepada keyakinan kalian, tetapi kalian malah menghujat keyakinan muslim dan bukannya menggunakan keyakinan muslim sebagai jalan untuk memahamkan keyakinan kalian kepada mereka. Dan mungkin saja cara seperti ini yang diajarkan alKitab kepada kalian. Jika anda adalah penyeru agama yang suka berdialog dan bukan seorang pendosa yang tujuan yang hendak dicapainya adalah menghujat keyakinan seseorang, silahkan belajar soal tanda kutip. Karena ia adalah jalan bagi anda untuk dapat masuk ke dalam kehidupan seseorang dengan tanpa perlu menghina atau membeli keyakinan orang dengan seonggok dunia.

    2. carlo Says:

      ORANG YG KEHABISAN AKAL BIASANYA BERSIFAT ANGKUH DAN SOMBONG

  110. Samuel Hadi Says:

    Wah, mas Someone…
    Benar sekali tuh si Nabi Cabul!
    Anda kelihatannya panik sekali ya dengan istilah “Khairul Makareen” itu yang menurut Qur’an merupakan salah satu gelar ALLAH SWT?
    Seharusnya ada sejak awal konsisten dengan apa yang anda imani, bahwa Yesus itu bukanlah anak Allah!
    Kenapa sekarang anda jadi berubah begitu? Sepertinya ajaran Qur’an membuat anda kebingungan sendiri.

    1. someone Says:

      Wah hebat sekali kalau saya dibilang panik, kemudian Adeng Hudaya mengakui kalau saya adalah muslim cerdas. Jika memang saya dalam kondisi panik, bisa dibayangkan bagaimana hasil pikir dan tulisan saya sehingga mungkin tidak cukup Adeng Hudaya menyebut saya sebagai muslim cerdas, he3x.

      Mas-mas, sekalian, sebelumnya peace ya… Mudah-mudahan mas-mas tidak membawa penjelasan saya ke dalam perasaan tertapi cukup hanya sebagai tambahan pengetahuan saja.

      Muslim tidak akan pernah merasa panik dengan apapun yang ada di dalam alQuran. Semuanya telah jelas, antara yang benar dan salah. Dalam konteks “Khairul Makirin” saja muslim memiliki pemahaman yang jauh dari sangkaan kalian, sehingga hasil akhirnya setelah kalian mengungkapkan pemahaman kalian terhadap sebutan Allah itu, keyakinan Muslim sama sekali tidak terguncang. Kenapa saya menggunakan sebutan “Bapa” dan “anak” sudah saya jelaskan pada komentar saya buat Nabi Cabul.

      alQuran mengajarkan cara berkomunikasi dan berdebat, siasat untuk mempertahankan dan menjelaskan argumentasi. alQuran adalah pelita yang memisahkan kebenaran dengan kebatilan dengan jelas. Oleh karenanya saya tidak merasa bingung dengan alQuran, terlebih saya dalam memahami alQuran tidak cacat kionteks dan memiliki rujukan yang benar dalam memahami tafsir setiap ayatnya.

      1. Nabi Cabul Says:

        Allah – Bukanlah Bapa
        Untuk alasan yang sama, banyak orang Muslim beranggapan bahwa jika kita memanggil Tuhan sebagai Bapa atau Bapa dari Yesus Kristus, maka itu adalah penghujatan. Dengan melakukan yang demikian, mereka secara sadar atau tidak telah membuat diri mereka sendiri tidak dapat masuk ke dalam pusat penyataan diri Yesus Kristus, yang mengajarkan kita berdoa: “Bapa kami yang ada di dalam Sorga, dimuliakanlah nama-Mu!” Dalam catatan ke-empat Injil, Yesus berbicara mengenai Bapa sebanyak 200 kali, dan hanya 99 kali mengenai Tuhan. Kristus menyatakan kepada kita akan Tuhan yang dekat dan personal, yang dalam kasih-Nya Ia telah mengadopsi kita secara sah selamanya sebagai anak-anak-Nya sendiri, dan dengan demikian Ia menjadi “Bapa kita”.
        Pemahaman yang baru semacam ini mengenai Tuhan, seperti yang ditekankan dalam Perjanjian Baru, adalah jawaban teologis Yesus terhadap konsep Islam yang kaku mengenai Allah. Orang-orang Kristen mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang Muslim. Orang-orang Kristen mempunyai hubungan yang bersifat pribadi dengan Tuhan. Melalui “telepon merah” mereka telah dihubungkan dengan Yang Maha Kuasa, yang telah menjadi Bapa mereka oleh karena pengorbanan Kristus. Bapa mereka mengenal mereka, memelihara mereka dan mengasihi mereka, dimana pun mereka berada. Muslim tidak mempunyai kontak langsung dengan Allah. Qur’an juga tidak memberikan mereka hak apa pun untuk menyebut diri mereka sebagai anak-anak Tuhan. Mereka selamanya dipaksa tetap menjadi budak-budak yang menyembah Tuhan semesta alam.
        Penolakan terhadap klaim Kristen yang menyebut diri mereka sebagai anak-anak Tuhan dipandang sebagai subversif dan kategorikal, sebagaimana yang dinyatakan oleh Muhammad di dalam Qur’an:… (Sura 5:18).
        Bantahan terhadap klaim “Putra Illahi” oleh manusia biasa dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi di Medina juga telah menjelaskan kepada Muhammad bahwa Yahweh telah memilih mereka secara korporat dan yudisial untuk menjadi keturunan-Nya (Ulangan 32:6, Yesaya 63:16; Yeremia 3:4, 19; 31:9; dll). “Ya Yahweh, Engkaulah Bapa kami, Penebus kami, nama-Mu kekal selamanya” (Yesaya 63:16b). Hak istimewa yang bersifat koletif ini yang ada dalam Perjanjian Lama telah dijanjikan secara personal kepada tiap individu yang telah lahir baru dan menjadi murid melalui Yesus Kristus (Roma 8:14-16).

      2. someone Says:

        Jelas alQuran menolak keilahian “Putera tunggal” dan bukan keilahian Bapa.

      3. someone Says:

        Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). (Al Maidah :18)

    2. someone Says:

      Gambaran bagaimana dalam tradisi keilmuan kami, Islam begitu fleksibel terhadap budaya namun kokoh dalam keyakinan. Misalnya soal faham Ittihad, yakni bersatu dengan Allah yang awal mulanya berkembang di dalam ajaran Tasauf, muslim berhasil keluar dari kesesatan dengan keyakinan Islam. Bersatu dengan Allah dalam akidah Islam difahami bukan hamba menjadi Allah, tetapi hamba sirna dalam Allah sehingga tidak ada siapapun selain diri-Nya. Dalam kesirnaan, yang ada hanya Allah, sementara hamba tidak ditemukan oleh dirinya sendiri, sehingga hamba tidak dapat menyebut dirinya sebagai Dia yang Ada. Inilah pula yang menyebabkan muslim dapat menerima sebutan apapun bagi Allah, sepanjang maknanya tidak menyebabkan Dia disekutukan dengan selain-Nya. Karena sebagaimana dalam keyakinan kalian, jika Allah wujud, semuanya pasti binasa. Tuhan kemudian menjelma sebagai cahaya, tetapi cahaya itu bukan Dia, melainkan ciptaan yang dibuat agar manusia mencapai kedekatan kepada-Nya.

      1. Gue Says:

        tulisan anda yang panjang-panjang itu tidak berarti apapun jika Muhammad yakin masuk sorga. Masalahnya dia tidak yakin! dan tidak ada jalan selain Isa Almasih yg menyelamatkan.

      2. someone Says:

        Pertama, tulisan panjang itu sangat baik untuk memperjelas maksud. Jika niatnya berseteru dan bukan mengevaluasi ilmu, ya memang gak perlu panjang-panjang. Bahkan cukup berkata, “Dasar idiot!”. Nah, kalau anda tidak tertarik untuk mengevaluasi atau menambah pengetahuan, gak usah komentar lah. Yang jelas, Muhammad SAW adalah pembuka pintu syurga, pimpinan para Nabi dan Rasul, dengan demikian sudah pasti masuk syurga dan tidak perlu diselamatkan Isa alMasih. Bahkan Isa kelak apabila turun kembali ke bumi, akan menjadi bagian dari umat atau menjadi pengikut Muhammad SAW.

        Maka turunnya Isa عليه السلام dalam keadaan telah mengetahui perintah Allah سبحانه وتعالى sejak di langit sebelum turunnya. Yaitu mengetahui ilmu syariat ini untuk menghukumi di antara manusia dan beramal bagi dirinya. Maka berkumpullah orang-orang beriman mengikutinya dan dia menghukumi mereka dengan syariat Islam. (at-Tadzkirah, hal. 67-68, melalui nukilan Yusuf al-Waabil dalam Asyrathu as-Sa’ah, hal. 360-361).

  111. Nabi Cabul Says:

    Allah – Bukanlah Sang Putra
    Qur’an mewajibkan semua Muslim untuk percaya kepada ‘Isa, Putra Maria dan utusan Allah, dan juga kepada semua nabi. Ini berarti semua Muslim percaya kepada Kristus. Pertanyaannya hanyalah: Bagaimanakah Kristus dipresentasikan di dalam Qur’an?
    Qur’an beberapa kali menyinggung kenyataan bahwa Kristus dilahirkan oleh perawan Maria, tanpa disentuh oleh pria mana pun. Putranya diciptakan melalui firman Tuhan dan Roh-Nya di dalam Maria. Dikatakan bahwa Maria menjawab Jibril (Gabriel) demikian:…(Sura 19:20, 3:47).
    Muhammad menggambarkan konsepsi Yesus menurut caranya sendiri:..(Sura 21:92, 66:12).
    Berdasarkan hal ini, Orang-orang Muslim dapat percaya bahwa Kristus dilahirkan oleh perawan Maria. Namun demikian, mereka dengan keras menolak untuk percaya bahwa putra Maria juga adalah Putra Tuhan, karena Ia hanya diciptakan oleh Allah di dalam Maria, dan bukannya diperanakkan. Berdasarkan dogma Islam ini, Qur’an secara spesifik berkontradiksi dengan Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, yang diakui oleh semua gereja, yaitu bahwa Kristus adalah: “Tuhan dari Tuhan, Terang dari Terang, Tuhan yang sejati dari Tuhan yang sejati, diperanakkan bukan dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa”.
    Para pengikut Muhammad menyangkali keilahian Kristus dalam bentuk apa pun, tetapi mereka percaya akan keunikan mujizat penyembuhan-Nya, kebangkitan dari setidaknya tiga orang mati melalui perkataan-Nya dan juga perkembangan lebih lanjut dari hukum Musa melalui Putra Maria (Sura 3:49b-50). Mereka membaca mengenai bagaimana para murid diberi makan di padang gurun oleh meja yang turun dari Surga (Sura 5:112-115) dan menyaksikan kemampuan-Nya untuk mengimpartasi sikap kerendahan yang baru dan kemurahan hati kepada para pengikut-Nya (Sura 57:27a).
    Lebih jauh lagi, orang Muslim percaya pada kenaikan tubuh-Nya ke surga dan kehadiran-Nya secara aktual dengan Allah. Namun, mereka dengan sangat keras dan spesifik menyangkali fakta historis penyaliban-Nya. Melalui penyangkalan ini, 1,4 miliar orang Muslim benar-benar memisahkan diri mereka sendiri dari keselamatan seutuhnya, yang juga ditujukan untuk mereka dan secara sadar ataupun tidak menolak pengampunan atas dosa-dosa mereka melalui karya penebusan Kristus. Mereka berharap dapat memperoleh kebenaran mereka sendiri tanpa salib Kristus.

    1. Nabi Cabul Says:

      Allah – Bukanlah Roh Kudus
      Islam tidak hanya menyangkali keilahian Kristus, namun juga Roh Kudus. Hanya dalam Sura-Sura yang diterbitkan di Medina dan dalam tradisi-tradisi akhir “ Roh Allah” disebut sebagai “Jibril” (Gabriel). Roh Allah disebutkan 29 kali di dalam Qur’an, tetapi senantiasa dalam pengertian sebagai suatu makhluk ciptaan, seperti halnya malaikat atau roh-roh jahat. Ia selalu berada di bawah otoritas Allah (Sura 17:85). Ia tidak bersifat ilahi seperti yang dipahami oleh Perjanjian Baru. Allah itu esa! Tidak ada roh Allah yang independen disisi-Nya.
      Oleh karena alasan ini, tidak ada persepsi mengenai natur yang sebenarnya dari Bapa dan Sang Putra di dalam Islam, karena Roh Kuduslah yang menyatakan hal ini kepada hati manusia (Roma 8:15-16; 1 Korintus 12:3). Akibatnya, tidak ada buah Roh (Galatia 5:22-25) di dalam Islam, melainkan hanyalah perbuatan daging (Galatia 5:19-21). Kesalehan natural dan pengabdian religius hanya mempunyai sangat sedikit hubungan, bahkan tidak sama sekali, dengan efek dari berdiamnya Roh Kristus dalam diri manusia. Lagipula, tidak ada orang Muslim yang mempunyai pengharapan yang pasti akan hidup kekal (Kolose1:27b). Walaupun semua manusia berharap dapat diciptakan kembali pada Hari Penghakiman, tidak ada pembaharuan spiritual dalam hidup di dunia ini maupun di akhirat. Semua pertanyaan mengenai hal itu akan dijawab dengan “mungkin”, atau “jika Allah menghendaki”.
      Semua pelajar teologi Islam akan segera melihat bahwa Allah bukanlah Bapa dan tidak pernah menjadi Bapa, Putra dan Roh Kudus. Allah bukanlah Trinitas yang kudus. Ia adalah roh yang sangat berbeda dari Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Siapapun yang mengatakan bahwa Bapa dari Yesus Kristus dan Allah adalah satu dan pribadi yang sama, maka ia berpikiran dangkal, naïf, atau tidak mempedulikan isi Qur’an yang sesungguhnya dan juga tradisi-tradisi Muhammad. Setiap Muslim yang taat akan dengan keras menolak esensi dari Injil, yaitu: “Sebab Elohim demikian mengasihi dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan dapat memperoleh hidup kekal”. (Yohanes 3:16. ILT).


      1. Yang pasti – menurut Qur’an, allah swt = khairul makareen.
        Khairul Makareen artinya: Penipu Terbesar.
        Penipu Terbesar = Iblis.
        Jadi kesimpulannya:
        “Aku bersaksi allah swt adalah Iblis, dan aku bersaksi sesungguhnya muhammad adalah rasul Iblis.”

      2. someone Says:

        Ya, kalau bakatnya cacat konteks, memang gak bisa diubah selamanya. Setidaknya ada banyak orang yang bisa melihat bagaimana anda kesulitan keluar dari cacat konteks sehingga tidak layak untuk didengarkan argumentasinya.

      3. someone Says:

        Semua pelajar teologi Islam akan segera melihat bahwa Allah bukanlah Bapa dan tidak pernah menjadi Bapa, Putra dan Roh Kudus. Allah bukanlah Trinitas yang kudus.

        Disini dengan jelas dinyatakan bahwa pelajar teorlogi Islam tidak pernah dapat menerima Allah sebagai Bapa dalam pengertian Trinitas. Tetapi belum tentu menolak jika Allah disebut Bapa dalam pengertian Tauhid.

        Setiap Muslim yang taat akan dengan keras menolak esensi dari Injil, yaitu: “Sebab Elohim demikian mengasihi dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan dapat memperoleh hidup kekal”. (Yohanes 3:16. ILT).

        Jelas muslim menolak keras istilah Putra-Nya yang tunggal yang mengesankan Isa sebagai keturunan-Nya dan bukan sebagai ciptaan-Nya sebagaimana Adam dan Hawa. Kata “tunggal” berarti menafikan sosok lain selain Isa, sehingga “Putra-Nya” lebih dekat kepada makna “Ketuhanan” dari pada makna sebagai “mahluk yang tidak menemukan orang tuanya melainkan Allah”. Dalam makna ini, setiap muslim dan ahli tauhid menolak secara tegas.

        Dalam keyakinan tauhid yang Mengesakan Allah, segala sesuatu selain Dia adalah ciptaan-Nya. Dan Dia berkuasa berkata melalui ciptaan-Nya, namun ciptaan-Nya tersebut bukanlah Dia. Karena ketidaksanggupan hamba-Nya mencapai Dia sajalah yang menyebabkan Dia memutuskan untuk berkata dengan lisan lelaki yang menjadi wakil-Nya, tetapi bukan berarti Dia memutuskan untuk menjadi sesuatu yang diciptakan-Nya. Lisan-Nya dengan lisan lelaki itu berbeda, menunjukan keberbedaan Dia dengan ciptaan-Nya. Sebagaimana telpone bukanlah bibir seseorang yang berbicara melaluinya.

    2. someone Says:

      Nah jelaskan, bahwa muslim sampai kapanpun tidak pernah akan setuju dengan Isa sebagai tuhan yang lain selain Allah. Sebab Tuhan itu tidak punya sekutu, siapapun dia, bahkan mahluk yang tercipta secara tidak wajar sebagai tanda kebensaran-Nya tidak dapat pernah menjadi sekutu-Nya. Allah tidak lemah sehingga membutuhkan sekutu.

      Banyak keagungan Allah yang telah Dia tunjukan dengan melalui atau tanpa mahluk-Nya. Bahkan awal ciptaan-Nya tercipta jauh lebih hebat dari manusia karena tidak bergantung kepada ciptaan Allah lainnya, tetapi tidak dijadikan-Nya sebagai Tuhan. Adam yang diciptakan-Nya dengan bergantung dari ciptaan-Nya yang lain seperti tanah, tidak dijadikan-Nya sebagai Putera-Nya. Hawa yang diciptakan-Nya dengan bergantung kepada sulbi Adam, tidak dijadikan-Nya sebagai Putera-Nya. Demikian pula Isa sebagaimana Hawa, tidak pernah akan dijadikan-Nya sebagai Putera-Nya. Kelancangan manusia yang terbesar adalah menisbatkan apa yang Allah ciptakan kepada selain-Nya, sebagaimana kelancangan seorang penumpang kepada kusir kuda yang menisbatkan kemampuan dokar menghantarkannya ke tempat tujuan sebagai kemampuan kuda.

      1. Amin Says:

        Apakah Yesus itu Tuhan atau Allah tidak masalah, walaupun anda tidak percaya Yesus Tetap seperti itu, tidak ditentukan oleh pendapat anda ingat bahwa Mohammad sendiri mngakui kebesaran Isa Almasih dan bahkan ia menghormati Dia, Dia akan datang menghakimi anda dan nab-mu, karena sesuai dengan hadis dijelaskan oleh Mohammad bahwa Jiwanya ada ditangan Isa Almasih…apalagi anda!

      2. someone Says:

        He, he, he … gak ada hadits yang menyatakan jiwa Muhammad SAW di tangan Isa ibn Mariam. Jiwa Muhammad SAW, jiwamu dan jiwaku di tangan Allah Tuhan Yang Maha Esa, yang menciptakan Jiwa dengan satu hembusan. Bagaimana Isa berkuasa atas jiwa yang tidak pernah diciptakannya dan diaturnya, jiwa yang diciptakan Tuhan sebelum kelahirannya. Bagaimana Tuhan mengurusi sebagian jiwa dan menelantarkan sebagian yang lainnya.

        “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seseorang dari manusia yang mendengar aku, Yahudi, dan Nashrani, kemudian mati, sedangkan ia tidak beriman dengan apa yang diturunkan kepadaku, kecuali ia menjadi penghuni neraka.” [HR. Muslim dan Ahmad].

    3. carlo Says:

      ITULAH BUKTI KEHEBATAN ALQURAN..KLO BENAR ITU BENAR, KLO SALAH ITU SALAH. GAK PAKE DIRUBAH ATAU DIEDIT

    1. Mr Back Says:

      agama mu itu yang mestinya bertanggung jawab atas kematian jutaan muslim di uraq, afganistan, cechnya, andalusia, palestina, dll

  112. gak ngerti Says:

    ini siap murtad atau siap bohong?? sihhhhh
    atau siap dibohongi kali???

  113. ilham othmany Says:

    Mengapa orang quraisy bersetuju melantik Nabi Muhammad menjadi hakim di dakam peristiwa meletakkan hajarul aswad?Sebab Nabi Muhammad memang orn jujur.Mengapa baginda digellar al amin oleh masyarakatnya yg bererti orang yg jujur.Sebab memang baginda jujur.Kenapa ayat-ayat al Quran yg menegur kekhlifan baginda di sampaikan juga kpd umat?Sebab baginda orang yg jujur.Mengapa baginda memuliakan nabi Isa?Dan berani berhadapan dgn org kristen jaman itu bahawa Isa bukan Tuhan.Sebab baginda org jujur.Dan berhadapan dgn Yahudi,bahawa Isa adalah seorang Rasul sesungguhnya Dari Tuhan.Sebab baginda jujur.Ketahuan org nggak suka pada dakwahnya pada waktu mula mengapa baginda terus berdakwah walau diancam akan dibunuh.Sebab baginda memang orang jujur.Mengapa dlm masa 23 tahun semua orang Arab masuk Islam.Sebab orang Arab mulai sedar kalo baginda itu jujur.Baginda tu Arab.Kenapa memuliakan nabi-nabi lain padahal nabi-nabi itu semua yahudi.Sebab memang baginda jujur.Racisme nggak ada dalam kamus hidup baginda.Yg penting,menyampaikan kebenaran.Wah kalau mau diperhitungkan kejujuran nabi Muhammad thread ini aja nggak mencukupi.Apa buktinya Paulus itu jujur.Kerana kalo berdasarkan sejarah dulukan dia itu penganiaya pengikut nabi Isa.Jadi dia tu asalnya orang jahat lho.Mungkin dia menjadi pengikut nabi Isa kerana mau merusak ajaran nabi Isa dari dalam?Dan lagi kenapa dia nggak disenangi oleh Rasul barnabas?Fikir dong.Masih sempat ni.Jangn nanti di akhirat baru bau mikirin.

    Itu satu lagi kalo Nabi Muhammad itu org jujur.Dia samasekali nggak mau mengaku bisa berbuat itu dan bisa menjamin ini semata-mata kerana mau memperbanyak pengikut.Tegas baginda mengatakan kalau anda mau selamat ikutlah ajaranku tapi jaminan hanya dari dirimu sendiri sejauh mana kamu berusaha.Aku sendiri tidak dapat menjamin anakku Fatimah kerana aku hanya manusia biasa.Kalau kamu setuju yah terserah dan kalau kamu tidak setuju pun maka tugasku cuma menyampaikan”Wamaa ‘alarrasuuli illal balaagh”Tugas rasul tidak lain hanya menyampaikan.
    Kalian menggunakan ayat-ayat mutasyabihat di dalam bibel utk menunjukkan Jesus itu tuhan.Jadi bagaimana ini mesti diterima sbg pembuktian yg tuntas.Bagaimana dgn ayat ayat Jesus mengatakan ‘Bapa lebih besar daripadaku’?Bagaimana dgn ayat “jangan mensifati aku dengan guru yg baik kerana tiada satu pun yg baik melainkan bapa”?dan byk lagi.Kalu baginda mengatakan akulah sirotulmustaqim itu belum betul-betul membuktikan Dia itu Tuhan kerana memang pantas diA berkata begitu kerana dia sseorang rasul di zaman itu. begitu juga dgn lain-lain spt akulah kebenaran,akulah kehidupan dll.Lebih-lebih lagi ketuhanan itu ada ciri-cirinya,dan Jesus jelas tidak menunjukkan ciri-ciri ketuhanan yg selayaknya sebagai zat yg kadim.Dan yg penting

    Ketika org2 kafir Quraisy meminta nabi muhammad untuk menunjukkan mukjizat dengan cara menukarkan gunung2 Tihamah di sekitar Mekah menjadi emas,nabi terus berdoa kepada Allah supaya permintaan tersebut dikabulkan.Jibril lantas turun kpd.nabi dan menyampaikan pesan,bahawa Allah akan mengkabulkan permintaan org2 kafir itu tetapi harus dgn syarat iaitu sekiranya mereka tidak beriman juga selepas daripada melihat mukjizat itu mereka akan disiksakan Allah dgn siksaan yg tidak pernah ditimpakan ke atas mana-mana umat.Lantas itu,nabi membatalkan utk memenuhi permintaan org2 kafir tersebut dan berkata Ya Allah jika begitu,tinggalkan saja daku dan umatku biar aku mengajar mereka pelan-pelan.Jadi inilah alasannya nabi tidak mahu menunjukkan mukjizat baginda ke atas org2 kafir tersebut.Mukjizat yg ada pada baginda tidak digunaka utk mengajak orang kafir beriman,tetapi digunakan utk menolong orang yg telah Islam dari kalangan sahabat2 baginda spt.makanan yg sedikit cukup utk bilangan yg ramai,keluar air dari jemari baginda yg mulia,memasukkan semula mata seorang sahabat bernama Qatadah yg terkeluar terkena panahan di dlm satu peperangan dll.Jesus semasa dakwahnya telah menunjukkan mukjizat.Tetapi apa hasilnya?Kebanyakkan org Yahudi masih tetap tidak beriman.Kacian sama itu org2 Yahudi yg idup dijamannya Jesus.Mereka mendapat siksa yg lebih berat dr yg sepatutnya gara2 melihat mukjizatnya Jesus tetapi masih tidak beriman.Kepada org2 yg beriman dgn.nya pula lantaran lemahnya iman mereka,lantas mereka menganggapnya Tuhan lalu disetarakan dgn Allah Yg Maha Esa.Ini pun gara-gara mukjizat juga.Liat nabi Muhammad,ajarannya tersebar bukan utama faktor mukjizat,tapi dgn hujah yg baik,penggunaan akal yg sihat dan akhlak yg baik.Maka dlm jangka relatif singkat Islam tersebar di seluruh Tanah Arab dan dlm tempoh kurang lebih 300 tahun tersebar hingga 2/3 alam dan dlm tempoh 500 tahun mencipta satu tamaddun yg gemilang.Ma syaa Allah engkau benar ya Rasul,sesungguhnya memanglah engkau seorang Rasul yg fatanah(bijaksana) dan penyayang kpd umat walaupun mereka itu kafir sehingga niatmu itu kalaupun mereka tidak mau beriman jgn.lah sampai mereka disiksa dgn siksaan yg keras.Sungguh aku belum puas bersalawat supaya derajatmu terus dinaikkan Allah dari yg sempurna kepada yg lebih sempurna dan seterusnya.

    Firman Allah swt.”Innallaha wa malaa ikatahuu yusolluuna ‘alannabiy yaa ayyuhallaziina aamanuu solluu ‘alaihi wasallimuu taslimaa” Ertinya:Sesungguhnya Allah dan para malaikat telah bersalawat ke atas nabi.Wahai org2 yg beriman bersalawatlah ke atasnya dan ucapkanlah salam dgn sebaik-baik salam.
    Rasulullah saw bersabda yg maksudnya sesiapa yg bersalawat kpd ku sekali,Allah akan bersalawat kepadanya 10 kali.Dan sesiapa yg bersalawat kpd ku 100 kali,Allah akan bersalawat kepadanya 1000 kali dan sesiapa yg bersalawat kpd. ku 1000 kali,Allah akan memberikan kepadanya dua kelepasan yaitu kelepasan dari api neraka dan kelepasan dr sifat2 munafik.
    Lafaz salawat: Allahumma solli wa sallim ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa aali muhammad.
    Ertinya:Ya Allah ya Tuhanku limpahilah rahmat(agar dinaikkan darjat) dan kesejahteraan ke atas nabi kami nabi Muhammad dan juga ke atas keluarga baginda.
    Salawat jika dari Allah bererti rahmat yg mana rahmat itu dlm bentuk kenaikan darjat nabi di akhirat dan bertambahnya penghampiran baginda kepada Allah.Walaupun nabi org yg paling hampir kepada Allah dan insan kamil namun,di sisi Allah tidak ada suatu makam penghampiran itu melainkan ada makam yg lebih hampir lagi dan tidak ada suatu kesmpurnaan seseorang makhluk itu melainkan ada lagi darjat kesempuraan yg lebih tinggi sehingga tiada kesudahan kerana di sisi Allah tidak ada makam penghampiran dan kesempurnaan yg mutlak oleh makhluknya.Adapun salawat jika dari malaikat bererti mohon pengampunan.Bukan bererti nabi itu berdosa.Tetapi percampuran baginda dgn masyarakat jahiliah sebelum baginda menjadi rasul dan selepas baginda menjadi rasul dan masih ada org yg tidak beriman menyebabkan nabi merasakan dirinya berdosa seolah-olah suatu beban atas diri baginda.Spt kata pepatah ‘hasanaatul abraar sayyi aatul muqarrabiin’ -kebaikan org yg (hanya) baik adalah dianggap suatu kesalahan di sisi org yg hampir kpd Allah sehingga dia menganggap seolah-olahnya dosa.Adapun salawat jika datang dari manusia bererti doa yaitu doa supaya nabi dinaikkan darjatnya di sisi Allah.Adapun salam ertinya kesejahteraan atau keamanan.Dlm koteks nabi masih hidup,agar nabi itu aman drp gangguan org-org kafir dan dalam konteks akhirat supaya nabi itu aman daripada ketakutan atas umat baginda.Kerana kebimbangan nabi atas umatnya itu akan dibawa hingga ke akhirat.Inilah kasihnya nabi.
    Hikmah dianjurkan bersalawat:
    1)Memberi peluang kpd umat untuk berbakti kpd baginda lebih-lebih lagi yg datang belakangan yg tidak kesempatan bertemu baginda secara langsung.
    2)Supaya manusia terus-terusan sadar bahawa baginda hanyalah manusia biasa dan cara memuliakan baginda adalah selayaknya sebagai manusia dengan cara didoakan dan bukan dituhankan.
    Kesimpulan:Anjuran bersalawat kpd baginda bukan bukti utk menunjukkan baginda bukan nabi.Logik ngawur ini hanya akan dipertahankan oleh org2 yg jahil dgn hakikat kenabian, tetapi tidak memberi kesan kpd org.2 yg betul betul tahu kenabian itu apa.

    Yesus adalah kalam-Nya yang qadim & qidam,tidak diciptakan yang menjelma menjadi manusia.
    Apa ertinya ayat di atas?
    Ayat di atas sgt bertentangan dgn akal.Saya yakin yg namanya wahyu Tuhan tidak boleh bertentangan dgn akal.Mana mungkin sesudah Tuhan mencipta akal nurani lalu Dia menyuruh manusia mempercayai sesuatu yg bertentangan dgn akal nurani itu.Adakah sesuatu yg qadim tidak ada permulaan,bisa berubah?saya kira perubahan tidak lari daripada dua samada menjadi lebih sempurna atau menjadi kurang sempurna.Kalau Tuhan berubah menjadi lebih sempurna tentulah wujudNya yg dahulu itu kurang sempurna.Ini mustahil.Kalau Dia berubah menjadi kurang sempurna bererti Tuhan itu tidak suci kerana terkesan oleh kekurangan.Bagaimana anda mengertikan ‘berubah itu apa’.Saya mengertikan berubah itu pada hakikatnya adalah fana(binasa).Contoh,jika saya duduk kemudian saya berdiri berarti fana(binasa)lah zat saya yang duduk,diganti dgn zat saya yg berdiri.Gitu kan? Seorang kanak-kanak kecil apabila menjadi dewasa maka zat kanak-kanaknya fana(binasa/lenyap/hilang) diganti dgn zatnya yg dewasa.Makanya kalau Tuhan berubah berarti Tuhan itu fana.Sebab itu bg saya zat Tuhan itu tidak boleh berubah.Kalau ada wahyu yg mengatakan zat Tuhan itu berubah pasti itu bukan wahyu daripada Tuhan.

    Jadi bisa ngga diterima akal kalo Allah menjelma manusia,zatnya tidak berubah?
    -Sudah tentu ngga bisa.Sebab yg namanya menjelma itukan melibatkan perubahan juga kan?barangkali anda ada pengertian lain apa yg dikatakan menjelma itu?Kalo bagi saya menjelma itu ertinya penampakan.Baik.Kalo yg dikatakan Allah menjelma itu dlm ertikata,penampakan keagungan Allah ke atas hamba-hamba pilihanNya dlm keadaan masih lagi tidak menodai mukhalafah Allah yg bersalah dgn yang baharu itu bisa-bisa saja,dan itu istilahnya lebih pantas disebut tajalli Allah.Tapi, ternyata penjelmaan Allah yg anda maksudkan di sini iaitu dlm bentuk menjadi Yesus, itu samasekali nggak bisa diterima.Kerana yg namanya Yesus itu jelas makhluk yg ada padanya simatul huduth (tanda-tanda baharu) spt berbentuk,bertempat, dll.Jadi sekarang,Allah itu bersifat mukhalafah yg pastinya tidak berbentuk,bertempat dll.Yesus makhluk berbentuk,bertempat dll.Jadi mana mungkin Allah menjelma menjadi Yesus tetapi Zatnya nggak berubah?Ini merupakan tanaqudh yakni suatu yg bertentangan yg tidak mungkin berhimpun dalam masa yg sama.
    Kalo Dia maha kuasa apakah yg membatasinya?
    -Barangkali disinilah letaknya perbezaan antara saya selaku muslim dgn anda selaku keristian.Bagi saya kuasa yg juga dipanggil qudrat merupakan sifat yg dengannya Allah menjadikan sesuatu.Bila disebut menjadikan,maka tentulah perkara yg hendak dijadikan itu perkara yg belum ada lalu dijadikan sehingga menjadi ada.Makanya,kami muslim beriktikad sifat qudrat tidak hubungannya dgn zat yg telah sedia ada iaitu Allah.Kerana Allah adalah zat yg sedia ada sejak azali.Kalo dgn Alasan Allah maha berkuasa menjadikan dirinya yg mukhalafah lalu hilang kemukhalafahannya hingga Dia menjadi makhluk yg bernama Yesus,kira-kira boleh nggak kalo dia menjadikan manusia biasa menjadi Tuhan spt Dia yg mempunyai keagungan spt Dia dan bersifat mukhalafah spt Dia?Bagi kami ,sifat qudrat tidak ada hubungannya untuk menjadikan zat yg wajibul wujud kerana bererti yg demikian itu tahsilul hasil menjadikan perkara yg memang terhasil yang demikian adalah sia-sia dan sia-sia pd perbuatan Tuhan itu menurut akal yg dijADIKAn tuhan kpd kita adalah mustahil.Nggak mungkin Tuhan menyuruh kita percaya kpd yg mustahil.Bagi kami kalo sifat qudarat itu tidak berpengaruh ke atas zatnya sendiri itu bukan menunjukkan kekurangan Tuhan, sebab memang bukan jalan dan lowongannya spt mata tidak dpt dikatakan pekak jika tidak boleh mendengar dan telinga tidak bole dikatakan buta jika tidak dpt melihat.Saya tidak mengarang Tuhan kok kerna menurut saya ini adalah keputusan aqal yg Tuhan jadikan.Jadi,ini adalah isyarat Tuhan juga.Yakinnya saya begitu.

    Saya memang mengatakan bahawa Allah boleh mentajallikan diriNya kepada makhluk yg dikehendakkinya.Tetapi tajalli itu sama sekali berlainan dgn inkarnasi.Berlainan dari segi takrif dan berlawanan dari segi tujuan.Tajalli bermaksud tersingkapnya ilmu makhluk akan kebesaran Allah sehingga pengenalan seseorang itu kepada Allah menjadi lebih sempurna tujuannya supaya dengan itu akan menjadi jelaslah kepadanya perbezaan antara muhaddath(bahru) dan Qadim (sedia)dgn pengenalan yg lebih sempurna.Di dalam tajalli Zat Allah tidak menyatu di dalam tubuh makhluk sehinnga Dia menjadi sekutu dgn makhluk.Adapun inkarnasi ialah penyatuan Zat Allah dgn zat makhluk seumpama bersebatinya zat gula yg larut di dlm air dan ini adalah mustahil dan tidak dapat dibenarkan oleh akal sihat.Mengapa saya katakan mustahil.Kerana zat Allah itu adalah zat yg hakiki,padahal zat makhluk adalah zat yg majazi… maujud pada zahir, ‘adam pada hakikat.Paham ya.Kalau zat yg maujud boleh tak berinkarnasi dgn yg tidak maujud? Jawapannya mustahil bukan?Seseorang mungkin boleh dirasuk hantu,itu mungkin.Mengapa kerana antara zat hantu dan zat nya setaraf dr segi wujud.Kalau dibenarkan inkarnasi Allah dgn makhluk bererti kita telah menyamatarafkan Zat Allah dgn makhluknya yg mana zat Allah tlh diturunkan ketaraf makhluk.Makanya Akal nurani tidak akan dpt membenarkan perkara ini.Ia sgt bertentangan dengan keagungan Allah.Allah -Qadim,baqa’ zatNya.Makhluk baharu-fana zatnya.Nah bagaimana mahu duhimpukan itu.Dua perkara yg saling bertentangan.Tujuannya pun menyalahi hikmah ilahi kerana tajalli bertujuan me’nyata’kan kebesaranNya sedangkan inkarnasi ‘menyembunyi’kan kebsarannya sehingga keagunganNya tidak dikenal org.Ma syaa Allah saya rasa tidak ada yg lebih dusta daripada iktikad ini(inkarnasi).Sekian tanggapan saya.

    Saya sudah katakan pd postingan2 saya yg lepas bahawa iknkarnasi Allah yg wajibul wujud kpd makhluk yang jaizul wujud adalah mustahil kerana berlainan hakikat keduanya.Keterangannya tlh pun saya kemukakan.Sebab itulah tidak ada satu nabi pun yg mengajar aqidah inkarnasi ini kpd umat mereka dan tidak juga di dlm kitab2 samawi.Malahan dlm perjanjian baru pun ajaran ttg inkarnasi tidak disebut langsung.Dalil yg anda bawa pun hanyalah surat-surat paulus yg ditulis kemudian drpd. Jesus.Kalau benar ada ajaran ttg inkarnasi mengapa Jesus tidak menyebutkan sewaktu keberadaan beliau di dunia.Mengapa perlu ia diisytiharkan oleh Paulus selepas ratusan tahun.
    Berkenaan kata anda..
    Kalian percaya bahwa Kalamullah itu kekal, qadim, tidak diciptakan, bukan makhluk kan? Nah, bukankah yg qadim itu telah menjadi Al-Quran, menjadi sebuah kitab? Apakah kitab itu Allah? Tidak kan? Bukankah Kalamullah yg qadim itu terpelihara dari sifat2 makhluk sungguhpun telah menjadi sebuah kitab? Karena meskipun telah menjelma menjadi ayat/kitab suci, Kalamullah tetap mempertahankan sifat2-Nya itu qadim dan bukan makhluk!
    Maka saya katakan sungguh jauh antara keberadaan kalamullah Al Quran dgn inkarnasi yg kita bicarakan.Inkarnasi melibatkan penyatuan.Akidah qadimnya Al Quran tidak melibatkan penyatuan.Kerana kami beriktikad bahawa Al Quran yg lafzi yg terdiri drp huruf-hurufnya,kertasnya,dakwatnya,bunyi suara qari yg membacanya adalah makhluk bukan qadim.Kami tidak beriktikad kalamullah yg ianya adalah sifat Allah turun ke dunia.Bagaimana kalamullah yg hakiki ianya adalah sifat Allah boleh turun ke dunia karena kalamullah adalah makna kpd zat tuhan yg berkata-kata.Memang kami merujuk “kitab”Al Quran yg kami baca itu dgn kalam Allah.Namun itu kerana ianya adalah lafaz dr makna kpd Al Quran yg hakiki yg qaim pada zat Allah.Contoh apabila seseorang guru katakan,menulis di papan tulis perkataan ‘ALLAH’ lalu dia berkata, “anak-anak!Ini adalah tuhan kita”.Adakah guru itu maksudkan itu adalah tuhan sesungguhnya?Tentu tidak.Adakah Tuhan berinkarnasi dgn tulisan Allah itu?Tentu tidak.Jadi perbandingan Tuhan yg berinkarnasi dgn Jesus lalu disamakan dgn Al Quran sebagai kalam Allah itu sgt salah sekali.
    Maslah Jibril berubah menjadi manusia itu lain.Jibril adalah satu makhluk yg dijadikan oleh Allah dan dgn izin Allah dia berubah menjadi manusia iaitu suatu makhluk yg lain.Masalah itu jelas satu makhluk berubah menjadi makhluk lain dgn izin Allah itu memang harus pada akal.Tetapi Allah bukan makhluk.Dia yg menjadikan makhluk.Makhluk bukan Allah.mereka dijadikan.Jadi sama macam kita mengatakan Zat yg menjadikan menjadi zat yg dijadikan.Itukan mustahil.
    Anda berkata…..
    Sudah tentu itu tidak masuk diakal bagi manusia. Apakah hanya karena bagi manusia itu tidak masuk diakal maka itu dapat membatasi Allah? Banyak hal dalam AQ juga tidak masuk diakal sperti Maryam melahirkan tanpa hubungan kelamin, apakah anda mau mengatakan itu bukan dari Allah???
    Ttg Maryam itu memang jelas masuk di akal karena masih berkisar kpd status kejadian yg harus.Tapi inkarnasi Tuhan menjadi makhluk jelas adalah mustahil.Misal ya,dapat nggak, dunia yg sebesar dunia ini di masukkan kedalam sebiji telur yg sebesar telur?Menururt akal daruri itu adalah mustahil.Tuhan tau itu adalah mustahil.Jadi dia tidak akan melakukan.Kalau dibesarkan telur itu,sehingga lebih besar dari dunia,atau dikecilkan dunia ini sehingga sehingga lebih kecil dari telur,maka ya! itu adalah harus.
    Soalnya,adakah kita telah membataskan keagungan Allah?Saya katakan tidak.Sebab keagungan Allah bukan dilihat dr kekuasaannya shaj malaham dilihat juga dr sudut ilmu Allah yg azali yg mengetahui apa yg harus dan apa yg mustahil.Allah tau persatuan yg qadim dgn yg baharu adalah mustahil.Allah tau Tuhan jadi makhluk itu mustahil.Allah tau ada Tuhan selainnya adalah mustahil.Makanya apabila Tuhan tidak melakukan perkara yg mustahil,maka itulah keagungannya.Soalnya sekarang anda apabila mengharuskan inkarnasi Allah kepada makhluk tidak pula mengharuskan inkarnasi makhluk kepada Allah.Senang cakap menjadi Allah.Munkin anda berkata makhluk tidak mungkin akan berinkarnasi menjadi Allah kerana makhluk tidak akan mampu malakukannya.Nah kalu saya bilang,boleh tak ia terjadi dgn kekuasaan Allah?Maksud saya Allah dgn kuasaNya menjadikan makhluk itu mengikarnasi dgn zat Allah lalu ia berperan sprt Tuhan?
    Seba itu saya katakan,sebagaimana mustahilnya inkarnasi makhluk kpd zat Allah,maka demikianlah mustahil juga inkarnasi Allah kpd zat makhluk dan Allah tau itu mustahil sebagaimana kita juga tau secara daruri dan kuasa Allah samasekali tidak bertakluk kepada yg mustahil kerana ia bertentasngan dgn difinisi kuasa spt yg telah saya katakan pada postingan yg dahulu.Sekian tanggapan saya.

    Anda telah menuliskan bebrapa ayat dr Injil Yuhana utk menguatkan hujah inkarnasi.Tetapi ianya sgt tidak jelas mengingat perkataan inkarnasi tidak disebut secara jelas.
    “Dan Firman (Kalamullah) itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita…” (Injil Yuhana 1:14)
    Perkataan kalamullah telah menjadi manusia tidak membuktikan Jesus adalah dr kalamullah.Kerana di dlm Quran juga dikatakan begitu bahawa Isa adalah kalimat Allah dan ruhNya yg diertikan sebagai Isa adalah nabi yg dijadikan oleh Allah dgn kalimat “kun” dan ruh Yg diciptakan oleh Allah.
    “Yesus bersabda: Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” (Injil Yuhana 6:38)
    Ini juga tidak membuktikan Tuhan yg berinkarnasi kerana jelas di situ disebut bahawa dia (Jesus) diutus yg menunjukkan dia adalah seorang rasul.
    “Lalu Dia (Yesus) berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.” (Injil Yuhana 8:23)
    Sekali lagi perkataan inkarnasi tidak disebut dgn jelas.Ini hanyalah perumpamaan dan perumpamaan boleh ditafsirkan kpd bermacam-macam penafsiran mengikut kepentingan org yg menfsirnya.Adakah kita mesti membenarkan penafsiran pihak gereja dgn membelakangkan akal qat’i?
    “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Injil Yuhana 17:5)
    Bermaksud sebelum Allah menciptakan Jesus Allah telah mengetahui dan Allah memang memuliakannya walau sebelum kelahirannya lagi.
    Seperti yg telah saya sebutkan dahulu akal menjadi standar utk mengukur samada sesuatu wahyu itu adalah dr Tuhan atau pun bukan kerana Tuhan tidak mungkin akan memerintahkan kita mempercayai sesuatu yg mustahil.Malahan sebelum kita diberikan wahyu Tuhan telah memberikan kita akal terlebih dahulu.Kerana Tuhan berkehendak manusia dpt membezakan manakah wahyu yg datang dr Tuhan dan mana yg bukan.Sekian tanggapan saya.

    Bukankah beriman satu undangan untuk menyakini hal2 yang mustahil?
    Saya pikir tanggapan anda sangat bertentangan dengan ajaran AQ. Bukankah AQ juga mengajak kita utk beriman & menyakini hal2 yg mustahil, yg diluar akal dan nalar kita? Bukankah Maryam tetap menyakini Allah dalam hal2 yg mustahil? Apakah Maryam mempersoalkan tindakan Allah yg menurut manusia kurang masuk diakal (bisa lahir tanpa hubungan kelamin!)?
    Maka saya katakan tidak samasekali.Kerana,perkara yg mustahil ialah perkara yg samasekali nggak boleh ada.Contoh perkara yg mustahil adalah seperti ada Tuhan selain Allah.
    Termasuk dlm perkara mustahil itu ialah inkarnasi Tuhan,kerana inkarnasi itu adalah termasuk dlm proses kejadian sedang Tuhan adalah di luar drpd proses kejadian,kerana Dia qadim lagi bersifat baqa’ kekal tidak menerima perubahan.
    Soal seorang wanita melahirkan anak tanpa proses hubungan kelamin,maka itu bukan perkara mustahil,kerana jika Tuhan berkehendak ianya bisa terjadi.Soal ianya jarang berlaku atau belum berlaku,itu soal lain.Adapun soal inkarnasi,maka siapa yg berinkarnasi?Tuhan.Selepas berinkarnasi apa berlaku?Jadilah Dia Tuhan yg berinkarnasi.Adakah sama Tuhan sebelum berinkarnasi selepas Dia berinkarnasi.Kalau dijawab sama.Lho!kok sama?Bukankah Dia telah berinkarnasi?Jika jawapannya nggak sama.Lho! itu maknanya Tuhan telah berubah.Berubahkan proses kejadian.Mana bisa Tuhan yg bersifat qadim tertakluk di bawah proses kejadian yg melibatkan perubahan yg melibatkan proses fana dan dan pergantian zat?Kesimpulannya inkarnasi Tuhan adalah mustahil,dan Tuhan tau dgn ilmunya yg azali bahawa perkara itu mustahil alias secara semula memang nggak boleh menerima berlaku.Dan Tuhan tidak mungkin berkehendak terhadap perkara-perkara yg mustahil.Iman adalah mengajak manusia percaya kpd perkara yg ghaib bukan perkara yg mustahil.
    Anda sepertinya nggak mau mengakui bahawa memang ada perkara-perkara yg mustahil di sisi Tuhan dan Tuhan juga telah mengisyaratkan perkara itu kepada manusia lewat cahaya akal yg Dia jadikan supaya dgn itu manusia dpt membedakan yg mana Tuhan yg sebenar dan yg bukan Tuhan.Saya berharap anda memikirkan perkara-perkara dibawah dgn serius:
    1)Mustahil atau tidak Tuhan mencipta satu lagi Tuhan yg bersifat qadim sepertinya dan mempunyai kekuasaan yg setara dgn kekuasaannya?
    2)Mustahil atau tidak Tuhan memusnahkan dan memfanakan diriNya sehingga semua makhluk ini sampai tidak bertuhan lagi?
    3)Mustahil atau tidak Tuhan menjadikan dua perkara yg bertentangan spt menjadikan suatu benda itu bergerak dan diam dalam satu masa.Bukan secara berganti-ganti,tetapi serentak dlm masa yg sama.
    Apakah anda akan mengatakan perkara2 di atas tidak mustahil bg Tuhan dgn alasan Tuhan maha berkuasa?Sesiapa pun bisa ngomong “Bisa deh!Tuhan kok,masak nggak bisa”Tetapi adakah itu menepati fakta yg sebenarnya?Seprti anda mengatakan pokok itu adalah gunung.Ngomong siapapun boleh ngomong.Tapi sih,itukan jadinya dusta.
    Jibril memang boleh menjadi manusia,kerana dia menjadi manusia bukan dgn kekuasaannya,tapi dgn kekuasaan Tuhan.Tapi tokh,dia tetap tidak bisa menjadi Tuhan sekalipun dgn pertolongan kekuasaan Tuhan kerana,mustahil makhluk menjadi Tuhan dan samalah Tuhan mustahil menjadi makhluk.Saya udah bilang jika Tuhan tidak menjadikan perkara2 yg mustahil itu tidak bererti Tuhan itu terbatas dan tidak maha agung,kerana keagungan Tuhan tidak dilihat dari sudut kuasanya aja,malah dr sudut ilmuNya yg azali,bahawa Tuhan mengetahui yg mustahil itu adalah mustahil. Anda berujar,Tuhan menjadi manusia tetapi Tuhan tetap tidak berubah.Mana bisa Tuhan menjadi manusia tetapi tidak berubah.Kalo Dia tidak berubah bererti Dia tidak menjadi manusia.Kalau Dia menjadi manusia bererti Dia berubah.Perkataan menjadi itu pun udah jelas bahawa itu merupakan proses kejadian dan saya rasa anda sependapat dgn saya bahwa Tuhan tidak tertakluk di bawah proses kejadian.Makanya mustahil Tuhan menjadi manusia.Sekian tanggapan saya utk kali ini.

    Kalau dunia ini dipenuhi oleh butiran-butiran kacang lalu diambil oleh seekor burung lalu dibawa ke satu tempat yg jaraknya 1000 tahun perjalanan sebiji demi sebiji,lama kelamaan biji2 kacang tersebut akan habis,tetapi kepanasan api nereka yg mesti dimasuki oleh orang-orang yang kafir daripada agama Islam tidak akan habis habis.Mereka akan kekal abadi di dalamnya selama-lamanya.Na’uuzubillaahi min zaalik-Semoga dijauhkan.Wahai sekelian orang-orang kafir,tangisi nasibmu.Cepatlah kamu sedar.Masuklah ke dalam agama Islam segera.Berlakulah adillah terhadap diri-diri kalian yg malang.Maut pasti datang bila-bila.Daku peringati kalian utk yg kesekian kalinya.Ucapkanlah Tidaka ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.Pasti kamu akan berjaya.

  114. Adeng Hudaya Says:

    Sampai hari ini, sudah 4 orang jemaah haji asal Indonesia yang tewas di Arab Saudi.

    Pembantaian massal terus berlanjut!!!

  115. ilham othmany Says:

    Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW
    (dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)

    Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
    Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
    Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”
    Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
    Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.
    Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
    Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
    Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
    Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
    Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
    “Siapa yang memaksamu?”
    Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
    “Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
    “Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

    Orang Yang Dibenci Iblis
    Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
    Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
    “Siapa selanjutnya?”
    “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
    “lalu siapa lagi?”
    “Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
    “Lalu siapa lagi?”
    “Orang yang selalu bersuci.”
    “Siapa lagi?”
    “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
    “Apa tanda kesabarannya?”
    “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”
    ” Selanjutnya apa?”
    “Orang kaya yang bersyukur.”
    “Apa tanda kesyukurannya?”
    “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
    “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
    “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
    “Umar bin Khattab?”
    “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
    “Usman bin Affan?”
    “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
    “Ali bin Abi Thalib?”
    “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

    Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
    “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
    “Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
    “Kenapa?”
    “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
    “Jika seorang umatku berpuasa?”
    “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
    “Jika ia berhaji?”
    “Aku seperti orang gila.”
    “Jika ia membaca al-Quran?”
    “Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
    “Jika ia bersedekah?”
    “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
    “Mengapa bisa begitu?”
    “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
    “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
    “Suara kuda perang di jalan Allah.”
    “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
    “Taubat orang yang bertaubat.”
    “Apa yang dapat membakar hatimu?”
    “Istighfar di waktu siang dan malam.”
    “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
    “Sedekah yang diam – diam.”
    “Apa yang dapat menusuk matamu?”
    “Shalat fajar.”
    “Apa yang dapat memukul kepalamu?”
    “Shalat berjamaah.”
    “Apa yang paling mengganggumu?”
    “Majelis para ulama.”
    “Bagaimana cara makanmu?”
    “Dengan tangan kiri dan jariku.”
    “Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
    “Di bawah kuku manusia.”

    Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
    Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”
    “Pemakan riba.”
    “Siapa sahabatmu?”
    “Pezina.”
    “Siapa teman tidurmu?”
    “Pemabuk.”
    “Siapa tamumu?”
    “Pencuri.”
    “Siapa utusanmu?”
    “Tukang sihir.”
    “Apa yang membuatmu gembira?”
    “Bersumpah dengan cerai.”
    “Siapa kekasihmu?”
    “Orang yang meninggalkan shalat jumaat”
    “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
    “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

    Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas
    Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
    Iblis segera menimpali:
    “Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
    “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
    “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. ”
    “Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. ”
    “Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

    Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya
    “Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.
    Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
    Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
    Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
    Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
    Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”
    Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.
    “Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
    Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
    Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

    Cara Iblis Menggoda
    “Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
    Akulah mahluk pertama yang berdusta.
    Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
    Tahukah kau Muhammad?
    Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.
    Sumpah dusta adalah kegemaranku.
    Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.
    Kesaksian palsu kegembiraanku.
    Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.
    Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
    Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’
    Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
    Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
    jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
    Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
    Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
    Dan iapun semakin taat padaku.
    Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’
    Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
    Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
    Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

    10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT
    “Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
    “10 macam”
    “Apa saja?”
    “Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”
    Allah berfirman,
    “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
    “Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
    Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
    Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
    Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
    Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
    Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
    Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
    Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”
    Allah berfirman,
    “Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
    “Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
    Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
    Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
    Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
    Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.
    Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!
    Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
    Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
    Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
    Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
    “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
    juga membaca,
    “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
    Iblis lalu berkata:
    “Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”
    Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tsb. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan.
    Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat setidak-setidaknya membuat hidup ini lebih nyaman dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman.
    Demikianlah Rasulullah saw.Ajaran Islam yg dibawanya mengupas habis setiap persoalan sehinggalah kepada rahsia-rahsia iblis dan cara-cara iblis mengganggu manusia.Di dalam agama lain banyak perkara yg tidak diajarkan oleh itu tidak selengkap Islam.
    Kalau dunia ini dipenuhi oleh butiran-butiran kacang lalu diambil oleh seekor burung lalu dibawa ke satu tempat yg jaraknya 1000 tahun perjalanan sebiji demi sebiji,lama kelamaan biji2 kacang tersebut akan habis,tetapi kepanasan api nereka yg mesti dimasuki oleh orang-orang yang kafir daripada agama Islam tidak akan habis habis.Mereka akan kekal abadi di dalamnya selama-lamanya.Na’uuzubillaahi min zaalik-Semoga dijauhkan.Wahai sekelian orang-orang kafir,tangisi nasibmu.Cepatlah kamu sedar.Masuklah ke dalam agama Islam segera.Berlakulah adillah terhadap diri-diri kalian yg malang.Maut pasti datang bila-bila.Daku peringati kalian utk yg kesekian kalinya.Ucapkanlah Tidaka ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah.Pasti kamu akan berjaya.

  116. alexvegaz Says:

    pengetahuanmu menjadikan kamu orang yang sombong dan munafik!!!bagaimana dengan ini: http://www.1000mistakes.com/1000mistakes/index.php
    bagaimana juga dengan ini:
    Al-hadid Madaniyyah; surah ke 57 ayat 3 (dari Quran)
    Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan yang batin, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

    Al-hadid Madaniyyah; surah ke 57 ayat 4 (dari Quran)
    Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa……….

    Al-hadid Madaniyyah; surah ke 57 ayat 5 (dari Quran)
    Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi…

    saya percaya Jesus karena sudah merasakan mujikzat Jesus dalam kehidupan saya sehari2…semoga Jesus Kristus memberikan mukjizat dalam waktu dekat untuk membukakan mata hatimu…AMIEN

    1. wisnu Says:

      alex mending mandi dulu sana,,
      liat dulu diri lu dalam keadaan gitu,,
      bandingin ama tuhan lo yang disalip,,,
      mending lo aja dech yang di sembah ama sodara loe,,
      capek tw yang di salib ga turun-turun,,

  117. CIK Says:

    eh lasvegas kamu nyembah isa, yesus atau Allah.mujizat itu untuk nabi2,jgn ngaku2 dapat mujizat.nyembah isa dia manusia,nyembah yesus dia penghianat nyembah Allah itu baru btul.masa orang disembah klo manusia dibolehkan nyembah manusia maka kata nabi ibumulah yang patut disembah.yesus??sape mo nolong die pengkhianat tu,nabi isa nabi Allah dikhiianati.makenye dia teriakkesakitan nda ditolong.bawa ja rintintin nyelidiki tu kisah aminn tu kisah tu pasti benar.

  118. cik Says:

    kebenaran itu mahal.

  119. erwanis Says:

    santai men.tobat lex.yesus da mati disalib.yang punya mujizat tu nabi isa.Dia nda bisa nyelamatin dirinya.nabi isa nanti turun akhir zaman jadi pengikut nabi Muhammad.nanti Beliu kawin lho mengikuti syariat nabi Muhammad.kasian pendeta2 ngga mau kawin.ikutlah jejak mantan pendeta Nababan atau yahya waloni sekarang istrinya dua lho apa ngga ngiri????nanti disurga lebih banyak lagi yang disediakan Allah untuk orang yang masuk surga.bidadari yang cantik ngga beliur, ngga ingusan, ngga buang kotoran, nggqa mens, ngga mencret ngga bau ketek, muda terus, cantik terus wanginya keciuman 500 th perjalanan kalo liat dia kamu pingsan 40 tahun saking cantiknya. apa ngga mau???ini kebesaran Allah.sedangkan yesus tu yudas askariot murid nabi isa yang berkhianat.dosa didunia kena azab diakhirat udah nunggu.udalah kembali ke islam jangan tunda tunda ntar di tunda jangan kapan kapan ntar dikapani.jangan dinanti nanti entar keburu mati masuk dalam peti.nyesel lho ayolah vegas, ajak juga yang lain si michel tu yng suka ngeyel eh elo2 kan gitu2 kwn g di blog ni.

    QS 5:36
    Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari adzab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh adzab yang pedih.

    Nah baca ni ayat dalam2 ingat siang malam tebusan yesus ja ngga laku dihadapan Allah raja diraja,rajanya manusia.

    nyesel kan orang2 yang ngga beriman pada Allah. nanti ni diakhirat dia mau nebusin dirinya dengan anaknya dengan istrinya dengan emas sebesar gunung uang trilyunan agar terhindar dari azab Allah.ah terlambat semuanya ngga ada gunanya dihadapan Allah.

    sekaranglah waktunya.

    1. Lintang Says:

      Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh

      1. wisnu Says:

        selo,,,
        yang murtad ya ga baca ne,,
        kalo baca ga bakalan murtad lo pada,,,
        insyaf aja uda,,
        setan da banyak,,,
        tambah yang ga nurut ISLAM makin banyak dech loe..
        isshh,,,

  120. shintoro Says:

    bible terlalu banyaak versi, sehingga sgt sulit utk dipercaya.
    gak ky AlQuran, dibelahan dunia manapun isinya selalu sama. tidak berubah atau dirubah/edit hingga sampai akhir zaman

  121. ilham othmany Says:

  122. Bindu Says:

    Ini hanya untuk PENCERAHAN:
    1. Misalkan jumlah ayat dalam Alquran 10.000 ayat, dan diakui bahwa Alquran diturunkan oleh Tuhan dan perkataan Tuhan. Apabila ada satu ayat saja yang bertentangan didalamnya, maka Alquran adalah BOHONG, karena Tuhan pribadi adalah Maha Kuasa, Maha Tahu dan Maha Segala-galnya.
    2. Kalo betul Alquran berasal dari Tuhan, maka isinya akan dipenuhi oleh nubuatan-nubuatan Tuhan bukan perintah membunuh, memenggal kepala orang, menyiksa istri, dan banyak kebinatangan lainnya.
    3. Kalo Alquran berasal dari Tuhan, tidak mungkin Tuhan sibuk sendiri mengurusi perbuatan nabinya yang hampir tidak menggambarkan gambaran nabi2 Israel zaman dahulu.
    4. Hampir tidak ada umatnya zaman sekarang yang dapat memberikan kontribusi pada kehidupan selain pengahncuran, pembunuhan, penderitaan dan penyiksaan, sementara Tuhan yang dikenal sejagad adalah Tuhan yang penuh KASIH.
    5. Perintah Tuhan selalu bersifat kebaikan, keadilan dan kasih sayang. Sejahat-jahatnya manusia dan Tuhan tau itu, dia tidak akan memerintahkan sesama manusia utk membunuh manusia jahat tadi, keculai perintah dalam Alquran.

    Kesimpulannya saya serahkan kepada anda utk dapat melihat kembali Alquran dengan benar dan dari pikiran yang sehat.

    1. someone Says:

      firman Tuhan menjadi panduan bukan hanya bagi kepentingan hidup manusia secara umum, tetapi juga menjadi panduan bagi kepentingan hidup pengemban risalah sebagai kunci sukses sampainya firman Tuhan kepada manusia. Dalam perjalanannya, pengemban risalah dan umat menghadapi berbagai tekanan yang membawa mereka pada akhirnya pada kondisi mempertahankan diri. Kondisi ini mengharuskan mereka menghadapi apa yang dihadapkan oleh musuh Allah yakni perang. Allah mewajibkan muslim menetapi jalan perang-Nya, sehingga turunlah ayat-ayat perang. Dengan panduannya, muslim berhasil menjalankan perang yang lebih beradab dari kebiasaan perang saat itu, dan bahkan kebiasaan perang kaum Nasrani. Bahkan, prinsip perang Islam banyak ditemukan dalam aturan perang internasional sekarang.

      Memang Isa dalam hidupnya tidak berhadapan dengan perang, sehingga wajar tidak ada firman Tuhan pada beliau sebagai panduan berperang. Karena bagaimana panduan berperang diturunkan kepada beliau, sementara beliau tidak membutuhkannya. Pendukung beliau hanya sejumlah orang yang tidak sanggup melakukan perlawanan terhadap kekuatan Roma, sehingga pada akhirnya perjuangan dakwah beliau berhenti setelah kejadian penyaliban Yudas. Tetapi kelak saat beliau turun kembali menghadapi kaum kafir yang tidak tunduk kepada hukum yang utama yakni Tidak Menyekutukan Tuhan. Beliau akan berhadapan dengan perang, dan tidak mungkin beliau berperang melainkan dengan panduan Tuhan.

      Kesimpulannya, keberadaan tema kekerasan dalam kitab agama tidak begitu saja menunjukan kesalahan ajaran agama. Firman Tuhan menunjukan cara terbaik apabila manusia harus berhadapan dengan kekerasan. Tuhan hendak mengatur, bagaimana manusia apabila mereka berada dalam situasi kekerasan. Inilah kenyataan yang ada dalam alQuran. Tuhan tidak mengajarkan muslim untuk menciptakan situasi kekerasan, tetapi mengajarkan bagaimana melakukan perbuatan terbaik saat mereka berada dalam situasi kekerasan yang diciptakan musuh agama. Setiap kekerasan yang muncul dalam kehidupan muslim harus dipicu oleh kekerasan melawan kemerdekaan muslim. Siapapun muslim yang memicu kekerasan dan bukan musuhnya yang memicu, mereka tidak menaati ajaran Tuhan. Inilah ajaran Islam yang difahami muslim yang lurus, bukan mereka yang sesat dan bukan pula mereka yang dzalim, walau orang munafik tidak suka, walau orang kafir tidak suka.

    2. ilul Says:

      hei, manusia jahil, otak kecilmu gak akan mapu mengungkap isi al quran, karena kotor dan penuh najis, al quran suci kamu tw orang berhahadats gak boleh nyentuhnya, coba cari ada gak kitab lain yang harus di pegang dengan tuntunan seperti itu. jadi jangan ngiri donk. kalo berani sumpah coba apa kamu mersakan arti ketenangan hidup gak usah nanti sekarang aja apa kamu sadar kalo kamu itu jahat sama penciptamu sendiri.

      1. muak Says:

        quran isinya tidak lain cuma pembelaan owloh akan nafsu sex muhammad

      2. someone Says:

        alQuran menerangkan yang benar sebagai kebenaran dan yang salah sebagai kesalahan.

  123. BILAL Says:

    AL QURAN ITU MEMANG ALLAH YANG MENURUNKANNYA KEPADA NABI MUHAMMAD MELALUI MALAIKAT JIBRIL SELAMA LEBIH KURANG 23 TAHUN.

    YANG KAMU BACA ITU TERJEMAHANNYA.AL QURAN ITU ADA 15 CABANG ILMU UNTUK MENAFSIRKANNYA.HARUS HAPAL QURAN, HARUS TAHU ILMU ASBABUN NUZUL(SEBAB TURUNNYA) QURAN, HARUS TAHU BAHASA ARAB, SEJARAH ISLAM , KISAH SAHABAT,FIQIH, ILMU HADIST, TATA BAHASA ARAB DLL.

    PERINTAH PERANG ITU KARENA ORANG2 ISLAM DISIKSA DI MEKKAH, DAN MADINAH DISERANG OLEH ORANG KAFIR MAKKAH.KLO ANDA MAU DISERANG ORANG, MAU DIBUNUH APAMAU MENYERAHKAN LEHER ANDA, ATAU LEHER ANAK ANDA, LALU ANDA KATAKAN NIH POTONGLAH LEHER SAYA???TIDAK KAN. SEMUA ITU UNTUK PEMBELAAN DIRI.

    BAHKAN NABI DAN SAHABATNYA MELARIKAN DIRI DIBAWAH KEJARAN PEDANG.INI KISAH NYATA.ISLAM DITINDAS, DIPERANGI. HANYA SEKARANG FAKTANYA DIBALIKKAN SAMA MISIONARIS, PENDETA2 YANG BELAJAR ILMU DARI YAHUDI.YANG MEMANG MEMUSUHI ISLAM.

    1. muak Says:

      salah, justru ketika muslim lemah mereka meminta perlindungan kepada orang2 di mekah, tapi ketika mereka sudah kuat jadi benalu dalam kehidupan masyarakat mekah mereka berbalik kembali kepada asal mereka. Perampok, penjarah, pemerkosa dan pembunuh sejati.

      1. someone Says:

        si muak gak baca sejarah Islam secara benar karena takut masuk Islam. Dia pasti bilang … lebih baik dicemooh dan dikatakan bodoh dari pada masuk Islam :D

  124. Hamba Allah Says:

    Agamamu agamamu, agamaku agamaku… mengapa kita saling menjelekan satu sama lain.. ingat kita BERBHINEKA TUNGGAL IKA’ bersatulah kita akan jaya…

  125. kasih Says:

    oooooalah….inikah ajaran kaum nasrani>>>kok sangat gemar sekali bikin blog kayak gini>>>semoga Allah memberi hidayah bagi kita semua.amin

  126. ilham othmany Says:

    Salah satu mukjizat nabi Muhammad ialah terbelahnya bulan.Firman Allah swt:
    [54:1] Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan

    [54:2] Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mu’jizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.

    [54:3] Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya

    Di sebutkan di dalam hadis-hadis:

    Diriwayatkan oleh Abdullah bin Masud: “Pada masa hidup Nabi saw, bulan terbelah dua dan melihat ini Nabi saw bersabda: “Saksikanlah!” (Sahih Bukhari, juz 4 no 830)”

    Diriwayatkan oleh Anas: “Ketika orang-orang Mekah meminta Rasulullah saw untuk menunjukkan mukjizat, maka Nabi menunjukkan bulan yang terbelah.” (Sahih Bukhari, juz 4 no 831)”

    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “Bulan terbelah menjadi dua pada masa hidup Nabi saw.” (Sahih Bukhari, juz 4 no 832)”

    Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: “Orang-orang Mekah meminta Nabi saw untuk menunjukkan sebuah mukjizat. Maka Beliau menunjukkan bulan yang terbelah menjadi dua bagian, sehingga gunung h***’ itu dapat mereka lihat diantara dua belahannya.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 208)”

    Diriwayatkan oleh ‘Abdullah: “Diwaktu kami bersama-sama Rasulullah saw di Mina, maka terbelah bulan, lalu sebelahnya berlindung dibelakang gunung, maka sabda Rasulullah saw: “Saksikanlah!” Saksikanlah!” (Sahih Bukhari, juz 5 no 209)”

    Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abbas: “Pada masa hidup Nabi saw bulan terbelah menjadi dua.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 210)”

    Diriwayatkan oleh ‘Abdullah: “Bulan terbelah menjadi dua.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 211)”

    Bukti-bukti sejarah:
    Peristiwa yang berkenaan dengan raja Chakrawati Farmas initerdokumentasi dalam naskah lama di Perpustakaan KantorIndia, London dengan nomor: Arabic, 2807, 152-173. Inidikutip di buku “Muhammad Rasulullah” oleh M. Hamidullah:

    …”Terdapat sebuah riwayat sangat tua di Malabar, PantaiBarat Daya dari India, bahwa Chakrawati Farmas, salah saturaja mereka, telah mengamati terbelahnya bulan, mukjizatdari nabi suci (saw) di Mekkah, dan setelah mempelajari haltersebut, ia tahu bahwa itu adalah satu ramalan dariseorang Pembawa Pesan Tuhan dari Arabia, dia menugaskananak lelakinya sebagai pemimpin dan menugaskan dia untukmenemuinya. Dia memeluk agama Islam di tangan Nabi saw, danketika pulang ke negerinya, di bawah arahan Nabi, dia wafatdi pelabuhan Zafar, Yemen, dimana terdapat makam dari “RajaOrang India” dengan iman yang dikunjungi selamaberabad-abad.”

    Manuskrip tua di perpustakaan kantor India juga berisiketerangan terperinci lainnya tentang raja ChakrawatiFarmas dan perjalanannya. Peristiwa terbelahnya bulan inidisebutkan dalam al-Qur’an, Surah Al-Qamar (54), ayat 1-3.

    87 tahun, usia Raja Valiyathampuram dari Kodungallur diPusat Kerala adalah salah satu keturunan raja CheramanPerumal [yang dikenal sebagai raja Chakrawati Farmas],orang Indian pertama yang memeluk agama Islam pada awalabad ke-7.

    Demikianlah bukti-bukti yg sangat nyata kerasulan Nabi Muhammad sal lallaahu a’laihi wasallam yg tidak terbantahkan.Rugilah sesiapa yg terlepas daripada beriman dengan baginda.Di mana ada Islam di sana ada kebenaran.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian mendapat kejayaan.

  127. Mr Back Says:

    bagi kalian yang yakin injil adalah kebenaran, maka jawab pertanyaan saya

    Pernahkah Yesus Mengatakan : “Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”

    Semua umat Kristiani meyakini bahwa Alkitab itu 100% firman Allah. Menurut mereka, para penulis Alkitab itu semuanya di ilhami oleh Roh Kudus ketika mereka menulis kitab tersebut. Kalau memang Alkitab itu benar-benar 100% firman Allah. tentu didalam Alkitab itu ada pernyataan dari Allah bahwa Dia-lah yang mewahyukan Alkitab itu, dan Dia pula yang menjaganya. Oleh sebab itu sangatlah wajar jika ada yang mempertanyakan mana dalilnya firman Allah didalam Alkitab yang mengatakan “Akulah yang mewahyukan Alkitab, dan Aku pula yang menjaganya. ” Dalam mempe¬lajarinya, kami justru menemukan begitu banyaknya ayat-ayat yang jelas-jelas berasal dari penulis kitab itu sendiri maupun orang lain, seperti contoh dibawah ini:

    “Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.” (Roma 1:1)

    “Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan AIIah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,…. (Galatia 1:1)”
    Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa peristiwa yang telah ……. (Lukas 1:1)

    Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis rentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,…. (Kisah Rasul 1:1 )
    “Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. “(Yakobus 1:1)

    “Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil……. ” (1 Petrus 1: 1)

    “Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran….. ” (2 Yohanes 1:1)

    “Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa,…..” (Yudas 1:1)

    Contoh dari semua ayat-ayat Alkitab tersebut jelas sekali itu berasal dari si penulis kitab itu sendiri. Siapa pun yang membacanya, akan mengatakan bahwa itu tulisan sipenulisnya. Makanya tidaklah keliru jika dikatakan bahwa Alkitab itu adalah 100% kitab Ilahi, dan 100% kitab Insani karena didalamnya bercampur antara firman Allah dan tulisan manusia. Dan hal itu merupakan suatu bukti yang tidak mungkin terbantahkan.

    1. siapmurtad Says:

      Baca KItab Wahyu Back.

  128. Mr Back Says:

    sy ni tanya….anda jelaskan donk…kok marah nyuruh saya baca…atau jangan2 anda sendiri ga ngerti kitab suci anda

    1. Adeng Hudaya Says:

      Aku bersaksi, Sesungguhnya, Allah swt itu adalah Setan Pembunuh Laknatullah…
      dan si anjing gila dari padang gurun sono adalah Nabinya si Setan Pembunuh Laknatullah, yang bernama Allah swt…

    2. Adeng Hudaya Says:

      Tetapi bagaimana dengan Muhammad?
      Bukankah ia sudah memperkosa Safiyah setelah membunuh suaminya – Kinana, beserta seluruh anggota keluarga wanita malang ini?

      Masak iya, manusia bejat begitu pantas menjadi seorang Nabi???!!!

      Beginilah kisahnya:
      Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah?
      Diposting oleh Ali Sina pada 2 Januari 2011

      Amir adalah salah satu dari sekian banyak orang Muslim yang menyurati saya, menantang saya berdebat. Saya mengatakan padanya bahwa saya hanya mau berdebat dengan para sarjana ternama, atau dengan orang-orang yang telah membaca buku saya. Amir setuju untuk membaca buku saya. Saya mengirimkannya edisi yang ke-4 dalam bentuk PDF. Setelah membacanya, nampaknya Amir telah meninggalkan Islam, atau sedang memikirkan untuk melakukannya. (lihat: about ). Tidak seorang pun yang membaca buku saya masih tetap percaya kepada Islam.
      Kebanyakan orang Muslim yang menerima buku saya tidak pernah lagi menyurati saya. Saya yakin mereka menjadi takut dan kemudian mereka berhenti membacanya. Ada pula yang mengumpulkan keberanian untuk membacanya sampai selesai. Amir adalah salah satunya.
      Ia mengajukan beberapa pertanyaan pada saya. Pada dasarnya ia ingin agar saya menjawab kritik yang tidak benar mengenai saya yang dilontarkan oleh Bassam Zawadi. Sejauh ini saya telah mengabaikan Zawadi karena sebenarnya artikel-artikelnya mengkriminalkan Muhammad dan mengkonfirmasi apa yang saya katakan. Namun demikian, bagi orang-orang yang tidak dapat melihatnya saya mengkhususkan diri dalam beberapa bulan berikut untuk meresponi Zawadi.
      Berikut ini adalah surat Amir dan jawaban saya atas pertanyaannya yang pertama. Ini soal Safiyah, perempuan Yahudi yang menjadi istri Muhammad. (lihat di: “Safiyah, the Jewish wife of Muhammad” – http://indonesian.alisina.org/?p=21). Kisahnya ada disini: here.

      Halo Bpk. Ali Sina.
      Sejujurnya saya hanya dapat mengatakan pada anda: YA buku anda telah menggoyahkan iman saya yang kecil dan dangkal kepada Islam. Jadi sekarang yang saya inginkan adalah agar anda memberikan pada saya tanggapan anda, satu demi satu, atas argumen-argumen berikut ini, yang disampaikan oleh orang-orang yang mempunyai pengetahuan yang lebih banyak dan mendalam mengenai Islam, untuk setiap masukan, seperti yang telah anda janjikan, dan membawa saya benar-benar meninggalkan Islam, ATAU membiarkan saya tetap dalam keraguan dan hidup yang menyedihkan yang akan membuat saya berkonfrontasi dengan pikiran saya, keluarga dan masyarakat. Namun Pak Sina, saya mendesak anda untuk melakukan permintaan saya yang pertama.
      Tuduhan No.1
      “Seorang Pemerkosa”
      Menarik sekali bila memperhatikan bahwa menurut Ali Sina orang yang “diperkosa” adalah Safiyyah, salah seorang istri Nabi Suci. Kita tidak perlu menanggapi klaim-klaim bodoh seperti itu, yang perlu kita lakukan adalah membahas hal-hal yang lebih penting. Namun, jika ada orang yang berminat untuk mengetahui tentang Safiyyah silahkan membaca artikel yang luar biasa ini yang ditulis oleh Saudara Bassam Zawadi:
      http://www.answering-christianity.com/bassam_zawadi/safiyyah_the_wife_of_the_prophet.htm
      Dalam tanggapan ini, Basam Zawadi mengutip berbagai hadith untuk membuktikan tidaklah adil jika mengatakan bahwa pernikahan Muhammad dengan Safiyah adalah perkosaan dan bahwa sesungguhnya wanita itu mencintainya. Inilah yang ditulisnya.
      Zayd ibn Aslam mengatakan, “Ketika Nabi sakit parah dan berada di ujung ajalnya, istri-istrinya berkumpul di sekelilingnya. Safiyyah bint Huyayyay mengatakan, ‘Wahai Utusan Allah, demi Allah, saya ingin menggantikan tempatmu.’ Mendengar perkataannya itu, istri-istri Nabi mengedipkan mata padanya. Nabi melihat mereka dan berkata, ‘Cucilah mulut kalian’. Mereka berkata, ‘Untuk apa, Utusan Allah?’ Ia berkata, ‘Karena kalian mengedipkan mata padanya, demi Allah, ia mengatakan kebenaran’”. (Ibn Sa’d, Tabaqat, vol. 8, h.101, terdapat dalam Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, h.175)

      Agar dapat memahami dinamika situasi tersebut, kita harus melihat melampaui kata-kata yang tertera dalam hadith. Setiap episode atau hadith, yang diisolir, hanya bermakna sedikit. Hanya jika kita menyatukan semuanya, seperti potongan-potongan teka-teki gambar, barulah gambar yang sebenarnya akan kelihatan. Safiyah adalah seorang tawanan. Ayahnya dan pamannya dipenggal, dan suaminya disiksa sampai mati. Semua saudara laki-lakinya dan kerabat pria dibantai dan semua kerabatnya yang perempuan diperbudak oleh orang Muslim. tinggallah ia sendirian. Ia terperangkap ditengah-tengah musuh.
      Apakah masuk akal jika orang dalam situasi seperti itu mencintai orang yang menangkapnya dan membunuh orang-orang yang dikasihinya? Tentu saja tidak!
      Sains telah mengalami kemajuan di segala bidang termasuk psikologi. Banyak teka-teki yang membingungkan orang selama berabad-abad, terutama mengenai Muhammad dan kehidupannya, kini dapat dijelaskan melalui penemuan-penemuan dalam psikologi. Buku saya, “Memahami Muhammad” adalah sebuah psikoanalisa mengenai Muhammad. Sejauh yang saya ketahui, ini adalah buku pertama yang membahas subyek ini.
      Jawaban atas pertanyaan ini ada dalam bab 8 edisi kelima buku saya. Anda, Amir, membaca edisi keempat. Jadi, saya akan menjelaskannya secara singkat.

      Cameroon Hooker, seorang sosiopath (orang yang mempunyai masalah sosial), menculik Colleen Stan, seorang gadis berusia 20 tahun, dan menyembunyikannya dalam sebuah kotak menyerupai peti mati di bawah tempat tidurnya selama 7 tahun. Setelah ia berhasil melarikan diri, ia tidak melaporkan Hooker kepada pihak berwajib. Pria itu ditangkap setelah istrinya mengakui perbuatan suaminya kepada seorang pastor, yang kemudian menasehatinya agar melapor kepada polisi.
      Selama persidangan terhadap Hooker, Colleen tidak bersikap kooperatif. Bahkan keadaan menjadi lebih buruk ketika pengacara si terdakwa menunjukkan sebuah surat cinta yang ditulis Coleen kepada Hooker.
      Kenyataan-kenyataan yang ada sangat jelas. Coleen telah diculik, hidupnya terancam dan ia dikurung dalam sebuah kotak selama tujuh tahun.
      Lalu mengapa ia tidak bersikap kooperatif dengan para penuntut umum? Surat cinta itu soal apa lagi? Para Juri tidak dapat menghukum Hooker karena Coleen nampaknya tidak menderita oleh karena apa yang telah dialaminya. Teka-teki yang rumit ini kemudian dipecahkan oleh seorang psikolog yang menjelaskan bahwa dalam masa yang sulit, seringkali orang yang ditawan kemudian merasa cinta dan tumbuh kesetiaan kepada orang yang telah menangkapnya. Ini disebut sebagai Sindrom Stockholm.

      Ini disebut mekanisme menyesuaikan diri. Hooker kemudian dihukum seumur hidup dan tidak mendapat kesempatan untuk bebas bersyarat.
      Hanya dengan bantuan pemahaman baru ini, mengenai psikologi manusia, kita dapat mengerti ekspresi aneh cinta Safiyah terhadap orang yang telah membunuh sanak keluarganya yang dikasihinya.
      Zawadi melanjutkan,
      “Inilah Umm al-Mu’minin, Safiyyah, mengenang saat-saat ia membenci Nabi karena telah membunuh ayahnya dan mantan suaminya. Nabi meminta maaf kepadanya dan berkata, “Ayahmu memerintahkan orang-orang Arab untuk memerangiku dan telah melakukan tindakan yang keji”, ia memohon maaf sedemikian rupa sehingga Safiyyah membuang kepahitannya terhadap Nabi. (Al-Bayhaqi, Dala’il an-Nubuwwah, vol. 4, h. 230, Terdapat dalam Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, h.166)
      Apakah ini masuk akal? Muhammad membantai ayahnya dan suaminya, lalu kemudian membenarkan tindakan-tindakannya itu, dan seperti yang dikatakan Zawadi, ia meminta maaf (padahal sebenarnya tidak) lalu wanita itu memaafkannya? Saya tidak tahu persis apa yang sedang ditutup-tutup Zawadi, (walau sebenarnya saya tahu. Otaknya dipenuhi dengan Islam), tapi argumennya tidak masuk akal. Anda membunuh ayah dan suami seseorang serta seluruh anggota keluarganya, kemudian anda menjelaskan mengapa anda harus melakukannya, lalu kemudian orang itu memaafkan anda? Cara berpikir seperti inilah yang membuat orang Muslim percaya pada absurditas apapun. Jika orang Muslim menggunakan sedikit saja akal sehat, mereka akan meninggalkan Islam.
      Ya, memang benar pertama-tama Safiyyah sangat marah pada Nabi namun kemudian ia mengampuninya. Ini terjadi terutama berkaitan dengan kenyataan bahwa ia selalu memandang Muhammad sebagai seorang Nabi.
      Saffiyah berkata, “Aku adalah anak kesayangan ayah dan pamanku. Ketika Utusan Allah datang ke Medinah dan tinggal di Quba, orang-tuaku pergi menemuinya pada malam hari dan ketika mereka terlihat sangat gelisah dan letih aku menyambut mereka dengan riang. Namun aku terkejut karena tidak seorangpun dari mereka melihatku. Mereka sangat berduka sampai-sampai mereka tidak menyadari kehadiranku. Aku mendengar pamanku, Abu Yasir, berkata kepada ayahku, ‘Benarkah dia orangnya?’ Ia berkata, ‘Demi Allah, iya’. Pamanku berkata: ‘Dapatkah engkau mengenalinya dan mengkonfirmasi hal ini?’ Ia berkata, ‘Ya’. Pamanku berkata, ‘apa yang kau rasakan mengenai dia?’ Ia berkata, ‘Demi Allah, aku akan menjadi musuhnya seumur hidupku’” (Ibn Hisham, As-Sirah an-Nabawiyyah, vol. 2, h. 257-258, Terdapat dalam Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, h.162).
      Cerita di atas menggambarkan kewaspadaan dan kecerdasan Safiyyah. Cerita itu juga menunjukkan bahwa orang Yahudi telah mengetahui kenabian Nabi, dan mengenalnya sebaik mereka mengenal anak-anak mereka. Namun demikian, mereka mempunyai rasa benci dan kepahitan kepada Islam dan kepada Nabi. Tambahan lagi, cerita itu menunjukkan adanya permusuhan dan kebencian besar yang dirasakan Bani Huyayy terhadap Utusan Allah. Safiyyah tidak mewarisi apapun dari ayahnya karena Allah telah mempersiapkan hatinya untuk Islam dan menyiapkan jiwanya untuk iman. (Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, h.162-163).
      Hadith ini memperlihatkan pikiran sakit orang-orang Muslim, seperti yang telah berulangkali saya katakan dan tunjukkan dalam buku saya, mereka mewarisi ketidakwarasan nabi mereka.
      Orang-orang yang narsistik mengalami delusi bahwa semua orang mengetahui kehebatan mereka dan jika ada orang yang menentang mereka, itu karena iri hati. Hadith di atas adalah satu contoh pikiran narsistik orang Muslim.
      Bagaimana kita dapat diyakinkan bahwa seseorang adalah utusan Tuhan memutuskan untuk menolaknya dengan keras? Apakah ini benar-benar masuk akal? Tidak. Tidak bagi orang yang normal. Tapi dapat masuk akal bagi orang yang narsistik. Narsisme adalah sebuah gangguan mental. Fungsi otak mengalami gangguan. Orang yang narsistik mengalami gangguan untuk memahami realita.
      Orang meyakini bahwa mereka benar dan siapa yang tidak sepakat dengan mereka adalah sesat. Bukan sebaliknya. Bagaimana bisa ada orang yang punya argumen sebodoh itu?
      Lebih jauh lagi, bagaimana orang Yahudi di Medinah dapat mengetahui bahwa Muhammad adalah Mesias yang mereka harapkan kedatangan-Nya? Bukti apa yang dapat mereka lihat? Mengapa bukti itu sekarang tidak ada lagi?
      Orang Muslim mengklaim bahwa Muhammad disebutkan dalam Kidung Agung 5:15 dalam Alkitab. Silahkan membaca tanggapan saya dalam: read my response untuk melihat ketidakwarasan pikiran mereka. Muhammad tidak pernah disebutkan sama sekali dalam Alkitab. Tidak ada bukti apapun mengenai dia dalam kitab suci apapun yang datang sebelum dia. Jadi bagaimana ayah dan paman Safiyyah dapat mengetahui bahwa Muhammad adalah “dia”? Kecuali mereka menganggapnya sebagai Iblis. Ada banyak indikasi dalam Alkitab yang menunjukkan Muhammad adalah Iblis, namun tidak satupun yang dapat membuat kita percaya bahwa ia disebutkan dalam kitab itu sebagai orang yang dijanjikan bagi orang Yahudi.
      Siapapun yang percaya pada kebohongan ini pasti kurang kecerdasannya. Orang Muslim sangat membenci Baha’u’llah. Akankah mereka menolak untuk percaya setelah mereka yakin bahwa Baha’u’llah adalah seorang utusan Tuhan? Tentu saja tidak! Argumen seperti ini bertentangan dengan akal. Hanya orang Muslim yang dapat mempercayai absurditas bohong ini. Tunjukkanlah pada saya satu orang Muslim yang menerima Baha’u’’llah sebagai seorang nabi yang sejati dan tidak percaya kepadanya? Ini mustahil. Inilah argumen terbodoh yang dapat dibuat orang.
      Tragedinya bukanlah bahwa Islam adalah sebuah kebohongan, namun kenyataan bahwa Islam telah merusak otak para pengikutnya hingga pada tingkat dimana mereka tidak dapat lagi berpikir secara rasional. Mereka melihat segala sesuatunya buram. Bagi mereka realita sudah terganggu. Jika anda adalah seorang Muslim anda tinggal dalam dunia cermin yang berlekak-lekuk. Anda melihat dunia ini rusak dan berubah bentuk karena ditekuk disana-sini. Jika anda keluar dari Islam, anda akan mulai melihat segala sesuatunya dalam dimensi yang sebenarnya. Bukan hanya opini anda yang berubah, keseluruhan “weltanschauung” anda, orientasi kognitif fundamental anda berubah.
      Orang Muslim percaya bahawa semua orang telah yakin bahwa Islam itu benar dan alasan mengapa mereka bukan orang Muslim adalah karena mereka iri hati, atau hatinya berpenyakitan. Mereka tidak merasa perlu untuk membuktikan klaim Islam. Bagi mereka, itu tidak dibutuhkan, karena sudah sejelas matahari. Jika anda tidak melihatnya, itu karena anda tidak ingin melihatnya. Sebagai akibatnya, siapapun yang tidak sepakat dengan Islam akan direndahkan martabatnya sebagai manusia dan dipandang sebagai sekutu setan. Oleh karena itu, merampas hak azasi manusia adalah tindakan yang mereka benarkan.
      Zawadi mengutip situs Islam lainnya. Lihat di quotes another Islamic site
      “nabi yang datang berikutnya dan yang terakhir secara akurat ditulis dalam Taurat, yang juga memuat tanda-tanda yang mudah dikenali orang Yahudi”, tetapi orang Yahudi menolaknya karena ia adalah seorang Arab sedangkan mereka mengharapkan seorang Yahudi.
      Nah, tunjukkanlah pada kami dimana? Di bagian mana dalam Taurat, Muhammad diceritakan dengan sangat akurat sehingga orang dapat mengenalinya dengan mudah?
      Islam dibangun di atas fondasi kebohongan. Klaim ini, seperti halnya semua klaim orang Muslim lainnya, adalah sebuah kebohongan. Ketika Muhammad berkata bahwa ia disebutkan dalam Alkitab, para pengikutnya yang masa bodoh tidak mempunyai Alkitab untuk mereka baca dan verifikasi. Mereka mempercayai begitu saja apa yang dikatakan pada mereka. Pada masa kini semua orang mempunyai akses kepada Alkitab. Bahkan Alkitab sudah online. Tunjukkanlah pada kami dimana Muhammad disebutkan? Dasar tidak punya malu! Jika anda berpikir kehormatanmu dapat dipulihkan dengan cara anda membunuh putrimu sendiri, maka pasti anda tidak merasa malu kalau berbohong.
      Karakter Safiyyah
      Ini menunjukkan betapa Safiyyah adalah seorang yang sangat bertaqwa kepada Allah.
      Abd Allah ibn Ubaydah berkata, “Sekelompok orang berkumpul di kamar Safiyyah, salah seorang istri Nabi. Mereka mengingat Allah, membaca Qur’an dan bersujud. Safiyyah memanggil mereka dan berkata, ‘Kamu bersujud dan membaca Qur’an tapi mengapa kamu tidak meratap (karena takut akan Allah)?” (Abu Nu’aym al Asbahani, Hilyat al-Awliya‘, vol. 2, h. 55, Dikutip dalam Muhammad Fathi Mus’ad,The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, h.177).
      Tidak, ini tidak menunjukkan ketulusannya. Oleh karena episode ini terjadi setelah kematian Muhammad dan ia sudah tidak remaja lagi, besar kemungkinan ia telah pulih dari sindrom Stockholm yang dideritanya dan kemudian menjadi sarkastis. Obama mencium tangan Raja Saudi. Saya sarankan – lain kali Obama harus sujud dan mencium sepatu Raja. Apakah tindakan itu menunjukkan bahwa saya adalah orang yang setia mengabdi pada Raja Saudi? Akal sehat dan berpikir rasional sangat dibutuhkan orang Muslim.
      Diambil dari: http://www.geocities.com/mutmainaa1/people/safiyah.html
      Ia masih mengalami kesulitan-kesulitan setelah kematian Nabi. Suatu ketika budak perempuannya menemui Amir Al Muminin Umar dan bertanya, “Amir al Muminin! Safiyyah mencintai hari Sabbath dan tetap menjalin hubungan dengan orang-orang Yahudi!” Umar menanyai Safiyyah mengenai hal itu dan ia berkata, “Aku tidak mengasihi hari Sabbath lagi setelah Allah menggantikannya dengan hari Jumat untukku, dan aku hanya menjalin hubungan dengan dengan orang-orang Yahudi yang mempunyai hubungan kekerabatan denganku”. Ia menanyai budak perempuannya apa yang telah merasuknya sehingga ia berbohong kepada Umar dan gadis itu menjawab, “Setan!” Safiyyah berkata, “Pergilah, kamu sudah bebas”. Ini menunjukkan dan membuktikan bahwa Safiyyah tetap menjadi seorang Muslim yang setia bahkan setelah kematian Nabi.
      Hadith ini memberi banyak informasi. Budak Safiyyah melihatnya melaksanakan Sabbath dan berhubungan dengan budak-budak Yahudi di Medinah. Gadis malang ini sendiri adalah seorang budak. Tuhan tahu trauma apa yang telah dialaminya. Mungkin ia ditangkap dari Iran atau Mesir. Kini ia mendapati dirinya dikelilingi oleh orang-orang jahat yang beranggapan ia najis. Ia melaporkan apa yang dilihatnya kepada Umar, boleh jadi dengan harapan ia akan mendapatkan sedikit kebaikan. Apa yang dapat dikatakan Safiyyah ketika ia diinterogasi? Dapatkah ia berdebat dengan Komandan Orang-orang Beriman, seorang pria yang dikenal gampang marah dan kejam dan mengatakan pada pria itu bahwa ia tidak percaya pada dusta-dusta Muhammad? Safiyyah harus menyembunyikan imannya demi keselamatan dirinya. Budak perempuan itu, yang kini menyadari bahwa perkataannya bertentangan dengan perkataan seorang Ummul Mo’menin, kuatir dan takut akan hidupnya dan menyalahkan Setan yang telah membuatnya melakukan hal ini. Setiap kisah adalah sebuah tragedi di dalam tragedi lainnya. semua orang adalah korban dan orang yang mengorbankan orang lain. Setan pasti bangga akan keberhasilannya ini.
      Ketika kita membaca sebuah hadith kita juga akan ditolong untuk berpikir secara rasional. Kebenaran itu ada disana, tidak dalam kata-kata yang tertulis, namun dalam implikasi dari perkataan-perkataan itu. Untuk memahami hadith, bacalah apa yang tidak tertulis disana, bacalah yang tersirat.
      Saya membaca Quran dan hadith, kitab-kitab yang sama yang dibaca orang Muslim. Namun, saya melihat apa yang tidak mereka lihat selama 1400 tahun. Itu karena saya tidak menelan semuanya mentah-mentah. Saya merenungkan dan menganalisanya juga. Semua orang dapat melakukannya. Penting sekali ketika kita membaca sebuah buku, apakah buku religius atau tidak, kita membacanya secara kritis.
      Safiyyah menjalin hubungan yang hangat dan simpatik dengan semua anggota keluarga Nabi. Ia menghadiahkan Fatima az-Zahra perhiasan untuk menunjukkan kasihnya kepada Fatima, dan ia juga memberikan hadiah-hadiah kepada beberapa orang istri Nabi, yaitu perhiasan-perhiasannya yang dibawanya dari Khaybar. (Ibn Sa’d, Tabaqat, vol.8, h.100, Terdapat dalam Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, h.172).
      Dengan kata lain, ia berusaha untuk mendapatkan kasih mereka sehingga menurunkan tingkat kekejaman mereka kepadanya. Menyenangkan orang lain adalah strategi kaum yang lemah agar dapat tetap hidup.

      Pernikahan Nabi dengan Safiyyah dan hikmahnya
      Berkenaan dengan tuduhan bahwa Safiyyah dipaksa menikah atau dimanfaatkan, seperti yang dituduhkan oleh seorang Islamofobis yang terkenal, [yaitu saya, tapi tokoh Islamis ini tidak mau menyebut nama saya], klaim ini sama sekali tidak berdasar. Kita semua tahu bahwa Safiyyah tetap setia kepada Nabi hingga ia wafat.
      Benarkah demikian?! Jadi ia menolak menemui semua pria yang mengiriminya mawar dan meneleponnya lewat telepon selularnya? Apakah ia mempunyai pilihan? Jika anda memenjarakan istri anda, anda tidak dapat mengatakan bahwa ia setia pada anda. Safiyyah sama sekali tidak mempunyai kebebasan di Medinah dan tidak bisa pergi kemanapun.
      (kisah mengenai kesetiaan Safiyyah diafirmasi oleh Nabi sendiri dan dicatat dalam Muhammad Husayn Haykal, op. cit., h. 374, yang juga memuat dokumen online, Terdapat dalam: http://www.bismikaallahuma.org/index.php/articles/umm-ul-mukminin-safiyyah-the-jewish-wife-of-muhammadp)
      Pada kenyataannya, kita mendapati Nabi memberikan penawaran berikut ini kepadanya, seperti yang ditulis oleh Martin Lings:
      Ia [Nabi Muhammad - Red.] kemudian berkata kepada Safiyyah bahwa ia akan membebaskannya, dan ia memberikan pilihan untuk tetap menjadi orang Yahudi dan kembali kepada kaumnya atau masuk Islam dan menjadi istrinya. “Saya memilih Allah dan Utusan-Nya”, katanya; dan mereka menikah tepat sebelum berangkat pulang. (Martin Lings, Muhammad: His Life Based On The Earliest Sources (George Allen & Unwin, 1983), h. 269, Terdapat dalam http://www.bismikaallahuma.org/index.php/articles/umm-ul-mukminin-safiyyah-the-jewish-wife-of-muhammadp)
      Membebaskannya? Suaminya dibantai. Ayah dan pamannya dibunuh. Saudara-saudaranya digorok. Kerabat-kerabat perempuannya menjadi budak di beberapa rumah orang Muslim. Kemana ia dapat pergi? Jika ia tidak menikahi Muhammad, ia akan menjadi budak seks seorang Muslim lainnya.
      Pernikahan dengan Safiyyah juga mempunyai signifikansi politis, karena itu akan menurunkan kekerasan dan membangun sekutu. John L. Esposito menuliskan:
      Sudah menjadi kebiasaan para pemimpin Arab melakukan pernikahan politik untuk memperkuat persekutuan. Yang lainnya menikahi para janda sahabatnya yang gugur di medan perang dan yang membutuhkan perlindungan. (John L. Esposito, Islam: The Straight Path, pp. 19-20, Terdapat dalam http://www.bismikaallahuma.org/index.php/articles/umm-ul-mukminin-safiyyah-the-jewish-wife-of-muhammadp)
      John Esposito telah menjual jiwanya demi uang. Dengan siapa Muhammad hendak memperkuat ikatan politiknya dengan menikahi Safiyyah? Sukunya dimusnahkan dan ayahnya dipenggal. Dua ons pikiran rasional akan menghapus semua klaim ini.
      Tindakan signifikan menikahi Safiyyah ini sesungguhnya adalah penghormatan besar untuknya, karena ini bukan hanya untuk memelihara kehormatannya, tapi juga mencegahnya agar tidak dijadikan budak.
      Ahirnya Zawadi mengatakan sesuatu yang dapat saya setujui. Itulah sesungguhnya apa yang saya katakan di atas. Lihatlah bagaimana si apologis ini berkontradiksi dengan dirinya sendiri? Sebelumnya ia menulis bahwa Muhammad menawarkan kebebasan kepada Safiyyah. Kini ia mengakui bahwa pilihan lain untuk Safiyyah hanyalah menjadi budak seks pria Muslim lain.
      Haykal mencatat:
      Nabi memberinya kebebasan dan kemudian menikahinya, mengikuti teladan para penakluk lainnya yang menikahi putri-putri dan istri-istri para raja yang telah mereka taklukkan, , partly in order to alleviate their tragedy and partly to preserve their dignity. (Muhammad Husayn Haykal, The Life of Muhammad (North American Trust Publications, 1976), p. 373, Cited in:
      http://www.bismikaallahuma.org/index.php/articles/umm-ul-mukminin-safiyyah-the-jewish-wife-of-muhammadp)
      Saya benar-benar tidak dapat memahami pikiran Islam. Bayangkan ada orang yang menjarah rumah anda dan setelah membunuh anda dan anak-anak laki-laki anda, ia menjadikan putri-putri dan istri anda sebagai budak, kemudian berhubungan seks dengan putri anda dan menyebutnya sebagai istrinya. Apakah itu dapat mengurangi tingkat kepedihan dari tragedi tersebut atau memelihara kehormatan anda?
      Pemikiran yang menyimpang ini berkaitan dengan fakta bahwa bagi orang Muslim tindakan melegalkan pernikahan berarti memberikan kehormatan kepada si wanita dan keluarganya. Wanita adalah aurat, obyek yang memalukan. Hanya jika ia menikah, maka “kemaluannya” ditutupi. Sekali ia menikah, ia dapat diperkosa. Berdasarkan hukum Islam itu bukanlah perkosaan.
      Dengan menikahi Safiyyah, Nabi bermaksud untuk mengakhiri permusuhan dan kekerasan yang ditunjukkan orang Yahudi kepadanya dan kepada Islam, selama ini, namun sayangnya mereka tetap membenci Islam dan nabi semata-mata hanya karena kelicikan dan keras kepala memang sudah menjadi sifat bawaan mereka. (Lihat Muhammad M. as-Sawwaf, Zawjat ar-Rasul at-Tahirat wa Hikmat T’adudihinn, h. 76-79, Terdapat dalam Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, h.168.).
      Pemikiran seperti ini memuakkan. Orang Muslim benar-benar berharap orang Yahudi mengasihi Muhammad karena ia telah memperkosa seorang perempuan Yahudi dan menyebut perempuan itu sebagai istrinya. Jadi mereka harus melupakan kenyataan bahwa ia telah membantai seluruh anggota keluarga dan sukunya. Bagaimana bisa ada orang yang sangat terputus dari realita? Orang Muslim tidak melihat bahwa membunuh kita adalah hal yang salah, malah mengharapkan kita berterimakasih kepada mereka karena telah memperkosa anak-anak perempuan kita setelah mereka membaca ayat mengenai pernikahan. Bagaimana kita dapat hidup berdampingan dengan orang-orang seperti itu? Mereka berasal dari dunia lain. Kita tidak mempunyai nilai/norma yang sama dengan mereka.
      Sikap Nabi terhadap Safiyyah
      Sesungguhnya, ketika Bilal ibn Rabah, seorang Sahabat Nabi, membawa Safiyyah bersama perempuan-perempuan Yahudi lainnya ke hadapannya dengan melewati orang-orang Yahudi yang telah dibantai dalam peperangan, Muhammad secara pribadi menegur Bilal dan berkata, “Apakah engkau tidak mempunyai belas kasihan, Bilal, saat engkau membawa dua wanita ini melewati mayat suami-suami mereka?” (A. Guillaume (terj.), The Life of Muhammad: A translation of Ibn Ishaq’s Sirat Rasul Allah (Oxford University Press, 1978), p. 515, Terdapat dalam http://www.bismikaallahuma.org/index.php/articles/umm-ul-mukminin-safiyyah-the-jewish-wife-of-muhammadp)
      Marilah kita membaca kutipan selengkapnya dari Sirat Ibn Ishaq.
      “Setelah Utusan Allah menaklukkan al-Qamus, benteng Ibn Abi al-Huqyaq, Safiyyah bt. Huyayy b. Akhtab dibawa kepadanya, dan seorang perempuan lain bersamanya. Bilal, yang membawa mereka, membawa mereka melewati beberapa orang Yahudi yang telah dibantai. Ketika wanita yang bersama Safiyyah melihat mereka, ia berteriak, memukuli wajahnya, dan menaruh abu di kepalanya. Ketika Utusan Allah melihatnya, ia berkata, ‘Singkirkan iblis perempuan ini dari hadapanku!’ Perempuan itu menyembunyikan Safiyyah di belakangnya agar Utusan Allah memilihnya”.
      Bilal membawa Safiyah dan saudari iparnya kepada Muhammad agar ia dapat memilih salah satu dari antara mereka untuk melayaninya malam itu sedangkan “Kemurahan Allah” SAW baru saja selesai menyiksa Kinana sampai mati. Ketika melihat jenazah abangnya, adik perempuan Kinana itu menjadi histeris. Sang Kemurahan Allah menampar wajahnya dan berkata, “Singkirkan iblis perempuan ini dari hadapanku!” Kesalahan iblis perempuan itu hanyalah menjerit saat melihat jasad abangnya. Kemudian Sang Insan Kamil (manusia sempurna) ini menegur Bilal dan berkata, ““Apakah engkau tidak mempunyai belas kasihan, Bilal, saat engkau membawa dua wanita ini melewati mayat suami dan saudara mereka?”
      Itulah yang dimaksud orang Muslim ketika mereka berbicara mengenai belas kasihan nabi mereka.
      Suatu ketika saat Zaynab bint Jahsh dan Safiyyah pergi bersama Nabi dalam salah satu perjalanannya, unta Safiyyah jatuh sakit. Nabi berkata kepada Zaynab, “Unta Safiyyah jatuh sakit, bagaimana kalau engkau memberikannya salah satu untamu”. Ia berkata, “Aku tidak akan pernah memberikannya kepada perempuan Yahudi seperti itu”. Nabi menjadi marah padanya dan tidak menghampirinya selama dua bulan. (Ahmad, vol. 6, h. 336-337, Terdapat dalam Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, h.173).
      Apa yang dapat dipelajari dari hadith ini? Bagi orang Muslim, yang dapat dipelajari adalah apa yang tertulis. Bagi orang yang rasional, hadith ini menunjukkan betapa Safiyyah merasa diasingkan di antara istri-istri Arab Muhammad. Ia melakukan semuanya untuk mendapatkan kasih musuh-musuhnya. Ia memberikan mereka hadiah-hadiah. Ia berpura-pura mencintai Muhammad sedangkan jelas terlihat oleh semua orang, kecuali si Muhammad yang narsistik, bahwa ia tidak tulus. Wanita muda ini mempunyai insting yang kuat untuk mempertahankan hidupnya.
      Ya, Muhammad mungkin telah tertipu karena mengira Safiyyah mencintainya. Walaupun ia sangat licik, orang yang narsistik ini adalah seorang pria yang sangat bodoh. Siapakah yang mau meminta seorang wanita Khaybar untuk memasak baginya, setelah ia membunuh orang-orang yang dikasihi wanita itu, kecuali ia memang benar-benar bodoh? Wanita itu berusaha meracuninya, dan malangnya hal itu terbongkar.
      Orang-orang yang narsistik hidup dalam dunia fantasi. Muhammad menyangka ia orang yang istimewa dan secara alamiah harus dicintai semua orang, kecuali orang yang di hatinya ada setan. Orang Muslim menderita gangguan mental yang sama. Bagaimanapun, realita sangat jauh berbeda. Safiyyah hanya berusaha mempertahankan hidupnya. Sekalipun ia menderita sindrom Stockholm, ia tidak sebodoh itu untuk jatuh cinta pada seorang pria tua yang impoten yang telah menghancurkan hidupnya dan membantai orang-orang yang dikasihinya. Sindrom Stockholm bukanlah cinta.
      Nabi selalu memperlakukan Safiyyah dengan sopan, kelembutan dan kasih sayang. Safiyyah berkata, “Utusan Allah menunaikan ibadah Haji dengan istri-istrinya. Di perjalanan untaku jatuh berlutut karena untaku adalah yang terlemah dari semua unta, lalu aku menangis. Nabi datang padaku dan menghapus airmataku dengan baju dan tangannya. Semakin ia memintaku untuk tidak menangis, semakin keras aku menangis. (Ahmad, vol.6, h. 337, Terdapat dalam Muhammad Fathi Mus’ad, The Wives of the Prophet Muhammad: Their Strives and Their Lives, h.176).
      Kisah ini memilukan hati. Jika anda punya hati, anda akan menangis juga. Tempatkanlah diri anda pada posisi gadis muda ini. Bayangkan anda ditawan dan hidup di antara orang-orang yang telah membunuh kekasih-kekasih anda. Anda tidak tahu harus pergi kemana dan tidak ada seorangpun yang dapat dijadikan tempat untuk bersandar. Anda dihina oleh orang-orang di sekitar anda. Satu-satunya orang yang menunjukkan kasih pada anda adalah orang yang telah membunuh ayah dan suami anda.
      Ketika unta Safiyyah sakit, ia menangis. Hatinya tidak sanggup lagi menanggung derita sebanyak itu. Bodoh sekali jika berpikir ia menangis sesenggukan hanya karena untanya sakit. Ia menangisi hatinya yang kesepian. Saat itu ia baru berusia 17 atau 18 tahun, ia masih sangat muda. Saya meninggalkan negara saya ketika saya berusia 16 tahun. Orang-tua saya saat itu masih hiudp dan saya tinggal di antara teman-teman yang sangat mendukung. Namun saya merasa sangat kesepian. Malam-malam tertentu saya memandangi bulan dan berpikir mungkin ibu saya juga sedang memandangi bulan itu, lalu menangis diam-diam. Hanya Tuhan yang tahu derita yang dirasakan Safiyyah dalam hatinya. Boleh jadi wanita muda itu berdiri di depan jendelanya, di kegelapan kamarnya dan memandangi bintang-bintang malam demi malam, bertanya-tanya, yang manakah dari bintang-bintang itu adalah suaminya yang dicintainya, yang manakah ayahnya. Yang manakah saudara-saudaranya dan yang manakah pamannya. Saya tinggal dengan teman-teman yang sebaya dengan saya. Kami melakukan apa yang dilakukan orang muda dan bersenang-senang. Safiyyah hanya sendirian, benar-benar sendirian. Ketika Safiyah mengatakan pada Muhammad yang sedang menjelang ajal, bahwa ia berharap ia dapat menggantikan tempatnya, boleh jadi ia memang menginginkan hal itu. Pasti sudah berjuta kali ia ingin mati.
      Membaca Tabari adalah hal yang paling menyakitkan yang pernah saya lakukan. Ada terlalu banyak sakit dan penderitaan dalam buku itu. Tetapi anda harus membaca apa yang tersirat. Anda harus melihat diri anda sendiri sebagai salah satu dari sekian banyak korban. Ini adalah hal yang tidak dapat dilakukan oleh orang Muslim. Bahkan mereka tertawa dan mengejek. Di bawah pengaruh Islam mereka sedemikian direndahkan hingga menjadi sesuatu yang sangat jahat – mereka tidak memiliki perikemanusiaan, empati dan kasih.

  129. somene Says:

    Penyembah iblis Adeng Hudaya sudah ditutup akalnya sehingga tidak ada yang bisa dia tuliskan melainkan komentar tersebut, :D Begitulah nasib orang penuh dosa …

  130. Adeng Hudaya Says:

    Wanita Buronan Rusia Lakukan Bom Bunuh Diri
    Internasional / Selasa, 15 Februari 2011 23:55 WIB

    Metrotvnews.com, Moskwa: Seorang wanita Rusia yang diburu polisi karena merencanakan serangan besar di Moskwa, Rusia, melakukan aksi bom bunuh diri di Kaukasus Utara. Demikian dikatakan beberapa pejabat Rusia, Selasa (15/2).

    Serangan dilakukan di luar kantor polisi Senin malam di desa pegunungan Gubden di Dagestan yang dilanda kekerasan. Aksi tersebut menewaskan tiga orang dan mencederai 27 orang lainnya.(Ant/BEY)

    1. Adeng Hudaya Says:

      Tidak perlu diberitahu secara lengkap, seorang anak kecil idiot pun tahu bahwa pelakunya PASTILAH SEORANG MUSLIM…

      Hanya orang Muslim yang sangat doyan melakukan aksi-aksi peledakan bom bunuh diri!!!

      1. muhammad rizky Says:

        MUSLIM BUKANLAH TERORIS! ! !
        TAPI TERORISLAH YANG MENGANGGAP DIRINYA MUSLIM!!!
        ANDA BER OTAK???
        BEDAKAN

  131. THENLI80 Says:

    Alhamdulillah tentara Allah dimana mana.Akhir zaman nabi isa akan turun menghancurkan pengikut setan untuk menegakkan kembali kalimat lailahaillallah.

    cahaya Says:

    January 25, 2011 at 1:53 pm

    sy ingin tanya,kenapa alkitab satu dengan alkitab lainnya terdapat perbedaan isinya?n kenapa alkitab direvisi berkali-kali apalagi yang merevisi itu manusia biasa apakah bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya?kalau memang benar kitab injil yang sekarang itu memang masih murni firman dari Tuhan otomatis kitab injil yang dulu sampai sekarang nggak ada donk perbedaannya.Emangnya orang yang merevisi sudah minta izin ke Tuhan untuk merubah.bedakan dengan Al Qur’an yang sejak zaman Nabi Muhammad sampai sekarang tidak ada sedikitpun perubahan karena Allah telah menjamin kesempurnaannya.n apa yang dimaksud dengan trinitas?satu lagi kalau memang yesus juru selamat,gimana dia bisa nyelametin ummatnya kalau dia sendiri bingung nggak bisa nglepasin diri sendiri. tanks….
    Reply

    1.
    siapmurtad Says:

    January 26, 2011 at 6:08 am

    Alkitab dalam bahasa Aslinya tidak pernah diREVISI. yang direvisi itu terjemahan dalam bahasa Indonesia, Inggris, dll. Dalam bhs Yunani, Ibrani dan Aram, tetap tidak pernah berubah atau direvisi. Sama seperti Quran terjemahan Depag mengalami revisi beberapa kali dan bahkan lebih parah revisi Depag dalam bhs Indonesia….. ada apa dengan Tim Penerjemah Depag ya???
    Reply
    1.
    someone Says:

    January 26, 2011 at 9:11 am

    Klo semua revisi itu dianggap terjemahan, mana alKitab yang asli itu yang mana dalam bahasa apa? Karena alQuran selalu menyertakan yang aslinya di setiap terjemahnya. Apakah ada alKitab yang bentuknya mirip alQuran terjemah yang di dalamnya terdapat alKitab dalam bahasa asli dan dalam bahasa terjemahnya?
    2.
    someone Says:

    January 27, 2011 at 7:32 pm

    Oh, tidak ada … klo begitu beda dengan alQuran donk!

    #
    THENLI80 Says:

    January 31, 2011 at 4:59 am

    nggak bisa nglepasin diri sendiri. tanks….

    siapmurtad Says:

    January 26, 2011 at 6:08 am

    Alkitab dalam bahasa Aslinya tidak pernah diREVISI. yang direvisi itu terjemahan dalam bahasa Indonesia, Inggris, dll. Dalam bhs Yunani, Ibrani dan Aram, tetap tidak pernah berubah atau direvisi. Sama seperti Quran terjemahan Depag mengalami revisi beberapa kali dan bahkan lebih parah revisi Depag dalam bhs Indonesia….. ada apa dengan Tim Penerjemah Depag ya??? AL QURAN ITU NGGA SEMBARANGAN DITERJEMAHKAN BUNG.

    KALAU BEGITU TOLONG MINTA SAMA PAUS TAMPILKAN YANG ASLINYA DAN TERJEMAHANNYA BIAR KETAUAN TIPUAN ALKITAB BIKINAN PAULUS.

    ANDA SUNAT NGGA, MAKAN BABI NGGA?ANDA LEBIH NYEMBAH PAULUS DARI PADA AL KITAB KITAB KEJADIAN, COBA BUKA.BERARTI A= LEBIH MULIA PAULUS DARI FIRMAN YANG DIKATAKAN FIRMAN ITU ALLAH SENDIRI.INI YANG DIBILANG YAHYA WALONI KITAB ORANG SYARAF DARI ILMU TOLOLLOGI.
    KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT.

    1. Adeng Hudaya Says:

      Eh mas,
      Lebih baik makan babi daripada makan babu…(he…he…he…)

      Di Saudi Arabia sana, babi sangat diharamkan – tetapi babu sangatlah dihalalkan…

      Makanya banyak sekali TKW asal Indonesia yang diperkosa oleh majikannya, bahkan sampai ada yang melahirkan di pesawat pas balik ke Indonesia – tidak tahu siapa ayahnya…

      Bukan hanya ngembat babu (by the way, Muhammad si Nabi cabul islam sudah memberikan teladan yang sangat jelas harus ditiru oleh setiap Muslim, saat ia menyetubuhi budak, Mariyah Koptik di ranjang Hafsa isterinya),

      Muslim pun diajar oleh kitab suci sesat Quran mereka, untuk menjadi syuhada dengan meledakkan diri mereka bersama dengan bom yang mereka bawa, di tengah-tengah keramaian…

      1. Adeng Hudaya Says:

        Hari gini…hanya orang-orang yang sangat idiotlah yang masih mau memeluk Islam…

        Innalillahi waina ilaihi rolling stones

  132. THENLI80 Says:

    engan bom yang mereka bawa, di tengah-tengah keramaian…
    Reply

    1.
    Adeng Hudaya Says:

    Hari gini…hanya orang-orang yang sangat idiotlah yang masih mau memeluk Islam…

    Innalillahi waina ilaihi rolling stones

    makin banyaknya orang2 barat dan timur kembali ke islam membuktikan bahwa fitnah2 yahudi dan kristen telah dibongkar habis.yang hak pasti muncul untuk menghancurkan yang batil.semua orang telah baca apa yang disampaikan bung ilham tentang mariyah.anda aja ngga baca.dasar bodoh bin bleguk.xi xi xi

  133. ilham othmany Says:

    Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart.

    Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Prancis sejak Agustus 1793, seharusnya ia merasa puas dengan segala apa yang telah diperolehnya itu.

    Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang dan damai.

    Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya dihadapan dunia Internasional.

    Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya, Kristen ?
    Berikut penuturannya sendiri yang pernah dimuat dimajalah Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan Singapura.

    “I read the Bible; Moses was an able man, the Jews are villains, cowardly and cruel. Is there anything more horrible than the story of Lot and his daughters ?”

    “The science which proves to us that the earth is not the centre of the celestial movements has struck a great blow at religion. Joshua stops the sun ! One shall see the stars falling into the sea… I say that of all the suns and planets,…”

    “Saya membaca Bible; Musa adalah orang yang cakap, sedang orang Yahudi adalah bangsat, pengecut dan jahat. Adakah sesuatu yang lebih dahsyat daripada kisah Lut beserta kedua puterinya ?”
    (Lihat Kejadian 19:30-38)

    “Sains telah menunjukkan bukti kepada kita, bahwa bumi bukanlah pusat tata surya, dan ini merupakan pukulan hebat terhadap agama Kristen. Yosua menghentikan matahari (Yosua 10: 12-13). Orang akan melihat bintang-bintang berjatuhan kedalam laut…. saya katakan, semua matahari dan planet-planet ….”

    Selanjutnya Napoleon Bonaparte berkata :
    “Religions are always based on miracles, on such things than nobody listens to like Trinity. Yesus called himself the son of God and he was a descendant of David. I prefer the religion of Muhammad. It has less ridiculous things than ours; the turks also call us idolaters.”

    “Agama-agama itu selalu didasarkan pada hal-hal yang ajaib, seperti halnya Trinitas yang sulit dipahami. Yesus memanggil dirinya sebagai anak Tuhan, padahal ia keturunan Daud. Saya lebih meyakini agama yang dibawa oleh Muhammad. Islam terhindar jauh dari kelucuan-kelucuan ritual seperti yang terdapat didalam agama kita (Kristen); Bangsa Turki juga menyebut kita sebagai orang-orang penyembah berhala dan dewa.”

    Selanjutnya :
    “Surely, I have told you on different occations and I have intimated to you by various discourses that I am a Unitarian Musselman and I glorify the prophet Muhammad and that I love the Musselmans.”

    “Dengan penuh kepastian saya telah mengatakan kepada anda semua pada kesempatan yang berbeda, dan saya harus memperjelas lagi kepada anda disetiap ceramah, bahwa saya adalah seorang Muslim, dan saya memuliakan nabi Muhammad serta mencintai orang-orang Islam.”

    Akhirnya ia berkata :
    “In the name of God the Merciful, the Compassionate. There is no god but God, He has no son and He reigns without a partner.”

    “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Ia tidak beranak dan Ia mengatur segala makhlukNya tanpa pendamping.”

    Napoleon Bonaparte mengagumi AlQuran setelah membandingkan dengan kitab sucinya, Alkitab.
    Akhirnya ia menemukan keunggulan-keunggulan AlQuran daripada Alkitab, juga semua cerita yang melatar belakanginya.

    Di mana ada Islam di sana ada kebenaran.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas sekiranya tidak bertobat sebelum datangnya ajal yang bisa datang kapan-kapan saja.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian beroleh kejayaan yang abadi.

    1. Adeng Hudaya Says:

      Maksud anda, dimana ada Islam di situ juga ada orang yang tewas karena ledakan bom bunuh diri???

      Atau tewas dirajam dan dipentungi dengan balok kayu – seperti yang dialami oleh orang-orang Ahmadiyah di Cikeusik???

      Hey…bung,
      Camkan ini baik-baik

      ALLAH SWT SESUNGGUHNYA ADALAH SETAN PEMBUNUH LAKNATULLAH, DAN MUHAMMAD BIN ABDULLAH (Semoga ia tidak terlalu menderita di neraka sono), ADALAH NABI PALSU CIPTAAN SETAN PEMBUNUH LAKNATULLAH YANG BERNAMA ALLAH SWT

  134. abdulloh Says:

    udeh.. gak usah muluk muluk deh.. ni pembuat blog kayaknya harus baca novelnya dan brown deh,, the da vinci code… baca tuh… orang kalian sendiri yang buat, bukan kami orang muslim….

    1. Adeng Hudaya Says:

      WAFATNYA MUHAMMAD, 570 AD – 632 AD

      Penyebab kematian Muhammad tidak begitu jelas, dan terdapat banyak beda-versi bahkan diantara periwayatan dari sumber Islam yang paling shahih sekalipun. Diantaranya seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Sirat Rasul Allah dari Ibn Ishaq, Kitab al-Tabaqat al-Kabir dari Ibn Sa’d, dan Al-Tabari. Pandangan tradisional mengatakan bahwa kematian Muhammad disebabkan karena diracuni oleh seorang wanita Yahudi yang anggota keluarganya dibunuh oleh Muhammad dalam suatu pembunuhan massal atas umat Yahudi, kemungkinan besar adalah Safiya.

      Tetapi peristiwa peracunan tersebut terjadi antara dua-tiga tahun sebelum kematian Muhammad sehingga sulit untuk menyimpulkan bahwa racun tersebutlah yang membunuh Muhammad setelah sekian waktu lamanya. Tetapi Muslim tak bisa membantahnya pula, sebab benar bahwa Muhammad sendirilah yang mengetahuinya dan ia mengakui sakitnya sejak dia makan daging domba beracun di Khaybar.

      Muhammad sendiri tidak luput dari hukum “pedang berbalas pedang.” Ia kena racun dari perempuan Yahudi yang ditawannya di Khaybar, dan Allah tidak menghindarkan atau memunahkan racun itu dari padanya, seperti yang diakui oleh Anas bin Malik: “Saya selalu mengetahui pengaruh racun itu dalam kerongkongan beliau.” (HS Bukhari 1220).

      Aisha menyaksikan betapa Muhammad menderita, karena sakit keracunan makanan tersebut di saat-saat kritisnya: “Hai Aisha! Saya senantiasa merasa pedih makanan racun yang saya makan di Khaybar. Itulah waktunya saya merasa tali jantung saya putus karena racun itu.” Di balik penderitaan jasmaninya, harapan dan permohonannya untuk keselamatan dirinya di akhirat juga tidak menentu, karena tidak ada tanda-tanda dijawab lagi oleh Jibril maupun Allah. Muhammad hanya bergumul sendirian dengan maut: “Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkan saya dengan dengan TEMAN yang Maha Tinggi…” Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan: “Teman yang Maha Tinggi.” Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau. (HSB 1570, 1573, 1574).

      Allah memberikan kepada Rasul cara kematian yang terbaik yang bisa dibayangkan oleh seorang laki-laki, dia meninggal dalam pelukan istrinya yang paling dicintai yaitu Aisha.
      Laporan Ibn Hisham, halaman 682:
      …. bahwa dia mendengar Aisha berbicara: “Rasul meninggal di atas dadaku pada saat giliranku. Adalah karena ketidak- tahuanku dan gairah mudaku sehingga Rasul meninggal dalam pelukanku.”
      Diceritakan oleh Aisha pula:
      “Dia meninggal pada hari giliranku yang biasa dalam rumahku. Allah mengambil dia ketika kepalanya ada diantara dada dan leherku dan air liurnya bercampur dengan air liurku.” (Bukhari, Vol 7, Book 62, No. 144)

      Air liur saling bercampur? Itu sebuah misteri. Yang jelas adalah seperti yang diakuinya bahwa Aisha tidak punya pengalaman untuk menjaga hal-hal yang fatal karena kegairahan cinta. Dia tidak melihat adanya bahaya seorang tua yang sakit berat bila bergairah dengan seorang wanita muda. Jantung Rasul yang sudah tua dan sedang kritis bisa tidak tahan sampai timbul cardiac arrest (jantung berhenti). Aisha melihat dia mati dan terkulai di atas dadanya, lalu ia merasa bersalah atas “ketidak tahuannya”. Tetapi yang lebih celaka lagi adalah Hadits yang menunjukkan bahwa Rasul tidak sempat menyebut kalimat syahadat pada saat terakhirnya seperti layaknya seorang Muslim.
      Dia terkulai dalam pencaharian kosong akan “Seseorang Maha Tinggi”. Dan Rasul Allah dibungkus dengan tiga lapis kain buatan Najran: dua kain dan satu baju yang dipakai saat kematiannya (Dawood Book 20, no. 3147)…………

      1. wan Says:

        Siapa bilang nabi muhammad mati karena racun?ngawur…..!!!! baca tuh di http://answering-ffi.blogspot.com

  135. dajjal Says:

    pemilik web ini dajjal kali….. gak punya agama….

  136. ilham othmany Says:

    Di dalam Book of Yesayah (atau Izeyah), Perjanjian Lama, bab 60 ayat 11, tuhan ada menceritakan tentang “satu tempat di mana ramai orang datang dari pelusuk dunia menyembah tuhan yang satu. Pintu gerbangnya tidak ditutup siang dan malam hingga hari kiamat.”
    Tempat yang dimaksud itu hanya ada satu saja dalam dunia ini yaitu Masjidil Haram di Mekah.Ini merupakan nubuat atas kenabian nabi Muhammad.

  137. ilham othmany Says:

    Di dalam Book of Deuteronomy (buku kelima), Perjanjian Lama, bab 18, ayat 18, tuhan berjanji kepada Nabi Musa “Satu hari nanti Aku hantar seorang nabi yang sangat hebat macam engkau.” Ayat-ayat yang diberi penekanan dalam ayat itu ditulis “exactly like you.” Siapakah orang yang dimaksudkan? Sudah pasti penganut agama Kristian mengatakan orang yang dimaksudkan adalah Nabi Isa a.s, benarkah begitu? Maka marilah kita membuat suatu perbandingan dan mengatakan dia yang dimaksudkan adalah Nabi Muhammad s.a.w.

    Apakah perbandingan yang dimaksudkan? Terdapat lima perbandingan.

    Nabi Musa a.s lahir dengan kewujudan ibu dan bapa. Nabi Muhammad s.a.w dilahirkan oleh Aminah dan ayahnya Abdullah. Nabi Isa a.s hanya dilahirkan oleh Mariam tanpa bapa. Nabi Muhammad s.a.w “exactly” macam Nabi Musa a.s.
    Nabi Musa a.s berkahwin dan mempunyai isteri serta anak, Nabi Muhammad s.a.w berkahwin dan mempunyai isteri serta anak. Nabi Isa a.s tidak berkahwin dan tidak mempunyai anak. Nabi Muhammad s.a.w “exactly” macam Nabi Musa a.s.
    Nabi Musa a.s membawa undang-undang baru, 10 Commandments. Nabi Muhammad s.a.w membawa undang-undang baru di dalam Al-Quran, Nabi Isa a.s tidak membawa undang-undang baru. Apabila pengikutnya bertanya baginda, beliau menjawab, “No new commandments.” Nabi Muhammad s.a.w “exactly” macam Nabi Musa a.s.
    Nabi Musa a.s pernah menghukum pengikutnya yang tidak mengikut undang-undang yang disyariatkan, Nabi Muhammad s.a.w menghukum sesiapa yang tidak mengikut undang-undang Allah, Nabi Isa a.s tidak menghukum pengikutnya yang melakukan kesalahan. Sewaktu kes zina di Palestin, seorang wanita ditangkap dan dihadap ke Nabi Isa a.s lalu ditanya “What do you think?” Nabi Isa a.s menjawab beliau tidak berani menghukum kerana tiada kuasa. Nabi Muhammad s.a.w “exactly” macam Nabi Musa a.s.
    Nabi Musa a.s meninggal dunia akibat sakit tua. Nabi Muhammad s.a.w wafat kerana sakit tua. Jesus dipercayai oleh orang kristian mati akibat disalib ketika Good Friday pada umur 33 tahun. Nabi Muhammad s.a.w “exactly” macam Nabi Musa a.s.

  138. ilham othmany Says:

    Di dalam Book of Malachi, Perjanjian Lama, bab 3, ayat 1. Tuhan telah beritahu pada orang yang membaca Bible, “satu hari akan ada seorang nabi yang hebat ke Temple of Jerusalem, ditengah malam, dengan menaiki satu kenderaan dengan begitu laju.” Perkara ini pernah didiskusikan bersama seorang paderi di Sarawak dan paderi itu diam seribu bahasa.

    Siapakah yang dimaksudkan? Sudah tentukan Nabi Muhammad s.a.w melalui peristiwa Isra’ Mikhraj di mana Allah menggembirakan hati Rasulullah s.a.w yang dukacita akibat kehilangan Abu Talib dan isterinya, Siti Khadijah. Baginda dibawa ke Baitulmaqdis oleh seekor haiwan bernama Buraq, kelajuannya sejauh mata memandang. Baginda berhenti solat di Baitulmaqdis kemudian terus naik ke Luh Mahfuz diiringi Jibrail hingga langit ke tujuh. Di Luh Mahfuz, baginda menerima solat yang difardhukan.

    Hal ini diceritakan di dalam Al-Quran.

    “Maha Suci Allah yang telah menjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang Kami berkati sekelilingnya, untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Allah jualah yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.” Surah Al-Isra’, ayat 1.

    Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tanpa sempat bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.

  139. ilham othmany Says:

    Siapakah PARAKLETOS YANG LAIN selain YESUS KRISTUS yang datang setelah diangkatnya beliau?

    1 Yohanes 2:1. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang PARAKLETOS pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil…

    Ditempat yang lain pada saat YESUS KRISTUS sang NABI masih ada di bumi menyatakan:

    Yohanes 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Dia akan memberikan kepadamu seorang PARAKLETOS YANG LAIN, supaya beliau menyertai kamu selama-lamanya,

    Jika sesuai dengan 1 Yohanes 2:1 tadi, jika Yesus pun seorang PARAKLETOS, maka wajarlah jika PARAKLETOS YANG LAIN yang datang SETELAH BELIAU pun mempunyai sifat seorang MANUSIA sebagaimana YESUS sang PARAKLETOS..

    Jika anda mencoba mencari di kamus lexicon Alkitab tentang PARAKLETOS seperti di link berikut, maka anda akan mendapati bahwa salah satu makna dari PARAKLETOS adalah “intercessor” atau “perantara” sebagaimana yang diterjemahkan dalam 1 Yoh 2:1 diatas.

    Maka jika ada yang membantah bahwa yang dimaksud PARAKLETOS ini bukanlah berbentuk SOSOK MANUSIA tapi ROH KUDUS maka kita jawab “APAKAH ROH KUDUS belum datang PADA SAAT YESUS MASIH ADA di tengah MURIDNYA?”. Karena syarat kedatangan PARAKLETOS adalah KEPERGIAN YESUS KRISTUS sang NABI.

    Yoh 16:7. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur/ Parakletos itu tidak akan datang kepadamu
    Sekarang marilah kita lihat KEBERADAAN ROH KUDUS pada saat YESUS MASIH BERSAMA para murid. Saat pertama pada saat peniupan Roh Kudus kedalam rahim Bunda Mariam bar Imran

    Mat 1:18. ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari ROH Kudus

    Bahkan ROH KUDUS juga ada di YAHYA atau YOHANES pembaptis

    Lukas 1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya

    Bahkan Elizabet pun penuh dengan ROH KUDUS

    Lukas 1:41 dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudu

    Atau tampak pada saat MIKVEH sang NABI:

    Mat 3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat ROH Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    Atau datang pada saat pencobaan YESUS

    Mat 4:1. Maka Yesus dibawa oleh ROH ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

    Dengan dalil-dalil ALKITABIAH diatas maka PARAKLETOS yang dimaksud tentulah BUKAN SEKEDAR BERBENTUK ROH karena ROH KUDUS sudah ADA , BAHKAN SEJAK MUSA pun telah tercatat keberadaannya:

    Keluaran 31:2-3 “Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah

    Padahal syarat PARAKLETOS YANG LAIN adalah kedatangannya SETELAH MANGKATNYA YESUS menjadi SYARAT KEDATANGAN PARAKLETOS

    Yoh 16:7. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur/ Parakletos itu tidak akan datang kepadamu

    Dengan kata lain, sebagai kesimpulan, jika PARAKLETOS yang dimaksud adalah ROH KUDUS, maka ROH KUDUS telah ada bahkan sebelum YESUS LAHIR dan MASIH ADA BAHKAN saat YESUS ditengah MEREKA. Jelaslah PARAKLETOS yang akan datang bukanlah dari JENIS ROH KUDUS tapi dari jenis MANUSIA
    Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat tobat.Selagi anda kafir berarti anda telah merelakan tubuh dan roh anda menjadi tunggangan iblis yang terkutuk.Bebaskan diri anda dari belenggu iblis yang bakal menghunjamkan anda ke jurang api neraka yang sangat dalam dan pedih.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.

  140. ilham othmany Says:

    Dalam bibel sangat jelas sekali banyak nubuat yang ditujukan kepada
    Nabi Muhammad SWA. Kita akan tampilkan tiga saja nubuat tsb
    NUBUAT
    PERTAMA
    :
    TUHAN
    MEMBANGKITKAN
    SEORANG
    PEMBEBAS/ PENOLONG (Alkitab,Yesaya 41 : 1-5)
    ISI NUBUAT :
    1.Dengarlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau ; hendaklah bangsa-bangsa
    mendapat kekuatan baru !
    biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara ; baiklah kita tampil bersama-
    sama untuk berperkara !
    2.Siapakah yang menggerakan Dia dari Timur
    ,
    3.Menggerakan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya
    ,
    4.yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan Raja-Raja ?,
    5.Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti
    jerami yang tertiup
    6.Ia mengejar mereka dan dengan selamat Ia melalui jalan yang belum pernah diinjak
    kakinya.
    7.Siapa yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu ? Dia yang dari dahulu
    memanggil bangkit keturunan-keturunan ….Pulau-pulau telah melihatnya dan menjadi
    takut
    , ujung-ujung bumi pun menjadi gemetar…
    SIAPAKAH PEMBEBAS/PENOLONG TERSEBUT ?
    FAKTA NUBUAT
    -KEKUATAN BARU (1) ;
    Berarti suatu kekuatan diluar bangsa Yahudi/Israel. Dimana sebelumnya Tuhan banyak mengutus para nabinya di tanah dan dari bangsa Yahudi.
    Fakta sejarah kemudian membuktikan setelah itu memang tidak ada lagi kekuatan baru yang muncul kecuali bangsa Arab (Timur tengah) setelah Muhammad lahir/ memimpin. Bangsa Arab (keturunan Ismail) saat itu menjadi kekuatan baru, bangsa besar dan maju.
    “Muhammad adalah seorang jenius yang sangat luar biasa, Tatkala wafat pada tahun 632 M, dia telah berhasil menyatukan hampir semua suku arab menjadi sebuah komunitas baru”
    (Karen Armstrong, dalam buku terlaris didunia ;
    “Sejarah Tuhan”)
    -DIA DARI TIMUR (2) ;
    Didalam Alkitab sangat jelas keturunan siapa yang disebut Allah dari
    timur tersebut. Kitab Kejadian 25 : 5-6, menyatakannya ;
    Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, tetapi kepada anak- anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian ; kemudian ia menyuruh mereka –masih pada waktu ia hidup- meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi kesebelah timur, ke Tanah Timur.
    Abraham menyuruh semua keturunan dari selir/hambanya, pergi dan
    untuk tinggal kesebalah timur, ke tanah Timur,
    kecuali Ishak. Sehingga sangat jelas yang dimaksud Tuhan “dari Timur” tersebut bukan dari keturunan Ishak.
    -MENDAPATKAN KEMENANGAN DISETIAP LANGKAHNYA (3) ;
    Sejarah membuktikan Muhammad selalu mampu menghadapi perlawanan dan serangan dari kaum kafir yang ingin menghancurkan Islam. Sangat kontradiktif dengan perjuangan Yesus yang selalu menghindar dari pengejaran kaumnya sendiri dan berakhir secara tragis.
    - MENAKLUKAN BANGSA-BANGSA DAN RAJA-RAJA (4) ;
    “…..Seorang bernama Muhammad, dan satu abad itu ; bukankah ini bagaikan sebuah bunga api yang telah jatuh ? satu bagian jatuh ditanah padang pasir yang tampak hitam tak terhiraukan. Tetapi lihatlah, pasir itu menjadi serbuk yang meledak menjulang tinggi mulai dari New Delhi sampai Spanyol”
    (Thomas Cartyle, sejarawan
    besar dari Inggris, dalam bukunya On Heroes and Herowarship)
    Puluhan buku sejarah hasil karya sejarawan-sejarawan besar barat pun, tidak ada satupun yang tidak mengakui, bahwa Muhammad mampu menaklukan banyak bangsa dan raja, sehingga akhirnya mereka memeluk Islam.
    PEDANG DAN PANAH ADALAH SENJATANYA (5) ;
    Dalam sejarah perjuangannya, Muhammad dan pasukanya terkenal akan kelihaian berperang menggunakan pedang dan panah, sehingga lawan-lawanya yang lebih kuat dan lebih banyak dibuat menyerah.
    -IA SELAMAT (6) ;
    Walaupun tidak pernah mengalami pendidikan dan pengalaman, Muhammad yang sering memimpin langsung dimedan peperangan, selalu selamat.
    - PULAU MENJADI TAKUT, UJUNG BUMI MENJADI GEMETAR (7) ;
    Fakta sejarah membuktikan, Kebangkitan Islam yang spektakuler saat itu, benar-benar telah mengguncangkan dunia. Membuat banyak bangsa dan pimpinan terkejut dan panik dibuatnya. Seorang sekelas seperti Martin Luther pun, yang nota benenya pendiri dan penggagas Aliran Protestan,
    tidak bisa “menahan dan menyembunyikan kepanikannya”, sehingga sangat tidak pantas keluar kata-kata darinya dibawah ini ;

    “Jika engkau disebut Nabi, siapakah orang bodoh yang tak tahu adat seperti itu ?, bila semangat kedustaan telah menguasai Muhammad dan setan telah membunuh jiwa manusia dengan Al-Qur’annya dan menghancurkan iman orang Kristiani, Dia harus terus mengangkat pedang mulai membunuh tubuh-tubuh mereka.”
    “Kita berjuang agar orang-orang Turki itu tidak menempatkan Muhammad yang hina itu
    pada kedudukan Tuhan kita, Kristus.”
    “Muhammad mengabdikan dirinya kepada kemewahan dan kenikmatan hawa nafsu, yang memiliki potensi seksual seekor biri-biri jantan, namun Ia kurang merugikan gereja dibandingkan dengan dengan Uskup Roma. Muhammad mengambil semua wanita, karena itu Dia tak beristri, namun Paus lebih tak bermoral, karena Dia pura-pura suci padahal melakukan sex bebas.”
    (Theodore Bachmann ed., Luther’s Work 35 –Pliladelphia Muklenberg Press-1960), (Joroslav Pelikan, ed., Luther’s Work 15 St. Louis Concordia –1966), (Rebert Schultz ed., Luther’s work 46 (Phil.: Fortress 1967)
    KESIMPULAN NUBUAT
    Tidak ada keraguan sedikitpun, bahwa ada orang lain dalam sejarah kehidupan manusia didunia ini yang cocok dengan fakta sejarah terkait dengan nubuat tersebut, kecuali ditujukan kepada dan digenapi oleh Muhammad.
    NUBUAT KEDUA : ALLAH MEMBANGKITKAN NABI TERAKHIR DARI
    GURUN PARAN (Alkitab, Ulangan 33 : 1-2)
    ISI NUBUAT
    8.Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia
    mati. Berkatalah ia : “Tuhan datang dari Sinai (Tursina) dan terbit kepada mereka dari Seir ; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus ; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala
    Arti dari ayat tersebut adalah ;
    Setelah Allah membangkitkan Musa di gunung Sinai (TURSINA),
    Lalu Allah membangkitkan Yesus di SEIR,
    Kemudian terakhir Allah membangkitkan seseorang di pegunungan PARAN.
    FAKTA NUBUAT
    Siapakah seseorang dari PARAN tersebut ?
    Ini dijawab sendiri oleh Alkitab
    , yang terdapat didalam Kitab Kejadian
    21 : 19-21 :
    - Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur ; ia pergi mengisi
    kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
    - Allah menyertai anak itu, sehingga ia (Ismail) bertambah besar ; ia menetap di padang
    gurun dan menjadi seorang pemanah.
    - Maka tinggalah ia di padang gurun PARAN, dan ibunya mengambil seorang istri baginya
    dari tanah Mesir

    KESIMPULAN NUBUAT
    Sangat jelas dan tidak perlu kata khiasan lagi bahwa utusan terakhir Allah adalah dari keturunan Ismail, anak Abrahim (Ibrahim) dari istri lainnya yang bernama Hagar (Hajar). Siapa lagi kalau bukan Muhammad.
    NUBUAT KETIGA : NABI YANG AKAN DATANG(Yohanes 1 : 19-25)
    ISI NUBUAT
    Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus
    beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia :
    “Siapakah engkau ?
    Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya : “Aku bukan Mesias.”
    Lalu mereka bertanya kepadanya : “Kalau begitu, siapakah engkau ? … Elia ?
    Dan ia menjawab : Bukan !”
    9.“Engkaukah nabi yang akan datang ?”
    Dan ia menjawab : “Bukan !”
    Maka kata mereka kepadanya :
    “Siapakah engkau ? sebab kami harus memberi jawaban kepada mereka yang
    mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri ?”
    Jawabnya : “Akulah suara orang yang berseru-seru dipadang gurun :
    Luruskanlah jalan Tuhan ! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.’
    Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang yang diutus itu
    ada beberapa orang Farisi.
    10.Mereka bertanya kepadanya, katanya : “Mengapakah engkau membaptis,
    jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan Nabi yang akan datang ?”
    Ringkasan dan pengertian dari ayat tersebut adalah sbb :
    Imam Yahudi bertanya
    : Siapakah engkau ?
    Yohanes menjawab
    : Aku bukan Messias (Yesus) !
    Imam Yahudi bertanya
    : Kalau begitu apakah engkau Elia ?
    Yohanes menjawab
    : Bukan !
    Imam Yahudi bertanya
    : Atau apakah engkau adalah Nabi yang akan
    datang?
    Yohanes
    : Bukan !
    Utusan Yahudi
    : Kalau begitu kenapa engkau membaptis ?
    -Jika engkau bukan Mesias (Yesus),
    -SiapaJika engkau bukan Elia
    -Jika engkau bukan Nabi yang akan
    datang
    FAKTA NUBUAT
    BERAPA OKNUM YANG DIPERTANYAKAN ?
    Dari dialog penting tersebut, sangat jelas utusan/Imam Yahudi itu
    menanyakan 3 oknum yang berlainan antara satu dengan lainya, yaitu
    Mesias (Yesus)
    Elia
    Nabi yang akan datang
    MENGAPA KETIGANYA DIPERTANYAKAN ?
    Ketiga oknum berbeda tersebut ditanyakan karena sudah pasti
    ketiganya tercatat didalam Kitab-kitab sebelumnya (Perjanjian lama)
    Nats pada Injil Yohanes 1 : 19-25 tersebut di perkuat oleh Nats Yohanes 7 : 40-43, yang menggambarkan orang-orang saling bertanya tentang siapa Yesus sebenarnya ;-Beberapa orang diantara orang banyak, yang mendengar perkataan-perkataan itu,
    berkata
    : “Dia ini benar-benar Nabi
    yang akan datang”
    -Yang lain berkata
    : “Ia ini Mesias”
    -Tetapi yang lain lagi berkata :“Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea !
    Karena kitab suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat dahulu Daud tinggal”.
    -Maka timbulah pertentangan diantara orang banyak karena dia
    KESIMPULAN NATS YOHANES 7 : 40-43
    Dari dialog tersebut pun “sangat jelas” penekanan tentang dua oknum yang berbeda, mereka tidak menyatukan pengertian oknum Mesias dan oknum Nabi yang akan datang.
    MENGAPA MEREKA MENYEBUT DUA OKNUM BERBEDA TERSEBUT ?
    Sudah pasti tercata dalam kitab suci sebelumnya. Ini sangat singkron dengan
    ayat Al-Qur’an :
    “….(yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (yaitu Muhammad) yang
    (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, …”
    (Qur’an, Al-A’raf 156-157).
    Yang menjadi pertanyaannya adalah
    SIAPAKAH NABI YANG AKAN
    DATANG TERSEBUT ?
    a.Apakah Nabi yang dimaksud juga menunjukkan kepada Yesus ?
    -Umat Kristiani berpendapat bahwa yang dimaksud Nabi yang akan datang
    tersebut
    adalah Yesus, yang juga disebut Mesias. Dalam perjajian baru (injil) Ia juga pernah disebut Nabi. Demikian Juga banyak dinubuatkan dalam Perjanian Lama.
    -Namun apabila kita mencermati jawaban Yesus sendiri terhadap “kontek langsung” dari berbagai guncingan tentangnya siapa sesungguhnya Dia, maka dari beberapa pilihan status apakah dia itu ; Mesias ? , Nabi ?, atau
    nama lainnya ?.
    Yesus selalu menyatakan dan menegaskan dirinya Mesias (Juru selamat). Hal ini dapat disimak dari Injil Matius 16 : 13-20, yang “ringkasannya” adalah sbb ;
    Yesus bertanya pada murid-muridnya : “Kata orang, siapakah anak manusia itu ?
    (maksudnya ; menunjuk dirinya)
    Jawab mereka : “Ada yang mengatakan Yohanes, Elia, Yeremia, atau salah
    seorang dari para nabi.

    Yesus bertanya lagi : “Tetapi apa katamu, siapakah aku ini ?
    Jawab Simon Petrus : “Engkau adalah Mesias
    , anak Allah yang hidup”
    Yesus menaggapi : “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan
    manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapaku yang ada di sorga.”
    Lalu Yesus melarang murid-muridnya supaya jangan memberitahukan kepada
    siapapun bahwa dirinya adalah Mesias
    -Demikian juga dapat disimak yang terdapat dalam Lukas 9 : 20-21
    -Yang kedua, yang harus diperhatikan jelas adalah penyebutan “Nabi yang akan datang” selalu disebut dengan urutan yang selalu terakhir setelah penyebutan nama Mesias. Sehingga ini menandakan oknum yang hadir tersebut tidak dalam waktu yang bersamaan, tetapi Nabi akan muncul kemudian setelah Mesias. Simak juga pengertian dari kata-kata “Yang akan Datang”
    -Kesimpulannya sangat jelas yang dimaksud “Nabi yang akan datang” dalam Injil Yohanes 1 : 19-25 berbeda oknumnya dengan Mesias, sehingga yang dimaksud “Nabi yang akan datang” tersebut bukanlah Yesus.
    b. Atau apakah Nabi yang akan datang tersebut ditujukan untuk salah satu
    murid Yesus, atau Paulus ?, atau untuk yang lainnya ?
    c. Ataukah ditujukan untuk Muhammad ?
    Seperti Keyakinan umat muslim bahwa sesungguhnya dalam kitab
    Taurat/Perjanjian Lama
    tercatat tentang kedatangan Muhammad sebagai
    Nabi/Rasul terakhir.
    JAWABAN SIAPA NABI TERSEBUT
    Sebelum bisa menjawab pertanyan tersebut, kita harus membahas dahulu
    tentang Devinisi/ketentuan Allah sendiri tentang “ciri-ciri Nabi yang tidak
    benar/palsur”dan
    “ciri-ciri Nabi yang benar”, sesuai yang tertulis dalam
    Perjanjian Lama
    a. Ciri-ciri “pertama” Nabi yang tidak benar/palsu.
    “Tetapi seorang Nabi, yang berlaku berani untuk mengucapkan demi namaKu perkataan yang tidak kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama Allah lain, Nabi itu harus mati”(Ulangan 18 : 20)
    Catatan khusus :
    Ayat tersebut merupakan Alkitab Perjanjian Lama, sehingga turunnya ayat
    tersebut saat Yesus belum lahir, dimana konsep Tuhan masih Esa/tunggal
    “murni”, artinya belum ada Tuhan Anak/Trinitas.
    Didalam Perjanjian Lama (sebelum Yesus lahir) tidak ada satu ayatpun
    Allah merencanakan akan turun kedunia, dengan menjelma menjadi
    manusia.
    Demikian pula konsep inkarnasi Allah Bapa ke Anak manusia (Trinitas)
    baru lahir 350 tahun setelah Yesus-nya tiada (Karen Armstrong, dalam
    bukunya Sejarah Tuhan)
    Pengertian dan penjelasan Nats Ulangan 18 : 20 ini :
    Tuhan yang Esa/tunggal “murni” tersebut, menyatakan dengan jelas 2 hal
    penting , yaitu ;
    - mengucapkan demi namaNya yang tidak diperintahkan kepada orang
    tersebut berkata dengan nama Allah lain, selain Allah yang Esa/Tunggal murni (misalnya ; Tuhan anak, Tuhan Dewa, Tuhan Roh kudus, atau Tuhan lainnya).
    Dengan analisa & penelaahan secara mendalam, dan ditinjau dari sudut
    apapun, yang dimaksud kontek mati disini bukan mati secara normal, sebab semua orang pasti akan mati. Juga bukan mati secara ajaran/fahamnya. Tetapi benar-benar mati dmana roh meninggalkan badan.
    Ketentuan Tuhan tersebut sudah menjadi ketetapan pasti dan sebagai tanda bagi umatnya, yang mau berpikir. Dan sudah pasti berlaku kepada siapapun sampai akhir jaman

    Siapa yang ter-nubuat sebagai Nabi Palsu, dari ciri-ciri tersebut ?
    Apakah Yesus sendiri?
    Sesungguhnya kalau dianalisa secara murni, netral dan tidak dipaksakan, maka sangat jelas Yesus ter-nubuat kepada ciri-ciri Nabi tidak benar/palsu. Walaupun umat kristiani menolak dengan dalih Yesus mati untuk tujuan penebusan dosa warisan dari Nabi Adam.
    Sehingga apakah tidak lebih benar, jelas, tegas pendapat Al-Qur’an bahwa sesungguhnya Yesus tidak mati disalib sehingga sesungguhnya Yesus tidak ternubuat ;
    “Dan (lantaran) perkataan mereka : ‘Kami telah bunuh Al-Masih, Isa, anak
    Maryam, pesuruh Allah’, padahal mereka tidak bunuh Dia dan mereka tidak salib
    Dia, tetapi disamarkan bagi mereka, dan sesungguhnya orang-orang yang
    berselisih (faham) di tentang itu, adalah didalam syak padanya, mereka tidak
    mempunyai pengetahuan di tentang itu melainkan turut sangka-sangkaan (saja),
    dan mereka tidak bunuh Dia dengan yakin. Tetapi Allah telah angkat Dia
    kepadaNya,*) karena adalah Allah itu Gagah, Bijaksana”(An-Nisa : 157-158)
    Apakah yang ternubuat adalah Paulus dan Murid lainnya ?
    Ia yang disebut Rasul oleh umat Kristiani, dimana tulisan berupa surat-
    surat untuk jemaatnya masuk dalam Alkitab.
    Dimana
    pada akhir hayatnya meninggal secara menggenaskan, dianyaya dan kepalanya di pancung, di usia 67 tahun, pada jaman Kaisar Nero.
    Demikian juga dengan Rasul lain selain Paulus, pada umunya meninggal
    karena penyiksaan dari hukuman yang ditimpakan kepadanya.
    Umat kristiani menolak menjadikan Paulus, cocok dengan Ulangan 18 : 20 diatas, sebab Paulus mati sebagai martir (mati sahid karena membela agama).
    Apabila pendapat umat kristiani seperti itu, umat Islam mempertanyakan Kenapa dan untuk apa Tuhan mengeluarkan nubuat Ulangan 18 : 20 tersebut ?,
    Supaya tidak terjadi kesalah paham yang besar, bahkan dinilai kontradiktif, terhadap nubuat tersebut, kenapa Tuhan tidak menyelamatkan Paulus dan lainnya (Seperti terhadap nubuat Nabi
    yang diselamatkan walaupun sudah berjuang dan berperang dengan
    gigih, pada ayat Yesaya 41 : 1-3)
    Ataukah yang dimaksud Nabi palsu itu adalah Muhammad
    Muhammad yang secara tegas mengakui sebagai Nabi, meninggal secara wajar dihadapan Istrinya, bahkan sebelum meninggal Ia menerima wahyu yang terakhir, saat melakukan wukuf di padang Arafah, untuk melaksanakan Haji Wada.
    “…. pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu Agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Aku ridhoi Islam itu menjadi Agamamu….”(Qur’an, Al-Maidah 3)
    (Surat ini diperintahkan oleh Muhammad di simpan tidak diakhir Alquran, tetapi disusun seperti
    terdapat dalam Al-Qur’an saat ini.)
    Apabila termasuk kwalifikasi Nabi Palsu, sudah pasti seharusnya
    Muhammad meninggal secara tidak terhormat, mati dibunuh.
    Atau katakanlah pengertiannya mati dari Ulangan 18 : 20 adalah ajaranya. Bukankah Islam didunia berkembang pesat hampir menyamai jumlah umat Kristen, padahal Islam lahir puluhan abad kemudian.
    B. Ciri-ciri “kedua” Nabi yang tidak benar
    “Apabila seorang Nabi berkata demi nama Tuhan dan perkataannya itu tidak terjadi dan
    tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak diFirmankan Tuhan : …”
    (Ulangan 18 : 22)
    Al-Qur’an yang telah diuji oleh pihak manapun, tidak pernah ditemukan
    satu ayatpun yang tidak terbukti/terjadi. (Baca modul ke 8 : 151 mukjizat
    Muhammad yang tidak tertandingi).
    Sehingga Muhammad tidak ternubuat sebagai ciri-ciri nabi tidak benar/palsu. Namun ironisnya, Injil yang ada sekarang ini, justru terdapat 9 nubuat yang tidak terbukti (Baca modul ke 6 : 9 nubuat penting Alkitab tak terbukti). Sehingga apabila berpatokan terhadap nats ayat diatas maka Yesus ternubuat Ulangan 18 : 22.
    C. Ciri-ciri Nabi yang benar
    Lihat nubuat dalam Alkitab Yesaya 41 : 1-5, Ulangan 33 : 1-2, Ulangan 18 : 18
    diatas
    KESIMPULAN AKHIR
    Dengan berbagai bukti ulasan diatas maka tidak diragukan bahwa yang disebut “Nabi yang akan datang” tersebut adalah
    Muhammad.
    “Muhammad, sebagai Nabi, adalah unik, final dan tak terulang…..Al-Qur’an merupakan bukti yang menentukan bahwa misi Nabi ini berasal dari Tuhan. Kefasihan bicara menunjukan bahwa sumber Al-Qur’an adalah Tuhan”.
    (Kenheth Cragg, mantan
    Uskup Anglikan. Dalam ; The Call of The Minaret – New York : Oxford University
    Press-1964).
    Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tanpa sempat bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian semua selamat.

    Sumber:http://www.scribd.com/doc/18817305/Tulisan-Meluruskan-Kesalahan-Persepsi-Tentang-Islam-2

  141. ilham othmany Says:

    Kitab Yehezkiel : Bukti Kedar Sebagai Orang Arab & Terletak di jazirah Arab).

    27 : 21. Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau.

    Nubuat Perjanjian Lama banyak menyebut “Kedar”, putra kedua Ismail [9] yang pada akhirnya menurunkan Nabi Muhammad. Tampak jelas dalam ayat di atas bahwa Kedar adalah nama salah satu klan Arab (Arab pendatang). Meski letaknya tidak disebutkan, tapi ini memberi petunjuk tentang lokasi atau status Kedar sebagai orang Arab yang berkaitan erat dengan kedatangan Nabi setelah Yesus yang terlihat pada nubuat-nubuat lainnya
    Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.

  142. ilham othmany Says:

    Jika anda meragukan kenabian Muhammad karena poligami..

    Maka ketahuilah Yakub pun berpoligami(Kitab Kejadian 29 -30)..

    Maka ketahuilah Abraham pun berpoligami(Kitab Kejadian 16)..

    Musa pun berpoligami (Bilangan 12:1)…

    Maka ketahuilah Daud pun berpoligami(Kitab I dan II Semuel)..

    Maka ketahuilah SALOMO pun berpoligami(1 Raja-Raja 11)..

    Apakah kenabian Abraham dan Yakub juga anda ragukan karena POLIGAMI?

    Apakah anda juga menganggap Abraham dan Yakub NABI PALSU karena gara-gara BERPOLIGAMI?

    Suka atau tidak suka,POLIGAMI dijalankan oleh para manusia2 KUDUS dalam ALKITAB..Tidak pernah DIHARAMKAN,baik dalam TAURAT maupun INJIL..

    Empat Ibunda 12 Suku Israel adalah dari HASIL POLIGAMI YAKUB..LEA,RAHEL,BILHA DAN ZILPA adalah ISTRI DAN BUDAK YAKUB..
    YAKUB PUN MENGUMPULI DUA BUDAKNYA..Bilha dan Zilpa..

    Jika anda melecehkan bangsa Arab,sebagai keturunan budak,Ismail..Maka ketahuilah 2 dari 4 adalah budak dari istri Yakub..

    Setengah Suku2 Bani Israel bangsa pilihan TUHAN pun lahir dari budak..

    Jika anda menolak kenabian Muhammad krn mninggal dgn wajar tdk diangkat k langit..

    Maka ketahuilah MUSA pun meninggal dgn wajar di tanah Moab(Ulangan 34)…

    Jika anda menolak kenabian Muhammad karena perang dan jihadnya..

    Maka ketahuilah Musa,Yosua dan Daud pun berperang dan berjihad memperluas daerah kekuasaan..

    Apakah kamu menganggap MUSA nabi Palsu karena mgajarkan peperangan kpd MOAB dan AMON..

    Apakah Daud Nabi palsu karena mgajarkan pembunuhan thd Goliat?

    Jika anda menolak kenabian Muhammad karena meragukan mukzizatnya..Tunjukkan padaku apa mukzizat Abraham,Yakub dan Yusuf..

    Jika anda menolak kenabian Muhammad karena mengumpuli Aisyah umur 9 thn..

    Ketahuilah Maria berumur 12thn ketika dinikahi Yusuf berumur 90 tahun..(sumber:Ensiklopedia of Catholic)

    Ketahuilah nikah dini tidaklah ada larangan dalam Perjanjian Lama atau Baru..

    Dari sisi mana lagi anda meragukan KENABIAN MUHAMMAD sholallahu’alaih wassallam

    Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tanpa sempat bertobat!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah agar kalian mendapat kejayaan.

  143. cariad Says:

    bandinginnya jangan ama nabi yg berpoligami tapi sama Tuhan Yesus dong ;)

    oiya lupa..manusia emang harus dibandingi dengan manusia,kalo dibandingi sama Tuhan mana bisa.

    1 yg saya heran “Serulah Tuhanmu dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. 7:55)
    “Dan sebutlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan takut. Dan janganlah mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang.” (QS. 7:205)

    yang teriak2 pake toa kalo sembahyang itu sopo yo??

    1. ilham othmany Says:

      hmmm…jadi tertanya-tanya ni.Orang Islam mana yang teriak2 pake toa kalo sembahyang.Mudah-mudahan saja yang nulis ini bukan keldai.Ampuunnn!

  144. cariad Says:

    masa oloh… orang gila aja tau ada toa diistana bawang,pake pengeras suara takut tuhannya ga denger kaleeee,btw mending keldai bisa nulis daripada ngaku utusan oloh (bagaimana mungkin?? membaca saja aku sulit)

    1. ilham othmany Says:

      Wah!Payah nih.Cakap orang gila didenger.

      1. tobatwae Says:

        nah inilah orang dak mudenng mas ilham… dak bisa baca “yahoo” tapi cuma dibaca “y” doang yang dak jadilah…..
        vokal”a” dibaca “i”
        eh cariad : kalo ente dak teu ape2 ada baiknya diam aja.simpan baik2 abab ente buat komen di bilik penebusan dosa kaliaje bisa masuk surgamu…

  145. tobatwae Says:

    sodara muslimku.semoga kita trus diberi kekuatan menghadapi orang2 fasik tak berilmu ini…….
    dan temen2 ku yg lain ;ada dak hujah kalian selain membunuh 900orng perkosaan.dan lainnya itu ,dari atas sampai bawah itu2 aja ,saran aq ya pelajari dan pahami injil2 kalian ada pertentangan dak didalamnya…. kalo ada … ada tdak yang ayat yg meluruskan pertentangan2 itu….. trusss…. pahami juga alquran jangan cuma asal baca tanpa pemahaman …. baru sampean2 bercela cela ria dengan sopan……. terima kasih…..

  146. ilham othmany Says:

    “Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya.” (Ul 18:21-22)

    Jadi semua perkataan nabi itu harus tejadi. Kalau perkataannya tidak terjadi maka nabi itu nabi palsu. Semua perkataan Muhammad saw benar-benar terjadi.

    Ke-1.

    Ramalan Rasulullah saw tentang Kemenangan Bangsa Romawi atas Bangsa Persia.

    Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunan miliknya dari Ibnu Abbas ra tentang firman Allah yang berbunyi :

    “Aliif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa romawi di negeri yang dekat”. (Ar-Ruum 1-3).

    Ibnu Abbas berkomentar tentang ayat ini yaitu ; mengalahkan dan dikalahkan. Kaum musyrikin sangat senang dengan kemenangan bangsa Persia atas bangsa Romawi, karena mereka sama-sama menyembah berhala. Sedangkan kaum muslimin menyukai kemenangan Romawi karena mereka adalah ahli kitab.Dan oleh orang-orang musyrik hal itu diungkapkan kepada Abu Bakar ra, yang kemudian menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Lalu belau saw bersabda :

    “Adapun mereka bangsa Romawi akan memperoleh kemenangannya”. Maka Abu Bakar ra pun balik menyampaikan hal itu kepada orang-orang musyrik dan mereka berkata : ” Kalau demikian, maka tetapkan batasan waktunya. Jika kami menang kami akan mendapatkan ini dan itu, jika kalian menang akan mendapatkan ini dan itu”. Kemudian Abu Bakar ra menetapkan batas waktu kepada mereka yakni lima tahun. Namun nyata bangsa Romawi belum mendapapat kemenangan. Kemudian Abu Bakar memberitahukan hal itu kepada Rasulullah saw dan bersabda ; “Kenapa tidak engkau katakakan sampai dibawah?” Ibnu Abbas berkata ; “Aku berpendapat bahwa apa yang dimaksud oleh beliau saw adalah di bawah sepuluh tahun”.

    Tingkatan hadits :

    Hadis ini shahih sebagaimana di shahih kan oleh Tirmidzi, Hakim dan Dhahabi.

    Kenyataan yang diramalkan :

    Telah terbukti apa yang di ramalkan Rasulullah saw yang jujur, dimana bala tentara Romawi memang telah mampu meraih kemenangan dan berhasil mengalahkan tentara Persia pada tahun kedua hijriah. Yakni sembilan tahun setelah ramalan Beliau saw. Kemenangan romawi tersebut sungguh bertolak belakang dengan kenyataan yang ada pada saat itu, dan berada diluar dugaan atau perkiraan manusia. Sebab, kondisi Romawi pada saat itu sedang dalam kondisi yang lemah akibat kekalahan terhadap pasukan Persia. Sebaliknya kondisi bangsa Persia sedang dalam puncak kejayaan. sehingga demikian terbuktilah apa yang diramalkan Al Quran dan pembawanya yang agung Rasulullah saw.

    Ke-2

    Berita Tentang Diselamatkannya badan Fira’un.

    “Dan Kami mungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun diikutioleh Firaun dan tentaranya. Ketika Firaun hampir tenggelam berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang disembah Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah diri’. Apakah kamu sekarang baru beriman padahal sesungguhnya kamu durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. HARI INI KAMI AKAN SELAMATKAN BADANMU, supaya kamu menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami”. (QS yunus 90-92).

    Yang perlu digarisbawahi adalah ungkapan kami akan selamatkan badanmu. Bagaimana Muhammad saw akan menyampaikan ayat ini pada kaumnya? Pasti cemoohan yang akan diterima. Bangsa Arab adalah bangsa pedagang yang telah menjelajahi wilayah Syiria dan Mesir. Belum pernah sebelumnya tersiar kabar bahwa badan Fira’un yang mengaku Tuhan itu terselamatkan. Para pemuka agama Yahudi dan Nasrani juga belum pernah mengatakan bahwa badan Fira’un terselamatkan, karena memang tidak dijumpai dalam kitab mereka. Bagaimana nabi saw akan menjelaskan hal ini? Bukankah dia hanya disuruh untuk menyampaikan ayat yang diterimanya dari Allah SWT? Kalau sekiranya Al Quran itu karangan Muhammad saw, apa susahnya dia tidak usah mengeluarkan perkataan tersebut. Tapi bagaimana pahit perasaan nabi ayat itu harus disampaikan kepada umatnya.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Namun baru tahun 1896 purbakalawan Loret, menemukan jazat tokoh tersebut dalam bentuk mumi di wadi al muluk. Kemudian 8 juli 1907 Elliot Smit membuka bungkus mumi tersebut dan badan Firaun dalam keadaan masih utuh. dan sekarang disimpan di Musim Mesir. Pada Juni 1975 ahli bedah perancis Maurice Bucaile mendapat ijin untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut dan menemukan bahwa mumi tersebut adalah Firaun yang meninggal dilaut. Disekujur tubuhnya dipenuhi unsur-unsur garam. Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.

    Ke-3

    Berita Al Quran Tentang Berbondong-bondongnya Manusia dari Segala Penjuru untuk Menunaikan Ibadah Haji.

    “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang memenuhi seruanmu dengan jalan kaki dan mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS Al Hajj 27).

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Sungguh hebat ramalan al quran tersebut. Disaat nabi saw mengahadapi situasi yang genting akibat serangan bertubi-tubi dari kaum kafir Quraisy dan dalam keadaan agama Islam yang belum menentu itu Allah menyuruh nabi agar berseru supaya orang orang menunaikan ibadah haji. Mungkin saat wahyu itu di sampaikan banyak yang menyangsikan kebenarannya. Kini semua sudah meyakini, setiap tahun jutaan lautan manusia dari seluruh penjuru dunia memenuhi tanah suci Mekkah dan Medinah. Sungguh tepatlah ramalan Al Quran.

    Ke-4

    Ramalan Rasulullah Tentang Tempat Terbunuhnya Para Pembesar Quraisy Pada saat Perang Badar.

    Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, dari Anas ra yang berkata : “Tatkala Rasulullah saw tiba di Badar, Beliau memberi isyarat dengan tangannya ke tanah seraya berkata : “Ini tempat terbunuhnya si fulan”. Benar Demi Allah, tidak seorangpun bergeser dari tempat terbunuhnya dari apa yang diisyaratkan oleh beliau saw.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslium.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Tepat, apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw sungguh terbukti, yakni dua hal yang pernah diramalkan oleh beliau saw dan keduanya sesuai kandungan hadits yang mulia ini. Pertama akan terbunuhnya para pembesar Quraisy, dan kedua tempat terbunuhnya. Peristiwa perang Badar ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, tahun kedua hijriah.

    Ke-5

    Ramalan Rasulullah saw tentang Penaklukan Khaibar oleh Ali ra.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda pada saat peristiwa penaklukan Khaibar :
    “Esok hari aku (Nabi saw) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasulnya mencintainya”.

    Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya didalam hati, kepada siapa diantara mereka akan diberi bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: “Kemana Ali?” lalu ada yang mengatakan kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw memberikan bendera itu kepadanya.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Telah terbukti apa yang diucapkan Rasulullah saw, dimana penakhlukan Khaibar benar-benar terwujud melalui keperkasaan Ali ra. Tepatnya setelah sebelumnya sangat sulit dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar ra. Dan peristiwa itu terjadi pada tahun ketujuh (VII) hijriah.

    Ke-6

    Ramalan Rasulullah saw tentang seorang bernama Qazman Bahwa Ia Termasuk Penghuni Neraka.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari Rasulullah saw yang mengatakan tentang seorang laki-laki yang mengaku beragama Islam, beliau bersabda :
    “Orang ini termasuk penghuni neraka”.

    Maka tatkala terjadi peperangan hebat, laki-laki itupun ikut berperang bersama rombongan pasukan muslimin, dan akhirnya ia terluka dengan hebat. Kemudian ada yang bilang ; “Wahai Rasulullah, orang yang engkau katakan termasuk penghuni neraka itu ternyata hari ini berperang dengan gagah berani, dan ia telah gugur”. Beliau saw berkomentar singkat ; “Ia tetap akan masuk neraka”. Abi Hurairah menambahkan bahwa hampir ragu orang-orang mendengarnya. Akan tetapi, selagi mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba ada yang berteriak ; “Laki-laki tersebut belum mati”. Akan tetapi ia menderita cukup parah dan ketika malam tiba ia kehilangan kesabaran menahan sakit karena lukanya sehingga ia menusuk dirinya sendiri (bunuh diri). Dan kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah saw dan spontan beliau bersabda “Allahu Akbar, aku bersaksi bahwa diriku adalah hamba Allah dan RasulNya”. Kemudian beliau saw memerintahkan kepada Bilal agar berseru kepada orang banyak : “Bahwa tidak akan masuk sorga kecuali jiwa yang muslim (berserah diri), dan bahwasannya Allah swt akan mengukuhkan agamanya meskipun melalui orang durhaka”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Tepatlah Ramalan Rasulullah saw bahwa Qazman memang penghuni neraka karena tidak tabah menghadapi cobaan dengan bunuh diri.

    Ke-7

    Ramalan Rasulullah saw Bahwa Akan bertiup angin Yang Kencang.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari didalam kitab shahihnya dari Abbad As Saa’di yang mengatakan, bahwa kami ikut ambil bagian dalam perang Tabuk bersama Rasulullah saw. Dan manakala rombongan kami tiba di lembah Al qura, maka terlihat seorang perempuan sedang berada di kebunnya. Lalu Rasulullah saw bersabda kepada sahabatnya : “Tebaklah kapasitas kebun tersebut (maksudnya buah korma yang ada di kebun tersebut). Sedang beliau saw menebaknya sebanyak sepuluh gantang (sekitar 1,8 ton). “Kemudian beliau saw berkata kepada perempuan itu : “Hitunglah berapa banyak kebunmu akan memberi hasil”. Selanjutnya kami tiba di Tabuk, beliau saw berkata lagi : “Nanti malam akan bertiup angin yang sangat kencang, maka jangan sampai ada seorangpun berdiri pada saat hal itu terjadi. Dan bagi yang memiliki onta, hendaklah ia mengikatnya kuat-kuat”. Maka kami mengikat unta-unta kami kuat-kuat, dan ternyata anginpun bertiup dengan sangat kencangnya. Tiba-tiba ada orang yang berdiri dan ia tersapu angin hingga ke gunung Thaiy. Pada waktu itu penguasa Ailah menghadiahkan kepada Rasulullah saw seekor bighal betina berwarna putih dan sehelai kain sprei untuk dipakai dan menyuratinya sebagai pemberitahuan bahwa rakyat Ailah tetap tinggal di dalam rumahnya dan bersedia membayar jizyah. Setelah itu kami kembali melewati lembah Al Qura, beliau saw menanyai perempuan pemilik kebun : “Berapa banyak yang di hasilkan oleh kebunmu?” Perempuan itu menjawab : “Sebanyak sepuluh gantang, sesuai apa yang diperkirakan Rasulullah saw”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Sungguh Rasulullah saw seorang yang jujur dan benar.
    Ke-8
    Ramalan Rasulullah saw tentang Penaklukan kota Al Hiirah.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Hiban dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :
    “Telah digambarkan kepadaku kota AlHiirah seperti taring-taring anjing dan kalian akan menaklukannya”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini secara zahir shahih sebagaimana di shahihkan oleh Al Haitsami.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Telah terbukti apa yang diberitakan oleh Rasulullah saw, dimana kaum muslimin benar-benar telah berhasil membebaskan kota Al Hiirah secara damai melalui Khalid bin Walid ra, tepatnya pada tahun kedua belas (XII) hijriah. Khalid mensyaratkan dalam perjanjian damai tersebut, bahwa penduduk Al Hiirah menyetor jizyah sebanyak sembilan puluh ribu dirham, dan ini merupakan jizyah pertama yang di tarik kaum muslimin.

    Ke-9

    Berita Al Quran bahwa gunung-gunung itu berjalan sebagaimana jalannya awan.

    “Dan kau lihat gunung kau sangka diam, padahal ia terbang bagaikan awan”. (QS An-Naml 88).

    Kenyataan dari yang di beritakan :

    Lewat surat An Naml ayat 88, Al Quran memberitahukan bahwa bumi kita yang kita sangka diam, sebenarnya bergerak bagaikan awan, yang oleh saint modern dibuktikan dengan gerakan gulirnya secepat 11,18 km per detik, sambil bergerak mengitari matahari dengan kecepatan 29,79 km per detik.

    Ke-10

    Ramalan Rasulullah saw tentang pembebasan Bait Al Maqdis.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda tentang tanda-tanda dekatnya hari kiamat, salah satunya kaum muslimin berhasil menaklukan Baitul maqdis.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Telah menjadi kenyataan apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw tersebut, dengan di bebaskannya Baitul Maqdis pada masa khalifah Umar Bin Khatab ra, tepatnya pada tahun kelima belas (XV) hijriah.

    Ke-11

    Ramalan Rasulullah saw tentang penaklukan Kota Al Madaain.

    Diriwayatkan oleh Imam muslim Bahwa Rasulullah saw bersabda :
    “Sungguh sekelompok kaum muslimin atau mukminin akan menguasai gudang-gudang harta Kisra yang terdapat di istana Putih”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Tepatlah ramalan Rasulullah dimana kaum muslimin benar-benar dapat menaklukan kota Madaain dimana terdapat padanya istana putih Kisra. Penaklukan ini terjadi pada tahun keenam belas (XVI) hijriah di bawah komando panglima Sa’ad bin Abu Waqas ra.

    Ke-12

    Ramalan Rasulullah tentang Penaklukan Mesir.

    Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Sesungguhnya kalian akan menaklukan Mesir, yakni sebuah negeri yang dikenal sebagai negeri Qiraat. Maka apabila kalian menguasainya, berlaku baiklah kepada penduduknya. Karena mereka memiliki hak pertalian darah dan hak persaudaraan. Atau beliau mengucapkan hak pertalian atau hak kekerabatan. Lalu apabila engkau menyaksikan dua orang bercekcok pada tempat batu merah, maka keluarlah darinya”.

    Abu Dzar ra berkata :

    “Benar aku melihat Abdurrahman bin Syarhabil bin hasan dan saudaranya yaitu Rabi’ah bertengkar pada tempat batu merah, lantas aku pun meninggalkan negeri itu.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Rasulullah saw benar. Dimana terbukti, bahwa kaum muslimin telah berhasil menaklukan Mesir pada tahun kedua puluh (XX) hijriah dengan dipimpin panglima Amru bin Ash ra. Pasukan itu mendapat restu dari khalifah Umar bin Khatab ra.

    Imam Nawawi berkomentar : Bahwa didalam hadits tersebut terkandung mukjizat yang nyata dari Rasulullah saw yang diantaranya adalah : pembitahuan beliau bahwa umatnya akan menguasai Mesir.

    Ke-13

    Ramalan Rasulullah saw tentang Zainab, Bahwa Ia Adalah istri yang pertama menyusul kematian Beliau.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim dalam kitab shahihnya dari Aisyah ra yang berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Yang paling cepat menyusulku diantara kalian(istri-istriku) adalah yang paling panjang ukuran tangannya”.

    Aisyah ra melanjutkan : “Merekapun saling menjulurkan tangannya dan mengukur siapa diantara mereka yang paling panjang ukuran tangannya. Lalu aisyah menambahkan lagi : “Ternyata yang paling panjang ukuran tangannya adalah Zainab, karena ia bekerja dengan tangannya dan bersedekah”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Asysyaikani.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Demikianlah yang terjadi. yaitu sebagaimana yang diramalkan oleh junjungan kita Rasulullah saw, bahwa memang Zainablah diantara istrinya yang paling cepat menyusul kematiannya.

    Ke-14

    Ramalan Rasulullah saw tentang Fathimah, Bahwa ia adalah Orang pertama diantara anggota keluarganya yang menyusul kematian Beliau.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Setiap tahun Jibril as mengetes Al Quran bersamaku sebanyak satu kali, dan tahun ini ia melakukannya sebanyak dua kali. Aku (nabi) merasa, bahwa hal itu merupakan isyarat sudah dekat ajalku, dan engkau Fathimah adalah orang pertama diantara keluargaku yang menyusul kepergianku”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits tersebut shahih sebagaimana disepakati Imam Bukhari dan Imam Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Tepat sekali apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw, bahwa Fathimah adalah anggota keluarganya yang pertama menyusul kematian beliau saw. Benar Fathimah tidak hidup lama setelah wafatnya Rasulullah saw, kecuali hanya enam bulan.

    Ke-15

    Ramalan Rasulullah tentang Perang melawan Bangsa Turki.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Tidak akan terjadi kiamat sebelum kalian memerangi bangsa Turki, yang bermata elang, berwajah kemerah-merahan, berhidung kecil, seakan-akan muka mereka seperti perisai berlapis kulit”.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Tepatlah kiranya apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Memang, telah berkali-kali terjadi peperangan antara kaum muslimin dengan bangsa Turki. Yang pertama terjadi pada masa khalifah Umar ra, tepatnya tahun kedua puluh dua (XXII) hijriah dibawah panglima Abdurahman bin Rabi’ah ra.

    Ke-16

    Ramalan Rasulullah tentang lanjutnya Usia Abdulah bin Basar.

    Diriwayatkan oleh Imam Al hakim dalam Mustadraknya, bahwa Rasulullah saw bersabda tentang Abdullah bin Basar ra :

    “Anak ini akan hidup selama satu abad”.

    Ziyad berkata : “Memang Abdullah hidup selam 100 tahun. dan di wajahnya ada kutil dan Rasulullah saw mengatakan tentang hal itu :
    “ia tidak akan meninggal sebelum kutil itu hilang dari mukanya”.
    Ternyata benar bahwa ia tidak meninggal dunia hingga kutil itu menghilang dari wajahnya.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini dengan sejumlah jalurnya adalah shahih, sebagaimana telah mengisyaratkan tentang hal itu Haitsami seperti yang tercantum dalam Tahrijnya.
    Kenyataan dari yang diramalkan “
    Benar kiranya ucapan Rasulullah saw, Abdullah bib Basyar hidup selama satu abad, ia meninggal pada tahun 88 hijriah.

    Ke-17

    Ramalan Rasulullah saw tentang penaklukan Yaman, syam dan Irak.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Akan ditaklukan Yaman, dimana sejumlah orang akan bermigrasi kesana, dan orang akan membawa keluarga mereka juga orang yang mau mengikuti mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui.

    Akan ditaklukan Syam, dimana sejumlah orang akan bermigrasi kesana, dan orang akan membawa keluarga mereka juga orang yang mau mengikuti mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui.

    “Akan ditaklukan Irak, dimana sejumlah orang akan bermigrasi kesana, dan orang akan membawa keluarga mereka juga orang yang mau mengikuti mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana disepakati oleh Bukhari dan Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Demikianlah yang terjadi sebagaimana diramalkan oleh Rasulullah saw, Yaitu setelah negeri Yaman, Syam dan irak ditaklukan oleh kaum muslimin mereka ramai-ramai berimigrasi kesana.

    Ke-18

    Ramalan Rasulullah saw tentang Perluasan Wilayah Kekuasaan Umatnya.

    Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Sesungguhnya Allah telah menarik ujung bumi bagi ku, sehingga aku dapat melihat bagian timur dan baratnya. Dan kelak kekuasaan Umatku akan mencapai bagian bumi yang telah didekatkan kepadaku”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih diriwayatkan Imam Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Memang terbukti apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw bahwa kini wilayah kekuasaan Umatnya mencapai timur dan barat, yang membentang dari samodera fasifik di timur hingga samodera atlantik di barat. Yaitu dari kepulaan Filipina, sampai ketepian Maroko dan Spanyol.

    Ke-19

    Ramalan Rasulullah saw tentang berkobarnya api di wilayah Hijaz.

    Diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Tidak akan terjadi kiamat sebelum keluarnya api dari bumi Hijaz hingga sampai menerangi leher-leher onta di Bashrah”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Terbukti apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw pada tahun 654 H. Peristiwa itu sendiri terjadi tatkala berkobarnya api (kebakaran) yang besar di wilayah timur dari kota Madinah, yang panjang, lebar serta ketinggiannyamencapai lebih kurang empat mil. Sehingga cahayanya mencapai wilayah Taima, dan kilatannya dapat disaksikan dari Makkah. Sebagaimana mereka yang berada di Bashrah melihat leher-leher onta dibawah penerangan cahaya api itu.

    Imam Nawawi bercerita :

    “Bahwa pada jaman kami telah menyembur kilatan api (kebakaran) di dekat Madinah pada tahun 654 H. Itu merupakan nyala api atau kebakaran yang amat besar yang pernah terjadi di wilayah sebelah timur kota Madinah, tepatnya di dekat Al Hurah. Pengetahuan tentang munculnya api itu mutawatir dikalangan penduduk Syam, bahkan hampir seluruh negeri. Demikianlah sebagaimana menceritakan kepadaku tentang kejadian tersebutmereka yang sedang berada dikota Madinah pada saat itu”.

    RAMALAN ALKITAB YANG MELESET

    “Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya.” (Ul 18:21-22)
    Jadi semua perkataan nabi itu harus tejadi. Kalau perkataannya tidak terjadi, maka itu bukan firman Tuhan tapi hanya perkataan nabi nabi palsu.

    Ke-1
    kejadian
    35:10 Kata Allah kepadanya, “Engkau tidak akan disebut lagi Yakub, tetapi Israel.” Demikianlah Allah menamakan dia Israel
    32:28 “Namamu tidak akan disebut lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia dan engkau menang”.
    Terang sekali bahwa Alkitab meramalkan bahwa Allah tidak akan menyebut Yakub lagi tapi Israel. Tapi Ramalan alkitab tersebut ternyata meleset, Allah masih memanggil nama Yakub.
    46:2 Dalam suatu penglihatan pada waktu malam, Allah berkata kepadanya, “Yakub, Yakub!” “Ya, Tuhan,” jawabnya
    Ke-2
    kejadian
    2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
    Disini Alkitab meramalkan, bahwa pada hari Adam memakan buah terlarang, pasti akan mati. Tapi ramalan alkitab ini meleset juga. Pada hari adam memakan buah terlarang itu tidak mati. Bahkan Adam mencapai usia 930 tahun.
    5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
    Ke-3
    kejadian
    4:12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”
    Tuhan telah mengutuk Kain setelah membunuh Abel bahwa ia akan menjadi “seorang pelarian dan pengembara di bumi.” Tetapi ternyata ramalan Alkitab tersebut meleset. Diayat selanjutnya dalam kitab itu disebutkan setelah berbicara dengan Tuhan itu Kain “Hidup menetap” di tanah Nod. Membangun kota, menikah dan punya anak.
    4:16. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
    4:17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
    Mleset khan????
    Ke-4
    “Kepadamu (Ibrahim) dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yakni seluruh negeri kanaan (Palestina), akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya, dan aku akan menjadi Allah Mereka”. (Kejadian 17:8, dan Kejadian 13:15 dan keluaran 32:13).
    Israel ingin merebut Palestina karena menurut mereka tanah Palestina adalah tanah miliknya sesuai janji Tuhan diatas. Tapi apakah janji Tuhan tersebut terpenuhi. Ternyata janji Tuhan itu meleset, ternyata Ibrahim dan anak keturunannya tidak diberikan Tanah Kanaan untuk selama-lamanya. Bahkan sepetak tanahpun Tuhan tidak memberikannya. Adakah Tuhan Berdusta?
    “Dan Allah tidak memberikan milik pusaka kepada Ibrahim , bahkan sepetak tanahpun tidak, tetapi Allah berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya…”. (Kisah para rasul 7:5).
    Ke-5
    “Karena Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan suatu sorak dengan suara penghulu malaikat dan dengan berbunyi sangkakala Allah, maka segala yang mati di dalam kristus akan bangkit dahulu”. “Kemudian KITA YANG SEDANG HIDUP, yang telah tertinggal ini, akan diambil kedalam awan bersama-sama dengan mereka itu menghadap Tuhan didalam awang-awangan, demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan”. ( I telasonika 4 : 16-17 ).
    Paulus tidak dibawa Yesus keawang-awangan kemudian terus ke surga, melainkan paulus dibunuh oleh kaisar Nero pada tahun 64 masehi. Mlesetkan?
    Ke-6
    “Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah kekota yang lain, karena aku berkata kepadamu ; “Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, anak manusia (yesus) sudah datang”. (Matius 10:23).
    Yesus meramalkan kepada murid-muridnya bahwa sebelum murid-muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel Yesus sudah datang. Murid-murid yesus melarikan diri dan mereka menghilang dan telah binasa 2000 tahun dengan tidak ada tanda-tanda kembalinya Yesus.
    Ke-7
    Exodus 33:2
    God promises to cast out many nations including the Canaanites and the Jebusites. But he was unable to fulfill his promise.
    Ke-8
    Keluaran 34:1
    Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Pahatlah dua keping batu seperti yang dahulu. Pada batu itu Aku akan menulis kata-kata yang sama dengan yang ada pada batu yang sudah kaupecahkan itu.
    Dalam ayat ini tuhan berkata bahwa dia akan menulis di batu.
    Tapi ternyata bahwa justru Musa yang disuruh menulis.
    Keluaran 34:27.
    Kata TUHAN kepada Musa, “Tulislah kata-kata itu, karena berdasarkan perkataan itu Aku membuat perjanjian dengan engkau dan dengan bangsa Israel.”
    Ke-9
    2 Kings 22:20
    karena itu hukuman atas Yerusalem tidak akan Kujatuhkan selama engkau masih hidup. Engkau akan meninggal dengan damai.’” Maka kembalilah utusan-utusan itu kepada raja dan menyampaikan pesan itu.
    Tuhan bejanji akan memberi Josiah kematian dengan damai, tapi dalam 2 Raja-raja 23:29-30 Yosia tewas dalam pertempuran:
    Raja Yosia tewas dalam pertempuran di Megido ketika ia pergi memerangi Nekho, raja Mesir, yang sedang maju dengan pasukannya untuk membantu raja Asyur di tepi Sungai Efrat. Jenazah Raja Yosia diambil oleh para pegawainya lalu dibawa pulang dengan kereta ke Yerusalem. Di sana ia dikuburkan di pekuburan raja-raja. Lalu rakyat Yehuda memilih dan mengangkat Yoahas putranya menjadi raja menggantikan dia. Kisah lainnya mengenai Raja Yosia dicatat dalam buku Sejarah Raja-raja Yehuda.
    Ke-10
    The tribe of Judah will reign “until Shiloh,” but Israel’s first king (Saul) was from the tribe of Benjamin (Acts 13:21), and most of the time after this prophecy there was no king at all. Gen49:10
    Ke-11
    Yesaya
    19:5 Air Sungai Nil akan surut dan lambat laun mengering.
    19:6 Terusan-terusan akan berbau busuk waktu airnya makin habis. Gelagah dan rumput akan menjadi layu.
    19:7 Seluruh persemaian di sepanjang tepi Sungai Nil akan menjadi kering lalu diterbangkan angin.
    Sungai Nil tetap eksis sampai sekarang , mleset lagi khan? (^_^)
    Ke-12
    Yesaya
    17:1. TUHAN berkata, “Damsyik tidak lagi merupakan kota, tetapi hanya tumpukan puing-puing.
    17:2 Kota-kota di Siria akan ditinggalkan untuk selama-lamanya dan menjadi tempat kawanan ternak; tak seorang pun akan menghalaukan mereka.
    Paulus pernah ke Damyik. Damsyik tetap bertahan sampai sekarang. Mleset lagi.
    Ke-13
    Yesaya
    19:18. Pada waktu itu bahasa Ibrani akan dipakai dalam lima kota Mesir. Orang-orang di sana mengangkat sumpah demi nama TUHAN Yang Mahakuasa. Salah satu kota itu akan dinamakan “Kota Matahari”.
    Bahasa Ibrani tidak pernah dipakai untuk bicara di Mesir.
    Ke-14
    Yesaya
    19:23 Pada waktu itu akan ada jalan raya antara Mesir dan Asyur. Penduduk dari kedua negeri itu akan pulang pergi lewat jalan itu dan mereka akan beribadat bersama-sama.
    19:24 Pada waktu itu Israel akan sama kedudukannya dengan Mesir dan Asyur, dan ketiga bangsa itu akan menjadi berkat bagi seluruh dunia.
    Tidak pernah terjadi aliansi antara Israel Mesir dan Asysyiria. Bahkan Israael dan Mesir saling bermusuhan.
    Ke-15
    Yesaya
    28:7 Juga nabi-nabi dan imam-imam mabuk karena terlalu banyak minum anggur dan arak. Mereka berjalan terhuyung-huyung dan tersandung-sandung karena pikiran mereka kacau. Nabi-nabi tak dapat lagi memahami penglihatan-penglihatan yang diberikan Allah kepada mereka. Imam-imam tak dapat lagi memutuskan perkara-perkara yang dihadapkan kepada mereka.
    Tuhan telah salah memilih nabi atau utusannya. Bila utusan Tuhan dan Para Imam saja pada teler gitu bagaimana pengikutnya.
    Ke-16
    Yesaya
    60:12 Bangsa dan kerajaan yang tak mau mengabdi kepadamu (Israel), akan binasa dan hilang lenyap.
    Ramalan Alkitab tersebut ternyata meleset bukan ?
    Ke-17
    Yeremia
    3:17 Pada waktu itu kota Yerusalem akan disebut ‘Takhta TUHAN’, dan segala bangsa akan berkumpul di kota itu untuk menyembah Aku. Mereka tidak akan lagi mengikuti kemauan hati mereka yang bebal dan jahat itu.
    Segala bangsa akan berkumpul di Yerusalem untuk menyembah Tuhan ? Ramalan yang satu ini meleset juga khan?
    Ke-18
    Yeremia
    5:30 Sesuatu yang dahsyat dan mengerikan telah terjadi di negeri ini:
    5:31 nabi-nabi berdusta, imam-imam melayani menurut kemauannya sendiri dan kamu umat-Ku suka akan hal itu. Tetapi apa yang akan kamu lakukan bila tiba hari terakhir?”
    Tuhan salah memilih Utusannya? Masak nabi kok berdusta?
    Ke-19
    Yeremia
    9:11 TUHAN berkata, “Yerusalem akan Kujadikan reruntuhan tempat bersembunyi anjing hutan. Kota-kota Yehuda akan menjadi sunyi, tempat yang tidak lagi dihuni.”
    Yerusalem tetap Ramai hingga saat ini, bahkan tidak ada anjing hutannya.
    Ke-20
    Yeremia
    10:22 Dengarlah! Ada berita bahwa sebuah bangsa di utara menimbulkan kegemparan. Tentaranya akan membuat kota-kota Yehuda menjadi sepi dan tak berpenghuni. Anjing-anjing hutan akan bersembunyi di sana.”
    Tepatkah ramalan Alkitab tersebut?
    Ke-21
    Yeremia
    14:14 Tapi TUHAN menjawab, “Nabi-nabi itu membawa berita dusta atas nama-Ku; Aku tidak mengutus mereka, dan tidak juga memberi perintah atau berbicara kepada mereka. Penglihatan-penglihatan yang mereka ceritakan bukan dari Aku; mereka meramalkan hal-hal tak berguna yang mereka karang sendiri.
    Nabi yang berbohong berarti nabi Palsu. Ini berarti yesaya, Daniel, Yeremia dan Yesus nabi Palsu???
    Ke-22
    Yehizkiel
    21:28. “Hai manusia fana, meramallah! Beritahukanlah kepada orang Amon yang telah menghina Israel, bahwa Aku, TUHAN Yang Mahatinggi berkata, ‘Sebuah pedang sudah siap untuk membantai; pedang itu sudah diasah mengkilap seperti kilat, supaya siap untuk membunuh.
    21:29 Penglihatan yang kamu lihat adalah palsu, dan ramalan yang kamu ucapkan juga bohong dan dusta. Kamu jahat serta durhaka, dan saat untuk hukumanmu yang terakhir sudah dekat. Pedang itu akan memenggal lehermu.
    21:30 Hai orang Amon, sarungkanlah kembali pedangmu! Kamu akan Kuhakimi di tempat kamu diciptakan dan dilahirkan.
    21:31 Aku akan melampiaskan ke atasmu kemarahan-Ku yang menyala-nyala. Dan kamu akan Kuserahkan kepada orang-orang yang kejam yang terlatih untuk membinasakan.
    21:32 Kamu akan habis dimakan api. Darahmu akan tertumpah di negerimu sendiri, dan tak ada seorang pun yang masih ingat kepadamu. Aku TUHAN telah berbicara.’”
    Yehizkiel meramalkan pada abad keenam sebelum masehi bahwa orang Amon akan binasa dan tidak diingat orang lagi. Tapi sampai sekarang orang masih mengingat Amon karena memang tertulis dalam Alkitab. Mleset lagi!!!!
    Ke-23
    Yehizkiel
    26:14 Yang Kutinggalkan hanya sebuah batu yang tandus saja, tempat para nelayan menjemur jala mereka. Kota itu tidak akan dibangun lagi. Aku, TUHAN Yang Mahatinggi telah berbicara.”
    26:15. TUHAN Yang Mahatinggi berkata kepada kota Tirus, “Penduduk daerah pantai akan gemetar ketakutan bila mendengar teriak kekalahanmu dan jeritan orang-orang yang sedang dibantai.
    26:16 Melihat nasibmu, raja-raja dari bangsa-bangsa di tepi laut akan bangkit dari takhta, menanggalkan jubah kebesaran dan baju mereka yang bersulam, lalu duduk gemetaran di tanah. Mereka akan sangat ketakutan sehingga tak dapat tenang.
    26:17 Kemudian mereka akan menyanyikan lagu penguburan ini bagimu: Hancurlah sudah kota yang terpuja! Segala kapalnya disapu dari samudra. Penduduknya semula berkuasa di laut membuat orang-orang pantai takut.
    26:18 Kini, pada hari engkau dikalahkan, penduduk pulau-pulau gemetaran. Terkejutlah mereka semua melihat kehancuranmu yang tak terkira.”
    26:19 TUHAN Yang Mahatinggi berkata, “Kujadikan engkau sunyi senyap seperti kota yang tidak berpenduduk. Aku akan menutupi engkau dengan air dari dasar samudra.
    26:20 Lalu engkau Kukirim ke dunia orang mati untuk bergabung dengan orang-orang dari zaman purbakala. Kubiarkan engkau menetap di dunia orang mati itu, di tengah-tengah puing-puing abadi, bersama-sama dengan orang mati. Maka tanahmu tak akan didiami lagi, dan engkau tak akan terbilang di antara orang hidup.
    26:21 Engkau Kujadikan contoh yang mengerikan, dan itulah akhir riwayatmu. Orang-orang akan mencari engkau, tetapi engkau tak akan ditemui. Aku TUHAN Yang Mahatinggi telah berbicara.”
    Yehizkiel meramalkan bahwa TYRUS akan dihancurkan dan tidak akan dibangun lagi. Tapi kenyataannya TYRUS tetap ada pada jaman Yesus dan Paulus.
    (Mt.15:21, Mk.7:24, 31, Acts 21:3)
    Ke-24
    Yehizkiel
    29:10 maka Aku menjadi musuhmu, dan musuh Sungai Nilmu. Seluruh Mesir akan Kujadikan tanah yang sunyi sepi mulai dari kota Migdol di utara sampai ke kota Aswan di selatan, hingga perbatasan Sudan.
    29:11 Tak ada manusia atau binatang yang akan melaluinya. Selama empat puluh tahun tak akan ada orang yang mendiaminya.
    29:12 Aku akan membuat Mesir sunyi sepi sehingga di antara negeri-negeri sepi lainnya, Mesirlah yang paling sepi. Selama empat puluh tahun kota-kota di Mesir akan merupakan puing-puing yang jauh lebih parah daripada puing-puing kota mana pun juga. Bangsa Mesir akan Kujadikan pengungsi-pengungsi. Mereka akan tersebar ke segala negeri dan tinggal di tengah-tengah bangsa lain.”
    29:13 TUHAN Yang Mahatinggi berkata, “Hai bangsa Mesir, sehabis empat puluh tahun itu, kamu akan Kubawa kembali dari negeri-negeri di tempat kamu telah tersebar.
    Ezekiel makes another false prophecy: that Egypt would be uninhabited by humans or animals for forty years after being destroyed by Nebuchadrezzar. But there was never a time when Egypt was uninhabited. Humans and animals have lived there continuously since Ezekiel’s prophecy.
    Ke-25
    Yehizkiel
    29:14 Kamu akan Kupulihkan dan Kusuruh tinggal di Mesir bagian selatan, tanah asalmu. Di sana kamu akan membentuk kerajaan yang lemah,
    29:15 yang paling lemah di seluruh dunia. Aku akan membuat kamu sangat lemah sehingga kamu tak akan dapat memerintah bangsa-bangsa lain ataupun menyombongkan diri terhadap mereka.
    Egypt “shall be the basest of the kingdoms; neither shall it exalt itself any more above the nations: for I will diminish them, that they shall no more rule over the nations.” But Egypt remained an important and often powerful nation. During the Tulunid dynasty (868-905 CE), for example, Egypt was the center of a small empire and conquered Syria.
    Ke-26
    Yehizkiel
    34:28 Mereka tidak akan lagi dirampok oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Aku, atau diterkam oleh binatang-binatang buas. Mereka akan hidup dengan sejahtera, dan tak ada seorang pun akan membuat mereka takut lagi.
    34:29 Aku akan menyuburkan ladang-ladang mereka sehingga tak ada masa kelaparan lagi di negeri itu. Mereka tidak akan dihina lagi oleh bangsa-bangsa lain.
    Once again, Ezekiel prophesies God will protect the Israelites from invasion and plunder as a shepherd protects his flock. Again, we know this has not happened.
    Ke-27
    Namun Yesus menjawab permintaan orang Yahudi itu dengan keras dan kasar. Ia berucap, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:39-40).
    Yesus meramalkan akan seperti Yunus tinggal dalam perut bumi tiga hari tiga malam. Tapi ramalan yesus ini ternyata meleset. Yunus HIDUP didalam perut ikan, sedang Yesus MATI dalam perut bumi. Meleset kan? Yunus berada TIGA HARI TIGA MALAM dalam perut ikan, Yesus cuma SATU HARI DAN DUA MALAM. Yesus dikubur jum’at petang, dan Minggu pagi-pagi sekali Yesus sedah tidak ada di kubur.
    Ke-28
    Jonah
    3:4 Yunus memasuki kota itu dan sesudah berjalan sepanjang hari, ia mulai berkhotbah, katanya, “Empat puluh hari lagi, Niniwe akan hancur!”
    Yunus meralkan bahwa dalam empat puluh hari, Niniwe akan hancur. tapi kenyataannya kahn tidak.
    3:10 Allah melihat perbuatan mereka; Ia melihat bahwa mereka telah meninggalkan kelakuan mereka yang jahat. Maka Ia mengubah keputusan-Nya, dan tidak jadi menghukum mereka.
    Ke-29
    Ramalan yesus meleset! (antara Lukas 22:33-34 dengan Markus 14:68)
    Lebih fatal lagi, dalam Bibel diceritakan bahwa ucapan Yesus tentang apa yang akan datang itu tidak terjadi (ramalannya meleset). Dia berkata bahwa AYAM TIDAK AKAN BERKOKOK SEBELUM PETRUS MENYANGKAL YESUS 3 KALI.
    “Jawab Petrus: “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam TIDAK AKAN berkokok, SEBELUM engkau TIGA KALI menyangkal, bahwa engkau mengenal aku.” (Lukas 22:33–34).
    Kenyataannya, Petrus baru menyangkal Yesus satu kali, ayam sudah berkokok.
    “Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: “Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” Lalu ia pergi ke serambi muka dan BERKOKOLAH AYAM.” (Markus 14:68).

    RAMALAN ALKITAB YANG TELAH TERJADI.

    “Jangan kamu menyangka bahwa aku (Yesus) datang untuk membawa damai diatas bumi. Aku datang BUKAN UNTUK MEMBAWA DAMAI,melainkan PEDANG. Sebab aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari mertuanya, dan musuh orang ialah seisi rumahnya”. (MATIUS 10 : 34-36).
    “Kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa DAMAI DIATAS BUMI? BUKAN, kataKu kepadamu, BUKAN DAMAI MELAINKAN PERTENTANGAN”. (LUKAS 12 : 51).
    “Aku datang untuk MELEMPARKAN APIKEBUMI dan betapakah aku harapkan, api itu TELAH MENYALA”. (LUKAS 12 : 49).
    Ramalan Alkitab tersebut telah benar-benar terjadi. Dimana umat kristen telah menjadi umat anti perdamaian, tukang bunuh muslimin di Poso, ambon, Kosovo, Moro dll.
    Dalam penyebaran Agamanya umat kristen juga telah sesuai dengan ramalan Alkitab, yakni dengan cara pemaksaan, bujuk rayu supermi dll.
    “Pergilah kesemua jalan dan lintasan dan PAKSALAH orang-orang yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Luk 14:23)
    “Pergilah jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan anak dan Roh Kudus,” (Mat 28:19)
    “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan DIHUKUM.” (Mrk 16-15)
    Agama itulah yang menyebabkan bencana dimuka bumi dan pertentangan abadi dengan agama-agama lain. Sudah sepantasnyalah agama seperti itu dilarang di seluruh permukaan bumi, agar terjadi perdamaian abadi.

    Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah agar kalian mendapat kejayaan.
    Sumber:http://answering.wordpress.com/2007/08/18/nabi-muhammad-juga-bernubuat/#comment-16434

  147. ilham othmany Says:

    ALI SINA MENGAKU SEORANG PEJUANG NAMUN PENGECUT, LARI DARI TANTANGAN DEBAT

    Ali Sina mengklaim dirinya berhasil menang berdebat dengan tokoh-tokoh Islam, seperti Dr. Zakir Naik misalnya (meskipun perdebatan belum selesai): http://en.wikipedia.org/wiki/Ali_Sina_ex-Muslim

    =======================
    Since issuing his challenge in 2001, Ali Sina has held numerous debates with both Muslim scholars and non-scholars on his website. Prominent scholars among those who debated with Sina include Prof. Abdul Hadi Palazzi, Javed Ahmad Ghamidi[11] and Edip Yuksel[12]. Arguably the most prominent of the scholars with whom Sina exchanged a letter [13] with was the Grand Ayatollah Montazeri, the former deputy of Ayatollah Khomeini who later became a dissident and critic of the Islamic Republic. Ali also posted a letter in his website claiming to be sent to Dr. Zakir Naik[14] inviting him for an open online debate.

    After being challenged by many Muslims to debate with him, several requests sent by Muslims and non Muslims to Zakir Naik’s website were ignored. Ali then wrote to Zakir Naik himself but in reply, the administration of his website wrote back saying that Zakir was busy and did not have time to debate. Ali said that it was clear from his correspondence that Dr. Naik is evading the discussion since he is not responding to the debate request. Zakir later agreed to have a live debate with Sina, stating that on-line debates took too much time and rarely presented a clear winner. Sina, however, refused to do a live debate, stating it is “time consuming, expensive and what can you say in just two hours?”[15].

    Several months prior to the establishment of Faith Freedom International, in January, 2001, Sina had a discussion via email with Reza Cyrus Pahlavi, the son of the late Shah of Iran regarding a potential regime in Iran that could replace the current one. Sina argued it should be a democratic republic, while Pahlavi advocated constitutional monarchy.[16]
    =======================

    namun Ali Sina pernah lari dari tantangan debat…

    situs ExamineTheTruth VS situs FaithFreedom,

    Ali Sina sang pendiri FFI telah melarikan diri dari tantangan debat terbuka (ditantang oleh http://www.examinethetruth.com/)…

    para netter kafir FFI beralasan bahwa Ali Sina harus memperhatikan keselamatannya, itulah alasannya kenapa dia tidak menerima tantangan debat publik ini….

    Ali Sina tau betul klo debat dilaksanakan di gedung official http://www.paltalk.com ini akan berjalan 100 % dan dilihat oleh siapapun… di Paltalk memungkinkan kita mengundang ribuan orang untuk melihat debat ini dari seluruh penjuru dunia….

    bagaimanapun, Ali Sina sang pengecut ini tau betul kalo dia akan di expose habis-habisan (kejelekannya) jika menerima tantangan debat ini…

    ——————————-
    “We are ready to set up this debate at anytime, please contact me at: Nadir@ExamineTheTruth.com
    ——————————-

    sayang sekali, seharusnya yang namanya “pejuang kebenaran” HARUS BERANI MENANGGUNG RESIKO….. mana ada pejuang pengecut, semua pejuang pasti pemberani….

    bedakan arti “waspada” dengan “takut”…. hahaha…

    Kesian sama semua murtaddun kafirun.Di kadalin tokoh yang gak jelas identitasnya.Yah!apa boleh buat.Dasar pengikut setan memang bancut-bancut semua.

    1. ilham othmany Says:

      Duladi salah satu cecunguk dari indonesia.faithfreedom ini memang sangat konyol dan goblok dalam menganalisa sesuatu. Bagaimana tidak, cecunguk satu ini menganalisa menggunakan dengkulnya bukan menggunakan otaknya. Mari kita lihat situs goblok cecunguk duladi ini http://mengenal-islam.t35.com/

      Alasan kenapa Islam bertahan selama ini persisnya karena strategi fallacy (buah pikiran yg keliru). Para muslim akan mengeluarkan ancaman-ancaman mereka untuk mengintimidasi para pengritik mereka dan membungkam mereka lalu mengumumkan kemenangan. Ini sebabnya diskusi sungguhan antara akademisi muslim dan para pengritik Islam tidak pernah terjadi. Alasannya adalah para muslim tidak tahan terhadap kritik akan nabi mereka. Kenapa? Apa karena mereka tidak bisa menjawabnya? Segera setelah mereka sadar akan posisi mereka yang tersudut dan dalam bahaya mereka mencari alasan-alasan untuk kabur. (sumber : http://mengenal-islam.t35.com )

      Kepada bung duladi yang terhormat, apakah mata anda buta akan fakta bahwa babe anda si Ali Sina kabur dan tidak berani melayani tantangan debat di palktalk? Apa alasan begundal Sina itu takut? Semua orang tahu bahwa debat dapat dilakukan 100% anonim, artinya tidak akan ada yang mengetahui jati diri si ali sina itu babi atau anjing. Alasan apa lagi yang akan digunakan? Keselamatan? Jelas dia pasti selamat karena debat 100% anonim.

      Di sini sangat jelas bahwa Ali Sina sang begundal itu takut akan kebenaran, Goblok dan tidak mempunyai argument yang kuat atas tuduhannya terhadap Islam.

      Itu hanya segelintir contoh pengecut kafir yang mencoba menyerang Islam. Selain Ali Sina masih banyak bahkan ada ribuan pengecut seperti Ali Sina goblok itu yang menyerang Islam dan ketika ditantang untuk pembuktian menjadi ketakutan dan lari terkencing-kencing. Termasuk anda dul.

      itu sebabnya kenapa diskusi yang anda bilang akademisi itu tak pernah terjadi. Karena pengecut seperti Ali Sina dan Anda akan menghindar bila ditantang debat sungguhan.

      Apa definisi dari kepercayaan? Kepercayaan artinya menerima sebuah dalil tanpa bukti. Sekali anda punya bukti, maka bukan lagi sebuah kepercayaan tapi sebuah fakta. Seorang anak bisa saja percaya jika dia memakan biji semangka, maka tanaman semangka akan tumbuh di perutnya. Kepercayaan ini tidak harus dihargai. Tentu saja, anda akan tersenyum dan mungkin mendengarkan keseluruhan ceritanya dg penuh perhatian. Anda tidak mengejeknya atau membuat dia sedih. Lagipula dia cuma anak-anak. Anda cinta anak ini tapi adalah menggelikan jika kita katakan kita harus hargai kepercayaannya yang lucu itu juga. Jika dia bertumbuh besar dan dapat mengerti lebih baik, anda jelaskan padanya bahwa semangka tidak dapat tumbuh di dalam perut. (sumber : http://mengenal-islam.t35.com )
      Kalimat yang berwarna merah itu merupakan bukti kegoblokanmu. Pepatah yang tepat buat anda adalah seperti katak dalam tempurung. Saya sarankan anda untuk sesekali keluar biar otak anda tidak sedungu sekarang ini.

      Jika sebuah agama mengajarkan: bunuh kafir di mana pun kau temukan; mereka najis, jangan berteman dengan mereka, tuhan membenci mereka dan mereka adalah bahan api neraka, agama seperti ini berbahaya. (sumber : http://mengenal-islam.t35.com )
      Apa bukti dan dalilmu tentang hal ini? Cantumkan biar terlihat kebohonganmu duladi!!!!

      Al-Qur’an jelas-jelas melarang memerangi orang kafir apalagi yang bersikap damai terhadap Islam :

      “Tetapi jika mereka membiarkan kamu dan tidak memerangimu serta mengemukakan perdamaian kepadamu, maka Allah tidak memberi jalan kepadamu (untuk memerangi) mereka”. (Noble Verse 4:90)

      “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Noble Verse 8:61)

      “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memafkaan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena dia membalas suatu kaum apa yang telah mereka kerjakan”. (Noble Verse 45:14)

      “Barang siapa membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa memelihara seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya”. (Noble Verse 5:32)

      “Bagaimana bisa ada perjanjian aman dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) didekat Masjidil Haram? Maka selama mereka berlaku lurus kepadamu, hendaknya kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (Noble Verse 9:7)

      “Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. [Noble Qur'an 9:6]

      Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. [Noble Qur’an 6:108]

      Perintah perang hanya berlaku untuk mereka yang mengikrarkan perang :

      190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

      191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

      192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (haram bagi kami untuk memeranginya)

      193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. [Noble Qur’an 190-193].

      Sungguh indah hukum diatas. Jika mereka memerangi kita maka perangi mereka tapi jangan melampaui batas. Jika mereka berhenti memerangi kita maka tidak ada peperangan lagi. Solusi yang sama-sama enak dikedua belah pihak. Jika mereka, kaum kafir, mengemukakan perdamaian maka wajib umat Islam untuk menerimanya, meskipun dalam hati kaum kafir hanya untuk menipu kaum muslim.

      61. Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

      62. Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min,

      63. dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman) . Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.

      64. Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mu’min yang mengikutimu.

      65. Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. [Noble Qur’an 8 : 61-65]

      SAYA TAHU PERSIS ANDA HANYA MENGAMBIL BAGIAN INI SEBAGAI PEMBENARAN ATAS TINDAKAN ANDA.
      SEBAGAI SEORANG YANG MENGAKU SCHOLAR SEHARUSNYA ANDA MENGADAKAN TINJAUAN SECARA BERIMBANG TERHADAP SUATU KASUS. ANDA HANYALAH SEORANG PECUNDANG YANG TIDAK MENGERTI APAPUN, DULADI.

      Bukankah para muslim membakar gereja-gereja dan sinagoga-sinagoga? Bukankah mereka menghina dewa-dewa Hindu? Bukankah mereka merusak patung-patung Buddha di Bamian? Mungkin anda akan berkata bahwa para muslim itu tidak tahu, tapi bagaimana mengenai Muhammad? Bukankah dia (Muhammad) menghina kepercayaan trinitas dari Kristen, yang sebenarnya tidak dimengerti oleh dia sendiri? Bukankah dia menghina dan akhirnya menghancurkan patung-patung kaum Quraish?

      Yang dipelajari Muslim tentang Islam di mesjid2 dan forum2 Islam hanyalah kebaikan2 Muhammad saja. Tidak pernah dibahas bagaimana Muhammad memancungi kafir, memperkosa kafir, menjarah kafir demi makanan, uang, tanah, wanita2. Mana pernah kalian dengar tentang hal itu di mesjid? Justru mesjid2 di tetangga pada sibuk jerit2 menghina kafir tanpa malu2 pakai megaphone segala. Teman-teman Muslim saya tidak pernah tahu bahwa Muhammad mengawini anak perempuan kecil usia 6 tahun. Mereka tidak tahu kalau Muhammad cekcok sama Hafsa gara2 Muhammad meniduri babunya Hafsah (Mariyah) di ranjang Hafsa. Mereka tidak tahu kalau Muhammad memancung 900 Yahudi usia 13 tahun ke atas yang sudah tidak berdaya lagi selama sehari semalam. Mereka tidak tahu kalau tentara Muslim suka memperkosa tawanan wanita kafir di hari yang sama sanak keluarga wanita2 kafir itu dibunuh. Yang jelek2 sih disembunyikan terus oleh para ustad dan imam. Yang bagus2 saja yang terus dikeluarin dan ditunjukan pada Muslim.(sumber : http://mengenal-islam.t35.com )
      APA DASARMU, DUL???? JANGAN MEMBUAL!!!! SERTAKAN SEBUAH BUKTI!!! PLUS SUMBER DARI BUKTI TERSEBUT…

      ANDA TIDAK JAUH BEDA DENGAN ALI SINA YANG MENUDUH MUSLIM MEMBAKAR PERPUSTAKAAN ALEXANDRIA.. DASAR PEMBOHONG & PEMBUAL!!!

      Diposkan oleh thetruth di 06:41 0 komentar

      Ali Sina Si Dungu
      Setelah mempelajari dengan seksama Quran dan Hadis, saya simpulkan bahwa banyak yang disembunyikan oleh para pakar Islam, sehingga banyak orang di dunia termasuk orang Muslim sendiri tidak mengetahui apa sebenarnya isi Quran. (sumber : http://indonesia.faithfreedom.org/forum/baca-ini-dulu-pendahuluan-dari-ali-sina-t24/)

      Ali Sina orang goblok ini pecicilan mempelajari Al-Qur’an lalu dicocokkan dengan nalarnya sendiri tanpa mengadakan penelitian historis, dan lebih parahnya lagi pecundang yang satu ini menanggapi secara setengah2. Tidak mencari dasar sebab akibat di turunkannya sebuah ayat. Pengecut ini sebenarnya juga tidak mengerti apa2 tentang tafsir, bahkan penguasaan tata bahasa arabnya pun nol besar. Dimana ada kata andalana? Dalam kamus bahasa arab manapun tidak ditemukan kata yang diucapkan oleh ali sina tersebut.

      Dalam debatnya dengan Nadir Ahmed http://www.examinethetruth.com/ahmed_sina.htm, Ali Sina sebenarnya sudah kalah telak, akan tetapi layaknya seorang pecundang pengecut ini selalu bisa mencari alasan walaupun tidak rasional….
      http://thetruth-chalengeiff.blogspot.com/
      Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat pedih jika mati tidak sempat tobat.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan karena Allah telah menentukan kejayaan manusia hanyalah di dalam agama Islam.

  148. ilham othmany Says:

    Debat poligami para nabi dan muslim mematahkan hujjah nasrani tentang Tuhan menghukum Daud dan Sulaiman karena beristri banyak.Sila ikuti di sini:http://islamthis.wordpress.com/2011/03/29/tuhan-alkitab-menghukum-poligami/#comments

  149. ilham othmany Says:

    Sifat-Sifat Nabi Muhammad SAW
    Fizikal Nabi
    Telah dikeluarkan oleh Ya’kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya, maka dia berkata: Adalah Rasulullah SAW itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya tumbuh bulu-bulu yang halus, tengkuknya memanjang, berbentuk sederhana, berbadan besar lagi tegap, rata antara perutnya dan dadanya, luas dadanya, lebar antara kedua bahunya, tulang belakangnya besar, kulitnya bersih, antara dadanya dan pusatnya dipenuhi oleh bulu-bulu yang halus, pada kedua teteknya dan perutnya bersih dari bulu, sedang pada kedua lengannya dan bahunya dan di atas dadanya berbulu pula, lengannya panjang, telapak tangannya lebar, halus tulangnya, jari telapak kedua tangan dan kakinya tebal berisi daging, panjang ujung jarinya, rongga telapak kakinya tidak menyentuh tanah apabila baginda berjalan, dan telapak kakinya lembut serta licin tidak ada lipatan, tinggi seolah-olah air sedang memancar daripadanya, bila diangkat kakinya diangkatnya dengan lembut (tidak seperti jalannya orang menyombongkan diri), melangkah satu-satu dan perlahan-lahan, langkahnya panjang-panjang seperti orang yang melangkah atas jurang, bila menoleh dengan semua badannya, pandangannya sering ke bumi, kelihatan baginda lebih banyak melihat ke arah bumi daripada melihat ke atas langit, jarang baginda memerhatikan sesuatu dengan terlalu lama, selalu berjalan beriringan dengan sahabat-sahabatnya, selalu memulakan salam kepada siapa yang ditemuinya.

    Kebiasaan Nabi
    Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya.

    Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin.

    Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar baginda dan masuk baginda, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW itu.

    Rumah Nabi
    Berkata Al-Hasan ra. lagi: Aku juga pernah menanyakan ayahku tentang masuknya Rasulullah SAW lalu dia menjawab: Masuknya ke dalam rumahnya bila sudah diizinkan khusus baginya, dan apabila baginda berada di dalam rumahnya dibagikan masanya tiga bagian. Satu bagian khusus untuk Allah ta’ala, satu bagian untuk isteri-isterinya, dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Kemudian dijadikan bagian untuk dirinya itu terpenuh dengan urusan di antaranya dengan manusia, dihabiskan waktunya itu untuk melayani semua orang yang awam maupun yang khusus, tiada seorang pun dibedakan dari yang lain.
    Di antara tabiatnya ketika melayani ummat, baginda selalu memberikan perhatiannya kepada orang-orang yang terutama untuk dididiknya, dilayani mereka menurut kelebihan diri masing-masing dalam agama. Ada yang keperluannya satu ada yang dua, dan ada yang lebih dari itu, maka baginda akan duduk dengan mereka dan melayani semua urusan mereka yang berkaitan dengan diri mereka sendiri dan kepentingan ummat secara umum, coba menunjuki mereka apa yang perlu dan memberitahu mereka apa yang patut dilakukan untuk kepentingan semua orang dengan mengingatkan pula: “Hendaklah siapa yang hadir menyampaikan kepada siapa yang tidak hadir. Jangan lupa menyampaikan kepadaku keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya sendiri, sebab sesiapa yang menyampaikan keperluan orang yang tidak dapat menyampaikan keperluannya sendiri kepada seorang penguasa, niscaya Allah SWT akan menetapkan kedua tumitnya di hari kiamat”, tiada disebutkan di situ hanya hal-hal yang seumpama itu saja.
    Baginda tidak menerima dari bicara yang lain kecuali sesuatu untuk maslahat ummatnya. Mereka datang kepadanya sebagai orang-orang yang berziarah, namun mereka tiada meninggalkan tempat melainkan dengan berisi. Dalam riwayat lain mereka tiada berpisah melainkan sesudah mengumpul banyak faedah, dan mereka keluar dari majelisnya sebagai orang yang ahli dalam hal-ihwal agamanya.

    Luaran Nabi
    Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Kemudian saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Baginda selalu beramah-tamah kepada mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Baginda senantiasa memuliakan ketua setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak. Kadang-kadang baginda mengingatkan orang ramai, tetapi baginda senantiasa menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang manis dan akhlaknya yang mulia. Baginda selalu menanyakan sahabat-sahabatnya bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk dicela dan dicegahkan.
    Baginda senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara, tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya, yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun.

    Majlis Nabi
    Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu bertanya pula tentang majelis Nabi SAW dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahwa Rasulullah SAW tidak duduk dalam sesuatu majelis, atau bangun daripadanya, melainkan baginda berzikir kepada Allah SWT baginda tidak pernah memilih tempat yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang tertentu. Apabila baginda sampai kepada sesuatu tempat, di situlah baginda duduk sehingga selesai majelis itu dan baginda menyuruh membuat seperti itu. Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majelisnya itu merasa tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya. Bila ada orang yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu masliahat, baginda terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan kembali.
    Baginda tidak pemah menghampakan orang yang meminta daripadanya sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budipekertinya sangat baik, dan perilakunya sungguh bijak. Baginda dianggap semua orang seperti ayah, dan mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran, tidak berat sebelah. Majelisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah, tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu didahulukan.

    Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW pada orang-orang yang selalu duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW selalu periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor, tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang berikut. Baginda tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Baginda tidak suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala.
    Apabila baginda berbicara, semua orang yang berada dalam majelisnya memperhatikannya dengan tekun seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila baginda berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula, semua mereka berdiam seribu basa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya. Baginda tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan baginda merasa takjub bila mereka merasa takjub. Baginda selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa jengkel dan kurang senang, tetapi baginda tetap menyabarkan mereka dengan berkata: “Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu menolongnya dan jangan menghardiknya!”. Baginda juga tidak mengharapkan pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mau memujinya pun, baginda tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Baginda tidak pernah memotong bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah baginda berbicara, atau baginda menjauh dari tempat itu.

    Diamnya Nabi
    Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Saya pun menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam Rasulullah SAW bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, yaitu: Kerana adab sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia, dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya sifat-sifat kesantunan dan kesabaran. Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang lain. Baginda meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia ataupun buat akhirat.

    (Nukilan Thabarani – Majma’uz-Zawa’id 8:275)
    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan disurga yang abadi.Jika tidak,neraka menunggu!

  150. ilham othmany Says:

    Keadaan Lapar Rasulullah SAW
    Muslim dan Tarmidzi telah meriwayatkan dari An-Nu’man bin Basyir ra. dia berkata: Bukankah kamu sekarang mewah dari makan dan minum, apa saja yang kamu mau kamu mendapatkannya? Aku pernah melihat Nabi kamu Muhammad SAW hanya mendapat korma yang buruk saja untuk mengisi perutnya!

    Dalam riwayat Muslim pula dari An-Nu’man bin Basyir ra. katanya, bahwa pada suatu ketika Umar ra. menyebut apa yang dinikmati manusia sekarang dari dunia! Maka dia berkata, aku pernah melihat Rasulullah SAW seharian menanggung lapar, karena tidak ada makanan, kemudian tidak ada yang didapatinya pula selain dari korma yang buruk saja untuk mengisi perutnya.

    Suatu riwayat yang diberitakan oleh Abu Nu’aim, Khatib, Ibnu Asakir dan Ibnun-Najjar dari Abu Hurairah ra. dia berkata: Aku pernah datang kepada Rasulullah SAW ketika dia sedang bersembahyang duduk, maka aku pun bertanya kepadanya: Ya Rasulullah! Mengapa aku melihatmu bersembahyang duduk, apakah engkau sakit? jawab beliau: Aku lapar, wahai Abu Hurairah! Mendengar jawaban beliau itu, aku terus menangis sedih melihatkan keadaan beliau itu. Beliau merasa kasihan melihat aku menangis, lalu berkata: Wahai Abu Hurairah! jangan menangis, karena beratnya penghisaban nanti di hari kiamat tidak akan menimpa orang yang hidupnya lapar di dunia jika dia menjaga dirinya di kehidupan dunia. (Kanzul Ummal 4:41)

    Ahmad meriwayatkan dari Aisyah ra. dia berkata: Sekali peristiwa keluarga Abu Bakar ra. (yakni ayahnya) mengirim (sop) kaki kambing kepada kami malam hari, lalu aku tidak makan, tetapi Nabi SAW memakannya – ataupun katanya, beliau yang tidak makan, tetapi Aisyah makan, lalu Aisyah ra. berkata kepada orang yang berbicara dengannya: Ini karena tidak punya lampu. Dalam riwayat Thabarani dengan tambahan ini: Lalu orang bertanya: Hai Ummul Mukminin! Apakah ketika itu ada lampu? Jawab Aisyah: Jika kami ada minyak ketika itu, tentu kami utamakan untuk dimakan.
    (At-Targhib Wat-Tarhib 5:155; Kanzul Ummal 5:155)

    Abu Ya’la memberitakan pula dari Abu Hurairah ra. katanya: Ada kalanya sampai berbulan-bulan berlalu, namun di rumah-rumah Rasulullah SAW tidak ada satu hari pun yang berlampu, dan dapurnya pun tidak berasap. Jika ada minyak dipakainya untuk dijadikan makanan. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:154; Majma’uz Zawatid 10:325)

    Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula dari Urwah dari Aisyah ra. dia berkata: Demi Allah, hai anak saudaraku (Urwah anak Asma, saudara perempuan Aisyah), kami senantiasa memandang kepada anak bulan, bulan demi bulan, padahal di rumah-rumah Rasulullah SAW tidak pernah berasap. Berkata Urwah: Wahai bibiku, jadi apalah makanan kamu? Jawab Aisyah: Korma dan air sajalah, melainkan jika ada tetangga-tetangga Rasulullah SAW dari kaum Anshar yang membawakan buat kami makanan. Dan memanglah kadang-kadang mereka membawakan kami susu, maka kami minum susu itu sebagai makanan. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:155)

    Ibnu Jarir meriwayatkan dari Aisyah ra. katanya: sering kali kita duduk sampai empat puluh hari, sedang di rumah kami tidak pernah punya lampu atau dapur kami berasap. Maka orang yang mendengar bertanya: Jadi apa makanan kamu untuk hidup? Jawab Aisyah: Korma dan air saja, itu pun jika dapat. (Kanzul Ummal 4:38)

    Tarmidzi memberitakan dari Masruq, katanya: Aku pernah datang menziarahi Aisyah ra. lalu dia minta dibawakan untukku makanan, kemudian dia mengeluh: Aku mengenangkan masa lamaku dahulu. Aku tidak pernah kenyang dan bila aku ingin menangis, aku menangis sepuas-puasnya! Tanya Masruq: Mengapa begitu, wahai Ummul Mukminin?! Aisyah menjawab: Aku teringat keadaan di mana Rasulullah SAW telah meninggalkan dunia ini! Demi Allah, tidak pernah beliau kenyang dari roti, atau daging dua kali sehari. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:148)

    Dalam riwayat Ibnu Jarir lagi tersebut: Tidak pernah Rasulullah SAW kenyang dari roti gandum tiga hari berturut-turut sejak beliau datang di Madinah sehingga beliau meninggal dunia. Di lain lain versi: Tidak pernah kenyang keluarga Rasulullah SAW dari roti syair dua hari berturut-turut sehingga beliau wafat. Dalam versi lain lagi: Rasulullah SAW telah meninggal dunia, dan beliau tidak pernah kenyang dari korma dan air.
    (Kanzul Ummal 4:38)

    Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Baihaqi telah berkata Aisyah ra.: Rasulullah SAW tidak pernah kenyang tiga hari berturut-turut, dan sebenarnya jika kita mau kita bisa kenyang, akan tetapi beliau selalu mengutamakan orang lain yang lapar dari dirinya sendiri. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:149)

    Ibnu Abid-Dunia memberitakan dari Al-Hasan ra. secara mursal, katanya: Rasulullah SAW selalu membantu orang dengan tangannya sendiri, beliau menampal bajunya pun dengan tangannya sendiri, dan tidak pernah makan siang dan malam secara teratur selama tiga hari berturut-turut, sehingga beliau kembali ke rahmatullah. Bukhari meriwayatkan dari Anas ra. katanya: Tidak pernah Rasulullah SAW makan di atas piring, tidak pernah memakan roti yang halus hingga beliau meninggal dunia. Dalam riwayat lain: Tidak pernah melihat daging yang sedang dipanggang (maksudnya tidak pernah puas makan daging panggang). (At-Targhib Wat-Tarhib 5:153)

    Tarmidzi memberitakan dari Ibnu Abbas ra. katanya: Rasulullah SAW sering tidur malam demi malam sedang keluarganya berbalik-balik di atas tempat tidur karena kelaparan, karena tidak makan malam. Dan makanan mereka biasanya dari roti syair yang kasar. Bukhari pula meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. katanya: Pernah Rasulullah SAW mendatangi suatu kaum yang sedang makan daging bakar, mereka mengajak beliau makan sama, tetapi beliau menolak dan tidak makan. Dan Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah SAW meninggal dunia, dan beliau belum pernah kenyang dari roti syair yang kasar keras itu. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:148 dan 151)

    Pernah Fathimah binti Rasulullah SAW datang kepada Nabi SAW membawa sepotong roti syair yang kasar untuk dimakannya. Maka ujar beliau kepada Fathimah ra: Inilah makanan pertama yang dimakan ayahmu sejak tiga hari yang lalu! Dalam periwayatan Thabarani ada tambahan ini, yaitu: Maka Rasulullah SAW pun bertanya kepada Fathimah: Apa itu yang engkau bawa, wahai Fathimah?! Fathimah menjawab: Aku membakar roti tadi, dan rasanya tidak termakan roti itu, sehingga aku bawakan untukmu satu potong darinya agar engkau memakannya dulu! (Majma’uz Zawa’id 10:312)

    Ibnu Majah dan Baihaqi meriwayatkan pula dari Abu Hurairah ra. katanya: Sekali peristiwa ada orang yang membawa makanan panas kepada Rasulullah SAW maka beliau pun memakannya. Selesai makan, beliau mengucapkan: Alhamdulillah! Inilah makanan panas yang pertama memasuki perutku sejak beberapa hari yang lalu. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:149)

    Bukhari meriwayatkan dari Sahel bin Sa’ad ra. dia berkata: Tidak pernah Rasulullah SAW melihat roti yang halus dari sejak beliau dibangkitkan menjadi Utusan Allah hingga beliau meninggal dunia. Ada orang bertanya: Apakah tidak ada pada zaman Nabi SAW ayak yang dapat mengayak tepung? Jawabnya: Rasulullah SAW tidak pernah melihat ayak tepung dari sejak beliau diutus menjadi Rasul sehingga beliau wafat. Tanya orang itu lagi: Jadi, bagaimana kamu memakan roti syair yang tidak diayak terlebih dahulu? Jawabnya: Mula-mula kami menumbuk gandum itu, kemudian kami meniupnya sehingga keluar kulit-kulitnya, dan yang mana tinggal itulah yang kami campurkan dengan air, lalu kami mengulinya. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:153)

    Tarmidzi memberitakan daiipada Abu Talhah ra. katanya: Sekali peristiwa kami datang mengadukan kelaparan kepada Rasulullah SAW lalu kami mengangkat kain kami, di mana padanya terikat batu demi batu pada perut kami. Maka Rasulullah SAW pun mengangkat kainnya, lalu kami lihat pada perutnya terikat dua batu demi dua batu. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:156)

    Ibnu Abid Dunia memberitakan dari Ibnu Bujair ra. dan dia ini dari para sahabat Nabi SAW Ibnu Bujair berkata: Pernah Nabi SAW merasa terlalu lapar pada suatu hari, lalu beliau mengambil batu dan diikatkannya pada perutnya. Kemudian beliau bersabda: Betapa banyak orang yang memilih makanan yang halus-halus di dunia ini kelak dia akan menjadi lapar dan telanjang di hari kiamat! Dan betapa banyak lagi orang yang memuliakan dirinya di sini, kelak dia akan dihinakan di akhirat. Dan betapa banyak orang yang menghinakan dirinya di sini, kelak dia akan dimuliakan di akhirat.’

    Bukhari dan Ibnu Abid Dunia meriwayatkan dari Aisyah ra. dia berkata: Bala yang pertama-tama sekali berlaku kepada ummat ini sesudah kepergian Nabi SAW ialah kekenyangan perut! Sebab apabila sesuatu kaum kenyang perutnya, gemuk badannya, lalu akan lemahlah hatinya dan akan merajalelalah syahwatnya!
    (At-Targhib Wat-Tarhib 3:420).

    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.Jika tidak,neraka menunggu!

  151. Adeng Hudaya Says:

    Ajaran Muhammad bagaimana memperlakukan musuh adalah sbb:

    •Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir (Sura 48:29).
    •Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu (Sura 9:123, 66:9).
    •Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian (Sura 9:29).
    •Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka (Sura 47:4).
    •Jika seseorang berhenti percaya kepada Allah, bunuhlah dia (al-Bukhari 9:84-57).
    •Orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu) (Sura 5:51, 60,13).
    •Janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir (Sura 28:86).
    •Bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah) (Sura 2:191).
    •Tak seorang Muslim pun yang boleh dibunuh karena membunuh seorang kafir (al-Bukhari 1:3; 111).
    •Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). (Sura 5:33).

      1. Adeng Hudaya Says:

        Bahkan anjing dan babi pun mereka benci…

        http://indonesian.alisina.org/?page_id=2

  152. ilham othmany Says:

    Karguzari (laporan) ini disampaikan dalam bayan maghrib di Masjid Kebon Jeruk, Jakarta oleh jemaah Palestin yang khuruj di sana pada 13hb Mei 2010. Saudara Galih Urban mengkhabarkan karguzari ini di status FB & gambar pula dirakam oleh saudara Lukman Hakim semasa jemaah sedang bayan masturat di tempat mereka (Jakarta).

    Pembayan menceritakan bagaimana sekeluarga Hindu telah memeluk agama Islam. Satu rombongan jemaah Arab telah khuruj buat pertama kalinya di India. Oleh hal yang demikian, jemaah ini tidak tahu dimana masjid yang menjadi pusat/hub usaha dakwah dan tabligh di tempat itu.

    Di depan masjid itu, ada seorang Hindu yang boleh dikatakan setiap harinya akan berada di situ. Jemaah ini telah bertanyakan berkenaan arah dan tempat masjid yang hendak mereka tujui kepada orang Hindu ini. Maka dia pun menunjukkan arah & tempat masjid tersebut kepada jemaah.

    Beberapa hari kemudian, berlakulah ketetapan daripada Allah SWT, orang Hindu ini telah meninggal dunia. Sepertimana yang kita ketahui, adat resam bagi upacara kematian orang Hindu ialah membakar jasad mayat. Namun satu keanehan telah berlaku kepada jasad orang Hindu ini. Keseluruhan tubuhnya telah hancur terbakar kecuali tangannya yang digunakan untuk menunjuk arah kepada jemaah itu, tidak sekali-kali terbakar. Walau pun dicuba beberapa kali membakarnya, tangannya tetap juga tidak boleh terbakar. Masih tetap dalam keadaan utuh.

    Akhirnya, berita perkhabaran mayat Hindu ini telah sampai ke Masjid Banglawali, Nizamuddin, masjid utama dakwah dan tabligh seluruh dunia. Kejadian ini juga telah dimesyuarahkan oleh para masyaikh/ alim ulama. Setelah beberapa lama, keluarga si mati mendengar dan menghadapi kematian saudaranyanya, akhirnya sekeluarga Hindu ini telah memeluk agama Islam dengan kehendak Allah SWT.

    Diantara isi bayan jemaah ini juga adalah dia mengatakan bahawa segala permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam hanya boleh diselesaikan dengan perantaraan dakwah menyeru manusia kembali kepada Allah SWT.

    Sebelum berangkat ke Jakarta, jemaah Palestine ini juga telah khuruj 10 hari di Terengganu. Saudara Mohd Faris yang nusrah jemaah ini sempat merakam gambar dan bayan jemaah. Bayan diterjemah oleh Ustaz Yusri Kedah.

    Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan yang abadi.Jika tidak,neraka menunggu!

  153. alexvegaz Says:

    bom lagiiii……bom lagiiiii….sekarang di cirebon…….capeee deeeeeh……siapakah pelakunya????????ajaran siapa ya????

  154. habibie Says:

    bukan ajaran sapa2,,pelakunya yaitu orang sesat yang ga punya hati dan logika,,

    1. alexvegaz Says:

      tapi pelaku seorang aktivis islam di cirebon loh……seorang fanatik islam …bukan tuduhan bukan fitnah si pelaku adalah seorang islam fanatik!….yang mengikuti suatu aliran yang mengacu pada ajaran muhamad…..ini fakta!!!!!dia mengaku ke bapak kandungnya kalo dia dalah laskar auloh….sekali lagi ini fakta bukan fitnah!!!!!

  155. ilham othmany Says:

    1. alexvegaz Says:

      tapi pelaku seorang aktivis islam di cirebon loh……seorang fanatik islam …bukan tuduhan bukan fitnah si pelaku adalah seorang islam fanatik!….yang mengikuti suatu aliran yang mengacu pada ajaran muhamad…..ini fakta!!!!!dia mengaku ke bapak kandungnya kalo dia dalah laskar auloh….sekali lagi ini fakta bukan fitnah!!!!!

    2. alexvegaz Says:

      ilham….ilhammm….koplaaaak……koplaaaak……bisanya cuma copy paste….copy paste….lagi lagi copy paste…copy paste…..jangan kayak orang tolol negitu dong sekali kali koment pake otak sendiri….hahahahha dasar malon koplaaaak!!!!!!!!!

  156. ilham othmany Says:

    1. alexvegaz Says:

      nabi kok sibuk kawin lagi…sibuk mikirin nafsu sex……sibuk mikir kawin…kawin dan kawin…..bikin ayat untuk memperkuat dalil untuk bisa kawin lagi!!!!!!!mo jadi apa dunia ini????????

      –be smart cuuyy–

      1. ilham othmany Says:

        Kawin itu halal dan digalakkan.Dengan berkawin kita dapat keturunan.Dengan berkawin kita terhindar dari kemesuman.Dengan berkawin kita berbakti kepada masyarakat karena mengambil tanggungjawab memelihara wanita dalam masyarakat kita.Dengan berkawin kita menghindarkan penyakit sosial dan penyakit-penyakit lain.Berkawin itu sunnah para nabi.Yang namanya nabi mesti kawin baru bisa dijadikan contoh umat.Lagi ramai lagi bagus.yesus tidak berkawin jadi umatnya bingung.barangkali umatnya ada yg mensyakki dia itu impoten.bisa jadi dia akan dicuekkin aja bila memberi nasihat kepada orang lain.”Ahh!! lho ndiri nggak kawin.Kawin dulu baru tau.Mungkin lho sendiri lebih teruk dari gwe”.

      2. Christ Follower Says:

        masuklah ke kristen, test tuhan kami, dan dipastikan itulah penyebab banyak muslim pindah ke kristen. test lah setiap ayat yang ada di Alkitab . Yesus ke dunia bukan untuk kawin, namun untuk menyelamatkan yang percaya kepadanya. Itulah sebabnya.

      3. ilham othmany Says:

        Anda mau ngetest Tuhan?Kita manusia tidak layak ngetest Tuhan bro.Hanya Tuhan yang layak ngetes manusia.Jangan-jangan ketika kita ngetest Tuhan malah Tuhan hantar iblis yang menyamar Tuhan utk mengetest kita.Perkataan mengetest Tuhan itu aja udah menunjukkan kita tidak percaya kepada Tuhan.Karena kalau percaya buat apa di test test?Kebenaran adalah simpel tapi nafsu yang menjadikannya SULIT.Semisal TUHAN ITU MAHA ESA tapi nafsu menjadikannya MAHA TIGA DALAM SATU.Yang pertama itu adalah ajaran para nabi dan yang kedua itu dikesan dalam kepercayaan pagan.Jadi jelaskan yang mana asli yang mana distorsi

  157. ilham othmany Says:

  158. Mr.Nunusaku Says:

    Saat kematian Muhammd didada Aisyah Muhammad tidak menyebut Shahadat, berarti Muhammad buakn nabi islam, tetapi nabi setan untuk membawakan agama ciptaan setan. Oleh sebab itu Muhammad mati terkutuk dan telah masuk dalam siksaan kuburan. Oleh sebab itu islam sedunia sedang melakukan ‘DOA SYALAWAT NABI MUHAMMAD, agar Allah SWT nya islam menyediahkan tempat terindah disisi Allah disurga, seperti Yesus berada disisi Allah disurga.

    Jika memang Muhammad itu rasullullah pesuruh dari Allah SWT, kok Allah swt membiarkan Muhammad tertanam dalam siksaan kuburan…?
    Ternyata memang Muhammad itu Rasulullah dari malaikat Jibriel setan yang menyamar jadi malaikat….dengan paksaan….lihat peristiwa paksaan setan pada Muhammad; Baca ini ini dari Allahmu…jawab Muhammad bagaiman dapat membacanya…aku tidak bisa membacanya…..tanpa geramlah sisetan Jibril. lalu Muhammad dijekek lehernya lalu Muhammad lari ketakutan dan masuk dalam paha putih istrinya Khadijah……istrinya pun terkejut…apaiiim kok disiang bolong masuk dalam pahaku…..apakah ingin menjilat vaginaku….?

    Muhammad kesurupan karena peristiwa pertemuan dengan Jibriel di Goa hira,
    ini sejarah kenabian bangsa Arab…agar dapat menjadi nabi terakhir….dengan
    kematiannya Muhammad dan sudah nyata dia adalah nabi ciptaan setan untuk membawah agama ciptaan setan yanti disebut agama islam
    paha putih mulus istrinya Khadijah.

  159. miki Says:

    Yah beginilah kaum kafirun mereka hanya berani berdebat lewat dunia maya yang tidak kelihatan wujudnya..tidak berani secara NYATA itu menandakan yaa u know lah…

    ANDAI saja ada sebuah organisasi kristen mau mengundang kita kaum muslimin untuk berdialog/berdiskusi mencari KEBENARAN bukan PEMBENARAN..contoh di amerika, eropa mereka berani mengundang AHMAD DEEDAT kemudian Dr. Zakir naik untuk mendengarkan KEBENARAN bukan Pembenaran..krn stlh hsl berdialog itu terlepas BENAR / TIDAK dari pokok mslh yg di perdebatkan bukan memaksa suatu kaum untuk ikut kaum lainnya..tapi hsl dialog itu MEMAKSA suatu kaum untuk BERFIKIR dengan AKAL nya juga menggunakan HATI nya…so semua TERSERAH anda..kalau kita berbicara HATI berarti kita berbicara HIDAYAH..Hidayah hanya milik ALLAH SWT (bukan YEHOVA/YAHWEH/CAKWEH dll)..

    SELANTANG apapun kau menyuarakan KEBENARAN, SEJELAS apapun kau menerangkan KEBENARAN mrk tidak akan tergugah karena HATI dan AKAL mrk MATI..HIDAYAH hanya milik ALLAH SWT.. “Sesungguhnya engkau tidak mampu memberikan petunjuk/hidayah kepada org yang kau cintai, tetapi Aulloh memberikan petunjuk/hidayah kepada orang yang di kehendaki NYA, dan Aulloh maha mengetahui orang2 yang akan menerima petunjuk/hidayah..(Q.S 28;56) implikasi dari ayat ini..
    Bayangkan….
    Manusia sekelas Nabi Nuh tdk bisa meyakinkan istri dan anak nya untuk mengikuti ajarannya..mrk mati tenggelam
    Manusia sekelas nabi Luth dk bisa meyakinkan istri nya untuk mengikuti ajarannya.
    Manusia sekelas Nabi Muhammad tdk bisa meyakinkan pamannya untuk memeluk ISLAM..
    mrk adl org2 yg di cintai oleh para Nabi tersebut..tp sekali lagi..HIDAYAH hanya milik ALLAH SWT..

    Demikian saudaraku semua ikhwanul muslimin dimanapun anda berada Bersabarlah..Innamal ma shobirin..sesungguhnya ALLAH bersama orang2 yang sabar..teruskan perjuangan kalian menyuguhkan KEBENARAN…karena kita tdk tahu HATI mrk setelah membaca penjelasan2 anda..yang PASTI mrk TIDAK AKAN PERNAH MENGAKUI KEBENARAN itu, di situs manapun di dunia maya ini..dan ALLAH maha mengetahui niat baik hamba2 nya..Teruskan ALLAHU AKBAR..!!!

    1. Christ Follower Says:

      kami tidak hanya berani bertindak lewat dunia maya. banyak islam murtad!

  160. AZZARULLAH Says:

    Rasulullah (Muhammad) mengatakan, “Saya memiliki LIMA hal yang TIDAK DIBERIKAN KEPADA SIAPAPUN SEBELUM SAYA. Saya diberikan kemenangan lewat TEROR / KETAKUTAN (yang diinspirasi oleh saya)…. dan BARANG JARAHAN dibuat halal bagi saya, dan tidak dihalalkan bagi siapa saja sebelum saya …”. (Hadis Muslim 4:1058)

    Ketika Allah menganugrahi RasulNya dengan kekayaan dari suku Hawazin sebagai barang jarahan (rampokan), dia mulai memberi sebagian orang2 Mekah sampai 100 ekor unta per orang (dengan maksud agar orang tersebut mau masuk Islam). Melihat itu beberapa orang2 Ansari berkata, “Semoga Allah mengampuni RasulNya! Dia memberi pada kaum Quraish dan tidak pada kami, PADAHAL KENYATAANNYA PEDANG2 KAMI MASIH BERLUMURAN DARAH PARA KAFIR…” (Hadis Bukhari 53:375)

    Diceritakan oleh Aisyah: Bahwa Muhammad menikahinya ketika ia berusia ENAM TAHUN dan berhubungan suami istri ketika dia berusia SEMBILAN TAHUN, dan dia tetap menjadi istrinya selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian Muhammad). (Hadis Bukhari 62:64)

    Rasulullah hidup sampai tiga tahun setelah itu, sampai RACUN ITU MENYEBABKAN RASA SAKIT SEHINGGA IA WAFAT. Selama sakitnya dia biasa berkata, “Aku tidak pernah berhenti mengamati akibat dari daging (beracun) yang kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali (akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba saatnya batang nadiku terputus.” (Ibn Sa’d, “Tabaqat al-Kabir” hal 252)

  161. jamal Says:

    baca disini kl ga percaya, bahwa Muhammad itu nabi Palsu dan Quran itu karangan doski yang suka berkhayal… penulisnya adalah ilmuwan mantan Muslim sejati….

    1. Jack Says:

      wekekekekek sampe sekarang gue kagak pernah nemuin orang di banyak blog yang ngaku2 mantan muslim tapi ditanya rekaat shalat aje kagak tahu, kalau sampeyan kenal bawa aje kesini orang yang mantan muslim kite adu ilmu

  162. ilham othmany Says:

    Tanda-tanda seorang itu dikasihi Tuhan apabila dia wafat ramailah yang mendoakannya.Inilah yang terjadi kepada nabi Muhammad.Sampai sekarang berkat masih turun bercucuran ke atas baginda hasil dari doa dan salawat dari umatnya yang tidak pernah putus.
    Tanda seseorang itu dikutuk Tuhan apabila dia mati maka ramailah orang yang mengutukinya atau memperlakukannya seperti orang yang terkutuk.Buktinya nabi nabi Allah zaman dahulu tidak ada seorang pun yang dipertuhankan oleh pengikutnya dari Nabi Adam sampai nabi Muhammad.Allah memelihara mereka sementara masih hidup sehinggalah wafat dari sebarang perkara yang menjadikan mereka sebab kepada datangnya kutukan TuhanSeperti berikut:
    1)Budha seorang tokoh pagan.Bila dia mati dia telah diperlakukan dengan perlakuan yang mendatangkan kutukan Tuhan yaitu apabila dia dipertuhankan oleh para pengikutnya.
    2)Krisyna seorang tokoh pagan.Dia juga telah diperlakukan dengan perbuatan yang terkutuk disisi Tuhan yaitu dipertuhankan oleh orang-orang Hindu.
    3)Yudas Iskariot.Dikutk karena mengkhianati Nabi Isa.Kutukan itu terlihat setelah kematiannya d mana dia disangkakan oleh kristian pagan sebagai nabi Isa lalu disembah-sembah sebagai Tuhan.Naka dia akan turut memikul dosa orang-orang kristian sebagai tambahan kutukan kepadanya.

    Kesimpulannya Tuhannya orang kristian adalah Yudas Iskariot yang mati dengan cara terkutuk(disalib) dan kutukan itu berkekalan sehingga sekarang dimana dia telkah dipertuhankan!

    1. anti-taqiya Says:

      Inilah bedanya Muhamad dengan Yesus Kristus, kalo Muhamad itu didoakan sesudah meninggal supaya masuk sorga, alias belum tentu masuk sorga, kalo Kristus justru mendoakanmurid2nya dan dia adalah pemilik sorga, dia mempersiapkan sorga bagi murud2Nya….lalu anak buah Muhammad siapa yg mendoakan kalo nabinya saja belom yakin masuk sorga?

      1. yudi oe Says:

        yg gue bingung tuhannya kristen ko doa ,doa me siape goblok ga rasional

      2. muhammad rizky Says:

        TUHAN KOK BERDOA???!!!……
        KEPERCAYAAN MACAM APA SI? YANG MENGATAKAN TUHAN BERDOA ?
        LUCU!!!

  163. andi muslim Says:

    KisahNyata:
    Sepenggal kesaksian dari seorang TKI
    FPI(front Perusuh indonesia)
    Si GENDENG yang GOBLOK TUR JAHAT
    (PREMAN YANG MENGATASNAMAKAN AGAMA DALAM MENJALANKAN AKSI-AKSINYA YANG BENGIS, SADIS DAN BRUTAL)

    Kompasiana.com – Apakah pekerjaan sebenarnya dari kebanyakan anggota FPI, Ada yang tahu? Seandainya betul dugaan ane, emangnya dugaan ente apa? Dugaan ane mungkin saja karena mereka belom punya kerjaan alias pengacara (pengangguran banyak acara), makanya mereka cari kesibukan dengan bergabung jadi FPI..orang yang punya kerjaan apalagi yang kerjaanya banyak/sibuk mana mungkinlah gabung sama FPI… itu hanya sekedar dugaan, bisa bener bisa salah (99% responden mengatakan benar).

    Kita berandai-andai saja kalo dugaan itu bener..hehehe supaya gampang? Nah, daripade Antum sekalian ngerazia rumah makan, warung dan fasilitas umum lainnya bahkan sampai ngobrak-ngabrik dan merusak rejeki orang mending Antum sekalian jadi TKI aja deh..kaya ane dan ane doakan Antum sekalian keterima di Dubai, Arab Saudi..

    Di sini rumah makan tetep aja buka selama ramadan tapi emang enggak vulgar banget sich, ya cuma ditutupi sedikit, tapi orang-orang masih tahu kalo itu rumah makan buka. Apakah ada Razia dari aparat atau dari gerombolan Preman seperti Antum-antum? Kagak ada la yauw,hehehe… padahal ini negeri Arab. Di mana Antum sekalian suka sekali sama pakaiannya..bukankah Antum doyan pake sorban? Orang Arab kemana-mana pake sorban hatta nonton bola juga pake sorban..beda kan sama Antum yang pake sorbannya ketika mau ngadain razia, mengobrak abrik dan merusak …

    Ok, deh, ane ngerti niat Antum bagus..mencegah kemungkaran..menurut ilmu dakwah…menyeru kepada kebaikan itu lebih gampang dibandingkan mencegah kemungkaran..kalo nyuruh orang berbuat baik paling-paling kita cuma berhadapan dengan orang-orang yang kepalanya manggut-manggut, enggak tahu karena ngerti atau karena sebel huahahaha. Tapi coba kalo mencegah kemungkaran? Kita berhadapan dengan orang-orang yang bisa mencelakan kita..misalnya kita mencegah sebuah aksi perampokan(coba klo Antum brani, tapi jangan main kroyok loh…)

    FPI dan Pentungan

    Karenanya Antum bawa pentungan karena Antum merasa dalam berdakwah Antum akan menghadapi orang-orang yang Antum anggap temannya SAITON minimal teman jauhlah SAITON..pertanyaanya, benarkah para ibu-ibu yang berdagang makanan itu CS nya SAITON? Bukankah mereka melakukan itu untuk menafkahi keluarga dan anak-anak mereka. Klo gak berjualan emang keluarga dan anak-anaknya mau makan ape Tum? Apa Antum yang ngasih makan? Jika Antum kasih duit segepok lalu Antum suruh ibu-ibu itu untuk menutup dagangannya saya HAQUL YAKIN mereka akan membubarkan diri dengan senang hati.

    Antum selama ini bukan jadi solusi dari permasalahan bangsa, justru Antum menjadi benalu (penyakit masyarakat dan sampah masyarakat) yang memperumit dan menambah pusing aparatur negara …gimana aparat enggak pusing? Mau tegas Antum melawan (sok jadi jagoan)…dibiarin Antum sekalian tambah beringas (sok jadi pahlawan kesiangan)…Jika Antum mengatakan Antum bergerak karena aparat cuek-cuek aja…emang Antum itu siapa? Bukankah Antum itu enggak jauh beda statusnya dengan kami ini yang warga biasa? Kalo Antum merasa punya hak untuk ngobrak-ngabrik dagangan ibu-ibu, ketahuilah Antum semua sudah gila segila gilanya dan ter..la..lu(kate bang haji Roma Irama)….Negara ini punya aturan Tum…dan bukan pake aturan Embahnya Antum…

    Ok, lah jika Antum melakukan ini semua karena Tuhan..tapi apakah Tuhan akan menerima amalan orang-orang yang bikin susah rakyat kecil? Udah Tum jangan munafik dan jangan sok jadi pahlawan, hidup Antum sendiri belum tentu benar di mata Aolloh SWT, daripada Antum sibuk ngurusin orang lain mending Antum urus diri Antum sendiri dan cari kerjaan yang lebih jelas…misalnya jadi TKI kayak ane, he..he..he..he..he..Gini-gini ane bisa ngidupin kelurga ane. Mereka bisa hidup layak sebagaimana orang kebanyakan,tiap bulan ane ngirim uang ke rumah yang jumlahnya melebihi kebanyakan gaji pegawai negeri..apakah ane sekolah tinggi hingga gaji ane gede?

    Kagak Tum, ane cuma tamatan SMK, kuliah juga enggak…mungkin ada di antara Antum yang sarjana, misalnya SE(Sarjana Edan), ST(Sarjana Teler), SH(Sarjana Haram), dll ..mengapa pula sarjana bawa pentungan? (dasar Sarjana Goblok)
    Ala kulli hal, semoga Antum selalu sehat, cepat sembuh dan dapet kerjaan yang benar …jadi Antum enggak perlu lagi bikin susah banyak orang…oh ya terakhir, kalo mau jadi TKI datangi aja depnaker tapi satu pesen ane…jangan bawa pentungan ya Tum, biasa-bisa Antum kagak dapet kerja tapi malah masuk bui…hua..ha..ha..ha..ha..hu..hu..hu..hu..hu..hi..hi..hi..hi..hi..ho..ho..ho..ho..ho..he..he..he..he..he..he..

    Assalamualaikum..wallaikumsallam..bismillah..aollohhuakbar..

    Merdeka atoe Matio..

    1. yudi oe Says:

      wah udah ganti baju nie

  164. CIKK Says:

    ISLAM PENYEMBAH ALLAH AKAN MERDEKA BAHAGIA DI SURGANYA ALLAH TIDAK AKAN MATI SELAMA LAMANYA.
    SELAIN PENYEMBAH ALLAH AKAN TERPENJARA SENGSARA DI NERAKANYA ALLAH TIDAK AKAN MATI SELAMA2NYA.
    KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT.

  165. muslim Says:

    Kembalilah kepada Allah. Dia Maha Tinggi dan Maha Agung. Benar, Muhammad adalah seorang panglima perang, yang Dawud mengatakan,” untuk mengikatkan tali sepatunya pun aku tak pantas”. Sungguh, suatu saat kalian akan mengetahui bahwa nantinya Yesus akan bergabung dengan kami. Wahai kalian yang bersenang-senang atas kematian seseorang di tiang salib, menyembahnya hanya membuat Yesus bersedih betapa bodohnya orang-orang ini.Dikiranya Tuhan itu buang air besar dan kecil. Dikiranya Tuhan adalah penggemar drama picisan, sehingga Dia harus disalib tanpa bisa berbuat apa-apa. Dikiranya Tuhan adalah person yang dibalasi, bukannya yang akan membalas. Dikiranya Tuhan tidak mampu menyebarkan ajaranNya dengan dominasi….

    1. Betul Tak Says:

      nabi muhammad itu bersaudara dengan JIN-Jin islam. Muhammad dan Jin-jin islam itu saudara seiman!

      Jangan nak berangan-anganlah mana mungkin Yesus bergabung dengan orang yang telah bergabung dengan Jin-jin.

      Bacalah Alkitab.. dan anda akan faham bahawa jin itu adalah iblis!


      1. ini seperti bukan omongan orang yang beragama


  166. Buku ini jelas ngawur sekali. Pengarangnya entah bermotif apa. Pengarangnya entah beragama apa. Blog ini berisi adu domba. Apakah pengarangnya beragama Nasrani ? Saya sendiri menyangsikan. Bila secara formal begitu, maka isi bukunya tidak menggambarkan iman Kristiani sebagaimana teman2 saya yg beragama Nasrani. Saya sendiri beragama Islam. Tidak sedih tapi malahan geli melihat buku yg sengawur ini. saya mohon para sedulur tidak tersulut oleh praktik adu domba yang jelas-jelas tidak bermutu. Anggep sepi saja. Dan jangan saling mencela. Itu hal yang tidak baik.

  167. nabi isa Says:

    Adeng hudaya ngacir terbirit birit

  168. Manusia berdosa Says:

    Sebelom Blog ini ditutup COMMENT dikit ah……………………
    Kalau Ahmad lahir saat ini saya yakin Quran diberikan Tuhan pada Ahmad dalam bentuk FLASH DISK.Bukan KITAB.
    Tapi sayang…………..Quran dulu yang ASLI tertulis pada kulit,tulang,dan daun…..
    Hingga ada yang dimakan kambing………he……he……….
    Masih ada kah sekarang ………Quran yg katanya ASLI…………
    Monya …muslim dibodohin Ahmad…………………………………….
    Dari Quran,Hadist,Sejarah,Kepribadiannya……Maaf ya….kaga ada yg benar
    Semua pemimpin dr islam rata2 otoriter seperti Ahmad.Lihat sendirilah………
    Jualannya : Islam ditindas,Yahudi Bangkit,Ganyang Zionis,Bunuh Kafir ,
    sementara dia diam-diam mengumpulkan kekayaaan,harem,jd penguasa seumur hidup liat aja di Timur Tengah,

    1. Jack Says:

      kulit,tulang dan daun yang jatuh dari langit gitu???

      ngakak ah, kalau itu standar yang sampeyan pakai tentu sampeyan juga nggak punya kitab yang asli

      kalau mau menghujat itu yang kreatif dan menyengat gitu

  169. depoer Says:

    buat MENDOZA
    loe ga tau apa apa masalah islam.buktin aja isi alquran dalam sisi ilmiah. kehebatan madu adlm surat an nahl ayat 69. madu sebagai obat yang menyembuhkan manusia. lihat komposisi madu yang luar biasa. injil yang sekarang setiap injil beda2 ayatnya…udah di update ky anti virus aja … orang tidak bisa dijdikan patokan. manusia bisa saja hilaf dan lupa. tetapi yang menjadi tumpuan adalah agama islam yang penuh dengan keindahan.

  170. Anak Sumatera Says:

    Untuk Admin Terima Kasih Atas Bukunya.
    Selama Ini saya kesulitan sekali mencari referensi Tentang Muhammad.Kalaupun ada ,tak lebih cerita heroic/hikayat tentang peperangan Nabi atau cerita yang sangat memuja dia..
    Sy sudah pergi ke perpustakaan daerah saya,tidak ada buku sperti ini.
    Saya nilai buku ini sangat bagus,mengalir apa adanya ,dasarnya pun hadist dan quran,tidak menjelek-jelekan si Ahmad.Hanya bagian akhir saja penulisnya sedikit berkomentar tentang JIHAD saat ini.
    Dari buku ini saya tahu Pribadi Muhhamad yg sebenarnya,sejarah kebencian islam terhadap yahudi dan Kristen serta turunya ayat-ayat quran.
    Saya jg jd tau asal muasal banyaknya ayat Perjanjian Lama di Alkitab yang terdapat dalam Quran karena keluarga dekat Muhammad ada yg beragama nasrani,Mgkin jg kepercayaan lain.
    Dari koment’koment diatas terlihat banyak slimer emosi membaca buku ini Mereka tidak bisa menerima kenyataan tentang Nabi Mereka.
    Mereka dari lahir telah dibuai oleh hikayat yg indah tentang Nabinya.
    Saran Saya untuk Slimer :
    Pelajari lagi deh….Muhammad dan Quran.
    Jangan malu untuk mengakui kesalahan dan kesesatan.Tuhan itu maha pemaaf.
    Sbenarnya anda beruntung,ada orang yg mengingatkan.
    Niatnyapun untuk pnyelamatan kalian sendiri..
    Hanya saja kebencian yg diwariskan Ahmad kepada umat non muslim telah membutakan mata hati saudara.
    Internet…telah membuat yang gelap menjadi terang.
    Internet….membuat Yesus yang sejak dulu dihina dan mati terkutuk menjadi semakin terang.
    Internet….membuatku yg dari dulu tidak yakin dengan Muhammad,membuatku tambah tidak yakin
    Layakkah buku RA.Kartini : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG diubah menjadi HABIS TERANG TERBITLAH GELAP ??????????
    GBU…dari Selatan Sumatera.

  171. Bernad Papua Says:

    Jesus disalid hanya menggunakan sepanggal kain menutup kemaluanya yang disodomi kaum kristen yang suka makan babi..

    agama kristen yang kotor.. suka makan anjing, suka makan kucing, suka maka kelewar, suka BABI yang sangat kotor… ehhh agama koh sukanya yang kotor../ ayo sebaiknya kalian menjadi pengikut yudas

  172. Pemantau Says:

    NICE BLOG

    SAYA SUKA KOMENTAR YG BUKA-BUKAAN.TAPI PAKE DASAR.
    JANGAN MEMBABI BUTA.

    TERUSLAH SALING MENELANJANGI.ITU PERLU.

    BOLEH EMOSI TP CUKUP DI DEPAN KOMPUTER SAJA.

    OKE!!!!!!!!!!!!!!!!!! LANJUTKAN

    SAYA TIDAK BISA MENILAI.INI BUKAN DEBAT.CUME PESAN YANG DITINGGALKAN>

    1. Edy Marwan Neil Says:

      Hai bodoh,
      kalian yang membabi buta babi budeg babi teler !
      Baca benar2 setiap dialog, dinalar bodoh.
      Catat dan sampaikan pada kami mana yang kau bilang membabi buta , babi budek, babi congek babai teler tak adakan ? Yang ada kan kalian.
      Keluarkan bodoh. kalau mau dialog tanya aja kami jawab. yang sopan. yang berkualitas, jangan yang dangkal, picisan, murahan.
      Gitu anak manis !!!

  173. M. Mukthasar Says:

    Untuk rekan-rekan yang ingin mengetahui sebenarnya kesaksian kami, apa yang sudah kami putuskan dengan sangat matang untuk pindah dan ber-alih kepada Yesus Juru Selamat Umat Manusia, maka bisa membaca kesaksian yang benar dibawah ini :

    Tulisan ini berjudul “LIMA ALASAN –ALASAN POKOK TENTANG ISI ALQURAN YANG MEMYEBABKAN KAMI MENINGGALKAN AGAMA ISLAM DAN BERALIH MENJADI SEORANG KRISTEN” adalah: SAURAN-SADURAN pokok dari pengakuan-pengakuan dan tulisan-tulisan para anak-anak/hamba-hamba TUHAN yang menguraikan tentang apa sebabnya mereka yang dari “sono” nya ber-agama Islam turun-menurun, namun pada akhirnya dengan sadar telah meninggalkan agama-nya itu dan beralih menjadi pemeluk agama Kristen yang gigih, ulung, tegar dan tangguh seperti misalnya : HAMRAN AMBRIE cs, Dr. SURADI cs, Dr OEDONO cs, YUSUF ABUBAKAR cs, PAULUS SAHARI cs, yang dulunya adalah KH. Sahari, MUHAMMAD SUWITO cs, dari Demak, YUSUF RONI cs, JUNAIDI SALAT cs, Drs. SUMADI ADIKUSUMA, Teuku ZAINUDIN cs, RUSLI NURVEA cs, RIFAI BURHANUDIN cs, dan ribuan lainnya yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu per satu disini karena terbatasnya ruang dan tempat.
    Ada berpuluh-puluh ayat dalam ALQURAN yang setelah mereka adakan perbandingan dengan nats-nats dalam ALKITAB membuat mereka pada akhirnya meninggalakan MUHAMMAD dan memilih YESUS KRISTUS sebagai JURUSELAMAT- nya namun nats-nats/ayat-ayat tersebut kami anggap tidak perlu disitir satu per satu disini, karena SADURAN kami ini khusus semata-mata di fokuskan atau disorotkan pada ALQURAN itu sendiri, yang akhirnya dianggapnya sebagai BUKANLAH KITAB ILLAHI yang suci, yang memuat wahyu, karya, firman, hukum, janji, nubuat ALLAH sebagaimana halnya dengan isi ALKITAB, melainkan hanya satu kitab INSANI belaka, yaitu satu kitab isinya terdiri dari kurang lebih 75 % hasil sauduran dan Jiplakan dari ALKITAB (Taurat dan Injil) ditambah (kurang lebih 25 %) dengan hasil pikiran, rekaan, Imaginasi, pendapat dan tafsiran dari Muhammad dan rekan-rekannya yang menulis ALQURAN itu sendiri seperti antara lain Zaid bin Tsabit, Muafiyah, Utsman bin Affan, Ubay bin Kaab dan lain-lain.
    Ada 5 (lima) inti pokok dari ajaran Alquran tersebut yang mereka tolak sebagai wahyu Allah, padahal ke lima hal tyersebut sebenarnya adalah landasan fital/soko guru dari ajaran agama Islam itu sendiri. Ke 5 inti pokok tersebut adalah seperti berikut:

    1. Menolak perintah wajib sholat 5 kali sehari semalam dengan berdoa dalam bahasa Arab, berkiblat ke Kaabah + Batu Hitamnya yang ada di Mekah
    2. Menolak Surah 72 Al Jin sebagai wahyu Allah karena bersifat Kontradiksius
    3. Menolak kewajiban melakukan “Doa syalawat bagi Muhammad”
    4. Menolak hokum syariat Islam sebagaimana ditetapkan dalam Alquran karena kejam, tidak adil dan “outdated”/ketinggalan zaman
    5. Menganggap nats 68 Al Kalam 10 yang berbunyi ” JANGANLAH KAMU IKUTI SETIAP ORANG YANG BANYAK BERSUMPAH LAGI HINA” sebagai nats yang tidak disadari oleh Muhammad sendiri, telah membuka kedok apa isi Alquran itu sebenarnya
    Dalil-dalil atau rincian-rincian lebih lanjut tentang ke lima pokok penolakan mereka atas Alquran sebagai satu KITAB YANG DIWAHYUKAN OLEH ALLAH dan menganggapnya hanya sebagai KITAB INSANI belaka, hasil karya Muhammad + rekan-rekannya yang diakui-akui sebagai wahyu Allah, rincian adalah seperti dijabarkan berikut ini:

    PENOLAKAN I
    PENOLAKAN ATAS PERINTAH WAJIB SOLAT
    5 (LIMA) KALI SEHARI SEMALAM DALAM
    BAHASA ARAB DENGAN KIBLAT
    KE MEKAH

    Sebelum kami membahas PENOLAKAN tersebut diatas, dianggap perlu untuk memberikan informasi-informasi terlebih dahulu sebagai berikut:

    a) Bahwa isi Alquran di imani oleh umat Islam sebagai 100 % Wahyu Allah yang didikte/di imlakan kepada nabi Muhammad secara langsung oleh Allah atau lewat malaikat Jibril dengan kalimat demi kalimat, kata demi kata sampai ke titik komanya, sehingga isi Alquran tersebut sama sekali bebas dari buah pikiran dan karangan manusia, termasuk nabi muhammad sendiri.
    b) Bahwa ajaran agama Islam yang terpokok adalah “TAUHID” yaitu pengakuan: “TIADA TUHAN LAIN SELAIN DARI ALLAH/LAILA HAILALLAH” dan HANYA KEPADA DIALAH MEREKA WAJIB SEMBAH SUJUD DAN MEMINTA PERTOLONGAN (QS. 1 Al Fatihah 5)
    c) Pada waktu Muhammad + Pengikut-pengikutnya tiba di Medinah karena terpasak Hijrah dari Mekah, di kota itu terdapat banyak bangsa Yahudi yang walaupun tidak berupa kelompok mayoritas namun punya pengaruh besar dikota itu khususnya dibidang kepemerintahan, Ekonomi dan social budaya. Bangsa Yahudi ini dengan sendirinya fanatic beragama dan setiap harinya melaksanakan ibadah sembahyangnya dengan kiblat ke YERUSALEM.
    d) Karena posisi Muhammad + pengiku-pengikutnya pada waktu itu masih lemah dan berstatus “menumpang di negri orang, maka arah kiblat bagi pengikut-pengikutnya pada waktu solat di tetapkan oleh Muhammad juga kearah YERUSALEM sebagai satu taktik penyesuaian, karena Muhamad mengklaim Agama Islam yang dibawanya itu adalah AGAMA kelanjutan dari Agama Yahudi dan Agama Kristen.
    e) Kiblat arah ke YERUSALEM ini berjalan bertahun-tahun lamanya sampai pada satu saat Muhammad + Pengikut-pengikutnya merasa cukup kuat untuk mendominasi kota Medinah dengan mengusir bangsa Yahudi keluar dari sana yang memang betul-betul dapat dilaksanakan dengan kekuatan pedang (perang). Serentak dengan terusirnya Bangsa Yahudi keluar dari Medinah, dengan alasan mendapat Wahyu dari Allah, KIBLAT Sholat kearah Yerusalem di batalkan oleh Muhammad dan digantinya dengan arah KIBLAT baru yaitu kearah MEKAH karena disana ada BAITHOLLAH/RUMAH ALLAH yaitu apa yang kita kenal dengan KAABAH + BATU HITAMNYA sekarang ini (Qs 2 AL Baqarah 142-145 dan 149-150).
    f) Selain adanya perubahan KIBLAT ini, juga ditetapkan oleh Muhammad bahwa sholat dilakukan 5 X sehari-semalam dengan total 17 X ruku dan sujud dan sholatnya harus dilakukan dalam BAHASA ARAB. Juga ditetapkan bahwa setiap orang Islam yang mengaku dirinya “MUKMIN” diwajibkan melaksanakan IBADAH HAJI di Mekkah dengan kewajiban mengelilingi KAABAH + BATU HITAM yang ada didalamnya sebanyak 7 X putaran dan pada setiap selesainya satu putaran harus Ruku dan Sujud menyembah serta mencium BATU HITAM di Kaabah itu sembari mengucapkan doa : “ALLAHUMA LABAIK BISMILAHILAHU AKBAR” yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah : “ KAMI MEMENUHI PANGGILANMU YA ALLAH” !!!

    NOTE :

    • Bilamana ketentuan 7 X mengelilingi KAABAH dengan melaksanakan ritus ruku sujud menyembah serta mencium BATU HITAM di sertai dengan kata-kata doa tersebut diatas, tidak dilaksanakan oleh para Calon-calon Haji, maka berartilah bahwa pelaksanaan rukun-nya tidaklah lengkap.
    • Setiap umat Islam harus dan wajib melaksanakan Sholat 5 X seharian-semalam dengan total 17 X Ruku dan Sujud dengan Kiblat kearah Kaabah/baithollah di Mekkah itu dengan memakai bahasa Arab, karena bilamana mereka mengabaikannya maka tanpa ampun lagi mereka akan diganjar dengan hukuman API NERAKA, karena sholat 5X sehari-semalam ini adalah Tiang Utama atau SOKO GURU dari agama Islam itu sendiri.

    Sekarang mari kami sampaikan kepada uraian dan dalil-dalil kenapa kami menolak Ajaran AL QURAN tersebut diatas sebagai satu Ajaran yang tidak di WAHYUKAN OLEH ALLAH melainkan hanya sebagai buah fikiran, bikin-bikinan dan rekaan dari Muhammad + Kawan-kawannya saja dengan maksud tertentu dengan diselubungi “WAHYU cq. PERINTAH ALLAH”.

    a) Mulut umat Islam minimal 5 X sehari komat-kamit, bahkan adakalanya dengan suara yang keras- lantang dibantu dengan loundspeaker pula, mengumandangkan “BAHWA TIADA TUHAN SELAIN DARI ALLAH – LAILAHAILALLAH, DAN KEPADANYA SAJAHLAH MEREKA WAJIB SUJUD MENYEMBAH (kalau dalam Alkitab seturut Yesaya 45: 5-a dan 21-b dan Matius 4:10), namun beberapa saat kemudian mereka Ruku, Sujud menyembah kepada Allah yang sudah berubah wujudnya menjadi BATU HITAM yang ada dalam bangunan tersebut dari batu-bata sebelumnya dengan kain hitam yang diberi predikat BAITULLAH/KAABAH yang ada di Mekkah itu.
    b) Mulut umat Islam selalu kumat-kamit mengakui bahwa Allah itu pada satu titik yang bersamaan ada dimana-mana disetiap sudut dan penjuru dimensi dunia dan alam semesta ini, namun kenyataannya minimal 5 X dalam sehari-semalam, Allah hanya berada di Mekah dalam Kaabah dalam bentuk BATU HITAM itu saja.
    c) ALQURAN cs. Ajaran agama Islam – DALAM TEORINYA – tegas –tegas melarang umatnya menyembah PATUNG dan BERHALA karena hal itu berarti SYIRIK/MENDUAKAN ALLAH dan bertentangan diametral dengan inti syahadad LAILAHAILALLAH, namun pada praktek kenyataannya dalam melaksanakan ibadah haji yang notabene adalah salah satu tiang Iman Islami itu, berjuta-juta umat Islam telah melakukan Syirik dengan Ruku, sujud menyembah Kaabah dan mencium BATU HITAM yang ada di dalamnya sambil mengucapkan doanya “ALLAHUMA BISMILAHILAHU AKHBAR” sebanyak 7 X berturut-turut.
    d) Hal atau kenyataan yang di kemukakan diktum 3 diatas, adalah sekaligus membantah alasan umat Islam yang menyatakan:

    “Memang adalah benar bahwa kami melaksankan lima kali sholat sehari-semalam dengan 17 X Ruku dan sujudnya dengan kiblat ke Kaabah/Baitulah di Mekkah itu, namun itu hanya manifestasi dari “TITIK PERSATUAN ARAH SHOLAT UMAT ISLAM SEDUNIA” saja dan pada waktu kami melaksanakan Sholat tersebut sama sekali tidak ada terlintas dalam fikiran kami untuk sembah sujud kepada Kaabah + Batu Hitam didalamnya itu karena Kaabah + Batu Hitam tersebut adalah hanya benda atau materi yang tiada manfaat dan melarat belaka” (lihat buku tafsir alquran karangan Mahmud Yunus), dan disamping itu umat Islam percaya dan iman bahwa Allah itu di satu detik yang bersamaan ada di mana-mana di seantero muka bumi dan jagad raya ini.”

    Disamping bantahan di diktum 3 diatas kalau seandainya belum dianggap cukup, ada lagi dua dalil bantahan dari kami bahwa alasan umat Islam tersebut di atas adalah teori yang dicari-cari dan dibuat-buat saja seumpama menegakkan “ BENANG BASAH” sebagai berikut :

    1) Berdasarkan TEORI, bilamana seekor ayam jantan yang bulunya seluruhnya hitam, kawin dengan seekor ayam betina yang bulunya seluruhnya juga hitam (tentunya tanpa ada campuran perkawinan dengan ayam jantan berbulu lain) pastilah anak ayam hasil perkawinan itu juga berbulu hitam, Eeh, sesudah telur menetas ternyata bulu anak ayam itu bukan hitam tetapi MERAH !!!! Sekarang tentu timbul pertanyaan yang mana yang benar “TEORI nyakah atau PRATEK Kenyataannyakah??? Jawabannya sudah pasti “PRAKTEK KENYATAANNYALAH YANG BENAR !!!!” Karena kenyataanya bulu anak ayam itu merah dan bukan hitam sebagaimana di teorikan. Kalau hal ini dikaitkan dengan pernyataan atau alasan umat Islam tersebut diatas yang teorinya tidak Ruku, Sembah Sujud ke Kaabah/Baitullah + Batu Hitam yang ada di Mekah itu melainkan hanya semata-mata satu manifestasi dari TITIK persatuan ARAH Sholat saja, jelaslah bahwa teori ini adalah tidak benar atau TER-HUJAH, karena dalam PRAKTEK KENYATAANNYA yang dapat di lihat dengan mata kepala setiap orang pada setiap waktu dan setiap harinya bahwa umat Islam minimal 5 X dalam sehari-semalam melakukan 17 X Ruku dan sembah Sujud ke arah Kaabah/Baitullah + Batu Hitamnya yang ada di Mekah itu. Ini kenyataannya dan bukan teori!!!!
    2) Pernyataan umat Islam bahwa mereka itu iman dan percaya bahwa ALLAH pada satu detik yang bersamaan berada dimana-mana di seantero sudut dan dimensi dunia dan alam semesta ini, kami anggap hanya teori belaka saja, karena dalam PRATEK KENYATAANNYA yang dapat di lihat dengan mata kepala setiap orang setiap harinya ALLAH selama 5 X jangka waktu Shalat hanya berada di Mekkah Saja!!!. Yaitu kalau tidak berubah bentuk menjadi Kaabah + Batu hitamnya, sekurang-kurangnya Dia berdiam didalamnya karena si sujud sembahi sebanyak 17 X rakaat oleh umat Islam. Dan kalau kenyataan inipun dibantah juga, maka sekali sentuhan, seluruh dunia dan jagad raya ini menjadi kosong di tinggalakan oleh Allah, karena Allah telah dan hanya berada di Mekkah saja yaitu telah berubah wujud menjadi batu hitam yang ada di Kaabah/Baitullah itu, berdasarkan kenyataan yang dapat dilihat jutaan orang secara langsung ditempat, dan ratusan juta secara tidak langsung lewat siaran TV – Satelit di mana umat Islam sembah sujud dan mencium batu hitam itu dengan dibarengi doa “KAMI MEMENUHI PANGGILANMU YA ALLAH!!!” Dengan mengucapkan doa/kata-kata seperti ini masih adakah orang yang berfikiran waras dapat menyangkal bahwa ALLAH yang maha Kuasa dan Esa itu tidak/berubah wujud menjadi Batu Hitam tersebut?? Ini adalah kenyataan dan bukan teori!!!!
    3) Bahwa Muhammad dengan Alqurannya mewajibkan umatnya melakukan doa dan sholat dalam bahasa Arab berdasarkan Wahyu Allah yang diterimanya dari Allah, adalah satu hal yang sangat diragukan. Apakah benar bahwa Allah itu hanya mengerti bahasa Arab Saja???? Bukankah Allah itu bersifat universal milik semua bangsa di dunia ini sehingga dengan sendirinya tidak terbatas pada satu bahasa saja?? Kenapa berdoa-Sholat harus mutlak menggunakan bahasa Arab dan kenapa Sholatnya harus berkiblat ke Mekkah saja sepertinya Allah hanya ada di situ saja? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah hanya satu dan singkat saja yaitu: “ INI ADALAH POLITIK DOMINASI ARABISME” saja, karena harus di ingat bahwa Muhammad + Rekan-rekannya yang menulis dan menerbitkan Alquran itu adalah orng-orang Arab sebagaimana kita ketahui bahwa Muhammad bukan saja menyatakan dirinya Nabi Rasul Allah, melainkan juga selama dasawarsa-dasawarsa bagaimana akhir hidupnya adalah Raja atau Amirul Mukminin seluruh Jazirah Arab (Saudi Arabiah Sekarang Ini).
    4) Apakah masuk diakal, bahwa Allah yang Esa itu, Yang Mahakuasa, Yang Roh, yang tidak ada persamaanya, Yang Kekal dan tidak berobah-robah itu bahkan umat Islam itu sendiri mengklassifikasikan Allah itu dengan 20 sifat dan 99 predikat koq disamakan begitu saja dengan BATU HITAM yang ada didalam Kaabah/Baitulah di Mekkah itu, Ajaran Islam tegasnya Alquran itu bersifat dualitis, kontradiksius dan oxiomalitis (berisi pertentangan-pertentangan dalam dirinya sendiri) karena di satu pihak Alquran itu menjunjung, mengkultus, memuliakan ALLAH sebagai satu Oknum yang tidak ada setara-NYA, namun dilain pihak segera sesudah itu Alquran menghina ALLAH dengan menyamakan-NYA dengan BATU HITAM yang ada didalah Kaabah/Baitullah di Mekkah itu, terbukti bahwa pada waktu sang Calon Haji mencium BATU HITAM itu dia melafazkan kata-kata doa : “KAMI MEMENUHI PANGGILANMU YA ALLAH”!!!, jadi BATU HITAM itulah ALLAH!!!
    5) Apakah masuk diakal bahwa ALLAH yang adalah Pencipta langit dan bumi itu berserta segala isinya baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, mempunyai RUMAH atau BAIT di dunia ini dan rumah itu adanya khusus di Mekkah saja dan harus di Sujud sembahi 5 X dalam sehari-semalam yaitu waktu Subuh, Lohor, Asyar, Magrib dan Isya karena pada waktu-waktu itulah ALLAH ada di RUMAH-NYA??.

    NOTE:

    Yang benar adalah ajaran ALKITAB ialah bahwa ALLAH tidak punya RUMAH di dunia ini, karena Langit adalah TAHTA-NYA dan Bumi adalah TUMPUAN KAKI-NYA………….(Kis 7: 48-50), yang berarti bahwa ALLAH dalam satu detik yang bersamaan ada dimana-mana, ada di setiap millimeter ruang dimuka bumi dan di jagad raya ini, sehingga bilamana kita berdoa kepada ALLAH tidak perlu ada kiblat-kiblatan karena kearah mana saja kita berdoa disitu ada ALLAH selain itu kita tidak perlu gerak-gerik jasmani tertentu (ruku) dan tidak perlu doa tersebut dilafadkan dengan suara-suara yang berirama, melainkan berdoalah dengan roh dan kebenaran karena ALLAH itu Roh adanya (Yoh 4: 21-24).

    PENOLAKAN II
    MENOLAK SURAT 72 AL-JIN
    SEBAGAI ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL
    SERTA KONTRADIKSIUS

    Dalam ALQURAN ada terdapat satu SURAT No. 72 yang dinamakan “AL-JIN”, yang isinya antara lain:
    1. Bahwa di dunia ini ada Jin-Jin yang SALEH/MUKMIN dan ada Jin-Jin yang kafir (Mukadimah Surat AL-JIN dan 72 AL-JIN 11-14).
    2. Bahwa manusia boleh atau dapat minta pertolongan dan perlindungan pada Jin-Jin yang Saleh/Mukmin tersebut (Qs 72 AL-JIN 6)
    3. Bahwa Jin-Jin dapat memberi rezeki yang banyak kepada manusia. (Qs 72 AL-JIN 16)
    4. Pada waktu Muhammad sedang Sholat, dia dikerumuni oleh banyak Jin-Jin (Qs 72 AL-JIN 19).
    Hal yang seperti inilah contoh dari apa yang telah kami jabarkan dalam PENOLAKAN I – Diktum 6 – terdahulu, bahwa ALQURAN atau tegasnya ajaran agama Islam itu bersifat kontrdiktif, dualistis dan axiomalistis (berisi pertentangan-pertentangan dalam dirinya sendiri), karena disatu pihak ALQURAN mengajarkan TAUHID/Meng-ESA-kan ALLAH (Lailahailallah) dan hanya kepada DIA-lah umat Islam boleh sujud menyembah dan minta pertolongan (Qs 1 Al Fatihah 5), namun dilain pihak segera sesudah itu dalam ALQURAN yang sama di Surat 72 AL-JIN 6 dan 16, ALQURAN memerintahkan bahwa umat Islam boleh sujud menyembah JIN-JIN untuk meminta pertolongan, perlindungan dan rejeki-rejeki (meskipun diselimuti dengan predikat (Saleh/Mukmin). Apa hal ini tidak kontradiktif?? Apa serendah caliber inikah Wahyu Allah itu? Apakah hal ini tidak berarti “Menyekutukan” ALLAH YANG MAHA ESA itu? Kita mengetahui bahwa di alam roh atau alam gaib hanya ada dua kekuatan atau golongan saja yang dipisahkan oleh satu jurang yang tak terseberangi (Lukas 16:26) laksana satu “TEMBOK BERLIN” yang tak terjangkau tingginya, yaitu:

    1. ALLAH + ribuan Malaikat-malaikat Suci yang Setia kepadaNya di bawah pimpinan Malaikat Akhbar: Mikhael, Jibrail, Rufail dan lain-lain,
    d a n
    2. IBLIS + ribuan Malaikat-malaikat jahat sebagai pengikut-pengikutnya yang telah ALLAH usir dan lempar ke luar dari sorga karena memberontak terhadapNya, yang dipimpin oleh Setan-Setan dan JIN-JIN antara lain: Baal, Moloch, Legion, dll.

    Berdasarkan adanya tembok atau jurang pemisah secara TOTAL antara Golongan ALLAH dan Golongan IBLIS tersebut diatas, apakah masuk diakal sehat dan logis bahwa diantara pengikut-pengikut IBLIS ada terdapat JIN-JIN yang Saleh dan Mukmin??? Tidak mungkin dan tidak masuk diakal bukan ??? Oleh karenanya maka Surat 72 Al Jin ini tidak mungkin Wahyu ALLAH, melainkan hanya buah fikiran Muhammad sendiri saja, karena dia melihat disekelilingnya banyak sekali orang-orang Arab minta pertolongan, perlindungan dan rezeki-rezeki kepada JIN-JIN sebagaimana jelas terungkap di Surat 72 Al Jin 6 dan Catatan Kaki No, 1524 dari Nats tersebut (ALQURAN terjemahan Departemen Agama R.I. tahun 1978).
    Selanjutnya dengan adanya Surat 72 Al Jin 6 ini, sama saja artinya bahwa Muhammad memberi peluang atau “lampu hijau” kepada umatnya untuk berbuat SYIRIK, menyekutukan ALLAH yang mereka agung-agungkan MAHA-ESA dengan JIN-JIN/IBLIS dan dalam PRATEK KENYATAANNYA sehari-hari memanglah demikian adanya, karena bukan rahasia umum lagi dan adalah logis dan pantas berjuta-juta umat Islam memanfaatkan izin Muhammad + ALQURAN nya itu dengan sujud-menyembah serta bersekutu dengan JIN-JIN tersebut untuk mendapat: kekebalan tahan tembak, dan tahan bacok, mendapat ilmu santet dan ilmu pelet, mendapat kekuatan sexual-exstra strong, memperoleh kekayaan-kekayaan dan kenaikan pangkat dan lain-lain sebagainya. Apakah ini adan makna kumandang 5X sehari “LAILAHAILALLAH” dari umat Islam itu dan apakah dengan adanya Surat 72 Al Jin dalam ALQURAN masih ada seorang Muslim yang jujur pada diri dan suara hati-nuraninya untuk masih percaya bahwa ALQURAN itu berisi 100 % Wahyu ALLAH???”
    Lain halnya dengan ajaran ALKITAB milik umat Kristen itu, karena tentang hal dan masalah yang sama, dengan tegas dan tuntas menyatakan: “TIADA TUHAN LAIN SELAIN DARI ALLAH YANG ESA ITU – LAILAHAILALLAH” (Yesaya 45: 5a dan 21b, Keluaran 20:m 2-3, Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Yohanes 17:3, I-Timotius 1:17 dan banyak lagi nats-nats yang meng-ESA-kan ALLAH), dan tegas serta tuntas pula MELARANG MENYEMBAH, BERHALA, SETAN – SETAN DAN JIN-JIN dalam bentuk kwalitas atau predikat apa-pun (Keluaran 20: 4-5, Keluaran 34:17, Imamat 26:1, Ulangan 4: 15-19, Yesaya 44: 9-20 dan banyak lagi nats-nats lain yang serupa dengan itu), dan khusus mengenai JIN-JIN yang oleh ALQURAN boleh disujud-sembahi dan diminta pertolongan serta perlindungannya, ALKITAB milik umat Kristen itu tegas-tegas melarangnya dalam Imamat 17:7, demikian: “Janganlah mereka (umat Israel) mempersembahkan lagi korban mereka kepada JIN-JIN, sebab JIN-JIN itu adalah zinah dan inilah ketetapan yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun!!”
    Tegas dan Tuntas Bukan ?!!!?
    Dan ALKITAB menyatakan dengan tegas dan tuntas pula bahwa hanya kepada ALLAH yang ESA itu sajalah kita sujud-sembah dan berbakti (Matius 4:10) dan hanya kepada DIA-lah satu-satunya Oknum atau Alamat tempat kita minta pertolongan, perlindungan, rezeki dan apa saja yang kita butuhkan dalam hidup ini (Mazmur 121:8, Matius 11:28, Lukas 12:22-23). Dan terhadap IBLIS + JIN-JIN pengikutnya, ALKITAB dengan tegas pula menyatakan bahwa mereka itu adalah: Pendusta/Bapa segala Pendusta (Yohanes 8:44), mempunyai malaikat-malaikat jahat (Matius 25:41), sehingga kita harus selalu waspada dan berjaga-jaga karena Iblis juga adalah PENIPU (II- Korintus 2:11) bahkan sedemikian hebat tipunya sehingga IBLIS bisa menyaru seolah-olah dia adalah Malaikat Terang yang Suci (II-Korintus 11:14), jadi bertentangan secara diametral dengan ajaran ALQURAN yang membenarkan kita bersekutu dengan JIN-JIN dan meminta rezeki, pertolongan serta perlindungan dari padanya. Oleh karena itu, siapapun yang masih berpikiran sehat dan secara jujur mengikuti suara hati nuraninya – seperti halnya kami selagi masih Islam tempo hari – tidak mungkin dapat mengakui lagi bahwa ALQURAN dengan Surat 72 ALJIN nya itu sebagai Wahyu ALLAH.

    PENOLAKAN III
    PENOLAKAN ATAS PERINTAH MELAKSANAKAN DOA
    “SHALAWAT NABI” PADA SETIAP KALI SELESAI
    MELAKSANAKAN SHOLAT

    Dalam ALQURAN ada terdapat SURAT No. 33 yang dinamakan AL-AHZAB yang antara lain dalam ayat-56 menyatakan demikian: :
    “Sesungguhnya ALLAH dan malaikat-malaikatNYA BERSHALAWAT untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Islam), ber-SHALAWAT-lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”

    NOTE:
    1. Dalam “catatan kaki/footnote” No. 1230 dan 1231 atas nats 33- AL AHZAB-56 ini di Tafsir ALQURAN Departemen Agama R.I. tahun 1978 dikatakan sbb:
    a. Ber-SHALAWAT artinya:
    - Kalau dari ALLAH artinya adalah : Memberi Rahmat.
    - Kalau dari Malaikat-malaikat artinya adalah: Memintakan Ampunan (dosa???)
    - Kalau dari umat Islam/Mukmin artinya adalah : Berdoa supaya kepada Nabi Muhammad di beri Rahmat (dan kemuliaan) seperti misalnya :ALLAHU-MA SHALLIALA MUHAMMAD”

    b. Dengan mengucapkan perkataan seperti : “ASSALAMU ALAIKA AYYUHAN NABI” artinya ialah “Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Mohamad).
    2. Konsekwensi atau tindak lanjut dari perintah “ SHALAWAT NABI” ini maka ALQURAN mewajibkan semua umat Islam menutup Sholatnya 5 X sehari-semalam itu dengan mengucapkan/melafazkan Doa “ SHALAWAT NABI “ ini yang isinya bermacam-macam, namun intisarinya adalah mendokan agar ALLAH melimpahkan kepada Nabi Muhammad: Kemuliaan, Kebesaran dan Keselamatan, yang untuk sekedar contoh kami ambil tentang apa yang tiap-tiap hari ditayangkan di TV Malaysia yang berstatus NEGARA ISLAM itu, bunyi doa “SHALAWAT NABI” ini adalah demikian: “Ya – ALLAH, karuniakanlah kepada junjungan kami Nabi Muhammad keselamatan, kemuliaan dan tempat serta derajat yang tinggi seperti yang telah ENGKAU janjikan”. Kalau seandainya nats 33-AL AHZAB – 56 ini benar-benar WAHYU ALLAH segera nampak beberapa kejanggalan-kejanggalan yang fatal bagi umat Islam sendiri yang mau mempelajariALQURAN-nya memakai akal budi dan rasionya yang sehat dan mau berlaku jujur untuk mendengarkan bisikan hati nuraninya sendiri (seperti halnya dengan kami selagi masih Islam tempo hari), sebagai berikut:

    1. Seorang Nabi yang benar-benar diutus oleh ALLAH seperti misalnya Nabi MUSA (Bapaknya TAURAT itu) dan YESUS/NABI ISA (Bapaknya INJIL itu), jika mereka mati, sudah pasti beroleh Rahmat dan Keselamatan masuk Sorga kembali kepada ALLAH yang mengutusnya dan sama sekali tidak perlu didoakan untuk ALLAH selamatkan mereka. Oleh karena itulah diseantero isi ALKITAB tidak ada secuilpun terdapat nats dimana Nabi Musa meminta kepada umatnya untuk melakukan doa-SHALAWAT bagi dirinya, lebih-lebih lagi YESUS, jangankan meminta umatnya ber-Doa-SHALAWAT bagi Dia, malahan sebaliknya Dia-lah yang mendoakan keselamatan umatnya (Yohanes 17:1-26), bahkan dia sendiri jugalah yang memberikan keselamatan itu (Yohanes 14:1-3). Dari fakta ini saja, sudah jelas bahwa nats 33- AL AHZAB-56 tersebut mustahil WAHYU ALLAH adanya dan yang lebih fatal lagi ialah bahwa nats “SHALAWAT NABI” ini secara tidak disadari oleh Muhammad, secara langsung atau tidak langsung mengungkapkan satu dalil yang meragukan ke-Nabian dank e-Rasulan Muhammad itu sendiri sebagai Nabi atau Rasul yang benar-benar disuruh/diutus oleh ALLAH.
    2. Dengan adanya perintah melaksanakan Doa-SHALAWAT NABI ini, tidak bisa lain timbul kesan atau kesimpulan sebagai berikut:
    a. Bahwa Muhammad sendiri ragu atau tidak yakin bahwa kalau dia mati akan beroleh Rahmat Keselamatan Sorgawi (dan hal ini ternyata memang demikian, lihat nats 46-AL AHQAAF-9), sehingga perlu melalui nats 33-AL-AHZAB-56 – dengan mengatasnamakan ALLAH dan malaikat-malaikatNYA – dia memerintahkan kepada umat pengikut-pengikutnya untuk mendoakan keselamatan dirinya dalam bentuk apa yang disebut Doa- SHALAWAT NABI itu.
    b. Bahwa Muhammad denagn sendirinya tidak mampu dan tidak kuasa menjamin keselamatan umatnya, bahkan keselamatan anak tunggalnya FATIMAH sendiripun dia tidak bisa jamin dihadapan ALLAH (Hadist Shahih BUCHORI). Dengan demikian, berartilah bahwa Muhammad sama sekali tidak peduli apakah umat pengikutnya yang setiap harinya minimal 5X mendoakan keselamatanna, beroleh keselamatan Sorgawi atau tidak. Yang pokok/utama baginya ialah: DIA SELAMAT (dengan adanya Doa-SHALAWAT itu), sedangkan apakah ratusan juta umat pengikutnya beroleh selamat atau tidak itu soal kedua dan terserah saja kepada ALLAH nantinya (Insya-Allah).
    c. Dengan tidak tahunya Muhammad sendiri apakah dia nanti setelah mati beroleh selamat atau tidak (nats 46-AL AHQAAF-9), dan itambah pula bahwa dia tidak mampu menyelamatkan anak satu-satunya FATIMAH dihadapan ALLAH (Hadits Shahih BUCHORI), apapun pula ratusan juta umat yang hanya merupakan pengikut-pengikutnya saja, maka dengansendirinya akan timbul pertanyaan di hati setiap Muslim yang mau berpikir dengan tenang dan jujur serta yang mau mendengarkan suara hati nuraninya yang paling dalam (seperti halnya kami dulu selagi masih Islam), sebagai berikut:

    “Pantesan seluruh umat Islam di dalam masalah “KESELAMATAN SORGAWI” ini, hanya berani mengucapkan kata-kata : “INSYAALLAH/MUDAH-MUDAHAN” anda diselamatkan oleh ALLAH dan diberiNYA tempat yang layak disisiNYA di alam Sorgawi nanti”

    Dan kesan yang pasti timbul sebagai kelanjutannya adalah:
    “Buat apa kami tetap mau ikut Agama Islam yang jelas-jelas tidak dapat menjamin keselamatan Sorgawi kami, bahkan Muhammad sampai-sampai meminta kepada umatnya untuk ber-Doa- SHALAWAT bagi dirinya, apapun pula kami yang hanya pengikut-pengikutnya saja”

    Nats ALQURAN 33-AL AHZAB-56 yang kami jabarkan diatas tadi inilah salah satu contoh konkrit dari puluhan bahkan ratusannats-nats yang terdapat dalam ALQURAN yang kami kategorikan: “Bahwa isi ALQURAN itu sifatnya dualitis, kontradiktif dan axiomalitis yaitu mengandung pertentangan-pertentangan dalam dirinya sendiri”, karena misalnya di dalam masalah Doa-SHALAWAT NABI ini, disatu pihak ALQURAN dengan segala daya dibarengi dengan segala jenis sumpah menyakinkan umat Islam bahwa Muhammad itu Nabi dan Rasul yang benar-benar diutus/disuruh ALLAH (bukan Nabi/Rasul aku-akuan), namun dipihak lain dalam waktu yang hamper bersamaan – misalnya nats 33-AL AHZAB-56 ini – keluarlah WAHYU ALLAH yang memerintahkan agar umat Islam minimal 5X sehari pada waktu selesainya Sholat memanjatkan Doa-SHALAWAT yang memohon kepada ALLAH agar DIA memberikan keselamatan, kemuliaan dan kebesaran kepada nabi Muhammad. Apakah hal ini tidak kontradiktif dan aneh, karena kalau Muhammad benar-benar seorang Nabi atau Rasul yang ALLAH sendiri suruh dan utus, maka dengan sendirinya pada kala Muhammad mati, dia pasti beroleh keselamatan Sorgawi – dipanggil kembali kesisi ALLAH yang menyuruh/mengutusnya dan tidak perlu pakai Doa SHALAWAT NABI segala, seperti halnya Nabi MUSA dan JESUS/NABI ISA yang tidak pernah meminta umat pengikutnya untuk mendoakan keselamatan dirinya.

    NOTE :
    Di penjabaran-penjabaran kami berikutnya nanti, kami akan merinci lebih dalam lagi tentang sifat Dualitis, Kontradiktif dan Axiomalistis dari isi ALQURAN ini, yang membuat kami akhirnya memutuskan bahwa kami tidak percaya lagi bahwa isi ALQURAN itu adalah WAHYU ALLAH.
    Lain halnya dengan Yesus Kristus Nabinya umat Kristen itu, Dia tidak pernah memerintahkan umatnya memanjatkan Doa_SHALAWAT memohon keselamatan. Kebesaran dan kemuliaan bagi diriNYA, malahan DIA-lah yang mendoakan keselamatan bagi umatnya (Yohanes 17:1-26), bahkan DIA sendirilah yang memeberikan keselamatan Sorgawi itu (Yohanes 14:1-3) Dan kalau Muhammad ragu-ragu dan bimbang bahkan tidak mengetahui apakah dia sendiri nanti akan ALLAH selamatkan atau tidak, sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah “KESELAMATAN SORGAWI” diembel-embel dengan kata-kata “INSYA ALLAH atau MUDAH-MUDAHAN”, sebaliknya Yesus yang dalam ALQURAN disebut Nabi Isa Almasih itu, dengan tegas-tuntas menyatakan:
    “AKU-lah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada BAPA (ALLAH), kalau tidak melalui AKU” (Yohanes 14:6)
    Dan
    “Barangsiapa mendengar perkataan-KU dan percaya kepada DIA (ALLAH) yang mengutus AKU, ia mempunyai hidup yang kekal/keselamatan Sorgawi” (Yohanes 5:24).
    Dan
    “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau (yaitu penjahat yang disalibkan disebelah kanan Yesus) akan ada bersama-sama dengan AKU didalam Firdaus/Sorga” (Lukas 23:43)
    Dan
    “Janganlah kamu heran akan hal ini (Sabda Yesus kepada murid-murid pengikutNYA), sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang ada didalam kuburan akan mendengar suaraNYA, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal (Keselamatan Sorgawi), tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum” (Yohanes 5:28).
    Dan
    “Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan AnakNYA yang Tunggal (YESUS), supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal/Keselamatan Sorgawi” (Yohanes 3:16).
    Dan berpuluh-puluh nats lagi bisa kami sitir yang serupa dengan ini, bahwa YESUS itu satu-satunya Nabi yang ALLAH utus membawa Syariat INJIL yang bisa menjamin keselamatan Sorgawi bagi siapa saja yang percaya dan iman kepadaNYA.
    Kita boleh pilih satu antara dua: Ikut YESUS + ALKITAB-NYA yang menjamin keselamatan Sorgawi kita atau ikut Muhammad + ALQURAN-nya yang disamping tidak menjamin keselamatan Sorgawi kita, malahan dia sendiri belum tentu selamat (nats 46-AL AHQAAF-9), sehingga lewat ALQURAN-nya 33-AL AHZAB-56 perlu mengeluarkan perintah kepada kita untuk memanjatkan Doa-Shalawat NABI untuknya.
    Jangan salah pilih, karena kalau kita salah pilih akan berakibat penyesalan yang tidak terkoreksi lagi untuk selama-selamanya!!!

    PENOLAKAN IV
    MENOLAK HUKUM SYARIAT ISLAM SEBAGAI TIDAK
    ADIL, KEJAM DAN KETINGGALAN ZAMAN/OUTDATED

    Berdasarkan penelitian kami, dalam ALQURAN yang terdiri dari 30-JUZ, 114- SURAT, dan 6666 AYAT itu yang berkaitan dengan ke-Imanan, Hukum dan Syairat Agama Islam, dapat kami tarik secara umum 3 (tiga) intisari pokok yaitu:
    1. Kewajiban penyebaran Agama Islam oleh pemeluk-pemeluknya adalah dengan tujuan mendirikan NEGARA THEOKRASI ISLAM sejagad, dimana Hukum Syairat Islam sajalah yang diberlakukan di Negara tersebut. Hal ini dapat kami simpulkan dari nats 5-ALMAIDAH-51 yang berbunyi:

    “Hai orang-orang yang beriman (umat Islam) janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi Wali (Pemimpin)-mu……………..”
    d a n
    “Mengapa kau angkat orang-orang kafir menjadi Pemimpin-pemimpinmu”
    (Hadits Nabi Muhammad).

    Hal ini berarti bahwa bilamana umat islam mendiami sesuatu Negara yang belum berbentuk NEGARA TEOKRASI ISLAM, misalnya satu Negara yang rajanya atau presidennya + anggota-anggota pemerintahannya beragama non-Islam (misalnya: Pilipina atau Muang Thai) atau suatu Negara yang meskipun rajanya atau presidennya + anggota-anggota pemerintahannya beragama Islam namun Hukum atau Syareat Islam (misalnya Republik Indonesia kita ini), maka adalah kewajiban suci dari umat Islam di Negara tersebut untuk mengupayakan agar Negara tersebut cepat atau lambat menjadi suatu NEGARA TEOKRASI ISLAM.
    2. Penyebaran agama Islam dan syareatnya tidak dilakukan dengan landasan KASIH, melainkan dilakukan berdasarkan PERANG DAN TOTALITER, yang sebagai buktinya kami sitir nats ALQURAN terkait antara lain sebagai berikut:

    “ Maka berperanglah kamu pada jalan ALLAH, kobarkanlah semangat para Mukmin untuk berperang…………..” (Qs.4-AN NISSAA-84).
    d a n
    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada ALLAH dan RasulNYA (Muhammad) dan kemudian mereka tidak ragu-ragu untuk berjihad/berperang………………” (Qs.49-AL HUJURAAT-15)
    d a n
    “Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal: kamu akan diajak untuk memerangi kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah masuk Islam. Maka jika kamu penuhi ajaran ini, niscaya ALLAH akan memberikan pahala kepadamu ………” (Qs. 48-AL FATH-16)

    Dan banyak lagi nats-nats yang serupa dengan itu misalnya antara lain: Qs2-AL BAQARAH-216, 8-AL ANFAAL 15-16, 9-AT TAUBAH-29, 38-55, 123 dan lain-lain.

    3. Hukum/Syareat Islam (Pidana + Perdata) tidak berlandaskan KASIH melainkan berdasarkan IN-TOLERANSI, KERAS/KEJAM dan TIDAK ADIL, yang sebagai buktinya kami sitir antara lain:
    a. Potong tangan dan kaki serta bunuh dan tumpas (Qs.5-AL MAIDAH-33) bagi orang-orang yang melawan Muhammad.
    b. Potong tangan bagi pencuri-pencuri (Qs.5-AL MAIDAH-38)
    c. Kerangkeng-kan seumur hidup (adakalanya diganti dengan dirajam dengan batu) bagi wanita-wanita WTS (Qs.4-AN NISSAA-15)
    d. Derah dengan 100X pukulan rotan atau pentungan bagi mereka yang ketangkap basah berzinah (Qs.24-AN NUUR-2)
    e. Paksakan untuk tetap memeluk agama Islam (walaupun sudah tidak betah lagi), dengan membatalkan HAK HARTA WARISAN bagi orang-orang yang murtad/keluar dari agama Islam (Hadits Nabi Muhammad)
    f. Tidak adil, dengan menetapkan pembagian harta warisan antara laki-laki yang mendapat dua bagian dan wanita mendapat satu bagian saja (Qs.4-AN NISSAA-11). Lebih-lebih lagi ketidak-adilan ini nampak jelas sekali dengan adanya Hukum POLYGAMI, dimana seorang laki-laki/suami boleh beristeri sampai 4 isteri sekaligus + sekian banyak SELIR/HAREM kalau mampu, sedangkan si wanita/Istri jangankan main-main dengan laki-laki lain, sedangkan salah atau lalai sedikit saja memenuhi kewajibannya terhadap suaminya, dia bisa dengan serta merta ditalaq suaminya. Dan disamping itu si suami bisa saja meninggalkan istrinya begitu saja tanpa memberikan surat Talaq, sedangkan si istri sama sekali tidak punya hak untuk mentalaq suaminya, sehingga sering terjadi si istri sampai seumur hidupnya tidak bisa bersuami baru lagi karena belum ditalaq/dicerai oleh suaminya yang sudah tidak mau tahu dengannya (status si istri dibilang istri bukan dan dibilang jandapun bukan).
    g. Penuh ancaman-ancaman api neraka bagi mereka-mereka yang misalnya alpa Sholat, menolak ikut perang, menolak berpuasa, menolak memberikan zakat, melarikan diri dari medan perang, menolak mengkafirkan orang-orang yang bukan Islam termasuk orang-orang Kristen, yang dalam Qs.5-AL MAAIDAH-82 jelas dan tegas dikatakan bahwa orang-orang Kristen itu adalah sahabat-sahabat umat Islam yang terdekat dan ditambah pula pengakuan Muhammad/umat Islam bahwa agama mereka itu adalah kelanjutan dari agama Taurat dan Injilnya umat Kristen itu.
    Tegasnya Hukum dan Syareat Islam itu bertentangan secara diametral dan antagonis dengan HUKUM KASIH yang diajarkan oleh YESUS dalam Matius 22:39 yang berbunyi:
    “KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI”. Dengan penjabarannya yang lebih rinci lagi terdapat dalam:

    - Matius 5: 1-12
    - Matius 5: 21-43
    - Lukas 6: 27-41

    NOTE:
    Karena panjangnya rincian HUKUM KASIH itu, kami persilahkan Anda membaca nats-nats tersebut diatas dalam ALKITAB.

    Bahwa terdapat satu perbedaan atau pertentangan yang bersifat diametral dan antagonis antara ALQURAN + Hukum Syareatnya dengan ALKITAB + Hukum Syareatnya itu adalah satu hal yang logis dan memang senang atau tidak, begitulah konsekwensinya, karena antara keduanya terdapat satu perbedaan yang pokok dan fundamental yaitu:
    i. Yang hendak didirikan oleh Muhammad dengan ALQURAN-nya sebagai sarananya adalah satu KERAJAAN DUNIAWI, yaitu satu IMPERIUM TEOKRASI ISLAM yang dia harapkan akan meliputi seluruh muka bumi ini, dimana oleh Muhammad sendiri telah dimulai realisasinya dan pada waktu dia meninggal dunia tahun 632 dapat diwujudkannya sebagai langkah awal dimana seluruh Jazirah Arab telah dia jadikan satu kerajaan Theokrasi Islam yang pertama dimana dia sendiri adalah Raja atau Amir atau Amirul Mukminimnya karena yang menjadi tujuan atau target akhir adalah IMPERIUM TEOKRASI ISLAM di dunia ini, maka realisasinya adalah dengan sendirinya mengikuti cara-cara duniawi pula yaitu: perang, kekerasan, pemaksaan, ancaman, pemisahan umat manusia dalam dua blok yaitu Blok Islam dan Blok Kafir yang harus ditumpas kalau tidak mau masuk Islam, pengkultusan individu seperti pemberian title-titel Amirul Mukminin, Uliil Ambrie, Khalifah dan lain-lain, pengaturan POLEKSOSBUDHANKAM DAN LAIN-LAIN HAL YANG TERKAIT DENGAN PENEGAKAN SUATU KERAJAAN DUNIAWI YANG LAZIM DIPERLUKAN (Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Ke-tatanegaraan dan lain-lain sebagainya). Kesemuanya inilah pada hakekatnya isi dari ALQURAN itu yang dinamakan Hukum Syareat Islam tersebut, sedangkan bilamana ada hal-hal yang berkaitan dengan ke-Imanan, ke-Rohanian dan ke-Tuhanan itu adalah hasil jiplakan yang lihai dari Muhammad + kawan-kawan dari isi Kitab TAURAT dan Kitab INJIL yang memang sudah ratusan tahun beredar di Tanah Arab itu seperti ALKITAB terjemahan Paman Walinya sendiri yaitu WAROKAH bin NAUFAL, sehingga bila diambil secara prosentase isi ALQURAN itu adalah kurang lebih 75 % hasil jiplakan dari ALKITAB (Taurat dan Injil) + Kurang lebih 25 % hasil pemikiran, rancangan, idea, kreasi dari Muhammad dan kawan-kawannya serta seketaris-seketarisnya.
    ii. Sebaliknya yang hendak didirikan oleh YESUS dengan ALKITAB sebagai sarananya adalah satu KERAJAAN SORGAWI dan bukan Kerajaan Duniawi diatas muka bumi ini sebagaimana ditegaskanNYA dalam Yohanes 18:36 demikian: “KerajaanKU bukan dari dunia ini. Jika KerajaanKU dari dunia ini. Pasti hamba-hambaKU telah melawan supaya AKU jangan diserahkan kepada orang-orang Yahudi, akan tetapi KerajaanKU bukan dari sini” (maksudnya Kerajaan di Sorga).
    Karena kerajaan yang akan didirikan oleh YESUS itu adalah KERAJAAN SORGA – yang penghuni-penghuninya adalah orang-orang yang sudah beroleh Keselamatan Sorgawi maka dengan sendirinya untuk mewujudkannya tentu saja tidak dengan cara-cara duniawi yang lazim seperti perang, kekerasan, ancaman-ancaman dan lain-lain seperti yang diuraikan di butir-I diatas, melainkan dengan cara KASIH, KELEMAH-LEMBUTAN, PERSUASI dan lain-lain sebagaimana dirincikan dalam Matius 5: 1-12 dan 21-34 serta Lukas 6: 27-41, dan inilah pada hakekatnya seluruh isi dari ALKITAB yang dinamakan INJIL KERAJAAN ALLAH itu (Lukas 16:16). Pengikut-pengikut YESUS yang dinamakan umat Kristen/Nasrani itu, memang dibebani tugas oleh YESUS untuk “meng-Kristen-kan” semua bangsa dimuka bumi ini sebagaimana yang tersurat dalam Matius 28: 19-20, namun pelaksanaannya tidak dengan mendirikan IMPERIUM THEOKRASI KRISTEN di seantero muka bumi ini – karena kerajaan yang didirikan Yesus adalah Kerajaan di Sorga sana, melainkan dengan cara-cara persuasi, lembah-lembut dan KASIH memberitakan kebenaran INJIL KRISTUS kepada setiap orang, setiap suku dan bangsa bahwa tidak ada nama lain dibawah kolong langit ini yang diberikan kepada umat manusia yang bisa menyelamtkannya selain dari nama YESUS (Kisah Rasul 4:12). Apakah orang, suku dan bangsa yang sudah di Injil itu mau menerimanya atau menolaknya, itu adalah 100 % Hak Azasi dari mereka sendiri untuk memutuskannya, karena ALLAH memang menghendaki manusia itu bebas dan merdeka!!!!!

    PENOLAKAN V
    MENGANGGAP NATS 68 – AL QALAM-10
    SEBAGAI NATS YANG TELAH MEMBUKA KEDOK TENTANG APA ISI
    ALQURAN ITU SEBENARNYA.

    Untuk khusus membahas nats 68-AL QALAM-10 tersebut pada judul diatas terlebih dahulu perlu kami ingatkan kembali kepercayaan dan ke-imanan Islam bahwa:

    “ISI ALQURAN ITU ADALAH 100 % WAHYU ALLAH YANG DIDIKTE/DIIMLAKAN LANGSUNG OLEH ALLAH KEPADA NABI MUHAMMAD (atau dengan perantaraan Malaikat Jibrail) SECARA KALIMAT DEMI KALIMAT DAN KATA DEMI KATA, SEHINGGA OLEH KARENANYA ISI ALQURAN ITU TIDAK ADA SECUILPUN HASIL PEMIKIRAN, REKAYASA DAN PERBUATAN TANGAN MANUSIA TERMASUK NABI MUHAMMAD SENDIRI”.

    Kalau hal ini (100 % Wahyu ALLAH) benar adanya, PASTILAH tidak akan terdapat kejanggalan-kejanggalan, perbedaan dan pertentangan-pertentangan antara nats/ayat yang satu dengan nats/ayat yang lainnya dalam ALQURAN itu, karena tidak mungkin ALLAH menurunkan WahyuNYA bertentangan dan lebih-lebih lagi kalau diingat bahwa Wahyu atau FirmanNYA itu ALLAH wahyukan lewat SATU ORANG saja yaitu Muhammad sendiri atau dengan kata lain: “Sumber Wahyu adalah satu Oknum (ALLAH) dan Penyampai Wahyu adalah juga satu orang (Muhammad) saja, dan tidak 2, 4, 7 dan 10 orang”

    NOTE:
    Terlalu sering umat Islam menuding umat Kristen karena menemui nats-nats dalam ALKITAB yang satu dengan yang lainnya bertentangan dengan kata-kata: “Alkitab yang umat Kristen anggap suci itu, tidak benar Wahyu ALLAH adanya, karena masakan ALLAH menurunkan WahyuNYA bertentangan/tidak sama????”

    Oke, anggaplah tudingan dari umat Islam ini benar adanya (nanti di penutup BAB ini akan kami jelaskan bahwa tudingan tersebut keliru/tidak benar adanya), kemungkinan terdapatnya nats-nats/ayat-ayat dalam ALKITAB yang satu dengan yang lainnya bertentangan adalah wajar-wajar dan logis saja, karena Wahyu dalam ALKITAB tidak ALLAH sampaikan dengan cara dikte/imla langsung kalimat demi kalimat dan kata demi kata kepada si Penerima Wahyu dan disampaikannya tidak melalui 1 (satu) orang saja (seperti kepada Muhammad) melainkan lewat lebih dari 40 (empat puluh) orang yang satu dengan yang lainnya ada kalanya tidak saling kenal-mengenal dan hidupnya-pun tidak dalam satu masa/periode yang sama.

    Sebaliknya, kalau ada terdapat pertentangan-pertentangan antara nats/ayat yang satu dengan nats-ayat yang lainnya dalam ALQURAN (dibawah ini nanti akan kami jabarkan pertentangan-pertentangan itu), inilah yang tidak wajar dan tidak logis serta tidak masuk diakal, karena Wahyu yang ada dalam ALQURAN telah ALLAH sampaikan dengan cara dikte/imla langsung kalimat demi kalimat dan kata demi kata lewat Muhammad sendiri saja, sehingga tudingan “MASAKAN ALLAH MENURUNKAN WAHYU BERTENTANGAN /TIDAK SAMA” itu paling tepat dialamatkan kepada ALQURAN itu sendiri daripada dialamatkan kepada ALKITABnya umat Kristen itu!!!
    Baiklah, pada BAB-BAB terdahulu (Penolakan I, II, III, IV) telah kami jelaskan dasar dan dalil-dalil kenapa kami menolak ke-4 thema tersebut sebagai tidak Wahyu ALLAH dan sekarang ini akan kami jabarkan SEBAB-SEBAB POKOK kenapa “KAMI TIDAK PERCAYA LAGI BAHWA ALQURAN ITU WAHYU ALLAH” yang menjadi penyebab utama kenapa kami meninggalkan Muhammad + ALQURANnya dan beralih memilih YESUS + ALKITABNYA sebagai Junjungan dan Juruselamat kami.

    a) Nats 68-AL QALAM-10 yang berbunyi:
    “DAN JANGANLAH KAMU IKUTI SETIAP ORANG YANG BANYAK BERSUMPAH LAGI HINA”
    yang menjadi judul PENOLAKAN-V ini, sengaja kami pilih, karena kami anggap adalah satu factor inti yang secara tidak disadari oleh Muhammad sendiri telah dia suruh masukan dalam ALQURAN sebagai Wahyu ALLAH yang sekaligus mengungkapkan kedoknya sendiri dan sekaligus pula mengungkapkan bahwa ALQURAN itu tidak boleh dipercayai karena penuh dengan dusta. Kenapa kami berkesimpulan demikian????
    a) Terus terang saja, selama ini belum pernah kami menemui satu kitab-pun yang beredar selain dari ALQURAN yang isinya penuh dengan segala jenis SUMPAH. Dari sejak awal sampai akhir dari 30 juz, 114 Nats/Surat dan 6666 ayat yang ada dalam ALQURAN itu, tidak terhitung banyaknya kata-kata “SESUNGGUHNYA” (Jumlahnya: 2257 X atau kurang lebih 1/3 dari 6666 ayat-ayat ada terdapat kata “SESUNGGUHNYA” ini, dan kalau ditambah dengan sumpah secara langsung, jumlahnya menjadi kurang lebih 2/5 atau (40 %), yang artinya bahwa ALLAH secara tidak langsung BERSUMPAH bahwa ayat yang DIA turunkan itu tidak bohong melainkan benar-benar dapat dipercaya adanya (alangkah ragu-ragunya ALLAH itu???). Secara khusus pula – karena masih juga ragu-ragu meskipun sudah melafazkan satu Nats/Surat KHUSUS yaitu 52-ATH THUUR yang terdiri dari 49 ayat, yang isinya hampir seluruhnya (99%) terdiri dari SUMPAH-SUMPAH dan BANTAHAN-BANTAHAN dari ALLAH terhadap umat Manusia yang daif, hina dan kotor berdosa itu (Alangkah rendahnya derajat dan integritas ALLAH yang harus menurunkan Nats/Surat “SUMPAH” untuk menyakinkan manusia yang NOTABENE adalah ciptaanNYA sendiri)
    b) Apa yang ALLAH sumpahkan di butir-a diats, rupa-rupanya belum ALLAH anggap cukup memadai, sehingga perlu lagi ALLAH tambahkan dengan SUMPAH-SUMPAH jenis lain yang tersebar ke-30 Juz dari ALQURAN tersebut, yaitu dengan kata-kata :

    - Demi AlLAH (ALLAH yang mana lagi??)
    - Demi ALQURAN yang penuh hikmah
    - Demi MALAIKAT-MALAIKAT
    - Demi LANGIT
    - Demi GUGUSAN BINTANG-BINTANG
    - Demi BINTANG-BINTANG
    - Demi MATAHARI
    - Demi ANGIN
    - Demi AWAN
    - Demi MALAM
    - Demi SIANG
    - Demi SUBUH
    - Demi FAJAR
    - Demi KIAMAT
    - Demi BUMI
    - Demi KOTA MEKKAH
    - Demi MASA
    - Demi KALAM
    - Demi JIWA MANUSIA (91-ASY SYAMS-7)
    - Demi BUAH TIN
    - Demi BUAH ZAITUN
    - Demi KUDA PERANG
    Dan lain-lain jenis “DEMI” yang tidak perlu kami tambahkan disini lagi karena kami anggap deretannya sudah cukup panjangnya. Tegasnya dengan begitu banyaknya ALLAH BERSUMPAH dalam ALQURAN seperti yang kami jabarkan diatas terhadap umat manusia yang daif, hina, kotor-berdosa yang notabene pula adalah hasil ciptaanNYA sendiri, sama saja artinya bahwa ALQURAN telah menghina ALLAH dengan tidak tanggung-tanggung dan bagi setiap orang Muslim yang sedikit saja mau memakai akal-budi dan rationya serta mau jujur mengikuti suara hati nuraninya (seperti kami pada waktu masih Islam dahulu), pada hakekatnya sudah cukup alasan dan dalil untuk menolak ALQURAN itu Wahyu ALLAH, karena kalau kita toh masih tetap mau menerimanya sebagai Wahyu ALLAH, maka berarti kita mengakui bahwa ALLAH kita itu: “TIDAK MAHAKUASA lagi, TIDAK MAHA MENGETAHUI lagi, TIDAK MAHA KONSISTENT lagi, melainkan sudah turun posisi dan integritasnya sebagai seorang oknum yang RAGU_RAGU dan HINA” Apakah benar begitu??? PASTI TIDAK BENAR!!!!! Yang benar ialah bahwa Muhammad-lah yang tidak maha mengetahui, yang ragu-ragu, yang inconsistent, yang tidak percaya dirinya sendiri, yang plin-plan, sehingga untuk membela dirinya atas tudingan lawan-lawan dan musuh-musuhnya perlu dan harus ber-SUMPAH dengan 1001 macam “DEMI” untuk menyakinkan mereka dengan wahana ALQURAN ciptaannya sendiri yang dia nyatakan sebagai Wahyu ALLAH itu dan oleh karena saking bingungnya atau satu usaha untuk pembenaran yang tidak benar, dengan sadar diturunkannya-lah dalam ALQURAn nats 68-AL QALAM-10 tersebut diatas.

    NOTE:
    Mungkin anda sebagai seorang Muslim akan menjawab: Jangan suka main tuduh, karena di dalam ALKITAB pun ALLAH pun ALLAH juga BERSUMPAH!!!” Bagaimana ini?? Anda adalah benar sekali, memang di dalam ALKITAB ada ALLAH bersumpah, namun hanya 1 (satu) X saja yang terdapat dalam Kejadian 22:16 yang bunyinya demikian:
    “……….kataNYA:
    “AKU BERSUMPAH DEMI DIRIKU SENDIRI – demikianlah Firman TUHAN, karena engkau telah berbuat demikian……..”

    Dan Sumpah ALLAH ini sifatnya jauh berbeda dengan ratusan SUMPAH ALLAH yang ada dalam ALQURAN itu yang sifatnya temporer/insidentil saja, karena Sumpah ini adalah SATU PERJANJIAN KEKAL antara ALLAH dengan IBRAHIM + keturunannya Bangsa Israel yang dilakukan 1 X saja namun berlakunya untuk selama-lamanya (Kejadian 17: 7-8) dan sebagai Anda lihat SumpahNYA adalah “DEMI DIRIKU SENDIRI” dan bukan “Demi Buah Tin, Demi Kuda Perang, Demi Langit, Demi Fajar, dan lain-lainnya itu”, sebagaimana yang terdapat dalam ALQURAN itu. Disamping itu Anda harus ingat bahwa ALKITAB yang hanya mengandung 1 X Sumpah ALLAH tersebut diatas adalah: Tebalnya kurang lebih 5 X dari ALQURAN natsnya kurang lebih 10 X lebih banyak (1188 nats) dan ayatnya kurang lebih 5 X lebih banyak (30.442 ayat) dari ALQURAN.

    Agar perbedaan antara Sumpah ALLAH dalam ALQURAN dengan SUMPAH ALLAH dalam ALKITAB menjadi tuntas, diinformasikan disini bahwa ini nats-nats lain dalam ALKITAB memang ada muncul kembali ALLAH BERSUMPAH ini, namun kesemuanya mengacu kepada SUMPAH ALLAH yang 1 X tersebut diatas itu saja misalnya yang ada di Ibrani 6: 13-14 yang bunyinya demikian:
    “Sebab ketika ALLAH memberikan janjiNYA kepada Abraham, IA BERSUMPAH demi DIRINYA SENDIRI, karena tidak ada orang yang lebih tinggi daripadaNYA………………..”
    Untuk lebih mengtuntaskan lagi masalah BERSUMPAH ini, satu dan lain disebabkan rupa-rupanya Bangsa Israel sudah ketularan kebiasaan Bangsa-bangsa kafir yang berdiam disekitar mereka, yaitu bila timbul sedikit saja persoalan atau ketidaksesuaian pendapat segera BERSUMPAH demi segala macam “DEMI” (seperti halnya yang ada dalam ALQURAN), tegasnya KEBIASAAN BERSUMPAH, oleh YESUS dengan tegas dikecam dan dilarangNYA, demikian:
    “Tetapi AKU berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali BERSUMPAH, baik demi langit karena langit adalah Tahta ALLAH, maupun demi bumi karena bumi adalah tumpuan kakiNYA, ataupun demi Yerusalem karena Yerusalem adalah kota RAJA BESAR, janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. Jika Ya, hendaknya kamu katakana YA, jika Tidak hendaklah kamu katakana TIDAK, karena apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat-iblis/setan” (Matius 5:34-37)
    INI, baru namanya tegas – tuntas, tanpa tedeng aling-aling!!!!!
    b) Terus terang saja, selama ini belum pernah kami menemui Kitab yang beredar yang isinya: Campur aduk, tidak berrurutan, simpang siur, temanya meloncat-loncat, tidak diketahui dimana awal dan dimana akhirnya sesuatu perikop selain dari isi ALQURAN ini.Dalam setiap nats/surat yang 114 banyaknya dalam ALQURAN itu, terdapat ayat-ayat yang meloncat-loncat dari tema/perikop yang dibicarakan, misalnya untuk sekedar contoh, kami ambil secara “jemputan” saja :

    SURAT 59-AL HASYR (24 ayat)
    PERIKOP /TEMA:
    PENGUSIRAN ORANG-ORANG YAHUDI DARI MEDINAH

    Coba kita membaca seluruh isi ke 24 ayat yang ada dalam Surat tersebut. Dengan susah payah kita mencari dimana letaknyakisah pengusiran orang Yahudi dari Medinah itu yang ditonjolkan oleh perikop/tema tersebut diatas. Paling banter dapat kita simpulkan yang ada kaitannya dengan perikop/tema tersebut ialah apa yang ada tertulis di sebagian ayat-ayat saja yang berbunyi:
    “DIALAH (ALLAH)??) yang mengeluarkan orang-orang Kafir diantara Ahli Kitab dari kampung mereka……………………………”
    Inipun diragukan, karena berdasarkan puluhan nats-nats lain yang ada dalam ALQURAN, orang-orang Yahudi tidak digolongkan sebagai orang Kafir melainkan digolongkan sebagai Ahli Kitab seperti halnya dengan sebutan bagi orang Kristen/Nasrani.
    Sedangkan ayat-ayat yang lainnya (ayat-1, sebagian ayat-2 dan ayat-3 s/d 24) yang dibicarakan adalah tema/perikop-perikop lain yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan PENGUSIRAN ORANG-ORANG YAHUDI DARI MEDINAH tersebut diatas, dan itupun sedemikian acaknya sehingga sukar untuk melacak perikop/tema-tema apa yang sedang dibicarakan/dibahas, sehingga siapapun yang membacanya akan menjadi bingung karenanya.
    Hal yang seperti ini terdapat dihampir semua 114 Surat isi ALQURAN itu, dan hal inilah yang membuat kami mengatakan bahwa isi ALQURAN itu campur-aduk, tidak berurutan dan simpang-siur.

    NOTE:
    Lain halnya dengan ALKITAB, isinya teratur, berurutan, berkontinuitas, jelas-gamblang, tidak ada perikop/tema lain yang nyelonong masuk kedalam perikop/tema yang dibicarakan atau dikisahkan. Oleh karena yang kami “jemput” dari ALQURAN adalah perikop/tema: PENGUSIRAN ORANG – ORANG YAHUDI DARI MEDINAH, maka kami ambil sebagian “jemputan” pula kisah PENGUSIRAN juga dari ALKITAB yaitu:

    Dari PERJANJIAN LAMA : HAKIM-HAKIM 7: 1-25
    PERIKOP/TEMA : GIBEON MENGUSIR MUSUH

    Karena kisahnya panjang, mari kita baca ayat 1-25 dari kitab Hakim-hakim 7 tersebut dengan teliti dan jelimet, jelas dan tuntas bahwa tidak ada satu ayatpun yang menyimpang dari perikop/tema yang dikisahkan/dibahaskan, semuanya teratur, berurutan, berkontinuitas dari sejak awal sampai keakhirnya kisah.

    Kalau CONTOH-IMBANGAN ini belum memuaskan juga, mari kami ambil secara “jemputan” nats yang ada dalam PERJANJIAN BARU : Yohanes 8: 21-29. PERIKOP/TEMA: YESUS BUKAN DARI DUNIA INI.
    Coba Anda baca seluruh ayat 21-29 yang ada dalam Yohanes 8 tersebut yang kesemuanya berkaitan dengan masalah ‘Rohani”, tidak ada satu ayatpun yang keluar dari perikop/tema yang dibicarakan, semuanya jelas-tegas, gamblang, dimengerti, tidak berbelit-belit, teratur- berkesinambungan, menyakinkan tanpa perlu meraba-raba seperti seseorang yang sedang mengisi teka-teki silang. Jelas sekali perbedaan antara ALQURAN dengan ALKITAB itu bukan??? Yang satu kabur, berbelit-belit sehingga untuk mengartikannya kita perlu belajar dulu “Teori Relativitas” –nya Einstein, sedangkan yang lainnya jelas-gamblang, sederhana, blak-blakkan dan langsung kesasaran sehingga seorang yang tamat SD/SMP – pun dengan mudah memahaminya!!!!
    c) Kami selama ini tidak pernah menemui Kitab Agama lain selain dari ALQURAN yang isinya membeberkan bahwa ALLAH itu adalah satu Oknum yang paling tidak percaya diri, paling ragu-ragu dan paling tidak konsisten, sehingga perlu sampai ratusan kali harus mengulang-ulang SabdaNYA :
    • Bahwa ALQURAN itu benar-benar WahyuNYA (ALLAH) dan tidak bikin-bikinan manusia.
    • Bahwa Muhammad itu adalah benar-benar NabiNYA (ALLAH) yang DIA utus/suruh dan tidak Nabi aku-akuan saja.
    Sehingga, entah dari mana asal-usulnya tudingan-tudingan itu, mendadak ALLAH menjadi kalap sehingga menurunkan dengan BERSUMPAH WahyuNYA : 81-
    AT TAKWIR 15-25 yang berbunyi demikian :
    “Sungguh, AKU (ALLAH) bersumpah demi :Bintang-bintang yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya dan Demi Subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, SESUNGGUHNYA ALQURAN itu benar-benar Firman ALLAH yang dibawa oleh utusan yang mulia Jibrail yang mempunyai kekuatan dan yang mempunyai kedudukan tinggi disisi ALLAH yang mempunyai Arsy (Tahta), yang ditaati disana (alam Malaikat-malaikat) dan dipercaya, dan temanmu Muhammad itu bukanlah sekali-kali orang yang gila, karena SESUNGGUHNYA Muhammad itu melihat Jibrail (pembawa ayat-ayat ALQURAN) di ujuk yang terang dan Muhammad bukanlah seorang yang bakhil (pendusta) untuk menerangkan yang ghaib dan ALQURAN itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk”.

    Apa Anda sebagai seorang Muslim yang berakal-budi, yang punya akan dan ratio sehat, yang jujur terhadap suara hati-nurani Anda yang paling dalam, masih dapat menerima bahwa ALLAH yang Mahabesar, yang Mahakuasa, yang Maha Esa, yang ada dengan sendirinya, yang Kekal dan tidak pernah berobah-obah menjadi begitu kecil, begitu lemah dan tidak berdaya, sehingga harus mengeluarkan pernyataan dengan SUMPAH seperti yang tersurat dalam 81-AT THAKWIR 15-25 tersebut diatas terhadap tudingan orang-orang yang tidak percaya bahwa Muhammad itu Nabi dan ALQURAN itu Wahyu ALLAH, sedangkan orang-orang yang menuding-nuding itu adalah notabene hasil ciptaan ALLAH itu sendiri????
    Kami hakul nyakin bahwa Anda dengan perasaan yang tersinggung berat, suara lantang akan menjawab : “INI PENGHINAAN BERAT TERHADAP ALLAH, INI TIDAK MUNGKIN TERJADI, INI TIDAK MASUK DIAKAL, INI BEYOND REASON dan APA YANG TERSURAT DALAM 81-AT THAKWIR 15-25 TERSEBUT ITU BUKANLAH WAHYU ALLAH”. AMIN terkecuali tentunya kalau mendadak sontak telah terjadi pertukaran STATUS/POSISI antara ALLAH dan Muhammad, yaitu bukan Muhammad lagi yang Pesuruh ALLAH melainkan ALLAH-lah yang telah berobah menjadi pesuruhnya Muhammad. Hal ini tentu saja TABU dan MUSTAHIL karena mengarahkan pikiran ke-arah itu saja sudah merupakan raja-biangnya-Syirk!!! Jadi dengan sendirinya tertinggal satu solusi atau kesimpulan yaitu : “BAHWA ALQURAN ITU BUKAN WAHYU ALLAH!!”.
    Yang benar tentang hal ini adalah bahwa berdasarkan logika dan ratio dari siapa saja yang mau berlaku jujur pada dirinya sendiri pasti berpendapat seperti terlukis dibawah ini :
    “Pada waktu sebelum adanya nats 81-AT THAKWIR 15-25 tersebut, Muhammad telah dituding dan diolok-olokan oleh orang Arab musuh-musuhnya, bahwa dia adalah seorang yang sinting dan gila serta pendusta dan ALQURAN yang katanya Wahyu ALLAH itu dicemooh sebagai perkataan/ayat-ayat setan belaka alias bukan Wahyu ALLAH. Untuk membela dirinya dari tuduhan dan tudingan musuh-musuhnya tersebut – satu dan yang lain karena dia sendiri tidak mampu berbuat muzizat sebagai counter bukti – maka disuruhnya Seketarisnya Zaid bin Tsabit untuk menulis bantahannya yaitu nats 81-AT THAKWIR 15-25 tersebut dalam ALQURAN dengan diatas-namakan WAHYU ALLAH agar menjadi BERBOBOT kelihatannya”.
    Skenario atau analisa seperti dijabarkan diatas inilah yang tidak masuk diakal siapapun yang berpikiran sehat dan tidak tenggelam dalam fanatisme dan taktik buta, namun Muhammad pada waktu itu sudah berada dalam posisi apa yang kita sebut sekarang ini “sudah telanjur basah” dan “sudah tidak ada jalan mundur lagi”, karena terlanjur menyatakan “SEMUA YANG TERTULIS DALAM ALQURAN ITU ADALAH 100% WAHYU ALLAH”, sedangkan sebenarnya adalah hasil pemikiran, rekaan, imaginasi, sangka-sangkaan dia sendiri sebagai seorang insani biasa yang tidak luput dari kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan, kekhilafan-kekhilafan dan kelemahan-kelemahan, walaupun harus diakui baik oleh kawan maupun oleh lawan bahwa dia adalah seorang yang Besar dan Brilliant pada zamannya. Dan hal inilah yang membuat isi ALQURAN itu penuh dengan sumpah-sumpah, penuh dengan pengulang-pengulangan, penuh dengan dualisme dan kejanggalan-kejanggalan, controversial dan axiomalistis, ragu-ragu dan inconsistent yang akibat lanjutnya ialah bahwa semua hal-hal negative tersebut itu secara tragis dan menyedihkan seluruhnya terpulang kepada ALLAH dan tanggung jawab ALLAH semata-mata, karena kata Muhammad bahwa semua isi ALQURAN itu adalah 100% Wahyu ALLAH dan tidak hasil buah pikirannya atau dengan perkataan lain yang tegas dan gamblang : “Adanya sumpah-sumpah, pengulangan-pengulangan, kejanggalan-kejanggalan, dualisme, kontradiksi-kontradiksi, axioma-axioma dan inkonsistensi-inkonsistensi dalam ALQURAN itu bukanlah tanggungjawab Muhammad, melainkan tanggung jawab ALLAH semata-mata karena semuanya itu adalah WahyuNYA, sedangkan Muhammad hanya menulis dan menyampaikannya saja!!!”

    Meskipun dengan sanggahan-sanggahan kami pada PENOLAKAN I, II, III, IV dan V tersebut diatas dianggap telah cukup untuk menolak ke-Imanan Islami bahwa ALQURAN ITU BUKAN WAHYU ALLAH, namun untuk lebih melengkapinya lagi dibawah ini kami tambahkan lagi hal-hal lain yang kami temui dalam ALQURAN yang sifatnya aneh dan tidak masuk diakal bilamana kita toh masih tetap percaya bahwa isi ALQURAN tersebut benar-benar 100% Wahyu ALLAH.

    1. ALLAH BUTA SEJARAH DAN MELESET BERNUBUAT :
    a. Dalam Surat 19-MARYAM-28, dinyatakan bahwa MARYAM, Ibu YESUS adalah SAUDARANYA HARUN dan selanjutnya dalam Surat 3-ALI IMRAN 36-37 dikatakan bahwa MARYAM, Ibu YESUS tersebut diserahkan oleh ayahnya bernama IMRAN kepada ZAKARIA untuk dipelihara dan dibesarkan. Hal ini tidak mungkin terjadi dan terlaksana, karena HARUN sesuai dengan sejarah adalah abangnya Nabi Musa yang hidup kurang lebih 1500 tahun sebelum Yesus dilahirkan oleh MARYAM dan HARUN tersebut memang punya seorang adik perempuan yang kebetulan pula bernama MARYAM (Keluaran 12: 1-16), dan ayah dari ketiga bersaudara ini namanya memang AMRAN (dalam lafaz bahaa Arabnya ALQURAN : IMRAN). Jadi disini, ALLAH yang Mahatahu itu justru menjadi “Tidak Tahu” atau buta sejarah, karena disini telah terjadi kekacauan atau tumpang tindih sejarah yang jarak antaranya kurang lebih 1500 tahun dan tukar-ganti oknum antara MARYAM, ibu YESUS dan MARYAM, adik HARUN dan adalah tidak mungkin pula terjadi IMRAN dapat menyerahkan MARYAM anaknya itu kepada ZAKARIA untuk dipelihara dan dibesarkan karena ZAKARIA baru nongol/dilahirkan di dunia ini kurang lebih 1500 tahun kemudian yaitu se-zaman dengan MARYAM, ibu YESUS, sebagaimana tertulis dalam Surat 19-MARYAM 1-7.
    b. Dalam Surat 30-AR RUUM 1-4, dinubuatkan oleh ALLAH lewat mulut Nabi Muhammad bahwa kerajaan Romawi yang pada waktu itu telah dikalahkan oleh Kerajaan Persia, nanti sesudah wafatnya Nabi Muhammad – jadi sesudah tahun 632 -, akan membalas dan mengalahkan kembali Bangsa Persia. Lagi-lagi ALLAH yang Maha-Tahu itu menjadi Buta Sejarah, karena apa yang disebut “NUBUAT” itu bukanlah NUBUAT lagi melainkan hanya pencatatan sejarah saja oleh Nabi Muhammad, sebab dikalahkannya Bangsa Romawi oleh Bangsa Persia dan dikalahkannya kembali Persia oleh Bangsa Romawi SEMUANYA terjadi dalam kurun NABI MUHAMMAD MASIH HIDUP.

    Sejarah Mencatat : – Tahun 614, Bangsa Romawi dikalahkan oleh Bangsa Persia
    - Tahun 629, Bangsa Romawi mengalahkan kembali Bangsa Persia
    - Tahun 632, Nabi Muhammad meninggal dunia di Madinah.

    c. Dalam Surat 17- AL ISRAA-1 terdapat wahyu ALLAH yang berbunyi sebagai berikut:
    “Maha Suci ALLAH yang telah memperjalankan (Miradj) hambanya (Muhammad) pada satu malam dari AL-Masjidil Haram (di Mekkah) ke AL-Masjidil Aksha (di Yerusalem) yang telah KAMI berkahi sekelilingnya………………”

    Disini ternyata lagi ternyata ALLAH itu buta sejarah, karena tidaklah mungkin ALLAH me-miradj-kan Nabi Muhammad yang hidup diantara tahun 571-632 dari Masjidil Haram dalam satu malam ke Masjidil Aksha diYerusalem, karena pada waktu Nabi Muhammad masih hidup Masjidil Aksha belum ada, sebab baru dibangun tahun 701, jadi 69 tahun sesudah Nabi Muhammad mati dan dikuburkan di Madinah tahun 632.
    2. ALLAH TIDAK TERTIB DAN KACAU
    ALLAH yang Maha Tertib dan Maha Teratur itu telah menurunkan Kitab WahyuNya yang dinamakan ALQURAN itu justru sangat kacau isinya dan kacau formulasinya. Untuk membuktikan hal ini, sebagai contohnya kami petik disini satu SUB-SURAT yang terdiri dari hanya 7 (tujuh) ayat saja dari 6666 ayat yang ada dalam ALQURAN itu, yaitu :
    SURAT 5-AL MAAIDAH 94-100 (7 ayat)
    Perikop Sub-Suratnya adalah : “ MENGHORMATI KAABAH SEBAGI SOKOGURU KEHIDUPAN MANUSIA”

    Ayat – 94 : Mempersoalkan korban binatang hasil perburuan.
    Ayat – 95 : Mempersoalkan – idem –
    Ayat – 96 : Mempersoalkan – idem –
    Ayat – 97 : Mempersoalkan masalah Kaabah, jadi cocok/sesuai dengan yang dikehendaki oleh PERIKOP SUB – SURAT diatas
    Ayat – 98 : Mempersoalkan tentang bentuk siksaan dari ALLAH bagi orang-orang yang menentangNYA
    Ayat – 99 : Mempersoalkan bahwa Rasul-rasul hanya penyampai Wahyu ALLAH saja.
    Ayat – 100 : Mempersoalkan masalah tindakan baik dan buruk

    Total 7 ayat yang berjajar secara urutan Mempersoalkan 5 Jenis permasalahan yang satu denga yang lainnya tidak ada kaitannya samasekali (berbeda-beda temanya) Sesuai dengan perikop Sub-Surat yang akan dipersoalkan hanya 1 thema saja

    Ini hanya satu contoh kecil saja (1 Sub-Surat dengan hanya 7 ayat) tentang betapa kacau dan simpang siurnya formulasi Wahyu ALLAH yang ada dalam ALQURAN itu, apapun pula kalau dibahas keseluruh isi ALQURAN dengan cara/sistim seperti ini yang jumlahnya 114 Surat dengan ratusan Sub-Suratnya dengan total 6666 ayatnya, pastilah tidak dapat lain kesimpulannya ialah : ALLAH ITU KACAU !!!!
    3. ALLAH ITU TIDAK ADIL.
    ALLAH yang Maha Adil itu, justru digambarkan tidak adil atau sekurang-kurangnya menimbulkan kejanggalan-kejanggalan, Tentang soal apa ALLAH itu tidak adil???
    Kami tidak hendak mempersoalkan kembali keadaan di dunia yang fana ini, dimana ALLAH sudah berlaku tidak adil dengan menetapkan perbedaan hak antara Pria dan Wanita (dengan menambahnya lagi dengan ketidakadilan-ketidakadilan jenis-jenis lain), yaitu pria dapat dua bagian dari harta warisan dan boleh ber-polygami sampai beristeri empat, sedangkan wanita hanya dapat satu bagian dari harta warisan saja dan tidak ada hak men-talaq suaminya walaupun ditinggalkan, disia-siakan dan ditelantarkan oleh suaminya bertahun-tahun tanpa diberi surat talaq/diceraikan. Yang kami persoalkan ialah ketidak-adilan ALLAH di Sorga sesudah orang-orang yang beriman (Pria dan Wanita-wanita Muslim) mat

  174. M. Mukthasar Says:

    (Pria dan Wanita-wanita Muslim) mati dan beroleh keselamatan Sorgawi nanti (kehidupan di alam Rohani). Berdasarkan WahyuNYA sendiri yang ada dalam ALQURAN, rupa-rupanya ALLAH hanya menyediakan SORGA BAGI KAUM PRIA SAJA, karena jelas-jelas tertulis dalam ALQURAN sebagai berikut :
    a. Di Sorga disediakan makanan dan minuman (52-ATH THUUR-19)
    b. Di Sorga mereka (kaum pria) mempunyai istri-istri (4-AN NISAA-57) karena dikawinkan dengan bidadari-bidadari yang cantik dan bermata jeli (52-ATH THUUR-20) dan disediakan divan-divan untuk tempat mereka bersukaria dengan bidadari-bidadari istri-istri mereka itu.
    Jelas dan gamblang bahwa ini adalah Sorganya kaum pria saja, karena kami tidak dapat menemukan satu ayatpun dari wanita-wanita Muslim yang juga masuk Sorga ( yang ada digambarkan hanya nasib/kondisi anak-anaknya saja). Oleh karenanya tidak lain kesimpulan kami ialah : “Tidak ada seorang wanita Muslimpun, walaupun dia super mukmi, bisa masuk sorga, karena mereka mau dikawinkan dengan siapa lagi disebabkan semua prianya, ya bekas suaminya atau pacarnya, ya idolanya ketika didunia dulu, kesemuanya sudah dikawinkan dengan bidadari-bidadari yang 1000 x lebih cantik dan bermata jeli dari diri mereka dan dida lam ALQURAN kami tidak menemukan sepatah Wahyu ALLAHpun bahwa wanita-wanita yang beroleh keselamatan Sorgawi itu akan dikawinkan dengan Malaikat-malaikat”. Apa ini tidak janggal!!!!! Kalau toh anda karena fanastime agama dan taktik buta tetap saja mengatakan bahwa hal ini tidak janggal, pastilah Anda tidak dapat mengelak lagi kalau kami katakana bahwa ALLAHnya ALQURAN itu : TIDAK ADIL!!! Belum lagi, kalau kami mempertanyakan apakah masuk diakal yang sehat dan logis bahwa di Sorga yang notabene adalah satu tempat DI ALAM ROHANI – jadi berbeda 180 derajat dengan kondisi dan situasi di dunia yang fana ini – masih ada nafsu sex, masih perlu makan dan minum dan masih ada kawin-mawin???!!!

    NOTE:
    Lain hanya dengan Sorganya umat Kristen, yang kondisi dan situasinya masuk diakal dan ratio dari siapapun yang membacanya dalam ALKITAB :
    a. Di Sorga/Kerajaan Sorga terdapat satu tahta, yaitu tahta ALLAH (Wahyu 7: 15)
    b. Diatas Tahta itu duduklah Anak Domba ALLAH yaitu YESUS KRISTUS (Wahyu 7: 17)
    c. Disekitar tahta, mahluk-mahluk memuji DIA dengan kata-kata:
    “Kudus, Kudus, Kuduslah TUHAN ALLAH, Yang Mahakuasa, Yang sudah Ada dan Yang Akan Datang (Wahyu 4: 8) dan dihadapan tahta terdapat orang-orang Kudus yang tidak terhitung banyaknya dari segala Bangsa dan Suku dan Kaum dan Bahasa (Wahyu 7: 9)
    d. Di Sorga mereka (yang telah beroleh keselamatan Sorgawi) tidak kawin dan dikawinkan (Markus 12: 25)
    e. Di Sorga mereka hidup seperti Malaikat-malaikat (Markus 12: 25)

    4. ALLAH BERTINDAK ANEH DAN JANGGAL
    ALLAH yang Maha Suci itu telah bertindak aneh dan janggal. Kenapa?? Dalam sejarah Perjanjian Lama (TAURAT) dan Perjanjian Baru (INJIL) yang kitab-kitab mana diakui oleh ALQURAN sendiri tentang keabsahannya sebagai satu Kitab Suci (2-AL BAQARAAH-4), tidak pernah ALLAH mau mencampuri urusan hidup pribadi dari pada Nabi-nabi suruhan/utusanNYA sebegitu menjelimetnya sampai-sampai pada urusan sex, rumahtangga dan rahasia tempat tidur mereka, selain dari Nabi Muhammad ini.Kami enggan dan segan untuk merincikan campur tangan ALLAH tersebut satu persatu, melainkan mempersilahkan ANDA untuk membacanya sendiri dalam ALQURAN :
    - Surat 33 – AL AHZAB 28-34
    - Surat 33 – AL AHZAB 50 -55
    - Surat 66 – AT TAHRIM 1-5

    Setelah kami membaca betapa menjelimetnya dan mendetailnya ALLAH ikut campur dalam kehidupan sex, rumahtangga dan rahasia tempat tidur Nabi Muhammad sebagaimana terjabar dalam 3 (tiga) SURAT ALQURAN diatas, sedangkan hal yang serupa tidak pernah ALLAH lakukan terhadap puluhan Nabi-Nabi sebelumnya Nabi Muhammad sejak Nabi Adam sampai pada YESUS, ditambah pula dengan Surat 24-AN NUUR 11-26 dimana ALLAH secara khusus mati-matian membela AISYAH istri Muhammad itu, bahwa dia benar-benar tidak berzinah, maka pastilah timbul dalam hati nurani kita satu perasaan aneh yaitu : “APA IYA INI SEMUA?? APA IYA INI BENAR-BENAR WAHYU ALLAH??” atau hanya satu “house-rules” bikinan Muhammad untuk mengatur dan mengatasi istri-istrinya yang banyak itu yang dia berikan “cap” sebagai Wahyu ALLAH, karena tidak mungkin ALLAH berlaku sejanggal ini.
    5. ALLAH TIDAK KONSEKWEN DAN INKONSISTENT
    Berbicara soal kejanggalan-kejanggalan yang ada dalam ALQURAN yang katanya 100% Wahyu ALLAH itu, jumlahnya ada banyak sekali sehingga kalau dibahas satu per satu akan memakan puluhan halaman lagi. Juga mengenai tidak konsekwen dan tidak konsistennya ALLAH terhadap apa yang DIA telah Wahyukan ada banyak sekali terdapat dalam ALQURAN sehingga untuk menyingkatkan Penulisan ini, kami mensitir satu contoh yang spesifik tentang hal tidak konsekwen dan inkonsistennya ALLAH itu, yaitu tentang apa yang tertulis dalam :
    SURAT 3 AL MAAIDAH 82
    “……………….Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman (Islam) ialah orang-orang yang berkata : “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani…………………..”

    Namun segera sesudah itu ALLAH meralat WahyuNYA tersebut dengan mengatakan hal yang 180 derajat bertentangan dengannya yaitu :

    SURAT 98 AL BAYYINAH 6 :
    “……………….Sesungguhnya orang-orang Kafir yakni Ahli Kitab (yang dimaksudkan dengan Ahli Kitab adalah orang Nasrani dan orang Yahudi) dan orang-orang musyrik, akan masuk ke neraka jahanam dan mereka kekal di dalamnya, karena mereka itu adalah seburuk-buruknya mahluk………………………….”

    Apa ini tidak kontradiksius dan inconsistent dan apakah bisa disalahkan kalau kami mengatakan bahwa ALLAHnya ALQURAN itu: TIDAK KONSEKWEN DAN TIDAK KONSISTENT !!!

    K E S I M P U L A N

    Bilamana semua yang kami jabarkan dan uraikan dalam Penolakan I, II, III, IV dan V diatas dirangkumkan menjadi satu rangkuman, intisarinya sebenarnya sederhana saja yaitu :

    Bahwa ALLAH, yang :
    - MAHA BESAR dan MAHA KUASA
    - MAHA SUCI dan MAHA MENGETAHUI
    - MAHA PENGASIH dan MAHA PENYAYANG
    - MAHA ADIL
    - TIDAK BERAWAL dan TIDAK BERAKHIR
    - KEKAL dan TIDAK BEROBAH-ROBAH
    - TIDAK ADA PERSAMAANNYA dan SETARA-NYA
    - BEBAS DARI BERBUAT KESALAHAN
    - TELAH MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI INI HANYA DENGAN BERSABDA “JADI MAKA JADILAH”

    PASTI TIDAK MUNGKIN/SEKALI LAGI PASTI TIDAK MUNGKIN………….
    a) Tidak Adil
    b) Tidak Mengetahui Sejarah
    c) Salah ber-Nubuat
    d) Ragu-ragu dan tidak percaya diri sehingga perlu bersumpah dengan segala jenis materi dan non-materi hasil ciptaanNYA sendiri
    e) Salah menurunkan Wahyunya sehingga perlu dibatalkan atau diganti/direvisi
    f) Mempertahankan diriNYA dari tudingan manusia yang notabene adalah ciptaanNYA sendiri dengan segala jenis sumpah.
    g) Tidak berada pada satu detik yang bersamaan disetiap millimeter ruang bumi dan angkasa raya ciptaanNYA itu, melainkan hanya berada disatu tempat saja yaitu Mekkah.
    h) Menyatakan DIRINYA telah berobah menjadi batu hitam yang melarat itu.
    i) Hanya mengerti Bahasa Arab saja.
    j) Punya rumah di satu tempat tertentu diatas dunia ini (Mekkah)
    k) Bertindak tidak berdasarkan KASIH yang notabene adalah personafikasi dari ALLAH itu sendiri yaitu : MAHA PENGASIH & MAHA PENYAYANG.
    l) Tidak consistent terhadap janji-janjiNYA dan perbuatan-perbuatanNYA serta kata-kataNYA.
    m) Mengizinkan manusia menyembah allah-allah lain (JIN-JIN) selain dari DIA.
    Sehingga oleh karena apa yang tidak mungkin dilakukan oleh ALLAH sebagaimana terjabar di dictum a s/d m diatas, kesemuanya ada terjabar secara berulang-ulang dalam ALQURAN, maka jelas dan gamblang pastilah isi ALQURAN ITU TIDAK WAHYU ALLAH.
    Akhirnya sebagai penutup SADURAN kami ini, kami akan penuhi janji kami pada permulaan PENOLAKAN – V yaitu: “Bahwa tidak benar ada pertentangan-pertentangan Wahyu ALLAH dalam ALKITAB”, sebagaimana sering ditudingkan oleh Pihak Islam kepada umat Kristen karena mereka telah menemukan banyak nats/ayat yang satu dengan yang lainnya bertentangan dalam ALKITAB, sedangkan ALKITAB itu adalah Wahyu ALLAH.

    1. Terlebih dahulu perlu diinformasikan bahwa cara penulisan ALKITAB itu berbeda 180 derajat dengan cara penulisan ALQURAN. Kalau penulisan atau isi ALQURAN itu menurut kepercayaan umat Islam adalah 100% Wahyu ALLAH sebagai hasil dikte/imla ALLAH langsung kepada nabi Muhammad (atau lewat Malaikat Jibrail) secara kalimat demi kalimat dan kata demi kata, sehingga isinya sama sekali bersih dan bebas dari pikiran, rekaan dan buah tangan manusia termasuk Nabi Muhammad sendiri, maka sebaliknya penulisan ALKITAB adalah berbeda samasekali, yaitu :
    a) ALKITAB ditulis bukan oleh 1 (satu) orang saja (seperti halnya Muhammad), melainkan oleh lebih dari 40 orang yang telah menerima Wahyu ALLAH yaitu para Nabi dan Rasul selesai ditulis kurang lebih 1600 tahun.
    b) Wahyu ALLAH diterima oleh para Nabi/Rasul tersebut melalui mimpi, perasaan, pendengaran rohani dan penglihatan rohani, jadi bukan dengan cara dikte/imla seperti halnya dengan pengakuan Muhammad .
    c) Wahyu ALLAH yang mereka terima itu, sebelum ditulis untuk disampaikan kepada umat sezamannya, terlebih dahulu mereka selidiki atau cari tahu dahulu tentang:
    “Apa sebabnya, apa motivasinya, apa peristiwa yang terkait, apa kondisi dan situasi yang sedang berlaku dan lain-lain sebagainya maka Wahyu ALLAH itu diturunkan kepada mereka, tegasnya dengan kata lain : “Apa LATAR BELAKANG dari Wahyu yang ALLAH turunkan kepada mereka itu”. WAHYU ALLAH yang mereka terima dikombinasikan dengan LATAR BELAKANG hasil penyelidikan mereka itulah yang mereka tulis dalam ALKITAB.
    d) Adakalanya ALLAH menurunkan WahyuNya tentang suatu masalah atau topic yang sama, bukan kepada 1 (satu) orang saja melainkan kepada beberapa orang sekaligus (katakanlah 3 orang). Bilamana pada penulisan Wahyu ALLAH tersebut dalam ALKITAB oleh ketiga orang penerima Wahyu itu terdapat PERBEDAAN atau KE-TIDAKSAMAAN hal ini tidak berarti bahwa WAHYU ALLAH-NYA yang berbeda melainkan LATAR BELAKANG dari Wahyu ALLAH itu-lah yang berbeda, karena WAHYU ALLAH MUSTAHIL BISA BERBEDA/TIDAK SAMA meskipun di-wahyukan serempak kepada 3 orang atau 5 orang lebih sekaligus. Yang mungkin bisa berbeda/tidak sama adalah hasil penyelidikan LATAR BELAKANG dari Wahyu ALLAH tersebut oleh ke-tiga orang itu yang telah mereka lakukan sendiri2 dengan cara mereka masing2 dan LATAR BELAKANG ini adalah : “BUKANLAH WAHYU ALLAH”.
    2. Sebagai contoh atau bukti tentang apa yang kami uraikan diatas, kami akan kutip satu Nats dari Perjanjian Lama (TAURAT) dan satu Nats dari Perjanjian Baru ( INJIL ) yang Nats/ayat2nya berbeda/tidak sama itu.
    a. II – Raja-raja 8 : 26…. : Diceritakan bahwa Ahazia berumur 22 tahun pada waktu itu dia menjadi Raja di Yerusalem………….
    Sebaliknya :
    II-Tawarikh 22: 2…: Menceritakan bahwa Ahazia berumur 42 tahun pada waktu itu dia menjadi Raja di Yerusalem……
    Disini ada perbedaan umur, Nats/Ayat yang satu mengatakan 22 tahun sedangkan Nats/Ayat yang lainnya 42 tahun. Perbedaan ini adalah LATAR BELAKANG dari Wahyu, sedangkan WAHYU ALLAH – nya sendiri TIDAK BERBEDA yaitu bahwa Raja Ahazia telah dinubuatkan MATI TERBUNUH, dan hal ini terdapat di II Raja-raja 9 : 27 (mati terbunuh) dan juga di II Tawarikh 22 : ( (mati terbunuh).
    b. Matius 8 : 28…..: Dikisahkan bahwa Yesus datng di Gedara dan yang keluar dari daerah kuburan 2 (dua) orang kerasukan setan
    Sebaliknya :

    Lukas 8 : 26…….: Mengisahkan bahwa Yesus datang di Gerasa dan yang keluar dari daerah kuburan 1 (satu) orang kerasukan setan.
    Sebaliknya

    Disini ada perbedaan nama kota dan jumlah orang yang kerasukan setan. Perbedaan ini adalah LATAR BELAKANG dari Wahyu, sedangkan WAHYU ALLAH-nya sendiri TIDAK BERBEDA/SAMA yaitu bahwa Yesus BERKUASA MENGUSIR SETAN2 dan hal ini terdapat baik di Matius 8 : 32 maupun di Lukas 8: 32.
    Dari 2 (dua) contoh diatas jelaslah bahwa yang berbeda/tidak sama adalah LATAR BELAKANG dari Wahyu ALLAH dan bukan WAHYU ALLAH-nya sendiri, karena WAHYU ALLAH mustahil bisa berbeda/tidak sama meskipun ditulis oleh misalnya 3, 5, atau 10 orang. Oleh karenanya, yang nampaknya saja seperti ada pertentangan atau perbedaan dari nats atau ayat ALKITAB itu, sedangkan sebenarnya tidaklah demikian, karena ALKITAB umat Kristen itu bukan 100% KITAB ILAHI melainkan adalah KITAB ILAHI dan KITAB INSANI sekaligus, disebabkan adanya factor yang melatar belakangi WAHYU ALLAH yang diturunkan dan dituliskan dalam ALKITAB tersebut.

    Demikianlah saduran kami dari tulisan2 dan pernyataan2 lisan dari pada hamba TUHAN yang dulunya beragama Islam, namun sekarang ini sudah beralih menjadi pengikut YESUS yang aktif, militant, tangguh dimana sebagaimna diuraikan diatas sebab2 utamanya ialah karena mereka TIDAK PERCAYA LAGI BAHWA ALQURAN ITU WAHYU ALLAH, melainkan menganggapnya hanya satu Kitab Insani belaka yang isinya kurang lebih 75 % hasil jiplakan yang lihai dari isi ALKITAB ditambah kurang lebih 25 % hasil buah pikiran, imajinasi, rekaan, kreasi dari Muhammad dan kawan2nya yang menulis ALQURAN itu dengan diberi selimut kamuflase seolah2 sebagai 100 % Wahyu ALLAH.

    Demikianlah apa yang telah kami uraikan diatas sehingga menambah wawasan semua orang yang membacanya sehingga mengetahui kebenaran yang nyata ini.

    1. Edy Marwan Neil Says:

      M. Mukthasar Says:

      February 21, 2012 at 12:10 pm
      (Pria dan Wanita-wanita Muslim) mati dan beroleh keselamatan Sorgawi nanti (kehidupan di alam Rohani). Berdasarkan WahyuNYA sendiri yang ada dalam ALQURAN, rupa-rupanya ALLAH hanya menyediakan SORGA BAGI KAUM PRIA SAJA, karena jelas-jelas tertulis dalam ALQURAN sebagai berikut :
      a. Di Sorga disediakan makanan dan minuman (52-ATH THUUR-19)
      b. Di Sorga mereka (kaum pria) mempunyai istri-istri (4-AN NISAA-57)

      Ngupas dangkal , emang kau tahu siapa bidadari itu ? siapa sebenarnya dia ? Bagaimana kalau kau punya istri, pernah kau mengatakan kau itu seperti bidadari ku ?

      [QS 3.185] Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

      Bisa ngupas ayat ini ? Ada wanita disitu ? Siapa yang masuk neraka ? dan siapakah masuk surga ? Sanggup mengupasnya ?

      [QS 3.15] Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya.

      Dan (mereka dikaruniai)

      istri-istri yang disucikan

      serta keridaan Allah:

      Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

      Macam kau itu tuhan saja bisa mengatahui rahasia Tuhan tentang surga.

      Ini ayat2 cabul , mana yang kau pilih Mulianya bahasa Allah dengan kata2 di kitab kau Injil ! Bagaimana kau kasih komentar ! Jawab ya !

      Tahu kau Allah di kitab Injil dan Al Quran ? Tahu siapa yang menciptakan neraka , siapakah penghuni neraka ? Ini aku kasih tahu !

      [QS 2.39] Adapun orang-orang

      yang kafir
      dan
      orang2 yang mendustakan ayat-ayat Kami,

      mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
      Itu kata Allahnya Yesus di Markus 12 : 29 , Allah yang Esa. Kenapa Yesus kau jadikan Tuhan ? Kau tahu itu ayat asli ? kau tahu ayat2 palsu ? yang 82 % palsu ?

      Ini ayat 2 palsu !
      Ayat Porno di Alkitab!

      Asli perkataan Tuhan kalau dia kitab suci ?

      YEHEZKIEL 16 :
      7) dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan TELANJANG BULAT.
      YESAYA 20 :

      Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu.
      Maka “buah dadamu” sudah montok,
      “””rambutmu””””” sudah tumbuh, ?????????????????????????
      “””Rambut””””” yang mana itu ?????????????????????????
      tetapi engkau dalam keadaan TELANJANG BULAT.

      Asli perkataan Tuhan?
      Kitab Suci ????

      Masih banyak sekali nanti aku keluarkan satu persatu untuk kau !

  175. nonon Says:

    @M. Mukthasar Says: paling ngilang lagi dia takut otaknya diobok2 disini.xixixi.jutaan orang seluruh dunia kembali ke Islam,karena kebenaran Quran.kebenarannya yang menonjol adalah para nabi diutus hanya untuk menyembah Allah, memurnikan ketaatan hanya pada Allah semata mata.sehingga negeri2 yang dijajah rumawi kembali ke islam seperti mesir, irak, afrika, asia, dan sekarang eropa, amirika, australia sedang menuju islam dan negeri penyembah api seperti iran kembali ke islam sampai sekarang mereka tidak lagi menyembah api.ini bukti nyata

  176. wan Says:

    Didalam salah buku The 100 buku karya Michael H. Hart yang diterbitkan pada tahun 1978.yang memuat 100 tokoh yang memiliki pengaruh paling besar dan paling kuat dalam sejarah manusia. Menempatkan yesus pada urutan ke 3 setelah issac newton dan nabi muhammad pada urutan pertama. yang menjadi pertanyaan, mengapa anak tuhan bisa kalah pengaruhnya dengan seorang manusia yang bernama muhammad?

  177. wan Says:

    @M. Mukhtasar. Pengetahuan anda tentang islam emang dangkal. Penjelasan anda yang panjang lebar sebenarnya sangat mudah untuk di sangkal bagi sebagian umat islam yang mendalami tentang injil. Namun karena saya orang awam saya hanya ingin menjawab beberapa argumen anda yang anda sampaikan dengan panjang lebar tapi maaf isinya//tudingan anda gak mutu.
    1.anda boleh tanya kepada umat islam apakah umat islam menyembah ka’bah?
    anda mengatakan bahwa umat islam menyembah ka’bah itu salah besar, karena umat islam tidak pernah menyembah ka’bah. ka’bah hanya dijadikan kiblat (arah bersujud). Yang menyembah patung/berhala itu kan jelas jelas anda sendiri, padahal dalam kitab anda sendiri dilarang untuk menyembah patung/berhala, tapi nyatanya disetiap rumah ibadah anda pasti ada patung yesus. darimana dasar anda meletakkan patung ke dalam rumah ibadah anda?
    2. anda bilang Allah dalam Quran tidak konsisten, yang mananya yang tidak konsisten? dalam agama islam ada istilah asbabunuzul /sebab sebab turunnya ayat. sebuah ayat memerlukan penafsiran tersendiri dan tidak bisa dipahami dengan hanya membaca terjemahannya saja. yang banyak kesalahan itu ya kitab anda sendiri, coba anda pelajari kitab anda, bukan saja isinya yang tidak konsisten tetapi banyak sekali antara satu ayat dengan ayat yang lain berbeda jauh, dalam masalah angka saja banyak yang keliru.
    untuk lebih jelasnya silakan saja berkunjung di
    http://answering-ffi.blogspot.com
    semoga anda mendapat hidayah dari yang maha kuasa.

  178. James Says:

    blog orang bodoh yang bingung melihat ahlinya semakin tiada minat terhadap agama sendiri. justeru mengambil inisiatif menyerang agama paling dianuti alias paling ramai menjadi pilihan ex saudara seagamanya.. Mengapa tidak menghina agama shinto, buddha atau hindu, jelas sebab itu bukan ancaman bagi agama sesatnya..

  179. nonon Says:

    islam diserang diseluruh dunia, apakah orang islam akan diam.
    islam agama yang benar, makanya perlu da’wah yang benar,
    sebaliknya kristen katolik agama yang dipropagandakan, yang salah dibenar2kan.makanya kembalilah ke islam.anda akan selamat.

    Valentine Says:lama ngga muncul nih.

    April 1, 2011 at 5:51 pm

    biarin aja bnyk orang yg pindah dari Kristen menjadi muslim,……betul bung udah banyak yang masuk islam surga Allah masih luas kok.
    biar ga penuh2in surga,karena itu memang tmptnya hanya untuk bangsa pilihan yaitu Israel dan umat pilihan yaitu Kristen.
    SURGA UNTUK ISRAIL????ternyata mereka takut mati

    62:6. Katakanlah: “Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar”.

    62:7. Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang lalim.

    62:8. Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.

    xixixi valentine pendek sekali analisa anda, saya maklum karena anda tidak nonton titanic 4 sebagaimana bung edy minta.anda ngga mau baca kitab2 langit.
    umat2 terdahulu yang taat pada nabinya yah masuk surga.seperti umat nabi adam, idris, nuh, hud, saleh, Ibrahim , ismail, ishak, luth….nabi isa nabi terakhir bani israil dan s/d umat nabi Muhammad nabi terakhir yang diutus Allah untuk seluruh manusia. bani israil ditinggal 40 hari sama nabi musa nyembah anak sapi.nah anda yang yesus telah meninggalkan anda 2000 tahun, dan agama ini ditangan pemimpin pemberontak yahudi, masih merasa bener??he he he kalo anda percaya al kitab buatan mereka, anda masih sakit syaraf kata DR yahya waloni, kecuali anda kembali ke islam maka anda akan sembuh dari sakit syaraf.BUKA VIDEONYA.KEBENARAN ISLAM KESALAHAN INJIL

    surga untuk bani israil dan kristen???he he he kristen ngga mau nyembah elohim gimana mau masuk surga KEMUDIAN xi xi xi yahudi ngga mau nyembah yesus gimana mau masuk surga.
    KRISTEN KATOLIK ngga mau taat sama taurat lagi, sunat dikerat ujungnya dikit ngga mau babi guling sikat saja mas.gimana bilang taat yesus.he hehe kalo NGIKUT GINI NIH nyembah paulus tukang hapus hukum taurat.yang penting sunat hati KATANYA DI KITAB ROMA xi xi xi.
    STOP PRESS
    matius 20 ngga ikut taurat ngga masuk kerajaan surga.
    AWAS ANCAMAN SERIUS DARI YESUS.
    NABI ISA BENER, NABI MUHAMMAD BENER,HANYA MEREKA YANG DIPATUHI ISLAM, NGGA MAKAN BABI, SUNAT WAJIB., KARENA AJARAN DARI ALLAH.MEREKA SEMUA UTUSAN ALLAH YANG LURUS.TAPI DITANGAN PEMUKA YAHUDI PEMBERONTAK AGAMA AJARAN NABI MUSA DAN ISA DIOBOK OBOK.MAKANYA MEREKA DIPENGGAL DENGAN SABIT NABI ISA ANAK MANUSIA(KITAB WAHYU) AKHIR ZAMAN

  180. excel zha Says:

    wahai saudara2 q apa yg kalian perdebatkan… xixixixixixixi geli aq bacanya… pada dasaranya ……….. BUKAN AGAMA KALIAN YANG AKAN MENYELAMATKAN KALIAN TAPI IMAMMULAH YANG AKAN MNYELAMATKMU NANTINYA……………………

  181. pengembara Says:

    Al kitab itu ngak ada yang jelas.. lah wong dari awal di buat sampe’ sekarang di rubah2 terus,.. hahaha.. itu kok di bilang kitab , kayak buku trubus.. tiap edisi ganti sampul. ckckckckckk…
    bacah buku “membongkar kebohongan kristen.. Itu yang ngarang danbuat/saksinya temen2 mu yang dulu kristen”, ada buku “yessus poligami” yangbuat yah kawan2 mu yang dulu kriten. lagian dari mana tuhan kok di ciptakan,di lahirkan. yessus menebus dosa manusia, darimana?? lah wong itu kejadianya dimana?? .., apa umat manusia itu ngumpul disitu jadi satu semua baru yessus ngomong “aku menebus kesalahan manusia” ,, gemblung. tuhan makan/minum?? terus tuhan ada di setiap diri manusia (lah klo lagi di WC,berarti tuhan ikut gitu..??) klo gitu sama aja kalian hinakan tuhan kalian??, klo tuhan kalian itu yessus lahBAPA DI SURGA itu siapa?? kok yessus juga’ minta doa sama BAPA DI SURGA” ckckckck…
    baca juga’ buku “kebiasaan sex para paulus” ckckckck…
    bawak2 shafiyah binti huayai,dll., untuk membenarkan argumen. versi mana yang kau baca?? versi kristen..?? lah wong kitabmu ajah bisa kalian rubah2, apalagi yang lain2. di irak, di afganistan,di palestine.. kurang apa biadabnya kalian , berapa juta dan ribu orang yang mati. lucu aku liat you tube.. tentara yahudi dan kristen klo udah di bom sama pasukan islam ketakutan,nagis,kalang kabot. ckckckc… di palestine berapa banyak anak2 yang masih kecil jadi korban?? (APA ALASAN KALIAN PERANG DI PALESTINE DAN IRAK, JELAS NGAK, ADA BUKTINYA NGAK??)
    patung lah yang buat manusia kok di sembah sembah.., mas/mbak.. klo mau buat argument jangan jelekkan agama lain, yang jelas debatnya.. berdasarkan ilmu.. jangan asal jeplak batokmu wae.
    berargument yang jelas.. klo mau pake kitab, ayokk.. klo mau pake logika juga’ bisa. :)

  182. nelmars Says:

    kalian lucu buanget ya…kayak tom and jerry… ingat,,, ” AGAMA TIDAK AKAN MENYELAMATKAN KALIAN, TAPI IMANMULAH YANG MENYELAMATKANMU”

    1. Iman Kuat Says:

      nelmars,

      anda malah biangnya lucu… AGAR DISEBUT BERIMAN DAN MEMILIKI IMAN SESEORANG HARUS BERAGAMA… gimana anda ini.

      JIKA ANDA MENGAKU BERIMAN… LALU IMAN MACAM APA KALO ANDA TIDAK BERAGAMA?

  183. Iman Kuat Says:

    Apa yang dilakukan para pembenci dan penghujat Islam sekarang ini sesungguhnya telah dilakukan oleh nenek moyang mereka ORIENTALIS. Bahkan lebih dahsyat. Lalu apakah Islam hancur/musnah? Mimpi!!!

    Para pembenci dan penghujat Islam yang hidup sekarang ini ibarat MENJUAL BARANG BASI….. menjijikkan!!!

  184. olik Says:

    Betul betul betul betul…. sudah basi menjijikkan,,, terus NAZIS lagi itulah manusia yang otaknya seperti keledai, domba domba yg tersesat pengikut paulus biadab pembunuh banyak manusia dgn secara sadis,,,,,, Nah sekarang diberitahukan kepada kita kita semua ….. riwayat admin (Siap Murtad)yg nulis diblog ini sbb : Bapak nya adalah pendeta yg suka jajanan pelacur ,, mamaknya adalah pelacur kelas teri yg jualan di terminal terminal… begitu dia besar… di pungut sm pendeta yg homo… maka jadilah dia seperti ini…. G I L A…… s a r a f… Pesong…

  185. Anonymous Says:

    hai orang orang tolol berhentilah berdebat karena agama itu ibarat partai politik yang saling menjatuhkan dan merasa paling bener sendiri biar pengikutnya banyak gicu deh makanya nggak usah bermusuhan cari duit aja untuk senang” okey!!!

    1. Edy Marwan Neil Says:

      Sembarangan ngomong bilang orang tolol.
      Kau islam atau kristen ?
      Tanya saja bodoh kalau kau ingin tanya.
      Jawab kalau ditanya.
      Masuk jangan sembarangan bilang orang tolol.

      Kalau kau islam , sanggah dari mulut2 orang 2 kristen yang penuh fitnah.
      Kalau kau kristen mau dialog silahkan tanya.
      Kalau tidak bobo2 aja dirumah.
      Nggak usah mikirin dialog disini

      Orang islam hanya menjawab
      hanya menyanggah
      hanya membalas menampar pipi kanan
      Hanya bereaksi

      kalau kau kristen, saran kan kepada kaum kau untuk berbicara yang sopan.

      Oke !

    2. Iman Kuat Says:

      “hai orang orang tolol berhentilah berdebat karena agama itu ibarat partai politik..”

      reply:
      yang berpendapat agama ibarat partai politik lah yang tolol.
      :)

    1. Iman Kuat Says:

      hahahaha…. loe belum pernah merasakan nikmatnya berdebat siiiiih. hahahaha kalo dah pernah sekali saja…. DIJAMIN PASTI KETAGIHAN.

      Apalagi kalo mendebatkan 1 + 1 + 1 = 1…. hahahahaha SERU DAN LUCU!!!!!

      1. cobapikirpakeotak Says:

        ^^ .. iya bro iman, awalnya saya justru males liat debat ini, ga ada ujung nya, TAPI TERNYATA dengan debat ini (yg sopan dan berkualitas yah) justru jadi nambah ILMU dan Insya Allah SEMAKIN MEMANTAPKAN IMAN KITA … jadi buka-buka buku lagi, browsing2 lagi, BACA AL QURAN dan menelaah nya dengan lebih khusyu …

        baca2 komen si GOKIL ALIEN, sugus, nonon, ilham, kuku kakek, olik dll, bener2 nambah ilmu … trus baca komen matta, atar, fajaryehuda, kevin, munafik, promunafik, dll bener2 nambah ilmu juga, tapi nambah ILMU BUAT OLOK2 and CACI MAKI (abis NGEYEL and NGEMENG doang ^^)

        dalam arti BUKAN UNTUK MENYERANG keyakinan umat PAULUSTEN (karena mereka bukan pengikut YESUS / ISA a.s tapi PAULUS), tapi coba menunjukkan JALAN YANG LURUS … BAHWA TUHAN YANG PATUT DISEMBAH HANYALAH ALLAH dan ALMASIH, ISA PUTERA MARYAM HANYALAH RASUL UTUSAN-NYA.

        serunya lagi, kalo ga bisa jawab, kami umat islam biasanya diam (ga nulis komen … agak lama maksudnya, coz harus PIKIR PAKE OTAK dulu ^^) atau bilang “TIDAK ADA PENGETAHUANKU TENTANG ITU” …. tapi kalau PAULUSTEN ga bisa jawab biasanya KABUR ke thread yang lain atau KIRIM CACI MAKI + FITNAH atau ngacak-ngacak tempat sampah nyari stick PS ^^

        salam damai ^^


      2. KRUUUK KRUUUUK KRUUUUK KRUUUUK

        Yang aku tahu persis si Fajar.

        Pergi bertapa dulu digunung kenyot. Cari petunjuk
        Pulang Minum extrajoss 7 botol.
        Krating Daeng 7 Botol
        Menyan 7 bungkus
        Stanggi 7 batang

        Nah kalau energi sudah pulih, baru masuk lagi

        dengan jurus :

        Mabok,
        ngeyel,
        cengengesan,
        amburadul

        Ntar, paling bertahan 3 hari.
        Gitu terus sambil nunggu Isa Menyabit Anggur cap orang tua.

        KRUUUK KRUUUUK KRUUUUK KRUUUUK
        . :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

  186. olik Says:

    he he he he kruuuuk kruuuuk kruuuuk


    1. Fajar baru tahu EM Neil seorang Alien .
      KRUUUK KRUUUK KRUUUK KRUUUK

      Lalu dia hilang.
      Dia Pasti pergi bertapa dulu digunung Bojong kenyot.
      Dia minta petunjuk
      Ntar pulang Minum extrajoss 7 botol.
      Krating Daeng 7 Botol
      Menyan 7 bungkus
      Stanggi 7 batang

      Nah kalau energi sudah pulih, baru masuk lagi

      dengan jurus :

      Mabok,
      ngeyel,
      cengengesan,
      amburadul

      Paling bertahan 3 hari.
      Gitu terus sampai Isa Turun Menyabit Anggur Asam cap orang tua.

      KRUUUK KRUUUUK KRUUUUK KRUUUUK

      . :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:


  187. Untuk Semua Ummat Kristiani !

    Inilah Ayat2 di Alkitab yang perlu untuk diketahui :

    Anak manusia Turun (Isa Almasih menyabit Anggur asam (Anggur asam yaitu Kaum Israil dan Kaum Yehuda (Kristen yang menuhankan Yesus)

    Wahyu 14 :
    (14) Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia (1) dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.
    (15) Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu:
    [[[[[["Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai]]]]];
    sebab tuaian di bumi sudah masak (2).”
    (16) Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah.
    (17) Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya
    [[[[ada sebilah sabit tajam.]]]
    (18) Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; [[[[ ia berkuasa atas api (3) ]]] dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan
    [[[[[potonglah buah-buah pohon anggur di bumi]]],
    karena buahnya sudah masak.” .
    (19) Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar,
    [[[[[yaitu murka Allah (4) ]]]]
    (20) Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota (5) dan dari kilangan itu
    [[[[[mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda (6) ]]]]
    dan jauhnya dua ratus mil

    Yehezkiel 17 :
    (2) Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan (7) ; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan
    - menggali lobang tempat memeras anggur
    - mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam (8) ?
    - menebang pagar durinya, [[[[ sehingga kebun itu dimakan habis (9), dan melanda temboknya (10) ]]]]]
    - ialah kaum ISRAEL (11), dan orang Yehuda (12)
    - ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya (13)
    - dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman
    - dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran
    Damai dengan Palestina yang ada hanya kelaliman
    Kebenaran yang diharapkan ternyata yang ada keonaran
    Akan Turun Isa Almasih menyabit anggur Asam.
    Dibawah ini ayat pemusnahan Amerika ,
    negara dikiaskan Babylonia Baru (Babel) .
    Negara yang sangat melindungi Yahudi,

    Sarang Yahudi ada di Amerika.

    Ayat ini menceritakan pemusnahan Yahudi sampai ke Amerika.
    Kias ayat-ayat ini sangat jelas sekali.
    Yeremia 5.
    2) Aku akan mengirim ke Babel (14) penampi-penampi yang akan menampinya dan yang akan [[[menyapu bersih negerinya]]], sebab mereka mengepungnya dari segala pihak pada hari malapetaka.

    Penjelasan :
    (1). Anak manusia = Isa Almasih
    (2). Waktu nya hampir mendekati kiamat
    (3). Berkuasa atas api = Dalam Al Quran Malaikat pembawa bola api (meteor) yang menghantam sangat keras terhadap Israel yaitu azab terakhir mendekati kiamat (sebelumnya azab dikirim melalui tangan , Tsar Rusia, Nero, Nebukadnezar. Hitler)
    (4) Murkanya Allah bukan Allah yang dituhankan melainkan Yesus yang dituhankan.
    (5). Diluar tembok Israel terjadi pemusnahan massal, Mesir, Palestina, Suriah, Lebanon, dan hampir semua negara Arab bergabung bersama Imam Mahdi dan Israel dipimpin oleh Mata Satu Alias Dajjal (Dojjal).
    (6). Darah mengalir sejauh 200 Mil dan Mayat bertumpuk-tumpuk sampai kekekang kuda.
    (7) Allah mengharapkan Agama yang dibawa Isa Almasih ke Bani Israil berkembang baik
    (8). Yang dihasilkan sebaliknya. Isa dibunuh dan ayat Allah diplintir oleh mereka dan bukan Allah yang mereka sembah sesuai perintah Isa Almasih tetapi Yesus yang dituhankannya.
    Tanaman Anngur itu akhirnya diserahkan ke Bani Arab
    (9). Habis tidak bersisa
    (10). Negara yang selalu melindunginya.
    (11). Jelas Israel
    (12) Kaum Yehuda yang menuhankan Yesus
    (13). Anggur Asam adalah pikihan penyabitan
    (14). Babel adalah kerajaan dimasa lalu bernama Babylonia yang ciri2nya ingin menguasai dunia. Dan Perumpamaan itu adalah untuk Amerika saat ini.

    - (Ramalan Nabi Muhammad yaitu timbul Al Malhamah yang artinya kekacauan besar akhir zaman / Malapetaka akhir zaman/Kekacauan luar biasa Akhir zaman.
    - Pemusnahan manusia (Israel) sebagai Azab sampai hari kiamat [QS 7.167] Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu…..akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat …..azab
    yang seburuk-buruknya.
    - Jatuhnya Meteor (sudah ditemukan NASA, Tahun ditemukan , diamater, jarak saat ditemukan dan kecepatan saat ini 6000 Km/jam) membentuk kabut akibat hantamannya (Ad Dukhan di Al Quran )

    Silahka ayat dikitab kalian, kalian kaji baik2.
    Bertanyalah kalau kau memang cerdas.

    Tak ada manfaat selalu keyakinan kau gunakan full dan Nalar hanya digunakan ala kadarnya

    Aku sampaikan kebenaran untuk kalian.
    Kalian kaji dengan teliti ikut sertakan pendeta2 kalian.

    Kalau kalian sadari Tuhan itu hanya Allah, tiiada Tuhan lain hanyalah Allah, kalian akan kaget mengkaji ayat di kitab kalian. (Ingat ada Israel anggur kegemaranku)
    Thanks.

  188. Mr.Nunusaku Says:

    ROH PENGHIBUR YANG TINGGALKAN MUHAMMAD BAGI UMATNYA IALAH;
    ————————————————————————————————-
    ROH-ROH JAHAT UNTUK BERJIHAD ATAS NAMA ALLAH SWT MUHAMMAD,
    Aku perintahkan padamu…, perangilah mereka dimanapun kamu menemui meraka….sampai mereka harus mengakui ;

    Tiada tuhan disembah melainkan Allah SWT Muhammad, dan aku bersaksi bahwa Muhammad bin Abdulah adalah raja setan, bapak seorang penipu terhadap umat islam.

    Muhammad telah meninggal, dan Allah SWT pun telah meninggal terkubur bersama Muhammad. Tetapi peninggalan dan warisan Muhammad masih berada dalam setiap muslim…roh-roh jahat untuk membunuh, merampok, perkosaan, harta kafir untuk kemuliaan cahaya islam.

    Warisan muslim selalu menjadi landasan iman bagi atas perintah dari Allah SWT Muhammad harus berperang dijalan Allah….dengan pahalah 72 bidadari tersedia disurga ciptakan Allah SWT Muhammad.

    Kata Muhammad Allah SWT islam;
    Jangan kamu takut pada mereka….jika kamu berperang dijalan ALLAH SWT Muhammad, aku selalu menyertai kamu dalam peperangan…dengan teriakan Allahua’kbaaar pasti aku terbangun dari kuburan menyertai kamu dalam peperangan.

    Dan kumpulah semua harta rampasan dan bagikan kepada saudaramu muslim yang miskin….niscaya pahalamu akan tersedia.
    Ratakan jalan kebenaran didalam islam…dengan berjihad dan membunuh kafir untuk menyenangkan Allah SWT Muhammad.

    Hei kaum muslim Allah SWT Muhammad selalu ada bersamamu…untuk memerangi SALIB, dan kemenangan itu ada yang telah aku katakan padamu: KEMENANGAN DAN KEKUATANKU DIBAYANG-BAYANG UNJUNG TOMBAKKU, UNTUK MEMATTAHKAN SALIB.

    Saat ini memang benar aku sedang berlindung dalam kuburan medinah, tetapi roh-roh jahadku ada bersama umatku didunia ini….untuk senantiasa berperang sampai akhir kesuduhan, dan tetap kita akan menungguh….
    Raja Damai Isa Almasih-Jesus akan datang;

    IDZ QALATIL MALAIKATU YAA MARYANA INNALAAHA YUBASYIRUK BI KALIMATIN MINHUS MUHUL MASIHU ISABNU MARYAM WAJIHAN FIDDUN=YAA WAL AKHIRAN WA MINAL MUQARRABIN.


    1. Nunusaku !
      Hari ini cukup sopan rupanya. Sebenarnya tak ada guna kalau dialog hanya untuk memfitnah. Kualitas diri kita jatuh kelevel paling rendah.
      Inilah dialog yang baik. Tiada Hujat. Olok2 dn Hinaan. Akan sangat mudah untuk membalas kalian apapun namanya.

      Aku salinkan yang mungkin kau selama ini uneg2 kau tentang islam.

      Nih aku salinkan ayat perang di Al Qur’an. Kira2 ayat mana sebenarnya yang kau bilang Islam suka berperang ?
      Kalau Indonesia diserang apakah kau diam saja ?
      Apakah Indonesia suka menyerang duluan ?
      Itulah Islam. Kalau ada yang menyerang (jepang / Inggeris/ Belanda) tidak pernah takut menyerang balik.

      Kau tahu negara2 yang suka berperang ?
      Semuanya Kristen. Hitler, Mussolini, Serbia, Amerika membunuh rakyat jepang dengan Bom Atomnya, Belanda menjajah kemana-mana, Inggeris. Ada negara2 Islam ? Belajar sejarah ya !

      Nih ayat2 nya , aku kupa s dibawahnya :

      [QS 2.190] Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

      Paham ? Perangi orang2 yang menyerang kamu.

      [2.193] Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim.

      Perangi orang2 yang suka buat Fitnah (saat ini seperti kaum kau di blog ini yang hari2 buat fitnah picisan. Semua plintiran dari Yahudi lewat FFI (Forum Fitnah International) Boleh kau salinkan semua Fitnah FFI itu disini biar kami2 menyanggahnya.

      [2.217] Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah:

      [[[["Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar]]]]

      Paham ?

      tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.

      [[[[[Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu]]]]]

      Paham ? kalian selalu tak puas menyerang islam . Ada apa Nunusaku ? Ada apa dengan hati kalian ? Heran aku melihat kalian.
      Sangat pantas memerangi kalian yang membuat fitnah hari2.
      Jangan salah kan islam kalau itu terjadi.
      Jangan kalian putar balik.
      Kalian yang suka memulai. Paham ?

      [[[[sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran)]]]]]

      itu mau kalian ya ?

      , seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

      Ingat neraka itu Allah yng menciptakannya
      Al Quran kitab suci ke 4 saja kau tak tahu

      Ingat neraka bukan Yesus yang menciptakannya.

      Sekarang aku tanya kau . Jawab ya !

      Dimana hebatnya Yesus ? sampai kau tuhankan dia padahal dia mengatakan aku hanya utusan. Dialah Allah, Tuhanmu dan Tuhanku katanya, lalu dimana kecil nya Allah yang menciptakan Yesus , sampai kau anggap dia lebih kerdil dibandingkan Yesus.

      Sanggup kau menjawabnya ?
      Tunjukkan terus kualiatas kau ya !


      1. haha sepertinya mereka tidak dapat menjawabnya… cemen!

    2. cobapikirpakeotak Says:

      Ngemeng paan sih nus ?? ^^ … ga jelas blass !!!

    3. nonon Says:

      xixixixi, ada orang gila namanya nunusaku, kebanyakan baca kitab syaraf, xixixixi.
      matius dan paulus aja bingung yudas mati gantung diri atau jatuh dari motor, xixixxi.
      tuhan nipu atau mereka berdua nipu umatnya.xixixixi, makanya umatnya termasuk nunusaku sakit syarafnya makin kuat, xixixxi.
      lem lem tak nunusaku butak, xixixix.


    4. kenapa sih nggak ngurusin agama anda sendiri saja? pusing amat sama agama saya… kenapa? alasan utama anda apa? sirik ya sama kesempurnaannya MUHAMMAD? sampe pusing2 nyari2 bahan fitnahan seperti itu… ? lebih baik anda beribadah aja yang menurut anda benar… jangan ganggu agama saya! kasian nggak punya kerjaan ya? mending anda berkaca aja membenahi diri sendiri sampe SEMPURNA!!! nggak malu emang ngomong SARA kayak gitu? hahahaha itulah skrg banyak orang KAMSEUPAY… iyuuuwwwhhh

  189. Willy dozen Says:

    Kenapa sih selalu menghujat muslim ? Kalian orang kristen mau perang ? Okay…. Kita ladenin,ku bantai habis lo.., di saat itu bisa bantu apa si gondrong rocker yg kamu sembah itu? Diajak diskusi yg berpendidikan,bales ngomongnya malah terminalan. Ya udah Deh..cara terminalan aja,karena ya wajar sih otak nya kalian orang2 Kristen gak ada. Isinya mencela menghina dan mencaci,bodoh2. Udah Deh,,jadi gimana ini? Gua bantai dimana kaum mu,tinggal bilang aja tempatnya. Dasar chicken..!!! Pengecut lo pada..

  190. Anissa Devi Says:

    astaghfirullah…. sungguh tidak memiliki OTAK yang menghujat agama orang lain seperti ini… APA KALIAN TIDAK DAPAT MENGHORMATI KEPERCAYAAN ORANG LAIN? hal SARA seperti ini sungguhlah dapat menimbulkan suatu perpecahan… AGAMAMU ADALAH AGAMAMU , AGAMAKU ADALAH AGAMAKU…. nggak usahlah kalian pusing2 menghujat islam dengan segala statement2 kampungan yang kayak paling tahu ajaran agama saya “ISLAM”.. kalian baca huruf alquran aja nggak bisa mau sok2an ngartiin… lebih baik kalian urus diri kalian dengan agama kalian sendiri… saya menghormati agama kalian meskipun kalian tidak mengjormati apa yang saya anut karena maaf saja saya bukan orang seperti kalian… lebih baik kalian mendalami ajaran agama kalian sendiri dan biarkanlah kami dengan agama kami… pada dasarnya janganlah sok tahu dengan apa yang belum ada tahu.. jujur saya kaget saat menemukan blog semacam ini… sangat prihatin akan sikap2 yg sebenarnya memicu perpecahan seperti ini… siapapun mas/mbak yg akan balas komentar saya ini saya hanya dapat melemparkan senyum saja.. SADAR! lebih baik tingkatkan iman masing2 untuk bekal hidup jangan menghujat iman org lain… ini jalanku jangan usik jalanku kalau memang jalanmu kamu anggap benar yasudah dijalan masing2 bisa kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s