Yesus di Dalam Qur’an

Di dalam Qur’an, Yesus diidentifikasikan sebagai Isa al-Masih. Namun demikian, harus diperhatikan bahwa nama Arab Isa tidak mempunyai kesamaan arti seperti yang dimiliki oleh nama Yesus, yang adalah versi Yunani dari nama Ibrani Joshua atau Jehoshuah yang berarti “Yahweh menyelamatkan.” Secara etimologis, Isa nampaknya lebih dekat dengan Esau. Nama Isa tidak dapat ditemukan dalam terjemahan Alkitab bahasa Arab sebab nama Yesus telah diterjemahkan secara tepat ke dalam bahasa Arab dengan Yasua. Maka, Alkitab bahasa Arab memberikan suatu kesaksian yang jelas mengenai misi Yesus Kristus sebagai “Juruselamat” dalam bahasa Arab.
Gelar-gelar Yesus Di Dalam Qur’an

Qur’an memberikan nama-nama dan gelar-gelar berikut ini kepada Yesus.
1. Al-Masih – “Mesias” (Surah 3:45)
Hanya Yesus Kristus yang diberikan gelar ini di dalam Qur’an. Ada sekitar 25 nabi disebut dalam Quran, tetapi hanya Yesus yang pantas dengan gelar yang mulia ini – Al-Masih.
Al-Masih berarti “yang diurapi” dan ini sama artinya dengan Mesias dalam bahasa Ibrani dan Kristos (Kristus) dalam bahasa Yunani. Nabi-nabi seperti Daud (Dawud) dan Salomo (Sulaiman) juga telah diurapi, tetapi mereka tidak menerima gelar al-Masih. Minyak yang dipergunakan untuk mengurapi mereka diperoleh di Yerusalem, tetapi Yesus diurapi dari surga.
2. Kalimatuhu – “Firman-Nya” Surah 4:171
Yang dimaksud oleh Quran adalah menunjuk Yesus sebagai Firman Tuhan, Kalimat Tuhan, atau Kalimatu’llah.
Gelar ini telah menjadi suatu point perdebatan yang kuat diantara komunitas Muslim, bagaimana menerapkan pengertian yang tepat mengenai kata Kalimat. Para penterjemah Qur’an ke dalam bahasa Inggris saling berbeda pendapat apakah akan menterjemahkan Kalimat sebagai “firman” dengan huruf “f” kecil atau “Firman” dengan huruf “F” besar. Seluruh dunia belum menerima suatu fatwa (suatu keputusan keagamaan atau hukum) mengenai hal tersebut.
Sudah diketahui bahwa penerjemahan dari, “firman” atau “Firman” mengandung perbedaan arti. Sedangkan Alkitab tanpa malu menunjuk pada Yesus sebagai “Sang Firman” (Yohanes 1:1f). Umat Muslim menolak pengajaran dalam bagian ini. Oleh karena itu, para penterjemah Quran cenderung menurunkan peran Yesus yaitu hanya sebagai “suatu kalimat.”
3. Ruhu-minhu – “suatu Roh dari Dia” (Surah 4:171; 21:91)
Maksudnya, Yesus ditunjukkan sebagai suatu Roh dari Tuhan (Ruhu-mina -llah). Tuhan mengatakan Yesus sebagai “Roh Kami”. Apakah ini Roh Tuhan? Biarlah umat Muslim menjawab pertanyaan ini dengan sungguh-sungguh.
Dalam perbandingan dengan nabi-nabi yang lain, kami melihat bagaimana Allah melihat:
Adam sebagai Safiyu’llah – pilihan Allah;
Nuh sebagai Nabiyu’llah – pengkhotbah Allah;
Abraham sebagai Khalilu’llah – sahabat Allah;
Musa sebagai Kalimu’llah – ramah dengan Allah;
Muhammad sebagai Rasulu’llah – utusan dari Allah;
Tetapi hanya Yesus sebagai Ruhu’llah – Roh Allah.
Dalam Islam, Allah tidak dapat disamakan dengan siapapun, Surah 112:4. Dia jauh lebih tinggi daripada para nabi, sebagaimana jelas ditunjukkan dalam penghormatan dari gelar-gelar mereka. Ada suatu pemisahan yang jelas dari keberadaan Allah ketika gelar-gelar tersebut secara hati-hati dianalisa. Bagaimanapun juga, ketika hal tersebut ditujukan pada Yesus, pemisahan tersebut dihilangkan, dan sebagai “Roh-Nya,” dia dibawa sangat dekat kepada keberadaan Allah.
Apakah kita tidak mengenali bahwa dengan mengidentifikasikan Yesus begitu dekat dengan DiriNya sendiri, Allah menyatakan ketuhanan Yesus Kristus, dimana umat Muslim sangat bernafsu menolaknya? Umat Muslim telah berusaha keras menurunkan Yesus pada tingkat yang sama dengan nabi-nabi lain, dengan mengecualikan Muhammad yang mereka anggap sebagai nabi yang terbesar.
4. Wajihan Fi’dunya wa’lakhirah – “Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Surah 3:45, Pickthall).
Gelar ini adalah yang telah Quran perlihatkan kepada kita mengenai Yesus Kristus. Akan tetapi, ini bukan pewahyuan yang baru untuk umat Kristen karena kebenaran yang sama juga terkandung di dalam Alkitab. Sungguh, umat Kristen telah mengetahui kebenaran tentang Yesus ini jauh sebelum kelahiran Muhammad.
Waraqa Ibn Naufal, seseorang tempat Muhammad berkonsultasi, yaitu setelah dia (Muhammad) mulai menerima pesan-pesan supranatural, adalah seorang biarawan Kristen. Dia pasti telah mengetahui dan membaca dari Alkitab bahwa Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan:
Efesus 1:20-21
“..yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang..
Mengambil isi dari Quran sendiri, tidak seorangpun dari para nabi yang tersebut di dalamnya dapat dibandingkan dengan Yesus sejauh dikaitkan dengan kedudukan surgawi-Nya.
Yesus secara jelas menyatakan asal-usul kesurgawiannya di dalam Injil:
Yohanes 6:62
“Dan bagaimana jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat dimana Ia sebelumnya berada?”
Yohanes 8:23, 58
“Kamu berasal dari bawah; Aku dari atas. Kamu dari dunia ini; Aku bukan dari dunia ini.” …“Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu,” sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada”!”
Apabila kita mempertimbangkan pendapat dari seorang sarjana Muslim, kita melihat bahwa ketika Hammudah Abdalaati menulis bukunya “Islam in Focus,” dia menghilangkan berbagai pendapat umat Muslim tentang penyaliban, kematian dan kenaikan Yesus sebagai hal yang kecil pada keimanan Islam. Bagi dia, apa yang penting dan mengikat pada umat Muslim adalah apa yang Allah telah nyatakan. Jadi, sejauh mana dia dikaitkan, kerumitan pada isu ini dapat diselesaikan oleh wahyu yang diberikan kepada Muhammad bahwa Yesus tidak disalibkan (Surah 4:157) tetapi:
Surah 4:158
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Di lain pihak, anehnya, Hammudah Abdalaati, bagi seseorang yang hanya mengambil dari apa yang Qur’an katakan, kelahiran Yesus dari seorang perawan diperlakukan dengan remeh, dibandingkan dengan tokoh-tokoh mitologi seperti Bacchus, Apollo, Adonis dan Horus dimana dikatakan sebagai dewa yang lahir dari seorang perawan. Walau demikian, kita dapat bertanya, Di bagian manakah dalam Qur’an yang menyatakan bahwa dewa-dewa tersebut lahir melalui seorang perawan? Berlawanan dengan, cerita tentang pemberitahuan oleh malaikat mengenai kelahiran Yesus kepada Maria di dalam Qur’an yang jelas menunjukkan bahwa Maria adalah seorang perawan suci dan bahwa Tuhan sendirilah yang campur tangan untuk memampukannya mengandung sebagai perawan. (Surah 3:45-47; 19:16-22).
Faktanya, cerita yang sama ini telah dicatat di zamannya Lukas jauh sebelum kelahiran Muhammad. Walau demikian, Umat Muslim telah menghilangkan cerita Lukas di tempat tersebut sebagai desas-desus bahwa Lukas bukan merupakan salah satu dari para rasul yang ditunjuk oleh Yesus Kristus. Meskipun demikian, sejak desas-desus itu dinyatakan telah diubah menjadi wahyu dari Allah kepada Muhammad, hal tersebut membawa kita untuk menanggapinya dengan serius. Tanpa ada keraguan, Qur’an menghasilkan kesaksian tentang kelahiran Yesus Kristus dari seorang perawan, yang berlawanan dengan kelahiran Muhammad (Surah 21:91).
Di sisi lain, Qur’an secara penuh menolak pengajaran Kristen mengenai Trinitas, tetapi di waktu yang sama salah menyatakannya sebagai “Bapa, Putera dan Ibu,”, yang berlawanan dengan konsep “Bapa, Putera dan Roh Kudus” yang diberikan oleh Yesus dalam Matius 28:19.
Surah 5:116
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam! Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “jadikanlah aku (Isa, sebagai Putera) dan ibuku (Maryam, sebagai Ibu) dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakan). Jika aku pernah mengatakannya bahwa tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”
Umat Muslim dengan cepat menunjukkan bahwa kata “Trinitas” tidak dapat ditemukan di dalam Alkitab dan sepertinya, hal tersebut menunjukkan bahwa mereka telah lupa bahwa demikian juga kata “Tauhid” (“keesaan” dari Tuhan), dimana merupakan pasal pertama dari keimanan Islam, tidak ditemukan di dalam Qur’an. Meski demikian, sama halnya dengan Alkitab dan Qur’an membuat pernyataan-pernyataan menegaskan kepada Tauhid, demikian juga Alkitab membuat pernyataan-pernyataan yang jelas yang menegaskan kepada kebenaran bahwa Tuhan, meskipun satu, menyatakan diriNya sendiri dalam tiga pribadi (Trinitas). Kebenaran ini masuk akal dan dapat diterima oleh setiap orang yang melihat Yesus lebih tinggi diatas semua manusia.
Sulit bagi umat Muslim untuk memahami keajaiban tentang Tuhan, sebab Muhammad tidak mengajarkan dengan jelas kepada mereka, seperti juga Waraqa Ibn Nauful, orang yang dia ajak berkonsultasi mengenai Kekristenan.
Mujizat Yesus
Qur’an menyatakan bahwa Yesus mampu melakukan mujizat-mujizat:
Surah 3:49, (cf 5:113)
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka) “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mujizat) dari Tuhanmu yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orangbuta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit kusta: dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah ; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.”
Mujizat No.1: Yesus Kristus menciptakan burung yang hidup dari tanah liat
Mujizat No.2: Yesus Kristus menyembuhkan orang yang buta sejak lahir
Mujizat No.3: Yesus Kristus menyembuhkan orang yang sakit kusta
Mujizat No.4: Yesus Kristus menghidupkan orang mati
Meskipun mujizat menciptakan burung yang hidup dari tanah liat tidak dapat ditemukan di dalam Alkitab, rincian dari penyembuhan terhadap orang yang buta dan sakit kusta dan membangkitkan orang mati dapat ditemukan, (sebagai contoh: Matius 11:5; Yohanes 9:1-7; Markus 1:40-42; Lukas 7:12-15). Sebagai tambahan, Surah 3:49 menyatakan bahwa Yesus memiliki pengetahuan supranatural sebagaimana yang Alkitab juga nyatakan (Yohanes 1:47-48).
Bahwa Yesus menciptakan burung, sebagaimana yang Qur’an telah nyatakan, harus dipertimbangkan sebagai mujizat yang besar. Walau demikian, umat Muslim terbagi apakah akan menerimanya sebagai kebenaran atau sebagai metafora; atau apakah menganggapnya sebagai kebohongan. Dasar bantahan dari Ahmadis adalah meneranginya dalam semangat ini. Mereka membantah bahwa hal tersebut adalah metafora berdasarkan bahwa mujizat tersebut tidak disebutkan di dalam Alkitab. Dimana, apabila Yesus sungguh telah menciptakan burung, tidak ada alasan mengapa Alkitab telah gagal menyebutkannya, terutama karena penciptaan seekor burung adalah suatu mujizat yang belum pernah ditunjukkan oleh nabi–nabi Tuhan sebelumnya. Sungguh, penyebutan mujizat semacam itu tentunya akan menguatkan kemuliaannya yang besar diantara para nabi lainnya dan akan memberikan beberapa dukungan terhadap klaim ketuhanan, dimana mereka membantah bahwa hal itu telah disisipkan oleh para pengikutnya.
Dari argumentasi mereka kita dapat menetapkan beberapa poin berikut ini:
Tidak disebutkan mujizat itu dalam Alkitab, namun tidak ada alasan untuk menghilangkannya.
Penciptaan burung adalah unik dan mulia.
Tidak ada nabi Tuhan lainnya yang mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu.
Mujizat menguatkan kelebihan Yesus melebihi para nabi lainnya.
Kita akan mempelajari pengertian yang lengkap dari pandangan-pandangan tersebut dalam bagian selanjutnya.
Apakah Yesus Adalah Tuhan?
Sebagaimana yang telah kita lihat dalam bagian sebelumnya, gelar-gelar dan mujizat-mujizat Yesus yang dinyatakan dalam Qur’an mendukung klaim Alkitab bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 9:5, 1 Yohanes 5:20). Bilamana pembaca masih ragu, kami akan melanjutkan dengan memeriksa bukti dari klaim ini dengan lebih teliti.
Hanya Tuhan Yang Dapat Menciptakan
Surah 10:34
Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?” katakanlah: “Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?”
Ayat di atas dari Qur’an mengindikasikan bahwa tuhan-tuhan palsu tidak dapat menciptakan. Kemampuan untuk menciptakan adalah melekat pada Allah saja. Dalam Qur’an, tindakan penciptaan -khalq tidak pernah dilekatkan pada makhluk lain atau para sesuatu yang lain, selain Allah.
Surah 13:16
Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?”Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?” Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”
Surah 31:11
Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah?
Umat Muslim menemui kesulitan dan mustahil untuk menerima ketuhanan Yesus Kristus sebagaimana yang Alkitab nyatakan. Hal ini dikarenakan, keunggulan tersebut berlawanan dengan Qur’an yang tidak dengan spesifik menyatakan ketuhanan dari Kristus. Lebih lanjut, Qur’an mengutuk berhubungan dengan sekutu-sekutu atau makhluk lain atau sesuatu, dan menganggapnya Tuhan sebagai “Shirik”, dimana hal itu dianggap sebagai dosa terbesar di dalam Islam.
Sekalipun demikian, ketika kita memeriksa Qur’an dengan kritis dan dengan pikiran terbuka, kita dapat melihat bahwa Qur’an pun menyatakan ketuhanan Yesus. Walau demikian, benar untuk mengatakan bahwa kebenaran tersebut pada bagian-bagian yang lain ditolak.
Mari kita melakukan studi lebih lanjut dari mujizat yang dinyatakan dalam Qur’an (Surah 3:49; 5:113 –lihat halaman 115) ketika Yesus menciptakan burung-burung.
Ini adalah mujizat yang tidak pernah dilakukan/diperlihatkan oleh para nabi Allah sebelumnya. Daripada mempertimbangkan lebih jauh mujizat ini, banyak orang telah menjelaskan dengan mengatakan bahwa Allah-lah yang memberi Yesus pertolongan untuk melakukannya. Walau demikan, tetap ada pertanyaan, mengapa diberikan kepada Yesus dan tidak pada nabi lainnya?
Kita akan datang untuk memahami keunikan mujizat ini lebih baik dengan mengingatkan diri kita sendiri bahwa dosa terbesar dalam Islam adalah “Shirik”. Karena Qur’an (Surah 112:4) menekankan bahwa …tidak ada seorangpun yang seperti Dia. Kita masih perlu mengingatkan diri kita bahwa Qur’an yang sama menggambarkan Yesus sebagai Roh dari Allah (Ruh-mina-llah) dan Allah mengatakan Yesus sebagai bagian “dari Roh Kami”(lihat halaman 110-111).
Kita tidak dapat menghindari pertanyaan: Apakah ini Roh Tuhan? Mohon menjawab dengan tegas! Sebagaimana yang telah kita lihat, dari semua para nabi, Allah hanya melihat Yesus Kristus sebagai Ruhu’llah – “Roh dari Allah.” Apakah anda tidak dapat melihat keunggulan Yesus? Karena Yesus adalah “Roh dari Allah” kita tidak perlu terkejut atau merasa tidak nyaman jika dia mengulangi penciptaan. Sebagaimana Qur’an tekankan, bahwa tuhan-tuhan palsu tidak mampu berkekuatan seperti itu.
Surah 22:73
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah!
Sebagaimana telah kita, Ahmadis telah memberikan pertanyaan: “Jika Yesus sungguh telah menciptakan burung-burung mengapa hal tersebut tidak disebutkan di dalam Alkitab?” Di tempat ini mereka menolak mujizat sebagai kiasan. Secara mengejutkan, orang-orang yang sama menyokong fakta bahwa mujizat tersebut akan menguatkan keunggulan Yesus melebihi para nabi lainnya. Puji Tuhan!
Kita harus berpikir jernih dan rendah hati menerima kebenaran bahwa Yesus telah menciptakan burung-burung, suatu perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. Hal ini membuktikan ketuhanan dari Yesus Kristus yang tak terbantahkan. Fakta bahwa mujizat dari Yesus tidak disebutkan dalam Alkitab tidak dapat membatalkan ketuhanannya. Bahkan, Rasul Yohanes memberitahu kita:
Yohanes 21:25
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Yohanes 20:30-31
Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahw Yesuslah Mesias, Anak Tuhan, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Sungguh, bagi siapa yang rindu untuk melihat, Alkitab akan menyatakannya, bukan hanya perbuatan Yesus menciptakan burung-burung, tetapi bahwa Dia bertanggung jawab atas semua!
Kolose 1:16
Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia
Yohanes 1:1-3
Pada mulanya adalah Firman; firman itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Tuhan. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Apabila kita meminta bukti lebih lanjut dari ketuhanan Yesus, kita harus mengakui bahwa kematianpun tidak dapat menahannya sebagaimana dapat menahan manusia lain. Lebih jauh lagi, Qur’an menyatakan bahwa Yesus adalah suci:
Surah19:19
Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”
Siapakah, selain dari Tuhan yang suci?
Akhirnya, kita tahu bahwa Setan dapat mengingatkan semua nabi atas dosa mereka, dimana dengan pengecualian Yesus, Ruhu’llah –Roh dari Tuhan, sebagai roh dari Tuhan tidak dapat dan tidak berdosa..
Sebagai kesimpulan, Yesus, Yang Suci tidak berdosa, yang adalah Roh Tuhan dan yang menciptakan burung-burung, suatu perbuatan yang melekat hanya pada Tuhan, pastilah Tuhan. Apakah anda masih meragukan ketuhanannya?
Yesus – Satu-satunya yang layak menjadi Juruselamat
Cerita besar mengenai keselamatan dan kebutuhan akan petunjuk dapat ditemukan kembali melalui Alkitab dan Qur’an pada penciptaan manusia. Sungguh, kita boleh beralasan bahwa cerita mengenai manusia dan cerita mengenai keselamata adalah satu dan sama. Mari kita mengikuti cerita yang dinarasikan oleh Alkitab dan Qur’an.
1. Tuhan menciptakan umat manusia
Tuhan menciptakan manusia dan memberikan kepadanya kehidupan, kebijaksanaan, pengetahuan dan kekuasaan -
Kejadian 2:7
“Ketika itu Yahweh Elohim membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup”
Surah 32:7, 9
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur!
2. Tuhan menyediakan kebutuhan umat manusia
Tuhan menempatkan manusia di dalam suatu taman yang cukup dan menyediakan semua yang dia butuhkan. Semua yang Tuhan berikan kepadanya adalah baik
Kejadian 2:16-17
“Lalu Yahweh Elohim memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”.
Surah 2:35 (cf 7:19)
“Dan Kami berfirman; “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim”
3. Tuhan meminta ketaatan
Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada manusia supaya manusia tidak tinggal dalam ketidaktahuan. (lihat Kejadian 2:17 Surah 2:35 di atas).
4. Setan bersumpah akan membalas dendam
Surah 7:16-17
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”
5. Setan memasuki Taman
Satan mencoba muslihatnya pada manusia dan berhasil menipu mereka.
Kejadian 3:1-10
“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Yahweh Elohim. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Tuhan berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” 2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Tuhan berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” 4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5 tetapi Tuhan mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Tuhan, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” 6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. 7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Yahweh Elohim, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Yahweh Elohim di antara pohon-pohonan dalam taman. 9 Tetapi Yahweh Elohim memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” 10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”.”
Surah 7:20-22 (cf 2:36)
Maka Satan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua”. Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah katu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
6. Manusia tidak mentaati Tuhan
Adam dan Hawa mempercayai nasihat Setan dan mendengarkan dia lebih daripada kepada Tuhan. Ketidaktaatan kepada Tuhan adalah dosa dan mereka menjadi berdosa karena memilih melakukan jalan mereka sendiri.
Kejadian 3:6
“Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Kejadian 3:11
Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
7. Manusia terpisah dari Tuhan
Tuhan membenci dosa dan oleh karena itu dosa memisahkan manusia dari Tuhan.
Kejadian 3:23
Lalu Yahweh Elohim mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
Surah 7:24
Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.”
Yesaya 59:1-2
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Tuhanmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Surah 2:38
“Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
8. Upah dari dosa
Menjadi jauh dari hadirat Tuhan adalah kematian rohani dan juga kematian jasmani memasuki dunia disebabkan dosa. Semua keluarga Adam telah berbuat dosa dan semua yang berdosa dibawah penghakiman yang sama atas diri mereka.
Roma 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan.
Roma 6:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Tuhan ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Surah 16:61 (cf 35:45)
“Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumisesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya”.
Hadith:
Anaaso Kuluhum, banuu Adama
Wa Aadamo min turaabin.
Adam yang pertama jatuh melalui ketidaktaatannya, dia gagal untuk menegakkan Islam-nya (ketundukkan kepada Tuhan). Adam seharusnya menjadi teladan untuk menuntun ketaatan kita kepada Tuhan.
9. Tuhan mengirim para nabi
Mereka seharusnya hidup di atas dosa, menegakkan Islam yang murni sehingga mereka mampu membimbing orang-orang kepada Tuhan.
Surah 7:35
“Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Semua nabi-nabi adalah keturunan Adam dan mereka semua jatuh ke dalam dosa:
Adam jatuh dalam dosa Surah 7 :23
Nuh jatuh dalam dosa Surah 11 :47
Musa jatuh dalam dosa Surah 28 :16
Daud jatuh dalam dosa Surah 38 :24
Solomo jatuh dalam dosa Surah 38 :35
Muhammad jatuh dalam dosa Surah 48 :2
10. Tuhan mengirim Penuntun untuk menyelamatkan umat manusia
Surah 2:38
“Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Penuntun ini seharusnya berbeda, tidak boleh gagal seperti nabi-nabi sebelumnya. Kali ini Tuhan mengirim FirmanNya.
Surah 3:39
“Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.”
Firman tersebut adalah Yesus Kristus.
Surah 3:45
“Ingatlah ketika malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari pada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”
11. Sang Firman datang untuk berhadapan dengan dosa
Yohanes 1:29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak Domba Tuhan, yang menghapus dosa dunia.

Setan tidak mampu menipu Yesus atau menyebabkannya berdosa.
Matius 4:4-11
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan.” 5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Tuhan 6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Tuhan, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” 7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Yahweh, Tuhanmu!” 8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Yahweh, Tuhanmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” 11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.”
Yesus tetap suci dan tak berdosa
Surah 19:19
“Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”
Ibrani 4:15
…Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Karena Yesus tidak memiliki beban dosa, maka Dia layak untuk menolong yang lain
Surah 35:18
“Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulnya untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Seseungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikkan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali(mu).”
Oleh karena Dia, memanggil barang siapa yang berbeban untuk datang kepadanya.
Matius 11:28
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Dia adalah jalan kepada Tuhan
Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Dia adalah pintu yang melaluinya domba dapat memasuki kawanan.
Yohanes 10:7
Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.
Dialah satu-satunya yang layak untuk menjadi Penyelamat kita dan oleh karena itu, dialah satu-satunya orang yang layak untuk menghakimi.
Dunia menunggunya untuk penghakiman.
Surah 43:61
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.”

812 Responses to “Siapakah Yesus?”


  1. Simak baik2 pernyataan Yesus menurut 4 injil kanonik di bawah ini yang sangat tegas membantah ketuhanannya

    MATIUS:

    4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: “Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
    19:17 Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya. (al. KJV, Douay-Rheims Bible).

    MARKUS:

    12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
    12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
    12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
    12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

    LUKAS:

    4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

    YOHANES:

    12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.
    12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.

    17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

    20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.

    Berikut ini kesaksian orang2 Israel dimana Yesus menjalankan misi kerasulannya, tentang kenabian Yesus (bukan Tuhan):

    MATIUS:

    21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?”
    21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”

    LUKAS:

    24:17 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
    24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”
    24:19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
    24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
    24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.

    Perhatikan juga kutipan dua kisah Yesus menurut “Injil” Yohanes berikut ini, yang menunjukkan bahwa Yesus sama sekali tidak pantas menyandang predikat “Tuhan”, bahkan ia justru menunjukkan penghambaannya di hadapan Tuhan sebagai seorang Nabi/Rasul Allah bagi umat Israel:

    YOHANES:

    7:15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”
    7:16 Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
    7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.
    7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.

    11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
    11:34 “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!”
    11:35 Maka menangislah Yesus.
    11:36 Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”
    11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?”
    11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
    11:39 Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”
    11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
    11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
    11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
    11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”
    11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”

    1. Ovik Says:

      Kalo ada yg punya Alamat si yesus kasih tw donk,…
      gw pngn ngombrol2 ma dia …
      smsin jaa ke no gw 02190216575 gw tunggu yaa …

      1. Laskar Kristus Says:

        Kalo ada yg punya Alamat si yesus kasih tw donk,…
        gw pngn ngombrol2 ma dia …
        smsin jaa ke no gw 02190216575 gw tunggu yaa …

        Ini akan menjadi Doa yang kamu ucapkan.Dan Yesus akan menunggu kmu di gerbang perhentian terakhir.

        Saat kmu masuk dan terlempar dalam api abadi,sudah terlambat untuk menyesali apa yang kamu hina dan cela.

      2. diva ardie Says:

        Ketahuan nggak pernah baca quran, makanya baca tuh Qs 3 : 55
        Andamau ngomng silahkan katakan : “Tuhan Yesus saya mau nanyak ……..(katakan saja apa yg ada dlm pikiranmu pasti Yesus akan menjawabnya

    2. Zafnat Paaneah Says:

      dear yang mengaku Rahasia Alkitab…
      berikut ini penjelasan Ayat2 yang Anda kutip cuma sepotong2. Mohon bila Anda mengkaji Alkitab dgn metode hermeneutik.

      ReplyClick here to cancel reply.Simak baik2 pernyataan Yesus menurut 4 injil kanonik di bawah ini yang sangat tegas membantah ketuhanannya
      MATIUS:
      4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
      AYAT INI MENYATAKAN BAHWA IBLIS SUDAH TERTIPU. IBLIS MENGIRA BAHWA YANG DIHADAPINYA ADALAH MANUSIA BIASA SAMA SEPERTI ADAM SEPERTI DULU YANG PERNAH IA LAKUKAH. PADAHAL, YANG DIHADAPINYA ADALAH ELOHIM (TUHAN ATAU ALLAH, YANG KALIAN KENAL) YANG MENJELMA JADI MANUSIA.
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
      Ayat ini menggambarkan bahwa tidak gampang menjadi pengikut Kristus, bahkan meskipun telah menjadi aktivis. Jadi, setelah keselamatan itu diperoleh melalui iman percaya pada Kristus, pengikut Kristus harus melakukan kehendakNya yakni menjadi segambar dan serupa denganNya dalam pikiran dan perbuatan.
      19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: “Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”19:17 Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.
      Untuk ayat 17, mestinya berbunyi, “Yesus menjawab, “Mengapa engkau bertanya kepada-Ku mengenai apa yang baik? Hanya ada Satu yang baik. Kalau engkau ingin hidup, engkau harus taat kepada perintah-perintah Allah.” Dan jikalau terjemahan yang benar adalah Guru yang baik, itu artinya orang muda yang bertanya pada Kristus masih melihat Tuhan dalam wujud manusia yang tahu segala sesuatu yang baik dan mengenai hidup kekal. Itulah sebabnya ia memanggil Yesus sebagai Guru.
      MARKUS:
      12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
      Ahli Taurat yang disebut dalam ayat 32 dan 28 hanya mengenal Yesus sebagai orang/ manusia yang tahu persoalan agama sehingga ia memanggil Yesus sebagai Guru. Dia mengetes Yesus sejauhmana pengetahuanNya soal hukum Taurat. Mengenai jawaban dalam ayat 29, kmi tidaklah menyembah 3 Tuhan seperti yang tertulis dalam Alquran. Kami hanya menyembah satu Tuhan. Bagaimana dengan Tritunggal ? Dia itu Ilahinas. Tuhan yang berwujud Roh dan menjelma menjadi manusia. Bapa adalah gambaranNya sebagai pencipta dan pemelihara dunia ini, Roh Kudus adalah wujudnya, Anak adalah sebutanNya saat menjelma menjadi manusia yang berawal dari seorang bayi. Kenapa harus repot2 jadi bayi ? Israel itu sangat memperhatikan soal keturunan. Jika DIA tidak punya ‘ortu’ tentunya akan dipertanyakan soal asal-usulnya serta kemurnian diriNya sebagai orang Yahudi. So, Tuhan tidak punya anak. Tapi, DIA yang menjelma menjadi seorang anak. Tu lho kayak dewa Wisnu yang menjelma jadi Rama n Kresna… Ngerti khan sekarang?
      LUKAS:
      4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
      Silakan baca komentar saya dalam Injil Matius 4:10
      YOHANES:
      12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.
      Ayat diatas sesungguhnya menunjukkan bahwa Yesus berkata-kata bukan berdasarkan pengetahuan, pengalaman, logika, dan pemikirannya sebagai seorang manusia, tetapi berdasarkan pada FIRMAN. Bagaimana dengan kata ‘Bapa yang mengutus Aku?” Ya, inilah keunikan kitab suci selalu dipenuhi dengan kata2 yang sulit dipahami. Saya akan berikan Yesaya 55: 11 sebagai ilustrasi. “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Perhatikan 4 kata terakhir dalam ayat tersebut. Siapa yang disuruh dalam ayat itu ? Bukankah Firman ? Firman itu siapa ? Jibril? Bukan khan?!! Klo gitu Tuhan menyuruh Firman yang tak lain adalah diriNya sendiri? Masak Tuhan menyuruh diriNya sendiri? Yup!! Itulah konteksnya. Demikian pula dengan ayat di atas. Tuhan (yang disebut BAPA) mengutus FirmanNya (yang tak lain adalah Tuhan itu sendiri) untuk menjadi manusia sehingga bisa menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Firman itu namanya Yesus. Dan Yesus bukanlah manusia biasa seperti junjungan kalian. Beliau adalah Ilahinas. Kenapa memakai kata diutus dan bukan turun atau kata lain ? Diutus berarti ada seorang yang punya kuasa tertinggi mengirim seseorang untuk pergi menyampaikan pesan pada orang lain yang derajatnya lebih rendah. Tuhan sebagai pribadi yang punya otoritas tertinggi mengirim Firman yakni ’ power’/ kekuatan Tuhan untuk menyampaikan pesan pada manusia. Kenapa bukan manusia aja (nabi) atau malaikat ? Karena misi dari pesan itu tidak bisa dibawa sembarangan orang (manusia atau malaikat). Misi apa gerangan ? Misi mengembalikan ciptaanNya yang telah rusak karena dosa kembali pada keadaan semula (suc). Manusia, amal baik, ibadah, atau apapun tidak bisa menyelamatkan. Karena hukuman dosa adalah maut. Dan untuk menebusnya diperlukan darah seseorang yang tidak punya dosa sama sekali (dosa keturunan). That’s why he need to turn down into the earth become a man like u and me.
      17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
      Lihat penjelasan saya pada pasal 12 di atas ya…
      20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.
      Pada saat itu, Tuhan hampir menuntaskan misiNya menyelamatkan umat manusia di atas kayu salib. Selanjutnya, IA harus kembali ke Surga supaya bisa menyertai seluruh pengikutNya dalam bentuk Roh Kudus di hati seluruh pengikutNya. Karena Ia sudah mati di atas kayu salib maka kini Tuhan telah menjadi Tuhan atas semua bangsa. Yahudi dan bukan Yahudi (termasuk Samaria). Saat itu ada anggapan Tuhan itu hanyalah milik orang Yahudi bukan Samaria (orang keturunanYahudi yang disingkirkan masyarakat Yahudi karena menikah dengan bangsa selain Yahudi).
      Berikut ini kesaksian orang2 Israel dimana Yesus menjalankan misi kerasulannya, tentang kenabian Yesus (bukan Tuhan):
      MATIUS:
      21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?”21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”
      Ayat diatas menunjukkan bahwa orang2 Israel menganggap Yesus sebagai manusia biasa dan punya kemampuan luar biasa. Inilah tanggapan orang2 yang belum mengenal DIA.
      LUKAS:
      24:17 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”24:19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
      Kleopas sama dengan orang Israel yang lain. Dia berharap Yesus mampu membebaskan bgs Israel dari penjajahan Roma. Ini diawali dari kesalahan penafsiran pembebas yang ditulis nabi Yesaya. Mereka beranggapan bahwa sang pembebas/ Mesias itu akan membebaskan dari perbudakan orang. Padahal perbudakan dosa. Kleopas hanya murid lingkaran kedua yang tidak mengenal Kristus dari dekat sehingga dia mengira Yesus hanya manusia biasa.
      Perhatikan juga kutipan dua kisah Yesus menurut “Injil” Yohanes berikut ini, yang menunjukkan bahwa Yesus sama sekali tidak pantas menyandang predikat “Tuhan”, bahkan ia justru menunjukkan penghambaannya di hadapan Tuhan sebagai seorang Nabi/Rasul Allah bagi umat Israel:
      YOHANES:
      7:15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”7:16 Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.
      Pasti titik berat kalimat ini terletak pada kalimat “DIA yang telah mengutus Aku khan ?” Liat penjelasan saya untuk Yohanes pasal 12 ya….
      11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:11:34 “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!”11:35 Maka menangislah Yesus.11:36 Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?”11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.11:39 Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”

      Yohanes 11 merupakan gambaran Yesus saat IA mengekspresikan dirinya sebagai manusia. Bukankah DIA adalah Ilahinas?? Saat berada dalam tubuh manusia, tentunya Ia bisa bertindak layaknya seorang manusia (menangis, lapar, sedih, dsb). Jika tidak, orang-orang tentunya takut karena ia bukan manusia. JIN, setan atau apapun bisa hinggap di pikiran orang-orang Israel.

      1. ardi Says:

        Syalom…..
        klo boleh share…
        Pada kitab Yohanes pasal 1, akan sangat jelas siapakah Yesus…
        oke deh, ini isi nya:

        1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
        2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
        3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
        4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
        5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
        6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
        7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
        8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
        9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
        10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
        11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
        12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
        13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
        14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
        15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: ”Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”
        16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
        17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
        18 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
        19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: ”Siapakah engkau?”
        20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: ”Aku bukan Mesias.”
        21 Lalu mereka bertanya kepadanya: ”Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: ”Bukan!” ”Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: ”Bukan!”
        22 Maka kata mereka kepadanya: ”Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”
        23 Jawabnya: ”Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
        24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
        25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: ”Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?”
        26 Yohanes menjawab mereka, katanya: ”Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
        27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”
        28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.
        29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
        30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
        31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”
        32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: ”Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
        33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
        34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

      2. La Duren Says:

        Anda ini ( zafnat paaneah ) ahli sinyal, jaringan TELKOMSEL anda bilang EXEL, prilaku babi tetap babi, tdk mgkin wujudnya babi tp meraung sprti singa. ngerti gak.

    3. diva ardie Says:

      Tanya saja sama si muhamad, atau tanya sama si jibril (jin islam)

    4. teddy Says:

      Yesus berbisik kepadaku, :”Aku dilahirkan pada bulan April dan janganlah engkau ikut merayakannya dibulan Desember. Aku tidak pernah mati disalib, karna itu aku mengeluarkan darah dan air pada saat ditusuk prajurit Romawi.
      Dan Aku bukan naik keatas langit, melainkan mencari domba-2 yg hilang, yakni para bani Israil yg telah jauh meninggalkan Tanah asal mereka.
      Aku diutus Bapa, semata-mata hanya sebagai petunjuk bagi kaum Israil, untuk itu, aku selalu bersabda :’Hai bani Israil’.
      Akulah pemberi jalan bagi Raja yg akan datang berikutnya, dan tidaklah para Nabi itu turun tanpa adanya penolakan, karna bagi pemimpin agama yg sudah ada sebelumnya, para Nabi yg datang hanya akan merenggut kekuasaannya.
      Dan kekuasaan itu adalah Nikmat dibalik gelimang uang yg disembunyikan.
      Untuk itu, ingatlah perkataanku ini baik2,”Bagi mereka yg memutarbalikkan fakta ini, demi kekuasaan serta agama, dari kaumku ataupun dari kaum Muhamad , maka dengan berat hati, akan kuantar mereka kedalam gerbang Neraka Jahanam yg paling dalam bila mereka mati kelak.”

      Para kiyai ataupun para pastur yg terhormat. ingatlah bahwasanya kalianlah yg paling bertanggung jawab terhadap umat kalian, yg mana mereka kelak hanya akan dipersalahkan karna kurang berpikir. Selebihnya, “TANGGUNG JAWAB ANDA”

      Dan ingatlah, tidaklah Tuhan itu menjadikan Agama untuk orang2 yg tidak berpikir

      1. alexandrya Says:

        semoga Tuhan mengampuni dosa-dosamu.. jika Yesus tak mati di salib maka tidak ada keselamatan abadi.

      2. munafik Says:

        @teddy,

        Lha, anda kok yakin anda tidak masuk Neraka???, Anda harus bertanggung jawab atas ajaran sesat islam, jangan seperti si muhammad yang ragu-ragu dan akhirnya minta dikasihani karena masuk neraka.

        Lihat tuch, udah berapa banyak dana yang dihabiskan oleh umat muslim untuk, nyembah berhala dari batu vagina dan bangunan kabah.adist

        Jangan hanya ngaku-ngaku muslims, tapi nggak pernah baca quran dan hadist, seperti dibawah ini:

        1. Nabi loe sendiri nggak yakin masuk sorga, nich ayatnya:
        “Maadrii maa yufalubir wa labikum.”
        “Aku TIDAK TAHU APA YANG AKAN TERJADI ATAS DIRIKU DAN DIRIMU.”
        (Qs 46:9).
        Oalaaaah, KACAU INI, MOSOK NABI SENDIRI KAGAK TAHU????

        2. Menurut quran, muslims masuk neraka:
        Nich ayatnya, awloh menginginkan umatnya masuk neraka:
        “Wa im minkum illa waariduhaa kaana’alaa Rabbika hatman maqdhiyyaa” …“Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan MENDATANGI NERAKA itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kepastian yang sudah ditetapkan.” (Qs 19:71).

        3. Muhammad minta dikasihani sebelum ajalnya: (Mau Murtad, cari ISA, yang terkemuka di dunia dan di AKHIRAT)

        Inilah Hadist Sahih Bukhari No. 1573, UCAPAN TERAKHIR MUHAMMAD, …Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …

        4. Muhammad murtad, sebelum ajal tidak mengucap “La Ilahailalah”
        Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang ucapan terakhirnya (sebelum meninggal dunia) kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ (tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah) maka dia akan masuk surga”

        Jadi, Muhammad pada saat terakhirnya, TIDAK PASTI BAHWA DIA MASUK SORGA, DAN TIDAK MENGUCAP LA ILAH HA ILALAH, sesuai yang dikatakannya.

        Muslims, coba anda renungkan kitab anda sendiri, KACAUKAN!
        Nabi anda sendiri kagak yakin selamat, apalagi kalian, sudah pasti ke neraka.

      3. Jack Says:

        @munafik

        1. muangkanya dialkitab sendiri tercantum

        Yak 4:13-17
        (13) Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,
        (14) sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentarsaja keliahatan lalu lenyap.
        (15) Sebenarnya kamu harus berkata” Jika Tuhan menghendakinya (Insya Allah), kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
        (16) Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah
        (17) Jadi jika seorang tahu bagaimanaia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

        Alkitab juuelas menyalahkan, siapa yang berani memastikan sesuatu yang belum pasti terjadi atau belum terjadi, sebagaimana dalam Yakobus 4:15

        2. dibaca ayat selanjutnya non

        19:72. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

        3. baca lagi non link yang gue kasih

        4. Muhammad murtad???

        ngakak ah, baca dulu neh ayat berikut

        “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS: Al Maidah: 3)

      4. Ya Allah Ampunilah Mereka yang bilang Kitab Yang Paling Benar mu itu salah :) Says:

        @alexandrya

        jika Yesus tak mati di salib maka tidak ada keselamatan abadi. ya iyalah YESUS yang di salib , yang lo anggap Tuhan itu kan YUDAS yang berkhianat sama nabi Isa a.s . kalo dia gak mati, nabi Isa a.s akan selalu dikejar sama orang yahudi yang marah karena penyebaran agama yang di lakukan oleh nabi kita yaitu Isa a.s . yang saya tau dari kitab saya AL QUR’AN nabi isa di selamat kan ALLAH SWT dan muka YUDAS dijadikan mirip dengan muka nabi Isa a.s agar YUDAS MENDAPAT GANJARAN KARENA TELAH BERKHIANAT. dan yang di salib itu adalah YUDAS, YANG KAU SEMBAH ADALAH YUDAS SANG PEGHIANAT !!! Pertanyaannya, Gimana mau nyiptain manusia pertama kalo Yesus belum lahir? terus Ibu nya di ciptain siapa? masih katro aja lu semua bilang kalo Al-Qur’an dan Islam itu enggak bener. Agama dan kitab yang terakhir di Dunia itu ya Al Qur’an dan Islam. GAK ADA KESALAHAN DALAM AL QURAN dan YANG SALAH ITU ADALAH LOE SEMUA YANG BILANG KALO DALAM AL QURAN ITU ADA KESALAHAN. MAKANYA UPDATE DONK! kitab yang BELUM DI PERBARUI (alias JADUL) lo pelajari, ya gak bakal uptudate loe nya.. AgamaKu AgamaKu Agama mu Agama mu. ALLAH MAHA ESA :)

      5. munafik Says:

        @ya allah swt,

        KOMENTAR ANDA:
        dari kitab saya AL QUR’AN nabi isa di selamat kan ALLAH SWT dan muka YUDAS dijadikan mirip dengan muka nabi Isa a.s agar YUDAS MENDAPAT GANJARAN KARENA TELAH BERKHIANAT. dan yang di salib itu adalah YUDAS, YANG KAU SEMBAH ADALAH YUDAS SANG PEGHIANAT !!!

        TANGGAPAN SAYA :
        Kalo debat itu…, pake referensi Awloh swt.
        Kau bilang…, dan yang di salib itu adalah YUDAS, YANG KAU SEMBAH ADALAH YUDAS SANG PEGHIANAT !!!

        Dimana referensinya yang disalib itu adalah YUDAS???
        Ah malas lah, kalo ngomong sama anak-anak.., yg kagakpernah baca quran.
        Injil ditulis dan merupakan kesaksian dari 4 orang penulis, Matius, Markus, Lukas, Yohanes…, yang bersaksi bahwa Yesus disalib, mati, dikuburkan, bangkit kembali pada hari ketiga.., dan naik ke sorga pada hari ke-empat puluh.

        Bagaimana dengan quran??? Kagak ada saksi…, penghapal dan penulisnya hanya satu…, si ZAID, dari keterangan Muhammad sendiri, jadi TIDAK SYAH.
        Coba loe baca…, turunnya quran.., kagak ada saksi !!

        To : Muslims,
        Lha, tapi allah swt dengan pasukan malaikatnya menjaga kitabnya Quran,
        eladalah…, kok bisa dimakan kambing? Apa allah swt lagi ngantuk ya??

        ———- QURAN DIBAKAR DAN DIMAKAN KAMBING? ———–
        Umat Islam percaya bahwa Awloh menjaga kitab sucinya, dan dalam Qs. 15:9 dikatakan “ Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. [793]. “

        FAKTA :

        1. Dalam masa pemerintahannya, Khalifah ke-3 Usman memerintahkan para pengikutnya untuk menyusun Quran dalam bentuk tulisan karena banyak pengikut Muhammad yan gugur dalam medan perang. Ternyata hasilnya adalah 7 versi quran yang berbeda-beda, sehingga muslims terpecah belah, dan hampir2 terjadi perang saudara. Khalifah Usman kemudian memerintahkan untuk membakar 6 versi quran yang berbeda dengan yang ada saat ini, guna menciptakan KESERAGAMAN, DENGAN HANYA MENGAKUI YG DITULIS OLEH ZAID.
        2. Aisyah melaporkan dalam laporan Ibn Maja, ada lembaran ayat quran Surah Radha’ah sebanyak 10 kali yang hilang karena dimakan kambing saat penguburan Muhamamad, juga dalam laporan Suyuthi, sura 33 (al-Ahzab) adalah 3 kali lebih panjang daripada yang ada dalam mushaf Usman.
        3. Sumber : • Ahmad b. Hanbal, vol.4 p.269. Ibn Maja, Sunan, vol.1 p.626., • Ibn Qutayba, Tawil, p.310., • Shafi’i, Kitab al Umm, vol.5 p.23, vol.7 p.208., • Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol.4 p.434., • Suyuti, al Durre Manthur, vol.5 p.180., • Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol.1 p.226.

        TIPU-TIPU ARAB :

        1. Lha, ternyata awloh swt tidak bisa menjaga kitabnya, bisa dimakan kambing dan dibakar Khalifah Usman. Jadi, orang yg pertama sekali membakar Quran, justru orang Arab sendiri.

        2. Katanya Quran tidak berubah, padahal SEJAK AWAL DITULIS SUDAH DIRUBAH, DAN YANG BERBEDA DIBAKAR. Hasil yg sudah di-edit seperti yg sekarang ini, ternyata Amburadul, kontradiksi, kebohongan dan sampah belaka.

        3. Salah satu adalah Qs. 18:86, Matahari terbenam dalam lautan lumpur, dan Qs. 11:7, awloh bersinggasana diatas air. !!

        Masya Awlooooh, Awloh swt kok NGGAK BISA JAGA KITABNYA, DAN kalah sama KAMBING ????????????
        MBEEEEEK, MBEEEEK, MBEEEEEK !

      6. munafik Says:

        @mang Jack..,

        INSYA ALLAH,

        Di Injil kagak ada yang istilahnya “INSYA ALLAH”…, dalam kitab Yakobus (bukan Injil)…, pasal 4:15 dikatakan :
        (15) Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

        Ayat ini dalam Perikope, “jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan”.
        Yaitu dalam ayat Yakobus 4:13-17.

        Jadi.., jika Tuhan MENGHENDAKI…, dalam artian…, JANGAN MELAKUKAN PERENCANAAN DENGAN KESOMBONGAN.., TANPA MEMPERHITUNGKAN MUJIZAT…, DAN DOA…, BAHWA TUHAN BERKUASA CAMPUR TANGAN.
        Tetapi……….., itu berarti juga……, bahwa tanpa Kehendak Tuhan, akan terjadi apa yang disebutkan sebagai HUKUM SEBAB AKIBAT YG DITURUNKAN TUHAN JUGA, ATAU HUKUM TABUR TUAI…, YG DARI TUHAN JUGA.

        - Anda bekerja rajin…, anda tidak kelaparan, berpeluang sukses.
        - Anda tidak bekerja…, anda akan miskin dan kelaparan.,
        - Anda menikam orang, terkena alat vitalnya.., orang itu akan mati…, karena hukum sebab dan akibat yang dari Tuhan.

        Jadi…, Yakobus 4;15 pada umumnya mengatakan bahwa SEGALA SESUATU DALAM PERENCANAAN, JUGA DAPAT MELESET.., JIKA TUHAN CAMPUR TANGAN DALAM KONDISI “MUJIZAT”.

        Tetapi…, jika Tuhan tidak menciptakan mujizat, MAKA AKAN BERLAKU HUKUM YANG NORMAL YANG DARI TUHAN, YAITU…., :
        HUKUM SEBAB AKIBAT…, ATAU HUKUM TABUR TUAI.

        JADI, JANGAN DISESATKAN OLEH IBLIS…, TIDAK SEMUA YG TERJADI MERUPAKAN KEHENDAK TUHAN…, ITU BERDASARKAN HUKUM TUHAN JUGA.., HUKUM SEBAB AKIBAT.., HUKUM TABUR TUAI.
        KONDISI DILUAR HUKUM SEBAB AKIBAT…, ADALAH KONDISI DIMANA TERJADI MUJIZAT.., KARENA TUHAN MENGHENDAKINYA. ATAU.., KONDISI SUPRA NATURAL.

        JANGAN MENYALAHKAN ALLAH DENGAN PAMEO “INSYA ALLAH”, tidak semua.., terutama yang jahat, merupakan “INSYA ALLAH” atau seizin Tuhan.
        Ketika kita berbuat jahat, berzinah, membunuh, mencuri.., DAPAT TERJADI.., karena ALLAH MENHENDAKINYA…, tetapi.., karena kehendak kita, pilihan kita, untuk berbuat dosa.

        Jadi.., mang Jack…, jangan tertipu oleh penyesatan Iblis. Karena dalam Qs. 38:82, disebutkan bahwa Allah swt itu adalah Raja Iblis.., dimana Iblis meminta izin allah swt untuk menyesatkan manusia.

    5. klingon Says:

      Yg jelas, Yesus itu adalah pembawa kabar Tuhan dari dan untuk bangsas Yahudi.
      Kalo nggak ada Paulus ya gak bakal agama ini dinamakan Nasrani. Tetep aja Yahudi.

      Katakan pada saya bahwasanya ada satu ayat yg dikatakan Yesus untuk dimaklumatkan kepada dunia??????

      1. Blitzer Says:

        Maksudnya Yesus tuh tukang Loker Koran gitu?

      2. munafik Says:

        To : Jack,

        Aku nggak ngerti point anda, dengan Yakobus. Allah sudah menurunkan PerintahNya, apa yang diingininya,, untuk kita lakukan, dengan iman dan perbuatan.
        Nggak pake Insya awloh, dan jangan nyalahkan semuanya ke awloh. Kalo kita hidup miskin, lalu kita nyalahkan awloh dengan “takdir”, waktu kita bunuh orang, kita membela diri dengan mengatakan, awloh sudah menentukan takdirnya, padahal Allah sejati sudah menurunkan firman-Nya,
        “Jangan membunuh. (titik, nggak pake koma, “kecuali non seagama”).

        Aku kan udah bilang, quran “katanya” diperoleh muhammad di gua hira, kagak ada saksinya, hanya muhammad aja yang tahu, dan muhammad ini pandai ngarang cerita bohong, misalnya, ketika dia didesak untuk mengadakan mujizat, dia bilang di udah membelah bulan, dia juga cerita isra miraj ke langit ketujuh, LHA TEMPAT-TEMPAT YANG DIA PILIH ITU, TEMPAT YANG ORANG LAIN NGGAK BISA NYAKSIKAN, BULAN, SURGA DI LANGIT KETUJUH.

    6. eddy Says:

      Ya iyalah, ketika Yesus didunia, Dia manusia, dan itulah Inti Iman Kristiani, bahwa Allah turun kedunia sebagai manusia biasa, yang miskin dan lemah. Disiksa, dihina dan disalibkan untuk mati bagi penebusan dosa manusia.
      Sebagai manusia, Dia harus mengajarkan kepada manusia untuk menyembah Allah (bukan Auloh), berdoa kepada Allah, memberikan Perintah kepada manusia untuk menuruti Perintah Allah.
      Yesus adalah Firman Allah, dan Dia adalah Allah sendiri (John 1:1)
      Sabda Yesus “Aku dan Allah adalah SATU” (John 10:30).

      Maukah anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda pribadi, dan diselamatkan, karena DIALAH PEMILIK SURGA!!
      Inilah ajakan bagi anda untuk diselamatkan !!
      Quran juga mengatakan demikian, Yesus adalah Kalimatulah, Ruhullah!, apakah kalian mau membantah lagi??

      1. ilham othmany Says:

        Kan dah ku bilang kristian agama setan.Kata-kata “Maukah anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda pribadi, dan diselamatkan, karena DIALAH PEMILIK SURGA!!” (ajakan supaya menyembah Tuhan selain Allah)bukankah kurang lebih sama dengan kata-kata setan “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”(Setan membujuk supaya menyembah kepada Tuhan selain Allah).

        Makanya jawapan saya utk bujukan diatas sama sepperti jawapan yesus “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

        He he he…

    7. klingon Says:

      Coba mari sama-2 kita pikirkan???
      Saya pernah melihat seorang anak gadis kecil dibawah umur diperkosa dan dibunuh oleh sekelompok orang yg menyerang kampungnya.
      Saya ingin bertanya:
      1. “Dimana Tuhan saat itu?????
      2. “Anak kecil itu jelas pemeluk animisme bukan beriman kpd Yesus”
      Apakah dia akan LANGSUNG masuk SURGA tanpa melangkahkan kakinya ke NERAKA???
      3. “Bilamana siPemerkosa itu beriman dan mengakui Yesus adalah tuhannya???
      Dengan mengaku DOSA apakah nantinya dia langsung masuk SURGA????
      - Bilamana demikian maka bolehkah saya menyatakan bahwasanya Tuhannya orang Kristen itu MAHA JAHAT??????

    8. NONON Says:

      @munafik bin keling
      al Quran mulia bung.sudah ada dalam tafsiran Quran.

      di kitab anda lebih jelas yang disalib adalah yudas.
      mati ditusuk ditiang salib (yohanes) ditemukan dengan perut terbelah(karena setelah dikubur kuburannya dibongkar pemuka yahudi ) lalu jasadnya dibuang.(kisah para rasul)

      xuixixixi
      yesus hanya mitos.
      setelah pemuka pimpinan pemberontak bani israil “membunuh ” nabi isa mereka membuat tokoh bari bernama yesus.
      mereka mengganti tuhannya nabi Isa as
      mengganti ajaran nabi isa
      mengganti nabi isa sendiri dengan nama yesus.
      yesus adalah mitos.

      bukti islam sangat jelas.
      anda ngga percaya urusan anda, xixixixi emang gue pikirin.xixixix

      sedangkan yesus aja tak jelas asalnya bahkan yesus hanya mitos yang bikin heboh amirika.karena mitos yesus diungkap di CNN, xixixixi

      biar tambah ngetop nabi Isa As “dibunuh” ajarannya dibajak muncullah anak tuhan untuk menyesatkan orang2 rumawi dan dunia,ternyata dagangan yang laku itu adalah barang busuk, xixixixi

      yesus hanya mitos
      Apakah Yesus benar-benar ada?
      IDENTITAS KELAHIRAN:

      Apakah Yesus Kristus benar-benar ada atau apakah kekristenan dibangun berdasarkan legenda saja?. Beberapa pakar mempertanyakan keberadaan Yesus, namun cukup banyak musuh kekristenan mencoba membuktikan Yesus tidak pernah ada. Dalam sebuah tuntutan hukum terhadap Vatikan, gereja dituduh menciptakan kisah keberadaan Yesus. Kasus tersebut diajukan ke pengadilan oleh Luigi Casciolli, Februari 2006, namun ditolak dan ditutup oleh pengadilan. Argumen menentang keberadaan Yesus disiarkan ke publik oleh jaringan televisi CNN, ketika Ketua Ateis Amerika Ellen Johnson menyatakan,

      “Kenyataannya, tidak ada sedikitpun bukti dari sumber sekuler bahwa Yesus Kristus itu ada.” Yesus Kristus dan kekristenan adalah agama modern. Dan Yesus Kristus adalah penggabungan dari tuhan-tuhan lain: Osiris dan Mithras, yang punya kesamaan asal-usul, kesamaan kematian seperti mitos Yesus Kristus,” (ateis, Ellen Johnson).

      Johnson dan panel para pemimpin religius pita-biru mendiskusikan pertanyaan “Apa yang terjadi setelah kita meninggal dunia” dalam acara televisi Larry King di CNN. King yang biasanya lancar berbicara sempat terdiam, merenung, dan kemudian mengatakan, “Jadi Anda tidak percaya keberadaan Yesus Kristus?”.Dengan nada yakin, Johnson menjawab,”Tidak pernah ada. Ini bukan apa yang saya percaya; tidak ada bukti sekuler bahwa JC, Yesus Kristus, pernah ada (hidup).” King tidak meneruskan diskusi dan langsung masuk iklan. Setelah itu, tidak ada diskusi mengenai bukti mendukung atau menentang keberadaan Yesus. Pemirsa televisi internasional itu dibiarkan terheran-heran.[1]

      itu baru orang atheis yang bongkar, sedangkan islam membongkar siapa yesus itu sampai tuntas, xixixixi.

      kristen katholik melalui matius dan paulus (kisah para rasul) sudah jelas .
      atheis juga membongkar siapa yesus
      terakhir islam membongkar sampai tuntas.
      yesus hanya mitos.
      yang disalib yudas pengkhianat.
      cerita penebusan dosa hanya bumbu kecap.
      xixixix masuk neraka sudah jelas karena menyembah selain Allah
      mengikuti agama buatan dan palsu.
      Reply

    9. agus Says:

      kpd.rahasia alkitab
      saya hanya ingin membuka polapikir anda dalam memahami alkiab agar anda jangan keliru dalam mengartikan ayat2nya…
      jadi begini saudara/i….Allah itu sangat mencintai manusia krn merupakan mahluk ciptaanNya yg termulia dan segambar dgnNya,dan dia ingin manusia setelah mati nantinya hidup dlm kerajaannya di sorga bukan di neraka…nah tahta/kerajaan allah itu suci tak bernoda/ tdk boleh ada manusia yg berdosa yg boleh memasukinya…sedangkan kenyataannya semenjak manusia pertama adam,manusia sudah jatuh ke dalam dosa(awalnya adam tdk berdosa),sehingga kita (org kristen) mengenal yg namanya dosa waris,dimana pengertiannya adalah setiap manusia akan mewarisi kecenderungan untuk berbuat dosa (bukan kita mewarisi setiap dosa adam dan leluhur kita!!)…agar anda paham mengenai dosa waris ini,sy kasih gambaran…jika anda mempunyai anak,anda perhatikan anak anda sejak umur 1 hari sampai kr2 ..5 thn sajalah…pada saat anak sdh bisa berbicara dan berinteraksi,maka tanpa ada yg ngajarin dia sdh mulai berbohong,atau memukul teman mainnya..dan kecenderungan ini akan meningkat sampai dewasa spt kita2…kecenderungan inilah yg dinamakan dosa waris..sehingga jika kita jujur,kita harus mengakui tdk ada satu manusiapun yg suci/tdk berdosa…sehingga pintu sorga akan tertutup bagi semua manusia….
      sudah banyak nabi diutus Allah agar manusia bisa mengenal lebih dekat Allah dan ajaranNya,,namun karena yg namanya nabi juga adalah manusia,maka mereka tdk bisa mengajarkan kebenaran2 secara sempurna(krn kesempurnaan hanya milik Allah),sehingga manusia tetap tdk mengenal Allah secara dekat,(manusia terasa sangat jauh dari Allah),sehingga banyak manusia mengira mereka sudah menyembah Allah atau sdh melakukan perintah2 Allah,padahal justru yg mereka sembah adalah alah2 lain dan melakukan hal2 yg bukan diperintahkan Allah…nah,kembali lg,krn Allah sangat sayang sama kita2,maka dia hrs melakukan sesuatu agar manusia benar2 mengenal Dia dan ajaranNya dan sekaligus melakukan sesuatu agar manusia menjadi tdk berdosa spy bs masuk sorga…caranya bgm?..tdk ada cara lain selain dia sendiri yg harus datang kedunia untuk memberitahukan keberadaanya dan mengenalkan siapa dia sesungguhnya sekaligus melakukan karya penebusan dosa agar manusia bs masuk sorga….ingat kita semua manusia sdh berdosa,makanya seharusnya kita harus dimatikan karena dosa2 kita,namun karena kasihnya yg tak terbatas itu,maka dia sendiri bersedia mati utk menggantikan kematian kita (menebus dosa2 kita)…dahulu bgs Israel dlm melakukan penebusan dosa dgn cara mengorbankan anak domba…maka Dia bersedia menjadi anak domba bagi kita2 agar kita bs masuk sorga..

      nah,dihubungkan dgn cara membaca alkitab yg saya maksud,adalah anda harus menyadari bahwa
      untuk datang kedunia tentunya Dia harus hadir sebagai seorang manusia NORMAL dimana harus melalui proses kelahiran,mempunyai rasa lapar,sakit, haus,berdarah dll dan menjalani kehidupan normal layaknya manusia,dlm arti Dia layaknya manusia normal,namun memiliki sifat2 keAllahan yg melekat dgn diriNya.. karena itu kita katakan Dia itu 100% Allah,100% manusia..
      Jadi tidak mungkin dia datang langsung berwujud manusia dewasa,terus berkoar2,saya Allah sembahlah saya!!…atau begini saudara: misalkan masa itu terjadi saat ini,…tiba2 ada org datang kemudian melakukan mujisat2 dan mengatakan saya Allah sembahlah saya!..tentunya anda dan saya tidak akan percaya(karena itulah keunikan manusia,dimana Allah menciptakan manusia dgn memberikan keleluasaan kepada manusia dlm menentukan pilihan termasuk dlm hal percaya atau tidak percaya,,sementara kecenderungan manusia adalah tidak gampang percaya,,,sama halnya dgn anda sekarang!)…makanya Allah memilih menggunakan cara yg halus dan sederhana,penuh kesabaran dan penuh kasih..(hal ini terlihat dlm apa yg dilakukan yesus)
      Untuk melaksanakan misinya didunia,yaitu agar manusia mengenal Allah secara benar dan juga agar pengajarannya bisa diterima oleh manusia, maka pada saat itu yg dilaksanakan Allah (dlm bentuk manusia yesus) adalah bagaimana caranya membuat manusia percaya kepadanya(yesus),KARENA DGN PERCAYA DAN MENGIKUTI YESUS MAKA SECARA TIDAKLANGSUNG MANUSIA SUDAH PERCAYA DAN MENGIKUTI ALLAH KARENA YESUS ITULAH ALLAH YG SEDANG MENJELMA MANUSIA.
      …,nah..dikarenakan manusia pada saat itu terdiri dari berbagai macam tingkat intelektual dan latarbelakang,maka Allah/yesus dalam memperkenalkan diri,menggunakan cara dan metode yg berbeda2 (pendekatan terhadap org yg bodoh tentunya tdk sama dgn org yg cerdas,bukan??,atau pendekatan pada suatu situasi tertentu akan beda dgn situasi yg lain!) .. maka utk mengenalkan diriNya,yesus terkadang menunjukkan melalui mujizatnya, dan terkadang pula berfirman (seperti ucapan Aku berkata kepadamu..dll), dan terkadang sudah agak terus terang berkata misalnya aku dan bapa adalah satu,jika kamu melihat aku maka kamu sudah melihat bapa dll,tapi terkadang juga dalam menyampaikan sesuatu pengertian kepada murid2nya atau org2 yg sedang mendengarkan dia, dia mengatakan bhw dia adalah berasal dari Allah atau semacam utusan Allah karena jika dia katakan seolah2 dia Allah maka org2 yg ada saat itu tidak mungkin percaya,maka agar org2 pada saat itu tetap percaya kepada Allah dia mengatakan bahwa dia utusan atau anak Allah dll(mungkin sama dgn anda saat ini)…jadi ayat2 yg anda dan teman2 anda sering permasalahkan tentang yesus yg mengatakan dia hanya utusan Allah dll adalah cara Allah memberitahukan/memperkenalkan dirinya/ajarannya dalam kondisi yg tidak mungkin Dia mengatakan terus terang jika Dialah Allah itu….(ingat kembali lagi sobat,kadar percaya manusia berbeda2,sama halnya dgn anda saat ini!)..jadi anggaplah ayat2 yg anda kutib itu adalah saat dimana Allah saat itu ingin mengajar dan memperkenalkan diriNya kepada org2 yg hati dan pikirannya sama seperti anda saat ini!
      Oleh karena itu jika anda ingin mengerti betul siapa itu Yesus,dan spy anda tidak bertanya2 lagi kenapa kog org Kristen menganggap dia Allah,sedangkan ada ayat2 yg mengatakan dia hanya manusia dan terpisah dari Allah??,maka saya himbau anda untuk membaca alkitab,jangan hanya sepenggal2,tetapi kalau bisa minimal satu injil matius berurut dari mulai awal sampai akhir…disitu kisahnya jelas dari lahir sampai mati,bangkit dan terangkat ke sorga!dan saya yakin,jika anda membacanya dgn motivasi ingin mencari kebenaran,maka anda akan mengerti!

      Mengenai percobaan oleh iblis kpd yesus adalah salah satu cara Allah dlm rupa manusia yesus saat itu untuk mengajari manusia(ingat cara Allah mengajari manusia,ada yg berbentuk ceramah,melakukan mujizat2 dan ada pula dengan memberikan contoh/teladan,,,kejadian percobaan oleh iblis adalah cara Allah mengajar manusia melalui keteladanan/contoh…ajaran apa yg disampaikan Allah saat itu :
      1.dia saja Allah mau merendahkan diri,menjadi sama dgn manusia..jadi kita juga hrs bisa merendahkan diri.
      2. Dia membiarkan dirinya dicobai oleh iblis dalam kondisinya sbg manusia,karena Dia ingin memberi teladan kpd manusia, bagaimana seharusnya sikap manusia dalam menghadapi setiap pencobaan dari si iblis selama manusia hidup didunia.(inilah salah satu cara Allah mengajar manusia yaitu memberikan teladan!!)…coba anda simak baik2 apa jawaban2 yesus saat dicobai iblis waktu itu…itulah pelajaran yg sangat berguna bagi kita2 manusia dlm menghadapi godaan iblis yg setiap saat dapat kita alami!…jadi dia ingin memberi teladan,saudaraku!!

      mengapa,Dia tidak menyelamatkan dirinya,saat dikayu salib??
      Jawabnya adalah : Allah ingin melakukan karya penyelamatan manusia melalui yesus..(Dia hrs mati utk dosa kita2 yg percaya padaNya)..makanya jika anda tidak percaya pada yesus dan menerima Dia sebagai juruselamatmu,maka dosamu tdk bisa dihapuskan dan nantinya anda akan berakhir di neraka)
      Disisi lain, ini juga salah satu cara Allah mengajar kita yaitu melalui contoh/keteladanan,dia ingin mengajari kita untuk janganlah kita membalas kejahatan dengan kekerasan atau menggunakan kekuasaan,meskipun kita memilikinya,karena itu akan menunjukkan arogansi dan kesombongan kita,dia mengajarkan kita menghadapi semua itu dgn kasih!!!

      1. olik Says:

        Emang nya Tuhan JAMES BOND 007. bisa nyamar,,, wah wah sangat lemah tuhan nya , bisa nyamar tanpa di ikuti dalil sesuai alkitab firman Yesus itu sendiri…sama dengan pepesan kosong >>> hio hio

        Begitu lemah nya sehingga di masukan ke neraka sesuai Alkitab Gittin 57a ::”Yesus ada di dalam Neraka , direbus dalam kotoran taik (tinja) yang panas,”..

        bagaimana agus…. mau di bilang pepesan kosong kalau tanpa dalil… hi hi

    10. siapakah aku ini Says:

      Lihat pertunjukan terbesar di akhir zaman, Isa Bin Maryam/ Yesus Kristus anak Maria Dialah Imam Mahdi/ Ratu adil . will comeback again

    11. Muallaf Say@ Says:

      BLOG IBLIIIIIIISSSSS…

  2. Wildan Hasan Says:

    Jika diakhir zaman kelak Yesus diturunkan lagi ke bumi, maka tugas utamanya adalah meluruskan manusia2 sesat seperti anda. Disebutkan juga dalam riwayat, bahwa kelak shalatnya Yesus dibelakang Imam Mahdi. Jadi Yesus juga shalat menyembah Allah. Tetapi manusia2 sesat seperti anda tidak menyembah Allah, tetapi malah menyembah Yesus. Dasar manusia udah sesat tolol lagi. Sejak kapan Yesus jadi Tuhan? Yaitu sejak Konsili Nezia. Mana ada Tuhan diangkat oleh manusia? Hanya manusia goblog saja yang berbuat seperti itu. ha.. ha.. ha..

    1. Ovik Says:

      betul juga tuu…
      manusia nyembah manusia,gw juga pngn d sembah tuu klo gtu ..
      wkwkwkwkwk

      1. diva ardie Says:

        Itulah hebatnya Tuhan Kristen bisa menyatakan driNya dm rupa manusia
        lah Tuhan looo kayak apa modelnya ada tangan mulut apa nggak?
        Apa cuma di hayal2n doang,lalu umat islam yg nunggang nungging sampe nyungsep2 itu nyembah apa yaaaahh ?
        Nyembah ke arah kaabah itu nyembah batu hitam yaaa ?

    2. zafnat Paaneah Says:

      dear all…
      SIAPA YESUS SEBENARNYA DI BENAK PENGIKUT KRISTUS ?
      [Diambil dari Buletin Midrash Talmiddim edisi 6 dg sedikit pengubahan]
      Seperti yang telah diketahui secara umum, bahwa Yesus bisa lahir, sakit, lelah, makan, tidur, dikhianati, merasa kesakitan, dan mati. Namun, sifat-sifat kemanusiaan ini tak bisa diambil sebagai bukti ke-bukan-ilahi-an Yesus, sebab ke-ilahi-an Yesus itu pra ada, yaitu sebelum jadi manusia, yaitu kekal sebagai Firman-Kalam, bukan yang baru ada, dan yang phisik sebagai manusia [Yoh 1:1 揚ada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Elohim (Allah yang kita kenal) dan Firman itu adalah Elohim (Allah) 揮.
      Jadi, yg disembah orang Kristen bukanlah MANUSIA YESUS, Tetapi Elohim yang Esa melalui Firman yang menyatu dalamNYA yang diturunkan dengan mengenakan tubuh jasmani, dan wujud jasmani dari ‘NuzulNya’. Jadi, yang dianggap ilahi oleh Iman Kristen bukan jasmaniNYa yang berwujud makhluk itu, tetapi keberadaan azali Kristus sebagai Firman yang satu di dalam Elohim sendiri.
      Saat Yesus berbicara, yang berbicara adalah Elohim yang berdiam dalam tubuh manusia. Bukanlah manusia Yesus. Itulah sebabnya Ia berkata dalam injil Yohanes 12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.?Serta dalam kitab Yohanes12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.
      Jika dalam benak Saudara Firman Allah/ Elohim dpt diturunkan menjadi kitab yang dicetak ulang oleh manusia. Maka dengan landasan yg sama Iman Kristen mengatakan bahwa Firman Elohim dpt diturunkan dlm wujud manusia yg dilahirkan manusia. Jadi ISA sbg manusia anak Maryam itu benar-benar jelmaanNya yang sejati dan sempurna , Firman Allah yg kekal yg mengenakan tubuh mns yg kekal dalam Elohim (Allah) dan tdk mungkin dianggap makhluk yg sejajar dg makhluk lain seperti kita.
      Jadi, Yesus adalah Firman Allah yang Nuzul (diturunkan) bkn sbg kitab, ttpi sbg manusia. Oleh karena yg menurunkan Firman Allah yg berwujud mns itu adalah DIA sendiri, maka peristiwa ini disebut sbg ‘PENGUTUSAN’. Yesus adalah yg diutus Allah (Yohanes 17:3), Rasul Allah (ibrani3:1), tetapi bukan dalam pengertian Rasul seperti yang ada dalam benak Saudara2 sekalian (manusia biasa yg ditemui ‘malaikat’ untuk mengumumkan dirinya adalah utusan dan menyerukan berbagai macam hal layaknya nabi). Why? Sudah bnyk org spt itu yg diutus (nabi2), namun mns msh saja belum berbalik pdNya dan berpaling dariNya dg menyembah ilah2 asing. Masakan DIA melakukan kesalahan yg sama untuk kesekian kalinya ? Kali ini, DIA sendiri yg turun lgs ke bumi, bkn dg menunjukkan keilahian tetapi dg bentuk familiar yakni manusia. Yg ilahi tidak bisa berdekatan dg yang penuh dosa. Sebab yang penuh dosa itu akan lgs mati jika berdekatan. So, yg ilahi itu mengenakan ‘kostum’[tubuh mns] agar bisa berdekatan dg yg penuh dosa (Saudara dan saya).
      Yesus sebagai Rasul adalah DIa Firman Elohim (Allah)-kalam Allah yg ‘keluar’: dari Allah yg berasal dari sorga yg diutus atau diturunkan ke dalam dunia. Yesus adalah utusan yg bersifat ilahi, karena DIA adalah Firman Allah yg diturunkan. Jadi kerasulan Yesus tdk dpt dipertentangkan dg ke-ilahi-an-Nya.
      Perhatikan ! Alkitab sndr mengajarkan suatu ‘tauhid’ seperti yg telah dikutip om Daniel, serta om yang mengaku tau Rahasia Alkitab (Mat 4:10; Mark 12: 28,32; dan Yoh 17). Ia tidak diperanakkan dan tidak pula ia beranak melalui proses pernikahan dengan wanita. Adakah Pribadi yang kalian pertanyakan keTuhananNya itu merupakan hasil persetubuhan laki2 dg wanita (Maryam dg Yusuf) ? Hembusan Roh Kudus (yg diterjemahkan hembusan dari Jibril) yg tertulis dalam kitab suci adakah sesuatu yg bisa diterima nalar ? Jika tulisan itu benar, berarti Jibril telah mengkudeta Tuhan. Tuhan tentu tidak akan mengizinkan bawahanNya untuk menciptakan makhluk. Penciptaan makhluk adalah wewenang BELIAU SEORANG. Kenapa BELIAU memerintahkan Jibril untuk mencipta makhluk; bukan malaikat yg lain? Adakah BELIAU sibuk saat itu ? Tentulah kalian menjawab, itu hanya MISTERI Allah.
      Allah tidak memiliki jenis kelamin. Artinya, DIA bukan laki-laki atau perempuan namun ROH (Yoh4:24). Ini menunjukkan kebukan-jasmanian dan kebukan-tubuhan Allah. Jadi, mustahil Allah itu beristri (dengan manusia yang derajadnya lebih rendah dari DIA; berdosa pula). Dengan demikian, mustahil pula itu DIA itu beranak melalui pernikahan secara biologis.
      Sedangkan mengenai konsep bahwa KeTuhanan Yesus merupakan buatan mns melalui sidang Konsili serta pendapat Rasul Paulus, konsep itu salah besar. Sama seperti kalian, saat itu para saksi mata sejarah kehidupan Yesus (murid2 Yesus) telah banyak yg sudah meninggal dunia. Masing2 area memiliki kitab2 atau tulisan sendiri2. Pengikut Matius hanya punya tulisan Matius. Pengikut Yohanes punya tulisan sendiri. Maka perlu dikumpulkan jadi satu. Saat pengumpulan, ada 2 kriteria yang menjd dasar apakah kitab itu bisa mjd pedoman umum (mjd Alkitab spt yg kalian tau saat ini). Kriteria itu adalah: 1) Adakah ajaran dlm kitab itu telah mjd dsr ajaran sebagian bsr pengikut Kristus saat itu ? 2) Benarkah kitab itu ditulis oleh murid2 Kristus ? Jadi, pd dsrnya pengikut Kristus tlh meyakini lbh dulu keTuhanan Yesus sblm adanya kanonisasi bukan dibuat para pemimpin grja dulu baru yakin. Lagian, bukan hanya Paulus yg mencetuskan tritunggal. Buka aja Yoh 1: 1-18 Yohanes secara tidak lgs menyebutkan adanya ketritunggalan Kristus di dalam tulisannya; kemudian saat pembaptisan Yesus, di injil Matius smp Lukas digambarkan adanya kehadiran Bapa; Anak dan Rohkudus pada saat yg bersamaan. Itulah tritunggal dalam kitab yang lain. Mudah2an kalian memahami siapa Yesus dalam benak Pengikut Kristus. Wassalam

      1. shahil Says:

        Hormat untuk anda zafnat.

        Anda menulis …”Jadi, yg disembah orang Kristen bukanlah MANUSIA YESUS, Tetapi Elohim yang Esa melalui Firman yang menyatu dalamNYA yang diturunkan dengan mengenakan tubuh jasmani, dan wujud jasmani dari ‘NuzulNya’. Jadi, yang dianggap ilahi oleh Iman Kristen bukan jasmaniNYa yang berwujud makhluk itu, tetapi keberadaan azali Kristus sebagai Firman yang satu di dalam Elohim sendiri.
        Saat Yesus berbicara, yang berbicara adalah Elohim yang berdiam dalam tubuh manusia. Bukanlah manusia Yesus. Itulah sebabnya Ia berkata dalam injil Yohanes 12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.?”

        SHAHIL:
        Saya ingin bertanya, bagaimanakah ALlah boleh berada di dalam tubuh Isa (Jesus)?

        Apakah ALLah berada di dalam tubuh Isa itu seperti kesurupan hantu yang mana jika ALLah mahu masuk yah Dia masuk dan jika suka mahu keluar Dia keluar?

        Jika ALLah berada di dalam tubuh Isa, ertinya ALLah itu berada di dalam ruang. Jika inilah hakikatnya (sebenarnya), ALLah itu sama dengan makhluk yang berada di dalam ruang.

        Maaf saya tidak menghujat tetapi silalah anda jelaskan.

        Hormat

      2. zafnat paaneah Says:

        dear Shahil

        Tentu saja bolehlah Yang Ilahi itu masuk dalam satu jasad. Tujuannya khan supaye Anda dan saye selamat? Supaye DIA bisa dekat dengan manusia. Nanti liat jawaban teman saye Sinchan ya dalam halaman ini juga…
        Shahil… Abi yang kudus itu bukanlah seperti hantu yg bisa keluar masuk seenaknya. DIA tu maha hadir dan tidak terkurung dalam tubuh manusia selamanye. Misalnya, saat pembaptisan jasad Yesus. Di sana Abi dan Kalam yg kudus tampakkan diri. Namun, tu berarti dia bukan 3 pribadi. Saye beri contoh lilin yg buat mainan anak-anak. Bentuknya lilin. Tapi dia bisa diambil separuh untuk jadi hal lain dan seterusnya. Namun, bukankah bentuk yang lain itu adalah benda yang sama? Macam amuba lah saye kira. Saye harap Anda faham maksud saye.

    3. Kutu Kupret Says:

      Setuju sekali mas Wildan Hasan, hanya orang tolol yg berbuat demikian. Karena mata hatinya udah tertutup dari hidayah Allah. siap-siap aja jadi penghuni neraka.


      1. kalo lu bukan nyembah yesus????

        knp di kristen ada nmanya 3 tuhn???

        tuhan bapa..
        tuhan ibu???
        sama tuhan yesus??

        sy nntn sendiri acara pemberkatan pus di vatikan…..

        sy kuliah di stockholm univercity…..

        jelas sekali di sebutkan “Atas nama TUHAN YESUS YG AGUNG”””””

        jdi secara jamaknya yesus itu lebih kalian percaya dari pada bapa yg di perintahkan yesus utk di sembah!!!!

        alasannya cuma satu,,,,
        kalian itu cuma”RASIS” ,,,karena menganggap nabi kami muhammad bukan org yahudi seperti juru selamat kalian!!!!!

    4. kasih Says:

      klw mau berdebat soal agama jgn kasar bro gk baik,,,sesuai dong sikap dan perbuatannya itu yg benar,,,,jgn pernah menjelekan agama lain koreksi diri aja masing2.bukan agama yg menyelamatkan tp iman dan perbuatanmu kpd Tuhan

      1. munafik Says:

        @kasih,
        Terbalik menurut quran, agama yg nyelamatin,

        Qs. 5:3
        …….. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

        karena, nabinya kagak bisa :

        (Hadits Shohih Bukhori Jilid 4, nomor 16).

        Dari Abu Huraira r.a. katanya: “Rasulullah saw. Berdiri ketika Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Besar menurunkan ayat yang artinya: “Dan berilah peringatan kepada kaum famili engkau terdekat!” lalu beliau bersabda: “Hai kaum Quresy! (atau perkataan yang serupa dengan itu). Tebuslah dirimu! Saya tiada dapat menolongmu barang sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai bani Abdi Manaf! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun. Hai Abbas anak Abdul Mutholib! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. “Hai Safiah, bibi Rasulullah! Saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan. Hai Fatimah binti Muhammad! Mintalah kepada saya harta dan saya tiada bisa menolongmu sedikitpun dari siksa Tuhan!”

      2. Steven Says:

        Hanya iman yang bisa menyelamatkan. Sebenarnya agama diciptakan agar dunia tidak kacau tidak lari sana sini.

  3. islam dihatiku Says:

    siapakah yesus ??

    yesus adalah manusia yang mengaku tuhan menurut cosmicboy..

    ntar gw aja ngaku tuhan ,, lo semnah gw yah …., WKWKWKWKWKWK

    GOBLOK LO..

    1. Ovik Says:

      betul juga tuu kata2 lo …
      Kira2 kabar si Yesus gmn yaa skrg ..?

      1. bunga Says:

        Allah SWT Maha Esa dan tidak ada Tuhan selain ALLAh…….

      2. rea Says:

        bagiku agamaku dan bagimu agamamu…

    2. CosmicBoy Says:

      islam,

      Koq bawa2 emosi dari sana ke sini?

      Emang saya yg ngomong gituh?

      Hmmmf…saya ngga salah,Islam dikembangkan lewat hoaxdan pembohongan?

      1. CosmicBoy Says:

        @ islam & Ovik,

        Emangnya menuhankan batu hitam lebih baik?

        Hmmmf…moslem,how pathetic.

      2. love moeslem Says:

        weehhh…gw ad nmor hp mas YESUS neeh??
        ad yg mo gag??
        0888-1000-200 (CLUB JABLAY)..
        hahahagsx..

      3. siapmurtad Says:

        Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12)

      4. wawanep Says:

        maaf mas, saya gak ngerti apa isi kitabmu… karena kitabmu ini buatan manusia.

        masa saya baca di injil ada kata2 seperti ini “zakarnya besar seperti zakar kuda”
        saya lupa ayatnya. coba cari sendiri.

        kitab suci kok kata2nya vulgar. ini kitab atau majalah stensilan???

      5. ground Says:

        Itu ditujukan untuk si M, yang doyan perempuan, ampe anak di bawah umur aja diembat. sekarang liat tuh, pengikutnya banyak yang niru.

      6. orang muslim Says:

        buset gede banget bijinya ya?

      7. pemirsa Says:

        Amiin.. seperti sebutir biji padi akan bisa menghasilkan ratusan biji padi yg baru setelah sebutir gabah tadi ditanam,demikian juga Yesus Kristus setelah dgn Kasih-Nya rela ditanam di gua yusuf arimatea kemudian bangkit pada hari minggu dgn tubuh kemuliaan maka dgn kebangkitan Kristus dihasilkan banyak manusia baru yg berkenan kepada Allah Bapa di sorga,selamat paskah.. mari dgn semangat paskah yg telah kita miliki krn anugerah Bapa, kita memberitakan kasih Bapa didalam Kristus kepada sesama kita yg haus akan keselamatan, agar mereka minum air kehidupan dgn cuma-cuma.Mari..kita membritakan kasih Kristus dgn hati yg murni dilandasi dgn pikiran dan perasaan Kristus.

    3. munafik Says:

      To : Islam,

      Kalo loe pandai…, Jawab ini :

      To : Muslims,

      —————— GEOCENTRISM VS HELIOCENTRISM ——————-
      Geocentric model adalah pendapat sebelum Abad ke-16, yang menyatakan bahwa BUMI adalah PUSAT dalam Solar System, dimana MATAHARI serta planet lainnya beredar mengitari BUMI. Pendapat ini didasarkan oleh PANDANGAN KASAT MATA manusia setiap hari dari Terbitnya dan Terbenamnya Matahari dan Bulan.
      Dalam Geocentric Model ini, BUMI adalah pusat dari Solar System, dimana BULAN, MERCURY, VENUS, MATAHARI MARS, DAN JUPITER sebagai Planet Bumi, mengitari BUMI.

      Tetapi, pendapat ini, BERLAWANAN dengan HELIOCENTRIC MODEL, yang diduga diperkenalkan pertama sekali oleh Aristarchus dari Samos pada abad ke-3, namun tidak mendapat perhatian ilmuwan karena kehilangan karya Ilmiah mengenai masa Hellenistic.
      Baru pada abad ke-16, Nicolaus Copernicus, seorang Katolik, bangsa Polandia, ahli Matematika, Astronomer, memperkenalkan apa yang disebut HELIOCENTRISM, yang dalam bahasa Yunani berarti MATAHARI SEBAGAI PUSAT.

      Dalam Heliocentric model ini, diperkenalkan bahwa Planet-Planet “MERCURY, VENUS, BUMI, MARS, JUPITER DAN SATURNUS beredar mengelilingi MATAHARI DALAM GARIS EDAR YG BERBENTUK ELIPS, dan hanya BULAN, sebagai planet Bumi beredar mengitari BUMI.
      Pendapat Heliocentric Model inilah yang Benar, dan digunakan sebagai dasar manusia ke bulan, sebagai planet bumi, dan perjalanan pesawat tanpa awak ke MARS.
      SUMBER : GOOGLE, WIKIPEDIA.

      BAGAIMANA DENGAN PANDANGAN ALLAH SWT DALAM QURAN ??

      Allah swt mendukung Pendapat GEOCENTRISM, sesuai dengan pandangan kasat mata manusia, dalam ayat-ayat Qurannya :
      Quran 21:33
      Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
      (Lha, dimana bumi??, Menurut awloh swt di Quran, Bumi itu TETAP (GEOSENTRIS))
      Quran 39:5
      Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
      (Lha, dimana bumi??, Bumi itu TETAP (GEOSENTRIS))]
      SURAH Al-Kahf 86 (Qs. 18:86) —
      Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau berbuat kebaikan terhadap mereka.

      Quran 55:17
      Tuhan yang memelihara KEDUA tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara KEDUA tempat terbenamnya.

      Kenapa quran menyebutkan bahwa matahari dan bulan terbit dan terbenam ?, padahal TERBIT DAN TERBENAM , faktanya tidak pernah ada ! Karena, Quran berpendapat BUMI INI DATAR seperti HAMPARAN, sehingga Matahari dan Bulan Terbit dan Terbenam, sesuai ayatnya dalam :

      Surah Taha 20:53
      Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai HAMPARAN dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu JALAN-JALAN, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
      Surah An-Naba’ 6-7 (Qs. 78:6-7)
      Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?,

      KESIMPULAN :

      1. Allah swt mendukung pendapat Geocentrism, teori yang berdasarkan PANDANGAN KASAT MATA MANUSIA, dengan ini MEMBUKTIKAN BAHWA ALLAH SWT HANYALAH MANUSIA BIASA…, FIGUR FIKTIF CIPTAAN MUHAMMAD.

      2. Quran hanyalah KARANGAN MUHAMMAD saja, bukan KARANGAN ALLAH SEJATI, PENCIPTA ALAM SEMESTA, YG MENCIPTAKAN JUGA CARA KERJA CIPTAANNYA, BAHWA MATAHARI SEBAGAI PUSAT DALAM SOLAR SYSTEM.

      3. Ayat-ayat Quran, Qs. 21:33, Qs. 39:5, Qs. 18:86, Qs. 55:17, Qs. 20:53, Qs. 78:6-7. ADALAH KETIDAK BENARAN, KEBOHONGAN DAN KEBODOHAN YG BERTENTANGAN DENGAN FAKTA DALAM ILMU ASTONOMI.

      Muslims, saya bukan Fitnah, saya tidak bermaksud menghina, hanya bermaksud untuk mencelikkan mata anda yang buta, agar anda tidak tersesat oleh Ajaran Iblis dalam Quran, dan terimalah Fakta ini, untuk bertindak, demi keselamatan hidup anda dan keluarga anda di akhirat, karena Iblis menginginkan banyak pengikutnya di Neraka. !!

      Bakar Quranmu.., Tinggalkan Islam…, bertobatlah dan terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi anda !!

  4. Ovik Says:

    Kalo ada yg punya Alamat si yesus kasih tw donk,…
    gw pngn ngombrol2 ma dia …
    smsin jaa ke no gw 02190216575 gw tunggu yaa …

    1. kivo Says:

      ngapain gua ngabisin pulsa sms lu?

    2. aninous Says:

      alamatnya….DIA hanya sejauh doa…jadi…berdoalah…katakan padaNya : Yesus aku ingin mengenal engkau…amin….dan tunggu jawabanNya….Dia pasti akan menjawabmu
      GBU

  5. zafnat Paaneah Says:

    dear Wildan Hasan dan Ovik, kmi lebih baik daripada Anda. Tahukah Anda siapa yang Anda sembah ?!! DEWA BULAN. Berikut ini buktinya..
    Faktor2 penting yg menunjukkan bahwa nama “Allah” sudah digunakan kaum berhala sbg nama dewa tertinggi mereka adalah :
    jaman pra-Islam dulu orang Arab menyembah dewa dewi dan pada dasarnya animistik. lewat bulan, bintang, matahari, planet, binatang, pohon, batu, goa dan sumber air serta berbagai obyek2 alam lainnya, manusia bisa berhubungan dgn dewa. Di Mekah, “Allah” adalah dewa tertinggi bangsa Quraish, sukunya Nabi. Allah memiliki 3 puteri: Al Uzzah (Venus) yagn paling dipuja dan senang dgn korban manusia; Manah, dewi nasib dan Al Lat, dewi tumbuh2an. Mereka dianggap paling kuasa dan campur tangan mereka atas nama pemuja sangat penting.
    Arab sering menamakan anak2 mereka —Abdullah (budak Allah). Bukti nyata; nama ayah Muhamad adalah “Abdullah”. Analogi logis disini adalah, kalau memang tidak ada kata “Allah” di jaman pra-islam, maka tidak juga akan ada anak2 yg dinamakan Abdullah atau budaknya Allah di wilayah Arab.
    Bahkan sekarangpun di seluruh dunia Arab, non-Muslim-pun (Yahudi, Kristen, Sabian, Bahai, atheis dsb.) Arabs mengatakan —“Ya Allah” sbg ungkapan sedih/kaget.
    Pernyataan Albert Hourani: “Nama Islam bagi Tuhan adalah Allah, yang sudah dipakai utk dewa2 setempat ”
    Menurut sejarah ada 2 teori eksistensi Allah di dan sekitar Kabah Sharif: # kaum berhala menyebut patung terbesar diantara ke 360 dewa dewi itu ALLAH—yg mereka anggap dewa tertinggi(god). Atau,
    Kaum berhala Arab memuja 360 dewa dewi didalam Kabah Sharif, dan mereka dianggap lebih kecil dan dibawah penguasaan penuh dewa tertinggi yg disebut “ALLAH” yagn tidak dapat dilihat (Nirakar) dan Maha Kuasa, Maha Tahu dan sangat tidak dapat diketahui.
    Beberapa faktor yang menunjukkan “Allah” adalah Dewa Bulan kaum Arab pemuja berhala
    (A) Dlm Qura’n paling tidak ada 12 surah dimana Allah berulang2 bersumpah atas nama bulan, matahari, planet, malam, angin dsb. Memang misteri mengapa sang pencipta, Allah, harus bersumpah atas ciptaanNya. Biasanya, kami bersumpah atas nama sesuatu yang lebih superior dari kami, Tuhan atau bapak kami (yg dianggap lebih superior dari kami). Tapi kami tidak pernah bersumpah atas nama sesuatu yang lebih rendah dari kami. Namun dalam Quran gaya Allah bersumpah pada bulan atau bintang menunjukkan bahwa Allah menganggap hal2 ini lebih tinggi darinya. Dan inilah yang membuat kami bertanya, siapa sebenarnya yang bertindak sbg Allah dlm Quran?
    Namun, dlm penjelasannya mengapa Qur’an bersumpah atas bulan dalam Surah 74:32 , “Nay, verily by the Moon,”Yusuf Ali berkomentar, “Bulan dipuja sbg dewa dalam saat2 gelap” (fn. 5798, pg. 1644). Mungkin, sumpah Allah ini akibat kebiasaan budaya yg sudah mendalam menyembah bulan sbg Tuhan.
    (B) Yusuf Ali menjelaskan (Page-1921-1623 of his English Translation of Holy Quran):
    “Pemujaan Bulan-sangat populer dalam berbagai bentuk ………Apollo dan Diana — saudara kembar, mewakili bulan dan matahari … dalam agama Vedic India, dewa bulan adalah Soma, dewa planet……. Jaman India kuno dulu, bulan adalah dewa (laki2). Bulan juga dewa (laki2) dalam agama Semitik kuno dan kata Arab bagi bulan, “qamar’, juga memiliki gender maskulin. Sementara, kata Arab bagi matahari “shams” adalah gender feminin. Kaum berhala Arab nampaknya menganggap matahari sang dewi dan bulan sang dewa.
    Dewa dewi berhala yang paling terkenal di sekitar Mekah adalah Lat, Uzza, dan Manat.…ke-360 dewa dewi di Kabah itu juga kira2 mewakili jumlah hari dalam satu tahun. Ini sebenarnya pemujaan berhala yang dikenal kaum Quraish pada jaman nabi kami.”
    (C) Pengaruh Bulan pada Islam: Siapa yang bisa membantah pentingnya pengaruh bulan dalam kehidupan Muslim ? Dalam Islam, bulan dianggap obyek astronomi yagn paling sakral dan bulan adalah patokan segala festival/ritual Islam. Kontradiksi dan konflik sangat umum dengan tanggal2 Idul Fitri dan Ramadhan dan jelas ini problem kronis dan bulan adalah sumber segala permasalahan ini. Bulan sabit adalah lambang pada bendera negara2 Muslim, mesjid, kuburan dsb.
    Muhamad memanfaatkan kaum berhala untuk mendirikan Islam di semenanjung Arab: Muhammad menggunakan taktik mengadaptasi ritual berhala dalam Islam agar dapat mengakomodasi kaum berhala. Ia terikat berbagai perjanjian politik dgn para pemimpin kaum berhala spt Abu Sofyan guna mengakomodasi agama barunya ini dan setuju utk mencakupkan ritual2 berhala dalam Islam. Muhamad meminta para penyembah berhala agar hanya memuja “Allah” dewa paling besar dan menghancurkan lambang2 dewa dewi lainnya yang eksis dalam Kabah.
    Utk mendirikan monotheisme-nya Allah, ia berkali2 meminta mereka agar tidak menomorduakan (not to make any partners to) Allah. Itulah kenapa kita bisa menemukan ratusan surah Quran “meminta agar “not to make any partners to Allah”. Akhirnya, Nabi sanggup meyakinkan (tentunya dengan kekerasan) agar kaum berhala menghancurkan semua patung dewa dewi dan sebagai gantinya setuju (mungkin) utnuk membiarkan nama2 alternatif dewi yang paling penting, Allah—oleh karena itulah Islam memiliki 99 NAMA ALLAH.

    Nabi Muhamad memerintahkan pengikutnya agar turut serta dalam upacara berhala saat kaum berhala masih menguasai Mekah.
    (Lihat Yusuf Ali, fn. 214, pg. 7. … “seluruh hijrah (berhala) diberi arti spiritual dalam Islam … the whole of the [pagan] pilgrimage was spiritualized in Islam…” (Yusuf Ali: fn. 223 pg. 80). Dalam Tafsir (Quran-2:200) Maulana Yusuf Ali mengatakan : “Dlm masa pemujaan berhala, setelah hijrah, para peziarah biasanya berkumpul dalam kelompok2 dan menyanyikan pujian2 pada nenek moyang mereka. Seluruh ritual hijrah diberi arti spiritual dalam Islam, jadi akhirnya Hijrah juga di-spiritualisasi.
    Dianjurkan agar para peziarah utk tinggal selama 2 atau 3 hari setelah hijrah, tetapi mereka harus menggunakannya untuk solat dan pemujaan kdp Tuhan. (#223 of Shane’nazul by Maoulana Yousuf Ali, page-81)
    Dalam Islam banyak ritual Muslim atas nama Allah ada hubungannya dengan pemujaan berhala yang ada sebelum Islam. Praktek berhala Hijrah di Kabah sekali setahun–puasa Ramadan, lari keliling Kabah 7 kali, mencium batu hitam, mencukur kepala, korban binatang, lari keatas dan kebawah 2 bukit, melemparkan batu kpd setan, mendenguskan air dari hidung, solat beberapa kali sehari menghadap Mekah, zakat, solat Jumat dsb diikuti secara ketat oleh Muslims. Tetapi tidak ada yang bisa mengingkari fakta bahwa, ritual2 tsb eksis jauh sebelum adanya Islam.
    Sangat masuk akal bahwa mencakupkan ritual berhala dalam agama baru Islam, nabi dgn sukses mengurangi risiko pemberontakan dari kaum berhala dan mungkin salah satu langkah penting utk dapat menarik pengikut.
    Kesimpulan, tidak dapat dipungkiri bahwa Islam bukan agama baru, namun bentuk reformasi pemujaan berhala. Saya percaya semua agama monotheis memiliki asal usul yang sama. Pemikiran monotheis dinyatakan oleh para raja Faraoh, Raja Mesopotamia Hamarubi (3000 SM) dan Alexander the Great (300 SM.). Dan pada akhirnya, raja2 ini menuntut bahwa merekalah Tuhan yang harus dipuja orang.

    1. Kutu Kupret Says:

      Sok tahu luh dasar kampret

      1. ridwan Says:

        benar saya setuju bahwa islam lebih parah yaitu memuja berhala kabah dan batu hitam hajar aswad.. so islam itu kelanjutan agama berhala yg dipolesi monotheis… ciri2 agama primitif.


      2. dear ridwan

        benar sy setuju bahwa agama kristen itu ketinggalan zaman,,,

        nyembah ko’ tuhan yg g pke celana,,,

        kasian bgt tuhan lu di paku!!!!!
        gmn mw bebasin kalian,,,wong bebasin dirinya aja belum bisa

      3. loveislam Says:

        iya bener jg . . . aq denger2 yesus di sunat juga lho wkwkwkwkw
        udah datang g kesunatanx yesus katax sih makanannya prasmanan. . .
        mereka mah hanya dengar cerita nabi muhammad dari versi yang d mereka buat sendiri . . .

        merekan kan suka mengarang bebas nilai bahasa indonesianya aja waktu mengarang dpt bagus . . . ckickicki

      4. askthebible Says:

        Yesus ga pake celana, dipaku, itulah namanya PENGORBANAN YANG TIADA DUANYA untuk menebus dosa manusia. Muhammadmu pernah gak BERKORBAN demi sesama?? Mungkin GAK PERNAH karena Muhammad itu EGOIS

    2. kevin archuletta Says:

      Mudah-mudahan Allah memberikan jalan lurus kepada Anda. Bertaubatlah sebelum terlambat

      1. Christ Follower Says:

        For Casper

        Yesus seperti itu mengorbankan DARAH tak bercela untuk menebus dosa
        ia disalib (tanpa celana seperti yang anda katakan) berdasarkan budaya penyaliban disana. Dia bisa kok sebenarnya menyelamatkan dirinya saja. TAPI ia CINTA kepada semua orang. Makanya nyawanya pun direlakannya. Muhamad pernah gak gitu??

  6. Daniel Says:

    Masalah roh sudah sangat jelas diterangkan dalam Quran bahwa setiap manusia dikarunia Allah dengan namanya roh untuk menopang raga agar dapat berinteraksi dg alam sekitar & berfikir tentang kebesaran2 Allah. Seperti diterangkan dalam Al Quran, bagaimana Allah memberikan roh kepada manusia pertamakali diciptakan, yakni Adam.

    Setelah Aku sempurnakan bentuknya dan Aku tiupkan kepadanya (Adam) ROH-KU, maka hendaklah engkau tunduk merendahkan diri kepadanya. Lalu tunduklah malaikat semua bersama-sama. Selain Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama orang yang tunduk. [Qs.15: 29-30]

    Begitupula saat Allah menciptakan Isa,

    “Hai orang-orang keturunan Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu bicara tentang Allah melainkan yg benar. Susungguhnya Almasih Isa anak Maryam Rosul Allah dan Perkataan Allah, disampaikan kepada Maryam dan IA DARI ROH ALLAH, sebab itu berimanlah kepada Allah dan Rosul-Rosul-Nya, dan janganlah kamu katakan: Tuhan itu tiga, berhentilah mengatakan itu, itu lebih baik bagimu. ALLAH ITU TUHAN YG ESA. Maha Suci Tuhan dari mempunyai anak. KepunyaanNya apa yang ada di langit dan di bumi. Cukuplah Allah untuk pelindung.” (QS. 4:171)

    Tidak benar kalau menurut penulis blog ini masalah ke Esa-an Allah tidak diterangkan dalam Quran, justru sebaliknya, sangat jelas dan tegas Quran menerangkannya dalam surat Al Ihlas
    1. Katakan ! Allah itu Esa
    2. Allah tempat berllindung
    3. Tidak beranak dan tidak pula diperanakan
    4. Dan tak seorangpun setara dengan Dia

    Sedangkan ayat Quran yg menerangkan bahwa Maryam ( Maria) dianggab sebagai Tuhan, bukannya Quran mengada-ada, karena pada Konsili Efasus 431 mengatakan hal yg sama.

    Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah AKU DAN IBUKU dua orang tuhan selain Allah ?”. ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (Qs. 5: 116)

    Ayat tsb bisa dilihat korelasinya terhadap Konsili Efasus 431 M yg mengesahkan Bunda Maria sebagai Teotokos (Ibu Tuhan), sehingga umat Kristiani melakukan penyembahan terhadap Bunda Maria, hingga wilayahnya meliputi di seluruh Kerajaan Romawi sampai Arab dan Afrika.

    Dan bagian dari SK pengangkatan Bunda Maria sebagai Ibu Tuhan, diterangkan oleh Tony Lane, dalam bukunya Christian Thought, 1984, hal. 46,

    “Berdasarkan pengertian tentang kesatuan yang tidak meragukan ini, kita menyatakan perawan yang suci (Maria) sebagai Ibu Tuhan, karena Firman Tuhan berinkarnasi dan menjadi manusia dan dari kelahirannya sendiri, tubuh kasar yang diwarisi dari Maria bersatu dengannya.”

    Dengan kata lain konsili Efasus 431 M, Kristen menghasilkan rumusan konsep Trinitas.
    Yaitu, Tuhan Bapa (Allah), Tuhan Ibu (Bunda Maria), dan Tuhan Anak (Yesus). Dan figur Roh Kudus belum masuk bagian dari Trinitas.

    Pauluslah yg memperkenalkan Roh Kudus
    kepada ummat Kristen bukannya Yesus, bisa dilihat pada ayat Kisah Para Rasul

    Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” (Kisah Rosul 19:1-3)

    Ada yg janggal pada ayat Kisah Para Rosul tsb, yakni mengapa murid2 Yohanes yg setia kepada Yesus tidak mengenal Roh Kudus yg menjadi salah satu oknum Trinitas? Mengapa Yesus tidak pernah mengajari tentang Roh Kudus kepada murid2 pertamanya? Anehnya, Yesus yg tidak pernah bertemu dan mengenal Paulus selama Yesus masih hidup, malah Paulus lebih tahu tentang Roh Kudus dari pada murid2 pertamanya Yesus. Sangat janggal dan tidak masuk akal, kalau masalah keimanan akan Tuhan, Yesus tidak memperkenalkan Roh Kudus sebagai figur Tuhan kepada murid2 pertamanya! Yang pada akhirnya terjadi permusuhan antara Paulus dan murid2 Yohanes tsb.

    Tidak pernah selama Yesus masih hidup mengajarkan pada murid2nya bahwa dia adalah Tuhan yg harus disembah. Malah sebaliknya Yesus menyuruh untuk menyembah Allah yg Esa. Bukan Tuhan tiga sama dengan satu seperti yg Paulus ajarkan. Lihatlah apa yg dikatakan Yesus !

    ”Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. ” ( Markus 12:29 )

    ” Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.” (Ulangan 4:35 )

    “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” ( Yohanes 17:3 )

    Dan Yesuspun mengakui bahwa dia adalah seorang hamba yg menyembah kepada Allah

    Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. SEMBAHLAH ALLAH! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.” (Wahyu. 19:10)

    Tetapi ia berkata kepadaku: “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. SEMBAHLAH ALLAH!” (Wahyu. 22:9)

    Dan Quranpun telah menerangkan hal yg sama, yakni Isa ( Yesus ) menyeru untuk menyembah Allah Yg Esa

    Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun. (Q.S. 5:72)

    Untuk masalah mukjizat, setiap Rosul Allah diberikan oleh Allah mukjizat yg berbeda-beda sesuai dg kondisi masyarakat yg dihadapinya. Kalau Nabi Musa mampu merubah tongkat menjadi ular, karena masyarakat yg dihadapinya banyak yg ahli sihir, sedangkan Nabi Isa dikaruniai mukjizat mampu menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati, karena masyarakat yg dihadapi Nabi Isa adalah bannyak ahli pengobatan. Dan tentu saja mukjizat2 yg dilakukan para Nabi adalah atas izin atau kehendak Allah. Dan mukjizat Nabi Isa itu seperti yg diterangkan dalam Al Quran,

    “(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: ‘Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan roh kudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: ‘Ini tidak lain hanya sihir yang nyata.’ Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: ‘Berimanlah kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.’ Mereka nienjawab: ‘Kami telah beiiman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).’” (QS. al-Maidah: 110-111)

    Nabi2 Allah adalah sebangun dan Allah tidak membeda-bedakan diantara mereka.

    Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan Hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.” (Ali Imran: 84)

    Dan kita diperintah untuk taat kepada Allah & Rosulnya

    “ Hai orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya sedang kamu mendengar “ ( Al Anfal : 20 )

    1. zafnat Paaneah Says:

      Dear Mister Daniel, mohon mempelajari Alkitab secara Hermeneutik. Jgn sepotong2. Ntar sesat loh…
      Kitab Wahyu yang Anda kutip itu Seharusnya anda baca dari pasal 1.
      Yohanes Murid Kristus itu bersujud pada Malaikat. Bukan pada Yesus…

      Kitab Kisah Para Rasul yang Anda kutip itu yang dimaksud dengan Yohanes adalah Yohanes Pembaptis bukan Yohanes murid Yesus. Baca donk ayat selanjutnya… “Semua orang harus percaya kepada DIA yang datang sesudah dia.” Yahya alias Yohanes Pembaptis datang pertama kali untuk memberitahukan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat (yang dipersonifikasikan dalam Kristus). Kristus datang setelah Yohanes Pembaptis. gitu loh…

      Oke, mungkin emang ada kesalahan yang dibuat para uskup terdahulu yang menuhankan Maria. Tapi, kepercayaan itu kemudian diralat oleh Marthin Luther sehingga lahirlah Protestan. Saya sendiri juga tidak yakin bila Alquran bukanlah editan manusia. Tahukah Anda apa yang terjadi saat Kekalifahan Utsmani serta Konvensi Kairo Mesir ? Carilah sendiri jawabannya.

      1. Daniel Says:

        @ Mas Zafnat

        Betul kata mas Zafnat bahwa maksud ayat dalam Kitab Wahyu adalah Malaikat, bukan Yesus. Karena terburu-buru dalam membacanya, maaf saya jadi salah persepsi.

        Mengenai ayat pada Kisah Para Rasul sudah jelas yg dimaksud adalah murid2 Yohanes sang pembaptis, saya tidak menganggap Yohanes murid Yesus. Jadi keterangan saya sudah jelas.

        Maaf mas Zafnat, masalah Ketuhanan adalah masalah yg fundamental bagi ummat beragama, haruslah tegas & jelas. Jadi yg menentukan Tuhan yg harus disembah bukanlah manusia melalui konsili2, kemudian diralat oleh manusia lainnya, akan tetapi Tuhan itu sendiri yg menjelaskan melalui Kitab Suci-Nya.

        Tentang Quran dan sejarahnya sudah saya jelaskan panjang lebar di blog ini juga dalam topik “Hancurnya ke Ilahian Quran.” Silahkan mas Zafnat melihatnya

      2. Daniel Says:

        @ Mas Zafnat

        Benar kata mas Zafnat kalau ayat dalam Kitab Wahyu itu adalah Malaikat, bukan Yesus. Sorry banget mas, karena kuarang teliti dan terburu-buru sehingga saya salah persepsi.

        Masalah ayat di Kisah Para Rasul tidak perlu saya klarifikasi, karena saya juga menganggap bahwa yg dimaksud dg Yohanes pada ayat itu adalah Yohanes sang pembaptis

        Masalah Quran dan sejarahnya telah saya jelaskan panjang lebar dalam blog ini juga pada topik ‘Hancurnya Sifat Ke Ilahian Quran’, silahkan mas Zafnat untuk melihat tulisan saya tsb.

      3. casper Says:

        lebih ngawur lagi mas,,,
        udah g da titik koma ko….

        uda jelas yesus nyuruh kalian nyembah bapa???
        knp kalian nnyembahnya tambah sma mariam?????

        la mariam sendiri g pernah ngaku jd tuhan,,,ko’ d nma” in Tuhan ibu…

        klo lu ngikutin paus???
        knp umat kristen banyak yg kawin???
        kn kta’y klo lu mw bener2 mendalami yesus,,lu harus ga kawin,,,, knp lu g ikutin perintah tu paus n masi ttp kawin???….

        d eropa itu sma di amerika lagi krisis keimanan,,, pdhal banyak gereja,,,,

      4. casper Says:

        “Oke, mungkin emang ada kesalahan yang dibuat para uskup terdahulu yang menuhankan Maria. Tapi, kepercayaan itu kemudian diralat oleh Marthin Luther sehingga lahirlah Protestan.”

        ngaku juga dy kalo kitabnya yg sekarang karbitan!!!!!!

      5. Musyadad Says:

        Ak lampirkan / Paste-kan beberapa pernyataan yg ada;

        “siapmurtad Says:

        June 16, 2010 at 6:50 pm

        CASPER/rahmatanlilalamin, Bacalah artikel berikut ini dan ini, untuk mengerti bahwa Muhammad salah BESAR karena terpengaruh sekte sesat Mariamne yg percaya Tritunggal itu Bapa/Allah, Yesus dan Maria/Tuhan Ibu, padahal Tritunggal Alkitab sudah jelas, Bapa/Allah, Yesus/Anak Allah/Firman Allah, dan Rohul Kudus bukan Malaikat Jibril dan juga bukan Maria lho…..”

        Jika ada Tuhan Bapa (allah) ada jg Yesus (anak allah) siapa ibu allah? nenek allah? Kakek allah?

        Dan Rohul Kudus bukan Jibril jg bukan Maria, trus siapa?

        “Yohanes Murid Kristus itu bersujud pada Malaikat. Bukan pada Yesus… ”

        Berarti drajat Malaikat lebih tinggi dr pd Tuhan dong?
        Emang pernah umat kristiani menyembah? Yg gw temuin malah bernyanyi2 ria di hadapan Tuhan…..

        Please keterangannya Mr. Zafnat?

    2. casper Says:

      zafnat ngaku sendiri kalo Tuhannya di refisi…
      wkwkwkwkwkw….

      “Oke, mungkin emang ada kesalahan yang dibuat para uskup terdahulu yang menuhankan Maria. Tapi, kepercayaan itu kemudian diralat oleh Marthin Luther sehingga lahirlah Protestan.”

  7. zafnat paaneah Says:

    dear Daniel,… Taukah kmu kalo Junjungan Anda itu awalnya mengakui Allah yang tak lain adalah nama dewa tertinggi dari 99 dewa bangsa Arab kuno ? tapi kemudian, ia meralatnya sehingga kepercayaan yang dibawanya menjadi kepercayaan monotheisme. Itulah yang hendak saya katakan dalam tulisan saya di atas. saat ini saya hendak mengomentari tulisan Anda yang pertama. Adapun semua tulisan saya di blog ini tidak bermaksud menjelekkan, menghina atau menghujat siapapun. Saya juga tidak bermaksud membela kepercayaan yang Anda serang. Saya hanya rindu memberikan info lain.

    Simak baik2 pernyataan Yesus menurut 4 injil kanonik di bawah ini yang sangat tegas membantah ketuhanannya
    MATIUS:
    4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
    AYAT INI MENYATAKAN BAHWA IBLIS SUDAH TERTIPU. IBLIS MENGIRA BAHWA YANG DIHADAPINYA ADALAH MANUSIA BIASA SAMA SEPERTI ADAM SEPERTI DULU YANG PERNAH IA LAKUKAH. PADAHAL, YANG DIHADAPINYA ADALAH ELOHIM (TUHAN ATAU ALLAH, YANG KALIAN KENAL) YANG MENJELMA JADI MANUSIA.
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
    Ayat ini menggambarkan bahwa tidak gampang menjadi pengikut Kristus, bahkan meskipun telah menjadi aktivis. Jadi, setelah keselamatan itu diperoleh melalui iman percaya pada Kristus, pengikut Kristus haru melakukan kehendakNya yakni menjadi segambar dan serupa denganNya dalam pikiran dan perbuatan.
    19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: “Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”19:17 Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.
    Untuk ayat 17, mestinya berbunyi, “Yesus menjawab, “Mengapa engkau bertanya kepada-Ku mengenai apa yang baik? Hanya ada Satu yang baik. Kalau engkau ingin hidup, engkau harus taat kepada perintah-perintah Allah.” Dan jikalau terjemahan yang benar adalah Guru yang baik, itu artinya orang muda yang bertanya pada Kristus masih melihat Tuhan dalam wujud manusia yang tahu segala sesuatu yang baik dan mengenai hidup kekal. Itulah sebabnya ia memanggil Yesus sebagai Guru.
    MARKUS:
    12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
    Ahli Taurat yang disebut dalam ayat 32 dan 28 hanya mengenal Yesus sebagai orang/ manusia yang tahu persoalan agama sehingga ia memanggil Yesus sebagai Guru. Dia mengetes Yesus sejauhmana pengetahuanNya soal hukum Taurat. Mengenai jawaban dalam ayat 29, kmi tidaklah menyembah 3 Tuhan seperti yang tertulis dalam Alquran. Kami hanya menyembah satu Tuhan. Bagaimana dengan Tritunggal ? Dia itu Ilahinas. Tuhan yang berwujud Roh dan menjelma menjadi manusia. Bapa adalah gambaranNya sebagai pencipta dan pemelihara dunia ini, Roh Kudus adalah wujudnya, Anak adalah sebutanNya saat menjelma menjadi manusia yang berawal dari seorang bayi. Kenapa harus repot2 jadi bayi ? Israel itu sangat memperhatikan soal keturunan. Jika DIA tidak punya ‘ortu’ tentunya akan dipertanyakan soal asal-usulnya serta kemurnian diriNya sebagai orang Yahudi. So, Tuhan tidak punya anak. Tapi, DIA yang menjelma menjadi seorang anak. Tu lho kayak dewa Wisnu yang menjelma jadi Rama n Kresna… Ngerti khan sekarang?
    LUKAS:
    4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
    Silakan baca komentar saya dalam Injil Matius 4:10
    YOHANES:
    12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.
    Ayat diatas sesungguhnya menunjukkan bahwa Yesus berkata-kata bukan berdasarkan pengetahuan, pengalaman, logika, dan pemikirannya sebagai seorang manusia, tetapi berdasarkan pada FIRMAN. Bagaimana dengan kata ‘Bapa yang mengutus Aku?” Ya, inilah keunikan kitab suci selalu dipenuhi dengan kata2 yang sulit dipahami. Saya akan berikan Yesaya 55: 11 sebagai ilustrasi. “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Perhatikan 4 kata terakhir dalam ayat tersebut. Siapa yang disuruh dalam ayat itu ? Bukankah Firman ? Firman itu siapa ? Jibril? Bukan khan?!! Klo gitu Tuhan menyuruh Firman yang tak lain adalah diriNya sendiri? Masak Tuhan menyuruh diriNya sendiri? Yup!! Itulah konteksnya. Demikian pula dengan ayat di atas. Tuhan (yang disebut BAPA) mengutus FirmanNya (yang tak lain adalah Tuhan itu sendiri) untuk menjadi manusia sehingga bisa menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Firman itu namanya Yesus. Dan Yesus bukanlah manusia biasa seperti junjungan kalian. Beliau adalah Ilahinas. Kenapa memakai kata diutus dan bukan turun atau kata lain ? Diutus berarti ada seorang yang punya kuasa tertinggi mengirim seseorang untuk pergi menyampaikan pesan pada orang lain yang derajatnya lebih rendah. Tuhan sebagai pribadi yang punya otoritas tertinggi mengirim Firman yakni ’ power’/ kekuatan Tuhan untuk menyampaikan pesan pada manusia. Kenapa bukan manusia aja (nabi) atau malaikat ? Karena misi dari pesan itu tidak bisa dibawa sembarangan orang (manusia atau malaikat). Misi apa gerangan ? Misi mengembalikan ciptaanNya yang telah rusak karena dosa kembali pada keadaan semula (suc). Manusia, amal baik, ibadah, atau apapun tidak bisa menyelamatkan. Karena hukuman dosa adalah maut. Dan untuk menebusnya diperlukan darah seseorang yang tidak punya dosa sama sekali (dosa keturunan). That’s why he need to turn down into the earth become a man like u and me.
    17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
    Lihat penjelasan saya pada pasal 12 di atas ya…
    20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.
    Pada saat itu, Tuhan hampir menuntaskan misiNya menyelamatkan umat manusia di atas kayu salib. Selanjutnya, IA harus kembali ke Surga supaya bisa menyertai seluruh pengikutNya dalam bentuk Roh Kudus di hati seluruh pengikutNya. Karena Ia sudah mati di atas kayu salib maka kini Tuhan telah menjadi Tuhan atas semua bangsa. Yahudi dan bukan Yahudi (termasuk Samaria). Saat itu ada anggapan Tuhan itu hanyalah milik orang Yahudi bukan Samaria (orang keturunanYahudi yang disingkirkan masyarakat Yahudi karena menikah dengan bangsa selain Yahudi).
    Berikut ini kesaksian orang2 Israel dimana Yesus menjalankan misi kerasulannya, tentang kenabian Yesus (bukan Tuhan):
    MATIUS:
    21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?”21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”
    Ayat diatas menunjukkan bahwa orang2 Israel menganggap Yesus sebagai manusia biasa dan punya kemampuan luar biasa. Inilah tanggapan orang2 yang belum mengenal DIA.
    LUKAS:
    24:17 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”24:19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
    Kleopas sama dengan orang Israel yang lain. Dia berharap Yesus mampu membebaskan bgs Israel dari penjajahan Roma. Ini diawali dari kesalahan penafsiran pembebas yang ditulis nabi Yesaya. Mereka beranggapan bahwa sang pembebas/ Mesias itu akan membebaskan dari perbudakan orang. Padahal perbudakan dosa. Kleopas hanya murid lingkaran kedua yang tidak mengenal Kristus dari dekat sehingga dia mengira Yesus hanya manusia biasa.
    Perhatikan juga kutipan dua kisah Yesus menurut “Injil” Yohanes berikut ini, yang menunjukkan bahwa Yesus sama sekali tidak pantas menyandang predikat “Tuhan”, bahkan ia justru menunjukkan penghambaannya di hadapan Tuhan sebagai seorang Nabi/Rasul Allah bagi umat Israel:
    YOHANES:
    7:15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”7:16 Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.
    Pasti titik berat kalimat ini terletak pada kalimat “DIA yang telah mengutus Aku khan ?” Liat penjelasan saya untuk Yohanes pasal 12 ya….
    11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:11:34 “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!”11:35 Maka menangislah Yesus.11:36 Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?”11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.11:39 Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”

    Yohanes 11 merupakan gambaran Yesus saat IA mengekspresikan dirinya sebagai manusia. Bukankah DIA adalah Ilahinas?? Saat berada dalam tubuh manusia, tentunya Ia bisa bertindak layaknya seorang manusia (menangis, lapar, sedih, dsb). Jika tidak, orang-orang tentunya takut karena ia bukan manusia. JIN, setan atau apapun bisa hinggap di pikiran orang-orang Israel.

    1. Daniel Says:

      Mas Zafnat

      Maaf saya tidak akan mengomentari masalah Allah, karena mas Zafnat tidak mencamtumkan referensi yg jelas ( Quran & Hadist, Alkitab dll.), hanya berdasarkan pendapat atau asumsi seseorang. Karena pendapat seseorang sifatnya subyektif dan bisa dimanipulasi. Tergantung siapa yg telah mengkemukakan pendapatnya. Kalau pendapatnya orang Kristiani tidak akan jauh2 dari pendapatnya mas Zafnat, kalau pendapatnya muslim tentu akan baersandar Quran & Hadist.

      Tapi yg mengherankan saya kenapa LAI menggunakan Allah sebagai nama Tuhan Kristen, kalau menurut mas Zafnat, Allah berasal dari dewa bangsa arab kuno ???

      1. zafnat paaneah Says:

        dear daniel…
        referensi saya adalah dari para peneliti sejarah bangsa Arab serta buku2. Saya tidak akan bersandar pada Quran dan Hadist karena dua hal itu merupakan hasil karya manusia.
        sementara mengenai Allah, dikisahkan ada isu bahwa saat menterjemahkan Alkitab LAI juga menggunakan jaas seorang muslim. Isu ini benar atau tidak saya tidak tahu. Makanya, ada sejumlah orang yang mencoba untuk memperbaikinya sehingga terbitlah alkitab versi baru. di sana Allah telah berganti menjadi Elohim, dan Tuhan telah berganti menjadi YAHWEH. semua kembali pada bahasa aslinya (ibrani dan Yunani) namun dengan tidak menghilangkan makna serta membuat hal yg baru. INGAT, Hanya penyebutan kata ALLAH dan TUHAN saja yang berganti. Silakan cari Alkitab yang baru ini..

      2. Daniel Says:

        @ mas Zafnat

        Sorry deh, no comment. Komentar anda tambah lama tambah ngawur. Bukannya saya tidak bisa bilang bahwa Bibel adalah karangan Paulus si pendusta. Tapi saya tidak mau berdebat model seperti itu. Maaf, kalau saya tidak bisa menerima referensi berdasar isu dan sejarah yg tidak jelas asal usulnya.

      3. Daniel Says:

        @ Mas zafnat

        Masalah internal dalam Kristen dalam menyebut nama Tuhannya adalah masalah yg bakal panjang penyelesaiannya. Belum lagi penyempurnaan2 Alkitab dalam internal Kristen.
        Kitab katolik disempurnakan dengan kitab Protestan, KJV disempurnakan menjadi RSV, Saksi Yehova’menyempurnakan kitab lainnya. Baru-baru ini muncul lagi alkitab yang disempurnakan oleh pemuja nama Yahweh :

        http://gkmin.net/?p=69%5D

        Sebagian saya copy paste dari web tsb

        KS-ILT bukan hanya mengganti kata “ALLAH, Allah, dan allah” dalam TB-LAI, tapi juga menyangkut hal yg lainnya juga, berikut ini beberapa perbedaan antara keduanya.

        TB- LAI:
        Yehezkiel 34:16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta YANG GEMUK DAN YANG KUAT AKAN ULLINDUNGI; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

        KS-ILT:
        Aku akan mencari yang hilang, dan Aku akan membawa pulang yang tersesat. Dan Aku akan membalut yang terluka, dan Aku akan menguatkan yang lemah. Namun AKUAKAN MENGHANCURKAN YANG GEMUK DAN YANG KUAT. Aku akan menggembalakan mereka dengan keadilan.

        TB- LAI:
        Yehezkiel 9:4 Firman TUHAN kepadanya: “Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.

        KS-ILT:
        Dan YAHWEH berfirman kapadanya, “Berjalanlah ke tengah-tengah kota, di tengah-tengah Yerusalem, dan buatlah sebuah tanda di dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan berkabung karena segala kekejian yang dilakukan ditengah-tengahnya.
        TB- LAI:

        Matius 5:3 Berbahagialah ORANG YANG MISKIN DIHAPAN ALLAH, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
        KS-ILT:

        Berbahagialah ORANG YANG MISKIN DALAM ROH, karena kerajaan surga adalah milik mereka.
        TB-LAI:

        Wahyu 8:13 Lalu aku melihat: aku mendengar SEEKOR BURUNG NAZAR terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.

        KS-ILT:
        Dan aku melihat, dan aku mendengar, ada SEORANG MALAIKAT yang terbang di tengah langit seraya berkata dengan suara nyaring, “Celaka, celaka, celaka bagi mereka yang tinggal di bumi karena bunyi sangkakala ketiga malaikat yang tersisa, yang akan segera meniup sangkakalanya.”

        dll., masih banyak perbedaan antara TB-LAI dengan KS-ILT.

        Jadi lebih baik saya tidak berkomentar dulu masalah penyebutan ‘Allah’, sebelum ada kesamaan visi dalam internal Kristen sendiri

      4. Zafnat Paaneah Says:

        dear om Daniel…
        Perbedaan tafsiran mengenai kitab suci merupakan hal yang lumrah. Hal ini disebabkan karena ketidaksamaan teks yang diterima oleh penterjemah. Penterjemah yang satu mungkin masih bisa membaca secara utuh karena tanda bacanya masih jelas di manuskripnya. Sementara penterjemah yang lain tidak karena tanda baca telah terhapus termakan usia.
        Internal Kristen masih solid menyebut Tuhan mereka Kristus. Lantas mengapa ada yang menyebut YAHWEH ada pula yang ALLAH. Semua tergantung referensinya oom… Yang menyebut YAHWEH merujuk pada teks asli yang berbahasa IBRANI. Sementara yang menyebut ALLAH merujuk pada fakta bahwa penggunaan kata itu sudah dipakai orang2 Kristen Koptik (Kristen Arab) jauh sebelum Alquran dibuat [silakan baca Tabloid Keluarga edisi Desember 2009). Namun demikian, semuanya merujuk pada satu pribadi. Yakni Kristus. Satu kata dalam bahasa A berbunyi A, sementara dalam bahasa lain berbunyi B. Namun, semuanya bermaksud pada kata itu. Sementara Saudara mungkin maksudnya pada pencipta langit dan bumi tetapi berdasar pada fakta (umat Islam yang begitu tergantung pada peredaran bulan; sembahyang harus menghadap pada KAABAH yang notabene adalah kediaman dari DEWA BULAN; ritual2 haji yang mencontek ritual bgs Arab kuno yang masih penyembah berhala; ritual wudlu; dsb) itu menunjukkan bahwa yang Saudara sembah adalah Dewa BULAN. Sayang, Anda belumlah menyadarinya.

      5. ini budi Says:

        @Daniel,
        tulisan anda ini lebih bermutu daripada dari artikel yang lain.

        Saya akan quote anda lagi, “Maaf, kalau saya tidak bisa menerima referensi berdasar isu dan sejarah yg tidak jelas asal usulnya.”

        Mari kita bahas nama Allah.
        Siapakah nama ayah dari Muhammad?
        Abdullah, yang berarti abdi Allah.
        Bagaimana anda menjelaskan hal ini?

      6. Musyadad Says:

        Maaf mo gabung ni;

        Mas zafnat, saya merasa aneh di agama nasrani. Knp dalam 1 agama ada 4 kitab? “4 injil kanonik”.

        Qur’an itu, bukanlah hasil karya manusia. Karenanya tidak ada revisian dalam qur’an.

        Sangat beda jauh dengan kitab2 injil yg penuh revisian…

        Sedangkan Hadist itu merupakan kumpulan dari perkataan, perbuatan dan sikap Nabi Muhammad saw.

        Kecuali Hadist Qudsi….

  8. Zafnat Paaneah Says:

    dear all… mohon maaf semuanya… Tulisan saya yang kedua merupakan tanggapan atas tulisan Rahasia Alkitab; bukan tulisan OOm Daniel.
    ‘Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” (Kisah Rosul 19:1-3)

    Ada yg janggal pada ayat Kisah Para Rosul tsb, yakni mengapa murid2 Yohanes yg setia kepada Yesus tidak mengenal Roh Kudus yg menjadi salah satu oknum Trinitas? Mengapa Yesus tidak pernah mengajari tentang Roh Kudus kepada murid2 pertamanya? Anehnya, Yesus yg tidak pernah bertemu dan mengenal Paulus selama Yesus masih hidup, malah Paulus lebih tahu tentang Roh Kudus dari pada murid2 pertamanya Yesus. Sangat janggal dan tidak masuk akal, kalau masalah keimanan akan Tuhan, Yesus tidak memperkenalkan Roh Kudus sebagai figur Tuhan kepada murid2 pertamanya! Yang pada akhirnya terjadi permusuhan antara Paulus dan murid2 Yohanes tsb.’

    oom, Yohanes yang dimaksud di atas bukanlah Yohanes murid Yesus tapi Yohanes Pembaptis. Makanya mereka ga kenal baptisan Roh Kudus cuma baptisan air karena penekanan dari Yohanes Pembaptis hanyalah pembaptisan air.

    “Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. SEMBAHLAH ALLAH! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.” (Wahyu. 19:10)

    Tetapi ia berkata kepadaku: “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. SEMBAHLAH ALLAH!” (Wahyu. 22:9)”

    Oom, yang dimaksud dalam ayat itu bukan Yesus tapi malaikat yang membawakan penglihatan buat Yohanes murid Yesus. Tolong dong baca dari pasal 1 n semua ayat dalam kitab itu jangan sepotong-potong aja.

  9. Daniel Says:

    @ Mas Zafnat

    Tidak perlu anda mengarang-ngarang sejarah bahwa sembahan ummmat Islam adalah Dewa Bulan. Karena sembahan Islam sudah jelas dan terang dalam surat Al Ihlas adalah Allah swt. Kalau masih belum puas, silahkan anda cari dalam Quran & Hadist tentang sembahan ummat Islam, ada nggak namanya Dewa Bulan.

    Janganlah memaksakan kehendak yg tidak diimani atau dipercayai oleh ummat Islam dengan mengarang-ngarang sejarah.

    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. JANGANLAH SEMBAH MATAHARI ATAU BULAN, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Dialah yang kamu sembah.” ( Qs. 41 :37 )

    Tidak ada sembahan selain Allah dalam Islam. Karena menyekutukan Allah (ada sembahan selain Allah) adalah perbuatan syirik, dosa yg tidak diampuni oleh Allah.

    “Sesungguhnya Allah tidk akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yg selain dari syirik itu bagi siapa yg dikehendainya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa besar.” [An Nisaa’: 48]

    “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dosa Syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barng siapa yg mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’: 126]

    “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan selain Dia, Kalau ada Tuhan selain Dia, tentulah masing2masing Tuhan itu akan membawa mahluk yang diciptakann-Nya, dan sebagian dri Tuhan-Tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yg mereka sifatkan itu.” [Al Mu’minuun: 91]

    Masalah sumpah. Manusia bersumpah karena ingin keterangannya dianggap bukan sebuah dusta, maka manusia diwajibkan untuk bersumpah atas nama Tuhannya yg Maha Kuasa & Maha Mengetahui segala urusan. Sedangkan sumpah Tuhan terhadap apa yg telah diciptakan-Nya merupakan ketegasan atas firman-Nya yg bertujuan agar manusia betul2 memperhatikan apa yg menjadi obyek & tujuan dari sumpah Tuhan

    Contoh, ketika Allah bersumpah dengan Wal Ashri ( demi masa) tujuannya adalah agar manusia benar2 memanfaatkan waktunya untuk berbuat baik dan beramal soleh. Mereka yg telah menyia-nyiakan waktunya dengan berbuat kebatilan pastilah tergolong orang yg rugi. Dan biasanya manusia tersadar telah menyia-nyiakan hidupnya setelah mendekati ajalnya.

    Artinya : ” Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran.” (al-Ashr : 1-3)

    Jika Allah Swt. bersumpah atas nama makhluknya, maka Dia menginginkan kita sebagai hamba-Nya untuk memperhatikan tentang sesuatu yang Dia bersumpah dengannya, Selain sebagai sebuah perhatian atas apa yang akan disampaikan-Nya setelah sumpah tersebut.

    Dan Allah tidak akan menjadi rendah derajatnya karena bersumpah atas sesuatu yg telah diciptakan-Nya. Karena tidak ada satu mahlukpun yg mampu meniru hasil ciptaan-Nya. Lain dengan sumpah mahluk-Nya, diwajibkan bersumpah atas Rabb yg telah menciptakan dirinya. Sumpah adalah salah satu bentuk pengagungan. Karenanya tidak layak sumpah atas nama selain Allah swt.

    Dan dalam hadits Ibnu Umar ra yang lain,
    “Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka dia telah berbuat syirik.”( Hadits riwayat Imam Ahmad 2/125, lihat pula Shahihul Jami’ no. 6204.)

    Nabi saw bersabda,
    “Barangsiapa bersumpah demi amanat, maka dia tidak termasuk golonganku.”( Hadits riwayat Abu Daud no. 3253 dan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 94.)

  10. Adeng Hudaya Says:

    Sebenarnya bahwa umat Islam menyembah dewa Bulan yang bernama Allah, sudah lama diketahui umum. Hanya memang umat Islam tidak mau mengakuinya dan kekeh menyangkal.
    Allah yang dilambangkan dengan Hajar Aswad (batu hitam) sebenarnya adalah nama untuk Dewa Bulan, yang menikah dengan dewi matahari, dan melahirkan puteri-puteri Allah, yaitu: Al Lat, Al Uzah dan Manat. Lambang di atas Mesjid dan kubah-kubah mesjid yang berbentuk bulan dan bintang, di samping ritual-ritual Islam seperti berpuasa selama sebulan yang diakhiri dengan munculnya hillal, semuanya mengindikasikan bahwa Islam tak lain merupakan kebangkitan/bentuk lain dari penyembahan kepada Dewa Bulan.

    1. islam dihatiku Says:

      Dr. Robert Morey. la menyatakan : “Simbol penyembahan dewa bulan dalam budaya Arab dan di tempat-tempat lain di seluruh timur tengah adalah bulan sabit”. Gambar bintang yang biasa berada ditengah bulan sabit tidak disebut, karena Amerika memakai simbol bintang.

      Dr. Robert Morey dan para orientalis Barat menuduh dengan bertanya kenapa umat Islam memakai simbol bulan sabit untuk agama mereka? Atau kenapa bulan dipakai untuk menandai bulan baru?. Mereka sengaja bertanya dengan logika yang salah dari sesuatu yang tersembunyi, sejak saat umat Islam memakai bulan sabit sebagai simbol, maka dikatakan bahwa umat Islam menyembah “dewa bulan”. Ini tidak benar sebagaimana anggapan bahwa sejak umat Yahudi mengambil bintang David sebagai simbol, maka umat Yahudi menyembah bintang, berarti umat Kristen juga menyembah patung salib saat mereka memakai simbol tersebut, atau menyembah matahari saat menggunakan tanda silang dari sinar matahari.

      Islam tidak pernah mengajarkan untuk menyembah bulan. Dalam firman Allah disebutkan:

      “Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. ” (QS. Fushshilat 37)

      Ayat ini diperkuat dengan ayat lain, bahwa bulan bukanlah object penyembahan.

      “Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalarn siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan “. (QS. Luqman 29).

      Jika Allah adalah “dewa bulan” seperti yang dituduhkan oleh Dr. Morey, apa mungkin “dewa bulan” menciptakan bulan untuk dipakai oleh manusia?. Dengan bukti di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa umat Islam hanya menyembah `Allah” saja, dan bukan menyembah dewa bulan. Kepercayaan terhadap kekuatan benda-benda angkasa yang pernah berkembangan di Mesir, Babilonia, serta Asiria, mungkin saja mempengaruhi Jazirah Arab, sebab secara geografis letaknya tidaklah berjauhan; Hanya saja pada masa Rasulullah kepercayaan tersebut diluruskan dengan menempatkan benda-benda tersebut pada tempat dan fungsinya. Seperti bulan -misalnya-, seperti yang pernah ditanyakan oleh masyarakatArab kepada Rasulullah, ditempatkan sebatas untuk menandakan pergantian waktu. Sebagaimana Firman Allah di Surat Al Baqarah 189:

      “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji”.

      Dari riwayat Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.: Untuk apa diciptakan bulan sabit?” maka turun ayat tersebut yang

      memerintahkan Rasulullah untuk menjawab bahwa bulan adalah untuk menunjukkan waktu kepada manusia kapan mereka harus memakai pakaian ihram pada waktu haji dan kapan harus menanggalkannya, atau kapan mereka harus memulai puasa dan kapan harus mengakhirinya. Dari sini, dapat kita ketahui bahwa tidak ada kepentingan penyembahan kepada bulan, tetapi hanya sebagai Penunjuk pergantian waktu, seperti Haji clan Puasa. Pada masa Khalifah Umar umat Muslim membuat penanggalan berdasarkan hitungan bulan, yang dimulai sejak masa Hijrah.

      Yang menarik untuk dicatat bahwa umat Yahudi juga memakai Penanggalan Hijriah untuk menandai perayaan suci mereka. Penanggalan keagamaan Umat Yahudi, yang aslinya dari Babilonia, terdiri dari 12 bulan Qomariah/Hijriah, terhitung 354 hari. Dan penghitungan hari dimulai dari tenggelamnya matahari sampai tenggelam lagi.3

      Maka bila dikatakan bahwa Islam menyembah “dewa bulan” dikarenakan memakai penanggalan yang berdasarkan bulan, maka apakah agama orang Yahudi, yang juga memakai penanggalan yang berdasarkan bulan ? berdasarkan “logika” Dr. Robert Morey maka umat Yahudi ” juga “penyembah bulan”. Demikian juga bila umat Kristen memakai penanggalan yang berdasarkan perputaran matahari, apakah mereka juga menyembah matahari ? Mari kita simak keterangan berikut ini. Penanggalan yang pertama adalah penanggalan yang berdasarkan bulan. Kebudayaan kuno, seperti Siria, Babilonia, Egypt, dan Cina telah memakai penanggalan bulan, sebagaimana budaya Semit juga mengambil penanggalan bulan untuk menandai waktu mereka. Setelah kita ketahui kenyataan bahwa umat Yahudi dan Islam, dalam tradisi budaya Semit, sama-sama memakai penanggalan Qomariah untuk menandai bulan mereka. Maka kenapa umat Kristen memakai penanggalan yang berdasarkan matahari menggantikan penanggalan bulan. Hal ini berkaitan erat dengan rekayasa perayaan natal tanggal 25 Desember clan pengaruh pemikiran-pemikiran pagan yang berporos pada penyembahan dewa Re (dewa matahari) dalam Kristen. Untuk melengkapi bahasan ini, maka akan kami sertakan secara ringkas kajian tentang perayaan natal 25 Desember oleh umat Kristen.

    2. islam always Says:

      allah gak menikah

  11. pembela kebenaran Says:

    enk jg yaa jd yesus disembah2 olh org byk!
    seandainya yesus msh hdp psti dia sedih bgt gr2 umtnya menyimpang dri ajrn yg sbnrnya…
    tobat adalah kata yg tepat

    1. Kutu Kupret Says:

      Betul, aku setuju dengan pembela kebenaran.
      Sedang yang mbelain Al kitab akan jadi bahan bakar api neraka

      1. . Says:

        ya jika muhamad masih hidup jaman sekarang
        Pasti dia juga sedih dipenjara. . . .

  12. Adeng Hudaya Says:

    Benar sekali Sdr. Pembela Kebenaran….Anda memang harus segera bertobat dan meninggalkan Islam. Karena Allah yang selama ini anda sembah adalah berhala. Hanya Muhammad dengan cerdiknya telah memanipulasi fakta ini dengan menyontek konsep monoteisme dari Yahudi dan Kristen. Sehingga anda tertipu!!! Tetapi ketika Muhammad berusaha mengajak Yahudi dan Kristen ikut agamanya, mereka menolak…sebab mereka tahu bahwa Tuhan yang diajarkan Muhamamad adalah Tuhan yang palsu.

    1. simple Says:

      @Adeng HUdaya
      carilah kebenaran yang hakiki jangan cuman berdasar pada angan-angan buang kemarahan dihati..sebelum terlambat. “JANGAN DIGANCU”

      salam

  13. pembela kebenaran Says:

    oooh gitu ya!!!
    pdhl yesus tuhan yg plsu, tuhan yg diangkat olh umtnya sendiri..

    1. Kutu Kupret Says:

      Itu si Paulus yg memproklamirkan Yesus adalah tuhan, padahal bukan. Kesesatan dimulai dari sini


      1. emang nabi lu siapa yang proklamirkan?

      2. Ryan Says:

        Setahu saya sih yesus si Yudas Iskadriot yang disalip itu loh. Yg berkhianat terhadap nabi Isa.

  14. Daniel Says:

    @ mas Adeng Hudaya

    Tentu mas Adeng Hudaya telah mengkaji Al Quran & Hadist sangat dalam sekali dan mungkin telah bertahun-tahun mengkajinya, sehingga tanpa referensi ayat dalam Quran & Hadist, mas Adeng dapat menyimpulkan bahwa Islam adalah penyembah berhala.

    Adalah merupakan tambahan ilmu bagi saya apabila mas Adeng Hudaya bersedia menunjukan pada saya referensi ayat2nya dalam Quran & Hadist yg menerangkan bahwa Islam penyembah berhala dan menyontek agama Yahudi & Kristen seperti yg mas Adeng Hudaya katakan. Karena sejauh pengetahuan saya Islam tidak pernah menuhankan Isa (Yesus), hanya menyembah Allah Yg Esa, dan Islam menolak konsep Trinitas, yakni Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Roh Kudus. Sebagaimana firman Allah,

    Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Q.S. 5:73)

    Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (Q.S. 4:171)

    “Sesungguhnya Allah tidk akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yg selain dari syirik itu bagi siapa yg dikehendainya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa besar.” [An Nisaa’: 48]

    Dimanakah Islam telah menyontek Tuhan Kristen ? Tolong sertakan referensi ayatnya, baik Quran maupun Hadsit, bukan pendapat atau karangan mas Adeng Hudaya. Karena bagi ummat Islam tentu akan lebih mempercayi Kitab Sucinya dari pada pendapat pribadi mas Adeng Hudaya yg tidak jelas asal usulnya.

    Dan Islampun melarang untuk menyembah berhala. Karena itu juga adalah perbuatan syirik, dosa yg tidak akan pernah diampuni oleh Allah.

    “maka jauhilah olehmu BERHALA-BERHALA yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta, dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” ( Qs. 22: 30-31 )

    “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada MENYEMBAH BERHALA-HALA. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( Qs. 14: 35-36 )

    Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah saw bersabda :
    “Barang siapa yang mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah, maka masuklah ia kedalam neraka”. (HR. Bukhori)

    Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Barang siapa yang menemui Allah (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik kepadaNya, pasti ia masuk surga, dan barang siapa yang menemuiNya (mati) dalam keadaan berbuat kemusyrikan maka pasti ia masuk neraka”. ( HR. Muslim )

    1. Musyadad Says:

      Mas Adeng mengkaji Qur’an dan Hadis bukan dari ahliny sih…

      Tp mungkin blajar dari tuhan yesus kale…

  15. Adeng Hudaya Says:

    Daniel berkata:
    “Dimanakah Islam telah menyontek Tuhan Kristen ? Tolong sertakan referensi ayatnya, baik Quran maupun Hadsit, bukan pendapat atau karangan mas Adeng Hudaya. Karena bagi ummat Islam tentu akan lebih mempercayi Kitab Sucinya dari pada pendapat pribadi mas Adeng Hudaya yg tidak jelas asal usulnya.”

    Abraham = orang Yahudi
    Musa = orang Yahudi
    Daud = orang Yahudi
    Dan nabi-nabi lainnya termasuk Yesus (kecuali Muhammad) adalah = orang Yahudi.

    Aneh bin ajaib, tiba-tiba ada seorang Nabi Arab yang tidak jelas asal-usulnya, muncul 600 tahun setelah Yesus, yang mencomot sana-comot sini Taurat, Zabur, Kitab Para Nabi dan Injil; kemudian mengarang Qur’an dan dengan enteng berkata: “Yahudi dan Kristen sudah memalsukan kitab suci mereka”

    1. Daniel Says:

      Mas Adeng Hudaya

      Bagaimana mas Adeng Hudaya bisa bilang bahwa Nabi Muhammad saw tidak jelas asal usulnya? Sedangkan dari kalangan Kristiani sendiri tidak membantah asal usul Muhammad dari garis keturunan Ibrahim ( Abraham ), yakni Ismail.

      Kenyataan yg sulit dibantah oleh Kristian bahwa Bibel yg ditulis dalam bahasa Yunani memang tidak sama dg Injil pada Era Yesus hidup dalam bahasa Aramaic ( Ibrani ), jadi Quran tidak mengada-ada kalau Bibel itu memang palsu. Jadi untuk apa Quran mencomot dari sesuatu yg palsu ?

      1. diva ardie Says:

        Muhamad itu keturunan dari Ismael yg di nbuatkan sbg “Keledai Liar” jadi jelas bukan keturunan yg di pakai dlm rencana penyelamatan. Malah menyalah nyalahkan Bible itu berarti temanyya iblis. Krn isi Bible itu adalah rencana penyelamatan Allah, bukan ngajarin suruh kawin banyak isteri2 lalu di ceraiin semaunya dan kawin lagi. Malah muhamad ngasih contoh kawin dgn anak ingusan (aisyah)

    2. Musyadad Says:

      Nabi Muhammad saw, tu sangat jelas asal-usulnya, karena dia punya ibu-bapak.

      Beda dengan Yesus (menurut umat kristiani) yg telah di lahirkan oleh seorang ibu (manusia) yg ga jelas asal bibit (sperma)nya…

      Sekarang sapa yg ga jelas asal-usulnya?

  16. ini budi Says:

    @Daniel:
    Apakah anda bisa memberikan kepada saya referensi yang menyebutkan kalau kalangan Kristiani tidak membantah asal usul Muhammad dari garis keturunan Ibrahim? Atau mungkin ada juga genealogi yang lengkap tentang asal usul Muhammad kecuali yang dijelaskan oleh Ibn Ishak yang jelas2 salah total (bisa dilihat di http://religionresearchinstitute.org/Mohammad/ishmael.htm).
    Dan yang saya perlukan adalah dokumentasi yang solid dan shahih seperti ayat-ayat Quran atau Hadits dan bukan buku sejarah karangan seseorang.

    1. Daniel Says:

      @ Mas Budi

      Quran berisi petunjuk2 tentang kehidupan manusia dan masalah Tauhid atau Ketuhanan. Quran bukanlah buku sejarah atau buku biografi para nabi yg mengulas secara deteil hingga silsilahnya. Sama halnya kalau saya meminta kepada mas Budi untuk menunjukan referensi silsilah Paulus dan keempat penulis Alkitab dalam Bibel.

      Kalau mas Budi bisa menyalahkan silsilah Nabi Muhammad yg ditulis oleh Ibn Ishaq, kenapa saya juga tidak bisa menyalahkan sumber dari mas Budi? Adalah logis kalau mas Budi mempercayai sumber informasi dari kalangan mas Budi dan saya juga mempercayai sumber informasi dari kalangan islam sendiri.
      Masalah kebenaran mutlaknya hanya Tuhan yg Tahu.

      1. ini budi Says:

        @Daniel,
        Kalau begitu anda bisa menjawab pertanyaan saya yang pertama tanpa embel2 lainnya?
        Saya quote:
        Apakah anda bisa memberikan kepada saya referensi yang menyebutkan kalau kalangan Kristiani tidak membantah asal usul Muhammad dari garis keturunan Ibrahim?

      2. ini budi Says:

        @Daniel,
        oh ya, kebetulan anda menyebut tentang Quran. Dan saya yakin anda orang yang cukup valid untuk saya tanyai perihal ini. Bisakah anda bantu saya menjawab pertanyaan yang sudah saya posting di halaman lain dari web ini, tetapi belum ada yang menjawab:
        Quran yang mana yang anda maksudkan?
        1. Versi Nafi’ menurut Warsh
        2. Versi Nafi’ menurut Qalun
        3. Versi Ibn Kathir menurut al-Bazzi
        4. Versi Ibn Kathir menurut Qunbul
        5. Versi Abu Bakr ‘Asim menurut Hafs (yang kemungkinan besar anda pakai)
        atau …. masih ada 20 macam versi lagi
        (bisa dilihat di http://www.answering-islam.org/Green/seven.htm atau http://www.bible.ca/islam/islam-quran-changed-20-versions.htm).
        Saya tidak bilang kalau Quran palsu lho, hanya mau memperjelas saja, yang anda maksudkan yang mana..

      3. Daniel Says:

        @ Mas Budi

        Bukan saya yg harus menunjukan referensi tentang tidak ada bantahan Kristiani atas silsilah Nabi Muhammad, justru mas Budi yg seharusnya menunjukan kalau ada bantahan dari Kristiani. Saya bilang seperti itu, karena saya belum menengar informasi bantahan dari pihak Kristiani.

        Quran yang dipakai ummat Islam sekarang adalah hasil usaha Khalifah Ustmant dalam mengumpulkan mushaf2 para sahabat menjadi satu Kitab, terutama mushaf Abubakar sebagai dasar dibukukannya Alquran dan dibantu dg para Hufadz ( sahabat yg hafal Quran ). Pada era kepimpinan Ustman inilah pertamakali lembaran2 Quran dibukukan.

        Sedangkan Quran yg disebut mas Budi dengan sebutan ‘versi’ itu adalah mushaf2 para sahabat pada jaman Nabi Muhammad saw masih hidup. Apa beda Quran yg telah dibukukan pada era Ustman dg mushaf para sahabat ?
        Untuk lebih jelasnya atas masalah tersebut, saya sudah postingkan cukup panjang lebar di blog ini juga sanggahan saya di topik “Hancurnya Sifat ke Ilahian Quran.”

        Saya sudah berusaha untuk me-link topik tsb di blog ini untuk mas Budi, tapi tidak saya temukan. Mungkin mas Budi bisa mencarinya.

      4. ini budi Says:

        @Daniel,
        Oke coba kita perjelas masing2 masalah dulu.
        Yang pertama menyebutkan adalah anda kalau orang Kristen tidak membantah. Nah dari mana anda tahu kalau orang Kristen tidak membantah?
        Di dalam kitab orang Kristen Memang Ishmael adalah anak Abraham TETAPI tidak menyebutkan kalau Muhammad adalah keturuan Ishmael atau tidak ada silsilah seperti itu di dalam kitab orang Kristen. Bila tidak ada bukan berarti tidak menyanggah dong, atau ini yang anda sebut orang Kristen tidak menyangkal?

      5. Daniel Says:

        @ mas Budi

        Bukan seperti itu mas Budi. Saya berkata seperti itu, karena dari pengalaman dialog dg Kristian di Topix Malaysia Forum. Beberapa kali saya ketengahkan masalah keturunan Nabi Muhammad saw dari garis keturunan Ismail, dan Kristian belum ada yg menyanggahnya. Itulah landasan saya berkata bahwa Kristiani tidak membantahnya.

      6. ini budi Says:

        @Daniel,
        Bagaimana anda bisa menggunakan landasan yang begitu lemah untuk mendukung argumen anda yang begitu penting.
        Bila anda bilang, saya quote “Beberapa kali saya ketengahkan masalah keturunan Nabi Muhammad saw dari garis keturunan Ismail, dan Kristian belum ada yg menyanggahnya”, lalu anda berkesimpulan semua kristen setuju dengan argumen anda, dan itu adalah kebenaran? saya rasa naif sekali yah?
        Maaf saya kecewa sekali dgn jawaban anda …

      7. Daniel Says:

        @ mas Budi

        Wah, kenapa jadi ruwet begini. sebenarnya persoalannya kan sederhana mas. Mas Budi tinggal menunjukan saja pada saya tentang silsilah Nabi Muhammad menurut kalangan Kristen untuk mematahkan pernyataan saya tsb, dan masalah selesai.

        Maaf, kalau telah membuat mas Budi kecewa.

      8. ini budi Says:

        @Daniel

        Anda yang lebih dulu menyebutkan kalau kalangan Kristen tidak menyanggah, dan saya meminta bukti untuk pernyataan anda tersebut. Apa yang salah dengan permintaan itu?
        Kok malah anda putar-putar sampai jadi saya yang harus memberikan bukti untuk menyanggah pernyataan anda? Ini jadi absurd …

        Anda yang membuat ini menjadi ruwet, padahal pertanyaan saya sederhana ….

  17. Islam dihatiku Says:

    kalo gw didunia ini ada 2 pilihan .. nyembah batu hitam n patung salib

    mending gw nyembah batu hitam dari pada nyembah orang mati ..

    1. ridwan Says:

      Yesus memang pernah mati om… tapi di hari ke 3 dia bangkit hidup kembali untuk membuktikan bahwa Dia telah mengalahkan Kematian/maut…

      1. casandra Says:

        trus klo dia bangkit dihari ke tiga setelah itu kemana lagi???yang saya tau dia bukan bangkit untuk mengalahkan kematian. tapi Tuhannya Yesus itu sendiri yang membangkitkan dia untuk menunjukkan kekuasaannya.dengan kata lain yang berkuasa atas kematian bukanlah yesus itu sendiri,tapi yang memiliki kekuasaan atas hidup matinya dari seorang makhluk(yesus).

      2. Musyadad Says:

        kalo Yesus hidup lagi, boleh minta alamat facebook-ny gag?

        Kalau ada, ak mao jd fansnya nih…..

      3. Musyadad Says:

        kalo Yesus hidup lagi, boleh minta alamat facebook-ny gag?

        Kalau ada, ak mao jd fansnya nih…..

        So katanya;
        “dia bangkit hidup kembali untuk membuktikan bahwa Dia telah mengalahkan Kematian/maut…”

        Berarti dia (Yesus) kn gak pernah mati sampe sekarang. Pasti punya facebook dong?

        Anak kecil aja udh pd puny FB tuh….

      4. Mas Keren Says:

        @Ridwan

        Berarti Yesus tuh Zombi ya? wakakakakakak
        Dasar Manusia Bodoh!!! Zombi kok disembah!!!! Tolol!!!

    2. milhan Says:

      orang islam solat menghadap ka’bah bukan ka’bahnya yang disembah. perhatikan ayat ini :”Maka hendaklah mereka menyembah TUHAN pemilik rumah ini (ka’bah)”.QS.Quraisy : 3, makanya ketika orang islam solat dipesawat, dikereta, atau kendaraan dalam keadaan safar mereka bisa solat menghadap manapun tanpa harus menghadap ka’bah. ini bukti bahwa ka’bah bukan tujuan utk penyembahan.

      1. Jesus is Lord Says:

        Astaga… yang diatas goblok… Batu hitam kok disembah?? Yesus dibilang orang mati. Kami gak pernah mengatakan “Demi nama salib, Amin” Tapi “Demi nama YESUS, Amin” Apalagi yang bahas facebook. Betapa gobloknya. Tuhan Yesus punya alat yang lebih canggih daripada itu, yaitu DOA. Hati-hati kalo bicara. Dan mengapa kristen menggunakan salib sebagai simbolnya, karena DISANALAH DOSA DIHAPUSKAN. DISANALAH DARAH TAK BERCELA DICURAHKAN. Makanya hati-hati…

    3. Islam again Says:

      Ha jar as wad itu yg dimaksud batu hitam bkn sesembahan. Umat muslim memuliakannya , menciumnya karena tau, bhw batu hi tam itu pny nilai sejarah/ Historis mempersatukan perpecahan umat. Pada saat hendak diletakan ∂ï mekah. Contohnya monas dari berbagai daerah pingin melihat dan memegang emas monas.. Apa berarti menyembah emas monas ??

  18. Islam dihatiku Says:

    @cosmic
    kemarin ada orang kristen mengklaim islam menyembah batu hitam ..
    selanjutnya mengklaim nyembah dewa bulan ..

    semua klaim mereka di jawab dengan 1 surat al-ikhlas.

    berbeda dengan kristen 1 pertanyaan beribu jawaban ..

    ketika di tanya ” adakah kata-kata YESUS .. maaf saya ulangi “KATA-KATA YESUS” yang mengakui dia tuhan dan berkewajiban untuk menyembahnya ?

    mereka menjawab .. matius,paulus,johanes bla bla bla
    selalu melenjeng dari pertanyaan ..

    1. Islam dihatiku Says:

      mungkin anda menemukan kesalahan alkitab yang sesungguhnya di sini

      http://kesalahaninjil.wordpress.com/


      1. alkitab salah tapi dicopas ama si memet, siapa yang lebih bego?

      2. Kutu Kupret Says:

        di dalam nama yesus ada kesesatan


      3. @atas:
        berarti quran juga setuju dengan kesesatan …

      4. CosmicBoy Says:

        Tuh, ada tertulis nama M di kitab yg mereka bilang porno itu.

    2. Kutu Kupret Says:

      Al Kitab berisi ajaran yg saling bertentangan satu sama lain, di Inil Markus beda dengan Injil Matius, Lukas, Yohanes begitu pula sebaliknya.


      1. coba sebutkan pertentangannya jangan cuma koar2 gak jelas!

      2. CosmicBoy Says:

        coba sebutkan pertentangannya jangan cuma koar2 gak jelas!

        Mana bisa, itukan cuman dakyah agama…juga hoax & pembohongan Islam.

      3. hamba tuhan Says:

        in salah satu pertentangannya,
        1.Siapa yang menghasut Dawud untuk menghitung para pejuang Israel Tuhan atau iblis?

        • Tuhan (2 Samuel 24: 1) BANGKIT pula murka Tuhan terhadap Israel, Ia menghasut daud utk melawan mereka. FirmanNya:’pergilah dan hitunglah orang Israel dan orang Yahudi’
        • Setan (I Tawarikh 21:1) Iblis BANGKIT melawan orang Israel, dan Ia membujuk Daud utk menghitung orang Israel

      4. GOD IS ALLAH Says:

        ehhh…yesus tuwh jablay,,,

      5. siapmurtad Says:

        Kata Yesus kepada Hakim (God is Allah dan Love Moeslem): “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

      6. Zafnat Paaneah Says:

        saya setuju pada Anda. Dan jikalau Anda adalah admin dari situs ini, saya mohon agar mereka2 yang tidak sopan (misalnya menuliskan kata2 ‘jancok’, jahanam, dsb) agar tidak dimuat dalam situs ini. Menulis dalam internet butuh etika juga. terima kasih.

      7. casper Says:

        dear siap murtad…
        anda menuliskan salh satu borok anda…

        sudah jelas” yesus bukan minta di sembah tapi mintalah melalui aku,,,

        sudah jelas” yesus itu pelayan tuhan alias wali alias perantara,,,
        la ko’ malah di sembah….
        dan di anggap “Tuhan yesus”

    3. hamba tuhan Says:

      Begitulah cara kristen dlm berdebat.

    4. white Says:

      dear all…
      Setiap kitab suci memang memiliki ‘kesalahan’ jika dari awal kita sengaja mencari2 kesalahannya serta melakukan pencarian itu dg membaca ayat kitab org lain separuh2, kemudian membandingkan dengan milik sndr (entah itu logika atau ayat)atau dg ayat lain shg tampak kesalahannya. tidak ada gunanya berdiskusi jika kita tidak bersedia menerima pendapat org lain serta dari awal sudah terkonsep sma org yg beda sama saya salah n hny sy yg benar. Mari, belajar menerima pdpt org lain karena pdpt anda dan sy kebenarannya bersifat relatif dan subjektif. berikut ini sedikit gambaran unt yg menulis mana kata2 yg menunjukkan bahwa Yesus adl Tuhan ? Smg bs membantu.

      YESUS BERKATA,… AKULAH TUHAN !!
      Ada pepatah mengatakan, 揙rang hebat tidak perlu mengatakan dan membuktikan bahwa dirinya hebat. Biarlah orang lain membuktikan dan mengatakan bahwa dia adalah orang hebat.?Demikian pula dengan Yesus. Dia tidak perlu mengatakan diriNYA adalah Tuhan, biarlah orang lain yang membuktikanNYA. Mengapa ? Meskipun DIA mengatakan siapa jati diriNya yang sebenarnya kamu (yang mengaku dirinya Pembela Kebenaran, Daniel, serta semua yang tidak percaya kepadaNya) tidak akan mempercayainya. Persis sekali seperti yang telah terjadi di zaman Yesus hidup. Lukas 22:67 tertulis, kata Imam Besar, 揓ikalau Engkau adalah Mesias (Tuhan juruselamat), katakanlah kepada kami. ? Jawab Yesus: 揝ekalipun Aku sendiri mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya Bukan berarti DIA tidak pede, tetapi karena DIA rendah hati.
      Namun, karena Anda menantang untuk mencarikan mana Ayat yang menyatakan bahwa Kristus mengatakan dirinya sendiri adalah Tuhan silakan baca beberapa ayat berikut:
      1] Markus 2:5 揔etika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ‘Hai anak-
      Ku dosamu sudah diampuni.Sekarang perhatikan 3 kata terakhir. Siapa yang berhak mengampuni ? Mungkin Anda akan ngeles… itu khan seizin Allah… Jika demikian kapan Ia minta izin? Masih kurang puas ?
      2] Matius 26: 63-64 揇emi Elohim yg hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak
      Allah, atau tidak ? Jawab Yesus: 揈ngkau telah mengatakannya.pakah Yesus menolak disebut sebagai ‘Anak Allah/ Tuhan ? Bukankah secara tidak langsung IA menyatakan bahwa, benar IA adalah Mesias, Anak Allah/ Tuhan ? Jika masih kurang jelas, mari baca ayat berikut:
      3) Saat diadili, Dia bersaksi: “Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?” Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”” (Markus 14:61-62)4]
      6] Namanya adalah YESUS. Secara etimologis, berasal dari kata Yehova Shua. Yehova Penyelamat Umatnya. Ga sembarang orang lho boleh make nama ini. Apalagi ada unsur Yehova pula didalam namaNya. Orang Israel begitu menghormati nama YHWH ini sehingga orang yang memakai nama ini pastilah bukan orang sembarangan. Hanya yg memiliki nama itulah yang berhak menyandang nama itu. Ya, hanya YAHWEH saja yg berhak menyandang nama YESUS karena itulah namaNYA.
      Yg terakhir di Yoh 7: 34, “Jikalau kmu tidak percaya Aku adalah DIA, maka kamu tetap akan mati dalam dosamu.”
      Masih banyak lagi yang membuktikan diriNya adalah TUHAN. Namun, bila dari yang sedikit ini saja Anda masih belum percaya, buat apa saya ajukan banyak-banyak. Toh pasti Anda counter n ga bakal Anda percaya juga. Wassalam !

      1. casandra Says:

        jika dia memang Tuhan,apakah tuhan membutuhkan perantara untuk turun ke bumi ini ? apakah Tuhan harus dilahirkan terlebih dahulu melalui makhluk yang ia ciptakan untuk bisa ke bumi? jika memang dia membutuhkan itu berarti Tuhan itu lemah donk? sedangkan penggambaran dari Tuhan adalah yang Maha pencipta, dia tidak dilahirkan dan melahirkan.Dia ada dengan kekuatan Dia sendiri, karena Dia-lah yang Maha memiliki kekuatan.

      2. diva ardie Says:

        Jadi quran itu kan di firmankan oleh si jibril (jin islam), tuhan negeri mekahnya di mana ? Kok nggak berani ngomong saja sendiri apa krn nggak bisa jalan meninggalkan kaabah ?

  19. islam dihatiku Says:

    @ anti-pembela kebenaran

    ngomong pake mulut donk.. jangan pake dubur

    1. Kutu Kupret Says:

      Pengikut yesus sudah dibutakan hatinya, meski mata mereka bisa melihat.

      1. CosmicBoy Says:

        Syukurlah, umat kristiani tidak buta akal spt kalian.

      2. jack Says:

        ooo si cosmic kabur ke sini tho. 1+1+1= berapa mic

      3. diva ardie Says:

        Masak org Kristen di suruh percaya sama omongannya si jibril (jin islam) hasil contekan dari Bible ? Tuhan negeri Mekah dgn Tuhan Abraham Ishak dan Yakub (Israel) kan jauh bebeda. Yg satu Tuhannya org2 Arab dan yg satunya Tuhannya org2 Israel. Yg selalu jaya dlm pertempuran


  20. Wah…si @Daniel KO telak tuh di”hajar” ame iniBudi. Kagak bisa menjawab Cing….
    Gue baru tahu ternyata Qur’an itu banyak sekali versinya. Isinya banyak bedanya lagi??? Tetapi Muslim seperti biasa akan berkata: “Kitab Suci kalian semua sudah dipalsukan; hanya Quran yang tetap asli karena dipelihara oleh Auwloh (hi..hi..hi..)

    1. simple Says:

      hehehe…menyerah bukan berarti kalah mas Atta tp cape aja ngelayanin orang yang penuh dengan angan2 semuga ga termasuk anda juga, dah tau kan yng anda sembah itu ada 3 tuhan…kita cuman satu Allah semata..ga da ilah dan ga sekutu bagi Allah…sabar dan pikirkan lagi sebelum terlambat…kalo anda percaya dengan tuhan sampeyan yang 3 tuch jg gapapa…its okey…Al-Qur’an dicipta menggunakan bahasa karena bahasa Arab lebih tinggi derajat dibanding bahasa lain…jangan heran kalo injil dikeluarin menggunakan bahasa indonesia. Al-Qur’an ga donk…itulah kenapa umat Islam didunia menjunjung tinggi Al-qur’an dan merupakan ciri kesatuan umat Islam sedunia


  21. Wah…si @Daniel KO telak tuh di”hajar” ame iniBudi. Kagak bisa menjawab Cing….
    Gue baru tahu ternyata Qur’an itu banyak sekali versinya. Isinya banyak bedanya lagi??? Tetapi Muslim seperti biasa akan berkata: “Kitab Suci kalian semua sudah dipalsukan; hanya Quran yang tetap asli karena dipelihara oleh Auwloh (hi..hi..hi..)

    1. iesshi Says:

      al qur’an berisi juz yang terdiri atas surat2 yang terdiri atas ayat2, BUKAN VERSI…

      1. siapmurtad Says:

        ada kurang lebih 21 versi Quran, jika anda dengar audionya akan terkaget-kaget.

      2. muslim Says:

        @siap murtad,,,

        dri mn lg anda blg klo al-quran 21 versi,,,
        anda ini jual film ato kitab???

        sy tdk pernah kaget dan yakin akan allah…bahwa janji allah akan menjaga quran ttp utuh isinya sampai akhir kiamat,,,

        versi yg anda punya itu karangan alias search di google yg asalnya dari paus anda si pengarang itu,,,,

      3. Blitzer Says:

        @siapmurtad

        dapat mi rebus berapa kardus? laper kok pindah agama. nista! hina! masih mending pengemis!

  22. Daniel Says:

    @ mas Budi

    Mengenai nama Allah. Nabi Ibrahim yg mengenalkan ‘Allah’ kepada penduduk Mekah dimana Roslullah di lahirkan, karena sentra kegiatan Nabi Ibrahim ada di Ka’bah yg terletak di kota Mekah. Yang kini ibadah itu kemudian dikenal dg nama Ibadah Haji.

    Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan Baitullah tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”. (Albaqarah: 125)

    Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan jadikanlah di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi
    Maha Penyayang. (QS. Albaqarah: 127-128)

    Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh (Al-Hajj: 26-27)

    Dan Nabi Ibrahim berwasiat kepada anak2nya untuk selalu berada dalam agama Allah.
    Dan Ibrahim Telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (Al-Baqarah: 132)

    Akan tetapi pengakuan mereka ( orang musyrik ) terhadap Allah, belum menjadikan mereka tergolong Muslim, karena mereka masih menyekutukan Allah dalam hal ibadah (Tauhid uluhiyah) dengan melakukan pemyembahan terhadap berhala-berhala, serta tidak mengimani kerasulan Muhammad saw. Sebagaimana firman Allah,

    “Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai penolong (mereka mengatakan): ‘Kami tidak menyembah mereka ( berhala-berhala) melainkan agar mereka mendekatkan kami di sisi Allah dengan sedekat-dekatnya’.” (Az Zumar: 3).

    “Dan mereka menyembah selain Allah dari apa-apa yang tidak bisa memberikan mudharat dan manfaat bagi mereka dan mereka berkata: ‘Mereka (berhala itu) adalah yang memberi syafa’at kami di sisi Allah’.” (QS. Yunus: 18).

    Dan Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yg selain dari syirik itu bagi siapa yg dikehendai-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa besar.” [An Nisaa’: 48]

    1. shinchan Says:

      oom daniel… kok aneh ya ? Ibrahim tu lahir di Ur Kasdim. Terus dia pindah/ hijrah ke Gerar, Palestina. Matinya di Gua Makhpela, Hebron Palestina. Kapan dia ke Mekkah ? Sejarah yg dibuat2. Alkitab dibuat lebih dulu daripada Alquran. Jadinya lebih valid soal sejarah Nabi Ibrahim

      1. Musyadad Says:

        Bukankah yg lebih valid n lebih sempurna itu sesuatu yg terbaru?

        Jadi karena Ahmadiyah itu “lebih baru” maka dialah Islam yang sejati.
        Ghulam Ishak Khan adalah Nabi terakhir setelah Muhammad SAW.

      2. Jesus is Lord Says:

        Musyadad

        Orang goblok ga usah ikut campur. Jangankan sebuah iman, suatu kejadian aja bisa gak murnilagi setelah dari mulut ke mulut, karena yang lebih baru itu biasanya sudah mempanjanglebarkan yang sesungguhnya

  23. ini budi Says:

    @Daniel

    Sebelum kita mulai membahas mengenai nama Allah, ijinkan saya untuk bertanya apakah anda akan menggunakan kerangka kitab atau historis? Supaya nanti tidak putar-putar tidak jelas, karena seperti diatas anda di satu posting bilang tidak setuju dengan pemikiran historis, tapi di postingan yang lain anda menjawab dari sisi historikal.
    Seperti saya posting sebelumnya, kita harus konsisten, bila kita boleh memakai nilai2 historis artinya kita akan pakai dimana dan kapan saja, bagaimana?

    1. Daniel Says:

      @ mas Budi

      Bacalah dg teliti postingan saya tentang nama “Allah” di atas. Semua keterangan saya berdasarkan ayat2 Quran.

    2. hamba tuhan Says:

      @ Budi,
      pertanyaan sederhana, darimana injil anda mendapatkan nama Allah? karena hanya injil dlm bahasa Indonesia (dan mungkin Arab) menggunakan nama Allah.

      1. abdullah Says:

        bos hamba tuhan, Allah itu bukan bahasa Arab, coba google dan belajar yang benar sebelum mengclaim kalau Allah itu bahasa Arab. Allah itu udah dipakai jauh sebelum bangsa Arab menggunakan kata itu.
        Dengan ilmu yang cetek, gak usah sok-sokan ikutan debat.

      2. Daniel Says:

        @ mas abdullah

        Rekan Kristian anda sendiri Mas Zafnat yg mengatakan bahwa “Allah” berasal dari bangsa Arab kuno ( baca postingannya di atas ). Samakan dulu persepsinya ya mas Abdullah.

      3. zafnat Paaeah Says:

        dear bukan hamba tuhan yang asli n daniel… kata Allah dalam bahasa Ibraninya adalah Elohim. Sementara TUHAN itu dari YAHWEH. Saat itu, si penterjemah mencari padanan kata yang sama agar mudah dipahami pembacanya. Elohim dianggap sama dengan Allah karena itulah yg dimngrti orang Indonesia. Yahweh diganti TUHAN karena kata itu yang dipahami orang Indonesia. didalam kamus Alkitab dijelaskan TUHAN itu YAHWEH. Jadi, yg dimaksud Allah dalam Alkitab selama ini adalah pribadi YAHWEH itu sendiri. Allah dan Tuhan adalah nama gelar, Yahweh adalah nama pribadi.

      4. Musyadad Says:

        @Zafnat;

        Berarti kitab injil udah ga murni lagi dong…

        Beda dengan Qur’an, dinegara manapun Qur’an berada, tetap 1 bahasa n 1 pengertian arti TUHAN (ALLAH swt)…

        Entah suku asia, eropa, arabia, afrika, n barat….

      5. eddy Says:

        Guoblok temenan sihamba tuhan. Dalam Iman Kristen, Allah TIDAK BERNAMA, lihatlah Jawab Allah kepada Musa dalam Kitab Keluaran 3:14 untuk menyatakan DiriNya “AKU ADALAH AKU, AKU ALLAHNYA ABRAHAM, ISHAK DAN YAKUB”.
        Jadi, Allah adalah SEBUTAN UNTUK MENUNJUK KEPADA “PRIBADI SUPRA NATURAL YANG MAHA KUASA, MAHA MULIA DSTNYA). Jika anda baca Alkitab bhs Inggris, tidak ada sebutan Allah, yang ada adalah GOD, jika anda membaca Alkitab bhs Ibrani, tidak ada sebutan Allah, yang ada YAHWEH, jika anda membaca Alkitab bhs Batak, DEBATA, Bhs Cina, Tikong dll. Jadi, karena Alkitab ditulis dalam bhs Indonesia, maka pribadi Supra Natural dalam bhs Indonesia pengaruh Arab adalah ALLAH.
        Saya bernama eddy, ketika saya ke Amerika, nama saya tetap eddy, ketika saya ke Cina, nama saya tetap eddy, itulah nama.
        Dalam Alkitab, yang dimaksudkan Allah itu bukanlah NAMA, tetapi Sebutan untuk pribadi Supra Natural Yang Maha Kuasa.
        Wes ngertos mas??????

      6. ilham othmany Says:

        Nama itu sebutan.Sebutan itu adalah nama.Cuma nama itu ada berbagai jenis.Ada yang namanya nama gelaran.Ada juga nama panggilan.Ada nama peribadi/diri ,nama jenis,nama sifat dll.Bagimu kamu adalah Eddy.Bagi Yahudi kamu adalah goyim(separuh binatang).Bagi Yesus kamu hanyalah anjing yang mengemis roti.Bagi muslim kamu hanyalah si tolol yang sungguh kasihan.So..Kamu menyebut diri sebagai Eddy (nama diri),Yahudi memanggil kamu Goyim(Nama jenis).Yesus memanggil kamu anjing(nama gelaran).Dan muslim memanggil kamu Tolol (nama sifat).Ok sekadar ini saja kuliah tentang nama.Sila hafal ya, karena ini basic.Esok-esok saya lanjutin lagi.

  24. ibnu Says:

    ini situsnya orang kristen extreme !!! yang menaruh kebencian penuh pada islam !! dikarenakan sudah banyak peneliti dari kaum muslimin membuka kedok tentang kebohongan injil !!!!! yang menganggap yesus sbg tuhan !!! kami menganggap yesus sbg nabi !! manusia biasa yang diberikan mukjizat dan risalah kpd manusia !!! dia tidur,makan,minum,sedih dll yang ini semua adalah sifat manusia !!! tak apalah kita buktikan nanti diakhirat !!

    1. Zafnat Paaneah Says:

      dear Ibnu n Dimaz…
      Tuhan kok lemah? Tuhan kok kayak manusia ? silakan baca penjelasan saya pada postingan nomor 1 dan 2. jika masih belum percaya, itu hak Anda. tapi jangan menghina satu sama lain. mari kita semua berdiskusi dengan akal sehat seperti sdr budi dan daniel.terima kasih

      1. Musyadad Says:

        Dear Zafnat;

        Anda meminta jgn menghina, tapi bagaimana dengan web ini yg tlah menghina kepercayaan kami?

      2. Musyadad Says:

        Dear Zafnat;

        Sebelum Anda meminta kpd kami, umat muslim, ajukan dulu permintaan Anda pd umat Anda sendiri, apalagi pembuat n penulis web ini.

        Segala sesuatu hrus d mulai dr diri sendiri dulu….

  25. dimas Says:

    lucu nih blog.
    mencoba menulis dengan gaya bahasa ilmiah, tapi isinya nil. pentafsiran/pemahaman dari ayat2 yang dikutip salah semua. sebaiknya si penulis belajar dulu bahasa Qur’an, at least bahasa arab. tak ada tauhid di Qur’an? wahaha. ini bikin saya ketawa. surat Qur’an yang paling sering dibaca anak SD itu bicara soal tauhid, bung. Qul huwallahu ahad.. “katakan lah Dialah Allah yang Maha Esa”.. Sebagian besar ajaran Islam adalah tauhid. Baru abis itu solat dan lain2.

    kalo orang Indonesia sok pintar kayak si penulis blog begini, ancur lah bangsa kita. Ganti nama blognya:

    Siapbego’s Weblog

    1. Musyadad Says:

      Musyadad, tu nama yg diberikan oleh seorang kyai untuk saya di Semarang. Nama itu ga pernah saya gunakan di Jakarta sebelum saya menemukan web blog ini.

      Sbenarnya saya geli sendiri baca isi sluruh web blog ini yg isi-nya mrupakan curahan hati tentang kebencian dan ketakutan atas perkembangan agama Islam di seluruh penjuru dunia saat ini…

      Penulis web blog ini, mencantumkan, mengkutip atau apapun sebutannya, dari kitab umat muslim, tanpa dasar ilmunya masing2, baik ilmu Qur’an maupun ilmu Hadits.

      Juga ga pernah mempelajari Asbabunnuzul (asal-muasal ayat2 Qur’an turun) dan asbabulwuruz (sebab-musabab perilaku, sikap n perkataan Nabi Muhammad saw, dijadikan sebagai Hadits).

      Sumber2 penulisan web ini, jika dia mengaku dari orang2 yg telah murtad, itu karena orang2 itu tidak memiliki ilmu2 tersebut atau malah (bisa jadi) karena kesombongan orang itu akan ilmu pengetahuan agama Islam yg dia miliki sehinggan Allah menutup mata hatinya dari hidayah Allah swt. Makanya mereka menjadi murtad.

      Saya mempunyai sodara dari kluarga besar, yg beragama Nasrani, tetapi saya tidak melihat perilaku dan perbuatan mereka (benci Islam) seperti yg tulisan web ini.

      Saya juga pernah mengenal orang2 yg masuk Islam, dan belajar dengan mereka tentang agamanya sebelum memeluk Islam. Bahkan seorang misionaris yg masuk Islam.

      Saya juga punya sahabat, walau sekarang kehilangan komunikasi demi keselamatan nyawanya, yg dia pernah murtad dari Islam tapi hingga kini dia kembali ke Islam…….

      Mengapa dia kembali kepada Islam?
      Sebab jika tidak kembali kepada Islam, maka lehernya akan dipenggal.

      Sebab inilah yang diajarkan Nabi yang sangat kami cintai, yaitu Muhammad SAW.

      Memang benar, bahwa dalam penyebaran Islam, Muhammad dan para pengikutnya melakukan peperangan-peperangan, penjarahan harta kafir dan menawan, memperkosa, serta memperbudak para wanita dan anak-anak.

      Dalam Hadis pun dikatakan bahwa Muhammad pada malam ia mengalahkan Khaibar (melenyapkan sama sekali suku terakhir Yahudi), ia memperkosa Safiyah bin Huyay di kemahnya.

      Tetapi bagi kami orang Muslim, apa pun yang dilakukan Muhammad SAW, ia tetaplah manusia terbaik dan teragung sepanjang masa.

      Allahu akbar!!!

      1. Jesus is Lord Says:

        Wah… memperkosa dibilang baik, yah…! Ngeri aku… Pantes ornag-orang islam gak punya otak memperkosa anak2. Lihatlah YESUS yang tidak berbaur dengan keduniawian(DOSA) Jangan-jangan MEMPERKOSA ITU BUKAN DOSA di Islam. Habisnya dibilang baek, seh…

      2. eddy Says:

        Apaan tuch, pemerkosa dan pembunuh bisa jadi nabi? Mosok, nabi2 Yahudi sebelum Islam dibilang Islam, ntar marah orang Yahudi.
        Mah, itukan dongeng arab kuno, Azabun, azabunulu apaan tuch, mosok mau dikibulin arab, turunnya quran. Gak Ilmiah dan gak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi makanya, Islam selalu fokusnya bahwa Alkitab telah dipalsukan, agar gak ketahuan arab yang palsukan dan nyontek quran dari Alkitab. Udah pasti donk, yang belakangan kan yang nyontek dari yang duluan.

      3. ilham othmany Says:

        Ooo..Jadilah benarlah kristian nyontek agama hindu.(1500 tahun sebelum Masehi)

        http://www.mindamadani.my/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=93

  26. dimas Says:

    yang siap bego silahkan ke neraka. hehe

  27. dimas Says:

    Yakin yesus itu Tuhan? yakin yesus bagian dari sesuatu yang menciptakan alam semesta nan luas ini dengan milyaran bintang yang bertabur?

    Dan… kalo yakin, kenapa yesus begitu lemahnya sampai bisa disiksa manusia, suatu makhluk ciptaannya yg harusnya teramat kecil di hadapannya?? cuma bisa masuk akal jika yesus itu manusia biasa yang ditugaskan menjadi Nabi.

    1. eddy Says:

      Kalo gak ngerti Iman Kristen jangan komentari. Ya, Yesus adalah Tuhan, Dia adalah Firman Allah yang turun kedunia sebagai manusia miskin yang lahir dikandang domba, untuk dihina, disiksa dan mati dikayu salib, agar darahNya menebus dosa manusia yang percaya. Inilah Anugerah Allah bagi manusia, Keselamatan untuk hidup kekal disorga. Orang Kristen tidak percaya, dengan amal soleh manusia, bisa membawa dirinya kesorga, tempat Allah Yang Maha Kudus dan Suci. Alkitab berkata (Roma 3), bahwa SEMUA MANUSIA SUDAH BERDOSA. Orang Kristen bukan orang benar, tetapi orang YANG DIBENARKAN KARENA IMAN KEPADA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT PRIBADINYA.
      Tauhid Kristen adalah TRINITAS, ALLAH YANG MAHA ESA DALAM ALLAH BAPA, ALLAH PUTERA DAN ALLAH ROH KUDUS, sama seperti manusia, satu, tetapi terdiri dari Tubuh, Roh dan Akal Budi. Karena ketika Allah menciptakan manusia, Dia berfirman “Marilah KITA menciptakan manusia, SEGAMBAR DENGAN RUPA KITA”.(Kej. 1:26)

      Dalam Quran juga disebutkan bahwa Jesus adalah Kalimatulah, Ruhullah, Yang suci dan tidak berdosa.
      Saudara, maukah anda merenungkannya, dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda pribadi?? !!! Jangan percaya kepada Muhammad, yang masih harus berdoa meminta keselamatan, dan meminta umatnya berdoa bagi dia dan keluarganya, tetapi cobalah lihat, ketegasan dan kepastian yang Yesus katakan dalam John 14:6 “AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP, TIDAK SEORANGPUN DAPAT DATANG KEPADA BAPA KECUALI MELALUI AKU”.
      Diayat lain, Yesus bersabda, “Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu disorga, dirumah BapaKU ada banyak tempat bagimu”.
      Terpujilah Allah ditempat yang Maha Tinggi. Amen.

      1. ilham othmany Says:

        Ha ha ha…Apa boleh buat..Tolol tetaplah tolol.

      2. Blitzer Says:

        @eddy :

        Dengkul lo habis jatuh ya? jadi gegar otak??!!! wakakakakakkkk!!!
        Manusia juga membuat aturan/hukum seperti Hukum Allah SWT! itu karena manusia yang membuat hukum pake Otak di Kepala! nggak kayak lo Pakenya Dengkul!! Mana ada hukum menetapkan dosa si A bisa ditanggung/ditebus Si B, udah gitu yang nebus dosanya Tuhan, yang mana dia lah yang menentukan itu dosa ato bukan. Lo mau menanggung/menebus dosa orang lain? ato misalkan lo Tuhan, lo mau nebus dosa makhluk ciptaanmu? hambamu? ngapain??? daripada untuk menebus dosa harus berubah jadi makhluk ciptaanmu yang Kurapan, Lahir dikandang domba, gak jelas siapa bapaknya (gak bisa bikin Akte kelahiran donk) mending anggep aja gak ada dosa di muka bumi. Beres toh? Logika Sederhana kayak gini apa Dengkul lo gak isa mencernanya? Tolol!!

  28. dimas Says:

    siap masuk neraka dengan salah menyembah tuhan? masuk neraka selamanya, abadi. bayangkan 10 tahun dibakar, 100 tahun dibakar, 1 juta tahun dibakar, 100 juta tahun dibakar, 1 billion tahun dibakar, ga ada habisnya, kekal di neraka… Jika anda percaya keberadaan tuhan, jangan sampai salah memilih tuhan yang disembah. salah memilih, fatal akibatnya.

  29. dimas Says:

    up to you :)


  30. YESUS bukan NABI ISA…..
    YESUS di agama bodoh kristen adalah YUDAS………….yang mukanya dimiripin sama Allah S.W.T (TUHAN YANG SEBENARNYA) karena dia itu sih salah satu pengikut nabi isa tapi dia khianat dan bodohhhhh…

    waaaaaaaaah
    betapa bodohnya, ya orang kristen nyembah orang jahat……(yudas) dan berhala…….dan patung2 yang tdk punya kemampuan apapun,,,,,,orang bisu disembahhhhhhhhhh………………………….

    MASUKLAH ISLAM…

    ga percaya?
    percayanya ntar DI AKHIRAT!

    Na’udzubillahmindzalik, sia2 aja berbuat kebaikan nggak ada papapapapaanya

    1. islam is the best Says:

      Subhanallah,,,,,,allahu akbar,,,

    2. Ryan Says:

      SETUJU !! Allah akan membalas mereka semua.

    3. Musyadad Says:

      Untuk kepercayaan, siapa sebenarnya yg disalib zaman dulu, ga usah tggu di akhirat. Tapi jagalah kesehatan, supaya kelak umurnya panjang n bisa ketemu dengan imam mahdi dan diturunkannya Isa as saat perang dunia ke-3, menjelang kiamat….

    4. Sikomo Says:

      Lha kalao Yesus itu bukan Isa, ngapain Islam berusaha matia-matian mnegkritik tentang keTuhanan Yesus ?

      Kurang kerjaan apa ya pada…

  31. wawanep Says:

    tuhan maha esa, tuhan itu satu, tidak ada yg kedua, kalau ada yg kedua, berarti itu bukan tuhan.

    entah apa ejaan ini ini benar (mohon maaf),
    secara logika tuhan pasti tidak akan berkata “ELI ELI LAMA SABAKTANI….”

    1. zafnat Paaneah Says:

      dear wawa…
      kalimat itu diucapkan oleh DIA saat berekspresi sebagai manusia. dia adalah ilahinas. 100% manusia 100% Tuhan. Artinya, sebagai TUhan yang menjelma sebagai manusia dia bisa merasakan ditinggalkan dan kesakitan. terima kasih. Tuhan memberkati.

      1. wawanep Says:

        ilahinnaas = tuhannya manusia (bahasa arab)
        bukan setengah tuhan /setengah manusia, atau 100% tuhan 100% manusia.

        tuhan tidak perlu menyamar atau menjadi sesuatu untuk mengetahui apa yg ia ingin rasakan..

        dan tuhan maha tinggi, tidak perlu turun kebawah untuk menjadi manusia yg dihinakan.

        jika tuhan berbentuk manusia, dan jika tuhan bisa digambarkan, maka rendahlah martabat tuhan itu… karena dengan digambarkan, maka tuhan akan semakin mudah dihinakan, dikritik, dicaci. maha besar Allah yg tidak memiliki wujud (dimata manusia) sehingga tidak ada 1 orangpun yang dapat menghinanya.

      2. zafnat Paaneah Says:

        dear Wawa..

        Manusia dan Tuhan terpisah setelah manusia berbuat dosa. Oleh karena itu, IA sendiri yang harus merestorasi ‘gambaran’Nya itu. Hukuman dari dosa adalah maut. Nyawa dari manusia ada di darah. Jika tidak bernyawa lagi, ia ada di dalam maut. So, IA harus ‘memiliki nyawa’ supaya hukuman maut itu tergenapi. Bukan karena dia pengin mencicipi perasaan manusia. Justru dengan menjadi manusia. IA turut pula memahami perasaan manusia. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati!

      3. casandra Says:

        bukankah Tuhan Maha tahu tentang rasa, karena Dia-lah yang menciptakan rasa itu.so kenapa pula Ia merasakan…?

      4. siapmurtad Says:

        Karena Tuhan punya Pikiran, Perasaan dan Kehendak sehingga kita manusia yg diciptakan SERUPA dan SEGAMBAR dengan Tuhan, pun punya pikiran, perasaan dan kehendak. Sehingga Tuhan bisa merasakan apa yg dirasakan makhluk ciptaan-Nya.

      5. muslim Says:

        @siap murtad: dari penjelasan anda sudah jelas sekali klo anda menyatakan TUhan itu sama dgn sifat manusia alias SERUPA

        massyaallah

      6. siapmurtad Says:

        @Muslim, sifat dan karakter Manusia memang SERUPA dengan Yang Maha Kuasa, karena Manusia diciptakan SERUPA dan SEGAMBAR dengan Tuhan alias dicipta menurut PETA dan TELADAN Tuhan, jadi ada banyak kemiripan dalam sifat dan Karakter, misal manusia bisa mengasihi, bisa adil, bisa mengerti apa itu kesucian, belas kasihan, kreativitas. Manusia punya Pikiran, Perasaan dan Kehendak sama seperti Malaikat dan Tuhan.

      7. casper Says:

        @si murtad..
        wah2 anda sudah kurang ajar sekali mengatakan bahwa tuhan sama dengan manusia,,
        sudah jelas manusia itu hasil ciptaan dan tuhan adalah pencipta…

        anda memang si bego

      8. Blitzer Says:

        @Casper

        Kalo Siapmurtad gak bego, mana mgkn dia murtad & bikin blog sampah kayak gini. Dia tuh punya otak salah letak, pas lahir dapet otaknya di dengkul. Trus isinya juga cuma setengah sendok teh. Jadi saudara harap maklum sama Anjing Kurapan yang satu ini.

  32. bhumi Says:

    apa kaah kalian tahu semua apa itu islam dan kebenaran islam? apakah kalian tahu apa itu yesus dan apa benar dalam injil?sekarang kan alkitab apa benar dan tunjukkan kepada saya kebenaran dalam alkitab bahwa tYesus itu adalah Tuhan?dan mengapa adanya trinitas? bagaimana konsep ketuhannan yang sebenarnya? apa menurut kalian agama yang penuh dengan hidayah dan kebenaran? tlg dijelaskan dan krinmkan kepada email saja danksakti@gmail.com

  33. GOD IS ALLAH Says:

    woooooyy smua,,,gw pnya nmor HP YESUS.,.
    loe bsa hub:
    0888-1000-200-bsa karaokean jg koq sma dy..
    dy kan hebat,,bsa nyanyi2??
    rambutnya ajh gondrong..ky SLASH..Rock N Roll meennn….
    mna ad TUHAN METAL????
    hahahahahahaahahahaahahaahahahahaa…..

    1. Musyadad Says:

      Parah nih GOD IS ALLAH….

      Klewatan lo…..
      Bodoh lo….

      Yesus mana pernah bisa nyanyi? Kan dia dinyanyiin….

    2. smile Says:

      sememangnya god is allah ni ank kelahirannya setan.. :)

      1. Blitzer Says:

        @GOD IS ALLAH

        gak mau ah! ngeri ama jenggotnya, gak pernah dicukur, celananya juga dah ribuan tahun gak diganti. BAU TAU!!!

  34. daus Says:

    seorang biarawati terbesar seindonesia dan mempunyai banyak bawahannya ketika ia diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT maka dia menjadi seorang mualaf, dia adala Hj.Irene Handoyo yg skrng sudah mengadakan pengajian2 besar dijakarta.

    1. siapmurtad Says:

      “seorang biarawati terbesar seindonesia” anda berlebihan:), jadi biarawati saja blum pernah. Irena lebih kaya setelah jadi Muslimah:) hehehe, cinta ditolak menjadi murtad. Kiranya Blog2 ini membuka mata Irena dan para muslimah bahwa Islam dan Muhammad tidak berpihak kepada mereka.

      1. muslim Says:

        bodohnya seorang biarawati yg taat hanya karena cinta di tolak lgsung masuk islam,,,

        pernyataan yg bodoh sekali dari anda sendiri wahai siap murtad….

      2. siapmurtad Says:

        Begitulah menurut Kesaksian Orang2 dekat beliau dan Berita2 yang ada di Media Massa. Beliau pernah Jatuh Cinta dan DiTOLAK. Mungkin ada faktor lain mengapa Irena Handono masuk Islam. Semoga bukan alasan Ekonomi.

      3. someone Says:

        ha, ha, … biasanya alasan ekonomi atau sebungkus mie sajalah yang digunakan murtadin masuk ke dalam agama Kristen yang suka menjajakan mie seharga akidah Islam.


  35. Apa yang terjadi?
    ooo…
    yayaya…
    menyimak.
    Yesus suka bugil ya?

  36. wawanep Says:

    beberapa sifat2 tuhan:

    -tuhan maha suci,
    tidak ada tuhan yg kotor, tuhan tidak bisa dan tidak mudah dihina. jikalau dia mudah dihina, berarti dia bukan tuhan.

    -tuhan maha mengetahui
    tuhan tidak perlu cape2 datang ke bumi untuk memberi pencerahan, tuhan sudah tahu apa yg dia ciptakan, dan apa yg akan terjadi.

    -tuhan adalah dzat yg maha tinggi
    kita tidak tahu tuhan diciptakan dari apa, komposisinya bagaimana, 50%-50%?, 100%??? jikalau manusia bisa mengira ngira, menebak nebak, darimana tuhan berasal, berarti dia bukan tuhan.

    lihatlah semua tuhan tuhan yang ada di bumi…

    -kalau posisinya diletakkan miring, dia terlihat jelek.

    -jikalau dia dikotori oleh kototan cicak/tikus, dia jadi terhina (padahal dia simbol ketuhanan)

    -jikalau dia terlihat dekil, atau disakiti (dipaku) maka tuhan terlihat kasihan.

    kesimpulannya:
    hanya tuhannya orang islam lah yang yg tidak bisa dihina….
    jadi, manakah diantara tuhan2 kalian yg bener2 maha suci dan maha tinggi?
    bandingkan dengan tuhan saya.

  37. wawanep Says:

    COBA SEKALI LAGI MAS BACA BAIK2, DAN SILAHKAN COBA PAHAMI SENDIRI. APA MAKSUD DARI SEBUAH KITAB SUCI YANG MENULISKAN BAIT INI DI KITABNYA..
    LAYAKKAH DISEBUT KITAB SUCI???

    dalam kitab kidung agung

    Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
    Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur1 KA 1:2

    Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
    Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6

    Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,3
    Seperti dua anak rusa buah dadamu,
    Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput
    Di tengah-tengah bunga bakung.5 KA 4:3,5

    Pusarmu seperti cawan yang bulat,
    Yang tak kekurangan anggur campur.
    Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.2
    Seperti dua anak rusa buah dadamu,
    Seperti anak kembar kijang.3 KA 7:2-3

    Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan
    Buah dadamu gugusannya.7
    Aku ingin memanjat pohon korma itu dan
    Memegang gugusan-gugusannya.
    Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan
    Nafas hidungmu seperti buah apel,8 KA 7:7-8

    kitab yehezkiel

    Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.19
    Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.10
    Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.21 Yehezkiel 23:19-21

    Dan melampiaskan hasratnya dengan pecinta mereka, jang pelirnya seperti pelir keledai dan yang pancarannya laksana pancaran kuda jantan.20 Yehezkiel 23:20

    Tetapi bagi dia sendiri hal itu tidak seberapa, ia malah melakukan persundalan yang lebih menjijikkan lagi dengan mengenang masa mudanya, ketika ia bersundal di Mesir dengan orang-orang yang besar hawa nafsunya.20
    Demikian engkau merindukan kehidupan masa lalumu, masa engkau masih gadis, ketika engkau menyerahkan tubuhmu kepada orang-orang di Mesir.21 Yehezkiel 23:20-21

    1. shinchan Says:

      wah, wah, wah, Anda jeli juga ya… tapi kenapa yang dibaca cuma bagian pornonya aja? Kira2 Yang dimaksud di Yehezkiel siapa ya ? Silakan baca Yehezkiel 23:4. Samaria dan Yerusalem. Keduanya dianggap telah menyerahkan miliknya yg berharga (yaitu YAHWEH ayat 5 “Samaria berzinah, sedang ia Aku punya.” Artinya Samaria semula adalah umat pilihan YAHWEH; milik YAHWEH) dan ditukar dengan barang fana (uang, senjata, kedudukan, memiliki suami dg penyembah berhala, serta ikut dalam penyembahan berhala). Jadi, itu hanya gambaran saja bukan realita. silakan Baca Yehezkiel 23:7. Sekarang yang mesum siapa ya… ? Pendeta dan Romo saja 99,99% jarang ada yg nyinggung apalagi menekankan kata pornografi dalam kotbahnya.
      Terus soal Kidung Agung sila tengku/ puan cari buku Tafsir Kidung Agung karangan Watchman Nee terbitan Yayasan Perpustkaan Injil. sekian dan terima kasih.

  38. wawanep Says:

    dalam kitab kidung agung

    Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
    Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur1 KA 1:2

    Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
    Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6

    Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,3
    Seperti dua anak rusa buah dadamu,
    Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput
    Di tengah-tengah bunga bakung.5 KA 4:3,5

    Pusarmu seperti cawan yang bulat,
    Yang tak kekurangan anggur campur.
    Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.2
    Seperti dua anak rusa buah dadamu,
    Seperti anak kembar kijang.3 KA 7:2-3

    Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan
    Buah dadamu gugusannya.7
    Aku ingin memanjat pohon korma itu dan
    Memegang gugusan-gugusannya.
    Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan
    Nafas hidungmu seperti buah apel,8 KA 7:7-8

    kitab yehezkiel

    Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.19
    Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.10
    Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.21 Yehezkiel 23:19-21

    Dan melampiaskan hasratnya dengan pecinta mereka, jang pelirnya seperti pelir keledai dan yang pancarannya laksana pancaran kuda jantan.20 Yehezkiel 23:20

    Tetapi bagi dia sendiri hal itu tidak seberapa, ia malah melakukan persundalan yang lebih menjijikkan lagi dengan mengenang masa mudanya, ketika ia bersundal di Mesir dengan orang-orang yang besar hawa nafsunya.20
    Demikian engkau merindukan kehidupan masa lalumu, masa engkau masih gadis, ketika engkau menyerahkan tubuhmu kepada orang-orang di Mesir.21 Yehezkiel 23:20-21

  39. apa aja Says:

    dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh AL-MASIH, ISA putera Maryam, Rasul ALlah, padahAL mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyALibnya, tetapi (yang mereka bunuh iALah) orang yang diserupakan dengan ISA bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ISA, benar-benar dALam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuALi mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adALah ISA. (QS. 4:157)

    Berkata ISA: Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. (QS. 19:30)

    dan mereka MENDUSTAKAN AYAT-AYAT Kami dengan sungguh-sungguhnya, (QS. 78:28)

    Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang MENDUSTAKAN AYAT-AYAT Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS. 62:5)

    semoga mencerahkan

    1. siapmurtad Says:

      Alm Ahmed Deedat dan Kaum Ahmadiyah percaya bahwa Benar-benar Yesuslah yang DIsalib. so ???
      Dalam Alkitab jelas, Tanpa Penumpahan Darah/Pengorbanan sang Anak Domba (Tuhan Yesus Kristus) tidak akan ada Penghapusan Dosa umat manusia. Anda sembelih hewan korban kan ketika Idul Fitri? Itu sudah dilunasi oleh Kematian sang Anak Domba yang disembelih bagi saudara dan saya, Yesus Kristus mati disalib, bangkit dan menggantikan saya dan anda, sehingga sekarang Kita hidup bagi Dia yang telah mati ganti kita.
      Salam Pencerahan juga bung Rahmat rusmadi. Kiranya Pencerahan itu juga pada anda.

      1. casandra Says:

        jika Yesus menukar kehidupan.dia membuat kesepakatan itu dengan siapa?klo dia memang Tuhan kenapa Tuhan harus membuat pertukaran, kan sebagai seorang Tuhan dia bisa langsung menggantikan kehidupan yang baru bukan dengan kehidupan dia. Karena Dia-lah yang maha Hidup, tidak bisa mati.

      2. siapmurtad Says:

        Yesus membuat Kesepakatan itu dengan DiriNya, dengan Bapa dan Roh Kudus, dimana ketiganya adalah SATU (1 Yoh 5:7-8). Tuhan membuat pertukaran atau lebih tepatnya PENEBUSAN PENGGANTI karena Semua MANUSIA SUDAH BERDOSA di pandangan Tuhan, sehingga TIDAK ADA SATU PUN MANUSIA yg BISA SELAMAT dan MASUK SURGA dengan perbuatan/jasa/amal dirinya sendiri, karena dia sudah berDOSA. Harus ada PENEBUSAN DOSA, dan harus ada KORBAN PENEBUS DOSA. inilah Prinsip MAHA ADIL Tuhan yg harus menghukum DOSA namun sejalan dengan sifat MAHA KASIHNYA Tuhan, dan juga sifat MAHA KUDUSNYA Tuhan yg tidak bisa bergaul/berhadapan/membiarkan DOSA.

      3. someone Says:

        Kalau konsepnya dosa bisa ditebus oleh Nabi Isa, kasihan donk umat manusia sebelum nabi Isa, siapa yang menebusnya? Apa Tuhan membeda-bedakan manusia sehingga hanya sebagian golongan saja yang ditebus dosanya, apa Tuhan sekarang dikenal sebagai Dzat Yang Maha Tidak Adil? Islam yang mengajarkan Tuhan Sebagai Yang Maha Adil, memberi gambaran yang lebih adil tentang keselamatan seseorang di akhirat kelak, yakni sebagaimana umat lainnya sesuai dengan amal perbuatannya. Sidharta gautama saja mengajarkan bahwa kehidupan para dewa bisa berakhir di neraka atau kelahiran baru menurut amal mereka.

      4. muslimasli Says:

        semua itu bohong ,yesus bukan tuhan

        jika yesus mati dlm 3 hari siapa yg menjaga alam semesta pikirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

      5. Blitzer Says:

        @muslimasli :

        Pas Yesus Mampus, yang jaga alam semesta Satpam perumahan. wakakakakakaka!!!!!!

  40. 100%Muslim Says:

    hanya satu kata untuk blog ini

    lakum diinukum waliyadiin

    (untukmu agamamu – untukku agamaku)

    1. siapmurtad Says:

      Kebenaran yang Memerdekakan itu SANGAT LAYAK untuk diBeritakan, Memberitakannya adalah kewajiban baik atau tidak baik waktunya. Silahkan merespon atas KEBENARAN itu agar sungguh JALAN, KEBENARAN, dan HIDUP itu menjadi Milik anda.

      1. kevin archuletta Says:

        Aduh mas siap murtad . Anak domba, anak anjing aja sekalian. Apa kek gt anak babi, lalala~ bapa putra roh kudus, ibunya mana? Neneknya? Kakek? Anda saja yg jadi Tuhan kalo mau mah. Gausah sok2 suci deh. Masa tuhan di salib dia kan bukan ISA A.S tp YUDAS ISKADRIOT! Trs tebus dosa aja pake duit sm pendeta ya buat aja dosa terus zinah nyewa perek terus2an ntr bayar deh sm pendetanya. Pikir bae2 sebelum ngmng!

    2. Sikomo Says:

      Lakum dinukum waliyadin ? Ah, lelucon apa lagi ini.

      Kalo begitu, ngapain Quran menyalahkan keyakinan orang Nasrani ?

  41. wawanep Says:

    sebenarnya ini masalah yg sangat mudah, sederhana. mudah dipahami dengan logika orang bodoh….

    hanya orang pintar yang bisa memutarbalikkan fakta dan cenderung subjektif, karena otaknya sudah diset (A yang benar, B salah!) walaupun dia mungkin terpojok dengan kesalahan / kelemahannya, tetapi tetap saja tidak mau mengakuinya….

    saya pecaya islam, karena konsep ketuhanan dalam islam yang jelas, tidak berbelit2, logis.

    bandingkan dengan konsep ketuhanan selain islam???
    tidak perlu menerangkan ini, itu, cerita ini, itu… kita mulai dari yang paling dasar dan paling utama saja, yaitu TUHAN.

  42. hayo sopo Says:

    YESUS IS not GOD. GOD is ALLAH S.W.T…………

  43. dedi wahyudi Says:

    yesus tu miskin yah……
    di salib pake kolor bae….hahaha

    1. Blitzer Says:

      Oi dedi wahyudi!
      ati2 ya kalo ngomong! Yesus bukannya miskin! tapi pas mau disalib dia tuh terkencing2, lupa gak bawa pampers tau! wakakakakak

  44. shahil Says:

    Salam hormat.

    Saya ingin mengajukan satu soalan untuk dijawab oleh anda saudara Kristen…

    Trinitas adalah pentajallian Tuhan kata anda semua…Ertinya Tuhan mahu menghapus dosa maka Dia mentajallikan diriNya kepada manusia Jesus, pengilham sebagai Roh Kudus, Bapa?

    Maka sebelum lahir Tuhan sebagai manusia, Bapa dan Roh Kudus, sila jelaskan kepada saya bagaimanakah Tuhan itu?

    Hormat

  45. orang muslim Says:

    mas-mas kita pake logika ya! masa Tuhan bisa mati? matinya tragis lagi! di siksa, di paku, di pecut,di telanjangin, di liat orang banyak, lalu di pantek di tiang. ga ada yang belain. bararti hebat dong yang orang romawi & yahudi bisa sekongkol membunuh tuhan. jangan mau di bohongin ama si paus. oarng islam meuliakan para nabi & rosul. tau gak! orang pertama yang ngeliat tanda2 kenabian nabi MUHAMMAD SAW adalah seorang pendeta kritiani. nah! si paus kan orang romawi, dia mau keliatan sok suci.

  46. shahil Says:

    Hormat untuk anda siapmurtad.

    Sangat menarik tulisan anda mengenai ALLah.
    Anda memberikan satu persepsi tentang ALLah yang diyakini umat Islam.

    Baiklah kita mulai diskusi kita tentang ALLah. Dan saya berharap anda sedia mempamerkannya kerana saya juga akan memasukkan diskusi ini ke dalam blog saya.
    Baiklah kita mulai…

    Tuhan? Apakah hakikat Tuhan?

    Anda umat Kristen berkoar-koar mengatakan Jesus, Bapa dan Roh Kudus adalah pernyataan Tuhan. Rakan anda Kefassimon mengatakan Tuhan adalah essensi dan trinitas adalah substansi.

    Saya memberikan soalan awal untuk diskusi ini, nyatakan kepada saya hakikat Tuhan sebelum adanya trinitas. Nyatakan hakikat Tuhan sebelum ujudnya Tuhan Anak anda. Ertinya jelaskan kepada saya jika Tuhan tidak turun sebagai Anak, apakah Tuhan itu.
    Inilah asas untuk kita diskusikan Tuhan itu. Menuliskan Tuhan tanpa asas tidak memberikan apa-apa erti.

    Sekarang kita mulai supaya dunia tahu. Dan kita tuntaskan Tuhan itu menurut theologi Islam dan Kristen.

    Saya menantikan jawaban anda. Dan saya berserah kepada ALLah Taala dalam diskusi ini.

    Hormat.
    ____________________

  47. Ryan Says:

    INGET NERAKA WOY INGET!!! DASAR BEGO GA INGET LO BANYAK ORANG ORANG MURTAD MATI DENGAN GA WAJAR? HA…HA… GUA SUMPAHIN LO MATI KELINDES TRUK/KERETA DAN MASUK NERAKA JAHANAM.

    1. Paijo Says:

      Ho’oh tuh hati-hati inget hukuman. Seperti Ahmed Deedat yang kuwalat karena kenekatanyya.


  48. @ All Keristiani
    Udahlah! Tidak guna anda semua meluruskan benang basah.Mendengan kalian semua masuk Islam aja.Usah kasih tau sama org lain.Masuk Islam senyep-senyep.Bukan apa!Utk keselamatan di akhirat gitu donk.Hi Hi Hi…

  49. Dullah Says:

    Saya mencoba menelaah Allah SWT melalui sedikit segi ilmu pengetahuan meskipun ilmu yang saya miliki bagaikan setetes air di lautan ini :

    Einstein kemudian menambahkan dalam postulatnya, bahwa tidak ada benda di alam semesta ini yang kelajuannya melebihi kelajuan cahaya 3 x 108 m/s, sebab jika ini terjadi, maka sebagai dampak dari rumusan relativitas-khususnya, benda tersebut akan : pertama, tidak memiliki dimensi waktu, sebab waktu tidak lagi memiliki definisi matematis atau tak-hingga, tidak memiliki awal dan tak memiliki akhir. Kedua, benda tersebut akan memiliki massa yang teramat besar, sehingga tak bisa diwakili oleh angka sebesar apapun. Dan ketiga, Benda tersebut tak akan terlihat, sebab besaran seperti panjang, luas dan volume bernilai 0. Hal ini berarti tidak semua yang tak terlihat itu tidak ada.
    Sehingga, seandainya ada benda yang melebihi cahaya (kelajuannya), maka bisa kita katakan benda tersebut tak berawal dan tak berakhir, berwujud (eksis) namun tak terlihat.

    “Allah cahaya langit dan bumi… Cahaya di atas cahaya , Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (an-Nuur 35)
    Allah selalu mensifati kekuasaannya pada cahaya, bahkan cahaya di atas cahaya. Setelah sekian abad kemudian, kita baru menyadari bahwa jika sesuatu berada “di atas” cahaya, maka seperti inilah sifatnya : Maha Awwal, Maha Akhir, Maha Tampak dan Maha Tersembunyi. Maka Ia adalah Allah, sang cahaya di atas cahaya.
    Imam Al-Ghazali memang benar bahwa Allah Maha Awal dalam satu segi dan Maha Akhir dalam segi lain, namun lebih tepat jika kita katakan Allah tak terbatas dimensi waktu, Ia tidak berawal dan tidak berakhir menurut definisi makhluknya.
    Al-Ghazali juga benar bahwa Allah memiliki sifat tampak melalui penyimpulan akal dan hati, sedangakan Allah bersifat tak tampak melalui panca indera dan rasionalitas. Namun lebih dari itu, Allah memang “eksis”, bahkan Maha Eksis baik secara rasio maupun secara akal-budi, dan Ia pun tak-tampak, baik melalui pemikiran rasional maupun lewat penyimpulan akal-budi.
    Wallahu a’lam bishawab

  50. shahil Says:

    Hormat untuk anda siapmurtad

    Hingga hari ini telah 4 hari berlalu namun tiada apa-apa respon dari anda.

    Saya toleran dan memberikan anda masa secukupnya untuk mencari jawaban soalan asas ketuhanan saya.

    Dan mungkin saudara Kristen yang lain boleh membantu menjawab terlebih dahulu, kerana mungkin siapmurtad mahu mencari hujah dari Bible atau dari hujah-hujah akal yang lain.

    Untuk lebih baik, saya dengan segala hormat meminta kepada anda siapmurtad atau sesiapa sahaja yang mahu menuntaskan hakikat Tuhan ini, supaya berbahasa dengan sopan. Saya tidak memerlukan bahasa hujatan kayak anak kecil.

    Saya ulangi soalan…silakan anda jelaskan kepada saya dan semua pembaca yang lain apakah rupa atau diri Tuhan ketika hanya Adam yang ada, atau lebih menjurus sebelum ujudnya trinity.

    Dengan izin ALLah Taala, kita semua bahaskan dengan sehabisnya dan sedalamnya supaya selepas ini Tuhan itu dapat dikenal dengan sewajarnya.

    Horamt.

    Hormat.

    1. pemirsa Says:

      hormat utk sdr sahil..
      mungkin ini yg sdr maksud:
      Amsal 8:12-36
      8:12
      Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.
      8:13
      Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah
      laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
      8:14
      Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.
      8:15
      Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan.
      8:16
      Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.
      8:17
      Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
      8:18
      Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.
      8:19
      Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan.
      8:20
      Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,
      8:21
      supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.
      8:22
      TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
      8:23
      Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
      8:24
      Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
      8:25
      Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
      8:26
      sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.
      8:27
      Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,
      8:28
      ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,
      8:29
      ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
      8:30
      aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
      8:31
      aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
      8:32
      Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.
      8:33
      Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.
      8:34
      Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
      8:35
      Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
      8:36
      Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.”

      Amsal 28:25-27
      28:25
      Ketika Ia menetapkan kekuatan angin, dan mengatur banyaknya air,
      28:26
      ketika Ia membuat ketetapan bagi hujan, dan jalan bagi kilat guruh,
      28:27
      ketika itulah Ia melihat hikmat, lalu memberitakannya, menetapkannya,
      bahkan menyelidikinya;

      Wahyu 1;8
      “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.
      wahyu 21:6
      Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
      wahyu 1:17,18
      17.Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: /”Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
      18.dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

      keluaran 3:14
      Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.

  51. shahil Says:

    pemirsa Says:
    April 8, 2010 at 12:36 pm

    Hormat untuk anda pemirsa…

    Potongan anda menjawab soalan saya pada tanggal di atas itu saya hargai dan saya menghormati tulisan anda itu kerana itulaha tanggapan awal anda terhadap soalan saya.

    Namun bukan itu maksud soalan saya…

    Soalan saya ialah tentang “diri” Tuhan. Apa yang anda tuliskan ialah sifat atau perlakuan diri Tuhan. Contohnya untuk memudahkan faham ialah, anda jasadnya pemirsa, sifat anda pemaaf, kelakuan anda garang. Maka yang saya maksudkan ialah jasad anda itu.

    Maka trinity ialah pernyataan Tuhan dalam 3 peribadi. Ertinya trinity ialah hanya pernyataan Tuhan. Maka pasti Tuhan itu ada “diri” yang asasnya.

    Ertinya sebelum Tuhan menyatakan “diri” sebagai Anak, Bapa dan Roh Kudus, pastilah Dia ujud dengan “diri” asli, kerana trinity hanyalah pernyataaNya.

    Maka apakah rupa atau hakikat sebenar “diri” Tuhan itu sebelum Dia menyatakan diriNya itu sebagai trinity?

    Untuk lebih menjurus fahamnya, apakah rupa atau hakikat Tuhan sezaman Adam di syurga. Yah ketika itu belum ada trinity kok.

    Anda faham sekarang?

    Hormat

    1. shinchan Says:

      tengku shahil yang terhormat, konteks perjanjian lama dengan konteks perjanjian baharu sangatlah berbeda. Harap tengku pahami ini. Perjanjian Lama, mengandung janji bahwa akan ada almasih yang akan datang. sementara perjanjian baharu, almasih yg dijanjikan itu telah tiba.
      mengenai rupa atau hakikat sebenar diri TUhan sezaman Adam, Kitab Kejadian 1 menuliskan bahwa Roh Elohim melayang-layang di atas permukaan. Kemudian, setelah penciptaan hampir usai (Elohim yg berupa Roh itu) ingin mencipta manusia dengan berkata, “Baiklah kita menciptakan makhluk yg segambar dan serupa dg kita” Kita di sini adalah gambaran majemuk dari Elohim. Elohim merupakan istilah majemuk dari nama sesembahan. Bukan dialog antara Tuhan dengan malaikat. Jadi, ada sosok makhluk pencipta (yang disebut Bapa) yang berupa Roh yg kudus di sana. Ada Bapa dan Roh Kudus.Belum ada Tuhan Yeshua karena Bapa yang berupa Roh itu belum menjelma menjadi manusia. Trinity baru ada setelah Bapa yang adalah Roh yg kudus itu menjelma mjd mns yg bernama Yeshua Kristo (Yahweh yang diurapi yg layak untuk menyelamatkan dosa tengku dan patik). Sekian tanggapan dari patik, semoga tengku shahil paham.

      Hormat,
      shinchan

      1. Anonymous Says:

        kontol loe

    2. pemirsa Says:

      Trimakasih..
      Allah itu Roh yang berpribadi,sejak dari kekekalan didalam diri Allah sudah ada Pikiran/ Firman Allah maupun Roh Allah. Jika Allah tidak memiliki Roh Allah maupun Firman Allah maka Allah tidak bisa berkarya.

      Jika ada masa Allah tidak memiliki Roh Allah maupun Firman Allah.. lalu dgn Apa Allah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya.

      1. shahil Says:

        PEMIRSA:
        Allah itu Roh yang berpribadi,sejak dari kekekalan didalam diri Allah sudah ada Pikiran/ Firman Allah maupun Roh Allah. Jika Allah tidak memiliki Roh Allah maupun Firman Allah maka Allah tidak bisa berkarya.

        SHAHIL:
        Anda berkata “ALLah itu Roh yangberperibadi…”. Ia menunjukkan maksud ALLah itu Roh. Kemudian anda menyambung pula “…sejak dari kekekalan di dalam diri ALLah sudah ada pikiran atau Firman mahupun Roh ALLah. Jika ALLah tidak meiliki Roh Dia tidak bisa berkarya”.

        Jelas di sini menurut perkataan awal anda, ALLah itu Roh. Kemudian dalam ayat seterusnya anda menongkah (menantang) ayat awal yang mengatakan ALLah itu sosok yang bermateri roh.

        Sebelum saya meneruskan persoalan dengan lebih mendalam, saya meminta anda menyelesaikan dengan setuntasnya apakah ALLah itu Roh atau ALLah itu sosok yang bemeterikan Roh.

        Dan saya sarankan hendaklah anda menulis dengan ayat yang sempurna supaya ayat anda tidak meneybabkan anda sendiri akan mengalami kesukaran kelak.

        PEMIRSA:
        Jika ada masa Allah tidak memiliki Roh Allah maupun Firman Allah.. lalu dgn Apa Allah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya.

        SHAHIL:
        Nah di sini anda telah menyatakan dengan jelas bahawa ALLah itu sosok diri yang bermaterikan Roh. Kerana ayat anda mengatakan “ALLah memiliki Roh”

        Maka saya menegaskan ALLah yang anda yakini adalah sama dengan manusia, kerana manusia adalah sosok yang bermaterikan Roh.

        Maka saya melanjutkan soalan saya kepada anda, apakah sebenarnya ALLah dan apakah sebenarnya Roh. Cuba anda jelaskan hakikatnya (keadaan atau rupanya sebenarnya).

        Baikhalh jika anda kurang faham soalan saya, saya berikan contoh. Anda adalah jasad (tubuh) mendaging dan itulah hakikat jasad anda itu iaitu mendaging. Dan penghidup jasad anda itu adalah roh. Jika roh meninggalkan jasad, anda akan mati.

        Maka apakah demikian sistematikanya ALLah yang anda yakini?

        Hormat

      2. Betul Tak Says:

        Terima kasih saudara pemirsa kerana boleh menjelaskan tentang Roh kepada saudara shahil! semoga shahil dapat faham!

        Kita harus akui bahawa nabi muhammad sendiri sememangnya tidak tahu tentang Roh!

        jika nabinya sudah tidak tahu tentang roh bgaimana pula umatnya?

  52. joshua Says:

    @ rahasia alkitab.. ngapain loe nyariin di alkitab liat nih

    Surah 43:61
    “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.”

    1. Blitzer Says:

      @Joshua
      Maksudnya Yesus tuh penjaga pintu tol? kalo gitu jgn lupa gaji pertama buat beli celana ya? malu tau! wakakakaakaka

  53. shahil Says:

    shinchan Says:
    April 9, 2010 at 4:03 am

    SHINCHAN:
    tengku shahil yang terhormat, konteks perjanjian lama dengan konteks perjanjian baharu sangatlah berbeda. Harap tengku pahami ini. Perjanjian Lama, mengandung janji bahwa akan ada almasih yang akan datang. sementara perjanjian baharu, almasih yg dijanjikan itu telah tiba.

    SHAHIL:
    Saya bukan gulungan raja-raja dan bukan tengku. Saya hanyalah manusia ciptaan ALLah Taala yang sama dengan anda dan juga raja-raja itu. Dalam Islam, manusia adalah sama tetapi penentu mulianya ialah taqwa. Taqwa ialah menuruti perintah ALLah dan meninggalkan tegahnya dzahir dan bathin.

    Soalan saya ialah rupa diri Tuhan. Saya tidak kira (tidak perduli) dari manakah anda menadapat jawaban smada dari Perjanjian Lama atau Baru.

    Dari perkataan anda di atas sepertinya dalam Perjanjian Baru tidak ada statement rupa diri Tuhan yang saya tanyakan.

    SHINCHAN:
    mengenai rupa atau hakikat sebenar diri TUhan sezaman Adam, Kitab Kejadian 1 menuliskan bahwa Roh Elohim melayang-layang di atas permukaan.

    SHAHIL:
    Dari Kejadian 1 dapatlah difahami bahawa Tuhan itu melayang-layang. Maka jika Dia melayang, pastilah Dia satu jasad. Tidak mungkin sesuatu yang bukan jasad boleh melayang. Cuma anda harus menjelaskan apakah sebenarnya jasad itu sahaja.

    Demikian pula Tuhan itu mencpta manusia. Mencipta pasti ada yang mencipta.

    Maka jelaskan kepada saya dan semua pembaca samada apakah sebenarnya yang melayang itu.

    SHINCHAN:
    Kemudian, setelah penciptaan hampir usai (Elohim yg berupa Roh itu) ingin mencipta manusia dengan berkata, “Baiklah kita menciptakan makhluk yg segambar dan serupa dg kita”

    SHAHIL:
    Dari tulisan “…manusia segambar dan serupa kita” itu, apakah rupa jasad Tuhan itu seperti rupa manusia? Setujukah anda jika saya katakana rupa jasad Tuhan sebelum trinity itu seperti rupa jasad manusia?

    SHINCHAN:
    Kita di sini adalah gambaran majemuk dari Elohim. Elohim merupakan istilah majemuk dari nama sesembahan. Bukan dialog antara Tuhan dengan malaikat. Jadi, ada sosok makhluk pencipta (yang disebut Bapa) yang berupa Roh yg kudus di sana. Ada Bapa dan Roh Kudus.Belum ada Tuhan Yeshua karena Bapa yang berupa Roh itu belum menjelma menjadi manusia. Trinity baru ada setelah Bapa yang adalah Roh yg kudus itu menjelma mjd mns yg bernama Yeshua Kristo (Yahweh yang diurapi yg layak untuk menyelamatkan dosa tengku dan patik). Sekian tanggapan dari patik, semoga tengku shahil paham.

    SHAHIL:
    Saya sarankan anda menulis dengan sebaiknya dan menyusun ayat dengan sempurna kerana apa sahaja yang anda tuliskan memberikan impilkasi menjerat leher anda sendiri.

    Anda berkata “…ada sosok makhluk pencipta (disebut Bapa)…Ini bermaksud Tuhan Bapa itu makhluk. Dan anda menyambung pula “…yang berupa Roh Kudus”. Apa ini Shinchan? Bapa itu Tuhan Pencipta dan Roh Kudus itu sumber ilham dan kehidupan. Ia adalah tidak hakikat yang berbeza yang ujud tiga dalam satu masa. Bapa di langit dan Roh Kudus melayang seperti burung.

    Dan anda berkata pula “…trinity baru ada setelah Bapa yang adalah Roh Kudus itu menjelma menjadi manusia…”. Tulisan ini memberi erti Bapa itu Roh Kudus dan Bapa itulah menjadi Jesus.

    Jelas sekali anda salah kerana Bukan Bapa menjadi manusia Jesus. Bapa dan Jesus adalah pernyataan Tuhan kepada tiga peribadi menurut Kristen anda. Ertinya Tuhan menyatakan dirinya kepada bentuk Bapa, Anak dan Roh Kudus.

    Maka pokok soalnya ialah, apakah rupa jasad (sosok) Tuhan itu sebelum Dia menjelmakan diri kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kerana menurut anda “Tuhan menjelmakan diriNya kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus”. Sejelasnya, apakah rupa jasad (sosok) Tuhan sebelum menjelmakan diri itu?

    Anda berkata pula Yoshue yang menyelamatkan dosa…Ini ayat yang tidak betul kerana Tuhan mengampunkan manusia dari dosa, bukan Tuhan menyelamatkan dosa. Dosa adalah kesalahan yang dipikul manusia. Maka jika manusia diampunkan, maka dosa itu hilang.

    Dan Islam yang saya pegang mengajarkan hanya ALLah Taala yang mengampunkan manusia dari dosa. Dan hanya ALLah Taala itulah Tuhan tiada lain lagi. Dan untuk mengenal ALLah Taala, wajiblah belajar ilmu Tauhid. Dan silalah mampir ke blog saya kategori Tauhid.

    Hormat.
    http://shahil.wordpress.com

    1. shinchan Says:

      1.SHAHIL:Saya bukan gulungan raja-raja dan bukan tengku. Saya hanyalah manusia ciptaan ALLah Taala yang sama dengan anda dan juga raja-raja itu. Dalam Islam, manusia adalah sama tetapi penentu mulianya ialah taqwa. Taqwa ialah menuruti perintah ALLah dan meninggalkan tegahnya dzahir dan bathin.
      SHINCHAN:
      Well, saya hanye usahakan komunikasi dengan Anda. Saya tidak tau bagaimana cara saya untuk memanggil Anda. Makanya, saya memanggil Anda dengan sebutan tengku. Bagi saya, itu cara saya untuk menghormati Anda bukan untuk memuliakan Anda. Jikalau Anda tidak berkenan, mungkinkah saya memanggil Anda dengan sebutan Pak Cik?Ataukah Saya boleh memanggil Anda dengan Shahil sahaja? Mohon maafkan saya, karena saya hanya bisa sikit-sikit cakap Melayu.

      2.Dari perkataan anda di atas sepertinya dalam Perjanjian Baru tidak ada statement rupa diri Tuhan yang saya tanyakan.
      SHINCHAN:
      Pak Cik, sebenarnya ada banyak statement rupa diri Tuhan dalam Perjanjian Baru dan itu sudah tertulis dalam website ini. Cubalah untuk membace secara teliti di bagian “SIAPAKAH YESUS” ini atau bagian2 lain dlm website ini. Saya hanyalah mencuba memberi ayat lain agar tidak mengulang2 apa-apa yang sudah ade. Bukankah Anda cuma ingin membuktikan bahwa konsep tritunggal itu salah dan hanya konsep Anda bahwa Tuhan tu tak berwujud dan tak berbentuk yang benar?Kalian anggap kami punya 3 Tuhan seperti yang tertulis dalam Alquran itu. Padahal, kami cuma punya 1 Tuhan.

      3. SHAHIL:Dari Kejadian 1 dapatlah difahami bahawa Tuhan itu melayang-layang. Maka jika Dia melayang, pastilah Dia satu jasad. Tidak mungkin sesuatu yang bukan jasad boleh melayang. Cuma anda harus menjelaskan apakah sebenarnya jasad itu sahaja.
      SHINCHAN:
      Saye rase tidak perlulah saye menjelaskan bagaimana jasad Tuhan dari ayat ini. Sudah jelas, bahwa Elohim (Allah) itu jasadnya berbentuk ruh (kalam). Dia tidak berwujud, dan tidak memiliki rupa saat penciptaan dunia ini terjadi. Saye nak Tanya pada pak cik. Apakah kodok, ular, penguin, ayam, bebek, buaya, dll bisa terbang ? Tak semua yang berjasad bisa terbang pak cik. Bagaimane dengan virus, kuman, dan bakteri? Bukankah mereka bisa melayang2 di air dan udara? Apakah mereka berjasad? Bagaimana Pak Cik, sudah jelas sekarang ?

      4. SHAHIL:Dari tulisan “…manusia segambar dan serupa kita” itu, apakah rupa jasad Tuhan itu seperti rupa manusia? Setujukah anda jika saya katakana rupa jasad Tuhan sebelum trinity itu seperti rupa jasad manusia?
      SHINCHAN:
      Tidak, bukan seperti itu cara menafsir Alkitab Pak Cik… Sekali lagi, baca ayat yang sudah saye kemukakan sebelumnya (Kalam Elohim melayang2 di permukaan air). Tuhan itu berwujud Kalam, yang tidak berwujud dan berbentuk. Maksud dari kata ‘segambar dan serupa’ adalah makhluk yang mulia sama seperti penciptanya (bukankah pencipta itu sosok makhluk yang mulia?), berakal budi, bisa berpikir dan bertindak, serta menguasai semua ciptaan sama seperti penciptanya.

      5.SHAHIL:Saya sarankan anda menulis dengan sebaiknya dan menyusun ayat dengan sempurna kerana apa sahaja yang anda tuliskan memberikan impilkasi menjerat leher anda sendiri.
      Anda berkata “…ada sosok makhluk pencipta (disebut Bapa)…Ini bermaksud Tuhan Bapa itu makhluk. Dan anda menyambung pula “…yang berupa Roh Kudus”. Apa ini Shinchan? Bapa itu Tuhan Pencipta dan Roh Kudus itu sumber ilham dan kehidupan. Ia adalah tidak hakikat yang berbeza yang ujud tiga dalam satu masa. Bapa di langit dan Roh Kudus melayang seperti burung.
      SHINCHAN:
      No, No, No, Pak Cik. Anda jangan pisahkan Pencipta dengan sumber ilham dan kehidupan seperti itu. Dia itu pencipta yang juga merupakan sumber ilham dan kehidupan. Karena sebutan Abi itu diperuntukkan bagi Beliau yang merupakan sumber ilham dan kehidupan (Yak 1:5). Kalau Beliau bukan sumber ilham, kenapa kami diperintahkan untuk meminta ilham padaNya? Oke deh, saya beriken gambaran lain: batang korek api. Dalam batang korek api ada kayu yang bisa kita pegang, ada yang memercikkan api. Sesuatu tidak akan disebut batang korek api jikalau ia hanya bisa memercikkan api namun tidak bisa dipegang demikian pula sebaliknya. Lantas mana yang Abi, mana yang kalam: apakah Abi yang kayu sementara kalam yang bagian ujung batang korek api atau sebaliknya? Well, sekali lagi sebuah batang korek api baru disebut korek api jika ada kayu dan ujung pangkalnya. Abi dan kalam itulah kayu dan ujung pangkalnya. Jadi, Abi dan Kalam itu satu kesatuan. Saye sarankan Pak Cik puase; carilah siapa Tuhan yang sebenarnye sampai ketemu. Jangan bersandar pada fikiran dan konsep Pak Cik selama ini ya…

      6.Jelas sekali anda salah kerana Bukan Bapa menjadi manusia Jesus. Bapa dan Jesus adalah pernyataan Tuhan kepada tiga peribadi menurut Kristen anda. Ertinya Tuhan menyatakan dirinya kepada bentuk Bapa, Anak dan Roh Kudus.
      SHINCHAN:
      Darimana Pak Cik mengambil kesimpulan seperti ini? Saye mohon penjelasannya. Di mane Anda menemukan ayatnya yang berbunyi seperti itu?

      7. Anda berkata pula Yoshue yang menyelamatkan dosa…Ini ayat yang tidak betul kerana Tuhan mengampunkan manusia dari dosa, bukan Tuhan menyelamatkan dosa. Dosa adalah kesalahan yang dipikul manusia. Maka jika manusia diampunkan, maka dosa itu hilang.
      SHINCHAN:
      Pak Cik, terlalu murah/ sepele rasanya jikalau dosa dihilangkan dengan kata maap/ ampun sahaja. Apakah Pak Cik bisa menghapus dan melupakan sama sekali semua kesalahan satu orang sahaja tanpa pernah mengungkit-ungkitnya satu kalipun? Saye rase tidak semua kesalahan bisa Pak Cik lupaken begitu sahaja. Pasti ada satu kesalahan yang ingin sekali Pak Cik balas kerana kesalahan itu sangat keterlaluan bagi Pak Cik. Sama seperti Pak Cik, Tuhan pun ingin agar kesalahan itu dibalas dengan balasan yang setimpal: MAUT (berbuat dosa itu sama artinya dengan memberontak dan pemberontakan pada seorang Raja segala raja tentulah tak termaafkan). Ya, itulah harge sebuah dosa (Roma 6:23). DIA menuntut darah makhluk yang tak berdosa agar dosa itu tak tampak lagi dimataNya. Itulah sebabnya, mengapa Tuhan membunuh seekor domba untuk membuat pakaian bagi Adam dan Hawa. Sayang, semua manusia tidak ada yang layak untuk membayar hutang itu. Karena semua orang sudah berdosa (Roma 5:9). Makanya, cuma DIA seorang yang bisa membayar karena DIA tidak berdosa. Hanya si arsitek sendiri yang bisa membenahi blueprint suatu bangunan. Tuhan adalah arsitek manusia. Malaikat dan kata ‘ampun’ tidak bisa membenahi blueprint itu. Nah, agar bisa membayar dan mendekati manusia menjelmalah BELIAU ke dalam wujud manusia. Hanya manusia yang berdosa, jadi manusia itulah yang harus membayarnya. Nah, manusia yang bernama Yesus itulah yang ‘bernasib sial’ kerana kepadanyalah ditimpakan semua dosa dan kesalahan kita (Yesaya 53:5).

      Hormat,
      SHINCHAN

      1. iesshi Says:

        APAKAH DOSA BERMILYAR UMAT KRISTEN SANGGUP DIHAPUS SEORANG SAJA ?

        mikir dulu

      2. siapmurtad Says:

        Iesshi, Yohanes 1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

      3. muslim Says:

        yg seharusnya anak domba yg di maksud yaitu kaum yahudi,,
        lah umat kristiani anak apa????

        mariam itu ko’ bsa di sebut tuhan…. di sebut tuhan???

      4. siapmurtad Says:

        @Maryam bisa di sebut Tuhan, karena Muhammad dengar apa kata Sekte Sesat Mariamne pada abad dimana Muhammad Hidup, sekte Sesat Kristen Mariamne sudah ada, dimana mereka percaya Maria, Bapa (Allah) dan Tuhan Yesus sebagai TRITUNGGAL. Disinilah Muhammad salah kaprah dalam memahami TRITUNGGAL KRISTEN/ALKITAB, yaitu Bapa, Anak/Firman Allah/Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Jadi Roh Kudus bukan Malaikat Jibril maupun Maryam. Kini Para Muslim sedikit mengerti tentang TRITUNGGAL ALKITAB adalah JAUH BERBEDA dari apa kata TRITUNGGAL QURAN/Muhammad.

      5. Blitzer Says:

        @iesshi

        Pas Yesus lahir ke dunia, Bapa nya tuh mbekalin dia Tipe-X buat ngapus dosa2 Bajingan2 Nasrani. wakakakakakaka!!!!!!!!!!

  54. kevin archuletta Says:

    Kristen jelas2 salah.
    -Tuhan di salib (berarti mempermalukan Tuhannya sendiri)
    -Menebus dosa dengan uang (buat dosa aja terus2an ntr tebus deh pake uang)
    -Ada anak domba (anak anjingnya mana? anak babi?)
    -Tuhan ada 3 (bapa putra roh kudus –> ibunya? neneknya? ga adil nih ya! roh kubus aja sekalian, roh balok, roh kerucut. itung dah panjang kemaluannya berapa)

    1. shinchan Says:

      Kevin.. Kevin… Kevin…
      1) Salib itu memang untuk orang yang terkutuk. Dosa itu terkutuk di mataNYA. Namun, IA rela untuk dihina supaya kmu nggak lagi terkutuk.
      2) Kenapa dipilih domba ? Itu karena domba punya sifat2 yg khusus. Bulunya yang putih seperti salju (domba di Indonesia beda ama yg ada di Timur Tengah) gambaran kesucian; dan penurut ama gembalanya. Ilahinas itu (Yesus) DIA menurut pada kehendak (rencana) Bapa. Sementara itu, sayalah anak anjingnya dan sisanya untuk siapa saja yang masih suka berbuat dosa.Terima kasih buat pujiannya…
      3. Tuhan itu cuma satu Kevin… Siapa bilang ada tiga? Itu khan cuma klaim Alquran aja klo orang Kristen itu syirik menyembah 3 Tuhan. Soal trinitas, tanya dunk ama Orang Kristen yang soleh… tengkyu…

      1. iesshi Says:

        about 3,,,

        LO KRISTEN SOLEH GAK ?????????!!!!! KOK GAK TAUU !!

      2. shinchan Says:

        ieshii…
        hanya tuhanlah yg tahu siapa yang soleh atau tidak. Saya tidak berani menilai diri saya. Menurut Anda, Tuhan itu wajib hukumnya satu jasad, satu jumlah. Itulah yg namanya Esa. Sementara bagi kami Esa tidak mesti berjumlah satu. Yang penting adalah esensinya yg satu. Kita ini esa. Waktu pake baju biasa kita orang biasa, waktu pake baju sekolah kita ini murid. Waktu pake baju ibadah, kita penganut agama. Beda wujud/ penampakan, namun pada hakekatnya adalah satu esensi. Itulah keesaan bagi kami. Kami menghormati pendapat kalian, tapi kami tidak setuju dg pendapat kalian tentang kami.

      3. Pencinta kebaikan Says:

        dan kami umat islam tidak setuju dengan pendapat2 mu.
        Lakum dienukum waliadien

        Agamaku agamaku agamamu agamamu.

        urus sendiri2 . tak perlu saling menjelekkan. .. . .

        MAkasih atas perhatiannya terhadap islam. Terus gali keislamanmu. dan turuti kata hatimu… Allah akan menunjukkan kebenaran sejati yaitu ISLAM…. :)

  55. pemirsa Says:

    manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.ketika manusia meninggal didalam jasmaninya sudah tidak ada roh lagi (berupa mayat) bila sdh menjadi mayat tentu sudah tidak bisa melakukan aktifitas.

  56. rudi Says:

    orang yg suka mencari kejelekan orang itulah sebenarnya yang jelek sejelek jeleknya

    1. Paijo Says:

      Benar Mas

      Quran isinya ngejelekin Nasrani, Yahudi dan Kafir. Maka Islam adalah se …lanjutin sendiri

  57. amore Says:

    ini penghinaan terhadap agama…

  58. 110.139.54.148 Says:

    Saya setuju dengan anda,bahwa yesus bukan nabi ISA. Tapi menurut saya yesus bukan juru selamat tapi juru parkir atau juru kunci makam. Anda cuma sebatas orang dengan mulut besar yang gak pernah sekolah jadi gak tahu apa itu pelajaran Kewarganegaraan. Tuhan yesusmu tu uda mati jadi ngapain lagi disembah? yesus mati kq malah diperingati?seneng klo tuhanmu mati? lalu bagaimana dia bisa menolong pengikutnya?

    1. shinchan Says:

      Memang benar, DIA itu orang yg nggak pernah sekolah. Tapi, DIA itu menang debat lho ama orang2 ahli kitab (Farisi dan Saduki); Seorang tokoh Farisi aja mpe konsultasi ama DIA waktu malam2, selain itu, DIA juga merintahkan semua orang untuk mbayar pajak. Apa itu artinya DIa nggak ngerti kewarganegaraan?
      Ya, memang DIA pernah mati. Tapi, jgn lupa DIA itu bangkit juga bahkan telah naik ke surga.
      Kenapa kami selalu memperingati DIA? Karena DIA itu baikkk… banget udah mau nggantiin aku dan kmu dg mati di atas kayu salib. Dengan begitu, aku selamet deh nggak bakal ngalamin kematian yang kekal?
      “Tuhan mati bgmn DIA menolong pengikutnya” persis banget ama ucapan penjahat di sisi Yesus yg mengejek, “Klo kmu Tuhan turunkanlah diriMu dr Salib itu!! Tunjukkanlah pada kmi” DIA tu sering banget lho nolong pengikutNya ampe sekarang. Sudah banyak orang yg dibebaskan dr hutang. Sudah banyak org yg disembuhkan dlm namaNya. Sudah banyak orang yg terhindar dari maut karena calon penganiayanya melihat sejumlah orang bertubuh besar menjaga mereka. JADI, YESUS emang benar2 JURU SELAMAT. LIDAH, NGGAK BISA BOHONG

      1. iesshi Says:

        Allah Subhanahuwataalah adalah juru selamat sejati

  59. Yesus Abal abal Says:

    Yesus adalah tukang tambal ban dipinggir jalan

    1. shinchan Says:

      Ya, DIA memang tukang tambal: menambal dosamu dan dosaku.

      1. iesshi Says:

        kan dia bilang ‘ban’??

  60. abdurrahman Says:

    DAHULU NAMAKU ADALAH FRANCISCUS XAVERIUS SUGISTIMIN … SEORANG YANG TERSESAT MASUK KRISTEN… ALKHAMDULILLAH SEKARANG DAH MENJADI MUSLIM SEJATI SEKARANG SUDAH JADI MU’ALAF.. SETELAH BERTAHUN2 SAYA JADI MUNAFIK.. PERLU TAU DI DALAM INJIL SEKARANG BANYAK SEKALI KEBOHO0NGAN KEBOHONGAN… HANYA ISLAM AGAMA YANG LURUSS ALLAHUAKBAR

  61. dkyons_09@yahoo.co.id Says:

    sya mantan, kristen, sangat muak sekali, membaca penghinaan terhadap agama, apalagi yg berbicara adalah seorang nasrani, maka bertambah kuatlah keyakianan saya bahwa misi yg diemban oleh para misionoris, menggunakan berbagai cara dan tak peduli apakah cara itu baik atau jahat, dan itu yang selalu sy terma selagi sya menjdi seorang nasrani dan pengajar disekolah kristen selalu menjelekan agama islam. dan dari situlah saya tertarik untuk mempelajari islam ternyata apa yng dikemukan para misionoris adalah bohong belaka.

    1. Musyadad Says:

      Saya juga pernah bertemu dengan seorang misionaris yg telah jadi mualaf, dia juga menyatakan apa yg Anda (dkyons_09@yahoo.co.id) katakan.

  62. shahil Says:

    SHINCHAN : April 22, 2010 at 3:49 am:
    Shahil kata: Saya bukan gulungan raja-raja dan bukan tengku. Saya hanyalah manusia ciptaan ALLah Taala yang sama dengan anda dan juga raja-raja itu. Dalam Islam, manusia adalah sama tetapi penentu mulianya ialah taqwa. Taqwa ialah menuruti perintah ALLah dan meninggalkan tegahnya dzahir dan bathin.

    Shinchan kata pula: Well, saya hanye usahakan komunikasi dengan Anda. Saya tidak tau bagaimana cara saya untuk memanggil Anda. Makanya, saya memanggil Anda dengan sebutan tengku. Bagi saya, itu cara saya untuk menghormati Anda bukan untuk memuliakan Anda. Jikalau Anda tidak berkenan, mungkinkah saya memanggil Anda dengan sebutan Pak Cik?Ataukah Saya boleh memanggil Anda dengan Shahil sahaja? Mohon maafkan saya, karena saya hanya bisa sikit-sikit cakap Melayu.

    SHAHIL:
    Saya ok aja apa juga yang anda mahu panggil saya. Jika anda berumur (berusia) dua puluhan, anda boleh saja memanggil saya pakcik. Dan jika tiga puluhan seabgai abang.

    Namun terpulang kepada anda.

    SHINCHAN:
    Shahil kata: Dari perkataan anda di atas sepertinya dalam Perjanjian Baru tidak ada statement rupa diri Tuhan yang saya tanyakan.

    Shinchan kata pula: Pak Cik, sebenarnya ada banyak statement rupa diri Tuhan dalam Perjanjian Baru dan itu sudah tertulis dalam website ini. Cubalah untuk membace secara teliti di bagian “SIAPAKAH YESUS” ini atau bagian2 lain dlm website ini. Saya hanyalah mencuba memberi ayat lain agar tidak mengulang2 apa-apa yang sudah ade. Bukankah Anda cuma ingin membuktikan bahwa konsep tritunggal itu salah dan hanya konsep Anda bahwa Tuhan tu tak berwujud dan tak berbentuk yang benar?Kalian anggap kami punya 3 Tuhan seperti yang tertulis dalam Alquran itu. Padahal, kami cuma punya 1 Tuhan.

    SHAHIL:
    Anda berkata “…hanya konsep anda sahaja dan tak berbentuk itu benar”…Saya menengaskan bahawa sebahagian kata anda itu benar dan sebahagiannya salah.

    Anda salah fatal mengatakan saya berikitqad Tuhan tidak berujud. Kerana apabila Tuhan itu ada, Dia pasti berwujud. Tidak masuk akal dan tidak wajar sesuatu yang ada itu tidak berwujud.

    Dan anda benar apabila berkata Tuhan tidak berbentuk. Islam mempunyai sistematika Tauhid yang jelas dan tahan dicabar, dan mempunyai jawaban yang meyakinkan. Tuhan itu sosok diri dalam bahasa Tauhid adalah Zat. Kerana Zatt Tuhan itu bersalahan dengan makhluk yang baharu. Maka Dia tidak berbentuk, kerana berbentuk memberikan waham bahawa Zat Tuhan seperti wujud sosok makhluk.

    Dan anda mengatakan anda mempunyai satu Tuhan…Nah disiniliah pokok diskusi kita untuk membuktikan Tuhan yang manakah yang anda katakan satu dan trinity itu apakah dia.

    SHINCHAN:
    Shahil kata: Dari Kejadian 1 dapatlah difahami bahawa Tuhan itu melayang-layang. Maka jika Dia melayang, pastilah Dia satu jasad. Tidak mungkin sesuatu yang bukan jasad boleh melayang. Cuma anda harus menjelaskan apakah sebenarnya jasad itu sahaja.

    Shinchan kata pula: Saye rase tidak perlulah saye menjelaskan bagaimana jasad Tuhan dari ayat ini. Sudah jelas, bahwa Elohim (Allah) itu jasadnya berbentuk ruh (kalam). Dia tidak berwujud, dan tidak memiliki rupa saat penciptaan dunia ini terjadi. Saye nak Tanya pada pak cik. Apakah kodok, ular, penguin, ayam, bebek, buaya, dll bisa terbang ? Tak semua yang berjasad bisa terbang pak cik. Bagaimane dengan virus, kuman, dan bakteri? Bukankah mereka bisa melayang2 di air dan udara? Apakah mereka berjasad? Bagaimana Pak Cik, sudah jelas sekarang?

    SHAHIL:
    Bagaimana anda boleh berkata “bagaimana jasad Tuhan dari ayat ini…” Bukankah melayang itu tentunya sesuatu yang wujud. Tidak masuk akal dan tidak wajar sesuatu yang tidak wujud itu ada melayang.

    Anda silap besar jika mengatakan virus dan kuman itu tidak berjasad. Jika anda belajar sains, setiap sesuatu itu ada jasadnya. Cuman bentuk/hakikat jasadnya sahaja berbeza. Namun ia tetap berjasad.

    Saya tidak bertanya kodok tetapi saya bertanya “apakah hakikat rupa roh yang melayang” itu? Sebab Bible anda sendiri yang mengatakan “kelihatanlah roh Kudus melayang seperti burung merpati”. Jelas sekali ruh Kudus itu rupanya seperti burung merpati.

    Anda memulakan kenyataan pula dengan berkata “Elohim itu jasadnya berbentuk ruh (kalam)…Jelas sekali dari perkataan anda bahawa Tuhan itu jasad. Jasad juga disebut sosok. Dan sosok Tuhan itu bentuknya ruh (kalam).

    Nah sekarang cuba anda jelaskan kepada saya bentuk/rupa ruh itu. Apakah anda setuju ia seperti burung merpati? Atau setujukah anda jika ruh itu seperti kertas? Melayang itu pastinya seperti kertas atau burung kerana tidak bisa batu melayang tetapi jatuh terus.

    Bagaimana?

    Dan anda boleh sahaja memberikan jawaban dari bukti Bible. Dan jika tiada anda boleh sahaja memberikan jawaban secara sistematika perbandingan/ketimbang, atau secara logika juga boleh.

    Silakan.

    SHINCHAN:
    Shahil kata: Dari tulisan “…manusia segambar dan serupa kita” itu, apakah rupa jasad Tuhan itu seperti rupa manusia? Setujukah anda jika saya katakana rupa jasad Tuhan sebelum trinity itu seperti rupa jasad manusia?

    Shinchan kata pula: Tidak, bukan seperti itu cara menafsir Alkitab Pak Cik… Sekali lagi, baca ayat yang sudah saye kemukakan sebelumnya (Kalam Elohim melayang2 di permukaan air). Tuhan itu berwujud Kalam, yang tidak berwujud dan berbentuk. Maksud dari kata ‘segambar dan serupa’ adalah makhluk yang mulia sama seperti penciptanya (bukankah pencipta itu sosok makhluk yang mulia?), berakal budi, bisa berpikir dan bertindak, serta menguasai semua ciptaan sama seperti penciptanya.

    SHAHIL:
    Anda berkata pula “…(Kalam Elohim melayang2 di permukaan air). Tuhan itu berwujud Kalam, yang tidak berwujud dan berbentuk…” Apa ini Shinchan?

    Saya bertanya, apakah Tuhan dan apakah kalam itu? Anda berkata Tuhan berwujud kalam. Tetapi anda kata pula tidak berwujud dan berbentuk. Apa ini Shinchan?

    Dan anda berkata lagi “…Maksud dari kata ‘segambar dan serupa’ adalah makhluk yang mulia sama seperti penciptanya (bukankah pencipta itu sosok makhluk yang mulia?), berakal budi, bisa berpikir dan bertindak, serta menguasai semua ciptaan sama seperti penciptanya…Saya tidak bermasalah jika anda mahu menafsir makhluk itu mulia ssemulia Tuhannya kerana ia atas dasar nilai. Namun jika anda berkata Tuhan itu berwujud kalam yang tidak berwujud dan tidak berbentuk, anda mengundang masalah besar sekali dalam theologi ini.

    Saya ulangi soalan, apakah rupa “Tuhan berwujud kalam itu”? Bagaimana anda bisa berkata kemudian “…tidak berwujud dan tidak berbentuk” pula sedang “Tuhan itu berwujud kalam”?

    Kok mulanya wujud kemudian tidak berwujud…bagaimana Shinchan?

    SHINCHAN:
    Shahil kata: Saya sarankan anda menulis dengan sebaiknya dan menyusun ayat dengan sempurna kerana apa sahaja yang anda tuliskan memberikan impilkasi menjerat leher anda sendiri.

    Anda berkata “…ada sosok makhluk pencipta (disebut Bapa)…Ini bermaksud Tuhan Bapa itu makhluk. Dan anda menyambung pula “…yang berupa Roh Kudus”. Apa ini Shinchan? Bapa itu Tuhan Pencipta dan Roh Kudus itu sumber ilham dan kehidupan. Ia adalah tidak hakikat yang berbeza yang ujud tiga dalam satu masa. Bapa di langit dan Roh Kudus melayang seperti burung.

    Shinchan kata pula: No, No, No, Pak Cik. Anda jangan pisahkan Pencipta dengan sumber ilham dan kehidupan seperti itu. Dia itu pencipta yang juga merupakan sumber ilham dan kehidupan. Karena sebutan Abi itu diperuntukkan bagi Beliau yang merupakan sumber ilham dan kehidupan (Yak 1:5). Kalau Beliau bukan sumber ilham, kenapa kami diperintahkan untuk meminta ilham padaNya?

    SHAHIL:
    Sekarang kita semakin menjurus…

    Pokok tentang Tuhan belum selesai dan anda menyebut pula trinitas iaitu Bapa…

    Yang saya tanyakan kepada anda ialah apakah rupa Tuhan yang berwujud Kalam itu, kerana anda memberikan statement mulanya wujud kemudian tidak wujud atas kalimah “ALLah berwujud Kalam, yang tidak wujud dan tidak berbentuk”.

    Bahasa apa ini Shinchan?

    SHINCHAN:
    Oke deh, saya beriken gambaran lain: batang korek api. Dalam batang korek api ada kayu yang bisa kita pegang, ada yang memercikkan api. Sesuatu tidak akan disebut batang korek api jikalau ia hanya bisa memercikkan api namun tidak bisa dipegang demikian pula sebaliknya. Lantas mana yang Abi, mana yang kalam: apakah Abi yang kayu sementara kalam yang bagian ujung batang korek api atau sebaliknya? Well, sekali lagi sebuah batang korek api baru disebut korek api jika ada kayu dan ujung pangkalnya. Abi dan kalam itulah kayu dan ujung pangkalnya. Jadi, Abi dan Kalam itu satu kesatuan.

    SHAHIL:
    Analogi anda kelihatan benar tetapi tidak benar jika untuk Tuhan…

    Baiklah saya bertanya, apakah batang itu disebut korek api? Apakah api itu disebut korek api dan apakah belerangnya disebut korek api? Yang jelasnya ialah tiga benda itu adalah tiga yang berbeza. Korek api adalah kesatuan.

    Namun apakah trinity itu kesatuan? Tidak kerana Bible anda sendiri menyatakan Anak di dalam sungai, Roh Kudus melayang dan Bapa di langit.

    Dan dimanakah Tuhan yang satu itu?

    SHINCHAN:
    Saye sarankan Pak Cik puase; carilah siapa Tuhan yang sebenarnye sampai ketemu. Jangan bersandar pada fikiran dan konsep Pak Cik selama ini ya…

    SHAHIL:
    Islam jelas mengatakan bahawa akallah pintu pertama untuk mengenal Tuhan. Kerana manusia dan alam adalah tamthilnya. Ujud alam dan manusia tanda ujudnya Tuhan. Ujudnya alam dan manusia dengan sosoknya tanda Tuhan itu adalah sosok yang disebut Zat. Namun ada pembatasnya supaya Tuhan tidak disyirikkan dengan makhluk iaitu bersalahan dengan sesustu yang baharu. Ini namanya ilmu Tauhid.

    Dan apabila Tuhan telah dipercayai dengan akal, maka hendaklah dirasai ujudnya Tuhan itu. Dan ini pula dinamakan ilmu Tasauf.

    Dan apabila Tuhan telah dirasai maka abdikanlah diri dengan menuruti suruh dan tinggalkan tegahnya, yakni berperaturan dalam hidup. Ini dinamakan ilmu Fiqh.

    Saya menegaskan kepada anda, Tuhan sangat mudah untuk diperjelaskan. Amatlah naif sesuatu agama itu jika diajarkan “Tuhan hendaklah diimani aja”. Imani apanya jika yang diimani itu tidak dikenal dengan tuntas? Dan inilah konsep ketuhanan ajaran Paulus dimana dia menolak penggunaan akal. Kerana apa? Kerana konsep ketuhanannya sangat sukar diperjelaskan. Maka jalan untuk menghindar debatan diajarlah “akal itu kebodohan” dan “Tuhan dijumpa jika tidak dicari”.

    SHINCHAN:
    Shahil kata: Jelas sekali anda salah kerana Bukan Bapa menjadi manusia Jesus. Bapa dan Jesus adalah pernyataan Tuhan kepada tiga peribadi menurut Kristen anda. Ertinya Tuhan menyatakan dirinya kepada bentuk Bapa, Anak dan Roh Kudus.

    Shinchan kata pula: Darimana Pak Cik mengambil kesimpulan seperti ini? Saye mohon penjelasannya. Di mane Anda menemukan ayatnya yang berbunyi seperti itu?

    SHAHIL:
    Anda boleh buka blog saya dalam perdeabtan saya dengan tiga pendeabt hebat Kristen iaitu CosmisBoy, Simon kefas dan Sonny. Dan saya juga ada buku karangan Dr. Robert P Walean Sr dari Last Event Duty Institute.

    Ini ID blog saya:
    http://shahil.wordpress.com

    Sonny berkata Tuhan adalah Roh dan trinity adalah konsep. Simon berkata Tuhan adalah juga Roh dan Dia adalah bukan sosok. CosmisBoy lagi berkata Tuhan adalah Zat yakni hanya keberadaan atau kewujudan semata-mata. Dan Dr. Robert P Walean pula berkata Tuhan membahagikan dirinya kepada tiga iaitu trinity.

    Sekarang anda jawab soalan saya ini dan saya akan memberikan cluenya:
    1) Apakah sebenarnya roh yang anda katakan Tuhan itu?
    2) Mengapakah anda menolak trinity itu tiga Tuhan sedangkan Anak dan Bapa saling bicara menunjukkan keduanya lain hakikat?
    3) Apakah bentuk diri Tuhan sebenarnya sebelum wujudnya trinitas?
    4) Apakah ada diri Tuhan yang sebenar setelah ada trinitas.

    SHINCHAN:
    Shahil kata: Anda berkata pula Yoshue yang menyelamatkan dosa…Ini ayat yang tidak betul kerana Tuhan mengampunkan manusia dari dosa, bukan Tuhan menyelamatkan dosa. Dosa adalah kesalahan yang dipikul manusia. Maka jika manusia diampunkan, maka dosa itu hilang.

    Shinchan kata pula: Pak Cik, terlalu murah/ sepele rasanya jikalau dosa dihilangkan dengan kata maap/ ampun sahaja. Apakah Pak Cik bisa menghapus dan melupakan sama sekali semua kesalahan satu orang sahaja tanpa pernah mengungkit-ungkitnya satu kalipun? Saye rase tidak semua kesalahan bisa Pak Cik lupaken begitu sahaja. Pasti ada satu kesalahan yang ingin sekali Pak Cik balas kerana kesalahan itu sangat keterlaluan bagi Pak Cik. Sama seperti Pak Cik, Tuhan pun ingin agar kesalahan itu dibalas dengan balasan yang setimpal: MAUT (berbuat dosa itu sama artinya dengan memberontak dan pemberontakan pada seorang Raja segala raja tentulah tak termaafkan). Ya, itulah harge sebuah dosa (Roma 6:23). DIA menuntut darah makhluk yang tak berdosa agar dosa itu tak tampak lagi dimataNya. Itulah sebabnya, mengapa Tuhan membunuh seekor domba untuk membuat pakaian bagi Adam dan Hawa. Sayang, semua manusia tidak ada yang layak untuk membayar hutang itu. Karena semua orang sudah berdosa (Roma 5:9). Makanya, cuma DIA seorang yang bisa membayar karena DIA tidak berdosa. Hanya si arsitek sendiri yang bisa membenahi blueprint suatu bangunan. Tuhan adalah arsitek manusia. Malaikat dan kata ‘ampun’ tidak bisa membenahi blueprint itu. Nah, agar bisa membayar dan mendekati manusia menjelmalah BELIAU ke dalam wujud manusia. Hanya manusia yang berdosa, jadi manusia itulah yang harus membayarnya. Nah, manusia yang bernama Yesus itulah yang ‘bernasib sial’ kerana kepadanyalah ditimpakan semua dosa dan kesalahan kita (Yesaya 53:5).

    SHAHIL:
    Saya memberikan dalil Bible anda yang membuktikan dosa adalah tanggungan sendiri dan dibersihkan dengan taubat. Bahkan Zakaria pembaptis berkata “Bertaubatlah dan marilah dibaptis supaya Tuhan mengampunkan dosa kamu”

    Dan anda pula memberikan dali dari perjanjian Baru mengatakan dosa dihapuskan dengan darah.

    Adam berdosa memakan buah larangan mengapa pula semua manusia dijatuhkan dalam dosa? Saya fikir inilah satu ajaran yang memperlihatkan ketidak adilan Tuhan. Seorang ayah berbuat salah apakah anaknya dibebankan dengan dosa ayah? Apakah anda akan dipenjara jika ayah anda berbuat salah?

    Tahukah anda asal ujud trinity? Saya menegaskan konsep dosa warisan inilah puncanya. Dikatakan Adam mewariskan dosanya kepada manusia. Ajaran siapa? Ajaran Jesus? Tidak sama sekali melainkan ajaran Paulus. Maka untuk membenarkan konsep yang tidak pernah diajar Jesus ini, diciptalah konsep trinity pula supaya seorang tokoh dapat dikatakan sebagai penebus dosa itu. Ertinya jika ayat-ayat Perjanjian Lama dan satu ayat Perjanjian Baru dipakai, dosa tidak akan dapat dihapuskan melainkan dengan memohon ampun kepada Tuhan dan trinity tidak akan ada.

    Mengapakah Jesus dikatakan bernasib sial? Seharusnya dia adalah mulia kerana dialah yang anda katakan menebus dosa anda.

    Dan apakah benar Jesus itu mahu menebus dosa manusia? Saya menegaskan tidak sama sekali kerana Jesus tidak rela disalib. Buktinya Bible anda sendiri menyebut “Tuhan ku mengapa engkau meninggalkan aku?” Nah, dimana dan siapa Tuhan ketika itu?

    Dan siapakah Jesus itu? tuhan? Jika Jesus mengapakah dia memanggil Tuhan lagi yang lain? Jika manusia, jelas dia dizalimi atas nama menebus dosa.

    Jelas sekali Jesus bukanlah penebus dosa kerana jika dia penebus dosa pastinya dia tidak menjerit menunjukkan dia tidak rela.

    Oke…banyaksekali pesoalan yang harus anda jelaskan dengan tuntas Shinchan, terutama berkenaan Tuhan dan trinity. Disini dahulu untuk memberikan peluang anda menjawab. Dan saya siap dengan soalan seterusnya.

    Hormat,

    1. shinchan Says:

      salam pakcik Shahil yang saye hormati…
      Baiklah Pakcik, tampaknya dari uraian pakcik yg panjang lebar itu pakcik berkeras jikalau Tuhan itu harus berwujud. Pakcik, saya menyebut Kalam (Ruh yang quddus) itu untuk menyebut sesuatu yang pakcik sebut dengan Dzat. Sebelumnya, saye kate bahawa Tuhan merupakan sosok roh. Jadi, Tuhan itu tak berjasad; tak berbentuk. Mengapa? Kerana Alkitab juga kata demikian. Yohanes 4:24 tertulis, “Allah itu Ruh”. Jikalau IA burung, adakah tertulis kata ‘sayap’ di Kejadian 1? Jikalau IA manusia, adakah tertulis kata ‘kaki dan tangan di jasad Tuhan’ di Kejadian 1 yg saye bicarakan? Itulah sebabnya, saye tak setuju katakan IA memiliki rupa burung dan manusia. Bagi saye, Ruh yang Quddus itu tak punya jasad dan bentuk. Saye tak pernah lihat rupa jasad dari ruh apapun. Kumpulan Kamus Alkitab yg saya miliki juga mengatakan bahwa “Roh Kudus” atau “Roh Suci”; adalah sosok oknum Allah yang yang tidak kelihatan. Roh Allah bekerja melalui pikiran, perasaan dan pribadi manusia.
      Lantas bagaimane dengan burung merpati dan suara ketika Yesus dibaptis? Bentuk penampakan Tuhan pada manusia itu ada banyak pakcik. Ada yang berupa angin, merpati, suara di langit, lidah-lidah api, manusia, embun yang kelam, kabut, dan seterusnya. Itulah bukti kemahakuasaan Beliau. Beliau bisa menampakkan diri pada siape saja dengan bentuk apa saja, kapan saja, dan di mana saja bahkan dalam waktu yang bersamaan sekaligus. Namun, hakekatnya cuma satu: KALAM yang KUDUS atau yg pakcik sebut DZAT. Saya nak beri satu gambaran pada pakcik. Pakcik tahu lilin mainan anak-anak yg bisa dibentuk ape saja? Katakanlah ada satu lilin yang kita pakai lantas kita bentuk bulat kecil2, terus sisanya kita buat kotak dan bentuk rol panjang. Kita taruh semua dalam satu tempat. Saya nak tanya pada pakcik. Memang semuanya beza bentuk tapi terbuat dari apakah bulatan kecil, kotak kecil dan rol panjang itu? Adakah bulatan kecil, kotak kecil, dan rol panjang itu beza substansi? Meski beza bentuk, tapi semua tetap lilin bukan? Bagaimana juga bila kita tidak apa-apakan lilin itu? Adakah dia punya rupa jasad? Seperti itulah KALAM yang KUDUS (saat lilin masih dalam wujud semula) dan trinity (saat lilin telah dibentuk menjadi beraneka ragam bentuk). Tuhan bisa tampakkan diri dalam banyak rupa jasad, tergantung pada kemahuannya. Itulah sebabnya saya tak setuju bila Tuhan kami ade 3.
      Adakah pakcik punya pendapat lain? Mohon berikan pencerahan pada saye jikalau ruh itu punya jasad dan berbentuk. Nah, taruhkate Kalam yg saya kemukakan itu beda dengan Dzat yg anda sebut ijinkan saye bertanya, adakah kalam berbentuk? Ape bentuknya? Dzat apakah DIA (Kalam yg Quddus itu)? Jawab salah satu: Dzat padat, cair, atau gas? Apakah jasadnya? Apakah Pakcik sudah melihatnya sendiri? Pak cik, Anda juga kata “saya silap besar jika mengatakan virus dan kuman itu tidak berjasad. setiap sesuatu itu ada jasadnya. Cuman bentuk/hakikat jasadnya sahaja berbeza. Namun ia tetap berjasad. ” Saye punya pendapat lain. Kuman dan bakteri tetaplah tidak berjasad pakcik. Tunjukkan pada saya yang mana kepala, tangan, dan kaki dari kuman dan bakteri itu. Bagi saya, yang berjasad pasti punya kepala, tangan, dan kaki.
      Akhir kata Pakcik, semua hal tak harus bisa dilogika dan bisa dilihat. Adakah pakcik melihat rasa sakit? Adakah pakcik melihat angin? Adakah pakcik bisa menjelaskan ke mane pesawat terbang yang menghilang dalam fenomena segitiga bermuda? Kita tak bisa melihat bentuk Tuhan dengan mata telanjang karena kita penuh dosa. Kita hanya bisa merasakan karya dan kehadiran BELIAU lewat banyak hal. Ilmu dan kepandaian manusia terbatas, pakcik.

      hormat saye
      shinchan


      1. Ikan dalam lautan tak akan tau klo sesungguhnya tanpa air dia tak akan bisa hidup kcuali dia pernah kluar dari air, meski untuk mati tidak perlu dengan keluar dari air. Manusia tidak akan tau klo yg membuatnya hidup dan ada adalah Alloh sebelum dia bisa keluar dari manusianya. Bukan hanya Isa. as yg disebut RUH KU oleh Alloh tetapi dalam ayat penciptaan manusia juga mnyebut meniupkn RUH KU diusia kehamilan tertentu

  63. Kreator Desmosedici Says:

    Saya senang dengan diskusi ini , membelajarkan potensi otak kita dan me-refresh semua pengetahuan kita tentang Tuhan Kita. Namun dari semua diskusi yang saya ikuti tidak ada jawaban yang akurat, argumentatif dan menyelesaikan dari hasil diskusi ini. apa masalahnya ? anda semua mendiskusikan Tuhan, suatu ‘pengetahuan’ yang anda sendiri belum pernah menjumpainya dalam alam riel sehari-hari. satu fihak berargumentasi dengan dasar copy paste situs-situs asing, tinggal di google translate tanpa melakukan revisi, analisis dan evaluasi thd sumber rujukannya itu. di pihak yang lain tetap menggunakan argumentasi dari kitab suci-nya tanpa mendalami, mengerti dan menguasai kedalaman aspek bahasa asing dari kitab suci itu sendiri. jadinya anda semua berdebat tentang sesuatu ‘obyek’ yang anda semua tidak faham kata perkata, kalimat perkalimat, paragraf perparagraf dari bahasa asing itu, anda tinggal copy paste dan translate sahaja. mungkinkah anda bisa bertemu dalam kesatuan ide ? kesatuan pendapat ? sama-sama tidak tahu koq berdebat ? mending Jalanin aja keyakinan agama-mu dan tinggalkan ajaran agama lain. ga usah diperdebatkan sama-sama belum jumpa ‘Tuhan’ jadi ga usah ngomongin Tuhan, ga bakal happy ending….tapi jika tujuannya untuk ngisi waktu libur yah silahkan aja…gue juga lagi rehat dan liburan nih…makanya masuk ke site ini….salam perdamaian buat semuanya

  64. rio si rio Says:

    gwe heran banget ma kristen..nyalahin muhammad polygami malah g nyalahin daud yg ngantot ma anak nya ndri dan anak cucu dari hasil hubungan haram itu kelak akn melahirkan seorang lelaki yg brnama jesus,,,kristen blng ALLAH nma dewa bulan tapi g malu2 kristen indonesia catut nma ALLAH D alkitab .

    1. siapmurtad Says:

      Daud TIDAK PERNAH berzina dengan Anaknya Sendiri. Rio Geovanie, mungkin salah baca. Tuhan YAHWEH itulah namanya untuk selama-lamanya. Yesus artinya YAHWEH yang Menyelamatkan. kata “ALLAH” memang mulai ditinggalkan oleh sebagian umat Kristen di Indonesia.

      1. Musyadad Says:

        Karena Indonesia adalah negara mayoritas Muslim…

  65. DJ Says:

    hai semuanya Salam sejahtera,.. Memang benar Yesus adalah Tuhan Yang turun sebagai manusia saya baca artikel di atas ini memang Tuhan berseru intinya semua kehendak Bapaku,…kita umat kristen menyembah 1 Allah yaitu tri tunggal Allah yang di dlm diri Tuhan Yesus,..klo Yesus itu manusia biasa tidak akan mungkin dia berkata ” dalam Yohanes 14:6
    ” Akulah jalan kebenaran & hidup Tidak ada seorangpun Yang datang kepada Bapa Kalau tidak melalui AKU….” jelaskan jadi tdk usah berdebat,… g ada selesainya… bagi umat kristen di atas jangan mengolok 2 nabi yang lain spt mengataka istrinya banyak mengawini anak di bawah umur ,…ingat Tuhan mengajarkan Kasih ,… salam damai sejahtera. Amen

  66. gie Says:

    ya ampuuunn,,, yang islam ngaku2 paling bner ko jawabnya pake emosi,,, pake kata2 yg kotor pula,, jika anda benar seorang MUSLIM,, berlakulah baik, dan cinta damai (katanya),,,,

    jgn anda merasa benar dulu sebelum anda melihat sikap anda sendiri, cara anda berkomentar,, selalu merendahkan,, selalu menghina, menghujat,, apakah itu semua yang di ajarkan oleh agama anda???? mengajarkan untuk membenci, membunuh orang2 yang percaya Yesus??? memaksa orang2 non muslim untuk msk muslim,,, subhannalloh,,, sebaiknya anda membeli sebuah cermin yang sangat besar dan BERCERMINLAH,, sebelum anda menghakimi orang lain,,,, jika anda kurang setuju,, nyatakanlah dengan sikap yg penuh dengan cinta damai, jgn seolah2 anda seperti ketakutan KRISTENISASI,, jika anda sudah memiliki iman yg kuat anda tdk akan sperti itu,,
    saya mau bertanya,, apakah di agama anda di ajarkan untuk membenci/membunuh orang2 yang tdk menyembah Alloh,, atau orang kafir?? apakah itu benar??? subhannalloh,,, seolah2 membenci/membunuh adalah jalan terakhir untuk memaksa seseorang masuk islam,,, alangkah lebih baiknya jika kita memperkenalkan islam dengan hati penuh ketulusan, penuh kasih,, memperkenalkan islam dengan kedamaian…. sungguh indah jika semua itu terlaksana…. mari kita semua belajar bersama2,, jika kalian semua merasa agama kalian paling benar,, mari kita memperkenalkan agamanya dengan penuh damai sejahtera,, hargai perbedaan,, karena sudah jelas ISLAM dan KRISTEN itu B.E.D.A,,,,
    terimaksih

    (jika ingin membalas, balas lah dengan kata2 yang enak dibaca yang bisa diterima oleh semua agama) tenangkan pikiran anda terlebih dahulu,, relax dgn pikiran yg penuh kasih dan damai sejahtera, buang terlebihdahulu amarah dan emosi,,,

    1. kasih Says:

      saya sangat,,sangat,,,sangat setuju sekali dengan komentar anda itulah ciri2 anak Tuhan

  67. gie Says:

    lihatlah kejadian hancurnya WTC (WORLD TRADE CENTER) di amerika,,,, masyarakat indonesia yang kebanyakan menganut agama muslim bersukacita atas kejadian itu,, mereka merasa orang2 “kafir” memang pantas diperlakukan demikian,,,, dengan lantangnya mereka mengataka ALLAHU AKBAR,,,, ironis memang,,,, bandingkan dengan kejadian di palestina,, yg katanya orang2 islam habis di tindas oleh orang2 kristen/yahudi,, apakah masyarakat kristen indonesia/dunia bersukacita atas kejadian itu????? malah mereka orang2 kristen justru mengecam keras kejadian itu,,,, karena apa,,??? Kristen mengajarkan tentang KASIH,, kasih kepada sesama manusia yang percaya juga kepada saudara yang lainnya (umat diluar kristen),, justru kita dituntut untuk lebih mengasihi saudara2 kita yg diluar kristen,,, bukan dihilangkan/ dienyahkan/dibenci/membunuh/menganggap kotor,,,, jelas,, kami mengatakan TIDAK,,, bukan itu cara yg benar untuk memberitakan kebenaran FIRMAN/INJIL,,,,

    mohon jawab dengan jujur khususnya anda yg beragama muslim,, apakah anda merasa benci kepada orang2 kristen???? merasa puas ketika pembangunan gereja dibatalkan karena di demo,,, merasa puas jika orang2 kristen atau menurut anda orang2 kafir tewas diBOM,,,??? jawab dengan jujur,, dari hati anda yang paling dalam,, saya tau,, agama anda juga mengajarkan kalau berbohong itu dosa,,,,

    coba kipas2 dulu wajah anda dan istighfar baru menjawab comment ini,,, terimaksih,,, saya mengasihi saudara semua,,, tanpa pandang bulu

    1. shahil Says:

      Hormat untuk ada gie.

      Apakah sudah tuntas yang mengebom WTC itu Muslim?

      Kerana banyak sekali rumus yang mengatakan lebih 6000 kakitangan yahudi telah bercuti ketika WTC dibom.

      Ketika kapalterbang itu menuju ke WTC, mengapa tentera udara Amerika tidak memintas dan membinasakan kapalterbang itu?

      Anda berbicara kasih…kasih ajaran Jesus. BEnarkah anda menuruti semua ajaran Jesus apabila anda bicara kasih ini?

      Paulus berkata “jangan kamu berkerjasama dengan orang bukan Kristen kerana orang bukan Kristen itu Iblis”. Ayat ini jelas bertentangan dengan sifat kasih ajaran Jesus. Mengapa ajaran yang bertentagan ini masih ada dalam Bible anda? Mengapa? Seharusnya ssemua ajaran yang bertentangan dengan Sabda Jesus dibuang.

      Saya bertanya pula kepada anda,
      1) orang Bosnia yang diperkosa, dibantai, dicincang itu apa?
      2) Penyembelihan Shabra dan Shatila oleh Kristen Falangiest dulu itu apa?
      3) Pembantain Muslim Ambon ketika Idul Fitri itu apa?
      4) Yang terbaru, gas beracun dilepaskan untuk menyekat saluran makan untuk orang awam Palsetin itu apa?
      5) Pelancaran perang salib atas nama Tuhan oleh Pope dulu itu apa?
      6) Anak perempuan Muslim yang diculik, dipaksa minum air perangsang, diperkosa dan diancam masuk Kristen seperti yang ada dalam laporan blog Muslim itu apa?

      Maaf gie, Muslim tidak akan memulakan melainkan ditindas. Muslim mengasihi sesama manusia asal sahaja orang bukan Muslim toleran.

      Sejarah Madinah semasa pemerintahan Nabi Muhammad tidak ada menunjukkan orang kafir dihapuskan.

      Saya meminta anda memberikan satu negara Kristen yang ada menterinya orang Muslim. Yah, menteri penting bukan menteri jaga sampah.

      Berikan saya satu negara Muslim yang menghapuskan semua gereja atau tidak membenarkan gereja didirikan. Sedang di Perncis, Belanda dan lain-lain Muslim mahu solat jumaat aja tidak boleh.

      Apakah anda mahu membuka medan yang lebih seru? Saya Muslim hanya menuruti sahaja nada dan langkah anda. Jika anda mahu berdiskusi secara baik, oke aja. Namun jangan salahkan saya jika saya lebih bernada keras.

      Maafkan saya.

      Shahil
      http://shahil.wordpress.com

    2. shahil Says:

      hormat untuk adan gie

      Saya bertanya:
      1) Muslim Bosnia dicincang, dibunuh, diperkosa itu oleh umat mana?
      2) Muslim Ambon diserang ketika Idul Fitri itu oleh umat mana?
      3) “Jangan kamu berkerjsama dengan orang bukan kristen kerana orang bukan kristen itu iblis” ajaran siapa?

      http://sahhil.wordpress.com

      1. wiseman Says:

        salam hormat pakcik…
        1) semua orang beragama apapun hanyalah oknum penganut agama yg berbuat sesuatu melenceng dari ajaran agama. Jadi, jangan lantas menyalahkan semua agama salah dan hanya milik sendiri yg benar.
        2)kalimat yang ketiga itu Anda dapat darimana pakcik? Mohon penjelasan. Apakah didalam keyakinan pakcik tidak tertulis/ tersirat kata2 yg juga berbunyi, semua orang Nasrani itu kafir yg artinya sama dengan pengikut syaiton? Agama hanya benar untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain. Inilah yg membuat pertikaian terjadi. Mari, hentikan permusuhan ini. Hanya DIAlah yg tahu siapa yg benar-sebenarnya. terima kasih.

  68. shahil Says:

    Ini jawaban saya kepada tulisan Shincahn pada April 28, 2010 at 4:03 am:

    SHAHIL:
    Tulisan anda ini dipost ke blog saya dalam ruangan komentar. Dan saya postkan jawaban saya ke laman web ini kerana kita memulakan debat di sini. Maka saya cadangkan (sarankan) anda postkan debatan anda di sini.

    Saya akan postkan perdebatan kita ke blog saya untuk tatapan umum.

    SHINCHAN:
    Salam, Pak Cik Sahil….
    Ini saye pakcik yang mencube berdialog dg pak cik beberapa tempo lalu.
    Baiklah Pakcik, tampaknya dari uraian pakcik yg panjang lebar itu pakcik berkeras jikalau Tuhan itu harus berwujud. Pakcik, saya menyebut Kalam (Ruh yang quddus) itu untuk menyebut sesuatu yang pakcik sebut dengan Dzat. Sebelumnya, saye kate bahawa Tuhan merupakan sosok roh. Jadi, Tuhan itu tak berjasad; tak berbentuk. Mengapa? Kerana Alkitab juga kata demikian. Yohanes 4:24 tertulis, “Allah itu Ruh”. Jikalau IA burung, adakah tertulis kata ‘sayap’ di Kejadian 1? Jikalau IA manusia, adakah tertulis kata ‘kaki dan tangan di jasad Tuhan’ di Kejadian 1 yg saye bicarakan? Itulah sebabnya, saye tak setuju katakan IA memiliki rupa burung dan manusia. Bagi saye, Ruh yang Quddus itu tak punya jasad dan bentuk. Saye tak pernah lihat rupa jasad dari ruh apapun. Kumpulan Kamus Alkitab yg saya miliki juga mengatakan bahwa “Roh Kudus” atau “Roh Suci”; adalah sosok oknum Allah yang yang tidak kelihatan. Roh Allah bekerja melalui pikiran, perasaan dan pribadi manusia.

    SHAHIL:
    Hormat untuk anda Shinchan.
    Pertama sekali saya kembali kepada dasar. Tuhan seharusnya sesuai dengan nalar dan kewajaran. Ajaran yang mengatakan Tuhan tidak sesuai dengan nalar dan kewajaran adalah suatu ajaran yang sukar dipertahankan.

    Apabila anda berkata “Tuhan adalah sosok Roh” ia bermaksud Tuhan itu sosok. Dalam Islam sosok Tuhan disebut Zat. Kerana apa disebut Zat? Supaya tidak waham kita Tuhan itu berjasad seperti makhluk. Namun dasar maksudnya ialah sosok.

    Mengapa Tuhan itu seharusnya Zat (sosok)? Kerana Zat itulah dasar ujud. Jika Tuhan bukan Zat, ia adalah sifat. Kerana jika Tuhan tidak bersosok, maka Dia hanyalah sesuatu yang abstrak atau hanya diangan-angankan sahaja tanpa tentu apanya Dia.

    Sosok tidak semestinya berbentuk seperti ujud yang dapat dilihat. Ertinya sosok jasad manusia adalah mendaging, bertangan, berkaki. Namun Roh adalah juga sosok yang tidak serupa dengan sosok jasad dzahir. Namun ia tetaplah sosok kerana ujud haruslah pada nalar dan kewajaran adalah sosok.

    Maka dari hakikat ini, wajar sekali Roh itu sosok bagi dirinya. Kerana ia ujud. Maka akan timbul persoalan bagaimana ujudnya? Harus ada jawaban tentang ujudnya Roh itu. Jika tidak ada jawaban lurus pasti ada jawaban secara sistematika perbandingan (ketimbang). Pasti ada…Jika tiada, saya menegaskan ia adalah suatu ajaran (maaf) yang sangat naif.

    Tentang burung, pastilah burung ada sayap. Anda tahu burung kan? Masakan tidak? Apakah anda apabila disebut burung anda fikir burung itu tanpa sayap? Atau apakah anda harus melihat dulu burung itu apa ada sayap atau tidak? Atau apakah apabila dikatakan burung anda mahu bertanya apa ada sayapkah dia? Hanya (maaf) orang yang hilang akal sahaja akan bertanya apa burung ada sayap. Maka pastilah burung ada sayap kerana anda telah tahu. Maka apabila disebut “Roh Kudus turun seperti burung merpati” pastilah seperti rupa jasad burung.

    Kumpulan kamus, Bible atau apapun bukan soalnya. Soalnya ialah setiap yang ujud itu harus ada sosoknya. Tidak masuk akal dan ditolak kewajaran apabila ujud tetapi bukan sosok (Zat). Apakah itu? Abstraklah atau angan-angan. Ertinya jika ada kamu yang menulis burung tiada sayap, kamus itu (maaf) harus dibuang ke dalam kali sahaja.

    SHINCHAN:
    Lantas bagaimane dengan burung merpati dan suara ketika Yesus dibaptis? Bentuk penampakan Tuhan pada manusia itu ada banyak pakcik. Ada yang berupa angin, merpati, suara di langit, lidah-lidah api, manusia, embun yang kelam, kabut, dan seterusnya. Itulah bukti kemahakuasaan Beliau. Beliau bisa menampakkan diri pada siape saja dengan bentuk apa saja, kapan saja, dan di mana saja bahkan dalam waktu yang bersamaan sekaligus. Namun, hakekatnya cuma satu: KALAM yang KUDUS atau yg pakcik sebut DZAT. Saya nak beri satu gambaran pada pakcik. Pakcik tahu lilin mainan anak-anak yg bisa dibentuk ape saja? Katakanlah ada satu lilin yang kita pakai lantas kita bentuk bulat kecil2, terus sisanya kita buat kotak dan bentuk rol panjang. Kita taruh semua dalam satu tempat. Saya nak tanya pada pakcik. Memang semuanya beza bentuk tapi terbuat dari apakah bulatan kecil, kotak kecil dan rol panjang itu? Adakah bulatan kecil, kotak kecil, dan rol panjang itu beza substansi? Meski beza bentuk, tapi semua tetap lilin bukan? Bagaimana juga bila kita tidak apa-apakan lilin itu? Adakah dia punya rupa jasad? Seperti itulah KALAM yang KUDUS (saat lilin masih dalam wujud semula) dan trinity (saat lilin telah dibentuk menjadi beraneka ragam bentuk). Tuhan bisa tampakkan diri dalam banyak rupa jasad, tergantung pada kemahuannya. Itulah sebabnya saya tak setuju bila Tuhan kami ade 3.

    Adakah pakcik punya pendapat lain? Mohon berikan pencerahan pada saye jikalau ruh itu punya jasad dan berbentuk. Nah, taruhkate Kalam yg saya kemukakan itu beda dengan Dzat yg anda sebut ijinkan saye bertanya, adakah kalam berbentuk? Ape bentuknya? Dzat apakah DIA (Kalam yg Quddus itu)? Jawab salah satu: Dzat padat, cair, atau gas? Apakah jasadnya?

    Apakah Pakcik sudah melihatnya sendiri? Pak cik, Anda juga kata “saya silap besar jika mengatakan virus dan kuman itu tidak berjasad. setiap sesuatu itu ada jasadnya. Cuman bentuk/hakikat jasadnya sahaja berbeza. Namun ia tetap berjasad. ” Saye punya pendapat lain. Kuman dan bakteri tetaplah tidak berjasad pakcik. Tunjukkan pada saya yang mana kepala, tangan, dan kaki dari kuman dan bakteri itu. Bagi saya, yang berjasad pasti punya kepala, tangan, dan kaki.

    Akhir kata Pakcik, semua hal tak harus bisa dilogika dan bisa dilihat. Adakah pakcik melihat rasa sakit? Adakah pakcik melihat angin? Adakah pakcik bisa menjelaskan ke mane pesawat terbang yang menghilang dalam fenomena segitiga bermuda? Kita tak bisa melihat bentuk Tuhan dengan mata telanjang karena kita penuh dosa. Kita hanya bisa merasakan karya dan kehadiran BELIAU lewat banyak hal. Ilmu dan kepandaian manusia terbatas, pakcik.

    SHAHIL:
    Baiklah, anda berkata “apakah pakcik mempunyai pendapat lain…” ertinya anda mahu satu penjelasan yana lain yang saya kira menepati kewajaran akal dan kewajaran kejadian. Saya akan memberikan satu sistematika penjelasan tentang Tuhan yang sangat menepati akal dan kewajaran, dengan contoh sekali. Dan ia adalah theologi Islam kerana Islam sangat mengutamakan hujah yang menepati kewajaran akal dan kewajaran kejadian. Dan Islam tidak mengajar menuruti membuta tuli tanpa dibahaskan. Dan saya akan membahaskan theologi anda menurut theologi Islam yang saya tuliskan ini.

    Jadi apanya Tuhan itu? Maka Islam memberikan satu garis panduan secara perbandingan (ketimbang) yang cukup jelas untuk mengenal Tuhan iaitu menggunakan akal. Islam amat mementingkan akal seperti Firman ALLah dalam al-Quran bermaksud “…jika kamu memikirkan”, “…bagi kaum yang berakal” dan lain-lain.

    Kemanakah akal itu mahu dihalakan? Iaitu seperti Firman ALLah Taala bermaksud “…dan pada diri kamu itu mengapakah tidak kamu tilik” dan “…sesungguhnya pada langit dan bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan ALLah Taala…”. Ertinya diri manusia dan alam adalah tempat tilik tuju untuk mengenal Tuhan itu.

    Baiklah saya jelaskan dengan sedetailnya supaya anda boleh membandingkan sistematika theologi Islam dalam mengenal Tuhan dengan iktiqad anda…Sekarang lihatlah diri anda dengan segala sifat anda…

    Apakah Tuhan itu? Tuhan itu Zat. Zat ialah dasar ujud. Apakah Tuhan dalam Islam? Tuhan dalam Islam ialah ALLah Taala. ALLah Taala itu nama bagi Tuhan iaitu nama bagi Zat itu. Zat itu apa? Zat ialah satu sosok dasar ujud. Apabila disebut Tuhan, Ia adalah Zat dan namaNya ALLah Taala. Dimanakah dasar diri anda untuk dijadikan tempat tilik itu? iaitulah ujud anda adalah berdasarkan jasamani anda. Demikian juga sifat Tuhan seperti Berkuasa, Melihat dan lain-lain itu berdasarkan sifat anda.

    Dan apabila anda sebagai dasar, wajarkah hakikat Zat dan sifat Tuhan sama dengan makhluk? Tidak wajar sama sekali kerana apabila ia sama, tiada beza (beda)nya dengan makhluk. Jika makhluk disunat, apakah wajar Tuhan disunat? Jika makhluk makan tahi, apakah wajar Tuhan makan tahi? Tidak wajar dan tidak akan berlaku. Maka apabila Tuhan tidak sama dengan makhluk, bagaimana mahu dikenal? Apa rupanya? Padat? Gas? Cecair? Jika anda berkata harus Zat itu padat, gas atau cecair, maka samalah Tuhan dengan makhluk.

    Apakah Tuhan perlu menjadi makhluk? Makhluk adalah ciptaanNya. Apakah perlu Dia mengambil rupa makhluk? Tidak harus jika Tuhan itu Maha Tuntas. Tuhan yang Maha Tuntas tidak memerlukan rupa dan bentuk makhluk yang Dia sendiri ciptakan. Maka jika Tuhan memerlukan satu rupa ciptaanNya, saya menegaskan ia tidak akan berlaku. Kerana makhluk adalah maha kurang. Tidak akan berlaku Tuhan yang Maha Tuntas menjadi maha kurang. Dan jika anda berkata Tuhan bisa menjadi apa sahaja, ertinya Dia menjadi lemah selemah manusia yang disunat. Dan ini tidak diajarkan oleh theologi Islam.

    Firman ALLah Taala bermaksud “Bersalahan ALLah Taala itu dengan segala yang baharu”. Ertinya al-Quran memberikan satu ayat yang tegas untuk mempertahankan bahawa ALLah Taala itu bersalahan dengan makhluk pada hakikatnya.

    Apakah yang baharu? Iaitu alam. Apakah hakikat alam? Iaitulah jirim, jisim dan aradh.

    Jisim ialah sesuatu yang menempati ruang, jisim adalah jirim yang berbentuk. Ertinya padat, gas dan cecair itu adalah jisim. Batu bentuknya padat, air bentuknya cecair dan gas bentuknya gentayangan. Dan aradh adalah sifat jisim seperti panas, keras, rengan, panjang, pendek dan lain-lain.

    Makanya ALLah Taala telah menyatakan diriNya “bukan seperti itu”. Apanya? Manusia tidak tahu kerana ia rahsia ALLah Taala. Yang tahu hanyalah Nabi Muhammad ketika mikraj. Namun tiada bahasa untuk menyatakannya kerana “ALLah Taala tidak sama dengan makhluk”. Jika tidak sama bagaimana mahu dikatakan rupanya dan hakikatnya.

    Jelas thelogi Islam menyatakan ALLah Taala adalah Zat yang Maha Mulia. Berbeza dengan makhluk adalah salah satu dari KemuliaanNya yang Maha. Ertinya di sini, Islam memberikan ayat yang tegas dan jelas dalam menentukan dasar mengenal Tuhan iaitu menggunakan akal untuk menilik, dan tempat tiliknya ialah diri sendiri dan alam ciptaanNya. Dan Islam memberikan pula ayat yang tegas dan jelas dalam membezakan Tuhan dan makhlukNya untuk menyatakan keMuliaanNya iaitu bersalahan hakikatNya dengan makhluk ciptaanNya.

    Apakah hujah Bible? Bible menyatakan Tuhan menyatakan diriNya kepada tiga peribadi iaitu Bapa, Anak dan Roh. Persoalannya:

    1. Apakah hakikat Tuhan sebelum Dia menyatakan dirinya kepada tiga peribadi itu?
    2. Tuhan itu Kalam dan Kalam itu Roh…Apakah hakikat Roh itu?
    3. Roh itu mengambil rupa Anak dan burung…ertinya Roh itu tidak mempunyai rupa sendiri. Dia mencipta Anak dan terpaksa menggunakan ciptaanNya untuk menyatakan diri. Jelasa sekali Roh itu abstrak. Dan jika dia tidak mencipta Anak teruslah Dia kekal dalam keabstrakannya.
    4. Rupa Tuhan Anak adalah manusia, rupa Roh Kudus sebagai burung…Apakah rupa Bapa pula?
    5. Apakah bercerai itu menjadi tiga apabila Dia mengambil rupa Anak, Bapa dan burung?
    6. Apakah Nabi-Nabi sebelum Isa beriktiqad trinitas ini? Jelas sekali tiada dinyatakan Bible secara tuntas.

    Anda berbicara tentang lilin pula sebagai contoh…benarkah contoh anda ini menepati Tuhan anda? Saya menegaskan contoh anda tidak tepat sama sekali dan akan menjerat hujah anda…

    Baiklah kita sama-sama lihat…Lilin itu ada hakikatnya iaitulah lilin yang jasadnya berlendir dan licin itu. Anda ambillah tiga batang lilin…berapakah lilin? Pasti ada tiga. Lilih A, lilin B dan lilin C. Apakah lilin itu satu? Tidak sama sekali kerana ia adalah tiga lilin. Berceraikah lilin itu? Ya bercerai kerana ia tiga lilin. Ia hanya satu atas nama lilin tetapi tiga hakikatnya.

    Oke anda akan berkata “Nah lilin yang satu atas tiga rupa”. Ya saya akur “lilin” hanya lilin tidak akan “lolon” yang sama hakikat dengan “lilin”. Jika ada “lolon” maka “lilin” tidak Esa lagi. Jika demikian saya akan bertanya kepada anda apakah “manusia” Esa, kerana tidak ada “monosoa” yang serupa “manusia”?

    Ertinya jika dikatakan lilin itu Esa kerana tiada lagi “lilin” yang lain sehakikat dengannya, manusia, beruk, sapi dan lain-lain juga Esa. Maka tegasnya disini, Esa atau tidaknya sesuatu itu apabila ia berbilang atau tidak. Ertinya jika hanya satu lilin gergasi yang tidak ada lilin yang bercerai dengannya, barulah bisa lilin itu disebut Esa. Maka demikianlah Tuhan, jika hanya Zat Tuhan itu yang ujud tanpa ia berbilang atas bentuk yang lain, barulah Dia Esa.

    Ertinya Tuhan itu harus ujud atas Zat (sosok) diri peribadiNya yang satu tanpa ada persamaan dengan yang dan tanpa adaa bilangan lebih dari satu itu.
    Saya menegaskan anda ini maaf) tidak melihat kenyataan. Bakteria itu apanya? Tuhankah? Tidak, ia adalah makhluk. Bakteria itu makhluk yang berjasad. Jasadnya itulah seperti bacteria itu sendiri. Tidak semestinya bacteria itu bertangan seperti manusia kerana jika sama ia telah menjadi manusia. Ertinya bacteria itu dicipta dengan jasadnya yang tidak bertangan. Kerana jasad ialah dasar ujudnya. Tangan dan kaki hanyalah komponen ujud jasad. Saya bertanya, apakah bacteria itu tidak makan? Makan kok Shinchan. Manusia juga makan. Nah bukankah itu ada kesamaan dengan anda yang juga jasad? Apa-apaan ini anda mengatakan bacteria tidak berjasad? Jika tidak bacteria itu apa?

    Angin itu apa ya? Bukankah anging itu ujud? Ya ujud angin itu kok Shinchan kerana jika dia tidak ujud anda tidak akan merasainya. Namun apakah hakikat angin? Jelas angin itu gentayangan dan itulah hakikat jasadnya. Ia berpuputan. Ertinya jasad angin itu dalam bentuk puputan bukan mendaging.

    Anda bicara pula hal sakit…Sebelum itu anda harus membezakan antara Zat dan sifat. Kelihatannya anda (maaf) kurang sekali melihat secara mendalam apabila mahu bicara…

    Sakit itu sifat Zat. Anda jasad dan sakit itu perlakuan jasad anda. Sifat bukan jasad tetapi eprlakuan jasad. Sakit tidak boleh dikatakan sabagai jasad kesakitan. Sebab itulah sakit itu apabila sembuh ia menghilang dari jasad kerana ia bukan jasad.

    Pokoknya sekarang ialah hujah kitab akan memberikan tafsiran. Ertinya Islam memberikan garis yang jelas berserta hujah dan ayat dalil bagaimana mengenal Tuhan. Akal adalah alat yang paling dasar untuk tujuan itu. Namun anda? Paulus mengatakan “akal adalah kebodohan” maka janganlah difikir Tuhan itu. Namun bagimana anda mahu menjelaskan tanpa fikir?

    Cabaran saya, jika saya katakan “dalam sumur ada Tuhan, terjunlah anda ke dalam sumur itu untuk bersama Tuhan”, apakah anda mahu terjun tanpa fikir atau berkata “mustahil”? Jika ajaran Paulus dipakai, anda harus terjun tanpa fikir. Dan jika anda berfikir mustahil Tuhan di dalam sumur, ajaran Paulus harus anda (maaf) lontarkan ke dalam sumur itu.

    Maaf jika bahasa saya agak kasar dan kurang berkenan.

    Hormat.

    1. gie Says:

      maaf anda blm menjawab satu prtanyaan,,, apakah saudara membenci orang2 yang beragama kristen,,,,?

      kalau menurut saya sih dilihat dari pengalaman saya waktu sekolah dari SD, SMP sampai SMA kebetulan saya sekolah di sekolah Negri jadi mayoritas muslim,, begitu saya sangat di cerca,, dan di remehkan,, apalagi guru agamanya,, setiap pelajaran agama saya terpaksa masuk,, dan pelajaran yang di sampaikan begitu sangat memojokan kaum saya,, bahkan menghina dan menertawakan,, benar2 tidak ada sikap saling menghargai dan menghormati,, itu saya alami selama saya sekolah,,,
      sekali lagi saya ingin bertanya kepada saudara dengan hati tulus dan tanpa amarah,, apakah saudara2 semua yang beragama muslim begitu membenci agama Kristen??? atau mungkin di ajarkan di agama anda untuk membenci agama kristen??? mohon jawab sejujur jujurnya,, kita bicara realitas saja,,, jangan liat kitab suci masing2 dan berkata agama saya baik,, benar,,, asli,, dll,, tp lihat dulu kedalam diri masing2 apakah firman2 yg tertulis dalam kitab suci itu sudah ada dlm hati kalian dan sudah diterapkan dlm kehidupan sehari2 atau belum???? jika anda beriman, berimanlah dgn sungguh2,,, IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH SIA-SIA,,,, jika agama anda baik, cinta damai,, lakukanlah dan perbuatlah,, saya tidak ingin hanya mendengar, tp saya ingin melihat langsung apa yang dikatakan kitab suci/agama anda,,,, kenalkan islam dengan senyuman,, tingkah laku yang baik,,,

      (sabar,,, istighfar,, lihat dari sisi baiknya,, dan berfikiran positif,,,) redam amrah.. =)
      terima kasih,,,

      1. shahil Says:

        Hormat untuk anda gie,

        Jika anda membuka blog saya, saya tidak pernah memulakan hujatan atau cercaan terhadapa mana-mana agama. Dan saya membuat blog asalnya untuk menjelaskan Islam yang saya pelajari dan anuti.

        Sesungguhnya Islam itu jelas menolak kesesatan dan kemusyrikan, Islam mengajarkan kasih sayang antara manusia. Islam mengaturkan tatacara hubungan antara jiran tetangga dimana tidak akan masuk syurga jika jiran mati kelaparan. Bahkan seorang perempuan dimasukkan ke neraka kerana mengurung kucing hingga mati.

        Islam jelas mengajarkan Tuhan itu Esa tanpa ada tafsiran yang mengundang kemusyrikan. Islam menolak penyembahan berhala dan hantu juga batu.

        Namun saya merubah sedikit hala tuju blog saya dengan menjawab hujatan kaum Kristen terhadap Islam. Hujatan ini dimulakan oleh orientalis. Orientalis memulakan serrangan terhadap Islam kerana kekalahan demi kekalahan uamt Kristen di zaman dahulu. Orientalis mempelajari al-Quran bukan untuk memahaminya tetapi memutarbelitkannya. Anda boleh lihat penyelewengan yang saya perbetulkan dalam blog saya.

        Kita berdebat dan berhujah. Namun berapa ramaikah yang berkata “pak Shahil, kita berbahagi ilmu tentang Tuhan. Sila jelaskan Tuhan Islam dan saya jelaskan Tuhan Kristen. Kita komentar berdasarkan ajaran Kitab kita tanpa memojokkan”. Berapa ramai? Ini siapmurtad mempelajari Islam dari mana? Dari ulama Islam atau dari orientalis?

        Makanya saya lebih suka berdiskusi atas dasar kewajaran dan akal. Kerana kita semua sama akalnya. Jika saya mendebat dengan hujah Islam, anda semua akan menolak kerana Islam bukan pegangan anda. Ok, ayuh kita sama-sama berakal maka kita bediskusi dengan akal dan kewajaran.

        Anda boleh lihat seorang Freethinker yang sangat baik yang berdiskusi dalam blog saya iaitu Jockermanzero. Dia tidak berpegang kepada mana-mana agama. Namun dia sangat toleran dan saya juga toleran kerana Islam mengajarkan yang baik wajib dibenarkan. Namun kaum anda bagaimana? Walau telah dijelaskan masih menghujat. Maka andalah yagn seharusnya menasihati kaum anda bukan menasihati saya.

        Baiklah, jika anda mahukan Islam saya mengundang anda melayari blog saya. Disana anda akan menemui Tauhid iaitu untuk mengenal Tuhan dan Tasauf iaitu untuk merasakan Tuhan.

        Dan saya tegaskan, perbuatan guru agama dan rakan Muslim disekolah anda itu bukan sekali-kali ajaran Islam dan saya menantang perbuatan mereka. Namun saya mencabar anda menantang perbuatan kaum Kristen yang sama terhadap Muslim. Jika anda sanggup, barulah adil atau fair. Jika tidak debatan akan terus terjadi.

        Hormat

    2. shinchan Says:

      Pakcik, rupanye pakcik sendiri taktahu apa wujud sebenarnya rupa dari Tuhan itu (saya quote pernyataan Anda sendiri, ‘Makanya ALLah Taala telah menyatakan diriNya “bukan seperti itu”. Apanya? Manusia tidak tahu kerana ia rahsia ALLah Taala. Yang tahu hanyalah Nabi Muhammad ketika mikraj. Namun tiada bahasa untuk menyatakannya kerana “ALLah Taala tidak sama dengan makhluk”. Jika tidak sama bagaimana mahu dikatakan rupanya dan hakikatnya.’) lantas kenapa pakcik paksa patik jelaskan rupa dari Tuhan dg menanyakan apa bagaimana ujudnya Ruh? Harus ada jawaban tentang ujudnya Ruh/ Kalam itu karena bisa melayang dst? Kalam itu sesuatu yg abstrak, sehingga tidak berwujud. Namun, IA bisa mengambil wujud siapa saja, apa saja, kapan saja, dan dimana saja sesuai dengan kemahuanNya. Itulah bentuk kemahakuasaan BELIAU. Pakcik, mengapa malu mengakui satu persamaan persepsi kita bahwa DIA tak berwujud? Anda bersikeras bahwa DIA pasti berwujud tapi Anda sendiri tidak bisa menjelaskan seperti apa bentuknya (yg jelas beda aja.. sama bentuk makhluk ciptaan yg lain. Sy balik tanya, ini apa pakcik? Kalo beda ama makhluk ciptaan terus apa dong bentuknya? Tidak usah pakcik jawab, karena pakcik sudah menjawab dg pernyataan di atas: ITU RAHASIA BELIAU, yg JELAS WUJUDNYA WAJIB BEDA SAMA MAKHLUK CIPTAAN ) karena cuma Nabi saja yg tahu wujud aslinya. Saya pun tidak pernah melihat seperti apa wujudNya, tapi patik percaya DIA ada dan patik tidak mau ambil pusing seperti apa wujud jasad Beliau itu. Bagi patik yg penting adalah bagaimana patik bertindak di muka bumi ini. Bukankah pakcik sendiri juga tidak pernah melihat Beliau? Kita mengalami Deadlock di sini.
      Saya juga tertarik pada pernyataan pakcik bahawa Tuhan adalah sosok yg lemah jikalau DIA mengambil wujud ciptaan. Well, jikalau Abi yg menitis dalam diri Yesus itu menjadi lemah gara-gara mengambil wujud manusia bagaimanakah mungkin alam tunduk padaNYA untuk diam saat angin ribut menerpa perahu murid-muridNYA, setan gemetar ketika melihat kehadirannya di Gerasa, kenapa iblis undur dari hadapan Yesus stl dihardik Yesus dg ucapan, ‘janganlah engkau mencobai Tuhan, Elohim-mu’, dll ? Atas seizin DIA? Kapan Yesus minta izin? Kemahakuasaan BELIAU TIDAK AKAN berkurang sedikitpun meski BELIAU mengambil wujud ciptaan. Justru wujud ciptaan itu akan mjd berbeza dg wujud ciptaanNya yg lain kerana ada Unsur Ilahi yg masuk di dalamnya. Manusia yg bernama Yesus itu menjadi berbeza dg manusia biasa seperti kita kerana ada Unsur Ilahi yg masuk didalam jasadnya. Begitu pula dengan polis yg menyamar (mengambil wujud) menjadi pedagang asongan, orang yg pura-pura lewat di sebuah daerah, memesan ganja dll untuk menangkap penjual ganja. Adakah polis tersebut berkurang wewenang dan powernya untuk tangkap penjahat akibat pengambilan wujud seperti seorang pembeli ganja ? Adakah polis menjadi penjahat? Tetap, ia seorang polis bukan, toh ia cuma menyamar? Apakah dia tak boleh menjadi sosok lain untuk tangkap penjahat guna membedakan polis dengan penjahat? Polis adalah sosok yg berkuasa. Tentulah dia beda dengan penjahat. Bila itu terlalu sulit diterima akal pakcik, saye ambil contoh lain: Air. Bilamana air ditaruh dalam gelas, adakah berkurang cecairannya? Adakah ia tak berbentuk cecair lagi? Ya, ia mengisi ruang dalam gelas, namun ia tetaplah cair bukan? Mohon pakcik tidak menanggapi ini.
      Saya rasa sampai di sini saja pakcik, karena bagaimanapun kita tetap mengalami deadlock. Tak ada guna kita teruskan percakapan ini. Mohon maaf, Saye takkan menanggapi pakcik lagi. Meski demikian, patik menaruh hurmat pada semua pendapat pakcik. Terima kasih atas waktu yg pakcik luangkan dan kesediaan pakcik untuk bercakap dg patik yg rendah ilmunya ini. Sungguh menyenangkan patik bisa cakap dengan orang sepandai pakcik. Mohon maaf bila ada silap kata dari patik yang membuat pakcik tersinggung selama ini.

      Hormat,
      Shinchan

      1. gie Says:

        UNTUK BPK SHAHIL

        hhhhmmm,,,, tp kalo saudara sendiri apakah saudara membenci agama kristen???? only answer this one question,,,,hehehe,,, jika iya kenapa,, jika tidak sy senang sekali,,,, setidaknya sy merasa(berharap) agama islam itu emang benar2 agama yg cinta damai,,, aaaamin

        untuk SHINCAN (MALAYSIAN)

        Anda dengan semangatnya mengetik rincian demi rincian untuk menegaskan bahwa islam itu paling benar,,, i pround of you,,,
        tp yang perlu anda camkan,,, JANGAN TERUS MEMBANDINGKAN KRISTEN DENGAN ISLAM,,, sudah jelas2 BEDA,,, ga ada sama2 nya,,,, awak PAHAM??? ini berlaku untuk semua ORANG YG BERAGAMA !!!! jangan membanding2kan dan merasa paling benar!!!!!! SEMUA AGAMA BEDA!!!!!!!!! untuk apa membahas hal macam nie,,, shinchan dengan semangatnya mengetik sampai berpuluh puluh ribu kata,, tak cape apa kau??? meskipun mengetik sampai memenuhi website nie,,, kau ga akan bisa terus menjatuhkan agama lain!!!! hey,, sadarlah kau wahai manusia terpuji,,,, terimalah perbedaan,,, jadikan perbedaan sebagai kekayaan yang luarbiasa,,,,, damai lebih indah,,,, dari pada terus berdebat,, malah menambah permsusuhan,, kebencian,, cobalah kalau membuat website itu digunakan untuk saling share,,, curhat,,, jangan di jadikan seperti tempat bertandingnya antara banteng dan bison!!!!!!! macam mana pula kau,,,, sudah sudah,,, jangan di lanjutkan,,,,!!!! kita bicara REALITAS SAJAH

      2. shinchan Says:

        yth. saudara/ saudari Gie…
        Sy tidak membela siapapun. Saya hanya mencoba berdialog dengan pakcik shahil dengan bahasa beliau. Sesungguhnya, saya juga bukan orang Malaysia. Saya tidak akan pernah lelah memberitakan FIRMAN sesuai dengan apa yang telah sy pahami sampai saat ini. Tuhan memberkati :)

  69. gie Says:

    maaf anda blm menjawab satu prtanyaan,,, apakah saudara membenci orang2 yang beragama kristen,,,,?

    kalau menurut saya sih dilihat dari pengalaman saya waktu sekolah dari SD, SMP sampai SMA kebetulan saya sekolah di sekolah Negri jadi mayoritas muslim,, begitu saya sangat di cerca,, dan di remehkan,, apalagi guru agamanya,, setiap pelajaran agama saya terpaksa masuk,, dan pelajaran yang di sampaikan begitu sangat memojokan kaum saya,, bahkan menghina dan menertawakan,, benar2 tidak ada sikap saling menghargai dan menghormati,, itu saya alami selama saya sekolah,,,
    sekali lagi saya ingin bertanya kepada saudara dengan hati tulus dan tanpa amarah,, apakah saudara2 semua yang beragama muslim begitu membenci agama Kristen??? atau mungkin di ajarkan di agama anda untuk membenci agama kristen??? mohon jawab sejujur jujurnya,, kita bicara realitas saja,,, jangan liat kitab suci masing2 dan berkata agama saya baik,, benar,,, asli,, dll,, tp lihat dulu kedalam diri masing2 apakah firman2 yg tertulis dalam kitab suci itu sudah ada dlm hati kalian dan sudah diterapkan dlm kehidupan sehari2 atau belum???? jika anda beriman, berimanlah dgn sungguh2,,, IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH SIA-SIA,,,, jika agama anda baik, cinta damai,, lakukanlah dan perbuatlah,, saya tidak ingin hanya mendengar, tp saya ingin melihat langsung apa yang dikatakan kitab suci/agama anda,,,, kenalkan islam dengan senyuman,, tingkah laku yang baik,,,

    (sabar,,, istighfar,, lihat dari sisi baiknya,, dan berfikiran positif,,,) redam amrah.. =)
    terima kasih,,,

    1. shahil Says:

      Jawaban saya di atas sana…

      Saya ulang:

      1) Saya tidak pernah membenci orang Kristen kerana saya juga punya ramai rakan kristen di sini.

      2) Saya bisa sahaja menjelaskan Islam secara baik. Maka anda boleh melihat blog saya untuk itu

      3) Saya tidak pernah memulakan hujatan melainkan menuruti rentak tari anda semua. Biasanya anda memulakan dengan baik tetapi apabila anda semua gagal menjawab, mulalah keluar kalimat “tonk”, “bodoh” dan lain-lain.

      4) Anda boleh mlihat Jockermanzero yang tidak punya agama berdiskusi dengan cukup baik dengan saya.

      5) Islam memang mengajarkan kasih sayang. Anda boleh melihat Hadith akan masuk neraka orang mengurung kucing hingga mati. Bahkan ahli puasa akan masuk neraka hanya kerana mengumpat (menggonjeng)orang.

      6) Jika anda semua berkata baik, saya akan juga berkata baik. Jika tidak saya akan menuruti apa juga rentak anda semua. Namun saya serring memaafkan hujatan anda.

      7) Saya menantang cercaan Muslim kepada anda semua kerana Islam tidak pernah mengajar mencerca agama lain. Dan saya menuntut anda juga demikian. Apakah anda boleh? Apakah anda boleh berkerjasama dengan orang Muslim? Kayaknya tidak kerana Paulus anda berkata “jangan kamu berkerjasama dengan orang bukan Islam…(Bible Sociaty of Malaysia)”

      8) Anda tidak harus marah jika iktiqad ketuhanan anda dikoreksi jika ia mantap dan ada jawaban bagi apa juga argument yang bertali arus.

      Ok?

      Hormat

      1. pencari ilmu Says:

        salam hormat pak Shahil…
        saya quote pernyataan Anda,”Apakah anda boleh berkerjasama dengan orang Muslim? Kayaknya tidak kerana Paulus anda berkata “jangan kamu berkerjasama dengan orang bukan Islam…(Bible Sociaty of Malaysia)” Itu diambil dari kitab apa dan ayat berapa? Saye rasa tak adalah kata-kata itu dalam bible. Alkitab ditulis jauh sebelum Islam ada. Penulis Alkitab jelas tdk mengenal orang Islam. Bagaimana mungkin dia (Paulus) menulis boleh/ tdk boleh bekerjasama dg orang bukan Islam ?

  70. Haris Says:

    Sudah dijelaskan dengan tegas koq masih pada ribut.

    Islam itu rahmatan lil ‘alamin…

  71. ilham othmany Says:

    Pada tahun 1947, sekumpulan kanak-kanak menemukan 1 set skrol di
    dalam gua di pantai Laut Mati. Setalah diteliti, lalu disimpulkan
    bahwa skrol ini dikenal sebagai milik satu mazhab Yahudi yang amat
    alim yang hidup beberapa abad sebelum kelahiran Jesus (a.s.).
    Hershel Shank di dalam bukunya “Understanding the Dead Sea Scroll”
    berkata:
    “Begitu Skrol Laut mati ditemukan, manuskrip-manuskrip yang seribu
    tahun lebih tua daripada teks Bible dalam bahasa Ibrani yang ada,
    manuskrip-manuskrip yang sebagian besar ditulis seratus tahun
    sebelum kelahiran Jesus dan sekurang-kurangnya salah satunya
    mungkin telah ditulis hampir tiga ratus tahun sebelum perjalanan
    Maryam dan Yusuf ke Bethlehem.” “Understanding the Dead Sea
    Scroll”, Hershel Shank, m.s. 7-8

    Ekspedisi lain dikerjakan dengan segera ke atas gua-gua lain di
    kawasan tersebut untuk mencari skrol-skrol purba lain yang mungkin
    terdapat di situ. Sekumpulan kecil sarjana-sarjana “antara bangsa”
    di Israel diberikan kesempatan yang eksklusif kepada skrol-skrol
    tersebut, dan orang lain dilarang sama sekali melihat teks tersebut
    (Prof. Eisenman mengatakan bahwa satu hambatan terbesar untuk
    menerbitkan skrol-skrol tersebut adalah “sesungguhnya, team antara
    bangsa tersebut bukanlah benar-benar terdiri dari berbagai
    bangsa”). Prof. Eisenman adalah salah seorang yang memainkan
    peranan penting dalam drama yang akhirnya menyebabkan skrol
    tersebut dilepaskan. Di dalam bukunya “The Dead Sea Scroll
    Uncovered”, beliau berkata:
    “Pada musim bunga tahun 1986, tidak lama sebelum beliau meninggalkan
    Jerusalam, Profesor Eisenman dan seorang sarjana Britain bernama
    Philip Davies dari University of Sheffield telah betemu dengan
    salah seorang pegawai-pegawai Israel yang bertanggungjawab dalam
    hal ini – beliau adalah pejabat di Departemen Arkeology
    (sekarang ‘Autoriti’), salah seorang dari Team antar bangsa
    tersebut dan Kurator Skrol di Muzium Israel. Mereka didikte dengan
    tegas, ‘Anda tidak akan dapat melihat Skrol-skrol tersebut semasa
    hayat anda.’.”
    Ini menyebabkan mereka bertindak, dan akibat kenyataan tersebut,
    usaha besar-besaran dilancarkan dan lima tahun kemudian, melalui
    publisiti pihak media, kebenaran mengkaji skrol tersebut
    diperolehi. Prof. Eisenman akhirnya memperolehi 1800 gambar
    skrol-skrol tersebut yang sebelum ini tidak diterbitkan. Buku
    tersebut seterusnya menceritakan:

    “Eisenman sedang menyediakan Edisi Faksimili semua plat yang belum
    diterbitkan. Ini dijadualkan akan diterbitkan pada musim bunga
    depan melalui E.J. Brill di Leiden, Belanda. Bagaimanapun, sepuluh
    hari sebelum tarikh dijadualkan akan diterbitkan pada bulan April
    1991, setelah menerima tekanan daripada Team antar bangsa tersebut,
    penerbit tersebut menarik diri tanpa penjelasan dan Hershel Shanks
    (pengarang ‘Biblical Archeology Review’) dan Persatuan Arkeologi
    Biblikal telah membantu untuk mengatasi perbuatan mungkir janji
    ini.”
    Akhirnya pada bulan September 1991, beberapa scroll tersebut dibuka
    secara resmi dan dua bulan kemudian Edisi Faksimili sebanyak dua
    jilid diterbitkan.

    Kita telah membaca kata-kata Tom Harpur dalam pendahuluan
    bukunya: “Perkembangan terpenting sejak 1986 mengenai hal ini
    adalah penemuan gelaran “Anak Tuhan” dalam salah satu manuskrip
    papirus Qumran (Skrol Laut Mati) yang digunakan terhadap seseorang
    selain daripada Jesus… ini hanya menguatkan lagi teory bahawa
    gelaran Anak Tuhan di dalam masyarakat Yahudi pada abad pertama
    sama sekali tidak sama dengan Tuhan sendiri.” “For Christ’s Sake”,
    m.s. xii

    Skrol Laut Mati terdiri lembaran-lembaran dari banyak manuskrip,
    tetapi di antara yang paling menarik adalah teks Pesher. Teks
    Pesher adalah rentetan tafsiran ayat-ayat Biblikal yang disusun
    oleh golongan yang paling berilmu di kalangan bangsa Yahudi.
    Perkataan tersebut diterbitkan dari perkataan akar Hebrew p-sh-r
    yang bermaksud “menerangkan”. Teks tersebut mengandungi
    petikan-petikan dari Bible diikuti dengan “pesher ha davar” yang
    bermaksud “tafsiran perkara ini adalah”, dan diikuti oleh tafsiran
    ke atas petikan tersebut.
    Asas semua teks ini adalah sejarah telah ditentukan oleh Tuhan.
    Dengan kata lain, Tuhan tidak tergantung pada sesuatu perkara
    sebagai “masa lalu”, “sekarang”, atau “masa depan”, sebaliknya
    sepanjang zaman adalah ibarat buku yang terbuka bagi Tuhan ( lihat
    tentang konsep ini dalam Al-Quran). Sesungguhnya, beginilah caranya
    nabi-nabi menerima “ramalan-ramalan” kerana Tuhan “melihat” masa
    depan.
    Mulai dari sini kutipan dari teks yang telah ditulis lebih kurang
    100 tahun atau lebih sebelum kedatangan Jesus (a.s.), menyatakan
    bahwa tarikh ini dJesushkan melalui analJesus kesusasteraan, dan
    bahwa penyusunnya adalah dari mazhab Yahudi yang amat beragama dan
    taat. Berpegang kepada fakta ini, mari kita lihat apa kata mereka.
    Mereka yang mengkaji skrol-skrol ini telah mendapati bahwa satu
    tema yang meluas dalam manuskrip-manuskrip ini adalah kebanyakan
    teks pesher meramalkan kedatangan “Guru Saleh” yang akan diutuskan
    oleh Tuhan kepada bangsa Yahudi. “Guru Saleh” ini akan ditentang
    oleh “Guru Penipu” dan “Paderi Yang Jahat”. Skrol-skrol ini juga
    meramalkan kedatangan DUA penyelamat. Dua penyelamat ini disebut
    sebagai penyelamat kepaderian dan penyelamat duniawi. Apa yang kita
    dapati di sini adalah satu golongan Yahudi yang taat yang yakin
    bahwa masa kedatangan dua penyelamat ini telah hampir, dan dengan
    demikian, mereka bersiap sedia menunggu kedatangannya dengan
    mengasingkan diri mereka dari masyarakat Yahudi, dan mengabdikan
    hidup mereka beribadat dan menunggu kedatangan tersebut.
    “Menurut pendapat yang paling berpengaruh dalam teks taifah dari
    Qumran, dua orang penyelamat akan memimpin perhimpunan Hari Kiamat,
    seorang kepaderian dan seorang lagi bukan kepaderian.” “Reclaiming
    the Dead Sea Scroll”, Lawrence H. Schifman, m.s. 321-322

    Bangsa Yahudi meramalkan kedatangan dua Penyelamat. Mereka mengenali
    Penyelamat pertama sebagai penyelamat yang akan menjalankan
    tugas-tugas “kepaderian” atau “ekesiastikal”. Mereka mengenali
    Penyelamat kedua sebagai penyelamat yang akan menjalankan
    tugas-tugas “raja” atau “ketenteraan”. Dua ramalan ini merujuk
    kepada Jesus (a.s.) dan Muhammad (s.a.w.). Jesus (a.s.) memang
    diketahui menjalankan tugas-tugas “kepaderian”nya. Bagaimanapun,
    tidak seperti nabi-nabi seperti Daud (a.s.) dan Musa (a.s.), beliau
    tidak pernah memimpin tentera, tidak pernah menubuhkan kerajaan,
    dan tidak pernah mengarahkan pengikut-pengikutnya melancarkan
    peperangan. Sebaliknya, beliau selalu menyeru kepada kedamaian dan
    penyerahan dan untuk membiarkan pemerintahan negara di tangan orang
    lain (Matius 22:21). Beliau memberitahu pengikut-pengikutnya yang
    beliau ada banyak perkara yang beliau ingin ajarkan kepada mereka,
    tetapi mereka belum sanggup memikulnya, dan bahawa terdapat orang
    lain yang akan data
    ng selepasnya yang akan mengajar mereka semua kebenaran (Yohanes
    16:7-14). Muhammad (s.a.w.) juga pada mulanya mengajar penyerahan.
    Bagaimanapun, Tuhan Yang Maha Kuasa membenarkan ajaran-ajarannya
    matang hingga ke tahap di mana ia berupaya mempertahankan dirinya
    dan melaksanakan keadilan di bumi dan menghapuskan kejahatan. Oleh
    itu, seperti mana banyak nabi-nabi di dalam Perjanjian Lama telah
    melancarkan peperangan menentang penyembah berhala di negara-negara
    yang berhampiran, begitu juga pengikut-pengikut Muhammad mengambil
    bahagian dalam banyak peperangan atas nama Tuhan dan akhirnya
    Kerajaan Islam meliputi dari China ke Sepanyol. Mereka yang bukan
    pengikut Muhammad pun mengenalinya dengan baik. Tetapi bagaimanakah
    mereka mengenalinya? Mereka mengenalinya melalui
    tindakan-tindakan “rajanya”, bukan melalui sifat “kepaderian”nya
    yang dilihat oleh pengikut-pengikutnya.

    Kemudian skrol tersebut menceritakan bagaimana “Kittim” (Kerajaan
    Roma) dan raja-raja Greek mencoba untuk menaklukan Jerusalam
    (lambang golongan beriman), Dalam Sejarah Kristen diceritakan
    bagaimana Roma akhirnya mengambil alih keseluruhan agama Kristian
    dan “melindunginya” dan “menyebarkannya” setelah
    ia “diperjelaskan”, dan doktrin-doktrinnya ditentukan dan
    dipelihara melalui falsafah masyarakat Greek.

    “Beberapa teks menceritakan mengenai seorang nabi eskatologikal yang
    akan mengumumkan kedatangan seorang penyelamat, seorang yang
    seperti Elijah di dalam tradisi rabai.” “Reclaiming the Dead Sea
    Scroll”, Lawrence H. Schiffman, m.s. 323

    Sekali lagi, dijelaskan bahwa kaum Yahudi bukannya sedang menunggu
    seorang nabi untuk “menyedikan jalan” bagi Jesus (a.s.)
    dan “mengumumkan” kedatangannya (ini adalah Yohanes Pembaptis),
    tetapi mereka juga menunggu seorang penyelamat selepas kedatangan
    Jesus (a.s.).

    Merujuk kepada manuskrip bertajuk “The Rule of Community”, ayat
    9:11-12, Schiffman berkata:
    “Tanpa ragu-ragu, teks ini merujuk kepada dua penyelamat yang akan
    diumumkan oleh seorang nabi eskatologikal. Berdasarkan
    manuskrip-manuskrip di gua 4 mengenai Peraturan MasyarakatYahudi,
    Team penerbitan yang awalnya berteory bahwa petikan ini ditambah ke
    teks tersebut pada masa kemudian dalam sejarah mazhab tersebut.
    Bagaimanapun, bukti dalam manuskrip-manuskrip ini tidak mencukupi
    untuk menyokong teory ini. Sejauh yang dapat dilihat, konsep
    penyelamat adalah bagian dari Peraturan Masyarakat tersebut,
    semenjak naskah ini ditulis.” “Reclaiming the Dead Sea Scroll”,
    Lawrence H. Schiffman, m.s. 324

    Sarjana-sarjana Kesusastraan Barat yang menekuni penelitian ini,
    berpendapat bahwa Skrol Laut Mati menyebut banyak lagi
    ramalan-ramalan yang menakjubkan dan Terdapat banyak keserasian
    dengan Al-Quran milik orang Islam, dan juga ramalan tentang
    rentetan peristiwa-peristiwa dalam sejarah, seperti
    mengenai “penggubah ayat-ayat Tuhan” (merubah dan menggampangkan
    aturan-aturan Taurat) yang mungkin tertuju pada Paulus dan
    pengikut-pengikutnya yang meretorika agama Nasrani setelah Jesus
    a.s pergi, dan mengkalim bahwa wahyunya datang secara langsung
    melalui mimpi bertemu dengan Jesus.

    Salah seorang dari peneliti naskah laut mati adalah seorang
    Misionaris yang bernama Dr. Barbara Thiering yang kini telah
    meninggalkan agama Kristen dan menganut keyakinan sendiri bahwa
    Tuhan adalah Esa dan Jesus adalah manusia, silahkan baca
    bukunya: “Jesus The Man”.

  72. Anjas Ramadhan Says:

    Ini semua cuma profokasi, diemin aja lah..biarkan anjing menggonggong…

  73. Samuel Hadi Says:

    ORANG YANG DILAHIRKAN DARI ROH ADALAH ROH
    Yohanes 3:6

    Kalimat yang menarik:”Orang yang dilahirkan dari Roh adalah roh”, diucapkan oleh Putera Maria, karena sesungguhnya Ia sendiri dilahirkan dari Roh Tuhan. Karena itu Ia memenuhi syarat untuk membuat statement yang sangat impresif seperti itu. Qur’an sendiri menegaskan misteri Kristus beberapa kali. Ketika Jibril menampakkan diri kepada Sang Perawan Maria, ia menegaskan padanya bahwa Tuhan mengutusnya hanya dengan satu tujuan, yaitu untuk memberikan padanya seorang anak laki-laki yang tidak berdosa dan yang baik:

    Ia (Jibril) berkata,”Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (Sura Maryam 19:19)

    قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا

    Perawan Maria menjawab malaikat itu, bahwa tak seorang laki-laki pun pernah menyentuhnya, ia sendiri juga belum menikah, juga tak ada yang pernah memperkosanya. Ia menegaskan bahwa ia benar-benar masih seorang perawan; sebab itu adalah mustahil baginya untuk mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Kesaksian ini muncul 2 kali dalam Qur’an. Keperawanan Maria adalah sebuah keyakinan yang tidak bisa disingkirkan dalam Islam:

    “Maryam berkata,’Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina!” (Sura Maryam 19:20; lihat juga Al ‘Imran 3:47)

    قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا

    Ia yang membaca ayat ini bisa mempercayai bahwa Maria adalah benar-benar seorang perawan ketika ia menerima Puteranya dari Roh Allah.

    Dari Sura al-Anbiya, kita bisa menarik lebih banyak detil-detil tentang bagaimana Kristus dikandung dalam diri seorang Perawan Maria:

    “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. “ (Sura al-Anbiya 21:91)

    وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ

    Ayat yang terkenal ini menyingkirkan beberapa kesalah-pahaman dan mengklarifikasikan bahwa Kristus tidak dilahirkan dari Maria melalui Jibril, sebagaimana diklaim oleh sejumlah penghujat, tetapi Allah sendirilah yang meniupkan RohNya ke dalam diri Maria! Roh Allah tidak menurunkan Kristus melalui kontak seksual, melainkan spiritual. Yang Maha Kuasa tidak meniupkan Jibril, roh yang diutusnya, ke dalam Maria, melainkan dari RohNya sendiri. Merupakan sesuatu yang bisa diterima untuk membuat kesimpulan dari ayat ini bahwa Putera Maria pada saat yang sama adalah seorang Putera melalui Roh Allah, atau merupakan Anak “spiritual” dari Allah. Merupakan sebuah penghujatan dan tidak beralasan memikirkan mengenai sebuah konsepsi seksual dari Kristus dalam diri Maria. Tak ada satu pun orang percaya yang bisa menerima hujatan seperti itu.

    Qur’an menyatakan sebanyak 16 kali bahwa Allah tidak memiliki anak, dan hal ini adalah benar, selama yang dimaksudkan adalah bahwa Ia tidak memiliki anak secara seksual:

    “Dia (Allah) tiada beranak dan tiada pula diperanakkan
    dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia” (Sura al-Ikhlas 112:3-4)

    لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
    وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

    Keberadaan Putera Maria dalam kandungan ibunya adalah sebuah tindakan spiritual dan bukan seksual; karena itu, Ia dilahirkan suci dan murni. Qur’an dan tradisi-tradisi menegaskan bahwa Kristus dilahirkan dengan tiada bernoda (imakulata) dan tanpa dosa (Sura Maryam 19:19; bandingkan juga dengan Sura al-‘Imran 3:36)

    Lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya
    Ruh dari Kami
    Dan Kami jadikan dia dan anakNya (untuk menjadi)
    Sebuah tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam
    (Sura al-anbiya 21:91)

    Kesaksian Injil Tentang Kelahiran Putera Maria

    Ia yang mengenali ayat-ayat Qur’an yang disebutkan di atas, juga sebaiknya membaca teks-teks Injil mengenai kelahiran Kristus, sebagaimana yang dicatat oleh seorang dokter Yunani, Lukas, 600 tahun sebelum Qur’an ditulis. Lukas ditanya oleh seorang penguasa Romawi di Antiokia, bernama Theophilus, untuk mencari dengan seksama di Tanah Suci bagaimana Yesus dilahirkan, apa yang Ia pernah ucapkan, apa yang pernah Ia lakukan, dan bagaimana terjadinya peristiwa kematian dan kebangkitanNya (Lukas 1:1-4).
    Lukas pun pergi dan bertanya kepada para saksi mata, khususnya Maria, sebab sebagai seorang dokter, ia tidak bisa mengerti bagaimana seorang perawan bisa melahirkan tanpa seorang pria. Maria memberitahukan kepadanya secara detil bagaimana malaikat menampakkan diri dan berkata kepadanya:

    28 “Salam, hai engkau yang dilimpahi anugerah, YAHWEH besertamu, hai engkau yang diberkati di antara para wanita!”

    29 Namun setelah melihatnya, dia dibuat bingung oleh perkataannya itu dan dia bertanya-tanya apa maksud salam ini.

    30 Dan malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut Maria, sebab engkau telah mendapat anugerah dari Elohim.
    31 Dan lihatlah, engkau akan mengandung di dalam rahimmu, dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau akan menyebut Nama-Nya YESUS.
    32 Dia akan menjadi besar dan akan disebut PUTRA YANG MAHA TINGGI, dan YAHWEH, Elohim, akan mengaruniakan kepada-NYA takhta Daud, leluhur-Nya.
    33 Dan Dia akan memerintah atas keturunan Yakub sampai selamanya, dan kerajaan-Nya tidak akan berakhir.”
    34 Dan Maria berkata kepada malaikat itu, “Bagaimana hal ini akan terjadi karena aku belum mengenal laki-laki?”

    35 Dan sambil menjawab, malaikat itu berkata kepadanya, “ROH KUDUS akan turun ke atasmu dan KUASA YANG MAHA TINGGI akan menaungi engkau; karena itu pula, yang dilahirkan itu KUDUS, Dia akan disebut PUTRA ELOHIM.
    (Injil tentang Kristus dari Penginjil Lukas 1:28-35, KSILT)

    Ia yang membaca laporan dalam Injil ini, dengan penjelasan dari malaikat Gabriel, bisa memilih dari situ beberapa gelar dan karakteristik dari Putra Maria:

    NamaNya adalah YESUS, yang secara literal artinya,”YAHWEH yang menyelamatkan”, karena ia menyelamatkan umatNya yang terhilang dan berdosa dari dosa-dosa mereka (Matius 1:21)

    Ia adalah pribadi yang luar biasa, dan akan disebut PUTRA YANG MAHA TINGGI.

    Ia akan menjadi seorang RAJA yang memerintah, dan akan diberikan tahta Daud bapaNya.

    KerajaanNya adalah kerajaan yang kekal dan merupakan kerajaan spiritual.

    ROH KUDUS akan datang kepada ibunya dan KUASA DARI YANG MAHA TINGGI akan menaunginya.

    Karena itu, orang yang akan dilahirkan daripadanya akan disebut PUTRA TUHAN “spiritual”.

    Nubuatan-nubuatan ini secara literal tidak ditemukan dalam Qur’an, tetapi Jibril merangkum realitas ini ke dalam satu ayat:

    “…Sesungguhnya Al Masih, Isa Putera Maryam itu, adalah utusan Allah (rasul) dan (yang diciptakan dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam, dan sebuah Roh dariNya…” (Sura al-Nisa 4:171)

    إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ

    Qur’an menyebut Putera Maria sebagai “Roh Dari Allah”. Istilah ini memperlihatkan bahwa Kristus bukanlah seorang manusia biasa, yang dilahirkan dari seorang ayah dan ibu, tetapi Ia adalah inkarnasi dari Roh Allah. Yang Maha Kuasa mempercayakan Firman dan RohNya kepada Perawan Maria; karena itu, PuteraNya adalah “Roh Yang Berjalan”, sebagaimana Ia sendiri nyatakan di dalam Injil:

    “Orang yang dilahirkan dari Roh adalah roh”
    (Yohanes 3:6)

    Banyak orang yang tidak bisa dengan gampang memahami rahasia ini, sebab Roh Tuhan masih belum membuka mata batin mereka akan realitas spiritual ini. Ia yang meminta Tuhan untuk mengurapi hatinya dengan Roh Kebenaran dan agar Tuhan mengaruniakan kepadanya karunia untuk membedakan roh, dengan cepat akan bisa mengenali bahwa Kristus datang dengan banyak tanda-tanda ajaib yang mempelihatkan akan kuasa keilahianNya. Petera Maria bukan hanya inkarnasi dari Roh Tuhan, tetapi bahwa Ia juga bekerjasama denganNya secara dekat untuk menyembuhkan yang sakit, mengusir setan-setan, membangkitkan orang mati dan untuk memperdamaikan dunia dengan Tuhan (2 Korintus 5:18-21). Tak ada seorang pun yang sanggup melakukan hal-hal besar ini kecuali Roh Tuhan ada di dalam dirinya.

    Ia yang ingin memahami hakekat, cara, tindakan-tindakan dan tujuan dari Kristus harus memohon kepada Tuhan untuk mengurapiNya dengan Roh Yang Memberkati ini, yang olehNya Kristus dilahirkan, sehingga ia bisa memahami realitas Putera Tuhan “spiritual”.

  74. ilham othmany Says:

    Sekitar 2 abad setelah Kerajaan Israel yang musyrik dan tidak mempunyai rasa sesal digulingkan, dan seluruh penduduk dari 10 suku dideportasi ke Assyria, Yerusalem, dan bait agung Sulaiman diratakan dengan tanah oleh bangsa Khaldea, dan sisa-sisa keturunan suku Yudas dan Benjamin yang tidak terbantai dipindahkan ke Babylonia. Setelah penahanan selama beberapa tahun, bangsa Yahudi diizinkan untuk pulang ke negeri mereka dengan kewenangan penuh untuk membangun kembali kota dan bait mereka yang telah hancur.

    Ketika fondasi-fondasi rumah Tuhan yang baru diletakkan, terjadi luapan kegembiraan dan sambutan yang luar biasa dari umat; sementara para orang tua yang pernah menyaksikan bait Sulaiman yang indah sebelumnya tiba-tiba hanyut dalam tangisan pilu. Pada upacara yang khidmat inilah Yang Maha Kuasa mengutus hambaNya, Nabi Hagai, untuk menghibur umatnya yang sedih dengan pesan penting ini:

    �Aku akan menggoncangkan segala bangsa, dan Himda untuk semua bangsa ini akan datang, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman Tuhan semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi Syalom, demikianlah firman Tuhan semesta alam.” (Haggai 2:7-9) [Haggai pasal tujuh dalam teks berbahasa Ibrani: (7) wəhirə�a�ət� �et-kāl-hagōwyim �b ā�� hemədat kāl-hagōwyim �millē�t� �et-habayit hazzeh kāb ōwd �āmar yəhw� səb ā�ōwt: (8) l� hakesef wəl� hazz�āb nə�um yəhw� səb ā�ōwt: (9) gādōwl yihəyeh kəbōwd habayit hazzeh hā�ahărōwn min-hāri��ōwn �āmar yəhw� səb ā�ōwt �b ammāqōwm hazzeh �etēn �ālōwm nə�um yəhw� səb ā�ōwt]
    marilah kita melihat Bible versi bahasa Inggris, yang telah mengubah kata himda dan Syalom dalam bahasa Yahudi aslinya menjadi berturut-turut desire (hasrat) dan Peace (perdamaian).

    Para ahli tafsir Yahudi dan Kristen sama-sama memberikan perhatian yang sangat besar terhadap dua janji yang terkandung dalam nubuat diatas. Mereka memahami prediksi mesias dalam kata Himda. Sebenarnya, disinilah nubuat yang sangat hebat, ditegaskan melalui sumpah Tuhan yang biasa dalam alkitab, �kata Tuhan Sabaoth� diulang-ulang 4 kali. Jika nubuat ini dipahami dari pengertian abstrak kata himda dan Syalom sebagai desire dan peace, maka nubuat menjadi tak lebih dari sebuah aspirasi yang tidak dapat kita pahami. Tetapi, jika kita memahami istilah himda sebagai sebuah gagasan konkrit, sebuah gagasan pribadi dan realitas, dan kata syalom, bukan suatu kondisi, melainkan suatu kekuatan yang hidup dan aktif dan sebuah agama yang pasti tidak dipungkiri adanya, maka nnubuat ini pasti benar dan terpenuhi pada sosok Ahmad dan tegaknya Islam. Karena himda dan Syalom-atau Sylama- persis memiliki pengertian yang sama dengan, berturut-turut, Ahmad dan Islam.

    Sebelum berusaha membuktikan pemenuhan nubuat ini, ada baiknya menjelaskan dulu etimologi dari dua kata itu sesingkat mungkin.

    Himda. Ungkapan dalam bahasa ibraninya berbunyi ����b ā�� hemədat kāl-hagōwyim�.� Yang secara harfiah berubah ke dalam bahasa inggris menjadi � and will come the Himda of all nations� (dan akan datang Himda untuk semua bangsa). Akhiran hi dalam bahasa Ibrani, sebagaimana dalam bahasa Arab, diubah menjadi th, atau t apabila dalam kasus genitif. Kata �himda� berasal dari kata Ibrani �atau malah Arami- yang tidak dipakai lagi, yaitu hmd (konsonan-konsonan yang diucapkan hamad). Dalam bahasa Ibrani, hamad umumnya digunakan dalam arti keinginan, kerinduan, selera, dan hasrat yang besar.

    Perintah kesembilan dari Decalogue (Sepuluh perintah) adalah : �Lo tahmod ish reikha� (janganlah engkau merindukan istri tetanggamu) dalam bahasa Arab kata kerja hamida, dari konsonan yang sama hmd, artinya terpuji, dan seterusnya. Apa yang lebih terpuji dan terkenal dan paling diharapkan, dirindukan dan diinginkan? Yang mana, dari 2 makna itu, kenyataan bahwa Ahmad dalam bentuk bahasa Arab dan Himda tetap tak terbantahkan dan meyakinkan.

    �Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.� (QS Ash Shaff 61:6)

    Al-Qur�an menyatakan bahwa Yesus memberitahukan kepada bangsa Israel akan kedatangan seorang rosul dari Tuhan yang namanya adalah Ahmad. Injil Yohannes, yang ditulis dalam bahasa Yunani, menggunakan nama Paracletos, sebuah kata yang tidak dikenal dalam literatur Yunani klasik. Namun, Periclytos, yang persis cocok dengan Ahmad dalam artian �amat terkenal�, �mulia�, dan �terpuji�, dalam tingkat superlatifnya, pasti merupakan terjemahan kedalam bahasa Yunani dari kata Himda atau mungkin dalam bentuk bahasa Arami nya yakni Hamida, sebagaimana yang diucapkan oleh Yesus. Waduh! Sudah tidak ada kitab Injil dalam bahasa asli yang digunkan oleh Yesus.

    1. Adapun mengenai etimologi dan pengertian dari kata Syalom, Syalam� dan kata arab Salam, Islam, kita tidak perlu menghambat pembaca dengan membawa-bawa kedalam uraian-uraian lingustik. Setiap sarjana bahasa Semit mengetahui bahwa Syalom dan Islam berasal dari satu kata yang sama dan bahwa keduanya berarti “kedamaian, ketundukan, dan penyerahan diri”.

    Agar dapat memahaminya dengan lebih baik, perhatikan nubuat lainnya, dari Perjanjian Lama kitab Maleakhi 3:1 [Maleakhi 3:1 dalam teks berbahasa ibrani adalah : �hinən� �ōlēha malə�āk� �finn�-derek ə ləfānāy �fitə�ōm yābōw� �el-h�k ālōw hā�ādōwn| �ă�er-�atem məb aqə��m �malə�ak ə habər�t �ă�er-�atem hăfēs�m hinnēh-b ā� �āmar yəhw� səb ā�ōwt�]

    �Lihat, Aku menyuruh utusanKu, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu! Dengan mendadak Tuan (Adon) yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman Tuhan Semesta Alam.�

    Kemudian bandingkan dengan kearifan Al-Qur�an dibawah ini.

    �Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari (bait Allah) Masjid Harom (di Mekkah) ke (bait Allah) Masjid Aqsha (di Yerusalem) yang telah Kami berkahi sekelilingnya.� (QS al-Isro :1)

    Bahwa yang dimaksud orang yang datang mendadak/ tiba-tiba ke bait Allah, seperti yang didokumentasikan oleh 2 kitab suci diatas adalah Muhammad!, dan bukan Yesus. Maka argumen-argumen berikut pasti cukup meyakinkan setiap peneliti yang objektif :

    a. Hubungan erat dan mirip antara kedua tetrogram Himda dan Ahmad, dan identitas akar kata hmd dimana kedua kata tersebut berasal, tidak meninggalkan keraguan bahwa subjek dalam kalimat �Dan Himda untuk semua bangsa akan datang� adalah Ahmad (Muhammad).

    Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Jubair bin Muthim, bahwasanya Rasullulah SAW (Muhammad) bersabda: “Sesungguhnya aku mempunyai banyak nama, aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahiy (penghapus) yg dengan aku (maka) Allah hapuskan segala kekufuran, aku adalah Al Hasyir (penghimpun) yg dengan aku manusia dikumpulkan dibawah naunganku, dan aku adalah Al’Aqib (penutup)”.

    Tidak ada hubungan etimologis sedikit pun antara himda dan nama-nama lainnya seperti �Yesus� ataupun �Kristus�. Bahkan satu konsonan pun tidak ada yang sama diantara keduanya.

    b. Meskipun dibuktikan bahwa bentuk bahasa Ibrani Hmdh (baca Himdah) adalah kata benda abstrak yang berarti “keinginan, nafsu, kerinduan, dan pujian”, namun argumen tersebut lagi-lagi cocok dengan tesis kita. Karena bentuk bahasa Ibrani tersebut, secara etimologis, justru sama dalam makna dan persis artinya dengan bahasa arab Himdah. Makna apapun yang Anda kehendaki dari tetrogram hmdh, hubungannya dengan Ahmad bersifat menentukan, dan tidak ada hubungannya dengan Yesus.

    Jika St. Jerome dan sebelum dia para penulis Septuagint, telah mempertahankan seutuhnya bentuk bahasa Ibrani Hmdh, daripada menuliskan kata latin Cupidatas atau kata Yunani Euthymia, barangkali para penerjemah yang ditunjuk oleh Raja James I dari Inggris juga sudah mereproduksi bentuk orisinilnya versi Bible yang disahkan, dan Bible Society telah menyesuaikan terjemahan-terjemahan mereka kedalam bahasa yang islami.

    c. Bait Zorobabel lebih agung dibandingkan Bait Sulaiman, karena sebagaimana yang diramalkan oleh Maleakhi, Utusan Besar yang dijanjikan (Adon) akan mengunjungi baitNya secara mendadak/ tiba-tiba, sebagaimana yang benar-benar dilakukan pada waktu Isro-Mi�roj nabi Muhammad saw.

    Bait Zorobabel direnovasi/ dibangun kembali oleh Herod Yang Agung. Dan Yesus, tentu saja, pada setiap kesempatan kunjungannya yang sering ke bait itu, menghormati bait itu demi orang suci dan kehadirannya. Sudah pasti, kehadiran setiap nabi di bait Tuhan telah menambah kemuliaan dan kesucian tempat tersebut. Tetapi setidaknya harus diakui, bahwa kitab-kitab Injil yang merekam kunjungan-kunjungan Yesus ke bait ini dan pengajaran-pengajaran dia didalamnya tidak menyebutkan satu pun percakapan diantara pendengarnya. Semua kunjungannya ke bait itu konon berakhir dalam pertengkaran sengit dengan para pendeta dan Pharisee yang tidak beriman.

    Harus juga disimpulkan bahwa Yesus bukan saja tidak membawa �kedamaian� kedunia sebagaimana yang dinyatakannya secara sengaja dalam Matius 10:34 ["Jangan kamu menyangka, bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi; aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.(Matius 10:34)], tetapi Yesus juga meramalkan kehancuran total bait itu dalam Matius pasal 24, yang terpenuhi sekitar 40 tahun kemudian oleh bangsa Romawi.

    d. Ahmad yang merupakan bentuk lain dari nama Muhammad dan dari akar kata serta pengertian yang sama yakni yang paling mulia, selama perjalanan Isro-Mi�roj nya mengunjungi bait yang hancur tersebut, seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur�an, dan seketika itu juga, sesuai dengan hadis yang dinyatakan berulang kali oleh nabi Muhammad kepada para sahabatnya, bahwa ia memimpin para nabi sembahyang kepada Allah dan kemudian Allah memberkahi sekeliling bait (di Yerusalem) itu dan menunjukkan tanda-tandaNya.

    Jika Musa dan Ilyas dapat muncul secara fisik diatas gunung perubahan bentuk, maka mereka dan ribuan nabi semuanya dapat juga muncul disekeliling bait di Yerusalem. Dan selama kedatangan yang mendadak sang Adon ke baitnya (Maleakhi 3:1) itulah Tuhan benar-benar mengisinya dengan keagungan (Haggai pasal 2).

    Bahwa Aminah (ibu kandungnya nabi Muhammad) seorang janda dari Abdullah (bapak kandungnya nabi Muhammad) harus menamai anaknya dengan sebuah nama yang tidak pernah ada sebelumnya �Muhammad atau Ahmad-, kata benda yang merupakan keajaiban besar untuk agama Islam. Khalifah Umar bin Khotob membangun kembali bait (di Yerusalem) itu, dan Masjid yang penuh keagungan di Yerusalem akan tetap kokoh berdiri hingga akhir zaman, adalah monumen fantastis tentang kebenaran dan perjanjian abadi yang dibuat oleh Allah untuk Ibrahim dan Ismail dalam kitab Kejadian 15:18 [ �Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.� (Kejadian 15:18)].

  75. Samuel Hadi Says:

    TERKUTUKLAH ORANG YANG BERKATA: “KRISTUS ADALAH PUTRA TUHAN!” (Sura 9:30)

    Siapapun yang membaca Qur’an akan terkejut dan bingung. Jelas Sura 9:30 menyatakan…
    “Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan “Orang-orang Nasrani berkata: “Al-Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?”
    وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

    Tidak dapat dibuktikan bahwa orang-orang Yahudi di jazirah Arab pada jaman Muhammad menyembah Ezra sebagai Tuhan. Ia sangat dihormati di kalangan orang Yahudi karena ia telah memberikan kepada orang-orang Yahudi yang mengalami pembuangan di Babilonia sebuah negara baru dengan Yerusalem sebagai ibukotanya, dan dengan demikian memulihkan identitas nasional mereka (458 SM). Sebuah negara Yahudi selalu merupakan sebuah provokasi di mata Muhammad.
    Qur’an juga tidak kurang kritisnya terhadap orang-orang Kristen. Para murid Yesus tidak memiliki ambisi politis apapun, namun mereka percaya adanya kerajaan spiritual milik Tuhan dan mengakui Yesus sebagai juruselamat mereka dan raja mereka yang ilahi. Kenyataan bahwa Muhammad mengutuk semua orang Nazaret yang menyebut Yesus sebagai Putra Tuhan (dan masih melakukannya hingga kini), merupakan suatu bukti historis bahwa, pada masa itu, ada orang-orang Kristen yang tinggal di jazirah Arab yang percaya pada eksistensi Putra Tuhan dan Bapa Surgawi-Nya dan dengan terbuka menyaksikan iman mereka (Sura 3:61).
    Muhammad tidak dapat mengerti apabila para pemikir modern menghubungkan seorang putra dengan Allah; ia mengganggap pandangan semacam itu sebagai sebuah repetisi yang kosong dari tradisi-tradisi kuno yang tidak memiliki keyakinan batiniah. Ia mengadopsi sebuah sikap benci dan mengucapkan kutuk kepada mereka:…(Sura 9:30).
    “Dilaknati Allah-lah mereka” (Allah mengutuk mereka! Secara literal artinya: “Kiranya Allah memerangi dan membunuh mereka!”)
    Mengapa Muhammad menolak kemungkinan bahwa Tuhan mempunyai seorang Putra? Apa yang mendorong Muhammad dengan kerasnya menyangkali Yesus sebagai Putra Tuhan? Diantara sekian banyak jawaban, ada 3 alasan yang meyakinkan mereka bahwa ini tidak mungkin terjadi:
    • Mekkah, sebelum jaman Muhammad, adalah pusat dari politeisme. Berdasarkan tradisi, Ka’aba dipenuhi oleh lebih dari 300 dewa, roh-roh, berhala-berhala dan altar-altar pemujaan. Muhammad dan 4 orang sahabatnya (Waraqa b. Nawfal, Ubaid Allah b. Jahsh, Uthman b. Al-Hawartih dan Zaid b. Amr) mulai mencari suatu agama yang lebih baik (Hanif). Mereka menolak keyakinan adanya istri/pendamping Allah, al-Lat, dan ke-dua putrinya yaitu Uzza dan Manat (Sura 53:19-22). Dalam konteks ini, Muhammad menganggap konsep Putra Tuhan sebagai sebuah kemunduran kepada animisme.

    • Di bawah pengaruh Yudaisme di Hedjaz, kelima peziarah ini (atau yang disebut sebagai para Hanif) mendapati bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Tuhan Yahweh (Ulangan 6:4)! Ia tidak dapat memiliki Putra dan tidak berputra. Pertanyaan yang penting, yang ditanyakan Imam Besar Kayafas kepada Yesus, dan implikasi penolakan klaim Yesus sebagai Putra Tuhan tidak kehilangan satupun dari aktualitasnya diantara orang-orang Yahudi di jazirah Arab (Mat.26:63-68). Muhammad menggunakan banyak argumen orang Yahudi yang menjadi musuh orang-orang Kristen di Hedjaz dan menuangkannya ke dalam Qur’an.

    • Muhammad menganggap dirinya sendiri sebagai nabi yang terakhir dari deretan nabi-nabi perjanjian Lama (Sura 33:40). Untuk alasan ini, gagasan mengenai Yesus sebagai Putra Tuhan tidak cocok dengan konsepsi-Nya, jika tidak demikian ia harus mengakui-Nya dan tunduk pada-Nya. Ia beranggapan ini sama sekali tidak dapat diterima, oleh karena ia memandang dirinya sendiri sebagai klimaks dan penutup semua nubuatan (Sura 33:40). Ia menerima Yesus sebagai nabi yang terbesar sebelum dirinya, namun tidak pernah menganggap-Nya sebagai Putra Tuhan.
    Islam adalah sebuah agama setelah kekristenan! Ini berarti Muhammad telah mengingatkan dirinya sendiri berkenaan dengan pribadi Yesus dan telah menolak keilahian-Nya, yang berarti bahwa Islam telah berkembang menjadi sebuah gerakan anti Kristen. Ada 17 ayat dalam Qur’an yang secara umum menyingkirkan kemungkinan bahwa Tuhan mempunyai Putra dan secara khusus menyingkirkan klaim bahwa Kristus adalah Putra Tuhan. Siapapun yang membaca ke-17 ayat ini berdasarkan konteksnya (Sura 2:116, 4:171, 6:101, 10:68, 17:111, 18:4, 19:35, 88-92, 21:26, 23:91, 25:2, 39:4, 43:81, 72:3) dapat memperoleh pengertian dasar mengenai prinsip-prinsip Islam yang menggarisbawahi penolakan terhadap gagasan bahwa Tuhan mempunyai seorang Putra.

    Orang-orang Kristen Menginjili Muhammad!
    Ada 7 catatan peristiwa di dalam Qur’an mengenai orang-orang Kristen (orang Nazaret) yang berusaha menjelaskan kepada Muhammad bahwa Tuhan mempunyai Putra. Dalam kasus-kasus seperti ini, biasanya mereka menggunakan kata “walad” yang berarti keturunan yang diperanakkan secara biologis. Hanya dalam satu peristiwa mereka menggunakan kata “ibn”, yang mempunyai makna seorang ahli waris yang diangkat secara sah. Ada kalanya orang-orang Kristen mengundang atau bahkan menekan Muhammad untuk menerima keilahian Kristus, sehingga ia menjadi tidak sabar dan menjadi marah, atau mengutuki mereka (Sura 2:116, 4:171, 10:68, 18:4, 19:30-35 dan 88-82).

    Meningkatnya Perlawanan Muhammad
    Tujuh kali pembelaan Muhammad tercantum di dalam pengakuan akan posisi tertinggi Allah dengan mengucapkan “subhanahu” (kiranya Ia ditinggikan di atas semua pertalian!), yang secara komplet menutup diskusi-diskusi selanjutnya. Muhammad mengkonfrontasi orang-orang yang percaya pada Putra Tuhan dengan keagungan Allah yang tidak terukur sebagai upaya untuk membungkam mereka. Namun demikian, jika ada diantara mereka yang tidak mau menyerah dan menghimbaunya untuk berefleksi dan mengerti, maka ia menanggapinya dengan meningkatkan kekerasan dan kebebalan dalam Qur’an:…(Sura 6:101).
    “Bagaimana Dia mempunyai anak sedangkan Ia tidak mempunyai isteri?
    أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

    Gagasan dari Bedouin primitif ini selanjutnya didukung oleh doktrin dari sebuah sekte Kristen di jazirah Arab, yang para anggotanya mengklaim bahwa Trinitas terdiri dari Allah, Maria Bunda Tuhan, dan Putranya Yesus (Sura 5:116). Walaupun semua gereja Kristen menolak konsepsi biologis semacam itu berkenaan dengan Trinitas dan sebaliknya mengakui sebuah kesatuan spiritual antara Bapa, Putra dan Roh Kudus, kebanyakan orang Muslim dan orang Kristen di Timur Tengah masih memegang gagasan mengenai Bunda Tuhan, dan ini mengakibatkan dialog diantara keturunan Abraham menjadi semakin sulit.
    Muhammad memberontak terhadap gagasan primitif ini dan berkata:
    “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak” (Allah secara fisik tidak mempunyai anak)…(“walad”, Sura 17:111, 25:2, 23:91)
    وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

    “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan dia” (Sura 112:3-4)
    لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
    وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
    Penolakan langsung ini terhadap dogma Trinitas disebut sebagai Sura Kesetiaan, dan di dalam Qur’an diulang terus-menerus dalam sembahyang 5 waktu.
    Dalam teks-teks lain Muhammad menulis:
    “Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa! (Jika ada 2 Tuhan, maka kudeta di surga tidak akan bisa dihindari)” (Sura 4:171, 23:91, 39:4).
    مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

    Kita mendengar dalam pernyataan iman ini sebuah gema islami dari pengakuan iman fundamental Israel (lihat Ulangan 6:4-5, Mark.12:29). Namun demikian, Yesus telah memperlebar cakupan pengakuan iman Perjanjian Lama ini melalui wahyu-Nya “Aku dan Bapa adalah satu” dan bukannya dua! (Yoh.10:30).
    Qur’an menegaskan bahwa “Dia telah menciptakan segala sesuatu di surga da di bumi…” (Sura 6:101, 25:2).
    بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

    Sehubungan dengan asal-usul Yesus kita membaca: “Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia” (Sura 3:47, 59; 19:35)
    مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

    Pernyataan-pernyataan Muhammad ini dengan terang-terangan berkontradiksi dengan pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, yang diakui oleh semua orang Kristen, yaitu “satu Tuhan, Yesus Kristus, Putra Tuhan yang tunggal, yang lahir dari Sang Bapa, sebelum ada segala zaman; Tuhan dari Tuhan, Tuhan yang sejati dari Tuhan yang sejati; diperanakkan bukan dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat!” Islam mengklaim sebaliknya. Kristus diciptakan dan tidak diperanakkan! Kita harus sering mengucapkan Pengakuan Iman Nicea dalam gereja-gereja kita: itu adalah jawaban dari Roh Kudus, yang diwahyukan untuk mengantisipasi penipuan Islam yang sangat kuat.
    Muhammad memproklamasikan dalam Qur’an: “Bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah.” (Sura 2:116, 4:171
    وَقَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ

    “Dan Allah, Dialah yang maha kaya” (Sura 35:15)
    يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
    Dan : Kristus adalah propertinya dan budaknya (Sura 4:172, 19:30, 43:59)
    إِنْ هُوَ إِلا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ
    Allah dapat memperlakukan-Nya menurut kehendak Allah, bahkan menghancurkan-Nya, jika Ia menganggap diri sebagai Putra Allah! (Sura 5:17). Muhammad tidak mengenal kelembutan dan kasih Bapa kepada Putra-Nya dan kasih Sang Putra kepada Bapa-Nya.
    Menurut Qur’an, Allah tetaplah Sang Penguasa Tunggal yang tidak berbagi kuasa dengan siapapun (Sura 17:111, 25:2, 43:83-84). Hanya Dia-lah satu-satunya yang Maha Tinggi. Namun, Yesus telah berkata 600 tahun sebelum Muhammad: “segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Ku” (Mat.28:18, Yoh.3:35, 13:3) dan: “Aku duduk dengan Bapa-Ku di tahta-Nya”. (Wahyu 3:21).
    Allah dalam Qur’an adalah omnisien (Sura 6:101, 21:28, 43:84-85). Ia mengetahui segala sesuatu yang berada di balik kubur dan semua yang terbuka dalam hidup ini. (Sura 23:92). Ia telah mempredestinasikan semua orang dan segala sesuatu hingga kepada detil yang terkecil (Sura 25:2). Oleh karena itu tidak boleh ada otoritas kedua di samping Allah, mengingat hal itupun telah ditakdirkan sebelumnya oleh Dia. Hanya Allah yang mengetahui saat terakhir dan hari penghakiman (Sura 43:5). Beberapa komentator Muslim menghubungkan dengan kesaksian Yesus bahwa tak seorangpun, bahkan Ia sendiri pun tidak mengetahui saat terjadinya kebangkitan orang-orang mati, melainkan hanya Bapa saja (Mat. 24:36, Mark.13:32, Kis.1:7).
    Keunikan dan kebesaran sang Pencipta yang tidak terlukiskan menyingkirkan kemungkinan bagi-Nya untuk mempunyai Putra disamping-Nya. Muhammad bertanya-tanya: Bagaimana mungkin Allah mempunyai Putra?” (Sura 6:101).
    بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

    Lebih lanjut lagi ia menegaskan: “Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia…” (Sura 19:35)
    مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
    Pernyataan ini secara paradoks membatasi kebebasan Sang Maha Kuasa! Namun demikian, kesaksian yang jelas oleh Bapa dari Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah aku berkenan; dengarkanlah Ia!” (Mat.3:17; 17:5).

    Dalam Sura 19:92, Muhammad terus mengembangkan sudut pandang ini dengan memprotes: ”Dan tidak layak bagi Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai ) anak!” Tidak ada kebutuhan yang inheren dan mendesak bagi Allah untuk menghasilkan keturunan disamping-Nya. Jika Ia menginginkan pendampingan, seorang nabi Arab tidak mempunyai pemahaman akan ketegangan yang mendalam, berdasarkan pada keadilan abadi, antara kekudusan Tuhan yang mengharuskan adanya penghakiman dengan kasih-Nya yang menyelamatkan. Satu-satunya solusi untuk dilema ini adalah melalui kematian dan penebusan yang dilakukan oleh anak Manusia yang tidak berdosa. “Injil di dalam kulit kacang”, seperti yang dijelaskan dalam Yoh.3:16, tidak dapat dipahami dalam Islam dan dipandang tidak perlu oleh orang Muslim, tidak mungkin dan mereka menghujatnya.
    Muhammad mempunyai arogansi, sinisme dan berlagak, dengan mengatakan sebuah guyonan yang menghujat, yaitu “…jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu)!” (Sura 43:81)
    قُلْ إِنْ كَانَ لِلرَّحْمَنِ وَلَدٌ فَأَنَا أَوَّلُ الْعَابِدِينَ

    Inilah kesalahan utama Islam. Berdasarkan Fil.2:6-11, bahkan sang nabi akan bertelut pada hari Penghakiman dan mengakui dengan gentar bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Bapa-Nya!
    Sura 72:1-15 merepresentasikan sebuah penggoda khusus untuk otak bagi para humanis yang tidak realistis dan orang-orang Kristen yang tertidur. Sura itu menggambarkan bagaimana para roh jahat (jin) memeluk Islam, dengan antusias memuji Yang Maha Tinggi sebagai sumber sukacita mereka yang terbesar, karena “Ia tidak mengambil seorang pendamping, dan juga tidak mempunyai anak!” Sebaliknya, “Si Penghujat (Iblis) telah melontarkan sebuah kebohongan besar terhadap Tuhan” (yaitu bahwa Tuhan mempunyai seorang Putra), dan telah menaruh gagasan itu ke dalam pikiran dan hati para jurubicara (para pendeta dan para penginjil), sehingga dengan demikian mereka adalah orang-orang yang telah menipu sejumlah besar manusia dengan berita yang penuh hujatan ini. Namun demikian, Yakobus mengenali natur sesungguhnya dari roh-roh jahat dan menggambarkannya dalam kalimat berikut:
    “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Tuhan saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar”. (Yakobus 2:19)
    Suatu penghukuman yang penuh kemarahan terhadap saksi-saksi Kristen
    Berikut ini adalah beberapa pernyataan Qur’an berkenaan dengan status Yesus sebagai Putra Tuhan:
    “Dan mereka berkata: ‘Tuhan yang maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. (Sura 19:88-92)
    وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا
    لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا
    تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا
    أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا
    وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا

    “Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: ‘Allah mengambil seorang anak. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta”. (Sura 18:4-5)
    وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا
    مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا

    “Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana sampai mereka berpaling?” (Sura 9:30)
    وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

    “Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta”. (Sura 23:90)
    بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِالْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

    Muhammad menyerang orang-orang Kristen secara langsung dengan menegaskan:
    “Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: ‘Allah mempunyai anak’. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (Sura 10:68)

    قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ هُوَ الْغَنِيُّ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بِهَذَا أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ

    Muhammad menjadi lebih bertubi-tubi dalam pengajarannya dan menganjurkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen untuk memikirkan ulang posisi mereka: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba”. (Sura 19:93)
    إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِلا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا
    Akibatnya, semua malaikat yang “dibawa mendekat” (kepada Allah), roh-roh dan bahkan Putra Maria sekalipun, adalah hamba-hamba setia-Nya (Sura 19, 93).
    “Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah)…” (Sura 4:172)
    لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلا الْمَلائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا

    Oleh karena itu para murid-Nya tidak boleh sekali-kali mengklaim bahwa mereka adalah anak-anak Tuhan dan kekasih-kekasih-Nya: namun mereka harus dengan segera memeluk Islam dan mengaku bahwa mereka juga adalah hamba-hamba Allah (Sura 5:18). Muhammad mengharapkan semua orang: Yahudi, Kristen, penganut animisme dan bahkan para malaikat, “Roh Sang Maha Kudus” dan Kristus sendiri untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, satu-satunya Yang Paling Ditinggikan, dan agar tunduk kepadanya tanpa syarat sebagai orang-orang Muslim yang taat.

    Peringatan-peringatan Muhammad dan perintahnya untuk menyerang Para Ahli Kitab
    Dalam sura 18:4, Muhammad memberikan instruksi inspiratif: “Dan untuk memperingatkan orang-orang yang berkata: Allah mengambil seorang anak”.
    وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا

    Ia menggambarkan tulah neraka sebagai sebuah bangsal perawatan intensif bagi semua yang berkeras untuk percaya pada doktrin ini (Sura 10:70). Muhammad melangkah lebih jauh lagi hingga menyatakan bahwa “dan barangsiapa diantara mereka (para hamba-hamba Allah) mengatakan: sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari-pada Allah, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan balasan kepada orang-orang lalim”. (Sura 21:29)

    وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

    Nabi menegur orang Kristen secara langsung dan memperingatkan mereka:
    “…dan janganlah kamu mengatakan: (Tuhan itu) tiga. Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa…” (Sura 4:171)

    يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلا تَقُولُوا ثَلاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا

    Apabila seorang Sheikh Islam (ahli hukum) ditanyai, ancaman apakah yang merupakan implikasi dari makna ayat tersebut, ia akan merespon dengan segera dengan menggerakkan tangannya seolah-olah sedang menggorok lehernya!
    Dalam Sura mengenai pertobatan, siapa pun yang berpikiran terbuka dapat membaca perintah Allah kepada semua Muslim di seluruh dunia, menghasut mereka untuk menyerang Para Ahli Kitab dengan senjata dan memaksa mereka untuk menyerah, apabila mereka sebagai orang-orang percaya ada dalam posisi taktis dan ekonomis untuk melakukannya. Perintah-perintah Muhammad sangat jelas:
    “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian (sebagaimana orang Muslim juga demikian) dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan tidak beragama dengan agama benar (agama Allah) (yaitu Islam), yaitu orang-orang yang diberikan Al Kitab kepada mereka (Yahudi dan Kristen), (perangilah mereka) sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”. (Sura 9:29)
    قَاتِلُوا الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلا بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
    Bahasa Arab mempunyai 3 kata berbeda untuk mengekspresikan ide mengenai konflik:
    • Kifah menandakan suatu kontroversi ideologis atau intelektual. Konsep ini tidak pernah muncul dalam Qur’an!
    • Jihad menggambarkan sebuah komitmen pribadi kepada Allah, termasuk investasi hidup secara total, kekuatan dan harta benda, yang dalam beberapa kasus mengarah kepada konflik bersenjata
    • Qital berarti dengan bersenjata lengkap segera memasuki pertempuran jarak dekat.

    Perintah Muhammad untuk menundukkan orang Yahudi dan Kristen dimulai dengan ketiga konsep. Argumen-argumen teologisnya membenarkan perintah ini dan bersifat kompleks dan pragmatis:
    Mereka tidak mempunyai iman Muslim yang sama kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya dan roh-roh-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-Nya (rasul-rasul) dan nabi-nabi, predestinasi-Nya, dan kebangkitan orang mati termasuk eksistensi Surga dan Neraka (berdasarkan 6 pengajaran iman Islam).
    Mereka tidak tunduk kepada Hukum Islam (Syariah) dengan segala aturan-aturannya mengenai ibadah dan hidup sehari-hari yang diformulasikan ke dalam 500 aturan dan larangan, termasuk sangsi-sangsi biadab dalam kasus yang tidak terampuni.
    Mereka tidak cakap berkenaan dengan satu agama sah yang dapat diterima dihadapan Allah (Sura 3:19). Mereka telah menjadi orang-orang yang murtad, walaupun pada mulanya mereka menerima secara verbal bagian-bagian yang diinspirasikan dari kitab suci yang disimpan di surga.
    Kebingungan mereka memuncak dalam fakta bahwa orang-orang Yahudi, berdasarkan dugaan semata, menyebut Ezra sebagai keturunan Allah, sedangkan orang-orang Kristen mengusik telinga orang Muslim dengan mengklaim bahwa Yesus adalah Putra Allah.
    Sejauh yang dipahami orang-orang Kristen, alasan-alasan penolakan Muhammad dan perintahnya untuk menundukkan mereka, akhirnya berfokus pada satu hal saja: baginya, siapapun yang terus percaya pada Putra Tuhan, adalah obyek kutukan Allah. Dimanapun apabila dimungkinkan, penaklukkan orang-orang Kristen bagi kemuliaan Allah menjadi sebuah tugas yang tidak dapat ditawar-tawar. Muhammad mengumumkan perang terhadap semua orang Kristen oleh karena iman mereka pada Putra Tuhan yang disalibkan!
    Sisi praktis hidup sehari-hari bagi kelompok minoritas yang ditaklukkan dapat ditemukan dalam tafsiran dari tulisan Ibn al-Arabi “Ahkam al-Koran” volume I, hal.378, Kairo. Di dalamnya, ia memberikan 15 interpretasi berbeda mengenai ekspresi “mereka harus membayar pajak minoritas dengan tangan mereka sendiri”. Berikut ini adalah salah-satu dari versi interpretasi tersebut:
    “Mereka yang berkewajiban untuk membayar pajak minoritas tersebut, dilarang untuk tampil/menunggangi kuda yang tinggi, tetapi harus datang dengan berjalan kaki, membayar sejumlah (uang pajak) secara langsung dari tangan ke tangan, tanpa menerima ucapan terima-kasih. Jika kurang rendah hati atau kurang ikhlas akan dihukum dengan sebuah pukulan di leher mereka”.
    Kalangan Muslim liberal akan mengajukan keberatan: ada terlalu banyak ayat di dalam Qur’an yang berpihak kepada toleransi, kesetaraan dan kolaborasi. Muhammad mengatakan:

    “…Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu…” (Sura 29:46)
    وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

    “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)…”
    لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    “Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”
    لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

    Ayat-ayat ini dan ayat-ayat yang serupa di dalam Qur’an hanya sah/berlaku selama Islam merupakan kelompok minoritas dan oleh karena alasan ini Islam membutuhkan toleransi, dialog, penampilan di televisi dan propaganda. Namun segera setelah Islam menjadi kelompok mayoritas, Islam tidak lagi menggunakan toleransi! Dalam situasi ini ayat-ayat yang merujuk kepada hak kebebasan beragama tidak berlaku lagi, dihapuskan dan diganti dengan peraturan-peraturan Allah yang lebih baik. Lalu, satu-satunya hukum yang diakui hanyalah Syariah, yang mengatakan bahwa orang Kristen dan orang Yahudi harus direndahkan hingga ke taraf minoritas yang sangat hina.
    Siapapun yang menolak untuk percaya atau menerima fakta-fakta historis dan yuridis ini harus mengunjungi beberapa negara Islam dimana orang-orang Kristen yang mempunyai hak suara jumlahnya kurang dari 10% dari populasi, dan ia akan sangat kecewa. Jutaan orang Kristen menderita turun-temurun di Lembah Nil, di Timur Dekat, di Turki, di Iran, di Asia Tengah dan di Pakistan. Mereka telah berulangkali mengalami gelombang diskriminasi, penghinaan, penindasan dan penganiayaan. Negara-negara yang dulunya adalah negara-negara Kristen telah menjadi 90% islami, atau, di Afrika Utara bahkan 99%, karena krisis keuangan dan diskiminasi terhadap populasi Kristen sangat parah. Murid-murid Kristus di Eropa, Amerika dan Korea harus mengambil tanggung-jawab yang lebih untuk gereja-gereja yang mengalami penganiayaan di negara-negara Islam. Tugas misionari Islam diulang 2 kali dalam Qur’an (Sura 2:193, 8:39).
    Perangilah mereka (dengan kekuatan bersenjata) hingga tidak ada lagi penyembahan berhala (secara literal: hingga tidak ada lagi godaan untuk murtad) dan agama Allah memerintah dengan berkuasa.
    Ketika mayoritas populasi Kristen di Ambon-Maluku berusaha mencegah penghancuran gereja-gereja mereka dan beberapa Muslim dikabarkan terbunuh dalam perkelahian itu, otoritas Islam di Pulau Jawa mengobarkan apa yang disebut sebagai Perang Suci terhadap para pemberontak. Maka satu demi satu kepulauan Maluku ditaklukkan oleh pejuang-pejuang Muslim. Para Tua-tua dan pendeta disalibkan, para suami dibunuh dan istri-istri serta anak-anak mereka dipaksa masuk Islam. Maka para fanatik memenuhi kewajiban dari Sura 5:33! (“…orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh dan disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri [tempat kediamannya]…). Media Barat hampir-hampir tidak melaporkan sama sekali gelombang penganiayaan terhadap orang-orang Kristen ini di akhir abad yang lalu. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!

    Jawaban dari Injil
    Kebencian Muhammad dan antagonisme dari agama Islam ditujukan dengan konsistensi yang sekeras-kerasnya terhadap pengajaran bahwa Yesus Kristus adalah Putra Tuhan (YAHWEH). Oleh karena itu, kita harus sangat memperhatikan fokus spiritual dari Pengakuan Iman Muslim dan menjawab tantangan ini dengan perkataan Yohanes, Rasul Kasih Tuhan (1Yoh.2:22-24; 4:1-4). Ia meringkaskan posisinya demikian:
    “Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup”. (1Yoh.5:12)

    Bahkan di dalam Injil, Yohanes secara tidak langsung memberikan sebuah penilaian spiritual mengenai Islam:
    “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yoh.3:36)

    Barangsiapa yang mencari jawaban yang positif dan praktis terhadap monoteisme Islam dalam Injil dan mengharapkan argumen-argumen yang tepat dan menolong terhadap keberatan pada mandat ilahi orang-orang Kristen, akan menemukannya dalam Matius 28:18-20:
    “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

    Juga pengakuan iman dalam Ibrani 13:8 mengkonfirmasi rahasia Trinitas Kudus sebagai sebuah kesatuan Tuhan yang tiga-manunggal:
    “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya”.
    Oleh karena kehadiran-Nya kita hidup, kasih dan penyembahan. Sukacita besar, yang datang ke dalam dunia pada saat kelahiran Kristus, mengusir depresi yang inheren dengan kemuraman monoteisme Islam (Lukas 2:10-11). Simpati yang ditunjukkan Yesus kepada orang-orang yang sakit, teraniaya, dirasuk setan dan para pendosa, mengekspresikan karakter-Nya sebagai Putra Tuhan, penuh kasih, kelembutan dan kerendahan hati. Dalam terang-Nya, citra Allah, kesewenangan Islam yang lalim, mulai memudar. Kemenangan Yesus atas salib menyatakan keadilan Bapa-Nya yang di sorga, yang tetap adil walaupun Ia mengumumkan bahwa kita adalah orang-orang benar tanpa mempedulikan ketidaksempurnaan kita, oleh karena kematian Putra-Nya yang kekasih yang telah menebus kita. Akibatnya, natur Islam sebagai sebuah agama yang mengajarkan keselamatan melalui amal baik, dan ilusi dari sistem keagamaan yang legalistik ini diekspos dengan jelas. Kebangkitan Kristus mengkonfirmasi kekudusan dan ketidakberdosaan Putra YAHWEH dan mengesahkan pengorbanan-Nya yang membawa penebusan dan penyataan hidup kekal.

    Yesus hidup! – Muhammad mati!
    Klimaks dari kenaikan Kristus adalah penobatan-Nya sebagai Anak Domba Tuhan. Ia duduk bersama-sama dengan Bapa-Nya di tahta, menggenapi pernyataan dalam doa-Nya sebagai Imam Besar: “Kita adalah satu!” (Yoh.17:22). Tuduhan apapun yang diluncurkan Islam terhadap Putra Tuhan, dihapuskan oleh realitas-Nya yang kekal. Kita tidak boleh takut terhadap orang Muslim dan agama mereka, karena berkat dari Yesus Kristus lebih berkuasa daripada kutuk Muhammad. Lagipula, kasih Yesus memotivasi kita untuk menunjukkan pada para tahanan Islam keselamatan yang telah Putra Tuhan sediakan secara utuh untuk mereka juga. Marilah kita mendoakan mereka, dan percaya bahwa permohonan kita akan dikabulkan!

  76. ilham othmany Says:

    Ada satu Nubuat yang terkenal, yang bisa dianggap sebagai inti kesaksian ini adalah kesaksian dalam Kejadian 49:10[Kejadian 49:10 dalam teks bahasa Ibraninya adalah : lō�-yās�r �ēb et m�h�d� �mə hōqēq mib�n rag əlāyw �ad k�-yāb ō� ��lōh ��lōw wəlōw yiqqəhat �amm�m]

    �Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda dan pemberi hukum dari antara kakinya, sampai datangnya Syiloh, maka miliknya lah ketaatan umat manusia.�

    Ada dua kata dalam Perjanjian Lama yang unik yakni � Syiloh � dan � Yiqha � atau � Yiqath �.

    Syiloh terbentuk dari empat huruf ibrani yakni syin, yod, lamed, dan hi . Ada � Syiloh � nama sebuah kota di Efraim (I Samuel 1), tetapi tidak ada yod didalamnya. Nama ini tidak dapat disamakan dengan atau merujuk kepada kota tempat dimana Bahtera Perjanjian ( Ark of the Convenant) atau tempat ibadat berada. Karena, sampai saat itu tidak ada scepture (tongkat kerajaan) atau lawgiver (pemberi hukum) muncul dari suku Yehuda. Kata tersebut pasti merujuk kepada seseorang dan bukan nama sebuah tempat.
    Seingat saya semua versi Perjanjian Lama telah mempertahankan Syiloh asli ini tanpa memberinya perubahan atau terjemahan. Hanya pshittha versi Syria (dalam bahasa Arab disebut al-bassitha ) yang telah menerjemahkannya menjadi �Dia yang memilikinya�. Mudah untuk mengetahui bagaimana si penerjemah telah memahami kata itu seperti tersusun dari � sh � yang disingkatkan dari asher = �dia (laki-laki) itu� dan loh (Arab lahu ) = �adalah miliknya�. Konsekuensinya, menurut pshittha, kalimat itu harus dibaca dengan cara berikut :� Sampai dia yang memilikinya datang�. Kata ganti �-nya� bisa menunjuk kepada �ketaatan� dalam anak kalimat keempat dari ayat tersebut, bahasanya bernada puitis. Menurut versi yang penting ini maka ramalannya adalah begini:
    �Karakter raja dan kenabian tidak akan hilang dari Yehuda sampai dia yang memilikinya datang, karena miliknya lah penghormatan manusia.�

    Tetapi nampaknya tidak ada alasan yang rasional untuk suatu perubahan yang disengaja dari heth dan hi , karena yod dipertahankan dalam bentuk syiloh sekarang ini, dengan tanpa vaw , yang diperlukan untuk bentuk kata kerja lampau Syluh . Disamping itu, Septugint[Septuagint adalah Perjanjian Lama terjemahan Yunani yang dibuat pada abad 3 SM [Latin, septugint, tujuh puluh, menunjukkan 70 atau 72 sarjana Yahudi, yang konon mereka menyelesaikan terjemahan dalam 72 hari di Pulau Faros].] mempertahankan Syiloh seperti apa adanya. Oleh karena itu, satu-satunya perubahan yang mungkin adalah perubahan huruf terakhir heth menjadi hi . Andaikan seperti itu kejadiannya, maka kata tersebut akan mengambil bentuk Syiluh dan sangat cocok dengan �Utusan Yahweh� atau utusan Tuhan. Kami tahu bahwa kata Syiluah juga bersifat teknis untuk �surat cerai�, dan hal ini karena istri yang dicerai berarti �disuruh pergi�.

    Tidak ada interpretasi lain untuk nama tersebut selain dari tiga versi yang sudah di sebutkan.

    Sudah pasti dengan sendirinya baik Yahudi maupun Kristen meyakini berkah ini sebagai salah satu nubuat mesianistik yang paling penting. Bahwa Yesus, nabi dari Nazaret adalah seorang kristus/ mesias tidak seorang muslim pun menyangkal. Karena Al-Qur’an sungguh-sungguh mengakui gelar itu. Bahwa setiap Raja Israel dan imam tertinggi diberi upacara perminyakan suci dengan minyak suci yang terdiri atas minyak zaitun dan berbagai macam rempah (Imamat 30:23-33). Bahkan Raja Persia nonYahudi yang bernama Zarduhti Koresy disebut Mesias-Nya, Koresy,�..� (Yesaya 45:1-7).

    Adapun mengenai Yesus, meskipun misi kenabiannya diterima oleh Yahudi, tetapi tidak satupun tanda atau ciri mesianistik yang melekat pada diri Yesus. Bangsa Yahudi mengharapkan seorang Mesias yang memiliki pedang dan kekuasaan duniawi. Sehingga Yahudi tidak pernah dapat menyambut gembira seorang pengkhotbah diatas gunung Zaitun.

    Untuk menunjukkan bahwa nubuat yang sangat kuno ini secara praktis dan harfiah telah terpenuhi pada Muhammad, maka argumen-argumen berikut dapat diajukan. Ayat yang menyatakan �tongkat pemegang kekuasaan� dan pemberi hukum�, diyakini bahwa orang yang dinanti-nanti tersebut adalah seorang nabi sekaligus pemegang kekuasaan duniawi. Tanpa berhenti lama untuk memeriksa akar kata dan derivasi dari kata tunggal kedua � yiqha� . Kita bisa mengambil salah satu dari dua pengertiannya, yakni � ketaatan� atau � harapan �.

    Mari kita ikuti interpretasi pertama Syiloh seperti yang diberikan dalam versi pshittha : � dia yang memilikinya �. Secara praktis kalimat ini berarti � pemilik tongkat kekuasaan dan hukum �. Atau � dia yang memiliki tongkat kekuasaan dan hukum �, dan miliknya lah ketaatan segala bangsa. Lantas siapakah orang tersebut? Pasti bukan Musa, karena ia adalah organisator pertama 12 suku bani Israel , dan sebelum dia tidak pernah muncul seorang nabi dan raja dari suku Yehuda. Jelas bukan Daud, karena dia adalah nabi[Daud dalam Islam adalah seorang nabi sekaligus raja Israel yang diberkati Tuhan. Sementara menurut Kristen dalam Perjanjian Lama, Daud adalah bukan seorang nabi, melainkan hanya seorang raja yang pernah terlibat skandal merebut istri orang lain tetapi justru diberkati Tuhan dengan kerajaannya yang besar] dan raja pertama keturunan Yehuda.

    Dan Jelas bukan Yesus, karena Yesus sendiri menolak anggapan orang lain bahwa ia adalah Mesias yang ditunggu-tunggu adalah anak Daud .

    �Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, katanya: “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepadanya: “Anak Daud.” Katanya kepada mereka: “Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuhmu Kutaruh di bawah kakimu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin ia anaknya pula?” (Matius 22:41-45)

    Sangatlah mengejutkan, ketika Injil Matius hanya memberikan keterangan Yesus bahwa Mesias itu bukan dari benih Daud dan tidak menjelaskan mesias yang ditunggu-tunggu itu berasal dari mana? Namun Injil Barnabas mencatat hal yang penting ini dengan lebih baik.

    ��..Ia (Yesus) bersabda bahwa Mesias tidak akan berasal dari benih (keturunan) Daud , tetapi ia (Mesias) akan berasal dari benih (Keturunan) Ismail, dan janji terdahulu dibuat untuk Ismail bukan Ishaq (Barnabas 142:3)

    Dan faktanya adalah bahwa Yesus semasa hidupnya bukanlah seorang pemimpin dari sebuah tongkat Kerajaan duniawi yang mengalahkan segala bangsa bertekuk lutut dihadapan Agama Tuhan sejati. Malahan Yesus menganjurkan kaum Yahudi agar bersikap loyal kepada kaisar Romawi dan membayar upeti kepadanya, dan ketika suatu hari sebagian kaum Yahudi hendak menjadikan Yesus seorang Raja atas bangsa Yahudi, tetapi Yesus malah melarikan diri pergi ke gunung untuk bersembunyi["Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa dia dengan paksa untuk menjadikan dia raja, Ia menyingkir ke gunung, seorang diri" (Yohanes 6:15).].

    Sehingga hanya Muhammad lah yang memenuhi kriteria pemegang tongkat kekuasaan dan pemberi hukum. Muhammad datang dengan kekuatan militer dan Al-Qur’an sebagai sumber hukum. Muhammad memproklamasikan agama yang paling murni dari Tuhan yang sejati. Ia menaklukkan banyak bangsa dan menegakkan hukum Allah yakni Al-Qur’an.

    Interpretasi kedua dari tetragram � Syilh � (dibaca Syiloh), sama pentingnya dan cocok untuk Muhammad. Sebagaimana ditunjukkan tadi, kata ini berarti �tenang, damai, terpercaya, diam, dan sebagainya�. Bahasa Arami dari kata ini adalah � Syilya � yakni dari akar kata yang sama Syala atau Syla . Kata kerja ini tidak dipergunakan dalam bahasa Arab.

    Adalah fakta yang terkenal dalam sejarah Arab, bahwa sebelum Muhammad menerima kenabiannya, ia adalah seorang yang benar-benar tenang, damai, terpercaya, dan suka merenung serta sifatnya adalah terpercaya (al-amin). Muhammad (sebelum kenabiannya) dijuluki oleh masyarakat Mekkah sebagai Muhammad al-Amin.

    Adapun interpretasi ketiga dari � Syiloh � adalah bisa jadi kata tersebut merupakan perubahan dari � Syluah � sehingga sudah pasti sesuai dengan gelar nabi dalam bahasa Arab yakni Rosul/pesuruh. � Syluah Elohim � dalam bahsa Ibrani adalah sama persis dengan � Rosululloh � (Rasul Allah) dalam bahasa Arab. Sebuah ungkapan yang dikumandangkan lima kali sehari oleh Muazin/ Bilal (tukang Adzan Sholat) dari masjid.

    Sehingga bangsa Yahudi akan sia-sia mengharapkan kedatangan Syloh lain, dan bahwa umat Kristen dengan kepala batu tetap ngotot dengan kesalahan mereka dalam meyakini bahwa Yesus lah Syiloh yang dimaksud, padahal Yesus sendiri menolaknya.

    Kemudian ada dua observasi lain yang patut diperhatikan serius oleh kita:

    Pertama , sangat jelas bahwa �tongkat kekuasaan� dan �pemberi hukum� akan tetap berasal dari suku Yehuda sepanjang Syiloh belum datang. Menurut pengakuan kaum Yahudi, Syiloh masih tetap ada dan milik suku mereka.

    Kedua , harus diperhatikan bahwa suku Yehuda juga telah lenyap bersama dengan otoritas kerajaan dan suksesi kenabian. Memperhatikan eksistensi dan identitas kesukuan merupakan syarat yang diperlukan untuk menunjukkan bahwa suku secara keseluruhan hidup ditanah airnya sendiri atau dimanapun secara bersama menggunakan bahasanya sendiri.

    Tetapi untuk kaum Yahudi, kasusnya malah sebaliknya. Untuk membuktikan diri sebagai orang Israel , Anda tidak perlu susah untuk itu, tetapi Anda tidak pernah dapat membuktikan diri sebagai anggota salah satu dari dua belas suku bani Israel . Sehingga Anda akan gagal.

    Sebagai pengamatan ketiga, harus diperhatikan bahwa teks dengan jelas menyatakan, dan sangat bertentangan dengan keyakinan baik kaum Yahudi maupun umat Kristen, bahwa Syiloh sama sekali asing bagi suku Yehuda dan juga semua suku lainnya. Hal ini akan terang sekali, bahwa hanya dalam beberapa menit saja merenung sudah cukup untuk meyakinkan seseorang.

    Nubuat dengan jelas menunjukkan bahwa ketika Syiloh datang dengan sceptre (tongkat kekuasaan) dan law-giver (pemberi hukum) akan hilang dari Yehuda. Dan itu hanya bisa terjadi jika Syloh bukan orang dari suku Yehuda. Jika Syiloh adalah keturunan Yehuda, bagaimana dua elemen tersebut menghilang dari suku tersebut ?

    Juga tidak mungkin Syiloh adalah keturunan dari salah satu suku bani Israel lainnya, karena sceptre dan law-giver adalah untuk semua bani Israel . Observasi ini juga membuktikan kesalahan klaim kaum Kristiani. Karena Yesus adalah keturunan Yehuda-paling tidak dari jalur ibunya.

    Muslim sering kali mempertanyakan kaum Yahudi yang sering berpindah-pindah tempat dan melakukan kesalahan ini. Karena lebih dari 25 abad mereka telah mempelajari seratus bahasa manusia yang mereka layani. Karena bani Ismail dan bani Israel , keduanya adalah keturunan sah dari nabi Ibrahim, lantas apa urusannya bagi mereka jika Syiloh berasal dari bani Ismail, sepanjang ia adalah keturunan Ibrahim? Taatilah hukum Allah dan Muhammad. Jadilah Anda seorang muslim yang baik. Maka Anda dapat pergi dan tinggal di tanah air lama anda di Palestina dengan aman dan selamat. Amin.

  77. ilham othmany Says:

    Nubuat yang paling menakjubkan dan paling nyata berdasarkan historis adalah tentang misi nabiNya yang dinubuatkan oleh Kitab Daniel yang patut dikaji secara objektif dan kritis. Karena didalamnya telah terjadi peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah umat manusia, yang ditunjukkan oleh sosok/ gambaran empat monster besar dalam penglihatan mimpinya Daniel.

    �Berkatalah Daniel : “Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. Yang pertama rupanya seperti seekor singa bersayap burung rajawali ; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang ; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak. Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul ; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan. Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat , yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh . Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong . Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah yang lanjut usianya; pakaiannya putih seperti salju dan rambutnya bersih seperti bulu domba; kursinya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapannya; seribu kali beribu-ribu melayani dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapannya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab . Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu ; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya. Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada yang lanjut usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. (Daniel 7:2-14).

    Sebagai seorang dari keluarga kerajaan. Daniel dibawa bersama oleh tiga pemuda Yahudi lainnya ke istana raja Babylonia , disana ia dididik berbagai macam ilmu bangsa Khaldea. Ia tinggal disana sampai dengan penaklukan Persia dan jatuhnya kerajaan Babylonia . Ia menjadi nabi bagi kaum bani Israel dimasa Nebukadnezer dan juga Darius.

    Para pengkaji alkitab tidak menganggap bahwa pengarang seluruh kitab Daniel adalah Daniel, yang hidup dan mati setidaknya dua abad sebelum penaklukan Yunani, yang ia sebut dengan �Yavan= Ionia �. Delapan pasal pertama kitab Daniel �jika saya tidak salah- ditulis dalam bahasa Khaldea dan pasal-pasal selanjutnya dalam bahasa Ibrani.

    Menurut interpretasi sang malaikat, masing-masing dari empat binatang itu menunjukkan empat kerajaan. Binatang pertama adalah Singa bersayap rajawali berarti kerajaan Khaldea, yang sekuat dan secepat burung rajawali dalam menyambar musuh. Binatang kedua adalah Beruang yang menunjukkan �Madai-Paris� atau Kerajaan Medo-Persia yang daerah taklukannya hingga laut Adriatik dan Ethiopia , Jadi menahan dengan gigi-giginya satu tulang iga tumbuh masing-masing dari tiga benua dibelahan dunia timur. Binatang ketiga adalah Macan tutul yang memiliki sifat loncatannya cepat dan menggambarkan bagaimana seorang raja Macedonia yang bernama Alexander Agung menaklukan negeri-negeri dengan cepat. Namun setelah wafatnya kerajaan terbagi menjadi empat kerajaan.

    Tetapi malaikat yang menafsirkan penglihatan ini tidak berhenti menjelaskan secara terperinci tiga kerajaan yang pertama. Namun menekankan binatang buas yang keempat, yakni seekor monster dan setan yang besar. Inilah kerajaan Romawi yang hebat. Sepuluh tanduk adalah sepuluh kaisar Romawi yang menyiksa kaum Nasrani generasi awal. Sekarang buka lah lembaran Sejarah Gereja dari abad pertama sampai dengan Konstantin Yang Agung. Anda akan menemukan kengerian �sepuluh penyiksaan� yang dilakukan oleh kerajaan Romawi yang terkenal itu.

    Sekarang mari kita periksa dengan kritis, siapakah tanduk kecil itu? Karena jika kita berhasil mengidentifikasi siapa tanduk kecil, maka identitas Bar Nasha akan diketahui. Tanduk kecil muncul setelah sepuluh penyiksaan dibawah pemerintahan Romawi. Kemudian kekaisaran Romawi nyaris pecah dengan empat orang augustus resmi (Galerius, Maximinus, Konstantin, dan Licinius) yang memperebutkan pengaruh untuk menjadi Raja Romawi. Tiga orang lainnya mati atau tewas dalam pertempuran, dan Konstantin berhasil menduduki tahta kekaisaran Romawi. Para juru tafsir Kristen awal telah bekerja sia-sia menisbahkan si Tanduk Kecil yang bodoh ini sebagai AntiKristus, sebagai Paus Roma menurut kaum Protestan, dan sebagai pendiri Islam ( Naudzubillah! ). Tetapi para kritikus alkitab yang belakangan tidak tahu bagaimana memecahkan problem binatang buas keempat yang cenderung mereka identifikasi sebagai kekaisaran Yunani dan si Tanduk Kecil sebagai Antiochus.

    Sebagai kritikus, misalnya Carpenter, menganggap Kekaisaran Medo-Persia sebagai dua kerajaan terpisah. Tetapi kekaisaran ini tidaklah lebih tua dari bekas Kekaisaran Austro-Hungaria. Eksplorasi-eksplorasi yang dilaksanaka oleh misi ilmiah sarjana Perancis, M.Morgan, di Shushan ( Susa ) dan di tempat-tempat lainnya tidak meninggalkan keraguan soal ini. Oleh karena itu, binatang buas keempat tidak lain selain Konstantin Yang Agung. Maka argumen-argumen berikut dapat diajukan dengan aman:

    Konstantin menguasai Maximian setelah tiga rivalnya (Galerius, Maximinus, dan Licinius) tumbang, serta menjadi raja dan mengakhiri penyiksaan kaum Kristen. Menurut saya, The Decline and Fall of The Roman Empire karangan Gibon adalah karya terbaik yang dapat memberikan keterangan kepada kita. Dan Anda tidak akan pernah menemukan empat orang yang saling bersaing memperebutkakan tahta Romawi setelah sepuluh penyiksaan selain ini. Yakni kemunculan Konstantin dan rival-rivalnya setelah sepuluh penyiksaan, dan kemenangan Konstantin atas tiga rival lainnya laksana Tanduk Kecil yang menang atas Tiga Tanduk Lainnya.

    Keempat binatang buas semuanya digambarkan sebagai kerajaan kejam. Tetapi, Sang Tanduk Kecil mempunyai mulut dan mata manusia, dengan kata lain, merupakan gambaran Sang Tanduk Kecil diberikan kemampuan akal dan kemampuan orator. Konstantin memproklamasikan agama Kristen sebagai agama yang benar, menyerahkan kota Roma kepada Paus, dan menjadikan Byzantium/Konstantinopel sebagai ibu kota Kekaisaran Romawi. Ia berpura-pura mengakui agama Kristen, tetapi ia sendiri tidak pernah dibaptis hingga kematiannya. Dan inipun menjadi persoalan yang diperselisihkan.

    Dongeng bahwa kepindahannya memeluk agama Kristen karena melihat salib dilangit sudah lama sejak �seperti cerita tentang Yesus Kristus yang disisipkan dalam Antiquities karya Josephus � diekspos sebagai pemalsuan.

    Kebencian binatang buas-binatang buas itu terhadap orang-orang yang beriman kepada Tuhan sangatlah biadab. Konstantin inilah yang masuk dalam kategori seorang seperti domba, tetapi dalam hatinya ia sama sekali bukan orang beriman.

    Kaisar Konstantin – Sang Tanduk Kecil � berbicara �sombong� menentang Yang Maha Tinggi. Mengucapkan kata-kata penghinaan terhadap Tuhan. Mempersekutukan Tuhan dengan Nabi-Nya, dan menisbahkan kepada-Nya nama-nama dan sifat-sifat yang bodoh, seperti yang �memperanakkan� dan �diperanakkan�, �kelahiran� dan �prosesi� (orang kedua dan ketiga), �KeEsaan dalam Trinitas� dan �doktrin Tuhan bereinkarnasi menjadi seorang manusia� adalah jelas bentuk-bentuk penghinaan.

    Sejak nabi-nabi awal diutus oleh Nya sampai dengan sahadat dan UU Dewan Nicea diproklamirkan dan diberlakukan melalui sebuah maklumat Kerajaan Konstantin ditengah-tengah kengerian dan protes dari anggota-anggota yang beriman pada 325M, Keesaan Tuhan tidak pernah dengan begitu resmi dan terang-terangan dicemarkan oleh mereka yang berpura-pura menjadiumatNya seperti Konstantin dan gerombolan kaum Gereja yang kufur!

    Karena Sang Tanduk Kecil berkata sombong dengan melontarkan kata-kata penuh penghinaan terhadap Tuhan adalah seorang Raja (sebagaimana keterangan yang ada pada kitab Daniel), karena maklumatnyalah ia memproklamirkan keyakinan atas Trinitas, suatu syahadat yang dikutuk keras sebagai penghujatan terhadap Perjanjian Lama, dan yang dibenci oleh kaum Yahudi maupun Muslim.

    Seandainya Sang Tanduk Kecil bukan Konstantin, lantas siapakah gerangan dia itu? Dia sudah datang dan pergi, dan bukan seorang AntiKristus yang muncul sesudah ini, yang mungkin kita tidak dapat mengidentifikasinya.

    Seandainya kita tidak mengetahui bahwa Sang Tanduk Kecil yang dibicarakan sudah datang, lantas bagaimana kita harus menafsirkan keempat binatang buas itu, dimana binatang buas yang pertama sudah pasti Kerajaan Khaldea, binatang kedua Medo-Persia, dan seterusnya? Jika binatang buas keempat tidak mewakili Kerajaan Romawi, bagaimana kita dapat menafsirkan yang ketiga, yang memiliki empat kepala sebagai Kekaisaran Alexander yang pecah menjadi empat kerajaan setelah kematiannya? Adakah kekuasaan lain yang menggantikan Kekaisaran Yunani sebelum Kekaisaran Romawi dengan sepuluh raja yang menyiksa orang-orang beriman kepada Tuhan? Cara berpikir yang menyesatkan dan ilusi tidaklah berguna.
    Si Tanduk Kecil yang berkembang menjadi �penglihatan yang sedikit lebih hebat� daripada tanduk lainnya, tidak hanya mengucapkan kata-kata menentang Tuhan Yang Maha Tinggi, tetapi juga ia memerangi dan menaklukan umat Yang Maha Tinggi dan menaklukan mereka (Daniel 7:25). Lebih dari seribu rohaniwan yang dipanggil ke Majelis Umum di Nicea, dan hanya 318 orang yang tunduk pada keputusan-keputusan Majelis Nicea, dan mereka pun membentuk tiga faksi yang berlawanan dengan masing-masing ungkapannya yang ambigu dan kotor seperti � homousion � (=memiliki substansi, sifat, dan esensi yang sama dengan tiga oknum Trinitas), �Konsubstansial� (=orang Kristen yang mendukung definisi kaum Trinitas tentang Majelis Nicea tentang Yesus anak Tuhan sebagai konsubstansial dengan Tuhan Bapak), dan istilah-istilah asing lainnya yang ngawur dan aneh bagi nabi-nabi Israel, tetapi hanya bermanfaat bagi Sang Tanduk Kecil.

    Kaum Kristen yang menderita penyiksaan dan mati � dibawah kaisar-kaisar Romawi penyembah berhala � karena mereka beriman pada satu Tuhan, kini dihukum atas peintah Konstantin �Kristen� dengan siksaan-siksaan yang bahkan lebih kejam karena menolak untuk memuja sang hamba Yesus.

    Para sesepuh dan pendeta akidah Aria, yakni Qshishi dan Mashmshani -seperti itulah mereka disebut oleh kaum Kristen Yahudi awal � dipecat dan dibuang, kitab-kitab mereka diberangus, dan gereja-gereja mereka dirampas dan diserahkan kepada para uskup dan imam Trinitarian. Setiap karya bersejarah Gereja akan memberikan banyak informasi kepada kita tentang jasa Konstantin kepada munculnya akidah Trinitas, dan tirani kepada para penentangnya. Pasukan-pasukan kejam ditempatkan di setiap provinsi untuk membantu otoritas Gereja.

    Konstantin melambangkan sebuah rejim teror dan perang yang sengit terhadap kaum unitarian (ahlutauhid), yang keberadaanya di timur berakhir selama tiga setengah abad, ketika kaum Muslim menegakkan agama Allah dan mengambil kekuasaan serta dominion atas negeri-negeri yang diinjak-injak dan dihancurkan oleh empat binatang buas.

    �Tanduk Yang Berbicara� dituduh telah mengubah �Hukum dan Waktu�. Ini adalah sebuah tuduhan yang sangat serius terhadap Sang Tanduk Kecil. Hujatan-hujatannya atau �kata-kata sombong menentang Yang Maha Tinggi� bisa saja mempengaruhi orang lain, tetapi mengubah Hukum Tuhan dan hari-hari serta perayaan-perayaan suci sudah pasti akan menumbangkan juga agama. Dua perintah Hukum Musa, mengenai keesaan Tuhan yang mutlak dan pelarangan yang keras membuat gambar dan patung untuk pemujaan, benar-benar dilanggar dan dicabut atas perintah Konstantin.

    Memproklamirkan tiga oknum dalam Ketuhanan dan mengakui bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Kekal dikandung dan dilahirkan oleh perawan Maria adalah penghinaan paling besar terhadap Hukum Tuhan dan merupakan pemberhalaan yang kotor.

    Membuat patung emas atau kayu untuk pemujaan sudah cukup berat sekali, tetapi membuat makhluk hidup sebagai objek pemujaan dengan menyatakannya sebagai Tuhan, dan bahkan memuja roti dan anggur Ekaristi sebagai �tubuh dan darah Tuhan�, adalah suatu penghinaan yang sangat besar.

    Lantas, bagi setiap orang Yahudi yang beriman dan bagi seorang nabi seperti Daniel, yang sejak muda menjadi pelaksana Hukum Musa yang paling taat, apa yang mungkin lebih menjijikkan daripada penggantian Paskah dengan Domba Paskah (Paschal Lamb [yakni, Kristus]) yang dimakan pada perayaan agung paskah dan pengorbanan �Domba Tuhan� diatas kayu salib, dan diatas ribuan altar setiap hari? Penghapusan hari Sabat adalah suatu pelanggaran langsung atas perintah keempat dari sepuluh perintah Tuhan ( Ten Commandments atau Decologue ), dan kebiasaan hari minggu malah berubah-ubah karena berlawanan. Memang benar, Al-Qur’an menghapuskan hari Sabath, bukan karena hari Jum’at hari suci, melainkan karena kaum Yahudi menyalahgunakannya dengan menyatakan bahwa setelah Tuhan bekerja enam hari menciptakan alam semesta maka pada hari tujuhnya Tuhan istirahat. Sehingga Tuhan seakan-akan seorang manusia yang ditimpa kelelahan.

    Sang Tanduk dibolehkan untuk memerangi orang beriman sekitar tiga setengah masa (abad).

  78. ilham othmany Says:

    Marilah kita mengikuti kajian kita dengan sabar mengenai BARNASHA atau �sang Anak Manusia� yang dinaikkan ke atas awan menuju Yang Maha Tinggi, kepada siapa diberikan Sultaneh (Sholtana dalam teks aslinya yakni �dominion� atau kerajaan), kehormatan, dan ditugaskan untuk menghancurkan dan melenyapkan Kerajaan Si Tanduk yang mengerikan.

    Sekarang marilah kita segera beralih mencari identitas Barnasha ini.

    Sebelum mengetahui siapa Anak Manusia ini, sebaiknya kita mempertimbangkan terlebih dahulu poin-poin dan observasi berikut :

    Ketika semua nabi-nabi keturunan Israel meramalkan bahwa �semua bangsa dan penduduk bumi akan melayaninya (yakni Anak Manusia/Barnasha) maka kita mesti memahami bahwa yang dimaksud adalah bangsa-bangsa yang disebutkan dalam Kitab Kejadian 15:18-21, dan bukan bangsa Inggris, Perancis, atau Cina.

    Ungkapan �orang-orang suci Yang Maha Tinggi� dipahami artinya pertama kaum Yahudi dan kemudian Kaum Kristen yang mengakuan keesaan Tuhan yang mutlak, berjuang dan menderita untuk itu sampai munculnya sang Barnasha dan hancurnya Kerajaan Tanduk atau Kerajaan Binatang keempat.

    Setelah penghancuran kerajaan Tanduk, maka bangsa-bangsa yang akan melayani para santo (orang kudus) adalah bangsa Khaldea, Medo-Persia, Yunani, dan Romawi (empat binatang buas yang digambarkan oleh Daniel pasal 7).

    Memang luar biasa menyadari fakta penting bahwa Tuhan sering memperkenankan musuh-musuh agamaNya yang benar untuk menaklukan dan menyiksa umatNya karena dua tujuan: Pertama, karena Dia hendak menghukum umatNya oleh sebab bergelimang dosa. Kedua, karena Dia ingin menguji kesabaran dan membuktikan keimanan umatNya. Tuhan sendiri pada waktunya akan mengintervensi atas nama kaum beriman apabila eksistensi mereka berada di ujung tiangnya.

    Sungguh saat yang mengerikan dan paling kritis bagi kaum Muslim ketika kekuatan yang bersekutu berada di Konstantinopel selama tahun-tahun gencatan senjata yang mengerikan itu. Persiapan besar-besaran dilakukan oleh bangsa Yunani untuk mengambil alih Masjid Aya Sophia. Ketika Patriarch Yunani dari Konstantinopel berangkat ke London dengan membawa jubah patriarkhal kuno yang indah dan bertahta mutiara dan permata untuk Uskup Agung Canterbury, yang sangat menganjurkan dilakukannya restorasi Konstantinopel dan gedung megah St. Sophia kepada Yunani.

    Pada hari Isro dan Mi�roj, gedung sakral itu penuh sesak dengan orang-orang beriman yang berdo�a agar Allah Yang Maha Kuasa membebaskan Turki dan khususnya masjid itu dari orang-orang yang akan mengisinya dengan patung-patung dan gambar-gambar Yesus dan Maria, yang sangat tidak pantas diletakkan di rumah Tuhan. Dalam kaitannya dengan mantel atau jubah patriarkhal itu, saya menulis sebuah artikel dalam koran Turki al-Aqsham, yang menunjukkan adanya perpecahan antara Gereja Ortodok Yunani dan Gereja Anglikan Protestan. Saya mengatakan bahwa jubah itu tidak dimaksudkan sebagai pallium (jubah kebesaran untuk Paus dan diberikan olehnya kepada Uskup Agung dan kadang-kadang kepada Uskup. Disebut juga �pall �) pentasbihan dan pengakuan ordo Anglikan, dan bahwa reuni diantara dua Gereja tidak dapat diwujudkan kalau salah satu pihak tidak menolak dan menanggalkan beberapa pasal keimanan yang dianggap bid�ah dan keliru. Saya juga menyatakan bahwa jubah itu adalah sogokan diplomatik atas nama negeri Yunani dan Gerejanya. Artikel tersebut diakhiri dengan tulisan sebagai berikut:

    �Semuanya tergantung pada karamah dan keajaiban yang diharapkan muncul dari Bakhshish jubah kepausan ini�.

    Hasilnya sudah terlalu pada tahu untuk diulang disini. Cukuplah dengan mengatakan bahwa sang patriarch meninggal di Inggris, dan Yang Maha Kuasa mengirim Barnasha untuk menghancurkan tanduk dan mengusir pasukan Romawi dari timur, memunculkan Mustafa Kemal (Presiden Turki Sekuler pertama yang menggusur Daulah Usmaniah. Ia adalah keturunan Yahudi) yang menyelamatkan negeri Turki dan memulihkan �kehormatan Islam�.

    Harus dicatat bahwa bangsa Yahudi adalah umat pilihan Tuhan sampai kenabian Yesus. Di mata muslim, baik Yahudi maupun Kristen tidak berhak untuk mengklaim gelar �orang-orang suci Yang Maha Tinggi�, karena umat Yahudi sama sekali menolak Yesus, sedangkan umat Kristen menghina Yesus dengan menuhankannya. Selain itu, dua-duanya sama sekali tidak patut mendapat gelar itu karena penolakan mereka untuk mengakui nabi Muhammad sebagai nabi terakhir yang menutup daftar para nabi.

    Sekarang marilah kita melanjutkan pemuktian bahwa Barnasha (anak manusia) yang dinubuatkan oleh Perjanjian Lama dan diberi kekuatan untuk menghancurkan kerajaan Bintang keempat (Romawi) adalah Muhamamd. Apapun alasan Anda yang mencabut gelar �Anak Manusia� pada diri nabi Muhammad, maka Anda hanya akan membuat diri Anda seperti orang gila, dikarenakan alasan berikut:

    Kita tahu bahwa agama Yahudi maupun Kristen tidak mempunyai nama tertentu untuk keyakinan dan sistemnya. Artinya baik kaum Yahudi maupun Kristen tidak mempunyai nama spesial untuk doktrin keyakinan mereka. �Yudaisme� dan �Kristianitas� adalah nama yang tidak berdasarkan kitab suci juga tidak disahkan oleh Tuhan ataupun pendiri agama itu!

    Sesungguhnya sebuah agama, jika benar, tidak bisa diberi nama menurut pendiri keduanya, karena pengarang dan pendiri sejati dari sebuah agama yang benar adalah Tuhan. Dan bukan seorang nabi.

    Nah kata benda nama diri untuk hukum, keimanan, dan praktek ibadah sebagaimana difirmankan Allah kepada Muhammad adalah �Islam�,. Yang artinya �menciptakan kedamaian� antara Tuhan Sang Pencipta, manusia, dan alam semesta. �Muhamadanisme� bukanlah sebutan yang tepat untuk Islam. Karena Muhammad sendiri, seperti nabi Ibrahim dan semua nabi-nabi yang lain adalah seorang muslim, dan bukan agama Muhamadanisme, Yudaisme, apalagi Kristiani.

    Islam adalah �pengadilan perdamaian�, karena ia memiliki kitab hukum otentik dengan mana keadilan dijalankan dan ketidakadilan dihukum. Kebenaran dihormati dan kesalahan dikutuk. Dan yang terpenting keesaan Tuhan, pahala yang kekal untuk perbuatan jahat dengan jelas dinyatakan dan ditetapkan.

    Dalam bahasa Inggris, seorang hakim disebut �justice of peace� , artinya �hakim perdamaian�. Nah ini meniru hakim muslim yang menyelesaikan suatu sengketa dengan menghukum orang bersalah dan memberi pahala orang yang benar, sehingga memulihkan kedamaian. Inilah Islam dan Hukum al-Qur�an. Bukan Kristen dengan Biblenya, karena Kristen secara mutlak melarang seseorang mengadu kepada seorang hakim, betapa pun tidak bersalah dan zalimnya dia (Matius 5:25-26). �Anak Manusia� atau Barnasha itu pastilah Muhammad. Karena ia datang setelah Konstantin. Dan tidak sebelumnya sebagaimana Yesus atau nabi lainnya.

    Tidak ada yang lebih bodoh daripada pendapat bahwa Yudas sang Maccabaeus adalah Barnasha yang berada diatas awan, dan si Tanduk adalah Antiochus. Diduga keras bahwa -jika saya tidak salah � Antiochus setelah menodai Bait Yerusalem, hidup hanya tiga setengah tahun �atau tiga setengah hari- yang pada akhirnya ia lenyap.

    Pertama kita tahu bahwa Antiochus adalah pengganti Alexander Yang Agung dan raja Syria. Konsekuensinya, adalah satu dari empat kepala singa bersayap dan bukan Tanduk kesebelas dari empat binatang buas tersebut.

    Pada pasal kedelapan kitab Daniel. Domba jantan dan kambing jantan dijelaskan oleh seorang santo sebagai berturut-turut merepresentasikan Kerajaan Persia dan Kerajaan Yunani. Secara singkat dijelaskan bahwa kerajaan Yunani dengan segera menggantikan kekaisaran Persia dan bahwa Kerajaan Yunani terbagi dalam empat kerajaan, ini sebagaimana dikatakan dalam penglihatan pertama.

    Kedua, Tanduk yang berbicara menunjukkan bahwa orang yang menghina dan mengubah hukum dan hari-hari suci tidak mungkin seorang pagan (penyembah berhala), melainkan orang yang mengenal Tuhan dan secara sengaja menyekutukan Dia dengan dua makhluk ciptaanNya. Aniochus tidak merusak agama Yahudi dengan cara melembagakan Trinitas atau pluralitas Tuhan, juga tidak mengubah Hukum Musa dan hari-hari rayanya.

    Ketiga, sungguh kekanak-kanakan kalau membesar-besarkan dan mementingkan peristiwa-peristiwa lokal yang tidak berarti yang terjadi diantara raja rendahan di Syria dan kaum Yahudi yang picik, untuk membandingkan kepala kaum Yahudi yang picik dengan manusia agung yang menerima penghormatan dari jutaan malaikat dihadapan Yang Maha Tinggi.

    Juga sia-sia mengklaim kehormatan langit yang diberikan kepada Anak Manusia ini sebagai kehormatan untuk Yesus. Ada dua alasan utama untuk meniadakan Yesus dari kehormatan ini:

    Jika Yesus benar-benar manusia dan nabi, dan jika kita menganggap karyanya berhasil atau gagal, maka sudah pasti ia jauh dibelakang Muhammad. Tetapi jika ia diyakini sebagai yang ketiga dari Trinitas, maka Yesus sama sekali bukan dari golongan manusia. Anda jatuh dalam sebuah dilema yang tidak dapat diambil jalan keluarnya, karena bagaimanapun Barnasha tidak mungkin adalah Yesus.

    Jika Yesus diperintahkan untuk menghancurkan Binatang Keempat, maka tentulah ia bukannya membayar pajak untuk mendapat hak memilih (poll-tax) ayau upeti kepada Kaisar dan memasrahkan dirinya dipukuli atau dicemeti oleh Pilatus. Ia seharusnya mengusir pasukan Romawi dari Palestina dan menyelamatkan kaumnya.

    Tidak pernah hidup diatas bumi ini seorang pangeran atau nabi seperti Muhammad, yang termasuk anggota dinasti yang berkuasa selama sekitar 2500 tahun dan benar-benar merdeka serta tidak pernah menundukkan kepalanya dibawah penindasan asing. Mustahil membayangkan manusia lain yang begitu bermartabat dan pantas seperti Muhammad untuk mendapat keagungan dan penghormatan yang luar biasa sebagaimana yang digambarkan dalam penglihatan Daniel. Dan tidak lah heran kalau nabi Daud memanggil Muhammad �Tuanku� (Mazmur 110:1).

    Tidak heran kalau pada perjalanan malam (Mi�roj nabi Muhammad) ke langit, Muhammad diterima dengan penghormatan tertinggi oleh Yang Maha Kuasa dan diberi kekuasaan untuk memberantas pemujaaan berhala dan si tanduk yang menghina Tuhan dari negeri-negeri yang dijanjikan Tuhan kepada umatnya sebagai warisan abadi.
    Segi lain yang palin menakjubkan dalam penglihatan kenabian ini, menurut keyakinan saya yang sederhana, adalah bahwa terlihatnya Anak Manusia diatas awan, dan kehadirannya dihadapan Yang Maha Kuasa persis sama cerita Mi�roj (perjalanan malam nabi Muhammad dari Bait Yerusalem ke sidrotul Muntaha). Dengan kata lain, bagian kedua dari penglihatan Daniel diidentifikasi dengn peristiwa Mi�roj Nabi Muhammad.

    Sesungguhnya ada beberapa indikasi baik dalam bahasa Daniel maupun dalam Hadis yang membawa saya kepada keyakinan ini. Al-Qur’an menyatakan bahwa selama perjalanan malam itu, Tuhan memperjalankan hambaNya dari Masjid Haram di Mekkah ke Masjid al-Aqsha di Yerusalem. Dan dari Yerusalem nabi berangkat ke langit Sidrotul Muntaha. Tuhan memberkati daerah-daerah disekeliling bait itu, kemudian menjadi puing-puing, dan menunjukkan kepadanya tanda-tandaNya (Daniel 9:17).

    Diceritakan oleh nabi suci bahwa Bait Yerusalem, ia memimpin dalam kapasitasnya sebagai imam dalam melaksanakan sholat bersama-sama dengan para nabi yang mengikutinya. Lebih jauh diceritakan bahwa dari Yerusalemlah beliau dinaikkan ke langit ke tujuh dengan ditemani oleh roh-roh para nabi dan malaikat sampai beliau tiba dihadapan Tuhan. Kerendahan hati nabi yang mencegah beliau untuk menceritakan semua yang dilihatnya dan diterimanya dari Allah.

    Nampaknya roh yang menafsirkan penglihatan itu kepada Daniel bukanlah seorang malaikat, sebagaimana saya katakan tanpa dipikir lagi ditempat lain, melainkan roh atau jiwa seorang nabi, karena ia menyebut �Qaddish� (dalam jenis laki-laki) dan �Qaddush� (4:10 dan 8:13), yang artinya santo atau orang suci �nama yang sangat lazim untuk nabi dan orang suci. Betapa senangnya roh-roh suci para nabi dan para syuhada yang telah disiksa oleh empat binatang buas itu, lebih-lebih ketika mereka mengetahui hukuman mati dijatuhkan oleh Yang Maha Tinggi terhadap rejim Trinitasnya Konstantin, dan nabi penutup diperintahkan untuk melenyapkan kerajaan Tanduk (Romawi).

    Juga harus diingat bahwa penglihatan ini dilihat juga pada malam yang sama ketik berlangsung perjalanan sang Barnasha dari Mekkah-Yerusalem-langit.

    Berdasarkan kesaksian Daniel, kita sebagai muslim harus mengakui bahwa perjalanan Muhammad dilakukan secara jasmaniah �suatu hal yang tidak mustahil bagi Yang Maha Kuasa.

    Paulus juga menyebutkan sebuah penglihatan yang ia lihat empat belas tahun sebelumnya dari seseorang yang telah ia angkat ke langit ketiga dan kemudian ke surga, dimana ia mendengar dan menyaksikan kata-kata dan objek-objek yang tidak bisa dijelaskan. Gereja dan ahli tafsirnya meyakini orang ini sebagai Paulus sendiri. Meskipun bahasa itu sedemikian rupa memberikan kepada kita ide bahwa dia sendirilah orang itu, namun karena kerendahan hati ia merahasiakannya agar ia tidak dianggap orang sombong (2 Korintus 12:1-4).

    Meskipun Al-Qur’an mengajarkan kita bahwa rasul-rasul (murid) Yesus adalah orang suci dan bersemangat. Namun, tulisan-tulisan mereka tidak bisa dipercaya, karena Gereja-gereja yang cekcok dan saling berbantahan telah menjadikan tulisan-tulisan itu sebagai sasaran berbagai penyisipan atau penambahan. Injil Barnabas menyatakan bahwa Paulus kemudian jatuh kedalam kesalahan dan menyesatkan kaum beriman (Barnabas pasal 222).

    Bahwa Paulus tidak mengungkapkan identitas orang yang dilihat dalam penglihatan itu, dan bahwa kata-kata yang ia dengar di surga �tidak terkatakan dan tidak seorang manusia pun boleh mengucapkannya�, menunjukkan bahwa Paulus sendiri bukanlah orang yang dinaikkan ke surga. Mengatakan bahwa Paulus, karena alasan kerendahan hati dan kesopanan, tidak memuji diri sendiri adalah benar-benar kesalahan dalam menggambarkan siapa Paulus sebenarnya. Ia menyombongkan diri telah memarahi St. Petrus secara terang-terangan, dan surat-surat (epistle) yang ditulis penuh dengan ungkapan-ungkapan tentang dirinya sendiri yang benar-benar menegaskan bahwa Paulus adalah bukan orang yang rendah hati dan sopan.

    Disamping itu, kita tahu dari tulisan-tulisannya kepada orang Romawi dan Galatia betapa ia orang Yahudi yang menghinakan Hajar dan bani Ismail. Manusia agung yang ia lihat dalam penglihatannya bisa jadi tak lain adalah orang yang dilihat oleh Daniel. Muhammad lah yang ia lihat, dan tidak berani melaporkan kata-kata yang tidak diucapkan kepadanya oleh Tuhan karena disatu pihak ia takut pada orang Yahudi, dan dilain pihak menentang dirinya sendiri karena telah mengagungkan dirinya sendiri sedemikian rupa dengan salib dan yang disalib.
    Sebagai kesimpulan, izinkanlah saya mengambil teladan untuk umat nonMuslim dari penglihatan Daniel yang menakjubkan itu. Hendaklah umat NonMuslim mencamkan pelajaran dari nasib empat binatang buas, khususnya si Tanduk dan merenungkan bahwa Allah saja Tuhan Yang Sejati.

  79. ilham othmany Says:

    Sejarah Daud, perbuatannya yang luar biasa, dan tulisan-tulisan kenabiannya, terdapat dalam dua kitab Perjanjian lama yakni Mazmur dan Samuel. Ia adalah anak bontot Yishai (Yessie) dari suku Yudas. Ketika masih seorang gembala muda, ia sudah mampu membunuh seekor beruang dan mencabik-cabik dua ekor singa. Anak muda yang gagah berani itu mengayunkan sebuah batu kecil persis ke dahi Goliat, seorang jawara Filistin dan Daud menyelamatkan Israel . Hadiah tertinggi untuk prestasi yang terbaik dalam menunjukkan keberanian adalah Michal, anak perempuan Raja Saul.

    Daud pandai bermain harpa dan seruling, dan ia adalah penyanyi yang bagus. Pelarian dia dari bapak mertuanya yang iri hati, petualangan dan perbuatan-perbuatan luarbiasa nya sebagai seorang bandit sudah banyak diketahui. Saat kematian Saul, maka Daud diundang oleh masyarakat untuk menerima mahkota kerajaan, untuk mana sudah lama sebelumnya ia diberi upacara perminyakan suci oleh nabi Samuel. Ia memerintah selama sekitar tujuh tahun di Hebron . Ia mengambil Yerusalem dari kaum Yebusit dan menjadikannya ibukota kerajaan.

    Dua bukit atau gunung, di Yerusalem diberi nama .Moriah� dan �Sion�. Kedua kata ini memiliki pengertian dan makna yang sama sebagai �Marwah� dan �Shafa� yang terkenal di Mekkah, yang berturut-turut artinya adalah �tempat bayangan Tuhan� dan �cadas atau batu�.

    Berbagai perang yang dilakukan Daud, berbagai kesulitan keluarganya yang berat, dosanya terhadap tentara yang beriman, Uria dan Batsyeba (istrinya Uria), tidak dibiarkan tanpa hukuman. Ia berkuasa selama empat puluh tahun. Kehidupannya diwarnai dengan peperangan dan kesedihan keluarga. Ada beberapa cerita kontradiktif mengenai dia yang jelas-jelas berasal dari dua sumber yang berlawanan.

    Kejahatan Daud dalam kaitannya dengan Uria dan istrinya (2 Samuel 11) bahkan tidak disinggung dalam Al-Qur’an. Itulah keunggulan al-Qur’an yang mengajarkan kepada kita bahwa semua nabi terlahir hingga mati tanpa dosa. Tidak seperti alkitab, yang mengutip kabar dusta, padahal kejahatan tersebut kalau memang benar dilakukan, maka menurut hukum Musa semestinya dihukum mati!.

    Kisah tentang Daud melakukan perzinaan sehingga dua malaikat datang kepadanya dan mengingatkan dia akan dosa adalah dusta besar dan kekanak-kanakan.

    Kata-kata istighfara dan ghafarana yang terdapat dalam Al-Qur’an 38:23, sama sekali tidak mengindikasikan Daud telah berbuat dosa, karena kata istighfar sebenarnya berarti meminta perlindungan, dan Daud meminta perlindungan kepada Allah ketika ia melihat bahwa musuh-musuhnya semakin berani melawannya. Dan dengan ghafarana berarti pembetulan urusan-urusannya, karena Daud sebagai penguasa hebat, tidak bisa berhasil menguasai secara penuh musuh-musuhnya.

    Perjanjian Lama tidak menyebutkan waktu kapan karunia kenabian diberikan kepada Daud. Kita membaca bahwa setelah Daud melakukan dua dosa, maka Tuhan mengutus nabi Natan untuk menghukum Daud. Sesungguhnya hingga akhir hidupnya, kita menemukan dia selalu mendapat pertolongan dari nabi-nabi lain. Leh karena itu, menurut cerita-cerita versi alkitab, nampaklah bahwa karunia nubuat datang padanya setelah ia benar-benar bertobat dari dosa-dosanya. Dalam salah satu artikel saya sebelumnya, saya mengatakan bahwa setelah terpecahnya Kerajaan menjadi dua bagian yang merdeka dan saling berperang satu sama lain, sepuluh suku yang membentuk kerajaan Israel selalu memusuhi Dinasti Daud dan tidak pernah mengakui bagian manapun dari Perjanjian Lama selain Taurat atau Hukum Musa seperti terdapat dalam Pentateuch. Hal ini jelas menurut versi Samaritan dari lima kitab pertama Perjanjian Lama.

    Kita tidak menemukan satupun kata atau nubuat tentang keturunan Daud dalam wacana-wacana tentang para nabi besar, seperti Elia, Elisa, dan lain-lainnya yang tumbuh subur di Samaria selama pemerintahan raja-raja Israel dan pindahnya sepuluh suku ke Assyria barulah para nabi Yudea mulai meramalkan lahirnya seorang pangeran dari rumah Daud yang segera memulihkan seluruh bangsa dan menaklukan musuh-musuhnya.

    Ada beberapa dari ucapan-ucapan yang bermakna ganda ini dalam tulisan-tulisan atau pidato-pidato beberapa nabi terakhit yang memberikan kegembiraan luar biasa dan menakjubkan kepada Bapa-bapa Gereja, tetapi dalam kenyataannya, ucapan-ucapan itu tidak ada hubungannya denga Yesus.

    Saya akan mengutip secara ringkas dua diantara nubuat ini. Pertama adalah Yesaya 7:14, yakni:

    Lāk_ēn yitēn �ădōnāy h�� lāk_em �ōwt hinnēh hā�aləm� hār� wəyōledet bēn wəqārā�_t �əmōw �immān� �ēl.

    (�Seorang gadis yang sudah mengandung akan melahirkan seorang anak lelaki dan ia akan menamainya Imanuel�)

    Kata ibrani almah (hā�aləm�) artinya bukan �perawan�, seperti umumnya diartikan para teolog Kristen yang menisbahkannya untuk perawan Maria. Almah adalah seorang wanita yang sudah boleh kawin (dewasa), atau gadis atau dara. Kata Ibrani untuk �perawan� adalah bthulah . Maka nama anaknya harus Imanuel yang artinya adalah �Tuhan bersama kita�.

    Baik Yesaya ataupun Raja Ahaz, atau setiap orang Yahudi tidak pernah berpikir bahwa bayi yang baru lahir itu adalah �Tuhan-bersama-kita�. Mereka tidak pernah memikirkan hal lain selain bahwa nama dia hanya akan seperti ini. Tetapi teks dengan jelas menyatakan bahwa Ahazlah (yang kelihatannya sudah mengenal sang gadis yang mempunyai anak) yang akan memberikan nama itu kepada sang anak. Ahaz dalam keadaan bahaya, musuh-musuhnya sedang merangsek ke Yerusalem, dan janji ini diberikan kepadanya dengan menunjuki dia suatu tanda , yakni, gadis yang hamil, dan bukan seorang perawan Maria yang akan datang kedunia lebih dari 700 tahun kemudian!

    Ramalan sederhana tentang seorang anak yang akan dilahirkan pada masa pemerintahan Ahaz ini disalahpahami juga oleh penulis Injil Matius (Matius 1:23). Nama Yesus diberikan oleh malaikat (Matius 1:21), dan ia belum pernah dipanggil �Imanuel�. Bukankah keji mengambil nama ini sebagai argumen dan bukti doktrin �inkarnasi� Kristen?

    Penafsiran aneh lainnya terhadap ramalan kenabian adalah dari Zakaria (9:9), yang salah kutip dan sama sekali disalahpahami oleh penulis Injil Matiuis (21:5). Nabi Zakaria berkata:

    �Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda, anak dari keledai betina.� (Zakaria 9:9)

    Dalam bagian yang puitis ini sang penyair benar-benar ingin menggambarkan si keledai jantan �dimana sang Raja duduk- dengan mengatakan bahwa ia adalah seekor keledai muda; dan anak keledai ini pun, digambarkan sebagai anak seekor keledai betina. Nah! Matius mengutip bagian ini seperti berikut: “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda, anak dari keledai betina. (Matius 21:5)

    Orang yang menulis ayat itu diatas benar-benar percaya ataupun tidak bahwa Yesus, ketika masuk ke Yerusalem dengan membawa kemenangannya sambil mengendarai seekor keledai muda anaknya keledai betina, melakukan keajaiban bukan persoalan. Meski demikian, adalah benar mengatakan bahwa mayoritas Bapa Kristen begitu mempercayai dan tidak pernah terbetik pada pikiran mereka bahwa pertunjukan seperti itu akan terlihat seperti sebuah komedi ketimbang sebuah prosesi kerajaan yang megah. Namun Lukas bersikap waspada, dan tidak jatuh kedalam kesalahan Matius. Apakah kedua pengarang Injil ini diilhami oleh Roh yang sama?

    Zakaria meramalkan di Yerusalem, setelah kepulangan Yesus dari penahanan akan kedatangan seorang raja. Meskipun lembut dan rendah hati, mengendarai seekor anak keledai, tetap saja ia datang membawa keselamatan dan akan membangun kembali rumah Tuhan. Ia meramalkan hal ini pada saat kaum Yahudi sedang berusaha keras membanguin Bait Allah dan kota yang hancur; masyarakat sekelilingnya menentang mereka; pekerjaan pembangunan dihentikan sampai Darius, raja Persia , mengeluarkan perintah pembangunan.

    Meskipun tidak ada raja Yahudi pernah muncul sejak abad ke 6 SM, namun, mereka sudah memiliki pemerintahan-pemerintahan otonom dibawah penguasa asing. Keselamatan yang dijanjikan disini, perlu dicatat, adalah bersifat material dan segera, dan bukan keselamatan yang akan datang 520 tahun kemudian, ketika Yesus dari Nazaret menunggangi keledai untuk memasuki Yerusalem semata-mata bukan untuk prosesi kerajaan yang megah, melainkan ditangkap dan disalib orang Yahudi dan Romawi, sebagaimana diceritakan Bible. Jelas, ini sama sekali bukan penghiburan kepada kaum Yahudi malang yang dikelilingi oleh musuh-musuh dalam sebuah kota yang hancur. Konsekuensinya, dengan kata �raja� dapat dipahami, sebagai salah seorang pemimpin utama mereka �Zerobabel, Ezra, atau Nehemia.

    Dua contoh diatas, saya maksudkan untuk menunjukkan terutama kepada para pembaca muslim �yang mungkin kurang familiar dengan alkitab- betapa umat Kristen telah disesatkan oleh pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka sendiri, ketika menyampaikan penafsiran-penafsiran dan makna-makna bodoh terhadap nubuat-nubuat yang terkandung didalamnya.

    Sekarang saya membahas nubuat Daud:

    �Yahweh berkata kepada Adonku. Duduklah disebelah kananku sampai aku tempatkan musuh-musuhmu sebagai ganjal dibawah kakimu� (Mazmur 110:1)[Mazmur 110:1 dalam teks ibraninya: lədāwid mizəmōwr nə�um yəhw�| la�dōn� �ēb l�m�n� �ad-�ā��t �ōyəb_eyk_ā hădōm lərag əleyk_ā.]

    Ayat Mazmur ini kemudian dikutip oleh Matius (22:44), Markus (12:36), dan Lukas (20:42). Dalam Bible berbagai bahasa ayat tersebut berbunyi �The Lord said unto my Lord� (Tuhan berkata kepada Tuhanku). Sudah pasti, jika Lord yang pertama adalah Tuhan, maka Lord yang kedua juga Tuhan. Tidak ada argumen yang lebih tepat dan pantas untuk seorang pendeta atau pastur Kristen daripada ini, yakni si pembicara adalah Tuhan dan yang diajak bicara juga Tuhan. Sehingga Daud mengenal dua Tuhan! Tidak ada yang masuk akal daripada jalan pikiran ini! Diantara dua domini ini, mana yang termasuk Lord nya Daud?

    Seandainya Daud menulis, �Dominus meus dixit Domino meo� , maka ia membuat dirinya menggelikan, karena dengan demikian ia mengakui dirinya adalah hamba dari dua Tuhan, tanpa menyebut nama diri mereka. Itu berarti Lord kedua nya Daud telah berlindung kepada Lord pertamanya, yang memerintah dia untuk duduk disebelah kanannya sampai ia meletakkan musuh-musuhnya sebagai ganjal dibawah kakinya. Alasan ini membawa kita pada pengakuan bahwa untuk mengetahui Agama anda dengan benar, maka Anda harus memahami bahasa aslinya dan tidak tergantung pada terjemahan.

    Saya sengaja menulis kata aslinya dalam bahasa Ibrani �YaHWeh dan Adon�, guna menghindari ambiguitas dan kesalahpahaman dari pengertian yang disampaikan oleh kedua kata tersebut. Tetragram Yhwh biasa diucapkan Yehovah (Jehovah), tetapi kini diucapkan Yahweh. Kata ini adalah nama diri Tuhan Yang Maha Kuasa. Kata Adon berarti pemilik, tuan, dan pemimpin atau sama dengan kata benda Arab dan Turki yakni Amir, Sayyid, dan Agha . Adon berlaku sebagai lawan kata dari prajurit, budak dan barang milik. Konsekuensinya, bagian pertama dari ayat Mazmur 110:1 harus diterjemahkan sebagai �Tuhan berkata kepada tuanku�.

    Daud dalam kapasitasnya sebagai seorang raja, adalah tuan dan pemimpin dari bani Israel dan pemilik kerajaan. Lantas �hamba� siapakah gerangan dia?

    Daud, sebagai raja kuat, sesungguhnya tidak mungkin menjadi budak atau hamba dari manusia hidup mana pun. Juga tidak bisa dibayangkan kalau dia memanggil Tuan kepada seorang nabi yang sudah meninggal seperti Ibrahim atau Yaqub, karena istilah yang layak bagi mereka adalah �Bapak�. Juga ada kemungkinan bahwa Daud tidak akan menggunakan sebutan �Tuanku� bagi siapa pun dari keturunannya sendiri, yang bagi mereka pun, istilah yang biasa adalah �anak�. Tetap saja, disamping Tuhan, tidak ada wujud yang menjadi tuannya Daud, kecuali manusia yang paling luhur dari ras manusia.

    Sangat dapat dimengerti kalau mengira bahwa dalam pandangan dan pilihan Tuhan pasti ada seorang manusia yang paling mulia, paling terpuji, dan paling dirindukan diantara semua manusia. Sudah pasti para ahli ramal dan para nabi terdahulu mengetahui tokoh suci ini dan seperti Daud memanggilnya �Tuanku�.

    Tentu saja, para pendeta Yahudi dan Kristen memahami ungkapan ini sebagai mesias yang merupakan keturunan Daud sendiri. Dan dengan demikian menjawab pertanyaan yang diberikan pada mereka oleh Yesus sebagaimana dikutip oleh Matius (pasal 22) dan Injil Synoptic lainnya. Yesus dengan tegas menyangkal kaum Yahudi ketika Yesus menanyai mereka dengan pertanyaan kedua :

    �Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” (Matius 22:45)

    Pertanyaan Yesus ini membungkam pendengarnya, karena mereka tidak dapat menemukan jawabannya.

    Para pengabar Injil dengan tiba-tiba memotong subjek diskusi yang penting ini. Menghentikan tanpa penjelasan lebih jauh adalah tidak layak bagi Yesus atau bagi para pelapornya. Karena dengan meninggalkan pertanyaan tentang ketuahannya dan bahkan ciri kenabiannya, Yesus sebagai seorang guru wajib untuk memecahkan persoalan yang ditimbulkan oleh dia sendiri ketika ia melihat bahwa murid dan para pendengarnya tidak sanggup mengenali siapa gerangan sang Tuannya Daud itu!

    Lewat ungkapan bahwa Tuan atau Adon itu tidaklah mungkin anak Daud, artinya Yesus bukanlah Tuannya Daud. Pengakuan ini sangat menentukan dan harusnya membangkitkan guru-guru agama Kristen untuk menempatkan status Yesus yang sebenarnya sebagai hamba Tuhan.

    Saya tidak dapat membayangkan seorang guru yang ketika murid-muridnya tidak mempu menjawab pertanyaan dia harus diam seribu bahasa, kalau bukan dia sendiri bodoh seperti mereka dan tidak sanggup memberikan solusinya. Tetapi Yesus bukanlah orang bodoh dan bukan seorang guru berhati dengki. Yesus adalah seorang nabi dengan cinta yang membara kepada Tuhan dan manusia. Dia tidak meninggalkan masalah tanpa terpecahkan atau pertanyaan tanpa jawaban.

    Kitab-kitab Injil Gereja tidak melaporkan jawaban Yesus terhadap pertanyaan �Siapakah Tuannya Daud?� Namun Injil Barnabas memberikannya. Kitab Injil ini telah ditolak oleh gereja-gereja karena bahasanya lebih sesuai dengan kitab-kitab suci yang diwahyukan, dan karena ia sangat eksplisit tentang misi kenabian Yesus. Injil Barnabas mencatat :

    ��..Ia (Yesus) bersabda bahwa Mesias tidak akan berasal dari benih (keturunan) Daud , tetapi ia (Mesias) akan berasal dari benih (Keturunan) Ismail, dan janji terdahulu dibuat untuk Ismail bukan Ishaq (Barnabas 142:3)

    Dalam Injil Barnabas pula Yesus berulangkali dilaporkan telah berbicara tentang Muhammad yang roh dan jiwanya telah ia lihat di surga.
    Tidak ada keraguan bahwa penglihatan nubuat Daniel yang melihat Barnasha yang agung, yakni Muhammad, melalui kekuatan supranatural yang luar biasa, adalah sama dengan nubuatnya Daud. Manusia yang paling mulia dan terpuji inilah yang dilihat oleh Ayub (19:25) sebagai �juru selamat� dari kekuasaan Iblis.

    Lantas apakah Muhammad adalah yang dipanggil Daud dengan seruan �Tuanku� atau �Adonku�? Mari kita lihat.

    Argumen-argumen yang mendukung Muhammad yang disebut �Sayyidul Mursalin� , sama artinya dengan �Adon para nabi�, sangat meyakinkan: Argumen-argumen tersebut begiitu jelas dan tegas dalam kata-kata Perjanjian Lama sehingga kita merasa heran dengan kebodohan dan sifat keras kepala orang-orang yang tidak mau mengerti dan mentaati.

    Nabi dan Adon terbesar, dalam pandangan Tuhan dan manusia bukanlah penakluk dan perusak dimuka bumi, bukanlah pula seorang pertapa yang menghabiskan hidupnya didalam kuil untuk bersemedi pada Tuhan hanya demi menyelamatkan dirinya sendiri, melainkan orang yang memberikan lebih banyak kebaikan dan pelayanan kepada umat manusia dengan membawa mereka kepada cahaya pengetahuian tentang Tuhan sejati Yang Esa, dan sama sekali menghancurkan kuasa iblis dan berhala-berhalanya yang buruk sekali dan istitusi-institusinya yang jahat.

    Muhammad lah yang membuat memar sang kepala ular dan itulah sebabnya mengapa al-Qur�an dengan tepat menyebut Iblis/Devil yakni �yang dilukai sampai memar�! Muhammad membersihkan Bait Ka�bah dari semua berhala Arabia dan memberikan cahaya, agama, dan kegembiraan, dan kekuatan kepada kaum musyrikin Arab yang bodoh, yang dalam waktu singkat menyebarkan cahaya itu keempat penjuru bumi.
    Dalam kebaktian kepada Tuhan, karya dan keberhasilan Muhammad tidak dapat disamai dan tertandingi.

    Para nabi dan orang suci dan syuhada membentuk tentara Tuhan melawan kuasa Iblis, dan Muhammad sendiri sudah pasti jadi panglima tertinggi mereka semua. Sebenarnya, ia sendiri bukan hanya Adon dan Tuannya Daud, tetapi juga Adon nya semua nabi, karena ia telah membersihkan Palestina dan semua negeri yang dikunjungi oleh Ibrahim dari kemusyrikan dan penindasan asing.

    Karena Yesus mengakui bahwa dirinya bukanlah Tuan nya Daud, juga bukan mesias keturunan Daud (Matius 22:45), maka tetap tidak ada diantara para nabi, selain Muhammad yang menjadi Adon atau Tuan nya Daud. Dan ketika sampai pada membandingkan revolusi keagamaan yang patut dipuji yang dibawakan oleh anak keturunan Ismail yang mulia kedunia ini, maka kita mesti sampai pada kesimpulan bahwa hanya Muhammad saja yang patut mendapat gelar kehormatan Adon atau Tuan.

    Bagaimana Daud tahu bahwa �Yahweh berkata kepada Adonku. Duduklah disebelah kananku sampai aku tempatkan musuh-musuhmu sebagai ganjal dibawah kakimu� (Mazmur 110:1) ? dan kapan pula Daud mendengar ucapan Tuhan ini? Yesus sendiri memberikan jawabannya yakni �Roh Daud menuliskan ini�. Ia melihat sang Adon Muhammad persis seperti Daniel melihat dia (Daniel pasal 7).
    Tentu saja misteri �Duduklah disebelah kananku� ini disembuyikan dari kita. Namun kita bisa menerka dengan aman bahwa pentasbihan resmi dengan kehormatan untuk menundukkan diri disebelah kanan singgasana Tuhan ini, dan karenanya naik ke martabat Adon, tidak hanya dari para nabi, tetapi juga dari seluruh makhluk, berlangsung pada peristiwa malam Mi�roj nabi Muhammad yang terkenal itu.

    Satu-satu keberatan utama pada misi kenabian Muhamamd dan superioritasnya adalah pengutukannya kepada doktrin Trinitas. Tetapi patut diingat, bahwa Perjanjian Lama tidak mengenal ada Tuhan selain dari Allah. Dan Tuannya Daud tidak duduk di sebelah kanan dari Tuhan yang tiga, tetapi dari sebelah kanan Allah Yang Esa. Karena itu, diantara para nabi yang beriman kepada Allah, tidak seorang pun yang begitu hebat dan memberikan pelayanan yang demikian menakjubkan kepada Allah dan umat manusia, seperti Muhammad, baginya salawat dan salam.

  80. ilham othmany Says:

    Menerjemahkan ulang sebuah karya besar seorang penulis terkenal dari versi bahasa asing jika ia membiarkan tulisan-tulisan lain dalam bahasanya sendiri. Tidak akan terlalu sulit. Karena si penerjemah dapat mengkaji pikiran, alasan, dan ungkapan-ungkapan dalam karya-karya si penulis asing tersebut. Namun, sejauh mana ia akan berhasil adalah pertanyaan yang hanya dapat diputuskan dan ditetapkan oleh penerjemah-penerjemah yang cakap.

    Sama halnya, jika terdapat sedikit dua epistel atau tulisan Lukas dalam bahasa Ibrani, maka kitab Injilnya dapat diterjemahkan kedalam bahasa itu dan terhitung tidaklah sulit dibandingkan dengan upaya saat ini kita lakukan. Sayangnya, yang terjadi pada Perjanjian Baru tidaklah demikian. Karena sudah tidak ada lagi tulisan-tulisan kuno dalam bahasa Yesus dari mana Lukas menerjemahkan Kidung Malaikat; juga ia sendiri tidak mewariskan kepada kita buku lain dalam bahasa Semit.

    Bahasa Yunani modern seringkali menggunakan kata �Eudokia� dan �Eudoxia� untuk kata benda nama diri perempuan mereka. Dan kedua kata benda ini terdiri dari dua elemen �eu� dan �dokeo�, serta �eu� dan �doxa� yang berarti �kemuliaan� atau �pujian�, dan sebagainya.

    Untuk menemukan kata Semit asli dalam nyanyian yang didengar dan diceritakn oleh para gembala dan diceritakan oleh gembala dan yang telah dirumuskan oleh Lukas menjadi �Eudokia�, maka kita dipaksa untuk memeriksa dan melacaknya langsung dari akar dan derivasinya dalam bahasa Yunani.

    Ada dua versi utama Perjanjian Baru dari teks Yunani, satu dalam bahasa yang disebut bahasa Syriac, dan satu lagi dalam bahasa Latin. Keduanya memuat judul yang sama pentingnya yakni �simplex� atau �simple� yang berarti �pshittha� dan �Vulgate�. Terdapat banyak bahan informasi baru mengenai dua versi kuno yang terkenal ini yang pasti membuat malu mengenai dua versi kuno yang terkenal ini yang pasti membuat malu para sejarawan kristen dan teolog kristen yang dogmatis.

    Umum diketahui bahwa Gereja Roma selama empat abad pertama tidak mempunyai kitab suci atau Liturgi dalam bahasa Latin melainkan dalam bahsa Yunani. Sebelum Konsili Nicea pada 325 M, undang-undang dari kitab-kitab Perjanjian Baru tidak disempurnakan atau bahkan tidak ditegakkan. Terdapat puluhan kitab Injil dan Epistel yang dianggap sakral oleh berbagai macam sekte Kristen, namun ditolak oleh Konsili Nicea karena dianggap palsu.

    Karena pusat bahasa dan pembelajaran Syriac adalah Orhai, yakni Edessa, dan tidak pernah di Antioch, maka disinilah kitab-kitab Perjanjian Baru diterjemahkan dari bahasa Yunani setelah Konsili Nicea yang terkenal bercitra buruk.

    Pemeriksaan dan kajian yang dalam terhadap literatur dan sejarah Kristen awal akan menunjukkan bahwa penyebar-penyebar Injil pertama adalah orang Yahudi yang berbicara bahasa Arami atau bahasa Syriac lama. Apakah �Injil� merupakan sebuah dokumen tertulis, atau doktrin tidak tertulisa atau agama yang disebarkan secara lisan, adalah sebuah pokok bahasan yang perlu dijawab namun diluar pokok pembahasan kita sekarang. Namun satu yang pasti, yakni umat Kristen awal menjalankan ibadah keagamaan mereka dalam bahasa Arami. Itulah bahasa sehari-hari yang digunakan oleh bangsa Yahudi , Syria , Phoenicia , Khaldea, dan Assyria .

    Kini jelaslah bahwa kaum Kristen yang bahasa ibunya adalah bahasa Arami pasti akan lebih senang membaca dan berdoa dalam bahasa mereka sendiri, dan konsekuensinya berbagai macam kitab Injil, Epistel, dan doa-doa, dan liturgi ditulis dalam bahasa Syriac.

    Dilain pihak, para pemeluk agama baru dari kaum nonYahudi yang pindah ke agama Kristen membaca Perjanjian Lama dalam versi Yunaninya dari �tujuh puluh� (The seventy) . Seperti lazimnya para filsafat Yunani, begitu pindah ke agama baru (Kristen) dan ada Septuagint dihadapan mereka, tidak mengalami kesulitan dalam pembuatan �Perjanjian Baru� sebagai penyelesaian atau kelanjutan dari Perjanjian Lama.
    Bagaimana kitab Injil dari nabi yang terlahir di Palestina menjadi sumber dari dua arus pemikiran yang kiat, semitik, dan Hellenik, dan bagaimana pemikiran politeistik Yunani akhirnya menggagahi akidah Semitik yang monoteistik dibawah para kaisar Yunani-Latin yang zalim dan dibawah para uskup trinitas Romawi yang tidak toleran dan takhayul, adalah hal-hal ekstrem untuk sebuah kajian yang dalam oleh para sarjana Unitarian Muslim.

    Kemudian ada pertanyaan tentang kesatuan iman, kesatuan doktrin, dan kesatuan teks wahyu. Selama lebih dari 3 abad, gereja kristen belum mempunyai Perjanjian Baru seperti kita saksikan dalam bentuknya yang beredar sekarang. Tidak satu pun dari Gereja Semit atau Gereja Yunani, juga Antioch, Edessa, Byzantium, dan Romawi mempunyai semua kitab Perjanjian Baru, bahkan tidak juga empat Injil sebelum Dewan Nicea. Dan saya bertanya-tanya apa gerangan keyakinan umat Kristen yang hanya memiliki beberapa Injil sekarang, mengenai dogma-dogma Ekaristi, pembaptisan, trinitas, konsep yang menakjubkan tentang Yesus dan puluhan dogma dan doktrin lainnya!

    Versi Syriac dan pshittha tidak mengandung apa yang disebut �Essential Word� (Firman Pokok) atau �Institutional Words� (Firman Kelembagaan) yang sekarang masih ada di Injil Lukas (22:17-19).

    12 terakhir dari pasal ke 16 Injil kedua tidak terdapat dalam manuskrip-manuskrip Yunani kuno. Yang namanya �doa Tuhan� (Matius 6:9, Lukas 11:2) tidak dikenal oleh pengarang Injil kedua dan keempat.

    Sebenarnya banyak ajaran penting yang termuat dalam satu kitab Injil tidak dikenal oleh gereja-gereja yang tidak memilikinya. Konsekuensinya tidak ada keseragaman ibadah, disiplin, otoritas, keyakinan, perintah, dan hukum pada gereja awal, sebagaimana terjadi pada kristen sekarang.

    Yang dapat kita simpulkan dari literatur Perjanjian Baru hanyalah umat Kristen pada jaman Apostolik menjadikan kitab-kitab suci Yahudi sebagai alkitab mereka, dengan sebuah kitab yang memuat wahyu sebenarnya yang disampaikan oleh Yesus, dan bahwa substansinya persis sama dengan yang dikemukakan dalam Serephic Canticle (Kidung Makhluk Angkasa) ini- yakni ISLAM dan AHMAD.

    Misi khusus yang diemban oleh Allah kepada Yesus adalah meluruskan keyakinan keliru terhadap anggapan bahwa mesias adalah dari keturunan Daud, dan meyakinkan mereka bahwa Kerajaan Tuhan dibumi yang sedang mereka tunggu-tunggu tidaklah datang melalui mesias keturunan Daud (baca. Matius 22:41-45), tetapi melalui mesias keturunan Ismail yang bernama Ahmad atau Muhammad (baca. Barnabas 142:3) , padanan yang benar dari nama yang telah dipertahankan oleh kitab-kitab Ijil Yunani dalam bentuk �Eudoxos� dan �Periclytos� dan bukan �Paraclete� sebagaimana yang ditetapkan oleh gereja-gereja. Dengan sendirinya �Periclyte� akan menjadi salah satu topik penting dalam serial artikel ini.

    Namun apapun pengertian dari �Paraclete� (penghibur) atau ortografi etimologis yang benar, tetap saja ada kebenaran yang cemerlang yang Yesus tinggalkan dan agama yang belum tuntas yang harus diselesaikan dan disempurnakan oleh apa yang digambarkan Yohanes (ubi supra) dan Lukas (24:49) sebagai �roh�. �Roh� ini bukanlah salah satu Tuhan yang ketiga dari yang tiga dalam trinitas Tuhan-tuhan, melainkan roh kudus Ahmad yang eksis seperti roh-roh para nabi lainnya disurga (bandingkan dengan Injil Barnabas).

    Jika roh Yesus atas kesaksian seorang rasul Yohanes (17:5), eksis sebelum ia menjadi seorang manusia, kaum unitarian muslim pun dibenarkan sepenuhnya untuk meyakini eksistensi roh Muhammad atas kesaksian rasul lainnya, Barnabas! Mengapa tidak? Karena hal ini akan dibicarakan dalam artikel berikutnya, untuk saat ini yang ingin saya tanyakan kepada Gereja Kristen apakah kalian memiliki Injil keempat sebelum Dewan Nicea? Jika jawabannya YA, berdoalah, kemukakan bukti-bukti Anda. Jika jawabannya TIDAK, maka haruslah diakui bahwa sebagian besar kaum Kristen tidak tahu apa-apa tentang �Paraclete�, sebuah kata keji yang tidak berarti �penghibur� ( comforter ) atau penengah ( mediator ) atau tidak ada arti sama sekali! Sudah pasti semua ini merupakan tuduhan sangat serius dan berat terhadap agama Kristen.
    Mari kita kembali ke pokok permasalahan. Pshittha telah menerjemahkan kata Yunani �Eudokia� (bangsa Yunani membaca kata itu, �Ivdokia� atau malah mengucapkan �Ivthokia�) sebagai �Sobhra Tabha� (diucapkan �Sovra Tavra�), yang berarti �harapan yang baik� atau �penantian yang baik�, sementara versi latin Vulgate dilain pihak menerjemahkan �Eudokia� sebagai �Bona Voluntas� atau �kehendak baik�

    Saya tidak takut menantang semua sarjana bahasa Yunani, jika mereka berani untuk menentang saya ketika saya menyatakan bahwa penerjemah Injil versi Syriac dan Latin telah membuat kesalahan yang serius dalam menerjemahkan �Eudokia�. Namun demikian, saya harus mengakui bahwa tidak bisa sama sekali menyalahkan para penerjemah itu sebagai telah sengaja menyelewengkan arti kata Yunani ini. Karena saya mengakui bahwa kedua versi tersebut memiliki dasar rapuh untuk membenarkan terjemahan mereka masing-masing. Sehingga kedua versi tersebut telah kehilangan makna dan arti sesungguhnya dari kosa kata Semit ketika diubah menjadi kata Yunani �Eudokia�.

    Padanan yang tepat dari �harapan yang baik� dalam bahasa Yunani bukan �Eudokia�, tetapi �eu elpis� atau malah �euelpistia�. Penjelasan yang rinci tentang �evelpistia� (pengucapan Yunaninya) ini cukup untuk membungkam Pshittha. Istilah yang tepat dan persis dengan bahasa Latin �bona voluntas�, atau �kehendak baik�, dalam bahasa Yunani pasti bukan �eudokia�, melainkan �euthelyma�. Dan penjelasan yang singkat namun meyakinkan ini lagi-lagi cukup menjadi teguran bagi para pendeta Vatikan, Phanar (Konstantinopel), dan Canterbury, yang menyanyikan �Gloria in Excelsis� ketika mereka merayakan misa atau sakramen lainnya.

    Etimologi dan Pengertian �Eudokia�

    Sekarang mari kita lanjutkan dengan memberikan arti yang sebenarnya dari �Eudokia�.

    Awalan kata �eu� artinya �baik, benar, lebih, dan paling�. Contohnya �eudokimeo� artinya �dihargai, diakui, dicintai, dan memperoleh kemuliaan�; �eudokimos� artinya �sangat dihargai, paling termasyur, dan mulia�. Kata substantif Yunani �doxa� yang dipakai dalam kata benda gabungan �ortodox�, �doxology�, dan sebagainya, adalah berasal dari kata kerja �dokeo�.

    Setiap peneliti literatur Inggris mengetahui bahwa �doxa� berarti �kemuliaan, kehormatan, terkenal�. Terdapat banyak ungkapan pada pengarang Yunani kuno dimana �doxa� digunakan dalam arti �kemuliaan�. �Peri doxis makheshai yang artinya adalah �berjuang memperoleh kemuliaan�.

    Orator Athena terkenal yang bernama Demosthenes, �lebih menyukai kemuliaan daripada kebenaran yang tentram�, �kemuliaan sama dengan kemuliaan tuhan-tuhan�.

    Saya mengetahu fakta bahwa �doxa�, meskipun jarang digunakan dalam arti (a) opini, kepercayaan; (b) dogma, prinsip, doktrin; dan (c) penantian atau harapan. Tetapi semuanya sama. Pengertian yang umum dan komprehensif adalah �kemuliaan�. Sebenarnya, bagian pertama dari Canticle dimulai dengan �Doxa [mulialah] Allah Yang Maha Tinggi�.

    Dalam Dictionnaire Grec-Francais (diterbitkan pada 1846 di Paris oleh R.C. Alexandre) kata �eudokia� diartikan � bienveillence, tendresse, volunte, bon plaisir , dan sebagainya�. Dan penulisnya menyebutkan �dokeo� sebagai akar kata �doxa� dengan berbagai macam pengertiannya yang saya sebut diatas.

    Orang-orang Yunani Konstantinopel, beberapa diantara gurunya sudah saya kenal, meskipun dengan suara bulat memahami �eudokia� dengan makna �kesenangan, kemolekan, kesukaan, dan keinginan�, juga mengakui bahwa kata itu benar-benar menunjukkan orang yang �terkenal, termasyur, dan terhormat� dalam pengertian yang asli.
    Etimologi Bentuk Bahasa Ibrani dari MaHMaD dan HiMDaH serta pengertiannya

    Saya yakin bahwa jalan satu-satunya untuk memahami makna dan spirit dari alkitab adalah mengkajinya dari sudut pandang Islam. Hanya setelah itu, baru sifat nyata dari wahyu Tuhan dapat dipahami. Juga hanya setelah itu lah baru elemen-elemen palsu, dusta, dan yang ditambahkan kedalamnya dapat ditemukan dalam segi-seginya yang paling gelap dan dihilangkan. Dan dari sudut pandang inilah saya menyambut kata Yunani �eudokia� yang dalam pengertiannya yang benar bersesuaian dengan arti kata Ibrani �Mahmad, Mahamod, Himdah, dan Hemed� yang seringkali digunakan dalam Perjanjian Lama.

    Hamad. Kata kerja ini yang terdiri dari 3 konsonan pokok hmd , dan lazim digunakan disemua dialek Semit, ada dimana-mana dalam Tulisan Suci kaum Yahudi, berarti �mendambakan, jatuh cinta, rindu, gembira, senang� dan �menginginkan dengan nafsu�. Mereka yang mampu berbahasa Arab pasti akan memahami pengertian yang komprehensif dari kata �syahwat� yang diartikan dalam bahasa Inggris sebagai �lust, cupidity, ardent desire, dan appetile�. Nah inilah arti tepat dari kata kerja �hamad� dalam kitab-kitab suci Ibrani. Salah satu dari sepuluh perintah Tuhan di Taurat juga memuat kalimat ini � lō�-tahəmōd �ē�et rē�ek_ā � (�Janganlah engkau mengingini istri tetanggamu�).

    Hemed. Kata benda substanstif dalam jenis kelamin laki-laki dan �Himdah� dalam jenis perempuan, berarti �syahwat, hasrat, kesenangan, kegembiraan, objek, kerinduan, keinginan, dan kemolekan�. Contohnya Hagai 2:7 �wəhirə�a�ət� �et-kāl-hagōwyim �b ā�� hemədat���. Contoh lain adalah di Yeremia 25:34 ��.�nəfalətem kik_əl� heməd�.� Dan lain-lain.

    MaHMaD, MaHaMoD. Bentuk partisipel ini juga berasal dari kata kerja �hamad� dan berarti �paling dirindukan, menyenangkan, sedap, lezat, menarik, berharga, dan dicintai�. Contoh penggunaan kata ini dalam alkitab adalah terdapat di Ratapan 1:7,10;2:4. Bahwa bentuk MuHaMMaD dan bentuk Ibrani MaHMaD dan MaHaMoD berasal dari satu kata kerja atau akar kata yang sama dan bahwa mereka, sekalipun ada perbedaan ortografis tipis diantara bentuk-bentuk itu, memiliki asal dan arti yang sama, tidak mungkin ada sedikit pun keraguan. Saya telah mengartikan bentuk-bentuk Ibrani nya sebagaimana yang dipahami oleh orang-orang Yahudi dan para Leksikografer.

    Oleh karena itu, nampak bahwa kata Yunani �eudokia� pastilah merupakan representasi harfiah dari bentuk substantif Ibrani HiMDaH, dan bahwa keduanya berarti: �kegembiraan, kenikmatan, kesenangan yang baik (bon plaisir), hasrat, kemolekan, dan kemuliaan� dan beberapa kata sinonim lainnya. Selanjutnya adalah bahwa padanan yang bersesuaian dengan kata Ibrani �MaHaMoD� tidak lain selain �eudoxos� yang merupakan objek keinginan dan kerinduan, yang paling menyenangkan, menggembirakan, dan dirindukan, dan paling dihargai, diakui, dan mulia.
    Bahwa diantara semua anak Adam, nama Muhammad diberikan pertama kali hanya pada anak Abdullah dan Aminah di kota Mekkah, adalah suatu keajaiban yang unik dalam sejarah agama. Tidak mungkin ada muslihat, upaya, atau kebohongan didalamnya. Orang tua dan kerabatnya adalah kaum musyrikin kota Mekkah yang tidak tahu apa-apa tentang ramalan dalam kitab-kitab suci Yahudi ataupun Kristen mengenai seorang nabi besar yang dijanjikan akan datang untuk memperbaiki dan menegakkan agama Islam. Pilihan mereka terhadap nama Muhammad atau Ahmad tidak dapat dijelaskan sebagai peristiwa yang terjadi secara kebetulan atau aksidental. Ia benar-benar takdir Tuhan dan diwahyukan.

    Apakah para penyair dan sastrawan Arab telah mempertahankan arti yang tidak dipakai lagi dari kata kerja passive participle bahasa Ibrani hamad bentuk fi’il, atau tidak, saya tidak bermaksud untuk membuktikan dengan cara apa pun. Namun, bentuk passive participle Arab dari konjungsi ( fi’il ) dari kata kerja Hammida adalah Muhammad, dan dari kata Ibrani himmid adalah Mahmad atau Mahamod. Afinitas antara persamaan dan identitas dari kedua bentuk itu tidak dapat disangkal lagi.

    Saya tetap memakai arti dari bentuk Ibrani sebagaimana diberikan oleh para leksikografer dan penerjemah. Namun makna intrinsik atau spiritual dari �himdah� dan �Mahamod� adalah �pujian dan patut dipuji, keterkenalan, dan terkenal, kemuliaan, dan mulia�. Karena diantara wujud-wujud dan benda-benda yang diciptakan, apa yang dapat �lebih mulia, terhormat, termasyur, dan terpuji dari yang paling dirindukan dan diinginkan� dalam arti praktis inilah AL-Qur’an menggunakan kata �hamdu� dimana kata Ahmad dan Muhammad berasal, dan �hamdu� adalah kata yang sama dengan �hemed� dalam bahasa Ibrani.

    Kemuliaan Muhammad melampui makhluk lain manapun, sebagaimana digambarkan oleh Daniel (7) dan dalam firman Allah: �law la ka lama khalaqnal aflaka� (seandainya bukan karena engkau, seandainya bukan karena engkau (Muhammad), Kami tidak akan menciptakan dunia ini�. Namun kehormatan dan kemuliaan tertinggi yang diberikan oleh Allah kepada rasulnya yang paling mulia adalah bahwa ia ditugaskan untuk menegakkan dan menyempurnakan agama Allah yang sejati, dibawah nama �Islam�, yang seperti nama pendirinya Muhammad, memiliki arti-arti yang begitu sangat menghibur dan menyegarkan: �kedamaian, keamanan, ketentraman, kebaikan, dan keselamatan�, disamping berarti juga sebagai �ketundukan dan kepatuhan pada Allah semata�.

    Penglihatan yang diterima oleh para Gembala yang shaleh mengenai kelahiran Yesus adalah tepat pada waktunya dan pas. Karena seorang nabi yang agung, seorang penyebar Islam telah lahir pada malam itu. Sebagaimana Yesus adalah Bentara Kerajaan Allah, begitu pula kitab Injilnya adalah pengantar untuk Al-Qur’an. Kelahiran Yesus merupakan permulaan dari suatu era baru dalam sejarah agama dan moral. Dia sendiri bukanlah sang �Mahamod� yang akan datang untuk menghancurkan kejahatan dan kemusyrikan dinegeri-negeri yang dijanjikan.

  81. Samuel Hadi Says:

    KEHENDAK TUHAN ADALAH
    SUPAYA SEMUA ORANG DISELAMATKAN
    DAN DAPAT MENGENAL KEBENARAN
    (1 Timotius 2:4)

    Kita temukan prinsip-prinsip, ideologi-ideologi, serta kelompok-kelompok yang berbeda-beda dalam dunia kita. Sebagai contoh sosialisme, kapitalisme, demokrasi dan monarki, yang mana masing-masing memiliki pengakuan iman, obyektif dan hukumnya sendiri. Kebanyakan dari mereka berusaha untuk merealisasikan prinsip-prinsip mereka dengan cara-cara yang ramah atau melalui penipuan. Beberapa kelompok bahkan bertindak lebih jauh lagi dengan menggunakan roket dan bom untuk mengimplementasikan idelogi mereka. Suatu hal yang mungkin saja dilakukan pada masa yang akan datang dimana ada kelompok orang yang mengimplementasikan prinsip-prinsip dan doktrin-doktrin sebagaimana hal itu pernah digunakan pada masa lampau.
    Namun demikian, di atas semua kuasa-kuasa ini, ada kekuatan yang lebih kuat dan kapasitas yang lebih besar daripada apa pun yang telah kita sebut di atas. Kehendak Tuhan lebih kuat daripada semua kuasa dalam dunia kita. Jika Ia menginginkan sesuatu, Ia berkata “Jadilah” maka hal itu pun jadi. (Sura Al ‘Imran 3:48, 59)
    Kita berharap bahwa banyak orang akan berusaha untuk mengenal kehendak Tuhan, dan mendengarkan FirmanNya. Kehendak Tuhan sanggup menyelamatkan mereka dari banyak masalah dan kebutuhan sehingga mereka tidak akan mengalami kegagalan. Kita berharap dengan segenap hati kita bahwa setiap orang akan mengantri untuk melakukan kehendak Yang Maha Kuasa. Kami menyarankan anda untuk mempelajari kehendak Yang Maha Kuasa dengan ketekunan. Mendekati Dia dalam doa-doa anda, supaya Ia memberkati anda dan memberikan kepada anda hikmat untuk masuk ke dalam keagungan dan kuasaNya yang tak terukur besarnya. Mintalah Ia agar menolong anda supaya anda bisa mengerti kehendakNya dan memenuhi perintah-perintahNya. Maka anda akan menjadi orang yang berhikmat dan anda akan meraih keberhasilan dalam hidup anda, dan bahkan ketika anda sudah meninggalkan dunia ini.
    Tetapi mereka yang menentang kehendak Tuhan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, maka mereka akan berakhir kepada kehancuran dan neraka yang menyala-nyala.

    Apa Yang Menghalangi Implementasi Kehendak Tuhan dan KeselamatanNya?
    Kehendak Tuhan dengan kehendakNya yang sempurna adalah supaya tak ada seorang pun yang akan binasa. Ia ingin setiap orang bisa mendapatkan damaiNya, rekonsiliasiNya dan keselamatanNya.
    Yang Maha Kuasa adalah Juru Selamat kita, yang hendak menjangkau kita dengan cara membangun sebuah jembatan di atas jurang yang telah memisahkan Tuhan dengan umatNya. Ia mengalahkan kedegilan hati ras manusia dengan kebaikanNya dan ingin membebaskan mereka dari dosa yang mengikat mereka serta menarik mereka untuk mendekat kepada diriNya sendiri.
    Tuhan mengasihi semua orang, bukan dengan sebuah sentimentalisme emosional, tetapi Ia telah memilih untuk menjadi seperti seorang bapa bagi kita, yaitu seorang bapa yang penuh dengan belas kasihan. KeinginanNya adalah agar anak-anakNya dekat denganNya, sehingga Ia bisa melihat bagaimana mereka bertumbuh secara spiritual dan bersukacita bersama mereka saat mereka mengalami keberhasilan. Motivasi yang mendorong keinginan Tuhan itu adalah kasihNya yang sangat besar. Karena itu anda bisa meyakini bahwa Tuhan ingin menolong anda, menguatkan anda, menguduskan anda dan bahkan menghibur anda, sehingga anda akan selalu dekat denganNya.
    Apakah alasan sehingga kasih Tuhan ini tidak bisa direalisasikan dalam diri kita secara penuh? Kita harus mengakui bahwa mayoritas manusia hidup jauh dari Tuhan. Mereka tidak memikirkan mengenai diriNya, dan tidak memperdulikanNya, dan juga tidak ingin untuk dekat denganNya. Mereka tidak memiliki kerinduan untuk membangun sebuah hubungan pribadi dengan Bapa spiritual mereka. Sayangnya mereka lebih suka untuk tetap berada dalam kegelapan sebab perbuatan-perbuatan mereka adalah jahat. Mayoritas dari kebutuhan dan masalah kita berasal dari dosa-dosa kita yang buruk itu, sebab kita tidak memiliki pengetahuan dan juga tidak memelihara perintah-perintah Tuhan. Kita mengasihi diri sendiri dan tidak memperdulikan Tuhan atau sesama kita.
    Jika anda ingin mengenal kehendak Tuhan, dengan kerendahan hati mintalah Ia untuk menyatakan kepada anda semua dosa-dosa anda. Dosa-dosa anda adalah alasan sehingga anda terpisah dengan Pencipta anda. Bersikaplah jujur dan ujilah masa lalu anda. Akui kepada Tuhan semua kesalahan-kesalahan dan perbuatan-perbuatan anda yang kotor yang pernah anda lakukan dalam hidup anda. Jangan mencoba untuk menutup-nutupi kesalahan dan perbuatan-perbuatan yang jahat. Jangan coba menyembunyikannya karena Tuhan mengenal anda, namun Ia siap untuk menolong anda. Ia ingin membersihkan anda, karena itu penting untuk anda membebaskan dari alam bawah sadar anda semua pelanggaran, kenajisan, perlawanan anda terhadap orang tua anda dan mengakuinya dalam terang kekudusan Tuhan. Milikilah iman dan keyakinan dalam kasih karunia Hakim anda yang kekal. Ia tidak tertarik untuk menuduh anda, Ia ingin menyelamatkan, menyembuhkan, melindungi dan membimbing anda; dan Ia ingin membuat anda berbahagia dalam sukacita yang kekal.
    Tuhan mengenal anda. Ia tahu apa yang anda rasakan dan pikirkan dan apa yang anda inginkan di dalam jiwa anda. Jangan pernah berpikir bahwa anda bisa menyelamatkan diri anda dari murka Tuhan yang adil. Perbuatan-perbuatan baik anda tidaklah cukup dan memadai untuk menyelamatkan diri anda. Semua perbuatan baik yang anda lakukan tidak akan menghapuskan perbuatan-perbuatan jahat anda. Kesalahan besar yang bisa dilakukan oleh seseorang adalah harapannya bahwa ia bisa melarikan diri dari penghakiman Tuhan dengan pertolongan doa, puasa, sedekah, ziarah ke tempat suci atau berperang bagi Tuhan. Yakinlah bahwa tak ada keselamatan melalui usaha anda sendiri. Tak ada kemungkinan untuk membenarkan perbuatan-perbuatan anda yang jahat dengan usaha anda sendiri; anda pasti akan dihakimi pada Hari Penghakiman. Dengan kasar anda akan dibangunkan untuk melihat bahwa anda adalah seorang yang gagal, najis dan layak untuk dihukum di dalam api neraka.
    Sadarilah bahwa penghakiman ini menanti anda selama anda mencoba membangun masa depan anda berdasarkan aktifitas-aktifitas anda. Barangkali berdasarkan penampilan anda, kelihatannya anda adalah seorang yang baik, dan bahwa teman-teman anda menghormati anda. Tetapi Tuhan mengenal isi hati anda, dan yang Ia catat bukan hanya perbuatan-perbuatan anda tetapi juga maksud atau motivasi anda melakukan perbuatan-perbuatan itu. Setiap kata yang anda ucapkan dicatat, dan semua perbuatan yang telah anda lakukan tidak akan dilupakan. Karena itu, kita semua tidak memiliki harapan dan menjadi terdakwa – termasuk anda! Bersikaplah jujur dan kenali situasi anda dan jangan menipu diri anda sendiri.

    Siapa Yang Akan Menyelamatkan Anda Dari Murka Tuhan dan PenghakimanNya?
    Pencipta anda merasa berbelaskasihan pada anda dan Ia hendak menyatakan kasih karuniaNya atas diri anda. Ia telah mengutus Kristus sebagai wakilNya dan menyingkapkan bahwa ia adalah “Anak Domba Tuhan yang menghapuskan dosa dunia” (Yohanes 1:29). Ia adalah substitusi ilahi yang sanggup menghapuskan dosa-dosa anda. Ia siap untuk membayar harga yang dibutuhkan untuk memperdamaikan anda dengan Tuhan. Ini adalah rencana kekal dari Yang Maha Kuasa. Ia ingin supaya setiap orang diselamatkan dan bisa mengenal kebenaran. Kristus dalam kasihNya yang besar telah mengangkat dosa dunia ke dalam diriNya – semua perbuatan jahat dan dosa-dosa kedegilan yang pernah anda lakukan. Putera Maria siap untuk mati bagi anda dan memperdamaikan anda dan semua orang di seluruh dunia dengan Tuhan.
    Barangkali jawaban anda berdasarkan pernyataan Qur’an di beberapa ayat adalah:
    “Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain…” (Sura al-An’am 6:164, al-Isra 17:15; Fatir 35:18; al-Zumar 39:7; al-Najm 53:38)

    وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

    Kita setuju dengan pernyataan Qur’an yang dengan tepat menyatakan bahwa seseorang yang dibebani dengan dosa tidaklah mungkin menanggung dosa orang lain. Jika ia sendiri harus menanggung dosa di dalam dirinya sendiri, maka ia tidak bisa menjadi substitusi bagi orang berdosa yang lain. Karena itu tak ada orang yang biasa/normal yang bisa menjadi sebuah substitusi bagi orang lain. Bahkan orang yang terbaik sekali pun dari semua manusia, tetap tidak memadai bagi kekudusan Tuhan sebab, “Semua orang telah berdosa dan kekurangan kemuliaan Elohim.” (Roma 3:23, ILT)
    Tetapi Putera Maria dilahirkan tanpa seorang ayah manusiawi. Kita baca di dalam Qur’an:
    “Lalu Kami tiupkan ke dalam tubuhnya (perawan Maria) ruh dari Kami” (Sura al-Anbiya 21:91; al-Tahrim 66:12)

    وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ

    Karena itu Kristus dilahirkan tanpa dosa. Ia adalah manusia sejati dan juga roh Allah sejati – dilahirkan murni dan kudus. Setan tidak mampu mempengaruhiNya sehingga Ia melakukan dosa. Kristus menjalani seluruh kehidupanNya tanpa melakukan perbuatan dosa maupun berdosa di dalam pikiranNya. Ia adalah inkarnasi dari Firman Allah (Sura al-Nisa 4:171)
    Ia melakukan apa yang Ia katakan; tak ada perbedaan antara apa yang Ia ajarkan dengan apa yang Ia lakukan. Ia tidak berdosa dan karena itu Ia bisa melayani Tuhan sebagai anak dombaNya untuk menebus dunia. Ia menanggung dosa orang lain, mengangkat murka Tuhan dan mati bagi mereka. Sebagaimana yang kita baca dalam kitab Ibrani: “Sebab, oleh satu persembahan Dia (Kristus) telah menyempurnakan mereka yang dikuduskan, sampai selamanya.” (Ibrani 10:14)
    Ketika Kristus sedang ada dalam perjalanan dengan murid-muridNya, mereka menyingkir ke padang gurun dimana murid-muridNya kemudian menjadi lapar. Ia meminta kepadaNya supaya Ia menurunkan makanan dari langit sehingga mereka bisa dikenyangkan. Ini akan menjadi sebuah perayaan besar bagi mereka. Kita baca dalam Qur’an bahwa Kristus merespon dan kemudian Ia berdoa.
    “Ya Tuhan kami (Allahuma)! Turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau…” (Sura al-Maida 5:114)

    قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لأوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيرُ الرَّازِقِينَ

    Dan sungguh mengherankan, Allah menjawab doa Kristus dengan segera.
    Respon Allah adalah:”Sesungguhnya, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadaMu, barangsiapa yang kafir diantaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.” (Sura al-Maida 5:115)

    قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

    Perhatikanlah pengakuan yang luar biasa ini, yang dicatat di dalam Qur’an bahwa Allah, Yang Maha Besar, menjawab doa Kristus dengan segera dan memenuhi permintaanNya bagi murid-muridNya. Putera Maria adalah Pribadi yang layak untuk memediasi, sebab Ia tetap tidak berdosa dan kudus, penuh dengan kasih dan kebenaran. Qur’an menyatakan, karena itu setiap orang yang meyakini realitas bahwa Kristus adalah mediator antara Allah dan manusia akan diberkati dengan berkat yang kekal. Tetapi jika orang tidak percaya pada keistimewaan Kristus ini, Allah akan menghukumnya dengan hukuman yang sangat keras yang mana belum pernah Ia timpakan kepada siapa pun sebelumnya.
    Kabar Baik (al-Injil) memberitahukan pada kita bahwa Kristus telah menetapkan sebuah Perjanjian Baru dengan murid-muridNya dan mengikatkan dirinya kepada mereka untuk selama-lamanya. Ia menandatangani Perjanjian Kekal ini dengan darahNya yang sangat mahal. Melalui ini anda bisa mengenali kehendak Allah – bahwa setiap orang yang mempercayai bahwa Ia adalah representatif, satu-satunya yang dilahirkan dari RohNya, akan menerima pengampunan dari semua dosa-dosa mereka, sebab ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban penebusan. Jika anda percaya padaNya, maka anda akan dipersatukan denganNya dalam PerjanjianNya yang baru dan masuk ke dalam wilayah Tuhan, dimana damai ilahi memerintah.

    Apakah Anda Mengenali Hak Istimewa Surgawi Anda?
    Kehendak Tuhan yang benar adalah supaya setiap orang diselamatkan dan supaya setiap orang memiliki pengetahuan akan kebenaran. Ia ingin anda mengenali hak surgawi anda dan menerimanya dengan sukarela. Tuhan telah menyediakan bagi anda hak istimewa untuk masuk ke dalam sebuah hubungan personal denganNya, sebab Ia mengasihi anda lebih daripada bapa manapun di dunia ini mengasihi anak-anaknya. Ia juga telah menyediakan bagi anda segala sesuatu yang anda butuhkan dalam hidup dan ketika mati. Ia ingin membersihkan hati nurani anda dari setiap noda hitam, dan menguduskan mimpi-mimpi dan ambisi anda. Ia ingin memberikan pada anda Roh KudusNya yang akan datang pada anda untuk menolong anda. Setiap orang yang masuk ke dalam perjanjian baru dengan Tuhan akan menerima kuasa dari Yang Maha Kuasa untuk mengampuni musuh-musuhnya sebagaimana Tuhan juga sudah mengampuninya, dan untuk bisa menjadi orang yang sabar terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya yang masih mengeraskan hati. Maka damai akan timbul dalam hati dan pikiran anda.

    Teman-teman yang terkasih,
    Akuilah dosa anda di hadapan Tuhan dan terimalah pengampunanNya atas perbuatan-perbuatan jahat yang anda lakukan melalui pengorbanan Kristus. Dengan melakukan hal ini anda akan menerima hak istimewa surgawi yang telah disediakan bagi anda, disamping kuasa spiritual untuk mendapatkan hidup yang kekal. Yakinilah bahwa Tuhan yang Maha Besar mengasihi anda secara pribadi. Ia ingin menyelamatkan anda dari api neraka. Ia ingin mematahkan rantai dosa serta tipuan Setan dalam hidup anda, serta membebaskan anda dari kematian yang pahit. Ia akan menolongmu untuk menjalani hidup yang terhormat, sehingga anda bisa menyampaikan kebenaran dan bukannya kebohongan-kebohongan, bukan menjadi seorang yang najis melainkan seorang yang murni, dan hidup dalam kasih tanpa tipuan dan kebencian. Milikilah keteguhan dan iman di dalam Kristus sebab Dialah mediator dan yang membela anda di hadapan Tuhan. Dengan imanmu kepadaNya, anda akan menjadi seorang pribadi yang baru dengan hati nurani yang bersih, bebas dari takut akan kuburan dan api neraka. Roh Tuhan akan melingkupimu dan akan masuk ke dalam dirimu segera setelah anda mempercayai janji Tuhan di dalam Kristus. Milikilah keteguhan dan keyakinan kepada Putera Maria, maka anda akan menjalani kehidupan yang pantas disebut sebagai kehidupan.

    Apakah anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai mediasi yang dilakukan oleh Kristus?

  82. ilham othmany Says:

    Yohanes Pembaptis menurut penuturan dari empat penginjil adalah sepupu dan sebaya dengan Yesus, yang usianya hanya sekitar 6 bulan lebih tua dari Yesus. Al-Qur’a tidak menyebutkan apa-apa tentang kehidupan dan karya nabi itu kecuali bahwa Tuhan melalui para malaikat memberitahukan kepada bapaknya, Zakaria, bahwa ia akan mempunyai seorang anak lelaki yang bernama Yahya, yang akan memberikan kesaksian terhadap firman Allah, dan bahwa ia akan menjadi orang yang terhormat, suci dan salah seorang nabi yan berbudi.

    Tidak ada yang diketahui tentang kelahirannya selain bahwa ia adalah seorang Nazaret yang hidup di padang gurun, makan belalang dan madu liar menutupi tubuhnya dengan pakaian terbuat dari bulu unta, yang diikat dengan korset kulit. Ia diyakini sebagai salah satu sekte keagamaan Yahudi yang awal disebut �Essenes�, yang melahirkan kaum �Ibionit� kristen awal dengan ciri utamanya adalah meninggalkan kesenangan duniawi.

    Sebenarnya, istilah Qur’ani mengenai nabi pertapa ini ��hashura� yang artinya �suci� dalam arti kata �menunjukkan bahwa ia menjalani kehidupan membujang dalam kesucian, kemiskinan, dan kesalehan. Ia tidak dinilai dari masa mudanya yang awal sampai menjadi dewasa usia 30 tahun atau lebih, ketika ia memilai misi mengajarkan pertobatan dan membaptis para pendosa yang bertobat dengan air.

    Banyak sekali yang tertarik kepada padang gurun Yudea untuk mendengarkan khotbah-khotbah yang berapi-api dari sang nabi baru. Dan kaum Yahudi yang bertobat dibaptis dalam air sungai Yordan. Ia mencerca kaum Pharisee yang berpendidikan namun fanatik dan para pendeta dan mengancam kaum Saduqee (Saducee) yang terpelajar namun rasionalis dengan balasan yang kelak akan menimpa mereka. Ia menyatakan bahwa ia membaptis mereka dengan air hanya sebagai tanda penyucian hati lewat penebusan dosa. Ia mengabarkan bahwa akan datang setelah dirinya nabi lain yang akan membaptis mereka dengan roh kdudus dan api, yang akan mengumpulkan gandum kedalam lumbung-lumbung dan membakarnya dengan api yang tak terpadamkan. Selanjutnya ia menyatakan bahwa orang yang akan datang kemudian itu jauh lebih kuat darinya dalam segi kekuatan dan martabat sehingga Yohanes Pembaptis mengaku tidak layak baginya untuk membungkuk untuk membukakan ikatan dan melepaskan sepatunya.

    Pada salah satu pelaksanaan pembaptisan yang agung inilah Yesus dari Nazaret juga masuk kedalam air Sungai Yordan dan dibaptis oleh nabi Yahya seperti lainnya. Markus (1:9) dan Lukas (3:21) yang melaporkan pembaptisan Yesus oleh Yohanes ini tidak tahu ucapan-ucapan Yohanes mengenai hal ini seperti disebut dalam Matius (3) dimana dinyatakan bahwa Yohanes berkata kepada Yesus, �Akulah yang dibaptis oleh mu, dan apakah engkau akan datang kepadaku?� Dilaporkan juga bahwa Yesus menjawab :�Marilah kita memenuhi kebenaran�, dan kemudian ia membaptisnya. Injil sinoptik itu menyatakan bahwa roh kenabian turun kepada Yesus dalam bentuk seekor merpati ketika ia keluar dari air, dan terdenfar suara yang mengatakan, �Inilah anakku yang terkasih, aku rido kepadanya�.

    Injil keempat tidak mengatakan apapun tentang Yesus yang dubaptis oleh Yohanes, tetapi mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis, ketika ia melihat Yesus, berseru,�Lihatlah domba Tuhan�� (Yohanes 1:36) menganggap bahwa Andreas adalah murid Yohanes Pembaptis, dan setelah meninggalkan gurunya kemudian membahwa saudaranya, Simon kepada Yesus (Yohanes pasal 1). Cerita ini kontradiksi sekali dengan pernyataan-pernyataan para penginjil-penginjil lainnya seperti Matius 4:18-19 dan Markus 1:16-18.

    Dalam Injil Lukas, kisah diatas berbeda sama sekali. Disini Yesus mengenal Simon Petrus sebelum ia dijadikan murid (Lukas pasal 4) dan keadaan yang menyebabkan sang guru memasukkan anak-anak Yonah dan Zebedee dalam daftar muridnya adalah sama sekali asing bagi para penginjil lainnya (Lukas 4:1-11).

    Keempat Injil Gereja trinitas mengandung banyak pernyataan yang kontradiksi tentang hubungan keluarga antara dua nabi sepupuan. Dalam Injil keempat kita membaca bahwa Yohanes Pembaptis tidak mengetahui siapakah itu Yesus sampai setelah pembaptisannya, ketika sebuah roh seperti seekor burung merpati turun dan berdiam dalam dirinya (Yohanes pasal 1:31-32). Tetapi justru Injil Lukas mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis ketika masih berada dalam rahim ibunya, mengetahui dan memuja Yesus yang juga sebagai janin yang lebih muda didalam rahim Maria (Lukas 1:44). Kemudian lagi-lagi dikatakan bahwa Yohanes Pembaptis ketika berada dalam penjara dimana ia dipenggal kepalanya (Matius pasal 11 dan pasal 14), tidak mengetahui sifat sesungguhnya dari misi Yesus!
    Ada indikasi misterius yang tersembunyi dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para pendeta dan kaum Lewi kepada Yohanes Pembaptis . Mereka bertanya kepada Yohanes Pembaptis

    �� ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.” Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: “Bukan!” (Yohanes 1:19-21).

    Selanjutnya para pendeta dan kaum Lewi berkata: “�Mengapakah engkau membaptis, jika engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi itu?” (Yohanes 1:25)

    Oleh karena itu, akan diketahui bahwa, menurut Injil keempat, Yohanes bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan pula �nabi itu� . Dan saya mengajukan pertanyaan kepada Gereja-gereja Kristen yang percaya bahwa sumber insipirasi dari semua pernyataan-pernyataan yang kontradiksi adalah Holy Ghost �salah satu tuhan dari tiga tuhan dalam Trinitas- yang dimaksudkan oleh para pendeta Yahudi, apakah Paus dan patriarch tahu siapakah �nabi yang akan datang itu�? Jika tidak, lalu apa manfaat duniawi dari Injil palsu yang telah ditambah-tambah ini? Sebaliknya, jika Anda memang tahu siapa �nabi yang akan datang�, lantas mengapa Anda terus saja diam?

    Dalam kutipan diatas (Yohanes pasal 1) dengan jelas dinyatakan bahwa Yohanes bukanlah seorang nabi. Sedangkan kontradiksi dengan pernyataan Yohanes, Yesus dilaporakan telah berkata bahwa tidak ada manusia yang dilahirkan perempuan lebih besar daripada Yohanes (Matius 11:11). Benarkah Yesus membuat pernyataan kontradiksi itu? Apakah Yohanes lebih besar daripada Ibrahim, Musa, Daud, bahkan Yesus sendiri? Dan dalam hal apa keunggulan dan kebesarannya ?

    Seandainya kesaksian Yesus tentang Yohanes adalah otentik dan benar, maka kebesaran Yohanes sang �pemakan belalang dipadang gurun� hanyalah terletak pada pembuangan dirinya secara mutlak. Pengorbanan kepentingan diri dan menahan diri dari kepentingan duniawi, keinginannya yang berapi-api untuk mengajak manusia kepada penebusan dosa, dan kabar baiknya tentang �nabi itu �?

    Atau apakah kebesarannya karena sebagai sepupu, sebaya dengan saksi Yesus? Nilai dan kehebatan seorang manusia dan juga seorang nabi dapat ditentukan dan dinilai dari karyanya. Kita sama sekali tidak tahu jumlah orang yang berubah keyakinan melalui khotbah-khotbah dan disucikan lewat pembaptisan Yohanes. Juga tidak mengetahui tentang efek pembaptisan Yohanes terhadap perubahan sikap bangsa Yahudi yang bertobat!

    Konon Yesus telah mengatakan bahwa Yohanes adalah reinkarnasi nabi Elia (Matius 11:4 ; Matius 17:12; Lukas 1:17), padahal dengan jelas Yohanes mengatakan bahwa dia bukan Elia, bukan Kristus, dan bukan pula nabi itu (Yohanes 1:19-21).

    Sekarang, apakah dapat dipercaya Injil-Injil yang penuh pernyataan bertentangan yang saling menentang dan menyangkal ini, seseorang menarik kesimpulan dengan benar? Atau dapatkah ia menemukan kebenaran? Tanggung jawab ini sangat penting dan serius, karena orang-orang yang bersangkutan bukanlah manusia biasa seperti kita, melainkan dua orang nabi yang diciptakan dalam rahim melalui roh dan lahir secara ajaib �yang satu tidak punya bapak, sedangkan orang tua yang satu lagi merupakan pasangan lanjut usia yang mandul.

    Daya tarik tanggung jawab ini bahkan lebih gawat lagi ketika kita memperhatikan dokumen-dokemen berisi penyataan-pernyataan kontradiktif ini. Periwayatnya adalah para penginjil, orang-orang yang dikatakan menerima ilham dari Roh Kudus, dan catatannya diyakini Kristen sebagai wahyu Tuhan!
    Namun ada kebohongan, pernyataan palsu, atau dusta dalam Bibel atau Injil yang dipegang umat Kristen saat ini. Kedatangan Elia adalah sebelum �nabi itu� (Maleakhi 4:5-6). Yesus berkata:�Yohanes adalah Elia�. Yohanes berkata:�Aku bukan Elia�. Dan kitab suci Kristen lah yang membuat pernyataan saling menyangkal ini!

    Benar-benar mustahil menemukan kebenaran dari Injil-Injil ini, kalau Injil-Injil tersebut tidak dibaca dan diperiksa dari sudut pandang Islam dan Ahlul Tauhid. Hanya setelah itu lah kebenaran dapat dipisahkan dari kepalsuan. Hanya semangat dan keyakinan Islam yang dapat menyerang Bible (alkitab) dan membuang dedak dan kesalahan-kesalahan dari halaman-halamannya.

    Sebelum meneruskan lebih jauh dengan menunjukkan bahwa nabi yang diramal oleh Yohanes Pembaptis adalah nabi Muhammad, saya harus menarik perhatian pembaca yang serius kepada satu atau dua hal penting lainnya:

    Pertama, bisa dikatakan bahwa umat Muslim memberikan penghormatan yang paling tinggi kepada semua nabi, terutama kepada para nabi yang namanya disebut dalam Al-Qur’an seperti Yohanes (Yahya) dan Yesus (Isa). Namun karena kita tidak memiliki alkitab yang asli, konsekuensinya kita tidak dapat membayangkan kemungkinan bahwa salah satu dari dua hamba Allah yang agung ini saling bertentangan.

    Soal penting lainnya yang harus diketahui adalah diamnya Injil Barnabas tentang Yohanes Pembaptis, dan ini adalah sangat penting. Injil ini, yang tidak pernah menyebutkan nama Yohanes, menisbahkan ramalannya tentang �nabi yang lebih kuat� sebagai ucapan yang keluar dari mulut Yesus. Didalam Injil Barnabas, Yesus ketika berbicara tentang roh Muhammad yang telah diciptakan sebelum roh-roh nabi lainnya, mengatakan bahwa saking mulianya Muhammad sampai-sampai ketika ia datang, Yesus merasa dirinya tidak pantas untuk berlutut dan membuka tali-tali sepatunya (Barnabas 42:3).

    Sang �penyeru� di padang gurun dalam khotbah-khotbahnya kepada khalayak ramai, biasa berseru dengan keras dan berkata, �Aku membaptismu dengan air untuk pertobatan dan pengampuanan dosa-dosa. Namun ada orang yang akan datang setelah ku lebih yang lebih kuat dariku, yang mana untuk membuka tali-tali sepatunya pun aku tidak pantas. Ia akan membaptismu dengan roh dan api�. Kata-kata ini secara berbeda dilaporkan oleh para penginjil, namun semua menunjukkan arti yang sama yaitu respek dan perhatian yang paling tinggi terhadap kepribadian yang mengagumkan dan martabat yang penuh keagungan untuk seorang �nabi yang kuat� yang diramalkan. Kata-kata Yohanes Pembaptis ini sangat deskriptif tentang keramahan dan sikap hormat gaya timur yang diberikan kepada tamu yang bermartabat. Begitu sang tamu melangkah masuk, sang tuan rumah atau salah seorang anggota keluarga buru-buru melepaskan sepatunya, dan mengantarnya ke bangku atau alas duduk. Ketika sang tamu pamit maka perbuatan hormat yang sama diulanginya. Ia dibantu mengenakan sepatunya dengan cara diikat sepatunya oleh tuan rumah.

    Yang dimaksud oleh Yohanes Pembaptis adalah bahwa jika ia menemui nabi yang bermartabat itu maka ia pasti menganggap dirinya tidak patut mendapat kehormatan untuk membungkuk guna membuka tali sepatunya. Dari penghormatan ini yang diberikan sebelumnya oleh Yohanes Pembaptis, ada satu hal pasti: Bahwa nabi yang diramalkan itu dikenal oleh semua nabi sebagai Adon (tuan) mereka, karena kalau tidak maka Yohanes pun tidak akan melakukan pengakuan yang sangat rendah hati seperti itu.

    Kini kita masih harus menentukan identitas dari �nabi itu�. Oleh karena itu, artikel ini harus dibagi kedalam dua bagian, yakni:

    Nabi yang diramalkan itu bukan Yesus, dan

    Nabi yang diramalkan itu adalah Muhammad.
    Semua orang tahu bahwa gereja-gereja Kristen selalu menganggap Yohanes Pembaptis sebagai bawahan Yesus, dan pembawa berita tentang kedatangannya. Semua juru tafsir Kristen menunjukkan Yesus sebagai objek penyaksian dari nubuat Yohanes.

    Meskipun bahasa para penginjil telah diselewengkan oleh orang-orang yang melakukan penambahan atau penyisipan ke arah itu, namun kecurangan atau kesalahan tidak selamanya dapat lepas dari sorotan mata yang tajam seorang kritikus dan pemeriksa yang objektif. Yesus tidak dapat menjadi objek penyaksian Yohanes karena:

    Kata depan �setelah� dengan jelas mengecualikan Yesus dari nabi yang diramalkan. Mereka berdua sezaman dan lahir di tahun yang sama. �Dia yang datang setelahku� kata Yohanes, �Lebih kuat dariku�. Kata �setelah� ini mengindikasikan masa yang akan datang pada suatu jarak yang tak terbatas, dan dalam bahasa profetis hal itu mengungkapkan satu siklus waktu atau lebih.

    Kaum Sufi dan orang-orang yang menjalani kehidupan spiritual dan pertapaan sangat mengetahui bahwa pada setiap siklus yang dianggap sebagai sama dengan lima atau enam abad, muncul seorang tokoh besar yang terkenal yang dikelilingi oleh beberapa �satelit� yang terlihat dibelahan dunia yang berbeda-beda, dan memperkenalkan gerakan-gerakan keagamaan dan sosial yang hebat yang berlangsung selama beberapa generasi sampai muncul nabi yang bersinar lainnya, disertai oleh banyak murid dan sahabat, membawa pembaruan dan pencerahan yang luar biasa.

    Sejarah agama yang benar, mulai dari Ibrahim sampai Muhammad, karenanya dihiasi dengan berbagai peristiwa yang membuka zaman baru dibawah Ibrahim, Musa, Daud, Zorobabel, Yesus, dan Muhammad. Masing-masing zaman ini ditandai dengan hal-hal khusus, dan membuat suatu kemajuan lalu berangsur hilang dan membusuk hingga tokoh terkenal lainnya tampil, dan terus begitu sampai lahirnya Yohanes, Yesus, dan rasul-rasul �satelit�.

    Yohanes mendapati bangsanya sudah bekerja keras dibawah penindasan Romawi. Ia menyaksikan kaum Yahudi yang bodoh disesatkan oleh kependetaan yang korup dan arogan. Kitab-kitab suci yang diselewengkan dan digantikan oleh literatur peninggalan leluruh yang takhayul. Ia menemukan bahwa kaum itu telah kehilangan semua harapan akan penyelamatan, kecuali kalau Ibrahim menyelamatkan mereka.

    Yohanes mengatakan kepada mereka bahwa Ibrahim tidak menghendaki mereka menjadi anak-anakny, karena mereka tidak patut memiliki bapak seperti itu. Tetapi �Allah dapat menghidupkan anak-anak Ibrahim dari batu-batu� (Matius 3:9). Kemudian mereka memiliki sedikit harapan pada seorang mesias, seorang yang mereka anggap keturunan Daud, akan datang dan mengembalikan kejayaan mereka di Yerusalem.

    Kini ketika perutusan kaum Yahudi dari Yerusalem bertanya,�Apakah engkau Mesias?� dengan jengkel ia menjawab, �Tidak� terhadap pertanyaan ini dan juga tentang pertanyaan mereka berikutnya. Tuhan sendiri tahu apa omelan dan teguran yang mereka dengar dari ucapan-ucapan pedas nabi dari padang gurun itu yang secara hati-hati tidak dibiatkan muncul dalam tulisan oleh Gereja dan Sinagog.
    Dengan mengesampingkan pernyataan-pernyataan yang berlebihan, yang jelas-jelas telah ditambahkan pada Injil. Kami sepenuhnya percaya bahwa Yohanes memperkenalkan Yesus kepada Mesias sejati dan menasehati kepada khalayak ramai agar menaatinya serta mengikuti perintah-perintahnya. Tetapi, dengan jelas ia mengatakan kepada kaumnya bahwa ada seorang nabi lain, dan yang terakhir, yang saking agungnya dan bermartabatnya dihadapan Allah, membuat Yohanes tidak pantas membuka tali sepatunya.

    Tidak mungkin Yesus sebagaimana yang dimaksudkan oleh Yohanes. Karena seandainya demikian halnya, maka ia akan sudah mengikuti Yesus dan tunduk padanya seperti murid-murid Yesus lainnya. Tetapi kenyataannya adalah kita menemukan Yohanes berkhotbah, membaptis, menerima calon anggota dan murid, menghukum Raja Herod, mencaci hierarki kaum Yahudi, dan meramalkan kedatangan Nabi lain yang �lebih kuat� dari dirinya, tanpa sedikitpun Yohanes memperhatikan kehadiran Yesus di Yudea atau Galilea.

    Meskipun gereja-gereja Kristen telah menjadikan Yesus sebagai salah satu Tuhan atau anak dari salah satu Tuhan. Fakta bahwa ia dikhitab seperti semua orang Israel dan dibaptis oleh Yohanes seperti kaum Yahudi biasa, membuktikan bahwa yang terjadi adalah hal sebaliknya.

    Kata-kata yang dipertukarkan antara Yohanes Pembaptis dan yang dibaptis di Sungai Yordan, nampak sekali sebagai sebuah penyisipan, karena keduanya kontradiksi dan bersifat saling memperdayakan.
    Seandainya Yesus lebih kuat, sebagaimana yang diramalkan oleh Yohanes sehingga membukakan tali sepatupun maka Yohanes tak layak, dan bahwa ia akan membaptis dengan roh dan api. Maka tidak perlu dan juga tidak ada guna apa pun untuk membaptis dia disungai oleh mereka yang lebih rendah darinya seperti kaum Yahudi biasa yang bertobat! Ungkapan Yesus, �Kita harus memenuhi semua keadilan� sangatlah tidak dapat dimengerti. Mengapa dan Bagaimana semua keadilan akan dijalankan oleh mereka jika Yesus dibaptis? Ungkapan ini sama sekali tidak dapat dipahami. Ungkapan itu adalah sisipan, atau kalau tidak, kalimat yang sengaja dipotong.

    Inilah contoh lain yang harus dipecahkan dan ditafsirkan dengan spirit Islam. Dari sudut pandang seorang Muslim, satu-satunya pengertian dalam ungkapan Yesus ini adalah bahwa Yohanes, lewat penglihatan seorang peramal atau �sophi�, merasakan watak kenabian dari Yesus dan menganggap Yesus untuk sementara sebagai nabiNya yang terakhir dan yang paling agung, sehingga konsekuensinya segan untuk membaptisnya, dan bahwa hanya ketika Yesus mengakui identitas dirinyalah baru Yohanes setuju untuk membaptisnya.

    Fakta bahwa Yohanes ketika berada dalam penjara mengutus para muridnya kepada Yesus, dengan bertanya, �Apakah engkau nabi yang akan datang, atau haruskah kami mengharapkan nabi yang lain?� dengan jelas menunjukkan bahwa Yohanes tidak mengetahui karunia kenabian pada Yesus sampai ia mendengar � ketika dalam penjara � tentang mukjizat-mukjizatnya.

    Kesaksian Matius (11:3) bertentangan dan membatalkan kesaksian Injil keempat (Yohanes pasal 1), dimana dinyatakan bahwa ketika Yohanes melihat Yesus, maka Yohanes berseru,�Lihatlah domba Tuhan yang memikul dosa dunia�! Penginjil ke empat tidak tahu apa-apa tentang kematian Yohanes secara kejam (Matius pasal 14 dan Markus pasal 6).

    Dari sudut keyakinan Ahlultauhid Muslim, adalah suatu kemustahilan seorang nabi mengucapkan hal-hal yang berbau musyrik seperti itu kepada Yesus. Jika Yesus adalah �domba Tuhan� yang menebus dosa dunia, maka khotbah Yohanes akan menggelikan dan tidak berarti. Lagi pula, Yohanes lebih mengetahui dari siapa pun bahwa kata-kata seperti itu yang keluar dari mulutnya akan menyebabkan �sebagaimana yang telah terjadi sekarang- kesalahan yang tidak dapat diperbaiki yang sepenuhnya akan menjelekkan dan merusak gereja.

    Akar kesalahan yang telah mengotori agama kristen itu harus dicari dan ditemukan dalam usaha �pengorbanan orang lain� yang pandir ini! Sudahkah sang �Domba Tuhan� (Yesus) menghilangkan dosa dunia? Halaman-halaman gelap �sejarah Eklesiastikal� dari setiap gereja yang bermusuhan dan �bid�ah� akan menjawab dengan kata �Tidak!� yang besar. �Domba-domba� dalam kotak-kotak pengakuan dapat menceritakan kepada Anda dengan rintihan-rintihan mereka bahwa beratnya aneka warna dosa yang sangat besar dibebankan diatas pundak-pundak mereka bahwa masih ada dosa-dosa, pembunuhan, pencurian, mabuk-mabukan, perzinaan, perang, penindasan, perampokan, dan ketamakan yang pernah puas.
    Yohanes Pembaptis tidak mungkin sebagai perintis jalan bagi Yesus dalam pengertian sebagaimana Gereja menafsirkan misinya. Ia diperkenalkan kepada kita oleh kitab-kitab Injil sebagai �suara yang berseru keras di padang gurun�, sebagai pemenuhan nubuat Yesaya (40:3) dan sebagai pengabar Yesus atas wewenang nabi Maleakhi (Maleakhi 3:1).

    Menegaskan bahwa misi atau tugas Yohanes Pembaptis adalah mempersiapkan jalan dan Yesus dalam kapasitasnya sebagai penakluk yang jaya yang datang �tiba-tiba ke baitnya� dan disana menegakkan agama �Syalom� dan menjadikan Yerusalem beserta baitnya lebih megah daripada sebelumnya (Hagai 2:6-9), berarti mengakui kegagalan mutlak dari seluruh usaha.

    Namun demikian, satu hal sama besarnya dengan 2+2=4 �bahwa keseluruhan proyek, menurut pandangan yang berlebihan dari umat Kristen, menunjukkan kegagalan total. Karena, dari sudut apapun kita mengkaji segala interpretasi gereja, kegagalan nampak jelas sekali. Bukannya menyambut Sang pangeran di gerbang bait Yerusalem dengan mengenakan mahkota ditengah-tengah sambutan kegembiraan bangsa Yahudi. Justru �Sang Perintis� yakni Yohanes malahan menyambut Yesus dengan bertelanjang kaki ditengah Sungai Yordan, dan kemudian memperkenalkannya, setelah membenamkan atau mencelupkan gurunya ke dalam air, kepada khalayak dengan berkata, �Lihatlah ini adalah sang Mesias� atau �Ini adalah Anak Tuhan� atau ditempat lain �Lihatlah Domba Tuhan� sama dengan benar-benar menghina orang-orang Israel atau, kalau tidak, melecehkan, atau semata-mata mengejek Yesus dan juga membuat dirinya tidak wajar.

  83. Samuel Hadi Says:

    Mat 3:13 Kemudian datanglah YESUS dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes, untuk dibaptis olehnya.
    Mat 3:14 Namun Yohanes mencegah Dia, dengan berkata, “Seharusnya aku yang perlu dibaptis oleh-Mu, malah Engkau yang datang kepadaku?”
    Mat 3:15 Akan tetapi sambil menanggapi, YESUS berkata kepadanya, “Turutilah sekarang, karena demikianlah yang seharusnya terjadi pada kita untuk menggenapi seluruh kebenaran!” Maka dia pun menuruti-Nya.
    Mat 3:16 Dan sesudah dibaptis, YESUS segera keluar dari air. Dan tampaklah langit terbuka bagi-Nya dan Dia melihat Roh Elohim sedang turun bagaikan seekor burung merpati dan datang ke atas-Nya.
    Mat 3:17 Dan, perhatikanlah suatu suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Putra-Ku Yang Terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan!”

  84. ilham othmany Says:

    Ada dua ucapan yang sangat penting mengenai Yohanes Pembaptis yang disampaikan oleh Yesus, tetapi dicatat dengan cara aneh:

    Ucapan pertama Yesus mengenai Yohanes adalah bahwa Yohanes dimunculkan ke dunia sebagai reinkarnasi Elia (nabi dalam Perjanjian Lama). Keanehan yang menyelimuti sebutan ini terjadi pada diamnya Yesus mengenai identitas dari orang yang diharapkan secara resmi diperkenalkan oleh Elia kepada dunia sebagai nabi terakhir. Bahasa Yesus dalam hal ini adalah sangat kabur, ambigu, dan aneh.

    Seandainya Yohanes adalah (reinkarnasi dari) Elia, lantas mengapa dia tidak disebutkan secara jelas?

    Seandainya Yesus adalah sang �Utusan yang dijanjikan� dan Dominator[Maleakhi 3:1 versi Vulgate: Ecce ego mittam angelum meum et praeparabit viam ante faciem meam et statim veniet ad templum suum dominator quem vos quaeritis et angelus testamenti quem vos vultis ecce venit dicit Dominus exercituum.] (terjemahan Vulgate untuk bahasa Ibraninya �Adon� seperti yang tercantum dalam Maleakhi 3:1), mengapa dia secara terbuka mengatakan begitu ? Jika ia dengan berani menyatakan bahwa bukan dirinya, tetapi nabi lain yang merupakan �Dominator� itu. Maka sebenarnya pastilah ada tangan jahat yang menghapus dan menghilangkan kata-kata Yesus dari kitab Injil yang asli.

    Bagaimanapun juga, kitab Injil-injil lah yang harus bertanggung jawab atas ambiguitas dan ketidakjelasan ini. Itu hanya dapat digambarkan sebagai hal kejam yang merusak teks dan telah menyesatkan jutaan umat Kristen berabad-abad.

    Yesus seharusnya menunjukkan diri secara terbuka dan eksplisit dengan mengatakan, �Yohanes adalah Elia yang diutus sebagai perintis yang mempersiapkan jalan untukku!� Atau jika bukan seperti itu, maka mungkin ia sudah menyatakan hal sebagai berikut, �Yohanes adalah Elia yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Muhammad�. Barangkali ini disebabkan oleh kegemaran Yesus akan bahasa yang bersifat ambigu (kemenduaan makna).

    Sebenarnya ada beberapa contoh sebagaimana dilaporkan dalam Injil-Injil, dimana Yesus memberikan pernyataan yang tidak jelas dan sama sekali tidak dapat dipahami. Dengan mengesampingkan ketuhanannya, sebagai seorang nabi bahkan sebagai seorang guru, ia diharapkan menjadi seorang guru yang terus terang.

    Ucapan lain yang terselubung dalam keanehan adalah, �Tidak seorang pun yang dilahirkan oleh perempuan lebih besar dari Yohanes� kata Yesus, �Tetapi yang paling kecil di Kerajaan Surga adalah lebih besar daripada Yohanes�. Apakah Yesus bermaksud mengajari kita bahwa Yohanes dan semua nabi serta orang-orang shaleh berada diluar Kerajaan Tuhan? Siapakah orang �paling kecil� yang lebih besar daripada Yohanes? Dan konsekuensinya dari semua umat Tuhan yang mendahului Yohanes? Apakah Yesus sendiri yang dimaksud �paling kecil� itu? Atau yang �paling kecil� diantara orang-orang Kristen yang dibaptis? Tidak mungkin dia sendiri, karena pada masanya Kerajaan itu belum didirikan di bumi. Jika memang dia, maka tidak mungkin ia sebagai yang �paling kecil� didalamnya karena ia adalah pendirinya.

    Gereja � dengan sudut pandangnya yang aneh � telah menemukan solusi yang sangat tidak masuk akal untuk memecahkan problem ini. Dan solusi itu adalah bahwa orang Kristen lah yang �paling kecil� untuk dicuci dengan darah Yesus (melalui sakramen pembaptisan, menurut keyakinan kaum Sacerdotolis, atau kalau tidak melalui semacam regenerasi, menurut ketakhayulan penginjil) menjadi �lebih besar� dari Yohanes dan semua orang-orang suci terdahulu, termasuk Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, Elia, Daniel.
    Alasan atau bukti klaim yang mengagumkan ini adalah bahwa umat Kristen, betapapun berdosanya dia, asalkan dia beriman kepada Yesus sebagai Juru Selamatnya, maka ia memiliki hak-hak istimewa ( privilages) yang didambakan para nabi suci namun tidak dinikmatinya. Hak-hak istimewa ini sangat banyak. Penyucian dari dosa asalkan melalui pembaptisan kristen, pengetahuan tentang Trinitas, pemberian makanan daging dan darah Yesus dalam Sakramen Ekaristi, doa dengan membuat tanda salib, hak-hak kuci surga dan neraka diberikan kepada Paus, dan kegembiraan yang berlebih-lebihan (ectasy) dari kaum Puritan[Puritan adalah orang yang sangat teguh berpegang pada peraturan-peraturan tata susila.], Quaker[Quaker adalah anggota suatu perkumpulan Kristen anti perang dan anti sumpah], Persaudaraan, dan semua sekte lain yang disebut Kaum NonKonformis yang masing-masing dengan jalannya sendiri-sendiri, meskipun mengklaim hak-hak istimewa dan hak-hak proregratif yang sama, semua sepakat bahwa setiap orang Kristen yang baik pada hari kebangkitan akan menjadi perawan suci dan menampilkan dirinya sebagai pengantin perempuan untuk �Domba Tuhan�!

    Lantas, tidakkah Anda berpikir bahwa umat Kristen berhak untuk percaya bahwa yang �paling kecil� diantara mereka adalah �lebih besar� dari semua nabi? Tidakkah Anda berpikir, kalau demikian, bahwa biarawan Patagonian yang kekar dan biarawati Parisian yang menebus dosa adalah lebih mulia daripada Adam dan Hawa, karena misteri Trinitas disampaikan kepada orang-orang idiot ini dan tidak kepada nenek moyang mereka yang dahulunya hidup bersama Allah di Surga sebelum mereka diturunkan kebumi?

    Namun semua keyakinan dan aqidah yang bermacam-macam ini berasal dari Perjanjian Baru dan dari ucapan-ucapan yang dinisbahkan kepada Yesus dan rasul-rasulnya. Namun, bagi kita sebagai kaum Ahlultauhid Muslim ada sedikit cahaya kemilau yang tertinggal dalam kitab-kitab Injil, dan sudah cukup bagi kita untuk menemukan kebenaran tentang Yesus dan sepupunya (Yohanes) yang sebenarnya.

    Yohanes Pembaptis meramalkan Muhammad

    Menurut kesaksian Yesus, tidak ada orang yang dilahirkan perempuan lebih besar dari Yohanes, namun yang �paling kecil� dalam Kerajaan Surga adalah lebih besar dari Yohanes. Perbandingan yang dibuat oleh Yesus adalah antara Yohanes dan semua nabi sebelumnya sebagai penghuni Kerajaan Surga. Nah dalam urutan kronologis maka nabi terakhir adalah yang �paling kecil� diantara para nabi, ia akan menjadi junior mereka dan yang paling muda.

    Kata �z’ira� dalam bahasa Arami, seperti kata Arab �saghir�, berarti �anak kecil�. Versi Pshittha menggunakan kata �z’ira� atau �z’eira� sebagai lawan dari �rabba� untuk �besar, tua�.

    Setiap orang Kristen akan mengakui Yesus adalah bukan nabi yang �terakhir�, dan karenanya ia tidak mungkin sebagai yang �paling kecil�. Tidak hanya para rasul sendiri yang diberkati dengan pemenuhan nubuat, tetapi juga banyak manusia suci lainnya di zaman kerasulan disokong dengan kisah itu (Kisah-kisah 11:27-28; Kisah-kisah 13:1; Kisah-kisah 15:32; Kisah-kisah 21:9-10),

    Dan karena kita tidak dapat menemukan yang mana dari nabi-nabi gereja yang banyak ini adalah �yang terakhir�, tentu saja kita dipaksa untuk mencari kemana-mana seorang nabi yang tidak dapat disangkal adalah nabi terakhir dan penutup daftar kenabian. Dapatkah kita membayangkan bukti-bukti mendukung Muhammad yang lebih kuat dan lebih brilian daripada pemenuhan nubuat Yesus yang menakjubkan ini?
    Dalam daftar panjang keluarga nubuat, tentu saja yang �paling muda�, yang �paling kecil� adalah Muhammad. Beliau adalah �Adon� (Tuan) nya mereka. Menyangkal ciri dan sifat nubuat kenabian Muhammad merupakan suatu penyangkalan yang mendasar terhadap keseluruhan wahyu Ilahi dan semua nabi yang mengajarkannya. Karena semua nabi lainnya secara bersama-sama belum menyelesaikan karya raksasa yang diselesaikan sendiri oleh nabi dari Mekkah dalam waktu singkat yakni 23 tahun misi kenabiannya.

    Misteri tentang kehidupan sebelumnya dari roh-roh para nabi belum diungkap kepada kita, tetapi setiap muslim sejati mempercayainya. Roh yang ada sebelumnyalah dengan kekuatan firman Allah � kun � (jadi) seorang lanjut usia Sarah, seorang lanjut usia Hannah, dan seorang perawan Maria melahirkan Ishaq, Yohanes, dan Yesus.

    Injil Barnabas melaporkan bahwa Yesus berbicara tentang roh Muhammad yang dinyatakan olehnya telah diciptakan sebelum semua yang lain.

    Saya senang mengatakan bahwa hak sayalah, berkat karunia Allah, untuk memecahkan problem misteri yang selama ini menutupi apa arti dan maksud sebenarnya dari �yang paling kecil dalam Kerajaan Surga� !

    Yohanes mengakui bahwa Muhammad lebih unggul dan lebih kuat darinya. Ungkapan penting disampaikannya kepada orang-orang Yahudi itu, �Dia yang datang setelah aku� mengingatkan para Penulis, Pharisee, dan ahli hukum mereka pada ramalan kuno dari nenek moyang mereka, Yaqub, dimana Patriarch itu menggunakan gelar yang unik �Syilokhah� untuk �Rasul Allah/ Rosululloh�, julukan yang sering digunakan oleh Yesus untuk Muhammad dalam Injil Barnabas. Pada waktu menulis artikel saya tentang �Syiloh�, saya mengatakan bahwa kata tersebut bisa jadi merupakan perubahan dari �Syiloukh� atau �Syilokhah� yang artinya adalah Rasul Allah (Rosululloh), tetapi kemudian saya lupa bahwa Yerome juga telah memahami bentuk Ibrani itu dalam arti tersebut, karena ia telah menerjemahkannya sebagai � qui mittendis est �

    Ketika saya merenungkan penangkapan dan pemenjaraan Yohanes yang tidak berdaya oleh Herod dan pemenggalan lehernya secara kejam, atau ketik saya membaca dengan teliti cerita-cerita membingungkan nan tragis mengenai pencambukan Yesus oleh Pilate, penobatan Yesus dengan mahkota duri (dalam keadaan disalib kesakitan) oleh Herod, dan malapetaka di Calvary[Calvary (merupakan bahasa latin dari Golgota) adalah bukit diluar Kota kuno Yerusalem tempat Yesus disalib, sebagaimana diyakini oleh Kristen], lalu saya beranjak memalingkan pandangan saya pada masuknya Adon (dengan 10.000 pasukan) dengan penuh kemenangan ke Mekkah, penghancuran total semua berhala didalam Ka’bah suci, pemandangan yang menggetarkan hati dari musuh pembawa maut bernama Abu Sufyan yang takluk dikaki Syilokhah (Rasul Allah) memohon pengampunannya dan menyatakan keimanannya, dan atas ibadah agung dan khotbahnya yang terakhir dari sang penutup para nabi menerima firman ilahi yang terakhir ini �Al yauma akmaltu lakum dinukum� (Hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu), dan sebagainya, kemudian saya sepenuhnya memahami bobot dan nilai dari pengakuan Yohanes, �Dia lebih kuat dariku�.

    �Kemurkaan yang akan datang� . Pernahkah Anda menjumpai penfsiran yang pantas dan bijaksana, dan meyakinkan dari kalimat ini diantara banyak sekali komentar mengenai kitab Injil? Apa yang dimaksud Yohanes dengan ungkapan, �Lihatlah kapak sudah dipasang pada akar pohon?� Atau perkataannya, �Ia memegang kapas ditangannya untuk membersihkan lantai pengiriknya?� Atau ketika ia meremehkan gelar �Anak-anak Ibrahim�?
    Saya tidak akan menghalangi Anda untuk mengetahui tingkah laku para penafsir, karena mereka adalah lamunan yang tidak pernah diimpikan oleh Yohanes ataupun pendengarnya. Mungkinkah Yohanes pernah mengajari kaum Pharisee yang angkuh dan kaum Saduqee[Nama ibrani ini secara salah ditulis Saducee] yang rasionalistik itu menyangkal kebangkitan jasmaniah bahwa pada hari kiamat Yesus akan menumpahkan kemurkaannya pada mereka dan membakar mereka bagaikan pohon-pohon yang tidak berbuah dan bagaikan sekam dalam api neraka? Tidak ada satu kata pun dalam semua literatur kitab suci mengenai kebangkitan jasad-jasad atau mengenai api neraka. Tulisan-tulisan Talmudistik ini penuh dengan misteri eskatologis yang sangat mirip dengan tulisan kaum Zardusytee, tetapi sumbernya sama dari kitab-kitab resmi.

    Nabi yang bertobat dan membawa kabar baik itu tidak berbicara tentang kemurkaan yang jauh dan tidak terbatas yang sudah pasti menunggu kaum kafir dan kaum Atheis, tetapi berbicara tentang malapetaka yang terdekat dari bangsa Yahudi. Ia mengancam bahwa murka Allah sedang menunggu kaum itu jika mereka terus-menerus berbuat dosa dan menolak misi dan koleganya, Yesus.

    Bencana yang akan datang adalah hancurnya Yerusalem dan pembubaran terakhir Israel yang terjadi sekitar 30 tahun sesudah itu selama masa hidup para pendengarnya. Baik dia maupun Yesus mengabarkan kedatangan Rasul Allah yang agung yang telah dikabarkan oleh Yaqub dengan gelar Syilokhah, dan bahwa dengan kelahirannya semua hak kenabian dan kehormatan serta otoritas akan diambil dari bangsa Yahudi, dan memang, demikianlah yang terjadi sekitar 6 abad kemudian, ketika benteng-benteng terakhir mereka di Hijaz diratakan dengan tanah dan kepangeranan mereka dihancurkan oleh nabi Muhammad saw.

    Kekuasaan Romawi yang semakin mendominasi di Syria dan Palestina telah mengancam otonomi palsu bangsa Yahudi, dan arus emigrasi bangsa Yahudi akhirnya dimulai. Dan mengenai cerita inilah Yohanes bertanya, �Siapa yang memberitahu kalian untuk melarikan diri dari kemurkaan yang akan datang?� Mereka diperingatkan dan didesak untuk menghasilkan buah-buah yang bagus dengan pertobatan dan kepercayaan terhadap para rasul Tuhan yang sejati, khususnya kepada Adon, yang merupakan sang pemimpin sejati dan terakhir yang kuat.

    kaum Yahudi dan Kristen selalu menuduh Muhammad telah menegakkan agama Islam dengan kekuatan dan pedang. Kaum modernis Islam selalu berusaha untuk menyangkal tuduhan ini. Tetapi ini tidak berarti mengatakan bahwa Muhammad tidak pernah menggunakan pedang. Ia harus menggunakannya untuk mempertahankan nama Tuhan.

    Setiap kesabaran ada batasnya. Setiap kemurahan hati ada akhirnya. Kesempatan dan waktu yang diberikan oleh Allah kepada bangsa Yahudi, Arab, dan lainnya berakhir selama lebih dari 4000 tahun. Hanya setelah berakhirnya periode inilah baru Allah mengutus Muhammad dengan membawa kekuatan dan pedang, api dan roh, untuk menghadapi kaum kafir yang kejam, menghadapi anak-anak Ibrahim yang tidak bersyukur (baik bani Ismail dan bani Israil), dan menghadapi kekuatan Iblis.

    Keseluruhan Perjanjian Lama merupakan cerita tentang teokrasi dan pemberhalaan. Kadang-kadang sedikit cahaya Islam �yakni agama Allah- bersinar di Yerusalem dan Mekkah; namun ia selalu dianiaya oleh kekuatan Setan. Empat Binatang Buas yang kejam datang menginjak-injak kaum beriman. Lalu datanglah Muhammad untuk menghancurkan dan membunuh Ular Berbisa dan memberinya gelar yang hina �iblis� �setan yang terluka memar.

    Tentu saja Muhammad adalah seorang nabi yang melakukan pertempuran, tetapi objek pertempuran itu adalah kemenangan bukan balas dendam. Penaklukan musuh dan menegakkan agama Islam sebagai Kerajaan Allah dimuka bumi.

    Sebenarnya, ketika Yohanes digurun pasir berseru dengan suara nyaring, �Siapkan jalan Tuhan dan luruskan jalan-jalanNya�, ketika itu ia sedang menyinggung agama Tuhan dalam bentuk kerajaan yang sedang datang mendekat. Tujuh abad sebelumnya, nabi Yesaya telah meneriakkan dan mengucapkan kata-kata yang sama (Yesaya 40:1-4). Dan dua abad kemudian Allah sendiri meratakan jalan untuk Koresh[Koresh adalah seorang Raja Persia dan penakluk Kerajaan Babylonia yang mengizinkan bangsa Yahudi untuk kembali ke kampung halamannya di Palestina. Bangsa Yahudi sebelumnya menjalani masa pembuangan oleh Kerajaan Babylonia] dengan menaikkan dan menutup setiap lembah, meratakan setiap bukit dan gunung untuk memudahkan penaklukan dan mempercepat gerakan (Yesaya 45:1-3).
    Sejarah berulang sendiri, kata mereka; dalam kedua kasus tersebut bahasa dan maknanya sama. Yang pertama menjadi prototipe yang kedua. Allah telah meratakan jalan untuk Raja Koresh (Koresy) dari Persia untuk menundukkan musuh-musuhnya kedalam taklukan Persia, karena Bait Allah di Yerusalem dan orang-orang pilihanNya dalam penjara.

    Kini sekali lagi Tuhan mengulang kejadian yang hampir sama, tetapi dengn skala yang lebih besar dan lebih luas. Dihadapan khotbah Muhammad, semua berhala dihilangkan, dihadapan pedang Muhammad, maka kerajaan-kerajaan disekitarnya takluk pada beliau, dan anak-anak Kerajaan Allah menjadi sederajat dan membentuk �orang-orang kudus milik Yang Maha Tinggi�. Karena hanya dalam Islam lah semua orang beriman sederajat. Tidak ada pendeta (dengan hak-hak khususnya), tidak ada sakramen, tidak ada kasta dan perbedaan ras. Semua orang beriman adalah satu, kecuali dalam kebajikan dan kesabaran, dalam hal mana mereka saling mengungguli.

  85. ilham othmany Says:

    Dan (ingatlah) ketika Isa (Yesus) putra Maryam (Maria) berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad� (QS Ash Shaff 61:6)

    �Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Periqlytos yang lain, supaya ia menyertai kamu selamanya� (Yohanes 14:16)

    Ada ketidaklogisan dalam kata-kata yang dinisbahkan kepada Yesus oleh Injil keempat. Ia berkata seolah-oleh beberapa Periqlyte sudah datang dan pergi, dan bahwa � Periclyte yang lain� akan diberikan hanya atas permintaan Yesus. Kata-kata ini juga meninggalkan kesan bahwa rasul-rasul itu sudah mengenal nama yang dalam teks Yunani menjadi Periclytos .

    Kata sifat �yang lain� yang mendahului sebuah kata benda asing yang untuk pertama kali diumumkan kelihatan sangat asing dan sama sekali berlebih-lebihan. Tidak diragukan bahwa teks tersebut telah diubah, Seakan-akan bahwa Bapa akan mengirim Periqlyte atas permintaan Yesus, kalau tidak maka Periqlyte tidak akan pernah datang! Kata �minta� pun kelihatan dibuat-buat dan menunjukkan kesombongan di pihak nabi Yesus.

    Kita sudah mengetahui bahwa Periclyte itu bukanlah Roh Kudus, maksudnya oknum Ilahiah, Jibril, atau malaikat lain. Sekarang masih harus dibuktikan bahwa Periclyte itu tidak mungkin seorang penghibur dan tidak pula seorang perantara antara Tuhan dan manusia.

    Periqlyte itu bukan “Penghibur” (consoler), juga bukan “Perantara” (intercessor). Kami bisa membuktikan sepenuhnya ketidakmungkinan material untuk menemukan arti dari “penghiburan” ataupun “perantaraan” (consolation atau intercession). Yesus tidak memakai kata Paracalon . Disamping itu bahkan dari sudut pandang agama dan moral, gagasan “penghiburan” dan “perantaraan” tidak dapat diterima.

    Keyakinan bahwa kematian Yesus di atas tiang salib menyelamatkan orang beriman terhadap kutukan dosa asal, dan bahwa rohnya dan kehadirannya dalam Ekaristi akan selamanya bersama mereka, menyebabkannya tidak memerlukan penghiburan atau kedatangan sama sekali seorang penghibur. Di sisi lain, jika mereka memerlukan seorang penghibur, maka seluruh harapan umat Kristen tentang pengorbanan Yesus (disalib) di bukit Cavalry pun akan sia-sia. Sebenarnya dalam kitab-kitab Injil dan Epistle sangat jelas menunjukkan bahwa kedatangan Yesus untuk kedua kalinya di atas awan adalah sebentar lagi (Matius 16:28; Markus 9:1; Lukas 9:27; Yohanes 2:18; 2 Timotius 2:1; 2 Tesalonika 2: 3).

    Penghiburan tidak pernah dapat mengembalikan yang hilang. Menghibur seseorang yang telah kehilangan matanya, kekayaannya, anaknya, atau keadaannya tidak dapat mengembalikan kehilangan-kehilangan tersebut. Janji bahwa seorang penghibur akan diutus oleh Tuhan sesudah Yesus pergi akan berarti kehilangan total seluruh harapan dalam kejayaan Kerajaan Tuhan. Janji akan seorang penghibur menunjukkan kedukaan dan ratapan dan tentu saja yang pasti telah mendorong para rasul-rasul kepada kekecewaan kalau tidak kepada keputusasaan. Yang mereka butuhkan bukan seorang Penghibur yang menghibur mereka dikala sedih, melainkan seorang pejuang yang akan menghancurkan setan dan kekuatannya, seorang yang akan mengakhiri semua kesulitan dan penindasan yang mereka alami, dan bukan hanya menghibur orang dikala sedih.
    Gagasan tentang seorang “perantara” antara Tuhan dan manusia pun tidak dapat dipertahankan. Tidak ada mediator yang mutlak antara Pencipta dan mahluk-Nya. Keesaan Allah sendiri sajalah perantara kita yang mutlak. Yesus yang menganjurkan umatnya untuk berdoa kepada Tuhan dengan sembunyi-sembunyi, untuk memasuki ruangan dan menutup pintu serta kemudian berdoa – karena hanya dalam keadaan demikian itu “Bapa” akan berkenan mendengarkan do’a mereka dan menganugerahkan kepada mereka pertolonganNya – tidak dapat menjanjikan mereka seorang perantara. Bagaimana mendamaikan kontradiksi ini.

    Semua orang beriman, dalam doa-doa mereka, saling memperantarai, para nabi dan malaikat pun melakukan hal yang sama. Kewajiban kita lah untuk memohon rahmat, ampunan, dan pertolongan-Nya, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Tetapi Tuhan tidak diintervensi oleh sang Perantara, kecuali yang di ridoi-Nya. Saya �sepatutnya- berterima kasih kepada orang yang melalui perantaraannya, saya mendapat ampunan, dan keringanan. Namun saya merasa takut kepada hakim atau penguasa zalim yang mengakibatkan saya diserahkan kepada pihak eksekutor.

    Apakah umat Kristen tidak berpikir, ketika umat Kristen meyakini bahwa Yesus (yang duduk disebelah kanan Bapa) menjadi perantara antara umat Kristen dan Allah, tetapi pada saat yang sama juga meyakini perantara yang lain (yang lebih rendah dari Yesus) yang duduk di singgasana Tuhan. Al Qur’an melarang keras mempercayai terhadap seorang “shafi” atau perantara dengan cara ini.

    Tentu saja kita tidak mengetahui secara pasti, tetapi sangatlah bisa dimengerti bahwa malaikat-malaikat tertentu, roh para Nabi dan roh orang suci diizinkan oleh Tuhan untuk menolong dan memberi petunjuk kepada mereka yang berada dibawah perlindungan mereka. Gagasan tentang seorang perantara di hadapan pengadilan Allah, membela perkara para klien nya, mungkin sangat mengagumkan, namun hal ini adalah keliru, karena Tuhan bukanlah seorang manusia yang ketika menjadi hakim, ada kalanya berbuat nafsu, tidak teliti, dan tidak adil. Allah sangat mengetahui perbuatan dan hati manusia daripada para malaikat dan nabi. Konsekuensinya tidak perlu ada perantara antara Tuhan dan mahluk-Nya.

    Keyakinan terhadap Perantara timbul akibat keyakinan terhadap pengorbanan, korban bakaran (sesajen), kependetaan, dan mitos. Keyakinan ini lah yang membuat manusia menghormati bahkan memuja kuburan dan gambar-gambar para santo dan martir, sehingga meningkatkan pengaruh dominasi Gereja. Tentu saja hal ini membuat orang bodoh tetap bodoh. Kabut tebal Perantara sama sekali menutup atmosfir spiritual antara Tuhan dan manusia. Lalu kepercayaan ini mendorong orang berpura-pura menjadi orang yang beriman lalu mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri dengan cara mengumpulkan sejumlah besar dana untuk mendirikan misi-misi yang kuat dan kaya dan mendirikan Gereja, tetapi dalam hati mereka yang bekerja sebagai misionaris itu adalah kaki tangan dari pemerintah mereka masing-masing. Karena malapetaka yang sebenarnya menimpa orang-orang Armenia, Yunani, dan Kaldea-Asyiria di Turki dan Persia ditimbulkan oleh kaum misionaris yang menanamkan fanatisme buta lagi bodoh. Sehingga kita akan selalu menjumpai bahwa kepercayaan adanya Perantara selalu menjadi sumber penyelewengan, fanatisme, penindasan, kebodohan, dan lainnya.

    Setelah kita membuktikan bahwa “Paraclete” dari Injil Yohanes bukan dan tidak bisa diartikan “penghibur” maupun “perantara,” atau pun lainnya, dan bahwa kata tersebut merupakan bentuk Periqlytos yang sudah diselewengkan, kini kita akan melanjutkan dengan membahas arti kata itu yang sebenarnya.
    Secara etimologis dan harafiah “Periqlytos” berarti “yang paling terkenal, termasyhur, patut dipuji.” Sebagai sumber, saya mengambil kamus Yunani-Perancis dari Alexandre bahwa “Periqlytos”, “Ou’on peut entendre de tous les cotes; qu’il est facile a entendre. Tres celebre,” dan seterusnya= Periqleitos, tres celebre, illustre, glorieux” dari= Kleos, glorire, renommee, celebrite.” Kata majemuk ini terdiri dari kata depan “peri” dan “kleotis” yang terakhir ini berasal dari �memuliakan, memuji.” Kata benda, yang saya tulis dalam ejaan bahasa Inggris Periqleitos atau Periqlytos, bersesuaian dengan arti kata AHMAD dalam bahasa Arab, yaitu yang termasyhur, yang mulia, dan terkenal. Satu–satunya kesulitan yang harus diatasi adalah menemukan nama aslinya dalam bahasa Semit yang dipakai oleh Yesus dalam bahasa Ibrani ataupun Arami.

    Pshittha (berbahasa Syria ) meskipun menulis “Paraqleita” namun dalam Daftar Katanya sama sekali tidak memuat arti kata tersebut. Sedangkan, Vulgate (berbahasa Latin) menerjemahkannya sebagai “penghibur” atau “penolong.” Kalau saya tidak salah ingat, bentuk dalam bahasa Arami itu pastilah “Mhamda” atau Hamida” bersesuaian dengan bahasa Arab “Muhammad” atau “Ahmad”, dan bahasa Yunani “Periqlyte.” Penafsiran kata Yunani dalam arti �Penghiburan� ini tidak berarti bahwa nama Periqlyte itu sendiri adalah Penghibur, melainkan sebuah keyakinan dan harapan umat Kristen bahwa �dia� akan datang untuk menghibur umat Kristen. Karena harapan umat Kristen bahwa Yesus akan balik kebumi menyambut para muridnya telah sia-sia[Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (1 Tesalonika 4:16-17).
    Dalam suratnya, Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menuju langit tetapi lucunya bukan Yesus yang mendatangnya, melainkan pedang Kaisar Nero yang "menyambut" leher Paulus di luar tembok kota Roma tahun 64 M, Ramalan kedatangan Yesus menurut Matius, Markus, dan Lukas (Matius 10:23; 16:28; Markus 9:1 dan Lukas 9:27)
    Bahwa Yesus dan Kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel. Ramalan ini ternyata tidak terjadi, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal semua murid Yesus sudah meninggal 2000 tahun yang lalu.], maka mereka mengkonsentrasikan harapan pada kedatangan Periqlyte.

    Wahyu Al Qur’an bahwa Yesus anak Maria memberitahukan kepada bani Israel bahwa dia “membawa kabar gembira tentang seorang utusan, yang akan datang sesudah aku dan namanya adalah Ahmad,” adalah salah satu bukti yang terkuat bahwa Nabi Muhammad saw benar-benar seorang Nabi dan bahwa Al Qur’an benar-benar sebuah Wahyu Ilahi. Beliau pastilah tidak pernah dapat mengetahui bahwa Periqlyte itu berarti Ahmad, kecuali melalui ilham dan Wahyu Ilahi. Otoritas Al Qur’an adalah menentukan dan bersifat final; karena arti harfiah dari nama dalam bahasa Yunani itu bersesuaian dengan Ahmad atau Muhammad, dalam bahasa Arabnya.

    Sungguh Mengagumkan bahwa nama yang unik ini tidak pernah sebelumnya diberikan kepada siapapun, secara ajaib disimpan untuk Nabi-Nya yang paling termasyhur dan paling pantas terpuji! Kita tidak pernah menjumpai orang Yunani memakai Periqleitos (atau Periqlytos) sebagai namanya, begitupun dengan orang Arab. Memang benar ada seorang dari Athena yang bernama Periqleys yang berarti “terpandang”, tetapi tidak dalam bentuk tingkat superlatifnya.
    Sangat jelas dari gambaran Injil Keempat bahwa Periqlyte adalah seorang oknum tertentu, Roh Kudus yang diciptakan, untuk tinggal ditubuh manusia untuk menyelesaikan pekerjaan luar biasa yang ditugaskan kepadanya oleh Tuhan, yang tidak pernah diselesaikan oleh orang lain, termasuk para nabi terdahulu. Tentu saja kita tidak menyangkal bahwa murid-murid Yesus benar-benar menerima Roh Tuhan, bahwa Yesus disucikan oleh Roh Kudus, dan banyak umat Kristen Ahlultauhid yang menjalani kehidupan shaleh. Pada hari Pantekosta (yaitu 10 hari setelah kenaikan Yesus), diceritakan bahwa Roh Tuhan turun pada murid-murid Yesus dan orang-orang beriman lainnya yang berjumlah 120 orang, dalam bentuk lidah-lidah api (Kisah pasal 2), dan jumlah ini yang menerima Roh Kudus dalam bentuk 120 lidah api ditambahkan pada 3000 jiwa yang dibaptis, tetapi tidak dikunjungi oleh lidah api Roh Kudus. Sudah pasti, satu Roh (bila anda artikan sebagai pribadi) tidak mungkin dibagi-bagi kedalam ratusan orang. Sehingga Roh Kudus (yang banyak mendapatkan tempat diayat-ayat Injil) bukan lah dalam artian satu pribadi, melainkan karunia, nikmat, dan ilham dari Tuhan. Yesus telah menjanjikan karunia Surgawi ini dan kekuasaan untuk menyucikan, mencerahkan, memperkuat, dan mengajari jemaatnya. Tetapi Roh ini jelas berbeda dengan Periqlyte yang menyelesaikan banyak pekerjaan luar biasa.

    Umat Kristen yang hidup di abad pertama dan kedua masehi lebih mempercayai tradisi daripada tulisan-tulisan tentang agama baru (Kristen). Papias dan lain-lain termasuk dalam kategori ini. Bahkan dizaman para rasul pun telah timbul berbagai sekte, Kristus palsu, anti Kristus, dan guru-guru palsu merobek-robek Gereja sampai luluh (1 Yohanes 2:18-26; 2 Petrus 2,3:1; Yohanes 7-13;dan lain-lain). �Orang-orang yang percaya� dinasehati dan didesak untuk tetap berpegang dan patuh pada tradisi, yakni ajaran lisan para murid Yesus. Yang disebut sekte-sekte Bid�ah ini, seperti Gnostic, Appollinarian, Docetae, dan lain-lain, kelihatan tidak percaya kepada fabel, legenda, dan pandangan-pandangan berlebihan tentang pengorbanan dan penebusan Yesus, sebagaimana termuat dalam banyak tulisan hebat yang dikemukakan Lukas (1:1-4). Salah satu musuh utama pebid�ah dari sekte tertentu (yang namanya hilang dari ingatan saya) benar-benar menganggap Periqleitos sebagai namanya, pura-pura sebagai nabi �yang paling terpuji� yang diramalkan oleh Yesus dan mempunyai banyak pengikut. Seandainya saja ada Injil asli yang disahkan oleh Yesus atau para muridnya, tidak mungkin ada sedemikian banyak sekte yang semuanya menentang isi kitab-kitab yang termuat didalam atau diluar Perjanjian Baru. Secara aman, Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa umat Kristen generasi awal menganggap �Roh Kebenaran� yang dijanjikan sebagai seorang nabi-Nya yang terakhir.

    Tidak ada keraguan bahwa yang dimaksud Periqlyte adalah Muhammad atau Ahmad. Dua nama (dari dua bahasa yang satu Yunani dan lainnya Arab) ini memiliki arti yang sama, yakni �yang paling terkenal dan terpuji� sebagaimana �Pneuma� dan �Roh� tidak lebih dan tidak kurang artinya adalah �Roh�. Kita sudah mengetahui bahwa terjemahan kata itu menjadi �Penghibur� atau �Penolong� adalah sama sekali tidak dapat dimengerti dan salah kaprah. Bentuk gabungan dari Paraqalon berasal dari kata kerja yang tersusun dari para-qalo , tetapi Periqlyte berasal dari Peri-qluo . Perbedaannya sangat jelas, oleh karenanya marilah kita periksa tanda-tanda sang Periqlyte yang hanya dapat ditemukan pada diri Ahmad atau Muhammad.

    Muhammad sendiri mengungkapkan seluruh kebenaran tentang Tuhan, keesaan-Nya, agama, dan mengoreksi pencemaran nama dan fitnah-fitnah yang ditulis dan diyakini terhadap Diri-Nya dan banyak hamba-hamba-Nya yang suci. Dilaporkan bahwa Yesus telah mengatakan tentang Periqlyte bahwasanya ia adalah �Roh Kebenaran�, bahwa ia �akan memberi kesaksian� tentang Yesus yang sebenarnya dan tentang misinya (Yohanes 14:17; 15:26). Dalam khotbahnya, Yesus berbicara tentang pra-eksistensi rohnya (Yohanes 8:58; 17:5). Dalam Injil Barnabas, Yesus dilaporkan sering berbicara tentang keagungan dan kemegahan roh Muhammad yang telah dilihatnya. Tidak ada keraguan bahwa roh dari nabi terakhir ini telah diciptakan lama sebelum Adam. Oleh karena itu, Yesus ketika berbicara tentang dia pasti akan menyatakan dan menggambarkannya sebagai �Roh Kebenaran�. Roh Kebenaran inilah yang menegur umat Kristen (karena telah menyimpang dari ajaran-ajaran nabi terdahulu) karena membagi-bagi keesaan Tuhan menjadi trinitas, karena mereka mengangkat Yesus kepada martabat Tuhan dan anak Tuhan, dan karena mereka telah membuat segala macam ketakhayulan dan bid�ah. Roh Kebenaran inilah yang membongkar penipuan-penipuan yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan Kristen karena menyelewengkan kitab suci mereka, yang mengutuk kaum Yahudi karena segala fitnah yang mereka alamatkan kepada perawan Maria dan Yesus. Roh Kebenaran inilah yang menunjukkan hak kelahiran Ismail, Tidak berdosanya Luth, Daud, Sulaiman, dan banyak nabi lainnya dan membersihkan para nabi dari segala noda fitnah para pemalsu alkitab.

    Diantara tanda-tanda Periqlyte atau Roh Kebenaran yang ketika ia datang dalam wujud �Anak Manusia� adalah �ia menyadarkan dunia akan dosa� (Yohanes 16:8-9). Tidak ada hamba Allah lainnya, apakah seorang Raja seperti Daud dan Sulaiman, atau seorang nabi seperti Ibrahim dan Musa, yang melaksanakan penyadaran akan dosa ini sampai benar-benar tuntas, dengan ketegaran hati, semangat, dan keberanian seperti Muhammad. Setiap pelanggaran hukum adalah dosa, dan kemusyrikan adalah induk dan sumbernya. Kita berdosa besar ketika mencintai suatu objek lebih daripada Tuhan. Semua nabi menyadarkan tetangga dan kaum mereka akan dosa, tetapi tidak dalam skala �dunia�, seperti yang dilakukan Muhammad. Dia tidak hanya membasmi kemusyrikan sampai keakar-akarnya di Jazirah Arabia dimasa hidupnya, tetapi juga mengutus utusan kepada Chosroes Parviz dan kepada Heraclius, penguasa dari dua kerajaan terbesar, Persia dan Romawi, dan kepada Raja Ethiopia, Gubernur Mesir, dan beberapa Raja dan Emir lainnya, mengajak mereka semua untuk memeluk agama Islam dan meninggalkan penyembahan berhala dan keyakinan-keyakinan (dogma) palsu. Penyucian oleh Muhammad dimulai dengan penyampaian firman Allah ketika ia menerimanya, yaitu pembacaan ayat-ayat al-Qur�an kemudian dengan mengkhotbahkan, mengajarkan, dan mempraktekkan ajaran agama yang benar itu. Tetapi ketika kuasa kegelapan dan kemusyrikan melawannya dengan sejata, maka ia menghunus pedang dan menghukum musuh yang tidak beriman. Ini adalah pemenuhan nubuat Kitab Daniel pasal tujuh. Muhammad diberkahi Tuhan dengan kekuatan dan kekuasaan untuk menegakkan Kerajaan Allah, dan menjadi pangeran dan panglima tertinggi pertama dan sebagai raja diraja dan tuan segala tuan dibawah Tuhan.

    Segi lainnya dari perbuatan-perbuatan Periqlyte (Ahmad) yang berani adalah bahwa ia akan menginsafkan terhadap banyak sekali kebenaran dan penghakiman (loc.cit). Penafsiran �akan kebenaran, karena aku (Yesus) pergi kepada Bapakku� (Yohanes 16:10) yang diletakkan dimulut Yesus adalah tidak jelas dan bermakna ganda. Kembalinya Yesus kepada Tuhannya diberikan sebagai salah satu alasan untuk penghukuman dunia oleh sang Periclyte yang akan datang. Mengapa demikian? Dan siapa yang menghukum dunia menurut cerita itu? Kaum Yahudi percaya bahwa mereka menyalib dan membunuh Yesus dan tidak percaya Yesus diangkat ke langit. Muhammad lah yang mensucikan dan menghukum mereka dengan berat karena kekafiran mereka. �Mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Yesus, tetapi (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Yesus kepada-Nya� (QS An-Nisa 4:157-158).

    Penghukuman yang sama juga ditimpakan kepada umat Kristen yang percaya bahwa Yesus mati disalib dan mengiranya sebagai Tuhan dan anak Tuhan. Terhadap semua ini al-Qur�an menjawab, �Padahal mereka tidak membunuhnya, dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan degan Yesus bagi mereka� (QS An-Nisa 4:157).

    Beberapa orang yang percaya terhadap yesus pada permulaan sekali agama Kristen, menyangkal bahwa Yesus sendiri menderita diatas salib, tetapi bersikukuh bahwa yang lain diantara para pengikutnya, Yudas Iscariot atau lainnya yang sangat serupa dengannya, ditangkap, dan disalib sebagai penggantinya.
    Jemaat Korintus, Basilidus, Korpokratus, dan banyak sekte Kristen lainnya memiliki pandangan yang sama.

    Dengan demikian, peradilan yang dilakukan terhadap Yesus oleh Ahmad adalah berdasarkan sumber yang menyatakan bahwa ia adalah Ruhullah (Roh Allah), bahwa bukan Yesus yang disalib dan dibunuh, dan bahwa ia adalah seorang manusia yang menjadi utusan Tuhan. Inilah yang dimaksud Yesus dengan keadilan mengenai pribadi, misi, dan perpindahannya ke Surga, dan ini benar-benar diselesaikan oleh Rasul Allah.

    Tanda terpenting pada diri Periqlyte adalah bahwa ia akan menginsyafkan dunia akan penghakiman �karena penguasa dunia ini telah dihukum� (Yohanes 16:11). Raja atas penguasa dunia ini adalah Setan (Yohanes 12:31; 14:30), karena dunia ini tunduk padanya.

    Saya harus menarik perhatian kepada para pembaca saya agar memperhatikan kitab Daniel pasal tujuh yang ditulis dalam dialek Arami atau Babylonia. Disana digambarkan bagaimana mahkota (kursawan) dan penghakiman (dina) ditegakkan.

    Dalam bahasa Arab pun kata �dinu�, seperti bahasa Arami �dina� artinya penghakiman, tetapi umumnya ia digunakan dalam arti agama. Bahwa Al-Qur’an harus menggunakan �Dina� Daniel sebagai ungkapan penghakiman dan agama adalah lebih dari penting. Menurut pendapat saya yang sederhana, ini adalah suatu dan bukti langsung dari kebenaran yang diturunkan oleh Roh Kudus yang sama atau Jibril kepada Daniel, Yesus, dan Muhammad.

    Pengadilan yang digambarkan dengan segala kemualiaannya ditegakkan untuk menghakimi Setan dalam bentuk Binatang Buas Keempat yang menakutkan. Barulah kemudian seseorang muncul �seperti anak manusia� (�Kbarinish�) atau �Barnasha� yang dihadapkan kepada Tuhan dengan diberikan kepadanya kehormatan, kekuasaan, dan kerajaan untuk selamanya dan ditugaskan untuk membunuh Binatang Buas Keempat dan menegakkan Kerajaan orang-orang kudus milik Yang Maha Tinggi.

    Yesus tidak ditugaskan untuk menghancurkan Binatang Buas. Yesus tidak ikut dalam urusan-urusan politik. Sebaliknya Yesus membayar upeti kepada Kaisar Romawi dan malahan melarikan diri ketika kaumnya hendak menobatkan Yesus sebagai Raja atas bangsa Yahudi. Yesus dengan jelas menyatakan bahwa Sang Pemimpin dunia ini akan datang, karena sang Periqlyte akan mencabut kejahatan dan kemusyrikan sampai keakar-akarnya. Semua ini dituntaskan oleh Muhammad dalam beberapa tahun.

    Islam adalah Kerajaan dan Pengadilan, atau sebuah agama yang mempunyai kitab hukum Al-Qur’an. Islam mempunyai Tuhan sebagai hakim dan raja tertinggi dan Muhammad sebagai pahlawannya yang meraih kebahagiaan dan keagungan yang abadi.

    Tanda yang tak kalah pentingnya dari sang Periqlyte adalah bahwa ia tidak akan berkata-kata dari dalam dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya, dan ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang (Yohanes 16:13).

    Tidak ada sedikitpun komentar untuk Al-Qur’an, selain bahwa isinya adalah firman Allah yang diwahyukan. Muhammad mengucapkan, melafalkan firman Tuhan seperti yang ia dengar dibacakan kepadanya oleh malaikat Jibril, dan ditulis oleh para juru tulisnya yang jujur.

    Kata-kata, ucapan, dan ajaran Nabi, meskipun sakral, bukanlah firman Tuhan, melainkan Hadits.

    Maka, apakah ia bukan sang Periqlyte sejati. Meskipun dengan gambaran seperti itu? Dapatkah Anda menunjukkan kepada kami orang lain selain Ahmad, yang sukses dalam pekerjaan besarnya baik dalam hal moral, kualitas, tanda-tanda istimewa Periqlyte ini? Anda tidak akan mampu!

    Saya pikir saya sudah cukup membuktikan tentang san Periqlyte dan akan menyimpulkan dengan sebuah ayat Al-Qur’an, �Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan� (QS Al-Ahqaf 46:9)Sesungguhnya tiap-tiap jiwa pasti akan merasai mati lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya dan di sanalah dia akan dimintakan pertanggungjawaban di atas apa yg dia telah lakukan semasa di dunia.

  86. ilham othmany Says:

    Sejauh ini kita hanya menelaah hal-hal pokok yang mengarah kepada terciptanya dongeng-dongeng mempertuhankan Yesus dan apa yang disebut peran beliau dalam Trinitas sebagai Anak Tuhan. Namun, oknum ketiga dalam dogma Trinitas Kristen, yakni Ruhul Kudus, merupakan sebuah teka-teki. Mengapa “Dua dalam Satu” tidak mencukupi, dan mengapa harus mengemukakan pihak ketiga dalam doktrin dasar ini? Secara akal, oknum ketiga ini tidak memiliki kebenaran untuk menempati sebuah posisi dalam konsep Kristen tentang tuhan-tuhan. Harnack, seorang penafsir dalam masalah ini, merasakan bahwa pada mulanya, Kristen diwakili oleh suatu tuhan gabungan, yaitu Tuhan dan Yesus. Kemudian meliputi gereja, [dan] menyebutnya sebagai Ruh, untuk menambahkan elemen ketuhanan kepada apa yang jika tidak demikian akan menjadi partner ketiga yang hampa dan tidak masuk akal. Hal ini juga berfungsi sebagai alat ampuh anti Yahudi.1 Pendeta K.E.Kirk dalam eseinya, The Evolution of the Doctrine of Trinity, telah mengatakan hal berikut ini untuk masalah yang sama:

    Kita secara alamiah beralih kepada para penulis zaman itu untuk mengetahui apa yang menjadi landasan bagi keimanan mereka. Kami terkejut, ternyata kami terpaksa mengakui bahwa mereka tidak memiliki landasan apa pun. Pertanyaannya sebagaimana yang tampil bagi mereka tidak hanya �mengapa� tiga oknum? Melainkan, lebih cenderung �mengapa tidak?’

    Dia terus menunjukkan kegagalan total teologi Kristen untuk menciptakan pembenaran/dukungan logika bagi doktrin Trinitas dan ketiga tuhan Kristen dapat dijelaskan secara pokok sebagai konsep sepasang tuhan yang padanya dipautkan oknum ketiga yang berbeda, untuk membuat gambaran yang lebih sempurna.2

    Kami percaya bahwa oknum ini secara bertahap berubah di bawah pengaruh falsafah-falsafah dan dongeng-dongeng para penyembah berhala sebelumnya yang banyak terdapat di kerajaan Romawi. Pertukaran pemikiran tentunya telah membuat para theolog Kristen menetapkan posisi Ruhul Kudus. Dengan didapati banyaknya bukti keberadaan kepercayaan-kepercayaan seperti itu atau sekte-sekte yang menggambarkan Tuhan sebagai tiga oknum dalam satu wujud, tidaklah sulit untuk melacak kembali sumber asli doktrin Kristen tentang Trinitas. Ringkasnya, bila dua dapat menjadi satu, dan satu dapat menjadi dua, mengapa tidak tiga menjadi satu saja? Merupakan tugas para ilmuwan peneliti untuk menetapkan secara tepat bila dan bagaimana oknum ketiga dalam rangkaian tuhan Kristen telah mulai berakar kuat dalam dongeng Kristen, tetapi pada saat ini hal itu di luar pokok pembahasan. Di sini, kami hanya ingin menguji kemustahilan penda’waan-penda’waan semacam itu, yang telah ditolak langsung oleh pemahaman manusia. Fitrat manusia menolak dengan tegas pemikiran-pemikiran yang saling bertolak-belakang dan berupa paradoks.

    Antar Hubungan dalam Trinitas

    Apabila orang membayangkan hubungan sesama di antara ketiga oknum tuhan-tuhan Kristen, maka seknarioskenario yang mungkin timbul hanyalah sebagai berikut:

    a) Mereka memiliki tahapan-tahapan dari aspek-aspek yang berbeda dari satu oknum tunggal.

    b) Mereka merupakan tiga oknum berbeda, yang samasama menikmati keabadian setara di antara mereka.

    c) Mereka merupakan tiga oknum dengan beberapa sifat individual yang berbeda dan sama sekali tidak dimiliki oleh yang lain.

    d) Mereka merupakan tiga oknum dalam satu, dengan sifat yang seluruhnya sama dan kekuatan-kekuatan yang setara, bergabung satu sama lain, dan tanpa fungsifungsi yang terpisah satu sama lain.
    Kita akan bahas masing-masing kemungkinan secara berurutan.

    Tahapan-tahapan dan Aspek yang Berbeda dari Satu Oknum

    Kemungkinan pertama tidak perlu dibahas panjang lebar sebab hampir tidak ada orang Kristen zaman sekarang yang lebih mengimani Yesus sebagai sebuah aspek atau salah satu fase Tuhan, daripada mengimani beliau sebagai satu oknum berbeda. Orang-orang yang percaya pada Trinitas bersikeras bahwa terdapat tiga oknum berbeda yang menyatu menjadi satu.

    Pada saat seseorang mengakui skenario bahwa satu oknum memiliki aspek-aspek berbeda yang ditampilkan secara bersamaan, maka konsep Trinitas, yakni tiga tuhan dalam satu, akan menguap jadi udara, dan Trinitas tidak tersisa lagi. Sehingga, sang Tuhan Bapak lah, tergerak oleh kasih-sayang-Nya, yang mati demi dosa-dosa manusia. Dalam kasus ini hal itu hanya merupakan suatu fase peralihan dari oknum yang sama. Aspek-aspek bukanlah oknum, dan demikian pula fase-fase tidaklah menciptakan wujud yang terpisah. Manusia mana pun dapat menjalani berbagai macam perasaan dan aspek, tanpa harus terbelah menjadi dua atau tiga atau banyak oknum. Oleh karena itu, jika Tuhan memutuskan untuk mati demi manusia yang penuh dosa, itu adalah Tuhan sendiri dan bukan aspek-Nya yang melakukan hal tersebut.

    Oleh sebab itu, mengenai kasus yang menjadi perhatian ini, yakni aspek Tuhan yang telah memainkan sebuah peran vital dalam pengorbanan Tuhan demi manusia yang penuh dosa, hanya dapat dipahami sebagai penampakan satu sifat-Nya. Jadi, jika sifat kasihsayang Tuhan itu sendiri diperlakukan sebagai seorang ‘oknum’ dan oknum tersebut telah dinamakan Yesus Kristus, maka yang telah mati itu adalah ‘kasih-sayang’ Tuhan. Sungguh merupakan kontradiksi aneh, bahwa kasih-sayang Tuhan karena iba terhadap manusia yang penuh dosa lalu melakukan aksi bunuh diri. Hal itu secara tidak langsung mengungkapkan bahwa selama tiga hari tiga malam tidak ada sifat kasihsayang yang tertinggal pada diri Tuhan.

    Ingat, dalam skenario ini, Yesus tidak diperlakukan sebagai suatu oknum terpisah yang berdiri sendiri, melainkan hanya sebagai sebuah sifat atau aspek Tuhan, yang dalamnya beliau menjadi semacam kasih-sayang yang menjelma sebagai wujud. Akan tetapi wujud ini tetap merupakan satu unsur yang tidak terpisahkan dari Tuhan. Jadi, jika ada yang telah mati dalam proses tersebut, hal itu mestilah wujud Tuhan, atau sifat kasih-sayang-Nya yang telah memainkan peran sangat vital dalam episode ini. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain kecuali mempercayai kematian sifat kasih sayang Tuhan, atau kematian Tuhan Yang Maha Pengasih itu sendiri.

    Banyak kerumitan yang timbul dari penda’waan bahwa aspek-aspek seorang oknum tunggal dapat dihapuskan dari keberadaannya, untuk sementara atau selamanya. Skenario ini hanya dapat dipahami dalam kaitan dengan penerapannya pada apa yang dialami manusia. Seorang manusia dapat kehilangan penglihatan atau pun pendengaran untuk sementara atau selamanya, tetapi dia tetap merupakan orang hidup yang sama. Kematian suatu kemampuan, memang merupakan kematian parsial bagi orang yang sama. Dalam analisa utama, orang yang kehilangan atau mengalami hal itu tetap merupakan orang yang sama.

    Oknum-oknum Berbeda Menikmati Keabadian Bersama

    Jika elemen-elemen rangkaian tuhan Kristen merupakan tiga oknum berbeda yang secara bersamaan menikmati keabadian, pertanyaan yang timbul adalah tentang hubungan internal mereka. Jika mereka secara azali merupakan tiga oknum yang membentuk satu tuhan, maka mereka tentu memiliki ego masing-masing, sehingga penderitaan salah satu di antara mereka, jika memang dapat menderita, merupakan hal yang dialami oleh oknum itu sendiri secara pribadi. Yang lainnya dapa bersimpati terhadapnya, tetapi secara nyata tidak dapat ikut dan merasakan penderitaan itu. Sudah tentu hampir tidak mungkin membayangkan cara kerja pemikiran dan proses pengambilan keputusan pada Tuhan, tetapi penda’waan bahwa Dia benar-benar terdiri dari tiga oknum yang bergabung jadi satu, membenarkan suatu upaya untuk ‘mengaitkan tiga proses pemikiran yang berdiri sendiri.
    Satu skenario yang mungkin timbul adalah, tentang seorang anak manusia yang lahir dengan tiga kepala. Ketiganya dapat dinyatakan sebagai satu oknum tunggal, berdasarkan pada keberadaan hanya satu tubuh saja dan sepasang tungkai serta lengan, tetapi ketiga kepala menampilkan permasalahan dalam menyatakan kondisinya yang sebenamya. Jika keanehan alam seperti itu hidup cukup lama untuk mampu berbicara dan memaparkan sendiri diri mereka, barulah kita dapat menyelidiki apa yang berlangsung di dalam ketiga kepala yang berbeda itu. Dengan tidak adanya pengetahuan tentang itu, menyatakan mereka sebagai satu oknum yang berkongsi memiliki tiga akal pikiran, atau tiga oknum yang berkongsi memiliki satu tubuh, tidaklah mungkin.

    Anehnya, aspek sangat penting dalam doktrin Kristen ini sama sekali tidak diuraikan dalam Bibel. Sejauh yang berkaitan dengan rujukan tentang Kristus dan Ruhul Kudus, tidak kurang bukti yang menyatakan bahwa mereka ditampilkan sebagai dua oknum berbeda, yang tidak berkongsi dalam hal proses pemikiran yang sama dan perasaan-perasaan yang sama. Jika tidak, bayanganbayangan Ruhul Kudus yang berbeda dengan Kristus akan tidak mungkin dipahami, khususnya selama periode ketika Yesus terkurung dalam tubuh manusianya.

    Pertanyaan-pertanyaan yang pasti timbul berkenaan dengan apa yang benar-benar telah terjadi pada oknum Kristus selama pengalaman tersebut, dalam kaitannya dengan dua oknum lain pada sosok tuhan Kristen adalah:

    Apakah kedua oknum lainnya, yakni Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus, bersama-sama menghuni tubuh Yesus Kristus atau sama-sama mengalami pengalamanpengalaman beliau dalam kaitan mereka dengan tubuh itu?

    Apakah Yesus sendiri yang menghuni tubuh tersebut, dan dengan demikian beliau tidak mengikut-sertakan kedua oknum Trinitas lainnya dalam pengalaman beliau yang berkait dengan tubuh itu?

    Penjabaran nomor satu sudah dibahas. Berkenaan dengan nomor dua, kerumitan lebih lanjut timbul mengenai hubungan Yesus, pada waktu itu dengan kedua oknum Trinitas lainnya. Apakah Yesus merupakan wujud yang terpisah sepenuhnya saat itu, atau beliau tetap merupakan bagian integral dari kedua oknum lainnya, hanya saja beliau memiliki kelebihan menghuni sebuah tubuh manusia secara terpisah? Sekarang kita memiliki pertanyaan lain untuk dijawab:

    Apakah wujud ketuhanan beliau sepenuhnya terkandung dalam tubuh manusia beliau, ataukah hanya muncul sendirian keluar dari bentuk Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus yang dimiliki bersama-sama, seperti sebuah jari kecil yang muncul dari tubuh seekor amuba?

    Skenario ini juga akan memaksa kita mempercayai bahwa selama fase tersebut Yesus lebih hebat dari kedua oknum lainnya, sebab beliau sama-sama mengambil bentuk keberadaan wujud dengan Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus, sedangkan kedua lainnya tidak menempati wujud manusia beliau.

    Oleh sebab itu, untuk membuat persoalan ini lebih mudah dimengerti, dilakukan upaya untuk memberikan ilustrasi pada pikiran mereka, hati mereka, perasaanperasaan mereka dan fungsi-fungsi organ mereka berada dalam suatu keterpaduan sempurna sedemikian rupa sehingga pengalaman individu masing-masing mereka dapat dirasakan oleh yang lain secara penuh. Jika hal ini terjadi, ,maka Trinitas antara Tuhan, Anak dan Ruhul Kudus jadi lebih dapat dimengerti. Namun, tetap saja masih ada persoalan menyangkut tiga tubuh yang mengandung tiga oknum identik. Hal ini sudah tentu tidak dapat diterapkan pada pemahaman Trinitas Kristen. Pada pandangan kedua, orang terpaksa membayangkan satu tubuh yang memiliki tiga identitas. Tetap saja, identitas demikian yang dimiliki oleh apa yang disebut kembar tiga, hanya dapat dibayangkan apabila satu tubuh mengandung tiga oknum, yang di dalamnya sendiri tampil banyak permasalahan. Akan tetapi dapat dijelaskan bahwa Tuhan tidak mempunyai tubuh, dan sesuatu yang menyerupai tubuh manusia, seperti yang telah dikemukakan, tidak dapat diterapkan untuk-Nya. Sudah tentu, kami sepenuhnya mengerti bahwa Tuhan tidak mempunyai tubuh seperti dalam istilah manusia, tetapi tetap masih ada permasalahan mengenai tiga wujud ruhani sebagai kembar tiga yang identik, secara individu mereka adalah oknum-oknum, tetapi yang merupakan satu dalam semua segi lainnya.
    Permasalahan lain yang akan menghadang keberadaan [tuhan] kembar tiga secara hipotesa adalah hubungan mereka dalam kaitan dengan penyembahan. Apakah oknum-oknum ruhani “Tiga dalam Satu” rangkaian tuhan [Kristen] itu saling menyembah satu-sama lain? Apakah mereka semua akan memperoleh penyembahan dari makhluk-makhluk ciptaan mereka tanpa mereka harus menyembah dalam hubungan mereka satu sama lain?

    Walaupun pemaparan berulang kali terdapat di dalam Perjanjian Baru bahwa Yesus Kristus yang menyembah Tuhan Bapak dan mengingatkan orang lain untuk melakukan hal sama, tetapi tidak ada penjelasan yang telah dibuat mengenai penyembahan Ruhul Kudus terhadap Tuhan Bapak. Dan lagi, tidak pernah ada upaya Yesus, seperti yang tertera dalam Perjanjian Baru, untuk mendesak orang-orang lain agar menyembah beliau atau menyembah Ruhul Kudus. Orang jadi bertanya-tanya, sebab tidak ada rujukan tentang penyembahan selain yang berkaitan dengan Tuhan Bapak.

    Walaupun sudah merupakan tradisi umum di kalangan umat Kristen untuk menyembah Yesus sebagai Anak Tuhan bersamaan dengan Tuhan Bapak, tidak ada contoh-contoh yang tercatat tentang seorang murid Yesus Kristus pemah menyembah beliau, atau Yesus mendesak mereka untuk melakukan hal itu selama beliau menetap di bumi. Bahkan kalau pun beliau pemah berbuat demikian, hal itu akan menimbulkan banyak pertanyaan yang tak terjawabkan. Demikian pula yang berlaku bagi Ruhul Kudus, dan timbul pertanyaan, mengapa Ruhul Kudus tidak meminta siapa pun untuk menyembahnya.

    Dalam masalah bahwa mereka adalah “Tiga dalam Satu” dalam arti bahwa ego utama mereka atau kesadaran akan keberadaan mereka tetap satu, walaupun terbagi dalam tiga aspek atau fase, telah dipelajari panjang lebar. Suatu wujud yang demikian secara logika tidak dapat disebut “tiga oknum dalam satu.” Selain itu, aspek-aspek atau fase-fase tidak pemah disembah dan tidak pula mereka menyembah ego sentral mereka. Untuk memahami mereka sebagai oknumoknum yang terpisah, mereka harus memiliki identitas masing-masing yang berdiri sendiri, dalam bentuk ego pokok yang memberikan rujukan pada kesadaran mereka sebagai oknum-oknum. Jika tidak, masalah rujukan terhadap diri mereka dan lainnya sebagai “saya”, “kamu” dan “dia,” tidak akan timbul.

    Trinitas yang diterapkan bagi satu wujud hanya akan dapat dipahami sebagai sifat-sifat dan tidak lebih dari itu.

    Dan sejauh yang berkaitan dengan sifat-sifat, sudah pasti tidak terbatas hanya sampai tiga saja. Tidak peduli apakah kita tahu atau tidak, Tuhan pasti memiliki berbagai sifat.

    Untuk menyimpulkan pembahasan ini, kami menegaskan kembali bahwa masalah penyembahan dalam kaitan antara mereka satu sama lain hanya dapat timbul jika mereka merupakan oknum-paradoks dan kemustahilan yang sudah menjadi bawaan itu dengan cara membayangkan kondisi telaahan yang berbeda. Sudah tentu, ilustrasi-ilustrasi ini hendaknya jangan dipahami secara harfiah oleh para pembaca.

    Permasalahan yang ada di hadapan kita adalah, apakah seorang oknum tunggal itu menampilkan sifat-sifat yang berbeda atau menjalani fase-fase yang berbeda. Hal ini membawa kita pada pertanyaan tentang masalah “Tiga Wujud dalam Satu” dan “Satu Wujud dalam Tiga,” khususnya dari segi fase-fase yang berbeda satu sama lain; dan penampakkan sifat-sifat serta suasana hati yang berbeda oleh oknum yang sama.

    Masalah ini telah disinggung panjang lebar pada bab sebelumnya. Di sini, hal itu hanya perlu ditegaskan kembali pada permasalahan bahwa jika seorang oknum atau satu wujud menampilkan fase-fase yang berbeda, ia tidak dapat menampilkan fase-fase berbeda tersebut secara bersamaan, tanpa membelah dirinya menjadi bagian-bagian yang berbeda.
    Ambillah, misalnya, air dalam ukuran dan jumlah tertentu. Air itu dapat diubah seluruhnya menjadi uap atau es tanpa meragukan wujudnya yang tetap satu. Jika air itu secara simultan dicermati dalam fase-fase yang berbeda itu, ia harus dipecah menjadi sedemikian rupa sehinga sepertiga bagiannya akan menjadi es, sepertiga menjadi uap dan sepertiga lagi tetap mencair. Masing-masing bentuk akan berbeda satu sama lain, tanpa menjalani dua fase lainnya secara beriringan. Jumlah air akan terpecah menjadi tiga kondisi, tetapi ukurannya pasti akan lebih kecil dari seluruh substansi jika disatukan, dan tidak ada yang dapat menyatakannya “satu dalam tiga” dan “tiga dalam satu.” Demikian pula, perwujudan Kristus dalam bentuk manusia Yesus, sementara tetap terjalin ikatan menyatu antara Yesus si manusia dengan Tuhan Bapak, adalah suatu hal yang tidak dapat dipahami.

    Seluruh umat manusia terbentuk dari elemen-elemen yang sama, tetapi kemiripan dan kesamaan mereka satu sama lain tidak membuat mereka menjadi satu oknum tunggal. Adalah sifat-sifat,kepribadian-kepribadian dan keterpisahan mereka satu sama lain yang membuat mereka terbagi-bagi dalam banyak wujud, walaupun mereka pada hakikatnya terbuat dari substansi yang sama. Orang tidak dapat menyebut mereka sebagai “satu dalam lima milyar” dan “lima milyar dalam satu,” walaupun mereka sama-sama memiliki unsur manusia.

    Mari kita telaah pertanyaan yang sama dari sudut lain. Jika, dalam jangka masa tertentu, Yesus terpisah dan dapat dibedakan dari Tuhan Bapak di satu sisi, dan dari Ruhul Kudus di sisi lain maka di mana letak keterpisahan eksistensi Kristus yang berbeda itu? Ingat, orang harus memahami bahwa Kristus yang secara total berbeda dan terputus dari Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus. pengorbanan beliau demi saudara-saudara manusia beliau, atau dapat kita katakan sebagai separuh saudara manusia beliau, harus dianggap sebagai pengalaman pribadi beliau sepenuhnya, berbeda dari Tuhan Bapak atau Ruhul Kudus. Hal ini secara jelas menghasilkan pertimbangan kami bahwa Kristus seorang diri yang mentransfer akal pikirannya atau proses pemikirannya kepada tubuh jasmani Yesus. Demikian pula dapat dipahami bahwa beliau menjalani suatu pengalaman yang tidak dialami oleh dua unsur lainnya dalam Trinitas Kristen. Memusingkan kepala, tidakkah demikian?

  87. ilham othmany Says:

    Jika Tuhan Bapak, Yesus dan Ruhul Kudus merupakan tiga oknum dengan sifat-sifat pribadi yang sama sekali tidak dimiliki oleh yang lain, maka mereka tidak dapat dianggap sebagai “Tiga dalam Satu” dan “Satu dalam Tiga.” Penyatuan total dari Trinitas menjadi Kemanunggalan hanya dapat dimengerti apabila karakter-karakter, sifat-sifat, fungsi-fungsi dan segenap kemampuan yang dimiliki oleh ketiga oknum menjadi sama satu sama lain, tanpa adanya perbedaan apapun yang membedakan satu sama lain.

    Hal ini mengetengahkan sebuah skenario yang dalam tahap tertentu dapat disukai, yakni kembar tiga yang mirip, yang akal oknum berbeda yang tidak memiliki status yang setara serta sifat sifat yang sama.

    Dalam contoh ini, hanya ada satu yang layak disembah dan dua oknum lainnya yang secara logika sebagai wujud lebih rendah, diharapkan menyembah yang satu itu. Jawabannya, sekali lagi, dapat diterima kecuali bahwa “Kemanunggalan dalam Trinitas” itu akan punah. Tidak mungkin bagi anda untuk menerima “Tiga dalam Satu” dan “Satu dalam Tiga” keduanya sekaligus.

    Hal ini mengingatkan saya pada sebuah lelucon yang ingin saya ceritakan bersama anda. Dikisahkan bahwa Joha, seorang pelawak istana terkenal, begitu menggelikan bagi Timurleng pada waktu penyerbuannya ke Baghdad, sehingga dia memutuskan untuk membawanya sebagai pampasan perang dan menunjuknya sebagai kepala pelawak istana. Suatu kali dikisahkan bahwa Joha merasa ingin sekali makan daging sendirian sehingga dia tidak dapat menahannya lagi. Maka dia membeli dua kilo daging terbaik yang tersedia di tukang daging. Ketika menyerahkan daging tersebut kepada istrinya, dia memerintahkannya agar menyiapkan daging panggang lezat dari itu, dan tidak ada yang boleh menyentuhnya, termasuk istrinya kecuali dia. Akan tetapi malangnya bagi Joha, begitu istrinya selesai masak, beberapa saudara istrinya datang secara mengejutkan. Hal itu merupakan kejutan yang menyenangkan bagi sang istri, tetapi bakal menjadi kejutan yang tidak mengenakkan bagi Joha. Aroma menggoda dari daging yang baru saja dipanggang itu terlalu menggoda bagi mereka untuk dihindari, dan apa yang terjadi berikutnya sudah dapat ditebak secara logika. Setelah selesai menyantapnya, mereka dengan senang hati pamit kepada saudara perempuan mereka yang tampak agak risau itu. Akhirnya sang istri mempersiapkan diri dengan alasan yang tepat manakala Joha pulang ke rumah. Ketika Joha juga mencium bekas makanan, dengan rasa ingin tahu yang besar dia menanyakan dagingnya yang dua kilo tadi, maka sang istri memberikan tanggapan dengan menunjuk pada kucing peliharaan kesayangan Joha, dan berkata: “Ambillah dagingmu dari kucing ini, jika engkau bisa. Ketika saya sibuk bekerja, kucing ini telah menghabisi semua daging panggang.” Atas hal itu Joha langsung mengambil kucing itu dan menimbangnya di timbangan. Temyata si kucing beratnya pas dua kilo. Lalu dia dengan lembut berbalik ke istrinya dan menanyakan: “Wahai sayangku, saya memang percaya kepada kamu, tetapi jika ini daging yang saya beli, maka mana kucing saya; dan jika ini kucing saya, maka mana daging milik saya!”

    Terlepas dari lelucon itu, izinkan saya menegaskan bahwa saya tidak ingin mempertentangkan perkara ini berdasarkan ajaran-ajaran Yesus yang asli dan benar. Makalah ini murni merupakan suatu sikap dalam memandang doktrin-doktrin Kristen masa sekarang yang kami percayai telah mengalami penyimpangan jauh dari ajaran-ajaran asli Yesus.

    Setelah ditolak bahwa di dalam Bible terdapat rujukan untuk menyembah Yesus, tinggal bagi kita menjelaskan satusatunya referensi yang.berkaitan dengan itu, di dalam Lukas 24:52. Banyak yang mengaku bahwa ayat-ayat ini membuktikan bahwa Yesus sendiri mendesak para pengikutnya untuk menyembah beliau. Para ilmuwan Kristen zaman sekarang tahu betul bahwa ayat-ayat ini terbukti palsu dan tidak berhak disikapi sebagai bagian asli Injil Lukas.

    Mari kita beralih pada masalah kebiasaan yang berlaku secara umum, apakah hal itu didukung oleh bukti dalam Injil-injil atau tidak? Berdasarkan kebiasaan yang berlaku secara umum, di banyak sekte Kristen masa kini, Yesus memang disembah sebagai Anak Tuhan, akan tetapi mereka semua sepakat bahwa Yesus yang mereka sembah itu selalu menyembah Tuhan Bapak dan hanya pada-Nya.

    Dengan sia-sia saya sering menanyakan kepada para ilmuwan Kristen yang berpengetahuan tinggi, apa dasarnya sehingga Yesus harus menyembah Tuhan Bapak bila beliau sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Tuhan dan benar-benar menyatu dengan-Nya sehingga menimbulkan kemanunggalan meskipun terdapat tiga oknum? Apakah beliau pemah menyembah oknum ketiga dalam Trinitas, yaitu Ruhul Kudus? Apakah beliau pemah menyembah diri beliau sendiri? Apakah Ruhul Kudus pemah menyembah Yesus? Apakah Tuhan Bapak pernah menyembah salah satu dari kedua oknum lainnya? Jika tidak, mengapa? Mungkin jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan ini akan memaksa orang-orang Kristen mengakui bahwa suatu superioritas nyata sangat pasti dimiliki oleh Tuhan Bapak atas kedua oknum lain dalam Trinitas. Dari hal itu tampak bahwa ketiga oknum Trinitas tidaklah sama dalam status mereka. Oleh karenanya mereka merupakan “Tiga dalam Tiga,” jika mereka memang tiga, tetapi mereka bukanlah “Tiga dalam Satu.”

    Kadang-kadang tatkala para ilmuwan Kristen dihadapkan pada pesoalan Yesus, yang mereka imani sebagai Anak Tuhan, yakni Yesus sendiri menyembah Tuhan Bapak, maka mereka menyatakan bahwa unsur manusia [dalam diri Yesus] lah yang melakukan penyembahan terhadap Tuhan Bapak, bukan Yesus Anak Tuhan yang melakukannya. Hal itu membawa kita kembali kepada pembahasan yang telah kita lakukan sebelumnya. Apakah di situ terdapat dua wujud sadar yang menguasai tubuh Yesus yang sama, yakni yang satu menguasai kesadaran sebagai manusia dan satu lagi menguasai kesadaran sebagai Anak Tuhan?

    Sekali lagi, mengapa si manusia itu telah melewati dan benar-benar mengabaikan si Anak Tuhan yang ada dalam dirinya dan tidak pernah menyembah Kristus? Manusia Yesus yang sama, rekan [satu tubuh] Kristus, seharusnya juga menyembah Ruhul Kudus si oknum ketiga, yang tidak pemah beliau lakukan.

    Penyembahan adalah suatu perbuatan akal pikiran dan jiwa yang kadang-kadang diungkapkan dalam simbol-simbol [gerakan] tubuh, tetapi perbuatan itu tetap berakar pada jiwa dan emosi oknum yang melakukannya. Oleh sebab itu harus ditentukan siapa yang melakukan penyembahan tatkala Yesus Kristus menyembah Tuhan. Kita sudah menyimak skenario itu, dengan segala, keruwetannya, yang mana Kristus si Anak Tuhan lah yang telah melakukan penyembahan. Sebaliknya, jika [unsur] manusia [dalam diri Yesus] yang menyembah Tuhan Bapak dan jika dia tidak pernah menyembah Kristus, maka mengapa orang-orang Kristen menentang tauladan suci Yesus itu? Mengapa mereka mulai menyembah Kristus selain Tuhan, sedangkan Yesus si manusia tidak pernah menyembah rekannya, Kristus, meskipun sangat dekat dengannya.

    Oknum-oknum Berbeda dengan Sifat-sifat yang Sama dan Seimbang

    Sekali lagi mari kita amati sekarang, dari sebuah sudut lain kali ini, formula “Tiga dalam Satu” pada Trinitas sebagai tiga oknum berbeda yang benar-benar dan sungguh mirip satu sama lain. Dalam skenario ini kita tidak berbicara tentang seorang oknum tunggal dengan ciri-ciri berbeda yang telah terangkai menjadi satu, tetapi dalam tiga bentuk terpisah, lebih menyerupai kembar tiga. Kita merujuk pada jenis kembar tiga yang benar-benar mirip sehingga kemiripan mereka tidak berakhir pada kesamaan bentuk saja, tetapi juga meliputi seluruh proses pemikiran dan perasaan. Mereka mengalami sama-sama secara identik pemikiran-pemikiran, perasaan-perasaan, dan pengalaman-pengalaman mereka. Dalam kasus ini orang harus mengakui bahwa dua dari ketiga oknum Trinitas memiliki kelebihan. Jika mereka menghapuskan [kelebihan] tersebut, maka tidak akan sempuma oknum lainnya dalam Trinitas.

    Alquran Suci juga mengetengahkan persoalan yang sama ketika memaparkan bahwa jika Tuhan memutuskan untuk memusnahkan dan menghapus keberadaan Yesus Kristus dan Ruhul Kudus, apa perbedaan yang timbul pada Keagungan, Keabadian dan Kesempumaan-Nya, dan siapa yang dapat menghalangi-Nya berbuat demikian (QS 5:18). Hal itu secara tidak langsung menyatakan bahwa segenap sifat Tuhan akan berfungsi secara abadi, dan dalam kondisi demikian konsep Trinitas seperti yang telah digambarkan dalam skenario ini tampil tidak bermakna dan tidak berguna.

    Akan tetapi jika diandaikan, ketiga oknum berbeda yang terdapat dalam Trinitas itu menjalankan fungsi-fungsi berbeda, maka jelas bahwa ketiga komponen itu akan menjadi sangat penting untuk membentuk [rangkaian] Tuhan. Meskipun demikian, dalam kasus ini terdapat tiga Tuhan berbeda yang bekerja-sama satu sama lain dan hidup bersama dalam keharmonisan sempuma, dan dalam kondisi demikian mereka hanya dapat diperlakukan sebagai “Tiga Tuhan dalam Tiga,” bukannya “Tiga Tuhan dalam Satu.”
    Sekali lagi, jika dikemukakan bahwa Trinitas adalah sama seperti kasus satu oknum tunggal dengan tiga fungsi organ yang berbeda, kesemuanya terjalin dalam kemanunggalan, maka sudah tentu Keesaan dapat dipertahankan, bukannya Trinitas. Di sini kita tidak membicarakan tentang satu oknum tunggal dengan fungsi–fungsi organ yang berbeda, tetapi tiga oknum yang benarbenar mirip, dan masing-masing melakukan fungsi-fungsi yang sama tetapi tetap memiliki kepribadian sendiri. Apa yang telah dibahas ini memaparkan kasus satu oknum tunggal dengan organ-organ berbeda. Jadi, sejauh ini tidak ada yang tidak masuk akal dalam hal itu. Namun, ketika organ-organ diperlakukan sebagai oknum-oknum dengan hak mereka masing-masing, dan pada saat yang sama mereka dipercayai sebagai satu kepribadian yang dalam keterpaduannya merupakan tunggal, maka batas-batas logika pun dilanggar dan seluruh pembahasan menjadi tidak layak diakui. Memang organ-organ memiliki kepribadian mereka sendiri, tetapi kepribadian mereka hanya merupakan sebuah komponen dari sebuah kepribadian lebih besar, yang tidak hanya terdiri dari satu organ tetapi juga organ-organ lain. Seluruh organ tersebut dalam perpaduan mereka bersama dalam diri seorang manusia, disebut “manusia seutuhnya”. Memang beberapa organ menjalankan fungsi-fungsi yang relatif kecil, dan manusia dapat saja tetap menjadi manusia tanpa keberadaan organ-organ tersebut, hanya saja tidak sempurna. Seorang manusia sempurna harus memiliki seluruh organ yang umum dimiliki oleh seorang manusia dan perpaduan seluruh organ ini membuatnya menjadi seorang manusia sempurna.

    Jika kita mengambil kasus seorang manusia yang disebut Paul, orang tidak dapat mengatakan bahwa dikarenakan hati, jantung, paru-paru dan ginjal Paul memiliki individualitas dengan fungsi-fungsi khusus yang harus dijalankan, maka [organ-organ] itu merupakan oknum – oknum berbeda yang secara menyeluruh persis seperti Paul. Kemiripan total hanya mungkin [terjadi] apabila, katakanlah, ginjal-ginjal itu berfungsi persis seperti Paul dalam keseluruhan dirinya, dan hal yang sama dapat dikatakan bagi organ-organ lain miliknya. Hal ini menghendaki bahwa tidak adanya masing-masing organ itu tidak akan merubah sifat Paul dalam makna apapun, atau pada pilihan lain, Paul tanpa paru-paru, hati, ginjal dan otaknya, dan segenap organnya dicabut, tetap akan merupakan seorang Paul yang sempuma dirinya. Hal itu disebabkan pada analisa terakhir, mereka semua benar-benar identik satu sama lain, dan si oknum Paul tetap utuh secara mutlak, terlepas dari tidak adanya organ-organ tersebut.

    Jika, demikian skenario “Tiga dalam Satu,” maka sudah tentu keliru untuk mencoba melakukan kritikan terhadap kepercayaan Kristen dengan merujuk pada logika. Dan logika yang dapat diterapkan terhadap dogma Kristen zaman sekarang ini hanyalah logika si nenek sihir Macbeth ketika mereka mengatakan: “Adil adalah curang, dan curang adalah adil.” (Fair is foul, and foul is fair).

  88. Samuel Hadi Says:

    KEHENDAK TUHAN ADALAH
    SUPAYA SEMUA ORANG DISELAMATKAN
    DAN DAPAT MENGENAL KEBENARAN
    (1 Timotius 2:4)

    Kita temukan prinsip-prinsip, ideologi-ideologi, serta kelompok-kelompok yang berbeda-beda dalam dunia kita. Sebagai contoh sosialisme, kapitalisme, demokrasi dan monarki, yang mana masing-masing memiliki pengakuan iman, obyektif dan hukumnya sendiri. Kebanyakan dari mereka berusaha untuk merealisasikan prinsip-prinsip mereka dengan cara-cara yang ramah atau melalui penipuan. Beberapa kelompok bahkan bertindak lebih jauh lagi dengan menggunakan roket dan bom untuk mengimplementasikan idelogi mereka. Suatu hal yang mungkin saja dilakukan pada masa yang akan datang dimana ada kelompok orang yang mengimplementasikan prinsip-prinsip dan doktrin-doktrin sebagaimana hal itu pernah digunakan pada masa lampau.
    Namun demikian, di atas semua kuasa-kuasa ini, ada kekuatan yang lebih kuat dan kapasitas yang lebih besar daripada apa pun yang telah kita sebut di atas. Kehendak Tuhan lebih kuat daripada semua kuasa dalam dunia kita. Jika Ia menginginkan sesuatu, Ia berkata “Jadilah” maka hal itu pun jadi. (Sura Al ‘Imran 3:48, 59)
    Kita berharap bahwa banyak orang akan berusaha untuk mengenal kehendak Tuhan, dan mendengarkan FirmanNya. Kehendak Tuhan sanggup menyelamatkan mereka dari banyak masalah dan kebutuhan sehingga mereka tidak akan mengalami kegagalan. Kita berharap dengan segenap hati kita bahwa setiap orang akan mengantri untuk melakukan kehendak Yang Maha Kuasa. Kami menyarankan anda untuk mempelajari kehendak Yang Maha Kuasa dengan ketekunan. Mendekati Dia dalam doa-doa anda, supaya Ia memberkati anda dan memberikan kepada anda hikmat untuk masuk ke dalam keagungan dan kuasaNya yang tak terukur besarnya. Mintalah Ia agar menolong anda supaya anda bisa mengerti kehendakNya dan memenuhi perintah-perintahNya. Maka anda akan menjadi orang yang berhikmat dan anda akan meraih keberhasilan dalam hidup anda, dan bahkan ketika anda sudah meninggalkan dunia ini.
    Tetapi mereka yang menentang kehendak Tuhan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, maka mereka akan berakhir kepada kehancuran dan neraka yang menyala-nyala.

    Apa Yang Menghalangi Implementasi Kehendak Tuhan dan KeselamatanNya?
    Kehendak Tuhan dengan kehendakNya yang sempurna adalah supaya tak ada seorang pun yang akan binasa. Ia ingin setiap orang bisa mendapatkan damaiNya, rekonsiliasiNya dan keselamatanNya.
    Yang Maha Kuasa adalah Juru Selamat kita, yang hendak menjangkau kita dengan cara membangun sebuah jembatan di atas jurang yang telah memisahkan Tuhan dengan umatNya. Ia mengalahkan kedegilan hati ras manusia dengan kebaikanNya dan ingin membebaskan mereka dari dosa yang mengikat mereka serta menarik mereka untuk mendekat kepada diriNya sendiri.
    Tuhan mengasihi semua orang, bukan dengan sebuah sentimentalisme emosional, tetapi Ia telah memilih untuk menjadi seperti seorang bapa bagi kita, yaitu seorang bapa yang penuh dengan belas kasihan. KeinginanNya adalah agar anak-anakNya dekat denganNya, sehingga Ia bisa melihat bagaimana mereka bertumbuh secara spiritual dan bersukacita bersama mereka saat mereka mengalami keberhasilan. Motivasi yang mendorong keinginan Tuhan itu adalah kasihNya yang sangat besar. Karena itu anda bisa meyakini bahwa Tuhan ingin menolong anda, menguatkan anda, menguduskan anda dan bahkan menghibur anda, sehingga anda akan selalu dekat denganNya.
    Apakah alasan sehingga kasih Tuhan ini tidak bisa direalisasikan dalam diri kita secara penuh? Kita harus mengakui bahwa mayoritas manusia hidup jauh dari Tuhan. Mereka tidak memikirkan mengenai diriNya, dan tidak memperdulikanNya, dan juga tidak ingin untuk dekat denganNya. Mereka tidak memiliki kerinduan untuk membangun sebuah hubungan pribadi dengan Bapa spiritual mereka. Sayangnya mereka lebih suka untuk tetap berada dalam kegelapan sebab perbuatan-perbuatan mereka adalah jahat. Mayoritas dari kebutuhan dan masalah kita berasal dari dosa-dosa kita yang buruk itu, sebab kita tidak memiliki pengetahuan dan juga tidak memelihara perintah-perintah Tuhan. Kita mengasihi diri sendiri dan tidak memperdulikan Tuhan atau sesama kita.
    Jika anda ingin mengenal kehendak Tuhan, dengan kerendahan hati mintalah Ia untuk menyatakan kepada anda semua dosa-dosa anda. Dosa-dosa anda adalah alasan sehingga anda terpisah dengan Pencipta anda. Bersikaplah jujur dan ujilah masa lalu anda. Akui kepada Tuhan semua kesalahan-kesalahan dan perbuatan-perbuatan anda yang kotor yang pernah anda lakukan dalam hidup anda. Jangan mencoba untuk menutup-nutupi kesalahan dan perbuatan-perbuatan yang jahat. Jangan coba menyembunyikannya karena Tuhan mengenal anda, namun Ia siap untuk menolong anda. Ia ingin membersihkan anda, karena itu penting untuk anda membebaskan dari alam bawah sadar anda semua pelanggaran, kenajisan, perlawanan anda terhadap orang tua anda dan mengakuinya dalam terang kekudusan Tuhan. Milikilah iman dan keyakinan dalam kasih karunia Hakim anda yang kekal. Ia tidak tertarik untuk menuduh anda, Ia ingin menyelamatkan, menyembuhkan, melindungi dan membimbing anda; dan Ia ingin membuat anda berbahagia dalam sukacita yang kekal.
    Tuhan mengenal anda. Ia tahu apa yang anda rasakan dan pikirkan dan apa yang anda inginkan di dalam jiwa anda. Jangan pernah berpikir bahwa anda bisa menyelamatkan diri anda dari murka Tuhan yang adil. Perbuatan-perbuatan baik anda tidaklah cukup dan memadai untuk menyelamatkan diri anda. Semua perbuatan baik yang anda lakukan tidak akan menghapuskan perbuatan-perbuatan jahat anda. Kesalahan besar yang bisa dilakukan oleh seseorang adalah harapannya bahwa ia bisa melarikan diri dari penghakiman Tuhan dengan pertolongan doa, puasa, sedekah, ziarah ke tempat suci atau berperang bagi Tuhan. Yakinlah bahwa tak ada keselamatan melalui usaha anda sendiri. Tak ada kemungkinan untuk membenarkan perbuatan-perbuatan anda yang jahat dengan usaha anda sendiri; anda pasti akan dihakimi pada Hari Penghakiman. Dengan kasar anda akan dibangunkan untuk melihat bahwa anda adalah seorang yang gagal, najis dan layak untuk dihukum di dalam api neraka.
    Sadarilah bahwa penghakiman ini menanti anda selama anda mencoba membangun masa depan anda berdasarkan aktifitas-aktifitas anda. Barangkali berdasarkan penampilan anda, kelihatannya anda adalah seorang yang baik, dan bahwa teman-teman anda menghormati anda. Tetapi Tuhan mengenal isi hati anda, dan yang Ia catat bukan hanya perbuatan-perbuatan anda tetapi juga maksud atau motivasi anda melakukan perbuatan-perbuatan itu. Setiap kata yang anda ucapkan dicatat, dan semua perbuatan yang telah anda lakukan tidak akan dilupakan. Karena itu, kita semua tidak memiliki harapan dan menjadi terdakwa – termasuk anda! Bersikaplah jujur dan kenali situasi anda dan jangan menipu diri anda sendiri.

    Siapa Yang Akan Menyelamatkan Anda Dari Murka Tuhan dan PenghakimanNya?
    Pencipta anda merasa berbelaskasihan pada anda dan Ia hendak menyatakan kasih karuniaNya atas diri anda. Ia telah mengutus Kristus sebagai wakilNya dan menyingkapkan bahwa ia adalah “Anak Domba Tuhan yang menghapuskan dosa dunia” (Yohanes 1:29). Ia adalah substitusi ilahi yang sanggup menghapuskan dosa-dosa anda. Ia siap untuk membayar harga yang dibutuhkan untuk memperdamaikan anda dengan Tuhan. Ini adalah rencana kekal dari Yang Maha Kuasa. Ia ingin supaya setiap orang diselamatkan dan bisa mengenal kebenaran. Kristus dalam kasihNya yang besar telah mengangkat dosa dunia ke dalam diriNya – semua perbuatan jahat dan dosa-dosa kedegilan yang pernah anda lakukan. Putera Maria siap untuk mati bagi anda dan memperdamaikan anda dan semua orang di seluruh dunia dengan Tuhan.
    Barangkali jawaban anda berdasarkan pernyataan Qur’an di beberapa ayat adalah:
    “Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain…” (Sura al-An’am 6:164, al-Isra 17:15; Fatir 35:18; al-Zumar 39:7; al-Najm 53:38)

    وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

    Kita setuju dengan pernyataan Qur’an yang dengan tepat menyatakan bahwa seseorang yang dibebani dengan dosa tidaklah mungkin menanggung dosa orang lain. Jika ia sendiri harus menanggung dosa di dalam dirinya sendiri, maka ia tidak bisa menjadi substitusi bagi orang berdosa yang lain. Karena itu tak ada orang yang biasa/normal yang bisa menjadi sebuah substitusi bagi orang lain. Bahkan orang yang terbaik sekali pun dari semua manusia, tetap tidak memadai bagi kekudusan Tuhan sebab, “Semua orang telah berdosa dan kekurangan kemuliaan Elohim.” (Roma 3:23, ILT)
    Tetapi Putera Maria dilahirkan tanpa seorang ayah manusiawi. Kita baca di dalam Qur’an:
    “Lalu Kami tiupkan ke dalam tubuhnya (perawan Maria) ruh dari Kami” (Sura al-Anbiya 21:91; al-Tahrim 66:12)

    وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ

    Karena itu Kristus dilahirkan tanpa dosa. Ia adalah manusia sejati dan juga roh Allah sejati – dilahirkan murni dan kudus. Setan tidak mampu mempengaruhiNya sehingga Ia melakukan dosa. Kristus menjalani seluruh kehidupanNya tanpa melakukan perbuatan dosa maupun berdosa di dalam pikiranNya. Ia adalah inkarnasi dari Firman Allah (Sura al-Nisa 4:171)
    Ia melakukan apa yang Ia katakan; tak ada perbedaan antara apa yang Ia ajarkan dengan apa yang Ia lakukan. Ia tidak berdosa dan karena itu Ia bisa melayani Tuhan sebagai anak dombaNya untuk menebus dunia. Ia menanggung dosa orang lain, mengangkat murka Tuhan dan mati bagi mereka. Sebagaimana yang kita baca dalam kitab Ibrani: “Sebab, oleh satu persembahan Dia (Kristus) telah menyempurnakan mereka yang dikuduskan, sampai selamanya.” (Ibrani 10:14)
    Ketika Kristus sedang ada dalam perjalanan dengan murid-muridNya, mereka menyingkir ke padang gurun dimana murid-muridNya kemudian menjadi lapar. Ia meminta kepadaNya supaya Ia menurunkan makanan dari langit sehingga mereka bisa dikenyangkan. Ini akan menjadi sebuah perayaan besar bagi mereka. Kita baca dalam Qur’an bahwa Kristus merespon dan kemudian Ia berdoa.
    “Ya Tuhan kami (Allahuma)! Turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau…” (Sura al-Maida 5:114)

    قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لأوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيرُ الرَّازِقِينَ

    Dan sungguh mengherankan, Allah menjawab doa Kristus dengan segera.
    Respon Allah adalah:”Sesungguhnya, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadaMu, barangsiapa yang kafir diantaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.” (Sura al-Maida 5:115)

    قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

    Perhatikanlah pengakuan yang luar biasa ini, yang dicatat di dalam Qur’an bahwa Allah, Yang Maha Besar, menjawab doa Kristus dengan segera dan memenuhi permintaanNya bagi murid-muridNya. Putera Maria adalah Pribadi yang layak untuk memediasi, sebab Ia tetap tidak berdosa dan kudus, penuh dengan kasih dan kebenaran. Qur’an menyatakan, karena itu setiap orang yang meyakini realitas bahwa Kristus adalah mediator antara Allah dan manusia akan diberkati dengan berkat yang kekal. Tetapi jika orang tidak percaya pada keistimewaan Kristus ini, Allah akan menghukumnya dengan hukuman yang sangat keras yang mana belum pernah Ia timpakan kepada siapa pun sebelumnya.
    Kabar Baik (al-Injil) memberitahukan pada kita bahwa Kristus telah menetapkan sebuah Perjanjian Baru dengan murid-muridNya dan mengikatkan dirinya kepada mereka untuk selama-lamanya. Ia menandatangani Perjanjian Kekal ini dengan darahNya yang sangat mahal. Melalui ini anda bisa mengenali kehendak Allah – bahwa setiap orang yang mempercayai bahwa Ia adalah representatif, satu-satunya yang dilahirkan dari RohNya, akan menerima pengampunan dari semua dosa-dosa mereka, sebab ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban penebusan. Jika anda percaya padaNya, maka anda akan dipersatukan denganNya dalam PerjanjianNya yang baru dan masuk ke dalam wilayah Tuhan, dimana damai ilahi memerintah.

    Apakah Anda Mengenali Hak Istimewa Surgawi Anda?
    Kehendak Tuhan yang benar adalah supaya setiap orang diselamatkan dan supaya setiap orang memiliki pengetahuan akan kebenaran. Ia ingin anda mengenali hak surgawi anda dan menerimanya dengan sukarela. Tuhan telah menyediakan bagi anda hak istimewa untuk masuk ke dalam sebuah hubungan personal denganNya, sebab Ia mengasihi anda lebih daripada bapa manapun di dunia ini mengasihi anak-anaknya. Ia juga telah menyediakan bagi anda segala sesuatu yang anda butuhkan dalam hidup dan ketika mati. Ia ingin membersihkan hati nurani anda dari setiap noda hitam, dan menguduskan mimpi-mimpi dan ambisi anda. Ia ingin memberikan pada anda Roh KudusNya yang akan datang pada anda untuk menolong anda. Setiap orang yang masuk ke dalam perjanjian baru dengan Tuhan akan menerima kuasa dari Yang Maha Kuasa untuk mengampuni musuh-musuhnya sebagaimana Tuhan juga sudah mengampuninya, dan untuk bisa menjadi orang yang sabar terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya yang masih mengeraskan hati. Maka damai akan timbul dalam hati dan pikiran anda.

    Teman-teman yang terkasih,
    Akuilah dosa anda di hadapan Tuhan dan terimalah pengampunanNya atas perbuatan-perbuatan jahat yang anda lakukan melalui pengorbanan Kristus. Dengan melakukan hal ini anda akan menerima hak istimewa surgawi yang telah disediakan bagi anda, disamping kuasa spiritual untuk mendapatkan hidup yang kekal. Yakinilah bahwa Tuhan yang Maha Besar mengasihi anda secara pribadi. Ia ingin menyelamatkan anda dari api neraka. Ia ingin mematahkan rantai dosa serta tipuan Setan dalam hidup anda, serta membebaskan anda dari kematian yang pahit. Ia akan menolongmu untuk menjalani hidup yang terhormat, sehingga anda bisa menyampaikan kebenaran dan bukannya kebohongan-kebohongan, bukan menjadi seorang yang najis melainkan seorang yang murni, dan hidup dalam kasih tanpa tipuan dan kebencian. Milikilah keteguhan dan iman di dalam Kristus sebab Dialah mediator dan yang membela anda di hadapan Tuhan. Dengan imanmu kepadaNya, anda akan menjadi seorang pribadi yang baru dengan hati nurani yang bersih, bebas dari takut akan kuburan dan api neraka. Roh Tuhan akan melingkupimu dan akan masuk ke dalam dirimu segera setelah anda mempercayai janji Tuhan di dalam Kristus. Milikilah keteguhan dan keyakinan kepada Putera Maria, maka anda akan menjalani kehidupan yang pantas disebut sebagai kehidupan.

    Apakah anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai mediasi yang dilakukan oleh Kristus?

  89. ilham othmany Says:

    Yesus di dalam injil.
    1. Dilahirkan. Matius 1:1 �Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham�. Lukas 2:1-7 �Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, –karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud–supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

    Bagaimana mungkin Yesus mempunyai silsilah dan sekaligus menjadi Tuhan ?

    2. Raja orang Yahudi. Matius 2:1-2 �Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

    Tuhan adalah untuk seluruh umat manusia, bagaimana mungkin Tuhan untuk seluruh umat manusia itu ternyata adalah Raja untuk orang Yahudi saja?

    3. Bayi. Matius 2:11 �Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur�. Lukas 2:16 �Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.�

    Bagaimana mungkin Yesus yang disebut sebagai Tuhan adalah seorang bayi yang masih dalam buaian ibunya??

    4. Dibaptis. Matius 3:13 � Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya�. Markus 1:9 � Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes�. Lukas 3:21 � Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit�

    Dibaptis artinya disucikan dari dosa, mungkinkah Yesus itu adalah Tuhan jika dia minta Yohanes untuk mensucikan dirinya?? Bagaimana mungkin Tuhan mempunyai dosa??

    5. Anak Daud. Matius 9:27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.”

    Bila Yesus adalah Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan menjadi putra Daud? Bila Yesus adalah Tuhan, maka secara analogi Daud adalah bapaknya Tuhan ??

    6. Dicobai Iblis. Matius 4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Markus 1:13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. Lukas 4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.

    Bisa dicobai iblis dan lapar adalah sifat-sifat kelemahan dari manusia, bagaimana mungkin Yesus disebut sebagai Tuhan bila dia mempunyai sifat tersebut?

    7. Utusan Matius 10:40 Barang siapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Yohanes 17:25 Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
    Secara tegas Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya DIUTUS oleh DIA yang ada di sorga�, nah jelas kan beda antara yang DIUTUS dan yang MENGUTUS? Bila Yesus adalah Tuhan, bagaimana mungkin Yesus mengutus dirinya sendiri??

    8. Pengakuan Yesus. Matius 12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Lukas 11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

    Yesus sendiri mengakui bahwa dia mengusir setan bukanlah dari kekuasaannya sendiri melainkan dengan kuasa Allah. Bila Yesus adalah Tuhan bagaimana mungkin dia tergantung kepada Tuhan (Allah)??

    9. Anak Manusia. Matius 17:22, 18:11 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. (Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.)”. Lukas 7:34, 19:10 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

    Yesus tidak menyebut dirinya sendiri sebagai Tuhan maupun Putra Tuhan, tetapi Yesus menyebut dirinya sendiri sebagai MANUSIA.

    10. Yesus sang Nabi. Matius 21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”

    Secara tegas teks tersebut diatas menyatakan bahwa Yesus adalah seorang Nabi (utusan Allah), bukan Tuhan.

    Referensi :

    Alkitab, LAI 2002

  90. casper Says:

    yesus dalam Al-quran sudah sangat jelas dan di tegaskan dalam al-quran adalah nabi isa.as…

    g ada secara harfiah,,,,etimologis,,,

    yg pke harfiah,,,kronologi,,,,,definisi y anda sendiri,,,
    sekali ketetapan Tuhan itu berarti harga mutlak dan mati yg g bisa di ganggu gugat,,,

    1. Adeng Hudaya Says:

      Muhammad berdasarkan Qur’an dan Hadis Nabi:

      1. Kepala Garong (ngerampoki harta kafiruns)
      2. Pembunuh sadis (menggal 900 kepala bani Qurayza + membunuh ribuan lainnya dari berbagai bangsa dan suku selama 23 tahun karir kenabiannya)
      3. Pedofil (ngembat Aisya yang baru berusia 6 tahun)
      4. Pezina (nidurin Mariyah Koptik di ranjang isterinya Hafsa)
      5. Nyuri isteri orang (ngembat isteri Zaid bernama Zaenab, wanita cantik nan bahenol)
      6. Pemerkosa (korbannya: Rihanna Bin Amro dan Safiyay bin Huyay)

      Kesimpulan:
      Muhammad manusia terhebat dari 100 orang hebat di sepanjang sejarah peradaban manusia.

      Wallahuallam

      1. someone Says:

        Masa standar masa lalu diukur oleh standar jaman sekarang? Apa yang nampak tidak lajim masa sekarang, mungkin lajim di masa lalu. Apa yang dianggap bukan apa apa masa sekarang, mungkin merupakan pencapaian luar biasa di masa lalu. Melihat sesuatu itu harus dalam konteks sejarah dan tempatnya mas. Coba belajar ilmu sejarah sehingga bisa memahami secara benar sesuatu yang terjadi pada kurun waktu sejarah tersebut.

        Singkatnya, kultur Arab saat itu sangat berbeda dengan Arab dan dunia anda jaman sekarang. Lihat dalam konteks kultur Arab saat Islam dilahirkan, perubahan apa yang telah dilakukan Islam terhadap kultur yang berlaku saat itu.

  91. mr.khalil/John Tanabe Says:

    Ini situs apaan sih ?? wkwkwkw………. mau jelek2kin islam ya ?? sok manga….. I love Islam…….. Apapun yang kalian katakan…. Loe percaya jesus silahkan…. Siapa juga yang mau ngurusin loe percaya jesus atau ga… So ibadah aja menurut agama loe masing2….

    1. Love Hindu Says:

      Saya orang Hindu Mas….
      Kami juga benci sekali dengan agama Islam!

      Masyarakat kami, khususnya di Bali sudah jadi korban kebiadaban saudara-saudara anda yang melaksanakan jihad dengan melakukan pengeboman di Bali.

      Saya doakan kepada Sang Hyang Widhi, agama Islam bangsat…..ttt kalian itu segera punah dari muka bumi ini.
      Supaya dunia segera menjadi tempat yang aman dan damai.

      1. Dawkintz Says:

        Oi..oi.., jangan saling membenci dan mengatakan agama lain b*n*s*t. Berdebat boleh2 aja, tapi bahasanya yg sopan donk. OK!!! ;)

      2. Musyadad Says:

        Bagaimana dengan perlakuan kaum minoritas (Yahudi/Nasrani)terhadap kaum mayoritas (Muslim) di Maluku, Amon, Poso, dll dengan cara membantai dan membabi buta?

        Apakah kamu, Love Hindu akan membela kaum Yahudi/ Nasrani itu?

        Pelaku Bom di Bali, bukanlah perang agama. Sedangkan pelaku pembantaian di Poso, Maluku, Ambon dll itu perang agama.

        CAMKAN ITU!!!!!

  92. ilham othmany Says:

    Kapan Yesus dilahirkan dan pada masa pemerintahan siapa, semuanya diceritakan oleh Injil-injil Perjanjian Baru. Jika kita menelusuri apa yang diceritakan oleh injil-injil ini seputar hari natal (kelahiran Yesus), maka apa yang akan pembaca saksikan dibawah ini adalah pertentangan saling menyangkal antara Injil yang satu dengan yang lain, dan kontradiksi yang nyata antara fakta sejarah dan statement Injil Lukas mengenai Sensus Quirinius.Ini menunjukkan injil yg beredar sekarang yg dipakai oleh orang kristian sebagai dasar agama hanya injil bohong dan palsu.Klaim Islam bahawa para pendeta Yahudi dan kristian telah mengedit kitab Allah injil dan taurat nampaknya didukung oleh bukti kukuh dan terang.Beramal dengan isi kandungannya berarti menempah neraka.Oleh kerana saudara2 kristian kita masih ngotot mempertahankan injil sebagai firman Allah,maka kita andaikan mereka tidak peduli walau ke neraka sekalipun dan mereka telah siap dan rela utk masuk ke dalam neraka Allah yg sangat panas dan menjulang-julang.Artikel ini hanyalah ikhtiar utk menyelamatkan mereka.
    Injil Lukas 2:1-7 menyatakan sebuah sensus diadakan oleh Quirinius, gubernur Romawi untuk wilayah Syria dan Yudea, sehingga membuat Yusuf dan Maria yang sedang hamil tua pergi dari Nazareth di wilayah Galilee menuju Bethelehem di wilayah Yudea, yang jaraknya lebih dari 100 km, untuk mendaftarkan diri. Akhirnya di Bethlehem, Maria melahirkan Yesus.
    Lukas 1:36 menyatakan bahwa usia Yohanes Pembaptis lebih tua 6 bulan daripada usia Yesus, dan Lukas pasal 3 menyatakan bahwa Yesus berusia sekitar 30 tahun ketika Yohanes Pembaptis mulai berdakwah di tahun ke 15 masa pemerintahan Kaisar Tiberius, artinya tahun 29 M.
    Profil Kaisar Romawi Tiberius Caesar
    -Lahir : 42 SM
    -Naik tahta menjadi kaisar Romawi : 14 M.
    -Mati : 37 M.

    Referensi:
    ~ http://en.wikipedia.org/wiki/Tiberius
    ~ http://www.roman-britain.org/people/tiberius.htm

    ** Jadi, 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius adalah terjadi pada tahun 29 M.
    Karena menurut perhitungan Lukas pasal 3, Yesus berusia sekitar 30 tahun pada tahun 29 M, maka kita dapat mengkalkulasikan bahwa Yesus lahir pada sekitar tahun 2 SM , yaitu ketika Yudea dipimpin oleh Archelaus.
    Profil Archelaus
    -Archelaus atau Herodes Archelaus adalah anak dari Herodes Yang Agung, dan ia meneruskan tampuk kepemimpinan atas wilayah Yudea tahun 4 SM – 6 M.
    Referensi:
    ~ http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_Archelaus
    Cerita Lukas pasal 2 adalah kontradiksi dengan Matius. Matius 2:1 mencatat bahwa Yesus lahir pada zaman Herodes, yang dimaksud Herodes disini adalah Herodes Yang Agung bukan Herodes Archelaus (atau lebih dikenal Archelaus), karena pada Matius 2:19-22 menyatakan bahwa Herodes mati dan digantikan Archelaus.
    Profil Herodes Yang Agung
    -Herodes Yang Agung atau Herodes I adalah raja Yudea yang mati pada bulan April tahun 4 SM.
    Referensi:
    ~ http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_the_Great
    Jadi terdapat kontradiksi antara Injil Matius, Injil Lukas, dan Catatan sejarah:
    1-. Lukas pasal 2 dan pasal 3 menyatakan Yesus lahir sekitar tahun 2 SM bersamaan dengan sensus Quirinius, dimana wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Archelaus.
    2-. Lukas pasal 1 menyatakan bahwa Yesus lahir pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Herodes. Disini kita tidak tahu apakah Herodes Yang Agung atau Herodes Archelaus. Tetapi kita dapat memahami bahwa Herodes disini adalah Herodes Yang Agung, karena dijelaskan dalam Lukas pasal 1:24-31 bahwa selisih umur Yohanes Pembaptis dengan Yesus adalah 6 bulan. Jika kita mengikuti catatan Injil Matius bahwa Yohanes lahir pada saat zaman Herodes Yang Agung, maka Yesus pun juga lahir pada zaman Herodes Yang Agung.
    3-. Matius menyatakan Yesus lahir (paling telat) tahun 4 SM, pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Herodes Yang Agung
    4-. Bukti sejarah mencatat bahwa sensus Quirinius adalah tahun 6 M.
    Sensus Quirinius
    -Sejarawan Yahudi bernama Josephus mencatat bahwa Gubernur Syria bernama Quirinius melakukan sensus untuk wilayah Yudea tahun 6 M.
    Referensi:
    ~http://en.wikipedia.org/wiki/Census_of_Quirinius
    Perhatikan bagaimana Injil-injil saling menyangkal satu sama lain, dan sejarah dengan tegas menolak klaim Lukas mengenai waktu tahun berlangsungnya sensus Quirinius.
    Masalah Sensus Quirinius ini pada akhirnya membuat sarjana-sarjana Barat modern menjadi kebingungan menghadapi error yang terdapat dalam Injil Lukas karena bertentangan dengan fakta sejarah. Injil Lukas error karena menyatakan sensus Quirinius terjadi pada tahun sebelum masehi (SM)
    Apologis Kristen berusaha menjelaskan kontradiksi Injil Lukas dengan membuat teori-teori untuk mengatasi blunder Injil Lukas ini, yaitu usulan agar merevisi Injil Lukas 2:2 dan pernyataan bahwa Quirinius menjabat gubernur Syria sebanyak dua kali. Selain terori tsb, kaum apologis juga memberikan sejumlah bukti arkaeologi yang akan kita bahas di artikel ini.

    Usulan revisi Injil Lukas

    J.G Herwart (1612) dan P. E. Huschke (1840) memandang perlu adanya revisi untuk Lukas 2:2 untuk mengatasi pertentangan antara fakta sejarah versus Injil lukas. Mereka menyatakan bahwa kata Yunani πρώτη (baca ‘protos’) seharusnya diterjemahkan menjadi “sebelum” atau “yang dahulu”, bukan “pertama” sebagaimana terjemahan Bible modern. F.M. Heichelheim berpendapat bahwa “arti orisinil” dari Injil Lukas 2:2 seharusnya dibaca “Sensus ini adalah pertama sebelum (=πρώτη) Quirinius menjadi kepala daerah di Syria”.2

    Usulan revisi Injil Lukas yang diusulkan jelas tidak dapat diterima karena :

    1. Dalam Kisah 5:37, yang juga dikarang oleh Lukas, dinyatakan “ho” (bahasa Yunani) yang artinya “the” (bahasa Inggris), sehingga yang diyakini oleh Lukas hanya ada satu sensus pajak saja.2

    “After this man rose up Judas of Galilee in the days of THE taxing, and drew away much people after him: he also perished; and all, even as many as obeyed him, were dispersed.” (Kisah 5:37 KJV Bible)

    2. Fakta bahwa Lukas (2:1) merujuk pada sebuah sensus sebagai hasil dari dekrit Augustus membuktikan bahwa Lukas memahami sensus Qurininus sebagai sensus pertama Augustus di wilayah Yudea.1

    3. Seandainya Lukas bermaksud “sebelum” pada Lukas 2:2, ia harusnya menggunakan adjective yang benar (yaitu kata Yunani ‘prin’). Lukas menggunakan kata Yunani ‘prin’ yang artinya “sebelum” dalam bahasa Indonesia untuk Lukas 2:26, Lukas 22:61, Kisah 2:20, Kisah 7:2, Kisah 25:16.1

    Apakah Quirinius 2 kali menjabat gubernur Syria

    Kalangan apologis Kristen mencoba merekonsiliasikan Matius dan Lukas dengan berspekulasi bahwa Quirinius menjabat gubernur wilayah Syria selama dua periode. Periode pertama adalah sewaktu Herodes masih hidup, jadi sensus Quirinius yang diceritakan Injil Lukas itu terjadi pada masa Herodes Yang Agung. Tapi seperti yang telah dibahas diatas, Kisah 5:37 adalah bukti bahwa Lukas hanya menyatakan satu sensus Quirinius saja.

    Dan lagi, tidak ada bukti sejarah bahwa Quirinius melayani wilayah Syria sebagai gubernus dua kali. Selain itu, tidak ada yang menjadi gubernur untuk provinsi yang sama sebanyak dua kali dalam sejarah Romawi, sehingga spekulasi kalangan apologis Kristen tidak dapat diterima.1

    Teori spekulasi Kristen tsb juga benar-benar absurd. Karena, pertama kita tahu bahwa Quinctilius Varus, BUKAN Publius Sulpicius Quirinius, yang menjadi gubernur Syria dari tahun 7/6 SM s.d 4 SM.2 Artinya apa Artinya jauh sekali jika dibandingkan dengan kematian Herodes tahun 4 SM Dan sebelum Quinctilius Varus, yang memegang jabatan gubernur Syria adalah Sentius Saturninus pada tahun 10/9 � 7/6 B.C.2 dan Sentius Saturninus memegang jabatan gubernur Syria setelah M. Titius pada 10 SM. Jadi tidak ada ruang dan waktu untuk Quirinius menjabat gubernur Syria sebelum tahun 6 M

    Sejarah mencatat bahwa Quirinius mencapai kedudukan sebagai konsul pada tahun 12 SM dan hanya mantan konsul saja yang boleh memegang jabatan gubernur Syria pada zaman Augustus, jadi Quirinius tidak dapat menjabat sebagai gubernur Syria sebelum tahun 12 SM. 1

    The Lapis Tiburtinus
    Kalangan apologis Kristen mencoba membuktikan berdasarkan penemuan inskripsi sebagai bukti bahwa Quirinius memegang jabatan gubernur Syria dua kali, tetapi inskripsi Tiburtinus sama sekali tidak mencatat nama Quirinius. Inskripsi ini adalah sebuah fragmen yang ditemukan di Tivoli (dekat kota Roma) pada tahun 1764, dan sekarang diperlihatkan di Museum Vatikan. Isi inskripsi tsb adalah sbb:
    Terjemahan bahasa Inggri
    ….. ….. …. …. ….. ….. …..
    …KING BROUGHT INTO THE POWER OF…
    AUGUSTUS AND THE ROMAN PEOPLE AND SENATE…
    FOR THIS HONORED WITH TWO VICTORY CELEBRATIONS…
    FOR THE SAME THING THE TRIUMPHAL DECORATION…
    OBTAINED THE PROCONSULATE OF THE PROVINCE OF ASIA…
    AGAIN OF THE DEIFIED AUGUSTUS SYRIA AND PH[OENICIA]…
    ….. ….. ….. ….. ….. ….. ….. …..
    Masalah paling utama dengan potongan “bukti” ini adalah bahwa tidak ada nama Quirinius didalamnya Tak ada seorang pun yang mengetahui siapa orang yang dimaksud dalam inskripsi ini. Dan Inskripsi ini juga tidak mencatat gubernur Syria dipegang selama dua periode, hanya bahwa satu legateship kedua dijabat, dan bahwa jabatan kedua terjadi di Syria. Dari apa yang terdapat di batu inskripsi tsb, nyata lah bahwa jabatan pertama adalah proconsulate dari Asia. Artinya meskipun ini adalah karir yang ditempuh oleh Quirinius, semuanya membuktikan bahwa ia hanya sekali memegang jabatan gubernur Syria.1

    The Lapis Venetus
    Inskripsi yang diajukan oleh kalangan apologis Kristen ini seringkali disebut “Aemilius Secundus”. Batu Aemilius Secundus ini didapat di Beirut oleh pedagang-pedagang dari Venesia diperkirakan sebelum 1674.1
    Inskripsi tsb tidak mengatakan dan tidak memberikan petunjuk ketika kapan sensus itu terjadi. Sarjana terakhir yang menguji isu ini, Fergus Millar, mempunyai alasan baik bahwa sebenarnya sangat sama dengan sensus 6 SM 1. Josephus mengatakan bahwa Quirinius memberlakukan satu sensus di Syria pada waktu Yudea dianeksasi, dan the Apamea yang ada dalam inskirpsi ini merefer untuk bagian provinsi Syria Romawi 1.

    The Antioch Stones
    Satu-satunya bukti yang menyebut nama Quirinius adalah sepasang batu yang ditemukan di dua desa yang dihuni orang-orang Islam diluar Pisidian Antioch pada tahun 1912 dan 1913. Kedua batu ini perlu disinggung karena seorang dari jabatan deputy management of a duumvirate yang dipegang oleh Quirinius. Inskripsi pertama tidak menyebut penanggalan dan hanya dapat diduga antara tahun 11-1 SM. Inskripsi kedua tidak memberikan petunjuk at all. though it was most likely set up after the first, since it mentions additional posts, apparently gained in the interim. Though even earlier dates are remotely possible, later dates are much less likely. Only a sketch exists of one of them, but a photo survives of the other.. Dibawah ini adalah gambar dan terjemahan dari The Antioch Stones tsb.1
    Terjemahan Bahasa Inggris

    GAIUS CARISTA[NIUS...]
    SON OF GAIUS, SERGIUS FRONTO
    CAESIANUS JUL[IUS...]
    OFFICER IN CHARGE OF WORKS, PONTIFEX,
    PRIEST, PREFECT OF
    PUBLIUS SULPICIUS QUIRINIUS THE DUUMVIR,
    PREFECT OF MARCUS SERVILIUS.
    BY THIS MAN, THE FIRST OF ALL [WITH A]
    PUBLIC DECREE OF THE DECEMVIRATE COUNCIL, THE STATUE
    WAS SET UP.
    BY GAIUS CARISTANIUS …
    FRONTO CAESIANUS
    JULIUS, OFFICER IN CHARGE OF WORKS, COMMANDING OFFICER
    OF THE TWELFTH LIGHTNING LEGION, PREFECT OF THE BOSPORAN COHORT,
    PONTIFEX, PREFECT OF PUBLIUS SULPICIUS QUIRINIUS THE DUUMVIR,
    PREFECT OF MARCUS SERVILIUS, PREFECT…

    Inkripsi Antioch ini tidak memberikan bukti tentang gubernur Syria yang kedua. Pertama, tidak ada hubungan erat antara menjadi gubernur dan menjadi the Duumvir dari sebuah kota. Kedua, kota Antioch adalah diluar provinsi Syria Romawi, pada perbatasan antara Lycia-Pamphylia dan Galatia (sekarang dekat Danau Egridir Turki).
    Apologis Kristen bersikeras bahwa Lukas mencatat Quirinius sebagai gubernur Syria pada saat kelahiran Yesus, tetapi catatan sekuler menunjukkan bahwa Saturninus adalah gubernur kala itu. Sebuah inskripsi yang ditemukan di Antioch menunjukkan bahwa Saturninus sesungguhnya adalah gubernur Syria kala itu. 1

    Pernyataan Kristen tidak mungkin, karena apa yang ada di batu tsb hanya mencatat bahwa Quirinius adalah seorang Duumvir, bukan seorang gubernur Syria, dan Antioch bukan provinsi Syria Romawi.

    Vardaman’s Magic “Coin”
    Dr. Jerry Vardman, seorang arkaeologi dari Mississippi State University, mengklaim telah menemukan microscopic letters covering ancient coins and inscriptions. Ia mengklaim bahwa Yesus lahir pada tahun 12 SM, Pilatus sebenarnya menjadi gubernur Yudea antara tahun 15 dan 26 M, Yesus disalib pada tahun 21 M dan Paulus masuk agama Kristen di jalan menuju kota Damaskus pada tahun 25 M.1

    Klaim Dr. Jerry Vardman sangat aneh karena bertentangan dengan semua catatan dan bukti sejarah Romawi!

    Apakah ada sensus Romawi di Yudea sebelum Quirinius
    Meskipun jika Quirinius menjadi gubernur Syia pada waktu sebelumnya sehingga cocok dengan masa pemerintahan Herodes Yang Agung, dan mengadakan sebuah sensus, tetapi sayangnya sensus itu tidak mencakup wilayah Yudea karena tidak dibawah kontrol langsung Romawi saat itu, sehingga tidak bisa dibebani pajak secara langsung. Jadi sensus hanya dapat dilakukan setelah kematian Herodes, yaitu ketika wilayah Yudea dianeksasi kedalam provinsi Syria Romawi, sebagaimana yang dijelaskan oleh Josephus. 1

    Apakah sensus ini dilakukan oleh Quirinius atau orang Romawi lainnya, di Yudea tidak ada sensus sebelum tahun 6 M, karena Yudea belum dimasukkan kedalam kontrol langsung Romawi. Tetapi sejak Quirinius menjadi gubernur Romawi yang mengambil alih kontrol atas wilayah Yudea, maka sensus pun dapat terjadi. 1

    Wilayah Yudea pada zaman Herodes Yang Agung dan Archelaus, adalah sebuah kerajaan independen yang membayar upeti tahunan kepada Romawi. Romawi mempunyai banyak hak-hak melalui perjanjian, seperti hak veto. Banyak daerah-daerah lain juga menerima status khusus karena bekerja sama dengan Roma pada perang-perang penting, atau ketika Roma tidak ingin bermasalah dalam mengendalikan provinsi secara secara langsung, dan ciri khas negara khusus ini dikelilingi dan diproteksi oleh Kekaisaran Romawi, dengan membentuk zona penyangga dalam menghadapi invasi negara lain. 1

    Seberapa sering Romawi mengadakan sensus
    Kirk R. MacGregor mengatakan:
    “Penemuan-penemuan arkaeologi menunjukkan bahwa Romawi menerapkan pendaftaran untuk wajib pajak secara reguler dan juga sensus ditetapkan setiap 14 tahun. Prosedur ini diduga dimulai pada masa Augustus dan pertama kali terjadi tahun 23-22 SM atau 9-8 SM.( R. MacGregor, Is the New Testament Historically Accurate)1

    John McRay mengklaim “susunan dari penanggalan yang telah diketahui untuk sensus-sensus menunjukkan secara jelas bahwa satu sensus diambil di kekaisaran [Romawi] setiap empat belas tahun”.John McRay, Archaeology and the New Testament (1991), hal. 154-5)1

    Apakah Quirinius adalah wali (legate) khusus di Syria pada tahun Sebelum Masehi (SM)
    Masalah lainnya adalah bahwa h�gemoneuontos t�s Syrias mungkin diartikan sebagai “holding a command in Syria” dan karena Quirinius diketahui pernah terlibat sebuah perang di Asia Minor (Turki) antara tahun 6 SM dan 1 SM, mungkin Lukas merujuk pada waktu ketika Quirinius menghadapi perang ini, dan bukan sebagai Wali Syria (legate of Syria). Tetapi ini tidak memecahkan masalah sedikitpun karena sebagaimana telah kita diskusikan diatas, tidak ada sensus di Yudea sebelum tahun 6 M.1

    Argumentasi ini juga tidak dapat dibenarkan karena: pertama, tidak masuk akal untuk memberi penanggalan sebuah peristiwa di Yudea dengan merujuk pada satu komando khusus dalam sebuah perang di Asia. Kedua, hanya karena Quirinius mungkin memegang satu legiun orang-orang Syria untuk melawan bandit-bandit di pegunungan yang membatasi antara Galatia dan Cilicia, itu tidak selanjutnya bahwa ia memiliki setiap jenis komando di Syria. Sebaliknya, ia sedang di provinsi Galatia, bukan Syria, dan oleh komando khusus dari Augustus. Jadi hanya membuat pandangan bahwa ia adalah seorang wali (legate) Galatia untuk perang ini. Seorang wali Syria tidak ada urusannya berperang di provinsi lainnya, khususnya di sebuah teritorial yang akan membatasi dari provinsinya sendiri karena ada sebuah alur pegunungan besar. Jadi dengan memperhatikan kondisi geografis pegunungan Asia Minor, hanya tentara yang datang dari utara yang dapat menaklukkan bangsa-bangsa pegunungan ini, atau dengan kata lain hanya tentara dari provinsi Galatia, bukan Syria.1

    Catatan Sejarawan Yahudi Josephus
    Josephus mengatakan bahwa ketika Archelaus, pengganti Herodes Yang Agung, berkuasa:
    “Negerinya Archelaus ditetapkan untuk Syria dengan maksud membayar upeti, dan Quirinius, seorang pria yang memiliki jabatan tertinggi, dikirim oleh Kaisar untuk mensensus Syria dan untuk membuat sebuah account dari tanah milik Archelaus (Archelaus’s estate)” (Antiquities of the Jews, 17.355)
    “Quirinius adalah seorang Senat, yang telah memegang jabatan-jabatan lain…Ia mempunyai reputasi baik karena alasan-alasan lain, juga. Ia tiba di Syria dengan beberapa orang lainnya, karena ia dikirim oleh Kaisar sebagai seorang gubernur, dan seorang assessor of their worth. Coponius, yang memegang jabatan tentara, dikirim jauh dengannya untuk mengambil semua komando terhadap orang-orang Yahudi. Dan Quirinius juga pergi ke Yudea, sejak Yudea menjadi bagian dari Syria, untuk melakukan sebuah sensus…dan untuk membuat satu account dari milik Archelaus.” (Antiquities of the Jews, 18.1-2)

    Fungsi utama dari sebuah sensus dalam antiquity adalah untuk menilai bukan hanya property, tetapi total tenaga manusia bagi tujuan sistem pajak langsung (direct taxation), itulah mengapa dilakukan secara rutin untuk pengaturan satu sensus pada asumsi kontrol dari sebuah provinsi, dan dengan jelas Josephus menjelaskan sensus ini. Apa yang menjadi jelas disini adalah bahwa Quirinius tidak mengambil kendali atas wilayah Yudea sebelum dipindahkan oleh Archelaus. Jadi sangatlah jelas bahwa ada kontradiksi dalam Injil-injil Perjanjian Baru: Lukas menempatkan kelahiran Yesus setelah kematian Herodes Yang Agung, sedangkan Matius adalah sebelum kematian Herodes Yang Agung.

    Josephus mencatat:
    “Pada tahun ke sepuluh pemerintahan Archelaus pemimpin di Yudea dan Samaria tidak tahan kekejamannya dan tirani dan menyalahkannya dihadapan kaisar….dan ketika Kaisar mendengar ini, ia marah….dan mengirim Archelaus kedalam pembuangan….ke Vienna, dan menyita propertynya.(Josephus, Antiquities of the Jews, 17.342-4)

    Jadi rentang waktu sepuluh tahun antara kematian Herodes dan kedatangan Quirinius. Lalu kapan sensus diadakan di Yudea

    Josephus menulis secara pasti:
    “Quirinius membuat satu account dari propertynya Archelaus dan menyelesaikan sensus tsb, yang terjadi pada tiga puluh tujuh tahun setelah kekalahan Kaisar (caesar) dari Antony di Actium.” (Josephus, Antiquities of the Jews, 18.26)

    Perang Actium secara universal disepakati terjadi pada tahun 31 SM. Bukti ini dikonfirmasi dalam catatan sejarah yang tak terhitung banyaknya , inskripsi-inskripsi, dan bukti-bukti fisik lainnya. Jadi sensus Quirinius terjadi pada tahun 6 M, atau pasca 37 tahun kekalahan di Actium tahun 31 SM.
    Sejarah Pertempuran Actium tahun 31 SM bisa Anda baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Actium

    Perlu juga diketahui bahwa Josephus menganggap pemberontakan Yudas orang Galilee diakibatkan oleh adanya sensus ini (lihat Antiquities of the Jews dan Jewish War) dan fakta ini juga di konfirmasi oleh Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 5:37.

    Apapun tafsiran Kristen mengenai Lukas 2:2 akan selalu menghadapi DILEMA!

    Seandainya Kristen menyatakan Yesus lahir pada tahun 6 M agar sesuai dengan fakta sejarah sensus Quirinius. Tetapi pertanyaannya apakah blunder Injil-injil Perjanjian Baru sudah selesai sampai disini Karena Injil Lukas 3:1,23 menyatakan bahwa ketika 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius, Yesus berumur sekitar 30 tahun. Jadi peristiwa ini terjadi pada sekitar tahun 29 M. Artinya menurut Injil Lukas 3:1,23 Yesus paling telat lahir pada tahun 2 SM. Dan pada tahun 2 SM, Yudea adalah wilayah independen dan tidak dikenai pajak. Sekali lagi, Yudea baru bisa dikenai pajak pada tahun 6 M yaitu ketika Quirinius menjabat gubernur Syria dan mencaplok wilayah Yudea.

    Sebaliknya, jika Kristen menyerah pada kenyataan dan setuju bahwa Injil Lukas 2:2 telah ERROR, maka Lukas 3:,12 dan Matius adalah yang benar. Tidak ada satu pilihan yang “nyaman” bagi Kristen, karena hanya akan menyalahkan Injil Anda sendiri. Dari semua pilihan yang ada, tak satupun yang membenarkan klaim gereja bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember tahun 1 M

    Seandainya Kristen menyatakan bahwa Lukas salah mencatat, yang seharusnya “Saturninus” tetapi ditulis “Quirinius”, hal ini tetap saja akan kontradiksi dengan catatan sejarah bahwa TIDAK ADA SENSUS DI YUDEA SEBELUM TAHUN 6 M, TAHUN DI MANA YUDEA DICAPLOK KEDALAM PROVINSI SYRIA ROMAWI!

    Demikianlah segala problematika pertentangan antar ayat-ayat kitab Injil-injil korup yang dapat Anda saksikan di Perjanjian Baru sekarang.
    “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang
    yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri,
    lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”,
    untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit
    dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besar
    bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan
    mereka sendiri, dan kecelakaan yang besar
    bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.”
    (QS Al Baqoroh 2:79)
    Masih belum cukup buktikah bahwa Alkitab Kristen adalah kontradiksi, korup, dan palsu
    Footnotes
    ^1. Lihat http://www.infidels.org/library/modern/richard_carrier/quirinius.html
    ^2 Lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Census_of_Quirinius

    Sumber Artikel

    -The Date of the Nativity in Luke (5th ed., 2006)recommended
    -Census of Quirinius, Wikipedia, last modified 11 August 2007recommended
    -QUIRINIUS, Jewish Encyclopedia
    -Flavius Josephus, Wikipedia
    -Herod the Great, WIkipedia, last modified 8 August 2007
    -Herod Archelaus, wikipedia
    -Tiberius, wikipedia, last modified 11 August 2007
    -Tiberius, http://WWW.Roman-Britain.ORG, last modified: 08/13/2007

  93. ilham othmany Says:

    Trinitas, adalah konsep ketuhanan yang khas dalam agama Kristen, yang maksudnya Tuhan itu satu tetapi mempunyai tiga pribadi, yang sangat populer mereka lafalkan sebagai : �tiga adalah satu dan satu adalah tiga�

    Trinitas bagi umat Kristen tentu tidak asing lagi, tetapi pada umumnya, bila ditanyakan pada beberapa orang Kristen tentang Trinitas, hampir dapat dipastikan akan memberikan jawaban dan analogi (perumpamaan) yang berbeda-beda yang akibatnya berbeda pula makna Trinitas yang diberikan.

    Dulu orang-orang Kristen mengambil analogi telor untuk menggambarkan konsep Trinitas, menurut mereka sebutir telor itu terdiri dari tiga komponen, yaitu kuning telor, putih telor dan kulit telor, gabungan ketiga komponen inilah yang disebut telor. Dengan analogi ini orang menjadi mempunyai penilaian bahwa Tuhannya orang Kristen itu terdiri dari Tuhan Bapa, Tuhan Yesus dan Tuhan Roh Kudus yang melebur menjadi satu, yang berarti Tuhannya orang Kristen itu memang ada tiga Tuhan cuma mereka bersatu padu seia sekata, akhirnya analogi ini tidak bertahan lama dan mereka terus mencari analogi yang tepat untuk memberikan gambaran konsep Trinitas.
    Sebelum kita mulai kajian tentang Trinitas, mari kita simak ilustrasi tentang pribadi seorang waria :

    Dalam sebuah operasi polisi pamong praja untuk menertibkan para waria yang beroperasi dikolong jembatan layang dan di taman-taman kota, para polisi tersebut berhasil menjaring beberapa waria. Malam itu juga salah seorang petugas menginterograsi salah seorang waria.

    �Siapa namamu ?� tanya petugas
    �Donna ooomm,� jawab waria tersebut centil.
    �Yang benar� tanya petugas sekali lagi
    �Benar oooommm�
    �Lihat KTP-nya�, kemudian waria itu menyodorkan KTP yang kebetulan punya KTP, dan petugas itupun memeriksanya
    �Lho kok di sini namanya Donni bukan Donna?�
    �Kamu memalsukan KTP ya?

    �Ah Om ini kayak nggak tahu aja, saya kalau malam bernama Donna kalau siang Donni, tapi kalau om cari saya disalon orang-orang pada memanggil saya Ni-Na singkatan dari Donni dan Donna, karena mereka bingung saya ini cewek atau cowok.

    Begini Om, saya sendiri bingung, kalau siang saya ini betul-betul sebagai seorang cowok om, pernah dorong truk, pernah ikut kerja bakti, pernah ngejar-ngejar anjing karena saya digigit, saya juga pernah berkelahi sama pak RT gara-gara mengganggu ketertiban dan saya menang berkelahinya, pokoknya saya ini disiang hari betul-betul sebagai seorang cowok, makanya orang-orang memanggil saya Donni.
    Tetapi Om, kalau malam hari saya ini gemulai, jalan saya seperti foto model, terbukti om berhasil nangkep saya, karena pada malam hari saya betul-betul seperti wanita tulen, bahkan saya ini lebih cantik daripada wanita pada umumnya, bahkan perasaan saya pada malam hari selembut perasaan wanita, sesabar wanita, makanya temen-temen memanggil saya Donna, gitu Om.

    Terus , ketika petang saya kerja di salon untuk nambah income, temen-temen salon pada memanggil saya Ni-Na om, mereka bingung, karena saya ini Donna sekaligus Donni Om, jadi jangan menuduh saya memalsukan KTP om ya, karena memang seperti itu pribadi saya, satu tubuh mempunyai tiga pribadi, sebagai Donna, sebagai Donni dan sebagai Ni-Na. Tapi saya hanya satu om.

    Kalau om nagkep Donna seperti sekarang ini, berarti om juga nangkep Donni dan Ni-Na ,saya nggak bisa minta tolong sama Donni om, karena Donni itu ya saya ini, dan saya juga nggak bisa minta tolong sama Ni-Na, karena Ni-Na itu ya saya om,Moga-moga om ngerti tentang pribadi saya dan memaklumi dan tidak menuduh saya memalsukan KTP.

    Ya..ya..ya.., sahut petugas termanggut-manggut.

    Inilah Trinitas

    Sebenarnya ajaran Trinitas tidak ada dalam Bible, bila orang-orang Kristen mengatakan bahwa ajaran Trinitas ada dalam Bible, itu hanyalah tafsiran belaka, berikut ini ayat-ayat yang diklaim oleh orang-orang Kristen sebagai ayat-ayat tentang Trinitas.

    Menurut iman ke-Kristen-an, Yesus itu terjelma dari firman, berdasarkan tafsiran ayat berikut ini :
    Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Injil Yohanes 1:14

    dan masih menurut iman ke-Kristen-an, firman itu adalah Allah itu sendiri
    Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Injil Yohanes 1:1

    Jadi Yesus itu adalah firman dan firman itu adalah Allah, secara singkat Yesus adalah Allah. Penafsiran ini didukung oleh ayat berikut ini :

    Aku dan Bapa adalah satu. Injil yohanes 10:30

    Ayat yang lainnya yang ditafsirkan untuk mendukung Trinitas adalah ayat berikut :

    Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu] Yohanes 5:7

    Kalimat yang diklaim sebagai penguat konsep Trinitas adalah �Bapa, Firman dan Roh Kudus keti-ganya adalah satu�. Yang dimaksud Bapa adalah Allah Bapa, Firman adalah Yesus.

    Jadi yang dimaksud makna Trinitas tiga adalah satu dan satu adalah tiga yaitu :
    �Tuhan-nya orang Kristen itu adalah satu tetapi mempunyai tiga pribadi,
    pertama sebagai pribadi Allah Bapa yang ada di langit yang perkasa yang menciptakan langit dan bumi dan mengatur alam semesta, kedua kemudian menjelma menjadi Yesus turun ke bumi melalui perawan Maryam dan berkomunikasi dengan manusia secara langsung seperti komunikasinya Allah dalam sorga kepada Adam secara langsung, ketiga sebagai Roh Kudus yaitu Tuhan yang membimbing manusia kepada kebenaran.

    Inilah Persamaan Pengertian antara Waria dan Trinitas

    Dari uraian di atas pengertian Trinitas mempunyai kesamaan dengan pengertian Waria, yaitu :

    - Yesus adalah jelmaan Allah Bapa begitu juga Donna adalah jelmaan dari Donni
    - Yesus dan Allah Bapa adalah satu begitu juga dengan Donna dan Donni adalah Satu
    - Yesus sama dengan Allah Bapa begitu juga Donna sama dengan Donni
    - Yesus adalah jelmaan Allah Bapa yang turun ke bumi begitu juga Donna adalah jelmaan Donni yang keluar pada waktu malam hari.

    Kontradiksi-Kontradiksi Trinitas

    Kontradiksi-kontradiksi yang akan kita kaji adalah sebagai bukti bahwa konsep Trinitas adalah sebuah konsep yang lahir dari salah tafsir terhadap ayat-ayat yang sejatinya bukan ayat-ayat Trinitas tetapi dipaksakan sebagai ayat-ayat Trinitas. Kontradiksi-kontradiksi itu antara lain sebagai berikut :

    1. Kenapa Yesus Memperkenalkan Allah
    Ada sebuah ayat yang hampir mirip dengan syahadatnya orang Islam *):

    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Injil Yohanes 17:13

    Dalam ayat itu Yesus menyebut bahwa satu-satunya Tuhan hanyalah Allah, mengapa dia tidak menyebut bahwa satu-satunya Tuhan yaitu aku, bahkan Yesus menyebut bahwa dia hanyalah utusan Allah. Ayat tersebut menyangkal penafsiran bahwa Yesus adalah jelmaan Allah dan menyangkal bahwa Yesus adalah Allah.

    Bila kita analogikan dengan kasus waria Donna dan Donni, mungkinkah akan terjadi pernyataan sebagai berikut :

    �Om..om harus tahu bahwa Donni adalah seorang laki-laki perkasa dan om harus tahu bahwa Donna adalah seorang wanita utusan Donni untuk kerja malam hari�

    Tentu saja tidak akan mungkin terjadi pernyataan seperti itu, karena Donna adalah Donni, tidak mungkin Donna mengatakan aku adalah utusan Donni kecuali Donna sudah lupa ingatan. Kalau diklaim bahwa Yesus adalah Allah mungkinkah Yesus mengatakan aku adalah utusan Allah ?

    2. Kenapa Yesus Memohon Pertolongan
    Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Ibrani 5:7

    Ayat itu mengisahkan bahwa Yesus selalu berdoa dan memohon kepada Allah. Kalau diklaim bahwa Yesus adalah Allah, mungkinkah Yesus memohon kepada dirinya sendiri atau Yesus lupa bahwa Allah itu adalah dirinya sendiri ?. Tidak mungkin, yang paling mungkin adalah Allah itu bukan Yesus tetapi Tuhannya. Seperti kasus Donna dan Donni, mungkinkah ketika Donna ditangkap oleh petugas lalu me-minta pertolongan kepada Donni.? Tentu tidak mungkin karena Donni adalah dia sendiri, kecuali Donna sudah gila sehingga dia menganggap Donni adalah orang lain.

    3. Kenapa Yesus Duduk Berdampingan
    …Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Matius 26:64

    Yesus mengatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa setelah Yesus terangkat ke langit, Yesus akan duduk disebelah kanan Allah yang Maha Kuasa. Kalau Allah adalah Yesus mungkinkah Yesus mengatakan akan duduk disebelah kanan Allah ? tentu tidak mungkin, hal ini hanya mungkin bila Yesus dan Allah beda Dzat.

    Dalam kasus Donna dan Donni, mungkinkah Donna mengatakan aku akan duduk di samping Donni ?, tentu saja tidak mungkin kecuali Donni adalah orang lain.

    Kisah Tiga Orang Yang Masuk Kristen

    Ada cerita yang menarik tentang tiga orang manusia yang masuk agama Kristen. Sebagian dari pendeta Kristen kemudian menga-jarkan doktrin-doktrin penting kepada tiga orang itu. Terutama sekali doktrin tentang Trinitas yang merupakan doktrin terpenting agama Kristen. Selang beberapa waktu datang orang yang dipertuan oleh pendeta itu. Orang itu bertanya kepada pendeta tentang ketiga orang yang baru masuk agama itu. Kata pendeta itu,

    �Tiga orang manusia telah masuk agama Kristen.�,
    Lalu orang yang dipertuan itu bertanya kepada sang pendeta,

    �apakah kamu mengajarkan sesuatu pada ketiga orang ini?�
    �Ya� Jawab pendeta,
    Lalu dipanggilnya ketiga orang itu satu persatu untuk diuji oleh sang tuan.

    Orang pertama dipanggil dan ditanya tentang teologi Trinitas, maka orang pertama menjawab :

    �Anda telah mengajari saya bahwa Tuhan ada tiga. Tuhan pertama yang ada di langit, Tuhan kedua yang dilahirkan dari perut Maria si perawan itu, dan Tuhan ketiga yang turun dalam bentuk burung merpati kepada Tuhan kedua setelah berusia tiga puluh tahun.� Mendengar jawaban itu, maka pendeta itu marah dan mengusir orang itu.

    Kemudian dipanggilnya orang kedua dan ditanyakan kepadanya tentang Trinitas. Maka orang kedua itu berkata :

    �Anda telah mengajar saya bahwa Tuhan itu ada tiga. Dari tiga Tuhan itu satu telah mati disalib dan tinggal dua Tuhan.� Mendengar kata-kata itu pendeta itupun marah dan mengusirnya.

    Kemudian dipanggillah orang ketiga dan orang yang ketiga ini nampaknya lebih cerdas daripada kedua orang yang sebelumnya. Lalu orang tersebut ditanya tentang Trinitas, maka ia menjawab :

    �Wahai tuan, saya hafal betul apa-apa yang dikatakan tuan, dan saya paham betul keutamaan Tuhan Yesus.

    Saya tahu bahwa satu adalah tiga dan tiga adalah satu. Saya juga tahu bahwa satu dari tiga Tuhan itu mati disalib. Dengan matinya Dia, maka Tuhan yang lainnya pun mati karena persekutuan mereka. Dan demikian sampai sekarang tidak ada Tuhan, sebab kalau masih dipandang ada Tuhan, maka konsep penyatuan Trinitas tidak ada.�

    Para sarjana Kristen kebingungan dalam menyikapi teologi Trinitas, mereka meyakini teologi Trinitas meski mereka sendiri sesungguhnya tidak memahami teologi ini. Bukti ketidak-pahaman mereka terhadap teologi ini dapat dilihat dari ketidak mampuan mereka dalam memberikan klarifikasi serta aplikasi teologi itu.

    Pernyataan tokoh-tokoh Kristen

    Dr.R. Soedarmo dalam bukunya menyatakan : bahwa Trinitas tidak dapat dimengerti: �Agama Islam bercorak rasionalitas, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu Trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti, bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insyaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti� Ikhtisar Dogmatika hal 114

    Adolf Heuken SJ mengakui Trinitas sebagai puncak misteri keimanan : �Pengakuan Allah tritunggal merupakan kekhasan iman Kristiani. Pengakuan inilah dasar dan puncak misteri. Misteri Allah tritunggal adalah misteri iman yang mutlak. Ensiklopedi Gereja hal 221

    Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:”Bahwanya Allah salah satu dari yang tiga” QS. 5:73

    *) Bandingkan ayat tersebut dengan syahadat �Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah�, Dalam Injil Yohanes 17:13 dikatakan bahwa untuk mencapai sorga orang harus mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan Yesus adalah utusan-Nya.

  94. ilham othmany Says:

    Kita sering mendengar dari umat Kristen mengenai sebutan “Yesus dari kota Nazareth”. Nama kota Nazareth ini telah disebut dibeberapa ayat Injil kanonik dan Kisah Para Rasul, yang mengindikasikan bahwa menurut Perjanjian Baru, ada sebuah kota bernama kota Nazareth di Palestina pada zaman Yesus Kristus.
    Alkitab Terjemahan Baru
    Matius 2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

    Matius 4:13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
    Matius 21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”
    Markus 1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
    Lukas 1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
    Lukas 2:4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, �karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud�

    Lukas 2:39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
    Lukas 2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
    Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
    Yohanes 1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.”
    Yohanes 1:46 Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”
    Kisah 10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
    Yesus hidup di abad 1 M. Dalam Injil kanonik dan Kisah diatas dinyatakan mengenai sebuah kota bernama Nazareth.

    Tetapi faktanya adalah bahwa tidak ada bukti sejarah yang mencatat sebuah kota bernama kota Nazareth pernah ada di abad 1 M, artinya tidak ada sebuah kota bernama kota Nazareth di zaman kehidupan Yesus.
    Sumber:
    Wikipedia-Nazareth
    Online : http://en.wikipedia.org/wiki/Nazareth#Contrary_views
    Frank Zindler, managing editor of the American Atheist Press, has asserted that Nazareth did not exist in the first century.[47] His arguments include the following:
    • No “ancient historians or geographers mention [Nazareth] before the beginning of the fourth century [AD].”[48]
    • Nazareth is not mentioned in the Old Testament, the Talmud, nor in the Apocrypha and it does not appear in any early rabbinic literature.
    • Nazareth was not included in the list of settlements of the tribes of Zebulon (Joshua 19:10-16) which mentions twelve towns and six villages
    • Nazareth is not included among the 45 cities of Galilee that were mentioned by Josephus (37AD-100AD).
    • Nazareth is also missing from the 63 towns of Galilee mentioned in the Talmud
    Zindler’s view is historically possible if Nazareth came into existence at the same time that the New Testament gospels were being written and redacted. Most scholars place that literary activity between the two Jewish Wars (70 AD-132 AD).
    ———-
    47. ^ Zindler, F. “Where Jesus Never Walked,” American Atheist, Winter 1996-97, pp. 33-42.
    48. ^ Zindler, F. “Where Jesus Never Walked,” American Atheist, Winter 1996-97, p. 34.
    Anda orang Kristen benar-benar melawak jika Anda menyebut “Yesus dari Nazareth”, karena TIDAK ADA nama kota Nazareth di abad 1 M.
    Josephus (37-100 M) adalah seorang sejarawan Yahudi. Ia telah mencatat nama 45 kota di Galilee. Namun ia sama sekali tidak menyebut sebuah kota bernama kota Nazareth.
    Talmud tidak mencatat ada sebuah nama kota bernama Nazareth di abad 1 M, artinya tidak ada nama kota Nazareth di zaman Yesus.
    Bahkan Paulus pun tidak pernah menyebut sebuah kota bernama kota Nazareth dalam surat-suratnya yang kini ada di Perjanjian Baru.
    Perjanjian Lama sama sekali tidak pernah menyebut nama kota Nazareth, artinya kota Nazareth pun tidak pernah ada sebelum abad 1 M.
    Apologist (Pembela) Kristen biasanya akan menyatakan bahwa Nazareth adalah sebuah desa dizaman Yesus sebagaimana arkeologi telah membuktikannya. Tetapi pendapat Apologist Kristen dapat terbantahkan dengan sendirinya, karena berdasarkan catatan Injil, Nazareth adalah berstatus sebagai kota BUKAN desa!
    “Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret.” (Matius 2:23 TB)
    “malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret.” (Lukas 1:26 TB)
    “kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.” (Lukas 2:39 TB)
    Daerah yang kini bernama kota Nazareth berdasarkan arkeologi memang dahulu pernah dihuni oleh sekelompok masyarakat. Tetapi daerah tsb belum menjadi sebuah kota, apalagi bernama kota Nazareth!
    Fakta bahwa Nazareth belum ada sebagai sebuah kota, membuktikan kepada kita bahwa Injil korup kanonik ini disusun setelah abad 1 M. Karena hanya orang yang hidup pasca abad 1 M, yang dapat menyebut “Kota Nazareth”.
    Demikianlah artikel ini dibuat dan saya harap dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kalangan pecinta kebenaran sejati baik Muslim maupun Kristen. Embrace Islam & U will be saved!

  95. Sayf Says:

    Sesuatu yang bisa mati tidak berhak dipertuhankan; yesus menunjukkan kematiannya… sesuatu yang diperanakkan tidak berhak dipertuhankan; yesus lahir dari seorang ibu… yesus adalah seorang manusia dan seorang nabi, telah berlalu nabi-nabi sebelumnya… apa yang terjadi padanya adalah karena kehendak Allah… anda telah sesat sejauh-jauhnya… Anda jangan Ge-eR dulu karena yesus ada di Al Quran, justru yesus dalam Al Quran adalah untuk membenarkan pandangan agama anda yang sesat sejauh-jauhnya…

  96. ilham othmany Says:

    APAKAH anda percaya kepada Tritunggal? Kebanyakan orang dalam usunan Kristen percaya. Bagaimanapun juga, selama berabad-abad itu merupakan doktrin utama dari gereja-gereja.
    Mengingat hal ini, anda tentu berpikir bahwa tidak mungkin ada yang perlu diragukan mengenai Tritunggal. Namun ada, dan belakangan bahkan beberapa dari para pendukungnya telah menambah seru perdebatannya.
    Mengapa pokok pembicaraan seperti ini harus mendapat lebih banyak perhatian? Karena Yesus sendiri berkata: �Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.� Jadi seluruh masa depan kita bergantung pada mengenal sifat yang sebenarnya dari Allah, dan hal itu berarti memeriksa sampai ke akar dari perdebatan mengenai Tritunggal. Maka, tidakkah sebaiknya anda mengujinya sendiri?-Yohanes 17:3.
    Ada berbagai konsep Tritunggal. Tetapi pada umumnya ajaran Tritunggal adalah bahwa didalam Keilahian ada tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus; namun, bersama-sama, mereka hanya satu Allah. Doktrin itu mengatakan bahwa ketiganya setara, mahakuasa, dan tidak diciptakan, telah ada kekal selama-lamanya dalam Keilahian.
    Namun, orang-orang lain berkata bahwa doktrin Tritunggal itu palsu, bahwa Allah Yang Mahakuasa berdiri sendiri sebagai Pribadi yang terpisah, kekal, dan mahakuasa. Mereka mengatakan bahwa Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia, adalah sama seperti para malaikat, pribadi roh yang terpisah yang diciptakan oleh Allah, dan untuk alasan ini ia pasti mempunyai permulaan. Mereka mengajarkan bahwa Yesus tidak pernah setara dengan Allah Yang Mahakuasa dalam arti apapun; ia selalu tunduk kepada Allah dan masih tetap demikian. Mereka juga percaya bahwa roh kudus bukan pribadi tetapi roh dari Allah, tenaga aktif-Nya.
    Para pendukung Tritunggal mengatakan bahwa ini didasarkan, tidak hanya pada tradisi agama tetapi juga pada Alkitab. Para pengritik doktrin tersebut mengatakan bahwa itu bukan ajaran Alkitab, sebuah sumber sejarah bahkan berkata: �Asal usul [Tritunggal] sama sekali kafir.�-The Paganism in Our Christianity.
    Jika Tritunggal benar, akan merendahkan Yesus jika dikatakan bahwa ia tidak pernah setara dengan Allah sebagai bagian dari suatu Keilahian. Namun jika Tritunggal salah, akan merendahkan Allah Yang Mahakuasa, jika ada pribadi lain yang dikatakan setara dengan Dia, dan bahkan lebih buruk lagi untuk menyebut Maria sebagai �Bunda Allah.� Jika Tritunggal salah, sungguh tidak menghormati Allah untuk mengatakan, seperti ditulis dalam buku Catholicism: �Jika [orang] tidak menjaga Kepercayaan ini utuh dan tidak tercela, [mereka] pasti akan lenyap untuk selamanya. Dan Kepercayaan Katolik adalah: kita menyembah satu Allah dalam Tritunggal.�
    Jadi, ada alasan-alasan yang baik mengapa anda seharusnya ingin mengetahui kebenaran mengenai Tritunggal. Tetapi sebelum memeriksa asal usulnya dan pengakuannya sebagai kebenaran, ada gunanya jika doktrin ini didefinisikan lebih terinci. Tepatnya, apa sebenarnya Tritunggal itu? Bagaimana para pendukungnya menjelaskan ajaran itu?

    BAGAIMANA TRITUNGGAL DIJELASKAN?
    GEREJA Katolik Roma berkata: �Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen…
    Jadi, dalam kata-kata Kredo Athanasia: �sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah.� Dalam Tritunggal ini… Pribadi-Pribadinya sama kekal dan setara: semuanya tidak diciptakan dan mahakuasa.�-The Catholic Encyclopedia.

    Hampir semua gereja lain dalam Susunan Kristen menyetujuinya. Misalnya, Gereja Ortodoks Yunani juga menyebut Tritunggal �doktrin dasar dari Kekristenan,� bahkan mengatakan: �Orang Kristen adalah orang-orang yang menerima Kristus sebagai Allah.� Dalam buku Our Orthodox Christian Faith, gereja yang sama berkata: �Allah adalah suatu kesatuan tiga serangkai… Sang Bapa adalah Allah sepenuhnya. Sang Anak adalah Allah sepenuhnya. Roh Kudus adalah Allah sepenuhnya.�

    Jadi, Tritunggal dianggap sebagai �satu Allah dalam tiga Pribadi.� Masing-masing dikatakan tidak mempunyai permulaan, ada dari kekal sampai kekal. Masing-masing dikatakan mahakuasa, dan masing-masing tidak lebih besar atau lebih kecil daripada yang lainnya.

    Apakah gagasan demikian sukar dimengerti? Banyak orang beriman yang tulus merasa hal itu membingungkan, bertentangan dengan akal sehat, benar-benar sulit dipahami.

    Bagaimana mungkin, sang Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan roh kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan hanya satu Allah?

    �Di Luar Jangkauan Akal Manusia�
    KEBINGUNGAN ini tersebar luas. The Encyclopedia Americana mengatakan bahwa Tritunggal dianggap �di luar jangkauan akal manusia.�
    Banyak orang yang menerima Tritunggal menganggapnya demikian. Monsignor Eugene Clark berkata: �Allah itu satu, dan Allah itu tiga. Karena tidak ada ciptaan yang seperti ini, kita tidak dapat mengertinya, tetapi menerimanya saja.�

    Kardinal John O�Connor berkata: �Kami tahu ini suatu misteri yang sangat dalam, yang sama sekali tidak kita mengerti.�
    Dan Paus Yohanes Paulus II berkata mengenai �misteri yang tidak dapat dimengerti tentang Allah Tritunggal.�
    Jadi, A Dictionary of Religious Knowledge berkata: �Tepatnya apa doktrin itu, atau bagaimana hal itu harus dijelaskan, para penganut Tritunggal pun tidak mencapai kata sepakat di antara mereka sendiri.�

    Maka, kita dapat mengerti mengapa New Catholic Encyclopedia berkata: �Hanya sedikit diantara guru-guru teologi Tritunggal di seminari-seminari Katolik Roma yang pada suatu waktu tidak dipojokkan oleh pertanyaan, �Tetapi bagaimana kita akan berkhotbah tentang Tritunggal?� Dan jika pertanyaan itu merupakan gejala kebingungan di pihak para siswa, kemungkinan hal itu juga merupakan gejala kebingungan yang serupa di pihak guru-guru mereka.�

    Kebenaran dari pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan mengunjungi suatu perpustakaan dan memeriksa buku-buku yang mendukung Tritunggal. Tak terhitung banyaknya halaman yang ditulis dalam upaya untuk menjelaskannya. Namun, setelah bersusah payah memeriksa istilah-istilah teologi yang membingungkan dan penjelasannya, para peneliti masih tetap tidak puas.

    Mengenai ini, imam Yesuit Joseph Bracken mengatakan dalam bukunya What Are They Saying About the Trinity?: �Para imam yang dengan cukup banyak upaya telah mempelajari…
    Tritunggal selama tahun-tahun mereka di seminari tentu saja ragu-ragu untuk menyampaikannya kepada jemaah mereka dari mimbar, bahkan pada hari Minggu. Tritunggal… Untuk apa seseorang akan membuat umatnya bosan dengan sesuatu yang pada akhirnya pun tidak akan mereka mengerti dengan benar?�
    Ia juga berkata: �Tritunggal adalah soal kepercayaan formal, namun hal itu hanya sedikit atau tidak [berpengaruh] dalam kehidupan dan ibadat Kristen sehari-hari.� Meskipun demikian, ini adalah �doktrin utama� dari gereja-gereja!
    Teolog Katolik Hans Kung menyatakan dalam bukunya Christianity and the World Religions bahwa Tritunggal merupakan satu alasan mengapa gereja-gereja tidak berhasil membuat kemajuan yang berarti di kalangan orang bukan Kristen. Ia berkata: �Bahkan orang Muslim yang terpelajar,
    sama sekali tidak dapat mengerti, sebagaimana juga orang-orang Yahudi sebegitu jauh tidak dapat memahami, gagasan mengenai Tritunggal… Perbedaan yang dibuat oleh doktrin Tritunggal antara satu Allah dan tiga hypostase [zat] tidak memuaskan orang Muslim, yang bukannya merasa mendapat penjelasan, tetapi justru merasa bingung, oleh istilah-istilah teologi yang berasal dari bahasa Syria, Yunani, dan Latin.

    Orang-orang Muslim menganggap ini semua permainan kata… Mengapa seseorang ingin menambahkan sesuatu kepada gagasan mengenai keesaan dan keunikan Allah yang hanya dapat mengencerkan atau meniadakan keesaan dan keunikan itu?�

    �Bukan Allah yang Suka Pada Kekacauan�
    BAGAIMANA doktrin yang begitu membingungkan seperti Tritunggal muncul? The Catholic Encyclopedia menyatakan:
    �Sebelum adanya penyingkapan Ilahi, diperlukan sebuah dogma yang misterius seperti itu.� Sarjana Katolik Karl Rahner dan Herbert Vorgrimler menyatakan dalam Theological Dictionary mereka: �Tritunggal… dalam arti yang sesungguhnya…, adalah suatu misteri yang tidak dapat dipahami tanpa wahyu ilahi, dan bahkan setelah disingkapkan tidak dapat dimengerti sepenuhnya.�

    Tetapi, dengan berkukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang begitu membingungkan karena berasal dari wahyu ilahi, mereka menciptakan problem besar lain. Mengapa? Karena dalam wahyu ilahi itu sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Allah: �Allah… bukan Allah yang suka pada kekacauan.�-1 Korintus 14:33, Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).

    Mengingat pernyataan itu, mungkinkah Allah akan mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan sehingga bahkan para sarjana Ibrani, Yunani, dan Latin tidak dapat menjelaskannya?
    Selain itu, apakah orang-orang harus menjadi teolog untuk dapat �mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang telah Ia utus?� (Yohanes 17:3) Jika demikian halnya, mengapa begitu sedikit dari para pemimpin agama Yahudi yang terpelajar mengakui Yesus sebagai Mesias?

    Sebaliknya, murid-muridnya yang setia, adalah petani-petani, nelayan, pemungut cukai, ibu-ibu rumah tangga yang sederhana. Orang-orang sederhana tersebut begitu yakin dengan apa yang Yesus ajarkan tentang Allah sehingga mereka dapat mengajarkannya kepada orang lain dan bahkan rela mati demi kepercayaan mereka-Matius 15:1-9; 21: 23-32, 43; 23:13-36; Yohanes 7:45-49; Kisah 4:13.

    APAKAH ITU BENAR-BENAR AJARAN ALKITAB?
    ANDAIKAN Tritunggal itu benar, hal itu seharusnya disampaikan dengan jelas dan konsisten dalam Alkitab. Mengapa? Karena, seperti ditegaskan para rasul, Alkitab adalah penyingkapan Allah mengenai diri-Nya kepada umat manusia. Dan karena kita perlu mengenal Allah agar dapat menyembah Dia dengan sepatutnya, Alkitab harus jelas dalam memberi tahu kita siapa Ia sebenarnya.

    Orang-orang beriman pada abad pertama menerima Alkitab sebagai penyingkapan Allah yang otentik. Itu menjadi dasar kepercayaan mereka, wewenang yang mutlak. Misalnya, ketika rasul Paulus mengabarkan kepada orang-orang di kota Berea, �mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.�-Kisah 17:10,11.
    Apa yang digunakan oleh pria-pria Allah yang terkemuka di kala itu sebagai wewenang mereka? Kisah 17:2, 3 (BIS) memberi tahu kita: �Paulus seperti biasa… bertukar pikiran dengan orang-orang di situ mengenai ayat-ayat Alkitab. Berdasarkan ayat-ayat Alkitab ia menjelaskan dan membuktikan.�
    Yesus sendiri memberikan teladan dalam menggunakan Alkitab sebagai dasar ajarannya, dengan berulang kali mengatakan:
    �Ada tertulis.� �Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci.�-Matius 4:4, 7; Lukas 24:27.
    Jadi, Yesus, Paulus, dan orang-orang beriman pada abad pertama menggunakan Alkitab sebagai dasar ajaran mereka. Mereka mengetahui bahwa �semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah. Dengan Alkitab itu orang yang melayani Allah dapat dilengkapi dengan sempurna untuk segala macam pekerjaan yang baik.�-2 Timotius 3:16, 17, BIS; lihat juga 1 Korintus 4:6; 1 Tesalonika 2:13: 2 Petrus 1:20, 21.
    Karena Alkitab dapat �membetulkan yang salah,� ia seharusnya dengan jelas menyingkapkan keterangan mengenai masalah Tritunggal yang kata orang merupakan doktrin dasar. Namun apakah para teolog dan sejarawan sendiri mengatakan bahwa hal itu benar-benar merupakan ajaran Alkitab?
    �Tritunggal� apakah ada dalam Alkitab?
    SEBUAH publikasi Protestan berkata: �Kata Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab… Ia baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereja pada abad ke-4.� (The Illustrated Bible Dictionary) Dan seorang yang berwewenang dalam agama Katolik mengatakan bahwa Tritunggal �bukanlah… secara langsung firman dari Allah.� -New Catholic Encyclopedia.
    The Catholic Encyclopedia juga mengomentari: �Dalam Alkitab belum terdapat satu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga Pribadi Ilahi tersebut secara bersama. Kata triaz [tri�as] (asal kata dari trinitas bahasa Latin) mula-mula ditemukan dalam [tulisan] Teofilus dari Antiokhia kira-kira tahun 180 M…. Tidak lama kemudian itu muncul dalam bentuk Latinnya trinitas dalam [tulisan] Tertullian.�
    Namun, hal ini sendiri tidak membuktikan bahwa Tertullian mengajarkan Tritunggal. Karya tulis Katolik Trinitas – A Theological Encyclopedia of the Holy Trinity misalnya, menyatakan bahwa beberapa dari kata-kata Tertullian belakangan digunakan oleh orang-orang lain untuk menjelaskan Tritunggal. Kemudian ia memperingatkan: �Tetapi kesimpulan yang tergesa-gesa tidak dapat diambil hanya berdasarkan pemakaian, karena ia tidak menerapkan kata-kata tersebut untuk teologi Tritunggal.�
    Bukti dari Kitab-Kitab Ibrani
    MESKIPUN kata �Tritunggal� tidak dapat ditemukan dalam Alkitab, apakah setidak-tidaknya gagasan tentang Tritunggal dengan jelas diajarkan di dalamnya? Sebagai contoh, apa yang ditunjukkan oleh Kitab-Kitab Ibrani (�Perjanjian Lama�)?
    The Encyclopedia of Religion mengakui: �Para teolog dewasa ini setuju bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat doktrin tentang Tritunggal.� Dan New Catholic Encyclopedia juga mengatakan:
    �Doktrin Tritunggal Kudus tidak diajarkan dalam P[erjanjian] L[ama].�
    Demikian pula, dalam bukunya The Triune God, imam Yesuit Edmund Fortman mengakui: �Perjanjian Lama… tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan Roh Kudus… Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam Keilahian… Bahkan mencari di dalam [�Perjanjian Lama�] kesan-kesan atau gambaran di muka atau �tanda-tanda terselubung� mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci.�-Cetak miring red.
    Penyelidikan dalam Kitab-Kitab Ibrani itu sendiri akan membuktikan komentar-komentar ini. Jadi, tidak ada ajaran yang jelas mengenai Tritunggal dalam 39 buku pertama dari Alkitab yang membentuk kanon yang asli dari Kitab-Kitab Ibrani yang terilham.
    Bukti dari Kitab-Kitab Yunani
    MAKA, apakah Kitab-Kitab Yunani Kristen (�Perjanjian Baru�) dengan jelas berbicara tentang suatu Tritunggal?
    The Encydopedia of Religion mengatakan: �Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal.�
    Imam Yesuit Fortman mengatakan: �Para penulis Perjanjian Baru… tidak memberi kita doktrin Tritunggal yang resmi atau dirumuskan, juga tidak ajaran yang jelas bahwa dalam satu Allah terdapat tiga pribadi ilahi yang setara… Di mana pun kita tidak menemukan doktrin tritunggal dari tiga subyek kehidupan dan kegiatan ilahi yang berbeda dalam Keilahian yang sama.�
    The New Encyclopaedia Britannica menyatakan: �Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.�
    Bernhard Lohse mengatakan dalam A Short History of Christian Doctrine: �Sejauh itu menyangkut Perjanjian Baru, seseorang tidak menemukan di dalamnya doktrin Tritunggal yang aktual.�
    The New International Dictionary of New Testament Theology juga mengatakan: �P[erjanjian] B[aru] tidak memuat doktrin Tritunggal yang diperkembangkan. �Alkitab tidak memuat deklarasi yang terus terang bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah dari zat yang sama� [kata teolog Protestan Karl Barth].�
    Profesor E. Washburn Hopkins dari Universitas Yale meneguhkan: �Bagi Yesus dan Paulus doktrin tritunggal jelas tidak dikenal;… mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai itu.�-Origin and Evolution of Religion.
    Sejarawan Arthur Weigall menyatakan: �Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan perwujudan demikian, dan di manapun dalam Perjanjian Baru tidak terdapat kata �Tritunggal.� Gagasannya baru diterima oleh Gereja tiga ratus tahun setelah kematian Tuhan kita.�-The Paganism in Our Christianity.
    Jadi, ke-39 buku dari Kitab-Kitab Ibrani ataupun kanon dari ke-27 buku yang terilham dari Kitab-Kitab Yunani Kristen tidak ada yang memuat ajaran yang jelas mengenai Tritunggal.

    Apakah Diajarkan oleh Orang-Orang Kristen yang Mula-Mula?
    APAKAH orang-orang Kristen yang mula-mula mengajarkan Tritunggal? Perhatikan komentar-komentar berikut dari para sejarawan dan teolog:
    �Kekristenan yang mula-mula tidak mempunyai doktrin Tritunggal seperti yang setelah itu dirinci dalam kredo-kredo.�-The New International Dictionary of New Testament Theology.
    �Namun orang-orang Kristen yang pertama pada awal mula tidak pernah mempunyai pikiran untuk menerapkan gagasan [Tritunggal] kepada kepercayaan mereka sendiri. Mereka memberikan pengabdian mereka kepada Allah Bapa dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah, dan mereka mengakui… Roh Kudus; tetapi tidak ada buah pikiran bahwa ketiga pribadi ini adalah suatu Tritunggal, setara dan dipersatukan dalam Satu.�-The Paganism in Our Christianity.
    �Pada mulanya kepercayaan Kristen bukan kepada Allah Tiga Serangkai… Halnya tidak demikian pada zaman rasul-rasul atau sebelumnya, seperti diperlihatkan dalam P[erjanjian] B[aru] dan tulisan-tulisan Kristen yang awal lainnya.�
    Encyclopedia of Religion and Ethics.
    �Perumusan �satu Allah dalam tiga Pribadi� tidak ditetapkan dengan tegas, dan pasti belum dilebur sepenuhnya ke dalam kehidupan Kristen dan pengakuan imannya, sebelum akhir abad ke-4… Di antara Bapa-Bapa Rasuli, tidak pernah bahkan sedikit pun ada yang mendekati sikap atau pandangan seperti itu.� – New Catholic Encyclopedia.

    Apa yang Diajarkan oleh Bapa-Bapa Pra-Nicea
    BAPA-BAPA pra-Nicea diakui sebagai guru-guru agama yang terkemuka pada abad-abad permulaan setelah kelahiran Kristus. Apa yang mereka ajarkan patut diperhatikan.
    Justin Martyr, yang meninggal kira-kira tahun 165 M., menyebut pramanusia Yesus sebagai malaikat yang diciptakan yang �tidak sama dengan Allah yang menciptakan segala perkara.� Ia mengatakan bahwa Yesus lebih rendah daripada Allah dan �tidak pernah melakukan sesuatu kecuali yang Pencipta… ingin ia lakukan dan katakan.�
    Irenaeus, yang meninggal kira-kira tahun 200 M., mengatakan bahwa pramanusia Yesus keberadaannya terpisah dari Allah dan lebih rendah daripada Dia. Ia memperlihatkan bahwa Yesus tidak setara dengan �Allah yang benar dan satu-satunya,� yang �lebih tinggi di atas segala-galanya, dan selain Dia tidak ada yang lain.�

    Clement dari Aleksandria, yang meninggal kira-kira tahun 215
    M, menyebut Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia sebagai �suatu ciptaan� tetapi menyebut Allah sebagai �yang tidak diciptakan dan tidak dapat binasa dan satu-satunya Allah yang benar.� Ia mengatakan bahwa sang Anak �adalah nomor dua setelah satu-satunya Bapa yang mahakuasa� tetapi tidak setara dengan Dia.
    Tertullian, yang meninggal kira-kira tahun 230 M., mengajarkan keunggulan Allah. Ia berkata: �Sang Bapa berbeda dari Anak (yang lain), karena Ia lebih besar; sebagaimana yang memperanakkan berbeda dari yang diperanakkan, ia yang mengutus berbeda dari dia yang diutus.� Ia juga berkata:
    �Ada masanya ketika sang Anak tidak ada… Sebelum semua perkara ada, Allah berada sendirian.�
    Hippolytus, yang meninggal kira-kira tahun 235 M., mengatakan bahwa Allah adalah �Allah yang esa, Pribadi yang pertama dan satu-satunya, Khalik dan Tuhan dari semua,� �tidak ada yang [memiliki umur yang sama] dengan Dia… Tetapi Ia adalah Esa, berada sendirian; yang, karena menghendakinya, membuat ada apa yang dulunya tidak ada,� seperti misalnya pramanusia Yesus yang diciptakan.
    Origen, yang meninggal kira-kira tahun 250 M., mengatakan bahwa �sang Bapa dan Anak adalah dua hakekat… dua hal sehubungan dengan pokok dasar mereka,� dan bahwa �dibandingkan dengan Bapa, [Anak] adalah terang yang sangat kecil.�
    Meringkaskan bukti sejarah, Alvan Lamson mengatakan dalam The Church of the First Three Centuries: �Doktrin Tritunggal yang modern dan populer… tidak mendapat dukungan dari bahasa Justin [Martyr]: dan pernyataan ini dapat diperluas sehingga berlaku juga untuk semua Bapa pra-Nicea; yaitu, untuk semua penulis Kristen selama tiga abad setelah kelahiran Kristus. Memang, mereka berbicara mengenai sang Bapa, Anak dan… Roh kudus, tetapi tidak sebagai [pribadi-pribadi] yang setara, tidak berjumlah satu zat, tidak sebagai Tiga dalam Satu, dalam arti apapun yang sekarang diterima oleh para penganut Tritunggal. Justru sebaliknyalah yang merupakan fakta.�
    Jadi, bukti dari Alkitab dan dari sejarah membuat jelas bahwa Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya.

    BAGAIMANA DOKTRIN TRITUNGGAL BERKEMBANG?
    SAMPAI di sini saudara mungkin bertanya: �Jika Tritunggal bukan ajaran Alkitab, bagaimana itu menjadi doktrin Susunan Kristen?� Banyak orang berpikir bahwa ini dirumuskan pada Konsili di Nicea pada tahun 325 M.
    Tetapi, hal itu tidak sepenuhnya tepat. Konsili Nicea memang meneguhkan bahwa Kristus adalah dari zat yang sama seperti Allah, dan hal ini menjadi fondasi untuk teologi Tritunggal di kemudian hari. Tetapi konsili ini tidak menyusun Tritunggal, karena dalam konsili itu sama sekali tidak
    disebutkan mengenai roh kudus sebagai pribadi ketiga dari
    suatu Keilahian tiga serangkai.

    Peranan Konstantin di Nicea
    SELAMA bertahun-tahun, ada banyak tentangan atas dasar Alkitab terhadap gagasan yang makin berkembang bahwa Yesus adalah Allah. Dalam upaya untuk mengakhiri pertikaian itu, penguasa Roma Konstantin memanggil semua uskup ke Nicea. Yang hadir kira-kira 300, sebagian kecil dari jumlah keseluruhan.
    Konstantin bukan seorang Kristen. Menurut dugaan, ia belakangan ditobatkan, tetapi baru dibaptis pada waktu sedang terbaring sekarat. Mengenai dirinya, Henry Chadwick mengatakan dalam The Early Church: �Konstantin, seperti bapanya, menyembah Matahari Yang Tidak Tertaklukkan;… pertobatannya hendaknya tidak ditafsirkan sebagai pengalaman kerelaan yang datang dari batin… Ini adalah masalah militer. Pengertiannya mengenai doktrin Kristen tidak pernah jelas sekali, tetapi ia yakin bahwa kemenangan dalam pertempuran bergantung pada karunia dari Allah orang-orang Kristen.�
    Peranan apa yang dimainkan oleh kaisar yang tidak dibaptis ini di Konsili Nicea? Encyclopaedia Britannica menceritakan:
    �Konstantin sendiri menjadi ketua, dengan aktif memimpin pertemuan dan secara pribadi mengusulkan… rumusan penting yang menyatakan hubungan Kristus dengan Allah dalam kredo yang dikeluarkan oleh konsili tersebut, �dari satu zat dengan Bapa�… Karena sangat segan terhadap kaisar, para uskup, kecuali dua orang saja, menandatangani kredo itu, kebanyakan dari mereka dengan sangat berat hati.�
    Karena itu, peran Konstantin penting sekali. Setelah dua bulan debat agama yang sengit, politikus kafir ini campur tangan dan mengambil keputusan demi keuntungan mereka yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah. Tetapi mengapa? Pasti bukan karena keyakinan apapun dari Alkitab. �Konstantin pada dasarnya tidak mengerti apa-apa tentang pertanyaan pertanyaan yang diajukan dalam teologi Yunani,� kata A Short History of Christian Doctrine. Yang ia tahu adalah bahwa perpecahan agama merupakan ancaman bagi kekaisarannya, dan ia ingin memperkuat wilayah kekuasaannya.
    Namun, tidak seorang uskup pun di Nicea mengusulkan suatu Tritunggal. Mereka hanya memutuskan sifat dari Yesus tetapi bukan peranan roh kudus. Jika suatu Tritunggal merupakan kebenaran Alkitab yang jelas, tidakkah mereka seharusnya mengusulkannya pada waktu itu?

    Perkembangan Selanjutnya
    SETELAH Konsili Nicea, perdebatan mengenai pokok ini terus berlangsung selama puluhan tahun. Mereka yang percaya bahwa Yesus tidak setara dengan Allah bahkan mendapat angin lagi untuk beberapa waktu. Namun belakangan, Kaisar Theodosius mengambil keputusan menentang mereka. Ia meneguhkan kredo dari Konsili Nicea sebagai standar untuk daerahnya dan mengadakan Konsili Konstantinopel pada tahun 381 M. untuk menjelaskan rumus tersebut.
    Konsili tersebut menyetujui untuk menaruh roh kudus pada tingkat yang sama dengan Allah dan Kristus. Untuk pertama kali, Tritunggal Susunan Kristen mulai terbentuk dengan jelas.
    Tetapi, bahkan setelah Konsili Konstantinopel, Tritunggal tidak menjadi kredo yang diterima secara luas. Banyak orang menentangnya dan karena itu mengalami penindasan yang kejam.
    Baru pada abad-abad belakangan Tritunggal dirumuskan dalam
    kredo-kredo yang tetap. The Encyclopedia Americana
    mengatakan: �Perkembangan penuh dari ajaran Tritunggal
    terjadi di Barat, pada pengajaran dari Abad Pertengahan, ketika suatu penjelasan dari segi filsafat dan psikologi disetujui.�
    Kredo Athanasia
    TRITUNGGAL didefinisikan lebih lengkap dalam Kredo Athanasia. Athanasius adalah seorang pendeta yang mendukung Konstantin di Nicea. Kredo yang memakai namanya berbunyi:
    �Kami menyembah satu Allah dalam Tritunggal… sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah; namun mereka bukan tiga allah, tetapi satu Allah.�
    Tetapi, para sarjana yang mengetahui benar masalahnya setuju bahwa Athanasius tidak menyusun kredo ini. The New Encyclopasdia Britannica mengomentari: �Kredo itu baru dikenal oleh Gereja Timur pada abad ke-12. Sejak abad ke-17, para sarjana pada umumnya setuju bahwa Kredo Athanasia tidak ditulis oleh Athanasius (meninggal tahun 373) tetapi mungkin disusun di Perancis Selatan pada abad ke-5… Pengaruh kredo itu tampaknya terutama ada di Perancis Selatan dan Spanyol pada abad ke-6 dan ke-7. Ini digunakan dalam liturgi gereja di Jerman pada abad ke-9 dan kira-kira tidak lama setelah itu di Roma.�
    Jadi dibutuhkan waktu berabad-abad sejak zaman Kristus bagi Tritunggal untuk dapat diterima secara luas dalam Susunan Kristen. Dan dalam semua hal tersebut, apa yang membimbing keputusan-keputusannya? Apakah Firman Allah, atau apakah pertimbangan para pendeta dan politik? Dalam Origin and Evolution of Religion, E. W. Hopkins menjawab: �Definisi ortodoks yang terakhir dari tritunggal sebagian besar adalah masalah politik gereja.�

    Kemurtadan Dinubuatkan
    SEJARAH yang tidak baik dari Tritunggal ini cocok dengan apa yang Yesus dan rasul-rasulnya nubuatkan akan terjadi setelah zaman mereka. Mereka mengatakan bahwa akan ada kemurtadan, penyelewengan, penyimpangan dari ibadat sejati sampai kembalinya Kristus, yaitu saat ibadat sejati akan dipulihkan sebelum hari manakala Allah membinasakan sistem perkara-perkara ini tiba.
    Mengenai �Hari� itu, rasul Paulus mengatakan: �Sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka. � (2 Tesalonika 2: 3, 7) Belakangan, ia menubuatkan: �Sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.� (Kisah 20:29, 30) Murid-murid Yesus yang lain juga menulis mengenai kemurtadan ini dengan golongan pendetanya yang �durhaka.�-Lihat, misalnya, 2 Petrus 2: 1; 1 Yohanes 4:1-3; Yudas 3, 4.
    Paulus juga menulis: �Akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.� -2 Timotius 4:3, 4.
    Yesus sendiri menjelaskan siapa yang ada di balik kemurtadan dari ibadat sejati. Ia mengatakan bahwa ia telah menabur benih yang baik tetapi musuhnya, Setan, akan menabur lalang di ladang. Maka ketika muncul tunas pertama dari gandum, muncul juga lalang. Jadi, penyimpangan dari Kekristenan sejati harus diharapkan terjadi sampai tiba musim menuai, pada waktu Kristus akan membereskan perkara-perkara. (Matius 13:24-43) The Encyclopedia Americana mengomentari: �Ajaran Tritunggal dari abad ke-4 tidak dengan saksama mencerminkan ajaran Kristen yang mula-mula mengenai sifat Allah; sebaliknya, ini adalah penyimpangan dari ajaran tersebut.�
    Maka, dari mana asalnya penyimpangan ini?-1 Timotius 1: 6

    Apa yang Mempengaruhi Hal Itu
    DI SELURUH dunia zaman purba, di Babel dulu, jibadat kepada dewa-dewa kafir yang dikelompokkan dalam tiga serangkai, sangat umum. Pengaruh itu juga umum di Mesir, Yunani, dan Roma pada abad-abad sebelum, selama, dan setelah Kristus. Dan setelah rasul-rasul meninggal, kepercayaan kafir tersebut menyusup ke dalam Kekristenan.
    Sejarawan Will Durant mengatakan: �Kekristenan tidak memusnahkan kekafiran; ia menerimanya… Dari Mesir datang gagasan mengenai trinitas ilahi.� Dan dalam buku Egyptian Religion, Siegfried Morenz berkata: �Tritunggal merupakan hal yang terutama menyita perhatian para teolog Mesir… Tiga allah digabung dan diperlakukan seperti satu pribadi tunggal, disapa dalam bentuk tunggal. Dengan cara ini kekuatan rohani dari agama Mesir memperlihatkan hubungan yang langsung dengan teologi Kristen.�
    Jadi, di Aleksandria, Mesir, tokoh-tokoh gereja dari akhir abad ketiga dan permulaan abad keempat, seperti Athanasius, memperlihatkan pengaruh ini pada waktu mereka merumuskan ide-ide yang mengarah kepada Tritunggal. Pengaruh mereka sendiri meluas, sehingga Morenz menganggap �teologi Aleksandria sebagai penghubung antara warisan agama Mesir dan Kekristenan.�
    Dalam kata pengantar buku History of Christianity dari Edward Gibbon, kita membaca: �Jika Kekafiran ditaklukkan oleh Kekristenan, halnya juga benar bahwa Kekristenan telah dirongrong oleh Kekafiran. Keilahian yang murni dari orang-orang Kristen yang mula-mula… diubah, oleh Gereja Roma, menjadi dogma trinitas yang tidak dapat dimengerti. Banyak dari kepercayaan kafir, yang diciptakan oleh orang-orang Mesir dan diidealkan oleh Plato, dipertahankan sebagai sesuatu yang patut dipercayai.�
    A Dictionary of Religious Knowledge menyatakan bahwa Tritunggal �adalah suatu penyelewengan yang dipinjam dari agama-agama kafir, dan dicangkokkan ke dalam iman Kristen.� Dan The Paganism in Our Christianity berkata: �Asal usul [Tritunggal] seluruhnya kafir.�
    Itu sebabnya, dalam Encyclopedia of Religion and Ethics, James Hastings menulis: �Dalam agama di India, misalnya, kita temukan kelompok tiga serangkai Brahma, Syiwa, dan Wisnu; dan dalam agama Mesir kelompok tiga serangkai Osiris, Isis, dan Horus… Bukan hanya dalam agama-agama dalam sejarah, kita temukan Allah dianggap sebagai suatu Tritunggal. Kita khususnya dapat mengingat pandangan Neo-Platonik mengenai Realitas yang Paling Tinggi,� yang �diwakili secara tiga serangkai.� Apa hubungan antara filsuf Yunani Plato dengan Tritunggal?
    Platonisme
    PLATO, menurut perkiraan, hidup dari tahun 428 sampai 347 sebelum Kristus. Meskipun ia tidak mengajarkan Tritunggal dalam bentuknya yang sekarang, filsafatnya membuka jalan untuk itu. Belakangan, gerakan filsafat yang mencakup kepercayaan kepada kelompok-kelompok tiga serangkai bermunculan, dan semua ini dipengaruhi oleh gagasan Plato mengenai Allah dan alam.

    Nouveau Dictionnaire Universel (Kamus Universal Baru) bahasa Perancis mengatakan mengenai pengaruh dari Plato:
    �Tritunggal menurut Plato, yang sebenarnya hanyalah penyusunan kembali dari tritunggal-tritunggal yang lebih tua dan berasal dari orang-orang zaman dulu, tampaknya merupakan tritunggal yang rasional dan filosofis dari sifat-sifat yang melahirkan ketiga hypostase (zat) atau pribadi ilahi yang diajarkan oleh gerejagereja Kristen… Konsep filsuf Yunani mengenai trinitas ilahi ini… dapat ditemukan dalam semua agama [kafir] kuno.�

    The New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge memperlihatkan pengaruh dari filsafat Yunani ini: �Doktrin mengenai Logos dan Tritunggal menerima bentuknya dari Bapa-Bapa Yunani, yang… sangat dipengaruhi, secara langsung atau tidak langsung, oleh filsafat Plato… Bahwa kesalahan dan kerusakan menyusup ke dalam Gereja dari sumber ini tidak dapat disangkal.�

    The Church of the First Three Centuries mengatakan: �Doktrin Tritunggal dibentuk secara bertahap dan baru belakangan terhitung;… ia berasal dari sumber yang sama sekali tidak dikenal dalam Kitab-Kitab Suci Yahudi maupun Kristen;… ia tumbuh, dan dicangkokkan ke dalam Kekristenan, melalui tangan Bapa-Bapa pengikut Plato.�
    Menjelang akhir abad ketiga M., �Kekristenan� dan filsafat Plato yang baru, berpadu secara tidak terpisahkan. Sebagaimana dinyatakan Adolf Harnack dalam Outlines of the History of Dogma, doktrin gereja kemudian �berakar dengan kuat di tanah Hellenisme [paham Yunani kafir]. Dengan demikian ini menjadi suatu misteri bagi bagian terbesar dari orang-orang Kristen.�
    Gereja mengaku bahwa doktrin-doktrin barunya didasarkan atas Alkitab. Namun Harnack mengatakan: �Dalam kenyataan di kalangannya sendiri [gereja] mengesahkan spekulasi Hellenik, pandangan dan kebiasaan takhyul dari ibadat kafir yang bersifat misteri.�
    Dalam buku A Statement of Reasons, Andrews Norton menyatakan tentang Tritunggal: �Kita dapat menelusuri sejarah doktrin ini dan menemukan sumbernya, bukan dalam wahyu Kristen, melainkan dalam filsafat Plato… Tritunggal bukan doktrin dari Kristus dan Rasul-Rasulnya, melainkan suatu fiksi dari sekolah para pengikut Plato.�
    Jadi, pada abad keempat M., kemurtadan yang dinubuatkan oleh Yesus dan para rasul mulai berkembang penuh. Perkembangan dari Tritunggal hanya satu bukti dari ini. Gereja-gereja yang murtad juga mulai menganut gagasan kafir lain, seperti api neraka, kekekalan jiwa, dan penyembahan berhala. Secara rohani, Susunan Kristen telah memasuki abad-abad kegelapannya yang telah dinubuatkan, dikuasai oleh golongan pendeta �manusia durhaka� yang terus bertambah besar.-2 Tesalonika 2:3, 7.

    Mengapa Nabi-Nabi Allah Tidak Mengajarkannya?
    MENGAPA, selama ribuan tahun, tidak seorang pun dari nabi-nabi Allah mengajarkan umat-Nya mengenai Tritunggal?
    Pada kesempatan terakhir, tidakkah Yesus akan menggunakan kecakapannya sebagai Guru Agung untuk menjelaskan Tritunggal kepada para pengikutnya? Apakah Allah akan mengilhami ratusan halaman dari Alkitab namun tidak menggunakan pengajaran ini untuk mengajarkan Tritunggal jika hal itu memang �doktrin utama� dari iman?
    Apakah orang-orang Kristen harus percaya bahwa berabad-abad setelah Kristus dan setelah mengilhami penulisan Alkitab, Allah akan mendukung perumusan suatu doktrin yang tidak dikenal oleh hamba-hamba-Nya selama ribuan tahun, doktrin yang merupakan �misteri yang tidak dapat dimengerti� �di luar jangkauan akal manusia,� doktrin yang diakui mempunyai latar belakang kafir dan �sebagian besar adalah masalah politik gereja?�
    Bukti dari sejarah sudah jelas: Ajaran Tritunggal adalah penyimpangan dari kebenaran, kemurtadan darinya.

    APA YANG ALKITAB KATAKAN MENGENAI ALLAH DAN YESUS?
    JIKA orang membaca Alkitab dari depan sampai belakang tanpa memiliki gagasan sebelumnya mengenai Tritunggal, apakah mereka dengan sendirinya akan sampai pada konsep tersebut? Sama sekali tidak.
    Apa yang dengan sangat jelas akan timbul dalam pikiran seorang pembaca yang netral ialah bahwa Allah saja Yang Mahatinggi, sang Pencipta, terpisah dan berbeda dari pribadi manapun, dan bahwa Yesus, bahkan dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia, juga terpisah dan berbeda, suatu makhluk yang diciptakan, lebih rendah daripada Allah.
    Allah Itu Satu, Bukan Tiga
    AJARAN Alkitab bahwa Allah itu esa atau satu disebut monoteisme. Dan L. L. Paine, profesor sejarah gereja, menyatakan bahwa monoteisme dalam bentuknya yang paling murni tidak mengizinkan adanya Tritunggal: �Perjanjian Lama secara tegas adalah monoteistis. Allah adalah suatu pribadi tunggal. Gagasan bahwa suatu tritunggal dapat ditemukan di dalamnya… sama sekali tidak berdasar.�
    Apakah ada perubahan dari monoteisme setelah Yesus datang ke bumi? Paine menjawab: �Mengenai hal ini tidak ada pemisah antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tradisi monoteistis terus dilanjutkan. Yesus adalah seorang Yahudi, dilatih oleh orang-tua Yahudi dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Ajarannya sepenuhnya Yahudi: memang suatu injil baru, namun bukan suatu teologi baru… Dan ia menerima sebagai kepercayaannya sendiri ayat agung dari monoteisme Yahudi:
    �Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah satu Allah��
    Kata-kata tersebut terdapat dalam Ulangan 6:4. New Jerusalem Bible (NJB) Katolik berbunyi: �Dengarlah, Israel: Yahweh Allah kita adalah esa, satu-satunya Yahweh.�[1] Dalam tata bahasa dari ayat itu. kata �esa� tidak mengandung sifat jamak untuk menyatakan bahwa kata itu mempunyai arti yang lain, yaitu bukan satu pribadi.

    Catatan kaki:
    [1] Nama Allah dinyatakan �Yahweh� dalam beberapa terjemahan, �Jehovah� dalam terjemahan-terjemahan lain (dalam bahasa Inggris).

    Rasul Kristen Paulus tidak menunjukkan adanya perubahan dalam sifat Allah, bahkan setelah Yesus datang ke bumi. Ia menulis: �Allah adalah satu.� -Galatia 3: 20, lihat juga 1 Korintus 8:4-6.
    Ribuan kali dalam seluruh Alkitab, Allah disebutkan sebagai satu Pribadi. Bila Ia berfirman, ini adalah sebagai satu Pribadi yang tidak terbagi. Alkitab benar-benar sangat jelas dalam hal ini. Seperti Allah katakan: �Aku ini [Yehuwa], itulah namaKu; Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain. � (Yesaya 42 :8) �Akulah Yahweh Allahmu… Engkau tidak boleh memiliki allah-allah lain kecuali aku.� (Cetak miring red.)-Keluaran 20: 2, 3, JB.
    Untuk apa semua penulis Alkitab yang diilhami Allah akan berbicara mengenai Allah sebagai satu Pribadi jika Ia sebenarnya adalah tiga Pribadi? Apa gunanya hal itu, selain dari menyesatkan orang? Tentu, jika Allah terdiri dari tiga Pribadi, la akan menyuruh para penulis Alkitab-Nya untuk membuat hal itu benar-benar jelas sehingga tidak mungkin ada keraguan mengenai hal itu. Sedikitnya para penulis Kitab-Kitab Yunani Kristen yang mempunyai hubungan pribadi dengan Anak Allah sendiri tentu akan berbuat demikian. Ternyata tidak.
    Sebaliknya, apa yang dinyatakan dengan sangat jelas oleh para penulis Alkitab ialah bahwa Allah adalah satu Pribadi;
    Pribadi yang unik, tidak terbagi-bagi yang tidak setara dengan siapapun juga: �Akulah [Yehuwa] dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. � (Yesaya 45:5) �Engkau sajalah yang bernama [Yehuwa], Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.�-Mazmur 83 :19.

    Bukan Allah yang Jamak
    YESUS menyebut Allah �satu-satunya Allah yang benar.� (Yohanes 17:3) Ia tidak pernah menyebut Allah sebagai ilahi yang terdiri dari pribadi-pribadi jamak. Itulah sebabnya dalam Alkitab tidak ada satu pribadi pun selain Yehuwa yang disebut Yang Mahakuasa. Jika tidak, arti kata �mahakuasa� tidak berlaku lagi. Yesus maupun roh kudus tidak pernah disebut demikian, karena hanya Yehuwa yang paling tinggi. Dalam Kejadian 17:1 Ia berkata: �Akulah Allah Yang Mahakuasa.� Dan Keluaran 18:11 berbunyi: �[Yehuwa] lebih besar dari segala allah.�
    Dalam Kitab-Kitab Ibrani, kata �eloh�ah (allah) mempunyai dua bentuk jamak, yaitu, �elo-him� (allah-allah) dan �elo-heh� (allah-allah dari). Bentuk-bentuk jamak ini umumnya memaksudkan Yehuwa, dan dalam hal itu kata-kata tersebut diterjemahkan dalam bentuk tunggal sebagai �Allah.� Apakah bentuk-bentuk jamak tersebut menyatakan suatu Tritunggal? Tidak. Dalam A Dictionary of the Bible, William Smith berkata: �Gagasan khayalan bahwa [�elo-him�] memaksudkan tritunggal dari pribadi-pribadi dalam Keilahian, sekarang hampir tidak mempunyai pendukung lagi di kalangan para sarjana. Hal itu adalah apa yang disebut para ahli tata bahasa bentuk jamak dari keagungan, atau itu menyatakan kepenuhan dari kekuatan ilahi. Kuasa keseluruhan yang diperlihatkan oleh Allah.�

    The American Journal of Semitic Languages and Literatures mengatakan tentang �elo-him.� �Ini hampir selalu dijelaskan dengan suatu predikat kata kerja tunggal, dan membutuhkan atribut kata sifat tunggal.� Untuk menggambarkan ini, gelar �elo-him� muncul 35 kali secara tersendiri dalam kisah penciptaan, dan setiap kali kata kerja yang menggambarkan apa yang Allah katakan dan lakukan adalah dalam bentuk tunggal. (Kejadian 1:1-2:4) Jadi, publikasi itu menyimpulkan: �[�Elo-him�] agaknya harus dijelaskan sebagai bentuk jamak yang bersifat intensif, yang menyatakan kebesaran dan keagungan.�
    �Elo-him� bukan berarti �pribadi-pribadi,� melainkan �allah-allah.� Jadi mereka yang berkukuh bahwa kata ini menyatakan suatu Tritunggal menjadikan diri sendiri politeis, penyembah lebih dari satu Allah. Mengapa? Karena ini berarti ada tiga allah dalam Tritunggal. Namun hampir semua pendukung Tritunggal menolak pandangan bahwa Tritunggal terdiri dari tiga allah yang terpisah.
    Alkitab juga menggunakan kata-kata �elo-him� dan �elo-heh� bila menyebutkan sejumlah allah-allah berhala yang palsu.
    (Keluaran 12:12; 20:23). Namun pada kesempatan lain hal itu bisa memaksudkan hanya satu allah palsu, seperti ketika orang-orang Filistin menyebutkan �Dagon, allah mereka [�elo-heh�].� (Hakim 16:23, 24) Baal disebut �allah
    [�elo-him]� (1 Raja 18:27) Selain itu, ungkapan ini digunakan untuk manusia. (Mazmur 82:1, 6) Musa diberi tahu bahwa dia akan menjadi �Allah [�elo-him�]� bagi Harun dan bagi Firaun.-Keluaran 4:16; 7:1.

    Jelas, menggunakan gelar-gelar �elo-him� dan �elo-heh �untuk allah-allah palsu, dan bahkan manusia, tidak menyatakan bahwa masing-masing adalah allah-allah yang jamak; demikian juga menerapkan �elo-him� atau �elo-heh� pada Yehuwa tidak berarti bahwa Ia lebih dari satu Pribadi, terutama bila kita mempertimbangkan bukti dari ayat-ayat lain dalam Alkitab mengenai pokok ini.

    Yesus Ciptaan yang Terpisah
    KETIKA berada di atas bumi, Yesus adalah seorang manusia, meskipun manusia yang sempurna karena Allah telah memindahkan daya kehidupan dari Yesus ke dalam rahim Maria. (Matius 1: 18-25) Namun itu bukan awal kehidupannya. Ia sendiri menyatakan bahwa ia �telah turun dari sorga.� (Yohanes 3:13) Jadi wajarlah bila ia belakangan berkata kepada para pengikutnya: �Bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia [Yesus] naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?�-Yohanes 6:62.
    Jadi. Yesus sudah hidup di surga sebelum datang ke bumi. Tetapi apakah sebagai salah satu pribadi dalam Keilahian tiga serangkai yang mahakuasa dan kekal? Tidak, karena Alkitab dengan jelas menerangkan bahwa sebelum menjadi manusia, Yesus adalah suatu makhluk roh yang diciptakan sama seperti malaikat-malaikat adalah makhluk-makhluk roh yang diciptakan oleh Allah. Para malaikat maupun Yesus tidak hidup sebelum mereka diciptakan.
    Yesus, sebelum hidup sebagai manusia, adalah �yang sulung dari segala yang diciptakan.� (Kolose 1:15) Ia adalah �permulaan dari ciptaan Allah.� (Wahyu 3:14) �Permulaan� [bahasa Yunani, ar-khe�] tidak dapat ditafsirkan bahwa Yesus adalah �pemula� dari ciptaan Allah. Dalam tulisan-tulisannya di Alkitab, Yohanes menggunakan berbagai bentuk dari kata Yunani ar-khe� lebih dari 20 kali, dan ini selalu mempunyai arti umum �permulaan.� Ya, Yesus diciptakan oleh Allah sebagai permulaan dari ciptaan-ciptaan Allah yang tidak kelihatan.
    Perhatikan betapa erat hubungan antara acuan-acuan kepada asal usul Yesus dengan pernyataan-pernyataan yang diungkapkan oleh �hikmat� kiasan dalam buku Amsal di Alkitab: �TUHAN [Yahweh, NJB] telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaanNya, sebagai perbuatanNya yang pertama-tama dahulu kala. Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama [�unsur-unsur pertama dari dunia,� NJB].� (Amsal 8: 12, 22, 25, 26)
    Meskipun istilah �hikmat� digunakan untuk mempersonifikasi pribadi yang Allah ciptakan, kebanyakan sarjana setuju bahwa ini sebenarnya adalah kata kiasan untuk Yesus sebagai makhluk roh sebelum hidup sebagai manusia.

    Sebagai �hikmat� sebelum menjadi manusia, Yesus selanjutnya berkata bahwa ia berada �di sampingNya [Allah], seorang pekerja ahli.� (Amsal 8: 30. JB) Selaras dengan peranan sebagai pekerja ahli ini, Kolose 1:16 (BIS) mengatakan tentang Yesus bahwa �melalui dialah Allah menciptakan segala sesuatu di surga dan di atas bumi.�

    Jadi melalui pekerja ahli inilah, seolah-olah mitra kerja-Nya yang lebih muda, Allah Yang Mahakuasa menciptakan semua perkara lain. Alkitab meringkaskan masalahnya sebagai berikut: �Bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu… dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang melalui dia, segala sesuatu telah dijadikan.� (Cetak miring red.)-1 Korintus 8:6, Revised Standard Version, edisi Katolik; BIS.
    Tiada sangsi lagi bahwa kepada pekerja ahli inilah Allah berkata: �Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.� (Kejadian 1: 26) Ada yang mengatakan bahwa �Kita� dalam pernyataan ini menunjukkan suatu Tritunggal. Namun jika anda mengatakan, �Baiklah kita membuat sesuatu untuk diri kita,� tidak seorang pun akan secara wajar memahami bahwa ini menyatakan beberapa orang digabungkan menjadi satu di dalam diri anda. Anda hanya memaksudkan bahwa dua pribadi atau lebih akan bersama-sama mengerjakan sesuatu. Maka, demikian pula, ketika Allah menggunakan �Kita,� Ia hanya menyapa suatu pribadi lain, makhluk roh-Nya yang pertama, sang pekerja ahli, pramanusia Yesus.

    Dapatkah Allah Dicobai?
    DALAM Matius 4:1, Yesus dikatakan �dicobai Iblis.� Setelah menunjukkan kepada Yesus semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,� Setan berkata: �Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku.� (Matius 4:8, 9) Setan berupaya untuk membuat Yesus tidak loyal kepada Allah.
    Tetapi ujian keloyalan macam apakah itu jika Yesus adalah Allah? Dapatkah Allah memberontak melawan diri-Nya sendiri? Tidak, tetapi malaikat-malaikat dan manusia dapat memberontak melawan Allah dan telah berbuat demikian. Cobaan atas Yesus hanya masuk akal jika ia, bukan Allah, melainkan suatu pribadi yang terpisah yang mempunyai kehendak bebasnya sendiri, pribadi yang bisa saja tidak loyal jika ia memutuskan demikian, seperti halnya malaikat atau manusia.
    Sebaliknya, kita tidak dapat membayangkan bahwa Allah dapat berdosa dan tidak loyal kepada diri-Nya sendiri. �PekerjaanNya sempurna… Allah yang setia,… adil dan benar Dia.� (Ulangan 32:4) Jadi jika Yesus adalah Allah, ia tidak mungkin dicobai.-Yakobus 1:13.
    Karena bukan Allah, Yesus bisa saja tidak loyal. Namun ia tetap setia, dengan mengatakan: �Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan [Yehuwa, NW], Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!�-Matius 4:10.
    Berapa Besar Harga Tebusan Itu?
    SALAH satu alasan utama Yesus datang ke bumi juga mempunyai hubungan langsung dengan Tritunggal. Alkitab menyatakan:
    �Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diriNya sebagai tebusan [yang sesuai, NW] bagi semua manusia.�-1 Timotius 2: 5,6.
    Yesus, yang tidak lebih dan tidak kurang daripada seorang manusia sempurna, menjadi tebusan yang dengan tepat mengganti rugi apa yang telah dihilangkan Adam -hak untuk hidup sebagai manusia sempurna di bumi. Jadi Yesus dengan tepat dapat disebut �Adam yang akhir� oleh rasul Paulus, yang berkata dalam ikatan kalimat yang sama: �Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.� (1 Korintus 15: 22, 45) Kehidupan manusia yang sempurna dari Yesus adalah �tebusan yang sesuai� yang dituntut oleh keadilan ilahi-tidak lebih, tidak kurang. Suatu prinsip dasar bahkan dari keadilan manusia ialah bahwa harga yang dibayar harus sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.
    Tetapi, jika Yesus adalah bagian dari suatu Keilahian, harga tebusan akan sangat jauh lebih tinggi daripada apa yang dituntut oleh Taurat Allah sendiri. (Keluaran 21:23-25;
    Imamat 24:19-21) Yang berdosa di Eden hanya seorang manusia sempurna, Adam, bukan Allah. Maka tebusan itu, agar benar-benar selaras dengan keadilan Allah, harus tepat sama nilainya-seorang manusia sempurna, �Adam yang akhir.� Maka, ketika Allah mengutus Yesus ke bumi sebagai tebusan itu, Ia menjadikan Yesus sebagai sesuatu yang akan memenuhi keadilan, bukan suatu inkarnasi, bukan manusia-allah, melainkan manusia sempurna, �lebih rendah daripada malaikat-malaikat.� (Ibrani 2:9; bandingkan Mazmur 8: 6, 7.)
    Bagaimana mungkin suatu bagian dari Keilahian yang mahakuasa Bapa, Anak, atau roh kudus-dapat lebih rendah daripada malaikat-malaikat?
    Bagaimana �Satu-Satunya yang Diperanakkan�?
    ALKITAB menyebut Yesus �Anak Tunggal� atau dalam bahasa Inggris, �only-begotten Son� (�Anak satu-satunya yang diperanakkan�). (Yohanes 1:14; 3:16, 18; 1 Yohanes 4:9) Para penganut Tritunggal mengatakan bahwa karena Allah itu kekal, maka Anak Allah juga kekal. Namun bagaimana seseorang bisa menjadi anak dan pada waktu yang sama umurnya setua ayahnya?
    Para penganut Tritunggal mengatakan bahwa dalam hal Yesus, �satu-satunya yang diperanakkan� tidak sama dengan definisi kamus untuk �memperanakkan� yang adalah �memberi kehidupan sebagai bapa.� (Webster�s Ninth New Collegiate Dictionary) Mereka berkata bahwa dalam hal Yesus ini memaksudkan �sifat dari hubungan tanpa asal usul,� semacam hubungan anak tunggal tetapi tanpa ia diperanakkan. (Vine�s Expository Dictionary of Old and New Testament Words, karya Vine) Apakah hal itu kedengaran masuk akal bagi anda? Dapatkah seorang pria menjadi ayah seorang anak tanpa memperanakkan dia?
    Selain itu, mengapa Alkitab menggunakan kata Yunani yang sama untuk �satu-satunya yang diperanakkan� (seperti diakui oleh Vine tanpa penjelasan apapun) untuk menggambarkan hubungan antara Ishak dengan Abraham? Ibrani 11:17 menyebut Ishak sebagai �anaknya [Abraham] yang tunggal,� atau dalam bahasa Inggris �anak satu-satunya yang diperanakkan.� Tidak mungkin ada keraguan bahwa dalam hal Ishak, ia satu-satunya yang diperanakkan dalam arti yang normal, tidak sama dalam umur atau kedudukkan dengan ayahnya.
    Kata dasar bahasa Yunani untuk �satu-satunya yang diperanakkan� yang digunakan untuk Yesus dan Ishak ialah monogenes�, dari mo�nos, yang berarti �satu-satunya,� dan gi�no-mai, sebuah akar kata yang berarti �menghasilkan,� �menjadi (menjadi ada),� kata Exhaustive Concordance oleh Strong. Maka, monogenes� didefinisikan sebagai: �Satu-satunya yang dilahirkan, satu-satunya yang diperanakkan, artinya satu-satunya anak.�-A Greek and English Lexicon of the New Testament, oleh E. Robinson. Theological Dictionary of the New Testament,, dengan penyunting Gerhard Kittel, berkata: �[Monogenes] berarti �keturunan satu-satunya� yaitu, tanpa saudara laki-laki atau perempuan.� Buku ini juga menyatakan bahwa dalam Yohanes 1:18; 3: 16, 18; dan 1 Yohanes 4:9, �hubungan Yesus tidak hanya disamakan dengan hubungan seorang anak tunggal atau satu-satunya anak dengan ayahnya. Ini memang hubungan antara anak satu-satunya yang diperanakkan oleh sang Bapa.�

    Jadi, kehidupan Yesus, Anak satu-satunya yang diperanakkan, mempunyai permulaan. Dan Allah Yang Mahakuasa dengan tepat dapat disebut Yang Memperanakkan dia, atau Bapa-Nya dalam arti yang sama seperti seorang ayah jasmani di bumi, seperti Abraham, memperanakkan seorang anak. (Ibrani 11:17) Maka, bila Alkitab menyebut Allah sebagai �Bapa� dari Yesus, ini memaksudkan tepat seperti yang dikatakannya -bahwa mereka adalah dua pribadi yang terpisah. Allah yang senior. Yesus yang yunior -dalam hal waktu atau umur, kedudukan, kuasa, dan pengetahuan.
    Bila seseorang mempertimbangkan bahwa Yesus bukan satu-satunya makhluk roh, anak Allah yang diciptakan di surga, halnya menjadi jelas mengapa istilah �Anak Tunggal� atau �Anak satu-satunya yang diperanakkan� digunakan dalam hal Yesus. Tidak terhitung banyaknya makhluk roh lain yang diciptakan, malaikat-malaikat, juga disebut �anak-anak Allah,� dalam arti yang sama seperti halnya Adam, karena daya kehidupan mereka berasal dari Allah Yehuwa, Sumber Kehidupan. (Ayub 38:7; Mazmur 36:10; Lukas 3:38) Namun mereka semua diciptakan melalui �Anak Tunggal,� yang adalah pribadi satu-satunya yang langsung diperanakkan oleh Allah.-Kolose 1 :15-17.
    Apakah Yesus Dianggap Allah?
    MESKIPUN Yesus sering disebut Anak Allah dalam Alkitab, tidak seorang pun pada abad pertama pernah menganggap dia sebagai Allah Anak. Bahkan hantu-hantu, yang �percaya bahwa hanya ada satu Allah,� mengetahui dari pengalaman mereka di alam roh bahwa Yesus bukan Allah. Maka, dengan tepat mereka menyapa Yesus sebagai �Anak Allah� yang terpisah. (Yakobus 2:19: Matius 8:29) Dan ketika Yesus mati, para prajurit Roma yang kafir itu yang sedang berjaga cukup mengetahui untuk dapat mengatakan bahwa apa yang mereka dengar dari para pengikut Yesus pasti benar, bukan bahwa Yesus adalah Allah, melainkan bahwa �sungguh, ia ini adalah Anak Allah.�-Matius 27: 54.
    Maka, ungkapan �Anak Allah� menunjuk kepada Yesus sebagai makhluk yang terpisah dan diciptakan, bukan bagian dari Tritunggal. Sebagai Anak Allah, ia tidak mungkin Allah sendiri, karena Yohanes 1:18 berkata: �Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah.�
    Murid-murid memandang Yesus sebagai �pengantara yang esa antara Allah dan manusia,� bukan sebagai Allah sendiri. (1 Timotius 2:5) Karena menurut definisi seorang pengantara adalah seorang yang terpisah dari mereka yang membutuhkan pengantara, suatu kontradiksi jika Yesus adalah satu kesatuan dengan salah satu pihak yang ia coba perdamaikan. Itu berarti ia pura-pura menjadi pengantara, padahal bukan.
    Alkitab memang jelas dan konsisten berkenaan hubungan antara Allah dengan Yesus. Allah Yehuwa saja Yang Mahakuasa. Ia secara langsung menciptakan pramanusia Yesus. Jadi, Yesus mempunyai permulaan dan tidak pernah dapat setara dengan Allah dalam kuasa atau kekekalan.

    APAKAH ALLAH SELALU LEBIH UNGGUL DARIPADA YESUS?
    YESUS tidak pernah mengaku sebagai Allah. Segala sesuatu yang ia katakan tentang dirinya menunjukkan bahwa ia tidak menganggap dirinya sama dengan Allah dalam hal apapun -tidak dalam hal kuasa, tidak dalam pengetahuan, tidak dalam umur.
    Dalam setiap periode keberadaannya, tidak soal di surga atau di atas bumi, ucapan-ucapan dan tingkah lakunya mencerminkan kedudukan yang lebih rendah daripada Allah. Allah selalu yang lebih unggul, Yesus adalah pribadi yang lebih rendah yang diciptakan oleh Allah.

    Yesus Dibedakan Dari Allah
    BERULANG kali, Yesus menunjukkan bahwa ia adalah makhluk yang terpisah dari Allah dan bahwa ia, Yesus, mempunyai Allah di atas dirinya, Allah yang ia sembah, Allah yang ia sebut �Bapa.� Dalam doa kepada Allah, yaitu sang Bapa, Yesus berkata, �Engkau, satu-satunya Allah yang benar.� (Yohanes 17:3) Dalam Yohanes 20:17 ia berkata kepada Maria Magdalena:
    �Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.� Dalam 2 Korintus 1:3 rasul Paulus meneguhkan hubungan ini: �Terpujilah Allah, Bapa [dari] Tuhan kita Yesus Kristus.� Karena Yesus mempunyai Allah, Bapanya, ia tidak mungkin pada waktu yang sama juga adalah Allah itu.
    Rasul Paulus tidak mempunyai keraguan untuk menyebut Yesus dan Allah sebagai pribadi-pribadi yang terpisah dan berbeda:
    �Bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa,… dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus.� (1 Korintus 8:6) Rasul itu menunjukkan perbedaannya ketika ia menyebutkan �di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat malaikat pilihanNya.� (1 Timotius 5:21) Jadi sama seperti Paulus menyebut Yesus dan para malaikat sebagai pribadi-pribadi yang berbeda satu sama lain di surga, demikian pula Yesus berbeda dengan Allah.
    Kata-kata Yesus dalam Yohanes 8:17, 18 juga penting. Ia berkata: �Dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diriKu sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.� Di sini Yesus menunjukkan bahwa ia dan sang Bapa, yaitu Allah Yang Mahakuasa, harus dua kesatuan yang berbeda, jika tidak bagaimana mungkin benar-benar ada dua saksi?
    Yesus selanjutnya menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang terpisah dari Allah dengan mengatakan: �Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.� (Markus 10:18) Jadi Yesus mengatakan bahwa tidak ada pribadi lain manapun yang sebaik Allah, bahkan Yesus sendiri tidak. Allah adalah baik dengan cara yang membuat Ia terpisah dari Yesus.

    Hamba Allah yang Menundukkan Diri
    BERULANG kali, Yesus memberikan pernyataan-pernyataan seperti: �Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya.� (Yohanes 5:19) �Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.� (Yohanes 6:38) �AjaranKu tidak berasal dari diriKu sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.� (Yohanes 7:16) Bukankah yang mengutus lebih unggul dari yang diutus?
    Hubungan ini nyata dalam perumpamaan Yesus tentang kebun anggur. Ia menyamakan Allah, Bapanya, dengan pemilik kebun anggur, yang pergi ke luar negeri dan meninggalkan kebun itu dalam tangan para penggarap, yang melambangkan imam-imam Yahudi. Ketika sang pemilik kemudian mengutus seorang hamba untuk mendapatkan hasil dari kebun anggur itu, para penggarap memukul hamba tersebut dan mengusirnya dengan tangan kosong. Kemudian sang pemilik mengutus hamba yang kedua, dan kemudian yang ketiga, yang kedua-duanya mendapat perlakuan sama. Akhirnya, pemilik kebun itu berkata: �Aku akan menyuruh anakku [Yesus] yang kekasih, tentu ia mereka segani.� Namun para penggarap yang korup itu berkata: �Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisan ini menjadi milik kita. Lalu mereka melemparkan dia ke luar kebun anggur itu dan membunuhnya.� (Lukas 20:9-16) Jadi Yesus menggambarkan kedudukannya sendiri sebagai pribadi yang diutus oleh Allah untuk melakukan kehendak Allah, sama seperti seorang ayah mengutus seorang anak yang tunduk.
    Para pengikut Yesus selalu memandangnya sebagai hamba Allah yang menundukkan diri, bukan sebagai pribadi yang sama dengan Allah. Mereka berdoa kepada Allah mengenai �Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi,… tanda-tanda dan mujizat-mujizat [dilakukan] oleh nama Yesus, HambaMu yang kudus.�-Kisah 4:23, 27, 30.

    Allah Lebih Unggul Sepanjang Zaman
    PADA awal mula pelayanan Yesus, ketika ia ke luar dari air pembaptisan, suara Allah dari surga berkata: �Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.� (Matius 3:16, 17) Apakah Allah berkata bahwa Ia adalah Anak-Nya sendiri, bahwa Ia berkenan kepada diri-Nya sendiri, bahwa Ia mengutus diri-Nya sendiri? Tidak, Allah sang Pencipta mengatakan bahwa Ia, sebagai yang lebih unggul, berkenan kepada pribadi yang lebih rendah, Anak-Nya, Yesus, untuk melakukan pekerjaan yang ada di hadapan.
    Yesus menyatakan keunggulan Bapanya ketika ia berkata: �Roh Tuhan [Yehuwa, NW] ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.� (Lukas 4:18) Pengurapan adalah pemberian wewenang atau tugas oleh orang yang lebih tinggi kepada seseorang yang masih belum mempunyai wewenang. Di sini, Allah adalah jelas yang lebih unggul, karena Ia mengurapi Yesus, memberinya wewenang yang tidak ia miliki sebelumnya.
    Yesus membuat jelas keunggulan Bapanya ketika ibu dari dua murid memohon agar putra-putranya masing-masing duduk di sebelah kanan dan di sebelah kiri Yesus bila ia memerintah dalam Kerajaannya. Yesus menjawab: �Hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa BapaKu [yaitu Allah] telah menyediakannya.� (Matius 20:23) Jika Yesus adalah Allah Yang Mahakuasa, ia berhak memberikan kedudukan tersebut. Namun Yesus tidak dapat melakukan itu, karena ini adalah hak Allah, dan Yesus bukan Allah.
    Doa Yesus sendiri merupakan contoh yang ampuh dari kedudukannya yang lebih rendah. Ketika Yesus akan mati, ia memperlihatkan siapa pribadi yang lebih unggul daripada dia dengan berdoa: �Ya BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaKu; tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.� (Lukas 22:42) Kepada siapakah ia berdoa? Kepada sebagian dari dirinya sendiri? Tidak, ia berdoa kepada pribadi yang sama sekali terpisah darinya, Bapanya, Allah, yang kehendak-Nya lebih unggul dan bisa saja berbeda dari kehendaknya sendiri, satu-satunya Pribadi yang dapat �mengambil cawan ini.�
    Kemudian, ketika mendekati kematian, Yesus berseru:
    �Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?� (Markus 15: 34) Kepada siapakah Yesus berseru? Kepada dirinya sendiri atau bagian dari dirinya? Pasti seruan itu, �Allahku,� tidak berasal dari seseorang yang menganggap dirinya sendiri Allah. Dan jika Yesus adalah Allah, maka oleh siapa ia ditinggalkan? Dirinya sendiri? Hal itu tidak masuk akal. Yesus juga berkata: �Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu� (Lukas 23:46) Jika Yesus adalah Allah, mengapa ia harus menyerahkan nyawanya kepada sang Bapa?
    Setelah Yesus mati, ia berada dalam kuburan selama sebagian dari tiga hari. Jika ia adalah Allah, maka Habakuk 1:12 (NW)
    keliru ketika berkata: �Allahku, Yang Mahakudus, Engkau tidak mati.� Namun Alkitab berkata bahwa Yesus mati dan tidak sadar dalam kuburan. Dan siapakah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati? Dan jika ia benar-benar mati, ia tidak mungkin membangkitkan dirinya sendiri. Sebaliknya jika ia tidak benar-benar mati, kematiannya yang pura-pura tidak akan membayar harga tebusan untuk dosa Adam. Tetapi ia benar-benar membayar harga itu sepenuhnya melalui kematiannya yang sungguh-sungguh. Jadi �Allah [yang] membangkitkan [Yesus] dengan melepaskan Dia dari sengsara maut.� (Kisah 2:24) Yang lebih unggul, Allah Yang Mahakuasa, membangkitkan yang kurang unggul, hamba-Nya Yesus, dari kematian.

    Apakah kesanggupan Yesus untuk melakukan mukjizat-mukjizat, seperti membangkitkan orang, menunjukkan bahwa ia adalah Allah? Nah, rasul-rasul dan nabi Elia serta nabi Elisa juga mempunyai kuasa itu, namun hal itu tidak membuat mereka lebih tinggi daripada manusia. Allah memberikan kuasa untuk melakukan mukjizat-mukjizat kepada nabi-nabi, Yesus, dan rasul-rasul untuk menunjukkan bahwa Ia mendukung mereka. Namun hal itu tidak membuat mereka semua bagian dari Keilahian yang jamak.

    Pengetahuan Yesus Terbatas
    KETIKA Yesus memberikan nubuatnya mengenai akhir sistem ini, ia berkata: �Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.� (Markus 13:32) Jika Yesus adalah Anak yang setara, bagian dari Keilahian, ia pasti mengetahui apa yang diketahui sang Bapa. Namun Yesus tidak tahu, karena ia tidak setara dengan Allah.
    Demikian pula, kita membaca dalam Ibrani 5:8 bahwa Yesus �belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya.� Dapatkah kita membayangkan bahwa Allah harus belajar sesuatu? Tidak, tetapi Yesus memang demikian, karena ia tidak mengetahui segala sesuatu yang Allah ketahui. Dan ia harus belajar sesuatu yang Allah tidak akan pernah perlu pelajari -ketaatan. Allah tidak pernah harus menaati siapapun.
    Perbedaan antara apa yang Allah ketahui dan apa yang Kristus ketahui juga nyata ketika Yesus dibangkitkan ke surga untuk tinggal bersama Allah. Perhatikan kata-kata pertama dari buku Alkitab yang terakhir: �Wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepadaNya.� (Wahyu 1:1) Jika Yesus sendiri adalah bagian dari Keilahian, apakah ia perlu diberi Wahyu oleh bagian lain dari Keilahian itu -Allah? Pasti ia sudah mengetahui semuanya, karena Allah mengetahuinya. Namun Yesus tidak tahu, karena ia bukan Allah.
    Yesus Tetap Lebih Rendah Kedudukannya
    DALAM kehidupannya sebelum menjadi manusia, dan juga ketika ia berada di atas bumi, Yesus lebih rendah dari Allah. Setelah dibangkitkan, ia tetap berada dalam kedudukan yang lebih rendah, nomor dua.
    Ketika berbicara tentang kebangkitan Yesus, Petrus dan orang-orang yang besertanya mengatakan kepada Sanhedrin Yahudi: �Dialah [Yesus] yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan [�ke,� NW] tangan kananNya.� (Kisah 5:31) Paulus berkata: �Allah sangat meninggikan Dia.� (Filipi 2:9) Jika Yesus adalah Allah, bagaimana mungkin Yesus ditinggikan, yaitu dinaikkan kepada kedudukan yang lebih tinggi yang sudah ia miliki sebelumnya? Ia tentu sudah merupakan bagian dari Tritunggal dengan kedudukan yang tinggi. Jika, sebelum ditinggikan, Yesus setara dengan Allah, meninggikan dia lebih tinggi lagi akan membuatnya lebi

  97. Musyadad Says:

    Aku mao paste pernyataan2 yg dilontarkan oleh pihak yg mendukung siapmurtad;

    1. “shinchan Says:

    April 22, 2010 at 3:59 am

    Kevin.. Kevin… Kevin…
    1) Salib itu memang untuk orang yang terkutuk. Dosa itu terkutuk di mataNYA. Namun, IA rela untuk dihina supaya kmu nggak lagi terkutuk.”

    MASALAHNYA: Berarti Tuhan Yesus mati terkutuk dong?

    2. “tanya dunk ama Orang Kristen yang soleh… tengkyu…”

    MASALAHNYA: apakah ada sebutan soleh untuk orang Kristen? Kata2 soleh itu untuk orang muslim. Soleh untuk muslim laki2 solehah untuk muslim perempuan.

    3. “rudi Says:

    April 17, 2010 at 8:38 am

    orang yg suka mencari kejelekan orang itulah sebenarnya yang jelek sejelek jeleknya”

    MASALAHNYA: di web blog ini siapa yg menjelekkan siapa?

    4. “shinchan Says:

    April 22, 2010 at 4:11 am

    Memang benar, DIA itu orang yg nggak pernah sekolah. Tapi, DIA itu menang debat lho ama orang2 ahli kitab (Farisi dan Saduki); Seorang tokoh Farisi aja mpe konsultasi ama DIA waktu malam2, selain itu, DIA juga merintahkan semua orang untuk mbayar pajak. Apa itu artinya DIa nggak ngerti kewarganegaraan?
    Ya, memang DIA pernah mati. Tapi, jgn lupa DIA itu bangkit juga bahkan telah naik ke surga.”

    MASALAHNYA: Kalau Tuhan bisa mati, berarti manusia (pasuka Romawi) lebih hebat daripada Tuhan dong? Trus, klau Tuhan bisa mati, siapa yg membangkitkan Tuhan yg sudah mati itu?

    5. “abdurrahman Says:

    April 21, 2010 at 3:57 am

    DAHULU NAMAKU ADALAH FRANCISCUS XAVERIUS SUGISTIMIN … SEORANG YANG TERSESAT MASUK KRISTEN… ALKHAMDULILLAH SEKARANG DAH MENJADI MUSLIM SEJATI SEKARANG SUDAH JADI MU’ALAF.. SETELAH BERTAHUN2 SAYA JADI MUNAFIK.. PERLU TAU DI DALAM INJIL SEKARANG BANYAK SEKALI KEBOHO0NGAN KEBOHONGAN… HANYA ISLAM AGAMA YANG LURUSS ALLAHUAKBAR”

    MASALAHNYA: ini baru pernyataan dari 1orang mualaf, sedangkan jaman sekarang mulai banyak mualaf di seluruh dunia.

    6. “siapmurtad Says:

    April 27, 2010 at 4:35 pm

    Daud TIDAK PERNAH berzina dengan Anaknya Sendiri. Rio Geovanie, mungkin salah baca. Tuhan YAHWEH itulah namanya untuk selama-lamanya. Yesus artinya YAHWEH yang Menyelamatkan. kata “ALLAH” memang mulai ditinggalkan oleh sebagian umat Kristen di Indonesia”

    MASALAHNYA: jika Anda bisa menyebut Rio Geovanie salah baca, maka Anda, siapmurtad, juga salah baca tentang sejarah Nabi Muhammad saw.
    Kata Allah dlam umat kristiani Indonesia sudah ditinggalkan, karena Indonesia negara mayoritas Muslim…

    7. “Samuel Hadi Says:

    June 8, 2010 at 3:00 am

    Pertama, bisa dikatakan bahwa umat Muslim memberikan penghormatan yang paling tinggi kepada semua nabi, terutama kepada para nabi yang namanya disebut dalam Al-Qur’an seperti Yohanes (Yahya) dan Yesus (Isa). Namun karena kita tidak memiliki alkitab yang asli, konsekuensinya kita tidak dapat membayangkan kemungkinan bahwa salah satu dari dua hamba Allah yang agung ini saling bertentangan. ”

    MASALAHNYA: Jika orang Kristiani aja udah mengakui, tidak punya Alkitab yg asli, berarti umat kristiani slama ini baca alkitab yg palsu dong? Koq mao dibanggakan dan dibenarkan sih?

    8. “Adeng Hudaya Says:

    June 20, 2010 at 11:06 am

    Muhammad berdasarkan Qur’an dan Hadis Nabi:

    1. Kepala Garong (ngerampoki harta kafiruns)
    2. Pembunuh sadis (menggal 900 kepala bani Qurayza + membunuh ribuan lainnya dari berbagai bangsa dan suku selama 23 tahun karir kenabiannya)
    3. Pedofil (ngembat Aisya yang baru berusia 6 tahun)
    4. Pezina (nidurin Mariyah Koptik di ranjang isterinya Hafsa)
    5. Nyuri isteri orang (ngembat isteri Zaid bernama Zaenab, wanita cantik nan bahenol)
    6. Pemerkosa (korbannya: Rihanna Bin Amro dan Safiyay bin Huyay)

    Kesimpulan:
    Muhammad manusia terhebat dari 100 orang hebat di sepanjang sejarah peradaban manusia.

    Wallahuallam”

    MASALAHNYA: Adeng Hudaya, Anda mendapatkan Qur’an dan Hadits dari mana? Dari para misionaris?

    Seperti yg saya ungkapkan di point saya no 7 di atas, berdasarkan pengakuan Samuel Hadi, bahwa Alkitabnya aja palsu, apalagi Qur’an dan Hadits yg Anda plajari juga palsu….

    9. “Love Hindu Says:

    June 20, 2010 at 11:17 am

    Saya orang Hindu Mas….
    Kami juga benci sekali dengan agama Islam!

    Masyarakat kami, khususnya di Bali sudah jadi korban kebiadaban saudara-saudara anda yang melaksanakan jihad dengan melakukan pengeboman di Bali.”

    MASALAHNYA:Bagaimana dengan perlakuan kaum minoritas (Yahudi/Nasrani)terhadap kaum mayoritas (Muslim) di Maluku, Amon, Poso, dll dengan cara membantai dan membabi buta?

    Apakah kamu, Love Hindu akan membela kaum Yahudi/ Nasrani itu?

    Pelaku Bom di Bali, bukanlah perang agama. Sedangkan pelaku pembantaian di Poso, Maluku, Ambon dll itu perang agama.

    CAMKAN ITU!!!!!

  98. ilham othmany Says:

    Masalahnya kaum nasrani dan yahudi merupakan pesuruh2 setan.Sebab itu mereka tidak mengganggu agama2 lain yg menyembah berhala.Yang mereka ganggu hanya islam.Bahkan seluruh agama saat ini bersatu utk menghancurkan islam.

    1. Love Hindu Says:

      Kami orang Hindu Bali membenci Islam karena apa yang mereka buat, meledakkan bom di banyak tempat di Bali sehingga banyak saudara-saudara kami yang tewas dan pariwisata sempat hancur. Tahukah anda betapa sulitnya pariwisata di Bali setelah terjadi bom Bali 1 dan 2? Banyak orang jadi pengangguran.

      Saya sangat setuju dengan yang dikatakan oleh Mas Adeng, bahwa agama Islam sudah melumuri badannya dengan TAHI, melalui perbuatan-perbuatan biadab di seluruh dunia – yang sudah mereka lakukan.

      Tahukah anda, sekarang untuk masuk Bali ada banyak pos pemeriksaan ketat yang membosankan. Inilah sumbangan Islam untuk perdamaian dunia.

      Islam itu benar-benar agama terkutuk!

      1. ilham othmany Says:

        Tetapi pelaku bom di bali bukankah telah dihukum?Yg menghukum mereka bukankah pemerintah indonesia yg beragama Islam?Yg nggak dihukum lagi tuh dalang kerusuhan oleh penganut hindu di india.Banyak yg bebas tanpa dihukum.Pelaku pedofilia di gereja vatikan.Banyak yg berdamai di luar mahkamah aja.Gak di hukum sampai sekarang.P_enjenayah perang Ariel Sharon yg mengarahkan pembunuhan beramai-ramai di syabra dan syatila.Sampai sekarang tengah nyawa2 ikan pun masih gak dihukum.Jangan nampak tahi islam aja,tapi tahi kristian dan yahudi kamu telan.Tidak baik tu.Sebenarnya tahi yg kamu katakan tahi islam itu sebenarnya tahi yahudi juga,yg di’reka khusus’ persis spt tahi islam.

      2. Musyadad Says:

        Jika Anda, Love Hindu, punya rasa peduli, camkan peristiwa ini:

        Bberapa tahun yg lalu, benar2 telah terjadi;

        Di atas adalah salah satu video yg membuktikan kejadian itu.

        Itu adalah pembantaian umat muslim di Poso oleh golongan yg membenci muslim beberap tahun yg lalu.

        Belum lagi video2 kisah di Ambo, Maluku, dll…

        Anda Tahu dahulu ada kisah pemburuan dan pembunuhan terhadap para kyai2 di tanah jawa? SApa pelaku teror tersebut?

        Dari beberapa kejadia tersebut, maka beberapa golongan muslim melakukan tindakan ekstrim di bali.

        Dan siapakah yg punya pemikiran bahwa Isalam adalah agama teroris? Apakah dr muslim sendiri? Siapa yg lebih berkoar, bahwa Islam agama teroris? dialah biang kerok dbalik peristiwa bom bali.

        Karena pemikiran pelaku sudah di racuni hal2 demikian oleh kalian yg men-cap-Islam agama teroris.

  99. Musyadad Says:

    “Hehehe … merkosa cewek kafir itu dapat hadiah 70 perawan abadi di sorga, kata ustad Islam. Betul-betul ajaran agama yang benar tuch, cuma Islam saja yang bisa menghasilkan dan menghalalkan ajaran seperti itu, bukan?”

    Kata2 di atas sengaja saya paste, karena saya mau bukti dan sumber yg kuat tentang pernyataan Anda, siapmurtad. Knp sampe sekarang permintaan saya masih juga ga anda kabulkan?

    Saya ingatkan lagi, siapa ustad yg anda maksud? dan mohon pertemukan saya dengannya!!

    Kabulkan segera permintaan saya, jika emang pernyataan anda dapat di pertanggungjawabkan di dunia ini!!!!

    Atao Anda memang bisanya MEMFITNAH AJA!!!

  100. Love Hindu Says:

    Biar mulut kalian sampai berbusa-busa berusaha untuk membersihkan TAHI yang ada di wajah Islam,

    TAHI itu tidak akan pernah hilang.

    Mungkin dibutuhkan seratus tahun lagi untuk membersihkannya.

    Itupun jika tak ada lagi Muslim yang melakukan bom bunuh diri, kekerasan dan terorisme atas nama Allah SWT da Nabi bejatnya Muhammad SAW, selama 100 tahun!

    Mungkinkah itu??????????????

    1. ilham othmany Says:

      Kalau anda berjumpa pakar tahi(baca:keganasan) dan belajar bab tahi tidak sampai seratus tahun masalah ini akan dapat diselesaikan.Iaitu anda akan tahu tahi itu punya umat islam atau bukan.Kecuali anda takut dengan kebenaran.Tidak semua kelhatan sperti apa yg tampak.Ahli peledak mengungkapkan bahwa bahan peledak dengan daya rusak luar biasa itu(C4)hanya digunakan oleh militer-militer luar negeri, seperti Amerika Serikat.Dari situ saja kita sudah dapat mencium tahi siapa yg sedang dilontar ke arah orang awam pada masa sekarang.

      1. Pembela Moeslem Says:

        Wahai umat beragama di dunia jangan suka menyalahkan agama orang lain tolong jgn menyalahkan saudara kita yang gak paham

    2. Musyadad Says:

      Koq pertanyaan saya ga d ijawab, kenapa?

  101. brongkos Says:

    #1
    ———————————————-
    Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).
    QS. Ali Imran (3) : 42
    Wahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukulah bersama orang-orang yang ruku.
    QS. Ali Imran (3) : 43
    Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.
    QS. Ali Imran (3) : 44
    (Ingatlah), ketika Malaikat berkata:” Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”
    QS. Ali Imran (3) : 45
    Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh.”
    QS. Ali Imran (3) : 46
    Maryam berkata:” Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun. “Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.
    QS. Ali Imran (3) : 47
    Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.
    QS. Ali Imran (3) : 48
    Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah sebagai bentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.
    QS. Ali Imran (3) : 49
    Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
    QS. Ali Imran (3) : 50
    Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”
    QS. Ali Imran (3) : 51
    Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran dari mereka (Bani Israil) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri.
    QS. Ali Imran (3) : 52
    Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti Rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.
    QS. Ali Imran (3) : 53
    Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
    QS. Ali Imran (3) : 54
    (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.
    QS. Ali Imran (3) : 55
    Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.
    QS. Ali Imran (3) : 56
    Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.
    QS. Ali Imran (3) : 57
    Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Qur’an yang penuh hikmah.
    QS. Ali Imran (3) : 58
    Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
    QS. Ali Imran (3) : 59
    (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
    QS. Ali Imran (3) : 60
    Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.
    QS. Ali Imran (3) : 61
    Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
    QS. Ali Imran (3) : 62
    Kemudian jika mereka berpaling (dari menerima kebenaran), maka sesungguhnya Allah, Maha Mengetahui siapa orang-orang yang berbuat kerusakan.
    QS. Ali Imran (3) : 63

  102. brongkos Says:

    #2
    ———————————————–
    Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan sedikitpun kepada Allah) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
    QS. an-Nisa’ (4) : 170
    Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: ” (Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara.
    QS. an-Nisa’ (4) : 171
    Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
    QS. an-Nisa’ (4) : 172
    Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain daripada Allah.
    QS. an-Nisa’ (4) : 173
    Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).
    QS. an-Nisa’ (4) : 174

  103. brongkos Says:

    #3
    ———————————————–
    Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.
    QS. al-Anbiya (21) : 89
    Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.
    QS. al-Anbiya (21) : 90
    Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya roh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
    QS. al-Anbiya (21) : 91
    Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.
    QS. al-Anbiya (21) : 92
    Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.
    QS. al-Anbiya (21) : 93
    Maka barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.
    QS. al-Anbiya (21) : 94

  104. brongkos Says:

    #4 = #1

  105. ilham othmany Says:

    1)MANA PENGAKUAN YESUS BAHWA DIA BERAGAMA KRISTEN?
    JAWAB:PAULUS YANG MERUBAH NAMA

    2)PERNAKAH YESUS BERKATA: AKULAH ALLAH,TUHANMU,MAKA SEMBAHLAH AKU?
    JAWAB:“Sembahlah Tuhan, Tuhanmu, dan hanya kepadanya kamu harus mengabdi” (Matius 4:10).

    3)MANA PERINTAH YESUS YG MENYURUH BERIBADAH PADA HARI MINGGU DI AL KITAB?
    JAWAB:KESEPAKATAN PAULUS DAN PEMUKA GEREJA

    4)MANA FOTO ASLI YESUS DAN SIAPA YANG MENGABADIKANNYA?
    JAWAB:BOLEH DIGAMBAR MENURUT VERSI MASING-MASING:BOLEH BOTAK,KRIBO MAUPUN GONDRONG

    5)TUNJUKAN DALIL BAHWA YESUS LAHIR TANGGAL 25 DESEMBER DAN PERINTAH MERAYAKANNYA!
    JAWAB:YESUS LAHIR BULAN JUNI.25 DESEMBER LAHIR DEWA MATAHARI
    6)SIAPA YANG HAFAL ALKITAB?BUKTIKAN!
    JAWAB:BELUM ADA ORANG JENIUS DIDUNIA INIMAMPU MENGHAFAL

    7)PERNAKAH YESUS DI AL KITAB MENYATAKAN BAHWA ALAM SEMESTA INI ADALAH CIPTAANYA?
    JAWAB:TIDAK MPERNAH

    8)KRISTEN ADALAH SEBUTAN UNTUK PENGIKUT PENGIKUT KRISTUS,APAKAH YESUS PERNAH MEMBERITAKAN INJIL UNTUK KRISTEN?
    JAWAB:ITU KARANGAN PAULUS

    9) ADAKAH AYAT YANG MENGATAKAN BAHWA YESUS MENGAJARKAN AGAMA KRISTEN DENGAN KITAB SUCINYA INJIL?
    jAWAB :TIDAK PERNAH

    10)PERNAKAH YESUS BILANG AGAMA YANG BENAR ADALAH AGAMA KRISTEN?
    JAWAB: TIDAK PERNAH

    1. siapmurtad Says:

      1)MANA PENGAKUAN YESUS BAHWA DIA BERAGAMA KRISTEN?
      JAWAB:PAULUS YANG MERUBAH NAMA
      Yang Benar: Yesus diberi gelar MESIAS (bhs Ibrani) atau KRISTUS (bhs Yunani), yang artinya YANG DIURAPI. Para Pengikut YESUS KRISTUS disebut KRISTEN oleh para penganiaya/para pencemooh mereka. Jadi jelas KRISTEN itu artinya PENGIKUT (Yesus) KRISTUS. Jadi YESUS KRISTUS jelas pionir agama KRISTEN. Tanpa KRISTUS, tidak ada KRISTEN.

      2)PERNAKAH YESUS BERKATA: AKULAH ALLAH,TUHANMU,MAKA SEMBAHLAH AKU?
      JAWAB:“Sembahlah Tuhan, Tuhanmu, dan hanya kepadanya kamu harus mengabdi” (Matius 4:10).
      Yang Benar: Yesus PERNAH BerSABDA/berFIRMAN:
      Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (YESUS): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.
      7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?
      7:23 Pada waktu itulah Aku (YESUS) akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!”

      Matius 9:2 Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni.”
      9:3 Mendengar itu, berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Orang ini menghujat Allah.”
      HANYA ALLAH yang DAPAT MENGAMPUNI DOSA, ahli Taurat menganggap YESUS Gila dan MENGHUJAT karena menganggap diri-Nya adalah ALLAH

      9:6 Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia (Tuhan YESUS Kristus) berkuasa mengampuni dosa”

      12:8 Karena Anak Manusia (Tuhan YESUS) adalah Tuhan atas hari Sabat.

      16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
      16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”
      16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

      16:28 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

      26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”

      26:64 Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
      28:9 Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
      28:17 Ketika melihat Dia (YESUS) mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

      28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.

      28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama dalam bentuk Tunggal)

      28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” HANYA TUHAN saja yg bisa MENYERTAI kita sampai akhir zaman.

      Markus
      2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
      2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
      2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
      2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –:
      2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.

      5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,

      12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan (YAHWEH) telah berfirman kepada Tuanku (YESUS): duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
      12:37 Daud sendiri menyebut Dia (YESUS) Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.
      13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu

      14:61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”

      14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”
      14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.

      Lukas
      10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.”

      10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
      10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
      10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

      10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”

      Yohanes
      1:1 Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
      1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
      1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (YESUS KRISTUS) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan
      1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.

      5:18 Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
      5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

      5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (Yesus keberadaanNya Independent, ada dengan sendirinya-self existent)

      9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”
      9:37 Kata Yesus kepadanya, “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”

      9:38 Katanya, “Aku percaya, Tuhan!Ia pun sujud menyembah-Nya.
      10:30 Aku dan Bapa adalah satu.

      10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Mu Allah.”
      14:6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

      19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya, “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”
      20:28 Tomas menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku! (Bandingkan dg Matius 4:10)
      14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

      Ibrani
      1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
      1:5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan, “Engkaulah Anak-Ku! Engkau telah menjadi Anak-Ku pada hari ini”? dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku”?

      1:6 Lagi pula, ketika Ia (YAHWEH) membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia (Yesus).”
      1:8 Tetapi tentang Anak (Yesus), Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

      1 Yohanes 5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, Firman/YESUS dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. (Bandingkan dg Yoh 1:14)
      5:20 Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah (Tuhan YESUS) Allah yang benar dan hidup yang kekal.

      Wahyu 17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

      19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.”
      19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”

      Wahyu 21:6 Firman-Nya (Firman YESUS) lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
      Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku (YESUS) akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

      Wahyu 22:16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”

      3)MANA PERINTAH YESUS YG MENYURUH BERIBADAH PADA HARI MINGGU DI AL KITAB?
      JAWAB:KESEPAKATAN PAULUS DAN PEMUKA GEREJA
      Yang Benar: Yoh 5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

      Mar 16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.

      Joh 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

      Act 20:7 Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.

      1Co 16:2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing–sesuai dengan apa yang kamu peroleh–menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.

      Wahyu 1:10 Pada hari Tuhan (hari Tuhan disini adalah HARI MINGGU) aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,

      Sejak Kedatangan Yesus Kristus, Ibadah tidak harus hanya hari SABAT, namun semua hari boleh, senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu, karena Yesus memroklamirkan Ibadah dalam ROH dan KEBENARAN yang tidak terikat lagi dengan tempat dan waktu.

      Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
      Joh 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

      Jadi, aturan SABAT/SABTU sudah tidak mengikat lagi, Jemaat bisa kumpul hari apa saja untuk Kebaktian, silahkan.

      4)MANA FOTO ASLI YESUS DAN SIAPA YANG MENGABADIKANNYA?
      JAWAB:BOLEH DIGAMBAR MENURUT VERSI MASING-MASING:BOLEH BOTAK,KRIBO MAUPUN GONDRONG
      Yang Benar: Setelah Perjamuan Terakhir, makan-makan bareng dengan 12 murid, apa yang dilakukan YESUS dan para murid? Tidak lain mereka FOTO BARENG bersama, makanya sekarang ada Foto dan Lukisan PERJAMUAN TERAKHIR/The LAST SUPPER….Nah lhoooo…..hehehehe

      Zaman itu belum ada KAMERA dan belum ada orang yg gambar Yesus, nanti saya tanyakan ketika di Surga pas Temu Muka dengan Muka dengan YESUS yg janji datang pada Hari MARANATHA.

      5)TUNJUKAN DALIL BAHWA YESUS LAHIR TANGGAL 25 DESEMBER DAN PERINTAH MERAYAKANNYA!
      JAWAB:YESUS LAHIR BULAN JUNI.25 DESEMBER LAHIR DEWA MATAHARI
      Yang Benar: Sistem Kalender yg diterapkan membuat thn 4 Sebelum Masehi dijadikan Tahun Masehi, Tahun Yesus lahir. Jadi Thn 4 SM=1 Sesudah Masehi
      Kalendernya beda, jadi hitung sendiri Yesus lahir bulan apa.
      Para ahli hanya mencoba mengira-ngira Yesus lahir bulan apa berdasarkan pada data2 dalam ALKITAB. Pastinya lahir tanggal berapa, TIDAK TERCATAT dalam SEJARAH, jika pun ada, itu hanyalah perkiraan para ahli dan para penafsir. PASTINYA, tidak ada yang tahu tanggal berapa Yesus lahir.

      6)SIAPA YANG HAFAL ALKITAB?BUKTIKAN!
      JAWAB:BELUM ADA ORANG JENIUS DIDUNIA INI MAMPU MENGHAFAL
      Yang Benar: ADA, cukup buanyak, mulai dari Kaum LOLLARDS di Inggris, BEZA, dll
      Mari simak catatan sejarah berikut:

      MICHAEL BILLESTER, distributor Alkitab, berkunjung ke sebuah desa kecil di Polandia beberapa saat sebelum PD II. Memberi 1 Alkitab kpd penduduk desa yang bertobat. Orang yg baru percaya ini mengedarkan Alkitab itu kepada orang lain. Siklus ini berlanjut sampai 200 orang menjadi Percaya via 1 Alkitab.

      Bil kembali tahun 1940 dan berkhotbah dalam kebaktian. Ia minta orang2 yg hadir mengucapkan ayat-ayat alkitab yang telah mereka
      hapalkan.

      Seorang pria berdiri dan berkata, “Mungkin kami salah tangkap. Maksud anda ayat atau pasal?”

      13 orang hapal Matius, Lukas dan separo Kejadian. Ada yang berkomitmen hapal Mazmur.

      Profesor seminari melakukan penelitian di Tanah Suci dan bertemu dg seorang pria yg mengaku hapal PL dalam bahasa Ibrani. Mulai dari Mazmur 1 selama 2 jam tanpa salah kata per kata, sesudah selesai ternyata pria itu atheis.

      TERTULLIAN meluangkan waktu siang dan malam untuk membaca Alkitab. Begitu tekunnya ia, sehingga sangat banyak ayat yang dihapalnya, termasuk tanda-tanda bacanya.

      THEODOSIUS MUDA dapat mengutip ayat Alkitab manapun secara persis, dan berbincang-bincang dengan para uskup seolah-olah dia sendiri seorang uskup.

      ORIGEN tidak pernah makan atau tidur tanpa terlebih dulu membaca beberapa perikop Alkitab.

      EUSEBIUS mengatakan bahwa ia pernah mendengar seseorang, yang matanya ditusuk dengan besi panas pada masa pemerintahan Kaisar Dioklesia, mengucapkan hapalan Alkitab di depan banyak orang.

      BEZA sanggup mengucapkan semua surat Rasul Paulus dalam bahasa Yunani pada saat ia berusia 80 th.

      CRAMER dapat menghapal seluruh PB. Ia mempelajarinya dalam perjalanan ke Roma.

      Yang tidak tercatat masih banyak lagi, mulai dari Kaum Lollards di Inggris, dll. Luar biasa bukan? bagaimana dengan anda dan saya? tertarik masuk MURI atau mau dapat uang berjuta-juta dari tantangan ini? Ada situs2 internet yg menantang bagi orang Kristen siapa yg bisa menghafal satu pasal atau satu kitab akan diiming-imingi uang hadiah. Nah teman-teman berminatkah anda? kalo bisa kenapa tidak ya:) Lebih baik menjadi berkat.

      sumber: Bible Trivia, Arie Saptaji, PBMR ANDI

      Banyak kakek-nenek di Jayapura hafal seluruh kitab Mazmur, hal karena di sini, kitab Mazmur didaraskan dan dinyanyikan oleh Gereja2 tradisional macam GKI (Gereja Kristen Injili) di Tanah Papua, GPI (Gereja Protestan Indonesia), dsb dsb di tiap hari pada buku “Mazmur dan Nyanyian Rohani” terjemahan dan musik oleh I.S. Kijne.

      7)PERNAHKAH YESUS DI ALKITAB MENYATAKAN BAHWA ALAM SEMESTA INI ADALAH CIPTAAN-NYA?
      JAWAB:TIDAK PERNAH
      Yang Benar:
      Wahyu 19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.”
      21:6 Firman-Nya (Firman YESUS) lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
      21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku (YESUS) akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

      Ibrani 1:3 Ia (YESUS) adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

      Yohanes
      1:1 Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
      1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
      1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (YESUS KRISTUS) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan

      8)KRISTEN ADALAH SEBUTAN UNTUK PENGIKUT PENGIKUT KRISTUS, APAKAH YESUS PERNAH MEMBERITAKAN INJIL UNTUK KRISTEN?
      JAWAB:ITU KARANGAN PAULUS
      Yang Benar: Yesus diberi gelar KRISTUS artinya YANG DIURAPI YAHWEH, Jadi Yesus KRISTUS pionir/pendiri KRISTEN. Yesus memberitakan INJILnya, orang2 yang percaya kepada YESUS disebut KRISTEN artinya PENGIKUT KRISTUS Yesus. Istilah KRISTEN muncul pertama kali di kota ANTIOKHIA dari orang2 KAFIR yg menganiaya pengikut2 Yesus. Kafir menyebut/mencemooh Pengikut Yesus KRISTUS dengan sebutan KRISTEN artinya PENGIKUT KRISTUS.

      Kisah Para Rasul 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

      9) ADAKAH AYAT YANG MENGATAKAN BAHWA YESUS MENGAJARKAN AGAMA KRISTEN DENGAN KITAB SUCINYA INJIL?
      jAWAB :TIDAK PERNAH
      Yang Benar: Yesus KRISTUS memberitakan Injil kepada banyak orang, orang2 yg percaya kepada INJIL yang diberitakan Yesus KRISTUS inilah yang disebut KRISTEN. jadi KRISTEN itu ORANG (SUBJEK), bukan agama (Objek)
      Yesus KRISTUS memberitakan INJIL Kerajaan Surga

      Mat 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

      Mat 9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

      Mat 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

      Mat 26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

      Mar 1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.

      Mar 1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,

      Mar 1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

      Mar 1:38 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

      Mar 1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

      Mar 3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

      Mar 13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.

      10) PERNAKAH YESUS BILANG AGAMA YANG BENAR ADALAH AGAMA KRISTEN?
      JAWAB: TIDAK PERNAH
      Yang Benar: ketika Yesus di bumi istilah KRISTEN belum ada, setelah Yesus NAIK ke SURGA, dan duduk di SEBELAH KANAN BAPA, maka di Antiokhia baru muncul istilah KRISTEN artinya ORANGnya KRISTUS atau PENGIKUT KRISTUS Yesus.

  106. ilham othmany Says:

    1)MANA PENGAKUAN YESUS BAHWA DIA BERAGAMA KRISTEN?
    JAWAB:PAULUS YANG MERUBAH NAMA
    Yang Benar: Yesus diberi gelar MESIAS (bhs Ibrani) atau KRISTUS (bhs Yunani), yang artinya YANG DIURAPI. Para Pengikut YESUS KRISTUS disebut KRISTEN oleh para penganiaya/para pencemooh mereka. Jadi jelas KRISTEN itu artinya PENGIKUT (Yesus) KRISTUS. Jadi YESUS KRISTUS jelas pionir agama KRISTEN. Tanpa KRISTUS, tidak ada KRISTEN.
    Jawab:
    Intinya yang menamakan agama itu “Kristen’ bukan Yesus. tetapi Barnabas dan Paulus.
    Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab nama “Kristen’ itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu kapan Yesus mati dan kapan agama yang dibawanva dinama Kfisten? Menurut data yang kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam buku “Religions on File” Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar tahun 29 M (Masehi). Semen�tara Paulus dan Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13) setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen bentukan Barnabas dan Paulus.
    Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an, tidak dijumpai satu pun kata “Kristen”, yang ada kata “Nashara” karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut “Nashrani� bukan Kristen.


  107. 2)PERNAKAH YESUS BERKATA: AKULAH ALLAH,TUHANMU,MAKA SEMBAHLAH AKU?
    JAWAB:“Sembahlah Tuhan, Tuhanmu, dan hanya kepadanya kamu harus mengabdi” (Matius 4:10).
    Yang Benar: Yesus PERNAH BerSABDA/berFIRMAN:
    Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (YESUS): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.
    7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?
    7:23 Pada waktu itulah Aku (YESUS) akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!”

    Matius 9:2 Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni.”
    9:3 Mendengar itu, berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Orang ini menghujat Allah.”
    HANYA ALLAH yang DAPAT MENGAMPUNI DOSA, ahli Taurat menganggap YESUS Gila dan MENGHUJAT karena menganggap diri-Nya adalah ALLAH

    9:6 Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia (Tuhan YESUS Kristus) berkuasa mengampuni dosa”

    12:8 Karena Anak Manusia (Tuhan YESUS) adalah Tuhan atas hari Sabat.

    16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
    16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”
    16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

    16:28 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

    26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”

    26:64 Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
    28:9 Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
    28:17 Ketika melihat Dia (YESUS) mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

    28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.

    28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama dalam bentuk Tunggal)

    28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” HANYA TUHAN saja yg bisa MENYERTAI kita sampai akhir zaman.

    Markus
    2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
    2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
    2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
    2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –:
    2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.

    5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,

    12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan (YAHWEH) telah berfirman kepada Tuanku (YESUS): duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
    12:37 Daud sendiri menyebut Dia (YESUS) Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.
    13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu

    14:61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”

    14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”
    14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.

    Lukas
    10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.”

    10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
    10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
    10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

    10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”

    Yohanes
    1:1 Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
    1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (YESUS KRISTUS) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan
    1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.

    5:18 Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
    5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

    5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (Yesus keberadaanNya Independent, ada dengan sendirinya-self existent)

    9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”
    9:37 Kata Yesus kepadanya, “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”

    9:38 Katanya, “Aku percaya, Tuhan!” Ia pun sujud menyembah-Nya.
    10:30 Aku dan Bapa adalah satu.

    10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Mu Allah.”
    14:6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

    19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya, “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”
    20:28 Tomas menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku! (Bandingkan dg Matius 4:10)
    14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

    Ibrani
    1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
    1:5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan, “Engkaulah Anak-Ku! Engkau telah menjadi Anak-Ku pada hari ini”? dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku”?

    1:6 Lagi pula, ketika Ia (YAHWEH) membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia (Yesus).”
    1:8 Tetapi tentang Anak (Yesus), Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

    1 Yohanes 5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, Firman/YESUS dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. (Bandingkan dg Yoh 1:14)
    5:20 Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah (Tuhan YESUS) Allah yang benar dan hidup yang kekal.

    Wahyu 17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

    19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.”
    19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”

    Wahyu 21:6 Firman-Nya (Firman YESUS) lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
    Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku (YESUS) akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

    Wahyu 22:16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”

    Jawab:
    Pertanyaan yang kedua ini sangat menantang bagi semua pihak, terutam: bagi umat Kristiani karena hampir semua umat Kristiani, rasanya tidak ada yang tidak menyembah kepada Yesus sebagai Tuhat dan juruselamat mereka. Mulai dari anak kecil, dewasa dan orang tua, mereka semu diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan ata Allah itu sendiri yang harus disembal Padahal setelah kami pelajari, kaji da dalami, ternyata tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab (Bible) itu sendiri diman Yesus pernah bersabda bahwa “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku saja.” Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, “Sembahlah Allah Tuhanmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. �
    Ucapan atau sabda Yesus tersebut men berikan suatu pengertian kepada kita bahwa Yesus itu bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul.
    Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah didalam Alkitab yaitu pada Injil Matius 4:8-10, yaitu ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai berikut :
    “Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memper�lihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada�Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. ” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:8-10)
    Ayat-ayat tersebut adalah seputar kisah tentang percobaan di padang gurun ketika Yesus akan dicobai Iblis. Sebelumnya Iblis mencoba Yesus dengan menyuruh membuat batu-batu jadi roti, namun tidak berhasil, kemudian percobaan kedua Iblis menyuruh Yesus jatuhkan dirinya dari atas bubungan Bait Allah, namun tidak berhasil. Terakhir Iblis membawa Yesus kepuncak gunung yang tinggi dan menawarkan untuk diberikan kepada Yesus semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya, asalkan Yesus mau sujud menyembah kepadanya.
    Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya berkata, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

    Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami:
    1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja (laa ilaaha ilallaahu).
    2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti itu hanyalah kepada Allah saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya.
    3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu kata�kata Yesus sebagai berikut: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah aku Tuhan, Allahmu, dan hanya kepadaku sajalah engkau berbakti!”

    Yesus sendiri yang memberikan kesak�sian bahwa menyembah dan berbakti itu, hanyalah kepada Allah, bukan kepada dirinya, mengapa justru Yesus itu yang dijadikan sesembahan oleh saudara�saudara kita umat Kristiani?
    Dalam kitab suci Al Qur`an Nabi Isa as (Yesus) juga mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah itu hanya kepada Allah saja, bukan kepada yang lainnya, bukan juga kepada dirinya. Perhatikan ucapan Nabi Isa as (Yesus) dalam Al Qur`an:

    “Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus. “(QS. Ali Imaran 3 : 51)

    Bahkan dalam kitab Taurat Musa Ulangan 6:4, dikatakan bahwa Tuhan itu Esa:

    “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!”

    Berdasarkan Taurat, Injil dan Al Qur`an, Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang Esa, bukan Yesus yang disembah. Bahkan Yesus sendiri menyuruh menyem�bah hanya kepada Allah yang dia sembah.

    Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, Allah melarang siapa saja yang, menyamakan Dia dengan yang lainnya Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:
    “Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? (Yesaya 46: 5)
    Ayat-ayat yg dijadikan dalil pembenaran atas ketuhanan Yesus semuanya tidak lari dari 3 perkara
    1)Samada ianya bersifat pemaksaan dan bukan merupakan dalil yg terang dan jelas utk menunjukkan Yesus itu Tuhan malah dapat dibatalkan oleh ayat2 bible yg lain yg yang lebih jelas yang menunjukkan bahawa Yesus sesungguhnya bukan Tuhan.
    2)Atau ianya bukan perkataan Yesus sendiri dan secara langsung.
    3)Atau merupakan Ayat2 tambahan yg disisipkan lewat surat2 Paulus.

  108. ilham othmany Says:

    3)MANA PERINTAH YESUS YG MENYURUH BERIBADAH PADA HARI MINGGU DI AL KITAB?
    JAWAB:KESEPAKATAN PAULUS DAN PEMUKA GEREJA
    Yang Benar: Yoh 5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
    Mar 16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
    Joh 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
    Act 20:7 Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.
    1Co 16:2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing–sesuai dengan apa yang kamu peroleh–menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.
    Wahyu 1:10 Pada hari Tuhan (hari Tuhan disini adalah HARI MINGGU) aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
    Sejak Kedatangan Yesus Kristus, Ibadah tidak harus hanya hari SABAT, namun semua hari boleh, senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu, karena Yesus memroklamirkan Ibadah dalam ROH dan KEBENARAN yang tidak terikat lagi dengan tempat dan waktu.
    Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
    Joh 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
    Jadi, aturan SABAT/SABTU sudah tidak mengikat lagi, Jemaat bisa kumpul hari apa saja untuk Kebaktian, silahkan.
    Jawab:
    Pertanyaan ini mungkin agak aneh dan bahkan dianggap sepele atau main-main saja. Padahal ini merupakan salah satu pertanyaan serius yang perlu dipikirkan, perlu diperhatikan, dan perlu dipertanyakan, karena menyangkut ritual yang secara terus menerus atau continue dilakukan dan diamalkan oleh hampir seluruh umat Kristiani di dunia.
    Melakukan ritual ibadah wajib secara terus menerus tanpa dalil atau perintah dari Allah, merupakan ibadah yang sia-sia. Padahal apa yang dilakukan itu akan diminta pertanggung jawaban dihadap Allah. Oleh sebab itu wajarlah jika kita tirtjau kembali, apakah yang kita lakukan selama ini benar-benar punya dalil atau dasar yang kuat dari kitab suci kita, ataukah itu hanya berasal dari perintah Inanusia biasa atau pendapat para pemim�pin agamanya, kemudian mewajibkan para pengikutnya untuk melakukannya.
    Kalau hal seperti itu yang terjadi, kemudian di ikuti oleh para pengikutnya, maka itu berarti yang kita ikuti adalah ajaran manusia, bukan ajaran Allah. Contohnya, beribadah atau masuk gereja pada hari Minggu, ternyata tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab yang menyuruh beribadah atau menjadikan hari Minggu sebagai hari yang harus dipelihara, disucikan atau dikuduskan.
    Sebenarnya jika benar-benar mengikuti firman Allah dalam Alkitab, maka hari peribadatan itu ialah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu! Hari inilah (Sabat) yang ada dalilnya dalam Alkitab, bahkan perintah untuk memelihara, menjaga dan mengku�duskannya, jelas sekali ada tertulis didalam Alkitab itu sendiri. Apalagi yang menulis perintah untuk mengkuduskan hari Sabat adalah Allah itu sendiri, yang telah meno�reh diatas kedua loh batu.
    Bahkan kedua loh batu tersebut ditulis dengan jari tangan Allah sendiri, lalu Dia sendiri yang menyerahkan kepada Nabi Musa as untuk disampaikan dan diajarkan kepada kaumnya. Simak ayat frman Allah dalam Alkitab sebagai berikut:
    �Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah. Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu. ” (Ke132:15-16)
    Sungguh ironis sekali, ternyata perin�tah Allah untuk menjaga, memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, ternyata dilang�gar dan juga tidak dipatuhi lagi oleh hampir semua umat Kristiani di dunia, kecuali sebagian kecil sekte Advent.
    Padahal kalau kita baca dalam Alkitab, ternyata ada ancaman yang sungguh mengerikan, yaitu ancaman hukuman mati bagi mereka yang tidak memelihara dan yang melanggar kekudusan hari Sabat. Coba kita simak ancaman Allah bagi yang tidak memelihara dan mengkususkan hari Sabat.
    “Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.” (Ke131:12-14)
    Yang lebih menarik lagi yaitu, ternyata Yesus seumur hidupnya tidak pernah mengkuduskan hari Minggu. Seumur hidupnya Yesus selalu mengkuduskan hari Sabat dan setiap mengajar selalu pada hari Sabat. Yesus tidak pernah satu kalipun menganjurkan untuk beribadah atau mengkuduskan hari Minggu.
    Perhatikan hari apa yang Yesus kudus�kan di dalam Alkitab, hari Sabtu atau hari Minggu?

    Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat (Sabtu) la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
    Markus 1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
    Markus 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang ‘ besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
    Lukas 4:16 Ia (Yesus) datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan�Nya pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Al kitab.
    Lukas 4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
    Lukas 6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
    Lukas 13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

    Masih banyak ayat-ayat lainn-ya dimana Yesus memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, tapi dari 7 (tujuh) ayat tadi saja, sudah lebih dari cukup memberikan bukti�bukti kepada kita bahwa sesungguhnya menurut Alkitab, hari yang diperintahkan untuk di ibadati, dipelihara, dan dikudus�kan adalah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu !!
    Yesus tetap memelihara dan mengkuduskan Sabat, sebab dia yakin bahwa apa yang Allah tetapkan untuk berlaku kekal, tidak mungkin dibatalkan olehnya. Yesus sangat yakin dengan janji Allah bagi yang memelihara hari Sabat.
    Mari kita renungkan janji Allah bagi yang memelihara dan mengkuduskan hari Sabat.

    “Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus Tuhan “hari yang mulia�; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan-lah yang mengatakannya. ” (Yesaya 58:13-14)

    Bukankah ayat-ayat tersebut memberi�kan bukti bahwa sesungguhnya tidak ada satu perintah di dalam Alkitab masuk geieja hari Minggu atau mengkuduskan hari Minggu. Bahkan seumur hidup Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu. Ternyata hari Minggu dikuduskan karena menurut pendapat pemuka agamanya hari itu Yesus bangkit dari kuburnya
    Sekarang bagaimana dengan hari Minggu? Apakah ada perintah atau jaminan berkat bagi mereka yang mengkuduskan hari Minggu?
    1.Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.
    2.Allah dan juga Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
    3.Tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu.
    4.Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
    5.Hari Minggu tidak pernah dikuduskan oleh Allah maupun Yesus.
    6.Tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu.
    7.Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang melarang bekerja pada hari Minggu.
    8.Tidak ada berkat yang dijanjikan bagi mereka yang memelihara hari Minggu.
    9.Hari Minggu tidak pernah disebutkan dalam Alkitab sebagai hari ibadah bagi umat Kristiani.
    10.Tidak pernah hari Minggu disebut sebagai hari perhentian.
    11.Yesus tidak pernah menyinggung tentang hari Minggu.
    12.Kata “Hari Minggu” bahkan tidak pernah muncul dalam Alkitab, kecuali disebut “pekan pertama minggu itu”, tapi bukan “Hari Minggu” dan hanya sekali disebutkan yaitu pada Kis 20:7, itupun hanya pertemuan dimalam hari, yaitu Sabtu malam.
    13.Para nabi dan orang terdahulu tidak pernah memelihara hari Minggu.
    14.Tidak ada ayat dalam Alkitab tentang perobahan Sabat jadi hari Minggu.
    15.Tidak pernah Tuhan maupun Yesus berfirman bahwa ada dua hari Sabat yang dikuduskan dalam seminggu, yaitu hari Sabtu dan