Yesus di Dalam Qur’an
Di dalam Qur’an, Yesus diidentifikasikan sebagai Isa al-Masih. Namun demikian, harus diperhatikan bahwa nama Arab Isa tidak mempunyai kesamaan arti seperti yang dimiliki oleh nama Yesus, yang adalah versi Yunani dari nama Ibrani Joshua atau Jehoshuah yang berarti “Yahweh menyelamatkan.” Secara etimologis, Isa nampaknya lebih dekat dengan Esau. Nama Isa tidak dapat ditemukan dalam terjemahan Alkitab bahasa Arab sebab nama Yesus telah diterjemahkan secara tepat ke dalam bahasa Arab dengan Yasua. Maka, Alkitab bahasa Arab memberikan suatu kesaksian yang jelas mengenai misi Yesus Kristus sebagai “Juruselamat” dalam bahasa Arab.
Gelar-gelar Yesus Di Dalam Qur’an
Qur’an memberikan nama-nama dan gelar-gelar berikut ini kepada Yesus.
1. Al-Masih – “Mesias” (Surah 3:45)
Hanya Yesus Kristus yang diberikan gelar ini di dalam Qur’an. Ada sekitar 25 nabi disebut dalam Quran, tetapi hanya Yesus yang pantas dengan gelar yang mulia ini – Al-Masih.
Hanya Yesus Kristus yang diberikan gelar ini di dalam Qur’an. Ada sekitar 25 nabi disebut dalam Quran, tetapi hanya Yesus yang pantas dengan gelar yang mulia ini – Al-Masih.
Al-Masih berarti “yang diurapi” dan ini sama artinya dengan Mesias dalam bahasa Ibrani dan Kristos (Kristus) dalam bahasa Yunani. Nabi-nabi seperti Daud (Dawud) dan Salomo (Sulaiman) juga telah diurapi, tetapi mereka tidak menerima gelar al-Masih. Minyak yang dipergunakan untuk mengurapi mereka diperoleh di Yerusalem, tetapi Yesus diurapi dari surga.
2. Kalimatuhu – “Firman-Nya” Surah 4:171
Yang dimaksud oleh Quran adalah menunjuk Yesus sebagai Firman Tuhan, Kalimat Tuhan, atau Kalimatu’llah.
Yang dimaksud oleh Quran adalah menunjuk Yesus sebagai Firman Tuhan, Kalimat Tuhan, atau Kalimatu’llah.
Gelar ini telah menjadi suatu point perdebatan yang kuat diantara komunitas Muslim, bagaimana menerapkan pengertian yang tepat mengenai kata Kalimat. Para penterjemah Qur’an ke dalam bahasa Inggris saling berbeda pendapat apakah akan menterjemahkan Kalimat sebagai “firman” dengan huruf “f” kecil atau “Firman” dengan huruf “F” besar. Seluruh dunia belum menerima suatu fatwa (suatu keputusan keagamaan atau hukum) mengenai hal tersebut.
Sudah diketahui bahwa penerjemahan dari, “firman” atau “Firman” mengandung perbedaan arti. Sedangkan Alkitab tanpa malu menunjuk pada Yesus sebagai “Sang Firman” (Yohanes 1:1f). Umat Muslim menolak pengajaran dalam bagian ini. Oleh karena itu, para penterjemah Quran cenderung menurunkan peran Yesus yaitu hanya sebagai “suatu kalimat.”
Sudah diketahui bahwa penerjemahan dari, “firman” atau “Firman” mengandung perbedaan arti. Sedangkan Alkitab tanpa malu menunjuk pada Yesus sebagai “Sang Firman” (Yohanes 1:1f). Umat Muslim menolak pengajaran dalam bagian ini. Oleh karena itu, para penterjemah Quran cenderung menurunkan peran Yesus yaitu hanya sebagai “suatu kalimat.”
3. Ruhu-minhu – “suatu Roh dari Dia” (Surah 4:171; 21:91)
Maksudnya, Yesus ditunjukkan sebagai suatu Roh dari Tuhan (Ruhu-mina -llah). Tuhan mengatakan Yesus sebagai “Roh Kami”. Apakah ini Roh Tuhan? Biarlah umat Muslim menjawab pertanyaan ini dengan sungguh-sungguh.
Dalam perbandingan dengan nabi-nabi yang lain, kami melihat bagaimana Allah melihat:
Maksudnya, Yesus ditunjukkan sebagai suatu Roh dari Tuhan (Ruhu-mina -llah). Tuhan mengatakan Yesus sebagai “Roh Kami”. Apakah ini Roh Tuhan? Biarlah umat Muslim menjawab pertanyaan ini dengan sungguh-sungguh.
Dalam perbandingan dengan nabi-nabi yang lain, kami melihat bagaimana Allah melihat:
Adam sebagai Safiyu’llah – pilihan Allah;
Nuh sebagai Nabiyu’llah – pengkhotbah Allah;
Abraham sebagai Khalilu’llah – sahabat Allah;
Musa sebagai Kalimu’llah – ramah dengan Allah;
Muhammad sebagai Rasulu’llah – utusan dari Allah;
Tetapi hanya Yesus sebagai Ruhu’llah – Roh Allah.
Nuh sebagai Nabiyu’llah – pengkhotbah Allah;
Abraham sebagai Khalilu’llah – sahabat Allah;
Musa sebagai Kalimu’llah – ramah dengan Allah;
Muhammad sebagai Rasulu’llah – utusan dari Allah;
Tetapi hanya Yesus sebagai Ruhu’llah – Roh Allah.
Dalam Islam, Allah tidak dapat disamakan dengan siapapun, Surah 112:4. Dia jauh lebih tinggi daripada para nabi, sebagaimana jelas ditunjukkan dalam penghormatan dari gelar-gelar mereka. Ada suatu pemisahan yang jelas dari keberadaan Allah ketika gelar-gelar tersebut secara hati-hati dianalisa. Bagaimanapun juga, ketika hal tersebut ditujukan pada Yesus, pemisahan tersebut dihilangkan, dan sebagai “Roh-Nya,” dia dibawa sangat dekat kepada keberadaan Allah.
Apakah kita tidak mengenali bahwa dengan mengidentifikasikan Yesus begitu dekat dengan DiriNya sendiri, Allah menyatakan ketuhanan Yesus Kristus, dimana umat Muslim sangat bernafsu menolaknya? Umat Muslim telah berusaha keras menurunkan Yesus pada tingkat yang sama dengan nabi-nabi lain, dengan mengecualikan Muhammad yang mereka anggap sebagai nabi yang terbesar.
4. Wajihan Fi’dunya wa’lakhirah – “Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Surah 3:45, Pickthall).
Gelar ini adalah yang telah Quran perlihatkan kepada kita mengenai Yesus Kristus. Akan tetapi, ini bukan pewahyuan yang baru untuk umat Kristen karena kebenaran yang sama juga terkandung di dalam Alkitab. Sungguh, umat Kristen telah mengetahui kebenaran tentang Yesus ini jauh sebelum kelahiran Muhammad.
Waraqa Ibn Naufal, seseorang tempat Muhammad berkonsultasi, yaitu setelah dia (Muhammad) mulai menerima pesan-pesan supranatural, adalah seorang biarawan Kristen. Dia pasti telah mengetahui dan membaca dari Alkitab bahwa Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan:
Efesus 1:20-21
“..yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang..
“..yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang..
Mengambil isi dari Quran sendiri, tidak seorangpun dari para nabi yang tersebut di dalamnya dapat dibandingkan dengan Yesus sejauh dikaitkan dengan kedudukan surgawi-Nya.
Yesus secara jelas menyatakan asal-usul kesurgawiannya di dalam Injil:
Yohanes 6:62
“Dan bagaimana jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat dimana Ia sebelumnya berada?”
Yohanes 8:23, 58
“Dan bagaimana jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat dimana Ia sebelumnya berada?”
Yohanes 8:23, 58
“Kamu berasal dari bawah; Aku dari atas. Kamu dari dunia ini; Aku bukan dari dunia ini.” …“Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu,” sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada”!”
Apabila kita mempertimbangkan pendapat dari seorang sarjana Muslim, kita melihat bahwa ketika Hammudah Abdalaati menulis bukunya “Islam in Focus,” dia menghilangkan berbagai pendapat umat Muslim tentang penyaliban, kematian dan kenaikan Yesus sebagai hal yang kecil pada keimanan Islam. Bagi dia, apa yang penting dan mengikat pada umat Muslim adalah apa yang Allah telah nyatakan. Jadi, sejauh mana dia dikaitkan, kerumitan pada isu ini dapat diselesaikan oleh wahyu yang diberikan kepada Muhammad bahwa Yesus tidak disalibkan (Surah 4:157) tetapi:
Surah 4:158
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Di lain pihak, anehnya, Hammudah Abdalaati, bagi seseorang yang hanya mengambil dari apa yang Qur’an katakan, kelahiran Yesus dari seorang perawan diperlakukan dengan remeh, dibandingkan dengan tokoh-tokoh mitologi seperti Bacchus, Apollo, Adonis dan Horus dimana dikatakan sebagai dewa yang lahir dari seorang perawan. Walau demikian, kita dapat bertanya, Di bagian manakah dalam Qur’an yang menyatakan bahwa dewa-dewa tersebut lahir melalui seorang perawan? Berlawanan dengan, cerita tentang pemberitahuan oleh malaikat mengenai kelahiran Yesus kepada Maria di dalam Qur’an yang jelas menunjukkan bahwa Maria adalah seorang perawan suci dan bahwa Tuhan sendirilah yang campur tangan untuk memampukannya mengandung sebagai perawan. (Surah 3:45-47; 19:16-22).
Faktanya, cerita yang sama ini telah dicatat di zamannya Lukas jauh sebelum kelahiran Muhammad. Walau demikian, Umat Muslim telah menghilangkan cerita Lukas di tempat tersebut sebagai desas-desus bahwa Lukas bukan merupakan salah satu dari para rasul yang ditunjuk oleh Yesus Kristus. Meskipun demikian, sejak desas-desus itu dinyatakan telah diubah menjadi wahyu dari Allah kepada Muhammad, hal tersebut membawa kita untuk menanggapinya dengan serius. Tanpa ada keraguan, Qur’an menghasilkan kesaksian tentang kelahiran Yesus Kristus dari seorang perawan, yang berlawanan dengan kelahiran Muhammad (Surah 21:91).
Di sisi lain, Qur’an secara penuh menolak pengajaran Kristen mengenai Trinitas, tetapi di waktu yang sama salah menyatakannya sebagai “Bapa, Putera dan Ibu,”, yang berlawanan dengan konsep “Bapa, Putera dan Roh Kudus” yang diberikan oleh Yesus dalam Matius 28:19.
Surah 5:116
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam! Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “jadikanlah aku (Isa, sebagai Putera) dan ibuku (Maryam, sebagai Ibu) dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakan). Jika aku pernah mengatakannya bahwa tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”
Umat Muslim dengan cepat menunjukkan bahwa kata “Trinitas” tidak dapat ditemukan di dalam Alkitab dan sepertinya, hal tersebut menunjukkan bahwa mereka telah lupa bahwa demikian juga kata “Tauhid” (“keesaan” dari Tuhan), dimana merupakan pasal pertama dari keimanan Islam, tidak ditemukan di dalam Qur’an. Meski demikian, sama halnya dengan Alkitab dan Qur’an membuat pernyataan-pernyataan menegaskan kepada Tauhid, demikian juga Alkitab membuat pernyataan-pernyataan yang jelas yang menegaskan kepada kebenaran bahwa Tuhan, meskipun satu, menyatakan diriNya sendiri dalam tiga pribadi (Trinitas). Kebenaran ini masuk akal dan dapat diterima oleh setiap orang yang melihat Yesus lebih tinggi diatas semua manusia.
Sulit bagi umat Muslim untuk memahami keajaiban tentang Tuhan, sebab Muhammad tidak mengajarkan dengan jelas kepada mereka, seperti juga Waraqa Ibn Nauful, orang yang dia ajak berkonsultasi mengenai Kekristenan.
Mujizat Yesus
Qur’an menyatakan bahwa Yesus mampu melakukan mujizat-mujizat:
Qur’an menyatakan bahwa Yesus mampu melakukan mujizat-mujizat:
Surah 3:49, (cf 5:113)
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka) “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mujizat) dari Tuhanmu yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orangbuta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit kusta: dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah ; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.”
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka) “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mujizat) dari Tuhanmu yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orangbuta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit kusta: dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah ; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.”
Mujizat No.1: Yesus Kristus menciptakan burung yang hidup dari tanah liat
Mujizat No.2: Yesus Kristus menyembuhkan orang yang buta sejak lahir
Mujizat No.3: Yesus Kristus menyembuhkan orang yang sakit kusta
Mujizat No.4: Yesus Kristus menghidupkan orang mati
Mujizat No.2: Yesus Kristus menyembuhkan orang yang buta sejak lahir
Mujizat No.3: Yesus Kristus menyembuhkan orang yang sakit kusta
Mujizat No.4: Yesus Kristus menghidupkan orang mati
Meskipun mujizat menciptakan burung yang hidup dari tanah liat tidak dapat ditemukan di dalam Alkitab, rincian dari penyembuhan terhadap orang yang buta dan sakit kusta dan membangkitkan orang mati dapat ditemukan, (sebagai contoh: Matius 11:5; Yohanes 9:1-7; Markus 1:40-42; Lukas 7:12-15). Sebagai tambahan, Surah 3:49 menyatakan bahwa Yesus memiliki pengetahuan supranatural sebagaimana yang Alkitab juga nyatakan (Yohanes 1:47-48).
Bahwa Yesus menciptakan burung, sebagaimana yang Qur’an telah nyatakan, harus dipertimbangkan sebagai mujizat yang besar. Walau demikian, umat Muslim terbagi apakah akan menerimanya sebagai kebenaran atau sebagai metafora; atau apakah menganggapnya sebagai kebohongan. Dasar bantahan dari Ahmadis adalah meneranginya dalam semangat ini. Mereka membantah bahwa hal tersebut adalah metafora berdasarkan bahwa mujizat tersebut tidak disebutkan di dalam Alkitab. Dimana, apabila Yesus sungguh telah menciptakan burung, tidak ada alasan mengapa Alkitab telah gagal menyebutkannya, terutama karena penciptaan seekor burung adalah suatu mujizat yang belum pernah ditunjukkan oleh nabi–nabi Tuhan sebelumnya. Sungguh, penyebutan mujizat semacam itu tentunya akan menguatkan kemuliaannya yang besar diantara para nabi lainnya dan akan memberikan beberapa dukungan terhadap klaim ketuhanan, dimana mereka membantah bahwa hal itu telah disisipkan oleh para pengikutnya.
Dari argumentasi mereka kita dapat menetapkan beberapa poin berikut ini:
Tidak disebutkan mujizat itu dalam Alkitab, namun tidak ada alasan untuk menghilangkannya.
Penciptaan burung adalah unik dan mulia.
Tidak disebutkan mujizat itu dalam Alkitab, namun tidak ada alasan untuk menghilangkannya.
Penciptaan burung adalah unik dan mulia.
Tidak ada nabi Tuhan lainnya yang mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu.
Mujizat menguatkan kelebihan Yesus melebihi para nabi lainnya.
Kita akan mempelajari pengertian yang lengkap dari pandangan-pandangan tersebut dalam bagian selanjutnya.
Mujizat menguatkan kelebihan Yesus melebihi para nabi lainnya.
Kita akan mempelajari pengertian yang lengkap dari pandangan-pandangan tersebut dalam bagian selanjutnya.
Apakah Yesus Adalah Tuhan?
Sebagaimana yang telah kita lihat dalam bagian sebelumnya, gelar-gelar dan mujizat-mujizat Yesus yang dinyatakan dalam Qur’an mendukung klaim Alkitab bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 9:5, 1 Yohanes 5:20). Bilamana pembaca masih ragu, kami akan melanjutkan dengan memeriksa bukti dari klaim ini dengan lebih teliti.
Sebagaimana yang telah kita lihat dalam bagian sebelumnya, gelar-gelar dan mujizat-mujizat Yesus yang dinyatakan dalam Qur’an mendukung klaim Alkitab bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 9:5, 1 Yohanes 5:20). Bilamana pembaca masih ragu, kami akan melanjutkan dengan memeriksa bukti dari klaim ini dengan lebih teliti.
Hanya Tuhan Yang Dapat Menciptakan
Surah 10:34
Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?” katakanlah: “Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?”
Surah 10:34
Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?” katakanlah: “Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?”
Ayat di atas dari Qur’an mengindikasikan bahwa tuhan-tuhan palsu tidak dapat menciptakan. Kemampuan untuk menciptakan adalah melekat pada Allah saja. Dalam Qur’an, tindakan penciptaan -khalq tidak pernah dilekatkan pada makhluk lain atau para sesuatu yang lain, selain Allah.
Surah 13:16
Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?”Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?” Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”
Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?”Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?” Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”
Surah 31:11
Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah?
Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah?
Umat Muslim menemui kesulitan dan mustahil untuk menerima ketuhanan Yesus Kristus sebagaimana yang Alkitab nyatakan. Hal ini dikarenakan, keunggulan tersebut berlawanan dengan Qur’an yang tidak dengan spesifik menyatakan ketuhanan dari Kristus. Lebih lanjut, Qur’an mengutuk berhubungan dengan sekutu-sekutu atau makhluk lain atau sesuatu, dan menganggapnya Tuhan sebagai “Shirik”, dimana hal itu dianggap sebagai dosa terbesar di dalam Islam.
Sekalipun demikian, ketika kita memeriksa Qur’an dengan kritis dan dengan pikiran terbuka, kita dapat melihat bahwa Qur’an pun menyatakan ketuhanan Yesus. Walau demikian, benar untuk mengatakan bahwa kebenaran tersebut pada bagian-bagian yang lain ditolak.
Mari kita melakukan studi lebih lanjut dari mujizat yang dinyatakan dalam Qur’an (Surah 3:49; 5:113 –lihat halaman 115) ketika Yesus menciptakan burung-burung.
Ini adalah mujizat yang tidak pernah dilakukan/diperlihatkan oleh para nabi Allah sebelumnya. Daripada mempertimbangkan lebih jauh mujizat ini, banyak orang telah menjelaskan dengan mengatakan bahwa Allah-lah yang memberi Yesus pertolongan untuk melakukannya. Walau demikan, tetap ada pertanyaan, mengapa diberikan kepada Yesus dan tidak pada nabi lainnya?
Kita akan datang untuk memahami keunikan mujizat ini lebih baik dengan mengingatkan diri kita sendiri bahwa dosa terbesar dalam Islam adalah “Shirik”. Karena Qur’an (Surah 112:4) menekankan bahwa …tidak ada seorangpun yang seperti Dia. Kita masih perlu mengingatkan diri kita bahwa Qur’an yang sama menggambarkan Yesus sebagai Roh dari Allah (Ruh-mina-llah) dan Allah mengatakan Yesus sebagai bagian “dari Roh Kami”(lihat halaman 110-111).
Kita tidak dapat menghindari pertanyaan: Apakah ini Roh Tuhan? Mohon menjawab dengan tegas! Sebagaimana yang telah kita lihat, dari semua para nabi, Allah hanya melihat Yesus Kristus sebagai Ruhu’llah – “Roh dari Allah.” Apakah anda tidak dapat melihat keunggulan Yesus? Karena Yesus adalah “Roh dari Allah” kita tidak perlu terkejut atau merasa tidak nyaman jika dia mengulangi penciptaan. Sebagaimana Qur’an tekankan, bahwa tuhan-tuhan palsu tidak mampu berkekuatan seperti itu.
Surah 22:73
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah!
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah!
Sebagaimana telah kita, Ahmadis telah memberikan pertanyaan: “Jika Yesus sungguh telah menciptakan burung-burung mengapa hal tersebut tidak disebutkan di dalam Alkitab?” Di tempat ini mereka menolak mujizat sebagai kiasan. Secara mengejutkan, orang-orang yang sama menyokong fakta bahwa mujizat tersebut akan menguatkan keunggulan Yesus melebihi para nabi lainnya. Puji Tuhan!
Kita harus berpikir jernih dan rendah hati menerima kebenaran bahwa Yesus telah menciptakan burung-burung, suatu perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. Hal ini membuktikan ketuhanan dari Yesus Kristus yang tak terbantahkan. Fakta bahwa mujizat dari Yesus tidak disebutkan dalam Alkitab tidak dapat membatalkan ketuhanannya. Bahkan, Rasul Yohanes memberitahu kita:
Yohanes 21:25
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Yohanes 20:30-31
Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahw Yesuslah Mesias, Anak Tuhan, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahw Yesuslah Mesias, Anak Tuhan, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Sungguh, bagi siapa yang rindu untuk melihat, Alkitab akan menyatakannya, bukan hanya perbuatan Yesus menciptakan burung-burung, tetapi bahwa Dia bertanggung jawab atas semua!
Kolose 1:16
Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia
Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia
Yohanes 1:1-3
Pada mulanya adalah Firman; firman itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Tuhan. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Pada mulanya adalah Firman; firman itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Tuhan. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Apabila kita meminta bukti lebih lanjut dari ketuhanan Yesus, kita harus mengakui bahwa kematianpun tidak dapat menahannya sebagaimana dapat menahan manusia lain. Lebih jauh lagi, Qur’an menyatakan bahwa Yesus adalah suci:
Surah19:19
Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”
Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”
Siapakah, selain dari Tuhan yang suci?
Akhirnya, kita tahu bahwa Setan dapat mengingatkan semua nabi atas dosa mereka, dimana dengan pengecualian Yesus, Ruhu’llah –Roh dari Tuhan, sebagai roh dari Tuhan tidak dapat dan tidak berdosa..
Sebagai kesimpulan, Yesus, Yang Suci tidak berdosa, yang adalah Roh Tuhan dan yang menciptakan burung-burung, suatu perbuatan yang melekat hanya pada Tuhan, pastilah Tuhan. Apakah anda masih meragukan ketuhanannya?
Yesus – Satu-satunya yang layak menjadi Juruselamat
Cerita besar mengenai keselamatan dan kebutuhan akan petunjuk dapat ditemukan kembali melalui Alkitab dan Qur’an pada penciptaan manusia. Sungguh, kita boleh beralasan bahwa cerita mengenai manusia dan cerita mengenai keselamata adalah satu dan sama. Mari kita mengikuti cerita yang dinarasikan oleh Alkitab dan Qur’an.
Cerita besar mengenai keselamatan dan kebutuhan akan petunjuk dapat ditemukan kembali melalui Alkitab dan Qur’an pada penciptaan manusia. Sungguh, kita boleh beralasan bahwa cerita mengenai manusia dan cerita mengenai keselamata adalah satu dan sama. Mari kita mengikuti cerita yang dinarasikan oleh Alkitab dan Qur’an.
1. Tuhan menciptakan umat manusia
Tuhan menciptakan manusia dan memberikan kepadanya kehidupan, kebijaksanaan, pengetahuan dan kekuasaan -
Kejadian 2:7
“Ketika itu Yahweh Elohim membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup”
Tuhan menciptakan manusia dan memberikan kepadanya kehidupan, kebijaksanaan, pengetahuan dan kekuasaan -
Kejadian 2:7
“Ketika itu Yahweh Elohim membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup”
Surah 32:7, 9
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur!
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur!
2. Tuhan menyediakan kebutuhan umat manusia
Tuhan menempatkan manusia di dalam suatu taman yang cukup dan menyediakan semua yang dia butuhkan. Semua yang Tuhan berikan kepadanya adalah baik
Tuhan menempatkan manusia di dalam suatu taman yang cukup dan menyediakan semua yang dia butuhkan. Semua yang Tuhan berikan kepadanya adalah baik
Kejadian 2:16-17
“Lalu Yahweh Elohim memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”.
“Lalu Yahweh Elohim memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”.
Surah 2:35 (cf 7:19)
“Dan Kami berfirman; “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim”
“Dan Kami berfirman; “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim”
3. Tuhan meminta ketaatan
Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada manusia supaya manusia tidak tinggal dalam ketidaktahuan. (lihat Kejadian 2:17 Surah 2:35 di atas).
Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada manusia supaya manusia tidak tinggal dalam ketidaktahuan. (lihat Kejadian 2:17 Surah 2:35 di atas).
4. Setan bersumpah akan membalas dendam
Surah 7:16-17
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”
Surah 7:16-17
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”
5. Setan memasuki Taman
Satan mencoba muslihatnya pada manusia dan berhasil menipu mereka.
Satan mencoba muslihatnya pada manusia dan berhasil menipu mereka.
Kejadian 3:1-10
“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Yahweh Elohim. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Tuhan berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” 2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Tuhan berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” 4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5 tetapi Tuhan mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Tuhan, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” 6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. 7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Yahweh Elohim, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Yahweh Elohim di antara pohon-pohonan dalam taman. 9 Tetapi Yahweh Elohim memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” 10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”.”
“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Yahweh Elohim. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Tuhan berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” 2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Tuhan berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” 4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5 tetapi Tuhan mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Tuhan, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” 6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. 7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. 8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Yahweh Elohim, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Yahweh Elohim di antara pohon-pohonan dalam taman. 9 Tetapi Yahweh Elohim memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” 10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”.”
Surah 7:20-22 (cf 2:36)
Maka Satan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua”. Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah katu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
Maka Satan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua”. Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah katu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
6. Manusia tidak mentaati Tuhan
Adam dan Hawa mempercayai nasihat Setan dan mendengarkan dia lebih daripada kepada Tuhan. Ketidaktaatan kepada Tuhan adalah dosa dan mereka menjadi berdosa karena memilih melakukan jalan mereka sendiri.
Adam dan Hawa mempercayai nasihat Setan dan mendengarkan dia lebih daripada kepada Tuhan. Ketidaktaatan kepada Tuhan adalah dosa dan mereka menjadi berdosa karena memilih melakukan jalan mereka sendiri.
Kejadian 3:6
“Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
“Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Kejadian 3:11
Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
7. Manusia terpisah dari Tuhan
Tuhan membenci dosa dan oleh karena itu dosa memisahkan manusia dari Tuhan.
Tuhan membenci dosa dan oleh karena itu dosa memisahkan manusia dari Tuhan.
Kejadian 3:23
Lalu Yahweh Elohim mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
Lalu Yahweh Elohim mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
Surah 7:24
Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.”
Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.”
Yesaya 59:1-2
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Tuhanmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Tuhanmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Surah 2:38
“Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
“Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
8. Upah dari dosa
Menjadi jauh dari hadirat Tuhan adalah kematian rohani dan juga kematian jasmani memasuki dunia disebabkan dosa. Semua keluarga Adam telah berbuat dosa dan semua yang berdosa dibawah penghakiman yang sama atas diri mereka.
Menjadi jauh dari hadirat Tuhan adalah kematian rohani dan juga kematian jasmani memasuki dunia disebabkan dosa. Semua keluarga Adam telah berbuat dosa dan semua yang berdosa dibawah penghakiman yang sama atas diri mereka.
Roma 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan.
Roma 6:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Tuhan ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Tuhan ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Surah 16:61 (cf 35:45)
“Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumisesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya”.
“Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumisesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya”.
Hadith:
Anaaso Kuluhum, banuu Adama
Wa Aadamo min turaabin.
Anaaso Kuluhum, banuu Adama
Wa Aadamo min turaabin.
Adam yang pertama jatuh melalui ketidaktaatannya, dia gagal untuk menegakkan Islam-nya (ketundukkan kepada Tuhan). Adam seharusnya menjadi teladan untuk menuntun ketaatan kita kepada Tuhan.
9. Tuhan mengirim para nabi
Mereka seharusnya hidup di atas dosa, menegakkan Islam yang murni sehingga mereka mampu membimbing orang-orang kepada Tuhan.
Mereka seharusnya hidup di atas dosa, menegakkan Islam yang murni sehingga mereka mampu membimbing orang-orang kepada Tuhan.
Surah 7:35
“Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
“Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Semua nabi-nabi adalah keturunan Adam dan mereka semua jatuh ke dalam dosa:
Adam jatuh dalam dosa Surah 7 :23
Nuh jatuh dalam dosa Surah 11 :47
Musa jatuh dalam dosa Surah 28 :16
Daud jatuh dalam dosa Surah 38 :24
Solomo jatuh dalam dosa Surah 38 :35
Muhammad jatuh dalam dosa Surah 48 :2
Nuh jatuh dalam dosa Surah 11 :47
Musa jatuh dalam dosa Surah 28 :16
Daud jatuh dalam dosa Surah 38 :24
Solomo jatuh dalam dosa Surah 38 :35
Muhammad jatuh dalam dosa Surah 48 :2
10. Tuhan mengirim Penuntun untuk menyelamatkan umat manusia
Surah 2:38
“Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
“Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Penuntun ini seharusnya berbeda, tidak boleh gagal seperti nabi-nabi sebelumnya. Kali ini Tuhan mengirim FirmanNya.
Surah 3:39
“Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.”
Firman tersebut adalah Yesus Kristus.
“Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.”
Firman tersebut adalah Yesus Kristus.
Surah 3:45
“Ingatlah ketika malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari pada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”
“Ingatlah ketika malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari pada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”
11. Sang Firman datang untuk berhadapan dengan dosa
Yohanes 1:29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak Domba Tuhan, yang menghapus dosa dunia.
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak Domba Tuhan, yang menghapus dosa dunia.
Setan tidak mampu menipu Yesus atau menyebabkannya berdosa.
Matius 4:4-11
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan.” 5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Tuhan 6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Tuhan, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” 7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Yahweh, Tuhanmu!” 8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Yahweh, Tuhanmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” 11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.”
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan.” 5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Tuhan 6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Tuhan, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” 7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Yahweh, Tuhanmu!” 8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Yahweh, Tuhanmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” 11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.”
Yesus tetap suci dan tak berdosa
Surah 19:19
“Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”
“Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”
Ibrani 4:15
…Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Karena Yesus tidak memiliki beban dosa, maka Dia layak untuk menolong yang lain
…Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Karena Yesus tidak memiliki beban dosa, maka Dia layak untuk menolong yang lain
Surah 35:18
“Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulnya untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Seseungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikkan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali(mu).”
“Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulnya untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Seseungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikkan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali(mu).”
Oleh karena Dia, memanggil barang siapa yang berbeban untuk datang kepadanya.
Matius 11:28
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Dia adalah jalan kepada Tuhan
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Dia adalah jalan kepada Tuhan
Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Dia adalah pintu yang melaluinya domba dapat memasuki kawanan.
Yohanes 10:7
Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.
Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.
Dialah satu-satunya yang layak untuk menjadi Penyelamat kita dan oleh karena itu, dialah satu-satunya orang yang layak untuk menghakimi.
Dunia menunggunya untuk penghakiman.
Dunia menunggunya untuk penghakiman.
Surah 43:61
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.”
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.”
January 19, 2010 at 2:11 am
Simak baik2 pernyataan Yesus menurut 4 injil kanonik di bawah ini yang sangat tegas membantah ketuhanannya
MATIUS:
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: “Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
19:17 Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya. (al. KJV, Douay-Rheims Bible).
MARKUS:
12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
LUKAS:
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
YOHANES:
12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.
12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.
17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.
Berikut ini kesaksian orang2 Israel dimana Yesus menjalankan misi kerasulannya, tentang kenabian Yesus (bukan Tuhan):
MATIUS:
21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?”
21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”
LUKAS:
24:17 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”
24:19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
Perhatikan juga kutipan dua kisah Yesus menurut “Injil” Yohanes berikut ini, yang menunjukkan bahwa Yesus sama sekali tidak pantas menyandang predikat “Tuhan”, bahkan ia justru menunjukkan penghambaannya di hadapan Tuhan sebagai seorang Nabi/Rasul Allah bagi umat Israel:
YOHANES:
7:15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”
7:16 Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.
7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.
11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!”
11:35 Maka menangislah Yesus.
11:36 Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”
11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?”
11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
11:39 Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”
11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”
11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”
January 21, 2010 at 3:22 am
Kalo ada yg punya Alamat si yesus kasih tw donk,…
gw pngn ngombrol2 ma dia …
smsin jaa ke no gw 02190216575 gw tunggu yaa …
May 6, 2011 at 5:07 pm
Kalo ada yg punya Alamat si yesus kasih tw donk,…
gw pngn ngombrol2 ma dia …
smsin jaa ke no gw 02190216575 gw tunggu yaa …
Ini akan menjadi Doa yang kamu ucapkan.Dan Yesus akan menunggu kmu di gerbang perhentian terakhir.
Saat kmu masuk dan terlempar dalam api abadi,sudah terlambat untuk menyesali apa yang kamu hina dan cela.
December 7, 2011 at 12:53 pm
Ketahuan nggak pernah baca quran, makanya baca tuh Qs 3 : 55
Andamau ngomng silahkan katakan : “Tuhan Yesus saya mau nanyak ……..(katakan saja apa yg ada dlm pikiranmu pasti Yesus akan menjawabnya
January 29, 2010 at 8:22 am
dear yang mengaku Rahasia Alkitab…
berikut ini penjelasan Ayat2 yang Anda kutip cuma sepotong2. Mohon bila Anda mengkaji Alkitab dgn metode hermeneutik.
ReplyClick here to cancel reply.Simak baik2 pernyataan Yesus menurut 4 injil kanonik di bawah ini yang sangat tegas membantah ketuhanannya
MATIUS:
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
AYAT INI MENYATAKAN BAHWA IBLIS SUDAH TERTIPU. IBLIS MENGIRA BAHWA YANG DIHADAPINYA ADALAH MANUSIA BIASA SAMA SEPERTI ADAM SEPERTI DULU YANG PERNAH IA LAKUKAH. PADAHAL, YANG DIHADAPINYA ADALAH ELOHIM (TUHAN ATAU ALLAH, YANG KALIAN KENAL) YANG MENJELMA JADI MANUSIA.
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Ayat ini menggambarkan bahwa tidak gampang menjadi pengikut Kristus, bahkan meskipun telah menjadi aktivis. Jadi, setelah keselamatan itu diperoleh melalui iman percaya pada Kristus, pengikut Kristus harus melakukan kehendakNya yakni menjadi segambar dan serupa denganNya dalam pikiran dan perbuatan.
19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: “Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”19:17 Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.
Untuk ayat 17, mestinya berbunyi, “Yesus menjawab, “Mengapa engkau bertanya kepada-Ku mengenai apa yang baik? Hanya ada Satu yang baik. Kalau engkau ingin hidup, engkau harus taat kepada perintah-perintah Allah.” Dan jikalau terjemahan yang benar adalah Guru yang baik, itu artinya orang muda yang bertanya pada Kristus masih melihat Tuhan dalam wujud manusia yang tahu segala sesuatu yang baik dan mengenai hidup kekal. Itulah sebabnya ia memanggil Yesus sebagai Guru.
MARKUS:
12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
Ahli Taurat yang disebut dalam ayat 32 dan 28 hanya mengenal Yesus sebagai orang/ manusia yang tahu persoalan agama sehingga ia memanggil Yesus sebagai Guru. Dia mengetes Yesus sejauhmana pengetahuanNya soal hukum Taurat. Mengenai jawaban dalam ayat 29, kmi tidaklah menyembah 3 Tuhan seperti yang tertulis dalam Alquran. Kami hanya menyembah satu Tuhan. Bagaimana dengan Tritunggal ? Dia itu Ilahinas. Tuhan yang berwujud Roh dan menjelma menjadi manusia. Bapa adalah gambaranNya sebagai pencipta dan pemelihara dunia ini, Roh Kudus adalah wujudnya, Anak adalah sebutanNya saat menjelma menjadi manusia yang berawal dari seorang bayi. Kenapa harus repot2 jadi bayi ? Israel itu sangat memperhatikan soal keturunan. Jika DIA tidak punya ‘ortu’ tentunya akan dipertanyakan soal asal-usulnya serta kemurnian diriNya sebagai orang Yahudi. So, Tuhan tidak punya anak. Tapi, DIA yang menjelma menjadi seorang anak. Tu lho kayak dewa Wisnu yang menjelma jadi Rama n Kresna… Ngerti khan sekarang?
LUKAS:
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Silakan baca komentar saya dalam Injil Matius 4:10
YOHANES:
12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.
Ayat diatas sesungguhnya menunjukkan bahwa Yesus berkata-kata bukan berdasarkan pengetahuan, pengalaman, logika, dan pemikirannya sebagai seorang manusia, tetapi berdasarkan pada FIRMAN. Bagaimana dengan kata ‘Bapa yang mengutus Aku?” Ya, inilah keunikan kitab suci selalu dipenuhi dengan kata2 yang sulit dipahami. Saya akan berikan Yesaya 55: 11 sebagai ilustrasi. “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Perhatikan 4 kata terakhir dalam ayat tersebut. Siapa yang disuruh dalam ayat itu ? Bukankah Firman ? Firman itu siapa ? Jibril? Bukan khan?!! Klo gitu Tuhan menyuruh Firman yang tak lain adalah diriNya sendiri? Masak Tuhan menyuruh diriNya sendiri? Yup!! Itulah konteksnya. Demikian pula dengan ayat di atas. Tuhan (yang disebut BAPA) mengutus FirmanNya (yang tak lain adalah Tuhan itu sendiri) untuk menjadi manusia sehingga bisa menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Firman itu namanya Yesus. Dan Yesus bukanlah manusia biasa seperti junjungan kalian. Beliau adalah Ilahinas. Kenapa memakai kata diutus dan bukan turun atau kata lain ? Diutus berarti ada seorang yang punya kuasa tertinggi mengirim seseorang untuk pergi menyampaikan pesan pada orang lain yang derajatnya lebih rendah. Tuhan sebagai pribadi yang punya otoritas tertinggi mengirim Firman yakni ’ power’/ kekuatan Tuhan untuk menyampaikan pesan pada manusia. Kenapa bukan manusia aja (nabi) atau malaikat ? Karena misi dari pesan itu tidak bisa dibawa sembarangan orang (manusia atau malaikat). Misi apa gerangan ? Misi mengembalikan ciptaanNya yang telah rusak karena dosa kembali pada keadaan semula (suc). Manusia, amal baik, ibadah, atau apapun tidak bisa menyelamatkan. Karena hukuman dosa adalah maut. Dan untuk menebusnya diperlukan darah seseorang yang tidak punya dosa sama sekali (dosa keturunan). That’s why he need to turn down into the earth become a man like u and me.
17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Lihat penjelasan saya pada pasal 12 di atas ya…
20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.
Pada saat itu, Tuhan hampir menuntaskan misiNya menyelamatkan umat manusia di atas kayu salib. Selanjutnya, IA harus kembali ke Surga supaya bisa menyertai seluruh pengikutNya dalam bentuk Roh Kudus di hati seluruh pengikutNya. Karena Ia sudah mati di atas kayu salib maka kini Tuhan telah menjadi Tuhan atas semua bangsa. Yahudi dan bukan Yahudi (termasuk Samaria). Saat itu ada anggapan Tuhan itu hanyalah milik orang Yahudi bukan Samaria (orang keturunanYahudi yang disingkirkan masyarakat Yahudi karena menikah dengan bangsa selain Yahudi).
Berikut ini kesaksian orang2 Israel dimana Yesus menjalankan misi kerasulannya, tentang kenabian Yesus (bukan Tuhan):
MATIUS:
21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?”21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”
Ayat diatas menunjukkan bahwa orang2 Israel menganggap Yesus sebagai manusia biasa dan punya kemampuan luar biasa. Inilah tanggapan orang2 yang belum mengenal DIA.
LUKAS:
24:17 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”24:19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
Kleopas sama dengan orang Israel yang lain. Dia berharap Yesus mampu membebaskan bgs Israel dari penjajahan Roma. Ini diawali dari kesalahan penafsiran pembebas yang ditulis nabi Yesaya. Mereka beranggapan bahwa sang pembebas/ Mesias itu akan membebaskan dari perbudakan orang. Padahal perbudakan dosa. Kleopas hanya murid lingkaran kedua yang tidak mengenal Kristus dari dekat sehingga dia mengira Yesus hanya manusia biasa.
Perhatikan juga kutipan dua kisah Yesus menurut “Injil” Yohanes berikut ini, yang menunjukkan bahwa Yesus sama sekali tidak pantas menyandang predikat “Tuhan”, bahkan ia justru menunjukkan penghambaannya di hadapan Tuhan sebagai seorang Nabi/Rasul Allah bagi umat Israel:
YOHANES:
7:15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”7:16 Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.
Pasti titik berat kalimat ini terletak pada kalimat “DIA yang telah mengutus Aku khan ?” Liat penjelasan saya untuk Yohanes pasal 12 ya….
11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:11:34 “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!”11:35 Maka menangislah Yesus.11:36 Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?”11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.11:39 Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”
Yohanes 11 merupakan gambaran Yesus saat IA mengekspresikan dirinya sebagai manusia. Bukankah DIA adalah Ilahinas?? Saat berada dalam tubuh manusia, tentunya Ia bisa bertindak layaknya seorang manusia (menangis, lapar, sedih, dsb). Jika tidak, orang-orang tentunya takut karena ia bukan manusia. JIN, setan atau apapun bisa hinggap di pikiran orang-orang Israel.
October 8, 2010 at 7:59 am
Syalom…..
klo boleh share…
Pada kitab Yohanes pasal 1, akan sangat jelas siapakah Yesus…
oke deh, ini isi nya:
1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: ”Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”
16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
18 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: ”Siapakah engkau?”
20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: ”Aku bukan Mesias.”
21 Lalu mereka bertanya kepadanya: ”Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: ”Bukan!” ”Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: ”Bukan!”
22 Maka kata mereka kepadanya: ”Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”
23 Jawabnya: ”Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: ”Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?”
26 Yohanes menjawab mereka, katanya: ”Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”
28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”
32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: ”Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”
December 7, 2011 at 12:05 pm
Tanya saja sama si muhamad, atau tanya sama si jibril (jin islam)
December 24, 2011 at 6:34 pm
Yesus berbisik kepadaku, :”Aku dilahirkan pada bulan April dan janganlah engkau ikut merayakannya dibulan Desember. Aku tidak pernah mati disalib, karna itu aku mengeluarkan darah dan air pada saat ditusuk prajurit Romawi.
Dan Aku bukan naik keatas langit, melainkan mencari domba-2 yg hilang, yakni para bani Israil yg telah jauh meninggalkan Tanah asal mereka.
Aku diutus Bapa, semata-mata hanya sebagai petunjuk bagi kaum Israil, untuk itu, aku selalu bersabda :’Hai bani Israil’.
Akulah pemberi jalan bagi Raja yg akan datang berikutnya, dan tidaklah para Nabi itu turun tanpa adanya penolakan, karna bagi pemimpin agama yg sudah ada sebelumnya, para Nabi yg datang hanya akan merenggut kekuasaannya.
Dan kekuasaan itu adalah Nikmat dibalik gelimang uang yg disembunyikan.
Untuk itu, ingatlah perkataanku ini baik2,”Bagi mereka yg memutarbalikkan fakta ini, demi kekuasaan serta agama, dari kaumku ataupun dari kaum Muhamad , maka dengan berat hati, akan kuantar mereka kedalam gerbang Neraka Jahanam yg paling dalam bila mereka mati kelak.”
Para kiyai ataupun para pastur yg terhormat. ingatlah bahwasanya kalianlah yg paling bertanggung jawab terhadap umat kalian, yg mana mereka kelak hanya akan dipersalahkan karna kurang berpikir. Selebihnya, “TANGGUNG JAWAB ANDA”
Dan ingatlah, tidaklah Tuhan itu menjadikan Agama untuk orang2 yg tidak berpikir
January 16, 2012 at 4:11 pm
Yg jelas, Yesus itu adalah pembawa kabar Tuhan dari dan untuk bangsas Yahudi.
Kalo nggak ada Paulus ya gak bakal agama ini dinamakan Nasrani. Tetep aja Yahudi.
Katakan pada saya bahwasanya ada satu ayat yg dikatakan Yesus untuk dimaklumatkan kepada dunia??????
May 9, 2012 at 3:17 am
Maksudnya Yesus tuh tukang Loker Koran gitu?
February 18, 2012 at 3:51 pm
Ya iyalah, ketika Yesus didunia, Dia manusia, dan itulah Inti Iman Kristiani, bahwa Allah turun kedunia sebagai manusia biasa, yang miskin dan lemah. Disiksa, dihina dan disalibkan untuk mati bagi penebusan dosa manusia.
Sebagai manusia, Dia harus mengajarkan kepada manusia untuk menyembah Allah (bukan Auloh), berdoa kepada Allah, memberikan Perintah kepada manusia untuk menuruti Perintah Allah.
Yesus adalah Firman Allah, dan Dia adalah Allah sendiri (John 1:1)
Sabda Yesus “Aku dan Allah adalah SATU” (John 10:30).
Maukah anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda pribadi, dan diselamatkan, karena DIALAH PEMILIK SURGA!!
Inilah ajakan bagi anda untuk diselamatkan !!
Quran juga mengatakan demikian, Yesus adalah Kalimatulah, Ruhullah!, apakah kalian mau membantah lagi??
February 18, 2012 at 6:53 pm
Kan dah ku bilang kristian agama setan.Kata-kata “Maukah anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda pribadi, dan diselamatkan, karena DIALAH PEMILIK SURGA!!” (ajakan supaya menyembah Tuhan selain Allah)bukankah kurang lebih sama dengan kata-kata setan “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”(Setan membujuk supaya menyembah kepada Tuhan selain Allah).
Makanya jawapan saya utk bujukan diatas sama sepperti jawapan yesus “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
He he he…
April 15, 2012 at 1:10 am
Coba mari sama-2 kita pikirkan???
Saya pernah melihat seorang anak gadis kecil dibawah umur diperkosa dan dibunuh oleh sekelompok orang yg menyerang kampungnya.
Saya ingin bertanya:
1. “Dimana Tuhan saat itu?????
2. “Anak kecil itu jelas pemeluk animisme bukan beriman kpd Yesus”
Apakah dia akan LANGSUNG masuk SURGA tanpa melangkahkan kakinya ke NERAKA???
3. “Bilamana siPemerkosa itu beriman dan mengakui Yesus adalah tuhannya???
Dengan mengaku DOSA apakah nantinya dia langsung masuk SURGA????
- Bilamana demikian maka bolehkah saya menyatakan bahwasanya Tuhannya orang Kristen itu MAHA JAHAT??????
January 19, 2010 at 12:50 pm
Jika diakhir zaman kelak Yesus diturunkan lagi ke bumi, maka tugas utamanya adalah meluruskan manusia2 sesat seperti anda. Disebutkan juga dalam riwayat, bahwa kelak shalatnya Yesus dibelakang Imam Mahdi. Jadi Yesus juga shalat menyembah Allah. Tetapi manusia2 sesat seperti anda tidak menyembah Allah, tetapi malah menyembah Yesus. Dasar manusia udah sesat tolol lagi. Sejak kapan Yesus jadi Tuhan? Yaitu sejak Konsili Nezia. Mana ada Tuhan diangkat oleh manusia? Hanya manusia goblog saja yang berbuat seperti itu. ha.. ha.. ha..
January 25, 2010 at 3:46 am
betul juga tuu…
manusia nyembah manusia,gw juga pngn d sembah tuu klo gtu ..
wkwkwkwkwk
December 7, 2011 at 12:15 pm
Itulah hebatnya Tuhan Kristen bisa menyatakan driNya dm rupa manusia
lah Tuhan looo kayak apa modelnya ada tangan mulut apa nggak?
Apa cuma di hayal2n doang,lalu umat islam yg nunggang nungging sampe nyungsep2 itu nyembah apa yaaaahh ?
Nyembah ke arah kaabah itu nyembah batu hitam yaaa ?
February 2, 2010 at 4:40 am
dear all…
SIAPA YESUS SEBENARNYA DI BENAK PENGIKUT KRISTUS ?
[Diambil dari Buletin Midrash Talmiddim edisi 6 dg sedikit pengubahan]
Seperti yang telah diketahui secara umum, bahwa Yesus bisa lahir, sakit, lelah, makan, tidur, dikhianati, merasa kesakitan, dan mati. Namun, sifat-sifat kemanusiaan ini tak bisa diambil sebagai bukti ke-bukan-ilahi-an Yesus, sebab ke-ilahi-an Yesus itu pra ada, yaitu sebelum jadi manusia, yaitu kekal sebagai Firman-Kalam, bukan yang baru ada, dan yang phisik sebagai manusia [Yoh 1:1 揚ada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Elohim (Allah yang kita kenal) dan Firman itu adalah Elohim (Allah) 揮.
Jadi, yg disembah orang Kristen bukanlah MANUSIA YESUS, Tetapi Elohim yang Esa melalui Firman yang menyatu dalamNYA yang diturunkan dengan mengenakan tubuh jasmani, dan wujud jasmani dari ‘NuzulNya’. Jadi, yang dianggap ilahi oleh Iman Kristen bukan jasmaniNYa yang berwujud makhluk itu, tetapi keberadaan azali Kristus sebagai Firman yang satu di dalam Elohim sendiri.
Saat Yesus berbicara, yang berbicara adalah Elohim yang berdiam dalam tubuh manusia. Bukanlah manusia Yesus. Itulah sebabnya Ia berkata dalam injil Yohanes 12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.?Serta dalam kitab Yohanes12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.
Jika dalam benak Saudara Firman Allah/ Elohim dpt diturunkan menjadi kitab yang dicetak ulang oleh manusia. Maka dengan landasan yg sama Iman Kristen mengatakan bahwa Firman Elohim dpt diturunkan dlm wujud manusia yg dilahirkan manusia. Jadi ISA sbg manusia anak Maryam itu benar-benar jelmaanNya yang sejati dan sempurna , Firman Allah yg kekal yg mengenakan tubuh mns yg kekal dalam Elohim (Allah) dan tdk mungkin dianggap makhluk yg sejajar dg makhluk lain seperti kita.
Jadi, Yesus adalah Firman Allah yang Nuzul (diturunkan) bkn sbg kitab, ttpi sbg manusia. Oleh karena yg menurunkan Firman Allah yg berwujud mns itu adalah DIA sendiri, maka peristiwa ini disebut sbg ‘PENGUTUSAN’. Yesus adalah yg diutus Allah (Yohanes 17:3), Rasul Allah (ibrani3:1), tetapi bukan dalam pengertian Rasul seperti yang ada dalam benak Saudara2 sekalian (manusia biasa yg ditemui ‘malaikat’ untuk mengumumkan dirinya adalah utusan dan menyerukan berbagai macam hal layaknya nabi). Why? Sudah bnyk org spt itu yg diutus (nabi2), namun mns msh saja belum berbalik pdNya dan berpaling dariNya dg menyembah ilah2 asing. Masakan DIA melakukan kesalahan yg sama untuk kesekian kalinya ? Kali ini, DIA sendiri yg turun lgs ke bumi, bkn dg menunjukkan keilahian tetapi dg bentuk familiar yakni manusia. Yg ilahi tidak bisa berdekatan dg yang penuh dosa. Sebab yang penuh dosa itu akan lgs mati jika berdekatan. So, yg ilahi itu mengenakan ‘kostum’[tubuh mns] agar bisa berdekatan dg yg penuh dosa (Saudara dan saya).
Yesus sebagai Rasul adalah DIa Firman Elohim (Allah)-kalam Allah yg ‘keluar’: dari Allah yg berasal dari sorga yg diutus atau diturunkan ke dalam dunia. Yesus adalah utusan yg bersifat ilahi, karena DIA adalah Firman Allah yg diturunkan. Jadi kerasulan Yesus tdk dpt dipertentangkan dg ke-ilahi-an-Nya.
Perhatikan ! Alkitab sndr mengajarkan suatu ‘tauhid’ seperti yg telah dikutip om Daniel, serta om yang mengaku tau Rahasia Alkitab (Mat 4:10; Mark 12: 28,32; dan Yoh 17). Ia tidak diperanakkan dan tidak pula ia beranak melalui proses pernikahan dengan wanita. Adakah Pribadi yang kalian pertanyakan keTuhananNya itu merupakan hasil persetubuhan laki2 dg wanita (Maryam dg Yusuf) ? Hembusan Roh Kudus (yg diterjemahkan hembusan dari Jibril) yg tertulis dalam kitab suci adakah sesuatu yg bisa diterima nalar ? Jika tulisan itu benar, berarti Jibril telah mengkudeta Tuhan. Tuhan tentu tidak akan mengizinkan bawahanNya untuk menciptakan makhluk. Penciptaan makhluk adalah wewenang BELIAU SEORANG. Kenapa BELIAU memerintahkan Jibril untuk mencipta makhluk; bukan malaikat yg lain? Adakah BELIAU sibuk saat itu ? Tentulah kalian menjawab, itu hanya MISTERI Allah.
Allah tidak memiliki jenis kelamin. Artinya, DIA bukan laki-laki atau perempuan namun ROH (Yoh4:24). Ini menunjukkan kebukan-jasmanian dan kebukan-tubuhan Allah. Jadi, mustahil Allah itu beristri (dengan manusia yang derajadnya lebih rendah dari DIA; berdosa pula). Dengan demikian, mustahil pula itu DIA itu beranak melalui pernikahan secara biologis.
Sedangkan mengenai konsep bahwa KeTuhanan Yesus merupakan buatan mns melalui sidang Konsili serta pendapat Rasul Paulus, konsep itu salah besar. Sama seperti kalian, saat itu para saksi mata sejarah kehidupan Yesus (murid2 Yesus) telah banyak yg sudah meninggal dunia. Masing2 area memiliki kitab2 atau tulisan sendiri2. Pengikut Matius hanya punya tulisan Matius. Pengikut Yohanes punya tulisan sendiri. Maka perlu dikumpulkan jadi satu. Saat pengumpulan, ada 2 kriteria yang menjd dasar apakah kitab itu bisa mjd pedoman umum (mjd Alkitab spt yg kalian tau saat ini). Kriteria itu adalah: 1) Adakah ajaran dlm kitab itu telah mjd dsr ajaran sebagian bsr pengikut Kristus saat itu ? 2) Benarkah kitab itu ditulis oleh murid2 Kristus ? Jadi, pd dsrnya pengikut Kristus tlh meyakini lbh dulu keTuhanan Yesus sblm adanya kanonisasi bukan dibuat para pemimpin grja dulu baru yakin. Lagian, bukan hanya Paulus yg mencetuskan tritunggal. Buka aja Yoh 1: 1-18 Yohanes secara tidak lgs menyebutkan adanya ketritunggalan Kristus di dalam tulisannya; kemudian saat pembaptisan Yesus, di injil Matius smp Lukas digambarkan adanya kehadiran Bapa; Anak dan Rohkudus pada saat yg bersamaan. Itulah tritunggal dalam kitab yang lain. Mudah2an kalian memahami siapa Yesus dalam benak Pengikut Kristus. Wassalam
April 11, 2010 at 9:03 pm
Hormat untuk anda zafnat.
Anda menulis …”Jadi, yg disembah orang Kristen bukanlah MANUSIA YESUS, Tetapi Elohim yang Esa melalui Firman yang menyatu dalamNYA yang diturunkan dengan mengenakan tubuh jasmani, dan wujud jasmani dari ‘NuzulNya’. Jadi, yang dianggap ilahi oleh Iman Kristen bukan jasmaniNYa yang berwujud makhluk itu, tetapi keberadaan azali Kristus sebagai Firman yang satu di dalam Elohim sendiri.
Saat Yesus berbicara, yang berbicara adalah Elohim yang berdiam dalam tubuh manusia. Bukanlah manusia Yesus. Itulah sebabnya Ia berkata dalam injil Yohanes 12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.?”
SHAHIL:
Saya ingin bertanya, bagaimanakah ALlah boleh berada di dalam tubuh Isa (Jesus)?
Apakah ALLah berada di dalam tubuh Isa itu seperti kesurupan hantu yang mana jika ALLah mahu masuk yah Dia masuk dan jika suka mahu keluar Dia keluar?
Jika ALLah berada di dalam tubuh Isa, ertinya ALLah itu berada di dalam ruang. Jika inilah hakikatnya (sebenarnya), ALLah itu sama dengan makhluk yang berada di dalam ruang.
Maaf saya tidak menghujat tetapi silalah anda jelaskan.
Hormat
April 22, 2010 at 3:39 am
dear Shahil
Tentu saja bolehlah Yang Ilahi itu masuk dalam satu jasad. Tujuannya khan supaye Anda dan saye selamat? Supaye DIA bisa dekat dengan manusia. Nanti liat jawaban teman saye Sinchan ya dalam halaman ini juga…
Shahil… Abi yang kudus itu bukanlah seperti hantu yg bisa keluar masuk seenaknya. DIA tu maha hadir dan tidak terkurung dalam tubuh manusia selamanye. Misalnya, saat pembaptisan jasad Yesus. Di sana Abi dan Kalam yg kudus tampakkan diri. Namun, tu berarti dia bukan 3 pribadi. Saye beri contoh lilin yg buat mainan anak-anak. Bentuknya lilin. Tapi dia bisa diambil separuh untuk jadi hal lain dan seterusnya. Namun, bukankah bentuk yang lain itu adalah benda yang sama? Macam amuba lah saye kira. Saye harap Anda faham maksud saye.
February 2, 2010 at 6:18 am
Setuju sekali mas Wildan Hasan, hanya orang tolol yg berbuat demikian. Karena mata hatinya udah tertutup dari hidayah Allah. siap-siap aja jadi penghuni neraka.
June 16, 2010 at 12:37 pm
kalo lu bukan nyembah yesus????
knp di kristen ada nmanya 3 tuhn???
tuhan bapa..
tuhan ibu???
sama tuhan yesus??
sy nntn sendiri acara pemberkatan pus di vatikan…..
sy kuliah di stockholm univercity…..
jelas sekali di sebutkan “Atas nama TUHAN YESUS YG AGUNG”"”"”
jdi secara jamaknya yesus itu lebih kalian percaya dari pada bapa yg di perintahkan yesus utk di sembah!!!!
alasannya cuma satu,,,,
kalian itu cuma”RASIS” ,,,karena menganggap nabi kami muhammad bukan org yahudi seperti juru selamat kalian!!!!!
June 16, 2010 at 6:50 pm
CASPER/rahmatanlilalamin, Bacalah artikel berikut ini dan ini, untuk mengerti bahwa Muhammad salah BESAR karena terpengaruh sekte sesat Mariamne yg percaya Tritunggal itu Bapa/Allah, Yesus dan Maria/Tuhan Ibu, padahal Tritunggal Alkitab sudah jelas, Bapa/Allah, Yesus/Anak Allah/Firman Allah, dan Rohul Kudus bukan Malaikat Jibril dan juga bukan Maria lho…..
January 20, 2010 at 5:18 am
siapakah yesus ??
yesus adalah manusia yang mengaku tuhan menurut cosmicboy..
ntar gw aja ngaku tuhan ,, lo semnah gw yah …., WKWKWKWKWKWK
GOBLOK LO..
January 21, 2010 at 3:23 am
betul juga tuu kata2 lo …
Kira2 kabar si Yesus gmn yaa skrg ..?
December 3, 2010 at 7:00 pm
Allah SWT Maha Esa dan tidak ada Tuhan selain ALLAh…….
January 30, 2010 at 1:55 pm
islam,
Koq bawa2 emosi dari sana ke sini?
Emang saya yg ngomong gituh?
Hmmmf…saya ngga salah,Islam dikembangkan lewat hoaxdan pembohongan?
January 30, 2010 at 1:57 pm
@ islam & Ovik,
Emangnya menuhankan batu hitam lebih baik?
Hmmmf…moslem,how pathetic.
March 11, 2010 at 9:29 am
weehhh…gw ad nmor hp mas YESUS neeh??
ad yg mo gag??
0888-1000-200 (CLUB JABLAY)..
hahahagsx..
March 11, 2010 at 2:58 pm
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12)
March 15, 2010 at 3:38 pm
maaf mas, saya gak ngerti apa isi kitabmu… karena kitabmu ini buatan manusia.
masa saya baca di injil ada kata2 seperti ini “zakarnya besar seperti zakar kuda”
saya lupa ayatnya. coba cari sendiri.
kitab suci kok kata2nya vulgar. ini kitab atau majalah stensilan???
March 15, 2010 at 5:05 pm
Itu ditujukan untuk si M, yang doyan perempuan, ampe anak di bawah umur aja diembat. sekarang liat tuh, pengikutnya banyak yang niru.
April 5, 2010 at 6:24 pm
buset gede banget bijinya ya?
April 4, 2010 at 1:32 pm
Amiin.. seperti sebutir biji padi akan bisa menghasilkan ratusan biji padi yg baru setelah sebutir gabah tadi ditanam,demikian juga Yesus Kristus setelah dgn Kasih-Nya rela ditanam di gua yusuf arimatea kemudian bangkit pada hari minggu dgn tubuh kemuliaan maka dgn kebangkitan Kristus dihasilkan banyak manusia baru yg berkenan kepada Allah Bapa di sorga,selamat paskah.. mari dgn semangat paskah yg telah kita miliki krn anugerah Bapa, kita memberitakan kasih Bapa didalam Kristus kepada sesama kita yg haus akan keselamatan, agar mereka minum air kehidupan dgn cuma-cuma.Mari..kita membritakan kasih Kristus dgn hati yg murni dilandasi dgn pikiran dan perasaan Kristus.
January 21, 2010 at 3:20 am
Kalo ada yg punya Alamat si yesus kasih tw donk,…
gw pngn ngombrol2 ma dia …
smsin jaa ke no gw 02190216575 gw tunggu yaa …
February 2, 2010 at 9:20 am
ngapain gua ngabisin pulsa sms lu?
January 27, 2010 at 3:50 am
dear Wildan Hasan dan Ovik, kmi lebih baik daripada Anda. Tahukah Anda siapa yang Anda sembah ?!! DEWA BULAN. Berikut ini buktinya..
Faktor2 penting yg menunjukkan bahwa nama “Allah” sudah digunakan kaum berhala sbg nama dewa tertinggi mereka adalah :
jaman pra-Islam dulu orang Arab menyembah dewa dewi dan pada dasarnya animistik. lewat bulan, bintang, matahari, planet, binatang, pohon, batu, goa dan sumber air serta berbagai obyek2 alam lainnya, manusia bisa berhubungan dgn dewa. Di Mekah, “Allah” adalah dewa tertinggi bangsa Quraish, sukunya Nabi. Allah memiliki 3 puteri: Al Uzzah (Venus) yagn paling dipuja dan senang dgn korban manusia; Manah, dewi nasib dan Al Lat, dewi tumbuh2an. Mereka dianggap paling kuasa dan campur tangan mereka atas nama pemuja sangat penting.
Arab sering menamakan anak2 mereka —Abdullah (budak Allah). Bukti nyata; nama ayah Muhamad adalah “Abdullah”. Analogi logis disini adalah, kalau memang tidak ada kata “Allah” di jaman pra-islam, maka tidak juga akan ada anak2 yg dinamakan Abdullah atau budaknya Allah di wilayah Arab.
Bahkan sekarangpun di seluruh dunia Arab, non-Muslim-pun (Yahudi, Kristen, Sabian, Bahai, atheis dsb.) Arabs mengatakan —“Ya Allah” sbg ungkapan sedih/kaget.
Pernyataan Albert Hourani: “Nama Islam bagi Tuhan adalah Allah, yang sudah dipakai utk dewa2 setempat ”
Menurut sejarah ada 2 teori eksistensi Allah di dan sekitar Kabah Sharif: # kaum berhala menyebut patung terbesar diantara ke 360 dewa dewi itu ALLAH—yg mereka anggap dewa tertinggi(god). Atau,
Kaum berhala Arab memuja 360 dewa dewi didalam Kabah Sharif, dan mereka dianggap lebih kecil dan dibawah penguasaan penuh dewa tertinggi yg disebut “ALLAH” yagn tidak dapat dilihat (Nirakar) dan Maha Kuasa, Maha Tahu dan sangat tidak dapat diketahui.
Beberapa faktor yang menunjukkan “Allah” adalah Dewa Bulan kaum Arab pemuja berhala
(A) Dlm Qura’n paling tidak ada 12 surah dimana Allah berulang2 bersumpah atas nama bulan, matahari, planet, malam, angin dsb. Memang misteri mengapa sang pencipta, Allah, harus bersumpah atas ciptaanNya. Biasanya, kami bersumpah atas nama sesuatu yang lebih superior dari kami, Tuhan atau bapak kami (yg dianggap lebih superior dari kami). Tapi kami tidak pernah bersumpah atas nama sesuatu yang lebih rendah dari kami. Namun dalam Quran gaya Allah bersumpah pada bulan atau bintang menunjukkan bahwa Allah menganggap hal2 ini lebih tinggi darinya. Dan inilah yang membuat kami bertanya, siapa sebenarnya yang bertindak sbg Allah dlm Quran?
Namun, dlm penjelasannya mengapa Qur’an bersumpah atas bulan dalam Surah 74:32 , “Nay, verily by the Moon,”Yusuf Ali berkomentar, “Bulan dipuja sbg dewa dalam saat2 gelap” (fn. 5798, pg. 1644). Mungkin, sumpah Allah ini akibat kebiasaan budaya yg sudah mendalam menyembah bulan sbg Tuhan.
(B) Yusuf Ali menjelaskan (Page-1921-1623 of his English Translation of Holy Quran):
“Pemujaan Bulan-sangat populer dalam berbagai bentuk ………Apollo dan Diana — saudara kembar, mewakili bulan dan matahari … dalam agama Vedic India, dewa bulan adalah Soma, dewa planet……. Jaman India kuno dulu, bulan adalah dewa (laki2). Bulan juga dewa (laki2) dalam agama Semitik kuno dan kata Arab bagi bulan, “qamar’, juga memiliki gender maskulin. Sementara, kata Arab bagi matahari “shams” adalah gender feminin. Kaum berhala Arab nampaknya menganggap matahari sang dewi dan bulan sang dewa.
Dewa dewi berhala yang paling terkenal di sekitar Mekah adalah Lat, Uzza, dan Manat.…ke-360 dewa dewi di Kabah itu juga kira2 mewakili jumlah hari dalam satu tahun. Ini sebenarnya pemujaan berhala yang dikenal kaum Quraish pada jaman nabi kami.”
(C) Pengaruh Bulan pada Islam: Siapa yang bisa membantah pentingnya pengaruh bulan dalam kehidupan Muslim ? Dalam Islam, bulan dianggap obyek astronomi yagn paling sakral dan bulan adalah patokan segala festival/ritual Islam. Kontradiksi dan konflik sangat umum dengan tanggal2 Idul Fitri dan Ramadhan dan jelas ini problem kronis dan bulan adalah sumber segala permasalahan ini. Bulan sabit adalah lambang pada bendera negara2 Muslim, mesjid, kuburan dsb.
Muhamad memanfaatkan kaum berhala untuk mendirikan Islam di semenanjung Arab: Muhammad menggunakan taktik mengadaptasi ritual berhala dalam Islam agar dapat mengakomodasi kaum berhala. Ia terikat berbagai perjanjian politik dgn para pemimpin kaum berhala spt Abu Sofyan guna mengakomodasi agama barunya ini dan setuju utk mencakupkan ritual2 berhala dalam Islam. Muhamad meminta para penyembah berhala agar hanya memuja “Allah” dewa paling besar dan menghancurkan lambang2 dewa dewi lainnya yang eksis dalam Kabah.
Utk mendirikan monotheisme-nya Allah, ia berkali2 meminta mereka agar tidak menomorduakan (not to make any partners to) Allah. Itulah kenapa kita bisa menemukan ratusan surah Quran “meminta agar “not to make any partners to Allah”. Akhirnya, Nabi sanggup meyakinkan (tentunya dengan kekerasan) agar kaum berhala menghancurkan semua patung dewa dewi dan sebagai gantinya setuju (mungkin) utnuk membiarkan nama2 alternatif dewi yang paling penting, Allah—oleh karena itulah Islam memiliki 99 NAMA ALLAH.
Nabi Muhamad memerintahkan pengikutnya agar turut serta dalam upacara berhala saat kaum berhala masih menguasai Mekah.
(Lihat Yusuf Ali, fn. 214, pg. 7. … “seluruh hijrah (berhala) diberi arti spiritual dalam Islam … the whole of the [pagan] pilgrimage was spiritualized in Islam…” (Yusuf Ali: fn. 223 pg. 80). Dalam Tafsir (Quran-2:200) Maulana Yusuf Ali mengatakan : “Dlm masa pemujaan berhala, setelah hijrah, para peziarah biasanya berkumpul dalam kelompok2 dan menyanyikan pujian2 pada nenek moyang mereka. Seluruh ritual hijrah diberi arti spiritual dalam Islam, jadi akhirnya Hijrah juga di-spiritualisasi.
Dianjurkan agar para peziarah utk tinggal selama 2 atau 3 hari setelah hijrah, tetapi mereka harus menggunakannya untuk solat dan pemujaan kdp Tuhan. (#223 of Shane’nazul by Maoulana Yousuf Ali, page-81)
Dalam Islam banyak ritual Muslim atas nama Allah ada hubungannya dengan pemujaan berhala yang ada sebelum Islam. Praktek berhala Hijrah di Kabah sekali setahun–puasa Ramadan, lari keliling Kabah 7 kali, mencium batu hitam, mencukur kepala, korban binatang, lari keatas dan kebawah 2 bukit, melemparkan batu kpd setan, mendenguskan air dari hidung, solat beberapa kali sehari menghadap Mekah, zakat, solat Jumat dsb diikuti secara ketat oleh Muslims. Tetapi tidak ada yang bisa mengingkari fakta bahwa, ritual2 tsb eksis jauh sebelum adanya Islam.
Sangat masuk akal bahwa mencakupkan ritual berhala dalam agama baru Islam, nabi dgn sukses mengurangi risiko pemberontakan dari kaum berhala dan mungkin salah satu langkah penting utk dapat menarik pengikut.
Kesimpulan, tidak dapat dipungkiri bahwa Islam bukan agama baru, namun bentuk reformasi pemujaan berhala. Saya percaya semua agama monotheis memiliki asal usul yang sama. Pemikiran monotheis dinyatakan oleh para raja Faraoh, Raja Mesopotamia Hamarubi (3000 SM) dan Alexander the Great (300 SM.). Dan pada akhirnya, raja2 ini menuntut bahwa merekalah Tuhan yang harus dipuja orang.
February 2, 2010 at 5:59 am
Sok tahu luh dasar kampret
April 2, 2010 at 1:49 pm
benar saya setuju bahwa islam lebih parah yaitu memuja berhala kabah dan batu hitam hajar aswad.. so islam itu kelanjutan agama berhala yg dipolesi monotheis… ciri2 agama primitif.
June 16, 2010 at 12:41 pm
dear ridwan
benar sy setuju bahwa agama kristen itu ketinggalan zaman,,,
nyembah ko’ tuhan yg g pke celana,,,
kasian bgt tuhan lu di paku!!!!!
gmn mw bebasin kalian,,,wong bebasin dirinya aja belum bisa
November 8, 2010 at 4:27 am
iya bener jg . . . aq denger2 yesus di sunat juga lho wkwkwkwkw
udah datang g kesunatanx yesus katax sih makanannya prasmanan. . .
mereka mah hanya dengar cerita nabi muhammad dari versi yang d mereka buat sendiri . . .
merekan kan suka mengarang bebas nilai bahasa indonesianya aja waktu mengarang dpt bagus . . . ckickicki
October 19, 2011 at 2:43 pm
Yesus ga pake celana, dipaku, itulah namanya PENGORBANAN YANG TIADA DUANYA untuk menebus dosa manusia. Muhammadmu pernah gak BERKORBAN demi sesama?? Mungkin GAK PERNAH karena Muhammad itu EGOIS
April 10, 2010 at 1:24 pm
Mudah-mudahan Allah memberikan jalan lurus kepada Anda. Bertaubatlah sebelum terlambat
July 26, 2011 at 12:32 pm
For Casper
Yesus seperti itu mengorbankan DARAH tak bercela untuk menebus dosa
ia disalib (tanpa celana seperti yang anda katakan) berdasarkan budaya penyaliban disana. Dia bisa kok sebenarnya menyelamatkan dirinya saja. TAPI ia CINTA kepada semua orang. Makanya nyawanya pun direlakannya. Muhamad pernah gak gitu??
January 27, 2010 at 5:38 am
Masalah roh sudah sangat jelas diterangkan dalam Quran bahwa setiap manusia dikarunia Allah dengan namanya roh untuk menopang raga agar dapat berinteraksi dg alam sekitar & berfikir tentang kebesaran2 Allah. Seperti diterangkan dalam Al Quran, bagaimana Allah memberikan roh kepada manusia pertamakali diciptakan, yakni Adam.
Setelah Aku sempurnakan bentuknya dan Aku tiupkan kepadanya (Adam) ROH-KU, maka hendaklah engkau tunduk merendahkan diri kepadanya. Lalu tunduklah malaikat semua bersama-sama. Selain Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama orang yang tunduk. [Qs.15: 29-30]
Begitupula saat Allah menciptakan Isa,
“Hai orang-orang keturunan Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu bicara tentang Allah melainkan yg benar. Susungguhnya Almasih Isa anak Maryam Rosul Allah dan Perkataan Allah, disampaikan kepada Maryam dan IA DARI ROH ALLAH, sebab itu berimanlah kepada Allah dan Rosul-Rosul-Nya, dan janganlah kamu katakan: Tuhan itu tiga, berhentilah mengatakan itu, itu lebih baik bagimu. ALLAH ITU TUHAN YG ESA. Maha Suci Tuhan dari mempunyai anak. KepunyaanNya apa yang ada di langit dan di bumi. Cukuplah Allah untuk pelindung.” (QS. 4:171)
Tidak benar kalau menurut penulis blog ini masalah ke Esa-an Allah tidak diterangkan dalam Quran, justru sebaliknya, sangat jelas dan tegas Quran menerangkannya dalam surat Al Ihlas
1. Katakan ! Allah itu Esa
2. Allah tempat berllindung
3. Tidak beranak dan tidak pula diperanakan
4. Dan tak seorangpun setara dengan Dia
Sedangkan ayat Quran yg menerangkan bahwa Maryam ( Maria) dianggab sebagai Tuhan, bukannya Quran mengada-ada, karena pada Konsili Efasus 431 mengatakan hal yg sama.
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah AKU DAN IBUKU dua orang tuhan selain Allah ?”. ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (Qs. 5: 116)
Ayat tsb bisa dilihat korelasinya terhadap Konsili Efasus 431 M yg mengesahkan Bunda Maria sebagai Teotokos (Ibu Tuhan), sehingga umat Kristiani melakukan penyembahan terhadap Bunda Maria, hingga wilayahnya meliputi di seluruh Kerajaan Romawi sampai Arab dan Afrika.
Dan bagian dari SK pengangkatan Bunda Maria sebagai Ibu Tuhan, diterangkan oleh Tony Lane, dalam bukunya Christian Thought, 1984, hal. 46,
“Berdasarkan pengertian tentang kesatuan yang tidak meragukan ini, kita menyatakan perawan yang suci (Maria) sebagai Ibu Tuhan, karena Firman Tuhan berinkarnasi dan menjadi manusia dan dari kelahirannya sendiri, tubuh kasar yang diwarisi dari Maria bersatu dengannya.”
Dengan kata lain konsili Efasus 431 M, Kristen menghasilkan rumusan konsep Trinitas.
Yaitu, Tuhan Bapa (Allah), Tuhan Ibu (Bunda Maria), dan Tuhan Anak (Yesus). Dan figur Roh Kudus belum masuk bagian dari Trinitas.
Pauluslah yg memperkenalkan Roh Kudus
kepada ummat Kristen bukannya Yesus, bisa dilihat pada ayat Kisah Para Rasul
Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” (Kisah Rosul 19:1-3)
Ada yg janggal pada ayat Kisah Para Rosul tsb, yakni mengapa murid2 Yohanes yg setia kepada Yesus tidak mengenal Roh Kudus yg menjadi salah satu oknum Trinitas? Mengapa Yesus tidak pernah mengajari tentang Roh Kudus kepada murid2 pertamanya? Anehnya, Yesus yg tidak pernah bertemu dan mengenal Paulus selama Yesus masih hidup, malah Paulus lebih tahu tentang Roh Kudus dari pada murid2 pertamanya Yesus. Sangat janggal dan tidak masuk akal, kalau masalah keimanan akan Tuhan, Yesus tidak memperkenalkan Roh Kudus sebagai figur Tuhan kepada murid2 pertamanya! Yang pada akhirnya terjadi permusuhan antara Paulus dan murid2 Yohanes tsb.
Tidak pernah selama Yesus masih hidup mengajarkan pada murid2nya bahwa dia adalah Tuhan yg harus disembah. Malah sebaliknya Yesus menyuruh untuk menyembah Allah yg Esa. Bukan Tuhan tiga sama dengan satu seperti yg Paulus ajarkan. Lihatlah apa yg dikatakan Yesus !
”Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. ” ( Markus 12:29 )
” Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.” (Ulangan 4:35 )
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” ( Yohanes 17:3 )
Dan Yesuspun mengakui bahwa dia adalah seorang hamba yg menyembah kepada Allah
Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. SEMBAHLAH ALLAH! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.” (Wahyu. 19:10)
Tetapi ia berkata kepadaku: “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. SEMBAHLAH ALLAH!” (Wahyu. 22:9)
Dan Quranpun telah menerangkan hal yg sama, yakni Isa ( Yesus ) menyeru untuk menyembah Allah Yg Esa
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun. (Q.S. 5:72)
Untuk masalah mukjizat, setiap Rosul Allah diberikan oleh Allah mukjizat yg berbeda-beda sesuai dg kondisi masyarakat yg dihadapinya. Kalau Nabi Musa mampu merubah tongkat menjadi ular, karena masyarakat yg dihadapinya banyak yg ahli sihir, sedangkan Nabi Isa dikaruniai mukjizat mampu menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati, karena masyarakat yg dihadapi Nabi Isa adalah bannyak ahli pengobatan. Dan tentu saja mukjizat2 yg dilakukan para Nabi adalah atas izin atau kehendak Allah. Dan mukjizat Nabi Isa itu seperti yg diterangkan dalam Al Quran,
“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: ‘Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan roh kudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: ‘Ini tidak lain hanya sihir yang nyata.’ Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: ‘Berimanlah kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.’ Mereka nienjawab: ‘Kami telah beiiman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).’” (QS. al-Maidah: 110-111)
Nabi2 Allah adalah sebangun dan Allah tidak membeda-bedakan diantara mereka.
Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan Hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.” (Ali Imran: 84)
Dan kita diperintah untuk taat kepada Allah & Rosulnya
“ Hai orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya sedang kamu mendengar “ ( Al Anfal : 20 )
January 29, 2010 at 8:31 am
Dear Mister Daniel, mohon mempelajari Alkitab secara Hermeneutik. Jgn sepotong2. Ntar sesat loh…
Kitab Wahyu yang Anda kutip itu Seharusnya anda baca dari pasal 1.
Yohanes Murid Kristus itu bersujud pada Malaikat. Bukan pada Yesus…
Kitab Kisah Para Rasul yang Anda kutip itu yang dimaksud dengan Yohanes adalah Yohanes Pembaptis bukan Yohanes murid Yesus. Baca donk ayat selanjutnya… “Semua orang harus percaya kepada DIA yang datang sesudah dia.” Yahya alias Yohanes Pembaptis datang pertama kali untuk memberitahukan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat (yang dipersonifikasikan dalam Kristus). Kristus datang setelah Yohanes Pembaptis. gitu loh…
Oke, mungkin emang ada kesalahan yang dibuat para uskup terdahulu yang menuhankan Maria. Tapi, kepercayaan itu kemudian diralat oleh Marthin Luther sehingga lahirlah Protestan. Saya sendiri juga tidak yakin bila Alquran bukanlah editan manusia. Tahukah Anda apa yang terjadi saat Kekalifahan Utsmani serta Konvensi Kairo Mesir ? Carilah sendiri jawabannya.
January 29, 2010 at 3:35 pm
@ Mas Zafnat
Betul kata mas Zafnat bahwa maksud ayat dalam Kitab Wahyu adalah Malaikat, bukan Yesus. Karena terburu-buru dalam membacanya, maaf saya jadi salah persepsi.
Mengenai ayat pada Kisah Para Rasul sudah jelas yg dimaksud adalah murid2 Yohanes sang pembaptis, saya tidak menganggap Yohanes murid Yesus. Jadi keterangan saya sudah jelas.
Maaf mas Zafnat, masalah Ketuhanan adalah masalah yg fundamental bagi ummat beragama, haruslah tegas & jelas. Jadi yg menentukan Tuhan yg harus disembah bukanlah manusia melalui konsili2, kemudian diralat oleh manusia lainnya, akan tetapi Tuhan itu sendiri yg menjelaskan melalui Kitab Suci-Nya.
Tentang Quran dan sejarahnya sudah saya jelaskan panjang lebar di blog ini juga dalam topik “Hancurnya ke Ilahian Quran.” Silahkan mas Zafnat melihatnya
January 30, 2010 at 1:31 am
@ Mas Zafnat
Benar kata mas Zafnat kalau ayat dalam Kitab Wahyu itu adalah Malaikat, bukan Yesus. Sorry banget mas, karena kuarang teliti dan terburu-buru sehingga saya salah persepsi.
Masalah ayat di Kisah Para Rasul tidak perlu saya klarifikasi, karena saya juga menganggap bahwa yg dimaksud dg Yohanes pada ayat itu adalah Yohanes sang pembaptis
Masalah Quran dan sejarahnya telah saya jelaskan panjang lebar dalam blog ini juga pada topik ‘Hancurnya Sifat Ke Ilahian Quran’, silahkan mas Zafnat untuk melihat tulisan saya tsb.
June 17, 2010 at 2:38 pm
lebih ngawur lagi mas,,,
udah g da titik koma ko….
uda jelas yesus nyuruh kalian nyembah bapa???
knp kalian nnyembahnya tambah sma mariam?????
la mariam sendiri g pernah ngaku jd tuhan,,,ko’ d nma” in Tuhan ibu…
klo lu ngikutin paus???
knp umat kristen banyak yg kawin???
kn kta’y klo lu mw bener2 mendalami yesus,,lu harus ga kawin,,,, knp lu g ikutin perintah tu paus n masi ttp kawin???….
d eropa itu sma di amerika lagi krisis keimanan,,, pdhal banyak gereja,,,,
June 17, 2010 at 2:39 pm
“Oke, mungkin emang ada kesalahan yang dibuat para uskup terdahulu yang menuhankan Maria. Tapi, kepercayaan itu kemudian diralat oleh Marthin Luther sehingga lahirlah Protestan.”
ngaku juga dy kalo kitabnya yg sekarang karbitan!!!!!!
July 1, 2010 at 1:37 pm
Ak lampirkan / Paste-kan beberapa pernyataan yg ada;
“siapmurtad Says:
June 16, 2010 at 6:50 pm
CASPER/rahmatanlilalamin, Bacalah artikel berikut ini dan ini, untuk mengerti bahwa Muhammad salah BESAR karena terpengaruh sekte sesat Mariamne yg percaya Tritunggal itu Bapa/Allah, Yesus dan Maria/Tuhan Ibu, padahal Tritunggal Alkitab sudah jelas, Bapa/Allah, Yesus/Anak Allah/Firman Allah, dan Rohul Kudus bukan Malaikat Jibril dan juga bukan Maria lho…..”
Jika ada Tuhan Bapa (allah) ada jg Yesus (anak allah) siapa ibu allah? nenek allah? Kakek allah?
Dan Rohul Kudus bukan Jibril jg bukan Maria, trus siapa?
“Yohanes Murid Kristus itu bersujud pada Malaikat. Bukan pada Yesus… ”
Berarti drajat Malaikat lebih tinggi dr pd Tuhan dong?
Emang pernah umat kristiani menyembah? Yg gw temuin malah bernyanyi2 ria di hadapan Tuhan…..
Please keterangannya Mr. Zafnat?
June 17, 2010 at 2:27 pm
zafnat ngaku sendiri kalo Tuhannya di refisi…
wkwkwkwkwkw….
“Oke, mungkin emang ada kesalahan yang dibuat para uskup terdahulu yang menuhankan Maria. Tapi, kepercayaan itu kemudian diralat oleh Marthin Luther sehingga lahirlah Protestan.”
January 28, 2010 at 5:28 am
dear Daniel,… Taukah kmu kalo Junjungan Anda itu awalnya mengakui Allah yang tak lain adalah nama dewa tertinggi dari 99 dewa bangsa Arab kuno ? tapi kemudian, ia meralatnya sehingga kepercayaan yang dibawanya menjadi kepercayaan monotheisme. Itulah yang hendak saya katakan dalam tulisan saya di atas. saat ini saya hendak mengomentari tulisan Anda yang pertama. Adapun semua tulisan saya di blog ini tidak bermaksud menjelekkan, menghina atau menghujat siapapun. Saya juga tidak bermaksud membela kepercayaan yang Anda serang. Saya hanya rindu memberikan info lain.
Simak baik2 pernyataan Yesus menurut 4 injil kanonik di bawah ini yang sangat tegas membantah ketuhanannya
MATIUS:
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
AYAT INI MENYATAKAN BAHWA IBLIS SUDAH TERTIPU. IBLIS MENGIRA BAHWA YANG DIHADAPINYA ADALAH MANUSIA BIASA SAMA SEPERTI ADAM SEPERTI DULU YANG PERNAH IA LAKUKAH. PADAHAL, YANG DIHADAPINYA ADALAH ELOHIM (TUHAN ATAU ALLAH, YANG KALIAN KENAL) YANG MENJELMA JADI MANUSIA.
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Ayat ini menggambarkan bahwa tidak gampang menjadi pengikut Kristus, bahkan meskipun telah menjadi aktivis. Jadi, setelah keselamatan itu diperoleh melalui iman percaya pada Kristus, pengikut Kristus haru melakukan kehendakNya yakni menjadi segambar dan serupa denganNya dalam pikiran dan perbuatan.
19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: “Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”19:17 Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.
Untuk ayat 17, mestinya berbunyi, “Yesus menjawab, “Mengapa engkau bertanya kepada-Ku mengenai apa yang baik? Hanya ada Satu yang baik. Kalau engkau ingin hidup, engkau harus taat kepada perintah-perintah Allah.” Dan jikalau terjemahan yang benar adalah Guru yang baik, itu artinya orang muda yang bertanya pada Kristus masih melihat Tuhan dalam wujud manusia yang tahu segala sesuatu yang baik dan mengenai hidup kekal. Itulah sebabnya ia memanggil Yesus sebagai Guru.
MARKUS:
12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
Ahli Taurat yang disebut dalam ayat 32 dan 28 hanya mengenal Yesus sebagai orang/ manusia yang tahu persoalan agama sehingga ia memanggil Yesus sebagai Guru. Dia mengetes Yesus sejauhmana pengetahuanNya soal hukum Taurat. Mengenai jawaban dalam ayat 29, kmi tidaklah menyembah 3 Tuhan seperti yang tertulis dalam Alquran. Kami hanya menyembah satu Tuhan. Bagaimana dengan Tritunggal ? Dia itu Ilahinas. Tuhan yang berwujud Roh dan menjelma menjadi manusia. Bapa adalah gambaranNya sebagai pencipta dan pemelihara dunia ini, Roh Kudus adalah wujudnya, Anak adalah sebutanNya saat menjelma menjadi manusia yang berawal dari seorang bayi. Kenapa harus repot2 jadi bayi ? Israel itu sangat memperhatikan soal keturunan. Jika DIA tidak punya ‘ortu’ tentunya akan dipertanyakan soal asal-usulnya serta kemurnian diriNya sebagai orang Yahudi. So, Tuhan tidak punya anak. Tapi, DIA yang menjelma menjadi seorang anak. Tu lho kayak dewa Wisnu yang menjelma jadi Rama n Kresna… Ngerti khan sekarang?
LUKAS:
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Silakan baca komentar saya dalam Injil Matius 4:10
YOHANES:
12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.
Ayat diatas sesungguhnya menunjukkan bahwa Yesus berkata-kata bukan berdasarkan pengetahuan, pengalaman, logika, dan pemikirannya sebagai seorang manusia, tetapi berdasarkan pada FIRMAN. Bagaimana dengan kata ‘Bapa yang mengutus Aku?” Ya, inilah keunikan kitab suci selalu dipenuhi dengan kata2 yang sulit dipahami. Saya akan berikan Yesaya 55: 11 sebagai ilustrasi. “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Perhatikan 4 kata terakhir dalam ayat tersebut. Siapa yang disuruh dalam ayat itu ? Bukankah Firman ? Firman itu siapa ? Jibril? Bukan khan?!! Klo gitu Tuhan menyuruh Firman yang tak lain adalah diriNya sendiri? Masak Tuhan menyuruh diriNya sendiri? Yup!! Itulah konteksnya. Demikian pula dengan ayat di atas. Tuhan (yang disebut BAPA) mengutus FirmanNya (yang tak lain adalah Tuhan itu sendiri) untuk menjadi manusia sehingga bisa menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Firman itu namanya Yesus. Dan Yesus bukanlah manusia biasa seperti junjungan kalian. Beliau adalah Ilahinas. Kenapa memakai kata diutus dan bukan turun atau kata lain ? Diutus berarti ada seorang yang punya kuasa tertinggi mengirim seseorang untuk pergi menyampaikan pesan pada orang lain yang derajatnya lebih rendah. Tuhan sebagai pribadi yang punya otoritas tertinggi mengirim Firman yakni ’ power’/ kekuatan Tuhan untuk menyampaikan pesan pada manusia. Kenapa bukan manusia aja (nabi) atau malaikat ? Karena misi dari pesan itu tidak bisa dibawa sembarangan orang (manusia atau malaikat). Misi apa gerangan ? Misi mengembalikan ciptaanNya yang telah rusak karena dosa kembali pada keadaan semula (suc). Manusia, amal baik, ibadah, atau apapun tidak bisa menyelamatkan. Karena hukuman dosa adalah maut. Dan untuk menebusnya diperlukan darah seseorang yang tidak punya dosa sama sekali (dosa keturunan). That’s why he need to turn down into the earth become a man like u and me.
17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Lihat penjelasan saya pada pasal 12 di atas ya…
20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.
Pada saat itu, Tuhan hampir menuntaskan misiNya menyelamatkan umat manusia di atas kayu salib. Selanjutnya, IA harus kembali ke Surga supaya bisa menyertai seluruh pengikutNya dalam bentuk Roh Kudus di hati seluruh pengikutNya. Karena Ia sudah mati di atas kayu salib maka kini Tuhan telah menjadi Tuhan atas semua bangsa. Yahudi dan bukan Yahudi (termasuk Samaria). Saat itu ada anggapan Tuhan itu hanyalah milik orang Yahudi bukan Samaria (orang keturunanYahudi yang disingkirkan masyarakat Yahudi karena menikah dengan bangsa selain Yahudi).
Berikut ini kesaksian orang2 Israel dimana Yesus menjalankan misi kerasulannya, tentang kenabian Yesus (bukan Tuhan):
MATIUS:
21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?”21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”
Ayat diatas menunjukkan bahwa orang2 Israel menganggap Yesus sebagai manusia biasa dan punya kemampuan luar biasa. Inilah tanggapan orang2 yang belum mengenal DIA.
LUKAS:
24:17 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”24:19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
Kleopas sama dengan orang Israel yang lain. Dia berharap Yesus mampu membebaskan bgs Israel dari penjajahan Roma. Ini diawali dari kesalahan penafsiran pembebas yang ditulis nabi Yesaya. Mereka beranggapan bahwa sang pembebas/ Mesias itu akan membebaskan dari perbudakan orang. Padahal perbudakan dosa. Kleopas hanya murid lingkaran kedua yang tidak mengenal Kristus dari dekat sehingga dia mengira Yesus hanya manusia biasa.
Perhatikan juga kutipan dua kisah Yesus menurut “Injil” Yohanes berikut ini, yang menunjukkan bahwa Yesus sama sekali tidak pantas menyandang predikat “Tuhan”, bahkan ia justru menunjukkan penghambaannya di hadapan Tuhan sebagai seorang Nabi/Rasul Allah bagi umat Israel:
YOHANES:
7:15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”7:16 Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.
Pasti titik berat kalimat ini terletak pada kalimat “DIA yang telah mengutus Aku khan ?” Liat penjelasan saya untuk Yohanes pasal 12 ya….
11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:11:34 “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!”11:35 Maka menangislah Yesus.11:36 Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?”11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.11:39 Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”
Yohanes 11 merupakan gambaran Yesus saat IA mengekspresikan dirinya sebagai manusia. Bukankah DIA adalah Ilahinas?? Saat berada dalam tubuh manusia, tentunya Ia bisa bertindak layaknya seorang manusia (menangis, lapar, sedih, dsb). Jika tidak, orang-orang tentunya takut karena ia bukan manusia. JIN, setan atau apapun bisa hinggap di pikiran orang-orang Israel.
January 30, 2010 at 1:41 am
Mas Zafnat
Maaf saya tidak akan mengomentari masalah Allah, karena mas Zafnat tidak mencamtumkan referensi yg jelas ( Quran & Hadist, Alkitab dll.), hanya berdasarkan pendapat atau asumsi seseorang. Karena pendapat seseorang sifatnya subyektif dan bisa dimanipulasi. Tergantung siapa yg telah mengkemukakan pendapatnya. Kalau pendapatnya orang Kristiani tidak akan jauh2 dari pendapatnya mas Zafnat, kalau pendapatnya muslim tentu akan baersandar Quran & Hadist.
Tapi yg mengherankan saya kenapa LAI menggunakan Allah sebagai nama Tuhan Kristen, kalau menurut mas Zafnat, Allah berasal dari dewa bangsa arab kuno ???
January 30, 2010 at 3:55 am
dear daniel…
referensi saya adalah dari para peneliti sejarah bangsa Arab serta buku2. Saya tidak akan bersandar pada Quran dan Hadist karena dua hal itu merupakan hasil karya manusia.
sementara mengenai Allah, dikisahkan ada isu bahwa saat menterjemahkan Alkitab LAI juga menggunakan jaas seorang muslim. Isu ini benar atau tidak saya tidak tahu. Makanya, ada sejumlah orang yang mencoba untuk memperbaikinya sehingga terbitlah alkitab versi baru. di sana Allah telah berganti menjadi Elohim, dan Tuhan telah berganti menjadi YAHWEH. semua kembali pada bahasa aslinya (ibrani dan Yunani) namun dengan tidak menghilangkan makna serta membuat hal yg baru. INGAT, Hanya penyebutan kata ALLAH dan TUHAN saja yang berganti. Silakan cari Alkitab yang baru ini..
January 30, 2010 at 4:24 am
@ mas Zafnat
Sorry deh, no comment. Komentar anda tambah lama tambah ngawur. Bukannya saya tidak bisa bilang bahwa Bibel adalah karangan Paulus si pendusta. Tapi saya tidak mau berdebat model seperti itu. Maaf, kalau saya tidak bisa menerima referensi berdasar isu dan sejarah yg tidak jelas asal usulnya.
January 30, 2010 at 4:43 am
@ Mas zafnat
Masalah internal dalam Kristen dalam menyebut nama Tuhannya adalah masalah yg bakal panjang penyelesaiannya. Belum lagi penyempurnaan2 Alkitab dalam internal Kristen.
Kitab katolik disempurnakan dengan kitab Protestan, KJV disempurnakan menjadi RSV, Saksi Yehova’menyempurnakan kitab lainnya. Baru-baru ini muncul lagi alkitab yang disempurnakan oleh pemuja nama Yahweh :
http://gkmin.net/?p=69%5D
Sebagian saya copy paste dari web tsb
KS-ILT bukan hanya mengganti kata “ALLAH, Allah, dan allah” dalam TB-LAI, tapi juga menyangkut hal yg lainnya juga, berikut ini beberapa perbedaan antara keduanya.
TB- LAI:
Yehezkiel 34:16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta YANG GEMUK DAN YANG KUAT AKAN ULLINDUNGI; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
KS-ILT:
Aku akan mencari yang hilang, dan Aku akan membawa pulang yang tersesat. Dan Aku akan membalut yang terluka, dan Aku akan menguatkan yang lemah. Namun AKUAKAN MENGHANCURKAN YANG GEMUK DAN YANG KUAT. Aku akan menggembalakan mereka dengan keadilan.
TB- LAI:
Yehezkiel 9:4 Firman TUHAN kepadanya: “Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.
KS-ILT:
Dan YAHWEH berfirman kapadanya, “Berjalanlah ke tengah-tengah kota, di tengah-tengah Yerusalem, dan buatlah sebuah tanda di dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan berkabung karena segala kekejian yang dilakukan ditengah-tengahnya.
TB- LAI:
Matius 5:3 Berbahagialah ORANG YANG MISKIN DIHAPAN ALLAH, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
KS-ILT:
Berbahagialah ORANG YANG MISKIN DALAM ROH, karena kerajaan surga adalah milik mereka.
TB-LAI:
Wahyu 8:13 Lalu aku melihat: aku mendengar SEEKOR BURUNG NAZAR terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.
KS-ILT:
Dan aku melihat, dan aku mendengar, ada SEORANG MALAIKAT yang terbang di tengah langit seraya berkata dengan suara nyaring, “Celaka, celaka, celaka bagi mereka yang tinggal di bumi karena bunyi sangkakala ketiga malaikat yang tersisa, yang akan segera meniup sangkakalanya.”
dll., masih banyak perbedaan antara TB-LAI dengan KS-ILT.
Jadi lebih baik saya tidak berkomentar dulu masalah penyebutan ‘Allah’, sebelum ada kesamaan visi dalam internal Kristen sendiri
February 2, 2010 at 5:00 am
dear om Daniel…
Perbedaan tafsiran mengenai kitab suci merupakan hal yang lumrah. Hal ini disebabkan karena ketidaksamaan teks yang diterima oleh penterjemah. Penterjemah yang satu mungkin masih bisa membaca secara utuh karena tanda bacanya masih jelas di manuskripnya. Sementara penterjemah yang lain tidak karena tanda baca telah terhapus termakan usia.
Internal Kristen masih solid menyebut Tuhan mereka Kristus. Lantas mengapa ada yang menyebut YAHWEH ada pula yang ALLAH. Semua tergantung referensinya oom… Yang menyebut YAHWEH merujuk pada teks asli yang berbahasa IBRANI. Sementara yang menyebut ALLAH merujuk pada fakta bahwa penggunaan kata itu sudah dipakai orang2 Kristen Koptik (Kristen Arab) jauh sebelum Alquran dibuat [silakan baca Tabloid Keluarga edisi Desember 2009). Namun demikian, semuanya merujuk pada satu pribadi. Yakni Kristus. Satu kata dalam bahasa A berbunyi A, sementara dalam bahasa lain berbunyi B. Namun, semuanya bermaksud pada kata itu. Sementara Saudara mungkin maksudnya pada pencipta langit dan bumi tetapi berdasar pada fakta (umat Islam yang begitu tergantung pada peredaran bulan; sembahyang harus menghadap pada KAABAH yang notabene adalah kediaman dari DEWA BULAN; ritual2 haji yang mencontek ritual bgs Arab kuno yang masih penyembah berhala; ritual wudlu; dsb) itu menunjukkan bahwa yang Saudara sembah adalah Dewa BULAN. Sayang, Anda belumlah menyadarinya.
February 2, 2010 at 6:53 am
@Daniel,
tulisan anda ini lebih bermutu daripada dari artikel yang lain.
Saya akan quote anda lagi, “Maaf, kalau saya tidak bisa menerima referensi berdasar isu dan sejarah yg tidak jelas asal usulnya.”
Mari kita bahas nama Allah.
Siapakah nama ayah dari Muhammad?
Abdullah, yang berarti abdi Allah.
Bagaimana anda menjelaskan hal ini?
July 1, 2010 at 2:23 pm
Maaf mo gabung ni;
Mas zafnat, saya merasa aneh di agama nasrani. Knp dalam 1 agama ada 4 kitab? “4 injil kanonik”.
Qur’an itu, bukanlah hasil karya manusia. Karenanya tidak ada revisian dalam qur’an.
Sangat beda jauh dengan kitab2 injil yg penuh revisian…
Sedangkan Hadist itu merupakan kumpulan dari perkataan, perbuatan dan sikap Nabi Muhammad saw.
Kecuali Hadist Qudsi….
January 28, 2010 at 5:45 am
dear all… mohon maaf semuanya… Tulisan saya yang kedua merupakan tanggapan atas tulisan Rahasia Alkitab; bukan tulisan OOm Daniel.
‘Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” (Kisah Rosul 19:1-3)
Ada yg janggal pada ayat Kisah Para Rosul tsb, yakni mengapa murid2 Yohanes yg setia kepada Yesus tidak mengenal Roh Kudus yg menjadi salah satu oknum Trinitas? Mengapa Yesus tidak pernah mengajari tentang Roh Kudus kepada murid2 pertamanya? Anehnya, Yesus yg tidak pernah bertemu dan mengenal Paulus selama Yesus masih hidup, malah Paulus lebih tahu tentang Roh Kudus dari pada murid2 pertamanya Yesus. Sangat janggal dan tidak masuk akal, kalau masalah keimanan akan Tuhan, Yesus tidak memperkenalkan Roh Kudus sebagai figur Tuhan kepada murid2 pertamanya! Yang pada akhirnya terjadi permusuhan antara Paulus dan murid2 Yohanes tsb.’
oom, Yohanes yang dimaksud di atas bukanlah Yohanes murid Yesus tapi Yohanes Pembaptis. Makanya mereka ga kenal baptisan Roh Kudus cuma baptisan air karena penekanan dari Yohanes Pembaptis hanyalah pembaptisan air.
“Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. SEMBAHLAH ALLAH! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.” (Wahyu. 19:10)
Tetapi ia berkata kepadaku: “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. SEMBAHLAH ALLAH!” (Wahyu. 22:9)”
Oom, yang dimaksud dalam ayat itu bukan Yesus tapi malaikat yang membawakan penglihatan buat Yohanes murid Yesus. Tolong dong baca dari pasal 1 n semua ayat dalam kitab itu jangan sepotong-potong aja.
January 28, 2010 at 8:51 am
@ Mas Zafnat
Tidak perlu anda mengarang-ngarang sejarah bahwa sembahan ummmat Islam adalah Dewa Bulan. Karena sembahan Islam sudah jelas dan terang dalam surat Al Ihlas adalah Allah swt. Kalau masih belum puas, silahkan anda cari dalam Quran & Hadist tentang sembahan ummat Islam, ada nggak namanya Dewa Bulan.
Janganlah memaksakan kehendak yg tidak diimani atau dipercayai oleh ummat Islam dengan mengarang-ngarang sejarah.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. JANGANLAH SEMBAH MATAHARI ATAU BULAN, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Dialah yang kamu sembah.” ( Qs. 41 :37 )
Tidak ada sembahan selain Allah dalam Islam. Karena menyekutukan Allah (ada sembahan selain Allah) adalah perbuatan syirik, dosa yg tidak diampuni oleh Allah.
“Sesungguhnya Allah tidk akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yg selain dari syirik itu bagi siapa yg dikehendainya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa besar.” [An Nisaa’: 48]
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dosa Syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barng siapa yg mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’: 126]
“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan selain Dia, Kalau ada Tuhan selain Dia, tentulah masing2masing Tuhan itu akan membawa mahluk yang diciptakann-Nya, dan sebagian dri Tuhan-Tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yg mereka sifatkan itu.” [Al Mu’minuun: 91]
Masalah sumpah. Manusia bersumpah karena ingin keterangannya dianggap bukan sebuah dusta, maka manusia diwajibkan untuk bersumpah atas nama Tuhannya yg Maha Kuasa & Maha Mengetahui segala urusan. Sedangkan sumpah Tuhan terhadap apa yg telah diciptakan-Nya merupakan ketegasan atas firman-Nya yg bertujuan agar manusia betul2 memperhatikan apa yg menjadi obyek & tujuan dari sumpah Tuhan
Contoh, ketika Allah bersumpah dengan Wal Ashri ( demi masa) tujuannya adalah agar manusia benar2 memanfaatkan waktunya untuk berbuat baik dan beramal soleh. Mereka yg telah menyia-nyiakan waktunya dengan berbuat kebatilan pastilah tergolong orang yg rugi. Dan biasanya manusia tersadar telah menyia-nyiakan hidupnya setelah mendekati ajalnya.
Artinya : ” Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran.” (al-Ashr : 1-3)
Jika Allah Swt. bersumpah atas nama makhluknya, maka Dia menginginkan kita sebagai hamba-Nya untuk memperhatikan tentang sesuatu yang Dia bersumpah dengannya, Selain sebagai sebuah perhatian atas apa yang akan disampaikan-Nya setelah sumpah tersebut.
Dan Allah tidak akan menjadi rendah derajatnya karena bersumpah atas sesuatu yg telah diciptakan-Nya. Karena tidak ada satu mahlukpun yg mampu meniru hasil ciptaan-Nya. Lain dengan sumpah mahluk-Nya, diwajibkan bersumpah atas Rabb yg telah menciptakan dirinya. Sumpah adalah salah satu bentuk pengagungan. Karenanya tidak layak sumpah atas nama selain Allah swt.
Dan dalam hadits Ibnu Umar ra yang lain,
“Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka dia telah berbuat syirik.”( Hadits riwayat Imam Ahmad 2/125, lihat pula Shahihul Jami’ no. 6204.)
Nabi saw bersabda,
“Barangsiapa bersumpah demi amanat, maka dia tidak termasuk golonganku.”( Hadits riwayat Abu Daud no. 3253 dan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 94.)
January 28, 2010 at 11:29 am
Sebenarnya bahwa umat Islam menyembah dewa Bulan yang bernama Allah, sudah lama diketahui umum. Hanya memang umat Islam tidak mau mengakuinya dan kekeh menyangkal.
Allah yang dilambangkan dengan Hajar Aswad (batu hitam) sebenarnya adalah nama untuk Dewa Bulan, yang menikah dengan dewi matahari, dan melahirkan puteri-puteri Allah, yaitu: Al Lat, Al Uzah dan Manat. Lambang di atas Mesjid dan kubah-kubah mesjid yang berbentuk bulan dan bintang, di samping ritual-ritual Islam seperti berpuasa selama sebulan yang diakhiri dengan munculnya hillal, semuanya mengindikasikan bahwa Islam tak lain merupakan kebangkitan/bentuk lain dari penyembahan kepada Dewa Bulan.
January 30, 2010 at 4:21 am
Dr. Robert Morey. la menyatakan : “Simbol penyembahan dewa bulan dalam budaya Arab dan di tempat-tempat lain di seluruh timur tengah adalah bulan sabit”. Gambar bintang yang biasa berada ditengah bulan sabit tidak disebut, karena Amerika memakai simbol bintang.
Dr. Robert Morey dan para orientalis Barat menuduh dengan bertanya kenapa umat Islam memakai simbol bulan sabit untuk agama mereka? Atau kenapa bulan dipakai untuk menandai bulan baru?. Mereka sengaja bertanya dengan logika yang salah dari sesuatu yang tersembunyi, sejak saat umat Islam memakai bulan sabit sebagai simbol, maka dikatakan bahwa umat Islam menyembah “dewa bulan”. Ini tidak benar sebagaimana anggapan bahwa sejak umat Yahudi mengambil bintang David sebagai simbol, maka umat Yahudi menyembah bintang, berarti umat Kristen juga menyembah patung salib saat mereka memakai simbol tersebut, atau menyembah matahari saat menggunakan tanda silang dari sinar matahari.
Islam tidak pernah mengajarkan untuk menyembah bulan. Dalam firman Allah disebutkan:
“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. ” (QS. Fushshilat 37)
Ayat ini diperkuat dengan ayat lain, bahwa bulan bukanlah object penyembahan.
“Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalarn siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan “. (QS. Luqman 29).
Jika Allah adalah “dewa bulan” seperti yang dituduhkan oleh Dr. Morey, apa mungkin “dewa bulan” menciptakan bulan untuk dipakai oleh manusia?. Dengan bukti di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa umat Islam hanya menyembah `Allah” saja, dan bukan menyembah dewa bulan. Kepercayaan terhadap kekuatan benda-benda angkasa yang pernah berkembangan di Mesir, Babilonia, serta Asiria, mungkin saja mempengaruhi Jazirah Arab, sebab secara geografis letaknya tidaklah berjauhan; Hanya saja pada masa Rasulullah kepercayaan tersebut diluruskan dengan menempatkan benda-benda tersebut pada tempat dan fungsinya. Seperti bulan -misalnya-, seperti yang pernah ditanyakan oleh masyarakatArab kepada Rasulullah, ditempatkan sebatas untuk menandakan pergantian waktu. Sebagaimana Firman Allah di Surat Al Baqarah 189:
“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji”.
Dari riwayat Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.: Untuk apa diciptakan bulan sabit?” maka turun ayat tersebut yang
memerintahkan Rasulullah untuk menjawab bahwa bulan adalah untuk menunjukkan waktu kepada manusia kapan mereka harus memakai pakaian ihram pada waktu haji dan kapan harus menanggalkannya, atau kapan mereka harus memulai puasa dan kapan harus mengakhirinya. Dari sini, dapat kita ketahui bahwa tidak ada kepentingan penyembahan kepada bulan, tetapi hanya sebagai Penunjuk pergantian waktu, seperti Haji clan Puasa. Pada masa Khalifah Umar umat Muslim membuat penanggalan berdasarkan hitungan bulan, yang dimulai sejak masa Hijrah.
Yang menarik untuk dicatat bahwa umat Yahudi juga memakai Penanggalan Hijriah untuk menandai perayaan suci mereka. Penanggalan keagamaan Umat Yahudi, yang aslinya dari Babilonia, terdiri dari 12 bulan Qomariah/Hijriah, terhitung 354 hari. Dan penghitungan hari dimulai dari tenggelamnya matahari sampai tenggelam lagi.3
Maka bila dikatakan bahwa Islam menyembah “dewa bulan” dikarenakan memakai penanggalan yang berdasarkan bulan, maka apakah agama orang Yahudi, yang juga memakai penanggalan yang berdasarkan bulan ? berdasarkan “logika” Dr. Robert Morey maka umat Yahudi ” juga “penyembah bulan”. Demikian juga bila umat Kristen memakai penanggalan yang berdasarkan perputaran matahari, apakah mereka juga menyembah matahari ? Mari kita simak keterangan berikut ini. Penanggalan yang pertama adalah penanggalan yang berdasarkan bulan. Kebudayaan kuno, seperti Siria, Babilonia, Egypt, dan Cina telah memakai penanggalan bulan, sebagaimana budaya Semit juga mengambil penanggalan bulan untuk menandai waktu mereka. Setelah kita ketahui kenyataan bahwa umat Yahudi dan Islam, dalam tradisi budaya Semit, sama-sama memakai penanggalan Qomariah untuk menandai bulan mereka. Maka kenapa umat Kristen memakai penanggalan yang berdasarkan matahari menggantikan penanggalan bulan. Hal ini berkaitan erat dengan rekayasa perayaan natal tanggal 25 Desember clan pengaruh pemikiran-pemikiran pagan yang berporos pada penyembahan dewa Re (dewa matahari) dalam Kristen. Untuk melengkapi bahasan ini, maka akan kami sertakan secara ringkas kajian tentang perayaan natal 25 Desember oleh umat Kristen.
January 30, 2010 at 4:35 am
lengkapnya
http://kesalahaninjil.wordpress.com/2010/01/30/dewa-bulan/
May 6, 2010 at 4:01 pm
allah gak menikah
January 28, 2010 at 2:56 pm
enk jg yaa jd yesus disembah2 olh org byk!
seandainya yesus msh hdp psti dia sedih bgt gr2 umtnya menyimpang dri ajrn yg sbnrnya…
tobat adalah kata yg tepat
February 2, 2010 at 6:02 am
Betul, aku setuju dengan pembela kebenaran.
Sedang yang mbelain Al kitab akan jadi bahan bakar api neraka
January 29, 2010 at 1:23 am
Benar sekali Sdr. Pembela Kebenaran….Anda memang harus segera bertobat dan meninggalkan Islam. Karena Allah yang selama ini anda sembah adalah berhala. Hanya Muhammad dengan cerdiknya telah memanipulasi fakta ini dengan menyontek konsep monoteisme dari Yahudi dan Kristen. Sehingga anda tertipu!!! Tetapi ketika Muhammad berusaha mengajak Yahudi dan Kristen ikut agamanya, mereka menolak…sebab mereka tahu bahwa Tuhan yang diajarkan Muhamamad adalah Tuhan yang palsu.
February 23, 2010 at 2:53 am
@Adeng HUdaya
carilah kebenaran yang hakiki jangan cuman berdasar pada angan-angan buang kemarahan dihati..sebelum terlambat. “JANGAN DIGANCU”
salam
January 29, 2010 at 2:53 am
oooh gitu ya!!!
pdhl yesus tuhan yg plsu, tuhan yg diangkat olh umtnya sendiri..
February 2, 2010 at 6:12 am
Itu si Paulus yg memproklamirkan Yesus adalah tuhan, padahal bukan. Kesesatan dimulai dari sini
February 2, 2010 at 8:06 am
emang nabi lu siapa yang proklamirkan?
April 10, 2010 at 1:37 pm
Setahu saya sih yesus si Yudas Iskadriot yang disalip itu loh. Yg berkhianat terhadap nabi Isa.
January 29, 2010 at 4:30 am
@ mas Adeng Hudaya
Tentu mas Adeng Hudaya telah mengkaji Al Quran & Hadist sangat dalam sekali dan mungkin telah bertahun-tahun mengkajinya, sehingga tanpa referensi ayat dalam Quran & Hadist, mas Adeng dapat menyimpulkan bahwa Islam adalah penyembah berhala.
Adalah merupakan tambahan ilmu bagi saya apabila mas Adeng Hudaya bersedia menunjukan pada saya referensi ayat2nya dalam Quran & Hadist yg menerangkan bahwa Islam penyembah berhala dan menyontek agama Yahudi & Kristen seperti yg mas Adeng Hudaya katakan. Karena sejauh pengetahuan saya Islam tidak pernah menuhankan Isa (Yesus), hanya menyembah Allah Yg Esa, dan Islam menolak konsep Trinitas, yakni Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Roh Kudus. Sebagaimana firman Allah,
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Q.S. 5:73)
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (Q.S. 4:171)
“Sesungguhnya Allah tidk akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yg selain dari syirik itu bagi siapa yg dikehendainya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa besar.” [An Nisaa’: 48]
Dimanakah Islam telah menyontek Tuhan Kristen ? Tolong sertakan referensi ayatnya, baik Quran maupun Hadsit, bukan pendapat atau karangan mas Adeng Hudaya. Karena bagi ummat Islam tentu akan lebih mempercayi Kitab Sucinya dari pada pendapat pribadi mas Adeng Hudaya yg tidak jelas asal usulnya.
Dan Islampun melarang untuk menyembah berhala. Karena itu juga adalah perbuatan syirik, dosa yg tidak akan pernah diampuni oleh Allah.
“maka jauhilah olehmu BERHALA-BERHALA yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta, dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” ( Qs. 22: 30-31 )
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada MENYEMBAH BERHALA-HALA. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( Qs. 14: 35-36 )
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Barang siapa yang mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah, maka masuklah ia kedalam neraka”. (HR. Bukhori)
Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Barang siapa yang menemui Allah (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik kepadaNya, pasti ia masuk surga, dan barang siapa yang menemuiNya (mati) dalam keadaan berbuat kemusyrikan maka pasti ia masuk neraka”. ( HR. Muslim )
July 1, 2010 at 2:33 pm
Mas Adeng mengkaji Qur’an dan Hadis bukan dari ahliny sih…
Tp mungkin blajar dari tuhan yesus kale…
January 30, 2010 at 1:40 am
Daniel berkata:
“Dimanakah Islam telah menyontek Tuhan Kristen ? Tolong sertakan referensi ayatnya, baik Quran maupun Hadsit, bukan pendapat atau karangan mas Adeng Hudaya. Karena bagi ummat Islam tentu akan lebih mempercayi Kitab Sucinya dari pada pendapat pribadi mas Adeng Hudaya yg tidak jelas asal usulnya.”
Abraham = orang Yahudi
Musa = orang Yahudi
Daud = orang Yahudi
Dan nabi-nabi lainnya termasuk Yesus (kecuali Muhammad) adalah = orang Yahudi.
Aneh bin ajaib, tiba-tiba ada seorang Nabi Arab yang tidak jelas asal-usulnya, muncul 600 tahun setelah Yesus, yang mencomot sana-comot sini Taurat, Zabur, Kitab Para Nabi dan Injil; kemudian mengarang Qur’an dan dengan enteng berkata: “Yahudi dan Kristen sudah memalsukan kitab suci mereka”
January 30, 2010 at 4:57 am
Mas Adeng Hudaya
Bagaimana mas Adeng Hudaya bisa bilang bahwa Nabi Muhammad saw tidak jelas asal usulnya? Sedangkan dari kalangan Kristiani sendiri tidak membantah asal usul Muhammad dari garis keturunan Ibrahim ( Abraham ), yakni Ismail.
Kenyataan yg sulit dibantah oleh Kristian bahwa Bibel yg ditulis dalam bahasa Yunani memang tidak sama dg Injil pada Era Yesus hidup dalam bahasa Aramaic ( Ibrani ), jadi Quran tidak mengada-ada kalau Bibel itu memang palsu. Jadi untuk apa Quran mencomot dari sesuatu yg palsu ?
December 7, 2011 at 12:26 pm
Muhamad itu keturunan dari Ismael yg di nbuatkan sbg “Keledai Liar” jadi jelas bukan keturunan yg di pakai dlm rencana penyelamatan. Malah menyalah nyalahkan Bible itu berarti temanyya iblis. Krn isi Bible itu adalah rencana penyelamatan Allah, bukan ngajarin suruh kawin banyak isteri2 lalu di ceraiin semaunya dan kawin lagi. Malah muhamad ngasih contoh kawin dgn anak ingusan (aisyah)
July 1, 2010 at 2:38 pm
Nabi Muhammad saw, tu sangat jelas asal-usulnya, karena dia punya ibu-bapak.
Beda dengan Yesus (menurut umat kristiani) yg telah di lahirkan oleh seorang ibu (manusia) yg ga jelas asal bibit (sperma)nya…
Sekarang sapa yg ga jelas asal-usulnya?
January 30, 2010 at 9:20 am
@Daniel:
Apakah anda bisa memberikan kepada saya referensi yang menyebutkan kalau kalangan Kristiani tidak membantah asal usul Muhammad dari garis keturunan Ibrahim? Atau mungkin ada juga genealogi yang lengkap tentang asal usul Muhammad kecuali yang dijelaskan oleh Ibn Ishak yang jelas2 salah total (bisa dilihat di http://religionresearchinstitute.org/Mohammad/ishmael.htm).
Dan yang saya perlukan adalah dokumentasi yang solid dan shahih seperti ayat-ayat Quran atau Hadits dan bukan buku sejarah karangan seseorang.
January 31, 2010 at 12:57 am
@ Mas Budi
Quran berisi petunjuk2 tentang kehidupan manusia dan masalah Tauhid atau Ketuhanan. Quran bukanlah buku sejarah atau buku biografi para nabi yg mengulas secara deteil hingga silsilahnya. Sama halnya kalau saya meminta kepada mas Budi untuk menunjukan referensi silsilah Paulus dan keempat penulis Alkitab dalam Bibel.
Kalau mas Budi bisa menyalahkan silsilah Nabi Muhammad yg ditulis oleh Ibn Ishaq, kenapa saya juga tidak bisa menyalahkan sumber dari mas Budi? Adalah logis kalau mas Budi mempercayai sumber informasi dari kalangan mas Budi dan saya juga mempercayai sumber informasi dari kalangan islam sendiri.
Masalah kebenaran mutlaknya hanya Tuhan yg Tahu.
January 31, 2010 at 4:37 pm
@Daniel,
Kalau begitu anda bisa menjawab pertanyaan saya yang pertama tanpa embel2 lainnya?
Saya quote:
Apakah anda bisa memberikan kepada saya referensi yang menyebutkan kalau kalangan Kristiani tidak membantah asal usul Muhammad dari garis keturunan Ibrahim?
January 31, 2010 at 4:41 pm
@Daniel,
oh ya, kebetulan anda menyebut tentang Quran. Dan saya yakin anda orang yang cukup valid untuk saya tanyai perihal ini. Bisakah anda bantu saya menjawab pertanyaan yang sudah saya posting di halaman lain dari web ini, tetapi belum ada yang menjawab:
Quran yang mana yang anda maksudkan?
1. Versi Nafi’ menurut Warsh
2. Versi Nafi’ menurut Qalun
3. Versi Ibn Kathir menurut al-Bazzi
4. Versi Ibn Kathir menurut Qunbul
5. Versi Abu Bakr ‘Asim menurut Hafs (yang kemungkinan besar anda pakai)
atau …. masih ada 20 macam versi lagi
(bisa dilihat di http://www.answering-islam.org/Green/seven.htm atau http://www.bible.ca/islam/islam-quran-changed-20-versions.htm).
Saya tidak bilang kalau Quran palsu lho, hanya mau memperjelas saja, yang anda maksudkan yang mana..
February 1, 2010 at 1:10 am
@ Mas Budi
Bukan saya yg harus menunjukan referensi tentang tidak ada bantahan Kristiani atas silsilah Nabi Muhammad, justru mas Budi yg seharusnya menunjukan kalau ada bantahan dari Kristiani. Saya bilang seperti itu, karena saya belum menengar informasi bantahan dari pihak Kristiani.
Quran yang dipakai ummat Islam sekarang adalah hasil usaha Khalifah Ustmant dalam mengumpulkan mushaf2 para sahabat menjadi satu Kitab, terutama mushaf Abubakar sebagai dasar dibukukannya Alquran dan dibantu dg para Hufadz ( sahabat yg hafal Quran ). Pada era kepimpinan Ustman inilah pertamakali lembaran2 Quran dibukukan.
Sedangkan Quran yg disebut mas Budi dengan sebutan ‘versi’ itu adalah mushaf2 para sahabat pada jaman Nabi Muhammad saw masih hidup. Apa beda Quran yg telah dibukukan pada era Ustman dg mushaf para sahabat ?
Untuk lebih jelasnya atas masalah tersebut, saya sudah postingkan cukup panjang lebar di blog ini juga sanggahan saya di topik “Hancurnya Sifat ke Ilahian Quran.”
Saya sudah berusaha untuk me-link topik tsb di blog ini untuk mas Budi, tapi tidak saya temukan. Mungkin mas Budi bisa mencarinya.
February 1, 2010 at 4:03 am
@Daniel,
Oke coba kita perjelas masing2 masalah dulu.
Yang pertama menyebutkan adalah anda kalau orang Kristen tidak membantah. Nah dari mana anda tahu kalau orang Kristen tidak membantah?
Di dalam kitab orang Kristen Memang Ishmael adalah anak Abraham TETAPI tidak menyebutkan kalau Muhammad adalah keturuan Ishmael atau tidak ada silsilah seperti itu di dalam kitab orang Kristen. Bila tidak ada bukan berarti tidak menyanggah dong, atau ini yang anda sebut orang Kristen tidak menyangkal?
February 2, 2010 at 2:33 am
@ mas Budi
Bukan seperti itu mas Budi. Saya berkata seperti itu, karena dari pengalaman dialog dg Kristian di Topix Malaysia Forum. Beberapa kali saya ketengahkan masalah keturunan Nabi Muhammad saw dari garis keturunan Ismail, dan Kristian belum ada yg menyanggahnya. Itulah landasan saya berkata bahwa Kristiani tidak membantahnya.
February 2, 2010 at 6:12 am
@Daniel,
Bagaimana anda bisa menggunakan landasan yang begitu lemah untuk mendukung argumen anda yang begitu penting.
Bila anda bilang, saya quote “Beberapa kali saya ketengahkan masalah keturunan Nabi Muhammad saw dari garis keturunan Ismail, dan Kristian belum ada yg menyanggahnya”, lalu anda berkesimpulan semua kristen setuju dengan argumen anda, dan itu adalah kebenaran? saya rasa naif sekali yah?
Maaf saya kecewa sekali dgn jawaban anda …
February 3, 2010 at 3:21 am
@ mas Budi
Wah, kenapa jadi ruwet begini. sebenarnya persoalannya kan sederhana mas. Mas Budi tinggal menunjukan saja pada saya tentang silsilah Nabi Muhammad menurut kalangan Kristen untuk mematahkan pernyataan saya tsb, dan masalah selesai.
Maaf, kalau telah membuat mas Budi kecewa.
February 3, 2010 at 4:16 am
@Daniel
Anda yang lebih dulu menyebutkan kalau kalangan Kristen tidak menyanggah, dan saya meminta bukti untuk pernyataan anda tersebut. Apa yang salah dengan permintaan itu?
Kok malah anda putar-putar sampai jadi saya yang harus memberikan bukti untuk menyanggah pernyataan anda? Ini jadi absurd …
Anda yang membuat ini menjadi ruwet, padahal pertanyaan saya sederhana ….
January 30, 2010 at 10:05 pm
kalo gw didunia ini ada 2 pilihan .. nyembah batu hitam n patung salib
mending gw nyembah batu hitam dari pada nyembah orang mati ..
April 2, 2010 at 2:15 pm
Yesus memang pernah mati om… tapi di hari ke 3 dia bangkit hidup kembali untuk membuktikan bahwa Dia telah mengalahkan Kematian/maut…
May 27, 2010 at 7:04 am
trus klo dia bangkit dihari ke tiga setelah itu kemana lagi???yang saya tau dia bukan bangkit untuk mengalahkan kematian. tapi Tuhannya Yesus itu sendiri yang membangkitkan dia untuk menunjukkan kekuasaannya.dengan kata lain yang berkuasa atas kematian bukanlah yesus itu sendiri,tapi yang memiliki kekuasaan atas hidup matinya dari seorang makhluk(yesus).
July 1, 2010 at 2:49 pm
kalo Yesus hidup lagi, boleh minta alamat facebook-ny gag?
Kalau ada, ak mao jd fansnya nih…..
July 1, 2010 at 2:51 pm
kalo Yesus hidup lagi, boleh minta alamat facebook-ny gag?
Kalau ada, ak mao jd fansnya nih…..
So katanya;
“dia bangkit hidup kembali untuk membuktikan bahwa Dia telah mengalahkan Kematian/maut…”
Berarti dia (Yesus) kn gak pernah mati sampe sekarang. Pasti punya facebook dong?
Anak kecil aja udh pd puny FB tuh….
May 10, 2012 at 3:14 am
@Ridwan
Berarti Yesus tuh Zombi ya? wakakakakakak
Dasar Manusia Bodoh!!! Zombi kok disembah!!!! Tolol!!!
May 10, 2012 at 3:49 am
Biar kaum krusten itu tahu kisah Isa Almasih disalib :
Sesaat setelah kejadian penyaliban Isa Almasih , Ibunya Isa Almasih yaitu [[[[Maryam diberitahu Jibril bahwa Isa Almasih tidak mati]]]] , yang mati adalah [[[[[Yudas]]]]],
(Ayatnya pemberitahuan diistilahkan “diserupakan”)
Pada tengah Malam, Maryam dan pengikut Isa yang masih setia penasaran lalu membongkar makam Isa.
- Ternyata yang mati memang Yudas dengan perut terbelah
- Kuburan Isa ditutup lagi.
- Besok pagi (hari kedua) berita Yudas yang mati didalam kuburan Isa menyebar keseluruh kota.
- Jasad Isa tidak ada didalam kuburannya menyebar keseluruh kota.
- Lalu berita itu sampai kepada pemuka2 Yahudi
- Besoknya lagi (Hari ketiga) dibuka lagi kuburan Isa untuk membuktikan isu yang menyebar.
- Kuburan dibongkar oleh segelintir Pemuka Yahudi dan tentara Romawi
- Ternyata memang yang mereka temukan mayat Yudas
- Disitulah terjadi perselisihan paham, keragu-raguan dan kaget luar biasa. Karena mereka sangat yakin yang mereka salib adalah Isa. Tetapi kenapa Yudas yang ada dikuburan Isa. (ayat lengkap)
- Lalu Mayat Yudas dibuang diladangnya.
- Lalu dibuat rekayasa menutupi malu yaitu :
a. Isa telah naik kelangit (sesuai isu yang beredar),
b. Kuburannya telah kosong (Padahal mayat Yudas telah dibuang).
c. Kematian Isa adalah untuk menebus dosa, (Ayat ini dibuat untuk menutupi pembunuhan Isa dan untuk menyenangkan hati pengikutnya)
- Yang sangat perlu untuk menutupi malu bahwa ternyata Isa tidak mati dan yang mati adalah Yudas, adalah membuat cerita Yudas mati diladang dengan perut terbelah.
- Belakangan cerita / kisah Yudas mati diladang dengan perut terbelah dijadikan ayat didalam Alkitab.
Itulah kaitan2 penting tentang :
- Isa Almasih dibunuh karena dianggap penyihir.
- dihukum mati dengan dengan disalib,
- Yudas mati diladang dengan perut terbelah
- Untungnya ada bukti kuat Yudas di Tombak, dengan perut terbelah,
- lalu ada penjelasan bahwa yang disalib bukanlah Isa tetapi orang yang diserupakan,
- lalu ada ayat yang menceritakan Yudas mati diladang dengan perut terbelah.
- Karangan yang hebat dari Yahudi untuk menutupi keganasan mereka membunuh para nabi. Dan kesukaannya membuat ayat2 tuhan seolah-olah dari Allah.
Mudah2 kalian kaum kristen sadar.
Mudah2an kalian kaum kristen dapat menambah ilmu.
September 16, 2010 at 1:50 pm
orang islam solat menghadap ka’bah bukan ka’bahnya yang disembah. perhatikan ayat ini :”Maka hendaklah mereka menyembah TUHAN pemilik rumah ini (ka’bah)”.QS.Quraisy : 3, makanya ketika orang islam solat dipesawat, dikereta, atau kendaraan dalam keadaan safar mereka bisa solat menghadap manapun tanpa harus menghadap ka’bah. ini bukti bahwa ka’bah bukan tujuan utk penyembahan.
October 20, 2011 at 11:50 am
Astaga… yang diatas goblok… Batu hitam kok disembah?? Yesus dibilang orang mati. Kami gak pernah mengatakan “Demi nama salib, Amin” Tapi “Demi nama YESUS, Amin” Apalagi yang bahas facebook. Betapa gobloknya. Tuhan Yesus punya alat yang lebih canggih daripada itu, yaitu DOA. Hati-hati kalo bicara. Dan mengapa kristen menggunakan salib sebagai simbolnya, karena DISANALAH DOSA DIHAPUSKAN. DISANALAH DARAH TAK BERCELA DICURAHKAN. Makanya hati-hati…
January 30, 2010 at 10:27 pm
@cosmic
kemarin ada orang kristen mengklaim islam menyembah batu hitam ..
selanjutnya mengklaim nyembah dewa bulan ..
semua klaim mereka di jawab dengan 1 surat al-ikhlas.
berbeda dengan kristen 1 pertanyaan beribu jawaban ..
ketika di tanya ” adakah kata-kata YESUS .. maaf saya ulangi “KATA-KATA YESUS” yang mengakui dia tuhan dan berkewajiban untuk menyembahnya ?
mereka menjawab .. matius,paulus,johanes bla bla bla
selalu melenjeng dari pertanyaan ..
January 30, 2010 at 10:29 pm
mungkin anda menemukan kesalahan alkitab yang sesungguhnya di sini
http://kesalahaninjil.wordpress.com/
January 31, 2010 at 5:05 pm
alkitab salah tapi dicopas ama si memet, siapa yang lebih bego?
February 2, 2010 at 6:10 am
di dalam nama yesus ada kesesatan
February 2, 2010 at 8:03 am
@atas:
berarti quran juga setuju dengan kesesatan …
February 3, 2010 at 12:07 pm
Tuh, ada tertulis nama M di kitab yg mereka bilang porno itu.
February 2, 2010 at 6:06 am
Al Kitab berisi ajaran yg saling bertentangan satu sama lain, di Inil Markus beda dengan Injil Matius, Lukas, Yohanes begitu pula sebaliknya.
February 2, 2010 at 8:02 am
coba sebutkan pertentangannya jangan cuma koar2 gak jelas!
February 3, 2010 at 12:04 pm
coba sebutkan pertentangannya jangan cuma koar2 gak jelas!
Mana bisa, itukan cuman dakyah agama…juga hoax & pembohongan Islam.
February 4, 2010 at 4:35 pm
in salah satu pertentangannya,
1.Siapa yang menghasut Dawud untuk menghitung para pejuang Israel Tuhan atau iblis?
• Tuhan (2 Samuel 24: 1) BANGKIT pula murka Tuhan terhadap Israel, Ia menghasut daud utk melawan mereka. FirmanNya:’pergilah dan hitunglah orang Israel dan orang Yahudi’
• Setan (I Tawarikh 21:1) Iblis BANGKIT melawan orang Israel, dan Ia membujuk Daud utk menghitung orang Israel
March 11, 2010 at 9:42 am
ehhh…yesus tuwh jablay,,,
March 11, 2010 at 3:00 pm
Kata Yesus kepada Hakim (God is Allah dan Love Moeslem): “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
March 18, 2010 at 4:47 am
saya setuju pada Anda. Dan jikalau Anda adalah admin dari situs ini, saya mohon agar mereka2 yang tidak sopan (misalnya menuliskan kata2 ‘jancok’, jahanam, dsb) agar tidak dimuat dalam situs ini. Menulis dalam internet butuh etika juga. terima kasih.
June 17, 2010 at 2:35 pm
dear siap murtad…
anda menuliskan salh satu borok anda…
sudah jelas” yesus bukan minta di sembah tapi mintalah melalui aku,,,
sudah jelas” yesus itu pelayan tuhan alias wali alias perantara,,,
la ko’ malah di sembah….
dan di anggap “Tuhan yesus”
February 4, 2010 at 4:28 pm
Begitulah cara kristen dlm berdebat.
February 6, 2010 at 3:58 am
dear all…
Setiap kitab suci memang memiliki ‘kesalahan’ jika dari awal kita sengaja mencari2 kesalahannya serta melakukan pencarian itu dg membaca ayat kitab org lain separuh2, kemudian membandingkan dengan milik sndr (entah itu logika atau ayat)atau dg ayat lain shg tampak kesalahannya. tidak ada gunanya berdiskusi jika kita tidak bersedia menerima pendapat org lain serta dari awal sudah terkonsep sma org yg beda sama saya salah n hny sy yg benar. Mari, belajar menerima pdpt org lain karena pdpt anda dan sy kebenarannya bersifat relatif dan subjektif. berikut ini sedikit gambaran unt yg menulis mana kata2 yg menunjukkan bahwa Yesus adl Tuhan ? Smg bs membantu.
YESUS BERKATA,… AKULAH TUHAN !!
Ada pepatah mengatakan, 揙rang hebat tidak perlu mengatakan dan membuktikan bahwa dirinya hebat. Biarlah orang lain membuktikan dan mengatakan bahwa dia adalah orang hebat.?Demikian pula dengan Yesus. Dia tidak perlu mengatakan diriNYA adalah Tuhan, biarlah orang lain yang membuktikanNYA. Mengapa ? Meskipun DIA mengatakan siapa jati diriNya yang sebenarnya kamu (yang mengaku dirinya Pembela Kebenaran, Daniel, serta semua yang tidak percaya kepadaNya) tidak akan mempercayainya. Persis sekali seperti yang telah terjadi di zaman Yesus hidup. Lukas 22:67 tertulis, kata Imam Besar, 揓ikalau Engkau adalah Mesias (Tuhan juruselamat), katakanlah kepada kami. ? Jawab Yesus: 揝ekalipun Aku sendiri mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya Bukan berarti DIA tidak pede, tetapi karena DIA rendah hati.
Namun, karena Anda menantang untuk mencarikan mana Ayat yang menyatakan bahwa Kristus mengatakan dirinya sendiri adalah Tuhan silakan baca beberapa ayat berikut:
1] Markus 2:5 揔etika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ‘Hai anak-
Ku dosamu sudah diampuni.Sekarang perhatikan 3 kata terakhir. Siapa yang berhak mengampuni ? Mungkin Anda akan ngeles… itu khan seizin Allah… Jika demikian kapan Ia minta izin? Masih kurang puas ?
2] Matius 26: 63-64 揇emi Elohim yg hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak
Allah, atau tidak ? Jawab Yesus: 揈ngkau telah mengatakannya.pakah Yesus menolak disebut sebagai ‘Anak Allah/ Tuhan ? Bukankah secara tidak langsung IA menyatakan bahwa, benar IA adalah Mesias, Anak Allah/ Tuhan ? Jika masih kurang jelas, mari baca ayat berikut:
3) Saat diadili, Dia bersaksi: “Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?” Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”” (Markus 14:61-62)4]
6] Namanya adalah YESUS. Secara etimologis, berasal dari kata Yehova Shua. Yehova Penyelamat Umatnya. Ga sembarang orang lho boleh make nama ini. Apalagi ada unsur Yehova pula didalam namaNya. Orang Israel begitu menghormati nama YHWH ini sehingga orang yang memakai nama ini pastilah bukan orang sembarangan. Hanya yg memiliki nama itulah yang berhak menyandang nama itu. Ya, hanya YAHWEH saja yg berhak menyandang nama YESUS karena itulah namaNYA.
Yg terakhir di Yoh 7: 34, “Jikalau kmu tidak percaya Aku adalah DIA, maka kamu tetap akan mati dalam dosamu.”
Masih banyak lagi yang membuktikan diriNya adalah TUHAN. Namun, bila dari yang sedikit ini saja Anda masih belum percaya, buat apa saya ajukan banyak-banyak. Toh pasti Anda counter n ga bakal Anda percaya juga. Wassalam !
May 27, 2010 at 7:16 am
jika dia memang Tuhan,apakah tuhan membutuhkan perantara untuk turun ke bumi ini ? apakah Tuhan harus dilahirkan terlebih dahulu melalui makhluk yang ia ciptakan untuk bisa ke bumi? jika memang dia membutuhkan itu berarti Tuhan itu lemah donk? sedangkan penggambaran dari Tuhan adalah yang Maha pencipta, dia tidak dilahirkan dan melahirkan.Dia ada dengan kekuatan Dia sendiri, karena Dia-lah yang Maha memiliki kekuatan.
December 7, 2011 at 12:38 pm
Jadi quran itu kan di firmankan oleh si jibril (jin islam), tuhan negeri mekahnya di mana ? Kok nggak berani ngomong saja sendiri apa krn nggak bisa jalan meninggalkan kaabah ?
February 1, 2010 at 12:16 am
@ anti-pembela kebenaran
ngomong pake mulut donk.. jangan pake dubur
February 2, 2010 at 6:13 am
Pengikut yesus sudah dibutakan hatinya, meski mata mereka bisa melihat.
February 3, 2010 at 12:05 pm
Syukurlah, umat kristiani tidak buta akal spt kalian.
March 7, 2011 at 2:09 pm
ooo si cosmic kabur ke sini tho. 1+1+1= berapa mic
December 7, 2011 at 12:44 pm
Masak org Kristen di suruh percaya sama omongannya si jibril (jin islam) hasil contekan dari Bible ? Tuhan negeri Mekah dgn Tuhan Abraham Ishak dan Yakub (Israel) kan jauh bebeda. Yg satu Tuhannya org2 Arab dan yg satunya Tuhannya org2 Israel. Yg selalu jaya dlm pertempuran
February 1, 2010 at 12:42 am
Wah…si @Daniel KO telak tuh di”hajar” ame iniBudi. Kagak bisa menjawab Cing….
Gue baru tahu ternyata Qur’an itu banyak sekali versinya. Isinya banyak bedanya lagi??? Tetapi Muslim seperti biasa akan berkata: “Kitab Suci kalian semua sudah dipalsukan; hanya Quran yang tetap asli karena dipelihara oleh Auwloh (hi..hi..hi..)
February 23, 2010 at 3:25 am
hehehe…menyerah bukan berarti kalah mas Atta tp cape aja ngelayanin orang yang penuh dengan angan2 semuga ga termasuk anda juga, dah tau kan yng anda sembah itu ada 3 tuhan…kita cuman satu Allah semata..ga da ilah dan ga sekutu bagi Allah…sabar dan pikirkan lagi sebelum terlambat…kalo anda percaya dengan tuhan sampeyan yang 3 tuch jg gapapa…its okey…Al-Qur’an dicipta menggunakan bahasa karena bahasa Arab lebih tinggi derajat dibanding bahasa lain…jangan heran kalo injil dikeluarin menggunakan bahasa indonesia. Al-Qur’an ga donk…itulah kenapa umat Islam didunia menjunjung tinggi Al-qur’an dan merupakan ciri kesatuan umat Islam sedunia
February 1, 2010 at 3:00 am
Wah…si @Daniel KO telak tuh di”hajar” ame iniBudi. Kagak bisa menjawab Cing….
Gue baru tahu ternyata Qur’an itu banyak sekali versinya. Isinya banyak bedanya lagi??? Tetapi Muslim seperti biasa akan berkata: “Kitab Suci kalian semua sudah dipalsukan; hanya Quran yang tetap asli karena dipelihara oleh Auwloh (hi..hi..hi..)
May 6, 2010 at 4:45 pm
al qur’an berisi juz yang terdiri atas surat2 yang terdiri atas ayat2, BUKAN VERSI…
May 7, 2010 at 4:00 am
ada kurang lebih 21 versi Quran, jika anda dengar audionya akan terkaget-kaget.
June 18, 2010 at 9:17 am
@siap murtad,,,
dri mn lg anda blg klo al-quran 21 versi,,,
anda ini jual film ato kitab???
sy tdk pernah kaget dan yakin akan allah…bahwa janji allah akan menjaga quran ttp utuh isinya sampai akhir kiamat,,,
versi yg anda punya itu karangan alias search di google yg asalnya dari paus anda si pengarang itu,,,,
May 8, 2012 at 3:51 am
@siapmurtad
dapat mi rebus berapa kardus? laper kok pindah agama. nista! hina! masih mending pengemis!
February 3, 2010 at 3:58 am
@ mas Budi
Mengenai nama Allah. Nabi Ibrahim yg mengenalkan ‘Allah’ kepada penduduk Mekah dimana Roslullah di lahirkan, karena sentra kegiatan Nabi Ibrahim ada di Ka’bah yg terletak di kota Mekah. Yang kini ibadah itu kemudian dikenal dg nama Ibadah Haji.
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan Baitullah tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”. (Albaqarah: 125)
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan jadikanlah di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi
Maha Penyayang. (QS. Albaqarah: 127-128)
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh (Al-Hajj: 26-27)
Dan Nabi Ibrahim berwasiat kepada anak2nya untuk selalu berada dalam agama Allah.
Dan Ibrahim Telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (Al-Baqarah: 132)
Akan tetapi pengakuan mereka ( orang musyrik ) terhadap Allah, belum menjadikan mereka tergolong Muslim, karena mereka masih menyekutukan Allah dalam hal ibadah (Tauhid uluhiyah) dengan melakukan pemyembahan terhadap berhala-berhala, serta tidak mengimani kerasulan Muhammad saw. Sebagaimana firman Allah,
“Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai penolong (mereka mengatakan): ‘Kami tidak menyembah mereka ( berhala-berhala) melainkan agar mereka mendekatkan kami di sisi Allah dengan sedekat-dekatnya’.” (Az Zumar: 3).
“Dan mereka menyembah selain Allah dari apa-apa yang tidak bisa memberikan mudharat dan manfaat bagi mereka dan mereka berkata: ‘Mereka (berhala itu) adalah yang memberi syafa’at kami di sisi Allah’.” (QS. Yunus: 18).
Dan Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yg selain dari syirik itu bagi siapa yg dikehendai-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah berbuat dosa besar.” [An Nisaa’: 48]
February 19, 2010 at 4:16 am
oom daniel… kok aneh ya ? Ibrahim tu lahir di Ur Kasdim. Terus dia pindah/ hijrah ke Gerar, Palestina. Matinya di Gua Makhpela, Hebron Palestina. Kapan dia ke Mekkah ? Sejarah yg dibuat2. Alkitab dibuat lebih dulu daripada Alquran. Jadinya lebih valid soal sejarah Nabi Ibrahim
July 1, 2010 at 3:17 pm
Bukankah yg lebih valid n lebih sempurna itu sesuatu yg terbaru?
Jadi karena Ahmadiyah itu “lebih baru” maka dialah Islam yang sejati.
Ghulam Ishak Khan adalah Nabi terakhir setelah Muhammad SAW.
October 20, 2011 at 12:16 pm
Musyadad
Orang goblok ga usah ikut campur. Jangankan sebuah iman, suatu kejadian aja bisa gak murnilagi setelah dari mulut ke mulut, karena yang lebih baru itu biasanya sudah mempanjanglebarkan yang sesungguhnya
February 3, 2010 at 4:39 am
@Daniel
Sebelum kita mulai membahas mengenai nama Allah, ijinkan saya untuk bertanya apakah anda akan menggunakan kerangka kitab atau historis? Supaya nanti tidak putar-putar tidak jelas, karena seperti diatas anda di satu posting bilang tidak setuju dengan pemikiran historis, tapi di postingan yang lain anda menjawab dari sisi historikal.
Seperti saya posting sebelumnya, kita harus konsisten, bila kita boleh memakai nilai2 historis artinya kita akan pakai dimana dan kapan saja, bagaimana?
February 3, 2010 at 11:55 pm
@ mas Budi
Bacalah dg teliti postingan saya tentang nama “Allah” di atas. Semua keterangan saya berdasarkan ayat2 Quran.
February 4, 2010 at 4:30 pm
@ Budi,
pertanyaan sederhana, darimana injil anda mendapatkan nama Allah? karena hanya injil dlm bahasa Indonesia (dan mungkin Arab) menggunakan nama Allah.
February 5, 2010 at 10:14 am
bos hamba tuhan, Allah itu bukan bahasa Arab, coba google dan belajar yang benar sebelum mengclaim kalau Allah itu bahasa Arab. Allah itu udah dipakai jauh sebelum bangsa Arab menggunakan kata itu.
Dengan ilmu yang cetek, gak usah sok-sokan ikutan debat.
February 7, 2010 at 2:19 am
@ mas abdullah
Rekan Kristian anda sendiri Mas Zafnat yg mengatakan bahwa “Allah” berasal dari bangsa Arab kuno ( baca postingannya di atas ). Samakan dulu persepsinya ya mas Abdullah.
February 19, 2010 at 4:23 am
dear bukan hamba tuhan yang asli n daniel… kata Allah dalam bahasa Ibraninya adalah Elohim. Sementara TUHAN itu dari YAHWEH. Saat itu, si penterjemah mencari padanan kata yang sama agar mudah dipahami pembacanya. Elohim dianggap sama dengan Allah karena itulah yg dimngrti orang Indonesia. Yahweh diganti TUHAN karena kata itu yang dipahami orang Indonesia. didalam kamus Alkitab dijelaskan TUHAN itu YAHWEH. Jadi, yg dimaksud Allah dalam Alkitab selama ini adalah pribadi YAHWEH itu sendiri. Allah dan Tuhan adalah nama gelar, Yahweh adalah nama pribadi.
July 1, 2010 at 3:24 pm
@Zafnat;
Berarti kitab injil udah ga murni lagi dong…
Beda dengan Qur’an, dinegara manapun Qur’an berada, tetap 1 bahasa n 1 pengertian arti TUHAN (ALLAH swt)…
Entah suku asia, eropa, arabia, afrika, n barat….
February 18, 2012 at 4:02 pm
Guoblok temenan sihamba tuhan. Dalam Iman Kristen, Allah TIDAK BERNAMA, lihatlah Jawab Allah kepada Musa dalam Kitab Keluaran 3:14 untuk menyatakan DiriNya “AKU ADALAH AKU, AKU ALLAHNYA ABRAHAM, ISHAK DAN YAKUB”.
Jadi, Allah adalah SEBUTAN UNTUK MENUNJUK KEPADA “PRIBADI SUPRA NATURAL YANG MAHA KUASA, MAHA MULIA DSTNYA). Jika anda baca Alkitab bhs Inggris, tidak ada sebutan Allah, yang ada adalah GOD, jika anda membaca Alkitab bhs Ibrani, tidak ada sebutan Allah, yang ada YAHWEH, jika anda membaca Alkitab bhs Batak, DEBATA, Bhs Cina, Tikong dll. Jadi, karena Alkitab ditulis dalam bhs Indonesia, maka pribadi Supra Natural dalam bhs Indonesia pengaruh Arab adalah ALLAH.
Saya bernama eddy, ketika saya ke Amerika, nama saya tetap eddy, ketika saya ke Cina, nama saya tetap eddy, itulah nama.
Dalam Alkitab, yang dimaksudkan Allah itu bukanlah NAMA, tetapi Sebutan untuk pribadi Supra Natural Yang Maha Kuasa.
Wes ngertos mas??????
February 18, 2012 at 6:35 pm
Nama itu sebutan.Sebutan itu adalah nama.Cuma nama itu ada berbagai jenis.Ada yang namanya nama gelaran.Ada juga nama panggilan.Ada nama peribadi/diri ,nama jenis,nama sifat dll.Bagimu kamu adalah Eddy.Bagi Yahudi kamu adalah goyim(separuh binatang).Bagi Yesus kamu hanyalah anjing yang mengemis roti.Bagi muslim kamu hanyalah si tolol yang sungguh kasihan.So..Kamu menyebut diri sebagai Eddy (nama diri),Yahudi memanggil kamu Goyim(Nama jenis).Yesus memanggil kamu anjing(nama gelaran).Dan muslim memanggil kamu Tolol (nama sifat).Ok sekadar ini saja kuliah tentang nama.Sila hafal ya, karena ini basic.Esok-esok saya lanjutin lagi.
February 13, 2010 at 3:46 am
ini situsnya orang kristen extreme !!! yang menaruh kebencian penuh pada islam !! dikarenakan sudah banyak peneliti dari kaum muslimin membuka kedok tentang kebohongan injil !!!!! yang menganggap yesus sbg tuhan !!! kami menganggap yesus sbg nabi !! manusia biasa yang diberikan mukjizat dan risalah kpd manusia !!! dia tidur,makan,minum,sedih dll yang ini semua adalah sifat manusia !!! tak apalah kita buktikan nanti diakhirat !!
February 19, 2010 at 4:31 am
dear Ibnu n Dimaz…
Tuhan kok lemah? Tuhan kok kayak manusia ? silakan baca penjelasan saya pada postingan nomor 1 dan 2. jika masih belum percaya, itu hak Anda. tapi jangan menghina satu sama lain. mari kita semua berdiskusi dengan akal sehat seperti sdr budi dan daniel.terima kasih
July 1, 2010 at 3:26 pm
Dear Zafnat;
Anda meminta jgn menghina, tapi bagaimana dengan web ini yg tlah menghina kepercayaan kami?
July 1, 2010 at 3:30 pm
Dear Zafnat;
Sebelum Anda meminta kpd kami, umat muslim, ajukan dulu permintaan Anda pd umat Anda sendiri, apalagi pembuat n penulis web ini.
Segala sesuatu hrus d mulai dr diri sendiri dulu….
February 18, 2010 at 1:37 pm
lucu nih blog.
mencoba menulis dengan gaya bahasa ilmiah, tapi isinya nil. pentafsiran/pemahaman dari ayat2 yang dikutip salah semua. sebaiknya si penulis belajar dulu bahasa Qur’an, at least bahasa arab. tak ada tauhid di Qur’an? wahaha. ini bikin saya ketawa. surat Qur’an yang paling sering dibaca anak SD itu bicara soal tauhid, bung. Qul huwallahu ahad.. “katakan lah Dialah Allah yang Maha Esa”.. Sebagian besar ajaran Islam adalah tauhid. Baru abis itu solat dan lain2.
kalo orang Indonesia sok pintar kayak si penulis blog begini, ancur lah bangsa kita. Ganti nama blognya:
Siapbego’s Weblog
July 1, 2010 at 3:49 pm
Musyadad, tu nama yg diberikan oleh seorang kyai untuk saya di Semarang. Nama itu ga pernah saya gunakan di Jakarta sebelum saya menemukan web blog ini.
Sbenarnya saya geli sendiri baca isi sluruh web blog ini yg isi-nya mrupakan curahan hati tentang kebencian dan ketakutan atas perkembangan agama Islam di seluruh penjuru dunia saat ini…
Penulis web blog ini, mencantumkan, mengkutip atau apapun sebutannya, dari kitab umat muslim, tanpa dasar ilmunya masing2, baik ilmu Qur’an maupun ilmu Hadits.
Juga ga pernah mempelajari Asbabunnuzul (asal-muasal ayat2 Qur’an turun) dan asbabulwuruz (sebab-musabab perilaku, sikap n perkataan Nabi Muhammad saw, dijadikan sebagai Hadits).
Sumber2 penulisan web ini, jika dia mengaku dari orang2 yg telah murtad, itu karena orang2 itu tidak memiliki ilmu2 tersebut atau malah (bisa jadi) karena kesombongan orang itu akan ilmu pengetahuan agama Islam yg dia miliki sehinggan Allah menutup mata hatinya dari hidayah Allah swt. Makanya mereka menjadi murtad.
Saya mempunyai sodara dari kluarga besar, yg beragama Nasrani, tetapi saya tidak melihat perilaku dan perbuatan mereka (benci Islam) seperti yg tulisan web ini.
Saya juga pernah mengenal orang2 yg masuk Islam, dan belajar dengan mereka tentang agamanya sebelum memeluk Islam. Bahkan seorang misionaris yg masuk Islam.
Saya juga punya sahabat, walau sekarang kehilangan komunikasi demi keselamatan nyawanya, yg dia pernah murtad dari Islam tapi hingga kini dia kembali ke Islam…….
Mengapa dia kembali kepada Islam?
Sebab jika tidak kembali kepada Islam, maka lehernya akan dipenggal.
Sebab inilah yang diajarkan Nabi yang sangat kami cintai, yaitu Muhammad SAW.
Memang benar, bahwa dalam penyebaran Islam, Muhammad dan para pengikutnya melakukan peperangan-peperangan, penjarahan harta kafir dan menawan, memperkosa, serta memperbudak para wanita dan anak-anak.
Dalam Hadis pun dikatakan bahwa Muhammad pada malam ia mengalahkan Khaibar (melenyapkan sama sekali suku terakhir Yahudi), ia memperkosa Safiyah bin Huyay di kemahnya.
Tetapi bagi kami orang Muslim, apa pun yang dilakukan Muhammad SAW, ia tetaplah manusia terbaik dan teragung sepanjang masa.
Allahu akbar!!!
October 20, 2011 at 12:22 pm
Wah… memperkosa dibilang baik, yah…! Ngeri aku… Pantes ornag-orang islam gak punya otak memperkosa anak2. Lihatlah YESUS yang tidak berbaur dengan keduniawian(DOSA) Jangan-jangan MEMPERKOSA ITU BUKAN DOSA di Islam. Habisnya dibilang baek, seh…
February 18, 2012 at 4:32 pm
Apaan tuch, pemerkosa dan pembunuh bisa jadi nabi? Mosok, nabi2 Yahudi sebelum Islam dibilang Islam, ntar marah orang Yahudi.
Mah, itukan dongeng arab kuno, Azabun, azabunulu apaan tuch, mosok mau dikibulin arab, turunnya quran. Gak Ilmiah dan gak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi makanya, Islam selalu fokusnya bahwa Alkitab telah dipalsukan, agar gak ketahuan arab yang palsukan dan nyontek quran dari Alkitab. Udah pasti donk, yang belakangan kan yang nyontek dari yang duluan.
February 18, 2012 at 6:23 pm
Ooo..Jadilah benarlah kristian nyontek agama hindu.(1500 tahun sebelum Masehi)
http://www.mindamadani.my/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=93
February 18, 2010 at 1:38 pm
yang siap bego silahkan ke neraka. hehe
February 18, 2010 at 1:43 pm
Yakin yesus itu Tuhan? yakin yesus bagian dari sesuatu yang menciptakan alam semesta nan luas ini dengan milyaran bintang yang bertabur?
Dan… kalo yakin, kenapa yesus begitu lemahnya sampai bisa disiksa manusia, suatu makhluk ciptaannya yg harusnya teramat kecil di hadapannya?? cuma bisa masuk akal jika yesus itu manusia biasa yang ditugaskan menjadi Nabi.
February 18, 2012 at 4:23 pm
Kalo gak ngerti Iman Kristen jangan komentari. Ya, Yesus adalah Tuhan, Dia adalah Firman Allah yang turun kedunia sebagai manusia miskin yang lahir dikandang domba, untuk dihina, disiksa dan mati dikayu salib, agar darahNya menebus dosa manusia yang percaya. Inilah Anugerah Allah bagi manusia, Keselamatan untuk hidup kekal disorga. Orang Kristen tidak percaya, dengan amal soleh manusia, bisa membawa dirinya kesorga, tempat Allah Yang Maha Kudus dan Suci. Alkitab berkata (Roma 3), bahwa SEMUA MANUSIA SUDAH BERDOSA. Orang Kristen bukan orang benar, tetapi orang YANG DIBENARKAN KARENA IMAN KEPADA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT PRIBADINYA.
Tauhid Kristen adalah TRINITAS, ALLAH YANG MAHA ESA DALAM ALLAH BAPA, ALLAH PUTERA DAN ALLAH ROH KUDUS, sama seperti manusia, satu, tetapi terdiri dari Tubuh, Roh dan Akal Budi. Karena ketika Allah menciptakan manusia, Dia berfirman “Marilah KITA menciptakan manusia, SEGAMBAR DENGAN RUPA KITA”.(Kej. 1:26)
Dalam Quran juga disebutkan bahwa Jesus adalah Kalimatulah, Ruhullah, Yang suci dan tidak berdosa.
Saudara, maukah anda merenungkannya, dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda pribadi?? !!! Jangan percaya kepada Muhammad, yang masih harus berdoa meminta keselamatan, dan meminta umatnya berdoa bagi dia dan keluarganya, tetapi cobalah lihat, ketegasan dan kepastian yang Yesus katakan dalam John 14:6 “AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP, TIDAK SEORANGPUN DAPAT DATANG KEPADA BAPA KECUALI MELALUI AKU”.
Diayat lain, Yesus bersabda, “Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu disorga, dirumah BapaKU ada banyak tempat bagimu”.
Terpujilah Allah ditempat yang Maha Tinggi. Amen.
February 18, 2012 at 6:25 pm
Ha ha ha…Apa boleh buat..Tolol tetaplah tolol.
May 8, 2012 at 4:30 am
@eddy :
Dengkul lo habis jatuh ya? jadi gegar otak??!!! wakakakakakkkk!!!
Manusia juga membuat aturan/hukum seperti Hukum Allah SWT! itu karena manusia yang membuat hukum pake Otak di Kepala! nggak kayak lo Pakenya Dengkul!! Mana ada hukum menetapkan dosa si A bisa ditanggung/ditebus Si B, udah gitu yang nebus dosanya Tuhan, yang mana dia lah yang menentukan itu dosa ato bukan. Lo mau menanggung/menebus dosa orang lain? ato misalkan lo Tuhan, lo mau nebus dosa makhluk ciptaanmu? hambamu? ngapain??? daripada untuk menebus dosa harus berubah jadi makhluk ciptaanmu yang Kurapan, Lahir dikandang domba, gak jelas siapa bapaknya (gak bisa bikin Akte kelahiran donk) mending anggep aja gak ada dosa di muka bumi. Beres toh? Logika Sederhana kayak gini apa Dengkul lo gak isa mencernanya? Tolol!!
February 18, 2010 at 1:46 pm
siap masuk neraka dengan salah menyembah tuhan? masuk neraka selamanya, abadi. bayangkan 10 tahun dibakar, 100 tahun dibakar, 1 juta tahun dibakar, 100 juta tahun dibakar, 1 billion tahun dibakar, ga ada habisnya, kekal di neraka… Jika anda percaya keberadaan tuhan, jangan sampai salah memilih tuhan yang disembah. salah memilih, fatal akibatnya.
February 18, 2010 at 1:47 pm
up to you
March 3, 2010 at 9:44 am
YESUS bukan NABI ISA…..
YESUS di agama bodoh kristen adalah YUDAS………….yang mukanya dimiripin sama Allah S.W.T (TUHAN YANG SEBENARNYA) karena dia itu sih salah satu pengikut nabi isa tapi dia khianat dan bodohhhhh…
waaaaaaaaah
betapa bodohnya, ya orang kristen nyembah orang jahat……(yudas) dan berhala…….dan patung2 yang tdk punya kemampuan apapun,,,,,,orang bisu disembahhhhhhhhhh………………………….
MASUKLAH ISLAM…
ga percaya?
percayanya ntar DI AKHIRAT!
Na’udzubillahmindzalik, sia2 aja berbuat kebaikan nggak ada papapapapaanya
March 29, 2010 at 5:02 pm
Subhanallah,,,,,,allahu akbar,,,
April 10, 2010 at 1:45 pm
SETUJU !! Allah akan membalas mereka semua.
July 1, 2010 at 3:56 pm
Untuk kepercayaan, siapa sebenarnya yg disalib zaman dulu, ga usah tggu di akhirat. Tapi jagalah kesehatan, supaya kelak umurnya panjang n bisa ketemu dengan imam mahdi dan diturunkannya Isa as saat perang dunia ke-3, menjelang kiamat….
August 17, 2010 at 3:57 pm
Lha kalao Yesus itu bukan Isa, ngapain Islam berusaha matia-matian mnegkritik tentang keTuhanan Yesus ?
Kurang kerjaan apa ya pada…
March 9, 2010 at 10:18 am
tuhan maha esa, tuhan itu satu, tidak ada yg kedua, kalau ada yg kedua, berarti itu bukan tuhan.
entah apa ejaan ini ini benar (mohon maaf),
secara logika tuhan pasti tidak akan berkata “ELI ELI LAMA SABAKTANI….”
March 11, 2010 at 4:26 am
dear wawa…
kalimat itu diucapkan oleh DIA saat berekspresi sebagai manusia. dia adalah ilahinas. 100% manusia 100% Tuhan. Artinya, sebagai TUhan yang menjelma sebagai manusia dia bisa merasakan ditinggalkan dan kesakitan. terima kasih. Tuhan memberkati.
March 12, 2010 at 2:37 am
ilahinnaas = tuhannya manusia (bahasa arab)
bukan setengah tuhan /setengah manusia, atau 100% tuhan 100% manusia.
tuhan tidak perlu menyamar atau menjadi sesuatu untuk mengetahui apa yg ia ingin rasakan..
dan tuhan maha tinggi, tidak perlu turun kebawah untuk menjadi manusia yg dihinakan.
jika tuhan berbentuk manusia, dan jika tuhan bisa digambarkan, maka rendahlah martabat tuhan itu… karena dengan digambarkan, maka tuhan akan semakin mudah dihinakan, dikritik, dicaci. maha besar Allah yg tidak memiliki wujud (dimata manusia) sehingga tidak ada 1 orangpun yang dapat menghinanya.
March 18, 2010 at 4:44 am
dear Wawa..
Manusia dan Tuhan terpisah setelah manusia berbuat dosa. Oleh karena itu, IA sendiri yang harus merestorasi ‘gambaran’Nya itu. Hukuman dari dosa adalah maut. Nyawa dari manusia ada di darah. Jika tidak bernyawa lagi, ia ada di dalam maut. So, IA harus ‘memiliki nyawa’ supaya hukuman maut itu tergenapi. Bukan karena dia pengin mencicipi perasaan manusia. Justru dengan menjadi manusia. IA turut pula memahami perasaan manusia. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati!
May 27, 2010 at 8:07 am
bukankah Tuhan Maha tahu tentang rasa, karena Dia-lah yang menciptakan rasa itu.so kenapa pula Ia merasakan…?
May 29, 2010 at 11:56 am
Karena Tuhan punya Pikiran, Perasaan dan Kehendak sehingga kita manusia yg diciptakan SERUPA dan SEGAMBAR dengan Tuhan, pun punya pikiran, perasaan dan kehendak. Sehingga Tuhan bisa merasakan apa yg dirasakan makhluk ciptaan-Nya.
June 18, 2010 at 9:18 am
@siap murtad: dari penjelasan anda sudah jelas sekali klo anda menyatakan TUhan itu sama dgn sifat manusia alias SERUPA
massyaallah
June 19, 2010 at 4:41 am
@Muslim, sifat dan karakter Manusia memang SERUPA dengan Yang Maha Kuasa, karena Manusia diciptakan SERUPA dan SEGAMBAR dengan Tuhan alias dicipta menurut PETA dan TELADAN Tuhan, jadi ada banyak kemiripan dalam sifat dan Karakter, misal manusia bisa mengasihi, bisa adil, bisa mengerti apa itu kesucian, belas kasihan, kreativitas. Manusia punya Pikiran, Perasaan dan Kehendak sama seperti Malaikat dan Tuhan.
August 14, 2010 at 2:50 pm
@si murtad..
wah2 anda sudah kurang ajar sekali mengatakan bahwa tuhan sama dengan manusia,,
sudah jelas manusia itu hasil ciptaan dan tuhan adalah pencipta…
anda memang si bego
May 9, 2012 at 3:38 am
@Casper
Kalo Siapmurtad gak bego, mana mgkn dia murtad & bikin blog sampah kayak gini. Dia tuh punya otak salah letak, pas lahir dapet otaknya di dengkul. Trus isinya juga cuma setengah sendok teh. Jadi saudara harap maklum sama Anjing Kurapan yang satu ini.
March 9, 2010 at 12:36 pm
apa kaah kalian tahu semua apa itu islam dan kebenaran islam? apakah kalian tahu apa itu yesus dan apa benar dalam injil?sekarang kan alkitab apa benar dan tunjukkan kepada saya kebenaran dalam alkitab bahwa tYesus itu adalah Tuhan?dan mengapa adanya trinitas? bagaimana konsep ketuhannan yang sebenarnya? apa menurut kalian agama yang penuh dengan hidayah dan kebenaran? tlg dijelaskan dan krinmkan kepada email saja danksakti@gmail.com
March 11, 2010 at 9:44 am
woooooyy smua,,,gw pnya nmor HP YESUS.,.
loe bsa hub:
0888-1000-200-bsa karaokean jg koq sma dy..
dy kan hebat,,bsa nyanyi2??
rambutnya ajh gondrong..ky SLASH..Rock N Roll meennn….
mna ad TUHAN METAL????
hahahahahahaahahahaahahaahahahahaa…..
July 1, 2010 at 4:03 pm
Parah nih GOD IS ALLAH….
Klewatan lo…..
Bodoh lo….
Yesus mana pernah bisa nyanyi? Kan dia dinyanyiin….
November 2, 2010 at 3:53 am
sememangnya god is allah ni ank kelahirannya setan..
May 9, 2012 at 3:48 am
@GOD IS ALLAH
gak mau ah! ngeri ama jenggotnya, gak pernah dicukur, celananya juga dah ribuan tahun gak diganti. BAU TAU!!!
March 13, 2010 at 1:37 pm
seorang biarawati terbesar seindonesia dan mempunyai banyak bawahannya ketika ia diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT maka dia menjadi seorang mualaf, dia adala Hj.Irene Handoyo yg skrng sudah mengadakan pengajian2 besar dijakarta.
March 13, 2010 at 4:47 pm
“seorang biarawati terbesar seindonesia” anda berlebihan:), jadi biarawati saja blum pernah. Irena lebih kaya setelah jadi Muslimah:) hehehe, cinta ditolak menjadi murtad. Kiranya Blog2 ini membuka mata Irena dan para muslimah bahwa Islam dan Muhammad tidak berpihak kepada mereka.
June 18, 2010 at 9:21 am
bodohnya seorang biarawati yg taat hanya karena cinta di tolak lgsung masuk islam,,,
pernyataan yg bodoh sekali dari anda sendiri wahai siap murtad….
June 19, 2010 at 4:38 am
Begitulah menurut Kesaksian Orang2 dekat beliau dan Berita2 yang ada di Media Massa. Beliau pernah Jatuh Cinta dan DiTOLAK. Mungkin ada faktor lain mengapa Irena Handono masuk Islam. Semoga bukan alasan Ekonomi.
July 18, 2010 at 2:58 pm
ha, ha, … biasanya alasan ekonomi atau sebungkus mie sajalah yang digunakan murtadin masuk ke dalam agama Kristen yang suka menjajakan mie seharga akidah Islam.
March 14, 2010 at 6:58 am
Apa yang terjadi?
ooo…
yayaya…
menyimak.
Yesus suka bugil ya?
March 15, 2010 at 3:34 pm
beberapa sifat2 tuhan:
-tuhan maha suci,
tidak ada tuhan yg kotor, tuhan tidak bisa dan tidak mudah dihina. jikalau dia mudah dihina, berarti dia bukan tuhan.
-tuhan maha mengetahui
tuhan tidak perlu cape2 datang ke bumi untuk memberi pencerahan, tuhan sudah tahu apa yg dia ciptakan, dan apa yg akan terjadi.
-tuhan adalah dzat yg maha tinggi
kita tidak tahu tuhan diciptakan dari apa, komposisinya bagaimana, 50%-50%?, 100%??? jikalau manusia bisa mengira ngira, menebak nebak, darimana tuhan berasal, berarti dia bukan tuhan.
lihatlah semua tuhan tuhan yang ada di bumi…
-kalau posisinya diletakkan miring, dia terlihat jelek.
-jikalau dia dikotori oleh kototan cicak/tikus, dia jadi terhina (padahal dia simbol ketuhanan)
-jikalau dia terlihat dekil, atau disakiti (dipaku) maka tuhan terlihat kasihan.
kesimpulannya:
hanya tuhannya orang islam lah yang yg tidak bisa dihina….
jadi, manakah diantara tuhan2 kalian yg bener2 maha suci dan maha tinggi?
bandingkan dengan tuhan saya.
March 17, 2010 at 12:09 am
COBA SEKALI LAGI MAS BACA BAIK2, DAN SILAHKAN COBA PAHAMI SENDIRI. APA MAKSUD DARI SEBUAH KITAB SUCI YANG MENULISKAN BAIT INI DI KITABNYA..
LAYAKKAH DISEBUT KITAB SUCI???
dalam kitab kidung agung
Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur1 KA 1:2
Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6
Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,3
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput
Di tengah-tengah bunga bakung.5 KA 4:3,5
Pusarmu seperti cawan yang bulat,
Yang tak kekurangan anggur campur.
Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.2
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang.3 KA 7:2-3
Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan
Buah dadamu gugusannya.7
Aku ingin memanjat pohon korma itu dan
Memegang gugusan-gugusannya.
Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan
Nafas hidungmu seperti buah apel,8 KA 7:7-8
kitab yehezkiel
Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.19
Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.10
Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.21 Yehezkiel 23:19-21
Dan melampiaskan hasratnya dengan pecinta mereka, jang pelirnya seperti pelir keledai dan yang pancarannya laksana pancaran kuda jantan.20 Yehezkiel 23:20
Tetapi bagi dia sendiri hal itu tidak seberapa, ia malah melakukan persundalan yang lebih menjijikkan lagi dengan mengenang masa mudanya, ketika ia bersundal di Mesir dengan orang-orang yang besar hawa nafsunya.20
Demikian engkau merindukan kehidupan masa lalumu, masa engkau masih gadis, ketika engkau menyerahkan tubuhmu kepada orang-orang di Mesir.21 Yehezkiel 23:20-21
March 26, 2010 at 7:12 am
wah, wah, wah, Anda jeli juga ya… tapi kenapa yang dibaca cuma bagian pornonya aja? Kira2 Yang dimaksud di Yehezkiel siapa ya ? Silakan baca Yehezkiel 23:4. Samaria dan Yerusalem. Keduanya dianggap telah menyerahkan miliknya yg berharga (yaitu YAHWEH ayat 5 “Samaria berzinah, sedang ia Aku punya.” Artinya Samaria semula adalah umat pilihan YAHWEH; milik YAHWEH) dan ditukar dengan barang fana (uang, senjata, kedudukan, memiliki suami dg penyembah berhala, serta ikut dalam penyembahan berhala). Jadi, itu hanya gambaran saja bukan realita. silakan Baca Yehezkiel 23:7. Sekarang yang mesum siapa ya… ? Pendeta dan Romo saja 99,99% jarang ada yg nyinggung apalagi menekankan kata pornografi dalam kotbahnya.
Terus soal Kidung Agung sila tengku/ puan cari buku Tafsir Kidung Agung karangan Watchman Nee terbitan Yayasan Perpustkaan Injil. sekian dan terima kasih.
March 17, 2010 at 12:11 am
dalam kitab kidung agung
Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur1 KA 1:2
Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6
Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,3
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput
Di tengah-tengah bunga bakung.5 KA 4:3,5
Pusarmu seperti cawan yang bulat,
Yang tak kekurangan anggur campur.
Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.2
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang.3 KA 7:2-3
Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan
Buah dadamu gugusannya.7
Aku ingin memanjat pohon korma itu dan
Memegang gugusan-gugusannya.
Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan
Nafas hidungmu seperti buah apel,8 KA 7:7-8
kitab yehezkiel
Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.19
Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.10
Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.21 Yehezkiel 23:19-21
Dan melampiaskan hasratnya dengan pecinta mereka, jang pelirnya seperti pelir keledai dan yang pancarannya laksana pancaran kuda jantan.20 Yehezkiel 23:20
Tetapi bagi dia sendiri hal itu tidak seberapa, ia malah melakukan persundalan yang lebih menjijikkan lagi dengan mengenang masa mudanya, ketika ia bersundal di Mesir dengan orang-orang yang besar hawa nafsunya.20
Demikian engkau merindukan kehidupan masa lalumu, masa engkau masih gadis, ketika engkau menyerahkan tubuhmu kepada orang-orang di Mesir.21 Yehezkiel 23:20-21
March 26, 2010 at 2:52 pm
dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh AL-MASIH, ISA putera Maryam, Rasul ALlah, padahAL mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyALibnya, tetapi (yang mereka bunuh iALah) orang yang diserupakan dengan ISA bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ISA, benar-benar dALam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuALi mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adALah ISA. (QS. 4:157)
Berkata ISA: Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. (QS. 19:30)
dan mereka MENDUSTAKAN AYAT-AYAT Kami dengan sungguh-sungguhnya, (QS. 78:28)
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang MENDUSTAKAN AYAT-AYAT Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS. 62:5)
semoga mencerahkan
March 26, 2010 at 4:52 pm
Alm Ahmed Deedat dan Kaum Ahmadiyah percaya bahwa Benar-benar Yesuslah yang DIsalib. so ???
Dalam Alkitab jelas, Tanpa Penumpahan Darah/Pengorbanan sang Anak Domba (Tuhan Yesus Kristus) tidak akan ada Penghapusan Dosa umat manusia. Anda sembelih hewan korban kan ketika Idul Fitri? Itu sudah dilunasi oleh Kematian sang Anak Domba yang disembelih bagi saudara dan saya, Yesus Kristus mati disalib, bangkit dan menggantikan saya dan anda, sehingga sekarang Kita hidup bagi Dia yang telah mati ganti kita.
Salam Pencerahan juga bung Rahmat rusmadi. Kiranya Pencerahan itu juga pada anda.
May 27, 2010 at 8:36 am
jika Yesus menukar kehidupan.dia membuat kesepakatan itu dengan siapa?klo dia memang Tuhan kenapa Tuhan harus membuat pertukaran, kan sebagai seorang Tuhan dia bisa langsung menggantikan kehidupan yang baru bukan dengan kehidupan dia. Karena Dia-lah yang maha Hidup, tidak bisa mati.
May 29, 2010 at 11:55 am
Yesus membuat Kesepakatan itu dengan DiriNya, dengan Bapa dan Roh Kudus, dimana ketiganya adalah SATU (1 Yoh 5:7-8). Tuhan membuat pertukaran atau lebih tepatnya PENEBUSAN PENGGANTI karena Semua MANUSIA SUDAH BERDOSA di pandangan Tuhan, sehingga TIDAK ADA SATU PUN MANUSIA yg BISA SELAMAT dan MASUK SURGA dengan perbuatan/jasa/amal dirinya sendiri, karena dia sudah berDOSA. Harus ada PENEBUSAN DOSA, dan harus ada KORBAN PENEBUS DOSA. inilah Prinsip MAHA ADIL Tuhan yg harus menghukum DOSA namun sejalan dengan sifat MAHA KASIHNYA Tuhan, dan juga sifat MAHA KUDUSNYA Tuhan yg tidak bisa bergaul/berhadapan/membiarkan DOSA.
July 18, 2010 at 2:55 pm
Kalau konsepnya dosa bisa ditebus oleh Nabi Isa, kasihan donk umat manusia sebelum nabi Isa, siapa yang menebusnya? Apa Tuhan membeda-bedakan manusia sehingga hanya sebagian golongan saja yang ditebus dosanya, apa Tuhan sekarang dikenal sebagai Dzat Yang Maha Tidak Adil? Islam yang mengajarkan Tuhan Sebagai Yang Maha Adil, memberi gambaran yang lebih adil tentang keselamatan seseorang di akhirat kelak, yakni sebagaimana umat lainnya sesuai dengan amal perbuatannya. Sidharta gautama saja mengajarkan bahwa kehidupan para dewa bisa berakhir di neraka atau kelahiran baru menurut amal mereka.
September 16, 2010 at 3:35 pm
semua itu bohong ,yesus bukan tuhan
jika yesus mati dlm 3 hari siapa yg menjaga alam semesta pikirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
May 8, 2012 at 3:48 am
@muslimasli :
Pas Yesus Mampus, yang jaga alam semesta Satpam perumahan. wakakakakakaka!!!!!!
March 27, 2010 at 4:10 am
hanya satu kata untuk blog ini
lakum diinukum waliyadiin
(untukmu agamamu – untukku agamaku)
March 27, 2010 at 11:46 am
Kebenaran yang Memerdekakan itu SANGAT LAYAK untuk diBeritakan, Memberitakannya adalah kewajiban baik atau tidak baik waktunya. Silahkan merespon atas KEBENARAN itu agar sungguh JALAN, KEBENARAN, dan HIDUP itu menjadi Milik anda.
April 10, 2010 at 1:52 pm
Aduh mas siap murtad . Anak domba, anak anjing aja sekalian. Apa kek gt anak babi, lalala~ bapa putra roh kudus, ibunya mana? Neneknya? Kakek? Anda saja yg jadi Tuhan kalo mau mah. Gausah sok2 suci deh. Masa tuhan di salib dia kan bukan ISA A.S tp YUDAS ISKADRIOT! Trs tebus dosa aja pake duit sm pendeta ya buat aja dosa terus zinah nyewa perek terus2an ntr bayar deh sm pendetanya. Pikir bae2 sebelum ngmng!
August 17, 2010 at 4:02 pm
Lakum dinukum waliyadin ? Ah, lelucon apa lagi ini.
Kalo begitu, ngapain Quran menyalahkan keyakinan orang Nasrani ?
March 28, 2010 at 2:06 am
sebenarnya ini masalah yg sangat mudah, sederhana. mudah dipahami dengan logika orang bodoh….
hanya orang pintar yang bisa memutarbalikkan fakta dan cenderung subjektif, karena otaknya sudah diset (A yang benar, B salah!) walaupun dia mungkin terpojok dengan kesalahan / kelemahannya, tetapi tetap saja tidak mau mengakuinya….
saya pecaya islam, karena konsep ketuhanan dalam islam yang jelas, tidak berbelit2, logis.
bandingkan dengan konsep ketuhanan selain islam???
tidak perlu menerangkan ini, itu, cerita ini, itu… kita mulai dari yang paling dasar dan paling utama saja, yaitu TUHAN.
March 29, 2010 at 1:08 am
YESUS IS not GOD. GOD is ALLAH S.W.T…………
April 3, 2010 at 7:07 am
yesus tu miskin yah……
di salib pake kolor bae….hahaha
May 8, 2012 at 3:54 am
Oi dedi wahyudi!
ati2 ya kalo ngomong! Yesus bukannya miskin! tapi pas mau disalib dia tuh terkencing2, lupa gak bawa pampers tau! wakakakakak
April 5, 2010 at 3:38 pm
Salam hormat.
Saya ingin mengajukan satu soalan untuk dijawab oleh anda saudara Kristen…
Trinitas adalah pentajallian Tuhan kata anda semua…Ertinya Tuhan mahu menghapus dosa maka Dia mentajallikan diriNya kepada manusia Jesus, pengilham sebagai Roh Kudus, Bapa?
Maka sebelum lahir Tuhan sebagai manusia, Bapa dan Roh Kudus, sila jelaskan kepada saya bagaimanakah Tuhan itu?
Hormat
April 5, 2010 at 6:19 pm
mas-mas kita pake logika ya! masa Tuhan bisa mati? matinya tragis lagi! di siksa, di paku, di pecut,di telanjangin, di liat orang banyak, lalu di pantek di tiang. ga ada yang belain. bararti hebat dong yang orang romawi & yahudi bisa sekongkol membunuh tuhan. jangan mau di bohongin ama si paus. oarng islam meuliakan para nabi & rosul. tau gak! orang pertama yang ngeliat tanda2 kenabian nabi MUHAMMAD SAW adalah seorang pendeta kritiani. nah! si paus kan orang romawi, dia mau keliatan sok suci.
April 5, 2010 at 9:40 pm
Hormat untuk anda siapmurtad.
Sangat menarik tulisan anda mengenai ALLah.
Anda memberikan satu persepsi tentang ALLah yang diyakini umat Islam.
Baiklah kita mulai diskusi kita tentang ALLah. Dan saya berharap anda sedia mempamerkannya kerana saya juga akan memasukkan diskusi ini ke dalam blog saya.
Baiklah kita mulai…
Tuhan? Apakah hakikat Tuhan?
Anda umat Kristen berkoar-koar mengatakan Jesus, Bapa dan Roh Kudus adalah pernyataan Tuhan. Rakan anda Kefassimon mengatakan Tuhan adalah essensi dan trinitas adalah substansi.
Saya memberikan soalan awal untuk diskusi ini, nyatakan kepada saya hakikat Tuhan sebelum adanya trinitas. Nyatakan hakikat Tuhan sebelum ujudnya Tuhan Anak anda. Ertinya jelaskan kepada saya jika Tuhan tidak turun sebagai Anak, apakah Tuhan itu.
Inilah asas untuk kita diskusikan Tuhan itu. Menuliskan Tuhan tanpa asas tidak memberikan apa-apa erti.
Sekarang kita mulai supaya dunia tahu. Dan kita tuntaskan Tuhan itu menurut theologi Islam dan Kristen.
Saya menantikan jawaban anda. Dan saya berserah kepada ALLah Taala dalam diskusi ini.
Hormat.
____________________
April 7, 2010 at 8:32 am
INGET NERAKA WOY INGET!!! DASAR BEGO GA INGET LO BANYAK ORANG ORANG MURTAD MATI DENGAN GA WAJAR? HA…HA… GUA SUMPAHIN LO MATI KELINDES TRUK/KERETA DAN MASUK NERAKA JAHANAM.
August 17, 2010 at 4:04 pm
Ho’oh tuh hati-hati inget hukuman. Seperti Ahmed Deedat yang kuwalat karena kenekatanyya.
April 7, 2010 at 3:29 pm
@ All Keristiani
Udahlah! Tidak guna anda semua meluruskan benang basah.Mendengan kalian semua masuk Islam aja.Usah kasih tau sama org lain.Masuk Islam senyep-senyep.Bukan apa!Utk keselamatan di akhirat gitu donk.Hi Hi Hi…
April 8, 2010 at 3:58 am
Saya mencoba menelaah Allah SWT melalui sedikit segi ilmu pengetahuan meskipun ilmu yang saya miliki bagaikan setetes air di lautan ini :
Einstein kemudian menambahkan dalam postulatnya, bahwa tidak ada benda di alam semesta ini yang kelajuannya melebihi kelajuan cahaya 3 x 108 m/s, sebab jika ini terjadi, maka sebagai dampak dari rumusan relativitas-khususnya, benda tersebut akan : pertama, tidak memiliki dimensi waktu, sebab waktu tidak lagi memiliki definisi matematis atau tak-hingga, tidak memiliki awal dan tak memiliki akhir. Kedua, benda tersebut akan memiliki massa yang teramat besar, sehingga tak bisa diwakili oleh angka sebesar apapun. Dan ketiga, Benda tersebut tak akan terlihat, sebab besaran seperti panjang, luas dan volume bernilai 0. Hal ini berarti tidak semua yang tak terlihat itu tidak ada.
Sehingga, seandainya ada benda yang melebihi cahaya (kelajuannya), maka bisa kita katakan benda tersebut tak berawal dan tak berakhir, berwujud (eksis) namun tak terlihat.
“Allah cahaya langit dan bumi… Cahaya di atas cahaya , Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (an-Nuur 35)
Allah selalu mensifati kekuasaannya pada cahaya, bahkan cahaya di atas cahaya. Setelah sekian abad kemudian, kita baru menyadari bahwa jika sesuatu berada “di atas” cahaya, maka seperti inilah sifatnya : Maha Awwal, Maha Akhir, Maha Tampak dan Maha Tersembunyi. Maka Ia adalah Allah, sang cahaya di atas cahaya.
Imam Al-Ghazali memang benar bahwa Allah Maha Awal dalam satu segi dan Maha Akhir dalam segi lain, namun lebih tepat jika kita katakan Allah tak terbatas dimensi waktu, Ia tidak berawal dan tidak berakhir menurut definisi makhluknya.
Al-Ghazali juga benar bahwa Allah memiliki sifat tampak melalui penyimpulan akal dan hati, sedangakan Allah bersifat tak tampak melalui panca indera dan rasionalitas. Namun lebih dari itu, Allah memang “eksis”, bahkan Maha Eksis baik secara rasio maupun secara akal-budi, dan Ia pun tak-tampak, baik melalui pemikiran rasional maupun lewat penyimpulan akal-budi.
Wallahu a’lam bishawab
April 8, 2010 at 10:39 am
Hormat untuk anda siapmurtad
Hingga hari ini telah 4 hari berlalu namun tiada apa-apa respon dari anda.
Saya toleran dan memberikan anda masa secukupnya untuk mencari jawaban soalan asas ketuhanan saya.
Dan mungkin saudara Kristen yang lain boleh membantu menjawab terlebih dahulu, kerana mungkin siapmurtad mahu mencari hujah dari Bible atau dari hujah-hujah akal yang lain.
Untuk lebih baik, saya dengan segala hormat meminta kepada anda siapmurtad atau sesiapa sahaja yang mahu menuntaskan hakikat Tuhan ini, supaya berbahasa dengan sopan. Saya tidak memerlukan bahasa hujatan kayak anak kecil.
Saya ulangi soalan…silakan anda jelaskan kepada saya dan semua pembaca yang lain apakah rupa atau diri Tuhan ketika hanya Adam yang ada, atau lebih menjurus sebelum ujudnya trinity.
Dengan izin ALLah Taala, kita semua bahaskan dengan sehabisnya dan sedalamnya supaya selepas ini Tuhan itu dapat dikenal dengan sewajarnya.
Horamt.
Hormat.
April 8, 2010 at 12:36 pm
hormat utk sdr sahil..
mungkin ini yg sdr maksud:
Amsal 8:12-36
8:12
Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.
8:13
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah
laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
8:14
Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.
8:15
Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan.
8:16
Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.
8:17
Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
8:18
Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.
8:19
Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan.
8:20
Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,
8:21
supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.
8:22
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
8:23
Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
8:24
Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
8:25
Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
8:26
sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.
8:27
Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,
8:28
ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,
8:29
ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
8:30
aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
8:31
aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
8:32
Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.
8:33
Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.
8:34
Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
8:35
Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
8:36
Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.”
Amsal 28:25-27
28:25
Ketika Ia menetapkan kekuatan angin, dan mengatur banyaknya air,
28:26
ketika Ia membuat ketetapan bagi hujan, dan jalan bagi kilat guruh,
28:27
ketika itulah Ia melihat hikmat, lalu memberitakannya, menetapkannya,
bahkan menyelidikinya;
Wahyu 1;8
“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.
wahyu 21:6
Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
wahyu 1:17,18
17.Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: /”Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
18.dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
keluaran 3:14
Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.
April 8, 2010 at 10:23 pm
pemirsa Says:
April 8, 2010 at 12:36 pm
Hormat untuk anda pemirsa…
Potongan anda menjawab soalan saya pada tanggal di atas itu saya hargai dan saya menghormati tulisan anda itu kerana itulaha tanggapan awal anda terhadap soalan saya.
Namun bukan itu maksud soalan saya…
Soalan saya ialah tentang “diri” Tuhan. Apa yang anda tuliskan ialah sifat atau perlakuan diri Tuhan. Contohnya untuk memudahkan faham ialah, anda jasadnya pemirsa, sifat anda pemaaf, kelakuan anda garang. Maka yang saya maksudkan ialah jasad anda itu.
Maka trinity ialah pernyataan Tuhan dalam 3 peribadi. Ertinya trinity ialah hanya pernyataan Tuhan. Maka pasti Tuhan itu ada “diri” yang asasnya.
Ertinya sebelum Tuhan menyatakan “diri” sebagai Anak, Bapa dan Roh Kudus, pastilah Dia ujud dengan “diri” asli, kerana trinity hanyalah pernyataaNya.
Maka apakah rupa atau hakikat sebenar “diri” Tuhan itu sebelum Dia menyatakan diriNya itu sebagai trinity?
Untuk lebih menjurus fahamnya, apakah rupa atau hakikat Tuhan sezaman Adam di syurga. Yah ketika itu belum ada trinity kok.
Anda faham sekarang?
Hormat
April 9, 2010 at 4:03 am
tengku shahil yang terhormat, konteks perjanjian lama dengan konteks perjanjian baharu sangatlah berbeda. Harap tengku pahami ini. Perjanjian Lama, mengandung janji bahwa akan ada almasih yang akan datang. sementara perjanjian baharu, almasih yg dijanjikan itu telah tiba.
mengenai rupa atau hakikat sebenar diri TUhan sezaman Adam, Kitab Kejadian 1 menuliskan bahwa Roh Elohim melayang-layang di atas permukaan. Kemudian, setelah penciptaan hampir usai (Elohim yg berupa Roh itu) ingin mencipta manusia dengan berkata, “Baiklah kita menciptakan makhluk yg segambar dan serupa dg kita” Kita di sini adalah gambaran majemuk dari Elohim. Elohim merupakan istilah majemuk dari nama sesembahan. Bukan dialog antara Tuhan dengan malaikat. Jadi, ada sosok makhluk pencipta (yang disebut Bapa) yang berupa Roh yg kudus di sana. Ada Bapa dan Roh Kudus.Belum ada Tuhan Yeshua karena Bapa yang berupa Roh itu belum menjelma menjadi manusia. Trinity baru ada setelah Bapa yang adalah Roh yg kudus itu menjelma mjd mns yg bernama Yeshua Kristo (Yahweh yang diurapi yg layak untuk menyelamatkan dosa tengku dan patik). Sekian tanggapan dari patik, semoga tengku shahil paham.
Hormat,
shinchan
March 7, 2012 at 8:13 pm
kontol loe
April 9, 2010 at 9:18 am
Trimakasih..
Allah itu Roh yang berpribadi,sejak dari kekekalan didalam diri Allah sudah ada Pikiran/ Firman Allah maupun Roh Allah. Jika Allah tidak memiliki Roh Allah maupun Firman Allah maka Allah tidak bisa berkarya.
Jika ada masa Allah tidak memiliki Roh Allah maupun Firman Allah.. lalu dgn Apa Allah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya.
April 10, 2010 at 11:46 am
PEMIRSA:
Allah itu Roh yang berpribadi,sejak dari kekekalan didalam diri Allah sudah ada Pikiran/ Firman Allah maupun Roh Allah. Jika Allah tidak memiliki Roh Allah maupun Firman Allah maka Allah tidak bisa berkarya.
SHAHIL:
Anda berkata “ALLah itu Roh yangberperibadi…”. Ia menunjukkan maksud ALLah itu Roh. Kemudian anda menyambung pula “…sejak dari kekekalan di dalam diri ALLah sudah ada pikiran atau Firman mahupun Roh ALLah. Jika ALLah tidak meiliki Roh Dia tidak bisa berkarya”.
Jelas di sini menurut perkataan awal anda, ALLah itu Roh. Kemudian dalam ayat seterusnya anda menongkah (menantang) ayat awal yang mengatakan ALLah itu sosok yang bermateri roh.
Sebelum saya meneruskan persoalan dengan lebih mendalam, saya meminta anda menyelesaikan dengan setuntasnya apakah ALLah itu Roh atau ALLah itu sosok yang bemeterikan Roh.
Dan saya sarankan hendaklah anda menulis dengan ayat yang sempurna supaya ayat anda tidak meneybabkan anda sendiri akan mengalami kesukaran kelak.
PEMIRSA:
Jika ada masa Allah tidak memiliki Roh Allah maupun Firman Allah.. lalu dgn Apa Allah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya.
SHAHIL:
Nah di sini anda telah menyatakan dengan jelas bahawa ALLah itu sosok diri yang bermaterikan Roh. Kerana ayat anda mengatakan “ALLah memiliki Roh”
Maka saya menegaskan ALLah yang anda yakini adalah sama dengan manusia, kerana manusia adalah sosok yang bermaterikan Roh.
Maka saya melanjutkan soalan saya kepada anda, apakah sebenarnya ALLah dan apakah sebenarnya Roh. Cuba anda jelaskan hakikatnya (keadaan atau rupanya sebenarnya).
Baikhalh jika anda kurang faham soalan saya, saya berikan contoh. Anda adalah jasad (tubuh) mendaging dan itulah hakikat jasad anda itu iaitu mendaging. Dan penghidup jasad anda itu adalah roh. Jika roh meninggalkan jasad, anda akan mati.
Maka apakah demikian sistematikanya ALLah yang anda yakini?
Hormat
November 2, 2011 at 12:09 pm
Terima kasih saudara pemirsa kerana boleh menjelaskan tentang Roh kepada saudara shahil! semoga shahil dapat faham!
Kita harus akui bahawa nabi muhammad sendiri sememangnya tidak tahu tentang Roh!
jika nabinya sudah tidak tahu tentang roh bgaimana pula umatnya?
April 9, 2010 at 12:29 pm
@ rahasia alkitab.. ngapain loe nyariin di alkitab liat nih
Surah 43:61
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.”
May 8, 2012 at 4:10 am
@Joshua
Maksudnya Yesus tuh penjaga pintu tol? kalo gitu jgn lupa gaji pertama buat beli celana ya? malu tau! wakakakaakaka
April 10, 2010 at 12:28 am
shinchan Says:
April 9, 2010 at 4:03 am
SHINCHAN:
tengku shahil yang terhormat, konteks perjanjian lama dengan konteks perjanjian baharu sangatlah berbeda. Harap tengku pahami ini. Perjanjian Lama, mengandung janji bahwa akan ada almasih yang akan datang. sementara perjanjian baharu, almasih yg dijanjikan itu telah tiba.
SHAHIL:
Saya bukan gulungan raja-raja dan bukan tengku. Saya hanyalah manusia ciptaan ALLah Taala yang sama dengan anda dan juga raja-raja itu. Dalam Islam, manusia adalah sama tetapi penentu mulianya ialah taqwa. Taqwa ialah menuruti perintah ALLah dan meninggalkan tegahnya dzahir dan bathin.
Soalan saya ialah rupa diri Tuhan. Saya tidak kira (tidak perduli) dari manakah anda menadapat jawaban smada dari Perjanjian Lama atau Baru.
Dari perkataan anda di atas sepertinya dalam Perjanjian Baru tidak ada statement rupa diri Tuhan yang saya tanyakan.
SHINCHAN:
mengenai rupa atau hakikat sebenar diri TUhan sezaman Adam, Kitab Kejadian 1 menuliskan bahwa Roh Elohim melayang-layang di atas permukaan.
SHAHIL:
Dari Kejadian 1 dapatlah difahami bahawa Tuhan itu melayang-layang. Maka jika Dia melayang, pastilah Dia satu jasad. Tidak mungkin sesuatu yang bukan jasad boleh melayang. Cuma anda harus menjelaskan apakah sebenarnya jasad itu sahaja.
Demikian pula Tuhan itu mencpta manusia. Mencipta pasti ada yang mencipta.
Maka jelaskan kepada saya dan semua pembaca samada apakah sebenarnya yang melayang itu.
SHINCHAN:
Kemudian, setelah penciptaan hampir usai (Elohim yg berupa Roh itu) ingin mencipta manusia dengan berkata, “Baiklah kita menciptakan makhluk yg segambar dan serupa dg kita”
SHAHIL:
Dari tulisan “…manusia segambar dan serupa kita” itu, apakah rupa jasad Tuhan itu seperti rupa manusia? Setujukah anda jika saya katakana rupa jasad Tuhan sebelum trinity itu seperti rupa jasad manusia?
SHINCHAN:
Kita di sini adalah gambaran majemuk dari Elohim. Elohim merupakan istilah majemuk dari nama sesembahan. Bukan dialog antara Tuhan dengan malaikat. Jadi, ada sosok makhluk pencipta (yang disebut Bapa) yang berupa Roh yg kudus di sana. Ada Bapa dan Roh Kudus.Belum ada Tuhan Yeshua karena Bapa yang berupa Roh itu belum menjelma menjadi manusia. Trinity baru ada setelah Bapa yang adalah Roh yg kudus itu menjelma mjd mns yg bernama Yeshua Kristo (Yahweh yang diurapi yg layak untuk menyelamatkan dosa tengku dan patik). Sekian tanggapan dari patik, semoga tengku shahil paham.
SHAHIL:
Saya sarankan anda menulis dengan sebaiknya dan menyusun ayat dengan sempurna kerana apa sahaja yang anda tuliskan memberikan impilkasi menjerat leher anda sendiri.
Anda berkata “…ada sosok makhluk pencipta (disebut Bapa)…Ini bermaksud Tuhan Bapa itu makhluk. Dan anda menyambung pula “…yang berupa Roh Kudus”. Apa ini Shinchan? Bapa itu Tuhan Pencipta dan Roh Kudus itu sumber ilham dan kehidupan. Ia adalah tidak hakikat yang berbeza yang ujud tiga dalam satu masa. Bapa di langit dan Roh Kudus melayang seperti burung.
Dan anda berkata pula “…trinity baru ada setelah Bapa yang adalah Roh Kudus itu menjelma menjadi manusia…”. Tulisan ini memberi erti Bapa itu Roh Kudus dan Bapa itulah menjadi Jesus.
Jelas sekali anda salah kerana Bukan Bapa menjadi manusia Jesus. Bapa dan Jesus adalah pernyataan Tuhan kepada tiga peribadi menurut Kristen anda. Ertinya Tuhan menyatakan dirinya kepada bentuk Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Maka pokok soalnya ialah, apakah rupa jasad (sosok) Tuhan itu sebelum Dia menjelmakan diri kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kerana menurut anda “Tuhan menjelmakan diriNya kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus”. Sejelasnya, apakah rupa jasad (sosok) Tuhan sebelum menjelmakan diri itu?
Anda berkata pula Yoshue yang menyelamatkan dosa…Ini ayat yang tidak betul kerana Tuhan mengampunkan manusia dari dosa, bukan Tuhan menyelamatkan dosa. Dosa adalah kesalahan yang dipikul manusia. Maka jika manusia diampunkan, maka dosa itu hilang.
Dan Islam yang saya pegang mengajarkan hanya ALLah Taala yang mengampunkan manusia dari dosa. Dan hanya ALLah Taala itulah Tuhan tiada lain lagi. Dan untuk mengenal ALLah Taala, wajiblah belajar ilmu Tauhid. Dan silalah mampir ke blog saya kategori Tauhid.
Hormat.
http://shahil.wordpress.com
April 22, 2010 at 3:49 am
1.SHAHIL:Saya bukan gulungan raja-raja dan bukan tengku. Saya hanyalah manusia ciptaan ALLah Taala yang sama dengan anda dan juga raja-raja itu. Dalam Islam, manusia adalah sama tetapi penentu mulianya ialah taqwa. Taqwa ialah menuruti perintah ALLah dan meninggalkan tegahnya dzahir dan bathin.
SHINCHAN:
Well, saya hanye usahakan komunikasi dengan Anda. Saya tidak tau bagaimana cara saya untuk memanggil Anda. Makanya, saya memanggil Anda dengan sebutan tengku. Bagi saya, itu cara saya untuk menghormati Anda bukan untuk memuliakan Anda. Jikalau Anda tidak berkenan, mungkinkah saya memanggil Anda dengan sebutan Pak Cik?Ataukah Saya boleh memanggil Anda dengan Shahil sahaja? Mohon maafkan saya, karena saya hanya bisa sikit-sikit cakap Melayu.
2.Dari perkataan anda di atas sepertinya dalam Perjanjian Baru tidak ada statement rupa diri Tuhan yang saya tanyakan.
SHINCHAN:
Pak Cik, sebenarnya ada banyak statement rupa diri Tuhan dalam Perjanjian Baru dan itu sudah tertulis dalam website ini. Cubalah untuk membace secara teliti di bagian “SIAPAKAH YESUS” ini atau bagian2 lain dlm website ini. Saya hanyalah mencuba memberi ayat lain agar tidak mengulang2 apa-apa yang sudah ade. Bukankah Anda cuma ingin membuktikan bahwa konsep tritunggal itu salah dan hanya konsep Anda bahwa Tuhan tu tak berwujud dan tak berbentuk yang benar?Kalian anggap kami punya 3 Tuhan seperti yang tertulis dalam Alquran itu. Padahal, kami cuma punya 1 Tuhan.
3. SHAHIL:Dari Kejadian 1 dapatlah difahami bahawa Tuhan itu melayang-layang. Maka jika Dia melayang, pastilah Dia satu jasad. Tidak mungkin sesuatu yang bukan jasad boleh melayang. Cuma anda harus menjelaskan apakah sebenarnya jasad itu sahaja.
SHINCHAN:
Saye rase tidak perlulah saye menjelaskan bagaimana jasad Tuhan dari ayat ini. Sudah jelas, bahwa Elohim (Allah) itu jasadnya berbentuk ruh (kalam). Dia tidak berwujud, dan tidak memiliki rupa saat penciptaan dunia ini terjadi. Saye nak Tanya pada pak cik. Apakah kodok, ular, penguin, ayam, bebek, buaya, dll bisa terbang ? Tak semua yang berjasad bisa terbang pak cik. Bagaimane dengan virus, kuman, dan bakteri? Bukankah mereka bisa melayang2 di air dan udara? Apakah mereka berjasad? Bagaimana Pak Cik, sudah jelas sekarang ?
4. SHAHIL:Dari tulisan “…manusia segambar dan serupa kita” itu, apakah rupa jasad Tuhan itu seperti rupa manusia? Setujukah anda jika saya katakana rupa jasad Tuhan sebelum trinity itu seperti rupa jasad manusia?
SHINCHAN:
Tidak, bukan seperti itu cara menafsir Alkitab Pak Cik… Sekali lagi, baca ayat yang sudah saye kemukakan sebelumnya (Kalam Elohim melayang2 di permukaan air). Tuhan itu berwujud Kalam, yang tidak berwujud dan berbentuk. Maksud dari kata ‘segambar dan serupa’ adalah makhluk yang mulia sama seperti penciptanya (bukankah pencipta itu sosok makhluk yang mulia?), berakal budi, bisa berpikir dan bertindak, serta menguasai semua ciptaan sama seperti penciptanya.
5.SHAHIL:Saya sarankan anda menulis dengan sebaiknya dan menyusun ayat dengan sempurna kerana apa sahaja yang anda tuliskan memberikan impilkasi menjerat leher anda sendiri.
Anda berkata “…ada sosok makhluk pencipta (disebut Bapa)…Ini bermaksud Tuhan Bapa itu makhluk. Dan anda menyambung pula “…yang berupa Roh Kudus”. Apa ini Shinchan? Bapa itu Tuhan Pencipta dan Roh Kudus itu sumber ilham dan kehidupan. Ia adalah tidak hakikat yang berbeza yang ujud tiga dalam satu masa. Bapa di langit dan Roh Kudus melayang seperti burung.
SHINCHAN:
No, No, No, Pak Cik. Anda jangan pisahkan Pencipta dengan sumber ilham dan kehidupan seperti itu. Dia itu pencipta yang juga merupakan sumber ilham dan kehidupan. Karena sebutan Abi itu diperuntukkan bagi Beliau yang merupakan sumber ilham dan kehidupan (Yak 1:5). Kalau Beliau bukan sumber ilham, kenapa kami diperintahkan untuk meminta ilham padaNya? Oke deh, saya beriken gambaran lain: batang korek api. Dalam batang korek api ada kayu yang bisa kita pegang, ada yang memercikkan api. Sesuatu tidak akan disebut batang korek api jikalau ia hanya bisa memercikkan api namun tidak bisa dipegang demikian pula sebaliknya. Lantas mana yang Abi, mana yang kalam: apakah Abi yang kayu sementara kalam yang bagian ujung batang korek api atau sebaliknya? Well, sekali lagi sebuah batang korek api baru disebut korek api jika ada kayu dan ujung pangkalnya. Abi dan kalam itulah kayu dan ujung pangkalnya. Jadi, Abi dan Kalam itu satu kesatuan. Saye sarankan Pak Cik puase; carilah siapa Tuhan yang sebenarnye sampai ketemu. Jangan bersandar pada fikiran dan konsep Pak Cik selama ini ya…
6.Jelas sekali anda salah kerana Bukan Bapa menjadi manusia Jesus. Bapa dan Jesus adalah pernyataan Tuhan kepada tiga peribadi menurut Kristen anda. Ertinya Tuhan menyatakan dirinya kepada bentuk Bapa, Anak dan Roh Kudus.
SHINCHAN:
Darimana Pak Cik mengambil kesimpulan seperti ini? Saye mohon penjelasannya. Di mane Anda menemukan ayatnya yang berbunyi seperti itu?
7. Anda berkata pula Yoshue yang menyelamatkan dosa…Ini ayat yang tidak betul kerana Tuhan mengampunkan manusia dari dosa, bukan Tuhan menyelamatkan dosa. Dosa adalah kesalahan yang dipikul manusia. Maka jika manusia diampunkan, maka dosa itu hilang.
SHINCHAN:
Pak Cik, terlalu murah/ sepele rasanya jikalau dosa dihilangkan dengan kata maap/ ampun sahaja. Apakah Pak Cik bisa menghapus dan melupakan sama sekali semua kesalahan satu orang sahaja tanpa pernah mengungkit-ungkitnya satu kalipun? Saye rase tidak semua kesalahan bisa Pak Cik lupaken begitu sahaja. Pasti ada satu kesalahan yang ingin sekali Pak Cik balas kerana kesalahan itu sangat keterlaluan bagi Pak Cik. Sama seperti Pak Cik, Tuhan pun ingin agar kesalahan itu dibalas dengan balasan yang setimpal: MAUT (berbuat dosa itu sama artinya dengan memberontak dan pemberontakan pada seorang Raja segala raja tentulah tak termaafkan). Ya, itulah harge sebuah dosa (Roma 6:23). DIA menuntut darah makhluk yang tak berdosa agar dosa itu tak tampak lagi dimataNya. Itulah sebabnya, mengapa Tuhan membunuh seekor domba untuk membuat pakaian bagi Adam dan Hawa. Sayang, semua manusia tidak ada yang layak untuk membayar hutang itu. Karena semua orang sudah berdosa (Roma 5:9). Makanya, cuma DIA seorang yang bisa membayar karena DIA tidak berdosa. Hanya si arsitek sendiri yang bisa membenahi blueprint suatu bangunan. Tuhan adalah arsitek manusia. Malaikat dan kata ‘ampun’ tidak bisa membenahi blueprint itu. Nah, agar bisa membayar dan mendekati manusia menjelmalah BELIAU ke dalam wujud manusia. Hanya manusia yang berdosa, jadi manusia itulah yang harus membayarnya. Nah, manusia yang bernama Yesus itulah yang ‘bernasib sial’ kerana kepadanyalah ditimpakan semua dosa dan kesalahan kita (Yesaya 53:5).
Hormat,
SHINCHAN
May 6, 2010 at 4:28 pm
APAKAH DOSA BERMILYAR UMAT KRISTEN SANGGUP DIHAPUS SEORANG SAJA ?
mikir dulu
May 7, 2010 at 4:00 am
Iesshi, Yohanes 1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
June 18, 2010 at 9:23 am
yg seharusnya anak domba yg di maksud yaitu kaum yahudi,,
lah umat kristiani anak apa????
mariam itu ko’ bsa di sebut tuhan…. di sebut tuhan???
June 19, 2010 at 4:35 am
@Maryam bisa di sebut Tuhan, karena Muhammad dengar apa kata Sekte Sesat Mariamne pada abad dimana Muhammad Hidup, sekte Sesat Kristen Mariamne sudah ada, dimana mereka percaya Maria, Bapa (Allah) dan Tuhan Yesus sebagai TRITUNGGAL. Disinilah Muhammad salah kaprah dalam memahami TRITUNGGAL KRISTEN/ALKITAB, yaitu Bapa, Anak/Firman Allah/Tuhan Yesus dan Roh Kudus. Jadi Roh Kudus bukan Malaikat Jibril maupun Maryam. Kini Para Muslim sedikit mengerti tentang TRITUNGGAL ALKITAB adalah JAUH BERBEDA dari apa kata TRITUNGGAL QURAN/Muhammad.
May 8, 2012 at 4:12 am
@iesshi
Pas Yesus lahir ke dunia, Bapa nya tuh mbekalin dia Tipe-X buat ngapus dosa2 Bajingan2 Nasrani. wakakakakakaka!!!!!!!!!!
April 10, 2010 at 2:02 pm
Kristen jelas2 salah.
-Tuhan di salib (berarti mempermalukan Tuhannya sendiri)
-Menebus dosa dengan uang (buat dosa aja terus2an ntr tebus deh pake uang)
-Ada anak domba (anak anjingnya mana? anak babi?)
-Tuhan ada 3 (bapa putra roh kudus –> ibunya? neneknya? ga adil nih ya! roh kubus aja sekalian, roh balok, roh kerucut. itung dah panjang kemaluannya berapa)
April 22, 2010 at 3:59 am
Kevin.. Kevin… Kevin…
1) Salib itu memang untuk orang yang terkutuk. Dosa itu terkutuk di mataNYA. Namun, IA rela untuk dihina supaya kmu nggak lagi terkutuk.
2) Kenapa dipilih domba ? Itu karena domba punya sifat2 yg khusus. Bulunya yang putih seperti salju (domba di Indonesia beda ama yg ada di Timur Tengah) gambaran kesucian; dan penurut ama gembalanya. Ilahinas itu (Yesus) DIA menurut pada kehendak (rencana) Bapa. Sementara itu, sayalah anak anjingnya dan sisanya untuk siapa saja yang masih suka berbuat dosa.Terima kasih buat pujiannya…
3. Tuhan itu cuma satu Kevin… Siapa bilang ada tiga? Itu khan cuma klaim Alquran aja klo orang Kristen itu syirik menyembah 3 Tuhan. Soal trinitas, tanya dunk ama Orang Kristen yang soleh… tengkyu…
May 6, 2010 at 4:27 pm
about 3,,,
LO KRISTEN SOLEH GAK ?????????!!!!! KOK GAK TAUU !!
May 19, 2010 at 4:56 am
ieshii…
hanya tuhanlah yg tahu siapa yang soleh atau tidak. Saya tidak berani menilai diri saya. Menurut Anda, Tuhan itu wajib hukumnya satu jasad, satu jumlah. Itulah yg namanya Esa. Sementara bagi kami Esa tidak mesti berjumlah satu. Yang penting adalah esensinya yg satu. Kita ini esa. Waktu pake baju biasa kita orang biasa, waktu pake baju sekolah kita ini murid. Waktu pake baju ibadah, kita penganut agama. Beda wujud/ penampakan, namun pada hakekatnya adalah satu esensi. Itulah keesaan bagi kami. Kami menghormati pendapat kalian, tapi kami tidak setuju dg pendapat kalian tentang kami.
November 28, 2010 at 4:02 pm
dan kami umat islam tidak setuju dengan pendapat2 mu.
Lakum dienukum waliadien
Agamaku agamaku agamamu agamamu.
urus sendiri2 . tak perlu saling menjelekkan. .. . .
MAkasih atas perhatiannya terhadap islam. Terus gali keislamanmu. dan turuti kata hatimu… Allah akan menunjukkan kebenaran sejati yaitu ISLAM….
April 11, 2010 at 3:14 pm
manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.ketika manusia meninggal didalam jasmaninya sudah tidak ada roh lagi (berupa mayat) bila sdh menjadi mayat tentu sudah tidak bisa melakukan aktifitas.
April 17, 2010 at 8:38 am
orang yg suka mencari kejelekan orang itulah sebenarnya yang jelek sejelek jeleknya
August 17, 2010 at 4:07 pm
Benar Mas
Quran isinya ngejelekin Nasrani, Yahudi dan Kafir. Maka Islam adalah se …lanjutin sendiri
April 17, 2010 at 10:39 am
ini penghinaan terhadap agama…
April 20, 2010 at 6:08 am
Saya setuju dengan anda,bahwa yesus bukan nabi ISA. Tapi menurut saya yesus bukan juru selamat tapi juru parkir atau juru kunci makam. Anda cuma sebatas orang dengan mulut besar yang gak pernah sekolah jadi gak tahu apa itu pelajaran Kewarganegaraan. Tuhan yesusmu tu uda mati jadi ngapain lagi disembah? yesus mati kq malah diperingati?seneng klo tuhanmu mati? lalu bagaimana dia bisa menolong pengikutnya?
April 22, 2010 at 4:11 am
Memang benar, DIA itu orang yg nggak pernah sekolah. Tapi, DIA itu menang debat lho ama orang2 ahli kitab (Farisi dan Saduki); Seorang tokoh Farisi aja mpe konsultasi ama DIA waktu malam2, selain itu, DIA juga merintahkan semua orang untuk mbayar pajak. Apa itu artinya DIa nggak ngerti kewarganegaraan?
Ya, memang DIA pernah mati. Tapi, jgn lupa DIA itu bangkit juga bahkan telah naik ke surga.
Kenapa kami selalu memperingati DIA? Karena DIA itu baikkk… banget udah mau nggantiin aku dan kmu dg mati di atas kayu salib. Dengan begitu, aku selamet deh nggak bakal ngalamin kematian yang kekal?
“Tuhan mati bgmn DIA menolong pengikutnya” persis banget ama ucapan penjahat di sisi Yesus yg mengejek, “Klo kmu Tuhan turunkanlah diriMu dr Salib itu!! Tunjukkanlah pada kmi” DIA tu sering banget lho nolong pengikutNya ampe sekarang. Sudah banyak orang yg dibebaskan dr hutang. Sudah banyak org yg disembuhkan dlm namaNya. Sudah banyak orang yg terhindar dari maut karena calon penganiayanya melihat sejumlah orang bertubuh besar menjaga mereka. JADI, YESUS emang benar2 JURU SELAMAT. LIDAH, NGGAK BISA BOHONG
May 6, 2010 at 4:23 pm
Allah Subhanahuwataalah adalah juru selamat sejati
April 21, 2010 at 2:47 am
Yesus adalah tukang tambal ban dipinggir jalan
April 22, 2010 at 4:01 am
Ya, DIA memang tukang tambal: menambal dosamu dan dosaku.
May 6, 2010 at 4:21 pm
kan dia bilang ‘ban’??
April 21, 2010 at 3:57 am
DAHULU NAMAKU ADALAH FRANCISCUS XAVERIUS SUGISTIMIN … SEORANG YANG TERSESAT MASUK KRISTEN… ALKHAMDULILLAH SEKARANG DAH MENJADI MUSLIM SEJATI SEKARANG SUDAH JADI MU’ALAF.. SETELAH BERTAHUN2 SAYA JADI MUNAFIK.. PERLU TAU DI DALAM INJIL SEKARANG BANYAK SEKALI KEBOHO0NGAN KEBOHONGAN… HANYA ISLAM AGAMA YANG LURUSS ALLAHUAKBAR
April 22, 2010 at 1:49 am
sya mantan, kristen, sangat muak sekali, membaca penghinaan terhadap agama, apalagi yg berbicara adalah seorang nasrani, maka bertambah kuatlah keyakianan saya bahwa misi yg diemban oleh para misionoris, menggunakan berbagai cara dan tak peduli apakah cara itu baik atau jahat, dan itu yang selalu sy terma selagi sya menjdi seorang nasrani dan pengajar disekolah kristen selalu menjelekan agama islam. dan dari situlah saya tertarik untuk mempelajari islam ternyata apa yng dikemukan para misionoris adalah bohong belaka.
July 1, 2010 at 6:02 pm
Saya juga pernah bertemu dengan seorang misionaris yg telah jadi mualaf, dia juga menyatakan apa yg Anda (dkyons_09@yahoo.co.id) katakan.
April 23, 2010 at 1:48 pm
SHINCHAN : April 22, 2010 at 3:49 am:
Shahil kata: Saya bukan gulungan raja-raja dan bukan tengku. Saya hanyalah manusia ciptaan ALLah Taala yang sama dengan anda dan juga raja-raja itu. Dalam Islam, manusia adalah sama tetapi penentu mulianya ialah taqwa. Taqwa ialah menuruti perintah ALLah dan meninggalkan tegahnya dzahir dan bathin.
Shinchan kata pula: Well, saya hanye usahakan komunikasi dengan Anda. Saya tidak tau bagaimana cara saya untuk memanggil Anda. Makanya, saya memanggil Anda dengan sebutan tengku. Bagi saya, itu cara saya untuk menghormati Anda bukan untuk memuliakan Anda. Jikalau Anda tidak berkenan, mungkinkah saya memanggil Anda dengan sebutan Pak Cik?Ataukah Saya boleh memanggil Anda dengan Shahil sahaja? Mohon maafkan saya, karena saya hanya bisa sikit-sikit cakap Melayu.
SHAHIL:
Saya ok aja apa juga yang anda mahu panggil saya. Jika anda berumur (berusia) dua puluhan, anda boleh saja memanggil saya pakcik. Dan jika tiga puluhan seabgai abang.
Namun terpulang kepada anda.
SHINCHAN:
Shahil kata: Dari perkataan anda di atas sepertinya dalam Perjanjian Baru tidak ada statement rupa diri Tuhan yang saya tanyakan.
Shinchan kata pula: Pak Cik, sebenarnya ada banyak statement rupa diri Tuhan dalam Perjanjian Baru dan itu sudah tertulis dalam website ini. Cubalah untuk membace secara teliti di bagian “SIAPAKAH YESUS” ini atau bagian2 lain dlm website ini. Saya hanyalah mencuba memberi ayat lain agar tidak mengulang2 apa-apa yang sudah ade. Bukankah Anda cuma ingin membuktikan bahwa konsep tritunggal itu salah dan hanya konsep Anda bahwa Tuhan tu tak berwujud dan tak berbentuk yang benar?Kalian anggap kami punya 3 Tuhan seperti yang tertulis dalam Alquran itu. Padahal, kami cuma punya 1 Tuhan.
SHAHIL:
Anda berkata “…hanya konsep anda sahaja dan tak berbentuk itu benar”…Saya menengaskan bahawa sebahagian kata anda itu benar dan sebahagiannya salah.
Anda salah fatal mengatakan saya berikitqad Tuhan tidak berujud. Kerana apabila Tuhan itu ada, Dia pasti berwujud. Tidak masuk akal dan tidak wajar sesuatu yang ada itu tidak berwujud.
Dan anda benar apabila berkata Tuhan tidak berbentuk. Islam mempunyai sistematika Tauhid yang jelas dan tahan dicabar, dan mempunyai jawaban yang meyakinkan. Tuhan itu sosok diri dalam bahasa Tauhid adalah Zat. Kerana Zatt Tuhan itu bersalahan dengan makhluk yang baharu. Maka Dia tidak berbentuk, kerana berbentuk memberikan waham bahawa Zat Tuhan seperti wujud sosok makhluk.
Dan anda mengatakan anda mempunyai satu Tuhan…Nah disiniliah pokok diskusi kita untuk membuktikan Tuhan yang manakah yang anda katakan satu dan trinity itu apakah dia.
SHINCHAN:
Shahil kata: Dari Kejadian 1 dapatlah difahami bahawa Tuhan itu melayang-layang. Maka jika Dia melayang, pastilah Dia satu jasad. Tidak mungkin sesuatu yang bukan jasad boleh melayang. Cuma anda harus menjelaskan apakah sebenarnya jasad itu sahaja.
Shinchan kata pula: Saye rase tidak perlulah saye menjelaskan bagaimana jasad Tuhan dari ayat ini. Sudah jelas, bahwa Elohim (Allah) itu jasadnya berbentuk ruh (kalam). Dia tidak berwujud, dan tidak memiliki rupa saat penciptaan dunia ini terjadi. Saye nak Tanya pada pak cik. Apakah kodok, ular, penguin, ayam, bebek, buaya, dll bisa terbang ? Tak semua yang berjasad bisa terbang pak cik. Bagaimane dengan virus, kuman, dan bakteri? Bukankah mereka bisa melayang2 di air dan udara? Apakah mereka berjasad? Bagaimana Pak Cik, sudah jelas sekarang?
SHAHIL:
Bagaimana anda boleh berkata “bagaimana jasad Tuhan dari ayat ini…” Bukankah melayang itu tentunya sesuatu yang wujud. Tidak masuk akal dan tidak wajar sesuatu yang tidak wujud itu ada melayang.
Anda silap besar jika mengatakan virus dan kuman itu tidak berjasad. Jika anda belajar sains, setiap sesuatu itu ada jasadnya. Cuman bentuk/hakikat jasadnya sahaja berbeza. Namun ia tetap berjasad.
Saya tidak bertanya kodok tetapi saya bertanya “apakah hakikat rupa roh yang melayang” itu? Sebab Bible anda sendiri yang mengatakan “kelihatanlah roh Kudus melayang seperti burung merpati”. Jelas sekali ruh Kudus itu rupanya seperti burung merpati.
Anda memulakan kenyataan pula dengan berkata “Elohim itu jasadnya berbentuk ruh (kalam)…Jelas sekali dari perkataan anda bahawa Tuhan itu jasad. Jasad juga disebut sosok. Dan sosok Tuhan itu bentuknya ruh (kalam).
Nah sekarang cuba anda jelaskan kepada saya bentuk/rupa ruh itu. Apakah anda setuju ia seperti burung merpati? Atau setujukah anda jika ruh itu seperti kertas? Melayang itu pastinya seperti kertas atau burung kerana tidak bisa batu melayang tetapi jatuh terus.
Bagaimana?
Dan anda boleh sahaja memberikan jawaban dari bukti Bible. Dan jika tiada anda boleh sahaja memberikan jawaban secara sistematika perbandingan/ketimbang, atau secara logika juga boleh.
Silakan.
SHINCHAN:
Shahil kata: Dari tulisan “…manusia segambar dan serupa kita” itu, apakah rupa jasad Tuhan itu seperti rupa manusia? Setujukah anda jika saya katakana rupa jasad Tuhan sebelum trinity itu seperti rupa jasad manusia?
Shinchan kata pula: Tidak, bukan seperti itu cara menafsir Alkitab Pak Cik… Sekali lagi, baca ayat yang sudah saye kemukakan sebelumnya (Kalam Elohim melayang2 di permukaan air). Tuhan itu berwujud Kalam, yang tidak berwujud dan berbentuk. Maksud dari kata ‘segambar dan serupa’ adalah makhluk yang mulia sama seperti penciptanya (bukankah pencipta itu sosok makhluk yang mulia?), berakal budi, bisa berpikir dan bertindak, serta menguasai semua ciptaan sama seperti penciptanya.
SHAHIL:
Anda berkata pula “…(Kalam Elohim melayang2 di permukaan air). Tuhan itu berwujud Kalam, yang tidak berwujud dan berbentuk…” Apa ini Shinchan?
Saya bertanya, apakah Tuhan dan apakah kalam itu? Anda berkata Tuhan berwujud kalam. Tetapi anda kata pula tidak berwujud dan berbentuk. Apa ini Shinchan?
Dan anda berkata lagi “…Maksud dari kata ‘segambar dan serupa’ adalah makhluk yang mulia sama seperti penciptanya (bukankah pencipta itu sosok makhluk yang mulia?), berakal budi, bisa berpikir dan bertindak, serta menguasai semua ciptaan sama seperti penciptanya…Saya tidak bermasalah jika anda mahu menafsir makhluk itu mulia ssemulia Tuhannya kerana ia atas dasar nilai. Namun jika anda berkata Tuhan itu berwujud kalam yang tidak berwujud dan tidak berbentuk, anda mengundang masalah besar sekali dalam theologi ini.
Saya ulangi soalan, apakah rupa “Tuhan berwujud kalam itu”? Bagaimana anda bisa berkata kemudian “…tidak berwujud dan tidak berbentuk” pula sedang “Tuhan itu berwujud kalam”?
Kok mulanya wujud kemudian tidak berwujud…bagaimana Shinchan?
SHINCHAN:
Shahil kata: Saya sarankan anda menulis dengan sebaiknya dan menyusun ayat dengan sempurna kerana apa sahaja yang anda tuliskan memberikan impilkasi menjerat leher anda sendiri.
Anda berkata “…ada sosok makhluk pencipta (disebut Bapa)…Ini bermaksud Tuhan Bapa itu makhluk. Dan anda menyambung pula “…yang berupa Roh Kudus”. Apa ini Shinchan? Bapa itu Tuhan Pencipta dan Roh Kudus itu sumber ilham dan kehidupan. Ia adalah tidak hakikat yang berbeza yang ujud tiga dalam satu masa. Bapa di langit dan Roh Kudus melayang seperti burung.
Shinchan kata pula: No, No, No, Pak Cik. Anda jangan pisahkan Pencipta dengan sumber ilham dan kehidupan seperti itu. Dia itu pencipta yang juga merupakan sumber ilham dan kehidupan. Karena sebutan Abi itu diperuntukkan bagi Beliau yang merupakan sumber ilham dan kehidupan (Yak 1:5). Kalau Beliau bukan sumber ilham, kenapa kami diperintahkan untuk meminta ilham padaNya?
SHAHIL:
Sekarang kita semakin menjurus…
Pokok tentang Tuhan belum selesai dan anda menyebut pula trinitas iaitu Bapa…
Yang saya tanyakan kepada anda ialah apakah rupa Tuhan yang berwujud Kalam itu, kerana anda memberikan statement mulanya wujud kemudian tidak wujud atas kalimah “ALLah berwujud Kalam, yang tidak wujud dan tidak berbentuk”.
Bahasa apa ini Shinchan?
SHINCHAN:
Oke deh, saya beriken gambaran lain: batang korek api. Dalam batang korek api ada kayu yang bisa kita pegang, ada yang memercikkan api. Sesuatu tidak akan disebut batang korek api jikalau ia hanya bisa memercikkan api namun tidak bisa dipegang demikian pula sebaliknya. Lantas mana yang Abi, mana yang kalam: apakah Abi yang kayu sementara kalam yang bagian ujung batang korek api atau sebaliknya? Well, sekali lagi sebuah batang korek api baru disebut korek api jika ada kayu dan ujung pangkalnya. Abi dan kalam itulah kayu dan ujung pangkalnya. Jadi, Abi dan Kalam itu satu kesatuan.
SHAHIL:
Analogi anda kelihatan benar tetapi tidak benar jika untuk Tuhan…
Baiklah saya bertanya, apakah batang itu disebut korek api? Apakah api itu disebut korek api dan apakah belerangnya disebut korek api? Yang jelasnya ialah tiga benda itu adalah tiga yang berbeza. Korek api adalah kesatuan.
Namun apakah trinity itu kesatuan? Tidak kerana Bible anda sendiri menyatakan Anak di dalam sungai, Roh Kudus melayang dan Bapa di langit.
Dan dimanakah Tuhan yang satu itu?
SHINCHAN:
Saye sarankan Pak Cik puase; carilah siapa Tuhan yang sebenarnye sampai ketemu. Jangan bersandar pada fikiran dan konsep Pak Cik selama ini ya…
SHAHIL:
Islam jelas mengatakan bahawa akallah pintu pertama untuk mengenal Tuhan. Kerana manusia dan alam adalah tamthilnya. Ujud alam dan manusia tanda ujudnya Tuhan. Ujudnya alam dan manusia dengan sosoknya tanda Tuhan itu adalah sosok yang disebut Zat. Namun ada pembatasnya supaya Tuhan tidak disyirikkan dengan makhluk iaitu bersalahan dengan sesustu yang baharu. Ini namanya ilmu Tauhid.
Dan apabila Tuhan telah dipercayai dengan akal, maka hendaklah dirasai ujudnya Tuhan itu. Dan ini pula dinamakan ilmu Tasauf.
Dan apabila Tuhan telah dirasai maka abdikanlah diri dengan menuruti suruh dan tinggalkan tegahnya, yakni berperaturan dalam hidup. Ini dinamakan ilmu Fiqh.
Saya menegaskan kepada anda, Tuhan sangat mudah untuk diperjelaskan. Amatlah naif sesuatu agama itu jika diajarkan “Tuhan hendaklah diimani aja”. Imani apanya jika yang diimani itu tidak dikenal dengan tuntas? Dan inilah konsep ketuhanan ajaran Paulus dimana dia menolak penggunaan akal. Kerana apa? Kerana konsep ketuhanannya sangat sukar diperjelaskan. Maka jalan untuk menghindar debatan diajarlah “akal itu kebodohan” dan “Tuhan dijumpa jika tidak dicari”.
SHINCHAN:
Shahil kata: Jelas sekali anda salah kerana Bukan Bapa menjadi manusia Jesus. Bapa dan Jesus adalah pernyataan Tuhan kepada tiga peribadi menurut Kristen anda. Ertinya Tuhan menyatakan dirinya kepada bentuk Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Shinchan kata pula: Darimana Pak Cik mengambil kesimpulan seperti ini? Saye mohon penjelasannya. Di mane Anda menemukan ayatnya yang berbunyi seperti itu?
SHAHIL:
Anda boleh buka blog saya dalam perdeabtan saya dengan tiga pendeabt hebat Kristen iaitu CosmisBoy, Simon kefas dan Sonny. Dan saya juga ada buku karangan Dr. Robert P Walean Sr dari Last Event Duty Institute.
Ini ID blog saya:
http://shahil.wordpress.com
Sonny berkata Tuhan adalah Roh dan trinity adalah konsep. Simon berkata Tuhan adalah juga Roh dan Dia adalah bukan sosok. CosmisBoy lagi berkata Tuhan adalah Zat yakni hanya keberadaan atau kewujudan semata-mata. Dan Dr. Robert P Walean pula berkata Tuhan membahagikan dirinya kepada tiga iaitu trinity.
Sekarang anda jawab soalan saya ini dan saya akan memberikan cluenya:
1) Apakah sebenarnya roh yang anda katakan Tuhan itu?
2) Mengapakah anda menolak trinity itu tiga Tuhan sedangkan Anak dan Bapa saling bicara menunjukkan keduanya lain hakikat?
3) Apakah bentuk diri Tuhan sebenarnya sebelum wujudnya trinitas?
4) Apakah ada diri Tuhan yang sebenar setelah ada trinitas.
SHINCHAN:
Shahil kata: Anda berkata pula Yoshue yang menyelamatkan dosa…Ini ayat yang tidak betul kerana Tuhan mengampunkan manusia dari dosa, bukan Tuhan menyelamatkan dosa. Dosa adalah kesalahan yang dipikul manusia. Maka jika manusia diampunkan, maka dosa itu hilang.
Shinchan kata pula: Pak Cik, terlalu murah/ sepele rasanya jikalau dosa dihilangkan dengan kata maap/ ampun sahaja. Apakah Pak Cik bisa menghapus dan melupakan sama sekali semua kesalahan satu orang sahaja tanpa pernah mengungkit-ungkitnya satu kalipun? Saye rase tidak semua kesalahan bisa Pak Cik lupaken begitu sahaja. Pasti ada satu kesalahan yang ingin sekali Pak Cik balas kerana kesalahan itu sangat keterlaluan bagi Pak Cik. Sama seperti Pak Cik, Tuhan pun ingin agar kesalahan itu dibalas dengan balasan yang setimpal: MAUT (berbuat dosa itu sama artinya dengan memberontak dan pemberontakan pada seorang Raja segala raja tentulah tak termaafkan). Ya, itulah harge sebuah dosa (Roma 6:23). DIA menuntut darah makhluk yang tak berdosa agar dosa itu tak tampak lagi dimataNya. Itulah sebabnya, mengapa Tuhan membunuh seekor domba untuk membuat pakaian bagi Adam dan Hawa. Sayang, semua manusia tidak ada yang layak untuk membayar hutang itu. Karena semua orang sudah berdosa (Roma 5:9). Makanya, cuma DIA seorang yang bisa membayar karena DIA tidak berdosa. Hanya si arsitek sendiri yang bisa membenahi blueprint suatu bangunan. Tuhan adalah arsitek manusia. Malaikat dan kata ‘ampun’ tidak bisa membenahi blueprint itu. Nah, agar bisa membayar dan mendekati manusia menjelmalah BELIAU ke dalam wujud manusia. Hanya manusia yang berdosa, jadi manusia itulah yang harus membayarnya. Nah, manusia yang bernama Yesus itulah yang ‘bernasib sial’ kerana kepadanyalah ditimpakan semua dosa dan kesalahan kita (Yesaya 53:5).
SHAHIL:
Saya memberikan dalil Bible anda yang membuktikan dosa adalah tanggungan sendiri dan dibersihkan dengan taubat. Bahkan Zakaria pembaptis berkata “Bertaubatlah dan marilah dibaptis supaya Tuhan mengampunkan dosa kamu”
Dan anda pula memberikan dali dari perjanjian Baru mengatakan dosa dihapuskan dengan darah.
Adam berdosa memakan buah larangan mengapa pula semua manusia dijatuhkan dalam dosa? Saya fikir inilah satu ajaran yang memperlihatkan ketidak adilan Tuhan. Seorang ayah berbuat salah apakah anaknya dibebankan dengan dosa ayah? Apakah anda akan dipenjara jika ayah anda berbuat salah?
Tahukah anda asal ujud trinity? Saya menegaskan konsep dosa warisan inilah puncanya. Dikatakan Adam mewariskan dosanya kepada manusia. Ajaran siapa? Ajaran Jesus? Tidak sama sekali melainkan ajaran Paulus. Maka untuk membenarkan konsep yang tidak pernah diajar Jesus ini, diciptalah konsep trinity pula supaya seorang tokoh dapat dikatakan sebagai penebus dosa itu. Ertinya jika ayat-ayat Perjanjian Lama dan satu ayat Perjanjian Baru dipakai, dosa tidak akan dapat dihapuskan melainkan dengan memohon ampun kepada Tuhan dan trinity tidak akan ada.
Mengapakah Jesus dikatakan bernasib sial? Seharusnya dia adalah mulia kerana dialah yang anda katakan menebus dosa anda.
Dan apakah benar Jesus itu mahu menebus dosa manusia? Saya menegaskan tidak sama sekali kerana Jesus tidak rela disalib. Buktinya Bible anda sendiri menyebut “Tuhan ku mengapa engkau meninggalkan aku?” Nah, dimana dan siapa Tuhan ketika itu?
Dan siapakah Jesus itu? tuhan? Jika Jesus mengapakah dia memanggil Tuhan lagi yang lain? Jika manusia, jelas dia dizalimi atas nama menebus dosa.
Jelas sekali Jesus bukanlah penebus dosa kerana jika dia penebus dosa pastinya dia tidak menjerit menunjukkan dia tidak rela.
Oke…banyaksekali pesoalan yang harus anda jelaskan dengan tuntas Shinchan, terutama berkenaan Tuhan dan trinity. Disini dahulu untuk memberikan peluang anda menjawab. Dan saya siap dengan soalan seterusnya.
Hormat,
April 28, 2010 at 4:03 am
salam pakcik Shahil yang saye hormati…
Baiklah Pakcik, tampaknya dari uraian pakcik yg panjang lebar itu pakcik berkeras jikalau Tuhan itu harus berwujud. Pakcik, saya menyebut Kalam (Ruh yang quddus) itu untuk menyebut sesuatu yang pakcik sebut dengan Dzat. Sebelumnya, saye kate bahawa Tuhan merupakan sosok roh. Jadi, Tuhan itu tak berjasad; tak berbentuk. Mengapa? Kerana Alkitab juga kata demikian. Yohanes 4:24 tertulis, “Allah itu Ruh”. Jikalau IA burung, adakah tertulis kata ‘sayap’ di Kejadian 1? Jikalau IA manusia, adakah tertulis kata ‘kaki dan tangan di jasad Tuhan’ di Kejadian 1 yg saye bicarakan? Itulah sebabnya, saye tak setuju katakan IA memiliki rupa burung dan manusia. Bagi saye, Ruh yang Quddus itu tak punya jasad dan bentuk. Saye tak pernah lihat rupa jasad dari ruh apapun. Kumpulan Kamus Alkitab yg saya miliki juga mengatakan bahwa “Roh Kudus” atau “Roh Suci”; adalah sosok oknum Allah yang yang tidak kelihatan. Roh Allah bekerja melalui pikiran, perasaan dan pribadi manusia.
Lantas bagaimane dengan burung merpati dan suara ketika Yesus dibaptis? Bentuk penampakan Tuhan pada manusia itu ada banyak pakcik. Ada yang berupa angin, merpati, suara di langit, lidah-lidah api, manusia, embun yang kelam, kabut, dan seterusnya. Itulah bukti kemahakuasaan Beliau. Beliau bisa menampakkan diri pada siape saja dengan bentuk apa saja, kapan saja, dan di mana saja bahkan dalam waktu yang bersamaan sekaligus. Namun, hakekatnya cuma satu: KALAM yang KUDUS atau yg pakcik sebut DZAT. Saya nak beri satu gambaran pada pakcik. Pakcik tahu lilin mainan anak-anak yg bisa dibentuk ape saja? Katakanlah ada satu lilin yang kita pakai lantas kita bentuk bulat kecil2, terus sisanya kita buat kotak dan bentuk rol panjang. Kita taruh semua dalam satu tempat. Saya nak tanya pada pakcik. Memang semuanya beza bentuk tapi terbuat dari apakah bulatan kecil, kotak kecil dan rol panjang itu? Adakah bulatan kecil, kotak kecil, dan rol panjang itu beza substansi? Meski beza bentuk, tapi semua tetap lilin bukan? Bagaimana juga bila kita tidak apa-apakan lilin itu? Adakah dia punya rupa jasad? Seperti itulah KALAM yang KUDUS (saat lilin masih dalam wujud semula) dan trinity (saat lilin telah dibentuk menjadi beraneka ragam bentuk). Tuhan bisa tampakkan diri dalam banyak rupa jasad, tergantung pada kemahuannya. Itulah sebabnya saya tak setuju bila Tuhan kami ade 3.
Adakah pakcik punya pendapat lain? Mohon berikan pencerahan pada saye jikalau ruh itu punya jasad dan berbentuk. Nah, taruhkate Kalam yg saya kemukakan itu beda dengan Dzat yg anda sebut ijinkan saye bertanya, adakah kalam berbentuk? Ape bentuknya? Dzat apakah DIA (Kalam yg Quddus itu)? Jawab salah satu: Dzat padat, cair, atau gas? Apakah jasadnya? Apakah Pakcik sudah melihatnya sendiri? Pak cik, Anda juga kata “saya silap besar jika mengatakan virus dan kuman itu tidak berjasad. setiap sesuatu itu ada jasadnya. Cuman bentuk/hakikat jasadnya sahaja berbeza. Namun ia tetap berjasad. ” Saye punya pendapat lain. Kuman dan bakteri tetaplah tidak berjasad pakcik. Tunjukkan pada saya yang mana kepala, tangan, dan kaki dari kuman dan bakteri itu. Bagi saya, yang berjasad pasti punya kepala, tangan, dan kaki.
Akhir kata Pakcik, semua hal tak harus bisa dilogika dan bisa dilihat. Adakah pakcik melihat rasa sakit? Adakah pakcik melihat angin? Adakah pakcik bisa menjelaskan ke mane pesawat terbang yang menghilang dalam fenomena segitiga bermuda? Kita tak bisa melihat bentuk Tuhan dengan mata telanjang karena kita penuh dosa. Kita hanya bisa merasakan karya dan kehadiran BELIAU lewat banyak hal. Ilmu dan kepandaian manusia terbatas, pakcik.
hormat saye
shinchan
December 28, 2011 at 11:31 am
Ikan dalam lautan tak akan tau klo sesungguhnya tanpa air dia tak akan bisa hidup kcuali dia pernah kluar dari air, meski untuk mati tidak perlu dengan keluar dari air. Manusia tidak akan tau klo yg membuatnya hidup dan ada adalah Alloh sebelum dia bisa keluar dari manusianya. Bukan hanya Isa. as yg disebut RUH KU oleh Alloh tetapi dalam ayat penciptaan manusia juga mnyebut meniupkn RUH KU diusia kehamilan tertentu
April 25, 2010 at 9:20 am
Saya senang dengan diskusi ini , membelajarkan potensi otak kita dan me-refresh semua pengetahuan kita tentang Tuhan Kita. Namun dari semua diskusi yang saya ikuti tidak ada jawaban yang akurat, argumentatif dan menyelesaikan dari hasil diskusi ini. apa masalahnya ? anda semua mendiskusikan Tuhan, suatu ‘pengetahuan’ yang anda sendiri belum pernah menjumpainya dalam alam riel sehari-hari. satu fihak berargumentasi dengan dasar copy paste situs-situs asing, tinggal di google translate tanpa melakukan revisi, analisis dan evaluasi thd sumber rujukannya itu. di pihak yang lain tetap menggunakan argumentasi dari kitab suci-nya tanpa mendalami, mengerti dan menguasai kedalaman aspek bahasa asing dari kitab suci itu sendiri. jadinya anda semua berdebat tentang sesuatu ‘obyek’ yang anda semua tidak faham kata perkata, kalimat perkalimat, paragraf perparagraf dari bahasa asing itu, anda tinggal copy paste dan translate sahaja. mungkinkah anda bisa bertemu dalam kesatuan ide ? kesatuan pendapat ? sama-sama tidak tahu koq berdebat ? mending Jalanin aja keyakinan agama-mu dan tinggalkan ajaran agama lain. ga usah diperdebatkan sama-sama belum jumpa ‘Tuhan’ jadi ga usah ngomongin Tuhan, ga bakal happy ending….tapi jika tujuannya untuk ngisi waktu libur yah silahkan aja…gue juga lagi rehat dan liburan nih…makanya masuk ke site ini….salam perdamaian buat semuanya
April 27, 2010 at 3:11 pm
gwe heran banget ma kristen..nyalahin muhammad polygami malah g nyalahin daud yg ngantot ma anak nya ndri dan anak cucu dari hasil hubungan haram itu kelak akn melahirkan seorang lelaki yg brnama jesus,,,kristen blng ALLAH nma dewa bulan tapi g malu2 kristen indonesia catut nma ALLAH D alkitab .
April 27, 2010 at 4:35 pm
Daud TIDAK PERNAH berzina dengan Anaknya Sendiri. Rio Geovanie, mungkin salah baca. Tuhan YAHWEH itulah namanya untuk selama-lamanya. Yesus artinya YAHWEH yang Menyelamatkan. kata “ALLAH” memang mulai ditinggalkan oleh sebagian umat Kristen di Indonesia.
July 1, 2010 at 6:06 pm
Karena Indonesia adalah negara mayoritas Muslim…
April 28, 2010 at 11:32 am
hai semuanya Salam sejahtera,.. Memang benar Yesus adalah Tuhan Yang turun sebagai manusia saya baca artikel di atas ini memang Tuhan berseru intinya semua kehendak Bapaku,…kita umat kristen menyembah 1 Allah yaitu tri tunggal Allah yang di dlm diri Tuhan Yesus,..klo Yesus itu manusia biasa tidak akan mungkin dia berkata ” dalam Yohanes 14:6
” Akulah jalan kebenaran & hidup Tidak ada seorangpun Yang datang kepada Bapa Kalau tidak melalui AKU….” jelaskan jadi tdk usah berdebat,… g ada selesainya… bagi umat kristen di atas jangan mengolok 2 nabi yang lain spt mengataka istrinya banyak mengawini anak di bawah umur ,…ingat Tuhan mengajarkan Kasih ,… salam damai sejahtera. Amen
April 29, 2010 at 3:56 pm
ya ampuuunn,,, yang islam ngaku2 paling bner ko jawabnya pake emosi,,, pake kata2 yg kotor pula,, jika anda benar seorang MUSLIM,, berlakulah baik, dan cinta damai (katanya),,,,
jgn anda merasa benar dulu sebelum anda melihat sikap anda sendiri, cara anda berkomentar,, selalu merendahkan,, selalu menghina, menghujat,, apakah itu semua yang di ajarkan oleh agama anda???? mengajarkan untuk membenci, membunuh orang2 yang percaya Yesus??? memaksa orang2 non muslim untuk msk muslim,,, subhannalloh,,, sebaiknya anda membeli sebuah cermin yang sangat besar dan BERCERMINLAH,, sebelum anda menghakimi orang lain,,,, jika anda kurang setuju,, nyatakanlah dengan sikap yg penuh dengan cinta damai, jgn seolah2 anda seperti ketakutan KRISTENISASI,, jika anda sudah memiliki iman yg kuat anda tdk akan sperti itu,,
saya mau bertanya,, apakah di agama anda di ajarkan untuk membenci/membunuh orang2 yang tdk menyembah Alloh,, atau orang kafir?? apakah itu benar??? subhannalloh,,, seolah2 membenci/membunuh adalah jalan terakhir untuk memaksa seseorang masuk islam,,, alangkah lebih baiknya jika kita memperkenalkan islam dengan hati penuh ketulusan, penuh kasih,, memperkenalkan islam dengan kedamaian…. sungguh indah jika semua itu terlaksana…. mari kita semua belajar bersama2,, jika kalian semua merasa agama kalian paling benar,, mari kita memperkenalkan agamanya dengan penuh damai sejahtera,, hargai perbedaan,, karena sudah jelas ISLAM dan KRISTEN itu B.E.D.A,,,,
terimaksih
(jika ingin membalas, balas lah dengan kata2 yang enak dibaca yang bisa diterima oleh semua agama) tenangkan pikiran anda terlebih dahulu,, relax dgn pikiran yg penuh kasih dan damai sejahtera, buang terlebihdahulu amarah dan emosi,,,
April 29, 2010 at 4:14 pm
lihatlah kejadian hancurnya WTC (WORLD TRADE CENTER) di amerika,,,, masyarakat indonesia yang kebanyakan menganut agama muslim bersukacita atas kejadian itu,, mereka merasa orang2 “kafir” memang pantas diperlakukan demikian,,,, dengan lantangnya mereka mengataka ALLAHU AKBAR,,,, ironis memang,,,, bandingkan dengan kejadian di palestina,, yg katanya orang2 islam habis di tindas oleh orang2 kristen/yahudi,, apakah masyarakat kristen indonesia/dunia bersukacita atas kejadian itu????? malah mereka orang2 kristen justru mengecam keras kejadian itu,,,, karena apa,,??? Kristen mengajarkan tentang KASIH,, kasih kepada sesama manusia yang percaya juga kepada saudara yang lainnya (umat diluar kristen),, justru kita dituntut untuk lebih mengasihi saudara2 kita yg diluar kristen,,, bukan dihilangkan/ dienyahkan/dibenci/membunuh/menganggap kotor,,,, jelas,, kami mengatakan TIDAK,,, bukan itu cara yg benar untuk memberitakan kebenaran FIRMAN/INJIL,,,,
mohon jawab dengan jujur khususnya anda yg beragama muslim,, apakah anda merasa benci kepada orang2 kristen???? merasa puas ketika pembangunan gereja dibatalkan karena di demo,,, merasa puas jika orang2 kristen atau menurut anda orang2 kafir tewas diBOM,,,??? jawab dengan jujur,, dari hati anda yang paling dalam,, saya tau,, agama anda juga mengajarkan kalau berbohong itu dosa,,,,
coba kipas2 dulu wajah anda dan istighfar baru menjawab comment ini,,, terimaksih,,, saya mengasihi saudara semua,,, tanpa pandang bulu
April 29, 2010 at 11:59 pm
Hormat untuk ada gie.
Apakah sudah tuntas yang mengebom WTC itu Muslim?
Kerana banyak sekali rumus yang mengatakan lebih 6000 kakitangan yahudi telah bercuti ketika WTC dibom.
Ketika kapalterbang itu menuju ke WTC, mengapa tentera udara Amerika tidak memintas dan membinasakan kapalterbang itu?
Anda berbicara kasih…kasih ajaran Jesus. BEnarkah anda menuruti semua ajaran Jesus apabila anda bicara kasih ini?
Paulus berkata “jangan kamu berkerjasama dengan orang bukan Kristen kerana orang bukan Kristen itu Iblis”. Ayat ini jelas bertentangan dengan sifat kasih ajaran Jesus. Mengapa ajaran yang bertentagan ini masih ada dalam Bible anda? Mengapa? Seharusnya ssemua ajaran yang bertentangan dengan Sabda Jesus dibuang.
Saya bertanya pula kepada anda,
1) orang Bosnia yang diperkosa, dibantai, dicincang itu apa?
2) Penyembelihan Shabra dan Shatila oleh Kristen Falangiest dulu itu apa?
3) Pembantain Muslim Ambon ketika Idul Fitri itu apa?
4) Yang terbaru, gas beracun dilepaskan untuk menyekat saluran makan untuk orang awam Palsetin itu apa?
5) Pelancaran perang salib atas nama Tuhan oleh Pope dulu itu apa?
6) Anak perempuan Muslim yang diculik, dipaksa minum air perangsang, diperkosa dan diancam masuk Kristen seperti yang ada dalam laporan blog Muslim itu apa?
Maaf gie, Muslim tidak akan memulakan melainkan ditindas. Muslim mengasihi sesama manusia asal sahaja orang bukan Muslim toleran.
Sejarah Madinah semasa pemerintahan Nabi Muhammad tidak ada menunjukkan orang kafir dihapuskan.
Saya meminta anda memberikan satu negara Kristen yang ada menterinya orang Muslim. Yah, menteri penting bukan menteri jaga sampah.
Berikan saya satu negara Muslim yang menghapuskan semua gereja atau tidak membenarkan gereja didirikan. Sedang di Perncis, Belanda dan lain-lain Muslim mahu solat jumaat aja tidak boleh.
Apakah anda mahu membuka medan yang lebih seru? Saya Muslim hanya menuruti sahaja nada dan langkah anda. Jika anda mahu berdiskusi secara baik, oke aja. Namun jangan salahkan saya jika saya lebih bernada keras.
Maafkan saya.
Shahil
http://shahil.wordpress.com
April 30, 2010 at 12:04 am
hormat untuk adan gie
Saya bertanya:
1) Muslim Bosnia dicincang, dibunuh, diperkosa itu oleh umat mana?
2) Muslim Ambon diserang ketika Idul Fitri itu oleh umat mana?
3) “Jangan kamu berkerjsama dengan orang bukan kristen kerana orang bukan kristen itu iblis” ajaran siapa?
http://sahhil.wordpress.com
May 3, 2010 at 5:39 am
salam hormat pakcik…
1) semua orang beragama apapun hanyalah oknum penganut agama yg berbuat sesuatu melenceng dari ajaran agama. Jadi, jangan lantas menyalahkan semua agama salah dan hanya milik sendiri yg benar.
2)kalimat yang ketiga itu Anda dapat darimana pakcik? Mohon penjelasan. Apakah didalam keyakinan pakcik tidak tertulis/ tersirat kata2 yg juga berbunyi, semua orang Nasrani itu kafir yg artinya sama dengan pengikut syaiton? Agama hanya benar untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain. Inilah yg membuat pertikaian terjadi. Mari, hentikan permusuhan ini. Hanya DIAlah yg tahu siapa yg benar-sebenarnya. terima kasih.
April 29, 2010 at 11:44 pm
Ini jawaban saya kepada tulisan Shincahn pada April 28, 2010 at 4:03 am:
SHAHIL:
Tulisan anda ini dipost ke blog saya dalam ruangan komentar. Dan saya postkan jawaban saya ke laman web ini kerana kita memulakan debat di sini. Maka saya cadangkan (sarankan) anda postkan debatan anda di sini.
Saya akan postkan perdebatan kita ke blog saya untuk tatapan umum.
SHINCHAN:
Salam, Pak Cik Sahil….
Ini saye pakcik yang mencube berdialog dg pak cik beberapa tempo lalu.
Baiklah Pakcik, tampaknya dari uraian pakcik yg panjang lebar itu pakcik berkeras jikalau Tuhan itu harus berwujud. Pakcik, saya menyebut Kalam (Ruh yang quddus) itu untuk menyebut sesuatu yang pakcik sebut dengan Dzat. Sebelumnya, saye kate bahawa Tuhan merupakan sosok roh. Jadi, Tuhan itu tak berjasad; tak berbentuk. Mengapa? Kerana Alkitab juga kata demikian. Yohanes 4:24 tertulis, “Allah itu Ruh”. Jikalau IA burung, adakah tertulis kata ‘sayap’ di Kejadian 1? Jikalau IA manusia, adakah tertulis kata ‘kaki dan tangan di jasad Tuhan’ di Kejadian 1 yg saye bicarakan? Itulah sebabnya, saye tak setuju katakan IA memiliki rupa burung dan manusia. Bagi saye, Ruh yang Quddus itu tak punya jasad dan bentuk. Saye tak pernah lihat rupa jasad dari ruh apapun. Kumpulan Kamus Alkitab yg saya miliki juga mengatakan bahwa “Roh Kudus” atau “Roh Suci”; adalah sosok oknum Allah yang yang tidak kelihatan. Roh Allah bekerja melalui pikiran, perasaan dan pribadi manusia.
SHAHIL:
Hormat untuk anda Shinchan.
Pertama sekali saya kembali kepada dasar. Tuhan seharusnya sesuai dengan nalar dan kewajaran. Ajaran yang mengatakan Tuhan tidak sesuai dengan nalar dan kewajaran adalah suatu ajaran yang sukar dipertahankan.
Apabila anda berkata “Tuhan adalah sosok Roh” ia bermaksud Tuhan itu sosok. Dalam Islam sosok Tuhan disebut Zat. Kerana apa disebut Zat? Supaya tidak waham kita Tuhan itu berjasad seperti makhluk. Namun dasar maksudnya ialah sosok.
Mengapa Tuhan itu seharusnya Zat (sosok)? Kerana Zat itulah dasar ujud. Jika Tuhan bukan Zat, ia adalah sifat. Kerana jika Tuhan tidak bersosok, maka Dia hanyalah sesuatu yang abstrak atau hanya diangan-angankan sahaja tanpa tentu apanya Dia.
Sosok tidak semestinya berbentuk seperti ujud yang dapat dilihat. Ertinya sosok jasad manusia adalah mendaging, bertangan, berkaki. Namun Roh adalah juga sosok yang tidak serupa dengan sosok jasad dzahir. Namun ia tetaplah sosok kerana ujud haruslah pada nalar dan kewajaran adalah sosok.
Maka dari hakikat ini, wajar sekali Roh itu sosok bagi dirinya. Kerana ia ujud. Maka akan timbul persoalan bagaimana ujudnya? Harus ada jawaban tentang ujudnya Roh itu. Jika tidak ada jawaban lurus pasti ada jawaban secara sistematika perbandingan (ketimbang). Pasti ada…Jika tiada, saya menegaskan ia adalah suatu ajaran (maaf) yang sangat naif.
Tentang burung, pastilah burung ada sayap. Anda tahu burung kan? Masakan tidak? Apakah anda apabila disebut burung anda fikir burung itu tanpa sayap? Atau apakah anda harus melihat dulu burung itu apa ada sayap atau tidak? Atau apakah apabila dikatakan burung anda mahu bertanya apa ada sayapkah dia? Hanya (maaf) orang yang hilang akal sahaja akan bertanya apa burung ada sayap. Maka pastilah burung ada sayap kerana anda telah tahu. Maka apabila disebut “Roh Kudus turun seperti burung merpati” pastilah seperti rupa jasad burung.
Kumpulan kamus, Bible atau apapun bukan soalnya. Soalnya ialah setiap yang ujud itu harus ada sosoknya. Tidak masuk akal dan ditolak kewajaran apabila ujud tetapi bukan sosok (Zat). Apakah itu? Abstraklah atau angan-angan. Ertinya jika ada kamu yang menulis burung tiada sayap, kamus itu (maaf) harus dibuang ke dalam kali sahaja.
SHINCHAN:
Lantas bagaimane dengan burung merpati dan suara ketika Yesus dibaptis? Bentuk penampakan Tuhan pada manusia itu ada banyak pakcik. Ada yang berupa angin, merpati, suara di langit, lidah-lidah api, manusia, embun yang kelam, kabut, dan seterusnya. Itulah bukti kemahakuasaan Beliau. Beliau bisa menampakkan diri pada siape saja dengan bentuk apa saja, kapan saja, dan di mana saja bahkan dalam waktu yang bersamaan sekaligus. Namun, hakekatnya cuma satu: KALAM yang KUDUS atau yg pakcik sebut DZAT. Saya nak beri satu gambaran pada pakcik. Pakcik tahu lilin mainan anak-anak yg bisa dibentuk ape saja? Katakanlah ada satu lilin yang kita pakai lantas kita bentuk bulat kecil2, terus sisanya kita buat kotak dan bentuk rol panjang. Kita taruh semua dalam satu tempat. Saya nak tanya pada pakcik. Memang semuanya beza bentuk tapi terbuat dari apakah bulatan kecil, kotak kecil dan rol panjang itu? Adakah bulatan kecil, kotak kecil, dan rol panjang itu beza substansi? Meski beza bentuk, tapi semua tetap lilin bukan? Bagaimana juga bila kita tidak apa-apakan lilin itu? Adakah dia punya rupa jasad? Seperti itulah KALAM yang KUDUS (saat lilin masih dalam wujud semula) dan trinity (saat lilin telah dibentuk menjadi beraneka ragam bentuk). Tuhan bisa tampakkan diri dalam banyak rupa jasad, tergantung pada kemahuannya. Itulah sebabnya saya tak setuju bila Tuhan kami ade 3.
Adakah pakcik punya pendapat lain? Mohon berikan pencerahan pada saye jikalau ruh itu punya jasad dan berbentuk. Nah, taruhkate Kalam yg saya kemukakan itu beda dengan Dzat yg anda sebut ijinkan saye bertanya, adakah kalam berbentuk? Ape bentuknya? Dzat apakah DIA (Kalam yg Quddus itu)? Jawab salah satu: Dzat padat, cair, atau gas? Apakah jasadnya?
Apakah Pakcik sudah melihatnya sendiri? Pak cik, Anda juga kata “saya silap besar jika mengatakan virus dan kuman itu tidak berjasad. setiap sesuatu itu ada jasadnya. Cuman bentuk/hakikat jasadnya sahaja berbeza. Namun ia tetap berjasad. ” Saye punya pendapat lain. Kuman dan bakteri tetaplah tidak berjasad pakcik. Tunjukkan pada saya yang mana kepala, tangan, dan kaki dari kuman dan bakteri itu. Bagi saya, yang berjasad pasti punya kepala, tangan, dan kaki.
Akhir kata Pakcik, semua hal tak harus bisa dilogika dan bisa dilihat. Adakah pakcik melihat rasa sakit? Adakah pakcik melihat angin? Adakah pakcik bisa menjelaskan ke mane pesawat terbang yang menghilang dalam fenomena segitiga bermuda? Kita tak bisa melihat bentuk Tuhan dengan mata telanjang karena kita penuh dosa. Kita hanya bisa merasakan karya dan kehadiran BELIAU lewat banyak hal. Ilmu dan kepandaian manusia terbatas, pakcik.
SHAHIL:
Baiklah, anda berkata “apakah pakcik mempunyai pendapat lain…” ertinya anda mahu satu penjelasan yana lain yang saya kira menepati kewajaran akal dan kewajaran kejadian. Saya akan memberikan satu sistematika penjelasan tentang Tuhan yang sangat menepati akal dan kewajaran, dengan contoh sekali. Dan ia adalah theologi Islam kerana Islam sangat mengutamakan hujah yang menepati kewajaran akal dan kewajaran kejadian. Dan Islam tidak mengajar menuruti membuta tuli tanpa dibahaskan. Dan saya akan membahaskan theologi anda menurut theologi Islam yang saya tuliskan ini.
Jadi apanya Tuhan itu? Maka Islam memberikan satu garis panduan secara perbandingan (ketimbang) yang cukup jelas untuk mengenal Tuhan iaitu menggunakan akal. Islam amat mementingkan akal seperti Firman ALLah dalam al-Quran bermaksud “…jika kamu memikirkan”, “…bagi kaum yang berakal” dan lain-lain.
Kemanakah akal itu mahu dihalakan? Iaitu seperti Firman ALLah Taala bermaksud “…dan pada diri kamu itu mengapakah tidak kamu tilik” dan “…sesungguhnya pada langit dan bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan ALLah Taala…”. Ertinya diri manusia dan alam adalah tempat tilik tuju untuk mengenal Tuhan itu.
Baiklah saya jelaskan dengan sedetailnya supaya anda boleh membandingkan sistematika theologi Islam dalam mengenal Tuhan dengan iktiqad anda…Sekarang lihatlah diri anda dengan segala sifat anda…
Apakah Tuhan itu? Tuhan itu Zat. Zat ialah dasar ujud. Apakah Tuhan dalam Islam? Tuhan dalam Islam ialah ALLah Taala. ALLah Taala itu nama bagi Tuhan iaitu nama bagi Zat itu. Zat itu apa? Zat ialah satu sosok dasar ujud. Apabila disebut Tuhan, Ia adalah Zat dan namaNya ALLah Taala. Dimanakah dasar diri anda untuk dijadikan tempat tilik itu? iaitulah ujud anda adalah berdasarkan jasamani anda. Demikian juga sifat Tuhan seperti Berkuasa, Melihat dan lain-lain itu berdasarkan sifat anda.
Dan apabila anda sebagai dasar, wajarkah hakikat Zat dan sifat Tuhan sama dengan makhluk? Tidak wajar sama sekali kerana apabila ia sama, tiada beza (beda)nya dengan makhluk. Jika makhluk disunat, apakah wajar Tuhan disunat? Jika makhluk makan tahi, apakah wajar Tuhan makan tahi? Tidak wajar dan tidak akan berlaku. Maka apabila Tuhan tidak sama dengan makhluk, bagaimana mahu dikenal? Apa rupanya? Padat? Gas? Cecair? Jika anda berkata harus Zat itu padat, gas atau cecair, maka samalah Tuhan dengan makhluk.
Apakah Tuhan perlu menjadi makhluk? Makhluk adalah ciptaanNya. Apakah perlu Dia mengambil rupa makhluk? Tidak harus jika Tuhan itu Maha Tuntas. Tuhan yang Maha Tuntas tidak memerlukan rupa dan bentuk makhluk yang Dia sendiri ciptakan. Maka jika Tuhan memerlukan satu rupa ciptaanNya, saya menegaskan ia tidak akan berlaku. Kerana makhluk adalah maha kurang. Tidak akan berlaku Tuhan yang Maha Tuntas menjadi maha kurang. Dan jika anda berkata Tuhan bisa menjadi apa sahaja, ertinya Dia menjadi lemah selemah manusia yang disunat. Dan ini tidak diajarkan oleh theologi Islam.
Firman ALLah Taala bermaksud “Bersalahan ALLah Taala itu dengan segala yang baharu”. Ertinya al-Quran memberikan satu ayat yang tegas untuk mempertahankan bahawa ALLah Taala itu bersalahan dengan makhluk pada hakikatnya.
Apakah yang baharu? Iaitu alam. Apakah hakikat alam? Iaitulah jirim, jisim dan aradh.
Jisim ialah sesuatu yang menempati ruang, jisim adalah jirim yang berbentuk. Ertinya padat, gas dan cecair itu adalah jisim. Batu bentuknya padat, air bentuknya cecair dan gas bentuknya gentayangan. Dan aradh adalah sifat jisim seperti panas, keras, rengan, panjang, pendek dan lain-lain.
Makanya ALLah Taala telah menyatakan diriNya “bukan seperti itu”. Apanya? Manusia tidak tahu kerana ia rahsia ALLah Taala. Yang tahu hanyalah Nabi Muhammad ketika mikraj. Namun tiada bahasa untuk menyatakannya kerana “ALLah Taala tidak sama dengan makhluk”. Jika tidak sama bagaimana mahu dikatakan rupanya dan hakikatnya.
Jelas thelogi Islam menyatakan ALLah Taala adalah Zat yang Maha Mulia. Berbeza dengan makhluk adalah salah satu dari KemuliaanNya yang Maha. Ertinya di sini, Islam memberikan ayat yang tegas dan jelas dalam menentukan dasar mengenal Tuhan iaitu menggunakan akal untuk menilik, dan tempat tiliknya ialah diri sendiri dan alam ciptaanNya. Dan Islam memberikan pula ayat yang tegas dan jelas dalam membezakan Tuhan dan makhlukNya untuk menyatakan keMuliaanNya iaitu bersalahan hakikatNya dengan makhluk ciptaanNya.
Apakah hujah Bible? Bible menyatakan Tuhan menyatakan diriNya kepada tiga peribadi iaitu Bapa, Anak dan Roh. Persoalannya:
1. Apakah hakikat Tuhan sebelum Dia menyatakan dirinya kepada tiga peribadi itu?
2. Tuhan itu Kalam dan Kalam itu Roh…Apakah hakikat Roh itu?
3. Roh itu mengambil rupa Anak dan burung…ertinya Roh itu tidak mempunyai rupa sendiri. Dia mencipta Anak dan terpaksa menggunakan ciptaanNya untuk menyatakan diri. Jelasa sekali Roh itu abstrak. Dan jika dia tidak mencipta Anak teruslah Dia kekal dalam keabstrakannya.
4. Rupa Tuhan Anak adalah manusia, rupa Roh Kudus sebagai burung…Apakah rupa Bapa pula?
5. Apakah bercerai itu menjadi tiga apabila Dia mengambil rupa Anak, Bapa dan burung?
6. Apakah Nabi-Nabi sebelum Isa beriktiqad trinitas ini? Jelas sekali tiada dinyatakan Bible secara tuntas.
Anda berbicara tentang lilin pula sebagai contoh…benarkah contoh anda ini menepati Tuhan anda? Saya menegaskan contoh anda tidak tepat sama sekali dan akan menjerat hujah anda…
Baiklah kita sama-sama lihat…Lilin itu ada hakikatnya iaitulah lilin yang jasadnya berlendir dan licin itu. Anda ambillah tiga batang lilin…berapakah lilin? Pasti ada tiga. Lilih A, lilin B dan lilin C. Apakah lilin itu satu? Tidak sama sekali kerana ia adalah tiga lilin. Berceraikah lilin itu? Ya bercerai kerana ia tiga lilin. Ia hanya satu atas nama lilin tetapi tiga hakikatnya.
Oke anda akan berkata “Nah lilin yang satu atas tiga rupa”. Ya saya akur “lilin” hanya lilin tidak akan “lolon” yang sama hakikat dengan “lilin”. Jika ada “lolon” maka “lilin” tidak Esa lagi. Jika demikian saya akan bertanya kepada anda apakah “manusia” Esa, kerana tidak ada “monosoa” yang serupa “manusia”?
Ertinya jika dikatakan lilin itu Esa kerana tiada lagi “lilin” yang lain sehakikat dengannya, manusia, beruk, sapi dan lain-lain juga Esa. Maka tegasnya disini, Esa atau tidaknya sesuatu itu apabila ia berbilang atau tidak. Ertinya jika hanya satu lilin gergasi yang tidak ada lilin yang bercerai dengannya, barulah bisa lilin itu disebut Esa. Maka demikianlah Tuhan, jika hanya Zat Tuhan itu yang ujud tanpa ia berbilang atas bentuk yang lain, barulah Dia Esa.
Ertinya Tuhan itu harus ujud atas Zat (sosok) diri peribadiNya yang satu tanpa ada persamaan dengan yang dan tanpa adaa bilangan lebih dari satu itu.
Saya menegaskan anda ini maaf) tidak melihat kenyataan. Bakteria itu apanya? Tuhankah? Tidak, ia adalah makhluk. Bakteria itu makhluk yang berjasad. Jasadnya itulah seperti bacteria itu sendiri. Tidak semestinya bacteria itu bertangan seperti manusia kerana jika sama ia telah menjadi manusia. Ertinya bacteria itu dicipta dengan jasadnya yang tidak bertangan. Kerana jasad ialah dasar ujudnya. Tangan dan kaki hanyalah komponen ujud jasad. Saya bertanya, apakah bacteria itu tidak makan? Makan kok Shinchan. Manusia juga makan. Nah bukankah itu ada kesamaan dengan anda yang juga jasad? Apa-apaan ini anda mengatakan bacteria tidak berjasad? Jika tidak bacteria itu apa?
Angin itu apa ya? Bukankah anging itu ujud? Ya ujud angin itu kok Shinchan kerana jika dia tidak ujud anda tidak akan merasainya. Namun apakah hakikat angin? Jelas angin itu gentayangan dan itulah hakikat jasadnya. Ia berpuputan. Ertinya jasad angin itu dalam bentuk puputan bukan mendaging.
Anda bicara pula hal sakit…Sebelum itu anda harus membezakan antara Zat dan sifat. Kelihatannya anda (maaf) kurang sekali melihat secara mendalam apabila mahu bicara…
Sakit itu sifat Zat. Anda jasad dan sakit itu perlakuan jasad anda. Sifat bukan jasad tetapi eprlakuan jasad. Sakit tidak boleh dikatakan sabagai jasad kesakitan. Sebab itulah sakit itu apabila sembuh ia menghilang dari jasad kerana ia bukan jasad.
Pokoknya sekarang ialah hujah kitab akan memberikan tafsiran. Ertinya Islam memberikan garis yang jelas berserta hujah dan ayat dalil bagaimana mengenal Tuhan. Akal adalah alat yang paling dasar untuk tujuan itu. Namun anda? Paulus mengatakan “akal adalah kebodohan” maka janganlah difikir Tuhan itu. Namun bagimana anda mahu menjelaskan tanpa fikir?
Cabaran saya, jika saya katakan “dalam sumur ada Tuhan, terjunlah anda ke dalam sumur itu untuk bersama Tuhan”, apakah anda mahu terjun tanpa fikir atau berkata “mustahil”? Jika ajaran Paulus dipakai, anda harus terjun tanpa fikir. Dan jika anda berfikir mustahil Tuhan di dalam sumur, ajaran Paulus harus anda (maaf) lontarkan ke dalam sumur itu.
Maaf jika bahasa saya agak kasar dan kurang berkenan.
Hormat.
May 1, 2010 at 5:17 am
maaf anda blm menjawab satu prtanyaan,,, apakah saudara membenci orang2 yang beragama kristen,,,,?
kalau menurut saya sih dilihat dari pengalaman saya waktu sekolah dari SD, SMP sampai SMA kebetulan saya sekolah di sekolah Negri jadi mayoritas muslim,, begitu saya sangat di cerca,, dan di remehkan,, apalagi guru agamanya,, setiap pelajaran agama saya terpaksa masuk,, dan pelajaran yang di sampaikan begitu sangat memojokan kaum saya,, bahkan menghina dan menertawakan,, benar2 tidak ada sikap saling menghargai dan menghormati,, itu saya alami selama saya sekolah,,,
sekali lagi saya ingin bertanya kepada saudara dengan hati tulus dan tanpa amarah,, apakah saudara2 semua yang beragama muslim begitu membenci agama Kristen??? atau mungkin di ajarkan di agama anda untuk membenci agama kristen??? mohon jawab sejujur jujurnya,, kita bicara realitas saja,,, jangan liat kitab suci masing2 dan berkata agama saya baik,, benar,,, asli,, dll,, tp lihat dulu kedalam diri masing2 apakah firman2 yg tertulis dalam kitab suci itu sudah ada dlm hati kalian dan sudah diterapkan dlm kehidupan sehari2 atau belum???? jika anda beriman, berimanlah dgn sungguh2,,, IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH SIA-SIA,,,, jika agama anda baik, cinta damai,, lakukanlah dan perbuatlah,, saya tidak ingin hanya mendengar, tp saya ingin melihat langsung apa yang dikatakan kitab suci/agama anda,,,, kenalkan islam dengan senyuman,, tingkah laku yang baik,,,
(sabar,,, istighfar,, lihat dari sisi baiknya,, dan berfikiran positif,,,) redam amrah.. =)
terima kasih,,,
May 7, 2010 at 11:23 pm
Hormat untuk anda gie,
Jika anda membuka blog saya, saya tidak pernah memulakan hujatan atau cercaan terhadapa mana-mana agama. Dan saya membuat blog asalnya untuk menjelaskan Islam yang saya pelajari dan anuti.
Sesungguhnya Islam itu jelas menolak kesesatan dan kemusyrikan, Islam mengajarkan kasih sayang antara manusia. Islam mengaturkan tatacara hubungan antara jiran tetangga dimana tidak akan masuk syurga jika jiran mati kelaparan. Bahkan seorang perempuan dimasukkan ke neraka kerana mengurung kucing hingga mati.
Islam jelas mengajarkan Tuhan itu Esa tanpa ada tafsiran yang mengundang kemusyrikan. Islam menolak penyembahan berhala dan hantu juga batu.
Namun saya merubah sedikit hala tuju blog saya dengan menjawab hujatan kaum Kristen terhadap Islam. Hujatan ini dimulakan oleh orientalis. Orientalis memulakan serrangan terhadap Islam kerana kekalahan demi kekalahan uamt Kristen di zaman dahulu. Orientalis mempelajari al-Quran bukan untuk memahaminya tetapi memutarbelitkannya. Anda boleh lihat penyelewengan yang saya perbetulkan dalam blog saya.
Kita berdebat dan berhujah. Namun berapa ramaikah yang berkata “pak Shahil, kita berbahagi ilmu tentang Tuhan. Sila jelaskan Tuhan Islam dan saya jelaskan Tuhan Kristen. Kita komentar berdasarkan ajaran Kitab kita tanpa memojokkan”. Berapa ramai? Ini siapmurtad mempelajari Islam dari mana? Dari ulama Islam atau dari orientalis?
Makanya saya lebih suka berdiskusi atas dasar kewajaran dan akal. Kerana kita semua sama akalnya. Jika saya mendebat dengan hujah Islam, anda semua akan menolak kerana Islam bukan pegangan anda. Ok, ayuh kita sama-sama berakal maka kita bediskusi dengan akal dan kewajaran.
Anda boleh lihat seorang Freethinker yang sangat baik yang berdiskusi dalam blog saya iaitu Jockermanzero. Dia tidak berpegang kepada mana-mana agama. Namun dia sangat toleran dan saya juga toleran kerana Islam mengajarkan yang baik wajib dibenarkan. Namun kaum anda bagaimana? Walau telah dijelaskan masih menghujat. Maka andalah yagn seharusnya menasihati kaum anda bukan menasihati saya.
Baiklah, jika anda mahukan Islam saya mengundang anda melayari blog saya. Disana anda akan menemui Tauhid iaitu untuk mengenal Tuhan dan Tasauf iaitu untuk merasakan Tuhan.
Dan saya tegaskan, perbuatan guru agama dan rakan Muslim disekolah anda itu bukan sekali-kali ajaran Islam dan saya menantang perbuatan mereka. Namun saya mencabar anda menantang perbuatan kaum Kristen yang sama terhadap Muslim. Jika anda sanggup, barulah adil atau fair. Jika tidak debatan akan terus terjadi.
Hormat
May 3, 2010 at 5:30 am
Pakcik, rupanye pakcik sendiri taktahu apa wujud sebenarnya rupa dari Tuhan itu (saya quote pernyataan Anda sendiri, ‘Makanya ALLah Taala telah menyatakan diriNya “bukan seperti itu”. Apanya? Manusia tidak tahu kerana ia rahsia ALLah Taala. Yang tahu hanyalah Nabi Muhammad ketika mikraj. Namun tiada bahasa untuk menyatakannya kerana “ALLah Taala tidak sama dengan makhluk”. Jika tidak sama bagaimana mahu dikatakan rupanya dan hakikatnya.’) lantas kenapa pakcik paksa patik jelaskan rupa dari Tuhan dg menanyakan apa bagaimana ujudnya Ruh? Harus ada jawaban tentang ujudnya Ruh/ Kalam itu karena bisa melayang dst? Kalam itu sesuatu yg abstrak, sehingga tidak berwujud. Namun, IA bisa mengambil wujud siapa saja, apa saja, kapan saja, dan dimana saja sesuai dengan kemahuanNya. Itulah bentuk kemahakuasaan BELIAU. Pakcik, mengapa malu mengakui satu persamaan persepsi kita bahwa DIA tak berwujud? Anda bersikeras bahwa DIA pasti berwujud tapi Anda sendiri tidak bisa menjelaskan seperti apa bentuknya (yg jelas beda aja.. sama bentuk makhluk ciptaan yg lain. Sy balik tanya, ini apa pakcik? Kalo beda ama makhluk ciptaan terus apa dong bentuknya? Tidak usah pakcik jawab, karena pakcik sudah menjawab dg pernyataan di atas: ITU RAHASIA BELIAU, yg JELAS WUJUDNYA WAJIB BEDA SAMA MAKHLUK CIPTAAN ) karena cuma Nabi saja yg tahu wujud aslinya. Saya pun tidak pernah melihat seperti apa wujudNya, tapi patik percaya DIA ada dan patik tidak mau ambil pusing seperti apa wujud jasad Beliau itu. Bagi patik yg penting adalah bagaimana patik bertindak di muka bumi ini. Bukankah pakcik sendiri juga tidak pernah melihat Beliau? Kita mengalami Deadlock di sini.
Saya juga tertarik pada pernyataan pakcik bahawa Tuhan adalah sosok yg lemah jikalau DIA mengambil wujud ciptaan. Well, jikalau Abi yg menitis dalam diri Yesus itu menjadi lemah gara-gara mengambil wujud manusia bagaimanakah mungkin alam tunduk padaNYA untuk diam saat angin ribut menerpa perahu murid-muridNYA, setan gemetar ketika melihat kehadirannya di Gerasa, kenapa iblis undur dari hadapan Yesus stl dihardik Yesus dg ucapan, ‘janganlah engkau mencobai Tuhan, Elohim-mu’, dll ? Atas seizin DIA? Kapan Yesus minta izin? Kemahakuasaan BELIAU TIDAK AKAN berkurang sedikitpun meski BELIAU mengambil wujud ciptaan. Justru wujud ciptaan itu akan mjd berbeza dg wujud ciptaanNya yg lain kerana ada Unsur Ilahi yg masuk di dalamnya. Manusia yg bernama Yesus itu menjadi berbeza dg manusia biasa seperti kita kerana ada Unsur Ilahi yg masuk didalam jasadnya. Begitu pula dengan polis yg menyamar (mengambil wujud) menjadi pedagang asongan, orang yg pura-pura lewat di sebuah daerah, memesan ganja dll untuk menangkap penjual ganja. Adakah polis tersebut berkurang wewenang dan powernya untuk tangkap penjahat akibat pengambilan wujud seperti seorang pembeli ganja ? Adakah polis menjadi penjahat? Tetap, ia seorang polis bukan, toh ia cuma menyamar? Apakah dia tak boleh menjadi sosok lain untuk tangkap penjahat guna membedakan polis dengan penjahat? Polis adalah sosok yg berkuasa. Tentulah dia beda dengan penjahat. Bila itu terlalu sulit diterima akal pakcik, saye ambil contoh lain: Air. Bilamana air ditaruh dalam gelas, adakah berkurang cecairannya? Adakah ia tak berbentuk cecair lagi? Ya, ia mengisi ruang dalam gelas, namun ia tetaplah cair bukan? Mohon pakcik tidak menanggapi ini.
Saya rasa sampai di sini saja pakcik, karena bagaimanapun kita tetap mengalami deadlock. Tak ada guna kita teruskan percakapan ini. Mohon maaf, Saye takkan menanggapi pakcik lagi. Meski demikian, patik menaruh hurmat pada semua pendapat pakcik. Terima kasih atas waktu yg pakcik luangkan dan kesediaan pakcik untuk bercakap dg patik yg rendah ilmunya ini. Sungguh menyenangkan patik bisa cakap dengan orang sepandai pakcik. Mohon maaf bila ada silap kata dari patik yang membuat pakcik tersinggung selama ini.
Hormat,
Shinchan
May 7, 2010 at 2:44 pm
UNTUK BPK SHAHIL
hhhhmmm,,,, tp kalo saudara sendiri apakah saudara membenci agama kristen???? only answer this one question,,,,hehehe,,, jika iya kenapa,, jika tidak sy senang sekali,,,, setidaknya sy merasa(berharap) agama islam itu emang benar2 agama yg cinta damai,,, aaaamin
untuk SHINCAN (MALAYSIAN)
Anda dengan semangatnya mengetik rincian demi rincian untuk menegaskan bahwa islam itu paling benar,,, i pround of you,,,
tp yang perlu anda camkan,,, JANGAN TERUS MEMBANDINGKAN KRISTEN DENGAN ISLAM,,, sudah jelas2 BEDA,,, ga ada sama2 nya,,,, awak PAHAM??? ini berlaku untuk semua ORANG YG BERAGAMA !!!! jangan membanding2kan dan merasa paling benar!!!!!! SEMUA AGAMA BEDA!!!!!!!!! untuk apa membahas hal macam nie,,, shinchan dengan semangatnya mengetik sampai berpuluh puluh ribu kata,, tak cape apa kau??? meskipun mengetik sampai memenuhi website nie,,, kau ga akan bisa terus menjatuhkan agama lain!!!! hey,, sadarlah kau wahai manusia terpuji,,,, terimalah perbedaan,,, jadikan perbedaan sebagai kekayaan yang luarbiasa,,,,, damai lebih indah,,,, dari pada terus berdebat,, malah menambah permsusuhan,, kebencian,, cobalah kalau membuat website itu digunakan untuk saling share,,, curhat,,, jangan di jadikan seperti tempat bertandingnya antara banteng dan bison!!!!!!! macam mana pula kau,,,, sudah sudah,,, jangan di lanjutkan,,,,!!!! kita bicara REALITAS SAJAH
May 8, 2010 at 4:09 am
yth. saudara/ saudari Gie…
Sy tidak membela siapapun. Saya hanya mencoba berdialog dengan pakcik shahil dengan bahasa beliau. Sesungguhnya, saya juga bukan orang Malaysia. Saya tidak akan pernah lelah memberitakan FIRMAN sesuai dengan apa yang telah sy pahami sampai saat ini. Tuhan memberkati
May 1, 2010 at 5:17 am
maaf anda blm menjawab satu prtanyaan,,, apakah saudara membenci orang2 yang beragama kristen,,,,?
kalau menurut saya sih dilihat dari pengalaman saya waktu sekolah dari SD, SMP sampai SMA kebetulan saya sekolah di sekolah Negri jadi mayoritas muslim,, begitu saya sangat di cerca,, dan di remehkan,, apalagi guru agamanya,, setiap pelajaran agama saya terpaksa masuk,, dan pelajaran yang di sampaikan begitu sangat memojokan kaum saya,, bahkan menghina dan menertawakan,, benar2 tidak ada sikap saling menghargai dan menghormati,, itu saya alami selama saya sekolah,,,
sekali lagi saya ingin bertanya kepada saudara dengan hati tulus dan tanpa amarah,, apakah saudara2 semua yang beragama muslim begitu membenci agama Kristen??? atau mungkin di ajarkan di agama anda untuk membenci agama kristen??? mohon jawab sejujur jujurnya,, kita bicara realitas saja,,, jangan liat kitab suci masing2 dan berkata agama saya baik,, benar,,, asli,, dll,, tp lihat dulu kedalam diri masing2 apakah firman2 yg tertulis dalam kitab suci itu sudah ada dlm hati kalian dan sudah diterapkan dlm kehidupan sehari2 atau belum???? jika anda beriman, berimanlah dgn sungguh2,,, IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH SIA-SIA,,,, jika agama anda baik, cinta damai,, lakukanlah dan perbuatlah,, saya tidak ingin hanya mendengar, tp saya ingin melihat langsung apa yang dikatakan kitab suci/agama anda,,,, kenalkan islam dengan senyuman,, tingkah laku yang baik,,,
(sabar,,, istighfar,, lihat dari sisi baiknya,, dan berfikiran positif,,,) redam amrah.. =)
terima kasih,,,
May 7, 2010 at 11:55 pm
Jawaban saya di atas sana…
Saya ulang:
1) Saya tidak pernah membenci orang Kristen kerana saya juga punya ramai rakan kristen di sini.
2) Saya bisa sahaja menjelaskan Islam secara baik. Maka anda boleh melihat blog saya untuk itu
3) Saya tidak pernah memulakan hujatan melainkan menuruti rentak tari anda semua. Biasanya anda memulakan dengan baik tetapi apabila anda semua gagal menjawab, mulalah keluar kalimat “tonk”, “bodoh” dan lain-lain.
4) Anda boleh mlihat Jockermanzero yang tidak punya agama berdiskusi dengan cukup baik dengan saya.
5) Islam memang mengajarkan kasih sayang. Anda boleh melihat Hadith akan masuk neraka orang mengurung kucing hingga mati. Bahkan ahli puasa akan masuk neraka hanya kerana mengumpat (menggonjeng)orang.
6) Jika anda semua berkata baik, saya akan juga berkata baik. Jika tidak saya akan menuruti apa juga rentak anda semua. Namun saya serring memaafkan hujatan anda.
7) Saya menantang cercaan Muslim kepada anda semua kerana Islam tidak pernah mengajar mencerca agama lain. Dan saya menuntut anda juga demikian. Apakah anda boleh? Apakah anda boleh berkerjasama dengan orang Muslim? Kayaknya tidak kerana Paulus anda berkata “jangan kamu berkerjasama dengan orang bukan Islam…(Bible Sociaty of Malaysia)”
8) Anda tidak harus marah jika iktiqad ketuhanan anda dikoreksi jika ia mantap dan ada jawaban bagi apa juga argument yang bertali arus.
Ok?
Hormat
May 19, 2010 at 4:44 am
salam hormat pak Shahil…
saya quote pernyataan Anda,”Apakah anda boleh berkerjasama dengan orang Muslim? Kayaknya tidak kerana Paulus anda berkata “jangan kamu berkerjasama dengan orang bukan Islam…(Bible Sociaty of Malaysia)” Itu diambil dari kitab apa dan ayat berapa? Saye rasa tak adalah kata-kata itu dalam bible. Alkitab ditulis jauh sebelum Islam ada. Penulis Alkitab jelas tdk mengenal orang Islam. Bagaimana mungkin dia (Paulus) menulis boleh/ tdk boleh bekerjasama dg orang bukan Islam ?
May 13, 2010 at 2:23 pm
Sudah dijelaskan dengan tegas koq masih pada ribut.
Islam itu rahmatan lil ‘alamin…
May 21, 2010 at 12:08 am
Pada tahun 1947, sekumpulan kanak-kanak menemukan 1 set skrol di
dalam gua di pantai Laut Mati. Setalah diteliti, lalu disimpulkan
bahwa skrol ini dikenal sebagai milik satu mazhab Yahudi yang amat
alim yang hidup beberapa abad sebelum kelahiran Jesus (a.s.).
Hershel Shank di dalam bukunya “Understanding the Dead Sea Scroll”
berkata:
“Begitu Skrol Laut mati ditemukan, manuskrip-manuskrip yang seribu
tahun lebih tua daripada teks Bible dalam bahasa Ibrani yang ada,
manuskrip-manuskrip yang sebagian besar ditulis seratus tahun
sebelum kelahiran Jesus dan sekurang-kurangnya salah satunya
mungkin telah ditulis hampir tiga ratus tahun sebelum perjalanan
Maryam dan Yusuf ke Bethlehem.” “Understanding the Dead Sea
Scroll”, Hershel Shank, m.s. 7-8
Ekspedisi lain dikerjakan dengan segera ke atas gua-gua lain di
kawasan tersebut untuk mencari skrol-skrol purba lain yang mungkin
terdapat di situ. Sekumpulan kecil sarjana-sarjana “antara bangsa”
di Israel diberikan kesempatan yang eksklusif kepada skrol-skrol
tersebut, dan orang lain dilarang sama sekali melihat teks tersebut
(Prof. Eisenman mengatakan bahwa satu hambatan terbesar untuk
menerbitkan skrol-skrol tersebut adalah “sesungguhnya, team antara
bangsa tersebut bukanlah benar-benar terdiri dari berbagai
bangsa”). Prof. Eisenman adalah salah seorang yang memainkan
peranan penting dalam drama yang akhirnya menyebabkan skrol
tersebut dilepaskan. Di dalam bukunya “The Dead Sea Scroll
Uncovered”, beliau berkata:
“Pada musim bunga tahun 1986, tidak lama sebelum beliau meninggalkan
Jerusalam, Profesor Eisenman dan seorang sarjana Britain bernama
Philip Davies dari University of Sheffield telah betemu dengan
salah seorang pegawai-pegawai Israel yang bertanggungjawab dalam
hal ini – beliau adalah pejabat di Departemen Arkeology
(sekarang ‘Autoriti’), salah seorang dari Team antar bangsa
tersebut dan Kurator Skrol di Muzium Israel. Mereka didikte dengan
tegas, ‘Anda tidak akan dapat melihat Skrol-skrol tersebut semasa
hayat anda.’.”
Ini menyebabkan mereka bertindak, dan akibat kenyataan tersebut,
usaha besar-besaran dilancarkan dan lima tahun kemudian, melalui
publisiti pihak media, kebenaran mengkaji skrol tersebut
diperolehi. Prof. Eisenman akhirnya memperolehi 1800 gambar
skrol-skrol tersebut yang sebelum ini tidak diterbitkan. Buku
tersebut seterusnya menceritakan:
“Eisenman sedang menyediakan Edisi Faksimili semua plat yang belum
diterbitkan. Ini dijadualkan akan diterbitkan pada musim bunga
depan melalui E.J. Brill di Leiden, Belanda. Bagaimanapun, sepuluh
hari sebelum tarikh dijadualkan akan diterbitkan pada bulan April
1991, setelah menerima tekanan daripada Team antar bangsa tersebut,
penerbit tersebut menarik diri tanpa penjelasan dan Hershel Shanks
(pengarang ‘Biblical Archeology Review’) dan Persatuan Arkeologi
Biblikal telah membantu untuk mengatasi perbuatan mungkir janji
ini.”
Akhirnya pada bulan September 1991, beberapa scroll tersebut dibuka
secara resmi dan dua bulan kemudian Edisi Faksimili sebanyak dua
jilid diterbitkan.
Kita telah membaca kata-kata Tom Harpur dalam pendahuluan
bukunya: “Perkembangan terpenting sejak 1986 mengenai hal ini
adalah penemuan gelaran “Anak Tuhan” dalam salah satu manuskrip
papirus Qumran (Skrol Laut Mati) yang digunakan terhadap seseorang
selain daripada Jesus… ini hanya menguatkan lagi teory bahawa
gelaran Anak Tuhan di dalam masyarakat Yahudi pada abad pertama
sama sekali tidak sama dengan Tuhan sendiri.” “For Christ’s Sake”,
m.s. xii
Skrol Laut Mati terdiri lembaran-lembaran dari banyak manuskrip,
tetapi di antara yang paling menarik adalah teks Pesher. Teks
Pesher adalah rentetan tafsiran ayat-ayat Biblikal yang disusun
oleh golongan yang paling berilmu di kalangan bangsa Yahudi.
Perkataan tersebut diterbitkan dari perkataan akar Hebrew p-sh-r
yang bermaksud “menerangkan”. Teks tersebut mengandungi
petikan-petikan dari Bible diikuti dengan “pesher ha davar” yang
bermaksud “tafsiran perkara ini adalah”, dan diikuti oleh tafsiran
ke atas petikan tersebut.
Asas semua teks ini adalah sejarah telah ditentukan oleh Tuhan.
Dengan kata lain, Tuhan tidak tergantung pada sesuatu perkara
sebagai “masa lalu”, “sekarang”, atau “masa depan”, sebaliknya
sepanjang zaman adalah ibarat buku yang terbuka bagi Tuhan ( lihat
tentang konsep ini dalam Al-Quran). Sesungguhnya, beginilah caranya
nabi-nabi menerima “ramalan-ramalan” kerana Tuhan “melihat” masa
depan.
Mulai dari sini kutipan dari teks yang telah ditulis lebih kurang
100 tahun atau lebih sebelum kedatangan Jesus (a.s.), menyatakan
bahwa tarikh ini dJesushkan melalui analJesus kesusasteraan, dan
bahwa penyusunnya adalah dari mazhab Yahudi yang amat beragama dan
taat. Berpegang kepada fakta ini, mari kita lihat apa kata mereka.
Mereka yang mengkaji skrol-skrol ini telah mendapati bahwa satu
tema yang meluas dalam manuskrip-manuskrip ini adalah kebanyakan
teks pesher meramalkan kedatangan “Guru Saleh” yang akan diutuskan
oleh Tuhan kepada bangsa Yahudi. “Guru Saleh” ini akan ditentang
oleh “Guru Penipu” dan “Paderi Yang Jahat”. Skrol-skrol ini juga
meramalkan kedatangan DUA penyelamat. Dua penyelamat ini disebut
sebagai penyelamat kepaderian dan penyelamat duniawi. Apa yang kita
dapati di sini adalah satu golongan Yahudi yang taat yang yakin
bahwa masa kedatangan dua penyelamat ini telah hampir, dan dengan
demikian, mereka bersiap sedia menunggu kedatangannya dengan
mengasingkan diri mereka dari masyarakat Yahudi, dan mengabdikan
hidup mereka beribadat dan menunggu kedatangan tersebut.
“Menurut pendapat yang paling berpengaruh dalam teks taifah dari
Qumran, dua orang penyelamat akan memimpin perhimpunan Hari Kiamat,
seorang kepaderian dan seorang lagi bukan kepaderian.” “Reclaiming
the Dead Sea Scroll”, Lawrence H. Schifman, m.s. 321-322
Bangsa Yahudi meramalkan kedatangan dua Penyelamat. Mereka mengenali
Penyelamat pertama sebagai penyelamat yang akan menjalankan
tugas-tugas “kepaderian” atau “ekesiastikal”. Mereka mengenali
Penyelamat kedua sebagai penyelamat yang akan menjalankan
tugas-tugas “raja” atau “ketenteraan”. Dua ramalan ini merujuk
kepada Jesus (a.s.) dan Muhammad (s.a.w.). Jesus (a.s.) memang
diketahui menjalankan tugas-tugas “kepaderian”nya. Bagaimanapun,
tidak seperti nabi-nabi seperti Daud (a.s.) dan Musa (a.s.), beliau
tidak pernah memimpin tentera, tidak pernah menubuhkan kerajaan,
dan tidak pernah mengarahkan pengikut-pengikutnya melancarkan
peperangan. Sebaliknya, beliau selalu menyeru kepada kedamaian dan
penyerahan dan untuk membiarkan pemerintahan negara di tangan orang
lain (Matius 22:21). Beliau memberitahu pengikut-pengikutnya yang
beliau ada banyak perkara yang beliau ingin ajarkan kepada mereka,
tetapi mereka belum sanggup memikulnya, dan bahawa terdapat orang
lain yang akan data
ng selepasnya yang akan mengajar mereka semua kebenaran (Yohanes
16:7-14). Muhammad (s.a.w.) juga pada mulanya mengajar penyerahan.
Bagaimanapun, Tuhan Yang Maha Kuasa membenarkan ajaran-ajarannya
matang hingga ke tahap di mana ia berupaya mempertahankan dirinya
dan melaksanakan keadilan di bumi dan menghapuskan kejahatan. Oleh
itu, seperti mana banyak nabi-nabi di dalam Perjanjian Lama telah
melancarkan peperangan menentang penyembah berhala di negara-negara
yang berhampiran, begitu juga pengikut-pengikut Muhammad mengambil
bahagian dalam banyak peperangan atas nama Tuhan dan akhirnya
Kerajaan Islam meliputi dari China ke Sepanyol. Mereka yang bukan
pengikut Muhammad pun mengenalinya dengan baik. Tetapi bagaimanakah
mereka mengenalinya? Mereka mengenalinya melalui
tindakan-tindakan “rajanya”, bukan melalui sifat “kepaderian”nya
yang dilihat oleh pengikut-pengikutnya.
Kemudian skrol tersebut menceritakan bagaimana “Kittim” (Kerajaan
Roma) dan raja-raja Greek mencoba untuk menaklukan Jerusalam
(lambang golongan beriman), Dalam Sejarah Kristen diceritakan
bagaimana Roma akhirnya mengambil alih keseluruhan agama Kristian
dan “melindunginya” dan “menyebarkannya” setelah
ia “diperjelaskan”, dan doktrin-doktrinnya ditentukan dan
dipelihara melalui falsafah masyarakat Greek.
“Beberapa teks menceritakan mengenai seorang nabi eskatologikal yang
akan mengumumkan kedatangan seorang penyelamat, seorang yang
seperti Elijah di dalam tradisi rabai.” “Reclaiming the Dead Sea
Scroll”, Lawrence H. Schiffman, m.s. 323
Sekali lagi, dijelaskan bahwa kaum Yahudi bukannya sedang menunggu
seorang nabi untuk “menyedikan jalan” bagi Jesus (a.s.)
dan “mengumumkan” kedatangannya (ini adalah Yohanes Pembaptis),
tetapi mereka juga menunggu seorang penyelamat selepas kedatangan
Jesus (a.s.).
Merujuk kepada manuskrip bertajuk “The Rule of Community”, ayat
9:11-12, Schiffman berkata:
“Tanpa ragu-ragu, teks ini merujuk kepada dua penyelamat yang akan
diumumkan oleh seorang nabi eskatologikal. Berdasarkan
manuskrip-manuskrip di gua 4 mengenai Peraturan MasyarakatYahudi,
Team penerbitan yang awalnya berteory bahwa petikan ini ditambah ke
teks tersebut pada masa kemudian dalam sejarah mazhab tersebut.
Bagaimanapun, bukti dalam manuskrip-manuskrip ini tidak mencukupi
untuk menyokong teory ini. Sejauh yang dapat dilihat, konsep
penyelamat adalah bagian dari Peraturan Masyarakat tersebut,
semenjak naskah ini ditulis.” “Reclaiming the Dead Sea Scroll”,
Lawrence H. Schiffman, m.s. 324
Sarjana-sarjana Kesusastraan Barat yang menekuni penelitian ini,
berpendapat bahwa Skrol Laut Mati menyebut banyak lagi
ramalan-ramalan yang menakjubkan dan Terdapat banyak keserasian
dengan Al-Quran milik orang Islam, dan juga ramalan tentang
rentetan peristiwa-peristiwa dalam sejarah, seperti
mengenai “penggubah ayat-ayat Tuhan” (merubah dan menggampangkan
aturan-aturan Taurat) yang mungkin tertuju pada Paulus dan
pengikut-pengikutnya yang meretorika agama Nasrani setelah Jesus
a.s pergi, dan mengkalim bahwa wahyunya datang secara langsung
melalui mimpi bertemu dengan Jesus.
Salah seorang dari peneliti naskah laut mati adalah seorang
Misionaris yang bernama Dr. Barbara Thiering yang kini telah
meninggalkan agama Kristen dan menganut keyakinan sendiri bahwa
Tuhan adalah Esa dan Jesus adalah manusia, silahkan baca
bukunya: “Jesus The Man”.
May 24, 2010 at 7:03 am
Ini semua cuma profokasi, diemin aja lah..biarkan anjing menggonggong…
June 4, 2010 at 3:11 am
ORANG YANG DILAHIRKAN DARI ROH ADALAH ROH
Yohanes 3:6
Kalimat yang menarik:”Orang yang dilahirkan dari Roh adalah roh”, diucapkan oleh Putera Maria, karena sesungguhnya Ia sendiri dilahirkan dari Roh Tuhan. Karena itu Ia memenuhi syarat untuk membuat statement yang sangat impresif seperti itu. Qur’an sendiri menegaskan misteri Kristus beberapa kali. Ketika Jibril menampakkan diri kepada Sang Perawan Maria, ia menegaskan padanya bahwa Tuhan mengutusnya hanya dengan satu tujuan, yaitu untuk memberikan padanya seorang anak laki-laki yang tidak berdosa dan yang baik:
Ia (Jibril) berkata,”Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (Sura Maryam 19:19)
قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا
Perawan Maria menjawab malaikat itu, bahwa tak seorang laki-laki pun pernah menyentuhnya, ia sendiri juga belum menikah, juga tak ada yang pernah memperkosanya. Ia menegaskan bahwa ia benar-benar masih seorang perawan; sebab itu adalah mustahil baginya untuk mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Kesaksian ini muncul 2 kali dalam Qur’an. Keperawanan Maria adalah sebuah keyakinan yang tidak bisa disingkirkan dalam Islam:
“Maryam berkata,’Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan pula seorang pezina!” (Sura Maryam 19:20; lihat juga Al ‘Imran 3:47)
قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا
Ia yang membaca ayat ini bisa mempercayai bahwa Maria adalah benar-benar seorang perawan ketika ia menerima Puteranya dari Roh Allah.
Dari Sura al-Anbiya, kita bisa menarik lebih banyak detil-detil tentang bagaimana Kristus dikandung dalam diri seorang Perawan Maria:
“Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. “ (Sura al-Anbiya 21:91)
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ
Ayat yang terkenal ini menyingkirkan beberapa kesalah-pahaman dan mengklarifikasikan bahwa Kristus tidak dilahirkan dari Maria melalui Jibril, sebagaimana diklaim oleh sejumlah penghujat, tetapi Allah sendirilah yang meniupkan RohNya ke dalam diri Maria! Roh Allah tidak menurunkan Kristus melalui kontak seksual, melainkan spiritual. Yang Maha Kuasa tidak meniupkan Jibril, roh yang diutusnya, ke dalam Maria, melainkan dari RohNya sendiri. Merupakan sesuatu yang bisa diterima untuk membuat kesimpulan dari ayat ini bahwa Putera Maria pada saat yang sama adalah seorang Putera melalui Roh Allah, atau merupakan Anak “spiritual” dari Allah. Merupakan sebuah penghujatan dan tidak beralasan memikirkan mengenai sebuah konsepsi seksual dari Kristus dalam diri Maria. Tak ada satu pun orang percaya yang bisa menerima hujatan seperti itu.
Qur’an menyatakan sebanyak 16 kali bahwa Allah tidak memiliki anak, dan hal ini adalah benar, selama yang dimaksudkan adalah bahwa Ia tidak memiliki anak secara seksual:
“Dia (Allah) tiada beranak dan tiada pula diperanakkan
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia” (Sura al-Ikhlas 112:3-4)
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Keberadaan Putera Maria dalam kandungan ibunya adalah sebuah tindakan spiritual dan bukan seksual; karena itu, Ia dilahirkan suci dan murni. Qur’an dan tradisi-tradisi menegaskan bahwa Kristus dilahirkan dengan tiada bernoda (imakulata) dan tanpa dosa (Sura Maryam 19:19; bandingkan juga dengan Sura al-‘Imran 3:36)
Lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya
Ruh dari Kami
Dan Kami jadikan dia dan anakNya (untuk menjadi)
Sebuah tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam
(Sura al-anbiya 21:91)
Kesaksian Injil Tentang Kelahiran Putera Maria
Ia yang mengenali ayat-ayat Qur’an yang disebutkan di atas, juga sebaiknya membaca teks-teks Injil mengenai kelahiran Kristus, sebagaimana yang dicatat oleh seorang dokter Yunani, Lukas, 600 tahun sebelum Qur’an ditulis. Lukas ditanya oleh seorang penguasa Romawi di Antiokia, bernama Theophilus, untuk mencari dengan seksama di Tanah Suci bagaimana Yesus dilahirkan, apa yang Ia pernah ucapkan, apa yang pernah Ia lakukan, dan bagaimana terjadinya peristiwa kematian dan kebangkitanNya (Lukas 1:1-4).
Lukas pun pergi dan bertanya kepada para saksi mata, khususnya Maria, sebab sebagai seorang dokter, ia tidak bisa mengerti bagaimana seorang perawan bisa melahirkan tanpa seorang pria. Maria memberitahukan kepadanya secara detil bagaimana malaikat menampakkan diri dan berkata kepadanya:
28 “Salam, hai engkau yang dilimpahi anugerah, YAHWEH besertamu, hai engkau yang diberkati di antara para wanita!”
29 Namun setelah melihatnya, dia dibuat bingung oleh perkataannya itu dan dia bertanya-tanya apa maksud salam ini.
30 Dan malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut Maria, sebab engkau telah mendapat anugerah dari Elohim.
31 Dan lihatlah, engkau akan mengandung di dalam rahimmu, dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau akan menyebut Nama-Nya YESUS.
32 Dia akan menjadi besar dan akan disebut PUTRA YANG MAHA TINGGI, dan YAHWEH, Elohim, akan mengaruniakan kepada-NYA takhta Daud, leluhur-Nya.
33 Dan Dia akan memerintah atas keturunan Yakub sampai selamanya, dan kerajaan-Nya tidak akan berakhir.”
34 Dan Maria berkata kepada malaikat itu, “Bagaimana hal ini akan terjadi karena aku belum mengenal laki-laki?”
35 Dan sambil menjawab, malaikat itu berkata kepadanya, “ROH KUDUS akan turun ke atasmu dan KUASA YANG MAHA TINGGI akan menaungi engkau; karena itu pula, yang dilahirkan itu KUDUS, Dia akan disebut PUTRA ELOHIM.
(Injil tentang Kristus dari Penginjil Lukas 1:28-35, KSILT)
Ia yang membaca laporan dalam Injil ini, dengan penjelasan dari malaikat Gabriel, bisa memilih dari situ beberapa gelar dan karakteristik dari Putra Maria:
NamaNya adalah YESUS, yang secara literal artinya,”YAHWEH yang menyelamatkan”, karena ia menyelamatkan umatNya yang terhilang dan berdosa dari dosa-dosa mereka (Matius 1:21)
Ia adalah pribadi yang luar biasa, dan akan disebut PUTRA YANG MAHA TINGGI.
Ia akan menjadi seorang RAJA yang memerintah, dan akan diberikan tahta Daud bapaNya.
KerajaanNya adalah kerajaan yang kekal dan merupakan kerajaan spiritual.
ROH KUDUS akan datang kepada ibunya dan KUASA DARI YANG MAHA TINGGI akan menaunginya.
Karena itu, orang yang akan dilahirkan daripadanya akan disebut PUTRA TUHAN “spiritual”.
Nubuatan-nubuatan ini secara literal tidak ditemukan dalam Qur’an, tetapi Jibril merangkum realitas ini ke dalam satu ayat:
“…Sesungguhnya Al Masih, Isa Putera Maryam itu, adalah utusan Allah (rasul) dan (yang diciptakan dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam, dan sebuah Roh dariNya…” (Sura al-Nisa 4:171)
إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ
Qur’an menyebut Putera Maria sebagai “Roh Dari Allah”. Istilah ini memperlihatkan bahwa Kristus bukanlah seorang manusia biasa, yang dilahirkan dari seorang ayah dan ibu, tetapi Ia adalah inkarnasi dari Roh Allah. Yang Maha Kuasa mempercayakan Firman dan RohNya kepada Perawan Maria; karena itu, PuteraNya adalah “Roh Yang Berjalan”, sebagaimana Ia sendiri nyatakan di dalam Injil:
“Orang yang dilahirkan dari Roh adalah roh”
(Yohanes 3:6)
Banyak orang yang tidak bisa dengan gampang memahami rahasia ini, sebab Roh Tuhan masih belum membuka mata batin mereka akan realitas spiritual ini. Ia yang meminta Tuhan untuk mengurapi hatinya dengan Roh Kebenaran dan agar Tuhan mengaruniakan kepadanya karunia untuk membedakan roh, dengan cepat akan bisa mengenali bahwa Kristus datang dengan banyak tanda-tanda ajaib yang mempelihatkan akan kuasa keilahianNya. Petera Maria bukan hanya inkarnasi dari Roh Tuhan, tetapi bahwa Ia juga bekerjasama denganNya secara dekat untuk menyembuhkan yang sakit, mengusir setan-setan, membangkitkan orang mati dan untuk memperdamaikan dunia dengan Tuhan (2 Korintus 5:18-21). Tak ada seorang pun yang sanggup melakukan hal-hal besar ini kecuali Roh Tuhan ada di dalam dirinya.
Ia yang ingin memahami hakekat, cara, tindakan-tindakan dan tujuan dari Kristus harus memohon kepada Tuhan untuk mengurapiNya dengan Roh Yang Memberkati ini, yang olehNya Kristus dilahirkan, sehingga ia bisa memahami realitas Putera Tuhan “spiritual”.
June 4, 2010 at 5:57 pm
Sekitar 2 abad setelah Kerajaan Israel yang musyrik dan tidak mempunyai rasa sesal digulingkan, dan seluruh penduduk dari 10 suku dideportasi ke Assyria, Yerusalem, dan bait agung Sulaiman diratakan dengan tanah oleh bangsa Khaldea, dan sisa-sisa keturunan suku Yudas dan Benjamin yang tidak terbantai dipindahkan ke Babylonia. Setelah penahanan selama beberapa tahun, bangsa Yahudi diizinkan untuk pulang ke negeri mereka dengan kewenangan penuh untuk membangun kembali kota dan bait mereka yang telah hancur.
Ketika fondasi-fondasi rumah Tuhan yang baru diletakkan, terjadi luapan kegembiraan dan sambutan yang luar biasa dari umat; sementara para orang tua yang pernah menyaksikan bait Sulaiman yang indah sebelumnya tiba-tiba hanyut dalam tangisan pilu. Pada upacara yang khidmat inilah Yang Maha Kuasa mengutus hambaNya, Nabi Hagai, untuk menghibur umatnya yang sedih dengan pesan penting ini:
�Aku akan menggoncangkan segala bangsa, dan Himda untuk semua bangsa ini akan datang, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman Tuhan semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi Syalom, demikianlah firman Tuhan semesta alam.” (Haggai 2:7-9) [Haggai pasal tujuh dalam teks berbahasa Ibrani: (7) wəhirə�a�ət� �et-kāl-hagōwyim �b ā�� hemədat kāl-hagōwyim �millē�t� �et-habayit hazzeh kāb ōwd �āmar yəhw� səb ā�ōwt: (8) l� hakesef wəl� hazz�āb nə�um yəhw� səb ā�ōwt: (9) gādōwl yihəyeh kəbōwd habayit hazzeh hā�ahărōwn min-hāri��ōwn �āmar yəhw� səb ā�ōwt �b ammāqōwm hazzeh �etēn �ālōwm nə�um yəhw� səb ā�ōwt]
marilah kita melihat Bible versi bahasa Inggris, yang telah mengubah kata himda dan Syalom dalam bahasa Yahudi aslinya menjadi berturut-turut desire (hasrat) dan Peace (perdamaian).
Para ahli tafsir Yahudi dan Kristen sama-sama memberikan perhatian yang sangat besar terhadap dua janji yang terkandung dalam nubuat diatas. Mereka memahami prediksi mesias dalam kata Himda. Sebenarnya, disinilah nubuat yang sangat hebat, ditegaskan melalui sumpah Tuhan yang biasa dalam alkitab, �kata Tuhan Sabaoth� diulang-ulang 4 kali. Jika nubuat ini dipahami dari pengertian abstrak kata himda dan Syalom sebagai desire dan peace, maka nubuat menjadi tak lebih dari sebuah aspirasi yang tidak dapat kita pahami. Tetapi, jika kita memahami istilah himda sebagai sebuah gagasan konkrit, sebuah gagasan pribadi dan realitas, dan kata syalom, bukan suatu kondisi, melainkan suatu kekuatan yang hidup dan aktif dan sebuah agama yang pasti tidak dipungkiri adanya, maka nnubuat ini pasti benar dan terpenuhi pada sosok Ahmad dan tegaknya Islam. Karena himda dan Syalom-atau Sylama- persis memiliki pengertian yang sama dengan, berturut-turut, Ahmad dan Islam.
Sebelum berusaha membuktikan pemenuhan nubuat ini, ada baiknya menjelaskan dulu etimologi dari dua kata itu sesingkat mungkin.
Himda. Ungkapan dalam bahasa ibraninya berbunyi ����b ā�� hemədat kāl-hagōwyim�.� Yang secara harfiah berubah ke dalam bahasa inggris menjadi � and will come the Himda of all nations� (dan akan datang Himda untuk semua bangsa). Akhiran hi dalam bahasa Ibrani, sebagaimana dalam bahasa Arab, diubah menjadi th, atau t apabila dalam kasus genitif. Kata �himda� berasal dari kata Ibrani �atau malah Arami- yang tidak dipakai lagi, yaitu hmd (konsonan-konsonan yang diucapkan hamad). Dalam bahasa Ibrani, hamad umumnya digunakan dalam arti keinginan, kerinduan, selera, dan hasrat yang besar.
Perintah kesembilan dari Decalogue (Sepuluh perintah) adalah : �Lo tahmod ish reikha� (janganlah engkau merindukan istri tetanggamu) dalam bahasa Arab kata kerja hamida, dari konsonan yang sama hmd, artinya terpuji, dan seterusnya. Apa yang lebih terpuji dan terkenal dan paling diharapkan, dirindukan dan diinginkan? Yang mana, dari 2 makna itu, kenyataan bahwa Ahmad dalam bentuk bahasa Arab dan Himda tetap tak terbantahkan dan meyakinkan.
�Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.� (QS Ash Shaff 61:6)
Al-Qur�an menyatakan bahwa Yesus memberitahukan kepada bangsa Israel akan kedatangan seorang rosul dari Tuhan yang namanya adalah Ahmad. Injil Yohannes, yang ditulis dalam bahasa Yunani, menggunakan nama Paracletos, sebuah kata yang tidak dikenal dalam literatur Yunani klasik. Namun, Periclytos, yang persis cocok dengan Ahmad dalam artian �amat terkenal�, �mulia�, dan �terpuji�, dalam tingkat superlatifnya, pasti merupakan terjemahan kedalam bahasa Yunani dari kata Himda atau mungkin dalam bentuk bahasa Arami nya yakni Hamida, sebagaimana yang diucapkan oleh Yesus. Waduh! Sudah tidak ada kitab Injil dalam bahasa asli yang digunkan oleh Yesus.
1. Adapun mengenai etimologi dan pengertian dari kata Syalom, Syalam� dan kata arab Salam, Islam, kita tidak perlu menghambat pembaca dengan membawa-bawa kedalam uraian-uraian lingustik. Setiap sarjana bahasa Semit mengetahui bahwa Syalom dan Islam berasal dari satu kata yang sama dan bahwa keduanya berarti “kedamaian, ketundukan, dan penyerahan diri”.
Agar dapat memahaminya dengan lebih baik, perhatikan nubuat lainnya, dari Perjanjian Lama kitab Maleakhi 3:1 [Maleakhi 3:1 dalam teks berbahasa ibrani adalah : �hinən� �ōlēha malə�āk� �finn�-derek ə ləfānāy �fitə�ōm yābōw� �el-h�k ālōw hā�ādōwn| �ă�er-�atem məb aqə��m �malə�ak ə habər�t �ă�er-�atem hăfēs�m hinnēh-b ā� �āmar yəhw� səb ā�ōwt�]
�Lihat, Aku menyuruh utusanKu, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu! Dengan mendadak Tuan (Adon) yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman Tuhan Semesta Alam.�
Kemudian bandingkan dengan kearifan Al-Qur�an dibawah ini.
�Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari (bait Allah) Masjid Harom (di Mekkah) ke (bait Allah) Masjid Aqsha (di Yerusalem) yang telah Kami berkahi sekelilingnya.� (QS al-Isro :1)
Bahwa yang dimaksud orang yang datang mendadak/ tiba-tiba ke bait Allah, seperti yang didokumentasikan oleh 2 kitab suci diatas adalah Muhammad!, dan bukan Yesus. Maka argumen-argumen berikut pasti cukup meyakinkan setiap peneliti yang objektif :
a. Hubungan erat dan mirip antara kedua tetrogram Himda dan Ahmad, dan identitas akar kata hmd dimana kedua kata tersebut berasal, tidak meninggalkan keraguan bahwa subjek dalam kalimat �Dan Himda untuk semua bangsa akan datang� adalah Ahmad (Muhammad).
Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Jubair bin Muthim, bahwasanya Rasullulah SAW (Muhammad) bersabda: “Sesungguhnya aku mempunyai banyak nama, aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahiy (penghapus) yg dengan aku (maka) Allah hapuskan segala kekufuran, aku adalah Al Hasyir (penghimpun) yg dengan aku manusia dikumpulkan dibawah naunganku, dan aku adalah Al’Aqib (penutup)”.
Tidak ada hubungan etimologis sedikit pun antara himda dan nama-nama lainnya seperti �Yesus� ataupun �Kristus�. Bahkan satu konsonan pun tidak ada yang sama diantara keduanya.
b. Meskipun dibuktikan bahwa bentuk bahasa Ibrani Hmdh (baca Himdah) adalah kata benda abstrak yang berarti “keinginan, nafsu, kerinduan, dan pujian”, namun argumen tersebut lagi-lagi cocok dengan tesis kita. Karena bentuk bahasa Ibrani tersebut, secara etimologis, justru sama dalam makna dan persis artinya dengan bahasa arab Himdah. Makna apapun yang Anda kehendaki dari tetrogram hmdh, hubungannya dengan Ahmad bersifat menentukan, dan tidak ada hubungannya dengan Yesus.
Jika St. Jerome dan sebelum dia para penulis Septuagint, telah mempertahankan seutuhnya bentuk bahasa Ibrani Hmdh, daripada menuliskan kata latin Cupidatas atau kata Yunani Euthymia, barangkali para penerjemah yang ditunjuk oleh Raja James I dari Inggris juga sudah mereproduksi bentuk orisinilnya versi Bible yang disahkan, dan Bible Society telah menyesuaikan terjemahan-terjemahan mereka kedalam bahasa yang islami.
c. Bait Zorobabel lebih agung dibandingkan Bait Sulaiman, karena sebagaimana yang diramalkan oleh Maleakhi, Utusan Besar yang dijanjikan (Adon) akan mengunjungi baitNya secara mendadak/ tiba-tiba, sebagaimana yang benar-benar dilakukan pada waktu Isro-Mi�roj nabi Muhammad saw.
Bait Zorobabel direnovasi/ dibangun kembali oleh Herod Yang Agung. Dan Yesus, tentu saja, pada setiap kesempatan kunjungannya yang sering ke bait itu, menghormati bait itu demi orang suci dan kehadirannya. Sudah pasti, kehadiran setiap nabi di bait Tuhan telah menambah kemuliaan dan kesucian tempat tersebut. Tetapi setidaknya harus diakui, bahwa kitab-kitab Injil yang merekam kunjungan-kunjungan Yesus ke bait ini dan pengajaran-pengajaran dia didalamnya tidak menyebutkan satu pun percakapan diantara pendengarnya. Semua kunjungannya ke bait itu konon berakhir dalam pertengkaran sengit dengan para pendeta dan Pharisee yang tidak beriman.
Harus juga disimpulkan bahwa Yesus bukan saja tidak membawa �kedamaian� kedunia sebagaimana yang dinyatakannya secara sengaja dalam Matius 10:34 ["Jangan kamu menyangka, bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi; aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.(Matius 10:34)], tetapi Yesus juga meramalkan kehancuran total bait itu dalam Matius pasal 24, yang terpenuhi sekitar 40 tahun kemudian oleh bangsa Romawi.
d. Ahmad yang merupakan bentuk lain dari nama Muhammad dan dari akar kata serta pengertian yang sama yakni yang paling mulia, selama perjalanan Isro-Mi�roj nya mengunjungi bait yang hancur tersebut, seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur�an, dan seketika itu juga, sesuai dengan hadis yang dinyatakan berulang kali oleh nabi Muhammad kepada para sahabatnya, bahwa ia memimpin para nabi sembahyang kepada Allah dan kemudian Allah memberkahi sekeliling bait (di Yerusalem) itu dan menunjukkan tanda-tandaNya.
Jika Musa dan Ilyas dapat muncul secara fisik diatas gunung perubahan bentuk, maka mereka dan ribuan nabi semuanya dapat juga muncul disekeliling bait di Yerusalem. Dan selama kedatangan yang mendadak sang Adon ke baitnya (Maleakhi 3:1) itulah Tuhan benar-benar mengisinya dengan keagungan (Haggai pasal 2).
Bahwa Aminah (ibu kandungnya nabi Muhammad) seorang janda dari Abdullah (bapak kandungnya nabi Muhammad) harus menamai anaknya dengan sebuah nama yang tidak pernah ada sebelumnya �Muhammad atau Ahmad-, kata benda yang merupakan keajaiban besar untuk agama Islam. Khalifah Umar bin Khotob membangun kembali bait (di Yerusalem) itu, dan Masjid yang penuh keagungan di Yerusalem akan tetap kokoh berdiri hingga akhir zaman, adalah monumen fantastis tentang kebenaran dan perjanjian abadi yang dibuat oleh Allah untuk Ibrahim dan Ismail dalam kitab Kejadian 15:18 [ �Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.� (Kejadian 15:18)].
June 5, 2010 at 1:01 am
TERKUTUKLAH ORANG YANG BERKATA: “KRISTUS ADALAH PUTRA TUHAN!” (Sura 9:30)
Siapapun yang membaca Qur’an akan terkejut dan bingung. Jelas Sura 9:30 menyatakan…
“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan “Orang-orang Nasrani berkata: “Al-Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?”
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
Tidak dapat dibuktikan bahwa orang-orang Yahudi di jazirah Arab pada jaman Muhammad menyembah Ezra sebagai Tuhan. Ia sangat dihormati di kalangan orang Yahudi karena ia telah memberikan kepada orang-orang Yahudi yang mengalami pembuangan di Babilonia sebuah negara baru dengan Yerusalem sebagai ibukotanya, dan dengan demikian memulihkan identitas nasional mereka (458 SM). Sebuah negara Yahudi selalu merupakan sebuah provokasi di mata Muhammad.
Qur’an juga tidak kurang kritisnya terhadap orang-orang Kristen. Para murid Yesus tidak memiliki ambisi politis apapun, namun mereka percaya adanya kerajaan spiritual milik Tuhan dan mengakui Yesus sebagai juruselamat mereka dan raja mereka yang ilahi. Kenyataan bahwa Muhammad mengutuk semua orang Nazaret yang menyebut Yesus sebagai Putra Tuhan (dan masih melakukannya hingga kini), merupakan suatu bukti historis bahwa, pada masa itu, ada orang-orang Kristen yang tinggal di jazirah Arab yang percaya pada eksistensi Putra Tuhan dan Bapa Surgawi-Nya dan dengan terbuka menyaksikan iman mereka (Sura 3:61).
Muhammad tidak dapat mengerti apabila para pemikir modern menghubungkan seorang putra dengan Allah; ia mengganggap pandangan semacam itu sebagai sebuah repetisi yang kosong dari tradisi-tradisi kuno yang tidak memiliki keyakinan batiniah. Ia mengadopsi sebuah sikap benci dan mengucapkan kutuk kepada mereka:…(Sura 9:30).
“Dilaknati Allah-lah mereka” (Allah mengutuk mereka! Secara literal artinya: “Kiranya Allah memerangi dan membunuh mereka!”)
Mengapa Muhammad menolak kemungkinan bahwa Tuhan mempunyai seorang Putra? Apa yang mendorong Muhammad dengan kerasnya menyangkali Yesus sebagai Putra Tuhan? Diantara sekian banyak jawaban, ada 3 alasan yang meyakinkan mereka bahwa ini tidak mungkin terjadi:
• Mekkah, sebelum jaman Muhammad, adalah pusat dari politeisme. Berdasarkan tradisi, Ka’aba dipenuhi oleh lebih dari 300 dewa, roh-roh, berhala-berhala dan altar-altar pemujaan. Muhammad dan 4 orang sahabatnya (Waraqa b. Nawfal, Ubaid Allah b. Jahsh, Uthman b. Al-Hawartih dan Zaid b. Amr) mulai mencari suatu agama yang lebih baik (Hanif). Mereka menolak keyakinan adanya istri/pendamping Allah, al-Lat, dan ke-dua putrinya yaitu Uzza dan Manat (Sura 53:19-22). Dalam konteks ini, Muhammad menganggap konsep Putra Tuhan sebagai sebuah kemunduran kepada animisme.
• Di bawah pengaruh Yudaisme di Hedjaz, kelima peziarah ini (atau yang disebut sebagai para Hanif) mendapati bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Tuhan Yahweh (Ulangan 6:4)! Ia tidak dapat memiliki Putra dan tidak berputra. Pertanyaan yang penting, yang ditanyakan Imam Besar Kayafas kepada Yesus, dan implikasi penolakan klaim Yesus sebagai Putra Tuhan tidak kehilangan satupun dari aktualitasnya diantara orang-orang Yahudi di jazirah Arab (Mat.26:63-68). Muhammad menggunakan banyak argumen orang Yahudi yang menjadi musuh orang-orang Kristen di Hedjaz dan menuangkannya ke dalam Qur’an.
• Muhammad menganggap dirinya sendiri sebagai nabi yang terakhir dari deretan nabi-nabi perjanjian Lama (Sura 33:40). Untuk alasan ini, gagasan mengenai Yesus sebagai Putra Tuhan tidak cocok dengan konsepsi-Nya, jika tidak demikian ia harus mengakui-Nya dan tunduk pada-Nya. Ia beranggapan ini sama sekali tidak dapat diterima, oleh karena ia memandang dirinya sendiri sebagai klimaks dan penutup semua nubuatan (Sura 33:40). Ia menerima Yesus sebagai nabi yang terbesar sebelum dirinya, namun tidak pernah menganggap-Nya sebagai Putra Tuhan.
Islam adalah sebuah agama setelah kekristenan! Ini berarti Muhammad telah mengingatkan dirinya sendiri berkenaan dengan pribadi Yesus dan telah menolak keilahian-Nya, yang berarti bahwa Islam telah berkembang menjadi sebuah gerakan anti Kristen. Ada 17 ayat dalam Qur’an yang secara umum menyingkirkan kemungkinan bahwa Tuhan mempunyai Putra dan secara khusus menyingkirkan klaim bahwa Kristus adalah Putra Tuhan. Siapapun yang membaca ke-17 ayat ini berdasarkan konteksnya (Sura 2:116, 4:171, 6:101, 10:68, 17:111, 18:4, 19:35, 88-92, 21:26, 23:91, 25:2, 39:4, 43:81, 72:3) dapat memperoleh pengertian dasar mengenai prinsip-prinsip Islam yang menggarisbawahi penolakan terhadap gagasan bahwa Tuhan mempunyai seorang Putra.
Orang-orang Kristen Menginjili Muhammad!
Ada 7 catatan peristiwa di dalam Qur’an mengenai orang-orang Kristen (orang Nazaret) yang berusaha menjelaskan kepada Muhammad bahwa Tuhan mempunyai Putra. Dalam kasus-kasus seperti ini, biasanya mereka menggunakan kata “walad” yang berarti keturunan yang diperanakkan secara biologis. Hanya dalam satu peristiwa mereka menggunakan kata “ibn”, yang mempunyai makna seorang ahli waris yang diangkat secara sah. Ada kalanya orang-orang Kristen mengundang atau bahkan menekan Muhammad untuk menerima keilahian Kristus, sehingga ia menjadi tidak sabar dan menjadi marah, atau mengutuki mereka (Sura 2:116, 4:171, 10:68, 18:4, 19:30-35 dan 88-82).
Meningkatnya Perlawanan Muhammad
Tujuh kali pembelaan Muhammad tercantum di dalam pengakuan akan posisi tertinggi Allah dengan mengucapkan “subhanahu” (kiranya Ia ditinggikan di atas semua pertalian!), yang secara komplet menutup diskusi-diskusi selanjutnya. Muhammad mengkonfrontasi orang-orang yang percaya pada Putra Tuhan dengan keagungan Allah yang tidak terukur sebagai upaya untuk membungkam mereka. Namun demikian, jika ada diantara mereka yang tidak mau menyerah dan menghimbaunya untuk berefleksi dan mengerti, maka ia menanggapinya dengan meningkatkan kekerasan dan kebebalan dalam Qur’an:…(Sura 6:101).
“Bagaimana Dia mempunyai anak sedangkan Ia tidak mempunyai isteri?
أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Gagasan dari Bedouin primitif ini selanjutnya didukung oleh doktrin dari sebuah sekte Kristen di jazirah Arab, yang para anggotanya mengklaim bahwa Trinitas terdiri dari Allah, Maria Bunda Tuhan, dan Putranya Yesus (Sura 5:116). Walaupun semua gereja Kristen menolak konsepsi biologis semacam itu berkenaan dengan Trinitas dan sebaliknya mengakui sebuah kesatuan spiritual antara Bapa, Putra dan Roh Kudus, kebanyakan orang Muslim dan orang Kristen di Timur Tengah masih memegang gagasan mengenai Bunda Tuhan, dan ini mengakibatkan dialog diantara keturunan Abraham menjadi semakin sulit.
Muhammad memberontak terhadap gagasan primitif ini dan berkata:
“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak” (Allah secara fisik tidak mempunyai anak)…(“walad”, Sura 17:111, 25:2, 23:91)
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا
“Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan dia” (Sura 112:3-4)
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Penolakan langsung ini terhadap dogma Trinitas disebut sebagai Sura Kesetiaan, dan di dalam Qur’an diulang terus-menerus dalam sembahyang 5 waktu.
Dalam teks-teks lain Muhammad menulis:
“Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa! (Jika ada 2 Tuhan, maka kudeta di surga tidak akan bisa dihindari)” (Sura 4:171, 23:91, 39:4).
مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Kita mendengar dalam pernyataan iman ini sebuah gema islami dari pengakuan iman fundamental Israel (lihat Ulangan 6:4-5, Mark.12:29). Namun demikian, Yesus telah memperlebar cakupan pengakuan iman Perjanjian Lama ini melalui wahyu-Nya “Aku dan Bapa adalah satu” dan bukannya dua! (Yoh.10:30).
Qur’an menegaskan bahwa “Dia telah menciptakan segala sesuatu di surga da di bumi…” (Sura 6:101, 25:2).
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Sehubungan dengan asal-usul Yesus kita membaca: “Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia” (Sura 3:47, 59; 19:35)
مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Pernyataan-pernyataan Muhammad ini dengan terang-terangan berkontradiksi dengan pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, yang diakui oleh semua orang Kristen, yaitu “satu Tuhan, Yesus Kristus, Putra Tuhan yang tunggal, yang lahir dari Sang Bapa, sebelum ada segala zaman; Tuhan dari Tuhan, Tuhan yang sejati dari Tuhan yang sejati; diperanakkan bukan dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat!” Islam mengklaim sebaliknya. Kristus diciptakan dan tidak diperanakkan! Kita harus sering mengucapkan Pengakuan Iman Nicea dalam gereja-gereja kita: itu adalah jawaban dari Roh Kudus, yang diwahyukan untuk mengantisipasi penipuan Islam yang sangat kuat.
Muhammad memproklamasikan dalam Qur’an: “Bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah.” (Sura 2:116, 4:171
وَقَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ
“Dan Allah, Dialah yang maha kaya” (Sura 35:15)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
Dan : Kristus adalah propertinya dan budaknya (Sura 4:172, 19:30, 43:59)
إِنْ هُوَ إِلا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ
Allah dapat memperlakukan-Nya menurut kehendak Allah, bahkan menghancurkan-Nya, jika Ia menganggap diri sebagai Putra Allah! (Sura 5:17). Muhammad tidak mengenal kelembutan dan kasih Bapa kepada Putra-Nya dan kasih Sang Putra kepada Bapa-Nya.
Menurut Qur’an, Allah tetaplah Sang Penguasa Tunggal yang tidak berbagi kuasa dengan siapapun (Sura 17:111, 25:2, 43:83-84). Hanya Dia-lah satu-satunya yang Maha Tinggi. Namun, Yesus telah berkata 600 tahun sebelum Muhammad: “segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Ku” (Mat.28:18, Yoh.3:35, 13:3) dan: “Aku duduk dengan Bapa-Ku di tahta-Nya”. (Wahyu 3:21).
Allah dalam Qur’an adalah omnisien (Sura 6:101, 21:28, 43:84-85). Ia mengetahui segala sesuatu yang berada di balik kubur dan semua yang terbuka dalam hidup ini. (Sura 23:92). Ia telah mempredestinasikan semua orang dan segala sesuatu hingga kepada detil yang terkecil (Sura 25:2). Oleh karena itu tidak boleh ada otoritas kedua di samping Allah, mengingat hal itupun telah ditakdirkan sebelumnya oleh Dia. Hanya Allah yang mengetahui saat terakhir dan hari penghakiman (Sura 43:5). Beberapa komentator Muslim menghubungkan dengan kesaksian Yesus bahwa tak seorangpun, bahkan Ia sendiri pun tidak mengetahui saat terjadinya kebangkitan orang-orang mati, melainkan hanya Bapa saja (Mat. 24:36, Mark.13:32, Kis.1:7).
Keunikan dan kebesaran sang Pencipta yang tidak terlukiskan menyingkirkan kemungkinan bagi-Nya untuk mempunyai Putra disamping-Nya. Muhammad bertanya-tanya: Bagaimana mungkin Allah mempunyai Putra?” (Sura 6:101).
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Lebih lanjut lagi ia menegaskan: “Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia…” (Sura 19:35)
مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Pernyataan ini secara paradoks membatasi kebebasan Sang Maha Kuasa! Namun demikian, kesaksian yang jelas oleh Bapa dari Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah aku berkenan; dengarkanlah Ia!” (Mat.3:17; 17:5).
Dalam Sura 19:92, Muhammad terus mengembangkan sudut pandang ini dengan memprotes: ”Dan tidak layak bagi Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai ) anak!” Tidak ada kebutuhan yang inheren dan mendesak bagi Allah untuk menghasilkan keturunan disamping-Nya. Jika Ia menginginkan pendampingan, seorang nabi Arab tidak mempunyai pemahaman akan ketegangan yang mendalam, berdasarkan pada keadilan abadi, antara kekudusan Tuhan yang mengharuskan adanya penghakiman dengan kasih-Nya yang menyelamatkan. Satu-satunya solusi untuk dilema ini adalah melalui kematian dan penebusan yang dilakukan oleh anak Manusia yang tidak berdosa. “Injil di dalam kulit kacang”, seperti yang dijelaskan dalam Yoh.3:16, tidak dapat dipahami dalam Islam dan dipandang tidak perlu oleh orang Muslim, tidak mungkin dan mereka menghujatnya.
Muhammad mempunyai arogansi, sinisme dan berlagak, dengan mengatakan sebuah guyonan yang menghujat, yaitu “…jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu)!” (Sura 43:81)
قُلْ إِنْ كَانَ لِلرَّحْمَنِ وَلَدٌ فَأَنَا أَوَّلُ الْعَابِدِينَ
Inilah kesalahan utama Islam. Berdasarkan Fil.2:6-11, bahkan sang nabi akan bertelut pada hari Penghakiman dan mengakui dengan gentar bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Bapa-Nya!
Sura 72:1-15 merepresentasikan sebuah penggoda khusus untuk otak bagi para humanis yang tidak realistis dan orang-orang Kristen yang tertidur. Sura itu menggambarkan bagaimana para roh jahat (jin) memeluk Islam, dengan antusias memuji Yang Maha Tinggi sebagai sumber sukacita mereka yang terbesar, karena “Ia tidak mengambil seorang pendamping, dan juga tidak mempunyai anak!” Sebaliknya, “Si Penghujat (Iblis) telah melontarkan sebuah kebohongan besar terhadap Tuhan” (yaitu bahwa Tuhan mempunyai seorang Putra), dan telah menaruh gagasan itu ke dalam pikiran dan hati para jurubicara (para pendeta dan para penginjil), sehingga dengan demikian mereka adalah orang-orang yang telah menipu sejumlah besar manusia dengan berita yang penuh hujatan ini. Namun demikian, Yakobus mengenali natur sesungguhnya dari roh-roh jahat dan menggambarkannya dalam kalimat berikut:
“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Tuhan saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar”. (Yakobus 2:19)
Suatu penghukuman yang penuh kemarahan terhadap saksi-saksi Kristen
Berikut ini adalah beberapa pernyataan Qur’an berkenaan dengan status Yesus sebagai Putra Tuhan:
“Dan mereka berkata: ‘Tuhan yang maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. (Sura 19:88-92)
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا
لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا
تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا
أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا
وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا
“Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: ‘Allah mengambil seorang anak. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta”. (Sura 18:4-5)
وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا
مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا
“Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana sampai mereka berpaling?” (Sura 9:30)
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
“Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta”. (Sura 23:90)
بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِالْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Muhammad menyerang orang-orang Kristen secara langsung dengan menegaskan:
“Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: ‘Allah mempunyai anak’. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (Sura 10:68)
قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ هُوَ الْغَنِيُّ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بِهَذَا أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ
Muhammad menjadi lebih bertubi-tubi dalam pengajarannya dan menganjurkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen untuk memikirkan ulang posisi mereka: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba”. (Sura 19:93)
إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِلا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا
Akibatnya, semua malaikat yang “dibawa mendekat” (kepada Allah), roh-roh dan bahkan Putra Maria sekalipun, adalah hamba-hamba setia-Nya (Sura 19, 93).
“Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah)…” (Sura 4:172)
لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلا الْمَلائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا
Oleh karena itu para murid-Nya tidak boleh sekali-kali mengklaim bahwa mereka adalah anak-anak Tuhan dan kekasih-kekasih-Nya: namun mereka harus dengan segera memeluk Islam dan mengaku bahwa mereka juga adalah hamba-hamba Allah (Sura 5:18). Muhammad mengharapkan semua orang: Yahudi, Kristen, penganut animisme dan bahkan para malaikat, “Roh Sang Maha Kudus” dan Kristus sendiri untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, satu-satunya Yang Paling Ditinggikan, dan agar tunduk kepadanya tanpa syarat sebagai orang-orang Muslim yang taat.
Peringatan-peringatan Muhammad dan perintahnya untuk menyerang Para Ahli Kitab
Dalam sura 18:4, Muhammad memberikan instruksi inspiratif: “Dan untuk memperingatkan orang-orang yang berkata: Allah mengambil seorang anak”.
وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا
Ia menggambarkan tulah neraka sebagai sebuah bangsal perawatan intensif bagi semua yang berkeras untuk percaya pada doktrin ini (Sura 10:70). Muhammad melangkah lebih jauh lagi hingga menyatakan bahwa “dan barangsiapa diantara mereka (para hamba-hamba Allah) mengatakan: sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari-pada Allah, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan balasan kepada orang-orang lalim”. (Sura 21:29)
وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ
Nabi menegur orang Kristen secara langsung dan memperingatkan mereka:
“…dan janganlah kamu mengatakan: (Tuhan itu) tiga. Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa…” (Sura 4:171)
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلا تَقُولُوا ثَلاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا
Apabila seorang Sheikh Islam (ahli hukum) ditanyai, ancaman apakah yang merupakan implikasi dari makna ayat tersebut, ia akan merespon dengan segera dengan menggerakkan tangannya seolah-olah sedang menggorok lehernya!
Dalam Sura mengenai pertobatan, siapa pun yang berpikiran terbuka dapat membaca perintah Allah kepada semua Muslim di seluruh dunia, menghasut mereka untuk menyerang Para Ahli Kitab dengan senjata dan memaksa mereka untuk menyerah, apabila mereka sebagai orang-orang percaya ada dalam posisi taktis dan ekonomis untuk melakukannya. Perintah-perintah Muhammad sangat jelas:
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian (sebagaimana orang Muslim juga demikian) dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan tidak beragama dengan agama benar (agama Allah) (yaitu Islam), yaitu orang-orang yang diberikan Al Kitab kepada mereka (Yahudi dan Kristen), (perangilah mereka) sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”. (Sura 9:29)
قَاتِلُوا الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلا بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
Bahasa Arab mempunyai 3 kata berbeda untuk mengekspresikan ide mengenai konflik:
• Kifah menandakan suatu kontroversi ideologis atau intelektual. Konsep ini tidak pernah muncul dalam Qur’an!
• Jihad menggambarkan sebuah komitmen pribadi kepada Allah, termasuk investasi hidup secara total, kekuatan dan harta benda, yang dalam beberapa kasus mengarah kepada konflik bersenjata
• Qital berarti dengan bersenjata lengkap segera memasuki pertempuran jarak dekat.
Perintah Muhammad untuk menundukkan orang Yahudi dan Kristen dimulai dengan ketiga konsep. Argumen-argumen teologisnya membenarkan perintah ini dan bersifat kompleks dan pragmatis:
Mereka tidak mempunyai iman Muslim yang sama kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya dan roh-roh-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-Nya (rasul-rasul) dan nabi-nabi, predestinasi-Nya, dan kebangkitan orang mati termasuk eksistensi Surga dan Neraka (berdasarkan 6 pengajaran iman Islam).
Mereka tidak tunduk kepada Hukum Islam (Syariah) dengan segala aturan-aturannya mengenai ibadah dan hidup sehari-hari yang diformulasikan ke dalam 500 aturan dan larangan, termasuk sangsi-sangsi biadab dalam kasus yang tidak terampuni.
Mereka tidak cakap berkenaan dengan satu agama sah yang dapat diterima dihadapan Allah (Sura 3:19). Mereka telah menjadi orang-orang yang murtad, walaupun pada mulanya mereka menerima secara verbal bagian-bagian yang diinspirasikan dari kitab suci yang disimpan di surga.
Kebingungan mereka memuncak dalam fakta bahwa orang-orang Yahudi, berdasarkan dugaan semata, menyebut Ezra sebagai keturunan Allah, sedangkan orang-orang Kristen mengusik telinga orang Muslim dengan mengklaim bahwa Yesus adalah Putra Allah.
Sejauh yang dipahami orang-orang Kristen, alasan-alasan penolakan Muhammad dan perintahnya untuk menundukkan mereka, akhirnya berfokus pada satu hal saja: baginya, siapapun yang terus percaya pada Putra Tuhan, adalah obyek kutukan Allah. Dimanapun apabila dimungkinkan, penaklukkan orang-orang Kristen bagi kemuliaan Allah menjadi sebuah tugas yang tidak dapat ditawar-tawar. Muhammad mengumumkan perang terhadap semua orang Kristen oleh karena iman mereka pada Putra Tuhan yang disalibkan!
Sisi praktis hidup sehari-hari bagi kelompok minoritas yang ditaklukkan dapat ditemukan dalam tafsiran dari tulisan Ibn al-Arabi “Ahkam al-Koran” volume I, hal.378, Kairo. Di dalamnya, ia memberikan 15 interpretasi berbeda mengenai ekspresi “mereka harus membayar pajak minoritas dengan tangan mereka sendiri”. Berikut ini adalah salah-satu dari versi interpretasi tersebut:
“Mereka yang berkewajiban untuk membayar pajak minoritas tersebut, dilarang untuk tampil/menunggangi kuda yang tinggi, tetapi harus datang dengan berjalan kaki, membayar sejumlah (uang pajak) secara langsung dari tangan ke tangan, tanpa menerima ucapan terima-kasih. Jika kurang rendah hati atau kurang ikhlas akan dihukum dengan sebuah pukulan di leher mereka”.
Kalangan Muslim liberal akan mengajukan keberatan: ada terlalu banyak ayat di dalam Qur’an yang berpihak kepada toleransi, kesetaraan dan kolaborasi. Muhammad mengatakan:
“…Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu…” (Sura 29:46)
وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)…”
لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Ayat-ayat ini dan ayat-ayat yang serupa di dalam Qur’an hanya sah/berlaku selama Islam merupakan kelompok minoritas dan oleh karena alasan ini Islam membutuhkan toleransi, dialog, penampilan di televisi dan propaganda. Namun segera setelah Islam menjadi kelompok mayoritas, Islam tidak lagi menggunakan toleransi! Dalam situasi ini ayat-ayat yang merujuk kepada hak kebebasan beragama tidak berlaku lagi, dihapuskan dan diganti dengan peraturan-peraturan Allah yang lebih baik. Lalu, satu-satunya hukum yang diakui hanyalah Syariah, yang mengatakan bahwa orang Kristen dan orang Yahudi harus direndahkan hingga ke taraf minoritas yang sangat hina.
Siapapun yang menolak untuk percaya atau menerima fakta-fakta historis dan yuridis ini harus mengunjungi beberapa negara Islam dimana orang-orang Kristen yang mempunyai hak suara jumlahnya kurang dari 10% dari populasi, dan ia akan sangat kecewa. Jutaan orang Kristen menderita turun-temurun di Lembah Nil, di Timur Dekat, di Turki, di Iran, di Asia Tengah dan di Pakistan. Mereka telah berulangkali mengalami gelombang diskriminasi, penghinaan, penindasan dan penganiayaan. Negara-negara yang dulunya adalah negara-negara Kristen telah menjadi 90% islami, atau, di Afrika Utara bahkan 99%, karena krisis keuangan dan diskiminasi terhadap populasi Kristen sangat parah. Murid-murid Kristus di Eropa, Amerika dan Korea harus mengambil tanggung-jawab yang lebih untuk gereja-gereja yang mengalami penganiayaan di negara-negara Islam. Tugas misionari Islam diulang 2 kali dalam Qur’an (Sura 2:193, 8:39).
Perangilah mereka (dengan kekuatan bersenjata) hingga tidak ada lagi penyembahan berhala (secara literal: hingga tidak ada lagi godaan untuk murtad) dan agama Allah memerintah dengan berkuasa.
Ketika mayoritas populasi Kristen di Ambon-Maluku berusaha mencegah penghancuran gereja-gereja mereka dan beberapa Muslim dikabarkan terbunuh dalam perkelahian itu, otoritas Islam di Pulau Jawa mengobarkan apa yang disebut sebagai Perang Suci terhadap para pemberontak. Maka satu demi satu kepulauan Maluku ditaklukkan oleh pejuang-pejuang Muslim. Para Tua-tua dan pendeta disalibkan, para suami dibunuh dan istri-istri serta anak-anak mereka dipaksa masuk Islam. Maka para fanatik memenuhi kewajiban dari Sura 5:33! (“…orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh dan disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri [tempat kediamannya]…). Media Barat hampir-hampir tidak melaporkan sama sekali gelombang penganiayaan terhadap orang-orang Kristen ini di akhir abad yang lalu. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!
Jawaban dari Injil
Kebencian Muhammad dan antagonisme dari agama Islam ditujukan dengan konsistensi yang sekeras-kerasnya terhadap pengajaran bahwa Yesus Kristus adalah Putra Tuhan (YAHWEH). Oleh karena itu, kita harus sangat memperhatikan fokus spiritual dari Pengakuan Iman Muslim dan menjawab tantangan ini dengan perkataan Yohanes, Rasul Kasih Tuhan (1Yoh.2:22-24; 4:1-4). Ia meringkaskan posisinya demikian:
“Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup”. (1Yoh.5:12)
Bahkan di dalam Injil, Yohanes secara tidak langsung memberikan sebuah penilaian spiritual mengenai Islam:
“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yoh.3:36)
Barangsiapa yang mencari jawaban yang positif dan praktis terhadap monoteisme Islam dalam Injil dan mengharapkan argumen-argumen yang tepat dan menolong terhadap keberatan pada mandat ilahi orang-orang Kristen, akan menemukannya dalam Matius 28:18-20:
“Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Juga pengakuan iman dalam Ibrani 13:8 mengkonfirmasi rahasia Trinitas Kudus sebagai sebuah kesatuan Tuhan yang tiga-manunggal:
“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya”.
Oleh karena kehadiran-Nya kita hidup, kasih dan penyembahan. Sukacita besar, yang datang ke dalam dunia pada saat kelahiran Kristus, mengusir depresi yang inheren dengan kemuraman monoteisme Islam (Lukas 2:10-11). Simpati yang ditunjukkan Yesus kepada orang-orang yang sakit, teraniaya, dirasuk setan dan para pendosa, mengekspresikan karakter-Nya sebagai Putra Tuhan, penuh kasih, kelembutan dan kerendahan hati. Dalam terang-Nya, citra Allah, kesewenangan Islam yang lalim, mulai memudar. Kemenangan Yesus atas salib menyatakan keadilan Bapa-Nya yang di sorga, yang tetap adil walaupun Ia mengumumkan bahwa kita adalah orang-orang benar tanpa mempedulikan ketidaksempurnaan kita, oleh karena kematian Putra-Nya yang kekasih yang telah menebus kita. Akibatnya, natur Islam sebagai sebuah agama yang mengajarkan keselamatan melalui amal baik, dan ilusi dari sistem keagamaan yang legalistik ini diekspos dengan jelas. Kebangkitan Kristus mengkonfirmasi kekudusan dan ketidakberdosaan Putra YAHWEH dan mengesahkan pengorbanan-Nya yang membawa penebusan dan penyataan hidup kekal.
Yesus hidup! – Muhammad mati!
Klimaks dari kenaikan Kristus adalah penobatan-Nya sebagai Anak Domba Tuhan. Ia duduk bersama-sama dengan Bapa-Nya di tahta, menggenapi pernyataan dalam doa-Nya sebagai Imam Besar: “Kita adalah satu!” (Yoh.17:22). Tuduhan apapun yang diluncurkan Islam terhadap Putra Tuhan, dihapuskan oleh realitas-Nya yang kekal. Kita tidak boleh takut terhadap orang Muslim dan agama mereka, karena berkat dari Yesus Kristus lebih berkuasa daripada kutuk Muhammad. Lagipula, kasih Yesus memotivasi kita untuk menunjukkan pada para tahanan Islam keselamatan yang telah Putra Tuhan sediakan secara utuh untuk mereka juga. Marilah kita mendoakan mereka, dan percaya bahwa permohonan kita akan dikabulkan!
June 5, 2010 at 5:09 am
Ada satu Nubuat yang terkenal, yang bisa dianggap sebagai inti kesaksian ini adalah kesaksian dalam Kejadian 49:10[Kejadian 49:10 dalam teks bahasa Ibraninya adalah : lō�-yās�r �ēb et m�h�d� �mə hōqēq mib�n rag əlāyw �ad k�-yāb ō� ��lōh ��lōw wəlōw yiqqəhat �amm�m]
�Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda dan pemberi hukum dari antara kakinya, sampai datangnya Syiloh, maka miliknya lah ketaatan umat manusia.�
Ada dua kata dalam Perjanjian Lama yang unik yakni � Syiloh � dan � Yiqha � atau � Yiqath �.
Syiloh terbentuk dari empat huruf ibrani yakni syin, yod, lamed, dan hi . Ada � Syiloh � nama sebuah kota di Efraim (I Samuel 1), tetapi tidak ada yod didalamnya. Nama ini tidak dapat disamakan dengan atau merujuk kepada kota tempat dimana Bahtera Perjanjian ( Ark of the Convenant) atau tempat ibadat berada. Karena, sampai saat itu tidak ada scepture (tongkat kerajaan) atau lawgiver (pemberi hukum) muncul dari suku Yehuda. Kata tersebut pasti merujuk kepada seseorang dan bukan nama sebuah tempat.
Seingat saya semua versi Perjanjian Lama telah mempertahankan Syiloh asli ini tanpa memberinya perubahan atau terjemahan. Hanya pshittha versi Syria (dalam bahasa Arab disebut al-bassitha ) yang telah menerjemahkannya menjadi �Dia yang memilikinya�. Mudah untuk mengetahui bagaimana si penerjemah telah memahami kata itu seperti tersusun dari � sh � yang disingkatkan dari asher = �dia (laki-laki) itu� dan loh (Arab lahu ) = �adalah miliknya�. Konsekuensinya, menurut pshittha, kalimat itu harus dibaca dengan cara berikut :� Sampai dia yang memilikinya datang�. Kata ganti �-nya� bisa menunjuk kepada �ketaatan� dalam anak kalimat keempat dari ayat tersebut, bahasanya bernada puitis. Menurut versi yang penting ini maka ramalannya adalah begini:
�Karakter raja dan kenabian tidak akan hilang dari Yehuda sampai dia yang memilikinya datang, karena miliknya lah penghormatan manusia.�
Tetapi nampaknya tidak ada alasan yang rasional untuk suatu perubahan yang disengaja dari heth dan hi , karena yod dipertahankan dalam bentuk syiloh sekarang ini, dengan tanpa vaw , yang diperlukan untuk bentuk kata kerja lampau Syluh . Disamping itu, Septugint[Septuagint adalah Perjanjian Lama terjemahan Yunani yang dibuat pada abad 3 SM [Latin, septugint, tujuh puluh, menunjukkan 70 atau 72 sarjana Yahudi, yang konon mereka menyelesaikan terjemahan dalam 72 hari di Pulau Faros].] mempertahankan Syiloh seperti apa adanya. Oleh karena itu, satu-satunya perubahan yang mungkin adalah perubahan huruf terakhir heth menjadi hi . Andaikan seperti itu kejadiannya, maka kata tersebut akan mengambil bentuk Syiluh dan sangat cocok dengan �Utusan Yahweh� atau utusan Tuhan. Kami tahu bahwa kata Syiluah juga bersifat teknis untuk �surat cerai�, dan hal ini karena istri yang dicerai berarti �disuruh pergi�.
Tidak ada interpretasi lain untuk nama tersebut selain dari tiga versi yang sudah di sebutkan.
Sudah pasti dengan sendirinya baik Yahudi maupun Kristen meyakini berkah ini sebagai salah satu nubuat mesianistik yang paling penting. Bahwa Yesus, nabi dari Nazaret adalah seorang kristus/ mesias tidak seorang muslim pun menyangkal. Karena Al-Qur’an sungguh-sungguh mengakui gelar itu. Bahwa setiap Raja Israel dan imam tertinggi diberi upacara perminyakan suci dengan minyak suci yang terdiri atas minyak zaitun dan berbagai macam rempah (Imamat 30:23-33). Bahkan Raja Persia nonYahudi yang bernama Zarduhti Koresy disebut Mesias-Nya, Koresy,�..� (Yesaya 45:1-7).
Adapun mengenai Yesus, meskipun misi kenabiannya diterima oleh Yahudi, tetapi tidak satupun tanda atau ciri mesianistik yang melekat pada diri Yesus. Bangsa Yahudi mengharapkan seorang Mesias yang memiliki pedang dan kekuasaan duniawi. Sehingga Yahudi tidak pernah dapat menyambut gembira seorang pengkhotbah diatas gunung Zaitun.
Untuk menunjukkan bahwa nubuat yang sangat kuno ini secara praktis dan harfiah telah terpenuhi pada Muhammad, maka argumen-argumen berikut dapat diajukan. Ayat yang menyatakan �tongkat pemegang kekuasaan� dan pemberi hukum�, diyakini bahwa orang yang dinanti-nanti tersebut adalah seorang nabi sekaligus pemegang kekuasaan duniawi. Tanpa berhenti lama untuk memeriksa akar kata dan derivasi dari kata tunggal kedua � yiqha� . Kita bisa mengambil salah satu dari dua pengertiannya, yakni � ketaatan� atau � harapan �.
Mari kita ikuti interpretasi pertama Syiloh seperti yang diberikan dalam versi pshittha : � dia yang memilikinya �. Secara praktis kalimat ini berarti � pemilik tongkat kekuasaan dan hukum �. Atau � dia yang memiliki tongkat kekuasaan dan hukum �, dan miliknya lah ketaatan segala bangsa. Lantas siapakah orang tersebut? Pasti bukan Musa, karena ia adalah organisator pertama 12 suku bani Israel , dan sebelum dia tidak pernah muncul seorang nabi dan raja dari suku Yehuda. Jelas bukan Daud, karena dia adalah nabi[Daud dalam Islam adalah seorang nabi sekaligus raja Israel yang diberkati Tuhan. Sementara menurut Kristen dalam Perjanjian Lama, Daud adalah bukan seorang nabi, melainkan hanya seorang raja yang pernah terlibat skandal merebut istri orang lain tetapi justru diberkati Tuhan dengan kerajaannya yang besar] dan raja pertama keturunan Yehuda.
Dan Jelas bukan Yesus, karena Yesus sendiri menolak anggapan orang lain bahwa ia adalah Mesias yang ditunggu-tunggu adalah anak Daud .
�Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, katanya: “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepadanya: “Anak Daud.” Katanya kepada mereka: “Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuhmu Kutaruh di bawah kakimu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin ia anaknya pula?” (Matius 22:41-45)
Sangatlah mengejutkan, ketika Injil Matius hanya memberikan keterangan Yesus bahwa Mesias itu bukan dari benih Daud dan tidak menjelaskan mesias yang ditunggu-tunggu itu berasal dari mana? Namun Injil Barnabas mencatat hal yang penting ini dengan lebih baik.
��..Ia (Yesus) bersabda bahwa Mesias tidak akan berasal dari benih (keturunan) Daud , tetapi ia (Mesias) akan berasal dari benih (Keturunan) Ismail, dan janji terdahulu dibuat untuk Ismail bukan Ishaq (Barnabas 142:3)
Dan faktanya adalah bahwa Yesus semasa hidupnya bukanlah seorang pemimpin dari sebuah tongkat Kerajaan duniawi yang mengalahkan segala bangsa bertekuk lutut dihadapan Agama Tuhan sejati. Malahan Yesus menganjurkan kaum Yahudi agar bersikap loyal kepada kaisar Romawi dan membayar upeti kepadanya, dan ketika suatu hari sebagian kaum Yahudi hendak menjadikan Yesus seorang Raja atas bangsa Yahudi, tetapi Yesus malah melarikan diri pergi ke gunung untuk bersembunyi["Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa dia dengan paksa untuk menjadikan dia raja, Ia menyingkir ke gunung, seorang diri" (Yohanes 6:15).].
Sehingga hanya Muhammad lah yang memenuhi kriteria pemegang tongkat kekuasaan dan pemberi hukum. Muhammad datang dengan kekuatan militer dan Al-Qur’an sebagai sumber hukum. Muhammad memproklamasikan agama yang paling murni dari Tuhan yang sejati. Ia menaklukkan banyak bangsa dan menegakkan hukum Allah yakni Al-Qur’an.
Interpretasi kedua dari tetragram � Syilh � (dibaca Syiloh), sama pentingnya dan cocok untuk Muhammad. Sebagaimana ditunjukkan tadi, kata ini berarti �tenang, damai, terpercaya, diam, dan sebagainya�. Bahasa Arami dari kata ini adalah � Syilya � yakni dari akar kata yang sama Syala atau Syla . Kata kerja ini tidak dipergunakan dalam bahasa Arab.
Adalah fakta yang terkenal dalam sejarah Arab, bahwa sebelum Muhammad menerima kenabiannya, ia adalah seorang yang benar-benar tenang, damai, terpercaya, dan suka merenung serta sifatnya adalah terpercaya (al-amin). Muhammad (sebelum kenabiannya) dijuluki oleh masyarakat Mekkah sebagai Muhammad al-Amin.
Adapun interpretasi ketiga dari � Syiloh � adalah bisa jadi kata tersebut merupakan perubahan dari � Syluah � sehingga sudah pasti sesuai dengan gelar nabi dalam bahasa Arab yakni Rosul/pesuruh. � Syluah Elohim � dalam bahsa Ibrani adalah sama persis dengan � Rosululloh � (Rasul Allah) dalam bahasa Arab. Sebuah ungkapan yang dikumandangkan lima kali sehari oleh Muazin/ Bilal (tukang Adzan Sholat) dari masjid.
Sehingga bangsa Yahudi akan sia-sia mengharapkan kedatangan Syloh lain, dan bahwa umat Kristen dengan kepala batu tetap ngotot dengan kesalahan mereka dalam meyakini bahwa Yesus lah Syiloh yang dimaksud, padahal Yesus sendiri menolaknya.
Kemudian ada dua observasi lain yang patut diperhatikan serius oleh kita:
Pertama , sangat jelas bahwa �tongkat kekuasaan� dan �pemberi hukum� akan tetap berasal dari suku Yehuda sepanjang Syiloh belum datang. Menurut pengakuan kaum Yahudi, Syiloh masih tetap ada dan milik suku mereka.
Kedua , harus diperhatikan bahwa suku Yehuda juga telah lenyap bersama dengan otoritas kerajaan dan suksesi kenabian. Memperhatikan eksistensi dan identitas kesukuan merupakan syarat yang diperlukan untuk menunjukkan bahwa suku secara keseluruhan hidup ditanah airnya sendiri atau dimanapun secara bersama menggunakan bahasanya sendiri.
Tetapi untuk kaum Yahudi, kasusnya malah sebaliknya. Untuk membuktikan diri sebagai orang Israel , Anda tidak perlu susah untuk itu, tetapi Anda tidak pernah dapat membuktikan diri sebagai anggota salah satu dari dua belas suku bani Israel . Sehingga Anda akan gagal.
Sebagai pengamatan ketiga, harus diperhatikan bahwa teks dengan jelas menyatakan, dan sangat bertentangan dengan keyakinan baik kaum Yahudi maupun umat Kristen, bahwa Syiloh sama sekali asing bagi suku Yehuda dan juga semua suku lainnya. Hal ini akan terang sekali, bahwa hanya dalam beberapa menit saja merenung sudah cukup untuk meyakinkan seseorang.
Nubuat dengan jelas menunjukkan bahwa ketika Syiloh datang dengan sceptre (tongkat kekuasaan) dan law-giver (pemberi hukum) akan hilang dari Yehuda. Dan itu hanya bisa terjadi jika Syloh bukan orang dari suku Yehuda. Jika Syiloh adalah keturunan Yehuda, bagaimana dua elemen tersebut menghilang dari suku tersebut ?
Juga tidak mungkin Syiloh adalah keturunan dari salah satu suku bani Israel lainnya, karena sceptre dan law-giver adalah untuk semua bani Israel . Observasi ini juga membuktikan kesalahan klaim kaum Kristiani. Karena Yesus adalah keturunan Yehuda-paling tidak dari jalur ibunya.
Muslim sering kali mempertanyakan kaum Yahudi yang sering berpindah-pindah tempat dan melakukan kesalahan ini. Karena lebih dari 25 abad mereka telah mempelajari seratus bahasa manusia yang mereka layani. Karena bani Ismail dan bani Israel , keduanya adalah keturunan sah dari nabi Ibrahim, lantas apa urusannya bagi mereka jika Syiloh berasal dari bani Ismail, sepanjang ia adalah keturunan Ibrahim? Taatilah hukum Allah dan Muhammad. Jadilah Anda seorang muslim yang baik. Maka Anda dapat pergi dan tinggal di tanah air lama anda di Palestina dengan aman dan selamat. Amin.
June 6, 2010 at 8:08 am
Nubuat yang paling menakjubkan dan paling nyata berdasarkan historis adalah tentang misi nabiNya yang dinubuatkan oleh Kitab Daniel yang patut dikaji secara objektif dan kritis. Karena didalamnya telah terjadi peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah umat manusia, yang ditunjukkan oleh sosok/ gambaran empat monster besar dalam penglihatan mimpinya Daniel.
�Berkatalah Daniel : “Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. Yang pertama rupanya seperti seekor singa bersayap burung rajawali ; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang ; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak. Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul ; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan. Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat , yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh . Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong . Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah yang lanjut usianya; pakaiannya putih seperti salju dan rambutnya bersih seperti bulu domba; kursinya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapannya; seribu kali beribu-ribu melayani dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapannya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab . Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu ; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya. Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada yang lanjut usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. (Daniel 7:2-14).
Sebagai seorang dari keluarga kerajaan. Daniel dibawa bersama oleh tiga pemuda Yahudi lainnya ke istana raja Babylonia , disana ia dididik berbagai macam ilmu bangsa Khaldea. Ia tinggal disana sampai dengan penaklukan Persia dan jatuhnya kerajaan Babylonia . Ia menjadi nabi bagi kaum bani Israel dimasa Nebukadnezer dan juga Darius.
Para pengkaji alkitab tidak menganggap bahwa pengarang seluruh kitab Daniel adalah Daniel, yang hidup dan mati setidaknya dua abad sebelum penaklukan Yunani, yang ia sebut dengan �Yavan= Ionia �. Delapan pasal pertama kitab Daniel �jika saya tidak salah- ditulis dalam bahasa Khaldea dan pasal-pasal selanjutnya dalam bahasa Ibrani.
Menurut interpretasi sang malaikat, masing-masing dari empat binatang itu menunjukkan empat kerajaan. Binatang pertama adalah Singa bersayap rajawali berarti kerajaan Khaldea, yang sekuat dan secepat burung rajawali dalam menyambar musuh. Binatang kedua adalah Beruang yang menunjukkan �Madai-Paris� atau Kerajaan Medo-Persia yang daerah taklukannya hingga laut Adriatik dan Ethiopia , Jadi menahan dengan gigi-giginya satu tulang iga tumbuh masing-masing dari tiga benua dibelahan dunia timur. Binatang ketiga adalah Macan tutul yang memiliki sifat loncatannya cepat dan menggambarkan bagaimana seorang raja Macedonia yang bernama Alexander Agung menaklukan negeri-negeri dengan cepat. Namun setelah wafatnya kerajaan terbagi menjadi empat kerajaan.
Tetapi malaikat yang menafsirkan penglihatan ini tidak berhenti menjelaskan secara terperinci tiga kerajaan yang pertama. Namun menekankan binatang buas yang keempat, yakni seekor monster dan setan yang besar. Inilah kerajaan Romawi yang hebat. Sepuluh tanduk adalah sepuluh kaisar Romawi yang menyiksa kaum Nasrani generasi awal. Sekarang buka lah lembaran Sejarah Gereja dari abad pertama sampai dengan Konstantin Yang Agung. Anda akan menemukan kengerian �sepuluh penyiksaan� yang dilakukan oleh kerajaan Romawi yang terkenal itu.
Sekarang mari kita periksa dengan kritis, siapakah tanduk kecil itu? Karena jika kita berhasil mengidentifikasi siapa tanduk kecil, maka identitas Bar Nasha akan diketahui. Tanduk kecil muncul setelah sepuluh penyiksaan dibawah pemerintahan Romawi. Kemudian kekaisaran Romawi nyaris pecah dengan empat orang augustus resmi (Galerius, Maximinus, Konstantin, dan Licinius) yang memperebutkan pengaruh untuk menjadi Raja Romawi. Tiga orang lainnya mati atau tewas dalam pertempuran, dan Konstantin berhasil menduduki tahta kekaisaran Romawi. Para juru tafsir Kristen awal telah bekerja sia-sia menisbahkan si Tanduk Kecil yang bodoh ini sebagai AntiKristus, sebagai Paus Roma menurut kaum Protestan, dan sebagai pendiri Islam ( Naudzubillah! ). Tetapi para kritikus alkitab yang belakangan tidak tahu bagaimana memecahkan problem binatang buas keempat yang cenderung mereka identifikasi sebagai kekaisaran Yunani dan si Tanduk Kecil sebagai Antiochus.
Sebagai kritikus, misalnya Carpenter, menganggap Kekaisaran Medo-Persia sebagai dua kerajaan terpisah. Tetapi kekaisaran ini tidaklah lebih tua dari bekas Kekaisaran Austro-Hungaria. Eksplorasi-eksplorasi yang dilaksanaka oleh misi ilmiah sarjana Perancis, M.Morgan, di Shushan ( Susa ) dan di tempat-tempat lainnya tidak meninggalkan keraguan soal ini. Oleh karena itu, binatang buas keempat tidak lain selain Konstantin Yang Agung. Maka argumen-argumen berikut dapat diajukan dengan aman:
Konstantin menguasai Maximian setelah tiga rivalnya (Galerius, Maximinus, dan Licinius) tumbang, serta menjadi raja dan mengakhiri penyiksaan kaum Kristen. Menurut saya, The Decline and Fall of The Roman Empire karangan Gibon adalah karya terbaik yang dapat memberikan keterangan kepada kita. Dan Anda tidak akan pernah menemukan empat orang yang saling bersaing memperebutkakan tahta Romawi setelah sepuluh penyiksaan selain ini. Yakni kemunculan Konstantin dan rival-rivalnya setelah sepuluh penyiksaan, dan kemenangan Konstantin atas tiga rival lainnya laksana Tanduk Kecil yang menang atas Tiga Tanduk Lainnya.
Keempat binatang buas semuanya digambarkan sebagai kerajaan kejam. Tetapi, Sang Tanduk Kecil mempunyai mulut dan mata manusia, dengan kata lain, merupakan gambaran Sang Tanduk Kecil diberikan kemampuan akal dan kemampuan orator. Konstantin memproklamasikan agama Kristen sebagai agama yang benar, menyerahkan kota Roma kepada Paus, dan menjadikan Byzantium/Konstantinopel sebagai ibu kota Kekaisaran Romawi. Ia berpura-pura mengakui agama Kristen, tetapi ia sendiri tidak pernah dibaptis hingga kematiannya. Dan inipun menjadi persoalan yang diperselisihkan.
Dongeng bahwa kepindahannya memeluk agama Kristen karena melihat salib dilangit sudah lama sejak �seperti cerita tentang Yesus Kristus yang disisipkan dalam Antiquities karya Josephus � diekspos sebagai pemalsuan.
Kebencian binatang buas-binatang buas itu terhadap orang-orang yang beriman kepada Tuhan sangatlah biadab. Konstantin inilah yang masuk dalam kategori seorang seperti domba, tetapi dalam hatinya ia sama sekali bukan orang beriman.
Kaisar Konstantin – Sang Tanduk Kecil � berbicara �sombong� menentang Yang Maha Tinggi. Mengucapkan kata-kata penghinaan terhadap Tuhan. Mempersekutukan Tuhan dengan Nabi-Nya, dan menisbahkan kepada-Nya nama-nama dan sifat-sifat yang bodoh, seperti yang �memperanakkan� dan �diperanakkan�, �kelahiran� dan �prosesi� (orang kedua dan ketiga), �KeEsaan dalam Trinitas� dan �doktrin Tuhan bereinkarnasi menjadi seorang manusia� adalah jelas bentuk-bentuk penghinaan.
Sejak nabi-nabi awal diutus oleh Nya sampai dengan sahadat dan UU Dewan Nicea diproklamirkan dan diberlakukan melalui sebuah maklumat Kerajaan Konstantin ditengah-tengah kengerian dan protes dari anggota-anggota yang beriman pada 325M, Keesaan Tuhan tidak pernah dengan begitu resmi dan terang-terangan dicemarkan oleh mereka yang berpura-pura menjadiumatNya seperti Konstantin dan gerombolan kaum Gereja yang kufur!
Karena Sang Tanduk Kecil berkata sombong dengan melontarkan kata-kata penuh penghinaan terhadap Tuhan adalah seorang Raja (sebagaimana keterangan yang ada pada kitab Daniel), karena maklumatnyalah ia memproklamirkan keyakinan atas Trinitas, suatu syahadat yang dikutuk keras sebagai penghujatan terhadap Perjanjian Lama, dan yang dibenci oleh kaum Yahudi maupun Muslim.
Seandainya Sang Tanduk Kecil bukan Konstantin, lantas siapakah gerangan dia itu? Dia sudah datang dan pergi, dan bukan seorang AntiKristus yang muncul sesudah ini, yang mungkin kita tidak dapat mengidentifikasinya.
Seandainya kita tidak mengetahui bahwa Sang Tanduk Kecil yang dibicarakan sudah datang, lantas bagaimana kita harus menafsirkan keempat binatang buas itu, dimana binatang buas yang pertama sudah pasti Kerajaan Khaldea, binatang kedua Medo-Persia, dan seterusnya? Jika binatang buas keempat tidak mewakili Kerajaan Romawi, bagaimana kita dapat menafsirkan yang ketiga, yang memiliki empat kepala sebagai Kekaisaran Alexander yang pecah menjadi empat kerajaan setelah kematiannya? Adakah kekuasaan lain yang menggantikan Kekaisaran Yunani sebelum Kekaisaran Romawi dengan sepuluh raja yang menyiksa orang-orang beriman kepada Tuhan? Cara berpikir yang menyesatkan dan ilusi tidaklah berguna.
Si Tanduk Kecil yang berkembang menjadi �penglihatan yang sedikit lebih hebat� daripada tanduk lainnya, tidak hanya mengucapkan kata-kata menentang Tuhan Yang Maha Tinggi, tetapi juga ia memerangi dan menaklukan umat Yang Maha Tinggi dan menaklukan mereka (Daniel 7:25). Lebih dari seribu rohaniwan yang dipanggil ke Majelis Umum di Nicea, dan hanya 318 orang yang tunduk pada keputusan-keputusan Majelis Nicea, dan mereka pun membentuk tiga faksi yang berlawanan dengan masing-masing ungkapannya yang ambigu dan kotor seperti � homousion � (=memiliki substansi, sifat, dan esensi yang sama dengan tiga oknum Trinitas), �Konsubstansial� (=orang Kristen yang mendukung definisi kaum Trinitas tentang Majelis Nicea tentang Yesus anak Tuhan sebagai konsubstansial dengan Tuhan Bapak), dan istilah-istilah asing lainnya yang ngawur dan aneh bagi nabi-nabi Israel, tetapi hanya bermanfaat bagi Sang Tanduk Kecil.
Kaum Kristen yang menderita penyiksaan dan mati � dibawah kaisar-kaisar Romawi penyembah berhala � karena mereka beriman pada satu Tuhan, kini dihukum atas peintah Konstantin �Kristen� dengan siksaan-siksaan yang bahkan lebih kejam karena menolak untuk memuja sang hamba Yesus.
Para sesepuh dan pendeta akidah Aria, yakni Qshishi dan Mashmshani -seperti itulah mereka disebut oleh kaum Kristen Yahudi awal � dipecat dan dibuang, kitab-kitab mereka diberangus, dan gereja-gereja mereka dirampas dan diserahkan kepada para uskup dan imam Trinitarian. Setiap karya bersejarah Gereja akan memberikan banyak informasi kepada kita tentang jasa Konstantin kepada munculnya akidah Trinitas, dan tirani kepada para penentangnya. Pasukan-pasukan kejam ditempatkan di setiap provinsi untuk membantu otoritas Gereja.
Konstantin melambangkan sebuah rejim teror dan perang yang sengit terhadap kaum unitarian (ahlutauhid), yang keberadaanya di timur berakhir selama tiga setengah abad, ketika kaum Muslim menegakkan agama Allah dan mengambil kekuasaan serta dominion atas negeri-negeri yang diinjak-injak dan dihancurkan oleh empat binatang buas.
�Tanduk Yang Berbicara� dituduh telah mengubah �Hukum dan Waktu�. Ini adalah sebuah tuduhan yang sangat serius terhadap Sang Tanduk Kecil. Hujatan-hujatannya atau �kata-kata sombong menentang Yang Maha Tinggi� bisa saja mempengaruhi orang lain, tetapi mengubah Hukum Tuhan dan hari-hari serta perayaan-perayaan suci sudah pasti akan menumbangkan juga agama. Dua perintah Hukum Musa, mengenai keesaan Tuhan yang mutlak dan pelarangan yang keras membuat gambar dan patung untuk pemujaan, benar-benar dilanggar dan dicabut atas perintah Konstantin.
Memproklamirkan tiga oknum dalam Ketuhanan dan mengakui bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Kekal dikandung dan dilahirkan oleh perawan Maria adalah penghinaan paling besar terhadap Hukum Tuhan dan merupakan pemberhalaan yang kotor.
Membuat patung emas atau kayu untuk pemujaan sudah cukup berat sekali, tetapi membuat makhluk hidup sebagai objek pemujaan dengan menyatakannya sebagai Tuhan, dan bahkan memuja roti dan anggur Ekaristi sebagai �tubuh dan darah Tuhan�, adalah suatu penghinaan yang sangat besar.
Lantas, bagi setiap orang Yahudi yang beriman dan bagi seorang nabi seperti Daniel, yang sejak muda menjadi pelaksana Hukum Musa yang paling taat, apa yang mungkin lebih menjijikkan daripada penggantian Paskah dengan Domba Paskah (Paschal Lamb [yakni, Kristus]) yang dimakan pada perayaan agung paskah dan pengorbanan �Domba Tuhan� diatas kayu salib, dan diatas ribuan altar setiap hari? Penghapusan hari Sabat adalah suatu pelanggaran langsung atas perintah keempat dari sepuluh perintah Tuhan ( Ten Commandments atau Decologue ), dan kebiasaan hari minggu malah berubah-ubah karena berlawanan. Memang benar, Al-Qur’an menghapuskan hari Sabath, bukan karena hari Jum’at hari suci, melainkan karena kaum Yahudi menyalahgunakannya dengan menyatakan bahwa setelah Tuhan bekerja enam hari menciptakan alam semesta maka pada hari tujuhnya Tuhan istirahat. Sehingga Tuhan seakan-akan seorang manusia yang ditimpa kelelahan.
Sang Tanduk dibolehkan untuk memerangi orang beriman sekitar tiga setengah masa (abad).
June 6, 2010 at 9:33 am
Marilah kita mengikuti kajian kita dengan sabar mengenai BARNASHA atau �sang Anak Manusia� yang dinaikkan ke atas awan menuju Yang Maha Tinggi, kepada siapa diberikan Sultaneh (Sholtana dalam teks aslinya yakni �dominion� atau kerajaan), kehormatan, dan ditugaskan untuk menghancurkan dan melenyapkan Kerajaan Si Tanduk yang mengerikan.
Sekarang marilah kita segera beralih mencari identitas Barnasha ini.
Sebelum mengetahui siapa Anak Manusia ini, sebaiknya kita mempertimbangkan terlebih dahulu poin-poin dan observasi berikut :
Ketika semua nabi-nabi keturunan Israel meramalkan bahwa �semua bangsa dan penduduk bumi akan melayaninya (yakni Anak Manusia/Barnasha) maka kita mesti memahami bahwa yang dimaksud adalah bangsa-bangsa yang disebutkan dalam Kitab Kejadian 15:18-21, dan bukan bangsa Inggris, Perancis, atau Cina.
Ungkapan �orang-orang suci Yang Maha Tinggi� dipahami artinya pertama kaum Yahudi dan kemudian Kaum Kristen yang mengakuan keesaan Tuhan yang mutlak, berjuang dan menderita untuk itu sampai munculnya sang Barnasha dan hancurnya Kerajaan Tanduk atau Kerajaan Binatang keempat.
Setelah penghancuran kerajaan Tanduk, maka bangsa-bangsa yang akan melayani para santo (orang kudus) adalah bangsa Khaldea, Medo-Persia, Yunani, dan Romawi (empat binatang buas yang digambarkan oleh Daniel pasal 7).
Memang luar biasa menyadari fakta penting bahwa Tuhan sering memperkenankan musuh-musuh agamaNya yang benar untuk menaklukan dan menyiksa umatNya karena dua tujuan: Pertama, karena Dia hendak menghukum umatNya oleh sebab bergelimang dosa. Kedua, karena Dia ingin menguji kesabaran dan membuktikan keimanan umatNya. Tuhan sendiri pada waktunya akan mengintervensi atas nama kaum beriman apabila eksistensi mereka berada di ujung tiangnya.
Sungguh saat yang mengerikan dan paling kritis bagi kaum Muslim ketika kekuatan yang bersekutu berada di Konstantinopel selama tahun-tahun gencatan senjata yang mengerikan itu. Persiapan besar-besaran dilakukan oleh bangsa Yunani untuk mengambil alih Masjid Aya Sophia. Ketika Patriarch Yunani dari Konstantinopel berangkat ke London dengan membawa jubah patriarkhal kuno yang indah dan bertahta mutiara dan permata untuk Uskup Agung Canterbury, yang sangat menganjurkan dilakukannya restorasi Konstantinopel dan gedung megah St. Sophia kepada Yunani.
Pada hari Isro dan Mi�roj, gedung sakral itu penuh sesak dengan orang-orang beriman yang berdo�a agar Allah Yang Maha Kuasa membebaskan Turki dan khususnya masjid itu dari orang-orang yang akan mengisinya dengan patung-patung dan gambar-gambar Yesus dan Maria, yang sangat tidak pantas diletakkan di rumah Tuhan. Dalam kaitannya dengan mantel atau jubah patriarkhal itu, saya menulis sebuah artikel dalam koran Turki al-Aqsham, yang menunjukkan adanya perpecahan antara Gereja Ortodok Yunani dan Gereja Anglikan Protestan. Saya mengatakan bahwa jubah itu tidak dimaksudkan sebagai pallium (jubah kebesaran untuk Paus dan diberikan olehnya kepada Uskup Agung dan kadang-kadang kepada Uskup. Disebut juga �pall �) pentasbihan dan pengakuan ordo Anglikan, dan bahwa reuni diantara dua Gereja tidak dapat diwujudkan kalau salah satu pihak tidak menolak dan menanggalkan beberapa pasal keimanan yang dianggap bid�ah dan keliru. Saya juga menyatakan bahwa jubah itu adalah sogokan diplomatik atas nama negeri Yunani dan Gerejanya. Artikel tersebut diakhiri dengan tulisan sebagai berikut:
�Semuanya tergantung pada karamah dan keajaiban yang diharapkan muncul dari Bakhshish jubah kepausan ini�.
Hasilnya sudah terlalu pada tahu untuk diulang disini. Cukuplah dengan mengatakan bahwa sang patriarch meninggal di Inggris, dan Yang Maha Kuasa mengirim Barnasha untuk menghancurkan tanduk dan mengusir pasukan Romawi dari timur, memunculkan Mustafa Kemal (Presiden Turki Sekuler pertama yang menggusur Daulah Usmaniah. Ia adalah keturunan Yahudi) yang menyelamatkan negeri Turki dan memulihkan �kehormatan Islam�.
Harus dicatat bahwa bangsa Yahudi adalah umat pilihan Tuhan sampai kenabian Yesus. Di mata muslim, baik Yahudi maupun Kristen tidak berhak untuk mengklaim gelar �orang-orang suci Yang Maha Tinggi�, karena umat Yahudi sama sekali menolak Yesus, sedangkan umat Kristen menghina Yesus dengan menuhankannya. Selain itu, dua-duanya sama sekali tidak patut mendapat gelar itu karena penolakan mereka untuk mengakui nabi Muhammad sebagai nabi terakhir yang menutup daftar para nabi.
Sekarang marilah kita melanjutkan pemuktian bahwa Barnasha (anak manusia) yang dinubuatkan oleh Perjanjian Lama dan diberi kekuatan untuk menghancurkan kerajaan Bintang keempat (Romawi) adalah Muhamamd. Apapun alasan Anda yang mencabut gelar �Anak Manusia� pada diri nabi Muhammad, maka Anda hanya akan membuat diri Anda seperti orang gila, dikarenakan alasan berikut:
Kita tahu bahwa agama Yahudi maupun Kristen tidak mempunyai nama tertentu untuk keyakinan dan sistemnya. Artinya baik kaum Yahudi maupun Kristen tidak mempunyai nama spesial untuk doktrin keyakinan mereka. �Yudaisme� dan �Kristianitas� adalah nama yang tidak berdasarkan kitab suci juga tidak disahkan oleh Tuhan ataupun pendiri agama itu!
Sesungguhnya sebuah agama, jika benar, tidak bisa diberi nama menurut pendiri keduanya, karena pengarang dan pendiri sejati dari sebuah agama yang benar adalah Tuhan. Dan bukan seorang nabi.
Nah kata benda nama diri untuk hukum, keimanan, dan praktek ibadah sebagaimana difirmankan Allah kepada Muhammad adalah �Islam�,. Yang artinya �menciptakan kedamaian� antara Tuhan Sang Pencipta, manusia, dan alam semesta. �Muhamadanisme� bukanlah sebutan yang tepat untuk Islam. Karena Muhammad sendiri, seperti nabi Ibrahim dan semua nabi-nabi yang lain adalah seorang muslim, dan bukan agama Muhamadanisme, Yudaisme, apalagi Kristiani.
Islam adalah �pengadilan perdamaian�, karena ia memiliki kitab hukum otentik dengan mana keadilan dijalankan dan ketidakadilan dihukum. Kebenaran dihormati dan kesalahan dikutuk. Dan yang terpenting keesaan Tuhan, pahala yang kekal untuk perbuatan jahat dengan jelas dinyatakan dan ditetapkan.
Dalam bahasa Inggris, seorang hakim disebut �justice of peace� , artinya �hakim perdamaian�. Nah ini meniru hakim muslim yang menyelesaikan suatu sengketa dengan menghukum orang bersalah dan memberi pahala orang yang benar, sehingga memulihkan kedamaian. Inilah Islam dan Hukum al-Qur�an. Bukan Kristen dengan Biblenya, karena Kristen secara mutlak melarang seseorang mengadu kepada seorang hakim, betapa pun tidak bersalah dan zalimnya dia (Matius 5:25-26). �Anak Manusia� atau Barnasha itu pastilah Muhammad. Karena ia datang setelah Konstantin. Dan tidak sebelumnya sebagaimana Yesus atau nabi lainnya.
Tidak ada yang lebih bodoh daripada pendapat bahwa Yudas sang Maccabaeus adalah Barnasha yang berada diatas awan, dan si Tanduk adalah Antiochus. Diduga keras bahwa -jika saya tidak salah � Antiochus setelah menodai Bait Yerusalem, hidup hanya tiga setengah tahun �atau tiga setengah hari- yang pada akhirnya ia lenyap.
Pertama kita tahu bahwa Antiochus adalah pengganti Alexander Yang Agung dan raja Syria. Konsekuensinya, adalah satu dari empat kepala singa bersayap dan bukan Tanduk kesebelas dari empat binatang buas tersebut.
Pada pasal kedelapan kitab Daniel. Domba jantan dan kambing jantan dijelaskan oleh seorang santo sebagai berturut-turut merepresentasikan Kerajaan Persia dan Kerajaan Yunani. Secara singkat dijelaskan bahwa kerajaan Yunani dengan segera menggantikan kekaisaran Persia dan bahwa Kerajaan Yunani terbagi dalam empat kerajaan, ini sebagaimana dikatakan dalam penglihatan pertama.
Kedua, Tanduk yang berbicara menunjukkan bahwa orang yang menghina dan mengubah hukum dan hari-hari suci tidak mungkin seorang pagan (penyembah berhala), melainkan orang yang mengenal Tuhan dan secara sengaja menyekutukan Dia dengan dua makhluk ciptaanNya. Aniochus tidak merusak agama Yahudi dengan cara melembagakan Trinitas atau pluralitas Tuhan, juga tidak mengubah Hukum Musa dan hari-hari rayanya.
Ketiga, sungguh kekanak-kanakan kalau membesar-besarkan dan mementingkan peristiwa-peristiwa lokal yang tidak berarti yang terjadi diantara raja rendahan di Syria dan kaum Yahudi yang picik, untuk membandingkan kepala kaum Yahudi yang picik dengan manusia agung yang menerima penghormatan dari jutaan malaikat dihadapan Yang Maha Tinggi.
Juga sia-sia mengklaim kehormatan langit yang diberikan kepada Anak Manusia ini sebagai kehormatan untuk Yesus. Ada dua alasan utama untuk meniadakan Yesus dari kehormatan ini:
Jika Yesus benar-benar manusia dan nabi, dan jika kita menganggap karyanya berhasil atau gagal, maka sudah pasti ia jauh dibelakang Muhammad. Tetapi jika ia diyakini sebagai yang ketiga dari Trinitas, maka Yesus sama sekali bukan dari golongan manusia. Anda jatuh dalam sebuah dilema yang tidak dapat diambil jalan keluarnya, karena bagaimanapun Barnasha tidak mungkin adalah Yesus.
Jika Yesus diperintahkan untuk menghancurkan Binatang Keempat, maka tentulah ia bukannya membayar pajak untuk mendapat hak memilih (poll-tax) ayau upeti kepada Kaisar dan memasrahkan dirinya dipukuli atau dicemeti oleh Pilatus. Ia seharusnya mengusir pasukan Romawi dari Palestina dan menyelamatkan kaumnya.
Tidak pernah hidup diatas bumi ini seorang pangeran atau nabi seperti Muhammad, yang termasuk anggota dinasti yang berkuasa selama sekitar 2500 tahun dan benar-benar merdeka serta tidak pernah menundukkan kepalanya dibawah penindasan asing. Mustahil membayangkan manusia lain yang begitu bermartabat dan pantas seperti Muhammad untuk mendapat keagungan dan penghormatan yang luar biasa sebagaimana yang digambarkan dalam penglihatan Daniel. Dan tidak lah heran kalau nabi Daud memanggil Muhammad �Tuanku� (Mazmur 110:1).
Tidak heran kalau pada perjalanan malam (Mi�roj nabi Muhammad) ke langit, Muhammad diterima dengan penghormatan tertinggi oleh Yang Maha Kuasa dan diberi kekuasaan untuk memberantas pemujaaan berhala dan si tanduk yang menghina Tuhan dari negeri-negeri yang dijanjikan Tuhan kepada umatnya sebagai warisan abadi.
Segi lain yang palin menakjubkan dalam penglihatan kenabian ini, menurut keyakinan saya yang sederhana, adalah bahwa terlihatnya Anak Manusia diatas awan, dan kehadirannya dihadapan Yang Maha Kuasa persis sama cerita Mi�roj (perjalanan malam nabi Muhammad dari Bait Yerusalem ke sidrotul Muntaha). Dengan kata lain, bagian kedua dari penglihatan Daniel diidentifikasi dengn peristiwa Mi�roj Nabi Muhammad.
Sesungguhnya ada beberapa indikasi baik dalam bahasa Daniel maupun dalam Hadis yang membawa saya kepada keyakinan ini. Al-Qur’an menyatakan bahwa selama perjalanan malam itu, Tuhan memperjalankan hambaNya dari Masjid Haram di Mekkah ke Masjid al-Aqsha di Yerusalem. Dan dari Yerusalem nabi berangkat ke langit Sidrotul Muntaha. Tuhan memberkati daerah-daerah disekeliling bait itu, kemudian menjadi puing-puing, dan menunjukkan kepadanya tanda-tandaNya (Daniel 9:17).
Diceritakan oleh nabi suci bahwa Bait Yerusalem, ia memimpin dalam kapasitasnya sebagai imam dalam melaksanakan sholat bersama-sama dengan para nabi yang mengikutinya. Lebih jauh diceritakan bahwa dari Yerusalemlah beliau dinaikkan ke langit ke tujuh dengan ditemani oleh roh-roh para nabi dan malaikat sampai beliau tiba dihadapan Tuhan. Kerendahan hati nabi yang mencegah beliau untuk menceritakan semua yang dilihatnya dan diterimanya dari Allah.
Nampaknya roh yang menafsirkan penglihatan itu kepada Daniel bukanlah seorang malaikat, sebagaimana saya katakan tanpa dipikir lagi ditempat lain, melainkan roh atau jiwa seorang nabi, karena ia menyebut �Qaddish� (dalam jenis laki-laki) dan �Qaddush� (4:10 dan 8:13), yang artinya santo atau orang suci �nama yang sangat lazim untuk nabi dan orang suci. Betapa senangnya roh-roh suci para nabi dan para syuhada yang telah disiksa oleh empat binatang buas itu, lebih-lebih ketika mereka mengetahui hukuman mati dijatuhkan oleh Yang Maha Tinggi terhadap rejim Trinitasnya Konstantin, dan nabi penutup diperintahkan untuk melenyapkan kerajaan Tanduk (Romawi).
Juga harus diingat bahwa penglihatan ini dilihat juga pada malam yang sama ketik berlangsung perjalanan sang Barnasha dari Mekkah-Yerusalem-langit.
Berdasarkan kesaksian Daniel, kita sebagai muslim harus mengakui bahwa perjalanan Muhammad dilakukan secara jasmaniah �suatu hal yang tidak mustahil bagi Yang Maha Kuasa.
Paulus juga menyebutkan sebuah penglihatan yang ia lihat empat belas tahun sebelumnya dari seseorang yang telah ia angkat ke langit ketiga dan kemudian ke surga, dimana ia mendengar dan menyaksikan kata-kata dan objek-objek yang tidak bisa dijelaskan. Gereja dan ahli tafsirnya meyakini orang ini sebagai Paulus sendiri. Meskipun bahasa itu sedemikian rupa memberikan kepada kita ide bahwa dia sendirilah orang itu, namun karena kerendahan hati ia merahasiakannya agar ia tidak dianggap orang sombong (2 Korintus 12:1-4).
Meskipun Al-Qur’an mengajarkan kita bahwa rasul-rasul (murid) Yesus adalah orang suci dan bersemangat. Namun, tulisan-tulisan mereka tidak bisa dipercaya, karena Gereja-gereja yang cekcok dan saling berbantahan telah menjadikan tulisan-tulisan itu sebagai sasaran berbagai penyisipan atau penambahan. Injil Barnabas menyatakan bahwa Paulus kemudian jatuh kedalam kesalahan dan menyesatkan kaum beriman (Barnabas pasal 222).
Bahwa Paulus tidak mengungkapkan identitas orang yang dilihat dalam penglihatan itu, dan bahwa kata-kata yang ia dengar di surga �tidak terkatakan dan tidak seorang manusia pun boleh mengucapkannya�, menunjukkan bahwa Paulus sendiri bukanlah orang yang dinaikkan ke surga. Mengatakan bahwa Paulus, karena alasan kerendahan hati dan kesopanan, tidak memuji diri sendiri adalah benar-benar kesalahan dalam menggambarkan siapa Paulus sebenarnya. Ia menyombongkan diri telah memarahi St. Petrus secara terang-terangan, dan surat-surat (epistle) yang ditulis penuh dengan ungkapan-ungkapan tentang dirinya sendiri yang benar-benar menegaskan bahwa Paulus adalah bukan orang yang rendah hati dan sopan.
Disamping itu, kita tahu dari tulisan-tulisannya kepada orang Romawi dan Galatia betapa ia orang Yahudi yang menghinakan Hajar dan bani Ismail. Manusia agung yang ia lihat dalam penglihatannya bisa jadi tak lain adalah orang yang dilihat oleh Daniel. Muhammad lah yang ia lihat, dan tidak berani melaporkan kata-kata yang tidak diucapkan kepadanya oleh Tuhan karena disatu pihak ia takut pada orang Yahudi, dan dilain pihak menentang dirinya sendiri karena telah mengagungkan dirinya sendiri sedemikian rupa dengan salib dan yang disalib.
Sebagai kesimpulan, izinkanlah saya mengambil teladan untuk umat nonMuslim dari penglihatan Daniel yang menakjubkan itu. Hendaklah umat NonMuslim mencamkan pelajaran dari nasib empat binatang buas, khususnya si Tanduk dan merenungkan bahwa Allah saja Tuhan Yang Sejati.
June 7, 2010 at 6:13 am
Sejarah Daud, perbuatannya yang luar biasa, dan tulisan-tulisan kenabiannya, terdapat dalam dua kitab Perjanjian lama yakni Mazmur dan Samuel. Ia adalah anak bontot Yishai (Yessie) dari suku Yudas. Ketika masih seorang gembala muda, ia sudah mampu membunuh seekor beruang dan mencabik-cabik dua ekor singa. Anak muda yang gagah berani itu mengayunkan sebuah batu kecil persis ke dahi Goliat, seorang jawara Filistin dan Daud menyelamatkan Israel . Hadiah tertinggi untuk prestasi yang terbaik dalam menunjukkan keberanian adalah Michal, anak perempuan Raja Saul.
Daud pandai bermain harpa dan seruling, dan ia adalah penyanyi yang bagus. Pelarian dia dari bapak mertuanya yang iri hati, petualangan dan perbuatan-perbuatan luarbiasa nya sebagai seorang bandit sudah banyak diketahui. Saat kematian Saul, maka Daud diundang oleh masyarakat untuk menerima mahkota kerajaan, untuk mana sudah lama sebelumnya ia diberi upacara perminyakan suci oleh nabi Samuel. Ia memerintah selama sekitar tujuh tahun di Hebron . Ia mengambil Yerusalem dari kaum Yebusit dan menjadikannya ibukota kerajaan.
Dua bukit atau gunung, di Yerusalem diberi nama .Moriah� dan �Sion�. Kedua kata ini memiliki pengertian dan makna yang sama sebagai �Marwah� dan �Shafa� yang terkenal di Mekkah, yang berturut-turut artinya adalah �tempat bayangan Tuhan� dan �cadas atau batu�.
Berbagai perang yang dilakukan Daud, berbagai kesulitan keluarganya yang berat, dosanya terhadap tentara yang beriman, Uria dan Batsyeba (istrinya Uria), tidak dibiarkan tanpa hukuman. Ia berkuasa selama empat puluh tahun. Kehidupannya diwarnai dengan peperangan dan kesedihan keluarga. Ada beberapa cerita kontradiktif mengenai dia yang jelas-jelas berasal dari dua sumber yang berlawanan.
Kejahatan Daud dalam kaitannya dengan Uria dan istrinya (2 Samuel 11) bahkan tidak disinggung dalam Al-Qur’an. Itulah keunggulan al-Qur’an yang mengajarkan kepada kita bahwa semua nabi terlahir hingga mati tanpa dosa. Tidak seperti alkitab, yang mengutip kabar dusta, padahal kejahatan tersebut kalau memang benar dilakukan, maka menurut hukum Musa semestinya dihukum mati!.
Kisah tentang Daud melakukan perzinaan sehingga dua malaikat datang kepadanya dan mengingatkan dia akan dosa adalah dusta besar dan kekanak-kanakan.
Kata-kata istighfara dan ghafarana yang terdapat dalam Al-Qur’an 38:23, sama sekali tidak mengindikasikan Daud telah berbuat dosa, karena kata istighfar sebenarnya berarti meminta perlindungan, dan Daud meminta perlindungan kepada Allah ketika ia melihat bahwa musuh-musuhnya semakin berani melawannya. Dan dengan ghafarana berarti pembetulan urusan-urusannya, karena Daud sebagai penguasa hebat, tidak bisa berhasil menguasai secara penuh musuh-musuhnya.
Perjanjian Lama tidak menyebutkan waktu kapan karunia kenabian diberikan kepada Daud. Kita membaca bahwa setelah Daud melakukan dua dosa, maka Tuhan mengutus nabi Natan untuk menghukum Daud. Sesungguhnya hingga akhir hidupnya, kita menemukan dia selalu mendapat pertolongan dari nabi-nabi lain. Leh karena itu, menurut cerita-cerita versi alkitab, nampaklah bahwa karunia nubuat datang padanya setelah ia benar-benar bertobat dari dosa-dosanya. Dalam salah satu artikel saya sebelumnya, saya mengatakan bahwa setelah terpecahnya Kerajaan menjadi dua bagian yang merdeka dan saling berperang satu sama lain, sepuluh suku yang membentuk kerajaan Israel selalu memusuhi Dinasti Daud dan tidak pernah mengakui bagian manapun dari Perjanjian Lama selain Taurat atau Hukum Musa seperti terdapat dalam Pentateuch. Hal ini jelas menurut versi Samaritan dari lima kitab pertama Perjanjian Lama.
Kita tidak menemukan satupun kata atau nubuat tentang keturunan Daud dalam wacana-wacana tentang para nabi besar, seperti Elia, Elisa, dan lain-lainnya yang tumbuh subur di Samaria selama pemerintahan raja-raja Israel dan pindahnya sepuluh suku ke Assyria barulah para nabi Yudea mulai meramalkan lahirnya seorang pangeran dari rumah Daud yang segera memulihkan seluruh bangsa dan menaklukan musuh-musuhnya.
Ada beberapa dari ucapan-ucapan yang bermakna ganda ini dalam tulisan-tulisan atau pidato-pidato beberapa nabi terakhit yang memberikan kegembiraan luar biasa dan menakjubkan kepada Bapa-bapa Gereja, tetapi dalam kenyataannya, ucapan-ucapan itu tidak ada hubungannya denga Yesus.
Saya akan mengutip secara ringkas dua diantara nubuat ini. Pertama adalah Yesaya 7:14, yakni:
Lāk_ēn yitēn �ădōnāy h�� lāk_em �ōwt hinnēh hā�aləm� hār� wəyōledet bēn wəqārā�_t �əmōw �immān� �ēl.
(�Seorang gadis yang sudah mengandung akan melahirkan seorang anak lelaki dan ia akan menamainya Imanuel�)
Kata ibrani almah (hā�aləm�) artinya bukan �perawan�, seperti umumnya diartikan para teolog Kristen yang menisbahkannya untuk perawan Maria. Almah adalah seorang wanita yang sudah boleh kawin (dewasa), atau gadis atau dara. Kata Ibrani untuk �perawan� adalah bthulah . Maka nama anaknya harus Imanuel yang artinya adalah �Tuhan bersama kita�.
Baik Yesaya ataupun Raja Ahaz, atau setiap orang Yahudi tidak pernah berpikir bahwa bayi yang baru lahir itu adalah �Tuhan-bersama-kita�. Mereka tidak pernah memikirkan hal lain selain bahwa nama dia hanya akan seperti ini. Tetapi teks dengan jelas menyatakan bahwa Ahazlah (yang kelihatannya sudah mengenal sang gadis yang mempunyai anak) yang akan memberikan nama itu kepada sang anak. Ahaz dalam keadaan bahaya, musuh-musuhnya sedang merangsek ke Yerusalem, dan janji ini diberikan kepadanya dengan menunjuki dia suatu tanda , yakni, gadis yang hamil, dan bukan seorang perawan Maria yang akan datang kedunia lebih dari 700 tahun kemudian!
Ramalan sederhana tentang seorang anak yang akan dilahirkan pada masa pemerintahan Ahaz ini disalahpahami juga oleh penulis Injil Matius (Matius 1:23). Nama Yesus diberikan oleh malaikat (Matius 1:21), dan ia belum pernah dipanggil �Imanuel�. Bukankah keji mengambil nama ini sebagai argumen dan bukti doktrin �inkarnasi� Kristen?
Penafsiran aneh lainnya terhadap ramalan kenabian adalah dari Zakaria (9:9), yang salah kutip dan sama sekali disalahpahami oleh penulis Injil Matiuis (21:5). Nabi Zakaria berkata:
�Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda, anak dari keledai betina.� (Zakaria 9:9)
Dalam bagian yang puitis ini sang penyair benar-benar ingin menggambarkan si keledai jantan �dimana sang Raja duduk- dengan mengatakan bahwa ia adalah seekor keledai muda; dan anak keledai ini pun, digambarkan sebagai anak seekor keledai betina. Nah! Matius mengutip bagian ini seperti berikut: “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda, anak dari keledai betina. (Matius 21:5)
Orang yang menulis ayat itu diatas benar-benar percaya ataupun tidak bahwa Yesus, ketika masuk ke Yerusalem dengan membawa kemenangannya sambil mengendarai seekor keledai muda anaknya keledai betina, melakukan keajaiban bukan persoalan. Meski demikian, adalah benar mengatakan bahwa mayoritas Bapa Kristen begitu mempercayai dan tidak pernah terbetik pada pikiran mereka bahwa pertunjukan seperti itu akan terlihat seperti sebuah komedi ketimbang sebuah prosesi kerajaan yang megah. Namun Lukas bersikap waspada, dan tidak jatuh kedalam kesalahan Matius. Apakah kedua pengarang Injil ini diilhami oleh Roh yang sama?
Zakaria meramalkan di Yerusalem, setelah kepulangan Yesus dari penahanan akan kedatangan seorang raja. Meskipun lembut dan rendah hati, mengendarai seekor anak keledai, tetap saja ia datang membawa keselamatan dan akan membangun kembali rumah Tuhan. Ia meramalkan hal ini pada saat kaum Yahudi sedang berusaha keras membanguin Bait Allah dan kota yang hancur; masyarakat sekelilingnya menentang mereka; pekerjaan pembangunan dihentikan sampai Darius, raja Persia , mengeluarkan perintah pembangunan.
Meskipun tidak ada raja Yahudi pernah muncul sejak abad ke 6 SM, namun, mereka sudah memiliki pemerintahan-pemerintahan otonom dibawah penguasa asing. Keselamatan yang dijanjikan disini, perlu dicatat, adalah bersifat material dan segera, dan bukan keselamatan yang akan datang 520 tahun kemudian, ketika Yesus dari Nazaret menunggangi keledai untuk memasuki Yerusalem semata-mata bukan untuk prosesi kerajaan yang megah, melainkan ditangkap dan disalib orang Yahudi dan Romawi, sebagaimana diceritakan Bible. Jelas, ini sama sekali bukan penghiburan kepada kaum Yahudi malang yang dikelilingi oleh musuh-musuh dalam sebuah kota yang hancur. Konsekuensinya, dengan kata �raja� dapat dipahami, sebagai salah seorang pemimpin utama mereka �Zerobabel, Ezra, atau Nehemia.
Dua contoh diatas, saya maksudkan untuk menunjukkan terutama kepada para pembaca muslim �yang mungkin kurang familiar dengan alkitab- betapa umat Kristen telah disesatkan oleh pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka sendiri, ketika menyampaikan penafsiran-penafsiran dan makna-makna bodoh terhadap nubuat-nubuat yang terkandung didalamnya.
Sekarang saya membahas nubuat Daud:
�Yahweh berkata kepada Adonku. Duduklah disebelah kananku sampai aku tempatkan musuh-musuhmu sebagai ganjal dibawah kakimu� (Mazmur 110:1)[Mazmur 110:1 dalam teks ibraninya: lədāwid mizəmōwr nə�um yəhw�| la�dōn� �ēb l�m�n� �ad-�ā��t �ōyəb_eyk_ā hădōm lərag əleyk_ā.]
Ayat Mazmur ini kemudian dikutip oleh Matius (22:44), Markus (12:36), dan Lukas (20:42). Dalam Bible berbagai bahasa ayat tersebut berbunyi �The Lord said unto my Lord� (Tuhan berkata kepada Tuhanku). Sudah pasti, jika Lord yang pertama adalah Tuhan, maka Lord yang kedua juga Tuhan. Tidak ada argumen yang lebih tepat dan pantas untuk seorang pendeta atau pastur Kristen daripada ini, yakni si pembicara adalah Tuhan dan yang diajak bicara juga Tuhan. Sehingga Daud mengenal dua Tuhan! Tidak ada yang masuk akal daripada jalan pikiran ini! Diantara dua domini ini, mana yang termasuk Lord nya Daud?
Seandainya Daud menulis, �Dominus meus dixit Domino meo� , maka ia membuat dirinya menggelikan, karena dengan demikian ia mengakui dirinya adalah hamba dari dua Tuhan, tanpa menyebut nama diri mereka. Itu berarti Lord kedua nya Daud telah berlindung kepada Lord pertamanya, yang memerintah dia untuk duduk disebelah kanannya sampai ia meletakkan musuh-musuhnya sebagai ganjal dibawah kakinya. Alasan ini membawa kita pada pengakuan bahwa untuk mengetahui Agama anda dengan benar, maka Anda harus memahami bahasa aslinya dan tidak tergantung pada terjemahan.
Saya sengaja menulis kata aslinya dalam bahasa Ibrani �YaHWeh dan Adon�, guna menghindari ambiguitas dan kesalahpahaman dari pengertian yang disampaikan oleh kedua kata tersebut. Tetragram Yhwh biasa diucapkan Yehovah (Jehovah), tetapi kini diucapkan Yahweh. Kata ini adalah nama diri Tuhan Yang Maha Kuasa. Kata Adon berarti pemilik, tuan, dan pemimpin atau sama dengan kata benda Arab dan Turki yakni Amir, Sayyid, dan Agha . Adon berlaku sebagai lawan kata dari prajurit, budak dan barang milik. Konsekuensinya, bagian pertama dari ayat Mazmur 110:1 harus diterjemahkan sebagai �Tuhan berkata kepada tuanku�.
Daud dalam kapasitasnya sebagai seorang raja, adalah tuan dan pemimpin dari bani Israel dan pemilik kerajaan. Lantas �hamba� siapakah gerangan dia?
Daud, sebagai raja kuat, sesungguhnya tidak mungkin menjadi budak atau hamba dari manusia hidup mana pun. Juga tidak bisa dibayangkan kalau dia memanggil Tuan kepada seorang nabi yang sudah meninggal seperti Ibrahim atau Yaqub, karena istilah yang layak bagi mereka adalah �Bapak�. Juga ada kemungkinan bahwa Daud tidak akan menggunakan sebutan �Tuanku� bagi siapa pun dari keturunannya sendiri, yang bagi mereka pun, istilah yang biasa adalah �anak�. Tetap saja, disamping Tuhan, tidak ada wujud yang menjadi tuannya Daud, kecuali manusia yang paling luhur dari ras manusia.
Sangat dapat dimengerti kalau mengira bahwa dalam pandangan dan pilihan Tuhan pasti ada seorang manusia yang paling mulia, paling terpuji, dan paling dirindukan diantara semua manusia. Sudah pasti para ahli ramal dan para nabi terdahulu mengetahui tokoh suci ini dan seperti Daud memanggilnya �Tuanku�.
Tentu saja, para pendeta Yahudi dan Kristen memahami ungkapan ini sebagai mesias yang merupakan keturunan Daud sendiri. Dan dengan demikian menjawab pertanyaan yang diberikan pada mereka oleh Yesus sebagaimana dikutip oleh Matius (pasal 22) dan Injil Synoptic lainnya. Yesus dengan tegas menyangkal kaum Yahudi ketika Yesus menanyai mereka dengan pertanyaan kedua :
�Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” (Matius 22:45)
Pertanyaan Yesus ini membungkam pendengarnya, karena mereka tidak dapat menemukan jawabannya.
Para pengabar Injil dengan tiba-tiba memotong subjek diskusi yang penting ini. Menghentikan tanpa penjelasan lebih jauh adalah tidak layak bagi Yesus atau bagi para pelapornya. Karena dengan meninggalkan pertanyaan tentang ketuahannya dan bahkan ciri kenabiannya, Yesus sebagai seorang guru wajib untuk memecahkan persoalan yang ditimbulkan oleh dia sendiri ketika ia melihat bahwa murid dan para pendengarnya tidak sanggup mengenali siapa gerangan sang Tuannya Daud itu!
Lewat ungkapan bahwa Tuan atau Adon itu tidaklah mungkin anak Daud, artinya Yesus bukanlah Tuannya Daud. Pengakuan ini sangat menentukan dan harusnya membangkitkan guru-guru agama Kristen untuk menempatkan status Yesus yang sebenarnya sebagai hamba Tuhan.
Saya tidak dapat membayangkan seorang guru yang ketika murid-muridnya tidak mempu menjawab pertanyaan dia harus diam seribu bahasa, kalau bukan dia sendiri bodoh seperti mereka dan tidak sanggup memberikan solusinya. Tetapi Yesus bukanlah orang bodoh dan bukan seorang guru berhati dengki. Yesus adalah seorang nabi dengan cinta yang membara kepada Tuhan dan manusia. Dia tidak meninggalkan masalah tanpa terpecahkan atau pertanyaan tanpa jawaban.
Kitab-kitab Injil Gereja tidak melaporkan jawaban Yesus terhadap pertanyaan �Siapakah Tuannya Daud?� Namun Injil Barnabas memberikannya. Kitab Injil ini telah ditolak oleh gereja-gereja karena bahasanya lebih sesuai dengan kitab-kitab suci yang diwahyukan, dan karena ia sangat eksplisit tentang misi kenabian Yesus. Injil Barnabas mencatat :
��..Ia (Yesus) bersabda bahwa Mesias tidak akan berasal dari benih (keturunan) Daud , tetapi ia (Mesias) akan berasal dari benih (Keturunan) Ismail, dan janji terdahulu dibuat untuk Ismail bukan Ishaq (Barnabas 142:3)
Dalam Injil Barnabas pula Yesus berulangkali dilaporkan telah berbicara tentang Muhammad yang roh dan jiwanya telah ia lihat di surga.
Tidak ada keraguan bahwa penglihatan nubuat Daniel yang melihat Barnasha yang agung, yakni Muhammad, melalui kekuatan supranatural yang luar biasa, adalah sama dengan nubuatnya Daud. Manusia yang paling mulia dan terpuji inilah yang dilihat oleh Ayub (19:25) sebagai �juru selamat� dari kekuasaan Iblis.
Lantas apakah Muhammad adalah yang dipanggil Daud dengan seruan �Tuanku� atau �Adonku�? Mari kita lihat.
Argumen-argumen yang mendukung Muhammad yang disebut �Sayyidul Mursalin� , sama artinya dengan �Adon para nabi�, sangat meyakinkan: Argumen-argumen tersebut begiitu jelas dan tegas dalam kata-kata Perjanjian Lama sehingga kita merasa heran dengan kebodohan dan sifat keras kepala orang-orang yang tidak mau mengerti dan mentaati.
Nabi dan Adon terbesar, dalam pandangan Tuhan dan manusia bukanlah penakluk dan perusak dimuka bumi, bukanlah pula seorang pertapa yang menghabiskan hidupnya didalam kuil untuk bersemedi pada Tuhan hanya demi menyelamatkan dirinya sendiri, melainkan orang yang memberikan lebih banyak kebaikan dan pelayanan kepada umat manusia dengan membawa mereka kepada cahaya pengetahuian tentang Tuhan sejati Yang Esa, dan sama sekali menghancurkan kuasa iblis dan berhala-berhalanya yang buruk sekali dan istitusi-institusinya yang jahat.
Muhammad lah yang membuat memar sang kepala ular dan itulah sebabnya mengapa al-Qur�an dengan tepat menyebut Iblis/Devil yakni �yang dilukai sampai memar�! Muhammad membersihkan Bait Ka�bah dari semua berhala Arabia dan memberikan cahaya, agama, dan kegembiraan, dan kekuatan kepada kaum musyrikin Arab yang bodoh, yang dalam waktu singkat menyebarkan cahaya itu keempat penjuru bumi.
Dalam kebaktian kepada Tuhan, karya dan keberhasilan Muhammad tidak dapat disamai dan tertandingi.
Para nabi dan orang suci dan syuhada membentuk tentara Tuhan melawan kuasa Iblis, dan Muhammad sendiri sudah pasti jadi panglima tertinggi mereka semua. Sebenarnya, ia sendiri bukan hanya Adon dan Tuannya Daud, tetapi juga Adon nya semua nabi, karena ia telah membersihkan Palestina dan semua negeri yang dikunjungi oleh Ibrahim dari kemusyrikan dan penindasan asing.
Karena Yesus mengakui bahwa dirinya bukanlah Tuan nya Daud, juga bukan mesias keturunan Daud (Matius 22:45), maka tetap tidak ada diantara para nabi, selain Muhammad yang menjadi Adon atau Tuan nya Daud. Dan ketika sampai pada membandingkan revolusi keagamaan yang patut dipuji yang dibawakan oleh anak keturunan Ismail yang mulia kedunia ini, maka kita mesti sampai pada kesimpulan bahwa hanya Muhammad saja yang patut mendapat gelar kehormatan Adon atau Tuan.
Bagaimana Daud tahu bahwa �Yahweh berkata kepada Adonku. Duduklah disebelah kananku sampai aku tempatkan musuh-musuhmu sebagai ganjal dibawah kakimu� (Mazmur 110:1) ? dan kapan pula Daud mendengar ucapan Tuhan ini? Yesus sendiri memberikan jawabannya yakni �Roh Daud menuliskan ini�. Ia melihat sang Adon Muhammad persis seperti Daniel melihat dia (Daniel pasal 7).
Tentu saja misteri �Duduklah disebelah kananku� ini disembuyikan dari kita. Namun kita bisa menerka dengan aman bahwa pentasbihan resmi dengan kehormatan untuk menundukkan diri disebelah kanan singgasana Tuhan ini, dan karenanya naik ke martabat Adon, tidak hanya dari para nabi, tetapi juga dari seluruh makhluk, berlangsung pada peristiwa malam Mi�roj nabi Muhammad yang terkenal itu.
Satu-satu keberatan utama pada misi kenabian Muhamamd dan superioritasnya adalah pengutukannya kepada doktrin Trinitas. Tetapi patut diingat, bahwa Perjanjian Lama tidak mengenal ada Tuhan selain dari Allah. Dan Tuannya Daud tidak duduk di sebelah kanan dari Tuhan yang tiga, tetapi dari sebelah kanan Allah Yang Esa. Karena itu, diantara para nabi yang beriman kepada Allah, tidak seorang pun yang begitu hebat dan memberikan pelayanan yang demikian menakjubkan kepada Allah dan umat manusia, seperti Muhammad, baginya salawat dan salam.
June 7, 2010 at 5:19 pm
Menerjemahkan ulang sebuah karya besar seorang penulis terkenal dari versi bahasa asing jika ia membiarkan tulisan-tulisan lain dalam bahasanya sendiri. Tidak akan terlalu sulit. Karena si penerjemah dapat mengkaji pikiran, alasan, dan ungkapan-ungkapan dalam karya-karya si penulis asing tersebut. Namun, sejauh mana ia akan berhasil adalah pertanyaan yang hanya dapat diputuskan dan ditetapkan oleh penerjemah-penerjemah yang cakap.
Sama halnya, jika terdapat sedikit dua epistel atau tulisan Lukas dalam bahasa Ibrani, maka kitab Injilnya dapat diterjemahkan kedalam bahasa itu dan terhitung tidaklah sulit dibandingkan dengan upaya saat ini kita lakukan. Sayangnya, yang terjadi pada Perjanjian Baru tidaklah demikian. Karena sudah tidak ada lagi tulisan-tulisan kuno dalam bahasa Yesus dari mana Lukas menerjemahkan Kidung Malaikat; juga ia sendiri tidak mewariskan kepada kita buku lain dalam bahasa Semit.
Bahasa Yunani modern seringkali menggunakan kata �Eudokia� dan �Eudoxia� untuk kata benda nama diri perempuan mereka. Dan kedua kata benda ini terdiri dari dua elemen �eu� dan �dokeo�, serta �eu� dan �doxa� yang berarti �kemuliaan� atau �pujian�, dan sebagainya.
Untuk menemukan kata Semit asli dalam nyanyian yang didengar dan diceritakn oleh para gembala dan diceritakan oleh gembala dan yang telah dirumuskan oleh Lukas menjadi �Eudokia�, maka kita dipaksa untuk memeriksa dan melacaknya langsung dari akar dan derivasinya dalam bahasa Yunani.
Ada dua versi utama Perjanjian Baru dari teks Yunani, satu dalam bahasa yang disebut bahasa Syriac, dan satu lagi dalam bahasa Latin. Keduanya memuat judul yang sama pentingnya yakni �simplex� atau �simple� yang berarti �pshittha� dan �Vulgate�. Terdapat banyak bahan informasi baru mengenai dua versi kuno yang terkenal ini yang pasti membuat malu mengenai dua versi kuno yang terkenal ini yang pasti membuat malu para sejarawan kristen dan teolog kristen yang dogmatis.
Umum diketahui bahwa Gereja Roma selama empat abad pertama tidak mempunyai kitab suci atau Liturgi dalam bahasa Latin melainkan dalam bahsa Yunani. Sebelum Konsili Nicea pada 325 M, undang-undang dari kitab-kitab Perjanjian Baru tidak disempurnakan atau bahkan tidak ditegakkan. Terdapat puluhan kitab Injil dan Epistel yang dianggap sakral oleh berbagai macam sekte Kristen, namun ditolak oleh Konsili Nicea karena dianggap palsu.
Karena pusat bahasa dan pembelajaran Syriac adalah Orhai, yakni Edessa, dan tidak pernah di Antioch, maka disinilah kitab-kitab Perjanjian Baru diterjemahkan dari bahasa Yunani setelah Konsili Nicea yang terkenal bercitra buruk.
Pemeriksaan dan kajian yang dalam terhadap literatur dan sejarah Kristen awal akan menunjukkan bahwa penyebar-penyebar Injil pertama adalah orang Yahudi yang berbicara bahasa Arami atau bahasa Syriac lama. Apakah �Injil� merupakan sebuah dokumen tertulis, atau doktrin tidak tertulisa atau agama yang disebarkan secara lisan, adalah sebuah pokok bahasan yang perlu dijawab namun diluar pokok pembahasan kita sekarang. Namun satu yang pasti, yakni umat Kristen awal menjalankan ibadah keagamaan mereka dalam bahasa Arami. Itulah bahasa sehari-hari yang digunakan oleh bangsa Yahudi , Syria , Phoenicia , Khaldea, dan Assyria .
Kini jelaslah bahwa kaum Kristen yang bahasa ibunya adalah bahasa Arami pasti akan lebih senang membaca dan berdoa dalam bahasa mereka sendiri, dan konsekuensinya berbagai macam kitab Injil, Epistel, dan doa-doa, dan liturgi ditulis dalam bahasa Syriac.
Dilain pihak, para pemeluk agama baru dari kaum nonYahudi yang pindah ke agama Kristen membaca Perjanjian Lama dalam versi Yunaninya dari �tujuh puluh� (The seventy) . Seperti lazimnya para filsafat Yunani, begitu pindah ke agama baru (Kristen) dan ada Septuagint dihadapan mereka, tidak mengalami kesulitan dalam pembuatan �Perjanjian Baru� sebagai penyelesaian atau kelanjutan dari Perjanjian Lama.
Bagaimana kitab Injil dari nabi yang terlahir di Palestina menjadi sumber dari dua arus pemikiran yang kiat, semitik, dan Hellenik, dan bagaimana pemikiran politeistik Yunani akhirnya menggagahi akidah Semitik yang monoteistik dibawah para kaisar Yunani-Latin yang zalim dan dibawah para uskup trinitas Romawi yang tidak toleran dan takhayul, adalah hal-hal ekstrem untuk sebuah kajian yang dalam oleh para sarjana Unitarian Muslim.
Kemudian ada pertanyaan tentang kesatuan iman, kesatuan doktrin, dan kesatuan teks wahyu. Selama lebih dari 3 abad, gereja kristen belum mempunyai Perjanjian Baru seperti kita saksikan dalam bentuknya yang beredar sekarang. Tidak satu pun dari Gereja Semit atau Gereja Yunani, juga Antioch, Edessa, Byzantium, dan Romawi mempunyai semua kitab Perjanjian Baru, bahkan tidak juga empat Injil sebelum Dewan Nicea. Dan saya bertanya-tanya apa gerangan keyakinan umat Kristen yang hanya memiliki beberapa Injil sekarang, mengenai dogma-dogma Ekaristi, pembaptisan, trinitas, konsep yang menakjubkan tentang Yesus dan puluhan dogma dan doktrin lainnya!
Versi Syriac dan pshittha tidak mengandung apa yang disebut �Essential Word� (Firman Pokok) atau �Institutional Words� (Firman Kelembagaan) yang sekarang masih ada di Injil Lukas (22:17-19).
12 terakhir dari pasal ke 16 Injil kedua tidak terdapat dalam manuskrip-manuskrip Yunani kuno. Yang namanya �doa Tuhan� (Matius 6:9, Lukas 11:2) tidak dikenal oleh pengarang Injil kedua dan keempat.
Sebenarnya banyak ajaran penting yang termuat dalam satu kitab Injil tidak dikenal oleh gereja-gereja yang tidak memilikinya. Konsekuensinya tidak ada keseragaman ibadah, disiplin, otoritas, keyakinan, perintah, dan hukum pada gereja awal, sebagaimana terjadi pada kristen sekarang.
Yang dapat kita simpulkan dari literatur Perjanjian Baru hanyalah umat Kristen pada jaman Apostolik menjadikan kitab-kitab suci Yahudi sebagai alkitab mereka, dengan sebuah kitab yang memuat wahyu sebenarnya yang disampaikan oleh Yesus, dan bahwa substansinya persis sama dengan yang dikemukakan dalam Serephic Canticle (Kidung Makhluk Angkasa) ini- yakni ISLAM dan AHMAD.
Misi khusus yang diemban oleh Allah kepada Yesus adalah meluruskan keyakinan keliru terhadap anggapan bahwa mesias adalah dari keturunan Daud, dan meyakinkan mereka bahwa Kerajaan Tuhan dibumi yang sedang mereka tunggu-tunggu tidaklah datang melalui mesias keturunan Daud (baca. Matius 22:41-45), tetapi melalui mesias keturunan Ismail yang bernama Ahmad atau Muhammad (baca. Barnabas 142:3) , padanan yang benar dari nama yang telah dipertahankan oleh kitab-kitab Ijil Yunani dalam bentuk �Eudoxos� dan �Periclytos� dan bukan �Paraclete� sebagaimana yang ditetapkan oleh gereja-gereja. Dengan sendirinya �Periclyte� akan menjadi salah satu topik penting dalam serial artikel ini.
Namun apapun pengertian dari �Paraclete� (penghibur) atau ortografi etimologis yang benar, tetap saja ada kebenaran yang cemerlang yang Yesus tinggalkan dan agama yang belum tuntas yang harus diselesaikan dan disempurnakan oleh apa yang digambarkan Yohanes (ubi supra) dan Lukas (24:49) sebagai �roh�. �Roh� ini bukanlah salah satu Tuhan yang ketiga dari yang tiga dalam trinitas Tuhan-tuhan, melainkan roh kudus Ahmad yang eksis seperti roh-roh para nabi lainnya disurga (bandingkan dengan Injil Barnabas).
Jika roh Yesus atas kesaksian seorang rasul Yohanes (17:5), eksis sebelum ia menjadi seorang manusia, kaum unitarian muslim pun dibenarkan sepenuhnya untuk meyakini eksistensi roh Muhammad atas kesaksian rasul lainnya, Barnabas! Mengapa tidak? Karena hal ini akan dibicarakan dalam artikel berikutnya, untuk saat ini yang ingin saya tanyakan kepada Gereja Kristen apakah kalian memiliki Injil keempat sebelum Dewan Nicea? Jika jawabannya YA, berdoalah, kemukakan bukti-bukti Anda. Jika jawabannya TIDAK, maka haruslah diakui bahwa sebagian besar kaum Kristen tidak tahu apa-apa tentang �Paraclete�, sebuah kata keji yang tidak berarti �penghibur� ( comforter ) atau penengah ( mediator ) atau tidak ada arti sama sekali! Sudah pasti semua ini merupakan tuduhan sangat serius dan berat terhadap agama Kristen.
Mari kita kembali ke pokok permasalahan. Pshittha telah menerjemahkan kata Yunani �Eudokia� (bangsa Yunani membaca kata itu, �Ivdokia� atau malah mengucapkan �Ivthokia�) sebagai �Sobhra Tabha� (diucapkan �Sovra Tavra�), yang berarti �harapan yang baik� atau �penantian yang baik�, sementara versi latin Vulgate dilain pihak menerjemahkan �Eudokia� sebagai �Bona Voluntas� atau �kehendak baik�
Saya tidak takut menantang semua sarjana bahasa Yunani, jika mereka berani untuk menentang saya ketika saya menyatakan bahwa penerjemah Injil versi Syriac dan Latin telah membuat kesalahan yang serius dalam menerjemahkan �Eudokia�. Namun demikian, saya harus mengakui bahwa tidak bisa sama sekali menyalahkan para penerjemah itu sebagai telah sengaja menyelewengkan arti kata Yunani ini. Karena saya mengakui bahwa kedua versi tersebut memiliki dasar rapuh untuk membenarkan terjemahan mereka masing-masing. Sehingga kedua versi tersebut telah kehilangan makna dan arti sesungguhnya dari kosa kata Semit ketika diubah menjadi kata Yunani �Eudokia�.
Padanan yang tepat dari �harapan yang baik� dalam bahasa Yunani bukan �Eudokia�, tetapi �eu elpis� atau malah �euelpistia�. Penjelasan yang rinci tentang �evelpistia� (pengucapan Yunaninya) ini cukup untuk membungkam Pshittha. Istilah yang tepat dan persis dengan bahasa Latin �bona voluntas�, atau �kehendak baik�, dalam bahasa Yunani pasti bukan �eudokia�, melainkan �euthelyma�. Dan penjelasan yang singkat namun meyakinkan ini lagi-lagi cukup menjadi teguran bagi para pendeta Vatikan, Phanar (Konstantinopel), dan Canterbury, yang menyanyikan �Gloria in Excelsis� ketika mereka merayakan misa atau sakramen lainnya.
Etimologi dan Pengertian �Eudokia�
Sekarang mari kita lanjutkan dengan memberikan arti yang sebenarnya dari �Eudokia�.
Awalan kata �eu� artinya �baik, benar, lebih, dan paling�. Contohnya �eudokimeo� artinya �dihargai, diakui, dicintai, dan memperoleh kemuliaan�; �eudokimos� artinya �sangat dihargai, paling termasyur, dan mulia�. Kata substantif Yunani �doxa� yang dipakai dalam kata benda gabungan �ortodox�, �doxology�, dan sebagainya, adalah berasal dari kata kerja �dokeo�.
Setiap peneliti literatur Inggris mengetahui bahwa �doxa� berarti �kemuliaan, kehormatan, terkenal�. Terdapat banyak ungkapan pada pengarang Yunani kuno dimana �doxa� digunakan dalam arti �kemuliaan�. �Peri doxis makheshai yang artinya adalah �berjuang memperoleh kemuliaan�.
Orator Athena terkenal yang bernama Demosthenes, �lebih menyukai kemuliaan daripada kebenaran yang tentram�, �kemuliaan sama dengan kemuliaan tuhan-tuhan�.
Saya mengetahu fakta bahwa �doxa�, meskipun jarang digunakan dalam arti (a) opini, kepercayaan; (b) dogma, prinsip, doktrin; dan (c) penantian atau harapan. Tetapi semuanya sama. Pengertian yang umum dan komprehensif adalah �kemuliaan�. Sebenarnya, bagian pertama dari Canticle dimulai dengan �Doxa [mulialah] Allah Yang Maha Tinggi�.
Dalam Dictionnaire Grec-Francais (diterbitkan pada 1846 di Paris oleh R.C. Alexandre) kata �eudokia� diartikan � bienveillence, tendresse, volunte, bon plaisir , dan sebagainya�. Dan penulisnya menyebutkan �dokeo� sebagai akar kata �doxa� dengan berbagai macam pengertiannya yang saya sebut diatas.
Orang-orang Yunani Konstantinopel, beberapa diantara gurunya sudah saya kenal, meskipun dengan suara bulat memahami �eudokia� dengan makna �kesenangan, kemolekan, kesukaan, dan keinginan�, juga mengakui bahwa kata itu benar-benar menunjukkan orang yang �terkenal, termasyur, dan terhormat� dalam pengertian yang asli.
Etimologi Bentuk Bahasa Ibrani dari MaHMaD dan HiMDaH serta pengertiannya
Saya yakin bahwa jalan satu-satunya untuk memahami makna dan spirit dari alkitab adalah mengkajinya dari sudut pandang Islam. Hanya setelah itu, baru sifat nyata dari wahyu Tuhan dapat dipahami. Juga hanya setelah itu lah baru elemen-elemen palsu, dusta, dan yang ditambahkan kedalamnya dapat ditemukan dalam segi-seginya yang paling gelap dan dihilangkan. Dan dari sudut pandang inilah saya menyambut kata Yunani �eudokia� yang dalam pengertiannya yang benar bersesuaian dengan arti kata Ibrani �Mahmad, Mahamod, Himdah, dan Hemed� yang seringkali digunakan dalam Perjanjian Lama.
Hamad. Kata kerja ini yang terdiri dari 3 konsonan pokok hmd , dan lazim digunakan disemua dialek Semit, ada dimana-mana dalam Tulisan Suci kaum Yahudi, berarti �mendambakan, jatuh cinta, rindu, gembira, senang� dan �menginginkan dengan nafsu�. Mereka yang mampu berbahasa Arab pasti akan memahami pengertian yang komprehensif dari kata �syahwat� yang diartikan dalam bahasa Inggris sebagai �lust, cupidity, ardent desire, dan appetile�. Nah inilah arti tepat dari kata kerja �hamad� dalam kitab-kitab suci Ibrani. Salah satu dari sepuluh perintah Tuhan di Taurat juga memuat kalimat ini � lō�-tahəmōd �ē�et rē�ek_ā � (�Janganlah engkau mengingini istri tetanggamu�).
Hemed. Kata benda substanstif dalam jenis kelamin laki-laki dan �Himdah� dalam jenis perempuan, berarti �syahwat, hasrat, kesenangan, kegembiraan, objek, kerinduan, keinginan, dan kemolekan�. Contohnya Hagai 2:7 �wəhirə�a�ət� �et-kāl-hagōwyim �b ā�� hemədat���. Contoh lain adalah di Yeremia 25:34 ��.�nəfalətem kik_əl� heməd�.� Dan lain-lain.
MaHMaD, MaHaMoD. Bentuk partisipel ini juga berasal dari kata kerja �hamad� dan berarti �paling dirindukan, menyenangkan, sedap, lezat, menarik, berharga, dan dicintai�. Contoh penggunaan kata ini dalam alkitab adalah terdapat di Ratapan 1:7,10;2:4. Bahwa bentuk MuHaMMaD dan bentuk Ibrani MaHMaD dan MaHaMoD berasal dari satu kata kerja atau akar kata yang sama dan bahwa mereka, sekalipun ada perbedaan ortografis tipis diantara bentuk-bentuk itu, memiliki asal dan arti yang sama, tidak mungkin ada sedikit pun keraguan. Saya telah mengartikan bentuk-bentuk Ibrani nya sebagaimana yang dipahami oleh orang-orang Yahudi dan para Leksikografer.
Oleh karena itu, nampak bahwa kata Yunani �eudokia� pastilah merupakan representasi harfiah dari bentuk substantif Ibrani HiMDaH, dan bahwa keduanya berarti: �kegembiraan, kenikmatan, kesenangan yang baik (bon plaisir), hasrat, kemolekan, dan kemuliaan� dan beberapa kata sinonim lainnya. Selanjutnya adalah bahwa padanan yang bersesuaian dengan kata Ibrani �MaHaMoD� tidak lain selain �eudoxos� yang merupakan objek keinginan dan kerinduan, yang paling menyenangkan, menggembirakan, dan dirindukan, dan paling dihargai, diakui, dan mulia.
Bahwa diantara semua anak Adam, nama Muhammad diberikan pertama kali hanya pada anak Abdullah dan Aminah di kota Mekkah, adalah suatu keajaiban yang unik dalam sejarah agama. Tidak mungkin ada muslihat, upaya, atau kebohongan didalamnya. Orang tua dan kerabatnya adalah kaum musyrikin kota Mekkah yang tidak tahu apa-apa tentang ramalan dalam kitab-kitab suci Yahudi ataupun Kristen mengenai seorang nabi besar yang dijanjikan akan datang untuk memperbaiki dan menegakkan agama Islam. Pilihan mereka terhadap nama Muhammad atau Ahmad tidak dapat dijelaskan sebagai peristiwa yang terjadi secara kebetulan atau aksidental. Ia benar-benar takdir Tuhan dan diwahyukan.
Apakah para penyair dan sastrawan Arab telah mempertahankan arti yang tidak dipakai lagi dari kata kerja passive participle bahasa Ibrani hamad bentuk fi’il, atau tidak, saya tidak bermaksud untuk membuktikan dengan cara apa pun. Namun, bentuk passive participle Arab dari konjungsi ( fi’il ) dari kata kerja Hammida adalah Muhammad, dan dari kata Ibrani himmid adalah Mahmad atau Mahamod. Afinitas antara persamaan dan identitas dari kedua bentuk itu tidak dapat disangkal lagi.
Saya tetap memakai arti dari bentuk Ibrani sebagaimana diberikan oleh para leksikografer dan penerjemah. Namun makna intrinsik atau spiritual dari �himdah� dan �Mahamod� adalah �pujian dan patut dipuji, keterkenalan, dan terkenal, kemuliaan, dan mulia�. Karena diantara wujud-wujud dan benda-benda yang diciptakan, apa yang dapat �lebih mulia, terhormat, termasyur, dan terpuji dari yang paling dirindukan dan diinginkan� dalam arti praktis inilah AL-Qur’an menggunakan kata �hamdu� dimana kata Ahmad dan Muhammad berasal, dan �hamdu� adalah kata yang sama dengan �hemed� dalam bahasa Ibrani.
Kemuliaan Muhammad melampui makhluk lain manapun, sebagaimana digambarkan oleh Daniel (7) dan dalam firman Allah: �law la ka lama khalaqnal aflaka� (seandainya bukan karena engkau, seandainya bukan karena engkau (Muhammad), Kami tidak akan menciptakan dunia ini�. Namun kehormatan dan kemuliaan tertinggi yang diberikan oleh Allah kepada rasulnya yang paling mulia adalah bahwa ia ditugaskan untuk menegakkan dan menyempurnakan agama Allah yang sejati, dibawah nama �Islam�, yang seperti nama pendirinya Muhammad, memiliki arti-arti yang begitu sangat menghibur dan menyegarkan: �kedamaian, keamanan, ketentraman, kebaikan, dan keselamatan�, disamping berarti juga sebagai �ketundukan dan kepatuhan pada Allah semata�.
Penglihatan yang diterima oleh para Gembala yang shaleh mengenai kelahiran Yesus adalah tepat pada waktunya dan pas. Karena seorang nabi yang agung, seorang penyebar Islam telah lahir pada malam itu. Sebagaimana Yesus adalah Bentara Kerajaan Allah, begitu pula kitab Injilnya adalah pengantar untuk Al-Qur’an. Kelahiran Yesus merupakan permulaan dari suatu era baru dalam sejarah agama dan moral. Dia sendiri bukanlah sang �Mahamod� yang akan datang untuk menghancurkan kejahatan dan kemusyrikan dinegeri-negeri yang dijanjikan.
June 8, 2010 at 3:00 am
KEHENDAK TUHAN ADALAH
SUPAYA SEMUA ORANG DISELAMATKAN
DAN DAPAT MENGENAL KEBENARAN
(1 Timotius 2:4)
Kita temukan prinsip-prinsip, ideologi-ideologi, serta kelompok-kelompok yang berbeda-beda dalam dunia kita. Sebagai contoh sosialisme, kapitalisme, demokrasi dan monarki, yang mana masing-masing memiliki pengakuan iman, obyektif dan hukumnya sendiri. Kebanyakan dari mereka berusaha untuk merealisasikan prinsip-prinsip mereka dengan cara-cara yang ramah atau melalui penipuan. Beberapa kelompok bahkan bertindak lebih jauh lagi dengan menggunakan roket dan bom untuk mengimplementasikan idelogi mereka. Suatu hal yang mungkin saja dilakukan pada masa yang akan datang dimana ada kelompok orang yang mengimplementasikan prinsip-prinsip dan doktrin-doktrin sebagaimana hal itu pernah digunakan pada masa lampau.
Namun demikian, di atas semua kuasa-kuasa ini, ada kekuatan yang lebih kuat dan kapasitas yang lebih besar daripada apa pun yang telah kita sebut di atas. Kehendak Tuhan lebih kuat daripada semua kuasa dalam dunia kita. Jika Ia menginginkan sesuatu, Ia berkata “Jadilah” maka hal itu pun jadi. (Sura Al ‘Imran 3:48, 59)
Kita berharap bahwa banyak orang akan berusaha untuk mengenal kehendak Tuhan, dan mendengarkan FirmanNya. Kehendak Tuhan sanggup menyelamatkan mereka dari banyak masalah dan kebutuhan sehingga mereka tidak akan mengalami kegagalan. Kita berharap dengan segenap hati kita bahwa setiap orang akan mengantri untuk melakukan kehendak Yang Maha Kuasa. Kami menyarankan anda untuk mempelajari kehendak Yang Maha Kuasa dengan ketekunan. Mendekati Dia dalam doa-doa anda, supaya Ia memberkati anda dan memberikan kepada anda hikmat untuk masuk ke dalam keagungan dan kuasaNya yang tak terukur besarnya. Mintalah Ia agar menolong anda supaya anda bisa mengerti kehendakNya dan memenuhi perintah-perintahNya. Maka anda akan menjadi orang yang berhikmat dan anda akan meraih keberhasilan dalam hidup anda, dan bahkan ketika anda sudah meninggalkan dunia ini.
Tetapi mereka yang menentang kehendak Tuhan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, maka mereka akan berakhir kepada kehancuran dan neraka yang menyala-nyala.
Apa Yang Menghalangi Implementasi Kehendak Tuhan dan KeselamatanNya?
Kehendak Tuhan dengan kehendakNya yang sempurna adalah supaya tak ada seorang pun yang akan binasa. Ia ingin setiap orang bisa mendapatkan damaiNya, rekonsiliasiNya dan keselamatanNya.
Yang Maha Kuasa adalah Juru Selamat kita, yang hendak menjangkau kita dengan cara membangun sebuah jembatan di atas jurang yang telah memisahkan Tuhan dengan umatNya. Ia mengalahkan kedegilan hati ras manusia dengan kebaikanNya dan ingin membebaskan mereka dari dosa yang mengikat mereka serta menarik mereka untuk mendekat kepada diriNya sendiri.
Tuhan mengasihi semua orang, bukan dengan sebuah sentimentalisme emosional, tetapi Ia telah memilih untuk menjadi seperti seorang bapa bagi kita, yaitu seorang bapa yang penuh dengan belas kasihan. KeinginanNya adalah agar anak-anakNya dekat denganNya, sehingga Ia bisa melihat bagaimana mereka bertumbuh secara spiritual dan bersukacita bersama mereka saat mereka mengalami keberhasilan. Motivasi yang mendorong keinginan Tuhan itu adalah kasihNya yang sangat besar. Karena itu anda bisa meyakini bahwa Tuhan ingin menolong anda, menguatkan anda, menguduskan anda dan bahkan menghibur anda, sehingga anda akan selalu dekat denganNya.
Apakah alasan sehingga kasih Tuhan ini tidak bisa direalisasikan dalam diri kita secara penuh? Kita harus mengakui bahwa mayoritas manusia hidup jauh dari Tuhan. Mereka tidak memikirkan mengenai diriNya, dan tidak memperdulikanNya, dan juga tidak ingin untuk dekat denganNya. Mereka tidak memiliki kerinduan untuk membangun sebuah hubungan pribadi dengan Bapa spiritual mereka. Sayangnya mereka lebih suka untuk tetap berada dalam kegelapan sebab perbuatan-perbuatan mereka adalah jahat. Mayoritas dari kebutuhan dan masalah kita berasal dari dosa-dosa kita yang buruk itu, sebab kita tidak memiliki pengetahuan dan juga tidak memelihara perintah-perintah Tuhan. Kita mengasihi diri sendiri dan tidak memperdulikan Tuhan atau sesama kita.
Jika anda ingin mengenal kehendak Tuhan, dengan kerendahan hati mintalah Ia untuk menyatakan kepada anda semua dosa-dosa anda. Dosa-dosa anda adalah alasan sehingga anda terpisah dengan Pencipta anda. Bersikaplah jujur dan ujilah masa lalu anda. Akui kepada Tuhan semua kesalahan-kesalahan dan perbuatan-perbuatan anda yang kotor yang pernah anda lakukan dalam hidup anda. Jangan mencoba untuk menutup-nutupi kesalahan dan perbuatan-perbuatan yang jahat. Jangan coba menyembunyikannya karena Tuhan mengenal anda, namun Ia siap untuk menolong anda. Ia ingin membersihkan anda, karena itu penting untuk anda membebaskan dari alam bawah sadar anda semua pelanggaran, kenajisan, perlawanan anda terhadap orang tua anda dan mengakuinya dalam terang kekudusan Tuhan. Milikilah iman dan keyakinan dalam kasih karunia Hakim anda yang kekal. Ia tidak tertarik untuk menuduh anda, Ia ingin menyelamatkan, menyembuhkan, melindungi dan membimbing anda; dan Ia ingin membuat anda berbahagia dalam sukacita yang kekal.
Tuhan mengenal anda. Ia tahu apa yang anda rasakan dan pikirkan dan apa yang anda inginkan di dalam jiwa anda. Jangan pernah berpikir bahwa anda bisa menyelamatkan diri anda dari murka Tuhan yang adil. Perbuatan-perbuatan baik anda tidaklah cukup dan memadai untuk menyelamatkan diri anda. Semua perbuatan baik yang anda lakukan tidak akan menghapuskan perbuatan-perbuatan jahat anda. Kesalahan besar yang bisa dilakukan oleh seseorang adalah harapannya bahwa ia bisa melarikan diri dari penghakiman Tuhan dengan pertolongan doa, puasa, sedekah, ziarah ke tempat suci atau berperang bagi Tuhan. Yakinlah bahwa tak ada keselamatan melalui usaha anda sendiri. Tak ada kemungkinan untuk membenarkan perbuatan-perbuatan anda yang jahat dengan usaha anda sendiri; anda pasti akan dihakimi pada Hari Penghakiman. Dengan kasar anda akan dibangunkan untuk melihat bahwa anda adalah seorang yang gagal, najis dan layak untuk dihukum di dalam api neraka.
Sadarilah bahwa penghakiman ini menanti anda selama anda mencoba membangun masa depan anda berdasarkan aktifitas-aktifitas anda. Barangkali berdasarkan penampilan anda, kelihatannya anda adalah seorang yang baik, dan bahwa teman-teman anda menghormati anda. Tetapi Tuhan mengenal isi hati anda, dan yang Ia catat bukan hanya perbuatan-perbuatan anda tetapi juga maksud atau motivasi anda melakukan perbuatan-perbuatan itu. Setiap kata yang anda ucapkan dicatat, dan semua perbuatan yang telah anda lakukan tidak akan dilupakan. Karena itu, kita semua tidak memiliki harapan dan menjadi terdakwa – termasuk anda! Bersikaplah jujur dan kenali situasi anda dan jangan menipu diri anda sendiri.
Siapa Yang Akan Menyelamatkan Anda Dari Murka Tuhan dan PenghakimanNya?
Pencipta anda merasa berbelaskasihan pada anda dan Ia hendak menyatakan kasih karuniaNya atas diri anda. Ia telah mengutus Kristus sebagai wakilNya dan menyingkapkan bahwa ia adalah “Anak Domba Tuhan yang menghapuskan dosa dunia” (Yohanes 1:29). Ia adalah substitusi ilahi yang sanggup menghapuskan dosa-dosa anda. Ia siap untuk membayar harga yang dibutuhkan untuk memperdamaikan anda dengan Tuhan. Ini adalah rencana kekal dari Yang Maha Kuasa. Ia ingin supaya setiap orang diselamatkan dan bisa mengenal kebenaran. Kristus dalam kasihNya yang besar telah mengangkat dosa dunia ke dalam diriNya – semua perbuatan jahat dan dosa-dosa kedegilan yang pernah anda lakukan. Putera Maria siap untuk mati bagi anda dan memperdamaikan anda dan semua orang di seluruh dunia dengan Tuhan.
Barangkali jawaban anda berdasarkan pernyataan Qur’an di beberapa ayat adalah:
“Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain…” (Sura al-An’am 6:164, al-Isra 17:15; Fatir 35:18; al-Zumar 39:7; al-Najm 53:38)
وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى
Kita setuju dengan pernyataan Qur’an yang dengan tepat menyatakan bahwa seseorang yang dibebani dengan dosa tidaklah mungkin menanggung dosa orang lain. Jika ia sendiri harus menanggung dosa di dalam dirinya sendiri, maka ia tidak bisa menjadi substitusi bagi orang berdosa yang lain. Karena itu tak ada orang yang biasa/normal yang bisa menjadi sebuah substitusi bagi orang lain. Bahkan orang yang terbaik sekali pun dari semua manusia, tetap tidak memadai bagi kekudusan Tuhan sebab, “Semua orang telah berdosa dan kekurangan kemuliaan Elohim.” (Roma 3:23, ILT)
Tetapi Putera Maria dilahirkan tanpa seorang ayah manusiawi. Kita baca di dalam Qur’an:
“Lalu Kami tiupkan ke dalam tubuhnya (perawan Maria) ruh dari Kami” (Sura al-Anbiya 21:91; al-Tahrim 66:12)
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ
Karena itu Kristus dilahirkan tanpa dosa. Ia adalah manusia sejati dan juga roh Allah sejati – dilahirkan murni dan kudus. Setan tidak mampu mempengaruhiNya sehingga Ia melakukan dosa. Kristus menjalani seluruh kehidupanNya tanpa melakukan perbuatan dosa maupun berdosa di dalam pikiranNya. Ia adalah inkarnasi dari Firman Allah (Sura al-Nisa 4:171)
Ia melakukan apa yang Ia katakan; tak ada perbedaan antara apa yang Ia ajarkan dengan apa yang Ia lakukan. Ia tidak berdosa dan karena itu Ia bisa melayani Tuhan sebagai anak dombaNya untuk menebus dunia. Ia menanggung dosa orang lain, mengangkat murka Tuhan dan mati bagi mereka. Sebagaimana yang kita baca dalam kitab Ibrani: “Sebab, oleh satu persembahan Dia (Kristus) telah menyempurnakan mereka yang dikuduskan, sampai selamanya.” (Ibrani 10:14)
Ketika Kristus sedang ada dalam perjalanan dengan murid-muridNya, mereka menyingkir ke padang gurun dimana murid-muridNya kemudian menjadi lapar. Ia meminta kepadaNya supaya Ia menurunkan makanan dari langit sehingga mereka bisa dikenyangkan. Ini akan menjadi sebuah perayaan besar bagi mereka. Kita baca dalam Qur’an bahwa Kristus merespon dan kemudian Ia berdoa.
“Ya Tuhan kami (Allahuma)! Turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau…” (Sura al-Maida 5:114)
قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لأوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيرُ الرَّازِقِينَ
Dan sungguh mengherankan, Allah menjawab doa Kristus dengan segera.
Respon Allah adalah:”Sesungguhnya, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadaMu, barangsiapa yang kafir diantaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.” (Sura al-Maida 5:115)
قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ
Perhatikanlah pengakuan yang luar biasa ini, yang dicatat di dalam Qur’an bahwa Allah, Yang Maha Besar, menjawab doa Kristus dengan segera dan memenuhi permintaanNya bagi murid-muridNya. Putera Maria adalah Pribadi yang layak untuk memediasi, sebab Ia tetap tidak berdosa dan kudus, penuh dengan kasih dan kebenaran. Qur’an menyatakan, karena itu setiap orang yang meyakini realitas bahwa Kristus adalah mediator antara Allah dan manusia akan diberkati dengan berkat yang kekal. Tetapi jika orang tidak percaya pada keistimewaan Kristus ini, Allah akan menghukumnya dengan hukuman yang sangat keras yang mana belum pernah Ia timpakan kepada siapa pun sebelumnya.
Kabar Baik (al-Injil) memberitahukan pada kita bahwa Kristus telah menetapkan sebuah Perjanjian Baru dengan murid-muridNya dan mengikatkan dirinya kepada mereka untuk selama-lamanya. Ia menandatangani Perjanjian Kekal ini dengan darahNya yang sangat mahal. Melalui ini anda bisa mengenali kehendak Allah – bahwa setiap orang yang mempercayai bahwa Ia adalah representatif, satu-satunya yang dilahirkan dari RohNya, akan menerima pengampunan dari semua dosa-dosa mereka, sebab ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban penebusan. Jika anda percaya padaNya, maka anda akan dipersatukan denganNya dalam PerjanjianNya yang baru dan masuk ke dalam wilayah Tuhan, dimana damai ilahi memerintah.
Apakah Anda Mengenali Hak Istimewa Surgawi Anda?
Kehendak Tuhan yang benar adalah supaya setiap orang diselamatkan dan supaya setiap orang memiliki pengetahuan akan kebenaran. Ia ingin anda mengenali hak surgawi anda dan menerimanya dengan sukarela. Tuhan telah menyediakan bagi anda hak istimewa untuk masuk ke dalam sebuah hubungan personal denganNya, sebab Ia mengasihi anda lebih daripada bapa manapun di dunia ini mengasihi anak-anaknya. Ia juga telah menyediakan bagi anda segala sesuatu yang anda butuhkan dalam hidup dan ketika mati. Ia ingin membersihkan hati nurani anda dari setiap noda hitam, dan menguduskan mimpi-mimpi dan ambisi anda. Ia ingin memberikan pada anda Roh KudusNya yang akan datang pada anda untuk menolong anda. Setiap orang yang masuk ke dalam perjanjian baru dengan Tuhan akan menerima kuasa dari Yang Maha Kuasa untuk mengampuni musuh-musuhnya sebagaimana Tuhan juga sudah mengampuninya, dan untuk bisa menjadi orang yang sabar terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya yang masih mengeraskan hati. Maka damai akan timbul dalam hati dan pikiran anda.
Teman-teman yang terkasih,
Akuilah dosa anda di hadapan Tuhan dan terimalah pengampunanNya atas perbuatan-perbuatan jahat yang anda lakukan melalui pengorbanan Kristus. Dengan melakukan hal ini anda akan menerima hak istimewa surgawi yang telah disediakan bagi anda, disamping kuasa spiritual untuk mendapatkan hidup yang kekal. Yakinilah bahwa Tuhan yang Maha Besar mengasihi anda secara pribadi. Ia ingin menyelamatkan anda dari api neraka. Ia ingin mematahkan rantai dosa serta tipuan Setan dalam hidup anda, serta membebaskan anda dari kematian yang pahit. Ia akan menolongmu untuk menjalani hidup yang terhormat, sehingga anda bisa menyampaikan kebenaran dan bukannya kebohongan-kebohongan, bukan menjadi seorang yang najis melainkan seorang yang murni, dan hidup dalam kasih tanpa tipuan dan kebencian. Milikilah keteguhan dan iman di dalam Kristus sebab Dialah mediator dan yang membela anda di hadapan Tuhan. Dengan imanmu kepadaNya, anda akan menjadi seorang pribadi yang baru dengan hati nurani yang bersih, bebas dari takut akan kuburan dan api neraka. Roh Tuhan akan melingkupimu dan akan masuk ke dalam dirimu segera setelah anda mempercayai janji Tuhan di dalam Kristus. Milikilah keteguhan dan keyakinan kepada Putera Maria, maka anda akan menjalani kehidupan yang pantas disebut sebagai kehidupan.
Apakah anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai mediasi yang dilakukan oleh Kristus?
June 8, 2010 at 6:24 am
Yohanes Pembaptis menurut penuturan dari empat penginjil adalah sepupu dan sebaya dengan Yesus, yang usianya hanya sekitar 6 bulan lebih tua dari Yesus. Al-Qur’a tidak menyebutkan apa-apa tentang kehidupan dan karya nabi itu kecuali bahwa Tuhan melalui para malaikat memberitahukan kepada bapaknya, Zakaria, bahwa ia akan mempunyai seorang anak lelaki yang bernama Yahya, yang akan memberikan kesaksian terhadap firman Allah, dan bahwa ia akan menjadi orang yang terhormat, suci dan salah seorang nabi yan berbudi.
Tidak ada yang diketahui tentang kelahirannya selain bahwa ia adalah seorang Nazaret yang hidup di padang gurun, makan belalang dan madu liar menutupi tubuhnya dengan pakaian terbuat dari bulu unta, yang diikat dengan korset kulit. Ia diyakini sebagai salah satu sekte keagamaan Yahudi yang awal disebut �Essenes�, yang melahirkan kaum �Ibionit� kristen awal dengan ciri utamanya adalah meninggalkan kesenangan duniawi.
Sebenarnya, istilah Qur’ani mengenai nabi pertapa ini ��hashura� yang artinya �suci� dalam arti kata �menunjukkan bahwa ia menjalani kehidupan membujang dalam kesucian, kemiskinan, dan kesalehan. Ia tidak dinilai dari masa mudanya yang awal sampai menjadi dewasa usia 30 tahun atau lebih, ketika ia memilai misi mengajarkan pertobatan dan membaptis para pendosa yang bertobat dengan air.
Banyak sekali yang tertarik kepada padang gurun Yudea untuk mendengarkan khotbah-khotbah yang berapi-api dari sang nabi baru. Dan kaum Yahudi yang bertobat dibaptis dalam air sungai Yordan. Ia mencerca kaum Pharisee yang berpendidikan namun fanatik dan para pendeta dan mengancam kaum Saduqee (Saducee) yang terpelajar namun rasionalis dengan balasan yang kelak akan menimpa mereka. Ia menyatakan bahwa ia membaptis mereka dengan air hanya sebagai tanda penyucian hati lewat penebusan dosa. Ia mengabarkan bahwa akan datang setelah dirinya nabi lain yang akan membaptis mereka dengan roh kdudus dan api, yang akan mengumpulkan gandum kedalam lumbung-lumbung dan membakarnya dengan api yang tak terpadamkan. Selanjutnya ia menyatakan bahwa orang yang akan datang kemudian itu jauh lebih kuat darinya dalam segi kekuatan dan martabat sehingga Yohanes Pembaptis mengaku tidak layak baginya untuk membungkuk untuk membukakan ikatan dan melepaskan sepatunya.
Pada salah satu pelaksanaan pembaptisan yang agung inilah Yesus dari Nazaret juga masuk kedalam air Sungai Yordan dan dibaptis oleh nabi Yahya seperti lainnya. Markus (1:9) dan Lukas (3:21) yang melaporkan pembaptisan Yesus oleh Yohanes ini tidak tahu ucapan-ucapan Yohanes mengenai hal ini seperti disebut dalam Matius (3) dimana dinyatakan bahwa Yohanes berkata kepada Yesus, �Akulah yang dibaptis oleh mu, dan apakah engkau akan datang kepadaku?� Dilaporkan juga bahwa Yesus menjawab :�Marilah kita memenuhi kebenaran�, dan kemudian ia membaptisnya. Injil sinoptik itu menyatakan bahwa roh kenabian turun kepada Yesus dalam bentuk seekor merpati ketika ia keluar dari air, dan terdenfar suara yang mengatakan, �Inilah anakku yang terkasih, aku rido kepadanya�.
Injil keempat tidak mengatakan apapun tentang Yesus yang dubaptis oleh Yohanes, tetapi mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis, ketika ia melihat Yesus, berseru,�Lihatlah domba Tuhan�� (Yohanes 1:36) menganggap bahwa Andreas adalah murid Yohanes Pembaptis, dan setelah meninggalkan gurunya kemudian membahwa saudaranya, Simon kepada Yesus (Yohanes pasal 1). Cerita ini kontradiksi sekali dengan pernyataan-pernyataan para penginjil-penginjil lainnya seperti Matius 4:18-19 dan Markus 1:16-18.
Dalam Injil Lukas, kisah diatas berbeda sama sekali. Disini Yesus mengenal Simon Petrus sebelum ia dijadikan murid (Lukas pasal 4) dan keadaan yang menyebabkan sang guru memasukkan anak-anak Yonah dan Zebedee dalam daftar muridnya adalah sama sekali asing bagi para penginjil lainnya (Lukas 4:1-11).
Keempat Injil Gereja trinitas mengandung banyak pernyataan yang kontradiksi tentang hubungan keluarga antara dua nabi sepupuan. Dalam Injil keempat kita membaca bahwa Yohanes Pembaptis tidak mengetahui siapakah itu Yesus sampai setelah pembaptisannya, ketika sebuah roh seperti seekor burung merpati turun dan berdiam dalam dirinya (Yohanes pasal 1:31-32). Tetapi justru Injil Lukas mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis ketika masih berada dalam rahim ibunya, mengetahui dan memuja Yesus yang juga sebagai janin yang lebih muda didalam rahim Maria (Lukas 1:44). Kemudian lagi-lagi dikatakan bahwa Yohanes Pembaptis ketika berada dalam penjara dimana ia dipenggal kepalanya (Matius pasal 11 dan pasal 14), tidak mengetahui sifat sesungguhnya dari misi Yesus!
Ada indikasi misterius yang tersembunyi dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para pendeta dan kaum Lewi kepada Yohanes Pembaptis . Mereka bertanya kepada Yohanes Pembaptis
�� ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.” Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: “Bukan!” (Yohanes 1:19-21).
Selanjutnya para pendeta dan kaum Lewi berkata: “�Mengapakah engkau membaptis, jika engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi itu?” (Yohanes 1:25)
Oleh karena itu, akan diketahui bahwa, menurut Injil keempat, Yohanes bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan pula �nabi itu� . Dan saya mengajukan pertanyaan kepada Gereja-gereja Kristen yang percaya bahwa sumber insipirasi dari semua pernyataan-pernyataan yang kontradiksi adalah Holy Ghost �salah satu tuhan dari tiga tuhan dalam Trinitas- yang dimaksudkan oleh para pendeta Yahudi, apakah Paus dan patriarch tahu siapakah �nabi yang akan datang itu�? Jika tidak, lalu apa manfaat duniawi dari Injil palsu yang telah ditambah-tambah ini? Sebaliknya, jika Anda memang tahu siapa �nabi yang akan datang�, lantas mengapa Anda terus saja diam?
Dalam kutipan diatas (Yohanes pasal 1) dengan jelas dinyatakan bahwa Yohanes bukanlah seorang nabi. Sedangkan kontradiksi dengan pernyataan Yohanes, Yesus dilaporakan telah berkata bahwa tidak ada manusia yang dilahirkan perempuan lebih besar daripada Yohanes (Matius 11:11). Benarkah Yesus membuat pernyataan kontradiksi itu? Apakah Yohanes lebih besar daripada Ibrahim, Musa, Daud, bahkan Yesus sendiri? Dan dalam hal apa keunggulan dan kebesarannya ?
Seandainya kesaksian Yesus tentang Yohanes adalah otentik dan benar, maka kebesaran Yohanes sang �pemakan belalang dipadang gurun� hanyalah terletak pada pembuangan dirinya secara mutlak. Pengorbanan kepentingan diri dan menahan diri dari kepentingan duniawi, keinginannya yang berapi-api untuk mengajak manusia kepada penebusan dosa, dan kabar baiknya tentang �nabi itu �?
Atau apakah kebesarannya karena sebagai sepupu, sebaya dengan saksi Yesus? Nilai dan kehebatan seorang manusia dan juga seorang nabi dapat ditentukan dan dinilai dari karyanya. Kita sama sekali tidak tahu jumlah orang yang berubah keyakinan melalui khotbah-khotbah dan disucikan lewat pembaptisan Yohanes. Juga tidak mengetahui tentang efek pembaptisan Yohanes terhadap perubahan sikap bangsa Yahudi yang bertobat!
Konon Yesus telah mengatakan bahwa Yohanes adalah reinkarnasi nabi Elia (Matius 11:4 ; Matius 17:12; Lukas 1:17), padahal dengan jelas Yohanes mengatakan bahwa dia bukan Elia, bukan Kristus, dan bukan pula nabi itu (Yohanes 1:19-21).
Sekarang, apakah dapat dipercaya Injil-Injil yang penuh pernyataan bertentangan yang saling menentang dan menyangkal ini, seseorang menarik kesimpulan dengan benar? Atau dapatkah ia menemukan kebenaran? Tanggung jawab ini sangat penting dan serius, karena orang-orang yang bersangkutan bukanlah manusia biasa seperti kita, melainkan dua orang nabi yang diciptakan dalam rahim melalui roh dan lahir secara ajaib �yang satu tidak punya bapak, sedangkan orang tua yang satu lagi merupakan pasangan lanjut usia yang mandul.
Daya tarik tanggung jawab ini bahkan lebih gawat lagi ketika kita memperhatikan dokumen-dokemen berisi penyataan-pernyataan kontradiktif ini. Periwayatnya adalah para penginjil, orang-orang yang dikatakan menerima ilham dari Roh Kudus, dan catatannya diyakini Kristen sebagai wahyu Tuhan!
Namun ada kebohongan, pernyataan palsu, atau dusta dalam Bibel atau Injil yang dipegang umat Kristen saat ini. Kedatangan Elia adalah sebelum �nabi itu� (Maleakhi 4:5-6). Yesus berkata:�Yohanes adalah Elia�. Yohanes berkata:�Aku bukan Elia�. Dan kitab suci Kristen lah yang membuat pernyataan saling menyangkal ini!
Benar-benar mustahil menemukan kebenaran dari Injil-Injil ini, kalau Injil-Injil tersebut tidak dibaca dan diperiksa dari sudut pandang Islam dan Ahlul Tauhid. Hanya setelah itu lah kebenaran dapat dipisahkan dari kepalsuan. Hanya semangat dan keyakinan Islam yang dapat menyerang Bible (alkitab) dan membuang dedak dan kesalahan-kesalahan dari halaman-halamannya.
Sebelum meneruskan lebih jauh dengan menunjukkan bahwa nabi yang diramal oleh Yohanes Pembaptis adalah nabi Muhammad, saya harus menarik perhatian pembaca yang serius kepada satu atau dua hal penting lainnya:
Pertama, bisa dikatakan bahwa umat Muslim memberikan penghormatan yang paling tinggi kepada semua nabi, terutama kepada para nabi yang namanya disebut dalam Al-Qur’an seperti Yohanes (Yahya) dan Yesus (Isa). Namun karena kita tidak memiliki alkitab yang asli, konsekuensinya kita tidak dapat membayangkan kemungkinan bahwa salah satu dari dua hamba Allah yang agung ini saling bertentangan.
Soal penting lainnya yang harus diketahui adalah diamnya Injil Barnabas tentang Yohanes Pembaptis, dan ini adalah sangat penting. Injil ini, yang tidak pernah menyebutkan nama Yohanes, menisbahkan ramalannya tentang �nabi yang lebih kuat� sebagai ucapan yang keluar dari mulut Yesus. Didalam Injil Barnabas, Yesus ketika berbicara tentang roh Muhammad yang telah diciptakan sebelum roh-roh nabi lainnya, mengatakan bahwa saking mulianya Muhammad sampai-sampai ketika ia datang, Yesus merasa dirinya tidak pantas untuk berlutut dan membuka tali-tali sepatunya (Barnabas 42:3).
Sang �penyeru� di padang gurun dalam khotbah-khotbahnya kepada khalayak ramai, biasa berseru dengan keras dan berkata, �Aku membaptismu dengan air untuk pertobatan dan pengampuanan dosa-dosa. Namun ada orang yang akan datang setelah ku lebih yang lebih kuat dariku, yang mana untuk membuka tali-tali sepatunya pun aku tidak pantas. Ia akan membaptismu dengan roh dan api�. Kata-kata ini secara berbeda dilaporkan oleh para penginjil, namun semua menunjukkan arti yang sama yaitu respek dan perhatian yang paling tinggi terhadap kepribadian yang mengagumkan dan martabat yang penuh keagungan untuk seorang �nabi yang kuat� yang diramalkan. Kata-kata Yohanes Pembaptis ini sangat deskriptif tentang keramahan dan sikap hormat gaya timur yang diberikan kepada tamu yang bermartabat. Begitu sang tamu melangkah masuk, sang tuan rumah atau salah seorang anggota keluarga buru-buru melepaskan sepatunya, dan mengantarnya ke bangku atau alas duduk. Ketika sang tamu pamit maka perbuatan hormat yang sama diulanginya. Ia dibantu mengenakan sepatunya dengan cara diikat sepatunya oleh tuan rumah.
Yang dimaksud oleh Yohanes Pembaptis adalah bahwa jika ia menemui nabi yang bermartabat itu maka ia pasti menganggap dirinya tidak patut mendapat kehormatan untuk membungkuk guna membuka tali sepatunya. Dari penghormatan ini yang diberikan sebelumnya oleh Yohanes Pembaptis, ada satu hal pasti: Bahwa nabi yang diramalkan itu dikenal oleh semua nabi sebagai Adon (tuan) mereka, karena kalau tidak maka Yohanes pun tidak akan melakukan pengakuan yang sangat rendah hati seperti itu.
Kini kita masih harus menentukan identitas dari �nabi itu�. Oleh karena itu, artikel ini harus dibagi kedalam dua bagian, yakni:
Nabi yang diramalkan itu bukan Yesus, dan
Nabi yang diramalkan itu adalah Muhammad.
Semua orang tahu bahwa gereja-gereja Kristen selalu menganggap Yohanes Pembaptis sebagai bawahan Yesus, dan pembawa berita tentang kedatangannya. Semua juru tafsir Kristen menunjukkan Yesus sebagai objek penyaksian dari nubuat Yohanes.
Meskipun bahasa para penginjil telah diselewengkan oleh orang-orang yang melakukan penambahan atau penyisipan ke arah itu, namun kecurangan atau kesalahan tidak selamanya dapat lepas dari sorotan mata yang tajam seorang kritikus dan pemeriksa yang objektif. Yesus tidak dapat menjadi objek penyaksian Yohanes karena:
Kata depan �setelah� dengan jelas mengecualikan Yesus dari nabi yang diramalkan. Mereka berdua sezaman dan lahir di tahun yang sama. �Dia yang datang setelahku� kata Yohanes, �Lebih kuat dariku�. Kata �setelah� ini mengindikasikan masa yang akan datang pada suatu jarak yang tak terbatas, dan dalam bahasa profetis hal itu mengungkapkan satu siklus waktu atau lebih.
Kaum Sufi dan orang-orang yang menjalani kehidupan spiritual dan pertapaan sangat mengetahui bahwa pada setiap siklus yang dianggap sebagai sama dengan lima atau enam abad, muncul seorang tokoh besar yang terkenal yang dikelilingi oleh beberapa �satelit� yang terlihat dibelahan dunia yang berbeda-beda, dan memperkenalkan gerakan-gerakan keagamaan dan sosial yang hebat yang berlangsung selama beberapa generasi sampai muncul nabi yang bersinar lainnya, disertai oleh banyak murid dan sahabat, membawa pembaruan dan pencerahan yang luar biasa.
Sejarah agama yang benar, mulai dari Ibrahim sampai Muhammad, karenanya dihiasi dengan berbagai peristiwa yang membuka zaman baru dibawah Ibrahim, Musa, Daud, Zorobabel, Yesus, dan Muhammad. Masing-masing zaman ini ditandai dengan hal-hal khusus, dan membuat suatu kemajuan lalu berangsur hilang dan membusuk hingga tokoh terkenal lainnya tampil, dan terus begitu sampai lahirnya Yohanes, Yesus, dan rasul-rasul �satelit�.
Yohanes mendapati bangsanya sudah bekerja keras dibawah penindasan Romawi. Ia menyaksikan kaum Yahudi yang bodoh disesatkan oleh kependetaan yang korup dan arogan. Kitab-kitab suci yang diselewengkan dan digantikan oleh literatur peninggalan leluruh yang takhayul. Ia menemukan bahwa kaum itu telah kehilangan semua harapan akan penyelamatan, kecuali kalau Ibrahim menyelamatkan mereka.
Yohanes mengatakan kepada mereka bahwa Ibrahim tidak menghendaki mereka menjadi anak-anakny, karena mereka tidak patut memiliki bapak seperti itu. Tetapi �Allah dapat menghidupkan anak-anak Ibrahim dari batu-batu� (Matius 3:9). Kemudian mereka memiliki sedikit harapan pada seorang mesias, seorang yang mereka anggap keturunan Daud, akan datang dan mengembalikan kejayaan mereka di Yerusalem.
Kini ketika perutusan kaum Yahudi dari Yerusalem bertanya,�Apakah engkau Mesias?� dengan jengkel ia menjawab, �Tidak� terhadap pertanyaan ini dan juga tentang pertanyaan mereka berikutnya. Tuhan sendiri tahu apa omelan dan teguran yang mereka dengar dari ucapan-ucapan pedas nabi dari padang gurun itu yang secara hati-hati tidak dibiatkan muncul dalam tulisan oleh Gereja dan Sinagog.
Dengan mengesampingkan pernyataan-pernyataan yang berlebihan, yang jelas-jelas telah ditambahkan pada Injil. Kami sepenuhnya percaya bahwa Yohanes memperkenalkan Yesus kepada Mesias sejati dan menasehati kepada khalayak ramai agar menaatinya serta mengikuti perintah-perintahnya. Tetapi, dengan jelas ia mengatakan kepada kaumnya bahwa ada seorang nabi lain, dan yang terakhir, yang saking agungnya dan bermartabatnya dihadapan Allah, membuat Yohanes tidak pantas membuka tali sepatunya.
Tidak mungkin Yesus sebagaimana yang dimaksudkan oleh Yohanes. Karena seandainya demikian halnya, maka ia akan sudah mengikuti Yesus dan tunduk padanya seperti murid-murid Yesus lainnya. Tetapi kenyataannya adalah kita menemukan Yohanes berkhotbah, membaptis, menerima calon anggota dan murid, menghukum Raja Herod, mencaci hierarki kaum Yahudi, dan meramalkan kedatangan Nabi lain yang �lebih kuat� dari dirinya, tanpa sedikitpun Yohanes memperhatikan kehadiran Yesus di Yudea atau Galilea.
Meskipun gereja-gereja Kristen telah menjadikan Yesus sebagai salah satu Tuhan atau anak dari salah satu Tuhan. Fakta bahwa ia dikhitab seperti semua orang Israel dan dibaptis oleh Yohanes seperti kaum Yahudi biasa, membuktikan bahwa yang terjadi adalah hal sebaliknya.
Kata-kata yang dipertukarkan antara Yohanes Pembaptis dan yang dibaptis di Sungai Yordan, nampak sekali sebagai sebuah penyisipan, karena keduanya kontradiksi dan bersifat saling memperdayakan.
Seandainya Yesus lebih kuat, sebagaimana yang diramalkan oleh Yohanes sehingga membukakan tali sepatupun maka Yohanes tak layak, dan bahwa ia akan membaptis dengan roh dan api. Maka tidak perlu dan juga tidak ada guna apa pun untuk membaptis dia disungai oleh mereka yang lebih rendah darinya seperti kaum Yahudi biasa yang bertobat! Ungkapan Yesus, �Kita harus memenuhi semua keadilan� sangatlah tidak dapat dimengerti. Mengapa dan Bagaimana semua keadilan akan dijalankan oleh mereka jika Yesus dibaptis? Ungkapan ini sama sekali tidak dapat dipahami. Ungkapan itu adalah sisipan, atau kalau tidak, kalimat yang sengaja dipotong.
Inilah contoh lain yang harus dipecahkan dan ditafsirkan dengan spirit Islam. Dari sudut pandang seorang Muslim, satu-satunya pengertian dalam ungkapan Yesus ini adalah bahwa Yohanes, lewat penglihatan seorang peramal atau �sophi�, merasakan watak kenabian dari Yesus dan menganggap Yesus untuk sementara sebagai nabiNya yang terakhir dan yang paling agung, sehingga konsekuensinya segan untuk membaptisnya, dan bahwa hanya ketika Yesus mengakui identitas dirinyalah baru Yohanes setuju untuk membaptisnya.
Fakta bahwa Yohanes ketika berada dalam penjara mengutus para muridnya kepada Yesus, dengan bertanya, �Apakah engkau nabi yang akan datang, atau haruskah kami mengharapkan nabi yang lain?� dengan jelas menunjukkan bahwa Yohanes tidak mengetahui karunia kenabian pada Yesus sampai ia mendengar � ketika dalam penjara � tentang mukjizat-mukjizatnya.
Kesaksian Matius (11:3) bertentangan dan membatalkan kesaksian Injil keempat (Yohanes pasal 1), dimana dinyatakan bahwa ketika Yohanes melihat Yesus, maka Yohanes berseru,�Lihatlah domba Tuhan yang memikul dosa dunia�! Penginjil ke empat tidak tahu apa-apa tentang kematian Yohanes secara kejam (Matius pasal 14 dan Markus pasal 6).
Dari sudut keyakinan Ahlultauhid Muslim, adalah suatu kemustahilan seorang nabi mengucapkan hal-hal yang berbau musyrik seperti itu kepada Yesus. Jika Yesus adalah �domba Tuhan� yang menebus dosa dunia, maka khotbah Yohanes akan menggelikan dan tidak berarti. Lagi pula, Yohanes lebih mengetahui dari siapa pun bahwa kata-kata seperti itu yang keluar dari mulutnya akan menyebabkan �sebagaimana yang telah terjadi sekarang- kesalahan yang tidak dapat diperbaiki yang sepenuhnya akan menjelekkan dan merusak gereja.
Akar kesalahan yang telah mengotori agama kristen itu harus dicari dan ditemukan dalam usaha �pengorbanan orang lain� yang pandir ini! Sudahkah sang �Domba Tuhan� (Yesus) menghilangkan dosa dunia? Halaman-halaman gelap �sejarah Eklesiastikal� dari setiap gereja yang bermusuhan dan �bid�ah� akan menjawab dengan kata �Tidak!� yang besar. �Domba-domba� dalam kotak-kotak pengakuan dapat menceritakan kepada Anda dengan rintihan-rintihan mereka bahwa beratnya aneka warna dosa yang sangat besar dibebankan diatas pundak-pundak mereka bahwa masih ada dosa-dosa, pembunuhan, pencurian, mabuk-mabukan, perzinaan, perang, penindasan, perampokan, dan ketamakan yang pernah puas.
Yohanes Pembaptis tidak mungkin sebagai perintis jalan bagi Yesus dalam pengertian sebagaimana Gereja menafsirkan misinya. Ia diperkenalkan kepada kita oleh kitab-kitab Injil sebagai �suara yang berseru keras di padang gurun�, sebagai pemenuhan nubuat Yesaya (40:3) dan sebagai pengabar Yesus atas wewenang nabi Maleakhi (Maleakhi 3:1).
Menegaskan bahwa misi atau tugas Yohanes Pembaptis adalah mempersiapkan jalan dan Yesus dalam kapasitasnya sebagai penakluk yang jaya yang datang �tiba-tiba ke baitnya� dan disana menegakkan agama �Syalom� dan menjadikan Yerusalem beserta baitnya lebih megah daripada sebelumnya (Hagai 2:6-9), berarti mengakui kegagalan mutlak dari seluruh usaha.
Namun demikian, satu hal sama besarnya dengan 2+2=4 �bahwa keseluruhan proyek, menurut pandangan yang berlebihan dari umat Kristen, menunjukkan kegagalan total. Karena, dari sudut apapun kita mengkaji segala interpretasi gereja, kegagalan nampak jelas sekali. Bukannya menyambut Sang pangeran di gerbang bait Yerusalem dengan mengenakan mahkota ditengah-tengah sambutan kegembiraan bangsa Yahudi. Justru �Sang Perintis� yakni Yohanes malahan menyambut Yesus dengan bertelanjang kaki ditengah Sungai Yordan, dan kemudian memperkenalkannya, setelah membenamkan atau mencelupkan gurunya ke dalam air, kepada khalayak dengan berkata, �Lihatlah ini adalah sang Mesias� atau �Ini adalah Anak Tuhan� atau ditempat lain �Lihatlah Domba Tuhan� sama dengan benar-benar menghina orang-orang Israel atau, kalau tidak, melecehkan, atau semata-mata mengejek Yesus dan juga membuat dirinya tidak wajar.
June 8, 2010 at 7:58 am
Mat 3:13 Kemudian datanglah YESUS dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes, untuk dibaptis olehnya.
Mat 3:14 Namun Yohanes mencegah Dia, dengan berkata, “Seharusnya aku yang perlu dibaptis oleh-Mu, malah Engkau yang datang kepadaku?”
Mat 3:15 Akan tetapi sambil menanggapi, YESUS berkata kepadanya, “Turutilah sekarang, karena demikianlah yang seharusnya terjadi pada kita untuk menggenapi seluruh kebenaran!” Maka dia pun menuruti-Nya.
Mat 3:16 Dan sesudah dibaptis, YESUS segera keluar dari air. Dan tampaklah langit terbuka bagi-Nya dan Dia melihat Roh Elohim sedang turun bagaikan seekor burung merpati dan datang ke atas-Nya.
Mat 3:17 Dan, perhatikanlah suatu suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Putra-Ku Yang Terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan!”
June 8, 2010 at 5:09 pm
Ada dua ucapan yang sangat penting mengenai Yohanes Pembaptis yang disampaikan oleh Yesus, tetapi dicatat dengan cara aneh:
Ucapan pertama Yesus mengenai Yohanes adalah bahwa Yohanes dimunculkan ke dunia sebagai reinkarnasi Elia (nabi dalam Perjanjian Lama). Keanehan yang menyelimuti sebutan ini terjadi pada diamnya Yesus mengenai identitas dari orang yang diharapkan secara resmi diperkenalkan oleh Elia kepada dunia sebagai nabi terakhir. Bahasa Yesus dalam hal ini adalah sangat kabur, ambigu, dan aneh.
Seandainya Yohanes adalah (reinkarnasi dari) Elia, lantas mengapa dia tidak disebutkan secara jelas?
Seandainya Yesus adalah sang �Utusan yang dijanjikan� dan Dominator[Maleakhi 3:1 versi Vulgate: Ecce ego mittam angelum meum et praeparabit viam ante faciem meam et statim veniet ad templum suum dominator quem vos quaeritis et angelus testamenti quem vos vultis ecce venit dicit Dominus exercituum.] (terjemahan Vulgate untuk bahasa Ibraninya �Adon� seperti yang tercantum dalam Maleakhi 3:1), mengapa dia secara terbuka mengatakan begitu ? Jika ia dengan berani menyatakan bahwa bukan dirinya, tetapi nabi lain yang merupakan �Dominator� itu. Maka sebenarnya pastilah ada tangan jahat yang menghapus dan menghilangkan kata-kata Yesus dari kitab Injil yang asli.
Bagaimanapun juga, kitab Injil-injil lah yang harus bertanggung jawab atas ambiguitas dan ketidakjelasan ini. Itu hanya dapat digambarkan sebagai hal kejam yang merusak teks dan telah menyesatkan jutaan umat Kristen berabad-abad.
Yesus seharusnya menunjukkan diri secara terbuka dan eksplisit dengan mengatakan, �Yohanes adalah Elia yang diutus sebagai perintis yang mempersiapkan jalan untukku!� Atau jika bukan seperti itu, maka mungkin ia sudah menyatakan hal sebagai berikut, �Yohanes adalah Elia yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Muhammad�. Barangkali ini disebabkan oleh kegemaran Yesus akan bahasa yang bersifat ambigu (kemenduaan makna).
Sebenarnya ada beberapa contoh sebagaimana dilaporkan dalam Injil-Injil, dimana Yesus memberikan pernyataan yang tidak jelas dan sama sekali tidak dapat dipahami. Dengan mengesampingkan ketuhanannya, sebagai seorang nabi bahkan sebagai seorang guru, ia diharapkan menjadi seorang guru yang terus terang.
Ucapan lain yang terselubung dalam keanehan adalah, �Tidak seorang pun yang dilahirkan oleh perempuan lebih besar dari Yohanes� kata Yesus, �Tetapi yang paling kecil di Kerajaan Surga adalah lebih besar daripada Yohanes�. Apakah Yesus bermaksud mengajari kita bahwa Yohanes dan semua nabi serta orang-orang shaleh berada diluar Kerajaan Tuhan? Siapakah orang �paling kecil� yang lebih besar daripada Yohanes? Dan konsekuensinya dari semua umat Tuhan yang mendahului Yohanes? Apakah Yesus sendiri yang dimaksud �paling kecil� itu? Atau yang �paling kecil� diantara orang-orang Kristen yang dibaptis? Tidak mungkin dia sendiri, karena pada masanya Kerajaan itu belum didirikan di bumi. Jika memang dia, maka tidak mungkin ia sebagai yang �paling kecil� didalamnya karena ia adalah pendirinya.
Gereja � dengan sudut pandangnya yang aneh � telah menemukan solusi yang sangat tidak masuk akal untuk memecahkan problem ini. Dan solusi itu adalah bahwa orang Kristen lah yang �paling kecil� untuk dicuci dengan darah Yesus (melalui sakramen pembaptisan, menurut keyakinan kaum Sacerdotolis, atau kalau tidak melalui semacam regenerasi, menurut ketakhayulan penginjil) menjadi �lebih besar� dari Yohanes dan semua orang-orang suci terdahulu, termasuk Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, Elia, Daniel.
Alasan atau bukti klaim yang mengagumkan ini adalah bahwa umat Kristen, betapapun berdosanya dia, asalkan dia beriman kepada Yesus sebagai Juru Selamatnya, maka ia memiliki hak-hak istimewa ( privilages) yang didambakan para nabi suci namun tidak dinikmatinya. Hak-hak istimewa ini sangat banyak. Penyucian dari dosa asalkan melalui pembaptisan kristen, pengetahuan tentang Trinitas, pemberian makanan daging dan darah Yesus dalam Sakramen Ekaristi, doa dengan membuat tanda salib, hak-hak kuci surga dan neraka diberikan kepada Paus, dan kegembiraan yang berlebih-lebihan (ectasy) dari kaum Puritan[Puritan adalah orang yang sangat teguh berpegang pada peraturan-peraturan tata susila.], Quaker[Quaker adalah anggota suatu perkumpulan Kristen anti perang dan anti sumpah], Persaudaraan, dan semua sekte lain yang disebut Kaum NonKonformis yang masing-masing dengan jalannya sendiri-sendiri, meskipun mengklaim hak-hak istimewa dan hak-hak proregratif yang sama, semua sepakat bahwa setiap orang Kristen yang baik pada hari kebangkitan akan menjadi perawan suci dan menampilkan dirinya sebagai pengantin perempuan untuk �Domba Tuhan�!
Lantas, tidakkah Anda berpikir bahwa umat Kristen berhak untuk percaya bahwa yang �paling kecil� diantara mereka adalah �lebih besar� dari semua nabi? Tidakkah Anda berpikir, kalau demikian, bahwa biarawan Patagonian yang kekar dan biarawati Parisian yang menebus dosa adalah lebih mulia daripada Adam dan Hawa, karena misteri Trinitas disampaikan kepada orang-orang idiot ini dan tidak kepada nenek moyang mereka yang dahulunya hidup bersama Allah di Surga sebelum mereka diturunkan kebumi?
Namun semua keyakinan dan aqidah yang bermacam-macam ini berasal dari Perjanjian Baru dan dari ucapan-ucapan yang dinisbahkan kepada Yesus dan rasul-rasulnya. Namun, bagi kita sebagai kaum Ahlultauhid Muslim ada sedikit cahaya kemilau yang tertinggal dalam kitab-kitab Injil, dan sudah cukup bagi kita untuk menemukan kebenaran tentang Yesus dan sepupunya (Yohanes) yang sebenarnya.
Yohanes Pembaptis meramalkan Muhammad
Menurut kesaksian Yesus, tidak ada orang yang dilahirkan perempuan lebih besar dari Yohanes, namun yang �paling kecil� dalam Kerajaan Surga adalah lebih besar dari Yohanes. Perbandingan yang dibuat oleh Yesus adalah antara Yohanes dan semua nabi sebelumnya sebagai penghuni Kerajaan Surga. Nah dalam urutan kronologis maka nabi terakhir adalah yang �paling kecil� diantara para nabi, ia akan menjadi junior mereka dan yang paling muda.
Kata �z’ira� dalam bahasa Arami, seperti kata Arab �saghir�, berarti �anak kecil�. Versi Pshittha menggunakan kata �z’ira� atau �z’eira� sebagai lawan dari �rabba� untuk �besar, tua�.
Setiap orang Kristen akan mengakui Yesus adalah bukan nabi yang �terakhir�, dan karenanya ia tidak mungkin sebagai yang �paling kecil�. Tidak hanya para rasul sendiri yang diberkati dengan pemenuhan nubuat, tetapi juga banyak manusia suci lainnya di zaman kerasulan disokong dengan kisah itu (Kisah-kisah 11:27-28; Kisah-kisah 13:1; Kisah-kisah 15:32; Kisah-kisah 21:9-10),
Dan karena kita tidak dapat menemukan yang mana dari nabi-nabi gereja yang banyak ini adalah �yang terakhir�, tentu saja kita dipaksa untuk mencari kemana-mana seorang nabi yang tidak dapat disangkal adalah nabi terakhir dan penutup daftar kenabian. Dapatkah kita membayangkan bukti-bukti mendukung Muhammad yang lebih kuat dan lebih brilian daripada pemenuhan nubuat Yesus yang menakjubkan ini?
Dalam daftar panjang keluarga nubuat, tentu saja yang �paling muda�, yang �paling kecil� adalah Muhammad. Beliau adalah �Adon� (Tuan) nya mereka. Menyangkal ciri dan sifat nubuat kenabian Muhammad merupakan suatu penyangkalan yang mendasar terhadap keseluruhan wahyu Ilahi dan semua nabi yang mengajarkannya. Karena semua nabi lainnya secara bersama-sama belum menyelesaikan karya raksasa yang diselesaikan sendiri oleh nabi dari Mekkah dalam waktu singkat yakni 23 tahun misi kenabiannya.
Misteri tentang kehidupan sebelumnya dari roh-roh para nabi belum diungkap kepada kita, tetapi setiap muslim sejati mempercayainya. Roh yang ada sebelumnyalah dengan kekuatan firman Allah � kun � (jadi) seorang lanjut usia Sarah, seorang lanjut usia Hannah, dan seorang perawan Maria melahirkan Ishaq, Yohanes, dan Yesus.
Injil Barnabas melaporkan bahwa Yesus berbicara tentang roh Muhammad yang dinyatakan olehnya telah diciptakan sebelum semua yang lain.
Saya senang mengatakan bahwa hak sayalah, berkat karunia Allah, untuk memecahkan problem misteri yang selama ini menutupi apa arti dan maksud sebenarnya dari �yang paling kecil dalam Kerajaan Surga� !
Yohanes mengakui bahwa Muhammad lebih unggul dan lebih kuat darinya. Ungkapan penting disampaikannya kepada orang-orang Yahudi itu, �Dia yang datang setelah aku� mengingatkan para Penulis, Pharisee, dan ahli hukum mereka pada ramalan kuno dari nenek moyang mereka, Yaqub, dimana Patriarch itu menggunakan gelar yang unik �Syilokhah� untuk �Rasul Allah/ Rosululloh�, julukan yang sering digunakan oleh Yesus untuk Muhammad dalam Injil Barnabas. Pada waktu menulis artikel saya tentang �Syiloh�, saya mengatakan bahwa kata tersebut bisa jadi merupakan perubahan dari �Syiloukh� atau �Syilokhah� yang artinya adalah Rasul Allah (Rosululloh), tetapi kemudian saya lupa bahwa Yerome juga telah memahami bentuk Ibrani itu dalam arti tersebut, karena ia telah menerjemahkannya sebagai � qui mittendis est �
Ketika saya merenungkan penangkapan dan pemenjaraan Yohanes yang tidak berdaya oleh Herod dan pemenggalan lehernya secara kejam, atau ketik saya membaca dengan teliti cerita-cerita membingungkan nan tragis mengenai pencambukan Yesus oleh Pilate, penobatan Yesus dengan mahkota duri (dalam keadaan disalib kesakitan) oleh Herod, dan malapetaka di Calvary[Calvary (merupakan bahasa latin dari Golgota) adalah bukit diluar Kota kuno Yerusalem tempat Yesus disalib, sebagaimana diyakini oleh Kristen], lalu saya beranjak memalingkan pandangan saya pada masuknya Adon (dengan 10.000 pasukan) dengan penuh kemenangan ke Mekkah, penghancuran total semua berhala didalam Ka’bah suci, pemandangan yang menggetarkan hati dari musuh pembawa maut bernama Abu Sufyan yang takluk dikaki Syilokhah (Rasul Allah) memohon pengampunannya dan menyatakan keimanannya, dan atas ibadah agung dan khotbahnya yang terakhir dari sang penutup para nabi menerima firman ilahi yang terakhir ini �Al yauma akmaltu lakum dinukum� (Hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu), dan sebagainya, kemudian saya sepenuhnya memahami bobot dan nilai dari pengakuan Yohanes, �Dia lebih kuat dariku�.
�Kemurkaan yang akan datang� . Pernahkah Anda menjumpai penfsiran yang pantas dan bijaksana, dan meyakinkan dari kalimat ini diantara banyak sekali komentar mengenai kitab Injil? Apa yang dimaksud Yohanes dengan ungkapan, �Lihatlah kapak sudah dipasang pada akar pohon?� Atau perkataannya, �Ia memegang kapas ditangannya untuk membersihkan lantai pengiriknya?� Atau ketika ia meremehkan gelar �Anak-anak Ibrahim�?
Saya tidak akan menghalangi Anda untuk mengetahui tingkah laku para penafsir, karena mereka adalah lamunan yang tidak pernah diimpikan oleh Yohanes ataupun pendengarnya. Mungkinkah Yohanes pernah mengajari kaum Pharisee yang angkuh dan kaum Saduqee[Nama ibrani ini secara salah ditulis Saducee] yang rasionalistik itu menyangkal kebangkitan jasmaniah bahwa pada hari kiamat Yesus akan menumpahkan kemurkaannya pada mereka dan membakar mereka bagaikan pohon-pohon yang tidak berbuah dan bagaikan sekam dalam api neraka? Tidak ada satu kata pun dalam semua literatur kitab suci mengenai kebangkitan jasad-jasad atau mengenai api neraka. Tulisan-tulisan Talmudistik ini penuh dengan misteri eskatologis yang sangat mirip dengan tulisan kaum Zardusytee, tetapi sumbernya sama dari kitab-kitab resmi.
Nabi yang bertobat dan membawa kabar baik itu tidak berbicara tentang kemurkaan yang jauh dan tidak terbatas yang sudah pasti menunggu kaum kafir dan kaum Atheis, tetapi berbicara tentang malapetaka yang terdekat dari bangsa Yahudi. Ia mengancam bahwa murka Allah sedang menunggu kaum itu jika mereka terus-menerus berbuat dosa dan menolak misi dan koleganya, Yesus.
Bencana yang akan datang adalah hancurnya Yerusalem dan pembubaran terakhir Israel yang terjadi sekitar 30 tahun sesudah itu selama masa hidup para pendengarnya. Baik dia maupun Yesus mengabarkan kedatangan Rasul Allah yang agung yang telah dikabarkan oleh Yaqub dengan gelar Syilokhah, dan bahwa dengan kelahirannya semua hak kenabian dan kehormatan serta otoritas akan diambil dari bangsa Yahudi, dan memang, demikianlah yang terjadi sekitar 6 abad kemudian, ketika benteng-benteng terakhir mereka di Hijaz diratakan dengan tanah dan kepangeranan mereka dihancurkan oleh nabi Muhammad saw.
Kekuasaan Romawi yang semakin mendominasi di Syria dan Palestina telah mengancam otonomi palsu bangsa Yahudi, dan arus emigrasi bangsa Yahudi akhirnya dimulai. Dan mengenai cerita inilah Yohanes bertanya, �Siapa yang memberitahu kalian untuk melarikan diri dari kemurkaan yang akan datang?� Mereka diperingatkan dan didesak untuk menghasilkan buah-buah yang bagus dengan pertobatan dan kepercayaan terhadap para rasul Tuhan yang sejati, khususnya kepada Adon, yang merupakan sang pemimpin sejati dan terakhir yang kuat.
kaum Yahudi dan Kristen selalu menuduh Muhammad telah menegakkan agama Islam dengan kekuatan dan pedang. Kaum modernis Islam selalu berusaha untuk menyangkal tuduhan ini. Tetapi ini tidak berarti mengatakan bahwa Muhammad tidak pernah menggunakan pedang. Ia harus menggunakannya untuk mempertahankan nama Tuhan.
Setiap kesabaran ada batasnya. Setiap kemurahan hati ada akhirnya. Kesempatan dan waktu yang diberikan oleh Allah kepada bangsa Yahudi, Arab, dan lainnya berakhir selama lebih dari 4000 tahun. Hanya setelah berakhirnya periode inilah baru Allah mengutus Muhammad dengan membawa kekuatan dan pedang, api dan roh, untuk menghadapi kaum kafir yang kejam, menghadapi anak-anak Ibrahim yang tidak bersyukur (baik bani Ismail dan bani Israil), dan menghadapi kekuatan Iblis.
Keseluruhan Perjanjian Lama merupakan cerita tentang teokrasi dan pemberhalaan. Kadang-kadang sedikit cahaya Islam �yakni agama Allah- bersinar di Yerusalem dan Mekkah; namun ia selalu dianiaya oleh kekuatan Setan. Empat Binatang Buas yang kejam datang menginjak-injak kaum beriman. Lalu datanglah Muhammad untuk menghancurkan dan membunuh Ular Berbisa dan memberinya gelar yang hina �iblis� �setan yang terluka memar.
Tentu saja Muhammad adalah seorang nabi yang melakukan pertempuran, tetapi objek pertempuran itu adalah kemenangan bukan balas dendam. Penaklukan musuh dan menegakkan agama Islam sebagai Kerajaan Allah dimuka bumi.
Sebenarnya, ketika Yohanes digurun pasir berseru dengan suara nyaring, �Siapkan jalan Tuhan dan luruskan jalan-jalanNya�, ketika itu ia sedang menyinggung agama Tuhan dalam bentuk kerajaan yang sedang datang mendekat. Tujuh abad sebelumnya, nabi Yesaya telah meneriakkan dan mengucapkan kata-kata yang sama (Yesaya 40:1-4). Dan dua abad kemudian Allah sendiri meratakan jalan untuk Koresh[Koresh adalah seorang Raja Persia dan penakluk Kerajaan Babylonia yang mengizinkan bangsa Yahudi untuk kembali ke kampung halamannya di Palestina. Bangsa Yahudi sebelumnya menjalani masa pembuangan oleh Kerajaan Babylonia] dengan menaikkan dan menutup setiap lembah, meratakan setiap bukit dan gunung untuk memudahkan penaklukan dan mempercepat gerakan (Yesaya 45:1-3).
Sejarah berulang sendiri, kata mereka; dalam kedua kasus tersebut bahasa dan maknanya sama. Yang pertama menjadi prototipe yang kedua. Allah telah meratakan jalan untuk Raja Koresh (Koresy) dari Persia untuk menundukkan musuh-musuhnya kedalam taklukan Persia, karena Bait Allah di Yerusalem dan orang-orang pilihanNya dalam penjara.
Kini sekali lagi Tuhan mengulang kejadian yang hampir sama, tetapi dengn skala yang lebih besar dan lebih luas. Dihadapan khotbah Muhammad, semua berhala dihilangkan, dihadapan pedang Muhammad, maka kerajaan-kerajaan disekitarnya takluk pada beliau, dan anak-anak Kerajaan Allah menjadi sederajat dan membentuk �orang-orang kudus milik Yang Maha Tinggi�. Karena hanya dalam Islam lah semua orang beriman sederajat. Tidak ada pendeta (dengan hak-hak khususnya), tidak ada sakramen, tidak ada kasta dan perbedaan ras. Semua orang beriman adalah satu, kecuali dalam kebajikan dan kesabaran, dalam hal mana mereka saling mengungguli.
June 9, 2010 at 4:53 pm
Dan (ingatlah) ketika Isa (Yesus) putra Maryam (Maria) berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad� (QS Ash Shaff 61:6)
�Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Periqlytos yang lain, supaya ia menyertai kamu selamanya� (Yohanes 14:16)
Ada ketidaklogisan dalam kata-kata yang dinisbahkan kepada Yesus oleh Injil keempat. Ia berkata seolah-oleh beberapa Periqlyte sudah datang dan pergi, dan bahwa � Periclyte yang lain� akan diberikan hanya atas permintaan Yesus. Kata-kata ini juga meninggalkan kesan bahwa rasul-rasul itu sudah mengenal nama yang dalam teks Yunani menjadi Periclytos .
Kata sifat �yang lain� yang mendahului sebuah kata benda asing yang untuk pertama kali diumumkan kelihatan sangat asing dan sama sekali berlebih-lebihan. Tidak diragukan bahwa teks tersebut telah diubah, Seakan-akan bahwa Bapa akan mengirim Periqlyte atas permintaan Yesus, kalau tidak maka Periqlyte tidak akan pernah datang! Kata �minta� pun kelihatan dibuat-buat dan menunjukkan kesombongan di pihak nabi Yesus.
Kita sudah mengetahui bahwa Periclyte itu bukanlah Roh Kudus, maksudnya oknum Ilahiah, Jibril, atau malaikat lain. Sekarang masih harus dibuktikan bahwa Periclyte itu tidak mungkin seorang penghibur dan tidak pula seorang perantara antara Tuhan dan manusia.
Periqlyte itu bukan “Penghibur” (consoler), juga bukan “Perantara” (intercessor). Kami bisa membuktikan sepenuhnya ketidakmungkinan material untuk menemukan arti dari “penghiburan” ataupun “perantaraan” (consolation atau intercession). Yesus tidak memakai kata Paracalon . Disamping itu bahkan dari sudut pandang agama dan moral, gagasan “penghiburan” dan “perantaraan” tidak dapat diterima.
Keyakinan bahwa kematian Yesus di atas tiang salib menyelamatkan orang beriman terhadap kutukan dosa asal, dan bahwa rohnya dan kehadirannya dalam Ekaristi akan selamanya bersama mereka, menyebabkannya tidak memerlukan penghiburan atau kedatangan sama sekali seorang penghibur. Di sisi lain, jika mereka memerlukan seorang penghibur, maka seluruh harapan umat Kristen tentang pengorbanan Yesus (disalib) di bukit Cavalry pun akan sia-sia. Sebenarnya dalam kitab-kitab Injil dan Epistle sangat jelas menunjukkan bahwa kedatangan Yesus untuk kedua kalinya di atas awan adalah sebentar lagi (Matius 16:28; Markus 9:1; Lukas 9:27; Yohanes 2:18; 2 Timotius 2:1; 2 Tesalonika 2: 3).
Penghiburan tidak pernah dapat mengembalikan yang hilang. Menghibur seseorang yang telah kehilangan matanya, kekayaannya, anaknya, atau keadaannya tidak dapat mengembalikan kehilangan-kehilangan tersebut. Janji bahwa seorang penghibur akan diutus oleh Tuhan sesudah Yesus pergi akan berarti kehilangan total seluruh harapan dalam kejayaan Kerajaan Tuhan. Janji akan seorang penghibur menunjukkan kedukaan dan ratapan dan tentu saja yang pasti telah mendorong para rasul-rasul kepada kekecewaan kalau tidak kepada keputusasaan. Yang mereka butuhkan bukan seorang Penghibur yang menghibur mereka dikala sedih, melainkan seorang pejuang yang akan menghancurkan setan dan kekuatannya, seorang yang akan mengakhiri semua kesulitan dan penindasan yang mereka alami, dan bukan hanya menghibur orang dikala sedih.
Gagasan tentang seorang “perantara” antara Tuhan dan manusia pun tidak dapat dipertahankan. Tidak ada mediator yang mutlak antara Pencipta dan mahluk-Nya. Keesaan Allah sendiri sajalah perantara kita yang mutlak. Yesus yang menganjurkan umatnya untuk berdoa kepada Tuhan dengan sembunyi-sembunyi, untuk memasuki ruangan dan menutup pintu serta kemudian berdoa – karena hanya dalam keadaan demikian itu “Bapa” akan berkenan mendengarkan do’a mereka dan menganugerahkan kepada mereka pertolonganNya – tidak dapat menjanjikan mereka seorang perantara. Bagaimana mendamaikan kontradiksi ini.
Semua orang beriman, dalam doa-doa mereka, saling memperantarai, para nabi dan malaikat pun melakukan hal yang sama. Kewajiban kita lah untuk memohon rahmat, ampunan, dan pertolongan-Nya, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Tetapi Tuhan tidak diintervensi oleh sang Perantara, kecuali yang di ridoi-Nya. Saya �sepatutnya- berterima kasih kepada orang yang melalui perantaraannya, saya mendapat ampunan, dan keringanan. Namun saya merasa takut kepada hakim atau penguasa zalim yang mengakibatkan saya diserahkan kepada pihak eksekutor.
Apakah umat Kristen tidak berpikir, ketika umat Kristen meyakini bahwa Yesus (yang duduk disebelah kanan Bapa) menjadi perantara antara umat Kristen dan Allah, tetapi pada saat yang sama juga meyakini perantara yang lain (yang lebih rendah dari Yesus) yang duduk di singgasana Tuhan. Al Qur’an melarang keras mempercayai terhadap seorang “shafi” atau perantara dengan cara ini.
Tentu saja kita tidak mengetahui secara pasti, tetapi sangatlah bisa dimengerti bahwa malaikat-malaikat tertentu, roh para Nabi dan roh orang suci diizinkan oleh Tuhan untuk menolong dan memberi petunjuk kepada mereka yang berada dibawah perlindungan mereka. Gagasan tentang seorang perantara di hadapan pengadilan Allah, membela perkara para klien nya, mungkin sangat mengagumkan, namun hal ini adalah keliru, karena Tuhan bukanlah seorang manusia yang ketika menjadi hakim, ada kalanya berbuat nafsu, tidak teliti, dan tidak adil. Allah sangat mengetahui perbuatan dan hati manusia daripada para malaikat dan nabi. Konsekuensinya tidak perlu ada perantara antara Tuhan dan mahluk-Nya.
Keyakinan terhadap Perantara timbul akibat keyakinan terhadap pengorbanan, korban bakaran (sesajen), kependetaan, dan mitos. Keyakinan ini lah yang membuat manusia menghormati bahkan memuja kuburan dan gambar-gambar para santo dan martir, sehingga meningkatkan pengaruh dominasi Gereja. Tentu saja hal ini membuat orang bodoh tetap bodoh. Kabut tebal Perantara sama sekali menutup atmosfir spiritual antara Tuhan dan manusia. Lalu kepercayaan ini mendorong orang berpura-pura menjadi orang yang beriman lalu mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri dengan cara mengumpulkan sejumlah besar dana untuk mendirikan misi-misi yang kuat dan kaya dan mendirikan Gereja, tetapi dalam hati mereka yang bekerja sebagai misionaris itu adalah kaki tangan dari pemerintah mereka masing-masing. Karena malapetaka yang sebenarnya menimpa orang-orang Armenia, Yunani, dan Kaldea-Asyiria di Turki dan Persia ditimbulkan oleh kaum misionaris yang menanamkan fanatisme buta lagi bodoh. Sehingga kita akan selalu menjumpai bahwa kepercayaan adanya Perantara selalu menjadi sumber penyelewengan, fanatisme, penindasan, kebodohan, dan lainnya.
Setelah kita membuktikan bahwa “Paraclete” dari Injil Yohanes bukan dan tidak bisa diartikan “penghibur” maupun “perantara,” atau pun lainnya, dan bahwa kata tersebut merupakan bentuk Periqlytos yang sudah diselewengkan, kini kita akan melanjutkan dengan membahas arti kata itu yang sebenarnya.
Secara etimologis dan harafiah “Periqlytos” berarti “yang paling terkenal, termasyhur, patut dipuji.” Sebagai sumber, saya mengambil kamus Yunani-Perancis dari Alexandre bahwa “Periqlytos”, “Ou’on peut entendre de tous les cotes; qu’il est facile a entendre. Tres celebre,” dan seterusnya= Periqleitos, tres celebre, illustre, glorieux” dari= Kleos, glorire, renommee, celebrite.” Kata majemuk ini terdiri dari kata depan “peri” dan “kleotis” yang terakhir ini berasal dari �memuliakan, memuji.” Kata benda, yang saya tulis dalam ejaan bahasa Inggris Periqleitos atau Periqlytos, bersesuaian dengan arti kata AHMAD dalam bahasa Arab, yaitu yang termasyhur, yang mulia, dan terkenal. Satu–satunya kesulitan yang harus diatasi adalah menemukan nama aslinya dalam bahasa Semit yang dipakai oleh Yesus dalam bahasa Ibrani ataupun Arami.
Pshittha (berbahasa Syria ) meskipun menulis “Paraqleita” namun dalam Daftar Katanya sama sekali tidak memuat arti kata tersebut. Sedangkan, Vulgate (berbahasa Latin) menerjemahkannya sebagai “penghibur” atau “penolong.” Kalau saya tidak salah ingat, bentuk dalam bahasa Arami itu pastilah “Mhamda” atau Hamida” bersesuaian dengan bahasa Arab “Muhammad” atau “Ahmad”, dan bahasa Yunani “Periqlyte.” Penafsiran kata Yunani dalam arti �Penghiburan� ini tidak berarti bahwa nama Periqlyte itu sendiri adalah Penghibur, melainkan sebuah keyakinan dan harapan umat Kristen bahwa �dia� akan datang untuk menghibur umat Kristen. Karena harapan umat Kristen bahwa Yesus akan balik kebumi menyambut para muridnya telah sia-sia[Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (1 Tesalonika 4:16-17).
Dalam suratnya, Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menuju langit tetapi lucunya bukan Yesus yang mendatangnya, melainkan pedang Kaisar Nero yang "menyambut" leher Paulus di luar tembok kota Roma tahun 64 M, Ramalan kedatangan Yesus menurut Matius, Markus, dan Lukas (Matius 10:23; 16:28; Markus 9:1 dan Lukas 9:27)
Bahwa Yesus dan Kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel. Ramalan ini ternyata tidak terjadi, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal semua murid Yesus sudah meninggal 2000 tahun yang lalu.], maka mereka mengkonsentrasikan harapan pada kedatangan Periqlyte.
Wahyu Al Qur’an bahwa Yesus anak Maria memberitahukan kepada bani Israel bahwa dia “membawa kabar gembira tentang seorang utusan, yang akan datang sesudah aku dan namanya adalah Ahmad,” adalah salah satu bukti yang terkuat bahwa Nabi Muhammad saw benar-benar seorang Nabi dan bahwa Al Qur’an benar-benar sebuah Wahyu Ilahi. Beliau pastilah tidak pernah dapat mengetahui bahwa Periqlyte itu berarti Ahmad, kecuali melalui ilham dan Wahyu Ilahi. Otoritas Al Qur’an adalah menentukan dan bersifat final; karena arti harfiah dari nama dalam bahasa Yunani itu bersesuaian dengan Ahmad atau Muhammad, dalam bahasa Arabnya.
Sungguh Mengagumkan bahwa nama yang unik ini tidak pernah sebelumnya diberikan kepada siapapun, secara ajaib disimpan untuk Nabi-Nya yang paling termasyhur dan paling pantas terpuji! Kita tidak pernah menjumpai orang Yunani memakai Periqleitos (atau Periqlytos) sebagai namanya, begitupun dengan orang Arab. Memang benar ada seorang dari Athena yang bernama Periqleys yang berarti “terpandang”, tetapi tidak dalam bentuk tingkat superlatifnya.
Sangat jelas dari gambaran Injil Keempat bahwa Periqlyte adalah seorang oknum tertentu, Roh Kudus yang diciptakan, untuk tinggal ditubuh manusia untuk menyelesaikan pekerjaan luar biasa yang ditugaskan kepadanya oleh Tuhan, yang tidak pernah diselesaikan oleh orang lain, termasuk para nabi terdahulu. Tentu saja kita tidak menyangkal bahwa murid-murid Yesus benar-benar menerima Roh Tuhan, bahwa Yesus disucikan oleh Roh Kudus, dan banyak umat Kristen Ahlultauhid yang menjalani kehidupan shaleh. Pada hari Pantekosta (yaitu 10 hari setelah kenaikan Yesus), diceritakan bahwa Roh Tuhan turun pada murid-murid Yesus dan orang-orang beriman lainnya yang berjumlah 120 orang, dalam bentuk lidah-lidah api (Kisah pasal 2), dan jumlah ini yang menerima Roh Kudus dalam bentuk 120 lidah api ditambahkan pada 3000 jiwa yang dibaptis, tetapi tidak dikunjungi oleh lidah api Roh Kudus. Sudah pasti, satu Roh (bila anda artikan sebagai pribadi) tidak mungkin dibagi-bagi kedalam ratusan orang. Sehingga Roh Kudus (yang banyak mendapatkan tempat diayat-ayat Injil) bukan lah dalam artian satu pribadi, melainkan karunia, nikmat, dan ilham dari Tuhan. Yesus telah menjanjikan karunia Surgawi ini dan kekuasaan untuk menyucikan, mencerahkan, memperkuat, dan mengajari jemaatnya. Tetapi Roh ini jelas berbeda dengan Periqlyte yang menyelesaikan banyak pekerjaan luar biasa.
Umat Kristen yang hidup di abad pertama dan kedua masehi lebih mempercayai tradisi daripada tulisan-tulisan tentang agama baru (Kristen). Papias dan lain-lain termasuk dalam kategori ini. Bahkan dizaman para rasul pun telah timbul berbagai sekte, Kristus palsu, anti Kristus, dan guru-guru palsu merobek-robek Gereja sampai luluh (1 Yohanes 2:18-26; 2 Petrus 2,3:1; Yohanes 7-13;dan lain-lain). �Orang-orang yang percaya� dinasehati dan didesak untuk tetap berpegang dan patuh pada tradisi, yakni ajaran lisan para murid Yesus. Yang disebut sekte-sekte Bid�ah ini, seperti Gnostic, Appollinarian, Docetae, dan lain-lain, kelihatan tidak percaya kepada fabel, legenda, dan pandangan-pandangan berlebihan tentang pengorbanan dan penebusan Yesus, sebagaimana termuat dalam banyak tulisan hebat yang dikemukakan Lukas (1:1-4). Salah satu musuh utama pebid�ah dari sekte tertentu (yang namanya hilang dari ingatan saya) benar-benar menganggap Periqleitos sebagai namanya, pura-pura sebagai nabi �yang paling terpuji� yang diramalkan oleh Yesus dan mempunyai banyak pengikut. Seandainya saja ada Injil asli yang disahkan oleh Yesus atau para muridnya, tidak mungkin ada sedemikian banyak sekte yang semuanya menentang isi kitab-kitab yang termuat didalam atau diluar Perjanjian Baru. Secara aman, Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa umat Kristen generasi awal menganggap �Roh Kebenaran� yang dijanjikan sebagai seorang nabi-Nya yang terakhir.
Tidak ada keraguan bahwa yang dimaksud Periqlyte adalah Muhammad atau Ahmad. Dua nama (dari dua bahasa yang satu Yunani dan lainnya Arab) ini memiliki arti yang sama, yakni �yang paling terkenal dan terpuji� sebagaimana �Pneuma� dan �Roh� tidak lebih dan tidak kurang artinya adalah �Roh�. Kita sudah mengetahui bahwa terjemahan kata itu menjadi �Penghibur� atau �Penolong� adalah sama sekali tidak dapat dimengerti dan salah kaprah. Bentuk gabungan dari Paraqalon berasal dari kata kerja yang tersusun dari para-qalo , tetapi Periqlyte berasal dari Peri-qluo . Perbedaannya sangat jelas, oleh karenanya marilah kita periksa tanda-tanda sang Periqlyte yang hanya dapat ditemukan pada diri Ahmad atau Muhammad.
Muhammad sendiri mengungkapkan seluruh kebenaran tentang Tuhan, keesaan-Nya, agama, dan mengoreksi pencemaran nama dan fitnah-fitnah yang ditulis dan diyakini terhadap Diri-Nya dan banyak hamba-hamba-Nya yang suci. Dilaporkan bahwa Yesus telah mengatakan tentang Periqlyte bahwasanya ia adalah �Roh Kebenaran�, bahwa ia �akan memberi kesaksian� tentang Yesus yang sebenarnya dan tentang misinya (Yohanes 14:17; 15:26). Dalam khotbahnya, Yesus berbicara tentang pra-eksistensi rohnya (Yohanes 8:58; 17:5). Dalam Injil Barnabas, Yesus dilaporkan sering berbicara tentang keagungan dan kemegahan roh Muhammad yang telah dilihatnya. Tidak ada keraguan bahwa roh dari nabi terakhir ini telah diciptakan lama sebelum Adam. Oleh karena itu, Yesus ketika berbicara tentang dia pasti akan menyatakan dan menggambarkannya sebagai �Roh Kebenaran�. Roh Kebenaran inilah yang menegur umat Kristen (karena telah menyimpang dari ajaran-ajaran nabi terdahulu) karena membagi-bagi keesaan Tuhan menjadi trinitas, karena mereka mengangkat Yesus kepada martabat Tuhan dan anak Tuhan, dan karena mereka telah membuat segala macam ketakhayulan dan bid�ah. Roh Kebenaran inilah yang membongkar penipuan-penipuan yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan Kristen karena menyelewengkan kitab suci mereka, yang mengutuk kaum Yahudi karena segala fitnah yang mereka alamatkan kepada perawan Maria dan Yesus. Roh Kebenaran inilah yang menunjukkan hak kelahiran Ismail, Tidak berdosanya Luth, Daud, Sulaiman, dan banyak nabi lainnya dan membersihkan para nabi dari segala noda fitnah para pemalsu alkitab.
Diantara tanda-tanda Periqlyte atau Roh Kebenaran yang ketika ia datang dalam wujud �Anak Manusia� adalah �ia menyadarkan dunia akan dosa� (Yohanes 16:8-9). Tidak ada hamba Allah lainnya, apakah seorang Raja seperti Daud dan Sulaiman, atau seorang nabi seperti Ibrahim dan Musa, yang melaksanakan penyadaran akan dosa ini sampai benar-benar tuntas, dengan ketegaran hati, semangat, dan keberanian seperti Muhammad. Setiap pelanggaran hukum adalah dosa, dan kemusyrikan adalah induk dan sumbernya. Kita berdosa besar ketika mencintai suatu objek lebih daripada Tuhan. Semua nabi menyadarkan tetangga dan kaum mereka akan dosa, tetapi tidak dalam skala �dunia�, seperti yang dilakukan Muhammad. Dia tidak hanya membasmi kemusyrikan sampai keakar-akarnya di Jazirah Arabia dimasa hidupnya, tetapi juga mengutus utusan kepada Chosroes Parviz dan kepada Heraclius, penguasa dari dua kerajaan terbesar, Persia dan Romawi, dan kepada Raja Ethiopia, Gubernur Mesir, dan beberapa Raja dan Emir lainnya, mengajak mereka semua untuk memeluk agama Islam dan meninggalkan penyembahan berhala dan keyakinan-keyakinan (dogma) palsu. Penyucian oleh Muhammad dimulai dengan penyampaian firman Allah ketika ia menerimanya, yaitu pembacaan ayat-ayat al-Qur�an kemudian dengan mengkhotbahkan, mengajarkan, dan mempraktekkan ajaran agama yang benar itu. Tetapi ketika kuasa kegelapan dan kemusyrikan melawannya dengan sejata, maka ia menghunus pedang dan menghukum musuh yang tidak beriman. Ini adalah pemenuhan nubuat Kitab Daniel pasal tujuh. Muhammad diberkahi Tuhan dengan kekuatan dan kekuasaan untuk menegakkan Kerajaan Allah, dan menjadi pangeran dan panglima tertinggi pertama dan sebagai raja diraja dan tuan segala tuan dibawah Tuhan.
Segi lainnya dari perbuatan-perbuatan Periqlyte (Ahmad) yang berani adalah bahwa ia akan menginsafkan terhadap banyak sekali kebenaran dan penghakiman (loc.cit). Penafsiran �akan kebenaran, karena aku (Yesus) pergi kepada Bapakku� (Yohanes 16:10) yang diletakkan dimulut Yesus adalah tidak jelas dan bermakna ganda. Kembalinya Yesus kepada Tuhannya diberikan sebagai salah satu alasan untuk penghukuman dunia oleh sang Periclyte yang akan datang. Mengapa demikian? Dan siapa yang menghukum dunia menurut cerita itu? Kaum Yahudi percaya bahwa mereka menyalib dan membunuh Yesus dan tidak percaya Yesus diangkat ke langit. Muhammad lah yang mensucikan dan menghukum mereka dengan berat karena kekafiran mereka. �Mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Yesus, tetapi (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Yesus kepada-Nya� (QS An-Nisa 4:157-158).
Penghukuman yang sama juga ditimpakan kepada umat Kristen yang percaya bahwa Yesus mati disalib dan mengiranya sebagai Tuhan dan anak Tuhan. Terhadap semua ini al-Qur�an menjawab, �Padahal mereka tidak membunuhnya, dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan degan Yesus bagi mereka� (QS An-Nisa 4:157).
Beberapa orang yang percaya terhadap yesus pada permulaan sekali agama Kristen, menyangkal bahwa Yesus sendiri menderita diatas salib, tetapi bersikukuh bahwa yang lain diantara para pengikutnya, Yudas Iscariot atau lainnya yang sangat serupa dengannya, ditangkap, dan disalib sebagai penggantinya.
Jemaat Korintus, Basilidus, Korpokratus, dan banyak sekte Kristen lainnya memiliki pandangan yang sama.
Dengan demikian, peradilan yang dilakukan terhadap Yesus oleh Ahmad adalah berdasarkan sumber yang menyatakan bahwa ia adalah Ruhullah (Roh Allah), bahwa bukan Yesus yang disalib dan dibunuh, dan bahwa ia adalah seorang manusia yang menjadi utusan Tuhan. Inilah yang dimaksud Yesus dengan keadilan mengenai pribadi, misi, dan perpindahannya ke Surga, dan ini benar-benar diselesaikan oleh Rasul Allah.
Tanda terpenting pada diri Periqlyte adalah bahwa ia akan menginsyafkan dunia akan penghakiman �karena penguasa dunia ini telah dihukum� (Yohanes 16:11). Raja atas penguasa dunia ini adalah Setan (Yohanes 12:31; 14:30), karena dunia ini tunduk padanya.
Saya harus menarik perhatian kepada para pembaca saya agar memperhatikan kitab Daniel pasal tujuh yang ditulis dalam dialek Arami atau Babylonia. Disana digambarkan bagaimana mahkota (kursawan) dan penghakiman (dina) ditegakkan.
Dalam bahasa Arab pun kata �dinu�, seperti bahasa Arami �dina� artinya penghakiman, tetapi umumnya ia digunakan dalam arti agama. Bahwa Al-Qur’an harus menggunakan �Dina� Daniel sebagai ungkapan penghakiman dan agama adalah lebih dari penting. Menurut pendapat saya yang sederhana, ini adalah suatu dan bukti langsung dari kebenaran yang diturunkan oleh Roh Kudus yang sama atau Jibril kepada Daniel, Yesus, dan Muhammad.
Pengadilan yang digambarkan dengan segala kemualiaannya ditegakkan untuk menghakimi Setan dalam bentuk Binatang Buas Keempat yang menakutkan. Barulah kemudian seseorang muncul �seperti anak manusia� (�Kbarinish�) atau �Barnasha� yang dihadapkan kepada Tuhan dengan diberikan kepadanya kehormatan, kekuasaan, dan kerajaan untuk selamanya dan ditugaskan untuk membunuh Binatang Buas Keempat dan menegakkan Kerajaan orang-orang kudus milik Yang Maha Tinggi.
Yesus tidak ditugaskan untuk menghancurkan Binatang Buas. Yesus tidak ikut dalam urusan-urusan politik. Sebaliknya Yesus membayar upeti kepada Kaisar Romawi dan malahan melarikan diri ketika kaumnya hendak menobatkan Yesus sebagai Raja atas bangsa Yahudi. Yesus dengan jelas menyatakan bahwa Sang Pemimpin dunia ini akan datang, karena sang Periqlyte akan mencabut kejahatan dan kemusyrikan sampai keakar-akarnya. Semua ini dituntaskan oleh Muhammad dalam beberapa tahun.
Islam adalah Kerajaan dan Pengadilan, atau sebuah agama yang mempunyai kitab hukum Al-Qur’an. Islam mempunyai Tuhan sebagai hakim dan raja tertinggi dan Muhammad sebagai pahlawannya yang meraih kebahagiaan dan keagungan yang abadi.
Tanda yang tak kalah pentingnya dari sang Periqlyte adalah bahwa ia tidak akan berkata-kata dari dalam dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya, dan ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang (Yohanes 16:13).
Tidak ada sedikitpun komentar untuk Al-Qur’an, selain bahwa isinya adalah firman Allah yang diwahyukan. Muhammad mengucapkan, melafalkan firman Tuhan seperti yang ia dengar dibacakan kepadanya oleh malaikat Jibril, dan ditulis oleh para juru tulisnya yang jujur.
Kata-kata, ucapan, dan ajaran Nabi, meskipun sakral, bukanlah firman Tuhan, melainkan Hadits.
Maka, apakah ia bukan sang Periqlyte sejati. Meskipun dengan gambaran seperti itu? Dapatkah Anda menunjukkan kepada kami orang lain selain Ahmad, yang sukses dalam pekerjaan besarnya baik dalam hal moral, kualitas, tanda-tanda istimewa Periqlyte ini? Anda tidak akan mampu!
Saya pikir saya sudah cukup membuktikan tentang san Periqlyte dan akan menyimpulkan dengan sebuah ayat Al-Qur’an, �Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan� (QS Al-Ahqaf 46:9)Sesungguhnya tiap-tiap jiwa pasti akan merasai mati lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya dan di sanalah dia akan dimintakan pertanggungjawaban di atas apa yg dia telah lakukan semasa di dunia.
June 10, 2010 at 3:06 pm
Sejauh ini kita hanya menelaah hal-hal pokok yang mengarah kepada terciptanya dongeng-dongeng mempertuhankan Yesus dan apa yang disebut peran beliau dalam Trinitas sebagai Anak Tuhan. Namun, oknum ketiga dalam dogma Trinitas Kristen, yakni Ruhul Kudus, merupakan sebuah teka-teki. Mengapa “Dua dalam Satu” tidak mencukupi, dan mengapa harus mengemukakan pihak ketiga dalam doktrin dasar ini? Secara akal, oknum ketiga ini tidak memiliki kebenaran untuk menempati sebuah posisi dalam konsep Kristen tentang tuhan-tuhan. Harnack, seorang penafsir dalam masalah ini, merasakan bahwa pada mulanya, Kristen diwakili oleh suatu tuhan gabungan, yaitu Tuhan dan Yesus. Kemudian meliputi gereja, [dan] menyebutnya sebagai Ruh, untuk menambahkan elemen ketuhanan kepada apa yang jika tidak demikian akan menjadi partner ketiga yang hampa dan tidak masuk akal. Hal ini juga berfungsi sebagai alat ampuh anti Yahudi.1 Pendeta K.E.Kirk dalam eseinya, The Evolution of the Doctrine of Trinity, telah mengatakan hal berikut ini untuk masalah yang sama:
Kita secara alamiah beralih kepada para penulis zaman itu untuk mengetahui apa yang menjadi landasan bagi keimanan mereka. Kami terkejut, ternyata kami terpaksa mengakui bahwa mereka tidak memiliki landasan apa pun. Pertanyaannya sebagaimana yang tampil bagi mereka tidak hanya �mengapa� tiga oknum? Melainkan, lebih cenderung �mengapa tidak?’
Dia terus menunjukkan kegagalan total teologi Kristen untuk menciptakan pembenaran/dukungan logika bagi doktrin Trinitas dan ketiga tuhan Kristen dapat dijelaskan secara pokok sebagai konsep sepasang tuhan yang padanya dipautkan oknum ketiga yang berbeda, untuk membuat gambaran yang lebih sempurna.2
Kami percaya bahwa oknum ini secara bertahap berubah di bawah pengaruh falsafah-falsafah dan dongeng-dongeng para penyembah berhala sebelumnya yang banyak terdapat di kerajaan Romawi. Pertukaran pemikiran tentunya telah membuat para theolog Kristen menetapkan posisi Ruhul Kudus. Dengan didapati banyaknya bukti keberadaan kepercayaan-kepercayaan seperti itu atau sekte-sekte yang menggambarkan Tuhan sebagai tiga oknum dalam satu wujud, tidaklah sulit untuk melacak kembali sumber asli doktrin Kristen tentang Trinitas. Ringkasnya, bila dua dapat menjadi satu, dan satu dapat menjadi dua, mengapa tidak tiga menjadi satu saja? Merupakan tugas para ilmuwan peneliti untuk menetapkan secara tepat bila dan bagaimana oknum ketiga dalam rangkaian tuhan Kristen telah mulai berakar kuat dalam dongeng Kristen, tetapi pada saat ini hal itu di luar pokok pembahasan. Di sini, kami hanya ingin menguji kemustahilan penda’waan-penda’waan semacam itu, yang telah ditolak langsung oleh pemahaman manusia. Fitrat manusia menolak dengan tegas pemikiran-pemikiran yang saling bertolak-belakang dan berupa paradoks.
Antar Hubungan dalam Trinitas
Apabila orang membayangkan hubungan sesama di antara ketiga oknum tuhan-tuhan Kristen, maka seknarioskenario yang mungkin timbul hanyalah sebagai berikut:
a) Mereka memiliki tahapan-tahapan dari aspek-aspek yang berbeda dari satu oknum tunggal.
b) Mereka merupakan tiga oknum berbeda, yang samasama menikmati keabadian setara di antara mereka.
c) Mereka merupakan tiga oknum dengan beberapa sifat individual yang berbeda dan sama sekali tidak dimiliki oleh yang lain.
d) Mereka merupakan tiga oknum dalam satu, dengan sifat yang seluruhnya sama dan kekuatan-kekuatan yang setara, bergabung satu sama lain, dan tanpa fungsifungsi yang terpisah satu sama lain.
Kita akan bahas masing-masing kemungkinan secara berurutan.
Tahapan-tahapan dan Aspek yang Berbeda dari Satu Oknum
Kemungkinan pertama tidak perlu dibahas panjang lebar sebab hampir tidak ada orang Kristen zaman sekarang yang lebih mengimani Yesus sebagai sebuah aspek atau salah satu fase Tuhan, daripada mengimani beliau sebagai satu oknum berbeda. Orang-orang yang percaya pada Trinitas bersikeras bahwa terdapat tiga oknum berbeda yang menyatu menjadi satu.
Pada saat seseorang mengakui skenario bahwa satu oknum memiliki aspek-aspek berbeda yang ditampilkan secara bersamaan, maka konsep Trinitas, yakni tiga tuhan dalam satu, akan menguap jadi udara, dan Trinitas tidak tersisa lagi. Sehingga, sang Tuhan Bapak lah, tergerak oleh kasih-sayang-Nya, yang mati demi dosa-dosa manusia. Dalam kasus ini hal itu hanya merupakan suatu fase peralihan dari oknum yang sama. Aspek-aspek bukanlah oknum, dan demikian pula fase-fase tidaklah menciptakan wujud yang terpisah. Manusia mana pun dapat menjalani berbagai macam perasaan dan aspek, tanpa harus terbelah menjadi dua atau tiga atau banyak oknum. Oleh karena itu, jika Tuhan memutuskan untuk mati demi manusia yang penuh dosa, itu adalah Tuhan sendiri dan bukan aspek-Nya yang melakukan hal tersebut.
Oleh sebab itu, mengenai kasus yang menjadi perhatian ini, yakni aspek Tuhan yang telah memainkan sebuah peran vital dalam pengorbanan Tuhan demi manusia yang penuh dosa, hanya dapat dipahami sebagai penampakan satu sifat-Nya. Jadi, jika sifat kasihsayang Tuhan itu sendiri diperlakukan sebagai seorang ‘oknum’ dan oknum tersebut telah dinamakan Yesus Kristus, maka yang telah mati itu adalah ‘kasih-sayang’ Tuhan. Sungguh merupakan kontradiksi aneh, bahwa kasih-sayang Tuhan karena iba terhadap manusia yang penuh dosa lalu melakukan aksi bunuh diri. Hal itu secara tidak langsung mengungkapkan bahwa selama tiga hari tiga malam tidak ada sifat kasihsayang yang tertinggal pada diri Tuhan.
Ingat, dalam skenario ini, Yesus tidak diperlakukan sebagai suatu oknum terpisah yang berdiri sendiri, melainkan hanya sebagai sebuah sifat atau aspek Tuhan, yang dalamnya beliau menjadi semacam kasih-sayang yang menjelma sebagai wujud. Akan tetapi wujud ini tetap merupakan satu unsur yang tidak terpisahkan dari Tuhan. Jadi, jika ada yang telah mati dalam proses tersebut, hal itu mestilah wujud Tuhan, atau sifat kasih-sayang-Nya yang telah memainkan peran sangat vital dalam episode ini. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain kecuali mempercayai kematian sifat kasih sayang Tuhan, atau kematian Tuhan Yang Maha Pengasih itu sendiri.
Banyak kerumitan yang timbul dari penda’waan bahwa aspek-aspek seorang oknum tunggal dapat dihapuskan dari keberadaannya, untuk sementara atau selamanya. Skenario ini hanya dapat dipahami dalam kaitan dengan penerapannya pada apa yang dialami manusia. Seorang manusia dapat kehilangan penglihatan atau pun pendengaran untuk sementara atau selamanya, tetapi dia tetap merupakan orang hidup yang sama. Kematian suatu kemampuan, memang merupakan kematian parsial bagi orang yang sama. Dalam analisa utama, orang yang kehilangan atau mengalami hal itu tetap merupakan orang yang sama.
Oknum-oknum Berbeda Menikmati Keabadian Bersama
Jika elemen-elemen rangkaian tuhan Kristen merupakan tiga oknum berbeda yang secara bersamaan menikmati keabadian, pertanyaan yang timbul adalah tentang hubungan internal mereka. Jika mereka secara azali merupakan tiga oknum yang membentuk satu tuhan, maka mereka tentu memiliki ego masing-masing, sehingga penderitaan salah satu di antara mereka, jika memang dapat menderita, merupakan hal yang dialami oleh oknum itu sendiri secara pribadi. Yang lainnya dapa bersimpati terhadapnya, tetapi secara nyata tidak dapat ikut dan merasakan penderitaan itu. Sudah tentu hampir tidak mungkin membayangkan cara kerja pemikiran dan proses pengambilan keputusan pada Tuhan, tetapi penda’waan bahwa Dia benar-benar terdiri dari tiga oknum yang bergabung jadi satu, membenarkan suatu upaya untuk ‘mengaitkan tiga proses pemikiran yang berdiri sendiri.
Satu skenario yang mungkin timbul adalah, tentang seorang anak manusia yang lahir dengan tiga kepala. Ketiganya dapat dinyatakan sebagai satu oknum tunggal, berdasarkan pada keberadaan hanya satu tubuh saja dan sepasang tungkai serta lengan, tetapi ketiga kepala menampilkan permasalahan dalam menyatakan kondisinya yang sebenamya. Jika keanehan alam seperti itu hidup cukup lama untuk mampu berbicara dan memaparkan sendiri diri mereka, barulah kita dapat menyelidiki apa yang berlangsung di dalam ketiga kepala yang berbeda itu. Dengan tidak adanya pengetahuan tentang itu, menyatakan mereka sebagai satu oknum yang berkongsi memiliki tiga akal pikiran, atau tiga oknum yang berkongsi memiliki satu tubuh, tidaklah mungkin.
Anehnya, aspek sangat penting dalam doktrin Kristen ini sama sekali tidak diuraikan dalam Bibel. Sejauh yang berkaitan dengan rujukan tentang Kristus dan Ruhul Kudus, tidak kurang bukti yang menyatakan bahwa mereka ditampilkan sebagai dua oknum berbeda, yang tidak berkongsi dalam hal proses pemikiran yang sama dan perasaan-perasaan yang sama. Jika tidak, bayanganbayangan Ruhul Kudus yang berbeda dengan Kristus akan tidak mungkin dipahami, khususnya selama periode ketika Yesus terkurung dalam tubuh manusianya.
Pertanyaan-pertanyaan yang pasti timbul berkenaan dengan apa yang benar-benar telah terjadi pada oknum Kristus selama pengalaman tersebut, dalam kaitannya dengan dua oknum lain pada sosok tuhan Kristen adalah:
Apakah kedua oknum lainnya, yakni Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus, bersama-sama menghuni tubuh Yesus Kristus atau sama-sama mengalami pengalamanpengalaman beliau dalam kaitan mereka dengan tubuh itu?
Apakah Yesus sendiri yang menghuni tubuh tersebut, dan dengan demikian beliau tidak mengikut-sertakan kedua oknum Trinitas lainnya dalam pengalaman beliau yang berkait dengan tubuh itu?
Penjabaran nomor satu sudah dibahas. Berkenaan dengan nomor dua, kerumitan lebih lanjut timbul mengenai hubungan Yesus, pada waktu itu dengan kedua oknum Trinitas lainnya. Apakah Yesus merupakan wujud yang terpisah sepenuhnya saat itu, atau beliau tetap merupakan bagian integral dari kedua oknum lainnya, hanya saja beliau memiliki kelebihan menghuni sebuah tubuh manusia secara terpisah? Sekarang kita memiliki pertanyaan lain untuk dijawab:
Apakah wujud ketuhanan beliau sepenuhnya terkandung dalam tubuh manusia beliau, ataukah hanya muncul sendirian keluar dari bentuk Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus yang dimiliki bersama-sama, seperti sebuah jari kecil yang muncul dari tubuh seekor amuba?
Skenario ini juga akan memaksa kita mempercayai bahwa selama fase tersebut Yesus lebih hebat dari kedua oknum lainnya, sebab beliau sama-sama mengambil bentuk keberadaan wujud dengan Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus, sedangkan kedua lainnya tidak menempati wujud manusia beliau.
Oleh sebab itu, untuk membuat persoalan ini lebih mudah dimengerti, dilakukan upaya untuk memberikan ilustrasi pada pikiran mereka, hati mereka, perasaanperasaan mereka dan fungsi-fungsi organ mereka berada dalam suatu keterpaduan sempurna sedemikian rupa sehingga pengalaman individu masing-masing mereka dapat dirasakan oleh yang lain secara penuh. Jika hal ini terjadi, ,maka Trinitas antara Tuhan, Anak dan Ruhul Kudus jadi lebih dapat dimengerti. Namun, tetap saja masih ada persoalan menyangkut tiga tubuh yang mengandung tiga oknum identik. Hal ini sudah tentu tidak dapat diterapkan pada pemahaman Trinitas Kristen. Pada pandangan kedua, orang terpaksa membayangkan satu tubuh yang memiliki tiga identitas. Tetap saja, identitas demikian yang dimiliki oleh apa yang disebut kembar tiga, hanya dapat dibayangkan apabila satu tubuh mengandung tiga oknum, yang di dalamnya sendiri tampil banyak permasalahan. Akan tetapi dapat dijelaskan bahwa Tuhan tidak mempunyai tubuh, dan sesuatu yang menyerupai tubuh manusia, seperti yang telah dikemukakan, tidak dapat diterapkan untuk-Nya. Sudah tentu, kami sepenuhnya mengerti bahwa Tuhan tidak mempunyai tubuh seperti dalam istilah manusia, tetapi tetap masih ada permasalahan mengenai tiga wujud ruhani sebagai kembar tiga yang identik, secara individu mereka adalah oknum-oknum, tetapi yang merupakan satu dalam semua segi lainnya.
Permasalahan lain yang akan menghadang keberadaan [tuhan] kembar tiga secara hipotesa adalah hubungan mereka dalam kaitan dengan penyembahan. Apakah oknum-oknum ruhani “Tiga dalam Satu” rangkaian tuhan [Kristen] itu saling menyembah satu-sama lain? Apakah mereka semua akan memperoleh penyembahan dari makhluk-makhluk ciptaan mereka tanpa mereka harus menyembah dalam hubungan mereka satu sama lain?
Walaupun pemaparan berulang kali terdapat di dalam Perjanjian Baru bahwa Yesus Kristus yang menyembah Tuhan Bapak dan mengingatkan orang lain untuk melakukan hal sama, tetapi tidak ada penjelasan yang telah dibuat mengenai penyembahan Ruhul Kudus terhadap Tuhan Bapak. Dan lagi, tidak pernah ada upaya Yesus, seperti yang tertera dalam Perjanjian Baru, untuk mendesak orang-orang lain agar menyembah beliau atau menyembah Ruhul Kudus. Orang jadi bertanya-tanya, sebab tidak ada rujukan tentang penyembahan selain yang berkaitan dengan Tuhan Bapak.
Walaupun sudah merupakan tradisi umum di kalangan umat Kristen untuk menyembah Yesus sebagai Anak Tuhan bersamaan dengan Tuhan Bapak, tidak ada contoh-contoh yang tercatat tentang seorang murid Yesus Kristus pemah menyembah beliau, atau Yesus mendesak mereka untuk melakukan hal itu selama beliau menetap di bumi. Bahkan kalau pun beliau pemah berbuat demikian, hal itu akan menimbulkan banyak pertanyaan yang tak terjawabkan. Demikian pula yang berlaku bagi Ruhul Kudus, dan timbul pertanyaan, mengapa Ruhul Kudus tidak meminta siapa pun untuk menyembahnya.
Dalam masalah bahwa mereka adalah “Tiga dalam Satu” dalam arti bahwa ego utama mereka atau kesadaran akan keberadaan mereka tetap satu, walaupun terbagi dalam tiga aspek atau fase, telah dipelajari panjang lebar. Suatu wujud yang demikian secara logika tidak dapat disebut “tiga oknum dalam satu.” Selain itu, aspek-aspek atau fase-fase tidak pemah disembah dan tidak pula mereka menyembah ego sentral mereka. Untuk memahami mereka sebagai oknumoknum yang terpisah, mereka harus memiliki identitas masing-masing yang berdiri sendiri, dalam bentuk ego pokok yang memberikan rujukan pada kesadaran mereka sebagai oknum-oknum. Jika tidak, masalah rujukan terhadap diri mereka dan lainnya sebagai “saya”, “kamu” dan “dia,” tidak akan timbul.
Trinitas yang diterapkan bagi satu wujud hanya akan dapat dipahami sebagai sifat-sifat dan tidak lebih dari itu.
Dan sejauh yang berkaitan dengan sifat-sifat, sudah pasti tidak terbatas hanya sampai tiga saja. Tidak peduli apakah kita tahu atau tidak, Tuhan pasti memiliki berbagai sifat.
Untuk menyimpulkan pembahasan ini, kami menegaskan kembali bahwa masalah penyembahan dalam kaitan antara mereka satu sama lain hanya dapat timbul jika mereka merupakan oknum-paradoks dan kemustahilan yang sudah menjadi bawaan itu dengan cara membayangkan kondisi telaahan yang berbeda. Sudah tentu, ilustrasi-ilustrasi ini hendaknya jangan dipahami secara harfiah oleh para pembaca.
Permasalahan yang ada di hadapan kita adalah, apakah seorang oknum tunggal itu menampilkan sifat-sifat yang berbeda atau menjalani fase-fase yang berbeda. Hal ini membawa kita pada pertanyaan tentang masalah “Tiga Wujud dalam Satu” dan “Satu Wujud dalam Tiga,” khususnya dari segi fase-fase yang berbeda satu sama lain; dan penampakkan sifat-sifat serta suasana hati yang berbeda oleh oknum yang sama.
Masalah ini telah disinggung panjang lebar pada bab sebelumnya. Di sini, hal itu hanya perlu ditegaskan kembali pada permasalahan bahwa jika seorang oknum atau satu wujud menampilkan fase-fase yang berbeda, ia tidak dapat menampilkan fase-fase berbeda tersebut secara bersamaan, tanpa membelah dirinya menjadi bagian-bagian yang berbeda.
Ambillah, misalnya, air dalam ukuran dan jumlah tertentu. Air itu dapat diubah seluruhnya menjadi uap atau es tanpa meragukan wujudnya yang tetap satu. Jika air itu secara simultan dicermati dalam fase-fase yang berbeda itu, ia harus dipecah menjadi sedemikian rupa sehinga sepertiga bagiannya akan menjadi es, sepertiga menjadi uap dan sepertiga lagi tetap mencair. Masing-masing bentuk akan berbeda satu sama lain, tanpa menjalani dua fase lainnya secara beriringan. Jumlah air akan terpecah menjadi tiga kondisi, tetapi ukurannya pasti akan lebih kecil dari seluruh substansi jika disatukan, dan tidak ada yang dapat menyatakannya “satu dalam tiga” dan “tiga dalam satu.” Demikian pula, perwujudan Kristus dalam bentuk manusia Yesus, sementara tetap terjalin ikatan menyatu antara Yesus si manusia dengan Tuhan Bapak, adalah suatu hal yang tidak dapat dipahami.
Seluruh umat manusia terbentuk dari elemen-elemen yang sama, tetapi kemiripan dan kesamaan mereka satu sama lain tidak membuat mereka menjadi satu oknum tunggal. Adalah sifat-sifat,kepribadian-kepribadian dan keterpisahan mereka satu sama lain yang membuat mereka terbagi-bagi dalam banyak wujud, walaupun mereka pada hakikatnya terbuat dari substansi yang sama. Orang tidak dapat menyebut mereka sebagai “satu dalam lima milyar” dan “lima milyar dalam satu,” walaupun mereka sama-sama memiliki unsur manusia.
Mari kita telaah pertanyaan yang sama dari sudut lain. Jika, dalam jangka masa tertentu, Yesus terpisah dan dapat dibedakan dari Tuhan Bapak di satu sisi, dan dari Ruhul Kudus di sisi lain maka di mana letak keterpisahan eksistensi Kristus yang berbeda itu? Ingat, orang harus memahami bahwa Kristus yang secara total berbeda dan terputus dari Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus. pengorbanan beliau demi saudara-saudara manusia beliau, atau dapat kita katakan sebagai separuh saudara manusia beliau, harus dianggap sebagai pengalaman pribadi beliau sepenuhnya, berbeda dari Tuhan Bapak atau Ruhul Kudus. Hal ini secara jelas menghasilkan pertimbangan kami bahwa Kristus seorang diri yang mentransfer akal pikirannya atau proses pemikirannya kepada tubuh jasmani Yesus. Demikian pula dapat dipahami bahwa beliau menjalani suatu pengalaman yang tidak dialami oleh dua unsur lainnya dalam Trinitas Kristen. Memusingkan kepala, tidakkah demikian?
June 11, 2010 at 7:23 am
Jika Tuhan Bapak, Yesus dan Ruhul Kudus merupakan tiga oknum dengan sifat-sifat pribadi yang sama sekali tidak dimiliki oleh yang lain, maka mereka tidak dapat dianggap sebagai “Tiga dalam Satu” dan “Satu dalam Tiga.” Penyatuan total dari Trinitas menjadi Kemanunggalan hanya dapat dimengerti apabila karakter-karakter, sifat-sifat, fungsi-fungsi dan segenap kemampuan yang dimiliki oleh ketiga oknum menjadi sama satu sama lain, tanpa adanya perbedaan apapun yang membedakan satu sama lain.
Hal ini mengetengahkan sebuah skenario yang dalam tahap tertentu dapat disukai, yakni kembar tiga yang mirip, yang akal oknum berbeda yang tidak memiliki status yang setara serta sifat sifat yang sama.
Dalam contoh ini, hanya ada satu yang layak disembah dan dua oknum lainnya yang secara logika sebagai wujud lebih rendah, diharapkan menyembah yang satu itu. Jawabannya, sekali lagi, dapat diterima kecuali bahwa “Kemanunggalan dalam Trinitas” itu akan punah. Tidak mungkin bagi anda untuk menerima “Tiga dalam Satu” dan “Satu dalam Tiga” keduanya sekaligus.
Hal ini mengingatkan saya pada sebuah lelucon yang ingin saya ceritakan bersama anda. Dikisahkan bahwa Joha, seorang pelawak istana terkenal, begitu menggelikan bagi Timurleng pada waktu penyerbuannya ke Baghdad, sehingga dia memutuskan untuk membawanya sebagai pampasan perang dan menunjuknya sebagai kepala pelawak istana. Suatu kali dikisahkan bahwa Joha merasa ingin sekali makan daging sendirian sehingga dia tidak dapat menahannya lagi. Maka dia membeli dua kilo daging terbaik yang tersedia di tukang daging. Ketika menyerahkan daging tersebut kepada istrinya, dia memerintahkannya agar menyiapkan daging panggang lezat dari itu, dan tidak ada yang boleh menyentuhnya, termasuk istrinya kecuali dia. Akan tetapi malangnya bagi Joha, begitu istrinya selesai masak, beberapa saudara istrinya datang secara mengejutkan. Hal itu merupakan kejutan yang menyenangkan bagi sang istri, tetapi bakal menjadi kejutan yang tidak mengenakkan bagi Joha. Aroma menggoda dari daging yang baru saja dipanggang itu terlalu menggoda bagi mereka untuk dihindari, dan apa yang terjadi berikutnya sudah dapat ditebak secara logika. Setelah selesai menyantapnya, mereka dengan senang hati pamit kepada saudara perempuan mereka yang tampak agak risau itu. Akhirnya sang istri mempersiapkan diri dengan alasan yang tepat manakala Joha pulang ke rumah. Ketika Joha juga mencium bekas makanan, dengan rasa ingin tahu yang besar dia menanyakan dagingnya yang dua kilo tadi, maka sang istri memberikan tanggapan dengan menunjuk pada kucing peliharaan kesayangan Joha, dan berkata: “Ambillah dagingmu dari kucing ini, jika engkau bisa. Ketika saya sibuk bekerja, kucing ini telah menghabisi semua daging panggang.” Atas hal itu Joha langsung mengambil kucing itu dan menimbangnya di timbangan. Temyata si kucing beratnya pas dua kilo. Lalu dia dengan lembut berbalik ke istrinya dan menanyakan: “Wahai sayangku, saya memang percaya kepada kamu, tetapi jika ini daging yang saya beli, maka mana kucing saya; dan jika ini kucing saya, maka mana daging milik saya!”
Terlepas dari lelucon itu, izinkan saya menegaskan bahwa saya tidak ingin mempertentangkan perkara ini berdasarkan ajaran-ajaran Yesus yang asli dan benar. Makalah ini murni merupakan suatu sikap dalam memandang doktrin-doktrin Kristen masa sekarang yang kami percayai telah mengalami penyimpangan jauh dari ajaran-ajaran asli Yesus.
Setelah ditolak bahwa di dalam Bible terdapat rujukan untuk menyembah Yesus, tinggal bagi kita menjelaskan satusatunya referensi yang.berkaitan dengan itu, di dalam Lukas 24:52. Banyak yang mengaku bahwa ayat-ayat ini membuktikan bahwa Yesus sendiri mendesak para pengikutnya untuk menyembah beliau. Para ilmuwan Kristen zaman sekarang tahu betul bahwa ayat-ayat ini terbukti palsu dan tidak berhak disikapi sebagai bagian asli Injil Lukas.
Mari kita beralih pada masalah kebiasaan yang berlaku secara umum, apakah hal itu didukung oleh bukti dalam Injil-injil atau tidak? Berdasarkan kebiasaan yang berlaku secara umum, di banyak sekte Kristen masa kini, Yesus memang disembah sebagai Anak Tuhan, akan tetapi mereka semua sepakat bahwa Yesus yang mereka sembah itu selalu menyembah Tuhan Bapak dan hanya pada-Nya.
Dengan sia-sia saya sering menanyakan kepada para ilmuwan Kristen yang berpengetahuan tinggi, apa dasarnya sehingga Yesus harus menyembah Tuhan Bapak bila beliau sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Tuhan dan benar-benar menyatu dengan-Nya sehingga menimbulkan kemanunggalan meskipun terdapat tiga oknum? Apakah beliau pemah menyembah oknum ketiga dalam Trinitas, yaitu Ruhul Kudus? Apakah beliau pemah menyembah diri beliau sendiri? Apakah Ruhul Kudus pemah menyembah Yesus? Apakah Tuhan Bapak pernah menyembah salah satu dari kedua oknum lainnya? Jika tidak, mengapa? Mungkin jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan ini akan memaksa orang-orang Kristen mengakui bahwa suatu superioritas nyata sangat pasti dimiliki oleh Tuhan Bapak atas kedua oknum lain dalam Trinitas. Dari hal itu tampak bahwa ketiga oknum Trinitas tidaklah sama dalam status mereka. Oleh karenanya mereka merupakan “Tiga dalam Tiga,” jika mereka memang tiga, tetapi mereka bukanlah “Tiga dalam Satu.”
Kadang-kadang tatkala para ilmuwan Kristen dihadapkan pada pesoalan Yesus, yang mereka imani sebagai Anak Tuhan, yakni Yesus sendiri menyembah Tuhan Bapak, maka mereka menyatakan bahwa unsur manusia [dalam diri Yesus] lah yang melakukan penyembahan terhadap Tuhan Bapak, bukan Yesus Anak Tuhan yang melakukannya. Hal itu membawa kita kembali kepada pembahasan yang telah kita lakukan sebelumnya. Apakah di situ terdapat dua wujud sadar yang menguasai tubuh Yesus yang sama, yakni yang satu menguasai kesadaran sebagai manusia dan satu lagi menguasai kesadaran sebagai Anak Tuhan?
Sekali lagi, mengapa si manusia itu telah melewati dan benar-benar mengabaikan si Anak Tuhan yang ada dalam dirinya dan tidak pernah menyembah Kristus? Manusia Yesus yang sama, rekan [satu tubuh] Kristus, seharusnya juga menyembah Ruhul Kudus si oknum ketiga, yang tidak pemah beliau lakukan.
Penyembahan adalah suatu perbuatan akal pikiran dan jiwa yang kadang-kadang diungkapkan dalam simbol-simbol [gerakan] tubuh, tetapi perbuatan itu tetap berakar pada jiwa dan emosi oknum yang melakukannya. Oleh sebab itu harus ditentukan siapa yang melakukan penyembahan tatkala Yesus Kristus menyembah Tuhan. Kita sudah menyimak skenario itu, dengan segala, keruwetannya, yang mana Kristus si Anak Tuhan lah yang telah melakukan penyembahan. Sebaliknya, jika [unsur] manusia [dalam diri Yesus] yang menyembah Tuhan Bapak dan jika dia tidak pernah menyembah Kristus, maka mengapa orang-orang Kristen menentang tauladan suci Yesus itu? Mengapa mereka mulai menyembah Kristus selain Tuhan, sedangkan Yesus si manusia tidak pernah menyembah rekannya, Kristus, meskipun sangat dekat dengannya.
Oknum-oknum Berbeda dengan Sifat-sifat yang Sama dan Seimbang
Sekali lagi mari kita amati sekarang, dari sebuah sudut lain kali ini, formula “Tiga dalam Satu” pada Trinitas sebagai tiga oknum berbeda yang benar-benar dan sungguh mirip satu sama lain. Dalam skenario ini kita tidak berbicara tentang seorang oknum tunggal dengan ciri-ciri berbeda yang telah terangkai menjadi satu, tetapi dalam tiga bentuk terpisah, lebih menyerupai kembar tiga. Kita merujuk pada jenis kembar tiga yang benar-benar mirip sehingga kemiripan mereka tidak berakhir pada kesamaan bentuk saja, tetapi juga meliputi seluruh proses pemikiran dan perasaan. Mereka mengalami sama-sama secara identik pemikiran-pemikiran, perasaan-perasaan, dan pengalaman-pengalaman mereka. Dalam kasus ini orang harus mengakui bahwa dua dari ketiga oknum Trinitas memiliki kelebihan. Jika mereka menghapuskan [kelebihan] tersebut, maka tidak akan sempuma oknum lainnya dalam Trinitas.
Alquran Suci juga mengetengahkan persoalan yang sama ketika memaparkan bahwa jika Tuhan memutuskan untuk memusnahkan dan menghapus keberadaan Yesus Kristus dan Ruhul Kudus, apa perbedaan yang timbul pada Keagungan, Keabadian dan Kesempumaan-Nya, dan siapa yang dapat menghalangi-Nya berbuat demikian (QS 5:18). Hal itu secara tidak langsung menyatakan bahwa segenap sifat Tuhan akan berfungsi secara abadi, dan dalam kondisi demikian konsep Trinitas seperti yang telah digambarkan dalam skenario ini tampil tidak bermakna dan tidak berguna.
Akan tetapi jika diandaikan, ketiga oknum berbeda yang terdapat dalam Trinitas itu menjalankan fungsi-fungsi berbeda, maka jelas bahwa ketiga komponen itu akan menjadi sangat penting untuk membentuk [rangkaian] Tuhan. Meskipun demikian, dalam kasus ini terdapat tiga Tuhan berbeda yang bekerja-sama satu sama lain dan hidup bersama dalam keharmonisan sempuma, dan dalam kondisi demikian mereka hanya dapat diperlakukan sebagai “Tiga Tuhan dalam Tiga,” bukannya “Tiga Tuhan dalam Satu.”
Sekali lagi, jika dikemukakan bahwa Trinitas adalah sama seperti kasus satu oknum tunggal dengan tiga fungsi organ yang berbeda, kesemuanya terjalin dalam kemanunggalan, maka sudah tentu Keesaan dapat dipertahankan, bukannya Trinitas. Di sini kita tidak membicarakan tentang satu oknum tunggal dengan fungsi–fungsi organ yang berbeda, tetapi tiga oknum yang benarbenar mirip, dan masing-masing melakukan fungsi-fungsi yang sama tetapi tetap memiliki kepribadian sendiri. Apa yang telah dibahas ini memaparkan kasus satu oknum tunggal dengan organ-organ berbeda. Jadi, sejauh ini tidak ada yang tidak masuk akal dalam hal itu. Namun, ketika organ-organ diperlakukan sebagai oknum-oknum dengan hak mereka masing-masing, dan pada saat yang sama mereka dipercayai sebagai satu kepribadian yang dalam keterpaduannya merupakan tunggal, maka batas-batas logika pun dilanggar dan seluruh pembahasan menjadi tidak layak diakui. Memang organ-organ memiliki kepribadian mereka sendiri, tetapi kepribadian mereka hanya merupakan sebuah komponen dari sebuah kepribadian lebih besar, yang tidak hanya terdiri dari satu organ tetapi juga organ-organ lain. Seluruh organ tersebut dalam perpaduan mereka bersama dalam diri seorang manusia, disebut “manusia seutuhnya”. Memang beberapa organ menjalankan fungsi-fungsi yang relatif kecil, dan manusia dapat saja tetap menjadi manusia tanpa keberadaan organ-organ tersebut, hanya saja tidak sempurna. Seorang manusia sempurna harus memiliki seluruh organ yang umum dimiliki oleh seorang manusia dan perpaduan seluruh organ ini membuatnya menjadi seorang manusia sempurna.
Jika kita mengambil kasus seorang manusia yang disebut Paul, orang tidak dapat mengatakan bahwa dikarenakan hati, jantung, paru-paru dan ginjal Paul memiliki individualitas dengan fungsi-fungsi khusus yang harus dijalankan, maka [organ-organ] itu merupakan oknum – oknum berbeda yang secara menyeluruh persis seperti Paul. Kemiripan total hanya mungkin [terjadi] apabila, katakanlah, ginjal-ginjal itu berfungsi persis seperti Paul dalam keseluruhan dirinya, dan hal yang sama dapat dikatakan bagi organ-organ lain miliknya. Hal ini menghendaki bahwa tidak adanya masing-masing organ itu tidak akan merubah sifat Paul dalam makna apapun, atau pada pilihan lain, Paul tanpa paru-paru, hati, ginjal dan otaknya, dan segenap organnya dicabut, tetap akan merupakan seorang Paul yang sempuma dirinya. Hal itu disebabkan pada analisa terakhir, mereka semua benar-benar identik satu sama lain, dan si oknum Paul tetap utuh secara mutlak, terlepas dari tidak adanya organ-organ tersebut.
Jika, demikian skenario “Tiga dalam Satu,” maka sudah tentu keliru untuk mencoba melakukan kritikan terhadap kepercayaan Kristen dengan merujuk pada logika. Dan logika yang dapat diterapkan terhadap dogma Kristen zaman sekarang ini hanyalah logika si nenek sihir Macbeth ketika mereka mengatakan: “Adil adalah curang, dan curang adalah adil.” (Fair is foul, and foul is fair).
June 11, 2010 at 10:36 am
KEHENDAK TUHAN ADALAH
SUPAYA SEMUA ORANG DISELAMATKAN
DAN DAPAT MENGENAL KEBENARAN
(1 Timotius 2:4)
Kita temukan prinsip-prinsip, ideologi-ideologi, serta kelompok-kelompok yang berbeda-beda dalam dunia kita. Sebagai contoh sosialisme, kapitalisme, demokrasi dan monarki, yang mana masing-masing memiliki pengakuan iman, obyektif dan hukumnya sendiri. Kebanyakan dari mereka berusaha untuk merealisasikan prinsip-prinsip mereka dengan cara-cara yang ramah atau melalui penipuan. Beberapa kelompok bahkan bertindak lebih jauh lagi dengan menggunakan roket dan bom untuk mengimplementasikan idelogi mereka. Suatu hal yang mungkin saja dilakukan pada masa yang akan datang dimana ada kelompok orang yang mengimplementasikan prinsip-prinsip dan doktrin-doktrin sebagaimana hal itu pernah digunakan pada masa lampau.
Namun demikian, di atas semua kuasa-kuasa ini, ada kekuatan yang lebih kuat dan kapasitas yang lebih besar daripada apa pun yang telah kita sebut di atas. Kehendak Tuhan lebih kuat daripada semua kuasa dalam dunia kita. Jika Ia menginginkan sesuatu, Ia berkata “Jadilah” maka hal itu pun jadi. (Sura Al ‘Imran 3:48, 59)
Kita berharap bahwa banyak orang akan berusaha untuk mengenal kehendak Tuhan, dan mendengarkan FirmanNya. Kehendak Tuhan sanggup menyelamatkan mereka dari banyak masalah dan kebutuhan sehingga mereka tidak akan mengalami kegagalan. Kita berharap dengan segenap hati kita bahwa setiap orang akan mengantri untuk melakukan kehendak Yang Maha Kuasa. Kami menyarankan anda untuk mempelajari kehendak Yang Maha Kuasa dengan ketekunan. Mendekati Dia dalam doa-doa anda, supaya Ia memberkati anda dan memberikan kepada anda hikmat untuk masuk ke dalam keagungan dan kuasaNya yang tak terukur besarnya. Mintalah Ia agar menolong anda supaya anda bisa mengerti kehendakNya dan memenuhi perintah-perintahNya. Maka anda akan menjadi orang yang berhikmat dan anda akan meraih keberhasilan dalam hidup anda, dan bahkan ketika anda sudah meninggalkan dunia ini.
Tetapi mereka yang menentang kehendak Tuhan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, maka mereka akan berakhir kepada kehancuran dan neraka yang menyala-nyala.
Apa Yang Menghalangi Implementasi Kehendak Tuhan dan KeselamatanNya?
Kehendak Tuhan dengan kehendakNya yang sempurna adalah supaya tak ada seorang pun yang akan binasa. Ia ingin setiap orang bisa mendapatkan damaiNya, rekonsiliasiNya dan keselamatanNya.
Yang Maha Kuasa adalah Juru Selamat kita, yang hendak menjangkau kita dengan cara membangun sebuah jembatan di atas jurang yang telah memisahkan Tuhan dengan umatNya. Ia mengalahkan kedegilan hati ras manusia dengan kebaikanNya dan ingin membebaskan mereka dari dosa yang mengikat mereka serta menarik mereka untuk mendekat kepada diriNya sendiri.
Tuhan mengasihi semua orang, bukan dengan sebuah sentimentalisme emosional, tetapi Ia telah memilih untuk menjadi seperti seorang bapa bagi kita, yaitu seorang bapa yang penuh dengan belas kasihan. KeinginanNya adalah agar anak-anakNya dekat denganNya, sehingga Ia bisa melihat bagaimana mereka bertumbuh secara spiritual dan bersukacita bersama mereka saat mereka mengalami keberhasilan. Motivasi yang mendorong keinginan Tuhan itu adalah kasihNya yang sangat besar. Karena itu anda bisa meyakini bahwa Tuhan ingin menolong anda, menguatkan anda, menguduskan anda dan bahkan menghibur anda, sehingga anda akan selalu dekat denganNya.
Apakah alasan sehingga kasih Tuhan ini tidak bisa direalisasikan dalam diri kita secara penuh? Kita harus mengakui bahwa mayoritas manusia hidup jauh dari Tuhan. Mereka tidak memikirkan mengenai diriNya, dan tidak memperdulikanNya, dan juga tidak ingin untuk dekat denganNya. Mereka tidak memiliki kerinduan untuk membangun sebuah hubungan pribadi dengan Bapa spiritual mereka. Sayangnya mereka lebih suka untuk tetap berada dalam kegelapan sebab perbuatan-perbuatan mereka adalah jahat. Mayoritas dari kebutuhan dan masalah kita berasal dari dosa-dosa kita yang buruk itu, sebab kita tidak memiliki pengetahuan dan juga tidak memelihara perintah-perintah Tuhan. Kita mengasihi diri sendiri dan tidak memperdulikan Tuhan atau sesama kita.
Jika anda ingin mengenal kehendak Tuhan, dengan kerendahan hati mintalah Ia untuk menyatakan kepada anda semua dosa-dosa anda. Dosa-dosa anda adalah alasan sehingga anda terpisah dengan Pencipta anda. Bersikaplah jujur dan ujilah masa lalu anda. Akui kepada Tuhan semua kesalahan-kesalahan dan perbuatan-perbuatan anda yang kotor yang pernah anda lakukan dalam hidup anda. Jangan mencoba untuk menutup-nutupi kesalahan dan perbuatan-perbuatan yang jahat. Jangan coba menyembunyikannya karena Tuhan mengenal anda, namun Ia siap untuk menolong anda. Ia ingin membersihkan anda, karena itu penting untuk anda membebaskan dari alam bawah sadar anda semua pelanggaran, kenajisan, perlawanan anda terhadap orang tua anda dan mengakuinya dalam terang kekudusan Tuhan. Milikilah iman dan keyakinan dalam kasih karunia Hakim anda yang kekal. Ia tidak tertarik untuk menuduh anda, Ia ingin menyelamatkan, menyembuhkan, melindungi dan membimbing anda; dan Ia ingin membuat anda berbahagia dalam sukacita yang kekal.
Tuhan mengenal anda. Ia tahu apa yang anda rasakan dan pikirkan dan apa yang anda inginkan di dalam jiwa anda. Jangan pernah berpikir bahwa anda bisa menyelamatkan diri anda dari murka Tuhan yang adil. Perbuatan-perbuatan baik anda tidaklah cukup dan memadai untuk menyelamatkan diri anda. Semua perbuatan baik yang anda lakukan tidak akan menghapuskan perbuatan-perbuatan jahat anda. Kesalahan besar yang bisa dilakukan oleh seseorang adalah harapannya bahwa ia bisa melarikan diri dari penghakiman Tuhan dengan pertolongan doa, puasa, sedekah, ziarah ke tempat suci atau berperang bagi Tuhan. Yakinlah bahwa tak ada keselamatan melalui usaha anda sendiri. Tak ada kemungkinan untuk membenarkan perbuatan-perbuatan anda yang jahat dengan usaha anda sendiri; anda pasti akan dihakimi pada Hari Penghakiman. Dengan kasar anda akan dibangunkan untuk melihat bahwa anda adalah seorang yang gagal, najis dan layak untuk dihukum di dalam api neraka.
Sadarilah bahwa penghakiman ini menanti anda selama anda mencoba membangun masa depan anda berdasarkan aktifitas-aktifitas anda. Barangkali berdasarkan penampilan anda, kelihatannya anda adalah seorang yang baik, dan bahwa teman-teman anda menghormati anda. Tetapi Tuhan mengenal isi hati anda, dan yang Ia catat bukan hanya perbuatan-perbuatan anda tetapi juga maksud atau motivasi anda melakukan perbuatan-perbuatan itu. Setiap kata yang anda ucapkan dicatat, dan semua perbuatan yang telah anda lakukan tidak akan dilupakan. Karena itu, kita semua tidak memiliki harapan dan menjadi terdakwa – termasuk anda! Bersikaplah jujur dan kenali situasi anda dan jangan menipu diri anda sendiri.
Siapa Yang Akan Menyelamatkan Anda Dari Murka Tuhan dan PenghakimanNya?
Pencipta anda merasa berbelaskasihan pada anda dan Ia hendak menyatakan kasih karuniaNya atas diri anda. Ia telah mengutus Kristus sebagai wakilNya dan menyingkapkan bahwa ia adalah “Anak Domba Tuhan yang menghapuskan dosa dunia” (Yohanes 1:29). Ia adalah substitusi ilahi yang sanggup menghapuskan dosa-dosa anda. Ia siap untuk membayar harga yang dibutuhkan untuk memperdamaikan anda dengan Tuhan. Ini adalah rencana kekal dari Yang Maha Kuasa. Ia ingin supaya setiap orang diselamatkan dan bisa mengenal kebenaran. Kristus dalam kasihNya yang besar telah mengangkat dosa dunia ke dalam diriNya – semua perbuatan jahat dan dosa-dosa kedegilan yang pernah anda lakukan. Putera Maria siap untuk mati bagi anda dan memperdamaikan anda dan semua orang di seluruh dunia dengan Tuhan.
Barangkali jawaban anda berdasarkan pernyataan Qur’an di beberapa ayat adalah:
“Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain…” (Sura al-An’am 6:164, al-Isra 17:15; Fatir 35:18; al-Zumar 39:7; al-Najm 53:38)
وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى
Kita setuju dengan pernyataan Qur’an yang dengan tepat menyatakan bahwa seseorang yang dibebani dengan dosa tidaklah mungkin menanggung dosa orang lain. Jika ia sendiri harus menanggung dosa di dalam dirinya sendiri, maka ia tidak bisa menjadi substitusi bagi orang berdosa yang lain. Karena itu tak ada orang yang biasa/normal yang bisa menjadi sebuah substitusi bagi orang lain. Bahkan orang yang terbaik sekali pun dari semua manusia, tetap tidak memadai bagi kekudusan Tuhan sebab, “Semua orang telah berdosa dan kekurangan kemuliaan Elohim.” (Roma 3:23, ILT)
Tetapi Putera Maria dilahirkan tanpa seorang ayah manusiawi. Kita baca di dalam Qur’an:
“Lalu Kami tiupkan ke dalam tubuhnya (perawan Maria) ruh dari Kami” (Sura al-Anbiya 21:91; al-Tahrim 66:12)
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ
Karena itu Kristus dilahirkan tanpa dosa. Ia adalah manusia sejati dan juga roh Allah sejati – dilahirkan murni dan kudus. Setan tidak mampu mempengaruhiNya sehingga Ia melakukan dosa. Kristus menjalani seluruh kehidupanNya tanpa melakukan perbuatan dosa maupun berdosa di dalam pikiranNya. Ia adalah inkarnasi dari Firman Allah (Sura al-Nisa 4:171)
Ia melakukan apa yang Ia katakan; tak ada perbedaan antara apa yang Ia ajarkan dengan apa yang Ia lakukan. Ia tidak berdosa dan karena itu Ia bisa melayani Tuhan sebagai anak dombaNya untuk menebus dunia. Ia menanggung dosa orang lain, mengangkat murka Tuhan dan mati bagi mereka. Sebagaimana yang kita baca dalam kitab Ibrani: “Sebab, oleh satu persembahan Dia (Kristus) telah menyempurnakan mereka yang dikuduskan, sampai selamanya.” (Ibrani 10:14)
Ketika Kristus sedang ada dalam perjalanan dengan murid-muridNya, mereka menyingkir ke padang gurun dimana murid-muridNya kemudian menjadi lapar. Ia meminta kepadaNya supaya Ia menurunkan makanan dari langit sehingga mereka bisa dikenyangkan. Ini akan menjadi sebuah perayaan besar bagi mereka. Kita baca dalam Qur’an bahwa Kristus merespon dan kemudian Ia berdoa.
“Ya Tuhan kami (Allahuma)! Turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau…” (Sura al-Maida 5:114)
قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لأوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيرُ الرَّازِقِينَ
Dan sungguh mengherankan, Allah menjawab doa Kristus dengan segera.
Respon Allah adalah:”Sesungguhnya, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadaMu, barangsiapa yang kafir diantaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.” (Sura al-Maida 5:115)
قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ
Perhatikanlah pengakuan yang luar biasa ini, yang dicatat di dalam Qur’an bahwa Allah, Yang Maha Besar, menjawab doa Kristus dengan segera dan memenuhi permintaanNya bagi murid-muridNya. Putera Maria adalah Pribadi yang layak untuk memediasi, sebab Ia tetap tidak berdosa dan kudus, penuh dengan kasih dan kebenaran. Qur’an menyatakan, karena itu setiap orang yang meyakini realitas bahwa Kristus adalah mediator antara Allah dan manusia akan diberkati dengan berkat yang kekal. Tetapi jika orang tidak percaya pada keistimewaan Kristus ini, Allah akan menghukumnya dengan hukuman yang sangat keras yang mana belum pernah Ia timpakan kepada siapa pun sebelumnya.
Kabar Baik (al-Injil) memberitahukan pada kita bahwa Kristus telah menetapkan sebuah Perjanjian Baru dengan murid-muridNya dan mengikatkan dirinya kepada mereka untuk selama-lamanya. Ia menandatangani Perjanjian Kekal ini dengan darahNya yang sangat mahal. Melalui ini anda bisa mengenali kehendak Allah – bahwa setiap orang yang mempercayai bahwa Ia adalah representatif, satu-satunya yang dilahirkan dari RohNya, akan menerima pengampunan dari semua dosa-dosa mereka, sebab ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban penebusan. Jika anda percaya padaNya, maka anda akan dipersatukan denganNya dalam PerjanjianNya yang baru dan masuk ke dalam wilayah Tuhan, dimana damai ilahi memerintah.
Apakah Anda Mengenali Hak Istimewa Surgawi Anda?
Kehendak Tuhan yang benar adalah supaya setiap orang diselamatkan dan supaya setiap orang memiliki pengetahuan akan kebenaran. Ia ingin anda mengenali hak surgawi anda dan menerimanya dengan sukarela. Tuhan telah menyediakan bagi anda hak istimewa untuk masuk ke dalam sebuah hubungan personal denganNya, sebab Ia mengasihi anda lebih daripada bapa manapun di dunia ini mengasihi anak-anaknya. Ia juga telah menyediakan bagi anda segala sesuatu yang anda butuhkan dalam hidup dan ketika mati. Ia ingin membersihkan hati nurani anda dari setiap noda hitam, dan menguduskan mimpi-mimpi dan ambisi anda. Ia ingin memberikan pada anda Roh KudusNya yang akan datang pada anda untuk menolong anda. Setiap orang yang masuk ke dalam perjanjian baru dengan Tuhan akan menerima kuasa dari Yang Maha Kuasa untuk mengampuni musuh-musuhnya sebagaimana Tuhan juga sudah mengampuninya, dan untuk bisa menjadi orang yang sabar terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya yang masih mengeraskan hati. Maka damai akan timbul dalam hati dan pikiran anda.
Teman-teman yang terkasih,
Akuilah dosa anda di hadapan Tuhan dan terimalah pengampunanNya atas perbuatan-perbuatan jahat yang anda lakukan melalui pengorbanan Kristus. Dengan melakukan hal ini anda akan menerima hak istimewa surgawi yang telah disediakan bagi anda, disamping kuasa spiritual untuk mendapatkan hidup yang kekal. Yakinilah bahwa Tuhan yang Maha Besar mengasihi anda secara pribadi. Ia ingin menyelamatkan anda dari api neraka. Ia ingin mematahkan rantai dosa serta tipuan Setan dalam hidup anda, serta membebaskan anda dari kematian yang pahit. Ia akan menolongmu untuk menjalani hidup yang terhormat, sehingga anda bisa menyampaikan kebenaran dan bukannya kebohongan-kebohongan, bukan menjadi seorang yang najis melainkan seorang yang murni, dan hidup dalam kasih tanpa tipuan dan kebencian. Milikilah keteguhan dan iman di dalam Kristus sebab Dialah mediator dan yang membela anda di hadapan Tuhan. Dengan imanmu kepadaNya, anda akan menjadi seorang pribadi yang baru dengan hati nurani yang bersih, bebas dari takut akan kuburan dan api neraka. Roh Tuhan akan melingkupimu dan akan masuk ke dalam dirimu segera setelah anda mempercayai janji Tuhan di dalam Kristus. Milikilah keteguhan dan keyakinan kepada Putera Maria, maka anda akan menjalani kehidupan yang pantas disebut sebagai kehidupan.
Apakah anda ingin mengetahui lebih banyak mengenai mediasi yang dilakukan oleh Kristus?
June 16, 2010 at 5:56 pm
Yesus di dalam injil.
1. Dilahirkan. Matius 1:1 �Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham�. Lukas 2:1-7 �Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, –karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud–supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Bagaimana mungkin Yesus mempunyai silsilah dan sekaligus menjadi Tuhan ?
2. Raja orang Yahudi. Matius 2:1-2 �Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
Tuhan adalah untuk seluruh umat manusia, bagaimana mungkin Tuhan untuk seluruh umat manusia itu ternyata adalah Raja untuk orang Yahudi saja?
3. Bayi. Matius 2:11 �Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur�. Lukas 2:16 �Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.�
Bagaimana mungkin Yesus yang disebut sebagai Tuhan adalah seorang bayi yang masih dalam buaian ibunya??
4. Dibaptis. Matius 3:13 � Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya�. Markus 1:9 � Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes�. Lukas 3:21 � Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit�
Dibaptis artinya disucikan dari dosa, mungkinkah Yesus itu adalah Tuhan jika dia minta Yohanes untuk mensucikan dirinya?? Bagaimana mungkin Tuhan mempunyai dosa??
5. Anak Daud. Matius 9:27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.”
Bila Yesus adalah Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan menjadi putra Daud? Bila Yesus adalah Tuhan, maka secara analogi Daud adalah bapaknya Tuhan ??
6. Dicobai Iblis. Matius 4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Markus 1:13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. Lukas 4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
Bisa dicobai iblis dan lapar adalah sifat-sifat kelemahan dari manusia, bagaimana mungkin Yesus disebut sebagai Tuhan bila dia mempunyai sifat tersebut?
7. Utusan Matius 10:40 Barang siapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Yohanes 17:25 Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;
Secara tegas Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya DIUTUS oleh DIA yang ada di sorga�, nah jelas kan beda antara yang DIUTUS dan yang MENGUTUS? Bila Yesus adalah Tuhan, bagaimana mungkin Yesus mengutus dirinya sendiri??
8. Pengakuan Yesus. Matius 12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Lukas 11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
Yesus sendiri mengakui bahwa dia mengusir setan bukanlah dari kekuasaannya sendiri melainkan dengan kuasa Allah. Bila Yesus adalah Tuhan bagaimana mungkin dia tergantung kepada Tuhan (Allah)??
9. Anak Manusia. Matius 17:22, 18:11 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. (Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.)”. Lukas 7:34, 19:10 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Yesus tidak menyebut dirinya sendiri sebagai Tuhan maupun Putra Tuhan, tetapi Yesus menyebut dirinya sendiri sebagai MANUSIA.
10. Yesus sang Nabi. Matius 21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”
Secara tegas teks tersebut diatas menyatakan bahwa Yesus adalah seorang Nabi (utusan Allah), bukan Tuhan.
Referensi :
Alkitab, LAI 2002
June 18, 2010 at 9:26 am
yesus dalam Al-quran sudah sangat jelas dan di tegaskan dalam al-quran adalah nabi isa.as…
g ada secara harfiah,,,,etimologis,,,
yg pke harfiah,,,kronologi,,,,,definisi y anda sendiri,,,
sekali ketetapan Tuhan itu berarti harga mutlak dan mati yg g bisa di ganggu gugat,,,
June 20, 2010 at 11:06 am
Muhammad berdasarkan Qur’an dan Hadis Nabi:
1. Kepala Garong (ngerampoki harta kafiruns)
2. Pembunuh sadis (menggal 900 kepala bani Qurayza + membunuh ribuan lainnya dari berbagai bangsa dan suku selama 23 tahun karir kenabiannya)
3. Pedofil (ngembat Aisya yang baru berusia 6 tahun)
4. Pezina (nidurin Mariyah Koptik di ranjang isterinya Hafsa)
5. Nyuri isteri orang (ngembat isteri Zaid bernama Zaenab, wanita cantik nan bahenol)
6. Pemerkosa (korbannya: Rihanna Bin Amro dan Safiyay bin Huyay)
Kesimpulan:
Muhammad manusia terhebat dari 100 orang hebat di sepanjang sejarah peradaban manusia.
Wallahuallam
July 18, 2010 at 2:43 pm
Masa standar masa lalu diukur oleh standar jaman sekarang? Apa yang nampak tidak lajim masa sekarang, mungkin lajim di masa lalu. Apa yang dianggap bukan apa apa masa sekarang, mungkin merupakan pencapaian luar biasa di masa lalu. Melihat sesuatu itu harus dalam konteks sejarah dan tempatnya mas. Coba belajar ilmu sejarah sehingga bisa memahami secara benar sesuatu yang terjadi pada kurun waktu sejarah tersebut.
Singkatnya, kultur Arab saat itu sangat berbeda dengan Arab dan dunia anda jaman sekarang. Lihat dalam konteks kultur Arab saat Islam dilahirkan, perubahan apa yang telah dilakukan Islam terhadap kultur yang berlaku saat itu.
June 19, 2010 at 9:24 pm
Ini situs apaan sih ?? wkwkwkw………. mau jelek2kin islam ya ?? sok manga….. I love Islam…….. Apapun yang kalian katakan…. Loe percaya jesus silahkan…. Siapa juga yang mau ngurusin loe percaya jesus atau ga… So ibadah aja menurut agama loe masing2….
June 20, 2010 at 11:17 am
Saya orang Hindu Mas….
Kami juga benci sekali dengan agama Islam!
Masyarakat kami, khususnya di Bali sudah jadi korban kebiadaban saudara-saudara anda yang melaksanakan jihad dengan melakukan pengeboman di Bali.
Saya doakan kepada Sang Hyang Widhi, agama Islam bangsat…..ttt kalian itu segera punah dari muka bumi ini.
Supaya dunia segera menjadi tempat yang aman dan damai.
June 21, 2010 at 1:30 am
Oi..oi.., jangan saling membenci dan mengatakan agama lain b*n*s*t. Berdebat boleh2 aja, tapi bahasanya yg sopan donk. OK!!!
July 1, 2010 at 6:42 pm
Bagaimana dengan perlakuan kaum minoritas (Yahudi/Nasrani)terhadap kaum mayoritas (Muslim) di Maluku, Amon, Poso, dll dengan cara membantai dan membabi buta?
Apakah kamu, Love Hindu akan membela kaum Yahudi/ Nasrani itu?
Pelaku Bom di Bali, bukanlah perang agama. Sedangkan pelaku pembantaian di Poso, Maluku, Ambon dll itu perang agama.
CAMKAN ITU!!!!!
June 20, 2010 at 6:17 pm
Kapan Yesus dilahirkan dan pada masa pemerintahan siapa, semuanya diceritakan oleh Injil-injil Perjanjian Baru. Jika kita menelusuri apa yang diceritakan oleh injil-injil ini seputar hari natal (kelahiran Yesus), maka apa yang akan pembaca saksikan dibawah ini adalah pertentangan saling menyangkal antara Injil yang satu dengan yang lain, dan kontradiksi yang nyata antara fakta sejarah dan statement Injil Lukas mengenai Sensus Quirinius.Ini menunjukkan injil yg beredar sekarang yg dipakai oleh orang kristian sebagai dasar agama hanya injil bohong dan palsu.Klaim Islam bahawa para pendeta Yahudi dan kristian telah mengedit kitab Allah injil dan taurat nampaknya didukung oleh bukti kukuh dan terang.Beramal dengan isi kandungannya berarti menempah neraka.Oleh kerana saudara2 kristian kita masih ngotot mempertahankan injil sebagai firman Allah,maka kita andaikan mereka tidak peduli walau ke neraka sekalipun dan mereka telah siap dan rela utk masuk ke dalam neraka Allah yg sangat panas dan menjulang-julang.Artikel ini hanyalah ikhtiar utk menyelamatkan mereka.
Injil Lukas 2:1-7 menyatakan sebuah sensus diadakan oleh Quirinius, gubernur Romawi untuk wilayah Syria dan Yudea, sehingga membuat Yusuf dan Maria yang sedang hamil tua pergi dari Nazareth di wilayah Galilee menuju Bethelehem di wilayah Yudea, yang jaraknya lebih dari 100 km, untuk mendaftarkan diri. Akhirnya di Bethlehem, Maria melahirkan Yesus.
Lukas 1:36 menyatakan bahwa usia Yohanes Pembaptis lebih tua 6 bulan daripada usia Yesus, dan Lukas pasal 3 menyatakan bahwa Yesus berusia sekitar 30 tahun ketika Yohanes Pembaptis mulai berdakwah di tahun ke 15 masa pemerintahan Kaisar Tiberius, artinya tahun 29 M.
Profil Kaisar Romawi Tiberius Caesar
-Lahir : 42 SM
-Naik tahta menjadi kaisar Romawi : 14 M.
-Mati : 37 M.
Referensi:
~ http://en.wikipedia.org/wiki/Tiberius
~ http://www.roman-britain.org/people/tiberius.htm
** Jadi, 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius adalah terjadi pada tahun 29 M.
Karena menurut perhitungan Lukas pasal 3, Yesus berusia sekitar 30 tahun pada tahun 29 M, maka kita dapat mengkalkulasikan bahwa Yesus lahir pada sekitar tahun 2 SM , yaitu ketika Yudea dipimpin oleh Archelaus.
Profil Archelaus
-Archelaus atau Herodes Archelaus adalah anak dari Herodes Yang Agung, dan ia meneruskan tampuk kepemimpinan atas wilayah Yudea tahun 4 SM – 6 M.
Referensi:
~ http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_Archelaus
Cerita Lukas pasal 2 adalah kontradiksi dengan Matius. Matius 2:1 mencatat bahwa Yesus lahir pada zaman Herodes, yang dimaksud Herodes disini adalah Herodes Yang Agung bukan Herodes Archelaus (atau lebih dikenal Archelaus), karena pada Matius 2:19-22 menyatakan bahwa Herodes mati dan digantikan Archelaus.
Profil Herodes Yang Agung
-Herodes Yang Agung atau Herodes I adalah raja Yudea yang mati pada bulan April tahun 4 SM.
Referensi:
~ http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_the_Great
Jadi terdapat kontradiksi antara Injil Matius, Injil Lukas, dan Catatan sejarah:
1-. Lukas pasal 2 dan pasal 3 menyatakan Yesus lahir sekitar tahun 2 SM bersamaan dengan sensus Quirinius, dimana wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Archelaus.
2-. Lukas pasal 1 menyatakan bahwa Yesus lahir pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Herodes. Disini kita tidak tahu apakah Herodes Yang Agung atau Herodes Archelaus. Tetapi kita dapat memahami bahwa Herodes disini adalah Herodes Yang Agung, karena dijelaskan dalam Lukas pasal 1:24-31 bahwa selisih umur Yohanes Pembaptis dengan Yesus adalah 6 bulan. Jika kita mengikuti catatan Injil Matius bahwa Yohanes lahir pada saat zaman Herodes Yang Agung, maka Yesus pun juga lahir pada zaman Herodes Yang Agung.
3-. Matius menyatakan Yesus lahir (paling telat) tahun 4 SM, pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Herodes Yang Agung
4-. Bukti sejarah mencatat bahwa sensus Quirinius adalah tahun 6 M.
Sensus Quirinius
-Sejarawan Yahudi bernama Josephus mencatat bahwa Gubernur Syria bernama Quirinius melakukan sensus untuk wilayah Yudea tahun 6 M.
Referensi:
~http://en.wikipedia.org/wiki/Census_of_Quirinius
Perhatikan bagaimana Injil-injil saling menyangkal satu sama lain, dan sejarah dengan tegas menolak klaim Lukas mengenai waktu tahun berlangsungnya sensus Quirinius.
Masalah Sensus Quirinius ini pada akhirnya membuat sarjana-sarjana Barat modern menjadi kebingungan menghadapi error yang terdapat dalam Injil Lukas karena bertentangan dengan fakta sejarah. Injil Lukas error karena menyatakan sensus Quirinius terjadi pada tahun sebelum masehi (SM)
Apologis Kristen berusaha menjelaskan kontradiksi Injil Lukas dengan membuat teori-teori untuk mengatasi blunder Injil Lukas ini, yaitu usulan agar merevisi Injil Lukas 2:2 dan pernyataan bahwa Quirinius menjabat gubernur Syria sebanyak dua kali. Selain terori tsb, kaum apologis juga memberikan sejumlah bukti arkaeologi yang akan kita bahas di artikel ini.
Usulan revisi Injil Lukas
J.G Herwart (1612) dan P. E. Huschke (1840) memandang perlu adanya revisi untuk Lukas 2:2 untuk mengatasi pertentangan antara fakta sejarah versus Injil lukas. Mereka menyatakan bahwa kata Yunani πρώτη (baca ‘protos’) seharusnya diterjemahkan menjadi “sebelum” atau “yang dahulu”, bukan “pertama” sebagaimana terjemahan Bible modern. F.M. Heichelheim berpendapat bahwa “arti orisinil” dari Injil Lukas 2:2 seharusnya dibaca “Sensus ini adalah pertama sebelum (=πρώτη) Quirinius menjadi kepala daerah di Syria”.2
Usulan revisi Injil Lukas yang diusulkan jelas tidak dapat diterima karena :
1. Dalam Kisah 5:37, yang juga dikarang oleh Lukas, dinyatakan “ho” (bahasa Yunani) yang artinya “the” (bahasa Inggris), sehingga yang diyakini oleh Lukas hanya ada satu sensus pajak saja.2
“After this man rose up Judas of Galilee in the days of THE taxing, and drew away much people after him: he also perished; and all, even as many as obeyed him, were dispersed.” (Kisah 5:37 KJV Bible)
2. Fakta bahwa Lukas (2:1) merujuk pada sebuah sensus sebagai hasil dari dekrit Augustus membuktikan bahwa Lukas memahami sensus Qurininus sebagai sensus pertama Augustus di wilayah Yudea.1
3. Seandainya Lukas bermaksud “sebelum” pada Lukas 2:2, ia harusnya menggunakan adjective yang benar (yaitu kata Yunani ‘prin’). Lukas menggunakan kata Yunani ‘prin’ yang artinya “sebelum” dalam bahasa Indonesia untuk Lukas 2:26, Lukas 22:61, Kisah 2:20, Kisah 7:2, Kisah 25:16.1
Apakah Quirinius 2 kali menjabat gubernur Syria
Kalangan apologis Kristen mencoba merekonsiliasikan Matius dan Lukas dengan berspekulasi bahwa Quirinius menjabat gubernur wilayah Syria selama dua periode. Periode pertama adalah sewaktu Herodes masih hidup, jadi sensus Quirinius yang diceritakan Injil Lukas itu terjadi pada masa Herodes Yang Agung. Tapi seperti yang telah dibahas diatas, Kisah 5:37 adalah bukti bahwa Lukas hanya menyatakan satu sensus Quirinius saja.
Dan lagi, tidak ada bukti sejarah bahwa Quirinius melayani wilayah Syria sebagai gubernus dua kali. Selain itu, tidak ada yang menjadi gubernur untuk provinsi yang sama sebanyak dua kali dalam sejarah Romawi, sehingga spekulasi kalangan apologis Kristen tidak dapat diterima.1
Teori spekulasi Kristen tsb juga benar-benar absurd. Karena, pertama kita tahu bahwa Quinctilius Varus, BUKAN Publius Sulpicius Quirinius, yang menjadi gubernur Syria dari tahun 7/6 SM s.d 4 SM.2 Artinya apa Artinya jauh sekali jika dibandingkan dengan kematian Herodes tahun 4 SM Dan sebelum Quinctilius Varus, yang memegang jabatan gubernur Syria adalah Sentius Saturninus pada tahun 10/9 � 7/6 B.C.2 dan Sentius Saturninus memegang jabatan gubernur Syria setelah M. Titius pada 10 SM. Jadi tidak ada ruang dan waktu untuk Quirinius menjabat gubernur Syria sebelum tahun 6 M
Sejarah mencatat bahwa Quirinius mencapai kedudukan sebagai konsul pada tahun 12 SM dan hanya mantan konsul saja yang boleh memegang jabatan gubernur Syria pada zaman Augustus, jadi Quirinius tidak dapat menjabat sebagai gubernur Syria sebelum tahun 12 SM. 1
The Lapis Tiburtinus
Kalangan apologis Kristen mencoba membuktikan berdasarkan penemuan inskripsi sebagai bukti bahwa Quirinius memegang jabatan gubernur Syria dua kali, tetapi inskripsi Tiburtinus sama sekali tidak mencatat nama Quirinius. Inskripsi ini adalah sebuah fragmen yang ditemukan di Tivoli (dekat kota Roma) pada tahun 1764, dan sekarang diperlihatkan di Museum Vatikan. Isi inskripsi tsb adalah sbb:
Terjemahan bahasa Inggri
….. ….. …. …. ….. ….. …..
…KING BROUGHT INTO THE POWER OF…
AUGUSTUS AND THE ROMAN PEOPLE AND SENATE…
FOR THIS HONORED WITH TWO VICTORY CELEBRATIONS…
FOR THE SAME THING THE TRIUMPHAL DECORATION…
OBTAINED THE PROCONSULATE OF THE PROVINCE OF ASIA…
AGAIN OF THE DEIFIED AUGUSTUS SYRIA AND PH[OENICIA]…
….. ….. ….. ….. ….. ….. ….. …..
Masalah paling utama dengan potongan “bukti” ini adalah bahwa tidak ada nama Quirinius didalamnya Tak ada seorang pun yang mengetahui siapa orang yang dimaksud dalam inskripsi ini. Dan Inskripsi ini juga tidak mencatat gubernur Syria dipegang selama dua periode, hanya bahwa satu legateship kedua dijabat, dan bahwa jabatan kedua terjadi di Syria. Dari apa yang terdapat di batu inskripsi tsb, nyata lah bahwa jabatan pertama adalah proconsulate dari Asia. Artinya meskipun ini adalah karir yang ditempuh oleh Quirinius, semuanya membuktikan bahwa ia hanya sekali memegang jabatan gubernur Syria.1
The Lapis Venetus
Inskripsi yang diajukan oleh kalangan apologis Kristen ini seringkali disebut “Aemilius Secundus”. Batu Aemilius Secundus ini didapat di Beirut oleh pedagang-pedagang dari Venesia diperkirakan sebelum 1674.1
Inskripsi tsb tidak mengatakan dan tidak memberikan petunjuk ketika kapan sensus itu terjadi. Sarjana terakhir yang menguji isu ini, Fergus Millar, mempunyai alasan baik bahwa sebenarnya sangat sama dengan sensus 6 SM 1. Josephus mengatakan bahwa Quirinius memberlakukan satu sensus di Syria pada waktu Yudea dianeksasi, dan the Apamea yang ada dalam inskirpsi ini merefer untuk bagian provinsi Syria Romawi 1.
The Antioch Stones
Satu-satunya bukti yang menyebut nama Quirinius adalah sepasang batu yang ditemukan di dua desa yang dihuni orang-orang Islam diluar Pisidian Antioch pada tahun 1912 dan 1913. Kedua batu ini perlu disinggung karena seorang dari jabatan deputy management of a duumvirate yang dipegang oleh Quirinius. Inskripsi pertama tidak menyebut penanggalan dan hanya dapat diduga antara tahun 11-1 SM. Inskripsi kedua tidak memberikan petunjuk at all. though it was most likely set up after the first, since it mentions additional posts, apparently gained in the interim. Though even earlier dates are remotely possible, later dates are much less likely. Only a sketch exists of one of them, but a photo survives of the other.. Dibawah ini adalah gambar dan terjemahan dari The Antioch Stones tsb.1
Terjemahan Bahasa Inggris
GAIUS CARISTA[NIUS...]
SON OF GAIUS, SERGIUS FRONTO
CAESIANUS JUL[IUS...]
OFFICER IN CHARGE OF WORKS, PONTIFEX,
PRIEST, PREFECT OF
PUBLIUS SULPICIUS QUIRINIUS THE DUUMVIR,
PREFECT OF MARCUS SERVILIUS.
BY THIS MAN, THE FIRST OF ALL [WITH A]
PUBLIC DECREE OF THE DECEMVIRATE COUNCIL, THE STATUE
WAS SET UP.
BY GAIUS CARISTANIUS …
FRONTO CAESIANUS
JULIUS, OFFICER IN CHARGE OF WORKS, COMMANDING OFFICER
OF THE TWELFTH LIGHTNING LEGION, PREFECT OF THE BOSPORAN COHORT,
PONTIFEX, PREFECT OF PUBLIUS SULPICIUS QUIRINIUS THE DUUMVIR,
PREFECT OF MARCUS SERVILIUS, PREFECT…
Inkripsi Antioch ini tidak memberikan bukti tentang gubernur Syria yang kedua. Pertama, tidak ada hubungan erat antara menjadi gubernur dan menjadi the Duumvir dari sebuah kota. Kedua, kota Antioch adalah diluar provinsi Syria Romawi, pada perbatasan antara Lycia-Pamphylia dan Galatia (sekarang dekat Danau Egridir Turki).
Apologis Kristen bersikeras bahwa Lukas mencatat Quirinius sebagai gubernur Syria pada saat kelahiran Yesus, tetapi catatan sekuler menunjukkan bahwa Saturninus adalah gubernur kala itu. Sebuah inskripsi yang ditemukan di Antioch menunjukkan bahwa Saturninus sesungguhnya adalah gubernur Syria kala itu. 1
Pernyataan Kristen tidak mungkin, karena apa yang ada di batu tsb hanya mencatat bahwa Quirinius adalah seorang Duumvir, bukan seorang gubernur Syria, dan Antioch bukan provinsi Syria Romawi.
Vardaman’s Magic “Coin”
Dr. Jerry Vardman, seorang arkaeologi dari Mississippi State University, mengklaim telah menemukan microscopic letters covering ancient coins and inscriptions. Ia mengklaim bahwa Yesus lahir pada tahun 12 SM, Pilatus sebenarnya menjadi gubernur Yudea antara tahun 15 dan 26 M, Yesus disalib pada tahun 21 M dan Paulus masuk agama Kristen di jalan menuju kota Damaskus pada tahun 25 M.1
Klaim Dr. Jerry Vardman sangat aneh karena bertentangan dengan semua catatan dan bukti sejarah Romawi!
Apakah ada sensus Romawi di Yudea sebelum Quirinius
Meskipun jika Quirinius menjadi gubernur Syia pada waktu sebelumnya sehingga cocok dengan masa pemerintahan Herodes Yang Agung, dan mengadakan sebuah sensus, tetapi sayangnya sensus itu tidak mencakup wilayah Yudea karena tidak dibawah kontrol langsung Romawi saat itu, sehingga tidak bisa dibebani pajak secara langsung. Jadi sensus hanya dapat dilakukan setelah kematian Herodes, yaitu ketika wilayah Yudea dianeksasi kedalam provinsi Syria Romawi, sebagaimana yang dijelaskan oleh Josephus. 1
Apakah sensus ini dilakukan oleh Quirinius atau orang Romawi lainnya, di Yudea tidak ada sensus sebelum tahun 6 M, karena Yudea belum dimasukkan kedalam kontrol langsung Romawi. Tetapi sejak Quirinius menjadi gubernur Romawi yang mengambil alih kontrol atas wilayah Yudea, maka sensus pun dapat terjadi. 1
Wilayah Yudea pada zaman Herodes Yang Agung dan Archelaus, adalah sebuah kerajaan independen yang membayar upeti tahunan kepada Romawi. Romawi mempunyai banyak hak-hak melalui perjanjian, seperti hak veto. Banyak daerah-daerah lain juga menerima status khusus karena bekerja sama dengan Roma pada perang-perang penting, atau ketika Roma tidak ingin bermasalah dalam mengendalikan provinsi secara secara langsung, dan ciri khas negara khusus ini dikelilingi dan diproteksi oleh Kekaisaran Romawi, dengan membentuk zona penyangga dalam menghadapi invasi negara lain. 1
Seberapa sering Romawi mengadakan sensus
Kirk R. MacGregor mengatakan:
“Penemuan-penemuan arkaeologi menunjukkan bahwa Romawi menerapkan pendaftaran untuk wajib pajak secara reguler dan juga sensus ditetapkan setiap 14 tahun. Prosedur ini diduga dimulai pada masa Augustus dan pertama kali terjadi tahun 23-22 SM atau 9-8 SM.( R. MacGregor, Is the New Testament Historically Accurate)1
John McRay mengklaim “susunan dari penanggalan yang telah diketahui untuk sensus-sensus menunjukkan secara jelas bahwa satu sensus diambil di kekaisaran [Romawi] setiap empat belas tahun”.John McRay, Archaeology and the New Testament (1991), hal. 154-5)1
Apakah Quirinius adalah wali (legate) khusus di Syria pada tahun Sebelum Masehi (SM)
Masalah lainnya adalah bahwa h�gemoneuontos t�s Syrias mungkin diartikan sebagai “holding a command in Syria” dan karena Quirinius diketahui pernah terlibat sebuah perang di Asia Minor (Turki) antara tahun 6 SM dan 1 SM, mungkin Lukas merujuk pada waktu ketika Quirinius menghadapi perang ini, dan bukan sebagai Wali Syria (legate of Syria). Tetapi ini tidak memecahkan masalah sedikitpun karena sebagaimana telah kita diskusikan diatas, tidak ada sensus di Yudea sebelum tahun 6 M.1
Argumentasi ini juga tidak dapat dibenarkan karena: pertama, tidak masuk akal untuk memberi penanggalan sebuah peristiwa di Yudea dengan merujuk pada satu komando khusus dalam sebuah perang di Asia. Kedua, hanya karena Quirinius mungkin memegang satu legiun orang-orang Syria untuk melawan bandit-bandit di pegunungan yang membatasi antara Galatia dan Cilicia, itu tidak selanjutnya bahwa ia memiliki setiap jenis komando di Syria. Sebaliknya, ia sedang di provinsi Galatia, bukan Syria, dan oleh komando khusus dari Augustus. Jadi hanya membuat pandangan bahwa ia adalah seorang wali (legate) Galatia untuk perang ini. Seorang wali Syria tidak ada urusannya berperang di provinsi lainnya, khususnya di sebuah teritorial yang akan membatasi dari provinsinya sendiri karena ada sebuah alur pegunungan besar. Jadi dengan memperhatikan kondisi geografis pegunungan Asia Minor, hanya tentara yang datang dari utara yang dapat menaklukkan bangsa-bangsa pegunungan ini, atau dengan kata lain hanya tentara dari provinsi Galatia, bukan Syria.1
Catatan Sejarawan Yahudi Josephus
Josephus mengatakan bahwa ketika Archelaus, pengganti Herodes Yang Agung, berkuasa:
“Negerinya Archelaus ditetapkan untuk Syria dengan maksud membayar upeti, dan Quirinius, seorang pria yang memiliki jabatan tertinggi, dikirim oleh Kaisar untuk mensensus Syria dan untuk membuat sebuah account dari tanah milik Archelaus (Archelaus’s estate)” (Antiquities of the Jews, 17.355)
“Quirinius adalah seorang Senat, yang telah memegang jabatan-jabatan lain…Ia mempunyai reputasi baik karena alasan-alasan lain, juga. Ia tiba di Syria dengan beberapa orang lainnya, karena ia dikirim oleh Kaisar sebagai seorang gubernur, dan seorang assessor of their worth. Coponius, yang memegang jabatan tentara, dikirim jauh dengannya untuk mengambil semua komando terhadap orang-orang Yahudi. Dan Quirinius juga pergi ke Yudea, sejak Yudea menjadi bagian dari Syria, untuk melakukan sebuah sensus…dan untuk membuat satu account dari milik Archelaus.” (Antiquities of the Jews, 18.1-2)
Fungsi utama dari sebuah sensus dalam antiquity adalah untuk menilai bukan hanya property, tetapi total tenaga manusia bagi tujuan sistem pajak langsung (direct taxation), itulah mengapa dilakukan secara rutin untuk pengaturan satu sensus pada asumsi kontrol dari sebuah provinsi, dan dengan jelas Josephus menjelaskan sensus ini. Apa yang menjadi jelas disini adalah bahwa Quirinius tidak mengambil kendali atas wilayah Yudea sebelum dipindahkan oleh Archelaus. Jadi sangatlah jelas bahwa ada kontradiksi dalam Injil-injil Perjanjian Baru: Lukas menempatkan kelahiran Yesus setelah kematian Herodes Yang Agung, sedangkan Matius adalah sebelum kematian Herodes Yang Agung.
Josephus mencatat:
“Pada tahun ke sepuluh pemerintahan Archelaus pemimpin di Yudea dan Samaria tidak tahan kekejamannya dan tirani dan menyalahkannya dihadapan kaisar….dan ketika Kaisar mendengar ini, ia marah….dan mengirim Archelaus kedalam pembuangan….ke Vienna, dan menyita propertynya.(Josephus, Antiquities of the Jews, 17.342-4)
Jadi rentang waktu sepuluh tahun antara kematian Herodes dan kedatangan Quirinius. Lalu kapan sensus diadakan di Yudea
Josephus menulis secara pasti:
“Quirinius membuat satu account dari propertynya Archelaus dan menyelesaikan sensus tsb, yang terjadi pada tiga puluh tujuh tahun setelah kekalahan Kaisar (caesar) dari Antony di Actium.” (Josephus, Antiquities of the Jews, 18.26)
Perang Actium secara universal disepakati terjadi pada tahun 31 SM. Bukti ini dikonfirmasi dalam catatan sejarah yang tak terhitung banyaknya , inskripsi-inskripsi, dan bukti-bukti fisik lainnya. Jadi sensus Quirinius terjadi pada tahun 6 M, atau pasca 37 tahun kekalahan di Actium tahun 31 SM.
Sejarah Pertempuran Actium tahun 31 SM bisa Anda baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Actium
Perlu juga diketahui bahwa Josephus menganggap pemberontakan Yudas orang Galilee diakibatkan oleh adanya sensus ini (lihat Antiquities of the Jews dan Jewish War) dan fakta ini juga di konfirmasi oleh Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 5:37.
Apapun tafsiran Kristen mengenai Lukas 2:2 akan selalu menghadapi DILEMA!
Seandainya Kristen menyatakan Yesus lahir pada tahun 6 M agar sesuai dengan fakta sejarah sensus Quirinius. Tetapi pertanyaannya apakah blunder Injil-injil Perjanjian Baru sudah selesai sampai disini Karena Injil Lukas 3:1,23 menyatakan bahwa ketika 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius, Yesus berumur sekitar 30 tahun. Jadi peristiwa ini terjadi pada sekitar tahun 29 M. Artinya menurut Injil Lukas 3:1,23 Yesus paling telat lahir pada tahun 2 SM. Dan pada tahun 2 SM, Yudea adalah wilayah independen dan tidak dikenai pajak. Sekali lagi, Yudea baru bisa dikenai pajak pada tahun 6 M yaitu ketika Quirinius menjabat gubernur Syria dan mencaplok wilayah Yudea.
Sebaliknya, jika Kristen menyerah pada kenyataan dan setuju bahwa Injil Lukas 2:2 telah ERROR, maka Lukas 3:,12 dan Matius adalah yang benar. Tidak ada satu pilihan yang “nyaman” bagi Kristen, karena hanya akan menyalahkan Injil Anda sendiri. Dari semua pilihan yang ada, tak satupun yang membenarkan klaim gereja bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember tahun 1 M
Seandainya Kristen menyatakan bahwa Lukas salah mencatat, yang seharusnya “Saturninus” tetapi ditulis “Quirinius”, hal ini tetap saja akan kontradiksi dengan catatan sejarah bahwa TIDAK ADA SENSUS DI YUDEA SEBELUM TAHUN 6 M, TAHUN DI MANA YUDEA DICAPLOK KEDALAM PROVINSI SYRIA ROMAWI!
Demikianlah segala problematika pertentangan antar ayat-ayat kitab Injil-injil korup yang dapat Anda saksikan di Perjanjian Baru sekarang.
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang
yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri,
lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”,
untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit
dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besar
bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan
mereka sendiri, dan kecelakaan yang besar
bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.”
(QS Al Baqoroh 2:79)
Masih belum cukup buktikah bahwa Alkitab Kristen adalah kontradiksi, korup, dan palsu
Footnotes
^1. Lihat http://www.infidels.org/library/modern/richard_carrier/quirinius.html
^2 Lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Census_of_Quirinius
Sumber Artikel
-The Date of the Nativity in Luke (5th ed., 2006)recommended
-Census of Quirinius, Wikipedia, last modified 11 August 2007recommended
-QUIRINIUS, Jewish Encyclopedia
-Flavius Josephus, Wikipedia
-Herod the Great, WIkipedia, last modified 8 August 2007
-Herod Archelaus, wikipedia
-Tiberius, wikipedia, last modified 11 August 2007
-Tiberius, http://WWW.Roman-Britain.ORG, last modified: 08/13/2007
June 23, 2010 at 4:53 pm
Trinitas, adalah konsep ketuhanan yang khas dalam agama Kristen, yang maksudnya Tuhan itu satu tetapi mempunyai tiga pribadi, yang sangat populer mereka lafalkan sebagai : �tiga adalah satu dan satu adalah tiga�
Trinitas bagi umat Kristen tentu tidak asing lagi, tetapi pada umumnya, bila ditanyakan pada beberapa orang Kristen tentang Trinitas, hampir dapat dipastikan akan memberikan jawaban dan analogi (perumpamaan) yang berbeda-beda yang akibatnya berbeda pula makna Trinitas yang diberikan.
Dulu orang-orang Kristen mengambil analogi telor untuk menggambarkan konsep Trinitas, menurut mereka sebutir telor itu terdiri dari tiga komponen, yaitu kuning telor, putih telor dan kulit telor, gabungan ketiga komponen inilah yang disebut telor. Dengan analogi ini orang menjadi mempunyai penilaian bahwa Tuhannya orang Kristen itu terdiri dari Tuhan Bapa, Tuhan Yesus dan Tuhan Roh Kudus yang melebur menjadi satu, yang berarti Tuhannya orang Kristen itu memang ada tiga Tuhan cuma mereka bersatu padu seia sekata, akhirnya analogi ini tidak bertahan lama dan mereka terus mencari analogi yang tepat untuk memberikan gambaran konsep Trinitas.
Sebelum kita mulai kajian tentang Trinitas, mari kita simak ilustrasi tentang pribadi seorang waria :
Dalam sebuah operasi polisi pamong praja untuk menertibkan para waria yang beroperasi dikolong jembatan layang dan di taman-taman kota, para polisi tersebut berhasil menjaring beberapa waria. Malam itu juga salah seorang petugas menginterograsi salah seorang waria.
�Siapa namamu ?� tanya petugas
�Donna ooomm,� jawab waria tersebut centil.
�Yang benar� tanya petugas sekali lagi
�Benar oooommm�
�Lihat KTP-nya�, kemudian waria itu menyodorkan KTP yang kebetulan punya KTP, dan petugas itupun memeriksanya
�Lho kok di sini namanya Donni bukan Donna?�
�Kamu memalsukan KTP ya?
�Ah Om ini kayak nggak tahu aja, saya kalau malam bernama Donna kalau siang Donni, tapi kalau om cari saya disalon orang-orang pada memanggil saya Ni-Na singkatan dari Donni dan Donna, karena mereka bingung saya ini cewek atau cowok.
Begini Om, saya sendiri bingung, kalau siang saya ini betul-betul sebagai seorang cowok om, pernah dorong truk, pernah ikut kerja bakti, pernah ngejar-ngejar anjing karena saya digigit, saya juga pernah berkelahi sama pak RT gara-gara mengganggu ketertiban dan saya menang berkelahinya, pokoknya saya ini disiang hari betul-betul sebagai seorang cowok, makanya orang-orang memanggil saya Donni.
Tetapi Om, kalau malam hari saya ini gemulai, jalan saya seperti foto model, terbukti om berhasil nangkep saya, karena pada malam hari saya betul-betul seperti wanita tulen, bahkan saya ini lebih cantik daripada wanita pada umumnya, bahkan perasaan saya pada malam hari selembut perasaan wanita, sesabar wanita, makanya temen-temen memanggil saya Donna, gitu Om.
Terus , ketika petang saya kerja di salon untuk nambah income, temen-temen salon pada memanggil saya Ni-Na om, mereka bingung, karena saya ini Donna sekaligus Donni Om, jadi jangan menuduh saya memalsukan KTP om ya, karena memang seperti itu pribadi saya, satu tubuh mempunyai tiga pribadi, sebagai Donna, sebagai Donni dan sebagai Ni-Na. Tapi saya hanya satu om.
Kalau om nagkep Donna seperti sekarang ini, berarti om juga nangkep Donni dan Ni-Na ,saya nggak bisa minta tolong sama Donni om, karena Donni itu ya saya ini, dan saya juga nggak bisa minta tolong sama Ni-Na, karena Ni-Na itu ya saya om,Moga-moga om ngerti tentang pribadi saya dan memaklumi dan tidak menuduh saya memalsukan KTP.
Ya..ya..ya.., sahut petugas termanggut-manggut.
Inilah Trinitas
Sebenarnya ajaran Trinitas tidak ada dalam Bible, bila orang-orang Kristen mengatakan bahwa ajaran Trinitas ada dalam Bible, itu hanyalah tafsiran belaka, berikut ini ayat-ayat yang diklaim oleh orang-orang Kristen sebagai ayat-ayat tentang Trinitas.
Menurut iman ke-Kristen-an, Yesus itu terjelma dari firman, berdasarkan tafsiran ayat berikut ini :
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Injil Yohanes 1:14
dan masih menurut iman ke-Kristen-an, firman itu adalah Allah itu sendiri
Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Injil Yohanes 1:1
Jadi Yesus itu adalah firman dan firman itu adalah Allah, secara singkat Yesus adalah Allah. Penafsiran ini didukung oleh ayat berikut ini :
Aku dan Bapa adalah satu. Injil yohanes 10:30
Ayat yang lainnya yang ditafsirkan untuk mendukung Trinitas adalah ayat berikut :
Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu] Yohanes 5:7
Kalimat yang diklaim sebagai penguat konsep Trinitas adalah �Bapa, Firman dan Roh Kudus keti-ganya adalah satu�. Yang dimaksud Bapa adalah Allah Bapa, Firman adalah Yesus.
Jadi yang dimaksud makna Trinitas tiga adalah satu dan satu adalah tiga yaitu :
�Tuhan-nya orang Kristen itu adalah satu tetapi mempunyai tiga pribadi,
pertama sebagai pribadi Allah Bapa yang ada di langit yang perkasa yang menciptakan langit dan bumi dan mengatur alam semesta, kedua kemudian menjelma menjadi Yesus turun ke bumi melalui perawan Maryam dan berkomunikasi dengan manusia secara langsung seperti komunikasinya Allah dalam sorga kepada Adam secara langsung, ketiga sebagai Roh Kudus yaitu Tuhan yang membimbing manusia kepada kebenaran.
Inilah Persamaan Pengertian antara Waria dan Trinitas
Dari uraian di atas pengertian Trinitas mempunyai kesamaan dengan pengertian Waria, yaitu :
- Yesus adalah jelmaan Allah Bapa begitu juga Donna adalah jelmaan dari Donni
- Yesus dan Allah Bapa adalah satu begitu juga dengan Donna dan Donni adalah Satu
- Yesus sama dengan Allah Bapa begitu juga Donna sama dengan Donni
- Yesus adalah jelmaan Allah Bapa yang turun ke bumi begitu juga Donna adalah jelmaan Donni yang keluar pada waktu malam hari.
Kontradiksi-Kontradiksi Trinitas
Kontradiksi-kontradiksi yang akan kita kaji adalah sebagai bukti bahwa konsep Trinitas adalah sebuah konsep yang lahir dari salah tafsir terhadap ayat-ayat yang sejatinya bukan ayat-ayat Trinitas tetapi dipaksakan sebagai ayat-ayat Trinitas. Kontradiksi-kontradiksi itu antara lain sebagai berikut :
1. Kenapa Yesus Memperkenalkan Allah
Ada sebuah ayat yang hampir mirip dengan syahadatnya orang Islam *):
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Injil Yohanes 17:13
Dalam ayat itu Yesus menyebut bahwa satu-satunya Tuhan hanyalah Allah, mengapa dia tidak menyebut bahwa satu-satunya Tuhan yaitu aku, bahkan Yesus menyebut bahwa dia hanyalah utusan Allah. Ayat tersebut menyangkal penafsiran bahwa Yesus adalah jelmaan Allah dan menyangkal bahwa Yesus adalah Allah.
Bila kita analogikan dengan kasus waria Donna dan Donni, mungkinkah akan terjadi pernyataan sebagai berikut :
�Om..om harus tahu bahwa Donni adalah seorang laki-laki perkasa dan om harus tahu bahwa Donna adalah seorang wanita utusan Donni untuk kerja malam hari�
Tentu saja tidak akan mungkin terjadi pernyataan seperti itu, karena Donna adalah Donni, tidak mungkin Donna mengatakan aku adalah utusan Donni kecuali Donna sudah lupa ingatan. Kalau diklaim bahwa Yesus adalah Allah mungkinkah Yesus mengatakan aku adalah utusan Allah ?
2. Kenapa Yesus Memohon Pertolongan
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Ibrani 5:7
Ayat itu mengisahkan bahwa Yesus selalu berdoa dan memohon kepada Allah. Kalau diklaim bahwa Yesus adalah Allah, mungkinkah Yesus memohon kepada dirinya sendiri atau Yesus lupa bahwa Allah itu adalah dirinya sendiri ?. Tidak mungkin, yang paling mungkin adalah Allah itu bukan Yesus tetapi Tuhannya. Seperti kasus Donna dan Donni, mungkinkah ketika Donna ditangkap oleh petugas lalu me-minta pertolongan kepada Donni.? Tentu tidak mungkin karena Donni adalah dia sendiri, kecuali Donna sudah gila sehingga dia menganggap Donni adalah orang lain.
3. Kenapa Yesus Duduk Berdampingan
…Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Matius 26:64
Yesus mengatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa setelah Yesus terangkat ke langit, Yesus akan duduk disebelah kanan Allah yang Maha Kuasa. Kalau Allah adalah Yesus mungkinkah Yesus mengatakan akan duduk disebelah kanan Allah ? tentu tidak mungkin, hal ini hanya mungkin bila Yesus dan Allah beda Dzat.
Dalam kasus Donna dan Donni, mungkinkah Donna mengatakan aku akan duduk di samping Donni ?, tentu saja tidak mungkin kecuali Donni adalah orang lain.
Kisah Tiga Orang Yang Masuk Kristen
Ada cerita yang menarik tentang tiga orang manusia yang masuk agama Kristen. Sebagian dari pendeta Kristen kemudian menga-jarkan doktrin-doktrin penting kepada tiga orang itu. Terutama sekali doktrin tentang Trinitas yang merupakan doktrin terpenting agama Kristen. Selang beberapa waktu datang orang yang dipertuan oleh pendeta itu. Orang itu bertanya kepada pendeta tentang ketiga orang yang baru masuk agama itu. Kata pendeta itu,
�Tiga orang manusia telah masuk agama Kristen.�,
Lalu orang yang dipertuan itu bertanya kepada sang pendeta,
�apakah kamu mengajarkan sesuatu pada ketiga orang ini?�
�Ya� Jawab pendeta,
Lalu dipanggilnya ketiga orang itu satu persatu untuk diuji oleh sang tuan.
Orang pertama dipanggil dan ditanya tentang teologi Trinitas, maka orang pertama menjawab :
�Anda telah mengajari saya bahwa Tuhan ada tiga. Tuhan pertama yang ada di langit, Tuhan kedua yang dilahirkan dari perut Maria si perawan itu, dan Tuhan ketiga yang turun dalam bentuk burung merpati kepada Tuhan kedua setelah berusia tiga puluh tahun.� Mendengar jawaban itu, maka pendeta itu marah dan mengusir orang itu.
Kemudian dipanggilnya orang kedua dan ditanyakan kepadanya tentang Trinitas. Maka orang kedua itu berkata :
�Anda telah mengajar saya bahwa Tuhan itu ada tiga. Dari tiga Tuhan itu satu telah mati disalib dan tinggal dua Tuhan.� Mendengar kata-kata itu pendeta itupun marah dan mengusirnya.
Kemudian dipanggillah orang ketiga dan orang yang ketiga ini nampaknya lebih cerdas daripada kedua orang yang sebelumnya. Lalu orang tersebut ditanya tentang Trinitas, maka ia menjawab :
�Wahai tuan, saya hafal betul apa-apa yang dikatakan tuan, dan saya paham betul keutamaan Tuhan Yesus.
Saya tahu bahwa satu adalah tiga dan tiga adalah satu. Saya juga tahu bahwa satu dari tiga Tuhan itu mati disalib. Dengan matinya Dia, maka Tuhan yang lainnya pun mati karena persekutuan mereka. Dan demikian sampai sekarang tidak ada Tuhan, sebab kalau masih dipandang ada Tuhan, maka konsep penyatuan Trinitas tidak ada.�
Para sarjana Kristen kebingungan dalam menyikapi teologi Trinitas, mereka meyakini teologi Trinitas meski mereka sendiri sesungguhnya tidak memahami teologi ini. Bukti ketidak-pahaman mereka terhadap teologi ini dapat dilihat dari ketidak mampuan mereka dalam memberikan klarifikasi serta aplikasi teologi itu.
Pernyataan tokoh-tokoh Kristen
Dr.R. Soedarmo dalam bukunya menyatakan : bahwa Trinitas tidak dapat dimengerti: �Agama Islam bercorak rasionalitas, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu Trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti, bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insyaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti� Ikhtisar Dogmatika hal 114
Adolf Heuken SJ mengakui Trinitas sebagai puncak misteri keimanan : �Pengakuan Allah tritunggal merupakan kekhasan iman Kristiani. Pengakuan inilah dasar dan puncak misteri. Misteri Allah tritunggal adalah misteri iman yang mutlak. Ensiklopedi Gereja hal 221
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:”Bahwanya Allah salah satu dari yang tiga” QS. 5:73
*) Bandingkan ayat tersebut dengan syahadat �Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah�, Dalam Injil Yohanes 17:13 dikatakan bahwa untuk mencapai sorga orang harus mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan Yesus adalah utusan-Nya.
June 24, 2010 at 1:14 pm
Kita sering mendengar dari umat Kristen mengenai sebutan “Yesus dari kota Nazareth”. Nama kota Nazareth ini telah disebut dibeberapa ayat Injil kanonik dan Kisah Para Rasul, yang mengindikasikan bahwa menurut Perjanjian Baru, ada sebuah kota bernama kota Nazareth di Palestina pada zaman Yesus Kristus.
Alkitab Terjemahan Baru
Matius 2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Matius 4:13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
Matius 21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”
Markus 1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
Lukas 1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
Lukas 2:4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, �karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud�
Lukas 2:39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
Lukas 2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Yohanes 1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.”
Yohanes 1:46 Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”
Kisah 10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
Yesus hidup di abad 1 M. Dalam Injil kanonik dan Kisah diatas dinyatakan mengenai sebuah kota bernama Nazareth.
Tetapi faktanya adalah bahwa tidak ada bukti sejarah yang mencatat sebuah kota bernama kota Nazareth pernah ada di abad 1 M, artinya tidak ada sebuah kota bernama kota Nazareth di zaman kehidupan Yesus.
Sumber:
Wikipedia-Nazareth
Online : http://en.wikipedia.org/wiki/Nazareth#Contrary_views
Frank Zindler, managing editor of the American Atheist Press, has asserted that Nazareth did not exist in the first century.[47] His arguments include the following:
• No “ancient historians or geographers mention [Nazareth] before the beginning of the fourth century [AD].”[48]
• Nazareth is not mentioned in the Old Testament, the Talmud, nor in the Apocrypha and it does not appear in any early rabbinic literature.
• Nazareth was not included in the list of settlements of the tribes of Zebulon (Joshua 19:10-16) which mentions twelve towns and six villages
• Nazareth is not included among the 45 cities of Galilee that were mentioned by Josephus (37AD-100AD).
• Nazareth is also missing from the 63 towns of Galilee mentioned in the Talmud
Zindler’s view is historically possible if Nazareth came into existence at the same time that the New Testament gospels were being written and redacted. Most scholars place that literary activity between the two Jewish Wars (70 AD-132 AD).
———-
47. ^ Zindler, F. “Where Jesus Never Walked,” American Atheist, Winter 1996-97, pp. 33-42.
48. ^ Zindler, F. “Where Jesus Never Walked,” American Atheist, Winter 1996-97, p. 34.
Anda orang Kristen benar-benar melawak jika Anda menyebut “Yesus dari Nazareth”, karena TIDAK ADA nama kota Nazareth di abad 1 M.
Josephus (37-100 M) adalah seorang sejarawan Yahudi. Ia telah mencatat nama 45 kota di Galilee. Namun ia sama sekali tidak menyebut sebuah kota bernama kota Nazareth.
Talmud tidak mencatat ada sebuah nama kota bernama Nazareth di abad 1 M, artinya tidak ada nama kota Nazareth di zaman Yesus.
Bahkan Paulus pun tidak pernah menyebut sebuah kota bernama kota Nazareth dalam surat-suratnya yang kini ada di Perjanjian Baru.
Perjanjian Lama sama sekali tidak pernah menyebut nama kota Nazareth, artinya kota Nazareth pun tidak pernah ada sebelum abad 1 M.
Apologist (Pembela) Kristen biasanya akan menyatakan bahwa Nazareth adalah sebuah desa dizaman Yesus sebagaimana arkeologi telah membuktikannya. Tetapi pendapat Apologist Kristen dapat terbantahkan dengan sendirinya, karena berdasarkan catatan Injil, Nazareth adalah berstatus sebagai kota BUKAN desa!
“Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret.” (Matius 2:23 TB)
“malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret.” (Lukas 1:26 TB)
“kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.” (Lukas 2:39 TB)
Daerah yang kini bernama kota Nazareth berdasarkan arkeologi memang dahulu pernah dihuni oleh sekelompok masyarakat. Tetapi daerah tsb belum menjadi sebuah kota, apalagi bernama kota Nazareth!
Fakta bahwa Nazareth belum ada sebagai sebuah kota, membuktikan kepada kita bahwa Injil korup kanonik ini disusun setelah abad 1 M. Karena hanya orang yang hidup pasca abad 1 M, yang dapat menyebut “Kota Nazareth”.
Demikianlah artikel ini dibuat dan saya harap dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kalangan pecinta kebenaran sejati baik Muslim maupun Kristen. Embrace Islam & U will be saved!
June 26, 2010 at 1:19 am
Sesuatu yang bisa mati tidak berhak dipertuhankan; yesus menunjukkan kematiannya… sesuatu yang diperanakkan tidak berhak dipertuhankan; yesus lahir dari seorang ibu… yesus adalah seorang manusia dan seorang nabi, telah berlalu nabi-nabi sebelumnya… apa yang terjadi padanya adalah karena kehendak Allah… anda telah sesat sejauh-jauhnya… Anda jangan Ge-eR dulu karena yesus ada di Al Quran, justru yesus dalam Al Quran adalah untuk membenarkan pandangan agama anda yang sesat sejauh-jauhnya…
June 29, 2010 at 2:15 am
APAKAH anda percaya kepada Tritunggal? Kebanyakan orang dalam usunan Kristen percaya. Bagaimanapun juga, selama berabad-abad itu merupakan doktrin utama dari gereja-gereja.
Mengingat hal ini, anda tentu berpikir bahwa tidak mungkin ada yang perlu diragukan mengenai Tritunggal. Namun ada, dan belakangan bahkan beberapa dari para pendukungnya telah menambah seru perdebatannya.
Mengapa pokok pembicaraan seperti ini harus mendapat lebih banyak perhatian? Karena Yesus sendiri berkata: �Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.� Jadi seluruh masa depan kita bergantung pada mengenal sifat yang sebenarnya dari Allah, dan hal itu berarti memeriksa sampai ke akar dari perdebatan mengenai Tritunggal. Maka, tidakkah sebaiknya anda mengujinya sendiri?-Yohanes 17:3.
Ada berbagai konsep Tritunggal. Tetapi pada umumnya ajaran Tritunggal adalah bahwa didalam Keilahian ada tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus; namun, bersama-sama, mereka hanya satu Allah. Doktrin itu mengatakan bahwa ketiganya setara, mahakuasa, dan tidak diciptakan, telah ada kekal selama-lamanya dalam Keilahian.
Namun, orang-orang lain berkata bahwa doktrin Tritunggal itu palsu, bahwa Allah Yang Mahakuasa berdiri sendiri sebagai Pribadi yang terpisah, kekal, dan mahakuasa. Mereka mengatakan bahwa Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia, adalah sama seperti para malaikat, pribadi roh yang terpisah yang diciptakan oleh Allah, dan untuk alasan ini ia pasti mempunyai permulaan. Mereka mengajarkan bahwa Yesus tidak pernah setara dengan Allah Yang Mahakuasa dalam arti apapun; ia selalu tunduk kepada Allah dan masih tetap demikian. Mereka juga percaya bahwa roh kudus bukan pribadi tetapi roh dari Allah, tenaga aktif-Nya.
Para pendukung Tritunggal mengatakan bahwa ini didasarkan, tidak hanya pada tradisi agama tetapi juga pada Alkitab. Para pengritik doktrin tersebut mengatakan bahwa itu bukan ajaran Alkitab, sebuah sumber sejarah bahkan berkata: �Asal usul [Tritunggal] sama sekali kafir.�-The Paganism in Our Christianity.
Jika Tritunggal benar, akan merendahkan Yesus jika dikatakan bahwa ia tidak pernah setara dengan Allah sebagai bagian dari suatu Keilahian. Namun jika Tritunggal salah, akan merendahkan Allah Yang Mahakuasa, jika ada pribadi lain yang dikatakan setara dengan Dia, dan bahkan lebih buruk lagi untuk menyebut Maria sebagai �Bunda Allah.� Jika Tritunggal salah, sungguh tidak menghormati Allah untuk mengatakan, seperti ditulis dalam buku Catholicism: �Jika [orang] tidak menjaga Kepercayaan ini utuh dan tidak tercela, [mereka] pasti akan lenyap untuk selamanya. Dan Kepercayaan Katolik adalah: kita menyembah satu Allah dalam Tritunggal.�
Jadi, ada alasan-alasan yang baik mengapa anda seharusnya ingin mengetahui kebenaran mengenai Tritunggal. Tetapi sebelum memeriksa asal usulnya dan pengakuannya sebagai kebenaran, ada gunanya jika doktrin ini didefinisikan lebih terinci. Tepatnya, apa sebenarnya Tritunggal itu? Bagaimana para pendukungnya menjelaskan ajaran itu?
BAGAIMANA TRITUNGGAL DIJELASKAN?
GEREJA Katolik Roma berkata: �Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen…
Jadi, dalam kata-kata Kredo Athanasia: �sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah.� Dalam Tritunggal ini… Pribadi-Pribadinya sama kekal dan setara: semuanya tidak diciptakan dan mahakuasa.�-The Catholic Encyclopedia.
Hampir semua gereja lain dalam Susunan Kristen menyetujuinya. Misalnya, Gereja Ortodoks Yunani juga menyebut Tritunggal �doktrin dasar dari Kekristenan,� bahkan mengatakan: �Orang Kristen adalah orang-orang yang menerima Kristus sebagai Allah.� Dalam buku Our Orthodox Christian Faith, gereja yang sama berkata: �Allah adalah suatu kesatuan tiga serangkai… Sang Bapa adalah Allah sepenuhnya. Sang Anak adalah Allah sepenuhnya. Roh Kudus adalah Allah sepenuhnya.�
Jadi, Tritunggal dianggap sebagai �satu Allah dalam tiga Pribadi.� Masing-masing dikatakan tidak mempunyai permulaan, ada dari kekal sampai kekal. Masing-masing dikatakan mahakuasa, dan masing-masing tidak lebih besar atau lebih kecil daripada yang lainnya.
Apakah gagasan demikian sukar dimengerti? Banyak orang beriman yang tulus merasa hal itu membingungkan, bertentangan dengan akal sehat, benar-benar sulit dipahami.
Bagaimana mungkin, sang Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan roh kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan hanya satu Allah?
�Di Luar Jangkauan Akal Manusia�
KEBINGUNGAN ini tersebar luas. The Encyclopedia Americana mengatakan bahwa Tritunggal dianggap �di luar jangkauan akal manusia.�
Banyak orang yang menerima Tritunggal menganggapnya demikian. Monsignor Eugene Clark berkata: �Allah itu satu, dan Allah itu tiga. Karena tidak ada ciptaan yang seperti ini, kita tidak dapat mengertinya, tetapi menerimanya saja.�
Kardinal John O�Connor berkata: �Kami tahu ini suatu misteri yang sangat dalam, yang sama sekali tidak kita mengerti.�
Dan Paus Yohanes Paulus II berkata mengenai �misteri yang tidak dapat dimengerti tentang Allah Tritunggal.�
Jadi, A Dictionary of Religious Knowledge berkata: �Tepatnya apa doktrin itu, atau bagaimana hal itu harus dijelaskan, para penganut Tritunggal pun tidak mencapai kata sepakat di antara mereka sendiri.�
Maka, kita dapat mengerti mengapa New Catholic Encyclopedia berkata: �Hanya sedikit diantara guru-guru teologi Tritunggal di seminari-seminari Katolik Roma yang pada suatu waktu tidak dipojokkan oleh pertanyaan, �Tetapi bagaimana kita akan berkhotbah tentang Tritunggal?� Dan jika pertanyaan itu merupakan gejala kebingungan di pihak para siswa, kemungkinan hal itu juga merupakan gejala kebingungan yang serupa di pihak guru-guru mereka.�
Kebenaran dari pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan mengunjungi suatu perpustakaan dan memeriksa buku-buku yang mendukung Tritunggal. Tak terhitung banyaknya halaman yang ditulis dalam upaya untuk menjelaskannya. Namun, setelah bersusah payah memeriksa istilah-istilah teologi yang membingungkan dan penjelasannya, para peneliti masih tetap tidak puas.
Mengenai ini, imam Yesuit Joseph Bracken mengatakan dalam bukunya What Are They Saying About the Trinity?: �Para imam yang dengan cukup banyak upaya telah mempelajari…
Tritunggal selama tahun-tahun mereka di seminari tentu saja ragu-ragu untuk menyampaikannya kepada jemaah mereka dari mimbar, bahkan pada hari Minggu. Tritunggal… Untuk apa seseorang akan membuat umatnya bosan dengan sesuatu yang pada akhirnya pun tidak akan mereka mengerti dengan benar?�
Ia juga berkata: �Tritunggal adalah soal kepercayaan formal, namun hal itu hanya sedikit atau tidak [berpengaruh] dalam kehidupan dan ibadat Kristen sehari-hari.� Meskipun demikian, ini adalah �doktrin utama� dari gereja-gereja!
Teolog Katolik Hans Kung menyatakan dalam bukunya Christianity and the World Religions bahwa Tritunggal merupakan satu alasan mengapa gereja-gereja tidak berhasil membuat kemajuan yang berarti di kalangan orang bukan Kristen. Ia berkata: �Bahkan orang Muslim yang terpelajar,
sama sekali tidak dapat mengerti, sebagaimana juga orang-orang Yahudi sebegitu jauh tidak dapat memahami, gagasan mengenai Tritunggal… Perbedaan yang dibuat oleh doktrin Tritunggal antara satu Allah dan tiga hypostase [zat] tidak memuaskan orang Muslim, yang bukannya merasa mendapat penjelasan, tetapi justru merasa bingung, oleh istilah-istilah teologi yang berasal dari bahasa Syria, Yunani, dan Latin.
Orang-orang Muslim menganggap ini semua permainan kata… Mengapa seseorang ingin menambahkan sesuatu kepada gagasan mengenai keesaan dan keunikan Allah yang hanya dapat mengencerkan atau meniadakan keesaan dan keunikan itu?�
�Bukan Allah yang Suka Pada Kekacauan�
BAGAIMANA doktrin yang begitu membingungkan seperti Tritunggal muncul? The Catholic Encyclopedia menyatakan:
�Sebelum adanya penyingkapan Ilahi, diperlukan sebuah dogma yang misterius seperti itu.� Sarjana Katolik Karl Rahner dan Herbert Vorgrimler menyatakan dalam Theological Dictionary mereka: �Tritunggal… dalam arti yang sesungguhnya…, adalah suatu misteri yang tidak dapat dipahami tanpa wahyu ilahi, dan bahkan setelah disingkapkan tidak dapat dimengerti sepenuhnya.�
Tetapi, dengan berkukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang begitu membingungkan karena berasal dari wahyu ilahi, mereka menciptakan problem besar lain. Mengapa? Karena dalam wahyu ilahi itu sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Allah: �Allah… bukan Allah yang suka pada kekacauan.�-1 Korintus 14:33, Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).
Mengingat pernyataan itu, mungkinkah Allah akan mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan sehingga bahkan para sarjana Ibrani, Yunani, dan Latin tidak dapat menjelaskannya?
Selain itu, apakah orang-orang harus menjadi teolog untuk dapat �mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang telah Ia utus?� (Yohanes 17:3) Jika demikian halnya, mengapa begitu sedikit dari para pemimpin agama Yahudi yang terpelajar mengakui Yesus sebagai Mesias?
Sebaliknya, murid-muridnya yang setia, adalah petani-petani, nelayan, pemungut cukai, ibu-ibu rumah tangga yang sederhana. Orang-orang sederhana tersebut begitu yakin dengan apa yang Yesus ajarkan tentang Allah sehingga mereka dapat mengajarkannya kepada orang lain dan bahkan rela mati demi kepercayaan mereka-Matius 15:1-9; 21: 23-32, 43; 23:13-36; Yohanes 7:45-49; Kisah 4:13.
APAKAH ITU BENAR-BENAR AJARAN ALKITAB?
ANDAIKAN Tritunggal itu benar, hal itu seharusnya disampaikan dengan jelas dan konsisten dalam Alkitab. Mengapa? Karena, seperti ditegaskan para rasul, Alkitab adalah penyingkapan Allah mengenai diri-Nya kepada umat manusia. Dan karena kita perlu mengenal Allah agar dapat menyembah Dia dengan sepatutnya, Alkitab harus jelas dalam memberi tahu kita siapa Ia sebenarnya.
Orang-orang beriman pada abad pertama menerima Alkitab sebagai penyingkapan Allah yang otentik. Itu menjadi dasar kepercayaan mereka, wewenang yang mutlak. Misalnya, ketika rasul Paulus mengabarkan kepada orang-orang di kota Berea, �mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.�-Kisah 17:10,11.
Apa yang digunakan oleh pria-pria Allah yang terkemuka di kala itu sebagai wewenang mereka? Kisah 17:2, 3 (BIS) memberi tahu kita: �Paulus seperti biasa… bertukar pikiran dengan orang-orang di situ mengenai ayat-ayat Alkitab. Berdasarkan ayat-ayat Alkitab ia menjelaskan dan membuktikan.�
Yesus sendiri memberikan teladan dalam menggunakan Alkitab sebagai dasar ajarannya, dengan berulang kali mengatakan:
�Ada tertulis.� �Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci.�-Matius 4:4, 7; Lukas 24:27.
Jadi, Yesus, Paulus, dan orang-orang beriman pada abad pertama menggunakan Alkitab sebagai dasar ajaran mereka. Mereka mengetahui bahwa �semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah. Dengan Alkitab itu orang yang melayani Allah dapat dilengkapi dengan sempurna untuk segala macam pekerjaan yang baik.�-2 Timotius 3:16, 17, BIS; lihat juga 1 Korintus 4:6; 1 Tesalonika 2:13: 2 Petrus 1:20, 21.
Karena Alkitab dapat �membetulkan yang salah,� ia seharusnya dengan jelas menyingkapkan keterangan mengenai masalah Tritunggal yang kata orang merupakan doktrin dasar. Namun apakah para teolog dan sejarawan sendiri mengatakan bahwa hal itu benar-benar merupakan ajaran Alkitab?
�Tritunggal� apakah ada dalam Alkitab?
SEBUAH publikasi Protestan berkata: �Kata Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab… Ia baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereja pada abad ke-4.� (The Illustrated Bible Dictionary) Dan seorang yang berwewenang dalam agama Katolik mengatakan bahwa Tritunggal �bukanlah… secara langsung firman dari Allah.� -New Catholic Encyclopedia.
The Catholic Encyclopedia juga mengomentari: �Dalam Alkitab belum terdapat satu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga Pribadi Ilahi tersebut secara bersama. Kata triaz [tri�as] (asal kata dari trinitas bahasa Latin) mula-mula ditemukan dalam [tulisan] Teofilus dari Antiokhia kira-kira tahun 180 M…. Tidak lama kemudian itu muncul dalam bentuk Latinnya trinitas dalam [tulisan] Tertullian.�
Namun, hal ini sendiri tidak membuktikan bahwa Tertullian mengajarkan Tritunggal. Karya tulis Katolik Trinitas – A Theological Encyclopedia of the Holy Trinity misalnya, menyatakan bahwa beberapa dari kata-kata Tertullian belakangan digunakan oleh orang-orang lain untuk menjelaskan Tritunggal. Kemudian ia memperingatkan: �Tetapi kesimpulan yang tergesa-gesa tidak dapat diambil hanya berdasarkan pemakaian, karena ia tidak menerapkan kata-kata tersebut untuk teologi Tritunggal.�
Bukti dari Kitab-Kitab Ibrani
MESKIPUN kata �Tritunggal� tidak dapat ditemukan dalam Alkitab, apakah setidak-tidaknya gagasan tentang Tritunggal dengan jelas diajarkan di dalamnya? Sebagai contoh, apa yang ditunjukkan oleh Kitab-Kitab Ibrani (�Perjanjian Lama�)?
The Encyclopedia of Religion mengakui: �Para teolog dewasa ini setuju bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat doktrin tentang Tritunggal.� Dan New Catholic Encyclopedia juga mengatakan:
�Doktrin Tritunggal Kudus tidak diajarkan dalam P[erjanjian] L[ama].�
Demikian pula, dalam bukunya The Triune God, imam Yesuit Edmund Fortman mengakui: �Perjanjian Lama… tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan Roh Kudus… Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam Keilahian… Bahkan mencari di dalam [�Perjanjian Lama�] kesan-kesan atau gambaran di muka atau �tanda-tanda terselubung� mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci.�-Cetak miring red.
Penyelidikan dalam Kitab-Kitab Ibrani itu sendiri akan membuktikan komentar-komentar ini. Jadi, tidak ada ajaran yang jelas mengenai Tritunggal dalam 39 buku pertama dari Alkitab yang membentuk kanon yang asli dari Kitab-Kitab Ibrani yang terilham.
Bukti dari Kitab-Kitab Yunani
MAKA, apakah Kitab-Kitab Yunani Kristen (�Perjanjian Baru�) dengan jelas berbicara tentang suatu Tritunggal?
The Encydopedia of Religion mengatakan: �Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal.�
Imam Yesuit Fortman mengatakan: �Para penulis Perjanjian Baru… tidak memberi kita doktrin Tritunggal yang resmi atau dirumuskan, juga tidak ajaran yang jelas bahwa dalam satu Allah terdapat tiga pribadi ilahi yang setara… Di mana pun kita tidak menemukan doktrin tritunggal dari tiga subyek kehidupan dan kegiatan ilahi yang berbeda dalam Keilahian yang sama.�
The New Encyclopaedia Britannica menyatakan: �Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.�
Bernhard Lohse mengatakan dalam A Short History of Christian Doctrine: �Sejauh itu menyangkut Perjanjian Baru, seseorang tidak menemukan di dalamnya doktrin Tritunggal yang aktual.�
The New International Dictionary of New Testament Theology juga mengatakan: �P[erjanjian] B[aru] tidak memuat doktrin Tritunggal yang diperkembangkan. �Alkitab tidak memuat deklarasi yang terus terang bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah dari zat yang sama� [kata teolog Protestan Karl Barth].�
Profesor E. Washburn Hopkins dari Universitas Yale meneguhkan: �Bagi Yesus dan Paulus doktrin tritunggal jelas tidak dikenal;… mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai itu.�-Origin and Evolution of Religion.
Sejarawan Arthur Weigall menyatakan: �Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan perwujudan demikian, dan di manapun dalam Perjanjian Baru tidak terdapat kata �Tritunggal.� Gagasannya baru diterima oleh Gereja tiga ratus tahun setelah kematian Tuhan kita.�-The Paganism in Our Christianity.
Jadi, ke-39 buku dari Kitab-Kitab Ibrani ataupun kanon dari ke-27 buku yang terilham dari Kitab-Kitab Yunani Kristen tidak ada yang memuat ajaran yang jelas mengenai Tritunggal.
Apakah Diajarkan oleh Orang-Orang Kristen yang Mula-Mula?
APAKAH orang-orang Kristen yang mula-mula mengajarkan Tritunggal? Perhatikan komentar-komentar berikut dari para sejarawan dan teolog:
�Kekristenan yang mula-mula tidak mempunyai doktrin Tritunggal seperti yang setelah itu dirinci dalam kredo-kredo.�-The New International Dictionary of New Testament Theology.
�Namun orang-orang Kristen yang pertama pada awal mula tidak pernah mempunyai pikiran untuk menerapkan gagasan [Tritunggal] kepada kepercayaan mereka sendiri. Mereka memberikan pengabdian mereka kepada Allah Bapa dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah, dan mereka mengakui… Roh Kudus; tetapi tidak ada buah pikiran bahwa ketiga pribadi ini adalah suatu Tritunggal, setara dan dipersatukan dalam Satu.�-The Paganism in Our Christianity.
�Pada mulanya kepercayaan Kristen bukan kepada Allah Tiga Serangkai… Halnya tidak demikian pada zaman rasul-rasul atau sebelumnya, seperti diperlihatkan dalam P[erjanjian] B[aru] dan tulisan-tulisan Kristen yang awal lainnya.�
Encyclopedia of Religion and Ethics.
�Perumusan �satu Allah dalam tiga Pribadi� tidak ditetapkan dengan tegas, dan pasti belum dilebur sepenuhnya ke dalam kehidupan Kristen dan pengakuan imannya, sebelum akhir abad ke-4… Di antara Bapa-Bapa Rasuli, tidak pernah bahkan sedikit pun ada yang mendekati sikap atau pandangan seperti itu.� – New Catholic Encyclopedia.
Apa yang Diajarkan oleh Bapa-Bapa Pra-Nicea
BAPA-BAPA pra-Nicea diakui sebagai guru-guru agama yang terkemuka pada abad-abad permulaan setelah kelahiran Kristus. Apa yang mereka ajarkan patut diperhatikan.
Justin Martyr, yang meninggal kira-kira tahun 165 M., menyebut pramanusia Yesus sebagai malaikat yang diciptakan yang �tidak sama dengan Allah yang menciptakan segala perkara.� Ia mengatakan bahwa Yesus lebih rendah daripada Allah dan �tidak pernah melakukan sesuatu kecuali yang Pencipta… ingin ia lakukan dan katakan.�
Irenaeus, yang meninggal kira-kira tahun 200 M., mengatakan bahwa pramanusia Yesus keberadaannya terpisah dari Allah dan lebih rendah daripada Dia. Ia memperlihatkan bahwa Yesus tidak setara dengan �Allah yang benar dan satu-satunya,� yang �lebih tinggi di atas segala-galanya, dan selain Dia tidak ada yang lain.�
Clement dari Aleksandria, yang meninggal kira-kira tahun 215
M, menyebut Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia sebagai �suatu ciptaan� tetapi menyebut Allah sebagai �yang tidak diciptakan dan tidak dapat binasa dan satu-satunya Allah yang benar.� Ia mengatakan bahwa sang Anak �adalah nomor dua setelah satu-satunya Bapa yang mahakuasa� tetapi tidak setara dengan Dia.
Tertullian, yang meninggal kira-kira tahun 230 M., mengajarkan keunggulan Allah. Ia berkata: �Sang Bapa berbeda dari Anak (yang lain), karena Ia lebih besar; sebagaimana yang memperanakkan berbeda dari yang diperanakkan, ia yang mengutus berbeda dari dia yang diutus.� Ia juga berkata:
�Ada masanya ketika sang Anak tidak ada… Sebelum semua perkara ada, Allah berada sendirian.�
Hippolytus, yang meninggal kira-kira tahun 235 M., mengatakan bahwa Allah adalah �Allah yang esa, Pribadi yang pertama dan satu-satunya, Khalik dan Tuhan dari semua,� �tidak ada yang [memiliki umur yang sama] dengan Dia… Tetapi Ia adalah Esa, berada sendirian; yang, karena menghendakinya, membuat ada apa yang dulunya tidak ada,� seperti misalnya pramanusia Yesus yang diciptakan.
Origen, yang meninggal kira-kira tahun 250 M., mengatakan bahwa �sang Bapa dan Anak adalah dua hakekat… dua hal sehubungan dengan pokok dasar mereka,� dan bahwa �dibandingkan dengan Bapa, [Anak] adalah terang yang sangat kecil.�
Meringkaskan bukti sejarah, Alvan Lamson mengatakan dalam The Church of the First Three Centuries: �Doktrin Tritunggal yang modern dan populer… tidak mendapat dukungan dari bahasa Justin [Martyr]: dan pernyataan ini dapat diperluas sehingga berlaku juga untuk semua Bapa pra-Nicea; yaitu, untuk semua penulis Kristen selama tiga abad setelah kelahiran Kristus. Memang, mereka berbicara mengenai sang Bapa, Anak dan… Roh kudus, tetapi tidak sebagai [pribadi-pribadi] yang setara, tidak berjumlah satu zat, tidak sebagai Tiga dalam Satu, dalam arti apapun yang sekarang diterima oleh para penganut Tritunggal. Justru sebaliknyalah yang merupakan fakta.�
Jadi, bukti dari Alkitab dan dari sejarah membuat jelas bahwa Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya.
BAGAIMANA DOKTRIN TRITUNGGAL BERKEMBANG?
SAMPAI di sini saudara mungkin bertanya: �Jika Tritunggal bukan ajaran Alkitab, bagaimana itu menjadi doktrin Susunan Kristen?� Banyak orang berpikir bahwa ini dirumuskan pada Konsili di Nicea pada tahun 325 M.
Tetapi, hal itu tidak sepenuhnya tepat. Konsili Nicea memang meneguhkan bahwa Kristus adalah dari zat yang sama seperti Allah, dan hal ini menjadi fondasi untuk teologi Tritunggal di kemudian hari. Tetapi konsili ini tidak menyusun Tritunggal, karena dalam konsili itu sama sekali tidak
disebutkan mengenai roh kudus sebagai pribadi ketiga dari
suatu Keilahian tiga serangkai.
Peranan Konstantin di Nicea
SELAMA bertahun-tahun, ada banyak tentangan atas dasar Alkitab terhadap gagasan yang makin berkembang bahwa Yesus adalah Allah. Dalam upaya untuk mengakhiri pertikaian itu, penguasa Roma Konstantin memanggil semua uskup ke Nicea. Yang hadir kira-kira 300, sebagian kecil dari jumlah keseluruhan.
Konstantin bukan seorang Kristen. Menurut dugaan, ia belakangan ditobatkan, tetapi baru dibaptis pada waktu sedang terbaring sekarat. Mengenai dirinya, Henry Chadwick mengatakan dalam The Early Church: �Konstantin, seperti bapanya, menyembah Matahari Yang Tidak Tertaklukkan;… pertobatannya hendaknya tidak ditafsirkan sebagai pengalaman kerelaan yang datang dari batin… Ini adalah masalah militer. Pengertiannya mengenai doktrin Kristen tidak pernah jelas sekali, tetapi ia yakin bahwa kemenangan dalam pertempuran bergantung pada karunia dari Allah orang-orang Kristen.�
Peranan apa yang dimainkan oleh kaisar yang tidak dibaptis ini di Konsili Nicea? Encyclopaedia Britannica menceritakan:
�Konstantin sendiri menjadi ketua, dengan aktif memimpin pertemuan dan secara pribadi mengusulkan… rumusan penting yang menyatakan hubungan Kristus dengan Allah dalam kredo yang dikeluarkan oleh konsili tersebut, �dari satu zat dengan Bapa�… Karena sangat segan terhadap kaisar, para uskup, kecuali dua orang saja, menandatangani kredo itu, kebanyakan dari mereka dengan sangat berat hati.�
Karena itu, peran Konstantin penting sekali. Setelah dua bulan debat agama yang sengit, politikus kafir ini campur tangan dan mengambil keputusan demi keuntungan mereka yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah. Tetapi mengapa? Pasti bukan karena keyakinan apapun dari Alkitab. �Konstantin pada dasarnya tidak mengerti apa-apa tentang pertanyaan pertanyaan yang diajukan dalam teologi Yunani,� kata A Short History of Christian Doctrine. Yang ia tahu adalah bahwa perpecahan agama merupakan ancaman bagi kekaisarannya, dan ia ingin memperkuat wilayah kekuasaannya.
Namun, tidak seorang uskup pun di Nicea mengusulkan suatu Tritunggal. Mereka hanya memutuskan sifat dari Yesus tetapi bukan peranan roh kudus. Jika suatu Tritunggal merupakan kebenaran Alkitab yang jelas, tidakkah mereka seharusnya mengusulkannya pada waktu itu?
Perkembangan Selanjutnya
SETELAH Konsili Nicea, perdebatan mengenai pokok ini terus berlangsung selama puluhan tahun. Mereka yang percaya bahwa Yesus tidak setara dengan Allah bahkan mendapat angin lagi untuk beberapa waktu. Namun belakangan, Kaisar Theodosius mengambil keputusan menentang mereka. Ia meneguhkan kredo dari Konsili Nicea sebagai standar untuk daerahnya dan mengadakan Konsili Konstantinopel pada tahun 381 M. untuk menjelaskan rumus tersebut.
Konsili tersebut menyetujui untuk menaruh roh kudus pada tingkat yang sama dengan Allah dan Kristus. Untuk pertama kali, Tritunggal Susunan Kristen mulai terbentuk dengan jelas.
Tetapi, bahkan setelah Konsili Konstantinopel, Tritunggal tidak menjadi kredo yang diterima secara luas. Banyak orang menentangnya dan karena itu mengalami penindasan yang kejam.
Baru pada abad-abad belakangan Tritunggal dirumuskan dalam
kredo-kredo yang tetap. The Encyclopedia Americana
mengatakan: �Perkembangan penuh dari ajaran Tritunggal
terjadi di Barat, pada pengajaran dari Abad Pertengahan, ketika suatu penjelasan dari segi filsafat dan psikologi disetujui.�
Kredo Athanasia
TRITUNGGAL didefinisikan lebih lengkap dalam Kredo Athanasia. Athanasius adalah seorang pendeta yang mendukung Konstantin di Nicea. Kredo yang memakai namanya berbunyi:
�Kami menyembah satu Allah dalam Tritunggal… sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah; namun mereka bukan tiga allah, tetapi satu Allah.�
Tetapi, para sarjana yang mengetahui benar masalahnya setuju bahwa Athanasius tidak menyusun kredo ini. The New Encyclopasdia Britannica mengomentari: �Kredo itu baru dikenal oleh Gereja Timur pada abad ke-12. Sejak abad ke-17, para sarjana pada umumnya setuju bahwa Kredo Athanasia tidak ditulis oleh Athanasius (meninggal tahun 373) tetapi mungkin disusun di Perancis Selatan pada abad ke-5… Pengaruh kredo itu tampaknya terutama ada di Perancis Selatan dan Spanyol pada abad ke-6 dan ke-7. Ini digunakan dalam liturgi gereja di Jerman pada abad ke-9 dan kira-kira tidak lama setelah itu di Roma.�
Jadi dibutuhkan waktu berabad-abad sejak zaman Kristus bagi Tritunggal untuk dapat diterima secara luas dalam Susunan Kristen. Dan dalam semua hal tersebut, apa yang membimbing keputusan-keputusannya? Apakah Firman Allah, atau apakah pertimbangan para pendeta dan politik? Dalam Origin and Evolution of Religion, E. W. Hopkins menjawab: �Definisi ortodoks yang terakhir dari tritunggal sebagian besar adalah masalah politik gereja.�
Kemurtadan Dinubuatkan
SEJARAH yang tidak baik dari Tritunggal ini cocok dengan apa yang Yesus dan rasul-rasulnya nubuatkan akan terjadi setelah zaman mereka. Mereka mengatakan bahwa akan ada kemurtadan, penyelewengan, penyimpangan dari ibadat sejati sampai kembalinya Kristus, yaitu saat ibadat sejati akan dipulihkan sebelum hari manakala Allah membinasakan sistem perkara-perkara ini tiba.
Mengenai �Hari� itu, rasul Paulus mengatakan: �Sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka. � (2 Tesalonika 2: 3, 7) Belakangan, ia menubuatkan: �Sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.� (Kisah 20:29, 30) Murid-murid Yesus yang lain juga menulis mengenai kemurtadan ini dengan golongan pendetanya yang �durhaka.�-Lihat, misalnya, 2 Petrus 2: 1; 1 Yohanes 4:1-3; Yudas 3, 4.
Paulus juga menulis: �Akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.� -2 Timotius 4:3, 4.
Yesus sendiri menjelaskan siapa yang ada di balik kemurtadan dari ibadat sejati. Ia mengatakan bahwa ia telah menabur benih yang baik tetapi musuhnya, Setan, akan menabur lalang di ladang. Maka ketika muncul tunas pertama dari gandum, muncul juga lalang. Jadi, penyimpangan dari Kekristenan sejati harus diharapkan terjadi sampai tiba musim menuai, pada waktu Kristus akan membereskan perkara-perkara. (Matius 13:24-43) The Encyclopedia Americana mengomentari: �Ajaran Tritunggal dari abad ke-4 tidak dengan saksama mencerminkan ajaran Kristen yang mula-mula mengenai sifat Allah; sebaliknya, ini adalah penyimpangan dari ajaran tersebut.�
Maka, dari mana asalnya penyimpangan ini?-1 Timotius 1: 6
Apa yang Mempengaruhi Hal Itu
DI SELURUH dunia zaman purba, di Babel dulu, jibadat kepada dewa-dewa kafir yang dikelompokkan dalam tiga serangkai, sangat umum. Pengaruh itu juga umum di Mesir, Yunani, dan Roma pada abad-abad sebelum, selama, dan setelah Kristus. Dan setelah rasul-rasul meninggal, kepercayaan kafir tersebut menyusup ke dalam Kekristenan.
Sejarawan Will Durant mengatakan: �Kekristenan tidak memusnahkan kekafiran; ia menerimanya… Dari Mesir datang gagasan mengenai trinitas ilahi.� Dan dalam buku Egyptian Religion, Siegfried Morenz berkata: �Tritunggal merupakan hal yang terutama menyita perhatian para teolog Mesir… Tiga allah digabung dan diperlakukan seperti satu pribadi tunggal, disapa dalam bentuk tunggal. Dengan cara ini kekuatan rohani dari agama Mesir memperlihatkan hubungan yang langsung dengan teologi Kristen.�
Jadi, di Aleksandria, Mesir, tokoh-tokoh gereja dari akhir abad ketiga dan permulaan abad keempat, seperti Athanasius, memperlihatkan pengaruh ini pada waktu mereka merumuskan ide-ide yang mengarah kepada Tritunggal. Pengaruh mereka sendiri meluas, sehingga Morenz menganggap �teologi Aleksandria sebagai penghubung antara warisan agama Mesir dan Kekristenan.�
Dalam kata pengantar buku History of Christianity dari Edward Gibbon, kita membaca: �Jika Kekafiran ditaklukkan oleh Kekristenan, halnya juga benar bahwa Kekristenan telah dirongrong oleh Kekafiran. Keilahian yang murni dari orang-orang Kristen yang mula-mula… diubah, oleh Gereja Roma, menjadi dogma trinitas yang tidak dapat dimengerti. Banyak dari kepercayaan kafir, yang diciptakan oleh orang-orang Mesir dan diidealkan oleh Plato, dipertahankan sebagai sesuatu yang patut dipercayai.�
A Dictionary of Religious Knowledge menyatakan bahwa Tritunggal �adalah suatu penyelewengan yang dipinjam dari agama-agama kafir, dan dicangkokkan ke dalam iman Kristen.� Dan The Paganism in Our Christianity berkata: �Asal usul [Tritunggal] seluruhnya kafir.�
Itu sebabnya, dalam Encyclopedia of Religion and Ethics, James Hastings menulis: �Dalam agama di India, misalnya, kita temukan kelompok tiga serangkai Brahma, Syiwa, dan Wisnu; dan dalam agama Mesir kelompok tiga serangkai Osiris, Isis, dan Horus… Bukan hanya dalam agama-agama dalam sejarah, kita temukan Allah dianggap sebagai suatu Tritunggal. Kita khususnya dapat mengingat pandangan Neo-Platonik mengenai Realitas yang Paling Tinggi,� yang �diwakili secara tiga serangkai.� Apa hubungan antara filsuf Yunani Plato dengan Tritunggal?
Platonisme
PLATO, menurut perkiraan, hidup dari tahun 428 sampai 347 sebelum Kristus. Meskipun ia tidak mengajarkan Tritunggal dalam bentuknya yang sekarang, filsafatnya membuka jalan untuk itu. Belakangan, gerakan filsafat yang mencakup kepercayaan kepada kelompok-kelompok tiga serangkai bermunculan, dan semua ini dipengaruhi oleh gagasan Plato mengenai Allah dan alam.
Nouveau Dictionnaire Universel (Kamus Universal Baru) bahasa Perancis mengatakan mengenai pengaruh dari Plato:
�Tritunggal menurut Plato, yang sebenarnya hanyalah penyusunan kembali dari tritunggal-tritunggal yang lebih tua dan berasal dari orang-orang zaman dulu, tampaknya merupakan tritunggal yang rasional dan filosofis dari sifat-sifat yang melahirkan ketiga hypostase (zat) atau pribadi ilahi yang diajarkan oleh gerejagereja Kristen… Konsep filsuf Yunani mengenai trinitas ilahi ini… dapat ditemukan dalam semua agama [kafir] kuno.�
The New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge memperlihatkan pengaruh dari filsafat Yunani ini: �Doktrin mengenai Logos dan Tritunggal menerima bentuknya dari Bapa-Bapa Yunani, yang… sangat dipengaruhi, secara langsung atau tidak langsung, oleh filsafat Plato… Bahwa kesalahan dan kerusakan menyusup ke dalam Gereja dari sumber ini tidak dapat disangkal.�
The Church of the First Three Centuries mengatakan: �Doktrin Tritunggal dibentuk secara bertahap dan baru belakangan terhitung;… ia berasal dari sumber yang sama sekali tidak dikenal dalam Kitab-Kitab Suci Yahudi maupun Kristen;… ia tumbuh, dan dicangkokkan ke dalam Kekristenan, melalui tangan Bapa-Bapa pengikut Plato.�
Menjelang akhir abad ketiga M., �Kekristenan� dan filsafat Plato yang baru, berpadu secara tidak terpisahkan. Sebagaimana dinyatakan Adolf Harnack dalam Outlines of the History of Dogma, doktrin gereja kemudian �berakar dengan kuat di tanah Hellenisme [paham Yunani kafir]. Dengan demikian ini menjadi suatu misteri bagi bagian terbesar dari orang-orang Kristen.�
Gereja mengaku bahwa doktrin-doktrin barunya didasarkan atas Alkitab. Namun Harnack mengatakan: �Dalam kenyataan di kalangannya sendiri [gereja] mengesahkan spekulasi Hellenik, pandangan dan kebiasaan takhyul dari ibadat kafir yang bersifat misteri.�
Dalam buku A Statement of Reasons, Andrews Norton menyatakan tentang Tritunggal: �Kita dapat menelusuri sejarah doktrin ini dan menemukan sumbernya, bukan dalam wahyu Kristen, melainkan dalam filsafat Plato… Tritunggal bukan doktrin dari Kristus dan Rasul-Rasulnya, melainkan suatu fiksi dari sekolah para pengikut Plato.�
Jadi, pada abad keempat M., kemurtadan yang dinubuatkan oleh Yesus dan para rasul mulai berkembang penuh. Perkembangan dari Tritunggal hanya satu bukti dari ini. Gereja-gereja yang murtad juga mulai menganut gagasan kafir lain, seperti api neraka, kekekalan jiwa, dan penyembahan berhala. Secara rohani, Susunan Kristen telah memasuki abad-abad kegelapannya yang telah dinubuatkan, dikuasai oleh golongan pendeta �manusia durhaka� yang terus bertambah besar.-2 Tesalonika 2:3, 7.
Mengapa Nabi-Nabi Allah Tidak Mengajarkannya?
MENGAPA, selama ribuan tahun, tidak seorang pun dari nabi-nabi Allah mengajarkan umat-Nya mengenai Tritunggal?
Pada kesempatan terakhir, tidakkah Yesus akan menggunakan kecakapannya sebagai Guru Agung untuk menjelaskan Tritunggal kepada para pengikutnya? Apakah Allah akan mengilhami ratusan halaman dari Alkitab namun tidak menggunakan pengajaran ini untuk mengajarkan Tritunggal jika hal itu memang �doktrin utama� dari iman?
Apakah orang-orang Kristen harus percaya bahwa berabad-abad setelah Kristus dan setelah mengilhami penulisan Alkitab, Allah akan mendukung perumusan suatu doktrin yang tidak dikenal oleh hamba-hamba-Nya selama ribuan tahun, doktrin yang merupakan �misteri yang tidak dapat dimengerti� �di luar jangkauan akal manusia,� doktrin yang diakui mempunyai latar belakang kafir dan �sebagian besar adalah masalah politik gereja?�
Bukti dari sejarah sudah jelas: Ajaran Tritunggal adalah penyimpangan dari kebenaran, kemurtadan darinya.
APA YANG ALKITAB KATAKAN MENGENAI ALLAH DAN YESUS?
JIKA orang membaca Alkitab dari depan sampai belakang tanpa memiliki gagasan sebelumnya mengenai Tritunggal, apakah mereka dengan sendirinya akan sampai pada konsep tersebut? Sama sekali tidak.
Apa yang dengan sangat jelas akan timbul dalam pikiran seorang pembaca yang netral ialah bahwa Allah saja Yang Mahatinggi, sang Pencipta, terpisah dan berbeda dari pribadi manapun, dan bahwa Yesus, bahkan dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia, juga terpisah dan berbeda, suatu makhluk yang diciptakan, lebih rendah daripada Allah.
Allah Itu Satu, Bukan Tiga
AJARAN Alkitab bahwa Allah itu esa atau satu disebut monoteisme. Dan L. L. Paine, profesor sejarah gereja, menyatakan bahwa monoteisme dalam bentuknya yang paling murni tidak mengizinkan adanya Tritunggal: �Perjanjian Lama secara tegas adalah monoteistis. Allah adalah suatu pribadi tunggal. Gagasan bahwa suatu tritunggal dapat ditemukan di dalamnya… sama sekali tidak berdasar.�
Apakah ada perubahan dari monoteisme setelah Yesus datang ke bumi? Paine menjawab: �Mengenai hal ini tidak ada pemisah antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tradisi monoteistis terus dilanjutkan. Yesus adalah seorang Yahudi, dilatih oleh orang-tua Yahudi dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Ajarannya sepenuhnya Yahudi: memang suatu injil baru, namun bukan suatu teologi baru… Dan ia menerima sebagai kepercayaannya sendiri ayat agung dari monoteisme Yahudi:
�Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah satu Allah��
Kata-kata tersebut terdapat dalam Ulangan 6:4. New Jerusalem Bible (NJB) Katolik berbunyi: �Dengarlah, Israel: Yahweh Allah kita adalah esa, satu-satunya Yahweh.�[1] Dalam tata bahasa dari ayat itu. kata �esa� tidak mengandung sifat jamak untuk menyatakan bahwa kata itu mempunyai arti yang lain, yaitu bukan satu pribadi.
Catatan kaki:
[1] Nama Allah dinyatakan �Yahweh� dalam beberapa terjemahan, �Jehovah� dalam terjemahan-terjemahan lain (dalam bahasa Inggris).
Rasul Kristen Paulus tidak menunjukkan adanya perubahan dalam sifat Allah, bahkan setelah Yesus datang ke bumi. Ia menulis: �Allah adalah satu.� -Galatia 3: 20, lihat juga 1 Korintus 8:4-6.
Ribuan kali dalam seluruh Alkitab, Allah disebutkan sebagai satu Pribadi. Bila Ia berfirman, ini adalah sebagai satu Pribadi yang tidak terbagi. Alkitab benar-benar sangat jelas dalam hal ini. Seperti Allah katakan: �Aku ini [Yehuwa], itulah namaKu; Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain. � (Yesaya 42 :8) �Akulah Yahweh Allahmu… Engkau tidak boleh memiliki allah-allah lain kecuali aku.� (Cetak miring red.)-Keluaran 20: 2, 3, JB.
Untuk apa semua penulis Alkitab yang diilhami Allah akan berbicara mengenai Allah sebagai satu Pribadi jika Ia sebenarnya adalah tiga Pribadi? Apa gunanya hal itu, selain dari menyesatkan orang? Tentu, jika Allah terdiri dari tiga Pribadi, la akan menyuruh para penulis Alkitab-Nya untuk membuat hal itu benar-benar jelas sehingga tidak mungkin ada keraguan mengenai hal itu. Sedikitnya para penulis Kitab-Kitab Yunani Kristen yang mempunyai hubungan pribadi dengan Anak Allah sendiri tentu akan berbuat demikian. Ternyata tidak.
Sebaliknya, apa yang dinyatakan dengan sangat jelas oleh para penulis Alkitab ialah bahwa Allah adalah satu Pribadi;
Pribadi yang unik, tidak terbagi-bagi yang tidak setara dengan siapapun juga: �Akulah [Yehuwa] dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. � (Yesaya 45:5) �Engkau sajalah yang bernama [Yehuwa], Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.�-Mazmur 83 :19.
Bukan Allah yang Jamak
YESUS menyebut Allah �satu-satunya Allah yang benar.� (Yohanes 17:3) Ia tidak pernah menyebut Allah sebagai ilahi yang terdiri dari pribadi-pribadi jamak. Itulah sebabnya dalam Alkitab tidak ada satu pribadi pun selain Yehuwa yang disebut Yang Mahakuasa. Jika tidak, arti kata �mahakuasa� tidak berlaku lagi. Yesus maupun roh kudus tidak pernah disebut demikian, karena hanya Yehuwa yang paling tinggi. Dalam Kejadian 17:1 Ia berkata: �Akulah Allah Yang Mahakuasa.� Dan Keluaran 18:11 berbunyi: �[Yehuwa] lebih besar dari segala allah.�
Dalam Kitab-Kitab Ibrani, kata �eloh�ah (allah) mempunyai dua bentuk jamak, yaitu, �elo-him� (allah-allah) dan �elo-heh� (allah-allah dari). Bentuk-bentuk jamak ini umumnya memaksudkan Yehuwa, dan dalam hal itu kata-kata tersebut diterjemahkan dalam bentuk tunggal sebagai �Allah.� Apakah bentuk-bentuk jamak tersebut menyatakan suatu Tritunggal? Tidak. Dalam A Dictionary of the Bible, William Smith berkata: �Gagasan khayalan bahwa [�elo-him�] memaksudkan tritunggal dari pribadi-pribadi dalam Keilahian, sekarang hampir tidak mempunyai pendukung lagi di kalangan para sarjana. Hal itu adalah apa yang disebut para ahli tata bahasa bentuk jamak dari keagungan, atau itu menyatakan kepenuhan dari kekuatan ilahi. Kuasa keseluruhan yang diperlihatkan oleh Allah.�
The American Journal of Semitic Languages and Literatures mengatakan tentang �elo-him.� �Ini hampir selalu dijelaskan dengan suatu predikat kata kerja tunggal, dan membutuhkan atribut kata sifat tunggal.� Untuk menggambarkan ini, gelar �elo-him� muncul 35 kali secara tersendiri dalam kisah penciptaan, dan setiap kali kata kerja yang menggambarkan apa yang Allah katakan dan lakukan adalah dalam bentuk tunggal. (Kejadian 1:1-2:4) Jadi, publikasi itu menyimpulkan: �[�Elo-him�] agaknya harus dijelaskan sebagai bentuk jamak yang bersifat intensif, yang menyatakan kebesaran dan keagungan.�
�Elo-him� bukan berarti �pribadi-pribadi,� melainkan �allah-allah.� Jadi mereka yang berkukuh bahwa kata ini menyatakan suatu Tritunggal menjadikan diri sendiri politeis, penyembah lebih dari satu Allah. Mengapa? Karena ini berarti ada tiga allah dalam Tritunggal. Namun hampir semua pendukung Tritunggal menolak pandangan bahwa Tritunggal terdiri dari tiga allah yang terpisah.
Alkitab juga menggunakan kata-kata �elo-him� dan �elo-heh� bila menyebutkan sejumlah allah-allah berhala yang palsu.
(Keluaran 12:12; 20:23). Namun pada kesempatan lain hal itu bisa memaksudkan hanya satu allah palsu, seperti ketika orang-orang Filistin menyebutkan �Dagon, allah mereka [�elo-heh�].� (Hakim 16:23, 24) Baal disebut �allah
[�elo-him]� (1 Raja 18:27) Selain itu, ungkapan ini digunakan untuk manusia. (Mazmur 82:1, 6) Musa diberi tahu bahwa dia akan menjadi �Allah [�elo-him�]� bagi Harun dan bagi Firaun.-Keluaran 4:16; 7:1.
Jelas, menggunakan gelar-gelar �elo-him� dan �elo-heh �untuk allah-allah palsu, dan bahkan manusia, tidak menyatakan bahwa masing-masing adalah allah-allah yang jamak; demikian juga menerapkan �elo-him� atau �elo-heh� pada Yehuwa tidak berarti bahwa Ia lebih dari satu Pribadi, terutama bila kita mempertimbangkan bukti dari ayat-ayat lain dalam Alkitab mengenai pokok ini.
Yesus Ciptaan yang Terpisah
KETIKA berada di atas bumi, Yesus adalah seorang manusia, meskipun manusia yang sempurna karena Allah telah memindahkan daya kehidupan dari Yesus ke dalam rahim Maria. (Matius 1: 18-25) Namun itu bukan awal kehidupannya. Ia sendiri menyatakan bahwa ia �telah turun dari sorga.� (Yohanes 3:13) Jadi wajarlah bila ia belakangan berkata kepada para pengikutnya: �Bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia [Yesus] naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?�-Yohanes 6:62.
Jadi. Yesus sudah hidup di surga sebelum datang ke bumi. Tetapi apakah sebagai salah satu pribadi dalam Keilahian tiga serangkai yang mahakuasa dan kekal? Tidak, karena Alkitab dengan jelas menerangkan bahwa sebelum menjadi manusia, Yesus adalah suatu makhluk roh yang diciptakan sama seperti malaikat-malaikat adalah makhluk-makhluk roh yang diciptakan oleh Allah. Para malaikat maupun Yesus tidak hidup sebelum mereka diciptakan.
Yesus, sebelum hidup sebagai manusia, adalah �yang sulung dari segala yang diciptakan.� (Kolose 1:15) Ia adalah �permulaan dari ciptaan Allah.� (Wahyu 3:14) �Permulaan� [bahasa Yunani, ar-khe�] tidak dapat ditafsirkan bahwa Yesus adalah �pemula� dari ciptaan Allah. Dalam tulisan-tulisannya di Alkitab, Yohanes menggunakan berbagai bentuk dari kata Yunani ar-khe� lebih dari 20 kali, dan ini selalu mempunyai arti umum �permulaan.� Ya, Yesus diciptakan oleh Allah sebagai permulaan dari ciptaan-ciptaan Allah yang tidak kelihatan.
Perhatikan betapa erat hubungan antara acuan-acuan kepada asal usul Yesus dengan pernyataan-pernyataan yang diungkapkan oleh �hikmat� kiasan dalam buku Amsal di Alkitab: �TUHAN [Yahweh, NJB] telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaanNya, sebagai perbuatanNya yang pertama-tama dahulu kala. Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama [�unsur-unsur pertama dari dunia,� NJB].� (Amsal 8: 12, 22, 25, 26)
Meskipun istilah �hikmat� digunakan untuk mempersonifikasi pribadi yang Allah ciptakan, kebanyakan sarjana setuju bahwa ini sebenarnya adalah kata kiasan untuk Yesus sebagai makhluk roh sebelum hidup sebagai manusia.
Sebagai �hikmat� sebelum menjadi manusia, Yesus selanjutnya berkata bahwa ia berada �di sampingNya [Allah], seorang pekerja ahli.� (Amsal 8: 30. JB) Selaras dengan peranan sebagai pekerja ahli ini, Kolose 1:16 (BIS) mengatakan tentang Yesus bahwa �melalui dialah Allah menciptakan segala sesuatu di surga dan di atas bumi.�
Jadi melalui pekerja ahli inilah, seolah-olah mitra kerja-Nya yang lebih muda, Allah Yang Mahakuasa menciptakan semua perkara lain. Alkitab meringkaskan masalahnya sebagai berikut: �Bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu… dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang melalui dia, segala sesuatu telah dijadikan.� (Cetak miring red.)-1 Korintus 8:6, Revised Standard Version, edisi Katolik; BIS.
Tiada sangsi lagi bahwa kepada pekerja ahli inilah Allah berkata: �Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.� (Kejadian 1: 26) Ada yang mengatakan bahwa �Kita� dalam pernyataan ini menunjukkan suatu Tritunggal. Namun jika anda mengatakan, �Baiklah kita membuat sesuatu untuk diri kita,� tidak seorang pun akan secara wajar memahami bahwa ini menyatakan beberapa orang digabungkan menjadi satu di dalam diri anda. Anda hanya memaksudkan bahwa dua pribadi atau lebih akan bersama-sama mengerjakan sesuatu. Maka, demikian pula, ketika Allah menggunakan �Kita,� Ia hanya menyapa suatu pribadi lain, makhluk roh-Nya yang pertama, sang pekerja ahli, pramanusia Yesus.
Dapatkah Allah Dicobai?
DALAM Matius 4:1, Yesus dikatakan �dicobai Iblis.� Setelah menunjukkan kepada Yesus semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,� Setan berkata: �Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku.� (Matius 4:8, 9) Setan berupaya untuk membuat Yesus tidak loyal kepada Allah.
Tetapi ujian keloyalan macam apakah itu jika Yesus adalah Allah? Dapatkah Allah memberontak melawan diri-Nya sendiri? Tidak, tetapi malaikat-malaikat dan manusia dapat memberontak melawan Allah dan telah berbuat demikian. Cobaan atas Yesus hanya masuk akal jika ia, bukan Allah, melainkan suatu pribadi yang terpisah yang mempunyai kehendak bebasnya sendiri, pribadi yang bisa saja tidak loyal jika ia memutuskan demikian, seperti halnya malaikat atau manusia.
Sebaliknya, kita tidak dapat membayangkan bahwa Allah dapat berdosa dan tidak loyal kepada diri-Nya sendiri. �PekerjaanNya sempurna… Allah yang setia,… adil dan benar Dia.� (Ulangan 32:4) Jadi jika Yesus adalah Allah, ia tidak mungkin dicobai.-Yakobus 1:13.
Karena bukan Allah, Yesus bisa saja tidak loyal. Namun ia tetap setia, dengan mengatakan: �Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan [Yehuwa, NW], Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!�-Matius 4:10.
Berapa Besar Harga Tebusan Itu?
SALAH satu alasan utama Yesus datang ke bumi juga mempunyai hubungan langsung dengan Tritunggal. Alkitab menyatakan:
�Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diriNya sebagai tebusan [yang sesuai, NW] bagi semua manusia.�-1 Timotius 2: 5,6.
Yesus, yang tidak lebih dan tidak kurang daripada seorang manusia sempurna, menjadi tebusan yang dengan tepat mengganti rugi apa yang telah dihilangkan Adam -hak untuk hidup sebagai manusia sempurna di bumi. Jadi Yesus dengan tepat dapat disebut �Adam yang akhir� oleh rasul Paulus, yang berkata dalam ikatan kalimat yang sama: �Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.� (1 Korintus 15: 22, 45) Kehidupan manusia yang sempurna dari Yesus adalah �tebusan yang sesuai� yang dituntut oleh keadilan ilahi-tidak lebih, tidak kurang. Suatu prinsip dasar bahkan dari keadilan manusia ialah bahwa harga yang dibayar harus sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.
Tetapi, jika Yesus adalah bagian dari suatu Keilahian, harga tebusan akan sangat jauh lebih tinggi daripada apa yang dituntut oleh Taurat Allah sendiri. (Keluaran 21:23-25;
Imamat 24:19-21) Yang berdosa di Eden hanya seorang manusia sempurna, Adam, bukan Allah. Maka tebusan itu, agar benar-benar selaras dengan keadilan Allah, harus tepat sama nilainya-seorang manusia sempurna, �Adam yang akhir.� Maka, ketika Allah mengutus Yesus ke bumi sebagai tebusan itu, Ia menjadikan Yesus sebagai sesuatu yang akan memenuhi keadilan, bukan suatu inkarnasi, bukan manusia-allah, melainkan manusia sempurna, �lebih rendah daripada malaikat-malaikat.� (Ibrani 2:9; bandingkan Mazmur 8: 6, 7.)
Bagaimana mungkin suatu bagian dari Keilahian yang mahakuasa Bapa, Anak, atau roh kudus-dapat lebih rendah daripada malaikat-malaikat?
Bagaimana �Satu-Satunya yang Diperanakkan�?
ALKITAB menyebut Yesus �Anak Tunggal� atau dalam bahasa Inggris, �only-begotten Son� (�Anak satu-satunya yang diperanakkan�). (Yohanes 1:14; 3:16, 18; 1 Yohanes 4:9) Para penganut Tritunggal mengatakan bahwa karena Allah itu kekal, maka Anak Allah juga kekal. Namun bagaimana seseorang bisa menjadi anak dan pada waktu yang sama umurnya setua ayahnya?
Para penganut Tritunggal mengatakan bahwa dalam hal Yesus, �satu-satunya yang diperanakkan� tidak sama dengan definisi kamus untuk �memperanakkan� yang adalah �memberi kehidupan sebagai bapa.� (Webster�s Ninth New Collegiate Dictionary) Mereka berkata bahwa dalam hal Yesus ini memaksudkan �sifat dari hubungan tanpa asal usul,� semacam hubungan anak tunggal tetapi tanpa ia diperanakkan. (Vine�s Expository Dictionary of Old and New Testament Words, karya Vine) Apakah hal itu kedengaran masuk akal bagi anda? Dapatkah seorang pria menjadi ayah seorang anak tanpa memperanakkan dia?
Selain itu, mengapa Alkitab menggunakan kata Yunani yang sama untuk �satu-satunya yang diperanakkan� (seperti diakui oleh Vine tanpa penjelasan apapun) untuk menggambarkan hubungan antara Ishak dengan Abraham? Ibrani 11:17 menyebut Ishak sebagai �anaknya [Abraham] yang tunggal,� atau dalam bahasa Inggris �anak satu-satunya yang diperanakkan.� Tidak mungkin ada keraguan bahwa dalam hal Ishak, ia satu-satunya yang diperanakkan dalam arti yang normal, tidak sama dalam umur atau kedudukkan dengan ayahnya.
Kata dasar bahasa Yunani untuk �satu-satunya yang diperanakkan� yang digunakan untuk Yesus dan Ishak ialah monogenes�, dari mo�nos, yang berarti �satu-satunya,� dan gi�no-mai, sebuah akar kata yang berarti �menghasilkan,� �menjadi (menjadi ada),� kata Exhaustive Concordance oleh Strong. Maka, monogenes� didefinisikan sebagai: �Satu-satunya yang dilahirkan, satu-satunya yang diperanakkan, artinya satu-satunya anak.�-A Greek and English Lexicon of the New Testament, oleh E. Robinson. Theological Dictionary of the New Testament,, dengan penyunting Gerhard Kittel, berkata: �[Monogenes] berarti �keturunan satu-satunya� yaitu, tanpa saudara laki-laki atau perempuan.� Buku ini juga menyatakan bahwa dalam Yohanes 1:18; 3: 16, 18; dan 1 Yohanes 4:9, �hubungan Yesus tidak hanya disamakan dengan hubungan seorang anak tunggal atau satu-satunya anak dengan ayahnya. Ini memang hubungan antara anak satu-satunya yang diperanakkan oleh sang Bapa.�
Jadi, kehidupan Yesus, Anak satu-satunya yang diperanakkan, mempunyai permulaan. Dan Allah Yang Mahakuasa dengan tepat dapat disebut Yang Memperanakkan dia, atau Bapa-Nya dalam arti yang sama seperti seorang ayah jasmani di bumi, seperti Abraham, memperanakkan seorang anak. (Ibrani 11:17) Maka, bila Alkitab menyebut Allah sebagai �Bapa� dari Yesus, ini memaksudkan tepat seperti yang dikatakannya -bahwa mereka adalah dua pribadi yang terpisah. Allah yang senior. Yesus yang yunior -dalam hal waktu atau umur, kedudukan, kuasa, dan pengetahuan.
Bila seseorang mempertimbangkan bahwa Yesus bukan satu-satunya makhluk roh, anak Allah yang diciptakan di surga, halnya menjadi jelas mengapa istilah �Anak Tunggal� atau �Anak satu-satunya yang diperanakkan� digunakan dalam hal Yesus. Tidak terhitung banyaknya makhluk roh lain yang diciptakan, malaikat-malaikat, juga disebut �anak-anak Allah,� dalam arti yang sama seperti halnya Adam, karena daya kehidupan mereka berasal dari Allah Yehuwa, Sumber Kehidupan. (Ayub 38:7; Mazmur 36:10; Lukas 3:38) Namun mereka semua diciptakan melalui �Anak Tunggal,� yang adalah pribadi satu-satunya yang langsung diperanakkan oleh Allah.-Kolose 1 :15-17.
Apakah Yesus Dianggap Allah?
MESKIPUN Yesus sering disebut Anak Allah dalam Alkitab, tidak seorang pun pada abad pertama pernah menganggap dia sebagai Allah Anak. Bahkan hantu-hantu, yang �percaya bahwa hanya ada satu Allah,� mengetahui dari pengalaman mereka di alam roh bahwa Yesus bukan Allah. Maka, dengan tepat mereka menyapa Yesus sebagai �Anak Allah� yang terpisah. (Yakobus 2:19: Matius 8:29) Dan ketika Yesus mati, para prajurit Roma yang kafir itu yang sedang berjaga cukup mengetahui untuk dapat mengatakan bahwa apa yang mereka dengar dari para pengikut Yesus pasti benar, bukan bahwa Yesus adalah Allah, melainkan bahwa �sungguh, ia ini adalah Anak Allah.�-Matius 27: 54.
Maka, ungkapan �Anak Allah� menunjuk kepada Yesus sebagai makhluk yang terpisah dan diciptakan, bukan bagian dari Tritunggal. Sebagai Anak Allah, ia tidak mungkin Allah sendiri, karena Yohanes 1:18 berkata: �Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah.�
Murid-murid memandang Yesus sebagai �pengantara yang esa antara Allah dan manusia,� bukan sebagai Allah sendiri. (1 Timotius 2:5) Karena menurut definisi seorang pengantara adalah seorang yang terpisah dari mereka yang membutuhkan pengantara, suatu kontradiksi jika Yesus adalah satu kesatuan dengan salah satu pihak yang ia coba perdamaikan. Itu berarti ia pura-pura menjadi pengantara, padahal bukan.
Alkitab memang jelas dan konsisten berkenaan hubungan antara Allah dengan Yesus. Allah Yehuwa saja Yang Mahakuasa. Ia secara langsung menciptakan pramanusia Yesus. Jadi, Yesus mempunyai permulaan dan tidak pernah dapat setara dengan Allah dalam kuasa atau kekekalan.
APAKAH ALLAH SELALU LEBIH UNGGUL DARIPADA YESUS?
YESUS tidak pernah mengaku sebagai Allah. Segala sesuatu yang ia katakan tentang dirinya menunjukkan bahwa ia tidak menganggap dirinya sama dengan Allah dalam hal apapun -tidak dalam hal kuasa, tidak dalam pengetahuan, tidak dalam umur.
Dalam setiap periode keberadaannya, tidak soal di surga atau di atas bumi, ucapan-ucapan dan tingkah lakunya mencerminkan kedudukan yang lebih rendah daripada Allah. Allah selalu yang lebih unggul, Yesus adalah pribadi yang lebih rendah yang diciptakan oleh Allah.
Yesus Dibedakan Dari Allah
BERULANG kali, Yesus menunjukkan bahwa ia adalah makhluk yang terpisah dari Allah dan bahwa ia, Yesus, mempunyai Allah di atas dirinya, Allah yang ia sembah, Allah yang ia sebut �Bapa.� Dalam doa kepada Allah, yaitu sang Bapa, Yesus berkata, �Engkau, satu-satunya Allah yang benar.� (Yohanes 17:3) Dalam Yohanes 20:17 ia berkata kepada Maria Magdalena:
�Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.� Dalam 2 Korintus 1:3 rasul Paulus meneguhkan hubungan ini: �Terpujilah Allah, Bapa [dari] Tuhan kita Yesus Kristus.� Karena Yesus mempunyai Allah, Bapanya, ia tidak mungkin pada waktu yang sama juga adalah Allah itu.
Rasul Paulus tidak mempunyai keraguan untuk menyebut Yesus dan Allah sebagai pribadi-pribadi yang terpisah dan berbeda:
�Bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa,… dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus.� (1 Korintus 8:6) Rasul itu menunjukkan perbedaannya ketika ia menyebutkan �di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat malaikat pilihanNya.� (1 Timotius 5:21) Jadi sama seperti Paulus menyebut Yesus dan para malaikat sebagai pribadi-pribadi yang berbeda satu sama lain di surga, demikian pula Yesus berbeda dengan Allah.
Kata-kata Yesus dalam Yohanes 8:17, 18 juga penting. Ia berkata: �Dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diriKu sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.� Di sini Yesus menunjukkan bahwa ia dan sang Bapa, yaitu Allah Yang Mahakuasa, harus dua kesatuan yang berbeda, jika tidak bagaimana mungkin benar-benar ada dua saksi?
Yesus selanjutnya menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang terpisah dari Allah dengan mengatakan: �Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.� (Markus 10:18) Jadi Yesus mengatakan bahwa tidak ada pribadi lain manapun yang sebaik Allah, bahkan Yesus sendiri tidak. Allah adalah baik dengan cara yang membuat Ia terpisah dari Yesus.
Hamba Allah yang Menundukkan Diri
BERULANG kali, Yesus memberikan pernyataan-pernyataan seperti: �Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya.� (Yohanes 5:19) �Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.� (Yohanes 6:38) �AjaranKu tidak berasal dari diriKu sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.� (Yohanes 7:16) Bukankah yang mengutus lebih unggul dari yang diutus?
Hubungan ini nyata dalam perumpamaan Yesus tentang kebun anggur. Ia menyamakan Allah, Bapanya, dengan pemilik kebun anggur, yang pergi ke luar negeri dan meninggalkan kebun itu dalam tangan para penggarap, yang melambangkan imam-imam Yahudi. Ketika sang pemilik kemudian mengutus seorang hamba untuk mendapatkan hasil dari kebun anggur itu, para penggarap memukul hamba tersebut dan mengusirnya dengan tangan kosong. Kemudian sang pemilik mengutus hamba yang kedua, dan kemudian yang ketiga, yang kedua-duanya mendapat perlakuan sama. Akhirnya, pemilik kebun itu berkata: �Aku akan menyuruh anakku [Yesus] yang kekasih, tentu ia mereka segani.� Namun para penggarap yang korup itu berkata: �Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisan ini menjadi milik kita. Lalu mereka melemparkan dia ke luar kebun anggur itu dan membunuhnya.� (Lukas 20:9-16) Jadi Yesus menggambarkan kedudukannya sendiri sebagai pribadi yang diutus oleh Allah untuk melakukan kehendak Allah, sama seperti seorang ayah mengutus seorang anak yang tunduk.
Para pengikut Yesus selalu memandangnya sebagai hamba Allah yang menundukkan diri, bukan sebagai pribadi yang sama dengan Allah. Mereka berdoa kepada Allah mengenai �Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi,… tanda-tanda dan mujizat-mujizat [dilakukan] oleh nama Yesus, HambaMu yang kudus.�-Kisah 4:23, 27, 30.
Allah Lebih Unggul Sepanjang Zaman
PADA awal mula pelayanan Yesus, ketika ia ke luar dari air pembaptisan, suara Allah dari surga berkata: �Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.� (Matius 3:16, 17) Apakah Allah berkata bahwa Ia adalah Anak-Nya sendiri, bahwa Ia berkenan kepada diri-Nya sendiri, bahwa Ia mengutus diri-Nya sendiri? Tidak, Allah sang Pencipta mengatakan bahwa Ia, sebagai yang lebih unggul, berkenan kepada pribadi yang lebih rendah, Anak-Nya, Yesus, untuk melakukan pekerjaan yang ada di hadapan.
Yesus menyatakan keunggulan Bapanya ketika ia berkata: �Roh Tuhan [Yehuwa, NW] ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.� (Lukas 4:18) Pengurapan adalah pemberian wewenang atau tugas oleh orang yang lebih tinggi kepada seseorang yang masih belum mempunyai wewenang. Di sini, Allah adalah jelas yang lebih unggul, karena Ia mengurapi Yesus, memberinya wewenang yang tidak ia miliki sebelumnya.
Yesus membuat jelas keunggulan Bapanya ketika ibu dari dua murid memohon agar putra-putranya masing-masing duduk di sebelah kanan dan di sebelah kiri Yesus bila ia memerintah dalam Kerajaannya. Yesus menjawab: �Hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa BapaKu [yaitu Allah] telah menyediakannya.� (Matius 20:23) Jika Yesus adalah Allah Yang Mahakuasa, ia berhak memberikan kedudukan tersebut. Namun Yesus tidak dapat melakukan itu, karena ini adalah hak Allah, dan Yesus bukan Allah.
Doa Yesus sendiri merupakan contoh yang ampuh dari kedudukannya yang lebih rendah. Ketika Yesus akan mati, ia memperlihatkan siapa pribadi yang lebih unggul daripada dia dengan berdoa: �Ya BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaKu; tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.� (Lukas 22:42) Kepada siapakah ia berdoa? Kepada sebagian dari dirinya sendiri? Tidak, ia berdoa kepada pribadi yang sama sekali terpisah darinya, Bapanya, Allah, yang kehendak-Nya lebih unggul dan bisa saja berbeda dari kehendaknya sendiri, satu-satunya Pribadi yang dapat �mengambil cawan ini.�
Kemudian, ketika mendekati kematian, Yesus berseru:
�Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?� (Markus 15: 34) Kepada siapakah Yesus berseru? Kepada dirinya sendiri atau bagian dari dirinya? Pasti seruan itu, �Allahku,� tidak berasal dari seseorang yang menganggap dirinya sendiri Allah. Dan jika Yesus adalah Allah, maka oleh siapa ia ditinggalkan? Dirinya sendiri? Hal itu tidak masuk akal. Yesus juga berkata: �Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu� (Lukas 23:46) Jika Yesus adalah Allah, mengapa ia harus menyerahkan nyawanya kepada sang Bapa?
Setelah Yesus mati, ia berada dalam kuburan selama sebagian dari tiga hari. Jika ia adalah Allah, maka Habakuk 1:12 (NW)
keliru ketika berkata: �Allahku, Yang Mahakudus, Engkau tidak mati.� Namun Alkitab berkata bahwa Yesus mati dan tidak sadar dalam kuburan. Dan siapakah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati? Dan jika ia benar-benar mati, ia tidak mungkin membangkitkan dirinya sendiri. Sebaliknya jika ia tidak benar-benar mati, kematiannya yang pura-pura tidak akan membayar harga tebusan untuk dosa Adam. Tetapi ia benar-benar membayar harga itu sepenuhnya melalui kematiannya yang sungguh-sungguh. Jadi �Allah [yang] membangkitkan [Yesus] dengan melepaskan Dia dari sengsara maut.� (Kisah 2:24) Yang lebih unggul, Allah Yang Mahakuasa, membangkitkan yang kurang unggul, hamba-Nya Yesus, dari kematian.
Apakah kesanggupan Yesus untuk melakukan mukjizat-mukjizat, seperti membangkitkan orang, menunjukkan bahwa ia adalah Allah? Nah, rasul-rasul dan nabi Elia serta nabi Elisa juga mempunyai kuasa itu, namun hal itu tidak membuat mereka lebih tinggi daripada manusia. Allah memberikan kuasa untuk melakukan mukjizat-mukjizat kepada nabi-nabi, Yesus, dan rasul-rasul untuk menunjukkan bahwa Ia mendukung mereka. Namun hal itu tidak membuat mereka semua bagian dari Keilahian yang jamak.
Pengetahuan Yesus Terbatas
KETIKA Yesus memberikan nubuatnya mengenai akhir sistem ini, ia berkata: �Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.� (Markus 13:32) Jika Yesus adalah Anak yang setara, bagian dari Keilahian, ia pasti mengetahui apa yang diketahui sang Bapa. Namun Yesus tidak tahu, karena ia tidak setara dengan Allah.
Demikian pula, kita membaca dalam Ibrani 5:8 bahwa Yesus �belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya.� Dapatkah kita membayangkan bahwa Allah harus belajar sesuatu? Tidak, tetapi Yesus memang demikian, karena ia tidak mengetahui segala sesuatu yang Allah ketahui. Dan ia harus belajar sesuatu yang Allah tidak akan pernah perlu pelajari -ketaatan. Allah tidak pernah harus menaati siapapun.
Perbedaan antara apa yang Allah ketahui dan apa yang Kristus ketahui juga nyata ketika Yesus dibangkitkan ke surga untuk tinggal bersama Allah. Perhatikan kata-kata pertama dari buku Alkitab yang terakhir: �Wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepadaNya.� (Wahyu 1:1) Jika Yesus sendiri adalah bagian dari Keilahian, apakah ia perlu diberi Wahyu oleh bagian lain dari Keilahian itu -Allah? Pasti ia sudah mengetahui semuanya, karena Allah mengetahuinya. Namun Yesus tidak tahu, karena ia bukan Allah.
Yesus Tetap Lebih Rendah Kedudukannya
DALAM kehidupannya sebelum menjadi manusia, dan juga ketika ia berada di atas bumi, Yesus lebih rendah dari Allah. Setelah dibangkitkan, ia tetap berada dalam kedudukan yang lebih rendah, nomor dua.
Ketika berbicara tentang kebangkitan Yesus, Petrus dan orang-orang yang besertanya mengatakan kepada Sanhedrin Yahudi: �Dialah [Yesus] yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan [�ke,� NW] tangan kananNya.� (Kisah 5:31) Paulus berkata: �Allah sangat meninggikan Dia.� (Filipi 2:9) Jika Yesus adalah Allah, bagaimana mungkin Yesus ditinggikan, yaitu dinaikkan kepada kedudukan yang lebih tinggi yang sudah ia miliki sebelumnya? Ia tentu sudah merupakan bagian dari Tritunggal dengan kedudukan yang tinggi. Jika, sebelum ditinggikan, Yesus setara dengan Allah, meninggikan dia lebih tinggi lagi akan membuatnya lebi
July 1, 2010 at 6:45 pm
Aku mao paste pernyataan2 yg dilontarkan oleh pihak yg mendukung siapmurtad;
1. “shinchan Says:
April 22, 2010 at 3:59 am
Kevin.. Kevin… Kevin…
1) Salib itu memang untuk orang yang terkutuk. Dosa itu terkutuk di mataNYA. Namun, IA rela untuk dihina supaya kmu nggak lagi terkutuk.”
MASALAHNYA: Berarti Tuhan Yesus mati terkutuk dong?
2. “tanya dunk ama Orang Kristen yang soleh… tengkyu…”
MASALAHNYA: apakah ada sebutan soleh untuk orang Kristen? Kata2 soleh itu untuk orang muslim. Soleh untuk muslim laki2 solehah untuk muslim perempuan.
3. “rudi Says:
April 17, 2010 at 8:38 am
orang yg suka mencari kejelekan orang itulah sebenarnya yang jelek sejelek jeleknya”
MASALAHNYA: di web blog ini siapa yg menjelekkan siapa?
4. “shinchan Says:
April 22, 2010 at 4:11 am
Memang benar, DIA itu orang yg nggak pernah sekolah. Tapi, DIA itu menang debat lho ama orang2 ahli kitab (Farisi dan Saduki); Seorang tokoh Farisi aja mpe konsultasi ama DIA waktu malam2, selain itu, DIA juga merintahkan semua orang untuk mbayar pajak. Apa itu artinya DIa nggak ngerti kewarganegaraan?
Ya, memang DIA pernah mati. Tapi, jgn lupa DIA itu bangkit juga bahkan telah naik ke surga.”
MASALAHNYA: Kalau Tuhan bisa mati, berarti manusia (pasuka Romawi) lebih hebat daripada Tuhan dong? Trus, klau Tuhan bisa mati, siapa yg membangkitkan Tuhan yg sudah mati itu?
5. “abdurrahman Says:
April 21, 2010 at 3:57 am
DAHULU NAMAKU ADALAH FRANCISCUS XAVERIUS SUGISTIMIN … SEORANG YANG TERSESAT MASUK KRISTEN… ALKHAMDULILLAH SEKARANG DAH MENJADI MUSLIM SEJATI SEKARANG SUDAH JADI MU’ALAF.. SETELAH BERTAHUN2 SAYA JADI MUNAFIK.. PERLU TAU DI DALAM INJIL SEKARANG BANYAK SEKALI KEBOHO0NGAN KEBOHONGAN… HANYA ISLAM AGAMA YANG LURUSS ALLAHUAKBAR”
MASALAHNYA: ini baru pernyataan dari 1orang mualaf, sedangkan jaman sekarang mulai banyak mualaf di seluruh dunia.
6. “siapmurtad Says:
April 27, 2010 at 4:35 pm
Daud TIDAK PERNAH berzina dengan Anaknya Sendiri. Rio Geovanie, mungkin salah baca. Tuhan YAHWEH itulah namanya untuk selama-lamanya. Yesus artinya YAHWEH yang Menyelamatkan. kata “ALLAH” memang mulai ditinggalkan oleh sebagian umat Kristen di Indonesia”
MASALAHNYA: jika Anda bisa menyebut Rio Geovanie salah baca, maka Anda, siapmurtad, juga salah baca tentang sejarah Nabi Muhammad saw.
Kata Allah dlam umat kristiani Indonesia sudah ditinggalkan, karena Indonesia negara mayoritas Muslim…
7. “Samuel Hadi Says:
June 8, 2010 at 3:00 am
Pertama, bisa dikatakan bahwa umat Muslim memberikan penghormatan yang paling tinggi kepada semua nabi, terutama kepada para nabi yang namanya disebut dalam Al-Qur’an seperti Yohanes (Yahya) dan Yesus (Isa). Namun karena kita tidak memiliki alkitab yang asli, konsekuensinya kita tidak dapat membayangkan kemungkinan bahwa salah satu dari dua hamba Allah yang agung ini saling bertentangan. ”
MASALAHNYA: Jika orang Kristiani aja udah mengakui, tidak punya Alkitab yg asli, berarti umat kristiani slama ini baca alkitab yg palsu dong? Koq mao dibanggakan dan dibenarkan sih?
8. “Adeng Hudaya Says:
June 20, 2010 at 11:06 am
Muhammad berdasarkan Qur’an dan Hadis Nabi:
1. Kepala Garong (ngerampoki harta kafiruns)
2. Pembunuh sadis (menggal 900 kepala bani Qurayza + membunuh ribuan lainnya dari berbagai bangsa dan suku selama 23 tahun karir kenabiannya)
3. Pedofil (ngembat Aisya yang baru berusia 6 tahun)
4. Pezina (nidurin Mariyah Koptik di ranjang isterinya Hafsa)
5. Nyuri isteri orang (ngembat isteri Zaid bernama Zaenab, wanita cantik nan bahenol)
6. Pemerkosa (korbannya: Rihanna Bin Amro dan Safiyay bin Huyay)
Kesimpulan:
Muhammad manusia terhebat dari 100 orang hebat di sepanjang sejarah peradaban manusia.
Wallahuallam”
MASALAHNYA: Adeng Hudaya, Anda mendapatkan Qur’an dan Hadits dari mana? Dari para misionaris?
Seperti yg saya ungkapkan di point saya no 7 di atas, berdasarkan pengakuan Samuel Hadi, bahwa Alkitabnya aja palsu, apalagi Qur’an dan Hadits yg Anda plajari juga palsu….
9. “Love Hindu Says:
June 20, 2010 at 11:17 am
Saya orang Hindu Mas….
Kami juga benci sekali dengan agama Islam!
Masyarakat kami, khususnya di Bali sudah jadi korban kebiadaban saudara-saudara anda yang melaksanakan jihad dengan melakukan pengeboman di Bali.”
MASALAHNYA:Bagaimana dengan perlakuan kaum minoritas (Yahudi/Nasrani)terhadap kaum mayoritas (Muslim) di Maluku, Amon, Poso, dll dengan cara membantai dan membabi buta?
Apakah kamu, Love Hindu akan membela kaum Yahudi/ Nasrani itu?
Pelaku Bom di Bali, bukanlah perang agama. Sedangkan pelaku pembantaian di Poso, Maluku, Ambon dll itu perang agama.
CAMKAN ITU!!!!!
July 2, 2010 at 4:43 pm
Masalahnya kaum nasrani dan yahudi merupakan pesuruh2 setan.Sebab itu mereka tidak mengganggu agama2 lain yg menyembah berhala.Yang mereka ganggu hanya islam.Bahkan seluruh agama saat ini bersatu utk menghancurkan islam.
July 3, 2010 at 12:41 am
Kami orang Hindu Bali membenci Islam karena apa yang mereka buat, meledakkan bom di banyak tempat di Bali sehingga banyak saudara-saudara kami yang tewas dan pariwisata sempat hancur. Tahukah anda betapa sulitnya pariwisata di Bali setelah terjadi bom Bali 1 dan 2? Banyak orang jadi pengangguran.
Saya sangat setuju dengan yang dikatakan oleh Mas Adeng, bahwa agama Islam sudah melumuri badannya dengan TAHI, melalui perbuatan-perbuatan biadab di seluruh dunia – yang sudah mereka lakukan.
Tahukah anda, sekarang untuk masuk Bali ada banyak pos pemeriksaan ketat yang membosankan. Inilah sumbangan Islam untuk perdamaian dunia.
Islam itu benar-benar agama terkutuk!
July 3, 2010 at 7:10 am
Tetapi pelaku bom di bali bukankah telah dihukum?Yg menghukum mereka bukankah pemerintah indonesia yg beragama Islam?Yg nggak dihukum lagi tuh dalang kerusuhan oleh penganut hindu di india.Banyak yg bebas tanpa dihukum.Pelaku pedofilia di gereja vatikan.Banyak yg berdamai di luar mahkamah aja.Gak di hukum sampai sekarang.P_enjenayah perang Ariel Sharon yg mengarahkan pembunuhan beramai-ramai di syabra dan syatila.Sampai sekarang tengah nyawa2 ikan pun masih gak dihukum.Jangan nampak tahi islam aja,tapi tahi kristian dan yahudi kamu telan.Tidak baik tu.Sebenarnya tahi yg kamu katakan tahi islam itu sebenarnya tahi yahudi juga,yg di’reka khusus’ persis spt tahi islam.
July 3, 2010 at 7:44 am
Jika Anda, Love Hindu, punya rasa peduli, camkan peristiwa ini:
Bberapa tahun yg lalu, benar2 telah terjadi;
Di atas adalah salah satu video yg membuktikan kejadian itu.
Itu adalah pembantaian umat muslim di Poso oleh golongan yg membenci muslim beberap tahun yg lalu.
Belum lagi video2 kisah di Ambo, Maluku, dll…
Anda Tahu dahulu ada kisah pemburuan dan pembunuhan terhadap para kyai2 di tanah jawa? SApa pelaku teror tersebut?
Dari beberapa kejadia tersebut, maka beberapa golongan muslim melakukan tindakan ekstrim di bali.
Dan siapakah yg punya pemikiran bahwa Isalam adalah agama teroris? Apakah dr muslim sendiri? Siapa yg lebih berkoar, bahwa Islam agama teroris? dialah biang kerok dbalik peristiwa bom bali.
Karena pemikiran pelaku sudah di racuni hal2 demikian oleh kalian yg men-cap-Islam agama teroris.
July 3, 2010 at 7:46 am
“Hehehe … merkosa cewek kafir itu dapat hadiah 70 perawan abadi di sorga, kata ustad Islam. Betul-betul ajaran agama yang benar tuch, cuma Islam saja yang bisa menghasilkan dan menghalalkan ajaran seperti itu, bukan?”
Kata2 di atas sengaja saya paste, karena saya mau bukti dan sumber yg kuat tentang pernyataan Anda, siapmurtad. Knp sampe sekarang permintaan saya masih juga ga anda kabulkan?
Saya ingatkan lagi, siapa ustad yg anda maksud? dan mohon pertemukan saya dengannya!!
Kabulkan segera permintaan saya, jika emang pernyataan anda dapat di pertanggungjawabkan di dunia ini!!!!
Atao Anda memang bisanya MEMFITNAH AJA!!!
July 3, 2010 at 10:10 am
Biar mulut kalian sampai berbusa-busa berusaha untuk membersihkan TAHI yang ada di wajah Islam,
TAHI itu tidak akan pernah hilang.
Mungkin dibutuhkan seratus tahun lagi untuk membersihkannya.
Itupun jika tak ada lagi Muslim yang melakukan bom bunuh diri, kekerasan dan terorisme atas nama Allah SWT da Nabi bejatnya Muhammad SAW, selama 100 tahun!
Mungkinkah itu??????????????
July 3, 2010 at 4:23 pm
Kalau anda berjumpa pakar tahi(baca:keganasan) dan belajar bab tahi tidak sampai seratus tahun masalah ini akan dapat diselesaikan.Iaitu anda akan tahu tahi itu punya umat islam atau bukan.Kecuali anda takut dengan kebenaran.Tidak semua kelhatan sperti apa yg tampak.Ahli peledak mengungkapkan bahwa bahan peledak dengan daya rusak luar biasa itu(C4)hanya digunakan oleh militer-militer luar negeri, seperti Amerika Serikat.Dari situ saja kita sudah dapat mencium tahi siapa yg sedang dilontar ke arah orang awam pada masa sekarang.
September 29, 2010 at 4:31 am
Wahai umat beragama di dunia jangan suka menyalahkan agama orang lain tolong jgn menyalahkan saudara kita yang gak paham
July 5, 2010 at 2:45 am
Musyadad Says:
July 3, 2010 at 7:44 am
Jika Anda, Love Hindu, punya rasa peduli, camkan peristiwa ini:
Bberapa tahun yg lalu, benar2 telah terjadi;
Di atas adalah salah satu video yg membuktikan kejadian itu.
Itu adalah pembantaian umat muslim di Poso oleh golongan yg membenci muslim beberap tahun yg lalu.
Belum lagi video2 kisah di Ambo, Maluku, dll…
Anda Tahu dahulu ada kisah pemburuan dan pembunuhan terhadap para kyai2 di tanah jawa? SApa pelaku teror tersebut?
Dari beberapa kejadia tersebut, maka beberapa golongan muslim melakukan tindakan ekstrim di bali.
Dan siapakah yg punya pemikiran bahwa Isalam adalah agama teroris? Apakah dr muslim sendiri? Siapa yg lebih berkoar, bahwa Islam agama teroris? dialah biang kerok dbalik peristiwa bom bali.
Karena pemikiran pelaku sudah di racuni hal2 demikian oleh kalian yg men-cap-Islam agama teroris.
July 5, 2010 at 2:46 am
Koq pertanyaan saya ga d ijawab, kenapa?
July 4, 2010 at 6:27 pm
#1
———————————————-
Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).
QS. Ali Imran (3) : 42
Wahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukulah bersama orang-orang yang ruku.
QS. Ali Imran (3) : 43
Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.
QS. Ali Imran (3) : 44
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata:” Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”
QS. Ali Imran (3) : 45
Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh.”
QS. Ali Imran (3) : 46
Maryam berkata:” Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun. “Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.
QS. Ali Imran (3) : 47
Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.
QS. Ali Imran (3) : 48
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah sebagai bentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.
QS. Ali Imran (3) : 49
Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
QS. Ali Imran (3) : 50
Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”
QS. Ali Imran (3) : 51
Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran dari mereka (Bani Israil) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri.
QS. Ali Imran (3) : 52
Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti Rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.
QS. Ali Imran (3) : 53
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
QS. Ali Imran (3) : 54
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.
QS. Ali Imran (3) : 55
Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.
QS. Ali Imran (3) : 56
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.
QS. Ali Imran (3) : 57
Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Qur’an yang penuh hikmah.
QS. Ali Imran (3) : 58
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
QS. Ali Imran (3) : 59
(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
QS. Ali Imran (3) : 60
Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.
QS. Ali Imran (3) : 61
Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. Ali Imran (3) : 62
Kemudian jika mereka berpaling (dari menerima kebenaran), maka sesungguhnya Allah, Maha Mengetahui siapa orang-orang yang berbuat kerusakan.
QS. Ali Imran (3) : 63
July 4, 2010 at 6:29 pm
#2
———————————————–
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan sedikitpun kepada Allah) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
QS. an-Nisa’ (4) : 170
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: ” (Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara.
QS. an-Nisa’ (4) : 171
Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
QS. an-Nisa’ (4) : 172
Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain daripada Allah.
QS. an-Nisa’ (4) : 173
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).
QS. an-Nisa’ (4) : 174
July 4, 2010 at 6:31 pm
#3
———————————————–
Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.
QS. al-Anbiya (21) : 89
Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.
QS. al-Anbiya (21) : 90
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya roh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
QS. al-Anbiya (21) : 91
Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.
QS. al-Anbiya (21) : 92
Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.
QS. al-Anbiya (21) : 93
Maka barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.
QS. al-Anbiya (21) : 94
July 4, 2010 at 6:31 pm
#4 = #1
July 5, 2010 at 2:39 am
KESAKSIAN DARI SEORANG PEMURTAD YANG DIFATWA HUKUMAN MATI
Posted by siapmurtad under MURTADIN
“Sebenarnya hanya sedikit sekali ayat-ayat Al Qur’an yang saya pahami sebelum bulan Mei 1993 walaupun saya telah menunaikan rukun Islam yang kelima, menunaikan ibadah Haji yang saya lakukan pada tahun 1983. Ayat-ayat Al Qur’an yang saya hafal bacaannya diluar kepala walaupun tidak paham mengenai artinya ialah ayat-ayat Al Qur’an yang selalu diucapkan pada waktu sembahyang lima waktu yaitu surat 1 Al- Faatihah yang merupakan surat hafalan wajib dan surat-surat lainnya diantaranya surat 112 Al Ikhlaash, surat 113 Al Falaq, surat 114 An Naas dan surat 108 Al Kautsar.
Keinginan saya untuk mengetahui dan memahami lebih dalam lagi tentang isi buku Al Qur’an itu barulah timbul setelah Tuhan Yesus/Sayidina Rabboni Isa Al-Masih menjamah saya secara ajaib pada tanggal 6 Mei 1993 di Kupang. Karena saya tidak menguasai bahasa Arab seperti halnya sebagian besar umat Islam di Indonesia, maka saya mempelajari buku Al Qur’an yang ada terjemahan bahasa Indonesianya yaitu buku Al Qur’an Terjemahan Indonesia P.T. Sari Agung.
….”
HAHAHAHAHHAAHHAHAHAHAHA………
Ternyata, selama ini, Siapmurtad mencari narasumber dr orng2 yg telah murtad, tp sebenarnya orang itu ga punya pengetahuan tentang ajaran Islam.
Jangakan pengetahuannya, narasumber kali ini adalah orang yg cuma sekedar hapal beberapa surat dr Al Qur’an…..
Pantesan aj nih web blog seperti hasil karya orang bodoh………
Ini berita Terhangat;
http://international.okezone.com/read/2010/07/02/18/348956/pendeta-dipenjara-akibat-pelecehan-seksual-sadis
July 18, 2010 at 2:19 pm
Interesting book:
http://www.answering-islam.org/bahasa/al-masih.html#c1738
July 23, 2010 at 2:59 pm
1)MANA PENGAKUAN YESUS BAHWA DIA BERAGAMA KRISTEN?
JAWAB:PAULUS YANG MERUBAH NAMA
2)PERNAKAH YESUS BERKATA: AKULAH ALLAH,TUHANMU,MAKA SEMBAHLAH AKU?
JAWAB:“Sembahlah Tuhan, Tuhanmu, dan hanya kepadanya kamu harus mengabdi” (Matius 4:10).
3)MANA PERINTAH YESUS YG MENYURUH BERIBADAH PADA HARI MINGGU DI AL KITAB?
JAWAB:KESEPAKATAN PAULUS DAN PEMUKA GEREJA
4)MANA FOTO ASLI YESUS DAN SIAPA YANG MENGABADIKANNYA?
JAWAB:BOLEH DIGAMBAR MENURUT VERSI MASING-MASING:BOLEH BOTAK,KRIBO MAUPUN GONDRONG
5)TUNJUKAN DALIL BAHWA YESUS LAHIR TANGGAL 25 DESEMBER DAN PERINTAH MERAYAKANNYA!
JAWAB:YESUS LAHIR BULAN JUNI.25 DESEMBER LAHIR DEWA MATAHARI
6)SIAPA YANG HAFAL ALKITAB?BUKTIKAN!
JAWAB:BELUM ADA ORANG JENIUS DIDUNIA INIMAMPU MENGHAFAL
7)PERNAKAH YESUS DI AL KITAB MENYATAKAN BAHWA ALAM SEMESTA INI ADALAH CIPTAANYA?
JAWAB:TIDAK MPERNAH
8)KRISTEN ADALAH SEBUTAN UNTUK PENGIKUT PENGIKUT KRISTUS,APAKAH YESUS PERNAH MEMBERITAKAN INJIL UNTUK KRISTEN?
JAWAB:ITU KARANGAN PAULUS
9) ADAKAH AYAT YANG MENGATAKAN BAHWA YESUS MENGAJARKAN AGAMA KRISTEN DENGAN KITAB SUCINYA INJIL?
jAWAB :TIDAK PERNAH
10)PERNAKAH YESUS BILANG AGAMA YANG BENAR ADALAH AGAMA KRISTEN?
JAWAB: TIDAK PERNAH
July 23, 2010 at 6:23 pm
1)MANA PENGAKUAN YESUS BAHWA DIA BERAGAMA KRISTEN?
JAWAB:PAULUS YANG MERUBAH NAMA
Yang Benar: Yesus diberi gelar MESIAS (bhs Ibrani) atau KRISTUS (bhs Yunani), yang artinya YANG DIURAPI. Para Pengikut YESUS KRISTUS disebut KRISTEN oleh para penganiaya/para pencemooh mereka. Jadi jelas KRISTEN itu artinya PENGIKUT (Yesus) KRISTUS. Jadi YESUS KRISTUS jelas pionir agama KRISTEN. Tanpa KRISTUS, tidak ada KRISTEN.
2)PERNAKAH YESUS BERKATA: AKULAH ALLAH,TUHANMU,MAKA SEMBAHLAH AKU?
JAWAB:“Sembahlah Tuhan, Tuhanmu, dan hanya kepadanya kamu harus mengabdi” (Matius 4:10).
Yang Benar: Yesus PERNAH BerSABDA/berFIRMAN:
Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (YESUS): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku (YESUS) akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!”
Matius 9:2 Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni.”
9:3 Mendengar itu, berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Orang ini menghujat Allah.”
HANYA ALLAH yang DAPAT MENGAMPUNI DOSA, ahli Taurat menganggap YESUS Gila dan MENGHUJAT karena menganggap diri-Nya adalah ALLAH
9:6 Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia (Tuhan YESUS Kristus) berkuasa mengampuni dosa”
12:8 Karena Anak Manusia (Tuhan YESUS) adalah Tuhan atas hari Sabat.
16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”
16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
16:28 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”
26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”
26:64 Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
28:9 Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
28:17 Ketika melihat Dia (YESUS) mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.
28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama dalam bentuk Tunggal)
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” HANYA TUHAN saja yg bisa MENYERTAI kita sampai akhir zaman.
Markus
2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –:
2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.
5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan (YAHWEH) telah berfirman kepada Tuanku (YESUS): duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
12:37 Daud sendiri menyebut Dia (YESUS) Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.
13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu
14:61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”
14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”
14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.
Lukas
10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.”
10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”
Yohanes
1:1 Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (YESUS KRISTUS) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.
5:18 Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (Yesus keberadaanNya Independent, ada dengan sendirinya-self existent)
9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”
9:37 Kata Yesus kepadanya, “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”
9:38 Katanya, “Aku percaya, Tuhan!” Ia pun sujud menyembah-Nya.
10:30 Aku dan Bapa adalah satu.
10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Mu Allah.”
14:6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya, “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”
20:28 Tomas menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku! (Bandingkan dg Matius 4:10)
14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
Ibrani
1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
1:5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan, “Engkaulah Anak-Ku! Engkau telah menjadi Anak-Ku pada hari ini”? dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku”?
1:6 Lagi pula, ketika Ia (YAHWEH) membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia (Yesus).”
1:8 Tetapi tentang Anak (Yesus), Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
1 Yohanes 5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, Firman/YESUS dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. (Bandingkan dg Yoh 1:14)
5:20 Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah (Tuhan YESUS) Allah yang benar dan hidup yang kekal.
Wahyu 17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”
19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.”
19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”
Wahyu 21:6 Firman-Nya (Firman YESUS) lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku (YESUS) akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
Wahyu 22:16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”
3)MANA PERINTAH YESUS YG MENYURUH BERIBADAH PADA HARI MINGGU DI AL KITAB?
JAWAB:KESEPAKATAN PAULUS DAN PEMUKA GEREJA
Yang Benar: Yoh 5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Mar 16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
Joh 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Act 20:7 Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.
1Co 16:2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing–sesuai dengan apa yang kamu peroleh–menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.
Wahyu 1:10 Pada hari Tuhan (hari Tuhan disini adalah HARI MINGGU) aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
Sejak Kedatangan Yesus Kristus, Ibadah tidak harus hanya hari SABAT, namun semua hari boleh, senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu, karena Yesus memroklamirkan Ibadah dalam ROH dan KEBENARAN yang tidak terikat lagi dengan tempat dan waktu.
Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
Joh 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Jadi, aturan SABAT/SABTU sudah tidak mengikat lagi, Jemaat bisa kumpul hari apa saja untuk Kebaktian, silahkan.
4)MANA FOTO ASLI YESUS DAN SIAPA YANG MENGABADIKANNYA?
JAWAB:BOLEH DIGAMBAR MENURUT VERSI MASING-MASING:BOLEH BOTAK,KRIBO MAUPUN GONDRONG
Yang Benar: Setelah Perjamuan Terakhir, makan-makan bareng dengan 12 murid, apa yang dilakukan YESUS dan para murid? Tidak lain mereka FOTO BARENG bersama, makanya sekarang ada Foto dan Lukisan PERJAMUAN TERAKHIR/The LAST SUPPER….Nah lhoooo…..hehehehe
Zaman itu belum ada KAMERA dan belum ada orang yg gambar Yesus, nanti saya tanyakan ketika di Surga pas Temu Muka dengan Muka dengan YESUS yg janji datang pada Hari MARANATHA.
5)TUNJUKAN DALIL BAHWA YESUS LAHIR TANGGAL 25 DESEMBER DAN PERINTAH MERAYAKANNYA!
JAWAB:YESUS LAHIR BULAN JUNI.25 DESEMBER LAHIR DEWA MATAHARI
Yang Benar: Sistem Kalender yg diterapkan membuat thn 4 Sebelum Masehi dijadikan Tahun Masehi, Tahun Yesus lahir. Jadi Thn 4 SM=1 Sesudah Masehi
Kalendernya beda, jadi hitung sendiri Yesus lahir bulan apa.
Para ahli hanya mencoba mengira-ngira Yesus lahir bulan apa berdasarkan pada data2 dalam ALKITAB. Pastinya lahir tanggal berapa, TIDAK TERCATAT dalam SEJARAH, jika pun ada, itu hanyalah perkiraan para ahli dan para penafsir. PASTINYA, tidak ada yang tahu tanggal berapa Yesus lahir.
6)SIAPA YANG HAFAL ALKITAB?BUKTIKAN!
JAWAB:BELUM ADA ORANG JENIUS DIDUNIA INI MAMPU MENGHAFAL
Yang Benar: ADA, cukup buanyak, mulai dari Kaum LOLLARDS di Inggris, BEZA, dll
Mari simak catatan sejarah berikut:
MICHAEL BILLESTER, distributor Alkitab, berkunjung ke sebuah desa kecil di Polandia beberapa saat sebelum PD II. Memberi 1 Alkitab kpd penduduk desa yang bertobat. Orang yg baru percaya ini mengedarkan Alkitab itu kepada orang lain. Siklus ini berlanjut sampai 200 orang menjadi Percaya via 1 Alkitab.
Bil kembali tahun 1940 dan berkhotbah dalam kebaktian. Ia minta orang2 yg hadir mengucapkan ayat-ayat alkitab yang telah mereka
hapalkan.
Seorang pria berdiri dan berkata, “Mungkin kami salah tangkap. Maksud anda ayat atau pasal?”
13 orang hapal Matius, Lukas dan separo Kejadian. Ada yang berkomitmen hapal Mazmur.
Profesor seminari melakukan penelitian di Tanah Suci dan bertemu dg seorang pria yg mengaku hapal PL dalam bahasa Ibrani. Mulai dari Mazmur 1 selama 2 jam tanpa salah kata per kata, sesudah selesai ternyata pria itu atheis.
TERTULLIAN meluangkan waktu siang dan malam untuk membaca Alkitab. Begitu tekunnya ia, sehingga sangat banyak ayat yang dihapalnya, termasuk tanda-tanda bacanya.
THEODOSIUS MUDA dapat mengutip ayat Alkitab manapun secara persis, dan berbincang-bincang dengan para uskup seolah-olah dia sendiri seorang uskup.
ORIGEN tidak pernah makan atau tidur tanpa terlebih dulu membaca beberapa perikop Alkitab.
EUSEBIUS mengatakan bahwa ia pernah mendengar seseorang, yang matanya ditusuk dengan besi panas pada masa pemerintahan Kaisar Dioklesia, mengucapkan hapalan Alkitab di depan banyak orang.
BEZA sanggup mengucapkan semua surat Rasul Paulus dalam bahasa Yunani pada saat ia berusia 80 th.
CRAMER dapat menghapal seluruh PB. Ia mempelajarinya dalam perjalanan ke Roma.
Yang tidak tercatat masih banyak lagi, mulai dari Kaum Lollards di Inggris, dll. Luar biasa bukan? bagaimana dengan anda dan saya? tertarik masuk MURI atau mau dapat uang berjuta-juta dari tantangan ini? Ada situs2 internet yg menantang bagi orang Kristen siapa yg bisa menghafal satu pasal atau satu kitab akan diiming-imingi uang hadiah. Nah teman-teman berminatkah anda? kalo bisa kenapa tidak ya:) Lebih baik menjadi berkat.
sumber: Bible Trivia, Arie Saptaji, PBMR ANDI
Banyak kakek-nenek di Jayapura hafal seluruh kitab Mazmur, hal karena di sini, kitab Mazmur didaraskan dan dinyanyikan oleh Gereja2 tradisional macam GKI (Gereja Kristen Injili) di Tanah Papua, GPI (Gereja Protestan Indonesia), dsb dsb di tiap hari pada buku “Mazmur dan Nyanyian Rohani” terjemahan dan musik oleh I.S. Kijne.
7)PERNAHKAH YESUS DI ALKITAB MENYATAKAN BAHWA ALAM SEMESTA INI ADALAH CIPTAAN-NYA?
JAWAB:TIDAK PERNAH
Yang Benar:
Wahyu 19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.”
21:6 Firman-Nya (Firman YESUS) lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku (YESUS) akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
Ibrani 1:3 Ia (YESUS) adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
Yohanes
1:1 Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (YESUS KRISTUS) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan
8)KRISTEN ADALAH SEBUTAN UNTUK PENGIKUT PENGIKUT KRISTUS, APAKAH YESUS PERNAH MEMBERITAKAN INJIL UNTUK KRISTEN?
JAWAB:ITU KARANGAN PAULUS
Yang Benar: Yesus diberi gelar KRISTUS artinya YANG DIURAPI YAHWEH, Jadi Yesus KRISTUS pionir/pendiri KRISTEN. Yesus memberitakan INJILnya, orang2 yang percaya kepada YESUS disebut KRISTEN artinya PENGIKUT KRISTUS Yesus. Istilah KRISTEN muncul pertama kali di kota ANTIOKHIA dari orang2 KAFIR yg menganiaya pengikut2 Yesus. Kafir menyebut/mencemooh Pengikut Yesus KRISTUS dengan sebutan KRISTEN artinya PENGIKUT KRISTUS.
Kisah Para Rasul 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
9) ADAKAH AYAT YANG MENGATAKAN BAHWA YESUS MENGAJARKAN AGAMA KRISTEN DENGAN KITAB SUCINYA INJIL?
jAWAB :TIDAK PERNAH
Yang Benar: Yesus KRISTUS memberitakan Injil kepada banyak orang, orang2 yg percaya kepada INJIL yang diberitakan Yesus KRISTUS inilah yang disebut KRISTEN. jadi KRISTEN itu ORANG (SUBJEK), bukan agama (Objek)
Yesus KRISTUS memberitakan INJIL Kerajaan Surga
Mat 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Mat 9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Mat 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Mat 26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”
Mar 1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
Mar 1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
Mar 1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
Mar 1:38 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”
Mar 1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
Mar 3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
Mar 13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.
10) PERNAKAH YESUS BILANG AGAMA YANG BENAR ADALAH AGAMA KRISTEN?
JAWAB: TIDAK PERNAH
Yang Benar: ketika Yesus di bumi istilah KRISTEN belum ada, setelah Yesus NAIK ke SURGA, dan duduk di SEBELAH KANAN BAPA, maka di Antiokhia baru muncul istilah KRISTEN artinya ORANGnya KRISTUS atau PENGIKUT KRISTUS Yesus.
July 24, 2010 at 1:33 am
1)MANA PENGAKUAN YESUS BAHWA DIA BERAGAMA KRISTEN?
JAWAB:PAULUS YANG MERUBAH NAMA
Yang Benar: Yesus diberi gelar MESIAS (bhs Ibrani) atau KRISTUS (bhs Yunani), yang artinya YANG DIURAPI. Para Pengikut YESUS KRISTUS disebut KRISTEN oleh para penganiaya/para pencemooh mereka. Jadi jelas KRISTEN itu artinya PENGIKUT (Yesus) KRISTUS. Jadi YESUS KRISTUS jelas pionir agama KRISTEN. Tanpa KRISTUS, tidak ada KRISTEN.
Jawab:
Intinya yang menamakan agama itu “Kristen’ bukan Yesus. tetapi Barnabas dan Paulus.
Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab nama “Kristen’ itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu kapan Yesus mati dan kapan agama yang dibawanva dinama Kfisten? Menurut data yang kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam buku “Religions on File” Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar tahun 29 M (Masehi). Semen�tara Paulus dan Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13) setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen bentukan Barnabas dan Paulus.
Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an, tidak dijumpai satu pun kata “Kristen”, yang ada kata “Nashara” karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut “Nashrani� bukan Kristen.
July 24, 2010 at 2:04 am
2)PERNAKAH YESUS BERKATA: AKULAH ALLAH,TUHANMU,MAKA SEMBAHLAH AKU?
JAWAB:“Sembahlah Tuhan, Tuhanmu, dan hanya kepadanya kamu harus mengabdi” (Matius 4:10).
Yang Benar: Yesus PERNAH BerSABDA/berFIRMAN:
Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (YESUS): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku (YESUS) akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!”
Matius 9:2 Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni.”
9:3 Mendengar itu, berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Orang ini menghujat Allah.”
HANYA ALLAH yang DAPAT MENGAMPUNI DOSA, ahli Taurat menganggap YESUS Gila dan MENGHUJAT karena menganggap diri-Nya adalah ALLAH
9:6 Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia (Tuhan YESUS Kristus) berkuasa mengampuni dosa”
12:8 Karena Anak Manusia (Tuhan YESUS) adalah Tuhan atas hari Sabat.
16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”
16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
16:28 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”
26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”
26:64 Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
28:9 Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
28:17 Ketika melihat Dia (YESUS) mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.
28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama dalam bentuk Tunggal)
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” HANYA TUHAN saja yg bisa MENYERTAI kita sampai akhir zaman.
Markus
2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –:
2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.
5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan (YAHWEH) telah berfirman kepada Tuanku (YESUS): duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
12:37 Daud sendiri menyebut Dia (YESUS) Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.
13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu
14:61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”
14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”
14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.
Lukas
10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.”
10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”
Yohanes
1:1 Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (YESUS KRISTUS) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.
5:18 Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (Yesus keberadaanNya Independent, ada dengan sendirinya-self existent)
9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”
9:37 Kata Yesus kepadanya, “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”
9:38 Katanya, “Aku percaya, Tuhan!” Ia pun sujud menyembah-Nya.
10:30 Aku dan Bapa adalah satu.
10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Mu Allah.”
14:6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya, “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”
20:28 Tomas menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku! (Bandingkan dg Matius 4:10)
14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
Ibrani
1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
1:5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan, “Engkaulah Anak-Ku! Engkau telah menjadi Anak-Ku pada hari ini”? dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku”?
1:6 Lagi pula, ketika Ia (YAHWEH) membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia (Yesus).”
1:8 Tetapi tentang Anak (Yesus), Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
1 Yohanes 5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, Firman/YESUS dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. (Bandingkan dg Yoh 1:14)
5:20 Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah (Tuhan YESUS) Allah yang benar dan hidup yang kekal.
Wahyu 17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”
19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.”
19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”
Wahyu 21:6 Firman-Nya (Firman YESUS) lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku (YESUS) akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
Wahyu 22:16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”
Jawab:
Pertanyaan yang kedua ini sangat menantang bagi semua pihak, terutam: bagi umat Kristiani karena hampir semua umat Kristiani, rasanya tidak ada yang tidak menyembah kepada Yesus sebagai Tuhat dan juruselamat mereka. Mulai dari anak kecil, dewasa dan orang tua, mereka semu diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan ata Allah itu sendiri yang harus disembal Padahal setelah kami pelajari, kaji da dalami, ternyata tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab (Bible) itu sendiri diman Yesus pernah bersabda bahwa “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku saja.” Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, “Sembahlah Allah Tuhanmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. �
Ucapan atau sabda Yesus tersebut men berikan suatu pengertian kepada kita bahwa Yesus itu bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul.
Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah didalam Alkitab yaitu pada Injil Matius 4:8-10, yaitu ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai berikut :
“Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memper�lihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada�Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. ” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:8-10)
Ayat-ayat tersebut adalah seputar kisah tentang percobaan di padang gurun ketika Yesus akan dicobai Iblis. Sebelumnya Iblis mencoba Yesus dengan menyuruh membuat batu-batu jadi roti, namun tidak berhasil, kemudian percobaan kedua Iblis menyuruh Yesus jatuhkan dirinya dari atas bubungan Bait Allah, namun tidak berhasil. Terakhir Iblis membawa Yesus kepuncak gunung yang tinggi dan menawarkan untuk diberikan kepada Yesus semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya, asalkan Yesus mau sujud menyembah kepadanya.
Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya berkata, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami:
1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja (laa ilaaha ilallaahu).
2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti itu hanyalah kepada Allah saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya.
3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu kata�kata Yesus sebagai berikut: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah aku Tuhan, Allahmu, dan hanya kepadaku sajalah engkau berbakti!”
Yesus sendiri yang memberikan kesak�sian bahwa menyembah dan berbakti itu, hanyalah kepada Allah, bukan kepada dirinya, mengapa justru Yesus itu yang dijadikan sesembahan oleh saudara�saudara kita umat Kristiani?
Dalam kitab suci Al Qur`an Nabi Isa as (Yesus) juga mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah itu hanya kepada Allah saja, bukan kepada yang lainnya, bukan juga kepada dirinya. Perhatikan ucapan Nabi Isa as (Yesus) dalam Al Qur`an:
“Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus. “(QS. Ali Imaran 3 : 51)
Bahkan dalam kitab Taurat Musa Ulangan 6:4, dikatakan bahwa Tuhan itu Esa:
“Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!”
Berdasarkan Taurat, Injil dan Al Qur`an, Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang Esa, bukan Yesus yang disembah. Bahkan Yesus sendiri menyuruh menyem�bah hanya kepada Allah yang dia sembah.
Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, Allah melarang siapa saja yang, menyamakan Dia dengan yang lainnya Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:
“Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? (Yesaya 46: 5)
Ayat-ayat yg dijadikan dalil pembenaran atas ketuhanan Yesus semuanya tidak lari dari 3 perkara
1)Samada ianya bersifat pemaksaan dan bukan merupakan dalil yg terang dan jelas utk menunjukkan Yesus itu Tuhan malah dapat dibatalkan oleh ayat2 bible yg lain yg yang lebih jelas yang menunjukkan bahawa Yesus sesungguhnya bukan Tuhan.
2)Atau ianya bukan perkataan Yesus sendiri dan secara langsung.
3)Atau merupakan Ayat2 tambahan yg disisipkan lewat surat2 Paulus.
July 24, 2010 at 2:29 am
3)MANA PERINTAH YESUS YG MENYURUH BERIBADAH PADA HARI MINGGU DI AL KITAB?
JAWAB:KESEPAKATAN PAULUS DAN PEMUKA GEREJA
Yang Benar: Yoh 5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Mar 16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
Joh 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Act 20:7 Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.
1Co 16:2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing–sesuai dengan apa yang kamu peroleh–menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.
Wahyu 1:10 Pada hari Tuhan (hari Tuhan disini adalah HARI MINGGU) aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
Sejak Kedatangan Yesus Kristus, Ibadah tidak harus hanya hari SABAT, namun semua hari boleh, senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu, karena Yesus memroklamirkan Ibadah dalam ROH dan KEBENARAN yang tidak terikat lagi dengan tempat dan waktu.
Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
Joh 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Jadi, aturan SABAT/SABTU sudah tidak mengikat lagi, Jemaat bisa kumpul hari apa saja untuk Kebaktian, silahkan.
Jawab:
Pertanyaan ini mungkin agak aneh dan bahkan dianggap sepele atau main-main saja. Padahal ini merupakan salah satu pertanyaan serius yang perlu dipikirkan, perlu diperhatikan, dan perlu dipertanyakan, karena menyangkut ritual yang secara terus menerus atau continue dilakukan dan diamalkan oleh hampir seluruh umat Kristiani di dunia.
Melakukan ritual ibadah wajib secara terus menerus tanpa dalil atau perintah dari Allah, merupakan ibadah yang sia-sia. Padahal apa yang dilakukan itu akan diminta pertanggung jawaban dihadap Allah. Oleh sebab itu wajarlah jika kita tirtjau kembali, apakah yang kita lakukan selama ini benar-benar punya dalil atau dasar yang kuat dari kitab suci kita, ataukah itu hanya berasal dari perintah Inanusia biasa atau pendapat para pemim�pin agamanya, kemudian mewajibkan para pengikutnya untuk melakukannya.
Kalau hal seperti itu yang terjadi, kemudian di ikuti oleh para pengikutnya, maka itu berarti yang kita ikuti adalah ajaran manusia, bukan ajaran Allah. Contohnya, beribadah atau masuk gereja pada hari Minggu, ternyata tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab yang menyuruh beribadah atau menjadikan hari Minggu sebagai hari yang harus dipelihara, disucikan atau dikuduskan.
Sebenarnya jika benar-benar mengikuti firman Allah dalam Alkitab, maka hari peribadatan itu ialah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu! Hari inilah (Sabat) yang ada dalilnya dalam Alkitab, bahkan perintah untuk memelihara, menjaga dan mengku�duskannya, jelas sekali ada tertulis didalam Alkitab itu sendiri. Apalagi yang menulis perintah untuk mengkuduskan hari Sabat adalah Allah itu sendiri, yang telah meno�reh diatas kedua loh batu.
Bahkan kedua loh batu tersebut ditulis dengan jari tangan Allah sendiri, lalu Dia sendiri yang menyerahkan kepada Nabi Musa as untuk disampaikan dan diajarkan kepada kaumnya. Simak ayat frman Allah dalam Alkitab sebagai berikut:
�Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah. Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu. ” (Ke132:15-16)
Sungguh ironis sekali, ternyata perin�tah Allah untuk menjaga, memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, ternyata dilang�gar dan juga tidak dipatuhi lagi oleh hampir semua umat Kristiani di dunia, kecuali sebagian kecil sekte Advent.
Padahal kalau kita baca dalam Alkitab, ternyata ada ancaman yang sungguh mengerikan, yaitu ancaman hukuman mati bagi mereka yang tidak memelihara dan yang melanggar kekudusan hari Sabat. Coba kita simak ancaman Allah bagi yang tidak memelihara dan mengkususkan hari Sabat.
“Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.” (Ke131:12-14)
Yang lebih menarik lagi yaitu, ternyata Yesus seumur hidupnya tidak pernah mengkuduskan hari Minggu. Seumur hidupnya Yesus selalu mengkuduskan hari Sabat dan setiap mengajar selalu pada hari Sabat. Yesus tidak pernah satu kalipun menganjurkan untuk beribadah atau mengkuduskan hari Minggu.
Perhatikan hari apa yang Yesus kudus�kan di dalam Alkitab, hari Sabtu atau hari Minggu?
Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat (Sabtu) la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Markus 1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
Markus 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang ‘ besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Lukas 4:16 Ia (Yesus) datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan�Nya pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Al kitab.
Lukas 4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
Lukas 6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
Lukas 13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
Masih banyak ayat-ayat lainn-ya dimana Yesus memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, tapi dari 7 (tujuh) ayat tadi saja, sudah lebih dari cukup memberikan bukti�bukti kepada kita bahwa sesungguhnya menurut Alkitab, hari yang diperintahkan untuk di ibadati, dipelihara, dan dikudus�kan adalah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu !!
Yesus tetap memelihara dan mengkuduskan Sabat, sebab dia yakin bahwa apa yang Allah tetapkan untuk berlaku kekal, tidak mungkin dibatalkan olehnya. Yesus sangat yakin dengan janji Allah bagi yang memelihara hari Sabat.
Mari kita renungkan janji Allah bagi yang memelihara dan mengkuduskan hari Sabat.
“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus Tuhan “hari yang mulia�; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan-lah yang mengatakannya. ” (Yesaya 58:13-14)
Bukankah ayat-ayat tersebut memberi�kan bukti bahwa sesungguhnya tidak ada satu perintah di dalam Alkitab masuk geieja hari Minggu atau mengkuduskan hari Minggu. Bahkan seumur hidup Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu. Ternyata hari Minggu dikuduskan karena menurut pendapat pemuka agamanya hari itu Yesus bangkit dari kuburnya
Sekarang bagaimana dengan hari Minggu? Apakah ada perintah atau jaminan berkat bagi mereka yang mengkuduskan hari Minggu?
1.Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.
2.Allah dan juga Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
3.Tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu.
4.Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
5.Hari Minggu tidak pernah dikuduskan oleh Allah maupun Yesus.
6.Tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu.
7.Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang melarang bekerja pada hari Minggu.
8.Tidak ada berkat yang dijanjikan bagi mereka yang memelihara hari Minggu.
9.Hari Minggu tidak pernah disebutkan dalam Alkitab sebagai hari ibadah bagi umat Kristiani.
10.Tidak pernah hari Minggu disebut sebagai hari perhentian.
11.Yesus tidak pernah menyinggung tentang hari Minggu.
12.Kata “Hari Minggu” bahkan tidak pernah muncul dalam Alkitab, kecuali disebut “pekan pertama minggu itu”, tapi bukan “Hari Minggu” dan hanya sekali disebutkan yaitu pada Kis 20:7, itupun hanya pertemuan dimalam hari, yaitu Sabtu malam.
13.Para nabi dan orang terdahulu tidak pernah memelihara hari Minggu.
14.Tidak ada ayat dalam Alkitab tentang perobahan Sabat jadi hari Minggu.
15.Tidak pernah Tuhan maupun Yesus berfirman bahwa ada dua hari Sabat yang dikuduskan dalam seminggu, yaitu hari Sabtu dan Minggu.
16.Tidak ada satupun perintah di dalam Alkitab yang menyuruh merayakan “hari kebangkitan” Yesus sebagai pengganti hari Sabat.
17.Tidak pernah Tuhan berfirman bahwa “hari kebangkitan” Yesus harus dikuduskan seperti hari Sabat.
18.Seumur hidupnya, Yesus hanya ber�ibadah pada hari Sabat
19.Tidak ada seorang nabipun di dalam Alkitab yang pernah menvuruh mengkuduskan hari Minggu.
20.Seumur hidupnya, tidak sekalipun keluar dari mulut atau bibir Yesus tentang hari Minggu dan lain-lain.
Berdasarkan 20 alasan tersebut, maka dapatlah dipastikan bahwa sesungguhnya tidak ada satu dalilpun dalam Alkitab untuk mengkuduskan hari Minggu! Ternyata hari Minggu hanyalah hari yang diperintahkan oleh pengemuka agama Kristen hanya karena dianggap penting karena Yesus bangkit pada hari Minggu. Padahal tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab itu yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu dan tidak ada janji Allah atau berkat yang Allah janjikan bagi mereka yang memelihara dan yang mengkuduskan hari Minggu, tidak ada!! Justru yang ada ialah ancaman Allah bagi mereka yang tidak memelihara dan yang tidak mengkuduskan hari Sabat (Sabtu).
Hari Sabtu atau Sabat ada dalil di Alkitab. Hari Jum’at ada dalil dalam Al Qur`an. Hari Minggu, mana dalilnya ?
Ayat-ayat yg dijadikan dalil pembenaran bagi beribadah pada hari minggu juga tidak lari dari 3 perkara yg menyebabkan pendalilan menerusi ayat2 tersebut tidak valid dan tertolak iaitu:
1)Samada ianya bersifat pemaksaan dan bukan merupakan dalil yg terang dan jelas utk menunjukkan perintah beribadah pada hari minggu malah dapat dibatalkan oleh ayat2 bible yg lain yg yang lebih jelas yang menunjukkan bahawa hari kudus itu adalah hari sabat
2)Atau ianya bukan perkataan Yesus sendiri dan secara langsung.
3)Atau merupakan Ayat2 tambahan yg disisipkan lewat surat2 Paulus.
July 24, 2010 at 2:40 am
4)MANA FOTO ASLI YESUS DAN SIAPA YANG MENGABADIKANNYA?
JAWAB:BOLEH DIGAMBAR MENURUT VERSI MASING-MASING:BOLEH BOTAK,KRIBO MAUPUN GONDRONG
Yang Benar: Setelah Perjamuan Terakhir, makan-makan bareng dengan 12 murid, apa yang dilakukan YESUS dan para murid? Tidak lain mereka FOTO BARENG bersama, makanya sekarang ada Foto dan Lukisan PERJAMUAN TERAKHIR/The LAST SUPPER….Nah lhoooo…..hehehehe
Zaman itu belum ada KAMERA dan belum ada orang yg gambar Yesus, nanti saya tanyakan ketika di Surga pas Temu Muka dengan Muka dengan YESUS yg janji datang pada Hari MARANATHA.
Jawab:Ok, thank you.
July 24, 2010 at 9:58 am
Ilham ini salah seorang tipikal Muslim yang dungu tapi belagak pinter….
Ha…ha…ha….
Emangnya nggak ada pelukis di zamannya Yesus???
Bego…bego…..
Apa otak elu cuma tahu bahwa gambar hanya bisa diambil pake kamera ya???
July 24, 2010 at 3:34 pm
Nunung ini salah seorang tipikal Kristen yang dungu tapi belagak pinter …
Ha…ha..ha…
Kalau sudah ada lukisan Yesus pada zamannya, bagaimana bisa banyak versi wajah Yesus? Kalau wajah Yesus sudah diketahui, bagaimana bisa orang Kristen dikadalin oleh Leonardo da vinci yang membuat karya berupa kain kafan Yesus yang memiliki bayangan tubuh Yesus sehingga orang Kristen sehingga berusaha membangkitkan wajah Yesus dengan teknologi grafis dari kain tersebut (Lihat saluran tv kabel History tidak)?
Bego…bego…
Apa otak elu cuma tahu bahwa Kristen punya gambar Yesus yang sebenarnya???
July 24, 2010 at 3:38 pm
Oh iya, maaf kalau qu pake kalimat mu sehingga kalimatnya terkesan berdebat dengan cara yg tidak baik, soalnya Allah berfirman:
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka , dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. (Al ‘Ankabut :46)
August 3, 2010 at 10:45 am
HARUSKAH ANDA MEMPERCAYAINYA?
APAKAH anda percaya kepada Tritunggal? Kebanyakan orang dalam usunan Kristen percaya. Bagaimanapun juga, selama berabad-abad itu merupakan doktrin utama dari gereja-gereja.
Mengingat hal ini, anda tentu berpikir bahwa tidak mungkin ada yang perlu diragukan mengenai Tritunggal. Namun ada, dan belakangan bahkan beberapa dari para pendukungnya telah menambah seru perdebatannya.
Mengapa pokok pembicaraan seperti ini harus mendapat lebih banyak perhatian? Karena Yesus sendiri berkata: �Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.� Jadi seluruh masa depan kita bergantung pada mengenal sifat yang sebenarnya dari Allah, dan hal itu berarti memeriksa sampai ke akar dari perdebatan mengenai Tritunggal. Maka, tidakkah sebaiknya anda mengujinya sendiri?-Yohanes 17:3.
Ada berbagai konsep Tritunggal. Tetapi pada umumnya ajaran Tritunggal adalah bahwa didalam Keilahian ada tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus; namun, bersama-sama, mereka hanya satu Allah. Doktrin itu mengatakan bahwa ketiganya setara, mahakuasa, dan tidak diciptakan, telah ada kekal selama-lamanya dalam Keilahian.
Namun, orang-orang lain berkata bahwa doktrin Tritunggal itu palsu, bahwa Allah Yang Mahakuasa berdiri sendiri sebagai Pribadi yang terpisah, kekal, dan mahakuasa. Mereka mengatakan bahwa Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia, adalah sama seperti para malaikat, pribadi roh yang terpisah yang diciptakan oleh Allah, dan untuk alasan ini ia pasti mempunyai permulaan. Mereka mengajarkan bahwa Yesus tidak pernah setara dengan Allah Yang Mahakuasa dalam arti apapun; ia selalu tunduk kepada Allah dan masih tetap demikian. Mereka juga percaya bahwa roh kudus bukan pribadi tetapi roh dari Allah, tenaga aktif-Nya.
Para pendukung Tritunggal mengatakan bahwa ini didasarkan, tidak hanya pada tradisi agama tetapi juga pada Alkitab. Para pengritik doktrin tersebut mengatakan bahwa itu bukan ajaran Alkitab, sebuah sumber sejarah bahkan berkata: �Asal usul [Tritunggal] sama sekali kafir.�-The Paganism in Our Christianity.
Jika Tritunggal benar, akan merendahkan Yesus jika dikatakan bahwa ia tidak pernah setara dengan Allah sebagai bagian dari suatu Keilahian. Namun jika Tritunggal salah, akan merendahkan Allah Yang Mahakuasa, jika ada pribadi lain yang dikatakan setara dengan Dia, dan bahkan lebih buruk lagi untuk menyebut Maria sebagai �Bunda Allah.� Jika Tritunggal salah, sungguh tidak menghormati Allah untuk mengatakan, seperti ditulis dalam buku Catholicism: �Jika [orang] tidak menjaga Kepercayaan ini utuh dan tidak tercela, [mereka] pasti akan lenyap untuk selamanya. Dan Kepercayaan Katolik adalah: kita menyembah satu Allah dalam Tritunggal.�
Jadi, ada alasan-alasan yang baik mengapa anda seharusnya ingin mengetahui kebenaran mengenai Tritunggal. Tetapi sebelum memeriksa asal usulnya dan pengakuannya sebagai kebenaran, ada gunanya jika doktrin ini didefinisikan lebih terinci. Tepatnya, apa sebenarnya Tritunggal itu? Bagaimana para pendukungnya menjelaskan ajaran itu?
BAGAIMANA TRITUNGGAL DIJELASKAN?
GEREJA Katolik Roma berkata: �Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen…
Jadi, dalam kata-kata Kredo Athanasia: �sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah.� Dalam Tritunggal ini… Pribadi-Pribadinya sama kekal dan setara: semuanya tidak diciptakan dan mahakuasa.�-The Catholic Encyclopedia.
Hampir semua gereja lain dalam Susunan Kristen menyetujuinya. Misalnya, Gereja Ortodoks Yunani juga menyebut Tritunggal �doktrin dasar dari Kekristenan,� bahkan mengatakan: �Orang Kristen adalah orang-orang yang menerima Kristus sebagai Allah.� Dalam buku Our Orthodox Christian Faith, gereja yang sama berkata: �Allah adalah suatu kesatuan tiga serangkai… Sang Bapa adalah Allah sepenuhnya. Sang Anak adalah Allah sepenuhnya. Roh Kudus adalah Allah sepenuhnya.�
Jadi, Tritunggal dianggap sebagai �satu Allah dalam tiga Pribadi.� Masing-masing dikatakan tidak mempunyai permulaan, ada dari kekal sampai kekal. Masing-masing dikatakan mahakuasa, dan masing-masing tidak lebih besar atau lebih kecil daripada yang lainnya.
Apakah gagasan demikian sukar dimengerti? Banyak orang beriman yang tulus merasa hal itu membingungkan, bertentangan dengan akal sehat, benar-benar sulit dipahami.
Bagaimana mungkin, sang Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan roh kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan hanya satu Allah?
�Di Luar Jangkauan Akal Manusia�
KEBINGUNGAN ini tersebar luas. The Encyclopedia Americana mengatakan bahwa Tritunggal dianggap �di luar jangkauan akal manusia.�
Banyak orang yang menerima Tritunggal menganggapnya demikian. Monsignor Eugene Clark berkata: �Allah itu satu, dan Allah itu tiga. Karena tidak ada ciptaan yang seperti ini, kita tidak dapat mengertinya, tetapi menerimanya saja.�
Kardinal John O�Connor berkata: �Kami tahu ini suatu misteri yang sangat dalam, yang sama sekali tidak kita mengerti.�
Dan Paus Yohanes Paulus II berkata mengenai �misteri yang tidak dapat dimengerti tentang Allah Tritunggal.�
Jadi, A Dictionary of Religious Knowledge berkata: �Tepatnya apa doktrin itu, atau bagaimana hal itu harus dijelaskan, para penganut Tritunggal pun tidak mencapai kata sepakat di antara mereka sendiri.�
Maka, kita dapat mengerti mengapa New Catholic Encyclopedia berkata: �Hanya sedikit diantara guru-guru teologi Tritunggal di seminari-seminari Katolik Roma yang pada suatu waktu tidak dipojokkan oleh pertanyaan, �Tetapi bagaimana kita akan berkhotbah tentang Tritunggal?� Dan jika pertanyaan itu merupakan gejala kebingungan di pihak para siswa, kemungkinan hal itu juga merupakan gejala kebingungan yang serupa di pihak guru-guru mereka.�
Kebenaran dari pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan mengunjungi suatu perpustakaan dan memeriksa buku-buku yang mendukung Tritunggal. Tak terhitung banyaknya halaman yang ditulis dalam upaya untuk menjelaskannya. Namun, setelah bersusah payah memeriksa istilah-istilah teologi yang membingungkan dan penjelasannya, para peneliti masih tetap tidak puas.
Mengenai ini, imam Yesuit Joseph Bracken mengatakan dalam bukunya What Are They Saying About the Trinity?: �Para imam yang dengan cukup banyak upaya telah mempelajari…
Tritunggal selama tahun-tahun mereka di seminari tentu saja ragu-ragu untuk menyampaikannya kepada jemaah mereka dari mimbar, bahkan pada hari Minggu. Tritunggal… Untuk apa seseorang akan membuat umatnya bosan dengan sesuatu yang pada akhirnya pun tidak akan mereka mengerti dengan benar?�
Ia juga berkata: �Tritunggal adalah soal kepercayaan formal, namun hal itu hanya sedikit atau tidak [berpengaruh] dalam kehidupan dan ibadat Kristen sehari-hari.� Meskipun demikian, ini adalah �doktrin utama� dari gereja-gereja!
Teolog Katolik Hans Kung menyatakan dalam bukunya Christianity and the World Religions bahwa Tritunggal merupakan satu alasan mengapa gereja-gereja tidak berhasil membuat kemajuan yang berarti di kalangan orang bukan Kristen. Ia berkata: �Bahkan orang Muslim yang terpelajar,
sama sekali tidak dapat mengerti, sebagaimana juga orang-orang Yahudi sebegitu jauh tidak dapat memahami, gagasan mengenai Tritunggal… Perbedaan yang dibuat oleh doktrin Tritunggal antara satu Allah dan tiga hypostase [zat] tidak memuaskan orang Muslim, yang bukannya merasa mendapat penjelasan, tetapi justru merasa bingung, oleh istilah-istilah teologi yang berasal dari bahasa Syria, Yunani, dan Latin.
Orang-orang Muslim menganggap ini semua permainan kata… Mengapa seseorang ingin menambahkan sesuatu kepada gagasan mengenai keesaan dan keunikan Allah yang hanya dapat mengencerkan atau meniadakan keesaan dan keunikan itu?�
�Bukan Allah yang Suka Pada Kekacauan�
BAGAIMANA doktrin yang begitu membingungkan seperti Tritunggal muncul? The Catholic Encyclopedia menyatakan:
�Sebelum adanya penyingkapan Ilahi, diperlukan sebuah dogma yang misterius seperti itu.� Sarjana Katolik Karl Rahner dan Herbert Vorgrimler menyatakan dalam Theological Dictionary mereka: �Tritunggal… dalam arti yang sesungguhnya…, adalah suatu misteri yang tidak dapat dipahami tanpa wahyu ilahi, dan bahkan setelah disingkapkan tidak dapat dimengerti sepenuhnya.�
Tetapi, dengan berkukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang begitu membingungkan karena berasal dari wahyu ilahi, mereka menciptakan problem besar lain. Mengapa? Karena dalam wahyu ilahi itu sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Allah: �Allah… bukan Allah yang suka pada kekacauan.�-1 Korintus 14:33, Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).
Mengingat pernyataan itu, mungkinkah Allah akan mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan sehingga bahkan para sarjana Ibrani, Yunani, dan Latin tidak dapat menjelaskannya?
Selain itu, apakah orang-orang harus menjadi teolog untuk dapat �mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang telah Ia utus?� (Yohanes 17:3) Jika demikian halnya, mengapa begitu sedikit dari para pemimpin agama Yahudi yang terpelajar mengakui Yesus sebagai Mesias?
Sebaliknya, murid-muridnya yang setia, adalah petani-petani, nelayan, pemungut cukai, ibu-ibu rumah tangga yang sederhana. Orang-orang sederhana tersebut begitu yakin dengan apa yang Yesus ajarkan tentang Allah sehingga mereka dapat mengajarkannya kepada orang lain dan bahkan rela mati demi kepercayaan mereka-Matius 15:1-9; 21: 23-32, 43; 23:13-36; Yohanes 7:45-49; Kisah 4:13.
APAKAH ITU BENAR-BENAR AJARAN ALKITAB?
ANDAIKAN Tritunggal itu benar, hal itu seharusnya disampaikan dengan jelas dan konsisten dalam Alkitab. Mengapa? Karena, seperti ditegaskan para rasul, Alkitab adalah penyingkapan Allah mengenai diri-Nya kepada umat manusia. Dan karena kita perlu mengenal Allah agar dapat menyembah Dia dengan sepatutnya, Alkitab harus jelas dalam memberi tahu kita siapa Ia sebenarnya.
Orang-orang beriman pada abad pertama menerima Alkitab sebagai penyingkapan Allah yang otentik. Itu menjadi dasar kepercayaan mereka, wewenang yang mutlak. Misalnya, ketika rasul Paulus mengabarkan kepada orang-orang di kota Berea, �mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.�-Kisah 17:10,11.
Apa yang digunakan oleh pria-pria Allah yang terkemuka di kala itu sebagai wewenang mereka? Kisah 17:2, 3 (BIS) memberi tahu kita: �Paulus seperti biasa… bertukar pikiran dengan orang-orang di situ mengenai ayat-ayat Alkitab. Berdasarkan ayat-ayat Alkitab ia menjelaskan dan membuktikan.�
Yesus sendiri memberikan teladan dalam menggunakan Alkitab sebagai dasar ajarannya, dengan berulang kali mengatakan:
�Ada tertulis.� �Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci.�-Matius 4:4, 7; Lukas 24:27.
Jadi, Yesus, Paulus, dan orang-orang beriman pada abad pertama menggunakan Alkitab sebagai dasar ajaran mereka. Mereka mengetahui bahwa �semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah. Dengan Alkitab itu orang yang melayani Allah dapat dilengkapi dengan sempurna untuk segala macam pekerjaan yang baik.�-2 Timotius 3:16, 17, BIS; lihat juga 1 Korintus 4:6; 1 Tesalonika 2:13: 2 Petrus 1:20, 21.
Karena Alkitab dapat �membetulkan yang salah,� ia seharusnya dengan jelas menyingkapkan keterangan mengenai masalah Tritunggal yang kata orang merupakan doktrin dasar. Namun apakah para teolog dan sejarawan sendiri mengatakan bahwa hal itu benar-benar merupakan ajaran Alkitab?
�Tritunggal� apakah ada dalam Alkitab?
SEBUAH publikasi Protestan berkata: �Kata Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab… Ia baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereja pada abad ke-4.� (The Illustrated Bible Dictionary) Dan seorang yang berwewenang dalam agama Katolik mengatakan bahwa Tritunggal �bukanlah… secara langsung firman dari Allah.� -New Catholic Encyclopedia.
The Catholic Encyclopedia juga mengomentari: �Dalam Alkitab belum terdapat satu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga Pribadi Ilahi tersebut secara bersama. Kata triaz [tri�as] (asal kata dari trinitas bahasa Latin) mula-mula ditemukan dalam [tulisan] Teofilus dari Antiokhia kira-kira tahun 180 M…. Tidak lama kemudian itu muncul dalam bentuk Latinnya trinitas dalam [tulisan] Tertullian.�
Namun, hal ini sendiri tidak membuktikan bahwa Tertullian mengajarkan Tritunggal. Karya tulis Katolik Trinitas – A Theological Encyclopedia of the Holy Trinity misalnya, menyatakan bahwa beberapa dari kata-kata Tertullian belakangan digunakan oleh orang-orang lain untuk menjelaskan Tritunggal. Kemudian ia memperingatkan: �Tetapi kesimpulan yang tergesa-gesa tidak dapat diambil hanya berdasarkan pemakaian, karena ia tidak menerapkan kata-kata tersebut untuk teologi Tritunggal.�
Bukti dari Kitab-Kitab Ibrani
MESKIPUN kata �Tritunggal� tidak dapat ditemukan dalam Alkitab, apakah setidak-tidaknya gagasan tentang Tritunggal dengan jelas diajarkan di dalamnya? Sebagai contoh, apa yang ditunjukkan oleh Kitab-Kitab Ibrani (�Perjanjian Lama�)?
The Encyclopedia of Religion mengakui: �Para teolog dewasa ini setuju bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat doktrin tentang Tritunggal.� Dan New Catholic Encyclopedia juga mengatakan:
�Doktrin Tritunggal Kudus tidak diajarkan dalam P[erjanjian] L[ama].�
Demikian pula, dalam bukunya The Triune God, imam Yesuit Edmund Fortman mengakui: �Perjanjian Lama… tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan Roh Kudus… Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam Keilahian… Bahkan mencari di dalam [�Perjanjian Lama�] kesan-kesan atau gambaran di muka atau �tanda-tanda terselubung� mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci.�-Cetak miring red.
Penyelidikan dalam Kitab-Kitab Ibrani itu sendiri akan membuktikan komentar-komentar ini. Jadi, tidak ada ajaran yang jelas mengenai Tritunggal dalam 39 buku pertama dari Alkitab yang membentuk kanon yang asli dari Kitab-Kitab Ibrani yang terilham.
Bukti dari Kitab-Kitab Yunani
MAKA, apakah Kitab-Kitab Yunani Kristen (�Perjanjian Baru�) dengan jelas berbicara tentang suatu Tritunggal?
The Encydopedia of Religion mengatakan: �Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal.�
Imam Yesuit Fortman mengatakan: �Para penulis Perjanjian Baru… tidak memberi kita doktrin Tritunggal yang resmi atau dirumuskan, juga tidak ajaran yang jelas bahwa dalam satu Allah terdapat tiga pribadi ilahi yang setara… Di mana pun kita tidak menemukan doktrin tritunggal dari tiga subyek kehidupan dan kegiatan ilahi yang berbeda dalam Keilahian yang sama.�
The New Encyclopaedia Britannica menyatakan: �Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.�
Bernhard Lohse mengatakan dalam A Short History of Christian Doctrine: �Sejauh itu menyangkut Perjanjian Baru, seseorang tidak menemukan di dalamnya doktrin Tritunggal yang aktual.�
The New International Dictionary of New Testament Theology juga mengatakan: �P[erjanjian] B[aru] tidak memuat doktrin Tritunggal yang diperkembangkan. �Alkitab tidak memuat deklarasi yang terus terang bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah dari zat yang sama� [kata teolog Protestan Karl Barth].�
Profesor E. Washburn Hopkins dari Universitas Yale meneguhkan: �Bagi Yesus dan Paulus doktrin tritunggal jelas tidak dikenal;… mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai itu.�-Origin and Evolution of Religion.
Sejarawan Arthur Weigall menyatakan: �Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan perwujudan demikian, dan di manapun dalam Perjanjian Baru tidak terdapat kata �Tritunggal.� Gagasannya baru diterima oleh Gereja tiga ratus tahun setelah kematian Tuhan kita.�-The Paganism in Our Christianity.
Jadi, ke-39 buku dari Kitab-Kitab Ibrani ataupun kanon dari ke-27 buku yang terilham dari Kitab-Kitab Yunani Kristen tidak ada yang memuat ajaran yang jelas mengenai Tritunggal.
Apakah Diajarkan oleh Orang-Orang Kristen yang Mula-Mula?
APAKAH orang-orang Kristen yang mula-mula mengajarkan Tritunggal? Perhatikan komentar-komentar berikut dari para sejarawan dan teolog:
�Kekristenan yang mula-mula tidak mempunyai doktrin Tritunggal seperti yang setelah itu dirinci dalam kredo-kredo.�-The New International Dictionary of New Testament Theology.
�Namun orang-orang Kristen yang pertama pada awal mula tidak pernah mempunyai pikiran untuk menerapkan gagasan [Tritunggal] kepada kepercayaan mereka sendiri. Mereka memberikan pengabdian mereka kepada Allah Bapa dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah, dan mereka mengakui… Roh Kudus; tetapi tidak ada buah pikiran bahwa ketiga pribadi ini adalah suatu Tritunggal, setara dan dipersatukan dalam Satu.�-The Paganism in Our Christianity.
�Pada mulanya kepercayaan Kristen bukan kepada Allah Tiga Serangkai… Halnya tidak demikian pada zaman rasul-rasul atau sebelumnya, seperti diperlihatkan dalam P[erjanjian] B[aru] dan tulisan-tulisan Kristen yang awal lainnya.�
Encyclopedia of Religion and Ethics.
�Perumusan �satu Allah dalam tiga Pribadi� tidak ditetapkan dengan tegas, dan pasti belum dilebur sepenuhnya ke dalam kehidupan Kristen dan pengakuan imannya, sebelum akhir abad ke-4… Di antara Bapa-Bapa Rasuli, tidak pernah bahkan sedikit pun ada yang mendekati sikap atau pandangan seperti itu.� – New Catholic Encyclopedia.
Apa yang Diajarkan oleh Bapa-Bapa Pra-Nicea
BAPA-BAPA pra-Nicea diakui sebagai guru-guru agama yang terkemuka pada abad-abad permulaan setelah kelahiran Kristus. Apa yang mereka ajarkan patut diperhatikan.
Justin Martyr, yang meninggal kira-kira tahun 165 M., menyebut pramanusia Yesus sebagai malaikat yang diciptakan yang �tidak sama dengan Allah yang menciptakan segala perkara.� Ia mengatakan bahwa Yesus lebih rendah daripada Allah dan �tidak pernah melakukan sesuatu kecuali yang Pencipta… ingin ia lakukan dan katakan.�
Irenaeus, yang meninggal kira-kira tahun 200 M., mengatakan bahwa pramanusia Yesus keberadaannya terpisah dari Allah dan lebih rendah daripada Dia. Ia memperlihatkan bahwa Yesus tidak setara dengan �Allah yang benar dan satu-satunya,� yang �lebih tinggi di atas segala-galanya, dan selain Dia tidak ada yang lain.�
Clement dari Aleksandria, yang meninggal kira-kira tahun 215
M, menyebut Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia sebagai �suatu ciptaan� tetapi menyebut Allah sebagai �yang tidak diciptakan dan tidak dapat binasa dan satu-satunya Allah yang benar.� Ia mengatakan bahwa sang Anak �adalah nomor dua setelah satu-satunya Bapa yang mahakuasa� tetapi tidak setara dengan Dia.
Tertullian, yang meninggal kira-kira tahun 230 M., mengajarkan keunggulan Allah. Ia berkata: �Sang Bapa berbeda dari Anak (yang lain), karena Ia lebih besar; sebagaimana yang memperanakkan berbeda dari yang diperanakkan, ia yang mengutus berbeda dari dia yang diutus.� Ia juga berkata:
�Ada masanya ketika sang Anak tidak ada… Sebelum semua perkara ada, Allah berada sendirian.�
Hippolytus, yang meninggal kira-kira tahun 235 M., mengatakan bahwa Allah adalah �Allah yang esa, Pribadi yang pertama dan satu-satunya, Khalik dan Tuhan dari semua,� �tidak ada yang [memiliki umur yang sama] dengan Dia… Tetapi Ia adalah Esa, berada sendirian; yang, karena menghendakinya, membuat ada apa yang dulunya tidak ada,� seperti misalnya pramanusia Yesus yang diciptakan.
Origen, yang meninggal kira-kira tahun 250 M., mengatakan bahwa �sang Bapa dan Anak adalah dua hakekat… dua hal sehubungan dengan pokok dasar mereka,� dan bahwa �dibandingkan dengan Bapa, [Anak] adalah terang yang sangat kecil.�
Meringkaskan bukti sejarah, Alvan Lamson mengatakan dalam The Church of the First Three Centuries: �Doktrin Tritunggal yang modern dan populer… tidak mendapat dukungan dari bahasa Justin [Martyr]: dan pernyataan ini dapat diperluas sehingga berlaku juga untuk semua Bapa pra-Nicea; yaitu, untuk semua penulis Kristen selama tiga abad setelah kelahiran Kristus. Memang, mereka berbicara mengenai sang Bapa, Anak dan… Roh kudus, tetapi tidak sebagai [pribadi-pribadi] yang setara, tidak berjumlah satu zat, tidak sebagai Tiga dalam Satu, dalam arti apapun yang sekarang diterima oleh para penganut Tritunggal. Justru sebaliknyalah yang merupakan fakta.�
Jadi, bukti dari Alkitab dan dari sejarah membuat jelas bahwa Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya.
BAGAIMANA DOKTRIN TRITUNGGAL BERKEMBANG?
SAMPAI di sini saudara mungkin bertanya: �Jika Tritunggal bukan ajaran Alkitab, bagaimana itu menjadi doktrin Susunan Kristen?� Banyak orang berpikir bahwa ini dirumuskan pada Konsili di Nicea pada tahun 325 M.
Tetapi, hal itu tidak sepenuhnya tepat. Konsili Nicea memang meneguhkan bahwa Kristus adalah dari zat yang sama seperti Allah, dan hal ini menjadi fondasi untuk teologi Tritunggal di kemudian hari. Tetapi konsili ini tidak menyusun Tritunggal, karena dalam konsili itu sama sekali tidak
disebutkan mengenai roh kudus sebagai pribadi ketiga dari
suatu Keilahian tiga serangkai.
Peranan Konstantin di Nicea
SELAMA bertahun-tahun, ada banyak tentangan atas dasar Alkitab terhadap gagasan yang makin berkembang bahwa Yesus adalah Allah. Dalam upaya untuk mengakhiri pertikaian itu, penguasa Roma Konstantin memanggil semua uskup ke Nicea. Yang hadir kira-kira 300, sebagian kecil dari jumlah keseluruhan.
Konstantin bukan seorang Kristen. Menurut dugaan, ia belakangan ditobatkan, tetapi baru dibaptis pada waktu sedang terbaring sekarat. Mengenai dirinya, Henry Chadwick mengatakan dalam The Early Church: �Konstantin, seperti bapanya, menyembah Matahari Yang Tidak Tertaklukkan;… pertobatannya hendaknya tidak ditafsirkan sebagai pengalaman kerelaan yang datang dari batin… Ini adalah masalah militer. Pengertiannya mengenai doktrin Kristen tidak pernah jelas sekali, tetapi ia yakin bahwa kemenangan dalam pertempuran bergantung pada karunia dari Allah orang-orang Kristen.�
Peranan apa yang dimainkan oleh kaisar yang tidak dibaptis ini di Konsili Nicea? Encyclopaedia Britannica menceritakan:
�Konstantin sendiri menjadi ketua, dengan aktif memimpin pertemuan dan secara pribadi mengusulkan… rumusan penting yang menyatakan hubungan Kristus dengan Allah dalam kredo yang dikeluarkan oleh konsili tersebut, �dari satu zat dengan Bapa�… Karena sangat segan terhadap kaisar, para uskup, kecuali dua orang saja, menandatangani kredo itu, kebanyakan dari mereka dengan sangat berat hati.�
Karena itu, peran Konstantin penting sekali. Setelah dua bulan debat agama yang sengit, politikus kafir ini campur tangan dan mengambil keputusan demi keuntungan mereka yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah. Tetapi mengapa? Pasti bukan karena keyakinan apapun dari Alkitab. �Konstantin pada dasarnya tidak mengerti apa-apa tentang pertanyaan pertanyaan yang diajukan dalam teologi Yunani,� kata A Short History of Christian Doctrine. Yang ia tahu adalah bahwa perpecahan agama merupakan ancaman bagi kekaisarannya, dan ia ingin memperkuat wilayah kekuasaannya.
Namun, tidak seorang uskup pun di Nicea mengusulkan suatu Tritunggal. Mereka hanya memutuskan sifat dari Yesus tetapi bukan peranan roh kudus. Jika suatu Tritunggal merupakan kebenaran Alkitab yang jelas, tidakkah mereka seharusnya mengusulkannya pada waktu itu?
Perkembangan Selanjutnya
SETELAH Konsili Nicea, perdebatan mengenai pokok ini terus berlangsung selama puluhan tahun. Mereka yang percaya bahwa Yesus tidak setara dengan Allah bahkan mendapat angin lagi untuk beberapa waktu. Namun belakangan, Kaisar Theodosius mengambil keputusan menentang mereka. Ia meneguhkan kredo dari Konsili Nicea sebagai standar untuk daerahnya dan mengadakan Konsili Konstantinopel pada tahun 381 M. untuk menjelaskan rumus tersebut.
Konsili tersebut menyetujui untuk menaruh roh kudus pada tingkat yang sama dengan Allah dan Kristus. Untuk pertama kali, Tritunggal Susunan Kristen mulai terbentuk dengan jelas.
Tetapi, bahkan setelah Konsili Konstantinopel, Tritunggal tidak menjadi kredo yang diterima secara luas. Banyak orang menentangnya dan karena itu mengalami penindasan yang kejam.
Baru pada abad-abad belakangan Tritunggal dirumuskan dalam
kredo-kredo yang tetap. The Encyclopedia Americana
mengatakan: �Perkembangan penuh dari ajaran Tritunggal
terjadi di Barat, pada pengajaran dari Abad Pertengahan, ketika suatu penjelasan dari segi filsafat dan psikologi disetujui.�
Kredo Athanasia
TRITUNGGAL didefinisikan lebih lengkap dalam Kredo Athanasia. Athanasius adalah seorang pendeta yang mendukung Konstantin di Nicea. Kredo yang memakai namanya berbunyi:
�Kami menyembah satu Allah dalam Tritunggal… sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah; namun mereka bukan tiga allah, tetapi satu Allah.�
Tetapi, para sarjana yang mengetahui benar masalahnya setuju bahwa Athanasius tidak menyusun kredo ini. The New Encyclopasdia Britannica mengomentari: �Kredo itu baru dikenal oleh Gereja Timur pada abad ke-12. Sejak abad ke-17, para sarjana pada umumnya setuju bahwa Kredo Athanasia tidak ditulis oleh Athanasius (meninggal tahun 373) tetapi mungkin disusun di Perancis Selatan pada abad ke-5… Pengaruh kredo itu tampaknya terutama ada di Perancis Selatan dan Spanyol pada abad ke-6 dan ke-7. Ini digunakan dalam liturgi gereja di Jerman pada abad ke-9 dan kira-kira tidak lama setelah itu di Roma.�
Jadi dibutuhkan waktu berabad-abad sejak zaman Kristus bagi Tritunggal untuk dapat diterima secara luas dalam Susunan Kristen. Dan dalam semua hal tersebut, apa yang membimbing keputusan-keputusannya? Apakah Firman Allah, atau apakah pertimbangan para pendeta dan politik? Dalam Origin and Evolution of Religion, E. W. Hopkins menjawab: �Definisi ortodoks yang terakhir dari tritunggal sebagian besar adalah masalah politik gereja.�
Kemurtadan Dinubuatkan
SEJARAH yang tidak baik dari Tritunggal ini cocok dengan apa yang Yesus dan rasul-rasulnya nubuatkan akan terjadi setelah zaman mereka. Mereka mengatakan bahwa akan ada kemurtadan, penyelewengan, penyimpangan dari ibadat sejati sampai kembalinya Kristus, yaitu saat ibadat sejati akan dipulihkan sebelum hari manakala Allah membinasakan sistem perkara-perkara ini tiba.
Mengenai �Hari� itu, rasul Paulus mengatakan: �Sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka. � (2 Tesalonika 2: 3, 7) Belakangan, ia menubuatkan: �Sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.� (Kisah 20:29, 30) Murid-murid Yesus yang lain juga menulis mengenai kemurtadan ini dengan golongan pendetanya yang �durhaka.�-Lihat, misalnya, 2 Petrus 2: 1; 1 Yohanes 4:1-3; Yudas 3, 4.
Paulus juga menulis: �Akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.� -2 Timotius 4:3, 4.
Yesus sendiri menjelaskan siapa yang ada di balik kemurtadan dari ibadat sejati. Ia mengatakan bahwa ia telah menabur benih yang baik tetapi musuhnya, Setan, akan menabur lalang di ladang. Maka ketika muncul tunas pertama dari gandum, muncul juga lalang. Jadi, penyimpangan dari Kekristenan sejati harus diharapkan terjadi sampai tiba musim menuai, pada waktu Kristus akan membereskan perkara-perkara. (Matius 13:24-43) The Encyclopedia Americana mengomentari: �Ajaran Tritunggal dari abad ke-4 tidak dengan saksama mencerminkan ajaran Kristen yang mula-mula mengenai sifat Allah; sebaliknya, ini adalah penyimpangan dari ajaran tersebut.�
Maka, dari mana asalnya penyimpangan ini?-1 Timotius 1: 6
Apa yang Mempengaruhi Hal Itu
DI SELURUH dunia zaman purba, di Babel dulu, jibadat kepada dewa-dewa kafir yang dikelompokkan dalam tiga serangkai, sangat umum. Pengaruh itu juga umum di Mesir, Yunani, dan Roma pada abad-abad sebelum, selama, dan setelah Kristus. Dan setelah rasul-rasul meninggal, kepercayaan kafir tersebut menyusup ke dalam Kekristenan.
Sejarawan Will Durant mengatakan: �Kekristenan tidak memusnahkan kekafiran; ia menerimanya… Dari Mesir datang gagasan mengenai trinitas ilahi.� Dan dalam buku Egyptian Religion, Siegfried Morenz berkata: �Tritunggal merupakan hal yang terutama menyita perhatian para teolog Mesir… Tiga allah digabung dan diperlakukan seperti satu pribadi tunggal, disapa dalam bentuk tunggal. Dengan cara ini kekuatan rohani dari agama Mesir memperlihatkan hubungan yang langsung dengan teologi Kristen.�
Jadi, di Aleksandria, Mesir, tokoh-tokoh gereja dari akhir abad ketiga dan permulaan abad keempat, seperti Athanasius, memperlihatkan pengaruh ini pada waktu mereka merumuskan ide-ide yang mengarah kepada Tritunggal. Pengaruh mereka sendiri meluas, sehingga Morenz menganggap �teologi Aleksandria sebagai penghubung antara warisan agama Mesir dan Kekristenan.�
Dalam kata pengantar buku History of Christianity dari Edward Gibbon, kita membaca: �Jika Kekafiran ditaklukkan oleh Kekristenan, halnya juga benar bahwa Kekristenan telah dirongrong oleh Kekafiran. Keilahian yang murni dari orang-orang Kristen yang mula-mula… diubah, oleh Gereja Roma, menjadi dogma trinitas yang tidak dapat dimengerti. Banyak dari kepercayaan kafir, yang diciptakan oleh orang-orang Mesir dan diidealkan oleh Plato, dipertahankan sebagai sesuatu yang patut dipercayai.�
A Dictionary of Religious Knowledge menyatakan bahwa Tritunggal �adalah suatu penyelewengan yang dipinjam dari agama-agama kafir, dan dicangkokkan ke dalam iman Kristen.� Dan The Paganism in Our Christianity berkata: �Asal usul [Tritunggal] seluruhnya kafir.�
Itu sebabnya, dalam Encyclopedia of Religion and Ethics, James Hastings menulis: �Dalam agama di India, misalnya, kita temukan kelompok tiga serangkai Brahma, Syiwa, dan Wisnu; dan dalam agama Mesir kelompok tiga serangkai Osiris, Isis, dan Horus… Bukan hanya dalam agama-agama dalam sejarah, kita temukan Allah dianggap sebagai suatu Tritunggal. Kita khususnya dapat mengingat pandangan Neo-Platonik mengenai Realitas yang Paling Tinggi,� yang �diwakili secara tiga serangkai.� Apa hubungan antara filsuf Yunani Plato dengan Tritunggal?
Platonisme
PLATO, menurut perkiraan, hidup dari tahun 428 sampai 347 sebelum Kristus. Meskipun ia tidak mengajarkan Tritunggal dalam bentuknya yang sekarang, filsafatnya membuka jalan untuk itu. Belakangan, gerakan filsafat yang mencakup kepercayaan kepada kelompok-kelompok tiga serangkai bermunculan, dan semua ini dipengaruhi oleh gagasan Plato mengenai Allah dan alam.
Nouveau Dictionnaire Universel (Kamus Universal Baru) bahasa Perancis mengatakan mengenai pengaruh dari Plato:
�Tritunggal menurut Plato, yang sebenarnya hanyalah penyusunan kembali dari tritunggal-tritunggal yang lebih tua dan berasal dari orang-orang zaman dulu, tampaknya merupakan tritunggal yang rasional dan filosofis dari sifat-sifat yang melahirkan ketiga hypostase (zat) atau pribadi ilahi yang diajarkan oleh gerejagereja Kristen… Konsep filsuf Yunani mengenai trinitas ilahi ini… dapat ditemukan dalam semua agama [kafir] kuno.�
The New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge memperlihatkan pengaruh dari filsafat Yunani ini: �Doktrin mengenai Logos dan Tritunggal menerima bentuknya dari Bapa-Bapa Yunani, yang… sangat dipengaruhi, secara langsung atau tidak langsung, oleh filsafat Plato… Bahwa kesalahan dan kerusakan menyusup ke dalam Gereja dari sumber ini tidak dapat disangkal.�
The Church of the First Three Centuries mengatakan: �Doktrin Tritunggal dibentuk secara bertahap dan baru belakangan terhitung;… ia berasal dari sumber yang sama sekali tidak dikenal dalam Kitab-Kitab Suci Yahudi maupun Kristen;… ia tumbuh, dan dicangkokkan ke dalam Kekristenan, melalui tangan Bapa-Bapa pengikut Plato.�
Menjelang akhir abad ketiga M., �Kekristenan� dan filsafat Plato yang baru, berpadu secara tidak terpisahkan. Sebagaimana dinyatakan Adolf Harnack dalam Outlines of the History of Dogma, doktrin gereja kemudian �berakar dengan kuat di tanah Hellenisme [paham Yunani kafir]. Dengan demikian ini menjadi suatu misteri bagi bagian terbesar dari orang-orang Kristen.�
Gereja mengaku bahwa doktrin-doktrin barunya didasarkan atas Alkitab. Namun Harnack mengatakan: �Dalam kenyataan di kalangannya sendiri [gereja] mengesahkan spekulasi Hellenik, pandangan dan kebiasaan takhyul dari ibadat kafir yang bersifat misteri.�
Dalam buku A Statement of Reasons, Andrews Norton menyatakan tentang Tritunggal: �Kita dapat menelusuri sejarah doktrin ini dan menemukan sumbernya, bukan dalam wahyu Kristen, melainkan dalam filsafat Plato… Tritunggal bukan doktrin dari Kristus dan Rasul-Rasulnya, melainkan suatu fiksi dari sekolah para pengikut Plato.�
Jadi, pada abad keempat M., kemurtadan yang dinubuatkan oleh Yesus dan para rasul mulai berkembang penuh. Perkembangan dari Tritunggal hanya satu bukti dari ini. Gereja-gereja yang murtad juga mulai menganut gagasan kafir lain, seperti api neraka, kekekalan jiwa, dan penyembahan berhala. Secara rohani, Susunan Kristen telah memasuki abad-abad kegelapannya yang telah dinubuatkan, dikuasai oleh golongan pendeta �manusia durhaka� yang terus bertambah besar.-2 Tesalonika 2:3, 7.
Mengapa Nabi-Nabi Allah Tidak Mengajarkannya?
MENGAPA, selama ribuan tahun, tidak seorang pun dari nabi-nabi Allah mengajarkan umat-Nya mengenai Tritunggal?
Pada kesempatan terakhir, tidakkah Yesus akan menggunakan kecakapannya sebagai Guru Agung untuk menjelaskan Tritunggal kepada para pengikutnya? Apakah Allah akan mengilhami ratusan halaman dari Alkitab namun tidak menggunakan pengajaran ini untuk mengajarkan Tritunggal jika hal itu memang �doktrin utama� dari iman?
Apakah orang-orang Kristen harus percaya bahwa berabad-abad setelah Kristus dan setelah mengilhami penulisan Alkitab, Allah akan mendukung perumusan suatu doktrin yang tidak dikenal oleh hamba-hamba-Nya selama ribuan tahun, doktrin yang merupakan �misteri yang tidak dapat dimengerti� �di luar jangkauan akal manusia,� doktrin yang diakui mempunyai latar belakang kafir dan �sebagian besar adalah masalah politik gereja?�
Bukti dari sejarah sudah jelas: Ajaran Tritunggal adalah penyimpangan dari kebenaran, kemurtadan darinya.
APA YANG ALKITAB KATAKAN MENGENAI ALLAH DAN YESUS?
JIKA orang membaca Alkitab dari depan sampai belakang tanpa memiliki gagasan sebelumnya mengenai Tritunggal, apakah mereka dengan sendirinya akan sampai pada konsep tersebut? Sama sekali tidak.
Apa yang dengan sangat jelas akan timbul dalam pikiran seorang pembaca yang netral ialah bahwa Allah saja Yang Mahatinggi, sang Pencipta, terpisah dan berbeda dari pribadi manapun, dan bahwa Yesus, bahkan dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia, juga terpisah dan berbeda, suatu makhluk yang diciptakan, lebih rendah daripada Allah.
Allah Itu Satu, Bukan Tiga
AJARAN Alkitab bahwa Allah itu esa atau satu disebut monoteisme. Dan L. L. Paine, profesor sejarah gereja, menyatakan bahwa monoteisme dalam bentuknya yang paling murni tidak mengizinkan adanya Tritunggal: �Perjanjian Lama secara tegas adalah monoteistis. Allah adalah suatu pribadi tunggal. Gagasan bahwa suatu tritunggal dapat ditemukan di dalamnya… sama sekali tidak berdasar.�
Apakah ada perubahan dari monoteisme setelah Yesus datang ke bumi? Paine menjawab: �Mengenai hal ini tidak ada pemisah antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tradisi monoteistis terus dilanjutkan. Yesus adalah seorang Yahudi, dilatih oleh orang-tua Yahudi dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Ajarannya sepenuhnya Yahudi: memang suatu injil baru, namun bukan suatu teologi baru… Dan ia menerima sebagai kepercayaannya sendiri ayat agung dari monoteisme Yahudi:
�Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah satu Allah��
Kata-kata tersebut terdapat dalam Ulangan 6:4. New Jerusalem Bible (NJB) Katolik berbunyi: �Dengarlah, Israel: Yahweh Allah kita adalah esa, satu-satunya Yahweh.�[1] Dalam tata bahasa dari ayat itu. kata �esa� tidak mengandung sifat jamak untuk menyatakan bahwa kata itu mempunyai arti yang lain, yaitu bukan satu pribadi.
Catatan kaki:
[1] Nama Allah dinyatakan �Yahweh� dalam beberapa terjemahan, �Jehovah� dalam terjemahan-terjemahan lain (dalam bahasa Inggris).
Rasul Kristen Paulus tidak menunjukkan adanya perubahan dalam sifat Allah, bahkan setelah Yesus datang ke bumi. Ia menulis: �Allah adalah satu.� -Galatia 3: 20, lihat juga 1 Korintus 8:4-6.
Ribuan kali dalam seluruh Alkitab, Allah disebutkan sebagai satu Pribadi. Bila Ia berfirman, ini adalah sebagai satu Pribadi yang tidak terbagi. Alkitab benar-benar sangat jelas dalam hal ini. Seperti Allah katakan: �Aku ini [Yehuwa], itulah namaKu; Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain. � (Yesaya 42 :8) �Akulah Yahweh Allahmu… Engkau tidak boleh memiliki allah-allah lain kecuali aku.� (Cetak miring red.)-Keluaran 20: 2, 3, JB.
Untuk apa semua penulis Alkitab yang diilhami Allah akan berbicara mengenai Allah sebagai satu Pribadi jika Ia sebenarnya adalah tiga Pribadi? Apa gunanya hal itu, selain dari menyesatkan orang? Tentu, jika Allah terdiri dari tiga Pribadi, la akan menyuruh para penulis Alkitab-Nya untuk membuat hal itu benar-benar jelas sehingga tidak mungkin ada keraguan mengenai hal itu. Sedikitnya para penulis Kitab-Kitab Yunani Kristen yang mempunyai hubungan pribadi dengan Anak Allah sendiri tentu akan berbuat demikian. Ternyata tidak.
Sebaliknya, apa yang dinyatakan dengan sangat jelas oleh para penulis Alkitab ialah bahwa Allah adalah satu Pribadi;
Pribadi yang unik, tidak terbagi-bagi yang tidak setara dengan siapapun juga: �Akulah [Yehuwa] dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. � (Yesaya 45:5) �Engkau sajalah yang bernama [Yehuwa], Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.�-Mazmur 83 :19.
Bukan Allah yang Jamak
YESUS menyebut Allah �satu-satunya Allah yang benar.� (Yohanes 17:3) Ia tidak pernah menyebut Allah sebagai ilahi yang terdiri dari pribadi-pribadi jamak. Itulah sebabnya dalam Alkitab tidak ada satu pribadi pun selain Yehuwa yang disebut Yang Mahakuasa. Jika tidak, arti kata �mahakuasa� tidak berlaku lagi. Yesus maupun roh kudus tidak pernah disebut demikian, karena hanya Yehuwa yang paling tinggi. Dalam Kejadian 17:1 Ia berkata: �Akulah Allah Yang Mahakuasa.� Dan Keluaran 18:11 berbunyi: �[Yehuwa] lebih besar dari segala allah.�
Dalam Kitab-Kitab Ibrani, kata �eloh�ah (allah) mempunyai dua bentuk jamak, yaitu, �elo-him� (allah-allah) dan �elo-heh� (allah-allah dari). Bentuk-bentuk jamak ini umumnya memaksudkan Yehuwa, dan dalam hal itu kata-kata tersebut diterjemahkan dalam bentuk tunggal sebagai �Allah.� Apakah bentuk-bentuk jamak tersebut menyatakan suatu Tritunggal? Tidak. Dalam A Dictionary of the Bible, William Smith berkata: �Gagasan khayalan bahwa [�elo-him�] memaksudkan tritunggal dari pribadi-pribadi dalam Keilahian, sekarang hampir tidak mempunyai pendukung lagi di kalangan para sarjana. Hal itu adalah apa yang disebut para ahli tata bahasa bentuk jamak dari keagungan, atau itu menyatakan kepenuhan dari kekuatan ilahi. Kuasa keseluruhan yang diperlihatkan oleh Allah.�
The American Journal of Semitic Languages and Literatures mengatakan tentang �elo-him.� �Ini hampir selalu dijelaskan dengan suatu predikat kata kerja tunggal, dan membutuhkan atribut kata sifat tunggal.� Untuk menggambarkan ini, gelar �elo-him� muncul 35 kali secara tersendiri dalam kisah penciptaan, dan setiap kali kata kerja yang menggambarkan apa yang Allah katakan dan lakukan adalah dalam bentuk tunggal. (Kejadian 1:1-2:4) Jadi, publikasi itu menyimpulkan: �[�Elo-him�] agaknya harus dijelaskan sebagai bentuk jamak yang bersifat intensif, yang menyatakan kebesaran dan keagungan.�
�Elo-him� bukan berarti �pribadi-pribadi,� melainkan �allah-allah.� Jadi mereka yang berkukuh bahwa kata ini menyatakan suatu Tritunggal menjadikan diri sendiri politeis, penyembah lebih dari satu Allah. Mengapa? Karena ini berarti ada tiga allah dalam Tritunggal. Namun hampir semua pendukung Tritunggal menolak pandangan bahwa Tritunggal terdiri dari tiga allah yang terpisah.
Alkitab juga menggunakan kata-kata �elo-him� dan �elo-heh� bila menyebutkan sejumlah allah-allah berhala yang palsu.
(Keluaran 12:12; 20:23). Namun pada kesempatan lain hal itu bisa memaksudkan hanya satu allah palsu, seperti ketika orang-orang Filistin menyebutkan �Dagon, allah mereka [�elo-heh�].� (Hakim 16:23, 24) Baal disebut �allah
[�elo-him]� (1 Raja 18:27) Selain itu, ungkapan ini digunakan untuk manusia. (Mazmur 82:1, 6) Musa diberi tahu bahwa dia akan menjadi �Allah [�elo-him�]� bagi Harun dan bagi Firaun.-Keluaran 4:16; 7:1.
Jelas, menggunakan gelar-gelar �elo-him� dan �elo-heh �untuk allah-allah palsu, dan bahkan manusia, tidak menyatakan bahwa masing-masing adalah allah-allah yang jamak; demikian juga menerapkan �elo-him� atau �elo-heh� pada Yehuwa tidak berarti bahwa Ia lebih dari satu Pribadi, terutama bila kita mempertimbangkan bukti dari ayat-ayat lain dalam Alkitab mengenai pokok ini.
Yesus Ciptaan yang Terpisah
KETIKA berada di atas bumi, Yesus adalah seorang manusia, meskipun manusia yang sempurna karena Allah telah memindahkan daya kehidupan dari Yesus ke dalam rahim Maria. (Matius 1: 18-25) Namun itu bukan awal kehidupannya. Ia sendiri menyatakan bahwa ia �telah turun dari sorga.� (Yohanes 3:13) Jadi wajarlah bila ia belakangan berkata kepada para pengikutnya: �Bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia [Yesus] naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?�-Yohanes 6:62.
Jadi. Yesus sudah hidup di surga sebelum datang ke bumi. Tetapi apakah sebagai salah satu pribadi dalam Keilahian tiga serangkai yang mahakuasa dan kekal? Tidak, karena Alkitab dengan jelas menerangkan bahwa sebelum menjadi manusia, Yesus adalah suatu makhluk roh yang diciptakan sama seperti malaikat-malaikat adalah makhluk-makhluk roh yang diciptakan oleh Allah. Para malaikat maupun Yesus tidak hidup sebelum mereka diciptakan.
Yesus, sebelum hidup sebagai manusia, adalah �yang sulung dari segala yang diciptakan.� (Kolose 1:15) Ia adalah �permulaan dari ciptaan Allah.� (Wahyu 3:14) �Permulaan� [bahasa Yunani, ar-khe�] tidak dapat ditafsirkan bahwa Yesus adalah �pemula� dari ciptaan Allah. Dalam tulisan-tulisannya di Alkitab, Yohanes menggunakan berbagai bentuk dari kata Yunani ar-khe� lebih dari 20 kali, dan ini selalu mempunyai arti umum �permulaan.� Ya, Yesus diciptakan oleh Allah sebagai permulaan dari ciptaan-ciptaan Allah yang tidak kelihatan.
Perhatikan betapa erat hubungan antara acuan-acuan kepada asal usul Yesus dengan pernyataan-pernyataan yang diungkapkan oleh �hikmat� kiasan dalam buku Amsal di Alkitab: �TUHAN [Yahweh, NJB] telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaanNya, sebagai perbuatanNya yang pertama-tama dahulu kala. Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama [�unsur-unsur pertama dari dunia,� NJB].� (Amsal 8: 12, 22, 25, 26)
Meskipun istilah �hikmat� digunakan untuk mempersonifikasi pribadi yang Allah ciptakan, kebanyakan sarjana setuju bahwa ini sebenarnya adalah kata kiasan untuk Yesus sebagai makhluk roh sebelum hidup sebagai manusia.
Sebagai �hikmat� sebelum menjadi manusia, Yesus selanjutnya berkata bahwa ia berada �di sampingNya [Allah], seorang pekerja ahli.� (Amsal 8: 30. JB) Selaras dengan peranan sebagai pekerja ahli ini, Kolose 1:16 (BIS) mengatakan tentang Yesus bahwa �melalui dialah Allah menciptakan segala sesuatu di surga dan di atas bumi.�
Jadi melalui pekerja ahli inilah, seolah-olah mitra kerja-Nya yang lebih muda, Allah Yang Mahakuasa menciptakan semua perkara lain. Alkitab meringkaskan masalahnya sebagai berikut: �Bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu… dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang melalui dia, segala sesuatu telah dijadikan.� (Cetak miring red.)-1 Korintus 8:6, Revised Standard Version, edisi Katolik; BIS.
Tiada sangsi lagi bahwa kepada pekerja ahli inilah Allah berkata: �Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.� (Kejadian 1: 26) Ada yang mengatakan bahwa �Kita� dalam pernyataan ini menunjukkan suatu Tritunggal. Namun jika anda mengatakan, �Baiklah kita membuat sesuatu untuk diri kita,� tidak seorang pun akan secara wajar memahami bahwa ini menyatakan beberapa orang digabungkan menjadi satu di dalam diri anda. Anda hanya memaksudkan bahwa dua pribadi atau lebih akan bersama-sama mengerjakan sesuatu. Maka, demikian pula, ketika Allah menggunakan �Kita,� Ia hanya menyapa suatu pribadi lain, makhluk roh-Nya yang pertama, sang pekerja ahli, pramanusia Yesus.
Dapatkah Allah Dicobai?
DALAM Matius 4:1, Yesus dikatakan �dicobai Iblis.� Setelah menunjukkan kepada Yesus semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,� Setan berkata: �Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku.� (Matius 4:8, 9) Setan berupaya untuk membuat Yesus tidak loyal kepada Allah.
Tetapi ujian keloyalan macam apakah itu jika Yesus adalah Allah? Dapatkah Allah memberontak melawan diri-Nya sendiri? Tidak, tetapi malaikat-malaikat dan manusia dapat memberontak melawan Allah dan telah berbuat demikian. Cobaan atas Yesus hanya masuk akal jika ia, bukan Allah, melainkan suatu pribadi yang terpisah yang mempunyai kehendak bebasnya sendiri, pribadi yang bisa saja tidak loyal jika ia memutuskan demikian, seperti halnya malaikat atau manusia.
Sebaliknya, kita tidak dapat membayangkan bahwa Allah dapat berdosa dan tidak loyal kepada diri-Nya sendiri. �PekerjaanNya sempurna… Allah yang setia,… adil dan benar Dia.� (Ulangan 32:4) Jadi jika Yesus adalah Allah, ia tidak mungkin dicobai.-Yakobus 1:13.
Karena bukan Allah, Yesus bisa saja tidak loyal. Namun ia tetap setia, dengan mengatakan: �Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan [Yehuwa, NW], Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!�-Matius 4:10.
Berapa Besar Harga Tebusan Itu?
SALAH satu alasan utama Yesus datang ke bumi juga mempunyai hubungan langsung dengan Tritunggal. Alkitab menyatakan:
�Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diriNya sebagai tebusan [yang sesuai, NW] bagi semua manusia.�-1 Timotius 2: 5,6.
Yesus, yang tidak lebih dan tidak kurang daripada seorang manusia sempurna, menjadi tebusan yang dengan tepat mengganti rugi apa yang telah dihilangkan Adam -hak untuk hidup sebagai manusia sempurna di bumi. Jadi Yesus dengan tepat dapat disebut �Adam yang akhir� oleh rasul Paulus, yang berkata dalam ikatan kalimat yang sama: �Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.� (1 Korintus 15: 22, 45) Kehidupan manusia yang sempurna dari Yesus adalah �tebusan yang sesuai� yang dituntut oleh keadilan ilahi-tidak lebih, tidak kurang. Suatu prinsip dasar bahkan dari keadilan manusia ialah bahwa harga yang dibayar harus sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.
Tetapi, jika Yesus adalah bagian dari suatu Keilahian, harga tebusan akan sangat jauh lebih tinggi daripada apa yang dituntut oleh Taurat Allah sendiri. (Keluaran 21:23-25;
Imamat 24:19-21) Yang berdosa di Eden hanya seorang manusia sempurna, Adam, bukan Allah. Maka tebusan itu, agar benar-benar selaras dengan keadilan Allah, harus tepat sama nilainya-seorang manusia sempurna, �Adam yang akhir.� Maka, ketika Allah mengutus Yesus ke bumi sebagai tebusan itu, Ia menjadikan Yesus sebagai sesuatu yang akan memenuhi keadilan, bukan suatu inkarnasi, bukan manusia-allah, melainkan manusia sempurna, �lebih rendah daripada malaikat-malaikat.� (Ibrani 2:9; bandingkan Mazmur 8: 6, 7.)
Bagaimana mungkin suatu bagian dari Keilahian yang mahakuasa Bapa, Anak, atau roh kudus-dapat lebih rendah daripada malaikat-malaikat?
Bagaimana �Satu-Satunya yang Diperanakkan�?
ALKITAB menyebut Yesus �Anak Tunggal� atau dalam bahasa Inggris, �only-begotten Son� (�Anak satu-satunya yang diperanakkan�). (Yohanes 1:14; 3:16, 18; 1 Yohanes 4:9) Para penganut Tritunggal mengatakan bahwa karena Allah itu kekal, maka Anak Allah juga kekal. Namun bagaimana seseorang bisa menjadi anak dan pada waktu yang sama umurnya setua ayahnya?
Para penganut Tritunggal mengatakan bahwa dalam hal Yesus, �satu-satunya yang diperanakkan� tidak sama dengan definisi kamus untuk �memperanakkan� yang adalah �memberi kehidupan sebagai bapa.� (Webster�s Ninth New Collegiate Dictionary) Mereka berkata bahwa dalam hal Yesus ini memaksudkan �sifat dari hubungan tanpa asal usul,� semacam hubungan anak tunggal tetapi tanpa ia diperanakkan. (Vine�s Expository Dictionary of Old and New Testament Words, karya Vine) Apakah hal itu kedengaran masuk akal bagi anda? Dapatkah seorang pria menjadi ayah seorang anak tanpa memperanakkan dia?
Selain itu, mengapa Alkitab menggunakan kata Yunani yang sama untuk �satu-satunya yang diperanakkan� (seperti diakui oleh Vine tanpa penjelasan apapun) untuk menggambarkan hubungan antara Ishak dengan Abraham? Ibrani 11:17 menyebut Ishak sebagai �anaknya [Abraham] yang tunggal,� atau dalam bahasa Inggris �anak satu-satunya yang diperanakkan.� Tidak mungkin ada keraguan bahwa dalam hal Ishak, ia satu-satunya yang diperanakkan dalam arti yang normal, tidak sama dalam umur atau kedudukkan dengan ayahnya.
Kata dasar bahasa Yunani untuk �satu-satunya yang diperanakkan� yang digunakan untuk Yesus dan Ishak ialah monogenes�, dari mo�nos, yang berarti �satu-satunya,� dan gi�no-mai, sebuah akar kata yang berarti �menghasilkan,� �menjadi (menjadi ada),� kata Exhaustive Concordance oleh Strong. Maka, monogenes� didefinisikan sebagai: �Satu-satunya yang dilahirkan, satu-satunya yang diperanakkan, artinya satu-satunya anak.�-A Greek and English Lexicon of the New Testament, oleh E. Robinson. Theological Dictionary of the New Testament,, dengan penyunting Gerhard Kittel, berkata: �[Monogenes] berarti �keturunan satu-satunya� yaitu, tanpa saudara laki-laki atau perempuan.� Buku ini juga menyatakan bahwa dalam Yohanes 1:18; 3: 16, 18; dan 1 Yohanes 4:9, �hubungan Yesus tidak hanya disamakan dengan hubungan seorang anak tunggal atau satu-satunya anak dengan ayahnya. Ini memang hubungan antara anak satu-satunya yang diperanakkan oleh sang Bapa.�
Jadi, kehidupan Yesus, Anak satu-satunya yang diperanakkan, mempunyai permulaan. Dan Allah Yang Mahakuasa dengan tepat dapat disebut Yang Memperanakkan dia, atau Bapa-Nya dalam arti yang sama seperti seorang ayah jasmani di bumi, seperti Abraham, memperanakkan seorang anak. (Ibrani 11:17) Maka, bila Alkitab menyebut Allah sebagai �Bapa� dari Yesus, ini memaksudkan tepat seperti yang dikatakannya -bahwa mereka adalah dua pribadi yang terpisah. Allah yang senior. Yesus yang yunior -dalam hal waktu atau umur, kedudukan, kuasa, dan pengetahuan.
Bila seseorang mempertimbangkan bahwa Yesus bukan satu-satunya makhluk roh, anak Allah yang diciptakan di surga, halnya menjadi jelas mengapa istilah �Anak Tunggal� atau �Anak satu-satunya yang diperanakkan� digunakan dalam hal Yesus. Tidak terhitung banyaknya makhluk roh lain yang diciptakan, malaikat-malaikat, juga disebut �anak-anak Allah,� dalam arti yang sama seperti halnya Adam, karena daya kehidupan mereka berasal dari Allah Yehuwa, Sumber Kehidupan. (Ayub 38:7; Mazmur 36:10; Lukas 3:38) Namun mereka semua diciptakan melalui �Anak Tunggal,� yang adalah pribadi satu-satunya yang langsung diperanakkan oleh Allah.-Kolose 1 :15-17.
Apakah Yesus Dianggap Allah?
MESKIPUN Yesus sering disebut Anak Allah dalam Alkitab, tidak seorang pun pada abad pertama pernah menganggap dia sebagai Allah Anak. Bahkan hantu-hantu, yang �percaya bahwa hanya ada satu Allah,� mengetahui dari pengalaman mereka di alam roh bahwa Yesus bukan Allah. Maka, dengan tepat mereka menyapa Yesus sebagai �Anak Allah� yang terpisah. (Yakobus 2:19: Matius 8:29) Dan ketika Yesus mati, para prajurit Roma yang kafir itu yang sedang berjaga cukup mengetahui untuk dapat mengatakan bahwa apa yang mereka dengar dari para pengikut Yesus pasti benar, bukan bahwa Yesus adalah Allah, melainkan bahwa �sungguh, ia ini adalah Anak Allah.�-Matius 27: 54.
Maka, ungkapan �Anak Allah� menunjuk kepada Yesus sebagai makhluk yang terpisah dan diciptakan, bukan bagian dari Tritunggal. Sebagai Anak Allah, ia tidak mungkin Allah sendiri, karena Yohanes 1:18 berkata: �Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah.�
Murid-murid memandang Yesus sebagai �pengantara yang esa antara Allah dan manusia,� bukan sebagai Allah sendiri. (1 Timotius 2:5) Karena menurut definisi seorang pengantara adalah seorang yang terpisah dari mereka yang membutuhkan pengantara, suatu kontradiksi jika Yesus adalah satu kesatuan dengan salah satu pihak yang ia coba perdamaikan. Itu berarti ia pura-pura menjadi pengantara, padahal bukan.
Alkitab memang jelas dan konsisten berkenaan hubungan antara Allah dengan Yesus. Allah Yehuwa saja Yang Mahakuasa. Ia secara langsung menciptakan pramanusia Yesus. Jadi, Yesus mempunyai permulaan dan tidak pernah dapat setara dengan Allah dalam kuasa atau kekekalan.
APAKAH ALLAH SELALU LEBIH UNGGUL DARIPADA YESUS?
YESUS tidak pernah mengaku sebagai Allah. Segala sesuatu yang ia katakan tentang dirinya menunjukkan bahwa ia tidak menganggap dirinya sama dengan Allah dalam hal apapun -tidak dalam hal kuasa, tidak dalam pengetahuan, tidak dalam umur.
Dalam setiap periode keberadaannya, tidak soal di surga atau di atas bumi, ucapan-ucapan dan tingkah lakunya mencerminkan kedudukan yang lebih rendah daripada Allah. Allah selalu yang lebih unggul, Yesus adalah pribadi yang lebih rendah yang diciptakan oleh Allah.
Yesus Dibedakan Dari Allah
BERULANG kali, Yesus menunjukkan bahwa ia adalah makhluk yang terpisah dari Allah dan bahwa ia, Yesus, mempunyai Allah di atas dirinya, Allah yang ia sembah, Allah yang ia sebut �Bapa.� Dalam doa kepada Allah, yaitu sang Bapa, Yesus berkata, �Engkau, satu-satunya Allah yang benar.� (Yohanes 17:3) Dalam Yohanes 20:17 ia berkata kepada Maria Magdalena:
�Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.� Dalam 2 Korintus 1:3 rasul Paulus meneguhkan hubungan ini: �Terpujilah Allah, Bapa [dari] Tuhan kita Yesus Kristus.� Karena Yesus mempunyai Allah, Bapanya, ia tidak mungkin pada waktu yang sama juga adalah Allah itu.
Rasul Paulus tidak mempunyai keraguan untuk menyebut Yesus dan Allah sebagai pribadi-pribadi yang terpisah dan berbeda:
�Bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa,… dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus.� (1 Korintus 8:6) Rasul itu menunjukkan perbedaannya ketika ia menyebutkan �di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat malaikat pilihanNya.� (1 Timotius 5:21) Jadi sama seperti Paulus menyebut Yesus dan para malaikat sebagai pribadi-pribadi yang berbeda satu sama lain di surga, demikian pula Yesus berbeda dengan Allah.
Kata-kata Yesus dalam Yohanes 8:17, 18 juga penting. Ia berkata: �Dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diriKu sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.� Di sini Yesus menunjukkan bahwa ia dan sang Bapa, yaitu Allah Yang Mahakuasa, harus dua kesatuan yang berbeda, jika tidak bagaimana mungkin benar-benar ada dua saksi?
Yesus selanjutnya menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang terpisah dari Allah dengan mengatakan: �Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.� (Markus 10:18) Jadi Yesus mengatakan bahwa tidak ada pribadi lain manapun yang sebaik Allah, bahkan Yesus sendiri tidak. Allah adalah baik dengan cara yang membuat Ia terpisah dari Yesus.
Hamba Allah yang Menundukkan Diri
BERULANG kali, Yesus memberikan pernyataan-pernyataan seperti: �Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya.� (Yohanes 5:19) �Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.� (Yohanes 6:38) �AjaranKu tidak berasal dari diriKu sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.� (Yohanes 7:16) Bukankah yang mengutus lebih unggul dari yang diutus?
Hubungan ini nyata dalam perumpamaan Yesus tentang kebun anggur. Ia menyamakan Allah, Bapanya, dengan pemilik kebun anggur, yang pergi ke luar negeri dan meninggalkan kebun itu dalam tangan para penggarap, yang melambangkan imam-imam Yahudi. Ketika sang pemilik kemudian mengutus seorang hamba untuk mendapatkan hasil dari kebun anggur itu, para penggarap memukul hamba tersebut dan mengusirnya dengan tangan kosong. Kemudian sang pemilik mengutus hamba yang kedua, dan kemudian yang ketiga, yang kedua-duanya mendapat perlakuan sama. Akhirnya, pemilik kebun itu berkata: �Aku akan menyuruh anakku [Yesus] yang kekasih, tentu ia mereka segani.� Namun para penggarap yang korup itu berkata: �Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisan ini menjadi milik kita. Lalu mereka melemparkan dia ke luar kebun anggur itu dan membunuhnya.� (Lukas 20:9-16) Jadi Yesus menggambarkan kedudukannya sendiri sebagai pribadi yang diutus oleh Allah untuk melakukan kehendak Allah, sama seperti seorang ayah mengutus seorang anak yang tunduk.
Para pengikut Yesus selalu memandangnya sebagai hamba Allah yang menundukkan diri, bukan sebagai pribadi yang sama dengan Allah. Mereka berdoa kepada Allah mengenai �Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi,… tanda-tanda dan mujizat-mujizat [dilakukan] oleh nama Yesus, HambaMu yang kudus.�-Kisah 4:23, 27, 30.
Allah Lebih Unggul Sepanjang Zaman
PADA awal mula pelayanan Yesus, ketika ia ke luar dari air pembaptisan, suara Allah dari surga berkata: �Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.� (Matius 3:16, 17) Apakah Allah berkata bahwa Ia adalah Anak-Nya sendiri, bahwa Ia berkenan kepada diri-Nya sendiri, bahwa Ia mengutus diri-Nya sendiri? Tidak, Allah sang Pencipta mengatakan bahwa Ia, sebagai yang lebih unggul, berkenan kepada pribadi yang lebih rendah, Anak-Nya, Yesus, untuk melakukan pekerjaan yang ada di hadapan.
Yesus menyatakan keunggulan Bapanya ketika ia berkata: �Roh Tuhan [Yehuwa, NW] ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.� (Lukas 4:18) Pengurapan adalah pemberian wewenang atau tugas oleh orang yang lebih tinggi kepada seseorang yang masih belum mempunyai wewenang. Di sini, Allah adalah jelas yang lebih unggul, karena Ia mengurapi Yesus, memberinya wewenang yang tidak ia miliki sebelumnya.
Yesus membuat jelas keunggulan Bapanya ketika ibu dari dua murid memohon agar putra-putranya masing-masing duduk di sebelah kanan dan di sebelah kiri Yesus bila ia memerintah dalam Kerajaannya. Yesus menjawab: �Hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa BapaKu [yaitu Allah] telah menyediakannya.� (Matius 20:23) Jika Yesus adalah Allah Yang Mahakuasa, ia berhak memberikan kedudukan tersebut. Namun Yesus tidak dapat melakukan itu, karena ini adalah hak Allah, dan Yesus bukan Allah.
Doa Yesus sendiri merupakan contoh yang ampuh dari kedudukannya yang lebih rendah. Ketika Yesus akan mati, ia memperlihatkan siapa pribadi yang lebih unggul daripada dia dengan berdoa: �Ya BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaKu; tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.� (Lukas 22:42) Kepada siapakah ia berdoa? Kepada sebagian dari dirinya sendiri? Tidak, ia berdoa kepada pribadi yang sama sekali terpisah darinya, Bapanya, Allah, yang kehendak-Nya lebih unggul dan bisa saja berbeda dari kehendaknya sendiri, satu-satunya Pribadi yang dapat �mengambil cawan ini.�
Kemudian, ketika mendekati kematian, Yesus berseru:
�Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?� (Markus 15: 34) Kepada siapakah Yesus berseru? Kepada dirinya sendiri atau bagian dari dirinya? Pasti seruan itu, �Allahku,� tidak berasal dari seseorang yang menganggap dirinya sendiri Allah. Dan jika Yesus adalah Allah, maka oleh siapa ia ditinggalkan? Dirinya sendiri? Hal itu tidak masuk akal. Yesus juga berkata: �Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu� (Lukas 23:46) Jika Yesus adalah Allah, mengapa ia harus menyerahkan nyawanya kepada sang Bapa?
Setelah Yesus mati, ia berada dalam kuburan selama sebagian dari tiga hari. Jika ia adalah Allah, maka Habakuk 1:12 (NW)
keliru ketika berkata: �Allahku, Yang Mahakudus, Engkau tidak mati.� Namun Alkitab berkata bahwa Yesus mati dan tidak sadar dalam kuburan. Dan siapakah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati? Dan jika ia benar-benar mati, ia tidak mungkin membangkitkan dirinya sendiri. Sebaliknya jika ia tidak benar-benar mati, kematiannya yang pura-pura tidak akan membayar harga tebusan untuk dosa Adam. Tetapi ia benar-benar membayar harga itu sepenuhnya melalui kematiannya yang sungguh-sungguh. Jadi �Allah [yang] membangkitkan [Yesus] dengan melepaskan Dia dari sengsara maut.� (Kisah 2:24) Yang lebih unggul, Allah Yang Mahakuasa, membangkitkan yang kurang unggul, hamba-Nya Yesus, dari kematian.
Apakah kesanggupan Yesus untuk melakukan mukjizat-mukjizat, seperti membangkitkan orang, menunjukkan bahwa ia adalah Allah? Nah, rasul-rasul dan nabi Elia serta nabi Elisa juga mempunyai kuasa itu, namun hal itu tidak membuat mereka lebih tinggi daripada manusia. Allah memberikan kuasa untuk melakukan mukjizat-mukjizat kepada nabi-nabi, Yesus, dan rasul-rasul untuk menunjukkan bahwa Ia mendukung mereka. Namun hal itu tidak membuat mereka semua bagian dari Keilahian yang jamak.
Pengetahuan Yesus Terbatas
KETIKA Yesus memberikan nubuatnya mengenai akhir sistem ini, ia berkata: �Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.� (Markus 13:32) Jika Yesus adalah Anak yang setara, bagian dari Keilahian, ia pasti mengetahui apa yang diketahui sang Bapa. Namun Yesus tidak tahu, karena ia tidak setara dengan Allah.
Demikian pula, kita membaca dalam Ibrani 5:8 bahwa Yesus �belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya.� Dapatkah kita membayangkan bahwa Allah harus belajar sesuatu? Tidak, tetapi Yesus memang demikian, karena ia tidak mengetahui segala sesuatu yang Allah ketahui. Dan ia harus belajar sesuatu yang Allah tidak akan pernah perlu pelajari -ketaatan. Allah tidak pernah harus menaati siapapun.
Perbedaan antara apa yang Allah ketahui dan apa yang Kristus ketahui juga nyata ketika Yesus dibangkitkan ke surga untuk tinggal bersama Allah. Perhatikan kata-kata pertama dari buku Alkitab yang terakhir: �Wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepadaNya.� (Wahyu 1:1) Jika Yesus sendiri adalah bagian dari Keilahian, apakah ia perlu diberi Wahyu oleh bagian lain dari Keilahian itu -Allah? Pasti ia sudah mengetahui semuanya, karena Allah mengetahuinya. Namun Yesus tidak tahu, karena ia bukan Allah.
Yesus Tetap Lebih Rendah Kedudukannya
DALAM kehidupannya sebelum menjadi manusia, dan juga ketika ia berada di atas bumi, Yesus lebih rendah dari Allah. Setelah dibangkitkan, ia tetap berada dalam kedudukan yang lebih rendah, nomor dua.
Ketika berbicara tentang kebangkitan Yesus, Petrus dan orang-orang yang besertanya mengatakan kepada Sanhedrin Yahudi: �Dialah [Yesus] yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan [�ke,� NW] tangan kananNya.� (Kisah 5:31) Paulus berkata: �Allah sangat meninggikan Dia.� (Filipi 2:9) Jika Yesus adalah Allah, bagaimana mungkin Yesus ditinggikan, yaitu dinaikkan kepada kedudukan yang lebih tinggi yang sudah ia miliki sebelumnya? Ia tentu sudah merupakan bagian dari Tritunggal dengan kedudukan yang tinggi. Jika, sebelum ditinggikan, Yesus setara dengan Allah, meninggikan dia lebih
August 3, 2010 at 10:55 am
Yesus Tetap Lebih Rendah Kedudukannya
DALAM kehidupannya sebelum menjadi manusia, dan juga ketika ia berada di atas bumi, Yesus lebih rendah dari Allah. Setelah dibangkitkan, ia tetap berada dalam kedudukan yang lebih rendah, nomor dua.
Ketika berbicara tentang kebangkitan Yesus, Petrus dan orang-orang yang besertanya mengatakan kepada Sanhedrin Yahudi: �Dialah [Yesus] yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan [�ke,� NW] tangan kananNya.� (Kisah 5:31) Paulus berkata: �Allah sangat meninggikan Dia.� (Filipi 2:9) Jika Yesus adalah Allah, bagaimana mungkin Yesus ditinggikan, yaitu dinaikkan kepada kedudukan yang lebih tinggi yang sudah ia miliki sebelumnya? Ia tentu sudah merupakan bagian dari Tritunggal dengan kedudukan yang tinggi. Jika, sebelum ditinggikan, Yesus setara dengan Allah, meninggikan dia lebih tinggi lagi akan membuatnya lebih unggul daripada Allah.
Paulus juga berkata bahwa Kristus masuk �ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.� (Ibrani 9:24) Jika anda muncul di hadapan hadirat seseorang, bagaimana mungkin anda adalah orang itu juga? Tidak mungkin. Anda harus berbeda dan terpisah.
Demikian pula, tepat sebelum dilempari batu sampai mati, sang martir Stefanus �menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.� (Kisah 7:55) Maka jelas, ia melihat dua pribadi yang terpisah -namun tidak melihat roh kudus, tidak melihat Keilahian Tritunggal.
Dalam kisah di Wahyu 4: 8 sampai 5: 7, Allah diperlihatkan duduk di atas takhta surgawi-Nya, tetapi Yesus tidak. Ia harus menghampiri Allah untuk mengambil gulungan dari tangan kanan Allah. Ini menunjukkan bahwa di surga Yesus bukan Allah tetapi terpisah dari Dia.
Sesuai dengan yang dikatakan di atas, Bulletin of the John Rylands Library di Manchester, Inggris, berkata: �Dalam kehidupannya di surga setelah dibangkitkan, Yesus digambarkan tetap memiliki kepribadian tersendiri sebagai individu dalam segala hal, yang berbeda dan terpisah dari pribadi Allah tepat seperti ketika ia hidup di atas bumi sebagai Yesus di bumi. Di samping Allah dan dibandingkan dengan Allah, ia memang muncul sebagai suatu pribadi surgawi lain lagi di tempat surgawi Allah, sama seperti para malaikat -walaupun sebagai Anak Allah, ia berada dalam tingkatan yang berbeda, dan mempunyai kedudukan jauh di atas mereka.� -Bandingkan Filipi 2 :11.
Bulletin juga berkata: �Namun, apa yang dikatakan mengenai kehidupan dan fungsi-fungsinya sebagai Kristus surgawi tidak berarti ataupun menyatakan bahwa dalam status ilahi ia berdiri setingkat dengan Allah sendiri dan adalah sepenuhnya Allah. Sebaliknya, dalam gambaran Perjanjian Baru mengenai pribadi surgawi dan pelayanannya kita melihat seorang tokoh yang terpisah dari Allah dan lebih rendah daripadaNya.�
Di masa depan yang kekal di surga, Yesus akan terus menjadi hamba Allah yang terpisah dan lebih rendah. Alkitab mengatakannya sebagai berikut: �Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia [Yesus di surga] menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa … maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diriNya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawahNya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.�-1 Korintus 15:24, 28.
Yesus Tidak Pernah Mengaku Sebagai Allah
SIKAP Alkitab jelas. Allah Yang Mahakuasa, Yehuwa, bukan hanya suatu Pribadi yang terpisah dari Yesus tetapi sepanjang zaman Ia adalah Pribadi yang lebih unggul daripada Yesus. Yesus selalu dinyatakan sebagai hamba Allah yang rendah hati, terpisah dan lebih rendah. Itulah sebabnya Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa �Kepala dari Kristus ialah Allah� dalam arti yang sama bahwa �Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus.� (1 Korintus 11:3) Dan itulah sebabnya Yesus sendiri berkata: �Bapa lebih besar dari padaAku.�-Yohanes 14: 28.
Faktanya ialah, Yesus bukan Allah dan tidak pernah mengaku demikian. Hal ini diakui oleh semakin banyak sarjana. Seperti dikatakan Bulletin dari Rylands: �Faktanya harus dihadapi bahwa penelitian Perjanjian Baru selama kira-kira tiga puluh atau empat puluh tahun belakangan ini telah menuntun semakin banyak sarjana Perjanjian Baru yang ternama kepada kesimpulan bahwa Yesus … jelas tidak pernah menganggap dirinya sendiri Allah.�
Bulletin itu juga mengatakan tentang orang-orang Kristen abad pertama: �Maka, ketika mereka menyebut [Yesus] dengan gelar-gelar penghormatan seperti Kristus, Anak manusia, Anak Allah dan Tuhan, ini adalah cara mengatakan bahwa ia adalah, bukan Allah, melainkan yang melakukan pekerjaan Allah.�
Jadi, bahkan ada sarjana-sarjana yang mengakui bahwa gagasan Yesus adalah Allah bertentangan dengan seluruh kesaksian Alkitab. Di sana, Allah selalu yang lebih unggul, dan Yesus adalah hamba yang lebih rendah.
ROH KUDUS TENAGA AKTIF ALLAH
MENURUT doktrin Tritunggal, roh kudus adalah pribadi ketiga dari Keilahian, setara dengan sang Bapa dan sang Anak. Seperti dikatakan buku Our Orthodox Christian Faith: �Roh Kudus adalah Allah sepenuhnya.�
Dalam Kitab-Kitab Ibrani, kata yang paling sering digunakan untuk �roh� ialah ru�ach, yang berarti �nafas; angin; roh.� Dalam Kitab-Kitab Yunani, kata tersebut ialah pneu�ma, yang mempunyai arti sama. Apakah kata-kata ini menunjukkan bahwa roh kudus adalah bagian dari suatu Tritunggal?
Tenaga Aktif
�ROH kudus� yang digunakan dalam Alkitab n menyatakan bahwa ini adalah suatu kekuatan atau tenaga yang dikendalikan yang digunakan oleh Allah Yehuwa untuk melaksanakan berbagai maksud-tujuan-Nya. Sampai taraf tertentu, ini dapat disamakan dengan listrik, tenaga yang dapat digunakan untuk melakukan beragam fungsi.
Dalam Kejadian 1:2 Alkitab berkata bahwa �Roh [bahasa Ibrani, ru�ach] Allah melayang-layang di atas permukaan air.� Di sini, Roh Allah adalah tenaga aktif-Nya yang bekerja untuk membentuk bumi.
Allah menggunakan roh-Nya untuk memberikan penerangan kepada mereka yang melayani Dia. Daud berdoa: �Ajarlah aku melakukan kehendakMu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh[ru�ach]Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!� (Mazmur 143:10) Ketika 70 pria yang cakap ditunjuk untuk membantu Musa, Allah berkata kepadanya: �Sebagian dari Roh [ru�ach] yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka.� -Bilangan 11:17.
Nubuat Alkitab dicatat ketika orang-orang dari Allah �didorong oleh Roh [bahasa Yunani, dari pneu�ma] Kudus.� (2 Petrus 1:20, 21) Dengan cara ini Alkitab �diilhamkan Allah.�
Kata Yunani untuk itu ialah The-o�pneu-stos, yang berarti �dinafaskan oleh Allah.� (2 Timotius 3:16) Dan roh kudus membimbing orang-orang tertentu untuk mendapat penglihatan-penglihatan atau mimpi-mimpi nubuat. -2 Samuel 23:2; Yoel 2:28, 29; Lukas 1:67; Kisah 1:16; 2:32, 33
Roh kudus mendorong Yesus untuk pergi ke padang gurun setelah ia dibaptis. (Markus 1:12) Roh itu seperti api dalam diri hamba-hamba Allah, yang menyebabkan mereka mendapatkan kekuatan dari tenaga itu. Dan ini memungkinkan mereka untuk berbicara dengan berani dan tabah. -Mikha 3:8; Kisah 7:55-60; 18:25; Roma 12:11; 1 Tesalonika 5:19.
Melalui roh-Nya, Allah melaksanakan vonisNya atas manusia dan bangsa-bangsa. (Yesaya 30: 27, 28; 59:18, 19) Dan roh Allah dapat sampai ke mana-mana, bertindak demi orang-orang atau melawan mereka. -Mazmur 139:7-12.
�Kekuatan yang Melimpah-limpah�
ROH Allah dapat juga memberikan �kekuatan yang melimpah-limpah [�melebihi yang normal,� NW]� kepada mereka yang melayani Dia. (2 Korintus 4:7) Ini memungkinkan mereka untuk bertekun dalam ujian iman atau melakukan hal-hal yang sewajarnya tidak dapat mereka lakukan.
Sebagai contoh, mengenai Simson, Hakim 14:6 menceritakan:
�Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN [Yahweh, JB] atas dia, sehingga singa itu dicabiknya … tanpa apa-apa di tangannya.� Apakah suatu pribadi ilahi benar-benar memasuki atau berkuasa atas Simson, menggunakan tubuhnya untuk melakukan apa yang ia lakukan? Tidak, ini benar-benar �kuasa TUHAN [yang] membuat Simson kuat.� -Today �s English Version (TEV).
Alkitab berkata bahwa ketika Yesus dibaptis, roh kudus turun ke atasnya dalam bentuk seekor burung merpati, tidak dalam bentuk manusia. (Markus 1:10) Tenaga aktif dari Allah ini memungkinkan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Seperti dikatakan dalam Lukas 5:17: �Kuasa Tuhan [Allah] menyertai Dia [Yesus], sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.�
Roh Allah juga memberi kuasa kepada murid-murid Yesus untuk melakukan hal-hal yang bersifat mukjizat. Kisah 2:1-4 menceritakan bahwa murid-murid itu sedang berkumpul bersama pada hari Pentakosta ketika �tiba-tiba turun dari langit bunyi seperti tiupan angin keras. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.�
Jadi roh kudus memberi Yesus dan hamba-hamba Allah yang lain kuasa untuk melakukan apa yang biasanya tidak dapat dilakukan oleh manusia.
Bukan suatu Pribadi
TETAPI, bukankah ada ayat-ayat Alkitab yang menyebut roh kudus dengan istilah-istilah yang menyatakan ia seolah-olah suatu pribadi? Memang, namun perhatikan apa yang dikatakan teolog Edmund Fortman mengenai hal ini dalam The Triune God:
�Walaupun roh ini sering dipersonifikasikan, tampak jelas sekali bahwa para penulis kitab-kitab suci [dari Kitab-Kitab Ibrani] tidak pernah menganggap atau menyatakan bahwa roh ini adalah suatu pribadi tersendiri.�
Dalam Alkitab, bukan suatu hal yang tidak lazim jika sesuatu dipersonifikasikan. Hikmat dikatakan mempunyai anak-anak. (Lukas 7:35, Bode) Dosa dan kematian dikatakan berkuasa. (Roma 5 :14, 2 1) Dalam Kejadian 4:7 The New English Bible (NE) berkata: �Dosa adalah hantu yang mendekam di pintu,� dosa dipersonifikasikan sebagai suatu roh jahat yang mendekam di pintu Kain. Tetapi, tentu dosa bukan suatu pribadi roh; demikian pula mempersonifikasikan roh kudus tidak membuatnya menjadi suatu pribadi roh.
Demikian pula, dalam 1 Yohanes 5:6-8 bukan hanya roh tetapi juga �air dan darah� dikatakan memberi �kesaksian.� Namun air dan darah jelas bukan pribadi-pribadi, demikian pula roh kudus bukan suatu pribadi.
Selaras dengan ini ialah penggunaan umum dari kata �roh kudus� dalam Alkitab dengan cara yang tidak menunjukkannya sebagai suatu pribadi, seperti pada waktu menyejajarkannya dengan air dan api. (Matius 3:11; Markus 1:8) Orang-orang dianjurkan agar menjadi penuh dengan roh kudus dan bukan dengan anggur. (Efesus 5:18) Mereka dikatakan dipenuhi dengan roh kudus dengan cara yang sama seperti mereka dipenuhi dengan sifat-sifat seperti hikmat, iman, dan sukacita. (Kisah 6:3; 11: 24; 13:52) Dan dalam 2 Korintus 6:6 roh kudus dimasukkan di antara sejumlah sifat. Pernyataan-pernyataan seperti itu tidak akan digunakan jika roh kudus benar-benar suatu pribadi.
Kemudian, walaupun beberapa ayat Alkitab mengatakan bahwa roh itu berbicara, ayat-ayat lain menunjukkan bahwa ini sebenarnya dilakukan melalui manusia atau malaikat. (Matius 10:19, 20; Kisah 4:24, 25; 28:25; Ibrani 2:2) Tindakan roh dalam peristiwa-peristiwa tersebut adalah seperti gelombang radio yang mengirimkan berita dari satu orang kepada orang lain di tempat yang jauh.
Dalam Matius 28:19 disebutkan �nama … Roh Kudus.� Namun kata �nama� tidak selalu berarti nama pribadi, dalam bahasa Yunani maupun bahasa Indonesia. Bila kita mengatakan �atas nama hukum� kita tidak menunjuk seseorang. Kita memaksudkan apa yang diwakili oleh hukum itu, yaitu wewenangnya. Word Pictures in the New Testament karya Robertson mengatakan:
�Penggunaan nama (onoma) di sini umum dilakukan dalam Septuaginta dan papirus lain untuk kuasa atau wewenang.� Jadi pembaptisan �dalam nama Roh Kudus� menyatakan seseorang mengakui wewenang roh itu, bahwa ini berasal dari Allah dan berfungsi melalui kehendak ilahi.
�Penolong�
YESUS menyebut roh kudus sebagai �seorang Penolong,� dan ia berkata bahwa roh ini akan mengajar, membimbing, dan berbicara. (Yohanes 14:16, 26; 16:13) Kata Yunani yang ia gunakan untuk penolong (para�kletos) adalah kata yang berjenis laki-laki atau maskulin. Jadi ketika Yesus menyatakan apa yang akan dilakukan penolong itu, ia menggunakan kata ganti nama pribadi laki-laki. (Yohanes 16:7, 8) Sebaliknya, bila kata Yunani yang berjenis netral untuk roh (pneu�ma) digunakan, kata ganti yang netral �it� dalam bahasa Inggris itulah yang digunakan.
Kebanyakan penerjemah yang menganut Tritunggal menyembunyikan fakta ini, seperti diakui oleh New American Bible Katolik berkenaan Yohanes 14:17: �Kata Yunani untuk �Roh� ialah berjenis netral, dan walaupun kita menggunakan kata ganti nama pribadi dalam bahasa Inggris (�he,� �his,� �him�), kebanyakan MSS [manuskrip] Yunani menggunakan kata [bahasa Inggris] �it.��
Jadi bila Alkitab menggunakan kata ganti nama pribadi berjenis laki-laki sehubungan dengan para�kletos dalam Yohanes 16:7, 8, hal ini sesuai dengan peraturan tata bahasa, bukan menyatakan suatu doktrin.
Bukan Bagian dari suatu Tritunggal
BERBAGAI sumber mengakui bahwa Alkitab tidak mendukung gagasan bahwa roh kudus adalah pribadi ketiga dari suatu Tritunggal. Sebagai contoh:
The Catholic Encyclopedia: �Kita tidak menemukan satu ayat pun dalam Perjanjian Lama yang dengan jelas menunjukkan adanya suatu Pribadi Ketiga.�
Teolog Katolik Fortman: �Orang-orang Yahudi tidak pernah menganggap roh itu sebagai suatu pribadi; juga tidak ada bukti yang kuat bahwa ada penulis Perjanjian Lama yang menganut pandangan ini … Roh Kudus biasanya dinyatakan dalam Sinoptiks [Injil-Injil] dan dalam buku Kisah sebagai suatu kekuatan atau kuasa ilahi.�
New Catholic Encyclopedia: �P[erjanjian] L[ama] dengan jelas tidak menggambarkan roh Allah sebagai suatu pribadi. Roh Allah hanyalah kuasa dari Allah. Jika ini kadang-kadang dinyatakan sebagai sesuatu yang berbeda dari Allah, ini adalah karena nafas Yahweh bertindak di luar diri-Nya.� Buku itu juga mengatakan: �Mayoritas naskah-naskah P[erjanjian] B[aru] menyatakan roh Allah sebagai sesuatu, bukan seseorang; ini terutama terlihat dalam kesejajaran antara roh dan kuasa Allah.� -Cetak miring red.
A Catholic Dictionary: �Secara keseluruhan, Perjanjian Baru, seperti [Perjanjian] Lama, berbicara tentang roh itu sebagai suatu energi atau kuasa ilahi.�
Jadi, orang-orang Yahudi maupun orang-orang Kristen yang mula-mula tidak memandang roh kudus sebagai bagian dari suatu Tritunggal. Ajaran itu muncul berabad-abad kemudian. Seperti dikatakan A Catholic Dictionary: �Pribadi ketiga itu diteguhkan pada Konsili Aleksandria pada tahun 362 … dan akhirnya oleh Konsili Konstantinopel pada tahun 381�-kira-kira tiga setengah abad setelah roh kudus memenuhi murid-murid pada hari Pentakosta!
Tidak, roh kudus bukan suatu pribadi dan bukan bagian dari suatu Tritunggal. Roh kudus adalah tenaga aktif Allah yang Ia gunakan untuk melaksanakan kehendak-Nya. Roh kudus tidak setara dengan Allah tetapi selalu dipakai oleh-Nya dan lebih rendah daripada Dia.
BAGAIMANA DENGAN �AYAT-AYAT BUKTI� UNTUK TRITUNGGAL?
DIKATAKAN bahwa beberapa ayat Alkitab memberikan bukti untuk mendukung Tritunggal. Tetapi, apabila kita membaca ayat-ayat tersebut, kita harus selalu mengingat bahwa bukti-bukti Alkitab maupun sejarah tidak mendukung Tritunggal.
Ayat-ayat Alkitab apapun yang diajukan sebagai bukti harus dipahami sejalan dengan konteks dari ajaran seluruh Alkitab yang konsisten. Sering kali arti yang sesungguhnya dari ayat yang diajukan tersebut dijelaskan oleh konteks atau ikatan kalimat ayat-ayat sebelum dan sesudahnya.
Tiga dalam Satu
NEW Catholic Encyclopedia mengajukan tiga �ayat bukti� demikian tetapi juga mengakui: �Doktrin Tritunggal Kudus tidak diajarkan dalam P[erjanjian] L[ama]. Dalam P[erjanjian] B[aru] bukti yang tertua terdapat dalam surat-surat Paulus, khususnya 2 Kor 13.13 [ayat 14 dalam beberapa Alkitab], dan 1 Kor 12.4-6. Dalam keempat Injil bukti mengenai Tritunggal secara jelas hanya terdapat dalam rumus pembaptisan di Mat 28.19.�
Dalam ayat-ayat tersebut ketiga �pribadi� itu didaftarkan sebagai berikut. Dua Korintus 13:13 (14) menggabungkan ketiganya dengan cara berikut: �Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.� Satu Korintus 12:4-6 berbunyi:
�Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.� Dan Matius 28:19 berbunyi:
�Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.�
Apakah ayat-ayat ini menyatakan bahwa Allah, Kristus, dan roh kudus membentuk suatu Keilahian Tritunggal, bahwa ketiganya sama dalam bentuk, kekuasaan, dan kekekalan? Tidak, tidak demikian, sama halnya menyebutkan tiga orang, seperti Amir, Budi dan Bambang, tidak berarti bahwa mereka tiga dalam satu.
Bukti semacam ini, menurut Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature karya McClintock dan Strong, �hanya membuktikan bahwa ada tiga subyek yang disebutkan, … tetapi hal itu sendiri tidak membuktikan bahwa ketiga-tiganya pasti tergabung dalam satu sifat ilahi, dan memiliki kemuliaan ilahi yang sama.�
Meskipun mendukung Tritunggal, sumber itu mengatakan mengenai 2 Korintus 13:13 (14): �Kita tidak dapat dengan tepat menarik kesimpulan bahwa mereka memiliki wewenang yang sama, atau sifat yang sama.� Dan mengenai Matius 28:18-20 dikatakan: �Tetapi, ayat ini jika diambil begitu saja, tidak akan membuktikan dengan pasti bahwa ketiga subyek yang disebutkan masing-masing adalah satu pribadi, atau bahwa mereka setara atau bersifat ilahi.�
Ketika Yesus dibaptis, Allah, Yesus, dan roh kudus juga disebutkan dalam konteks yang sama. Yesus �melihat roh Allah seperti burung merpati turun ke atasNya.� (Matius 3:16) Tetapi, ini tidak berarti bahwa ketiganya adalah satu.
Abraham, Ishak, dan Yakub banyak kali disebutkan bersama-sama, tetapi hal itu tidak membuat mereka menjadi satu. Petrus, Yakobus dan Yohanes disebutkan bersama-sama, tetapi itu tidak membuat mereka menjadi satu juga. Lagi pula, roh Allah turun ke atas Yesus pada saat pembaptisannya, yang menunjukkan bahwa sebelum itu Yesus tidak diurapi dengan roh. Maka, bagaimana mungkin ia menjadi bagian dari suatu Tritunggal padahal ia tidak selalu satu dengan roh kudus?
Kutipan lain yang menyebutkan ketiganya bersama-sama terdapat dalam beberapa terjemahan Alkitab yang lebih tua dalam 1 Yohanes 5:7. Namun, para sarjana mengakui bahwa kata-kata ini pada mulanya tidak terdapat dalam Alkitab, tetapi baru ditambahkan belakangan. Kebanyakan terjemahan modern dengan benar menghilangkan ayat yang palsu ini.
�Ayat-ayat bukti� yang lainnya hanya mengupas hubungan antara dua -sang Bapa dan Yesus. Mari kita bahas beberapa dari antaranya.
�Aku dan Bapa Adalah Satu�
AYAT itu, dalam Yohanes 10:30, sering dikutip untuk mendukung Tritunggal, meskipun pribadi ketiga tidak disebutkan di sana. Tetapi Yesus sendiri menunjukkan apa yang ia maksud dengan menjadi �satu� dengan sang Bapa. Dalam Yohanes 17:21, 22, ia berdoa kepada Allah agar murid-muridnya �semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, … supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.� Apakah Yesus berdoa agar semua muridnya menjadi satu kesatuan tunggal? Tidak, Yesus jelas berdoa agar mereka dipersatukan dalam pikiran dan tujuan, seperti halnya dia dan Allah. -Lihat juga 1 Korintus 1:10.
Dalam 1 Korintus 3:6, 8, Paulus berkata: �Aku menanam, Apolos menyiram, … Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama.� Paulus tidak memaksudkan bahwa ia dan Apolos adalah dua pribadi di dalam satu; ia memaksudkan bahwa mereka menjadi satu dalam tujuan. Kata Yunani yang Paulus gunakan di sini untuk �sama� (hen) berjenis netral, secara aksara: �satu (perkara),� yang menunjukkan persatuan dalam tindakan. Ini adalah kata yang sama yang Yesus gunakan dalam Yohanes 10:30 untuk menjelaskan hubungannya dengan Bapanya. Ini juga kata yang sama yang Yesus gunakan dalam Yohanes 17:21, 22. Jadi ketika ia menggunakan kata �satu� (hen) dalam kasus-kasus ini, ia memaksudkan persatuan dalam pikiran dan tujuan.
Mengenai Yohanes 10:30, John Calvin (seorang penganut Tritunggal) mengatakan dalam buku Commentary on the Gospel According to John: �Orangorang zaman dulu menyalahgunakan ayat ini untuk membuktikan bahwa Kristus adalah … dari zat yang sama dengan sang Bapa. Karena di sini Kristus tidak berbicara mengenai persatuan dalam zat, tetapi mengenai kesepakatan antara dia dengan sang Bapa.�
Dalam konteks dari ayat-ayat setelah Yohanes 10:30, Yesus dengan tegas menjelaskan bahwa kata-katanya bukan pengakuan dirinya sebagai Allah. Ia bertanya kepada orang-orang Yahudi yang salah mengambil kesimpulan itu dan ingin melemparinya dengan batu: �Mengapa kalian mengatakan aku menghujat Allah karena berkata aku Anak Allah? Padahal aku dipilih oleh Bapa dan diutus ke dunia.� (Yohanes 10:31-36, BIS) Tidak, Yesus tidak mengaku bahwa ia, Allah Anak, melainkan Anak Allah.
�Menyamakan DiriNya dengan Allah?�
AYAT lain yang diajukan untuk mendukung Tritunggal adalah Yohanes 5:18. Di sana dikatakan bahwa orang-orang Yahudi (seperti dalam Yohanes 10:31-36) ingin membunuh Yesus karena ia �menyamakan diriNya dengan Allah.�
Tetapi siapa yang mengatakan bahwa Yesus menyamakan dirinya dengan Allah? Bukan Yesus. Ia membela diri menghadapi tuduhan-tuduhan palsu ini langsung dalam ayat berikutnya (19): �Maka Yesus menjawab mereka, katanya: … �Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya.��
Dengan ini Yesus menunjukkan kepada orang-orang Yahudi bahwa ia tidak sama dengan Allah dan karena itu tidak dapat bertindak atas prakarsanya sendiri. Dapatkah kita membayangkan seseorang yang setara dengan Allah Yang Mahakuasa berkata bahwa ia �tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri?� (Bandingkan Daniel 4:34, 35.) Menarik, bahwa ikatan kalimat dari Yohanes 5:18 maupun 10:30 menunjukkan bahwa Yesus membela dirinya terhadap tuduhan-tuduhan palsu dari orang-orang Yahudi, yang seperti para penganut Tritunggal, mengambil kesimpulan-kesimpulan yang salah!
�Setara Dengan Allah?�
DALAM Filipi 2:6 Alkitab Katolik Douay Version (Dy) tahun 1609 berkata mengenai Yesus: �Yang karena dalam rupa Allah, tidak menganggap salah kesetaraannya dengan Allah.� King James Version (KJ) tahun 1611 juga berkata serupa. Sejumlah versi terjemahan seperti itu masih digunakan oleh beberapa orang untuk mendukung gagasan bahwa Yesus setara atau sama dengan Allah. Tetapi perhatikan bagaimana terjemahan-terjemahan lain menyatakan ayat ini:
1869: �yang, karena dalam rupa Allah, tidak menganggap sebagai sesuatu yang harus diupayakan agar [ia] menjadi sama dengan Allah.� The New Testament oleh G. R. Noyes.
1965: �Ia -yang benar-benar bersifat ilahi!- tidak pernah dengan sombong menganggap dirinya sama dengan Allah.� Das Neue Testament, edisi revisi, oleh Friedrich Pfafflin.
1968: �yang, meskipun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sesuatu hal yang dengan serakah harus ia miliki.� La Bibbia Concordata.
1976: �Ia senantiasa memiliki sifat Allah, tetapi ia tidak pernah berpikir bahwa ia perlu berupaya dengan paksa untuk menjadi sama dengan Allah.� Today�s English Version.
1984: �yang, meskipun berada dalam rupa Allah, tidak pernah berupaya untuk merampas [kedudukan], yaitu, bahwa ia harus sama dengan Allah.� New World Translation of the Holy Scriptures.
1985: �Yang, dalam rupa Allah, tidak menganggap kesamaan dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dikejar.� The New Jerusalem Bible.
Tetapi, beberapa orang mengatakan bahwa bahkan terjemahan-terjemahan yang lebih saksama ini memaksudkan (1) Yesus sudah setara dengan Allah tetapi tidak ingin berkukuh memegang hal itu atau bahwa (2) ia tidak perlu mengejar kesamaan dengan Allah karena memang ia sudah setara.
Sehubungan dengan ini, Ralph Martin, dalam The Epistle of Paul to the Philippians. berkata mengenai bahasa Yunani aslinya: �Namun, dipertanyakan apakah makna dari kata kerja itu dapat bergeser dari arti yang sebenarnya yaitu �merampas�, �merebut dengan kekerasan� dan diubah menjadi �mempertahankan.�� The Expositor�s Greek Testament juga berkata: �Kami tidak dapat menemukan ayat yang menyebutkan bahwa arpazw [harpa�zo] atau kata-kata turunannya memiliki makna �memiliki,� �mempertahankan.� Tampaknya hal itu selalu berarti �merebut,� �merampas dengan kekerasan�. Jadi tidak boleh ada penggeseran dari makna yang sebenarnya yaitu �berupaya mendapat� menjadi makna yang sama sekali berbeda yaitu, �mempertahankan.��
Dari pembahasan ini terlihat dengan jelas bahwa para penerjemah dari Alkitab seperti Douay dan King James membuat perubahan-perubahan untuk mendukung Tritunggal. Sebaliknya dari mengatakan bahwa Yesus merasa pantas untuk setara dengan Allah, Filipi 2:6 dalam bahasa Yunani, bila dibaca secara obyektif, justru menunjukkan sebaliknya, bahwa Yesus merasa hal itu tidak pantas.
Ikatan kalimat dari ayat-ayat sebelum dan sesudahnya (3-5, 7, 8) membuat jelas bagaimana ayat 6 harus dipahami. Orang-orang Filipi dianjurkan: �Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama [�mulia,� Dy] dari pada dirinya sendiri.� Kemudian Paulus menggunakan Kristus sebagai contoh yang sangat baik untuk sikap ini:
�Biarlah pikiran ini ada dalam kamu, yang juga ada dalam Kristus Yesus.� (Dy) �Pikiran� apa? �Menganggap bahwa bukan sesuatu yang salah untuk setara dengan Allah?� Tidak, itu justru bertentangan dengan pokok yang sedang ditekankan di sini! Sebaliknya, Yesus, yang �menganggap Allah lebih mulia dari pada dirinya sendiri,� tidak akan pernah �berupaya menjadi sama dengan Allah.� Tetapi sebaliknya ia �merendahkan diriNya dan taat sampai mati.�
Tentu, semua ini tidak mungkin berlaku atas suatu bagian dari Allah Yang Mahakuasa. Pembicaraan ini adalah mengenai Yesus Kristus, yang dengan sempurna menggambarkan pokok yang ditandaskan Paulus di sini -yaitu pentingnya kerendahan hati dan ketaatan kepada yang lebih tinggi dan Pencipta, Allah Yehuwa.
�Aku Adalah�
DALAM Yohanes 8:58 sejumlah terjemahan, misalnya The Jerusalem Bible mengutip Yesus berkata: �Sebelum Abraham jadi, Aku adalah.� Apakah, seperti dinyatakan oleh para penganut Tritunggal, Yesus di sini sedang mengajarkan bahwa ia dikenal dengan gelar �Aku adalah?� Dan, sesuai dengan pengakuan mereka, apakah ini memaksudkan bahwa ia adalah Yehuwa yang terdapat dalam Kitab-Kitab Ibrani, karena dalam Keluaran 3:14 berbunyi: �Firman Allah kepada Musa; AKU ADALAH AKU?�
Dalam Keluaran 3:14 ungkapan �AKU ADALAH� digunakan sebagai gelar bagi Allah untuk menunjukkan bahwa Ia sungguh-sungguh ada dan akan melaksanakan janji-Nya. The Pentateuch and Haftorahs, dengan penyunting Dr. J. H. Hertz, berkata mengenai ungkapan ini: �Bagi orang-orang Israel dalam perbudakan, arti kata-kata ini adalah, �Meskipun Ia belum menunjukkan kuasa-Nya terhadap kamu, Ia akan melakukan hal itu; Ia kekal dan pasti akan membebaskanmu.� Kebanyakan penerjemah modern mengikuti Rashi [komentator Alkitab dan Talmud berkebangsaan Perancis] dalam menerjemahkan [Keluaran 3:14] �Aku akan menjadi apa yang Aku akan menjadi. � �
Pernyataan dalam Yohanes 8:58 jauh berbeda dari yang digunakan dalam Keluaran 3:14. Yesus tidak menggunakan hal itu sebagai nama atau gelar, ia menggunakannya untuk menunjukkan keberadaannya sebelum menjadi manusia. Maka, perhatikan bagaimana beberapa terjemahan Alkitab lain menyatakan Yohanes 8:58:
1869: �Sejak sebelum Abraham ada, aku telah ada.� The New Testament, oleh G. R Noyes.
1935: �Aku ada sebelum Abraham lahir!� The Bible -An American Translation, oleh J. M. P. Smith dan E. J. Goodspeed.
1965: �Sebelum Abraham lahir, aku sudah menjadi siapa aku ini.� Das Neue Testament, oleh Jorg Zink.
1981: �Aku sudah hidup sebelum Abraham lahir!� The Simple English Bible.
1984: �Sebelum Abraham menjadi ada, Aku telah ada.� New World Translation of the Holy Scriptures.
1985: �Sebelum Abraham lahir aku sudah ada.� Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari.
1987: �Sebelum Abraham jadi, Aku Ada.� Terjemahan Baru.
Lembaga Alkitab Indonesia
Jadi, makna yang sesungguhnya dari bahasa Yunani yang digunakan di sini adalah bahwa �anak sulung� Allah yang diciptakan, Yesus, telah ada lama sebelum Abraham lahir.
Kolose 1: 15; Amsal 8:22, 23,30; Wahyu 3:14.
Sekali lagi, ikatan kalimatnya menunjukkan bahwa ini adalah pengertian yang benar. Kali ini orang-orang Yahudi ingin melempari Yesus dengan batu karena mengaku �telah melihat Abraham� padahal seperti mereka katakan, ia belum berumur 50 tahun. (Ayat 57) Tanggapan Yesus yang wajar adalah memberitahukan kebenaran mengenai usianya. Jadi pantas jika ia mengatakan kepada mereka bahwa ia �sudah hidup sebelum Abraham lahir!� -The Simple English Bible.
�Firman itu Adalah Allah�
YOHANES 1:1 berbunyi: �Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.� Para penganut Tritunggal mengaku bahwa ini berarti �Firman itu� (Yunani, ho lo�gos) yang datang ke bumi sebagai Yesus Kristus adalah Allah Yang Mahakuasa sendiri.
Tetapi, perhatikan bahwa di sini pula ikatan kalimatnya memberikan dasar untuk pengertian yang benar. Ayat itu berbunyi �Firman itu bersama-sama dengan Allah.� (Cetak miring red.) Seseorang yang �bersama-sama� dengan pribadi lain tidak mungkin sama dengan pribadi yang lain itu. Sesuai dengan ini, Journal of Biblical Literature, dengan penyunting imam Yesuit Joseph A. Fitzmyer, mengomentari bahwa jika bagian akhir dari Yohanes 1:1 dianggap mengartikan Allah sendiri, hal ini �akan bertentangan dengan ungkapan sebelumnya,� yang mengatakan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah.
Perhatikan juga, bagaimana terjemahan-terjemahan lain menyatakan bagian dari ayat ini:
1808: �dan firman itu adalah suatu allah.� The New Testament in an Improved Version, Upon the Basis of Archbishop Newcome�s New Translation With a Corrected Text.
1864: �dan suatu allah firman itu.� The Emphatic Diaglott terjemahan baris demi baris, oleh Benyamin Wilson.
1928: �dan Firman itu adalah �suatu pribadi ilahi.� La Bible du Centenaire, L�Evangile selon Jean, oleh Maurice Goguel.
1935: �dan Firman itu ilahi.� The Bible -An American Translation, oleh J. M. P. Smith dan E. J. Goodspeed.
1946: �dan Firman itu memiliki sifat ilahi.� Das Neue Testament, oleh Ludwig Thimme.
1950: �dan Firman itu adalah suatu allah.� New World Translation of the Christian Greek Scriptures.
1958: �dan Firman itu adalah suatu Allah.� The New Testament oleh James L. Tomanek.
1975: �dan suatu allah (atau, memiliki sifat ilahi) Firman itu.� Das Evangelium nach Johannes, oleh Siegfried Schulz.
1978: �dan bersifat ilahi Logos itu.� Das Evangelium nach Johannes, oleh Johannes Schneider.
Dalam Yohanes 1:1 kata benda Yunani the-os� (allah) muncul dua kali. Yang pertama memaksudkan Allah Yang Mahakuasa, dengan siapa Firman itu ada bersama-sama (�Firman itu [lo�gos] bersama-sama dengan Allah [bentuk dari the-os��). The-os� yang pertama didahului oleh kata ton (bahasa Inggris, the), suatu bentuk kata sandang tertentu bahasa Yunani yang menunjuk kepada identitas yang pasti, dalam hal ini Allah Yang Mahakuasa (�Firman itu bersama-sama dengan Allah [bahasa Inggris, �(the) God�]�).
Sebaliknya, tidak ada kata sandang di depan kata the-os� yang kedua dalam Yohanes 1:1. Jadi terjemahan yang aksara akan berbunyi, �Firman itu allah.� Namun kita telah melihat bahwa banyak terjemahan menyebutkan the-os� (kata benda yang menjadi predikat) yang kedua ini sebagai �bersifat ilahi,� �seperti allah,� atau �suatu allah.� Dengan wewenang apa mereka melakukan ini?
Bahasa Yunani Koine (sehari-hari) mempunyai kata sandang tertentu (bahasa Inggris, the), namun tidak memiliki kata sandang tidak tentu (bahasa Inggris, a atau an, atau suatu). Jadi bila sebuah kata benda yang menjadi predikat tidak didahului oleh kata sandang tertentu, bisa jadi ini tidak tentu, bergantung pada ikatan kalimatnya.
Journal of Biblical Literature berkata bahwa istilah-istilah �yang mempunyai predikat [tanpa kata sandang] yang mendahului kata kerja, terutama mengandunq arti kualitatif [menunjukkan sifat sesuatu].� Seperti dikatakan Journal, ini menunjukkan bahwa lo�gos bisa disamakan dengan suatu allah. Juga dikatakan tentang Yohanes 1:1: �Kekuatan kualitatif dari predikatnya begitu menonjol sehingga kata bendanya [the-os�l tidak dapat dianggap tertentu.�
Jadi Yohanes 1:1 menonjolkan sifat dari Firman, bahwa ia �ilahi,� �seperti allah,� �suatu allah,� namun bukan Allah Yang Mahakuasa. Ini selaras dengan ayat-ayat lain dalam Alkitab, yang menunjukkan bahwa Yesus, yang di sini disebut �Firman� dalam peranannya sebagai Juru Bicara Allah, adalah suatu pribadi lebih rendah yang taat, diutus ke bumi oleh Atasan-Nya, Allah Yang Mahakuasa.
Ada banyak ayat-ayat Alkitab lain yang oleh hampir semua penerjemah secara konsisten disisipi kata sandang �suatu� (bahasa Inggris, a) pada waktu mereka menerjemahkan kalimat-kalimat Yunani yang mempunyai susunan yang sama ke dalam bahasa-bahasa lain. Sebagai contoh, dalam Markus 6:
49, ketika murid-murid melihat Yesus berjalan di atas air, King James Version menyatakan: �Mereka mengira bahwa ini adalah suatu roh.� Dalam bahasa Yunani Koine, tidak ada kata �suatu� di depan �roh.� Namun hampir semua terjemahan dalam bahasa lain menambahkan kata �suatu� agar cocok dengan ikatan kalimatnya. Dengan cara yang sama, karena Yohanes 1:1 memperlihatkan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah, ia tidak mungkin adalah Allah melainkan �suatu allah,� atau �ilahi.�
Joseph Henry Thayer, seorang teolog dan sarjana yang ikut mengerjakan American Standard Version, menyatakan dengan sederhana: �Logos itu ilahi, bukan Pribadi ilahi tertinggi itu sendiri.� Dan imam Yesuit John L. McKenzie menulis dalam karyanya Dictionary of the Bible: �Yoh 1:1 harus dengan saksama diterjemahkan ... �firman itu suatu pribadi ilahi.��
Melanggar Aturan?
TETAPI, ada yang mengatakan bahwa terjemahan-terjemahan seperti itu melanggar suatu aturan dalam tata bahasa Yunani Koine yang diterbitkan oleh sarjana bahasa Yunani E. C. Colwell pada tahun 1933. Ia menegaskan bahwa dalam bahasa Yunani sebuah kata benda yang menjadi predikat �mempunyai kata sandang [tertentu] bila kata itu sesudah kata kerja;
[tetapi] tidak mempunyai kata sandang [tertentu] bila mendahului kata kerjanya.� Dengan ini ia maksudkan bahwa sebuah kata benda yang menjadi predikat yang mendahului kata kerjanya harus dimengerti seolah-olah mempunyai kata sandang tertentu (bahasa Inggris, �the�) di depannya. Dalam Yohanes 1: 1 kata benda kedua (the-os�), predikatnya, sebelum kata kerjanya -�dan [the-os�] adalah Firman itu.� Jadi, kata Colwell, Yohanes 1:1 harus dibaca �dan Allah [bahasa Inggris, �(the) God�] adalah Firman itu.�
Namun pertimbangkan dua contoh yang terdapat dalam Yohanes 8:44. Di sana Yesus berkata tentang si Iblis: �Ia adalah pembunuh manusia� dan �ia adalah pendusta.� Sama seperti dalam Yohanes 1: 1, kata-kata benda yang menjadi predikat (�pembunuh manusia� dan �pendusta�) dalam bahasa Yunani mendahului kata kerja (�adalah�). Tidak ada kata sandang tidak tentu di depan masing-masing kata benda karena dalam bahasa Yunani Koine tidak ada kata sandang tidak tentu. Namun kebanyakan terjemahan menyisipkan kata �adalah� atau �adalah seorang� (bahasa Inggris, a) karena tata bahasa Yunani dan ikatan kalimatnya menuntut itu. -Lihat juga Markus 11:32; Yohanes 4:19; 6:70; 9:17; 10:1; 12:6.
Colwell harus mengakui ini sehubungan dengan kata benda yang menjadi predikatnya, karena ia berkata: �[Kata sandangnya] tidak tertentu [�suatu� atau �seorang�] dalam hal ini, hanya bila ikatan kalimatnya menuntut hal tersebut.� Jadi ia pun mengakui bahwa bila ikatan kalimat menuntut hal itu, para penerjemah dapat menyisipkan kata sandang tidak tentu di depan kata benda dalam susunan kalimat sejenis ini.
Apakah ikatan kalimatnya menuntut kata sandang tidak tentu dalam Yohanes 1: 1 ? Ya, karena bukti dari seluruh Alkitab menunjukkan bahwa Yesus bukan Allah Yang Mahakuasa. Jadi, yang harus membimbing penerjemah dalam hal-hal seperti itu bukan peraturan tata bahasa dari Colwell yang meragukan, tetapi ikatan kalimatnya. Dan jelas dari banyak terjemahan-terjemahan yang menyisipkan kata sandang tidak tentu �suatu� dalam Yohanes 1:1 dan di ayat-ayat lain, bahwa banyak sarjana tidak menyetujui peraturan yang dibuat-buat seperti di atas, demikian juga Firman Allah.
Tidak Bertentangan
APAKAH mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah �suatu allah� bertentangan dengan ajaran Alkitab bahwa hanya ada satu Allah? Tidak, karena kadang-kadang Alkitab menggunakan istilah itu untuk memaksudkan pribadi yang berkuasa. Mazmur 8:6 (Klinkert) berbunyi: �Engkau telah menjadikan dia [manusia] kurang sedikit dari pada segala malaekat [bahasa Ibrani, �elohim�, NW, pribadi-pribadi seperti Allah�].� Dalam pembelaan Yesus terhadap tuduhan orang Yahudi, bahwa ia mengaku sebagai Allah, ia mengatakan bahwa �Taurat menggunakan kata allah-allah untuk mereka kepada siapa firman Allah ditujukan,� yaitu yang dimaksudkan hakim-hakim manusiawi. (Yohanes 10: 34, 35, Jerusalem Bible; Mazmur 8Z:1-6) Bahkan Setan disebut �ilah zaman ini� dalam 2 Korintus 4:4.
Yesus mempunyai kedudukan yang jauh lebih tinggi daripada para malaikat, manusia yang tidak sempurna, atau Setan.
Karena pribadi-pribadi itu disebutkan sebagai �allah-allah,� pribadi-pribadi yang berkuasa, tentu Yesus pun dapat dianggap �suatu allah� dan memang demikian. Karena kedudukannya yang unik dalam hubungannya dengan Yehuwa, Yesus adalah �Allah Yang Perkasa [�Berkuasa,� NW].� -Yohanes 1: 1; Yesaya 9: 5.
Namun bukankah �Allah Yang Berkuasa� dengan huruf-huruf besar menunjukkan bahwa Yesus dalam hal tertentu setara dengan Allah Yehuwa? Sama sekali tidak. Yesaya hanya menubuatkan ini sebagai salah satu dari empat nama yang akan diberikan kepada Yesus, dan dalam bahasa Indonesia nama-nama tersebut ditulis dengan huruf besar. Tetapi, sekalipun Yesus disebut �Berkuasa,� hanya ada satu pribadi yang �Mahakuasa.� Menyebut Allah Yehuwa �Mahakuasa� tidak akan mempunyai arti jika tidak ada pribadi-pribadi lain yang juga disebut allah-allah namun menduduki jabatan lebih rendah.
Bulletin of the John Rylands Library di Inggris menyatakan bahwa menurut teolog Katolik Karl Rahner, meskipun the-os� digunakan dalam ayat-ayat seperti Yohanes 1: 1 untuk menyebutkan Kristus, �dalam ayat-ayat tersebut the-os� tidak pernah digunakan sedemikian rupa sehingga menyatakan Yesus sama dengan Dia yang di tempat lain dalam Perjanjian Baru disebut sebagai �ho Theos,� yaitu, Allah Yang Paling tinggi.� Dan Bulletin menambahkan: �Jika para penulis Perjanjian Baru menganggap sangat penting agar orang-orang yang setia mengakui Yesus sebagai �Allah,� mengapa pengakuan semacam ini tidak ada sama sekali dalam Perjanjian Baru?�
Tetapi bagaimana dengan kata-kata rasul Tomas, �Ya Tuhanku dan Allahku!� kepada Yesus dalam Yohanes 20:28? Bagi Tomas, Yesus adalah seperti �allah,� terutama dalam mukjizat yang ia lihat yang mendorongnya untuk mengeluarkan seruan itu. Beberapa sarjana mengatakan bahwa Tomas mungkin hanya mengucapkan seruan keheranan yang emosional, yang diucapkan kepada Yesus namun ditujukan kepada Allah. Dalam hal apapun, Tomas tidak berpikir bahwa Yesus adalah Allah Yang Mahakuasa, karena ia dan semua rasul lain tahu bahwa Yesus tidak pernah mengaku dirinya sebagai Allah melainkan mengajar bahwa Yehuwa saja �satu-satunya Allah yang benar.�
Yohanes 17:3.
Sekali lagi, ikatan kalimatnya membantu kita memahami hal ini. Beberapa hari sebelumnya Yesus yang telah dibangkitkan menyuruh Maria Magdalena memberi tahu murid-murid: �Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.� (Yohanes 20:17) Meskipun Yesus sudah dibangkitkan sebagai roh yang berkuasa, Yehuwa masih tetap Allahnya. Dan Yesus terus menyebut Dia demikian bahkan dalam buku terakhir dari Alkitab, setelah ia dimuliakan. -Wahyu 1: 5,6: 3:2,12.
Tepat tiga ayat setelah seruan Tomas, dalam Yohanes 20:31, Alkitab menjelaskan masalahnya lebih lanjut dengan menyatakan �Semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah,� bukan bahwa ia adalah Allah Yang Mahakuasa. Dan ini berarti �Anak� secara aksara, sebagaimana seorang ayah aksara dan seorang anak, bukan sebagai suatu bagian yang misterius dari Keilahian Tritunggal.
Harus Selaras Dengan Alkitab
ORANG-ORANG mengatakan bahwa beberapa ayat lain mendukung Tritunggal. Namun sama dengan yang telah dibahas di atas, bila diperiksa dengan saksama. ayat-ayat itu tidak benar-benar mendukungnya. Ayat-ayat tersebut hanya menggambarkan bahwa dalam mempertimbangkan pernyataan yang dikatakan mendukung Tritunggal, seseorang harus bertanya:
Apakah penjelasannya selaras dengan ajaran yang konsisten dari seluruh Alkitab -bahwa hanya Allah Yehuwa yang Paling Tinggi? Jika tidak, maka penjelasannya pasti salah.
Kita juga perlu ingat bahwa tidak ada satu �ayat bukti� pun yang mengatakan bahwa Allah, Yesus, dan roh kudus adalah satu dalam suatu Keilahian yang misterius. Tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang mengatakan bahwa ketiga-tiganya sama dalam zat, kuasa, dan kekekalan. Alkitab konsisten dalam menyingkapkan bahwa Allah Yang Mahakuasa, Yehuwa, adalah satu-satunya Pribadi Yang Paling Tinggi, Yesus adalah Anak-Nya yang diciptakan, dan roh kudus adalah tenaga aktif Allah.
SEMBAHLAH ALLAH MENURUT SYARAT-SYARAT DIA
YESUS berkata dalam doa kepada Allah: �Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.� (Yohanes 17: 3) Pengenalan atau pengetahuan macam apa? �[Allah] menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan [yang saksama, NW] akan kebenaran.� (1 Timotius 2:4) The Amplified Bible menerjemahkan bagian terakhir dari ayat ini sebagai berikut:
�Mengetahui dengan tepat dan benar tentang Kebenaran [ilahi].�
Jadi Allah ingin agar kita mengenal Dia dan maksud-tujuan-Nya dengan saksama selaras dengan kebenaran ilahi. Dan Firman Allah, Alkitab, adalah sumber dari kebenaran tersebut. (Yohanes 17:17; 2 Timotius 3: 16,17) Bila orang belajar dengan saksama apa yang Alkitab katakan tentang Allah, maka mereka tidak akan menjadi seperti orang-orang yang disebut dalam Roma 10:2, 3, yang �sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.� Atau seperti orang-orang Samaria, kepada siapa Yesus berkata: �Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal. �
Yohanes 4:22.
Maka, jika kita ingin mendapat perkenan Allah, kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri: Apa yang Allah katakan mengenai diri Dia sendiri? Bagaimana Ia ingin disembah? Apa maksud-tujuanNya dan bagaimana kita harus menyesuaikan diri dengan itu? Pengetahuan yang saksama tentang kebenaran akan memberi kita jawaban-jawaban yang benar atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dengan demikian kita dapat menyembah Allah menurut syarat-syarat Dia.
Tidak Menghormati Allah
�SIAPA yang menghormati Aku, akan Kuhormati,� kata Allah. (1 Samuel 2 :30) Apakah kita menghormati Allah dengan menyebut pribadi lain setara dengan Dia? Apakah kita menghormati Dia dengan menyebut Maria �Bunda Allah� dan �Perantara … antara sang Pencipta dengan makhluk-makhluk ciptaan-Nya,� seperti disebutkan dalam New Catholic Encyclopedia? Tidak, gagasan tersebut menghina Allah. Tidak ada pribadi manapun yang setara dengan Dia, Ia juga tidak mempunyai ibu jasmani, karena Yesus bukan Allah. Dan tidak ada �Perantara� perempuan karena Allah hanya mengangkat �satu pengantara antara Allah dan manusia,� yaitu Yesus. -1 Timotius 2:5; 1 Yohanes 2:1,2.
Tiada sangsi lagi, doktrin Tritunggal telah membingungkan dan mengencerkan pengertian orang tentang kedudukan Allah yang sesungguhnya. Hal itu menghalangi orang untuk dengan saksama mengenal Penguasa Universal, Allah Yehuwa, dan untuk menyembah Dia menurut syarat-syarat-Nya. Seperti dikatakan teolog Hans Kung: �Untuk apa seseorang ingin menambahkan sesuatu kepada gagasan tentang keesaan dan keunikan Allah yang hanya dapat mengencerkan atau meniadakan keesaan dan keunikan itu?� Namun itulah yang telah dilakukan dengan percaya kepada Tritunggal.
Mereka yang percaya kepada Tritunggal tidak �berpegang kepada Allah dalam pengetahuan yang saksama.� (Roma 1:28, NW; Bode) Ayat itu juga berkata: �Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas.� (Terjemahan Baru) Ayat 29-31 menyebutkan beberapa dari hal-hal yang �tidak pantas� itu, seperti �pembunuhan, perselisihan, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.� Justru hal-hal itulah yang telah dipraktikkan oleh agama-agama yang menerima Tritunggal.
Sebagai contoh, para penganut Tritunggal sering menganiaya dan bahkan membunuh orang-orang yang menolak doktrin Tritunggal. Dan mereka bahkan telah bertindak lebih jauh. Mereka telah membunuh sesama penganut Tritunggal dalam masa perang. Apa yang lebih �tidak pantas� lagi daripada orang Katolik membunuh orang Katolik, orang Ortodoks membunuh orang Ortodoks, orang Protestan membunuh orang Protestan-semua dalam nama Allah Tritunggal yang sama?
Namun, Yesus dengan jelas berkata: �Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.� (Yohanes 13:35) Firman Allah berbicara lebih banyak mengenai hal ini, dengan berkata:
�Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.� Mereka yang membunuh saudara-saudara rohani mereka disamakan dengan �Kain, yang berasal dari si jahat [Setan] dan yang membunuh adiknya.� -1 Yohanes 3: 10-12.
Jadi, diajarkannya doktrin-doktrin yang membingungkan tentang Allah telah menimbulkan tindakan-tindakan yang melanggar hukum-hukum-Nya. Sesungguhnya, apa yang telah terjadi dalam seluruh Susunan Kristen adalah seperti digambarkan oleh teolog Denmark S�ren Kierkegaard: �Susunan Kristen telah menyingkirkan Kekristenan tanpa benar-benar menyadarinya.�
Keadaan rohani Susunan Kristen sesuai dengan apa yang ditulis rasul Paulus: �Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.�
Titus 1: 16.
Tidak lama lagi, pada waktu Allah mengakhiri sistem yang jahat yang ada sekarang, Susunan Kristen yang menganut Tritunggal akan dimintai pertanggungjawaban. Dan ia akan mendapat vonis yang mencelakakan karena tindakan-tindakan dan doktrin-doktrinnya yang tidak menghormati Allah. -Matius 24: 14,34; 25:3134, 41, 46; Wahyu 17:1-6, 16; 18:1-8, 20, 24; 19: 17-21.
Tolaklah Tritunggal
KEBENARAN Allah tidak dapat dikompromikan. Maka, menyembah Allah menurut syarat-syarat Dia berarti menolak doktrin Tritunggal. Doktrin tersebut bertentangan dengan apa yang dipercayai dan diajarkan oleh para nabi, Yesus, rasul-rasul, dan orang Kristen yang mula-mula. Hal itu bertentangan dengan apa yang Allah katakan mengenai diriNya dalam Firman-Nya sendiri yang terilham. Maka, Ia menasihati:
�Akuilah bahwa aku Allah, dan tak ada lainnya, dan tak ada yang seperti aku.� -Yesaya 46:9, BIS.
Kepentingan Allah dirugikan dengan membuat Dia membingungkan dan misterius. Sebaliknya, makin bingung orang mengenai Allah dan maksud tujuan Dia, makin senang musuh Allah, Setan si Iblis, �ilah dunia ini.� Dialah yang menganjurkan doktrin palsu tersebut untuk �membutakan pikiran orang-orang yang tidak percaya.� (2 Korintus 4:4)
Dan doktrin Tritunggal juga menjadi alat bagi golongan pendeta yang ingin mempertahankan kendali mereka atas orang-orang, karena mereka memberi kesan seolah-olah para teolog saja yang dapat mengertinya. -Lihat Yohanes 8:44.
Pengetahuan yang saksama tentang Allah benar-benar mendatangkan kelegaan. Hal itu membebaskan kita dari ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ajaran Firman Allah dan dari organisasi-organisasi yang telah murtad. Seperti Yesus katakan: �Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.� -Yohanes 8:32.
Dengan menghormati Allah sebagai yang paling tinggi dan menyembah Dia menurut syarat-syaratNya, kita dapat menghindari hukuman yang segera akan Ia timpakan atas Susunan Kristen yang murtad. Sebaliknya kita dapat menantikan perkenan Allah pada waktu sistem ini berakhir:
�Dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.�
1 Yohanes 2:17.
HARUSKAH ANDA PERCAYA KEPADA TRITUNGGAL ?
�1989 Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
Penerbit:
Watch Tower Bible and Tract Society Of New York. Inc.
International Bible Students Association
Brooklyn, New York, U.S.A.
Haruskah Anda Percaya Trinitas?
Saksi Jehovah sebagai salah satu sekte Kristiani Unitarian menjelaskan akidah mereka: menentang Trinitas yang dipercaya oleh Kristen mainstream.
Isi Lengkap
Haruskah Percaya ?
A . Bgmn Trinitas Dijelaskan ?
- Di Luar Jangkauan Akal Manusia
- Bukan Allah yang Suka Pada Kekacauan
B. Ajaran Alkitab ?
- Apakah ada dalam Alkitab ?
- Bukti dari Kitab Ibrani
- Bukti dari Kitab Yunani
- Apakah Diajarkan Orang Kristen Awal ?
- Apa yang Diajarkan Ulama Pra-Nicea
C. Bgmn Trinitas Berkembang ?
- Peranan Konstantin di Nicea
- Perkembangan Selanjutnya
- Kredo Athanasia
- Kemurtadan Dinubuatkan
- Apa yang Mempengaruhi Hal Itu
- Platonisme
- Mengapa Nabi Allah Tidak Mengajarkannya?
D. Apa Kata Alkitab ?
- Allah Itu Satu, Bukan Tiga
- Bukan Allah yang Jamak
- Yesus Ciptaan yang Terpisah
- Dapatkah Allah Dicobai ?
- Berapa Besar Harga Tebusan Itu ?
- Satu-Satunya yang Diperanakkan ?
- Apakah Yesus Dianggap Allah ?
E. Apakah Allah Unggul ?
- Yesus Dibedakan Dari Allah
- Hamba Allah
- Allah Lebih Unggul
- Pengetahuan Yesus Terbatas
- Yesus Lebih Rendah
- Tidak Pernah Mengaku Allah
F. Tenaga Aktif Allah
- Tenaga Aktif
- Kekuatan yang Melimpah
- Bukan suatu Pribadi
- Penolong
- Bukan Bagian Tritunggal
G. Bgmn Ayat-Bukti Trinitas ?
- Tiga dalam Satu
- Aku dan Bapa Adalah Satu
- Menyamakan DiriNya dengan Allah ?
- Setara Dengan Allah ?
- Aku Adalah
- Firman itu Adalah Allah
- Melanggar Aturan
- Tidak Bertentangan
- Harus Selaras Alkitab
H. Sembahlah Allah Menurut Syarat Dia
- Tidak Menghormati Allah
- Tolaklah Tritunggal
Wahai orang-orang kafir!Bertobatlah kalian semua.Jika kalian bertobat bergembiralah para nabi termasuk Jesus dan berdukacitalah para syaitan.Jika kalian berdegil maka berdukacitalah para nabi termasuk Jesus dan bergembiralah para syaitan.Adakah kalian senang para nabi berdukacita?Apa permusuhan kalian dengan mereka?Jika hari ini semua kristen pindah ke Islam,Gereja akan bangkrut dan para pendeta akan kehilangan sumber kewangan.Itulah yg memotivasikan mereka menipu kalian dengan memutarbalikkan ayat-ayat Al Kitab.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah.
September 2, 2010 at 1:55 pm
Okay, akan saya lakukan…
“Aku bersaksi, sesungguhnya allah swt itu adalah Syaiton….dan aku bersaksi juga bahwa muhammad itu utusannya syaiton….”
August 7, 2010 at 5:20 am
Di Bible Yesus mengaku sebagai Raja Israel. Yesus sebagai seorang manusia tentu syah-syah saja menjadi rajanya orang Israel. Lalu apa yang terjadi jika Yesus dianggap Tuhan, Tentu orang-orang Israel akan menjadi satu tingkat diatas kita yang bukan Israel. Dengan kata lain orang-orang Israel ingin membuat non Israel menjadi budak mereka dan Ikut kemauan mereka. Dan ini antara lain dengan politik Zionisme mereka yang didukung Kristen. Pen-Tuhan-an Yesus merupakan rencana sistematis Yahudi sejak awal (1 M) untuk memanfaatkan para Kristen menjadi domba mereka.
Bagaimana dengan Islam?. Ada hadits nabi Muhammad yang menyuruh muslim melebihkan orang Arab, ini pastilah hadits palsu. Kemungkinan ada oknum Arab ingin dianggap spesial dengan mengeluarkan hadits ini.
BY WEDUL SHERENIAN
Wahai orang-orang kafir bertobatlah segera.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yg layak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu utusan Allah kalian pasti akan berjaya.
August 7, 2010 at 10:53 am
Apakah Tuhan punya sejarah hidup?. Lihatlah Tuhan kita masing-masing, apakah Tuhan kita punya sejarah hidup?. Tuhan ada dengan sendirinya, Tuhan tidak memerlukan manusia, manusialah yang memerlukan Tuhan. Jadi Tuhan bersifat pasif, tetapi bertanggung jawab dengan memberikan tuntunan lewat Kitab Suci. Manusialah yang harus aktif.
Jadi jika Tuhan-mu punya sejarah, berarti itu bukanlah Tuhan. Tuhan itu Maha Kaya dan semua makhluk bergantung pada-Nya. Jadi Tuhan tidak perlu susah-susah membuat sejarah diri-Nya buat manusia. Lihatlah Kitab suci kita, apakah disana Tuhan kita mempunyai sejarah diri-Nya?. Dan Kitab suci yang murni dari Tuhan, isinya juga harus terbebas dari kata-kata yang mencerminkan suatu runutan sejarah.
Kalau kita baca Al-Quran dapatlah kita akui bahwa gaya bahasanya begitu mengesankan. Tidak ada kata-kata penunjuk tahun misalnya : 600M, Pada jaman itu, suatu ketika dll. Karena biasanya sejarah dihubungkan dengan angka tahun atau penunjuk waktu. Gaya bahasa Al-Quran begitu mistis.Dan biasanya isinya selalu berhubungan dengan konsep Tauhid (peng-Esa-an Tuhan). Karena sejarah itu bermata dua. Jika ada dua sumber sejarah berbeda berarti itu sudah mengurangi kredibilitas dari obyek sejarah tersebut. Kitab Suci yang dicurigai sudah ada campur tangan manusia (buatan manusia) biasanya kata-katanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut (contoh dalam Injil Sekarang/Bible) :
Pada Mulanya (pada suatu ketika) Allah menciptakan langit dan bumi… (Ditambah penekanan). (Injil – Kejadian 1:1)
Pada mulanya (pada suatu ketika) Firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah… (Ditambah penekanan). (Injil -Yohanes 1:1)
Inilah silsilah (yang asli, pada mulanya) Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham …. (Ditambah penekanan). (Injil – Matius 1: 1)
Dan lain-lain
By Wedul Sherenian
Sumber:http://vilaputih.wordpress.com/2009/07/31/adakah-sejarah-tuhan/
Wahai orang-orang kafir!Terimalah kebenaran.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Alla dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian akan berjaya.
August 7, 2010 at 10:57 am
Islam adalah agama pembawa damai, dan satu-satunya agama yang diridhoi Alloh……………….
Buktinya ada dalam ayat-ayat di bawah ini:
QS 8:12
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka
QS 47:4
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.
QS 9:123
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.
QS 4:89
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,
QS 9:5
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.
Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 52, Nomer 260
Diriwayatkan oleh Ikrima: “Jika seseorang (Muslim) meninggalkan agamanya, bunuh dia.”
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!
Bagaimana bisa menjadi orang yang baik, kalau dia diajarkan untuk memukul istrinya?
QS 4:34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Bahkan mengurung istrinya sampai mati:
QS 4:15
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya
Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk tidak setia pada istrinya?
QS 4:3
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk memperlakukan istri sebagai barang konsumsi yang bisa digonta-ganti bila bosan?
QS 4:20
Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?
Dapatkah menjadi orang yang baik, bila dia diajarkan untuk bersikap paranoid dan penuh curiga terhadap sesamanya?
QS 3:118
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
QS 2:120
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
QS 3:100
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.
QS 3:149
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.
QS 3:69
Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
Tanya: Jadi apa kesimpulan Bapak?
Jawab: Islam semakin diamalkan, akan semakin merusak penganutnya. Semakin kaffah keislaman seorang muslim, akan semakin buruk kepribadiannya. Dia akan menjadi suka poligami, pedofili meniru sunnah Rasul, tidak setia pada istrinya, mudah marah, membenci kafir, dan memiliki semangat membunuh yang tinggi.
Intinya, bila kamu ingin menjadi orang baik, maka tinggalkan Islam.
Bila kamu tetap ingin ber-Islam namun menjadi orang baik, maka janganlah menjadi MUSLIM SEJATI. Menjadi muslim sejati berarti kamu merubah dirimu menjadi JAHAT.
Islam pada dasarnya sebuah penyakit yang mesti ditinggalkan, tidak bisa tidak.
August 7, 2010 at 6:25 pm
Pokonya Allah Telah Mengenapi Janjinya Pada Umat nasrani dan Islam…..Buktinya di Perjanjian Lama Allah berjanji Bahwa Cuma ada 1 Agama yang besar Yaitu Keristen dan di susul Oleh Muslim d nomor dua Tahu Kenapa Karena Allah Berjanji Pada Anak Sah Keturuna Abraham Bahwa dia Akan Berketurunan seperti Pasir di Pantai(nggak terhitung Jumlahnya) sedangkan Pada Ismail Allah Cuma Berjanji bahwa Ismail akan di Jadikan Bangsa yang besar Juga (alis Bukan seperti Pasir d Pantai seperti Janji Allah yang Pertama)mau Tahu isinya tertulis d mana Baca Taurat…..Mau Bukti Lihat Wahai Islam”Agama terbesar Itu di Dunia Keristen dan di Susul Umat Muslim sesuai Pada Janji Allah Pada Umat Keristen…Kalau sdh Baca Taurat dan Ketemu Firman Tersebut diatas dan Membandingkanya dengan Realita Maka Apakah yang Kamu Yakini Wahai Muslim
August 14, 2010 at 2:57 pm
lah klo emg kristen pling gede…
knp sbgian org di eropa g ngakuin adanya tuhan alias ateis,,,alias komunis,,,
alias free life,,,
alias kristen KTP….
(karena kristen dirasa hanyalah dongeng yg hrus di tinggalkan dan dihapus krena sdh jauh menyimpang dri ajaran yg sebenarnya.
August 16, 2010 at 3:23 am
Quran 21: 30. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.
Isa Al-Masih tidak dicipta dari air tidak pula dari tanah, tapi dari KalimatNya ? Berarti Dia bukan mahluk.
Apakah Isa itu Tuhan ?
Quran 31:34 “Sesungguhnya Allah, disisiNya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat…..”
Quran 43:61 “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat.”
Yang mengetahui hari kiamat itu hanya Tuhan. Tiba-tiba ada pribadi yang benar-benar mengetahui hari Kiamat. Pribadi itu tidak lain pasti Tuhan !!!
August 19, 2010 at 5:16 pm
Salam,
Bagi kami kaum muslimin, nabi ISA AS memiliki derajat yang tinggi yakni sebagai Nabi dan Rasul. Nabi adalah utusan Allah dan Rasul adalah orang yang menyampaikan Firman Allah!!
Ada 4 orang yg bergelar sama yakni: Nabi Musa AS dengan kitab Taurat, Nabi Daud dengan Kitab Zabur, Nabi ISA AS dengan Bibble dan nabi Muhammad SAW dengan Alqur’an.
Kalo mau mengartikan para rasul itu adalah Tuhan yang menjadi manusia seperti pemikiran kristen, maka di bumi ini setidaknya telah pernah ada minimal 4 Tuhan yang pernah hidup lalu mati !!!
Allah nggak pernah mati….man !!!
Pernah baca Firman Allah berikut ini ??
” Akulah yang Awal dan yang Akhir …!!! ”
” Akulah Allah, Tuhanmu, tiada Illah dan Tuhan yang lain selain AKU … ”
” Akulah Tuhanmu, tiada makhluk lain yang menyerupai AKU …!!! ”
dllnya
Firman Allah itu ada disemua kitab suci yg manusia kenal, jadi plis jangan merekayasa dengan dongeng yang lain !!! Dosa besar tahu!!
August 19, 2010 at 8:51 pm
bertaubatlah kalian wahai orang2 yang menjelek2kan agama yang telah disempurnakan oleh Allah Azza Wajalla.
Bagi kaum muslimin, Yesus bukanlah Nabi Isa. Dia hanyalah Judas sang pengkhianat, yang dirubah rupanya oleh Allah Yang Maha Kuasa.
Bertaubatlah kalian wahai kayu bakar neraka.
August 20, 2010 at 1:08 pm
Kalau saya baca keseluruhan dari Injil bahwa Yesus disebut tidak hanya seorang Nabi saja, Dia yang diurapi, tabib segala tabib, penasehat yang ajaib, Dia adalah Alpha dan Omega, Juru selamat, Anak Manusia, Anak Allah,Bapa yang kekal dsb,
Dari sudut Alquran catatan tentang Isa/Yesus sangat terbatas terlebih-lebih setelah ratusan tahun sebelum adanya Islam, menurut sejarah perkenbangan kekristenan sangat pesat di Arab tetapi sayangnya banyak ajaran Bidat yang tidak sesuai dengan kebenaran Injil, informasi agama dengan isinya simpamg siur sehingga Alquran dalam mengutip nama nabi dan keturunan tdk tepat. hal ini yang memungkinkan pemahaman tentang Isa jauh berbeda karena:
1.Dipandang dari kacamata Islam
2.Pengenalan akan Yesus tidak sebatas atas pengetahuan atau otak tentang DIa kalau hanya ini pasti TERSESAT, tetapi harus hidup dalam KUASA-NYA artinya memiliki pengalaman yang nyata bersama dengan DIA dalam hal sakit penyakit, rezeki, kuasa setan, pertolongan dsb hal ini tertulis dalam Alquran Dia sanggup menyembuhkan sakit penyakit, membangkitkan orang mati dsb.JANGAN MEMAHAMI DIA DENGAN HIKMAT MANUSIA TETAPI HIKMAT ALLAH caranya adalah menerima Dia secara pribadi sebagai Tuhan dan Juru selamat anda, pengenalan akan ISA AS harus dalam ROH bukan sebatas pikiran, pengenalan akan ISA tdk dapat dipahami sebatas AGAMA
3.Berdoalah kepada Alloh minta petunjuk mengapa kalau Alloh itu hidup, benar, suci dan hidup pasti akan memberi petunjuk
SILAHKAN MENCOBA
August 30, 2010 at 4:01 am
Benar pendapat amin, Islam memiliki perspektif berbeda tentang Isa dengan Kristen. Tapi hati-hati dengan “hidup dalam Kuasa-Nya”, apakah yang anda maksudkan adalah asumsi (dugaan). Saat anda meyakini Isa sebagai Yesus, lalu anda merasakan sentuhan kasih-Nya. Saat muslim meyakini Isa sebagai Rasul-Nya, lalu muslim merasakan sentuhan kasih-Nya. Dua orang dengan perspektif berbeda namun memiliki pengalaman yang sama, yakni “sentuhan kasih-Nya.”. Dan keduanya melihat Dia yang menyentuh secara berbeda, anda melihatnya sebagai Isa, dan muslim melihatnya sebagai Allah, Tuhan yang mengangkat Isa sebagai Rasul-Nya. Tanpa bersandar kepada logika dan agama, pemahaman siapakah Dia yang menyentuh hanya berdasarkan dugaan semata. Dan dengan landasan dugaan, manusia jaman dulu akhirnya menyekutukan Tuhan dengan berhala, seperti menyangka bahwa Dewi Padi lah yang telah memberikan kepada mereka kesejahteraan. Cara seperti inilah yang salah dan diperbaiki Allah sehingga Dia menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya.
Siapakah Dia? Konsep atau definisi tentang Dia berkaitan dengan anda yakin kepada siapa. Hanya Allah yang tahu siapa diri-Nya, sehingga melalui firman-Nya saja kita mengenalnya. Inilah yang dikenal dalam agama Samawi, seperti Yahudi, Kristen, dan Islam. Jika anda mengenal Allah melalui perkataan, fikiran, atau dugaan manusia, maka Allah yang anda fikirkan mungkin jauh dari Allah yang sebenarnya. Inilah yang dikenal dalam agama Duniawi, seperi Budha, Hindu, dls.
Jika anda adalah pengikut agama samawi, maka pengalaman bathin harus diletakan kepada firman Tuhan. Saat anda merasakan sentuhan-Nya, mungkin pengalaman anda berlanjut dengan menyaksikan sosok Isa sebagai Tuhan anda, karena berdasarkan firman-Nya, Isa adalah Tuhan. Saat muslim merasakan sentuhan-Nya, pengalamannya tidak akan berlanjut dengan menyaksikan sosok Tuhan, karena dalam firman-Nya, Dia tidak menggambarkan diri-Nya melainkan sifat-Nya semata.
Dengan demikian anjuran 1 dan 2 anda tidak sama sekali berpengaruh melainkan kepada orang yang memiliki keyakinan sama dengan anda. Hanya anjuran 3 yang berpengaruh, dan pada akhirnya Tuhanlah yang akan menunjukan, apakah keyakinan anda yang benar, atau keyakinan muslim.
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. (Al Baqarah :272) Katakanlah: “Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya”.(Al An’am :149)
Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami”. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam, dan agar mendirikan sembahyang serta bertakwa kepada-Nya”. Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.(Al An’am :71-72)
Dia berkata: “Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku”. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?”(Al An’am :80)Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.(Al An’am :88)
August 30, 2010 at 4:04 am
Perkataan saya: Dan dengan landasan dugaan, manusia jaman dulu akhirnya menyekutukan Tuhan dengan berhala, seperti menyangka bahwa Dewi Padi lah yang telah memberikan kepada mereka kesejahteraan. Cara seperti inilah yang salah dan diperbaiki Allah sehingga Dia menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya
Berangkat dari fakta kisah Ibrahim di dalam alQuran: Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat”.(Al An’am :77)
August 29, 2010 at 6:53 pm
Dari semua artikel yang kalian perdebatkan.
DENGAN INI SAYA BISA MENILAI SIAPA YANG BENAR DAN LOGIS.
SAYA MENYATAKAN :
ASSYHADU ALLA ILAA HA ILLALLAH.
SAYA HARAP ANDA SEMUA MENJADI SAKSI SAYA.
TERIMAKSIH PENULIS YANG TELAH MEMBUAT BLOG INI. DAN BALASAN DARI SEMUA PIHAK.
August 30, 2010 at 5:04 am
Apakah nama agama Yesus Kristen?, jawabnya tidak. Tak ada nama Kristen di Bible. Kristen itu nama yang muncul ratusan tahun setelah Yesus diangkat oleh Allah ke langit. Pengikut beliau biasa dipanggil Nasrani atau Nashara, dan mereka mengaku sebagai Muslim. Muslim berarti hidup dengan nafas Islam. Nasrani mengacu ke kelompok kecil Yesus karena hanya untuk bani Israel. sedangkan Islam mengacu lebih luas segala bangsa sebagai rahmat seluruh alam. Tetapi keduanya adalah Muslim. Hali ini bisa dibuktikan lewat perkataan Yesus dalam bahasa Aramaic yang merupakan bahasa Asli Yesus.
Bahasa Aramaic serumpun dengan Arab dengan kesamaan cara membaca yaitu dari kanan kekiri (terbalik dengan pembacaan kita). Dalam memahami terjemahan bahasa Aramaic, perlu diperhatikan sebagai berikut :
Dalam Bahasa Aramaic :
Tuhan= Alaahaa (Allah)
Yesus= Eesho (Isa)==>Dimana di jaman Yesus tak ada yang namanya Yesus tapi Isa, karena Yesus itu nama baru (sebutan bagi Isa) dari bahasa latin.
ARAB=Eesa=Isa
YAHUDI=Esau
LATIN=Yesus=(Y)esau(S)=(Y)esu(S)
IBRANI=Yeshua/Yehosyua
ARAM=Eesho/Eesaa
Christ=Msheekhaa, padahal Christ itu mengacu ke Mesiah. Msheekhootaa =Christianity==>mengacu ke Christ, sehingga seolah-olah kata Kristen ada disana. Padahal kata yang tepat adalah Mesiah bukan christ.
LUKAS 6:40 :
“Ein talmeed na’leh ‘al rabbo; shekken kal adam she’MUSHLAM yihyeh k’rabbo.”
Tak seorangpun bisa melebihi gurunya, tetapi setiap orang yang mengaku sebagai MUSLIM dapat menyamai gurunya.
Dalam terjemahan Bahasa Inggris kata MUSHLAM berubah menjadi PERFECT. Misalnya :
Luke 6:40 (KJV)
40 The disciple is not above his master: but every one that is perfect shall be as his master.
Luke 6:40 (Darby)
40 The disciple is not above his teacher, but every one that is perfected shall be as his teacher.
Luke 6:40 (Young’s Literal Translation)
40 A disciple is not above his teacher, but every one perfected shall be as his teacher.
Luke 6:40 (21st Century King James Version)
40 The disciple is not above his master, but every one that is perfect shall be as his master.
Luke 6:40 (American Standard Version)
40 The disciple is not above his teacher: but every one when he is perfected shall be as his teacher.
Dalam Yahudi kata MUSHLAM berasal dari akar kata “Sh L M”==>”Shalom”(salam) yang berarti “Damai”. Sedangkan dalam Arab, kata MUSLIM berasal dari akar kata “S L M” (Salam) yang berarti “Damai (Selamat)”.
BY Wedul Sherenian
Sumber:http://vilaputih.wordpress.com/2010/07/29/bukti-yesus-beragama-islam/
Wahai orang-orang kafir!Ingat api neraka itu panas.Usahakan hidayah dapat sampai ke hati anda.Hanya kebenaran yg dapat menyelamatkan kalian.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.
August 30, 2010 at 12:43 pm
Aku bersaksi: “Sesungguhnya Allah swt itu adalah Iblis, dan aku bersaksi dengan sepenuh keyakinan, bahwa Muhammad itu adalah rasulnya Iblis…”
August 2, 2011 at 7:01 am
tapi belum ada bukti dengan semua itu….lebih ada buktinya adalah yesus di gantung seperti menjemur pakaian…wkwkwkwkwkwkwkw…kasihan….wkwkwkwkwk kaku bisu,tuli,dan tidak bisa apa-apa…malahan saya pernah memukul patung yesus,tpi dia tak berkutik..wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk…kasihan yesus..telah dikutuk menjadi batu.
September 1, 2010 at 2:17 pm
Bangsa Yahudi/Israel mempunyai keyakinan bahwa Juru Selamat Dunia adalah keturunan Ibrahim dan juga keturunan Daud, hal ini berarti Juru Selamat Dunia adalah keturunan Ibrahim dari garis Ishak bukan dari garis Ismail. Tetapi ternyata keyakinan itu sendiri disangkal oleh Yesus sendiri.
Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya: �Apakah pendapatmu tentang Mesias (Juru Selamat)?� �Anak siapakah Dia?� Kata mereka kepada-Nya: �Anak Daud.� Kata Yesus kepada mereka: �Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuhan-nya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuhan-ku: duduklah di sebelah kanan-Ku sampai musuh-musuh-Mu kutaruh dibawah kaki-Mu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuhannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?� Tidak ada seorangpun yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya� (Mateus 22: 41-46).
Untuk mengklaim bahwa Juru Selamat Dunia adalah Bangsa Yahudi/Israel maka Mateus tidak segan-segan untuk memaksakan silsilah Yesus menjadi sedemikian rupa, sehingga Yesus menjadi �Anak Ibrahim, Anak Daud.� Tetapi jika ada bukti bahwa Yesus memang benar Anak Daud, namun kenyataan ini tidak bisa membuktikan bahwa Dia adalah Mesias, karena terhadap itu Yesus bahkan telah membantahnya.
Yesus memang Mesias tetapi hanya untuk Bangsa Israel saja.
Pada suatu hari Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya:
�Menurut kamu, siapakah Aku?� Jawab Petrus: �Messias dari Allah.� Dalam sejarah umat manusia telah beberapa saja Tuhan mengirim Nabi kepada Bangsa Israel, tetapi ternyata seperti Yesus sering-kali ucapkan bahwa Bangsa Israel adalah bangsa yang tegar hati; maka untuk itulah kiranya Tuhan mengirim Nabi Bangsa Israel, Nabi yang terbesar dari nabi-nabi sebelumnya agar bangsa Israel menjadi selamat. Jadi Yesus memang Juru Selamat Bangsa Israel. Kita tidak boleh menyangkal kenyataan ini, sebab setiap orang yang mengakui Yesus di depan manusia akan diakui juga oleh Yesus di hadapan Tuhan, dan barang siapa yang menyangkal Yesus di hadapan manusia akan disangkal Yesus dihadapan Allah. (Mateus 10: 32-33). Alhamdulillah, Umat Islam bukan termasuk Umat yang menyangkal Yesus Umat Islam mengakui bahwa beliau adalah Utusan Allah, Nabi Besar dari deretan Nabi-Nabi sebelumnya.
Rupanya karena Bangsa lsrael memang merupakan bangsa yang tegar hati sampai-sampai Yesus bersabda: �Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan Allah� (Mateus 21: 43)
Bangsa apa yang dimaksud oleh Yesus? Janji Tuhan akan tetap terlaksana. Demikian juga janji Tuhan kepada Ibrahim. Ibrahim mempunyai dua orang anak, yaitu Ishak dan Ismail. Keduanya menurunkan bangsa yang besar, ialah Bangsa Israel dan Bangsa Arab. Jadi jika Kerajaan diambil dari bangsa Israel, maka akan lebih mudah masuk pada akal jika kemudian diserahkan kepada Bangsa Arab. Jadi akan masuk diakal jikBa Juru Selamat Dunia akan lahir dari Bangsa Arab, yakni keturunan Ibrahim dari garis Ismail. Apakah hal ini mungkin?
Dalam Mateus 21: 42 dan juga Mazmur 118: 22-23, kita membaca: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru; hal itu terjadi dari fihak Tuhan suatu perbuatan ajaib di mata Kita. Apakah yang dimaksud batu yang dibuang itu? Dan apakah yang dimaksud dengan batu penjuru? Atas anjuran dari Sarah: �Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya!� (Kejadian 21 : 10) maka Ibrahim lalu membuang Hagar dan Ismail. Bukankah hal itu jelas bagi kita, bahwa keturunan Ibrahim dari garis Ismail telah dibuang oleh Ibrahim sendiri sebagai tukang bangunan? Apakah batu penjuru itu? Kita tahu bahwa semua orang Islam yang bersembahyang menghadap kepada penjuru yang samas yakni Ka�bah.
Kita kembali kepada pertanyaan �Siapakah Penolong yang dijanjikan oleh Yesus yang datang sesudah beliau?�
� dan baptislah mereka demi nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus� (Mateus 28: 19), yang dapat kita artikan: � dan selamatkanlah mereka demi nama Tuhan, dengan ajaran para Nabi dan lebih-lebih ajaran Nabi sesudah Yesus �
Siapakah Nabi sesudah Yesus? Ia adalah batu yang di buang oleh tukang bangunan dan sekarang menjadi batu penjuru. Ia tentu harus keturunan Ismail. Siapakah dia? Jawab-nya tidak ada dua: Muhammad! Apakah Muhammad juru selamat dunia? �Ya, pasti.�
Sungguh, al-Masih �Isa anak Maryam adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Roh dari-Nya,
Karena itu, berimanlah kamu kepada Allah dan para Rasul-Nya (Qs. An-nisaa [4]: 171)
Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Kalimat-Nya (HR. Anas bin Malik)
—————————
Penjelasan :
Istilah �Roh dariNya� pada ayat al-Qur�an maupun Hadist diatas memiliki persamaan dengan firman Allah berikut ini :
Yang memulai penciptaan manusia dari tanah, Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma)
Lalu Dia menyempurnakan kedalamnya Roh-Nya dan Dia menjadikan untukmu pendengaran, penglihatan dan hati tapi sedikit sekali jumlah kamu yang bersyukur ! (QS. As-Sajdah [32] :7-9)
Kalimat Roh-Nya yang dimaksud oleh ayat An-Nisaa� 171 mengenai �Isa al-Masih tidak berbeda dengan pemakaian istilah Roh-Nya pada ayat As-Sajdah 9 yang menceritakan proses awal penciptaan seluruh manusia.
Tidak mungkin menyangkal bahwa Roh yang menghidupkan diri kita �manusia- adalah Roh-nya Allah atau Roh yang berasal dari Allah. Karena itu pemakaian istilah Roh-Nya pada ayat An-Nisaa� 171 akan bisa dimengerti dengan baik, ini juga maksud Allah dalam ayat yang lain:
Sesungguhnya perbandingan Isa disisi Allah, adalah seperti Adam (QS. Ali Imron [3] :59)
Jadi �Isa tidak ada beda dengan Adam, keduanya adalah manusia biasa yang sama sekali tidak ada unsur keilahiannya !
Benar-benar telah kafirlah orang-orang yang berkata : “Allah itu adalah almasih putera Maryam”.
Renungkanlah: “Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, seandainya Dia hendak membinasakan al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan siapa saja diatas bumi ?” Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang diantara keduanya; Ia menciptakan apa yang Ia kendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-maidah [5] :17)
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
Sementara pernyataan �Isa almasih sebagai Firman Tuhan sebenarnya tidak dikenal didalam Islam, istilah �Firman Tuhan� merupakan terjemahan dari kata �Kalimatuhu� ataupun �Kalimatu Robbi� yang secara terjemahan perkatanya (spell) adalah “Kalimat-Nya� atau �Kalimat Tuhan�, sebagaimana surah 4 an-nisaa� ayat 171 berikut :
Innamal masihu �isa ibnu maryama rosulullahi kalimatuhu
Sungguh, almasih �Isa putera Maryam adalah Rasul Allah dan Kalimat-Nya (Qs. 4 An-nisaa� : 171)
Beberapa pengertian dari istilah �Kalimat Tuhan� sendiri bisa kita lihat pada ayat al-Qur�an berikut :
Kalimatutul �azabi �alal kafirin
�Telah berlakulah Kalimat azab bagi orang-orang yang kafir. (QS. 39 Az-Zumar : 71)
Wa izibtala Ibrohima Robbuhu bi kalimati fa atammahunna
Dan ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa Kalimat dan tetap dilaksanakannya. (Qs. 2 Al-Baqarah : 124)
Dari contoh persamaan ayat tersebut, bisa diperoleh kesimpulan bahwa istilah Kalimat atau firman Tuhan disini berarti Ketetapan Tuhan kepada makhluk-Nya.
Sehingga dengan demikian maksud dari ayat 171 An-Nisaa� yang menyatakan �Isa al-Masih merupakan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam adalah Ketetapan atau keputusan Allah atas kelahiran �Isa al-Masih dari diri Maryam yang masih perawan, karena itu camkanlah ayat berikut ini :
Almasih putera Maryam itu hanyalah salah seorang Rasul seperti para Rasul sebelumnya – yang pernah ada – dan ibunya adalah orang yang sangat benar. (Qs. 5 al-maidah : 75)
Para Rasul itu Kami lebihkan setengah mereka dari setengah lainnya. Diantaranya ada yang Allah berkenan berbicara langsung dengannya �seperti Musa- Adapula yang Allah tinggikan derajatnya beberapa tingkat Juga Kami telah memberi kepada �Isa putera Maryam beberapa mukjizat (kelebihan) Serta Kami kuatkan dia dengan Ruh yang Suci (malaikat Jibril). Qs. 2 al-baqarah : 253
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
Jika kita sudah berbicara pengertian �Kalimat Tuhan� dan �Roh-Nya� dari sudut pandang Islam, maka sekarang kitapun akan membahas kedua istilah tersebut dan pemakaiannya dari sudut pandang dunia Kristen.
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia
dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan – Perjanjian Baru : Kitab Injil Yohanes 1:1-3
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadanya sebagai Anak Tunggal Bapa penuh kasih karunia dan kebenaran – Perjanjian Baru : Kitab Injil Yohanes 1:14
Analisa awal yang perlu dicatat dari Kitab Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 s/d 3 dan ayat 14 diatas bahwa kesaksian tersebut bukan berasal dari mulut Yesus langsung, akan tetapi hal tersebut tulisan maupun ucapan dari Yohanes sang pengarang Injil tersebut, dan tidak ada dasar yang bisa dijadikan argumen kuat bahwa kalimat itu didiktekan oleh Yesus kepada Yohanes agar dituliskan didalam Injil karangannya.
Analisa berikutnya, mari kita bahas isi dari ayat 1 s/d 3 dari kitab Injil Yohanes diatas :
Pada mulanya adalah Firman
Firman itu bersama-sama dengan Allah
� Kitab Injil Yohanes 1:1 -
Apakah yang dimaksud dengan Firman ini ?
Saya coba melihat ayat tersebut dalam Alkitab berbahasa Inggris (yang disebut The Bible) dan pilihan saya adalah SABDA yang saya pesan langsung secara gratis dari Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) Surakarta yang pembuatannya berada dibawah pengawasan OnLine Bible Canada dan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), dalam hal ini saya mengambil terjemahan Injil versi King James 1769 Authorised Version dan Darby Translation 18898 yang menjadi panduan mayoritas umat Kristen seluruh dunia :
In the beginning was the Word, and the Word was with God,
and the Word was God.
The same was in the beginning with God.
All things were made by him;
and without him was not any thing made that was made.
Disini istilah �Firman� diterjemahkan sebagai �Word�.
Istilah �Word� dalam kamus Inggris-Indonesia karya John M. Echols dan Hassan Shadily terbitan PT. Gramedia Jakarta cetakan XVIII Agustus 1990 hal 652 memiliki arti �kata, perkataan, sepatah kata, kabar, sabda, janji, pesan atau perintah�.
Dengan demikian, Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 s.d. 3 itu bisa juga dibaca demikian :
Pada mulanya adalah Sabda/ Janji
Sabda/ Janji itu bersama-sama dengan Allah
dan Sabda/ Janji itu adalah Allah
� Kitab Injil Yohanes 1:1 -
Kita perhatikan bahwa teks diatas memiliki kata sambung �dengan� sehingga antara subjek Firman dan objek Allah dihubungkan melalui kata sambung.
Sekarang, jika ada orang berkata :
Daffa bersama-sama dengan Arman
Maka kita semua bisa mengerti bahwa kalimat itu sebenarnya bermaksud menjelaskan adanya dua orang yang berbeda, yaitu Daffa dan Arman yang sedang bersama-sama.
Jelas sekali bahwa Daffa bukanlah Arman dan sebaliknya Arman pasti bukan Daffa !
Dari persamaan ini kita kembali pada konteks ayat Injil Yohanes 1:1 sehingga bisa kita simpulkan bahwa teks Firman itu bersama-sama dengan Allah memiliki arti bahwa Firman atau Sabda atau Janji tersebut bukanlah Allah dan sebaliknya Allah pasti bukanlah Firman.
Jadi apa maksud teks dalam Injil Yohanes tersebut ?
Saya memahaminya begini :
Sejak dari permulaan Allah telah bersabda atau berjanji kepada Diri-Nya sendiri dan Sabda-Nya itu pasti terjadi hanya menunggu saat yang cocok untuk menepatinya, karena begitulah Allah itu Maha Penepat Janji (al-Mujib).
Apa janji atau Sabda Tuhan tersebut ?
Kita kembali pada cerita Injil Lukas pasal 1 ayat 30 dan ayat 31, yaitu menciptakan seorang manusia bernama Yesus yang lahir dari rahim seorang perawan.
Itulah juga maksud dari Injil Yohanes pasal 1 ayat 14 :
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita
- Injil Yohanes 1:14
Artinya janji tersebut telah ditunaikan dengan kelahiran Yesus yang
Kalimat Firman bersama Allah atau A # B mengandung arti ada dua individu yang berbeda pada saat bersamaan, yaitu Allah dan Firman.
diulang sebanyak 2 kali
Sekarang, kita ingat apa yang ditulis Lukas seputar kelahiran Yesus dalam Injilnya ?
Kata malaikat itu kepadanya:
“Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung
dan akan melahirkan seorang anak laki-laki
dan hendaklah engkau menamai dia Yesus. Ia akan menjadi besar.”
(Kitab Perjanjian Baru – Injil Lukas 1:30-32)
Perhatikan teks ayat diatas !
Maria diberi kasih karunia oleh Tuhan untuk mengandung dan melahirkan seorang putera.
Istilah Islamnya, tanpa adanya peran seorang Bapak, sebab apa ?
…Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil – Injil Lukas 1:37
Inilah yang dimaksud dengan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi Maria (lihat lagi Injil Lukas 1: 35) dan merupakan arti dari Firman pada kitab Yohanes pasal 1 ayat 1.
Intinya : Firman itu adalah keputusan yang telah ditetapkan ada dan harus terjadi oleh Allah yang Maha Kuasa, yaitu kelahiran Yesus dari seorang perawan bernama Maria.
Dengan demikian ayat Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 tidak mengindikasikan adanya Manipulasi teks
Inilah ayatnya :
And the Word was made flesh, and dwelt among us,
(and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father)
full of grace and truth.
Teks tersebut terjemahannya :
dan kita telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadanya sebagai Anak Tunggal Bapa
Lukas 24:19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
Jauh sebelum istilah Anak Tuhan diatas disampaikan dalam kitab Perjanjian Baru, kitab Perjanjian Lama telah lebih dahulu memperkenalkan istilah tersebut untuk merujuk pada diri Nabi Daud, Bangsa Israel dan beberapa individu tertentu lainnya.
Semakin jelas bahwa kitab Perjanjian Baru dan kitab Perjanjian Lama sepakat mempergunakan istilah Anak Tuhan bagi mereka yang dimuliakan oleh Allah, memiliki keimanan yang tinggi maupun juga mereka yang selalu menebarkan perdamaian.
Lalu alasan apa lagi untuk memperkuat status Yesus Kristus atau �Isa al-Masih sebagai Tuhan ?
Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka manfa’atnya bagi diri sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya.” -Qs. 6 al-An’am :104
Wahai orang-orang kafir!Dunia hanyalah kediaman yg sementara.Akherat jualah kediaman yg abadi dan kekal selama-lamanya.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah kalian pasti berjaya.Amin Ya Rabbal Alamin.
September 4, 2010 at 3:24 am
Sampai kapanpun dan bagaimanapun juga Bible takkan pernah nyambung dengan Alquran. Sebab Bible tak pernah menubuatkan orang lain untuk menyelamatkan dunia. Siasat dan Ikhtiar Anda untuk merangkaikan ayat Bible mendukung argumen bahwa Muhammadlah penerus Yesus sia-sia belaka. Hentikan itu, karena akan menjadi bahan tertawaan saja.
Ilham: Rupanya karena Bangsa lsrael memang merupakan bangsa yang tegar hati sampai-sampai Yesus bersabda: “Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan Allah” (Mateus 21: 43)
Bangsa apa yang dimaksud oleh Yesus? Janji Tuhan akan tetap terlaksana. Demikian juga janji Tuhan kepada Ibrahim. Ibrahim mempunyai dua orang anak, yaitu Ishak dan Ismail. Keduanya menurunkan bangsa yang besar, ialah Bangsa Israel dan Bangsa Arab. Jadi jika Kerajaan diambil dari bangsa Israel, maka akan lebih mudah masuk pada akal jika kemudian diserahkan kepada Bangsa Arab. Jadi akan masuk diakal jika Juru Selamat Dunia akan lahir dari Bangsa Arab, yakni keturunan Ibrahim dari garis Ismail. Apakah hal ini mungkin?
Saya: Sangatlah picik untuk menafsirkan bahwa keselamatan selanjutnya akan lahir dari Bangsa Arab. Yesus dg tegas menyatakan, Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal. Sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi “ (Yoh 4:22). Kalian menyembah yang tidak kalian kenal. Adakah junjungan kalian menyembuhkan saat kalian sakit? Adakah ia mendampingi saat kalian berada dalam hati yang pilu ? Sesembahan kalian begitu jauh. Semuanya hanya sanksi laknat, mati, dan neraka. Begitu menyeramkan. Buah kalian tidak jauh dari dengki, amarah, fitnah, kelicikan, dst. Apakah itu yang namanya Surga ?
Lukas 22:67&70 tertulis, katanya,”Jikalau Engkau adalah Mesias (juruselamat), katakanlah kepada kami.”Jawab Yesus: “Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, kamu tidak akan mengatakannya.” (ayat 67) Kata mereka semua,”Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?” Jawab Yesus,”Engkau sendiri mengatakan bahwa Akulah Dia.” (ay 70)
Ilham: Dalam Matius 21: 42 dan juga Mazmur 118: 22-23, kita membaca: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru; hal itu terjadi dari fihak Tuhan suatu perbuatan ajaib di mata Kita.
Saya: Siapakah batu penjuru yang dibuang tukang bangunan itu ? Jelas Yesus! Ga usah jauh2 sampai Kejadian. Itu ada di kitab Matius 21: 37-39. Anak kesayangan pemilik kebun: Tuhan Yesus. Anak kesayangan dibunuh. Yesus dibunuh. Bagaimana dengan junjunganmu ? Dia dibunuhkah? Apakah dia anak kesayangan Tuhan?
Ilham: Kita kembali kepada pertanyaan “Siapakah Penolong yang dijanjikan oleh Yesus yang datang sesudah beliau?”
Saya: Pastilah dalil Anda merujuk pada Yohanes 14:16 “Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya.” Jawabannya ada di ayat 17. yaitu Roh Kebenaran. Apakah Muhammad itu namanya Roh Kebenaran? Muhammad ya Muhammad. Bukankah Muhammad itu manusia ? Ini Roh lho…. Apakah Dunia bisa melihat Muhammad ? Tentu saja bisa!! Dia khan manusia? Di ayat 17 dikatakan, sebab dunia tidak melihat DIA. Apakah Muhammad menyertai selama-lamanya ? Apakah dia diam di dalam kita ? Lantas siapakah Roh Kebenaran itu ? Kitab versi Firman Allah yang Hidup dengan jelas menulisnya ROH KUDUS.
Ilham: “ dan baptislah mereka demi nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Mateus 28: 19),
Saya: Perhatikan kata Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Itu artinya, nama Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu: YESUS. Lain halnya kalo ditulis Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Bapa punya nama sendiri, Anak punya nama sendiri, Roh Kudus punya nama sendiri. Bukan tiga tuhan!!
Analisa berikutnya, mari kita bahas isi dari ayat 1 s/d 3 dari kitab Injil Yohanes diatas :
Ilham:Pada mulanya adalah Firman
Saya:Pada mulanya di sini berarti di dalam kekekalan yang lampau, yang mempunyai keilahian namun belum menjelma menjadi manusia.Ilham: Firman itu bersama-sama dengan Allah
Saya: Firman tidak terpisah dari Elohim; bukan Firman adalah Daffa, dan Elohim adalah Arman yang terpisah satu sama lain. Keduanya adalah satu. Itulah sebabnya klausa selanjutnya menyatakan,
Ilham: Firman itu adalah Elohim.
Saya: Jadi, secara umum Yohanes ingin menyatakan, siapa sih yang menciptakan dunia ? Firman. Firman itu siapa ? Ya Tuhan Yesus itu sendiri. Lha kok Yohanes tahu ? Karena Yohanes pernah mengiring Yesus. Yesus sendiri berulang kali menyatakan ketuhanannya. Baca aja di Matius 11:6&8, Matius 3:7, en masih banyak lagi. Satu ayat lagi yang membuktikan IA itu Tuhan. Matius 23:35. Yesus bisa tahu bahwa Zakharia anak Berekhya udah dibunuh. Kalo dia bukan saksi mata dari peristiwa itu, dari mana ia tahu ? Umur manusia Yesus berapa tahun saat itu ? Jika Anda menjawab, dia dengar cerita orang lain saya bertanya, “Nalarkah seseorang menceritakan perbuatan kejinya secara turun-temurun ? Bukankah secara natural ia akan menyembunyikan kejahatannya ?”
Ilham: Jauh sebelum istilah Anak Tuhan diatas disampaikan dalam kitab Perjanjian Baru, kitab Perjanjian Lama telah lebih dahulu memperkenalkan istilah tersebut untuk merujuk pada diri Nabi Daud, Bangsa Israel dan beberapa individu tertentu lainnya.
Saya: Ini ayatnya di mana ya ? Tunjukkan pada saya ayatnya!!
Ilham: Yesus memang Mesias tetapi hanya untuk Bangsa Israel saja.
Saya: Emang benar, awalnya Yesus itu juruselamat buat Bangsa Israel aja. Tapi, puji Tuhan mereka menolak. Sehingga aku dan kamu bisa selamat. Ingat, bukan cuma orang Arab lho… tapi semua bangsa. Kok bisa? Baca niy..
Roma 11:11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.
Kisah 13:47 Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.”
Akhir kata, Yesus berkata “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Elohim! (Matius 22:29). Bertobatlah, sebab Kerajaan Elohim sudah dekat!
September 2, 2010 at 5:32 am
YESUS ADALAH ANAK HARAM
Dalam Injil Kitab Matius 1: 1 � 6 (Injil Yesus/Injil Perjanjian Baru), diterangkan silsilah Yesus, antara lain tersebut sebagai berikut:
1. Bahwa inilah silsilah Kristus, yaitu anak Daud, anak Ibrahim.
2. Maka Ibrahim memperanakkan Ishak; dan Ishak memperanakkan Yakub; dan Yakub memperanakkan Yahuda serta adik�beradik.
3. maka Yahuda dengan Tamar memperanakkan Paris dan Zarah; dan Paris memperanakkan Ezrom; Ezrom memperanakkan Aram.
4. maka Aram memperanakkan Aminadab, dan Aminadab memperanakkan Nahsyun; dan Nahsyun memperanakkan Salmun.
5. maka Salmun dengan Rahab memperanakkan Boaz; dan Boaz memperanakkan Obe’d memperanakkan Yisai.
6. dan Yisai memperanakkan baginda Daud; maka Daud dengan bekas istri Uria memperanakkan Sulaiman.
Dari silsilah Yesus yang tersebut di atas, ada lima orang yang hendak diperkatakan, yaitu: 1). Yahuda, 2). Tamar, 3). Paris, 4). Rahab, 5). bekas istri Uria. Kelima orang tersebut termasuk orang�orang yang asal�usul turunan Yesus.
Menurut silsilah itu Paris disebut anak Yahuda dari istrinya Tamar. Dalam Injil Kitab Kejadian 38: 13 � 29 (Zabur/Taurat/Injil Perjanjian Lama) tersebut, Paris adalah anak zina, yaitu Yahuda berzina dengan Tamar menantunya sendiri. Dari perzinaan itu lahir Paris. Maka segala turunan Paris menurut Injil � termasuk Yesus sendiri � adalah menjadi turunan anak zina (dan anak pezina; peny.).
Rahab yang menjadi ibu bagi Boaz, menurut Injil Kitab Yusak 2: 1; 22 � 23 (Taurat/Zabur/Injil Perjanjian Lama) dan Injil Kitab Ibrani 11 � 31 (Taurat/Zabur/Injil Perjanjian Lama), adalah seorang pelacur. Jadi Boaz dan turunannya � termasuk Yesus sendiri � adalah menjadi turunan pelacur.
Bekas istri Uria yang menjadi istri Daud dan beranakkan Sulaiman, menurut Injil Kitab 2 Semuel 11: 4 (Taurat/Zabur/Injil Perjanjian Lama), adalah seorang perempuan yang telah berzina dengan Daud hingga mengandung (dan melahirkan Sulaiman; peny.). Dengan demikian turunannya (Sulaiman, dll; peny.) � termasuk Yesus sendiri � adalah turunan perempuan yang telah berzina (dan anak zina; peny.).
Dari keterangan Injil di atas, diketahui bahwa Yahuda sudah berzina, Tamar sudah berzina, Paris anak zina, Rahab adalah pelacur, Boaz anak Rahab anak pelacur, bekas istri Uria sudah berzina dan raja Daud disebut Injil telah berzina juga hingga lahir Sulaiman. Maka menurut Injil, silsilah turunan Yesus adalah dari pada orang�orang yang tersebut.
Dengan demikian diketahui bahwa menurut keterangan Injil yang dipercayai orang Kristen sebagai kitab suci, Yesus menurut silsilahnya adalah turunan anak zina, turunan pelacur, dan turunan orang�orang yang berzina. Inilah sebagai akibat perbuatan�perbuatan kotor yang diceritakan Injil itu sendiri mengenai riwayat hidup Yesus.
tak ada ajaran yang menyatakan bahwa tuhan Bapa dan Bunda Maria telah pernah menikah, sedangkan Yesus adalah anak kandung dari Bunda Maria dan tuhan Bapa, dan tak ada ajaran agama yang mensahkan hubungan kelamin (yang antara lain bisa mendapatkan keturunan) tanpa nikah kecuali Children of God yang sebenarnya merupakan pecahan dari Kristen sendiri.
Kesimpulannya adalah:
1. YESUS ADALAH ANAK HARAM JADAH HASIL PERZINAHAN ANTARA TUHAN BAPA DENGAN BUNDA MARIA
2. TUHAN BAPA ADALAH HIDUNG BELANG
3. BUNDA MARIA ADALAH PELACUR
4. ROH KUDUS ADALAH GERMO ATAU MUCIKARI.
Lihatlah bagaimana kristian yg kafir memperolok-olokkan nabi.Ini semua berasal dari tipu muslihat Paulus Si Yahudi dan para pemuka Taurat yg bersekongkol membelokkan ajaran Nabi Isa.Isa yg adalah Jesus menurut mereka dicaci maki kononnya anak keturunan hasil zina di dalam alkitab!!!!Kemudian dipersenda-senda dan diolok-olok dengan mengangkatnya menjadi Tuhan dan disamakan dengan Allah!!!!.Heran perkara yg segampang ini tidak pernah terpikir oleh kaum kristian bahawa itu adalah mengolok-olokkan Allah ,agama dan nabiNya.Ck ck ck….
Wahi orang-orang kafir,ke mana kalian taruh akalmu???Kenapa kalian menyembah anak hasil zinah???Bertobatlah sebelum malaikat maut menjemput.Kalau panjang umur kalian sempat ketemu nabi Isa ketika kedatangannya kali kedua nanti,kalianlah orang yg akan disembelih oleh nabi Isa sebab kalian menolok-olokkan Tuhan dengan berkedokkan ajaran kasih…Ck ck ck ck…Ucaplkanlah tidak ada Tuhan yg berhak disembah hanya Allah saja.Hanya Dia.Hanya Dia!Dia!Dia! Tidak patut ada Allah lain bagi manusia.Dan ucapkanlah Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan berjaya.Ingat kebenaran agama itu perkara yg ghaib.Hanya akal waras aja yg dapat menilai sebuah kebenaran.Dan kebenaran itulah yg dapat menyelamatkan kita.Amin Ya Rabbal Alamin.
September 2, 2010 at 1:46 pm
Baiklah, akan saya ucapkan…
Aku bersaksi: Sesungguhnya allah swt itu adalah Iblis, dan Muhammad adalah utusan Iblis…!!!
September 4, 2010 at 3:34 am
Justru disitulah keelokan Tuhan. Tuhan berkuasa memilih siapa saja yang hendak dipakaiNya. Orang berdosa/ pezinah dipakaiNya sebagai perantara kelahiran Kristus. Ini artinya, DIA adalah Tuhan maha Pengampun. Meski secara manusia ada unsur dosa/ haram seperti kata Anda, tetapi ingat YESUS lahir karena Roh. Dosa menular jika ada 2 benih dari manusia bertemu. Jadi, Yesus tetap tidak haram dan bukan anak haram.
September 4, 2010 at 1:38 pm
Ha,ha,ha, ini asumsi atau pendapat Tuhan : “Dosa menular jika ada 2 benih dari manusia bertemu”. Apa kode induk tidak bisa diturunkan melalui gen nya? Yesus memang bukan anak haram, tetapi dalam alKitab dikenal sebagai keturunan anak haram, dan mewarisi gen induknya, yang salah satunya adalah gen yang memicu moyangnya melakukan perzinahan. Sama seperti penyakit keturunan, yang tidak dapat dihindari dan menurun dari generasi ke generasi. Kasihan Yang Mulia Ruhullah Isa A.S. yang telah difitnah oleh bani israil sebagai keturunan penzina, dan dilanjutkan oleh orang Kristen yang menginginkan pengampunan dosa tetapi mengotori Isa dan keluarganya …
September 2, 2010 at 1:51 pm
Para netters….jangan lupa tanggal 11 September sudah semakin dekat…
Ini hanya salah satu tanggal (di samping ribuan tanggal/waktu-waktu lainnya) yang MEMPERTEGAS bahwa ISLAM itu tak bisa lain merupakan AGAMA BIKINAN IBLIS…..!!!
September 2, 2010 at 2:27 pm
Willibrordus Romanus Lasiman : Apa Agama Yesus?
Journey to Islam Oleh : Redaksi 14 Jul 2006 – 1:24 pm
Ketika beragama Katolik, Lasiman bernama babtis Willibrordus, ditambah nama baptis penguatan (kader) Romanus. Jadilah ia dikenal sebagai Willibrordus Romanus Lasiman. Lasiman atau akrab dipanggil Pak Willi. Kegelisahan demi kegelisahan menyerang keyakinannya. Akhirnya ia pun berkelana dari Katolik ke Kristen Baptis, lalu pindah ke Kebatinan Pangestu (Ngestu Tunggil), mendalami kitab Sasongko Jati, Sabdo Kudus, dan lainnya. Ia juga terjun ke perdukunan dan menguasai berbagai kitab primbon dan ajian. Tujuannya satu, mencari dan menemukan kebenaran hakiki.
Ketika bertugas sebagai misionaris di Garut, Allah mempertemukannya dengan prof Dr Anwar Musaddad, berdiskusi tentang agama. Diskusi inilah yang menuntunnya pada Islam. Allah memberikan hidayah ketika ia berusia 25 tahun. Lalu, Willi pulang ke Yogya dan berdiskusi dengan Drs Muhammad Daim dari UGM. Akhirnya, 15 April 1980, Willi berikrar dua kalimat syahadat, masuk dalam dekapan Islam dengan nama Wahid Rasyid Lasiman. Sejak itu, Willi tekun mengkaji Islam di pesantren. Dari pesantren inilah, Ia menjadi ustadz yang rajin berdakwah dari kampung ke kampung di Sleman, Yogyakarta, hingga pelosok kampung di kaki Gunung Merapi.
Jadi, apa agama Yesus? pertanyaan ini sering menjadi bahan diskusi yang hangat dan menarik. Jika dijawab Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, maka dia tak perlu agama dan tak beragama. Maka, pernyataan ini bisa dipahami bahwa Yesus tak beragama, artinya Yesus itu ateis.
Menurut Yossy Rorimpadel, dari Sekolah Tinggi Teologi �Apostolos�, Yesus itu beragama Yahudi. Lalu, mengapa pengikutnya tak beragama Yahudi?Jika Yesus beragama Katolik, mana dalilnya? kapan Yesus memproklamirkan dirinya beragama Katolik? Jika dinyatakan, Yesus beragama Kristen Protestan, lebih tidak masuk akal lagi, Sebab, Protestan lahir pada abad ke-16, saat bergulirnya pergerakan Reformasi gereja yang dimotori oleh Martin Luther dan John Calvin. Pendeta Yosias Leindert Lengkong dalam buku �Bila Mereka Mengatakan Yesus Bukan Tuhan menyebutkan�, istilah �Kristen� muncul di Antiokhia pada 41 Masehi.
Dan, yang mengucapkan kata �Kristen� atau �Kristianos� bukan murid Yesus atau orang terpercaya, tapi justru orang-orang luar (hlm.77). Pendapat ini cukup beralasan, karena dalam Alkitab, Yesus tak pernah bersinggungan dengan kata �Kristen�. Kata ini, muncul pertama kali di Antiokhia setelah Yesus tidak ada. (Lihat Kisah Para Rasul 11:26).
Jelaslah, Yesus tak beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan. Riwayat penyebutan �Kristen� tidak mempunyai asal-usul dan persetujuan dari Yesus. Label dan penamaan Kristen diberikan pada pengikut (agama) Yesus, setelah bertahun-tahun Yesus tidak ada. Dalam al-Qur�an disebutkan, satu-satunya agama yang diridhai Allah hanyalah ISlam (QS Ali Imran: 19,85,102). Karenanya, semua Nabi beragama Islam dan pengikutnya disebut muslim (QS Ali Imran:84).
Islam telah diajarkan oleh paran Nabi terdahulu (QS al-Hajj:78). karena Isa Almasih adalah Nabi Allah, maka dia dan pengikutnya (Hawariyyun) pun beragama Islam (QS al-Maidah:111, Ali Imran :52). Semua Nabi beragama dan berakidah sama, yakni Islam. Perbedaan mereka hanya pada syariatnya (QS al-Hajj:67-68). Rasulullah saw bersabda: �Aku adalah orang yang paling dekat dengan Isa putra Maryam di dunia dan akhirat. Dan semua Nabi itu bersaudara karena seketurunan, ibunya berlainan sedang agamanya satu (ummahatuhum syattaa wa dinuhum wahid),� (HR Bukhari dari Abu Hurairah ra).
Islam tak mengklaim sebagai agama baru yang dibawa Nabi muhammad ke Jazirah Arabia, melainkan sebagai pengungkapan kembali dalam bentuknya yang terakhir dari agama Allah SWT yang sesungguhnya, sebagaimana ia telah diturunkan pada Adam dan Nabi-nabi berikutnya. Satu-satunya kitab suci di dunia yang mengungkapkan agama Yesus, hanya al-Qur�an. Al-Qur�an menyebutkan, Nabi Isa sebagai Muslim, sedangkan Bibel tidak menyebutkan Yesus beragama Kristen atau Yahudi. (sabili/al-islamonline.com)
1.Silsilah Yesus Kristus
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya �. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus �� (Matius 1 : 1 �� dst).
Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa as) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Maryam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari kalamullah maka lebih pantas disebut Yesus (Isa) bin Maryam, bukannya Isa (Yesus) bin Yusuf. Karena ia dilahirkan oleh manusia, maka Yesus adalah 100% manusia dan bukan Tuhan !
Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :
• Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan !
• Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan !!
Dalam Qs. 57 Al Hadiid ayat 3 dijelaskan sebagai berikut :
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. 57 Al Hadiid 3)
Ayat tersebut menjelaskan, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, sementara Yesus (Nabi Isa) berawal dan berakhir. Berawal dari kelahirannya dan berakhir dengan kematiannya.
1. Setiap yang berawal dan berakhir, pasti bukan Tuhan !
2. Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan !!
2. Kelahiran Yesus Kristus
“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1 : 21).
Ayat tersebut merupakan nubuat Allah buat Maryam bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki yang bernama Yesus, sebagai penyelamat Umat yaitu Bani Israel.
• Setiap yang dilahirkan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dilahirkan, berarti Yesus bukan Tuhan.
• Yesus menjadi penyelamat umatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan, manusia biasa dan bukan Tuhan.
Al Qur’an juga menginformasikan kelahiran Yesus sebagai berikut :
“(Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhan-mu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs 19 Maryam 19).
3. Yesus Pemimpin Umat Israel
“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-ali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.” (Matius 2:6).
Yesus dinubuatkan Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatnya Israel.
• Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
• Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuha.
4. Yesus dibaptis oleh Yohanes
“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13).
Kalau Yesus itu Tuhan, mestinya Yesus yang membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Setiap orang baru memasuki wilayah suatu agama, pintu pertama yang harus dia lewati yaitu “pembabtisan”, yang kalau dalah Islam “Bersyahadat”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus dibabtis.
• Setiap yang dibabtis, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dibabtis, berarti Yesus bukan Tuhan.
5. Yesus dikasihi oleh Tuhan.
“Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah AKu berkenan.” (Matius 3:17).
Suara yang terdengar dari langit itu adalah suara Tuhanyang mengasihi dan berkenan terhadap anak-Nya yaitu Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, suara Tuhan yang mana lagi yang ia dengar? Bukankah Tuhan itu hanya satu?
• Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
• Setiap yang dikasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• esus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
6. Yesus dibawa dan dicoba oleh iblis
“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4:1).
Jika Yesus itu Tuhan, mestinya Tuhanlah yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Sangat tidak rasional jikat Tuhan harus dicobai oleh Iblis. Sebagai seorang Nabi atau Rasul, tentu sangat wajar jika Yesus dicobai Iblis karena dia hanya seorang yang diutus oleh Tuhan.
• Setiap yang di coba oleh iblis, pasti bukan Tuhan.
• Yesus di coba oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.
7. Yesus berpuasa dan merasa lapar
“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” (Matius 4:2).
Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus berpuasa dan merasa lapar. Yang berpuasa dan merasa lapara adalah sifat manusia.
• Setiap yang berpuasa dan lapar, pasti bukan Tuhan.
• Yesus berpuasa dan merasakan lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.
8. Iblis membawa Yesus
“Kemudian Iblis membawa-Nya ke kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah.” (Matius 4:5)
Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan bisa dibawa-bawa oleh Iblis, apalagi ditempatkan oleh iblis di atas bubungan Bait Allah. Jika dia Tuhan, mana kekuasaannya sampai dia bisa dbawa-bawa oleh iblis? Hal ini terkesan seperti main-main saja, apalagi iblis memerintahkan agar Yesus meloncat dari bubungan Bait Allah.
• Setiap yang ditempatkan iblis ke atas bubungan Bait Allah, pasti dia bukan Tuhan.
• Yesus ditempatkan oleh iblis ke atas bubungan Bait Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.
9. Yesus dibawa iblis ke atas gunung
“Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya.” (Matius 4:8).
Seandainya Yesus itu Tuhan, tidak mungkin dia bisa dibawa-bawa oleh iblis, apalagi sampai ditempatkan oleh iblis di atas gunung yang sangat tinggi.
• Setiap yang dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, berarti Yesus bukan Tuhan.
10. Yesus menyuruh hanya menyembah kepada Allah.
“Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10).
Yesus menghardik dan menyuruh Iblis untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Ini berarti iblispun tahu bahwa Yesus mengajarkan tauhid dan dia bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah. Jika Yesus itu Tuhan, tentu kata-katanya kepada Iblis sebagai berikut, “Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Aku, sebab hanya kepadaKu sajalah engkau berbakti!”
• Setiap yang menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti bukan Tuhan!
• Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!
Dalam Al Qur’an surat Az Zuhruf 63-64 :
Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan, dia berkata, “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan hikmah dan supaya aku terangkan kepada kamu sebagian daripada yang kamu perselisihkan padanya. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” (QS: 43 – Az Zuhruf 63)
Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS: 43 – Az Zuhruf 64)
Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan yang dia sembah yaitu Allah SWT. Ini membuktikan bahwa Yesus hanyalah seorang nabi, rasul atau utusan Tuhan, bukan Tuhan!.
11. Yesus suruh melakukan menurut kehendak Tuhannya.
“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga.” (Matius 7:21).
Yesus mengatakan bahwa “Yang masuk surga adalah orang yang melakukan menurut kehendak Bapanya.” (Allah), bukan hanya berseru kepadanya : Tuhan, Tuhan!. Jika Yesus itu Tuhan, niscaya dia akan mengatakan bahwa “yang masuk ke dalam kerajaan surga yaitu mereka yang melakukan menurut kehendakk!”
• Setiap yang menyuruh melakukan kehendak Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
• Yesus menyuruhnya melakukan menurut kehendak Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
12. Yesus mengaku utusan Tuhan.
“Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus aku.” (Matius 10:40)
Ayat ini bermakna bahwa barangsiapa yang menghormati Yesus, sama saja dia telah menghormati Tuhan yang mengutusnya. Atau barang siapa yang mengikuti ajaran Yesus, sama saja dia telah mengikuti ajaran yang telah mengutusnya yaitu Tuhan. Atau barang siapa yang mempermuliakan Yesus, berarti sama saja dia telah mempermuliakan yang mengutusnya yaitu Allah SWT. Ini membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan, tapi hanya seorang utusan Tuhan.
• Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan!
• Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan, tapi utusan Tuhan.
Catatan :
Demikian juga ummat Islam yang bershalawat kepada Nabi Muhammad saw, berarti mereka dalam rangka menyambut yang mengutusnya, ialah Tuhannya Nabi Muhammad yaitu Allah SWT. Pahalanya bukan semata-mata untuk Nabi Muhammad saw, tetapi kepada mereka yang bershalawat kepadanya.
13. Yesus mengaku dia seorang Nabi.
“Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang yang benar, ia akan menerima upah orang benar.” (Matius 10:41).
Yesus mengaku dia seorang yang benar dan seorang nabi, buka Tuhan!.
• Setiap yang mengaku seorang nabi, pasti bukan Tuhan!
• Yesus mengaku dia hanyalah seorang nabi, berarti Yesus bukan Tuhan!
Ayat tersebut bermakna, siapa yang menganggap Yesus sebagai Nabi, dia akan menerima upah nabi. Dan siapa yang menerima Yesus sebagai orang benar, maka dia akan menerima upah orang benar. Keem-pat Injil, yaitu Matius 13:57, Markus 6:4, Lukas 13:33, dan Yohanes 4:44, semuanya mencatat pengakuan Yesus bahwa dia hanyalah seorang nabi, bukan Tuhan!
Al Qur’an juga menjelaskan bahwa Yesus (Nabi Isa as) hanyalah seorang nabi, sebagaimana ayat tersebut dibawah ini :
“(Isa) berkata, “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah memberiku kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (Qs 19 Maryam 30)
Catatan :
Umat Islam yang menyambut Nabi Muhammad saw sebagai seorang nabi dan seorang benar, berarti mereka akan menerima upah sebagai seorang Nabi dan seorang benar. Semua umat Islam bershalawat kepada Nabi Muhammad, bukan mendoakannya agar beliau selamat di akhirat, tapi yang bershalawat itulah yang akan menerima berupa pahala sebagai orang yang benar dan berahklak. Dan perintah untuk bershalawat, kepada Nabi Muhammad saw adalah perintah Allah, bukan perintah Muhammad, sebagaimana firman-Nya.
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat atas Nabi.[1] Hai orang-orang yang beriman bersalawatlah kepadanya, dan berilah salam dengan sungguh-sungguh.”[2] (Qs 33 Al Ahzaab 56).
Shalawat Allah kepada Nabi berarti curahan rahmat-Nya. Shalawat malaikat kepada Nabi berarti permohonan rahmat Allah kepadanya. Allah menyuruh orang-orang mukmin bershalawat kepada Nabi adalah sebagai perwujudan rasa kecintaan dan cara yang paling baik untuk memelihara hubungan dengan Nabi Muhammad. Sedangkan untuk memelihara hubungan dengan sesame muslim dilakukan dengan saling menyampaikan salam.
catatan: [1]Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad, [2]. Dengan mengucapkan perkataan seperti:Assalamu’alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi.
14. Yesus bersyukur kepada Tuhan.
“Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Baa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Matius 11:25).
Yesus sendiri mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia juga mengucapkan syukur kepada Allah, yaitu Tuhan langit dan Bumi.
• Setiap yang bersyukur kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, pasti bukan Tuhan!
• Yesus bersyukur kepada Tuhan langit dan bumi, berarti Yesus bukan Tuhan pencipta langit dan bumi!
Al Qur’an jelaskan bahwa pencipta langit dan bumi bukan Yesus (Isa as) melainkan Allah SWT.
“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, kemudian orang-orang kafir menyamakan sesuatu dengan Tuhan mereka.” (Qs 6 Al An’aam 1).
15. Yesus mengusir setan dengan kuasa Roh Kudus
“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Matius 12:28)
Yesus mengaku bilaman ia mengusir setan, itu dilakukan dengan bantuan kuasa Roh Allah, bukan dengan kuasanya sendiri. Pengakuan Yesus dengan jujur dan polos tersebut, memberikan suatu makna bahwa apa yang dia lakukan itu semua atas kuasa Roh Allah, bukan atas kuasanya sendiri, sebab dia bukan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dair ayat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa :
• Setiap yang mengusir setan atas bantuan Roh Allah, pasti bukan Allah.
• Yesus mengusir setan atas bantuan Roh Allah, berarti Yesus bukan Allah.
• Setiap yang tidak punya kuasa mengusir setan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus tidak punya kuasa mengusir setan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Untuk mengusir setan saja Yesus harus minta bantuan dari Roh Allah. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan, sebab terhadap setan saja dia tidak sanggup mengusirnya jika tidak dibantu oleh Roh Allah
Yesus dan Bapa adalah dua Pribadi, bukan satu pribadi; berdasarkan Yoh. 8:17-18.
2. Yesus tidak pernah menyebut dirinya Allah, bahkan dia menyebut Bapa sebagai Allah dan satu-satunya Allah yang telah mengutus dia. Lihat Yoh. 17:3.]
3. Yesus adalah yang diurapi Allah berdasarkan Kis. 10:38. Apakah yang diurapi itu sama dengan yang mengurapi? Dan Roh Kudus sebagai �minyak�, apakah sama dengan yang mengurapi dan yang diurapi?
4. Yesus adalah Rasul dan Imam Besar berdasarkan Ibrani 3:1. Yesus sebagai Rasul yang diutus dan sebagai Imam besar tidak bisa menjadi Allah. Yesus adalah Rasul yang setia sebagaimana Musa, seorang manusia biasa yang dipilih Allah untuk menjadi Rasul. Lihat Ibr. 3:2; Yoh. 5:36.
5. Yesus adalah penyampai pesan Allah Yang Esa kepada manusia berdasar 1 Tim. 2:5.
6. Yesus adalah pembela orang beriman, maka ia berbeda dengan Allah, yang kepada Allah ia mengutarakan pembelaannya atas orang-orang beriman. Dan Yesus sebagai yang mati tentu berbeda dengan Allah. Lihat Roma 8:34.
7. �Kepala� Yesus adalah Allah, maka Yesus berbeda dengan Allah. Jika Yesus sama dengan Allah, maka semua perempuan = semua laki-laki = Yesus = Allah. berarti kita semua adalah Allah. Lihat 1 Korintus 11: 3.
8. Yesus adalah milik Allah. Yang Memiliki tentu berbeda dengan yang dimiliki. Lihat 1 Kor. 3:23.
9. Yesus berkata bahwa Bapanya lebih besar dari siapa pun. Dan Bapa lebih besar dari Anak. Maka Yesus bukan Allah. Lihat Yoh. 10:29; 14:28.
10. Yesus menolak untuk disebut atau disamakan dengan Allah berdasarkan Mat. 19:17, untuk lebih jelas lagi, lihat versi Inggris dari Alkitab. Itu pun kalau Anda percaya kepada Alkitab versi Inggris.
11. Yesus menyebut Bapa sebagai Allah berdasarkan Yohanes 20: 16. Maka Yesus bukanlah Allah, mana mungkin Yesus adalah Allah sedangkan dia menyebut Bapa sebagai Allahnya, yang dia sembah, dan sebagai Allah Kristian. Bapa itulah -dan bukannya Yesus- Allah Kristian.
12. Allah itu tidak mati dan tidak tampak (1 Tim. 6:16; Yoh. 4:24), sedangkan Yesus adalah mati dan terlihat oleh manusia (Lukas 24:39).
13. Hanya ada satu Allah, tetapi manusia menjadikan yang lain sebagai allah. Lihat 1 Kor. 8:5-6.
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, � dan satu tuan (lord) saja, yaitu Yesus. [1Kor. 8:6]
14. Kekuasaan Yesus adalah pemberian, bukan dari dirinya sendiri. Lihat Mat. 28:18; 9:8. Yesus hanya manusia yang diberi kuasa. Keajaiban dan mukjizat Yesus adalah dari Allah, sebagaimana Yohanes juga telah mendapatkan keajaiban dan kekuatan dari Allah, bukan dari dirinya sendiri. Lihat Matius 21:23-27,12:28; Mark. 11: 27-33; Luk. 20:1-8; Yohanes 14:10..
15. Yesus melakukan keajaiban-keajaiban dengan Nama Bapa, bukan dengan kekuatannya sendiri. Lihat Yohanes 10:25.
16. Doktrin yang diajarkan Yesus bukanlah berasal darinya, tetapi doktrin dari Allah yang mengutus dia. Yesus hanyalah utusan Allah yang mengajarkan doktrin dari Allah. Lihat Yohanes 7:16-17.
17. Yesus hanya mengikuti instruksi dari Bapa. Lihat Yohanes 8:28. Yesus hanya pesuruh Allah.
18. Hidup dan kuasa Yesus adalah pemberian Bapa. Yohanes 5:26-27.
19. Pengetahuan Yesus bergantung pada Bapa. Lihat Yohanes 5:19-20.
20. Yesus tidak menyeru manusia agar menghormatinya, tetapi agar menghormati Bapa. Lihat Yohanes 8: 49-50.
21. Yesus bukanlah Allah/Bapa. Sebab Yesus berkata: �Jikalau aku memuliakan diriku sendiri, maka kemuliaanku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapakulah yang memuliakan aku, yang mana kamu berkata: Dia adalah Allah kami.�. Lihat Yohanes 8:54. Yesus tidak merasa pantas untuk mengangkat dirinya. Akab tetapi dia tahu bahwa Bapa telah memilih dia. Yesus tidak mungkin Allah. Sebab Allah pantas untuk mengangkat dan mengagungkan dirinya sendiri.
22. Yesus tahu bahwa ia datang bukan atas kehendaknya sendiri, dia adalah milik Allah, datang dari Allah dan kepada Allah ia akan kembali. Kita juga demikian, kita semua adalah milik Allah, dalam kekuasaan Allah, kita datang dari Allah, dan akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita. Lihat Yohanes 8:42; 7:28; 13:3. Adapun orang-orang durhaka dan ingkar, mereka adalah pengikut-pengikut Iblis. Mereka adalah anak-anak Iblis. Mereka adalah partai Iblis. Bukan partai Allah.
23. Yesus menyangkal bahwa ia memiliki kemahakuasaan. Dia berkata: �Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri.� [Yoh. 5:30]
24. Yesus menyangkal bahwa ia memiliki kemahatahuan. Dia berkata: Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan anak pun tidak, hanya Bapa sendiri. [Matius 24: 36; Markus 13:32].
25. Yesus pernah dicobai Iblis (Mat. 4:1; Ibr. 2:18; 4:15), sedangkan Allah tidak mungkin dicobai Iblis. �Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat.� [Yakobus 1:13]
26. Yesus adalah manusia dan anak manusia (Kis. 2:22 dan Luk. 22: 69). Sedangkan �Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta. Bukan anak manusia, sehingga ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?� [Bilangan 23: 19]
27. Yesus berdarah-daging (Lukas 24:39). Sedangkan Allah itu Roh/Spirit (Yohanes 4:24)
28. Yesus berubah, tumbuh (2:52). Sedangkan Allah tidak berubah. �Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.� [Yakobus 1:17]
29. Yesus tidak kekal, Yesus nampak, Yesus mati (1 Korintus 15:3). Yesus bukan Allah. �Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.� [1 Timotius 1:17] (Berdasar Yeremiah 10:10 Yahweh adalah Raja segala zaman, bukan Yesus)
30. Yesus merasakan letih (Yohanes 4:6). Seangkan �Tuhan Ialah Allah Kekal Yang Menciptakan bumi dari ujung ke ujung. Ia tidak menjadi lelah dan tidak lesu.� [Yesaya 40: 28]
31. Dalam Lukas 6:12 dikatakan bahwa Yesus berdoa kepada Allah. Jika Yesus itu Allah mengapa ia harus berdoa semalaman. Jika Yesus itu Allah, dia cukup berbuat apa yang dia kehendaki. Maka nyatalah bahwa Yesus bukan Allah. Yesus berdoa kepada Allah dan takluk kepada Kehendak Allah.
32. Yesus mengucapkan syukur kepada Bapa yang telah mendengarkan dia. Bapa, aku mengucap syukur kepadaMu, karena Engkau telah mendengarkan Aku [Yohanes 11:41] Jika Yesus adalah Allah, mengapa ia bersyukur kepada Bapa? Dan mengapa Yesus ingin agar mereka percaya bahwa Bapalah yang telah mengutus Yesus? Maka ini menunjukkan, bahwa Yesus tidak pernah berkata kepada orang Israel bahwa dirinya adalah Allah. Dia justeru berkata bahwa dia adalah utusan Allah, akan tetapi orang Israel tidak semuanya percaya bahwa Yesus adalah utusan Allah.
33. Dalam Matius 9:2,3,8 kita dapat melihat bahwa orang Israel membedakan antara Yesus dan Allah. Dan orang-orang memandang kagum akan mukjizat serta memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa kepada Yesus, seorang manusia.
34. Dalam Yohanes pasal 17, Yesus menunjukkan bahwa Bapa adalah satu-satunya Allah yang benar, adapun Yesus hanyalah utusan Allah [ayat 3], Yesus adalah pengemban tugas dari Allah [ayat 4], orang Israel yang beriman menuruti firman Bapa, bukan perkataan Yesus [ayat 6], semua yang diberikan kepada Yesus berasal dari Bapa, bukan dari dirinya sendiri [ayat 7], Yesus hanya menyampaikan firman Allah kepada orang Israel, dan orang Israel yang beriman telah percaya bahwa Bapalah yang telah mengutus Yesus [ayat 8]. Adapun kata-kata �supaya mereka menjadi satu sama seperti kita,� maksudnya adalah bahwa �mereka menjadi satu kesaksian yaitu sama-sama mengakui bahwa Bapa adalah satu-satunya Allah yang benar, dan Yesus adalah utusan Allah,� bukannya �agar mereka sama menjadi Allah� [ayat 11, 21,23]. Yesus juga meminta kepada Bapa, agar setelah Yesus meninggalkan mereka, Bapa berkenan untuk menjaga mereka agar tetap dalam keimanan yang lurus. Sebab selama Yesus masih di dunia, mereka adalah tanggungjawab Yesus karena Bapa telah menyerahkan mereka kepada Yesus, tapi kini Yesus akan pergi dari dunia kepada Bapa. Maka Yesus mengem-balikan mereka kepada Bapa untuk dijaga.
35. Dalam Matius 26:39 ditunjukkan bahwa Yesus menyerah kepada kehendak Bapa. Dia berbuat bukan dengan kehendaknya sendiri, tetapi dengan kehendak Bapa. Jika Yesus adalah Allah, maka dia bebas untuk memilih sesuai apa yang dikehendakinya, bukan takluk kepada kehendak Bapa.
36. Dalam Matius 27:45 dikatakan bahwa Yesus berteriak, �Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan aku?� Dapatkah orang seperti ini disebut Allah yang sebenarnya? Dapatkah orang yang menyeru selain dirinya [yaitu Bapa] sebagai Allahnya disebut Allah Yang Mahatinggi? Jika Yesus itu Allah yang sebenarnya, mengapa ia memanggil Bapa sebagai Allahnya? Bukankah hanya ada satu Allah yang benar?
37. Yesus tidak pernah menunaikan pemujaan kepada dirinya sendiri, sang anak, tidak pula kepada roh kudus, tetapi ia menunaikannya kepada Bapa.
38. Yesus tidak pernah menyuruh pengikutnya untuk berbakti kepada dirinya atau kepada roh kudus, tetapi kepada Bapa semata, �Jika kamu berdoa katakanlah, �Bapa dikuduskanlah nama-Mu.�� [Lukas 11:2] �Penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa.� [Yohanes 4:23]
39. Bukanlah kebiasaan para apostle untuk menunaikan kebaktian kepada Kristus, akan tetapi kepada Bapa.
40. Bahkan Paulus berkata, �syukur kepada Allah, yang memberi kami kemenangan melalui tuan kami, Yesus Kristus,� 1 Kor.15:57. Dalam ayat ini Paulus membedakan antara Bapa sebagai Allah dan Yesus sebagai the lord [tuan, bukan Tuhan]. Lihat pula pembedaan ini dalam Filipi 2:11. Dan ingat kata lord yang disandangkan kepada Yesus bukan berarti Tuhan, melainkan tuan. Sebab penguasa sesungguhnya adalah Bapa, bahkan Yesus berada dalam kekuasaan Bapa. Bapa adalah Tuhan semesta alam, Tuhan langit dan bumi, Tuhan kita dan Yesus. Bapa adalah Tuhan Yang sesungguhnya.
41. Allah mengkaruniakan wahyu kepada Yesus, maka Yesus bukanlah Allah, lihat Wahyu 1:1.
42. Jika kita membuka Ibrani 2:9, maka kita akan bertanya, mungkinkah Yesus itu Allah? Jika Yesus itu Allah, bagaimana ia bisa lebih rendah dari malaikat?
43. Dalam Matius 12:18 kita dapat melihat bahwa Yesus adalah hamba Allah. Hamba Allah tidak mungkin sama dengan Allah yang dia sembah.
44. Dalam Yohanes 8:29 kita dapat melihat bahwa Yesus adalah utusan Allah, dan Allah selalu menyertainya dan tidak meninggalkannya sendiri, dan Yesus berbuat sesuai apa yang disenangi/diridoi Allah.
45. Dalam Lukas 2:52 kita dapat melihat bahwa Yesus bertambah besar hikmatnya, berarti ia berubah, sedangkan Allah itu kekal, tidak berubah. Dan Yesus makin disenangi Allah dan manusia. Disini jelas terdapat perbedaan antara Allah Yang menyenangi Yesus, dan Yesus yang disenangi Allah. Allah tidak sama dengan Yesus.
Wahai orang-orang kafir!Serahkan diri kalian kepada Allah Dia akan memimpin kalian.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Ujilah kebenaran itu dengan hati anda yg mana lebih mententramkan hati.Al Quran atau Bible.Hati anda tidak akan menipu.Ayoh!Padamkan api neraka yg dinyalakan utk kalian.
September 3, 2010 at 2:00 am
Baiklah akan saya ucapkan syahadat saya, sbb:
“Aku bersaksi sesungguhnya allah swt itu adalah Iblis, dan aku bersaksi bahwa muhammad adalah utusan Iblis…!”
September 3, 2010 at 5:55 am
kebisaanya orang yang tumpul akalnya, mengulang komentarnya, hahahahah ….
September 7, 2010 at 7:02 am
Melihat ke-60 (kurang lebih) sesat pikir Anda, maka sayang sekali jikalau saya harus memberikan semua mutiara yang saya punya pada Anda. Karena hanya akan Anda injak-injak saja. Sebuah mutiara kebenaran yang kecil saja sudah Anda injak-injak, apalagi jikalau semua kebenaran telah dibukakan ? Oleh karena itu, saya hanya akan memberikan sedikit saja. Itupun jika Anda membuka hati Anda. Jika tidak, terserah. Pilihan ada pada Anda. Apakah tetap keras kepala dan jelas masuk neraka atau terdorong untuk mencari kebenaran yang hakiki.
1. Othman: Jadi, apa agama Yesus? pertanyaan ini sering menjadi bahan diskusi yang hangat dan menarik. Jika dijawab Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, maka dia tak perlu agama dan tak beragama. Maka, pernyataan ini bisa dipahami bahwa Yesus tak beragama, artinya Yesus itu ateis.
Menurut Yossy Rorimpadel, dari Sekolah Tinggi Teologi Apostolos, Yesus itu beragama Yahudi. Lalu, mengapa pengikutnya tak beragama Yahudi?Jika Yesus beragama Katolik, mana dalilnya? kapan Yesus memproklamirkan dirinya beragama Katolik?
Saya: Anda hanyalah pemimpi jika Yesus adalah seorang Muslim. Pertama, Islam lahir berabad-abad setelah Yesus ada. Kedua, sudah pasti Beliau beragama Yahudi. Ada banyak buktinya, tetapi saya kasih beberapa aja :
keyakinan itu ada yang diwariskan dari orang tuanya. Jika orang tuanya berkeyakinan A, maka anaknya berkeyakinan A. Yesus disunat dan diserahkan pada Tuhan di Sinagoge. (Lukas 2:21-40). Ini adalah bukti bahwa orang tua Yesus beragama Yahudi.
Umur dua belas tahun berdialog dengan rohaniawan Yahudi. (Lukas 2:41-52). Kalau tidak tahu ajaran Yahudi, mana bisa dia berdialog ? Saya sendiri yakin Anda baru bisa mendebat kami setelah berumur lebih dari belasan tahun.
Yesus mengajar di rumah ibadat Yahudi (Lukas 4:15-44; Matius 26:55; dst). Jika bukan beragama Yahudi, bagaimana boleh dia mengajar? Jika tidak berkeyakinan Yahudi, ngapain dia masuk Sinagoge? Jika bukan Sinagoge lantas apa ? Masjid/ Mushala?
Yesus juga merayakan hari raya Pondok Daun (Yoh 7:10). Apa Islam merayakan hari raya ini?
Kami tidak memerlukan dalil tertulis bahwa si A adalah A. Semua kisah kehidupan si A menggambarkan bahwa dia adalah A. Kita berbeda pendapat di sini. Mengapa harus dipaksakan perbedaan itu ?
Pengikutnya (murid-murid Yesus) itu pengikut Yahudi juga. Petrus dan Yohanes masuk Sinagoge (Kisah Para Rasul 3-5). Paulus mentahirkan diri di Sinagoge (Kisah 21-24).
Murid-murid Yesus mengajar di Sinagoge (Kisah Para Rasul 14-18) dst.
Kalo Yesus Tuhan berarti, dia harusnya tidak beragama donk… Yesus pernah bilang, Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat (Matius 12:8 Markus 2:28 Lukas 6:5) itu menandakan DIA itu tidak terkungkung dalam agama apapun. DIA berhak membuat aturan dan meluruskan yang keliru dalam pelaksanaan agama. Lantas mengapa manusia Yesus beragama Yahudi ? Itu karena Tuhan sedang dalam misi menyelamatkan orang Yahudi. Bayangkan, jika seorang polisi preman tidak bertingkah laku dan bernampilan layaknya orang di sekitarnya apakah orang-orang akan percaya bahwa ia sama seperti mereka ?
2. Ilham lagi: Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :
• Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan !
• Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan !!
Saya: inilah yang namanya logika manusia. Nggak mungkinlah Tuhan itu punya anak dan diperanakkan. Saya beri Anda pertanyaan, Jika Anda hendak menyelamatkan angsa yang tersesat bagaimanakah Anda akan menyelamatkannya ? Jika Anda tetap bernampilan manusia, tentulah angsa itu akan menolak. Tetapi, jika Anda berpenampilan seperti angsa tentu dia akan menurut karena mengira Anda adalah temannya. Seperti itulah Tuhan. Yang berdosa adalah insan manusia. Maka manusia harus membayar dosa dengan nyawa. Dan nyawa itu haruslah seorang yang suci dan tidak ternoda sama sekali oleh dosa. Maka, Tuhan harus menjelma menjadi manusia agar menjadi sama dengan manusia. Dibayarlah tuntutan Tuhan itu dengan lunas.
3. Othman: Yesus menjadi penyelamat umatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan, manusia biasa dan bukan Tuhan.
Saya: Israel itu anak kesayangan Tuhan. Makanya, DIA rela menjadi manusia untuk menyelamatkannya. Saya ingin tanya pada Anda. Jika anak Anda kecelakaan dan saat itu Anda sedang berada di dekatnya, apakah Anda tidak akan menolongnya ? Anda bisa saja menyuruh pembantu Anda untuk menolongnya. Tapi, Anda lebih memilih untuk menolongnya sendiri daripada menyuruh pembantu bukan? Apakah status Anda berubah menjadi pembantu saat menolong anak itu ?
4. Ilham lagi…ilham lagi…: Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan. Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Saya: Nubuat itu sama seperti mimpi/ cita-cita. Jikalau Anda bercita-cita dan itu menjadi nyata, siapakah orang itu ? Nama Anda masih Ilham atau bukan ?
5. Ilham mulu…: Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuhan.
Saya: Tuhan selalu mengumpamakan diriNya sebagai gembala (Yesaya 40:10-11; Yehezkiel 34:13-16; Hosea 4:16; Mikha 5:4; Zakharia 11:7-9; Yohanes 10:11 dan 14; Ibrani 13:20; I Petrus 5:4)
6. Othman: “Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah AKu berkenan.” (Matius 3:17).
• Setiap yang dikasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
• Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Saya: Mana boleh yang esa berpencar-pencar wujudnya ? Jika demikian IA bukanlah sosok yang esa ? Inilah hebatnya Tuhan kami. Yang Mulia kami bisa menyatakan wujudNya dalam banyak bentuk termasuk manusia dalam satu waktu sekaligus. Bagaimana dengan sesembahan kalian? Bukankah IA berwujud tak jelas (hanya zat. Bukan padat, cair atau gas) ? Tuhan kami adalah Tuhan yang nyata. Meski beda penyataan tetaplah satu unsur ? Bagaimana mungkin itu bisa ? Itulah wujud kemahakuasaanNya. Tuhan bisa berwujud apapun yang DIA mau. Jikalau kita membatasi DIA hanya boleh berwujud 1 macam, mana boleh kita mengkotak-kotakkan seperti itu ? Orang DIA bisa berwujud macam-macam, kok. Memangnya, siapa kita? Kalian berargumen, mana boleh yang ilahi berwujud ciptaan? IA akan turun derajadnya bila berwujud ciptaan. Saya bertanya, Seorang polisi preman. Apakah berkurang wewenangnya untuk menangkap penjahat? Secara hukum, dia di atas kita orang awam karena dia penegak hukum.
7. Othman: Yesus berdarah-daging (Lukas 24:39). Sedangkan Allah itu Roh/Spirit (Yohanes 4:24)
Saya: itulah sebabnya Yesus berkata,” Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”(Yohanes 14:17). Kamu tidak dapat menerima DIA, sebab Kamu tidak melihat DIA yang ada dalam diri Yesus dan tidak mengenalNya.
8. Othman: “Bukan setiap orang yang berseru kepadaku : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga.” (Matius 7:21).
Saya: Jangan lupa Yesus juga bilang, “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapanKu, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!” (Matius 7:23). Lihat, Yesus itu Tuhan. Jika bukan Tuhan, mana berhak Beliau mengusir orang seenaknya ?
Sebanyak ini sajalah yang bisa saya sampaikan untuk Anda. Jika Anda masih bertahan pada kesesatan Anda, Yesus berkata,” Sesatlah kamu sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci dan Kuasa Elohim.” Kamu adalah kaum pemberontak sebab ada tertulis, “mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak.”
September 26, 2010 at 6:52 am
YESUS ADALAH TUHAN
Yesus adalah TUHAN, bagaimanapun anda percaya atau tidak percaya Yesus tetap TUHAN, Ke-TUHANAN YESUS atau tidak, tidak ditentukan oleh anda,YESUS TETAP TUHAN,
1.Hidup kekristenan tidak cukup hanya mengetahui tentang Alkitab dan sifat-sifat Allah, KEHIDUPAN KEKRISTENAN ADALAH HIDUP NYATA HARI SEHARI DENGAN TUHAN YESUS,HIDUP YANG NYATA BERARTI NENGALAMI KESELAMATAN,PERTOLONGAN,MENURUTI PERINTAHNYA YAITU MENGASIHI ORANG YANG MEMBENCI, MEMBERKATI ORANG YANG MENGUTUK, MENDOAKAN ORANG YANG MENGANIAYA KAMU DSB. Alkitab mengatakan “Bukan setiap orang yang berseru kepadaku : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga.” (Matius 7:21).
Ketika ANDA atau seseorang percaya kepada Yesus dan melakukannya perintah-Nya maka anda akan mengetahui bahwa YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN, tanpa percaya dan pengalaman secara pribadi anda sulit dan tdk mungkin percaya bahwa Yesus itu TUHAN
2.ketika anda tdk percaya bahwa Yesus adalah Tuhan berarti saudara sama seperti orang-orang Yahudi dan pemimpin agama Yahudi yang menyalibkan Yesus/Isa Almasih, didalam Alquran terang-terangan mengutuk orang Yahudi sebagai orang kahafir yang harus dibinasakan, kelakuan-kelakuan orang yang dibenci Moslem sama dengan kelakuan Moslem semdiri yang tidak percaya kepada Yesus adalah Tuhan, Alkitab menjelaskan mengapa Yesus haus disalib karena YESUS MENYAMAKAN DIRINYA DENGAN ALLAH ATAU MENGHUJAT ALLAH
“Yohanes 10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
“Yohanes 10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
YESUS MENGAMPUNI DOSA MANUSIA:
Lukas 5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
Matius 26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”
26:64 Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
26:65 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.
26:66 Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “IA HARUS DIHUKUM MATI! ”
MATIUS 9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”
9:3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.”
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
9:5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
9:7 Dan orang itu pun bangun lalu pulang.
2.Untuk menjadi orang percaya YESUS atau Murid-Nya itu karena pilihan DIA sendiri bukan pilihan manusia;
Yohanes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Yohanes 15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
Pilihan menjadi anak-Nya harus hidup dalam ROH, ketika seseorang percaya kepada Yesus harus hidup dalam Roh, inilah yang membedakan, untuk memahami tentang YESUS adalah TUHAN, anda harus hidup dalam ROH karena kita hidup dalam dua dunia daging/fisik dan roh. pemahaman tentang ALLAH harus masuk dalam dunia roh, tanpa itu anda tidak mungkin hidup mengenal Allah atau percaya dan menyebut YESUS adalah TUHAN
BAGAIMANAPUN SAUDARA DIJELASKAN SECARA AKAL PIKIRAN DENGAN ARGUMENTASI YANG MEYAKINKAN TETAP TIDAK PERCAYA karena ANDA tidak hidup dalam roh unmtuk hidup dalam roh ANDA HARUS MENGALAMI KELAHIRAN BARU DIDALAM ROH CARANYA YAITU MENERIMA YESUS KRISTUS DALAM HATI DAN PIKIRAN ANDA.
3.Banyak konsep cara berpikir orang ISLAM tentang siapakah ALLAH adakah ESA,SATU, PERTANYANNYA ADALAH Allah yang Esa atau satu itu yang bagaimana? sejarah menjelaskan bahwa sebelum ada Mohammad dengan agamanya secara harafiah yaitu Islam, kekeristenan sudah menyebar di Arab, ratusan tahun lamanya, permasalahannya pada waktu itu banyak ajaran-ajaran kekristenan yang menyesatkan, atau pemahaman tentanbg Yesus sepotong-potong dan dalam Alquraan ditemukan ada perbedaan dalam nama, sejarah dsb yang tidak sama dengan Alkitab
ALLAH adalah maha besar dan juga Maha kuasa, kebesaran Allah jauh dari pengetahuan pikiran manusia, Allah tidak terduga pikiran-Nya, hikmat Allah tidak sama dengan Hikmat manusia. didalam Injil Yohanes dkatakan :
Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
PIKIRAN MANUSIA MENGATAKAN KALAU ALLAH MENJADI MANUSIA BERARTI DI SORGA KOSONG.INAGAT! sifat Allah adalah Maha Hadir, Maha Kuasa, Maha Besar. Yesus adalah manusia sejati yang butuh minum, makan,capek dsb tapi ingat Roh Yesus adalah Roh Allah, sedangkan kita yang ada didalam kita adalah roh manusia, karena didlam manusia Yesus adalah ROH ALLAH, maka YESUS secara manusia dapat disakiti bahkan dibunuh TETAPI yang ada didlam YESUS TDK DAPAT DIBUNUH, Yaitu Roh Allah maka YESUS bangkit dari kematian, dan naik ke SORGA, kemanusiaan Yesus dibawa ke Sorga, Tubuh Yesus adalah Tubuh kemuliaan bukan seperti tubuh manusia/kita dan secara tubuh akan datang kedua kali sebagai hakim yang Adil,untuk menghakimi manusia yang hidup dan mati termasuk MOHAMMAD.
Kalau seseorang menyebut saya Pak Amin berarti ia menerima keberadaan saya sebagai manusia yang terdiri dari JIWA/ROH/TUBUH–ini tidak bisa dipisahkan…secara sederhana demikianlah YESUS KRISTUS/ISA ALMASIH, BAPA/ANAK(YESUS)/ROH KUDUS ADALAH SATU
demikian minimal 3 pengertian membuka pikiran Anda untuk memhami siapakah YESUS sesungguhnya…atau kalau Anda punya Allah berbicaralah kepada Allahmu kalau Allahmu dapat berbicara dan memberikan jawaban meminta dan tanya siapakah ISA ALMASIH hanya manusia biasa apa TUHAN, sebab Alquran banyak berbicara tentang ISA ALMASIH…JANGAN KATA ORANG..TETAPI ALAMI SENDIRI SECARA PRIBADI…SEBAB..KE SORGA SENDIRI-SENDIRI
wASSALAM
September 3, 2010 at 7:16 am
MUHAMMAD=RASULULLAH
YESUS = KALAMULLAH
pilih mana hayooooo
September 3, 2010 at 2:51 pm
Saya pilih Muhammad dan Isa, karena Tuhan mengajarkan untuk tidak membeda-bedakan Nabi dan Rasul-Nya. Tetapi saya tidak akan memilih Paulus yang mengajarkan Isa sebagai Tuhan selain Allah.
October 2, 2010 at 6:21 am
Muhammad dan Isa, makan, minum, bung air besar, buang air kecil. tidur, bangun, berjalan, punya ibu, bisa capek, butuh istirahat. Dua-duanya manusiawi.Sama-sama manusia. dan aku mengaguminya.
September 13, 2010 at 8:36 am
TUHAN PUN BERDOSA?
BUKTI TAK ADA DOSA WARIS
II Tawarikh 25:4 Tetapi anak-anak mereka tidak dihukum mati olehnya, melainkan ia bertindak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Taurat, yakni kitab Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: “Janganlah ayah mati karena anaknya, janganlah juga anak mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus mati karena dosanya sendiri.”
Yeremia 31:29-30 Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu,melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.
Yehezkiel 18:20Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
ANAK LAHIR DALAM KEADAAN SUCI
Matius 19:14Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Ayat diatas merupakan salah satu bukti bahwa setiap anak lahir dalam keadaan suci. Sama seperti dalam Islam. Mengapa?. Karena Yesus mengucapkan ayat ini sebelum disalib. Sedangkan konsep penebusan dosa lahir setelah Yesus disalib. Dimana para oknum Kristen menganggap pembunuhan Yesus sebagai penebusan atas dosa mereka. Yang menjadi pertanyaan apakah Yesus berpendapat demikian?. Bagaimana mungkin orang yang berdosa menanggung dosa orang lain?. Tahukah kita bahwa Yesus juga tidak luput dari dosa?. Baca ayat dibawah ini :
Yohanes 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
Ayat ini berkisah tentang perempuan pezina yang dituduh oleh orang-orang Yahudi. Menurut hukum Musa perempuan ini harus dirajam. Ketika orang-orang Yahudi mengadu, Yesus berkata seperti diatas. Dan akhirnya tak ada seorang Yahudi yang melempari batu. Hal ini menandakan orang-orang Yahudi tersebut berdosa. Demikian juga dengan Yesus, mengapa?. Karena kalau benar perempuan itu benar-benar Pezina, maka pastilah Yesus yang pertama kali merajamnya sesuai hukum Musa. Jadi semua orang akan bertanggung Jawab atas dosanya sendiri :
Matius 16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Wahai orang-orang kafir Tuhan telah menghantar bukti demi bukti akan kepalsuan agama kalian.Bertobatlah sebelum Dia berhenti menghantar bukti dan menghantar malaikat maut utk mengambil nyawa kalian.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian beroleh kejayaan.Kasihan kalian semua.Tapi sayang,kasihan saja nggak cukup jika tidak ada usaha yg positif dari pihak kalian.Cepat sebelum terlambat karena masa yg Tuhan utk kita hidup ada batasnya dan kita tidak pernah tau kapan batas itu berakhir….
BY WEDUL SHERENIAN :http://vilaputih.wordpress.com/2010/09/13/tuhan-pun-berdosa/#more-1388
September 13, 2010 at 1:18 pm
Aku bersaksi, sesungguhnya allah swt itu adalah Penipu Yang Selicik-liciknya (Khairul Makareen = Iblis), dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah rasul Iblis….!!!
September 14, 2010 at 11:53 am
Dan aku bersaksi, Muhammad Atta adalah pengikut Iblis yang otaknya terlalu tumpul untuk dapat memahami bahwa Allah penyelamat Isa bukanlah Iblis.
September 15, 2010 at 8:58 am
siapakah yesus?
INILAH JAWABNYA DARI INJIL ITU SENDIRI:
[Kejadian 38:15] Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang
perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.
[38:16] Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan
itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak
tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan
kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?”
[38:17] Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari
kambing dombaku.” Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya,
sampai engkau mengirimkannya kepadaku.”
[38:18] Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab
perempuan itu: “Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di
tanganmu itu.” Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia
menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.
….
[38:29] Ketika anak itu menarik tangannya kembali, keluarlah saudaranya
laki-laki, dan bidan itu berkata: “Alangkah kuatnya engkau menembus ke
luar,” maka anak itu dinamai PERES.
[38:30] Sesudah itu keluarlah saudaranya laki-laki yang tangannya telah
terikat benang kirmizi itu, lalu kepadanya diberi nama Zerah.
Dari hasil hubungan zina antara Yehuda dengan Tamar [Kej.38:15-18], maka
lahirlah sepasang anak kembar hasil hubungan haram tersebut. Keduanya adalah
anak laki-laki yang diberi nama PERES dan Zerah. Si PERES anak haram inilah
salah satu kakek moyang Yesus berdasarkan silsilah Yesus versi Matius
[Mat.1:3].
Jadi Yesus adalah keturunan anak haram hasil hubungan perzinahan. Tepatnya,
yesus = ANAK HARAM!
September 26, 2010 at 3:51 pm
KALAU YESUS ANAK HARAM, BERARTI MOHAMMAD ANAK SETAN, KALAU MOHAMMAD ANAK SETAN ANDA ANTEK-ANTEKNYA SETAN!……..belajarlah mengenal Allah secara pribadi!
September 26, 2010 at 11:16 pm
* Silsilah Yeshua yg tertulis di Mateus perlu diperhatikan, yg berbunyi:
“Yakub mpranakkan Yusuf suami Maryam yg melahirkn Yeshua.” Jadi bukan Yusuf yg mpranakkn
Yeshua, melainkan Maria.(Mat 1;16)
“Yeshua bkn dr benih manusia tpi dr Roh Kudus”.
(Mat 1:20)
Jadi ditulis Mateus adalah silsilah sejarah dan bukan silsilah keturunan.
*”Di dalam Dia, Yeshua red., tdk ada dosa”.(1Yoh 3:5)
*”Dia tdk berbuat dosa, dan tipu tdk ada di dlm mulut-Nya”.(1Pet 2:22)
Mk Dia layak menjadi tebusan org berdosa.
Yg ditebus brdosa, mk tebusanya hrs tdk brdosa.
TRIMAKASIH YESHUA MASHIAH, ENGKAU TLH DG SETIA MENDERITA DAN MATI DI KAYU SALIB UNTUK MENYELA-MATKAN KAMI ORG-ORG YG BERDOSA. AMIN.
September 27, 2010 at 7:16 am
Alhamdulillah Masjid telah berdiri di dekat Ground Zero, trima kasih Barack Obama dan seluruh petinggi AS atas segala dukungannya
dan trima kasih Terry Jones, kau telah telah mebangkitkan kembali dunia Islam.. Allahuakbar
September 27, 2010 at 1:37 pm
helloooww Yesus itu ga diperanakkan secara manusia.. Dia menghampakan diriNya di Surga dan memberadakan diriNya di kandungan perawan Maria..so dia ga punya hubungan darah dengan ortunya apalagi sama pendahulu2Nya termasuk peres.. oiya pertanyaan saya : kok yang mengikut Yesus di bilangin Kafir yah?? hak orang donk mau percaya ama sapa aja.. ga usah ngaku orang suci & nganggap orang lain kafir kalo habis puasa sebulan tapi ga berubah alias maksiat kembali..
September 28, 2010 at 1:52 pm
Dalam “bungkus” resmi, Paus merupakan pimpinan tertinggi sebuah institusi terbesar dan paling berkuasa di dunia yang bernama Tahta Suci Vatikan. Paus adalah orang suci dan disucikan, bahkan dia kerap disapa dengan ?Bapa Suci?. Tiap perkataan yang keluar dari bibirnya menjadi titah bagi umat Katolik sedunia.
Namun tahukah Anda bahwa Paus adalah ternyata juga manusia biasa yang kerap melakukan salah. Ironisnya, kesalahan itu banyak pula yang dilakukannya dengan sadar dan disengaja. Tulisan ini berupaya memotret sosok Paus sebagai manusia apa adanya, yang memiliki sifat-sifat kemanusiaan yang kadang cenderung kepada kebaikan dan terkadang meluncur jatuh kepada keburukan. Berbagai sikap dan tindakan Paus yang akan dipaparkan di dalam tulisan bersambung ini meliputi kontroversi hidup selibat yang ternyata tidak semua Paus dan Orang Suci (Santo atau Santa) mengikutinya, ada pula kasus pandangan politik para Paus yang tidak satu, karena ada Paus yang mendukung Zionis-Israel namun ada pula yang pro Nazi-Hitler.
Selain itu ada pula Paus yang mengutamakan prinsip bisnis material dunia dibanding mengutamakan norma-norma moralitas dan kemanusiaan. Bahkan menggiring Vatikan untuk terlibat dalam bisnis senjata dan alat kontrasepsi, sesuatu yang selalu ditentang Vatikan di dalam kotbah-kotbahnya.
Dogma Hidup Selibat
Dogma hidup selibat atau berpantang menikah bagi seorang Paus?dan juga bagi para Biarawati dan Biarawan atau Pendeta Katolik?sudah menjadi tradisi yang berjalan ratusan bahkan ribuan tahun. Namun ternyata, dogma yang dikatakan mengikuti ?jalan hidup? Yesus yang mereka yakini tidak pernah menikah dalam hidupnya itu, sesungguhnya tidak berasal dari awal Katolikisme itu sendiri.
Santo Petrus sebagai peletak batu Tahta Suci Vatikan pertama, sehingga namanya diabadikan dalam nama Basilika Santo Petrus, ternyata tidak menjalankan hidup selibat. Santo Petrus menikah dan memiliki anak keturunan. Injil-Injil Kanonik seperti Injil Markus, Matius, dan Lukas menyebutkan fakta bahwa Paus pertama ini memiliki seorang isteri ketika Yesus menemuinya.
Nigel Cawthorne dalam “Sex Lives of the Popes” (London, 2004) yang telah diindonesiakan menjadi “Rahasia Kehidupan Seks Para Paus“(Alas, 2007), menulis bahwa Santo Paulus di dalam surat pertamanya kepada orang-orang Korintus menceritakan bahwa Petrus membawa serta isteri dan keluarganya dalam perjalanan-perjalanannya selama masa kerasulan. Jasad Santa Petronilia yang dikuburkan di Roma telah lama dimuliakan sebagai putri dari Santo Petrus.
Para sejarawan Barat sendiri masih silang pendapat soal apakah Yesus sungguh-sungguh hidup selibat ataukah telah melakukan pernikahan. Dalam Injil Gnostik macam Injil Thomas yang oleh Vatikan dimasukkan dalam kategori Injil Apokrif (Injil terlarang), disebutkan bahwa Yesus telah melangsungkan pernikahan di Qana, Lebanon. Pandangan Injil Gnostik ini selaras dengan Hukum Mishnais kaum Yahudi yang mengatakan, ?Seorang lelaki yang tidak menikah tidak akan bisa menjadi Guru.?
Dalam pandangan kelompok ini, adalah mustahil Yesus diterima menjadi seorang Guru dan Raja kaum Yahudi jika ia sendiri tidak menikah. Bahkan Yesus tidak mungkin bisa mengunjungi tanah suci dan berkotbah di sana jika ia belum menikah.
Bagi penulis “The Holy Blood Holy Grail” (Henry Lincoln dkk, 1982) disebutkan bahwa Yesus menikahi Maria Magdalena di Desa Qana, Lebanon. Bahkan Barbara Thieling dalam ?Yesus The Man? menuturkan dengan berani bahwa pasangan Yesus dan Maria Magdalena memiliki anak, dua anak lelaki dan satu perempuan.
Pada tahun 44 M, lanjut Thieling, Yesus bercerai dengan Maria Magdalena dan menikahi Lydia, uskup perempuan dari para ?perawan? Thyiatira.
Namun yang lebih mengagetkan adalah apa yang termaktub di dalam Injil Thomas, salah satu Injil Gnostik, bahwa Yesus selain menikahi Maria Magdalena ternyata juga mengawini Salome ?Sang Pemikat?.
Santo Paulus juga bukan bujangan. ?Orang yang disucikan? ini berperan sangat besar dalam merancang dan membentuk dogma seksualitas Vatikan. Namun Cawthorne menulis, ??dia adalah seorang duda yang lama menderita akibat pernikahannya yang tidak membahagiakan. ?
Cawthorne mengutip surat pertama Santo Paulus kepada orang-orang Korintus yang berbunyi: ?Apakah aku tidak punya hak untuk memiliki isteri beragama Kristen seperti para rasul yang lain??
Paulus juga mengatakan, ?Lebih baik menikah dari pada terbakar. ? Istilah ?terbakar? dianggap memiliki makna ?terbakar nafsu?.
Dogma selibat bagi para Biarawati pun sesungguhnya tidak murni berasal dari Kekristenan awal, melainkan berasal dari ritual paganisme Roma yang diistilahkan dengan nama ?Para Perawan Vesta? yang terdiri dari para pendeta perempuan Dewi Vesta yang salah satu tugasnya memelihara nyala api Vesta dengan menjaga keperawanannya.
?Hanya saja, para perawan Dewi Vesta ini pun jarang yang mampu menjaga kesuciannya. Banyak dari mereka yang dipenjarakan karena tidak mampu mempertahankan keperawanannya, ? tulis Cawthorne.
Dogma selibat yang bertentangan dengan fitrah kemanusiaan ini menimbulkan aib dalam perjalanan Gereja sejak masa awal. Paus Damasus I (366-384) merupakan salah satu Paus yang oleh Sekretarisnya sendiri, Santo Jerome, dituding sebagai Paus yang rendah moralitasnya. ?Perawan Kristen berjatuhan setiap hari, ? ujar Santo Jerome.
Damasus akhirnya diseret oleh Dewan Gereja yang terdiri dari 44 Uskup dan dikenai tuduhan telah melakukan perzinahan. Walau demikian, ketika meninggal, Paus Damasus I diangkat sebagai ?Santo? atau Orang Suci.
Paus Clemens V (1305-1314) merupakan salah seorang Paus yang terkenal dalam sejarah Eropa. Dia-lah yang membantu Raja Perancis, King Philip Le Bel, dalam menumpas Ksatria Templar di tahun 1307. Dalam menumpas Templar, Paus Clemens menyatakan bahwa alasan penumpasan itu dikarenakan Templar telah banyak melakukan ?Heresy? atau Bidah terhadap Gereja.
Namun di sisi lain, Paus Clemens V ternyata oleh para sejarawan Barat juga dianggap sebagai orang yang suka berzina dan memiliki banyak gundik. Salah satu gundiknya yang terkenal bernama Countess Perigord, seorang perempuan cantik putri dari Earl Foix. Konon, siapa saja yang mencari berkah sang Paus harus menaruh surat permohonannya di dada putih sutera Countess Perigord.
Tentang Clemens, Catholic Encyclopaedia bahkan menulis, ?Seorang pecinta hiburan, pecinta perjamuan yang mewah, di mana para perempuan amat bebas bergabung.? Di masa Clemens-lah, institusi Gereja dibuat sedemikian kotor sehingga kecabulan terlihat dengan kasar dan ada di mana-mana.
Sejarawan Joseph McCabe bahkan menemukan adanya bukti jual-beli rumah bordil antara seorang pejabat kepausan dengan seorang janda dokter di mana dalam kertas pembelian itu tertulis, ?Atas nama Tuhan Kita Yesus Kristus.? (Cawthorme, hal. 126).
Dogma hidup selibat ternyata banyak dirusak oleh Paus dan Para Pendetanya sendiri. Para sejarawan Barat dengan teliti dan berani, menyingkap banyak ketidak-senonohan yang terjadi di Gereja pada masa-masa awal kekristenan hingga saat kini yang melibatkan Paus sendiri.
Sejumlah kasus yang melanda gereja, seperti paedofilia, perzinahan, dan sodomi, yang mencuat beberapa tahun lalu di beberapa negara sesungguhnya bukan hal yang baru. Karena di masa-masa dahulu yang terjadi bahkan jauh lebih menyeramkan ketimbang sekarang.
Dalam tulisan selanjutnya akan dikisahkan tentang sikap Paus Pius XI yang menjalin persekutuan dengan Mussolini dan Hitler dalam mengelola Bank Vatikan yang merupakan cikal bakal dari Vatikan Incorporated, salah satu institusi terkaya dan paling berpengaruh di dunia.
http://tausyah.wordpress.com
Wahai orang-orang kafir bertobatlah sebelum terlambat.Yesus bukan Tuhan.Bukan bukan bukan!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Pasti kalian berjaya.Amin ya Rabbal Alamin.
October 1, 2010 at 9:26 pm
* Yeshua mengatakan:”Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan tepat katamu, sbb memang Akulah Guru
dan Tuhan”.(Yoh 13:13)
* Ktk Yeshua mengatakan:”Aku & Bapa itu satu”,
org Yahudi menuduh-Nya menyamankan diri-Nya dg Elohim dan menghujat Elohim.
* Org Yahudi beriman kpd Torat; mk Yeshua menja-
wab:”Tdkkah ttlis dl Toratmu ‘Aku tlh brfirman Engkau adalah Elohim?”
* Kalimat itu ttlis dl Mzm 82:6,7.
“Aku tlh brfirman,Engkau adalah Elohim,Putra E-
lohim yg Mahatinggi,ttp akan mati sbg Manusia &
tewas sbg seorang Pembesar.”
JADI “YESHUA ITU ELOHIM” atau “SESEMBAHAN”.
October 2, 2010 at 6:48 am
Yesus diutus untuk Bani Israel
“Jawab Yesus :” aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel.” (Matius 15:24)
Pengakuan Yesus tersebut menunjukkan bahwa dia hanya benar-benar di utus untuk kaum tertentu saja, yaitu Bani Israel, bukan untuk seluruh kaum semesta. Jika Yesus itu Tuhan, pasti ajarannya untuk seluruh manusia, seluruh alam semesta. Tetapi dalam ayat tersebut Yesus katakana bahwa dia hanya diutus untuk kaumnya saja yaitu Bani Israel.
Yesus bukan untuk orang Indonesia. tapi kalo anda orang Israel (Yahudi) silahkan mengikutinya. Bagimu agamamu, bagiku agamaku.
October 2, 2010 at 6:51 am
kebenaran itu harus diperlihatkan. bukan untuk di tutupi.
Kebenaran itu bertanggung jawab. Bukan lari dan sembunyi.
October 2, 2010 at 7:28 am
islam kristen, dua-duanya untuk kedamaian. apa lagi….?
August 17, 2011 at 6:07 am
anda salah besar, kristen benar utk kedamaian, mengasihi musuh dll, namun, apakah mengebom dan meneriakkan allahuakbar adalah kedamaian? mohon difikir ulang.
August 17, 2011 at 6:46 am
Apa menurut anda Kapitan Patimura adalah orang Kristen sesat karena menumpahkan darah penjajah yang sama-sama beragama Kristen? Lagian sejak kapan agama itu adalah orang? Jadi bingung donk, Islam itu yang pro Azhari cs atau yang kontra seperti MUI ?
August 17, 2011 at 6:49 am
Kristen mengasihi musuh? Coba tunjukan dalam alKitab, pedoman dari Tuhan tentang bagaimana seharusnya orang Kristen memperlakukan musuh dalam peperangan? Gak punya pedoman? Kalau begitu pejuang Kristian berperang melawan penjajah tanpa panduan dari Tuhan donk … Muslim saja dikasih pedoman masih ada saja yang nyeleneh apalagi yang gak dikasih pedoman.
October 4, 2010 at 9:06 am
* “Aku diutus hanya kpd domba2 yg hilang dr umat
Israel” Perkataan Yeshua ini hanya utk menguji iman seorang perempuan Kanaan yg merengek-rengek
* “AKU DIUTUS HANYA KPD DOMBA2 YG HILANG UMAT ISRAEL”.(untuk mencobai iman wanita Kanaan)
* ‘Tuan, tolonglah aku’.
* “TDK PATUT NGAMBIL ROTI SEDIAAN ANAK2 DILEMPAR
KAN KPD ANJING”
* ‘Benar Tuan, tapi anjing itu makan remah2 yg jatuh dr meja tuannya’.
* “BESAR IMANMU HAI IBU, JADILAH SPT YG KAUKE-HENDAKI”.
-mbok jangan pura2 tidak tahu ah!
October 6, 2010 at 6:48 pm
Wanita Sumber Dosa
036. TANYA:
Mengapa Paulus dapat menjamin bahwa Yesus tanpa dosa sementara Maria yang dihamili oleh Allah (Roh Kudus) adalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa?
JAWAB:
Memang menurut pandangan Kristen, wanita adalah sumber dosa atau awal dosa yang menimpa manusia. Wanitalah yang menggoda laki-laki untuk ikut tenggelam dalam dosa awal. Wanita pulalah yang mengabadikan dosa warisan turun temurun melalui setiap anak yang dia lahirkan. Ini dijelaskan oleh Santo Agustinus, pemimpin gereja dari Hippo yang dikutip oleh Karen Armstrong dalam bukunya A History of God, halaman 144-145
“Banished (from Paradise) after his sin, Adam bound his offspring also with penalty of death and damnation, that offspring which by sinning he had corrupted in himself, as in a root, so that what ever progeny was born (through carnal concupiscence, by which a fitting retribution for his disobedience was bestowed upon him) from himself and his spouse – who was the cause of his sin and the companion of his damnation – would drag through the ages the burden of Original Sin, by which it would itself be dragged through manifold er rors and sorrows, down to that final and never-ending torment with the rebel angels .”
( Terusir (dari sorga) setelah berbuat dosa, Adam mengikutkan pula seluruh keturunannya dalam hukuman kematian dan kutukan, dimana keturunan yang oleh karena dosa yang dia lakukan terhadap dirinya, adalah seperti akar; sehingga setiap keturunan yang dilahirkan (melalui nafsu birahi manusia dimana hukuman yang setimpal atas pelanggarannya ditimpakan kepadanya) dari hubungannya dengan isterinya – yang merupakan penyebab dosanya dan pendamping kutukannya – akan memikul dari zaman ke zaman beban dosa warisan yang kemudian akan dipikulkan seterusnya melalui kesalahan-kesalahan dan penderitaan yang berlipat ganda serta siksaan yang tidak berakhir….)
Bagaimana malang dan sialnya menjadi seorang wanita dalam Kristen, dapat kita simak dari buku yang sama. Pernyataan tegas Tertullian, pemimpin Gereja yang memvonis wanita sebagai jelmaan setan yang menjadi penyakit abadi di tengah-tengah umat manusia.
“Do you not know that you are each an Eve? The sentence of God on this sex of yours lives in this age: the guilt must of necessity live too. You are the devil gate way, you are unsealer of the forbidden tree; you are the first deserter of the divine law; you are she who persuade him whom the devil was not valiant enough to attack. You so carelessly destroyed man, God’s image. On account of your desert, even the Son of God had to die.
(Tidakkah engkau ketahui (hai wanita) bahwa masing-masing kamu adalah Hawa? Hukuman Tuhan menimpa golonganmu wanita, sampai saat ini. Kesalahan terpaksa harus berlangsung terus. Engkau adalah gerbang masuknya setan. Engkaulah yang menjangkau buah terlarang; engkaulah yang pertama merusak hukum Tuhan. Engkau, wanita yang menggoda laki-laki yang sebenarnya sulit untuk ditaklukkan oleh setan. Tanpa perasaan, engkau merusak laki-laki yang merupakan gambaran Tuhan. Oleh karena pelanggaranmu, sehingga Anak Allah pun harus mati.
Betapa rendahnya wanita di mata para pemimpin Gereja. Berdasarkan pandangan mereka, wanita yang berhubungan dengan suaminya, akan menyebarkan dosa-dosa turunan yang berlipat ganda atas seluruh umat manusia melalui setiap kehamilan dan kelahiran anak, laksana WTS yang menyebarkan penyakit Sypilis dan AIDS di masyarakat.
Namun karena menurut pandangan Paulus, bibit yang bakal menjadi manusia adalah sepenuhnya 100% dari sperma laki-laki sehingga baginya, wanita hanya berfungsi untuk menyimpan dan menyuburkan sperma agar tumbuh menjadi manusia sempurna.
Dengan demikian, kalau bapaknya Yesus adalah Tuhan, maka otomatis Yesus menjadi ilahi, karena Maria, ibunya, tidak punya peran apa-apa. Pandangan seperti ini sesungguhnya merupakan penghinaan Gereja terhadap kaum ibu yang dianggap sama sekali tidak punya andil dalam kejadian seorang janin.
Menurut Santo Agustinus, Yesus yang memainkan peranan Juruselamat sama sekali tidak boleh tercemar oleh dosa manusia. Oleh karena itu peranan perawan Maria yang tidak dihamili manusia tetapi oleh Allah (Roh Kudus}, memberikan jaminan 100% bahwa Yesus adalah Anak Allah yang tidak dicemari oleh dosa warisan sehingga dia siap untuk menjalankan tugas Juruselamat.
037. TANYA:
Tetapi bagaimana dengan pernyataan Nabi Muhammad saw ketika ditanyai oleh orang Yahudi 14 abad yang lalu tentang asal usul kejadian manusia:
“Rasulullah ditanya oleh seorang Yahudi: ‘Hai Muhammad; katakanlah kepadaku. Dari apa manusia itu diciptakan?’ Rasulullah saw menjawab: ‘Hai Yahudi, Manusia tercipta dari nutfah laki-laki dan nutfah perempuan.” (Hadith diriwayatkan oleh Ibnu Hambal)
Pernyataan ini kemudian dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, 13 abad kemudian oleh para pakar kedokteran di abad ke 19. Bukankah pernyataan Rasulullah dan penemuan para pakar kedokteran ini melemahkan, malah meruntuhkan kesucian Yesus?
JAWAB:
Jangan membayangkan Gereja akan sedemikian mudah menyerah! Sekali lagi bagi mereka tidak ada masalah. Dalam perjalanan sejarah Kristen, urusan bongkar-pasang keputusan Sidang Gereja tentang keimanan, bukan suatu pekerjaan yang sulit. Jika Gereja terperangkap dalam suatu kenyataan bahwa mereka telah mengeluarkan keputusan dogma yang terbukti keliru, tinggal undang para uskup untuk bersidang. Berdasarkan pengalaman, untuk mengatasi permasaalahan seperti ini, inisiatif untuk mengundang para uskup datang baik dari Paus, Uskup Agung atau Kaisar Romawi. Biasanya, terutama di zaman Kerajaan Romawi, konsep SKnya sudah ada, tinggal menunggu kedatangan para uskup untuk tanda tangan. Dalam sidang, para uskup yang mayoritas atau yang didukung Kaisar, atau Paus, akan memutuskan untuk mengutuk atau membatalkan keputusan lama yang pernah diagungkan sebagai wahyu Allah, kemudian menggantinya dengan keputusan “wahyu Allah” yang baru, dan, beres!
Edward Gibbon, pakar sejarah yang terkenal, mengutip pemyataan Hilary, melukiskan kesibukan Gereja membongkar pasang keimanan Kristen dalam setiap Sidang Gereja, dalam bukunya The Decline and Fall of the Roman Empire, halaman 397:
“It is a thing equally deplorable and dangerous, that there are as many creeds as opinion among men, as many doctrines as inclination, and as many sources of blasphemy as there are faults among us; because we make creeds arbitrarily and explain them as arbitrarily. The Homoousion is rejected, and received, and explained away by successive synods. The partial or total resemblance of the Father and of the Son is a subject of dispute for these unhappy times. Every year, nay, every moon, we make new creeds to describe invisible mysteries. We repent of what we have done., we defend those who repent, we anathematize those whom we defended. We condemned either the doctrine of others in ourselves, or our own in that of others; and, reciprocally tearing one another to pieces, we have been the cause of each other ruin”
(Ini merupakan hal yang tercela dan berbahaya dimana demikian banyak kredo (deklarasi keimanan) seperti banyaknya pendapat manusia, demikian banyaknya ajaran (Kristen) seperti banyaknya keinginan, dan sedemikian banyaknya sumber kemusyrikan seperti banyaknya kesalahan yang kita perbuat karena kita menciptakan deklarasi keimanan secara asal-asalan saja dan menjelaskannya secara asal-asalan pula. Homoousian (Allah satu zat dengan Yesus) mula-mula kita tolak, setelah itu kita terima (lagi), lalu kita hapuskan lagi pada sidang- sidang Gereja selanjutnya dengan berbagai alasan. Keserupaan antara Bapa (Allah) dengan Anak (Yesus), baik sebagian maupun keseluruhan merupakan sumber percekcokan di hari-hari yang suram ini. Bukannya setiap tahun, tetapi malah setiap bulan, kita membuat deklarasi keimanan yang baru untuk menjelaskan misteri yang tidak nampak. Kita minta ampun atas apa (kekeliruan) yang pernah kita perbuat, kita mempertahankan mereka yang bertobat, (tetapi kemudian) kita mengkafirkan mereka yang pernah kita pertahankan. Kita mengutuk baik ajaran orang lain yang ada pada kita, atau ajaran kita pada orang lain, dan secara timbal balik kita saling menghancurkan antara satu dengan yang lain, dan masing-masing kita menjadi penyebab keruntuhan lainnya)
Selanjutnya dalam bukunya yang sama di halaman 695, Gibbon melukiskan bagaimana perasaan Petrus dan Paulus bila mereka menyaksikan perubahan-perubahan ajaran Kristen saat ini.
“If the Christian apostles, St. Peter or St. Paul, could return to the Vatican, they might possible inquire the name of the Deity who is I worshipped with such mysterious rites in the magnificent temple”
(Seandainya rasul-rasul Kristen, Santo Petrus atau Santo Paulus, dapat kembali ke Vatican (saat ini), mereka mungkin akan menanyakan, siapakah nama Tuhan yang disembah (orang-orang Kristen) dalam upacara yang sedemikian aneh dalam Katedral yang besar-besar itu).
Selanjutnya dalam bukunya yang sama di halaman 695, Gibbon melukiskan bagaimana perasaan Petrus dan Paulus bila mereka menyaksikan perubahan-perubahan ajaran Kristen saat ini.
“If the Christian apostles, St. Peter or St. Paul, could return to the Vatican, they might possible inquire the name of the Deity who is I worshipped with such mysterious rites in the magnificent temple”
(Seandainya rasul-rasul Kristen, Santo Petrus atau Santo Paulus, dapat kembali ke Vatican (saat ini), mereka mungkin akan menanyakan, siapakah nama Tuhan yang disembah (orang-orang Kristen) dalam upacara yang sedemikian aneh dalam Katedral yang besar-besar itu).
Namun untuk hal ini, Tuhan “tidak akan marah”, karena yang duduk bersidang ini adalah wakil-wakilnya di dunia yang walaupun sekali-sekali keliru tetapi dijamin tidak bersalah. Jaminan ini diberikan oleh “Wakil Tuhan” di Dunia, Santo Ignatius, dalam suratnya ke Jemaat Kristen di Smyrna yang dikomentari oleh Paul Tillich dalam bukunya A History ofChrstian Thought, halaman 19:
“Where the bishop is, the congregation should be. Prophet who appears may be right or wrong, but the bishop is right. The bishops were representatives of true doctrine.”
(Apa yang dikatakan uskup, jemaat harus tunduk. Nabi boleh salah atau benar, tetapi uskup selalu benar. (Karena) uskup adalah pembawa ajaran yang benar). Ketika Nabi Muhammad saw memberikan pernyataan tentang peranan laki-laki dan perempuan dalam pembentukan janin manusia, Gereja tidak ambil pusing. Walaupun Hadis Rasulullah ini dicatat oleh para perawi Hadis, namun dampak ilmiahnya belum terasakan, karena pandangan Gereja masih dikuatkan oleh pendapat Hartsoeker (1694) yang mengatakan bahwa janin 100% tercipta dari sperma laki-laki.
Namun gelombang penemuan-penemuan baru di bidang embriology yang dirintis oleh Pander (1817), Prevost dan Dumas (1824) dan Van Baer (1829), sebagaimana dikemukakan oleh Dr. Mohammad Ali Albar dalam bukunya Human Development, halaman 53, mengarah kepada penyangkalan teori-teori sebelumnya. Ketika dunia mengetahui bahwa temyata laki-laki dan perempuan. sama-sama berperan dalam terciptanya janin dalam kandungan seorang ibu, orang mulai berfikir bahwa Yesus tidak akan bebas dari dosa, karena ibunya adalah keturunan Hawa yang ikut memberikan andil mencemari Yesus dengan dosa warisan.
Para pemimpin Gereja terperanjat. Untuk mengatasinya Paus bergegas melakukan sidang untuk meralat keimanan tentang Bunda Maria agar Yesus tetap terjaga kesuciannya. Pada saat itu, 18 abad setelah Yesus tiada, Gereja kemudian meralat keimanan umat dengan menetapkan ajaran yang baru bahwa bunda Maria tidak berdosa, sehingga pada waktu dia melahirkan Yesus, dosa warisan turun temurun dari Adam tidak mencemarinya.
Akhirnya pada tahun 1854, dengan campur tangan Tuhan, Paus Pius IX mengeluarkan SK yang menetapkan bahwa Bunda Maria tidak tercemar oleh dosa warisan (Immaculate conception). SK ini sebagian dikutip oleh Tony Lane dalam bukunya Christian Thought halaman 211:
“We declare, pronounce and define that the most blessed Virgin Mary, at the first instant of her conception was preserved immaculate from all stain of original sin, by the singular grace and privilege of the Omnipotent God, in the virtue of the merits of Jesus Christ, the saviour of mankind, and that this doctrine was revealed by God and therefore must be believed firmly and constantly by all the faithful”
(Kami menyatakan, mengumumkan, dan menyimpulkan bahwa Perawan Maria yang paling diberkati, pada kelahirannya terlindung/suci dari segala pencemaran dosa warisan, melalui rahmat dan keistimewaan satu-satunya dari Tuhan Yang Maha Kuasa, atas kebajikan jasa-jasa Yesus Kristus, Juruselamat umat manusia, dan bahwa doktrin ini, diwahyukan oleh Allah sehingga dengan demikian harus diyakini dengan teguh dan abadi oleh semua yang beriman).
Dengan demikian, Paus sebagai wakil Tuhan di dunia telah berhasil menyelamatkan keimanan umat yang mulai goyah. Dengan menerbitkan SK, Paus berusaha meyakinkan umatnya bahwa Yesus sudah disucikan lagi, karena Maria yang pernah dianggap berdosa sejak tahun 50an – berdasarkan ajaran Paulus dan pemimpin Gereja seperti Tertullian – sudah disucikannya dengan SK Ineffabilis Deus yang baru terbitkan 1800 tahun kemudian dengan “mengatas-namakan Allah”.
Perbuatan Paus Pius IX yang mengklaim SK ini sebagai wahyu Allah sangat dikutuk oleh Allah dalam Surah Al-An’am:
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya,…” (Al-An’am 6:93)
Wahyu Allahnya yang baru, digunakannya untuk merevisi Wahyu Allah yang lama dalam Surat Paulus kepada Timotius dan kepada Jemaat Kristen di Roma yang menyatakan bahwa semua orang (termasuk Bunda Maria) berdosa.
“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” (Roma 5:12)
“Lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.” (I Timotius 2:14)
Seharusnya, SK Paus Pius IX ini batal demi hukum, karena SK Paus yang lebih rendah, bertentangan dengan “SK Allah” yang lebih tinggi. Namun umat Kristen sudah tidak memperdulikan hal ini lagi, karena kalau mereka tidak mau menerima SK ini, konsekwensinya adalah: Yesus otomatis batal menjadi Juruselamat!.
Ketergantungan umat Kristen terhadap sembahan / Juruselamat selain Allah ini, dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an:
“Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka.” (Maryam 19:81)
038. TANYA:
Siapa Juruselamat menurut Yesus?
JAWAB:
Juruselamat satu-satunya menurut Yesus adalah Allah, dan agar kita selamat, menurut Yesus kita harus taat pada perintah Allah (bertaqwa). Kalau Yesus mengajarkan “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, “Ikutilah perintah Allah”, “Cintailah Allah dengan sepenuh hatimu, dengan sepenuh jiwa ragamu dan dengan sepenuh kekuatanmu, bukan untuk sekedar pamer, tetapi benar-benar menegaskan bahwa satu-satunya Juruselamat adalah Allah.” Perhatikan ayat-ayat Injil berikut ini:
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (taqwa).” (Matius 7:21)
“Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” (Yohanes 12:49-50)
“Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,” (Lukas 3:3)
“Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” (Matius 19:17)
039. TANYA:
Kalau demikian apakah Yesus sama sekali tidak dianggap sebagai Juruselamat?
JAWAB:
Ini yang perlu dijelaskan dan ditegaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Dalam bahasa Indonesia kita mengenal juru yang berarti salah seorang yang melakukan tugas sebagaimana dijelaskan.
Juru Rawat berarti salah seorang yang melakukan tugas perawatan.
Juru Mudi berarti salah seorang yang melakukan tugas mengemudi.
Kalau juru selamat diartikan salah seorang yang menyelamatkan, berarti Yesus dapat dianggap juru selamat, karena beliau adalah salah seorang Nabi yang diutus untuk Bani Israel dengan ajaran untuk menyelamatkan.
Kalau pengertian ini yang kita anut, berarti siapa saja yang melakukan tugas-tugas menyelamatkan orang lain adalah juruselamat, termasuk semua nabi terhadap umatnya, para dokter terhadap pasiennya, petugas pemadam kebakaran terhadap penghuni rumah yang terbakar, dan lain-lain.
040. TANYA:
Bagaimana sikap umat Kristen terhadap ajaran tentang Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat?
JAWAB:
Umat Kristen terlalu diliputi rasa takut akan bayang-bayang dosa waris.
Santo Agustinus sedemikian hebat mendramatisir ajaran tentang dosa warisan. sehingga umat Kristen merasa bahwa keberadaan mereka di dunia ini, sebagai laki-laki, apalagi sebagai perempuan, merupakan keberadaan maupun tindakan-tindakan yang hanya melipatgandakan dosa-dosa yang sudah ada.
Ajaran Paulus dan pengikut-pengikutnya demikian hebat membelenggu pemikiran umat Kristen. Dan ajaran dosa warisan, hukum Taurat tinggal menjadi pajangan yang tidak punya arti apa-apa.
“Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”
Dengan dihapuskannya hukum Taurat, bayangan Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Bijaksana serasa ikut pupus, digantikan dengan Yesus, “Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat”
“Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.” Galatia 2: 16)
“Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? (Galatia 3:1)
Berbagai pertanyaan pun datang menghantui
a. Bagaimana mereka harus mengatasi rasa takut?
b. Bagaimana manusia yang sudah terkutuk ini diperbaiki?
c. Bagaimana manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa ini diselamatkan?
Ketakutan seperti inilah yang ditunggu-tunggu oleh Gereja dan untuk itu mereka sudah menyiapkan jawabannya beserta tenaganya. Resep satu-satunya yang mereka sodorkan sebagai jawaban untuk mengatasi rasa takut dan khawatir adalah dengan menggantikan kedudukan Allah dengan Yesus sebagai satu-satunya juruselamat.
Untuk melengserkan kedudukan Allah sebagai Juru Selamat, kelompok pendukung Paulus memaksakan serah terima jabatan Penguasa Sorga dan Bumi dari Allah kepada Yesus melalui ayat palsu berikut ini:
” Yesus mendekati mereka dan berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Matins 28:18)
041. TANYA:
Apa dampak ajaran Paulus ini terhadap Umat Kristiani?
JAWAB:
Dampaknya cukup hebat, coba silakan dekati salah seorang Kristiani yang bisa diajak diskusi atau berbincang-bincang tentang Yesus. Arahnya pasti dan jelas Bukannya Yesus sebagai Nabi, bukan Yesus sebagai Anak Allah, bukan Yesus sebagai oknum kedua dari Trinitas, tetapi hampir pasti, pembicaraan akan selalu mengarah ke Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Ajaran Kristen pun hampir semua dikemas untuk bermuara ke Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
Perhatikan upacara pembaptisan, perhatikan lambang salib, perhatikan penyembuhan atas nama Yesus. Bahasa dosa warisan dan penebusan dosa sedemikian kental dan kuat, sehingga sudah mirip dengan mantera yang tidak boleh dibantah, diganggu gugat, atau dipertanyakan.
042. TANYA:
Dari mana Gereja mendapatkan ide untuk mendukung Yesus sebagai Juruselamat?
JAWAB:
Menurut filsafat Yunani yang diajarkan oleh Aristoteles dan Plotinus, Tuhan yang maha mulia tidak menciptakan dunia ini atau pun menghakimi manusia di akhir zaman. Kemuliaan Tuhan tidak boleh dicemari dengan mengurusi dunia dan manusia yang berdosa.
Oleh karena itu segala tugas yang menyangkut urusan dunia termasuk menghakimi dan mengampuni manusia yang jatuh dalam dosa, diserahkan kepada perantara yakni Logos.
Para pemimpin gereja yang berlatar belakang fllsafat Yunani ini tinggal melantik Yesus menjadi Logos untuk menjalankan fungsi perantara antara Tuhan dan manusia. Selesai pelantikan, Yesus sudah harus sibuk mewakili Tuhan, sebagai hakim dan Juruselamat untuk menyelamatkan dunia beserta isinya
Kalau mereka masih belum cukup, masih bisa ditambahkan dengan ayat palsu (Matius 28:18) untuk lebih meyakinkan bahwa Yesus benar-benar adalah perantara Tuhan yang mulia dengan manusia, dimana Tuhan telah menyerahkan semua kekuasaannya baik di langit maupun di bumi kepada Yesus.
Sumber: http://answering.wordpress.com/kajian-lintas-agama/
Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Kalian pasti berjaya.
October 7, 2010 at 3:24 am
TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH, PASTI JAYA?
1. ALLAH itu ada di mana?
2. ALLAH itu wujudnya apa?
3. Siapakah yg bernama ALLAH itu?
4. Siapakah yg memberi nama ALLAH itu?
5. Apa arti Pasti jaya, apa pasti masuk sorga?
TRIMAKASIH.
October 7, 2010 at 4:35 pm
@ Abigail
1. ALLAH itu ada di mana?
وإذا سألك عبدي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان فليستجيبوا لي واليؤمنوا بي لعلهم يرشدون
Artinya:Dan apabila hamba-hambaku bertanya tentang Aku ,sesungguhnya Aku adalah ‘hampir’.Aku mengkabulkan doa orang-orang yg berdoa apabila mereka berdoa kepada Ku.Maka hendaklah mereka sahut seruanKu dan beriman dengan Ku mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.(Quran,Al Baqarah:186)
2. ALLAH itu wujudnya apa?
قل هو الله أحد ألله الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد
Katakanlah Dialah Allah yang maha esa.Hanya Allahlah tempat dipohonkan segala hajat.Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.Dan tidak ada sesuatu pun yg setara denganNya.(Quran,Al Ikhlas:1-4)
3. Siapakah yg bernama ALLAH itu?
وإِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ
Artinya:Dan sesungguhnya Allah itu adalah Tuhanku dan Tuhan kalian maka sembahlah Dia.Inilah jalan yg lurus.(Quran, Maryam:36)
4. Siapakah yg memberi nama ALLAH itu?
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Artinya:Sesungguhnya Akulah Allah.Tidak ada Tuhan selain Aku dan dirikanlah sembahyang untuk mengingati Aku.(Quran,Taha:14)
Di dalam ayat di atas Allah memanggil diriNya Allah.Berarti Dialah yg memberitahukan namaNya sendiri
5. Apa arti Pasti jaya, apa pasti masuk sorga?
إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:Sesungguhnya Allah tidak mensia-siakan balasan untuk orang-orang yg melakukan kebaikan(Quran,Attaubah:120)
Ayat di atas adalah janji daripada Allah.Janji daripada Allah artinya pasti.
October 7, 2010 at 9:01 pm
1. Allah ada di mana? Belum Anda jawab.
Qs 27:91,”Ssgnya aku hanya diprintahkan nyembah
Tuhan negeri yg haram ini …”
Fakta: Muslim nyembah Allah yg di Ka’bah, Mekah.
2. Allah wujudnya apa? Belum Anda jawab juga.
Muslim nyebut Hajar Aswat, batu hitam,”Ya Allah,
atas panggilanmu aku dtg kpdmu”,lalu menciumnya.
Jadi Allah itu wujudnya batu hitam bukan?
3. Siapakah yg brnama Allah itu? Sdh Anda jawab,
yaitu Tuhan yg harus Anda sembah. Terimakasih.
Jadi Anda harus nyembah Hajar Aswat bukan?
4. Siapakah yg memberi nama Allah itu? Sdh Anda jawab pula. Terimakasih. Apakah Allah yang Anda
smbah itu sama dg yg dismbah oleh suku Quraisy?
5. Apakah arti Pasti jaya, apakah pasti masuk sorga? Sdh Anda jawab sebagian, pastinya masuk sorga yg blm Anda jawab. Ini saya tanyakan kpd Anda krn penting buat saya. Kenapa? Krn Allah tlh netapkan dan mastikan smua org bakal masuk ke neraka.(Qs 19:71). Tolong ya jawablah perta-nyaan saya ini. Terimakasih.
October 10, 2010 at 3:43 pm
Menggelikan … beralih dari ayat yang menjelaskan ke literatur lain yang sama sekali tidak mendukung jawaban anda.
Sanggahan anda yang ke-1. Anda tidak bisa membedakan antara Tuhan yang disembah dengan kiblat sebagai proses menyembah yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan keberadaan Allah yang ada di manapun. Perumpamaannya seperti ini: Anda telp teman anda sambil menghadap ke timur, padahal lokasi rumah teman anda ada di barat. Apa tidak bisa terhubung ke teman anda hanya karena salah arah?
Sanggahan anda yang ke-2. Anda tidak bisa membedakan antara kalimat talbiyah dengan mencium hazar aswad yang sama sekali tidak terkait dengan talbiyah. Perumpamaannya seperti ini: seorang anak memanggil seseorang di dalam rumah, sebelum masuk rumah dia membersihkan sepatunya dengan keset. Padahal tanpa membersihkan sepatupun dia bisa menjumpai seseorang itu. Masa keset itu adalah seseorang yang dipanggilnya …
Sanggahan anda yang ke-3. Karena logika ke-2 terbantah, otomatis sanggahan anda yang ke-3 juga terbantahkan.
Sanggahan anda yang ke-4. Pertanyaan dengan bahasa umum kembali dikemukakan sebagai tanda kekurangpemahaman. Suku Quraisy yang mana yang sesembahannya sama dengan muslim, penyembah berhala atau Muhajirin? Jadi jawabannya bisa tidak dan bisa ya, tergantung siapa yang anda maksud dengan suku Quraisy.
Sanggahan anda yang ke-5. Sesiapa yang di dalam hatinya ada pengakuan tiada Tuhan selain Allah dan ia terbebas dari mensekutukan-Nya hingga meninggal, maka “jaya” yang akan diraihnya adalah masuk ke dalam syurga-Nya.
October 8, 2010 at 8:13 am
Syalom…..
klo boleh share…
Pada kitab Yohanes pasal 1, akan sangat jelas siapakah Yesus…
oke deh, ini isi nya:
1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: ”Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”
16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
18 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: ”Siapakah engkau?”
20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: ”Aku bukan Mesias.”
21 Lalu mereka bertanya kepadanya: ”Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Dan ia menjawab: ”Bukan!” ”Engkaukah nabi yang akan datang?” Dan ia menjawab: ”Bukan!”
22 Maka kata mereka kepadanya: ”Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”
23 Jawabnya: ”Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: ”Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?”
26 Yohanes menjawab mereka, katanya: ”Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”
28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”
32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: ”Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya,
October 8, 2010 at 5:44 pm
1.Allah ada di mana? Anda tdk bisa menjawab.
2.Allah itu wujudnya apa? Anda jga tdk menjawab.
3.Siapakah yg bernama Allah itu?
Anda jawab: Allah itu nama Tuhan yg Anda sembah.
4.Siapakah yg memberi nama Allah? Jawab Anda:
Krn Allah bilang ‘Akulah Allah’ mk ‘nama Allah’ diberikan oleh Allah sendiri.
Lha kok sama dg nama Dewa Air dan Dewa Bulan ya?
5.Yg saya baca kok Allah nentukan dan mastikan smua org baik yg berbuat baik maupun yg berbuat jahat bakal masuk nraka tu?(Qs 19:71)Tafsir Al Azhar,Prof.Dr Hamka hlm 84).
October 10, 2010 at 3:11 pm
@ Abigail
Allah ada di mana? Anda tdk bisa menjawab.
-Udah dijawab.Teliti lagi jawapan saya.
2.Allah itu wujudnya apa? Anda jga tdk menjawab.
-Udah dijawab.Teliti lagi.
3.Siapakah yg bernama Allah itu?
Anda jawab: Allah itu nama Tuhan yg Anda sembah.
-..dan yg patut disembah oleh seluruh Alam termasuk anda.
4.Siapakah yg memberi nama Allah? Jawab Anda:
Krn Allah bilang ‘Akulah Allah’ mk ‘nama Allah’ diberikan oleh Allah sendiri.
Lha kok sama dg nama Dewa Air dan Dewa Bulan ya?
Silahkan anda baca sejarah penyembahan berhala di tanah Arab yg ditulis oleh sejarawan muslim.Pada asalnya orang Arab beragama dengan agama Nabi Ibrahim yg menyembah Allah yg maha esa.Orang yg pertama menyembah berhala disamping Allah dari kalangan orang Arab adalah Amr bin Luhayyi Al Khuza’I pemuka Arab dari suku khuzaah.Orang Arab tidak pernah menyembah dewa bulan dan dewa air sebagai Allah.Mereka masih menyembah Allah yg benar.Cuma di samping mereka menyembah Allah yg esa mereka telah tersesat sehingga akhirnya mereka juga menyembah berhala dan malaikat sebagai anak perempuan Allah sebagai perantaraan utk mendekatkan diri kepada Allah.Jika anda adil dalam mencari maklumat anda akan tahu Robert Morey melakukan penipuan apabila mengatakan Allah adalah nama Dewa bulan.Sebaiknya anda baca disini:http://answering.wordpress.com/2009/01/17/islam-dihujat-dewa-bulan/.
Gimana?Berani?
5.Yg saya baca kok Allah nentukan dan mastikan smua org baik yg berbuat baik maupun yg berbuat jahat bakal masuk nraka tu?(Qs 19:71)Tafsir Al Azhar,Prof.Dr Hamka hlm 84).
Silahkan anda koreksi lagi.Pasti anda salah baca.
October 10, 2010 at 10:30 pm
* Pertanyaan saya, “Allah ada di mana”
Jawab Anda dg kalimat panjang, tpi tdk mennjawab
pertanyaan saya. Singkat aja deh, Allah itu ada di sorga, di dunia apa di neraka, gitu lho!
* “Allah itu wujudnya apa”, Jawab Anda juga pan-jang, tpi juga tdk menjawab pertanyaan saya.
Singkat aja deh, Allah itu wujudnya Zat padat, Zat cair atau Zat gas, batu, khomar apa elpiji gitu lho!
* Di mana tetulis Ibrohim meyembah Allah?
Setahu saya, Allah itu tadinya Dewa Air, lalu diubah jadi Dewa Bulan, terakhir diubah lagi o-leh MHD menjadi Allah yg ada di negeri yg haram.
Namanya tetep Allah, cuma wujudnya molah-malih.
* Sdh saya baca berulang-ulang, tetep aja gitu.
Anda sendiri yg segen mbacanya.
October 11, 2010 at 11:48 am
Abigail:
Pertanyaan saya, “Allah ada di mana”
Jawab Anda dg kalimat panjang, tpi tdk mennjawab
pertanyaan saya. Singkat aja deh, Allah itu ada di sorga, di dunia apa di neraka, gitu lho!
Jawapan:
Allah kadim tidak berpermulaan dan Dia telah ada sebelum sorga ,dunia dan neraka dicipta.Makanya ujud Allah itu tidak bertempat.Bahkan tempat itu sendiri adalah ciptaan Allah dan Dia telah ada sebelum adanya tempat.Namun Dia ‘hampir’ dengan setiap makhlukNya dalam artikata makhlukNya sentiasa dalam genggaman kuasa dan kehendaknya,sentiasa di dalam pengetahuanNya,penglihatanNya dan pendengaranNya dan Dia mengkabulkan doa orang-orang yg menyeru kepadaNya.Makanya ketika seorang Arab bertanya kepada nabi Muhammad “Di manakah Allah?” Turun ayat Al Quran yg menjelaskan
وإذا سألك عبدي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان فليستجيبوا لي واليؤمنوا بي
لعلهم يرشدون
Artinya:Dan apabila hamba-hambaku bertanya tentang Aku ,sesungguhnya Aku adalah ‘hampir’.Aku mengkabulkan doa orang-orang yg berdoa apabila mereka berdoa kepada Ku.Maka hendaklah mereka sahut seruanKu dan beriman dengan Ku mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.(Quran,Al Baqarah:186)
Abigail:
* “Allah itu wujudnya apa”, Jawab Anda juga pan-jang, tpi juga tdk menjawab pertanyaan saya.
Singkat aja deh, Allah itu wujudnya Zat padat, Zat cair atau Zat gas, batu, khomar apa elpiji gitu lho!
Jawapan:
Allah adalah Zat Yang kadim dan tidak berpermulaan.Oleh itu ujudNya tidak sama dengan segala sesuatu.Kita disuruh mengenal Allah sehingga kita tahu bahawa zatNya itu tidak dapat dikenal.Ilmu kita tentang Allah itulah jahil kita tentang Allah.Jahil kita tentang Allah itulah ilmu kita tentang Allah.A[pabila kita tahu bahawa zat Allah itu memang tidak dapat dikenal itulah tandanya kita sudah mengenal.Tapi kita tahu Dia ada,Maha berkuasa,mempunyai kehendak,maha hidup,mengetahui,melihat,mendengar,mengasihi ,memerintah alam dan lain-lain.Intinya zat Allah itu tidak sama dengan segala sesuatu.Inilah maksud Al Quran surah Al Ikhlas yg saya tuliskan:
قل هو الله أحد ألله الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد
Artinya:Katakanlah Dialah Allah yang maha esa.Hanya Allahlah tempat dipohonkan segala hajat.Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.Dan tidak ada sesuatu pun yg setara denganNya.(Quran,Al Ikhlas:1-4)
Perhatikan ungkapan “DAN TIDAK ADA SESUATU PUN YG SETARA DENGANNYA”.
Abigail:
* Di mana tetulis Ibrohim meyembah Allah?
Jawapan:
Kalau Ibrahim tidak menyembah berhala,artinya dia menyembah Allah.
Abigail:
Setahu saya, Allah itu tadinya Dewa Air, lalu diubah jadi Dewa Bulan, terakhir diubah lagi o-leh MHD menjadi Allah yg ada di negeri yg haram.
Namanya tetep Allah, cuma wujudnya molah-malih.
Jawapan:
Mana buktinya Allah itu Dewa bulan atau dewa air?Buktinya hanyalah setahu anda.Saya saran baca sejarah yg benar.Jangan baca buku yg ditulis oleh Robert Morey karena dia seorang kristian dan tulisannya mempunyai kepentingan kristen yg kuat.Bila anda mau kenal seseorang lalu anda tanya musuhnya.Apa yg akan berlaku?
Abigail:
Sdh saya baca berulang-ulang, tetep aja gitu.
Anda sendiri yg segen mbacanya.
Jawapan:
Apa memang perkataan yg digunakan itu “dimasukkan ke neraka” atau “dihadapkan/mendatangi’?Dihadapkan atau mendatangi tidak semestinya di masukkan.Ayat aslinya di dalam al Quran berbunyi
اوَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا
Wa imminkum illa waariduha kaana ‘alaa Rabbika hatman maqdhiyaa
Artinya:Tidak ada seorang pun daripada kalian melainkan akan mendatanginya(neraka).Yang demikian itu adalah ketetapan yg pasti dari Tuhanmu.
Perkataan ‘waariduhaa” berarti “muruur” yakni melalui.Artinya tiap-tiap manusia samada orang yg baik atau orang jahat pasti melalui neraka jahannam di atas titian yg disebut titian sirath.Kemudian orang-orang yg baik diselamatkan sementara orang-orang jahat akan tercampak kedalam neraka itu.
October 11, 2010 at 5:11 pm
Telah ada bantahan atas tuduhan Dr Robert Morey yang menyatakan bahwa Allah adalah nama dewa bulan. Justru kata �Elohim� yang menurutnya adalah nama Tuhan yang sebenarnya, adalah kata yang telah rusak dari bahasa aslinya. Sekarang kita akan menguji keaslian bahasa.
Menguji Keaslian Bahasa
Menurut Alkitab (Bibel), dalam usia lanjut Ibrahim memiliki seorang anak, Ismail, yang kemudian menurunkan bangsa Arab yang jumlah komunitasnya sangat besar, sebagaimana yang pernah dijanjikan oleh Allah kepada Hagar (Hajar):
�Lagi pula kata malaikat Tuhan itu kepadanya: �Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya� (Kejadian 16: 10)
�Tentang Ismail, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar� (Kejadian 17: 20)
Setelah Ismail berusia 14 Tahun, Ibrahim memiliki anak lagi bernama Ishak dari istri pertamanya, Sarah. Ishak mempunyai dua putra bernama, Esau dan Yakub. Dan Yakub memiliki dua belas anak di antaranya adalah Yusuf dan lain-lain yang di kemudian hari menurunkan 12 suku bangsa Israel.
Karena disingkirkan oleh saudara-saudara�nya, Yusuf tinggal di Mesir. Di negeri asing ini Yusuf bisa meraih jabatan penting, di saat tanah kelahirannya mengalami paceklik yang ber�kepanjangan. Yakub dan anak-anaknya emigrasi ke Mesir hingga keturunan mereka, bangsa �Israel, menetap di Mesir selama ratusan tahun.
Selama ratusan tahun ini, keturunan Ishak dan Yakub mengalami asimilasi budaya dan bahasa. Sehingga perbendaraan kata bahasanya cenderung menjauh dari bahasa yang dipakai oleh nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, dan Yakub.
Sedangkan ketu�runan Ismail (yang akhir�nya kemu�dian disebut bangsa Arab), karena tidak pindah kemana-mana, bahasanya masih asli atau setidak-tidaknya paling mendekati dengan bahasa yang dipakai oleh nabi Ibrahim, Ismail, Ishak dan Yakub.
Nabi Musa dibesarkan di Istana Firaun yang membenci dan menindas bangsa Israel yang hidup di negerina. Hal ini membuat Musa tidak leluasa bergaul dengan bangsanya sendiri. Setelah membunuh orang Mesir, Musa lari Madyan (Midian) dan tinggal di rumah nabi Sueb atau Jetro (keturunan Ismail) selama minimal 7 tahun, lalu menikahi putri nabi itu. Dengan demikian Musa lebih lancar memakai bahasa keturunan Ismail daripada menggunakan bahasa bangsanya, Israel. Oleh karena itu ada dua kemungkinan mengapa Musa meminta kepada Allah agar nabi Harun mendampinginya untuk meng�komunikasikan maksudnya kepada bangsa Israel:
a. Lidahnya cedal karena sewaktu kecil Musa pernah menjilat api.
b. Kurang terbiasa dengan bahasa Ibrani yang dipakai oleh bangsanya sendiri.
Setelah nabi Sulaiman wafat, bangsa Israel terbelah dua: kerajaan Israel utara beribukota di Samaria, dan Israel selatan (Yehuda) beribukota di Yerusalem. Setiap tahun bangsa Israel harus berkumpul untuk melakukan ibadah nasional di Yerusalem. Karena masalah politik, raja Israel utara melarang rakyatnya berziarah ke Israel selatan, dan mendirikan pusat peribadatan baru di Betel serta Dan. Patung-patung emas anak lembu ditaruh di tempat ibadah itu. Mulanya patung-patung itu tidak dimaksudkan sebagai lambang Tuhan, melainkan hanya sebagai pengalas tahta-Nya. Tetapi rakyat Israel utara kemudian menghubungkan dengan kultus kesuburan yang secara luas terdapat di Palestina pada masa itu. Banyak penduduk Israel utara yang berasal dari keturunan Kanaan masih kuat menganut dan mempraktikkan ibadah (kultus) kesuburan tersebut, dan pada akhirnya rakyat Israel utara jatuh dalam penyembahan kepada berhala. Penulis kitab Raja-raja selalu menyebut-nyebut kesalahan Yerobeam, raja Israel Utara, membuat patung-patung anak lembu emas ini sehingga rakyat Israel terlibat dalam peribadatan palsu itu.
Pertikaian keagamaan yang serius berkisar pada penyembahan terhadap Baalim atau para Baal. Pertikaian ini mencapai puncaknya di masa raja Ahab di Israel utara, namun melibatkan Yehuda juga Israel selatan. Kata �Baalim� (jamak dari kata Ibrani �Baal� yang berarti �tuan� atau �pemilik�) adalah sebutan bagi dewa-dewi kesuburan, yang dianggap berkuasa atas panen, ternak dan manusia. Para penyembah Baalim percaya, dewa ini mati menjelang musim panas dan bangkit lagi menjelang musim hujan. Ini menjelaskan mengapa tumbuhan mati kering pada puncak musim panas, dan bertunas lagi serta berdaun pada musim hujan.
Dari kerajaan utara ini, bangsa Israel yang sebelumnya terbiasa dengan kata �Eloha� atau �Eloah� (Allah) kemudian menyebutnya menjadi �Elohim� (jamak dari kata Eloah) disesuaikan dengan banyaknya sesembahan mereka, Baal – Baalim.
Bagi Israel Ibadah ini mengandung dua bahaya:
a. Ibadah ini dapat membuat mereka berpaling dari Allah, atau setidak-tidaknya membuat mereka berpendapat bahwa Allah adalah salah satu penampakan dewa Baal.
b. Ibadah ini membuat mereka tidak taat kepada Allah. Sebab penyembahan kepada dewa Baal ini mencakup praktik perzinaan yang dilakukan di kuil-kuil para dewa, dan berbagai bentuk perilaku seksual yang bertentangan dengan Taurat yang telah diberikan oleh Allah kepada bangsa Israel. Tetapi banyak dari rakyat biasa merasa terpaksa memuja dewa-dewi ini, sebab mereka yakin bahwa Baalim mem�berikan kesuburan bagi hasil tanah, ternak dan keluarga mereka.
Pada Bibel kitab Yeremia 52: 28-20 menye�butkan adanya tiga kali pembuangan bangsa Yehuda yang dilakukan oleh Babilonia. Pembuangan pertama tahun 597 SM, kedua tahun 587 SM, dan yang ketiga tahun 582 SM.
Saat pembuangan ketiga, masih ada penduduk yang dibiarkan tinggal di Yehuda, karena dari segi keahlian dan keterampilan mereka masih dianggap kurang, sehingga tidak perlu ikut ke Babilon. Sebagian besar para pemimpin dan pemuka agama ditawan di Babel, dan sebagian kecil saja yang bisa meloloskan diri.
Semangat orang-orang Yahudi di pem�bua�ngan sangat rendah, sekalipun para pemimpin mereka menganjurkan untuk melaksanakan praktik agama meskipun jauh dari Yehuda. Kota Yerusalem sebagai pusat ibadah mereka telah di�hancurkan tentara Babilonia, dan tidak ada tempat yang dapat mengganti peranannya. Kaum buangan Yehuda di Babilonia menghadapi kesukaran besar. Meskipun mereka ingin menyembah Allah, tetapi banyak tatacara ibadah mereka tidak mungkin dapat dilaksanakan di Babilon. Sedang-kan rakyat Babilonia saat itu menyembah dewa �Marduk� yang dipercayai sebagai perwujudan dari dewa Matahari. Mereka menyebutnya �Bel� yang berarti �Tuhan� dan nama inilah yang digunakan dalam beberapa nas Alkitab seperti dalam Yesaya 46: 1, Yeremia 50: 2 dan 51: 44.
Saat itu Israel betul-betul mengalami krisis agama, karena tidak ada lagi tempat khusus di mana pemikiran dan tatacara keagamaan dapat dilaksanakan secara tepat dan bermakna. Karena itu timbul desakan yang kuat untuk mengusahakan cara ibadah baru serta keimanan yang baru pula, dan nama Tuhan Eloha (Allah) diganti YHWH (Yahweh). Perkembangan yang baru ini mungkin tepat dikatakan sebagai awal �Yudaisme�, dan sejak itu kita menyebut orang-orang Israel yang berada di pembuangan dengan nama �orang-orang Yahudi.�
Sekitar tahun 539 SM, Raja Persia, Koresy, melancarkan serangan ke Babilonia dan berhasil menguasai kota Babilonia tanpa perlawanan dari penduduknya. Bahkan sebaliknya, dia disambut sebagai pahlawan besar dan seorang hamba dewa Marduk. Orang-orang Yahudi diperbolehkan oleh penguasa Persia ini untuk kembali ke Yehuda.
Meskipun sebagian berhasil memper�tahankan adat dan agama Yahudi, banyak pula melakukan asimilasi keturunan, bahasa, budaya dan agama. Sehingga di masa Ezra (nabi Uzair) dan Nehemia membawa mereka kembali ke Yehuda, sebagian besar dari mereka tidak bisa berbahasa ibunya sendiri (Ibrani), dan tradisi mereka tersapu oleh kebiasaan Babilonia. Tragedi ini mendorong Ezra untuk menerjemahkan Taurat Musa kedalam bahasa Aram.
Kitab Nehemia 8: 1-3 menceritakan pembaca�an hukum Taurat untuk pertama kalinya di depan umum. Hukum Taurat pada saat itu harus diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke Bahasa Aram yang menjadi bahasa pergaulan di masa itu baik di Yehuda maupun di seluruh kerajaan Persia (Nehemia 8: 8).
Kita tidak mengetahui secara tepat bagian manakah kitab hukum Taurat yang telah dibaca oleh Ezra. Tetapi kemudian orang-orang Yahudi menyebut kelima kitab pertama dalam Perjanjian Lama dengan sebutan �Taurat�. Kitab-kitab itu sendiri baru diakui secara resmi sebagai kitab suci kurang lebih lima puluh tahun kemudian. Pada waktu itu mereka yang tidak pernah ikut mengalami pembuangan tidak diakui sebagai orang Yahudi yang benar. Mereka memisahkan diri dari persekutuan keagamaan umat Israel yang resmi, lalu membentuk perkumpulan agama yang baru disebut �orang-orang Samaria.�
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Allah atau Eloah adalah nama Tuhan yang disembah oleh nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad dan umat Islam sekarang ini.
Para nabi ini samasekali tidak akan mengenal istilah �Elohim dan Yahweh. Bahkan nabi Isa (Yesus) sendiri tidak mengenal Yesus Kristus, atau dia akan bengong tak mengerti kalau dia dipanggil Yesus.
Oleh karena itu Allah menaruh firman-Nya di bawah ini pada Al-Qur�an surat Yusuf:
�Sesungguhnya Allah menurunkan Al-Qur`an kepada Muhammad dengan bahasa Arab, agar kamu berpikir� (Qs. Yusuf 2).
Setelah ayat ini Allah menceritakan nabi Yusuf di Mesir dan emigrasi keluarga nabi Yakub ke negeri tersebut. Di saat di negeri Firaun itulah bahasa Semit sebagai bahasa sehari-hari nabi Ibrahim, Ismail, Ishak dan Ya�kub mengalami asimilasi dengan bahasa Mesir selama ratusan tahun.
Sedangkan keturunan Ismail karena tidak beremigrasi dan tidak pergi ke mana-mana, bahasanya lebih mendekati kepada keasliannya.
Wahai orang-orang kafir!Esakanlah Allah zahir dan batin.Sesiapa yg mengatakan Allah yang satu itu mempunyai tiga peribadi maka orang itu hanya mengesakan Allah pada zahir tetapi tidak mengesakan Allah pada batin.mereka hanya diolok-olokkan oleh syaitan dan diancam bahaya terjerumus ke dalam neraka abadi.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.
October 12, 2010 at 2:54 am
berbahagialah orang yg menerima Dia walau tdk melihat Dia dan celekalah orang yg tdk menerima Dia walau melihat krna haya imanmu kpadannNya yg dapat menyelamatkan kmu tak satu nabipun yg dapat menebus dosa manusia selain Yesus,muhammad aj gak bisa knpa kalian gak bisa lihat it. hanya ad satu jln menuju Bapa yaitu Yesus.dan di hari penghakiman muhammad jga akan di hakimi oleh Nya
October 14, 2010 at 9:45 pm
1. YHWH BERTAHTA DI SORGA.(Mzm 11:4)
ALLAH diam di Ka’bah rumah allah di Mekah.
2. YESHUA PERGI KE SORGA MENYEDIKAN TEMPAT BAGI KITA DAN AKAN MEMBAWA KITA KESANA.(Yoh 14:2,3)
MHD sejak 1400 th yll s/d hari ini menderita di ‘alam barzah’ atau ‘siksa kubur’.
3. YESHUA AKN M-HAKIMI SMUA BNGSA SBG DOMBA DAN
KAMBING. DOMBA2 DIMASUKKAN KE SORGA,KAMBING2 KE
NERAKA.(Mat 25:32,34,41)
MHD dr siksa kubur akn ikut dihakimi sbg kam-
bing dimasukkan ke nraka.(Mat 25:41; Qs 19:71)
KESIMPULAN:
IKUT YESHUA MASUK SORGA.
Ikut MHD, masuk nraka, krn MHD sendiri masuk nraka, apalagi pengikutnya.
SAYA MENJADI ORG YG PALING BODOH KALUK SAYA IKUT
MHD.
October 15, 2010 at 11:45 am
muhammad adalah nabi bukan tuhan,,,
sama seperti yesus,,, dia nabi,,,
dia(yesus) pasti mati….
Tuhan tidak mati…
tuhan tidak beranak,,, bernafas,,, mati,,, atou di perankan,,,,
g ada ayat yg menyatakan bunda maria itu tuhan seperti konsep trinitas yang di anut si kristen doclo!!!!!!!!!
October 15, 2010 at 6:45 pm
* Org Kristen tdk ada yg mengtakan bahwa Maria itu Tuhan, krn kitab Suci tdk menyebutkan bgtu.
* MHD itu nabi, Yeshua jga nabi, tpi jga Firman
Elohim. Firman Elohim ya Elohim sendiri seperti Perkataan Kita ya Kita sendiri.
* Semua org Kristen adalah Putra2 Elohim. Yang disebut “Putra Elohim” itu “Org yg dipimpin Roh Elohim”(Rom 8:14)
* Yeshua itu Tuhan, tapi Dia mati sbg manusia (Ef 2:15), bngkit pd hari ketiga, naik ke Sorga
mnjamin smua yg prcaya kpd-Nya pasti msk Sorga.
October 16, 2010 at 3:53 am
Sungguhpun dari segi perkataan tidak disebutkan maria itu tuhan namun dari segi amalan ada kristian yg memperlakukan maria sebagai tuhan.Contohnya kaum katolik.
Katolik mengajar dan menghimbau umatnya untuk berdoa kepada Maria. Hal ini absen sama
sekali dalam Alkitab, bahkan tindakan berdoa kepada Maria adalah tindakan penghujatan dan
menuhankan Maria. Doa adalah komunikasi seseorang dengan Tuhan. Doa dapat dilakukan
dalam hati. Dapatkah Maria tahu hati seseorang? Ia haruslah Tuhan jika demikian. Bisa jadi
beribu-ribu orang berdoa pada saat yang sama. Jika Maria mampu mendengarkan semua itu, ia
harus menjadi Tuhan.
2. Katolik memberikan gelar-gelar yang tidak Alkitabiah kepada Maria: Queen of Heaven,
Mother of God, Immaculate (tidak bercacat), Co-Redemptrix (ko-Penyelamat), Seat-of-
Wisdom, Most Holy (maha kudus, suatu gelar yang hanya bagi Allah), dll. Semua ini
menuhankan Maria, dan sama sekali tidak Alkitabiah.
3. Katolik mengajarkan bahwa Maria maha hadir dan maha tahu, padahal sifat ini hanyalah
milik Allah. Lihat di http://graphe-ministry.org/articles/?p=371
4. Katolik mengajarkan bahwa Maria tetap perawan (tidak bersetubuh dengan Yusuf), padahal
Alkitab mengajarkan sebaliknya (Matius 1:25; 13:55-56).
5. Katolik mengajarkan bahwa Maria adalah perantara antara kita dengan Yesus atau dengan
Bapa. Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa Maria adalah pegantara. Malah, Alkitab
mengajarkan bahwa hanya ada satu pengantara antara Allah dan manusia, yaitu Yesus Kristus
(1 Timotius 2:5).
6. Katolik mengajarkan bahwa Maria diangkat ke Surga. Dogma ini baru ditetapkan tahun 1950
oleh Paus Pius XII, dan tidak perlu dijelaskan lagi sama sekali tidak ada dalam Alkitab.
Satu hal yang pasti, setiap orang akan mempertanggungjawabkan apa yang ia
percaya di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, janganlah mendasarkan iman pada perkataan orang,
atau pada “gereja,” tetapi kepada Firman Tuhan yang tidak mungkin salah
Wahai orang-orang kafir!Jangan kalian menangguh-nangguh utk bertobat.Semakin kalian menangguh semakin sukarlah kalian utk keluar dari belenggu kekafiran.Kekafiran itu seumpama pohon yg hidup yg terus membesar dari sehari ke sehari.Semakin lama dibiarin semakin sukar dicabut!Ingat,selagi anda kafir apa yg menunggu kalian di alam ‘sana’.Kekafiran itu juga seumpama ‘kuman’ yg immune terhadap obat(nasihat/ilmu).Tatkala pertama kali kamu sedar dari kekafiran kamu itulah kamu mesti segera menghapuskan kekafiran itu.Sekiranya kamu lengah,maka kekafiran itu akan immune terhadap obat yg dahulu sehingga memerlukan obat yg lebih kuat dan sehingga akhirnya tidak ada obat lagi yg dapat membunuh kekafiran yg ada dalam diri kalian.Ketika itu maka termetrilah nasib kalian yg sebenar-benarnya utk mati dalam kekafiran.Wal iyaazubillaah-Semoga dijauhkan Allah.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah,pasti kalian berjaya.Jangan bertangguh kebanyakan tangisan ahli-aqhli neraka adalah dari sebab menangguh-nangguh.Oh Ya Allah…Hidayah Ya Allah…Hidayah Ya Allah…hambamu perlukan hidayah ya Allah..Kurniakanlah mereka hidayah Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..Ya Allaaaah…Yaa…
October 16, 2010 at 12:34 pm
Dalil pasti lafzi-
Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?( Yesaya 46:5)
1)Tuhan melarang diriNya disamakan dengan sesuatu
2)Tuhan sendiri tidak akan melakukan perkara yg menyebabkan Dia dapat disamakan dengan sesuatu.
Berdasarkan dalil di atas dapat ditarik kesimpulan Tuhan tidak mungkin menjadi sesuatu yg serupa makhluknya sehingga nanti Dia akan dianggap sama dengan makhluk.Oleh itu Tuhan tidak mungkin akan menjadi serupa manusia.
Contoh lain:
“Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.” Markus, 10:18
Ayat diatas secara pasti dan lafzi yesus menolak dirinya sebagai baik dan sekaligus menolak dirinya adalah Allah.
Saya tidak melihat jawapan anda itu selain pembenaran bukan kebenaran.Sudah sah-sah yesus bertanya “mengapa kamu katakan aku yg baik …”Ini adalah pertanyaan yg bermaksud penafian yaitu Yesus menafikan dirinya baik.Kemudian berkata lagi “..tidak ada yg baik selain Allah”Perkataan ‘selain’ tambah menguatkan lagi keesaan Allah dan menafikan dirinya sebagai baik dan sekaligus sebagai Tuhan.Tentu baginda seorang yg baik karena yg dimaksudkan dengan sabdanya itu ialah penafian kesempurnaan yang berarti tidak ada yg maha baik yg sempurna melainkan Allah.Ini adalah kata-kata utk mendidik pengikutnya supaya dalam mensifatkan baginda sebagai baik,jangan sampai menyamakan dirinya dengan Allah karena tidak ada yg sempurna melainkan Allah.Seolah-olah baginda coba mengatakan walau siapa pun baik tetaplah tidak sebaik Allah karena hanya dia yg sempurna.Saya kira udah jelas.
Daripada dua contoh diatas al kitab secara pasti dan lafzi menolak bahawa Allah akan menjadi manusia dan menolak bahawa yesus adalah Allah.Oleh karena ayat diatas adalah pasti dan lafzi maka dalilnya adalah kuat dan sepatutnya dijadikan landasan di dalam mentafsirkan apa saja ayat yg lain di alkitab yg terkait dengan ketuhanan.
Misalnya ayat yg Yohannes:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Yohanes 14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Ayat Yohanes 1 dan Yohanes 14 itu yg oleh orang kristian ditafsirkan sebagai menyatakan ketuhanan Yesus kalau dilihat dari segi aturan pendalilan yg benar hendaklah mengambil kira ayat-ayat ( Yesaya 46:5) dan Markus, 10:18 yaitu Allah tidak mungkin menjadi manusia dan Yesus itu bukan Allah sehingga Yohanes 1 dapat diartikan bahawa Allah telah berjanji sejak azali(pada mulanya adalah firman) dan dalam Yohanes 14 menerangkan janji Allah itu digenapi dengan mengutus Yesus sebagai nabi…. dan perkataan anak tunggal tidak boleh diartikan secara harfiah bahkan maksudnya ialah orang/makhluk yg berpangkat nabi yg dikasihi Allah.Lihat bagaimana perkataan anak yg digunakan ke atas selain yesus di banyak tempat di dalam Al kitab.
Soal Yesus mengetahui keadaan surga itu dapat dipahami dengan mudah bahawa Yesus telah diberitahu oleh Allah keadaan surga itu.Kan dia nabi yg mendapat wahyu?Makanya pengetahuannya tentang surga tidak mengindikasikan ketuhanannya karena siapa saja bisa mengetahui keadaan disurga jika diberitahu oleh Allah.Soal yesus melakukan keajaiban juga dapat dipahami dengan mudah yaitu itu adalah mukjizat yg dikurniakan Allah kepada yesus dan berlakunya itu bukan dengan kuasa Yesus tetapi dengan kuasa Allah.Seperti mukjizat membelah laut berlaku ke atas Musa yg dilakukan oleh Allah tapi hanya lewat Musa.Bukan dengan kuasa Musa.Sama mukjizat yesus bukan dengan kuasa Yesus.
Satu lagi kesilapan anda dan lain-lain kristiani ialah tentang memahami sifat dan kalam Allah.Apabila kita mengatakan Allah itu bersifat berkata-kata maka dalam pikiran anda seolah –olah dua perkara iaitu Allah dan berkata-kata.Seolah –olah wujud semacam dualisme antara Allah dan firmanNya padahal tidak.Seolah-olah bagi anda sifat kalam Allah mempunyai wujud yg asing sendiri lalu bersatu dengan zat Allah seperti bercampurnya gula di dalam air.Padahal hakikatnya kalam Allah itu tidak mempunyai wujud yang asing sendiri sebaliknya ia hanyalah makna bagi zat Allah yg berkata-kata.Sifat2 Allah hanyalah makna kepada zat Allah termasuklah sifat kalam dan firman itu.Anda tahukan apa yg dikatakan ‘makna’?Seperti pokok di dalam bahasa Indonesia bila hendak dimaknakan kita akan menyebut semua sifat-sifatnya seperti kita kata tumbuhan yg berakar, berbatang ,berdahan beranting dan berdaun.Di dalam hal ini adanya batang ,akar,dahan ,ranting dan daun adalah diri pokok itu sendiri yaitu merujuk zat yg sama.Tidak ada dualisme antara pokok dan batangnya seperti tidak ada dualisme antara Allah dan firmannya.Jadi adalah mustahil firman Allah akan menjadi suatu yg lain karena ini samalah seperti kita katakan Allah sendiri menjadi yg lain.Perkara ini adalah mustahil.Bahkan nas al kitab terang-terangan menolak perkara ini.Ingat lagi
Yesaya 46:5 Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?Jadi firman Allah yg menjadikan manusia itu hakikatnya tidak menjadi manusia tetapi manusia itu dijadikan Allah dengan Allah itu berfirman kun yaitu jadilah maka jadilah manusia itu.Tetapi sayang,orang kristian memahamkan firman itu ‘bertukar’ menjadi jasad manusia.Inilah kesilapan yg dilakukan oleh orang kristian termasuk anda.
Jika firman benar-benar telah menjadi manusia yaitu manusia Yesus, berarti Yesaya 46:5 akan terbuang dan sia-sia.Begitu juga markus 10:18 akan terbuang dan sia-sia.
Kita hanya punya dua pilihan.Samada Yuhana fasal 1 ditafsirkan dengan tafsiran yg tidak membawa kepada ketuhanan yesus atau injil mempunyai pertentangan dengan PL (Yesaya 46:5) atau dengan Markus 10:18 sebagai pertentangan yg tidak bisa diharmonikan.Jika memilih yg pertama berarti Yesus bukan Tuhan dan isu penebusan dosa adalah rekayasa.Jika memilih yg kedua berarti injil mengandungi kesalahan.Dan kitab yg mengandungi kesalahan bukanlah sebuah kitab yg datang dari Yuhan-Ok Case closed!
Saya juga tidak melihat jawapan anda melainkan pembenaran bukan kebenaran.Ungkapan “kepada siapakah kamu hendak menyamakan aku…” juga merupakan pertanyaan yg bermaksud penafian yakni tidak ada siapa siapa pun yg boleh disamakan dengan Tuhan.Kalau Tuhan melarang Dirinya daripada disamakan dengan siapa siapa pun, adalah mustahil Tuhan pula yg hendak menyamakan Dirinya dengan manusia dengan menjadi manusia sehingga Dia lemah sepertimana manusia lemah,sakit sepertimana manusia sakit dan mati sepertimana manusia mati.Itu dari segi kitabiah.Ada pun dari segi akliah memang mustahil Tuhan menjadi lain,karena Dia Maha Sempurna dan kesempurnaanNya adalah mutlak.
Saya memang membaca Bible dengan hati yg damai.Yg sebenarnya anda berdualah yg tidak membaca dengan hati yg damai.Semoga anda berdua mendapat hidayah dari Allah.
Perhatikan lagi kutipan Yesaya 46:5 Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?
Jelas-jelas di dalam ayat tersebut Tuhan melarang Dia disamakan dengan seorang jua pun.Dan kesamaan itu bukan semata-mata dari segi nama dan pengakuan, bahkan dari segi hakikat wujud.Yakni jangan samakan hakikat wujud Tuhan dengan hakikat wujud makhluknya seorang atau suatu pun.Perhatikan perkataan yg digunakan ialah “membandingkan dan mengumpamakan Aku sehingga kami sama?
Kalau anda fahamkan firman benar-benar telah menjadi manusia anda salah karena firman adalah sifat Tuhan.Sifat kalam Tuhan tidak mempunyai hakikat wujud.Ia hanyalah makna kepada zat Tuhan yg berkata-kata.Dibezakan sifat kalam dengan Tuhan itu hanyalah disegi khabariah yakni dari segi perkhabaran dan pembicaraan. Bukan hakiki.Nanti jika anda ketemu Tuhan anda tidak melihatnya Tuhan yg bersifat berkata-kata tapi yg anda lihat ialah “Yang berkata-kata itulah Tuhan”.Yg wujud hanyalah Tuhan.Adapun berkata-kata itu adalah keadaanNya dan tidak mempunyai hakikat wujud.Kalau anda fahamkan Allah sendiri menjadi Yesus ini pun salah berdasarkan Yesaya 46:5.Mau tidak mau Firman yg telah menjadi manusia itu harus diartikan secara kiasan yg berarti Manusia itu telah diciptakan Allah dengan Allah berfirman “jadilah!” lalu jadilah manusia itu.Jadi manusia itu bukan Allah dan bukan firman Allah,tapi hanyalah makhluk yg dicipta dengan firmanNya.Coba perhalusi dengan seksama.Anda akan tau kebenarannya.
Saya tidak menyamakan Tuhan itu dengan benda-benda ciptaan.Malahan kutipan Yesaya yg saya kutip itu membuktikan saya selari dengan Al kitab bahawa Allah tidak mungkin akan berwujud manusia karena Dia ssendiri melarang dirinya disamakan dengan sesiapapun oleh itu adalah mustahil Dia pula akan membuat diriNya sama seperti manusia.Terserah seseorang itu mengistilahkan Allah itu apa.Adakah Dia itu Zat?Ataukah Dia itu roh?Ataukah Dia itu sosok?Itu bagi saya tidak menjadi masalah karena itu adalah istilah yg digunakan bagi keberadaan Allah itu..Yg penting bukan istilah tetapi makna yg dipahami di sebalik istilah itu.Islam mengistilahkan keberadaan/wujud Allah itu sebagai zat karena scara bahasa (Arab)zat adalah sesuatu yg dapat diperihalkan. Apa saja yg dapat diperihalkan adalah zat seperti dikatakan Allah itu berkuasa,Allah itu berkehendak,Allah itu mengetahui dan seterusnya.Batu juga adalah zat karena batu itu dapat diperihalkan seperti kita kata batu itu keras,batu itu besar dan seterusnya.Secara umum semua yg dapat diperihalkan adalah zat.Namun Zat Allah itu tidak sama dengan zat benda atau makhluk karena zat Allah itu adalah zat yg menjadikan.dan zat makhluk pula adalah zat yg dijadikan.Tidak akan sama selama-lamanya antara zat yang menjadikan dengan zat yg dijadikan.Zat yg menjadikan tidak terbatas wujudnya dalam arti kata zat yang menjadikan itu tiada sisi “ketiadaan”(adamiah) bagi wujudnya .Perlu saudara pahami tidak terbatas yg maksud saya itu adalah tidak terbatas WUJUDNYA bukan tidak terbatas fisiknya karena Zat Allah tidak berupa fisik.Jangan anda pahamkan pula saya beranggapan zat Allah itu luas seperti hamparan.Bukan begitu, ya…Ketidakterbatasan itu adalah mengacu kepada WUJUD yg berarti bahawa wujud Allah itu tidak ada samasekali sisi/unsur ketiadaan.Zat makhluk pula terbatas wujudnya dalam artikata ada sisi ketiadaan bagi wujudnya.Sebagai contoh makhluk hanya ada setelah dicipta.Sebelum dicipta makhluk itu tiada.Nah! Itu adalah sisi ketiadaannya yg pertama.Adapun Allah itu kadim tidak berpermulaan.Jadi tiada sisi ketiadaan bagi Allah.Makhluk akan berakhir atau berobah.Nah berakhir dan berobah itu adalah sisi ketiadaannya yg kedua.Adapun Allah itu kekal tidak berakhir dan berobah.Makhluk itu bertempat.Apabila makhluk itu bertempat pada satu satu tempat tertentu berarti dia tidak berada pada tempat lain.Nah itu adalah sisi ketiadaannya yg ketiga.Adapun Allah pula tidak bertempat bahkan tempat itu sendiri ciptaan Allah dan Allah telah ada sebelum adanya tempat.Segala tempat sama saja bagi Allah samada dekat atau jauh.Tidak ada jauh atau dekat bagi Allah.Mungkin ada yg bertanya, bagaimana dapat diketahui zat Allah itu tidak bermulaan,tidak berkesudahan tidak bertempat.?Jawabnya,zat Allah memang tidak dapat diketahui karena kita tidak layak mengenali DiriNya seperti Dia mengenali Dirinya sendiri.Kita disuruh mengenal Allah sehingga kita tahu bahawa zatNya itu memang tidak dapat dikenal.Tahu kita tentang Allah itulah jahil kita tentang Allah dan jahil kita tentang Allah itulah tahu kita tentang Allah.Kita hanya diberitahu Dia itu pencipta alam semesta, berkuasa ,bijaksana dan lain-lain lewat kitab yg diturunkannya dan tanda-tanda kejadian alam.Intinya zat Allah tidak sama seperti zat yg lain-lain.Samalah seperti anda yg menganggap Allah adalah roh.Tentu anda tidak menganggap Allah yg dikatakan roh itu sama seperti semacam roh –roh halus dan sebagainya.Tentulah yg anda maksudkan Allah itu adalah yg maha hidup dan dariNyalah asal segala kehidupan.Muslim juga yakin Allah itu Maha Hidup tetapi hidup Allah itu bukan dengan roh.Allah itu dikatakan maha Hidup karena beraktifitas dengan aktifitas hidup dan bersifat dengan sifat idrak(daya tanggap) seperti berkuasa,berkehendak,mengetahui,melihat,mendengar,berkata-kata,mengasihi dan lain-lain.Tetapi hidupnya Allah itu tidak dengan roh berbeda dengan Nasrani yg menganggap Allah itu adalah roh itu sendiri.Jadi apabila saya mengutip Yesaya 46:5 yg melarang Allah itu disamakan dengan yg lain saya yakin ayat tersebut benar dan dimaksudkan dengan lafaznya yg asli tanpa perlu ditafsirkan karena jelas itu bukan kiasan karena bersetuju dengan hakikat Allah itu sendiri yang memang tidak sama dengan yg lain dan ketidaksamaan itu bukan sekadar ketidaksamaan dari segi nama dan pengakuan semata-mata malah tidak sama dari segi hakikat wujud.Oleh itu saya yakin dan sepatutnya saudara pun mesti yakin bahawa Allah tidak mungkin menjelma menjadi makhluk yg berpermulaan,berobah,berakhir dan bertempat setelah Dia sendiri jelas-jelas melarang kita dari menyamakan DiriNya dengan yg lain.Adapun Yohanes fasal satu adalah dalil yg lemah utk ketuhanan Yesus karena ia boleh ditafsirkan kepada dua tafsiran samada yg dimaksudkan dengan menjadi itu dengan arti yg hakiki yaitu firman itu memang betul-betul menjadi manusia atau boleh juga ditafsirkan perkataan menjadi itu secara kiasan yg berarti menjadikan.Namun berdasarkan Yesaya 46:5 yg tidak membolehkan kita menyamakan kewujudan Allah itu dengan kewujudan manusia maka dengan sendirinya tafsiran dengan arti yg hakiki itu tertolak dan jadilah maksudnya tidak lain adalah kiasan yaitu firman itu tidak menjadi manusia tetapi yg dimaksud ialah firman itu menjadikan manusia. Ini adalah sama seperti kita mengatakan bagi seseorang yg suka membuang masa “janganlah kamu membuang masa.Masa itu sangat berharga.Tukarkanlah ia menjadi emas!” Adakah kita maksudkan dengan perkataan “menjadi” itu dengan masa itu menjadi emas sesungguhnya?Tentulah tidak.Tentulah maksudnya ialah supaya dia menggunakan masanya utk bekerja sehingga menghasilkan emas/uang.Jadi firman yg menjadi manusia seperti Yohanes fasal 1 itu tentulah dimaksudkan sebagai firman itu menghasilkan/menjadikan manusia.Lebih tepat lagi menghasilkan/menjadikan Yesus.Penafsiran ini perlu supaya YESAYA 46:5 tidak terbuang sia-sia.Juga supaya ayat-ayat lain yg semakna dengan Yesaya itu tidak terbuang sia-sia.
Saya tidak menafikan bahawa Allah maha kuasa.Tentang ini kita sepakat.Tetapi apakah wilayah bagi kekuasaan Allah itu?Anda mengiktikadkan wilayah kekuasaan Allah itu meliputi hatta kepada diriNya sendiri.Berarti anda keliru karena dengan sendirinya anda menjadikan fungsi kuasa Allah bertentangan dengan pengertian kuasa itu sendiri.Saya memang tidak mengerti apa yg anda difinisikan sebagai kuasa.Para teolog Muslim mendifinisikan kuasa atau kudrat sebagai kemampuan Allah pada menjadikan sesuatu atau tidak menjadikan sesuatu.Apabila dikatakan Allah berkuasa menjadikan sesuatu tentulah sesuatu yg dijadikan itu ialah sesuatu yg belum ada lalu diadakan.Atau telah ada(tentunya adanya itu dengan kuasa Allah juga sebelumnya) lalu ditiadakan.Atau dikurangkan atau ditambahkan yakni kesempurnaannya.Inilah difinisi kekuasaan Allah.Oleh itu Zat/Diri Allah itu sendiri adalah terkeluar dari wilayah kekuasaan Allah karena Diri Allah itu kadim sudah sedia wujud dan tidak perlu kepada kuasa utk mewujudkan DiriNya.Diri Allah juga sudah sempurna dan tidak perlu ditambah lagi kesempurnaannya.Tidak dapat dikurangi karena karena tiap yg boleh berkurang secara akli dapat habis atau fana.Oleh itu mustahil Allah itu dapat habis atau fana walau secara teori sekalipun.Dengan bahasa yg mudah kewujudan Allah itu adalah kewujudan yg wajib dan mutlak dan tidak response kepada sebarang perubahan karena jikalau Allah itu dapat berubah dari sempurna kepada kurang sempurna maka secara teori Allah itu dapat dihabisi dan zatNya yg suci dapat disentuh oleh kekurangan.Sudah pasti ini adalah perkara yg mustahil dikatakan pada Zat Allah yg suci.Jikalau kesempurnaannya dapat bertambah berarti wujudNya sebelum ini adalah wujud yg kurang sempurna sehingga dapat bertambah kesempurnaanNya itu.Ini pun mustahil dikatakan pada Allah.Saya heran dengan hujjah sesetengah orang kristian yg mengatakan bahawa segala sesuatu tidak ada yg mustahil bagi Allah.Jika begitu dapatkah Allah memfanakan diriNya sendiri sehingga Allah itu binasa dan kita semua tidak bertuhan lagi?Tentu orang-orang kristian tidak ada yg berani menjawabnya karena jika mereka bersetuju dengan cadangan itu berarti ini adalah satu kekufuran yg tidak boleh dimaafkan.Sebab itulah kami para muslim berkeyakinan bahawa wilayah kekuasaan Allah hanya sebatas kepada makhlukNya dan adalah suatu perkara yg irrelevant utk dihubung-hubungkan bagi mengubah atau me ‘repair’ dirinya sendiri.Apakah ini berarti saya telah membataskan kekuasaan Allah?Tidak!Itu tidak dinamakan membataskan kekuasaan Allah tetapi itu adalah meletakkan fungsi kuasa Allah pada landasan dan tempat yg betul!Sama kita kata Allah mendengar segala suara dan Allah melihat segala rupa.Kita tidak boleh mengatakan Allah mendengar segala rupa dan Allah melihat segala suara.Bila kita kata pendengaran Allah tidak mencapai segala rupa,maka adakah itu dikira membataskan pendengaran Allah?Tentu tidak.Malahan dengan begitu kita telah meletakkan wilayah sifat Allah itu pada tempatnya yang betul.Yang dikatakan membataskan pendengaran Allah itu begini:Ada suara yg sepatutnya layak didengarkan oleh Allah tapi Allah tidak mendengarnya.Atau Allah hanya mendengar yg dekat tidak mendengar yg jauh dan sebagainya.
Adapun tentang firman Allah adalah bagian dari Allah itu saya kira huraian saya pada jawapan yg lalu tentang apa yg dikatakan sifat Allah termasuk sifat kalam dan firman itu udah jelas.Silah anda teliti lagi.Jikalau anda tetap tidak bersetuju maka itu adalah terserah kepada anda sendiri.
Anda kata kuasa Allah itu tidak terbatas dan tidak ada yg mustahil bagi kuasa Allah.Baiklah,Kalau gitu jelaskan ke saya,mampukah Allah memfanakan dirinya sendiri dengan secara hakiki sampai Dia tidak wujud lagi dan kita semua tidak bertuhan lagi.Bahasa mudahnya Allah ‘bunuh diri’.Kalau bagi kami orang Islam soalan ini adalah irrelevant karena kami sudah mempunyai konsep yg tuntas tentang difinisi kuasa Allah.Tapi soalan ini masih relevant kepada orang kristian karena mereka masih bersikukuh wilayah kekuasaan Allah adalah meliputi termasuk terhadap yg wajibul wujud(Diri Allah sendiri).
Sebenarnya anda tidak menjawab pertanyaan saya yg asal yaitu “mampukah Allah memfanakan dirinya sendiri dengan secara hakiki sampai Dia tidak wujud lagi dan kita semua tidak bertuhan lagi.Bahasa mudahnya Allah ‘bunuh diri’.Hal ini tambah menguatkan lagi apa yg saya katakan dahulu memang tidak ada seorang pun orang kristian yg berani menjawabnya.Tentang pertanyaan anda “di antara dua agama di atas mana yang jalan pikirannya benar jika diadu di dalam konsep TUHAN MAHA KUASA?” Maka saya tidak ragu-ragu menyatakan agama itu adalah Islam karena Islam mempunyai konsep yg nyata dan jelas tentang ketuhanan dan konsep tersebut adalah berasal dari Al Quran dan Al Hadis.Ulama membuat difinisi.Tetapi difinisi tersebut adalah berasal dari dan selari dengan Al Quran dan Al Hadis.Bukan reka-rekaan dari ulama.Sedangkan konsep ketuhanan kristian terkesan ada mengandungi unsusr –unsur rekaan karena teori ketuhanan kristian bercanggah dengan nas-nas nyata dari kitab mereka sendiri seperti contoh di dalam nas Yesaya yg saya kutip dahulu.Jika anda masih mau menerima YESAYA 46:5 Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama maka anologi asap anda tertolak secara otomatis karena sepatutnya anda membuat anologi bagi menyokong Yesaya 46:5 di atas,tapi malah sebaliknya anda membuat anologi menentang nas tersebut utk menyokong pendalilan lemah Yohanes 1hingga 14..Karena apa yg saya pahamkan bahawa anologi yg anda buat itu utk menerangkan bahawa Allah mampu utk menjadi sama dengan manusia dan telah pun menjadi manusia.Padahal nas Yesaya di atas jelas-jelas menyanggahnya baik ditinjau dari sudut lafaz mahu pun dari sudut mafhum. Saya mengerti, anda beriktikad tidak ada masalah utk Allah menjadi manusia karena dengan menjadi manusia tidak menentang nas Yesaya diatas karena sungguhpun Allah menjadi manusia tetapi ‘manusia’ Allah itu tetap tidak sama seperti manusia-manusia lain.Tetapi anda lupa,bahawa nas Yesaya dituturkan Allah dalam bentuk umum berdasarkan kepada perkataan dan ayat yg digunakan adalah “Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?” yg membawa maksud “tidak boleh disamakan Allah itu kepada siapa-siapa pun.Tidak mengira samada manusia itu sama atau tidak dengan manusia lain intinya adalah “Kepada siapakah kamu hendak menyamakan aku…”Teliti lagi Yesaya 46:5 anda pasti akan mengakui bahawa maksudnya adalah umum tidak mengira walau siapapun manusia itu bahkan walau siapapun makhluk itu. Lebih-lebih lagi adalah jelas Yesus yg anda katakan Tuhan menjadi manusia sangat banyak kesamaannya dengan manuisa lain.Apa bedanya Yesus dengan manusia lain?Berjalan di atas air?Pond scatter juga bisa.Malah ikan lebih hebat.Menyelam dan bernafas di dalam air.Terbang diudara?Burung juga bisa.Bangkit setelah mati?Kalaupun benar , manusia lain di akherat nanti juga bisa.Apa saja yg anda katakan tentang keistimewaan Yesus atau manusia siapa pun masih belum dapat membedakan antara Allah dengan makhluk.Makanya orang kristian masih teraba-raba apakah yg dikatakan makrifat (mengenal Allah) yg sesungguhnya. Itu dari sudut kitabiah.
Adapun dari sudut akliah wujud itu dapat diklasifikasikan kepada dua:
1)Pasti ada.Ini adalah wujudnya Allah/Tuhan yg mana wujudnya kadim tidak berpermulaan dan tidak binasa malah tidak berobah karena berobah adalah bagian dari binasa itu sendiri.
2)Boleh ada dan boleh tiada.Inilah wujud sekelian makhluk yg saya katakan dahulu terhadap merekalah wilayah kekuasaan Allah itu berlaku.Ada jika dikehendakki Allah utk diadakan dan menjadi tiada jika dikehendakki Allah utk ditiadakan.Makhluk itu baharu/berpermulaan yg mewajibkan asal mereka adalah dari ketiadaan.Mereka selama-lamanya dalam genggaman kehendak dan kuasa Allah.
Wujud yg pertama itu adalah wujud hakiki yaitu langsung tiada unsur ketiadaan pada wujudnya.Saya sudah jelaskan dahulu apa yg saya maksud dengan tidak ada unsur ketiadaan pada wujudnya.Adapun bagi yg kedua itu adalah wujud majazi(wujud pada ‘rupa’ tetapi tidak mempunyai hakikat).Ini dicirikan antara lain berpermulaan,berkesudahan dan berobah.Berkesudahan dan berobah adalah sinonim karena yg berobah itu adalah berkesudahan sebab berobah adalah proses berkesudahan keadaan yg dahulu kepada keadaan yg baru.Makanya Allah sebagai Tuhan yg kadim tidak mungkin ada kesudahan samada kesudahan secara kulli(umum) tepatnya binasa terus atau secara juz’i(sebagian) yaitu berobah.Sedang berkesudahan adalah satu unsur bagi ketiadaan padahal wujud Allah itu hakiki tidak boleh samasekali ada unsur ketiadaan atau kesudahan.
Jadi, anologi asap yg anda bawa itu tidak relevant utk diterapkan kepada Allah.Anologi itu benar utk asap karena wujud asap adalah wujud majazi tetapi tidak benar jika diterapkan kepada Allah karena wujud Allah itu adalah wujud hakiki.
Nampaknya hingga ke peringkat ini pun anda masih lagi belum menjawab pertanyaan adakah Allah berkuasa memusnahkan dirinya hingga kita tidak berTuhan lagi.Inilah satu kepincangan dalam iman kristian.Sebenarnya ada beberapa pertanyaan lagi yg mungkin sulit anda jawab.Emang tiap-tiap yg menyalahi hakikat itu sulit dicarikan jawapannya bahkan mustahil.Apakah wujud Allah termasuk di dalam wilayah kehendakNya sendiri atau bukan?Dengan kata lain Allah itu wujud karena Dia hendak wujud.Dalam Islam sangat gampang tapi sangat tepat dan benar yaitu wilayah kehendak Allah tidak ada hubungannya samasekali dengan zat yg wajibul wujud/kadim/sedia ada wujudnya.Di dalam hal ini wilayah kuasa Allah sama seperti wilayah kehendaknya karena kuasa Allah itu bertindak menurut kehendak Allah.Apakah yg dikatakan mustahil hakiki itu.Dalam iman kristian berdasarkan kepada jawapan anda tampaknya tidak ada yg dinamakan mustahil hakiki itu.Tapi dalam Islam ilmu Allah meliputi terhadap yg wajib hakiki(Pasti ada)yaitu zatNya sendiri yaitu Allah mengetahui bahawa diriNya adalah Tuhan semesta alam.Allah mengetahui semua yg boleh ada dan boleh tiada yaitu sekelian makhluk.Allah mengetahui akan yg dinamakan mustahil hakiki yaitu adanya tuhan selain diriNya itu adalah mustahil adanya.Tapi bagi iman kristian tidak ada yg dinamakan mustahil hakiki.Semua boleh asal dengan kuasa Allah.Kita lihat bagaimana kuasa itu telah diberikan difinisi yg salah dan diletakan pada tempat yg salah.Implikasi dari pemahaman orang kristian tentang konsep kuasa Allah adalah
1)Allah itu boleh ada dan boleh tiada.Allah bisa menjadi tiada jika Allah menggunakan kuasanya untuk mentiadakan dirinya sendiri sehingga kita tidak bertuhan lagi.
2)Boleh ada dua atau lebih zat yg kadim karena Allah yang maha ‘kuasa’ menurut iman kristian bisa mengadakan tuhan yg lain selain dirinya yg bersifat maha kuasa seperti dirinya dan kadim seperti dirinya.
3)Allah juga, oleh karena dia maha ‘kuasa’ menurut iman kristian bisa menjadi manusia yg bersifat baharu karena Allah dengan ‘kuasa’nya itu walaupun aslinya kadim tidak berpermulaan bisa menjadikan dirinya berpermulaan.
Anda berkata “agama anda bertanya mampukah ALLAH? padahal agama Anda mengaku ALLAH MAHA KUASA…itu aneh bagi saya…”
Tapi bagi saya lebih aneh anda yg masih belum dapat mendifinisikan ‘kuasa menjadikan’ oleh Allah sehingga Allah sendiri yg adanya tanpa dijadikan pun anda masukkan dalam wilayah kuasa Allah yg tersebut.Ini adalah semata-mata utk mempertahankan dogma ketuhanan Yesus supaya Yesus jangan tidak dianggap Tuhan.Iman kristian jika ditinjau dari segi kitabiah dan akliah adalah bercelaru dan bersimpang siur.Seperti yg jelas bahawa banyak nas-nas eksplisit bahawa tuhan tidak akan dapat disamakan dengan yg lain dan yesus mengakui dirinya adalah manusia biasa terpaksa diabaikan dan jadilah ayat-ayat yg tersebut sia-sia dan tidak membawa sebarang makna.
Bagaimana orang kristian boleh mendakwa mereka beriman dengan Allah Israel pada hal Allah yg diimani oleh orang-orang kristian tidak sama dengan Allah Israel seperti yg disebutkan di dalam perjanjian lama.Malah yg beriman dengan Allah Israel itu ialah kami orang-orang Islam karena konsep ketuhanan Islam sama dengan konsep ketuhanan seperti yg disebutkan dalam perjanjian lama.Lihat lagi YESAYA 40:25 DENGAN QS. 42:11
Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. (Yesaya 40:25)
Ayat ini konsisiten dengan QS. (42:11)
…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (QS. 42:11)
Lihat pula kata-kata Yesus dalam PB (Markus 12:29)
Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4)
Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku. (Ulangan 32:39)
sama dengan:
…Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (QS. 39:4)
Kemudian lihat pula … (Markus 12:31)
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri… (Markus 12:31)
Ayat tersebut konsisiten dengan …” (HR. Tirmidzi)
Dari Abdullah bin ‘Amru: Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Yang Maha Pengasih. Kasihilah siapapun yang di atas bumi, maka engkau akan dikasihi yang ada di langit…” (HR. Tirmidzi)
Ini menguatkan lagi bahawa agama Islam adalah kelanjutan dari agama Allah yg dibawa oleh nabi-nabi yg terdahulu dan Allah Islam itulah sebenarnya Allah Israel yg telah dinodai kesuciannya oleh pengikut kristian selepas 300 tahun masihi.Dan Allah mengutus Nabi Muhammad utk membersihkan perkara-perkara yg mengelirukan yg dimasukkan ke dalam kitab-kitab dahulu.
Anda berkata: Dan jangan bayangkan manusia YESUS sama seperti manusia Anda, yang memiliki keinginan jahat dan nafsu liar, dan sebagainya… bayangkanlah, Einstain manusia biasa saja bisa dikenal seorang Jenius sepanjang masa, apalagi Firman Allah yang menjadi manusia, hebat betul bukan?…
Dari kutipan kata-kata anda diatas anda masih bersikukuh bahawa Allah boleh menjadi manusia padahal Al Kitab jika dikaji dengan murni menolak pendapat anda itu.Yg mengherankan Yesus dianggap Tuhan hanya karena baginda mempunyai nafsu yg baik dan tidak liar?Sungguh! Ini adalah piawaian yg benar-benar keliru dalam menetapkan ketuhanan seseorang.Sepatutnya seseorang tidak boleh dianggap Tuhan hanya karena dia seorang yg baik.Ada piawaian yg lebih jitu dan jelas dan ini hanya dipakai oleh agama Islam malahan tiap-tiap orang yg punya akal nurani pasti menyetujui piawaian yg digunakan oleh Islam.Intinya mudah.Yang kadim(Tidak ada permulaan)gak boleh sama dengan yg baharu (yg dicipta).Dan ketidaksamaan itu adalah di dalam 10 perkara seperti berikut:
1)Zat Allah itu bukan jirim.Jirim ertinya sesuatu yang memenuhi ruang.
2)Zat Allah itu bukan aradh.Aradh ertinya sifat bagi jirim seperti berwarna berbentuk dan sebagainya.
3)Zat Allah tiada baginya pihak seperti kiri,kanan ,hadapan,belakang,atas, bawah tengah dan lain-lain.
4)Zat Allah itu tiada pada pihak jirim.Seperti di kiri sesuatu,di kanan sesuatu,di belakang sesuatu,di hadapan sesuatu di atas sesuatu dan di bawah sesuatu.
5)Zat Allah itu tiada baginya tempat.Tidak boleh dikatakan Allah itu di sana atau di sini,di luar sesuatu atau di dalam sesuatu,jauh atau dekat.
6)Zat Allah itu tidak di dalam masa.Masa itu tiga perkara iaitu masa yang telah lalu,masa sekarang dan masa yang akan datang.Zat Allah itu tidak ia dahulu ,tidak Ia sekarang dan tidak Ia akan datang.
7)Zat Allah itu tidak bersifat dengan sifat -sifat yang baharu seperti qudrat yang baharu,iradat yang baharu,ilmu yang baharu dan seterusnya.
8)Zat Allah itu tidak bersifat besar.
9)Zat Allah itu tidak bersifat kecil.
10)Zat Allah itu tidak mengambil faedah daripada sebarang perbuatan dan hukumnya.Tetapi perbuatan dan hukumnya tidak sunyi daripada mengandungi hikmah yang maha tinggi yang kembali kepada makhluk.
Oleh sebab itu adalah mustahil hukumnya bahawa Allah itu dapat serupa dengan yg baharu karena kalaulah Allah itu serupa dengan yang baharu nescaya Allah itu baharu.Sekiranya Dia itu baharu nescaya menafikan sifat qidam padahal kita baik kristian mahupun Islam telah bersetuju bahawa Allah itu sedia ada Jika dibantah dengan dikatakan tidak semestinya keserupaan Allah dengan yang baharu itu melazimkan dirinya itu baharu.Maka kita jawab adalah yang dimaksudkan dengan serupa itu ialah pada sepuluh perkara yang telah disebutkan dahulu seperti berjirim,beraradh,berpihak,bertempat,bermasa dan seterusnya hingga akhir sepuluh perkara kerana tidak syak lagi sesiapayang bersifat dengan sifat-sifat tersebut maka mewajibkan dirinya itu baharu.Contohnya ,mengapa kita bertempat?Jawabnya kerana Allahlah yang menjadikan kita dan meletakkan kita pada satu-satu tempat.Adapun Allah sendiri tidak dijadikan oleh sesiapa oleh itu tidaklah Dia bertempat.Bahkan tempat itu sendiri dijadikan oleh Allah dan Allah telah ada sebelum adanya tempat.Oleh itu tidaklah layak bagi zatNya yang maha tinggi daripada mengambil tempat.Kiaskanlah dengan sifat-sifat baharu yang lain.
Oleh itu iktikad Tuhan menjadi manusia adalah menyalahi hakikat Allah dan jika dikatakan juga hanya menjadi ucapan bibir tanpa kebenaran.Atau dalam kata lain perkataan itu “dusta!”
Jadi gimana kalau jadi manusia dengan kuasa Allah?Gampang!Kuasa Allah tidak bertakluk kepada ZatNya sendiri sepertimana adaNya sejak azali bukan dijadikan oleh kuasaNya.Jika anda teliti,kemudian jujur anda tidak akan menemui kebenaran melainkan di dalam Islam.
Saya pikir satu lagi kesilapan orang kristian ialah mereka mengkiaskan kuasa Allah dengan kuasa manusia.Tidak semestinya perkara yg dianggap berkuasa kalau dilakukan oleh manusia maka ia juga dianggap berkuasa kalau dilakukan oleh Allah.Dalam teori ketuhanan kristian makhluk khususnya manusia memiliki kemampuan dan Allah juga memilikki kemampuan, hanyasanya kemampuan Allah mengatasi kemampuan manusia/makhluk.Begitukan pada pahaman anda.Islam juga memahamkan begitu tetapi hanyalah pada zahir sahaja yakni pada rupa.Berbeda dengan kristian yg memahamkannya secara hakiki.Tapi di sisi Islam tidak demikian tidak memahamkannya secara hakiki.Islam memandang manusia /makhluk hanya mempunyai kudrat pada rupa tetapi tidak punya kudrat pada hakikat..Jika mereka bergerak itu hanya pada rupa,pada hakikatnya Allah lah yg menggerakkan.Jika mereka berfikir dan berniat/berkehendak,itu hanyalah pada rupa , yg sebenarnya Allahlah yg menjadikan fikiran ,niat dan kehendak mereka.Intinya manusia/makhluk tidak punya kudrat pada hakikat,tidak punya kekuatan perbuatan pada hakikat dan sebagainya tapi semua itu hanya pada rupa.Adapun pada hakikatnya berlaku dan terjadi dengan dijadikan oleh Allah.Apabila mereka berjalan Allahlah yg menjadikan mereka berjalan pada hakikatnya.Pada hakikatnya Allah yg menjadikan mereka bergerak dan diam.Mereka selama-lamanya di bawah proses kejadian yakni sentiasa mengalami penciptaan baru ketika berubah dari satu keadaan kepada satu keadaan.Firman Allah swt
وما رميت إذ رميت ولكن الله رمى
Artinya:Bukan engkau yg melontar(pada hakikatnya) ketika engkau melontar tetapi Allahlah yg melontar.
Firman Allah lagi:,والله خلقكم وما تعملون
Artinya:Allahlah yg menjadikan kamu dan apa yg kamu perbuat.
Firman Allah lagi:
وما تشاءون إلا أن يشاء الله
Artinya :Kalian tidak akan berkehendak melainkan jika dikehendaki Allah.
Rasulullah saw bersabda:
لا تتحرك ذرة إلا بإذن الله
Artinya tidak bergerak satu zarah pun melainkan dengan izin Allah.
Di dalam hal ini Islam benar-benar berpegang kepada faham keesaan mutlak Allah sehingga tidak ada Tuhan melainkan Allah.Tidak ada kekuatan pun melainkan kekuatan Allah.Tidak ada satu perbuatan pun melainkan ianya dijadikan oleh Allah.Pandangan Islam ini adalah selari dengan nas-nas Al Quran ,hadis bahkan selari dengan Al Kitab.Perhatikan Ulangan 32:39 “Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku.”
Apa yg kita lihat seseorang itu bergerak atau diam daripada perbuatannya sendiri maka itu hanyalah pada pandangan zahir sahaja.Hakikatnya Allahlah yg menjadikannya bergerak dan diam.Oleh itu wajar kalau kristian salah dalam mengkiaskan kemampuan Allah dengan kemampuan makhluk sehingga mereka berpendapat jika makhluk mampu melakukan sesuatu maka menurut mereka Allah adalah berlebih-lebih lagi punya kemampuan.Sekiranya malaikat mampu menjelma menjadi sosok manusia,maka menurut pandangan iman kristian apa masalahnya kalau Tuhan juga dapat menjelma menjadi manusia?Di sinilah silapnya iman kristian.Islam tidak pernah silap di dalam hal ini.Jika malaikat menjelma menjadi manusia ,maka yg demikian adalah dengan kuasa Allah bukan dengan kuasa dirinya sendiri.Di sisi makhluk itu adalah kehebatan malaikat.Tapi di sisi Allah.Itu bukan kehebatan, malah itulah buktinya malaikat tertakluk di bawah proses kejadian.JIka Allah menjelma menjadi manusia itu bukan kehebatan di sisi Allah karena dengan begitu berarti Allah juga tertakluk di bawah proses kejadian.Apabila seseorang pandai berpencak dan bersilat maka di sisi kita sesama manusia itu adalah kehebatan orang tersebut.Tetapi jika Allah pun turun ke dunia dan berpencak dan bersilat,maka itu tidak menjadi kehebatan bagi Allah, malah itulah bukti dia bukan Allah beneran karena dengan begitu telah membuktikan dia hanya makhluk yg takluk dibawah proses kejadian karena gerak dan tari adalah bagian dari proses perobahan dan proses kejadian.Jadi soal dia maha kuasa lalu apa yg dapat membatasi dia dari menjadi manusia, itu adalah irrelevant di sisi Islam.Intinya Tuhan tidak akan sesekali menjadi makhluk karena ‘menjadi’ adalah suatu proses kejadian dan Tuhan tidak akan sesekali berada di bawah proses kejadian.
Tentang firman Allah telah menjadi manusia saya telah nyatakan pada jawapan yg lalu adalah mustahil firman dapat menjadi manusia karena firman tidak mempunyai hakikat wujud yg mandiri.Ada masalah pemahaman orang kristian tentang sifat-sifat Allah termasuklah sifat kalam atau sifat firman Allah.Mereka masih memikirkan bahawa sifat-sifat Allah itu ada pada Allah seperti pakaian yg melekat pada badan.Padahal hakikatnya sifat adalah makna kepada zat.Saya sudah jelaskan dahulu apa yg dikatakan zat dan apa yg dikatakan sifat.Sifat itu hanyalah sifat pada lafaz tetapi adalah zat pada makna.
Tentang panggilan2 terhadap Yesus yg mengindikasikan ketuhanannya menurut kristian itu sebenarnya bermakna ganda dan masih belum dapat melawan nas-nas yg lebih kuat yg secara pasti dan lafzi menafikan Allah dapat disamakan dengan yg lain dan menafikan bahawa Yesus adalah Allah.Misalnya lafaz adonai boleh berarti tuan/raja.Makanya tidak mutlak.Sedangkan nas yg menolak ketuhanan Yesus adalah mutlak.Begitu juga ‘kurios’ dsb.Adakah di dalam bible yg mengatakan yesus adalah Yahweh atau Elohim atau Eloah?Jawapannya tidak ada samasekali.
Anda kata:
Saya pikir jelas. Hanya karena Yesus mengatakan Allah itu baik bukan bermakna Yesus tidak baik. Do you get the point? Saya tidak melihat konteks ayat ini sebagai dalil bagi menolak keilahian Yesus
Saya melihatnya ya sebagai dalil yg menolak keilahian yesus karena dia mengatakan “tidak ada yg baik melainkan Allah”.Seperti yg saya katakan penafian itu adalah penafian kesempurnaan.Jika dia mengaku tidak sesempurna Allah secara otomatis dia menolak keilahiannya.
Jika saya mengatakan Tuhan Islam itulah juga Tuhan Israel itu jelas karena saya telah mendatangkan bukti-bukti di dalam Al Quran.Masih ada lagi ayat-ayat Al Quran yg menjadi bukti jelas bahawa Allah itulah Tuhannya Ibrahim,Ishak,Ismail,Ya’kub,Yusuf,Musa dan Isa alaihimussalam.
Sedangkan Tuhan yg diimani oleh orang kristian jelas bukan Tuhan Israel.Di mana di dalam al kitab secara eksplisit dinyatakan Allah Israel itu ada tiga peribadi?
Apabila kita membicarakan tentang Allah kita membicarakan hakikat yg tidak mungkin akan berobah-obah.Jika Allah itu esa dari sejak azali,dari sejak Adam dan nabi –nabi sebelum Yesus maka Dia juga semestinya esa sehingga ke hari ini dan sampai bila-bila pun.Tidak logis jika Allah itu diisytiharkan esa yg tidak berbagi sejak dulu,tiba-tiba belakangan kesaanNya berobah dan berbagi-bagi.Apabila Allah memperkenalkan diriNya supaya manusia dapat mengenalnya dengan tuntas Dia mestilah berbicara secara eksplisit sehingga semua manusia dapat bersatu utk mengatakan bahawa Dia yg seperti sekian sekian adalah Tuhan sesungguhnya.Sangat tidak logis jika Tuhan mengungkapkan diriNya secara berkias-kias sehingga membuat manusia keliru dan saling berselisih.Dalam Perjanjian Lama Dia memang telah memperkenalkan diriNya secara eksplisit bahawa Dia maha Esa dan tidak sesuatu pun yg menyamaiNya.Apabila orang kristian mengiktikadkan Tuhan itu terdiri daripada tiga peribadi seharusnya iktikad itu di dasarkan kepada nas yg eksplisit juga.Sekarang tunjukkan di mana di dalam perjanjian lama Tuhan Israel secara eksplisit mengatakan bahawa Allah itu terdiri daripada tiga peribadi?Jika anda tidak tidak dapat menunjukkan artinya Tuhan yg anda imani bukanlah Tuhan Israel.Soal kepimpinan dan pengkudusan hari sabat itu adalah soal syariat dan hukum hakam yg bersifat nisbi dan subjektif kepada perubahan.Misalnya sejak Adam tidak diwajibkan berkhatan.Namun sejak Ibrahim khatan diwajibkan.Tentu ada sebab mengapa Tuhan berbuat begitu.Anda tidak boleh mengatakan Tuhan yg diimani Ibrahim bukannya Tuhan Adam hanya semata-mata Ibrahim memperoleh perintah baru dari Tuhan yaitu perintah berkhatan itu.Cara simak anda itu salah.Salah besar.
Hmmm…Okaylah.Nampaknya anda gagal menjawab secara jitu semua pertanyaan saya setakat ini.Saya lanjutkan dengan pertanyaan keempat siapakah di kalangan orang-orang kristian yg menghapal keseluruhan Bible diluar kepala?Mengapa sejak zaman Petrus hingga sekarang tidak ada seorang Paus pun yg menghapal Bible di luar kepala pada hal merekalah orang yg terutama utk menghapalnya karena mereka adalah pemuka-pemuka agama Kristen yg bisa diandalkan.
Saya telah menanyakan ke anda 4 soalan sepanjang diskusi kita yaitu satu soalan dasar dan tiga soalan sampingan.Kesemuanya anda tidak menjawab secara jitu.Bukan soal tidak percaya kepada Tuhan yg sebenar tetapi diskusi kita adalah mengarah kepada siapakah tuhan yg sebenar dan bagaimanakah semestinya Tuhan yg sebenar.Pijakan yg kita jadikan dasar adalah Al Kitab.Berikut saya senaraikan lagi soalan-soalan yg tidak anda jawab dalam diskusi yg lalu.
1)Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia???
Adakah ditulis di dalam Al Kitab bahawa Yesus pernah mengatakan walau sekali bahawa akulah Tuhan dan sembahlah aku.Atau dia mengatakan akulah tuhan yg menjadi manusia.Atau dia mengatakan akulah yg menjadikan alam semesta.Atau dia mengatakan Akulah Yahweh atau Eloah atau Elohim atau akulah Allah.Nas-nas yg anda kemukakan terdedah kepada pelbagai tafsir dan kalau dipaksakan juga utk membuktikan ketuhanannya maka akan menentang nas2 yg eksplisit yg menafikan ketuhanannya.
2)mampukah Allah memfanakan dirinya sendiri dengan secara hakiki sampai Dia tidak wujud lagi dan kita semua tidak bertuhan lagi.Bahasa mudahnya Allah ‘bunuh diri’.
Perkara ini adalah mustahil bagi Allah karena Dia itu kadim tidak bermula daripada ketiadaan sehingga adanya adalah mutlak Dia tidak akan didatangi oleh sebarang unsur ketiadaan samada secara total mahupun sebahagian.Oleh itu adalah mustahil wujudnya dapat berobah kepada keadaan yg kurang daripada kemutlakanNya sekarang dengan menjadi manusia.Tiap-tiap yg dapat dikurangi secara teori akan dapat dihabisi.Adakah Allah dapat dihabisi?Kalau Dia tidak dapat dihabisi artinya Dia juga tidak dapat dikurangi.Oleh itu adalah mustahil Allah akan menjadi manusia.Kalau Dia menjadi manusia artinya Dia dapat dikurangi dan jika dia dapat dikurangi secara teori Dia dapat dihabisi.Mustahil Tuhan dapat dihabisi walau secara teori sekalipun.Oleh itu mustahil juga Dia dapat dikurangi.Ini selari jika dipandang dari sudut kitabiah.Ingat lagi Yesaya “kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku…”Dan nas Yesaya ini adalah nas yg eksplisit dan mana-mana tafsiran dari Al Kitab yg tidak selari dengan nas ini maka tafsiran tersebut otomatis tertolak. Intinya Tuhan tidak akan sesekali menjadi makhluk atau lebih tepat lagi menjadi “serupa’ seperti makhluk.
3 )Apakah wujud Allah termasuk di dalam wilayah kehendakNya sendiri atau bukan?Dengan kata lain Allah itu wujud karena Dia hendak wujud.
Tentulah jawapannya mustahil karena adanya Allah itu tidak berpermulaan,maka wujudNya adalah terkeluar dari wilayah kehendakNya sendiri.Mesti dibedakan antara apa yg Allah hendak buat bagi diriNya dengan apa yg Allah hendak buat ke atas dirinya.Apa yg Allah hendak buat bagi diriNya itu bisa saja seperti Allah ingin memiliki hamba lalu dia menciptakan makhluk sebagai hambaNya.Bisa saja Allah memanggil hamba-hamba yg diciptanya itu dengan panggilan anak jika mau.Tapi apa yg Allah hendak buat atas diriNya maka ini nggak bisa berlaku karena wilayah kehendak dan kuasa Allah tidak menjangkau DiriNya sendiri sepertimana adanya sejak azali bukan dengan kuasa dan kehendakNya begitulah adaNya sekarang terkeluar dari wilayah kuasa dan kehendakNya. makanya Allah tidak akan membuat diriNya benar-benar beranak dalam arti kata keluar dari zatNya yg suci suatu zat yg lain.Sebab kalau Dia beranak begitu berarti dia boleh bertambah. dan berkurang.Setiap yg boleh berkurang secara teori dapat dihabisi dan ini adalah mustahil karena kesempurnaan Allah itu adalah mutlak.
4) tunjukkan di mana di dalam perjanjian lama Tuhan Israel secara eksplisit mengatakan bahawa Allah itu terdiri daripada tiga peribadi?
Memang tidak ada nas yg eksplisit samada diperjanjian lama malah di perjanjian baru juga yg mengatakan Allah itu ada tiga peribadi.Nas-nas yg anda tunjukkan semuanya tidak bersifat eksplisit.Hanya tafsiran yg dipaksakan dan dengan mudah dibatalkan oleh nas-nas lain yg lebih eksplisit bahawa Allah itu tidak dapat disamakan dengan yg lain dan bahawa Yesus itu bukan Tuhan.Makanya dalam hal ketuhanan Yesus saya dapat tenang dan tentram utk mempercayai bahawa baginda bukan Tuhan hanya seorang nabi yg lahir dengan cara istimewa dan dikurniakan mukjizat oleh Allah.Adapun Allah itu Dia sendiri tidak akan menjadi serupa dengan makhluk dan Dia adalah esa zahir dan batin.Di dalam hal ini orang-orang kristian telah menyalahi Islam dan yahudi dengan mengiktikadkan satu kepercayaan yg ganjil.Mereka hanya mengesakan Allah pada zahir saja tetapi tidak mengesakan Allah pada batin karena jelas mereka mempercayai dalam satu Tuhan ada tiga peribadi.Jadi cobalah anda pikir-pikirkan siapakah yg menolak utk mempercayai Tuhan yg sebenar.Anda atau saya.
Tentang kata anda:
Pertanyaan saya, dari 1000 orang yang bisa menghafal Al Quran, berapa orang dari mereka yang mengerti terjemahannya di dalam bahasa mereka masing2…
Tanggapan saya:
Saya akui memang ramai umat Islam yg tidak memahami Al Quran dalam bahasa sendiri namun hal itu telah dapat di atasi dengan banyaknya terjemahan Al Quran yg beredar sekarang di dalam banyak bahasa-bahasa dunia.Jika berlaku kesilapan dalam penterjemahan maka hal itu tidak mendatangkan masalah yg besar karena setiap terjemahan Al Quran sentiasa dibarengi dengan teks aslinya di dalam bahasa Arab.Berbeda dengan Bible ianya diterjemahkan tanpa menyertakan teks aslinya sehingga terpaksa direvisi berkali-kali dan sehingga sekarang pun proses merivisi terjemahan masih terus berjalan sehingga ada ayat-ayat yg dibuang dan perkataan-perkataan yg ditambah.Contohnya ayat yg menyatakan kenaikan Yesus ke langit dan tiga yg memberi kesaksian dibumi yaitu darah air dan roh telah dibuang karena tidak terdapat di dlam naskhah yg lebih lama.Yg menjadi tanda tanya mengapa terjemahan Bible tidak menyertakan teks aslinya?Mengapa teks aslinya disembunyikan?Mengapa umat kristian tidak digalakkan membaca Bible dalam Bahasa Asli Bible itu ditulis?Adakah pihak gereja coba menyembunyikan sesuatu?
Tentang pertanyaan anda mana yg lebih akurat antara menyalin dan menghapal maka bagi saya itu adalah tergantung orangnya.Jika orang yg menghapal mempunyai ketelitian dan ingatan yg kuat ketimbang orang yg menyalin tentu hapalan lebih akurat.Begitu juga sebaliknya.Walupun Cuma menyalin tapi jika orang yg menyalin itu tidak mempunyai ingatan dan ketelitian yg baik tentu akan membuat banyak kesilapan.Apa lagi jika orang yg menyalin itu tidak jujur.Jadi soalan anda itu adalah tergantung bagaimana orangnya yg menyalin dan menghapal itu.Tapi kalau anda tanya mana lebih akurat antara Bible dan Al Quran saya tidak ragu-ragu mengatakan Al Quran karena Al Quran dapat dihapal dan disalin.Tidak seperti Bible hanya bisa di salin tetapi tidak bisa dihapal.
Wahai sekelian manusia renungilah artikel di atas dengan hati yg damai.Masuklah Islam.Surga yg hebat menanti kalian. Wahai orang-orang kafir!Fikirkanlah!Jika kalian tidak berkuasa menahan tamparan dari seorang prajurit yg ganas dan kejam bagaimana kalian dapat menahan pukulan dari malaikat yg akan menyiksa memukuli kalian di alam barzakh nanti?Jika kalian tidak tertahan menanggung gigitan serangga yg kecil,bagaimana kalian dapat tahan dengan gigitan ular-ular.lipan dan kala diakherat nanti?Jika kalian tidak dapat menahan panasnya bahang mentari sewaktu di dunia ini bagaimana kalian dapat menahan bakaran api neraka yg dahsyat di akherat nanti.Bayangkan jika kalian mati sekarang.Apa bekalan yg kalian bawa diakherat padahal kalian berada dijalan yg sesat.Ayo!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kalian berjaya.
October 17, 2010 at 1:53 am
* 4000 th yll Mose tlh menuliskan:”Dengarlah hai Israel, YAHWE itu Elohim kita”.(Ul 6:4)
Org Arab nyembah: Allah,Allata,Aluzza,Almana.
Org India nyembah: Brahma,Wisnu,Siwa,Ganesya.
Org Jepang nyembah: Amaterazu,Susanagi,Susano.
Org Babilon nyembah: Istar,Marduk,Shamas,Tamuz.
* “Elohim semua bgsa itu berhala, dan YAHWE-lah yg menciptakan langit”(Mzm 96:5)
* Jadi Allah itu berhala, berwujud batu item,yg disembah oleh org Arab dan pengikutnya.
October 19, 2010 at 4:32 pm
* Allah adalah berhala, batu item di Arab Saudi.
* Muhammad itu nabinya berhala,si batu item tsb.
* Alqur’an itu perkataan Muhammad yg diatas namakan Allah, si batu hitem, untuk menipu, merampok dan membunuh.
* Siapa yg tdk mau nyembah Allah, batu item,itu kafir; maka penggallah kepalanya.(Qs 8:12)
* Di balik batu item itu ya si Iblis yg tahu persis semua orng yg ikut dia pasti masuk nraka.
(Qs 19:71).
LALU MAUT&KERAJAAN MAUT DILEMPAR KDL LAUTAN API.
(WHY 20:14)
October 30, 2010 at 2:04 pm
Jika anda melihat dengan mata hati, anda akan mendapati Tuhan bukanlah sedemikian kasih. Tuhan telah menyiksa Anaknya dengan tombak. Anaknya menjerit memanggil Tuhan supaya di tidak ditinggalkan.
Saya percaya jika anda sendiri menjadi Anak, anda pasti tidaka akan sanggup di salib atas alasan menghapus dosa. Bahkan saya pasti anda lebih kuat menjeritnya dari “Judas” itu.
Islam mengajarkan Kasih Tuhan dengan cukup simple. Sesiapa sahaja berdosa, ia hanya diminta bertaubat, berhenti dari melakukan dosa dan menyesalinya. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung. (Surah an-Nur: ayat 31). Firman Allah Taala bermaksud “Mohonlah keampunan dari tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya. (Surah Hud : ayat 52)
Bible sendiri membantah penyaliban itu untuk menghapus dosa. Antara ayat Bible yang mengatakan dosa diampun dengan bertaubat adalah seperti berikut:
“Aku mengambil keputusan untuk mengakui dosaku kepadaMu, dan Engkau mengampunkan segala kesalahanku” (Mazmur 32: 5), “Apabila orang salih berseru, Tuhan mendengar dan menyelamatkan mereka dari kesusahan. Tuhan dekat kepada orang yang tawar hati, Dia menyelamatkan mereka dari putus asa” (Mazmur 34:18-19)
Dan lagi, “Kerana Engkau mengabulkan doa, semua orang akan datang kepadaMu. Kerana mereka berdosa. Dosa-dosa kami terlalu berat bagi kami tetapi engkau mengampunkan dosa kami” (Mazmur 3-4). Dan lagi, “Tuhan berfirman kepadaku (Nabi Yehezkiel): Hai manusia yang fana, ulangilah kata-kata umat Israel kepada mereka: Kami merana kerana kami menanggung beban dosa dan kesalahan kami, bagaimanakah kami dapat hidup? Beritahu mereka demi Aku Tuhan ALLah Raja yang hidup, Aku tidak suka melihat manusia orang berdosa mati. Aku lebih suka melihat mereka bertaubat dan hidup…” (Yehezkiel 33: 10-11).
Dan lagi, “…kesihanilah kami walaupun Engkau murka” (Habakuk 3: 2). Dan lagi, “Aku telah membuat perjanjian dengan kamu: Aku telah memberi kuasaKu dan ajaranKu (hukum Taurat) untuk menjadi milik kamu selama-lamanya. Dan mulai sekarang hendaklah kamu taat kepadaKu, dan mengajar anak serta keturunan kamu supaya taat kepadaKu selama-lamanya” (Yesaya 59: 20-21).
Dan lagi, “Tuhan berfirman: Tetapi sekarang bertaubatlah dengan bersungguh-sungguh dan kembalilah kepadaKu dengan berpuasa, menangis dan meratap” (Yoel 2: 12).
Dan lagi “Pada ketika Yohanes Pembabtis tiba di padang gurun di Yudea dan memberitahu: Bertaubatlah dari dosa kamu” (Matius 3: 1-2).
Dan lagi, “Demikian Yohanes muncul di padang gurun, dia membabtis orang dan mengisytiharkan kepada orang: bertaubatlah dari dosa kamu dan hendaklah kamu dibaptis supaya ALLah mengampunkan dosa kamu” (Markus 1: 4, Lukas 3: 3).
Dan lagi “Petrus menjawab: Hendaklah setiap orang dikalangan saudara bertaubat daripada dosa, lalu dibaptis demi nama Jesus Kristus, supaya dosa saudara-saudara diampunkan…” (Kisah Rasul-Rasul 2: 38).
Dan Isa bukan Tuhan kerana ayat Bible membantahnya seperti kata Isa “Dialah ALLah Tuhanmu yang Esa” dan “Aku anak manusia”
Jelas sekali.
Sumber:http://shahil.wordpress.com/2009/12/21/trinitas-adalah-hakikatnya-bukan-konsep-kristen-menuhankan-tiga-tuhan-bukan-esa-kewajaran-kejadian-membuktikan/#comment-1492
Wahai orang-orang kafir keimanan anda kepada selain Allah adalah sia-sia.Ucapkanlah dan yakinilah tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah pasti kalian berjaya.Malah kalian akan dapat rasakan hidup kalian akan jadi lebih berarti dari sebelumnya.Amin Ya Rabbal alamin.
November 3, 2010 at 9:09 am
Jesus – satu ulasan.
Jesus disanjung oleh Kristian secara amat berlebihan, dia didakwa Tuhan, ada yang mendakwa dia Anak Tuhan, ada yang mengatakan Anak Manusia, dan ada golongan Kristian yang mendakwa dia hanyalah seorang Utusan Tuhan, walaubagaimanapun, mereka sepakat mangatakan dia telah dijadikan satu contoh yang terbaik didalam kehidupan yang pernah Tuhan ciptakan, adakah benar pendapat ini – sila semak Bible as we go along.
*- Jesus – satu kekejaman.
Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.” (Luke 19:27). Pun begitu (John 15:6)”Barangsiapa tidak tinggal dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Kalau begitu, apalah lagi pada binatang. “membunuh dengan melemaskan binatang yang tidak berdosa (Matthew 8:32),
*- Jesus – suka akan kekejaman perang.
Jesus bukanlah pembawa keamanan seperti yang telah digembur-gemburkan oleh penganut Kristian, kerana Jesus sendiri mengatakan “aku bukan pembawa keamanan, tetapi pedang” (Matthew 10:34), “Jual pakaian beli pedang.” (Luke 22:36) ”
*- Jesus – yang pemarah.
Jesus “marah” kepada pembantunya (Mark 3:5), dan menyerang pedagang dengan cemeti (John 2:15), dia juga membantah untuk “meyembuhkan” si anak, walaupun ibunya merayu kepadanya. (Matthew 15:22-28).
*- Jesus – pandangan dari Tuhan.
Anak Manusia (Jesus) akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Adakah ini bermakna Tuhan sendiri menolak Jesus ???Adakah ini bermakna Jesus pun boleh memerintahkan malaikat ???
*- Jesus dan hubungan kekeluargaan.
Mengikut Bible, Jesus gagal membentuk rumah tangga yang baik kerana untuk menjadi pengikut Jesus anda mesti membenci bapa, emak, isteri, anak-anak, adik beradik, dan diri anda sendiri (Luke 14:26) begitu pula hujah ini dikuatkan dengan Matthew 10:35-36, anak mesti membantah dengan bapa, menantu dengan mak mertuanya dan sebaginya, adakah logik bilamana salah seorang pengikutnya ingin ke pengkebumian bapanya, Jesus membantah dengan berkata “Let the dead bury their dead.” (Matthew 8:22).
Mengikut Bible, Jesus tidak pernah menggunakan perkataan “keluarga”, dan Jesus dia amat celupar dengan memanggil ibunya “perempuan”. Jesus berkata “perempuan, Mau apakah engkau dari pada-Ku (John 2:4)
Ibu-ibu Kristian, kalau anak-anak kamu, berkata “perempuan, mana pakaian saya”, apakah yang kamu akan lakukan kepada anak-anak kamu ?
*- Jesus – pendera hamba abdi.
Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Jesus sepatutnya menanam nilai-nilai murni, kasih sayang, hormat menghormati perhubungan tuan-hamba !
*- Jesus – sellfish dan menjauhkan diri dari simiskin
Walaupun minyak itu mahal, dan kawan-kawan suruh cadangkan beri hasil minyak itu pada orang miskin, namun Jesus membantah “Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada- Ku.” dan sangat aneh bila dia berkata lagi ” (Mark 14:3-7) Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
Nampak sangat sikap mementingkan diri sendiri dan menjauhkan diri dari simiskin – itulah Jesus kamu yang telah diwarnakan oleh Bible.
*- Jesus – pembatal perintah Tuhan !
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu, Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matthew 5:43-44)
*- Jesus – antara pelajaranya !.
* Kalau kamu melakukan sesuatu dengan tangan atau mata, potong atau cabut ianya keluar. (Matthew 5:29-30, bab sexual ).
* Kahwin dengan janda satu penzinaan. (Matthew 5:32)
* Jangan rancang masa depan. (Matthew 6:34)
* Jangan simpan duit. (Matthew 6:19-20)
* Jangan jadi kaya. (Mark 10:21-25)
* Jual semua dan beri duit pada simiskin. (Luke 12:33)
* Jangan bekerja untuk mendapat makanan. (John 6:27)
* Jangan ada nafsu shawat. (Matthew 5:28)
* Buatlah untuk kamu didakwa. (Matthew 5:11)
* Beritahu semua orang, kamu lebih baik dari mereka. (Matthew 5:13-16)
* Ambil duit dari mereka yang tidak mempunyai simpanan, dan beri kepada pelabur yang kaya. (Luke 19:23-26)
* Jika orang curi barangan kamu, jangan cuba ambil balik. (Luke 6:30)
* Jika orang pukul kamu, pelawa mereka untuk melakukanya sekali lagi. (Matthew 5:39)
* orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. (Matthew 5:40)
* Jika orang memaksa kamu berjalan sebatu, jalanlah dua batu. (Matthew 5:41)
* Jika orang berkehendakan sesuatu, berikan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.(Matthew 5:42).
* biji sawi adalah bijibenih yang terkecil … sawi pokok yang besar sehingga burung boleh buat sarang pada pelepahnya !
* Penyumpahan pokok ara, kerana tidak berbuah pada bukan musimnya,(Matthew 21:18-19, dan Mark 11:13-14).
* mencuri jaggung pada hari Sabat (Mark 2:23),
* menggalakan pengikutnya mengambil kuda tanpa meminta izin kepada tuanya (Matthew 21). adalah diantara “good example” yang telah ditunjukkan oleh Jesus. Bapa-bapa Kristian, ajarlah ini kepada anak-anak Kristian, dan paksalah mereka mengikuti arahan-arahan yang terkandung didalam Bible ini.
*- Jesus – 2000 tahun menunggu, dan tunggu leee lagi.!
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia (aku) datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.” (Matthew 16:28). itulah kata Jesus pada pembantunya, yang dia akan kembali lagi kedunia ini, agak – agak kalau anak kecil yang berumur sehari dengar itu, maka dia mesti menuggu sehingga dia berumur 2000 tahun, dan terus tunggu sampai Jesus, turun kembali, janganlah boring brother, “Behold, I come quickly.” (Revelation 3:11) !, itu janji Jesus kamu – cerita katun pun tidak macam ini !.
*- Jesus – pun masuk neraka !!!
Jesus berkata, “sesiapa panggil seseorang “fool” dia boleh masuk neraka, (Matthew 5:22), Oleh itu Jesus pun boleh masuk neraka kerana memanggil orang lain “fool”. (Matthew 23:17).
*- Jesus – yang masuk dalam bakul angkat sendiri.
Jesus yang sangat “humble” berkata, yang dia “lebih baik dari biara (Matt 12:6), “lebih baik dari Jonah” (Matthew 12:41), dan “lebih baik dari Solomon” (Matthew 12:42).
*- Jesus – yang tak bersama dia semua musuh dia.
Jesus sebenarnya “sakit”, kerana dia telah mengatakan “sesiapa yang tidak bersamaku adalah musuhku” (Matthew 12:30). Tidak ada penulis dari “first-century” yang dapat meng”confirm”kan hikayat sejarah hidup Jesus. New Testament iaitu Perjanjian Baru, mempunyai percangahan demi pencangahan baik dari segi bilangan, ayat dengan ayat, mahupun fakta dengan fakta dan yang lebih terok lagi ia mempunyai banyak “historical errors.” Sebab itu lah puak-puak Yahudi dengan rasminya mengumumkan bahawa Yahudi tidak menerima pakai Perjanjian Baru, kerana bagi Yahudi, Kristian telah mengolah serta menokok tambah Perjajian Baru.
Walaupun Kristian mengaggung-aggungkan Jesus, tetapi Bible telah menceritakan sebaliknya. Bible menceritakan yang Jesus adalah HYPOCRITE. Jangan dengar cakap saya, yang penting sila dengar cakap Bible kamu sendiri. Jesus menetang hypocrite dan menganggap orang munafik mempunyai satu “character defect”, dan Bible juga sependapat dengannya. Jesus secara terang telah menggunakan perkataan “hypocrite” kerana tidak puas hatinya pada orang-orang munafik, seperti Matthew 6:2, 6:5, 6:16, 7:4-5, 23:13, 23:15, 23:23, 23:25, 23:29; Luke 12:1, 12:56, 13:15.
Bible jua mengatakan Jesus adalah insan istimewa, sangat “perfect” kerana gandingan ujudnya percantuman “Tuhan-Manusia”. Biarlah apa yang mereka hendak katakan, yang penting, mereka TIDAK faham maksud Bible mereka sendiri. Sila buka Bible kembali, rujuklah John 1:1, 1:14-15, 1:18, 8:28, 10:30; Hebrews 5:79, 7:28. yang menceritakan keperbadian Jesus yang amat menyerlah.Ayat-ayat tersebut mengambarkan perilaku Jesus yang tinggi, jadi seharusnya dia mesti menjadi suri tauladan yang contoh. Jesus mesti menujuk sikap seperti yang dilaung-lauangkannya.
MALANG, berjuta kali malang, apa yang Bible kata berlawanan dengan sikap sikap Jesus seperti yang dilaung-lauangkannya.
* Dalam bab Keimanan dan Kepercayaan.
Jesus mengajar: “bagi Tuhan segala sesuatu mungkin.” Matthew 10:27; Luke 18:27), dan: ” Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” ( Mark 9:23). Dia juga berkata: “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, – maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”(Matthew 17:20; dan Luke 17:6). TETAPI amat menghairankan Jesus yang didakwa Tuhan, atau yang mempunyai keimanan yang tinggi, ada juga mukjizatnya yang tidak menjadi, seperti ” Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.” perhatikan pembelitan terjemahan kerana dalam bahasa Inggrisnya ” Yet, allegedly because of the unbelief of others, Jesus himself was sometimes unable to perform any miracles (Matthew 13:58; Mark 6:5).
Dan yang lebih membuat kami terkejut mengapakah Jesus semacam kehilangan Iman serta Keperyaannya bila mana dia hampir disalib, dia berteriak dengan kuat “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Ertinya: Tuhan-Ku, Tuhan-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku .” (Matthew 27:46) atau Manakala Mark 15:34 menggunakan “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”.,
* “GOLDEN RULE”
Golden Rule ujud sebelum ujudnya Jesus, tetapi Jesus mendapat nama diatas kata-katanya, seperti “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab pada nabi.” – Mudahkan, buat macam itu sahaja, keseluruhan kandungan kitab Taurat terlaksanakan.
Jesus jua mengatakan ” Kasihilah jiranmu seperti dirimu sendiri.” (Matthew 22:39; Mark 12:31; Luke 10:27) tetapi ini diambil dari Perjanjian Lama, (Taurat) “melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri;”(Leviticus 19:18).
Tetapi hampir terlupa pula pada ajarannya “Kasihilah musuhmu, berbuat baik kepada orang yang membenci kamu;” (Luke 6:27, 6:35 ). Matthew 5:44, lebih canggih pula, dia disuruh berdoa pula “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. .
Dalam perilaku harianya, Jesus tidak menghormati jiranya, dia telah memperibahasakan jirannya “anjing” Mark 7:27, dan dia juga mengarahkan murid-muridnya “Go nowhere among the gentiles” (Matthew 10:5), dan juga satu ketika bila mana ada kanak-kanak kerasukan, ibunya meminta Jesus menjampi anaknya, malangnya Jesus menolak, dan sekali lagi memggunakan peribahasa “anjing” kepada ibu tersebut, ibu yang bijak itu, sanggup menerima keperibahasan itu, dan “except” dirinya “anjing”, maka Jesus pun meyembuhkan kanak-kanak tersebut. (Matthew 15:21-28). itulah Jesus seperti yang diwarnakan oleh Bible.
* Marah.
Jesus bercakap bab marah: “sesiapa yang marah pada adik-beradiknya, boleh membawa kepada hukuman” (Matthew 5:22); tetapi kami amat terkejut mendapati Jesus pun marah dalam banyak hal.
* “Dia melihat mereka dengan marah” (Mark 3:5)
* dengan marah “membersihkan” biara (Matthew 21:12-15; Mark 11:15-19; Luke 19:45-47; John 2:13-17),
* dengan marah, dia “menyumpah” pokok ara, kerana pada masa itu bukanlah musim pokok ara untuk berbuah ! (Matthew 21:19; Mark 1:12-14),
* dengan marah semacam dirasuk dalam kes Beelzebul (Matthew 12:22-31; Mark 3:20-30).
* menyumpah beberapa bandar, untuk tidak dapat didiami kerana tidak percayakan ajaranya.(Matthew 11:22-24; Luke 10:13-15),
* Hormat pada ibubapa.
Jesus nampak lebih cenderung pada Old Testament: “Hormat pada bapa dan emak” (Exodus 20:12; Matthew 15:4, 19:19; Mark 7:10, 10:19;Luke 18:20). tetapi ucapan hanyalah ucapan jua, Jesus gagal melaksanakan apa yang telah “diajarnya”. Belum kami jumpa dari Bible, Jesus pernah bercakap dengan ayahnya Joseph. Hanya beberapa insiden, Jesus bercakap dengan emaknya Mary, dan membahasakan emaknya dengan ungkapan “perempuan”. Perhatikan Luke 2:48-49, “Dan ketika orangtuaNya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata IbuNya kepadaNya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? BapaMu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” … JawabNya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah BapaKu?”
Begitu jualah dengan majlis perkahwinan di Cana, bila emaknya mengatakan kepadanya yang arak akan kehabisan, Jesus berkata “Perempuan, mau apakah engkau dari pada-Ku,? Saat-Ku belum tiba.” (John 2:4).
Begitu juga pada masa per”salib”an, Jesus berkata pada ibunya “Perempuan, inilah anakmu!”
* Kutuk diri sendiri.
Sepatutnya ibubapa Jesus mesti malu kerana kematiannya yang telah dikutuk “”Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatians 3:13).
* Kejujuran.
* Jesus mengajar: “biar apa yang kamu kata itu ringkas ‘ya’ atau ‘tidak’. ( Matthew 5:37 )
* Jesus sering berkata “Truly, truly, I say to you” inilah commitmentnya pada kejujuran.
* Ada masa dia berkata “keteranganku adalah benar” (John 8:14), “akulah kebenaran” (John 14:6),
* “aku dilahirkan… untuk menjadi saksi pada kebenaran. (John 18:37).
* Jesus juga mengatakan kebohongan adalah evil (Matthew 15:19; Mark 7:22) dan memanggil Syaitan “bapa segala penipu”. Emmm… adakah Jesus “cakap serupa bikin ??? ”
Suatu hari, saudara-saudara serta Jesus mengajaknya pergi ke Jerusalem untuk hari raya Pondok Daun. (Feast of the Tabernacles), Jesus mengatakan dia TIDAK mahu ikut serta, tetapi dia secara rahsia telah pergi ke Jerusalem bersendirian ! ( John 7:2-10 ). Inilah lagi satu contoh Hypocrite.
* Jesus – Tidak AMANAH, suka orang lain masuk neraka !
Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Tuhan, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi.”(John 18:20) Inilah satu “in direct contradiction”. Bukan sahaja Jesus mengajar dirumah-rumah ibadat dan Bait Tuhan, tetapi, dia sendiri, mengisyaratkan bahawa ajarannya bukan selalu terus terang, tetapi ada yang tersembunyi!.
Dia mengajar di”bukit” (5:1-7:28), di tepi pantai (Matthew 13:1), dan daratan (Luke 6:17-49), dan pada murid-muridnya Jesus telah mengajar satu pesanan yang sangat penting, iaitu:
“Kepadamu telah diberikan RAHSIA Kerajaan Allah, tetapi KEPADA ORANG-ORANG LUAR segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan …supaya: SEKALIPUN MELIHAT, MEREKA TIDAK MENGANGGAP, SEKALIPUN MENDENGAR, MEREKA TIDAK MENGERTI SUPAYA MEREKA JANGAN BERBALIK DAN MENDAPAT AMPUN” (Mark 4:11-12).
So, macam mana – hanya murid-muridnya sahaja yang tahu akan RAHSIA Kerajaan Allah, yang lain sorry leee, you are too late, damn too late, kamu tak tahu apa-apa pun, dan yang lebih penting seperti kata Jesus “sekalipun melihat, kamu tidak menanggap, sekalipun mendengar, kamu tidak mengerti supaya kamu jangan mendapat ampun” … so how ???
Hayo! buat perubahan sekarang juga.Kita tidak mengetahui kapan giliran kita dijemput Allah.Semoga sempat.
Sesungguhnya hidup kita adalah terlalu singkat utk dipersiakan.Apalagi taruhannya neraka.Ayolah buat perubahan.Masuklah Islam dan tinggalkanlah sisa-sisa jahiliah.Setan amat gemar melihat kejatuhan kalian.
Wahai orang-orang kafir!Tidak sehari pun yg berlalu melainkan kuburan mengatakan “Akulah rumah kesepian..Akulah rumah kegelapan…Akulah rumah kesedihan…Akulah rumah yg penuh cacing dan ulat..”Kasihanilah diri kalian di sana nanti.Berimanlah kerana iman itu tidak sesusah mana.Apakah dengan beriman menjadikaqn kalian miskin?Tidak!Adakah dengan berimaqn akan menjadikan kalian jatuh sakit?Tidak!Kalian tidak akan hilang apa-apa dengan nberiman.Hanya perlu kalian ucapkan Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah pasti kuburan kalian nanti berobah menjadi taman-taman surga dan kalian akan tidur di dalamnya seumpama tidurnya penganten.Ya Allah jadikanlah kuburan kaum muslimin semuanya sebagai taman-taman surga dan jangan jadikan kuburan kami sebagai lobang-lobang neraka, Ya Allah !Amin ya Rabbal Alamin.
November 6, 2010 at 4:40 pm
hei ilham othmany, kamu tahu gelar untuk Muhammad Dan Isa??? lebih tinggi SAW ataukah AS???Siapakah nanti yang akan datang pada hari penghakiman terakhir????siapakah nanti yang akan memusnahkan dajjal pada hari kiamat?kau pasti tahu jawabannya…tidak perlulah kita menghujat agama lain….silakan anda tonton di youtube Phase 3, The Arrival, Divine book…kita semua satu keturunan, “One God One Message” silakan pilih agamamu dan biarkan orang lain dengan agamanya masing2…silakan juga buka link http://www.1000mistakes.com/1000mistakes/index.php…kalopun kau tidak percaya Jesus ya sudah…walaupun saya tidak ahli kitab tapi saya percaya Jesus karena sudah merasakan muzizatnya..semoga Tuhan selalu membukakan mata dan mendamaikan hidupmu..Praise The Lord, amien
November 11, 2010 at 6:05 pm
Pensaliban Jesus adalah mitos, sebab tiga manuskrip dokumen historis yang tidak pernah dijamah tangan-tangan gatal, karena terpendam di bawah tanah, baru terungkap oleh penggalian-penggalian arkeologis. Ketiga dokumen historis itu bicara secara gamblang Jesus tidak mati disalib, yaitu:
(1). Wahyu Petrus ditemukan pada tahun 1945 melalui penggalian-penggalian arkeologis yang sangat penting di Naga Hammadi Mesir. Ekspedisi-ekspedisi ini menggali sebuah perpustakaan dari abad ke-4 Masehi berupa manuskrip-manuskrip papirus banyak di antaranya ditulis dalam bahasa Koptik. [Brasher I (1990)]. Korban yang disalib adalah simulacrum Jesus, yang sungguh-sungguh sangat mirip dengan Jesus [Wahyu Petrus, Robinson JM, 1990].
(2). Risalah Kedua Set Agung, seperti Wahyu Petrus, ditemukan pada tahun 1945 di Naga Hammadi Mesir. Catatan mengenai penyaliban seorang Kristen Mesir Basilides pada abad kedua Masehi [Gibbons JA, (1998)]. Penjelasan mengenai penyaliban dalam Set dilaporkan dalam sabda-sabda Jesus. Seseorang yang bukan Jesus telah dipaku membentuk salib, yang meminum empedu dan cuka serta mengenakan mahkota duri [Risalah Kedua Set Agung, Robinson JM, (1990)].
(3). Perbuatan-Perbuatan Yohannes, ditemukan dalam manuskrip berbahasa Yunani yang digali dalam tahun 1897. Waktu penyusunannya pada paruh pertama abad kedua Masehi [Cameron R, (1982)]. Penulis manuskrip tsb adalah salah seorang murid Jesus, yaitu Yohannes, putera Zabedee. Aku bukan (orang) di atas salib itu [Perbuatan Yohannes, Cameron R, (1982)].
Alhasil Ketiga manuskrip itu menyatakan orang lain yang disalib. Seperti telah disebutkan diatas, manuskrip-manuskrip Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung dan Perbuatan-Perbuatan Yohannes, karena baru ditemukan berturut-turut pada 1945, 1945 dan 1897 tersebut, sehingga ketiga manuskrip itu luput diberangus oleh konsili-konsili. Ketiga manuskrip itu menentang keempat Injil-Injil hasil voting Konsili Nicaea 325 M(*): Matius, Markus, Lukas dan Yohanes serta dongeng-dongeng Paulus dalam hal peristiwa pensaliban. Jesus sama sekali tidak disentuh palang salib, Jesus tidak terkutuk sebagaimana diyakini orang Yahudi. namun itulah yang dikehendaki oleh theologi Paulus bahwa Jesus terkutuk untuk menebus dosa warisan (erf zonde) manusia yang diwarisi dari Adam dan Hawa yang jatuh ke dalam dosa, karena makan buah larangan.
Theologi Penebusan dosa warisan dari Paulus ini ditolak oleh Al-Quran, yaitu Adam minta ampun dan bertobat. Allah mengampuninya dan menerima tobatnya Adam.
S. Al-Baqarah ,2:
35. Dan kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.
36. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu[38] dan dikeluarkan dari keadaan semula[39] dan kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”
37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat[40] dari Tuhannya, Maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Allah SWT telah menerima tobatnya Adam, hapuslah dosanya, tidak ada itu dosa turunan yang menjadi dasar theologi Paulus dari Tarsus
Renungan:Setelah semua manusia dibangkitkan pada hari penghakiman kelak mereka akan dihimpunkan di padang mahsyar.Keadaan di padang mahsyar sana sangatlah dahsyat yg digambarkan kepanasannya matahari sejengkal di atas kepala kecuali orang-orang yg beriman dan beramal soleh mereka akan mendapat perlindungan di bawah arasy Allah swt..Semua manusia akan berada di dalam keadaan demikian selama 25000 tahun menurut hadis yg diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Abu Ya’la.Ma syaa Allah.Semoga Tuhan menggolongkan kan kita di kalangan orang-orang yg beriman dan beramal soleh dan menyelamatkan kita daripada huru-hara hari tersebut.Wahai orang-orang kafir!Ingatlah neraka adalah utk orang-orang yg kafir kepada Allah swt samada mereka suka atau tidak suka.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan yg besar!!!Amin Ya Rabbal alamin.
November 16, 2010 at 7:14 am
Bapa (the heavenly Father) adalah Tuhan
Yesus (the son) adalah Tuhan
Roh Kudus adalah Tuhan
1+1+1= bukan 3 tapi 1
(yg 3 itu katanya cuma beda di personality aja katanya) yang jelas tetap 1
Bukankah hakekatnya jadi gini dech …
Bapa adalah Tuhan 100% tapi juga manusia 100%
Yesus adalah Tuhan 100% tapi juga manusia 100%
Roh kudus adalah Tuhan 100% tapi juga manusia 100%
He…he…kalau sudah begitu bingung kan?
Konsep Trinitas ini justru merendahkan/menjatuhkan hakekat Tuhan, siapapun akan geli dan jijik bila
mendengarnya. Mau bukti?
November 19, 2010 at 3:48 am
Saudara-Saudara seiman, sejak remaja saya sudah berkali-kali terlibat dalam perdebatan tentang KeTuhananYesus dengan kawan-kawan Islam. Kesimpulan saya adalah bahwa hal percaya kepada Yesus, Mesias, Anak Allah, bukanlah hal sepele melainkan sebuah anugerah Roh Allah kepada manusia (Mat 16:15-17). Bagi Saudara yang sudah menerima anugerah ini, saya katakan itulah milik Saudara yang paling berharga, yang tak dapat dibeli dengan apa pun! Camkanlah itu Saudaraku! Saya selalu merasakan ada roh yang telah menutupi rekan-rekan kita yang Muslim jika kita sedang menjelaskan tentang keTuhanan Yesus kepada mereka. Emosi hatinya menutupi pikirannya. Sehingga tidak ada kata-kata atau kalimat yang dapat menjelaskannya sehingga mereka percaya. Kalau bukan Roh Allah yang membuka hati dan pikiran manusia, maka anugerah maha besar itu tidak akan dapat diterimanya. Mari kita kembali kepada etika kehidupan yang kita dapatkan dari Yesus, bahwa kita harus mengasihi semua orang, termasuk rekan-rekan Islam yang telah mengolok-olok kita. Mereka berbuat demikian, karena roh yang mereka terima tidak sama sumbernya dengan Roh yang membimbing kita. Janganlah kita membenci siapa pun. Tetapi jika Saudara ditanya, selalu saksikanlah Yesus sebagai Mesias, Anak Allah, yang mengasihi dunia dan semua umat manusia kepunyaanNya. Mereka percaya atau tidak itu bukan urusan kita.
Tetapi, bagi Saudara-Saudara yang belum percaya kepada Yesus, demi hidup Saudara di akhirat, saya punya saran yang ikhlas dari nurani saya; pada saat sholat, mintalah petunjuk kepada Allah Yang Maha Kuasa, Allah yang menciptakan alam semesta, tanyakanlah dalam doa Saudara kepada Allah, siapakah sebenarnya Isa Al-Maseh itu? Yang dalam AlQuran disebut sebagai Ruhu’llah atau Kalimatu’llah, seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat. Mitalah hikmad dari Allah Yang Maha Besar.
Kami menghormati dan mengasihi Saudara sebagai sesama ciptaan Allah. Singkirkanlah rasa benci kepada siapa pun, karena itu tidak ada gunanya, tetapi sayangkanlah diri Saudara sebagai manusia yang bermartabat. Mintalah KEBENARAN daripada Allah, dan minta supaya dijauhkan dari diri Saudara kuasa yang tidak benar, karena saya yakin, Saudara tentu tidak suka menerima yang tidak benar, tetapi Kebenaranlah yang Saudara butuhkan. Cobalah demikian, Saudara-Saudaraku. Amin!
November 20, 2010 at 4:04 am
Banyak orang DIDUNIA INI ngga paham sejarah agama samawi agama samawi Itu satu tuhan hanya menyembah Allah. Disampaikan sejak jaman nabi adam sampai dengan nabi Muhammad.zaman nabi musa mereka nyembah tuhan satu yaitu Allah jaman nabi isa tuhan satu yaitu Allah
TUHAN DIANGKAT MANUSIA DALAM KONFRENSI
INI CERITANYA :
1. sampai dengan tahun 325 M diadakan konfrensi guna menyelesaikan masalah agama nasrani disebabkan masuknya kelompok penyembah berhala dari yunani romawi dan mesir kuno dalam konfrensi mereka mempersoalkan ketuhanan isa.dari konfrensi itu mereka merumuskan pernyatan bahwa isa adalah tuhan, padahal sebelumnya selama 325 tahun nasrani adalah agama tauhid.UDA DUA TUHAN DA.
2.Pada Tahun 381 M diselenggarakan konfrensi di Konstanta menetapkan bahwa roh kudus adalah tuhan, mereka juga menjadikannya tuhan yang ketiga.UDA TIGA TUHAN.
YAHUDI JUGA PUNYA ANAK TUHAN .
ANAK TUHAN atau tuhan punya anak BUKAN MONOPOLI KRISTEN.yahudi juga mengangkat nabi uzair anak tuhan.
QS 9:30 Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
makanya Yahudi dan nasrani juga saling nyalahkan padahal masing2 saling melengkapi Taurat induk injil injil melengkapi.
QS 2:113 Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
salah satunya Allah tanya pada nabi Isa di akhirat baca ni quran QS 5:116
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.
117.Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
118.Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
119.Allah berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar”.
120.Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
makanya Allah turunkan quran untuk meluruskan persoalannya.agar seluruh manusia yang berakal paham.MO BERIMAN PADA KATA SIAPA LAGI KLO NDA PADA KETERANGAN DARI ALLAH NI.
dengar tu kisah mantan2 pendeta yang dah tobat jangan marah2 marah kalau anda keras kepala banyak marah ngga tentu rudu nanti anda banyak menangis dineraka.
NYEMBAH ISA DIA MANUSIA, NYEMBAH YESUS DIA MURID ISA YANG BERKHIANAT, NYEMBAH ROH KUDUS DIA MALAIKAT JIBRIL ‘, NYEMBAH ALLAH BARU BETOOOOL.HANYA MENYEMBAH ALLAH TITIK.
November 20, 2010 at 6:40 am
Yahudi dan Kristen Menyembah YAHWEH, sedangkan YESUS dari kata YEHOSHUA=YAHWEH-SHUA yang artinya YAHWEH yang Menyelamatkan, karena sesuai dengan Mat 1:21 Dan dia akan melahirkan seorang Putra dan engkau akan menyebut Nama-Nya: YESUS, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. dan juga Mat 1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia IM-MANU-EL” –yang berarti: TUHAN yaitu ELOHIM dengan kita (Allah Dengan Kita).
Seruan kepada Yesus pun sama, yaitu DIBERKATILAH YESUS yang DATANG dalam NAMA YAHWEH, karena memang Yesus itulah YAHWEH…. jadi bukan menyembah Allah (Sang Berhala di zaman Arab)
November 20, 2010 at 1:40 pm
Yesus dan bahkan kristen awal berbicara dalam bahasa aram. Banyak dalam Perjanjian Lama (PL), misalnya kitab Daniel merupakan bahasa aram meskipun bagian terbesar dari salinan tangan telah tiada selamanya. Baik Textus Receptus yunani sebagi rujukan Perjanjian Baru (PB), maupun Tanakh yang telah distandarisasi sebagai rujukan PL bukan bahasa asli mereka.
..portions of the Old Testament books of Daniel and Ezra are written in Aramaic…Jesus and the Apostles also spoke this language.
In the early Christian era, Aramaic divided into East and West varieties. West Aramaic dialects includ Nabataean (formerly spoken in parts of Arabia), Palmyrene (spoken in Palmyra, which was northeast of Damascus), Palestinian-Christian, and Judeo-Aramaic. West Aramaic is still spoken in a small number of villages in Lebanon.
-Encyclopedia Britannica, Reference Index I, “Aramaic Language”, page 476-
Kita juga dapat membaca bahwa …
Parts of the books of Ezra and Daniel in the Bible were written in an Aramaic dialect, as were some notable Jewish prayers, such as the kaddish. Other important documents in Aramaic include portions of the Palestinian and Babylonian Talmuds and the Targum Onkelos, a commentary on the Pentateuch. Nabataean (the form of Aramaic current among the Nabataean Arabs), Samaritan, and Palmyrene were other significant ancient dialects of Aramaic.
http://www.infoplease.com/ce5/CE002726.html at Infoplease.com
Yesus berbicara dalam bahasa aram. Jadi, PB seharusnya mengacu padanya. Banyak dalam PL berbahasa aram juga, dan masyarakat kristen awal meliputi arabia dari palestina, Syria, Nabatea berbicara dalam bahasa aram.
Jadi apa nama Yesus dalam bahasa aram?
“EESHO M’SHEEKHA” -baca: iisyo masiikha- artinya Yesus sang Mesias.
- “Eesho M’sheekha” dalam bahasa Syriac. Syriac adalah varian baru dari aramaic yang tersebar luas pada umat kristen, yang selanjutnya disebut “Christian Aramaic”.
- “Eesho M’sheekha” dalam bahasa Aram, diambil langsung dari “Peshitta”. “Peshitta” adalah PB Aramaic dan lebih mendekati bahasa Yesus.
Jadi, Yesus pernah memanggil dirinya “Eesho” -baca: isyo- atau Lebih spesifik “Eesaa” -baca:iisa-karena Yahudi Palestina Utara melafalkan huruf “Shin” -syin- dengan “Sin”.
Kata ‘Isa’ dalam alkitab
Di bawah ini adalah gambar dari sebuah halaman yang diambil dari “International Bible Society translation in Farsi” dari pasal pertama Matius Kata-kata yang digarisbawahi berarti ‘Isa Masih’ atau ‘Isa’ berturut-turut. Hampir semua terjemahan alkitab selain bahasa Inggris (termasuk Arabic Bible) menggunakan nama Ibrani “Yeshua”, oleh karenanya sangat mengejutkan ketika mendapati ‘Isa Masih’ masih digunakan dalam Farsi Bible. penggunaan ‘Isa Masih’ Dalam terjemahan Farsi Bible membuktikan dengan sendirinya bahwa penerjemah kristen benar2 dapat menerima Nama Qur’anic untuk Yesus.
Kesimpulan
Secara singkat, mari kita uraikan keseluruhan argumen untuk memudahkan pembaca memahaminya:
1. Kata ‘Isa’ (عيسى) dalam Quran berasal dari ‘Isyo’ () dalam bahasa Aram, sebuah bahasa yang mendahului bahasa Ibrani selama ratusan tahun dan tidak pernah memiliki ikatan etimologi dengan kata turunan Ibrani “Yeshua”(ישוע) atau bahkan “Esau” (עשו)
Karena yesus berbicara dan mengajar dalam bahasa Aram, Alquran sangat akurat mengambil namanya dalam bahasa Aramaic dan bukan Kata Turunan Ibrani “Yeshua”(ישוע)
2. Nama ‘Yasua’ (يسوع) untuk nama Yesus dalam Arabic Bible adalah hanya sebuah transliterasi dari nama Ibrani “Yeshua”(ישוע) dan sebuah pemahaman yang keliru untuk mengklaim bahwa itu adalah nama Arab yang benar untuk Yesus, karena sebagaimana dikatakan Bahasa Ibrani bukan bahasa asli Yesus. Sehingga ayat-ayat suci yang dengan jelas menyatakan bahwa Quran adalah Bahasa Arab murni dan sempurna tidak terbantahkan.
Jadi, keakuratan sejarah dari quran dalam penggunaan “isa” daripada “yasua” untuk nama Yesus patut untuk benar2 diperhatikan. “Yasua” sebenarnya didasarkan pada nomenclatur Ibrani yang bermasalah untuk Yesus yang beralaskan ketidak setujuan dan kontroversi. Tidak ada persetujuan sejarah atau kemiripan bahwa Nama yesus adalah dalam bahasa Ibrani bahkan bila rujukan2 tersebut mengacu pada yesus!
Banyak penjelasan2 yang berlebihan yang berusaha meralat variasi nama Ibrani yesus ini, tapi semua didasarkan pada dugaan dan bukan atas bukti tekstual dan historis. Semua
permainan etimologi yang cacat tersebut tumbang oleh fakta yang jelas bahwa bahkan Ibrani adalah bukan bahasa yesus. Memang, beban pembuktian ada di tangan dunia kristen untuk menghasilkan bukti dokumentasi atas keberadaan Yesus pada masanya. Sebagaimana Allah telah berjanji dalam firmanNya:
Al Qashash:75. Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah (kebohongan) dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
November 22, 2010 at 3:25 pm
TRINITAS VS TRIMURTI
Lompat ke Komentar
Hubungan Yunani dan Hinduisme
Kebudayaan Hindu termasuk kebudayaan tua dunia. Kebudayaan ini, dengan mitologinya, bahasa Sanskertanya, maupun filsafatnya, mempengaruhi begitu banyak kebudayaan-kebudayaan lain, didunia.
Kita dapat melihat pengaruh ini di Cina, Jepang, Indonesia, bahkan sampai ke Yunani. Pengaruhnya terhadap Yunani, berlangsung jauh sebelum Yesus lahir. Pengaruh Hinduisme di Yunani ini, dapat dilihat dari persamaan-persamaan mitologi Yunani dengan Hindu.
Sebagai contoh, dapat ditelusiri dari persamaan nama-nama pahlawan dalam mitologi Yunani yg berasal dari bahasa Sanskerta. Begitu juga nama-nama dewa-dewa Olympus, nama-nama suku bangsa dan nama-nama orang dalam sejarah Yunani, sebelum masehi, banyak yang berasal dari bahasa Sanskerta. Dan ini bukan sebuah kebetulan.
Sebagai contoh dapat dikemukakan, sebagai berikut
Dalam Mitologi Yunani, terdapat nama-nama :
Yunani :Herakles = Pahlawan
Hindu : Hara Kala = Pahlawan pertempuran (gelar untuk Syiwa)
Yunani :Theseus = Pengiring Herakles
Hindu : Thasa = Pengiring Syiwa
Yunani :Aeakus = 1 diantara 3 hakim di Hades (neraka),
Hindu : Ahaka = Hakim yg keras
Yunani :Rhadamantus = Hakim alam barzah ,
Hindu : Rhada-manta = Orang yg menghukum kejahatan
Yunani :Ariadne = Cinta pada Theus dan menurut musuh
Hindu : Ari-ana = Yang dibujuk musuh
Yunani :Andromeda = Korban untuk Poseidon (Dewa Air)
Hindu : Andha-ra-medha = Pemikul derita Dewa Laut
Yunani erseus = Pahlawan, anak Zeus
Hindu : Para-saha = Penolong pada saat yg tepat
Yunani :Kentauren = Separuh manusia, separoh kuda
Hindu : Kentura = Manusia kuda
Dewa-dewa Olympus :
Yunani :Jupiter = Dewa Langit, Pencipta, Pemberi hukum
Hindu : Dyaus Pitar = Bapak Langit
Yunani allas = Dewi Kebajikan
Hindu : Palasa = Budi
Yunani :Athena = Dewi Kesucian
Hindu : A-tanaia = Tak melahirkan anak (suci)
Yunani :Bellona = Dewi perang (Romawi)
Hindu : Bala-na = Kekuatan tentara
Yunani: Neptunus = Dewa Air
Hindu : Na-pata-na =Kekuatan yg menguasai banjir
Yunani :Mars = Dewa Perang
Hindu : Mri = Pembunuh
Yunani luto = Dewa alam barzah
Hindu : Plushta = Yang menghukum dgn api
Nama-nama suku bangsa
Yunani elasga = Suku Yunani kuno yg kejam
Hindu : Palaca-ga = Yg berperang tanpa belas kasihan
Yunani :Hellenes = nama suku bangsa
Hindu : Hela-na = Penempur yg merebut Hela (negeri Rembulan)
Yunani :Sparta = sebuah suku bangsa yg kuat
Hindu : Spardha-ta = Penantang
Nama-nama orang Yunani, juga sangat banyak yg berasal dari bahasa Sansekerta, seperti :
Phytagoras (Ahli Matematika dan filsuf Yunani, 582-507 SM), berasal dari bahasa Sanskerta; Pitha-guru yg artinya Ahli Ilmu.
Anaxagoras, filsuf Yunani, 500-428 SM, berasal dari bahasa Sansekerta; Ananga-guru yang artinya Ahli roh.
Selanjutnya kita dapat lihat persamaan kata dalam bahasa (Y)unani dengan bahasa (S)anskerta, seperti:
pitar (S) = pater (Y), yg artinya, bapak
matar (S) = mater (Y), yg artinya, ibu
bhratar (S) = frater (Y), yg artinya, saudara laki-laki
trikona (S) = trigonon (Y), yg artinya, segitiga
ambu (S) = ombros (Y), yg artinya, awan hujan
axas (S) = axon (Y), yg artinya, poros
acris (S) = akros (Y) yg artinya, puncak
Dari contoh-contoh yg cukup banyak ini, meyakinkan sekali bahwa kebudayaan Yunani sangat dipengaruhi oleh Hinduisme.
Apa hubungan Hinduisme dengan Kekristenan ?????
Yesus terlahir dalam lingkungan Yahudi. Bahasa yg digunakannya adalah bahasa Ibrani. Tapi kenapa kitab-kitab perjanjian baru (Injil) hampir seluruhnya ditulis dalam bahasa Yunani?
Seharusnya, kitab-kitab tsb ditulis dalam bahasa Ibrani, karena bahasa inilah bahasa yg digunakan oleh kaum Yahudi, kaum Yesus sendiri. Ini menunjukkan, bahwa agama Kristen, berkembang dalam kebudayaan Yunani. Sedangkan kebudayaan Yunani sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu.
Dyaus dalam bahasa Sansekerta atau Zeus dalam bahasa Yunani, sampai sekarang tetap tidak berubah. Nama ini dioknumkan menjadi Zeus Pater atau Jupiter dalam kepercayaan Yunani, atau Zupitri dalam bahasa Sansekerta, sebagai Tuhan Bapak. Zeus = Dyaus = Theos = Tuhan, sedangkan Pater=Bapak=Pitar.
Dalam Hinduisme, Tuhan dioknumkan sebagai Bapak (Zupitri), yaitu Brahma. Wisnu, yg merupakan oknum kedua adalah Anak Tuhan., yg dapat menjelma menjadi manusia dalam bentuk Krisna dan Rama. Sedangkan Shiwa, adalah Roh Suci. Dari kenyataan ini dapat kita lihat persamaan yg sangat akurat dengan Trinitas.
Dalam Bhagavad Gita (Nyanyian Tuhan), pada ayat ke-14, dalam Kitab yang sama, Krishna bersabda kepada Arjuna :
Karena aku adalah Tuhan
Dalam tubuh ini
Kehidupan abadi
Tak akan musnah
Aku adalah kebenaran
Dan kebahagiaan selama-lamanya
Adakah Anda melihat persamaan makna dgn salah satu ayat dalam Injil…?
Siapakah Krishna?. Krishna adalah penjelmaan Dewa Wishnu, melalui manusia biasa, Devanaki. Hal ini persis sama dengan dgn Yesus, yg diyakini oleh umat Kristen, sebagai Tuhan, yg dilahirkan oleh perempuan manusia bernama Maria.
Kelahiran Yesus, diriwayatkan sama dengan kelahiran Krishna. Kelahiran Krishna digambarkan dalam Athar Veda, salah satu Kitab Suci Hindu sebagai berikut :
Pada suatu malam, waktu raja Kansa tak dapat tidur, berdirilah baginda diteras istananya, digerakkan oleh suatu kekuatan gaib. Ia melihat bintang bergerak dan sinarnya jatuh ke Bumi. Ia bertanya kepada istrinya, Nysumba (seorang ahli sihir, pemuja Dewi Kali, yaitu dewi kerinduan dan kematian), tapi Nysumba tidak mengetahuinya. Maka dipanggillah Brahmana-Brahmana (Pendeta-Pendeta Hindu), untuk melihat bintang itu dan menceritakan kebenarannya.
Pendeta-pendeta Hindu tsb, lalu menceritakan, bahwa itu adalah pertanda turunnya Tuhan ke dalam tubuh manusia yang dikandung oleh Devanaki, anak saudara perempuan baginda raja sendiri. Anak yg dikandung itulah yg akan menjadi Tuhan di dunia, raja dunia.
Bandingkanlah riwayat ini dengan riwayat kelahiran Yesus, dalam Injil Matius, yg ditandai dengan bintang yg cemerlang yg bergerak, dan berhenti diatas tempat dimana Yesus dilahirkan.
Karena riwayat kelahiran Krishna, jauh lebih tua dari riwayat kelahiran Yesus, sedangkan Injil yang berkembang adalah Injil berbahasa Yunani, dimana kebudayaan Yunani sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, maka apa yg dapat kita simpulkan dari kenyataan ini?.
Yang dapat kita simpulkan :
Ajaran Trinitas adalah modifikasi dari ajaran Trimurti Hinduisme. Brahma dalam Hinduisme dimodifikasi menjadi Allah Bapa, Wisnu dimodifikasi menjadi Yesus Anak Allah dan Syiwa dimodifikasi menjadi Roh Kudus.
Sumber:http://chodet22.wordpress.com/2010/07/17/trinitas-vs-trimurti/#more-315
Renungan:Rasulullah saw bersabda “Berbahagialah orang yg mendermakan lebihan dari hartanya dan menahan lebihan kata-kata dari lidahnya”
Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Amin Ya Rabbal alamin.
November 23, 2010 at 2:28 pm
Bermula dari komentar di blog ini, DISINI sebagai berikut :
Awalnya Ia (Yesus) adalah seorang pribadi berwujud roh sama seperti malaikat-malaikat lainnya yang diciptakan untuk melayani Allah. Makanya hubungan dengan Allah sbegitu akrabnya sehingga turunlah suara dari sorga (Matius 3:1-17): ” lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Dari sini kita bisa memahami bahwa menurut pemahaman diatas Yesus pada mulanya adalah Malaikat. Dari konsep inilah ada salah satu sekte Kristen yaitu “Saksi Jehova” menganggap Yesus sebagai “Fallen Angel”. Sedangkan “Fallen Angel” menurut pemahaman Kristen umumnya adalah Malaikat yang diusir dari Surga karena menentang Allah ( Wahyu 12:1-17). Tentu ini akan ditentang oleh Kristen pada umumnya. Karena Yesus tidak mungkin menentang Bapa.
Berikut kutipan dari Saksi Yehova di WATCHTOWER :
However, in modern times (starting at least in the 1950′s), Jehovah’s Witnesses teach that the Fallen Angel of the Abyss who controls the army of demon/locusts is JESUS CHRIST, and that the demon/locusts ARE JEHOVAH’S ANOINTED ONES:
______________________________
The Watchtower, December 1st, 1961, Page 719:
The symbolic locusts must follow their King, Jesus Christ. John says of them: “They have over them a king, the angel of the abyss. In Hebrew his name is Abad´don, but in Greek he has the name Apollyon.” The resurrected heavenly Jesus Christ is the “angel of the abyss,” for he holds the “keys of death and of Ha´des.”
___________________________
The Watchtower, December 1st, 1969, Page 719:
With a loud trumpet peal the fifth angel announced the loosing of the abyssed “witnesses” and their work that followed. Was this to be a “woe” to “those dwelling on the earth”? With prophetic vision the apostle John watched to see. Look! A “star” had fallen, not into the sea or into the fresh waters, but to the earth. But its fall was not disastrous to it. Rather, this “star” comes as a Freedom-giver, a Liberator of others, for “the key of the pit of the abyss was given him.” He is also a King, for he is “the angel of the abyss” and is the King of those whom he releases from the abyss; in harmony with which fact those whom he releases wear what, to John, “seemed to be crowns like gold.” This symbolic “star” also has a name for this occasion. In Greek its name is Apollyon, which means Destroyer. In Hebrew it is Abaddon, which means Destruction. All these features about this symbolic “star” reveal him to be the glorified Jesus Christ.
___________________________
“Revelation–Its Grand Climax At Hand!” Book (1988), Page 148:
Rather than announce the incoming Kingdom of God, Christendom’s clergy have chosen to remain with Satan’s world. They want no part with the locust band and their King, concerning whom John now observes: “They have over them a king, the angel of the abyss. In Hebrew his name is Abaddon [meaning “Destruction”], but in Greek he has the name Apollyon [meaning “Destroyer”].” (Revelation 9:11) As “angel of the abyss” and “Destroyer,” Jesus had truly released a plaguing woe on Christendom. But more is to follow!
Page 200:
This is supported by the use of Hebrew names in other visions; Jesus is given the Hebrew name “Abaddon” (meaning “Destruction”) and executes judgment at the place “called in Hebrew Har–Magedon.”—Revelation 9:11; 16:16.
The Watchtower, May 1st, 1992, Page 11:
10 This is a campaign extraordinaire, one that will be memorialized for all time. Wave upon wave of insects, most prominently locusts, devastate the land. What does this mean? Revelation 9:1-12 also speaks of a plague of locusts, sent forth by Jehovah under “a king, the angel of the abyss,” who is none other than Christ Jesus. His names Abaddon (Hebrew) and Apollyon (Greek) mean “Destruction” and “Destroyer.” These locusts picture the anointed remnant of Christians who, now in the Lord’s day, go forth to devastate Christendom’s pastures by completely exposing false religion and proclaiming Jehovah’s vengeance upon it.
Secara singkat terjemahan dari paparan diatas bisa dibaca selengkapnya di KITAB WAHYU 9 :1-12
9:1 Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
9:2-3 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
9:4Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
9:11Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion. (Abadon/Apolion = Penghancur/Perusak)
Dari Ayat2 Kitab Wahyu 9 :1-12 ini kita bisa menarik benang merah sebagai berikut :
Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu…(Wahyu 9:2).. .Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya. (Wahyu 9:4). Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion. (Abadon/Apolion = Penghancur/Perusak) (Wahyu 9:11)
COBA PERHATIKAN AYAT MARKUS DIBAWAH INI
2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
2:6Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
2:7“Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
SEKARANG COBA KITA BANDINGAN DENGAN AYAT MARKUS DIBAWAH INI
2:10Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”
Ayat-ayat diatas hanyalah sedikit contoh bahwa ada sebuah usaha pembelokan pemahaman dari Bapa Sentris menjadi Yesus sentris.
KESIMPULAN :
- Orang Yahudi (Ahli Taurat) berpendapat bahwa hanya Allah yang bisa mengampuni dosa. Tetapi Yesus “Fallen Angel” mengatakan Anak manusia berkuasa mengampuni dosa.
-Apakah ayat “Anak berkuasa mengampuni dosa” inilah Konsep jebakan Fallen Angel?. Alias ajaran Fallen Angel yang disusupkan ke dalam ajaran Yesus?.
Yoh 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.Kalian pasti berjaya.Tinggalkanlah agama nonsense ini.
November 26, 2010 at 8:44 pm
ilham tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk sombong dan arogan!!!!!!!!
jadi menurut kamu agama mana yang paling benar di muka bumi ini??????
November 27, 2010 at 4:58 am
Agama Islam.
November 27, 2010 at 4:28 pm
sekali arogan tetap AROGAN!!!!!!!memang kalo dasarnya udah arogan sampai kapanpun tetap arogan….agama mana yang mengajarkan umatnya untuk arogan dan sombong????
yang kamu maksud BENAR menurut kamu atau Tuhan????
December 16, 2010 at 4:55 pm
ente kebanyakan copas tanpa baca isi kali yah mas ilham jago copas.
aliran sesat dipakai untuk menjelaskan yang benar, gimana toh mas?
ibaratnya saya menjelaskan alquran pake kitabnya ahmadiyah. bisa mas?
February 18, 2012 at 4:43 pm
Panjang-panjang gak ada isinya.., bacanya pun malas. Kalo mau diskusi, jangan ngomong sendiri berpanjang-panjang, ketahuan bodohnya. Malas orang bacanya, jadi ngantuk. Eceknya mau bilang, aku orang yang pandai walaupun geblek.
February 18, 2012 at 6:13 pm
Tulisan panjang bagus utk orang kayak kamu.Mesejnya kamu dan lain-lain belum layak diskusi.Yang pantes buat kamu adalah sekolah lagi.
December 16, 2010 at 8:41 am
LAA ILAHA ILLALLAH ALLAHU AKBAR
December 22, 2010 at 11:05 pm
YESUS TERKUTUK?
GALATIA 3:10-12
3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
Apakah anda menemukan keanehan disana?. Tepatnya di Galatia 3 :10
3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”
3:10 For as many as are of the works of the law are under the curse; for it is written, “Cursed [is] everyone who does not continue in all things which are written in the book of the law, to do them.” (NKJV)
KEJANGGALAN PERTAMA
Coba perhatikan lagi ayat Galatia 3:10, bukankah ada kejanggalan disana???.
Pertama dikatakan : Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk.
Kedua dikatakan : Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”
Bukankah pada kalimat kedua dikatakan yang tidak setia melakukan hukum Taurat adalah orang terkutuk. Tetapi di kalimat pertama dikatakan yang melakukan hukum Taurat adalah terkutuk. Bukankah tidak nyambung!. Seharusnya kalimat yang kedua berbunyi “Terkutuklah orang yang setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”
KEJANGGALAN KEDUA
Coba perhatikan lagi kalimat ini “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan”, Bahwa yang tidak melakukan hukum Taurat adalah terkutuk.
Sekarang lihatlah Galatia 3:13, disana dikatakan ““Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”, anda pasti tahu siapa orang yang dimaksud, tidak lain adalah Yesus. Apakah berarti Yesus tidak melakukan hukum Taurat?.
Jika kalimat kedua di Galatia 3:10 diganti menjadi “Terkutuklah orang yang setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” Berarti Yesus dikatakan orang terkutuk.
Yesus adalah orang yang melakukan hukum Taurat, tetapi mengapa dikatakan “Terkutuk”, bukankah Terkutuk itu sebutan bagi yang tidak melakukan hukum Taurat?. Jadi siapa yang dimaksud?.
Galatia 2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.
Galatia 2:21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.
Kedua ayat Galatia 2 diatas dikatakan oleh Paulus. Jadi berdasarkan Galatia 3:10, jika kalimatnya “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”, maka itu pastilah PAULUS bukan Yesus
Tetapi jika kalimatnya adalah “Terkutuklah orang yang setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” maka telah nyata bahwa Paulus merendahkan Yesus, ini terbukti dengan membawa paham Helenistic kepada Yesus sebagai “Deity/Dewa” dalam artian Yesus adalah Tuhan.
BY WEDUL SHERENIAN
Sumber:http://vilaputih.wordpress.com/2010/12/22/yesus-terkutuk/
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Oh ya…Jangan lupa dikaitkan dengan makna lazimnya yg mengindikasikan Allah sahaja yg kaya daripada segala yg lain dan berhajat pula oleh segala yg lain kepadaNya dan Nabi Muhammad bersifat benar,amanah,menyampaikan,bijaksana.Dan sesungguhnya malaikat itu benar,sekalian nabi-nabi adalah benar,segala kitab yg diturunkan Allah itu benar,takdir itu benar dan hari kiamat itu benar.Jadilah kalimah yg anda ucapkan itu walaupun sedikit hurufnya tetapi besar maknanya.Insyaallah akan besar jugalah pahalanya.Amin Ya Rabbal alamin.
December 23, 2010 at 3:06 pm
PETRUS PUN BISA MENGHIDUPKAN MAYAT
Masih ingat dengan kisah Lazarus. Lazarus yang telah hidup kembali setelah 4 hari meninggal. Yesus dengan izin Allah telah menghidupkannya. Ternyata menurut Bible Petrus juga memiliki Mukjizat seperti Yesus.
KISAH PARA RASUL 9:36-40
9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita–dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.
9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.
9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: “Segeralah datang ke tempat kami.”
9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.
9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.
9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.
Ayat diatas jika diperhatikan memiliki redaksi yang hampir sama dengan Yohanes 11
11:1 Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta
11:20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
11:39 Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”
11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”
Jadi siapa yang menghidupkan mereka?. Apakah Petrus sendiri atau Yesus sendiri?. Mari kita baca apa yang dikatakan Yesus
Yoh 11:42 Aku tahu, bahwa Engkau (Bapa) selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya (bersuara keras saat berdo’a) , supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
BY WEDUL SHERENIAN
Sumber:http://vilaputih.wordpress.com/2010/12/22/petrus-pun-bisa-menghidupkan-mayat/#more-2631
Wahai orang-orang kafir ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.Amin Ya Rabbal alamin.
January 8, 2011 at 7:52 pm
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian mendapat kejayaan.
January 8, 2011 at 8:26 pm
http://www.youtube.com/v/q6qdTTfb_gU?version=3
January 9, 2011 at 2:31 pm
Saudara- saudara kita dari kaum kristiani sering bertenya jika benar ayat-ayat trinitas telah dipalsukan siapakah yg memalsukan ,kapan dan bagaimana kitab itu bisa dipalsukan.Inilah jawapan terhadap pertanyaan mereka.
INILAH BUKTI KEPALSUAN BIBEL
Sama sekali tidak ada kesulitan untuk menjawab tiga pertanyaan sayembara 747 yang diajukan Pendeta Budi Asali M.Div. Karena pertanyaan siapa, kapan dan bagaimana perubahan ayat Trinitas dalam Bibel, sudah dijawab oleh para teologi Kristen sendiri, antara lain oleh Dr William Barclay.
Barclay adalah teolog terkemuka asal Skotlandia yang sukses menulis 70 judul buku teologia. Alumnus Trinity College Glasgow ini meraih gelar Doktor of Divinity dari Universitas Edinburgh tahun 1956, lalu dikukuhkan menjadi Gurubesar bidang Biblical Criticism tahun 1963 dan meraih penghargaan dari Ratu Elisabeth, “Commander of British Empire” tahun 1969.
Jawaban pertanyaan pertama, siapa yang memalsukan ayat Trinitas?
Setelah melakukan penelitian yang mendalam dan objektif, Barclay menyimpulkan ayat 1 Yohanes 5:7 sebagai ayat palsu. Ayat ini diciptakan oleh Priscillian, seorang bidat asal Spanyol yang mati tahun 385. Mulanya ayat ini dicantumkan dalam komentar atau catatan pada margin Alkitab. Selama 15 abad, ayat ‘margin’ ini diterima karena dianggap memberikan bukti Alkitabiah untuk ajaran Trinitas.
Jawaban pertanyaan kedua, kapan ayat Trinitas itu dipalsukan dalam Bibel?
Barclay menjelaskan, tahun 1550 Stephanus mencetak edisi Perjanjian Baru Yunani yang besar yang masyhur dengan sebutan “Edisi 1550” dan edisi “Teks Yang Diterima.” Teks itulah yang merupakan dasar dari Authorized Version dan dari teks Yunani sepanjang abad kemudian. Itulah sebabnya ayat ini masuk ke dalam Authorized Version, dan menyelinap dalam Alkitab di seluruh dunia.
Beberapa edisi yang masih objektif, mencantumkan ayat palsu tersebut dalam Bibel, tapi dengan catatan kaki bahwa ayat tersebut adalah tambahan (insersi). Dalam Bibel edisi New International Version dicantumkan footnote sbb:
“Late manuscripts of the Vulgate testify in heaven: the Father, the Word and the Holy Spirit, and these three are one. And there are three that testify on earth: the (not found in any Greek manuscript before sixteenth century).” (The Holy Bible New International Version, hlm. 1242).
Jawaban pertanyaan ketiga, bagaimana proses pemalsuan ayat Trinitas itu?
Inilah kronologis dan penjelasan Dr William Barclay selengkapnya:
“Ayat ini tidak muncul dalam manuskrip Yunani yang lebih muda dari abad ke-14. Manuskrip-manuskrip yang besar termasuk pada abad-abad ke-3 dan ke-4, dan ayat ini tidak terdapat di dalamnya. Tidak ada satu orang pun dari bapak-bapak Gereja besar yang mengetahui adanya ayat ini. Karena Versi asli Vulgata yang berasal dari Jerome tidak mencakupnya.
Orang pertama yang mengutipnya adalah seorang bidat Spanyol yang bernama Priscillian yang meninggal tahun 385 M. Sesudah itu ayat ini menyelinap masuk ke dalam teks-teks Latin dari Perjanjian Baru, walaupun sebagaimana telah kita lihat, ia tidak dapat masuk ke dalam teks Yunani.
Tetapi bagaimanakah ayat ini dapat masuk ke dalam teks? Pada mulanya ada semacam komentar atau catatan pada margin Alkitab. Karena kelihatannya ia memberikan bukti Alkitabiah yang baik untuk ajaran mengenai Tritunggal, maka setelah melewati masa yang lama ayat ini diterima oleh para teolog sebagai bagian dari teks, khususnya pada hari-hari permulaan kesarjanaan sebelum manuskrip-manuskrip yang besar ditemukan.
Tetapi bagaimana teks ini masuk ke dalam Authorized Version? Perjanjian Baru yang pertama dari bahasa Yunani yang diterbitkan berasal dari Erasmus dalam tahun 1516. Erasmus adalah seorang sarjana besar dan mengetahui bahwa teks ini tidak terdapat dalam teks asli. Maka ia tidak memasukkannya dalam edisinya yang pertama. Tetapi pada saat yang sama ini juga para teolog telah mempergunakannya. Misalnya, dalam Vulgata 1514, ayat ini telah dicetak. Karena itu Erasmus dikritik karena menghilangkannya. Jawaban Erasmus waktu itu adalah, bahwa apabila ada seseorang dapat memperlihatkan kepadanya manuskrip Yunani di mana kata-kata itu dimuat, maka ia akan mencetaknya dalam edisi berikutnya. Seseorang menghasilkan teks yang paling buruk dan paling kasip di mana ayat itu terdapat dalam bahasa Yunani. Dan Erasmus dengan berpegang pada kata-kata yang telah diucapkannya, tetapi melawan kehendak dan penilaiannya, terpaksa mencetak ayat tersebut dalam edisi 1522-nya.
Langkah berikutnya adalah bahwa dalam tahun 1550 Stephanus mencetak edisi Perjanjian Baru Yunaninya yang besar. Edisi 1550 ini disebutnya Teks Yang Diterima, dan teks itulah yang merupakan dasar dari Authorized Version dan dari teks Yunani sepanjang abad kemudian. Itulah sebabnya ayat ini masuk ke dalam Authorized Version.” (The Daily Bible Study: the Epistles of John and Jude; edisi Indonesia: Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat-surat Yohanes dan Yudas, hal 185-187).
Gayung bersambut, tiga pertanyaan sayembara sudah terjawab. Kita tunggu apakah Pendeta Budi Asali M.Div menepati pesawat Boeing 747 yang dijanjikan, ataukah terbit buku apologi putar-putar jilid dua? [A. Ahmad Hizbullah MAG/suaraislam]
Sumber:
http://answering.wordpress.com/2011/01/09/kuis-bibel-berhadiah-pesawat-boeing-747-jawaban-untuk-pendeta-budi-asali/#more-4930
Wahai orang-orang kafir!Kalaian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Hentikanlah kepercayaan kalian bahawa dosa kalian telah ditebus.Itu hanyalah hayalan disuburkan oleh setan utk memerangkap anak adam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian berjaya.
February 18, 2012 at 4:47 pm
Ngomong apaan tuch??? Gak ada ilmiahnya. Tanya saja Ali Sina, kebohongan Islam, diakan orang persia.
Ngatain kafir lagi, ngancam masuk neraka segala. Si Mamad aja belon tahu masuk sorga, masih minta umatnya untuk berdoa bagi dia dan keluarganya, karena banyak membunuh dan ngesek. Kecian deh lu.
February 18, 2012 at 6:41 pm
Wah kok tau Ali sina orang persia?Udah dilihat KTPnya?Jangan-jangan Ali sina hanyalah nama sebuah organisasi sindiket pelacuran terbesar internasional yang bekerjasama membekal ‘biarawat’ terlatih kepada pihak vatican.Soalnya Ali Sina tidak pernah nongol secara peribadi.
January 13, 2011 at 5:47 pm
Bible Buktikan Kepalsuan Konsep Triniti
Tuhan Bapa=1.0 Tuhan Anak=1.0 Ruhul Qudus=1.0 (Jumlah)=3.0
Walaupun kita menggunakan persamaan matematik Kristian tentang “triniti” ia tidak akan menjadi 3. Teknik penambahan mengikut agama Kristian (Tuhan Bapa) & (Tuhan Anak) & (Ruhul Qudus) adalah ‘samataraf’ oleh yang demikian jumlahnya 1.0.
Walaubagaimanapun Bible sendiri memberi kita persamaan berlainan tentang nilai angka Jesus.
Jesus mengaku” Bapa-ku adalah lebih besar dari aku’, (John 14:28) Ini mengurangkan satu persepuluh (-0.1)
“Aku secara bersendirian tidak boleh melakukan sesuatu”(John 5:30). Ini akan mengurangkan satu persepuluh lagi (-0.1)
Pada peringkat ini, Jesus tidak lagi satu sepenuhnya (1.0) tetapi adalah (0.8).
Implikasinya sekarang rangkaian komponen Tuhan adalah (Tuhan Bapa)=1.0 (Jesus i.e. Tuhan Anak)=0.8 dan (Ruhul Qudus)=1.0 menjadikan jumlah semuanya (2.8).
Dengan membaca dan bergantung sepenuhnya kepada Bible terdapat ‘bilangan’ yang diabaikan oleh Orang Kristian,sekiranya dihalusi mempunyai nilai yang jelas dalam persamaan ini.
Jesus telah dibaptis kerana baginda mesti memenuhi tuntutan undang-undang untuk menjadi paderi seperti Melchizedek ( Psalm 110:4; Heb.5:8-10;6:20)
Melchizedek tidak mempunyai awal dan akhir, tidak mempunyai ibu dan bapa (Hebrew 7:3) itulah apa yang saya anggap ‘cara mengandung’ yang istemewa!
Pertama Jesus telah berusaha menjadi paderi besar seperti Melchizedek.
Kedua Melchizedek dilahirkan dengan cara yang lebih aneh; yakni tanpa ibu atau bapa, tiada permulaan dan akhir,walaupun Melchizedek jelas menyembah Tuhan yang esa,oleh yang demikian kita berikan Melchizedek nilai (0.9)
Sekarang jumlah keseluruhan mengikut Bible dan kepercayaan orang Kristian ialah (Tuhan Bapa)=1.0 (Jesus)=0.8 (Ruhul Qudus)=1.0 and Melchizedek) =0.9. Menjadikan Jumlah besar kepada (3.7). Malah terdapat banyak lagi pembolehubah yang boleh kita tambah seperti Genesis 32:24-30. Yaacob telah bergusti dengan Tuhan. Tuhan tidak menang melawan Yaakob.
Maklumat ini menjadikan Yaakob (1.1) manakala Tuhan Bapa kekal (1.0) kerana keseluruhan Bible, Isaiah 43:10-11,Deuteronomy 4:39, Isaiah 45:18, Isaiah 44:6,Isaiah 45:6,Isaiah 45:22, Exodus 20:3, Exodus 34:14, dengan jelas menyatakan Tuhan adalah satu (1.0)
“Kerana Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus”. (I Timothy 2:5)
Boleh jadi saya tidak begitu pandai dalam ilmu matemetik, terdapat satu jenis matemetik lanjutan dalam agama Kristian yang tidak dapat saya faham iaitu ‘angkubah yang berubah-ubah’ yakni pada satu peringkat di dalam Bible, Tuhan telah diberi satu angka dan kemudian angka tersebut boleh sama ada dikurang atau ditambah, dengan lain perkataan ia mempunyai ‘ nilai turun dan naik’.
Sebagai contoh Tuhan telah diberi nilai dan angka “tidak pernah tidur” ( Psalm 121: 4) “Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.” Malah mengikut konsep triniti Jesus sepatutnya mempunyai kekuatan yang “sama” tetapi Jesus tidur.Bagaimana Jesus boleh menjadi 100% sama jikalau baginda sendiri menyembah Tuhan lain yang sama fana (Luke 5:16) “Akan tetapi Ia mengundur diri ke-tempat-tempat yang sunyi dan berdoa ”
Jesus telah digoda oleh syaitan selama empat puluh hari (Luke 4:1-13) tetapi di dalam James 1:13 telah menyebut “…kerana Tuhan tidak boleh digoda dengan kejahatan..” Saya menjadi keliru, jikalau Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Ruhul Qudus adalah sama, kenapa Bible tidak secara tetap menyatakan mereka adalah sama sebaliknya memberi mereka nilai yang sentiasa berubah. Saya fikir saya akan rujuk kepada ‘edisi guru’ untuk mendapatkan jawapan kepada soalan yang rumit ini.
“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya alMasih Isa putera Mariam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan Kalimah-Nya) maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya dan janganlah kamu mengatakan “(Tuhan itu ) tiga”, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang dilangit dan dibumi adalah kepunyaanNya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (Quraan 4:171)
Sekarang baharulah dapat diterima akal yang rasional, Quran telah menjelaskan apa yang Bible telah perkatakan. Saya akan menolak Bible jika saya mempunyai ” kepercayaan yang tidak berdasarkan sokongan dan bukti yang konsisten tentang triniti” . Ini adalah berdasarkan saranan Bible sendiri iaitu “Tuhan bukanlah pengarang yang bercelaru tetapi untuk kedamaian (I Corinthians 14:33)
Di mana ada kristian di situ ada pembodohan.Wahai orang-orang kafir kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan.
January 16, 2011 at 4:53 am
Umat Kristen kadang bingung soal nama Tuhan mereka apakah Yahweh atau Allah. Ada segolongan umat Kristen yang anti dengan nama Allah dan menggantinya menjadi Tuhan dan Yahweh dalam kitab injil versi mereka, namanya KITAB SUCI UMAT PERJANJIAN TUHAN (KSUPT).
Nama Tuhan dalam perjanjian lama yaitu YHWH, dimana dari situ agak mengalami kesulitan dalam membacanya. Dari YHWH itulah akhirnya dibaca Yahweh. Yahweh sebenarnya bukan asli nama Tuhan Yahudi. Nama ini diperkenalkan oleh Benedictine Gilbertus Genebrardus tahun 1550-1567. Dia mengutip nama Tuhan Pagan pada Alkitab orang Samaria bernama “Yabe”, kemudian mengubah kata “b” menjadi “v” sehingga katanya berubah dari “Yabe” ke “Yave”. Dia kemudian menambah kata “h” sehingga dari “Yave” menjadi “Yahveh” dan akhirnya “Yahweh”.
Kembali lagi apakah Yahweh Allah nama Tuhan orang Kristen. Untuk mengetahuinya silahkan simak ayat Matius 27 : 46 berikut :
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli-Eli, lama sabakhtani?” yang artinya : “Allah-ku Allah-ku mengapa Engkau meninggalkan aku?”.
And at the ninth hour Jesus cried out with a loud voice, saying : “Eloi-Eloi lama sabachtani?” which is translated : my God-my God why have you forsaken me?”
(Dalam beberapa versi Injil ada yang mengatakan jam 3 dan 9)
Coba perhatikan, apakah Yesus mengatakan “YHWH/YAHWEH-YHWH/YAHWEH mengapa engkau meninggalkan aku?. Jelas disini Yesus memanggil Tuhan-nya yang bernama Eli/Eloi/Elloh/Allah.
By Wedul Sherenian
Sumber:http://vilaputih.wordpress.com/
Di mana ada kristian di sana ada pembodohan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan
January 17, 2011 at 6:28 pm
Jungkir-balik usaha manusia manusia karosetan untuk dapat mempertahankan keyakinan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan. Biar bagaimana pun mereka ingat bahwa Alkitab tidak mempunyai satu pun ayat yang mengisahkan bahwa Jesus pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU. Hal itu jelas meruntuhkan dasar bagi keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan…
Pun jungkir-balik lah manusia manusia karosetan untuk dapat memelintir kata dan semua ayat yang ada di dalam Alkitab mereka supaya dapat mengamankan dan melanggengkan nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan, terlebih dengan tidak adanya ayat di dalam Alkitab yang mengisahkan bahwa Jesus pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU. Hal itu jelas meruntuhkan dasar bagi keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan…
Sangat perih sekali bagi manusia manusia karosetan ketika di dalam Alkitab mereka justru dijumpai ayat di dalam Markus 10 ayat 18 yang berbunyi ………….
Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”
Maka apakah lagi usaha mereka untuk dapat mengamankan nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan?
Mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …
Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus adalah baik
3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah
Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.
Coba kita renungkan.
Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.
Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?
Jesus itu baik sebagai manusia?
Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:
@Berak
@Kentut
@Kencing
@Lapar
@Keringat bau.
@Punya nafsu sex
@ delele.
Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.
Kita kembalikan kepada silogisme tadi:
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus TIDAK baik
3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.
Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.
Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?
Jesus itu baik sebagai Tuhan?
Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.
Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.
Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:
Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?
Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,
Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:
Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”
Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut, mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …
Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus adalah baik
3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah
Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.
Coba kita renungkan.
Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.
Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?
Jesus itu baik sebagai manusia?
Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:
@Berak
@Kentut
@Kencing
@Lapar
@Keringat bau.
@Punya nafsu sex
@ delele.
Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.
Kita kembalikan kepada silogisme tadi:
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus TIDAK baik
3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.
Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.
Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.
Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?
Jesus itu baik sebagai Tuhan?
Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.
Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.
Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:
Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?
Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,
Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:
Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”
Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut, mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …
Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus adalah baik
3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah
Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.
Coba kita renungkan.
Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.
Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?
Jesus itu baik sebagai manusia?
Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:
@Berak
@Kentut
@Kencing
@Lapar
@Keringat bau.
@Mulunya bau kalau bangun tidur.
@Jembutan
@Punya nafsu sex
@ delele.
Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.
Kita kembalikan kepada silogisme tadi:
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus TIDAK baik
3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.
Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.
Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.
Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?
Jesus itu baik sebagai Tuhan?
Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.
Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.
Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:
Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?
Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,
Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:
Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”
Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut, mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …
Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus adalah baik
3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah
Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.
Coba kita renungkan.
Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.
Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?
Jesus itu baik sebagai manusia?
Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:
@Berak
@Kentut
@Kencing
@Lapar
@Keringat bau.
@Mulunya bau kalau bangun tidur.
@Jembutan
@Punya nafsu sex
@ delele.
Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.
Kita kembalikan kepada silogisme tadi:
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus TIDAK baik
3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.
Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.
Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.
Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?
Jesus itu baik sebagai Tuhan?
Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.
Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.
Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:
Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?
Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,
Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:
dst……….
dst………………
dst……………………
dst…………………………
Demikian lah manusia manusia karosetan akan terus berputar-putar pada paragraph di atas sampai hari kiamat.
Dan pada setiap putaran itu, manusia manusia karosetan itu tidak akan sampai pada kesimpulan / kepastian bahwa Jesus adalah Tuhan (karena kalau lah Jesus itu Tuhan, hal itu berasal dari ayat mana di dalam Alkitab?). Namun sebaliknya, setiap putaran hanya akan memastikan bahwa Jesus adalah manusia biasa, dan oleh karena itu itu ia tidak sempurna, tidak baik, dus, ia bukan lah Tuhan …
Analisa.
Manusia manusia karosetan telah lama meyakini bahwa Jesus itu adalah manusia 100% dan Tuhan 100%.
Kalau Jesus adalah manusia 100%, maka pastilah Jesus adalah individu yang tidak baik / tidak sempurna. Mengingat, tidak ada manusia yang sempurna.
Kemudian, kalau Jesus adalah Tuhan 100%, maka berasal dari ayat manakah di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan? Muter lagi ke atas sampek kiamat!!!!
Dengan begitu, klaim karosetan bahwa Jesus itu adalah manusia 100% dan Tuhan 100%, runtuh dengan sendirinya, karena tidak ada manusia yang baik, pun kalau Jesus itu adalah Tuhan, maka ayat Alkitab mana yang menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan?
Berikutnya, mungkin sekali manusia manusia karosetan akan berkilah bahwa Jesus adalah baik sebagai manusia. Semua kisah Jesus yang ada di dalam Alkitab menuturkan betapa baiknya Jesus itu.
Ohya? Jelas sekali bahwa Jesus itu baik sebagai manusia. Namun ingat, baiknya Jesus itu menurut manusia manusia karosetan TENTUNYA hanya subjektivisme mereka belaka! Mungkin manusia manusia karosetan sepakat untuk menyatakan bahwa Jesus itu baik sebagai manusia, namun TIDAK LAH DEMIKIAN bagi kaum Yahudi, Muslim, hindu dan lain lain. Tidak ada gunanya manusia manusia karosetan tetap berkeras bahwa Jesus itu adalah baik!
Muhammad Saw saja, yang diklaim sebagai manusia sempurna oleh umat Muslim, justru mendapat penghinaan yang amat keji dari kaum karosetan. Nah bukan kah demikian sebaliknya? Muslim pun melihat bahwa Jesus adalah manusia yang tidak sempurna. Apalagi sebagai Tuhan? Ayatnya saja (ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus adalah Tuhan) tidak ada kok!!
Bagi kaum Muslim, Hindu, Yahudi dan lain lain, Jesus banyak kekurangannya! Apa yang sebenarnya kekurangan Jesus yang dituturkan di dalam Alkitab, maka pastilah menurut manusia manusia karosetan itu adalah kesempurnaannya. Subjektivisme tentulah tidak dapat dijadikan landasan bagi suatu teori. Jadi percuma saja kalau pun karosetan tetap kekeuh untuk menyatakan bahwa Jesus itu adalah baik. Alkitab melaporkan bahwa Jesus ketakutan, Jesus marah kepada pohon ara, Jesus memerintahkan muridnya untuk mencuri keledai, Jesus mengutuki kota-kota yang tidak mau bertaubat, itu semua menunjukkan bahwa Jesus TIDAK LAH BAIK SEBAGAI MANUSIA sama sekali.
Belum lagi ditambah dengan ayat sebagai berikut,
……………”Naiklah Yesus ke atas keledai betina yg dicuri dari Betfage, lalu Yesus memasukkan jari dan kemaluannya ke lobang puki keledai betina itu hingga keluarlah cairan rupa mani (peju). Orang Israel yg melihat kelakuan Yesus tsb berteriak, itukah Mesias?” (Mat.20:22 dlm Alkitab 1928 sblm diedit pendeta Kristen Protestan…)……”
Ayat ini sudah jelas sekali mengesankan bahwa Jesus TIDAK LAH BAIK sebagai manusia!
Kesimpulan.
Malang sekali nasib saudara-saudara kita sesama anak cucu Adam as yang hanya dipermainkan oleh kerajinan tangan sang paulus kembaran iblis padang pasir damaskus! Mereka tidak akan pernah sampai pada kepastian bahwa Jesus adalah Tuhan, berdasarkan Alkitab suci mereka sendiri. Satu-satunya ayat yang mereka harapkan untuk mereka jadikan landasan keyakinan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan adalah Markus 10:18 ini. Namun toh kalau kita telusuri lebih serius lagi, justru ternyata Markus 10:18 ini tidak memberi mereka apa-apa kecuali kenyataan bahwa Jesus adalah tidak baik. Ingat, pada ayat Markus 10:18 itu sendiri dengan jelas ada phrase yang berbunyi:
Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”
Di sana ada kata SAJA. Apakah arti kata SAJA itu menurut bahasa Indonesia?
Saja, artinya ya SAJA, nothing more! Tidak ada yang lain. Tidak ada tambahan. Nah mengapa manusia manusia karosetan ingin mengantarkan semua manusia kepada keyakinan bahwa selain Allah ada Tuhan lain? Di ayat tersebut sudah jelas disebutkan SELAIN ALLAH SAJA…..
Wah, kalau pun kelak nanti manusia karotan masih berkilah, bahwa memang benar hanya ALLAH SAJA yang baik, namun bukan kah Jesus itu di dalam Allah? Sehingga dengan demikian Jesus adalah Tuhan?
Ohya?
Lantas pada ayat Alkitab mana yang menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan? Muter lagi deh ke awal sampek tuakkkk!!
Sumber:http://islamthis.wordpress.com/
Di mana ada kristian di sana ada pembodohan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan.
January 20, 2011 at 2:58 am
Semoga Yesus Kristus Juruselamat peribadi saya melimpahkan kasih karunia kepada saudara. Kiranya tohmahan dan hinaan, serta ejekan ini menyedarkan saya bahawa “Jesus Is Coming Soon, Very Very Soon”.
Semoga saudara diberkati selalu.
January 22, 2011 at 1:44 pm
Manusia adalah makhluk yg dipertanggunjawabkan.Sesuatu agama tidak dianggap benar hanya semata-mata di dlamnya ada juruselamat.Agama dari Tuhan harus logis.Jangan mempertaruhkan akherat dengan semata-mata harapan.Anda akan menjadi korban.
April 18, 2012 at 10:03 pm
gue setuju jesus will coming son heheheheheheh , mereka ini kan manusia yg gk tau diri, jelas2 di uraikan soal gmna Tuhan menjelma dtg ke dunia menjadi se org manusia. iya tohhh gk di simak ma kaum kaum islam pengikut qur’an, sdg kan mrk memulai sahalat aja pake isa jdi gk ush di bahas deh saudara,,,,,, q penganut agama leluhur penganut agama animisme. jdi sebenarnya org2 indonesia ini kan bayak cakap aja, berkeras dgn mempertahankan ISLAM agama yg benar, bayangkan aja jdi islam semua di dunia ini ttp aja akan penggal memenggal leher 1 sama lain, kenapa beda aliran hehehehehehehehehe tolol kan,,,,,,,,,,,,, liat aja kerajaan majapahit hancur yg buat siapa, iya sejak islam berkembang di indonesia, manusia yg kena ajaran islamic itu akan di paksa jdi penjarah macam muhamad lgi membunuh,,,,, demi agama itu halal, yg namanya pembunuhan bukan kah NABI MUSA mlrg?. di mana2 ada ke rusuhan dtg dri mana pasti Agama islam, pandegelang liat kejadia mereka sesama islam baku hantam wkwkwkwkwkwwkwk
……………… dimana cermina islam itu, di mesuji lampung sumatra selatan yg bantai iya mayoritas islam, yg di bantai iya islam, jdi dimana persaudaraan itu, klo ingat iya mungkin nenek leluhur kita di atas bersahabat bahu membahu, dulu sebelum ada agama islam dan kristen di indonesia, ttpi indonesia udh jdi korban ajaran sesat islamic, klo kristen itu masih bisa sya terima dimana iya org pemeluk kristianis itu sifat dan sling mengasihi itu tinggi, ketimbang muslim mentality yg sok alim munafik semua ,,,,, hahahahahhahaha gk ush jauh mau nipu org masuk rumah asalamualaikun saya sendiri agamanya kepercyaan sya anemisme, leluhur, cuma krna warga indonesia saya status islam,,,,,,, islam ini semua manusianya pukima2 katanya babi haram saya sendiri makan babi,,,,,, makan anjing juga, wkwkwkwkwkwwkwkwk islam lain blg aku islam jahanam memang islam jahanam islam suka ribut dri asal muasal islam itu iya ribut, bentar lgi minyak arab itu habis 30 thn lgi kemana mrk?…… mrk akan bau hantam krna America akan lepas tangan bru tiggal bom lah centralnya, skrg kan america masih baik2 ma arab krn minyaknya masih ada, klo gk ada iya anjing lah, udah dulu iya,,,,, q aja baru sadar neh dri islam aku jdi masuk hindu, islam ini agama yg menjadi alat org arab meneruskan biadapnya. manusia yg plg kurang ajar iya org arab lah, kalo serentak indonesia tinggalin islam, mustahil negara NKRI gk maju,,, liat aja ACEH pantainya aquariumnya dive dsr laut indah hutan indah,,,,,, touris malas kesana kenapa. karna mandi renang di laut juga harus pakai jens wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk, trahir rugi sendiri, gk boleh bekini kena syariah, jdi wanita aceh itu byk lari kemedan berbulan2 ngasi memek di entot cwok2 jdi status lonte bkn demi uang lonte sambil nikmati sex lah,,,, dtg aja ke medan petisah sarang org aceh lonte2 hotel2 byk wanita aceh deh, apa lgi perbatsan wkwkwkwkwkw bye dulu sdr lah why saudara org indonesia tinggalin lah islammu ingat islam kristen cuma agama numpang di indo, cuma kristen masih jauh nilainya lebih baik,,, saya sendiri dulu islam cuma islam itu emg agama senjata arabic mempengaruhimu, jdi q pilih out, hahahahah klo sujut ke kabah sama aja sujut loe ma syetan yg berdian di batu madis itu, yg memerintahmu taan jdi teroris jihad dll lah namanya, islam ttp biadap, trimakasi
April 19, 2012 at 2:39 am
parno muhamed rizky Says:
April 18, 2012 at 10:03 pm
gue setuju jesus will coming son heheheheheheh ,
Yesus Membawa sabit, akan menyabit anggur asam dikitab kamu ?
Kamu tahu ndak ya ?
Kalau di AL Quran kan Turun untuk menghakimi manusia yang menuhankannya.
Ayat ini sangat penting untuk kamu :
Markus 12 : 29
Sembahlah Allah , dialah Tuhanku dan Tuhanmu , Yang Esa (Satu/Tunggal) Ini adalah Landasan Dasar, Landasan Pokok soal ketuhanan. Artinya Landasan dasar Cuma satu . Inilah ayatnya. Oke !
Coba kau salinkan soal Yesus turun kebumi menyabit anggur asam pohon kegemarannya. Kita bahas sama-sama ya !
January 22, 2011 at 1:57 pm
Menurut pemahaman Kristen tujuan Iblis untuk terus mencobai Yesus adalah agar Yesus JATUH & BERDOSA, sehingga dengan demikian Iblis hendak membuat Yesus tidak pantas untuk menebus segala dosa-dosa kita. Perlu dipahami bahwa penebusan dosa bukanlah lewat darah dalam penyaliban Yesus. Tetapi lewat amal shaleh kita. Yesus adalah jalan yang lurus yang mengarahkan kita ke Bapa. Amal Ibadah kita peroleh hanya jika kita tunduk pada perintah Bapa. Mengapa?. Karena Penyaliban Yesus merupakan rencana Iblis yang paling cerdas dan paling berhasil. Sebelum rencana diatas dilakukan sebenarnya Iblis sudah berulang kali mencobai Yesus agar berbuat dosa.
Kemudian ia (Iblis) membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”(Lukas 4:6-8)
Dari semua rencana diatas, Iblis telah gagal melaksanakannya. Tetapi Iblis adalah makhluk yang cerdas. Jika Tuannya tidak bisa digoda maka Iblis akan menggoda muridnya. Caranya yaitu membuat muridnya melakukan yang bertentangan dengan ajaran Tuannya. Ajaran hakiki Yesus adalah menyuruh muridnya untuk mengatakan dan mengakui bahwa Tuhan hanya satu dan Tuhan hanya BAPA.
a.Bapaku lebih besar dari aku.” [Yohanes 14:28]
b.“Bapaku lebih besar dari semua.” [Yohanes 10:29]
c.“…Aku mengusir Setan atas kuasa Tuhan (Bapa)….” [Matius 12:28]
d.“Aku (Yesus)tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia (Bapa) yang mengutus Aku.” [Yohanes 5:30]
Cara yang ditempuh Iblis adalah bagaimana agar murid-murid Yesus tidak menyembah Bapa tetapi menyembah yang lain. Seperti yang pernah dilakukan Iblis terhadap pengikut Musa. Saat itu Iblis berhasil membuat pengikut Musa meninggalkan Allah dan menyembah Patung Sapi Betina. Nah Iblis ingin mencoba hal yang sama terhadap pengikut Yesus. Caranya yaitu membuat pemahaman bahwa Yesus adalah Tuhan, bagian dari trinitas dan Yesus sebagai penebus dosa dengan penyalibannya. Padahal semua ini hanya akal-akalan Iblis. Dalam Islam ini disebut Syirik, dan Syirik adalah dosa besar yang tidak akan diampuni Allah. Agar anda bisa jelas dalam menyerap artikel ini maka anda harus membaca artikel sebelumnya disini :
SEMUA KRISTEN PENGIKUT YUDAS
Orang Kristen percaya bahwa Yesus disalib untuk menebus dosa mereka. Yang menjadi pertanyaan apakah Yesus merencanakan semua ini?. Dalam kepercayaan umum Kristen dikatakan bahwa Yudas menghianati Yesus. Dari semua 4 Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes menyebut Yudas sebagai Penghianat.
1.Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.(Matius 10:4)
2.dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.(Markus 3:19)
3.Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. (Lukas 6:16)
4.Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.(Yohanes 6:71)
Hampir semua 4 Injil mengatakan Yudas adalah penghianat yang menyebabkan Yesus ditangkap dan disalib untuk dibunuh. Jika memang demikian, mengapa Yudas disebut penghianat?. Bukankah tanpa dia Yesus tidak akan tersalib dan tidak ada konsep penebusan dosa?.
Terkadang hal ini menjadi sebuah bahan tertawa, karena lucu. Lucunya adalah orang-orang Kristen menganggap Yudas penghianat tetapi mereka menikmati hasil kerja Yudas. Apakah ini bukan hal yang memalukan. Seharusnya mereka menganggap Yudas seorang pahlawan karena telah mengantarkan Yesus ke tempat Salib. Jika memang demikian pemikirannya maka tidak salah jika orang Kristen di dunia ini adalah pengikut Yudas. Jika menjadi pengikut Yudas berarti menjadi pengikut Iblis. Jadi penyaliban Yesus merupakan rencana Iblis.
1.Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.(Yohanes 13:2)
2.Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.(Lukas 22:3)
Beberapa waktu yang lalu sempat beredar di toko buku mengenai Injil Yudas, meski tidak sempat membeli (gak ada duit), anda bisa mencari di Google tentang Injil Yudas. Intinya bahwa Yudas melakukan hal itu atas perintah Yesus agar Yesus disalib. Jadi dari sisi Injil Yudas, Yudas bukanlah seorang penghianat tetapi seorang pahlawan.
Itulah mengapa jika orang Kristen menggunakan moment tersalibnya Yesus untuk membentuk doktrin penebusan dosa, mereka seharusnya menggunakan Injil Yudas dalam keseharian mereka dan membuang 4 Injil (Matius, Markus, Lukas & Yohanes).
Dari sisi Islam dengan tegas dikatakan bahwa penyaliban Yesus akibat ulah murid-muridnya sendiri yang tidak setia. Yesus terlepas dari semua rencana jahat itu. Jadi Yesus tidak merencanakan apapun soal penyaliban dia.
Klaim Islam bahwa Yesus terlepas dari semua rencana jahat itu dapat diperkuat dengan beberapa ayat dalam Injil, antara lain sebagai berikut :
Dan ketika mereka sedang makan, Ia (Yesus) berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” (Matius 26:21).
Dari contoh ayat diatatas kita bisa memahami Yesus tidak merencanakan apapun, dalam Matius 26:21 Yesus mengatakan bahwa diantara muridnya ada yang akan menyerahkan dia. Ini bukan suatu perkataan rencana tentunya. Hal ini dapat kita lihat dari ayat selanjutnya :
1.Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.” (Matius 26:25)
2.Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuan?” (Matius 26:25)
Dari ayat diatas dapat dipahami bahwa semua murid-murid Yesus menolak dituduh akan menyerahkan Yesus. Bukankah hal ini bukti bahwa tiada rencana dari Yesus?. Apalagi jika kita membaca ayat selanjutnya.
Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” (Matius 26:24)
Lihatlah ayat ini (Matius 26:24) Anak mausia memang akan pergi maksudnya bahwa semua manusia pasti akan mati, tetapi Yesus mengatakan “Celakalah orang yang menyerahkan dirinya untuk disalib?”. Itulah mengapa saat disalib Yesus berteriak seolah tidak terima:
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46 – Markus 15:34)
Sumber:http://vilaputih.wordpress.com/2010/01/16/semua-kristen-pengikut-yudas/
Di mana ada kristian di sana ada penipuan dan pembodohan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Islamlah agama keselamatan.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian mendapat kejayaan.
January 23, 2011 at 4:11 pm
Acts 13 KJV
28 And though they found no cause of death in him, yet desired they Pilate that he should be slain.
29 And when they had fulfilled all that was written of him, they took him down from the tree, and laid him in a sepulchre.
30 But God raised him from the dead:
Yesus Mati disalib (Cross)?
Matthew 27 KJV
39 And they that passed by reviled him, wagging their heads,
40 And saying, Thou that destroyest the temple, and buildest it in three days, save thyself. If thou be the Son of God, come down from the cross.
41 Likewise also the chief priests mocking him, with the scribes and elders, said,
Matthew 27 KJV
41 Likewise also the chief priests mocking him, with the scribes and elders, said,
42 He saved others; himself he cannot save. If he be the King of Israel, let him now come down from the cross, and we will believe him.
43 He trusted in God; let him deliver him now, if he will have him: for he said, I am the Son of God.
Mark 15 KJV
29 And they that passed by railed on him, wagging their heads, and saying, Ah, thou that destroyest the temple, and buildest it in three days,
30 Save thyself, and come down from the cross.
31 Likewise also the chief priests mocking said among themselves with the scribes, He saved others; himself he cannot save.
Mark 15 KJV
31 Likewise also the chief priests mocking said among themselves with the scribes, He saved others; himself he cannot save.
32 Let Christ the King of Israel descend now from the cross, that we may see and believe. And they that were crucified with him reviled him.
33 And when the sixth hour was come, there was darkness over the whole land until the ninth hour.
Luke 23 KJV
25 And he released unto them him that for sedition and murder was cast into prison, whom they had desired; but he delivered Jesus to their will.
26 And as they led him away, they laid hold upon one Simon, a Cyrenian, coming out of the country, and on him they laid the cross, that he might bear it after Jesus.
27 And there followed him a great company of people, and of women, which also bewailed and lamented him.
John 19 KJV
18 Where they crucified him, and two other with him, on either side one, and Jesus in the midst.
19 And Pilate wrote a title, and put it on the cross. And the writing was JESUS OF NAZARETH THE KING OF THE JEWS.
20 This title then read many of the Jews: for the place where Jesus was crucified was nigh to the city: and it was written in Hebrew, and Greek, and Latin.
Apocalypse Peter Menjawab Semua Kebingungan Perjanjian Baru
Ketika “Yesus Palsu” sedang disalib, “Yesus Asli” sedang tertawa dan gembira duduk diatas pohon.
Upaya Gereja Menyesatkan Umat Manusia Yaitu Mengedit Bible
Setelah menyadari kepalsuan dogma salib, akhirnya Gereja mengedit Bible agar tidak kontradiksi lagi (apakah di pohon atau disalib?). Tabel dibawah ini adalah perbandingan antara Bible KJV (King James Version) dan Bible revisi terbaru yaitu BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari) dan CEV (Contemporary English Version)
KJV Bible BIS CEV
Act 5:30 The God of our fathers raised up Jesus, whom ye slew and hanged on a tree. Yesus, yang kalian salibkan, sudah dihidupkan kembali dari kematian oleh Allah nenek moyang kita. You killed Jesus by nailing him to a cross. But the God our ancestors worshiped raised him to life
Act 10:39 And we are witnesses of all things which he did both in the land of the Jews, and in Jerusalem; whom they slew and hanged on a tree: Kami inilah orang-orang yang sudah melihat sendiri segala sesuatu yang Ia lakukan di negeri orang Yahudi dan di Yerusalem. Meskipun begitu mereka menyalibkan dan membunuh Dia. We all saw what Jesus did both in Israel and in the city of Jerusalem. Jesus was put to death on a cross.
Act 13:29 And when they had fulfilled all that was written of him, they took him down from the tree, and laid him in a sepulchre. Dan setelah mereka selesai melaksanakan semuanya yang sudah tertulis dalam Alkitab tentang Dia, mereka menurunkan jenazah-Nya dari kayu salib, lalu meletakkan-Nya di dalam kubur. (13:28) They did exactly what the Scriptures said they would. Even though they couldn’t find any reason to put Jesus to death, they still asked Pilate to have him killed. After Jesus had been put to death, he was taken down from the cross and placed in a tomb.
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar…rahib-rahib Nasrani … menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah… maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, ” (QS At Taubah 34)
Di mana ada kristian di sana ada penipuan dan pembodohan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yg berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan.
Article di atas diambil dari:http://answering.wordpress.com/2008/12/07/apocalypse-peter-membantah-yesus-mati-disalib/
February 5, 2011 at 4:55 am
1. Kedudukan Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan
(1/2)
Hubungan “Bapak-Anak” antara Tuhan dan Yesus Kristus adalah intisari agama Kristen. Marilah kita pertamatama memahami makna sebagai anak secara harfiah. Apabila kita memusatkan perhatian pada makna (kaitan) sebagai anak secara harfiah kepada bapak secara harfiah, banyak hal yang mulai terungkap yang memaksa kita untuk memperbaiki pandangan kita tentang kedudukan Yesus sebagai “Anak Tuhan.” Apakah yang dimaksud dengan seorang anak? Ketika ilmu pengetahuan belum maju dan belum menemukan bagaimana seorang anak lahir, pertanyaan ini hanya dapat terjawab secara samar-samar. Orang-orang zaman dahulu berpikir, sangat mungkin bagi Tuhan untuk mendapatkan seorang anak melalui kelahiran manusia. Ini kepercayaan yang merata hampir di seluruh masyarakat pagan1 yang terdapat di berbagai tempat di dunia. Mitologi Yunani dipenuhi oleh kisah-kisah semacam itu dan mitologi Hindu pun tidak jauh ketinggalan di belakang. Apa yang dinamakan sebagai dewa-dewa memiliki anak laki-laki dan anak perempuan sebanyak yang mereka sukai, pada kenyataannya tidak pernah ditantang secara sungguh-sungguh oleh akal sehat manusia. Namun, sekarang ilmu pengetahuan telah berkembang sampai ke suatu jenjang di mana proses kelahiran manusia telah diuraikan dalam rincian mendalam yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Masalah ini telah menjadi sangat rumit dan bagi mereka yang masih mempercayai bahwa anak laki-laki dan anak-anak perempuan secara harfiah dapat lahir dari Tuhan, mereka menghadapi problem-problem sangat serius untuk dipecahkan serta menemui beberapa pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab.
Dasar Ilmiah Kedudukan Orang Tua
Pertama-tama dapat saya ingatkan kepada anda, bahwa ibu dan bapak terlibat secara seimbang dalam menghasilkan seorang anak. Sel-sel manusia mengandung 46 kromosom, yang membawa gen-gen atau plasma-plasma pembawa sifat kehidupan. Ovum (sel telur) seorang ibu memiliki hanya 23 kromosom. Itu adalah separuh dari jumlah 46 kromosom yang terdapat dalam diri setiap laki-laki dan perempuan. Ketika ovum ibu siap dan sedia untuk pembuahan, separuh kromosom yang tidak dia miliki disediakan oleh sperma lakilaki, yang menyatu dan membuahinya. Demikianlah rancangan Tuhan; jika tidak, jumlah kromosom akan berlipat dua pada setiap generasi. Akibat pelipatan tersebut, generasi kedua akan memiliki 92 kromosom; sehingga manusiamanusia akan berubah menjadi raksasa-raksasa dan seluruh proses pertumbuhan akan kacau-balau. Tuhan dengan sangat indah telah merencanakan dan merancang fenomena keberlangsungan hidup makhluk-makhluk, yakni pada tahapan-tahapan produktif dari sel-sel regenerasi, kromosom jumlahnya terbagi dua. Ovum ibu mengandung 23 kromosom dan demikian juga dengan sperma bapak. Dalam kondisi demikian seseorang secara logika dapat memperkirakan bahwa separuh gen pembawa sifat pada anak disediakan oleh perempuan sedangkan separuhnya lagi oleh pasangan laki-lakinya. Inilah yang dimaksud dengan anak dalam makna sebenarnya. Di dalam kelahiran manusia tidak ada definisi lain yang dapat diterapkan tentang anak harfiah. Memang terdapat beberapa variasi dalam metode kelahiran, tetapi tidak ada pengecualian dalam ketentuan dan dasar-dasar yang baru saja dijelaskan.
Dalam kita memusatkan perhatian kepada kelahiran Yesus, marilah kita susun sebuah skenario mengenai apa yang tampaknya telah terjadi dalam kasus beliau. Kemungkinan pertama yang dapat diterima secara ilmiah adalah, sel telur Maryam yang belum dibuahi telah menyediakan 23 kromosom sebagai andil ibu dalam pembentukan embrio/janin. Jika demikian, pertanyaan akan timbul, bagaimana sel telur itu telah dibuahi dan dari mana datangnya ke-23 kromosom penting lainnya? Tidak mungkin untuk mengatakan sel-sel Yesus hanya memiliki 23 kromosom. Tidak ada bayi manusia normal yang dapat lahir hidup-hidup walau hanya dengan 45 kromosom. Walaupun seandainya seorang manusia kekurangan 1 kromosom saja dari 46 yang mutlak diperlukan untuk pembentukan manusia normal, hasilnya akan kacau-balau. Secara ilmiah, Maryam tidak dapat menyediakan ke-46 kromosom seorang diri; yang 23 harus datang dari pihak lain. Jika Tuhan adalah bapak beliau, maka hal itu akan menimbulkan beberapa kemungkinan. Pertama, tentu Tuhan juga memiliki kromosom sama seperti yang dimiliki manusia, yang dalam kasus ini tampaknya telah dimasukkan dengan cara tertentu ke dalam rahim Maryam. Hal itu tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diterima; jika Tuhan memiliki kromosomkromosom manusia, berarti Dia bukan lagi Tuhan. Jadi, akibat mempercayai Yesus sebagai anak hakiki Tuhan, status Ketuhanan Sang Bapa pun terancam bahaya.Kemungkinan kedua adalah, Tuhan telah menciptakan kromosom-kromosom tambahan sebagai suatu gejala penciptaan supernatural. Dengan kata lain, kromosomkromosom itu benar-benar bukan milik Tuhan secara pribadi tetapi telah diciptakan secara mukjizat. Hal ini dengan sendirinya membuat kita menolak hubungan Yesus dengan Tuhan sebagai seorang anak terhadap bapak, dan menyebabkan hal yang sama terhadap hubungan keterikatan antara alam semesta dengan Tuhan, yakni hubungan setiap makhluk ciptaan dengan Pencipta-nya.
Apakah Mungkin Ada Anak Hakiki Tuhan?
Maka jelaslah, anak hakiki Tuhan tidaklah mungkin ada, sebab seorang anak hakiki harus memiliki separuh kromosom yang berasal dari bapaknya dan separuh lagi dari kromosomkromosom ibunya. Jadi, satu masalah lagi muncul, anak
tersebut akan merupakan separuh manusia dan separuh tuhan. Namun, mereka yang percaya terhadap keberadaan anak hakiki, menda’wakan dan menegaskan bahwa Kristus adalah seorang manusia sempuma serta tuhan yang sempurna.
Jika kromosom-kromosomnya separuh dari jumlah yang dibutuhkan, maka tidak ada masalah yang menghadang kita, sebab tidak ada bayi yang akan lahir demikian. Kalaupun ada, bayi itu akan merupakan separuh manusia. Jangankan membicarakan ke-23 kromosom yang hilang itu, sebuah gen cacat yang terdapat dalam satu kromosom saja dapat menimbulkan kerusakan, yakni bayi akan lahir dengan suatu cacat bawaan. Ia bisa saja buta, tidak memiliki anggota badan, tuli dan bisu. Bahaya-bahaya yang timbul pada kerusakan semacam itu tidaklah terbatas. Orang harus realistis; tidaklah mungkin Tuhan memiliki kromosom manusia atau lainnya. Oleh sebab itu dengan terbukti tidak adanya peran fisik Dzat Tuhan, jika seorang anak telah dilahirkan oleh Maryam yang hanya memiliki gen-gen pembawa sifat yang berasal dari sel telur Maryam, apa pun hasilnya, dia sama sekali bukanlah merupakan “Anak” Tuhan. Paling tidak, kalian dapat menyebutnya sebagai suatu keganjilan alam, yakni separuh manusia dan tidak lebih dari itu. Jika organ-organ reproduksi Maryam sama seperti wanita lainnya dan sel telurnya harus dibuahi sendiri, perkiraan maksimum yang dapat dilakukan seseorang adalah kelahiran sesuatu yang hanya memiliki separuh sifat manusia. Adalah sangat buruk untuk menyebutkan sesuatu itu sebagai “Anak” Tuhan.
Jadi, bagaimana Yesus telah dilahirkan? Kita paham bahwa penelitian mengenai kelahiran melalui seorang ibu tanpa keterlibatan seorang laki-laki, sedang dikembangkan di banyak negara maju di dunia. Namun sejauh ini pengetahuan manusia baru berada pada tahap ketika penelitian ilmiah belum mencapai tingkat kemajuan di mana bukti positif yang tak terbantahkan mengenai kelahirankelahiran dari wanita-wanita perawan di kalangan manusia telah diperoleh. Akan tetapi, segala macam kemungkinan masih terbuka.
Pada kehidupan makhluk-makhluk rendah terdapat dua gejala yang diakui secara ilmiah: Hermaphroditisme dan Parthenogenesis. Dengan demikian, kelahiran ajaib Yesus melalui Maryam dapat dipahami berasal dari kenyataan alamiah yang sama tetapi merupakan gejala yang sangat langka, yaitu batas-batas yang masih belum dimengerti sepenuhnya oleh manusia.
Berikut ini uraian-uraian ringkas mengenai gejala Hermaphroditisme dan Parthenogenesis. Para pembaca yang tertarik pada penanganan ilmiah lebih lanjut terhadap persoalan tersebut, yang berlandaskan pada pemahaman saat ini, dapat merujuk pada Appendix II. ”
Hermaphroditisme
Hermaphroditisme tampil apabila organ-organ kedua jenis kelamin terdapat dalam satu makhluk betina dan kromosom kromosomnya menunjukkan sifat-sifat jantan maupun betina secara beriringan. Percobaan-percobaan laboratorium telah mengungkapkan kasus-kasus seperti mengenai seekor kelinci hermaphrodit, yang pada suatu tahap, melayani beberapa betina dan menjadi bapak bagi lebih dari 250 anak kelinci jantan maupun betina, sementara pada tahap lain, ia menjadi hamil dalam kondisi diisolasi/diasingkan dan melahirkan 7 ekor anak jantan dan betina yang sehat. Ketika diotopsi/dibedah, kelinci tersebut menunjukkan dua indung-telur yang berfungsi, dan dua buah-zakar yang subur, sementara ia berada dalam kondisi hamil. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa gejala semacam itu adalah mungkin, langka, di kalangan manusia juga.
Parthenogenesis
Parthenogenesis adalah perkembang-biakkan sebuah sel-telur betina tanpa hubungan seksual menjadi suatu individu, tanpa bantuan pihak jantan. Hal ini ditemukan di kalangan makhluk hidup rendah seperti aphids dan juga ikan.
Ada juga bukti bahwa parthenogenesis dapat menjadi suatu cara yang berhasil di kalangan kadal yang hidup di kawasankawasan yang rendah curah hujannya dan tidak dapat diperkirakan. Dalam keadaan-keadaan yang dibentuk di laboratorium, janin-janin tikus dan kelinci telah berkembangbiak secara parthenogenetik sampai ke suatu tahap yang setara dengan separuh perkembangan melalui kehamilan, tetapi kemudian digugurkan. Dalam suatu penelitian baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa janin-janin manusia ada kalanya dapat diaktifkan melalui parthenogenesis dengan menggunakan calcium ionosphone sebagai katalisator. Penelitian-penelitian semacam itu menampilkan kemungkinan bahwa beberapa keguguran kandungan manusia pada tahap permulaan dapat saja diakibatkan oleh adanya aktivitas parthenogenetik pada janin
Berdasarkan penelitian percobaan mutakhir, walau bagaimana pun, kemungkinan terjadinya kelahiran dari seorang perawan, telah ditampilkan sebagai sesuatu yang memungkinkan secara ilmiah. Sebuah jurnal pada The Nature Genetics bulan Oktober 1995 dibahas sebuah kasus luar biasa tentang seorang anak laki-laki berusia 3 tahun yang memiliki tubuh sebagian berasal dari sebuah sel-telur yang tidak dibuahi. Para peneliti mengamati rangkaian DNA serta kromosom-kromosom x pada kulit serta darah anak itu, dan menemukan bahwa kromosom-kromosom x dalam seluruh sel anak tersebut serupa satu sama lain dan seluruhnya berasal dari ibunya. Demikian pula, masing-masing 23 pasangan kromosom lainnya yang terdapat dalam darah anak itu adalah serupa dan berasal seluruhnya dari ibunya..
Di mana ada kristian di sana ada pembodohan.Dimana ada kristian di sana ada kebohongan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian mendapat kejayaan.
February 5, 2011 at 7:27 pm
Apa yang disebut Mukjizat?
Dengan terbuka lebar kemungkinan terjadinya kelahiran dari seorang perawan, hal itu bukannya tidak mungkin sama sekali dan di luar hukum alam. Mana yang perlu diselidiki, sebuah penjelasan di luar hukum alam terdapat kelahiran Yesus, ataukah lebih jauh dari itu; yakni kepercayaan yang sangat melampaui batas tentang kelahiran seorang “Anak” hakiki Tuhan melalui manusia? Apabila berbagai gejala, sebagaimana diuraikan di atas, telah disimpulkan sebagai suatu kejadian alam, mengapa sulit untuk mempercayai bahwa kelahiran Yesus Kristus adalah sebuah gejala alamiah terselubung, yang ditampilkan oleh suatu hikmah khusus dari Tuhan? Sesuatu telah terjadi pada Maryam sehingga memberikan sebuah kelahiran yang bersifat mukjizat bagi anak itu, tanpa adanya seorang laki-laki pernah menyentuhnya. Ini adalah kepercayaan Muslim Ahmadiyah, bahwa demikianlah yang sebenarnya telah terjadi. Kepercayaan kami ini tidak tergoyahkan sebab tidak ada ilmuwan yang dapat menolaknya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal atau bertentangan dengan hukum-hukum alam yang telah diketahui.
Dalam Islam, mukjizat-mukjizat tidak dipandang sebagai kejadian-kejadian di luar hukum alam, melainkan sebagai gejala alamiah yang masih terselubung dari pengetahuan manusia pada suatu jangka waktu tertentu. Jika tidak, maka akan timbul banyak pertanyaan yang menentang kebijakan Tuhan. Jika Tuhan memang telah menciptakan sendiri hukum-hukum alam, Dia seharusnya telah menciptakan beberapa ketentuan yang tanpa melanggarnya Dia dapat memberikan pemecahan-pemecahan yang diinginkan terhadap suatu permasalahan.
Tidak semua hukum [alam] telah diketahui oleh manusia. Berbagai jenis hukum sedang berlaku sedemikian rupa, seolah-olah berada dalam jajaran yang berbeda dan dalam bidang yang berlainan. Kadang-kadang hukumhukum tersebut telah diketahui oleh manusia di satu bidang dan pandangan manusia tidak mampu menembus jauh di baliknya. Beriringan dengan berjalannya waktu, pengetahuan manusia bertambah dan demikian pula daya tembus pandangan manusia serta kemampuannya untuk mengamati hukum-hukum tersebut yang hingga saat itu masih belum terbuka. Bersesuaian dengan berkembangnya ilmu pengetahuan penemuan-penemuan baru telah memberikan cahaya yang lebih terang terhadap hukum-hukum semacam itu yang tampaknya bekerja dalam kelompok-kelompok. Jadi, fungsi serta pengaruh timbal-balik mereka dengan hukumhukum lainnya telah dipahami dengan lebih baik.
Hal-hal yang tampil sebagai mukjizat pada zamanzaman sebelumnya, tidak lagi dianggap demikian. Mukjizatmukjizat itu adalah hal-hal yang hanya berkaitan dengan pengetahuan manusia dalam suatu jangka waktu tertentu. Ketika penerapan khusus terhadap kekuasaan Tuhan ditampilkan, tampak seolah-olah sebuah hukum telah dilanggar. Namun, itu tidaklah demikian; pada hakikatnya seluruh hukum terselubung memang sudah ada di sana dan hanya dia tampil dalam pelaksanaan berdasarkan perintah Tuhan. Orang-orang pada zaman itu tidak dapat memahami hukum tersebut dan tidak pula mereka kuasa untuk mengendalikannya. Misalnya daya magnetis belum diketahui oleh manusia beberapa ribu tahun lalu. Jika seseorang secara tidak sengaja telah menemukannya dan membuat sebuah alat yang melalui itu dia dapat mengangkat/menarik bendabenda [logam] tanpa suatu sebab yang kelihatan oleh mata telanjang mengagetkan setiap orang, dia dapat saja menyatakan, “Lihat, suatu mukjizat telah terjadi”. Zaman sekarang, tipuan-tipuan semacam itu sudah dianggap umum dan sepele. Ilmu pengetahuan manusia terbatas, sedangkan pengetahuan Tuhan tidak terbatas. Jika suatu hukum diberlakukan dan berada di luar batas pengetahuan manusia, dia tampak seperti sebuah mukjizat. Namun, dengan peninjauan kembali terhadap hal-hal semacam itu melalui kajian ilmu pengetahuan yang telah diperoleh sejak saat itu, kita dapat menggugurkan segala sesuatu yang disebut pelanggaran-pelanggaran hukum alam sebagai gejala alam semata yang belum dipahami sepenuhnya oleh manusia pada zaman tersebut. Inilah sebabnya mengapa saya mengatakan, bahwa pasti ada suatu gejala alamiah yang bertanggung jawab bagi kelahiran Yesus Kristus dari seorang ibu saja, yang tidak diketahui oleh manusia pada zaman itu; bahkan juga belum diketahui oleh manusia pada zaman sekarang. Namun, ilmu pengetahuan sedang berkembang maju ke arah itu dan banyak hal yang telah dipahami. Suatu masa akan tiba, ketika tidak seorang pun akan mampu mengatakan bahwa kelahiran Yesus tidaklah alamiah. Mereka akan sependapat, bahwa hal itu adalah suatu kejadian alamiah tetapi langka, begitu langkanya sehingga hal itu sangat jarang terjadi dalam pengalaman hidup manusia.
Apakah Yesus Anak Tuhan?
Banyak lagi permasalahan-permasalahan lainnya yang terkait dengan pemahaman orang-orang Kristen tentang Yesus, sifat-sifatnya dan hubungannya dengan Tuhan. Dari penelaahan kritis dan analitis terhadap ajaran Kristen, yang tampil ialah adanya “Anak Tuhan” yang memiliki sifat-sifat sebagai seorang manusia sempurna dan juga sebagai suatu tuhan sempurna. Walau bagaimana pun, hendaknya diingat, menurut ajaran Kristen, Tuhan-Bapak tidaklah sama sepenuhnya dengan Tuhan-Anak. Tuhan-Bapak adalah suatu Tuhan sempurna dan bukan seorang manusia sempurna, sedangkan Tuhan-Anak merupakan seorang manusia sempurna dan juga Tuhan sempurna. Dalam kasus ini terdapat dua kepribadian yang terpisah dengan sifat-sifat yang berbeda.
Harus disadari, bahwa sifat-sifat ini. tidak dapat dipindahkan. Memang ada sifat-sifat pada zat-zat tertentu yang dapat dipindahkan. Misalnya, air dapat menjadi salju dan juga menguap, tanpa menimbulkan suatu perubahan dalam zat atau susunan air itu. Namun perbedaan-perbedaan dalam sifat-sifat Tuhan dan Kristus, di mana sifat-sifat tertentu telah ditambahkan kepada salah satu di antara mereka, tidaklah dapat didamaikan/disatukan. Tidaklah mungkin bagi salah satu di antara mereka untuk mengalami perubahan ini dan masih tetap tidak dapat dibedakan dari yang lainnya. Hal ini kembali menjadi suatu permasalahan, dan suatu persoalan serius bagi perkara tersebut, yakni apakah Yesus Kristus merupakan suatu tuhan sempurna sebagaimana dia merupakan seorang manusia sempurna? Jika dia memiliki kedua sifat tersebut secara bersamaan, maka dia pasti berbeda dari Tuhan-Bapak yang bukan seorang manusia sempurna dan bukan pula sesuatu yang tidak sempuma. Hubungan macam apa namanya ini? Apakah “Tuhan-Anak” lebih agung daripada “Tuhan-Bapak”? Jika sifat tambahan itu tidak membuat “Tuhan Anak” lebih agung, berarti itu merupakan suatu cacat. Dalam kondisi demikian seorang “Anak-Tuhan” yang cacat tidak hanya bertentangan dengan pengakuan-pengakuan ajaran Kristen, tetapi juga bertentangan dengan pemahaman universal tentang Tuhan. Sebab, bagaimana mungkin seseorang memahami ajaran Kristen yang saling bertentangan itu yang membuat kita percaya, bahwa “Satu dalam Tiga” dan “Tiga dalam Satu” adalah sama, dan tidak memiliki perbedaan apa pun? Hal ini hanya akan dapat terjadi, apabila pondasi dasar suatu kepercayaan dibangun, tidak di atas landasan kenyataan, melainkan di atas dongeng belaka.
Selain itu ada permasalahan lain lagi yang harus dipecahkan: Apabila Yesus telah menjadi “Anak Tuhan” sebagai dampak kelahirannya melalui rahim Maryam, maka apa pula kedudukan Yesus sebelum itu? Jika Yesus secara azali (sejak sebelumnya) sudah merupakan “Tuhan Anak” tanpa harus dilahirkan oleh Maryam, maka kenapa dia harus dilahirkan dalam bentuk manusia? Jika hal itu memang harus, berarti nilai kedudukannya sebagai “Tuhan Anak” tidaklah azali; hal itu hanya merupakan sifat tambahan setelah Yesus dilahirkan, dan hal itu lenyap ketika beliau meninggalkan tubuh beliau lalu kembali ke surga. Jadi, banyak sekali kerumitan timbul dari.kepercayaan itu, yang ditolak oleh akal sehat. Saya kembali mengajak anda untuk menerima sebuah skenario yang jauh lebih mulia dan realistis; yaitu mempercayai kelahiran Yesus Kristus sebagai suatu penciptaan istimewa yang dilakukan Tuhan, yang telah mengaktifkan beberapa hukum alam yang terselubung. Yesus adalah anak kiasan Tuhan, Yang Dia cintai dalam suatu corak khusus, tetapi tetap sebagai seorang manusia sepenuhnya. Kedudukan beliau sebagai “Tuhan Anak” telah dibubuhkan pada sifat beliau sekitar 300 tahun kemudian, untuk tetap menghidupkan legenda tentang beliau � hal ini akan dibahas belakangan.
Bentuk hubungan perkawinan antara Tuhan Bapak dengan Maryam adalah suatu masalah yang orang enggan membicarakannya secara terang terangan. Walaupun demikian suatu upaya untuk memahami peran Maryam sebagai perantara antara Tuhan Bapak dengan Tuhan Anak, adalah suatu momok yang tidak dapat dihindari. Mungkin pertanyaan yang sama inilah yang telah mengganggu Nietzsche sedemikian rupa sehingga dia mengungkapkan ketidak-puasannya, paling tidak, dalam katakata sebagai berikut:
Akan tetapi tidak lama setelah Zarathustra membebaskan dirinya dari tukang sihir, dia kembali melihat seseorang duduk di sisi jalan yang dia lalui: jangkung, berkulit hitam dengan wajah pucat dan cekung; orang itu membuatnya kesal. �Aduh’, dia katakan pada hatinya, penderitaan terselubung menghadang di situ, dia tampaknya semacam pendeta: apa yang mereka inginkan dalam kerajaanku?’… ‘Siapa pun engkau wahai pengelana,’ dia berkata, ‘tolonglah orang yang tersesat, orang tua yang mungkin dapat mencelakakan di sini!’ Dunia di sini aneh dan jauh bagi saya, dan saya mendengar gonggongan binatang-binatang buas; dan orang yang dapat memberikan perlindungan pada saya sudah tidak ada lagi. Saya mencari orang saleh terakhir, seorang suci dan petapa, yang tinggal sendirian di hutan dan belum mendengar apa pun yang diketahui oleh seluruh dunia masa kini. Apa yang diketahui seluruh dunia masa kini? Tanya Zarathustra. Mungkin ini: bahwa Tuhan kuno yang pernah diimani oleh seluruh dunia, sudah tidak hidup lagi? Itulah tampaknya, jawab si orang tua dengan sedih. Dan saya telah mengkhidmati Tuhan kuno itu hingga saat-saat akhir-Nya. Akan tetapi sekarang, saya berhenti mengkhidmati, tanpa majikan, dan kendatipun demikian saya belum juga bebas, tidak pula saya gembira walau untuk satu jam, kecuali dalam kenangan. Itulah sebabnya saya mendaki gunung-gunung ini, supaya saya dapat paling tidak merayakannya satu kali lagi, sebagaimana saya telah menjadi seorang biarawan tua dan tetua gereja: supaya diketahui, saya adalah biarawan terakhir! – suatu perayaan bagi kenangan-kenangan suci dan pengkhidmatan-pengkhidmatan samawi. Namun kini dia sendiri sudah mati, orang yang paling saleh, si orang suci di tengah hutan yang selalu secara rutin menyanjung Tuhan-nya dengan nyanyian dan komat-kamit.’ Ketika aku menemukan gubuknya aku tidak mendapatkannya lagi, tetapi aku menemukan dua ekor serigala dalamnya, menggonggongi kematiannya � sebab seluruh binatang mencintainya. Kemudian saya cepat-cepat pergi.’ Apakah sia-sia saja saya datang ke hutan belantara dan gunung-gunung ini? Kemudian kalbuku memutuskan untuk mencari yang lain, yang paling saleh dari segenap orang yang tidak mempercayai Tuhan � untuk mencari Zarathustra! Demikianlah kata orang tua itu dan menatap dengan pandangan yang menembus ke arahnya, yang berdiri di hadapannya; Zarathustra kemudian mengambil tangan biarawan tua itu dan memperhatikannya cukup lama dengan kagum.’ Lihat, wahai orang mulia, katanya kemudian, Betapa panjang dan indahnya tangan ini! Ini adalah tangan yang selalu membagi berkat-berkat. Namun, sekarang tangan ini sedang memegang dengan erat orang yang dicarinya, aku, Zarathustra.’ Ini aku, Zarathustra yang tak bertuhan, orang sama yang mengatakan: Siapa yang lebih tak bertuhan daripadaku, sehingga aku akan gembira dalam ajarannya?’ Demikianlah Zarathustra berkata dan dengan pandangannya menembus pemikiran-pemikiran serta keberatan-keberatan biarawan tua itu. Akhirnya yang berikut pun mulai: Orang yang paling banyak mencintai dan memilikinya, dia pulalah yang paling banyak kehilangannya:’ Lihat, tidakkah diri saya sendiri lebih tidak bertuhan di antara kita sekarang? Namun, siapa pula yang bisa gembira dalam hal itu!’ Engkau mengkhidmatinya sampai akhir,’ tanya Zarathustra dengan penuh renungan, setelah suatu keheningan mendalam, �Apakah engkau tahu bagaimana dia mati? Apakah benar yang mereka katakan bahwa rasa kasih-sayang telah mencekiknya,’ �Yakni dia melihat bagaimana manusia digantung di tiang salib dan tidak tahan terhadap hal itu, yakni kecintaan terhadap manusia telah menjadi nerakanya sendiri dan pada akhirnya kematiannya?’ Sang biarawan tua tidak menjawab, tetapi memandang ke tempat lain dengan malu dan dengan raut wajah yang pedih serta muram. �Biar aku pergi,’ kata Zarathustra setelah suatu renungan panjang, di mana dia terus menerus menatap langsung ke mata orang tua itu. ‘Biarkan dia pergi, dia sudah selesai. Dan walaupun hal itu mendatangkan kehormatan bagi engkau bahwa engkau hanya membicarakan hal-hal baik tentang tuhan yang mati tersebut, engkau sudah tahu sebagaimana saya mengetahui siapa dia; dan bahwa dia mengikuti jalan-jalan yang aneh.’ Di antara kita sendiri, kata sang biarawan tua, lebih ceria, atau, dapat saya katakan, berbicara di bawah mata (sebab satu matanya buta) dalam hal-hal samawi saya lebih banyak tahu daripada Zarathustra sendiri � dan semoga demikian adanya.’ �Kecintaanku mengkhidmatinya bertahun-tahun; keinginanku menuruti seluruh keinginannya. Seorang khadim yang baik, mengetahui segala sesuatu, dan juga banyak hal yang disembunyikan oleh majikannya dari dirinya sendiri.’ �Dia adalah tuhan ‘yang terselubung, penuh rahasia. Sungguh, dia bahkan menjelma dalam bentuk seorang anak, tidak melalui cara lain kecuali dalam makna-makna rahasia dan tidak langsung. Pada pintu keimanan dalam dirinya berdiri perzinahan.’ �Siapa saja yang menghormatinya sebagai tuhan cinta, tidak memikirkan cukup tinggi mengenai cinta itu sendiri. Apakah Tuhan ini juga memang tidak akan dinilai? Namun si pencinta mencintai tanpa pertimbangan ganjaran dan hukuman.’ �Ketika dia muda, tuhan yang berasal dari timur ini, dia keras dan penuh dendam serta telah membangun bagi dirinya sebuah Neraka demi kesenangan para kesayangannya.’ �Namun, lama kelamaan dia menjadi tua dan lemah serta lembut, dan sangat merasa kasihan melebihi dari seorang kakek daripada seorang ayah, lebih menyerupai seorang nenek yang terhuyung-huyung.’ �Kemudian dia duduk, meringkuk di sudut cerobong asapnya, bersungut-sungut tentang kaki-kakinya yang lemah, letih akan dunia, penat akan keinginan, dan suatu hari dia tercekik karena rasa kasih-sayangnya yang berlebihan.’
(Thus Spoke Zarathustra, oleh Friedrich Nietzsche,. h.271-273. Terjemahan Bahasa Inggris diterbitkan oleh Penguin Books,1969).
Di mana ada kristian di sana ada penipuan dan pembodohan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan.
February 6, 2011 at 9:49 am
Kini kita beralih kepada masalah penting kedua dalam kepercayaan Kristen. Saya harus menjelaskan bahwa semua orang Kristen tidak mempercayai sepenuhnya pada hal-hal berikut ini. Bahkan beberapa pemimpin gereja telah menyimpang dari sikap dogmatis Kristen yang kaku. Namun walau demikian, falsafah “Dosa dan Penebusan Dosa” merupakan suatu prinsip dasar dalam kepercayaan Kristen ortodoks.
Unsur pertama dalam pemahaman Kristen tentang Dosa dan Penebusan Dosa adalah, Tuhan itu adil, dan menerapkan keadilan alamiah. Dia tidak mengampuni dosa-dosa tanpa memungut ganti-rugi; sebab hal itu bertentangan dengan norma-norma keadilan mutlak. Sifat Tuhan yang satu inilah yang membuat penting versi Kristen mengenai penebusan dosa itu.
Unsur kedua adalah, manusia berdosa karena Adam dan Hawa telah melakukan dosa. Sebagai akibatnya, anak keturunan mereka mulai memperoleh dosa warisan, seolaholah dosa itu telah ditanamkan dalam gen-gen mereka, dan sejak itu, semua anak keturunan Adam lahir sebagai pendosa-pendosa turunan.
Unsur ketiga dari dogma ini adalah, seorang manusia berdosa tidak dapat menebus dosa-dosa yang dilakukan oleh orang lain: hanya seorang yang tidak berdosalah yang dapat melakukannya. Berdasarkan ini, menjadi jelas mengapa, menurut pemahaman Kristen, tidak ada nabi Allah betapa pun baik dan dekatnya ia dengan kesempurnaan, dapat mensucikan umat manusia dari dosa atau menyelamatkan mereka darinya serta akibat akibatnya. Sebagai seorang anak Adam, nabi itu tidak dapat menghindari unsur dosa bawaan, yang dengannya dia telah dilahirkan. Ini adalah sebuah garis besar sederhana dari seluruh ajaran tersebut. Berikut ini pemecahan yang dipaparkan oleh para theolog Kristen.
Penebusan Dosa Umat Manusia
Untuk memecahkan persoalan yang tampaknya tidak terpecahkan ini, Tuhan telah menyusun sebuah rencana yang cemerlang. Tidak jelas apakah Dia telah membincangkannya dengan Anak-Nya; atau mereka berdua yang telah menyusunnya secara bersama-sama; atau hal itu keseluruhannya merupakan ide Tuhan Anak, kemudian diterima oleh Tuhan Bapak. Bentuk-bentuk rencana itu yang telah dibukakan pada zaman Kristus adalah sebagai berikut: dua ribu tahun yang lalu Sang Anak Tuhan yang secara harfiah turut menikmati keabadian dengan Tuhan, telah dilahirkan melalui seorang perempuan. Sebagai “Anak Tuhan,” dia memiliki kedua-duanya, sifat-sifat sempurna manusia dan juga sifat-sifat sempurna Tuhan Bapak. Berikutnya kita diberitahukan bahwa seorang perempuan perawan yang saleh, bernama Maryam, telah dipilih untuk menjadi ibu bagi “Sang Anak Tuhan.” Dia telah mengandung Yesus karena berhubungan dengan Tuhan. Dalam kaitan ini, sebagai seorang Anak hakiki Tuhan, Yesus telah lahir tanpa dosa, tetapi walau bagaimana pun dia memiliki sifat-sifat dan wujud manusia. Demikianlah Yesus suka-rela mempersembahkan dirinya untuk memikul beban seluruh dosa umat manusia yang mau mengimaninya serta menerimanya sebagai juru selamat. Melalui muslihat cerdik ini, dinyatakan, Tuhan telah mengelak mengkompromikan sifat abadi-Nya sebagai Yang Maha Adil Mutlak.
Ingat, berdasarkan modus operandi (sistim kerja) ini, tidak ada manusia yang tidak akan dihukum, bagaimana pun dosa yang dia perbuat. Tuhan masih tetap dapat memungut ganti rugi dari seorang pelaku dosa tanpa mengkompromikan rasa keadilan yang Dia miliki. Perbedaan satu-satunya antara hal itu dengan kedudukan sebelumnya, yang bertanggung-jawab terhadap perubahan dramatis ini adalah kenyataan bahwa Yesus lah yang akan dihukum dan bukan anak-anak laki-laki maupun anak-anak perempuan Adam yang penuh dosa. Merupakan pengorbanan Yesus yang pada akhimya menjadi sarana dalam menebus dosadosa anak-keturunan Adam.
Betapa pun aneh dan ganjilnya logika tersebut, demikianlah yang diakui telah terjadi. Yesus suka-rela mempersembahkan diri beliau, dan akibatnya beliau telah dihukum atas dosa-dosa yang tidak pernah beliau lakukan.
Dosa Adam dan Hawa
Mari kita periksa kembali kisah Adam dari permulaan. Tidak ada satu langkah pun dalam ajaran tersebut di atas yang diterima oleh akal sehat dan logika manusia.
Pertama-tama, dinyatakan bahwa karena Adam dan Hawa melakukan dosa, anak keturunan mereka pun jadi tercemar oleh dosa secara genetika dan selamanya. Berbeda dengan itu, ilmu pengetahuan genetika mengungkapkan bahwa pemikiran-pemikiran dan amal perbuatan manusia, apakah itu baik atau buruk, bahkan walau terus menerus hal itu melekat di sepanjang hidup seseorang manusia, tidak dapat ditransfer dan ditanamkan ke dalam sistem reproduksi manusia. Panjangnya suatu umur terlalu pendek untuk menjalani suatu peran dalam membawakan perubahan yang demikian besar; bahkan keburukan-keburukan orang dari generasi ke generasi atau amal-amal mereka yang baik berkenaan dengan hal tersebut, tidak bisa diwariskan/ditransfer kepada keturunan mereka sebagai sifat-sifat genetik. Boleh jadi diperlukan jutaan tahun untuk melekatkan suatu karakter baru pada gen (plasma pembawa sifat pada keturunan) manusia.
Bahkan melalui wawasan imajinasi seseorang yang sangat tidak masuk akal serta yang tidak dapat diterima sekalipun seseorang akan mampu merasakan kejadian yang ganjil seperti itu, maka hal yang sebaliknya pun harus dapat diterima dengan logika yang sama.
Artinya, jika seorang pelaku dosa bertobat dan tarnpil suci pada akhir hidupnya, maka perbuatan itu harus terekam dalam sistim genetika; yang secara efektif membatalkan dampak-dampak dosa terdahulu. Secara ilmiah hal ini tidak mungkin dapat terjadi, tetapi yang pasfi ada hal yang lebih masuk-akal dalam gambaran ini dibandingkan dengan membayangkan bahwa hanya kecenderungan terhadap dosa saja yang secara genetika dapat ditanamkan dan bukan kecenderungan untuk berbuat baik.
Kedua, dengan berupaya memecahkan permasalahan Adam melalui pemaparan bahwa dosa ditransfer secara genetika kepada anak keturunan Adam di masa mendatang, yang sudah dicapai dari itu semua justru suatu penghancuran total terhadap pondasi dasar yang merupakan landasan bagi ajaran Kristen tentang “Dosa dan Penebusan Dosa.” Jika Tuhan itu secara mutlak memang Maha Adil, maka di mana letaknya rasa keadilan dengan menghukum secara kekal seluruh anak keturunan Adam dan Hawa akibat dosasementara yang mereka lakukan berdua dan yang untuknya mereka telah bertobat? Justru itu adalah dosa yang karenanya mereka berdua telah dijatuhi hukuman berat dan diusir secara hina dari surga. Sikap adil apa namanya bagi Tuhan, yang setelah menghukum Adam serta Hawa karena dosadosa pribadi mereka, masih juga rasa dendam-Nya belum reda dan menghukum seluruh umat manusia dengan suatu penderitaan yang tak tertolongkan, yaitu lahir sebagai pendosa-pendosa turunan? Peluang apa yang dimiliki anakanak Adam untuk melarikan diri dari dosa? Jika kedua orangtua melakukan suatu kesalahan, mengapa anak-anak mereka yang tak berdosa itu harus menderita secara kekal akibat kesalahan tersebut?
Dengan demikian, betapa telah berubahnya rasa keadilan yang diakui dimiliki dan diterapkan oleh Tuhan, jika Dia menghukum orang-orang yang memang sudah dirancang untuk berperan penuh dosa, walau betapa pun mereka tidak menyukai dosa? Dosa sudah merupakan bagian dan bingkisan dalam mekanisme mereka. Tidak ada peluang lagi bagi seorang anak Adam untuk menjadi suci dari dosa. Jika dosa merupakan suatu kejahatan, akal menuntut bahwa seharusnya hal itu merupakan kejahatan Sang Pencipta, bukan kejahatan makhluk ciptaan. Dalam bentuk demikian, keadilan apa yang menuntut hukuman terhadap orang yang tak bersalah akibat kejahatan-kejahatan para pelaku kejahatan?
Jauh berbeda dari pemahaman Kristen tentang dosa dan akibat-akibatnya, adalah pernyataan Alquran Suci, yang berbunyi:
Tiada pemikul beban yang akan memikul beban orang lain. (Al-Fathir: 19)
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya. (Al-Baqarah : 287)
Dibandingkan dengan konsep Kristen tentang “Dosa dan Penebusan Dosa,” pernyataan-pemyataan Alquran Suci ini merupakan musik murni bagi j iwa.
Sekarang mari kita beralih pada keterangan Bibel tentang apa yang sebenarnya telah terjadi pada masa dosa Adam dan Hawa serta dampak-dampak yang berlaku atas hukuman mereka. Menurut Kitab Kejadian, Tuhan telah mengabulkan permintaan maaf mereka hanya sebagian, sedangkan sebuah hukuman kekal telah dikenakan kepada mereka, sebagaimana yang tertera berikut ini:
Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
Lalu firman-Nya kepada Adam: “Karena engkau mendengar perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu; semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kejadian 3:16-19).
Umat manusia sudah lama ada sebelum kelahiran Adam dan Hawa. Para ilmuwan Barat sendiri telah menemukan peninggalan-peninggalan banyak manusia prasejarah dan memberikan berbagai nama khusus pada mereka. Manusia Neanderthal mungkin yang paling banyak diketahui secara luas. Manusia-manusia Neanderthal ini hidup antara 100.000 hingga 35.000 tahun lalu, kebanyakan di kawasan Eropa, Timur Dekat, dan Asia Tengah. Sisa tubuh seorang manusia dewasa telah ditemukan, yang menjelajahi bumi sekitar 29.000 tahun sebelum Adam dan Hawa diketahui memulai masa menetap mereka yang singkat di surga. Pada masa itu, umat manusia secara fisik menyerupai kita dan hidup di Eropa, Afrika serta Asia, dan kemudian pada Zaman Es mereka menyebar ke Amerika. Demikian pula di Australia, sejarah kebudayaan asli orang-orang Aborigin dapat ditelusuri hingga 40.000 tahun yang lalu
Dibandingkan dengan zaman-zaman yang relatif masih dekat itu, kerangka seorang wanita dari Hedar di Ethiopia telah ditemukan berusia 2,9 juta tahun. Sekarang berdasarkan kronologi Bibel, Adam dan Hawa hidup sekitar 6.000 tahun yang silam. Seseorang dapat melihat ke belakang dengan penuh takjub pada sejarah yang tercatat tentang umat manusia, atau Homo Sapiens sebagaimana nama yang diberikan kepada mereka dalam bahasa ilmiah.
Penderitaan Manusia Berkelanjutan
Dengan membaca keterangan Bibel bagaimana Adam dan Hawa telah dihukum, seseorang tidak dapat menahan rasa herannya, apakah rasa sakit dan perih dalam melahirkan tidak dialami oleh para perempuan hingga datangnya zaman Adam dan Hawa? Seorang ilmuwan sulit untuk mempercayai khayalan-khayalan semacam itu. Sekali lagi, kita memiliki banyak bukti yang tidak terbantah bahwa jauh sebelum Adam dan Hawa, manusia telah menghuni seluruh benua di bumi ini, juga kepulauan-kepulauan terpencil di Pasifik, dan mereka selalu menjalani proses melahirkan yang sulit untuk selamat. Oleh sebab itu, mengatakan bahwa Adam dan Hawalah yang pertama kali melakukan dosa sehingga akibat itu proses melahirkan yang sangat sakit telah ditetapkan sebagai hukuman, terbukti salah sama sekali dengan mempelajari kehidupan. Bahkan hewan-hewan, yang lebih rendah dalam ordo kehidupan, melahirkan dengan rasa sakit. Jika seseorang menyaksikan seekor sapi melahirkan anaknya, penderitaan sapi itu serupa dengan penderitaan seorang perempuan. Banyak hewan, yang kita ketahui, telah menghuni bumi ini jutaan dan jutaan tahun sebelum Adam dan Hawa.
Meraih penghidupan dengan bekerja adalah biasa bagi manusia, tetapi bukanlah istimewa sama sekali. Kaum wanita juga bekerja untuk pencaharian dan penghidupan mereka. Sebelum itu, setiap spesies kehidupan mendapatkan penghidupan mereka dengan bekerja. Kenyataan ini merupakan kunci penggerak bagi evolusi kehidupan. Upaya gigih untuk tetap mempertahankan keberadaan, mungkin merupakan tanda pertama yang istimewa bagi kehidupan, yang memisahkannya dari dunia benda-benda mati. Ini adalah suatu gejala alami, yang tidak ada sedikit pun kaitannya dengan dosa.
Kembali, jika ini merupakan hukuman yang dinyatakan sebagai akibat dosa Adam dan Hawa, maka seseorang akan heran, apa yang bakal terjadi setelah Penebusan Dosa? Jika Yesus Kristus telah menebus dosa-dosa umat manusia yang berdosa, apakah hukuman yang dinyatakan bagi dosa Adam dan Hawa itu telah dihapuskan setelah peristiwa Penyaliban? Apakah orang yang mengimani Yesus Kristus sebagai “Anak Tuhan, jika mereka perempuan, tidak lagi merasakan sakit sewaktu melahirkan? Apakah orang-orang yang beriman mulai memperoleh penghidupan mereka tanpa melakukan kerja keras seperti biasa? Apakah kecenderungan terhadap dosa tidak lagi ditransfer kepada generasi-generasi mendatang dan anak-anak tidak berdosa mulai dilahirkan? Jika jawaban semua pertanyaan ini adalah “ya,” maka sudah tentu akan timbul pembenaran dalam mempertimbangkan secara sungguh-sungguh falsafah Kristen tentang “Dosa dan Penebusan Dosa.” Namun sayang, jawaban terhadap semua pertanyaan ini adalah tidak, tidak dan tidak. Jika memang tidak ada yang berubah, di dunia Kristen maupun non Kristen, sejak peristiwa penyaliban, maka apa artinya Penebusan Dosa?
Bahkan setelah [kedatangan] Yesus Kristus, rasa keadilan tetap mendikte umat manusia di seluruh dunia, yakni jika seseorang melakukan suatu dosa, maka hukuman bagi dosa tersebut harus diberikan kepada orang itu sendiri dan bukan kepada orang lain. Semua laki-laki maupun perempuan harus merasakan sendiri akibat-akibat dosa mereka. Anak-anak selalu lahir dalam keadaan tidak berdosa. Jika ini tidak benar, berarti sifat adil Tuhan telah dicampakkan.
Kami sebagai orang Islam mempercayai bahwa seluruh kitab samawi berlandaskan pada kebenaran abadi dan tidak ada yang dapat membuat pernyataan yang berlawanan dengan itu. Jika kami menemukan [berbagai] ketidakkonsekwenan dan pertentangan dalam suatu kitab yang disebut kitab samawi, sikap kami bukanlah mengingkari dan menolak secara keseluruhan, tetapi menelitinya dengan hatihati dan penuh simpati. Kebanyakan pemyataan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang kami dapati berbeda dengan kenyataan alam, kami mencoba mengadakan pendekatan melalui penelaahan terhadap beberapa pesan samar dan kiasan yang perlu diperhatikan, atau menolak bagian teks tersebut sebagai karya tangan manusia dan bukan dari Tuhan. Jika ajaran Kristen itu sendiri memang benar, ia seharusnya tidak mengandung penyimpangan apa pun, fakta-fakta yang tidak dapat diterima, atau kepercayaan–kepercayaan yang mendustai alam. Itulah sebabnya mengapa kami tidak memulai dengan penelitian tekstual, tetapi langsung pada dasar-dasarnya, yang melalui kesepakatan berabad-abad telah menjadi bagian-bagian falsafah Kristen yang tidak dapat dibantah. Salah satu ketidaksempurnaan itu diantaranya adalah pemahaman Kristen tentang “Dosa dan Penebusan Dosa.” Saya lebih percaya bahwa seseorang, di suatu tempat dalam sejarah Kristen, keliru dalam memahami hal-hal tersebut dan mencoba menafsirkannya berdasarkan petunjuk pengetahuannya sendiri dan akibatnya dia telah menyesatkan generasi-generasi berikutnya.
Di mana ada kristian di sana ada pembodohan dan pembohongan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian mendapat kejayaan.
February 6, 2011 at 3:10 pm
BERITA TERKINI:
4 laki penganut Ahmadiyah TEWAS, beberapa luka-luka dan 2 rumah, 2 mobil, serta 1 sepeda motor dibakar massa Muslim di Cikeusik – Pandeglang Banten.
Yah…inilah yang pasti akan terus terjadi, saat masih ada manusia-manusia dungu berotak keledai – masih mempercayai seorang gila dari Arab dengan ajaran sintingnya yang bernama Islam sebagai Nabi mereka.
Innalillahi waina ilaihi rolling stones…
AKU BERSAKSI, SESUNGGUHNYA ALLAH SWT ITU ADALAH SETAN PEMBUNUH LAKNATULLAH, DAN SI GILA MUHAMMAD ADALAH NABINYA SETAN PEMBUNUH LAKNATULLAH YANG BERNAMA ALLAH SWT…
February 7, 2011 at 3:53 am
Yah…komentar seperti inilah yang pasti akan disampaikan manusia-manusia dungu berotak keledai seperti Adeng Hudaya c.s. masih mempercayai seorang gila dengan ajaran sintingnya yang bernama Ali Sina.
Dia tidak membaca berita terkini yang menunjukan betapa bodohnya Adeng Hudaya c.s. karena menghubungkan perilaku muslim dengan Islam:
LIHAT VIVANEWS: Pemuda Muhammadiyah: Usut Penyerang Ahmadiyah
LIHAT DETIKNEWS: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk aksi kekerasan dalam penyerbuan rumah milik jamaah Ahmadiyah di Cikeusik
AKU BERSAKSI ADENG HUDAYA ITU MANUSIA BODOH PENYEBAR FITNAH YANG BERANI NGAKU MENYEMBAH SETAN LAKNATULLAH, SI GILA PAULUS DAN ALI SINA ITU ADALAH NABINYA…
February 6, 2011 at 4:08 pm
Dosa Warisan
Marilah kita umpamakan, demi suatu dalil, bahwa Adam Hawa benar-benar telah melakukan dosa sebagaimana diterangkan dalam Perjanjian Lama dan telah dijatuhi hukuman sesuai hal itu. Menurut kisah yang berlaku, hukuman itu tidak hanya dijatuhkan kepada mereka tetapi juga kepada seluruh anak keturunan mereka. Sekali hukuman itu telah ditentukan dan dijalankan, mengapa harus ada hukuman lainnya? Sekali suatu dosa telah dihukum; sudah selesai. Sekali suatu keputusan telah ditetapkan, tidak satu pun yang berhak menambahkan hukuman demi hukuman lebih banyak lagi secara terusmenerus. Dalam kasus Adam dan Hawa, tidak hanya tentang mereka telah dikecam secara keras dan dihukum melebihi dosa yang telah mereka lakukan, tetapi bentuk hukuman yang telah diteruskan kepada anak keturunan mereka sendiri, juga sangat layak dipertanyakan. Tentang hal itu sudah cukup banyak kami utarakan. Yang sedang kami coba tunjukan adalah suatu pelanggaran yang jauh lebih keji terhadap keadilan yang mutlak. Mendapat hukuman secara terus-menerus karena dosa-dosa nenek-moyang kita adalah suatu hal tersendiri, tetapi terpaksa melanjutkan dosa sebagai akibat kesalahan nenek-moyang seseorang adalah suatu hal yang buruk sekali. Marilah kita simak realita-realita nyata dalam apa yang dialami manusia, dan mencoba memahami falsafah Kristen tentang kejahatan dan hukuman dan kaitannya dengan pengalaman hidup kita sehari-hari. Misalnya suatu keputusan telah ditetapkan bagi seorang penjahat, yang bobotnya jauh lebih berat serta lebih keras dari kejahatan yang telah dilakukan. Hal itu tentu dapat menimbulkan kecaman kuat dan keras dari setiap orang berakal sehat terhadap suatu hukum yang berat dan tidak seimbang seperti ituAtas dasar pandangan ini sangat sulit bagi kita untuk mempercayai bahwa hukuman yang telah dijatuhkan terhadap Adam akibat dosanya itu berasal dari suatu Tuhan Yang Adil. Ini tidak hanya masalah hukuman yang tidak seimbang. Ini adalah suatu hukuman yang berdasarkan pemahaman Kristen terhadap perbuatan Tuhan–telah merentang melewati jangka masa kehidupan Adam dan Hawa serta telah diteruskan generasi demi generasi kepada anak keturunan mereka. Anak keturunan yang menderita akibat hukuman orang tua mereka itu sendiri; sebenarnya sudah merupakan suatu bentuk yang lebih jauh dari pelanggaran terhadap keadilan melampaui batas-batas terakhirnya. Namun kita tidak membicarakan hal itu. Jika kita sedang sial menyaksikan suatu keputusan yang ditetapkan oleh seorang hakim zaman sekarang � yang membuat anak-anak, cucu-cucu, cicit-cicit, dan seterusnya demi seorang penjahat, menjadi terpaksa oleh hukum melanjutkan perbuatan dosa dan melakukan kejahatankejahatan serta memperoleh hukuman sesuai itu sampai kiamat � maka bagaimana nantinya reaksi masyarakat zaman sekarang, yang telah mendapatkan suatu makna universal keadilan melalui peradaban?
Pembaca hendaknya diingatkan di sini, bahwa konsep Dosa Warisan hanyalah suatu kesalahan dalam penafsiran yang dilakukan oleh Paulus. Konsep itu tidak dapat dikaitkan secara benar kepada ajaran-ajaran Perjanjian Lama. Terdapat banyak bukti yang menentang hal itu dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Pada abad ke-5, Augustina, Bishop dari Hippo, terlibat dalam perlawanan dengan gerakan Pelagian, mengenai persengketaan tentang tergelincirnya Adam dan Hawa. Dia menyatakan gerakan Pelagian melakukan penyimpangan sebab gerakan itu menganggap dosa Adam hanya berdampak pada diri Adam sendiri dan tidak pada seluruh umat manusia, dan setiap anak lahir bebas dari dosa serta mampu menjalani kehidupan yang bersih dari dosa atas kekuatannya sendiri; dan banyak orang yang sudah berhasil melaksanakan hal itu.
Mereka yang benar telah dinyatakan sebagai pelaku penyimpangan. Siang telah dinyatakan sebagai malam, dan malam sebagai siang. Bid�ah dinyatakan sebagai kebenaran, sedangkan kebenaran dinyatakan sebagai bid�ah.
Pengalihan Dosa
Marilah kita simak kembali permasalahan bahwa Tuhan tidak mengampuni orang-orang berdosa tanpa menghukum mereka, sebab hal itu bertentangan dengan rasa keadilan-Nya. Seseorang jadi tercekam menyadari bahwa selama berabad-abad orang-orang Kristen telah mempercayai sesuatu yang sama sekali di luar jangkauan daya nalar manusia dan bertentangan dengan akal sehat manusia. Bagaimana mungkin Tuhan dapat mengampuni seorang pendosa hanya karena seseorang lainnya yang tidak berdosa secara sukarela telah mengambil alih hukuman tersebut? Jika Tuhan telah melakukannya, berarti pada saat itu Dia melanggar prinsip-prinsip dasar keadilan. Seseorang yang berdosa harus menanggung dosa-dosanya itu. Ringkasnya, berbagai macam permasalahan yang rumit pada manusia akan muncul jika hukuman dialihkan ke orang lain.
Para theolog Kristen membantah bahwa pengalihan hukuman semacam itu, tidaklah melanggar prinsip keadilan mana pun, sebab hukuman orang itu ditanggung secara sukarela oleh orang yang tidak berdosa tersebut. Apa pendapat kalian dalam kasus seorang pengutang, kata mereka, yang menanggung utang berlebihan di luar kemampuan nya untuk melunasi, dan seorang dermawan yang takut kepada Tuhan, mengambil keputusan untuk membebaskan orang itu dari bebannya dengan cara dia sendiri yang membayarkan utang orang tersebut? Jawaban kami adalah, memang kami sangat memuji sikap kedermawanan, kebaikan dan pengorbanan yang begitu besar. Namun, apa reaksi seseorang yang mengajukan pertanyaan kepada kita sebagai berikut, yakni jika hutang itu mencapai triliun poundsterling dan tampil seorang dermawan yang mengeluarkan satu sen dari sakunya, meminta supaya seluruh kewajiban si penghutang tersebut dihapuskan dengan ganti uang sen yang telah diberikan? Yang kita dapati dalam kasus Yesus Kristus yang telah mempersembahkan dirinya untuk dihukum, demi dosa-dosa seluruh umat manusia, ketidakseimbangannya adalah jauh lebih aneh. Sekali lagi, ini tidak hanya tentang satu orang penghutang tentang miliaran orang yang tidak sanggup melunasi hutang, yang lahir dan yang bakal lahir hingga Hari Kiamat.
Namun tidak hanya itu. Menjabarkan kejahatan melalui contoh seorang penghutang yang meminjam uang dari seseorang lainnya, menampilkan suatu definisi yang sangat naif tentang dosa yang pernah saya dengar. Skenario yang telah dipaparkan ini memang patut mengambil perhatian kita agak lama sebelum kita beralih kepada aspek-aspek lain kejahatan dan hukuman.
Mari kita pertimbangkan kasus seorang penghutang, kita sebut saja si A, yang meminjam uang 100.000 pound dari si B. Jika seorang dermawan kaya, atas dorongan penuh perasaannya, secara sungguh-sungguh dan tulus ingin meringankan beban si penghutang, ketentuan undangundang umum yang mensyaratkannya untuk membayar kepada si B sebesar hutang si A kepadanya. Namun, andaikan dermawan hipotetis (yang bisa saja dianggap benar, tetapi belum terbukti kebenarannya) itu tampil ke depan dengan suatu permohonan supaya si A dibebaskan dari tanggung-jawabnya untuk membayar kepada si B dan sebagai gantinya dia bersedia dipukul sedikit atau dipenjarakan paling lama tiga hari tiga malam. Bila hal ini benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata, sungguh akan menyenangkan dalam menyaksikan wajah mencengangkan para hakim yang sangat terkejut dan wajah B si pemberi hutang yang sangat malang. Namun, si dermawan itu masih harus melengkapi permintaannya berupa pengampunan. Lebih lanjut dia menetapkan: “Wahai Tuhan-ku, tidak hanya itu yang aku inginkan sebagai imbalan pengorbananku. Aku menghendaki supaya segenap penghutang di seluruh alam raya ini, yang hidup sekarang-maupun yang bakal lahir hingga Hari Kiamat, dibebaskan dari seluruh tanggung-jawab mereka sebagai imbalan terhadap penderitaan saya selama tiga hari tiga malam.” Pada titik ini pikiran orang akan jadi kacau.
Bagaimana seseorang ingin mengajukan kepada Tuhan, Tuhan Yang Maha Adil, bahwa mereka yang hasil-hasil kerja keras mereka telah dirampas, atau simpanan-simpanan bagi kehidupan mereka telah dirampok, seharusnya memperoleh ganti rugi, paling tidak hingga batas-batas tertentu. Namun Tuhan orang Kristen, tampaknya jauh lebih baik hati dan lebih bersikap mengampuni terhadap pelaku kejahatan dibandingkan terhadap orang tak berdosa yang menderita di tangan pelaku kejahatan itu. Ini benar-benar suatu rasa keadilan aneh, yang menghasilkan pengampunanpengampunan bagi para perampok, perampas, penganiaya anak-anak, penyiksa orang-orang tak berdosa, dan pelaku segala macam kejahatan biadab terhadap manusia, yang diperoleh karena mereka beriman kepada Yesus Kristus pada saat-saat menjelang ajal mereka. Betapa tidak terhitungnya besar hutang yang mereka ambil dari para korban mereka yang sengsara itu? Apakah keberadaan Yesus beberapa saat dalam neraka cukup membersihkan mereka dari kesalahan keji sepanjang hidup mereka yang belum dijatuhi hukuman, yang berkelanjutan generasi demi generasi.
Hukuman Masih Terus Diberikan
Marilah kita pertimbangkan suatu kategori kejahatan yang berbeda dan lebih serius, yang dampak-dampaknya yang tidak dapat diterima oleh fitrat manusia sebagai sesuatu yang dapat dialihkan. Misalnya, seseorang secara biadab menyiksa seorang anak bahkan memperkosa dan membunuhnya. Perasaan-perasaan manusia tanpa diragukan lagi telah dilanggar sampai batas yang tidak tertanggungkan. Andaikan saja orang seperti itu tetap menimbulkan penderitaan demikian dan lebih besar dari itu, di sekitar dirinya, tanpa sempat tertangkap dan diadili. Setelah dia menjalani hidupnya yang penuh kejahatan itu tanpa memperoleh hukuman melalui tangan-tangan manusia, pada saat dia mendekati kematiannya dia mengambil sikap untuk menghindarkan dirinya dari hukuman yang jauh lebih besar pada Hari Pembalasan, tiba-tiba saja dia akhimya mengimani Yesus Kristus sebagai juru selamatnya. Apakah seluruh dosanya serta-merta akan lenyap sama sekali dan dia akan dibiarkan melayang ke alam lain dalam keadaan bebas dari dosa seperti bayi yang baru lahir? Mungkin orang yang menunda keimanannya terhadap Yesus hingga menjelang kematiannya terbukti lebih cerdik daripada orang yang beriman pada masa-masa awal kehidupannya. Bagi orang-orang yang beriman lebih awal senantiasa terdapat bahaya untuk melakukan dosa-dosa setelah beriman dan jatuh menjadi korban makar-makar serta kejahatan syaitan. Mengapa tidak kalian tunggu saja sampai ajal mendekati kalian, sehingga memberikan peluang dan waktu yang sempit bagi syaitan untuk merampas keimanan kalian terhadap Yesus? Suatu kehidupan yang bebas penuh kejahatan dan kesenangan di dunia ini, dan suatu kelahiran kembali dalam bentuk pengampunan yang abadi, memang suatu jual-beli yang licik.
Apakah ini suatu kebijaksanaan tentang keadilan yang dinisbahkan oleh orang-orang Kristen kepada Tuhan? Rasa keadilan semacam itu atau Tuhan seperti itu sendiri sama sekali tidak dapat diterima oleh akal sehat manusia, yang Dia sendiri telah menciptakannya, tanpa mampu membedakan antara yang benar dan yang salah.
Menyimak pertanyaan yang sama, berdasarkan pengalaman dan pemahaman manusia, seseorang memiliki hak untuk mengecam falsafah tersebut sebagai sesuatu yang tidak berarti dan tidak memiliki dasar. Falsafah itu tidak memiliki kenyataan dan hakikat. Pengalaman manusia mengajarkan kepada kita, bahwa selamanya merupakan hak istimewa bagi orang-orang yang menderita di tangan pihak lain untuk mengampuni atau tidak mengampuni. Kadangkadang pemerintah-pemerintah, dalam rangka merayakan suatu hari kegembiraan nasional atau pun untuk hal-hal lainnya, memberikan pengampunan kepada para kriminal tanpa pilih bulu. Namun amnesti itu sendiri tidak membenarkan sikap pengampunan terhadap orang-orang yang telah melakukan beberapa kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dan yang telah mengakibatkan penderitaan berkepanjangan terhadap sesama manusia lainnya yang tidak berdosa. Jika sikap memberi pengampunan tanpa pilih bulu dapat dibenarkan dalarn ukuran apa pun oleh suatu pemerintahan dan jika hal itu tidak dianggap oleh para theolog Kristen sebagai suatu pelanggaran terhadap rasa keadilan, maka mengapa mereka tidak mengalamatkan kebaikan yang sama itu terhadap Tuhan dan menyerahkan kepada-Nya hak untuk memberi ampunan bagaimana dan kapan saja Dia kehendaki? Padahal Dia adalah Maha Kuasa, Pencipta dan Pemilik segala sesuatu. Jika Dia mengampuni seseorang atas suatu kejahatan yang telah dilakukan orang itu terhadap orang lain, Sang Maha Kuasa ini memiliki kekuatan tak terbatas untuk mernberikan ganti rugi terhadap pihak yang telah dirugikan dengan cara demikian baik, sehingga membuat orang [yang dirugikan] itu benar-benar puas terhadap keputusan-Nya. Dengan demikian apa perlunya pengorbanan Anak-Nya yang tidak berdosa itu? Hal ini sendiri sudah merupakan suatu penghinaan terhadap keadilan. Kita terlahir dengan fitrat yang seirama dengan sifat-sifat Tuhan. Dia telah menyatakan dalam Bibel:
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.” (Kejadian 1:26)
Mengenai hal yang sama, Dia berfirman dalam Alquran Suci: Dan turutilah fitrat yang diciptakan Allah, yang sesuai dengan fitrat itulah Dia telah menciptakan umat Manusia. (Ar Rum : 31)
Prinsip ini, yang sama-sama umum bagi umat Kristen maupun Islam, menghendaki supaya dalam keadaan tertentu akal sehat manusia menjadi cermin sifat-sifat Tuhan. Ini merupakan suatu hal yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, yakni sering kita mengampuni tanpa harus melanggar rasa keadilan sedikit pun. Jika secara pribadi kita melakukan kesalahan lalu terhadap kejahatan yang dilakukan terhadap diri kita, kita dapat memberikan pengampunan. Jika seorang anak menyakiti orang tuanya dengan cara tidak patuh atau mengakibatkan kerusakan beberapa barang rumah tangga yang berharga, atau mengakibatkan tercemarnya nama baik mereka, dia telah melakukan dosa terhadap mereka. Orang tuanya dapat saja memaafkannya tanpa dicerca dan dikecam oleh akal sehat mereka karena melanggar rasa keadilan. Namun jika anak mereka menghancurkan harta benda tetangga mereka, atau melukai anak orang lain, bagaimana mereka dapat mengambil keputusan untuk memaafkan anak demikian, hal itu akan dianggap sebagai suatu sikap yang tidak adil oleh akal mereka sendiri.
Kejahatan dan hukuman memiliki hubungan yang sama seperti halnya sebab dan akibat dan dalam tingkat tertentu keduanya harus seimbang. Aspek hubungan antara kejahatan dan hukuman ini sudah diperbincangkan cukup panjang dengan menampilkan sikap keliru seseorang dalam hal keuangan terhadap orang lain. Dalil yang sama berlaku lebih berat terhadap kejahatan-kejahatan lain, seperti melukai, merampok atau membunuh orang-orang yang tidak berdosa atau merusak kehormatan mereka dalam bentuk apa pun. Semakin besar bobot suatu kejahatan, semakin berat pulalah bentuk dan tingkat hukuman yang dapat dibayangkan oleh seseorang. Jika Tuhan dapat mengampuni semua orang, sebagaimana saya percaya bahwa Dia dan hanya Dia-lah yang dapat melakukannya, maka masalah Penebusan Dosa yang menghukum seseorang tidak berdosa sebagai gantinya, tidak berfungsi sama sekali. Jika masalahnya adalah pengalihan hukuman seorang pelaku kejahatan kepada orang lain yang tidak berdosa yang telah bersedia untuk itu, maka keadilan, paling tidak, menuntut supaya hukuman tersebut dialihkan sepenuhnya kepada orang tadi, tanpa menambah atau menguranginya. Hal itu pun sudah cukup banyak kita bicarakan.
Apakah orang-orang Kristen percaya bahwa tuntutan keadilan ini telah diterapkan oleh Tuhan-Bapak dalam kasus Yesus Anak Tuhan? Jika memang demikian, berarti seluruh hukuman bagi segenap pelaku kejahatan dari kalangan Kristen yang telah lahir pada zaman Kristus atau yang lahir sesudah itu hingga Hari Kiamat, telah dihimpun, dipadatkan dan dikumpulkan menjadi suatu bentuk neraka yang begitu hebatnya sehingga penderitaan Yesus Kristus yang hanya tiga hari tiga malam itu telah mengimbangi siksaan seluruh hukuman yang sepantasnya telah diterima maupun yang bakal diterima oleh para pelaku dosa tersebut di atas hingga Hari Kiamat. Jika demikian, seharusnya tidak ada orang Kristen yang pernah mengalami hukuman di bumi ini dari suatu pemerintahan Kristen manapun. Jika tidak, hal itu akan sama saja seperti suatu sikap yang sangat tidak adil. Yang seharusnya dilakukan oleh pengadilan setelah menjatuhkan keputusan bersalah [terhadap seorang warga Kristen] adalah meminta orang Kristen pelaku kejahatan itu supaya berdoa kepada Yesus Anak Tuhan agar menyelamatkannya. Dan perkaranya harus dihentikan dan ditutup setelah itu. Hal itu sesederhana kasus pengalihan buku dan rekening kejahatan seseorang kepada buku rekening Yesus Kristus.
Sebagai ilustrasi marilah kita tampilkan Amerika Serikat dalam fokus yang lebih tajam mengenai kondisi kejahatan di sana. Kejahatan-kejahatan merampok dan membunuh begitu luas sehingga sulit menghitungnya. Suatu kali saya teringat di New York, saya mendengar sebuah stasiun radio yang sepenuhnya diperuntukkan bagi berita kejahatan-kejahatan besar. Sungguh suatu hal yang mengerikan. Begitu menyakitkan sehingga saya hanya mampu mendengarnya setengah jam saja, tidak lebih dari itu. Hampir setiap lima menit terjadi sebuah pembunuhan baru di Amerika dan hal itu diberitakan, kadang-kadang dengan pemberitaan mengerikan yang disampaikan para wartawan yang benarbenar menyaksikan peristiwa pembunuhan itu sedang berlangsung. Kami tidak bermaksud memaparkan gambaran rinci tentang kejahatan di Amerika, tetapi sudah diketahui secara umum bahwa sekarang ini Amerika tampil paling atas dalam daftar negara tempat merajalelanya segala macam kejahatan; khususnya di kota-kota besar seperti Chicago, New York dan Washington. Di New York, perampokan sudah biasa terjadi; demikian pula penyerangan terhadap penduduk tak berdosa yang takut melawan. Kejadian seharihari ini menimbulkan suatu gambaran yang sangat menjijikkan tentang pengrusakan dan pembunuhan hanya untuk hal-hal yang sepele.
Dengan mengenyampingkan hal itu sejenak, meningkatnya pola kejahatan di seluruh dunia, dalam kasus Amerika sendiri, seseorang tidak dapat luput dari keterkejutannya mengenai hubungan antara konsep Kristen tentang “Dosa dan Penebusan Dosa” dan kejahatan-kejahatan yang dilakukan setiap hari. Walaupun mereka dapat saja meninggalkan nilai-nilai Kristen dalam amal perbuatan mereka, tetapi paling tidak hal ini jelas bahwa mereka memang mempercayai doktrin Kristen tentang “Dosa dan Penebusan Dosa” dan juga mempercayai Kristus sebagai juru selamat mereka, tetapi sayang, tidak ada gunanya. Mayoritas pelaku kejahatan di Amerika, jelas adalah mereka yang disebut orang-orang Kristen. Memang orang-orang Islam dan lainnya tidak terkecuaii. Dikarenakan seluruh pelaku kejahatan itu berasal dari kalangan Kristen dan mereka percaya pada pengorbanan sukarela Yesus Kristus demi para pelaku dosa yang beriman, apakah mereka semua akan diampuni oleh Tuhan? Jika ya, dengan cara apa? Kenyataannya, sebagian kecil dari mereka dapat tertangkap dan dijatuhi sanksi oleh hukum negara, tetapi tetap saja sebagian besar dari mereka tidak tertangkap atau dijatuhi hukuman setelah mereka melakukan kejahatan-kejahatan selama beberapa tahun.
Apa yang dapat ditawarkan Kristen kepada orang-orang yang telah dijatuhi sanksi oleh hukum dan apa yang dapat Kristen janjikan kepada mereka yang belum tertangkap di dunia ini? Apakah kedua kelompok itu akan dihukum dalam tingkatan yang berbeda atau akankah mereka dihukum tanpa pilih bulu?
Dilema lainnya yang berkaitan dengan pengampunan terhadap seorang pelaku kejahatan karena kepercayaannya terhadap Yesus Kristus, tampil dalam suatu situasi yang tidak jelas dan tidak menentu. Misalnya, apabila seorang warga Kristen melakukan suatu kejahatan terhadap seorang korban tak berdosa dari kalangan bukan Kristen, dia akan diampuni tentunya, karena berkat-berkat keimanannya terhadap Yesus. Hukuman terhadap kejahatannya akan dialihkan kepada Yesus. Namun bagaimana pula bentuk keuntungan dan kerugian si korban malang tak berdosa yang bukan Kristen itu? Yesus yang malang dan korban yang malang itu, keduanya telah dihukum untuk suatu kejahatan yang tidak mereka lakukan.
Kemampuan-kemampuan kita akan kacau jika kita mencoba membayangkan besarnya seluruh kejahatan yang pemah dilakukan umat manusia semenjak kebangkitan Kristen hingga masa kepunahan hidup manusia. Apakah seluruh kejahatan ini telah dialihkan kepada Yesus Kristus, semoga keselamatan dan berkat Allah berada atasnya? Apakah seluruh dosa tersebut telah tercakup dalam penderitaan yang dialami Yesus pada masa singkat selama tiga hari dan tiga malam? Tetap saja orang merasa aneh bagaimana mungkin suatu lautan luas para pelaku kejahatan yang begitu hebatnya dibuat pahit oleh racun kejahatan yang mematikan, telah dibuat menjadi manis dan sepenuhnya dibersihkan dari dampak-dampak kejahatan mereka hanya melalui sikap mereka yang mengimani Yesus. Sekali lagi, pemikiran seseorang ditarik jauh ke masa lampau, ketika Adam dan Hawa yang malang, dengan begitu lugunya telah melakukan pelanggaran pertama mereka hanya dikarenakan mereka telah ditipu dan dijebak secara licik oleh syaitan. Kenapa dosa mereka pun tidak turut dibersihkan? Tidakkah mereka itu memiliki keimanan terhadap Tuhan? Apakah memiliki keimanan terhadap Tuhan Bapak merupakan suatu amal baik yang kecil, dan apakah merupakan kesalahan mereka bahwa kepada mereka tidak pemah diberitahukan tentang keberadaan seorang “Anak� yang hidup secara abadi dan azali bersama Tuhan Bapak? Mengapa Tuhan Anak tidak mengasihani mereka dan memohon kepada Tuhan Bapak untuk menghukum Tuhan Anak demi kejahatan-kejahatan mereka? Betapa mungkin seseorang menginginkan hal itu terjadi, padahal lebih mudah untuk dihukum atas suatu kejadian tidak mengenakan yang dialami Adam dan Hawa. Seluruh kisah umat manusia tentu dapat ditulis kembali dalam buku takdir. Suatu dunia yang surgawi akan tercipta, dan Adam serta Hawa tidak akan dibuang selamanya dari surga, beserta seluruh anak keturunan mereka yang tidak bahagia dan yang tidak terhingga jumlahnya. Yesus sendiri terusir dari surga hanya untuk tiga hari dan tiga malam, dan seharusnya demikian. Sayangnya hal ini tidak terpikirkan oleh Tuhan Bapak maupun Yesus. Lihatlah, bagaimana dedikasi Yesus dan kenyataan (realita) yang menarik itu telah diubah menjadi suatu dongeng yang aneh dan tidak dapat dipercaya.
Di mana ada kristian di sana ada pembodohan.Di mana ada kristian di sana ada penipuan.Wahai orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan.
February 7, 2011 at 1:29 pm
Falsafah Kristen tentang Kejahatan dan Hukuman tidak hanya sungguh membingungkan bagi intelektualitas manusia yang sederhana dan polos, tetapi juga menimbulkan banyak pertanyaan terkait lainnya yang sangat membingungkan. Falsafah hubungan antara keadilan dan pengampunan, seperti yang terbentuk melalui falsafah Kristen tentang Penebusan Dosa, berusaha memaparkan mengapa Tuhan sendiri tidak dapat memberikan pengampunan. Hal itu sepenuhnya bergantung pada suatu konsep keadilan yang keliru dan sewenang-wenang, yang menjamin bahwa keadilan dan pengampunan tidak pernah dapat berjalan bergandengan tangan. Dengan demikian, mengapa Perjanjian Baru menempatkan penekanan yang mendalam terhadap pengampunan pada saat membahas hubungan manusia? Saya tidak pernah membaca dalam suatu kitab samawi dari suatu agama di dunia ini, sebuah ajaran yang lebih condong ke satu arah dan banyak memberikan penekanan yang berlebihan pada peran pengampunan. Sungguh nyata perbedaan dengan penekanan tradisional mengenai keadilan, yang terdapat dalam ajaran-ajaran Yahudi. Mata dibalas dengan mata; gigi dibalas dengan gigi. Itulah keadilan, yang murni, sederhana dan tidak melemahkan. Sungguh suatu peralihan yang dramatis dari ajaran-ajaran Yahudi tersebut kepada ajaran Kristen yang memerintahkan supaya memberikan pipi sebelah lagi jika satu pipi ditampar. Siapa yang telah memberikan ajaran terakhir itu yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Taurat sebelumnya? Orang menjadi bingung, apakah ajaran pertama dalam Taurat, suatu ajaran yang berasal dari Tuhan Bapak, sama sekali bertentangan dengan ajaran Perjanjian Baru, suatu ajaran yang berasal dari Kristus “Tuhan Anak?” Jika demikian, mengapa Tuhan Anak begitu jauh berbeda dari Bapaknya? Haruskah pertentangan ini dianggap sebagai suatu kerusakan genetika atau suatu perubahan evolusi, atau apakah sikap Kristen terhadap pengampunan mutlak, yang sama sekali bertentangan dengan penekanan agama Yahudi terhadap pembalasan dendam itu, merupakan suatu contoh perubahan yang sangat nyata di pihak Tuhan Bapak? Dia tampaknya sangat menyesali apa yang telah Dia ajarkan kepada Musa dan para Ahli kitab, dan tampaknya Dia ingin sekali memperbaiki kesalahan-Nya itu.
Sebagai orang Islam, kami menilik pergeseran mendasar ini dalam hal penekanan, dan tidak melihat pertentangan dalamnya, sebab kami percaya terhadap Tuhan yang memiliki kombinasi sifat-sifat adil dan pengampun, tanpa ada pertentangan di antara kedua sifat tersebut. Kami memahami peralihan dari ajaran-ajaran Yahudi kepada ajaran-ajaran Yesus Kristus, bukan sebagai suatu perbaikan terhadap ajaran-ajaran aslinya, melainkan terhadap penerapan keliru yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Terhadap kami, Tuhan itu tidak hanya Maha Adil, melainkan juga Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Jika Dia menghendaki, Dia tidak membutuhkan bantuan pihak luar untuk mengampuni orang yang berdosa. Namun dari sudut pandang Kristen, permasalahan itu menuntut bagian yang besar. Tampak bahwa Tuhan Bapak adalah Tuhan yang hanya tahu keadilan saja dan tidak memiliki rasa kasih maupun sayang. Tampaknya Dia tidak mampu memaafkan walau betapa besar keinginan-Nya melakukan hal itu. Kemudian datanglah Tuhan Anak untuk membantu-Nya dan melepaskan Tuhan dari dilema-Nya yang membakar itu. Tampaknya Sang Anak lebih Maha Pengasih dibandingkan Sang Bapak Yang Maha Pembalas. Bukan hanya kemustahilan tentang gambaran Sang Anak ini saja yang mengganggu akal sehat manusia, hal itu juga menampilkan kembali pertanyaan mengenai pertentangan dalam sifat-sifat mereka. Yesus tidak tampil sebagai anak sejati dari Bapaknya. Kemungkinan telah terjadi suatu kesalahan genetika lagi.
Hal penting lainnya yang perlu diteliti adalah sikap agama-agama lain yang ada di dunia ini terhadap dosa dan dampak-dampaknya. Kristen jelas bukan satu-satunya agama yang diwahyukan. Secara hitungan orang-orang bukan Kristen jauh lebih banyak melampaui jumlah orang-orang Kristen. Ribuan tahun dalam sejarah manusia yang diketahui, sebelum Yesus Kristus, menyaksikan banyak agama yang lahir dan yang mengakar di berbagai belahan dunia tempat hidup manusia. Apakah agama-agama ini pernah memaparkan suatu falsafah pengampunan bahkan walau sedikit saja hubungannya dengan dogma Kristen tentang Penebusan Dosa? Apa konsep mereka tentang Tuhan, atau tentang tuhan-tuhan jika sekarang mereka mulai mempercayai banyak tuhan? Apa konsep mereka tentang sikap Tuhan terhadap manusia yang berdosa?
Di antara agama-agama, dalam hal ini tampaknya yang paling dekat dengan agama Kristen mungkin agama Hindu, tetapi itu pun hanya sebagian, orang-orang Hindu juga percaya kepada Tuhan Yang Memiliki Keadilan mutlak, yang rasa keadilan-Nya menuntut agar Dia walau bagaimana pun harus menghukum setiap pelaku dosa. Namun persamaan tersebut berakhir di situ. Tidak ada pemaparan konsep Tuhan Anak yang memikul di atas pundaknya seluruh konsekuensi para pendosa di seluruh dunia. Sebaliknya kita mendapati suatu rangkaian kejahatan dan hukuman yang tak berakhir dalam lingkaran reinkarnasi (penitisan kembali) yang tidak putus-putusnya dari ruh ke dalam bentuk hewan. Pengampunan dosa hanya dapat dicapai setelah ruh yang mengalami reinkarnasi berkali-kali itu sudah memperoleh hukuman setimpal dengan jumlah kejahatan yang telah dilakukan selama pengalaman reinkarnasi tersebut berlangsung. Bagi sebagian orang, hal itu mungkin terasa sangat janggal dan aneh, tetapi yang jelas dalam falsafah tersebut terkandung makna-makna keadilan. Dalam pandangan tersebut terdapat suatu keseimbangan dan keselarasan yang sangat serasi dengan konsep keadilan mutlak.
Kita kesampingkan dahulu agama Hindu dan agamaagama lain yang mengajarkan falsafah reinkarnasi dengan segala kerumitannya dalam hal sebab dan akibat. Apa peran pengampunan di pihak Tuhan menurut agama-agama besar maupun kecil yang ada di dunia ini? Tampaknya seluruh agama dan lebih dari satu miliar pengikut agama-agama seperti Hindu, sepenuhnya tidak tahu menahu dan tidak memperoleh keterangan tentang Penebusan Dosa. Hal ini memang sangat membingungkan. Wujud apa lagi yang memiliki hubungan dengan umat manusia di mana pun dalam sejarah agama-agama? Jika bukan Tuhan Bapak, seperti dalam ajaran Kristen, apakah pimpinan seluruh agama di dunia ini, kecuali Yesus Kristus merupakan murid syaitan? Dan di mana Tuhan Bapak saat itu? Mengapa Dia tidak datang untuk menolong ketika sebagian umat manusia lainnya sedang disesatkan oleh syaitan dengan mengatas-namakan-Nya? Atau, apakah mereka, sebagian umat manusia tersebut merupakan ciptaan dari wujud selain Tuhan Bapak? Sekali lagi, mengapa mereka diperlakukan sebagai anak-tiri dan ditinggalkan dalam kekuasaan syaitan yang kejam?
Sekarang marilah kita memusatkan perhatian kita kepada permasalahan ini dengan merujuk kepada pengalaman umum manusia. Dapat ditampilkan bahwa pengampunan dan keadilan adalah seimbang dan dapat duduk berdampingan serta tidak selamanya bertentangan satu sama lain. Kadang-kadang keadilan menuntut supaya pengampunan harus dilakukan dan kadang-kadang menuntut supaya pengampunan tidak diberikan. Jika seorang anak diampuni dan hal itu mendorongnya untuk melakukan kejahatan lebih banyak lagi, maka pengampunan itu sendiri memberikan perlindungan pada kejahatan dan itu bertentangan dengan rasa keadilan. Jika seorang pelaku kejahatan diampuni, hanya untuk membuatnya melakukan aksi-aksi kejahatan lebih banyak lagi dan menimbulkan penderitaan terhadap orang-orang di sekelilingnya, hal itu juga bertentangan dengan asas-asas keadilan dan mirip dengan sikap keji terhadap warga lainnya yang tidak berdosa. Tidak terhitung banyak pelaku kejahatan semacam itu yang terlindungi oleh Penebusan Dosa Yesus. Hal itu sendiri bertentangan dengan keadilan. Namun jika seorang anak bertobat, misalnya, dan sang ibu merasa yakin bahwa kejahatan yang sama tidak akan diulangi kembali, maka menghukum anak tersebut akan bertentangan dengan rasa keadilan. Apabila seorang pelaku tobat merasakan penderitaan, hal itu merupakan suatu hukuman yang dalam beberapa kasus lebih berat dari suatu hukuman yang dijatuhkan dari luar. Orang-orang yang memiliki hati nurani hidup, senantiasa merasakan penderitaan setelah melakukan suatu dosa. Sebagai akibatnya, dampak yang bertumpuk dari keperihan-keperihan hati nurani yang berulang-ulang itu, mencapai suatu titik yang dapat menimbulkan curahan kasih-sayang Tuhan terhadap seorang hamba-Nya yang lemah, bimbang, dan bertobat. Ini adalah pelajaran tentang hubungan antara keadilan dan pengampunan, yang diambil oleh orang-orang berintelektual tinggi maupun oleh orang-orang yang memiliki pemahaman biasa, dari suatu pengalaman universal manusia.
Ini merupakan masa puncak bahwa orang-orang Kristen terbangun dari kondisi tidur mereka dalam menerima dogma Kristen tanpa pernah mempertanyakan kebijakan yang terkandung dalamnya. Jika mereka memeriksa kembali ajaran Kristen berdasarkan akal sehat saja dan daya nalar, mereka dapat saja tetap menjadi orang-orang Kristen yang menerapkan [agama] dengan baik, tetapi dengan tipe yang berbeda dan lebih realistis. Mereka akan mempercayai kenyataan Kristus sebagai manusia, dengan kecintaan dan dedikasi yang lebih dalam dan lebih besar dibandingkan Kristus yang semata-mata merupakan khayalan imajinasi mereka dan tidak lebih nyata dari kisah khayalan belaka. Keagungan Yesus tidak terletak pada legendanya, tetapi pada pengorbanan besar yang dilakukan Yesus sebagai manusia dan rasul. Yang dia lakukan adalah suatu pengorbanan yang menyentuh hati lebih kuat dan lebih dalam dibandingkan dengan dongeng seputar kematiannya di tiang salib dan kebangkitannya dari kematian setelah melewati beberapa jam yang mengerikan dalam neraka.
Yesus Tidak Mungkin Dapat Menebus Dosa
Selain itu, bagaimana mungkin Yesus dilahirkan dalam keadaan tidak berdosa sedangkan dia memiliki ibu manusia? Jika dosa Adam dan Hawa telah mencemari seluruh keturunan pasangan yang malang itu, maka sebagai dampak alamiahnya seluruh anak laki-laki dan perempuan harus mewarisi kecenderungan genetika terhadap dosa. Kaum wanita barangkali lebih cenderung dalam hal itu, sebab Hawa-lah yang telah menjadi alat syaitan untuk memperdayai Adam. Oleh sebab itu tanggung jawab dosa jatuh sepenuhnya pada pundak Hawa, dibandingkan Adam. Dalam kasus kelahiran Yesus, jelaslah bahwa seorang anak perempuan Hawa (Maryam) yang memainkan peranan besar. Pertanyaan yang timbul dengan sangat kuat adalah, apakah Yesus mewarisi gen pembawa kromosom dari ibunya yang manusia itu atau tidak? Jika ya, maka tidak mungkin baginya melarikan diri dari dosa warisan yang tak terelakkan itu. Jika dia tidak mewarisi kromosom dari ibunya atau dari Tuhan Bapak, maka tentu kelahirannya itu menjadi keajaiban dua kali lipat. Hanya suatu keajaibanlah yang dapat menciptakan seorang anak yang bukan berasal dari bapaknya maupun dari ibunya. Hal yang masih tidak dapat dimengerti adalah mengapa kromosom-kromosom yang diberikan oleh Hawa tidak membawa kecenderungan fitrati terhadap dosa bagi si bayi Yesus? Andaikan hal itu terjadi, dan Yesus memiliki kondisi yang suci dari dosa yang dibutuhkan untuk memikul dosa-dosa umat manusia, dalam keadaan mereka mempercayai Yesus dan bukan sebaliknya, maka masalah lain akan muncul: “Seseorang dapat saja bertanya, bagaimana nasib anak keturunan Adam dan Hawa yang telah mati sebelum kebangkitan Kristen? Miliaran jumlah mereka yang telah tersebar di seluruh dunia, di lima benua, generasi demi generasi. Mereka telah hidup dan mati tanpa memiliki harapan ataupun kemungkinan pernah mendengar tentang Kristus, Juru Selamat mereka yang belum lahir saat itu. Pada kenyataannya seluruh umat manusia antara Adam dan Kristus tampaknya benar-benar telah mengalami malapetaka abadi. Mengapa kepada mereka tidak pernah diberikan peluang yang kecil sekali pun untuk memperoleh pengampunan? Akankah kepada mereka diberikan ampunan berlaku surut oleh Yesus Kristus? Jika benar demikian, mengapa?
Pada bagian-bagian lain dunia ini, yang jauh lebih besar dibandingkan dengan tanah Judea yang kecil itu, terdapat orang-orang yang tidak pernah mendengar tentang Kristen bahkan selama masa hidup Yesus Kristus, bagaimana nasib mereka? Mereka tidak pernah dan tidak memperoleh kemampuan untuk mempercayai kedudukan Yesus Kristus sebagai “Anak Tuhan.” Apakah dosa-dosa mereka tidak diampuni, ataukah mereka akan diampuni? Jika mereka tidak diampuni, apa alasannya? Jika mereka dihukum, sekali lagi atas dasar logika apa? Peluang apa pula yang mereka miliki? Mereka benar-benar tidak berdaya. Sungguh-sungguh ini merupakan suatu rasa keadilan mutlak yang sangat menyimpang!
Di mana ada kristian di sana ada penipuan.Di mana ada kristian di sana pembodohan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan.
February 18, 2012 at 4:51 pm
Aku tahulah, ini si ilham dan beberapa orang lainnya, sebenarnya tidak mau berdiskusi, muat komen berpanjang-panjang, takut berdiskusi dan berdialog, tujuannya adalah mau ngerusak blog ini. Tulisannya gak bermutu, panjang aja, sampai capek mau baca aja.
February 18, 2012 at 7:08 pm
Laa lalaa♫la la ♪lala♫…lala…la lala♫♪
February 8, 2011 at 3:07 am
Sekarang marilah kita beralih pada peristiwa Penyaliban itu sendiri. Di sini kita dihadapkan pada dilema lain yang tidak terpecahkan. Yesus, sebagaimana berkali-kali diberitahukan kepada kita, mempersembahkan dirinya secara sukarela kepada Tuhan Bapak dan dijadikan sebagai tumbal bagi dosa-dosa seluruh umat manusia, yang tentunya diperuntukkan buat mereka yang mempercayai Yesus. Namun, ketika waktu pengabulan keinginannya .itu sudah mendekat dan akhirnya kilauan harapan bagi umat manusia yang penuh dosa mulai tampil bagai fajar di pagi hari, sebagaimana kita beralih kepada Yesus mengharapkan dapat menyaksikan kesenangan, kegembiraan dan kenikmatan yang dia rasakan pada detik yang sangat penting dalam sejarah umat manusia itu, betapa mendalamnya kekecewaan dan kebingungan kita. Bukannya kita mendapatkan seorang Yesus yang tidak sabar menanti saat sorak-sorai kegirangan, justru yang kita saksikan adalah seorang Yesus yang merintih, menangis, berdoa, dan memohon kepada Tuhan Bapak untuk menjauhkan cawan pahit kematian itu darinya. Dia benar-benar mengecam seorang muridnya ketika dia mendapatkan muridnya itu tertidur setelah mengalami suatu lari yang panjang dan penderitaan sepanjang malam yang gelap-gulita sehingga tidak memperhatikan Yesus, junjungan sucinya. Keterangan Bible tentang peristiwa tersebut adalah sebagai berikut:
Maka sampailah Yesus bersama-sama muridnya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu ia berkata kepada murid-muridnya: “Duduklah di sini, sementara aku pergi ke sana untuk berdoa.” Dan ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus sertanya. Maka mulailah ia merasa sedih dan gentar, lalu katanya kepada mereka: “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.” Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan aku.” Maka ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, katanya: “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Setelah itu ia kembali kepada murid-muridnya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan dia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam percobaan: ruh memang penurut, tetapi daging lemah.” Lalu ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, katanya: “Ya Bapaku, jikalau cawan ini tidak mungkin berlalu, kecuali apabila aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” Dan ketika ia kembali pula, ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka disitu lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (Matius 26:36-43)
Demikianlah, seperti yang diungkapkan sendiri oleh cerita Kristen, doa-doa dan permohonan Yesus maupun murid-muridnya tidak dikabulkan oleh Tuhan Bapak, dan mau tidak mau, walaupun Yesus mengungkapkan pernyataannya yang kuat, dia akhirnya telah disalibkan. Apakah dia orang yang sama, pangeran tak berdosa yang sama, dan tokoh suri tauladan pengorbanan yang dengan gagah berani mempersembahkan dirinya secara sukarela untuk memikul beban seluruh dosa umat manusia di atas kedua pundaknya, ataukah dia orang yang lain? Sikapnya, pada saat-saat menjelang penyaliban dan selama peristiwa penyaliban itu sendiri, dengan kuat menebarkan bayangbayang keraguan, mengenai identitas Yesus Kristus maupun mengenai hakikat dongeng yang beredar di seputar dirinya. Namun, tentang itu akan kita bahas belakangan. Sekarang marilah kita kembali pada penelitian cermat yang kita tinggalkan tadi.
Beberapa persoalan lain yang timbul dari jeritan penderitaan terakhir Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Siapa yang telah memanjatkan doa-doa yang sangat pedih dan menyentuh itu? Apakah Yesus sebagai manusia, ataukah Yesus sebagai Tuhan Anak?
Jika itu merupakan Yesus sebagai inanusia, yang telah ditinggalkan, maka ditinggalkan oleh siapa? Dan mengapa? Jika kita terima pilihan ini, hal itu akan menjamin bahwa hingga saat terakhir Yesus sebagai manusia memiliki sebuah identitas yang berdiri sendiri, yang dapat berpikir dan merasakan secara bebas dan secara pribadi. Apakah dia mati pada detik terlepasnya ruh Yesus Tuhan Anak dari tubuh manusia yang telah dia duduki? Jika ya, mengapa dan bagaimana? Jika memang demikian dan tubuh manusialah yang telah mati setelah ruh Tuhan meninggalkannya, maka pernyataan yang muncul adalah: Siapa pula yang telah dihidupkan kembali dari kematian ketika ruh Tuhan mendatangi kembali tubuh yang sama beberapa saat kemudian?
Kembali, pilihan ini akan menggiring kita untuk mempercayai bahwa bukanlah Yesus Tuhan Anak yang merasakan penderitaan saat itu, tetapi tokoh Yesus sebagai manusialah yang merintih dalam penderitaan sedemikian rupa, dan dialah yang merasakan penderitaan, sementara Yesus Tuhan Anak menyaksikannya dengan sikap tidak acuh dan tidak peduli sama sekali. Lalu bagaimana dia dapat menggenapi pendawaan bahwa dialah Tuhan Anak yang telah menanggung penderitaan demi umat manusia, bukan tokoh manusia yang berada dalamnya?
Pilihan lain adalah, kita menganggap bahwa Yesus Tuhan Anaklah yang merintih itu, sementara tokoh manusia yang berada dalam dirinya, mungkin berharap dapat memulai suatu kehidupan baru bagi dirinya sendiri, menyaksikan dengan dugaan yang tidak menentu, sepanjang pengorbanan yang dilakukan Yesus Tuhan Anak, maka dia, Yesus sebagai manusia, dia suka atau tidak, juga akan
dibunuh di atas altar rekannya yang tidak berdosa. Rasa keadilan apa yang telah mendorong Tuhan untuk membunuh dua ekor burung dengan batu yang sama, mungkin suatu misteri yang lain lagi.
Jika itu merupakan Yesus Tuhan Anak, dan memang dialah menurut kesepakatan umum gereja-gereja Kristen, maka persoalan kedua yang muncul dari jawaban pertama adalah tentang identitas pihak kedua yang terlibat dalam ucapan Yesus (Matius 26:39,42). Ada dua pilihan yang terbuka bagi kita:
Pertama, Tuhan Anak berbicara kepada Tuhan Bapak, mengeluhkan bahwa dia telah ditinggalkan pada saat dia membutuhkan. Hal ini dengan tidak terelakkan lagi menggiring kita untuk mempercayai bahwa mereka merupakan dua tokoh berbeda yang tidak hidup bersama dalam satu kepribadian yang saling tergabung, yang secara sepadan bersama-sama memiliki semua sifat dan menerapkannya secara beriringan dengan andil yang seimbang. Satu tokoh tampil sebagai wasit agung, pemilik terkuat kekuasaan tertinggi untuk mengambil keputusankeputusan. Yang satu lagi, Tuhan Anak yang malang, tampaknya darinya telah dicabut secara penuh, atau mungkin secara sementara telah dilepaskan hak-hak kepemilikannya terhadap sifat-sifat kuasa yang dimiliki Bapaknya. Hal utama yang tetap harus diperhatikan adalah kenyataan bahwa keinginan dan kemauan-kemauan mereka yang saling bertentangan tampak paling banyak bertabrakan dan berselisih satu sama lain selama babak akhir dari drama penyaliban.
Persoalan kedua adalah, apakah kedua tokoh yang berbeda itu, dengan pemikiran-pemikiran pribadi masingmasing, nilai-nilai pribadi masing-masing, dan kapasitaskapasitas pribadi masing-masing merasakan keperihan dan penderitaan jika mereka merupakan “dua dalam satu” dan “satu dalam dua?” Jadi, persoalan lain menuntut dialog panjang di antara para theolog mengenai kemungkinan bahwa Tuhan mampu merasakan keperihan dan hukuman.
Bahkan walaupun Dia mampu melakukan hal itu, hanya separuh Tuhan yang akan merasakannya, sementara yang separuh lagi (Yesus) tidak mampu melakukan, karena memang sudah demikian strukturnya atau kemutlakan alamiahnya. Sebagaimana kita masuk lebih jauh ke dalam dunia bayangan dari falsafah yang berbelit ini, cahaya mulai semakin redup dan redup, serta kita mendapatkan kebingungan demi kebingungan.
Masalah lain adalah, dengan siapa Kristus berbicara, padahal dia sendiri adalah Tuhan? Ketika dia berbicara kepada Bapaknya, dia sendiri merupakan bagian yang tidak terpisalkan dari sang Bapak, demikianlah yang diberitahukan kepada kita. Jadi, apa yang dia katakan dan kepada siapa? Pertanyaan ini harus dijawab dengan suatu akal sehat yang bebas, tanpa dipaksa oleh dogma. Hal itu menjadi sebuah dogma hanya apabila tidak dapat diuraikan dalam istilahistilah [pemahaman] manusia. Berdasarkan penyataan Bible, ketika Yesus hampir melepaskan nyawanya, dia merintih kepada Tuhan Bapak: “Mengapa Engkau telah meninggalkan aku?” Siapa yang telah meninggalkan, dan siapa yang telah ditinggalkan? Apakah Tuhan telah meninggalkan Tuhan?
Siapa yang Telah Dikorbankan?
Masalah lain yang harus kita catat adalah, tokoh manusia yang ada dalam Yesus tidak dihukum, dan tidak pula dia harus dihukum berdasarkan logika apa pun, sebab dia tidak pernah dihadapkan pada pilihan untuk memikul beban dosa umat manusia. Unsur baru ini, yang masuk dalam perdebatan kita, menggiring kita ke dalam suatu situasi sangat janggal yang tidak kita sadari sebelumnya. Orang terpaksa merasa heran mengenai hubungan tokoh manusia dalam Yesus dengan warisan kecenderungan melakukan dosa, yang berlaku umum bagi seluruh anak keturunan Adam dan Hawa. Paling tidak, seseorang dapat mempercayai bahwa dalam dualisme Tuhan Anak dan tokoh manusia yang menduduki satu tubuh yang sama, hanya Tuhan Anaklah yang suci dari dosa. Namun, bagaimana pula tokoh manusia sekandungan yang hidup dengannya? Apakah dia juga dilahirkan dengan gen dan sifat yang disediakan oleh Tuhan? Jika ya, maka dia harus bersikap- seperti tokoh Tuhan dalam Yesus dan tidak ada alasan yang dapat diterima jika dia lalai dalam berbagai hal, dengan dalih bahwa dia melakukan hal itu sebab dia seorang manusia. Jika tidak ada unsur Tulan dalam dirinya, yakni dalam tokoh manusia pada Yesus, maka kita harus mengakui bahwa dia hanyalah seorang manusia biasa [bahkan] mungkin separuh manusia. Selain itu, tokoh manusia tersebut yang telah menyatu dalam Yesus, harus tampil sebagai manusia yang mewarisi kecenderungan terhadap dosa. Jika tidak, apa sebabnya?
Jelaslah, tidak ada untungnya mengatakan bahwa sebagai manusia yang secara nyata terpisah dari pasangan Tuhannya, dia tentu telah melakukan dosa secara terpisah dengan seluruh tanggung jawab akan dosa di atas pundaknya sebagai manusia. Skenario ini tidak akan sempurna tanpa memaparkan Yesus Tuhan Anak mengalami kematian; cukup mementingkan diri sendiri tampaknya demi umat manusia tetapi yang menjadi pertimbangan utamanya mungkin demi saudaranya yang separuh itu, yakni tokoh manusia yang ada dalam dirinya.
Semua ini sangat sulit, kalau bukan tidak mungkin, untuk mencernanya secara intelek. Namun, sudut pandang kami tidak menampilkan masalah-masalah seperti itu. Adalah Yesus tokoh manusia yang tidak berdosa di situ � tanpa dualisme dalam dirinya � yang telah melontarkan rintihan keheranan dan penderitaan tersebut.
Dilema yang Dihadapi Yesus
Sekali lagi saya perjelas bahwa bukannya saya tidak percaya kepada Yesus, justru saya memiliki rasa hormat yang mendalam terhadapnya sebagai seorang utusan Tuhan dengan pengorbananpengorbanan yang luar biasa. Saya memahami Yesus sebagai orang suci yang menjalani suatu masa cobaan berat. Namun beriringan dengan mulai terbukanya pengisahan peristiwa penyaliban dan semakin mendekati saat akhirnya, kita tidak memiliki pilihan lain kecuali mempercayai bahwa Yesus tidak mempersembahkan dirinya dengan sukarela untuk menghadapi kematian di tiang salib. Pada malam sebelum musuh-musuhnya bermaksud membunuh beliau melalui penyaliban, kita mendengar bahwa beliau berdoa sepanjang malam, didampingi seluruh muridnya, sebab kebenaran pendawa’an beliau sedang dipertaruhkan. Telah dikatakan dalam Perjanjian Lama bahwa seorang pendusta yang mengaitkan hal-hal tertentu terhadap Tuhan yang Dia sendiri tidak pernah mengatakannya, akan digantung di sebuah tiang dan dengan itu menjalani kematian yang terkutuk:
Namun seorang nabi yang menganggap dirinya mengucapkan atas nama-Ku sesuatu yang tidak pemah Aku perintahkan kepadanya untuk diucapkan, atau seorang nabi yang berbicara atas nama tuhan-tuhan lain, harus dihukum mati. (lihat Ulangan 18:20).
“Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau mengubur dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah. (Ulangan 21:22,23).
Yesus mengetahui, jika hal ini terjadi, orang-orang Yahudi akan merayakannya dengan gembira dan menyatakan dirinya seorang pendusta yang kepalsuannya telah terbukti secara jelas berdasarkan kitab-kitab samawi. Inilah sebabnya mengapa dia .sangat gelisah untuk menyelamatkan diri dari cawan kematian yang pahit; bukan karena pengecut tetapi karena takut bahwa umatnya akan terkecoh dan gagal mengenali kebenarannya apabila dia mati di atas salib. Sepanjang malam dia berdoa dengan begitu memilukan dan begitu tidak berdayanya, sehingga dengan membaca tentang penderitaan dan kesengsaraannya itu, hati jadi tersaya-sayat. Namun pada saat drama kehidupan nyata itu mendekati saat kehidupan terakhirnya, puncak ketegangan emosinya, kekecewaan dan ketidakberdayaannya secara penuh telah ditampilkan dalam rintihannya yang terakhir: “Eli, Eli, lamma sabaktani? ” yang artinya, “Tuhan-ku, Tuhan-ku, mengapa Engkau telah meninggalkan aku?”1
Hendaknya dicatat bahwa bukan penderitaan saja yang tergambar dalam rintihan itu, tetapi jelas di situ tercampur unsur keterkejutan, mendekati kengerian. Setelah dia disadarkan kembali atas bantuan beberapa murid setianya yang membubuhkan suatu salep terhadap luka-lukanya � yang telah mereka persiapkan sebelum penyaliban dan yang mengandung ramuan-ramuan yang diperlukan untuk mengurangi rasa sakit serta menyembuhkan luka-luka � dengan sangat luar biasa serta gembira, dia kagum dan keimanannya terhadap Tuhan yang sangat dicintai menjadi bangkit serta hidup kembali dalam suatu corak yang jarang dialami manusia dalam hal kehebatan dan ketidakterbatasannya. Kenyataan bahwa salep itu telah dipersiapkan secepatnya, menunjukkan suatu bukti kuat bahwa murid-murid Yesus memang memiliki harapan bahwa dia diturunkan dari tiang salib dalam keadaan hidup, sehingga sangat membutuhkan pengobatan.
Dari hal di atas jadi sangat jelas bahwa konsep-konsep Dosa Warisan dan Penyaliban hanyalah berlandaskan pada dugaan dan khayalan para theolog Kristen pada masa belakangan. Sangat mungkin bahwa hal-hal itu muncul dari beberapa dongeng sebelum Kristen yang memiliki sifat sama, yang ketika diterapkan pada kondisi-kondisi Yesus Kristus, menarik mereka untuk mendapatkan persamaan-persamaan yang dekat antara keduanya dan menciptakan sebuah dongeng yang serupa. Ringkasnya, apa pun misteri (hal yang belum terbuka) dan paradoks (hal yang ber lawanan dengan asas) yang ada, seperti yang kita saksikan, sebegitu jauh tidak ada bukti bahwa falsafah Kristen tentang Dosa dan Penebusan Dosa itu berlandaskan pada sesuatu yang telah dikatakan atau telah dilakukan atau telah dipikirkan oleh Yesus. Dia tidak pernah mengajarkan hal yang sangat bertentangan itu, dan yang jelas-jelas melawan akal manusia.
Di mana ada kristian di sana ada pembodohan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan.
February 8, 2011 at 3:52 am
Tuhan Yang Penipu Dan Mesias Yang Tidak Kompeten
Apa yang Sebenarnya Diajarkan Islam Tentang Allah dan Yesus
Sumber:
http://www.answering-islam.org/indonesian/siapakah-tuhan/tuhan-yang-penipu.html
David Wood
Lebih dari dua ribu tahun, orang-orang Kristen telah memproklamirkan kematian dan kebangkitan Yesus. Tetapi Islam menolak mentah-mentah kedua doktrin ini dan menawarkan versi cerita yang berbeda mengenai apa yang terjadi di kayu salib dan sesudahnya. Namun, penjelasan Islam ini harus dibayar dengan harga yang mahal: versi cerita mereka menggambarkan Tuhan sebagai penipu yang mengerikan, dan kisah Yesus sebagai kegagalan terbesar dalam sejarah para nabi. Oleh karena itu, saat Muslim mengklaim bahwa “Allah Mahabenar” [1] dan bahwa Yesus harus dihormati sebagai salah satu nabi Allah yang terbesar; klaim ini ada rongganya, karena dogma Islam datang dengan banyak ajaran yang menyimpang.
Allah Memulai Kekristenan…Secara Kebetulan
Jika kita meneliti ajaran-ajaran Islam, kita akan dapati bahwa Allah bukan hanya memulai kekristenan, tetapi juga membuat agama Kristen menjadi salah satu agama dominan di dunia. Fakta ini tentunya terasa aneh bagi banyak orang, karena Muslim percaya bahwa agama Kristen adalah agama palsu. Tentu saja, Muslim akan merespon dengan argumen bahwa agama Kristen dianggap agama palsu karena telah dirusak oleh manusia. Tetapi pada awalnya setidaknya memang itu adalah pesan dari Allah yang diberikan kepada Yesus, putera Maria.
Belakangan memang tak ada secuil bukti pun yang menunjukkan bahwa pengikut-pengikut Yesus pernah percaya sesuatu yang mirip dengan Islam, namun ini bukan masalah pokoknya. Menurut pandangan Islam (yang sering tidak disadari Muslim awam), kekristenan telah dirusak oleh Allah sendiri. Untuk memahami kenapa Islam menganut dan memaksakan pandangan seperti itu, mari kita tinjau beberapa fakta berikut.
FAKTA #1: Quran menyatakan bahwa Yesus adalah utusan Allah dan nabi Islam. Sesungguhnya, Surah 19 mengatakan bahwa Yesus mulai memberitakan teologi Islam begitu ia dilahirkan:
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka (dia/Isa) menyerunya dari bawahnya: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu…”
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.[2]
Yesus terus memberitakan pesan Allah sepanjang hidupnya hingga saat ia diangkat ke surga. Menurut Quran, Injil yang diberitakan Yesus tidak ada bedanya dengan pesan-pesan yang telah disampaikan oleh nabi-nabi sebelum dia. Yesus, hamba dan nabi Allah, memberitakan tentang Islam:
Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketaqwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. [3]
Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya, dan Kami jadikan dia sebagai contoh bagi Bani Israil….Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, “Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah, dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sungguh, Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”[4]
Jadi, Yesus menghabiskan sekitar 33 tahun, mulai dari kelahiran hingga kenaikannya ke surga, memberitakan Islam kepada bangsa Israel. Sebelum peristiwa penyalibannya, pengajarannya cukup berhasil, sebagaimana ditunjukkan oleh adanya pertobatan sejumlah pendengarnya.
FAKTA #2: Quran menyatakan bahwa Yesus memenangkan jiwa sejumlah pengikutnya. Karena Yesus menghabiskan seluruh hidupnya memberikan ajaran Islam mula-mula, pastilah pengajarannya berpusat pada prinsip dasar teologi Islam. Dengan demikian murid-muridnya tentu akan menjadi orang-orang yang mirip dengan Muslim, persis seperti yang diajarkan Islam mengenai pengikut-pengikut Yesus:
Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para Hawariyyun (sahabat setianya) menjawab, “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim.” [5]
Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut Isa yang setia, “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslim).”[6]
Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya.[7]
Jika Quran benar, maka setidaknya Yesus telah mempertobatkan sejumlah umat Israel menjadi Islam. Walaupun tidak ada sama sekali bukti sejarah mengenai pertobatan seperti itu, tapi Muslim terlanjur beranggapan bahwa pada abad pertama tersebut ada sejumlah orang Yahudi yang percaya kepada ajaran Yesus dan ikut menjadi Islam. Akan tetapi seperti yang akan kita lihat, asumsi ini hanya menciptakan masalah bagi pembela keyakinan Islam.
FAKTA #3: Jika benar ada orang Yahudi abad pertama yang beralih kepercayaan kepada Islam, mereka tidak bertahan lama. Gagasan bahwa pengikut-pengikut Yesus yang pertama adalah Muslim memunculkan pertanyaan yang menggelitik: Mengapa kita tidak pernah mendengar tentang Muslim yang ada pada abad pertama? Kita memiliki banyak sekali bukti historis tentang pengikut-pengikut Yesus (yang disebut Nasrani) di abad pertama, tetapi kita sama sekali tidak memiliki bukti tentang umat Muslim. Kemungkinan besar, para pembela Islam akan mengklaim bahwa orang Kristen telah menghapus semua catatan tentang pengikut-pengikut Yesus yang non-Kristen, namun pendapat ini sangat tidak masuk akal. Baik sumber Kristen maupun non-Kristen menceritakan tentang kepercayaan Kristen mula-mula, tetapi tidak ada satupun dari sumber-sumber ini yang menyebutkan tentang keberadaan orang Kristen-Islami. Paling tidak, kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa kematian Yesus diakui oleh para pemegang otoritas masa itu, dan bahwa pengikut-pengikut Yesus yang pertama – termasuk Petrus, Yakobus dan Yohanes – percaya bahwa Yesus mati di kayu salib karena dosa-dosa mereka dan kemudian bangkit dari kematian. (Kita juga tahu, para murid percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, tetapi hal ini tidak perlu bagi argumen saya).
Keempat kitab Injil dalam Perjanjian Baru menegaskan tentang kepercayaan Kristen mula-mula dalam hal kematian dan kebangkitan Yesus, demikian juga halnya dengan kitab Kisah Para Rasul. Surat-surat Rasul Paulus juga berulang kali memproklamirkan kematian dan kebangkitan Yesus. Selanjutnya, sebuah pengakuan iman kuno yang tercatat dalam 1 Korintus 15 ternyata tertanggal beberapa tahun setelah masa hidup Yesus, dan karenanya memberikan kesaksian yang sangat dini tentang keyakinan Kristen di era para rasul. Bunyinya sebagai berikut:
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; dan bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas [Petrus] dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. [8]
Kita juga memiliki tulisan-tulisan di luar Perjanjian Baru tentang awal Kekristenan, yakni mengenai keyakinan pengikut-pengikut Yesus. Contohnya, Clement dari Roma, yang ditahbiskan menjadi Bishop di Roma oleh Rasul Petrus, menulis tentang keyakinan para rasul tentang kematian dan kebangkitan Yesus. [9] Polycarp yang ditahbiskan oleh Rasul Yohanes, menyebutkan tentang kebangkitan Yesus beberapa kali. [10] Bahkan ada sejumlah sumber non-Kristen kuno yang memuat informasi krusial mengenai Yesus dan para rasul. Menurut Josephus (ahli sejarah Yahudi) dan Tacitus (ahli sejarah Romawi), Yesus disalibkan pada masa pemerintahan Pontius Pilatus. [11] Lucian dari Samosata, seorang pengarang satire Yunani, berkata, “Orang-orang Kristen, yang Anda kenal, menyembah satu individu hingga hari ini – seorang tokoh terkenal yang memperkenalkan kepercayaan baru pada mereka, yang untuk itu ia disalibkan.” [12] Bahkan Talmud Yahudi mencatat tentang penyaliban Yesus. [13]
Oleh karena itu, penafsiran yang paling masuk akal dari semua data tersebut adalah bahwa Quran salah wahyu bila mengatakan (1) Yesus tidak pernah mati dan (2) pengikut-pengikut awal Yesus adalah Muslim. Namun demikian, marilah kita bermurah hati, mengabaikan fakta-fakta yang telah ada; menganggap bahwa memang ada sejumlah Muslim abad pertama dan kemudian semua bukti keberadaan mereka dihancurkan oleh orang-orang Kristen (yang sesat). Bahkan jika kita mengabulkan asumsi aneh seperti ini, hal ini masih tetap menyodorkan sebuah masalah besar bagi umat Muslim: Apa yang terjadi dengan Muslim-Muslim abad pertama ini? Mengapa Islam – awal ini (Nasrani-Islamik) begitu segera digantikan oleh iman lain (Nasrani-Salib) yang percaya akan pengorbanan kematian Yesus dan kebangkitannya? Mengapa pengajaran Yesus selama 33 tahun tidak menghasilkan sesuatu yang bisa bertahan lama? (Bahkan tidak berjejak hingga kedatangan Muhammad?)
Muslim, sekali lagi, akan merespon pertanyaan-pertanyaan ini dengan mengatakan secara spontan bahwa orang Kristen (dan bukan Allah Islamiknya) merusak ajaran Yesus, dan gereja-gereja Kristen telah menghapus semua catatan mengenai ajaran Islam yang diberikan Yesus. Namun, tidak akan ada Muslim sejati yang bersedia menerima posisi ini, karena hal ini dapat menutupi cerita dalam Quran mengenai apa yang terjadi.
FAKTA #4: Quran menyatakan bahwa Allah menipu manusia agar mereka sungguh percaya bahwa Yesus mati di kayu salib. Menurut Quran, Yesus berhasil mempertobatkan setidaknya beberapa orang Yahudi ke Islam. Tetapi seperti yang kita ketahui dari sejarah, pengikut-pengikut awal Yesus yakin akan kematian dan kebangkitannya. Jadi, alasan yang paling tepat tentang tidak adanya Muslim setelah Yesus naik ke surga adalah bahwa semua pengikut Yesus percaya bahwa dia mati di kayu salib lalu bangkit dari kematian. Darimana mereka mendapat gagasan seperti ini? Menurut Islam, gagasan bahwa Yesus mati di kayu salib itu berasal dari ulah Allah sendiri:
dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [14]
Baiklah, kita anggap bahwa tujuan Allah hanya semata-mata untuk menipu orang-orang yang ingin membunuh Yesus, tetapi jelas-jelas murid-murid Yesus juga ikut tertipu. Lantas, siapa yang bertanggungjawab mengajarkan kepercayaan bahwa Yesus mati di kayu salib? Jika Islam benar, berarti Allah memulai gagasan ini ketika Ia memutuskan untuk mengelabui musuh-musuh Yesus agar mereka berpikir bahwa mereka telah membunuh Yesus. Hal ini membawa lebih banyak masalah lagi. Jikalau penipuan terhadap para murid dilakukan tanpa sengaja, maka kita harus menyimpulkan bahwa Allah tidak menyadari bahwa Ia bakal memulai agama palsu terbesar di dunia. Jikalau hal itu dilakukan dengan sengaja, berarti Allah turut terlibat dalam memulai agama palsu. Karenanya, Allah Islam itu, boleh jadi, Allah yang sangat bodoh atau penipu yang sangat jahat.
Penempatan Muhammad juga memberi arti bahwa Yesus adalah kegagalan terbesar dalam sejarah para nabi. Dia menghabiskan 33 tahun untuk mengajar (sekali lagi, ia mulai mengajarkan teologi Islam begitu ia dilahirkan), namun begitu ia mati, bangsa Israel terbagi menjadi dua kubu besar. Yang percaya kepada ajarannya menjadi Kristen, yang mana mereka bersalah atas dosa yang tak terbayangkan (syirik [15]); sementara mereka yang menolak ajarannya juga bersalah karena menolak salah satu utusan terbesar dari Allah. Jadi, baik mereka yang percaya kepada Yesus maupun yang menolaknya, semuanya akan dihukum dan dilempar ke dalam api neraka! Sungguh aneh bahwa umat Muslim menganggap Yesus sebagai salah satu nabi terbesar yang pernah ada. Dengan kebesaran ini seharusnya dia bisa memenangkan setidaknya satu jiwa yang bertahan bagi Islam. Tetapi ternyata tidak ada! Mesias ini sama sekali tidak kompeten. Lebih jauh lagi, seorang nabi Islam sejati (Yesus Muslim) seharusnya memperingatkan pengikutnya agar tidak berpaling dari Islam dan jatuh dalam tipu daya setan (tetapi kali ini Allah yang menipu daya dengan menukarkan si tersalib). Tetapi Yesus sejati tidak pernah menyampaikan pesan seperti itu. Sesungguhnya, jutaan orang di dunia sekarang ini menolak ajaran Islam karena mereka percaya bahwa Yesus mati di kayu salib demi dosa-dosa mereka, berarti kembali lagi kepada ajaran tentang Tuhan yang penipu dan Mesias yang tidak kompeten.
Allah Menyebarkan Agama Palsu yang Ia Mulai Tanpa Sengaja
Jika kita ikuti ajaran Islam sesuai dengan logika mereka, kita akan mendapati bahwa Tuhan memulai kekristenan bisa karena disengaja, atau bisa juga karena tidak disengaja. Tetapi Quran tidak berhenti sampai di situ. Alih-alih memperbaiki kekacauan yang Ia perbuat, Allah malah membawa kekristenan ke tingkat kekacauan berikutnya.
FAKTA #5: Quran menyatakan bahwa Allah membantu menyebarkan agama Kristen. Setelah Allah – oleh tipu daya Nya – menyebabkan banyak orang percaya pada kematian dan kebangkitan Yesus, selanjutnya Ia dengan giat membantu orang-orang Kristen menyebarkan ajaran palsu mereka:
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,” lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir, lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.[16]
Ayat ini sangatlah penting, karena di sini dikatakan bahwa Allah membantu para pengikut Yesus melawan orang-orang Yahudi yang menolak Yesus, dan para pengikut ini “menjadi orang-orang yang menang”. Lalu, siapa para pengikut Yesus yang lebih kuat dari orang-orang Yahudi ini? Satu-satunya kriteria dalam sejarah yang cocok dengan gambaran ini adalah para pemeluk Kristen ortodox, yang percaya kepada kematian, kebangkitan dan keilahian Yesus. Dengan kata lain, Muslim tidak bisa mengklaim bahwa ajaran Yesus telah dirusak dan bahwa injil yang sesungguhnya telah dimusnahkan; karena jelas sekali tertulis dalam Quran bahwa bukan kelompok orang-orang tersebut yang dimaksud. Bahkan jika memang ada orang Kristen-Islami di abad pertama, kelompok ini tidak pernah unggul dari siapapun juga. Sesungguhnya, mereka langsung dimusnahkan (karena tidak pernah berhasil muncul). Satu-satunya kelompok pengikut Yesus yang berhasil mengalahkan orang Yahudi adalah mereka yang disebut sebagai orang-orang Kristen setelah agama Kristen tersebar di seantero kekaisaran Romawi. Orang-orang Kristen ini meyakini doktrin dasar yang dipercayai oleh seluruh umat Kristen hingga hari ini. Dan, menurut Quran, Allah membantu orang-orang ini mendapatkan kekuasaan.
Kalau begitu, bagaimana agama Kristen menyebar dan menjadi agama dominan di dunia? Ia menyebar berkat kuasa Allah! Dan siapa yang memulai ajaran Kristen tentang kematian Yesus di kayu salib? Allah yang menciptakan ajaran ini! Bahkan para ahli sejarah non-Kristen yakin bahwa kematian Yesus adalah salah satu fakta sejarah terjelas yang pernah ada. [17] Darimana para ahli sejarah mendapat pemikiran seperti ini? Mereka mendapatkannya dari Allah, yang telah menipu begitu banyak orang agar percaya pada kematian Yesus, sehingga kita sekarang memiliki banyak sekali bukti historis untuk kejadian ini (bahkan lebih dari sekedar mutawatir!) Karena ada sekitar dua miliar orang Kristen di muka bumi sekarang ini, maka tampaknya Yesus dan Tuhanlah yang harus bertanggungjawab karena telah memulai satu-satunya agama di dunia yang mampu menghadapi Islam.
Jika Islam Benar…
Tak perlu diperkatakan lagi, saya pikir pandangan Islam sangat problematis. Kita diharuskan untuk percaya bahwa Tuhan menipu miliaran orang. Tuhan bahkan menyesatkan pengikut-pengikut Yesus dengan membodohi begitu banyak orang agar percaya bahwa Yesus mati. Hal ini dapat dihindari kalau saja Tuhan tidak demikian menggebunya ingin menipu orang-orang. Dan hal ini juga menimbulkan lebih banyak pertanyaan: Mengapa Allah ingin agar orang-orang percaya bahwa Yesus mati kalau memang ia tidak mati? Muslim tidak dapat membantah dengan mengatakan bahwa Allah melakukan hal itu untuk melindungi Yesus dari orang-orang Yahudi dan Romawi, karena toh Allah membawa Yesus pergi dengan selamat. Jadi, kenapa Allah mau memberikan kepuasan bagi musuh-musuh Yesus dengan membiarkan mereka melihat Yesus dibunuh? Kenapa tidak membangkitkan Yesus saja dengan menggentarkan mereka, tanpa harus menipu orang banyak? Tampaknya tidak ada alasan sama sekali bagi Allah untuk menipu orang-orang ini, khususnya karena penipuan ini mengarah pada pembentukan agama Kristen yang tidak Islamik.
Ini adalah pil pahit yang harus ditelan, tetapi Islamlah yang memaksa kita untuk melihat pemunculan agama Kristen dengan cara seperti ini. Jika Islam benar, berarti Allah menipu orang-orang yang percaya pada nabi-nabi yang Dia utus. Jika Islam benar, berarti Allah telah menyebarkan ajaran palsu sehingga akhirnya menjadi agama dominan di dunia. Jika Islam benar, berarti Yesus, sang Mesias, benar-benar tidak kompeten dan seharusnya tidak diutus oleh Allah, karena Yesus menyesatkan lebih banyak orang dibandingkan nabi lainnya dalam sejarah. Karena pandangan Islam bertentangan dengan pemahaman tradisional (termasuk pemahaman Islam sendiri) tentang sifat Allah, Islam adalah sistem keagamaan yang sungguh membingungkan, yang harus ditolak oleh semua orang yang berpikiran rasional. Islam memiliki penjelasan yang buruk dan hina mengenai asal muasal agama Kristen. Jika Islam benar, berarti keberadaan agama Kristen sama sekali nonsense diluar akal.
Jika Kristen Benar …
Di sisi lain, Kristianitas dengan mudah dapat menceritakan tentang munculnya agama Islam, sebegitu Islam menafikan penyaliban Yesus bagi penebusan dosa manusia. Sesungguhnyalah, jika kekristenan benar, maka cerita kemunculan agama Islam (yang anti-Kristus) adalah justru sangat masuk akal. Tetapi jikalau hal ini masih tidak menjelaskan mengapa kekristenan menjadi penyebab timbulnya agama-agama, seperti Islam contohnya, maka lakukan cara pemikiran berikut ini.
Jika Kristianitas benar, maka pernyataan-pernyataan berikut ini juga benar:
(1) Manusia hanya dapat datang kepada Tuhan melalui Yesus Kristus.
(2) Setan adalah makhluk roh yang nyata yang ingin menjauhkan manusia dari Tuhan.[18]
Dengan memperhatikan kedua pernyataan di atas, mari kita lihat apakah kita dapat mengetahui sedikit tentang setan. Sekarang, jika setan ingin menjauhkan manusia dari Tuhan, dan jika satu-satunya jalan menuju Tuhan adalah melalui Yesus Kristus, maka apa yang akan menjadi prioritas utama setan? Tujuan utama setan bukanlah membawa manusia ke dalam hidup berdosa (walaupun dia akan senang jika kita melakukannya, karena hal ini dapat merusak perintah Tuhan), sebaliknya, tujuan utamanya justru untuk menghasut manusia agar mereka menolak Kristus, karena penolakan ini akan membuat manusia terpisah dari Tuhan.
Lalu bagaimana cara setan meyakinkan manusia agar mereka mau menolak Kristus? Kita sadari bahwa banyak orang di dunia ini yang tidak peduli tentang Tuhan. Setan tidak mengkhawatirkan orang-orang seperti ini, karena mereka toh tidak tertarik dengan keselamatan. Karena tujuan setan adalah menjauhkan sebanyak mungkin manusia dari Tuhan, sudah pasti setan akan lebih memfokuskan diri terhadap orang-orang yang, pada batasan tertentu, peduli terhadap masalah agama. Ada dua cara untuk menjauhkan orang-orang semacam ini dari Tuhan. Setan bisa meyakinkan mereka bahwa semua “ajaran keagamaan” adalah omong kosong (yakni dengan menyebarkan sekularisme, yang dapat kita saksikan di seluruh dunia), atau ia akan menawarkan pengganti bagi kebenaran (yakni agama yang menolak hal yang diperlukan bagi keselamatan).
Jadi, jika agama Kristen benar, kita dapat pastikan bahwa setan akan mengilhami agama-agama yang akan menolak pengorbanan kematian Kristus dan kebangkitannya, walaupun agama-agama ini mungkin memiliki kemiripan dengan agama Kristen dalam hal (non-esensial) lainnya. Sekarang setelah kita mendapat gambaran yang jelas mengenai apa yang akan kita dapati jika kekristenan itu benar, marilah kita lihat bagaimana agama Islam cocok dengan prediksi kita.
Ajaran Islam, kira-kira seperti ini: “Percayalah kepada Allah satu-satunya. Lakukanlah amal ibadah yang banyak. Jika amal ibadah Anda mencukupi, maka Anda akan masuk surga. Hormati Yesus, karena ia adalah nabi yang besar, yang menyampaikan pesan-pesan Allah kepada bangsa Israel. Juga percaya bahwa Yesus lahir dari seorang perawan, bahwa ia melakukan banyak mujizat, dan ia adalah sang Mesias. Tetapi apapun yang kamu lakukan, jangan pernah percaya bahwa ia mati demi dosa-dosamu. Dan jangan pernah percaya bahwa ia bangkit dari kematian. Sesungguhnya, dengan mempercayai bahwa Yesus adalah anak Allah, berarti Anda telah melakukan dosa yang terburuk.” Catat bahwa Islam menolak syarat utama bagi keselamatan agama Kristen, tetapi menerima doktrin tertentu lainnya. Contohnya, umat Muslim diperintahkan untuk percaya pada Tuhan, tapi setan dan iblis juga percaya pada Tuhan. Umat Muslim diperintahkan untuk berbuat kebaikan, tetapi semua agama yang lain juga mengajarkan hal yang sama. Muslim diizinkan untuk mempercayai hal-hal tertentu tentang Yesus (seperti statusnya sebagai nabi dan kelahiranNya dari seorang perawan), tetapi kepercayaan ini tidak dapat menyelamatkan seseorang. Namun ketika kita menerima kepercayaan yang utama tentang keselamatan – keilahian Kristus, kematiannya di kayu salib, dan kebangkitannya dari maut – kita akan dapati bahwa Islam dengan keras menentang doktrin-doktrin yang sangat penting ini. [19] Islam, terlihat persis seperti agama yang kita prediksi bakal dibentuk oleh setan, karena agama ini menyangkali hal yang diperlukan manusia untuk dapat datang kepada Tuhan.
Sudah tentu, ada cara yang lebih mudah bagi kita untuk melihat bahwa kekristenan memang menyebabkan kemunculan agama Islam. Kita dapat melihat beberapa nubuat dalam Alkitab. Contohnya, Yesus berkata bahwa “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang” [20] Rasul Paulus menambahkan bahwa akan ada beberapa orang yang akan “mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” [21] (Ungkapan “roh-roh penyesat” mengingatkan kita pada pernyataan Quran bahwa Allah menipu-daya banyak orang sehubungan dengan penyaliban Yesus). Alkitab berulangkali mengingatkan bahwa guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu akan datang untuk mendistorsi Injil (“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang”, 2 Korintus 11:14). Namun tampaknya hanya ada sedikit orang di zaman Muhammad yang memperhatikan peringatan ini.
Pemikiran Akhir
Sepanjang sejarah, banyak orang telah mengklaim diri mereka sebagai nabi. Sesungguhnya, banyak yang menyatakan diri sebagai nabi bahkan hingga hari ini, dan akan ada lebih banyak lagi di kemudian hari. Andaikan ada seorang nabi yang muncul di masa mendatang, seseorang yang mengklaim mendapat wahyu baru dari Tuhan. [22] Baik umat Muslim maupun Kristen akan menolak orang tersebut. Tetapi andaikan nabi ini berkata pada kaum Muslim,
“Saudara-saudara, kalian telah mempercayai ajaran Muhammad, tetapi sekarang saya hendak memberitahukan bahwa Islam dimunculkan Allah untuk menipu manusia. Soalnya orang-orang kafir di negara Arab sedang melakukan hal-hal yang mengerikan, seperti membunuh anak-anak perempuan mereka dan menikahi ratusan wanita. Allah memutuskan untuk menghukum mereka dengan cara menyesatkan mereka dan membuat kamu semua percaya pada sesuatu yang tidak benar. Tetapi kini saya datang untuk memberitakan kebenaran padamu! Saya adalah nabi Allah yang terbesar, diutus untuk menyelamatkan kamu dari si jahat!”
Akankah umat Muslim mempercayai orang tersebut? Hampir dapat dipastikan mereka tidak akan percaya. Tetapi mengapa Muslim menolak nabi baru yang satu ini? Mereka menolak orang ini karena mereka menolak untuk percaya bahwa Allah telah dengan sengaja menipu jutaan orang. Nah, tetapi justru disinilah Muslim terjebak mempercayai suatu penipuan yang sejenis, bilamana hal itu menyangkut kematian Yesus! Jadi jikalau Muslim percaya kepada Allah yang menipu orang banyak, termasuk mereka yang mengikuti nabi-nabi Allah ini, maka bagaimana mungkin Muslim yakin bahwa mereka telah diberikan kebenaran?
Umat Muslim membanggakan diri tentang penghormatan mereka pada Allah dan rasa hormat mereka pada para nabi. Namun, kalau diteliti lebih dekat, kita melihat bahwa Islam menyalahkan Allah mengenai penipuan agama. Hal ini membuat kita berhenti sejenak dan berpikir. Mengapa sebuah agama yang membanggakan dirinya tentang pandangannya mengenai Allah menyatakan bahwa Allah menciptakan agama palsu? Mengapa umat yang mengaku menghormati Yesus itu malah menempatkan Yesus sebagai kegagalan yang besar? Kelihatannya Islam begitu nekadnya ingin menghancurkan kekristenan, sehingga mereka tidak peduli lagi apakah itu berakibat menghancurkan diri mereka sendiri. Dengan kata lain, Islam hanya dapat menjelaskan tentang kematian dan kebangkitan Yesus dengan membuat Allah sebagai penipu, yang sebenarnya menghancurkan konsep Islam tentang Allah. Tindakan ini menjadi masuk akal jika kekristenan itu benar, dan jika Islam memang dirancang oleh setan untuk mencegah agar manusia diselamatkan.
Umat Muslim boleh menyangkali hal ini sesuka mereka. Mereka boleh terus memproklamirkan kesetiaan mereka pada Allah dan rasa hormat mereka pada nabiNya. Namun ada sesuatu yang aneh dengan cara mereka menjelaskan kekristenan. Ada yang sangat aneh tentang Tuhan yang menyesatkan dunia. Jika Islam benar, maka Tuhan dan Yesus adalah kegagalan. Jika kekristenan benar, maka Tuhan dan Yesus telah menang di kayu salib, karena pintu menuju keselamatan telah terbuka bagi semua orang, kendati ada orang-orang yang berusaha agar pintu tersebut tetap tertutup.
Yesus memperingatkan pengikut-pengikutnya bahwa nabi-nabi palsu akan muncul. Dia juga memerintahkan kita untuk tidak mempercayai mereka. Salah satu cara agar kita dapat mengenali nabi palsu adalah dengan memilah secara hati-hati jika pengajaran mereka mengarah kepada keyakinan yang tidak dapat diterima. Tuhan itu Mahabenar, dan Dia Mahakasih. Islam, jika diperhatikan dengan cermat, akan mengajar kita untuk mempercayai hal yang sebaliknya.
————————————–
1. Qur’an, 24:25.
2. Qur’an 19:23-26, 30-33.
3. Qur’an 42:13.
4. Qur’an 43:59, 63-64.
5. Qur’an 3:52.
6. Qur’an 5:111.
7. Qur’an 57:27.
8. 1 Korintus 15:3-5.
9. Lihat 1 Clement 42:3.
10. Lihat Polycarp, To the Philippians 1:2, 2:1-2, 9:2, 12:2.
11. Lihat Josephus, Antiquities 18.64, and Tacitus, Annals 15.44.
12. Lucian of Samosata, The Death of Peregrine, 11-13.
13. Talmud, Sanhedrin 43a.
14. Qur’an 4:157-158. Menurut tradisi Muslim, Allah membuat Yudas Iskariot menjadi mirip Yesus, dan Yudas disalibkan sebagai pengganti Yesus.
15. Bermitra dengan Tuhan (selain Allah) berarti melakukan dosa syirik.
16. Qur’an 61:14.
17. Misalnya, John Dominic Crossan, dari “Jesus Seminar” anti-Kristen yang terkenal, berkata, “Bahwa penyaliban (Yesus) merupakan kejadian historis yang sebenar-benarnya.” (Jesus: A Revolutionary Biography [San Francisco: HarperCollins, 1991] p. 145).
18. Makhluk roh ini jangan dikacaukan dengan imej populer dari sosok merah tak berbahaya dengan ekor runcing dan garpu rumput!
19. Mungkin ada yang heran mengapa saya tidak menyertakan percaya kepada Tuhan ke dalam doktrin yang diperlukan bagi keselamatan. Saya tentunya bukan hendak menyangkal perlunya percaya kepada Tuhan. Namun, saya hendak menunjukkan perbedaan antara doktrin perlu dan doktrin perlu dan cukup. Percaya kepada Tuhan perlu untuk keselamatan, tetapi tidak cukup untuk menghasilkan keselamatan itu sendiri. Sebaliknya, doktrin Kristen tentang pengakuan keilahian Kristus dan percaya kepada kebangkitannya dari maut adalah perlu dan cukup. Artinya, doktrin ini sudah cukup untuk menjamin keselamatan bagi orang Kristen. Namun, justru doktrin inilah yang ditentang paling keras oleh Islam.
20. Matius 24:11.
21. 1 Timotius 4:1
22. Bahkan Islam memiliki bagian dalam pernyataan diri nabi baru. Salah satu yang terkenal, Mirza Ghulam Ahmad yang mengumumkan kenabiannya menjelang akhir abad ke-19. Dia juga mengklaim dirinya sebagai kedatangan Yesus yang ke dua. Jutaan orang mengikutinya. Namun, sebagian besar umat Muslim menganggap gerakan “Ahmadiyah” ini sebagai sekte sesat. Pengikut Ahmadiyah, walaupun mereka mengaku sebagai Muslim, tidak diijinkan untuk melakukan ibadah haji ke Mekah. Gerakan Ahmadiyah menjadi signifikan karena Ahmadiyah berkata bahwa Islam yang benar telah dirusak, persis seperti klaim umat Muslim bahwa Kekristenan telah dirusak. Jadi, Ahmadiyah mengklaim bahwa Allah mengirim nabi yang lain untuk mengembalikan kebenaran firman Allah. Muslim menolak pernyataan ini, karena mereka tidak percaya bahwa Islam telah dirusak. Mereka menyimpulkan bahwa Mirza Ghulam Ahmad pastilah seorang nabi palsu. Tetapi ini adalah alasan yang sama kenapa Kristen menolak Muhammad. Kita tidak percaya bahwa Kekristenan telah dirusak, jadi Muhammad pastilah seorang nabi palsu.
February 8, 2011 at 4:15 am
ITU BELUM SEBERAPA DAMMAHUM.COBA ANDA BUKA SEJARAH.NABI ISA DAN PENGIKUTNYA YANG MASIH ASLI MENYEMBAH ALLAH, PENGIKUTNYA DIKEJAR2 SAMA KHATOLIK ROMAWI YANG MENGANGGAP DIALAH YANG BENAR KARENA MEREKA TELAH MENGANGKAT TUHANNYA YANG BARU YAITU YESUS SEBAGAI TUHAN KEDUA.TAHUN 325 M JADI TUHAN ANAK.YANG BENAR AJARAN NABI ISA TUHAN SATU YAITU ALLAH DISALAHKAN. YANG SALAH TUHAN ITU TIGA DIBENARKAN.KARENA YAHUDI DAN RAJA RUMAWI BERSEKONGKOL.UNTUK MEMUSNAHKAN PENYEMBAH ALLAH.MEREKA BUATLAH AGAMA PALSU.50 PROSEN PERJANJIAN BARU DIBUAT PAULUS.PAULUS MEMBUAL PADA RAJA BAHWA NABI ISA DATANG UNTUK MENGUBAH SYARIAT.MAKA MAKAN BABI BOLEH, NGGA SUNAT NGGA APA2 MABOK BOLEH.INIKAN MENYENANGKAN RAJA2 ROMAWI YANG SENANG PADA PERKARA2 ITU.PAULUS NAIK DAUN DENGAN IDENYA.MAKANYA KETIKA SYARIAT SUDAH DIHAPUSKAN DIA BERKATA DALAM KITAB RUMAWI.(“SEKARANG BARULAH KITA BEBAS DARI SYARIAT” KITAB RUMAWI 6-2)
AKIBATNYA PENYEMBAH ALLAH DITANGKAP, DIBAKAR TERMASUK PEMUDA ASHABUL KAHFI YANG DISELAMATKAN ALLAH ADA DALAM QURAN.
DASAR AGAMA TAK SELAMAT KHATOLIK PECAH TIMBUL PROTESTAN YANG PUNCAKNYA SALING BERBUNUH DIEROPA PERANG RUMAWI 1 & 2 SUPAYA NGGA NAMPAK BOBROK MEREKA BILANG PERANG DUNIA 1 & 2 PADAHAL PERANG AGAMA SESAMA MEREKA.40 JUTA MATI DIKIRIM KE NERAKANYA ALLAH UNTUK DISIKSA DAN DIJADIKAN BAHAN BAKAR KEKAL SELAMA LAMANYA.
YAHUDI SUDAH SUKSES MENCIPTAKAN AGAMA KRISTEN.SEKARANG DIA TELAH MENCOBA YANG BARU DENGAN AGAMA BUATANNYA AHMADIYAH DI INDIA SEWAKTU INGGRIS MENJAJAH.DAN INGIN MEMECAH BELAH ISLAM DI INDONESIA.
MAKANYA SEBELUM MENJADI BESAR ORANG2TERSEBUT HARUS DIKEMBALIKAN LAGI KE ISLAM YANG KAFFAH.SEBELUM TERKADI KAYAK DI EROPA.SEDANGKAN YANG TIDAK MAU KEMBALI DIANGGAP MURTAD, DIZAMAN KALIFAH ABU BAKAR YANG MURTAD DIPERANGI SAMPAI NABI PALSU MUSAILAMAH DAPAT DIBUNUH BESERTA PENGIKUT2NYA.
2:21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
2:22. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
2:23. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
2:24. Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
2:25. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
TANDA ISRAIL AKAN HANCUR SUDAH NAMPAK MEREKA MENDIRIKAN PAGAR YANG TINGGI DAN KEMBALINYA ORANG2 ISRAIL DARI SELURUH DUNIA.PADAHAL KEMBALINYA MEREKA ADALAH UNTU KEMUSNAHAN MEREKA SENDIRI DAN PAGAR ITU ADALAH PENGHALANG BAGI MEREKA SENDIRI.
TOLONG BACA JUGA BUKU ARMAGEDON BUKU IR WISNU SASONGKO ATAU BUKU HURU HARA AKHIR ZAMAN MUHAMMAD AMIN JAMALUDDIN. BIAR ADANG DKK LEBIH PAHAM.DARI PADA MENCACI LEBIH BAIK ANDA MENGKAJI.
S U R A T A L – I M R O N
3:54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
3:120. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
S U R A T A N – N I S A ‘
4:76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.
S U R A T A S H – S H A F F
61:9. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.
INI AQIDAH BUNG.
ALLAH TELAH BUKTIKAN KEMENANGAN ITU PADA RASULULLAH DAN SAHABATNYA SERTA PENGIKUTNYA SAMPAI AKHIR ZAMAN.
9:100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.
TANDA ISRAIL AKAN HANCUR SUDAH NAMPAK MEREKA MENDIRIKAN PAGAR YANG TINGGI DAN KEMBALINYA ORANG2 ISRAIL DARI SELURUH DUNIA.PADAHAL KEMBALINYA MEREKA ADALAH UNTU KEMUSNAHAN MEREKA SENDIRI DAN PAGAR ITU ADALAH PENGHALANG BAGI MEREKA SENDIRI.
TOLONG BACA JUGA BUKU ARMAGEDON BUKU IR WISNU SASONGKO ATAU BUKU HURU HARA AKHIR ZAMAN MUHAMMAD AMIN JAMALUDDIN. BIAR ADANG DKK LEBIH PAHAM.DARI PADA MENCACI LEBIH BAIK ANDA MENGKAJI.
S U R A T A L – I M R O N
3:54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
3:120. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
S U R A T A N – N I S A ‘
4:76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.
S U R A T A S H – S H A F F
61:9. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.
INI AQIDAH BUNG.
ALLAH TELAH BUKTIKAN KEMENANGAN ITU PADA RASULULLAH DAN SAHABATNYA SERTA PENGIKUTNYA SAMPAI AKHIR ZAMAN.
9:100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.
February 8, 2011 at 4:17 am
ITU BELUM SEBERAPA DAMMAHUM.COBA ANDA BUKA SEJARAH.NABI ISA DAN PENGIKUTNYA YANG MASIH ASLI MENYEMBAH ALLAH, PENGIKUTNYA DIKEJAR2 SAMA KHATOLIK ROMAWI YANG MENGANGGAP DIALAH YANG BENAR KARENA MEREKA TELAH MENGANGKAT TUHANNYA YANG BARU YAITU YESUS SEBAGAI TUHAN KEDUA.TAHUN 325 M JADI TUHAN ANAK.YANG BENAR AJARAN NABI ISA TUHAN SATU YAITU ALLAH DISALAHKAN. YANG SALAH TUHAN ITU TIGA DIBENARKAN.KARENA YAHUDI DAN RAJA RUMAWI BERSEKONGKOL.UNTUK MEMUSNAHKAN PENYEMBAH ALLAH.MEREKA BUATLAH AGAMA PALSU.50 PROSEN PERJANJIAN BARU DIBUAT PAULUS.PAULUS MEMBUAL PADA RAJA BAHWA NABI ISA DATANG UNTUK MENGUBAH SYARIAT.MAKA MAKAN BABI BOLEH, NGGA SUNAT NGGA APA2 MABOK BOLEH.INIKAN MENYENANGKAN RAJA2 ROMAWI YANG SENANG PADA PERKARA2 ITU.PAULUS NAIK DAUN DENGAN IDENYA.MAKANYA KETIKA SYARIAT SUDAH DIHAPUSKAN DIA BERKATA DALAM KITAB RUMAWI.(“SEKARANG BARULAH KITA BEBAS DARI SYARIAT” KITAB RUMAWI 6-2)
AKIBATNYA PENYEMBAH ALLAH DITANGKAP, DIBAKAR TERMASUK PEMUDA ASHABUL KAHFI YANG DISELAMATKAN ALLAH ADA DALAM QURAN.
DASAR AGAMA TAK SELAMAT KHATOLIK PECAH TIMBUL PROTESTAN YANG PUNCAKNYA SALING BERBUNUH DIEROPA PERANG RUMAWI 1 & 2 SUPAYA NGGA NAMPAK BOBROK MEREKA BILANG PERANG DUNIA 1 & 2 PADAHAL PERANG AGAMA SESAMA MEREKA.40 JUTA MATI DIKIRIM KE NERAKANYA ALLAH UNTUK DISIKSA DAN DIJADIKAN BAHAN BAKAR KEKAL SELAMA LAMANYA.
YAHUDI SUDAH SUKSES MENCIPTAKAN AGAMA KRISTEN.SEKARANG DIA TELAH MENCOBA YANG BARU DENGAN AGAMA BUATANNYA AHMADIYAH DI INDIA SEWAKTU INGGRIS MENJAJAH.DAN INGIN MEMECAH BELAH ISLAM DI INDONESIA.
MAKANYA SEBELUM MENJADI BESAR ORANG2TERSEBUT HARUS DIKEMBALIKAN LAGI KE ISLAM YANG KAFFAH.SEBELUM TERKADI KAYAK DI EROPA.SEDANGKAN YANG TIDAK MAU KEMBALI DIANGGAP MURTAD, DIZAMAN KALIFAH ABU BAKAR YANG MURTAD DIPERANGI SAMPAI NABI PALSU MUSAILAMAH DAPAT DIBUNUH BESERTA PENGIKUT2NYA.
2:21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
2:22. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
2:23. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
2:24. Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
2:25. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
TANDA ISRAIL AKAN HANCUR SUDAH NAMPAK MEREKA MENDIRIKAN PAGAR YANG TINGGI DAN KEMBALINYA ORANG2 ISRAIL DARI SELURUH DUNIA.PADAHAL KEMBALINYA MEREKA ADALAH UNTU KEMUSNAHAN MEREKA SENDIRI DAN PAGAR ITU ADALAH PENGHALANG BAGI MEREKA SENDIRI.
TOLONG BACA JUGA BUKU ARMAGEDON BUKU IR WISNU SASONGKO ATAU BUKU HURU HARA AKHIR ZAMAN MUHAMMAD AMIN JAMALUDDIN. BIAR ADANG DKK LEBIH PAHAM.DARI PADA MENCACI LEBIH BAIK ANDA MENGKAJI.
S U R A T A L – I M R O N
3:54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
3:120. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
S U R A T A N – N I S A ‘
4:76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.
S U R A T A S H – S H A F F
61:9. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.
INI AQIDAH BUNG.
ALLAH TELAH BUKTIKAN KEMENANGAN ITU PADA RASULULLAH DAN SAHABATNYA SERTA PENGIKUTNYA SAMPAI AKHIR ZAMAN.
9:100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.
TANDA ISRAIL AKAN HANCUR SUDAH NAMPAK MEREKA MENDIRIKAN PAGAR YANG TINGGI DAN KEMBALINYA ORANG2 ISRAIL DARI SELURUH DUNIA.PADAHAL KEMBALINYA MEREKA ADALAH UNTU KEMUSNAHAN MEREKA SENDIRI DAN PAGAR ITU ADALAH PENGHALANG BAGI MEREKA SENDIRI.
TOLONG BACA JUGA BUKU ARMAGEDON BUKU IR WISNU SASONGKO ATAU BUKU HURU HARA AKHIR ZAMAN MUHAMMAD AMIN JAMALUDDIN. BIAR ADANG DKK LEBIH PAHAM.DARI PADA MENCACI LEBIH BAIK ANDA MENGKAJI.
S U R A T A L – I M R O N
3:54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
3:120. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
S U R A T A N – N I S A ‘
4:76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.
S U R A T A S H – S H A F F
61:9. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.
INI AQIDAH BUNG.
ALLAH TELAH BUKTIKAN KEMENANGAN ITU PADA RASULULLAH DAN SAHABATNYA SERTA PENGIKUTNYA SAMPAI AKHIR ZAMAN.
9:100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.
February 8, 2011 at 5:17 am
Apakah Tuhan Bapak Juga Menderita?
Memperhatikan sifat Tuhan Anak, kita tidak dapat mempercayai bahwa dia.telah dicampakkan ke dalam api neraka, sebab hal itu akan berarti suatu pertentangan dalam dirinya sendiri. Kembali pada konsep dasar kekristenan, kita melihat bahwa telah dikatakan, Tuhan dan Tuhan Anak merupakan dua tokoh tetapi memiliki sifat dan zat yang sama. Tidak mungkin satu tokoh mengalami suatu peristiwa sedangkan yang satu lagi tidak mengalaminya. Bagaimana kita dapat mempercayai bahwa satu segi dari Tuhan, yakni Tuhan Anak, telah mengalami penyiksaan, sementara Tuhan Bapak tetap tidak cedera? Jika Dia tidak mengalami penderitaan, hal itu sama dengan terbelahnya Keesaan Tuhan (Tauhid). Konsep Tiga dalam Satu (Trinitas) lebih tidak dapat dibayangkan lagi, sebab pengalaman-pengalaman yang dilalui oleh masing-masing unsur dalam Trinitas tersebut begitu. berbeda dan jauh satu sama lain, sehingga tidaklah mungkin bagi satu tuhan untuk berada dalam api neraka yang menyala-nyala dan pada saat yang sama tuhan yang satu lagi benar-benar jauh dan tidak tersentuh oleh api tersebut. Tidak ada pilihan lain bagi umat Kristen zaman sekarang kecuali mengorbankan Keesaan Tuhan dan mempercayai tiga tuhan yang berbeda � seperti para penyembah berhala sebelum zaman Kristen, misalnya orang-orang Romawi dan Yunani -atau tetap jujur terhadap diri mereka sendiri dan percaya bahwa Tuhan adalah satu, dan dua segi yang dimiliki Tuhan tidak dapat mengalami kondisikondisi yang saling bertentangan. Apabila seorang anak mengalami penderitaan, tidak mungkin bagi ibu untuk tetap diam dan tenang. Dia pasti menderita juga, kadang-kadang lebih menderita dari si anak. Apa yang terjadi pada Tuhan Bapak ketika Dia membuat Anak-Nya mengalami penderitaan selama tiga hari di neraka? Apa yang telah terjadi pada Tuhan Anak? Apakah Dia telah dipecah menjadi dua person dengan dua bentuk dan substansi [yang berbeda]? Satu person mengalami penderitaan di neraka sedangkan yang satu lagi benar-benar berada di luar, sama sekali tidak mengalami penderitaan? Apabila Tuhan Bapak menderita lalu apa perlunya menciptakan anak? Jadi ini adalah pertanyaan yang langsung. Mengapa tidak Dia tanggung sendiri penderitaan itu? Mengapa Dia harus membuat sebuah rencana sulit seperti itu untuk memecahkan masalah pengampunan?
Azab Neraka
Berikut ini, persoalan neraka, yang menurut doktrin Kristen, Yesus telah ditahan dalamnya, harus diteliti lebih cermat. Neraka jenis apa itu, apakah sama dengan neraka yang kita baca di Perjanjian Baru, yang mengatakan:
“Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya untuk mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan di Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan ada ratapan dan hentakan gigi. (Matius 13:41-42).
Sebelum kita maju lebih lanjut, harus dipahami dengan jelas apa yang dimaksud oleh Perjanjian Baru dengan azab api atau azab neraka. Apakah itu api yang membakar ruh ataukah api lahiriah yang membakar tubuh sehingga dengan demikian api itu menyiksa ruh? Apakah orang-orang Kristen percaya bahwa sesudah mati kita akan kembali ke tubuh semula yang telah ditinggalkan ruh untuk hancur menjadi tanah dan debu, atau akankah diciptakan suatu tubuh baru untuk masing-masing ruh dan apakah orang yang dibangkitkan kembali itu akan mengalami semacam reinkarnasi?
Jika itu merupakan api lahiriah dan suatu azab badaniah, maka orang terpaksa menarik imajinasinya sampai ke batas akhir untuk membayangkan apa yang mungkin telah terjadi dalam kasus Yesus Kristus. Sebelum Yesus dijerumuskan ke dalam api, apakah ruhnya telah dimasukkan kembali ke dalam tubuh manusia yang telah Yesus tumpangi terus sepanjang hidupnya di bumi, atau apakah Yesus dengan cara tertentu telah dipindahkan ke dalam suatu tubuh samawi? Jika kasusnya adalah tubuh samawi, maka tubuh samawi tersebut tidak dapat disentuh oleh api lahiriah neraka untuk dihukum, diazab ataupun dihancurkan. Sebaliknya jika kita menerima skenario bahwa tubuh manusia yang Yesus diami itulah yang akan dibentuk kembali bagi Yesus untuk menjadi semacam medium/sarana guna merasakan azab neraka, maka orang tidak dapat luput mencatat suatu serangan lain yang dilakukan terhadap asas keadilan Ilahi. Sungguh malang si manusia itu, pertama-tama dirinya telah dibajak sepanjang hidupnya oleh suatu ruh asing, tetapi kemudian sebagai imbalan dari sikapnya yang mau menampung ruh asing tersebut yang dipaksakan kepadanya, dia akan dibakar dalam neraka demi suatu kejahatan yang tidak dia lakukan. Pahala atas pengorbanannya itu telah dikuasai sepenuhnya oleh si penumpang asing yang bernaung dalam dirinya. Sekali lagi, bagaimana nasib ruh si manusia itu? Barangkali dia tidak punya suatu ruh miliknya sendiri. Jika dia tidak punya, maka manusia yang ada dalam Yesus dan Tuhan yang ada dalam Yesus seharusnya satu dan merupakan tokoh yang sama; sedangkan dalil yang mengatakan bahwa Yesus kadangkadang bersikap atas dorongan-dorongan nurani manusianya dan kadang-kadang atas kehendak Ilahi, telah gugur. Satusatunya konsep yang dapat diterima oleh akal adalah, satu ruh dan satu tubuh adalah sama dengan satu orang/tokoh. Dua ruh dan satu tubuh adalah suatu pemikiran aneh yang hanya dapat dipaparkan oleh orang-orang yang percaya bahwa manusia dapat ditumpangi/dirasuki oleh hantu-hantu atau makhluk-makhluk sejenisnya.
Pengorbanan dan Kebahagiaan Ruhani
Jika pilihan kedua lebih dapat diterima oleh para theolog Kristen � yakni menganggap bahwa hanya ruh Yesuslah yang telah masuk ke dalam neraka dan nerakanya pun adalah neraka ruhani � maka tampaknya tidak ada alasan mengapa kita harus menolak gagasan ini sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Akan tetapi neraka ruhani hanya tercipta melalui keperihan-keperihan hati nurani atau rasa bersalah. Dalam kasus Yesus Kristus, tidak satu pun yang dapat diterapkan. Jika anda mendapat hukuman atas kejahatan orang lain, anda sebagai orang yang tidak bersalah, di situ bukanlah keperihan-keperihan hati nurani yang diberlakukan, melainkan sebaliknya. Ruh orang seperti itu akan bergetar dengan suatu rasa mulia dan pengorbanan diri, yang akan sama dengan surga ruhani, bukannya neraka.
Sekarang kita kembali kepada permasalahan tubuh yang telah ditumpangi oleh Yesus dan tentang makna mati dalam kaitan dengan tubuh tersebut serta mengenai makna kehidupan/ kebangkitan kembali dalam konteks yang sama. Menurut pengetahuan kita, tubuh Yesus Kristus merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dalam kedudukan Yesus sebagai Anak Tuhan. Jika tidak, dia tidak akan memiliki landasan titik-temu bagi sisi ketuhanannya dan sisi kemanusiaannya untuk berpadu serta memainkan peranperan yang benar-benar berbeda dalam kondisi-kondisi tertentu. Kadang-kadang kita menyaksikan sisi manusialah yang memegang kendali yang menggambarkan bahwa dia memiliki suatu ruh tersendiri bagi dirinya. Dan kadangkadang kita menyaksikan sisi Tuhanlah yang menegaskan keberadaannya dan mengendalikan kemampuan–kemampuan otak serta kalbu si manusia itu. Sekali lagi kami menekankan bahwa hal itu hanya dapat terjadi apabila terdapat dua tokoh berbeda terikat dalam satu wujud.
Makna Kematian dalam Kaitan dengan Kristus
Setelah memahami dengan jelas pilihan-pilihan yang berbeda mengenai peran-peran berkaitan yang dimainkan oleh tokoh Tuhan dan tokoh manusia dalam wujud Yesus, kami mencoba memahami penerapan kata “mati” dan seluruh maknanya yang berkaitan dengan Yesus.
Jika itu merupakan api lahiriah dan suatu azab badaniah, maka orang terpaksa menarik imajinasinya sampai ke batas akhir untuk membayangkan apa yang mungkin telah terjadi dalam kasus Yesus Kristus. Sebelum Yesus dijerumuskan ke dalam api, apakah ruhnya telah dimasukkan kembali ke dalam tubuh manusia yang telah Yesus tumpangi terus sepanjang hidupnya di bumi, atau apakah Yesus dengan cara tertentu telah dipindahkan ke dalam suatu tubuh samawi? Jika kasusnya adalah tubuh samawi, maka tubuh samawi tersebut tidak dapat disentuh oleh api lahiriah neraka untuk dihukum, diazab ataupun dihancurkan. Sebaliknya jika kita menerima skenario bahwa tubuh manusia yang Yesus diami itulah yang akan dibentuk kembali bagi Yesus untuk menjadi semacam medium/sarana guna merasakan azab neraka, maka orang tidak dapat luput mencatat suatu serangan lain yang dilakukan terhadap asas keadilan Ilahi. Sungguh malang si manusia itu, pertama-tama dirinya telah dibajak sepanjang hidupnya oleh suatu ruh asing, tetapi kemudian sebagai imbalan dari sikapnya yang mau menampung ruh asing tersebut yang dipaksakan kepadanya, dia akan dibakar dalam neraka demi suatu kejahatan yang tidak dia lakukan. Pahala atas pengorbanannya itu telah dikuasai sepenuhnya oleh si penumpang asing yang bernaung dalam dirinya. Sekali lagi, bagaimana nasib ruh si manusia itu? Barangkali dia tidak punya suatu ruh miliknya sendiri. Jika dia tidak punya, maka manusia yang ada dalam Yesus dan Tuhan yang ada dalam Yesus seharusnya satu dan merupakan tokoh yang sama; sedangkan dalil yang mengatakan bahwa Yesus kadangkadang bersikap atas dorongan-dorongan nurani manusianya dan kadang-kadang atas kehendak Ilahi, telah gugur. Satusatunya konsep yang dapat diterima oleh akal adalah, satu ruh dan satu tubuh adalah sama dengan satu orang/tokoh. Dua ruh dan satu tubuh adalah suatu pemikiran aneh yang hanya dapat dipaparkan oleh orang-orang yang percaya bahwa manusia dapat ditumpangi/dirasuki oleh hantu-hantu atau makhluk-makhluk sejenisnya.
Pengorbanan dan Kebahagiaan Ruhani
Jika pilihan kedua lebih dapat diterima oleh para theolog Kristen � yakni menganggap bahwa hanya ruh Yesuslah yang telah masuk ke dalam neraka dan nerakanya pun adalah neraka ruhani � maka tampaknya tidak ada alasan mengapa kita harus menolak gagasan ini sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Akan tetapi neraka ruhani hanya tercipta melalui keperihan-keperihan hati nurani atau rasa bersalah. Dalam kasus Yesus Kristus, tidak satu pun yang dapat diterapkan. Jika anda mendapat hukuman atas kejahatan orang lain, anda sebagai orang yang tidak bersalah, di situ bukanlah keperihan-keperihan hati nurani yang diberlakukan, melainkan sebaliknya. Ruh orang seperti itu akan bergetar dengan suatu rasa mulia dan pengorbanan diri, yang akan sama dengan surga ruhani, bukannya neraka.
Sekarang kita kembali kepada permasalahan tubuh yang telah ditumpangi oleh Yesus dan tentang makna mati dalam kaitan dengan tubuh tersebut serta mengenai makna kehidupan/ kebangkitan kembali dalam konteks yang sama. Menurut pengetahuan kita, tubuh Yesus Kristus merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dalam kedudukan Yesus sebagai Anak Tuhan. Jika tidak, dia tidak akan memiliki landasan titik-temu bagi sisi ketuhanannya dan sisi kemanusiaannya untuk berpadu serta memainkan peranperan yang benar-benar berbeda dalam kondisi-kondisi tertentu. Kadang-kadang kita menyaksikan sisi manusialah yang memegang kendali yang menggambarkan bahwa dia memiliki suatu ruh tersendiri bagi dirinya. Dan kadangkadang kita menyaksikan sisi Tuhanlah yang menegaskan keberadaannya dan mengendalikan kemampuan–kemampuan otak serta kalbu si manusia itu. Sekali lagi kami menekankan bahwa hal itu hanya dapat terjadi apabila terdapat dua tokoh berbeda terikat dalam satu wujud.
Makna Kematian dalam Kaitan dengan Kristus
Setelah memahami dengan jelas pilihan-pilihan yang berbeda mengenai peran-peran berkaitan yang dimainkan oleh tokoh Tuhan dan tokoh manusia dalam wujud Yesus, kami mencoba memahami penerapan kata “mati” dan seluruh maknanya yang berkaitan dengan Yesus.
Dapat dinyatakan, tidak selamanya hanya penderitaanpenderitaan hati nurani saja yang menimbulkan suatu kondisi menyedihkan dalam pikiran dan kalbu orang-orang yang peka terhadap kesalahan-kesalahan mereka. Pada sisi lain, rasa simpati mendalam terhadap penderitaanpenderitaan orang lain juga dapat menimbulkan suatu keperihan seumur hidup bagi seseorang yang bersih dari kejahatan secara penuh maupun sebagian, tetapi memiliki penderitaan dengan nilai ruhani yang luhur demi orang-orang lain. Hal itu juga dapat membentuk suatu neraka yang setara. Ibu-ibu mengalami penderitaan untuk anak-anak mereka yang sakit. Pengalaman manusia memberikan kesaksian tentang fakta bahwa kadang-kadang demi seorang anak yang cacat secara permanen, maka seluruh kehidupan sang ibu berubah menjadi suatu neraka yang nyata. Jadi, mengapa kita tidak dapat akui bagi Yesus kemampuan mulia untuk menanggung penderitaan demi orang-orang lain? Mengapa tidak. Namun, mengapa hanya tiga hari tiga malam saja? Mengapa tidak selama perjalanan sementaranya di dunia, dan bahkan sebelum serta sesudah itu? Orang-orang yang mulia tidak hanya mengalami penderitaan secara sementara dalam suatu jangka waktu maupun hari yang terbatas. Kalbu-kalbu mereka tidak tenteram kecuali mereka menyaksikan bahwa kesengsaraan itu telah dihapuskan atau dilenyapkan secara menyeluruh. Neraka yang kita bicarakan ini bukanlah hak istimewa yang hanya dimiliki oleh seorang suci tidak berdosa; hal itu merupakan suatu nilai luhur yang pada batas-batas tertentu juga dimiliki oleh binatangbinatang buas di hutan belantara demi sesama mereka.
Setelah beberapa uraian lagi saya akan menyudahi masalah ini, tetapi saya memiliki satu hal penting lainnya yang akan saya singgung secara ringkas. Hukuman yang telah ditentukan oleh Tuhan bagi Yesus Kristus hanya berlangsung tiga hari tiga malam, sedangkan para pelaku dosa yang untuk mereka Yesus telah dihukum, telah melakukan dosa-dosa yang begitu mengerikan dan sekian lama, menurut Bible, hukuman bagi mereka adalah penderitaan abadi dalam neraka. Jadi, Tuhan adil yang bagaimana Allah itu, yakni ketika tiba saat hukuman bagi ciptaan-ciptaan-Nya, orang-orang yang bukan anak laki-laki atau anak perempuan-Nya, mereka dihukum secara abadi? Namun ketika tiba saat hukuman bagi Anak-Nya sendiri, demi dosa-dosa yang secara sukarela telah dia pikul, tiba-tiba saja hukuman itu dikurangi. Hanya tiga hari tiga malam. Tidak sebanding sama sekali. Jika ini yang dinamakan keadilan, maka tidak perlu ada keadilan. Bagaimana Tuhan memandang perilaku umat manusia, yang telah Dia ciptakan melalui tangan kanan-Nya sendiri, jika mereka menerapkan keadilan seperti yang mereka pelajari dari Tuhan dengan cara memberlakukan ukuran yang berbeda bagi anak-anak mereka sendiri sedangkan bagi orang-orang lain ukurannya lain lagi? Apakah Tuhan Bapak memandang penjiplakan yang sangat setia itu dengan rasa senang atau rasa ngeri? Memang sangat sulit untuk menjawabnya.
Perubahan Apa yang Ditimbulkan oleh Penebusan Dosa?
Sejauh yang berkaitan dengan dampak penyaliban Yesus Kristus dalam kaitannya dengan hukuman terhadap dosa, kami telah buktikan bahwa keimanan terhadap Yesus Kristus tidak mengurangi hukuman terhadap dosa dalam bentuk apa pun, yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk Adam dan Hawa serta anak keturunan mereka. Semua ibu masih melahirkan anak mereka dengan rasa sakit dan kaum pria masih mencari nafkah dengan kerja keras. Kita dapat tinjau hal ini dari sudut lain, yakni suatu perbandingan luas antara dunia Kristen dan bukan Kristen sejak zaman Yesus Kristus. Tidak seorang pun dari kalangan orang yang mempercayai Yesus dapat menunjukkan suatu perubahan nyata, dalam periode sejarah mana pun, yakni berupa kenyataan bahwa kaum wanita mereka melahirkan anak-anak mereka tanpa rasa sakit dan kaum pria mereka mencari nafkah tanpa kerja keras. Mereka tidak menampakkan perbedaan apa pun dalam hal ini jika dibandingkan dengan dunia bukan Kristen.
Sejauh yang berkaitan dengan kecondongan untuk melakukan dosa, dunia orang-orang yang mengimani Kristus dibandingkan dengan dunia orang-orang yang tidak mengimani beliau, tidak membuktikan bahwa takdir untuk melakukan dosa telah dihapuskan secara menyeluruh di kalangan orang-orang yang masuk dalam kategori beriman pada Yesus Kristus. Sebagai tambahan, orang menjadi heran mengapa beriman kepada Tuhan telah dianggap begitu rendah derajatnya dibandingkan beriman kepada Anak-Nya. Hal itu masih relevan khususnya pada zaman sebelum terbukanya bagi umat manusia rahasia kuno yang disimpan erat-erat selama berabad-abad itu (bahwa Tuhan memiliki seorang Anak). Banyak orang yang percaya kepada Tuhan dan keesaan-Nya. Demikian pula tidak terhitung banyaknya orang yang lahir di setiap agama dan negeri di bumi ini sejak masa Kristus, yang percaya kepada Tuhan dan keesaan-Nya. Mengapa kepercayaan terhadap Tuhan tidak memberikan pengaruh apa pun pada kejahatan manusia dan hukumannya? Sekali lagi mengapa Tuhan Bapak tidak dapat memperlihatkan kemuliaan berupa penderitaan demi para pelaku dosa, seperti yang telah ditampakkan oleh anaknya yang lebih mulia? Tampaknya Tuhan Anak sudah barang tentu memiliki nilai-nilai akhlak lebih tinggi (na’udzubillah � kita berlindung kepada Allah) daripada Bapaknya yang kurang beradab. Orang dapat saja bertanya, apakah kedudukan Tuhan sedang mengalami perubahan dan masih dalam proses menuju kesempurnaan?
Di mana ada kristian di sana ada pembohongan dan pembodohan.Wahai orang-orang kafir!Ucapkan Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan nabi MUhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian mendapat kejayaan.
February 8, 2011 at 2:02 pm
Sejauh ini kita telah memperbincangkan masalah Yesus yang dikatakan sebagai “Anak” dan juga tentang “Tuhan” yang telah dianggap sebagai bapak hakiki bagi Yesus. Selain itu ada person ketiga bernama “Ruhul Kudus” yang, menurut dogma Kristen, kendatipun memiliki suatu kepribadian individu tersendiri, masih menyatu dan berbaur secara sempurna dan abadi sedemikian rupa dengan Tuhan Bapak serta Tuhan Anak sehingga keterpaduan mereka menciptakan kemanunggalan dalam tiga. Sekarang kita alihkan perhatian kepada permasalahan ini, dengan meneliti apakah Ruhul Kudus memiliki satu kepribadian terpisah dari Tuhan, maupun Yesus, ataukah mereka berkongsi memiliki satu kepribadian yang sama? Kepribadian di sini dapat dinyatakan sebagai puncak kesadaran, dalam analisa mutakhir, adalah suatu hal yang tidak dapat dibagi-bagi dan merupakan sesuatu yang khusus bagi masing-masing individu. Puncak kesadaran wujud-wujud seseorang ini, yang berbeda dari lainnya, menampilkan “saya,” dan “punya saya” serta “milik saya” sebagai bandingan bagi “dia” dan “milik dia,” serta “anda” dan “milik anda.”
Memperhatikan ketiga unsur Ketuhanan, kita harus memutuskan apakah ketiga unsur tersebut memiliki kepribadian masing-masing atau tidak. Jika mereka tidak memiliki kepribadian terpisah, maka menyatakan mereka sebagai tokoh-tokoh [yang berbeda] tidak terbayangkan. Setiap orang/tokoh, betapa pun dekatnya dia dengan yang lain, harus memiliki kesadaran individu yang terpisah mengenai dirinya.
Sikap resmi segenap gereja sangat jelas dan tegas sekali, menyatakan bahwa masing-masing dari ketiga oknum Tuhan memiliki kepribadian berbeda. Jadi, tidak sekedar “Tiga dalam Satu” melainkan lebih tepat [disebut] Tiga Kepribadian dalam Satu Pribadi. Pengalaman pahit yang dihadapi Yesus terhadap kematian dan segenap dampak mutlaknya, seharusnya dirasakan secara merata oleh Ruhul Kudus. Dengan demikian, dia juga seharusnya terlibat dalam pengorbanan bersama Yesus. Lalu, dia seharusnya telah mengalami pedihnya neraka bersamaan dengan Yesus dan Tuhan Bapak. Jika tidak, seseorang tidak dapat menghindarkan diri dari gambaran kesimpulan yang tak terelakkan lagi, bahwa bukan saja mereka itu merupakan Tiga Oknum yang berbeda dan berlainan, melainkan perasaan indera mereka yang menghubungkan kepala dan kalbu yang berbeda, terpisah dan membatasi mereka satu sama lain.
Dalam upaya melanjutkan gambaran kita tentang Trinitas, kita harus membayangkan kenyataan Tiga Oknum yang bergabung bersama atau yang tampil sebagai suatu kesatuan abadi. Sejauh ini kita tidak melihat bagaimana mereka dapat menyatu dalam perasaan-perasaan mereka dan dalam proses-proses pemikiran.
Oleh karena itu, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah suatu gabungan dalam tubuh. Hal itu mengingatkan kita pada sekala yang berbeda tentang monster berkepala banyak yang telah tampil dalam mitologi kuno Yunani, yaitu makhluk yang memiliki banyak kepala dan akan tumbuh kembali bila dipancung. Memang benar, manusia tidak dapat memahami sifat Tuhan yang sebenarnya dan bagaimana sifat-sifat-Nya itu berfungsi satu sama lain, tetapi sangat mudah dan sederhana untuk mempercayai satu wujud tunggal tanpa rincian bagian-bagian yang berkaitan dengan fungsi-fungsi tertentu yang telah menjadi sifatnya dan yang telah ditentukan, misalnya kepala, hati, ginjal dan sebagainya. Namun skenario demikian dan perasaanperasaan yang terpisah, sangat jelas bertentangan dengan skenario satu wujud tunggal yang telah diuraikan di atas. Hal itu menciptakan suatu gambaran Tuhan yang sudah sulit untuk dipercayai dan diterima oleh manusia, banyak yang menjalani hidup panjang dengan dogma Kristen tanpa mempertanyakan dan menutup mata mereka dari pelanggaranpelanggaran nyata terhadap intelektualitas manusia seperti itu, yang sebenamya telah diciptakan sendiri oleh Tuhan.
Peran Ruhul Kudus dalam Penciptaan
Kita tidak melihat peran apa pun yang dimainkan oleh Ruhul Kudus ataupun Yesus Kristus dalam rencana Ilahi tentang penciptaan.
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” (Kejadian 1:1)
Nyatalah, hanya Tuhan Bapak yang telah disinggung dalam Perjanjian Lama, tanpa menyinggung Kristus atau Ruhul Kudus sedikitpun. Selama zaman sebelum Kristus, di kalangan segenap bangsa Yahudi yang mengimani Perjanjian Lama dan tentu mereka telah mendengar ayat ini ratusan ribu kali, masa itu tidak ada seorang pun yang membaca nama Kristus atau Ruhul Kudus dalam kisah penciptaan alam raya. Dalam Injilnya, Yahya menyebut “Firman” sebagai isyarat kepada Yesus. Sangat aneh bahwa suatu masalah yang sangat penting seperti itu hanya disinggung oleh satu orang penulis Injil saja,. yaitu seseorang yang bahkan bukan murid Yesus.1 Jika seseorang menerima firman sebagai firman Tuhan, tetapi dapat dipahami bahwa hal itu hanya berarti Kehendak Tuhan. Ini adalah konsep yang umum di kalangan mayoritas agama berkaitan dengan Penciptaan.
Anehnya, rahasia yang berabad-abad lamanya itu tentang keikutsertaan Kristus dan Ruhul Kudus dalam Penciptaan, tetap terselubung sebagai suatu rahasia yang hanya diketahui oleh Yesus sendiri. Kita tidak menemukan satu pernyataan pun dari Yesus Kristus yang berisikan pendawaannya sebagai �Firman.�
Oleh karena itu, Yesus maupun Ruhul Kudus tidak memiliki peran apa pun dalam pembentukan dan proses penciptaan. Sekali lagi, Tuhan Bapak sendirilah sebagaimana telah diberitahukan kepada kita, yang telah membentuk manusia dari tanah dengan tangan-tangan-Nya sendiri. Saya tidak pernah membaca di mana pun pada tulisan-tulisan Kristen bahwa kedua tangan tersebut adalah milik Yesus dan Ruhul Kudus. Sebab, Tuhan telah menciptakan segala sesuatu tanpa pertolongan sedikit pun atau keikut-sertaan dari Yesus maupun Ruhul Kudus. Apakah mereka [berdua] merupakan pengamat pasif yang secara umum setuju terhadap apa saja yang sedang dilakukan oleh Tuhan saat itu, atau apakah mereka benar-benar ikut serta? Jika pilihan terakhir lebih dapat diterima oleh para theolog Kristen, maka langsung saja muncul pertanyaan apakah masing-masing mereka secara individu mampu menciptakan, tanpa bantuan dari pihak lain, atau apakah mereka hanya mampu bila mereka bersatu? Kemudian, jika mereka bertiga secara mutlak diperlukan menghimpun kemampuan mereka bersama untuk melakukan penciptaan, maka apakah jatah mereka sama rata atau apakah ada yang memiliki jatah pekerjaan yang lebih besar dalam proses Penciptaan? Apakah ketiga oknum [tuhan] itu memiliki kekuatan-kekuatan yang berbeda dalam hal kehebatan maupun jenis, atau apakah mereka memiliki kekuatan-kekuatan mereka itu sama rata? Orang harus mengakui, pilihan mana pun yang diambil setiap unsur Trinitas menjadi tidak mampu menciptakan apa pun secara masing-masing.
Jika dalil yang sama ditetapkan pada kemampuankemampuan lain milik Tuhan, pertanyaan yang sama akan terus melanda para theolog Kristen. Pada akhimya orang-orang Kristen akan mengakui bahwa mereka tidak mempercayai satu wujud kesatuan Tuhan yang sederhana, dengan tiga aspek dan ekspresi dari satu kekuatan dan keagungan utama. Namun, mereka lebih percaya kepada tiga unsur Tuhan yang saling melengkapi, yakni tiga bagian dalam raga Tuhan. Masalah sama atau tidak sama akan dianggap sebagai suatu hal yang relatif kecil.
Misalnya, kita perhatikan sifat Adil dan Pengampun. Sang Anak tampak lebih pengasih, sedangkan Tuhan Bapak tampil kurang adil dibandingkan Ruhul Kudus yang tidak memainkan peran apa pun dalam hal ketidak-adilan yang dilakukan oleh Tuhan Bapak.
Kemungkinan kedua yang telah kami paparkan adalah, Yesus dan Ruhul Kudus telah memainkan suatu peran pasif dalam proses penciptaan dan pengaturan hukum-hukum alam. Dengan demikian, hal itu menimbulkan banyak pertanyaan lain. Pertama-tama peran apa yang telah ditetapkan bagi kedua partner Tuhan dalam melepaskan fungsi-fungsi Ketuhanan mereka? Jika mereka merupakan penganut-penganut bisu yang pasif, seperti partner-partner yang tertidur, maka mereka secara otomatis telah turun ke posisi kedua yang lebih rendah di mana mereka tampil bersama Tuhan tetapi secara fungsi, mereka tidak menikmati kekuatan-kekuatan-Nya. Konsep ini � yang menyatakan bahwa Tuhan memiliki dua unsur ekstra yang tidak berfungsi – sangat ganjil. Saya heran, akal siapa yang dapat dipuaskan oleh konsep ini? Secara rasional, sudah tentu hal ini tidak dapat diterima dan tidak serasi dengan konsep Kristen tentang “Tiga dalam Satu (Tri Tunggal)” atau “Satu dalam Tiga.” Kesatuan dalam tiga [oknum] tidak dapat tercapai dan terbayangkan sama sekali tanpa ketiga oknum tersebut melakukan penyatuan kehendak, kekuatan atau pengalaman hidup apa pun secara total yang dapat dinisbahkan pada satu wujud tunggal yang hidup.
Dalam masalah Ruhul Kudus, sebagai suatu oknum terpisah, kecuali oknum tersebut menyatu secara total dan permanen, kehilangan seluruh identitas dirinya dalam kedua oknum lain, tetap tidak ada harapan ke depan bagi tampilnya satu dewa berkepala banyak dengan satu pemikiran, satu kehendak, dan satu raga.
Misteri ataukah Hal yang Bertentangan Secara Mendasar
Dapat dimaklumi bila seseorang mempercayai sesuatu yang tidak sepenuhnya dia pahami karena adanya beberapa bukti yang tidak terbantahkan mengenai hal tersebut. Misalnya, banyak orang tidak mengerti fenomena/kejadian yang secara kolektif memungkinkan terciptanya transmisi radio dan perangkat penerima dan juga transmisi pulsa audio video elektrik yang diubah menjadi gambar-gambar dan suara yang ditayangkan jarak jauh. Namun, tetap saja hampir seluruh orang yang tidak terpelajar mempercayai realita radio dan televisi. Demikian pula, kebanyakan kita tidak mengerti bagaimana komputer-komputer bekerja, tetapi sangat sedikit orang pada zaman sekarang ini yang berani mengingkari keberadaan komputer-komputer hanya karena alasan ini. Beberapa kasus demikian dapat saja dinyatakan sebagai misteri, tetapi tidak ada alasan untuk mengingkari keberadaan mereka atau mencemoohkan orang-orang yang mempercayai hal-hal tersebut, tentu saja dengan syarat bahwa hal-hal tersebut didukung sepenuhnya oleh buktibukti yang tidak terbantahkan. Kita juga mengakui bahwa suatu sikap yang lebih lunak dapat dilakukan dan sedang dilakukan terhadap banyak misteri yang tampil dalam bentuk ajaran-ajaran agama. Sangat banyak manusia yang mempercayai ajaran-ajaran tersebut tanpa mampu memahami ataupun menjelaskannya. Mereka tampaknya menerima doktrin-doktrin semacam itu sebagai warisan dari generasi ke generasi dan menuntut perlakuan yang patut terhadap mereka. Namun, apabila unsur-unsur kontradiksi dan paradoks (hal yang bertentangan secara mendasar) timbul dalam dogma-dogma agama, tidak ada dalih yang dapat diterima untuk mendukung pernyataan bahwa mempercayai misteri-misteri yang membingungkan berarti juga pembenaran bagi paradoks. Di sinilah masalahnya menjadi rumit. Saya dapat mempercayai sesuatu yang tidak saya pahami, tetapi saya tidak dapat mempercayai sesuatu yang di dalamnya terdapat kontradiksi, dan tidak pula�saya harap orang lain dalam pertimbangan-pertimbangannya. Misalnya, saya tidak dapat memahami bagaimana jam tangan dibuat; ini tidak mengapa, tetapi saya tidak punya hak untuk mempercayai bahwa sebuah jam tangan itu adalah juga seekor anjing hidup yang menyalak dan menendangmenendang. Ini bukanlah suatu dogma/ajaran yang mengandung misteri, tetapi jelas suatu kontradiksi nyata.
Apabila terjadi kontradiksi antara dua sifat Tuhan atau lebih atau bila terdapat ketidak-selarasan antara firman Tuhan dengan perbuatan Tuhan, maka batas-batas misteri telah dilanggar dalam skala besar dan orang akan menemukan dirinya hanyut dari alam misteri masuk ke dalam dunia fantasi/khayal. Apabila telah terbukti demikian, adalah suatu hal yang alami untuk mengharapkan agar orang-orang yang percaya terhadap hal-hal yang bertentangan itu memperbaiki kepercayaan-kepercayaan mereka dan melakukan perbaikan dalam keimanan mereka. Sayangnya, dalam dialog-dialog kami dengan beberapa pendeta Kristen, kami mendapatkan mereka memegang teguh pemahaman bahwa mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan sekaligus seorang manusia bukanlah suatu hal yang berlawanan. Tidak pula hal ini tampil bertentangan bagi mereka, yakni satu wujud dapat merupakan tiga oknum secara beriringan tanpa perbedaan kecil sedikit pun dalam sifat mereka. Mereka berkeras bahwa mempercayai tiga oknum tuhan berkepala tiga, yang terdiri dari Tuhan, Ruhul Kudus dan Tuhan Anak, bukanlah suatu paradoks (hal yang bertentangan secara mendasar), melainkan suatu misteri. Mereka menutup mata mereka terhadap kontradiksikontradiksi dalam pengakuan mereka bahwa Tuhan tetap merupakan satu wujud kesatuan tunggal walaupun pada kenyataannya oknum Tuhan, Sang Bapak, benar-benar berbeda dari oknum Yesus, Sang Anak, dan Ruhul Kudus. Ketika kita menujukkan kepada mereka, dengan terheranheran, yakni ketika kita berbicara tentang tiga oknum, dan bukan tentang aspek-aspek, kehendak-kehendak dan sifatsifat yang berbeda dari satu oknum, dan tentang Tuhan yang merupakan “Satu dalam Tiga” serta “Tiga dalam Satu” bukanlah suatu misteri melainkan sebuah kontradiksi yang nyata, mereka mengangguk-anggukkan kepala mereka sebagai rasa simpati terhadap kita, dan dengan sopan mereka meminta kita beralih dari kontradiksi-kontradiksi tersebut ke masalah-masalah diskusi lainnya. Mereka meminta kita untuk pertama-tama mempercayai hal-hal yang tidak dapat dipercaya, kemudian dari situ berkembang membangun suatu keimanan dalam kontradiksi-kontradiksi, atau misterimisteri seperti yang lebih suka mereka sebutkan. Seorang yang bukan Kristen, oleh karena itu tidak dapat memahami kontradiksi-kontradiksi dogma-dogma Kristen dan tidak dapat memahami apa-apa yang tidak dapat dia percayai [yakni] dia harus percaya tanpa mengerti. Inilah dunia fantasi/khayal Kristen yang ke dalamnyalah kita warga non-Kristen dimintakan untuk masuk. Namun, karpet-terbang ajaib fantasi ini menolak terbang jika seorang yang tidak percaya (pengingkar) naik di atasnya.
Di mana ada kristian di sana ada pembodohan dan pembohongan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika kalian tidak bertobat sebelum mati yang bisa datang pada bila-bila masa.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan.
February 8, 2011 at 2:16 pm
Baiklah, akan saya ucapkan:
Aku Bersaksi, Sesungguhnya Allah swt itu adalah Setan Pembunuh Laknatullah,
dan si gila dari padang Arab
Muhammad, adalah utusan Setan Pembunuh Laknatullah yang bernama Allah swt!!!
February 9, 2011 at 4:55 am
Sejauh ini kita hanya menelaah hal-hal pokok yang mengarah kepada terciptanya dongeng-dongeng mempertuhankan Yesus dan apa yang disebut peran beliau dalam Trinitas sebagai Anak Tuhan. Namun, oknum ketiga dalam dogma Trinitas Kristen, yakni Ruhul Kudus, merupakan sebuah teka-teki. Mengapa “Dua dalam Satu” tidak mencukupi, dan mengapa harus mengemukakan pihak ketiga dalam doktrin dasar ini? Secara akal, oknum ketiga ini tidak memiliki kebenaran untuk menempati sebuah posisi dalam konsep Kristen tentang tuhan-tuhan. Harnack, seorang penafsir dalam masalah ini, merasakan bahwa pada mulanya, Kristen diwakili oleh suatu tuhan gabungan, yaitu Tuhan dan Yesus. Kemudian meliputi gereja, [dan] menyebutnya sebagai Ruh, untuk menambahkan elemen ketuhanan kepada apa yang jika tidak demikian akan menjadi partner ketiga yang hampa dan tidak masuk akal. Hal ini juga berfungsi sebagai alat ampuh anti Yahudi.1 Pendeta K.E.Kirk dalam eseinya, The Evolution of the Doctrine of Trinity, telah mengatakan hal berikut ini untuk masalah yang sama:
Kita secara alamiah beralih kepada para penulis zaman itu untuk mengetahui apa yang menjadi landasan bagi keimanan mereka. Kami terkejut, ternyata kami terpaksa mengakui bahwa mereka tidak memiliki landasan apa pun. Pertanyaannya sebagaimana yang tampil bagi mereka tidak hanya �mengapa� tiga oknum? Melainkan, lebih cenderung �mengapa tidak?’
Dia terus menunjukkan kegagalan total teologi Kristen untuk menciptakan pembenaran/dukungan logika bagi doktrin Trinitas dan ketiga tuhan Kristen dapat dijelaskan secara pokok sebagai konsep sepasang tuhan yang padanya dipautkan oknum ketiga yang berbeda, untuk membuat gambaran yang lebih sempurna.2
Kami percaya bahwa oknum ini secara bertahap berubah di bawah pengaruh falsafah-falsafah dan dongeng-dongeng para penyembah berhala sebelumnya yang banyak terdapat di kerajaan Romawi. Pertukaran pemikiran tentunya telah membuat para theolog Kristen menetapkan posisi Ruhul Kudus. Dengan didapati banyaknya bukti keberadaan kepercayaan-kepercayaan seperti itu atau sekte-sekte yang menggambarkan Tuhan sebagai tiga oknum dalam satu wujud, tidaklah sulit untuk melacak kembali sumber asli doktrin Kristen tentang Trinitas. Ringkasnya, bila dua dapat menjadi satu, dan satu dapat menjadi dua, mengapa tidak tiga menjadi satu saja? Merupakan tugas para ilmuwan peneliti untuk menetapkan secara tepat bila dan bagaimana oknum ketiga dalam rangkaian tuhan Kristen telah mulai berakar kuat dalam dongeng Kristen, tetapi pada saat ini hal itu di luar pokok pembahasan. Di sini, kami hanya ingin menguji kemustahilan penda’waan-penda’waan semacam itu, yang telah ditolak langsung oleh pemahaman manusia. Fitrat manusia menolak dengan tegas pemikiran-pemikiran yang saling bertolak-belakang dan berupa paradoks.
Antar Hubungan dalam Trinitas
Apabila orang membayangkan hubungan sesama di antara ketiga oknum tuhan-tuhan Kristen, maka seknarioskenario yang mungkin timbul hanyalah sebagai berikut:
a) Mereka memiliki tahapan-tahapan dari aspek-aspek yang berbeda dari satu oknum tunggal.
b) Mereka merupakan tiga oknum berbeda, yang samasama menikmati keabadian setara di antara mereka.
c) Mereka merupakan tiga oknum dengan beberapa sifat individual yang berbeda dan sama sekali tidak dimiliki oleh yang lain.
d) Mereka merupakan tiga oknum dalam satu, dengan sifat yang seluruhnya sama dan kekuatan-kekuatan yang setara, bergabung satu sama lain, dan tanpa fungsifungsi yang terpisah satu sama lain.
Kita akan bahas masing-masing kemungkinan secara berurutan.
Tahapan-tahapan dan Aspek yang Berbeda dari Satu Oknum
Kemungkinan pertama tidak perlu dibahas panjang lebar sebab hampir tidak ada orang Kristen zaman sekarang yang lebih mengimani Yesus sebagai sebuah aspek atau salah satu fase Tuhan, daripada mengimani beliau sebagai satu oknum berbeda. Orang-orang yang percaya pada Trinitas bersikeras bahwa terdapat tiga oknum berbeda yang menyatu menjadi satu.
Pada saat seseorang mengakui skenario bahwa satu oknum memiliki aspek-aspek berbeda yang ditampilkan secara bersamaan, maka konsep Trinitas, yakni tiga tuhan dalam satu, akan menguap jadi udara, dan Trinitas tidak tersisa lagi. Sehingga, sang Tuhan Bapak lah, tergerak oleh kasih-sayang-Nya, yang mati demi dosa-dosa manusia. Dalam kasus ini hal itu hanya merupakan suatu fase peralihan dari oknum yang sama. Aspek-aspek bukanlah oknum, dan demikian pula fase-fase tidaklah menciptakan wujud yang terpisah. Manusia mana pun dapat menjalani berbagai macam perasaan dan aspek, tanpa harus terbelah menjadi dua atau tiga atau banyak oknum. Oleh karena itu, jika Tuhan memutuskan untuk mati demi manusia yang penuh dosa, itu adalah Tuhan sendiri dan bukan aspek-Nya yang melakukan hal tersebut.
Oleh sebab itu, mengenai kasus yang menjadi perhatian ini, yakni aspek Tuhan yang telah memainkan sebuah peran vital dalam pengorbanan Tuhan demi manusia yang penuh dosa, hanya dapat dipahami sebagai penampakan satu sifat-Nya. Jadi, jika sifat kasihsayang Tuhan itu sendiri diperlakukan sebagai seorang ‘oknum’ dan oknum tersebut telah dinamakan Yesus Kristus, maka yang telah mati itu adalah ‘kasih-sayang’ Tuhan. Sungguh merupakan kontradiksi aneh, bahwa kasih-sayang Tuhan karena iba terhadap manusia yang penuh dosa lalu melakukan aksi bunuh diri. Hal itu secara tidak langsung mengungkapkan bahwa selama tiga hari tiga malam tidak ada sifat kasihsayang yang tertinggal pada diri Tuhan.
Ingat, dalam skenario ini, Yesus tidak diperlakukan sebagai suatu oknum terpisah yang berdiri sendiri, melainkan hanya sebagai sebuah sifat atau aspek Tuhan, yang dalamnya beliau menjadi semacam kasih-sayang yang menjelma sebagai wujud. Akan tetapi wujud ini tetap merupakan satu unsur yang tidak terpisahkan dari Tuhan. Jadi, jika ada yang telah mati dalam proses tersebut, hal itu mestilah wujud Tuhan, atau sifat kasih-sayang-Nya yang telah memainkan peran sangat vital dalam episode ini. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain kecuali mempercayai kematian sifat kasih sayang Tuhan, atau kematian Tuhan Yang Maha Pengasih itu sendiri.
Banyak kerumitan yang timbul dari penda’waan bahwa aspek-aspek seorang oknum tunggal dapat dihapuskan dari keberadaannya, untuk sementara atau selamanya. Skenario ini hanya dapat dipahami dalam kaitan dengan penerapannya pada apa yang dialami manusia. Seorang manusia dapat kehilangan penglihatan atau pun pendengaran untuk sementara atau selamanya, tetapi dia tetap merupakan orang hidup yang sama. Kematian suatu kemampuan, memang merupakan kematian parsial bagi orang yang sama. Dalam analisa utama, orang yang kehilangan atau mengalami hal itu tetap merupakan orang yang sama.
Oknum-oknum Berbeda Menikmati Keabadian Bersama
Jika elemen-elemen rangkaian tuhan Kristen merupakan tiga oknum berbeda yang secara bersamaan menikmati keabadian, pertanyaan yang timbul adalah tentang hubungan internal mereka. Jika mereka secara azali merupakan tiga oknum yang membentuk satu tuhan, maka mereka tentu memiliki ego masing-masing, sehingga penderitaan salah satu di antara mereka, jika memang dapat menderita, merupakan hal yang dialami oleh oknum itu sendiri secara pribadi. Yang lainnya dapa bersimpati terhadapnya, tetapi secara nyata tidak dapat ikut dan merasakan penderitaan itu. Sudah tentu hampir tidak mungkin membayangkan cara kerja pemikiran dan proses pengambilan keputusan pada Tuhan, tetapi penda’waan bahwa Dia benar-benar terdiri dari tiga oknum yang bergabung jadi satu, membenarkan suatu upaya untuk ‘mengaitkan tiga proses pemikiran yang berdiri sendiri.
Satu skenario yang mungkin timbul adalah, tentang seorang anak manusia yang lahir dengan tiga kepala. Ketiganya dapat dinyatakan sebagai satu oknum tunggal, berdasarkan pada keberadaan hanya satu tubuh saja dan sepasang tungkai serta lengan, tetapi ketiga kepala menampilkan permasalahan dalam menyatakan kondisinya yang sebenamya. Jika keanehan alam seperti itu hidup cukup lama untuk mampu berbicara dan memaparkan sendiri diri mereka, barulah kita dapat menyelidiki apa yang berlangsung di dalam ketiga kepala yang berbeda itu. Dengan tidak adanya pengetahuan tentang itu, menyatakan mereka sebagai satu oknum yang berkongsi memiliki tiga akal pikiran, atau tiga oknum yang berkongsi memiliki satu tubuh, tidaklah mungkin.
Anehnya, aspek sangat penting dalam doktrin Kristen ini sama sekali tidak diuraikan dalam Bibel. Sejauh yang berkaitan dengan rujukan tentang Kristus dan Ruhul Kudus, tidak kurang bukti yang menyatakan bahwa mereka ditampilkan sebagai dua oknum berbeda, yang tidak berkongsi dalam hal proses pemikiran yang sama dan perasaan-perasaan yang sama. Jika tidak, bayanganbayangan Ruhul Kudus yang berbeda dengan Kristus akan tidak mungkin dipahami, khususnya selama periode ketika Yesus terkurung dalam tubuh manusianya.
Pertanyaan-pertanyaan yang pasti timbul berkenaan dengan apa yang benar-benar telah terjadi pada oknum Kristus selama pengalaman tersebut, dalam kaitannya dengan dua oknum lain pada sosok tuhan Kristen adalah:
Apakah kedua oknum lainnya, yakni Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus, bersama-sama menghuni tubuh Yesus Kristus atau sama-sama mengalami pengalamanpengalaman beliau dalam kaitan mereka dengan tubuh itu?
Apakah Yesus sendiri yang menghuni tubuh tersebut, dan dengan demikian beliau tidak mengikut-sertakan kedua oknum Trinitas lainnya dalam pengalaman beliau yang berkait dengan tubuh itu?
Penjabaran nomor satu sudah dibahas. Berkenaan dengan nomor dua, kerumitan lebih lanjut timbul mengenai hubungan Yesus, pada waktu itu dengan kedua oknum Trinitas lainnya. Apakah Yesus merupakan wujud yang terpisah sepenuhnya saat itu, atau beliau tetap merupakan bagian integral dari kedua oknum lainnya, hanya saja beliau memiliki kelebihan menghuni sebuah tubuh manusia secara terpisah? Sekarang kita memiliki pertanyaan lain untuk dijawab:
Apakah wujud ketuhanan beliau sepenuhnya terkandung dalam tubuh manusia beliau, ataukah hanya muncul sendirian keluar dari bentuk Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus yang dimiliki bersama-sama, seperti sebuah jari kecil yang muncul dari tubuh seekor amuba?
Skenario ini juga akan memaksa kita mempercayai bahwa selama fase tersebut Yesus lebih hebat dari kedua oknum lainnya, sebab beliau sama-sama mengambil bentuk keberadaan wujud dengan Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus, sedangkan kedua lainnya tidak menempati wujud manusia beliau.
Oleh sebab itu, untuk membuat persoalan ini lebih mudah dimengerti, dilakukan upaya untuk memberikan ilustrasi pada pikiran mereka, hati mereka, perasaanperasaan mereka dan fungsi-fungsi organ mereka berada dalam suatu keterpaduan sempurna sedemikian rupa sehingga pengalaman individu masing-masing mereka dapat dirasakan oleh yang lain secara penuh. Jika hal ini terjadi, ,maka Trinitas antara Tuhan, Anak dan Ruhul Kudus jadi lebih dapat dimengerti. Namun, tetap saja masih ada persoalan menyangkut tiga tubuh yang mengandung tiga oknum identik. Hal ini sudah tentu tidak dapat diterapkan pada pemahaman Trinitas Kristen. Pada pandangan kedua, orang terpaksa membayangkan satu tubuh yang memiliki tiga identitas. Tetap saja, identitas demikian yang dimiliki oleh apa yang disebut kembar tiga, hanya dapat dibayangkan apabila satu tubuh mengandung tiga oknum, yang di dalamnya sendiri tampil banyak permasalahan. Akan tetapi dapat dijelaskan bahwa Tuhan tidak mempunyai tubuh, dan sesuatu yang menyerupai tubuh manusia, seperti yang telah dikemukakan, tidak dapat diterapkan untuk-Nya. Sudah tentu, kami sepenuhnya mengerti bahwa Tuhan tidak mempunyai tubuh seperti dalam istilah manusia, tetapi tetap masih ada permasalahan mengenai tiga wujud ruhani sebagai kembar tiga yang identik, secara individu mereka adalah oknum-oknum, tetapi yang merupakan satu dalam semua segi lainnya.
Permasalahan lain yang akan menghadang keberadaan [tuhan] kembar tiga secara hipotesa adalah hubungan mereka dalam kaitan dengan penyembahan. Apakah oknum-oknum ruhani “Tiga dalam Satu” rangkaian tuhan [Kristen] itu saling menyembah satu-sama lain? Apakah mereka semua akan memperoleh penyembahan dari makhluk-makhluk ciptaan mereka tanpa mereka harus menyembah dalam hubungan mereka satu sama lain?
Walaupun pemaparan berulang kali terdapat di dalam Perjanjian Baru bahwa Yesus Kristus yang menyembah Tuhan Bapak dan mengingatkan orang lain untuk melakukan hal sama, tetapi tidak ada penjelasan yang telah dibuat mengenai penyembahan Ruhul Kudus terhadap Tuhan Bapak. Dan lagi, tidak pernah ada upaya Yesus, seperti yang tertera dalam Perjanjian Baru, untuk mendesak orang-orang lain agar menyembah beliau atau menyembah Ruhul Kudus. Orang jadi bertanya-tanya, sebab tidak ada rujukan tentang penyembahan selain yang berkaitan dengan Tuhan Bapak.
Walaupun sudah merupakan tradisi umum di kalangan umat Kristen untuk menyembah Yesus sebagai Anak Tuhan bersamaan dengan Tuhan Bapak, tidak ada contoh-contoh yang tercatat tentang seorang murid Yesus Kristus pemah menyembah beliau, atau Yesus mendesak mereka untuk melakukan hal itu selama beliau menetap di bumi. Bahkan kalau pun beliau pemah berbuat demikian, hal itu akan menimbulkan banyak pertanyaan yang tak terjawabkan. Demikian pula yang berlaku bagi Ruhul Kudus, dan timbul pertanyaan, mengapa Ruhul Kudus tidak meminta siapa pun untuk menyembahnya.
Dalam masalah bahwa mereka adalah “Tiga dalam Satu” dalam arti bahwa ego utama mereka atau kesadaran akan keberadaan mereka tetap satu, walaupun terbagi dalam tiga aspek atau fase, telah dipelajari panjang lebar. Suatu wujud yang demikian secara logika tidak dapat disebut “tiga oknum dalam satu.” Selain itu, aspek-aspek atau fase-fase tidak pemah disembah dan tidak pula mereka menyembah ego sentral mereka. Untuk memahami mereka sebagai oknumoknum yang terpisah, mereka harus memiliki identitas masing-masing yang berdiri sendiri, dalam bentuk ego pokok yang memberikan rujukan pada kesadaran mereka sebagai oknum-oknum. Jika tidak, masalah rujukan terhadap diri mereka dan lainnya sebagai “saya”, “kamu” dan “dia,” tidak akan timbul.
Trinitas yang diterapkan bagi satu wujud hanya akan dapat dipahami sebagai sifat-sifat dan tidak lebih dari itu.
Dan sejauh yang berkaitan dengan sifat-sifat, sudah pasti tidak terbatas hanya sampai tiga saja. Tidak peduli apakah kita tahu atau tidak, Tuhan pasti memiliki berbagai sifat.
Untuk menyimpulkan pembahasan ini, kami menegaskan kembali bahwa masalah penyembahan dalam kaitan antara mereka satu sama lain hanya dapat timbul jika mereka merupakan oknum-paradoks dan kemustahilan yang sudah menjadi bawaan itu dengan cara membayangkan kondisi telaahan yang berbeda. Sudah tentu, ilustrasi-ilustrasi ini hendaknya jangan dipahami secara harfiah oleh para pembaca.
Permasalahan yang ada di hadapan kita adalah, apakah seorang oknum tunggal itu menampilkan sifat-sifat yang berbeda atau menjalani fase-fase yang berbeda. Hal ini membawa kita pada pertanyaan tentang masalah “Tiga Wujud dalam Satu” dan “Satu Wujud dalam Tiga,” khususnya dari segi fase-fase yang berbeda satu sama lain; dan penampakkan sifat-sifat serta suasana hati yang berbeda oleh oknum yang sama.
Masalah ini telah disinggung panjang lebar pada bab sebelumnya. Di sini, hal itu hanya perlu ditegaskan kembali pada permasalahan bahwa jika seorang oknum atau satu wujud menampilkan fase-fase yang berbeda, ia tidak dapat menampilkan fase-fase berbeda tersebut secara bersamaan, tanpa membelah dirinya menjadi bagian-bagian yang berbeda.
Ambillah, misalnya, air dalam ukuran dan jumlah tertentu. Air itu dapat diubah seluruhnya menjadi uap atau es tanpa meragukan wujudnya yang tetap satu. Jika air itu secara simultan dicermati dalam fase-fase yang berbeda itu, ia harus dipecah menjadi sedemikian rupa sehinga sepertiga bagiannya akan menjadi es, sepertiga menjadi uap dan sepertiga lagi tetap mencair. Masing-masing bentuk akan berbeda satu sama lain, tanpa menjalani dua fase lainnya secara beriringan. Jumlah air akan terpecah menjadi tiga kondisi, tetapi ukurannya pasti akan lebih kecil dari seluruh substansi jika disatukan, dan tidak ada yang dapat menyatakannya “satu dalam tiga” dan “tiga dalam satu.” Demikian pula, perwujudan Kristus dalam bentuk manusia Yesus, sementara tetap terjalin ikatan menyatu antara Yesus si manusia dengan Tuhan Bapak, adalah suatu hal yang tidak dapat dipahami.
Seluruh umat manusia terbentuk dari elemen-elemen yang sama, tetapi kemiripan dan kesamaan mereka satu sama lain tidak membuat mereka menjadi satu oknum tunggal. Adalah sifat-sifat,kepribadian-kepribadian dan keterpisahan mereka satu sama lain yang membuat mereka terbagi-bagi dalam banyak wujud, walaupun mereka pada hakikatnya terbuat dari substansi yang sama. Orang tidak dapat menyebut mereka sebagai “satu dalam lima milyar” dan “lima milyar dalam satu,” walaupun mereka sama-sama memiliki unsur manusia.
Mari kita telaah pertanyaan yang sama dari sudut lain. Jika, dalam jangka masa tertentu, Yesus terpisah dan dapat dibedakan dari Tuhan Bapak di satu sisi, dan dari Ruhul Kudus di sisi lain maka di mana letak keterpisahan eksistensi Kristus yang berbeda itu? Ingat, orang harus memahami bahwa Kristus yang secara total berbeda dan terputus dari Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus. pengorbanan beliau demi saudara-saudara manusia beliau, atau dapat kita katakan sebagai separuh saudara manusia beliau, harus dianggap sebagai pengalaman pribadi beliau sepenuhnya, berbeda dari Tuhan Bapak atau Ruhul Kudus. Hal ini secara jelas menghasilkan pertimbangan kami bahwa Kristus seorang diri yang mentransfer akal pikirannya atau proses pemikirannya kepada tubuh jasmani Yesus. Demikian pula dapat dipahami bahwa beliau menjalani suatu pengalaman yang tidak dialami oleh dua unsur lainnya dalam Trinitas Kristen. Memusingkan kepala, tidakkah demikian?
1. Harnack. Constitution and Law of the Church, E.T. p 264 116
2. Essay on the Trinity and the Incarnation, diedit oleh A.E.J. Rawlinson, Logmans, London (1928)
Di mana ada kristian di sana ada pembodohan dan pembohongan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat sebelum kalian mati yang bisa datang pada bila- bila masa.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi MUhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan.
February 9, 2011 at 5:12 am
Oke, akan saya ucapkan sekali lagi…
Aku bersaksi sesungguhnya Allah swt itu adalah Setan Pembunuh Laknatullah,
dan si gila dari padang gurun Arab,
Momed SAW, adalah nabinya Setan Pembunuh Laknatullah yang bernama Allah swt!!!
Innalillahi waina ilaihi rolling stones
February 9, 2011 at 1:14 pm
Oknum-oknum Berbeda dengan Sifat-sifat Berbeda
Jika Tuhan Bapak, Yesus dan Ruhul Kudus merupakan tiga oknum dengan sifat-sifat pribadi yang sama sekali tidak dimiliki oleh yang lain, maka mereka tidak dapat dianggap sebagai “Tiga dalam Satu” dan “Satu dalam Tiga.” Penyatuan total dari Trinitas menjadi Kemanunggalan hanya dapat dimengerti apabila karakter-karakter, sifat-sifat, fungsi-fungsi dan segenap kemampuan yang dimiliki oleh ketiga oknum menjadi sama satu sama lain, tanpa adanya perbedaan apapun yang membedakan satu sama lain.
Hal ini mengetengahkan sebuah skenario yang dalam tahap tertentu dapat disukai, yakni kembar tiga yang mirip, yang akal oknum berbeda yang tidak memiliki status yang setara serta sifat sifat yang sama.
Dalam contoh ini, hanya ada satu yang layak disembah dan dua oknum lainnya yang secara logika sebagai wujud lebih rendah, diharapkan menyembah yang satu itu. Jawabannya, sekali lagi, dapat diterima kecuali bahwa “Kemanunggalan dalam Trinitas” itu akan punah. Tidak mungkin bagi anda untuk menerima “Tiga dalam Satu” dan “Satu dalam Tiga” keduanya sekaligus.
Hal ini mengingatkan saya pada sebuah lelucon yang ingin saya ceritakan bersama anda. Dikisahkan bahwa Joha, seorang pelawak istana terkenal, begitu menggelikan bagi Timurleng pada waktu penyerbuannya ke Baghdad, sehingga dia memutuskan untuk membawanya sebagai pampasan perang dan menunjuknya sebagai kepala pelawak istana. Suatu kali dikisahkan bahwa Joha merasa ingin sekali makan daging sendirian sehingga dia tidak dapat menahannya lagi. Maka dia membeli dua kilo daging terbaik yang tersedia di tukang daging. Ketika menyerahkan daging tersebut kepada istrinya, dia memerintahkannya agar menyiapkan daging panggang lezat dari itu, dan tidak ada yang boleh menyentuhnya, termasuk istrinya kecuali dia. Akan tetapi malangnya bagi Joha, begitu istrinya selesai masak, beberapa saudara istrinya datang secara mengejutkan. Hal itu merupakan kejutan yang menyenangkan bagi sang istri, tetapi bakal menjadi kejutan yang tidak mengenakkan bagi Joha. Aroma menggoda dari daging yang baru saja dipanggang itu terlalu menggoda bagi mereka untuk dihindari, dan apa yang terjadi berikutnya sudah dapat ditebak secara logika. Setelah selesai menyantapnya, mereka dengan senang hati pamit kepada saudara perempuan mereka yang tampak agak risau itu. Akhirnya sang istri mempersiapkan diri dengan alasan yang tepat manakala Joha pulang ke rumah. Ketika Joha juga mencium bekas makanan, dengan rasa ingin tahu yang besar dia menanyakan dagingnya yang dua kilo tadi, maka sang istri memberikan tanggapan dengan menunjuk pada kucing peliharaan kesayangan Joha, dan berkata: “Ambillah dagingmu dari kucing ini, jika engkau bisa. Ketika saya sibuk bekerja, kucing ini telah menghabisi semua daging panggang.” Atas hal itu Joha langsung mengambil kucing itu dan menimbangnya di timbangan. Temyata si kucing beratnya pas dua kilo. Lalu dia dengan lembut berbalik ke istrinya dan menanyakan: “Wahai sayangku, saya memang percaya kepada kamu, tetapi jika ini daging yang saya beli, maka mana kucing saya; dan jika ini kucing saya, maka mana daging milik saya!”
Terlepas dari lelucon itu, izinkan saya menegaskan bahwa saya tidak ingin mempertentangkan perkara ini berdasarkan ajaran-ajaran Yesus yang asli dan benar. Makalah ini murni merupakan suatu sikap dalam memandang doktrin-doktrin Kristen masa sekarang yang kami percayai telah mengalami penyimpangan jauh dari ajaran-ajaran asli Yesus.
Setelah ditolak bahwa di dalam Bible terdapat rujukan untuk menyembah Yesus, tinggal bagi kita menjelaskan satusatunya referensi yang.berkaitan dengan itu, di dalam Lukas 24:52. Banyak yang mengaku bahwa ayat-ayat ini membuktikan bahwa Yesus sendiri mendesak para pengikutnya untuk menyembah beliau. Para ilmuwan Kristen zaman sekarang tahu betul bahwa ayat-ayat ini terbukti palsu dan tidak berhak disikapi sebagai bagian asli Injil Lukas.
Mari kita beralih pada masalah kebiasaan yang berlaku secara umum, apakah hal itu didukung oleh bukti dalam Injil-injil atau tidak? Berdasarkan kebiasaan yang berlaku secara umum, di banyak sekte Kristen masa kini, Yesus memang disembah sebagai Anak Tuhan, akan tetapi mereka semua sepakat bahwa Yesus yang mereka sembah itu selalu menyembah Tuhan Bapak dan hanya pada-Nya.
Dengan sia-sia saya sering menanyakan kepada para ilmuwan Kristen yang berpengetahuan tinggi, apa dasarnya sehingga Yesus harus menyembah Tuhan Bapak bila beliau sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Tuhan dan benar-benar menyatu dengan-Nya sehingga menimbulkan kemanunggalan meskipun terdapat tiga oknum? Apakah beliau pemah menyembah oknum ketiga dalam Trinitas, yaitu Ruhul Kudus? Apakah beliau pemah menyembah diri beliau sendiri? Apakah Ruhul Kudus pemah menyembah Yesus? Apakah Tuhan Bapak pernah menyembah salah satu dari kedua oknum lainnya? Jika tidak, mengapa? Mungkin jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan ini akan memaksa orang-orang Kristen mengakui bahwa suatu superioritas nyata sangat pasti dimiliki oleh Tuhan Bapak atas kedua oknum lain dalam Trinitas. Dari hal itu tampak bahwa ketiga oknum Trinitas tidaklah sama dalam status mereka. Oleh karenanya mereka merupakan “Tiga dalam Tiga,” jika mereka memang tiga, tetapi mereka bukanlah “Tiga dalam Satu.”
Kadang-kadang tatkala para ilmuwan Kristen dihadapkan pada pesoalan Yesus, yang mereka imani sebagai Anak Tuhan, yakni Yesus sendiri menyembah Tuhan Bapak, maka mereka menyatakan bahwa unsur manusia [dalam diri Yesus] lah yang melakukan penyembahan terhadap Tuhan Bapak, bukan Yesus Anak Tuhan yang melakukannya. Hal itu membawa kita kembali kepada pembahasan yang telah kita lakukan sebelumnya. Apakah di situ terdapat dua wujud sadar yang menguasai tubuh Yesus yang sama, yakni yang satu menguasai kesadaran sebagai manusia dan satu lagi menguasai kesadaran sebagai Anak Tuhan?
Sekali lagi, mengapa si manusia itu telah melewati dan benar-benar mengabaikan si Anak Tuhan yang ada dalam dirinya dan tidak pernah menyembah Kristus? Manusia Yesus yang sama, rekan [satu tubuh] Kristus, seharusnya juga menyembah Ruhul Kudus si oknum ketiga, yang tidak pemah beliau lakukan.
Penyembahan adalah suatu perbuatan akal pikiran dan jiwa yang kadang-kadang diungkapkan dalam simbol-simbol [gerakan] tubuh, tetapi perbuatan itu tetap berakar pada jiwa dan emosi oknum yang melakukannya. Oleh sebab itu harus ditentukan siapa yang melakukan penyembahan tatkala Yesus Kristus menyembah Tuhan. Kita sudah menyimak skenario itu, dengan segala, keruwetannya, yang mana Kristus si Anak Tuhan lah yang telah melakukan penyembahan. Sebaliknya, jika [unsur] manusia [dalam diri Yesus] yang menyembah Tuhan Bapak dan jika dia tidak pernah menyembah Kristus, maka mengapa orang-orang Kristen menentang tauladan suci Yesus itu? Mengapa mereka mulai menyembah Kristus selain Tuhan, sedangkan Yesus si manusia tidak pernah menyembah rekannya, Kristus, meskipun sangat dekat dengannya.
Oknum-oknum Berbeda dengan Sifat-sifat yang Sama dan Seimbang
Sekali lagi mari kita amati sekarang, dari sebuah sudut lain kali ini, formula “Tiga dalam Satu” pada Trinitas sebagai tiga oknum berbeda yang benar-benar dan sungguh mirip satu sama lain. Dalam skenario ini kita tidak berbicara tentang seorang oknum tunggal dengan ciri-ciri berbeda yang telah terangkai menjadi satu, tetapi dalam tiga bentuk terpisah, lebih menyerupai kembar tiga. Kita merujuk pada jenis kembar tiga yang benar-benar mirip sehingga kemiripan mereka tidak berakhir pada kesamaan bentuk saja, tetapi juga meliputi seluruh proses pemikiran dan perasaan. Mereka mengalami sama-sama secara identik pemikiran-pemikiran, perasaan-perasaan, dan pengalaman-pengalaman mereka. Dalam kasus ini orang harus mengakui bahwa dua dari ketiga oknum Trinitas memiliki kelebihan. Jika mereka menghapuskan [kelebihan] tersebut, maka tidak akan sempuma oknum lainnya dalam Trinitas.
Alquran Suci juga mengetengahkan persoalan yang sama ketika memaparkan bahwa jika Tuhan memutuskan untuk memusnahkan dan menghapus keberadaan Yesus Kristus dan Ruhul Kudus, apa perbedaan yang timbul pada Keagungan, Keabadian dan Kesempumaan-Nya, dan siapa yang dapat menghalangi-Nya berbuat demikian (QS 5:18). Hal itu secara tidak langsung menyatakan bahwa segenap sifat Tuhan akan berfungsi secara abadi, dan dalam kondisi demikian konsep Trinitas seperti yang telah digambarkan dalam skenario ini tampil tidak bermakna dan tidak berguna.
Akan tetapi jika diandaikan, ketiga oknum berbeda yang terdapat dalam Trinitas itu menjalankan fungsi-fungsi berbeda, maka jelas bahwa ketiga komponen itu akan menjadi sangat penting untuk membentuk [rangkaian] Tuhan. Meskipun demikian, dalam kasus ini terdapat tiga Tuhan berbeda yang bekerja-sama satu sama lain dan hidup bersama dalam keharmonisan sempuma, dan dalam kondisi demikian mereka hanya dapat diperlakukan sebagai “Tiga Tuhan dalam Tiga,” bukannya “Tiga Tuhan dalam Satu.”
Sekali lagi, jika dikemukakan bahwa Trinitas adalah sama seperti kasus satu oknum tunggal dengan tiga fungsi organ yang berbeda, kesemuanya terjalin dalam kemanunggalan, maka sudah tentu Keesaan dapat dipertahankan, bukannya Trinitas. Di sini kita tidak membicarakan tentang satu oknum tunggal dengan fungsi–fungsi organ yang berbeda, tetapi tiga oknum yang benarbenar mirip, dan masing-masing melakukan fungsi-fungsi yang sama tetapi tetap memiliki kepribadian sendiri. Apa yang telah dibahas ini memaparkan kasus satu oknum tunggal dengan organ-organ berbeda. Jadi, sejauh ini tidak ada yang tidak masuk akal dalam hal itu. Namun, ketika organ-organ diperlakukan sebagai oknum-oknum dengan hak mereka masing-masing, dan pada saat yang sama mereka dipercayai sebagai satu kepribadian yang dalam keterpaduannya merupakan tunggal, maka batas-batas logika pun dilanggar dan seluruh pembahasan menjadi tidak layak diakui. Memang organ-organ memiliki kepribadian mereka sendiri, tetapi kepribadian mereka hanya merupakan sebuah komponen dari sebuah kepribadian lebih besar, yang tidak hanya terdiri dari satu organ tetapi juga organ-organ lain. Seluruh organ tersebut dalam perpaduan mereka bersama dalam diri seorang manusia, disebut “manusia seutuhnya”. Memang beberapa organ menjalankan fungsi-fungsi yang relatif kecil, dan manusia dapat saja tetap menjadi manusia tanpa keberadaan organ-organ tersebut, hanya saja tidak sempurna. Seorang manusia sempurna harus memiliki seluruh organ yang umum dimiliki oleh seorang manusia dan perpaduan seluruh organ ini membuatnya menjadi seorang manusia sempurna.
Jika kita mengambil kasus seorang manusia yang disebut Paul, orang tidak dapat mengatakan bahwa dikarenakan hati, jantung, paru-paru dan ginjal Paul memiliki individualitas dengan fungsi-fungsi khusus yang harus dijalankan, maka [organ-organ] itu merupakan oknum – oknum berbeda yang secara menyeluruh persis seperti Paul. Kemiripan total hanya mungkin [terjadi] apabila, katakanlah, ginjal-ginjal itu berfungsi persis seperti Paul dalam keseluruhan dirinya, dan hal yang sama dapat dikatakan bagi organ-organ lain miliknya. Hal ini menghendaki bahwa tidak adanya masing-masing organ itu tidak akan merubah sifat Paul dalam makna apapun, atau pada pilihan lain, Paul tanpa paru-paru, hati, ginjal dan otaknya, dan segenap organnya dicabut, tetap akan merupakan seorang Paul yang sempuma dirinya. Hal itu disebabkan pada analisa terakhir, mereka semua benar-benar identik satu sama lain, dan si oknum Paul tetap utuh secara mutlak, terlepas dari tidak adanya organ-organ tersebut.
Jika, demikian skenario “Tiga dalam Satu,” maka sudah tentu keliru untuk mencoba melakukan kritikan terhadap kepercayaan Kristen dengan merujuk pada logika. Dan logika yang dapat diterapkan terhadap dogma Kristen zaman sekarang ini hanyalah logika si nenek sihir Macbeth ketika mereka mengatakan: “Adil adalah curang, dan curang adalah adil.” (Fair is foul, and foul is fair).
Di mana ada kristian di sana ada penipuan.Di mana ada kristian di sana ada pembodohan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat sebelum mati yang bisa datang pada bila-bila masa.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan mendapat kejayaan.
February 9, 2011 at 1:21 pm
Oke, akan saya ucapkan sekali lagi…
Aku bersaksi sesungguhnya Allah swt itu adalah Setan Pembunuh Laknatullah,
dan si gila dari padang gurun Arab,
Momed SAW, adalah nabinya Setan Pembunuh Laknatullah yang bernama Allah swt!!!
Innalillahi waina ilaihi rolling stones
February 10, 2011 at 3:05 pm
Doktrin Trinitas, yang merupakan unsur dasar dalam dogma Kristen, tidak ada dalam ajaran Kristen semasa hidup Yesus Kristus. Paling orang dapat menyatakan bahwa doktrin tersebut mulai terbentuk sesudah Penyaliban. Doktrin ini memakan waktu berabad-abad lamanya untuk mencapai bentuk terakhimya yang terdefinisikan dengan baik, tetapi tidak dapat dipahami. Doktrin ini melewati suatu proses panjang perdebatan sangat sengit dan kontroversial di kalangan para theolog dan pemikir Kristen yang berasal dari latar belakang agama, budaya dan tradisi yang berbeda.
Doktrin ini sangat dipengaruhi oleh mitologi/dongeng–dongeng dan tradisi-tradisi dari berbagai negeri yang menerima Kristen pada masa-masa awalnya. Akan tetapi pangkal utama ajaran Kristen, yang merawat dan memelihara perkembangan ajaran-ajaran serta falsafah Kristen dalam peran pembentukkannya pada masa awal, adalah bangsa Yahudi. Pengaruh Yahudi tetap sangat dominan selama babak permulaan sejarah Kristen. Murid-murid Yesus, yang telah mempelajari dan memahami Kristen langsung dari Yesus dan menyaksikannya dalam bentuk kehidupan Yesus sendiri, berasal dari bangsa itu. Mereka adalah para penjaga utama ajaran Kristen dan memiliki akar-akar yang tertanam mendalam pada tanah suci pengarahan-pengarahan Yesus serta pada cara hidup (sunnah) beliau. Merekalah yang menyaksikan Penyaliban dan telah melihat Yesus selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan terhadap beliau.
Para Pengikut Awal Yesus
Pada dasarnya orang-orang Kristen awal terbagi baik berdasarkan pada kedua keadaan alami Yesus, maupun berdasarkan pada mengikuti Syariat Musa atau tidak. Dalam fase kedua perkembangan Kristen, Paulus menemukan karakter yang paling penting dalam memberikan suatu falsafah dan ideologi baru pada ajaran Kristen. Terdapat perbedaan pendapat mendasar antara Paulus dan James the Righteous (James sang siddiq). Sementara James menjaga Gereja Yerusalem, Paulus menyampaikan ajaran ke Barat, khususnya kepada orang-orang yang bukan Yahudi. Gereja Barat berkembang berdasarkan garis-garis doktrinasi Paulus, sedangkan Gereja Yerusalem berkembang berdasarkan ajaran-ajaran ke-Esa-an Tuhan.
Salah satu cabang aliran James adalah Ebion (Ebionite), sebuah sekte yang namanya berasal dari kata Ibrani, ebionim yang berarti “penurut” atau “miskin/sederhana.” Mereka adalah orang-.orang Kristen Yahudi, yang untuknya Yesus tampil dalam jubah Mesias dan bukan sebagai Anak Tuhan. Mereka mengikuti Syariat Musa dengan ketaatan penuh, dan mereka mempunyai Injil mereka sendiri yang dikenal dalam berbagai konteks sebagai “Injil orang-orang Ibrani,” “Injil orang-orang Ebion” atau “Injil orang-orang Nazaret.” Berikut ini sebuah gambaran tentang orang-orang Ebion yang diambil dari berbagai sumber.
Dalam bukunya “The History of the Church” yang ditulis pada abad ke-4 sesudah Masehi di Caesaraea, Eusebius memaparkan tentang orang-orang Ebion dalam Buku 3, Vespasian to Trajan. Dia mencemoohkan pandanganpandangan mereka, dengan mengatakan bahwa nama mereka berasal dari pandangan mereka yang sederhana dan polos tentang Yesus. Orang-orang Ebion menganggap Yesus sebagai makhluk hidup [yang tidak abadi] dan menjunjung beliau sebagai orang yang benar melalui perkembangan karakter/sifat beliau. Sebagai orang Yahudi, mereka melaksanakan Sabat dan segala rincian Hukum Syariat, serta tidak menerima pemikiran Paulus tentang keselamatan melalui iman semata.
Eusebius juga berbicara tentang sebuah kelompok lain dari orang-orang Ebion yang menerima tentang melahirkan dalam keadaan perawan dan Ruhul Kudus, tetapi menolak konsep bahwa Yesus itu sebelumnya merupakan “Tuhan [dalam bentuk] Firman dan Kebijaksanaan.” Mereka mengikuti sebuah “Injil orang-orang Ibrani” yang kemungkinan merupakan Injil Matius. Mereka melaksanakan Sabat dan sistim Yahudi, tetapi merayakan kebangkitan (resurrection).1
R.Eisenman dan M.Wise ketika memaparkan latar belakang orang-orang Ebion dalam buku mereka The Dead Sea Scrolls Uncovered (1992) mengatakan bahwa James (the “Zaddik” atau “Zadok”, artinya: orang yang benar); merupakan pemimpin Gereja Yerusalem pada pertengahan abad pertama (sekitar tahun 40-60 sesudah Masehi). Cabang ini dahulu disebut agama Kristen Yahudi di Palestina. Kelompok Ebion tumbuh dari gereja ini.2
Jemaat yang mengikuti James dikenal sebagai “orangorang miskin” (Galatia 2:10, James 2:3-5) suatu sebutan yang disinggung baik dalam Sermon on the Mount maupun dalam Dead Sea Scrolls. Dalam banyak segi, Eisenman merasakan bahwa orang-orang Ebion sama dengan para penulis Dead Sea Scrolls (Naskah-naskah Laut Mati). Mereka menghormati James sang siddiq, dan percaya bahwa Yesus adalah Mesias mereka yang merupakan makhluk tidak abadi (mortal), sedangkan Paulus [bagi mereka] telah menjadi seorang yang murtad di hadapan Syariat. Mereka menjalankan Syariat dan Sabat dengan penuh keitaatan. Mereka menempatkan James pada kehormatan yang tertinggi, sedangkan Paulus mereka anggap sebagai “musuh” (Matius 13:25-40). 3
Menurut Baigent, Leigh dan Lincoln dalam The Messianic Legacy, sumber ajaran-ajaran asli kelompok Ebion, Gnostik,
Manichean, Sabian, Mandean, Nestorian dan Elkasit telah dipaparkan sebagai falsafah Nazarene. Mereka menyebut pemikiran Nazarene sebagai:
“Suatu orientasi terhadap Yesus dan ajaran-ajarannya yang terutama berasal dari posisi asli orang-orang Nazaret, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Yesus sendiri, kemudian disebar-luaskan oleh James, Juda atau Judas Thomas dan rombongan mereka yang terbentuk cepat. Kepercayaan-kepercayaan mereka adalah:
1. ketaatan sepenuhnya pada Syariat Musa
2. pengakuan terhadap Yesus sebagai Almasih
3. kepercayaan terhadap kelahiran Yesus sebagai kelahiran manusia biasa
4. permusuhan terhadap pandangan-pandangan Paulus
Ada sebuah koleksi manuskrip bahasa Arab tersimpan pada sebuah perpustakaan di Istanbul yang memuat kutipan-kutipan dari sebuah teks abad kelima atau keenam yang dianggap berasal dari al-nasara, tertulis dalam bahasa Syiriak dan ditemukan di sebuah biara di Khuzistan, barat-daya Iran dekat perbatasan Iraq. Manuskrip itu menggambarkan pandangan-pandangan silsilah Nazarene yang melarikan diri dari Yerusalem sesudah kehancurannya pada tahun 66 sesudah Masehi. Manuskrip itu menyebut Yesus sebagai seorang manusia dan menekankan pada Syariat Yahudi. Para pengikut Paulus “meninggalkan agama Kristus dan beralih kepada doktrin-doktrin agama orang-orang Romawi.”4
Dari ajaran berbagai macam doktrin yang berkembang selama tahap-tahap pembentukan ajaran Kristen, pilihan untuk diakui hanya pantas diberikan kepada orang-orang yang percaya kepada ajaran-ajaran orang-orang Namret. Orang-orang Kristen masa awal ini telah diajarkan makna Kristen oleh Yesus sendiri.
Peran Paulus
Jelas bahwa Paulus dan sektenya tidak berasal dari situ. Pada kenyataannya, sejak masa Paulus dan seterusnya, dengan berkembangnya agama Kristen ke negeri-negeri asing dan ke dalam kepercayaan-kepercayaan penyembah berhala (pagan) di Kerajaan Romawi, ajaran Kristen sangat dipengaruhi dan dibengkokkan oleh budaya-budaya serta mitologi/dongeng-dongeng yang umum di negeri-negeri itu dan semakin menyimpang jauh dari kemumiannya. Paulus memainkan peranan dalam mempengaruhi kerusakan pemikiran Kristen dengan cara memperkenalkan mistik/kebatinan dari dirinya sendiri. Dia bukan berasal dari Bani lsrail dan tidak pula memiliki hubungan langsung dengan Yesus, kecuali melalui rukya/kasyaf pengakuannya sendiri. Dia saat itu tampaknya sudah sangat terpengaruh oleh budaya-budaya asing.
Tampaknya terdapat dua pilihan bagi Paulus saat itu, melakukan peperangan sengit terhadap sebuah dunia takhayul, mitologi dan legenda yang sudah umum terdapat di negeri-negeri Kerajaan Romawi sejak zaman dahulu, atau menyerah pada mereka dan membiarkan Kristen mengalami perubahan sehingga sesuai bagi kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan mereka. Hal itu memberikan pesan kepada mereka bahwa ajaran Kristen tidaklah berbeda secara mutlak dari legenda-legenda dan mitologi-mitologi mereka. Paulus mendapati bahwa penerapan pilihan kedua jauh lebih menguntungkan dan menyenangkan serta membiarkan Kristen mengalami perubahan sesuai keinginan-keinginan dan falsafah-falsafah yang populer di dunia non-Yahudi.
Strategi ini berhasil dengan baik, misalnya dengan diperolehnya jumlah besar orang yang menerima ajaran baru itu, yang kalau tidak dibuat demikian sulit untuk memperolehnya. Namun, apa akibatnya? Sangat disayangkan, hal itu hanya berakhir pada suatu kompetisi kotor antara nilai-nilai mulia Kristen dengan mitologimitologi para penyembah berhala. Yang diubah oleh Paulus hanyalah nama dewa-dewa para penyembah berhala dan menggantikan-nya dengan Yesus, Tuhan Bapak dan Ruhul Kudus. Memang bukan dia yang menemukan mitologi Trinitas dan memperkenalkannya pada dunia para penyembah berhala dengan mengatas-namakan Kristen, sebaliknya dia meminjam mitologi Trinitas dari mitologi para penyembah berhala dan memasukkannya ke dalam Kristen. Sejak saat itu yang ada ialah tetap penyembahan berhala lama, tetapi nama-namanya saja yang baru dan wajahwajahnya baru.
Agama Kristen Paulus, dengan demikian, tidak berhasil merubah doktrin-doktrin, mitologi-mitologi dan takhayultakhayul dunia penyembah berhala, bahkan hanya berakhir dengan merubah ajaran Kristen sesuai dengan semua itu. Jika gunung tidak menanggapi panggilannya, maka dia memutuskan untuk pergi saja ke gunung itu.
Kenyataan Yesus yang Sebenarnya
Memang merupakan hak setiap orang untuk memilih antara Kristen Paulus dan James sang siddiq serta para pemuka Kristen lainnya pada masa awal yang merupakan murid-murid langsung Yesus Kristus. Namun, di sini kami ingin menekankan bahwa golongan utama Kristen berlanjut mengalami perkembangan di sepanjang garis-garis Tauhid/Keesaan dan tetap menjauhkan diri dari perubahanperubahan baru yang melahirkan dogma-dogma Kristen yang bertele-tele dan kacau seperti rangkaian tuhan di mana Yesus sebagai Anak Tuhan, Trinitas, Dosa Warisan, Penebusan Dosa, hidupnya Yesus kembali secara jasmani, dan sebagainya. Pandangan-pandangan para pemuka Gereja masa awal�yang di antaranya paling menonjol adalah James sang siddiq�sederhana dan jujur serta tidak memiliki pertentangan atau paradoks internal yang bersembunyi di balik kepulan asap misteri. Suatu penelaahan terhadap sejarah Tauhid dalam ajaran Kristen menampilkan fakta yang tak terbantahkan bahwa Keesaan Tuhan, yang tidak dicemari oleh slogan Trinitas, tetap merupakan doktrin resmi Gereja Kristus sejati dalam kemurniannya yang asli.
Harap diingat bahwa risalah ringkas ini bukanlah suatu upaya untuk memindahkan orang-orang Kristen kepada keimanan lain manapun di luar ajaran Kristus. Ini merupakan suatu upaya murni untuk mengajak orang-orang Kristen kembali kepada keimanan dan kebiasaan (sunnah) murni Yesus yang tidak tercemar. Ini merupakan upaya tulus untuk mengembalikan kisah dongeng kepada kisah nyata ajaran Kristen � yaitu kisah-kisah nyata yang sudah tentu sangat indah sebab sangat realistik dan memuaskan akal serta kalbu sekaligus.
Selama hampir dua ribu tahun, bukanlah legendalegenda yang dirakit di sekeliling realitas Yesus Kristus yang telah membuat Kristen menyatu dan menolongnya tetap bertahan hidup dari tantangan-tantangan logika/akal dan tetap mengalami pencerahan di hadapan kemajuan sains, dan tidak pula kebertahanannya itu disebabkan oleh kepercayaan mistik Trinitas. Yang telah membuat kebenaran serta hakikat Kristen tetap utuh adalah keindahan pribadi dan ajaranajaran Yesus Kristus. Yakni, amal-perbuatan mulianya, bukan sosok tuhan pada diri Yesus, yang sangat indah untuk dianut. Adalah penderitaan, ketabahan dan keteguhan demi tujuantujuan mulia dan penolakan beliau yang tegas terhadap segenap upaya aniaya untuk membuat beliau merubah ajaran-ajaran beliau itulah yang merupakan tulang punggung sejati agama Kristen. Hal itu masih tetap indah dan sangat patut dicintai seperti sediakala hingga saat ini. Hal itu telah memberikan pengaruh besar pada pemikiran-pemikiran dan kalbu-kalbu orang Kristen sehingga mereka tetap terpaut pada Yesus, dan memilih untuk menutup mata mereka terhadap ketimpangan-ketimpangan logika daripada memutuskan hubungan dari beliau.
Keagungan beliau yang sebenarnya terletak pada fakta bahwa beliau telah berhasil mengatasi dan telah menaklukkan kekuatan-kekuatan gelap yang bersekongkol untuk mengalahkan beliau meskipun beliau seorang manusia lemah dan tidak lebih dari seorang manusia. Kemenangan Yesus itu adalah sesuatu yang [layak] dinikmati bersama dengan penuh kebanggaan oleh anak keturunan Adam. Sebagaimana kami memandang hal itu dari sudut pandang Muslim, beliau adalah seorang anak keturunan Adam yang sangat mulia. Beliau telah mengajarkan peri kemanusiaan melalui suri tauladan beliau yang teguh dalam menghadapi penderitaan dan keperihan yang sangat berat. Tidak untuk takluk, melainkan untuk tetap teguh dalam cobaan beratlah yang merupakan keberhasilan Yesus yang paling mulia. Hidupnya yang penuh penderitaan dan keperihan itulah yang telah menyelamatkan umat manusia dan membuat beliau berhasil menaklukkan kematian. Jika beliau secara suka-rela telah menerima kematian, hal itu sama saja seperti suatu upaya untuk melarikan diri dari penderitaan beliau.
Bagaimana mungkin orang dapat menganggap hal itu sebagai suatu sikap berani? Bahkan sikap orang-orang yang melakukan bunuh diri, di bawah tekanan yang sangat besar, dianggap sebagai suatu perbuatan pengecut semata. Menghadapi penderitaan dalam hidup adalah jauh lebih baik dari menghindari penderitaan melalui kematian. Oleh karena itu, konsep pengorbanan tertinggi Yesus dengan cara menerima kematian demi umat manusia, adalah suatu ungkapan perasaan dangkal yang tidak memiliki dasar.
Kebesaran Yesus, sekali lagi kami tekankan, terletak pada pengorbanan tertinggi beliau selama masa hidup beliau. Seluruh hidupnya, beliau melawan godaan-godaan yang mengajak untuk menyerah dan menukar suatu kehidupan penuh penderitaan dengan kehidupan nyaman dan tenteram. Siang malam beliau menghadapi kematian tetapi menolak menyerah, dan hidup demi orang-orang yang berdosa untuk membawa mereka hidup kembali. Beliau telah menaklukkan kematian tidak dengan cara menyerahkan diri beliau pada kematian, tetapi dengan cara menolak tunduk kepada kematian itu. Beliau telah mengalahkan kematian itu sepenuhnya dan telah berhasil keluar dari cengkeramannya, yang mana seorang manusia lemah akan hancur [bila mengalaminya]. Demikianlah beliau telah membuktikan kebenaran beliau dan kebenaran kata-kata beliau tanpa ragu sedikit pun. Seperti itulah kami melihat Yesus dan itulah sebabnya kami mencintai beliau. Suara beliau adalah suara Tuhan dan bukan suara ambisi beliau sendiri. Beliau telah mengucapkan apa-apa yang telah diperintahkan kepada beliau, tidak kurang dan tidak lebih dari apa yang telah Tuhan perintahkan kepada beliau untuk dikatakan. Beliau menyembah Tuhan sepanjang hidup beliau dan hanya Dia semata yang beliau sembah, serta tidak pemah beliau meminta makhluk apa pun agar bersujud di hadapan beliau atau di hadapan ibu beliau atau Ruhul Kudus. Inilah fakta kenyataan Yesus, yang ke arahnyalah kami mengimbau orang-orang Kristen dari berbagai sekte dan aliran untuk kembali.
Kesinambungan Agama
Kami percaya pada kesinambungan dan keuniversalan agama-agama. Itulah sebabnya Islam memberikan penekanan-penekanan demikian pada lembaga Kenabian sebagai suatu fenomena universal, yang berarti bahwa para nabi harus diterima secara keseluruhan. Penolakan terhadap satu orang saja dari seluruh nabi itu berarti penolakan terhadap semuanya, sebab pada kenyataannya seseorang tunduk kepada para nabi hanya dalam pandangan bahwa para nabi itu berasal dari satu sumber yang sama. Dalam konteks ini, istilah “kesinambungan” (continuity) hendaknya dipahami sebagai sesuatu yang mirip tetapi tidak sepenuhnya sama seperti evolusi kehidupan. Kami percaya pada perkembangan risalah (ajaran agama), maju secara bertahap bersama kemajuan umum manusia dalam segala sisi aktifitas manusia. Tampak bahwa agama-agama yang diwahyukan terdahulu, kendatipun memiliki dasar ajaran yang sama, mencakup rincian perintah yang wilayahnya relatif lebih kecil. Artinya, sejumlah kecil perintah dan larangan. Kemudian secara bertahap berkembang menjadi perintah dan larangan dalam jumlah yang lebih besar mencakupi kawasan yang lebih luas pada aktifitas manusia. Juga tampak bahwa agama-agama pada peradaban
peradaban kuno diperuntukkan bagi sasaran yang relatif lebih kecil pada suku-suku atau kaum-kaum atau kawasankawasan tertentu. Ajaran agama-agama itu terbatas pada kebutuhan-kebutuhan zaman itu. Agama-agama itu lebih tepat disebut sebagai agama-agama suku, kaum, atau bangsa. Kasus Bani Israil dan ajaran-ajaran Yahudi merupakan suatu ilustrasi yang cocok untuk membuktikan hal ini.
Dengan demikian, kecenderungan arah perkembangan sejarah bisa diringkas dalam dua rentetan:
1. Perluasan progresif dan penyempurnaan komparatif ajaran-ajaran.
2. Peralihan progresif dari golongan-golongan agama yang lebih kecil kepada yang lebih besar.
Kesinambungan itu tidak berarti bahwa agama yang telah di wahyukan kepada Adam secara berkesinambungan ditujukan kepada umat manusia dan secara bertahap telah mengalami suatu perubahan progresif yang bertahap, memperluas wilayah hukum dan perintahnya. Yang dimaksudkan adalah, di belahan-belahan dunia yang berbeda, di mana telah berakar dan berkembang peradabanperadaban yang berbeda, wahyu-wahyu Ilahi telah melahirkan agama-agama tertentu yang berkaitan dengan perkembangan-perkembangan sosial manusia di kawasankawasan dunia tersebut. Seluruh agama itu, mengalami perkembangan ke arah yang sama secara umum.
Puncak Perkembangan Agama-Agama
Dari segenap golongan/kelompok agama yang ada, kami percaya bahwa satu yang berada di timur tengah telah dipelihara dan dibudidayakan untuk melahirkan agamaagama besar tertentu yang akan berperan sebagai haluan utama dalam evolusi agama-agama di dunia. Hal ini sangat nyata terbukti dari suatu penelaahan sejarah agama. Agama Yahudi diikuti oleh Kristen, dan diikuti oleh Islam, dengan jelas mengisyaratkan pada arah evolusi ajaran-ajaran agama. Di antara agama-agama ini, perkembangan ajaran-ajaran dapat dengan mudah ditelusuri ke belakang dan ke depan, serta tampak sangat terkait satu sama lain. Oleh karena itu sangat penting untuk memahami rencana agung ini, yang bermuara dan benar-benar bermuara pada penyempurnaan ajaran-ajaran tersebut dalam bentuk sebuah agama universal, yaitu Islam.
Dalam konteks ini, terletak pada kepentingan orang-orang Yahudi untuk secara sungguh-sungguh dan tanpa prasangka memahami pentingnya Yesus Kristus. Dengan gagalnya mereka mengenali Yesus, kasus orang-orang Yahudi itu menjadi sama seibarat sekian banyak spesies hewan yang terkubur jauh dalam sejarah evolusi, yang tidak lagi memainkan peranan vital dalam perkembangan pohon kehidupan di sekitar puncaknya. Dengan demikian, agama Yahudi hanya tinggal sebagai suatu sisa sejarah, tetapi tetap berlanjut mempertahankan hidup dalam kawasan keberadaannya yang sempit.
Begitu pula kasus orang-orang Kristen adalah sama seperti orang-orang Yahudi, hanya saja mereka selangkah lebih maju dari orang-orang Yahudi, lebih dekat pada Islam dari segi urutan. Yang paling penting adalah, penyimpanganpenyimpangan dari jalan yang ditempuh Yesus Kristus ke suatu jalan kemerosotan yang telah dirancang bagi mereka oleh Paulus, telah membawa mereka lebih menjauh dari Islam dibandingkan Yahudi. Umat Yahudi, setelah lebih dari empat ribu tahun keberadaan mereka, paling tidak telah mempelajari ajaran Keesaan (Tauhid) yang vital bagi kehidupan ruhaniah agama mana pun. Namun, di samping kedekatan terhadap Islam dalam doktrin-doktrin dasar ini, terdapat sejumlah besar faktor-faktor lain yang membuat orang-orang Yahudi ini lebih keras menolak menerima Islam.
Penelaahan ini membuat saya percaya bahwa kalau orang-orang Yahudi tidak menimbulkan kerangka pikiran dan sikap yang merupakan suatu syarat untuk memahami Kristus, meskipun mereka memiliki doktrin-doktrin yang sama, mereka akan tetap terpisah lebih jauh dari Islam dibandingkan orang-orang Kristen. Mereka telah kehilangan suatu mata-rantai sangat vital, yakni Yesus Kristus, antara mereka dan kedatangan Nabi Muhammad saw.. Pengingkaran mereka terhadap kebenaran ini telah membuat mereka jadi keras sedemikian rupa sehingga mereka secara mental tidak siap untuk menerima pesan baru. Mereka tetap saja masih menunggu Kristus, sementara Kristus telah datang dan pergi. Satu kali mereka gagal mengenali beliau, mereka tidak jauh berbeda dalam mengenali beliau kembali pada kedatangan beliau yang kedua. Tampaknya mereka telah ditakdirkan untuk menunggu secara abadi Kristus versi impian mereka.
Adalah Kristus yang bertugas mempersiapkan jalan bagi agama berikutnya yang lebih tinggi, yakni Islam. Pemyataan ini hendaknya tidak ditanggapi terlalu kaku. Kami tidak menyatakan bahwa orang-orang Yahudi harus terlebih dahulu menerima Kristen dan kemudian mengambil langkah berikutnya masuk Islam. Suatu panorama manifestasimanifestasi keagamaan menjadi terlalu naif ketika itu terjadi. Yang kami coba paparkan adalah, suatu umat yang telah menolak seorang nabi atau seorang rasul, yang bukan seorang nabi biasa melainkan yang memainkan suatu peran sangat penting dalam pelatihan mental dan ruhani umat tersebut, mereka lakukan demikian hanya jika mereka dalam kondisi sakit secara ruhani maupun mental. Jika penyakit telah diobati dan sikap tercela terhadap kebenaran telah diperbaiki, maka mereka tampaknya akan mengikuti seorang nabi yang telah ditempatkan pada jalur yang telah hilang bagi mereka.
Sejauh yang berkaitan dengan sikap orang-orang Kristen, mereka hanya dapat digiring kepada kebenaran Nabi Muhammad jika mereka kembali kepada kebenaran dan realita Yesus Kristus. Beliau tidak hanya merupakan jalan menuju Tuhan, tetapi juga, sebagaimana segenap nabi lainnya, merupakan jalan yang membawa kepada nabi yang telah ditakdirkan datang sesudah beliau.
Yesus hanyalah mata-rantai tengah dalam kiasan kebun anggur. Perwakilan sempuma Tuhan masih akan datang. Oleh sebab itu, jika umat Kristen tidak kembali dari sosok Yesus Kristus yang keliru, khayalan, dan berbau dongeng itu lalu menuju kepada kenyataan junjungan suci mereka yang lebih agung dan mulia, maka mereka tidak dapat diarahkan ke jalan yang telah mengaitkan Yesus Kristus dengan Nabi Muhammad s.a.w.
Nabi Muhammad adalah suatu realita dan bukan sebuah kisah dongeng, dan hanya realita lah yang dapat menghubungkan realita-realita lainnya. Oleh sebab itu, fakta Kristus lah � bukan kisah dongeng yang ke dalamnya beliau telah dimasukkan � yang akan memberkati umat Kristen untuk mengenali kebenaran Nabi Muhammad.
1. Eusebius; The History of the Church, halaman 90-91, (Penguin 1989)
2. The Dead Sea Scroll Uncovered, R. Eisenman & M. Wise, p.186, (Element Books, 1992).
3. The Dead Sea Scroll Uncovered, R. Eisenman & M. Wise, p. 233-234, (Element Books, 1992).
4. The Messianic Legacy, M. Baigent, R. Leigh, H. Lincoln, p.135-138 (Corgi Books)
Di mana ada kristian di sana ada pembohongan.Di mana ada kristian di sana ada pembodohan.Wahai orang-orang kafir kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat sebelum mati yang bisa datang kapan kapan sahaja.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah pasti kalian akan beroleh kejayaan.
February 21, 2011 at 7:56 pm
February 22, 2011 at 1:34 am
Orang-orang Muslim bisa diklasifikasikan ke dalam 3 kategori, yang baik, buruk dan yang sangat buruk.
Orang-orang Muslim yang baik adalah mereka yang mengikuti Quran dan contoh-contoh yang sudah ditetapkan oleh Muhammad dan karena itu mereka mendedikasikan diri mereka untuk menjadi para teroris.
Orang-orang Muslim yang buruk adalah orang-orang Muslim yang plin-plan, yang tidak mempraktekkan Quran secara sempurna, tidak membaca Quran, tidak menjalankan sholat dan, sangat jarang pergi ke mesjid. Pengetahuan mereka mengenai Islam sangat kurang kendati bisa saja iman mereka tidak bisa dikatakan lemah. Namun demikian, oleh karena kurangnya pengetahuan mereka mengenai Islam, mereka tidak menunjukkan perasaan-perasaan kebencian kepada non-Muslim, meskipun mereka sering merasa curiga pada orang-orang non-Muslim itu. Di samping itu, mereka berusaha mengembangkan hidup mereka dan hidup sebagaimana orang lain.
Banyak dari orang-orang Muslim yang buruk ini akan mengakui bahwa mereka bukanlah orang-orang Muslim yang baik, dan berharap bahwa pada suatu saat nanti mereka akan memiliki iman yang cukup baik untuk menjadi orang-orang Muslim yang baik. Mayoritas orang Muslim adalah yang seperti ini.
Orang-orang Muslim yang buruk adalah mereka yang tahu kebenaran mengenai Islam namun berbohong mengenai hal itu. Mereka mencoba untuk menggambarkan Islam sebagai sesuatu yang baik. Bahkan mereka setuju dengan anda bahwa orang-orang Muslim yang baik sebenarnya jelek, serta mengklaim bahwa Islam telah dibajak oleh orang-orang Muslim yang baik.
Hanya kebenaranlah yang bisa membebaskan kita. Hanya dengan melapisi Islam dengan gula, anda tidak bisa merubah naturnya. Anda bisa memurnikan air yang tercemar dan meminumnya. Anda bahkan bisa memurnikan air kencing menjadi air yang bisa diminum. Tetapi bisakah anda memurnikan bensin sehingga ia layak untuk diminum? Islam pada hakekatnya adalah sesuatu yang jahat. Ia bukanlah sebuah iman yang baik namun telah terkontaminasi. Anda tidak bisa mereformasi Islam sehingga ia bisa menjadi iman yang bersifat humanis. Bisakah anda mereformasi Naziisme? Pemikiran seperti ini menyesatkan dan tak mungkin dilakukan.
Apa inti dari mereformasi sebuah agama yang dibuat oleh seorang manusia yang sakit mental, yang melakukan begitu banyak kejahatan di bumi, yang berdusta, memperdayai, memperkosa, menyiksa, menjarah, melakukan pembunuhan massal dan kejahatan-kejahatan keji lainnya? Mengapa tetap membiarkan aliran sesat yang ia bangun ini tetap hidup dan menghormati ingatan terhadap dirinya? Manusia seperti ini patutnya menerima cemoohan, bukan penghargaan?
February 22, 2011 at 1:40 am
Jika anda adalah seorang Muslim, jadilah seorang Muslim. Saya tidak akan pernah setuju dengan anda, tetapi paling tidak saya tahu dimana anda berdiri dan dimana saya seharusnya berdiri untuk merasa aman dari anda. Tetapi jika anda adalah seorang Muslim dan menentang Islam dan Syariah, maka saya tidak percaya pada anda. Anda itu entah seorang bodoh atau seorang bajingan. “Anda tidak panas atau dingin, sebab itu aku akan memuntahkanmu dari mulutku.”
Beberapa orang yang disebut para reformator ini, menyembunyikan identitas mereka dan menghadapi anjuran-anjuran agar masyarakat ‘takut terhadap orang-orang Muslim.’ Mereka mereka harus melakukan demikian? Mereka tidak mengatakan apapun bahwa CAIR tidak mengatakan ketika ia ingin untuk Con Americans with Islamic Ruse (Melawan Orang-orang Amerika Dengan Tipu Daya Islam).
Mereformasi Islam adalah mustahil dilakukan, tetapi untuk mentransformasinya, anda membutuhkan otoritas Ilahi. Hanya Tuhan yang bisa merubah perkataanNya. Darimana otoritas ilahi itu? Jika anda mengijinkan untuk mengambil dan memilih ayat Quran, mengapa Osama Bin Laden tidak memiliki hak yang sama? Islam yang mana yang disebut Islam yang benar? Bukankah hal ini akan membawa pada perpecahan dan peperangan yang lebih banyak lagi di antara orang-orang Muslim?
February 25, 2011 at 3:01 am
Kesaksian Korban Kerusuhan Maluku
Kebiadaban massa Kristen terhadap umat Islam di Maluku memang sungguh keterlaluan. “Ini merupakan peristiwa keji yang lebih sadis dari apa yang dilakukan PKI,” tegas Camat Galela, Drs. Ichwan Marzuki (Republika, 5/1). Dibawah ini hanyalah segelintir dari saksi hidup yang berani memberi kesaksian seputar kekejaman umat Kristen di Maluku.
Mufli M. Yusuf (15 th) SMP Al-Khairat Kelas III, Desa Popelo,Tobelo:
Rabu, (21/12/99) pk.09.00 WIT. Orang-orang Kristen dari Kampung Kusur Telaga Panca, dan Kao menyerang Desa Togolihua yang Muslim. Kami, ribuan umat Islam, berlindung ke Masjid al-Ikhlas. Masjid dikepung lalu di bom (bom pipa rakitan, menunjukkan bahwa pihak Kristen sudah mengadakan persiapan sebelumnya). Orang-orang kafir itu juga memanah ke dalam Masjid dengan panah yang telah dilumur darah babi. Sebagian dari mereka melempari Masjid dengan batu-batu besar hingga banyak tembok Masjid yang bolong. Kami yang ada di Masjid –kebanyakan anak kecil dan ibu-ibu– akhirnya menyerah setelah satu jam di gempur perusuh Kristen.
Orang-orang kafir itu lalu menyerbu ke dalam Masjid, lebih dari 500 orang Islam lari keluar Masjid. Ada yang masuk hutan, ada pula yang menyerah. Tubuh saya berlumur darah, mungkin sebab itu mereka mengira saya sudah mati. Di sekeliling saya ada banyak sekali, sekitar 600 orang, syahid dengan kondisi amat menyedihkan. Dalam penyerangan itu, saya lihat banyak muslimah yang ditelanjangi orang Kristen. Walau para muslimah itu berteriak-teriak minta ampun, tapi dengan biadab mereka diperkosa beramai-ramai di halaman Masjid dan di jalan-jalan. Setelah itu mereka di bawa ke atas truk, juga anak-anak kecilnya, katanya mau dipelihara oleh orang Kristen. Para muslimah yang tidak mau ikut langsung dicincang hidup-hidup. Orang kafir itu saling berebutan mencincang bagai orang berebutan mencincang ular.
Seorang muslimah digantung hidup-hidup lalu dibakar. Pukul 13.00 WIT, perusuh Kristen itu membakar habis Masjid dengan lebih 600 tubuh syuhada didalamnya. Saya yang penuh luka bakar dengan susah payah keluar dari Masjid lewat tembok yang bolong. Saya mencari orang Islam yang masih hidup, tapi tidak ada. Semua rumah penduduk Muslim juga sudah terbakar. Saya akhirnya bertemu dengan seorang Polisi Muslim dan dibawa ke Polsek. Saya dirawat selama tujuh hari bersama korban yang lain. Dan kini saya berada di suatu tempat di Ternate.
Ibu Musriah (40 th) Pengungsi asal Makian Talaga:
Saya juga berlindung di Masjid yang sama. Lebih dari 50 laki-laki Muslim dicincang termasuk suami saya. Bagian belakang kepala saya juga mereka tebas dengan golok, tapi alhamdulillah saya masih hidup. Telapak tangan saya ini ditembus panah. Saya dan tiga orang anak lainnya diselamatkan aparat Muslim.
Ibu Nurain (20 th):
Suami saya, Asnan Awal, telah syahid dibunuh orang kafir. Saya sendiri dalam peristiwa yang sama kena panah di panggul kiri. Di dalam Masjid, ibu-ibu dan anak-anak kecil banyak yang ketakutan. Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, banyak anak-anak usia balita diambil oleh orang Kristen dengan paksa. Saya memohon dengan lemah agar saya dan anak saya yang masih kecil (3 th) jangan dibunuh. Akhirnya bersama enam Muslimah lainnya, saya diikatkan kain merah di kepala dan di masukkan ke atas truk. Kami melewati Desa Kupa-Kupa, di Desa Usosiat, anak saya diambil dan diserahkan ke rumah pendeta. Saya waktu di Masjid juga melihat ada seorang Muslimah yang masih gadis dibakar hidup-hidup gara-gara tidak mau melayani syahwat orang kafir itu.
Ibu Yani Latif (17 th):
Suami saya telah syahid. Anak saya, yang masih bayi, Nita (13 bulan) diambil orang Kristen. Dengan truk saya juga dibawa ke Desa Kupa-Kupa, tapi saya melarikan diri dan kembali ke Togolihua. Masjid al-Ikhlas telah jadi puing dengan tumpukan mayat yang telah hangus terbakar.
Syahnaim (25 th):
Dua anak saya yang berusia enam dan tujuh tahun diambil orang Kristen. Sedang adiknya, Awi (2 th) dicincang mereka hingga syahid. Saya melihat sendiri, bagaimana sadisnya Bahrul (32 th) dibunuh orang kafir. Mayatnya disalib, dan naudzubillah, kemaluannya dipotong. Lalu potongannya itu disumpalkan ke mulut mayatnya. Seorang anak balita, Saddam (5 th) digantung lalu dibelah dari atas ke bawah seperti ikan. Nenek Habibab (80 th) digantung di pohon jeruk yang diikat dengan rambutnya di pohon lalu dicincang.
Hamida Sambiki (18 th), muslimah ini diambil paksa oleh orang Kristen dari Masjid An-Nashr Desa Popelo. Ayahnya yang berusaha menahan dibantai. Para perusuh Kristen merencanakan mau mengawinkan Hamida dengan anak pendeta di Tobelo. Namun oleh seseorang yang mengaku keluarga Nasrani, Hamida berhasil diselamatkan ke Polsek Tobelo. Hamida saat di Masjid An-Nashr melihat pembantaian umat Islam oleh perusuh Kristen.
Munir (25 th) dibakar hidup-hidup dan mulutnya disumpal kotoran manusia, Haji Man (70 th) dipenggal lalu kepalanya yang sudah terpisah dengan tubuhnya itu ditusuk dengan panah dan dibuat mainan diputar-putar di dalam Masjid. Hamida juga melihat bagaimana seorang Muslim, Malang (50 th), dibunuh secara sadis. Kemudian jantungnya diambil. Orang kafir yang mengambil jantungnya berkata, “Ini buat hadiah lebaran”
.
.
Ridwan Kiley (29 th) dan Ibu Rahmah Rukiah, Keduanya penduduk Desa Lamo, Kecamatan Galela. Menuturkan kesaksiannya, setelah selamat dari ‘neraka’ pembantaian orang Kristen di Galela (26/12), di Islamic Centre, Ambon, seperti dikutip dalam Republika (5/1). Pada Ahad sore (26/12/99), Kecamatan Galela yang didiami mayoritas Muslim diserang massa Kristen dari tiga Kecamatan mayoritas Kristen: Loloda, Ibu, dan Tobelo. Penyerangan di Galcia, juga menimpa Desa Lamo. Pukul 14.00 siang lebih dari 7.000 massa Kristen menyerang. Sekitar 200 warga Muslim Desa Lamo bertahan. Perlawanan itu dipimpin Imam Masjid Nurul Huda, Ds. Lamo, H. Djailani. Saat itu, massa Kristen memotong puluhan ekor babi disepanjang kampung dan darahnya dilumuri ke senjata-senjatanya. “Wanita-wanita mereka juga bertelanjang dan menari-nari di sepanjang kampung,” kata Ridwan dan Ibu Rukiah. Tak berapa lama, serangan serentak dilakukan dan Desa Lamo dikepung. Dalam pertempuran, Imam Djailani menemui syahid. Dengan sadis mayat Imam Djailani di salib dan ditempatkan di perbatasan Desa Lamo dan Kampung Duma. Setelah beberapa jam tergantung di tiang salib, baru pada malam harinya mayat Imam Djailani diturunkan dan dikuburkan oleh warga Muslim yang berhasil menyelamatkan diri
.
—————————————–
Access from,
bantah-sibutatuli [dot] blogspot [dot] com/2010/09/mengenang-pembantaian-muslim-di-ambon.html
Di mana ada kristian di sana ada darah.Di mana ada kristian di sana ada rasukan syaitan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika tidak bertobat sebelum mati yang bisa datang kapan saja dari sekarang.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian berjaya.
March 1, 2011 at 3:12 pm
MEMAHAMI YESUS KRISTUS
Memahami Yesus Kristus melalui jalan pikiran manusia itu tidak mungkin, hasilnya adalah pasti banyak terjadi prasangka yang salah bahkan pendekatan agamapun seringkali gagal hal ini dibuktikan dalam Alquran atau hadis atau respon yang ditulis banyak orang baik Pendeta atau Pastor, bahkan murid-murid Tuhan Yesus sering kali tidak mengerti walaupun mereka sudah berjalan dengan Yesus selama 3 Tahun lebih, apalagi melalui Alquran dan Mohammad yang hadir ratusan tahun setelah Yesus dengan pengetahuan yang sangat terbatas PASTI AKAN GAGAL, karena apa? karena pendekatannya melalui akal pikiran atau hikmat manusia BUKAN pada CARA BERPIKIR ALLAH ATAU HIKMAT ALLAH
Maka tidak heranlah Orang-orang Yahudi atau imam dan ahli Taurat membenci Yesus dan mereka sukar kali untuk percaya oleh karena pendekatan akali manusia bukan pikiran Allah dan akibatnya YESUS HARUS MATI DIATAS KAYU SALIB
Alkitab mengatakan:
Yesaya 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.(9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu
Ayat ini jelas sekali, bahwa sebenarnya KITA (MANUSIA)TIDAK MUNGKIN dapat menyelami akan JATI DIRI ALLAH atau YESUS KRISTUS karena MANUSIA itu makhluk yang diciptak sedangkan ALLAH sendiri Pencipta, MANUSIA YANG TERBATAS dan ALLAH TIDAK TERBATAS, bagaikan setetes air dengan luasnya samudara.
PERTANYAANNYA ADALAH MENGAPA DAN BAGAIMANAKAH ORANG DAPAT MENGENAL ALLAH ATAU YESUS KRISTUS DENGAN BENAR?
1. SAUDARA HARUS DILAHIRKAN BARU
Mengapa demikian? Karena jati diri manusia penuh dengan rupa-rupa kesalahan baik dihadapan manusia dan Allah yang di sebut DOSA, akibatnya manusia mengalami kematian baik secara JASMANI dan ROHANI. Jika manusia mengalami kematian tidak mungkin untuk dapat dihidupkan, kematian diantaranya adalah KEMATIAN JASMANI, KEMATIAN ROHANI, KEMATIAN TENTANG PENGETAHUAN ALLAH DSB) maka tidak heranlah Alkitab menjelaskan ketika Nikodimus seorang ahli agama dan salah satu pemimpin agama tidak dapat memahami tentang Yesus, Nikodimus HARUS DILAHIRKAN BARU
Yohanes 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”(4) Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”(5) Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.(6) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.(7) Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Didalam hal ini Nikodimus tidak dapat menangkap maksud Yesus walaupun hal ini dijelaskan: maka kemudian Yesus mengatakan kepadanya
Yohanes 3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi
Disini dijelaskan bahwa untuk mengerti dan datang kekerajaan SORGA/ALLAH harus mengalami KELAHIRAN BARU DIDALAM ROH.
ARTINYA SAUDARA HARUS MENERIMA KRISTUS SECAR PRIBADI bukan karena saudara keturunan orang Kristen, memiliki pemahaman dan moral tentang Yesus, atau memiliki segudang pengetahuan tentang agama
2. ALLAH ADALAH ROH
Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Kalau Allah adalah Roh yang hidup sedangkan MANUSIA YANG MATI ROHNYA TIDAK MUNGKIN mengenal-Nya walaupun mereka dengan pendekatan agama, mereka melakukan aktifitas rohani demi nama Allah, membaca dan hafal kitabsuci bahkan ada yang rela menyerahkan dan membunih nyawa orang lain demi Allah atau dengan disiplin melakukan syariah agama dsb hal ini dilakukan oleh Orang-orang Yahudi :
Roma 10:1-3 : (1) Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.(2) Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.(3) Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
Rasul Paulus sebelum bertobat, ia seorang ahli Taurat, orang farisi dan orang yang cerdas mengerti apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dalam hal agama, mereka mengalami kegagalan untuk memahami YESUS KRISTUS oleh karena karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.Hal ini masih terjadi sampai sekarang banyak pengkritik dan membenci Yesus Kristus dan bahkan melalui dalil agama melakukan kekerasan dan pembunuhan kepada pengikut Kristus.karena mereka MENDIRIKAN KEBENARAN SENDIRI.
Karena itu pendekatan yang BENAR DAN TEPAT adalah tidak ada cara lain yaitu hidup dalam Roh Allah.
3. HIDUP DALAM ROH ALLAH.
Memahami Allah harus masuk dalam pemahaman Allah itu sendiri yaitu melalui ROH KUDUS ,ROH ALLAH SENDIRI. Sebagai orang yang percaya ketika menerima Yesus Kristus maka Roh Kudus masuk dan tinggal didalam hati orang percaya, ROH itu yang akan menuntun orang Kristen mengenal Yesus Kristus dengan benar.
Mari Kita lihat:
I Korintus 2:11-13— (11) Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.(12) Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.(13) Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
Ayat ini menjelaskan bahwa untuk memahami-Nya adalah hanya dengan melalui ROH ALLAH sendiri, cara pendekatan manusia pasti GAGAL dan melahirkan presepsi atau ajaran tentang Allah yang keliru tidak asinglah bagi kita ketika Tuhan Yesus di salib sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir mengatakan”YA BAPA AMPUNILAH MEREKA , SEBAB MEREKA TIDAK TAHU APA YANG MEREKA PERBUAT” (Lukas 23: 34)
4. HIDUP NYATA HARI LEPAS HARI DENGAN KRISTUS
Kehidupan kekeristenan bukan hanya hanya moral, perbuatan baik atau aturan agama tetapi yang paling penting adalah BAGAIMANA HIDUP NYATA DENGAN ALLAH HARI LEPAS HARI. KEKRISTENAN BUKAN APA YANG KITA DILAKUKAN UNTUK ALLAH TETAPI APA YANG ALLAH LAKUKAN ATAU KERJAKAN DIDALAM DIRI MANUSIA. Sering kali didunia agama sebagai sumber untuk solusi manusia tetapi tidak disadari oleh manusia yang beragama bahwa AGAMA BERPERAN SEBAGAI ALLAH ATAU SAMA DENGAN ALLAH, YANG SEHARUSNYA ALLAH DIATAS AGAMA, ALLAH YANG TIDAK TERBATAS DIMASUKKAN SEBUAH KOTAK YANG TERBATAS YANG BERNAMA AGAMA HASILNYA ADALAH KEKERASAN, INTIMIDASI BAHKAN PEMBUNUHAN ATAS NAMA AGAMA.
Hidup nyata dengan Kristus artinya adalah Allah yang tidak terbatas dalam Kristus akan memimpin orang percaya yang melampaui pikiran agama dan mengalami sesuai apa yang dijanjikan diantaranya adalah HIDUP PENUH DENGAN KELIMPAHAN DALAM DAMAI, SUKACITA, PENGAMPUNAN, KEBAIKAN KEMURAHAN HATI, KEBAIKAN DSB (Yohanes 10:10). Hal ini yang telah hilang dalam agama. Kristus dating tujuannya bukan untuk mendirikan sebuah lembaga yang bernama Agama tetapi untuk menebus manusia dari dosa-dosa mereka dan membawa hidup dalam kelimpahan dan SEMUANYA AKAN TERJADI JIKALAU MANUSIA HIDUP DALAM ROH
Dan melalui Roh itu membawa orang percaya mendemonstrasikan Kuasa-Nya .seperti yang tertulis dalam Kitab Markus 16: 15-18
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.(16) Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.(17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,(18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
MANUSIA YANG TERBATAS TIDAK MUNGKIN DAPAT MEMAHAMI KRISTUS YANG TAK TERBATAS HANYA DENGAN ROHNYA, MANUSIA DAPAT MASUK DIMENSI YANG TIDAK TERBATAS.
Kata Yesus dalam Yohanes 3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
March 1, 2011 at 3:14 pm
MEMAHAMI YESUS KRISTUS
Memahami Yesus Kristus melalui jalan pikiran manusia itu tidak mungkin, hasilnya adalah pasti banyak terjadi prasangka yang salah bahkan pendekatan agamapun seringkali gagal hal ini dibuktikan dalam Alquran atau hadis atau respon yang ditulis banyak orang baik Pendeta atau Pastor, bahkan murid-murid Tuhan Yesus sering kali tidak mengerti walaupun mereka sudah berjalan dengan Yesus selama 3 Tahun lebih, apalagi melalui Alquran dan Mohammad yang hadir ratusan tahun setelah Yesus dengan pengetahuan yang sangat terbatas PASTI AKAN GAGAL, karena apa? karena pendekatannya melalui akal pikiran atau hikmat manusia BUKAN pada CARA BERPIKIR ALLAH ATAU HIKMAT ALLAH
Maka tidak heranlah Orang-orang Yahudi atau imam dan ahli Taurat membenci Yesus dan mereka sukar kali untuk percaya oleh karena pendekatan akali manusia bukan pikiran Allah dan akibatnya YESUS HARUS MATI DIATAS KAYU SALIB
Alkitab mengatakan:
Yesaya 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.(9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu
Ayat ini jelas sekali, bahwa sebenarnya KITA (MANUSIA)TIDAK MUNGKIN dapat menyelami akan JATI DIRI ALLAH atau YESUS KRISTUS karena MANUSIA itu makhluk yang diciptak sedangkan ALLAH sendiri Pencipta, MANUSIA YANG TERBATAS dan ALLAH TIDAK TERBATAS, bagaikan setetes air dengan luasnya samudara.
PERTANYAANNYA ADALAH MENGAPA DAN BAGAIMANAKAH ORANG DAPAT MENGENAL ALLAH ATAU YESUS KRISTUS DENGAN BENAR?
1. SAUDARA HARUS DILAHIRKAN BARU
Mengapa demikian? Karena jati diri manusia penuh dengan rupa-rupa kesalahan baik dihadapan manusia dan Allah yang di sebut DOSA, akibatnya manusia mengalami kematian baik secara JASMANI dan ROHANI. Jika manusia mengalami kematian tidak mungkin untuk dapat dihidupkan, kematian diantaranya adalah KEMATIAN JASMANI, KEMATIAN ROHANI, KEMATIAN TENTANG PENGETAHUAN ALLAH DSB) maka tidak heranlah Alkitab menjelaskan ketika Nikodimus seorang ahli agama dan salah satu pemimpin agama tidak dapat memahami tentang Yesus, Nikodimus HARUS DILAHIRKAN BARU
Yohanes 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”(4) Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”(5) Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.(6) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.(7) Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Didalam hal ini Nikodimus tidak dapat menangkap maksud Yesus walaupun hal ini dijelaskan: maka kemudian Yesus mengatakan kepadanya
Yohanes 3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi
Disini dijelaskan bahwa untuk mengerti dan datang kekerajaan SORGA/ALLAH harus mengalami KELAHIRAN BARU DIDALAM ROH.
ARTINYA SAUDARA HARUS MENERIMA KRISTUS SECAR PRIBADI bukan karena saudara keturunan orang Kristen, memiliki pemahaman dan moral tentang Yesus, atau memiliki segudang pengetahuan tentang agama
2. ALLAH ADALAH ROH
Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Kalau Allah adalah Roh yang hidup sedangkan MANUSIA YANG MATI ROHNYA TIDAK MUNGKIN mengenal-Nya walaupun mereka dengan pendekatan agama, mereka melakukan aktifitas rohani demi nama Allah, membaca dan hafal kitabsuci bahkan ada yang rela menyerahkan dan membunih nyawa orang lain demi Allah atau dengan disiplin melakukan syariah agama dsb hal ini dilakukan oleh Orang-orang Yahudi :
Roma 10:1-3 : (1) Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.(2) Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.(3) Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
Rasul Paulus sebelum bertobat, ia seorang ahli Taurat, orang farisi dan orang yang cerdas mengerti apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dalam hal agama, mereka mengalami kegagalan untuk memahami YESUS KRISTUS oleh karena karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.Hal ini masih terjadi sampai sekarang banyak pengkritik dan membenci Yesus Kristus dan bahkan melalui dalil agama melakukan kekerasan dan pembunuhan kepada pengikut Kristus.karena mereka MENDIRIKAN KEBENARAN SENDIRI.
Karena itu pendekatan yang BENAR DAN TEPAT adalah tidak ada cara lain yaitu hidup dalam Roh Allah.
3. HIDUP DALAM ROH ALLAH.
Memahami Allah harus masuk dalam pemahaman Allah itu sendiri yaitu melalui ROH KUDUS ,ROH ALLAH SENDIRI. Sebagai orang yang percaya ketika menerima Yesus Kristus maka Roh Kudus masuk dan tinggal didalam hati orang percaya, ROH itu yang akan menuntun orang Kristen mengenal Yesus Kristus dengan benar.
Mari Kita lihat:
I Korintus 2:11-13— (11) Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.(12) Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.(13) Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
Ayat ini menjelaskan bahwa untuk memahami-Nya adalah hanya dengan melalui ROH ALLAH sendiri, cara pendekatan manusia pasti GAGAL dan melahirkan presepsi atau ajaran tentang Allah yang keliru tidak asinglah bagi kita ketika Tuhan Yesus di salib sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir mengatakan”YA BAPA AMPUNILAH MEREKA , SEBAB MEREKA TIDAK TAHU APA YANG MEREKA PERBUAT” (Lukas 23: 34)
4. HIDUP NYATA HARI LEPAS HARI DENGAN KRISTUS
Kehidupan kekeristenan bukan hanya hanya moral, perbuatan baik atau aturan agama tetapi yang paling penting adalah BAGAIMANA HIDUP NYATA DENGAN ALLAH HARI LEPAS HARI. KEKRISTENAN BUKAN APA YANG KITA DILAKUKAN UNTUK ALLAH TETAPI APA YANG ALLAH LAKUKAN ATAU KERJAKAN DIDALAM DIRI MANUSIA. Sering kali didunia agama sebagai sumber untuk solusi manusia tetapi tidak disadari oleh manusia yang beragama bahwa AGAMA BERPERAN SEBAGAI ALLAH ATAU SAMA DENGAN ALLAH, YANG SEHARUSNYA ALLAH DIATAS AGAMA, ALLAH YANG TIDAK TERBATAS DIMASUKKAN SEBUAH KOTAK YANG TERBATAS YANG BERNAMA AGAMA HASILNYA ADALAH KEKERASAN, INTIMIDASI BAHKAN PEMBUNUHAN ATAS NAMA AGAMA.
Hidup nyata dengan Kristus artinya adalah Allah yang tidak terbatas dalam Kristus akan memimpin orang percaya yang melampaui pikiran agama dan mengalami sesuai apa yang dijanjikan diantaranya adalah HIDUP PENUH DENGAN KELIMPAHAN DALAM DAMAI, SUKACITA, PENGAMPUNAN, KEBAIKAN KEMURAHAN HATI, KEBAIKAN DSB (Yohanes 10:10). Hal ini yang telah hilang dalam agama. Kristus dating tujuannya bukan untuk mendirikan sebuah lembaga yang bernama Agama tetapi untuk menebus manusia dari dosa-dosa mereka dan membawa hidup dalam kelimpahan dan SEMUANYA AKAN TERJADI JIKALAU MANUSIA HIDUP DALAM ROH
Dan melalui Roh itu membawa orang percaya mendemonstrasikan Kuasa-Nya .seperti yang tertulis dalam Kitab Markus 16: 15-18
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.(16) Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.(17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,(18) mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
MANUSIA YANG TERBATAS TIDAK MUNGKIN DAPAT MEMAHAMI KRISTUS YANG TAK TERBATAS HANYA DENGAN ROHNYA, MANUSIA DAPAT MASUK DIMENSI YANG TIDAK TERBATAS.
Kata Yesus dalam Yohanes 3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
March 7, 2011 at 2:13 pm
@berkah
tapi tidak ada ayat yang menyatakan cara berfikir tuhan beda dengan manusia, yang ada rencana tuhan beda dengan rencana manusia
letak akal dalam agama kristen dimana bro?
March 9, 2011 at 3:44 am
wah boleh juga orang2 kafir ini… betah2nya dia bikin blog hanya utk menjelek2kan agama Islam… Tapi bagi kita org muslim secuilpun kita tak akan terpengaruh. Bagi saudara2 sesama muslim.. ikutin aja tulisannya..apapun tulisannya kita tau isinya tak berkualitas, pake referensi dari kaum dia yg kafir, ya jelas saja BIAS dan sesat… seperti dia bilang ISLAM menyembah bulan dan matahari, berhala dst..MANA ADA ISLAM MENGANGGANG BULAN MATAHARI SBG TUHAN APALAGI disembah, mereka bilang kita menyembah BATU HITAM di mekkah, maksudnya hajjarulaswat di Ka’bah kali ya… MEREKA TAK TAHU BAHWA TAK SEORANG MUSLIMPUN MENJADIKAN BATU HITAM ITI SBG BENDA YG DISEMBAH..MIKIRIN BENDA ITU SAJA MUNGKIN KITA NGGAK PERNHA APALAGI MENYEMBAH nya… bagi kalian kaum kafir nan sesat.. kalian manusia yg paling buruk alhlak di muka bumi ini…. memfitnah pake referensi ngawur.. SEMOGA ALLAH MEMBERI HIDAYAH SAMA KALIAN.
March 9, 2011 at 6:18 am
“…yesus juru selamat….” boro2 mau menyelematkan manusia menyelematkan dirinya s endiri aja gak mampu… boro2 dia sudi dan rela di siksa di tiang gantungan…buktinya aja dia teriak..”eli..eli..lama sabatini”… Jadi sadarlah kalian para pengikut yesus.. agama yg kalian namakan kristen itu adalah agama ciptaan manusia bernama paulus….. sang ‘tuhan’ yg tersiksa di tiang gantunganpun tidak pernah kenal dgn kata yg bernama ‘kristen’…
March 15, 2011 at 12:39 pm
Kelahiran Yesus, mana yang benar
————————————
A. Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem ditanah Yudea pada jaman Herodes,
datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem (Matius 2:1)
B. Menurut Injil Lukas 2:1-20 disebutkan bahwa Yesus lahir
ketika kaisar Agustus mengadakan sensus penduduk.
Menurut perhitungan sejarah, sensus itu dilaksanakan pada tahun 7 Masehi,
berarti Yesus lahir pada tahun itu juga.
Tetapi menurut Matius, Yesus lahir dijaman Herodes yang wafat tahun 4 SM.
Kemudian diganti anaknya yang bernama Herodes Archelaus yang dipecat
oleh pemerintah Romawi tahun 6 Masehi.
Sekarang manakah yang benar, Matius ataukah Lukas, bisa jadi keduanya salah.
Lalu dimana letak kebenaran kisah Roh Kudus
membimbing para penulis Alkitab agar tidak salah ?
Ataukah kisah itu hanyalah kebohongan belaka ?
Di mana ada kristian di sana ada kebohongan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tanpa sempat tobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah agar kalian beroleh kejayaan.
March 19, 2011 at 2:41 am
March 20, 2011 at 4:26 pm
Inilah pasal Nubuatan, nubuatan yang menakjubkan dalam KITAB ZAKARIA bahwa YESUS KRISTUS (YSHUA) NABI dari NAZARET dan 12 RASUL HAWARIYYIN adalah PEMBUKA JALAN bagi kedatangan SANG NABI BESAR…MUHAMMAD sholallahu alaihi wassalam..
Zakaria 3:8. Dengarkanlah, hai IMAM BESAR YESUS! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu–sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.
Benarkah Yesus seorang Imam Besar, mari kita lihat dalam ALKITAB bahwa yang dimaksud Yshua dalam Zakaria 3 adalah Imam Besar YESUS.
Ibrani 4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus
Ibrani 8:1-3 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan.
Mengapa yang dimaksud bukan YOSHUA bin NUN pengganti NABI MUSA atau YOSHUA bin YOZADAK? Maka jawabnya adalah bukan. Mengapa? Karena YOSHUA bin NUN tidak pernah menjadi IMAM BESAR karena syarat menjadi IMAM haruslah berasal dari keturunan LEWI dan YOSHUA bukan keturunan LEWI. Dalam ibadah bangsa Israel, keimaman yang resmi berkembang diantara suku Lewi (suku keturunan Harun) pada masa Musa :
Keluaran 28:1 “Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku — Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
Dan mengapa bukan YOSHUA bin YOZADAK? Bukan , karena
Sekarang marilah kita ikuti ayat demi ayat dalam PASAL 3 Kitab Nabi Zakaria ini dan kita akan mendapati benang merah yang menghubungkan PERJANJIAN LAMA…BARU….dan TERBARU!!
Ikuti kupasan kami dari awal..
3:1. Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.
3:2 Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: “TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?”
3:3 Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,
3:4 yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: “Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya.” Dan kepada Yosua ia berkata: “Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta.”
3:5 Kemudian ia berkata: “Taruhlah serban tahir pada kepalanya!” Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ.
3:6 Lalu Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya:
3:7 “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.
3:8. Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu–sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.
3:9 Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua–satu permata yang bermata tujuh–sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.
3:10 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.”
Pasal diatas bahkan akan sangat sulit dimengerti jika yang dimaksud bukan NUBUATAN, akan tetapi akan sangat masuk akal jika yang dimaksud adalah penglihatan yang ditampakkan kepada NABI ZAKARIA akan suatu hal yang akan terjadi. Marilah kita kupas ayat yang pertama
3:1. Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.
Tampak pada ayat pertama ini Nabi Zakaria diperlihatkan dalam mimpi kenabian beliau, sesosok manusia yang bernama YSHUA, bisa dibaca YESHUA atau YOSHUA. Perlu anda ketahui bahwa nama YESUS adalah NAMA YUNANI, dimana nama IBRANI beliau dalam HURUF IBRANI ישוע adalah Y-SH-U-A dan lebih mudah dibaca sebagai YESHUA atau YOSHUA mengingat nama huruf IBRANI tidak mengenal TANDA BACA VOKAL. Nama YOSHUA dalam kebudayaan IBRANI sangat umum dikenal sebagai nama YAHUDI dari YESUS akan tetapi nama ini KURANG DIKENAL oleh umat KRISTIANI di hari ini yang lebih menyukai nama Yunani sebagai YESUS. Nama YESUS lebih dikenal karena nama YESHUA atau YOSHUA mengalami proses apa yang disebut HELLENISASI, dimana bahasa YUNANI saat itu sangat mendominasi dunia TIMUR TENGAH yang mengakibatkan nama YOSHUA atau YESHUA mendapatkan akhiran US menjadi Y-SH-U-US…YESUS. Pada link http://www.keyway.ca/htm2008/20080327.htm anda akan mendapatkan kepastian dari para komentator ALKITAB bahwa YOSHUA yang dimaksud disini adalah YESUS KRISTUS itu sendiri…
3:2 Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: “TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?”
Tampak disini bahwa seorang Malaikat melaknat IBLIS dengan ucapan dalam versi INGGRIS “The LORD rebuke thee, O Satan; even the LORD that hath chosen Jerusalem rebuke thee” yang lebih tepat jika terjemahannya adalah “Semoga TUHAN melaknat engkau wahai IBLIS!!”
3:3-5 Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: “Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya.”Kemudian ia berkata: “Taruhlah serban tahir pada kepalanya!” Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ.
Pakaian yang kotor semacam perlambang adalah fitnah yang dilakukan oleh kekafiran YAHUDI yang ingin membunuh Yesus/ Yeshua/ Ieshua/ Isa dan menimbulkan fitnah yang berkelanjutan hingga menimbulkan perbantahan tentang misteri terbunuhnya beliau dalam penyaliban. Akan tetapi fitnah ini dengan izin ALLAH dijelaskan dalam ALQUR’AN
(Ingatlah), ketika Allah berfirman, “Hai `Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.” (QS. Ali Imran (3) : 55),
Dan didalam teks ZAkaria diatas tampak pembersihan nama YESUS dari PEMBUNUHAN PENYALIBAN.
“Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya.”Kemudian ia berkata: “Taruhlah serban tahir pada kepalanya!” Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya
Setelah itu datanglah ucapan seorang Malaikat menyampaikan wahyu Tuhan Semesta Alam kepada Yesus Kristus Nabi yang diselamatkan dan disucikan dari PEMBUNUHAN :
3:6-8 Lalu Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini. Dengarkanlah, hai imam besar Yshua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu–sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas.
Tampak sekali dari bunyi Firman diatas bahwa Yesus Kristus Nabi dari Nazaret dan 12 Hawariyyin murid dan pengikut beliau adalah pertanda datangnya hamba Tuhan, hamba yang merupakan penutup dari RANTAI KENABIAN. Seorang NABI BESAR akan datang setelah diangkatnya YSHUA YESUS KRISTUS dan mentahirkan nama beliau dari fitnah penyaliban yang menghinakan. Setelah itu ayat berlanjut tentang misi yang diemban Yshua Yesus Kristus Nabi dari Nazaret
3:9-10 Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua–satu permata yang bermata tujuh–sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.”
Misi sang Nabi Yshua Isa Al Masih adalah ….
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika tidak bertobat sebelum mati.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah agar kalian mendapat kejayaan.
March 20, 2011 at 4:29 pm
Sumber:http://jalanibrahim.wordpress.com/2010/10/13/nubuat-dalam-kitab-zakaria-3-zechariah-3-tentang-nabi-yoshua-yeshua-yesus-kristus-sebagai-nabi-pembuka-datangnya-nabi-besar-muhammad-sholallahu-alaihi-wassalam/
March 26, 2011 at 4:18 am
padu kog setahun..??!! :O rabakal eneng entek e yen debat terus..
Hindari perdebatan sekalipun kau benar.
“Bagiku agamaku, dan bagimu agamamu”
April 2, 2011 at 2:04 pm
Jika anda bertanya kepada orang Kristen, siapakah Tuhan mereka? Tanpa ragu mereka pasti akan menjawab: “Yesus”, jika di tanya lagi, siapakah Yesus? Mereka pasti menjawab: “Tuhan!”, lalu jika ditanya apakah Yesus adalah Tuhan yang tertulis dalam Alkitab? Jawaban “Iya benar!” pasti akan anda temui.
Jadi kesimpulannya adalah:
Tuhan orang Kristen adalah Yesus
Yesus adalah Tuhan
Yesus adalah Tuhan dalam Alkitab
Namun kejadian aneh akan anda temui jika anda mengganti kata Tuhan menjadi Yesus di beberapa ayat dalam Perjanjian Lama (PL) yang tertulis di Alkitab, orang-orang Kristen yang saya pernah temui langsung berubah hampir 180% dari sebelumnya.
Jika jawaban cepat dan meyakinkan saat mereka di tanya siapa Yesus, apakah dia Tuhan, apakah Tuhan Alkitab adalah Yesus. Namun kondisi itu yang tadinya penuh percaya-diri berubah menjadi kondisi serba membingungkan, kemudian jawaban ngambang (mirip si kuning di atas arus kali/sungai) akan terlontar, jika beberapa ayat PL yang ada tulisan Tuhan di rubah jadi Yesus. Contohnya ialah ayat-ayat berikut ini:
1 Samuel 15:2
Beginilah firman Yesus semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.
1 Samuel 15:3
Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”
Keterangan: semua kata Tuhan saya ganti menjadi Yesus
2 ayat di atas cukup membuat orang Kristen saya temui kebingungan dan langsung memberi jawaban jungkir-balik mirip atraksi akrobat di pertunjukan sirkus. Dan tidak dapat menjawab, kecuali, saya disuruh mempelajari ajaran Alkitab seluruhnya. Tapi anehnya, mereka tetap menolak pergantian Tuhan menjadi Yesus itu.
Lalu apa masalahnya? Bukankah Yesus adalah Tuhan menurut kalian? Lalu kenapa keberatan hingga meminta saya pelajari Alkitab seluruhnya untuk menjawab saya? Saya tidak perlu mempelajari seluruh Alkitab, tapi saya hanya mengikuti apa yang anda yakini. Apakah kamu menolak menerima kenyataan bahwa Yesus ternyata super sadis dan kejam dan bertolak-belakang dengan slogan Yesus penuh kasih dan pengampun?
Ingat itu hanya dua ayat saja dan masih banyak ayat lainnya dimana ternyata Yesus (Tuhan menurut Kristen) begitu aktif dalam memproduksi perintah-perintah pembunuhan masal, pembersihan etnis, tanpa ampun dan super sadis kepada Israel
Dan ini adalah perintah-perintah sadis Yesus:
Ulangan 20:13
dan setelah Yesus, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.
Ulangan 20:14
Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh Yesus, Allahmu, boleh kaupergunakan.
Ulangan 20:16
Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Yesus, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,
Ulangan 20:17
melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Yesus, Allahmu,
Ulangan 20:18
supaya mereka jangan mengajar kamu berbuat sesuai dengan segala kekejian, yang dilakukan mereka bagi allah mereka, sehingga kamu berbuat dosa kepada Yesus, Allahmu.
Boleh percaya boleh tidak ayat-ayat serupa masih banyak jumlahnya seperti di atas dan semua itu keluar dari perintah tuhan penuh kasih versi Kristen yakni Yesus Kristus. Sehingga Yesus mirip – walaupun tidak seganas yang digambarkan Alkitab – dengan gambar berikut ini:
Dan jika anda jujur dalam menilai tulisan saya maka anda pun akan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan super sadis, yang kesadisannya melebihi segalanya, bahkan Hitler pun terlihat cupu (culun punya) jika dibandingkan kekejaman dan kesadisan Yesus
Saya berharap anda membaca tulisan ini dengan objektif dan melepas prasangka negatif kepada saya, karena tujuan saya menulis ini tidak beranjak dari niatan buruk (saya telah menuliskan alasannya disini) dan mencoba memahami fakta-fakta saya paparkan di artikel ini.
Dan ayat-ayat diataslah yang membuat sejumlah domba-domba Kristen yang pernah saya temui terpaksa harus bermain akrobat demi menjawabnya dengan jawaban yang sangat panjang namun tidak menjawabnya sama sekali, atau paling tidak, malah tidak menanggapinya dan tidak jarang mereka menyemprot saya dengan kata-kata kotor dan balik menghina Islam.
Fakta dalam artikel ini merupakan satu dari sekian banyak bukti mereka (para domba) memang sama sekali tidak mampu menyangkal bahwa Yesus adalah Tuhan super kejam dan sadis.
Jika domba-domba Kristen mengimani ayat-ayat diatas namun memusuhi perintah perang dalam Al Quran, maka mereka adalah golongan bodoh, bebal dan munafik juga berdosa karena mencela perintah yang sebenarnya merupakan penghias dalam agamanya sendiri
Salam Damai
Si Penggembala Domba Kristen .Sumber:http://gembaladombakristen.blogspot.com/2010/06/ternyata-yesus-sangat-kejam-dan-ganas.html.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat tobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.
April 2, 2011 at 8:25 pm
@ ilham: orang Kristen mana yang kebingungan dan akrobat?? ha ha…. lu aja kali yang mengarang bebas
gwa sendiri ga keberatan kalau semua kata Tuhan dalam PL diganti dgn Yesus,karena memang begitu adanya,Tuhan Yesus dalam Perjanjian Lama,menyesal karena telah menciptakan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa,makanya tentu Tuhan Yesus ingin memusnahkan semua ciptaanya,sudah bnyk upaya yang dilakukak Tuhan untuk memusnahkan manusia ciptaannya,seperti yang terjadi di Sodom dan Gomora,dan yang paling terkenal dan semua mengakuinya adalh lewat Air Bah ,Tuhan Yesus mau memusnahkan semua ciptaanya,tapi bukan berarti Tuhan Yesus itu jahat/kejam,dia cuma tidak mau manusia ciptaannya penuh dgn perbuatan dosa,karena upah dosa adalah neraka,Tuhan Yesus tidak mau ciptaannya masuk neraka,Tuhan Yesus memusnahkan manusia dengan tujuan bisa bersatu kembali denganNya di surga,namun segala dan upaya yang dilakukan Tuhan Yesus,tetap saj tidak membuat manusia jera,sampai Tuhan Yesus membuat Perjanjian yang baru,diawali dengan Nabi Nuh,Nabi Abraham,Nabi Musa,dll.dan Perjajian Baru itu berisi Janji Tuhan Yesus sendiri yang akan berkorban buat seluruh umat manusia,supaya manusia terlepas dari dosa asal,dan manusia bisa bersatu kembali dgn Tuhan Yesus di surga,Itulah Perjanjian yang Baru.
Jadi mana ada Kristen yang tidak bisa menjawab,itu Kristen goblok namanya,atau orang islam aja kayak lu aja yg mengarang kaliii.
April 2, 2011 at 8:36 pm
@ ilham: itu semua kenyataan yang terjadi,kalau memang Tuahn Yesus sangat kejam dan ganas,saya sendiri tidak menyangkalnya,karena buat saya Tuhan Yesus adalah segalanya,Maha Besar(lebih besar dari yang lain),tentunya juga Maha Kejam(lebih kejam dari yang lain) tapi ilham lupa,Tuhan Yesus yang digambarkan itu dalam perjanjian lama(ingat perjanjian lama) artinya perjanjian itu sudah tidak berlaku lagi,dan tentunya saudara ilham juga lupa,selain Maha Besar,dan Maha Kejam,ada lagi Maha Pemurah,dan Maha Penyayang,dan juga Maha Kasih,itu membuktikan Tuhan Yesus adalah Segalanya,tidak ada yang sanggup melewati dia,kalau ada orang paling jahat di bumi ini,Iblis sekalipun,tentu kejahatannya tidak bisa melewati Jahatnya Tuhan Yesus,begitu juga sebaliknya,kalu ada orang paling baik sedunia ini,tentu kebaikannya,tidak bisa menyaingi Kebaikan yang Tuhan Yesus berikan kepada dunia ini. Sudah paham blm saudara ilham??? saudara yg sudah pasti akan masuk neraka,seperti yang tertulis di quran yang anda percayai itu,HA HA HA…….
April 3, 2011 at 4:13 am
Jika demikian anda udah mengaku sememangnya Tuhan Yesus adalah Tuhan yang kejam dan sadis.Tapi di Islam Allah adalah pengasih dan penyayang dan ini diulang-ulang beratus kali dalam Al Quran.Allah juga tidak pernah menyuruh umatnya melakukan perkara yang keji.Firman Allah:
قل إن الله لايأمر بالفحشاء أتقولون على الله مالاتعلمون
Artinya:Katakanlah sesungguhnya Allah tidak menyuruh melakukan perkara yang keji dan munkar.Adakah kamu mau mengatakan tentang Allah perkara yang tidak ketahui?
Firman Allah lagi:
وَمَا اللّهُ يُرِيدُ ظُلْماً لِّلْعَالَمِينَ آل عمران : 108
Artinya:Allah tidak berkehendakkan kezaliman atas sekalian alam(Ali Imran:108)
Firman Allah lagi:
وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ(46)
سورة فصلت
Artinya:Dan tidaklah Tuhanmu berlaku zalim ke atas hamba-hambaNya(Surah Fussilat:46)
Ha ha ha..Bagaimana anda bisa mengatakan agama yang Tuhannya zalim dan sadis sebagai agama yang benar.Makanya kami beriktikad sungguhpun Kitab Torat dan injil asalnya daripada Allah tapi isinya telah dirobah oleh tangan-tangan manusia.Mosok Tuhan memerintahin pembantaian massal.Ha ha ha..(geleng kepala)
April 3, 2011 at 4:35 am
@ilham: kan sudah saya jawab,itu semua Perjanjian Lama,bukan dalam Perjanjian Baru,Perjanjian Lama ditujukan hanya untuk orang Yahudi,dan Perjanjian Baru yang kekal ditujukan buat semua manusia,dan memang hanya Tuhan yang berhak menghakimi,anda sama saja tidak mengakui otoritas Tuhan,gwa kasihan sama lu ilham,berarti lu kalau mati nanti,lu bisa bilanh Tuhan lu jahat,karena Tuhan yang mengambil nyawa kita semua,lu ngakuin juga kan klo takdir manusia ada di tangan Tuhan,nah klo begitu Tuhan juga berhak memerintahkan pembantaian masal,orang nyawa manusia,kepunyaan Dia kok.Dan kalau allah dalam islam penuh dengan damai,kok kenapa muslim ga ikutin seperti allah ya? malah jadi teroris,bunuh diri,ha ha……Kasihan deh islam tidak mengenal allah yang sesungguhnya.
April 3, 2011 at 4:44 am
@ilham:oh jadi allh dalam islam maha pengasih dan penyayang ya? bagaimana dgn kisah Nabi Nuh dan air Bah???? apakah alla penyayang?kok kenapa hampir semua manusia ditenggelamkan ya??? anda jgn berbohong ilham.Dan yang kedua amda belum menjawab pertanyaan saya mengenai Siapa yang akan masuk neraka yang sangat panas??? ha ha ha…. saya harap munkin anda,karena quran itu kan ditujukan buat anda,orang muslim.Kalau semua manusia percaya pada quran,baru bararti semua manusia akan masuk neraka,nyatanya tidak semua manusia percaya pada quran,ha ha ha…..Salah satu alasan gwa bukan islam karena ya itu tadi ,gwa ga masuk neraka…..tapi klo lu ilham,mau ya???
April 3, 2011 at 5:14 am
@valentine
He he he..Allah berhak mengambil nyawa sesiapa saja.Samada satu-satu mau pun rame-rame sekaligus lewat bencana alam.Tapi Tuhan tidak akan menurunkan satu ajaran,atau undang-undang yang membenarkan pembantaian masal sehingga anak-anak yang masih menyusu dibantai.Domba dan keldai juga dibantai.Kalau memang Tuhan mau bayi,domba dan keldai itu mati biar Dia yang lakukan sendiri biar manusia pada tau semua bahawa itu adalah haknya.Tapi Dia tidak akan memerintahin orang lain melakukan kezaliman atas orang lain.Karena membunuh orang lain yang tidak bersalah termasuk bayi yang menyusu bukan hak manusia dan hak itu tidak akan sekali-kali diberikan kepada manusia begitu saja.
April 3, 2011 at 5:30 am
@ ilham: oh jadi kalau ada orang yang mati terbunuh oleh orang lain,berarti itu bukan kehendak Tuhan ya???? kehedak siapa dong?? Iblis,berarti Iblis juga berhak mencabut nyawa dong,gwa makin lama makin kasihan sama lu ilham,berarti kalau ada orang mati terbunuh,lu bilang juga bukan takdir yang Maha Kuasa dong??? sangat kontras dgn apa yg gwa tahu,kebnykn klo di islam,ada orang mati terbunuh,didoakan,dan dibilang pada keluarga yg ditinggalkan,Relain aja,krn sudah takdir yang Maha Kuasa.Apa lu masih menyangkal juga? Kasihan deh lu ilham
April 3, 2011 at 5:37 am
@ilham: jadi allah dlm islam cuma berhak mencabut nyawa,cuma dgn bencana alam ya?? gwa baru tau,berarti besok2 kalau ada orang islam yang mati terbunuh/dibunuh,ga usah didoakan,karena dia mati bukan takdir dari Tuhan,iya gitu kan maksud lu???? kalau dalam Katolik sudah jelas bahwa sesorang yang mati,bagaimanpun caranya,mau dibunuh,sakit,bencana alam,itu semua kehendak Tuhan,karena memang itu menjadi hak DIA,DIA yang menciptakan,dia juga yang berhak memusnahkan.
April 3, 2011 at 5:46 am
@ ilham:pernah dengar Tuhan menyatakan kuasaNYA lewat ciptaanNYA?? ya memang benar,Tuhan juga menyatakan kuasaNYA lewat manusia,buktinya lu dan islam yg lain juga mengakui kok,nabi muhammad diberikan kuasa,masa lu bilang “Kalau memang Tuhan mau bayi,domba dan keledai itu mati biar Dia yang lakukan sendiri biar manusia pada tau semua bahawa itu adalah haknya.Tapi Dia tidak akan memerintahin orang lain melakukan kezaliman atas orang lain” dari sini udah ketahuan anehnya,kalau gitu ngapain Tuhan mesti pakai nabi muhammad buat menyampaikan pesanNYA,udah aja langsung tuhan sendiri.
April 3, 2011 at 6:00 am
@valentine
Ada perbedaan antara sudut pandang hakikat dan dan sudut pandang alam zahir.Alam zahir ialah alam kita iniSemua perbuatan Allah adalah dilihat dari segi sudut pandang hakikat.Tetapi semua perintah dan larangan Allah diturunkan pada alam zahir untuk diamalkan dialam zahir.Saya ilustrasikan begini:
Kalau anda buat satu lukisan dan dalam lukisan itu anda menggambarkan seorang sedang membunuh orang lain, adakah anda akan digelar membunuh karena anda yang melukisnya?Tentu tidak.Tapi kalau ditanya apakah yang sedang dilakukan oleh orang di dalam lukisan itu?Pastilah jawapannya ialah orang yang di dalam lukisan itu sedang membunuh karena jawapan diberikan berdasarkan sudut pandang dari alam lukisan.Dan jawapan itu benar.Tapi kalau dikatakan anda yang mencipta lukisan itu adalah pembunuh dan anda adalah seorang penjahat gara-gara andalah yang melukisnya tentu perkataan itu tidak benar samasekali.Allah adalah pencipta kita semua.Dari sudut penciptaan itu adalah pandangan dari sudut hakikat perbuatan Allah maka tidak timbul soal Allah itu zalim atau tidak.Ingat perbuatan Allah dan perintah Allah berlainan keduanya.Karena perintah Allah adalah untuk manusia.Karena kalau manusia membunuh orang yang tidak bersalah itu zalim maka, Tuhan tidak akan memerintahkan karena Tuhan tidak mungkin membuka ruang utk manusia berlaku zalim atas manusia lain.
April 3, 2011 at 6:35 am
@ilham: berarti anda mengakui juga dong,bahwa orang yg mati dibunuh/terbunuh adalah takdir dan kehendak Tuhan,itu tidak bisa dipungkiri,dan anda tidak bisa mengibaratkan sebuah lukisan,dan sudah jelas orang yang membunuh harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.Dan kalau berbicara sudut pandang hakekat,dalam ajaran saya,hakekat manusia juga sama seperti Tuhan,namun tidak bisa melebihiNYA,karena manusia telah memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat,dalam Kejadian 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” jadi hakekatnya manusia sama seperti Tuhan,namun tidak bisa melebihiNYA,itulah hakekat yg sejati,bahwa Tuhan Yesus adalah Maha Segalanya,DIA berhak mencabut nyawa manusia,kapan saja,melalui apa saja,dan siapa saja,termasuk makhluk hidup yg lain,Jadi kalau memang ada manusia yang membunuh manusia lain,itu semua adalah kehendakNYA,dan kita manusia tidak bisa menyalahkanNYA/menghakimiNYA/menuduhNYA sebagai penjahat,seperti yg anda ibaratkan lukisan itu.Karena kita manusia kodratnya tidak bisa melebihi DIA,cuma DIA lah yg berhak menghakimi manusia,sama yg seperti anda bilang kan? cuma bedanya anda tidak jelas mengetahui allah yg anda sembah itu seperti apa,makanya anda cuma mengibaratkan sebuah lukisan,sungguh disayangkan
April 3, 2011 at 7:27 am
Utk lebih memahami ilustrasi lukisan itu coba kita terapkan pada orang Yahudi yang membantai bayi yang masih menyusu.Bayi yang menyusu itu ditinjau dari sudut pandang hakikat mati karena memang udah ajalnya.Kita tidak menafikan pada hakikatnya Allahlah yang mengambil nyawanya.Begitu juga yahudi yang membantai bayi itu.Jika dipandang dari sudut pandang hakikat Allahlah yang menggerakkan mereka membunuh bayi-bayi itu.Allah tidak zalim jika dia mencipta pembunuhan sama seperti seorang pelukis tidak boleh dikatakan pembunuh jika melukis gambar orang membunuh.Tapi itu dari segi pelukisnya.Tapi dari segi gambarnya kita tetap mengatakan gambar itu adalah gambar pembunuh dan tetap kita kata gambar itu adalah gambar seorang penjahat.Meski pelukis gambar itu bukan orang jahat.Bedakan antara alam hakikat dengan alam dalam lukisan.Alam zahir kita ini samalah seperti alam dalam lukisan saja tarafnya.Apabila ada seorang yang membunuh jika dilihat dari segi hakikat takdir Tuhan itu adalah adil karena adalah adil bagi Tuhan memperlakukan ciptaanNya sekehendaknya.Tapi jika dilihat kepada diri orang yang membunuh itu kita mesti mengatakan orang itu jahat dan bersalah.Dan perbuatan itu meski takdir Tuhan tapi tetap bukan perintah Tuhan karena Tuhan tidak akan memerintahkan manusia menzalimi manusia lain.Sama seperti pembantaian masal oleh orang Yahudi jika dilihat dari sudut ianya dilakukan oleh orang Yahudi perbuatan itu jahat dan salah.Tuhan tidak akan memerintahin orang lain melakukan kejahatan dan kesalahan.
April 2, 2011 at 11:40 pm
Dan mengenai Gereja2 Kristen selain Katolik,atau gereja2 protestan,adalah sama seperti negara baru merdeka dan memisahkan diri dari Negara Allah,jadi tentunya mereka punya UUD dan UU nya sendiri,sama seperti timor leste yang memisahkann diri dari Indonesia,mereka tentu punya UUD yang berbeda dgn Indonesia,masa mereka tetap pakai UUD 45,tidak kan? begitu juga dgn gereja2 Kristen yang lain,mereka adalah anak domba yang hilang,yang mudah diterkam oleh serigala berbulu domba/islam,namun kalau Katolik adalah anak domba Allah yang senantiasa dijaga oleh Allah hingga akhir jaman.Katolik=Anak Domba Allah,Gereja selain Katolik=Anak Domba yang hilang,Islam=serigala berbulu domba yang siap menerkam domba2 yang hilang.
April 5, 2011 at 10:42 pm
@ilham:masih mending dalam Kristen,itu semua perintah Tuhan,tapi dalam islam,itu adalah perintah manusia
terbukti di
Hadis Sahih Bukhari, vol. I, buku 11, nomer 626:
Nabi berkata,”Bakar mereka semua yang tidak meninggalkan rumah² mereka untuk bersholat, bakar mereka hidup² di dalam rumah mereka.”
Lihat tuh,atas dasar apa seorang manusia bisa memerintahkan membunuh?? ha ha…. buat ilhm,gwa saranin pelajari islam baik2,buat gwa udah jelas ajaran islam,penuh dgn kekerasan,tapi buat orang yg suka akan kekerasan,tdk ada salahnya jadi muslim,he he….
April 4, 2011 at 4:42 am
lagi2 perdebatannya menjrumus kpd hal yg negatif…..?! terutama si budi ini ni yg suka menggunakan perkataan2 yg tdk semestinya apakah kamu lbh bnr dr pd orng2 yg beragama Kristen segingga engkau menggunakan perkataan yg tdk pantas,adakah Nabi Muhammad mengajarkan demikian??? jikalu kamu mengaku bahwa Nabi Muhammad adalah junjunganmu tp yg kau junjung adalah emosi dengkimu maka engkau adalah seorang pendusta dan engkau bkn pengikut Sang Nabi melainkan pengikut emosi dengki yg berbuah kpd kehancuran bknnya pd keselamatan yg di bawa oleh Sang Nabi.
moga2 Tuhan Allah Yang Maha Esa memberi kita semua kesadaran dan petunjuk yg benar. amin…..
April 6, 2011 at 12:41 am
20 Kelemahan Mendasar Tuhan Yesus
Dua puluh pertanyaan berikut menunjukkan bahwa fakta dan Alkitab sama sekali menolak dugaan ketuhanan Yesus:
1. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu meng-kristen-kan umat Israel dimana ia menjalankan misi dan tugas keagamaannya?
Fakta: mayoritas umat Israel tetap beragama Yahudi hingga sekarang.
2. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia selama hidupnya hanya berkeliling di wilayah Israel saja, padahal manusia pada waktu itu sudah tersebar luas di seluruh penjuru bumi?
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)
3. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia melarang kedua belas muridnya untuk berdakwah ke negeri lain selain negeri Israel?
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10:5-6 – DRB 1582, KJV 1611)
4. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika tangan dan kakinya dipaku di tiang salib memohon pertolongan kepada Allah/Bapa?
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)
5. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika hendak membangkitkan Lazarus dari dalam kubur di depan umat Israel memohon pertolongan kepada Bapa?
Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (Yohanes 11:41-44)
6. Jika Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, mengapa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya dan kaumnya dari dominasi penjajah Romawi, tetapi malah ia diserahkan oleh penguasa Romawi (Pontius Pilatus) untuk disalibkan?
Lalu ia (Pontius Pilatus) membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. (Matius 27:26-31)
7. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat?
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak (Yesus) pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)
8. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia sujud menyembah dan memohon perlindungan kepada Bapa?
…Maka mulailah Ia (Yesus) merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:37-39)
9. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena kejadiannya sebelum Abraham, mengapa Yeremia yang juga mengalami kehidupan sebelum manusia tidak menjadi Tuhan?
Firman TUHAN datang kepadaku (Yeremia), bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:4-5)
10. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir tanpa ayah, mengapa Adam yang lahir ke dunia tanpa ayah dan ibu tidak menjadi Tuhan?
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu (Adam) dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7)
11. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perawan muda (Maria), mengapa Yohanes Pembaptis yang juga lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perempuan mandul yang tua bangka (Elisabet) tidak menjadi Tuhan?
Sebab ia (Yohanes Pembaptis) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. (Lukas 1:15)
12. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia memiliki mukjizat yang mampu menghilangkan berbagai penyakit dan mampu menghidupkan orang mati, mengapa Musa yang memiliki mukjizat jauh lebih dahsyat dari Yesus tidak menjadi Tuhan?
Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. (Keluaran 9:23-24)
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. (Keluaran 14:21-22)
13. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia seorang Kristus (Mesias), mengapa kristus-kristus lain tidak menjadi Tuhan?
Kristus-kristus lain dalam Alkitab: Daud Kristus (Mazmur 2:2), Koresh Kristus (Yesaya 45:1), Saul Kristus (1 Samuel 10:1), Harun Kristus (Imamat 8:12), Elisa Kristus (1 Raja-raja 19:16), dan Salomo Kristus (1 Raja-raja 1:39). Kristus(Yunani) = Mesias (Ibrani) = Yang diurapi.
14. Jika Yesus adalah Tuhan bagi ajaran Paulus, mengapa Yesus memerintahkan untuk menegakkan hukum Musa yang notabene bertentangan dengan ajaran Paulus?
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:17-20)
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” (Matius 8:3-4)
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:1-3)
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:4-7)
15. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu mempengaruhi umat Israel untuk mengikuti ajarannya, padahal ia lahir, besar, dan mati di tanah Israel? (Bandingkan dengan ahli hipnotis Tommy Raphael yang mampu merubah perangai manusia dalam waktu sekejap!)
Lalu mereka (umat Israel) kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ. (Matius 13:57-58)
Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!” Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” (Matius 26:63-68)
16. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia ketakutan menghadapi orang-orang Yahudi? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)
Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (Matius 12:14-15)
Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. (Yohanes 7:1)
17. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan Semesta Alam di depan umat Israel? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (Yesus): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:21-23)
18. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia disetir oleh Allah/Bapa?
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yag Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)
Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. Barangsiapa berkata-kata dari diri-Nya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Yohanes 7:16-18)
19. Jika Yesus adalah Tuhan menurut ajaran Paulus, mengapa Melkisedek yang memiliki kesetaraan dengan Yesus tidak menjadi Tuhan? (Jika Yesus adalah Tuhan, maka Melkisedek pasti Tuhan. Sebaliknya, jika Melkisedek bukan Tuhan, maka Yesus pun pasti bukan Tuhan).
Ia (Melkisedek) tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.” (Ibrani 7:3)
20. Jika Yesus adalah Tuhan bagi umat Kristen, mengapa ia tidak pernah menurunkan satu kitab pun kepada umat Kristen sebagai pedoman hidup?
Tak satupun dari keempat Injil Kristen – Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes– ditulis oleh murid Yesus. Keempatnya ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal. Ini terbukti dari perbedaan-perbedaan narasi dan adanya kontradiksi diantara keempatnya, yang menunjukkan bahwa Injil-Injil tersebut ditulis atas inisiatif masing-masing penulisnya, bukan wahyu dan bukan pula atas perintah dari Yesus.
Kurun waktu penulisan Injil-Injil Kristen antara tahun 65 hingga 115 M, yakni sekitar 45 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi awal Injil, atau sekitar 70 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi akhir Injil. Sebuah rentang waktu Injil yang sangat lama yang tidak mungkin ia ditulis oleh murid Yesus!
Jika diasumsikan bahwa usia murid-murid Yesus sama dengan Yesus, dan bahwa Yesus disalib pada usia 33 tahun,** maka murid-murid Yesus untuk pertama kalinya menulis Injil pada usia 78 tahun dan rampung ketika usia mereka mencapai 103 tahun. Mustahil! Jika memang diperintahkan oleh Yesus, mengapa harus menunggu waktu selama itu untuk menulis Injil? Selengkapnya
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.
Sumber:http://bantah-sibutatuli.blogspot.com/2010/10/20-kelemahan-mendasar-tuhan-yesus.html
April 6, 2011 at 2:20 am
Allah swt adalah tuhan abal-abal
Umat muslim terlena dengan sosok sesembahan Arab bernama Awloh. Bahkan tidak sedikit umat non-muslim yang juga secara diam-diam mengimani sosok sesembahan bangsa Arab itu sebagai Tuhan beneran. Tapi sudahkah kita meneliti kebenaran iman kita tersebut?
Allah SWT (baca: awloh subhanahu wa taala) bukanlah Tuhan Sejati. Dia adalah sosok palsu ciptaan psikopat jahat dari Arab yang mengaku nabi. Muhammad yang lahir pada tahun 570-an Masehi ini, setelah berumur 40 tahun dia mengaku dirinya nabi utusan awloh, dewa Arab yang tertinggi yang berdiam di Kabah. Tidak ada seorang pun dari bangsawan Pagan Quraish terpelajar, dan juga umat Nasrani yang tertarik dengan pengakuannya. Pada zaman itu, orang-orang terpelajar tahu kalau Muhammad adalah seorang penipu.
Apakah kita yang hidup pada hari ini, masih bisa mendapatkan bukti-bukti Muhammad seorang penipu? Tentu saja. Kita tidak membutuhkan buku lain untuk dapat menemukan bukti tersebut, karena bukti itu adalah Alquran sendiri. Dari Alquran kita akan menemukan bukti-bukti nalar bahwa Muhammad adalah seorang penipu, seorang pencipta tuhan palsu bernama awloh. Walau semula “awloh” adalah nama dewa sesembahan bangsa Arab yang bisu, Muhammad telah membuatnya “bisa berbicara”. Muhammad telah menyulap sosok dewa mitos menjadi “tuhan”.
Awloh = Muhammad
Awloh bukanlah Tuhan Sang Pencipta, awloh hanyalah ciptaan Muhammad belaka. Ayat-ayat Alquran bukanlah firman awloh, melainkan ayat-ayat yang dikarang Muhammad untuk kebutuhannya sendiri, dan saat terbitnya disesuaikan dengan situasi dan kondisi manakala dia butuh ayat baru.
Pada waktu Muhammad berzinah dengan Mariya, dia kepergok oleh Hafsah. Hafsah adalah istri Muhammad yang juga sebagai majikan dari Mariya, pelayannya. Hafsah dan Muhammad akhirnya bertengkar, dan Muhammad bersumpah tidak akan menyentuh Mariya lagi. Tapi dasar manusia bejat, tidak lama berselang sesudah itu, Muhammad kembali timbul hasrat ingin menyetubuhi Mariya. Dia tidak tahan dengan nafsu birahinya yang menggebu-gebu itu. Lantas dia keluarkan jurus pamungkasnya, menerbitkan ayat-ayat awloh:
Surat At-Tahrim (QS 66) ayat 1 dan ayat 2 Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Dengan liciknya, Muhammad mengarang ayat yang isinya membolehkan dirinya untuk membatalkan sumpah yang telah dia ucapkan di hadapan Hafsah tentang janjinya untuk tidak menyentuh Mariya lagi. Dia bahkan membuat seolah awlohnya merestui perbuatan bejatnya itu dengan menganggap persebutuhan majikan dengan budak adalah sesuatu yang dihalalkan awloh. Pada waktu itu, Muhammad sangat berkuasa dan tidak ada seorang pun pengikutnya yang berani membantahnya, istri-istrinya pun tidak, terlebih bila Muhammad sudah mengeluarkan “ayat”. Hukuman bagi orang yang berani membantah rasul atau melawan rasul, adalah MATI. Agar dirinya ditaati dan tidak dibanta, Muhammad menerbitkan ayat:
QS 33:57 Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.
QS 58:9. Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
QS 58: 20. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.
Muhammad menaku-nakuti para pengikutnya dengan hukuman neraka:
QS 33:66. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”
Bila mengancam dengan hukuman neraka tidak mempan, maka dia tunjukkan dengan tindakan nyat, sebagaimana yang diancamkannya lewat ayat karangannya yang berikut:
QS 8:12. (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka
QS 47: 4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.
QS 36:45. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”
Sewaktu di Medinah Muhammad berprofesi sebagai perampok. Dia dan Para pengikutnya sering pergi berperang dan menjagal karavan dagang Quraish yang sedang melewati perbatasan. Muhammad ingin mendapatkan jatah dari harta rampokan itu, lantas dengan cerdiknya dia keluarkan ayat sakti:
QS 8:41. Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS 59:7. Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.
Dari ayat-ayat Alquran di atas, kita dapat mengetahui dengan pasti dan meyakinkan bahwa awloh bukanlah Tuhan, melainkan sosok palsu (abal-abal) ciptaan Muhammad belaka. Awloh hanyalah produk alter ego Muhammad belaka.
Ayat-ayat Mustahil dari Tuhan
Di samping ayat-ayat yang menunjukkan ego Muhammad, kita juga temukan ayat-ayat mustahil berasal dari Tuhan Sejati. Mari kita baca kutipan beberapa ayat berikut:
Allah belum tahu?
QS 9:16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS 7: 52. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Jelas dari ayat di atas, bukan Allah yang belum tahu, tapi Muhammad-lah yang belum tahu.
Allah tidak yakin?
QS 60:7. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS 17:5. atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya: “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah: “Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”,
QS 9: 102. Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.
QS 5: 52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
Tidaklah mungkin Tuhan yang Maha Tahu segalanya berkata “mudah-mudahan”, terkecuali itu adalah ucapan manusia.
Allah bersumpah demi benda ciptaan
QS 56:75-79. Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui, sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
QS 75:1-3. Aku bersumpah dengan hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
QS 81:15-25. “Sungguh, Aku bersumpah demi bintang-bintang yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy (Tahta), yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil (pendusta) untuk menerangkan yang ghaib. Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk”
QS 95: 1-4. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun dan demi bukit Sinai sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
Allah bersumpah demi tuhan lain?
QS 70:40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
Allah memuji-muji dirinya sendiri dengan beragam kata-kata “maha”
QS 59: 23. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
QS 17: 1. Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS 62: 1. Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Allah mengucapkan kata-kata tak bermakna
QS 2:1. Alif laam miin
QS 7:1. Alif laam mim shaad
QS 10:1. Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah.
QS 11:1. Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
QS 12:1. Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).
QS 13:1. Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Quran). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
QS 14:1. Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
QS 15:1. Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan.
Ada kelucuan yang kita tangkap dari ayat-ayat ini. Muhammad telah terbawa oleh tradisi agama-agama sebelumnya yang mengklaim kitab suci datang dari Tuhannya, sehingga kemudian Muhammad mengarang kitab suci tandingan dan diklaimnya sebagai kitab dari Tuhan. Padahal yang dimaksud kitab suci bukanlah kitab yang dikarang langsung oleh Tuhan, atau ayat demi ayat didikte dari Tuhan. Kitab suci yang sebenarnya adalah tulisan manusia belaka yang disakralkan dan dijaga turun-temurun agar tidak punah. Tetapi Muhammad memahaminya secara naif, seperti pemahaman seorang anak kecil. Mari kita simak sekali lagi 4 ayat berikut, yang akan membuat diri kita terpingkal-pingkal:
QS 12:1. Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).
QS 13: 1. Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Quran). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
QS 14: 1. Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
QS 15: 1. Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan.
Dan juga mari kita simak ayat berikut:
QS 6:92. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.
Tuhan yang Asli tidak pernah menurunkan kitab, tetapi Muhammad menyangka kitab-kitab suci terdahulu diturunkan dari Tuhan dalam arti harfiah, sehingga dengan sangat naif, dan dengan percaya diri pula Muhammad mengklaim Alquran buatannya adalah kitab suci dari Tuhan. Tentu saja orang yang terpelajar dan sangat paham dengan sejarah kitab suci, terutama dari kalangan Yahudi dan Nasrani, akan tertawa terpingkal-pingkal melihat pemahaman Muhammad ini.
Adakah Bukti Keberadaan Allah SWT?
Setelah kita cermati ayat-ayat Alquran, kita mendapat kesimpulan bahwa ayat-ayat Alquran memang ASLI dikarang oleh Muhammad, dan bukan wahyu dari Tuhan. Awloh adalah tuhan abal-abal, hasil ciptaan dan kayalan Muhammad.
Sekarang kita maju lagi selangkah, adakah BUKTI EKSISTENSI Awloh ini?
Banyak dari umat muslim yang akan mengutip kisah-kisah menakjubkan dari zaman nabi-nabi Yahudi, dan mengklaimnya sebagai hasil perbuatan awloh mereka. Itu tidak bisa dibenarkan, karena itu adalah tipuan. Saya pun juga bisa mengarang tuhan bernama Panjul, lantas ketika saya diminta bukti eksistensi dan kemahakuasaan si Panjul, saya mengutip kisah-kisah menakjubkan dari zaman nabi-nabi Yahudi, dan mengklaimnya sebagai hasil perbuatan Panjul. Saya akan katakan, Panjul dahulu mengutus nabi Musa dan memberinya tongkat yang bisa berubah menjadi ular. Panjul juga telah membuktikan dirinya mahakuasa yaitu dengan membelah lautan, menurunkan makanan dari langit serta menghukum Mesir dengan 10 kutuk.
Itu semua adalah ngaku-ngaku, dan itu adalah tipuan.
Marilah kita membuka nalar kita. Bukalah pikiran Anda. Anda akan sadar dari kebodohan Anda yang selama ini menyangka awloh adalah Tuhan yang Mahakuasa. Awloh itu TIDAK ADA. Kita bisa buktikan ketiadaan awloh ini dari zaman Muhammad, mulai dari sejak Muhammad mengaku nabi hingga wafatnya, tidak ada satu pun BUKTI EKSISTENSI & KEMAHAKUASAAN tuhan bernama awloh itu.
Muhammad sukses memimpin Arab karena dia menggunakan kekerasan. Musuh-musuhnya dibabat lewat pedang, tidak ada bukti keilahian awloh sama sekali. Sama seperti Perampok membunuh korbannya, seperti itulah Muhammad dalam menumpas musuh-musuhnya.
Di manakah awloh, sewaktu Muhammad hidup? Awloh ada di dalam otak Muhammad. Karena yang menjadi awloh tidak lain adalah Muhammad sendiri. Muhammad-lah yang telah memerankan dirinya sebagai 2 tokoh sekaligus, sebagai sosok pengutus dan sebagai sosok yang diutus. Awloh dan rasulnya adalah 2 nama 1 pribadi.
Awloh sebagai Tuhan adalah TIDAK PERNAH ADA.
Awloh adalah tuhan palsu buatan nabi Arab. Awloh adalah produk akal-akalan Muhammad semata.
Semoga mencerahkan.
April 6, 2011 at 2:21 am
sumber
http://beritamuslim.wordpress.com/2010/02/14/allah-swt-adalah-tuhan-abal-abal/
April 6, 2011 at 2:27 am
Kontradiksi, Pertentangan dan Ketidak-konsistenan Alquran
Antara lain:
Siapakah yg pertama kali menjadi Muslim? Muhammad (Qs.6:14,163).
Hal ini bertentangan dengan:
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Musa (Qs.7:143).
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Beberapa orang Mesir (Qs.26:51).
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Ibrahim (Qs.2:127-133, Qs.3:67).
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Adam, yaitu manusia ciptaan pertama, yang menerima wahyu dari Allah Muslim (Qs.42:51).
Sampai disini sudah ada 10 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 10 pertentangan.
Bisakah AllahMuslim dilihat oleh manusia dan apakah Muhammad (Mhd) melihat Allahnya? Ya, Mhd dapat melihat Allahnya ( Qs.53:1-18, Qs.81:15-29) .
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.6:102-103 dan Qs.42:51) mengatakan bahwa Mhd tidak dapat melihat Allahnya.
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 14 pertentangan.
Apakah pemberi peringatan (Rasul) dikirim kepada semua manusia sebelum kedatangan Mhd? Ya, Allah Muslim telah mengirim pemberi peringatan (Rasul) kepada setiap orang ( Qs.10:47, 16:35-36, 35:24).
Hal ini bertentangan dengan:
Ibrahim dan Ismael secara spesial telah dikirim oleh Allah Muslim untuk mengunjungi Mekah dan membangun Ka’bah serta memberi peringatan kepada orang2 di sana ( Qs.2:125-129) .
Anehnya, Mhd ternyata dikirim sebagai pemberi peringatan (Rasul) kepada orang2 yg belum memiliki rasul/pemberi peringatan tersebut sebelumnya ( Qs.28:46, 32:44, 36:2-6).
Hal ini menimbulkan pertanyaan: “Bagaimana dengan Hud dan Sahih yg nyata2 juga telah dikirim sebagai pemberi peringatan ke Arab? Bagaimana juga dengan Kitab yg telah diberikan kepada Ismael? Dll ( Qs.11:50, 11:61).
Sampai disini sudah ada 18 pertentangan ayat. Jadi total sudah ada 32 pertentangan.
Apakah yg menjadi makanan orang2 di Neraka? Makanan orang2 yg ada di Neraka adalah Dhari atau pohon berduri (Qs.88 :6).
Hal ini bertentangan dengan:
Makanan orang2 di Neraka adalah darah dan nanah (Qs.69:36).
Makanan orang2 di Neraka adalah buah dari pohon Zaqqum (Qs.37:66).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 34 pertentangan.
Bisakah malaikat2 menyebabkan kematian/penderitaa n terhadap manusia? Alquran menyerang mereka yg menyembah selain Allah Muslim, seperti malaikat, nabi. Mengapa? Karena malaikat dan dan nabi tidak bisa menciptakan, memberi kehidupan atau bahkan menyebabkan kematian atau penderitaan.
Hal ini bertentangan dengan:
“Sesungguhnya orang2 yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri…(Qs.4:97).
“(Yaitu) orang2 yg dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri” (Qs.16:28).
“(Yaitu) orang2 yg diwafatkan dlm keadaan baik oleh para malaikat..” (Qs.16:32).
“Katakanlah, “malaikat maut yg diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu..” (Qs.32:11).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 38 pertentangan.
Bisakah umat Muslim menikah dengan orang Non-Muslim? Alquran melarang umat Muslim menikahi wanita penyembah berhala dan kafir juga musyrik serta menganggap orang di luar Islam adalah binatang yang paling jahat dan buas (Qs.2:221, 8:55, 9:28-33).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.5:5 yang ternyata memperbolehkan Umat Muslim untuk mengawini/menikahi wanita Kristen.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 39 pertentangan.
Apakah Allah Muslim akan menganugerahi imbalan yg baik atas perbuatan2 baik orang Non-Muslim? Tidak ( Qs.9:17, 9:69).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.2:62 menjanjikan bhw Umat Kristen (Non-Muslim) akan diberi penghargaan atas perbuatan baik mereka.
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 41 pertentangan.
Berapa banyak Ibu yg dimiliki seorang Muslim? Hanya satu, yaitu wanita yg melahirkan mereka dan tiada yg lain ( Qs.58:2).
Hal ini bertentangan dengan:
Ibu yg dimiliki seorang Muslim adalah dua (2) (Qs.4:23, termasuk seorang ibu yg merawat mereka).
Ibu yg dimiliki seorang Muslim adalah sedikitnya sepuluh (10) (Qs.33:6).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 43 pertentangan.
Mengenai pembagian harta warisan dalam Hukum Kewarisan Islam. Qs.4:11-12 dan Qs.4:176 menyatakan bahwa jika seorang lelaki Muslim meninggal dan ia meninggalkan 3 puteri, 2 orangtua, dan isteri..maka pembagian harta warisannya adalah 2/3 dari harta warisan yg diberikan kepada 3 puterinya secara bersamaan, 1/3 dari harta warisan diberikan untuk orangtuanya ( Qs.4:11) dan 1/8 untuk isterinya (Qs.4:12).
Hal ini bertentangan dengan:
Jika lelaki Muslim meninggal, maka pembagian harta warisannya adalah ibunya menerima 1/3 dari harta warisan (Qs.4:11), isterinya menerima ¼ dari harta warisan ( Qs.4:12), dan 2 saudara perempuannya menerima 2/3 dari harta warisan (Qs.4:176), dan ditambah lagi hingga 5/12 dari harta warisan yang tersedia/ada.
Sampai disini sudah ada 6 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 49 pertentangan.
Berapa banyak malaikat yg berbicara kepada Maryam? Beberapa malaikat (several angels) (Qs.3:42, 3:45).
Hal ini bertentangan dengan:
Malaikat yg berbicara kepada Maryam adalah hanya satu malaikat (Qs.19:17-21) .
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 52 pertentangan.
Berapakah 1 hari dimata Allah Muslim? 1 hari dimata Allah Muslim = 1000 tahun (Qs.22:47, 32:5).
Hal ini bertentangan dengan:
1 hari dimata Allah Muslim = 50.000 tahun (Qs.70:4)
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, total sudah ada 55 pertentangan.
Ada berapa golongan/groupkah orang2 yg ada pada akhir zaman? Ada 3 golongan/group (Qs.56:7).
Hal ini bertentangan dengan:
a. Qs.90:18-19 mengatakan bahwa ada 2 golongan/group yg ada pada hari Penghakiman/ Akhir Zaman, yaitu golongan kanan dan golongan kiri.
b. Qs.99:6-8 juga mengatakan bahwa akan ada 2 golongan/group yg ada pada hari Penghakiman/ Akhir Zaman, yaitu golongan yg berbuat baik dan yg berbuat jahat.
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 58 pertentangan.
Berapa harikah yg dibutuhkan Allah Muslim untuk menghancurkan orang2 Aad? Satu hari (Qs.54:19).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.41:16 dan Qs.69:6-7 mengatakan bahwa waktu yg dibutuhkan Allah Muslim untuk menghancurkan orang2 Aad adalah beberapa hari.
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 60 pertentangan.
Berapa harikah masa Penciptaan? Bila anda menjumah hari penciptaan dlm Qs.41:9 (4 hari), Qs.41:10 (2 hari) dan Qs.41 :12 (2 hari), maka total hari Penciptaan adalah 8 hari.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11:7 dan Qs.25:59 jelas menyebutkan bahwa Allah Muslim menciptakan langit dan bumi adalah dalam waktu 6 hari.
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 64 pertentangan.
Cepat atau lambatkah Penciptaan itu? Allah Muslim menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari (Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11 :7 dan Qs.25:59).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim mencipta secara “spontan” dan langsung jadi (Qs.2:117).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 68 pertentangan.
Manakah yg lebih dahulu diciptakan: langit atau bumi? Pertama, bumi dulu yg diciptakan, lalu kemudian barulah langit ( Qs.2:29).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.79:27-30 yg menyebutkan bahwa yg diciptakan terlebih dahulu adalah langit, kemudian bumi.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 69 pertentangan.
Bagaimanakah proses penciptaan terjadi? Dalam proses penciptaan langit dan bumi diciptakan dengan suka hati atau terpaksa ( Qs.41:11).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.21:30 menyebutkan bahwa langit dan bumi pada mulanya diciptakan telah bersatu padu, kemudian baru dipisahkan.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 70 pertentangan.
Dari manakah manusia itu diciptakan? Dari Segumpal Darah (Qs.96:1-2).
Hal ini bertentangan dengan:
Manusia diciptakan dari air (Qs.21:30, 24:45, 25:54).
Manusia diciptakan dari tanah liat kering yg berasal dari Lumpur hitam (Qs.15:26).
Manusia diciptakan dari debu tanah (Qs.3:59, 30:20, 35:11).
Manusia diciptakan dari bahan yg tidak ada sama sekali (Qs.19:67).
Manusia diciptakan dari bumi (Qs.11:61).
Manusia diciptakan dari mani/sperma (Qs.75:37).
Sampai disini sudah ada 11 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 81 pertentangan.
Bolehkah menjadi perantara/orang yg bersyafaat atau tidak pada Hari Penghakiman/ Akhir Zaman? Boleh (Qs.20:109, 34:23, 43:86, 53:26).
Hal ini bertentangan dengan:
Menjadi perantara/orang yg bersyafaat pada Hari Penghakiman/ Akhir Zaman adalah tidak boleh (Qs.2:122-123, 2:254, 6:51, 82:18-19).
Sampai disini sudah ada 16 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 97 pertentangan.
Dimanakah Allah Muslim dan tahtaNya? Allah Muslim lebih dekat daripada urat leher manusia (Qs.50:16).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim itu berada di tahtaNya/arasyNya (Qs.57:4)…tahtaNya dimana?!
Allah Muslim itu tahtaNya berada di atas air (Qs.11:7).
Allah Muslim itu tahtaNya berada antara 1.000 hingga 50.000 tahun untuk dijangkau (Qs.32:5, 70:4).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 101 pertentangan.
Siapakah sumber malapetaka? Sumber malapetaka adalah Setan di “dalam” diri manusia atau gangguan (Qs.38:41).
Hal ini bertentangan dengan:
Sumber malapetaka adalah kita sendiri (Qs.4:79).
Sumber malapetaka adalah Allah sendiri (Qs.4:78).
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan, jadi total sudah ada 104 pertentangan.
Apakah Allah Muslim memerintahkan untuk melakukan kejahatan/perbuatan keji? Tidak! (Qs.7:28, 16:90).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim memang memerintahkan untuk melakukan kejahatan/perbuatan keji (Qs.17:16, Qs.5:33, Qs.8:12, Qs.8:17).
Sampai disini sudah ada 8 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 112 pertentangan.
Salah satu dari 99 Nama dari Allah Muslim adalah MahaBenar
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim menjuluki diriNya sebagai “Sebesar-besar Penipu Daya / Penipu Ulung Penipu yg Hebat” (Qs.3:54).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 113 pertentangan.
Allah Muslim adalah Jalan yg Lurus (Qs.19:36).
Bertentangan dengan:
Allah Muslim juga berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 114 pertentangan.
Allah Muslim itu MahaKuasa (Qs.2:20), bertentangan dengan: Allah Muslim itu juga ditolong manusia (Qs.47:7).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 115 pertentangan.
Allah Muslim itu Maha Mengetahui (Qs.4:24)
Bertentangan dengan:
Allah Muslim juga belum mengetahui (Qs.9:16).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan, jadi total sudah ada 116 pertentangan.
Allah Muslim itu Mahakaya (Qs.2:263)
Bertentangan dengan:
Allah Muslim meminjam kepada manusia (Qs.5:12).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 117 pertentangan.
Allah Muslim itu Esa/Satu/Tauhid (Qs.112:1)
Bertentangan dengan:
Allah Muslim itu lebih dari satu/jamak, karena setiap kali berfirman kepada nabiNya, kepada manusia, kepada malaikat maka Allah Muslim selalu berkata: “KAMI” (Lihat Qs.4:47, 6:92, 12:2, 13:37, 14:1, 15:6, 17:2, 18:7, 19:40, 20:55, 21:71, 29:15, 36:12, 40:78, 46:16, 49:13, 56:57, 66:12, 72:16, 80:25-27, 90:4, dll).
Sampai disini sudah ada 21 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 138 pertentangan.
Apakah malaikat itu pelindung? Tidak ada pelindung selain Allah Muslim (Qs.2:107, 29:22).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.41:31 yg mencatat bahwa bahwa malaikat berkata: “Kamilah pelindung-pelindung mu dalam kehidupan dunia dan akhirat.”
Peranan malaikat adalah sebagai pengawas dan penjaga (Qs.13:11, 50:17-18).
Malaikat adalah pengawas pekerjaan manusia (Qs.82:10).
Sampai disini sudah ada 8 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 146 pertentangan.
Apakah semua yg ada di langit dan bumi tunduk kepada Allah Muslim? Ya (Qs.30:26).
Hal ini bertentangan dengan:
Ternyata Setan/Iblis tidak tunduk kepada Allah Muslim (Qs.7:11, 15:28 -31, 17:61, 20:116, 38:71-74, 18:50)., bahkan orang2 Non-Muslim pun menolak taat dan tunduk kepada Allah Muslim sampai hari ini!
Sampai disini sudah ada 6 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 152 pertentangan.
Apakah Allah Muslim mengampuni dosa syirik?Dosa syirik dianggap dosa yg paling buruk dari segala dosa, tetapi penulis Quran tidak dapat memutuskan apakah Allah Muslim akan mengampuni dosa syirik atau tidak ( Qs.4:48, 4:116).
Hal ini bertentangan dengan:
Dosa syirik adalah dapat diampuni (Qs.4:153).
Dosa syirik adalah dapat diampuni (Qs.25:68-71) .
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 156 pertentangan.
Siapakah yg mewahyukan Alquran? Sosok Allah Muslim (Qs.53:2-18) .
Hal ini bertentangan dengan:
Yg mewahyukan Alquran adalah RuhulQudus/Roh Kudus (Qs.16:102, 26:192-194).
Yg mewahyukan Alquran adalah para malaikat/banyak malaikat (jamak dalam bahasa Arabnya) (Qs.15:8).
Yang mewahyukan Alquran adalah Jibril (Qs.2:97).
Awas! Harap lihat Alquran dalam bahasa aslinya, dan tidak dikaburkan/ dicampur adukkan oleh istilah/sisipan dari “penterjemah” yg menyamaratakan/ menggantikan “Ruhul Qudus” “Jibril” dan “Malaikat”.
Sampai disini sudah ada 5 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 161 pertentangan.
Apakah Ibrahim menghancurkan berhala-hala? Ya (Qs.21:51-59) .
Hal ini bertentangan dengan:
Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut (Qs.19:41-49, 6:74-83).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 163 pertentangan.
Tentang Raja Firaun: Apakah Raja Firaun menjadi Muslim atau menolak menjadi Muslim? Raja Firaun bertobat (menjadi Muslim) dan diselamatkan.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.4:18 mencatat bahwa “Tidaklah tobat itu (diterima Allah Muslim) dari orang2 yg mengerjakan kejahatan…dst. .” Dengan kata lain, Raja Firaun tidak mungkin menjadi Muslim dan bertobat.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 164 pertentangan.
Apakah ayat2 Alquran/Firman Allah dapat diganti? Firman Allah adalah sempurna dalam kebenaran dan keadilan dan tiada seorangpun yg dapat mengganti Firman Allah ( Qs.6:115).
Hal ini bertentangan dengan:
Nyata-nyatanya Allah Muslim dan Muhammad juga mempertimbangan bahwa perlu juga untuk mengganti beberapa kalimat (Firman) Allah dengan yg lebih baik ( Qs.2:106, Qs.16:101).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 166 pertentangan.
Apakah hukum bagi orang yg melakukan perbuatan keji? Didera (dipecut) sebanyak 100 kali, baik pria maupun wanita ( Qs.24:2).
Hal ini bertentangan dengan:
Orang yg berzinah, khususnya pria hukumannya adalah jika bertobat dan memperbaiki diri, maka akan diampuni (Qs.4:16).
Orang yg berzinah, khususnya wanita, hukumannya adalah dikurung didalam rumah sampai mati atau sampai Allah Muslim memberi jalan lain ( Qs.4:15).
Pertanyaan: Mengapa penghukuman untuk pria dan wanita adalah sama dalam Qs.24, tetapi berbeda di Qs.4? Jadi disini ada 2 pertentangan ayat. Total sudah ada 168 pertentangan.
Siapakah yg menderita akibat dari konsekuensi dosa? Alquran menyatakan bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap dosa yg diperbuatnya masing2 ( Qs.17:13-15, 53:38-42).
Hal ini bertentangan dengan:
Anehnya, Alquran menyalahkan orang2 Yahudi pada zaman Mhd karena dosa yang telah mereka lakukan 2000 tahun sebelumnya oleh orang2 Yahudi ketika menyembah Patung berhala Lembu Emas (Qs.7:152).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 170 pertentangan.
Disebut apakah kota Mekah? Umat Muslim berani mengatakan kota Mekah adalah kota suci dan rumah Allahnya Muslim.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.17:1 mengatakan bahwa kota Mekah adalah “al-Masjidil Haram”. Jadi kota Mekah adalah kota haram dan rumah Setan terkutuk.
Jadi disini sudah ada 1 pertentangan keyakinan dari umat Muslim, jadi total sudah ada 171 pertentangan.
Apakah orang2 Kristen/Nasrani akan ke sorga? Ya (Qs.2:62, Qs.5:69)
Hal ini bertentangan dengan:
Orang2 Kristen/Nasrani tidak akan ke sorga (Qs.3:85).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 173 pertentangan.
Apakah Raja Firaun tenggelam di laut atau selamat ketika mengejar nabi Musa dan umat Israel? Raja Firaun selamat (Qs.10:92).
Hal ini bertentangan dengan:
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.28:40).
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.17:103).
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.43:55).
Jadi, disini sudah ada 3 pertentangan ayat yg saling bertentangan, jadi total sudah ada 176 pertentangan.
Khamar (Arak): Baik atau Jahat? Meminum Khamar ( Arak) adalah perbuatan setan/iblis (Qs.5:90, 2:219).
Hal ini bertentangan dengan:
Di sorga tersedia sungai-sungai dari khamar/arak (Qs.47:15).
Di sorga tersedia sungai-sungai dari khamar/arak (Qs.83:22-25) .
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 179 pertentangan.
Jin dan manusia, apakah diciptakan untuk menyembah Allah Muslim atau neraka? Jin dan manusia diciptakan hanya untuk melayani Allah Muslim ( Qs.51:56).
Hal ini bertentangan dengan:
Jin dan Manusia, beberapa di antara mereka diciptakan untuk menempati neraka jahanam (Qs.7:179).
Jadi, disini sudah ada 1 pertentangan, jadi total sudah ada 180 pertentangan.
Siapakah yg menyesatkan manusia? Setan (Qs.4:119-120, 5:42 ).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88).
Suatu bencana datangnya berasal dari sisi Allah Muslim (Qs.4:78).
Jadi, disini sudah ada 4 ayat yg saling pertentangan. Total sudah ada 184 pertentangan.
Salah satu dari nama Allah Muslim adalah Mahatahu (Qs.4:24).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.” (Allah ditipu?!)
Jadi disini sudah ada 1 pertentangan ayat, total sudah ada 185 pertentangan.
Apakah umat Muslim akan masuk ke neraka? Ya, umat Muslim sudah ditetapkan pasti akan mendatangi (masuk) ke neraka ( Qs.19:17).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim adalah jalan yg lurus (Qs.19:36) dan Quran adalah jalan yang lurus (Qs.5:16). Aneh! Pertanyaan: Jika Allah Muslim dan Quran adalah jalan yg lurus, lalu mengapa umat Muslim ditetapkan harus masuk ke neraka?
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 187 pertentangan.
Allah Muslim tidak menyukai orang2 yg melampaui batas/sewenang- wenang (Qs.5:87).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88). Allah Muslim sewenang2 untuk menyesatkan umat manusia?!
Allah Muslim memerintahkan umaatNya untuk membunuh dan Allah Muslim berkata: “Maka (yg sebenarnya) bukan kamu yg membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yg membunuh mereka ….” (Qs.8:17).
Jadi, di sini sudah ada 2 pertentangan ayat, dan total sudah ada 189 pertentangan.
Allah Muslim adalah Petunjuk Jalan yg Lurus (Qs.19:36).
Hal ini bertentangan dengan:
“Barangsiapa yg disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan” (Qs.4:143).
“Dan barangsiapa yg disesatkan Allah, maka merekalah orang2 yg merugi.” (Qs.7:178).
Jadi, disini sudah ada 3 pertentangan ayat. Total sudah ada 192 pertentangan.
Allah Muslim membenci orang kafir, orang yg berbuat sewenang-wenang dan orang syirik (Qs.8:55, 4:48, 4:116).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim menangguhkan (menahan) penghukuman terhadap orang2 kafir sehingga dosa2 mereka semakin bertambah?! (Lihat Qs.3:178).
Jadi, disini sudah ada 4 pertentangan ayat, total sudah ada 196 pertentangan.
Alquran mengatakan: “Tidak ada paksaan dalam agama Islam…” (Qs.2:256)
Hal ini bertentangan dengan:
Qs. 5:33 mengatakan dan memerintahkan kepada umat Muslim untuk membunuh, memotong tangan dan kaki, melakukan penyaliban, membuang (menyingkirkan/ memusnahkan) orang2 yg menolak Allah Muslim & RasulNya (Mhd) serta ajarannya.
Allah Muslim memerintahkan untuk memancung/memenggal kepala dan membunuh orang2 kafir (Non-Muslim) (Qs.47:4, Qs.9:5, Qs.8:12, Qs.8 :17, Qs.8:60, Qs.9:14, Qs.9:73, Qs.9:29, Qs.48:29, Qs.4:74, Qs.2:154, Qs.2:190-191, Qs.9:38, Qs.9:41, Qs.4:76).
Sampai disini sudah ada 16 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 212 pertentangan.
Qs.2:54 berkata: “Bunuhlah dirimu sendiri! Hal itu lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yg menjadikan kamu, maka Tuhan akan menerima taubatmu …”
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.4:29: ” …Janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.”
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 213 pertentangan.
Masih banyak sekali kontradiksi, pertentangan dan ketidakkonsistenan Alquran. Tetapi karena mengingat banyaknya, maka cukuplah sampai point ke-50 ini saja.
Kesimpulan:
Alquran itu banyak pertentangan ayat.
Alquran itu bukan wahyu Allah yg Benar (wahyu Palsu).
Alquran itu tidak perlu dipercayai/diimani.
Alquran itu tidak mengandung kebenaran.
Alquran itu bukan mujizat.
Alquran itu tidak sempurna.
Alquran bukan berasal dari sorga.
Ini berarti:
Allah Muslim tidak sempurna.
Allah Muslim bukan Tuhan Allah yg Benar.
Allah Muslim tidak dapat dipercaya.
Allah Muslim tidak pantas diimani.
Allah Muslim pembohong.
Allah Muslim hanya sosok “rekayasa” belaka.
Allah Muslim bukan berasal dari sorga.Tapi dari muhammad sendiri.
April 6, 2011 at 2:29 am
sumber
http://beritamuslim.wordpress.com/2009/04/26/kontradiksi-pertentangan-dan-ketidakkonsistenan-alquran/
April 6, 2011 at 5:29 am
Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.
Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.
Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.
Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.
Ceritanya begini ….
Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.
Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.
Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.
Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.
Ceritanya begini ….
Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.
Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongeng yang indah?”.
Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.
Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.
Ceritanya begini ….
Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapatlah sebuah kerajaan yang aman dan makmur. Kerajaan itu memiliki seorang Raja yang baik hati dan dicintai rakyatnya. Sang Raja itu mempunyai seorang putra yang baik hati pula yang bernama Pangeran Mungil. Sang Raja amatlah sayang kepada putranya itu.
Suatu hari ketika sang putra berulangtahun, sang Raja bertanya kepada putra pangerannya, “Anakku sayang, hari ini adalah hari ulangtahunmu. Hadiah apakah yang kau minta dari ayah? Anakku ingin dibelikan mobil main-mainan, atau minta diceritakan dongen yang indah?”.
Sang pangeran pun berkata dengan gembiranya, “Horee.., aku ingin diceritakan dongeng yang indah saja, Ayahku ….”.
Sang ayah pun tersenyum. Ia berkata, “Baiklah, sekarang akan ayah ceritakan sebuah cerita dongeng yang indah ….”.
Ceritanya begini ….
………….begitu seterusnya sampe mabokkk!!!!!
Jungkir-balik usaha manusia manusia karosetan untuk dapat mempertahankan keyakinan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan. Biar bagaimana pun mereka ingat bahwa Alkitab tidak mempunyai satu pun ayat yang mengisahkan bahwa Jesus pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU. Hal itu jelas meruntuhkan dasar bagi keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan…
Pun jungkir-balik lah manusia manusia karosetan untuk dapat memelintir kata dan semua ayat yang ada di dalam Alkitab mereka supaya dapat mengamankan dan melanggengkan nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan, terlebih dengan tidak adanya ayat di dalam Alkitab yang mengisahkan bahwa Jesus pernah berkata dengan lisannya sendiri bahwa AKU ADALAH TUHAN DAN SEMBAHLAH AKU. Hal itu jelas meruntuhkan dasar bagi keyakinan bahwa Jesus adalah Tuhan…
Sangat perih sekali bagi manusia manusia karosetan ketika di dalam Alkitab mereka justru dijumpai ayat di dalam Markus 10 ayat 18 yang berbunyi ………….
Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”
Maka apakah lagi usaha mereka untuk dapat mengamankan nafsu mereka bahwa Jesus adalah Tuhan?
Mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …
Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus adalah baik
3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah
Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.
Coba kita renungkan.
Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.
Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?
Jesus itu baik sebagai manusia?
Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:
@Berak
@Kentut
@Kencing
@Lapar
@Keringat bau.
@Punya nafsu sex
@ delele.
Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.
Kita kembalikan kepada silogisme tadi:
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus TIDAK baik
3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.
Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.
Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?
Jesus itu baik sebagai Tuhan?
Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.
Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.
Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:
Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?
Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,
Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:
Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”
Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut, mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …
Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus adalah baik
3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah
Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.
Coba kita renungkan.
Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.
Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?
Jesus itu baik sebagai manusia?
Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:
@Berak
@Kentut
@Kencing
@Lapar
@Keringat bau.
@Punya nafsu sex
@ delele.
Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.
Kita kembalikan kepada silogisme tadi:
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus TIDAK baik
3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.
Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.
Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.
Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?
Jesus itu baik sebagai Tuhan?
Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.
Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.
Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:
Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?
Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,
Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:
Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”
Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut, mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …
Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus adalah baik
3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah
Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.
Coba kita renungkan.
Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.
Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?
Jesus itu baik sebagai manusia?
Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:
@Berak
@Kentut
@Kencing
@Lapar
@Keringat bau.
@Mulunya bau kalau bangun tidur.
@Jembutan
@Punya nafsu sex
@ delele.
Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.
Kita kembalikan kepada silogisme tadi:
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus TIDAK baik
3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.
Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.
Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.
Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?
Jesus itu baik sebagai Tuhan?
Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.
Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.
Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:
Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?
Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,
Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:
Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”
Untuk menerjemahkan ayat di atas tersebut, mereka membuat silogisme, dan dengan silogisme itu mereka mengharap banyak bahwa ternyata (menurut sangkaan mereka) Markus 10:18 itu justru BERTUTUR BAHWA JESUS ADALAH TUHAN …
Inilah silogisme mereka yang mereka buat untuk mengamankan nafsu sataniah mereka,
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus adalah baik
3. Kesimpulan: Yesus adalah Allah
Pada silogisme ini, mereka menekankan pada point / premis kedua yaitu bahwa Jesus adalah baik. Menurut kepercayaan mereka, Jesus adalah baik. Oleh karena itu, jika Jesus adalah baik, maka Jesus adalah Tuhan, mengingat Tuhan itu adalah baik, berdasarkan paparan Markus 10:18.
Coba kita renungkan.
Kaum karosetan amat mengedepankan ide bahwa Jesus adalah baik (dengan demikian Jesus adalah Tuhan). Namun mereka tentunya tidak boleh melewatkan satu pembahasan yang maha penting mengenai Jesus itu sendiri.
Jesus itu baik, sebagai manusia, atau sebagai Tuhan? Kira-kira apa jawaban kaum karosetan terhadap pertanyaan tersebut?
Jesus itu baik sebagai manusia?
Kalau kita berpatokan pada kenyataan bahwa Jesus adalah manusia, maka adalah AMAT MUSTAHIL untuk sampai pada kesimpulan bahwa Jesus adalah baik. Ingat, Jesus itu:
@Berak
@Kentut
@Kencing
@Lapar
@Keringat bau.
@Mulunya bau kalau bangun tidur.
@Jembutan
@Punya nafsu sex
@ delele.
Kalau kita berpatokan pada hal-hal di atas, maka hal berikutnya adalah bahwa kita harus menyatakan bahwa YESUS ITU TIDAK BAIK SAMA SEKALI karena ia mempunyai aib sebagaimana aib nya manusia manusia lain.
Kita kembalikan kepada silogisme tadi:
1. Premis 1: Hanya Allah yang baik
2. Premis 2: Yesus TIDAK baik
3. Kesimpulan: Yesus BUKAN LAH Allah.
Singkat kata, Jesus bukan lah Allah. Markus 10:18 sama sekali tidak mengijinkan kita untuk berasumsi bahwa Jesus adalah Tuhan, karena Jesus itu TIDAK BAIK SAMA SEKALI.
Nah itu kalau kita berasumsi bahwa Jesus adalah manusia.
Sekarang bagaimana kalau kita memandang Jesus itu sebagai Tuhan?
Jesus itu baik sebagai Tuhan?
Kalau berpatokan kepada asumsi bahwa Jesus itu adalah manusia, maka mustahil Jesus itu adalah Tuhan, mengingat Jesus sebagai manusia PASTILAH TIDAK BAIK! Ia diliputi banyak kekurangan yang memilukan di sana sini.
Lantas bagaimana kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu baik sebagai Tuhan? Kalau lah Jesus itu memang Tuhan, maka pastilah Jesus itu baik, karena MUSTAHIL ada Tuhan yang tidak baik.
Sebagai Tuhan, Jesus itu baik atau tidak?
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, kita ajukan dulu satu pertanyaan:
Kalau kita berasumsi bahwa Jesus itu adalah Tuhan, maka pada ayat mana di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan?
Nanti kelak manusia manusia karosetan akan menjawab,
Markus 10:18 menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan:
dst……….
dst………………
dst……………………
dst…………………………
Demikian lah manusia manusia karosetan akan terus berputar-putar pada paragraph di atas sampai hari kiamat.
Dan pada setiap putaran itu, manusia manusia karosetan itu tidak akan sampai pada kesimpulan / kepastian bahwa Jesus adalah Tuhan (karena kalau lah Jesus itu Tuhan, hal itu berasal dari ayat mana di dalam Alkitab?). Namun sebaliknya, setiap putaran hanya akan memastikan bahwa Jesus adalah manusia biasa, dan oleh karena itu itu ia tidak sempurna, tidak baik, dus, ia bukan lah Tuhan …
Analisa.
Manusia manusia karosetan telah lama meyakini bahwa Jesus itu adalah manusia 100% dan Tuhan 100%.
Kalau Jesus adalah manusia 100%, maka pastilah Jesus adalah individu yang tidak baik / tidak sempurna. Mengingat, tidak ada manusia yang sempurna.
Kemudian, kalau Jesus adalah Tuhan 100%, maka berasal dari ayat manakah di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus itu adalah Tuhan? Muter lagi ke atas sampek kiamat!!!!
Dengan begitu, klaim karosetan bahwa Jesus itu adalah manusia 100% dan Tuhan 100%, runtuh dengan sendirinya, karena tidak ada manusia yang baik, pun kalau Jesus itu adalah Tuhan, maka ayat Alkitab mana yang menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan?
Berikutnya, mungkin sekali manusia manusia karosetan akan berkilah bahwa Jesus adalah baik sebagai manusia. Semua kisah Jesus yang ada di dalam Alkitab menuturkan betapa baiknya Jesus itu.
Ohya? Jelas sekali bahwa Jesus itu baik sebagai manusia. Namun ingat, baiknya Jesus itu menurut manusia manusia karosetan TENTUNYA hanya subjektivisme mereka belaka! Mungkin manusia manusia karosetan sepakat untuk menyatakan bahwa Jesus itu baik sebagai manusia, namun TIDAK LAH DEMIKIAN bagi kaum Yahudi, Muslim, hindu dan lain lain. Tidak ada gunanya manusia manusia karosetan tetap berkeras bahwa Jesus itu adalah baik!
Muhammad Saw saja, yang diklaim sebagai manusia sempurna oleh umat Muslim, justru mendapat penghinaan yang amat keji dari kaum karosetan. Nah bukan kah demikian sebaliknya? Muslim pun melihat bahwa Jesus adalah manusia yang tidak sempurna. Apalagi sebagai Tuhan? Ayatnya saja (ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Jesus adalah Tuhan) tidak ada kok!!
Bagi kaum Muslim, Hindu, Yahudi dan lain lain, Jesus banyak kekurangannya! Apa yang sebenarnya kekurangan Jesus yang dituturkan di dalam Alkitab, maka pastilah menurut manusia manusia karosetan itu adalah kesempurnaannya. Subjektivisme tentulah tidak dapat dijadikan landasan bagi suatu teori. Jadi percuma saja kalau pun karosetan tetap kekeuh untuk menyatakan bahwa Jesus itu adalah baik. Alkitab melaporkan bahwa Jesus ketakutan, Jesus marah kepada pohon ara, Jesus memerintahkan muridnya untuk mencuri keledai, Jesus mengutuki kota-kota yang tidak mau bertaubat, itu semua menunjukkan bahwa Jesus TIDAK LAH BAIK SEBAGAI MANUSIA sama sekali.
Belum lagi ditambah dengan ayat sebagai berikut,
……………”Naiklah Yesus ke atas keledai betina yg dicuri dari Betfage, lalu Yesus memasukkan jari dan kemaluannya ke lobang puki keledai betina itu hingga keluarlah cairan rupa mani (peju). Orang Israel yg melihat kelakuan Yesus tsb berteriak, itukah Mesias?” (Mat.20:22 dlm Alkitab 1928 sblm diedit pendeta Kristen Protestan…)……”
Ayat ini sudah jelas sekali mengesankan bahwa Jesus TIDAK LAH BAIK sebagai manusia!
Kesimpulan.
Malang sekali nasib saudara-saudara kita sesama anak cucu Adam as yang hanya dipermainkan oleh kerajinan tangan sang paulus kembaran iblis padang pasir damaskus! Mereka tidak akan pernah sampai pada kepastian bahwa Jesus adalah Tuhan, berdasarkan Alkitab suci mereka sendiri. Satu-satunya ayat yang mereka harapkan untuk mereka jadikan landasan keyakinan mereka bahwa Jesus adalah Tuhan adalah Markus 10:18 ini. Namun toh kalau kita telusuri lebih serius lagi, justru ternyata Markus 10:18 ini tidak memberi mereka apa-apa kecuali kenyataan bahwa Jesus adalah tidak baik. Ingat, pada ayat Markus 10:18 itu sendiri dengan jelas ada phrase yang berbunyi:
Jawab Yesus: “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”
Di sana ada kata SAJA. Apakah arti kata SAJA itu menurut bahasa Indonesia?
Saja, artinya ya SAJA, nothing more! Tidak ada yang lain. Tidak ada tambahan. Nah mengapa manusia manusia karosetan ingin mengantarkan semua manusia kepada keyakinan bahwa selain Allah ada Tuhan lain? Di ayat tersebut sudah jelas disebutkan SELAIN ALLAH SAJA…..
Wah, kalau pun kelak nanti manusia karotan masih berkilah, bahwa memang benar hanya ALLAH SAJA yang baik, namun bukan kah Jesus itu di dalam Allah? Sehingga dengan demikian Jesus adalah Tuhan?
Ohya?
Lantas pada ayat Alkitab mana yang menjelaskan bahwa Jesus adalah Tuhan? Muter lagi deh ke awal sampek tuakkkk!!!
Coba ke sini pula:http://truereligiondebate.wordpress.com/2008/03/29/the-myth-of-the-myth-of-peaceful-jesus-p-and-a-violent-muhammad-s-part-4-of-which-is-the-most-dangerous-book-on-earth-warning-not-for-weak-hearts/
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.
April 6, 2011 at 6:29 am
NYEMBAH JESUS DIA YUDAS PENGKHIANAT
NYEMBAH ROH KUDUS DIA MALAIKAT
NGIKUT PERJANJIAN BARU DIA BUATAN PAULUS
TIDAK SUNAT, MAKAN BABI NYEMBAH PAULUS
KEGEREJA HARI MINGGU BUATAN SIAPA?
IBADAH YAHUDI SABAT HI HIH HI NYEMBAH NGGA ADA DASAR.IBADAH MINGGU???
NGGA ADA HUJJAH AGAMA SUKA SUKA.BUATAN YAHUDI.
KRISTEN KHATOL MASUK NERAKA (LUKAS 14)
KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DALAM AL KITAB
KERAJAAN ALLAH BUKAN MILIK YAHUDI DAN KRISTEN KHATOL TAPI MILIK ISLAM.INI BUKTI NYATA
MAKANYA KRISTEN KHATOL BANYAK JADI MUALAF,BUKAN DENGAN PEDANG TAPI DENGAN BUKTI NYATA.DARI AL KITAB MEREKA SENDIRI.
MAKANYA NABI MUSA DAN NABI ISA SUDAH NUBUATKAN NABI AKAN DIBANGKITKAN DIKALANGAN SAUDARANYA.YAITU NABI MUHAMMAD SAUDARA SATU MOYANG.NABI ISHAQ DAN NABI ISMAIL’
S A U D A R A N Y A.
BUKAN
K E T U R U N A N NYA.
KETURUNAN LAIN DENGAN SAUDARA.PAHAMKAN.?
YAITU SAUDARA DARI MOYANGNYA NABI YA’KUB YAITU NABI ISMAIL KETURUNNYA YAITU NABI AKHIR ZAMAN NABI MUHAMMAD.
YESUS BERKATA KERAJAAN AKAN DIBERIKAN KEPADA BANGSA LAIN YAITU BANGSA ARAB(SAUDARANYA).
SABDA NABI MUSA:ULANGAN 18:15-18
18:15. Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti
SABDA YESUS MATIUS 21
21:42 Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
NABI ISMAIL ADALAH NABI YANG DIBUANG DENGAN HARAPAN TIDAK MEWARISI KELUARGA NABI YA’KUB.TETAPI ANAK KETURUNANNYA YAITU NABI MUHAMMAD TELAH MENJADI BATU PENJURU..
NABI BERSABDA:”AKU DIBANDINGKAN DENGAN NABI2 SEBELUMKU DALAM MENDA’WAHKAN AGAMA ALLAH ADALAH SEPERTI SEBUAH BANGUNAN DIMANA DISUDUTNYA ADA SATU BATU BATA YANG KOSONG MAKA AKULAH YANG MENGGENAPINYA.”
KEHEBATAN ISLAM ZAMAN NABI MUHAMMAD
21:44 (Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)” MAKANYA JAJAHAN2 ROMAWI LEPAS JADI ISLAM
21:45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya
TERMASUK PERSIA (IRAN)YANG DULU NYEMBAH API JADI NEGARA ISLAM,PERSIA PAKISTAN,PERSIA AFGHANISTAN DAN PERSIS HINDUSTAN DAN KHASMIR
NUBUATAN TENTANG NABI MUHAMMAD DARI SABDA HABAKKUK
3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.
3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.
3:5 Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya.
3:6 Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad.
3:7 Aku melihat kemah-kemah orang Kusyan tertekan, kain-kain tenda tanah Midian menggetar.
ORANG KUSYAN ADALAH ARABIA.PENAFSIRAN AHLI BIBLE.
NABI HABAKKUK TELAH MENUBUATKAN TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD SAW KETURUNAN NABI ISMAIL DARI PEGUNUNGAN PARAN NEGERI ARAB DEMIKIAN PENDAPAT AHLI TAFSIR BIBLE
NUBUATAN NABI MUHAMMAD DARI NABI YESAYA
21:1. Ucapan ilahi terhadap “padang gurun di tepi laut”. Seperti puting beliung mendesing lewat di Tanah Negeb, demikianlah datangnya dari padang gurun, dari negeri yang dahsyat.
21:11. Ucapan ilahi terhadap Duma. Ada seorang berseru kepadaku dari Seir: “Hai pengawal, masih lama malam ini? Hai pengawal, masih lama malam ini?”
DUMA ANAK ISMAIL(KEJADIAN 25:14)
21:12 Pengawal itu berkata: “Pagi akan datang, tetapi malam juga. Jika kamu mau bertanya, datanglah bertanya sekali lagi!”
21:13. Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!
21:14 Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! (TEMA ANAK ISMAIL KEJADIAN 25:15)
21:15 Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. (BUKTI NABI MUHAMMAD LARI KE MADINAH DIKEJAR SENJATA KARENA DA’WAH)
21:16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.
SETELAH HIJRAHNYA NABI 1 TAHUN KEMUDIAN TIMBUL PERANG BADAR YANG DIMENANGKAN KAUM MUSLIMIN.
21:17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya.”
42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.
(ALLAH TURUNKAN AL QURAN BERBEDA DENGAN INJIL,ZABUR DAN TAURAT. BAHASA ARAB )
42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (KEDAR KETURUNAN NABI ISMAIL KEJADIAN 25:13.)
( TALBIYAH KETIKA BERHAJI ORANG MEMUJI ALLAH)TERBUKTI SAMPAI SEKARANG.)
42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.
42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: “Kamulah allah kami!” 360 PATUNG BESAR KECIL DALAM KA’BAH) DIHANCURKAN SENDIRI OLEH ORANG 2 YANG TELAH KEMBALI KE ISLAM.
AN NASR
110:1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
110:2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
110:3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.
ORANG2 BERHAJI SEMUA MEMUJI ALLAH.NUBUATAN HABAKKUK TERGENAPI UNTUK NABI MUHAMMAD.
KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT.UCAPKANLAH LAILAHAILLALLAH.TIADA TUHAN SELAIN ALLAH.
SEDANGKAN YESUS AJARANNYA TIDAK TERBUKTI.SEPERTI SUNAT, LARANGAN MAKAN BABI, PAKE TELEKUNG(JILBAB),KAWIN DUA NGGA SATUPUN KRISTEN KHATOL YANG PATUH.JADI YANG DISALIB TUH YESUS (YUDAS)ATAU NABI ISA AS.PIKIR TUH…
YAH YAHUDI BANI ISRAIL MEMANG BEBAL AKHIR ZAMAN DIHANCURKAN ALLAH.SEDANGKAN KRISTEN KHATOL LEBIH MUDAH DAPET HIDAYAH.KARENA MEMANG YAHUDI BANI ISRAIL YANG NYESATKAN MEREKA.NUBUATAN NABI HABAKKUK,NABI YESAYA, MUSA, YESUS SEMUA ADA DI ALKITAB MENJELASKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD.ANDA BERIMAN PADA KITAB MANA LAGI????
PARA NABI SATU KELUARGA.PESANNYA SAMA MENGAJAK HANYAMENYEMBAH ALLAH.MAKANYA DALAM QURAN PARA NABI BANI ISRAIL DIMULIAKAN, NABI ISA JUGA IBUNYA.KARENA MEMANG SEMUA PESAN DARI ALLAH.KLO BUATAN NABI MUHAMMAD UNTUK APA MEMULIAKAN MUSUHNYA BANGSA ISRAIL.NABI MUHAMMAD TAK PERNAH BERMUSUHAN. SINI BUKTI SEMUA AJARAN AGAMA SATU YAITU DARI ALLAH
YESAYA
5:3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
5:4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?
PB
WAHYU : 14 ISRAIL ANGGUR YANG ASAM AKAN DITUAI NABI ISA DENGAN SABITNYA DARI ALLAH.ANGGUR YANG ASAM AKAN DITUAI KARENA TIDAK MEMMBERI MANFAAT KEPADA MANUSIA DIMASUKKAN KEKILANGAN ANGGUR KEMURKAAN ALLAH.DIMUSNAHKAN SAMPAI HABIS.TERMASUK SEKUTU2 ISRAIL YANG MENYEMBAH SELAIN ALLAH.DEMIKIAN JUGA DI YEHEZKIEL.BACALAH NUBUATAN NABI2 TENTANG AKHIR ZAMAN.BAHWA ISRAIL YANG DIMURKAI ALLAH AKAN BINASA BERSAMA SEKUTU2NYA KRISTEN KHATOL.YANG MENYEMBAH SELAIN ALLAH.
SELAMATKAN DIRI ANDA, KELUARGA DAN ANAK CUCUCU ANDA.
TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK SELAMAT KECUALI KEMBALI KE ISLAM SEBAGAIMANA YANG DINUBUATKAN PARA NABI2 SEPERTI MUSA, ISA,HABBAKUK, YESAYA, YOHANES, YEREMIA.
APA TIDAK JELAS BAGI ANDA NUBUATAN PARA NABI ITU.??
April 6, 2011 at 7:20 pm
Sodomi Halal Dalam Islam
http://beritamuslim.wordpress.com/2010/10/07/sodomi-halal-dalam-islam/
April 6, 2011 at 4:21 pm
Ini satu lagi contoh kebodohan kristian:
ALLAH PENCIPTA LANGIT DAN BUMI.
ALLAH PENCIPTA MALAIKAT, IBLIS (JIN) dan MANUSIA.
Bukannye khek KRISTEN, masak si YESUS “dicobai” ame IBLIS… maksudnye “dicobai” itu di GRAYANGI ato di apaain siiih… Cekixkixl…kix…kix….
GIIIILLAAAAA!!!! SI IBLIS NEKAD BENER TUH..
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika mati tidak sempat bertobat!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.
April 6, 2011 at 6:59 pm
Darimanakah Asal usul Adzan menurut sumber Islam?
Sahih Bukhari, Buku 11, Nomor 578:
Ibnu Umar berkata; “Ketika kaum muslimin datang di Madinah, mereka berkumpul. Lalu, mereka menentukan waktu shalat, sedang belum ada panggilan untuk shalat (azan). Pada suatu hari mereka memperbincangkan hal itu. Sebagian dari mereka berkata, ‘Ambillah lonceng seperti lonceng (gereja) orang-orang Kristen.’ Sebagian mereka berkata, ‘Ambil terompet saja seperti terompet orang-orang Yahudi.’ Umar berkata, ‘Apakah kalian tidak mengutus seorang laki-laki yang memanggil untuk shalat? Rasulullah. berkata, ‘Hai Bilal, berdirilah, panggilah (azanlah) untuk shalat!’”
Sahih Muslim, Buku 004, Nomor 0735:
Ibnu Umar berkata; Ketika orang-orang Islam ketika tiba di Madinah, mereka berkumpul lalu memperkirakan waktu salat. Tidak ada seorang pun yang menyeru untuk salat. Pada suatu hari mereka membicarakan hal itu. Sebagian mereka berkata: Gunakanlah lonceng seperti lonceng orang Kristen. Sebagian yang lain berkata: Gunakanlah terompet seperti terompet orang Yahudi. Kemudian Umar berkata: Mengapa kalian tidak menyuruh seseorang agar berseru untuk salat? Rasulullah berkata: “Hai Bilal, bangunlah dan serulah untuk salat.”
Sahih Bukhari, Buku 11, Nomor 577:
Anas bin Malik berkata, “Pada waktu orang-orang sudah banyak”, ia mengatakan selanjutnya, “Mereka mengusulkan supaya mengetahui waktu shalat telah tiba, dengan suatu tanda yang mereka kenal. Ada yang mengusulkan dengan menyalakan api atau membunyikan lonceng. (Mereka menyebut-nyebut orang Yahudi dan orang-orang Nasrani). Maka, Bilal disuruh untuk menggenapkan (dua kali-dua kali) azan dan menggasalkan (satu kali-satu kali) iqamah, kecuali lafal-lafal iqamat, “Qad qaamatish shalaah.”
SEPERTI BIASA MUHAMMAD MENCOMOT HABIS AJARAN YAHUDI DAN KRISTEN.
Karena ingin menyaingi ibadah umat kafir, akhirnya ia suruh Bilal untuk berteriak sekencang-kencangnya. Hal yang sama diikuti para pengurus masjid jaman sekarang. Memasang TOA dan speaker ke empat penjuru dengan volume suara sekeras-kerasnya, tanpa memperdulikan bagaimana perasaan umat agama lain.
April 7, 2011 at 12:03 am
Ha ha ha..yang dibincangkan ngapain ‘Tuhan’ dicobai iblis.Lari ke masalah azan.Itu baru sedikit.Sulit yah mau jawab?
April 8, 2011 at 7:36 am
@ ilham:ngapain Tuhan dicobai iblis?
Pernahkan terfikir oleh kita, mengapa Yesus memberikan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah Yesus adalah Allah? Mengapa Allah membiarkan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah sebagai Allah, Yesus tahu bahwa Dia pasti menang melawan godaan Iblis? Namun, semua hal ini dilakukan oleh Yesus bukan untuk Diri-Nya sendiri, namun dilakukannya untuk kepentingan manusia, makhluk yang dikasihi-Nya. Yesus membiarkan Diri-Nya dicobai untuk menunjukkan strategi Iblis dalam menggoda manusia dan pada saat yang bersamaan, Yesus menunjukkan jalan bagaimana untuk menghadapi godaan tersebut. Semua yang Yesus lakukan merupakan suatu pelajaran bagi kita manusia, sehingga kita dapat mengikuti apa yang dilakukan-Nya, sehingga kita dapat mencapai keselamatan kekal.
Yesus adalah hukum yang baru
Puasa selama 40 hari yang dilakukan oleh Yesus, mengingatkan kita akan apa yang dilakukan oleh Musa, seperti yang dikatakan di kitab Keluaran: “Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman” (Kel 24:28). Dengan demikian, Yesus ingin menunjukkan bahwa Dia adalah hukum yang baru. Hukum yang sebelumnya dituliskan dalam dua loh batu sekarang menjadi daging; yang dulu merupakan hukum Taurat (law), sekarang menjadi rahmat (grace). Sama seperti Musa membawa dua loh batu kepada bangsa Israel dan menyatakan hukum Allah, maka Yesus membawa Diri-Nya sendiri dan menyatakan hukum yang baru dalam kotbah di bukit (lih. Mt 5), yang ditutup dengan suatu tuntutan yang terlihat tidak mungkin, yaitu “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mt 5:48). Dan tuntutan akan kesempurnaan hanya mungkin terjadi dengan rahmat Allah, yang tercurah dari pengorbanan Yesus sendiri di kayu salib.
Baptisan adalah suatu genderang perang terhadap iblis
Kita juga melihat bahwa pencobaan Yesus ini terjadi setelah Yesus dibaptis. Kita tahu bahwa baptisan bukan hanya sekedar simbol, namun merupakan suatu tindakan untuk mati terhadap dosa dan hidup di dalam Kristus (lih. Rm 6:1-6). Dengan Sakramen Baptis, maka kita menjadi anak-anak terang dan bukan lagi menjadi anak-anak gelap; meninggalkan manusia lama dan menjadi manusia baru, yang berarti mengikuti jalan Tuhan dan meninggalkan jalan Iblis. Oleh karena itu, secara tidak langsung, orang-orang yang telah dibaptis telah membunyikan genderang perang terhadap Iblis. Jadi, pencobaan Yesus setelah baptisan, mengajarkan kepada kita semua yang telah dibaptis untuk senantiasa bertumbuh di dalam kehidupan spiritualitas kita, karena kita pasti akan mengalami percobaan-percobaan hidup. Kita tidak dapat lulus dalam ujian tanpa bergantung pada rahmat Allah. Dengan demikian, kita harus mengikuti Kristus dalam menghadapi percobaan. Mari kita menganalisa satu-persatu percobaan yang dialami oleh Yesus.
Pencobaan 1 – Merubah batu menjadi roti vs Firman Allah
Kita tahu bahwa dosa asal membawa “concupiscence” atau kecenderungan berbuat dosa. Dan ini diterangkan oleh rasul Yohanes “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” (1 Yoh 2:16) Agar manusia dapat menghadapi tiga hal ini, maka Yesus menunjukkan bagaimana untuk bertahan dari keinginan daging, mata dan keangkuhan hidup. Dan hal ini terungkap dalam tiga macam percobaan yang dialami oleh Yesus.
Kalau kita menghubungkan dengan 1 Yoh 2:16, maka percobaan pertama ini berhubungan dengan keinginan daging. Yesus mengingatkan kita bahwa manusia yang terdiri dari tubuh dan jiwa, mempunyai kebutuhan jasmani dan rohani. Dan kita harus mengingat bahwa kebutuhan jiwa mempunyai tempat yang lebih tinggi dari kebutuhan jasmani, karena jiwa bersifat selamanya sedangkan badan bersifat sementara. Dengan demikian, Iblis senantiasa mengingatkan kita akan kebutuhan jasmani, dan Yesus mengingatkan bahwa kita harus memperhatikan keadaan jiwa kita dengan bergantung pada Firman yang keluar dari mulut Allah. Dan jika Firman itu telah menjadi daging, maka untuk bertahan dari percobaan kedagingan kita harus bergantung pada Sang Firman, yaitu Yesus sendiri, yang adalah Firman (lih. Yoh 1:1).
Pencobaan 2 – Kerajaan dunia dengan sujud menyembah Iblis vs menyembah Allah
Disinilah Iblis memberikan percobaan keinginan mata atau kekuasaan, uang, kerajaan duniawi, yang pada akhirnya menjadi satu paket dengan sujud menyembah si iblis. Kita mengingat apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Mt 6:24) Dan pada percobaan ini, Yesus menegaskan “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Mt 4:10) Dan inilah yang menjadi perintah pertama dari 10 perintah Allah, dimana Gereja Katolik mengambil dari Kel. 20:2-5, yang diformulasikan oleh St. Agustinus “Akulah Tuhan, Allahmu: Jangan ada allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit dan di bumi, dan jangan sujud menyembah kepadanya” Dengan demikian, di bagian terakhir ini, Yesus memberikan perintah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa, hati dan segenap akal budi (lih. Mt 22:37).
Pencobaan 3 – Jatuhkanlah Dirimu ke bawah vs Jangan mencobai Allah:
Pencobaan terakhir yang diberikan oleh Iblis kepada Yesus adalah pencobaan yang paling berbahaya, yang telah menjatuhkan Adam dan Hawa. Inilah pencobaan yang digambarkan oleh rasul Yohanes sebagai “keangkuhan hidup“. Keangkuhan atau kesombongan adalah ibu dari segala dosa. Untuk menangkal pencobaan ini, maka Yesus menjawab dengan “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”” (Mt 4:7). Kesombongan menggoda kita dengan mengatakan bahwa kita dapat melakukan semuanya sendiri, termasuk hidup tanpa Allah. Kesombongan membuat kita salah dalam menilai diri kita sendiri. Kesombongan membuat kita yang sebenarnya tidak dapat hidup tanpa Tuhan, berfikir bahwa kita dapat melakukan semuanya sendiri dan tidak perlu melibatkan Tuhan. Di dalam konteks inilah, kita diingatkan oleh Yesus untuk tidak mencobai Tuhan Allah-Mu, yaitu untuk tidak menganggap diri kita sama seperti Tuhan, yang dapat menentukan segala sesuatu sendiri. Kesombongan menghalangi rahmat Tuhan untuk dapat mengalir secara bebas kepada manusia, sehingga manusia yang pada dasarnya lemah akan semakin tidak berdaya tanpa rahmat Allah. Kesombongan ini hanya dapat ditangani dengan kerendahan hati, kebajikan yang menjadi dasar dari semua kebajikan. Kerendahan hati adalah mengakui bahwa kita bukanlah apa-apa dan Tuhan adalah segalanya. Lebih lanjut tentang kerendahan hati, silakan klik di sini. Bagi umat Katolik, salah satu manifestasi dari kerendahan hati adalah pada saat kita menerima Sakramen Tobat, dimana kita mengakui dosa-dosa kita secara terbuka, dengan penyesalan, dan dengan pertolongan rahmat Tuhan berjanji untuk tidak berbuat dosa lagi.
Penutup
Dari pemaparan di atas, kita melihat bahwa Yesus memang datang untuk membawa manusia kepada keselamatan, karena Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup (lih. Yoh 14:6). Agar manusia dapat terus berada di jalan Allah, maka Yesus memberikan rahmat yang bersumber pada misteri Paskah. Namun, karena tahu kelemahan manusia dan pencobaan yang akan diberikan oleh Iblis, maka Yesus sendiri memberikan Diri-Nya untuk dicobai, sehingga manusia tahu cara untuk menghadapi cobaan dari Iblis. Tiga kelemahan manusia, seperti yang dituturkan oleh rasul Yohanes, yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup harus dihadapi dengan Firman Allah, fokus akan tujuan akhir – yaitu Kerajaan Allah, serta dengan kebajikan kerendahan hati. Kita juga perlu merenungkan bahwa inilah yang dilakukan oleh kaum religius, dimana keinginan daging dilawan dengan kaul kemurnian, keinginan mata dilawan dengan kaul kemiskinan, dan keangkuhan hidup dilawan dengan kaul ketaatan. Mari, dalam kapasitas dan kondisi kita masing-masing, kita bersama-sama berjuang untuk bertahan melawan godaan Iblis, dan bertumbuh dalam kekudusan, sehingga kita terus mengejar kesempurnaan, sama seperti Bapa adalah sempurna (lih. Mt 5:48).
April 6, 2011 at 7:03 pm
@ ilham: lagi2 mengarang bebas,ha ha….ilham lu bagusnya jd pengarang,makin lama makin jelas kalu bener nabi lu juga pengarang yg hebat,lu aja yg jadi pengikutnya jago mengarang bebas,apalgi nabinya,ha ha…. salut buat islam yg jago mengarang bebas,tapi kalu ditanya tentang qurannya = 0 BESAR alias ga bisa jawab,ha ha ha…..
April 6, 2011 at 7:04 pm
@ ilham:
Tak Tahukah Bagaimana Cara Pipis dan BAB?
Tidak tahu bagaimana cara melegakan perut anda? Tanya Dr. Phil-nya Muslim, yakni nabi Muhammad, pakar urusan badan bagian bawah.
Islam merupakan cerminan bagus kelakuan obsessive/compulsive. Banyak hadis menunjukkan obsesi Muhammad dengan air seni, faeces (tahi), air mani, menstruasi, sex jorok dsb, belum lagi obsesinya agar dijaga setiap kali ia keluar rumah untuk buang hajat. Kesibukannya membahas hal-hal sekecil ingus sekalipun menunjukkan obsesi kuatnya dengan rutinitas urusan cuci mencuci aurat ini. Namun jangan salah! Tujuan pembersihan badan ala Islam ini sama sekali tidak bertujuan untuk mencegah penyakit.
Muhammad percaya bahwa air dalam bentuk apapun adalah MURNI, termasuk air bekas mencuci busana bekas bercak menstruasi, anjing mati, hal-hal bau (eg. Abu Dawud Book 1, Number 66), ataupun air minum ternak (Abu Dawud Book 1, No. 63, No. 76).
Agama lain juga punya ritual pencucian badan – bahkan banyak teks Yahudi DICONTEK Islam, tapi Islam membumbuinya dengan kebiasaan obsesif khas Muhammad. Hadis Muslim buku 2 (Nomor 500an) dan buku (nomor 600an – 730) luar biasa serunya. Bahkan ALLAH pun dilibatkan dalam urusan cuci mencuci aurat ini.
TAPI Muhammad sendiri mengarah kemana kalo berak? Ke Mekah atau Yerusalem (Baitul Maqdis) ??
Hadis Muslim Buku 2, Nomor 509:
…. Abdullah mengatakan : Orang-orang mengatakan jika kamu ke tempat buang air, mukamu tidak menghadap ke Kiblat ataupun Bait-ul-Maqdis. ‘Abdullah mengatakan : Saya naik ke atap rumah dan melihat rasulullah (saw) berjongkok pada dua batu bata untuk melepaskan isi perutnya dengan mukanya menghadap Bait-al-Maqdis.
(diulangi dalam Malik Muwatta Buku 14, Nomor 14.2.3: ) Malik Muwatta Buku 14, Number 14.1.1 & 14.1.2 juga melarang buang air kecil (BAK) atau besar menghadap kiblat.
Abu-Dawud Book 1, Number 13:
Diriwayahkan Jabir ibn Abdullah: Rasulullah (saw) melarang kami menghadap kiblat saat buang air kecil. LALU saya melihatnya menghadapnya (kiblat) sambil buang air kecil, setahun sebelum kematiannya.
Muhammad berjongkok dan buang air kecil seperti WANITA!
Abu-Dawud Book 1, Number 14:
Diriwayahkan Abdullah ibn Umar: Ketika nabi (saw) ingin buang hajat, ia tidak akan mengangkat busananya, sebelum ia membungkukkan diri didekat tanah.
Abu-Dawud Book 1, Number 22:
Diriwayahkan Amr ibn al-’As: AbdurRahman ibn Hasanah melaporkan: Saya dan Amr ibn al-’As pergi ke nabi (saw). Ia keluar dengan tameng kulit (ditangannya). Ia menutupi tubuhnya dengannya dan buang air kecil. Lalu kami mengatakan: Lihatlah! Ia (nabi) buang air seperti seorang wanita…
Hati-hatilah akan Jin/gendruwo
Abu-Dawud Book 1, Number 6:
Diriwayahkan Zayd ibn Arqam: Rasulullah (saw) mengatakan, tempat-tempat ini sering didatangi jin dan setan. Jadi barang siapa diantara kalian pergi kesana, ia harus mengatakan: “Saya mencari perlindungan Allah dari setan lelaki maupun perempuan.”
Abu-Dawud Book 1, Number 0035:
Diriwayahkan Abu Hurayrah: Rasulullah (saw) mengatakan… Barangsiapa yang pergi buang hajat, ia harus menyembunyikan diri, dan kalau ia hanya mendapatkan segumpul tanah, maka ia harus duduk membelakanginya dengan punggungnya, karena setan sering bermain-main dengan bagian bokong (pantat) anak-anak Adam…
Gunakan TIGA BATU untuk CEBOK
Abu-Dawud Book 1, Number 40:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Rasulullah (saw) mengatakan: Barang siapa pergi buang hajat, ia harus membawa TIGA BATU untuk mencuci diri. Itu cukup baginya.
(Diulangi dalam No. 41).
Setelah ngobrol dengan jin, Muhammad melarang penggunaan tulang, pupuk, arang untuk cebok
Abu-Dawud Book 1, Number 39:
Diriwayahkan Abdullah ibn Mas’ud: wakil-wakil jin datang kepada nabi (saw) dan mengatakan: Ya Muhammad, laranglah umatmu untuk mencuci diri mereka dengan sebuah tulang, pupuk atau arang, karena didalamnya (dalam barang-barang itu) terkandung gizi (sustenance) yang diberikan Allah bagi kita. Jadi nabi (saw) melarang mereka untuk melakukannya.
Abu-Dawud Book 1, Number 7:
Diriwayahkan Salman al-Farsi: Dikatakan pada Salman: nabimu mengajarkanmu semuanya, bahkan tentang buang hajat. Jawabnya: Ya. Ia melarang kami menghadap kiblat saat buang hajat dan membersihkan diri dengan tangan kanan dan dengan jumlah batu kurang dari tiga atau membersihkan dengan pupuk atau tulang.
Gunakan BASKOM seperti Muhammad di malam hari
Abu-Dawud Book 1, Number 24:
Diriwayahkan Umaymah puteri Ruqayqah: nabi (saw) memiliki baskom kayu dibawah tempat tidurnya, tempatnya pipis pada malam hari.
Jangan pandangi aurat orang lain
(bahkan pasangan nikah kalian sekalipun! Reliance of the Traveller: a classic manual of Islamic sacred law; m2.4 p512..)
Abu-Dawud Book 1, Number 15:
Diriwayahkan AbuSa’id al-Khudri: Saya mendengar rasulullah (saw) mengatakan: Jika dua orang bersama-sama buang hajat dan membuka bagian aurat mereka sambil berbicara, Allah yang Maha Kuasa dan Maha Mulia akan membenci kelakuan ini.
Gunakan tanah lunak didekat tembok!
Abu-Dawud Book 1, Number 3:
Abu Musa menjawabnya dan menulis: Suatu hari saya bersama dengan rasulullah (saw). Ia ingin buang air kecil. Lalu ia datang pada tanah lunak di sebuah tembok dan buang air. Ia (nabi) kemudian mengatakan:
Barang siapa dari kalian ingin buang air, ia harus mencari tempat (seperti ini).
Oleh karena itulah lelaki Muslim sering kencing se-enak udel di tembok-tembok Katedral Florence yang megah dan indah, sehingga membuat geram penulis anti-islam, Oriana Fallaci. Muhamad sendiri membunuh orang yang berak di tembok mesjid!! Tapi kalau temboknya Kristen sih, Muslim kagak peduli!!
YA ALLAH, berikanku pengampunanMu
Abu Dawud Book 1, Number 30:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Ketika nabi (saw) keluar dari tempat buang hajat, ia selalu mengatakan: “Berikanku pengampunanMu.”
(Memangnya si mamad ngapain aja sih di tempat buang hajat, kok minta ampun mulu!?!)
Muslim Book 2, Number 575:
Ibn Abbas melaporkan: rasulullah (saw) melewati dua kuburan dan mengatakan: Penghuni mereka sedang disiksa, bukan karena melakukan dosa berat. Salah seorang dari mereka sering mengumbar cerita dan yang lainnya tidak melindungi diri dari kotoran air seni…
(juga di No. 576)
Air seni Perempuan lebih KOTOR dari air seni Lelaki!!
Abu-Dawud Book 1, Number 375:
Diriwayahkan Lubabah, puteri al-Harith: Al-Husayn ibn Ali sedang duduk di pangkuang rasulullah (saw). Ia buang air kecil pada nabi… kata nabi: Air seni anak perempuan harus dicuci (dengan bersih) dan air seni anak lelaki HARUS DISIRAM KEMANA-MANA.
(diulangi dalam no 376, 377)
Dan hati-hatilah dengan gerak gerik tangan pada malam hari
Muslim Book 2, Number 541:
Abu Huraira mengatakan : Barang siapa bangun dari tidur, ia tidak boleh meletakkan tangannya pada (anunya) sebelum ia mencucinya tiga kali, karena IA TIDAK TAHU DIMANA LETAK TANGANNYA PADA MALAM ITU.
Konon menurut komentar pembaca :
Saat Khomeini hidup dalam pengasingan di Perancis, ia menuntut agar WC gaya baratnya itu dibongkar karena merupakan ‘karya setan’! Ia lebih suka dengan lobang di tanah ala Muhammad.
Ada satu lagi hadis yang bercerita tentang Muhammad menarik ranting kayu sebuah pohon dan berjalan kesebuah pohon lain dan menarik ranting pohon kedua ini sehingga menyatu sehingga ia bisa berjongkok dibelakangnya.
(Muslim book 42 No. 7149)!
PS: jangan pula, kalau anda mengeluarkan gas alias kentut, maka anda harus ambil wudhu lagi!!
Kekonyolan Islam memang tidak ada batasnya!*
April 6, 2011 at 7:11 pm
@ilham:
Sosok Muhammad
Muhammad adalah sosok hitam, bukan sosok putih. Dia adalah orang jahat, bukan orang baik. Sehebat apapun kekuasaannya, kalau dia adalah sosok hitam, seharusnya kita was-was bila mengikutinya.
Tidak dapat disangkal lagi, bagi orang-orang di luar kita, mereka dapat menilai Muhammad sebagai sosok hitam, karena:
Muhammad adalah seorang:
Pedofil
Penzinah
Pembohong (bahkan pembohong yang sangat konyol)
Pendendam dan berhati tengik
Perampok
Pembunuh sadis
Preman dan penjajah
Bukti-bukti fakta sejarah sudah diposting di berbagai thread, jadi tidak ada alasan bagi kita yang muslim berlagak pilon mempertanyakan kesahihan fakta di atas sebagai tuduhan tanpa bukti.
Saya berikan beberapa contoh saja sebagai referensi bahwa 7 tabiat hitam Muhammad itu adalah fakta adanya: (Sebenarnya kalau mau diungkap semua, akan butuh puluhan halaman)
1. Muhammad itu Pedofil
Hadist Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomor 64:
Diceritakan oleh Aisha
Bahwa Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan berhubungan seks ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia tetap menjadi istrinya selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian nya (Nabi) )
Hadist Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomor 151:
Dinyatakan ‘Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku.
Hadist Sahih Muslim Buku 008, Nomor 3327:
‘A’isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun.
2. Muhammad itu Penzinah
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 585: Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim
Diriwayatkan oleh Anas: Suatu hari Rasulullah menggauli seorang budak wanita miliknya. Aisyah dan Hafshah lantas terus-menerus memperbincangkan kejadian tersebut sampai akhirnya Rasulullah menjadikan budaknya itu haram bagi diri beliau (tidak akan digauli lagi). Allah lalu menurunkan At-Tahrim ayat 1: “Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 586: Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim
Suatu ketika, Rasulullah menggauli Maria, seorang budak wanitanya, di rumah Hafsah. Tiba-tiba Hafsah muncul dan mendapati Maria tengah bersama Rasulullah. Hafsah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa harus di rumah saya, tidak di rumah istri-istri engkau yang lain?” Rasulullah lalu berkata, “Wahai Hafsah, mulai saat ini haram bagi saya untuk menyentuhnya kembali. Rahasiakanlah ucapan saya ini dari siapapun.” Akan tetapi ketika Hafsah keluar dan bertemu dengan Aisyah, ia lantas membocorkannya. Allah lalu menurunkan ayat 1, “Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu demi menyenangkan hati istri-istrimu…”
Tafsir Maududi Q 33:50
[http://www.quranenglish.com/tafheem_quran/033-2.htm]
Dari empat budak ini (yaitu Raihanah, Juwairiyah, Safiyyah, dan Mariyah), Muhammad membebaskan 3 orang dan menikahinya, sedangkan dengan Mariyah dia memiliki “hubungan suami istri” atas dasar dia adalah budaknya. Dalam kasus Mariyah ini, tidak ada bukti bahwa Muhammad membebaskan dan menikahinya.
3. Muhammad itu Penipu (Pembohong)
Hadist Sahih Bukhari, Volume 7, Buku 67, Nomor 427:
“Adalah allah yang memberikan kepadamu mulut. Oleh allah dan atas kehendak allah, jika aku bersumpah dan kemudian menemukan yang lebih baik dari itu, maka aku akan mengubah sumpahku tersebut.
4. Muhammad itu Pendendam
Dua contoh saja:
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Jilid 2, Halaman 623-624
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma’ binti Marwan di atas, beliau bersabda, ‘Ketahuilah, siapakah yang bisa membunuh putri Marwan?’ Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma’ binti Marwan dan membunuhnya. Esok paginya, Umair bin Adi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah membunuh wanita tersebut.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Hai Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya.’ Umair bin Adi Al-Khathmi berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku ter-kena sesuatu karena membunuhnya?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Tidak ada satu pun orang yang ingin balas dendam karena kematiannya.’ Kemudian Umair bin Adi Al-Khathmi pulang ke kaumnya, Bani Khathmah, yang ketika itu sedang membicarakan kema-tian Ashma’ binti Marwan. Ketika itu, Ashma’ bin Marwan mempunyai lima anak laki-laki. Ketika Umair bin Adi Al-Khathmi tiba di kaumnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ia berkata, ‘Hai Bani Khathmah, akulah yang membunuh Ashma’ binti Marwan, oleh karena itu, silahkan kalian membuat tipu daya untukku dan jangan menunda-nunda.’
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Jilid 2, Halaman 622-623
Kemunafikan Abu Afak terlihat ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membunuh Suwaid bin Shamit. Abu Afak pernah berkata,
Aku telah hidup bertahun-tahun
Namun aku tidak melihat tempat tinggal untuk manusia
Aku memenuhi janji
Kepada orang yang berjanji di antara mereka jika ia mengajak
la termasuk anak keturunan Qailah (Al-Aus dan AI-Khazraj) di tempat mereka
la mengalahkan gunung dan tidak terkalahkan
Kemudian mereka dipecah belah orang seseorang yang datang kepada mereka
Sungguh tidak sama antara halal dengan haram Seandainya kalian membenarkan kejayaan dan kerajaan Niscaya kalian saling membaiat secara bergantian. ‘
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, `Siapa yang siap menindak orang brengsek tersebut?’ Kemudian Salim bin Umair saudara Bani Amr bin Auf dan salah seorang yang sering menangis pergi kepada Abu Afak dan membunuhnya.
5. Muhammad itu Perampok
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Jilid 1, Halaman 582
Ibnu Ishaq berkata, “Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi mereka.
Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,”Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan Allah memberikan kekayaan kepada kalian”.
Ketika mendekati Hijaz, Abu Sufyan mencari-cari informasi dan bertanya kepada musafir yang ia temui, karena ia takut mendapat serangan tidak terduga dari manusia. la mendapatkan informasi dari salah seorang musafir yang berkata kepadanya, ”Sesungguhnya Muhammad telah memobilisasi sahabat-sahabatnya untuk menyerangmu dan menyerang kafilah dagangmu,”.
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Jilid 2, Halaman 306
Ibnu Ishaq berkata, “Kinanah bin Ar-Rabi’ didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena kekayaan Bani An-Nadhir (=suku Yahudi yang diusir dari Medinah dan mengungsi di Kaybar) ada padanya. Beliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya.
Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Orang Yahudi tersebut berkata, ‘Aku pernah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.’
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, ‘Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?’
Kinanah bin Ar-Rabi’ menjawab, ‘Ya.’
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan penggalian reruntuhan benteng tersebut hingga akhimya sebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi’ tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, ‘Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.’
Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi’ hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendorong Kinanah bin Ar-Rabi’ kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah.”
Sehabis membunuh Kinanah, Muhammad meniduri Shafiyah (=istri Kinanah) pada malam harinya, tanpa menunggu masa idda.
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Jilid 2, Halaman 306-309
Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berhasil menaklukkan Al-Qamush benteng milik Hishn bin Abu Al-Huqaiq, Shafiyah binti Huyai bin Akhthab dan wanita lainnya–dihadapkan kepada beliau. Bilal -orang yang mendatangkan keduanya- bersama keduanya melewati korban orang-orang Yahudi. Ketika wanita yang bersama Shafiyah melihat korban-korban tersebut, ia berteriak, memukul wajahnya, dan menumpahkan tanah ke atas kepalanya. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melihat wanita tersebut, beliau bersabda, ‘Jauhkan dariku wanita syetan ini!’
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan Shafiyah berjalan di belakang beliau dan mengenakan baju beliau kepadanya. Kaum Muslimin pun paham bahwa beliau memilih Shafiyah untuk diri beliau sendiri. Beliau bersabda kepada Bilal, ‘Hai Bilal, sungguh kasih sayang dicabut darimu ketika engkau berjalan bersama dua wanita ini melewati korban-korban keduanya.’ Shafiyah -tadinya istri Kinanah bin Ar-Rabi’ Abu AI-Huqaiq- pernah bermimpi dalam tidurnya bahwa bulan jatuh ke pangkuannya, kemudian menceritakan mimpi tersebut kepada suaminya. Suaminya berkata, ‘Itu artinya engkau menginginkan raja Hijaz, yaitu Muhammad.’ Usai berkata seperti itu, suaminya menamparnya hingga matanya memar. Ketika Shafiyah didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bekas memar tersebut masih terlihat. Beliau menanyakan asal-muasal memar tersebut kepada Shafiyah, kemudian ia menceritakan kisah di atas kepada beliau.”
Resepsi Pernikahan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Shafiyah binti Huyai Radhiyallahu Anha
Ibnu Ishaq berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyelenggarakan pesta pernikahan dengan Shafiyah binti Huyai di Khaibar atau di salah satu jalan. Wanita yang merias Shafiyah binti Huyai untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, menyisir rambutnya, dan merapikannya adalah Ummu Sulaim binti Milhan, ibu Anas bin Malik. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bermalam dengan Shafiyah binti Huyai di kemah beliau, sedang Abu Ayyub Khalid bin Zaid saudara Bani An-Najjar semalam suntuk menghunus pedang menjaga dan mengelilingi kemah beliau.
Keesokan harinya, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melihat Abu Ayyub di sekitar kemah, kemudian bersabda, `Ada apa denganmu wahai Abu Ayyub?’
Abu Ayyub menjawab, ‘Wahai Rasulullah, aku khawatir wanita ini (Shafiyah) mencelakakanmu, karena kita telah membunuh ayah, suami, dan kaumnya. Ia baru saja masuk Islam, jadi, aku khawatir ia mencelakakanmu.’
Para ulama meyakini bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, `Ya Allah, jagalah Abu Ayyub, sebagaimana ia semalam suntuk menjagaku’.”
6. Muhammad itu Pembunuh Sadis
Hadis Sahih Bukhari Volume 1, #234
Dinarasikan oleh Abu Qilaba:
Anas berkata “beberapa orang dari suku Ukl atau Uraina datang ke Medinah dan iklim di sana tidak cocok untuk mereka jadi sang nabi menyuruh mereka untuk pergi ke gembala unta dan meminum susu dan kencing (sebagai obat). Jadi mereka pergi ke arah yang ditunjukkan dan setelah mereka sembuh, mereka membunuh gembala sang nabi dan membawa lari untanya. Berita itu sampai ke sang nabi pada pagi hari dan dia mengirim (orang) dalam pengejaran dan mereka tertangkap dan dibawa saat sore. Kemudian sang nabi menyuruh orang memenggal kaki dan tangan mereka (dan terlaksana), dan kemudian mata mereka dicap dengan besi panas dan mereka di taruh di “al-harra” dan saat mereka meminta air, tidak ada air yang diberikan. Abu Qilaba berkata, “orang2 itu mencuri dan membunuh, menjadi orang tak beriman setelah memeluk islam dan melawan allah dan nabinya.”
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Jilid 2, Halaman 206-207
Ibnu Ishaq berkata, “Setelah itu, orang-orang Yahudi Bani Quraidhah disuruh turun, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menahan mereka di Madinah di rumah putri Al-Harits, salah seorang wanita dari Bani An-Najjar. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi ke Pasar Madinah, kemudian membuat parit di sana. Setelah itu, beliau memerintahkan orang-orang Yahudi Bani Quraidhah dibawa ke parit tersebut dan memenggal kepala mereka di dalamnya. Mereka dibawa ke parit tersebut kelompok per-kelompok, termasuk musuh Allah Huyai bin Akhthab, Ka’ab bin Asad tokoh Bani Quraidhah bersama enam ratus atau tujuh ratus orang-orang Bani Quraidhah. Ada yang mengatakan bahwa jumlah mereka adalah delapan ratus atau bahkan sembilan ratus. Orang-orang Yahudi Bani Quraidhah berkata kepada Ka’ab bin Asad ketika mereka dibawa kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam secara berkelompok, ‘Hai Ka’ab, bagaimana pendapatmu terhadap perlakuan Muhammad kepada kita?’ Ka’ab bin Asad berkata, ‘Kenapa kalian tidak berpikir di setiap tempat? Tidakkah kalian lihat dai yang tidak terbantahkan? Bukankah orang di antara kalian yang dibawa kepadanya itu tidak kembali lagi? Demi Allah, inilah pembunuhan.’ Itulah yang terjadi hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selesai merealisasikan keputusan Sa’ad bin Muadz terhadap mereka.”
7. Muhammad itu Preman dan Penjajah
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Buku 2, Nomor 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”
Hadis Sahih Muslim, Buku 19, Nomor 4294:
Dari Sulaiman Ibnu Buraidah, dari ayahnya, bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam jika mengangkat komandan tentara atau angkatan perang, beliau memberikan wasiat khusus agar bertaqwa kepada Allah dan berbuat baik kepada kaum muslimin yang menyertainya. Kemudian beliau bersabda: “Berperanglah atas nama Allah, di jalan Allah, perangilah orang yang kufur kepada Allah. Berperanglah, jangan berkhianat, jangan mengingkari janji, jangan memotong anggota badan, jangan membunuh anak-anak. Jika engkau bertemu musuhmu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada tiga hal. Bila mereka menerima salah satu dari ajakanmu itu, terimalah dan jangan apa-apakan mereka, yaitu: (1) ajaklah mereka memeluk agama Islam, jika mereka mau, terimalah keislaman mereka; kemudian ajaklah mereka berpindah dari negeri mereka ke negeri kaum muhajirin, jika mereka menolak, katakanlah pada mereka bahwa mereka seperti orang-orang Arab Badui yang masuk Islam, mereka tidak akan memperoleh apa-apa dari harta rampasan perang dan fai’ (harta rampasan tanpa peperangan), kecuali jika mereka berjihad bersama kaum muslimin. Bila mereka menolak (masuk Islam), (2) mintalah mereka agar membayar upeti. Jika mereka menyetujui, terimalah hal itu dari mereka. Lalu, bila mereka menolak, mintalah perlindungan kepada Allah dan (3) perangilah mereka. Apabila engkau mengepung penduduk yang berada dalam benteng dan mereka mau menyerah jika engkau memberikan kepada mereka tanggungan Allah dan Rasul-Nya, maka jangan engkau lakukan, namun berilah tanggungan kepada mereka. Karena sesungguhnya jika engkau mengurungkan tanggunganmu adalah lebih ringan daripada engkau mengurungkan tanggungan Allah. Apabila mereka menginginkan engkau memberikan keamanan atas mereka berdasarkan hukum Allah, jangan engkau lakukan. Tetapi lakukanlah atas kebijaksanaanmu sendiri, karena engkau tidak tahu, apakah engkau tepat dengan hukum Allah atau tidak dalam menetapkan hukum kepada mereka.”
April 7, 2011 at 12:17 am
Ha ha ha ..Sekali keldai,selama-lamanya keldai.24 hujjah nabi bukan pedofil telah diberikan.Seorang kristian pun gak boleh bantah.Taunya mengulang perkara yang sama.Pantes kalau ramai yang jadi muallaf.Ha ha ha..
April 7, 2011 at 2:45 am
Muhammad seorang NABI PALSU
Bukti-bukti Muhammad seorang nabi palsu:
Tidak mampu mengadakan satu pun mujizat. (Kalau pun ada, itu berasal dari hadish tak sahih yang dibuat ratusan tahun kemudian sesudah Muhammad wafat, misal tentang mujizat Muhammad membelah bulan, ini pun berasal dari mulut Muhammad sendiri, tak ada saksi. Sungguh konyol).
Dirinya sendiri yang mengklaim bahwa dirinya adalah nabi. (Nabi-nabi di Israel tidak ada yang menyebut dirinya sendiri sebagai nabi, tetapi segala ucapan dan mujizat yang membenarkan bahwa dia nabi sehingga orang-oranglah yang menyebutnya nabi, bukan atas pengakuannya sendiri)
Dia dengan sengaja mengarang kitab suci sendiri dan mencoba membenarkan bahwa kitabnya asli bukan palsu. (Nabi-nabi Israel seperti Musa, Yesaya, Daniel, juga menulis kitabnya sendiri tapi tidak ada klaim-klaim bahwa kitabnya adalah kitab suci asli atau palsu, sebab tulisan mereka bukan untuk tujuan dikultuskan, justru orang-orang yang terkemudianlah yang mengkultuskan tulisan-tulisan nabi itu menjadi kitab suci).
Dia dengan sengaja menciptakan agama sendiri dan mencoba membenarkan bahwa agamanya adalah agama asli berasal dari Tuhan, yang merupakan kelanjutan dari agama-agama sebelumnya. (Padahal Tuhan yang Sejati tidak pernah menciptakan agama apapun. Yahudi dan Kristen adalah hasil penamaan masing-masing umat untuk lembaga mereka, bukan nama dari Tuhan. Ajaran Tuhan adalah universal)
Alquran dikatakan sebagai kitab suci kelanjutan dari kitab-kitab suci sebelumnya yang juga diturunkan oleh Tuhan kepada nabi Musa, nabi Daud dan nabi Yesus. (Padahal Tuhan yang Sejati tidak pernah menurunkan kitab suci dalam pengertian harfiah. Yang Tuhan berikan kepada Musa adalah 2 loh batu, bukan kitab. Demikian juga kitab Zabur (Mazmur) bukan kitab yang jatuh dari langit yang diberikan Tuhan kepada Daud, dan apalagi Injil, bukanlah kitab yang ditulis oleh Yesus. Kesalahkaprahan dalam pemahaman ini sebagai bukti kalau Muhammad nabi palsu yang bodoh)
Banyak kisah-kisah Islam yang mencatut dongeng-dongeng kafir dari agama-agama pagan di Timur Tengah, di antaranya kisah tentang Tuhan pernah mengutuk manusia jadi kera (monyet) (QS 2:65; 5:60; 7:166), kisah Bidadari Surga mirip dengan kisah dalam agama Zoroaster atau Hindu, kisah Isra’ Miraj, Raja Salomo bercakap-cakap dengan semut (Amsal 6:6; 30:25), kisah Abraham dibakar oleh Raja Nimrod (mirip dengan kisah dalam Daniel 3), kisah Gideon yang tertukar dengan Saul raja Israel, nama Maria ibu Yesus yang tertukar dengan nama Maryam saudara perempuan Musa/Harun, dan masih banyak lagi.
Kejahatan yang tak terperikan yang pernah dilakukan sang nabi. (Memang sebelum Muhammad terusir dari Mekkah, tingkah lakunya biasa-biasa saja. Tapi semenjak dia hijrah ke Madinah, dengan didukung oleh tentara Ansor yang notabene asli Madinah, gerombolan baru ini suka merampok para pedagang yang melintasi perbatasan Mekah-Madinah, sekaligus memperkosa para tawanan wanitanya. Di dalam kota sendiri, Muhammad membantai orang-orang Yahudi satu demi satu yang kebanyakan adalah para pedagang kaya, Muhammad dan gerombolannya mengambil alih harta orang-orang Yahudi yang dibunuh itu yang katanya merupakan rejeki dari Allah dan mengambil alih istri dan anak-anaknya, sebagian dijadikan budak dan sebagian dijadikan istri, dan masih banyak lagi).
Kebejatan moral yang dilakukan sang nabi. (Setelah istri pertamanya yang bernama Kadijah wafat, Muhammad bebas berbuat semaunya dalam mencari obyek seksnya. Dia mengembat menantunya sendiri yang bernama Zainab, memperistri anak kecil berumur 6 tahun bernama Aisyah, berzinah dengan budaknya yang bernama Maria, setelah ketahuan oleh istrinya yang bernama Hafsah, turun ayat palsu yang memerintahkan Muhammad agar menikahi budaknya, mengambil alih istri orang Yahudi dari Kaybar bernama Shafiyah sehari setelah keluarganya disiksa dan dibantai oleh gerombolannya, dan masih banyak lagi).
Muhammad sebagai nabi palsu sangat cocok dengan nubuat dalam kitab Wahyu (13:18; 19:20; 20:10). Di dalam kitab suci disebutkan bilangan namanya, yaitu 600 60 6 atau 666. Bila angka 666 dianggap sebagai angka tahun, ini sebuah angka yang sangat dekat dengan angka tahun Masehi di mana ketika itu Kerajaan Islam mencapai masa kejayaannya; bila ditilik dari pecahan bilangan tersebut, yaitu 600 60 6, maka ini pun sangat klop dengan Muhammad. Tahun 622M sebagai tahun hijrah Muhammad memulai karir gemilangnya sebagai nabi di Madinah, angka 622 bila diambil ratusannya saja maka kita peroleh angka 600. Usia 63 Muhammad wafat dipelukan Aisyah karena racun ganas yang menggerogotinya hampir selama 3 tahun, bila diambil angka puluhannya saja akan diperoleh angka 60. Muhammad lahir pada tahun 571/572M, bila dijadikan angka satuan (angka abad) akan kita peroleh angka 6. Sehingga 600 60 6 maupun 666 semuanya cocok dan klop dengan Muhammad bila kita mencoba untuk mencocokkannya. Apalagi kalau kita mau melihat jumlah ayat dalam Alquran, yang jumlahnya 6.666 ayat. Sungguh fantastis, semuanya serba 6, dan bila angka itu dipecah akan menjadi 6000 600 60 6. Kenapa saya coba menghubungkannya dengan Muhammad? Pertimbangan ini diambil karena kata “nabi palsu” dalam kitab Wahyu ditulis dalam bentuk tunggal (bukan jamak), artinya hanya ada satu nabi palsu yang perlu mendapatkan perhatian serius. Dan sepanjang sejarah manusia, hanya Muhammad-lah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, sebab dia secara terang-terangan menentang Yesus sebagai Tuhan (Antikristus), pengaruhnya mendunia, tidak hanya lokal di Arab saja, dan ajarannya telah menyebabkan kehancuran besar dan menewaskan ribuan orang bahkan jutaan orang akibat dari buah-buah yang dihasilkan oleh pengikutnya, seperti dari kasus-kasus BOM BUNUH DIRI maupun PELEDAKAN PESAWAT & PERUNTUHAN GEDUNG WTC di Amerika. Islam sangat membenci Yahudi dan Kristen, nah, siapa lagi kalau bukan dia? Bukankah sejak dari zaman Taurat sampai zaman Yesus, Iblis memang selalu berusaha untuk menghancurkan umat Allah?
Kita jangan membenci Muslim, sebab mereka cuma korban. Mereka begitu karena nabinya. Mereka bejat dan jahat juga karena nabinya. Kita seharusnya merasa iba dan kasihan kepada Muslim. Kita harus tunjukkan buah-buah roh dan kasih sayang kepada para Muslim. Kita doakan semoga Tuhan mau mengampuni mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat. Mereka hanyalah korban. Sekali lagi, kita harus mengasihi mereka, karena sebagai manusia kita sebenarnya bersaudara.
April 7, 2011 at 2:46 am
Islam Agama Yang Paling Benar: Mana Buktinya?
Kalau islam agama yang paling benar, maka tuhan islam mestinya juga yang paling canggih, bukan?
Lihatlah Yahudi; terlepas dari segala kesengsaraan mereka, mereka sukses mendirikan sebuah negara maju dalam waktu 60 tahun saja. Sementara kaum muslim… mendapatkan BANTUAN dolar dari kanan kiri, banjir minyak, TAPI jangankan 60 thn, dalam 600 tahun saja muslim tidak sanggup mendirikan negara yang sederajad dengan Israel!
Akuilah! Israel, negara tanpa kekayaan alam, telah mengalahkan muslim sangat telak! Ini yang disebut MUKJIZAT! Jelas, Tuhannya Israel lebih canggih dari dewa islam bernama “auwloh.”
Sekarang lihat kaum Kristen. Merekapun hidup lebih nyaman, makmur, damai dan sejahtera dari pada muslim. Sudah jelas Tuhan mereka lebih canggih dari tuhan islam.
Nah, sekarang marilah kita tengok tuhan islam. Di surga islam macam Mesir saja yang dianggap moderat dan maju, 43% penduduknya masih hidup dibawah garis kemiskinan, hidup dgn kurang dari 1,5 dollar per hari.
Kebanyakan negara Islam hidup dalam kelaparan, mengimpor 35% – 55% bahan pangan, sementara Israel kebanjiran makanan sampai MENGEKSPOR bahan pangan mereka.
Dalam situs Liga Arab, anda bisa menemukan daftar Muslim (baca: ARAB belum tentu Muslim) yang katanya mempengaruhi peradaban dunia. TAPI mereka lupa mencantumkan dalam situs tersebut bahwa mereka itu hidup pada abad ke-13,… delapan abad yang lalu !.
Dana R&D (Riset dan Pembangunan) muslim cuma mencapai 0.4% dari GDP, sementara CUBA saja yang bukan raksasa teknologi masih sanggup menyediakan dana sebanyak 1.26%. Satu lagi negara miskin minyak, Jepang, sebanyak 2.9% dari GDP raksasa mereka disediakan bagi riset sains.
Saya ulangi: BAGI RISET SAINS, dan bukan bagi penyidikan atas sifat jin dan bidadari surga dengan dada montok.
Menurut UNESCO, 27% lelaki dan 49% wanita Arab (58 juta orang) = BUTA HURUF. Rata-rata orang Arab cuma studi selama 3,4 thn (mirip dengan di Afrika yang miskin). Di Saudi, negara Arab paling kaya karena minyak dan keringat kafir, lebih dari 25% lulusan universitas adalah spesialis teologi (atau sarjana agama). TOTAL GDP SELURUH DUNIA ARAB mencapai $504-552 milyar, yang kira-kira 1,8-2 kali GDP negara bagian Massachusetts.
Secara militer, muslim juga NOL besar. Tanpa teknologi AS dan Eropa, muslim masih harus tergantung pada persenjataan yang digunakan nenek moyang: batu, celurit, golok, ketapel dan pentungan. Itupun masih harus dicuri dari YAHUDI!
Mari kita lihat lagi prestasi negara yang begitu dibenci muslim.
Israel: 5 juta YAHUDI tinggal di wilayah yang agak lebih besar dari sebuah kamp sepak bola, berhasil membangun tank yang dianggap sebagai tank terhebat didunia.
Nah, mana tank muslim? Tank muslim yang paling modern adalah onta terkenal yang diduduki Aisha pada saat Pertempuran Onta, saat Aisha memimpin pertempuran melawan sesama Muslim yang tergabung dalam kalifahnya Ali.
Pesawat militer Israel bernama “Levi” dibangun 30 thn yang lalu dan masih dipakai oleh angkatan bersenjata negara-negara Amerika Latin.
Dan mana pesawat terbang buatan Muslim? Yang terakhir saya dengar sih bernama Al BURAQ. Itupun cuma cukup untuk SATU penumpang doang.
Israel adalah pionir dunia dibidang farmasi. Jutaan orang diseluruh dunia per tahun diselamatkan karena prestasi farmasi dari Israel, umat Yahudi.
Sementara apa prestasi farmasi Muslim? Wudhu, susu dan kencing onta, sesuai dengan amanah nabi Muhamad dalam Sahih Bukhari Volume 1, Book 4, Number 234?
Rata-rata orang Israel berpendapatan 1200-1400 dollar/bulan. Sementara rata-rata orang Arab cuma 150-200 dollar.
Bagaimana mungkin kaum yang disebut oleh muslim sebagai monyet dan babi itu bisa berpenghasilan lebih tinggi?
Sebagaimana pepatah mengatakan, pohon yang baik pasti akan menghasilkan buah yang baik. Apakah buah yang telah dihasilkan oleh “pohon” islam, selain pembantaian dan pembunuhan massal lewat terrorisme? Selain aksi-aksi kekerasan dan intoleransi kepada masyarakat non-muslim?…
Ya, anda bisa menilai sendiri dari buah yang dihasilkan dari pohon islam!
April 7, 2011 at 7:27 am
KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DALAM AL KITAB
matius 20:15 ( kerajaan Allah = KEBUN ANGUR)(PEMILIK ANGUR= ALLAH)(PENGGARAP=ULAMA)(ANGGUR ASAM=BANI ISRAIL)KERAJAAN ALLAH (NUBUAH)diberikan pada bangsa arab (nabi Muhammad)karena bangsa yahudi ngga dipercaya lagi.
KERAJAAN ALLAH BUKAN MILIK YAHUDI DAN KRISTEN KHATOL TAPI MILIK ISLAM.INI BUKTI NYATA
MAKANYA KRISTEN KHATOL BANYAK JADI MUALAF,BUKAN DENGAN PEDANG TAPI DENGAN BUKTI NYATA.DARI AL KITAB MEREKA SENDIRI.
MAKANYA NABI MUSA DAN NABI ISA SUDAH NUBUATKAN NABI AKAN DIBANGKITKAN DIKALANGAN SAUDARANYA.YAITU NABI MUHAMMAD SAUDARA SATU MOYANG.NABI ISHAQ DAN NABI ISMAIL’
S A U D A R A N Y A.
BUKAN
K E T U R U N A N NYA.
KETURUNAN LAIN DENGAN SAUDARA.PAHAMKAN.?
YAITU SAUDARA DARI MOYANGNYA NABI YA’KUB YAITU NABI ISMAIL KETURUNNYA YAITU NABI AKHIR ZAMAN NABI MUHAMMAD.
YESUS BERKATA KERAJAAN AKAN DIBERIKAN KEPADA BANGSA LAIN YAITU BANGSA ARAB(SAUDARANYA).
SABDA NABI MUSA:ULANGAN 18:15-18
18:15. Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti
SABDA YESUS MATIUS 21
21:42 Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
NABI ISMAIL ADALAH NABI YANG DIBUANG DENGAN HARAPAN TIDAK MEWARISI KELUARGA NABI YA’KUB.TETAPI ANAK KETURUNANNYA YAITU NABI MUHAMMAD TELAH MENJADI BATU PENJURU..
NABI BERSABDA:”AKU DIBANDINGKAN DENGAN NABI2 SEBELUMKU DALAM MENDA’WAHKAN AGAMA ALLAH ADALAH SEPERTI SEBUAH BANGUNAN DIMANA DISUDUTNYA ADA SATU BATU BATA YANG KOSONG MAKA AKULAH YANG MENGGENAPINYA.”
KEHEBATAN ISLAM ZAMAN NABI MUHAMMAD
21:44 (Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)” MAKANYA JAJAHAN2 ROMAWI LEPAS JADI ISLAM
21:45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya
TERMASUK PERSIA (IRAN)YANG DULU NYEMBAH API JADI NEGARA ISLAM,PERSIA PAKISTAN,PERSIA AFGHANISTAN DAN PERSIS HINDUSTAN DAN KHASMIR
NUBUATAN TENTANG NABI MUHAMMAD DARI SABDA HABAKKUK
3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.
3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.
3:5 Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya.
3:6 Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad.
3:7 Aku melihat kemah-kemah orang Kusyan tertekan, kain-kain tenda tanah Midian menggetar.
ORANG KUSYAN ADALAH ARABIA.PENAFSIRAN AHLI BIBLE.
NABI HABAKKUK TELAH MENUBUATKAN TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD SAW KETURUNAN NABI ISMAIL DARI PEGUNUNGAN PARAN NEGERI ARAB DEMIKIAN PENDAPAT AHLI TAFSIR BIBLE
NUBUATAN NABI MUHAMMAD DARI NABI YESAYA
21:1. Ucapan ilahi terhadap “padang gurun di tepi laut”. Seperti puting beliung mendesing lewat di Tanah Negeb, demikianlah datangnya dari padang gurun, dari negeri yang dahsyat.
21:11. Ucapan ilahi terhadap Duma. Ada seorang berseru kepadaku dari Seir: “Hai pengawal, masih lama malam ini? Hai pengawal, masih lama malam ini?”
DUMA ANAK ISMAIL(KEJADIAN 25:14)
21:12 Pengawal itu berkata: “Pagi akan datang, tetapi malam juga. Jika kamu mau bertanya, datanglah bertanya sekali lagi!”
21:13. Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!
21:14 Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! (TEMA ANAK ISMAIL KEJADIAN 25:15)
21:15 Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. (BUKTI NABI MUHAMMAD LARI KE MADINAH DIKEJAR SENJATA KARENA DA’WAH)
21:16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.
SETELAH HIJRAHNYA NABI 1 TAHUN KEMUDIAN TIMBUL PERANG BADAR YANG DIMENANGKAN KAUM MUSLIMIN.
21:17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya.”
42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.
(ALLAH TURUNKAN AL QURAN BERBEDA DENGAN INJIL,ZABUR DAN TAURAT. BAHASA ARAB )
42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (KEDAR KETURUNAN NABI ISMAIL KEJADIAN 25:13.)
( TALBIYAH KETIKA BERHAJI ORANG MEMUJI ALLAH)TERBUKTI SAMPAI SEKARANG.)
42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.
42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: “Kamulah allah kami!” 360 PATUNG BESAR KECIL DALAM KA’BAH) DIHANCURKAN SENDIRI OLEH ORANG 2 YANG TELAH KEMBALI KE ISLAM.
AN NASR
110:1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
110:2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
110:3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.
ORANG2 BERHAJI SEMUA MEMUJI ALLAH.NUBUATAN HABAKKUK TERGENAPI UNTUK NABI MUHAMMAD.
KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT.UCAPKANLAH LAILAHAILLALLAH.TIADA TUHAN SELAIN ALLAH.
SEDANGKAN YESUS AJARANNYA TIDAK TERBUKTI.SEPERTI SUNAT, LARANGAN MAKAN BABI, PAKE TELEKUNG(JILBAB),KAWIN DUA NGGA SATUPUN KRISTEN KHATOL YANG PATUH.JADI YANG DISALIB TUH YESUS (YUDAS)ATAU NABI ISA AS.PIKIR TUH…
YAH YAHUDI BANI ISRAIL MEMANG BEBAL AKHIR ZAMAN DIHANCURKAN ALLAH.SEDANGKAN KRISTEN KHATOL LEBIH MUDAH DAPET HIDAYAH.KARENA MEMANG YAHUDI BANI ISRAIL YANG NYESATKAN MEREKA.NUBUATAN NABI HABAKKUK,NABI YESAYA, MUSA, YESUS SEMUA ADA DI ALKITAB MENJELASKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD.ANDA BERIMAN PADA KITAB MANA LAGI????
PARA NABI SATU KELUARGA.PESANNYA SAMA MENGAJAK HANYAMENYEMBAH ALLAH.MAKANYA DALAM QURAN PARA NABI BANI ISRAIL DIMULIAKAN, NABI ISA JUGA IBUNYA.KARENA MEMANG SEMUA PESAN DARI ALLAH.KLO BUATAN NABI MUHAMMAD UNTUK APA MEMULIAKAN MUSUHNYA BANGSA ISRAIL.NABI MUHAMMAD TAK PERNAH BERMUSUHAN. SINI BUKTI SEMUA AJARAN AGAMA SATU YAITU DARI ALLAH
YESAYA
5:3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
5:4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?
WAHYU : 14 ISRAIL ANGGUR YANG ASAM AKAN DITUAI NABI ISA DENGAN SABITNYA DARI ALLAH.ANGGUR YANG ASAM AKAN DITUAI KARENA TIDAK MEMMBERI MANFAAT KEPADA MANUSIA DIMASUKKAN KEKILANGAN ANGGUR KEMURKAAN ALLAH.DIMUSNAHKAN SAMPAI HABIS.TERMASUK SEKUTU2 ISRAIL YANG MENYEMBAH SELAIN ALLAH.DEMIKIAN JUGA DI YEHEZKIEL.BACALAH NUBUATAN NABI2 TENTANG AKHIR ZAMAN.BAHWA ISRAIL YANG DIMURKAI ALLAH AKAN BINASA BERSAMA SEKUTU2NYA KRISTEN KHATOL.YANG MENYEMBAH SELAIN ALLAH.
SELAMATKAN DIRI ANDA, KELUARGA DAN ANAK CUCUCU ANDA.
TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK SELAMAT KECUALI KEMBALI KE ISLAM SEBAGAIMANA YANG DINUBUATKAN PARA NABI2 SEPERTI MUSA, ISA,HABBAKUK, YESAYA, YOHANES, YEREMIA.
APA TIDAK JELAS BAGI ANDA NUBUATAN PARA NABI ITU.??
JELAS ALLAH NGGA PERCAYA LAGI SAMA BANGSA YAHUDI MAKANYA KERAJAAN ALLAH (KENABIAN) DIBERIKAN PADA KETURUNAN NABI IBRAHIM YAITU NABI MUHAMMAD.SEMOGA SEMUA MANUSIA BISA TAHU MANA YANG BENAR DAN MANA YANG SALAH.YANG BENAR DARI ALLAH YANG SALAH JELAS DARI MANUSIA YANG MEMBUAT DAN MENGUBAH KITAB SUCI UNTUK MENYESATKAN MANUSIA.TERUTAMA BANGSA YAHUDI LAH TELAH MENYESATKAN BANYAK MANUSIA.
NABI MUHAMMAD AKHLAQNYA SUDAH DIPUJI ALLAH DALAM QURAN.AL QURAN DARI ALLAH.HADITS TIDAK AKAN BERTENTANGAN DENGAN QURAN.HADITS ITU MENERANGKAN (BAYANUL QURAN).APABILA HADITS BERTENTANGAN DENGAN QURAN, MAKA LIHAT SIAPA YANG MERIWAYATKANNYA.APALAGI BANYAK BUKU2 FITNAH YANG MEMANG MENJELEKKAN NABI MUHAMMAD.
SEDANGKAN IMAM2 DAN TUA2 YAHUDI “MEMBUNUH” NABI ISA (MATIUS 26,27) JELAS2 ADA DI ALKITAB, KRISTEN KHATOL MENUTUP MATA PERBUATAN YAHUDI.ANEH.XI XI XI.MALAH MEMUJI YAHUDI ANAK ISRAIL.MEREKA SEMUA MENANGGUNG DARAH YESUS SAMPAI KETURUNANNYA.PILATUS SAJA TAKUT TAPI TEKANAN KUAT DARI IMAN DAN TUA2 YAHUDI YA TERPAKSA.
JELEKNYA IMAM2 DAN TUA2 YAHUDI HARI KETIGA NYOGOK PENJAGA2 BILANG MURID2 YESUS NYURI JASAD YESUS.XIXIXI.
KATANYA BANGKIT.
BACA TUH MATIUS SEBELUM DISALIB PADA HARI RAYA PASKAH.
EH SEKARANG DIPUTAR BALIK.SEMUA DOSA MANUSIA YESUS YANG NANGGUNG.
HA HA HA KASIAN KRISTEN KHATOL DIKADALIN YAHUDI, MAKANYA DR.YAHYA WALONI DR IRENA HANDONO NGGA MAU DIKADALIN.
SEKARANG RIBUAN ORANG KRISTEN DIISLAMKAN BELIAU2 TU.
KALAU ANDA TIDAK KEMBALI KE ISLAM ANDA AKAN DIMASUKKAN DALAM NERAKA DAN KEKAL.
KALAU ANDA TIDAK PERCAYA NUBUATAN NABI2 TUH BAKAR SAJA KITAB TU.
BERANI NGGA???HE HE HE
KALO NGGA BERANI KEMBALILAH KE ISLAM.
SEBELUM BADAN ANDA DIBAKAR DI NERAKANYA ALLAH SIANG MALAM SELAMA LAMANYA.
KALAU ANDA BANYAK TERTAWA SEKARANG MAKA ANDA AKAN BANYAK MENANGIS KELAK.
BACA LUKAS 14, 16 KRISTEN KHATOL BAKAL DIMASUKKAN KE NERAKA.BACA BUKU DR YAHYA WALONI MANTAN PENDETA DAN INTELEKTUAL KRISTEN. KRISTEN MASUK NERAKA ISLAM MASUK SURGA.
April 8, 2011 at 5:09 am
Dulia atau Latria??
Posted by maskulinman pada April 8, 2011
Didalam agama Kristen, Yesus adalah tokoh sentral dimana keberadaan dirinya didunia ini dianggap sebagai inkarnasi Allah yang kemudian dijadikan sebagai bagian dari Allah (Trinitas) yg kemudian disembah-sembah. Namun penyembahan kepada Yesus ini sering dipertanyakan banyak orang karena tidak pernah ditemukan dalam Alkitab tentang perintah Yesus kepada manusia untuk menyembah dirinya. Lalu bila Yesus tidak pernah memerintahkan manusia untuk menyembah dirinya, apakah bukan berarti bahwa Yesus tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Allah yg harus disembah?? Berbeda dengan Allah yg memerintahkan manusia untuk menyembah diriNya
Keluaran 20:3, Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja.
Sebagai penyembah Yesus, tentu saja para umat kristen berusaha mencari dalil-dalil Alkitab yg bisa mendukung penyembahan kepada Yesus. Salah satu dalil yg mereka temukan tentang penyembahan Yesus adalah tentang doktrin Proskuneo . Didalam Alkitab banyak ditemukan kisah tentang orang-orang yg bersujud menyembah Yesus. Dimulai ketika Yesus baru lahir;
Matius 2:11, Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Lalu ketika Yesus menunjukkan mukjizat-mukjizatnya;
Matius 14:30-34
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”
Jadi, walau Yesus tidak memerintahkan manusia untuk menyembahnya namun Yesus tidak pernah menolak penyembahan yg dilakukan oleh manusia kepada dirinya. Berbeda dengan Petrus yg menolak penyembahan kepada dirinya, seperti yg dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 1:25-26
Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus. Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: “Bangunlah, aku hanya manusia saja.”
Dari argumen ini, umat Kristen menarik kesimpulan bahwa Yesus adalah benar-benar Allah karena Yesus tidak pernah menolak ketika dirinya disembah, berbeda dengan Petrus yg menolak dirinya untuk disembah karena Petrus merasa dirinya hanyalah seorang manusia saja. Ini yg disebut dengan doktrin Proskuneo.
Sekilas doktrin proskuneo ini memang mempunyai dasar yg kuat, namun kalo mau dilihat lebih teliti sebenarnya doktrin ini mempunyai sandaran dalil yg rapuh. Kisah Petrus yg menolak untuk disembah kornelius yg dijadikan bahan perbandingan sudah disalah tafsirkan. Kisah ini ditafsirkan bahwa Petrus menolak disembah karena dirinya bukanlah Allah, dilihat dari kalimat “Bangunlah, aku hanya manusia saja.” Apakah benar demikian penafsirannya? Mari kita telaah lebih dalam dengan melihat motif dari penyembahnya. Ketika Kornelius menyembah Petrus, apakah Kornelius menganggap bahwa Petrus adalah Allah? Kornelius terkenal sebagai seorang perwira Kaisarea yg saleh yg takut dengan Allah, dan dia mendapat mimpi untuk bertemu dengan Petrus. Dari sini bisa kita ketahui bahwa motif Kornelius ketika menyembah Petrus adalah bukan karena menganggap Petrus sebagai Allah, melainkan untuk menghormati Petrus sebagai orang yg disebut-sebut dalam mimpinya. Menyembah untuk menghormati ini disebut dengan DULIA . Jadi penolakan Petrus ketika disembah oleh Kornelius sebenarnya adalah karena Petrus tidak mau terlalu dihormati, Petrus merasa dirinya hanyalah manusia biasa yg sejajar dengan kornelius. Didalam Alkitab juga ada penyembahan-penyembahan yg bersifat dulia seperti yg dilakukan betsyeba dan Nabi Natan kepada Daud;
1 Raja-raja 1: 16 Lalu Batsyeba berlutut dan sujud menyembah kepada raja. Raja bertanya: “Ada yang kauingini?”
1 Raja-raja 1: 23 Diberitahukan kepada raja: “Itu ada nabi Natan.” Masuklah ia menghadap raja, lalu sujud menyembah kepada raja dengan mukanya sampai ke tanah.
Atau penyembahan yg terjadi dalam mimpi Yusuf;
Kejadian 37:7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu.”
Atau penyembahan dalam 2 Samuel 14:4 Ketika perempuan Tekoa itu masuk menghadap raja, sujudlah ia dengan mukanya ke tanah dan menyembah, sambil berkata: “Tolonglah, ya tuanku raja!”
Penyembahan secara Dulia tidak hanya ditemukan dalam budaya bangsa Israel saja, banyak bangsa dibelahan dunia yg mempunyai adat penghormatan dengan cara menyembah seperti dalam adat Jepang atau korea. Bahkan diIndonesiapun ada adat yg disebut dengan “sungkeman”. Berbeda dengan Dulia, Latriaadalah penyembahan yg ditujukan untuk menghambakan diri kepada Tuhan. Latria hanya boleh dilakukan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dan terlarang untuk yg lainnya seperti kepada berhala. Penyembahan Latria inibersifat perintah dan keharusan. Seperti perintah Allah dalam Keluaran 20:3. Lalu bagaimana dengan penyembahan yg dilakukan kepada Yesus. Jelas bahwa penyembahan kepada Yesus adalah Dulia karena Yesus tidak pernah memerintahkan manusia untuk menyembahnya melainkan hanya menyembah kepada Allah (Latria);
Matius 4: 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Yohanes 4: 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Di mana ada kristian di sana ada pembohongan.Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika mati tidak sempat betobat.Ucapkanlah tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.
April 8, 2011 at 5:10 am
Sumber:http://answering.wordpress.com/2011/04/08/dulia-atau-latria
April 8, 2011 at 5:57 am
@ilham:justru dalam Islam,disuruh menyembah allah,malah menyembah batu suci hajar aswad,kalau tidak menyembah,kenapa dalam islam diwajibkan shalat menghadap kiblat/batu hajar?dan kenapa diwajibkan untuk naik haji ke mekkah? kalau memang muslim hanya menyembah allah,ya ada bagusnya menyembah di mesjid saja dan tidak harus menghadap kabah/batu hajar dan tidak harus juga naik haji dan mencium batu hajar,itu berarti kalian muslim hanya menyembah batu hajar,saya tidak bilang muslim menyembah semua batu,tapi hanya batu hajarlah yg kalian sembah,itu sama saja berhala,menganggap suatu benda lebih suci dari allah.
April 8, 2011 at 6:51 am
@ilham:mengenai latria dan dulia,Gereja Katolik juga punya pengertian sendiri yaitu
1. Latria (penyembahan) yang hanya ditujukan kepada Allah Tritunggal (Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus)
2. Dulia (penghormatan) yang ditujukan kepada:
- Para orang Kudus, termasuk Bunda Maria (kadang kepada Maria, disebut hyper-dulia)
- Penghormatan kepada benda tertentu yang melambangkan Allah ataupun Para Kudus dan Maria. Contohnya yaitu salib (crucifix), patung Bunda Maria, Patung santa-santo, dll. Penghormatan ini kadang disebut sebagai dulia- relatif.
April 8, 2011 at 6:57 am
@ilham: dan mengenai hajar aswad,kalau anda memakai dalil dari kitab Yosua
6:11 Demikianlah Yosua menyuruh tentaranya membawa Peti Perjanjian mengelilingi kota itu satu kali, kemudian kembali ke perkemahan, dan bermalam di situ.
6:12 Besoknya, pagi-pagi sekali, Yosua bangun lalu untuk kedua kalinya para imam dan tentara berbaris mengelilingi kota itu dalam urutan barisan seperti hari sebelumnya: mula-mula barisan pengawal depan, kemudian ketujuh imam peniup trompet, disusul oleh imam-imam yang memikul Peti Perjanjian, dan akhirnya barisan pengawal belakang. Sementara itu trompet terus-menerus dibunyikan.
Saya juga bisa menggunakan dalil dalam PL untuk membenarkan tentang dibolehkannya patung
dimana Tuhan memerintahkan untuk membuat patung yang digunakan sebagai lambang yang memberikan gambaran/menunjuk kepada kehadiran Yesus pada Perjanjian Baru dan kekal, sebagai yang terkandung dalam ‘Tabut Perjanjian baru’ itu sendiri, dan Putera Allah yang ditinggikan[3]:
1. Keluaran 25:1,18-20
Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Dan haruslah kau buat dua kerub (English: cherubims/angels) dari emas, kau buatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini, dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya”. Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.”
2. Ketika raja Daud memberikan rencana pembuatan bait Allah kepada Salomo
2. 1 Tawarikh 28:18-19
”..juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas yang diperlukan untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian Tuhan. Semuanya itu terdapat dalam t Allaulisan yang diilhamkan kepadaku oleh Tuhan yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.”
Lihatlah bahwa semua yang tertulis di atas diilhami oleh Tuhan sendiri.
Memang bukan raja Daud yang membangun bait Allah, melainkan raja Salomo pada tahun ke-empat setelah ia menjadi raja atas Israel. Dan dia melakukan yang diperintahkan oleh raja Daud, seperti yang tertulis dalam kitab 1 Raja-raja 6:23-35, “selanjutnya di dalam ruang belakang itu dibuatnya dua kerub dari kayu minyak, masing-masing sepuluh hasta tingginya ……..” (Dua kerub yang terdapat pada bait Allah ini menunjuk kepada kehadiran Allah di dalam tabut perjanjian; dan Yesuslah yang kemudian menjadi pemenuhan dari perjanjian Allah ini).
3. Yehezkiel 41:17-18
… dan di seluruh dinding bagian dalam dan bagian luar, terukir gambar-gambar kerub dan pohon-pohon korma, di antara dua kerub sebatang pohon korma, dan masing-masing kerub itu mempunyai dua muka.
4. Bilangan 21:8
Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa:”Buatlah (sebuah patung) ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” (Ular ini yang ditinggikan Musa menjadi gambaran dari Yesus Putera Allah yang harus ditinggikan (Yoh 3:14)).
April 8, 2011 at 5:50 am
@ ilham:Matius 4: 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” ya memang sangat benar pernyataan di atas,karena umat Kristen hanya menyembah Allah,yaitu Allah Bapa,Allah Putra,dan Allah Roh Kudus,Yesus tidak bilang”Engkau harus menyembah Allah Bapa saja” justru makin dipertegas dalam Yohanes 4: 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” jadi sekali lagi memang sangat benar bahwa Kristen lah yg benar2 menyembah Allah,yaitu Allah Bapa,Allah Putra,dan Allah Roh Kudus
April 8, 2011 at 6:09 am
Ha ha ha…Inilah otak level kristian.Taunya mengulang-ulang pertanyaan yang yg udah dijawab.Pergi sini aja:http://darulihya.blogspot.com/2011/04/benarkah-sembahyang-menghadap-kaabah.html
Soalan utk kamu di mana di perjanjian lama atau perjanjian baru mengatakan Allah itu tiga peribadi?
April 8, 2011 at 6:28 am
@ ilham: nih jawaban dari pertanyaan lu
Yesus menunjukkan persatuan yang tak terpisahkan dengan Allah Bapa, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30); “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” (Yoh 14:9).Di dalam doa-Nya yang terakhir untuk murid-murid-Nya sebelum sengsara-Nya, Dia berdoa kepada Bapa, agar semua murid-Nya menjadi satu, sama seperti Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa (lih. Yoh 17: 21). Dengan demikian Yesus menyatakan Diri-Nya sama dengan Allah: Ia adalah Allah.Hal ini mengingatkan kita akan pernyataan Allah Bapa sendiri, tentang ke-Allahan Yesus sebab Allah Bapa menyebut Yesus sebagai Anak-Nya yang terkasih, yaitu pada waktu pembaptisan Yesus (lih. Luk 3: 22) dan pada waktu Yesus dimuliakan di atas gunung Tabor (lih. Mat 17:5).Yesus juga menyatakan keberadaan Diri-Nya yang telah ada bersama-sama dengan Allah Bapa sebelum penciptaan dunia (lih. Yoh 17:5). Selain menyatakan kesatuan-Nya dengan Allah Bapa, Yesus juga menyatakan kesatuan-Nya dengan Roh Kudus, yaitu Roh yang dijanjikan-Nya kepada para murid-Nya dan disebutNya sebagai Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, (lih. Yoh 15:26).Roh ini juga adalah Roh Yesus sendiri, sebab Ia adalah Kebenaran (lih. Yoh 14:6). Kesatuan ini ditegaskan kembali oleh Yesus dalam pesan terakhir-Nya sebelum naik ke surga, “…Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus…”(Mat 28:18-20).
April 8, 2011 at 6:34 am
@ilham: kalau masih kurang nih gwa kasih jawaban lagi,kali ini dari tulisan orang Kudus ,atau dalam islam sama saja seperti Hadist,dan tulisan ini cuma ada dalam Gereja Katolik
1. St. Paus Clement dari Roma (menjadi Paus tahun 88-99): Bukankah kita mempunyai satu Tuhan, dan satu Kristus, dan satu Roh Kudus yang melimpahkan rahmat-Nya kepada kita?[2]
2.St. Ignatius dari Antiokhia (50-117) membandingkan jemaat dengan batu yang disusun untuk membangun bait Allah Bapa; yang diangkat ke atas oleh ‘katrol’ Yesus Kristus yaitu Salib-Nya dan oleh ‘tali’ Roh Kudus.[3]
3.St. Polycarpus (69-155), dalam doanya sebelum ia dibunuh sebagai martir, “… Aku memuji Engkau (Allah Bapa), …aku memuliakan Engkau, melalui Imam Agung yang ilahi dan surgawi, Yesus Kristus, Putera-Mu yang terkasih, melalui Dia dan bersama Dia, dan Roh Kudus, kemuliaan bagi-Mu sekarang dan sepanjang segala abad. Amin.”[4]
4.St. Athenagoras (133-190), “Sebab, … kita mengakui satu Tuhan, dan PuteraNya yang adalah Sabda-Nya, dan Roh Kudus yang bersatu dalam satu kesatuan, -Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus.”[5]
5.St. Irenaeus (115-202), “Sebab bersama Dia (Allah Bapa) selalu hadir Sabda dan kebijaksanaan-Nya, yaitu Putera-Nya dan Roh Kudus-Nya, yang dengan-Nya dan di dalam-Nya, …Ia menciptakan segala sesuatu, yang kepadaNya Ia bersabda, “Marilah menciptakan manusia sesuai dengan gambaran Kita.”[6]
6.St. Athanasius (296-373), “Sebab Putera ada di dalam Bapa… dan Bapa ada di dalam Putera…. Mereka itu satu, bukan seperti sesuatu yang dibagi menjadi dua bagian namun dianggap tetap satu, atau seperti satu kesatuan dengan dua nama yang berbeda… Mereka adalah dua,(dalam arti) Bapa adalah Bapa dan bukan Putera, demikian halnya dengan Putera… tetapi natur/ hakekat mereka adalah satu (sebab anak selalu mempunyai hakekat yang sama dengan bapanya), dan apa yang menjadi milik BapaNya adalah milik Anak-Nya.”[7]
7.St. Agustinus (354-430), “… Allah Bapa dan Putera dan Roh Kudus adalah kesatuan ilahi yang erat, yang adalah satu dan sama esensinya, di dalam kesamaan yang tidak dapat diceraikan, sehingga mereka bukan tiga Tuhan, melainkan satu Tuhan: meskipun Allah Bapa memperanakkan Putera, dan Putera datang dari Allah Bapa, Ia yang adalah Putera, bukanlah Bapa, dan Roh Kudus bukanlah Bapa ataupun Putera, namun Roh Bapa dan Roh Putera; dan Ia sama (co-equal) dengan Bapa dan Putera, membentuk kesatuan Tritunggal. ”[8]
Tritunggal adalah Allah yang satu.[11] Pribadi ini tidak membagi-bagi ke-Allahan seolah masing-masing menjadi sepertiga, namun mereka adalah ‘sepenuhnya dan seluruhnya’. Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa; dan Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah dengan kodrat yang sama. Karena kesatuan ini, maka Bapa seluruhnya ada di dalam Putera, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Putera seluruhnya ada di dalam Bapa, dan seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Roh Kudus ada seluruhnya di dalam Bapa, dan seluruhnya di dalam Putera.
Ketiga Pribadi ini berbeda secara real satu sama lain, yaitu di dalam hal hubungan asalnya: yaitu Allah Bapa yang ‘melahirkan’, Allah Putera yang dilahirkan, Roh Kudus yang dihembuskan.[12]
Ketiga Pribadi ini berhubungan satu dengan yang lainnya. Perbedaan dalam hal asal tersebut tidak membagi kesatuan ilahi, namun malah menunjukkan hubungan timbal balik antar Pribadi Allah tersebut. Bapa dihubungkan dengan Putera, Putera dengan Bapa, dan Roh Kudus dihubungkan dengan keduanya. Hakekat mereka adalah satu, yaitu Allah.[13]
April 8, 2011 at 6:38 am
@ilham: sama aja nih orang islam juga taunya mengulang2 pertanyaan,pasti pertanyaan orang islam begini
Tanggapan tentang keberatan akan beberapa Paus
Di manakah Yesus di usia 12-30 tahun?
Kristianitas bukan agama buku/kitab?
Adakah Wahyu lain setelah Kristus?
All about Jesus
Anak yang dikurbankan Abraham: Ishak atau Ismael?
Apakah Mzm 84:6 mengacu pada air zam- zam?
Firman yang terdengar janggal dalam Alkitab
Surat Barnabas dan tentang Mani
Kematian Yesus di salib adalah kemenangan
Beragama atau tidak beragama sama saja?
Menjawab kebingungan akan Trinitas dan kodrat Yesus
Mengapa Allah dipanggil Bapa?
Beberapa ayat Alkitab yang terlihat bertentangan atau tidak sesuai dengan iman Kristiani
Apakah Yesus hanya sekedar utusan?
Apakah berhala itu?
Penjelasan tentang penampakan Tuhan Yesus
Keaslian dari Matius 28:19 – baptisan dalam Trinitas
Perbandingan ayat Mt 12:17-21 dan Yesaya 42:1-4
Perbedaan silsilah Tuhan Yesus
Mengapa ada bermacam agama, Adam & Hawa berdosa dan alam semesta diciptakan, ttg. tulisan Anthony de Mello?
Komentar tentang film Maria Magdalena
Mengapa Yesus disunat, kita tidak?
Ciuman Maria Magdalena, dan pohon cemara, apa artinya?
Tentang ajaran sesat Arianism
Apakah Injil dipalsukan Paulus?
Tahun berapakah Yesus lahir?
Bangsa Israel kejam?
Yesus Bangkit pada Hari Ke-tiga?
Apakah Yesus menikah?
Mengapa Tuhan tidak membuat mukjijat saat ini?
Apakah tujuan penciptaan?
Tuhan tidak ada karena banyak kejahatan
Keberadaan Tuhan dan kehendak bebas
Dosa apakah yang ditebus oleh Yesus di kayu salib?
Yesus bukan Tuhan dan Yesus hanya di utus ke Israel?
Kalau Yesus Tuhan, mengapa Dia marah?
Tentang sebutan Tuhan, Allah dan Yahweh, samakah?
Beberapa keberatan dari Alkitab akan ke-Tuhanan Yesus Kristus
Beberapa pertanyaan tentang kredibilitas Alkitab
Tidak ada keselamatan kecuali melalui Yesus
Inkarnasi dan membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan
Bapa lebih besar daripada Aku (Yoh 14:28)
Agama berdasarkan wahyu: Yahudi, Islam, dan Kristen
Semua agama tidak murni dan percuma saja
Tahukah Yesus akan hari kiamat?
Apakah Tuhan sama dengan Allah?
Apakah Galileo Galilei dibunuh Gereja Katolik?
Big bang dan manusia adalah percikan Allah?
Yesus mengajarkan kekerasan? (Mt 10:34)
Apakah Yesus mempunyai istri?
9 pertanyaan kekristenan
3 pertanyaan kekristenan
Darimanakah asalnya perayaan hari Natal?
Itu semua sudah dijawab.
April 8, 2011 at 6:47 am
@ilham:justru karena postingan anda menyebutkan,mana ada perintah Yesus untuk menyembah diriNya,sekarang saya juga bisa berpendapat,mana ada dalam quran perintah dari batu hajar untuk disembah??? sama kan? kalau anda bilang orang Kristen bodoh atau buta,muslim lebih bodoh dan buta,anda menuduh kami menyembah Yesus yang cuma manusia biasa,kami juga bisa menuduh anda menyembah kabah/batu hajar yang cuma batu.Jadi janganlah menuduh kalau tidak mau dituduh.
April 8, 2011 at 7:19 am
@ilham: saya sudah bnyk jawab pertanyaan dari anda,skrg giliran anda yg blm menjawab pertanyaan dari saya, 1.Siapakah yang akan masuk Neraka? karena anda pernah menjawab ini,saya tegaskan kembali bahwa yang akan masuk neraka adalah orang yang percaya pada quran which is moslems. 2.kenapa allah dalam islam serigkali disebut “kami” padahal katanya allah itu esa/satu? 3. Anda bilang allah dlm islam hanya berupa zat,tapi kenapa punya dua tangan ya? coba saudara ilham jawab pertanyaan saya??
April 8, 2011 at 7:38 am
Ayat-ayat Bodoh Alquran
AWLOH HARUS MEMPUNYAI ISTRI UNTUK BISA PUNYA ANAK
QS 6:101
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
Penjelasan: Ayat itu mengisyaratkan kepada kita bahwa awloh seperti manusia, dia butuh istri untuk bisa mempunyai anak.
AWLOH YANG MAHA PERKASA BUTUH PERTOLONGAN MANUSIA
QS 47:7
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
QS 57:25
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolongNya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
QS 22:40
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa
Penjelasan: Awloh itu lemah tak berdaya sehingga butuh pertolongan manusia, tapi masih berani sesumbar menyatakan diri MAHA KUAT & MAHA PERKASA.
KATANYA AWLOH MAHA TAHU, KOQ DIA BELUM TAHU?
QS 9:16
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS 7: 52
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
QS 60:7
Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS 17:51
atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya: “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah: “Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”,
QS 9: 102
Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.
QS 5: 52
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
Penjelasan: Lihat QS 6:101, dinyatakan bahwa awloh mengetahui segala sesuatu. Tapi ayat-ayat di atas mengisyaratkan pada kita bahwa pengetahuan awloh sesungguhnya terbatas, seperti manusia.
TATA BAHASA YANG KACAU, BUKTI AWLOH LEBIH BODOH DARI ANAK SEKOLAH DASAR
QS 7:57
Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
QS 6:99
Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
QS 7:143
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.” Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku.” Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.”
QS 2:253
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
QS 5:64
Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila’nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.
QS 39:53
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS 17:1
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS 42:13
Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
QS 74:31
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.
Dan masih banyak lagi.
Penjelasan: Ayat-ayat itu berisi kata ganti yang amat kacau. Siapa sebenarnya yang berbicara? Awloh ataukah Muhammad? Dalam satu ayat, kata ganti Awloh bisa berubah-ubah dari Dia, Kami, Aku, dst.
AWLOH MENGAJARI PERBUATAN SYIRIK, SUATU PERBUATAN YANG JUSTRU PALING DIBENCINYA
QS 7:11
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
QS 2:34
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir
Penjelasan: Perintah syirik itu sungguh bertolak belakang dengan ayat-ayat berikut:
QS 17:23
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
QS 29:56
Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.
QS 46:5
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?
QS 16:49
Dan kepada Allâh sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.
AWLOH BUTA SEJARAH
QS 2:61
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
Penjelasan: Awloh tidak tahu, pembunuhan nabi-nabi terjadi pada masa raja-raja Israel, jauh sesudah masa Musa
QS 6:84
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Penjelasan: Urut-urutan nama keturunan Nuh tidak sesuai dengan garis waktu.
QS 19:27-28
Maka Maryam membawa anak itu (Isa) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,
Penjelasan: Muhammad mengira, Isa adalah anak Maryam saudara perempuan Harun, hidup tak jauh dari era Musa, pamannya. Padahal ada rentang waktu cukup jauh, yaitu sekitar 1500 tahun antara Musa dan Isa, dan ibu Isa bukanlah Maryam saudara Harun.
BINTANG ADALAH MISIL UNTUK MERUDAL SETAN
QS 67:5
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
QS 37:6-8
Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.
Versi Inggris:
QS 67:5
And certainly We have adorned this lower heaven with lamps and We have made these missiles for the Shaitans, and We have prepared for them the chastisement of burning.
QS 37:6-8
Surely We have adorned the nearest heaven with an adornment, the stars, And (there is) a safeguard against every rebellious Shaitan. They cannot listen to the exalted assembly and they are thrown at from every side,
KITAB TAURAT DAN KITAB INJIL ADALAH KITAB PEMBERIAN DEWA (KITAB DARI LANGIT)
QS 32:23
Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quran itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil
QS 17:2
Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,
QS 2:87
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?
QS 2:53
Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk.
QS 21:48
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
QS 5:46
Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
Penjelasan: Kitab Taurat dan Kitab Injil adalah Kitab Sejarah (Biografi, serupa Hadist), bukan Kitab Mantera, Kitab Sakti, Buku Keramat ataupun Kitab Dewa yang turun dari langit.
AWLOH PUNYA 2 TANGAN SEPERTI MANUSIA
QS 38:75
Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.”
Penjelasan: Menurut QS 112:4 dan QS 42:11, Awloh tidak serupa dengan apapun, tapi menurut QS 38:75, awloh punya 2 tangan sehingga dia seperti manusia.
April 9, 2011 at 3:05 am
Valentine yang buta bahasa
QS 6:101 “Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri?”
mengisyaratkan Allah butuh istri?
Padahal ayat itu jelas menyebutkan Allah itu tidak punya istri, maka bagaimana pula Allah mempunyai anak. Apa ada ayat yang menyebutkan Allah butuh anak sehingga butuh istri?
QS 47:7 “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” menjelaskan Allah itu lemah?
Jika menegakan syariat agama itu dapat dilakukan Allah sendiri tanpa pertolongan Nabi dan Rasul-Nya, maka tidak perlu Allah menurunkan kitab kepada Nabi dan Rasul. Siapa yang menolong Allah menegakan hukum-Nya dan menjaga manusia untuk tetap beribadah kepada-Nya di muka bumi, maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya.
QS 9:16 Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Allah tidak tahu dalam ketidaktahuan-Nya? Allah tahu siapa yang akan berjihad dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman, namun muslim saat itu masih dalam fase memutuskan untuk berjihad atau tidak dan belum berjihad, bergabung dengan kaum mulismin atau musuhnya, sehingga pernyataan Allah dalam kerangka waktu tersebut.
Dia, Kami, Aku menunjukan bahwa wahyu itu mengarahkan pendengarnya untuk memahami siapa yang ditunjukan dan siapa yang berbicara. Ini adalah pemahaman bahasa dasar kata ganti orang yang hanya bisa difahami oleh mereka yang lulus SD.
Bersujud sama dengan menyembah? Yang benar saja … Bahkan tidak ada kalimat yang berisi larangan untuk bersujud kepada selain Allah.
“Awloh tidak tahu, pembunuhan nabi-nabi terjadi pada masa raja-raja Israel, jauh sesudah masa Musa”, memangnya nabi-nabi yang dibunuh itu hanya oleh bani Israil saja sesudah masa Musa? Memangnya jika alKitab tidak menyebutkan ada nabi yang dibunuh sebelum masa Musa lalu kabar pembunuhan itu menjadi salah? Apa justru karena alKitab yang melewatkan hal itu?
“Urut-urutan nama keturunan Nuh tidak sesuai dengan garis waktu.”, apa menyebutkan keturunan itu harus sesuai dengan garis waktu? Bagaimana kalau diurutkan sesuai dengan derajat kedudukannya di sisi Allah? Lagi pula apa urutan keturunan dalam alKitab sudah benar?
“ibu Isa bukanlah Maryam saudara Harun.”, memangnya yang punya nama Harun itu hanya yang hidup di era Musa? Jaman sekarang juga ada tuh yang namanya Harun. HARUN SEDUNIA …
“Penjelasan: Menurut QS 112:4 dan QS 42:11, Awloh tidak serupa dengan apapun, tapi menurut QS 38:75, awloh punya 2 tangan sehingga dia seperti manusia.”, fahami dengan ayat yang menyebutkan bahwa tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia (QS 42:11), artinya tangan-Ku tidak bisa diserupakan dengan tangan ciptaan-Nya, tangan anda. Karena tidak ada yang serupa dengan-Nya, tidak ada yang bisa membayangkan tangan-Nya seperti apa. Sangat lucu apabila anda malah menyimpulkan Allah punya 2 tangan sehingga dia seperti manusia.
Dari semua kesimpulan aneh yang anda ajukan, dapat dipastikan bahwa anda tidak memahami alQuran, tetapi berani menyimpulkan sesuai dengan pendapat sendiri yang bahkan besebrangan dengan alQuran. Bagaimana anda kesimpulan anda tentang alQuran valid sementara kesimpulan anda kontradiktif dengan atau ditolak oleh alQuran.
April 9, 2011 at 3:41 am
@someone: disitu jelas2 tertulis bahwa allah punya 2 tangan,kalau tidak serupa dgn apapun,bgmn bisa punya 2 tangan?? ha? katanya agama islam adalah agama yg berdasar pada logika,sekarang logikanya yang punya 2 tangan,makhluk jenis primata(kera,orang utan,gorilla)dan manusia,anda yg lucu,bgmn allh yg tidak serupa dgn apaun punya 2 tangan,yg punya 2 tangan ya kalau ga hewan ya manusia,allh termasuk golongan yg mana? Kalau dalam Kristen sudah jelas bahwa Tuhan dan manusia pada hakekatnya adalah sama menurut gambar dan citarNya,yg membedakan adalah kuasa dan sifat2nya.jawaban anda sangat mengecewakan.Dan mengenai “kami” anda tidak secara jelas menerangkan,pertanyaan saya cukup simpel,jika allah adalah esa atau satu,kenapa dlm quran disebut ‘kami”? itu saja,coba jawab?
April 9, 2011 at 3:54 am
@someone:itu semua yg ditulis di quran,saya tidak berkesimpulan sendiri,karena memang sumbernya adalah quran sendiri,pakai LOGIKA,anda tidak memahami Trinitas dalam Kristen ,sama seperti saya juga tidak memahami,kalau allah itu “kami” dan allah itu punya 2 tangan.Kalau allah berupa zat,kenapa bisa punya 2 tangan? yg punya 2 tangan itu cuma monyet sama manusia,nah allah dlm islam termasuk yg mana?
April 9, 2011 at 3:59 am
@someone:Kontradiksi, Pertentangan dan Ketidak-konsistenan Alquran
Perhatikan hal ini!
“Jika Alquran benar, maka Alquran akan bertahan dalam setiap pengujian. Tetapi jika Alquran salah, maka lebih baik mengetahuinya sekarang daripada terus mengimaninya secara buta.”
Alquran mengatakan dirinya berasal dari Allah, terjaga dari semua kesalahan, dan hal itu merupakan bukti pewahyuan. Alquran berani menantang manusia dengan berkata: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran, kalau sekiranya Alquran bukan dari sisi Allah tentulah mereka dapati banyak pertentangan di dalamnya.”(Qs. 4:82).
Konsekuensi dari klaim/pernyataan Alquran ini adalah…satu saja (satu ayat saja yg bertentangan) atau satu kesalahan yg ditemui dalam Alquran, maka sudahlah cukup untuk menggugurkan keberadaan Alquran sebagai Wahyu Allah. Inilah Rumus Terjitu!!
Kontradiksi / Pertentangan / Ketidakkonsistenan Alquran :
Antara lain:
Siapakah yg pertama kali menjadi Muslim? Muhammad (Qs.6:14,163).
Hal ini bertentangan dengan:
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Musa (Qs.7:143).
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Beberapa orang Mesir (Qs.26:51).
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Ibrahim (Qs.2:127-133, Qs.3:67).
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Adam, yaitu manusia ciptaan pertama, yang menerima wahyu dari Allah Muslim (Qs.42:51).
Sampai disini sudah ada 10 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 10 pertentangan.
Bisakah AllahMuslim dilihat oleh manusia dan apakah Muhammad (Mhd) melihat Allahnya? Ya, Mhd dapat melihat Allahnya ( Qs.53:1-18, Qs.81:15-29) .
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.6:102-103 dan Qs.42:51) mengatakan bahwa Mhd tidak dapat melihat Allahnya.
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 14 pertentangan.
Apakah pemberi peringatan (Rasul) dikirim kepada semua manusia sebelum kedatangan Mhd? Ya, Allah Muslim telah mengirim pemberi peringatan (Rasul) kepada setiap orang ( Qs.10:47, 16:35-36, 35:24).
Hal ini bertentangan dengan:
Ibrahim dan Ismael secara spesial telah dikirim oleh Allah Muslim untuk mengunjungi Mekah dan membangun Ka’bah serta memberi peringatan kepada orang2 di sana ( Qs.2:125-129) .
Anehnya, Mhd ternyata dikirim sebagai pemberi peringatan (Rasul) kepada orang2 yg belum memiliki rasul/pemberi peringatan tersebut sebelumnya ( Qs.28:46, 32:44, 36:2-6).
Hal ini menimbulkan pertanyaan: “Bagaimana dengan Hud dan Sahih yg nyata2 juga telah dikirim sebagai pemberi peringatan ke Arab? Bagaimana juga dengan Kitab yg telah diberikan kepada Ismael? Dll ( Qs.11:50, 11:61).
Sampai disini sudah ada 18 pertentangan ayat. Jadi total sudah ada 32 pertentangan.
Apakah yg menjadi makanan orang2 di Neraka? Makanan orang2 yg ada di Neraka adalah Dhari atau pohon berduri (Qs.88 :6).
Hal ini bertentangan dengan:
Makanan orang2 di Neraka adalah darah dan nanah (Qs.69:36).
Makanan orang2 di Neraka adalah buah dari pohon Zaqqum (Qs.37:66).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 34 pertentangan.
Bisakah malaikat2 menyebabkan kematian/penderitaa n terhadap manusia? Alquran menyerang mereka yg menyembah selain Allah Muslim, seperti malaikat, nabi. Mengapa? Karena malaikat dan dan nabi tidak bisa menciptakan, memberi kehidupan atau bahkan menyebabkan kematian atau penderitaan.
Hal ini bertentangan dengan:
“Sesungguhnya orang2 yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri…(Qs.4:97).
“(Yaitu) orang2 yg dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri” (Qs.16:28).
“(Yaitu) orang2 yg diwafatkan dlm keadaan baik oleh para malaikat..” (Qs.16:32).
“Katakanlah, “malaikat maut yg diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu..” (Qs.32:11).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 38 pertentangan.
Bisakah umat Muslim menikah dengan orang Non-Muslim? Alquran melarang umat Muslim menikahi wanita penyembah berhala dan kafir juga musyrik serta menganggap orang di luar Islam adalah binatang yang paling jahat dan buas (Qs.2:221, 8:55, 9:28-33).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.5:5 yang ternyata memperbolehkan Umat Muslim untuk mengawini/menikahi wanita Kristen.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 39 pertentangan.
Apakah Allah Muslim akan menganugerahi imbalan yg baik atas perbuatan2 baik orang Non-Muslim? Tidak ( Qs.9:17, 9:69).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.2:62 menjanjikan bhw Umat Kristen (Non-Muslim) akan diberi penghargaan atas perbuatan baik mereka.
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 41 pertentangan.
Berapa banyak Ibu yg dimiliki seorang Muslim? Hanya satu, yaitu wanita yg melahirkan mereka dan tiada yg lain ( Qs.58:2).
Hal ini bertentangan dengan:
Ibu yg dimiliki seorang Muslim adalah dua (2) (Qs.4:23, termasuk seorang ibu yg merawat mereka).
Ibu yg dimiliki seorang Muslim adalah sedikitnya sepuluh (10) (Qs.33:6).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 43 pertentangan.
Mengenai pembagian harta warisan dalam Hukum Kewarisan Islam. Qs.4:11-12 dan Qs.4:176 menyatakan bahwa jika seorang lelaki Muslim meninggal dan ia meninggalkan 3 puteri, 2 orangtua, dan isteri..maka pembagian harta warisannya adalah 2/3 dari harta warisan yg diberikan kepada 3 puterinya secara bersamaan, 1/3 dari harta warisan diberikan untuk orangtuanya ( Qs.4:11) dan 1/8 untuk isterinya (Qs.4:12).
Hal ini bertentangan dengan:
Jika lelaki Muslim meninggal, maka pembagian harta warisannya adalah ibunya menerima 1/3 dari harta warisan (Qs.4:11), isterinya menerima ¼ dari harta warisan ( Qs.4:12), dan 2 saudara perempuannya menerima 2/3 dari harta warisan (Qs.4:176), dan ditambah lagi hingga 5/12 dari harta warisan yang tersedia/ada.
Sampai disini sudah ada 6 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 49 pertentangan.
Berapa banyak malaikat yg berbicara kepada Maryam? Beberapa malaikat (several angels) (Qs.3:42, 3:45).
Hal ini bertentangan dengan:
Malaikat yg berbicara kepada Maryam adalah hanya satu malaikat (Qs.19:17-21) .
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 52 pertentangan.
Berapakah 1 hari dimata Allah Muslim? 1 hari dimata Allah Muslim = 1000 tahun (Qs.22:47, 32:5).
Hal ini bertentangan dengan:
1 hari dimata Allah Muslim = 50.000 tahun (Qs.70:4)
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, total sudah ada 55 pertentangan.
Ada berapa golongan/groupkah orang2 yg ada pada akhir zaman? Ada 3 golongan/group (Qs.56:7).
Hal ini bertentangan dengan:
a. Qs.90:18-19 mengatakan bahwa ada 2 golongan/group yg ada pada hari Penghakiman/ Akhir Zaman, yaitu golongan kanan dan golongan kiri.
b. Qs.99:6-8 juga mengatakan bahwa akan ada 2 golongan/group yg ada pada hari Penghakiman/ Akhir Zaman, yaitu golongan yg berbuat baik dan yg berbuat jahat.
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 58 pertentangan.
Berapa harikah yg dibutuhkan Allah Muslim untuk menghancurkan orang2 Aad? Satu hari (Qs.54:19).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.41:16 dan Qs.69:6-7 mengatakan bahwa waktu yg dibutuhkan Allah Muslim untuk menghancurkan orang2 Aad adalah beberapa hari.
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 60 pertentangan.
Berapa harikah masa Penciptaan? Bila anda menjumah hari penciptaan dlm Qs.41:9 (4 hari), Qs.41:10 (2 hari) dan Qs.41 :12 (2 hari), maka total hari Penciptaan adalah 8 hari.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11:7 dan Qs.25:59 jelas menyebutkan bahwa Allah Muslim menciptakan langit dan bumi adalah dalam waktu 6 hari.
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 64 pertentangan.
Cepat atau lambatkah Penciptaan itu? Allah Muslim menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari (Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11 :7 dan Qs.25:59).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim mencipta secara “spontan” dan langsung jadi (Qs.2:117).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 68 pertentangan.
Manakah yg lebih dahulu diciptakan: langit atau bumi? Pertama, bumi dulu yg diciptakan, lalu kemudian barulah langit ( Qs.2:29).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.79:27-30 yg menyebutkan bahwa yg diciptakan terlebih dahulu adalah langit, kemudian bumi.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 69 pertentangan.
Bagaimanakah proses penciptaan terjadi? Dalam proses penciptaan langit dan bumi diciptakan dengan suka hati atau terpaksa ( Qs.41:11).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.21:30 menyebutkan bahwa langit dan bumi pada mulanya diciptakan telah bersatu padu, kemudian baru dipisahkan.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 70 pertentangan.
Dari manakah manusia itu diciptakan? Dari Segumpal Darah (Qs.96:1-2).
Hal ini bertentangan dengan:
Manusia diciptakan dari air (Qs.21:30, 24:45, 25:54).
Manusia diciptakan dari tanah liat kering yg berasal dari Lumpur hitam (Qs.15:26).
Manusia diciptakan dari debu tanah (Qs.3:59, 30:20, 35:11).
Manusia diciptakan dari bahan yg tidak ada sama sekali (Qs.19:67).
Manusia diciptakan dari bumi (Qs.11:61).
Manusia diciptakan dari mani/sperma (Qs.75:37).
Sampai disini sudah ada 11 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 81 pertentangan.
Bolehkah menjadi perantara/orang yg bersyafaat atau tidak pada Hari Penghakiman/ Akhir Zaman? Boleh (Qs.20:109, 34:23, 43:86, 53:26).
Hal ini bertentangan dengan:
Menjadi perantara/orang yg bersyafaat pada Hari Penghakiman/ Akhir Zaman adalah tidak boleh (Qs.2:122-123, 2:254, 6:51, 82:18-19).
Sampai disini sudah ada 16 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 97 pertentangan.
Dimanakah Allah Muslim dan tahtaNya? Allah Muslim lebih dekat daripada urat leher manusia (Qs.50:16).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim itu berada di tahtaNya/arasyNya (Qs.57:4)…tahtaNya dimana?!
Allah Muslim itu tahtaNya berada di atas air (Qs.11:7).
Allah Muslim itu tahtaNya berada antara 1.000 hingga 50.000 tahun untuk dijangkau (Qs.32:5, 70:4).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 101 pertentangan.
Siapakah sumber malapetaka? Sumber malapetaka adalah Setan di “dalam” diri manusia atau gangguan (Qs.38:41).
Hal ini bertentangan dengan:
Sumber malapetaka adalah kita sendiri (Qs.4:79).
Sumber malapetaka adalah Allah sendiri (Qs.4:78).
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan, jadi total sudah ada 104 pertentangan.
Apakah Allah Muslim memerintahkan untuk melakukan kejahatan/perbuatan keji? Tidak! (Qs.7:28, 16:90).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim memang memerintahkan untuk melakukan kejahatan/perbuatan keji (Qs.17:16, Qs.5:33, Qs.8:12, Qs.8:17).
Sampai disini sudah ada 8 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 112 pertentangan.
Salah satu dari 99 Nama dari Allah Muslim adalah MahaBenar
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim menjuluki diriNya sebagai “Sebesar-besar Penipu Daya / Penipu Ulung Penipu yg Hebat” (Qs.3:54).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 113 pertentangan.
Allah Muslim adalah Jalan yg Lurus (Qs.19:36).
Bertentangan dengan:
Allah Muslim juga berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 114 pertentangan.
Allah Muslim itu MahaKuasa (Qs.2:20), bertentangan dengan: Allah Muslim itu juga ditolong manusia (Qs.47:7).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 115 pertentangan.
Allah Muslim itu Maha Mengetahui (Qs.4:24)
Bertentangan dengan:
Allah Muslim juga belum mengetahui (Qs.9:16).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan, jadi total sudah ada 116 pertentangan.
Allah Muslim itu Mahakaya (Qs.2:263)
Bertentangan dengan:
Allah Muslim meminjam kepada manusia (Qs.5:12).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 117 pertentangan.
Allah Muslim itu Esa/Satu/Tauhid (Qs.112:1)
Bertentangan dengan:
Allah Muslim itu lebih dari satu/jamak, karena setiap kali berfirman kepada nabiNya, kepada manusia, kepada malaikat maka Allah Muslim selalu berkata: “KAMI” (Lihat Qs.4:47, 6:92, 12:2, 13:37, 14:1, 15:6, 17:2, 18:7, 19:40, 20:55, 21:71, 29:15, 36:12, 40:78, 46:16, 49:13, 56:57, 66:12, 72:16, 80:25-27, 90:4, dll).
Sampai disini sudah ada 21 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 138 pertentangan.
Apakah malaikat itu pelindung? Tidak ada pelindung selain Allah Muslim (Qs.2:107, 29:22).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.41:31 yg mencatat bahwa bahwa malaikat berkata: “Kamilah pelindung-pelindung mu dalam kehidupan dunia dan akhirat.”
Peranan malaikat adalah sebagai pengawas dan penjaga (Qs.13:11, 50:17-18).
Malaikat adalah pengawas pekerjaan manusia (Qs.82:10).
Sampai disini sudah ada 8 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 146 pertentangan.
Apakah semua yg ada di langit dan bumi tunduk kepada Allah Muslim? Ya (Qs.30:26).
Hal ini bertentangan dengan:
Ternyata Setan/Iblis tidak tunduk kepada Allah Muslim (Qs.7:11, 15:28 -31, 17:61, 20:116, 38:71-74, 18:50)., bahkan orang2 Non-Muslim pun menolak taat dan tunduk kepada Allah Muslim sampai hari ini!
Sampai disini sudah ada 6 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 152 pertentangan.
Apakah Allah Muslim mengampuni dosa syirik?Dosa syirik dianggap dosa yg paling buruk dari segala dosa, tetapi penulis Quran tidak dapat memutuskan apakah Allah Muslim akan mengampuni dosa syirik atau tidak ( Qs.4:48, 4:116).
Hal ini bertentangan dengan:
Dosa syirik adalah dapat diampuni (Qs.4:153).
Dosa syirik adalah dapat diampuni (Qs.25:68-71) .
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 156 pertentangan.
Siapakah yg mewahyukan Alquran? Sosok Allah Muslim (Qs.53:2-18) .
Hal ini bertentangan dengan:
Yg mewahyukan Alquran adalah RuhulQudus/Roh Kudus (Qs.16:102, 26:192-194).
Yg mewahyukan Alquran adalah para malaikat/banyak malaikat (jamak dalam bahasa Arabnya) (Qs.15:8).
Yang mewahyukan Alquran adalah Jibril (Qs.2:97).
Awas! Harap lihat Alquran dalam bahasa aslinya, dan tidak dikaburkan/ dicampur adukkan oleh istilah/sisipan dari “penterjemah” yg menyamaratakan/ menggantikan “Ruhul Qudus” “Jibril” dan “Malaikat”.
Sampai disini sudah ada 5 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 161 pertentangan.
Apakah Ibrahim menghancurkan berhala-hala? Ya (Qs.21:51-59) .
Hal ini bertentangan dengan:
Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut (Qs.19:41-49, 6:74-83).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 163 pertentangan.
Tentang Raja Firaun: Apakah Raja Firaun menjadi Muslim atau menolak menjadi Muslim? Raja Firaun bertobat (menjadi Muslim) dan diselamatkan.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.4:18 mencatat bahwa “Tidaklah tobat itu (diterima Allah Muslim) dari orang2 yg mengerjakan kejahatan…dst. .” Dengan kata lain, Raja Firaun tidak mungkin menjadi Muslim dan bertobat.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 164 pertentangan.
Apakah ayat2 Alquran/Firman Allah dapat diganti? Firman Allah adalah sempurna dalam kebenaran dan keadilan dan tiada seorangpun yg dapat mengganti Firman Allah ( Qs.6:115).
Hal ini bertentangan dengan:
Nyata-nyatanya Allah Muslim dan Muhammad juga mempertimbangan bahwa perlu juga untuk mengganti beberapa kalimat (Firman) Allah dengan yg lebih baik ( Qs.2:106, Qs.16:101).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 166 pertentangan.
Apakah hukum bagi orang yg melakukan perbuatan keji? Didera (dipecut) sebanyak 100 kali, baik pria maupun wanita ( Qs.24:2).
Hal ini bertentangan dengan:
Orang yg berzinah, khususnya pria hukumannya adalah jika bertobat dan memperbaiki diri, maka akan diampuni (Qs.4:16).
Orang yg berzinah, khususnya wanita, hukumannya adalah dikurung didalam rumah sampai mati atau sampai Allah Muslim memberi jalan lain ( Qs.4:15).
Pertanyaan: Mengapa penghukuman untuk pria dan wanita adalah sama dalam Qs.24, tetapi berbeda di Qs.4? Jadi disini ada 2 pertentangan ayat. Total sudah ada 168 pertentangan.
Siapakah yg menderita akibat dari konsekuensi dosa? Alquran menyatakan bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap dosa yg diperbuatnya masing2 ( Qs.17:13-15, 53:38-42).
Hal ini bertentangan dengan:
Anehnya, Alquran menyalahkan orang2 Yahudi pada zaman Mhd karena dosa yang telah mereka lakukan 2000 tahun sebelumnya oleh orang2 Yahudi ketika menyembah Patung berhala Lembu Emas (Qs.7:152).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 170 pertentangan.
Disebut apakah kota Mekah? Umat Muslim berani mengatakan kota Mekah adalah kota suci dan rumah Allahnya Muslim.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.17:1 mengatakan bahwa kota Mekah adalah “al-Masjidil Haram”. Jadi kota Mekah adalah kota haram dan rumah Setan terkutuk.
Jadi disini sudah ada 1 pertentangan keyakinan dari umat Muslim, jadi total sudah ada 171 pertentangan.
Apakah orang2 Kristen/Nasrani akan ke sorga? Ya (Qs.2:62, Qs.5:69)
Hal ini bertentangan dengan:
Orang2 Kristen/Nasrani tidak akan ke sorga (Qs.3:85).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 173 pertentangan.
Apakah Raja Firaun tenggelam di laut atau selamat ketika mengejar nabi Musa dan umat Israel? Raja Firaun selamat (Qs.10:92).
Hal ini bertentangan dengan:
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.28:40).
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.17:103).
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.43:55).
Jadi, disini sudah ada 3 pertentangan ayat yg saling bertentangan, jadi total sudah ada 176 pertentangan.
Khamar (Arak): Baik atau Jahat? Meminum Khamar ( Arak) adalah perbuatan setan/iblis (Qs.5:90, 2:219).
Hal ini bertentangan dengan:
Di sorga tersedia sungai-sungai dari khamar/arak (Qs.47:15).
Di sorga tersedia sungai-sungai dari khamar/arak (Qs.83:22-25) .
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 179 pertentangan.
Jin dan manusia, apakah diciptakan untuk menyembah Allah Muslim atau neraka? Jin dan manusia diciptakan hanya untuk melayani Allah Muslim ( Qs.51:56).
Hal ini bertentangan dengan:
Jin dan Manusia, beberapa di antara mereka diciptakan untuk menempati neraka jahanam (Qs.7:179).
Jadi, disini sudah ada 1 pertentangan, jadi total sudah ada 180 pertentangan.
Siapakah yg menyesatkan manusia? Setan (Qs.4:119-120, 5:42 ).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88).
Suatu bencana datangnya berasal dari sisi Allah Muslim (Qs.4:78).
Jadi, disini sudah ada 4 ayat yg saling pertentangan. Total sudah ada 184 pertentangan.
Salah satu dari nama Allah Muslim adalah Mahatahu (Qs.4:24).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.” (Allah ditipu?!)
Jadi disini sudah ada 1 pertentangan ayat, total sudah ada 185 pertentangan.
Apakah umat Muslim akan masuk ke neraka? Ya, umat Muslim sudah ditetapkan pasti akan mendatangi (masuk) ke neraka ( Qs.19:17).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim adalah jalan yg lurus (Qs.19:36) dan Quran adalah jalan yang lurus (Qs.5:16). Aneh! Pertanyaan: Jika Allah Muslim dan Quran adalah jalan yg lurus, lalu mengapa umat Muslim ditetapkan harus masuk ke neraka?
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 187 pertentangan.
Allah Muslim tidak menyukai orang2 yg melampaui batas/sewenang- wenang (Qs.5:87).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88). Allah Muslim sewenang2 untuk menyesatkan umat manusia?!
Allah Muslim memerintahkan umaatNya untuk membunuh dan Allah Muslim berkata: “Maka (yg sebenarnya) bukan kamu yg membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yg membunuh mereka ….” (Qs.8:17).
Jadi, di sini sudah ada 2 pertentangan ayat, dan total sudah ada 189 pertentangan.
Allah Muslim adalah Petunjuk Jalan yg Lurus (Qs.19:36).
Hal ini bertentangan dengan:
“Barangsiapa yg disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan” (Qs.4:143).
“Dan barangsiapa yg disesatkan Allah, maka merekalah orang2 yg merugi.” (Qs.7:178).
Jadi, disini sudah ada 3 pertentangan ayat. Total sudah ada 192 pertentangan.
Allah Muslim membenci orang kafir, orang yg berbuat sewenang-wenang dan orang syirik (Qs.8:55, 4:48, 4:116).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim menangguhkan (menahan) penghukuman terhadap orang2 kafir sehingga dosa2 mereka semakin bertambah?! (Lihat Qs.3:178).
Jadi, disini sudah ada 4 pertentangan ayat, total sudah ada 196 pertentangan.
Alquran mengatakan: “Tidak ada paksaan dalam agama Islam…” (Qs.2:256)
Hal ini bertentangan dengan:
Qs. 5:33 mengatakan dan memerintahkan kepada umat Muslim untuk membunuh, memotong tangan dan kaki, melakukan penyaliban, membuang (menyingkirkan/ memusnahkan) orang2 yg menolak Allah Muslim & RasulNya (Mhd) serta ajarannya.
Allah Muslim memerintahkan untuk memancung/memenggal kepala dan membunuh orang2 kafir (Non-Muslim) (Qs.47:4, Qs.9:5, Qs.8:12, Qs.8 :17, Qs.8:60, Qs.9:14, Qs.9:73, Qs.9:29, Qs.48:29, Qs.4:74, Qs.2:154, Qs.2:190-191, Qs.9:38, Qs.9:41, Qs.4:76).
Sampai disini sudah ada 16 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 212 pertentangan.
Qs.2:54 berkata: “Bunuhlah dirimu sendiri! Hal itu lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yg menjadikan kamu, maka Tuhan akan menerima taubatmu …”
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.4:29: ” …Janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.”
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 213 pertentangan.
Masih banyak sekali kontradiksi, pertentangan dan ketidakkonsistenan Alquran. Tetapi karena mengingat banyaknya, maka cukuplah sampai point ke-50 ini saja.
Kesimpulan:
Alquran itu banyak pertentangan ayat.
Alquran itu bukan wahyu Allah yg Benar (wahyu Palsu).
Alquran itu tidak perlu dipercayai/diimani.
Alquran itu tidak mengandung kebenaran.
Alquran itu bukan mujizat.
Alquran itu tidak sempurna.
Alquran bukan berasal dari sorga.
Ini berarti:
Allah Muslim tidak sempurna.
Allah Muslim bukan Tuhan Allah yg Benar.
Allah Muslim tidak dapat dipercaya.
Allah Muslim tidak pantas diimani.
Allah Muslim pembohong.
Allah Muslim hanya sosok “rekayasa” belaka.
Allah Muslim bukan berasal dari sorga.
Suber http://beritamuslim.wordpress.com/2009/04/26/kontradiksi-pertentangan-dan-ketidakkonsistenan-alquran/
April 10, 2011 at 3:02 pm
“kalau tidak serupa dgn apapun,bgmn bisa punya 2 tangan??”
Memangnya tangan anda sama dengan tangan kera? Apa anda bertanya, bagaimana kera yang bukan manusia memiliki dua tangan seperti manusia? Jika ketidakserupaan ini logis, maka bagaimana anda menganggap tidak logis jika tangan Tuhan tidak serupa dengan tangan ciptaan-Nya. Lagi pula dengan ketidakserupaan tersebut, tidak ada yang bisa menduga dua tangan Allah itu seperti apa.
Anda bertanya Allah golongan mana (dari ciptaan-Nya tersebut)? Jika anda menggunakan logika yang benar dan jawaban anda berdasarkan kepada data yang tidak parsial, maka anda sudah dapat menjawabnya, bahwa Allah bukan dari golongan mahluk-Nya, dia adalah Tuhan yang berbeda dengan ciptaan-Nya. Masa logika seperti ini saja bingung sih mas? Komentar mas yang dangkal tersebut sangat mengecewakan.
Orang arab akan terpingkal-pingkal kalau melihat cara orang Indonesia berusaha menyesatkan orang lain lewat logika aneh bin ajaib seperti ini, yaitu mengatakan Allah itu banyak hanya lantaran di Al-Quran Allah seringkali menggunakan kata ganti kami (nahnu). Betapa kerdilnya logika yang dikembangkan, niatnya mau sok tahu dengan bahasa arab, sementara orang arab sendiri mafhum bahwa bahasa mereka istimewa.
Tidak semua kata nahnu (kami) selalu berarti pelakunya banyak. Memang benar secara umum kata nahnu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi orang yang bodoh dengan bahasa arab terkecoh besar dengan ungkapan ini. Sebenarnya kata kami tidak selalu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi juga menunjukkan kebesaran orang yang menggunakannya. (tambahan : kata ‘Kami’ tersebut sebenarnya sebagai kata ganti kehormatan dan sebagai kemuliaan serta bukan sebagai kata ganti jamak-PKS menjawab)
Misalnya, seorang presiden dari negara arab mengatakan begini, “Kami menyampaikan salam kepada kalian”, apakah berarti jumlah presiden negara itu ada lima orang? Tentu saja tidak. Sebab kata “kami” yang digunakannya menggambarkan kebesaran negara dan bangsanya, bukan menunjukkan jumlah presidennya.
Tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa yang namanya presiden di semua negara pastilah jumlahnya cuma satu, tidak mungkin ada lima. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan presiden ada lima. Dan hanya orang bodoh tidak pernah makan sekolahan saja yang mengatakan bahwa Allah itu ada banyak, hanya gara-gara Dia menyebut dirinya dengan lafadz KAMI.
Ini adalah logika paling gila yang pernah diucapkan oleh hewan yang merayap di muka bumi yang mengaku bernama manusia. Dan sayangnya, dengan logika jungkir balik tidak karuan seperti ini, masih saja ada orang yang mau melahapnya mentah-mentah. Masih saja jatuh korban kesesatan tidak lucu dari massa mengambang muslim.
Menurut saya, anda memahami alQuran hanya berdasarkan dugaan dengan melihat kata dan tidak melihat makna. Terkadang anda melihat kalimat, tapi melupakan kalimat lainnya yang menjelaskan dan menolak kesimpulan anda. Hal yang sama dilakukan penulis artikel yang anda kutip dari beritamuslim. Jika anda ingin kebenaran, pelajari alQuran secara benar, bacalah tafsirnya, tanyalah kepada ulama.
April 10, 2011 at 3:15 pm
Ketidak bermutuan cara berfikir anda dan orang yang nulis artikel di beritamuslim saya ambil satu contoh saja:
Muhammad mengaku sebagai muslim pertama (Qs.6:14,163)? Ya, pada masanya.
Musa mengaku sebagai muslim pertama (Qs.7:143)? Ya, pada masanya.
Beberapa orang Mesir mengaku sebagai muslim pertama(Qs.26:51)? Ya, pada masanya.
Ibrahim mengaku sebagai muslim pertama (Qs.2:127-133, Qs.3:67)? Ya, pada masanya.
Jika anda adalah orang pertama yang menyatakan diri sebagai muslim dalam jemaat anda, maka anda boleh mengaku sebagai muslim pertama dalam jemaat anda.
Apa ada pertentangan ayat? Apa logika seperti ini saja gak kesampean? Dugaan pertentangan ayat yang lain? sama saja …. rancu, aneh bin ajaib. Hehehehe…
April 11, 2011 at 6:41 am
@someone:anda ini aneh,menjawab pertanyaan kok dgn pertanyaan,bagaimana mungkin yg tidak serupa dgn apapun bisa punya 2 tangan,Ya itu yg membuat saya bingung,kenapa allah dikatakan punya 2 tangan???? jawab begitu saja kok diputarbalikan,sudah tau allah tidak serupa apapun,tapi kenapa bisa punya 2 tangan???kalau dalam Kristen sudah jelas manusia diciptakn menurut rupa dan citranya,tapi kalau dalam islam kenapa allah dikatakan punya 2 tangan,saya tidak bilang bahwa allah dlm islam itu berupa manusia,justru quran lah yg membingungkan saya,kenapa allah dikatakan punya 2tangan? coba anad jawab,kalau pertanyaan “kenapa” atau “mengapa”,jawabannya dimulai dari kata “karena” jadi saya harap anada bisa memulai dgn kata “karena”.Dan mengenai kata “kami” dlm quran,lagi2 anda sama seperti muslim yg lain yng mengibartkan allah dgn manusia,dgn mengibaratkan allah itu presiden,ya lain lah presiden itu manusia bukan tuhan,dan presiden wajar menggunakan kata kami,karena ia tidak bisa berdiri sendiri,ada wakil presidennya,ada menteri2nya,dan prsiden berbicara/pidato bukan utk diri sendiri,tapi mewakili negara dan bangsanya,dan kalaupun seorang presiden berpidato,dia tidak hanya seorang diri,biasanya di sebelahnya ada wakil,menteri2nya,dan butuh seorang wartawan utk meliputnya,jadi sudah jelaslah bahwa presiden berbicara,bukan dari sendiri,namun mewakili,negara dan rakyatnya.Jadi anda tidak bisa mengibaratkan allah dgn presiden,ingat allah dlm islam katanya ESA,dan Maha Besar,kenapa ia disebut “kami”,Presiden memang cuma satu,tapi ia tidak bisa melakukan segala sesuatunya sendiri,presiden butuh bantuan dari wakilnya,menteri,dan rakyat2nya.Berarti anda mau mengatakan allah dalam islam juga butuh bantuan,dari wakil allah,dan lain2nya,berarti allha dalam islam lemah sekali,sama saja seperti manusia dong???? ha ha ha……
April 11, 2011 at 7:45 pm
Jika anda membutuhkan jawaban yang diawali oleh karena, inilah jawaban saya terkait pertanyaan kenapa Allah mempunyai 2 tangan: Karena Allah berfirman:
Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. (QS 38:75)
Ahlus Sunnah wal jama’ah seluruhnya mengimani dan meyakini bahwa Allah memiliki tangan dan menciptakan Adam dengan kedua tangan-Nya. Mereka tidak menolak sifat tersebut, tidak menolak berita tersebut, tidak menyelewengkan maknanya kepada makna yang lain dan tidak pula mempertanyakan seperti apa bentuk tangan Allah? Yang pasti, mereka meyakini bahwa tangan Allah tidak sama dengan tangan makhluk-Nya berdasarkan firman Allah (yang artinya):”Tidak ada yang serupa dengan-Nya, dan Ia Maha Mendengar lagi maha Melihat”. (asy-Syura: 11)
Anda berpendapat, “Bagaimana mungkin yang tidak serupa dengan apapun bisa punya dua tangan?” Saya berpendapat, “Bagaimana mungkin yang bertangan dua itu selalu manusia, selalu primata, atau selalu ciptaan”.
Tentang kalimat “tidak ada yang serupa dengan-Nya” maknanya menurut tafsir Ibnu Katsir adalah tidak ada yang serupa dengan-Nya dalam penciptaan dan sifat. Tuhan tidak diciptakan, mahluk diciptakan. Tuhan bersifat kekal, mahluk bersifat fana. Ketidakserupaan itu sama sekali tidak menyentuh hal fisik seperti tangan. Dengan demikian, apa tidak mungkin bagi Tuhan untuk memiliki dua Tangan? Apa tangan Tuhan yang tidak serupa dengan mahluk-Nya (as-Syuara 11) menunjukan Tuhan sama dengan mahluk-Nya? Tuhan memiliki tangan, mahluk memiliki tangan, kedua tangan itu berbeda, maka Tuhan dan mahluk berbeda. Lain dengan Isa yang tangannya sama dengan manusia, tangan Allah berbeda dengan tangan ciptaan-Nya.
Tentang pembahasan nahnu (kami), coba perhatikan konteks pembicaraannya. Contoh presiden itu hanya untuk menggambarkan bahwa Kami dimaknai kebesaran dan bukan jamak. Tidak perlu anda menyama-nyamakan Tuhan dengan Presiden yang hanya menyebabkan anda memikirkan yang lain-lain dan keliru. Yang harus anda lakukan adalah memahami bahwa kata ganti nahnu (kami) tidak selalu untuk menyatakan pribadi yang banyak, tetapi juga untuk menyatakan satu pribadi yang Mulia atau memiliki Kebesaran. Jika presiden menggunakan kata kami dengan maksud “saya yang mulia”, maka jika Tuhan menggunakan kami, tidak ada yang menolak jika maksudnya adalah “Saya Yang Maha Mulia”, karena nahnu dapat difahami seperti itu. Memahami nahnu sebagai “Saya Yang Maha Mulia” adalah sejalan dengan ayat alQuran yang menyatakan bahwa Allah itu Esa (tidak berbilang). Jika anda menggunakan makna jamak, maka akan besebrangan dengan ayat alQuran yang menyatakan bahwa Allah itu tidak berbilang (Esa).
April 11, 2011 at 8:22 pm
Anda berpendapat, “Bagaimana mungkin yang tidak serupa dengan apapun bisa punya dua tangan?”
Apa yang tidak serupa dengan apapun tidak boleh punya tangan atau tangannya tidak boleh dua?
Jika dua tangan anda serupakan dengan manusia atau primata, jika tangannya banyak mungkin anda serupakan dengan kaki seribu, jika tidak punya tangan mungkin anda samakan dengan ular. Lalu tidak serupa menurut anda itu seperti apa? Menurut kami, tidak serupa itu adalah tangan Tuhan berbeda dengan tangan manusia, sehingga Tuhan bukanlah manusia. Sementara serupa itu tangan Yesus berdarah daging sama dengan manusia, sehingga Yesus itu adalah manusia.
April 8, 2011 at 3:06 pm
Misionaris Kristen terkenal paling jago berkata bohong dan memutarbalikkan perkataan. Di bawah ini adalah beberapa klaim bohong Kristen mengenai silsilah Yesus:
1. Tidak ada kontradiksi antara Injil Matius dan Injil Lukas dalam menceritakan silsilah Yesus.
2. Silsilah versi Injil Matius adalah milik Yusuf, sedangkan silsilah versi Injil Lukas adalah milik Maria.
3. Talmud kitab Hagigah 2:4 dan Hagigah 77:4 mencatat bahwa Maria anak perempuan Eli.
Melalui artikel inilah saya akan membantah klaim bohong Kristen tsb berdasarkan bukti dan fakta tak terbantahkan. Anda adalah penilai atau hakim dalam artikel ini. Siapa yang berbohong dan siapa yang benar!
Penipuan Kristen: Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 2:4
Untuk memperkuat bukti bahwa Maria anak perempuan Eli, misionaris Kristen menyampaikan bukti “kuat” dibawah ini:
Silsilah yang disajikan oleh Lukas merunut garis keturunan Yesus melalui kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud). Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria sehingga menjadi sama seperti kita. Dengan demikian para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis
Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 2:4, Maria adalah anak perempuan Eli, sesuai dengan ayat di bawah ini:
* Lukas 3:23-24,
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf.”
Sumber:
-BP, http://sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-baru-vt543.html
Komentar
Inilah kebohongan misionaris Pagan Trinitarian. Nampaknya kedustaan Kristen tsb sudah tersosialisasi dengan baik, dimana kita dapat dengan mudah menemukan pernyataan seperti itu di banyak website Kristen.
Perhatikan Kebohongan Kristen dibawah ini:
“The Jerusalem Talmud recognised this genealogy to be that of Miriam and not of Joseph. It refers to Miriam as the daughter of Heli in Hagigah 2:4.” http://english.logon.org/english/s/p119.html
“The absence of Mary’s name is quite in keeping with the Jewish practices on genealogies. The Jerusalem Talmud recognized this genealogy to be that of Mary and not Joseph and refers to Mary as the daughter of Heli (Hagigah 2:4).” http://www.matsati.com/genealogy.html
“Furthermore, although many translations of Luke 3:23 read: “…being supposedly the son of Joseph, the son of Eli…,” because of the missing Greek definite article before the name of Joseph, that same verse could be translated as follows: “Being the son (as was supposed) of Joseph the son of Heli…”.1 In other words, the final parenthesis could be expanded so that the verse reads that although Y’shua was “supposed” or assumed to be the descendant of Joseph, he was really the descendant of Heli. Heli was the father of Miriam. The absence of Miriam’s name is quite in keeping with the Jewish practices on genealogies. The Jerusalem Talmud recognized this genealogy to be that of Miriam and not Joseph and refers to Miriam as the daughter of Heli (Hagigah 2:4).” http://jewsforjesus.org/publications/issues/5_6/genealogy
“Was Jacob (Matthew 1:16) or Heli (Luke 3:23) the father of Joseph and husband of Mary? (Category: misunderstood the Hebrew usage) The answer to this is simple but requires some explanation. Most scholars today agree that Matthew gives the genealogy of Joseph and Luke gives that of Mary, making Jacob the father of Joseph and Heli the father of Mary. This is shown by the two narrations of the virgin birth. Matthew 1:18-25 tells the story only from Joseph’s perspective, while Luke 1:26-56 is told wholly from Mary’s point of view. A logical question to ask is why Joseph is mentioned in both genealogies? The answer is again simple. Luke follows strict Hebrew tradition in mentioning only males. Therefore, in this case, Mary is designated by her husband’s name. This reasoning is clearly supported by two lines of evidence. In the first, every name in the Greek text of Luke’s genealogy, with the one exception of Joseph, is preceded by the definite article (e.g. ‘the’ Heli, ‘the’ Matthat). Although not obvious in English translations, this would strike anyone reading the Greek, who would realize that it was tracing the line of Joseph’s wife, even though his name was used. The second line of evidence is the Jerusalem Talmud, a Jewish source. This recognizes the genealogy to be that of Mary, referring to her as the daughter of Heli (Hagigah 2:4)”. (Fruchtenbaum 1993:10-13) http://debate.org.uk/topics/apolog/contrads.htm
Note:
Hagigah dapat ditulis Chagigah, Khagigah, Hagiga, Khagiga, atau Chagiga.
Daripada kita menggantungkan diri kepada gerombolan penipu yaitu kaum Pagan Trinitarian, mengapa kita tidak melihat secara langsung Talmud kitab Hagigah 2:4. Sekarang silahkan Anda membuka website kitab Talmud Hagigah Bab 2 dibawah ini:
- http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Talmud/hagiga2.html
- http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm
Dibawah ini saya salin kembali Kitab Hagigah 2:4.
“In the case of Pentecost, which falls upon the eve of a Sabbath, the House of Shammai say: The day for sacrificing is after the Sabbath. But the House of Hillel say: There is no day for sacrificing after the Sabbath. Both, however, admit that if it fall upon a Sabbath the day for sacrificing is the day after the Sabbath. And on that day (which is called the day of sacrificing) a high-priest is not to clothe himself in his costly garments, unless in case of a mourning or of a fast. The prohibition was in order not to confirm the words of those who say, Pentecost is after the Sabbath (only).” (Mishna Hagigah 2:4)
Sekarang, apakah Anda dapat menemukan kata “MARY” atau “MIRIAM” di Talmud kitab Mishna Hagigah 2:4 diatas? Dapatkah Anda menemukan kalimat “Mary is daughter of Heli” pada Talmud Hagigah 2:4 diatas?
Note:
Bila Anda ingin mengetahui siapa House of Shammai dan House of Hillel, silahkan baca Ensiklopedia Yahudi online di sini
Masihkan Anda meyakini this perverted nonsense religion, Christianity.
Penipuan Kristen: Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 77:4
Selain penipuan atas nama kitab Hagigah 2:4, Kristen juga memamerkan penipuan lainnya yang saya kutip dibawah ini.
Secara hukum Yahudi — bukan secara darah-daging — Yusuf adalah ayah dari Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa Yusuf “memperanakkan” Yesus, tetapi menekankan bahwa Maria yang melahirkan Yesus Kristus.
* Lukas 3:23
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,”
Nama Eli tidak muncul dalam silsilah Matius karena Eli bukanlah ayah Yusuf melainkan mertua. Eli adalah ayah Maria dan hal ini dicatat dalam kitab Agama Yahudi Misyna Khagigah 77:4. Kalangan Yahudi menanti kedatangan Sang Mesias dari keturunan Daud sehingga silsilah baik Yusuf (dari keturunan Salomo) dan Maria (dari keturunan Natan) tidak luput dari pengamatan mereka.
.(BP, op.cit.)
Note:
Pada tanggal 22 September 2007, saya tidak lagi menemukan kalimat tsb di http://sarapanpagi.org/kontradiksi-perjanjian-baru-vt543.html . BP (Forum Kristen sarapanpagi) telah menghapus kalimat tsb, karena nyata-nyata sangat mempermalukan dirinya. Forum Kristen tsb tidak ingin para pembacanya mengetahui kebohongan yang dahulu sengaja mereka ciptakan!
Komentar
Klaim bohong Kristen tsb karena mereka merujuk sebuah buku ngawur berjudul “Horae Hebraicae” karangan John Lightfoot 400 tahun silam. Apakah “ELI” adalah berasal dari terjemahan “LYBSLYM” dalam bahasa Ibrani
Kita lihat dahulu The Talmud of the Land of Israel Vol. 20: “Hagigah and Moed Qatan.” Tr. Jacob Neusner. University of Chicago Press, 1986 Passage: “L.”:
“R. Eliezer bar Yos’e said that he saw Miriam, the daughter of ‘LYBSLYM[Jastrow—the leeklike sprouts of onions], hanging the nipples of her breasts. R. Yost b. Hanina said, “The pin of the gate of Gehenna was fastened to her ear.”
Note:
- Bahasa Ibrani aslinya tidak mengenal huruf vokal. ‘LYBSLYM adalah delapan huruf konsonan bahasa Ibrani.
Eli atau Heli jika diconvert kedalam bahasa Ibrani adalah ‘eLiY. ‘eLiY hanya terbentuk dari tiga huruf bahasa Ibrani yaitu ‘-L-Y. Jadi klaim Kristen bahwa Hagigah 77:4 atau Hagigah 77:d yang menyatakan LYBSLYM sebagai ‘LY (Eli) adalah sangat tidak tepat!
Dr. David Kraemer menafsirkan “LYBSLYM” sebagai “alei betzalim” atau “alei betsalim”, yang artinya adalah “leaves of onions” dalam bahasa Inggris. Selain itu, banyak sarjana yang meyakini bahwa Mary atau Miriam yang diceritakan dalam Hagigah 77:4 bukan Maria ibunda Yesus. (source)
Jika Anda penasaran bagaimana asal mula atau duduk perkara dari penipuan umat Kristen yang kini telah tersosialisasi dengan baik oleh para antek Trinitarian tak tahu malu, silahkan baca website dibawah ini:
http://frontline-apologetics.com/QA8_talmud_mary.htmrecommended
atau di Benarkah Maria Anak Eli dalam Talmud kitab Hagigah 77:4
Ternyata Bukan Pandangan Kristen Abad Pertama, Tetapi Abad 15
“Nevertheless, the genealogy does not actually mention Mary: making it her genealogy is therefore a “daring” interpretation. More problematically, the Early Christians preserve no tradition identifying Luke’s genealogy as Mary’s. It was not until the 15th century AD, when Annius of Viterbo first suggested this reassignment of the genealogy to Mary.” (Wikipedia, Genealogy of Jesus, online source)
(Tetapi, silsilah sebenarnya tidak menyebutkan Maria: pembuatan ini adalah silsilah Maria adalah sebuah interpretasi “nekad”. Lebih problematis lagi, orang Kristen generasi awal tidak mengenal tradisi bahwa silsilah versi Lukas sebagai milik Maria. Klaim ini tidak ada sampai dengan abad 15 M, ketika Annius of Viterbo pertama kali menyarankan pengalihan silsilah kepada Maria.)
“According to Patrizi, the view that St. Luke gives the genealogy of Mary began to be advocated only towards the end of the fifteenth century by Annius of Viterbo, and acquired adherents in the sixteenth. St. Hilary mentions the opinion as adopted by many, but he himself rejects it” (Catholic Encyclopedia, Genealogy of Christ, online source)
(Menurut Patrizi, pandangan bahwa St. Lukas memberikan silsilah Maria mulai diadvokasi hanya pada akhir abad ke 15 oleh Annius dari Viterbo, dan memperoleh pengikut di abad ke 16. St. Hillary menyebut opini ini karena diadopsi oleh banyak orang, tetapi ia sendiri menolak opini ini.)
Alhamdulillah misteri kebohongan dan penipuan Kristen akhirnya terbongkar. Kini, kita dapat menyimpulkan bahwa apology Kristen yang mengalamatkan Injil Lukas sebagai silsilah untuk Maria adalah baru terjadi di abad ke 15. Lalu bagaimana silsilah Yesus menurut tradisi atau pandangan umat Kristen generasi awal, simak dibawah ini.
Injil Lukas Dalam Pandangan Umat Kristen Generasi Awal
Catatan Tradisi Kristen Generasi Awal benar-benar kompleks karena mencakup tradisi Yahudi Levirate marriage. Augustine mempelajari tradisi ini dari Julius Africanus dan menerima tradisi ini sebagai authoritative. (Eusebius dari Caesaria, Church History 1:7, 6:31; Augustine dari Hippo, De Consensu Evangelistarum 2.)
Tradisi orang Kristen mengidentifikasi seorang wanita bernama Estha sebagai nenek dari Yusuf. Estha menikah dengan Matan, keturunan Salomo (Sulaiman) bin Daud, dan menjadi ibu dari Yakub.
Tetapi setelah Matan mati, Estha menikah lagi dengan Matat, keturunan Natan bin Daud, dan menjadi ibu dari Eli.
Jadi, Yakub dan Eli adalah saudara tiri yang memiliki ibu kandung yang sama.
Eli menikah, tetapi mati tanpa mempunyai anak, jadi jandanya memikul tanggung jawab terhadap tradisi kuno levirate marriage, dan menikah dengan Yakub sehingga memperoleh anak bernama Yusuf.
Jadi, Yusuf adalah anak biologis dari Yakub keturunan Salomo bin Daud maupun anak legal dari Eli keturunan Natan bin Daud. Jadi ada dua silsilah yang diabadikan.
Meskipun secara legal adalah anak Eli, Yusuf dan ibunya tetap berada dalam keluarga Yakub, menurut tradisi, dan Yusuf secara legal mendapat waris dari Yakub.
Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Genealogy_of_Jesus
**Jadi tradisi umat Kristen generasi awal memandang bahwa silsilah Yesus versi Injil Lukas adalah berdasarkan silsilah Yusuf, bukan Maria. Bahwa orang-orang Kristen memberitahu kita silsilah Lukas secara tradisi adalah milik Maria adalah kebohongan yang nyata dipihak agama Kristen. Yang sangat disayangkan adalah bahwa kebohongan Kristen ini sudah tersosialiasi dengan baik, sehingga kita sebagai muslim harus mensosialisasikan kebenaran yang sesungguhnya mengenai pandangan umat Kristen generasi awal dalam hal silsilah Yesus versi Injil Lukas.
Pandangan Injil-injil Apokrip
Injil-injil apokrip (yang ditolak oleh Gereja Katholik) seperti Injil Kelahiran Maria (the Gospel of Nativity of Mary) dan Injil James (The Gospel of James atau the Infancy Gospel of James) mengatakan bahwa ayah kandung Maria adalah Joachim (Ioacim) dan ibu kandung Maria adalah Anna (Anne).
Dibawah ini adalah website Injil Kelahiran Maria dan Injil James:
- http://www.earlychristianwritings.com/text/infancyjames-mrjames.html
- http://www.theworkofgod.org/Library/catholic/nativity_of_mary.htm
Orang Tua Maria menurut Al-Qur’an
QS Ali ‘Imran
35. ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.”
37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
**Jadi orang tua Maryam yang benar adalah Imran.
Kontradiksi Silsilah Yesus
Setelah kita berhasil membongkar jaringan penipuan agama Kristen yang telah terorganisir dan tersosialisasi dengan baik, sekarang saya akan mengajak anda untuk menganalisis Silsilah Yesus secara kritis.
Ruth 4:18-22 1 Tawarikh 3 Matius 1 Lukas 3
Abraham Abraham
Ishak Ishak
Yakub Yakub
Yehuda Yehuda
Peres Peres Peres
Hezron Hezron Hezron
Ram Ram Arni (Ram)
Admin
Aminadab Aminadab Aminadab
Nahason Nahason Nahason
Salmon Salmon Salmon
Boas Boas Boas
Obed Obed Obed
Isai Isai Isai
Daud Daud Daud Daud
Salomo Salomo Natan
Rehabeam Rehabeam Matata
Abia Abia Mina
Asa Asa Melea
Yosafat Yosafat Elyakim
Yoram Yoram Yonam
Ahazia Uzia Yusuf
Yoas Yehuda
Amazia Simeon
Azarya Lewi
Yotam Yotam Matat
Ahas Ahas Yorim
Hizkia Hizkia Eliezer
Manasye Manasye Yesua
Amon Amon Er
Yosia Yosia Elmadam
Yoyakim Kosam
Yekhonya Yekhonya Adi
Malkhi
Neri
Pedaya Sealtiel Sealtiel
Zerubabel Zerubabel Zerubabel
Abihud Resa
Elyakim Yohanan
Azor Yoda
Zadok Yosekh
Akhim Simei
Eliud Matica
Eleazer Maat
Nagai
Hesli
Nahum
Amos
Matica
Yusuf
Yanai
Malkhi
Lewi
Matan Matat
Yakub Eli
Yusuf Yusuf
Yesus Yesus
Note:
- Arni adalah Aram dalam Septuaginta. Jadi Arni adalah Ram.
- Yekhonya (Jeconiah) mempunyai nama lain yaitu Yoyakhin (Jehoiachin), Konya (Coniah).
Kontradiksi 1
Matius 1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya pada waktu peristiwa Pembuangan ke Babylonia oleh Raja Nebukadnezar; kontradiksi dengan;
2 Raja-raja 23:29-37 s.d 24:1-14 Yosia tewas ditangan Fir’aun ketika 11,5 tahun sebelum Peristiwa Pembuangan ke Babylonia. Mayat Yosia akhirnya dikubur di Yerusalem.
Note:
Hitungan 11,5 tahun berasal dari penjumlahan masa pemerintahan raja-raja pengganti Yosia hingga peristiwa Pembuangan Babylonia yaitu : 3 bulan masa pemerintahan Yoahas bin Yosia (2 Raja-raja 23:31) ditambah 11 tahun masa pemerintahan Yoyakim/Elyakim bin Yosia (2 Raja-raja 23:36) ditambah 3 bulan masa pemerintahan Yoyakhin bin Yoyakim bin Yosia (2 Raja-raja 24:8). Yoyakhin, cucu dari Yosia, inilah yang mengalami masa pembuangan ke Babylonia.
Jadi kontradiksi! Yosia tidak mungkin bisa memperanakkan Yekhonya di Babylonia, sebab ia sudah menjadi tengkorak selama 11,5 tahun lamanya di kuburan Yerusalem pada waktu bani Israel dibuang ke Babylonia.
Seandainya umat Kristen bersikeras tidak memandang hal ini sebagai kontradiksi, artinya Anda hendak menyatakan bahwa tengkorak Yosia bangkit dari kuburannya di Yerusalem lalu berjalan lebih dari 1700 kilometer ke Babylonia untuk mengawini perempuan di Babylonia sehingga beroleh anak di Babylonia Atau jika tengkorak Yosia melewati daerah subur, yaitu dari Yerusalem ke Babylobia via Haran lalu menyusuri Sungai Eufrat maka mayat (tengkorak) Yosia perlu menempuh perjalanan sepanjang lebih dari 2400 kilometer untuk mengawini perempuan sehingga beroleh anak
Fakta Pendeta Kristen ngedit Injil
Ibarat tikus gereja yang lolos dari pengamatan kita, itulah perumpamaan yang pantas untuk Pendeta Kristen yang setelah mengetahui kebobrokan Injil Matius, mereka dengan secepat kilat mengedit Injil Matius, yang sebelumnya adalah..
“Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.” (Matius 7:11 Alkitab edisi TB online)
menjadi:
“…Yosia, Yekhonya dan saudara-saudaranya.” (Matius 1:7-11 Alkitab edisi BIS online)
“…Josiah, and Jehoiachin and his brothers.” (Matius 1:6-11 Alkitab edisi CEV online)
Perhatikan, mereka menghapus kalimat “pada waktu dibuang ke Babylonia/Babel”. Untuk mengelabui jemaat Gereja dan kritikus Bible, pendeta Kristen menggabungkan ayat 7-11 menjadi ayat 7 untuk Alkitab edisi BIS dan menggabungkan ayat 6-11 menjadi ayat 6 untuk Alkitab edisi CEV).
Mungkin pendeta Kristen berharap dengan merger beberapa ayat menjadi 1 ayat, para pembaca akan lengah mengetahui bahwa ada kalimat yang telah dihapus oleh Gereja.
TIPS:
Berikan argumentasi ini jika Anda menghadapi orang Kristen, karena bagaimana mungkin tengkorak bangkit dari kuburnya lalu berjalan ribuan kilometer hanya untuk kawin Jika mereka percaya bahwa memang demikian adanya, lalu mengapa pendeta Kristen mengedit Injil Matius Apakah ini adalah perintah dari Roh Kudus untuk segera mengedit Injil
Kontradiksi 2
Matius : Yosia memperanakkan Yekhonya.
Tawarikh : Yosia-Yoyakim-Yekhonya.
Yosia tidak mungkin bisa memperanakkan Yekhonya, sebab menurut kitab Tawarikh yang memperanakkan Yekhonya adalah Yoyakim bin Yosia.
Kontradiksi 3
Sejarah mencatat bahwa tahun 537 SM adalah saat dimana bani Israel yang mengalami masa pembuangan Babylonia diizinkan untuk kembali ke kampung halamannya di Palestina. Orang yang mengalami masa ini adalah Zerubabel, dan nama Zerubabel tercatat dalam silsilah Yesus.
“Zrubavel (Hebrew: זְרֻבָּבֶל, Zərubbāvel; traditional English: Zerubbabel; Greek: ζοροβαβελ, Zŏrobabel) was the grandson of Jehoiachin, penultimate King of Judah. Zerubbabel led the first band of Jews, numbering 42,360, who returned from the Babylonian Captivity in the first year of Cyrus, King of Persia” (http://en.wikipedia.org/wiki/Zerubbabel)
**Jadi Zerubabel adalah orang yang mengalami masa deportasi dari Babylonia ke Palestina di zaman Raja Cyrus.
“After the overthrow of Babylonia by the Persians, Cyrus gave the Jews permission to return to their native land (537 BCE)” http://en.wikipedia.org/wiki/Babylonian_captivity
**Jadi Zerubabel dideportasi tahun 537 SM.
Menurut Matius, antara Zerubabel dan Yesus terdapat 10 nama, sedangkan menurut Lukas, antara Zerubabel dan Yesus terdapat 19 nama.
Sungguh tidak logis bahwa dengan jarak 500-an tahun, ada 19 generasi, bandingkan dengan Matius yang hanya mencantumkan 10 nama generasi saja. Jadi menurut Lukas umur setiap generasi berkisar 25 tahun, sedangkan umur setiap generasi menurut Matius adalah sekitar 50 tahun. Dari sudut pandang logika umur setiap generasi, Matius adalah lebih logis daripada Lukas.
Kontradiksi 4
Dalam Kontradiksi 3 diatas saya memandang umur generasi dalam Silsilah Yesus adalah berdasarkan “usia hidup “. Lalu bagaimana jika umur generasi dalam Silsilah adalah berdasarkan “usia seseorang pertama kali mempunyai anak”, bukan “usia hidup”. Oke mari kita perhatikan dibawah ini.
Pertama, dalam Injil Matius terdapat 11 generasi dari Zerubabel hingga Yesus. Sekarang jika kita mengasumsikan umur setiap generasi pertama kali mempunyai anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan bahwa peristiwa deportasi bani Israel dari Babylonia ke Palestina terjadi pada tahun 334 SM. Perhitungan matematisnya adalah sbb:
# 30 X 11 = 330
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 330 = -334
Kedua, dalam Injil Lukas terdapat 20 generasi dari Zerubabel hingga Yesus. Jika kita asumsikan umur setiap generasi pertama kali mempunyai anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan bahwa peristiwa deportasi bani Israel terjadi pada tahun 604 SM
# 30 X 20 = 600
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 600 = -604
Ketiga, dalam Injil Matius terdapat 40 generasi dari Abraham hingga Yesus. Jika asumsi umur setiap orang pertama kali memiliki anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan Abraham hidup pada tahun 1174 SM. Perhatikan hitungan dibawah ini:
# 30 X 40 = 1200
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 1200 = – 1204
Keempat, dalam Injil Lukas terdapat 56 generasi dari Abraham hingga Yesus. Jika asumsi umur setiap orang pertama kali memiliki anak adalah usia 30 tahun, ini akan menempatkan Abraham hidup pada tahun 1684 SM.
# 30 X 56 = 1680
# Asumsi Yesus lahir tahun 4 SM.
# (-4) – 1680 = -1684
Mengapa saya berasumsi usia pertama kali memiliki anak adalah 30 tahun. Sebenarnya ini adalah serangan balik kepada ekstrimis Kristen yang menyatakan ketidaklogisan dalam silsilah Nabi Muhammad.
http://www.geocities.com/freethoughtmecca/genealogy.html
First of all, there are only 24 generations from Abraham to Muhammad, which is quite fantastic. Now, if we grant 30 years to each generation (i.e. make the generous assumption that each male fathered his respective son by age 30), this would place Abraham some time around 150 BCE. The math behind such a conclusion goes as follows:
* 30 X 24 = 720
* Muhammad was allegedly born 570 CE
* 570 – 720 = -150.
Jika mereka menilai logis atau tidaknya jumlah generasi dalam suatu silsilah berdasarkan asumsi bahwa seseorang pertama kali memiliki anak pada usia 30 tahun, mengapa saya tidak boleh menggunakan cara yang sama untuk menyerang balik mereka.
Nyatanya asumsi ini juga dipakai oleh antek Pagan Trinitarian dengan username “ali5196″ dalam forum Faithfreedom untuk menyerang Islam.
Kontradiksi 5
1 Tawarikh 3:19-20 Zerubabel memperanakkan Mesulam, Hananya, Selomit, Hasuba, Ohel, Berekhya, Hasaja, Yusab-Hesed.
Matius menyatakan Zerubabel memperanakkan Abihud, padahal tidak ada nama Abihud dalam daftar yang diperanakkan oleh Zerubabel di kitab 1 Tawarikh 3:19-20.
Lukas menyatakan Resa anak Zerubabel, padahal tidak ada nama Resa dalam daftar anak maupun keturunan dari Zerubabel di kitab 1 Tawarikh 3:19-20.
Catatan:
Disini umat Kristen tidak bisa mengelak bahwa Matius dan Tawarikh saling menyangkal.
Matius mengatakan dalam bahasa Yunani: ζοροβαβελ (ZOROBABEL) δε (DE) εγεννησεν (GENNAO) τον (TOU) αβιουδ (ABIOUD)
Gennao artinya memperanakkan. Zerubabel memperanakkan Abihud artinya Zerubabel adalah ayah kandung dari Abihud. Pernyataan ini sama dengan Abraham memperanakkan Ishak artinya Abraham adalah ayah kandung dari Ishak, bukan Abraham nenek moyang dari Ishak.
Jadi, orang Kristen yang masih memiliki otak sehat, tidak bisa berkelit terhadap kata Yunani yang begitu jelas yaitu “GENNAO” (memperanakkan).
Kontradiksi 6
Ruth dan Matius menyatakan Ram memperanakkan Aminadab.
Lukas 3:33: Ram-Admin-Aminadab
Kontradiksi 7
Tawarikh 3:19 yang menyatakan Pedaya (yaitu saudaranya Sealtiel berdasarkan 1 Tawarikh 3:17-18) memperanakkan Zerubabel.
Matius 1:12, Lukas 3:27, Nehemia 12:1, Hagai 1:1 menyatakan Zerubabel memperanakkan Sealtiel.
Kontradiksi 8
Lukas 3:7, Sealtiel anak Neri.
1 Tawarikh 3:17, Matius 1:12 Sealtiel anak Yekhonya.
Kontradiksi 9
Lukas mencatat 13 generasi antara Abraham s.d Daud.
Matius hanya mencatat 12 generasi antara Abraham s.d Daud.
Kontradiksi 10
Matius : Aminadab memperanakkan Ram.
Lukas : Aminadab anak Admin anak Arni (Ram).
Lagi, disini jelas kontradiksi. Matius menggunakan kata GENNAO (MEMPERANAKKAN) yang menandakan hubungan dekat yaitu sebagai ayah kandung bukan nenek moyang. Jika Kristen berusaha berkelit bahwa Lukas menggunakan istilah ANAK yang menandakan hubungan jauh sebagai keturunan, bukan anak kandung, justru, jika demikian pernyataan Kristen, akan sangat tidak bisa diterima. Perhatikan dibawah ini.
Matius dan Ruth : Peres-Hezron-Ram-Aminadab.
Lukas : Peres-Hezron-Ram-Admin-Aminadab.
Dengan melihat silsilah diatas, jelas bahwa yang dimaksud Matius dan Ruth adalah bahwa Peres adalah buyut (ayah kakek) dari Aminadab. Jika orang mengatakan bahwa istilah anak pada Lukas adalah dalam konteks hubungan jauh sebagai keturunan, bukan anak kandung, maka tanyakan pada orang Kristen : Apa hubungan Peres dan Aminadab menurut Matius dan Lukas
Kontradiksi 11
Matius 1:8 : Yoram memperanakkan Uzia.
2 Tawarikh 21:4 s.d 26:1 : Yoram – Ahazia – Yoas – Amazia – Uzia.
Biasanya misionaris kristen akan menyangkal bahwa yang dimaksud dalam Matius 1:8 adalah Yoram adalah leluhur Uzia, bukan ayah Uzia. Tetapi jika kita membaca Matius 1:8, tertulis jelas kata Yunani “gennao” yang artinya “memperanakkan”.
Pandangan Paulus
“Saya memintamu untuk tetap tinggal di Ephesus, ketika Saya pergi ke Macedonia, supaya kamu memerintahkan orang-orang supaya mereka tidak mengajarkan doktrin lain, atau memberikan perhatian kepada legenda-legenda dan silsilah tiada akhir.” (1 Timotius 1:3-4 Terjemahan KJV)
“Tapi hindari pertanyaan-pertanyaan bodoh, dan silsilah-silsilah, dan perdebatan mengenai hukum, sebab semuanya tak bermanfaat dan sia-sia.” (Titus 3:9 Terjemahan KJV).
Paulus memang benar dalam hal ini, karena umat Kristen generasi awal harus menghindari ayat-ayat Bible yang menceritakan silsilah Yesus, maupun silsilah lainnya dalam Bible yang terbukti kontradiksi satu sama lain.
Penipuan Lukas
Matius menyatakan bahwa Yusuf adalah keturunan dari Yekhonya (Matius 1:12), orang yang dikutuk Tuhan dalam Perjanjian Lama kitab Yeremia 22:30 :”Demikianlah Tuhan berfirman, tulislah [bahwa] orang ini [Coniah/Yekhonya adalah] orang yang tak punya anak, seorang pria yang tak akan berhasil dalam masa hidupnya; karena tak ada seorang pun dari benihnya akan berhasil, duduk diatas tahta Daud, dan memerintah lagi di Yehuda.” (Terjemahan KJV)
Silsilah Lukas dalam hal ini bermasalah karena mencakup nama Sealtiel dan Zerubabel, yang kedua-duanya adalah keturunan dari Yekhonya menurut Injil Matius. Tampaknya Lukas telah mengetahui informasi “kutukan untuk Yekhonya beserta keturunannya”, sehingga ia dengan cerdik menghapus nama Yekhonya dalam daftar silsilah Yusuf versi Injil Lukas.
Baca juga:
- Sensus Quirinius versi Lukas Dibantah Fakta Sejarah
- Penipuan Lukas Mengenai Kebangkitan Yesus
Kesimpulan
Sekarang kita semua sudah tahu bahwa penjelasan Kristen mengenai silsilah Yesus ternyata big hoax dan perverted nonsense. Ternyata, setelah kita teliti, umat Kristen generasi pertama hanya mengetahui Silsilah Yesus versi Injil Lukas adalah milik Yusuf, bukan Maria.
Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka jika tidak bertobat.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.
April 8, 2011 at 3:09 pm
Sumber:http://datakristen.blogspot.com/
April 9, 2011 at 2:20 am
@ilham:muslim gagap dan buta huruf,baru pertanyaan segitu udah ga bisa jawab,katanya qurannya sempurna??? sekarang saya makin yakin bahwa tidak ada kesempurnaan dlm quran.Keselamatan hanya ada dalam Alla Bapa,Allah Putra dan Allah Roh Kudus.
April 9, 2011 at 3:20 am
Ha ha ha…udah dijawab.Tapi kamu lari.Bila jawapan saya udah hilang dari recent comments kamu nongol balik.Licik kamu ya.Maklum kristian.Yang diatas udah dibaca?Kalau anda ada seribu bukti kesalahan Al Quran secara akal-akalan kami ada sejuta bukti kesalahan bible yang benar-benar nyata.Itulah makanya kamu mengulang dan mengulang soalan yang sama.Sementara kami akan terus mendatangkan bukti-bukti baru.Ha ha ha…
April 9, 2011 at 3:47 am
@ilham:anda juga bnyk mengulang pertanyaan2 yg sudah saya jawab,mengenai Trinitas,mengenai Yesus adalah Tuhan.Sekarang anda jawab saja di sini(reply),mengapa allah dikatakan punya 2 tangan? dan mengapa allah seringkali disebut “kami”? itu saja,coba jawab,saya tunggu dan saya tidak akan lari,anda menggugat harus berani digugat,anda menuduh,harus berani juga dituduh.Saya tunggu jwbn anda di artikel ini.
April 9, 2011 at 5:52 am
Jawapan yang kamu minta ada di sini :
http://darulihya.blogspot.com/2011/02/6-kata-kami-dalam-al-quran.html
April 9, 2011 at 11:02 am
@ilham:terima kasih atas jawabannya,namun dari jawaban anda,saya kasih nilai 0,karena 1.bagaimana allah bisa disamakan dgn dokter/ahli bedah yg notabene adalah manusia? 2.anda berdalil kata “kami” berarti allah menggunakan perantara ,malaikat untuk berbuat sesuatu,bagaimana dgn yg ini?
QS 7:11
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
QS 2:34
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir
Apakah allah menciptakan adam menggunakan perantara malaikat? kalau iya,berarti allah dalam islam tidaklah sempurna dan apakah allah berfirman kepada malaikat,juga menggunakan perantara malaikat? masa allah berfirman kepada malaikat,menggunakan perantara? dan juga bagaimana dgn ini?
QS 67:5
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
QS 37:6-8
Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.
Apakah allh menciptakan bintang2 juga dgn perantara? kalau itu memang jawaban anda,berarti saya bisa menyimpulkan bahwa allah dlm islam adalah makhluk /zat yg lemah dan tidak berdaya.ha ha ha….
April 9, 2011 at 11:52 am
Saya memang mengatakan bahawa Allah menggunakan kataganti kami untuk menunjukkan adanya keterlibatan pihak-pihak lain seperti malaikat.Tetapi bukanlah selalu begitu karena lafaz kami juga digunakan untuk menujukkan penghurmatan.
Kamu patut tau lafaz jamak dalam bahasa Arab tidak selalunya mengindikasikan bilangan.Kadang-kadang ia digunakan utk menunjukkan penghurmatan.Sebagai contoh.Orang Islam memberi salam selalu menggunakan lafaz “assalamualaikum” yang mana kum itu adalah gantinama bagi diri kedua ramai yang berarti kamu sekalian padahal orang yang diberi ucapan salam itu adalah seorang.Yang demikian bukan satu kesalahan dari segi grammar karena jamak terbagi dua.Jamak yang menunjukkan bilangan dan jamak yang menunjukkan penghurmatan.Makanya Allah menggunakan kata kami di dalam Al Quran adalah sebagai tanda keagunganNya.Ttg contoh dokter itu hanyalah menghampirkan kepada kefahaman.Mesti dibedakan antara tasybih dan tamsil.Tasybih=menyerupakan/menyamakan.Tamsil bukan menyerupakan dan bukan menyamakan.Hanya menghampirkan kepada kefahaman.Memang pada hakikatnya Allah melakukan sesuatu tidak memakai perantara.Perantara itu hanyalah sebagai sebab zahir semata bukan sebab yang melazimkan.Banyak perkara di dunia ini diciptakan oleh Allah dengan memakai perantara.Tuhan menyembuhkan orang sakit dengan perantaraan obat.Orang yang mati dibunuh,matinya itu adalah dengan kuasa Allah tetapi dengan perantaraan orang yang membunuhnya.Begitulah seterusnya.
April 9, 2011 at 7:55 pm
@ilham:saya sangat menhargai apapun jawaban dari anda,tentang “kami”.Dengan analogi yang sama,saya juga punya pendapat tentang keTuhanan Yesus yg sudah banyak saya jabarkan,dimana Yesus jelas mengakui bahwa Dia adalah Tuhan.
Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai Tuhan, dengan berkata “Aku adalah… (I am)” yang mengacu pada perkataan Allah kepada nabi Musa pada semak yang berapi, “Aku adalah Aku, I am who I am” (lih. Kel 3:14):
a) Pada Injil Yohanes, Yesus mengatakan “Aku adalah….” sebanyak tujuh kali: Yesus menyatakan Dirinya sebagai Roti Hidup yang turun dari Surga (Yoh 6:35), Terang Dunia (Yoh 8:12), Pintu yang melaluinya orang diselamatkan (Yoh 10:9), Gembala yang Baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:10), Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25), Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh 14:6), Pokok Anggur yang benar (Yoh 15:1).
b) Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber air hidup yang akan menjadi mata air di dalam diri manusia, yang terus memancar sampai ke hidup yang kekal (Yoh 4:14). Dengan demikian Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber rahmat; hal ini tidak mungkin jika Yesus bukan Tuhan, sebab manusia biasa tidak mungkin dapat menyatakan diri sebagai sumber rahmat bagi semua orang.
c) Yesus menyatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6); dan dengan demikian Ia menempatkan diri sebagai Pengantara yang mutlak bagi seseorang untuk sampai kepada Allah Bapa.
d) Ia menyatakan bahwa “… kamu akan mati dalam dosamu… jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia” (Yoh 8:24) yang datang dari Bapa di surga (lih. Yoh 21-29).
e) Yesus mengatakan, “Aku ini (It is I)…”, pada saat Ia berjalan di atas air (Yoh 6:20) dan meredakan badai.
f) Ketika Yesus diadili di hadapan orang Farisi, dan mereka mempertanyakan apakah Ia adalah Mesias Putera Allah, Yesus mengatakan, “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”[8] h) Mungkin yang paling jelas adalah pada saat Yesus menyatakan keberadaan DiriNya sebelum Abraham, “…sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:58)
12) Dengan demikian, Yesus menyatakan DiriNya sudah ada sebelum segala sesuatunya dijadikan. Dan ini hanya mungkin jika Yesus sungguh-sungguh Tuhan. Mengenai keberadaan Yesus sejak awal mula dunia dinyatakan oleh Yesus sendiri di dalam doa-Nya sebelum sengsara-Nya, “Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh 17:5)
April 10, 2011 at 6:41 am
@ Valentine
Bagi saya membuat pendalilan dari mana-mana kitab mestilah dengan dalil yg pasti dan mertabat dalil itu tidak lari dari tiga mertabat;
1)Dalil yg pasti lafzi.Iaitu ungkapan terhadap sesuatu oleh sesebuah kitab dengan bahasa yg tidak mengandungi makna ganda dan mengarah hanya kepada satu maksud.Wajib diterima tanpa soal.
2)Dalil pasti maknawi.Iaitu ungkapan sesuatu dari sesebuah kitab dengan perkataan yg mempunyai hanya dua makna.Maka utk menentukan maknanya yg sebenar di antara kedua makna itu perlu dilihat kepada dalil2 yg lain didalam kitab tersebut.Wajib diterima setelah jelas berdasarkan kepada dalil2 yg lain bhawa maksud yg lagi satu itu yg dikehendaki.
3)Dalil samar.Yaitu apabila perkataan yg digunakan mempunyai lebih daripada dua maksud samada tiga
atau lebih.Perlu dilihat kepada dalil2 lain yg berkaitan utk melihat mana yg lebih berat.Tidak ada kewajiban utk menerima satu2 maksud yg tertentu.Setiap satunya boleh diterima atau ditolak dan memilih hanya satu maksud yg dirasakan sesuai utk diamalkan.
Mungkin anda tidak bersetuju dengan pendapat saya karena anda mempunyai kepentingan anda sendiri tetapi sesiapapun yg mahu membuat pertimbangan yg adil pasti bersetuju dengan sistematika di atas.
Pendalilan atas ketuhanan Yesus yang anda kutip itu bukan pendalilan mertabat yg pertama karena jelas yesus tidak pernah mengatakan akulah tuhan dan sembahlah aku.Tidak juga pada mertabat yg kedua karena kata-kata yesus atau mukjizat-mukjizat yg dilakukannya yg dianggap oleh kebanyakan orang kristian kononnya sebagai menyatakan ketuhanannya justru dibantah oleh dalil-dalil lain yg lebih kuat yang secara pasti dan lafzi menafikan ketuhanannya.Adapun mertabat yg ketiga tidak ada kena mengena dengan perbincangan karena perbincangan kita di sini ialah utk menentukan apakah yesus itu Tuhan atau tidak menurut al kitab yang mana tidak lari dari dua.Tuhan atau tidak.Tidak ada yang ketiga.Semua nas -nas bible yg anda katakan ‘banyak’ mengungkapkan ketuhanan yesus itu menurut saya adalah nas2 yg tidak berarti sama sekali karena terkeluar dari kontak pendalilan.Kesemuanya bermakna ganda dan oleh itu pendalilannya adalah lemah justru dibantah oleh dalil-dalil lain yang lebih kuat.Coba simak semua nas-nas dibawah:
Coba semak ayat2 berikut:
Injil -Yohanes 1: 18 : “Tak seorangpun pernah melihat Tuhan.”
Injil – 1 Timotius 6: 16 : “Tuhan tidak pernah dilihat manusia, dan manusia memang tidak dapat melihat-Nya….”
Injil – Keluaran 33: 20 : “Dan Tuhan berfirman: Engkau tidak tahan me-mandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.”
Yesus dengan tegas mengatakan bahwa dirinya bukan Tuhan :
• Yohanes, 20:17 à “Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, Allahku dan Allahmu.”
• Yohanes, 8:54 à “Jika aku memuliakan diriku sendiri, maka kemuliaanku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa/Allah-kulah yang memuliakanku.”
• Matius, 18:19 à “Permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa/Allah-ku di sorga.”
• Markus, 10:18 à “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.”
• Matius, 7:21à “Bukan setiap orang yang berseru kepadaku Tuhan, Tuhan! Akan masuk kerajaan sorga. Melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa/Allah-ku disorga.”
• Lukas, 18:19 à “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.”
• Matius 19-17 à “Hanya Satu yang baik … turutilah perintah Allah.”
• Semua yang tidak mengakui dirinya sebagai Tuhan, ia tidak pantas disebut sebagai Tuhan.
• Karena Tuhan pasti menyebut diri-Nya sebagai Tuhan : Im 19:31 & Yes 43:11.
Sekarang kita lihat bagaimana sistematika di atas diterapkan dalam kasus ketuhanan Yesus. Misalnya Dalil pasti lafzi kita ambil dari Yesaya 46:5-
Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?( Yesaya 46:5)
1)Tuhan melarang diriNya disamakan dengan sesuatu
2)Oleh sebab itu tidak mungkin Tuhan sendiri akan melakukan perkara yg menyebabkan Dia dapat disamakan dengan sesuatu.
Berdasarkan dalil di atas dapat ditarik kesimpulan Tuhan tidak mungkin menjadi sesuatu yg serupa makhluknya sehingga nanti Dia akan dianggap sama dengan makhluk.Oleh itu Tuhan tidak mungkin akan menjadi serupa manusia.
Contoh lain:
“Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.” Markus, 10:18
Ayat diatas secara pasti dan lafzi yesus menolak dirinya sebagai baik dan sekaligus menolak dirinya adalah Allah.
Daripada dua contoh diatas al kitab secara pasti dan lafzi menolak bahawa Allah akan menjadi manusia dan menolak bahawa yesus adalah Allah.Oleh karena ayat diatas adalah pasti dan lafzi maka dalilnya adalah kuat dan sepatutnya dijadikan landasan di dalam mentafsirkan apa saja ayat yg lain di alkitab yg terkait dengan ketuhanan.Semua nas-nas yang anda kemukakan utk menunjukkan kepada ketuhanan Yesus adalah nas-nas yang samar dan tidak boleh dijadikan dalil kepada ketuhanan Yesus bahkan ianya adalah satu pemaksaan.
April 11, 2011 at 5:29 am
@ilham:kalau anda punya pendapat bahwa Yesus tidak secara langsung mengakui Dia adalah Tuhan,anda juga harus menerima bahwa Yesus tidak pernah menolak Dia disebut Tuhan,coba tunjukkan di ayat mana,dimana Yesus menolak keTuhanannya?dalam Injil Yohanes 1:18 tidak seperti itu,justru and telah berkali2 memalsukan kata2 dalam Injil,dimana Yohanes 1:18 Yesus mengatakan Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.Maksud Yesus adalah benar bahwa tidak seorang pun manusia pernah melihat Allah Bapa,namun yang dilihat manusia adalah Anak Tunggal Allah/Yesus,seperti yang pernah saya bilang bahwa Yesus telah ada dari awal penciptaan,jadi yang dilihat manusia adalah Anak Tunggal Allah,kalau disebut Tunggal,berarti cuma Yesuslah yang pernah dilihat menusia,seperti yang dilihat oleh Yakub,dan nabi nabi yang lain.Disitulah perbedaan islam dgn Kristen,karena di mata islam,Tuhan itu hanya Allah,sdgkn dlm Kristen,Tuhan itu Trinitas,sebaliknyua saya Kristen,tidak menemukan ayat dimana secara jelas Yesus membantah Dia bukan Tuhan,dan tida ada ayat dimana Yesus hanya menyuruh menyembah Allah Bapa,Yesus hanya mengatakan sembahlah Allah,bukan sembahlah Bapa saja,iya kan???? sekarang yang jadi kepercayaan Kristen,bagaiman kalau Yesus adalah juga Allah? dan memang orang Kristen menymbah Allah yaitu Allah Bapa,Alla Putra,dan Allah Roh Kudus,jadi ilham jgn mengatakan bahwa yang disembah Kristen adalah Yesus saja,anda SALAH BESAR,karena yang disembah Kristen adalah hanya kepada ALLAH yaitu Allah Bapa/YAHWE/I am who I am,Allah Putra/Yesus/I am who I am,dan Alla Roh Kudus/Roh Kebenaran/I am who I am.INGAT orang Kristen TIDAK HANYA MENYEMBAH YESUS.
April 12, 2011 at 7:04 am
@ valentine/siap murtad
Bukankah Yesus telah hadir ke dunia dalam rupa manusia dengan nyata dipandang?Jika begitu Yesus bukan Allah berdasarkan nas Yesaya:
Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?( Yesaya 46:5)
Kesimpulannya Tuhan tidak akan menjadikan diriNya sama seperti manusia setelah Dia sendiri jelas-jelas melarang diriNya di samakan dengan sesiapa.
April 12, 2011 at 6:38 am
Baca jawaban selengkapnya di atau masuk ke http://jawab-kontradiksi-alkitab.blogspot.com/
April 12, 2011 at 7:29 am
@Valentine/siapmurtad
Sorry salah tempat.@ valentine/siap murtad
Bukankah Yesus telah hadir ke dunia dalam rupa manusia dengan nyata dipandang?Jika begitu Yesus bukan Allah berdasarkan nas Yesaya:
Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?( Yesaya 46:5)
Kesimpulannya Tuhan tidak akan menjadikan diriNya sama seperti manusia setelah Dia sendiri jelas-jelas melarang diriNya di samakan dengan sesiapa.
April 12, 2011 at 10:08 am
@ilham:anda ini benar2 aneh,dalam Yesaya 46:5 ,Bagaimanakah kalau yang berfirman itu adalah Yesus sendiri,dgn mengatakan Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? ya sudah jelaslah bahwa Yesus tidak bisa disamakan dengan yang lain,paham lu? sekarang dalam Kitab yang sama Yesaya 45:23,Yesus juga mengatakan “Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa” Apakah islam termasuk di dalamnya? saya rasa tidak,karena islam hanya menggunakan bahasa arab dalam menyembah Tuhan.
April 12, 2011 at 11:16 am
@Ilham:Yesaya 46:5 ,Sudah jelaslah bahwa Tuhan Yesus tidak bisa disamakan dengan siapa2 lagi,Apa ada manusia yang bisa berjalan diatas air?apa ada manusia yang bisa mengubah air jadi anggur?,apa ada manusia bisa memberi makan ribuan orang hanya dgn lima roti dan dua ikan,apa ada manusia yang bisa menciptakan segala sesuatu yang hidup? apa ada manusia yang bisa membangkitkan orang yang telah mati? dana apa ada manusia yang bisa bangkit dari kubur setalah dia mati? Tidak ada kan? jadi sudah jelaslah Tuhan Yesus tidak bisa disamakan sama siapapun dan apapun,baik dahulu,sekarang maupun yang akan datang nanti.Gitu aja kok repot??????
April 12, 2011 at 10:19 am
@ilham:anda ini Yahudi atau islam? kalau memang anda lebih memilih kitab Talmud,yang notabene adalah kitab suci Yahudi,kenapa mesti lahir agama islam??Toh Yahudi dan islam sama2 menyembah pada satu Tuhan/agama Tauhid,lalu apa tujuannya islam? Yahudi dan Kristen sudah jelas berseberangan,Yahudi tidak menerima Yesus sebagai Juru selamat/Mesias yg dinantikan,karena Yesus bagi Yahudi tidak termasuk kriteria seorang Mesias.Nah yang menjadi aneh,justru kehadiran islam,yg kadang menyamaratakan antara Yahudi dan Kristen,padahal bila saya melihat,justru Yahudi dan islam yg banyak kesamaan,dalam hal Tauhid,dalam ajaran berperilaku,dll.Jadi buat saudara ilham,anda itu percaya pada kitab yg mana? dan kalau anda menuduh Kristen telah merekayasa/memalsukan Alkitab,kenapa anda tidak pakai saja kitab Yahudi,dan anda sekalian jadi agama Yahudi,karena toh islam dan Yahudi sama2 tidak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan.
April 12, 2011 at 10:24 am
@ilham: Kristus yang kita imani = Yesus menurut sejarah
Demikianlah, kita tidak dapat memisahkan Yesus menurut sejarah dan menurut iman, karena memang keduanya adalah satu dan sama, dan Yesus yang sama itu menyatakan Diri-Nya sendiri sebagai Tuhan dengan berbagai cara di hampir semua bagian Injil. Pernyataan Yesus ini kemudian dinyatakan kembali oleh para rasul, sehingga para rasul bukannya mengada-ada, atau mengarang sesuatu yang tidak ada sebelumnya. Gereja Katolik menurut Vatikan II kembali menegaskan hal tersebut.
Orang Kristen yang mengatakan bahwa Yesus tidak pernah menyatakan Diri-Nya sebagai Tuhan sesungguhnya hampir mengingkari iman Kristen-nya sendiri. Rasul Paulus pernah berkata, jika Kristus tidak sungguh-sungguh bangkit, (dan karenanya bukan Tuhan), maka sia-sialah iman kita (lih. 1 Kor 15:14). Jadi iman kita didasari oleh penjelmaan Tuhan sebagai manusia di dalam diri Yesus Kristus yang bangkit dari mati. Inilah kebenaran sejarah yang kita imani, dan yang kita amini setiap kali kita mengucapkan Syahadat Aku Percaya: “Aku Percaya akan Allah, Pencipta langit dan bumi, dan akan Yesus Kristus, Putera-Nya yang tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan, yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati…” Secara historis, Pontius Pilatus adalah nama gubernur pada jaman Yesus, sehingga dari sini kita mengetahui bahwa Yesus sungguh-sungguh hidup dan masuk dalam sejarah manusia.
Pemisahan the Jesus of history dan the Christ of Faith
Sesungguhnya, ide memisahkan Yesus menurut sejarah dan Kristus menurut yang diimani berakar dari jaman Pencerahan (Enlightenment) pada pertengahan abad ke- 19, di mana banyak para pakar Kitab Suci berpendapat bahwa Tuhan itu sepertinya hanya ‘penonton’ serupa ‘pembuat jam’ yang mengamati saja, tanpa dapat campur tangan di dalam sejarah manusia, kecuali dengan menetapkan hukum alam. Sehingga, mereka melucuti Injil dari pernyataan ke-Tuhanan Yesus dan keberadaan mukjizat-mukjizat, termasuk kelahiran Yesus dari Perawan Maria, dan kebangkitan badan, secara khusus kebangkitan Kristus sendiri. Salah seorang pelopor yang mengembangkan teori ini adalah David Friedrich Strauss in 1835[1] yang mengatakan bahwa Kristus yang diimani oleh orang Krsiten berbeda dengan Yesus yang sesungguhnya dalam sejarah. Ide ini dinyatakan kembali oleh Albert Schweitzer dan kemudian oleh Rudolf Bultmann, yang menyimpulkan bahwa Yesus menurut sejarah hanyalah seorang Yahudi di Palestina yang mati di salib.[2] Namun demikian, Bultmann menyimpulkan lebih jauh, dengan mengatakan hal ini memberikan ‘kebebasan’ bagi setiap orang Kristen untuk membentuk gambaran Yesus sendiri menurut iman yang sesuai dengan kebutuhannya. Ini adalah pemikiran Teologi Liberal yang melucuti Alkitab dan menyusun sendiri gambaran Yesus sesuai dengan keinginan manusia secara pribadi. Ini adalah ‘Relativism’: sebab Yesus digambarkan sesuai dengan kehendak pribadi dan bukannya sesuai dengan kebenaran yang sungguh terjadi. Pendapat seperti ini dikecam dengan keras oleh Paus Pius X dalam surat ensikliknya Pascendi Dominici gregis, yang menyebutkan ajaran yang sedemikian sebagai puncak dari segala ajaran sesat, “the synthesis of all heresies”, sebab ajaran tersebut menolak seluruh kebenaran objektif di dalam iman Kristiani.
Namun demikian, ajaran yang kita kenal sebagai ‘Modernism’ ini terus berlanjut sampai dengan abad ke 20, seperti yang kita lihat dalam the Five Gospels, hasil dari the Jesus Seminar. Dasar ajaran mereka: mereka tidak percaya bahwa ada Tuhan yang dapat menjadi manusia. Maka dengan ajaran ini, mereka ingin menghancurkan kebenaran Injil sebagai Sabda Tuhan.
Jika kita perhatikan, ajaran Modernism sesungguhnya ingin mengganti Trilemma tentang kemungkinan identitas Yesus menurut C.S. Lewis, yang sungguh terdengar sangat ‘keras’ di telinga orang Kristen (baca: Mengapa Orang Kristen percaya bahwa Yesus itu Tuhan?), yaitu: bahwa Kristus sungguh-sungguh Tuhan, atau Ia hanyalah seorang yang tidak waras ‘a lunatic’, atau Ia seorang yang lebih buruk daripada penipu ‘a liar’. Mereka menawarkan pendapat baru: bahwa Yesus sendiri tidak pernah menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan. Dengan demikian, para Modernist sesungguhnya lebih ‘parah’ daripada yang menuduh Yesus sebagai ‘a lunatic/ a liar’ sebab kelompok yang terakhir ini setidak-tidaknya mengakui bahwa Yesus pernah menyatakan DiriNya sebagai Tuhan, hanya saja mereka tidak percaya; sedangkan para Modernist ini mengabaikan semuanya, dan menggeserkan tuduhan kepada para murid Yesus abad pertama, dengan mengatakan bahwa mereka (para murid) itu bersekongkol untuk mengarang suatu mitos/ legenda terbesar sepanjang sejarah, yaitu untuk mengatakan bahwa Yesus itu Tuhan.
Para murid Yesus tidak mungkin ‘mengarang’ mitos ke-Tuhanan Yesus
Namun, sesungguhnya, akal sehat sendiri dapat membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak mungkin benar, dan bahwa tidak mungkin para rasul adalah pembohong. Berikut ini adalah alasannya:
1) Sebuah mitos tidak mungkin dapat dibuat dalam jangka waktu yang terlalu dekat dengan kejadian aslinya, yaitu pada saat banyak saksi mata kejadian yang masih hidup dan dapat ditanyakan konfirmasinya. Injil ditulis pada generasi yang sama dengan para saksi mata tersebut. Injil Matius pada tahun 50 AD, Lukas dan Markus sekitar 62-68 AD, dan Yohanes tahun 90 AD.[3] Juga penting diketahui, bahwa para pengarang Injil adalah saksi Kristus yang terdekat: Matius dan Yohanes adalah Rasul Yesus, Markus adalah pembantu terdekat Rasul Petrus, dan Lukas adalah pembantu terdekat Rasul Paulus. Jadi, kita dapat mempercayai keaslian dan kebenaran tulisan mereka. Seandainya isi keempat Injil tersebut tidak benar, harusnya terdapat bukti sejarah dari abad pertama yang menyangkal kebenaran Injil (terutama soal kebangkitan Yesus). Namun kenyataannya, tidak ada satupun klaim pada abad awal yang menyangkal kebenaran tersebut yang dapat ditemukan dalam sejarah.[4] Rasul Paulus dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus (55-56 AD) secara jelas menyebutkan Kebangkitan Kristus yang pada suatu kesempatan disaksikan lebih dari 500 orang, dan banyak dari antara mereka masih hidup dan dapat ditanya konfirmasinya (lih. 1 Kor 15:3-8).
2) Sangat tidak mungkin jika kita berpikir bahwa para rasul dapat membuat kebohongan yang konsisten, sebab manusia pada dasarnya lemah dan mudah ‘jatuh’ oleh tawaran suap. Satu kesempatan tawaran saja dapat mengubah semuanya, namun demikian, tidak satupun dari mereka mengubah kesaksian mereka tentang Yesus, walaupun mereka dipenjara, disiksa, bahkan dibunuh sebagai martir karena kesaksian tersebut. Ini membuktikan bahwa yang mereka katakan tentang Yesus adalah kebenaran, sebab sangat tidak mungkin orang rela mati untuk membela sebuah kebohongan.
3) Sangat tidak mungkin bahwa serangkaian mitos dapat dibuat pada jaman sejarah (di mana segala sesuatu dapat dibuktikan benar atau tidaknya) dan mitos tersebut mendapatkan penghormatan dari banyak orang.
4) Joseph Ratzinger/ Paus Benediktus XVI dalam bukunya, Jesus of Nazareth mengatakan bahwa tidak mungkin bahwa sekelompok orang yang tidak terkenal ini (para rasul yang mayoritas hanya nelayan) dapat begitu kreatif dan begitu meyakinkan dan dapat mempengaruhi seluruh dunia. Menjadi lebih logis jika kesaksian yang mereka sampaikan sungguh-sungguh terjadi.[5]
5) Pertumbuhan jemaat Kristen yang begitu pesat pada abad pertama hanya dapat dijelaskan oleh kesaksian hidup para murid yang mencerminkan kekudusan, jumlah para murid yang dibunuh sebagai martir untuk membela iman mereka, termasuk di dalamnya hampir semua rasul Yesus, dan kekempat tanda Gereja yang terbentuk pada saat itu: satu, kudus, katolik dan apostolik. Mitos atau legenda tidak akan mungkin pernah mempengaruhi banyak orang untuk percaya, apalagi sampai menyerahkan hidup mereka.
Maka kesimpulannya: apa yang dikatakan oleh para rasul itu adalah benar. Sebab ke-empat Injil sendiri dipenuhi oleh pernyataan ke-Tuhanan Yesus yang dikatakan oleh Yesus dengan berbagai cara.
Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan dengan berbagai cara
Marilah kita lihat beberapa contohnya, seperti berikut:
1) Pertama-tama, ketika berusia 12 tahun dan Ia diketemukan di Bait Allah, Yesus mengatakan bahwa bait Allah adalah Rumah Bapa-Nya (lih. Luk 2:49). Dengan demikian, Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Putera Allah.
2) Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Allah Bapa pada saat Pembaptisan Yesus, saat terdengar suara dari langit, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan.”(Luk 3:22).
3) Yesus adalah Tuhan yang mengatasi para malaikat. Setelah Dia mengatasi cobaan Iblis di padang gurun, para malaikat- pun datang melayani Dia (lih. Mat 3:11).
4) Pada saat Yesus memulai pengajaranNya, terutama dalam Khotbah di Bukit (Delapan Sabda Bahagia), Ia berbicara di dalam nama-Nya sendiri, untuk menyatakan otoritas yang dimiliki-Nya (Mat 5:1-dst). Ini membuktikan bahwa Ia lebih tinggi dari Musa dan para nabi[6], sebab Musa berbicara dalam nama Tuhan (lih. Kel 19:7) ketika Ia memberikan hukum Sepuluh Perintah Allah; tetapi Yesus memberikan hukum dalam nama-Nya sendiri, “Aku berkata kepadamu….” Hal ini tertera sedikitnya 12 kali di dalam pengajaran Yesus di Mat 5 dan 6, dan dengan demikian Ia menegaskan DiriNya sebagai Pemberi Hukum Ilahi (the Divine Legislator) itu sendiri, yaitu Allah. Demikian pula dengan perkataan “Amen, amen…”, pada awal ajaranNya, Yesus menegaskan segala yang akan diucapkan-Nya sebagai perintah; bukan seperti orang biasa yang mengatakan ‘amen’ diakhir doanya sebagai tanda ‘setuju’.
5) Jadi dengan demikian Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Taurat Allah yang hidup, suatu peran yang sangat tinggi dan ilahi, sehingga menjadi batu sandungan bagi orang-orang Yahudi untuk mempercayai Yesus sebagai Sang Mesias. Hal ini dipegang oleh banyak orang Yahudi yang diceriterakan dengan begitu indah dalam buku Jesus of Nazareth, yaitu dalam percakapan imajiner seorang Rabi Yahudi dengan Rabi Neusner,[7] mengenai bagaimana mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan inilah yang dimaksudkan oleh Yesus ketika Ia berbicara dengan orang muda yang kaya, “Jika engkau mau sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (Mat 19:21). “Aku” di sini hanya mungkin berarti Tuhan sendiri.
6) Yesus menyatakan DiriNya sebagai Seorang yang dinantikan oleh para Nabi sepanjang abad (lih. Mat 13:17). Ia juga berkata,“…supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, … sampai Zakharia… semuanya ini akan ditanggungkan pada angkatan ini!” (Mat 23:34-36). Secara tidak langsung Ia mengatakan bahwa darah-Nya yang akan tertumpah dalam beberapa hari berikutnya merupakan rangkuman dari penumpahan darah orang yang tidak bersalah sepanjang segala abad.
7) Yesus sebagai Tuhan juga terlihat dengan jelas dari segala mukjizat yang dilakukan dalam nama-Nya sendiri, yang menunjukkan bahwa kebesaran-Nya mengatasi segala sesuatu. Yesus menghentikan badai (Mat 8: 26; Mrk 4:39-41) menyembuhkan penyakit (Mat 8:1-16, 9:18-38, 14:36, 15: 29-31), memperbanyak roti untuk ribuan orang (Mat 14: 13-20; Mrk 6:30-44; Luk 9: 10-17; Yoh 6:1-13), mengusir setan (Mat 8:28-34), mengampuni dosa (Luk5:24; 7:48), dan membangkitkan orang mati (Luk 7:14; Yoh 11:39-44). Di atas semuanya itu, mukjizat-Nya yang terbesar adalah: Kebangkitan-Nya sendiri dari mati (Mat 28:9-10; Luk 24:5-7,34,36; Mrk 16:9; Yoh 20:11-29; 21:1-19).
8) Pada saat Ia menyembuhkan orang yang lumpuh, Yesus menyatakan bahwa Ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa (Mat 9:2-8; Luk5:24), sehingga dengan demikian Ia menyatakan DiriNya sebagai Tuhan sebab hanya Tuhan yang dapat mengampuni dosa.
9) Pada beberapa kesempatan, Yesus menyembuhkan para orang sakit pada hari Sabat, yang menimbulkan kedengkian orang-orang Yahudi. Namun dengan demikian, Yesus bermaksud untuk menyatakan bahwa Ia adalah lebih tinggi daripada hari Sabat (lih. Mat 12:8; Mrk 3:1-6).
10) Yesus juga menyatakan Diri-Nya lebih tinggi dari nabi Yunus, Raja Salomo dan Bait Allah (lih. Mt 12:41-42; 12:6). Ini hanya dapat berarti bahwa Yesus adalah Allah, kepada siapa hari Sabat diadakan, dan untuk siapa Bait Allah dibangun.
11) Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai Tuhan, dengan berkata “Aku adalah… (I am)” yang mengacu pada perkataan Allah kepada nabi Musa pada semak yang berapi, “Aku adalah Aku, I am who I am” (lih. Kel 3:14):
a) Pada Injil Yohanes, Yesus mengatakan “Aku adalah….” sebanyak tujuh kali: Yesus menyatakan Dirinya sebagai Roti Hidup yang turun dari Surga (Yoh 6:35), Terang Dunia (Yoh 8:12), Pintu yang melaluinya orang diselamatkan (Yoh 10:9), Gembala yang Baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:10), Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25), Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh 14:6), Pokok Anggur yang benar (Yoh 15:1).
b) Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber air hidup yang akan menjadi mata air di dalam diri manusia, yang terus memancar sampai ke hidup yang kekal (Yoh 4:14). Dengan demikian Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber rahmat; hal ini tidak mungkin jika Yesus bukan Tuhan, sebab manusia biasa tidak mungkin dapat menyatakan diri sebagai sumber rahmat bagi semua orang.
c) Yesus menyatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6); dan dengan demikian Ia menempatkan diri sebagai Pengantara yang mutlak bagi seseorang untuk sampai kepada Allah Bapa.
d) Ia menyatakan bahwa “… kamu akan mati dalam dosamu… jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia” (Yoh 8:24) yang datang dari Bapa di surga (lih. Yoh 21-29).
e) Yesus mengatakan, “Aku ini (It is I)…”, pada saat Ia berjalan di atas air (Yoh 6:20) dan meredakan badai.
f) Ketika Yesus diadili di hadapan orang Farisi, dan mereka mempertanyakan apakah Ia adalah Mesias Putera Allah, Yesus mengatakan, “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”[8] h) Mungkin yang paling jelas adalah pada saat Yesus menyatakan keberadaan DiriNya sebelum Abraham, “…sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:58)
12) Dengan demikian, Yesus menyatakan DiriNya sudah ada sebelum segala sesuatunya dijadikan. Dan ini hanya mungkin jika Yesus sungguh-sungguh Tuhan. Mengenai keberadaan Yesus sejak awal mula dunia dinyatakan oleh Yesus sendiri di dalam doa-Nya sebelum sengsara-Nya, “Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh 17:5)
13) Dengan keberadaan Yesus yang mengatasi segala sesuatu, dan atas semua manusia, maka Ia mensyaratkan kesetiaan agar diberikan kepadaNya dari semua orang. “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:37). Ia kemudian berkata bahwa apa yang kita lakukan terhadap saudara kita yang paling hina, itu kita lakukan terhadap Dia (lih. 25:40). Ini hanya dapat terjadi kalau Yesus adalah Tuhan yang mengatasi semua orang, sehingga Dia dapat hadir di dalam diri setiap orang, dan Ia layak dihormati di atas semua orang, bahkan di atas orang tua kita sendiri.
14) Yesus menghendaki kita percaya kepada-Nya seperti kita percaya kepada Allah (lih. Yoh 14:1), dan Ia menjanjikan tempat di surga bagi kita yang percaya. Dengan demikian Ia menyatakan diriNya sebagai yang setara dengan Allah Bapa, “Siapa yang melihat Aku, melihat Bapa, (Yoh 14:9), Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa (Yoh 10:38). Tidak ada seorangpun yang mengenal Anak selain Bapa, dan mengenal Bapa selain Anak (lih. Mat 11:27). Yesus juga menyatakan DiriNya di dalam kesatuan dengan Allah Bapa saat mendoakan para muridNya dan semua orang percaya, ”… agar mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…” (Yoh 17:21). Ini hanya mungkin jika Ia sungguh-sungguh Tuhan. Pernyataan Yesus ini berbeda dengan para pemimpin agama lain, seperti Muhammad dan Buddha, sebab mereka tidak pernah menyatakan diri mereka sendiri sebagai Tuhan.
15) Ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya, Thomas, Rasul yang awalnya tidak percaya menyaksikan sendiri bahwa Yesus sungguh hidup dan ia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Mendengar hal ini, Yesus tidak menyanggahnya (ini menunjukkan bahwa Ia sungguh Allah), melainkan Ia menegaskan pernyataan ini dengan seruanNya agar kita percaya kepadaNya meskipun kita tidak melihat Dia (Yoh 20: 28-29).
16) Yesus menyatakan Diri sebagai Tuhan, dengan menyatakan diriNya sebagai Anak Manusia, yang akan menghakimi semua manusia pada akhir jaman (lih. Mat 24:30-31), sebab segala kuasa di Surga dan di dunia telah diberikan kepada-Nya, seperti yang dikatakanNya sebelum Ia naik ke surga, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus…” (Mat 28:18). Dengan demikian, Yesus menyatakan diriNya sebagai Pribadi Kedua di dalam Allah Tritunggal Maha Kudus, dan dengan kuasaNya sebagai Allah ini maka ia akan menghakimi semua manusia di akhir dunia nanti, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Daniel (Dan 7:13-14). Yesus tidak mungkin membuat pernyataan sedemikian, jika Ia bukan sungguh-sungguh Tuhan.
Para Rasul hanya meneruskan kesaksian ini
Jelaslah, bahwa dengan menyaksikan Yesus yang mereka kenal secara nyata dalam sejarah, maka para Rasul dapat dengan penuh keyakinan, menyatakan ke-Tuhanan Yesus. Rasul Petrus menyatakan Yesus Kristus sebagai Allah, dan bahwa ia dan rasul-rasul yang lain mendengar bagaimana pernyataan tersebut dinyatakan dari langit pada saat Yesus dimuliakan di atas gunung Tabor (lih. 2 Pet1:16-19). Rasul Paulus, dengan mengalami sendiri Yesus yang bangkit, menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan sebanyak sekitar 230 kali di dalam surat-suratnya kepada jemaat pertama. Rasul Yohanes mengungkapkan bahwa ia ‘mengingat’ akan apa yang dikatakan Yesus sebelumnya, pada ketiga kejadian yang cukup penting dalam sejarah hidup Yesus: pada saat Yesus menyucikan Bait Allah (Yoh 2:22), pada waktu Minggu Palma (Yoh 12:16),dan Kebangkitan Yesus (Yoh 20:8-9). Hal ini menyatakan bahwa yang ditulisnya benar-benar terjadi. Dari semua ini, kita melihat bahwa pernyataan para rasul adalah sangat jelas dan sederhana, yaitu: kesaksian tentang Yesus sebagai Tuhan adalah kebenaran, dan mereka adalah saksinya. Dengan demikian, tidak mungkin ada pemisahan antara Yesus menurut sejarah dan Yesus yang diimani.
Jadi Ke-Tuhanan Yesus bukan baru diresmikan di awal abad ke- 4!
Dengan uraian di atas, sesungguhnya jelas bahwa Ke-Tuhanan Yesus bukan rekayasa para murid, atau bahkan seperti yang dituduhkan banyak orang, ‘baru diresmikan’ di tahun 325 oleh Kaisar Konstantin. Yang benar adalah: Yesus sebagai Tuhan sudah menjadi kepercayaan jemaat Kristiani sejak zaman para rasul, namun kemudian sekitar tahun 319, terdapat ajaran sesat dari Arius, yang mengatakan bahwa Yesus adalah bukan Tuhan dan tidak sejajar dengan Allah Bapa. Untuk menolak ajaran sesat ini, maka Gereja Katolik, yang waktu itu disponsori oleh pemerintah Konstantin, mengadakan Konsili Nicea (325), yang dihadiri oleh sekitar 300 uskup yang hampir semua serentak menolak ajaran sesat Arianisme ini.[9] Konsili ini menyatakan bahwa Yesus adalah satu substansi (con-substantial) dengan Allah Bapa. Dengan demikian, Konsili Nicea bertujuan untuk menegaskan kembali ajaran Gereja tentang ke-Tuhanan Yesus, dan bukan baru meresmikan ke- Tuhanan Yesus!
Penegasan dari Gereja Katolik dewasa ini
Vatikan II melalui Dei Verbum menolak pendapat kaum Modernist ini. Gereja menegaskan kembali asal Injil ini dari para Rasul sendiri yang menjadi saksi hidup Yesus, dan dengan demikian mengkonfirmasi kebenaran pesan Injil (lih. DV 18).[10] Selanjutnya, Gereja menegaskan nilai historis Injil, dengan menyebutkan bahwa apa yang tertulis di dalamnya adalah yang sungguh-sungguh Yesus perbuat dan ajarkan untuk keselamatan kekal (lih. DV 19).[11]
Paus Yohanes Paulus II dalam surat Apostolik Novo Millineo Ineunte, mengulangi DV 18 dan DV 19, bahwa Injil dituliskan berdasarkan kesaksian historis/ sejarah. Walaupun demikian, kita tidak menganggap Injil sebagai buku biografi Yesus dalam urutan kronologis. Perhatian pada urutan kronologis dapat membuat seseorang menjadi seperti para Modernist, yang melihat Injil sebagai buku cerita, dan menganggap Injil Yohanes sebagai hanya puisi tentang Yesus, yang ditulis oleh para murid Rasul Yohanes, dan kemudian ditulis seolah-olah dikatakan oleh Yesus!
Mengenai hal ini, Paus Benediktus XVI melalui Jesus of Nazareth mengatakan bahwa memang Injil Yohanes tidak dituliskan dengan urutan historis yang kaku seperti dalam transkrip rekaman, tetapi dalam hal isi, merupakan pernyataan-pernyataan yang berasal dari Yesus sendiri, sehingga pesan Injil tersebut menunjuk kepada Yesus yang sesungguhnya. Segala gambaran dalam Injil Yohanes (air, roti, anggur, Gembala) seperti halnya perumpamaan- perumpamaan yang tertulis dalam Injil Matius, Lukas, dan Markus, dimaksudkan untuk menggambarkan Yesus dan rencana keselamatan-Nya.
Katekismus Gereja Katolik juga sangat jelas menegaskan kembali sikap Gereja dalam hal ini[12] : bahwa Kristus yang tertulis dalam Injil adalah Kristus yang sama dengan Kristus yang ada di dalam sejarah. Injil membantu kita untuk mengalami Yesus yang sungguh hadir dalam sejarah, dan mengimani-Nya. Paus Benediktus XVI menegaskan, bahwa segala gambaran Yesus yang dihasilkan oleh metoda historis modern janganlah sampai membuat kita menciptakan sendiri gambaran Yesus, dan kemudian menyebutnya sebagai Yesus menurut sejarah, lalu menuduh bahwa Injil hanya rekaan jemaat abad pertama. Sekali lagi, hal ini tidak mungkin terjadi, sebab cara sedemikian pasti menimbulkan kontradiksi yang tidak memungkinkan berkembangnya Iman Kristiani sampai sekarang, yang sudah mengubah dunia.[13]
Penutup
Pada akhirnya, kita harus mengakui soal menerima ke-Tuhanan Yesus adalah soal iman. Bagi mereka yang percaya, memang bukti sejarah sampai sedetail-detail-nya tidak diperlukan. Tapi bagi mereka yang tidak percaya, bahkan bukti yang sudah nyata dan detail sekalipun tidak dirasa cukup. Akhirnya, kita meyakini bahwa iman adalah karunia. Kita percaya akan janji Tuhan Yesus, “… Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” (Yoh 6:40). Dan karena Tuhan Yesuslah yang menghakimi semua orang di akhir zaman nanti, patutlah kita memegang janjiNya ini, dan dengan iman yang teguh kepada-Nya, kita percaya Dia akan memenuhi janji-Nya. Terpujilah Tuhan Yesus!
April 9, 2011 at 5:09 am
Sang Mesias memberikan Perjanjian Baru
Efek yang lain dari kedatangan Mesias ke dunia adalah Dia akan menetapkan Perjanjian Baru. Dan Perjanjian yang baru ini tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di setiap hati manusia. Dan ini mencapai pemenuhannya melalui pelayanan yang diberikan melalui Gereja dengan memberikan rahmat kekudusan dan berkat Roh Kudus yang diterimakan di dalam Sakramen Permandian dan Penguatan.
Kesimpulan
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa begitu banyak nubuat tentang Mesias yang diberitakan oleh para nabi dalam kurun waktu lebih dari 20 generasi. Tuhan sendiri telah mempersiapkan kedatangan-Nya secara perlahan-lahan dan terus menerus dari awal mula, sehingga manusia akan dapat mengenali dan mempersiapkan kedatangan-Nya dengan pertobatan hati seperti yang diberitakan oleh Yohanes Pemandi.
Dengan mempelajari semua nubuat tersebut di atas secara jujur, sungguh sangat sulit untuk sampai tidak mengenali bahwa semua nubut tersebut hanya bermuara ke satu titik, lebih tepatnya satu pribadi, yaitu Yesus Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia dan membawa keselamatan bagi seluruh bangsa. Kedatangan Yesus yang telah diberitakan sebelumnya ini membedakan Yesus dengan para pemimpin agama yang lain. Semua nubuat kedatangan Yesus ini menjadi salah satu “motives of credibility“, motif yang dapat dipercaya bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias, Anak Allah, yang dijanjikan.
Ringkasan dari nubuat tentang Mesias dalam kurun waktu 2000 tahun lebih, yang dipenuhi dalam diri Yesus:
A. Kedatangan Mesias
1. Dia akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, Yakub, dan Daud.
Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, Yakub (Kej 2:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
Mesias akan datang dari tunggul Isai (Yes 11:1-2). Isai adalah bapa dari Daud (1 Sam 16:19).
Seorang nabi dari Moab, Bileam, bernubuat tentang kedatangan Mesias yang akan datang dari keturunan Yakub (Bil 24-17-19).
Mesias akan datang dari keturunan Daud dari suku Yudah, dan Tuhan menjanjikan bahwa tahta-Nya akan berlangsung untuk selamanya (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37).
Pemenuhan janji ini adalah dalam diri Kristus, seperti yang ditunjukkan dalam garis keturunan yang diberikan oleh Matius dan Lukas (Mat 1:1-17; Luk 3:23-38). Perbedaan garis keturunan yang dikemukakan antara Matius dan Lukas, dikarenakan Matius membuat garis keturunan St. Yosef dan Lukas melihatnya dari Bunda Maria. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana sebenarnya garis keturunan ini tidak bertentangan, silakan klik disini (dalam bahasa Inggris).
Untuk menyimpulkan bahwa kerajaan yang dijanjikan oleh Tuhan adalah kerajaan Daud atau Salomo adalah tidak mungkin, karena kerajaan mereka telah runtuh. Pemenuhan janji ini hanya ada pada diri Kristus, dimana kerajaan-Nya akan terus ada sampai akhir jaman. Dan kerajaan-Nya di dunia ini adalah Gereja Katolik, dimana Yesus sendiri menjanjikan akan melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (Mat 16:16-20).
2. Dia akan datang di Bethlehem.
Betlehem Efrata, di daerah Yudea adalah lokasi yang sangat spesifik untuk kelahiran Mesias, seperti yang diberitakan oleh nabi Mikah (Mic 5:2).
Yesus adalah pemenuhan janji ini, karena Yesus lahir di Betlehem di daerah Yudea (Mat 2:6; Yoh 7:42; Luk 2:4). Hal ini menjadi begitu penting, karena dengan mengatakan Mesias lahir di Betlehem, sama saja kalau di Indonesia mengatakan bahwa Mesias akan lahir di Mojokerto di daerah Jawa Timur. Jadi Tuhan memilih tempat yang begitu kecil, yang secara manusia tidak mungkin terjadi, namun semua ini terpenuhi dalam diri Yesus.
3. Dia akan datang pada waktunya, yaitu sebelum kehancuran Yerusalem.
Sang Mesias akan datang sebelum suku Yehuda benar-benar lenyap (Kej 49:8-11; Bil 24:17-19).
Karena dinubuatkan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud, suku Yehuda, maka Mesias akan datang sebelum keturunan Daud lenyap (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37). Kita tahu bahwa pada tahun 70AD, Yerusalem mengalami kerusakan total karena kepungan tentara Roma dibawah jendral Titus, dimana kehancuran ini telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri (Mat 24:3-21).
Malaikat Gabriel mengatakan kepada nabi Daniel bahwa Mesias akan datang dalam waktu 70 minggu tahun dari saat pembangunan kembali Yerusalem (Dan 9:1-27).
70 minggu tahun (490 tahun) dari saat pembangunan kembali Yerusalem (sekitar tahun 458 BC), membawa kita kepada sekitar tahun 32 AD, tahun dimana Yesus disalibkan.
Semua nubuat di atas dipenuhi oleh Yesus Kristus, keturunan Daud, yang berkarya sampai tahun 33 AD. Jadi Mesias datang sebelum kehancuran total Yerusalem tahun 70 AD.
4. Dia akan dilahirkan oleh seorang perawan.
Mesias akan lahir dari seorang perawan, seperti yang diberitakan kepada raja Ahab oleh nabi Yesaya (Yes 7:13-14).
Pemenuhan janji ini adalah Yesus Kristus, yang lahir dari perawan Maria. (Luk 1:26-38). Hal ini juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam.
B. Karakter dari Mesias yang dijanjikan
1. Dia adalah abadi
Nabi Mikah menubuatkan tentang Mesias, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala, namun Dia akan lahir di Betlehem (Mik 5:2; Ams 8:22-31).
Ini adalah dua hal yang mempunyai sifat yang berbeda. Di satu sisi, Dia ada sejak asal mula, namun di satu sisi dia masuk dalam sejarah manusia, yang bermula di Betlehem. Disinilah pemenuhan janji Allah pada diri Yesus, yang mempunyai dua kodrat, Tuhan dan Manusia (one person with two nature).
2. Dia adalah Anak Manusia dan Anak Allah
Nabi Daniel mengalami suatu penglihatan, dimana datang Anak Manusia dan kepada-Nya diberikan segala kuasa, kemuliaan, dan kerajaan (Dan 7:13-14; Maz 2:7-8; 2 Sam 7:14).
Orang Yahudi mengerti bahwa Anak Manusia berarti “Manusia itu” atau Anak Allah berarti “Allah”.
Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Manusia (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).
3. Dia mempunyai Roh Allah dan diberi gelar Ilahi
Roh Allah akan ada pada diri Mesias: roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan (Yes 11:2).
Mesias akan diberi gelar-gelar Ilahi, seperti: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yes 9:6).
Semua gelar di atas adalah hanya untuk Tuhan, yang terpenuhi dalam diri Kristus, karena memang Yesus datang ke dunia dan Dia telah menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan.
Gelar Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu figur kebijaksaan (Am 8:22-31). Dan Roh Tuhan ini adalah Tuhan sendiri, seperti yang kita lihat dalam penciptaan dunia (Kej 1:2).
4. Mesias akan mempunyai Roh Kelemahlembutan dan Belas Kasihan
Seluruh ajaran dan pengadilan dari Mesias akan ditandai dengan Roh kelemahlembutan dan belas kasihan, dimana nabi Zakaria mengatakan bahwa Raja yang rendah hati akan naik keledai (Yes 42:3; Zak 9:9).
Hal ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang mengajarkan ajaran cinta kasih, seperti yang tercermin dalam kotbah di bukit (Mat 5:1-12).
Yesus juga memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai (Mat 21:5-7)
C. Mesias mempunyai 3 misi utama: menjadi Raja, Nabi, dan Imam.
1. Mesias adalah Raja
Mesias digambarkan sebagai Raja, pada waktu Yakob memberkati Yehuda, dimana Yakob mengatakan bahwa tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda sampai Dia datang yang berhak atasnya, dan kepada-Nya akan takluk bangsa-bangsa. (Kej 49:8-10).
Sampai Dia yang berhak atasnya merujuk kepada Mesias, dimana Dia datang untuk mendirikan kerajaan-Nya yang memang menjadi hak-Nya, sebelum suku Yehuda benar-benar musna. Jadi nubuat ini merujuk kepada Kristus, yang juga memprediksikan kehancuran Yerusalem.
Bileam, bernubuat tentang Mesias, yang akan menjadi bintang, dan mempunyai kekuasaan seluruh bangsa (Bil 24:17-19).
Bintang dari Yakub terpenuhi dari diri Yesus, dimana kelahiran-Nya ditandai dengan bintang yang diikuti oleh orang-orang magus. Bintang Israel bukanlah raja dari dunia ini, namun Dia adalah Raja Surgawi yang bertahta dalam hati setiap orang.
Yesaya mengatakan bahwa seorang anak akan lahir dan pemerintahan akan ada pada pundak-Nya (Yes 9:6).
Zakaria mengatakan bahwa seorang Raja yang rendah hati akan menaiki keledai (Zak 9:9).
2. Mesias adalah Nabi
Musa berkata bahwa Tuhan akan memberikan nabi yang baru seperti dia diantara kaum Israel (Ul 18:15-19).
Rasul Petrus dan diakon Stefanus mengatakan bahwa Yesus adalah pemenuhan dari Nabi yang Baru seperti yang telah dijanjikan oleh Musa karena Dia memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada hukum Musa (Kis 3:22-23; Kis 7:37).
Yesus adalah Musa yang baru, seorang Nabi, perantara antara manusia dan Tuhan, yang memateraikan perjanjian baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Perjanjian Baru ini lebih sempurna daripada Perjanjian Lama yang diadakan di gunung Sinai.
3. Mesias adalah Imam
Mesias akan menjadi imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek (Maz 110:4).
Yesus adalah Imam Agung menurut Melkisedek dimana Dia menggenapi nubuat ini dengan kurban imamat pada saat perjamuan terakhir (Ibr 5:1-10; 6:20).
D. Kehidupan, penderitaan, kematian, kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias.
1. Dia akan melakukan banyak mukjijat
Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Mesias akan melakukan banyak mukjijat, seperti: orang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu bersorak-sorai (Yes 29:18, 35:5-6, 61:1).
Yesus menjadi pemenuhan nubuat ini, seperti yang dikutip-Nya pada waktu Dia menjawab utusan Yohanes Pemandi (Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30).
Kita juga melihat dalam seluruh Injil, Yesus melakukan banyak sekali mukjijat.
Bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjijat, juka di akui oleh kaum Muslim.
2. Dia akan dianiaya, mengalami penderitaan dan mati di kayu salib
Sang Mesias digambarkan mengalami penderitaan
Yakob menggambarkan bahwa Mesias akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur (Kej 49:11).
Daniel 9 memberikan gambaran akan Mesias yang menderita, dimana dia akan disingkirkan, walaupun tidak mempunyai kesalahan apapun (Dan 9: 26).
Gambaran akan penderitaan Mesias:
Nabi Yesaya memberikan gambaran yang begitu jelas akan penderitaan Sang Mesias (Yes 42; 49; 50; 53).
Mesias harus menderita untuk menanggung dosa dunia; oleh bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan (Yes 53:5).
Mesias juga akan ditolak oleh orang-orang (Maz 118:22).
Yesus ditolak bukan hanya oleh orang-orang, namun terutama adalah para ahli farisi, imam agung. Namun penolakan ini melahirkan Kerajaan Allah, dengan Yesus sendiri sebagai batu penjuru (Mat 21:42).
Daud berbicara tentang penderitaan Kristus di kayu salib, seperti: tangan dan kakinya akan ditusuk, segala tulangnya terlihat, membagi pakaiannya, menderita kehausan yang sangat (Maz 22). Dan lebih lanjut nabi Yesaya mengatakan bahwa Mesias akan memberikan punggungnya bagi orang-orang yang memukulnya, dan memberikan pipinya bagi yang mencabut janggutnya. Dia dinodai dan diludahi, namun dia tidak menyembunyikan mukanya (Yes 50:6). Lebih lanjut buku Kebijaksanaan Salomo menceritakan tentang penganiayaan dan penolakan Kristus (Keb 2:12-20).
Drama yang begitu kejam ini terpenuhi dalam diri Kristus yang mengalami penderitaan begitu hebat sesuai dengan yang dinubuatkan nabi Daud dan Yesaya (Mat 27:39-42).
3. Dia akan bangkit
Daud berbicara tentang kebangkitan Mesias ketika dia berkata bahwa Tuhan tidak akan memberikan Dia kepada dunia orang mati (Maz 49:15).
Yesus adalah pemenuhan nubuat ini, karena Yesus telah bangkit dari mati dengan begitu banyak saksi yang masih hidup pada waktu Injil dan Surat Rasul Paulus ditulis (Mat 28:7).
Yesus juga mengatakan bahwa Dia adalah kebangkitan dan hidup dan barangsiapa percaya kepada-Nya, dia akan hidup walaupun dia sudah mati (John 11:25).
4. Dia akan menjadi pemenang
Namun Sang Mesias telah dinubuatkan akan menjadi pemenang, seperti yang dikatakan oleh Tuhan sendiri, ketika Tuhan berbicara di hadapan Adam, Hawa, dan ular, dan mengatakan ” Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej 3:15).
Wanita ini dapat diinterpretasikan sebagai Maria, yang melahirkan Yesus.
Jadi Yesus, anak dari Maria, adalah pemenuhan dari nubuat ini, yang telah meremukkan kepala setan, namun dengan mengalami keremukan tumit, atau penderitaan yang berat, yang mencapai puncaknya pada penderitaan Kristus di kayu salib.
E. Mesias akan menghapus dosa manusia dengan Perjanjian yang baru, yang akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa dan dicapai melalui Gereja-Nya.
1. Mesias akan menghapuskan dosa dan membawa keadilan yang sejati
Daniel 9 mengatakan bahwa Mesias akan melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, menghapuskan kesalahan, mendatangkan keadilan yang kekal (Dan 9:24).
Nubuat ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang kedatanga-Nya memberikan kesempatan kepada manusia untuk bersatu kembali dengan Tuhan.
2. Mesias akan membuat Perjanjian yang Baru.
Nabi Yeremiah dan Ezekiel mengatakan bahwa Mesias akan memberikan perintah yang baru, Perjanjian yang Baru, dimana tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di dalam hati setiap orang (Yer 31:31-33; Ez 36:24-27).
Dan semua ini dipenuhi oleh pelayanan Gereja dalam memberikan rahmat kekudusan dan karunia Roh Kudus melalui Sakramen Permandian dan Sakramen Penguatan.
3. Dia akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa
Berkat bagi seluruh bangsa telah dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham, Iskak, Yakob (Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
Berkat untuk seluruh bangsa mengalir dari Yesus, melalui Gereja-Nya, sehingga Gereja Katolik menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa.
4. Mesias akan mendirikan Kerajaan Allah
Daniel menafsirkan mimpi dari raja tentang patung yang terdiri dari empat elemen, dimana akhirnya dihancurkan oleh tangan Ilahi, yang dilambangkan dengan batu yang bukan dari tangan manusia (Dan 2:32-45).
Empat kerajaan melambangkan: Babilonia, Persia & Media, Aleksandria, Roma.
Batu melambangkan sesuatu yang lebih besar dari kerajaan Roma dan terbuat dari tangan Ilahi. Batu ini melambangkan Mesias.
Batu itu kemudian tumbuh menjadi gunung yang besar dan memenuhi bumi, yang melambangkan Gereja Katolik yang menjadi sakramen Keselamatan bagi seluruh bangsa.
Daniel melihat Anak Manusia, yang diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kekuasaan sebagai raja, dan semua orang dari segala penjuru, bangsa, dan bahasa akan melayani Dia dan kekuasaan ini tidak akan berakhir (Dan 7:13-14; Maz 72:4-17).
Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).
Kedatangan Yesus yang kedua digambarkan seperti Anak Manusia yang datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan (Dan 7:13-14).
5. Gereja Katolik adalah Kerajaan Allah yang didirikan oleh Mesias
Yesaya menubuatkan bahwa rumah Allah akan didirikan dan dimuliakan, dimana seluruh orang dan bangsa akan datang kepadanya (Yes 2:2-3). Lebih lanjut, Yesaya berkata bahwa Mesias adalah terang bagi bangsa-bangsa, dimana keselamatana akan mencapai seluruh dunia. (Yes 49:5-12).
Semua ini dipenuhi dalam Gereja Katolik yang didirikan oleh Kristus, dimana segala macam suku dan bahasa datang dan bergabung menjadi anggota Gereja.
April 9, 2011 at 2:53 pm
10 pokok beda ajaran Yesus dan Paulus :
1. Ajaran Yesus: Yesus adalah utusan Tuhan (Yesus tidak pernah meminta disembah/dituhankan).
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3), (Yohanes 11:42)
Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya….Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20)
Kamu telah mendengar, bahwa Aku (Yesus) telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28)
Ajaran Paulus: Yesus adalah tuhan.
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)
Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit dari antara orang mati, maka ia akan diselamatkan. Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus lebih dipromosikan sebagai Tuhan ketimbang dengan Tuhan Allah/Bapa. Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan Allah/Bapa sebagai Tuhan Yang Esa.
2. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum Taurat, justru meneruskan hukum Taurat.
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18)
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekali-pun yang paling kecil, dan mengajar-kannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19), (Matius 5:20)
Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya.
Ajaran Paulus: Kristen mengutuk hukum Taurat.
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami-pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16), (Galatia 3:24-25), (Galatia 5:4), (Roma 3:27-28) dan (Efesus 2:15).
3. Ajaran Yesus: Laki-laki harus Khitan.
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)
Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:10-11)
Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12), (Kejadian 17:13), (Kejadian 17:14), (Kejadian 21:4)
Ajaran Paulus : Kristen tidak mewajibkan Khitan.
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6)
Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19)
4. Ajaran Yesus: Tidak ada dosa waris.
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)
Ajaran Paulus: Setiap orang mewarisi dosa Adam
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12)
NB: Oleh karena dosa warisan dari Adam tersebut, menurut Paulus, disalibnya Yesus konon untuk menebus dosa-dosa manusia.
5. Ajaran Yesus: Berpuasa, berwudlu, mengajarkan sujud serta berdoa ketika sedang sujud.
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, (Matius 6:17)
Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. (Keluaran 40:31-32)
Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39), (Bilangan 20:6), (Kejadian 17:2-3)
Ajaran Paulus: bernyanyi di gereja.
Dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19)
Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. (Kolose 3:16)
NB: Menyanyi di gereja bukanlah ajaran Yesus, tetapi ajaran Paulus (Efesus 5:19).
Insya Allah, lima ajaran pokok Yesus yang lain akan kami sampaikan di edisi berikutnya.
6. Ajaran Yesus : melarang hidup mewah di dunia.
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membong-kar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20).
Ajaran Paulus : Tidak ada larangan hidup mewah dalam ajaran Kristen
“Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28)
7. Ajaran Yesus : meninggal dunia dibungkus kain kafan.
Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengafaninya dengan kain lenan yang putih bersih, (Matius 27:59)
Mereka mengambil mayat Yesus, mengafaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40)
Ajaran Paulus : meninggal dunia diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati.
Misalnya, meninggalnya Paus Yoha-nes Paulus II, penyanyi Broery Marantika, dan mantan Menko Ekuin Radius Prawiro. Ketiganya diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati sebelum dikubur.
8. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum rajam.
Musa dalam hukum Taurat memerin-tahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu (Yesus) tentang hal itu?” (Yohanes 8:5)
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak ber-dosa, hendaklah ia yang pertama melem-parkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7).
Ajaran Paulus : Tidak ada hukum rajam dalam ajaran Kristen.
Ajaran Kristen menolak hukum rajam, karena ia adalah bagian dari hukum Taurat. Lihat kembali pernyataan Paulus dalam Galatia 2:16 (butir 2 di atas).
9. Ajaran Yesus : Menerapkah hukum Qisash
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Matius 5:38)
mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki (Keluaran 21:24)
patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. (Imamat 24:20)
Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.” (Ulangan 19:21)
Ajaran Paulus : Membatalkan hukum Qisash, menjerumuskan dalam perbudakan.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Matius 5:39-42)
10. Yesus tidak membuat agama baru.
Lihat kembali pernyataan Yesus dalam Matius 5:17-20 (Butir 2 di atas).
Namun, Kristen adalah agama baru yang lahir setelah usaha penyaliban Yesus.
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26).
Nah, maka makin jelaslah. Umat Kristen saat ini adalah bukan penganut Yesus, tapi Paulus. Mereka bukan Nasrani tetapi lebih tepat disebut Kristen.
Di mana-mana ayat injil yang mengatakan Yesus hanyalah utusan Tuhan maka dapat dipastikan itu adalah perkataan Yesus.Tapi di mana-mana ayat yang mengatakan Yesus itu Tuhan maka dapat dipastikan itu hanyalah perkataan pengarang injil atau Paulus.
Wahai orang-orang kafir!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.Jika tidak,neraka menunggu kalian.
April 9, 2011 at 7:00 pm
@ilham: Terima kasih atas beberapa sanggahannya tentang ke- Allahan Yesus. Sebelum saya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari beberapa ayat yang diberikan oleh Ilham, saya ingin memberikan prinsip dalam diskusi dengan mengutip ayat-ayat dari Alkitab untuk membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Ada dua kemungkinan dalam pendekatan ini: 1) jika ilham beranggapan bahwa Alkitab bukanlah wahyu Allah, maka anda tidak perlu mengutip ayat-ayat Alkitab. 2) jika ilham beranggapan bahwa semua ayat-ayat di Alkitab diwahyukan oleh Allah dan karena itu semua ayatdi Alkitab adalah benar, maka anda dapat mengutip ayat-ayat Alkitab untuk mendukung argumen anda. Sebaliknya, saya juga dapat mengutip ayat-ayat yang lain untuk mendukung argumentasi saya. Jadi, kalau saya mengutip ayat-ayat pendukung, anda tidak dapat mengatakan bahwa ayat-ayat yang saya kutip bukanlah Wahyu Allah. Dengan demikian, kita dapat berdiskusi dengan asumsi yang jelas, dan argumentasi yang mengalir menjadi konsisten. Kalau Fadly memilih alternatif 1, maka anda dapat memberikan argumentasi di luar Alkitab. Sebaliknya, kalau anda memilih alternatif 2, maka kita harus menganggap bahwa semua ayat-ayat di Alkitab adalah benar. Dengan dasar ini, maka berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan:
Yohanes 5:30 “aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”.
Kalau kita dapat menerima bahwa “Aku [Yesus] dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30), maka kita akan dapat menerima perkataan di Yoh 5:30. Karena persatuan yang tak terpisahkan antara ketiga Pribadi (Allah Bapa, Allah Putera, Allah Roh Kudus), maka Yesus dapat mengatakan “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri” (Yoh 5:30), karena mereka (tiga Pribadi dalam Trinitas) melakukan perbuatan bersama-sama. Dengan demikian kita juga dapat menerapkan bahwa Allah Bapa dapat mengatakan hal yang serupa, karena apa yang dilakukan-Nya juga dilakukan oleh Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Dan di ayat yang sama, dijelaskan tentang kehendak yang sama di dalam Trinitas, karena ketiga Pribadi tersebut adalah satu Tuhan.
Lukas 10:16 “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barang siapa menolak kamu, ia menolak Aku,; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”
a) Di sini anda ingin mencoba membuktikan bahwa Yesus adalah hanya utusan. Namun, kalau kita melihat dari ayat-ayat lain di Alkitab, maka Yesus yang diutus ke dunia oleh Allah Bapa, adalah utusan yang mempunyai kodrat Allah dan kodrat manusia. Mari kita melihat satu persatu dari ayat yang anda kutip.
b) Dalam Lk 10:16 disejajarkan antara Yesus yang mengutus para murid dengan Alllah yang mengutus Yesus. Namun, kalau kita melihat ayat Lk 10:17, maka dikatakan “Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”” Kalau Yesus hanyalah seorang utusan yang terpisah dari Allah, mengapa para murid mengatakan “setan-setan takluk demi nama-Mu [Yesus]“? Dan mengapa Yesus mengatakan bahwa berbahagialah orang yang melihat Yesus karena banyak nabi dan raja ingin melihat Yesus tetapi mereka tidak melihatnya? (lih. Lk 10:23-24). Kalau Yesus tidak lebih besar dari raja dan nabi, mengapa para nabi dan para raja ingin melihatnya? Siapakah yang lebih besar dari para nabi? Kalau Yesus hanya nabi, mengapa para nabi ingin melihatnya?
ustru karena persatuan Yesus – yang adalah Allah Putera – dengan Allah Bapa tak terpisahkan, maka hal itu membuktikan bahwa keduanya tak terpisahkan. Perbandingan antara “para murid yang diutus Yesus” dan “Yesus yang diutus Allah Bapa” adalah jelas tidak setara, sebab para murid tidak dapat mengusir setan dalam nama para murid sendiri, sedangkan Yesus dapat mengusir setan dan melakukan mukjizat dalam nama-Nya sendiri. Selanjutnya, para nabi dan raja tidak pernah dikatakan ingin melihat para murid, namun mereka ingin melihat Yesus.
Markus 9:37 “ Siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”
Kalau kita perhatikan kalimat di atas, maka kita akan melihat bahwa kalimat pertama menegaskan bahwa orang yang menyambut anak adalah sama seperti menyambut Yesus, kalau orang tersebut menyambut seorang anak dalam nama Yesus. Di sini terlihat bahwa dengan menyambut seorang anak dalam nama Yesus, maka orang itu menyambut Tuhan yang adalah Dia yang mengutus Yesus.
Matius 10:40 “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barang siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku “.
Kalau anda mau membaca tiga ayat sebelumnya, maka kita dapat melihat bahwa Yesus adalah Tuhan. Dikatakan “37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. 38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” (Mt 10:37-39)
Di sini Yesus mengatakan bahwa kalau kita mengasihi orang tua, anak-anak melebihi kasih kita kepada-Nya, maka kita tidak layak mengikuti-Nya. Kalau seseorang tidak memikul salib dan mengikuti Yesus, maka dia tidak layak bagi Yesus. Dan lebih lagi, barangsiapa kehilangan nyawanya karena Yesus, maka dia akan memperolehnya. Kalau Yesus bukan Tuhan, mengapa Dia dapat mengatakan hal-hal seperti di atas?
Kalau anda mengganggap ayat-ayat tersebut di atas adalah benar, bagaimana dengan ayat-ayat di bawah ini yang mendukung tentang ke-Allahan Yesus
1) Pertama-tama, ketika berusia 12 tahun dan Ia diketemukan di Bait Allah, Yesus mengatakan bahwa bait Allah adalah Rumah Bapa-Nya (lih. Luk 2:49). Dengan demikian, Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Putera Allah.
2) Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Allah Bapa pada saat Pembaptisan Yesus, saat terdengar suara dari langit, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan.”(Luk 3:22).
3) Yesus adalah Tuhan yang mengatasi para malaikat. Setelah Dia mengatasi cobaan Iblis di padang gurun, para malaikat- pun datang melayani Dia (lih. Mat 3:11).
4) Pada saat Yesus memulai pengajaranNya, terutama dalam Khotbah di Bukit (Delapan Sabda Bahagia), Ia berbicara di dalam nama-Nya sendiri, untuk menyatakan otoritas yang dimiliki-Nya (Mat 5:1-dst). Ini membuktikan bahwa Ia lebih tinggi dari Musa dan para nabi[6], sebab Musa berbicara dalam nama Tuhan (lih. Kel 19:7) ketika Ia memberikan hukum Sepuluh Perintah Allah; tetapi Yesus memberikan hukum dalam nama-Nya sendiri, “Aku berkata kepadamu….” Hal ini tertera sedikitnya 12 kali di dalam pengajaran Yesus di Mat 5 dan 6, dan dengan demikian Ia menegaskan DiriNya sebagai Pemberi Hukum Ilahi (the Divine Legislator) itu sendiri, yaitu Allah. Demikian pula dengan perkataan “Amen, amen…”, pada awal ajaranNya, Yesus menegaskan segala yang akan diucapkan-Nya sebagai perintah; bukan seperti orang biasa yang mengatakan ‘amen’ diakhir doanya sebagai tanda ‘setuju’.
5) Jadi dengan demikian Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Taurat Allah yang hidup, suatu peran yang sangat tinggi dan ilahi, sehingga menjadi batu sandungan bagi orang-orang Yahudi untuk mempercayai Yesus sebagai Sang Mesias. Hal ini dipegang oleh banyak orang Yahudi yang diceriterakan dengan begitu indah dalam buku Jesus of Nazareth, yaitu dalam percakapan imajiner seorang Rabi Yahudi dengan Rabi Neusner,[7] mengenai bagaimana mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan inilah yang dimaksudkan oleh Yesus ketika Ia berbicara dengan orang muda yang kaya, “Jika engkau mau sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (Mat 19:21). “Aku” di sini hanya mungkin berarti Tuhan sendiri.
6) Yesus menyatakan DiriNya sebagai Seorang yang dinantikan oleh para Nabi sepanjang abad (lih. Mat 13:17). Ia juga berkata,“…supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, … sampai Zakharia… semuanya ini akan ditanggungkan pada angkatan ini!” (Mat 23:34-36). Secara tidak langsung Ia mengatakan bahwa darah-Nya yang akan tertumpah dalam beberapa hari berikutnya merupakan rangkuman dari penumpahan darah orang yang tidak bersalah sepanjang segala abad.
7) Yesus sebagai Tuhan juga terlihat dengan jelas dari segala mukjizat yang dilakukan dalam nama-Nya sendiri, yang menunjukkan bahwa kebesaran-Nya mengatasi segala sesuatu. Yesus menghentikan badai (Mat 8: 26; Mrk 4:39-41) menyembuhkan penyakit (Mat 8:1-16, 9:18-38, 14:36, 15: 29-31), memperbanyak roti untuk ribuan orang (Mat 14: 13-20; Mrk 6:30-44; Luk 9: 10-17; Yoh 6:1-13), mengusir setan (Mat 8:28-34), mengampuni dosa (Luk5:24; 7:48), dan membangkitkan orang mati (Luk 7:14; Yoh 11:39-44). Di atas semuanya itu, mukjizat-Nya yang terbesar adalah: Kebangkitan-Nya sendiri dari mati (Mat 28:9-10; Luk 24:5-7,34,36; Mrk 16:9; Yoh 20:11-29; 21:1-19).
8) Pada saat Ia menyembuhkan orang yang lumpuh, Yesus menyatakan bahwa Ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa (Mat 9:2-8; Luk5:24), sehingga dengan demikian Ia menyatakan DiriNya sebagai Tuhan sebab hanya Tuhan yang dapat mengampuni dosa.
9) Pada beberapa kesempatan, Yesus menyembuhkan para orang sakit pada hari Sabat, yang menimbulkan kedengkian orang-orang Yahudi. Namun dengan demikian, Yesus bermaksud untuk menyatakan bahwa Ia adalah lebih tinggi daripada hari Sabat (lih. Mat 12:8; Mrk 3:1-6).
10) Yesus juga menyatakan Diri-Nya lebih tinggi dari nabi Yunus, Raja Salomo dan Bait Allah (lih. Mt 12:41-42; 12:6). Ini hanya dapat berarti bahwa Yesus adalah Allah, kepada siapa hari Sabat diadakan, dan untuk siapa Bait Allah dibangun.
11) Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai Tuhan, dengan berkata “Aku adalah… (I am)” yang mengacu pada perkataan Allah kepada nabi Musa pada semak yang berapi, “Aku adalah Aku, I am who I am” (lih. Kel 3:14):
a) Pada Injil Yohanes, Yesus mengatakan “Aku adalah….” sebanyak tujuh kali: Yesus menyatakan Dirinya sebagai Roti Hidup yang turun dari Surga (Yoh 6:35), Terang Dunia (Yoh 8:12), Pintu yang melaluinya orang diselamatkan (Yoh 10:9), Gembala yang Baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:10), Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25), Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh 14:6), Pokok Anggur yang benar (Yoh 15:1).
b) Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber air hidup yang akan menjadi mata air di dalam diri manusia, yang terus memancar sampai ke hidup yang kekal (Yoh 4:14). Dengan demikian Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber rahmat; hal ini tidak mungkin jika Yesus bukan Tuhan, sebab manusia biasa tidak mungkin dapat menyatakan diri sebagai sumber rahmat bagi semua orang.
c) Yesus menyatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6); dan dengan demikian Ia menempatkan diri sebagai Pengantara yang mutlak bagi seseorang untuk sampai kepada Allah Bapa.
d) Ia menyatakan bahwa “… kamu akan mati dalam dosamu… jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia” (Yoh 8:24) yang datang dari Bapa di surga (lih. Yoh 21-29).
e) Yesus mengatakan, “Aku ini (It is I)…”, pada saat Ia berjalan di atas air (Yoh 6:20) dan meredakan badai.
f) Yesus mengatakan, “Akulah Dia,” pada saat Ia ditangkap di Getsemani.
g) Ketika Yesus diadili di hadapan orang Farisi, dan mereka mempertanyakan apakah Ia adalah Mesias Putera Allah, Yesus mengatakan, “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”[8]h) Mungkin yang paling jelas adalah pada saat Yesus menyatakan keberadaan DiriNya sebelum Abraham, “…sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:58)
12) Dengan demikian, Yesus menyatakan DiriNya sudah ada sebelum segala sesuatunya dijadikan. Dan ini hanya mungkin jika Yesus sungguh-sungguh Tuhan. Mengenai keberadaan Yesus sejak awal mula dunia dinyatakan oleh Yesus sendiri di dalam doa-Nya sebelum sengsara-Nya, “Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh 17:5)
13) Dengan keberadaan Yesus yang mengatasi segala sesuatu, dan atas semua manusia, maka Ia mensyaratkan kesetiaan agar diberikan kepadaNya dari semua orang. “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:37). Ia kemudian berkata bahwa apa yang kita lakukan terhadap saudara kita yang paling hina, itu kita lakukan terhadap Dia (lih. 25:40). Ini hanya dapat terjadi kalau Yesus adalah Tuhan yang mengatasi semua orang, sehingga Dia dapat hadir di dalam diri setiap orang, dan Ia layak dihormati di atas semua orang, bahkan di atas orang tua kita sendiri.
14) Yesus menghendaki kita percaya kepada-Nya seperti kita percaya kepada Allah (lih. Yoh 14:1), dan Ia menjanjikan tempat di surga bagi kita yang percaya. Dengan demikian Ia menyatakan diriNya sebagai yang setara dengan Allah Bapa, “Siapa yang melihat Aku, melihat Bapa, (Yoh 14:9), Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa (Yoh 10:38). Tidak ada seorangpun yang mengenal Anak selain Bapa, dan mengenal Bapa selain Anak (lih. Mat 11:27). Yesus juga menyatakan DiriNya di dalam kesatuan dengan Allah Bapa saat mendoakan para muridNya dan semua orang percaya, ”… agar mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…” (Yoh 17:21). Ini hanya mungkin jika Ia sungguh-sungguh Tuhan. Pernyataan Yesus ini berbeda dengan para pemimpin agama lain, seperti Muhammad dan Buddha, sebab mereka tidak pernah menyatakan diri mereka sendiri sebagai Tuhan.
15) Ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya, Thomas, Rasul yang awalnya tidak percaya menyaksikan sendiri bahwa Yesus sungguh hidup dan ia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Mendengar hal ini, Yesus tidak menyanggahnya (ini menunjukkan bahwa Ia sungguh Allah), melainkan Ia menegaskan pernyataan ini dengan seruanNya agar kita percaya kepadaNya meskipun kita tidak melihat Dia (Yoh 20: 28-29).
16) Yesus menyatakan Diri sebagai Tuhan, dengan menyatakan diriNya sebagai Anak Manusia, yang akan menghakimi semua manusia pada akhir jaman (lih. Mat 24:30-31), sebab segala kuasa di Surga dan di dunia telah diberikan kepada-Nya, seperti yang dikatakanNya sebelum Ia naik ke surga, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus…” (Mat 28:18). Dengan demikian, Yesus menyatakan diriNya sebagai Pribadi Kedua di dalam Allah Tritunggal Maha Kudus, dan dengan kuasaNya sebagai Allah ini maka ia akan menghakimi semua manusia di akhir dunia nanti, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Daniel (Dan 7:13-14). Yesus tidak mungkin membuat pernyataan sedemikian, jika Ia bukan sungguh-sungguh Tuhan.
Dari ayat-ayat di atas, maka saya juga dapat mengatakan, kalau Yesus bukan Tuhan, maka sangat tidak mungkin kalau Yesus mengatakan banyak hal yang membuktikan bahwa Diri-Nya adalah Tuhan.
Dengan demikian, kalau anda mau konsisten, maka anda mempunyai dua alternatif seperti yang saya sebutkan di bagian awal: (1) Ilham beranggapan bahwa Alkitab bukanlah wahyu Allah, yang berarti anda tidak perlu mengutip ayat-ayat Kitab Suci (2) Ilham beranggapan bahwa semua ayat-ayat di Alkitab diwahyukan oleh Allah dan karenanya adalah benar, yang berarti anda dapat mengutip ayat-ayat di Alkitab untuk mendukung argumen anda dan sebaliknya, saya juga dapat mengutip ayat-ayat yang lain untuk mendukung argumentasi saya.
April 9, 2011 at 8:02 pm
Itulah mengapa orang Kristen percaya pada satu Tuhan dalam tiga Pribadi,orang Kristen tidak hanya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan,namun juga percaya bahwa Allah Bapa adalah juga Tuhan,dan Allah Roh Kudus juga Tuhan.Ketiganya sama dan tidak dapat dipisahkan.Tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah.Itu makanya orang Kristen selalu menyebut Dalam Nama Bapa,Putra dan Roh Kudus.
April 9, 2011 at 7:11 pm
@ilham:tentang hukum Taurat
Untuk menjawab hal ini, mari melihat kepada pengajaran St. Thomas Aquinas.
St. Thomas Aquinas (ST, I-II, q. 98-108) mengatakan bahwa ada 3 macam hukum di dalam Perjanjian Lama, yaitu:
1.Moral Law atau hukum moral: Hukum moral adalah bagian dari hukum kodrati, hukum yang menjadi bagian dari kodrat manusia, sehingga Rasul Paulus mengatakan “Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (Rom 2:15). Contoh dari hukum ini adalah yang tertulis di 10 perintah Allah, dimana terdiri dari dua loh batu, yang mencerminkan kasih kepada Allah (perintah 1-3) dan juga kasih kepada sesama (perintah 4-10). Hukum kodrati ini adalah hukum yang tetap mengikat (bahkan sampai sekarang) dan digenapi dengan kedatangan Kristus, karena hukum kodrati ini adalah merupakan partisipasi di dalam hukum Tuhan.
Dalam pengertian inilah maka memang Tuhan Yesus tidak mengubah satu titikpun, sebab segala yang tertulis dalam hukum moral ini (sepuluh perintah Allah) masih berlaku sampai sekarang. Dengan prinsip ini kita melihat bahwa menguduskan hari Sabat dan memberikan persembahan perpuluhan, sesungguhnya adalah bagian dari hukum moral/ kodrat, di mana umat mempersembahkan waktu khusus (Sabat) dan hasil jerih payah (perpuluhan) kepada Allah.
2.Ceremonial law atau hukum seremonial: sebagai suatu ekpresi untuk memisahkan sesuatu yang sakral dari yang duniawi yang juga berdasarkan prinsip hukum kodrat, seperti: hukum persembahan termasuk sunat (Kel 17:10, Im 12:3), perpuluhan (Mal 3:6-12), tentang kesakralan, proses penyucian untuk persembahan, tentang makanan, pakaian, sikap, dll. Hukum ini tidak lagi berlaku lagi dengan kedatangan Kristus, karena Kristus sendiri adalah persembahan yang sempurna, Kristus menjadi Anak Domba yang dikurbankan. Maka persembahan yang paling berkenan kepada Allah adalah kurban kita yang dipersatukan dengan korban Kristus dalam Ekaristi kudus.
Itulah sebabnya di Gereja Katolik sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Yesus dan juga para rasul (Petrus dan Paulus) juga tidak mempermasalahkan makanan-makanan persembahan, karena bukan yang masuk yang najis, namun yang keluar.Kalau kita mau terus menjalankan hukum seremonial secara konsisten, maka kita harus juga menjalankan peraturan tentang makanan yang lain, seperti larangan untuk makan babi hutan, jenis binatang di air yang tidak bersisik (ikan lele), katak, dll. (Lih Im 11).
3.Judicial law atau hukum yudisial: Ini adalah merupakan suatu peraturan yang menetapkan hukuman/ sangsi sehingga peraturan dapat dijalankan dengan baik. Oleh karena itu, maka peraturan ini sangat rinci, terutama untuk mengatur hubungan dengan sesama, seperti: peraturan untuk penguasa, bagaimana memperlakukan orang asing, dll. Contoh dari hukum yudisial: kalau mencuri domba harus dikembalikan empat kali lipat (Kel 22:1); hukum cambuk tidak boleh lebih dari empat puluh kali (Ul 25:3); mata ganti mata, gigi ganti gigi (Kel 21:24, Im 24:20, Ul 19:21); sangsi jika hukum perpuluhan dilanggar (lih. Bil 18:26,32). Setelah kedatangan Kristus, maka judicial law ini tidak berlaku lagi. Kalau kita mau konsisten, kita juga harus menjalankan hukuman rajam, hukum cambuk, dll. Di masa sekarang, hukum yudisial ditetapkan oleh penguasa/ pemerintah sebagai perwakilan dari Tuhan, sehingga hukum dapat ditegakkan untuk kepentingan bersama. Menarik bahwa Yesus tidak mengajarkan hukum yudisial, karena hal itu telah diserahkan kepada kewenangan otoritas pada saat itu. Dan kewenangan disiplin di dalam kawanan Kristus diserahkan kepada Gereja, di mana disiplin ini dapat berubah sejalan dengan perkembangan waktu dan keadaan. Ini juga yang mendasari perubahan Kitab Hukum Gereja 1917 ke 1983.
Dengan adanya penjelasan dari St. Thomas ini, maka, kita mengetahui bahwa memang Kristus merupakan penggenapan Hukum Taurat Musa. Dan dengan peranNya sebagai penggenapan, maka Kristus tidak mengubah hukum moral, namun hukum seremonial dan yudisial yang dulu tidak berlaku lagi, karena hukum- hukum tersebut hanya merupakan ‘persiapan’ yang disyaratkan Allah agar umat-Nya dapat menerima dan menghargai kesempurnaan yang diberikan oleh Kristus. Maka dalam PB, sunat, tidak lagi sunat jasmani, tetapi sunat rohani (Rom 2:29). Penekanan kerohanian ini juga nampak dalam pengaturan persembahan; sebab persembahan perpuluhan PL disempurnakan oleh perintah untuk memberi persembahan kepada Allah dengan suka cita sesuai dengan kerelaan hati (lih. 2 Kor 9:7). Dengan demikian, maka Allah tidak lagi memberikan patokan tertentu; dan pada orang-orang tertentu, “kerelaan hati dan sukacita” ini malah melebihi dari sepuluh persen. Kita ketahui dari kisah hidup para kudus, dan juga pada para imam dan biarawan dan biarawati, yang sungguh mempersembahkan segala yang mereka miliki untuk Tuhan. Dengan demikian mereka mengikuti teladan hidup Kristus yang memberikan Diri-Nya secara total kepada Allah Bapa dan manusia. Di sinilah arti bagaimana penggenapan Hukum Taurat memberikan kepada kita hukum kasih yang baru. Yesus tidak membatalkan hukum Taurat, sebab dengan mengenal hukum Taurat, kita akan dapat lebih memahami Hukum Kasih yang diberikan oleh Kristus.
Demikian juga dalam hal hukum yudisial/ judicial law. Penggenapan PL oleh Kristus mengakibatkan dikenalnya nilai-nilai Injil secara universal di seluruh dunia. Maka prinsip martabat hak-hak azasi manusia ditegakkan secara umum di negara manapun, oleh pihak otoritas pemerintahan setempat. Atau, di dalam kalangan umat Allah, penetapan hukum yudisial ini diberikan Yesus kepada Gereja, seperti yang tertera dalam Kitab Hukum Kanonik. Gereja yang menjadi umat pilihan Allah yang baru mendapat kuasa untuk mengatur anggota-anggota-nya (lih. Mat 18:18) dan segala ketentuan hukum yudisial ini adalah berdasarkan ajaran Kristus. Dengan Kristus sebagai penggenapan Hukum Taurat, maka tidak lagi dikenal prinsip denda, ‘mata ganti mata dan gigi ganti gigi’ (Kel 21:24, Mat 5:58) namun kembali ke pengajaran asal mula ‘kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri’ (Mat 22:39), yang disempurnakan Kristus menjadi, ‘kasihilah musuhmu’ (Mat 5:44). Pemahaman kita akan perintah kasih yang diajarkan oleh Yesus ini akan dapat lebih kita hayati setelah pertama- tama mengetahui bahwa kita harus melakukan prinsip keadilan seperti yang sangat ditekankan di dalam PL. Baru setelah kita menerapkan prinsip keadilan, kita mengetahui bahwa ajaran Kasih Kristus di PB ternyata jauh melampaui prinsip keadilan itu.
Demikian yang dapat saya tuliskan tentang pertanyaan anda. Mari kita bersama membaca Kitab Suci dengan selalu memperhatikan kesatuan antara Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB). Jangan lupa, sekitar 2/3 Kitab Suci terdiri dari Perjanjian Lama; maka terdapat pengajaran-pengajaran di PL yang memang masih sangat relevan bagi kita untuk dikaitkan dengan PB, sehingga kita dapat semakin lebih menghargai dan menghayati penggenapannya di dalam diri Kristus Yesus Tuhan kita. Dengan pengertian ini maka Yesus memang tidak menginginkan seorangpun untuk menghilangkan satu titikpun dari hukum Taurat (lih. Mat 5:17-19), sebab Ia ingin agar kita dapat melihat secara utuh penggenapan dan penyempurnaan hukum Taurat itu dalam diri-Nya.
April 9, 2011 at 7:29 pm
Beberapa pertanyaan untuk Ilham:
Kalau memang, Ilham tidak menyetujui akan konsep dosa asal, saya ingin menanyakan tentang hal-hal berikut ini:
1) Apakah Ilham mempercayai bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa secara sempurna?
2) Kalau memang demikian, mengapa manusia mempunyai kecenderungan untuk berbuat dosa? Apakah dengan demikian maka Tuhan tidak menciptakan manusia baik adanya?
3) Darimanakah asalnya kematian? Apakah manusia diciptakan pada awalnya dengan sifat yang sementara? Mengapa Tuhan tidak menciptakan manusia pada awalnya dengan sifat yang tetap dan tetap bersatu dengan pencipta-Nya untuk selama-lamanya? Semoga jawaban dan pertanyaan tersebut di atas dapat semakin membuat Ilham dan saya sendiri untuk semakin merenungkan akan topik ini.
April 10, 2011 at 7:41 am
Jika dosa asal itu memang ada sepatutnya bukan kesalahan Adam memakan buah pohon terlarang itu sebagai dosa asal.Sepatutnya perbuatan iblis yang menggoda Adam itu yang lebih asal dari dosa asal.Kalupun ada seorang yang perlu disalibkan utk menebus dosa asal itu sepatutnya Iblis itulah yang patut disalibkan dan bukannya seorang yang tidak berdosa seperti Yesus.Nabi Adam telah melakukan kekhilafan dan kekhilafan itu telah ditebus karena baginda telah memohon keampunan Tuhan dan adalah wajar jika seseorang itu memohon keampunan daripada Tuhan maka Tuhan pasti mengampunkan karena Dia Maha Pengampun.Lagipun baginda telah dihukum dengan hukum yang sangat berat yaitu dikeluarkan daripada surga dan merasai kesengsaraan hidup di dunia sepanjang umur.Asdakah logis jika selepas itu Tuhan masih lagi menyimpan dendam selama ribuan tahun terhadap manusia sehingga dia terpaksa menghukum sosok yang suci dan tidak berdosa?Di mana kemurahan Tuhan?Di mana keampunan Tuhan?Di mana keadilan Tuhan?Kenapa Yesus hanya menebus dosa manusia sahaja.Kenapa dosa iblis dan ular tidak tertebus?Manusia cenderung utk berbuat dosa karena dalam diri manusia ada nafsu.Seperti Adam lemah dalam mengahadapi godaan iblis semasa disurga adalah karena sebagai manusia dalam diri baginda ada nafsu.Bukan karena baginda mewarisi dosa daripada sesiapa.Dan manusia harus berjuang bagi mengatasi godaan nafsu.Nafsu tidak dapat dihilangkan karena nafsu penting kepada manuisa.Nafsu makan supaya manusia dapat melangsungkan kehidupan.Tanpa nafsu makan manusia akan mati kelaparan.Nafasu seks utk meneruskan zuriat.Jadi nafsu tidak perlu dihapuskan hanya perlu dikendalikan.Dan Tuhan menurunkan kanon Law adalah utk mendidik nafsu manusia sehingga jadi baik.Misalnya puasa utk mendidik manusia menjauhi makanan yang halal selama beberapa hari supaya mudah bagi nafsunya menjauhi makan yang haram.Begitu juga dengan lain-lain perintah Tuhan.Makanya undang-undang Tuhan bukan suatu kutukan.Tapi satu pendidikan.Selagi nafsu ada selagi itulah segala macam law yang diturunkan Tuhan itu kekal dan tidak ada sesiapa pun yang boleh membatalkannya.Tuhan menetapkan kematian atas semua makhluk supaya berbeda antara Tuhan dengan makhluk dan dengan ini kita akan dapat melihat keagungan Tuhan dan insaf akan kelemahan diri kita.Kehidupan manuisa adalah bermula dan setiap yang bermula pasti akan berakhir.Adanya Tuhan pula tidak bermula oleh itu Dia tidak akan berakhir dan sesekali tidak akan disentuh perobahan dan kematian.
April 11, 2011 at 6:07 am
@ilham:berarti memang anda tidak mengerti arti dan tujuan penciptaan,karena setau saya memang muslim tidak mengerti tujuan penciptaan.Kalau dlm Kristen,tujuan AWAL penciptaan adalah KASIH,Allah Bapa ingin berbagi Kasih dgn yang lain,kalau IA hanya seorang diri,bagaimana IA bisa berbagi kasih? makanya Allah Bapa,menciptakan segala sesuatu dgn maksud dan tujuan yg baik,karena yang baik pasti berasal dari Allah,dan yang jahat pasti dari Iblis,dan Allah tidak mempunyai kuasa atas Iblis(dalam arti kuasa utk memusnahkan Iblis selamanya) karena Allah dan Iblis pada hakekatnya adalah sama,dalam hal pengetahuan baik dan yang buruk,dan kehidupan kekal,karena dalam Kitab Kejadian,terdapat 2 pohon,yaitu pohon tentang yang baik dan yang jahat,dan pohon kehidupan kekal,seperti dlm kitab Kejadian 3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” nah samapi disini ilahm bisa mengerti bahwa Allah dan Iblis adalah sama dalam pengetahuan baik dan jahat,dan dalam kehidupan kekal,perbedaannya ialah kalau Iblis,cenderung berbuat kejahatan,dan Allah cenderung berbuat kebaikan,sdgkn manusia dpt memilih,mau baik atau jahat,namun manusia tidak mempunyai kehidupan yg kekal seperti Allah ataupun Iblis.Jadi kalau saudara ilham mengatakan yg seharusnya di salib adalah iblis,anda berarti mengira bahwa Iblis bisa mati utk selamanya?? sudah jelaslah Iblis tdk menanggung dosa yg dibuat ada,manusia,karena manusia lah yg berbuat,INGAT yg memakan buah yg dilarang oleh Allah adalah manusia,bukan iblis,jadi sudah sepatutnyalah MANUSIA yg harus bertanggung jawab,dalam hal ini,bukan berarti Tuhan itu dendam kpd manusia,namun karena manusia telah melanggar hakekat penciptaan,yaitu kasih.Dan sudah jelas juga bahwa upah dari dosa adalah maut,jadi manusia yang berdosa pada hakekatnya mati(mati utk selamanya/neraka) namun karena Kasih yang Tuhan miliki,Tuhan juga ingin bahwa manusia kembali ke pangkuanNYA di taman Eden,satu2nya cara adalah dgn mengorbankan AnakNYA yang tunggal,karena Yesus adalah manusia yang tidak berdosa,jadi tidak mungkin Yesus mati untuk selamanya/masuk neraka.Dan karena upah dosa adalah maut,jadi upah dosa manusia telah digantikan/ditebus oleh maut dgn matinya Yesus di kayu salib.Itulah makanya orang Kristen percaya bahwa setelah mati(dikubur) nantinya semua orang Kristen akan bangkit bersama dgn datangnya kembali Tuhan Yesus,dan akan menuju ke tempat asal manusia yaitu Taman Eden.
April 11, 2011 at 6:12 am
@ilham:saya tau hampir semua agama mengajarkan tentang adanya penciptaan,bahwa Tuhan lah yang menciptakan semuanya,namun yang jadi pertanyaan kini buat saudara ilham dan muslim yang lain,Apakah tujuan penciptaan itu? tentunya dlm versi islam????
April 9, 2011 at 7:24 pm
@ilham:tentang dosa asal
Berikut ini adalah kutipan dari beberapa ayat di Alkitab, baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan tidak terbatas hanya pada Yehezkiel dan surat rasul Paulus.
a) Manusia pertama telah berbuat dosa:
Dalam kitab Kejadian dinyatakan bahwa Adam dan Hawa telah berdosa dan oleh karena itu, maka Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya harus menanggung dosa. (lih Kej 2).
“Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia, dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.” (Keb 2:24).
“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.” (2 Kor 11:3; 1 Tim 2:14; Rm 5:12; Yoh 8:44).
Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih. Rm 5:19; Tob 4:14; Sir 10:14-15).
b) Akibat dari dosa asal adalah:
Manusia kehilangan rahmat kekudusan dan terpisah dari Allah. (Lih Kej 3).
Manusia kehilangan “the gift of integrity“, sehingga manusia dapat menderita dan meninggal (lih. Kej 3:16).
Manusia terbelenggu oleh dosa dan kejahatan (lih. Kej 3:15-16; Yoh 12:31; 14:30; 2 Kor 4:4; Ib 2:14; 2 Pet 2:19).
c) Dosa asal ini diturunkan kepada semua manusia:
“Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mz 51:7).
“Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!” (Ay 14:4).
“Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia, dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.“(Keb 2:24).
“From the woman came the beginning of sin, and by her we all die.” (LXX/ Septuagint – Sir 25:33).
Dan kemudian rasul Paulus memberikan penegasan dengan memberikan perbandingan antara Adam, manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa kesombongan, dan Kristus yang membebaskan manusia dari dosa dengan ketaatan kepada Allah (Rom 5:12-21, lihat juga Rom 5:12-19, 1 Kor 15:21, dan Ef 2:1-3).
a) Dari penjelasan di atas (point I), maka kita melihat bahwa ada dosa asal, dosa yang diturunkan oleh Adam kepada seluruh manusia, yang membuat manusia mempunyai “kecenderungan berbuat dosa atau “concupiscence” dan kehilangan “the gift of integrity”.Ini adalah dosa yang tidak dapat dihindari, karena sejak lahir semua manusia mempunyai dosa asal.b) Namun, karena manusia tidak seluruhnya rusak dan dengan keinginan bebas manusia – walaupun dia mempunyai dosa asal -, dia tetap dapat berkata “tidak” atau “ya” terhadap dosa. Dalam konteks inilah nabi Yehezkiel mengatakan bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap dosanya masing-masing. Jadi misalnya, kalau ayahnya adalah penghianat dan dihukum mati, maka anaknya belum tentu penghianat dan tidak perlu dihukum mati.c) Hal ini dapat diterangkan dalam kehidupan sehari-hari. Umat Katolik percaya bahwa dosa asal dapat hilang dengan Sakramen Baptis, sehingga manusia menjadi berkenan di hadapan Allah. Namun kecenderungan untuk berbuat dosa atau concupiscense tidak terhapuskan oleh Sakramen Baptis, sehingga membuat manusia harus berjuang dalam hidup kudus. Ini juga menjadi kesempatan bagi manusia untuk membuktikan kasihnya kepada Allah. Nah, setiap orang yang telah dibaptis, yang telah hilang dosa asalnya, harus berjuang setiap hari untuk berkata ‘tidak’ terhadap dosa.
April 11, 2011 at 5:53 am
Ada bayak sekali dari kita yang tertipu dengan ayat ini:
aku dan bapa adalah satu (yohanes 10:30)
yup, sering sekali ayat ini dijadikan pembenaran dalam mendukung klaim trinitas bukan????…^_^
Namun sudahkah kita mengetahui konteks ayat diatas?????
Di tulisan ini penulis ingin berbagi sedikit pemahaman tentang ayat ini dengan menjelaskan konteks ayat tersebut untuk kemudian menjawab, benarkah ayat ini mendukung klaim trinitas. mudah mudahan bermanfaat…^_^
untuk memahami konteks ayat yohanes 10:30, kita harus memulai dari ayat sebelumya, dimulai dari yohanes 10 :23.
10;23.Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
10:24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”
orang yahudi mengelilingi yesus dan menuduh yesus berkata ambigu, tidak jelas, mendua, dan tentu tuduhan itu SALAH BESAR.
yahudi telah lama mencari masalah,mereka tidak suka apa yang yesus sampaikan,mereka pernah mengatakan yesus pembohong, generasi pezina,ular lah dsb. mereka menunjukkan telunjuk dan menantang yesus.”coba katakan???.mereka bermaksud menimbulkan amukan, menyebabkan kemarahan dan ingin memukul.
coba anda,maukah anda mendengar orang orang mengatakan dan memperlakukan anda seperti itu?????
untuk itu yesus mengatakan
10:25 Yesus menjawab mereka: /”Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,*10:26
/tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.*10:27
/Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
yesus mengatakan disitu, ia menjawab tuduhan yahudi, tapi umat yahudi tidak percaya, yesus mengatakan pekerjaannya, atas nama bapa(tuhan) bukan darinya dan tuhanlah yang memberikan kesaksian tentang pekerjaan yesus tersebut,
apa pekerjaan yesus tersebut??
menyampaikan apa yang diperintahkan tuhan, karena apa yang disampaikannya sesuai dengan apa yang tuhan sampaikan. (silahkan lihat yohanes 5: 37-38)
Lihat kesamaan antara perintah allah dan apa yang yesus sampaikan ini:
10:28 /dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
SESUAI DENGAN APA YANG TUHAN INGIN SAMPAIKAN,
10:29 /BAPA-KU, YANG MEMBERIKAN MEREKA KEPADA-KU, LEBIH BESAR DARI PADA SIAPAPUN, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.*
maka, dalam konteks kesamaan inilah yesus mengatakan:
aku dan bapa adalah satu (yohanes 10:30)
disini diperlihatkan makna apa yang ingin yesus sampaikan jika ia “MENYAMPAIKAN” seperti itu maka begitulah apa yang ingin tuhan sampaikan melaluinya.
tapi yahudi mencari masalah,
mereka sekali lagi mengambil batu untuk melempari yesus (10:31)
dan itu yesus berkata:
(yohanes 10:32)
Kata Yesus kepada mereka: /”Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”*
yahudi menuduh karena kesalah pahaman:
10:33
Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.“
FAKTA berbicara bahwa jika anda mengatakan yoh 10:30 adalah bukti bahwa yesus=allah, maka anda tidak lebih baik dari yahudi yang telah menuduh yesus. dan saya katakan itu SALAH BESARR
DAN SAYANG SEKALI TERNYATA ORANG KRISTEN LAH YANG PALING SETUJU DENGAN TUDUHAN YAHUDI DIATAS,….:-(
MAKA DENGARLAH JAWABAN YESUS ATAS TUDUHAN TERSEBUT,
10:34 Kata Yesus kepada mereka: /”Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?”
10:35
Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–,*
10:36
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
lihat bahasa diatas aku telah berfirman kamu adalah allah.
jika tuhan saja mengatakan SIAPA YANG DIBERI FIRMAN DISEBUT SEBAGAI ALLAH, maka nabi2(utusan2) juga dikatakan allah dalam bahasa kita..
yang mana tuhan berfirman dalam mazmur:
82:6 Aku sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. –82:7
Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.”82:8
Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.
itulah kejeniusan bahasa ibrani. bahwa jika seseorang dikatakan tuhan, berarti ia bukan tuhan
.
juga seperti yang ada di 2 korintus 4:4:
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah(tuhan) zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
siapakah ilah(tuhan) zaman ini yang dimaksud?? yaitu iblis,devils, syaitan,
nah itulah kejeniusan bahasa yahudi,
jika anda mengatakan yesus tuhan, maka semua yahudi adalah tuhan, semua nabi2 adalah tuhan, dan bahkan setan pun adalah tuhan,
DAN TERAKHIR, untuk membuktikan bahwa yesus TIDAK SAMA dengan Allah, dan yang dimaksud sama adalah perintah, yesus sendiri yang menyatakan:
10:37
/Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,*
10:38
/tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.
so, PERTANYAAN BESAR
masihkah anda mengatakan bahwa yesus=allah setelah dengan tegas yesus mengatakan bahwa yang dimaksud sama adalah apa yang disampaikannya?????
lalu siapa yang selama ini anda ikuti dan percayai????
yesus kah, atau malah orang orang yang menuduh yesus?????????
TANYAKAN PADA NURANI DAN AKAL ANDA SENDIRI, TIDAK SULIT UNTUK MENJAWABNYA..^_^
Wahai orang-orang kafir!Bertobatlah dan Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan.Jika tidak neraka menunggu!
Sumber:http://answering.wordpress.com/2011/03/30/apa-sebenarnya-yang-ingin-yesus-sampaikan-di-yohanes-1030/
April 11, 2011 at 6:54 am
@ilham:tentu konteksnya berbeda antar yahudi dan Kristen,Yahudi hanya menuduh,namun tidak PERCAYA bahwa Yesus adalah Tuhan,tentu berbeda,dan umat Kristen PERCAYA bahwa Yesus adalah Tuhan,bukan menuduh Yesus adalah Tuhan,dan anda jgn lupa bahwa yg namanya tuduhan bisa berarti benar dan salah,jadi bisa berarti benar bahwa Yesus adalah Tuhan,dan bisa berarti Yesus adalah bukan tuhan,namun kalau kita PERCAYA,itu berarti orang Kristen YAKIN bahwa Yesus adalah Tuhan.Jadi artikel yg anda sampaikan salah besar,menuduh dan PERCAYA punya arti yg berbeda.Dan sudah jelas juga bahwa Yahudi sampai skrg tetapa ada,dan Kristen pun tetapa ada,karena memang Yahudi dan Kristen adalah berbeda.
April 11, 2011 at 1:33 pm
Kamu tidak membaca bible dengan teliti.Bukankah Yesus sendiri yang telah menafikan tuduhan orang Yahudi itu bahawa baginda menghujat Allah tidak benar?Sekaligus menafikan bahawa Baginda mengakui setara dengan Tuhan apabila mengatakan aku dan bapa satu?Fahamkan betul-betul ayat ini apa maksudnya dan ke mana arahnya.Pahamkan betul2:
10:34 Kata Yesus kepada mereka: /”Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?”
10:35
Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–,*
10:36
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
Berarti Yesus mengengkari tuduhan Yahudi tersebut.Jika tidak tentu dia berkata begini;
“Mengapa kalian melempari aku dengan batu karena aku mengatakan aku dan bapa itu satu?Kan memang aku dan bapa adalah satu yakni aku juga dari sisi lain adalah bapa?”
Tapi adakah Yesus berkata begitu?Tidak malah dia menerangkan maksud perkataanya dari sudut pandang kebiasaan Yahudi menggunakan perkataan allah terhadap orang yang diberi kuasa seperti nabi dan lain-lain.Coba pahamkan.Anda akan dapati apa saya katakan itu benar adanya.
April 11, 2011 at 3:31 pm
@ valentine
Mau nanya nih.Dari segala sesuatu terbagi tiga:
1)Pasti ada.
2)Boleh ada boleh tiada
3)Pasti tiada
Menurut anda keberadaan Tuhan itu masuk dalam kategori mana?
Ha ha ha..Saya yakin anda pasti tidak bisa jawab.Kalau anda jawab iman kristian anda akan runtuh jadi abu.Silahkan jawab kalau berani.
April 12, 2011 at 9:59 am
@ilham:saya tidak mengerti pertanyaan anda,kalau anda bertanya mengenai keberadaan Tuhan,saya bisa jawab bahwa Tuhan itu ADA,Allah Bapa dan Allah Putra ADA di dalam Kerajaan Surga,dan Allah Roh Kudus senantiasa ADA di dalam pikiran dan perasaan orang yang PERCAYA,itulah jawaban saya.
April 12, 2011 at 10:27 am
@ilham:sekarang anda jawab dulu,apa makna dan tujuan Penciptaan dalam versi Islam?
April 12, 2011 at 1:47 pm
@ valentine
Baiklah anda mengatakan Tuhan itu ada.Tapi bagaimana adaNya Tuhan itu.Adakah adanya itu pasti ada atau adanya itu boleh ada dan boleh tiada.Kalau sekadar tau Tuhan itu ada itu belum cukup karena belum dapat membedakan antara adanya Tuhan dengan adanya makhluk.Tuhan ada.Makhluk pun ada.Tapi apa beda antara ada Tuhan dengan adanya makhluk?Nah di sinilah relevannya pertanyaan saya di atas.Selagi kita tidak dapat membedakan antara adanya Tuhan dengan ada makhluk maka selagi itulah kita dikatakan belum mengenal Tuhan.Karena anda tidak dapat menjawab soalan saya tentang keberadaan Tuhan adakah Dia pasti ada atau boleh ada dan boleh tiada maka saya dapat mengambil kesimpulan anda belum mengenal Tuhan yang sebenar.Tentang pertanyaan anda apakah tujuan menciptakan makhluk saya jawap begini.Sebelum Allah menciptakan alam ini hanya Allah wujud yang hakiki.Firman Allah dalam surah Al Fatihah ayat 1:
الحمدلله رب العالمين
Artinya:Segala pujian itu adalah bagi Allah Tuhan sekelian alam.
Ingat!Ayat di atas adalah firman Allah.Oleh karena Allah itu azali maka firman di atas telah dikatakan Allah sejak azali lagi sebelum tercipta alam ini.Walaupun pada ketika itu Allah menyebut-nyebut alam tapi alam hanya berada di dalam ilmuNya yang azali belum keluar kepada keadaan wujud seperti sekarang.Di sana Allah memuji diriNya sendiri.Ini dikatakan puji Allah kepada diriNya sendiri.Kemudian Allah suka jika pujian itu lewat makhlukNya lalu Dia mencipta makhluk utk memuji diriNya dan pujian itu dilakukan lewat ibadah yang diperintahkan.Sebab itulah Allah berfirman di dalam ayat yang lain:
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
Artinya :Tidak Aku ciptakan manusia dan jin melainkan untuk beribadat kepadaKu.
Hakikat ibadat itu ialah utk memuji dan memuliakan Allah.Terbagi kepada
1)Ibadat hati-mengenal Allah dan mengesakan Allah dengan iman.Memuji Allah dengan sifat-sifat hati seperti mengasihi Allah,syukur,sabar,redha dan lain-lain sifat hati.
2)Ibadat lisan-Memuji Allah dengan lafaz dan huruf-huruf.
3)Ibadah anggota-memuji Allah dengan kelakuan samaada khusus atau umum.Khusus itu contohnya mendirikan solat.Umum itu contohnya tolong menolong sesama manusia dsb.
April 13, 2011 at 4:36 pm
Segalanya itu tercakup upaya memuji Allah yang asal muasalnya adalah puji Allah bagi diriNya sendiri.
April 21, 2011 at 9:07 am
@ilham: kan sudah saya jawab,mengenai keberadaan Tuhan,bedanya makhluk dgn Tuhan,yaitu kalau makhluk berada di bumi/dunia/alam fana,sedangkan Tuhan berada di kerajaan Surga/alam baka,yang berada di dunia ya cuma Allah Roh Kudus,itupun tidak terdapat pada semua makhluk,cuma makhluk/manusia tertentu yg dapat diilhami oleh Roh Kudus,cara membedakan antara makhluk/manusia yg diilhami oleh Roh Kudus yaitu mengakui bahwa Trinitas itu adalah Tuhan.
August 17, 2011 at 6:58 am
MESSIAH : Translated “Christ”
Mesias adalah kata benda yang sangat umum dalam bahasa Ibrani. Diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani
menjadi “Christos” yg dalam bhs Inggris itu artinya ‘ANOINTED’, yang dalam bahasa indo itu ‘YANG DIURAPI’.
Setiap di mana kata “ANOINTED (YG DIURAPI)” muncul dalam terjemahan bahasa Inggris dari Alkitab (Versi apapun)
bahwa kata dalam bahasa aslinya bahasa Ibrani adalah selalu kata MESSIAH “!
Ini contoh2nya:
1. “I am the God of Bethel, where you anointed (messiah) a pillar…”
(Genesis 31:13. http://www.biblegateway.com/passage/?search=genesis%2031:13&version=NIV)
Note: Masa sih ‘Christ Pillar’!
2. “Then Moses took the anointing (messiah) oil and anointed (messiah) the tabernacle and everything in it, and so consecrated them”
(Leveticus 8:10. http://www.biblegateway.com/passage/?search=LEVITICUS%208:10&version=NIV)
Note: Masa sih ‘Christ Oil’! dan ‘Christ Tabernacle’!
3. “He will give strength to his king and exalt the horn of his anointed (messiah).”
(1 Samuel 2:10. http://www.biblegateway.com/passage/?search=1%20SAMUEL%202:10&version=NIV)
Note: Masa sih ‘Christ Horn’!
4. “This is what the Lord said to his ANOINTED (messiah), to CYRUS…”
(Isaiah 45:1. http://www.biblegateway.com/passage/?search=ISAIAH%2045:1&version=NIV)
Note: Tuhan bahkan menunjuk pagan king sebagai Messiah nya!
February 19, 2012 at 12:22 am
Yang nanya geblek, pertanyaan geblek gak perlu dijawab, masalahnya menyembah Tuhan yang mana? Yang beneran atau yang palsu? Sembahlah Allah Yang Maha Esa, Allah Bapa, Allah Pu
February 19, 2012 at 4:15 am
ilham othmany Says:
April 11, 2011 at 5:53
“Ada bayak sekali dari kita yang tertipu dengan ayat ini:
aku dan bapa adalah satu (yohanes 10:30)”
Benarkah kristiani tertipu ?
Jawab aja kami merasa tidak di tipu dengan ayat tersebut . Kan gitu !
1. Ada yang mau kau tanggapi lagi?
ilham othmany Says:
April 12, 2011 at 1:47
“Tuhan ada.Makhluk pun ada.!
Tapi apa beda antara ada Tuhan dengan adanya makhluk diciptakannya ?
2. Bisa Jawab ?
Kok kau tanggapi seperti dibawah ini !
eddy Says:
February 19, 2012 at 12:22 am
“Yang nanya geblek, pertanyaan geblek gak perlu dijawab, masalahnya menyembah Tuhan yang mana? Yang beneran atau yang palsu? Sembahlah Allah Yang Maha Esa, Allah Bapa, Allah Pu …. ? maksudnya Allah Putra kali ya ?
Kok tanggapannya gitu ?
Ini kata Yohanes ? aku dan bapa adalah satu (yohanes 10:30)”
Ini kata Yesus ” Sembahlah Allah yang Esa. (satu tunggal, tidak ditambah , anak, roh kudus, ) Itu landasan Utama, Dasar , Penting . UUD. Bahwa maksud Yesus yaitu Allah yang menurunkan Kitab Injil. Dia Allah yang Esa yang mengutus dan Yesus hanya utusan.
3. Bagaimana yang sangat kau yakini keaslian ayat2 tersebut ?
Yohanes atau Markus ?
4. Atau kenapa menterjemahkan Yesus dan Bapa adalah satu lalu kenapa dua2nya disembah ?
Bagaimana ALLAH nya Musa di Taurat ,
Allah mengutus Musa , Allah yang mengutus, Musa sebagai utusan dan tidak ada ayat pelintiran yang mengatakan Musa dan Allah Adalah satu,
5. Kalau ada plintiran apakah Musa juga boleh dijadikan Tuhan ?
6. Begitu juga Daud di Zabur dan Muhammad di Al Quran ? Boleh kau sembah ? Sehingga tuhan menjadi 6 oknum (4 Utusan ditambah
Roh kudus, ditambah Tuhan Bapa (Allah) ? Bagaimana ?
Jawab berkualitas ya !
April 13, 2011 at 4:45 am
Orang-orang Muslim bisa diklasifikasikan ke dalam 3 kategori, yang baik, buruk dan yang sangat buruk.
Orang-orang Muslim yang baik adalah mereka yang mengikuti Quran dan contoh-contoh yang sudah ditetapkan oleh Muhammad dan karena itu mereka mendedikasikan diri mereka untuk menjadi para teroris.
Orang-orang Muslim yang buruk adalah orang-orang Muslim yang plin-plan, yang tidak mempraktekkan Quran secara sempurna, tidak membaca Quran, tidak menjalankan sholat dan, sangat jarang pergi ke mesjid. Pengetahuan mereka mengenai Islam sangat kurang kendati bisa saja iman mereka tidak bisa dikatakan lemah. Namun demikian, oleh karena kurangnya pengetahuan mereka mengenai Islam, mereka tidak menunjukkan perasaan-perasaan kebencian kepada non-Muslim, meskipun mereka sering merasa curiga pada orang-orang non-Muslim itu. Di samping itu, mereka berusaha mengembangkan hidup mereka dan hidup sebagaimana orang lain.
Banyak dari orang-orang Muslim yang buruk ini akan mengakui bahwa mereka bukanlah orang-orang Muslim yang baik, dan berharap bahwa pada suatu saat nanti mereka akan memiliki iman yang cukup baik untuk menjadi orang-orang Muslim yang baik. Mayoritas orang Muslim adalah yang seperti ini.
Orang-orang Muslim yang sangat buruk adalah mereka yang tahu kebenaran mengenai Islam namun berbohong mengenai hal itu. Mereka mencoba untuk menggambarkan Islam sebagai sesuatu yang baik. Bahkan mereka setuju dengan anda bahwa orang-orang Muslim yang baik sebenarnya jelek, serta mengklaim bahwa Islam telah dibajak oleh orang-orang Muslim yang baik.
Hanya kebenaranlah yang bisa membebaskan kita. Hanya dengan melapisi Islam dengan gula, anda tidak bisa merubah naturnya. Anda bisa memurnikan air yang tercemar dan meminumnya. Anda bahkan bisa memurnikan air kencing menjadi air yang bisa diminum. Tetapi bisakah anda memurnikan bensin sehingga ia layak untuk diminum? Islam pada hakekatnya adalah sesuatu yang jahat. Ia bukanlah sebuah iman yang baik namun telah terkontaminasi. Anda tidak bisa mereformasi Islam sehingga ia bisa menjadi iman yang bersifat humanis. Bisakah anda mereformasi Naziisme? Pemikiran seperti ini menyesatkan dan tak mungkin dilakukan.
Baca selanjutnya di:
http://indonesian.alisina.org/?p=73
April 13, 2011 at 5:08 am
Gak usah pergi jauh-jauh.Di Jakarta Islam majoriti minoriti kristian selamat.Di Ambon Kristian majoriti minoriti Muslim gak selamat.Di Saudi Arabia Muslim majoriti tapi tidak ada kasus perlecehan terhadap agama lain pakai lukis kartun segala.Di Belanda Kristian majoriti,Islam diperleceh dengan lukisan kartun nabi Muhammad.Di Perancis kristian majoriti,Muslim tidak dibenarkan memaki hijab.Kesimpulannya:Agama kristian adalah agama kekerasan.Mereka jadi baik hanya jika minoriti.Begitu mereka majoriti,mereka jadi juara penindas no wahid.Itulah makanya ramai orang jujur jadi bosan dan pindah muallaf.Tahun 2050 diramalkan dunia akan didominasi oleh agama Islam.Hanya bebrapa ekor keldai aja yang masih beragama kristian.
April 13, 2011 at 5:13 am
Wahai orang-orang kafir khusunya keldai-keldai kristian!Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan dan tidak jadi keldai lagi.He he he…Jika tidak neraka menunggu.
April 21, 2011 at 9:16 am
@ilham:maksud anda dgn selamat itu apa? apa di ambon dibilang umat muslim tidak selamat? buktinya islam tetap masih ada di ambon dan tetap masih ada di belanda,yg lebih tepatnya bukan kata “selamat” yg harus anda pakai,melainkan kata “aman”.Di jakarta muslim majoriti,kristen minoriti,tapi apakah kristen di jakarta merasa “aman”???
April 21, 2011 at 9:21 am
@ilham:Di Amerika,islam minoriti,dan negaranya maju,di jepang dan di cina,islam minoriti,dan negaranya maju,di jerman dan rusia,islam minoriti,dan negaranya maju,jadi sudah terbukti bahwa islam lah yg memperlambat kemajuan ilmu pengetahuan,teknologi dan juga ekonomi.Karena negara2 tadi adalah negara yang paling maju antara negara2 lainnya.
April 13, 2011 at 5:51 pm
Hmm si Adeng, ngulang2 kiriman terus … gak mutu lagi, gada nilai tambahnya buat diskusi, hehehe
April 14, 2011 at 12:55 am
Islam lebih dari sekedar sebuah agama. Ia juga sebuah negara…sebuah ideologi politik totalitarian yang bertujuan untuk meruntuhkan semua sistem pemerintahan dan mendirikan sebuah kediktatoran teokratis di seluruh dunia.
Agama ini hanyalah sebuah kebohongan. Kebohongan dan – Penyesatan. Tetapi bukan ini yang menjadi perhatian utama kita. Yang menjadi perhatian kita adalah bahwa Islam adalah sebuah ancaman bagi kemanusiaan. Islam menjadikan para pengikutnya menjadi manusia-manusia tak berotak yang diliputi dengan kebencian. Kebencian adalah hakekat dari iman yang satu ini… – kebencian pada orang tidak beriman, kebencian pada orang-orang beriman yang mengintepretasikan Islam secara berbeda, kebencian pada mereka yang meninggalkan Islam, kebencian pada wanita, kebencian pada kaum homoseksual, kebencian pada para free thinkers, kebencian pada orang-orang Yahudi, dan masih banyak hal lainnya, jika ingin kita daftarkan satu persatu di sini. Bahkan anjing dan babi pun mereka benci.
Islam adalah agama kebencian. Bagi orang-orang Muslim, membenci adalah kesalehan. Hal itu disebut al bara (kebencian demi Allah). Al bara adalah ekspresi iman yang paling tinggi. Orang-orang Muslim membuktikan cinta mereka pada Allah (al wala’) dengan membenci orang-orang non-Muslim.
Islam membagi manusia menjadi Muslim dan kafir – sebuah terminologi penghinaan yang artinya “para penghujat” – dan menyuntikkan dalam diri orang beriman kebencian terhadap orang-orang kafir.
Kita tak akan pernah memiliki damai saat seperlima dari umat manusia dengan setia mengikuti sebuah ideologi kebencian dan menyembah seorang psikopat yang mengatakan bahwa orang-orang non-Muslim adalah najis (kotor/tercemar) (9:28), janganlah berteman dengan mereka (9:23), biarlah mereka mengalami kekerasan daripadamu (9:123), memasukkan teror ke dalam hati mereka (8:12), sembelihlah mereka kapan pun engkau bertemu dengan mereka (9:5), dan harta benda serta para wanita mereka adalah halal bagimu, nikmatilah sebab itu semua sah secara hukum dan baik (8:69).
Iman kebencian ini harus dihapuskan agar kemanusiaan bisa selamat. Orang-orang Muslim harus dihentikan dari kebohongan ini. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan memperlihatkan kebenaran pada mereka. Inilah yang menjadi tujuan dari blog ini.
Baca selanjutnya di:
http://indonesian.alisina.org/?page_id=2
April 14, 2011 at 12:57 am
Bahkan anjing dan babi pun mereka benci!!!???
April 14, 2011 at 6:15 am
Apa karena Islam mengharamkan daging babi dan air liur anjing lalu dikatain Islam membenci kedua hewan tersebut? Apa karena kalian makan anjing dan babi lalu kalian dianggap mencintai keduanya? Mencintai kok dimakan ….. hahahaha
July 4, 2011 at 8:32 am
wah kalau cinta identik dengan makan, ya sampeyan makan aja pacar/pasangan sampeyan biar mirip soemanto bisa masuk TV
May 17, 2011 at 12:55 pm
mengapa ada pendeta yg mo memalsukan al-qu’an ya..??. takut dengan kebenaran ya??, itu bukti jika Islam itu benar..!. mana ada muslim yg memalsukan injil,
November 2, 2011 at 12:18 pm
alquran adalah versi Injil yang telah dipalsukan!
November 2, 2011 at 1:34 pm
usah banyak ngomong.Sampai sekarang kristian tidak pernah sepakat antara 66 kitab protestan dengan 73 kitab katholik yang mana satu benar-benar wahyu Tuhan.Salah satu pasti palsu atau kedua-duanya palsu.Gak mungkin dua-duanya benar.He he he…Pikir!Sampai kamu dapat hidayah.
June 2, 2011 at 4:25 am
Sudah lumrah akhi sesuatu yang indah,benar,bagus pasti akan dibenci oleh orang-orang yang iri.caranya ya macem macem ada misionaris yang memakai ayat secara sepotong2,serampangan dalam misinya. ada juga yang menghujat.tapi semuanya dapat dipatahkan karena Al Qur’an itu memang Firman Allah
yang baik dicaci,di hina,dihujat,di benci
yang jelek ngapain cape cape dicaci,dihina,dihujat,dibenci.kan udah jelek.he
June 22, 2011 at 4:08 am
IH SEMUANYA PADA SOK PINTER AND SOK TAU !!!!
Hiduplah dengan baik dengan apa yang kalian Yakini
ikuti semua perintah dan jauhi yang dilarang sama agama kalian masing2
BENER APA GAK YANG KALIAN SEMBAH SEKARANG ITU AKAN TERJAWAB NANTI SETELAH KITA SEMUA MATI….
penyesalan yang datang ya… itu sih resiko…!!!
June 22, 2011 at 7:13 am
wekekeke saran ngawur binti sampah
kalau udah mampus ya udah telat mau tobat
July 4, 2011 at 4:32 am
Yah beginilah kaum kafirun mereka hanya berani berdebat lewat dunia maya yang tidak kelihatan wujudnya..tidak berani secara NYATA itu menandakan yaa u know lah…
ANDAI saja ada sebuah organisasi kristen mau mengundang kita kaum muslimin untuk berdialog/berdiskusi mencari KEBENARAN bukan PEMBENARAN..contoh di amerika, eropa mereka berani mengundang AHMAD DEEDAT kemudian Dr. Zakir naik untuk mendengarkan KEBENARAN bukan Pembenaran..krn stlh hsl berdialog itu terlepas BENAR / TIDAK dari pokok mslh yg di perdebatkan bukan memaksa suatu kaum untuk ikut kaum lainnya..tapi hsl dialog itu MEMAKSA suatu kaum untuk BERFIKIR dengan AKAL nya juga menggunakan HATI nya…so semua TERSERAH anda..kalau kita berbicara HATI berarti kita berbicara HIDAYAH..Hidayah hanya milik ALLAH SWT (bukan YEHOVA/YAHWEH/CAKWEH)..
SELANTANG apapun kau menyuarakan KEBENARAN, SEJELAS apapun kau menerangkan KEBENARAN mrk tidak akan tergugah karena HATI dan AKAL mrk MATI..HIDAYAH hanya milik ALLAH SWT.. “Sesungguhnya engkau tidak mampu memberikan petunjuk/hidayah kepada org yang kau cintai, tetapi Aulloh memberikan petunjuk/hidayah kepada orang yang di kehendaki NYA, dan Aulloh maha mengetahui orang2 yang akan menerima petunjuk/hidayah..(Q.S 28;56) implikasi dari ayat ini..
Bayangkan….
Manusia sekelas Nabi Nuh tdk bisa meyakinkan istri dan anak nya untuk mengikuti ajarannya..mrk mati tenggelam
Manusia sekelas nabi Luth dk bisa meyakinkan istri nya untuk mengikuti ajarannya.
Manusia sekelas Nabi Muhammad tdk bisa meyakinkan pamannya untuk memeluk ISLAM..
mrk adl org2 yg di cintai oleh para Nabi tersebut..tp sekali lagi..HIDAYAH hanya milik ALLAH SWT..
Demikian saudaraku semua ikhwanul muslimin dimanapun anda berada Bersabarlah..Innamal ma shobirin..sesungguhnya ALLAH bersama orang2 yang sabar..teruskan perjuangan kalian menyuguhkan KEBENARAN…karena kita tdk tahu HATI mrk setelah membaca penjelasan2 anda..yang PASTI mrk TIDAK AKAN PERNAH MENGAKUI KEBENARAN itu, di situs manapun di dunia maya ini..dan ALLAH maha mengetahui niat baik hamba2 nya..Teruskan ALLAHU AKBAR..!!!
August 7, 2011 at 9:11 am
Apa bisa tuhan itu beranak.. huhuhu ramai kristen ditipu dengan kitab injil palsu.. cuba lihat kitab injil yang asli..
February 19, 2012 at 12:17 am
Ya, benar, bahkan Yesuspun menyebutkan DiriNya, “Anak Manusia” ketika hidup didunia, karena Dia adalah Firman Allah yang menjadi manusia yang miskin, dan hina. Allah yang merendahkan diriNya menjadi sama dengan manusia. Tanpa Dia menjadi manusia, Dia tidak bisa menjadi penebus dosa.
Ah, susah, anda tidak bisa mengerti soal ini.
September 4, 2011 at 6:47 pm
Kisah nyata
Sepenggal kesaksian seorang TKI
FPI GENDENG,GOBLOK TUR JAHAT
(PREMAN YANG MENGATASNAMAKAN AGAMA DALAM MENJALANKAN AKSI-AKSINYA YANG BENGIS, SADIS DAN BRUTAL)
Kompasiana.com – Apakah pekerjaan sebenarnya dari kebanyakan anggota FPI, Ada yang tahu? Seandainya betul dugaan ane, emangnya dugaan ente apa? Dugaan ane mungkin saja karena mereka belom punya kerjaan alias pengacara (pengangguran banyak acara), makanya mereka cari kesibukan dengan bergabung jadi FPI..orang yang punya kerjaan apalagi yang kerjaanya banyak/sibuk mana mungkinlah gabung sama FPI… itu hanya sekedar dugaan, bisa bener bisa salah (99% responden mengatakan benar).
Kita berandai-andai saja kalo dugaan itu bener..hehehe supaya gampang? Nah, daripade Antum sekalian ngerazia rumah makan, warung dan fasilitas umum lainnya bahkan sampai ngobrak-ngabrik dan merusak rejeki orang mending Antum sekalian jadi TKI aja deh..kaya ane dan saya doakan Antum sekalian keterima di Dubai, Arab Saudi..
Di sini rumah makan tetep aja buka selama ramadan tapi emang enggak vulgar banget sich, ya cuma ditutupi sedikit, tapi orang-orang masih tahu kalo itu rumah makan buka. Apakah ada Razia dari aparat atau dari gerombolan Preman seperti Antum-antum? Kagak ada la yauw,hehehe… padahal ini negeri Arab. Di mana Antum sekalian suka sekali sama pakaiannya..bukankah Antum doyan pake sorban? Orang Arab kemana-mana pake sorban hatta nonton bola juga pake sorban..beda kan sama Antum yang pake sorbannya ketika mau ngadain razia, mengobrak abrik dan merusak …
Ok, deh, ane ngerti niat Antum bagus..mencegah kemungkaran..menurut ilmu dakwah…menyeru kepada kebaikan itu lebih gampang dibandingkan mencegah kemungkaran..kalo nyuruh orang berbuat baik paling-paling kita cuma berhadapan dengan orang-orang yang kepalanya manggut-manggut, enggak tahu karena ngerti atau karena sebel huahahaha. Tapi coba kalo mencegah kemungkaran? Kita berhadapan dengan orang-orang yang bisa mencelakan kita..misalnya kita mencegah sebuah aksi perampokan(coba klo brani)…
FPI dan Pentungan
Karenanya Antum bawa pentungan karena Antum merasa dalam berdakwah Antum akan menghadapi orang-orang yang Antum anggap temannya SAITON minimal teman jauhlah SAITON..pertanyaanya, benarkah para ibu-ibu yang berdagang makanan itu CS nya SAITON? Bukankah mereka melakukan itu untuk menafkahi keluarga dan anak-anak mereka. Klo gak berjualan emang keluarga dan anak-anaknya mau makan ape Tum? Apa Antum yang ngasih makan? Jika Antum kasih duit segepok lalu Antum suruh ibu-ibu itu untuk menutup dagangannya saya HAQUL YAKIN mereka akan membubarkan diri dengan senang hati.
Antum selama ini bukan jadi solusi dari permasalahan bangsa, justru Antum menjadi benalu (penyakit masyarakat dan sampah masyarakat) yang memperumit dan menambah pusing aparatur negara …gimana aparat enggak pusing? Mau tegas Antum melawan (sok jadi jagoan)…dibiarin Antum sekalian tambah beringas (sok jadi pahlawan kesiangan)…Jika Antum mengatakan Antum bergerak karena aparat cuek-cuek aja…emang Antum itu siapa? Bukankah Antum itu enggak jauh beda statusnya dengan kami ini yang warga biasa? Kalo Antum merasa punya hak untuk ngobrak-ngabrik dagangan ibu-ibu, ketahuilah Antum semua sudah gila segila gilanya dan ter..la..lu(kate bang haji Roma Irama)….Negara ini punya aturan Tum…dan bukan pake aturan Embahnya Antum…
Ok, lah jika Antum melakukan ini semua karena Tuhan..tapi apakah Tuhan akan menerima amalan orang-orang yang bikin susah rakyat kecil? Udah Tum jangan munafik dan jangan sok jadi pahlawan, hidup Antum sendiri belum tentu benar di mata Aolloh SWT, daripada Antum sibuk ngurusin orang lain mending Antum urus diri Antum sendiri dan cari kerjaan yang lebih jelas…misalnya jadi TKI kayak ane, he..he..he..he..he..Gini-gini ane bisa ngidupin kelurga ane. Mereka bisa hidup layak sebagaimana orang kebanyakan,tiap bulan ane ngirim uang ke rumah yang jumlahnya melebihi kebanyakan gaji pegawai negeri..apakah ane sekolah tinggi hingga gaji ane gede?
Kagak Tum, ane cuma tamatan SMK, kuliah juga enggak…mungkin ada di antara Antum yang sarjana, misalnya SE(Sarjana Edan), ST(Sarjana Teler), SH(Sarjana Haram), dll ..mengapa pula sarjana bawa pentungan? (dasar Sarjana Goblok)
Ala kulli hal, semoga Antum selalu sehat, cepat sembuh dan dapet kerjaan yang benar …jadi Antum enggak perlu lagi bikin susah banyak orang…oh ya terakhir, kalo mau jadi TKI datangi aja depnaker tapi satu pesen ane…jangan bawa pentungan ya Tum, biasa-bisa Antum kagak dapet kerja tapi malah masuk bui…hua..ha..ha..ha..ha..hu..hu..hu..hu..hu..hi..hi..hi..hi..hi..ho..ho..ho..ho..ho..he..he..he..he..he..he..
Assalamualaikum..wallaikumsallam..bismillah..aollohhuakbar..
Merdeka atoe Matio..
September 5, 2011 at 2:38 am
Aparat keamanan Amerika Serikat FBI menangkap sembilan orang Kristen garis keras. Mereka berencana membunuh seorang polisi, mengebom saat polisi itu dimakamkan, dan memicu perlawanan terhadap pemerintah Amerika Serikat. Mereka ditangkap di Michigan, Indiana, dan Ohio sejak akhir pekan hingga Senin (29/3) malam. Mereka ditangkap karena rencana serangan pada April menadatang itu. FBI juga menyita senjata-senjata dari kelompok ini. apakah anda mau mengatakan kristen ini gendeng,goblok dan jahat
September 5, 2011 at 3:17 am
Takut dibilang gak konsisten, kirim kutipan artikel pake nama lain, hahahaha ….
September 5, 2011 at 6:58 am
bener2 “KISAH NYATA”
September 6, 2011 at 4:16 am
Allahu ghayatuna……..
Arrasulu qudwatuna……..
Alqur’an dusturuna……
jihaad fi sabilillaah…
Bagaimanapun Islam tetap the Best..!!!
Kami bangga menjadi orang muslim………..!!!
Allaaahu akbar…!!!
September 19, 2011 at 2:51 am
dari perdebatan diatas, aku punya kesimpulan, bahwa ajaran Yesus adalah satu2nya jalan ke surga …… sorry klo ada yang gak setuju, memang ini kenyataannya.
November 2, 2011 at 12:15 pm
Setuju 100%. Tetapi mari kita terus berdoa agar lebih ramai lagi yang akan mengenal Yesus dan menerima Dia(Yesus) sebagai Tuhan dan juruselamat secara peribadi.
INGAT!-Kita bukan melawan darah dan daging(Manusia) tetapi kita melawan roh-roh jahat penguasa-penguasa di udara.
May 8, 2012 at 4:38 am
@Dodo
Setuju! tinggal bagaimana usaha kalian mencari celah bagi umat islam, menawarkan mi rebus, beberapa recehan, karena semua orang islam yang murtad adalah kategori orang islam yang beriman rendah, berpengetahuan ilmu islam rendah, berpendidikan rendah, himpitan ekonomi (kaya siapmurtad). Tapi sebaliknya, orang nasrani yang masuk islam adalah kaum intelektualis, berpengetahuan luas, dan mempunyai pemikiran yang logis (sadar kalau selama ini menyembah Bangkai Busuk tidak bercelana). Jadi siapkan saja Mi Rebus beberapa kardus, uang recehan, kemudian jalan-jalan cari orang islam yang berkategori seperti yg saya sebutkan diatas.
September 25, 2011 at 6:48 pm
YESUS HUAKBAR…YESUS HUAKBAR…YESUS HUAKBAR…HALLELUYAH…!
October 19, 2011 at 2:48 pm
HOSSANA!
September 25, 2011 at 6:53 pm
Kisah nyata
Sepenggal kesaksian seorang TKI
FPI GENDENG,GOBLOK TUR JAHAT
(PREMAN YANG MENGATASNAMAKAN AGAMA DALAM MENJALANKAN AKSI-AKSINYA YANG BENGIS, SADIS DAN BRUTAL)
Kompasiana.com – Apakah pekerjaan sebenarnya dari kebanyakan anggota FPI, Ada yang tahu? Seandainya betul dugaan ane, emangnya dugaan ente apa? Dugaan ane mungkin saja karena mereka belom punya kerjaan alias pengacara (pengangguran banyak acara), makanya mereka cari kesibukan dengan bergabung jadi FPI..orang yang punya kerjaan apalagi yang kerjaanya banyak/sibuk mana mungkinlah gabung sama FPI… itu hanya sekedar dugaan, bisa bener bisa salah (99% responden mengatakan benar).
Kita berandai-andai saja kalo dugaan itu bener..hehehe supaya gampang? Nah, daripade Antum sekalian ngerazia rumah makan, warung dan fasilitas umum lainnya bahkan sampai ngobrak-ngabrik dan merusak rejeki orang mending Antum sekalian jadi TKI aja deh..kaya ane dan saya doakan Antum sekalian keterima di Dubai, Arab Saudi..
Di sini rumah makan tetep aja buka selama ramadan tapi emang enggak vulgar banget sich, ya cuma ditutupi sedikit, tapi orang-orang masih tahu kalo itu rumah makan buka. Apakah ada Razia dari aparat atau dari gerombolan Preman seperti Antum-antum? Kagak ada la yauw,hehehe… padahal ini negeri Arab. Di mana Antum sekalian suka sekali sama pakaiannya..bukankah Antum doyan pake sorban? Orang Arab kemana-mana pake sorban hatta nonton bola juga pake sorban..beda kan sama Antum yang pake sorbannya ketika mau ngadain razia, mengobrak abrik dan merusak …
Ok, deh, ane ngerti niat Antum bagus..mencegah kemungkaran..menurut ilmu dakwah…menyeru kepada kebaikan itu lebih gampang dibandingkan mencegah kemungkaran..kalo nyuruh orang berbuat baik paling-paling kita cuma berhadapan dengan orang-orang yang kepalanya manggut-manggut, enggak tahu karena ngerti atau karena sebel huahahaha. Tapi coba kalo mencegah kemungkaran? Kita berhadapan dengan orang-orang yang bisa mencelakan kita..misalnya kita mencegah sebuah aksi perampokan(coba klo brani)…
FPI dan Pentungan
Karenanya Antum bawa pentungan karena Antum merasa dalam berdakwah Antum akan menghadapi orang-orang yang Antum anggap temannya SAITON minimal teman jauhlah SAITON..pertanyaanya, benarkah para ibu-ibu yang berdagang makanan itu CS nya SAITON? Bukankah mereka melakukan itu untuk menafkahi keluarga dan anak-anak mereka. Klo gak berjualan emang keluarga dan anak-anaknya mau makan ape Tum? Apa Antum yang ngasih makan? Jika Antum kasih duit segepok lalu Antum suruh ibu-ibu itu untuk menutup dagangannya saya HAQUL YAKIN mereka akan membubarkan diri dengan senang hati.
Antum selama ini bukan jadi solusi dari permasalahan bangsa, justru Antum menjadi benalu (penyakit masyarakat dan sampah masyarakat) yang memperumit dan menambah pusing aparatur negara …gimana aparat enggak pusing? Mau tegas Antum melawan (sok jadi jagoan)…dibiarin Antum sekalian tambah beringas (sok jadi pahlawan kesiangan)…Jika Antum mengatakan Antum bergerak karena aparat cuek-cuek aja…emang Antum itu siapa? Bukankah Antum itu enggak jauh beda statusnya dengan kami ini yang warga biasa? Kalo Antum merasa punya hak untuk ngobrak-ngabrik dagangan ibu-ibu, ketahuilah Antum semua sudah gila segila gilanya dan ter..la..lu(kate bang haji Roma Irama)….Negara ini punya aturan Tum…dan bukan pake aturan Embahnya Antum…
Ok, lah jika Antum melakukan ini semua karena Tuhan..tapi apakah Tuhan akan menerima amalan orang-orang yang bikin susah rakyat kecil? Udah Tum jangan munafik dan jangan sok jadi pahlawan, hidup Antum sendiri belum tentu benar di mata Aolloh SWT, daripada Antum sibuk ngurusin orang lain mending Antum urus diri Antum sendiri dan cari kerjaan yang lebih jelas…misalnya jadi TKI kayak ane, he..he..he..he..he..Gini-gini ane bisa ngidupin kelurga ane. Mereka bisa hidup layak sebagaimana orang kebanyakan,tiap bulan ane ngirim uang ke rumah yang jumlahnya melebihi kebanyakan gaji pegawai negeri..apakah ane sekolah tinggi hingga gaji ane gede?
Kagak Tum, ane cuma tamatan SMK, kuliah juga enggak…mungkin ada di antara Antum yang sarjana, misalnya SE(Sarjana Edan), ST(Sarjana Teler), SH(Sarjana Haram), dll ..mengapa pula sarjana bawa pentungan? (dasar Sarjana Goblok)
Ala kulli hal, semoga Antum selalu sehat, cepat sembuh dan dapet kerjaan yang benar …jadi Antum enggak perlu lagi bikin susah banyak orang…oh ya terakhir, kalo mau jadi TKI datangi aja depnaker tapi satu pesen ane…jangan bawa pentungan ya Tum, biasa-bisa Antum kagak dapet kerja tapi malah masuk bui…hua..ha..ha..ha..ha..hu..hu..hu..hu..hu..hi..hi..hi..hi..hi..ho..ho..ho..ho..ho..he..he..he..he..he..he..
Assalamualaikum..wallaikumsallam..bismillah..aollohhuakbar..
Merdeka atoe Matio..
October 3, 2011 at 3:44 am
anjeng2 gereja, lagi ngobral agamanya, hahahaha……………. kasian nggak laku2 juga, hahahahaaaaaaaaaaaaaaa…!!!!!!!!!!!!!!! ngobral agama yang mengajarkan kerakusan warisan kerbau bermata biru (belanda) hahahahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! agama palsu ciptaan paulus, wkwkwkwkwkwkw
October 12, 2011 at 7:27 am
YANG MERDEKA DAN BAHAGIA DI SURGA ADALAH ORANG2 ISLAM, KARENA HANYA MENYEMBAH ALLAH TUHAN MEREKA .
YANG MENYEMBAH SELAIN ALLAH TERPENJARA SENGSARA SELAMA LAMANYA TIDAK MATI2 DI NERAKANYA ALLAH.
ALLAH TIDAK MEMULIAKAN PATUNG YESAYA 42
October 13, 2011 at 3:16 pm
semoga allah mempercepat azal pemilik situs yang mencemarkan, menghina, mengolok, serta menginjak-injak islam dan rasulnya. sesungguhnya islam terzalimi karenanya. untuk itu saya berdoa, semoga allah mempercepat azal dan memberikan azab yang maha dahsyat bagi mereka yang menghina nabi dan islam. Insya allah…
November 2, 2011 at 12:42 pm
Untuk saudara Situs ini!
Dunia tentu membenci kita kerana nama Yesus Yang ada di dalam Kita!
Kasihilah musuh kita dan berdoa bagi mereka!
Tetapi yang sebenarnya kita bukan melawan darah dan daging tetapi roh-roh jahat/penyesat dan penguasa-penguasa di udara!
Tetapi Roh yang ada didalam kita lebih berkuasa daripada roh dunia!
Kasih Allah menyertai kalian!
October 20, 2011 at 9:22 pm
Kisah nyata
Sepenggal kesaksian seorang TKI
FPI GENDENG,GOBLOK TUR JAHAT
(PREMAN YANG MENGATASNAMAKAN AGAMA DALAM MENJALANKAN AKSI-AKSINYA YANG BENGIS, SADIS DAN BRUTAL)
Kompasiana.com – Apakah pekerjaan sebenarnya dari kebanyakan anggota FPI, ada yang tahu? Seandainya betul dugaan ane, emangnya dugaan ente apa? Dugaan ane mungkin saja karena mereka belom punya kerjaan alias pengacara (pengangguran banyak acara), makanya mereka cari kesibukan dengan bergabung jadi FPI..orang yang punya kerjaan apalagi yang kerjaanya banyak/sibuk mana mungkinlah gabung sama FPI… itu hanya sekedar dugaan, bisa bener bisa salah (99% responden mengatakan benar).
Kita berandai-andai saja kalo dugaan itu bener..hehehe supaya gampang? Nah, daripade Antum sekalian ngerazia rumah makan, warung dan fasilitas umum lainnya bahkan sampai ngobrak-ngabrik dan merusak rejeki orang, mending Antum sekalian jadi TKI aja deh..kaya ane dan ane doakan Antum sekalian keterima di Dubai, Arab Saudi..
Di sini rumah makan tetep aja buka selama ramadan tapi emang enggak vulgar banget sich, ya cuma ditutupi sedikit, tapi orang-orang masih tahu kalo itu rumah makan buka. Apakah ada Razia dari aparat atau dari gerombolan Preman seperti Antum-antum? Kagak ada la yauw,hehehe… padahal ini negeri Arab-loh, di mana Antum sekalian suka sekali sama pakaiannya..bukankah Antum doyan pake sorban? Orang Arab kemana-mana pake sorban hatta nonton bola juga pake sorban..beda kan sama Antum yang pake sorbannya ketika mau ngadain razia, mengobrak abrik, merusak dan membuat kerusuhan …
Ok, deh, ane ngerti niat Antum bagus..mencegah kemungkaran..menurut ilmu dakwah…menyeru kepada kebaikan itu lebih gampang dibandingkan mencegah kemungkaran..kalo nyuruh orang berbuat baik paling-paling kita cuma berhadapan dengan orang-orang yang kepalanya manggut-manggut, enggak tahu karena ngerti atau karena sebel huahahaha. Tapi coba kalo mencegah kemungkaran? Kita berhadapan dengan orang-orang yang bisa mencelakan kita..misalnya kita mencegah sebuah aksi perampokan(coba klo brani)…
FPI dan Pentungan
Karenanya Antum bawa pentungan karena Antum merasa dalam berdakwah Antum akan menghadapi orang-orang yang Antum anggap temannya SAITON minimal teman jauhlah SAITON..pertanyaanya, benarkah para ibu-ibu yang berdagang makanan itu CS nya SAITON? Bukankah mereka melakukan itu untuk menafkahi keluarga dan anak-anak mereka. Klo gak berjualan emang keluarga dan anak-anaknya mau makan ape Tum? Apa Antum yang ngasih makan? Jika Antum kasih duit segepok lalu Antum suruh ibu-ibu itu untuk menutup dagangannya ane HAQUL YAKIN mereka akan membubarkan diri dengan senang hati.
Antum selama ini bukan jadi solusi dari permasalahan bangsa, justru Antum menjadi benalu (penyakit masyarakat dan sampah masyarakat) yang memperumit dan menambah pusing aparatur negara …gimana aparat enggak pusing? Mau tegas Antum melawan (sok jadi jagoan)…dibiarin Antum sekalian tambah beringas (sok jadi pahlawan kesiangan)…Jika Antum mengatakan Antum bergerak karena aparat cuek-cuek aja…emang Antum itu siapa? Bukankah Antum itu enggak jauh beda statusnya dengan kami ini yang warga biasa? Kalo Antum merasa punya hak untuk ngobrak-ngabrik dagangan ibu-ibu, ketahuilah Antum semua sudah ‘Gila Segila Gilanya’ dan ‘Ter..La..Lu..’sampai ane gak habis pikir perbuatan Antum-Antum sekalian itu sungguh ‘Teganya..Teganya..Teganya..’(kate bang haji Roma Irama)….Negara ini punya aturan dan hukum Tum…dan bukan pake aturan Embahnya Antum…
Ok, lah jika Antum melakukan ini semua karena Tuhan..tapi apakah Tuhan akan menerima amalan orang-orang yang bikin susah rakyat kecil? Udah Tum jangan munafik dan jangan sok jadi pahlawan, hidup Antum sendiri belum tentu benar di mata Aolloh SWT, daripada Antum sibuk ngurusin orang lain mending Antum urus diri Antum sendiri dan cari kerjaan yang lebih jelas…misalnya jadi TKI kayak ane, he..he..he..he..he..Gini-gini ane bisa ngidupin kelurga ane. Mereka bisa hidup layak sebagaimana orang kebanyakan,tiap bulan ane ngirim uang ke rumah yang jumlahnya melebihi kebanyakan gaji pegawai negeri..apakah ane sekolah tinggi hingga gaji ane gede?
Kagak Tum, ane cuma tamatan SMK, kuliah juga enggak…mungkin ada di antara Antum yang sarjana, misalnya SE(Sarjana Edan), ST(Sarjana Teler), SH(Sarjana Haram), dll ..mengapa pula sarjana bawa pentungan? (dasar Sarjana Goblok)
Ala kulli hal, semoga Antum selalu sehat, cepat sembuh dan dapet kerjaan yang benar …jadi Antum enggak perlu lagi bikin susah banyak orang…oh ya terakhir, kalo mau jadi TKI datangi aja depnaker tapi satu pesen ane…jangan bawa pentunganloh, bisa-bisa Antum kagak dapet kerja tapi malah masuk bui…hua..ha..ha..ha..ha..hu..hu..hu..hu..hu..hi..hi..hi..hi..hi..ho..ho..ho..ho..ho..he..he..he..he..he..he..
Assalamualaikum..wallaikumsallam..bismillah..astafirrulloh allazim..aollohhuakbar..!
Merdeka atoe Matioooooooooo
mari kita lihat bersma kekejaman dan kbrutalan FPI, klik:
http://theync.com/media.php?name=1381-never-before-seen-video-shows-a-young-boy-behead-an-allegded-spy.-uncensored
http://islaminlightofhistory.wordpress.com/2011/03/13/bagian-vi-bab-2-tawaran-nan-keji/
October 24, 2011 at 5:30 am
JESUS MAKAN MINUM BERAK INGUSAN DISEMBAH, PENGKHIANAT LAGI YANG DISEMBAH.
ISLAM MENYEMBAH APA YANG JESUS (NABI ISA)SEMBAH YAITU ALLAH
.
KRISTEN KATOLIK MENYEMBAH JESUS(YUDAS PENGKHGIANAT YANG DISALIB)
YAHUDI MENYEMBAH ANAK LEMBU
November 2, 2011 at 12:46 pm
Yesus mengasihi Saudara CIKK! Semoga saudara akan mengalami pengalaman peribadi dengan Dia(Yesus)
November 2, 2011 at 1:40 pm
Ha ha ha…buta rohani!Pengalaman peribadi dengan setan kok dikata pengalaman peribadi bersama Yesus.
October 30, 2011 at 2:30 pm
hallo selamat malam.
semua itu hanya sejarah bahkan agama dan tokohnya juga sejarah sama halnya seperti baca buku sejarah waktu SD mari buka mata bahwa dunia ini penuh dengan ilmu pengetahuan.
Saya yakin setiap agama mengajarkan sesuatu yang baik saling menolong, konsep surga neraka dll. Akan tetapi akan lebih baik apabila tidak merendahkan agama 1 dengan yang lain.
Ingat Tuhan dan agama hanyalah konsep!
November 2, 2011 at 12:34 pm
Tidak setuju!
Setiap orang inginkan sesuatu yang terbaik di dalam hidup mereka! Walaupun sesuatu barang di dunia ini adalah sesuatu yang tidak kekal tetapi kita mahu sesuatu barang yang terbaik.
Inikan pula soal Syurga dan Neraka. SELAMANYA!!!!!!!!!
Tidak ada jalan tengah…samada akan berada di Neraka selamanya atau berada di Syurga Selamanya!
Kita harus pasti sama ada kita akan berada di Syurga atau Neraka!!!
Dan Kepastian Untuk hidup selamanya di Syurga Hanya Dapat diperolehi melalui hanya satu Nama iaitu ,Yesus/ Isa Almasih.
Tidak ada jalan keselamatan lain selain daripada menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara peribadi!
Yesus mengasihi anda!
November 2, 2011 at 1:39 pm
Surga kristian hanya ada nikmat rohani.Surga Islam ada kedua-duanya nikmat rohani dan jasamani.Jadi surga Islam terbaik.Kristian mengandalkan kematian Tuhan utk masuk surga.Islam percaya Tuhan maha Agung dan tidak disentuh oleh kematian hatta tidak mengantuk maupun tidur.Utk masuk surga seseorang mesti menjadikan dirinya baik.Tuhan pun menolong.Jadi cara masuk surga Islam juga terbaik karena manusia dimotivasikan utk berbuat baik.Jadi Islam lebih logis.
November 4, 2011 at 9:22 am
YESUS BILANG AKU DATANG MENGGENAPI TAURAT.ANDA MALAH MENGHILANGKAN HUKUM TAURAT.MENGHILANGKAN HUKUM TAURAT NGGA MASUK SURGA.
ANDA NGGA SUNAT, MAKAN BABI, NYEMBAH SELAIN ALLAH.GIMANA MO MASUK SURGA.
BACA LAGI DAN POAHAMI.
MENGHILANGKAN HUKUM TAURAT TIDAK AKAN MASUK SURGA (MATIUS 5:20)
December 9, 2011 at 3:27 pm
pertumbuhan yesus:
lahir–bayi—balita–>masuk paud—>lanjut ke Playgrup—>skull MI–>Mts–>SMEA—>jadi Kaum ALaay……(coba masuk MA!!!)—->Abg di salib……
Peju belom tersalurkan….:-(
December 20, 2011 at 6:44 am
dalam Al-Quran mengatakan bahwa nabi ISA AS hanyalah seorang MANUSIA BIASA……………………Jadi kasihan ya………….
Selagi lagi…….yesus berbeda sama Nabi ISA AS!!!!!!!!!!!!!!
February 19, 2012 at 12:10 am
Ya, anda benar, bahkan Yesus sendiripun menyebutkan diriNya “Anak Manusia”. Dialah Firman Allah yang menjadi manusia, menjadi sama dengan kita, untuk penebusan dosa.
Dia dapat merasakan apa yang dirasakan manusia, sedih, sakit, senang, susah. Berdoa, mengajar dsbnya.
Ketika Dia dikayu salib dengan dosa-dosa manusia, Allah Bapa meninggalkanNya, oleh karena itu, Dia berteriak, Eli, Eli, lamma sabachtani, Bapa, Bapa mengapa Engkau meninggalkan KU.
Herankan, pasti gak ngerti, orang memang kalian bukan orang yang bisa mengert.
December 21, 2011 at 6:31 am
Tuhan tidak pernah kata ini agamamu..adakah dia kata Adam itu Islam..Cuma Al Quran yang kata setelah ribuan tahun berlalu..nabi-nabi dahulu tak kenal jenis-jenis agama ini..Setan yang mula memperkenalkan jenis-jenis agama supaya manusia sentiasa berselisih tentang agama yang benar..Dulunya hanya sembah tuhan..Yesus tidak pernah kata ikutilah agamaku Kristian..tiada agama Kristian..yang ada, adalah yang mengikuti Injil (berita baik)..dan kerena Injil itu yang ditinggalkan oleh Yesus kepada yang percaya kepada Tuhan maka orang yang menyembah Tuhan berdasarkan Injil disebut orang Kristian..Kristian itu adalah satu cara hidup yang Yesus ajarkan..Sekali lagi Tuhan tidak pernah katakan ini agama Yesus Kristian..Jadi Nabi yang membawa adanya nama agama itu, saya percaya adalah taktik setan untuk memecah belahkan oarng yang percaya kepada Tuhan…Amin
December 22, 2011 at 10:58 am
Pelecehan Seksual di Gereja Belanda Terungkap
Liputan6.com, Amsterdam: Selama lebih dari 60 tahun terakhir, ribuan anak mengalami pelecehan seksual di Gereja Katolik Roma Belanda dan 800 tersangka telah diperiksa. Demikian dikatakan penyidik dalam laman CNN, belum lama ini.
Beberapa puluhan ribu anak di bawah umur mengalami berbagai jenis pelecehan, baik ringan maupun serius. Akibatnya, para korban trauma selama bertahun-tahun. Mereka memerlukan perhatian dari keluarga korban dan konseling dari psikolog profesional.
Menurut laporan yang dimuat dari 1945 hingga 2010, pelecehan ini masih terbilang ringan. Tapi merupakan masalah serius karena menimpa banyak korban dalam jangka waktu panjang. Seorang penyidik mengatakan, petugas gereja, seperti pendeta dan pastor harus bertanggung jawab untuk menangani para korban.
Kasus ini berdampak pada negara, karena Katolik Roma yang merupakan agama terbesar di Belanda telah tercemar di mata masyarakat. Selama ini Katolik Roma telah berperan dalam agama, politik, media, pendidikan, dan serikat buruh.
Sementara Komisi Penyelidikan telah menerima 1.795 laporan terkait pelecehan seks terhadap anak-anak di gereja. Laporan berisi informasi tentang 800 nama tersangka. Mereka adalah petugas gereja di dalam keuskupan Katolik Roma. Sebagian besar pelaku merupakan korban pelecehan sewaktu muda. Mereka menyesal dan meminta maaf setelah dipertemukan dengan korban.(RZK/CNN/AIS)
December 25, 2011 at 2:06 am
ckckckc, kalian semua membanggakan agama kalian masing2 dan mencela agama dan kepercayaan orang lain..Semua agama dan kepercayaan baik adanya. Inti dari semua agama adalah mengajarkan yang baik.
Kalian semua mengaku beragama, tetapi dalam tindakan dan beprilaku (khususnya berkata-kata) tidak menunjukkan sebagai seoarang yang beragama. Terus apa artinya beragama sedangkan kalian sendiri tidak mencerminkan sifat keagamaannya kalian. Malahan yang muncul adalah sifat kebinatangannya kalian.
Kalau sudah seperti itu apa yang mau kalian banggakan dari agama kalian masing2…?????
January 15, 2012 at 3:00 pm
Simple aja, kalo yesus tuhan kenapa dia berteriak ketika akan disalib “eli eli lama sabakhtani”, ini artinya yesus gpny kuasa apapun coz dy hanya manusia biasa yang diberi mukjizat oleh Allah
February 19, 2012 at 12:03 am
Biasalah MALING teriak MALING. Gak malu kau, faktanya orang Kristen itu paling pintar, menciptakan penemuan-penemuan baru, negaranya makmur karena mereka selain pintar juga jujur. Berkacalah kepada diri sendiri. Coba lihat, orang arab dan negara arab, dan yang lebih lagi, kau, bisa dikibulin ama orang arab dan nabiya perampok dan pemerkosa.
Orang bodoh, sok pintar, nulis panjang2, tapi gak ada artinya.
Aku disini mau baca tulisan Ali Sina bukannya mau baca tulisan kau. Tuch, ditantang Ali Sina, kalo menangkan bisa dapat US$ 50,000.00. lumayan buat bangun mesjid.
February 19, 2012 at 1:07 am
Bung eddy,
“Amerika hebat, !
“da lagi jepang mereka lebih hebat!.
“Tapi yang lebih hebat Rusia , mereka menembus pertama Angkasa Luar, !”
“Ah, itu belum seberapa, yang lebih hebat Jerman, Si Einstein itu orang jerman menemukan E=MC2″.
Dialog apaan ?
Itu aku ingat debat kusir waktu aku di SD dulu. Soal buku Ali Sina nih kupasan aku tuh baca !
Kau dikasih pernyataan : “kalo ye
sus tuhan kenapa dia berteriak ketika akan disalib “eli eli lama sabakhtani” Apakah dia itu memang Tuhan, ? Kok kau tanggapi seperti ini ?
“Biasalah MALING teriak MALING.!” Gak malu kau,!”
Kok dangkal kali tanggapan kau ! aku sudah tahu level kau. Seperti biasa kaum kau , selalu menanggapi negatif pembahasan dari kami2 , kan itu ayat2 dari kitab kau !Kau jelaskan saja kenapa ? Kan tak mungkin kalau dia itu tuhan berteriak minta tolong !
Pastilah ada tuhan yang diminta pertolongan. Bukankah Yesus mengatakan dia punya Tuhan namanya ALLAH, tuhannya beliau dan Tuhan murid2 nya Bani Israil. Begitu bukan . Tanggapi saja, kok pakai istilah Maling Teriak Maling ? . Kalau aku yang nanggapi itu kau berarti mengartikan Yesus itu Maling bukan ? dan berteriak kepada Tuhannya yaitu Maling. Pikir ya , sebelum bicara ! Yang sopan kenapa sih ?
Kau banggakan ALi Sina , Ini aku kupaskan untuk kau.
Kau mungkin belum membacanya.
Kalau pun kau membacanya itu pun kau tak paham isinya .
Aku tau kok level kau !
Ini aku coba sajikan buku Ali Sina yang hebat katanya.
Pantasnya aku kasih nama Ali Hina,bukan Ali Sina.
Dari awal bukunya saja sudah bisa disimpulkan siapa ALI HINA.
Kalian akan kaget betapa dangkal kupasannya.
Isinya hanya fitnah melulu. !
Dia masih kecil , anak dari keluarga sekuler/Islam KTP ( baca auto biografinya ) dimana ayahnya melarikan diri saat revolusi Iran (Sekitar Th. 77 s/d 78) karena mulai berkuasanya orang muslim sejati. Orang tuanya lari ketakutan karena orang tuanya adalah orang2nya Syah Iran , Si Ali Hina masih ingusan, disekolahkan disekolah kristen (bapaknya cukup kaya sehingga bisa menyekolahkan anaknya disekolah terbaik di Kanada yaitu sekolah kristen ), memang tak ada sekolah Islam waktu itu di Kanada.
Kalau bapak sekuler / Islam KTP , kita sudah tau bakal kejadiannya (sama dengan si Mark Gabriel) tak diajar ngaji , sholat tak tahu, cerita nabi muhammad waktu kecil tak pernah mendengar, kalaupun mengupas / mendengar dari cerita palsu yahudi yang memang tukang Fitnah, masak sih dipulangkan ke Ibu asalnya Siti Aminah (nabi Kecil waktu umur 5 tahun ) dibilang karena takut dapat serangan jantung. Itu pengupasan sangat dangkal. (Seharusnya dia bisa berpikir bahwa usia resiko mendapat serangan jantung biasanya diatas 40 tahun)
Itulah bodohnya si ALI HINA, Sumber perpustakaannya saja orang-orang yang sudah jelas bikin serita palsu.
Waktu kecil umur 6 tahun didatangi 2 malaikat untuk membersih “Hati Dan Lainnya ” (Hal itu dilakukan karena untuk mempersiapkan sifat-sifat kenabian sejak kecil) lalu nampak memang kelakuan yang berbeda dengan anak-anak biasa, beliau sangat disayangi Kakek dan pamannya Muhammad saking berbudi sangat luhur sangat disayang melebihi sayang anak2nya eh malah dibilang , nabi stress , suka melamun, tidak percaya diri, narsis dll. (ada untung dari kupasanya yang bisa membongkar fitnahnya yaitu dia ada menulis tentang tumpahan kasih sayang berlebihan dari Kakek dan pamannya kepada Muhammad kecil. Itu bisa kita simpulkan memang sedari kecil sifat2 kenabian yang berbudi luhur, jujur , sopan, sangat menghormati siapapun sudah ditunjukkan sehingga sayangnya kakek dan pamannya kepada Mujhammad memang sayang yang luar biasa, melebihi sayang kepada anaknya sendiri).
Baca buku “ALI HINA Mengenal Muhammad,
Jangan komentar sebelum baca.
Di bilang stress, itu fitnah keji si Ali Zinah.
Masak sih kalau stress dia terpilih jadi manusia yang pertama terhebat di dunia dari 100 orang yang hebat.
Salah satu dangkal bukunya yaitu dia kupas buku 100 orang hebat. Dia samakan Muhammad dengan Hitler , Mao Tse Tung. Dasar tolol.
Dia tidak bisa membedakan orang yang berpengaruh mengadakan perubahan besar didunia antara nabi Muhammad SAW yang bersifat luhur dan disegani karena Mulyanya tingkah lakunya , kewibawaan dan kecerdasannya dibanding dengan orang yang berpengaruh seperti Hitler dan Mao Tse Tung yang kita tahu semua sifat-sifatnya mereka.
Penyebaran islam dengan perang disalah artikan dengan dangkal, padahal perang karena ada aksi yaitu kalau ada aksi, fitnah, hujat, tipu daya siapa takut untuk mengadakan reaksi alias serangn balik. Tapi itulah memang Tingginya ilmu putar balik kaum2 kristiani. Kita semua sudah tahu kok.
Dangkal deh otaknya . Dasar Ali Hina.
Nih kau pikirkan baik-baik bermoral tidak Ali Hina itu ?
Muallaf apabila meninggalkan kristen dia tidak menghujat Yesus, Injil, , agama yang ditinggalkannya. Bahkan mereka masih menghormatinya
Tapi si Iblis Ali Hina terbalik.
Memang pantas aku namakan Ali Hina / Ali Zinah , dan aku gelar dia manusia iblis kerena dia tak pantas menghina kalau menulis buku, apalagi mwnghina Nabinya Ummat Islam, Kitabnya, Tuhannya.
Pantas dia mendapatkan gelar Iblis tersebut yang memang kerjanya hanya membuat fitnah, tipu daya dll yang sifatnya jahat aja.
Tidak ada kelakuannya untuk menghormati keyakinan orang lain.
Dia tidak tahu itu masalah sensitif,
Melukai hati ummat islam yang tidak akan pernah menghujat keyakinan siapapun.
Satu lagi kalau ada fitnah itu pasti buku laku keras. Kalau dia buat buku Yesus yang baik , itu tak laku Bodoh.
Sungguh rendah kupasannya dan tidak bermoral,
Dia sama seperti Salman Rusdi,
Cari uang dengan cara murahan.
Cuma sudah telat mikirnya.
Salman Rusdi sudah puluhan tahun yang lalu, Dia lupa Salman rusdie dihargai kepalanya milyaran rupiah sama Imam Khomeini karena menghujat keyakinan.
Berbahaya!
Kasih tau ya dengan Si Ali TOLOL itu. Oke !
March 4, 2012 at 2:32 pm
Yg menyebarkan Kristen di Indonesia adalah orang-orang barat melelui kolonailisme. Memang benar orang-orang barat itu pinter, banyak menciptakan penemuan baru, dan mereka makmur. Sekarang coba tanya sama mereka … PERCAYAKAH KALIAN pada YESUS ?.
Kalo saja yg menjawab YA lebih banyak yg TIDAK, saya bersedia ikut MURTADIN. ..Mohon direnungkan ..
March 4, 2012 at 3:16 pm
Kalo saja yg menjawab YA lebih banyak yg dari yang menjawab TIDAK, saya bersedia ikut MURTADIN.
Gak usah jauh-jauh … liat aja di sekeliling kita .. mana ada orang bule ikut-ikutan kebaktian di gereja .
February 10, 2012 at 6:22 am
ya ya ya…..kebenaran adalah kebenaran….
March 2, 2012 at 12:58 am
Kekuasaan TUHAN meliputi Semesta Alam Raya. Banyak kesaksian bahwa YESUS adanya cuma di Palestina dan wujudnya adalah Manusia. Artinya, pada saat bersamaan YESUS tidak ada di tempat lain, dan alam raya ini bukan cuma Manusia. Kalaupun mau maksa bahwa YESUS itu TUHAN, hanya berlaku pada Jamannya, hanya di Palestina, hanya berlaku untuk Manusia.
TUHAN yang benar itu valid di setiap WAKTU, di setiap TEMPAT, dan bagi semua MAKHLUK.
March 2, 2012 at 1:45 am
wah kalau ada makhluk sejenis manusia di planet lain bisa rontok ajaran kristen
March 2, 2012 at 2:20 am
Lagi pula kalau Yesus watu itu mati disalib, siapa yang ngurus manusia saat itu ? yang cabut nyawa manusia saat Yesus Mati lantas siapa ?. Yesus mati siapa yang mencabut nyawanya Ya ?
March 3, 2012 at 2:55 pm
Allah begitu payah kah, sehingga bung neli menganggap rendah “kemampuannya”
March 3, 2012 at 3:02 pm
Nah kalau Allah yang kau bilang 100 untuk mu !
March 4, 2012 at 3:33 pm
Kalo TUHAN nongol di Palestina …pada saat bersamaan yg jagain kampung Saya siapa dong ..
April 11, 2012 at 4:36 am
kenapa dalam Quran allah swt disebut THE GREATEST OF ALL DECEIVERS (Penipu terbaik/ Agung) ????? >>> QS. 3:54
April 11, 2012 at 4:41 am
Hei Pendeta Penipu , apa kabar Fajar ? Masih suka nipu ya ?
March 12, 2012 at 6:31 am
Yesus Kristus adalah alfa dan Omega Tidak seorangpun bisa masuk kesurga tanpa melalui DIa semua orang berdebat dalam hal ini tapi Dia Adalah rajaku TUHANku, dan JURUSLELAMATku
March 12, 2012 at 6:38 am
Yesus Berkata : Sembahlah Allah , Yang Esa. Sebagai Landasan Utama(UUD).
Paulus berkata : Yesus adalah Tuhan yang awalnya dari Firman …dst…
Mana yang kau ikuti ::
1. Perkataan Yesus ?
2. Perkataan Paulus ?
Sanggup menawabnya ?
April 11, 2012 at 4:38 am
belajar arti kata ‘Esa’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia dulu sana
April 11, 2012 at 4:40 am
Pancasila !
Satu ! Ketuhanan Yang Maha Esa !
Tahu Artinya ?
March 12, 2012 at 6:59 am
@issach bodoh kwadrat
alfa omega artinya yang awal dan akhir.
setiap makluk makan minum, ada awal ada akhir.
manusia ada awal tapi tidak berakhir.
penyembah manusia kekal di neraka.tidak berakhir.
kristen katolik meghilangkan hukum taurat.
tak mengikuti taurat tidak masuk kerajaan surga.
matius 20.gimana dia mau jadi juru selamat.
justru dia tidak selamat apalagi anda pengikutnya
April 2, 2012 at 6:44 am
mending semua mengucapkan ini….
لا إله إلا الله محمد رسول الله
biar kita bisa selamat di dunia dan di akhirat….
aku tidak menyembah apa yang qmu sembah…
dan qmu tidak menyembah apa yang aku sembahh…
bagimu agamamu
dan bagiku agamaku…
asslalamualaikum…..wr.wb
April 2, 2012 at 5:42 pm
untuk saudaraku non muslim khususnya Kristen n Katholik
Anda beriman kepada Yesus kan? Maka:
Jika seorang pendeta berkata Tuhan… maka pikirkanlah yang dimaksud itu Yesus.
Jika seorang pendeta berkata Allah.. maka pikirkanlah yang dimaksud itu Yesus.
Jika seorang pendeta berkata Bapa.. maka pikirkanlah yang dimaksud itu Yesus.
Jika seorang pendeta berkata Ruh Kudus… maka pikirkanlah yang dimaksud itu Yesus.
Jika seorang pendeta berkata Yesus.. maka tentu saja yang dimaksud itu Yesus.
Jika anda melakukan 5 hal di atas sampai meresap di dalam diri anda… maka saya menasehatkan kepada anda, sebelum pikiran anda gelap dan stress, ….. di luar sana ada cahaya Islam yang menerangi dan menyejukan.
salam damai.
April 11, 2012 at 4:48 am
TO IMAN KUAT
hehhe..
gini aja deh… anda sholat 5x sehari cuma untuk medoakan Muhammad biar selamat.
cahaya Islam yang mana???? 
nabi mu saja nggak percaya diri minta didoakan umatnya lalu kemana cahaya Islam itu?????
apakah ini cahaya Islam:
“Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad”
(ya Allah, berilah keselamatan pada Rasulullah Muhammad SAW)
selengkapnya baca
http://cara-muhammad.com/tips/tips-berdoa/
—————————————
Siapa Yesus Kristus?
DIA adalah Bapa kami, TUHAN kami, Elohim kami
Kami percaya bahwa Allah Bapa, Firman Allah dan Roh Kudus Allah adalah TUHAN yang Esa/Ekhad/Ahad.
hehehe..
April 11, 2012 at 4:57 am
Sembahlah Allah ,
dialah tuhanku dan tuhanmu wahai bani israil,
bani indonesia entar azza,
Ini landasan Utama ,
paling Utama ,
Paling Pokok,
Paling inti ,
aku anak Tuhan, itu kulit,
Awalnya Firman, itu kulit,
elohim, itu kulit,
YHWH, itu kulit,
Roh kudus , itu kulit,
Allah bapa, itu kulit
yang inti adalah : Sembah Allah dialah Tuhan ku.
Paham Fajar , perkataan Yesus ?
Allah yang menurunkan 4 kitab suci. Terakhir Al Quran.
April 11, 2012 at 5:10 am
sekali lagi saya tanya:
allah yg mana ed..????
A) allah SANG PENIPU TERBAIK/PENIPU AGUNG (QS. 3:54) dan punya rasul penebar teror seperti yg dikatakan dlm Alquran.
atau
B) Allah yang TIDAK MENGENAL TIPU DAYA dan mempunyai rasul yang hidup dalam kasih karunia seperti yang dikatakan di Alkitab
jangan bingung ya ed…
masa anda tidak bisa membedakan sifat Iblis dengan TUHAN Pencipta yang sejati???
ayo jawab ed.. mentok ya?
allah yang mana ed… pilih opsi A atau opsi B?
monggo di jawab ya. punya nyali anda untuk menjawab tantangan saya??
April 11, 2012 at 5:14 am
Pendeta Fajar !
ada kamus indonesia terbitan PT Fajar Ngawur Sentora katanya membalas tipuan itu boleh diartikan juga dia seorang penipu,
Aku jadi sungkan manggil kau Pendeta penipu ,
padahal kau hanya membalas ya .
Kalau Paus membalas tipuan , boleh ndak ya aku panggil Paus Penipu ? Bagaimana Pendeta Fajar ?
April 3, 2012 at 4:58 am
Semua mukjizat Yesus berasal dari Allah SWT, jadi dia bukan Tuhan.
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada `Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” (QS 2:87)
April 11, 2012 at 4:41 am
gini ya rul.. Yesus adalah orang Yahudi yang berbahasa Aramic dan hidup pada pertengahan awal abad PERTAMA. dan Dia hidup berdasarkan hukum-hukum Taurat.
pertanyaannya, kenapa di Alquran kok seolah-oleh Yesus (Isa) berbahasa Arab dan beragama islam????
seenaknya saja ‘membajak’ nama besar nabi-nabi Alkitab.
jangan BUTA HISTORIS dan cuma FANATIK BUTA deh…
April 11, 2012 at 4:48 am
salah besar dia bukan hidap berdasarkan hukum2 Taurat , tetapi dia ditugaskan mengajar bahwa Tuhan Itu Allah dan diberi kitab Injil yang membenarkan Taurat.
Hukum Taurat yang menjadi landasan Utama yaitu ”
Tuhan itu Allah
Hukum Injil yang menjadi landasan Utama yaitu :
Tuhan itu Allah
Hukum Zabur yang menjadi landasan Utama yaitu :
Tuhan itu Allah
Hukum Al Quran yang menjadi landasan Utama yaitu :
Tuhan itu Allah
April 11, 2012 at 5:04 am
to eddy
ed..ed… allah yang mana?????
allah SANG PENIPU TERBAIK dan punya rasul penebar teror seperti yg dikatakan dlm Alquran
atau
Allah yang TIDAK MENGENAL TIPU DAYA dan mempunyai rasul yang hidup dalam kasih karunia seperti yang dikatakan di Alkitab
jangan bingung ya ed…
April 11, 2012 at 5:10 am
Pendeta Fajar , aku sungkan memanggil kau pendeta penipu , padahal kau cuma membalas Ya ? tapi kalau bahasa kamus Indonesia yang ngawur, membalas tipu daya itu boleh dikatakan penipu.
Aku jadi ikut2 memanggil kau pendeta penipu. Ndak apa2 kah Fajar ?
April 11, 2012 at 5:44 am
@jar
yang sunat ikut Nabi Isa
yang ngga sunat ikut paulus.ok.
jar nih lanjutan dongeng pemuka yahudi di kitab buatan.mudah2an bisa naik kelas ya bung edy!xixixi
@jar nih copas dari binaan moyang ente
Nasr Hamid berpendapat bahwa al-Quran sebagai sebuah teks dapat dikaji dan ditafsirkan bukan hanya oleh kaum Muslim, tapi juga oleh umat Kristian mahu pun kaum ateis.
Al-Quran adalah sebuah teks linguistik-bersejarah-manusiawi, ia adalah hasil budaya Arab.
bung rfan…..iinikan pendapat manusia, jadi jangan diikuti.al quran dari Allah.bukan hasil budaya. nabi2 sebelum nabi Muhammad hanya mengajak menyembah Allah.
dan semua ada di Quran.
.
Anda tahu kenapa yudas berbeda matinya, di matius gantung diri di kisah para rasul yudas jatuh perut robek usus keluar.??
yang anda sembah itu adalah yudas buktinya:
sebelum diturunkan dari tiang salib tentara romawi menusuk dengan pedang( karena tentara rumawi jarang menggunakan tombak) .
dia dikubur yusuf sebelum bangkit hari ketiga kuburannya dibongkar yang didapat adalah jasad yudas bukan nabi isa(yesus), lalu jasad itu dibuang,dan ditemukan dengan perut terbelah usus keluar.(bener cerita kisah para rasul matius salah)
Murid yesus difitnah pemuka yahudi , dengan menyogok penjaga kubur dari tentara rumawi agar mengatakan bawa mereka yang mencuri jasad yesus.
(11) Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu (hilangnya jasad yesus)kepada imam-imam kepala.
(12) Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu(menyogok)
(13) dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
(lihat persekongkolan pemuka yahudi pemberontak masihkah anda percaya kisah disalibnya yesus kalau sudah begini?)
(14) Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.”
(15) Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
Inilah sinetron pemuka yahudi pemberontak, kuburan itu telah mereka bongkar karena khawatir (yesus akan bangkit hari ketiga, makanya mereka dahului), kemudian yang ditemukan adalah jasad yudas yang telah berubah rupa lalu mereka buang, dan dibuatlah cerita yang aneh2.seperti gempa hebat, orang suci keluat dari kubur, malaikat menampakkan diri.semua cerita buatan pemuka yahudi untuk menutupi kejahatan mereka..
sadarlah bahwa jutaan manusia disesatkan dengan kisah
termasukpara petinggi kristen DR Yahya waloni dan DR irene handono..orang bodoh kayak si fajar diikuti xixixi.tuhannya aja seneng kemenyan amit amit.
April 11, 2012 at 5:59 am
Waduh2 Bung Nonon,
salut juga aku tentang kupasan anda,
makin jelas :
“Yudas yang disalib”,
jadi selama ini mereka rupanya mereka :
“menyembah si penghianat bernama Yudas”,
“Bukan Isa Al Masih”.
Benarlah kata Al Quran yang membongkar kebohongan kitab2 sebelumny (telah di plintir2)
Kisah tersebut rupanya ayat injil yang mengatakannya.
Tapi nanti biasalah,
selalu ada sanggahan. Itu hanya perumpamaan atau kias.
Kita orang islam ndak paham soal perumpamaan.
Artinya bahasa injil itu adalah ayat2 umpama semuanya. Tak jelas.
Ada lagi Tuhan berkelahi dengan manusia lalu Tuhan kalah.
Itupun rupanya umpama juga.
Aku kecele.
April 11, 2012 at 6:19 am
TO EDDY NAIL
baca ini lagi ya ed
————————————————————————————
Indeed, the hypocrites [think to] deceive Allah , but HE IS DECEIVING them. And when they stand for prayer, they stand lazily, showing [themselves to] the people and not remembering Allah except a little,
(QS 4:142 sahih internasional)
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan MEMBALAS TIPUAN mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”
(QS 4:142)
———————————————————————————–
QS. 4:142 dalam terjemahan Internasional ditulis
“……HE (allah swt) DECEIVING them”
>>>>>>>>artinya dia SEDANG MENIPU mereka
coba kita lihat terjemahan indonesianya:
“….allah AKAN MEMBALAS TIPUAN mereka”
========================================================
2 KEANEHAN DAN KEGANJILAN
keanehan #1 kenapa tensenya dlm terj Indo berubah jadi FUTURE (akan…)
keanehan #2 kenapa dalam terj. Sahih Internasional TIDAK ada arti kata yg sepadan dengan MEMBALAS seperti pay back, take revenge atau respond .
Sangat dimengerti bahwa banyak orang Muslim dan penerjemah-penerjemah Qur’an (MUI atau lembaga Islam Indonesia) yang terpelajar mencoba untuk memperhalus dan menyamarkan nama allah swt yang ofensif ini. Mereka menyebutnya sebagai Perekayasa Ulung, Pembuat Intrik dan Penipu. Namun ini tidak mengubah kenyataan bahwa Qur’an telah 2 kali secara eksplisit memberi gelar “Penipu yang paling ulung” kepada Allah (Sura 3:54, 8:30; lihat juga 4:142).
camkan mas ed…
HE IS DECEIVING… (QS. 4:142) >>>>> artinya DIA SEDANG MENIPU
April 11, 2012 at 6:42 am
Pendeta Fajar Penipu datang lagi. Itu aku tanya tadi Boleh ndak aku panggil :
“Paus penipu ?” Padahal Paus hanya membalas. Terjemahan Itu aku ambil dari buku kamus terjemahan : “Fajar Ngawur Sentosa” . Katanya membalas tipuan adalah sama dengan Penipu.
Makanya sekali lagi boleh ndak ya Aku Panggil : “Paus Penipu ?” padahal dia cuma membalas tipuan ?
Ntar aku tanya boleh ndak aku bilang “Paulus Penipu” :
karena dia bilang Tuhan kalah berkelahi melawan manusia.
April 11, 2012 at 6:32 am
@fajar … memangnya ga boleh ya TUHAN MENIPU ? siapa yang BERHAK menyalahkan TUHAN karena Dia melakukan tipu daya terhadap makhluk-Nya yang ingkar kepada-Nya??? SIAPA???? Tolong dijawab gan !!
TUHAN itu MAHA KUASA .. MAHA MELIPUTI SEGALA SESUATU … bahkan SETAN sekalipun datang atas KEHENDAK-Nya.
TUHAN tidak LEMAH (ini penghujatan terhadap TUHAN …. apalagi TUHAN MATI !!!)
April 11, 2012 at 7:09 am
TO COBA BLA..BLA…BLA…
MENIPU adalah BERBOHONG dan berbohong adalah PERBUATAN SETAN.
selain MENIPU tuhannya muhammad juga sangat lemah..
bisa-bisanya dia minta tolong sama manusia
QS 22:40
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa
apakah anda seorang Muslim?
kalau ya.. berarti anda wajib MENOLONG allah swt yang lemah itu.
ini berarti Alquran telah MENGHUJAT allah swt tuhannya muhammad
TUHAN MATI???
konsep apa itu???????
yang kami kenal adlah TUHAN di dalam nama Yesus Kristus yang telah MENGALAHKAN kuasa maut dan Iblis melalui KEBANGKITAN-NYA.
April 11, 2012 at 8:02 am
Hmmm … baiklah, menurut anda … TUHAN ga boleh MENIPU ya, artinya dia TIDAK BERKUASA untuk MEMPERDAYAKAN hamba-Nya yang ingkar itu ?? yah … kalau konsep TUHAN anda begitu .. berarti memang TUHAN dimata anda LEMAH, begitu juga dengan TUHAN anda bukan ?
“MENGALAHKAN kuasa maut dan Iblis melalui KEBANGKITAN-NYA.”
Untuk apa mengalahkan KUASA MAUT? siapa tuh? dan mengalahkan IBLIS? … LEMAH sekali TUHANMU harus bersusah payah menjadi manusia untuk mati dulu trus bangkit lagi.
Karena saya orang awam .. mohon maaf ya kalau argumentasi saya agak dangkal .. ^^, sekalian mau tanya nih jar … YANG KAMU SEMBAH ITU ALLAH atau YESUS? (satu jawaban ya .. and jgn berbelit2) soalnya awam nih .. ^^
April 11, 2012 at 11:20 am
Pendeta penipu itu masih ingat ndak ya , Tuhannya menipu Adam. Kalau kau makan itu buah kau pasti mati. Rupanya Tuhannya hanya nipu aja. Atau Tuhannya hanya pandai gertak “sambal” cabe hijau. Nggak ada pedasnya.
April 12, 2012 at 6:03 am
TO cobapikirpake bla..bla…bla….
letak lemahnya dimana??
Yesus BERKUASA untuk memberikan nyawa-Nya dan menerimanya kembali. (Yohanes 10:17-18)
yang patut digaris bawahi anda Yesus TIDAK PERNAH meminta tolong pengikut-Nya untuk melawan orang2 yang ingin menyaibkan-Nya. coba bandingkan dengan allah swt tuhannya muhammad yang berkata bahwa akan MENOLONG umatnya jika mereka MENOLONGNYA.
ingat itu bro…
Allah yang kami kenal adalah Allah yang MEMBELA umat-Nya, Allah yang TIDAK INGIN manusia mendatangi neraka, Allah yang MENGASIHI umat-Nya, Allah yang TIDAK MENYURUH umat-Nya untuk mendoakan keselamatan nabinya.
Allah yang kami sembah telah datang ke dalam dunia untuk melawat manusia yg berdosa. Dia telah datang menjadi sama dengan manusia untuk MENANGGUNG kelemahan dan setiap pelanggaran manusia.
anda bertanya:
Untuk apa mengalahkan maut???
begini, sejak Adam jatuh ke dalam dosa, dia dan semua manusia berada di dalam perbudakan maut. oleh karena itu, semua manusia yg dimulai oleh Adam mengalami KEMATIAN ROHANI dan JASMANI.
Kematian Yesus memutarbalikan 180 derajat nasib manusia yang telah rusak secara rohani dan jasmani.
Kematian-Nya MENDAMAIKAN manusia dengan Allah.
Yesus adalah Allah kami.
dan saya menyembah-Nya.
Apa anda mau belajar mengenai Allah Trinitas dengan saya?
Allah kami adalah Allah Bapa, Firman Allah (Yesus) dan Roh Kudus.
hal ini bukan berarti kami menyembah 3 Allah/Tuhan.
itu salah kaprah
Kata Esa (ibrani: Ekhad) yg sepadan dengan kata Ahad (Arab) tidak bermakna SATU DALAM ARTIAN BERSIFAT NUMERIC seperti kata Wahid (satu).
silahkan cek di kamus KBBI.
anda tanya:
YANG KAMU SEMBAH ITU ALLAH atau YESUS?
dan anda minta satu jawaban.
——————————————–
JAWAB:
saya sudah bilang Yesus adalah Allah kami, jadi pertanyaan anda yg ingin saya memilih salah satu diantaranya (Allah atau Yesus) TIDAK RELEVAN sebab tidaklah mungkin Yesus BUKAN Allah seperti dongeng alquran.
ada pertanyaan lagi?
April 15, 2012 at 6:39 am
Jar … anda bilang:
TUHAN MATI???
konsep apa itu???????
Jadi Yesus Kristus yang TUHAN menurut anda, TIDAK MATI di kayu salib?
April 18, 2012 at 7:16 am
loh kan Dia bangkit dan naik ke tahta-Nya di surga.
Dalam keadaan-Nya sebagai manusia Dia harus mengalami kematian untuk masuk ke dalam maut dan merebut apa yang menjadi hak umat manusia. yaitu KEHIDUPAN dan PERSEKUTUAN ABADI dengan Pencipta.
pertanyaannya apa Yesus mati??
TIDAK, Dia hidup dan akan datang kembali.
jadi, konsep Tuhan yang mati bukanlah konsep akhir kekeristenan yang terkesan tanpa harapan dan kepastian. tetapi DIA telah bangkit, kuasa kematian TIDAK BERKUASA atas Yesus sebab Yesus punya kuasa atas KEHIDUPAN.
Iblis telah menghancurkan dan mencuri hak manusia sejak Adam jatuh ke dalam dosa. hingga semua manusia jatuh dalam perbudakan dosa, nafsu, kematian dan akhirnya akan mendapat murka Allah lalu hilang selamanya.
Namun Allah tidak tinggal diam. Melalui Sang Firman, Allah menjadi manusia agar menunjukkan kepada Iblis bahwa diri-Nya lah yang datang untuk menebus manusia dari perbudakan Iblis.
Melalui Sang Firman (Yesus), Allah melampiaskan murka-Nya atas dosa pada diri Yesus. dan kemudian Dia dapat untuk MENGAMPUNI semua manusia yang percaya pada Kurban Agung yang telah DISEDIAKAN Allah.
Seorang jendral kepolisian menerima kabar bahwa anak kesayangannya diculik dan disandra oleh penjahat yg membenci dirinya. Jika dia ingin membebaskan anak itu, dia harus pergi sendirian ke markas penjahat itu dengan membawa 2 Milyar tanpa harus menghubungi siapapun. lalu dia setuju.
Disana sang anak kesayangan dapat dibebaskan namun ayah tersebut (sang jenderal) mati dan uangnya tebusannya diambil.
Pertanyaannya apakah sang ayah tersebut datang sebagai seorang Jendral Kepolisian atau seorang ayah yang menyayangi anaknya???
Tuhan sangat mengasihi manusia kerena mereka diciptakan segambar dan serupa dengan diri-Nya. Namun, Iblis telah menawan manusia dengan dosa dan maut. Iblis berkuasa atas manusia. Allah harus menyelamatkan manusia, oleh sebab itu DIA datang kedalam dunia sebagai manusia melalui Sang Firman. Dia MENDATANGI neraka (maut) dengan menyerahkan nyawa-Nya. Iblis syok ketika melihat Sang Firman mendatanginya dengan kuasa dan kemuiaan ilahi namun dlm rupa manusia. Lalu Sang Firman mengambil kunci maut dan kerajaan maut.
dan otoritas Iblis atas kematian DIAMBIL ALIH oleh Yesus.
intinya seorang Manusia (Yesus) MENGALAHKAN Iblis.
kenapa?? bukankah semua manusia adalah budak kematian dan dosa.
Manusia Ilhai Yesus MENYELESAIKAN DAN MELAKUKAN apa yang TIDAK BISA dilakukan semua manusia.
Yesus adalah manusia tanpa dosa karena DIA berasal dari Allah
oleh sebab itu KEMATIAN Yesus adalah senjata Allah untuk memusnakan kuasa Iblis atas semua manusia yang hidup di dalam perbudakan dosa dan maut.
Tuhan yang mati???? hehehehe..

bukan!!! sebab TUHAN yang kami sembah adalah TUHAN YANG HIDUP, TUHAN YANG BERKUASA ATAS HIDUP DAN KEMATIAN.
MELALUI KEBANGKITAN-NYA YESUS MENYATAKAN BAHWA KEMATIAN BUKANLAH AKHIR DALAM SEJARAH HIDUP MANUSIA. BARANGSIAPA YG PERCAYA KEPADA-NYA TIDAK AKAN BINASA NAMUN AKAN BEROLEH HIDUP ABADI BERSAMA ALLAH DI SURGA.
April 18, 2012 at 8:06 am
fajaryehuda Says:
April 18, 2012 at 7:16 am
loh kan Dia bangkit dan naik ke tahta-Nya di surga.
Dalam keadaan-Nya sebagai manusia Dia harus mengalami kematian untuk masuk ke dalam maut dan merebut apa yang menjadi hak umat manusia. yaitu KEHIDUPAN dan PERSEKUTUAN ABADI dengan Pencipta.
——————————
Isa Almasih naik kelangit itu Allah yang menyelamatkannya.
Yang mati adalah Yudas, Kekejian pembunuhan Isa Almasih dengan dipaku, disiksa, diludah, ditombak adalah Yudas, AL Quran kitab suci terakhir membongkar kebohongan kisah penyaliban (ada ayatnya). Yudas yang ditemukan mati dengan perut terbelah (ada ayatnya) , mayatnya dibuang diladang, untuk menutupi malu pemuka2 Yahudi merka setelah membuang mayat Yudas diumumkan Isa naik kelangit. Memang dia naik kelangit tetapi Allah yang menyelamatkannya.
Berita Isa naik telah diangkat kesisinya dan yang mati bukanlah Isa tetapi Yudas, disampaikan oleh malaikat Jibril kepada ibunya, malam itu ibunya membongkar kuburan anaknya, dan terbukti ditemukan Yudas, besok berita menyebar, lalu hari ketiga sampai kepada pmuka2 Yahudi yang mendalangi pembunuhan Isa, mereka kaget, lalu membuang mayat Yudas keladang lalu dibikin ayat Yudas mati diladang. Artinya Isa memang disalib tetapi sudah naik kelangit.
——————————
pertanyaannya apa Yesus mati??
TIDAK, Dia hidup dan akan datang kembali.
—————————
Injil menjelaskan akan Turun menyabit anggur asam (israel) . Maksud anggur asam Allah berharap diturunka Injil kepada Israil akan menghasil kan ajaran yang baik, tetapi Isa dibunuh mereka , ayat2 injil dipelintir mereka . Isa dituhankan mereka .
(contoh plintiran Isa diganti Yesus, Maryam diganti Maria, Jibril diganti Gabriel, Allah diganti YHWH, Yesus, Yahwee dll.
Al Quran menjelaskannya, dia turunlagi untuk menghakimi yang menuhankannya..
Nih ayatn anggur asam:
Yehezkiel 17 :
(2) Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan
- menggali lobang tempat memeras anggur
- mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?
- menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya
-ialah [[[[kaum ISRAEL]]]], dan orang Yehuda
- ialah [[[[[tanam-tanaman kegemaran-Nya]]]]]
- dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman
- dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran
———————————–
jadi, konsep Tuhan yang mati bukanlah konsep akhir kekeristenan yang terkesan tanpa harapan dan kepastian. tetapi DIA telah bangkit, kuasa kematian TIDAK BERKUASA atas Yesus sebab Yesus punya kuasa atas KEHIDUPAN.
—————
Nalar lah dari ayat2 yang aku kasih tahu.
———————-
Iblis telah menghancurkan dan mencuri hak manusia sejak Adam jatuh ke dalam dosa. hingga semua manusia jatuh dalam perbudakan dosa, nafsu, kematian dan akhirnya akan mendapat murka Allah lalu hilang selamanya.
———————-
Jangan kau ikuti perintah iblis yang menyuruh jangan kau sembah Allah. Artiya Neraka nantinya , dan itu ikut mereka keneraka . Itulah sumpah Iblis kepada Allah, akan membujuk manusia jangan menyambah Allah.
————————————
Namun Allah tidak tinggal diam. Melalui Sang Firman, Allah menjadi manusia agar menunjukkan kepada Iblis bahwa diri-Nya lah yang datang untuk menebus manusia dari perbudakan Iblis.
—————————-
Ini kajian dangkal Firman menjelma, Firman itu perkataan, perkataan Allah Jadi, maka jadilah, Bukan perkataan itu yang menjelma, tetapi kehebatan ilmu itulah yang menunjukkan kekuasaan Tuhan.
Istilah nya , menciptakan Isa cukup pakai omong doang. Paham ?
—————————————-
Melalui Sang Firman (Yesus), Allah melampiaskan murka-Nya atas dosa pada diri Yesus. dan kemudian Dia dapat untuk MENGAMPUNI semua manusia yang percaya pada Kurban Agung yang telah DISEDIAKAN Allah.
—————————
Kaji baik2 Firman itu hanyalah perkataan , bukan dia lalu menjelma, terlalu naif menterjemahkan Firman jadi Manusia, Firman Jadi Adam, Firman menjelma menjadi burung (mukjizat Isa)
——————————
Seorang jendral kepolisian menerima kabar bahwa anak kesayangannya diculik dan disandra oleh penjahat yg membenci dirinya. Jika dia ingin membebaskan anak itu, dia harus pergi sendirian ke markas penjahat itu dengan membawa 2 Milyar tanpa harus menghubungi siapapun. lalu dia setuju.
——————————–
kupasan ndak level deh.
—————————–
Disana sang anak kesayangan dapat dibebaskan namun ayah tersebut (sang jenderal) mati dan uangnya tebusannya diambil.
Pertanyaannya apakah sang ayah tersebut datang sebagai seorang Jendral Kepolisian atau seorang ayah yang menyayangi anaknya???
—————————————-
Kupasan anak2 SD
sebaiknya kau kaji, ayat menyabit anggur asam dikitab kau , kau bilang kias? sangat jelas kok. Markus 12 : 29 (UUD) jau bikang dia palsu ?
ayat lain lebih penting ? padahal bukan UUD ?
————————————————-
Tuhan sangat mengasihi manusia kerena mereka diciptakan segambar dan serupa dengan diri-Nya.
————————–
Berarti wajahku mirip Tuhan dong ? sembarangan kau keluarkan ayat bodoh !
———————————–
Namun, Iblis telah menawan manusia dengan dosa dan maut. Iblis berkuasa atas manusia.
——————————
Salah besar, Iblis hanya membujuk jangan kau sembah Allah. itu saja.
Makanya utusan itu dikirim untuk membaritahu sembahlah Allah!
———————————
Allah harus menyelamatkan manusia, oleh sebab itu DIA datang kedalam dunia sebagai manusia melalui Sang Firman.
————————————-
Kajian salah kaprah Firman menjelma. Itu hanya omongan doang , kalau dia bilang jadi apa aja jadi deh, bukan dia yang menjelma.
Itu mengarikan sangat bodoh.
——————————-
Dia MENDATANGI neraka (maut) dengan menyerahkan nyawa-Nya. Iblis syok ketika melihat Sang Firman mendatanginya dengan kuasa dan kemuiaan ilahi namun dlm rupa manusia. Lalu Sang Firman mengambil kunci maut dan kerajaan maut.
dan otoritas Iblis atas kematian DIAMBIL ALIH oleh Yesus.
——————————–
Kau seperti baca puisi , sembah saja Allah kau selamat dari neraka,
Itu perintah Yesus kau , sangat jelas, tak usah kau perdebatkan.
——————————
intinya seorang Manusia (Yesus) MENGALAHKAN Iblis.
kenapa?? bukankah semua manusia adalah budak kematian dan dosa.
————————-
kapan Yesus kelahi bisa menang lawan Iblis ? ada ayatnya ?
Sembahlah Allah , sderhana sekali , nggak usah diruwetkan dengan bahasa2 sastra !
—————————-
Manusia Ilhai Yesus MENYELESAIKAN DAN MELAKUKAN apa yang TIDAK BISA dilakukan semua manusia.
——————————
Yesus manusia biasa, kehebatannya hanya mukjizat dari Allah, coba kau baca hati2 perkataannya , selalu dengan seijin Allah (bapa)
————————————————–
Yesus adalah manusia tanpa dosa karena DIA berasal dari Allah
oleh sebab itu KEMATIAN Yesus adalah senjata Allah untuk memusnakan kuasa Iblis atas semua manusia yang hidup di dalam perbudakan dosa dan maut.
——————————
kalimat ngawur
——————————-
Tuhan yang mati???? hehehehe..
bukan!!! sebab TUHAN yang kami sembah adalah TUHAN YANG HIDUP, TUHAN YANG BERKUASA ATAS HIDUP DAN KEMATIAN.
——————————–
Itulah Allah kata Isa Almasih , yang menurunkan Injil untuk ku, Taurat untuk Musa dan Zabur untuk Daud, serta Al Quran untuk Muhammad
———————————–
MELALUI KEBANGKITAN-NYA YESUS MENYATAKAN BAHWA KEMATIAN BUKANLAH AKHIR DALAM SEJARAH HIDUP MANUSIA. BARANGSIAPA YG PERCAYA KEPADA-NYA TIDAK AKAN BINASA NAMUN AKAN BEROLEH HIDUP ABADI BERSAMA ALLAH DI SURGA.
——————————-
Ada yesus mengatakan dia sudah mati, lalu dia bangkit , lalu dia mengatakan ( kepada siapa dia berkata ?, apa katanya ? lalu Injil ayat dari perkataannya siapa yang menerimanya , benarkah Yesus sudah mati masih ada perkataannya ? Dimana Ayatnya ?
Jawab ya ! kalau kau lagi sibuk menghadapi ujian SD nggak usah dulu. Kapan2 kalau sudah slesai ya !
April 18, 2012 at 8:12 am
ok deh .. saya ganti dulu pertanyaannya .. jadi gini:
TUHAN PERNAH MATI ??
April 18, 2012 at 8:14 am
April 18, 2012 at 8:20 am
Fajar , jawab yang cerdas ya ,
Ini aku, Edy M Neil,
kadang aku menampakkan diriku ,
aku sebenarnya adalah ALIEN, aku dari MARS.
mengajarkan yang benar untuk kau sebagai manusia yang telah disesatkan Iblis,
Sembahlah Allah,
itulah yang dikatakan Isa Almasih didalam kitab suci ke 3 .
KRUUK , KRUUK , KRUUK , KRUUK , (Ini tertawa ALIEN)
(ini tertawaku sebagai manusia dibumi)
Ha ha ha ha ha ha ha ha ha.
April 18, 2012 at 8:36 am
hey fajar
gausah berbeli belit deh !!!!
Tuhan itu hanya Allah itu kata Isa Almasih
yang diturunkan kitab injil untuk NYA, sembahlah Allah katanya Isa dan juga kitab terakhir diturunkan yaitu Al-Quran diturunkan oleh Nabi Muhammad SAW , perintahnya sama juga sembah lah Allah .!!!
April 18, 2012 at 8:52 am
karena pernyataan mu itu loh jar .. makanya muncul pertanyaan bersambung ini. Saya coba pakai otak saya untuk berpikir:
catatan: karena anda bilang YESUS = ALLAH maka apapun yang terjadi pada Yesus MAKA akan terjadi pada ALLAH
1) Anda bilang, anda menyembah YESUS karena dia ALLAH
>>> Artinya YESUS = ALLAH
2) Thread di forum ini jelas2 bilang bahwa YESUS KRISTUS HARUS MATI
>>> Artinya YESUS MATI DI KAYU SALIB = ALLAH MATI DIKAYU SALIB
3) Oke lah anda bilang dia BANGKIT LAGI … dihari ke-3 kan?
>>> Artinya YESUS MATI DIHARI PERTAMA DAN KEDUA = ALLAH MATI DIHARI PERTAMA DAN KEDUA
>>> Artinya YESUS PERNAH MATI = ALLAH PERNAH MATI
4) Anda bilang “Tuhan yang kami SEMBAH adalah Tuhan yang HIDUP”
>>> Artinya YESUS TIDAK BISA KAMU SEMBAH karena dia pernah MATI
>>> Artinya YESUS TIDAK SAMA DENGAN ALLAH
tentang analogi jenderal dan anaknya:
secara bacaan sangat mengharukan dan PENUH PENGORBANAN SEKALI jar … betul deh, saya akui itu.
tapi jgn lagi dipakai untuk jawab pertanyaan macem gini yah, karena coba PERHATIKAN:
JENDERAL analogi TUHAN / YESUS / ALLAH
ANAK JENDERAL analogi ANAK MANUSIA
PENJAHAT analogi IBLIS / KUASA MAUT / NERAKA atau apalah itu
dalam cerita analogi anda, JENDERAL SAMA KEDUDUKANNYA dengan SI PENJAHAT (padahal TUHAN tidak sama KEDUDUKANNYA dengan IBLIS)
dalam cerita analogi anda, JENDERAL dipaksa menyerahkan TEBUSAN kepada SI KAMPRET PENJAHAT ^^ (bukankah TUHAN BERKUASA atas SEGALANYA? kenapa DIA SANGAT LEMAH TANPA KUASA TERHADAP SI DURJANA IBLIS ?? )
dalam cerita analogi anda, JENDERAL MATI demi ANAKNYA … KALAH MA SI SONTOLOYO PENJAHAT
dalam cerita analogi anda, SI BAJINGAN PENJAHAT LEBIH HEBAT DARI JENDERAL LEMAH itu jar.
gimana tuh jar ??? ^^ …. cari contoh atau analogi yang lain deh … masih absurd menurut saya yah ^^
salam kecerdasan ^^
April 18, 2012 at 9:03 am
Wah aku sebagai ALIEN , kasihan lihat Fajar ditanya pertanyaan yang berat2.
Pack Oth Act,
Kan dia masih SD kelas 6 , apalagi dia sbentar lagi mau ujian akhir SD nasional,
kasihan nanti terganggu otaknya, maaf maksudnya terganggu waktunya..
KRUUK KRUUUK KRUUUK KRUUUK
.
April 18, 2012 at 9:15 am
hahhahaha … Alien gokil … justru itu pertanyaan anak kelas 2 SD buat kakak kelasnya di 6 SD … gitu loh ^^
kruuk kruuk kruuk
(ikutan ketawa ala alien … tapi kok jadi kaya yg kelaperan gitu yah ? ^^)
April 18, 2012 at 11:22 am
kruuk kruuuk kruuuk
itu memang tertawa kami di MARS
persis suara burung hantu dimalam hari
kita tunggu jawaban si Fajar , apakah dia mampu menjawabnya
Kalau malam ini sih orang tuanya suruh dia belajar untuk prsiapan ujian SD minggu nanti.
April 11, 2012 at 8:13 am
KOREKSI yah jar untuk bunyi QS 22:40 :
“(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang MENOLONG (AGAMA) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
April 12, 2012 at 5:29 am
emangnya agama allah apa????
April 12, 2012 at 6:09 am
Pertanyaan bagus. Inilah agama Allah:
[QS 3.19] Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
[QS 2.132] Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.
[QS 2.143] Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
[QS 2.256] Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Apakah Yesus ada mengatakan masuklah kalian kaegamaku, karena agama yang aku bikin adalah agama kristen !
Ada ayatnya Fajar ?
April 14, 2012 at 10:55 am
@fajar:
udah d jawab yah jar ma bang Edy … semoga tercerahkan ^^
GBU
April 14, 2012 at 10:59 am
sekarang saya balik tanya sama bung fajar… agama Yesus Kristus apa ?? ^^ .. jawab yang cerdas yah.
mudah2an ada jawaban … 99.9% saya sangsi kaum PAULUSTEN bisa menjawabnya, tapi saya berharap ke yg 1% nya nih ^^
April 18, 2012 at 6:36 am
TO EDY & GAKPAKEOTAK
hehehe.. allah swt agamanya Islam
tuhan beragama
to sdr. gakpakeotak.. Yesus (Isa) hidup di awal abad pertama di daerah Yudea dan Dia menggunakan bahwa Aramic. Dia hidup dilingkungan masyarakat Yahudi dan Dia hidup dengan cara menggenapi hukum Taurat.
Yesus (Isa) yang dinyatakan oleh Alkitab bukan MILIK salah satu label agama tertentu. sebab tujuan kedatangan-Nya adalah untuk MENYELAMATKAN semua manusia dari kepastian hukuman neraka (kematian abadi) dan dosa.
lucunya kenapa ajaran Islam yang muncul 6 abad setelah masa Yesus (Isa) malah MENGISLAMKAN Yesus (Isa)???????
April 18, 2012 at 7:06 am
fajaryehuda Says:
April 18, 2012 at 6:36 am
TO EDY & COBAPIKIRPAKEOTAK
hehehe.. allah swt agamanya Islam
tuhan beragama
————————–
Ini omongan anak SD kelas 6 dan omongannya nggak pakai otak, coba pakai otak pasti omongannya beda. Pelajaran ini sudah diajarkan berkali-kali nggak bisa nangkap. Ibrahim dan turunannya dijelaskan
memeluk Islam. Ini ayat di Al Quran (Ayat kau palsu, Ibrahim bukan Abraham ) Nih ayatnya :
[QS 2.132] Dan [[[[ Ibrahim ]]]] telah mewasiatkan ucapan itu kepada [[[ anak-anaknya ]]] , demikian pula [[[ Yakub ]]]. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam [[[[memeluk agama Islam]]]]”.
[QS 2.208] Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
[QS 3.85] Barang siapa mencari agama selain agama [[[ Islam ]]], maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (neraka tempatnya)
————————–
to sdr. gakpakeotak.. Yesus (Isa) hidup di awal abad pertama di daerah Yudea dan Dia menggunakan bahwa Aramic. Dia hidup dilingkungan masyarakat Yahudi dan Dia hidup dengan cara menggenapi hukum Taurat.
Yesus (Isa) yang dinyatakan oleh Alkitab bukan MILIK salah satu label agama tertentu. sebab tujuan kedatangan-Nya adalah untuk MENYELAMATKAN semua manusia dari kepastian hukuman neraka (kematian abadi) dan dosa.
————————–
Isa mengatakan sembahlah Allah, kau sembah Yesus, Yesus itu tak ada apa-apanya, dia tidak ada kehebatan menciptakan langit dan bumi, dia tidak ada bukti menciptakan kau Fajar, aku, binatang, tumbuh2an, dia hanya manusia, kenapa kau hebatkan dia sampai dia menjadi Tuhan ? ada dia bilang dia menciptakan kau sampai kau mau menyembahnya ? Kecuali dia menciptakan kau ! Paham ? Kapan kau ujian SD ? Minggu depan Ya ?
————————–
lucunya kenapa ajaran Islam yang muncul 6 abad setelah masa Yesus (Isa) malah MENGISLAMKAN Yesus (Isa)???????
—————————-
Bukan mengislamkan Fajar, Al Quran mengatakan sesuai yang dia katakan , Sembahlah Allah, dia Tuhan yang Maha Esa, dia memberiku kitab Injil,
Kan kau saja yang mau dibodohkan seolah-olah dia kristen,
seolah-olah dia Tuhan, kau tahu siapa yang membentuk agama kristen ?
emangnya Yesus yang bikin agama kristen ? Emangnya di bilang dia kristen ? ada ayatnya ?
April 30, 2012 at 3:21 pm
to alien
Tiada Tuhan selain Allah atau tiada Allah selain TUHAN??
beda loh….

sembahlah Allah! tetapi Allah yang bagaimana?
Allah yg Alkitabiah adalah..
1. Allah yang TIDAK MEMERLUKAN pertolongan manusia.
2. Allah yang tidak memiliki nabi yang minta DIDOAKAN KESELAMATANNYA. (silahkan cek PL dan PB, adakah??)
3. Allah yang menyatakan “SESAT” untuk doktrin seks bidadari surga
4. Allah yang TIDAK disebut PENIPU TERBAIK/AGUNG (The greatest of all deceivers)
5. Allah yang MENEBUS UMATNYA dari tanah perbudakan dosa.
6. Allah yang TIDAK MEMILIKI label agama tertentu tidak seperti Alquran yang menyebut Islam agama allah! jadi, Allah yg Alkitabiah adalah Allah yang bersifat universal.
jangan belajar menyama-nyamakan tabiat allah swt muhammad dengan TUHAN Allah Isarel! camkan itu…
Jangan samakan ‘tuhan’ palsu dengan TUHAN yang sejati.
ed..ed…payah nih anda udah berubah jadi alien aja kualitas tafsir masih tetep jongkok hehehehehehe..
April 30, 2012 at 5:55 pm
Tuhan sejati tidak akan dibunuh oleh makhlukNya.
April 30, 2012 at 7:20 pm
hey jar .. TUHAN yang PATUT DISEMBAH ADALAH TUHAN YANG TIDAK MATI !!
YESUS MU MATI … ALLAH MU MATI … BUAT APA DISEMBAH ???
kalau kau cerdas, jelaskan alasan mu kenapa kau SANGAT BANGGA dengan TUHAN YANG BISA MATI ??
April 15, 2012 at 5:09 am
Mas coba say kalau aku sih dari pada kristen lebih bagus krisjawa,, sakti mandraguna lagi.ujungnya tajam kalau salib ha ha tumpul…. tuhan nya pun korengan sosisnya kutilan belum disunat masih tergantung lagi… he he kasian banget ya hantu nya eh salah tuhan nya
May 8, 2012 at 3:41 am
Siapakah Yesus?
Jawab : Yesus adalah anak haram yang dilahirkan di kandang Domba! Tidak diragukan lagi jika Ibunya Yesus dulunya ngeSex sama Shaun The Sheep!! jadi Yesus adalah anak kandung dari Shaun The Sheep! dan yang disebut-sebut sebagai Tuhan Bapa adalah Mr. Farmer, pemilik Shaun The Sheep! Lantas Yesus Mampus dan menjadi Bangkai Busuk di tiang Salib!
Kemudian para Nasrani Goblok & Idiot memuja & menyembahnya. Menjadikan Bangkai Busuk itu Tuhan. Pantas dan sah saja, karena kebanyakan dari kaum nasrani otaknya setengah sendok, tidak lebih.
May 8, 2012 at 6:07 pm
Shallom Blitzer ,
Sudah terbukti begitu rendah apa yg anda pelajari dalam agama kalian . solat 5 waktu , puasa sebulan , konon ny biar dapat pahala ,merepot diri sendiri , Anda solat 24 jam dan berpuasa selama setahun , spy anda bisa dpt pahala , bgus gak usah aja bang . Gak malu apa ? umat2 islam sering meninggi-ninggi kan agama mereka , tp kelakuan kayak apa aja . Muhammad aja hormat sama Isa Al-Masih , kok anda tidak ? kalian sbnrny hormat gak ama nabi kalian , kalo hormat , jgn hanya ngomong aja dong , contohnya ,Kita tahu bahwa Muhammad begitu menghormati Yesus. Saat penyerbuan ke Mekah dan penghancuran patung2 di Kuil Kabah, Muhammad memerintahkan seluruh gambar nabi2 dan para malaikat yang terdapat didinding Kabah dihapuskan. Namun Muhammad menaruh tangannya pada gambar2 Yesus dan mengatakan “Hapuskan semuanya kecuali gambar2 dibawah tangan saya.’’ (Al-Azraqi, Akhbar Makkah, Vol 1, hl 165).Pada hari penghakiman nnt , kita tahu bhawa yg menghakimi dunia adalah Dia , Isa Al-Masih/Yesus Kristus , tp knpa masih mahu mnghujat Dia ? di dalm Al-Quran sy yakin bhwa ada disebutkan bhwa Yesus akan menghakimi dunia . jadi berhentilah menghujat Dia ,Yoh 8:23 ……sebab jikalau kamu tidak percaya , bahawa Akulah Dia , kamu akan mati dalam dosamu “
May 9, 2012 at 12:57 am
Nggak terbalik kalakuan kalian itu yang bejad ?
Coba kau baca baik2 siapa yang memulai ?
Islam hanya bereaksi dari aksi kalian
KEnapa kalian sewot ditampar pipi kanan kalian ? kan kalian duluan yang menampar pipi kiri ?
Allah yang menurunkan 4 kitab terakhir Al Quran, yang menciptakan Yesus kau. Yesus kau yang berkata aku diciptakannya , kenapa Robotnya yang kau agungkan ? Yang ciptaannya kau Hebatkan sedangkan sang pencipta kau kerdilkan artinya
.
Pikir baik2 ayat2 sembahlah Allah kata Yesus, pikirkan aku hanya ciptaan Allah katanya, lalu kau pikirkan siapa Allah ? Kau tak bisa menyimpulkan Allah Al Quran itu berbeda dengan Allah di Injil kalau kau tak mampu bernalar dan kau tak pernah kaji Al Quran. Kau hanya hebat didalam DOGMA
May 9, 2012 at 6:46 am
@Jesus(yudas pengkhianat)mySaviour Says:
yesus tuhan ????sorry bung.yang disalib itu manusia.yudas pengkhianat.mau bukti dia yudas pengkhianat.??????
ayo kita mulai dari sini.
ente bisa jawab ngga???
jangan kutip johanes, nanti dulu satu satu ini dulu yah.
jawab yah jangan ngilang pengecut ente.
matius buat ayat palsu atau paulus buat ayat palsu.
matius bilang dikitabnya yudas mati GANTUNG DIRI.
paulus bilang dikitabnya kisah para rasul yudas mati karena JATUH PERUT TERBELAH SEMUA USUS KELUAR.
mun …..mun… si mumun bodoh bin BEGO alias tolol.
ayat ini semua orang tahu ini ayat bohong.ngga perlu tAFSIR.XIXIXIXI.
NGGA USAH DITANYA.PIKIR SENDIRI.
AYAT INI DUSTA DUA DUANYA. ATAU SALAH SATUNYA BOHONG.
DUA2NYA PENDUSTA ATAU SALAH SATU PENDUSTA.PAULUS ATAU MATIUS.XIXIXIXI.
KISAH PARA RASUL BUATAN PAULUS.
KISAH KEMATIAN YUDAS ASKARIOT
(18) –Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar
MATIUS 27 BUATAN MATIUS
KISAH KEMATIAN YUDAS ASKARIOT
(5) Maka iapun (YUDAS)melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.
May 9, 2012 at 3:12 am
Yesus = Anjing!
Yesus = Anak Haram
Yesus = Babi
Yesus = Anak Pelacur
Yesus = DIsembah oleh idiot-idiot Bangsat!
Yesus = Miskin! Bahkan gak mampu beli Kolor
Yesus = Tokoh Fiktif karya Paus Hombreng!
wakakakakakakaka!!!!!!!
May 9, 2012 at 7:16 am
ORANG KRISTEN JAHUDI MEMANG TIDAK PUNYA DALIL-DALIL TENTANG PERKAWINAN,,,, CONTOH NYA ,,,, SEORANG WANITA MENGAWINI ANJING PIARAAN NYA,,, BAYANG KAN,,, DI SYAH KAN OLEH PENDETA NYA DI DALAM GEREJA,,,, AGAMA APA ITUH,,, DASAR AGAMA PALSU BUATAN PAULUS sang pembunuh sadis…..
May 10, 2012 at 3:44 am
Sudahlah!! Web ini ibarat tempat sampah!
Pakailah otak Anda Siapmurtad!!!
Tuhan gak mungkin dilahirkan, apalagi gak punya bapak!
Tuhan gak mungkin Mampus, apalgi mampus dengan cara yang sangat hina!
Tuhan gak mungkin miskin, beli celana pun gak mampu! bhahahahahaha!!!!!!!
May 10, 2012 at 10:21 am
AGAMA YANG DI BAWAKAN PAULUS = AGAMA BEJAT LEBIH BEJAT DARI PADA BINATANG…
May 10, 2012 at 11:25 am
Salah satu sadisnya Paulus yaitu dia cari muka dengan pemuka2 Yahudi yang membenci Isa Almasih karena mengganggu keberadaan keyakinan mereka yang menyembah sapi dan tuhan Yahwee.
Paulus tahu bahwa ada ayat2 dikitab Taurat yng akan menghukum mati apabila ada nabi yang muncul dengan tanda2 kenabian yaitu Mukjizat.
Istilah mukjizat dipertegas Paulus dengan mengganti Sihir.
Maka Nabi Isa yang memiliki Mukjizat yang diberikan Allah dianggap sihir dan harus dibunuh.
Inilah ayat2nya :
Ayat2 yang menyebabkan dibunuhnya Isa Almasih :
Ulangan 13
1) Apabila di tengah-tengahmu [[[[[muncul seorang nabi]]]] atau seorang pemimpi,
2) dan apabila [[[[ada tanda atau mujizat]]]] yang dikatakannya kepadamu itu terjadi,
3) maka janganlah engkau mendengarkan………
4) TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, ……….
5) [[[[[[[[[[Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati]]]]]]]] karena [[[[melakukan Sihir]]]]]]]]] .(padahal sebenarnya bukan sihir tapi kehebatan para nabi adalah diberi Mujizat)
Ayat ini latar belakang kenapa Isa Almasih dibunuh dengan cara disalib.
Penyaliban adalah cara Trend masa itu untuk menghukum mati penjahat2 yang telah diputuskan hukuman mati.
Jadi tidak ada latar belakang apapun apalagi alasan menghukum mati dengan cara disalib adalah untuk penebusan dosa.
Pembunuhan Isa itu jelas karena ada ayat sadis kitab kristen dari rancangn Paulus “Bunuhlah Nabi”
kalau dia muncul.
Paulus membela diri dengan ayat2 dia bikin Yesys memaafkan kesadisannya.
Dasar agama bejat. Main bunuh aja!