“Menurut perkiraan, ada ribuan Muslim di seluruh dunia yang meninggalkan Islam setiap hari. Biasanya Muslim murtad tidak akan mengumumkan kemurtadannya demi keselamatan nyawanya, dan agar masih bisa tinggal bersama-sama dengan anggota keluarganya yang masih Muslim. Terimakasih untuk internet yang sangat berjasa menolong Muslim melihat kebenaran”

Gbr. Ilustrasi: Hamran Ambrie, tokoh Muhammadiyah yang murtad dari Islam

Senin, 20 Juni 2011 21:21 WIB

KUALA LUMPUR – Menteri urusan Islam Malaysia, Jamil Khir Baharom mengatakan 135 Muslim Malaysia meninggalkan Islam dalam rentang 2000-2010. Di saat bersamaan, 686 Muslim Malaysia telah mengemukakan permohonan di Mahkamah syariah di seluruh negara bagian untuk meninggalkan Islam [ ini baru data yang muncul di permukaan, karena sesungguhnya berita mengenai Muslim yang murtad ibarat puncak gunung es].

Seperti dikutip dari The Malaysian Insider, Senin (20/6), Sabah merupakan negara bagian dengan pengajuan keluar dari Islam tertinggi dengan 237 permohonan. Dari 237 permohonan itu hanya 67 dikabulkan [aneh bukan, mengapa harus memaksa orang untuk mengimani sesuatu yang sudah tidak lagi ia percayai?].

Permohonan terbanyak kedua ditempati negara bagian Negeri Sembilan dengan 172 permohonan dan 33 diantaranya dikabulkan. Disusul, Wilayah Persekutuan dengan 56 permohonan dan 10 diantaranya dikabulkan, dan pulau Pinang dengan 36 permohonan dan hanya seorang yang dikabulkan.

“Dalam menangani isu murtad, Jabatan Agama Islam Negeri sentiasa mengadakan program dan aktivitas guna menghindarkan lebih banyak Muslim Malaysia yang meninggalkan Islam, utamanya dari kalangan mualaf” [tentu saja mualaf akan secepatnya murtad setelah mereka tahu kebenaran mengenai agama Islam], kata dia.

Adapun program yang dimaksud, antara lain penggalakan bimbingan keagamaan dan penguatan program baitulmal.

Redaktur: Djibril Muhammad, Reporter: Agung Sasongko

Sumber: Republika.co.id

Artikel terkait:

Pada waktu dahulu saya merupakan seorang yang amat aktif dalam Islam,juga merupakan salah seorang daripada Pengerakkan Muhammadiah dan seorang pengajar Islam. Pada tahun 1947, saya telah dipilih untuk menjadi pengerusi kepada Kongress Muslim Kalimantan di Amutai, bersama-sama dengan K.H Idham Chalid. Pada tahun 1950-51 saya menjadi Imam Muslim bagi pasukan tentera di Banjarmasin, dengan kedudukan yang tinggi. Rencana saya telah diterbitkan dalam beberapa majalah Islam seperti Mingguan Adil di Solo, Mingguan Risalah Jihad di Jakarta dan Mingguan Anti-komunis di Bandung.Saya telah bekerjasama dengan Gerakkan Anti-Kristian dari tahun 1936 di Muara Teweh (Barito) dan sehingga tahun 1962 bersimpati dengan kumpulan yang merancang untuk membina undang-undang Islam di seluruh Indonesia, yang mana secara tidak lansung adalah bertentangan dengan pendirian Kristian.

Sebenarnya saya telah memiliki Kitab Suci Injil sendiri semenjak tahun 1936. Walau bagaimanapun, saya tidak membaca dan mencari kebenarannya, tetapi mencari perenggan yang boleh membantu saya untuk berdiri teguh sebagai seorang Muslim yang mempunyai sikap anti-Kristian, dan bersedia untuk menyerang keimanan orang Kristian secara lebih berkesan.

Saya juga mnengutuk ‘Isa Al-Masih sehingga saya berumur 40 tahun,menolak terus yang mengatakan Dia adalah daripada Tuhan.Saya sengaja mentertawakan dan menolak kebenaran.Tetapi kasih Tuhan sungguh hebat,Dia berusaha,mencari dan menyelamatkan saya. (more…)