Selain membelah tubuh Umm Qirfa yang sudah sangat tua, menusuk mata orang yang menolak Islam sampai mati, tingkah kekejian para jihadis tak kunjung henti mencengangkan.

Ini bagian dari Sirat Rasul Allah, Ibn Ishaq, hal. 372-372.
Kejadian ini terjadi di Perang Uhud, bulan Maret, 625M. Muhammad dan para Jihadis Muslim sedang bersiap-siap bertempur dengan tentara pagan Quraish yang datang menunggu munculnya pihak Muslim di gunung Uhud.
Muhammad dan para Jihadis Muslim mengambil jalan memutar agar tidak berhadapan langsung dengan bala tentara Quraish. Mereka melewati jalan yang melalui tanah pertanian milik seorang buta bernama Mirba bin Qayzi.

Lihat bagian yang gue beri bingkai biru dan ini terjemahannya:
Maka sang Rasul bertanya pada pengikutnya apakah ada yang bisa membawa mereka ke jalan dekat dengan posisi orang Quraish tanpa melalui mereka. Abu Khaythama, saudara laki B. Haritha b. al-Harith, menyanggupinya, dan dia membawanya melalui daerah B. Haritha dan tanah miliknya sampai dia keluar dan masuk tanah milik Mirba’ b. Qayzi yang buta dan menentangnya. Ketiak dia tahu bahwa sang Rasul dan orang2nya mendekat, dia bangkit dan melempar debu ke muka mereka dan berkata, ‘Kau mungkin adalah Nabi Tuhan, tapi aku tidak mengijinkanmu melalui tamanku!’ Aku diberitahu bahwa dia mengambil segenggam debu dan berkata, ‘Demi Tuhan, Muhammad, jika saja aku yakin aku tidak akan melukai orang lain, sudah aku lempar tanah ini ke wajahmu.’ Orang2 lari menghampirinya untuk membunuhnya, dan sang Rasul berkata, ‘Jangan bunuh dia, karena orang buta ini buta hati dan penglihatannya. ‘ Sa’d b. Zayd, saudara laki B. ‘Abdu’l-Ashhal, berlari mendekatinya sebelum sang Rasul dapat melarangnya dan memukul kepala Mirba dengan busurnya sampai kepalanya terbelah.

Apa yang dilakukan Muhammad terhadap perbuatan Sa’d b. Zayd?
Seperti biasanya: TIDAK ADA!!
Kisahnya berlanjut dengan perjalanan ke lembah Uhud, tanpa menyinggung sama sekali peristiwa pembelahan kepala Mirba yang buta. Setelah seenaknya masuk tanah orang tanpa ijin, si Jihadis pun tak lupa membelah kepala pemilik tanah itu. Kayak gini nih buah perbuatan Islam yang katanya agama damai!!