Allah memberikan insentif kepada Muhammad dan pengikutnya untuk menikamti hasil rampasan perang atau jarahan tanpa perang sebagai sesuatu yang nikmat dan halal. Dengan insentif tsb, tentunya Muhammad dan pengikutnya menjadi bertambah semangat untuk terjun ke medan perang, melancarkan perang, ataupun menciptakan perang agar bisa mendapatkan insentif tsb.

Topik ini sudah pernah saya kemukan sebelumnya. Berikut ini adalah justifikasi perampokan dan perampasan yang tercantum dalam Al Quran dan Hadist.

Dalam hal rampas merampas rampok merampok, Allah dan Muhammad adalah ahlinya. Pertama-tama Muhammad melegalkan harta rampasan dan rampokan baik dengan peperangan ataupun penaklukan tanpa perang (gaya preman).

Quran 48:20
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan- Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan) mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

Sahih Bukhari. Vol 4, Book 53. One-fifth Of Booty To The Cause Of Allah (Khumus). Hadith 352.
Narrated By Abu Huraira :
Allah’s Apostle said, “Allah guarantees him who strives in His Cause and whose motivation for going out is nothing but Jihad in His Cause and belief in His Word, that He will admit him into Paradise (if martyred) or bring him back to his dwelling place, whence he has come out, with what he gains of reward and booty.”

Sahih Bukhari. Vol 1, Book 7. Rubbing Hands And Feet With Dust (Tayammum). Hadith 331.
http://www.usc. edu/dept/ MSA/fundamentals /hadithsunnah/ bukhari/007. sbt. html#001.007. 331

Narrated By Jabir bin ‘Abdullah : The Prophet said, “I have been given five things which were not given to any one else before me.

1. Allah made me victorious by awe, (by His frightening my enemies) for a distance of one month’s journey.
2. The earth has been made for me (and for my followers) a place for praying and a thing to perform Tayammum, therefore anyone of my followers can pray wherever the time of a prayer is due.
3. The booty has been made Halal (lawful) for me yet it was not lawful for anyone else before me.
4. I have been given the right of intercession (on the Day of Resurrection) .
5. Every Prophet used to be sent to his nation only but I have been sent to all mankind.

Dan kemudian mem-brain wash umtanya dengan mengatakan bahwa hidup dari rampasan adalah halal dan baik, maka makanlah sepuas-puasanya dari hasil rampasan tsb. Kalo kurang yah merampas lagi tentunya sampai hari kiamat.

Quran 8:69
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sahih Bukhari. Vol 4, Book 53. One-fifth Of Booty To The Cause Of Allah (Khumus). Hadith 351.
Narrated By Jabir bin Abdullah : Allah’s Apostle said, “Booty has been made legal for me.”

Sahih Bukhari. Vol 4, Book 53. One-fifth Of Booty To The Cause Of Allah (Khumus). Hadith 348.
Narrated By ‘Urwa-al-Bariqi :
The Prophet said, “Horses are always the source of good, namely, rewards (in the Hereafter) and booty, till the Day of Resurrection. “

Kemudian Muhammad menekankan bahwa harta rampasan yang berlimpah dari peperangan (ghanimah) dan penaklukkan tanpa peran (fa’i) adalah milik Allah dan Rasulnya, Muhammad. Kalo mau kebagian, maka taatlah dan takutlah kepada Muhammad dan Allah spt halnya anak buah preman takut dan takluk pada kepala gengnya.

Quran 8:1
Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.”

Quran 59:6
Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sahih Bukhari. Vol 4, Book 52. Fighting For The Cause Of Allah (Jihaad). Hadith 153.
Narrated By ‘Umar : The properties of Bani An-Nadir which Allah had transferred to His Apostle as Fai Booty were not gained by the Muslims with their horses and camels. The properties therefore, belonged especially to Allah’s Apostle who used to give his family their yearly expenditure and spend what remained thereof on arms and horses to be used in Allah’s Cause.

Kemudian diberikannlah “perlimaan” atau 20% dari hasil rampasan perang (gharimah) kepada Muhammad. Jadi para pengikut Muhammad (muslim) yang pergi perang dan merampas wajib menyumbangkan “perlimaan” kepada atasannya, persis seperti para pejabat negara yang menyetor hasil korupsi dan pemerasan kepada atasannya.

Quran 8:41
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sedangkan hasil dari rampasan ala premanisme (fai) seluruhnya menjadi sepenuhnya hak Muhammad, apakah mau dibagikan atau tidak. Hasil rampasan inilah yang akhirnya menjadi perebutan sengit antara Aisyah/Abu Bakr dan Fatimah/Ali sampai2 berkobar perang onta yang memakan korban 20.000 jiwa.

Quran 59:7.
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

Sahih Bukhari. Vol 6, Book 60. Prophetic Commentary On The Qur’an (Tafseer Of The Prophet (pbuh)). Hadith 407.
Narrated By Umar :
The properties of Bam An-Nadir were among the booty that Allah gave to His Apostle such Booty were not obtained by any expedition on the part of Muslims, neither with cavalry, nor with camelry. So those properties were for Allah’s Apostle only, and he used to provide thereof the yearly expenditure for his wives, and dedicate the rest of its revenues for purchasing arms and horses as war material to be used in Allah’s Cause.

Sahih Bukhari. Vol 4, Book 53. One-fifth Of Booty To The Cause Of Allah (Khumus). Hadith 325.
Narrated By ‘Aisha :
(Mother of the believers) After the death of Allah ‘s Apostle Fatima the daughter of Allah’s Apostle asked Abu Bakr As-Siddiq to give her, her share of inheritance from what Allah’s Apostle had left of the Fai (i.e. booty gained without fighting) which Allah had given him. Abu Bakr said to her, “Allah’s Apostle said, ‘Our property will not be inherited, whatever we (i.e. prophets) leave is Sadaqa (to be used for charity).” Fatima, the daughter of Allah’s Apostle got angry and stopped speaking to Abu Bakr, and continued assuming that attitude till she died. Fatima remained alive for six months after the death of Allah’s Apostle.

She used to ask Abu Bakr for her share from the property of Allah’s Apostle which he left at Khaibar, and Fadak, and his property at Medina (devoted for charity). Abu Bakr refused to give her that property and said, “I will not leave anything Allah’s Apostle used to do, because I am afraid that if I left something from the Prophet’s tradition, then I would go astray.” (Later on) Umar gave the Prophet’s property (of Sadaqa) at Medina to ‘Ali and ‘Abbas, but he withheld the properties of Khaibar and Fadak in his custody and said, “These two properties are the Sadaqa which Allah’s Apostle used to use for his expenditures and urgent needs. Now their management is to be entrusted to the ruler.” (Az-Zuhrl said, “They have been managed in this way till today.”)

Dasar untuk menyakinkan pengikutnya mengenai pembagian perlimaan dari hasil rampasan perang (gharimah) dan seluruhnya dari hasil rampasan premanisme (fai) sepenuhnya ditentukan oleh Muhammad melalui Allah dengan pernyataan kosong berikut spt halnya pejabat negara yang telah disumpah untuk sepenuhnya mengabdi pada negara dan bangsa, tetapi tetap saja merampas dan menghisap uang rakyat:

Quran 3:161.
Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.

Sahih Bukhari. Vol 8, Book 75. Invocations. Hadith 348.
Narrated By ‘Abdullah :
The Prophet divided something (among the Muslims) and distributed the shares (of the booty). A man said, “This division has not been made to please Allah.” When I informed the Prophet about it, he became so furious that I noticed the signs of anger on his face and he then said, “May Allah bestow His Mercy on Moses, for he was hurt with more than this, yet he remained patient.”