By Brian Macker

2005/10/14

Saya membaca Quran utk belajar ttg Islam. Ternyata Quran tidak ditata dgn baik dan oleh karena itu tidak nikmat membacanya. Bahkan membosankan karena berulang2 mengatakan kpd pembaca bahwa ia bukan orang beriman atawa orang baik kalau bukan Muslim. Plus, Quran sering salah kutip cerita2 Injil dan malah membohong ttg agama orang lain dan sejarah (contoh: Iskandar/Alexander the Great dikatakan sbg Muslim. Aneh !).

Akhirnya saya menggunakan situs lain utk memudahkan pengertian saya ttg Quran ini. Ada situs yg membagi topik2 Quran kedalam topik “ketidakadilan” , “tidak ada toleransi”, “absurditas” dsb dan saya mengecek isi surah2 tsb dgn situs2 Islam. Ternyata isinya semua sama.

Kesimpulan saya : Islam tidak memiliki konsep “The Golden Rule”. Ini mengagetkan saya karena ini konsep yg bisa dilacak dari jaman Kong Hu Cu/Confucius (ribuan tahun sebelum Islam).

Setelah saya menemukan situs A SIna, ternyata ada juga orang lain yg sependapat dgn saya. Ali Sina menunjuk pada satu Hadis yg bisa dianggap mengandung The Golden Rule:

“Tidak ada seorangpun yang benar2 beriman (kpd Islam) kecuali ia meninginkan bagi saudaranya apa yang diiginkan bagi dirinya sendiri.”
[Number 13 of Imam “Al-Nawawi’s Forty Hadiths.”]

Hadis yang sama dilaporkan oleh Bukhari 1.2.12 :
“Nabi (saw) mengatakan, “Tidak ada dari kalian memiliki iman (kpd Islam) sampai ia menginginkan bagi saudara (Muslim)-nya apa yang diinginkannya bagi dirinya sendiri.”

Tetapi dari hadis diatas saja sudah kelihatan bahwa persaudaraan dalam Islam TIDAK BERLAKU BAGI SEMUA ORANG ! Persaudaraan hanya berlaku bagi mereka dalam Islam. Surah 9:23 bahkan mengatakan, seorang Muslim tidak boleh mengambil sebagai teman ataupun pelindung (bitanah/wali) bahkan ayah atau kakak/adik lelakinya sendiri, jika mereka tidak memilih Islam.

Banyak juga surah yg mengatakan bahwa Muslim harus berlaku keras terhdp kafir. Kafir oleh Islam diperlakukan sama dgn “niggers” dan Yahudi oleh kaum kulit putih supremis macam Klu Klux Klan.

Muslim membatasi prinsip the Golden Rule pada sesama Muslim saja dan lalu mengaku bahwa Islam bersifat universal. Kok aneh !!

Ada lagi situs2 Islam yg menegaskan the Golden Rule dalam Islam, dan inilah salah satunya kutipannya:

Perlakukanlah semua orang sebgm kau ingin mereka berlaku terhdpmu; dan tolak bagi orang lain hal2 sebgm kau menolak hal2 bagi dirimu.
(Do to all men as you would wish to have done unto you; and reject for others what you would reject for yourselves.)

Namun, tidak satu situspun dapat menunjukkan dasar surah ataupun dasar Hadis pernyataan diatas. Tapi akhirnya saya temukan juga hadis yg satu ini, setelah lama dan berkali2 mengadakan google search.

Do to all men as you would wish to have done unto you; and reject for others what you would reject for yourselves. (Hadith) (2 p. 75)

Nah, berbekal hadis ini saya mencoba menantang Ali Sina dan mengirimnya email.

Ali Sina,

Anda mengatakan bahwa dalam Islam tidak ada prinsip the golden rule.
Tapi saya menemukan hadis ini :

[b]Do to all men as you would wish to have done unto you; and reject for others what you would reject for yourselves. (Hadith) (2 p. 75)

Jadi tolong revisi situs anda atau tolong tanggapi saya.

Debat anda dgn Yamin Zakaria memang seru tetapi aneh bahwa anda maupun dia tidak menyebut hadis ini.

Regards,

Brian Macker [/b]

Ini Jawaban Ali Sina : Hadis itu bohong. tidak ada hadis macam itu. Apa artinya “hadith 2 page 75” ? Reverensinya tidak jelas.

Wah ! Oops! Saya tidak tahu menahu cara mencari refernsi dan hanya mengasumsi bahwa ini betul. Saya belum pernah membaca Hadis yang volumenya berjibun. Saya akhirnya mencoba mencari referensi asal muasal hadis tsb dan membaca kembali artikel yg menyebut hadis tsb.
Ternyata “hadis 2 p. 75” ini merupakan referensi bibliografi sang penulis pada akhir halaman tulisannya. Kutipan itu datang dari hal 75 bukunya berjudul “Everyone Is Right. A New Look at Comparative Religion and its Relation to Science”.

Jadi ternyata itu bukan referensi sebuah hadis ! Mengingat kesalahan ini saya juga jadi malas membeli buku macam itu ! Referensinya saja tidak beres !

Ternyata sering juga orang menggunakan taktik macam ini.
Contoh : dlm link dibawah ini seorang Muslim mengutip pernyataan2 bagus yg katanya datang dari Muhamad tanpa sedikitpun memberi dasar referensi/rujukan.

http://www.ummah. com/forum/ archive/index. php/t-32236. html

Ia hanya membohong. Tidak ada hadis macam itu. Sahih Muslim 138 ? Dari mana asalnya ? Mana ada Sahih Muslim 138 ? Silahkan anda
cari sendiri. Muslim menganggap membohong memang perlu. Mereka tidak hanya TIDAK malu berbohong agar membuat agama mereka nampak indah, tetapi mereka benar2 percaya bahwa mereka akan diberi rahmat karena usaha mereka itu.

Nah, katakanlah hadis2 macam itu memang eksis. Problem berikutnya adalah : hadis itu mengkontradiksi Quran. Setiap Muslim akan mengatakan kepadamu bahwa jika sebuah hadis mengkontradiksi Quran maka pasti hadis itu palsu. Saya men-cek pernyataan Sina ttg Sahih Muslim 138.

Ternyata Sina betul. Menurut pendahuluan dlm referensi yg diberikan Sina :

Sahih Muslim terbagi dalam 42 buku ttg berbagai subyek, setiap buku mengandung hadis. Sistim pe-nomor-an yg digunakan Muslim adalah secara konsekutif dan tidak terputus bagi seluruh koleksi.
Muslim 138, mungkin sebuah nomor buku. Tetapi karena hanya ada 42 buku, ini tidak mungkin nomor buku. Jadi mungkin nomor ini adalah pasti
nomor hadis. Tetapi Hadis nomor 138 isinya adalah:

Book 001, Number 0138:
Al-Bara melaporkan kpd Nabi (saw) bahwa ia mengamati hal sehubungan dgn Ansar, tidak ada siapapun kecuali Muslim mencintai mereka, hanya orang munafik membenci mereka. Ia yang mencintai mereka mencintai Allah dan ia yang membenci mereka membenci Allah.

Nah, hadis diatas jelas bukanlah mengandung the Golden Rule. Sina ternyata betul !