Penyaliban, kematian dan kebangkitan dari Yesus Kristus adalah inti dari keimanan Kristen. Penyaliban adalah penebusan dosa-dosa manusia yang mau percaya, sementara kebangkitan adalah tanda bahwa Yesus Kristus mempunyai kuasa untuk mengalahkan maut. Sementara Islam, dilain pihak menyatakan bahwa Yesus tidak disalibkan, yang berarti tidak bangkit dari antara orang mati dan tidak ada kuasa penebusan dosa.

Menurut Al-Qur’an, Yesus diselamatkan dengan cara ajaib yang hingga kini tidak jelas dan kemudian diangkat ke surga. Namun Al-Qur’an sama sekali tidak menjelaskan tentang proses penyaliban dilakukan dan bagaimana pengangkatan Yesus ke surga.

Tulisan ini akan membahas tentang kontroversi penyaliban dengan membagi menjadi 4 topik bahasan, yaitu :
1. Bagian Pertama : laporan dari ke 4 injil kanonik
2. Bagian Kedua : laporan dari sumber sejarawan sekuler
3. Bagian Ketiga : laporan dari kitab-kitab apokrif
4. Bagian Keempat : lelucon dari Al-Qur’an dan muslim

I. PENYALIBAN YESUS MENURUT KE 4 INJIL

Ke 4 Injil menyatakan jelas bahwa Yesus disalibkan dan meninggal dikayu salib.
Matius 27 : 50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
Markus 15 : 37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
Lukas 23 : 46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
Yohanes 19 : 30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Seorang kristolog muslim menolak laporan ke 4 Injil dengan menyatakan tidak ada saksi yang menyaksikan peristiwa tersebut :
Sumber : The Choice, Ahmad Deedat
BAGIAN 4 : Crucifixion (Penyaliban) atau Cruci-Fiction (Kisah Penyaliban) BAB III : MENDIRIKAN KERAJAAN TUHAN

Hal yang mengherankan dalam bukti-bukti yang dimiliki orang Kristen (yang ditulis oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) adalah bahwa tak ada satu pun yang bisa dibuktikan keasliannya…….. Saya dengan rendah hati berani menegaskan bahwa dokumen-dokumen yang tidak ada pembuktiannya tersebut tidak akan diterima di semua pengadilan di peradaban mana-pun, hanya dalam tempo 2 menit. Selain itu, Markus, salah seorang yang dinyatakan sebagai saksi mengatakan bahwa di saat Yesus dalam keadaan kritis –
“Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melari-kan diri”. (Injil – Markus 14: 50).
Jadi orang yang disebut ‘saksi mata’ di sini tidak benar-benar menjadi saksi mata terhadap kejadian tersebut

Pendapat Ahmad Deedat jelas salah dengan memperhatikan hal-hal berikut :
1. Tentang keabsahan 4 Injil kanonik
Laporan-laporan kuno jelas menyatakan bahwa ke 4 Injil adalah otentik.
Dikutip dari tulisan saya di :
PERBANDINGAN SEJARAH AL-QUR’AN DAN INJIL (PERJANJIAN BARU)
http://www.indonesi a.faithfreedom. org/forum/ viewtopic. php?t=24483
awal kutipan : Sumber : Memahami Perjanjian Baru Pengantar Historis dan Teologis, John Drane
PT BPK Gunung Mulia, 2001, Bab D 10, 11 dan 12

Komentar-komentar bapa gerejawi yang paling awal.

A. Injil Matius
Komentar tertua dari Papias murid rasul Yohanes (lahir 40 M – 130 M) “Matius menulis Logia dalam bahasa Ibrani dan masing-masing menafsirkan menurut kesanggupannya” .
B. Injil Markus
Komentar tertua dari Papias murid rasul Yohanes (lahir 40 M – wafat 130 M) dalam buku History bab III subab 39 sbb : “Markus adalah penterjemah Petrus, ia menulis secara teliti, tetapi tidak secara berurutan, sebanyak mungkin dari apa yang dapat diingatnya tentang hal-hal yang dikatakan dan dilakukan oleh Kristus”
C. Injil Lukas
Komentar tertua berasal dari Clement dari Alexandria (murid rasul Petrus dan rasul Paulus) yang menjadi Uskup di Roma tahun 92 M – 101 M menyebutkan Lukas sebagai penulisnya. Lukas sendiri adalah teman seperjalanan rasul Paulus (Kolose 4 : 14, Filemon 24 : 2 dan 2 Tim 4 :11)
D. Injil Yohanes
Komentar dari Ireneus (115 M – 180 M) sbb : “Yohanes, murid Tuhan, yang duduk dekat Dia waktu makan bersama menerbitkan Injil itu waktu ia ada di Efesus di Asia”
Akhir kutipan

Justru keotentikan Al-Qur’an yang sekarang inilah yang sangat meragukan karena adalah HASIL PENULISAN ULANG OLEH ULAMA MESIR DITAHUN 1923/24.
Dikutip dari :
PERBANDINGAN SEJARAH AL-QUR’AN DAN INJIL (PERJANJIAN BARU)
http://indonesia. faithfreedom. org/forum/ viewtopic. php?t=5036
awal kutipan :
VIII. KITAB SUCI YANG SEKARANG
VIII.1. Al-Qur’an

Al-Qur’an yang sekarang digunakan adalah mendasarkan dari versi standard Mesir tahun 1923 mendasarkan pada versi an Ashim.
Satu catatan yang unik adalah mushaf ini tidak disusun dari naskah kuno yang manapun, melainkan mendasarkan pada murni “HAFALAN”.

Sumber :
The writing of the Quran and the timing of the mathematical miracle
www.submission. org/miracle/ writing.html

……..
Hingga ditahun 1918 ketika pakar-pakar muslim, berkumpul di Kairo, Mesir dan memutuskan untuk MENULISKAN EDISI STANDARD AL-QUR’AN UNTUK MENGHINDARKAN SEMUA KESALAHAN TULISAN DALAM EDISI AL-QUR’AN YANG SAAT ITU BEREDAR diseluruh dunia dan untuk menstandarkan penomoran surah dan ayat-ayat alQ-ru’an. Di tahun 1924 mereka menerbitkan edisi Al-Qur’an yang kemudian menjadi standar edisi diseluruh dunia.
MEREKA SEPENUHNYA MENDASARKAN PADA TRADISI LISAN AL-QUR’AN UNTUK MENGOREKSI SEMUA PERBEDAAN TULISAN DAN PENOMORAN DARI AL-QUR’AN YANG BERBEDA-BEDA.

Al-Qur’an edisi Mesir 1923/24 inilah yang kemudian disebarluaskan dengan bantuan dari pemerintah Arab Saudi. Tujuannya adalah untuk secara perlahan mengeliminir Al-Qur’an yang berbeda yang saat itu masih digunakan oleh umat muslim.

Sumber : http://islamlib. com/id/page. php?page= article&id=447

Tapi pencetakan tahun 1924 itu adalah ikhtiyar yang luar biasa, karena upaya ini merupakan yang paling berhasil dalam sejarah kodifikasi dan pembakuan Alquran sepanjang masa. Terbukti kemudian, ALQURAN EDISI MESIR ITU MERUPAKAN VERSI ALQURAN YANG PALING BANYAK BEREDAR DAN DIGUNAKAN OLEH KAUM MUSLIM. …….. Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah SAUDI ARABIA MENCETAK RATUSAN RIBU KOPI ALQURAN SEJAK TAHUN 1970-AN merupakan bagian dari proyek amal yang sekaligus juga merupakan upaya PENYUKSESAN STANDARISASI ALQUR’AN. ……….. tindakan penguasa Saudi membanjiri pasar Alquran hanya dengan satu edisi, menutupi dan perlahan-lahan menyisihkan edisi lain yang diam-diam masih beredar (khususnya di wilayah Maroko dan sekitarnya).
Akhir kutipan.

2. Tentang Saksi Penyaliban
Ahmad Deedat jelas hanya mengambil 1 ayat saja yaitu Markus 14 : 50 untuk menyokong pendapatnya. Kebiasaan muslim untuk memotong-motong ayat dan menafsirkan semaunya sendiri. Namun diayat-ayat lainnya dalam Injil jelas mencatat apa yang kemudian terjadi.
Rasul Petrus mengikuti dari jauh.
Lukas 22 : 54 :
Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus MENGIKUT DARI JAUH.

Banyak pengikut Yesus melihat penyaliban tersebut
Matius 27 : 55 – 56 :
Dan ada di situ banyak perempuan yang MELIHAT DARI JAUH, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

Yohanes sempat mendekat bersama-sama dengan Maria.
Yohanes 19 : 26 – 27 :
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya DISAMPINGNYA, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid- Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Jadi ada banyak saksi dari pengikut Yesus yang melihat peristiwa tersebut. Sebaliknya Muhammad SAW yang lahir 600 tahun kemudian jelas TIDAK MENYAKSIKAN APA YANG TERJADI MELAINKAN HANYA MENGETAHUI SEPOTONG-SEPOTONG KEMUNGKINAN DARI HASIL DENGAR-DENGARAN.

II. PENYALIBAN YESUS MENURUT SUMBER SEKULER

1. CORNELIUS TACITUS
Seorang sejarawan Romawi yang lahir sekitar 52 – 54 masehi dan meninggal sekitar 120 M. Ditahun 112 M menjadi Gubernur Asia. Mengarang buku Annals yang berisi sejarah kekaisaran Romawi periode 14 M – 68 M. Dalam bukunya Annals, volume XV, tentang Nero, Tacitus menuliskan :
Sumber :
Apologetika
Josh McDowell
Gandum Mas, 2002, jilid 1, halaman 44 :

…… Nero dari keaiban oleh karena dituduh telah sengaja menimbulkan kebakaran besar di Roma. Jadi untuk menghentikan desas desus itu dia mengalihkan tuduhan dengan memfitnah dan menghukum dengan siksaan paling keji terhadap orang-orang yang disebut Kristen, yang dibenci karena kejahatannya. KRISTUS YANG MENJADI PENDIRI KEPERCAYAAN ITU, TELAH DIHUKUM MATI OLEH PONTIUS PILATUS, wali negeri Yudea dibawah pemerintahan Tiberius ……….

2. LUCIANUS DARI SAMOSATA
Seorang filsuf dan sejarawan Yunani yang lahir di Samosata tahun 120 M dan meninggal sekitar 180 M di Athena. Dalam salah satu bukunya The Passing Perregrinus, Lucianus menuliskan sebagai berikut :
Sumber :
Ibid, halaman 139 :
…… ORANG YANG DISALIBKAN DI PALESTINA karena memperkenalkan aliran kepercayaan baru ini kepada dunia …. Selanjutnya pemimpin mereka yang pertama-tama meyakinkan bahwa mereka semua adalah saling bersaudara …. Dengan menyangkal dewa-dewa Yunani dan menyembah pecundang yang DISALIBKAN itu sendiri serta mentaati hukum-hukumnya …

3. FLAVIUS JOSEPHUS
Nama aslinya adalah Joseph bin Matthias, seorang sejarawan Yahudi yang lahir tahun 37 M di Yerusalem dan meninggal tahun 100 M di Roma. Di tahun 93 M menuliskan buku Antiquitates Judaicae, yang terdiri dari 20 buku yang menuliskan sejarah Yahudi dari penciptaan hingga pecahnya pemberontakan tahun 66 – 70 M. Dalam buku ke 18 menuliskan sebagai berikut :
Sumber :
Ibid, halaman 139 :
Pada masa inilah Yesus, seorang manusia bijaksana, kalau boleh disebut manusia ….. Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus atas desakan orang-orang penting diantara kita, telah MENGHUKUMNYA DIKAYU SALIB, mereka yang mengasihinya sejak semula tidak melupakan dia karena dia telah MENAMPAKKAN DIRI lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari ketiga ……

Beberapa kritikus menganggap bahwa tulisan ini tidak asli dari Josephus karena berisi indikasi akan sifat ketuhanan Yesus, namun tetap saja penolakan itu masih merupakan hipotesa yang belum dapat dibuktikan.

4. TALMUD YAHUDI
Talmud Babilonnia memberikan informasi sebagai berikut :
Sumber :
Ibid, halaman 144
Pada hari sebelum paskah merka MENGGANTUNG YESHU (DARI NAZARETH) dan selama 40 hari sebelumnya telah beredar pengumuman yang mengatakan bahwa (Yeshu dari Nazaret) akan dilontari batu ……. Tetapi karena tidak ayang datang untuk membela dia, mereka menyalibkannya pada hari menjelang Paskah”

Jadi sumber sejarawan sekuler Romawi, Yunani dan Yahudi yang saat itu memusuhi agama Kristenpun menuliskan tentang penyaliban Yesus dan penampakannya kepada murid-muridnya.

III. PENYALIBAN MENURUT KITAB-KITAB APOKRIF

Keberadaan kitab-kitab Apokrif ini menjadi salah satu gunjingan muslim untuk menuduh bahwa adanya pemusnahan kitab apokrip karena mendukung ajaran Islam.
Salah satu komentar netter muslim adalah sbb :
Bukan hanya tulisan-tulisan Arius yang dibakar tetapi juga Injil-Injil yang sepaham dengan Ariuspun dilenyapkan bahkan bagi siapa saja yang menyimpannya dianggap sebuah kejahatan negara.
Lalu kemana Injil-Injil Apokrif itu sekarang. ???????

Atau pernyataan dari sdr d’blax di thread Siapa Yang Menggantikan Isa Dikayu Salib yang dengan berani menyatakan mengimani Injil-Injil tersembunyi (apokrif).
Sumber :
http://www.indonesi a.faithfreedom. org/forum/ viewtopic. php?t=24472&star t=80
Saya mengatakan Saya mengimani Injil di antaranya adalah Injil Barnabas dan Injil-injil yang tersembunyi, eh, disembunyikan lainnya.

Kebanyakan kitab-kitab apokrif masih terpelihara sampai sekarang. Dan yang sangat menarik adalah sekalipun dinyatakan apokrif oleh gereja, ternyata kitab-kitab apokrif juga menguatkan bahwa Yesus disalibkan sesuai informasi dibawah ini.

1. THE GOSPEL OF PETER / INJIL PETRUS
Kemungkinan ditulis di Syria sekitar tahun 100 – 130 M. Injil ini memiliki banyak kesamaan dengan 4 Injil Kanonik. Sebelum 1884 hanya dikenal dari informasi Origen dalam bukunya Commentary on Matthew (Tafsir Injil Matius). Keberadaan Injil Petrus ini juga disinggung oleh Eusebius. Fragmen Injil Petrus baru ditemukan tahun 1884 dalam sebuah makam di Akhmimin – Mesir.

Sumber :
From-The Apocryphal New Testament
M.R. James-Translation and Notes
Oxford: Clarendon Press, 1924

Fragmen I
II. 3 Now there stood there Joseph the friend of Pilate and of the Lord, and he, knowing that they were about to crucify him, came unto Pilate and begged the body of Jesus for burial. And Pilate sending unto Herod, begged his body. 5 And Herod said: Brother Pilate, even if none had begged for him, we should have buried him, since also the Sabbath dawneth; for it is written in the law that the sun should not set upon one that hath been slain (murdered).
IV. 10 And they brought two malefactors, and crucified the 11 Lord between them ….
19 …….. And the Lord cried out aloud saying: My power, my power, thou hast forsaken me. And when he had so said, he was taken up.

Fragmen I
II.3 Dan sekarang berdirilah Yosef teman Pilatus dan teman Yesus, dan dia mengetahui bahwa Yesus akan disalibkan, datang menemui Pilatus dan MEMOHON TUBUH YESUS UNTUK DIMAKAMKAN, dan Pilatus mengirimnya kepada Herodes, meminta tubuh Yesus. (5) Dan Herodes berkata, “Saudaraku Pilatus, sekalipun tidak ada yang yang meminta tubuhnya, kami tetap harus menguburkannya karena hari Sabath akan tiba, karena telah ditulis dalam hukum bahwa matahari tidak boleh terbenam diatas tubuh yang baru dibunuh.
IV.10. Dan mereka membawa 2 laki-laki, dan menyalibkan (11) Tuhan diantara mereka … (19) Dan Tuhan berseru : “Kekuatanku, kekuatanku, engkau telah meninggalkanku” . DAN SETELAH ITU DIA MENINGGAL.

2. THE GOSPEL OF THE HOLY TWELVE / INJIL EBIONIT
Buku ini disebutkan oleh beberapa bapa gereja diantaranya Origen, Ambrose dan Jerome. Kemungkinan besar ditulis antara 100 – 150 M disekitar Yordania. Pakar menyamakan Injil ini dengan Injil Ebionit yang dikutip oleh Epiphanius. Dari kutipan Epiphanius terlihat kesamaan Injil ini dengan Injil Sinoptik. Fragmen kitab ini dalam bahasa Aramaic ditemukan disebuah biara Budha di Tibet ditahun 1870.
Sumber :
The Gospel of The Holy Twelve
Terjemahan oleh Rev. G.J.R. Ouseley
Edisi tahun 1956

Lextion 82 : Crucifixion
9. And there were also two other malefactors led with him to be put to death. And when they were come unto a place called Calvary, and Golgotha, that is to say a place of a skull, there they crucified him; and the malefactors, one on the right hand, and other on the left.
10. And it was the third hour when they crucified him, and they gave him vinegar to drink mingled with gall, and when he had tasted thereof, he would not drink. And Jesus said, Abba Amma, forgive them, for they know not what they do.
25. And Iesus cried with a loud voice, saying, Abba Amma, into Thy hand I commend my spirit.
26. When Iesus had therefore received the vinegar, he cried aloud, It is finished; and he bowed his head and gave up the ghost. And it was the ninth hour.

Lextion 82 : Penyaliban
9. Dan disana ada juga 2 laki-laki yang juga dihukum mati. Dan saat mereka sampai di wilayah Kalvari dan Golgota, tempat tengkorak, mereka MENYALIBKANNYA, bersama dengan 2 laki-laki, satu dikananNya dan satu dikiriNya.
10. Dan waktu adalah jam ke tiga saat mereka MENYALIBKANNYA, …….
25. Dan Yesus berseru dengan suara nyaring, berkata, Abba Amma, kedalam tanganMu kuserahkan roohKu.
26. Dan ketika Yesus telah mendapat minuman asam, dia berseru dengan keras, “Sudah selesai”. Dan DIA MENUNDUKKAN KEPALANYA DAN MENYERAHKAN ROHNYA. Waktu adalah jam kesembilan.

3. GOSPEL OF NICODEMUS / INJIL NIKODEMUS
Berasal dari abad ke 4. Disebut juga Kisah Pilatus (Acts of Pilate), karena memuat suatu laporan mengenai pengadilan Yesus yang disampaikan kepada Kaisar Tiberias yang bersifat khayali.
Sumber :
“The Apocryphal New Testament”
M.R. James-Translation and Notes
Oxford: Clarendon Press, 1924, halaman 94 ff.

X
1 And Jesus went forth of the judgement hall and the two malefactors with him. And when they were come to the place they stripped him of his garments and girt him with a linen cloth and put a crown of thorns about his head: likewise also they hanged up the two malefactors. But Jesus said: Father forgive them, for they know not what they do. And the soldiers divided his garments among them. ………
XI
1 And it was about the sixth hour, and there was darkness over the land until the ninth hour, for the sun was darkened: and the veil of the temple was rent asunder in the midst. And Jesus called with a loud voice and said: Father, baddach ephkid rouel, which is interpreted: Into thy hands I commend my spirit. And having thus said he gave up the ghost. ……..

X
1. Dan Yesus memasuki ruang pengadilan dan 2 laki-laki bersamanya. Saat mereka masuk, pengawal melepas bajunya dan memakaikan kain linen dan mahkota di kepalanya ; mereka juga menggantung ke 2 laki-laki tersebut. Namun Yesus berkata, “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Dan para pengawal membagi-bagi bajunya diantara mereka. ……
XI
1. Waktu kira-kira jam ke enam, dan kegelapan menyelimuti bumi hingga jam kesembilan, matahari gelap, dan tirai bait suci terbelah ditengah. Dan Yesus berseru dengan nyaring, “Bapa, baddach ephkid rouel, yang berarti : Kedalam tanganMu Kuserahkan rohKu.” Dan setelah itu DIA MENYERAHKAN ROHNYA

4. INJIL TENTANG MASA KECIL YESUS
Injil ini diterjemahkan kedalam bahasa Inggris di tahuan 1697 oleh Henry Sike seorang professor dalam bahasa-bahasa asing di Universitas Cambridge. Penulisnya diperkirakan adalah rasul Thomas sekalipun tidak ada kepastian. Di tahun 1599 M saat Sinode Angamala, buku ini dinyatakan tidak layak dibaca. Diperkirakan dari Injil ini dan versi Arabnyalah Muhammad SAW mendapatkan materi tentang Yesus Kristus.
Di Injil ini, Yesus kanak-kanak sudah menubuatkan bahwa dia akan disalibkan di Yerusalem bersama dengan 2 orang penjahat.

Sumber :
The Apocraphal Books of the New Testament”, 1901
CHAPTER VIII
……………… 6 Then the Lord Jesus answered, and said to his mother, When thirty years are expired, O mother, the Jews will crucify me at Jerusalem; 7 And these two thieves shall be with me at the same time upon the cross, Titus on my right hand, and Dumachus on my left,

PASAL VIII
……………… 6. Kemudian Tuhan Yesus menjawab, dan berkata kepada ibunya, “Ketika tiga puluh tahun telah berlalu, oh ibu, ORANG-ORANG YAHUDI AKAN MENYALIBKANKU DI YERUSALEM. (7) dan dua pencuri akan bersamaku saat dikayu salib, Titus disebelah kananku, dan Dumachus disebelah kiriku ….

5. THE ARABIC GOSPEL OF THE INFANCY OF THE SAVIOUR
Berasal dari sekitar akhir abad ke 6 / awal abad ke 7. Sejaman dengan kehidupan Muhammad SAW.
Dalam Injil ini dikisahkan Yosef, Maria dan Yesus kanak-kanak bertemu dengan 2 orang perampok dan Yesus menubuatkan bahwa ke 2 perampok tersebut kelak akan disalibkan bersamaNya.

23. And turning away from this place, they came to a desert; and hearing that it was infested by robbers, Joseph and the Lady Mary resolved to cross this region by night. But as they go along, behold, they see two robbers lying in the way, and along with them a great number of robbers, who were their associates, sleeping. Now those two robbers, into whose hands they had fallen, were Titus and Dumachus. Titus therefore said to Dumachus: I beseech thee to let these persons go freely, and so that our comrades may not see them. And as Dumachus refused, Titus said to him again: Take to thyself forty drachmas from me, and hold this as a pledge. At the same time he held out to him the belt which he had about his waist, to keep him from opening his mouth or speaking. And the Lady Mary, seeing that the robber had done them a kindness, said to him: The Lord God will sustain thee by His right hand, and will grant thee remission of thy sins. And the Lord Jesus answered, and said to His mother: Thirty years hence, O my mother, the Jews will crucify me at Jerusalem, and these two robbers will be raised upon the cross along with me, Titus on my right hand and Dumachus on my left

23. Dan mereka berlalu dari tempat tersebut, sampai disebuah gurun pasir, dan mendengar bahwa daerah itu dikuasai kawanan perampok. Josef dan Mary memutuskan untuk melintas di malam hari. Namun saat mereka berjalan, mereka bertemu dengan 2 perampok yang sedang berbaring.Bersama keduanya ada sekawanan perampok sedang tidur. Kedua perampok itu adalah Titus dan Dumachus. Titus berkata kepada temanya, “Aku mohon agar mereka dilepaskan agar teman-teman kita tidak melihat mereka.” Namun Dumachus menolak, sehingga Titus berkata lagi, “ambil dariku 40 drachma, dan anggap ini sebagai jaminanku.” Dan Titus menyerahkan sabuk yang melingkar di pinggangnya, agar Dumachus menutup mulutnya. Bunda Maria melihat bahwa Titus telah berbuat kebaikan dan berkata kepadanya, “Tuhan akan menjagamu dengan tangan kananNya dan akan mengampuni dosa-dosamu. ” Dan Yesus berkata kepada Maria, “Tiga puluh tahun kemudian, o ibu, ORANG-ORANG YAHUDI AKAN MENYALIBKANKU, dan dua perampok ini akan disalibkan juga bersamaKu, Titus disebelah kananKu dan Dumachus disebelah kiriKu.”

Jadi kalau muslim (sdr d’blax) memang mengimani Injil-injil Apokrif maka mereka seharusnya mengimani penyaliban Yesus benar-benar terjadi.
Laughing

IV. LELUCON AL-QUR’AN TENTANG PENYALIBAN

Setelah semua sumber-sumber diatas yaitu Injil kanonik, sejarawan sekuler dan kitab apokrif SEMUANYA MENYATAKAN YESUS DISALIBKAN DAN TIDAK ADA KERAGUAN DIALAMNYA, sekarang kita akan membahas laporan Al-Qur’an.
Sangat unik karena laporan Al-Qur’an tentang penyaliban bukannya menjelaskan, namun malah membuat muslim sendiri bertentangan didalamnya. Ironis sekali.

IV.1 YESUS TIDAK DISALIBKAN
Satu ayat Al-Qur’an menyatakan bahwa Yesus tidak disalibkan melainkan YESUS PALSU YANG DISERUPAKAN BAGI YESUS.
QS 4 : 157 :
dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah [378]”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka……

Sangat menarik untuk melihat catatan sejarah bahwa ternyata pengajaran Kristus tidak disalibkan dan teori penggantian ini sudah ada dalam khasanah bidat-bidat Kristen. Berikut ini beberapa penjelasannya.

1. DOCETISME
Sumber :
Encyclopaedia Britannica, edisi 2003
Topik : Docetism

(from Greek dokein, “to seem”), Christian heresy and one of the earliest Christian sectarian doctrines, affirming that Christ did not have a real or natural body during his life on earth but only an apparent or phantom one. …… More thoroughgoing Docetists asserted that Christ was born without any participation of matter and that all the acts and sufferings of his life, including the Crucifixion, were mere appearances. They consequently denied Christ’s Resurrection and Ascension into heaven…..

Berasal dari bahasa Yunani dokein, “menyerupai” , bidat Kristen dan salah satu doktrin sectarian yang paling awal, MENYATAKAN BAHWA KRISTUS TIDAK MEMILIKI TUBUH JASMANI SELAMA HIDUP DIDUNIA TETAPI HANYALAH PENAMPAKAN SAJA ….. Lebih dari itu, doketisme menyatakan bahwa Kristus dilahirkan tanpa bantuan hal duniawi apapun dan perbuatan dan penderitaannya TERMASUK PENYALIBANNYA HANYALAH PENAMPAKAN BELAKA. Mereka menolak kebangkitan dan kenaikan Kristus ke surga ……

Penolakan doketisme terhadap penyaliban adalah karena menurut mereka YESUS TIDAK MEMILIKI TUBUH JASMANI sehingga tentu saja tidak dapat disalibkan. Dan ini jelas bertentangan dengan al Qur’an yang menyatakan Yesus adalah manusia biasa.

2. BASILIDES
Basilides adalah seorang pakar Gnostik yang mengajar di Alexandria selama masa pemerintahan kaisar Hadrian 117 M – 138 M. Tidak ada salinan Injil Basilides-nya yang dapat ditemukan saat ini. Buku Injil Basilides ini disebutkan oleh tokoh-tokoh Kristen awal Origen (185 – 254 M), Jerome (347 – 419/420 M). Selain Injil Basilides, dia juga mengarang buku Exegetica, sekitar tahun 130an. Beberapa bapa gereja mengutip dari bukunya diantaranya adalah Irenaeus.
Tentang penyaliban Yesus, Irenaeus dalam bukunya Against Heresies dengan mengutip Basilides.
Sumber :
Against Heresies,
Irenaeus
Buku I, Bagian 24, sub bab 4.

4. Those angels who occupy the lowest heaven, that, namely, which is visible to us, formed all the things which are in the world,…… The chief of them is he who is thought to be the God of the Jews; and inasmuch as he desired to render the other nations subject to his own people, that is, the Jews, all the other princes resisted and opposed him. ……. But the father without birth and without name, perceiving that they would be destroyed, sent his own first-begotten Nous (he it is who is called Christ) ……. He appeared, then, on earth as a man,

Malaikat-malaikat yang mendiami surga paling rendah, yang bisa kita lihat, membentuk segala sesuatu didunia ……. Sang pemimpin adalah dia yang dianggap sebagai tuhannya orang Yahudi yang berkeinginan agar semua bangsa akan menjadi bagian dari bangsa Yahudi, semua pangeran lainnya menentangnya. …. Namun sang bapa yang tidak dilahirkan dan tidak memiliki nama, merasa bahwa mereka harus dimusnahkan, mengutus Nous (Kristus) pertama yang diperanakkan …. DIA KEMUDIAN TAMPAK, SEBAGAI SEORANG LAKI-LAKI DIDUNIA …..

Wherefore he did not himself suffer death, but Simon, a certain man of Cyrene, being compelled, bore the cross in his stead; so that this latter being transfigured by him, that he might be thought to be Jesus, was crucified, through ignorance and error, while Jesus himself received the form of Simon, and, standing by, laughed at them. For since he was an incorporeal power, and the Nous (mind) of the unborn father, he transfigured himself as he pleased, and thus ascended to him who had sent him, deriding them, inasmuch as he could not be laid hold of, and was invisible to all…….

Itulah sebabnya mengapa dia tidak mengalami kematian, namun SIMON, SEORANG DARI KIRENE, yang dipaksa memanggul salib, MAKA SIMON INILAH YANG KEMUDIAN DISERUPAKAN OLEH YESUS, SEHINGGA DIA DISANGKA SEBAGAI YESUS, DISALIBKAN, melalui ketidaktahuan dan kesalahan, sementara Yesus sendiri menjadi serupa seperti Simon dan berdiri, MENERTAWAKAN MEREKA. KARENA DIA TIDAK BERBADAN JASMANI, DAN ADALAH NOUS (PIKIRAN) DARI SANG BAPA yang tidak dilahirkan, dia merubah dirinya sekehendak hatinya, dan kemudian naik kepada dia yang telah mengutusnya, mencemooh mereka, sebab DIA TIDAK DAPAT DIPEGANG, dan tidak dapat dilihat siapapun……

Jadi sama seperti Doketisme, BASILIDES JUGA MENOLAK KEBERADAAN TUBUH JASMANI YESUS MAKANYA TIDAK DAPAT DISALIBKAN. Bahkan lebih parah lagi, Basilides membagi-bagi tuhan menjadi beberapa tingkatan dimana sang Bapa adalah tuhan yang tertinggi, sementara YHWH adalah pemimpin dari malaikat-malaikat yang berada di surga terendah.

Sedikit catatan tentang Irenaeus.
Sumber :
Encyclopaedia Britannica, edisi 2003
Topik : Irenaeus

Lahir 120/140 M, di Asia Kecil
Meninggal 200/2003, kemungkinan di Lyon
Adalah uskup Lugdunum (Lyon) dan seorang theology Kristen yang terutama di abad ke 2 M. Hasil karyanya yang berjudul Adversus haereses (Against Heresies), yang ditulis sekitar 180 M adalah bantahan terhadap Gnosticism. Sekalipun tahun kelahirannya tidak diketahui, Irenaeus adalah anak seorang Yunani yang hidup di Asia Kecil. Hasil karyanya menginformasikan kehidupannya, termasuk saat anak-anak dia mendengar dan melihat langsung Polycarpus di Smirna, orang terakhir yang adalah saksi mata kehidupan rasul, sebelum Polycarpus meninggal sebagai martir di tahun 150 M.

3. MANICHEISME
Bidat ini didirikan oleh Mani seorang yang dilahirkan di Babilon (Iraq), dan meninggal sekitar tahun 274 – 277 M. Mani menganggap dirinya sebagai Parakletos.
Sumber :
Gereja Mula Mula
Dr. Dietrich Kuhl
Pekabaran Injil Indonesia, 1992, halaman 81

Berdasar penglihatan- penglihatan ia menganggap dirinya Parakletos yang dijanjikan Allah. Ia juga menyebut dirinya Rasul Tuhan Yesus …

Karena terpengaruh aliran Gnostik, makanya Mani juga menolak penyaliban Yesus sekalipun dengan versi yang berbeda.
Sumber :
Was Christ Really Crucified?
Faris al-Qayrawani
Sub bab : Our Response to Al-Razi

Among those who preached the theory of the Shabih is the Persian self-proclaimed prophet Mani (A.D. 276). He said that Jesus was the son of a widow, and the one who was crucified was the son of the widow of Nain whom Jesus raised from the dead. In another Manichaean tradition we read that Satan was the one who sought to crucify Jesus but he failed and was crucified in His place.

Diantara mereka yang mengajarkan teori Shabih (vivaldi : nama orang yang diserupakan bagi Yesus) adalah Mani yang memproklamasikan dirinya sebagai nabi. Dia berkata bahwa YESUS ADALAH ANAK SEORANG JANDA, dan orang yang DISALIBKAN ADALAH ANAK DARI JANDA NAIN YANG TELAH DIBANGKITKAN OLEH YESUS DARI KEMATIAN. Dalam tradisi Manisisme lainnya, kami membaca bahwa setan yang berusaha menyalibkan Yesus justru pada akhirnya dia sendiri yang disalibkan menggantikan Yesus.

Pengajaran Manipun bertentangan dengan Al-Qur’an karena mengajarkan Yesus dilahirkan dari seorang janda.

Telihat dari sumber-sumber diatas bahwa mereka yang menolak penyaliban adalah karena beranggapan bahwa Yesus tidaklah memiliki tubuh jasmani atau dengan kata lain SEPENUHNYA BERSIFAT ILAHI SEHINGGA TIDAK DAPAT DISALIBKAN. Sementara Mani jelas adalah sesat karena menganggap dialah sang Parakletos. Uniknya pendapat sang Parakletos Mani tentang bukan Yesus yang disalib diulang lagi oleh pengklaim “Parakletos” yang kemudian yaitu Muhammad SAW.

IV.2 NAMUN YESUS MENINGGAL
Namun menarik karena ada ayat dalam Al-Qur’an yang jelas menyatakan Yesus meninggal.

IV.2.1. MENURUT QS 19 : 33 :
QS 19 : 33 : Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

Kalimat diatas diucapkan Yesus saat masih bayi dan Yesus telah meramalkan bahwa dia akan meninggal dan akan dibangkitkan.
Ayat ini memang menyulitkan, terbukti dari komentar Yusuf Ali.
Sumber :
The Holy Quran
Abdullah Yusuf Ali
The Holy Koran Publishing Company, halaman 774, footnote 2485

“… Christ was not crucified (iv. 157). But those who believe that he never died should ponder over this verse.”
“… Kristus tidak disalibkan (iv.157), Namun mereka yang percaya bahwa dia tidak pernah meninggal harus memikirkan ulang ayat ini”

Indikasi bahwa QS 19 : 33 menyatakan bahwa Yesus meninggal dan dibangkitkan terlihat dari KALIMAT YANG SAMA YANG DIGUNAKAN DIAYAT SEBELUMNYA UNTUK MENJELASKAN TENTANG YOHANES PEMBAPTIS.
QS 19 : 15 :
Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

Menurut Islam Yohanes Pembaptis telah meninggal, dan dia akan dibangkitkan kemudian dihari penghakiman. Jika mengikuti logika frase bahasa jelas tidak ada perbedaan antara kalimat “pada hari aku dilahirkan, pada hari aku diwafatkan, dan pada hari aku dibangkitkan” pada Yesus dan Yohanes Pembaptis. Konsekuensinya adalah Yesus telah meninggal dan telah dibangkitkan.

Logika ini jelas sangat cocok dengan apa yang dialami oleh Yesus dimana Yesus telah dilahirkan, telah diwafatkan saat di kayu salib dan telah dibangkitkan pada hari yang ke 3 dari antara orang mati.
Menyadari adanya pertentangan ayat-ayat Al-Qur’an, maka muslim harus berusaha keras dengan melalui tafsir dimana dinyatakan bahwa kematian dan kebangkitan Yesus adalah pada kedatangannya yang ke 2 seperti yang diklaim oleh situs Answwering Christianity berikut.
Sumber :
What does the Holy Quran say about Jesus (peace be upon him)
http://www.answerin g-christianity. com/crucified. htm

We Muslims believe that Jesus was born from a Noble Virgin; Mary the Virgin, preached the word of GOD to the people of Israel, raised to Allah Almighty alive (even though he might have been put on the cross, but never actually died), will come back to earth again to fight the army of Satan and then die a natural death and then be raised again back to life from death as we all do in the Day of Judgement

Kami muslim percaya bahwa Yesus dilahirkan dari perawan suci Maria, mengajarkan firman Allah kepada bani Israel, diangkat kepada Allah hidup-hidup (sekalipun dia mungkin telah digantung di kayu salib, namun tidak benar-benar meninggal), AKAN DATANG LAGI KE DUNIA UNTUK MEMERANGI PASUKAN-PASUKAN SETAN DAN KEMUDIAN MENINGGAL SECARA ALAMIAH DAN KEMUDIAN AKAN DIBANGKITKAN HIDUP KEMBALI DARI KEMATIAN seperti kita semua di hari penghakiman.

Terlihat bagaimana tidak percayanya tim dari Answering Christianity sehingga harus memberikan kalimat dalam tanda kurung seperti tidak percaya dirinya Al-Qur’an sehingga harus pakai kalimat-kalimat tambahan dalam tanda kurung. Kalimat tambahan memiliki implikasi luas dan sangat terbuka terhadap penafsiran. Beginikah Al-Qur’an menjelaskan penolakannya terhadap penyaliban? Dengan menggunakan kalimat yang tidak jelas.
Namun uniknya pandangan ini tidak didukung bahkan ditolak oleh ulama muslim berikut.
Sumber :
Miraculous Conception, Death, Resurrection, and Ascension of Jesus (Nabi-Isa) as Taught in the Kuran
A.H. Obaray
Kimberley, Afrika Selatan, 1962, halaman 45 :

“No Muslim will shift the death of John (Yah Yah) to the future. All know that John died… since no one can now shift the death of John to the future, therefore no one can now shift the death of Jesus to the future. In fact there is not even one single passage throughout the Kuran showing that Jesus will return to die. The parallel statement with John who died, clearly shows that Jesus also died.”

Tidak ada muslim yang akan menggeser kematian Yahya kemasa mendatang. Semua mengetahui bahwa Yahya telah meninggal … karena tidak ada yang dapat menggeser kematian Yahya kemasa mendatang, makanya TIDAK ADA JUGA YANG BISA MENGGESER KEMATIAN YESUS KEMASA MENDATANG. Bahkan TIDAK ADA SAMA SEKALI AYAT DALAM AL-QUR’AN YANG MENYATAKAN YESUS AKAN DATANG DIMASA MENDATANG UNTUK MENINGGAL. Pernyataan yang sama dimana Yahya telah meninggal, jelas mengindikasikan bahwa Yesus juga telah meninggal.

Jadi sesama muslim telah saling berbantah-bantahan sendiri tanpa adanya seorang orientalis yang melontarkan pendapat. Ironis sekali.

Karena kesulitan itulah makanya sekte Ahmadiyah meyakini bahwa Yesus memang telah diselamatkan dan kemudian hidup hingga usia tua dan meninggal.
Meninggalnya Yesus inilah yang digunakan oleh Abu Bakar untuk meyakinkan muslim bahwa Muhammad SAW juga meninggal.
Sumber :
Holy Quran
Maulana Muhammad Ali
USA; Ahmadiyyah Anjuman Isha’at Islam Lahore Inc., 1995, hal 168 – 169, f. 496

“While this verse lays stress on the essential truth of Islam, it served another important purpose at the death of the Prophet. Some of the companions thought that the Prophet was not dead. Abu Bakr went in, and seeing that life had departed, ascended the pulpit and read this verse, which had a magical effect upon his hearers, all of them being convinced that the Prophet had passed away, as all prophets had passed away before him. The prophets were but mortals, and their span of mortal life must no doubt terminate like that of other mortals. This verse affords a conclusive proof that Jesus Christ was also dead; otherwise Abu Bakr’s argument could not have silenced the doubters of the Prophet’s death.”

Diayat inilah terletak esensi kebenaran Islam, ayat ini menunjukkan tujuan penting dari kematian Rasulullah. Beberapa sahabat berfikir bahwa Rasulullah tidak meninggal. Abu Bakar kemudian masuk dan melihat bahwa Rasulullah telah meninggal, menaiki mimbar dan membaca ayat ini dan menyebabkan semua yang mendengar menjadi yakin bahwa Rasulullah memang telah meninggal, SEBAGAIMANA SEMUA NABI SEBELUMNYA TELAH MENINGGAL. Nabi adalah juga mahluk yang fana, dan kehidupan mereka sama seperti mahluk lainnya pasti akan berakhir. Ayat ini mebuktikan bahwa Yesus Kristuspun telah meninggal ; jika tidak argument Abu Bakar tidak akan dapat meyakinkan mereka yang meragukan kematian Rasulullah.

IV.2.2. MENURUT QS 5 : 116 – 117 :
QS 5 : 116 – 117 :
Hai putra Maryam adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah? Isa menjawab: Maha suci Engkau….. Aku tidak pernah mengatakan kepada MEREKA kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku…. .maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi MEREKA“.

Perbaandingan dengan terjemahan Inggris sebagai berikut :
Yusuf Ali
“Never said did I to them Aught except what Thou Didst command me To say, to wit, `Worship God, my Lord and your Lord’; And I was a witness over them whilst I dwelt Amongst them; WHEN THOU DIDST TAKE ME UP (Arabic- tawaffaytani) Thou wast the Watcher Over them, and Thou art a witness to all things.”

Rashad Khalifa
“… When You TERMINATED MY LIFE ON EARTH…”

Shakir
“… but when Thou DIDST cause me to DIE…”

Sher Ali
“… but since Thou DIDST cause me to DIE…”

Muhammad Asad
“… but since Thou HAST caused me to DIE…”

M. Muhammad Ali
“… but when Thou DIDST cause me to DIE…”

Terjemahan Indonesia mungkin bisa berbohong karena tidak mengenal tenses, namun semua terjemahan Inggris jelas menuliskan dalam bentuk PAST TENSE yang hanya dapat disimpulkan bahwa YESUS TELAH MENINGGAL

Ayat ini jelas akan mengandung kontradiksi dengan ayat yang menyatakan bahwa Yesus tidak meninggal di kayu salib melainkan diangkat hidup-hidup ke surga oleh Allah SWT.
Ada beberapa point penting disini yang disusun secara kronologis :
• Isa tidak pernah berkata kepada mereka (murid-murid langsung Isa) tentang penyembahan Isa dan Maryam
• Kemudian Isa akan diwafatkan oleh Allah
• Setelah Isa wafat, Allah sendiri yang akan mengawasi mereka (murid-murid langsung Isa)
Namun uniknya, Islam tidak mengakui bahwa nabi Isa telah wafat, melainkan diangkat ke surga oleh Allah SWT saat penyaliban terjadi. Wafatnya Isa baru akan terjadi setelah kedatanganNya yang ke-2 kali.
Permasalahannya adalah :
1. Jika Isa belum pernah wafat, berarti Allah belum mengawasi “mereka” (murid-murid langsung Isa)
2. Jika Isa akan wafat setelah kedatangannya yang ke dua kali, saat itu “mereka” (murid-murid langsung Isa) sudah ribuan tahun wafat. Jadi siapa yang akan “diawasi” oleh Allah SWT?
3. Kenapa Allah SWT bertanya kepada Isa tentang apa yang pernah/tidak pernah dikatakan oleh Isa?. Apakah Allah SWT lupa bahwa Isa memang tidak pernah mengatakan demikian?

IV.2.3. MENURUT QS 3 : 55
QS 3 : 55 :
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku ……

Perbandingan dengan terjemahan Inggris dari Rashad Khalifa
QS 3 : 55 :
“… I AM TERMINATING your life, raising you to Me…”

Perhatikan bagaimana Rashad Khalifa menggunakan Present Tense yang jelas mengindikasikan Allah sedang mengakhiri hidup Yesus.

Transliterasi :
“Idz qaalallahu yaa Isa, innii MUTAWAFIKA, wa raafi’uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa’ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati.”

Mutawafika berasal dari kata tawaffa yang bermakna mengambil atau mewafatkan. Dari kata bahasa Arab inilah, bahasa Indonesia mendapat kosa kata WAFAT yang berarti meninggal.
Sumber :
Kamus Umum Bahasa Indonesia
W.J.S. Poerwadarminta
BPK, 1976.

Wafat A : meninggal dunia

Penjelasan A adalah berarti ARAB.

Jadi pengertian tawafa ini memang lebih dekat dengan meninggal dunia.

IV.3. YESUS MEMBAYAR ZAKAT
Satu ayat yang kontradiksi juga jika Yesus tidak meninggal adalah :
QS 19 : 31 :
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

Jika saat in Yesus belum pernah meninggal maka Yesus masih harus terus membayar zakat. Sementara Yesus sendiri sudah berada di surga. Terus disurga YESUS MEMBAYAR ZAKAT KEPADA SIAPA. Ayat diatas menjadi tidak kontradiksi jika Yesus telah meninggal di kayu salib, jadi PEMBAYARAN ZAKAT OLEH YESUS ADALAH SEBELUM YESUS DISALIBKAN DAN MENINGGAL.

IV. 4. HADIS YANG MENARIK
Sangat menarik mencermati hadis berikut :
Bukhari, Volume 9, Book 84, Number 63:
Narrated ‘Abdullah:
As if I am looking at the Prophet while he was speaking about one of the prophets whose people have beaten and wounded him, and he was wiping the blood off his face and saying,
“O Lord! Forgive my people as they do not know.”

Dikisahkan oleh Abdullah :
Saat aku melihat Rasulullah saat dia sedang berbicara tentang SALAH SATU NABI YANG BANGSANYA TELAH MEMUKULI DAN MELUKAINYA, dan sang nabi mengusap darah di wajahnya dan berkata :
“Oh Tuhan, Ampunilah bangsaku karena mereka tidak tahu”

Sangat menarik karena ini sangat mirip dengan kisah Yesus yang telah dipukul dan dilukai oleh bangsanya dan BERBICARA SAAT DI KAYU SALIB sebagai berikut :
Lukas 23 : 33 – 34 :
23:33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Terlihat bagaimana kesamaan kisah di hadis diatas dengan kisah penyaliban Yesus. Pembacaan yang obyektif jelas akan melihat kesamaan yang tidak dapat ditutup-tutupi tersebut. Sangat mungkin muslim akan menyangkal bahwa hadis diatas mengacu pada Yesus, namun siapa sebenarnya nabi yang dimaksud?

Hadis diatas membuktikan bahwa Muhammad SAW memang hanya dengar-dengaran dari cerita-cerita Yahudi dan Nasrani sehingga TIDAK TAHU KALAU YANG DIBICARAKANNYA ADALAH YESUS SAAT BERADA DIKAYU SALIB.

IV.5. APA YANG TERJADI
Sangat ganjil dimana doktrin penyaliban Kristen ditentang Al-Qur’an dengan kalimat yang sangat samara-samar dan malah saling bertentangan didalamnya.
Akibat tidak mendetailnya kisah penyaliban inilah makanya muncul berbagai teori tentang hal ini.

IV.5.1 YESUS TIDAK MENINGGAL DI KAYU SALIB
Menyadari sulitnya mensinkronkan laporan Al-Qur’an diatas, maka banyak ulama Islam kemudian harus mengarang-ngarang cerita tentang penyaliban tersebut. Mereka memodifikasi kisah penyaliban dimana dilaporkan bahwa Yesus memang disalibkan namun tidak meninggal dikayu salib.
Ahmad Deedat mempopulerkan kembali pandangan Ahmadiyah bahwa Yesus disalibkan namun tidak meninggal, atau hanya sekedar pingsan.
Sumber :
The Choice Islam and Christianity
Dialog Islam Kristen Ahmaed Deedat
Pustaka Al-Kautsar, Jakarta

Penyaliban Atau Sandiwara Penyaliban TAK ADA SEORANG PUN YANG MATI KARENA “PENYALIBAN” ! (disalib). Satu di antara mereka pingsan. Laki-laki lain bangun dan merokok setelah tangannya diperban. Seorang pedagang keliling ‘telah menjalani upacara (penyaliban) ini lima kali’. Laki-laki ini berjanji akan menjalani ‘penyalibari’ sebanyak 10 kali!

Namun pendapat Ahmad Deedat tentang tidak adanya kematian akibat penyaliban ditentang oleh sesama muslim.
Sumber :
Tafsir-Ul-Qur’ an Translation and Commentary of the Holy Qur’an,
Maulana Abdul Majid Daryabadi
Darul-Ishaat Urdu Bazar, Karachi, Pakistan; 1991, volume 1, hal 386, fn. 41

Crucifixion is the act of putting to death by nailing to a cross. It was in use, though generally restricted to slaves and rebels, amongst Romans, under whose government Jesus and his prosecutors, the Jews, lived.

Penyaliban adalah tindakan MENGHUKUM MATI DENGAN MEMAKU KE SALIB …..

Jadi sesama muslim telah saling berbantah-bantahan sendiri tanpa adanya seorang orientalis yang melontarkan pendapat. Ironis sekali.

Pendapat bahwa Yesus disalibkan ini juga ditentang oleh sesama muslim.
Sumber :
THE NOBLE QUR’AN
Terjelamah Dr. Muhammad Taqi-ud-Din Al-Hilali dan Dr. Muhammad Muhsin Khan.
Darussalam, Publishers and Distributors, Riyadh, Desember 1996, hal 199.
verse 4:157:

“And because of their saying (in boast). We killed Messiah ‘Isa (Jesus), son of Maryam (Mary), the Messenger of Allah,” — but they killed him not, nor crucified him, but the resemblance of ‘Isa (Jesus) was put over another man (and they killed that man)…”
After reading of the above text or texts a reader may conclude that Allah (SWT) has Himself Revealed in His Own Words the “substitution of ‘Isa (Jesus) with another man”.

… setelah membaca kalimat atau kalimat-kalimat diatas,pembaca dapat menyimpulkan bahwa Allah SWT telah mewahyukan dengan kata-kataNya sendiri PENGGANTIAN ISA (YESUS) OLEH ORANG LAIN.

Jadi sesama muslim telah saling berbantah-bantahan sendiri tanpa adanya seorang orientalis yang melontarkan pendapat. Ironis sekali.

IV.5.2 ISA PALSU YANG DISALIBKAN
Mengikuti ayat Al-Qur’an QS 4 : 157 : ….tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka…” , muslim mulai mencari-cari siapa sipengganti tersebut.

1. YUDAS ISKARIOTLAH YANG DISALIBKAN
Sdr d’blax menginformsikan tentang Injil Barnabas.

http://www.indonesi a.faithfreedom. org/forum/ viewtopic. php?t=24472&star t=80
… Salah satu dari Injil tersebut adalah Injil Barnabas yang menceritakan tentang kehidupan Jesus yang sedikit banyak diulas di Wikipedia. Mengapa Saya percaya Wikipedia, karena kebanyakan penulis-penulis Wikipedia adalah umat Kristen sendiri yang notabene mengungkapkan fakta baru tentang Jesus sebagai UntusanNya bukan Tuhan! … ….. Saya telah membaca sedikit penjelasan mengenai Injil tersebut di http://en.wikipedia .org/wiki/ Gospel_of_ Barnabas
Saya menyatakan bahwa Injil Barnabas (yang terlampir di Wikipedia) adalah salah satu Injil yang asli!

Coba kita lihat apa yang dikatakan oleh Wikipedia tentang Injil Barnabas.

Two known manuscripts have been dated to the late sixteenth century, and are written respectively in Italian and in Spanish; although the Spanish version survives now only in an eighteenth century copy .. The Gospel is considered by the majority of academics (including Christians and some Muslims) to be late and pseudepigraphical;

Dua manuskrip yang dikenal saat ini telah dinyatakan bertarik akhir abad ke 16 M, dan ditulis dalam bahasa Italia dan Spanyol ; namun versi bahasa Spanyol yang ditemukan bertarik abad 18 M ….. INJIL INI MENURUT MAYORITAS AKADEMISI (TERMASUK KRISTEN DAN BEBERAPA MUSLIM) ADALAH KARYA BELAKANGAN DAN MENGGUNAKAN NAMA PALSU (BARNABAS)

Jadi salinan “Injil”Barnabas yang tertua berasal dari akhir abad 16 M. Sementara salinan Injil kanonik yang paling tua adalah dari Kodex Sinaiticus yang ditulis antara tahun 330 M – 350 M (Wikipedia – codex Sinaiticus). Dari usia manuskrip saja sudah terlihat bahwa Injil kanonik jauh lebih tua daripada “Injil”Barnabas.

“Injil”Barnabas ini sendiri juga bermasalah karena beberapa ayatnya ternyata bertentangan dengan Qur’an. Dan kita lihat apa argumen muslim terhadap pertentangan ini sebagaimana yang dituliskan dalam Wikipedia.

Although the Gospel of Barnabas is, in several respects, inconsistent with Islamic teaching, some Muslim scholars cite this as evidence of the genuineness of the gospel by arguing that no Muslim would fake a document and have it contradict the Qur’an. They believe the contradictions of the Qur’an in the Gospel of Barnabas are signs of textual corruption (which Muslims already ascribe for a majority of the Bible), but that the Gospel of Barnabas would not be as corrupt as other religious works, …..

Sekalipun dalam beberapa aspek “Injil”Barnabas” bertentangan dengan pengajaran Islam, beberapa pakar muslim menyatakan ini sebagai bukti keaslian buku ini dengan argumentasi bahwa tidak ada muslim yang akan memalsukan dokumen yang ternyata isinya ada yang bertentangan dengan Qur’an. MEREKA PERCAYA BAHWA KONTRADIKSI DALAM “INJIL”BARNABAS ADALAH TANDA-TANDA DARI PERUBAHAN TEKS (YANG JUGA DITUDUKAN MUSLIM TERHADAP TEKS ALKITAB) , namun kerusakan teks “Injil”Barnabas tidaklah separah teks-teks agama lain …..

Jadi saat berusaha mendiskreditkan Alkitab karena tidak adanya nubuatan Muhammad muslim akan menuduh teks Alkitab sudah dirubah. Sementara saat berusaha membela kontradiksi “Injil”Barnabas dengan Qurán lagi-lagi muslim menggunakan argumen yang sama yaitu sebagian teks “Injil”Barnabas sudah dirubah sehingga ada bagian yang bertentangan dengan Qurán.

Enak banget yah jadi muslim. Pendapat bisa on dan off tergantung kebutuhan. Pokoknya kalau tidak sesuai dengan pandangan muslim tuduh saja teksnya sudah dirubah.

Sekarang kita lihat apa yang diceritakan oleh “Injil”Barnabas tentang penyaliban Yesus dan silahkan menilai sendiri apakah ceritanya masuk akal atau tidak.

Sumber :
Injil Barnabas
Chapter 216

Judas entered impetuously before all into the chamber whence Jesus had been taken up. And the disciples were sleeping. Whereupon the wonderful God acted wonderfully, insomuch that Judas was so changed in speech and in face to be like Jesus

Judas mendahului semuanya memasuki ruangan dimana Yesus telah diangkat. Dan semua murid sedang tertidur. Kemudian Allah melakuknan mujizat dimana wajah dan cara berbicara Yudas berubah menjadi seperti Yesus.

Kisah berlanjut dimana Yudas dalam wujud Yesus berteriak-teriak kalau dia bukan Yesus malainkan Yudas saat diperiksa oleh imam-imam Yahudi.
Sumber :
Ibid
Chapter 217

Judas answered: ‘I have told you that I am Judas Iscariot, who promised to give into your hands Jesus the Nazarene; and you, by what are I know not, are beside yourselves, for you will have it by every means that I am Jesus.’ The high priest answered …..

Yudas menjawab, “AKU TELAH MEMBERITAHUMU BAHWA AKU ADALAH YUDAS ISKARIOT, yang menjanjikan akan menyerahkan Yesus dari Nazaret, dan oleh sebab yang aku tidak ketahui, selain kamu ketahui sendiri, KAMU TELAH MENUDUH BAHWA AKU ADALAH YESUS” Imam tertinggi menjawab ……

Yudas dalam wujud Yesus masih TERUS MENANGIS-NANGIS saat digiring dan disalibkan di Kalvari
Sumber :
Ibid
Chapter 217

So they led him to Mount Calvary, where they used to hang malefactors, and there they crucified him naked;, for the greater ignominy. *Judas truly did nothing else but cry out: ‘God, why have you forsaken me, seeing the malefactor has escaped and I die unjustly?’

Mereka menggiringnya ke Kalvari, dimana mereka biasa menyalibkan penjahat ……. YUDAS TERUS MENERUS MENANGIS dan berkata, “Tuhan, mengapa engkau meninggalkanku, lihatlah sang penipu lolos sementara aku meninggal dengan tidak adil?”

Kisah terus berlanjut dimana murid-murid dan ibu Yesus yang tertipu Yesus palsu yang disediakan Aulloh SWT menangisi sang Yesus palsu.
Sumber :
Ibid
Chapter 217

*Truly I say that the voice, the face, and the person of Judas were so like to Jesus, that his disciples and believers entirely believed that he was Jesus …
And so in company with the mother of Jesus they went to Mount Calvary, and were not only present at the death of Judas, weeping continually

Sungguh aku berkata bahwa suara, wajah dan tubuh Yudas sungguh mirip Yesus, sehingga seluruh pengikut-pengikutny a mempercayai dialah Yesus ….. Dan juga mereka yang menemani ibu Yesus datang ke Kalvari, tidak hanya hadir saat kematian Yudas, namun terus menerus menangis.

Sulit dibayangkan bahwa “YESUS YUDAS” YANG TERIAK-TERIAK DAN MENANGIS SAMBIL MENYANGKAL DIA ADALAH YESUS DIHADAPAN UMUM masih dijadikan panutan oleh pengikut-pengikutny a. Bahkan pengikut-pengikutny a masih mau meninggal demi nama “Yesus Yudas” yang menangis-nangis saat mau disalibkan.
Benar-benar lelucon ala muslim.

Namun lagi-lagi, pandangan bahwa Yudas yang disalibkan dibantah oleh ulama kuno Abu Ja’far Muhammad b. Jarir al-Tabari (839-923) yang justru berpendapat Yudas menyesal telah menyerahkan Yesus dan kemudian bunuh diri.
Sumber :
The History of Al-Tabari,
Diterjemahkan oleh Moshe Perlmann
State University of New York Press, Albany 1987.
Volume IV, The Ancient Kingdoms,, halaman 120 :

They met him at that place, eleven of them, as the one who had betrayed him and led the Jews to him was missing. Jesus asked the apostles about him. They said, ‘He rued what he had done, AND STRANGLED HIMSELF TO DEATH.’ Jesus said, ‘Had he repented, God would have forgiven him.’ ………

Mereka menemuinya disebuah tempat, sebelas dari murid-muridnya, karena seorang telah menghianatinya dan memimpin orang Yahudi telah hilang. Yesus menanyakan tentangnya. Mereka menjawab, “Dia menyesali perbuatannya dan MENCEKIK DIRINYA HINGGA MENINGGAL” Yesus menjawab, “Jika dia telah menyesali perbuatannya Allah akan memaafkannya” . ….

Jadi sesama muslim telah saling berbantah-bantahan sendiri tanpa adanya seorang orientalis yang melontarkan pendapat. Ironis sekali.

2. SEORANG SUKARELAWAN
Sumber :
Tafsir Ibn Kathir
http://www.tafsir. com/default. asp?sid=4&tid=12730

…. Ibn Abi Hatim recorded that Ibn `Abbas said, “Just before Allah raised `Isa to the heavens, `Isa went to his companions, who were twelve inside the house. ….. He then asked, `Who volunteers that his image appear as mine, and be killed in my place. He will be with me (in Paradise)’ One of the youngest ones among them volunteered and `Isa asked him to sit down. `Isa again asked for a volunteer, and the young man kept volunteering and `Isa asking him to sit down. Then the young man volunteered again and `Isa said, `You will be that man,’ and the resemblance of `Isa was cast over that man while `Isa ascended to heaven from a hole in the house. When the Jews came looking for `Isa, they found that young man and crucified him.

… Ibn Abi Hatim melaporkan bahwa Ibn Abbas berkata, “Sebelum Allah mengangkat Isa ke surga, Isa pergi kepada pengikut-pengikutny a yang ada 12 didalam rumah. …….. Dia kemudian bertanya, `Siapa yang bersedia menjadi serupa saya dan dibunuh sebagai gantiku. Dia akan bersamaku di surga’. Seorang muda diantara mereka bersedia namun Isa menyuruhnya kembali duduk. Isa kembali meminta seorang sukarelawan, dan sang pemuda tetap bersedia namun Isa memintanya duduk. Kemudian sang pemuda kembali menyatakan kesediaannya dan Isa berkata, `Kamulah orangnya’, dan sang pemuda menjadi mirip Isa sementara Isa naik ke surga melalui lubang di rumah itu. Saat orang-orang Yahudi datang mencarinya, mereka menemukan sang pemuda dan menyalibkannya.

3. TUJUH BELAS ISA PALSU
Tabari juga menyatakan adanya pendapat bahwa 17 orang menjadi diserupakan menjadi Isa.
Sumber :
Towards an Islamic Christology: The Death of Jesus, Reality or Delusion”
The Muslim World vol 70, No. 2, hal 96

The commentary of Tabari (d. 923 A.D) relates on the authority of Wahb (a Jewish convert) that when the Jews were seeking Hadhrat Jesusas to crucify him, God cast the likeness of Hadhrat Jesusas on seventeen disciples. The Jews threatened to kill them all, but instead took just one in the group and killed him, believing him to be Hadhrat Jesusas.

Tafsir Tabari (w. 923 M) menghubungkan dengan otoritas Wahb (seorang Yahudi yang kemudian memeluk Islam) adalah saat orang-orang Yahudi mencari Yesus untuk menyalibkannya, Allah menyebabkan TUJUH BELAS MURID YESUS MENJADI MENYERUPAI YESUS. Orang-orang Yahudi mengancam membunuh mereka namun akhirnya mengambil satu diantara mereka yang mereka percayai sebagai Yesus asli dan membunuhnya.

Namun uniknya pandangan bahwa teori penggantian oleh Yudas ataupun siapapun dia ditolak oleh ulama berikut.
Sumber :
The Holy Qur’an
Terjemahan : Muhammad Asad

QS 4:157:
……
Commentary number 171 by M. Asad reads:
Thus, the Qur’an categorically denies the story of the crucifixion of Jesus. There exist, among Muslims, many fanciful legends telling us that at the last moment God substituted for Jesus a person closely resembling him [according to some accounts that person was Judas], who was subsequently crucified in his place. However, none of these Legends finds the slightest support in the Qur’an or in authentic Traditions, and the stories produced in this connections by the classical commentators must be summarily rejected. They represent no more than confused attempts at “harmonizing” the Quranic statement that Jesus was not crucified with the graphic description, in the Gospels, of his crucifixion…….

Komentar nomor 171 oleh M. Asad :
Jadi, al-Qur’an menolak kisah penyaliban Yesus. Ada dalam kasanah muslim, beberapa legenda fantastic dimana disaat terakhir Aulloh mengganti Yesus dengan seseorang yang mirip dengannya [menurut beberapa laporan orang itu adalah Yudas], yang disalibkan sebagai penggantinya. NAMUN, TIDAK ADA SATUPUN KISAH LEGENDA ITU YANG MEMILIKI DASAR DARI AL-QUR’AN DAN TRADISI YANG OTENTIK, DAN KISAH-KISAH YANG DIPAPARKAN OLEH AHLI-AHLI TAFSIR SEHUBUNGAN HAL INI [color=red]HARUS DITOLAK. Mereka tidak lebih berusaha mengharmoniskan pernyataan al-Qur’an bahwa Yesus tidak disalibkan dengan penggambaran Injil tentang penyaliban….. [/color]

Lagi-lagi, sesama muslim telah saling berbantah-bantahan sendiri tanpa adanya seorang orientalis yang melontarkan pendapat. Ironis sekali.

IV.5.3. PENYALIBAN HANYA SEKEDAR LEGENDA
Karena disulitkan karena teori penggantian yang menempatkan Aulloh SWT sebagai penipu, maka muncul lagi pendapat ketiga dimana kisah penyaliban Yesus tidak lebih hanya sekedar legenda. Teori ini melepaskan Aulloh SWT sebagai penipu.
Sumber :
The Holy Qur’an
Terjemahan : Muhammad Asad

QS 4:157: …..
Commentary number 171 by M. Asad reads:
………. The story of crucifixion ….. “but it only appeared to them as if it had been so” – implying that in the course of time, long after the time of Jesus, a legend had somehow grown up [possibly under the then-powerful influence of Mithraistic beliefs] to the effect that he had died on the cross in order to atone for the “original sin” with which mankind is allegedly burdened; and this legend became so firmly established among the latter-day followers of Jesus that even his enemies, the Jews, began to believe it – albeit in a derogatory sense [for crucifixion was, in those times, a heinous form of death penalty reserved for the lowest criminals]. This to my mind, is the only satisfactory explanation of the phrase wa-lakin shubbiha lahum, the more so as the expression shubbiha li, “[a thing] became a fancied image to me”, i.e., “in my mind” – in other words, “[it] seemed to me” [see Qamus, art. khayala, as well as Lane II, 833, and IV, 1500].

….. Kisah penyaliban … “tetapi itu hanya tampak bagi mereka seolah-olah terjadi” mengindikasikan bahwa dengan berjalannya waktu, lama setelah masa Yesus, legenda telah terbentuk (mungkin atas dasar pengaruh Mithra) dengan efek bahwa Isa telah meninggal di kayu salib sebagai kurban penebusan terhadap dosa asal …. Dan legenda menjadi sangat kuat diantara pengikut Yesus bahkan hingga musuhnya yaitu Yahudi menjadi mempercayainya ……..

Namun pandangan Muhammad Asad ini runtuh dengan sendirinya karena catatan penyaliban Yesus sudah ada dalam Injil sinoptik yang telah ditulis sebelum tahun 70 M. (Matius 60 M, Markus 55 – 65 M dan Lukas 60 – 63 M). Masih banyak saksi mata yang hidup disekitar tahun 55 – 63 M yang dapat membantah peristiwa penyaliban Yesus tesebut. Legenda tidak mungkin muncul pada saat saksi mata masih banyak yang hidup.

IV.6. MUSLIMLAH YANG BINGUNG
QS 4 : 157 :
……. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar DALAM KERAGU-RAGUAN TENTANG YANG DIBUNUH ITU. MEREKA TIDAK MEMPUNYAI KEYAKINAN TENTANG SIAPA YANG DIBUNUH ITU, KECUALI MENGIKUTI PERSANGKAAN BELAKA, MEREKA TIDAK (PULA) YAKIN BAHWA YANG MEREKA BUNUH ITU ADALAH ‘ISA.

Ayat ini justru sangat COCOK DITIMPAKAN KEPADA MUSLIM sendiri :
1. Muslim tidak yakin tentang siapa yang dibunuh itu, ada yang ngomong Yudas, ada yang ngomong salah satu dari 12 murid, ada yang ngomong salah satu dari 17 murid yang semuanya diserpakan menjadi Yesus. Tetapi siapa namanya??
2. Muslim tidak juga yakin apakah upaya pembunuhan itu terjadi, ada yang ngomong Isa memang disalibkan tapi tidak meninggal ada yang ngomong itu cuma legenda.
3. Akhirnya muslim sendirilah yang harus membuat persangkaan- persangkaan tentang apa yang terjadi tersebut.

Melihat hal diatas, runtuhlah sudah klaim Al-Qur’an yang menyatakan dirinya terperinci dan mendetail :
QS 6 : 114 :
“….. padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan TERPERINCI ….
QS 16 : 89 : “……… Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur’an) untuk MENJELASKAN SEGALA SESUATU dan petunjuk serta rahmat …..”

AL-QUR’AN JELAS SANGAT KEDODORAN dalam menjelaskan tentang peristiwa penyaliban tersebut. Al-Qur’an yang mengklaim terperinci dan mendetail tidak menjelaskan sama sekali tentang :
1. Bagaimana proses penangkapan Yesus
2. Setelah itu Yesus dibawa kemana dan si Yesus palsu dibawa kemana
3. Bagaimana proses penyaliban si Yesus palsu
4. Bagaimana kemudian murid-murid Yesus mengarang kisah palsu Yesus disalibkan dan bangkit
5. Bagaimana murid-murid Yesus kemudian harus mencuri tubuh Yesus palsu untuk menghilangkan bukti pemalsuan
6. Bagaimana musuh-musuh Yesus tidak berusaha membongkar kubur Yesus palsu untuk melawan pengajaran Yesus palsu bangkit

Semua kebingungan itu hanyalah mungkin jika Al-Qur’an memang hanya ditulis dari hasil dengar-dengaran belaka, alias bukan berasal dari Allah SWT melainkan berasal dari Muhammad SAW sendiri sesuai ayat berikut :
QS 69 : 40 :
Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia

Kalimat “Allah yang diturunkan kepada” tidak ada dalam Al-Qur’an.
Jadi QS 69 : 40 harusnya berbunyi :
Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar WAHYU RASUL yang mulia

JADI WAHYU MUHAMMAD SAW YANG DIDAPAT DARI DENGAR-DENGARAN DARI KIRI DAN KANAN SEHINGGA MENGHASILKAN CERITA YANG TIDAK LENGKAP DAN MEMBINGUNGKAN.

IV.6. ALLAH SWTPUN AKAN MENIPU MUSLIM
Uniknya kisah penipuan dengan merubah wajah dan penampilan ini akan dilakukan juga oleh Aulloh SWT terhadap umat muslim sendiri.
Sumber :
Sahih Al-Bukhari,
Volume 8, Buku 76, No 577 (juga Volume 9, Buku 93, No 532s)

Dikisahkan oleh Abu Huraira :
Beberapa orang bertanya, “O Rasulullah, apakah kami akan melihat Tuhan kami di hari kebangkitan? ” Rasulullah berkata, “Apakah kalian beramai-ramai dan berdesak-desakan saat melihat matahari tidak tertutup awan?” Mereka menjawab, “Tidak” Rasulullah berkata, “Apakah kalian beramai-ramai dan berdesak-desakan saat melihat bulan purnama tidak tertutup awan?” Mereka menjawab, “Tidak” Rasulullah berkata, “Demikian pula kalian akan melihat Tuhan di hari kebangkitan. Aulloh akan mengumpulkan kalian semua dan berkata. `Siapapun yang menyembah sesuatu akan mengikuti apa yang dia sembah …….. …… …. AULLOH AKAN DATANG KEPADA MEREKA DALAM BENTUK YANG TIDAK PERNAH MEREKA KENAL dan akan berkata, `Akulah tuhanmu’. Mereka akan berkata, `Kami berlindung dengan Aulloh terhadap kamu. Ini adalah kediaman kami dan kami tidak akan mengikuti kamu hingga Tuhan kami datang, dan ketika Tuhan kami datang, kami akan mengenalNya’ KEMUDIAN AULLOH AKAN DATANG DALAM WUJUD YANG MEREKA KENAL dan berkata, `Akulah Tuhanmu’ Mereka akan berkata, `Sunguh, Engkaulah Tuhan kami’, dan mereka akan mengikutiNya ….

Demikianlah Aulloh SWT ternyata juga akan melakukan tipuan kepada muslim.
Tipuan ini tercatat juga dalamAl-Qur’ an saat terjadinya perang Badr.
QS 8 : 43 :
(Ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu dalam mimpimu (dalam jumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepadamu (dalam jumlah) banyak, tentu kamu akan merasa gentar dan berselisih didalam urusan ini, tetapi Allah telah menyelamatkan (kamu dari perselisihan) . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati”

QS 8 : 43 berbicara tentang perang Badar. Al Qur’an mencatat perang Badar dimana Aulloh SWT melakukan “penyesatan” lewat mimpi Muhammad demi hendak menaikkan moral perang diantara pejuang Muslim. Lewat mimpi, Aulloh memperlihatkan kepada Muhammad bahwa musuh yang akan dihadapi hanyalah sejumlah kecil, padahal sebenarnya bohong. APAKAH AULLOH TIDAK MAMPU MENOLONG MAHLUKNYA DENGAN BANYAK CARA LAIN YANG TIDAK USAH MELIBATKAN PENIPUAN DAN PENYESATAN MANUSIA.

KARENA AULLOH SWT MAMPU MENIPU MUSLIM, JADI TIDAK ADA JAMINAN SAMA SEKALI BAHWA SAAT INI AULLOH TIDAK MENIPU MUSLIM DENGAN CERITA PENYALIBAN DALAM AL-QUR’AN YANG JELAS-JELAS KACAU BALAU.

V. KASIH VS PENIPUAN
Bagi Kristen, penyaliban adalah perwujutan KASIH Allah Bapa kepada manusia.
Yohanes 3 : 16 – 17 :
Karena begitu besar KASIH ALLAH AKAN DUNIA INI, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya TIDAK BINASA, MELAINKAN BEROLEH HIDUP YANG KEKAL.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Pengajaran kasih ini yang sudah ada sejak abad 1 M, ternyata ditentang oleh Aulloh SWT 600 tahun kemudian dengan pengajaran PENIPUAN PENYALIBAN.
QS 4 : 157 :
dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah [378]”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (YANG MEREKA BUNUH IALAH) ORANG YANG DISERUPAKAN DENGAN ‘ISA BAGI MEREKA……

Sungguh ironi terbesar, pengajaran KASIH dilawan dengan pengajaran PENIPUAN PENYALIBAN.

Menurut Al-qur’an, pengajaran kasih jelas mendapat ganjaran surga.
QS 58 : 22 :
Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling BERKASIH-SAYANG dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya …. Dan dimasukan-Nya mereka ke DALAM SURGA yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya…..

Sementara menurut Al-Qur’an pengajaran tipu menipu mendapatkan ganjaran siksa didunia dan akhirat.
QS 3 : 54 – 56
ORANG-ORANG KAFIR ITU MEMBUAT TIPU DAYA, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan SIKSA YANG SANGAT KERAS DI DUNIA DAN DI AKHIRAT, dan mereka tidak memperoleh penolong

Jadi mana yang mau kita ikuti, ajaran kasih sesuai Alkitab yang berbuah surga ataukah ajaran penipuan sesuai Al-Qur’an yang berbuah siksa dunia dan akhirat???

VI. KESIMPULAN
Mencermati uraian diatas dapat disimpulkan :

1. Kristen, bidat Kristen, sejarawan Yahudi, sejarawan Romawi dan sejarawan Yunani percaya bahwa Yesus telah disalibkan dan meningal. Tidak ada kebingungan tentang siapa yang disalibkan tersebut.

2. Bidat Kristen yang percaya Yesus tidak disalibkan karena menganggap Yesus adalah sepenuhnya ilahi. Ironisnya dari sinilah Muhammad SAW mengambil pengajarannya tanpa tahu latar belakang penolakan tersebut. Maklum karena didapat dari dengar-dengaran kiri dan kanan.

3. Justru muslim sendirilah yang bingung tentang kisah penyaliban tersebut.. Semua teori mereka saling bertentangan satu dengan lainnya tanpa perlu adanya orientalis ikut nimbrung didalamnya.

4. Ajaran penipuan penyaliban jelas akan diganjar dengan siksa dunia dan akhirat. Sebaliknya ajaran kasih penebusan akan diganjar surga.

5. Karena Aulloh SWT mempunyai sifat penipu, dan pernah menipu muslim maka sangat mungkin Aulloh SWT saat ini memang sedang menipu muslim dengan Al-Qur’annya

Sekian