Tabari juga menyatakan adanya pendapat bahwa 17 orang menjadi diserupakan menjadi Isa.
Sumber : Towards an Islamic Christology: The Death of Jesus, Reality or Delusion”
The Muslim World vol 70, No. 2, hal 96

The commentary of Tabari (d. 923 A.D) relates on the authority of Wahb (a Jewish convert) that when the Jews were seeking Hadhrat Jesusas to crucify him, God cast the likeness of Hadhrat Jesusas on seventeen disciples. The Jews threatened to kill them all, but instead took just one in the group and killed him, believing him to be Hadhrat Jesusas.

Tafsir Tabari (w. 923 M) menghubungkan dengan otoritas Wahb (seorang Yahudi yang kemudian memeluk Islam) adalah saat orang-orang Yahudi mencari Yesus untuk menyalibkannya, Allah menyebabkan TUJUH BELAS MURID YESUS MENJADI MENYERUPAI YESUS. Orang-orang Yahudi mengancam membunuh mereka namun akhirnya mengambil satu diantara mereka yang mereka percayai sebagai Yesus asli dan membunuhnya.

Namun uniknya pandangan bahwa teori penggantian oleh Yudas ataupun siapapun dia ditolak oleh ulama berikut.
Sumber : The Holy Qur’an, Terjemahan : Muhammad Asad
QS 4:157: ……
Commentary number 171 by M. Asad reads:
Thus, the Qur’an categorically denies the story of the crucifixion of Jesus. There exist, among Muslims, many fanciful legends telling us that at the last moment God substituted for Jesus a person closely resembling him [according to some accounts that person was Judas], who was subsequently crucified in his place. However, none of these Legends finds the slightest support in the Qur’an or in authentic Traditions, and the stories produced in this connections by the classical commentators must be summarily rejected. They represent no more than confused attempts at “harmonizing” the Quranic statement that Jesus was not crucified with the graphic description, in the Gospels, of his crucifixion…….

Komentar nomor 171 oleh M. Asad :
Jadi, al-Qur’an menolak kisah penyaliban Yesus. Ada dalam kasanah muslim, beberapa legenda fantastic dimana disaat terakhir Aulloh mengganti Yesus dengan seseorang yang mirip dengannya [menurut beberapa laporan orang itu adalah Yudas], yang disalibkan sebagai penggantinya. NAMUN, TIDAK ADA SATUPUN KISAH LEGENDA ITU YANG MEMILIKI DASAR DARI AL-QUR’AN DAN TRADISI YANG OTENTIK, DAN KISAH-KISAH YANG DIPAPARKAN OLEH AHLI-AHLI TAFSIR SEHUBUNGAN HAL INI HARUS DITOLAK. Mereka tidak lebih berusaha mengharmoniskan pernyataan al-Qur’an bahwa Yesus tidak disalibkan dengan penggambaran Injil tentang penyaliban…..

Lagi-lagi, sesama muslim telah saling berbantah-bantahan sendiri tanpa adanya seorang orientalis yang melontarkan pendapat. Ironis sekali.

IV.5.3. PENYALIBAN HANYA SEKEDAR LEGENDA
Karena disulitkan karena teori penggantian yang menempatkan Aulloh SWT sebagai penipu, maka muncul lagi pendapat ketiga dimana kisah penyaliban Yesus tidak lebih hanya sekedar legenda. Teori ini melepaskan Aulloh SWT sebagai penipu.
Sumber : The Holy Qur’an, Terjemahan : Muhammad Asad
QS 4:157: …..
Commentary number 171 by M. Asad reads:
………. The story of crucifixion ….. “but it only appeared to them as if it had been so” – implying that in the course of time, long after the time of Jesus, a legend had somehow grown up [possibly under the then-powerful influence of Mithraistic beliefs] to the effect that he had died on the cross in order to atone for the “original sin” with which mankind is allegedly burdened; and this legend became so firmly established among the latter-day followers of Jesus that even his enemies, the Jews, began to believe it – albeit in a derogatory sense [for crucifixion was, in those times, a heinous form of death penalty reserved for the lowest criminals]. This to my mind, is the only satisfactory explanation of the phrase wa-lakin shubbiha lahum, the more so as the expression shubbiha li, “[a thing] became a fancied image to me”, i.e., “in my mind” – in other words, “[it] seemed to me” [see Qamus, art. khayala, as well as Lane II, 833, and IV, 1500].

….. Kisah penyaliban … “tetapi itu hanya tampak bagi mereka seolah-olah terjadi” mengindikasikan bahwa dengan berjalannya waktu, lama setelah masa Yesus, legenda telah terbentuk (mungkin atas dasar pengaruh Mithra) dengan efek bahwa Isa telah meninggal di kayu salib sebagai kurban penebusan terhadap dosa asal …. Dan legenda menjadi sangat kuat diantara pengikut Yesus bahkan hingga musuhnya yaitu Yahudi menjadi mempercayainya ……..

Namun pandangan Muhammad Asad ini runtuh dengan sendirinya karena catatan penyaliban Yesus sudah ada dalam Injil sinoptik yang telah ditulis sebelum tahun 70 M. (Matius 60 M, Markus 55 – 65 M dan Lukas 60 – 63 M). Masih banyak saksi mata yang hidup disekitar tahun 55 – 63 M yang dapat membantah peristiwa penyaliban Yesus tesebut. Legenda tidak mungkin muncul pada saat saksi mata masih banyak yang hidup.

IV.6. MUSLIMLAH YANG BINGUNG
QS 4 : 157 :
……. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar DALAM KERAGU-RAGUAN TENTANG YANG DIBUNUH ITU. MEREKA TIDAK MEMPUNYAI KEYAKINAN TENTANG SIAPA YANG DIBUNUH ITU, KECUALI MENGIKUTI PERSANGKAAN BELAKA, MEREKA TIDAK (PULA) YAKIN BAHWA YANG MEREKA BUNUH ITU ADALAH ‘ISA.

Ayat ini justru sangat COCOK DITIMPAKAN KEPADA MUSLIM sendiri :
1. Muslim tidak yakin tentang siapa yang dibunuh itu, ada yang ngomong Yudas, ada yang ngomong salah satu dari 12 murid, ada yang ngomong salah satu dari 17 murid yang semuanya diserpakan menjadi Yesus. Tetapi siapa namanya??
2. Muslim tidak juga yakin apakah upaya pembunuhan itu terjadi, ada yang ngomong Isa memang disalibkan tapi tidak meninggal ada yang ngomong itu cuma legenda.
3. Akhirnya muslim sendirilah yang harus membuat persangkaan- persangkaan tentang apa yang terjadi tersebut.

Melihat hal di atas, runtuhlah sudah klaim Al-Qur’an yang menyatakan dirinya terperinci dan mendetail:
QS 6 : 114  “….. padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan TERPERINCI ….
QS 16 : 89  “……… Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur’an) untuk MENJELASKAN SEGALA SESUATU dan petunjuk serta rahmat …..”

AL-QUR’AN JELAS SANGAT KEDODORAN dalam menjelaskan tentang peristiwa penyaliban tersebut. Al-Qur’an yang mengklaim terperinci dan mendetail tidak menjelaskan sama sekali tentang :
1. Bagaimana proses penangkapan Yesus
2. Setelah itu Yesus dibawa kemana dan si Yesus palsu dibawa kemana
3. Bagaimana proses penyaliban si Yesus palsu
4. Bagaimana kemudian murid-murid Yesus mengarang kisah palsu Yesus disalibkan dan bangkit
5. Bagaimana murid-murid Yesus kemudian harus mencuri tubuh Yesus palsu untuk menghilangkan bukti pemalsuan
6. Bagaimana musuh-musuh Yesus tidak berusaha membongkar kubur Yesus palsu untuk melawan pengajaran Yesus palsu bangkit

Semua kebingungan itu hanyalah mungkin jika Al-Qur’an memang hanya ditulis dari hasil dengar-dengaran belaka, alias bukan berasal dari Allah SWT melainkan berasal dari Muhammad SAW sendiri sesuai ayat berikut :
QS 69 : 40 :
Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia

Kalimat “Allah yang diturunkan kepada” tidak ada dalam Al-Qur’an.
Jadi QS 69 : 40 harusnya berbunyi :
Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar WAHYU RASUL yang mulia

JADI WAHYU MUHAMMAD SAW YANG DIDAPAT DARI DENGAR-DENGARAN DARI KIRI DAN KANAN SEHINGGA MENGHASILKAN CERITA YANG TIDAK LENGKAP DAN MEMBINGUNGKAN.

IV.6. ALLAH SWT PUN AKAN MENIPU MUSLIM
Uniknya kisah penipuan dengan merubah wajah dan penampilan ini akan dilakukan juga oleh Aulloh SWT terhadap umat muslim sendiri.
Sumber :
Sahih Al-Bukhari,
Volume 8, Buku 76, No 577 (juga Volume 9, Buku 93, No 532s)

Dikisahkan oleh Abu Huraira :
Beberapa orang bertanya, “O Rasulullah, apakah kami akan melihat Tuhan kami di hari kebangkitan?” Rasulullah berkata, “Apakah kalian beramai-ramai dan berdesak-desakan saat melihat matahari tidak tertutup awan?” Mereka menjawab, “Tidak” Rasulullah berkata, “Apakah kalian beramai-ramai dan berdesak-desakan saat melihat bulan purnama tidak tertutup awan?” Mereka menjawab, “Tidak” Rasulullah berkata, “Demikian pula kalian akan melihat Tuhan di hari kebangkitan. Aulloh akan mengumpulkan kalian semua dan berkata. ‘Siapapun yang menyembah sesuatu akan mengikuti apa yang dia sembah …….. …… …. AULLOH AKAN DATANG KEPADA MEREKA DALAM BENTUK YANG TIDAK PERNAH MEREKA KENAL dan akan berkata, ‘Akulah tuhanmu’. Mereka akan berkata, ‘Kami berlindung dengan Aulloh terhadap kamu. Ini adalah kediaman kami dan kami tidak akan mengikuti kamu hingga Tuhan kami datang, dan ketika Tuhan kami datang, kami akan mengenalNya’ KEMUDIAN AULLOH AKAN DATANG DALAM WUJUD YANG MEREKA KENAL dan berkata, ‘Akulah Tuhanmu’ Mereka akan berkata, ‘Sunguh, Engkaulah Tuhan kami’, dan mereka akan mengikutiNya ….

Demikianlah Aulloh SWT ternyata juga akan melakukan tipuan kepada muslim.
Tipuan ini tercatat juga dalamAl-Qur’an saat terjadinya perang Badr.
QS 8 : 43 :
(Ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu dalam mimpimu (dalam jumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepadamu (dalam jumlah) banyak, tentu kamu akan merasa gentar dan berselisih didalam urusan ini, tetapi Allah telah menyelamatkan (kamu dari perselisihan) . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati”

QS 8 : 43 berbicara tentang perang Badar. Al Qur’an mencatat perang Badar dimana Aulloh SWT melakukan “penyesatan” lewat mimpi Muhammad demi hendak menaikkan moral perang diantara pejuang Muslim. Lewat mimpi, Aulloh memperlihatkan kepada Muhammad bahwa musuh yang akan dihadapi hanyalah sejumlah kecil, padahal sebenarnya bohong. APAKAH AULLOH TIDAK MAMPU MENOLONG MAHLUKNYA DENGAN BANYAK CARA LAIN YANG TIDAK USAH MELIBATKAN PENIPUAN DAN PENYESATAN MANUSIA.

KARENA AULLOH SWT MAMPU MENIPU MUSLIM, JADI TIDAK ADA JAMINAN SAMA SEKALI BAHWA SAAT INI AULLOH TIDAK MENIPU MUSLIM DENGAN CERITA PENYALIBAN DALAM AL-QUR’AN YANG JELAS-JELAS KACAU BALAU.

V. KASIH VS PENIPUAN
Bagi Kristen, penyaliban adalah perwujutan KASIH Allah Bapa kepada manusia.
Yohanes 3 : 16 – 17 :
Karena begitu besar KASIH ALLAH AKAN DUNIA INI, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya TIDAK BINASA, MELAINKAN BEROLEH HIDUP YANG KEKAL.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Pengajaran kasih ini yang sudah ada sejak abad 1 M, ternyata ditentang oleh Aulloh SWT 600 tahun kemudian dengan pengajaran PENIPUAN PENYALIBAN.
QS 4 : 157 :
dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah [378]”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (YANG MEREKA BUNUH IALAH) ORANG YANG DISERUPAKAN DENGAN ‘ISA BAGI MEREKA……

Sungguh ironi terbesar, pengajaran KASIH dilawan dengan pengajaran PENIPUAN PENYALIBAN.

Menurut Al-qur’an, pengajaran kasih jelas mendapat ganjaran surga.
QS 58 : 22 :
Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling BERKASIH-SAYANG dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya …. Dan dimasukan-Nya mereka ke DALAM SURGA yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya…..

Sementara menurut Al-Qur’an pengajaran tipu menipu mendapatkan ganjaran siksa didunia dan akhirat.
QS 3 : 54 – 56
ORANG-ORANG KAFIR ITU MEMBUAT TIPU DAYA, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan SIKSA YANG SANGAT KERAS DI DUNIA DAN DI AKHIRAT, dan mereka tidak memperoleh penolong

Jadi mana yang mau kita ikuti, ajaran kasih sesuai Alkitab yang berbuah surga ataukah ajaran penipuan sesuai Al-Qur’an yang berbuah siksa dunia dan akhirat???

VI. KESIMPULAN
Mencermati uraian diatas dapat disimpulkan :

1. Kristen, bidat Kristen, sejarawan Yahudi, sejarawan Romawi dan sejarawan Yunani percaya bahwa Yesus telah disalibkan dan meninggal. Tidak ada kebingungan tentang siapa yang disalibkan tersebut.

2. Bidat Kristen yang percaya Yesus tidak disalibkan karena menganggap Yesus adalah sepenuhnya ilahi. Ironisnya dari sinilah Muhammad SAW mengambil pengajarannya tanpa tahu latar belakang penolakan tersebut. Maklum karena didapat dari dengar-dengaran kiri dan kanan.

3. Justru muslim sendirilah yang bingung tentang kisah penyaliban tersebut.. Semua teori mereka saling bertentangan satu dengan lainnya tanpa perlu adanya orientalis ikut nimbrung didalamnya.

4. Ajaran penipuan penyaliban jelas akan diganjar dengan siksa dunia dan akhirat. Sebaliknya ajaran kasih penebusan akan diganjar surga.

5. Karena Aulloh SWT mempunyai sifat penipu, dan pernah menipu muslim maka sangat mungkin Aulloh SWT saat ini memang sedang menipu muslim dengan Al-Qur’annya.

Baca juga:

Ketika Aulloh Menipu Manusia

Tuhan Yang Penipu Dan Mesias Yang Tidak Kompeten
Penyaliban dalam Quran
Data-data Sejarah tentang Penyaliban Yesus