Diambil dari :
MUHAMMAD BIN SHALEH AL MUNAJJID
محمد صالح المنجد

Penerjemah : AINUL HARITS UMAR THAYYIB
ترجمة: عين الحارث عمر طيب

Murajaah :
ABU BAKAR MUHAMMAD AL TUWAY
DR.MUH.MU’INUDINILLAH BASRI, MA
FIR’ADI NASRUDDIN ABDULLAH, LC
ERWANDI TARMIZI

Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah
المكتب التعاوني للدعوة وتوعية الجاليات بالربوة بمدينة الرياض
1428 – 2007

Mendengarkan dan Menikmati Musik

Ibn Mas’ud bersumpah dengan nama Allah SWT bahwa yang dimaksud dengan firman Allah SWT:

[31.6] Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan
menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

Adalah Nyanyian [Tafsir Ibnu Katsir: 6/333]

Abu Amir dan Abu Malik Al Asy’ari meriwayatkan, bersabda Rasulullah:

‘”Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan alat-alat musik”. [Hadis Riwayat Bukhari, Fathul Bari; 10/51]

Dan dalam hadis Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:

“Kelak akan terjadi pada umat ini (tiga hal): (mereka) di tenggelamkan (ke dalam bumi), dihujani dengan batu, dan dirubah bentuk mereka. Yaitu jika mereka minum arak, mengundang biduanita-biduanita (untuk menyanyi) dan menabuh (memainkan) musik”. [As Silsilah Ash Shahihah; 2203, diriwayatkan Ibnu Abi Dunya dalam kitab Dzammul Malahi dan At Tirmidzi; no.2212]

Nabi melarang gendang, lalu menyatakan; seruling adalah suara orang jahil (bodoh) dan ahli maksiat. Para ulama terdahulu seperti Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berdasarkan hadis-hadis sahih yang melarang alat-alat musik secara mutlak, telah menetapkan haramnya alat-alat musik seperti : kecapi, seruling, rebab, simbab dan yang lainnya.

Tidak diragukan lagi, alat-alat musik modern yang kita kenal saat ini, masuk dalam kategori alat-alat musik yang dilarang oleh Nabi. Seperti: Piano, biola, harpa, guitar, dsb.

Bahkan alat-alat musik modern tsb lebih cepat mempengaruhi mabuknya jiwa dari pada alat-alat musik zaman dahulu yang telah diharamkan dalam beberapa hadis.

Menurut penuturan para ulama, diantaranya Ibnul Qayyim rahimahullah: “Keterlenaan dan mabuknya jiwa akibat pengaruh nyanyian lebih besar bahayanya dari pada akibat minuman arak. Kemudian tak diragukan lagi, pelanggarannya akan lebih keras dan dosanya akan lebih besar jika alat-alat musik tsb diiringi dengan nyanyian, baik oleh biduan atau biduanita. Lalu, bahayanya akan lebih bertumpuk jika untaian kata-kata syairnya berkisah tentang cinta, asmara, kecantikan wanita atau ketampanan pria.” [Saat ini bahkan kita kenal istilah dakwah lewat musik. Adakah pencampur adukan antara kebenaran dan kebatilan yang lebih nyata dari ini?]

Karena itu tidak mengherankan jika para ulama menyebutkan, nyanyian adalah jalan/sarana yang dapat menghantarkan pada perbuatan zina, menumbuhkan perasaan nifak dalam hati. Dan secara umum, nyanyian dan musik adalah tema besar zaman ini yang melahirkan banyak fitnah.

Musibah itu akan semakin menjadi-jadi, setelah pada zaman ini kita saksikan musik menyelusup ke setiap barang dan ruang. Seperti jam dinding, bel, mainan anak-anak, komputer, pesawat telpon dsb.

Untuk menghindari berbagai hal diatas sungguh memerlukan kekuatan hati yang tangguh. Mudah-mudahan Allah SWT menjadi penolong bagi kita semua. Amien…

____________ _____
Para Muslim tidaklah bodoh. Mereka bisa melihat bahwa Islam adalah salah. Mereka tahu ayat2 Quran bertentangan satu sama lain. Mereka tahu Islam bertentangan dengan kecerdasan manusia dan tidak masuk akal, tapi mereka begitu terjebak di dalamnya sehingga mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka memaksa diri mereka untuk percaya, karena tanpa itu, mereka bagaikan tersesat.
– Ali Sina