Kata “KAMI” dalam Quran adalah dimaksudkan untuk kata ganti ALLAH & MUHAMMAD.

KAMI = ALLAH/malaikat Jibril + RASULNYA (MUHAMMAD)

Dan untuk ayat berikut : QS 2:34 Dan (ingatlah) ketika KAMI berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali Iblis ………… ……..

Anda bisa membayangkan sendiri….
ALLAH dan MUHAMMAD berfirman kepada para malaikat?

Sebenarnya secara tersirat, Muhammad menyatakan kepada kita semua bahwa dirinya adalah titisan Makhluk Surgawi.

Dia (Muhammad) dan Allah di surga pernah berfirman kepada para malaikat. Begitulah menurut QS 2:34.

Muhammad dalam hati kecilnya memang sungguh-sungguh telah meninggikan diri, telah menggabungkan dirinya dengan “allah” kayalannya sendiri:

QS 70:40
Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Muhammad menyatakan dirinya Maha Kuasa!!!

Perhatikan QS 70:40 di atas, siapakah kata “AKU” dalam kalimat pertama?  Bukankah itu adalah Muhammad yang sedang bersumpah dengan Tuhan?  Kalau kata “AKU” ditafsirkan sebagai “allah”, apa pantas “tuhan” bersumpah dengan Tuhan? Tuhan yang mana lagi?

Kita simak ayat kelanjutannya:

QS 70:41
Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.

Ini adalah sesumbar Muhammad yang mengatakan dia dan “allah”-nya tidak dapat dikalahkan!  Ketahuilah, ayat-ayat ini diturunkan sewaktu Muhammad sedang memerangi suatu kaum di tanah Arab.  Muhammad membantai dan mengusir sebagian dari kaum tersebut dari tanah Arab karena tidak mau masuk Islam. Itulah sebabnya dalam ayat tersebut dikatakan Muhammad akan mengganti mereka dengan kaum yang lebih baik, maksudnya digantikan oleh orang-orang Muslim.

Banyak dongeng-dongeng Islam yang terinspirasi dari kegilaan Muhammad ini, di antaranya:

1) Muhammad sudah ada bersama Al-Illah jutaan tahun yang lalu sebelum dunia ini diciptakan (bahkan sebelum takhta Allah diciptakan Muhammad sudah ada)

2) Pada masa sebelum penciptaan dunia itu, Muhammad ada bersama Al-Illah berbentuk Sinar/Cahaya (Nur-e-Muhammad) .

3) Kemudian Allah menciptakan seekor burung merak dari Nur-e-Muhammad tersebut.

4)  Lalu saat Allah melihat Muhamad (saw) yg berbentuk burung ini, Noor-e-Muhamad (cahaya Muhamad) menjadi sangat gerah dan seluruh tubuhnya mulai berkeringat deras. Nah, dari keringatnya itulah Allah menciptakan Takhtanya, Malaikat, Lauhe Mahfouz, Pena, Bulan, Matahari, Planet2, Bintang2, Langit, Bumi dan semua Rasul, Nabi, para Awlia, para pengikut dan gedung paling suci; Ka’ba Sharif. Lalu Allah menciptakan Tanah bagi pembangunan mesjid di seluruh dunia.

5) Setelah itu, Allah mengatakan kepada Noor-e-Muhamad yg berbentuk burung merak itu, “Wahai temanKu yg paling Kusayangi, pandanglah sejenak teman2mu yg kau paling sukai.”

Lalu Noor-e-Muhamad setelah memandangi bagian depan, belakang, sisi kiri dan sisi kanannya melihat 4 garis cahaya (Noor) yg sangat terang. Cahaya2 ini adalah Hazrat Abu Bakr, Hazrat Umar, Hazrat Uthman dan Hazrat Ali, keempat sahabat dekat Muhamad.

Keempat Noor bersinar itu, bersama dgn Noor-e-Muhamadi, menghabiskan waktu 70.000 tahun memuji Allah. Lalu dari Noor-e-Muhamadi, Allah menciptakan Roh kesemua nabi. Lalu IA membuat semua nabi utk mengucapkan Kalimat Syahadat —La Ilah Illa Allah Muhammadur Rasul Allah. (Lengkapnya lihat di Dongeng dari Buku-buku Islam)

Entah dongeng ini berasal dari mulut Muhammad atau dibuat sesudah ia mati, dongeng-dongeng itu tidak terpaut jauh dari ego Muhammad dan kesombongannya.  Bukankah kepada orang-orang Mekah Nasrani dan Yahudi Muhammad mengklaim dirinya sebagai Mesiah?

Umat Islam selalu menyangkal bahwa kata KAMI dimaksudkan untuk menyatakan kesombongan Muhammad. Telah cukup jelas buat kita, kalau Muhammad telah menganggap dirinya begitu agung, dan menyebut dirinya sebagai Sahabat Allah yang paling dekat.  Kita simak dongeng berikut:

Setelah menyelesaikan ciptaanNya, Allah memerintahkan penanya: “Wahai pena, mulailah menulis Kalema Tayeb; La Ilah Illa Allah Muhammad-ar- Rasul Allah.” Lalu pena menulislan selama 400 tahun (ada yg mengatakan 4000 tahun), “La Ilah, Illa Allah” tetapi tidak pernah pena itu menulis bagian akhir, yi. Muhammad-ar- Rasul Allah. Lalu Allah bertanya pada pena itu: “Pena, apa yg kau tuliskan sejauh ini ?” Pena itu menunjukkan kpd Allah apa yg ditulisnya. Allah kemudian marah dan mengatakan, “Mengapa kau tidak menuliskan bagian terakhir ?” Jawab pena itu, “Ya Allah, saya tidak berani menyama-ratakan namaMu dgn siapapun.” Lalu Allah mengatakan, “Memang kau telah melakukan kesalahan besar dgn tidak menuliskan nama teman Saya. Segera tuliskan nama sahabat saya yg paling dekat.” Melihat kemarahan Allah, pena itu menjadi ketakutan dan mulai bergetar; sbg hasilnya, bagian depannya menjadi terbelah. (Lengkapnya lihat di Dongeng dari Buku-buku Islam)


Dan untuk membuktikan bahwa kata ganti KAMI memang dimaksudkan untuk ALLAH + RASULNYA (Muhammad) akan saya postingkan ayat-ayat Quran yang menguatkan tafsiran saya ini.

Inilah ayat-ayat QURAN yang membuktikan makna kata KAMI (=ALLAH+MUHAMMAD)

Muhammad mensejajarkan namanya dengan Allah.

Bacalah:

QS 3:32
Katakanlah (wahai Muhammad): Taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya. Oleh itu jika kamu berpaling (menderhaka) , maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir

QS 3:132
Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, supaya kamu diberi rahmat.

QS 4:13
Segala hukum yang tersebut adalah batas-batas (Syariat) Allah dan sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, akan dimasukkan oleh Allah ke dalam Syurga yang mengalir dari bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya dan itulah kejayaan yang amat besar.

QS 4:14
Dan sesiapa yang derhaka kepada Allah dan RasulNya dan melampaui batas-batas SyariatNya, akan dimasukkan oleh Allah ke dalam api Neraka, kekallah dia di dalamnya dan baginya azab seksa yang amat menghina.

QS 4:59
Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

QS 4:69
Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin [314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

QS 4:80
Sesiapa yang taat kepada Rasulullah, maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah dan sesiapa yang berpaling ingkar, maka (janganlah engkau berdukacita wahai Muhammad), kerana Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pengawal (yang memelihara mereka dari melakukan kesalahan).

QS 4:92
Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasul Allah dan awaslah (janganlah sampai menyalahi perintah Allah dan RasulNya). Oleh itu, jika kamu berpaling (enggan menurut apa yang diperintahkan itu), maka ketahuilah, bahawa sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (perintah-perintah) dengan jelas nyata.

QS 8:1
Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang harta rampasan perang. Katakanlah: Harta rampasan perang itu (terserah) bagi Allah dan bagi RasulNya (untuk menentukan pembahagiannya) . Oleh itu, bertakwalah kamu kepada Allah dan perbaikilah keadaan perhubungan di antara kamu, serta taatlah kepada Allah dan RasulNya, jika betul kamu orang-orang yang beriman.

QS 8:20
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berpaling daripadanya, sedang kamu mendengar (Al-Quran yang mewajibkan taatnya).

QS 8:46
Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak nescaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar.

QS 9:71
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang daripada berbuat kejahatan dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

QS 24:47
Dan (di antara orang-orang yang tidak dikehendakiNya ke jalan yang lurus ialah) mereka yang berkata: Kami beriman kepada Allah dan kepada RasulNya serta kami taat; kemudian sepuak dari mereka berpaling (membelakangkan perintah Allah dan Rasul) sesudah pengakuan itu dan (kerana berpalingnya) tidaklah mereka itu menjadi orang-orang yang sebenarnya beriman.

QS 24:51
Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman ketika mereka diajak ke pada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya, supaya menjadi hakim memutuskan sesuatu di antara mereka, hanyalah mereka berkata: Kami dengar dan kami taat: dan mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan.

QS 24:52
Dan sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya dan takut melanggar perintah Allah serta, menjaga dirinya jangan terdedah kepada azab Allah, maka merekalah orang-orang yang beroleh kemenangan.

QS 24:54
Katakanlah lagi (kepada mereka): Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul Allah. Kemudian jika kamu berpaling ingkar maka ketahuilah bahawa sesungguhnya Rasul Allah hanya bertanggungjawab akan apa yang ditugaskan kepadanya dan kamu pula bertanggungjawab akan apa yang ditugaskan kepada kamu dan jika kamu taat kepadanya nescaya kamu beroleh hidayat petunjuk dan (sebenarnya) Rasul Allah hanyalah bertanggungjawab menyampaikan perintah-perintah Allah dengan penjelasan yang terang nyata.

QS 24:56
Dan dirikanlah kamu akan sembahyang serta berilah zakat dan taatlah kamu kepada Rasul Allah; supaya kamu beroleh rahmat.

QS 33:33
Dan hendaklah kamu tetap diam di rumah kamu serta janganlah kamu mendedahkan diri seperti yang dilakukan oleh orang-orang Jahiliah zaman dahulu dan dirikanlah sembahyang serta berilah zakat dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah (perintahkan kamu dengan semuanya itu) hanyalah kerana hendak menghapuskan perkara-perkara yang mencemarkan diri kamu wahai “AhlulBait” dan hendak membersihkan kamu sebersih-bersihnya (dari segala perkara yang keji).

QS 33:36
Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata.

QS 33:71
Supaya Dia memberi taufik dengan menjayakan amal-amal kamu dan mengampunkan dosa-dosa kamu dan (ingatlah) sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya dia telah berjaya mencapai sebesar-besar kejayaan.

QS 47:33
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul Allah dan janganlah kamu batalkan amal-amal kamu!

QS 48:17
Tidaklah menjadi salah kepada orang buta dan tidaklah menjadi salah kepada orang tempang dan tidaklah menjadi salah kepada orang sakit (tidak turut berperang, kerana masing-masing ada uzurnya) dan (ingatlah), sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, akan dimasukkannya ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai dan sesiapa yang berpaling ingkar, akan diseksanya dengan azab yang tidak terperi sakitnya.

QS 49:14
Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS 58:13
Adakah kamu takut (akan kemiskinan) kerana kerap kali kamu memberi sedekah sebelum kamu mengadap? Kalau kamu tidak melakukan (perintah) itu dan Allah pun memaafkan kamu (kerana kamu tidak mampu), maka dirikanlah sembahyang dan berikanlah zakat (sebagaimana yang sewajibnya), serta taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya. Dan (ingatlah), Allah Maha Mendalam PengetahuanNya akan segala amalan yang kamu lakukan.

QS 64:12
Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada Rasulullah; maka kalau kamu berpaling (enggan taat, kamulah yang akan menderita balasannya yang buruk), kerana sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (perintah-perintah) dengan jelas nyata.

QS 72:23
Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Hanya nabi sinting saja yang menjajarkan namanya sendiri dengan nama Allah (tuhan).
Durhaka pada Muhammad = durhaka pada Allah
Tidak taat pada Muhammad = tidak taat pada Allah
Tidak hormat pada Muhammad = tidak hormat pada Allah
Menentang Muhammad = menentang Allah
Tidakkah kau lihat KEGANJILAN di sini? Siapakah Muhammad itu? Jika dia hanya orang biasa penyampai berita saja, mengapa pula manusia harus memperlakukannya sama seperti memperlakukan Tuhan agar bisa masuk surga? Saya katakan sekali lagi: kau sudah ditipu oleh orang biasa yang mengaku sebagai Rasul Allah.

ALLAH & RASUL sebagai DUET IDOLA

Untuk direnungkan:

Bila Muhammad memang benar-benar utusan Allah sesembahan Israel, seharusnya Muhammad tdk memasukkan dirinya sebagai salah satu unsur dalam “DUET IDOLA” (allah dan rasul…..allah dan rasul…..allah dan rasul…..dst)

Saya ambil satu contoh tulisan Muhammad:

Dan barangsiapa yg mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan -Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yg menghinakan. (QS 4:14)

Ayat di atas menunjukkan EGO, dan bukan menunjukkan kemurnian dari seorang utusan Tuhan.

Akan sangat TINGGI NILAINYA bila ayat tersebut tertulis begini:

Dan barangsiapa yg mendurhakai Allah dan melanggar ketentuan-ketentuan -Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yg menghinakan. (Surat Duladi ayat 1)

Saya ambil contoh tulisan Muhammad yg lain:

Sesungguhnya orang-orang yg menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yg menghinakan. (QS 33:57)

Ayat di atas menunjukkan EGO, dan bukan menunjukkan kemurnian dari seorang utusan Tuhan.

Akan sangat TINGGI NILAINYA bila ayat tersebut tertulis begini:

Sesungguhnya orang-orang yg menyakiti hati Allah, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yg menghinakan. (Surat Duladi ayat 2)

Saya ambil contoh tulisan yg lain:

Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yg sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan. (QS 58:5)

Ayat di atas menunjukkan EGO, dan bukan menunjukkan kemurnian dari seorang utusan Tuhan.

Akan sangat TINGGI NILAINYA bila ayat tersebut tertulis begini:

Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yg sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Allah telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan. (Surat Duladi ayat 3)

Dgn adanya DUET IDOLA itu, maka secara nalar dapat dipastikan bahwa perkataan-perkataan Muhammad memang bukan perkataan-perkataan Tuhan Sang Pencipta.

Tulisan-tulisan Muhammad tersebut menjadi rendah mutunya dan tdk bisa diyakini sebagai ucapan Tuhan karena kemasukan EGO.

Ayat-ayat itu sangat sarat dgn EGO seorang manusia yg ingin diakui, dipatuhi dan ditakuti. Muhammad telah menyetarakan dirinya dgn allah buatannya sendiri, yaitu allah taala Sang Dewa Bulan.

Dari ayat-ayat Quran, kita bisa membayangkan bagaimana Muhammad semasa hidupnya mendakwai orang-orang Yahudi dan Arab Nasrani.
Kira-kira begini:
Muhammad sambil membawa lembaran-lembaran Quran, dia berseru kepada orang-orang kafir: “Barangsiapa menentang Allah…. (sambil menunjuk lembaran Quran yg dibawanya) ……. dan RasulNya (sambil menunjuk dirinya sendiri)…. …. telah disediakan baginya siksa …bla bla bla….”

Jadi:
—-> Kitab Quran = allahnya Muhammad, yg dijadikan landasan bagi kerasulannya, agar orang mau patuh kepadanya
—-> Muhammad = rasulnya allah yg firmannya telah ditulis pada lembaran-lembaran Quran itu

Dgn adanya DUET IDOLA itu, akhirnya menjadi jelas juga makna dari kata `KAMI’. “Kami” = Duet Idola = allah dan rasul.

Coba kita simak ayat yg tadi:

Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan.  Sesungguhnya KAMI telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan. (QS 58:5)

Muhammad selalu menuliskan dirinya berdampingan dgn allah, (allah dan rasulnya), dan kemudian pada kalimat selanjutnya dia memakai kata ganti KAMI. Coba simak ayat di atas. Allah dan Rasul-Nya …=… KAMI

Jelas sudah Saudara-saudaraku, bahwa Muhammad adalah seorang BAJINGAN yg telah menipu kita semua.

Seorang nabi haruslah rendah hati dan tdk menempatkan dirinya sejajar dgn Allah yg telah mengutusnya.

Malaikat saja tdk berani menempatkan dirinya sejajar dgn nama Allah, misal : Patuhlah pada Allah dan Malaikatnya; atau kalau malaikat itu menyampaikan firman kepada manusia: Patuhlah kepada Allah dan aku (=malaikat). …….. Tdk ada model firman Allah seperti ini dalam sejarah Israel.

Kita simak ayat berikut:

Dan berkatalah Musa kepadanya: “Sekeluar aku dari kota ini, aku akan mengembangkan tanganku kepada TUHAN; guruh akan berhenti dan hujan es tdk akan turun lagi, supaya engkau mengetahui, bahwa bumi adalah milik TUHAN.
Tetapi tentang engkau dan para pegawaimu, aku tahu, bahwa kamu belum takut kepada TUHAN Allah.” (Keluaran 9:29-30)

Musa tdk menempatkan dirinya sejajar dgn Tuhan.

Sekiranya Musa adalah Muhammad, mungkin bunyi perkataannya akan menjadi seperti ini:

“Tetapi tentang engkau dan para pegawaimu, aku tahu, bahwa kamu belum takut kepada Tuhan Allah dan nabinya.” (Surat Iblis ayat 1)

….Tuhan Allah dan nabinya….. Musa tdk mengucapkan perkataan seperti ini, tetapi ……. “bahwa kamu belum takut kepada Tuhan Allah”. Musa sama sekali tdk memasukkan namanya sejajar dgn Tuhan yg mengutusnya.

Karena Musa adalah NABI ASLI. Di dalam kitab-kitab yg ditulis oleh Musa, sama sekali tdk menunjukkan adanya EGO dari seorang manusia Musa. Semuanya hanyalah untuk Allah semata, dan bukan untuk kepentingan dirinya.

Juga kita simak firman Tuhan yg ditulis oleh Nabi Yesaya:

Sungguh, Yerusalem telah runtuh dan Yehuda telah rubuh; sebab perkataan mereka dan perbuatan mereka melawan TUHAN dan mereka menantang kemuliaan hadirat-Nya. (Yesaya 3:8)

Yesaya tdk menempatkan dirinya sejajar dgn Allah. Seandainya Yesaya adalah Muhammad, mungkin bunyi firmannya akan menjadi seperti ini:

Sungguh, Yerusalem telah runtuh dan Yehuda telah rubuh; sebab perkataan mereka dan perbuatan mereka melawan TUHAN dan nabiNya (=Yesaya) dan mereka menantang kemuliaan hadirat-Nya. (Surat Iblis ayat 2)

…..Tuhan dan nabiNya….. . Yesaya tdk menggunakan model perkataan EGO seperti itu. Tuhan-lah yg sedang dia beritakan, dan bukan memberitakan dirinya agar sejajar dgn Tuhan yg mengutusnya.

Seorang nabi yg tahu bahwa bangsanya akan dihukum dan dilaknat oleh Tuhan, dia malah mendoakan bangsa itu dan tdk peduli walaupun dirinya dihujat dan dianiaya oleh bangsanya sendiri.
Bukannya malah mengutuki orang-orang kafir agar masuk neraka.

Kita simak ucapan Nabi Yeremia berikut ini, yg dgn tulus mendoakan bangsanya walaupun Nabi Yeremia dicerca dan dilawan habis-habisan oleh orang Israel. (Pada masanya, banyak sekali nabi palsu yg menubuatkan kebaikan bagi Israel, dan kepada nabi-nabi palsu itulah orang Israel berpihak dan malah memusuhi Nabi Yeremia, nabi asli utusan Allah).

“Sekalipun kesalahan-kesalahan kami bersaksi melawan kami, bertindaklah membela kami, ya TUHAN, oleh karena nama-Mu! Sebab banyak kemurtadan kami, kami telah berdosa kepada-Mu.
Ya Pengharapan Israel, Penolongnya di waktu kesusahan! Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini, seperti orang perjalanan yg hanya singgah untuk bermalam? (Yeremia 14:7-8)

Demikian harap Saudara-saudara Muslim mau menyimak penjelasan saya.

Berikutnya, saya akan mengulas makna kata : “SIKSA ALLAH DI DUNIA terhadap ORANG KAFIR” seperti yg sering ditemukan di dalam tulisannya Muhammad, di dalam Alquran.

Benarkah Allah yg sungguh-sungguh menyiksa manusia di dunia, ataukah justru Muhammad-lah yg melakukan penyiksaan itu?