Author: Amil Imani on Friday, August 25, 2006

Islam dgn mudah dapat dicap sbg ideologi barbaris yg sejajar dgn Nazisme, Fascisme dan bermacam2 faham Totaliter yg mempromosikan kebencian dan kekerasan terhdp mereka yg tidak sepaham.

Banyak Muslim tidak mengenal Islam. Ini sama saja dgn penduduk yg tidak tahu atau tidak mau tahu UU negaranya sendiri. Ini bukan alasan utk membebaskan orang dari kesalahan. Sama juga dgn Muslim. Hanya
karena mereka tidak tahu ajarannya, bukan berarti bahwa mereka harus dibebaskan dari kesalahan mereka. Mengikuti Islam secara buta adalah salah besar. Ini sama saja dgn mendukung Muslim2 tulen spt Bin Laden.

Pendukung Bin Laden bisa diklasifikasikan kedalam 4 golongan kader apologis Islam (mereka yg mencari2 alasan utk membenarkan Islam).

Pertama, apologis Islam terdiri dari para pakar agama berjenggot, parasit tidak tahu malu, yg bangga sbg pengikut ‘diehard’ Allah, disokong petrodollar dan manipulasi kemurahan hati kafir.

Lalu, ada juga apologis atau para ilusionis licin yg pandai membolak balikkan lidah. Mereka ini sangat sulit dilacak tapi mereka sangat efektif dlm pekerjaan mereka. Dgn taktik licik mencampurkan kebenaran dgn kebohongan, mereka mencengkram dan menipu Muslim2 yg memang mudah ditipu.

Dan yg berikutnya adalah barisan DOMBA — Muslim2 pada umumnya.
Merekalah yg menjadi tulang punggung Islam, mendukung kelangsungan hidup Islam. Barisan ROBOT ini berada digaris depan pasukan Allah yg menunjukkan cinta kasih dan pengampunanNya itu lewat pembunuhan non-Muslim dan bahkan sesama Muslim.

Masa semua Muslim dianggap teroris ? Ini khan yang kau tanyakan ?

YA ! Fakta bahwa kau mempertahankan diri sbg Muslim sama saja dgn pengakuan kesalahan karena tidak peduli dan oleh karena itu secara langsung maupun tidak langsung turut mendukung ajaran tiranis.

Golongan terakhir adalah barisan Muslim yg tidak memiliki keberanian utk meninggalkan Islam. Sudah tahu Islam bengis, tapi TAKUT murtad. Mungkin karena otak mereka sudah terprogram oleh Islam atau takut dimusuhi. Mereka ini juga tidak tahu malu dan merupakan pendukung tirani.

Ingat pribahasa, if a person is not part of the solution, he is part of the problem. Islam is indeed a huge problem. (Kalau seseorang bukan bagian dari solusi, maka ia bagian dari problema. Islam memang problema besar.)

Muslim pandai memindahkan fokus ke kejahatan orang/agama lain dan lupa mengaca pada diri sendiri. Kalau negara/agama lain bengis, itu berarti Islam juga boleh bengis. Begitu cara berpikir mereka.

Tapi fokus saya bukan agama atau negara lain. Fokus saya adalah Islam, karena bangsa saya, Iran, terlalu lama ditindas ideologi primitif dan asing itu. Setelah menyaksikan dgn mata kepala sendiri bgm Islamofascisme membawa kesengsaraan pada rakyat saya dan rakyat lain, saya bersumpah utk memberantas ideologi penuh penindasan, kebencian dan kekerasan ini.

Di AS saya menikmati hidup nyaman dan tentram, jauh dari kesengsaraan bangsa saya yg takut membuka mulut mereka.

Oleh karena itu adalah kewajiban dan hak sakral saya utk menyatakan semua Muslim sbg entah kriminal atau pendukung kejahatan, dan memperingatkan orang lain atas bahaya Islamofascisme dlm segala bentuknya.

Saya menantang semua Muslim agar meninggalkan cult setannya Muhamad dan bergabung dgn bangsa2 bebas yg tidak terikat tuan2 berturban dan berjenggot.

Kalau anda hanya berdiam diri dan masa bodoh terhdp kejahatan didepan mata anda, andapun turut bersalah. Utk itulah saya mendorong anda utk turut buka suara dan menghentikan kebrutalan Islam dgn meninggalkan Islam.
———— ——— ——— ——— ——— —-
Amil Imani is an Iranian-born American citizen and pro-democracy activist residing in the United States of America. Imani is a columnist, literary translator, novelist and an essayist who has been writing and speaking out for the struggling people of his native land, Iran. He maintains a website at AmilImani