Lagi, kita dapatkan dari sumber2 Muslim yang diandalkan (al-Tabari; Waqidi), kisah merusak dari ayat2 setan (sebuah ungkapan yang dipakai oleh Muir pada akhir tahun 1850an, dan sekarang dikenal luas). Selama hari2nya di Mekah, sebelum pindah ke Medina, Muhammad duduk bersama-sama orang2 terkenal Mekah disebelah Kabah, ketika dia mulai mengucapkan Surat 53, yang menjelaskan kunjungan pertama Jibril pada Muhammad dan lalu berlanjut pada kunjungan keduanya:

Dia juga melihatnya (Jibril) dilain waktu Pada pohon Lote dibagian jauhnya Dekatnya ada surga
Ketika pohon Lote menutupi apa yang ditutupinya Pandangannya tidak berpaling, tidak juga berpindah Dan sesungguhnya dia membawa tanda2 kebesaran Allah
Bagaimana pendapatmu mengenai Lat dan Uzza dan Manat?

Pada titik ini, kita diberitahu bahwa Setan telah menaruh perkataan tersebut dimulutnya, perkataan rekonsiliasi dan kompromi:

Mereka adalah wanita2 mulia
Dimana intersesinya dimohonkan

Tentu saja, orang2 Mekah senang dengan dikenalnya dewi2 mereka dan diucapkan dalam doa2 oleh orang muslim. Tapi Muhammad sendiri lalu dikunjungi Jibril yang membatalkan semua itu dan dikatakan bahwa ayat itu seharusnya berakhir demikian:

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya

Muslim selalu tidak nyaman dengan kisah ini, tidak mau percaya bahwa nabinya bisa membuat kompromi utk menyembah berhala. Tapi jika kita terima keaslian sumber2 muslim ini secara umum, tidak ada alasan utk menolak kisah ini. Kelihatannya tidak masuk akal bahwa kisah demikian direkayasa oleh muslim saleh seperti al-Tabari, atau bahwa dia bisa menerima begitu saja sumber2 yang tak jelas.[25] Lagipula, hal ini menjelaskan fakta kenapa para muslim yang lari ke Abyssinia banyak yg kembali diterima: Karena mereka mendengar orang2 Mekah telah masuk islam. Sepertinya jelas bahwa tidak ada kisah yang loncat tentang Muhammad disini, malah secara hati-hati hal ini telah diperhitungkan utk memenangkan dukungan orang2 Mekah. Hal ini juga menimbulkan keraguan hebat akan kejujuran Muhammad; Meski jika benar Setan menaruh perkataan itu dimulut Muhammad, lalu gimana bisa kita percaya pada orang yang begitu mudah disesatkan oleh setan? Kenapa Tuhan membiarkan ini terjadi? Darimana kita tahu bahwa tidak ada lagi ayat2 lain dari Muhammad yang disesatkan oleh Setan?

Bahkan sangat tragis sebagian muslim tahunya atas ajarannya di mana quran adalah buku induk dan ada di surga maka jelasnya ayat ayat setan tersebut juga tercantum di surga dengan kata lain setan menaruh perkataannya juga atas quran yang di surga bagaimana bisanya kacau dan rancunya logika muslim dengan ayat ayat setan ini