Yang menjadi pertanyaan BESAAAAAAAR adalah apakah benar Mohammad itu mendapat wahyu dari Tuhan???????
Jawabannya adalah bukan dari Tuhan, melainkan dari Iblis.

Coba kita renungkan hal2 dibawah ini:
1) Tidak mungkin Tuhan memilih seorang Nabi terhadap orang yang amat tercela tingkah lakunya, yaitu menjadi raja yang diktator, menjadi hakim dan sekaligus algojo kejam pada beberapa kasus, melakukan pembunuhan, pemerkosaan terhadap tawanan perang dan budak wanita, melakukan perkawinan dengan anak dibawah umur, memiliki istri resmi sebanyak 11 orang dan yang tidak resmi tak terhitung banyaknya (yaitu budak2 dan tawanan perang wanita yang sewaktu-waktu bisa diperkosanya) dan setumpuk lagi perilkau Muhammad yang sangat tidak pantas untuk ditiru atau dijadikan teladan bagi orang2 yang hidup normal. Dan perilaku yang amat tercela itu justru terjadi pada saat Ia mengaku mengemban tugas kenabiannya. Hal ini semakin memantapkan keyakinan bahwa Muhammad adalah seorang NABI PALSU.
2) Muhammad tidak mampu melakukan suatu Mujizat, tetapi Ia sangat pandai membuat mujizat2 tipuan dan memaksa orang supaya percaya kalau tidak maka akan disiksa oleh Tuhan diakherat kelak, diantaranya:
a) ia berpura-pura tidak bisa baca dan tulis supaya orang percaya bahwa ayat2 yang ia bawah itu memang benar Tuhan, walaupun tidak langsung tetapi melalui dan di-imlakan oleh malaikat Jibril. Hal ini merupakan strategi Muhammad supaya ia bisa mencari/mencuri/merampas secara sah/legal bahan -masukan untuk membuat Al-qur’an yang berasal dari kitab Taurat dan Injil. Ia mencontek dan mengutak-atik supaya berbau Arab dan sebagian lagi malah diputar-balik jalan ceritanya, diantaranya mengenai Iskak dan Ismail oleh Muhammad telah di TUKAR (diputar balik) perannya.

b) Peristiwa Israq-mirad juga merupakan mujizat tipuan, karena tidak ada yang menyaksikan tapi orang disuruh percaya begitu saja.

3)Mungkinkah seorang yahudi memeluk Islam???????? Bagaimana perasaan seorang yahudi ketika ia membaca Al-QUR.AN dan Hadis, dimana didalamnya disani-sini terdapat/berbau kebencian terhadap bangsa yahudi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa yang membenci itu bukan Tuhan tetapi Muhammad sendiri, dan kebencian Muhammad itu ikut mewarnai isi Al-Quran dan Hadis.
Quote: Al-Quran mengakui dan menyatakan kebenaran dari kitab-kitab sebelumnya, yaitu Taurat and Injil, sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat dibawah ini.
Al-Quran 3:3: Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.
Al-Quran 5:46: Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu : Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yatiu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertaqwa.
Apakah Anda menyakini kebenaran dari ayat-ayat tersebut diatas? Jika ya, Apakah Anda bisa menerima Taurat dan Injil sebagai kebenaran? Apakah Anda juga bisa menerima ajaran Isa dan Kitab Injil sebagai petunjuk dan cahaya serta pengajaran untuk orang-orang bertaqwa? Bagaimana Anda menempatkan sosok Yesus (Isa) dalam kehidupan Anda?
Saya tunggu tanggapan dari Anda yang sejujurnya.
wrote: Mungkin jawaban saya tidak berbeda dengan Sdr. Menj… Kami beriman kepada Kitab-kitab Suci Allah, Taurat, Zabur dan Injil… Al Quran bahkan menyebut nama Isa lebih banyak dari Muhammad… Kalo begitu Anda juga menempatkan Yesus sebagai salah satu dari 5 Nabi hebat dan ajaran-ajarannya perlu dihormati, diterapkan, dan diamalkan? Dan tentu Anda juga percaya tanpa keraguan ajaran-ajaran Yesus dalam Kitab Injil.
Bagaimana menurut Anda ayat-ayat dari Kitab Injil berikut ini yang meramalkan mengenai Nabi palsu yang datang setelah Yesus dan sebelum kedatangannya yang kedua:
Matius 7:15-23
7:15. “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (YESUS): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku (YESUS) tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Matius 24:24-26
24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
24:25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.
24:26 Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya.
Karena Al-Quran adalah kata-kata atau wahyu langsung dari Allah dan dalam ayat-ayat Al-Quran diakui bahwa Allah juga menurukan Kitab Taurat dan Injil, dan Anda meyakini kebenaran kitab-kitab tersebut, maka Anda juga harus menerima ayat-ayat dari Kitab Injil tersebut diatas sebagai kata-kata dari Allah yang menyatakan bahwa jangan mempercayai nabi-nabi yang datang setelah Yesus.
“Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik……”. Bukankah buah yang tidak baik seperti Osama Bin Laden, Mullah Omar, Taliban, Bom Bali, Bom WTC, dll dihasilkan dari pohon Islam?
wrote: Kalau anda tulis Al Quran adalah kata-kata atau wahyu langsung dari Allah, mestinya anda juga percaya dong bahwa Yesus itu Rasul Allah, bukan Tuhan, karena Allah dalam Al Quran mengatakan demikian…apa lagi yang perlu diperdebatkan? lha wong anda mengakui bahwa Al Quran adalah wahyu Allah…
Yang mengatakan Al-Quran itu adalah kata-kata atau wahyu langsung dari Allah bukan saya tapi Nabi Muhammad, ajaran Islam-Nya, dan para penganut ajaran-Nya. Anda belum dapat membedakan antara “mengutarakan” dan “mempercayai/mengakui” suatu pandangan atau pernyataan. Jadi perdebatan masih tetap berlaku (“valid”).
Quote: Itu semua adalah kalimah Allah SWT, bukan Rasulullah. Beliau itu nggak bisa baca tulis; kenapa Allah begitu? Supaya Al Qur’an TIDAK DIPALSU. Biasanya kalo orang itu pinter tapi moralnya jeblok, dia akan merusak isi kitabnya dan mengubahnya sesuai dg nafsunya sendiri. Emang nya Allouh ga bisa menemukan yah org yg baik sekaligus pintar? sulit dimengerti . Allouh lebih memilih org buta huruf tapi nafsu bunuh nya besar, nafsu sex nya besar, dibanding org yg pandai tapi tanpa nafsu2 tersebut.
Pengamat wrote: Gua mah cuman ongkang2 kaki saja menyaksikan pertanyaan2 dan komen2 lu lu pade yg lucu2 dan keliatan sekali gak ngerti ttg apa yg loe tanyakan…
Sdr. Pengamat… maaf mengecewakan anda, dan anda harus kecewa lagi, karena saya tidak pernah mendengarkan ustad dan ulama-ulama menjelekkan Yesus seperti yang anda tuduhkan… cukuplah Al Quran menyatakan bahwa kami wajib menghormati Yesus…
Saya masih mengharapkan anda atau netter Kristen lainnya menjawab pertanyaan saya tentang konsep penyaliban untuk penebusan dosa… supaya kami paham…
Saya sudah biasa dikecewakan oleh kesalahpahaman anda. Gua gak pernah bilang bhw Ustad dan ulama menjelek-jelekkan Yesus. Yang gua katakan adalah: “Pemahaman kamu mengenai ajaran Kristen itu ngawur karena kesalahpahaman yg diajarkan ustad2/ulama kamu mengenai kristen”
Apakah Anda menyakini kebenaran dari ayat-ayat tersebut diatas? Jika ya, Apakah Anda bisa menerima Taurat dan Injil sebagai kebenaran? Apakah Anda juga bisa menerima ajaran Isa dan Kitab Injil sebagai petunjuk dan cahaya serta pengajaran untuk orang-orang bertaqwa? Bagaimana Anda menempatkan sosok Yesus (Isa) dalam kehidupan Anda? Mungkin jawaban saya tidak berbeda dengan Sdr. Menj… Kami beriman kepada Kitab-kitab Suci Allah, Taurat, Zabur dan Injil… Al Quran bahkan menyebut nama Isa lebih banyak dari Muhammad… Tetapi, Al Quran tidak pernah menyatakan Isa itu Tuhan, atau Allah menjadi manusia Isa… dan saya yakin Injil juga tidak pernah menyatakan hal itu…
Nama-nama tersebut adalah Rasul utusan Allah untuk disampaikan kepada manusia… bahwa tiada yang patut disembah kecuali Allah… Dari mana anda yakin injil tidak pernah mengatakan bhw Yesus itu Tuhan??? anda tidak paham sama sekali ttg Kristen dan Injil! yg anda pahami adalah kesalah pahaman.
Quote:
Al Quran selalu tegas dalam ayat-ayat Tauhid… pernah dengar ayat “Tiada Tuhan selain Allah”, “Tidak ada sesuatupun yang menyamai Allah”?? Itulah beberapa ketegasan yang disampaikan Allah dalam Al Quran, dan Sdr. Gilang mengutip Alkitab ayat Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22 yang isinya SAMA… yaitu Tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau… kecuali jika ayat iu tidak pernah ada… atau Sdr. Gilang berbohong kepada kami…
Sama Kristen juga mengajarkan hal diatas! Sayang kamu belum paham Kristen dng benar!
wrote: Beliau itu nggak bisa baca tulis; kenapa Allah begitu? Supaya Al Qur’an TIDAK DIPALSU.
Argumentasi Anda bahwa Nabi Muhammad itu tidak bisa baca dan tulis supaya Al-Quran TIDAK DIPALSU adalah sama sekali tidak logis. Malah sebaliknya karena Nabi Muhammad tidak bisa baca dan tulis, maka Al-Quran beresiko sangat besar untuk dipalsukan.
Seperti diketahui bahwa Al-Quran “diturunkan” kepada Nabi Muhammad yang kemudian “dibacakan/dinyanyikan secara keras” dan kemudian “dihafalkan” dan “dicatat” oleh orang-orang yang khusus untuk hal tersebut. Karena tidak bisa membaca dan menulis bagaimana Nabi Muhammad tahu kalo yang dicatat itu sudah benar? Kalo Anda bilang dibaca ulang, bagaimana Nabi Muhammad bisa tahu kalo yang dibaca ulang dan yang tertulis itu sudah sesuai sedangkan Nabi sendiri tidak bisa baca dan tulis alias buta huruf? Bingung saya dengan logika Anda.
wrote: Biasanya kalo orang itu pinter tapi moralnya jeblok, dia akan merusak isi kitabnya dan mengubahnya sesuai dg nafsunya sendiri. Biasanya kalo orang itu buta huruf pasti dia tidak bisa merusak isi kitabnya karena memang nggak tau apa isinya (nggak bisa baca dan tulis), tapi tentu gampang sekali ditipu oleh orang lain dan sama sekali nggak tau kalo isi kitabnya sudah dirubah orang lain. Itulah kerugiannya kalo buta huruf.
Coba pikirkan dua kemungkinan berikut ini:
Pertama: Jika memang Nabi Muhammad itu buta huruf berarti Nabi telah berdosa terhadap Allah karena tidak menjalankan perintahNya, dan umat Islam yang tidak buta huruf telah mengkhianati Nabi Muhammad karena tidak mencontoh perbuatan beliau.
Penjelasan: Berikut ayat Al-Quran mengenai “literacy”:
Al-Quran 96:1-5
1 Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2 Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah
3 Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah,
4 Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam
5 Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Note: Kalam = 1) pen terbuat dari tulang daun. 2) (Lit.) alat
menulis.
Ayat-ayat tersebut di atas jelas menyatakan: Bacalah ………….. Dia yang mengajarkan menulis ………….. mengajarkan kepada manusia apa yg tidak diketahuinya (melalui tulisan dan bacaan).
Nabi Muhammad sebenarnya mempunyai waktu 23 tahun selama Al-Quran diturunkan untuk belajar membaca dan menulis. Tetapi apakah waktu tersebut digunakan untuk belajar membaca dan menulis? 23 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk belajar membaca and menulis jika memang serius. Mengapa Nabi, melalui Al-Quran, mengajarkan membaca dan menulis (“literacy”) untuk mendapatkan pengetahuan sedangkan Nabi enggan mempelajarinya dan tetap buta huruf (“illiterate”) sampai wafat?
Kalo Nabi Muhammad tidak berminat belajar membaca/menulis dan kenyataannya tidak, berarti membaca dan menulis adalah tidak baik dan tidak perlu karena Nabi tidak berusaha untuk mencapainya, dan menjadikannya sunnah sehingga umat Islam juga memcontoh hal ini.
Para wanita di negara-negara yang menjalankan syariat Islam secara ketat sudah menjalankan sunnah ini. Tinggal prianya yang masih membandel.
Kedua: Jika memang Nabi Muhammad itu ternyata tidak buta huruf berarti Nabi telah berdosa terhadap Allah karena telah menipu dan membohongi umat Islam selama kurang lebih 1500 tahun. Penjelasannya: Tidak perlu dijelaskan lagi, sudah jelas. Muhammad punya waktu 23 tahun untuk belajar baca dan menulis sesuai dengan perintah Alloh saat pertama kali wahyu diturunkan padanya. Namun sampai akhir hayatnya beliau tetap tak mampu baca-tulis. Kalau Muhammad saja yang asli Arab enggan belajar baca dan tulis Arab, kenapa orang-orang bukan Arab mesti repot-repot belajar baca tulis Arab?
wrote: Rasulullah memang illiterate, tapi moral (HEY, MORAL!!) beliau itu bagus. Inilah pertimbangan kenapa Allah menjadikan beliau seorang Nabi di gua Hira ada usia 40 thn (usia kematangan. Ingat pepatah, “Life begins at 40”?).
Sahih Bukhari ,Volume 1, Book 4, Number 234:
Anas said, “Some people of ‘Ukl or ‘Uraina tribe came to Medina and
its climate did not suit them. So the Prophet ordered them to go to
the herd of (Milch) camels and to drink their milk and urine (as a
medicine). So they went as directed and after they became healthy,
they killed the shepherd of the Prophet and drove away the camels.
The news reached the Prophet early in the morning and he sent (men)
in their pursuit and they were captured and brought at noon. He then
ordered to cut their hands and feet (and it was done), and their eyes
were branded with heated pieces of iron, They were put in ‘Al-Harra’
and when they asked for water, no water was given to them.” Abu
Qilaba said, “Those people committed theft and murder, became
infidels after embracing Islam and fought against Allah and His
Apostle .”
Apakah penyiksaan dengan memotong kaki dan tangan, dan mata distempel dengan besi panas yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad seperti tercantum dalam Hadis di atas adalah MORAL yang Anda maksud? wrote: Kenapa tuhan harus mono? dan kenapa agama harus monotheism? Siapa bilang tuhan harus mono (singular), bisa juga poly (plural).
Coba simak ayat Quran berikut:
Al-Quran 69:43-47 : Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kamipotong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.
Bukankah kata “Kami” menunjukkan bahwa Allah tidak satu (mono) melainkan banyak (poly)?