By Wolfgang Bruno/David Wood, 2006/04/04

ISLAM DIPENGGAL

Kebenaran ttg Muhamad adalah salah satu rahasia yg paling erat tersimpan didunia ini. Selama berabad2, tidak mungkin utk menyatakan keberatan sekecil apapun ttg Muhamad di negara2 Muslim. Orang yg berani mbalelo akan segera dibunuh. Namun sekarang keadaan sudah berubah. Semakin banyak orang sekarang semakin ingin mempelajari Islam, dan Muslim tidak akan selama2nya bisa membungkam semua orang. Dgn adanya Internet, kini tidak mungkin lagi Muslim merahasiakan seluk beluk kehidupan Muhamad yang penuh darah.

Fakta ttg pendiri Islam ini tersebar dgn sangat cepat dan Muslim masih dgn susah payah mencoba membela agama mereka. Namun “information superhighway” ini sanggup melenyapkan kebodohan yg selama berabad2 menjadi kekuatan dogma Islam. Pada akhirnya, Islam akan jatuh karena seluruh strukturnya dibangun atas kepercayaan bahwa Muhamad adalah contoh moral terbesar dalam sejarah, hal yang mudah dibuktikan kepalsuannya.

Memang, internet sangat penting dlm mendidik non-Muslim DAN Muslim ttg sifat Islam sebenarnya, walaupun kebanyakan Muslim kebal terhdp kritik manapun. Tetapi tetap saja, ada diantara mereka yg masih bisa diraih.. Ada sekitara 1 milyar Muslim nominal di dunia ini. Berapa dari mereka murtad secara rahasia ? Ibn Warraq memperkirakan bahwa 10- 15% Muslim di Inggris sebenarnya memang murtad.
Jika persentase itu diterapkan pada dunia Islam secara keseluruhan, ini bisa mencapai jumlah orang sebesar total penduduk Jepang. Walaupun tidak banyak muslim yg memiliki akses kpd internet, paling tidak sudah ada ratusan ribu dan mungkin saja jutaan murtad dalam cyberspace. Belum lagi puluhan juta Muslim yg sudah memiliki keraguan terhdp Islam.

Kami sekarang balapan dgn waktu, dan Muslim tahu benar. Oleh karena itu mereka bekerja sangat keras utk menghancurkan kebebasan bicara dan kritik rasional di negara2 kafir. Apakah Muslim akan terlebih dahulu mem-bom kebebasan berbicara, atau apakah dunia non-Muslim akan berhasil menerbut bom itu dari tangan mereka ?

Kami semua kena getahnya, suka atau tidak. Kami tidak hanya memerangi Islam tetapi membela kebebasan berbicara, dan dgn otomatis berarti membela demokrasi. Mungkin kita tidak bisa membunuh ular naga itu, tetapi paling tidak kita dapat membantu mereka yg mampu.

Nama Dr. Wafa Sultan sebelumnya belum dikenal. Sampai saat ia tampil di TV Aljazeera dan “membantai” Islam dgn komentar2nya. Lihat : http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic. php?t=1562&highlight=wafa+sultan

TV memang media yg lebih ampuh dari internet. Memang banyak mantan Muslim lebih suka menyembunyikan diri dibelakang internet ketimbang menunjukkan muka mereka kpd jutaan muslim, yg sudah pasti ingin membunuh mereka. Disana banyak nama2 spt Ali Sina dan Ibn Warraq yg bisa membuat berdirinya bulu kuduk pembaca.

Islam memang “dinosaurus dari jaman mammal.” Saya percaya ini memang benar. Namun, Islam tetap monster yang besar dan berbahaya dan sekarang monsteri itu menjadi lebih berbahaya lagi karena sedang luka2. Kami tidak boleh membiarkan mahluk macam itu berkeliaran bebas di jalan2 tempat tumbuhnya anak2 kami. Kami perlu memenjarakannya dan berharap bahwa kekebalannya pada suatu saat akan rapuh dan pelan2 akan melemahkannya.

Kami sedang mengalami perang dunia, seperti perang dingin yang lebih panjang dgn banyak bentrokan2 kecil yg tidak berskala besar. Kami harus menahan sepak terjang Muslim, mengusir Muslim2 dari Barat (dan dari negara2 sekuler lainnya) dan menuntut kerja keras para mantan Muslim. Kalau tidak, mau tidak mau, kita akan dihadapakan pada perang skala besar dgn korban tidak terhitung. Kami mungkin akan memenangkan perang itu, tetapi jumlah korban akan mencapai angka yg belum pernah disaksikan dlm sejarah manusia. Waktu semakin pendek. Apakah kami sanggup ?