ISLAM THIS and ISLAM THAT

By Raja Petra Kamarudin
(Muslim Malaysia)


Siapa Raja Petra Kamarudin? Klik disini.

06 Mar 2007. Wah, di Malaysia ada yang ngamuk lagi nih! “Malaysia ingin agar Islam tidak di-stereotip-kan dengan terorisme,” jerit surat kabar Bernama hari ini.

Malaysia menuntut agar negara dan media Barat berhenti mengasosiasikan Islam dgn terorisme! Sekarang juga, detik ini juga! Ini penting demi menghentikan persepsi jelek dunia terhdp mayoritas Muslim yg tidak pernah mendukung terorisme, begitu teriak Menlu Malaysia, Datuk Seri Syed Hamid Albar. Katanya, istilah-istilah spt ‘Terorisme Islam‘ atau ‘Islam Ekstrimis‘ dan ‘mendirikan kalifat Islam’ SUNGGUH MELUKAI HATI MUSLIM yg cinta damai.

(aduuuuhhh kacian yah, Muslim… Hitler aja bisa NANGIS mendengar ini!!)

“Istilah ‘Jihadi Islam’ yg dlm Islam sebenarnya mengandung arti yg luar biasa dan amat sangat positif, DISALAHGUNAKAN dan DISALAHTAFSIRKAaaaaaaN,” tegas Syed Hamid berkali-kali pada konferensi pers hari pertama Konferensi Ministerial Sub-Regional ttg Upaya Melawan Terorisme di Jakarta kemarin.

“Men-stereotip-kan Muslim, khususnya Muslim Timur Tengah, membuat mereka merasa dihukum secara kolektif, padahal mereka cuma mempraktekkan ajaran Islam TULEN yg tidak pernah sekalipun mendorong terorisme,” demikian Syed Hamid.

(Iya deh percaya! Apalagi menyebarkan kebencian terhdp YAHUDI, Kristen… Ooohhhh tidak pernaaahhh!!!)

Dilaporkan juga bahwa sebuah Pengadilan Islam Internasional yg memfokus pada ‘Islamic Human rights’ alias Hak Azasi Manusia (HAM) Islam sebentar lagi menjadi sebuah realitas.

Kata kepala kehakiman IRAN, Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroud, sebuah sekretariat utk mempelajari realisasi Pengadilan Islam tsb sudah dibentuk di Iran dan bahkan sudah diadakan diskusi dgn SAUDI ttg proposal tsb, lapor sebuah urat kabar.

“Saya yakin bahwa OKI juga akan setuju dgn ide tsb,” kata sang Ayatollah setelah delegasi 50 orangnya itu bertemu dgn Hakim Agung Malaysia, Tun Ahmad Fairuz Sheikh Abdul Halim di Istana Kehakiman di Putrajaya kemarin. Ayatollah Mahmoud menambahkan bahwa pengadilan macam itu bisa juga digunakan utk mengatasi perselisihan antara dunia Islam dan dunia Barat.

BETOEL toean! Men-stereotipkan orang memang tidak baik. SEMUA bentuk pen-stereotip-an adalah tidak baik. Bukan hanya Muslim, tapi men-stereotipkan orang Cina sebagai penghindar pajak atau pedagang licik atau sbg anggota mafia triad juga tidak baik. Menstereotipkan orang India sebagai doyan nyanyi begitu melihat pohon juga tidak baik.

[ali5196: Menstereotipkan YAHUDI dan KRISTEN sbg BABI… JUGA TIDAK BAIK. Menstereotipkan YAHUDI sbg bangsa yg patut dimusnahkan apalagi! Lihat kegiatan favorit seorang pemuka Iran dibawah ini:]

TAPI, salah siapa sih kalau non-Muslim atau Barat atau siapa kek mengasosiasikan Islam dgn terorisme? Memang Hitler bukan Muslim. Mussolini bukan Muslim. Stalin bukan Muslim. Mao bukan Muslim. Castro bukan Muslim. Marcos bukan Muslim. Dan banyak lagi tokoh-tokoh pembunuh masal sampai ratusan juta orang bukan Muslim.

TAPI,,, tidak seorangpun dari mereka membunuh atas nama tuhan mereka, nabi mereka atau agama mereka!

Hitler tidak pernah mengaku sedang berjihad dlm nama Yesus, melakukan kewajiban yg diperintahkan Tuhannya ataupun Injilnya ataupun membela agama Kristen, atau memusnahkan musuh-musuh agama Kristen. Ia hanya membunuh dan membantai tanpa sekalipun berteriak-teriak nama tuhannya atau Yesus, atau ibunya atau pamannya Yesus. Jadi jelas, yg salah adalah Hitler dan bukan Kristen atau Injil atau Yesus.

NAH, lain lagi dgn Islam. Setiap kali Muslim membunuh, mereka mengutip Quran sambil mengatakan bahwa mereka berjuang di jalan auwloh demi memushankan musuh-musuh Islam dan mereka – sumpah mati – hanya melakukan apa yg diperintahkan tuhan mereka. Jadi jangan heran kalau orang kemudian mengasosiasikan atau men-stereotipkan Islam dgn TERORISME.


JANGAN STEREOPTIKAN ISLAM DGN TERORISME !


JANGAN STEREOTIPKAN ISLAM DENGAN TERORISME !

JANGAN STEREOTIPKAN ISLAM DENGAN TERORISME !

JANGAN STEREOTIPKAN ISLAM DENGAN TERORISME !

JANGAN STEREOTIPKAN ISLAM DENGAN TERORISME !

JADI, siapa yang perlu kita salahkan? Mereka yang menstereotipkan Islam sbg agama teroris atau mereka yg menggunakan nama Islam utk menghalalkan kejahatan mereka?

Kalau saya memperkosa seorang perempuan, maka saya memang perlu disalahkan. Ini tidak ada hubungannya dgn Islam. TAPI jika saya perkosa seorang perempuan karena ia non-Muslim ‘najis’ dan adalah kewajiban saya sbg Muslim utk ‘membersihkannya’ dgn cara menyodoknya dgn sperma saya shg ia hamil dan melahirkan bayi dari sperma Muslim, maka ISLAMLAH yg perlu disalahkan.

Problemanya adalah kita sering mencantolkan CAP (stigma) pada setiap tindakan kita. Jika segala tindakan kita diberi CAP Islam, maka jika tindakan kita itu jelek, maka dng sendirinya Islam ternoda.

Muslim memang hobi men-CAP kata ‘Islam’ pada segala hal: perbankan Islam, perusahaan finansial islam, asuransi Islam, saham Islam, rumah sakit Islam, universitas Islam, hukum Islam, politik Islam, pemerintahan Islami, sekolah Islam, Coca Cola Islam, Kentucky Fried Chicken Islam, makanan islam, baju islam, make up Islam, parfum Islam, WC Islam, kuburan islam, sinetron islam dsb dsb. Dan juga PERANG Islam, JIHAD Islam dsb.

WC Islam

Mobil muslimah

Kondom islam

Rokok islam


JADI, siapa sih yg men-stereotipkan setiap kelakuan Muslim? Yah jelas Muslim sendiri!! Non-Muslim cuma menurut saja apa yg keluar dari moncong-moncong Muslim.

Memangnya para bankir Yahudi spt Rothschild atau Rockefeller mencap bank-bank mereka sbg bank YAHUDI, bank Zionis? Memangnya Chartered Bank, Hongkong Bank, Citibank, Deutsche Bank atau siapapun yg termasuk ke 20 bank top internasional menyebut diri sbg bank KRISTEN atawa bank Yesus?!?

Partai-partai politik Kristen juga banyak jumlahnya. Tetapi apakah partai-partai itu mendukung kelompok teroris IRA? Atau menyebut IRA sbg kelompok teroris KRISTEN?? Apakah IRA bertujuan utk mendirikan kalifah Kristen dgn Paus sbg kalif dan Injil sbg dasar Konstitusinya serta Hukum-hukum Injil sbg hukum (konstitusi) negara?

Malaysia juga punya partai Islam. Dan partai Islam Malaysia ini JELAS bertujuan utk mendirikan Negara Islam dgn Quran sbg Konstitusi dan Quran sbg hukum negara. Malah ada yg menuntut agar dikembalikannya sistim Kalifah dan mereka ini dgn terbuka mendukung kelompok-kelompok Islam teroris. Mereka bahkan mengenakan T-shirt Bin Laden dlm pesta-pesta dan pertemuan-pertemuan partai. Jadi partai-partai Kristen mendapatkan dukungan luas dari seluruh segmen populasi, bahkan dari Muslim maupun kaum sekularis, sementara partai Islam ditakuti bahkan oleh Muslim sendiri!

Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroud ingin mendirikan Pengadilan Islam Internasional yg memfokuskan pada Hak Azasi Islam. Loh… Apa sih arti Hak Azasi Islam? Bukannya Hak Azasi Manusia adalah universal, bukan Islami? Tgl 10 December 1948, Majelis Umum PBB melahirkan Deklarasi HAM Universal.

Preamble-nya menyebutkan:

1) Whereas recognition of the inherent dignity and of the equal and inalienable rights of all members of the human family is the foundation of freedom, justice and peace in the world,

2) Whereas disregard and contempt for human rights have resulted in barbarous acts which have outraged the conscience of mankind, and the advent of a world in which human beings shall enjoy freedom of speech and belief and freedom from fear and want has been proclaimed as the highest aspiration of the common people,

3) Whereas it is essential, if man is not to be compelled to have recourse, as a last resort, to rebellion against tyranny and oppression, that human rights should be protected by the rule of law,

4) Whereas it is essential to promote the development of friendly relations between nations,

5) Whereas the peoples of the United Nations have in the Charter reaffirmed their faith in fundamental human rights, in the dignity and worth of the human person and in the equal rights of men and women and have determined to promote social progress and better standards of life in larger freedom,

6) Whereas Member States have pledged themselves to achieve, in co-operation with the United Nations, the promotion of universal respect for and observance of human rights and fundamental freedoms,

7) Whereas a common understanding of these rights and freedoms is of the greatest importance for the full realization of this pledge …

Nah, bukannya persyaratan-persyaratan diatas itu sudah cukup Islami? Memberi harga diri, hak dan kesempatan yg sama bagi siapapun terlepas dari SARA? [JAWAB: TIDAK BUNG!! Islam tidak akan pernah mengakui kesamaan derajad antara Muslim dan non-Muslim!! Jng pura-pura lupa dng konsep Dhimmi..!]

Masihkah kita perlu sebuah Deklarasi HAM ISLAMI???

Berapa negara Islam yg sebenarnya menandatangani Deklarasi Universal PBB itu? Dan berapa dari mereka yg menandatangani, benar-benar mematuhinya? Bukannya justru para PEMBANGKANG HAK AZASI MANUSIA YG PALING NYATA ADALAH NEGARA-NEGARA ISLAM? Apakah Malaysia menandatangani Deklarasi ini? Ternyata nggak tuh! Padahal Malaysia menganggap diri sebuah negara ISLAM yg katanya, menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia.

Lucu juga bahwa Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroud dlm pengumumannya di Istana Kehakiman di Purtrajaya ingin agar Iran dan Saudi memimpin pendirian Dewan Hak Azasi Islam ini. PADAHAL Iran dan Saudi adalah PELANGGAR HAK AZASI MANUSIA TERBESAR DIDUNIA!!! Ini sama saja dgn mengundang Madonna, popstar yg rada porno dan hamil diluar nikah itu, memimpin sebuah organisasi yg melarang sex luar nikah.

Lucu juga bahwa kebanyakan negara Muslim, termasuk Malaysia, melanggar hampir semua pasal Deklarasi HAM PBB. Kami menolak menandatangani ataupun menerapkan prinsip-prinsip HAM… TAPI…. mereka kini NGOTOT ingin menyusun sebuah Deklarasi Hak Azasi Manusia Islam!

Apa sih beda Deklarasi HAM PBB yg kafir itu dgn Deklarasi HAMI? Dan apa ada yg salah dlm Deklarasi HAM sampai kita menolak menandatanganinya? Dan kalaupun kita menandatanganinya, mengapa kita melanggarnya? Benarkah Deklarasi HAM PBB kurang Islami, shg kita memerlukan sebuah deklarasi yg lebih baik dan lebih Islami?

Muslim sebaiknya berhenti men-stereotipkan diri sendiri sebelum menuntut Barat atau non-Muslim agar menghentikan pen-stereotip-an Muslim. Selama Muslim menancapkan kata Islam pada segala-galanya, termasuk Deklarasi Hak Azasi Manusia, maka selama itu juga Islam akan di-stereotipkan.

Problemanya bukan Barat atau non-Muslim. Problemanya adalah Muslim itu sendiri. Silahkan teriak-teriak menuduh kanan kiri, tapi problema pen-stereotipan Muslim sampai kiamat tidak akan hilang!