Di dalam agama lain kita mengenal ajaran trimurti, dosa waris, penebusan, inkarnasi, hukum karma, trinitas, dsb. Di dalam agama kita pun ada ajaran seperti tauhid, tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, tuhan semacam robot yang dikontrol oleh 99 sifat, tuhan adalah alien yang tidak serupa dengan apapun, haji dapat menyucikan dosa, puasa Ramadhan dapat menyucikan dosa, rajin membaca sholawat nabi dijamin masuk surga, hafal 99 asmaul husna dijamin masuk surga, orang yang sebelum meninggal mengucapkan syahadat dijamin masuk surga, dst. dst. Itu semua merupakan dogma yang menuntut keimanan dan kebenarannya baru dapat kita buktikan setelah kita memasuki alam baka.

Herannya, kita yg muslim kerap mempersalahkan agama lain hanya karena kita tidak setuju dengan dogmanya, sementara itu, ajaran bejat dalam agama kita sendiri malah dianggap benar?

Sering saya mendengar kesaksian para mualaf yang bercerita kenapa mereka murtad dari agamanya yang lama, yaitu hanya karena mereka bingung atau tidak mengerti dengan dogmanya. Coba dipikir, dapatkah suatu agama divonis bersalah hanya karena suatu alasan yang tidak masuk akal, yaitu karena ajarannya membingungkan? Ibaratnya kita menuntut Einstein ke pengadilan karena dia telah mengajarkan teori relativitas dan alasan kita menuntutnya adalah “karena saya bingung oleh teorinya itu. Einstein layak dimasukkan ke penjara karena dia telah mengajarkan suatu teori yang membingungkan saya.” Dapatkah bingung dijadikan alasan? Para mualaf yang bodoh itu, hanya karena mereka tidak mengerti, hanya karena bingung, mereka menganggap agama yg dianut sebelumnya itu salah. Sebenarnya siapa yg pantas dipersalahkan? Orang yang tidak mengerti atau agamanya? Bukankah kalau kita tidak mengerti tandanya kita masih perlu banyak belajar? Dan kalaupun kita sudah banyak belajar tapi masih belum mengerti juga, ada 2 kemungkinan: (1) Kita memiliki IQ terbatas, atau (2) Kita sebenarnya dapat mengerti tapi ada sesuatu yang menghalangi kita untuk menerimanya.

Seorang anak SD ketika diajarkan rumus-rumus reaksi kimia oleh kakaknya yang sudah SMA, dia bingung, dan walaupun sudah seharian dia mikir tetap saja bingung. Akhirnya dia memvonis kakaknya “SALAH”, “BODOH”, “ORANG YG MEMBINGUNGKAN”. Seperti itulah kita, bila kita meributkan masalah dogma suatu agama, dan memvonis agama itu salah hanya karena kita tidak bisa mengerti apa yang dimaksudkannya.

Agama yang dogmanya membingungkan tidak bisa dianggap SALAH. Dogma menyangkut keimanan, dan pembuktiannya nanti setelah kita meninggal.
Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yg diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.

Kalau kita mau jujur, sebenarnya kita tidak bisa menentukan apakah sebuah dogma yang dianut suatu agama itu PASTI SALAH atau PASTI BENAR, tetapi nanti setelah kiamat barulah kita dapat tahu itu benar atau salah. Sedangkan untuk mengetahui sebuah moralitas itu SALAH atau BENAR, kita tidak perlu harus menunggu sampai kiamat tiba, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya.

Itulah kenapa saya katakan, bahwa Islam sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah.

Kita tidak perlu menjadi seorang PROFESOR untuk mengetahui mana agama yang salah, cukup dengan bekal HATI NURANI saja, kita dapat mengetahuinya saat ini juga.
Dan kita juga tidak perlu menunggu sampai kiamat tiba untuk mengetahui mana agama yang salah, karena dengan menguji ajaran moralnya kita dapat tahu, apakah agama itu salah atau benar.

Nah, Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran: “Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu.” (QS 23:5-6)
atau, “Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja.” (QS 4:3)
“Pukullah istrimu” (QS 4:34), “Kurunglah sampai mati” (QS 4:15), “Merampok itu halal” (QS 8:69, QS 48:20), “Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik” (QS 52:17-20, QS 56:22-24), “Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu” (QS 9:123, QS 9:5)

Kita tidak perlu menunggu kiamat tiba untuk memastikan ajaran di atas itu BENAR atau SALAH, saat ini juga, detik ini juga, kita sudah bisa menentukannya, bahwa yang demikian itu SUDAH PASTI SALAH…!!!

Seperti yang saya bilang di atas, Islam itu SUDAH PASTI SALAH, karena dengan melihat dari ajaran-ajaran moralnya itu. Kita tidak perlu berandai-andai lagi mengharapkan “jika seandainya Islam benar”. Mustahil Islam benar, karena Islam sudah PASTI SALAH dengan melihat moralitas ajarannya.

Ini masalah MORAL, bukan masalah DOGMA. Dogma bisa saja membuat otak kita bingung dan pusing tujuh keliling, tapi kita tidak bisa serta-merta mengatakan dogma itu salah hanya karena kita bodoh dan sukar untuk menangkap maksudnya. Sementara masalah MORAL adalah masalah NURANI, dan orang yang tidak buta rohani akan dapat menentukan sesuatu itu PANTAS atau TIDAK PANTAS, BAIK atau TIDAK BAIK, BENAR atau SALAH.

Kebenaran Dogma ditentukan nanti setelah kiamat, sementara kebenaran suatu moral ditentukan saat ini juga selama kita masih punya nafas kehidupan. Dan orang yang masih saja menganggap MORAL BEJAT sebagai sesuatu yang benar adalah ORANG GOBLOK yang pantas diludahi, digampar, dikeplak, ditabok, sampai orang itu benar-benar mau menggunakan akalnya. Kalaupun sudah dihajar habis-habisan dan dipermalukan habis-habisan masih tetap saja GOBLOK, maka orang seperti itulah yang kita namakan “SAMPAH MASYARAKAT”.

Kalau manusia sudah menjadi SAMPAH, maka apa yang dilakukannya akan selalu merugikan sesamanya, seperti apa yang dilakukan oleh muslim kaffah di berbagai belahan dunia. Apa sih SUMBANGAN POSITIF yang telah muslim kaffah berikan untuk dunia beradab?

Otak “Sampah” berpikirnya akan terbolak-balik. Yang Bejat dikatakan benar, sementara yang baik dikatakan salah.

Dalam menyorot agama lain, mereka tidak berani melihat ajaran baiknya, tapi hanya menyorot dogmanya. Karena hanya itulah satu-satunya yang dapat mereka serang, sebab MANUSIA SAMPAH tidak dapat menemukan satu pun KESALAHAN YG BERARTI dalam agama-agama manusia. Coba, siapa di antara kita yang dapat menemukan satu saja ajaran jahat dari AGAMA LAIN? Bukankah yang dianggap salah oleh OTAK SAMPAH adalah dogma-dogma yg mereka sendiri tidak pahami dan membuat OTAK BODOH mereka KEBINGUNGAN & PUSING TUJUH KELILING?

Jangan disangka PARA MUALAF itu adalah orang-orang pintar. Justru mereka itu orang-orang bodoh. Dalam anggapan otak mereka yang bodoh, dogma yang membingungkan itu salah, sedangkan AJARAN MORAL yang BEJAT itu tidaklah salah.

Karena itulah saya katakan bahwa para mualaf itu bodoh. Coba kalau mereka mengerti, mereka pasti tidak akan jadi mualaf.

Ada yang berpendapat: “Tidak masalah walaupun bejat, asalkan menyembah tuhan yang benar.”

Orang Farisi dan Ahli Taurat di jaman nabi Isa pun telah menyembah Tuhan yang benar, tapi mereka dicela oleh nabi Isa. Tahu kenapa? Karena kehidupan mereka kotor dan bejat. Jadi siapa bilang yang penting tuhannya benar, dan masalah moral tidak penting?

Kita tidak perlu membuktikan apakah tuhan itu tauhid atau banyak. Cukup dengan melihat ajaran moral yang diajarkannya maka kita tahu kalau Islam itu SALAH, 100% SALAH! Persoalan tuhan itu tauhid atau jamak barulah dapat kita ketahui kebenarannya nanti setelah kiamat, sedangkan masalah moral ini dapat kita jadikan pegangan bahwa agama yang kita anut ini adalah SUDAH PASTI SALAH. Dan agama yang sudah pasti salah, sudah pasti masuk neraka! Karena ajaran moralnya bejat, otomatis tuhan yang disembah Islam adalah tuhan palsu.

Untuk dapat menyadarkan muslim, yang dibutuhkan hanya satu: LOGIKA!

Iskariot wrote:Berarti selama ini, anda masih ragu dalam menjalankan ajaran agama……… tidak ada kepastian akan kebenarannya……. menjalankan dengan penuh keraguan……..

Saya tidak ada keraguan selama saya sudah tidak menganut Islam. Agama apapun kecuali Islam adalah BENAR di mata saya.
Hati saya barulah CIUT & MERASA PASTI MASUK NERAKA bila saya masih menganut Islam, sebab Islam SUDAH PASTI SALAH!
Buat apa kita menganut agama yang sudah pasti salah? Bukankah mending kita memilih agama yang BAIK & “BELUM TENTU SALAH”, walaupun penentuannya nanti setelah kiamat?

Bila kiamat datang, ISLAM tidak ada harapan untuk selamat, sementara agama-agama lain masih ada harapan selamat.

Itulah bedanya, Islam dengan agama lain.

Iskariot wrote:Kalau agama Islam salah menurut anda pribadi…….. apalagi agama Kristen, lebih salah lagi……… Mana pernah Jesus mengenal agama Kristen selama hidupnya……. Wajarkah menganut suatu agama yang tidak diketahui oleh manusia yang dipertuhankan……..??? Pikirkan dan renungkan……..

Hal itu tidak bisa kita katakan salah, tetapi agama yang mengajarkan: “Setubuhi pelayan-pelayanmu!” adalah SALAH!
Kenapa sampeyan meributkan NAMA AGAMA, sementara ajaran yang sudah terang-terangan SALAH malah kau bela?

Iskariot wrote:Dibawah ini saya kutip arti selengkapnya mulai dari ayat 1, QS 23:5-6 :
1). Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.
2). (yaitu) orang-orang yang khusu’ dalam sembahyangnya.
3). dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.
4). dan orang-orang yang menunaikan zakat.
5). dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.
6). kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Dul…… mana kata “penis” di dalam ayat tersebut………?
Jangan samakan dengan isi kitab sucimu………?
Kalau kau cerdas……. sebenarnya kau tahu maksud ayat tersebut……..tetapi karena kau tidak cerdas…… maka tidak mengerti……….

Matamu picek? Ayat 5 berbicara tentang PENIS. Ya atau Tidak?
Dan ayat 6 mengatakan bahwa PENIS yang menancap di kemaluan istri dan pelayan adalah hal yang tidak tercela alias DIBENARKAN.

Bagaimana agama yang katanya AGAMA SEMPURNA bisa mengajarkan HAL SEBEJAT ini?

Kita tidak perlu tahu apakah awloh itu benar Tuhan atau tidak untuk menentukan Islam itu benar atau salah, cukup dengan melihat dari 1 ajaran moral ini saja kita sudah bisa menentukan bahwa ISLAM ITU SALAH!

Iskariot wrote:6). Kecuali terhadap istri-istri mereka dengan akad nikah syar’i atau budak perempuan (bukan pelayan) dan tawanan perempuan yang mereka miliki…..
Maksud budak-budak disini adalah perempuan yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak-budak yang didapat diluar peperangan…. Semua budak-budak itu boleh dijadikan istri tentunya setelah melaksanakan akad nikah……..

Tanya, apakah Mariya Al-Qibtiyah bukan pelayan? Mariya bukan tawanan perang, dia adalah seorang pelayan, pembantu di rumah Hafsah.
Muhammad menyetubuhi pelayannya itu sampai hamil tanpa dinikahi.

Budak yang dimaksud dalam Alquran bukan hanya wanita tawanan perang, tapi juga para pelayan, yang oleh Muhammad disebut “Yang dimiliki oleh tangan kananmu”.

Bagaimana agama yang katanya AGAMA SEMPURNA bisa mengajarkan HAL SEBEJAT ini?

Kita tidak perlu tahu apakah awloh itu benar Tuhan atau tidak untuk menentukan Islam itu benar atau salah, cukup dengan melihat dari 1 ajaran moral ini saja kita sudah bisa menentukan bahwa ISLAM ITU SALAH!

Iskariot wrote:Selengkapnya ayat QS 4:3….. berbunyi demikian………
3). Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau emapat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kau miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Dul…… mana kejujuranmu……. mana ada kata “setubuhi pelayan saja”……. diayat tersebut……?
Siapa sebenarnya yang tidak bermoral………????

Matamu picek? Kenapa kamu tidak melihat kalimat: atau BUDAK-BUDAK YG KAU MILIKI…… ?

Iskariot wrote:Penjelasan / tafsir ayat tersebut……….
Jika kalian takut tidak akan berlaku adil terhadap urusan-urusan anak yatim, seperti mengawininya dengan memberikan mahar yang sedikit, maka takutlah dari bentuk kezaliman yang lain terhadap mereka, yaitu tidak berbuat adil kepada para yang telah dinikahi. Untuk menghindari kezaliman, Allah memberikan batasan maximum jumlah istri. Maka, kawinilah wanita-wanita yang halal bagi kalian dengan jumlah yang beragam. Nikahi mereka dua, tiga atau empat. Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil diantara mereka, maka kawinilah hanya seorang saja, atau kumpulilah budak-budak yang kalian miliki meskipun banyak jumlahnya

Terima kasih untuk penjelasannya. (Para pembaca bisa melihat bagian kalimat yang saya warnai merah dan berukuran besar)

Islam menghalalkan muslim MENYETUBUHI PELAYAN-PELAYANNYA, di mana hal ini merupakan ZINAH dalam pandangan masyarakat beradab.
Herannya, Islam yang mengklaim dirinya agama sempurna, malah mengajarkan PERBUATAN BEJAT seperti ini.
Kita tidak perlu tahu apakah awloh itu benar Tuhan atau tidak, cukup dengan melihat dari 1 ajaran moral ini saja kita sudah bisa menentukan bahwa ISLAM ITU SALAH!
Dan orang yang menganut AGAMA YG SUDAH JELAS-JELAS SALAH adalah suatu kebodohan. Mending kita tinggalkan agama yang salah ini, dan memilih agama lain yang lebih baik.
Inilah pilihan yang logis, kalau kita mau berpikir.

Iskariot wrote:Duladi:
“Pukullah istrimu” (QS 4:34)

34). Kaum laki-laki adlah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri*, ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)*.
Wanita-wanita yang kamu khuwatirkan nusyuznya*, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya*. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Penjelasan / tafsir ayat tersebut……
Kaum laki-laki menjadi pemimpin yang bertanggung jawab kepada kaum wanita karena adanya dua sebab :

a). Karakteristik, kekuatan fisik, dan banyaknya pengalaman yang dimiliki kaum laki-laki yang biasanya tidak dimiliki oleh kaum wanita.
b). Kaum laki-laki berkewajiban memenuhi kebutuhan nafkah seluruh keluarganya dan berkewajiban memberikan mas kawin kepada wanita yang hendak dinikahinya.

Oleh sebab itu, wanita yang salehah adalah wanita yang patuh kepada Allah dan suaminya, memelihara diri dan anak-anaknya ketika suaminya tidak ada,membelanjakan harta suaminya dengantidak berfoya-foya, oleh karena Allah telah memelihara dan membantu mereka, juga karena allah telah memerintahkan mereka untuk dijaga, dan memerintahkan kepada para suami untuk memenuhi hak-hak kaum wanita seperti berbuat adil dan baik terhadap mereka.
Wanita-wanita yang kalian khuwartikan nusyuznya (yaitu tidak taat kepada perintah suami tanpa adanya alasan, keluar dari rumah tanpaseizin suami), maka ingatkanlah kewajiban-kewajiban yang telah Allah bebankan kepada mereka, seperti taat dan bergaul dengan baik. Berikanlah mereka kabar gembira dengan pahala dari Allah dan takut-takutilah dengan siksa-Nya; disamping itu, pisahlah mereka dari tempat tidurmu, jika mereka tidak mengindahkan nasehat kalian itu……pukullah mereka dengan pukulan ringan untuk memberikan pelajaran jika mereka tetap tidak menanggapi ancaman kalian.
Kemudian jika mereka menaati kalian, maka janganlah kalian menyusahkan mereka, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, karena zalim adalah perbuatan yang haram.
Janganlah kalian memaksa para wanita itu untuk mencintaimu karena cinta yang didapatkan dengan cara seperti itu tidaklah baik dan bukan merupakan keinginan mereka sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar Yang Berkuasa.

Ayat ini diturunkan ketika ada seorang wanita yang datang menemui Rasulullah saw, untuk mengadukan suaminya yang memukul dirinya. Rasulullah kemudian memerintahkan kepada si suami untuk di-qisas. Maka, turunlah ayat ini sehingga wanita itu pulang tanpa hukuman qisas atas suaminya.

Para pembaca bisa melihat kalimat yang saya warnai merah dan berukuran besar.
Itu sesuai dengan hadist: “Seorang suami tidak akan ditanya kenapa ia memukul istrinya.” (Sunan Abu Dawud)

Dan ini hadist-hadist lainnya tentang kekerasan dalam rumah tangga:

Hadis Sunan Abu Daud book:11 number:2141:
ia (Nabi), memberi ijin agar MEMUKULI mereka (kaum perempuan).

Al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir. The History of al-Tabari. Vol.IX
Muhammad berkata, “pukul istri2mu”

QS 4:34 berbicara tentang bolehnya seorang suami MEMUKUL ISTRINYA, hanya karena sang suami “khawatir” si istri tidak patuh. Jadi itu konteksnya bukan karena sang istri bersalah, melainkan hanya lantaran sang suami “KHAWATIR” si istri tidak patuh saja, suami diperbolehkan MENGHAJAR istrinya. Dan di ayat itu tidak disebutkan jenis pukulannya ringan atau berat.

Kita tahu bahwa dalam kehidupan beradab KEKERASAN dalam RUMAH TANGGA sangat dilarang. Tetapi herannya, Islam malah melegalkan KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA bagi umatnya. Kita tidak perlu menunggu hari kiamat untuk mengatahui KEKERASAN dalam RUMAH TANGGA itu suatu hal yang salah, sekarang ini juga kita bisa memutuskan bahwa itu SALAH.

Kita tidak perlu tahu apakah awloh itu benar Tuhan atau tidak, cukup dengan melihat dari 1 ajaran moral ini saja kita sudah bisa menentukan bahwa ISLAM ITU SALAH!

Iskariot wrote:Duladi:
“Kurunglah sampai mati” (QS 4:15),

15). Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji* hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalanyang lain kepadanya*

Dul…….. kata-katamu “sampai mati” terlalu kasar…….

Tidak ada bedanya, sampai mati dengan sampai menemui ajalnya.

Iskariot wrote:Penjelasan / tafsir ayat tersebut……..
Kepada para wanita yang telah melakukan perbuatan zina yang keji, untuk menetapkan tindak pidana mereka lakukan, hendaklah ada empat orang saksi yang menyaksikan bahwa mereka telah benar-benar melihat bahwa wanita itu telah benar-benar melakukan kekejian itu.

Lihat, ayat itu berbicara tentang wanita, dan bukan laki-laki. Karena dalam Islam, laki-laki boleh berbuat zinah sedangkan wanita dilarang keras berzinah.

Iskariot wrote:Apabila para saksi itu telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka di dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya. Laranglah mereka melakukan kontak dan bderkumpul dengan orang lain sampai malaikat maut mencabut nyawanya; atau sampai Allah memberi balasan lain atas perbuatannya itu, dengan memberikan hukuman lebih ringan kepada mereka. Namun hukuman itu telah di-nasakh sehingga tidak berfungsi lagi. Allah telah membuat jalan atau balasan kepada mereka dengan menetapkan seratus kali dera

Ibnu ‘Abbas r.a berkata, “Pada awalnya, setiap wanita yang berzina, hukumannya ia dikurung di dalam rumahnya sampai meninggal. Maka, Allah kemudian menurunkan ayat, “orang perempuan dan laki-laki yang berzina…….” (QS. An-Nur 24:2)……. dan jika keduanya berzina muhshan, maka keduanya wajib dirajam. Ini adalah jalan bagi mereka, yang telah ditetapkan Allah.

QS 24:2 tidak berbicara tentang hukum rajam, tapi tentang “hukum cambuk”.
Dan dalam prakteknya, seorang laki-laki akan selalu bebas dari tuduhan zinah, karena laki-laki boleh menyetubuhi wanita “yang dimiliki tangan kanannya”. Seorang laki-laki muslim barulah akan dituduh zinah bila ia meniduri istri Muhammad, atau meniduri istri sahabat. Tetapi tidak ada hukuman bagi muslim yang meniduri istri orang kafir, terlebih lagi meniduri pelayan-pelayannya sendiri.

Seorang wanita yang kedapatan selingkuh, dia bisa dihukum cambuk sesuai Quran, atau dihukum rajam sesuai hadist.
Tetapi seorang pria yang selingkuh tidak akan dihukum karena seorang pria muslim sudah mengawalinya dengan AKAD terlebih dahulu. Itulah kelebihan pria muslim dibanding pria kafir. Pria kafir kalau selingkuh harus sembunyi-sembunyi karena kafir tahu SELINGKUH itu SEBUAH KEJAHATAN. Sebaliknya pria muslim kalau selingkuh dilakukan secara TERBUKA, bahkan sampai DINIKAHI di depan istri pula. Coba bayangkan bagaimana ini dapat dikatakan agama yang memuliakan perasaan wanita? Seorang istri akan tertusuk hatinya bila tahu suaminya selingkuh secara sembunyi-sembunyi, apalagi ini malah dilakukan dengan terang-terangan, malah disahkan pula dengan AKAD?

Pernikahan dalam Islam hanyalah untuk akal-akalan saja, untuk mendapatkan LEGALITAS atas perselingkuhannya.
Inikah agama yang katanya dari Tuhan? Mustahil ini dari Tuhan, karena ajarannya mencerminkan EGO & AKAL BULUS PRIA.

Kita tidak perlu tahu apakah awloh itu benar Tuhan atau tidak, cukup dengan melihat dari 1 ajaran moral ini saja kita sudah bisa menentukan bahwa ISLAM ITU SALAH!

Iskariot wrote:Duladi:
“Merampok itu halal” (QS 8:69, QS 48:20),

69). Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertaqwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
20). Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu* dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mu’min dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

Dul……. namanya juga perang……. pasti ada harta mereka yang ditinggalkan bagi musuh yang kalah……..Harta itulah yang disebut “harta pampasan perang”……… Betapa sempurnanya ajaran Islam……. sehingga hal-hal semacam ini pun diatur dalam kitab suci Al-Quran………
“Harta pampasan perang lain dengan merampok”………. masa’ saya musti jelaskan lagi apa yang dimaksud dengan merampok………?

Apakah sampeyan masih berani terus membohongi non-muslim, kalau PERANG dalam Islam artinya PENYERANGAN?

Baca di sini: Apa definisi PERANG ala Islam?

Sewaktu karavan dagang Quraish pulang dari Siria menuju Mekkah melewati lembah Badar, tidak ada perang.
Namun keadaan berubah menjadi “PERANG” setelah Muhammad dan gerombolannya menyerang karavan dagang itu guna merampok harta kekayaan berlimpah yang dibawa oleh karavan itu. Jadi kita jangan sampai tertipu oleh istilah “PERANG BADAR”, karena sesungguhnya itu bukan PERANG dalam arti sesungguhnya, melainkan “PERAMPOKAN BADAR”.

Semisal saat ini orang-orang FPI menyerbu kampungmu, maka saat inilah orang-orang muslim mengatakan: “INI PERANG” atau “INI JIHAD MELAWAN KAFIR”.

Iskariot wrote:Penjelasan / tafsir ayat 69……….
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kalian ambil itu, sebagian bagian dari harta ghnimah, yang telah dijadikan Allah makanan yang halal lagi baik bagi kalian dan tidak haram, dan bertaqwalah kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa hamba-Nya yang mukmin lagi Maha Penyayang kepada mereka.

Para pembaca bisa melihat bagian yang saya beri warna merah dan berukuran besar.
Memang dalam Islam, HARTA RAMPOKAN itu HALAL & BAIK, asal yang dirampok adalah kafir.
Islam melarang muslim merampok muslim, tapi Islam menganggap HALAL muslim merampok kafir.

Iskariot wrote:Penjelasan / tafsir ayat 20…….
Allah menjanjikan kepada kalian, hai orang-orang mukmin, harta rampasan perang yang banyak yang kalian ambil dari musuh-musuh kalian setelah kalian berhasil mengalahkan mereka sampai hari kiamat. Karena itu, disegerakan-Nya harta rampasan Khaibar ini untuk kalian dan Dia menahan tangan-tangan kaumQuraisy dengan perjanjian perdamaian dan tangan-tangan Yahudi dan sekutunya di sekitar Madinah dengan menurunkan kekuatan dalam hati mereka. Harta-harta rampasan yang disegerakan dan ditahannya tangan-tangan Yahudi itu agar menjadi bukti kebenaran janji Allah swt, dan janji Rasul-Nya dalam semua yang dijanjika kepada mereka dan agar Allah menunjuki kaliankepada jalan yang lurus menuju ketaatan dan keridhaan-Nya dengan tanda (bukti)itu.

Lihat yang berwarna merah.
Islam menjanjikan HARTA RAMPOKAN yang buanyak dari “musuh-musuh Islam”. Musuh-musuh Islam adalah orang-orang kafir (non-muslim).

Iskariot wrote:Duladi:
“Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik” (QS 52:17-20, QS 56:22-24)

Saya rasa ayat-ayat tersebut tidak ada masalah…….. wajarkan……. orang-orang yang taat bertaqwa, mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya…….tidak berbuat dosa, memohon ampunan dari Allah………. mendapat balasan dari Allah………
Kau jangan iri Dul…….. Tuhanmu tidak pernah memerintahkan demikian itu………

Lihat, seorang MUSLIM KAFFAH seperti KARIOT ini menganggap IMING-IMING NGESEKS di surga sebagai sesuatu yang wajar.
Hal yang di dunia dianggap BEJAT, tampaknya di surganya Islam dianggap BAIK.

Bayangkanlah saat ini ayah Anda diberi hadiah cewek-cewek cantik oleh Presiden atas jasa ayah Anda kepada negara. Bagaimana perasaan ibu Anda? Bagaimana perasaan anak-anaknya, melihat ayahnya tidur dengan cewek-cewek lain?

Kita tidak perlu menunggu kiamat untuk tahu apakah itu SALAH atau BENAR. Sekarang juga kita yg masih normal dan otaknya belum SEGOBLOK MUSLIM, bisa menentukan secara pasti bahwa AJARAN ITU BEJAT. Itu adalah SALAH, dan itu mustahil dari Tuhan yang benar.

Yang terpikirkan oleh saya saat ini adalah bahwa itu adalah keinginan seorang laki-laki bejat, dan bukan keinginan Tuhan. Tidak ada hadiah cowok-cowok ganteng bagi muslimah di surga, yang ada cuma hadiah cewek-cewek cantik bagi muslimin. Kita tidak perlu menjadi ahli roket untuk mengetahui siapa orang dibalik pemikiran ini. Dengan melihat sejarah, kita tahu bahwa si pencipta ajaran bejat ini adalah Muhammad, karena Muhammad sendiri adalah seorang PENCINTA SEKS yang ulung, bahkan anak kecil pun tidak luput dari genjotannya.

Kita tidak perlu tahu apakah awloh itu benar Tuhan atau tidak, cukup dengan melihat dari 1 ajaran moral ini saja kita sudah bisa menentukan bahwa ISLAM ITU SALAH!

Iskariot wrote:Duladi:
“Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu” (QS 9:123, QS 9:5)

Ini juga tidak perlu saya tanggapi panjang lebar…….. karena ayat tersebut turun saat terjadi peperangan dengan kaum kafir Quraisy…….. maka ayat ini diturunkan…….. bukan dipakai untuk sekarang…….. zamannya sudah berlalu………

Lihatlah, para pembaca bisa menilai bahwa apa yang dikatakan oleh Iskariot adalah TAQQIYA (berbohong).

Jelas bahwa konteks kalimatnya adalah “BUNUH ORANG-ORANG KAFIR YANG ADA DI SEKITARMU”.
Kalau itu perang, tidak perlu diajari caranya, yang namanya perang sudah tentu akan ada serang-menyerang dan bunuh-membunuh.
Alquran tidak berbicara tentang KONDISI BERTAHAN, melainkan JIHAD MENYERANG untuk MEMBUNUH KAFIR.
Karena itu adalah AJARAN PENYERANGAN, maka dituliskan: “BUNUH ORANG-ORANG KAFIR YANG ADA DI SEKITARMU.”

Perintah ini barulah akan dilaksanakan bila Daulah Islamiyah sudah benar-benar ditegakkan di negara bersangkutan.
Karena itulah muslim-muslim fundamental bercita-cita mendirikan NEGARA ISLAM agar mereka bisa memaksa non-muslim MENYERAHKAN HARTA BENDA & ANAK-ANAK GADIS mereka sebagai budak seks para gengster muslim.

Perintah “Masuklah Islam” hanyalah sebagai KEDOK SAJA, dan untuk menipu diri sendiri agar apa yang dilakukannya tampak sebagai sesuatu yang SAKRAL.
Padahal tujuan utamanya adalah untuk SEKS, HARTA & KEKUASAAN. Itulah yang dilakukan Muhammad dahulu.

Islam merekrut orang sebanyak-banyaknya menjadi muslim agar mereka bisa diajak MERAMPOK dan MENJARAH harta negara lain. Tujuan utama bangsa-bangsa PENJAJAH (yaitu Belanda dan Islam) adalah sama, yaitu DEMI MENDAPATKAN KEKUASAAN & KEKAYAAN. Tidak ada misi mulia di dalamnya, tapi semata-mata adalah demi MENGERUK HARTA KEKAYAAN negara yang menjadi target dakwahnya.

Memang Islam tidak membawa misi mulia apapun, melainkan demi kekuasaan & harta. “Menyebarkan agama” hanyalah sebagai kedok saja, dan meng-Islam-kan berarti sama dengan merekrut orang masuk ke dalam gerombolan geng rampok. Semakin banyak orang yang berhasil direkrut menjadi muslim, berarti semakin memperkuat GEROMBOLAN MUHAMMAD.

Itulah kenapa, setiap orang yang sadar akan mengerti bahwa dalam Islam bukan kualitas yang dipentingkan, melainkan kuantitas.

Islam tidak membawa misi suci untuk “menyelamatkan” manusia dari neraka, melainkan untuk mendapatkan kenikmatan duniawi sebanyak-banyaknya bagi umatnya, di mana dalam hal ini adalah HARTA, KEKUASAAN & WANITA. Kalaupun Islam mempunyai misi suci “menyelamatkan” manusia dari neraka, tentu tidak akan ada OPSI: “Manusia boleh tetap kafir, asal bayar jizyah”.

Agama yang benar-benar berasal dari Tuhan tentu akan berusaha dengan segala cara agar obyek dakwahnya mau bertobat secara sukarela, bukan karena dipaksa atau diancam bunuh. Dan agama yang benar-benar dari Tuhan juga tidak akan mentolerir obyek dakwahnya tetap kafir dengan sogokan harta. Tuhan tidak bisa disogok. Sungguh bodoh orang yang percaya pada agama yang membolehkan manusia tetap kafir asal bayar “UPETI” pada Muhammad dan gengnya.

QS 9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beragama Islam, (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Muhammad bahkan tanpa malu-malu mengakui kalau NAFKAH HIDUPNYA adalah dari MERAMPOK:

Bukhari vol 4 no 88
Diriwayahkan Ibn ‘Umar, bahwa Nabi (saw) mengatakan, “Nafkah hidup saya adalah dibawah bayangan tombak saya, dan ia yang tidak mematuhi perintah saya akan dihina lewat pembayaran Jizyah.

Para pengikutnya pun hidup dari JIZYAH & HARTA RAMPOKAN:

Bukhari Volume 4, Book 53, Number 388:
Diriwayahkan Juwairiya bin Qudama At-Tamimi: Kami katakan kpd ‘Umar bin Al-Khattab, “Ya ketua para mukmin ! Nasehatkanlah kami.” Katanya, “Saya anjurkan kalian utk memenuhi perjanjian Allah (dgn Dhimmi) karena ini perjanjian nabimu dan SUMBER KEHIDUPAN keluargamu (yaitu dari Jizyah).”

Muhammad tidak mengijinkan para pengikutnya bekerja secara halal, semisal jadi petani, tetapi dia mengharuskan para pengikutnya bergabung dalam GEROMBOLAN GENG RAMPOK-nya:

Sahih Bukhari, Volume iii, Book 39, Number 514:
Diriwayahkan Abu Umama al-Bahili:
Saya melihat beberapa peralatan pertanian dan mengatakan: ‘Saya mendengar nabi mengatakan: “Tidak ada rumah yg dimasuki peralatan ini yg tidak akan diberikan penghinaan oleh Allah.”’

Ibn Kathir, hal 869.
Muhammad berkata: ‘Jika kau lebih memilih sibuk berdagang dan bertani dan meninggalkan Jihad (perang), maka Allâh akan menghukummu dengan azab dan penghinaan. Hukuman ini tidak akan berakhir sampai kau bertobat dan melakukan Jihad’

Untuk mengerti apa yang diajarkan Islam tentang perang, kita mesti menilik sejarah nabinya. Dari sanalah kita tahu bahwa Muhammad menciptakan Islam untuk tujuan MENCARI HARTA, KEKUASAAN dan WANITA. Tidak heran bila di dalam salah satu ayat Quran karangannya, ada iming-iming “gadis” bagi para muslimin yang bersedia ikut merampok:

QS 78:31-34
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

Yang ada dalam otak Muhammad hanyalah SEKS, HARTA & KEKUASAAN. Tak heran bila dia pun mengangan-angankan BIDADARI di surga, karena dia memang bejat.

Semisal kita disuguhi 2 agama, yang satu mengajarkan bahwa kehidupan surga itu suci, suami-istri akan bersatu kembali dan tidak ada yang namanya PELACURAN, apalagi suami sampai dihadiahi bidadari-bidadari seksi, tidak ada. Sementara agama yang kedua mengajarkan bahwa para pria yang taat sampai mati dalam membela agama akan dihadiahi BIDADARI-BIDADARI nan seksi dan akan selalu perawan walau sudah digenjot ribuan kali. Jelas ini mengundang PIKIRAN MESUM. Apa yang di dunia dianggap DOSA, MENJIJIKKAN, KOTOR, ini malah dianggap BENER di surga. Ini adalah KEINGINAN NAFSU LAKI-LAKI. Mustahil ini ajaran dari Tuhan. Ini adalah hawa nafsu kaum pria. Kita tidak seharusnya memilih agama seperti ini, karena jelas-jelas BEJAT.

Iskariot wrote:Wajarlah kalau kau harus menunggu datangnya hari kiamat untuk membuktikan dogma yang kau percaya dan imani Dul……. karena memang sangat-sangat dan amat sulit mau dibuktikan kebenarannya……… jadi tinggal menunggu hari kiamat……. kalau nasib baik ya……. benar….. tapi kalau nasib lagi apes……. ya salah………
Seumur hidup saya……. saya baru dapatkan orang yang menganut kepercayaan yang sifatnya spekulasi…… untung-untungan…….

Ya, itu lebih baik daripada menganut agama yang SUDAH PASTI SALAH.

Tidak ada harapan bagi orang yang menganut agama YANG SUDAH PASTI SALAH, bukan?

Iskariot wrote:Justru Kristen yang SANGAT SALAH BESAR dengan alasan……….
1). Jesus tidak pernah mengenal agama Kristen……..
2). Ajaran-ajaran dogma seperti trinitas……. Jesus tidak mengenal apalagi mau mengajarkannya……………
3). Dogma dosa warisan…….. Jesus juga tidak tahu menahu………
4). Penebusan dosa dengan jalan membunuh Tuhan dengan sadis…….. juga Jesus tidak pernah mengajarkannya……. Jesus menyuruh orang bertobat kepada Bapa bila melakukan kesalahan/dosa………
5). Alkitab/Injil juga Jesus tidak tahu…….. Penulis Injil menulis injilnya sekitar 60-80 tahun setelah Jesus tiada……..
6). Dan buuuuaaaanyak lagi yang menyatakan dengan tegas bahwa Kristen buatan Paulus salah besar…………..

Sampeyan tidak jujur kalau mengatakan keenam hal di atas itu SALAH. Sampeyan sendiri tidak bisa memastikan apakah itu SALAH atau TIDAK, melainkan hanya menduga-duga saja. Anggapan sampeyan bahwa itu salah dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya karena
(1) Sampeyan TIDAK MENGERTI ajaran agama bersangkutan
(2) Sampeyan sudah dibentuk oleh Muhammad untuk MENYANGKAL ajaran agama lain. Jadi walaupun sampeyan sudah dijelaskan sampai mulut berbusa-busa pun tidak akan ada gunanya.

Apa dasarnya sampeyan mengatakan penebusan dosa itu suatu dogma yang salah? Apakah Anda Tuhan? Walaupun Anda mengatakan sangat yakin bahwa itu dogma yang salah, tetap saja SECARA AKAL WARAS Anda tidak bisa memastikannya bahwa itu MEMANG SALAH, kecuali Anda pernah mengalami hari kiamat. Kalau pun Anda punya alasan untuk menguatkan penolakan Anda atas dogma tersebut, orang yang mengimaninya juga memiliki alasan yang kuat kenapa mereka mengimaninya. Perdebatan tentang dogma adalah tidak berguna sama sekali, hanya buang-buang waktu dan ujung-ujungnya debat kusir. Masalah dogma menyangkut keimanan, dan kedua belah pihak baik yang kontra maupun yang pro sama-sama TIDAK TAHU KEPASTIANNYA apakah itu BENAR atau SALAH, kecuali mereka pernah bertemu Tuhan langsung.

Sampeyan tidak bisa memastikan apakah ajaran-ajaran dogmatis yang dibawa oleh agama lain itu salah, melainkan sekedar anggapan atau dugaan saja.
Sementara saya dan orang-orang yang mau menggunakan HATI NURANINYA bisa memastikan bahwa Islam itu salah karena ajaran-ajaran moralnya bejat.

Itulah poinnya.

Dogma yang membingungkan tidak akan membuat sebuah agama runtuh.
Sebaliknya, AJARAN MORAL YANG BEJAT akan membuat agama bersangkutan runtuh sampai ke akar-akarnya.

Itulah mengapa para IDIOT (“Sampah Masyarakat” = Muslim kaffah) merasa perlu menutup-nutupi FAKTA SEJARAH NABINYA dan juga keaslian ajaran agamanya. Islam ibarat kotoran kerbau yang ditutupi wijen dan kismis supaya tampak sebagai roti bundar yang lezat dari luarnya. Kalau tidak ditutupi pakai wijen dan kismis, kalau fakta sejarah dan keaslian ajarannya tidak dimanipulasi, Islam tidak akan laku dan akan dijauhi oleh manusia seperti manusia menjauhi kotoran kerbau.
1. Apakah beriman merupakan syarat untuk masuk surga?
Jika memang demikian, banggakah Anda punya Tuhan dengan kriteria murahan seperti itu?

2. Apakah untuk bermoral, beretika, menjunjung common sense, humanis harus mengadopsi konsep fiktif Tuhan beserta antek-anteknya?

3. Jika Anda beriman kepada Tuhan, apakah Anda mengenal Tuhan?
Sudahkah pengetahuan Anda tentang konsep Tuhan mapan sehingga dapat dijadikan pedoman?

Sungguh sangat BODOH dan GILA jika orang beriman buta tapi dengan beraninya bertindak menghakimi umat lain.

Apakah ketidakjelasan konsep Tuhan pantas dijadikan pedoman untuk menghakimi orang lain?
Anda belum paham betul akan konsep Tuhan, lantas Anda pakai utk menghakimi orang sampai mampus, ini namanya “Enak di elo, nggak enak di gue”.

Kalau mau jihad bunuh diri, saya anjurkan bunuh diri sendiri aja, tidak usah bawa2 orang lain.
Kenapa kita-kita non-muslim mesti dilibatkan dalam permainan “judi” jihad bunuh diri yang tidak jelas?
Emang non-muslim kelinci percobaan?

4. Apakah kita butuh Tuhan? Untuk apa?
Masih banyak hal penting yang dapat kita kerjakan ketimbang melakukan hal-hal bodoh pengadopsian konsep Tuhan.
Konsep Tuhan adalah warisan manusia zaman bahula yang diciptakan untuk bercengeng-cengengan, bersandar pada ketidakpercayaan diri.
Sudah ribuan tahun, apakah kita semakin tahu akan Tuhan?

Sadarlah wahai manusia! Jangan cuman bisa manggut doang, pikirlah pakai otak.
Cara membuktikan Islam tidak sesuai dengan hati nurani manusia cukup mudah.

1. Cari anak kecil polos (yang belum terdoktrin agama apapun selain humanisme, moral dan etika).
2. Lalu ceritakan riwayat Muhammad, poligami, rampok, bunuh, jarah, perkosa, dsb.
3. Tanya ke anak kecil tadi, apakah Muhammad orang baik yang patut dicontoh?