Teknologi baru dlm mempelajari cara kerja otak manusia semakin mempermudah pengertian akan pengalaman mistik Muhamad yg diakuinya sendiri secara gamblang. Utk menghindari orang menuduhnya membual, ia menunjuk Allah utk menggambarkan apa yg dilihatnya.

Dari ia berada diufuk yang tertinggi.

Dia datang mendekat dengan bergerak turun kebawah.

Lalu Dia menurunkan kepada hambaNya apa yang patut diturunkan.

Hati tidak mengada-ada ttg apa yang telah dilihatnya.

Adakah kamu meragukan apa yang dia telah lihat ?

Dia telah melihat disuatu turunan yang lain.

Dipenghujungan kesudahan.

Dimana lokasi Syurga yang abadi ditempatkan.

Mata mata tidak berpaling, dan tidak juga menjadi buta.

(Q.53:6-1 http://www.submission.org/indonesia/quran/sura-53.html

Dlm ayat lain ia secara tegas menyatakan ttg pengalaman visualnya:

Dia melihatnya diufuk yang tinggi. (Q.81:23)

Sebuah hadis melaporkan sang nabi bercerita ttg pengalamannya:

“Saat saya sedang berjalan saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan lihatlah ! Saya melihat malaikat yg sama yg mendatangi saya di Goa Hira’, duduk disebuah kursi antara langit dan bumi. Saya begitu takut olehnya sampai saya jatuh ketanah. Dan saya pergi ke isteri saya dan mengatakan, ‘Selimuti saya dgn jubah ! Selimuti saya dgn jubah !’ Mereka menyelimuti saya dan lalu Allâh mewahyukan: [1]

Saat seseorang bertanya, “Bgm wahyu ilahi datang kepadamu ?”

Muhamad menjawab,

“Kadang seperti bunyi lonceng, bentuk wahyu ini yg paling sulit dari semuanya dan lalu keadaan ini lewat sampai saya mengerti apa yg diwahyukan. Kadang malaikat datang dlm bentuk lelaki dan berbicara kepada saya dan saya mengerti apapun yg dikatakannya.” ‘Aisha menambahkan: Sesungguhnya saya melihat Nabi sedang mendapatkan wahyu pada sebuah hari yg sangat dingin dan melihat keringat deras dari keningnya (saat wahyu selesai). [2]

Ibn Sa’d mengatakan, “Pada saat turunnya inspirasi, kecemasan melanda Nabi, dan raut wajahnya nampak gundah gelisah.”[3] Ia melanjutkan, “Ketika wahyu diturunkan pada Nabi, selama beberapa jam ia biasanya menjadi mengantuk spt orang tertidur.[4] Bukhari mengatakan: “Wahyu ilahi kpd Rasulallah dimulai dalam bentuk mimpi2 dlm bentuk sinar terang.” [5]

Sebuah hadis yg dicatat Muslim menulis: “A’isha, istri Rasulullah melaporkan: (Bentuk) pertama yg memulai wahyu kpd Rasulullah adalah gambaran dlm mimpi. Dan ia tidak melihat gambaran apapun kecuali wahyu yg datang spt sinar cerah fajar.”[6]

Tabari melaporkan: “Nabi mengatakan, ‘Saya berdiri, namun jatuh pada lutut saya; dan merangkak pergi, bahu saya gemetaran.”[7]

Bukhari juga mencatat sebuah hadis panjang yg menggambarkan seluruh episode ttg bgm Muhamad menerima wahyu2nya.

Diriwayahkan oleh ‘Aisha:

Permulaan Wahyu Ilahi kpd Rasulullah adalah dlm bentuk mimpi dlm tidurnya. Ia tidak pernah bermimpi tetapi (wahyu) itu datang spt terang sinar pagi hari. Ia biasanya menyingkirkan diri ke (goa) Hira’ dimana ia memuja (Allâh saja) berulang2 selama berhari2 dan bermalam2. Dlm perjalanannya, ia biasanya membawa makanan dan lalu kembali kpd (isterinya) Khadijah utk menjemput makanan utk melanjutkan periode berikut (di goa Hira), sampai Kebenaran tiba2 turun padanya saat ia berada dlm goa Hira. Malaikat datang padanya didalam wahyu tsb dan memintanya (Muhamad yg buta huruf) utk membaca. Nabi menjawab, “Saya tidak dapat membaca. Malaikat memegang saya (dgn keras) dan menekan saya begitu keras sampai saya tidak tahan lagi. Ia kemudian melepaskan saya dan sekali lagi meminta saya agar membaca dan saya menjawab, “Saya tidak bisa membaca,” dan dgn itu ia kembali memegang saya dan menekan saya utk kedua kalinya sampai saya tidak tahan lagi. Ia kemudian membebaskan saya dan kembali meminta agar saya membaca, “Saya tidak tahu bgm membaca (atau, apa yg harus saya baca ?).” Saat itu ia memegang saya utk ketiga kalinya dan menekan saya dan membebaskan saya dan mengatakan, “Bacalah: Dlm Nama Allah yg Menciptakan (semua yg ada). Ia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu yg Maha Mulia … ” (Q.96:1-5)

Lalu Rasulullah kembali dgn wahyu itu, otot2 lehernya bergetar2 dgn keras sampai ia menemui Khadijah dan mengatakan, “Selimuti saya ! Selimuti saya !” Mereka menyelimutinya sampai seluruh ketakutannya padam dan lalu ia mengatakan, “O Khadijah, ada apa dgn saya ?” Lalu ia menceritakan semua yg terjadi dan mengatakan, ‘Saya khawatir bahwa sesuatu akan terjadi pada saya.’ Khadijah mengatakan, ‘Tidak mungkin! Namun berbahagialah, karena Allâh tidak akan pernah mempermalukanmu karena kau membina hubungan baik dgn sanak saudaramu, berbicara kebenaran, membantu fakir miskin dan melarat, melayani tamu2mu dgn murah hati dan membantu mereka yg memerlukan, yg dilanda bencana.”

Khadijah lalu membawanya kpd (saudara sepupunya) Waraqa bin Naufal bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qusai. Waraqa adalah putera paman dari garis ayah, yi, kakak ayahnya, yg selama masa Pra-Islam menjadi seorang Kristen, ahli menulis abjad Arab dan menulis Injil dlm bahasa Arab sesuai dgn kehendak Allah. Ia adalah orang tua dan kehilangan daya penglihatannya. Khadijah mengatakan kpdnya, “Ya saudaraku ! Dengarkanlah cerita keponakanmu.” Waraqa mengatakan, “Ya keponakan ! Apa yg kau lihat ?” Nabi menggambarkan apa yg ia lihat.

Waraqa mengatakan, “Ini adalah Namus yg sama (yi., Jibril, malaikat yg menyimpan rahasia2) yg dikirim Allâh kpd Musa. Seandainya saya masih muda dan bisa hidup pada jaman ketika rakyatmu …. Waraqa menjawab ya dan mengatakan: “Belum pernah seseorang datang dgn sesuatu yg mirip dgn apa yg kau bawa namun disambut dgn permusuhan. Kalau saya masih hidup pada hari kau ….. maka saya akan mendukungmu sepenuhnya.”

Namun beberapa hari kemudian Waraqa wafat dan Wahyu Illahi juga berhenti selama beberapa waktu dan nabi menjadi begitu sedih dan spt kami dengar ia berkali2 ingin melemparkan dirinya dari puncak gunung dan setiap kali ia pergi ke puncak sebuah gunung utk melemparkan dirinya kebawah, Jibril nampak didepannya dan mengatakan, “Ya Muhamad! Kau memang rasulullah yg sebenarnya” dan hatinya kemudian terhening dan ia tenang kembali dan kembali pulang. Dan setiap kali periode datangnya wahyu menjadi panjang, ia akan melakukan yg sama, tetapi saat ia mencapai puncak sebuah gunung, Jibril nampak padanya dan mengatakan apa yg dikatakan sebelumnya.

(Ibn ‘Abbas ttg arti: ‘Ialah yg memisahkan sinar matahari (dari kegelapan)’ (6.96) bahwa Al-Asbah berarti sinar matahari selama siang hari dan sinar bulan pada saat malam hari). [8]

Cerita Waraqa, saudara sepupu Khadijah, mengakui Muhamad sbg rasulullah, yg didasarkan pada studinya atas kitab2 suci yg sudah ada, tentu omong kosong. Inilah bentuk cerita2 Muhamad yg dikarang Muhamad utk menguatkan claimnya. Tidak ada apapun dlm kitab2 suci Yahudi atau Kristen yg menunjuk pada Muhamad. Waraqa mati dan Muhamad merasa bebas utk menyusun kebohongan, seolah2 cerita2 itu datang dari Waraqa, spt juga claim bohongnya bahwa kakeknya mengatakan bahwa ia masa depannya gemilang. Tidak heran kalau Khadijah, sbg co-dependent Muhamad, menegaskan kebohongan2 itu. Seorang co-dependent sering meng-koroborasi kebohongan2 pasangannya yg narcissist (narsisis).

Ada claim yg serupa yg dibuat Muhamad ttg saat ia pergi ke Busra utk urusan dagang Khadijah. Ia mengatakan bahwa pada saat karavan2 masuk dari pinggir Busra, ia duduk berteduh dibawah sebuah pohon dan kemudian seorang biarawan Nestorian melihatnya.

“Siapa lelaki dibawah pohon itu ?” tanya biarawan kpd Maysarah, lelaki remaja, pembantu Khadijah yg menemani Muhamad dlm ekspedisi dagangnya ini. “Lelaki Quraish,” jawab Maysarah.” “Tiada lain daripada seorang nabi yg duduk dibawah pohon itu,” kata sang biarawan. Menurut cerita yg disusun Muhamad ini, sang biarawan mengetahui status Muhamad dari dua awan kecil yg memberinya keteduhan dari panas matahari. “Apakah ada … warna kemerah2an disekitar matanya yg tidak pernah hilang ?” tanya sang biarawan. Ketika remaja itu menjawab ya, ia mengatakan, “Ia pastilah nabi terakhir; selamat kpd siapapun yg percaya padanya.”

Ditempat lain ia mengaku bahwa tahi lalat diantara kedua bahunya adalah tanda kenabiannya. Saya belum pernah menemui kitab suci yg menegaskan bahwa tahu lalat diantara kedua bahu dan kemerahan disekitar mata adalah tanda2 seorang nabi. Kemerahan kronis disekitar mata adalah sebuah kondisi medis yg dinamakan blepharitis yg diakibatkan oleh radang/kebengkakan pada pelupuk mata. Satu jenis blepharitis, spt meibomian gland dysfunction (MGD) bisa mengakibatkan kelainan kulit pada pasien yg dikenal sbg rosacea dan seborrheic dermatitis. Rosacea juga ditandai dgn wajah yg kemerah2an. Ali, putera Abu Talib, menggambarkan wajah Muhamad sbg putih-kemerah2an.[9]

Muhamad menemukan penonton yg mudah percaya apa saja dan ia merasa bebas utk mengatakan apapun pada mereka, karena ia tahu bahwa mereka akan percya, bahkan gejala2 berbagai penyakitnya dinyatakan sbg tanda2 kenabian. Tidak ada sebutan apapun ttg Maysarah diantara para pengikut paling dini. Kalau memang cerita ini benar, maka seharusnya Maysarah adalah orang yg pertama yg menjadi pengikut Muhamad.

Dlm hadis diatas kami melihat peran penting Khadijah dlm Islam. Saat Muhamad mengalami halusinasi anehnya ini, ia menyangka bahwa ia kesurupan. Khadijah-lah yg meyakinkannya bahwa ia dipilih utk menjadi nabi Tuhan dan mendukungnya utk terus menggali ketidakwarasannya itu.

Ada halusinasi Muhamad yg visual, ada yg didapat dari mimpi dan ada juga yg didapatkan lewat pendengaran.

Ibn Ishaq menulis: “bahwa nabi, pada saat Allâh menurunkan rahmatnya kdpnya sbg nabi, akan pergi membawa pengalamannya ini dlm perjalanan jauhnya, sampai ia tiba di Mekah dan bukit2 tanpa satu rumahpun atau batu ataupun pohon yg dilewatinya, namun ia mendengar ‘Damai besertamu, ya Rasulullâh.’ Dan nabi menengok kekanan dan kekiri dan melihat kebelakang, dan ia tidak melihat apapun kecuali pohon2 dan batu2.” [10]

Muhamad juga memiliki sejumlah halusinasi lain.

Diriwayahkan Abu Huraira: “Nabi menawarkan solat dan mengatakan, “Setan datang didepan saya dan mencoba menggangu solat tetapi Allâh memberi saya kekuatan dan saya mencekiknya. Saya berpikir utk mengikatnya pada salah satu pilar mesjid sampai kau bangun dipagi hari dan melihatnya. Lalu saya mendengar pernyataan Nabi Solomon, ‘Ya Tuhan ! Berikan saya kerajaan yg tidak akan dimiliki oleh siapapaun setelah saya.’ Lalu Allâh mengusirnya (Setan) dgn kepala tunduk (dihina).”[11]

Diriwayahkan Aisha:

Penyihiran terjadi pada Rasululah shg ia menyangka bahwa ia telah senggama dgn istri2nya padahal tidak (Sufyan mengatakan: Itu penyihiran paling sulit mengingat dampaknya). Lalu satu hari ia mengatakan, “Ya ‘Aisha tahukah kau bahwa Allâh memerintahkan saya ttg hal yg saya tanyakan padanya ? Dua lelaki datang kpd saya dan salah seorang duduk dekat kepala saya dan satunya lagi duduk dekat kaki saya. Yg didekat kepala saya bertanya kpd rekannya. Apa yg terjadi pada orang ini ? Yg belakangan menjawab bahwa ia berada dlm pengaruh sihir. Yg pertama bertanya, Siapa yg menyihirnya ?’ Yg lainnya menjawab, Labid bin Al-A’sam, lelaki dari Bani Zuraiq, sekutu Yahudi dan seorang munafik.’ Ditanya kemudian, ‘Apa bahan2 yg digunakannya ?’ Dijawabnya, ‘Sebuah sisir dan rambutnya yg menyangkut padanya.’ Yg pertama kemudian bertanya, ‘Dimanakah (benda itu)?’ Yg lainnya menjawab. ‘Dlm kulit sari pohon kurma jantan yg disimpan dibawah sebuah batu dlm sumur Dharwan.’ Jadi, nabi pergi ke sumur itu dan mengeluarkan barang2 itu dan mengatakan ‘Inilah sumur yg ditunjukkan pada saya (dlm mimpi). Airnya mirip sari daun2 Henna dan pohon2 kurmanya nampak spt kepala2 setan.’ Nabi menambahkan, ‘Kemudian benda itu dicabut’. Saya mengatakan (kpd nabi) ‘Mengapa anda tidak merawat diri anda dgn Nashra?’ Katanya, ‘Allâh sudah menyembuhkan saya; saya tidak suka membiarkan setan tersebar diantara orang2 saya.’[12]

Dlm hadis lain ditulis : “Wahyu datang kpd rasulullah dan ia diselimuti dgn selembar kain dan Ya’la mengatakan: Bisakah saya melihat datangnya wahyu kpd rasulullah. Ia (Omar) mengatakan: Apakah kau akan senang melihat Rasulullah menerima wahyu. ‘Omar mengangkat sudut jubah nabi dan saya melihat padanya dan ia (nabi) terdengar sedang mengorok. Ia (narator) mengatakan: Saya menyangka itu suara onta.” [13]

Lagi2 hadis : “Ketika Jibril menurunkan Wahyu Ilahi kpd Rasulullah, ia menggerak2kan lidah dan bibirnya, keadaan itu sangat menyiksanya dan gerakan itu menunjukkan bahwa wahyu sedang diturunkan..”[14]

Jadi inilah daftar dampak fisik dan psikologis turunnya wahyu terhdp jiwa dan raga Muhamad berdasarkan pada hadis.

  1. Halusinasi melihat malaikat, sinar terang atau mendengar suara2
  2. Kejang2 tubuh dan sakit perut yg sangat menyiksa
  3. Tiba2 dirasuki perasaan gelisah & ketakutan
  4. Gerakan dlm otot2 leher
  5. Gerakan bibir dan lidah yg tidak dapat dikontrol
  6. Berkeringat pada hari2 yg sangat dingin
  7. Wajah kemerah2an
  8. Raut wajah yg gundah gelisah
  9. Gerakan jantung yg sangat cepat
  10. Mengorok spt onta
  11. Mengantuk
  12. Keinginan utk bunuh diri

Semua ini adalah gejala2 penyakit temporal lobe epilepsy [TLE].

Satu lagi karakteristik TLE adalah bahwa TLE terjadi tiba2 tanpa peringatan terlebih dahulu kpd pasien. Ini sesuai dgn pengalaman mistik Muhamad.

Bukhari melaporkan: “Rasulullah bercerita ttg periode tidak datangnya wahyu … ‘Suatu hari saat saya berjalan, tiba2 saya mendengar suara dari langit. Saya melihat keatas dan saya heran melihat malaikat yg sama yg mengunjungi saya di goa Hira’…”[15]


[1] Sahih al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 448:

[2] Sahih al-Bukhari Volume 1, Book 1, Number 2

[3] Majma’uz Zawaa’id with reference to Tabraani

[4] Ibid.

[5] Bukhari Volume 1, Book 1, Number 3:

[6] Sahih Muslim Book 001, Number 0301:

[7] Tabari VI:67

[8] Sahih Bukhari Volume 9, Book 87, Number 111

[9] Tirmidhi Hadith, Number 1524

[10] Sira Ibn Ishaq, p. 105

[11] Sahih Bukhari Volume 2, Book 22, Number 301

[12] Sahih Bukhari Volume 7, Book 71, Number 660:

[13] Sahih Muslim Book 007, Number 2654:

[14] Sahih Bukhari Volume 6, Book 60, Number 451:

[15] Bukhari Volume 6, Book 60, Number 478