Dalam artikel “No 9/11 Mosque” yang direlease di Human Event.com (Human Events) pada hari Jumat, Pamela Geller menjelaskan apa yang salah dengan rencana untuk mendirikan mesjid dekat situs Ground Zero, dimana 2 gedung raksasa WTC hancur menjadi debu karena ditabrak dengan pesawat komersil oleh para teroris Islam.

Dewan Pengurus Komunitas untuk distrik finansial kota New York, minggu lalu dengan keputusan bulat mengesahkan kontsruksi dari sebuah mesjid 13 lantai dan pusat budaya Islam tepat di seberang Ground Zero.

Orang mungkin berpikir bahwa komunitas Muslim (apabila mesjid ini jadi dibangun), bisa diarahkan untuk memiliki sensitifitas yang tinggi mengenai apa pun. Setiap kali terjadi serangan jihad (yang saat ini terjadi dengan frekwensi yang semakin meningkat), mereka mulai menyerukan mengenai sensitivitas Muslim, dan mengajari kita mengenai gambaran mengenai hinaan dan penghujatan.

Hal apa yang lebih menghina dan merendahkan daripada sebuah monster mesjid dalam bayang-bayang gedung World Trade Center, yang telah diruntuhkan oleh sebuah serangan jihad Islamik?

Lebih buruk lagi, disain untuk mesjid Ground Zero adalah sebuah cemoohan terhadap disain gedung WTC. Para jihadis Islamik meruntuhkan kedua menara itu ketika mereka melakukan serangan dan membunuh 3000 orang dalam sebuah aksi penaklukan dan supremasi Islam. Cara apa yang lebih baik untuk memberikan tanda pada teritori anda daripada melalui membangun sebuah mesjid raksasa di tanah yang masih kosong sejak runtuhnya WTC?

Setiap orang Amerika yang bermartabat, baik Muslim dan penganut agama lainnya, tidak akan pernah memimpikan penghinaan seperti ini. Ini adalah sebuah tikaman di mata Amerika.

Joan Brown Campbell, direktur Departement of Religion di Institut Chautauqua di bagian atas New York, dan mantan sekretaris jenderal Dewan Nasional Gereja-Gereja, mengakui bahwa keberadaan sebuah mesjid di Ground Zero bisa menyulut kemarahan orang-orang kafir. Tetapi menurutnya ini adalah sebuah hal yang pantas, ia katakan: ”Gedung yang sangat dekat berarti memiliki tragedi itu.”

Hal ini sangat tepat mendemonstrasikan natur teritorial Islam. Ide utama untuk mendirikan mesjid di Ground Zero adalah sebuah manifestasi dominasi dan ekspansionisme Islamik.