Chef/Jurumasak Muslim ini bernama Hasanali Khoja. Ia menuduh Polisi Metropolitan London gagal mempertimbangkan tuntutannya bahwa ia sebagai Muslim tetapi disuruh oleh manager cateringnya untuk menangani masakan dari produk-produk babi. Tampaknya ia ingin mendapatkan keuntungan finansial dengan memainkan game Islamik-nya sebagai seorang yang “dizalimi majikan”. Namun game ini berakhir menjadi bumerang bagi dirinya.

Chef ini digaji 23.000 pound sterling setahun. Dia mengklaim bahwa majikannya menyuruh dia memakai sarung tangan dan jepitan untuk memegang barang-barang haram yang akan dimasaknya. Namun tuntutan Mr. Khoja ini (62 tahun) gugur di bulan Mei ketika ada seorang pegawai polisi melaporkan bahwa ia melihat Mr. Khoja justru makan bacon rolls dan sosis. Maka Metropolitan Police Authorithy (MPA) memerintahkan Mr. Khoja untuk membayar denda sedikitnya sebesar 76.200 pound sterling. MPA mengatakan bahwa Mr. Khoja telah mengetahui bahwa ia telah meminta bacon rolls sebanyak 2 atau 3 kali untuk konsumsi pribadinya. Ini terjadi sebelum ia membawa perkara ini ke Polisi.

Mr. Khoja adalah Advisory Committe pada Foods Standarts Agency untuk isu-isu Muslim. Ia telah mengambil keputusan untuk memperkarakan pimpinan Scotland Yard yang membuat gajinya tidak dibayar selama 1 tahun sejak ia menolak bekerja dengan produk-produk babi. Namun kasus ini gugur lagi ketika seorang caterer, Mary Boakye, menerangkan kepada Pengadilan bahwa ia melayani pesanan Mr. Khoja untuk bacon rolls sebanyak 2 atau 3 kali pada kantin Met di Heathrow. Tatkala Mary menyatakan rasa terkejutnya kepadanya, bahwa ia makan babi, Mr Khoja berkilah: “Saya makan ini sesekali saja”. Chef yang lain juga menyaksikan bahwa Mr. Khoja pernah memakan hidangan sosis babi dengan gembira, dan mengatakan kepada pengadilan bahwa Mr. Khoja bukanlah Muslim taat seperti lainnya. (laporan Jihad Watch, 20 Desember 2009)