Para netters yang kami kasihi,

Orang-orang Muslim mengklaim dan sangat meyakini bahwa: Al Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat Jibril. Diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas, Al-Quran adalah kitab yang paling unik dalam arti kata tidak ada contoh serupa yang pernah ada di dunia. Ia dianggap mencakup segala kebaikan, dan memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus, serta mencakup semua hal yang akan membahagiakan dan menyelamatkan manusia dari kegelapan, menuju cahaya.

Allah berfirman: “(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (Ibrahim: 1). Kitab ini akan terus menjadi “mukjizat” dari segi keindahan bahasa, syariat, ilmu pengetahuan, sejarah dan lain sebagainya. Sampai Allah mengambil kembali bumi dan yang ada di dalamnya, tidak akan terdapat sedikitpun penyelewengan dan perobahan terhadapnya, sebagai bukti akan kebenaran firman Allah:

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Al-Hijr: 9)

“(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu” (Huud: 1).

Dilain pihak, walau ditegaskan bahwa wahyu diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas dan terang agar orang-orang dapat memahaminya (Qs.26:195, 16:103, 12:2 dll), namun ternyata Allah tidak persis menepati janjiNya seperti yang manusia pahami. Ada banyak kata-kata Al-Quran dimana Muhammad dan umat Islam tidak bisa mengklaim itu adalah berasal dari bahasa Arab, seperti Alif, Laam, Miim, Thaa, Sin, Kaaf, Haa, Yaa dst yang tak diketahui apa artinya dan untuk apa ia diturunkan! Juga kata Firdaus (Persia), Adam (Accadia), Tabut (Abessynia), zakat (Syria), Injil (berasal dari kata “euanggelion” Yunani) dll.

Lihat pula susunan Al-Qur’an, bab per bab (disebut Surat) yang terlihat sangat acak, tidak kronologis bahkan sepertinya anti-kronologi. Sulit ditemukan tema inti dari setiap suratnya karena terserak ayat-ayatnya sehingga harus dirangkai-rangkai secara tidak lurus oleh tiap-tiap ahli yang menghasilkan pelbagai versi tafsiran yang tidak sinkron.

Sebagai contoh, apa yang dapat Anda simpulkan tentang diri Muhammad, atau Jibril, atau Isa, atau Isra’-mi’raj, atau salat 3 atau 4 waktu sehari, (karena tak ada indikasi 5 waktu disitu)? Jikalau Anda hanya bersandarkan pada Al-Quran saja? Anda tidak akan menemukan kejelasan yang terang seperti yang Al-Quran janjikan. Malahan ada banyak pengertian dan ayat-ayat kabur yang diakui oleh para teolog Islam sendiri, dan ini disebut mereka sebagai ayat-ayat mutasyabih.

Banyak ayat tersusun secara melompat-lompat tanpa transisi, dan berulang dengan ayat yang sama atau mirip di surat lainnya. Dan amat banyak disharmoni dan inkonsistensi secara intrinsik sesama ayat sehingga sulit dicernakan.

Jika anda ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai topik ini, silahkah mengunjungi: http://www.buktisaksi.com/2009/12/QURAN-bukan-wahyu-TUHAN