Yaitu menegakkan larangan tertawa keras, cat kuku, sepatu hak tinggi dan pakaian tak sopan, semua yang tidak sesuai dengan “nilai-nilai Islami”.

Don’t laugh! (Jangan tertawa!) Not loudly, anyway (Tidak keraslah).
Mereka punya banyak uang hasil berbisnis minyak dengan Barat.
Tetapi dengan itu pula Iran akan meningkatkan langkah-langkah untuk memaksa penjual pakaian  mematuhi “nilai-nilai Islam”.

“Memproduksi dan mendistribusikan pakaian tidak pantas, yang tidak sesuai dengan budaya Islam dan Iran, harus dihindari,” demikian Abbas Miraei, Kepala Kantor Pengawasan Sphere Publik untuk polisi Iran. Iran telah menyiapkan dana sebesar $ 1,5 milyar untuk mempromosikan “peri-laku moral,” termasuk penegakan kode berpakaian untuk wanita, “untuk mengatasi penyakit budaya dan sosial dalam masyarakat,” demikian dikatakan Menteri Dalam Negeri Mostafa Mohammad-Najjar pada 10 Mei, 2010. Komentarnya mengikuti introduksi kode etik di Universitas Shiraz bidang Medis yang melarang tertawa keras, cat kuku, sepatu hak tinggi dan pakaian tidak sopan bagi perempuan dan laki-laki.

Ulama untuk shalat Jumat terbesar itu mengatakan pada bulan April yang lalu bahwa perempuan yang berpakaian tidak sopanlah yang menyebabkan gempa bumi!
Otoritas Iran meningkatkan penegakan kode gaun wanita setiap tahun demi mencegah mereka meninggalkan busana Islam di tengah suhu musim panas yang dapat mencapai 42 derajat Celsius di Teheran.

Dibawah kode Shiraz University yang berlaku sejak 20 Februari, perempuan harus berpakaian longgar, jas panjang yang berwarna lembut sampai di bawah lutut. Dan pria tidak diizinkan untuk memakai perhiasan, kecuali cincin kawin, atau kemeja lengan pendek, dan celana panjang mereka harus longgar. Sepatu juga tidak meruncing ke ujung kaki, membuat kebisingan atau sepatu dengan hak tinggi melebihi 3 cm. (Jihadwatch,  Juni 10, 2010).

Catatan: ITU SEMUA SYARIAH YANG ISLAMI. Sayangnya tidak ditambahkan bahwa yang paling Islami justru bukan sekedar “sepatu hak tinggi”, melainkan justru “kaki yang telanjang”!