Dewi Persik (Foto:Johan Sompotan/okezone)

JAKARTA – Dewi Persik santai menghadapi Front Pembela Islam (FPI) yang berencana akan mengadukannya ke Polda Metro Jaya dan menyerbu rumahnya.

“Halah, orang-orang yang dibayar mengatasnamakan agama kayak gitu, aku enggak takut, mas,” ungkap Dewi Persik saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (6/12/2010).

Malah janda Saipul Jamil dan Aldi Taher itu mengingatkan agar FPI jangan mengaku sebagai pembela Islam. Pasalnya, perilaku FPI lebih sering mempermalukan Islam.

“Substansi mereka itu apa? Mereka mengatakan aku seksi. Apa mereka lihat? Kalau katanya, di mana aku menempatkan keseksian aku,” ketus si Goyang Gergaji itu.

Dewi ngotot bahwa sensualitas yang muncul dari dirinya masih sebatas wajar. Dirinya juga bersikap profesional sesuai tuntutan pekerjaan. Dia justru menyalahkan FPI yang melihat perempuan dari sudut pandang bukan muhrim. “Mereka yang melihat itu dosa,” ujarnya.

Penyanyi yang duet dengan Ahmad Dhani di lagu Diam-Diam itu menambahkan, FPI pernah membakar kaset CD dan bahkan panggung. Daripada terus menerus berbuat hal cenderung anarkis, Dewi mengajak FPI untuk berbondong-bondong menolong korban letusan Gunung Merapi.

“Islam itu damai, bukan main hakim sendiri,” tegasnya.

FPI akan melaporkan Dewi Persik ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 8 Desember atau Kamis, 9 Desember esok. FPI akan melaporkan Dewi dengan jerat UU Pornografi.

Aktris yang kerap beradegan syur di layar lebar itu memancing kemarahan FPI setelah peredaran foto-foto telanjang dada (topless) miliknya. Foto-foto topless tersebut  muncul ke forum dunia maya terkemuka sejak Selasa, 23 November 2010. Dewi mengakui foto topless itu sebagai miliknya. Foto dilakukan saat syuting video klip di kantor bos RCM, Ahmad Dhani.