Yayasan Edhi, sebuah yayasan amal melaporkan, lebih dari 1000 bayi di Pakistan telah dibuang atau dibunuh sepanjang tahun 2010. Yayasan ini menghitung jumlah kejadian yang terjadi hanya di perkotaan dan tidak diketahui dengan pasti ada berapa banyak bayi yang juga sudah dibuang di daerah-daerah pinggiran. Bulan Desember saja, mereka menemukan 40 bayi yang ditinggalkan di tong sampah dan di saluran pembuangan.

Meskipun Islam melarang pembunuhan bayi, kelahiran anak-anak di luar pernikahan tidak bisa diterima dan perzinahan akan dihukum dengan hukuman mati. Takut akan dihukum mati akan mendorong seorang ibu membuang bayinya. Abdul Sattar Edhi, pendiri Yayasan tersebut mengatakan,”Orang-orang meninggalkan anak-anak ini karena mereka berpikir anak-anak itu adalah anak-anak haram. Mereka lupa bahwa anak-anak itu sesungguhnya tidak bersalah dan membutuhkan kasih sayang sebagaimana semua manusia lainnya.”

Yayasan amal tersebut telah menaruh sebuah plang pengumuman di luar kantornya yang berbunyi,”Jangan membunuh, serahkanlah anak-anak itu di sini” dan meletakkan kereta bayi untuk menerima bayi-bayi yang tidak diinginkan.

Pada sebuah peristiwa lainnya, seorang bayi yang tidak diinginkan telah ditinggalkan di luar sebuah mesjid dan Imam mesjid itu memerintahkan untuk merajam bayi itu hingga tewas.

Sumber: Infanticide on the rise in Pakistan