Perisai.net – PENDETA Terry Jones, yang sempat menghebohkan dunia karena gagasannya untuk menyelenggarakan hari internasional untuk membakar al-Qur’an, kini mengemukakan gagasan barunya yang disebutnya “Hari Internasional untuk Mengadili Qur’an.”

“Ya, kami akan melakukannya,” kata Jones melalui video yang dimuat di laman YouTube ketika ia mengumumkan gagasannya itu. “Kami telah memutuskan untuk melakukannya pada 20 Maret mulai pukul 6 sore. Ini adalah kesempatan Anda, semua Anda yang disebut Muslim damai. Pada hari itu, Qur’an akan diadili.”

“Kami akan menuntut Qur’an atas kasus pembunuhan, pemerkosaan dan penipuan,” kata Jones,” dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan teroris di seluruh dunia.”

“Pada dasarnya, ini adalah sebuah pengadilan,” kata Jones pada para pendengar WFLA-AM 970. Hari penghakiman itu akan berlangsung di gerejanya, Dove World Outreach Center.

“Kami menantang dunia Muslim untuk membela Qur’an,” katanya dalam siaran radio.

“Mereka mengatakan bahwa Qur’an adalah sebuah kitab damai dan sebuah agama damai,” katanya. “Kami meminta mereka untuk hadir dengan kami sebagai pembela yang akan membela Qur’an.”

Jones juga menyebut Qur’an sebagai kitab “jahat.”

Menurut Jones, persidangan akan menghadirkan 300 orang juri, terdiri dari orang-orang Kristen dan Islam. Merekalah yang akan memutuskan.

“Jika dinyatakan bersalah,” kata Jones, “ada empat bentuk hukuman: dibakar, tenggelam, dirobek-robek atau regu tembak.”

Keputusan hukuman apa yang akan diberikan dimuat di laman internet Jones, Stand Up America, dalam bentuk polling, dimana para pengunjung akan memilih sendiri bentuk hukumannya.

Presiden Masyarakat Islam Central Florida, Muhammad Musri, mengatakan bahwa Jones sedang berusaha untuk mendapatkan sorotan lagi. Karena itu, Musri meminta agar media tidak meliput atau melaporkan rencana Jones tersebut.

“Dia seorang oportunis yang mencoba untuk mempromosikan dirinya sendiri,” kata Musri. “Saya percaya bahwa media harus mengabaikan dia. Mereka tidak perlu memberinya kesempatan.”

“Warga Muslim di Amerika Serikat memahami bahwa Jones tidak mewakili komunitas Kristen. Namun, ancaman dan tindakannya kemungkinan dapat memicu kemarahan dari warga Muslim di negara-negara lain,” kata Musri.

“Kami tidak ingin hal itu terjadi,” tambah Musri. “Itu bisa dicegah jika media memilih untuk mengabaikannya.”