Petugas Keamanan Eritrea “secara reguler menganiaya para tahanan”

Petugas Keamanan Eritrea “secara reguler menganiaya para tahanan”

Washington D.C. (20 Januari 2011).

International Christian Concern (ICC) telah memberikan perhatian atas sebuah surat dari kedutaan besar Amerika Serikat yang dirilis oleh Wikileaks baru-baru ini, mengekspos kondisi yang sangat menyedihkan dari orang-orang Kristen yang ditawan besarta dengan para tawanan lainnya di Eritrea. Laporan terkini menyebutkan bahwa ada lebih dari 3000 orang Kristen yang dipenjarakan di Eritrea karena iman mereka kepada Kristus.

Dokumen yang bocor memberi penegasan atas laporan tahunan ICC mengenai kondisi yang tidak manusiawi dari para tawanan yang ada di Eritrea. Para tahanan diberikan 2 potong roti tiga kali sehari. Sebuah ember di tengah-tengah ruangan dipakai sebagai toilet, yang diletakkan di antara ruangan untuk mandi; tetapi ember itu terus-menerus tumpah karena kepenuhan sehingga mengkontaminasi ruang tahanan itu dengan air kencing dan tahi. Banyak tahanan yang tidak sanggup lagi bicara karena kekurangan air yang mengakibatkan lidah mereka menjadi kelu karena kehausan. Berdasarkan laporan Wikileaks, seorang mantan tahanan memberitahukan hal ini pada pegawai kedutaan besar Amerika Serikat di Eritrea.

Orang ini bersama dengan 600 tawanan lainnya dimasukkan ke dalam sel berukuran 40 x 38 kaki. Mustahil untuk berbaring dan sangat sukar untuk duduk katanya. Rekan satu selnya terdiri dari orang-orang Eritrea yang mencoba untuk melarikan diri dari negaranya, desertir militer, para kriminal pada umumnya, dan orang-orang Protestan (kemungkinan dari denominasi-denominasi yang tidak terdaftar)

Tahanan ini mengatakan bahwa ia sering mendengar jeritan orang-orang yang sedang disiksa dan pernah melihat petugas keamanan Eritrea tengah membawa masuk kembali tahanan ke dalam sel, dengan tubuh terluka parah dan penuh dengan darah. Ia juga menyaksikan sendiri petugas keamanan Eritrea memukuli seorang kaki telanjang seorang pria dengan sebuah pipa karet. Contoh lainnya, ia saksikan seorang pria tengah duduk dengan lengannya yang diikat dan diangkat di belakang punggungnya. Kedua kakinya diikat dan dimasukkan ke dalam baskom kayu yang diisi dengan air.

Untuk laporan lengkap Wikileaks mengenai para tawanan, bisa dilihat di:  http://www.wikileaks.ch/cable/2008/11/08ASMARA546.html)

Banyak dari para tahanan Kristen merupakan anggota dar gereja-gereja Injili. Kebanyakan dari mereka dimasukkan ke dalam ruangan bawah tanah, ruangan yang berasal dari kontainer yang biasa dipakai untuk mengirimkan barang, dan barak-barak militer. Beberapa dari tahanan itu tewas diakibatkan oleh penganiayaan dan kondisi-kondisi yang tidak manusiawi.

Laporan Wikileaks memberikan terang mengenai penderitaan para tahanan di Eritrea. Banyak orang Eritrea yang tidak tahu bahwa ada banyak dari orang Eritrea, yang adalah warga negara mereka sendiri yang mengalami kekejaman yang luar biasa karena iman mereka. Jonathan Racho, manajer regional ICC untuk Afrika mengatakan: “Kami mendesak Eritrea untuk mengakhiri aksi-aksi tidak manusiawi seperti ini.”