Polisi telah menangkap seorang remaja berusia 17 tahun karena menulis komentar-komentar bernada menghujat di lembar ujian sekolahnya. Petugas polisi Karachi segera bertindak ketika dewan pendidikan lokal melaporkan hal itu.

Ironisnya, petugas polisi Qudrat Shah Lodhi menolak untuk mengatakan apa yang telah ditulis oleh siswa tersebut, karena ia takut bahwa ia sendiri akan dituduh melakukan penghinaan.

Berdasarkan undang-undang kontroversial, setiap orang yang menghina nabi Islam harus dihukum dengan hukuman mati atau dipenjarakan seumur hidup.

Undang-undang ini menjadi sebuah isu nasional ketika politisi Pakistan, Salman Taseer, dibunuh oleh petugas keamanannya (body guardnya) sendiri. Mr. Taseer tengah berusaha untuk membatalkan undang-undang itu.

Sami Ullah adalah remaja yang telah menulis komentar tersebut pada bulan April 2010. Tidak jelas mengapa memerlukan waktu yang sedemikian panjang bagi dewan pendidikan untuk menyampaikan laporan mereka kepada polisi.

Sumber: Pelajar Dipenjarakan di Pakistan