Buktisaksi.com–Banyak orang muda Irak yang saat ini merasa jijik dengan kekerasan Islamik serta para pemimpin agama ini. Surveyi terkini melaporkan, ternyata 40 persen orang muda Irak merasa frustasi dengan larangan-larangan yang diberlakukan oleh para imam Islam.

The New York Times melaporkan dalam sebuah artikel tentang betapa generasi muda Irak saat ini merasa skeptis dengan Islam. Sara Sami, pelajar SMA di Basra mengatakan,”Saya membenci Islam dan semua imam-imamnya karena tiap hari mereka membatasi kebebasan kami, dan instruksi-instruksi mereka tambah hari terasa tambah memberatkan.” Kemudian ia menambahkan,”Kebanyakan anak-anak gadis di SMA-ku membenci orang-orang Islam yang mengontrol pihak berwenang, sebab mereka itu nggak layak menjadi penguasa.”

Meskipun survei itu bukanlah sebuah survei ilmiah karena dilakukan pada jumlah orang muda yang sangat terbatas, sebuah pergeseran nyata tengah terjadi. Para dosen di universitas mengeluhkan jumlah siswa yang sangat sedikit untuk mata kuliah agama, dan semakin berkurang saja orang-orang muda yang menghadiri sholat mingguan. Seorang profesor fakultas hukum di Universitas Baghdad berkata,”Mereka telah merubah pandangan mereka mengenai agama. Mereka mulai membenci para rohaniwan Islam. Mereka mengolok-olok para rohaniwan itu karena mereka merasa jijik dengan mereka.

Ketika berbicara mengenai para ekstrimis, seorang imam Syiah berkata,”Ketika mereka memenggal kepala seseorang, mereka menyerukan ‘Allah Akbar’ dan kemudian membacakan ayat-ayat dari Qur’an.’ Lebih jauh lagi ia mengakui bahwa “orang-orang muda itu berpikir, itulah Islam! Karena itu Islam sudah gagal, tidak hanya dalam pikiran para pelajar itu, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat.”

Sumber: “Young Iraqis Distrust Islam”