Perisai.net – BLOGGER anti-Islam, Pamela Geller, melakukan unjuk rasa dalam mendukung fanatisme dan kegilaan. Namun, kali ini ada sedikit perubahan dalam aksinya. Dia memprotes Masjid Ground Zero, tapi juga ingin semua orang tahu bahwa dia mendukung Wal Mart.

Wal Mart, yang merupakan ritel raksasa yang telah menjadi yang terdepan di Amerika itu, ingin melakukan ekspansi ke kota New York. Dewan kota menentang ide tersebut.

Geller berpendapat bahwa kelompok liberal benci Wal Mart, dan mereka menyukai kaum Muslim. Sementara, Muslim membenci Amerika. Karena itu Wal Mart adalah hal yang bagus dan mencintai Amerika.

Uniknya, selebaran anti-Masjid dan pro-Wal Mart, yang disebarkan Geller itu, memasang wajah gembira Wal Mart memakai cadar dan ada bulan sabit Islam di tempat tanda penghubungnya.

Selain kampanye mendukung Wal Mart, Geller juga berkampanye untuk memboikot Dunkin Donuts. Alasannya, Dunkin Donuts memiliki iklan di mana juru bicaranya, Rachael Ray memakai syal yang mirip dengan kafiyeh.

Geller mengatakan bahwa setelah serangan 11 September, ia “mulai membenamkan dirinya untuk mendapatkan pemahaman penuh tentang geopolitik, Islam, jihad, teror, urusan luar negeri dan ancaman yang akan datang terhadap kebebasan kita, yang saat ini tidak akan ditutupi atau dibahas oleh media dan pemerintahan”.

Kelompok hak warga sipil menentang Geller atas “pidato kebencian” karena peringatan berulangnya tentang ancaman “dominasi Islam”, termasuk tuduhan bahwa kelompok Muslim di Amerika berusaha memasukkan hukum syariah di seluruh populasi, dan pernyataan tegasnya bahwa pelaku serangan 11 September menjalankan “Islam murni.”

Geller juga membandingkan Masjid yang direncanakan tersebut dengan bangunan kuil Ku Klux Klan dekat gereja kulit hitam di Alabama. Tapi ia dengan bersemangat menyangkal bahwa ia berseteru dengan Muslim.

“Saya bukan anti-Muslim. Itu hinaan yang memfitnah dan tidak adil,” ujar Geller minggu ini. “Kedua, saya tidak memimpin tuntutan [terhadap pusat Islam dekat Titik Nol]. Mayoritas warga Amerika – 70% – menemukan hal ini sangat menghina dan ofensif. Untuk menyebutnya anti-Muslim adalah kesalahpahaman kasar dan perkataan bahwa saya bertanggung jawab atas segala emosi ini, sekali lagi merupakan kesalahpahaman kasar.”

Geller dan pandangannya dirangkul oleh sejumlah politisi konservatif, seperti Newt Gingrich, dan John Bolton, mantan duta besar Amerika Serikat untuk PBB, yang dijadwalkan untuk bicara dalam reli menentang pusat Islam New York yang diselenggarakan oleh Geller tanggal 11 September. [] © SM