Perisai.net – MALAYSIA telah melarang seorang penyanyi Iran dari melakukan konser minggu ini karena karyanya dianggap telah menghina Islam, kata pihak berwenang Rabu (16/2).

Mohsen Namjoo dijadwalkan akan bernyanyi Jumat lusa di Kuala Lumpur, tetapi sebuah panel pemerintah yang melakukan pengawasan terhadap para seniman asing menolak rencana tersebut karena pengadilan Iran telah menghukum Namjoo (34 tahun) pada tahun 2009 karena telah melecehkan kesucian agama dalam lagu yang ia nyanyikan dengan menggunakan ayat-ayat dari Quran.

“Ini tidak tepat dari segi agama, budaya dan alam kosmopolitan negara kita,” kata Menteri Informasi Rais Yatim dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat dari instansi pemerintah yang mengawasi perilaku warga asing mengatakan catatan Namjoo dengan jelas menunjukkan ia menghina citra Islam.

“Jika kita menyetujuinya, maka akan menyebabkan ketidakpuasan di antara masyarakat Muslim di Malaysia,” kata pejabat itu pada kondisi anonim karena ia tidak berwenang untuk membuat pernyataan publik.

Pengadilan Iran pada tahun 2009 telah menjatuhi hukuman terhadap Namjoo in absentia untuk lima tahun penjara atas lagunya yang bocor secara online yang dituduh mengejek Al-Quran.

Namjoo, yang saat itu tinggal di Austria, dilaporkan membantah bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menghina apapun, bersikeras lagunya tidak pernah dimaksudkan untuk dirilis ke publik.

Namjoo, yang memainkan sitar dan gitar, dikenal untuk lagu-lagu rakyat yang kadang-kadang berupa percampuran puisi klasik dengan lirik satir. Dia telah melakukan berbagai pertunjukan di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Iklan untuk konser yang direncanakan Namjoo di Malaysia akan berlangsung di sebuah auditorium besar telah dipasang di website internet tahun lalu, tetapi tidak jelas berapa banyak tiket yang telah terjual. Seorang wakil penyelenggara konser di Kuala Lumpur menolak untuk berkomentar atas penolakan pemerintah tersebut. []

© eramuslim