Penyerangan Terhadap Jemaah Ahmadiyah: Endang, Pria di Balik Pita Biru Insiden Cikeusik
INILAH.COM, Jakarta – Saat penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten 6 Februari 2011, para penyerang menyematkan pita biru. Ternyata pita biru itu diinstruksikan oleh seseorang yang masih misterius bernama, Endang.
Pita biru itu diinstruksikan untuk dipakai sebagai tanda pihak penyerang. Endang menyebarkan SMS kepada banyak nomor agar membubarkan Ahmadiyah dan mengenakan pita biru.
“Pada tanggal 2 Februari 2011 saudara Endang menyebarkan SMS ke banyak nomor yang berisi ajakan untuk membubarkan Ahmadiyah dan menggunakan pita Biru,” ujar Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis (3/3/2011).
Identitas Endang sendiri sampai saat ini belum jelas, sebab dari 12 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tidak ada nama Endang Binuanguen. Sebanyak 12 orang yang sudah menjadi tersangka itu adalah Ujang, Kyai Munir, Kyai Muhammad, Yusuf Abidin alias Asmat, Kyai Endang, Saad Baharudin, K.H Muhammad Arif alias K.H Ujang, Idris alias Idis, Adam Damini, Yusri, Moh Rohidin dan Dani.
Menurut Ito, SMS ajakan pembubaran Ahmadiyah tidak hanya sekali saja. SMS tersebut kembali dikirim pada tanggal 4 Februari 2010, berikut isi SMS yang disebarkan Endang. “Mari bersama tegakkan Aqidah Islam, bubarkan Ahmadiyah yang ada di Cikeusik, supaya hari H massa berkumpul di masjid Cangkore dengan memakai Pita Biru,” ujar Ito saat membacakan SMS tersebut.[tjs]
Dari siapa Endang mendapat kuasa? Endang hanyalah kaki tangan dari MMI, FUI dan jaringan Islam lainnya di Indonesia. Simak Video ini Ceramah penghasutan untuk Membunuh Penganut Ahamadiyah