Percakapan dengan Muslim

Muhammad: penonton yang terkasih, selamat datang pada episode baru acara kita,” pertanyaan-pertanyaan tentang iman”, dengan tamu terhormat kita, Pendeta Zakaria Botros. selamat datang kembali. Saya ingin bagikan kepada anda ayat dari Alkitab yang berkata:”sebab Tuhan mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara.” Ini adalah satu-satunya tujuan kami untuk menyatakan kebenaran kepada anda, hanya untuk menunjukkan apa yang benar. Satu keberatan yang kami terima adalah ditujukan kepada kitab Kidung Agung, yang memberikan pernyataan seperti rayuan, seperti pernyataan,”Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia…dst.” jadi keberatannya adalah kitab ini menggunakan rayuan percintaan, dan terdengar seperti percakapan antara sepasang kekasih, dan juga menggunakan bahasa yang tidak sesuai. Jadi apa komentar anda tentang ini?

Bpk Zakaria : Sebenarnya, Kidung Agung adalah sebuah kitab yang istimewa. Manusia yang alami dan biasa tidak dapat mengerti akan ini. Anda tahu bahwa manusia terbuat dari tubuh dan roh. Tubuh melakukan dosa, tetapi, roh menginginkan Tuhan. Alkitab berkata, Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan.”

Jadi kedagingan, atau manusia daging akan memahami kitab ini dalam hal fisik, dalam pengertian yang erotis, karena kedagingan mereka. Sedangkan manusia yang digerakkan roh, akan memahaminya dalam pengertian spiritual. Dan karena alasan itu, mereka, perjanjian lama, mengingatkan dan mencegah orang yang tidak dewasa secara roh membacanya. Kitab ini tidak dibuat untuk orang-orang biasa. Seseorang harus mencapai tingkatan tertentu dari kedewasaan spiritual untuk mengerti maksud dari kata-kata tersebut. Dan karena alasan ini, masalah ini, yang saya lihat, adalah bahwa orang yang mengkritik kitab ini adalah manusia jasmani, seluruh imajinasi mereka adalah secara fisik. Jika anda menggunakan kaca mata biru, maka anda akan melihat biru seluruh dunia.

Muhammad: maukah anda, kemudian, berbagi dengan penonton maksud spiritual yang anda bicarakan?

Bpk Zakaria : oh, ya , tentu saja. Sebelum saya masuk dalam maksud spiritual, saya ingin membagikan fakta yang sangat penting. Silahkan. Kitab ini puitis. Dan puisi penuh dengan simbol-simbol dari pembicaraan, gambaran-gambaran retorik, dan juga metafora. Oleh karena itu, kitab ini tidak dapat dimengerti secara literal, tetapi lebih kepada kiasan atau metonomia, yang membawa arti lain. ini adalah bahasa retorik dengan maksud tujuan spiritual yang besar. Ini adalah fakta pertamanya, fakta kedua, kitab ini sebenarnya berdasarkan pengantin dan mempelainya. Jadi ini, adalah ikatan perkawinan antara pasangan yang sudah menikah, bukanlah hubungan skandal cinta antara dua orang asing. Hal ini yang orang biasanya tidak sadari. Saat seseorang melihat seorang pria mencium istrinya pada saat ingin berpergian atau setelah kembali, apakah orang akan berkata,”oh memalukan, tidak pantas. Apa yang dia lakukan?” yah, itu adalah istrinya sendiri. Tetapi hal yang sama akan dipertanyakan jika tidak ada ikatan pernikahan. Maka, itu adalah hubungan percintaan yang salah. Jadi hal yang sama akan dikritisi pada hubungan yang terlarang, dan bisa dipuji dalam sebuah ikatan pernikahan yang sah. Jadi, apa yang saya ingin orang yang berkeberatan perhatikan, adalah fakta bahwa Alkitab tidak berkata tentang cinta terlarang antara dua orang asing. Ini adalah hubungan pernikahan yang kudus.

Muhammad: hubungan antara suami istri

Bpk Zakaria: suami istri, pengantin dan mempelainya. Ini adalah hubungan Tuhan dengan umat-Nya, yang Dia cintai dan yang dengan Dia terikat dan bersekutu. Jadi itulah Kidung Agung. Hal lain yang ingin saya tunjukkan: bukankah Tuhan yang menciptakan seks? Dan selama seks dilakukan dalam landasan yang sah, apakah itu dosa? Jadi kita gunakan ekspresi yang lebih mengena, yaitu maksud spiritual yang besar.

Muhammad: jadi yang anda mau katakan bahwa seks dalam landasan yang sah tidaklah dosa.

Bpk Zakaria: tentu saja tidak. Jika ya kita dapat mentidaksahkan seluruh pernikahan di seluruh dunia. Bukan begitu? Lebih dari itu, jika kita masuk kepada Quran… yah keberatan ini datang dari pandangan seorang muslim, jadi saya harus menjawab dari pandangan yang sama. Surah 4 An Nisa, ayat 24 berkata,” Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka ister-isteri yang telah kamu ni’mati diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban; Dia disini berbicara tentang Zawag El Mota’ah, atau “nikmat perkawinan”. Ini adalah tentang seseorang yang membayar uang untuk hubungan satu malam. Kenapa tidak ada orang yang keberatan terhadap ini? Yah, kitab Kidung Agung tidaklah turun pada tingkat ini. Tentunya tidak. Tetapi orang harus paham. Tentu saja, Muslim memiliki penjelasan untuk ini, mereka memiliki justifikasi untuk itu, tetapi pada saat kita katakan….namun sebagai buktinya, Omar Ibn El Khattab menghilangkan nikmat perkawinan. Setelah hal ini dilakukan pada masa Muhammad, dilakukan pada pemerintahan Abu Bakr, dan dilakukan pada awal masa pemerintahan Omar Ibn El Khattab, dan yang kemudian menghapuskannya. Yaitu, nikmat perkawinan. Banyak sekali tradisi disini, seperti tidak ada tempat untuk mereka disini.

Muhammad: tetapi pernikahan seperti ini masih dilakukan sekarang ini.

Bpk Zakaria: Kaum syiah masih melakukannya. Tetapi kaum sunni telah berhenti melakukannya sejak Omar menghapuskannya. Salah satu tradisi mengatakan,”nabi melakukannya dan kami melakukannya bersama dia.”apa anda melihat maksud saya? Tetapi ini adalah topik yang berbeda. OK, lalu. Mengapa yang berkeberatan, keberatan kepada kitab Kidung Agung tidak keberatan kepada surah 52(At Tur),ayat 20 yang berbicara tentang kesenangan dengan gadis-gadis bermata jeli di surga. tertulis: “ ” Atau surah 56(Al Waqi’ah), yang berkata tentang Tuhan”membuat mereka perawan abadi?”, memang seseorang berkata padaku: ”tidak, dia tidak berkata tentang kesenangan seksual disini.” Mereka mencoba untuk menspiritualkannya juga. Mereka berkata,” tidak, ini memiliki arti spiritual, tidak seksual.” Tetapi disini, saya punya sebuah buku berjudul:” Khawater Muslim Fi Al Mas’ala Al Jinsiya” oleh Prof. Muhammad Galal Kishk. Setelah Muhammad Galal Kishk menerbitkan buku tersebut, buku ini ditarik dari peredaran. Dan dia menjadikan ini sebuah perkara di pengadilan. Dan kemudian membawa salinan ini ke Al Alzhar dengan tujuan untuk membentuk komite yang mempelajarinya. Mereka mempelajarinya, dan tak menemukan kesalahan. Semuanya benar, jadi di pengadilan, pengadilan memutuskan untuk menghilangkan penarikannya, dan dia melihat pengadilan mengabulkan permintaannya. Apa yang Muhammad Galal Kishk katakan tentang hal ini? Dia berkata bahwa,” adalah jelas dalam teks Quran bahwa gadis bermata jeli adalah dibuat untuk tujuan kesenangan seksual.”

Muhammad: di surga.

Bpk Zakaria: saya tak akan menyebutnya surga , saya akan menyebutnya kayangan.” Dengan tujuan untuk kesenangan seksual.” Tetapi, Kidung Agung tidak berbicara akan ini, teman-teman. Sheik Al Ghazaly berkata dalam ‘Ehia’ Uloom Al Deen”, tentang surga:” surga dihiasi oleh gadis-gadis bermata jeli dalam keadaan yang paling indah seperti mereka terbuat dari ruby dan atau koral, tidak pernah disentuh oleh manusia atau setan.

Muhammad: ini bagian lelaki muslim di surga. saya berpikir apa yang akan didapat wanita di surga kelak

Bpk Zakaria: hanya Tuhan yang tahu.

Muhammad: yah, kita tidak ingin membahas itu.

Bpk Zakaria: hanya Tuhan yang tahu. “ mereka berjalan menuruni tangga taman-taman.” Perhatikan pada yang berikut:” jika salah satu dari mereka melenggakkan langkahnya, 70.000 anak laki-laki akan menjaga di sisi tubuhnya, mereka menggoda, berbau harum, tak menua.” Baiklah. Apakah kami memiliki yang seperti ini pada Kidung Agung? Jadi bagaimana lalu anda mengkritisi suatu budi bahasa yang sangat agung, padahal anda memiliki suatu bahasa yang menimbulkan suatu tanda tanya besar? Ini yang professor Galal Kishk tambahkan tentang kesenangan dan kenikmatan dalam surga:” dan tidak ada ruang untuk rasa malu karena kepuasan dalam keinginan daging.” Dia melanjutkan,” tidak ada yang memalukan atau cabul tentang kedagingan, yang ada malah pemenuhan tentang suatu yang sah mengenai kebutuhan dan hasrat dalam dunia ini, dan juga pada pemikiran akan kenikmatan daging yang tak terbatas pada kehidupan yang berikutnya.” Dia berpikir tentang Muslim yang mementingkan hal seksual, halaman 211. Apakah Kidung Agung berbicara tentang hal seperti ini? Ini berbicara tentang sebuah hubungan yang sangat sopan, yang agung dan maksud spiritual. Baiklah. Itu adalah sebuah ikatan suci. OK bagaimana dengan kata-kata sensual yang anda tanyakan kepada saya? Apa tujuan spiritual nya? Sebagai contoh, tertulis,” Kiranya ia mencium aku dengan kecupan, Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur, arti literal dari ini adalah sebuah ciuman biasa. Bahkan apabila itu diartikan secara hurufiah, tetapi ini bukanlah masalahnya, hal ini bukanlah sesuatu yang salah antara suami istri. Lalu mengapa harus demikian? Tetapi ini lah maksud spiritual dari itu yaitu kasih. Ciuman adalah tanda dari kasih. Dan itulah peristiwa paling kudus dalam gereja saat pernikahan, kita berkata “ saling mencium dengan ciuman yang kudus.” Kita tidak berbicara tentang ciuman dengan mulut, tetapi ciuman kasih, dari penyatuan kembali.

Muhammad: yang juga kebiasaan yang lumrah di timur.

Bpk Zakaria: yah hanya mengindikasikan kasih, anda tahu, Alkitab berkata: “Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.” Faktor yang penting adalah bukan kata-kata itu sendiri tetapi yang membacanya.

Muhammad: maksud anda, siapapun yang menyalah-artikannya, siapapun dia.

Bpk Zakaria: siapapun. Aku berbicara kepada yang keberatan. OK sekarang kita sampai kepada bukti yang membuktikan ini bukanlah semata-mata rayuan antara dua kekasih. Ada ekspresi tertentu dimana sepasang kekasih tidak mampu mendengarnya. Contoh, pengantin wanita berkata,” harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!” Cinta seperti apakah itu?gadis-gadis cinta kepadamu?” jika mereka sepasang kekasih akan terdapat kecemburuan. Dia menginginkanya hanya untuk dia seorang. Dia tak ingin orang lain berbagi dengannya,” gadis-gadis cinta kepadamu”? hal ini menyatakan bahwa ini lebih dari cinta fisikal antara sepasang kekasih. Ini lebih kepada cinta Agape (cinta Tuhan). Orang percaya berkata seperti pengantin wanita berkata:” Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi!.” Kita semua,tidak hanya saya. Kekasih tersembunyi dari orang lain, dan senang bertemu secara privat, rahasia.

Muhammad: jadi ini berbicaara tentang cinta manusia untuk Tuhan pada pasal ini.

Bpk Zakaria: tidak hanya pada pasal ini, pada seluruh bagian kitab.

Muhammad: seluruh buku, ya. Tetapi tidak mudah orang biasa untuk mengerti itu, maksud saya manusia biasa. Orang awam.

Bpk Zakaria: tidak. Alkitab berkata,“ Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah.” “Natural” berarti fisikal. “karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” Hal yang besar dan permasalahan disini adalah bahwa kekristenan memberi manusia sebuah standar spiritual, sebuah natur spiritual, sebuah ciptaan baru. Dari ciptaan baru ini, manusia merubah cara pikir, idenya, cara melihatnya, motivasinya, seluruhnya tentang hidupnya. Dia menjadi seorang manusia spiritual. Anda melihat maksud saya? Tetapi yang berkeberatan tidak tahu apapun tentang kespritualan. Dikatakan “Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi!.” tidak ada kekasih, siapapun dia perempuan, mau orang lain mengejar kekasihnya, bersama dengan dia. Ada juga sebuah bukti pada bagian dari mempelai laki-laki. Kita tahu bahwa seorang laki-laki tidak ingin laki-laki lain untuk melihat yang dicintainya sedikitpun. Tapi dikatakan sebaliknya dalam buku ini. Dia berkata kepada pengantin perempuannya “gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.” Kekasih seperti apakah itu? Ini jawaban untuk pertanyaan tersebut, “Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari.”pengantin lelaki menjawab,“Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.” Bukankah seharusnya ada cemburu disini? Mungkinkah seorang lelaki mengatakan kepada yang dicintainya, pergi kepada gembala, pergi kepada orang lain? Cinta seperti apakah itu? Yah, itu bukanlah sebuah cinta yang fisikal, itu adalah sebuah cinta yang spiritual. Pergi kepada gembala sehingga dia dapat menggembalakan hidupmu, menggembalakan jiwamu, untuk menunjukkanmu jalan, untuk memberi kamu makan dalam nama-Ku karena mereka adalah gembala-gembala-Ku. Jadi semua ini mengingkari bahwa Kidung Agung adalah sebuah cinta terlarang dan pembicaraan yang tak sopan. Ini lebih menunjukkan bahwa dia memiliki maksud spiritual yang mulia dalam seluruh dimensinya. Sebuah hubungan dari cinta yang kudus. Saya akan beritahukan sesuatu. Jenis cinta seperti ini juga ada dalam Islam, pada orang Sufi. Saya katakan itu dengan sedikit syarat, karena mereka juga percaya pada hal-hal lain. Contohnya, seorang seperti Raba’a Al Adawia martir dari cinta yang suci, atau hasrat. Raba’a Al Adawia. Dia terkenal. Dia berkata kepada Tuhan,” aku mencintai-Mu dengan dua cinta, cinta yang bergairah, dan cinta yang seharusnya kepada-Mu. Cinta yang bergairah, adalah pemikiranku tentang Engkau yang membuat aku terpisah dengan yang lain. Dan cinta yang seharusnya kepada-Mu, adalah Karena Engkau telah menyingkapkan selubung-selubung sehingga aku bisa melihat-Mu.” Itu adalah hasrat.

Muhammad: hasrat yang kudus, kata-kata yang sangat indah, kita tak bisa memungkirinya.

Bpk Zakaria: tentu saja. Kemudian, Kidung Agung adalah hasrat kudus seperti yang Raba’a Al Adawia temukan dan katakan. Itu saja.

Muhammad: saya juga teringat akan ayat yang indah yang berkata: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Ada juga pertanyaan lain atau komentar disini, sebenarnya banyak pertanyaan. Dalam Quran, Kristus berulangkali disebut, nabi Isa, sebagaimana Ia dipanggil. Pertanyaannya adalah:”bukankah Taurat dan Injil menubuatkan akan kedatangan dari Muhammad? Orang bertanya-tanya disini, bagaimana dia tidak menyebutkan ini sama sekali? Apakah dia disebutkan dalam kitab anda?

Bpk Zakaria: yah tentu saja, keyakinan Islam dalam Quran mengakui bahwa Taurat dan Injil meramalkan kedatangan dari Muhammad. Dan itulah mengapa, pada saat mereka tidak menemukan nama Muhammad dalam injil, mereka menyatakan bahwa injil telah diselewengkan. Karena jika dia tidak diselewengkan, mereka akan menemukan nama itu. Tetapi, ini salah untuk alasan yang sangat mudah, karena bagian yang mereka katakan adalah nubuatan tentang Muhammad, muncul pada konteks pada saat Yesus berbicara tentang Roh Kudus. Waktu Kristus berbicara tentang Roh Kudus. Dia berkata: “dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.” Roh Kudus adalah penghibur. Penghibur datang dari bahasa Yunani; yaitu “Paraclitos”. Para penafsir dan cendekiawan berkata, “Paraclitos” ini pastilah Muhammad, nantinya. Tetapi kenapa demikian? Karena ada kata lain, “paraclitos”, dalam bahasa yunani yang berarti “ patut dipuji” atau “lebih patut dipuji”, yang dalam bahasa arab adalah Ahmed. Sebuah kata sifat perbandingan, Ahmed. Dan Ahmed ini pastilah Muhammad, karena diturunkan dari akar kata yang sama.

Muhammad; jadi terdapat kebingungan dalam menafsirkan kata Yunani,” Paraclitos”.

Bpk Zakaria: dan inilah buktinya. Seluruh kata harus dimengerti dalam konteksnya. Pada saat anda berkata:” Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,” dia menambahkan, “supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”

Muhammad: ini berarti bukan manusia fana.

Bpk Zakaria: karena dia tidak berdiam selamanya pada hidup seseorang. Dan Dia juga berkata,” yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.” Muhammad tidak mengambil sedikitpun dari Kristus dan memberikan itu kepada siapapun. Dia malah menaruh Yesus di rak; dia membatalkan pengorbanan, penebusan-Nya. Dia juga berkata, “Ia akan memuliakan Aku.” Memuliakan–Ku. Keadaan disini berbeda. Konteks disini berbeda. Dia berkata kemudian , “sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Apakah Muhammad beserta mereka, pada saat waktu Kristus? Apakah dia dalam mereka? Konteks disini membuktikan tidak berbicara akan manusia siapapun dia, tetapi lebih kepada Roh Kudus Tuhan.

Muhammad: itulah, Roh Kudus yang akan tinggal bersama mu atau menemani engkau selamanya. Yaitu, Roh Tuhan. Terima kasih, kita mendapatkan pertanyaan juga mengenai ayat yang dikatakan dalam Quran,” mereka yang berkata bahwa Tuhan adalah Tiga dalam Tiga telah menjadi tidak percaya.” Orang ragu; bagaimana anda menyatakan bahwa ada 3 Tuhan; Bapa, Anak, dan Roh Kudus? Subyek dari Trinitas. Banyak yang ingin tahu tentang ini.

Bpk Zakaria: saya senang seseorang bertanya akan hal ini, karena ini berarti ada orang baru yang melihat tayangan ini. Karena pada episode sebelumnya, kita berbicara tentang pokok ini dengan detail. Kita memberikan lima sesi tentang ini.

Muhammad: yah, jelaskan saja secara singkat. Pokoknya adalah mengulangnya.

Bpk Zakaria: hmmm saya tidak mengatakan apapun. Ini sebenarnya baik. Secara singkat, kami tidak percaya akan tiga Tuhan. Ini adalah yang pertama. Karena kami berkata:” satu Tuhan, amin.” Satu Tuhan. Dan Quran juga menyaksikan bahwa kami memiliki satu Tuhan:” dan jangan berbantahan dengan para ahli kitab kecuali dalam sikap yang paling sopan dan berkata percaya akan apa diturunkan kepada kami dan apa yang telah diturunkan kepadamu, dan Tuhan kalian dan Tuhan kami adalah Satu yang sama.”

Muhammad; ini adalah kesaksian yang diberikan muslim kepada orang Kristen. Tetapi apa yang anda sebagai seorang Kristen katakan?

Bpk Zakaria: apa maksud anda? tolong jelaskan.

Muhammad: saya maksud Muslim dan Quran menyaksikan bahwa kekristenan hanya memilki satuTuhan. Tetapi pada saat anda, sebagai seorang Kristen, menyebut Bapa, Anak dan Roh Kudus, orang mungkin akan bingung tentang itu. Hal ini menyebabkan kebingungan kepada banyak orang.

Bpk Zakaria: memang, saya berkata bahwa kami percaya pada satu Tuhan, dan juga Quran menyaksikan fakta ini. OK jadi apa maksud dari: Bapa, Anak, dan Roh Kudus? Kita harus mengerti dengan baik, bahwa seseorang tidak dapat melihat itu secara literal. Dan kita selalu berkata…… dan saudara muslim yang terkasih, mereka adalah guru dari bahasa Arab. Mereka tahu apa yang dimaksud dengan retorika dan metafora, yang berarti membawa arti lain selain secara hurufiah. Pada saat kami berkata Bapa, kami tidak berkata tentang bapak yang biasa, seorang laki-laki. Pada saat kita berkata Anak, kami tidak berkata tentang seseorang yang lahir, dari pernikahan antara seorang laki-laki dan perempuan. Dan itulah mengapa Quran memberikan Trinitas yang berbeda dengan kami. Bagaimana? Mari kita lihat apa yang dikatakan tentang ini.”bagaimana Dia memiliki anak sedangkan Dia tidak bergaul?” jadi disini dikatakan tentang berhubungan. Lagi dia berkata:” Isa, anak Maryam, apakah engkau mengatakan kepada orang mengangkatku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Tuhan sendiri?” jadi bagaimana mungkin ini tiga Tuhan? Dia disini berbicara tentang mitos yang muncul sebelum Islam, dimana kekristenan sendiri sudah berjuang melawannya. ini disebut mitos Mariamite. Mereka memiliki trinitas yang sama dengan struktur pada mesir kuno Isis, Osiris dan Horus. Isis adalah yang perempuan, Osiris adalah yang laki-laki, dan Horus adalah anak mereka. Ini adalah tiga dewa. Beberapa orang yang memeluk kekristenan, menyalah artikan bahwa kekristenan adalah seperti ini, dan mereka disebut Marimaites. Kekristenan menyangkal mereka dan mengucilkan mereka. Dan pada saat Islam muncul, mereka menemukan sebagian dari orang ini pada semenanjung Arab. Jadi Quran menulis mereka juga. Tetapi ini tidak berpengaruh terhadap Trinitas sama sekali. Karena, kami tidak berkata Tuhan yang Maha Tinggi menikahi seorang wanita, bergaul dan memberikan anak.

Muhammad: jauhlah kiranya yang demikian.

Bpk Zakaria: jauhlah kiranya yang demikian. OK jadi apa maksud Bapa dan Anak dalam metafora atau dalam hal retorika? Kami percaya bahwa Bapa adalah sumber dari segala sesuatu. Kenapa? Karena dalam Teologia, dalam ilmu tentang Kalam, sebagaimana dalam Islam, mereka percaya bahwa Tuhan adalah sesuatu memiliki sifat pribadi yang berbeda dari sifat-Nya ang sesungguhnya. Contohnya, Tuhan adalah Maha Pencipta.”Pencipta” datang dari kata kerja,”mencipta”. Tetapi Tuhan adalah eksistensi. Itu bukanlah sebuah kata kerja; Itu adalah keadaan dari sesuatu. Itu adalah pokok dari keadaan-Nya. Jika Tuhan tidaklah sebuah eksistensi maka tidak ada Tuhan. Jadi para ilmuwan tentang Kalam, atau Tawheed, yang kami sebut para Teolog dalam kekristenan, berkata, bahwa Tuhan adalah ada dengan sendirinya. Tuhan adalah Hidup. Dia harus hidup. Tuhan adalah pengetahuan. Tentu saja, jika tidak bagaimana dia dapat menciptakan sesuatu yang cerdas? Jadi hal inilah tiga hal yang penting dan sifat turunan dimana cendekiawan muslim mengatakan sifat pribadi. Tapi kami menyebutnya dengan hal berbeda. Adalah Bapa; sumber dari segala sesuatu. Anak, dalam hal hasil dari Intelektualitas. Dan Roh adalah kehidupan. Dan Tiga adalah Satu. Seperti manusia, dan saya sebagai manusia. Anda memiliki eksistensi, dan intelektualitas, dan juga roh. Tetapi anda tidaklah tiga; melainkan satu. Jadi ini yang kami katakan tentang Tuhan, yang ada dengan sendirinya, yang berbicara melalui firman-Nya, yaitu Anak, sebagaimana pepatah Arab mengatakan “anak perempuan dari bibir”, dan yang hidup dari Roh. Dan mereka adalah Satu. Itulah Tirinitas.

Muhammad; tetapi beberapa orang berkata, pada saat anda berkata “Anak” anda berkata tentang Isa atau Kristus.

Bpk Zakaria: yah, Anak… saya percaya ini adalah pertanyaan yang berbeda, karena waktu dari acara ini. Bagaimana kami memanggil Kristus adalah Anak? Dan saya percaya bahwa waktu dari program saat ini hampir berakhir.

Muhammad: kita masih memiliki dua menit.

Bpk Zakaria: jadi, biarlah ini menjadi diskusi yang lain. Bagaimana Kristus adalah Anak Allah? Ini adalah simbolisme. Seperti kita berkata “ buah pikiran”, atau “anak bibir”, berbicara tentang “kata-kata” dalam bahasa Arab. Dan tentu saja disini kita tidak mengartikan sebagai hal fisik dari pernikahan dan kelahiran. Ini adalah kata-kata metafora atau gambaran dari pembicaraan. Jadi, pada saat kami katakan Kristus Anak Allah,” itu bukan berarti hasil dari pernikahan, tetapi lebih kepada Tuhan hadir dalam Kristus, sang Anak. Dan ini adalah topik yang dapat kita diskusikan nanti, jika anda dapat angkat itu pada saat masih ada waktu. Tetapi pokok yang saya maksud adalah, daripada langsung berkeberatan setelah mendengar sesuatu, kenapa tidak bertanya lebih dulu? Dan ini adalah perintah Quran. Bukankah dikatakan: “bertanyalah kepada orang yang mengingatkan jika engkau tidak tahu.” Pada saat mereka menanyakan pada kami dan kami gagal menjawabnya, maka mereka memiliki hak untuk berpikir apapun yang mereka mau. Tetapi untuk mengkritik kami dan mencaci kami tanpa bertanya, adalah sesuatu yang tak logis dan tak dapat diterima.

Muhammad: ini adalah pertanyaan terakhir. Hanya memerlukan jawaban yang cepat. Apakah anda mencintai Muslim? Dan mengapa?

Bpk Zakaria: saya mencintai seluruh dunia. Saya mencintai pengorbanan untuk tiap jiwa. Saya mencintai muslim, orang dorzy, orang tak percaya, orang ateis. Saya mencintai semua orang. Sebab Tuhan seperti ini. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini …”, dan siapapun yang menerima Kristus atau Tuhan dalam hidupnya, harus mencintai dengan Hati Tuhan. Dia bahkan menyuruh kita :”kasihilah musuhmu”, tak dapatkah kita mencintai saudara dan saudari kita? Kita dalam Negara yang sama dan kemanusiaan yang sama. Kami mencintai mereka dan kami mencintai pengorbanan untuk jiwa mereka. Apa yang anda pikir maksud dari seluruhnya ini, seluruh program ini dan debat agama ini? Hanya untuk pengorbanan.

Muhammad: kami kehabisan waktu. Terima kasih, bapak pendeta. Penonton yang terkasih, kami memiliki kesempatan baik untuk mendiskusikan hal ini yang mungkin sensitif untuk kebanyakan orang, tapi kami memiliki tujuan yang lebih tinggi; untuk memberitahukan kebenaran, dengan Tuhan di depan. Dan kami tahu kami harus memberikan tanggung jawab ini sebelum kerajaan Tuhan datang. Oleh karena itu, angkat hatimu dengan saya kepada Tuhan dan minta Dia dan Tuhan sendiri untuk menyingkapkan kebenaran kepadamu. Terima kasih. Kami menyambut semua pertanyaan, semuanya. Anda dapat melihat di layar alamat kami, untuk menghubungi kami. Terima kasih. Sampai jumpa lagi.