Apa yang Sebenarnya Diajarkan Islam Tentang Allah dan Yesus

David Wood

Lebih dari dua ribu tahun, orang-orang Kristen telah memproklamirkan kematian dan kebangkitan Yesus. Tetapi Islam menolak mentah-mentah kedua doktrin ini dan menawarkan versi cerita yang berbeda mengenai apa yang terjadi di kayu salib dan sesudahnya. Namun, penjelasan Islam ini harus dibayar dengan harga yang mahal: versi cerita mereka menggambarkan Tuhan sebagai penipu yang mengerikan, dan kisah Yesus sebagai kegagalan terbesar dalam sejarah para nabi. Oleh karena itu, saat Muslim mengklaim bahwa “Allah Mahabenar” [1] dan bahwa Yesus harus dihormati sebagai salah satu nabi Allah yang terbesar; klaim ini ada rongganya, karena dogma Islam datang dengan banyak ajaran yang menyimpang.

Allah Memulai Kekristenan…Secara Kebetulan

Jika kita meneliti ajaran-ajaran Islam, kita akan dapati bahwa Allah bukan hanya memulai kekristenan, tetapi juga  membuat agama Kristen menjadi salah satu agama dominan di dunia. Fakta ini tentunya terasa aneh bagi banyak orang, karena Muslim percaya bahwa agama Kristen adalah agama palsu. Tentu saja, Muslim akan merespon dengan argumen bahwa agama Kristen dianggap agama palsu karena telah dirusak oleh manusia. Tetapi pada awalnya setidaknya memang itu adalah pesan dari Allah yang diberikan kepada Yesus, putera Maria.

Belakangan memang tak ada secuil bukti pun yang menunjukkan bahwa pengikut-pengikut Yesus pernah percaya sesuatu yang mirip dengan Islam, namun ini bukan masalah pokoknya. Menurut pandangan Islam (yang sering tidak disadari Muslim awam), kekristenan telah dirusak oleh Allah sendiri. Untuk memahami kenapa Islam menganut dan memaksakan pandangan seperti itu, mari kita tinjau beberapa fakta berikut.

FAKTA #1: Quran menyatakan bahwa Yesus adalah utusan Allah dan nabi Islam. Sesungguhnya, Surah 19 mengatakan bahwa Yesus mulai memberitakan teologi Islam begitu ia dilahirkan:

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka (dia/Isa) menyerunya dari bawahnya: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu…”

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.[2]

Yesus terus memberitakan  pesan Allah sepanjang hidupnya hingga saat ia diangkat ke surga. Menurut Quran, Injil yang diberitakan Yesus tidak ada bedanya dengan pesan-pesan yang telah disampaikan oleh nabi-nabi sebelum dia. Yesus,  hamba dan nabi Allah, memberitakan tentang Islam:

Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketaqwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. [3]

Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya, dan Kami jadikan dia sebagai contoh bagi Bani Israil….Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, “Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah, dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sungguh, Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”[4]

Jadi, Yesus menghabiskan sekitar 33 tahun, mulai dari kelahiran hingga kenaikannya ke surga, memberitakan Islam kepada bangsa Israel. Sebelum peristiwa penyalibannya, pengajarannya cukup berhasil, sebagaimana ditunjukkan oleh adanya pertobatan sejumlah pendengarnya.

FAKTA #2: Quran menyatakan bahwa Yesus memenangkan jiwa sejumlah pengikutnya. Karena Yesus menghabiskan seluruh hidupnya memberikan ajaran Islam mula-mula, pastilah pengajarannya berpusat pada prinsip dasar teologi Islam. Dengan demikian murid-muridnya tentu akan menjadi orang-orang yang mirip dengan Muslim, persis seperti yang diajarkan Islam mengenai pengikut-pengikut Yesus:

Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para Hawariyyun (sahabat setianya) menjawab, “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim.” [5]

Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut Isa yang setia, “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslim).”[6]

Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya.[7]

Jika Quran benar, maka setidaknya Yesus telah mempertobatkan sejumlah umat Israel menjadi Islam. Walaupun tidak ada sama sekali bukti sejarah mengenai pertobatan seperti itu, tapi Muslim terlanjur beranggapan bahwa pada abad pertama tersebut ada sejumlah orang Yahudi yang percaya kepada ajaran Yesus dan ikut menjadi Islam. Akan tetapi seperti yang akan kita lihat, asumsi ini hanya menciptakan masalah bagi pembela keyakinan Islam.

FAKTA #3: Jika benar ada orang Yahudi abad pertama yang beralih kepercayaan kepada Islam, mereka tidak bertahan lama. Gagasan bahwa pengikut-pengikut Yesus yang pertama adalah Muslim memunculkan pertanyaan yang menggelitik: Mengapa kita tidak pernah mendengar tentang Muslim yang ada pada abad pertama? Kita memiliki banyak sekali bukti historis tentang pengikut-pengikut Yesus (yang disebut Nasrani) di abad pertama, tetapi kita sama sekali tidak memiliki bukti tentang umat Muslim. Kemungkinan besar, para pembela Islam akan mengklaim bahwa orang Kristen telah menghapus semua catatan tentang pengikut-pengikut Yesus yang non-Kristen, namun pendapat ini sangat tidak masuk akal. Baik sumber Kristen maupun non-Kristen menceritakan tentang kepercayaan Kristen mula-mula, tetapi tidak ada satupun dari sumber-sumber ini yang menyebutkan tentang keberadaan orang Kristen-Islami. Paling tidak, kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa kematian Yesus diakui oleh para pemegang otoritas masa itu, dan bahwa pengikut-pengikut Yesus yang pertama – termasuk Petrus, Yakobus dan Yohanes – percaya bahwa Yesus mati di kayu salib karena dosa-dosa mereka dan kemudian bangkit dari kematian. (Kita juga tahu, para murid percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, tetapi hal ini tidak perlu bagi argumen saya).

Keempat kitab Injil dalam Perjanjian Baru menegaskan tentang kepercayaan Kristen mula-mula dalam hal kematian dan kebangkitan Yesus, demikian juga halnya dengan kitab Kisah Para Rasul. Surat-surat Rasul Paulus juga berulang kali memproklamirkan kematian dan kebangkitan Yesus. Selanjutnya, sebuah pengakuan iman kuno yang tercatat dalam 1 Korintus 15 ternyata tertanggal beberapa tahun setelah masa hidup Yesus, dan karenanya memberikan kesaksian yang sangat dini tentang keyakinan Kristen di era para rasul. Bunyinya sebagai berikut:

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; dan bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas [Petrus] dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. [8]

Kita juga memiliki tulisan-tulisan di luar Perjanjian Baru tentang awal Kekristenan, yakni mengenai keyakinan pengikut-pengikut Yesus. Contohnya, Clement dari Roma, yang ditahbiskan menjadi Bishop di Roma oleh Rasul Petrus, menulis tentang keyakinan para rasul tentang kematian dan kebangkitan Yesus. [9] Polycarp yang ditahbiskan oleh Rasul Yohanes, menyebutkan tentang kebangkitan Yesus beberapa kali. [10] Bahkan ada sejumlah sumber non-Kristen kuno yang memuat informasi krusial mengenai Yesus dan para rasul. Menurut Josephus (ahli sejarah Yahudi) dan Tacitus (ahli sejarah Romawi), Yesus disalibkan pada masa pemerintahan Pontius Pilatus. [11] Lucian dari Samosata, seorang pengarang satire Yunani, berkata, “Orang-orang Kristen, yang Anda kenal, menyembah satu individu hingga hari ini – seorang tokoh terkenal yang memperkenalkan kepercayaan baru pada mereka, yang untuk itu ia disalibkan.” [12] Bahkan Talmud Yahudi mencatat tentang penyaliban Yesus. [13]

Oleh karena itu, penafsiran yang paling masuk akal dari semua data tersebut adalah bahwa Quran salah wahyu bila mengatakan (1) Yesus tidak pernah mati dan (2) pengikut-pengikut awal Yesus adalah Muslim. Namun demikian, marilah kita bermurah hati, mengabaikan fakta-fakta yang telah ada; menganggap bahwa memang ada sejumlah Muslim abad pertama dan kemudian semua bukti keberadaan mereka dihancurkan oleh orang-orang Kristen (yang sesat). Bahkan jika kita mengabulkan asumsi aneh seperti ini, hal ini masih tetap menyodorkan sebuah masalah besar bagi umat Muslim: Apa yang terjadi dengan Muslim-Muslim abad pertama ini? Mengapa Islam – awal ini (Nasrani-Islamik)  begitu segera digantikan oleh iman lain (Nasrani-Salib) yang percaya akan pengorbanan kematian Yesus dan kebangkitannya? Mengapa pengajaran Yesus selama 33 tahun tidak menghasilkan sesuatu yang bisa bertahan lama? (Bahkan tidak berjejak hingga kedatangan Muhammad?)

Muslim, sekali lagi, akan merespon pertanyaan-pertanyaan ini dengan mengatakan secara spontan bahwa orang Kristen (dan bukan Allah Islamiknya) merusak ajaran Yesus, dan gereja-gereja Kristen telah menghapus semua catatan mengenai ajaran Islam yang diberikan Yesus. Namun, tidak akan ada Muslim sejati yang bersedia menerima posisi ini, karena hal ini dapat menutupi cerita dalam Quran mengenai apa yang terjadi.

FAKTA #4: Quran menyatakan bahwa Allah menipu manusia agar mereka sungguh percaya bahwa Yesus mati di kayu salib. Menurut Quran, Yesus berhasil mempertobatkan setidaknya beberapa orang Yahudi ke Islam. Tetapi seperti yang kita ketahui dari sejarah, pengikut-pengikut awal Yesus yakin akan kematian dan kebangkitannya. Jadi, alasan yang paling tepat tentang tidak adanya Muslim setelah Yesus naik ke surga adalah bahwa semua pengikut Yesus percaya bahwa dia mati di kayu salib lalu bangkit dari kematian. Darimana mereka mendapat gagasan seperti ini? Menurut Islam, gagasan bahwa Yesus mati di kayu salib itu berasal dari ulah Allah sendiri:

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [14]

Baiklah, kita anggap bahwa tujuan Allah hanya semata-mata untuk menipu orang-orang yang ingin membunuh Yesus, tetapi jelas-jelas murid-murid Yesus juga ikut tertipu. Lantas, siapa yang bertanggungjawab mengajarkan kepercayaan bahwa Yesus mati di kayu salib? Jika Islam benar, berarti Allah memulai gagasan ini ketika Ia memutuskan untuk mengelabui musuh-musuh Yesus agar mereka berpikir bahwa mereka telah membunuh Yesus. Hal ini membawa lebih banyak masalah lagi. Jikalau penipuan terhadap para murid dilakukan tanpa sengaja, maka kita harus menyimpulkan bahwa Allah tidak menyadari bahwa Ia bakal memulai agama palsu terbesar di dunia. Jikalau hal itu dilakukan dengan sengaja, berarti Allah turut terlibat dalam memulai agama palsu. Karenanya, Allah Islam itu, boleh jadi, Allah yang sangat bodoh atau penipu yang sangat jahat.

Penempatan Muhammad juga memberi arti bahwa Yesus adalah kegagalan terbesar dalam sejarah para nabi. Dia menghabiskan 33 tahun untuk mengajar (sekali lagi, ia mulai mengajarkan teologi Islam begitu ia dilahirkan), namun begitu ia mati, bangsa Israel terbagi menjadi dua kubu besar. Yang percaya kepada ajarannya menjadi Kristen, yang mana mereka bersalah atas dosa yang tak terbayangkan (syirik [15]); sementara mereka yang menolak ajarannya juga bersalah karena menolak salah satu utusan terbesar dari Allah. Jadi, baik mereka yang percaya kepada Yesus maupun yang menolaknya, semuanya akan dihukum dan dilempar ke dalam api neraka! Sungguh aneh bahwa umat Muslim menganggap Yesus sebagai salah satu nabi terbesar yang pernah ada. Dengan kebesaran ini seharusnya dia bisa memenangkan setidaknya satu jiwa yang bertahan bagi Islam. Tetapi ternyata tidak ada! Mesias ini sama sekali tidak kompeten. Lebih jauh lagi, seorang nabi Islam sejati (Yesus Muslim) seharusnya memperingatkan pengikutnya agar tidak berpaling dari Islam dan jatuh dalam tipu daya setan (tetapi kali ini Allah yang menipu daya dengan menukarkan si tersalib). Tetapi Yesus sejati tidak pernah menyampaikan pesan seperti itu. Sesungguhnya, jutaan orang di dunia sekarang ini menolak ajaran Islam karena mereka percaya bahwa Yesus mati di kayu salib demi dosa-dosa mereka, berarti kembali lagi kepada ajaran tentang Tuhan yang penipu dan Mesias yang tidak kompeten.

Allah Menyebarkan Agama Palsu yang Ia Mulai Tanpa Sengaja

Jika kita ikuti ajaran Islam sesuai dengan logika mereka, kita akan mendapati bahwa Tuhan memulai kekristenan bisa karena disengaja, atau bisa juga karena tidak disengaja. Tetapi Quran tidak berhenti sampai di situ. Alih-alih memperbaiki kekacauan yang Ia perbuat, Allah malah membawa kekristenan ke tingkat kekacauan berikutnya.

FAKTA #5: Quran menyatakan bahwa Allah membantu menyebarkan agama Kristen. Setelah Allah – oleh tipu daya Nya – menyebabkan banyak orang percaya pada kematian dan kebangkitan Yesus, selanjutnya Ia dengan giat membantu orang-orang Kristen menyebarkan ajaran palsu mereka:

Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,” lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir, lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.[16]

Ayat ini sangatlah penting, karena di sini dikatakan bahwa Allah membantu para pengikut Yesus melawan orang-orang Yahudi yang menolak Yesus, dan para pengikut ini “menjadi orang-orang yang menang”. Lalu, siapa para pengikut Yesus yang lebih kuat dari orang-orang Yahudi ini? Satu-satunya kriteria dalam sejarah yang cocok dengan gambaran ini adalah para pemeluk Kristen ortodox, yang percaya kepada kematian, kebangkitan dan keilahian Yesus. Dengan kata lain, Muslim tidak bisa mengklaim bahwa ajaran Yesus telah dirusak dan bahwa injil yang sesungguhnya telah dimusnahkan; karena jelas sekali tertulis dalam Quran bahwa bukan kelompok orang-orang tersebut yang dimaksud. Bahkan jika memang ada orang Kristen-Islami di abad pertama, kelompok ini tidak pernah unggul dari siapapun juga. Sesungguhnya, mereka langsung dimusnahkan (karena tidak pernah berhasil muncul). Satu-satunya kelompok pengikut Yesus yang berhasil mengalahkan orang Yahudi adalah mereka yang disebut sebagai orang-orang Kristen setelah agama Kristen tersebar di seantero kekaisaran Romawi. Orang-orang Kristen ini meyakini doktrin dasar yang dipercayai oleh seluruh umat Kristen hingga hari ini. Dan, menurut Quran, Allah membantu orang-orang ini mendapatkan kekuasaan.

Kalau begitu, bagaimana agama Kristen menyebar dan menjadi agama dominan di dunia? Ia menyebar berkat kuasa Allah! Dan siapa yang memulai ajaran Kristen tentang kematian Yesus di kayu salib? Allah yang menciptakan ajaran ini! Bahkan para ahli sejarah non-Kristen yakin bahwa kematian Yesus adalah salah satu fakta sejarah terjelas yang pernah ada. [17]   Darimana para ahli sejarah mendapat pemikiran seperti ini? Mereka mendapatkannya dari Allah, yang telah menipu begitu banyak orang agar percaya pada kematian Yesus, sehingga kita sekarang memiliki banyak sekali bukti historis untuk kejadian ini (bahkan lebih dari sekedar mutawatir!) Karena ada sekitar dua miliar orang Kristen di muka bumi sekarang ini, maka tampaknya Yesus dan Tuhanlah yang harus bertanggungjawab karena telah memulai satu-satunya agama di dunia yang mampu menghadapi Islam.

Jika Islam Benar…

Tak perlu diperkatakan lagi, saya pikir pandangan Islam sangat problematis. Kita diharuskan untuk percaya bahwa Tuhan menipu miliaran orang. Tuhan bahkan menyesatkan pengikut-pengikut Yesus dengan membodohi begitu banyak orang agar percaya bahwa Yesus mati. Hal ini dapat dihindari kalau saja Tuhan tidak demikian menggebunya ingin menipu orang-orang. Dan hal ini juga menimbulkan lebih banyak pertanyaan: Mengapa Allah ingin agar orang-orang percaya bahwa Yesus mati kalau memang ia tidak mati? Muslim tidak dapat membantah dengan mengatakan bahwa Allah melakukan hal itu untuk melindungi Yesus dari orang-orang Yahudi dan Romawi, karena toh Allah membawa Yesus pergi dengan selamat. Jadi, kenapa Allah mau memberikan kepuasan bagi musuh-musuh Yesus dengan membiarkan mereka melihat Yesus dibunuh? Kenapa tidak membangkitkan Yesus saja dengan menggentarkan mereka, tanpa harus menipu orang banyak? Tampaknya tidak ada alasan sama sekali bagi Allah untuk menipu orang-orang ini, khususnya karena penipuan ini mengarah pada pembentukan agama Kristen yang tidak Islamik.

Ini adalah pil pahit yang harus ditelan, tetapi Islamlah yang memaksa kita untuk melihat pemunculan agama Kristen dengan cara seperti ini. Jika Islam benar, berarti Allah menipu orang-orang yang percaya pada nabi-nabi yang Dia utus. Jika Islam benar, berarti Allah telah menyebarkan ajaran palsu sehingga akhirnya menjadi agama dominan di dunia. Jika Islam benar, berarti Yesus, sang Mesias, benar-benar tidak kompeten dan seharusnya tidak diutus oleh Allah, karena Yesus menyesatkan lebih banyak orang dibandingkan nabi lainnya dalam sejarah. Karena pandangan Islam bertentangan dengan pemahaman tradisional (termasuk pemahaman Islam sendiri) tentang sifat Allah, Islam adalah sistem keagamaan yang sungguh membingungkan, yang harus ditolak oleh semua orang yang berpikiran rasional. Islam memiliki penjelasan yang buruk dan hina mengenai asal muasal agama Kristen. Jika Islam benar, berarti keberadaan agama Kristen sama sekali nonsense diluar akal.

Jika Kristen Benar …

Di sisi lain, Kristianitas dengan mudah dapat menceritakan tentang munculnya agama Islam, sebegitu Islam menafikan penyaliban Yesus bagi penebusan dosa manusia. Sesungguhnyalah, jika kekristenan benar, maka cerita kemunculan agama Islam (yang anti-Kristus) adalah justru sangat masuk akal. Tetapi jikalau hal ini masih tidak menjelaskan mengapa kekristenan menjadi penyebab timbulnya agama-agama, seperti Islam contohnya, maka lakukan cara pemikiran berikut ini.

Jika Kristianitas benar, maka pernyataan-pernyataan berikut ini juga benar:

(1) Manusia hanya dapat datang kepada Tuhan melalui Yesus Kristus.

(2) Setan adalah makhluk roh yang nyata yang ingin menjauhkan manusia dari Tuhan.[18]

Dengan memperhatikan kedua pernyataan di atas, mari kita lihat apakah kita dapat mengetahui sedikit tentang setan. Sekarang, jika setan ingin menjauhkan manusia dari Tuhan, dan jika satu-satunya jalan menuju Tuhan adalah melalui Yesus Kristus, maka apa yang akan menjadi prioritas utama setan? Tujuan utama setan bukanlah membawa manusia ke dalam hidup berdosa (walaupun dia akan senang jika kita melakukannya, karena hal ini dapat merusak perintah Tuhan), sebaliknya, tujuan utamanya  justru untuk menghasut manusia agar mereka menolak Kristus, karena penolakan ini akan membuat manusia terpisah dari Tuhan.

Lalu bagaimana cara setan meyakinkan manusia agar mereka mau menolak Kristus? Kita sadari bahwa banyak orang di dunia ini yang tidak peduli tentang Tuhan. Setan tidak mengkhawatirkan orang-orang seperti ini, karena mereka toh tidak tertarik dengan keselamatan. Karena tujuan setan adalah menjauhkan sebanyak mungkin manusia dari Tuhan, sudah pasti setan akan lebih memfokuskan diri terhadap orang-orang yang, pada batasan tertentu,  peduli terhadap masalah agama. Ada dua cara untuk menjauhkan orang-orang semacam ini dari Tuhan. Setan bisa meyakinkan mereka bahwa semua “ajaran keagamaan” adalah omong kosong (yakni dengan menyebarkan sekularisme, yang dapat kita saksikan di seluruh dunia), atau ia akan menawarkan pengganti bagi kebenaran (yakni agama yang menolak hal yang diperlukan bagi keselamatan).

Jadi, jika agama Kristen benar, kita dapat pastikan bahwa setan akan mengilhami agama-agama yang akan menolak pengorbanan kematian Kristus dan kebangkitannya, walaupun agama-agama ini mungkin memiliki kemiripan dengan agama Kristen dalam hal (non-esensial) lainnya. Sekarang setelah kita mendapat gambaran yang jelas mengenai apa yang akan kita dapati jika kekristenan itu benar, marilah kita lihat bagaimana agama Islam cocok dengan prediksi kita.

Ajaran Islam, kira-kira seperti ini: “Percayalah kepada Allah satu-satunya. Lakukanlah amal ibadah yang banyak. Jika amal ibadah Anda mencukupi, maka Anda akan masuk surga. Hormati Yesus, karena ia adalah nabi yang besar, yang menyampaikan pesan-pesan Allah kepada bangsa Israel. Juga percaya bahwa Yesus lahir dari seorang perawan, bahwa ia melakukan banyak mujizat, dan ia adalah sang Mesias. Tetapi apapun yang kamu lakukan, jangan pernah percaya bahwa ia mati demi dosa-dosamu. Dan jangan pernah percaya bahwa ia bangkit dari kematian. Sesungguhnya, dengan mempercayai bahwa Yesus adalah anak Allah, berarti Anda telah melakukan dosa yang terburuk.” Catat bahwa Islam menolak syarat utama bagi keselamatan agama Kristen, tetapi menerima doktrin tertentu lainnya. Contohnya, umat Muslim diperintahkan untuk percaya pada Tuhan, tapi setan dan iblis juga percaya pada Tuhan. Umat Muslim diperintahkan untuk berbuat kebaikan, tetapi semua agama yang lain juga mengajarkan hal yang sama. Muslim diizinkan untuk mempercayai hal-hal tertentu tentang Yesus (seperti statusnya sebagai nabi dan kelahiranNya dari seorang perawan), tetapi kepercayaan ini tidak dapat menyelamatkan seseorang. Namun ketika kita menerima kepercayaan yang utama tentang keselamatan – keilahian Kristus, kematiannya di kayu salib, dan kebangkitannya dari maut – kita akan dapati bahwa Islam dengan  keras menentang doktrin-doktrin yang sangat penting ini. [19] Islam, terlihat persis seperti agama yang kita prediksi bakal dibentuk oleh setan, karena agama ini menyangkali hal yang diperlukan manusia untuk dapat datang kepada Tuhan.

Sudah tentu, ada cara yang lebih mudah bagi kita untuk melihat bahwa kekristenan memang menyebabkan kemunculan agama Islam. Kita dapat melihat beberapa nubuat dalam Alkitab. Contohnya, Yesus berkata bahwa “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang” [20]   Rasul Paulus menambahkan bahwa akan ada beberapa orang yang akan “mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” [21]  (Ungkapan “roh-roh penyesat” mengingatkan kita pada pernyataan Quran bahwa Allah menipu-daya banyak  orang sehubungan dengan penyaliban Yesus). Alkitab berulangkali mengingatkan bahwa guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu akan datang untuk mendistorsi Injil (“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang”, 2 Korintus 11:14). Namun tampaknya hanya ada sedikit orang di zaman Muhammad yang memperhatikan peringatan ini.

Pemikiran Akhir

Sepanjang sejarah, banyak orang telah mengklaim diri mereka sebagai nabi. Sesungguhnya, banyak yang menyatakan diri sebagai nabi bahkan hingga hari ini, dan akan ada lebih banyak lagi di kemudian hari. Andaikan ada seorang nabi yang muncul di masa mendatang, seseorang yang mengklaim mendapat wahyu baru dari Tuhan. [22]  Baik umat Muslim maupun Kristen akan menolak orang tersebut. Tetapi andaikan nabi ini berkata pada kaum Muslim,

“Saudara-saudara, kalian telah mempercayai ajaran Muhammad, tetapi sekarang saya hendak memberitahukan bahwa Islam dimunculkan Allah untuk menipu manusia. Soalnya orang-orang kafir di negara Arab sedang melakukan hal-hal yang mengerikan, seperti membunuh anak-anak perempuan mereka dan menikahi ratusan wanita. Allah memutuskan untuk menghukum mereka dengan cara menyesatkan mereka dan membuat kamu semua percaya pada sesuatu yang tidak benar. Tetapi kini saya datang untuk memberitakan kebenaran padamu! Saya adalah nabi Allah yang terbesar, diutus untuk menyelamatkan kamu dari si jahat!”

Akankah umat Muslim mempercayai orang tersebut? Hampir dapat dipastikan mereka tidak akan percaya. Tetapi mengapa Muslim menolak nabi baru yang satu ini? Mereka menolak orang ini karena mereka menolak untuk percaya bahwa Allah telah dengan sengaja menipu jutaan orang. Nah, tetapi justru disinilah Muslim terjebak mempercayai suatu penipuan yang sejenis, bilamana hal itu menyangkut kematian Yesus! Jadi jikalau Muslim percaya kepada Allah yang menipu orang banyak, termasuk mereka yang mengikuti nabi-nabi Allah ini, maka bagaimana mungkin Muslim yakin bahwa mereka telah diberikan kebenaran?

Umat Muslim membanggakan diri tentang penghormatan mereka pada Allah dan rasa hormat mereka pada para nabi. Namun, kalau diteliti lebih dekat, kita melihat bahwa Islam menyalahkan Allah mengenai penipuan agama. Hal ini membuat kita berhenti sejenak dan berpikir. Mengapa sebuah agama yang membanggakan dirinya tentang pandangannya mengenai Allah menyatakan bahwa Allah menciptakan agama palsu? Mengapa umat yang mengaku menghormati Yesus itu malah menempatkan Yesus sebagai kegagalan yang besar? Kelihatannya Islam begitu nekadnya ingin menghancurkan kekristenan, sehingga mereka tidak peduli lagi apakah itu berakibat menghancurkan diri mereka sendiri. Dengan kata lain, Islam hanya dapat menjelaskan tentang kematian dan kebangkitan Yesus dengan membuat Allah sebagai penipu, yang sebenarnya menghancurkan konsep Islam tentang Allah. Tindakan ini menjadi masuk akal jika kekristenan itu benar, dan jika Islam memang dirancang oleh setan untuk mencegah agar manusia diselamatkan.

Umat Muslim boleh menyangkali hal ini sesuka mereka. Mereka boleh terus memproklamirkan kesetiaan mereka pada Allah dan rasa hormat mereka pada nabiNya. Namun ada sesuatu yang aneh dengan cara mereka menjelaskan kekristenan. Ada yang sangat aneh tentang Tuhan yang menyesatkan dunia. Jika Islam benar, maka Tuhan dan Yesus adalah kegagalan. Jika kekristenan benar, maka Tuhan dan Yesus telah menang di kayu salib, karena pintu menuju keselamatan telah terbuka bagi semua orang, kendati ada orang-orang yang berusaha agar pintu tersebut tetap tertutup.

Yesus memperingatkan pengikut-pengikutnya bahwa nabi-nabi palsu akan muncul. Dia juga memerintahkan kita untuk tidak mempercayai mereka. Salah satu cara agar kita dapat mengenali nabi palsu adalah dengan memilah secara hati-hati jika pengajaran mereka mengarah kepada keyakinan yang tidak dapat diterima. Tuhan itu Mahabenar, dan Dia Mahakasih. Islam, jika diperhatikan dengan cermat, akan mengajar kita untuk mempercayai hal yang sebaliknya.

————————————–

1. Qur’an, 24:25.

2. Qur’an 19:23-26, 30-33.

3. Qur’an 42:13.

4. Qur’an 43:59, 63-64.

5. Qur’an 3:52.

6. Qur’an 5:111.

7. Qur’an 57:27.

8. 1 Korintus 15:3-5.

9. Lihat 1 Clement 42:3.

10. Lihat Polycarp, To the Philippians 1:2, 2:1-2, 9:2, 12:2.

11. Lihat Josephus, Antiquities 18.64, and Tacitus, Annals 15.44.

12. Lucian of Samosata, The Death of Peregrine, 11-13.

13. Talmud, Sanhedrin 43a.

14. Qur’an 4:157-158. Menurut tradisi Muslim, Allah membuat Yudas Iskariot menjadi mirip Yesus, dan Yudas disalibkan sebagai pengganti Yesus.

15. Bermitra dengan Tuhan (selain Allah) berarti melakukan dosa syirik.

16. Qur’an 61:14.

17. Misalnya, John Dominic Crossan, dari “Jesus Seminar” anti-Kristen yang terkenal, berkata, “Bahwa penyaliban (Yesus) merupakan kejadian historis yang sebenar-benarnya.” (Jesus: A Revolutionary Biography [San Francisco: HarperCollins, 1991] p. 145).

18. Makhluk roh ini jangan dikacaukan dengan imej populer dari sosok merah tak berbahaya dengan ekor runcing dan garpu rumput!

19. Mungkin ada yang heran mengapa saya tidak menyertakan percaya kepada Tuhan ke dalam doktrin yang diperlukan bagi keselamatan. Saya tentunya bukan hendak menyangkal perlunya percaya kepada Tuhan.  Namun, saya hendak menunjukkan perbedaan antara doktrin perlu dan doktrin perlu dan cukup. Percaya kepada Tuhan perlu untuk keselamatan, tetapi tidak cukup untuk menghasilkan keselamatan itu sendiri. Sebaliknya, doktrin Kristen tentang pengakuan keilahian Kristus dan percaya kepada kebangkitannya dari maut adalah perlu dan cukup. Artinya, doktrin ini sudah cukup untuk menjamin keselamatan bagi orang Kristen. Namun, justru doktrin inilah yang ditentang paling keras oleh Islam.

20.  Matius 24:11.

21.  1 Timotius 4:1

22. Bahkan Islam memiliki bagian dalam pernyataan diri nabi baru. Salah satu yang terkenal, Mirza Ghulam Ahmad yang mengumumkan kenabiannya menjelang akhir abad ke-19. Dia juga mengklaim dirinya sebagai kedatangan Yesus yang ke dua. Jutaan orang mengikutinya. Namun, sebagian besar umat Muslim menganggap gerakan “Ahmadiyah” ini sebagai sekte sesat. Pengikut Ahmadiyah, walaupun mereka mengaku sebagai Muslim, tidak diijinkan untuk melakukan ibadah haji ke Mekah. Gerakan Ahmadiyah menjadi signifikan karena Ahmadiyah berkata bahwa Islam yang benar telah dirusak, persis seperti klaim umat Muslim bahwa Kekristenan telah dirusak. Jadi, Ahmadiyah mengklaim bahwa Allah mengirim nabi yang lain untuk mengembalikan kebenaran firman Allah. Muslim menolak pernyataan ini, karena mereka tidak percaya bahwa Islam telah dirusak. Mereka menyimpulkan bahwa Mirza Ghulam Ahmad pastilah seorang nabi palsu. Tetapi ini adalah alasan yang sama kenapa Kristen menolak Muhammad. Kita tidak percaya bahwa Kekristenan telah dirusak, jadi Muhammad pastilah seorang nabi palsu.

Judul dalam bahasa Inggris: “Deceptive God, Incompetent Messiah”